<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;C0AGQH84fip7ImA9WhRRFEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4205837137248323859</id><updated>2011-11-27T16:55:21.136-08:00</updated><category term="Atmosphere" /><category term="terjemahan" /><category term="Prasejarah" /><category term="Cancer" /><category term="english" /><category term="Animals" /><category term="IPS" /><category term="Hacker" /><category term="Gratis" /><category term="Science" /><category term="lung" /><category term="heart" /><category term="Google" /><category term="Pelajaran Sejarah" /><category term="Alexa" /><category term="handphone" /><category term="internet" /><category term="computer" /><category term="virus" /><category term="Pasang Iklan" /><category term="disease" /><category term="penyakit" /><category term="Cracker" /><category term="Paypal" /><category term="Alexa Rank" /><category term="Dollar" /><category term="Rank" /><category term="Cinta Islam" /><category term="healthy" /><title>Blog Kita Bersama</title><subtitle type="html">Blog yang menyajikan informasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat masa kini.</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>Turfa Auliarachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08074301413785308784</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>97</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/BlogKitaBersama" /><feedburner:info uri="blogkitabersama" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId>BlogKitaBersama</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><entry gd:etag="W/&quot;AkYFQHs7fyp7ImA9WxBQF08.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4205837137248323859.post-1910172996006766754</id><published>2010-01-17T03:35:00.001-08:00</published><updated>2010-01-17T03:35:11.507-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-17T03:35:11.507-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cinta Islam" /><title>LUCU YA??? (sebuah renungan)</title><content type="html">&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Lucu Ya&lt;br /&gt;
MARI KITA RENUNGKAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lucu ya, uang Rp 20,000an kelihatan begitu besar bila&lt;br /&gt;
dibawa ke kotak amal mesjid, tapi begitu kecil bila kita&lt;br /&gt;
bawa ke supermarket.&lt;br /&gt;
Lucu ya, 45 menit terasa terlalu lama untuk berzikir,&lt;br /&gt;
tapi betapa pendeknya waktu itu untuk pertandingan&lt;br /&gt;
sepakbola.&lt;br /&gt;
Lucu ya, betapa lamanya 2 jam berada di Masjid, tapi&lt;br /&gt;
betapa cepatnya 2 jam berlalu saat menikmati pemutaran&lt;br /&gt;
film di bioskop.&lt;br /&gt;
Lucu ya, susah merangkai kata untuk dipanjatkan saat&lt;br /&gt;
berdoa atau sholat, tapi betapa mudahnya cari bahan&lt;br /&gt;
obrolan bila ketemu teman.&lt;br /&gt;
Lucu ya, betapa serunya perpanjangan waktu dipertandingan&lt;br /&gt;
bola favorit kita, tapi betapa bosannya bila imam sholat&lt;br /&gt;
Tarawih bulan Ramadhan kelamaan bacaannya. Lucu ya, susah&lt;br /&gt;
banget baca Al-Quran 1 lembar saja, tapi novel best-seller&lt;br /&gt;
100 halaman pun habis dilalap.&lt;br /&gt;
Lucu ya, orang-orang pada berebut paling depan untuk&lt;br /&gt;
nonton bola atau konser tapi berebut cari shaf paling&lt;br /&gt;
belakang bila Jumatan agar bisa cepat keluar.&lt;br /&gt;
Lucu ya, kita perlu undangan pengajian 3-4 minggu&lt;br /&gt;
sebelumnya agar bisa disiapkan di agenda kita, tapi untuk&lt;br /&gt;
acara lain jadwal kita gampang diubah seketika.&lt;br /&gt;
Lucu ya, susahnya orang mengajak partisipasi untuk dakwah,&lt;br /&gt;
tapi mudahnya orang berpartisipasi menyebar gossip.&lt;br /&gt;
Lucu ya, kita begitu percaya pada yang dikatakan koran,&lt;br /&gt;
tapi kita sering mempertanyakan apa yang dikatakan Al&lt;br /&gt;
Quran.&lt;br /&gt;
Lucu ya, semua orang penginnya masuk surga tanpa harus&lt;br /&gt;
beriman, berpikir, berbicara ataupun melakukan apa-apa.&lt;br /&gt;
Lucu ya, kita bisa ngirim ribuan jokes lewat email, tapi&lt;br /&gt;
bila ngirim yang berkaitan dengan ibadah / pengetahuan&lt;br /&gt;
ke-Islaman sering mesti berpikir dua-kali.&lt;br /&gt;
“Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin&lt;br /&gt;
bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari&lt;br /&gt;
Allah.” (QS. 33:47)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wassalam&lt;br /&gt;
copy paste dari milis tahajud&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Created by Turfa Auliarachman
TurfaCom Corporation Company

Blog lain : http://turfa-a.blogspot.com, http://akudisini-turfa.blogspot.com, http://anak-tanjungsari.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4205837137248323859-1910172996006766754?l=anak-tanjungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlogKitaBersama/~4/zqIQE_jnrEg" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/feeds/1910172996006766754/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2010/01/lucu-ya-sebuah-renungan.html#comment-form" title="3 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/1910172996006766754?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/1910172996006766754?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlogKitaBersama/~3/zqIQE_jnrEg/lucu-ya-sebuah-renungan.html" title="LUCU YA??? (sebuah renungan)" /><author><name>Turfa Auliarachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08074301413785308784</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>3</thr:total><feedburner:origLink>http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2010/01/lucu-ya-sebuah-renungan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkcBRHo9fip7ImA9WxBQF08.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4205837137248323859.post-1632684489145459984</id><published>2010-01-17T03:34:00.001-08:00</published><updated>2010-01-17T03:34:15.466-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-17T03:34:15.466-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cinta Islam" /><title>Hukum Bekerja Di Bank-Bank Ribawi Dan Transaksi Yang Ada Didalamnya</title><content type="html">&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;HUKUM BEKERJA DI BANK-BANK RIBAWI DAN TRANSAKSI YANG ADA DIDALAMNYA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh&lt;br /&gt;
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan.&lt;br /&gt;
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa hukum bekerja di bank-bank ribawi dan transaksi yang ada di dalamnya ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban.&lt;br /&gt;
Bekerja di sana diharamkan karena dua alasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama : Membantu melakukan riba&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila demikian, maka ia termasuk ke dalam laknat yang telah diarahkan kepada individunya langsung sebagaimana telah terdapat hadits yang shahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwasanya beliau :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Artinya : melaknat pemakan riba, pemberi makan dengannya, penulisnya dan kedua saksinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau mengatakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Artinya : Mereka itu sama saja”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua : Bila tidak membantu, berarti setuju dengan perbuatan itu dan mengakuinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, tidak boleh hukumnya bekerja di bank-bank yang bertransaksi dengan riba. Sedangkan menyimpan uang disana karena suatu kebutuhan, maka tidak apa-apa bila kita belum mendapatkan tempat yang aman selain bank-bank seperti itu. Hal itu tidak apa-apa dengan satu syarat, yaitu seseorang tidak mengambil riba darinya sebab mengambilnya adalah haram hukumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Fatawa Syaikh Ibn Utsaimin, Juz II]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini-2, hal 26-27 Darul Haq]&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Created by Turfa Auliarachman
TurfaCom Corporation Company

Blog lain : http://turfa-a.blogspot.com, http://akudisini-turfa.blogspot.com, http://anak-tanjungsari.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4205837137248323859-1632684489145459984?l=anak-tanjungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlogKitaBersama/~4/9v-_w1oGiIY" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/feeds/1632684489145459984/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2010/01/hukum-bekerja-di-bank-bank-ribawi-dan.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/1632684489145459984?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/1632684489145459984?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlogKitaBersama/~3/9v-_w1oGiIY/hukum-bekerja-di-bank-bank-ribawi-dan.html" title="Hukum Bekerja Di Bank-Bank Ribawi Dan Transaksi Yang Ada Didalamnya" /><author><name>Turfa Auliarachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08074301413785308784</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2010/01/hukum-bekerja-di-bank-bank-ribawi-dan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkcHQX09eSp7ImA9WxBQF08.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4205837137248323859.post-4887917112736198821</id><published>2010-01-17T03:33:00.003-08:00</published><updated>2010-01-17T03:33:50.361-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-17T03:33:50.361-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cinta Islam" /><title>Dosa-dosa yang dianggap biasa (selesai)</title><content type="html">&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;21. Bepergian tanpa mahram bagi wanita&lt;br /&gt;
Ibnu Abbas Radiallahu anhu meriwayatkan, bersabda Rasulullah shallallahu alahi wassalam : “Tidak (dibenarkan seorang) wanita bepergian kecuali dengan mahramnya.” (HR. Imam Muslim)&lt;br /&gt;
Ketentuan diatas berlaku untuk semua bentuk safar, termasuk pergi haji. Paling tidak karena dengan kesendiriannya kemuliaan seorang wanita dipertaruhkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
22. Memandang wanita dengan sengaja&lt;br /&gt;
Allah Subhanahu wata’alaberfirman, yang artinya : “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An Nur : 30)&lt;br /&gt;
Rasulullah shallallahu alahi wassalam bersabda, yang artinya : “Adapun zinanya mata adalah melihat (kepada apa yang diharamkan Allah).” (HR. Imam Ahmad)&lt;br /&gt;
Perintah menundukkan pandangan berlaku umum, baik laki-laki maupun wanita. Allah Subhanahu wata’alaberfirman, yang artinya : “Dan katakanlah kepada wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. An Nur : 31)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
23. Diyatsah (Hilangnya rasa cemburu)&lt;br /&gt;
Dari Ibnu Umar , ia berkata, bersabda Rasulullah shallallahu alahi wassalam, yang artinya : “Tiga (jenis manusia) yang Allah haramkan atas mereka surga ; (1). peminum khamr, (2). Anak durhaka, (3). Dayyuts (orang yang merelakan kekejian didalam keluarganya).” (HR. Imam Bukhari)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
24. Memalsukan nasab anak kapada selain ayahnya dan pengingkaran ayah terhadap anaknya sendiri&lt;br /&gt;
Dalam sebuah hadits marfu’ dari Sa’d bin Abi Bakrah , disebutkan : “Barangsiapa mengaku (bernasab) kepada selain ayahnya, sedang dia mengetahuinya maka haram baginya surga.” (HR. Imam Bukhari)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
25. Memakan uang riba&lt;br /&gt;
Dalam Al Qur’an, Allah tidak pernah mengumumkan perang kepada seseorang kecuali kepada pemakan riba. Allah berfirman, yang artinya : “Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu.” (QS. Al Baqarah : 278 – 279)&lt;br /&gt;
Cukuplah ayat di atas menjadi petunjuk betapa keji dosa riba di sisi Allah .&lt;br /&gt;
Dari Jabir , ia berkata : Rasulullah shallallahu alahi wassalam melaknat pemakan riba, pemberi riba, penulis dan kedua orang yang menjadi saksi atasnya”. Ia berkata : “Mereka itu sama (saja)”. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;
Berdasarkan hadits di atas, maka setiap orang yang mengaku muslim, tidak diperbolehkan bekerja sebagai sekretaris, petugas pembukuan, teller, nasabah, pengantar uang nasabah, satpam dan pekerjaan lainnya yang mendukung praktek riba.&lt;br /&gt;
Abdullah bin Mas’ud meriwayatkan, bersabda Rasulullah shallallahu alahi wassalam, yang artinya : “Riba itu (memiliki) tujuh puluh tiga pintu, yang paling ringan daripadanya adalah seperti (dosa) seorang laki-laki yang menyetubuhi ibunya (sendiri). Dan sejahat-jahat riba adalah kehormatan seorang muslim.” (HR. Al Hakim didalam Al Mustadrak)&lt;br /&gt;
Juga didalam sabda beliau , yang artinya : “Sedirham (uang) riba yang dimakan oleh seorang laki-laki, sedang dia mengetahui (uang itu hasil riba) lebih keras siksanya daripada tiga puluh enam wanita pezina.” (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;
Sabda beliau yang lain, yang artinya : “(Uang) riba itu meski (pada awalnya) banyak, tetapi pada akhirnya ia akan (menjadi) sedikit.” (HR. Al Hakim)&lt;br /&gt;
Meskipun riba merupakan dosa yang amat kaji, Allah tetap menerima taubat orang yang hendak meninggalkan perbuatan tersebut. Sebagaimana Allah Subhanahu wata’alatelah menjelaskan langkah yang harus ditempuh bagi para pelaku riba didalam firman-Nya, yang artinya : “Dan jika kamu bertaubat (dari kegiatan dan pemanfaatan riba) maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (QS. Al Baqarah : 279)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
26. Menyembunyikan ‘aib barang&lt;br /&gt;
Suatu hari Rasulullah shallallahu alahi wassalam lewat disamping sebuah gundukan makanan (sejanis gandum). Lalu beliau memasukkan tangannya kedalam gundukan makanan tersebut sehingga jari-jari beliau basah. Beliau pun bertanya : “Apa ini wahai pemilik makanan?”. Ia menjawab :”Kehujanan, wahai Rasulullah!”. Maka Rasulullah shallallahu alahi wassalam bersabda, yang artinya : “Kenapa tidak engkau letakkan di (bagian) atas makanan sehingga orang-orang dapat melihatnya?. Barangsiapa yang menipu maka ia tidak termasuk golongan kami.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;
Rasulullah shallallahu alahi wassalam juga pernah bersabda, yang artinya : “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak halal bagi seorang muslim menjual barang kepada saudaranya yang didalamnya ada cacat, kacuali ia menerangkan cacat tersebut”. (HR. Ibnu Majah)&lt;br /&gt;
Sabda beliau yang lain, artinya : ”Kedua orang yang sedang berjual beli ada dalam khiyar (pilihan) selama keduanya belum berpisah. Jika keduanya jujur dan menerangkan (‘aib barang), maka jual beli keduanya diberkahi. Akan tetapi jika keduanya berdusta dan memyembunyikan (‘aib barang), maka dihapuslah berkah jual beli keduanya”. (HR. Imam Bukhari)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
27. Bai’un Najisy&lt;br /&gt;
Bai’un najisy adalah menaikkan tawaran harga barang tetapi ia tidak bermaksud membelinya. Tetapi untuk menipu orang lain yang ingin membeli barang tersebut, sehingga calon pembeli mau menaikkan tawaran harga barang tersebut. (dan Allah Maha Mengetahui segala niat kotor kita)&lt;br /&gt;
Rasulullah shallallahu alahi wassalam bersabda, yang artinya : “Janganlah kalian saling bersaing didalam penawaran barang (untuk tujuan menipu).” (HR. Imam Bukhari)&lt;br /&gt;
Tak diragukan lagi bahwa hal tersebut (Bai’un najisy) adalah salah satu bentuk penipuan. Yang ancamannya adalah neraka. Rasulullah shallallahu alahi wassalam bersabda, yang artinya : “Tipu daya (makar) dan penipuan tempatnya di neraka”. (Lihat Silsilatul Ahadits Ash Shahihah, 1057)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
28. Berjualan setelah Adzan kedua pada Hari Jum’at&lt;br /&gt;
Allah berfirman, yang artinya : “Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari jum’at maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. (QS. Al Jumu’ah : 9)&lt;br /&gt;
Jual beli pada saat itu menurut pendapat yang rajih (kuat) hukumnya adalah tidak sah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
29. Judi (dengan segala bentuk dan ragamnya)&lt;br /&gt;
Allah Subhanahu wata’alaberfirman, yang artinya : “Sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berqurban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk pebuatan setan, maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan”. (QS. Al Maa’idah : 90)&lt;br /&gt;
Adapun dizaman kita saat ini, bentuk perjudian sudah amat beraneka ragam, diantaranya, adalah ;&lt;br /&gt;
a. Apa yang dikenal dengan yanasib (undian). Walaupun mereka berdalih bahwa ini hadiah tetapi hadiah tidaklah diundi (diambil secara acak). Dan itu semua adalah haram, meski mereka berdalih untuk kepentingan sosial.&lt;br /&gt;
b. Membeli suatu barang yang didalamnya terdapat sesuatu yang dirahasiakan atau kita diberi kupon. Yang mana kupon-kupon itu nanti akan diundi untuk menentukan pemenangnya.&lt;br /&gt;
c. Termasuk bentuk perjudian di zaman kita saat ini adalah ; Asuransi jiwa, kendaraan, barang-barang, kebakaran, kerusakan atau asuransi secara umum. Bahkan sebagian artis penyanyi mengasuransikan suara mereka. Ini hukumnya haram. (lihat Majalah Al Buhuts Al Islamiyah, edisi 17, 19, 20. terbitan Ar Ri’asatul Ammah Li Idaratil Buhutsil Ilmiyah. Tentang Hukum Asuransi dan Solusinya Menurut Islam).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selesai.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Created by Turfa Auliarachman
TurfaCom Corporation Company

Blog lain : http://turfa-a.blogspot.com, http://akudisini-turfa.blogspot.com, http://anak-tanjungsari.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4205837137248323859-4887917112736198821?l=anak-tanjungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlogKitaBersama/~4/lpNYtGbKjak" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/feeds/4887917112736198821/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2010/01/dosa-dosa-yang-dianggap-biasa-selesai.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/4887917112736198821?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/4887917112736198821?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlogKitaBersama/~3/lpNYtGbKjak/dosa-dosa-yang-dianggap-biasa-selesai.html" title="Dosa-dosa yang dianggap biasa (selesai)" /><author><name>Turfa Auliarachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08074301413785308784</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2010/01/dosa-dosa-yang-dianggap-biasa-selesai.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DU4NRnwyeCp7ImA9WxBQF08.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4205837137248323859.post-7115630054825218708</id><published>2010-01-17T03:33:00.001-08:00</published><updated>2010-01-17T03:33:17.290-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-17T03:33:17.290-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cinta Islam" /><title>DOSA DOSA YG DIANGGAP BIASA (SAMBUNGAN)</title><content type="html">&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;11. Liwath (Homoseksual)&lt;br /&gt;
Homoseksual maupun lesbi adalah satu kemungkaran yang amat keji. Adapun kaum Nabi Luth , telah melakukan perbuatan homoseksual tersebut. Dan Allah langsung mengadzab mereka dengan 4 macam siksaan sekaligus, yaitu : kebutaan, menjungkir balikkan bumi yang mereka pijak, menghujahi mereka dengan kerikil dari neraka serta halilintar yang dashyat menyambar.&lt;br /&gt;
Adapun pada saat ini kita melihat adanya beberapa Negara Eropa (Prancis, Inggris dan Jerman) dan sebuah Negara bagian di Amerika (Michigan) telah mengeluarkan Undang-undang tentang bolehnya kawin antar sesama jenis (Laki-laki dengan laki-laki ataupun wanita dengan wanita). Dan ini sekali lagi menunjukkan tentang busuknya peradaban mereka.&lt;br /&gt;
Dari sebuah hadits marfu’ dari Ibnu Abbas, disebutkan : “Barangsiapa yang kalian dapati sedang melakukan perbuatan kaum Luth (homoseksual) maka bunuhlah pelaku dan partnernya.” (HR. Imam Ahmad)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
12. Penolakan istri terhadap ajakan suaminya&lt;br /&gt;
Dari Abu Hurairah , dari Nabi , bahwasanya beliau bersabda, yang artinya : “Jika seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur (untuk bersetubuh), lalu ia menolak, sehingga suaminya marah atasnya, maka malaikat melaknat perempuan itu hingga dating pagi.” (HR. Imam Bukhari)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
13. Permintaan Thalak seorang istri tanpa sebab yang syar’i&lt;br /&gt;
Dalam sebuah hadits marfu’ riwayat Tsauban , disebutkan : “Siapa saja wanita yang minta diceraikan oleh suaminya tanpa alasan yang dibolehkan (secara syari’at), maka haram baginya bau surga.” (HR. Imam Ahmad)&lt;br /&gt;
Adapun beberapa alasan yang dibolehkan adalah ; suami sudah meninggalkan shalat, suka minum khamr ataupun narkoba, memaksa istrinya untuk melakukan perbuatan yang haram, suka menyiksa dan menolak memberikan hak-hak istri, tidak lagi mau menerima nasehat (kapatuli), dan tidak berguna lagi upaya ishlah (perbaikan). Maka tidak mengapa bagi sang istri meminta cerai dan terbebas darinya agar ia tetap dapat memelihara diri dan agamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
14. Zhihar&lt;br /&gt;
Sebuah ungkapan jahiliyah, seperti ucapan seorang suami kepada istrinya ; “Bagiku, engkau seperti punggung ibuku”, atau “engkau haram bagiku sebagaimana haramnya saudara perempuanku”. Atau ucapan-ucapan kotor lain yang dibenci syari’at, karena didalamnya mengandung penganiayaan terhadap wanita.&lt;br /&gt;
Allah , berfirman, yang artinya : “Orang-orang yang menzhihar istri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami istri itu bercampur. Demikianlah yang diajarka kepada kamu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak), maka (wajib atasnya) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Maka siapa yang tidak kuasa (wajib atasnya) memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan itulah hukum-hukum Allah. Dan bagi orang-orang kafir ada siksaan yang sangat pedih.” (QS. Al Mujaadilah : 3 - 4)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
15. Menggauli istri disaat Haid&lt;br /&gt;
Rasulullah shallallahu alahi wassalam bersabda, yang artinya : “Barangsiapa yang menggauli istrinya (yang sedang) haid atau menggauli lewat dubur (lubang pantat)nya atau mendatangi dukun maka ia telah kufur (mengingkari) dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad.” (HR. Imam At Tirmidzi dari Abu Hurairah)&lt;br /&gt;
Tetapi jika orang tersebut menggauli istrinya yang sedang haid tanpa sengaja serta tidak mengetahui kondisi sang istri maka ia tidak berdosa. Berbeda jika ia tahu persis kondisi sang istri maka wajib baginya membayar kaffarat, menurut sebagian ulama yang menganggap shahih hadits tentang kaffarat. Yakni dengan membayar satu Dinar atau setengah Dinar. Menurut ukuran umum, satu Dinar adalah 4,25 gram emas. Ia boleh bersedekah dengannya atau dengan uang yang senilai dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
16. Menggauli Istri lewat Dubur (lubang pantat)&lt;br /&gt;
Dan tidak diragukan lagi dubur atau anus bukanlah jalan kelahiran anak tetapi jalan keluarnya kotoran manusia. Rasulullah shallallahu alahi wassalam melaknat para pelaku perbuatan keji tersebut. Dalam sebuah hadits marfu’ dari Abu Hurairah , disebutkan “(Sungguh) terlaknat orang yang menggauli istri lewat duburnya.” (HR. Imam Ahmad)&lt;br /&gt;
Segala perbuatan haram, meskipun dilakukan atas dasar suka sama suka tetaplah ia haram. Karena saling merelakan untuk mengerjakan perbuatan haram tidak menjadikannya halal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
17. Tidak berbuat adil diantara para istri&lt;br /&gt;
Dalam hal ini keadilan yang dituntut adalah dalam hal pembagian giliran menginap ditempat masing-masing istri, didalam hak memberi nafkah, pakaian dan tempat tinggal. Bukan dalam soal perasaan cinta yang ada di hati, sebab seorang hamba tidak akan mampu menguasai perasaan hatinya.&lt;br /&gt;
Rasulullah shallallahu alahi wassalam bersabda, yang artinya : ”Barangsiapa memiliki dua istri dan ia cenderung kepada salah seorang dari keduanya, niscaya ia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan sisi badannya condong.” (HR. Imam Abu Daud)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
18. Khalwat (berduaan) dengan wanita yang bukan mahram&lt;br /&gt;
Islam adalah ajaran yang menutup segala jalan yang dapat mengantarkan kepada perbuatan keji, oleh salah satu sebab itulah islam mengharamkan khalwat. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu alahi wassalam, yang artinya : “Tidaklah seorang laki-laki berkhalwat dengan wanita kecuali pihak ketiganya adalah setan.” (HR. Imam At Tirmidzi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
19. Berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahram&lt;br /&gt;
Rasulullah shallallahu alahi wassalam bersabda, yang artinya : “Sungguh ditusuknya kepala salah seorang darim kalian dengan jarum dari besi lebih baik baginya daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Imam Ath Thabrani)&lt;br /&gt;
Rasulullah shallallahu alahi wassalam tidak pernah sekalipun menyentuh tangan wanita yang tidak halal bagi beliau. Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, dia berkata : “Dan demi Allah, sungguh tangan Rasulullah shallallahu alahi wassalam tidak (pernah) menyentuh tangan perempuan sama sekali, tetapi membai’at mereka dengan perkataan.” (HR. Imam Muslim)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
20. Wanita yang keluar rumah dengan parfum sehingga tercium laki-laki lain&lt;br /&gt;
Rasulullah shallallahu alahi wassalam amat keras memperingatkan masalah ini. Beliau bersabda, yang artinya : “Perempuan manapun yang menggunakan parfum kemudian melewati suatu kaum agar mereka mencium wanginya maka di seorang pezina.” (HR. Imam Ahmad)&lt;br /&gt;
Maka lihatlah sekarang wanita-wanita dijadikan obyek bisnis dan diperjual belikan serta dieksploitasi habis-habisan yang menyebabkan perzinaan secara terbuka dan terjadi dimana-mana. Maka masihkah kita menyepelekan peringatan dari Rasul Allah, Muhammad ?. Atau kita merasa lebih bijak dari beliau!?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Created by Turfa Auliarachman
TurfaCom Corporation Company

Blog lain : http://turfa-a.blogspot.com, http://akudisini-turfa.blogspot.com, http://anak-tanjungsari.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4205837137248323859-7115630054825218708?l=anak-tanjungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlogKitaBersama/~4/44avzvGLReU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/feeds/7115630054825218708/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2010/01/dosa-dosa-yg-dianggap-biasa-sambungan.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/7115630054825218708?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/7115630054825218708?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlogKitaBersama/~3/44avzvGLReU/dosa-dosa-yg-dianggap-biasa-sambungan.html" title="DOSA DOSA YG DIANGGAP BIASA (SAMBUNGAN)" /><author><name>Turfa Auliarachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08074301413785308784</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2010/01/dosa-dosa-yg-dianggap-biasa-sambungan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DU8MQHY_cCp7ImA9WxBQF08.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4205837137248323859.post-819076081303778163</id><published>2010-01-17T03:31:00.001-08:00</published><updated>2010-01-17T03:31:21.848-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-17T03:31:21.848-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cinta Islam" /><title>Dosa-dosa yang Dianggap Biasa</title><content type="html">&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;(Oleh : Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Syirik&lt;br /&gt;
Syirik atau menyekutukan Allah adalah suatu perkara yang sangat diharamkan dan secara mutlak ia merupakan dosa yang paling besar. Yang ancamannya adalah kekal di neraka (na’udzu billahi mindzalik). Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abi Bakrah , bahwasanya Rasulullah shallallahu alahi wassalam bersabda, yang artinya : “Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang dosa yang paling besar (tiga kali beliau ucapkan)?”. Para sahabat berkata : “Ya, Rasulullah!”. Beliau lalu bersabda : “Menyekutukan Allah…” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;
Setiap dosa kemungkinan akan terampuni oleh Allah, kecuali kesyirikan. Ia memerlukan taubat secara mutlak dan total.&lt;br /&gt;
Allah Subhanahu wata’ala berfirman, yang artinya : “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An Nisaa’ : 48)&lt;br /&gt;
“Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barangsiapa yang melakukan suatu amal dengan dicampuri perbuatan syirik kepada-Ku, niscaya Aku tinggalkan dia dan (tidak Aku terima) amal syiriknya.” (HR. Imam Muslim)&lt;br /&gt;
Diantara keyakinan dan perbuatan yang dapat menghapus keislaman kita karena termasuk kesyirikan adalah :&lt;br /&gt;
a. Menyembah atau meminta kepada penghuni kubur (Mayit), baik kuburan orang shalih maupun kuburan orang biasa.&lt;br /&gt;
b. Bernadzar kepada selain Allah.&lt;br /&gt;
c. Menyembelih binatang atau berqurban kepada selain Allah.&lt;br /&gt;
d. Menghalalkan apa-apa yang Allah telah haramkan atau sebaliknya.&lt;br /&gt;
e. Melakukan praktek sihir, santet, guna-guna, jampi-jampi, ramalan nasib berdasarkan bintang maupun garis tangan dan wajah.&lt;br /&gt;
f. Keyakinan bahwa suara burung dan peredaran bintang dapat mempengaruhi nasib seseorang.&lt;br /&gt;
g. Bergantung kepada ajimat ataupun benda-benda yang dianggap keramat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Riya’&lt;br /&gt;
Riya’ adalah suatu perbuatan yang dilakukan dengan maksud supaya dilihat dan mendapatkan pujian orang lain dan riya’ termasuk syirik kecil yang dapat menghapus pahala amal kita.&lt;br /&gt;
“Sesungguhnya orang-orang munafiq itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan shalat) dihadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. An Nisaa’ : 142)&lt;br /&gt;
Barangsiapa yang melakukan suatu amal shaleh, tetapi tiba-tiba terbetik didalam hatinya perasaan untuk riya’, tetapi ia membenci perasaan tersebut dan berusaha melawannya maka hal itu bukan termasuk riya’ dan amalannya tetap sah. Insya Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Thiyarah&lt;br /&gt;
Thiyarah adalah merasa bernasib sial atau meramalkan akan bernasib buruk karena melihat atau mendengar suara burung, atau binatang lainnya atau apa saja.&lt;br /&gt;
Allah Subhanahu wata’alaberfirman, yang artinya : “Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata : “Ini adalah karena (usaha) kami”. Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya.” (QS. Al A’raaf : 131)&lt;br /&gt;
Rasulullah shallallahu alahi wassalam pernah bersabda, yang artinya : “Thiyarah adalah syirik.” (HR. Imam Ahmad)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Bersumpah dengan nama selain Allah&lt;br /&gt;
Allah Subhanahu wata’ala dapat bersumpah dengan nama apa saja yang Ia kehendaki dari segenap makhluk-Nya. Sedangkan makhluk tidak diperbolehkan bersumpah dengan nama selain Allah. Sumpah adalah salah satu bentuk pengagungan. Karenanya ia tidak layak diucapkan atau diberikan kecuali kepada Allah Subhanahu wata’ala Dalam sebuah hadits marfu’ dari Ibnu Umar diriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu alahi wassalam bersabda, yang artinya : “Ketahuilah, sesungguhnya Allah melarang kalian bersumpah dengan nama nenek moyangmu. Barangsiapa bersumpah hendaknya ia bersumpah dengan nama Allah atau diam.” (HR. Imam Bukhari)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Duduk bersama orang-orang munafiq atau fasiq untuk beramah tamah&lt;br /&gt;
Orang-orang yang lemah iman biasanya sengaja bergaul dengan orang-orang fasiq dan ahli maksiat, bahkan mereka bergaul dengan orang-orang yang menghina dan melecehkan syari’at islam dan orang-orang yang menghidupkan dan menda’wahkannya.&lt;br /&gt;
Tidak diragukan lagi perbuatan tersebut adalah haram dan dapat membuat cacat aqidah islam kita. Allah Subhanahu wata’alaberfirman, yang artinya : “Dan apabila kamu melihat orang-orang yang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika setan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zhalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).” (QS. Al An’am : 68)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Tidak Thuma’ninah didalam shalat&lt;br /&gt;
Diantara kejahatan pencurian terbesar adalah pencurian didalam shalat, Rasulullah shallallahu alahi wassalam bersabda, yang artinya : “Sejahat-jahat pencuri adalah orang yang mencuri dari shalatnya”. Mereka bertanya : “Bagaimana ia mencuri didalam shalatnya?”. Beliau menjawab : “Ia tidak menyempurnakan ruku’ dan sujudnya”. (HR. Imam Ahmad)&lt;br /&gt;
Thuma’ninah adalah diam beberapa saat setelah tenangnya anggota-anggota badan, para ulama memberi batasan waktu minimal seperti waktu yang diperlukan dalam bertasbih. Dan Thuma’ninah adalah salah satu rukun didalam shalat, tanpanya shalat menjadi tidak sah. Berdasarkan hadits Nabi, yang artinya :”Tidak sah shalat seseorang, sehingga ia menegakkan (meluruskan) punggungnya ketika ruku’ dan sujud”. (HR. Abu Daud)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Banyak melakukan gerakan yang sia-sia didalam shalat&lt;br /&gt;
Mereka tidak mematuhi perintah Allah Subhanahu wata’aladalam firman-Nya, yang artinya : “Berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.” (QS. Al Baqarah : 238). Juga tidak memahami firman-Nya, yang artinya : “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya”. (QS. Al Mu’minun : 1 – 2)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. Mendahului imam secara sengaja didalam shalat&lt;br /&gt;
Allah berfirman, yang artinya :”Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa”. (QS. Al Isra’ : 11)&lt;br /&gt;
Nabi bersabda, yang artinya : “Pelan-pelan adalah dari Allah dan tergesa-gesa adalah dari setan”. (HR. Imam Baihaqi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9. Masuk masjid sehabis makan bawang atau sesuatu yang tidak sedap&lt;br /&gt;
Allah Subhanahu wata’alaberfirman, yang artinya : “Hai anak Adam, pakailah pakaianmua yang indah disetiap (memasuki) masjid…(QS. Al A’raf : 31)&lt;br /&gt;
Rasulullah shallallahu alahi wassalam bersabda, yang artinya : “Barangsiapa yang makan bawang merah, bawang putih dan bawang bakung, maka janganlah mendekati masjid kami. Sesungguhnya malaikat merasa terganggu dengan sesuatu yang anak Adam merasa terganggu dengannya.” (HR. Imam Muslim)&lt;br /&gt;
Lalu bagaimana halnya dengan orang yang biasa merokok yang bukan hanya baunya yang tidak sedap tetapi juga termasuk hal yang merusak dan diharamkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10. Zina&lt;br /&gt;
Diantara tujuan dari syari’at islam adalah menjaga kesucian, kehormatan serta menjaga keturunan. Oleh karena itu zina dan segala sarana yang dapat menghantarkannya adalah diharamkan oleh syari’at ini.&lt;br /&gt;
Allah berfirman, yang artinya : “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isra’ :32)&lt;br /&gt;
Didalam hadits marfu’ dari Abi Hurairah disebutkan : “Tiga (jenis manusia) yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat, juga Allah tidak akan menyucikan mereka dan tidak pula memandang (dengan penuh rahmat) kepada mereka, sedang bagi mereka siksa yang pedih, yaitu ; (1). Laki-laki tua yang suka berzina, (2). Pemimpin yang suka berdusta, (3). Dan orang miskin yang sombong.” (HR. Imam Muslim)&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Created by Turfa Auliarachman
TurfaCom Corporation Company

Blog lain : http://turfa-a.blogspot.com, http://akudisini-turfa.blogspot.com, http://anak-tanjungsari.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4205837137248323859-819076081303778163?l=anak-tanjungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlogKitaBersama/~4/yVBQ0Wmi6UU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/feeds/819076081303778163/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2010/01/dosa-dosa-yang-dianggap-biasa.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/819076081303778163?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/819076081303778163?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlogKitaBersama/~3/yVBQ0Wmi6UU/dosa-dosa-yang-dianggap-biasa.html" title="Dosa-dosa yang Dianggap Biasa" /><author><name>Turfa Auliarachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08074301413785308784</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2010/01/dosa-dosa-yang-dianggap-biasa.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DU8GRng9cCp7ImA9WxBQF08.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4205837137248323859.post-1654276053187859782</id><published>2010-01-17T03:30:00.001-08:00</published><updated>2010-01-17T03:30:27.668-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-17T03:30:27.668-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cinta Islam" /><title>Aku Takkan Lupakan Ilmu</title><content type="html">&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Saudaraku… Kita perlu mengingat kembali sebuah hadits yang disampaikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau menggambarkan bagaimana Allah akan mencabut ilmu dari kehidupan dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan merenggutnya dari para manusia, namun ilmu itu dicabut dengan diwafatkannya para ulama. Sehingga apabila Allah tidak menyisakan lagi seorang ‘alim, maka manusia akan menjadikan para pembesar mereka dari kalangan orang-orang bodoh yang ditanya (tentang agama) lantas orang-orang bodoh itu berfatwa tanpa ilmu, sehingga mereka sesat dan menyesatkan.” (HR Al-Bukhari: 1: 174-175, Muslim no: 2673, At-Tirmidzi 2652)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam hadits yang lain, beliau bersabda, “Sesungguhnya di antara tanda-tanda hari kiamat adalah diangkatnya ilmu, kebodohan semakin merajalela, zina nampak di mana-mana, khamr diminum, kaum pria menjadi sedikit dan kaum wanita menjadi lebih banyak….” (Shahih dengan beberapa jalannya, Al-Bukhari juga meriwayatkannya dalam Sahih: kitab “nikah” dari hadits Hafsh bin Umar dan kitab “ilmu”, demikian pula halnya Muslim dalam Shahih-nya: 4: 256, dan selain mereka)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata, “Sungguh keberadaan agama Islam dan keberlangsungan dunia ini adalah dengan keberadaan ilmu agama, dengan hilangnya ilmu akan rusaklah dunia dan agama. Maka kokohnya agama dan dunia hanyalah dengan kekokohan ilmu.” (Miftah Daris Sa’adah karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah: 1: 500)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Al-Auza’i berkata bahwa Ibnu Syihab Az-Zuhri menyatakan, “Berpegang teguh dengan sunnah adalah keselamatan. Sementara ilmu diangkat dengan cepat. Kekokohan ilmu adalah keteguhan bagi agama dan dunia. Hilangnya ilmu adalah kehancuran bagi itu semua.” (Riwayat Ibnul Mubarak dalam Az-Zuhud 817, dan Ibnu ‘Abdil Bar dalam Al-Jami’ 1018)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saudaraku…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yakinlah bahwa di antara kunci kebahagiaan dunia dan akherat adalah dengan menuntut ilmu syar’i. Itulah yang akan menumbuhkan khasyyah dan sikap takut kepada Allah, merasa diawasi sehingga waspada terhadap semua ancaman Allah. Semua itu tidaklah didapatkan kecuali dengan ilmu syar’i. Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sesungguhnya hanyalah para ulama yang memiliki khasyyah kepada Allah.” (QS. Fathir: 28)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ath-Thabari berkata, “Sesungguhnya yang takut kepada Allah, menjaga diri dari adzab dengan menjalankan ketaatan kepada Allah hanyalah orang-orang yang berilmu. Mereka mengetahui bahwa Allah Maha Mampu melakukan segala sesuatu, maka mereka menghindar dari kemaksiatan yang akan menyebabkan murka dan adzab Allah…” (Lihat Tafsir Ath-Thabari QS Fathir; ayat: 28)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Abdullah bin Mas’ud dan Masruq berkata, “Cukuplah ilmu membuat seseorang takut kepada Allah, dan sebaliknya kebodohan menyebabkan seseorang lalai dari mengenal Allah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Al-Baghawi menyebutkan bahwa seseorang memanggil dan berkata kepada Sya’bi, “Wahai ‘aalim berfatwalah.” Sya’bi menjawab, “Sesungguhnya seorang ‘alim adalah yang memiliki khasyyah (rasa takut) kepada Allah.” (Riwayat Ibnul Mubarak dalam Az-Zuhud hal: 15, dan Ahmad dalam Az-Zuhud hal: 858 dan Lihat Tafsir Al-Baghawi QS Fathir; ayat: 28)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syaikh As-Sa’di berkata dalam tafsir dari Surat Al-Faaathir ayat 28, “Ayat ini adalah dalil keutamaan ilmu, karena ilmu akan menumbuhkan sikap khasyyah (takut) kepada Allah. Orang yang takut kepada Allah adalah orang yang akan mendapatkan kemuliaan Allah sebagaimana firman-Nya (yang artinya), “Allah ridha kepada mereka dan mereka ridha kepada Allah. Itu hanya bagi orang-orang yang memiliki khasyyah kepadaNya.” (Lihat Tafsir As-Sa’di QS Fathir, ayat: 28)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ilmu kita dapat menumbuhkan sikap khasyyah kepada Allah dan itulah muraqabah yang akan membimbing langkah-langkah kita menuju ridha Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sufyan berkata, “Barangsiapa yang berharap (kebahagiaan) dunia dan akherat, hendaklah ia menuntut ilmu syar’i.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
An-Nadhr bin Syumail berkata, “Barangsiapa yang ingin dimuliakan di dunia dan akherat, hendaklah ia menuntut ilmu syar’i. Cukuplah menjadi kebahagiaan bagi dirinya jika ia dipercaya dalam perkara agama Allah, serta menjadi perantara antara seorang hamba dengan Allah.” (Miftah Daris Sa’adah karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah: 1: 503-504)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mu’adz bin Jabal berkata, “Pelajarilah ilmu syar’i karena mempelajarinya di jalan Allah adalah khasyyah, memperdalamnya adalah ibadah, mengulang-ulangnya adalah tasbih (memuji Allah), membahas (permasalahan-permasalahannya) adalah jihad, mengajarkannya kepada yang belum mengetahuinya adalah shadaqah, dengan ilmulah Allah diketahui dan disembah, dengannya Allah diesakan dalam tauhid, dan dengannya pula diketahui yang halal dan yang haram…” (Hilayatul Auliya karya Abu Nu’aim 1: 239, Al-Ajmi’ oleh Ibnu ‘Abdil Bar 1: 65)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang penyair berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilmu adalah harta dan tabungan yang tak akan habis… Sebaik-baik teman yang bersahabat adalah ilmu…&lt;br /&gt;
Terkadang seseorang mengumpulkan harta kemudian kehilangannya… Tidak seberapa namun meninggalkan kehinaan dan perseteruan… Adapun penuntut ilmu, ia selalu membuat iri (ghibthah) banyak orang… Namun dirinya tidak pernah merasa takut akan kehilangannya… Wahai para penuntut ilmu, betapa berharga hartamu itu… yang tak dapat dibandingkan dengan emas ataupun mutiara….. (Diterjemahkan dari Miftah Daris Sa’adah karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah: 1: 507)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karenanya, Luqman berwasiat kepada putranya, “Wahai anakku, duduklah bersama para ulama, dekatilah mereka dengan kedua lututmu. Sesungguhnya Allah akan menghidupkan hati yang mati dengan pelita “hikmah” sebagaimana Allah menghidupkan bumi yang gersang dengan air hujan.” (Riwayat Imam Malik dalam Al-Muwaththa’ 2: 1002). Hikmah yang beliau maksud adalah yang Allah sebutkan dalam firmanNya (QS Al-Baqarah: 269) yang artinya, “Allah menganugerahkan “hikmah” kepada yang Allah kehendaki, barangsiapa telah diberikan hikmah maka ia telah diberikan banyak kebaikan…” Qutaibah dan Jumhur ulama berkata “hikmah adalah mengetahui yang haq dengan sebenarnya serta mengamalkannya. Itulah ilmu yang bermanfaat dan amal yang shalih.” (Miftah Daris Sa’adah karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah: 1: 227)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam Ahmad berkata, “Manusia lebih membutuhkan ilmu dibandingkan makan dan minum, karena makanan dan minuman dibutuhkan manusia satu atau dua kali dalam satu hari. Akan tetapi, ilmu senantiasa dibutuhkan seorang manusia setiap saat (selama nafasnya berhembus)”…(Thabaqat Al-Hanabilah; 1: 146)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saudaraku, Belum Terlambat dan Tidak Ada Kata Malu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Aisyah berkata, “Sebaik-baik wanita adalah wanita Anshar. Mereka tidak terhalangi oleh rasa malu untuk mempelajari semua perkara agama ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mujahid juga berkata, “Seorang pemalu atau sombong tidaklah dapat menuntut ilmu. Yang satu terhalangi dari menuntut ilmu oleh rasa malunya. Sementara yang satu lagi terhalangi oleh kesombongannya.” (Al-Bukhari menyebutkannya secar mu’allaq dalam Shahih-nya 1: 229)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mari bersama-sama kita membangkitkan semangat menuntut ilmu syar’i agar dengannya kita mendapatkan pelita nan bercahaya, menerangi setiap amalan hidup kita, membimbing setiap pola pikir dan langkah kita, memperbaiki setiap niat hati kita, membuat kita senantiasa takut karena merasa diawasi oleh Allah. Jika ilmu itu telah sampai maka jangan kita melupakannya dan mari kita berlomba untuk mengamalkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ali bin Abi Thalib berkata, “Ilmu membisikkan pemiliknya untuk diamalkan. Jika ia menjawab panggilan bisikan itu, maka ilmu akan tetap ada. Namun jika ia tidak menjawab panggilan itu, maka ilmu akan pergi.” (Iqtidhaul ‘Ilmil amal karya Al-Khathib: hal 41)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga Allah melimpahkan taufiqNya kepada kita untuk ikhlas dalam menuntut ilmu, beramal dan berdakwah di jalan-Nya. Ya Allah, jadikanlah kami hamba-hambaMu yang mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan di dunia serta akherat dengan ilmu, amin…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penulis: Ustadz Rizal Yuliar Putrananda, Lc.&lt;br /&gt;
Artikel www.muslim.or.id&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Created by Turfa Auliarachman
TurfaCom Corporation Company

Blog lain : http://turfa-a.blogspot.com, http://akudisini-turfa.blogspot.com, http://anak-tanjungsari.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4205837137248323859-1654276053187859782?l=anak-tanjungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlogKitaBersama/~4/vOTyy9j0idM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/feeds/1654276053187859782/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2010/01/aku-takkan-lupakan-ilmu.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/1654276053187859782?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/1654276053187859782?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlogKitaBersama/~3/vOTyy9j0idM/aku-takkan-lupakan-ilmu.html" title="Aku Takkan Lupakan Ilmu" /><author><name>Turfa Auliarachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08074301413785308784</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2010/01/aku-takkan-lupakan-ilmu.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Dk8NSX8-eyp7ImA9WxBQEko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4205837137248323859.post-5836431133633760307</id><published>2010-01-11T21:41:00.001-08:00</published><updated>2010-01-11T21:41:38.153-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-11T21:41:38.153-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cinta Islam" /><title>Apakah Hukum Asuransi dalam Islam</title><content type="html">&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;1) Pertanyaan : Apa hukum asuransi jiwa dan harta milik ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban : Asurunsi jiwa tidak boleh; karena orang yang mengasuransikan jiwanya apabila malaikat maut datang, maka dia tidak sanggup mentransfer jiwanya ke perusahaan asuransi. Perbuatan ini adalah salah dan bodoh serta sesat. Perbuatan ini juga mengandung unsur penyerahan diri (tawakal) kepada perusahaan tersebut bukan kepada Allah. Maka dia berkayakinan apabila dia mati maka perusahaan akan menjamin sambako dan nafkah untuk ahli warisnya, ini merupakan penyerahan diri kepada selain Allah.&lt;br /&gt;
Asal usul asuransi ini diambil dari perjudian, bahkan asuransi itu pada prakteknya adalah judi. Allah telah mensejajarkan perjudian dengan syirik, dan dengan perbuatan mengadu nasib dengan undian serta dengan minuman keras di dalam Kitab-Nya. Adapun di asuransi ini, jika seseorang membayar sejumlah uang, dan kadang-kadang dia membayar sampai bertahun-tahun, dia selalu menjadi orang yang membayar hutang, jika ia mati pada waktu yang singkat, maka perusahaanlah yang membayarnya. Setiap transaksi berputar sekitar untung dan rugi maka itu adalah perjudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2) Pertanyaan : Saya mendengar dari sebagian masyarakat bahwa seseorang bisa mengasuransikan harta miliknya dan pada waktu terjadi kecelakaan (insiden) pada sesuatu yang diasuransikan itu, maka perusahaan akan menggantinya. Saya mohon dari kemulian Syeikh untuk menerangkan hukum asuransi ini. Apakah di antara asuransi itu ada yang dibolehkan dan ada yang dilarang ?"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban : Asuransi artinya seseorang membayar jumlah uang tertentu ke perusahaan setiap bulan atau setiap tahun, supaya perusahaan itu menjamin insiden yang mungkin akan terjadi pada sesuatu yang diasuransikan itu. Sebagaimana yang diketahui, orang yang membayar asuransi itu tetap menjadi orang yang berhutang. Adapun perusahaan terkadang beruntung dan terkadang merugi. Dengan artian apabila insiden itu besar dan lebih banyak daripada yang dibayar, maka perusahaan merugi. Apabila insidennya kecil dan lebih sedikit dari yang dibayar klemnya, maka dia beruntung. Atau tidak ada terjadi insiden sama sekali maka klemnya merugi. Bentuk transaksi ini yaitu; manusia berada diposisi untung atau rugi, maka itu termasuk perjudian yang telah diharamkan oleh Allah di dalam Kitab-Nya dan dia mensejajarkan dengan minum khamar serta mengibadati berhala. Berdasarkan bentuk asuransi seperti ini hukumnya haram. Dan saya tidak mengetahui sedikitpun bentuk asuransi yang didirikan atas penipuaan (kerugian) hukumnya boleh. Akan tetapi seluruhnya adalah haram berdasarkan hadits Abu Hurairah t bahwa Nabi e " melarang jaul beli yang mengandung unsur penipuan ".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban di atas dijawab olah Syeikh Muhammad bin Sholeh bin Utsaimin ulama besar Saudi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3) Pertanyaan : Apa pandangan syara (agama) terhadap asuransi perdagangan, terutama asuransi mobil ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban : Hukum asuransi perdagangan ( komersial ) tidak boleh oleh Agama, dalilnya firman Allah Taala :&lt;br /&gt;
Artinya : " Janganlah kalian memakan harta diantara kalian dengan cara yang batil." (Q.S. 2:188).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dimana perusahaan asuransi tersebut memakan harta nasabahnya secara tidak benar (secara haram), karena salah seorang dari nasabahnya membayar setiap bulan dengan sejumlah harta, kadang-kadang sampai mencapai puluhan ribu rial (jutaan Rupiah), sedangkan dia tidak butuh perbaikan apapun dari mobilnya selama setahun, kemudian hartanya juga tidak dikembalikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kadang-kadang sebagian nasabah membayar dengan harta yang sedikit, tahunya terjadi kecelakaan, maka perusahaan asuransi pun menanggung resikonya, dengan harga yang berlipat ganda dari uang yang telah dibayarkan, pada saat itu, nasabah tadi memakan harta perusahan secara tidak benar.&lt;br /&gt;
Kebanyakkan dari para nasabah yang telah membayar uang ke Asuransi, membawa mobil dengan kegila-gilaan, ngebut, sehingga nyaris kecelakaan, lantas mereka mengatakan : " Perusahaan asuransi yang menanggung." Kadang-kadang hal ini mendorong untuk terjadinya kecelakaan. Dalam keadaan ini, merupakan bahaya terhadap penduduk yang menyebabkan banyaknya kecelakaan dan kematiaan. Wallahu alam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4) Pertanyaan : Apa hukum asuransi mobil ?, dimana kebanyakan dari pengusaha rental mobil di airport mengasuransikan mobil mereka. Apabila seseorang menyewa mobil dari rental tersebut, dia harus membayar uang sebesar 30 Rial (60.000,00 Rupiah) sebagai jaminan (asuransi) mobil yang disewanya, jikalau terjadi insiden terhadap mobil itu, maka perusahaan pun akan menanggung perbaikannya, miskipun insiden itu kesalahan penyewa sendiri. Mohon dijelaskan, semoga Allah membalasmu dengan balasan yang baik!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab : Pendapat saya asuransi itu merupakan salah satu bentuk dari bahaya. Dimana kadang–kadang perusahaan asuransi itu mengambil harta (uang) dari nasabahnya setiap tahun, sedangkan dia tidak pernah memperbaiki sedikit apapun. Dan juga para nasabah kadang-kadang tidak membutuhkan perbaikan atau lainnya. Kadang-kadang perusahaan itu mengambil dari nasabahnya harta yang sedikit, tapi di satu sisi merugi dengan kerugian yang banyak sekali.&lt;br /&gt;
Ada di antara pemilik mobil itu iman dan rasa takut mereka kepada Allah kurang, maka ketika dia mengasuansikan mobilnya, lantas dia tidak menghiraukan lagi apa pun yang akan terjadi, bahkan mencari-cari bahaya, sehingga gila-gilaan mengendarai mobil, yang menyebabkan terjadinya kecelakaan serta membunuh jiwa yang tidak bersalah, serta membuang-buang harta yang berharga. Akan tetapi bahaya-bahaya ini tidak mengkhawatirkan mereka, karena perusahaan pun akan menanggung seluruh apa yang akan terjadi . Maka saya mengatakan : " Sesungguhnya asuransi ini tidak boleh sedikitpun (haram) karena sebab-sebab di atas dan sebab-sebab yang lainnya, apakah itu asuransi mobil, jiwa, harta, atau lainnya."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan ini dijawab oleh Syeikh Abdullah bin Jibrin salah seorang ulama Saudi. (Alih bahasa : Muhammad Elvi Syam)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Created by Turfa Auliarachman
TurfaCom Corporation Company

Blog lain : http://turfa-a.blogspot.com, http://akudisini-turfa.blogspot.com, http://anak-tanjungsari.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4205837137248323859-5836431133633760307?l=anak-tanjungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlogKitaBersama/~4/rqT5DgEHwIo" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/feeds/5836431133633760307/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2010/01/apakah-hukum-asuransi-dalam-islam.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/5836431133633760307?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/5836431133633760307?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlogKitaBersama/~3/rqT5DgEHwIo/apakah-hukum-asuransi-dalam-islam.html" title="Apakah Hukum Asuransi dalam Islam" /><author><name>Turfa Auliarachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08074301413785308784</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2010/01/apakah-hukum-asuransi-dalam-islam.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Dk8HSXg7fip7ImA9WxBQEko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4205837137248323859.post-9195245688963348814</id><published>2010-01-11T21:40:00.001-08:00</published><updated>2010-01-11T21:40:38.606-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-11T21:40:38.606-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cinta Islam" /><title>Menjadi Orang Asing di Dunia</title><content type="html">&lt;span style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;سبيل وكان ابن عمر – رضي الله عنهما – يقول: إذا أمسيت فلا تنتظر الصباح، وإذا أصبحت فلا تنتظر المساء، وخذ من صحتك لمرضك، ومن حياتك لموتك. رواه البخاري.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Ibnu Umar radhiallohu ‘anhuma beliau berkata: Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah memegang kedua pundakku seraya bersabda, “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir.” Ibnu Umar berkata: “Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada waktu pagi hari jangan menunggu datangnya sore. Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati.” (HR. Bukhori)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjelasan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hadits ini adalah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar berisi nasihat nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam kepada beliau. Hadits ini dapat menghidupkan hati karena di dalamnya terdapat peringatan untuk menjauhkan diri dari tipuan dunia, masa muda, masa sehat, umur dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibnu Umar berkata: [Beliau pernah memegang kedua pundakku]. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau penyeberang jalan".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika manusia mau memahami hadits ini maka di dalamnya terkandung wasiat penting yang sesuai dengan realita. Sesungguhnya manusia (Adam -pent) memulai kehidupannya di surga kemudian diturunkan ke bumi ini sebagai cobaan, maka manusia adalah seperti orang asing atau musafir dalam kehidupannya. Kedatangan manusia di dunia (sebagai manusia) adalah seperti datangnya orang asing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Padahal sebenarnya tempat tinggal Adam dan orang yang mengikutinya dalam masalah keimanan, ketakwaan, tauhid dan keikhlasan pada Alloh adalah surga. Sesungguhnya Adam diusir dari surga adalah sebagai cobaan dan balasan atas perbuatan maksiat yang dilakukannya. Jika engkau mau merenungkan hal ini, maka engkau akan berkesimpulan bahwa seorang muslim yang hakiki akan senantiasa mengingatkan nafsunya dan mendidiknya dengan prinsip bahwa sesungguhnya tempat tinggalnya adalah di surga, bukan di dunia ini. Dia berada pada tempat yang penuh cobaan di dunia ini, dia hanya seorang asing atau musafir sebagaimana yang disabdakan oleh Al Musthofa shollallohu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Betapa indah perkataan Ibnu Qoyyim rohimahulloh ketika menyebutkan bahwa kerinduan, kecintaan dan harapan seorang muslim kepada surga adalah karena surga merupakan tempat tinggalnya semula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang muslim sekarang adalah tawanan musuh-musuhnya dan diusir dari negeri asalnya karena iblis telah menawan bapak kita, Adam ‘alaihissalam dan dia melihat, apakah dia akan dikembalikan ke tempat asalnya atau tidak. Oleh karena itu, alangkah bagusnya perkataan seorang penyair:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
نقل فؤادك حيث شئت من الهوى مـا الحـب إلا للحبيب الأول&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Palingkan hatimu pada apa saja yang kau cintai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidaklah kecintaan itu kecuali pada cinta pertamamu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yaitu Alloh jalla wa ‘ala&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
كم منزل في الأرض يألفه الفتى وحنينـــه أبــدا لأول مــنزل&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berapa banyak tempat tinggal di bumi yang ditempati seseorang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan selamanya kerinduannya hanya pada tempat tinggalnya yang semula&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yaitu surga&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikianlah, hal ini menjadikan hati senantiasa bertaubat dan tawadhu kepada Alloh jalla wa ‘ala. Yaitu orang yang hati mereka senantiasa bergantung pada Alloh, baik dalam kecintaan, harapan, rasa cemas, dan ketaatan. Hati mereka pun selalu terkait dengan negeri yang penuh dengan kemuliaan yaitu surga. Mereka mengetahui surga tersebut seakan-akan berada di depan mata mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berada di dunia seperti orang asing atau musafir. Orang yang berada pada kondisi seakan-akan mereka adalah orang asing atau musafir tidak akan merasa senang dengan kondisinya sekarang. Karena orang asing tidak akan merasa senang kecuali setelah berada di tengah-tengah keluarganya. Sedangkan musafir akan senantiasa mempercepat perjalanan agar urusannya segera selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikianlah hakikat dunia. Nabi Adam telah menjalani masa hidupnya. Kemudian disusul oleh Nabi Nuh yang hidup selama 1000 tahun dan berdakwah pada kaumnya selama 950 tahun,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
فَلَبِثَ فِيهِمْ أَلْفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمْسِينَ عَاماً&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun.” (QS. Al Ankabut: 14)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian zaman beliau selesai dan telah berlalu. Kemudian ada lagi sebuah kaum yang hidup selama beberapa ratus tahun kemudian zaman mereka berlalu. Kemudian setelah mereka, ada lagi kaum yang hidup selama 100 tahun, 80 tahun, 40 tahun 50 tahun dan seterusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hakikat mereka adalah seperti orang asing atau musafir. Mereka datang ke dunia kemudian mereka pergi meninggalkannya. Kematian akan menimpa setiap orang. Oleh karena itu setiap orang wajib untuk memberikan perhatian pada dirinya. Musibah terbesar yang menimpa seseorang adalah kelalaian tentang hakikat ini, kelalaian tentang hakikat dunia yang sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Alloh memberi nikmat padamu sehingga engkau bisa memahami hakikat dunia ini, bahwa dunia adalah negeri yang asing, negeri yang penuh ujian, negeri tempat berusaha, negeri yang sementara dan tidak kekal, niscaya hatimu akan menjadi sehat. Adapun jika engkau lalai tentang hakikat ini maka kematian dapat menimpa hatimu. Semoga Alloh menyadarkan kita semua dari segala bentuk kelalaian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian Ibnu Umar rodhiallohu ‘anhuma melanjutkan dengan berwasiat,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
إذا أمسيت فلا تنتظر الصباح، وإذا أصبحت فلا تنتظر المساء&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada pagi hari jangan menunggu datangnya sore.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yaitu hendaklah Anda senantiasa waspada dengan kematian yang datang secara tiba-tiba. Hendaklah Anda senantiasa siap dengan datangnya kematian. Disebutkan dari para ulama salaf dan ulama hadits bahwa jika seseorang diberi tahu bahwa kematian akan datang kepadanya malam ini, maka belum tentu dia dapat menambah amal kebaikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seseorang diberi tahu bahwa kematian akan datang kepadanya malam ini, maka belum tentu dia dapat menambah amal kebaikannya. Hal ini dapat terjadi dengan senantiasa mengingat hak Alloh. Jika dia beribadah, maka dia telah menunaikan hak Alloh dan ikhlas dalam beribadah hanya untuk Robbnya. Jika dia memberi nafkah pada keluarganya, maka dia melakukannya dengan ikhlas dan sesuai dengan syariat. Jika dia berjual beli, maka dia akan melakukan dengan ikhlas dan senantiasa berharap untuk mendapatkan rezeki yang halal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikianlah, setiap kegiatan yang dia lakukan, senantiasa dilandasi oleh ilmu. Ini adalah keutamaan orang yang memiliki ilmu, jika mereka bertindak dan berbuat sesuatu maka dia akan senantiasa melandasinya dengan hukum syariat. Jika mereka berbuat dosa dan kesalahan, maka dengan segera mereka akan memohon ampunan. Maka dia akan seperti orang yang tidak berdosa setelah beristigfar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah kedudukan mereka. Oleh karena itu Ibnu Umar rodhiallohu ‘anhuma mengatakan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
وخذ من صحتك لمرضك، ومن حياتك لموتك. رواه البخاري&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati.” (HR. Bukhori)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
wallahu'alam bish showab.........&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penulis: Syaikh Shalih bin ‘Abdul Aziz Alu Syaikh hafizhohulloh&lt;br /&gt;
Diterjemahkan dari Penjelasan Hadits Arba’in no. 40 oleh Abu Fatah Amrullah&lt;br /&gt;
Murojaah: Ustadz Abu Ukkasyah Aris Munandar&lt;br /&gt;
Artikel www.muslim.or.id&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Created by Turfa Auliarachman
TurfaCom Corporation Company

Blog lain : http://turfa-a.blogspot.com, http://akudisini-turfa.blogspot.com, http://anak-tanjungsari.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4205837137248323859-9195245688963348814?l=anak-tanjungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlogKitaBersama/~4/IifxqYbYBEM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/feeds/9195245688963348814/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2010/01/menjadi-orang-asing-di-dunia.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/9195245688963348814?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/9195245688963348814?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlogKitaBersama/~3/IifxqYbYBEM/menjadi-orang-asing-di-dunia.html" title="Menjadi Orang Asing di Dunia" /><author><name>Turfa Auliarachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08074301413785308784</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2010/01/menjadi-orang-asing-di-dunia.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkANR3g4eip7ImA9WxBQEko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4205837137248323859.post-8240947721850490959</id><published>2010-01-11T21:39:00.001-08:00</published><updated>2010-01-11T21:39:56.632-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-11T21:39:56.632-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cinta Islam" /><title>Jauhi Perbuatan yang Meresahkan</title><content type="html">&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Dari An Nawas bin Sam'an radhiallahu anhu, dari Nabi shalallahu alaihi wa salam, beliau bersabda: ''Kebajikan itu keluhuran akhlak sedangkan dosa adalah apa-apa yang dirimu merasa ragu-ragu dan kamu tidak suka jika orang lain mengetahuinya'' (HR. Muslim)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dari Wabishah bin Ma'bad radhiallahu anhu, ia berkata: ''Aku telah datang kepada Rasulullah shalallahu alaihi wa salam, lalu beliau bersabda: 'Apakah engkau datang untuk bertanya tentang kebajikan?' Aku menjawab: 'Benar.' Beliau bersabda: 'Mintalah fatwa dari hatimu. Kebajikan itu adalah apa-apa yang menentramkan jiwa dan menenangkan hati, dan dosa itu adalah apa-apa yang meragukan jiwa dan meresahkan hati, walaupun orang-orang memberikan fatwa kepadamu dan mereka membenarkannya.' ''(HR. Ahmad dan Darimi, Hadits hasan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sabda beliau ''Kebajikan itu keluhuran akhlak'', maksudnya ialah bahwa keluhuran akhlak adalah sebaik-baik kebajikan, sebagaimana sabda beliau ''Haji adalah Arafah''. Adapun kebajikan adalah perbuatan yang menjadikan pelakunya menjadi baik, selalu berupaya mengikuti orang-orang yang berbuat baik, dan taat kepada Allah yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan berakhlak baik yaitu jujur dalam bermuamalah, santun dalam berusaha, adil dalam hukum, bersungguh-sungguh dalam berbuat kebajikan, dan beberapa sifat orang-orang mukmin yang Allah sebutkan di dalam surah Al-Anfal:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Orang-orang mukmin yaitu orang-orang yang ketika nama Allah disebut, hati mereka gemetar, dan ketika ayat-ayat-Nya dibacakan kepada mereka, iman mereka bertambah, dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (Yaitu) mereka yang melaksanakan shalat dan mengeluarkan infaq dari sebagian harta yang Kami anugerahkan kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang benar-benar mukmin.'' (Al Anfaal: 2-4).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan firman-Nya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Orang-orang yang bertaubat, yang beribadah, yang memuji (Allah), yang mengembara (di jalan Allah), yang ruku', yang sujud, yang menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah berbuat mungkar, serta yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu.'' (At Taubah: 112).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan firman-Nya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Sungguh beruntung orang-orang mukmin. (Yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau terhadap budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa mencari selain dari itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang diberikan kepadanya) dan janjinya, dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi. (Yaitu) mewarisi (surga) Firdaus, mereka kekal di dalamnya.'' (Al-Mukminun: 1-10).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan firman-Nya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Hamba-hamba Tuhan yang Maha Pengasih adalah mereka yang berjalan di atas bumi dengan rasa rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka menanggapinya dengan kata-kata yang baik.'' (Al-Furqan: 63).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Barang siapa yang merasa belum jelas mengenai sifat dirinya, maka hendaklah bercermin pada ayat-ayat tersebut. Dengan adanya semua sifat itu pada dirinya pertanda bahwa dia berakhlak baik. Sebaliknya, jika semuanya tidak ada pada dirinya pertanda dia berakhlak buruk. Bila terdapat sebagian sjaa, maka hendaklah ia bersungguh-sungguh memelihara yang ada itu dan mengupayakan yang belum ada pada dirinya. Janganlah seseorang menganggap bahwa akhlak baik itu hanyalah bersifat lemah lembut kepada orang lain dan meninggalkan perbuatan-perbuatan keji dan doa saja, sebaliknya orang yang tidak seperti itu dianggap rusak akhlaknya. Akan tetapi, yang disebut akhlak baik yaitu seperti yang telah kami sebutkan mengenai sifat-sifat orang mukmin dan perilaku mereka. Termasuk akhlak baik adalah sabar menghadapi gangguan dalam menjalankan agama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa ada seorang Arab gunung menarik selendang sutera Nabi shalallahu alaihi wa salam sehingga membekas pada bahu beliau, dan orang itu berkata: ''Wahai Muhammad, serahkanlah kepadaku harta Allah yang ada di tanganmu.'' Kemudian Nabi shalallahu alaihi wasalam menoleh kepada orang itu, beliau kemudian tertawa dan menyuruh untuk memberi kepada orang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sabda Nabi shalallahu alaihi wa salam ''dosa adalah apa-apa yang dirimu merasa ragu-ragu dan kamu tidak suka jika orang lain mengetahuinya'' maksudnya adalah perbuatan yang ditolak oleh hati nurani. Ini merupakan suatu pedoman untuk membedakan antara dosa dan kebaikan. Dosa menimbulkan keraguan dalam hati dan tidak senang jika orang lain mengetahuinya. Yang dimaksud dengan ''orang lain'' di sini adalah orang-orang baik, bukan orang-orang yang telah rusak akhlaknya. Demikianlah yang disebut dosa, karena itu tinggalkanlah perbuatan tersebut. Wallahu a'lam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: Syarah Hadits Arba'in An Nawawi, Ibnu Daqiq Al-'Ied, Media Hidayah&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Created by Turfa Auliarachman
TurfaCom Corporation Company

Blog lain : http://turfa-a.blogspot.com, http://akudisini-turfa.blogspot.com, http://anak-tanjungsari.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4205837137248323859-8240947721850490959?l=anak-tanjungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlogKitaBersama/~4/SVpEnj9UXuc" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/feeds/8240947721850490959/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2010/01/jauhi-perbuatan-yang-meresahkan.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/8240947721850490959?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/8240947721850490959?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlogKitaBersama/~3/SVpEnj9UXuc/jauhi-perbuatan-yang-meresahkan.html" title="Jauhi Perbuatan yang Meresahkan" /><author><name>Turfa Auliarachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08074301413785308784</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2010/01/jauhi-perbuatan-yang-meresahkan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkAMQXk7eSp7ImA9WxBRGUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4205837137248323859.post-8735747016082384890</id><published>2010-01-08T08:39:00.001-08:00</published><updated>2010-01-08T08:39:40.701-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-08T08:39:40.701-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cinta Islam" /><title>Memelihara Kedamaian Hati</title><content type="html">&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Membiasakan lidah untuk mengucap kalimat-kalimat thayyibah, akan semakin mempertinggi ma'rifat kita kepada Allah swt. Dengan dekat kepada Allah, hati jadi tenang. Berikut ini adalah tujuh kalimat thayyibah yang harus menjadi penghias bibir umat setiap waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Bismillahirrahmanirrahim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diucapkan setiap kita mengawali segala perbuatan. InsyaAllah, jika lidah kita terbiasa, perbuatan ini sudah menjadi refleks kita, maka akan lebih mudah bagi kita untuk menjaga diri dari perbuatan buruk. Karena senantiasa kita diingatkan bahwa ada Allah yang melihat perbuatan kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Alhamdulillah&lt;br /&gt;
Inti dari ucapan dzikir ini adalah ungkapan rasa syukur atas kurnia dan rahmat Allah swt. Mengenai hal ini difirmankan dalam QS. Ibrahim ayat 7, bahwa Allah akan menambah rahmat nikmat-Nya kepada mereka yang mampu bersyukur. Dengan mengucap kalimat ini setiap selesai melakukan satu pekerjaan, manusia seakan menguatkan keyakinannya bahwa tak akan pernah terjadi sesuatupun tanpa campur tangan Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Astaghfirullah&lt;br /&gt;
Difirmankan dalam QS. Ali Imran 135, "Orang-orang yang berbuat kekejian atau menzalimi dirinya lalu ingat kepada Allah, maka minta ampunlah untuk mereka atas dosa-dosa yang dilakukan."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Insya Allah&lt;br /&gt;
Diucapkan ketika seseorang berniat hendak melakukan sesuatu di masa yang akan datang. Zikir ini akan mengingatkan kita, bahwa kehendak Allah adalah di atas segalanya. Tak seorangpun mengetahui apa yang akan terjadi detik setelah ini. Itu sebabnya, tak akan pernah ada janji yang diikat 100 % antar manusia, kecuali dengan menambahkan kalimat, Insya Allah (QS. Al Kahfi, 23-24). Sayangnya, banyak orang mempergunakan kalimat ini secara keliru, hingga berkembang anggapan bahwa kalimat mulia ini diucapkan sebagai kelonggaran untuk tidak menepati janji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Laa Haula walaa quwwata illaa billaah.&lt;br /&gt;
Zikir yang merupakan pengakuan terhadap kefanaan manusia dan ke-Maha Kuasanya Allah ini diucapkan ketika seseorang mengambil keputusan (ber'azam). Kalimat thayibah ini adalah pancaran dari sikap tawakal seseorang. Setelah berupaya nyata mempertimbangkan, maka ketika keputusan diambil, dilanjutkan dengan tawakal kepada Allah, yang dinyatakan dalam sikap menerima resiko apapun yang terjadi nantinya akibat diputuskannya keputusan tadi. (Qs Ali &amp;gt;Imran : 159).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Laa Ilaaha Illallah&lt;br /&gt;
Andai seseorang mengucapkan dzikir ini sembari mengupas hikmahnya, sungguh nikmat dan manfaatnya akan diperoleh tiada habis-habisnya. Karena penjabaran arti dari kalimat ini begitu luasnya. Dan manfaatnya pun bisa dirasakan di setiap waktu dan dalam kondisi apapun. Intinya satu; mengingat kebesaran Allah SWT.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun&lt;br /&gt;
Sungguh benar bahwa manusia adalah milik Allah, dan setiap inci pergerakan tubuhnya beradadalam genggaman Nya. Namun kenyataan bahwa segala sesuatu itu pasti kembali kepada pemiliknya, Allah SWT, tak jarang sulit untuk bisa diterima manusia. Zikir yang diucapkan di saat menghadapi musibah ini akan membantu kita untuk mengingat akan hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Insya Allah, dengan membiasakan meresapi hikmah kalimat ini, kita menjadi lapang dada dalam menghadapi setiap peristiwa, seburuk apapun, yang sudah menjadi takdir kita. Semakin dalam seseorang menghayati hikmah zikir ini, semakin ringan dia menghadapi kehidupan yang berat ini, tanpa harus menghadapi stress maupun depresi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Copas dari: MUDZAKARAH dan DA'WAH ILALLAH,ورعة طريقة للخلاص من الدنيا والآخرة&lt;br /&gt;
Ayo! bergabung di Group "Jalan KEBENARAN" ut mndptkan artikel2 islami yg tdk kalah menarik.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Created by Turfa Auliarachman
TurfaCom Corporation Company

Blog lain : http://turfa-a.blogspot.com, http://akudisini-turfa.blogspot.com, http://anak-tanjungsari.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4205837137248323859-8735747016082384890?l=anak-tanjungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlogKitaBersama/~4/xTw1B201XsY" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/feeds/8735747016082384890/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2010/01/memelihara-kedamaian-hati.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/8735747016082384890?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/8735747016082384890?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlogKitaBersama/~3/xTw1B201XsY/memelihara-kedamaian-hati.html" title="Memelihara Kedamaian Hati" /><author><name>Turfa Auliarachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08074301413785308784</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2010/01/memelihara-kedamaian-hati.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0YCQH0-fip7ImA9WxBRGEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4205837137248323859.post-2706338593291322465</id><published>2010-01-07T04:59:00.001-08:00</published><updated>2010-01-07T04:59:21.356-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-07T04:59:21.356-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cinta Islam" /><title>APA YANG PERLU DILAKUKAN BAGI ORANG YANG BERDOSA ?</title><content type="html">مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُوْرَ، &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ثُمَّ يَقُوْمُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللهَ إِلاَّ غَفَرَ اللهُ لَهُ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidaklah seorang hamba melakukan suatu perbuatan dosa, lantas berwudhu dengan sempurna kemudian berdiri dan melakukan shalat dua ra’kaat, kemudian membaca istighfar mohon ampunan kepada Allah, melainkan Allah akan memberikan ampunan kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
HR. Abu Dawud 2/86, At-Tirmidzi 2/257 dan Al-Albani berpendapat bahwa hadits tersebut shahih dalam Shahih Abu Dawud 1/283&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah berfirman:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (QS. Ali 'Imran: 135)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibnu Taimiyyah berkata:&lt;br /&gt;
Shalat Taubat ini boleh dikerjakan kapan juga, bahkan sampai pada waktu-waktu yang dilarang mengerjakan shalat, karena taubat wajib dilakukan dengan segera, dan pelakunya disunnahkan untuk mengerjakan dua rakaat.&lt;br /&gt;
(Fataawaa Syaikhil Islam (xxiii/215) &lt;br /&gt;
Sumber: Pustaka Iman Syafi'i&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayo!! gabung di group "Jalan KEBENARAN"/disana kamu bisa mendapatkan artikel2 isalmi yg menarik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Created by Turfa Auliarachman
TurfaCom Corporation Company

Blog lain : http://turfa-a.blogspot.com, http://akudisini-turfa.blogspot.com, http://anak-tanjungsari.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4205837137248323859-2706338593291322465?l=anak-tanjungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlogKitaBersama/~4/WqMP_5GA11Q" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/feeds/2706338593291322465/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2010/01/apa-yang-perlu-dilakukan-bagi-orang.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/2706338593291322465?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/2706338593291322465?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlogKitaBersama/~3/WqMP_5GA11Q/apa-yang-perlu-dilakukan-bagi-orang.html" title="APA YANG PERLU DILAKUKAN BAGI ORANG YANG BERDOSA ?" /><author><name>Turfa Auliarachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08074301413785308784</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2010/01/apa-yang-perlu-dilakukan-bagi-orang.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0YHRX89eyp7ImA9WxBRGEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4205837137248323859.post-3491657507726748816</id><published>2010-01-07T04:58:00.002-08:00</published><updated>2010-01-07T04:58:54.163-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-07T04:58:54.163-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cinta Islam" /><title>Sebab-sebab kerasnya hati</title><content type="html">&lt;span bindpoint="branchLinkWrapper" class="GBThreadMessageRow_BranchLink"&gt;&lt;/span&gt;       &lt;span bindpoint="reportLinkWrapper" class="GBThreadMessageRow_ReportLink"&gt;&lt;/span&gt;          &lt;br /&gt;
&lt;div class="GBThreadMessageRow_Body"&gt;       &lt;div class="GBThreadMessageRow_Body_Content"&gt; Ibnu al-Qayyim rahimahullah mengatakan dalam kitabnya Bada’i al-Fawa’id [3/743], “Tatkala mata telah mengalami kekeringan disebabkan tidak pernah menangis karena takut kepada Allah ta’ala, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya keringnya mata itu adalah bersumber dari kerasnya hati. Hati yang paling jauh dari Allah adalah hati yang keras.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berdoa kepada Allah agar terlindung dari hati yang tidak khusyu’, sebagaimana terdapat dalam hadits, “Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari hawa nafsu yang tidak pernah merasa kenyang, dan dari doa yang tidak dikabulkan.” (HR. Muslim [2722]).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir radhiyallahu’anhu, dia berkata, “Wahai Rasulullah, apakah keselamatan itu? Apakah keselamatan itu?”. Maka Nabi menjawab, “Tahanlah lisanmu, hendaknya rumah terasa luas untukmu, dan tangisilah kesalahan-kesalahanmu.” (HR. Tirmidzi [2406], dia mengatakan; hadits hasan. Hadits ini disahihkan al-Albani dalam Shahih at-Targhib [2741]).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abu Sulaiman ad-Darani rahimahullah mengatakan [al-Bidayah wa an-Nihayah, 10/256], “Segala sesuatu memiliki ciri, sedangkan ciri orang yang dibiarkan binasa adalah tidak bisa menangis karena takut kepada Allah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di antara sebab kerasnya hati adalah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Berlebihan dalam berbicara&lt;br /&gt;
* Melakukan kemaksiatan atau tidak menunaikan kewajiban&lt;br /&gt;
* Terlalu banyak tertawa&lt;br /&gt;
* Terlalu banyak makan&lt;br /&gt;
* Banyak berbuat dosa&lt;br /&gt;
* Berteman dengan orang-orang yang jelek agamanya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agar hati yang keras menjadi lembut&lt;br /&gt;
Disebutkan oleh Ibnu al-Qayyim di dalam al-Wabil as-Shayyib [hal.99] bahwa suatu ketika ada seorang lelaki yang berkata kepada Hasan al-Bashri, “Wahai Abu Sa’id! Aku mengadu kepadamu tentang kerasnya hatiku.” Maka Beliau menjawab, “Lembutkanlah hatimu dengan berdzikir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebab-sebab agar hati menjadi lembut dan mudah menangis karena Allah antara lain :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Mengenal Allah melalui nama-nama, sifat-sifat, dan perbuatan-perbuatan-Nya&lt;br /&gt;
* Membaca al-Qur’an dan merenungi kandungan maknanya&lt;br /&gt;
* Banyak berdzikir kepada Allah&lt;br /&gt;
* Memperbanyak ketaatan&lt;br /&gt;
* Mengingat kematian, menyaksikan orang yang sedang di ambang kematian atau melihat jenazah orang&lt;br /&gt;
* Mengkonsumsi makanan yang halal&lt;br /&gt;
* Menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat&lt;br /&gt;
* Sering mendengarkan nasehat&lt;br /&gt;
* Mengingat kengerian hari kiamat, sedikitnya bekal kita dan merasa takut kepada Allah&lt;br /&gt;
* Meneteskan air mata ketika berziarah kubur&lt;br /&gt;
* Mengambil pelajaran dari kejadian di dunia seperti melihat api lalu teringat akan neraka&lt;br /&gt;
* Berdoa&lt;br /&gt;
* Memaksa diri agar bisa menangis di kala sendiri&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[diringkas dari al-Buka' min Khas-yatillah, hal. 18-33 karya Ihsan bin Muhammad al-'Utaibi] www.abu0mushlih.wordpress.com&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dapatkan kiriman artikel2 menarik dgn bergabung di Group "Jalan KEBENARAN" (Islamic center Muadz Bin Jabal)       &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Created by Turfa Auliarachman
TurfaCom Corporation Company

Blog lain : http://turfa-a.blogspot.com, http://akudisini-turfa.blogspot.com, http://anak-tanjungsari.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4205837137248323859-3491657507726748816?l=anak-tanjungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlogKitaBersama/~4/Q5HoYu9cATY" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/feeds/3491657507726748816/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2010/01/sebab-sebab-kerasnya-hati.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/3491657507726748816?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/3491657507726748816?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlogKitaBersama/~3/Q5HoYu9cATY/sebab-sebab-kerasnya-hati.html" title="Sebab-sebab kerasnya hati" /><author><name>Turfa Auliarachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08074301413785308784</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2010/01/sebab-sebab-kerasnya-hati.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0cMQXo7eSp7ImA9WxBRGEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4205837137248323859.post-2730738461959988137</id><published>2010-01-07T04:58:00.000-08:00</published><updated>2010-01-07T04:58:00.401-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-07T04:58:00.401-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cinta Islam" /><title>Dia Mati di Lantai Dansa</title><content type="html">Ada seorang biduanita jatuh mati di lantai dansa. Laa haula wa laa quwwata illaa billah (Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya akan bercerita kepada anda tentang sebuah kisah nyata yang terjadi beberapa minggu lalu…..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu malam, telah berlangsung sebuah pesta pernikahan di salah satu gedung hiburan kira-kira 6 atau 7 minggu yang lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sanalah wanita tersebut diundang. Ia mulai berdansa dan menari mengikuti irama lagu hingga selama beberapa jam. Dia memakai gaun hanya beberapa potong kain saja yang menutupi beberapa bagian tubuhnya…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berbusana namun telanjang. Kita berlindung kepada Allah dari keadaan yang demikian itu…..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita itu terus berdansa dan menari hingga akhirnya dia jatuh pingsan di atas panggung sebelum kedua mempelai itu datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para undangan wanita berusaha keras untuk menyadarkannya, akan tetapi tidak ada faedahnya. Lalu salah seorang teman perempuan pedansa yang diundang itu maju ke panggung dan berkata, “Aku tahu bagaimana menyadarkannya. “Tambahkanlah musik dan gendang di sekitar kedua telinganya, maka ia akan bangkit dan sadar…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka mereka pun menambah suara musik di sekitarnya selama beberapa menit, akan tetapi tetap saja tidak berguna…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu sebagian undangan wanita memeriksanya, dan mereka mendapatinya telah mati!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka pun segera menutupinya. Namun terjadi sesuatu yang mengejutkan yang belum pernah dibayangkan oleh seorang pun…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aduhai, betapa dahsyatnya….&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mayat itu tersingkap!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kain penutup yang digunakan untuk menutupinya tidak dapat menyelimuti tubuhnya. Kain penutup itu terbang setiap kali mereka berusaha untuk menutupi jasadnya, kain itu tersingkap naik ke atas dari salah satu sisinya. Sesekali kain penutup itu tersingkap dari arah dada, dan sesekali dari arah kedua paha, dan sesekali pula dari arah kepala dan kaki. Demikianlah seterusnya…..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tengah-tengah kejadian itu sebagian undangan wanita mengutus seseorang untuk memanggil suami wanita tersebut…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berusaha untuk menutupinya dengan kain penutup, akan tetapi tidak ada manfaatnya. Setiap kali mereka menutupinya, maka terbanglah kain penutup itu dari atasnya. Keadaan seperti itu terus berlangsung di tengah-tengah ketakutan para pengunjung wanita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa saat kemudian, suaminya pun hadir dan dengan segera berusaha menutupi tubuh istrinya dengan kain mantelnya. Dia memegang satu ujung kain penutup itu, tetapi terangkatlah ujung yang lainnya. Ia memegang ujung yang lain, lalu ujung yang keempatnya terangkat. Keadaan seperti itu terus berlangsung sampai mereka meng-angkat wanita tersebut untuk dimandikan dan dikubur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kejadian yang mengejutkan kedua terjadi ketika mayat wanita itu dimandikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikianlah, hal itu terjadi pula pada kain kafan. Tatkala mereka meletakkan kain kafan di atasnya, maka terangkatlah ia dan menyingkap. Mereka berusaha berulang kali, namun tanpa faedah…..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kerabat-kerabatnya yang hadir pada saat itu bertanya kepada salah seorang undangan tentang masalah ini dan dijawab,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia dikubur sebagaimana adanya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah bagiannya, dan itulah dunia yang ia usahakan. Kita berlindung kepada Allah dari hal itu. Maka ia pun dikubur sebagaimana halnya……. dengan telanjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun (Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya lah kita akan kembali).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DiSalin dari : Saudariku, Kapan Kembali ke Jalan Tuhanmu?, Ummu Abdillah, Pustaka elba 2008&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://oryza.or.id/2009/07/dia-mati-di-lantai-dansa/" onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &amp;quot;4d7a91cf687020af32ac1d9110bce8b6&amp;quot;, event)" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://oryza.or.id/2009/07/dia-mati-di-lantai-dansa/&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Created by Turfa Auliarachman
TurfaCom Corporation Company

Blog lain : http://turfa-a.blogspot.com, http://akudisini-turfa.blogspot.com, http://anak-tanjungsari.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4205837137248323859-2730738461959988137?l=anak-tanjungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlogKitaBersama/~4/FKSPTY1k_fY" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/feeds/2730738461959988137/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2010/01/dia-mati-di-lantai-dansa.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/2730738461959988137?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/2730738461959988137?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlogKitaBersama/~3/FKSPTY1k_fY/dia-mati-di-lantai-dansa.html" title="Dia Mati di Lantai Dansa" /><author><name>Turfa Auliarachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08074301413785308784</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2010/01/dia-mati-di-lantai-dansa.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0cBQXkzcSp7ImA9WxBRGEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4205837137248323859.post-6378243925406253475</id><published>2010-01-07T04:57:00.001-08:00</published><updated>2010-01-07T04:57:30.789-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-07T04:57:30.789-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cinta Islam" /><title>(Sambungan)....."Renungan untuk kita"</title><content type="html">Ibnul Muthahhir Al-Hulli, berkata dalam bukunya “Amma Ba’du, risalah yang mulia dan manakala yang menyentuh ini mencantumkan tuntutan TERPENTING dalam hukum Islam dan termasuk maslaha kaum muslimin yang PALING AGUNG, yaitu masalah imamah. Hanya melalui masalah itulah derajat yang mulia dapat diraih. Masalah imamah TERMASUK salah satu rukun iman, yang meruoakan sebab dapat kekal di dalam surga serta dapat terhindar dari murka ALLOH (Minhajus Sunnah I/20). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah membantah ucapan di atas, beliau berkata : “Sesungguhnya yang berpendapat bahwa maslah ‘imamah’ adalah tuntutan yang paling urgen di dalam hukum Islam dan merupakan masalah kaum muslimin yang paling mulia adalah DUSTA BELAKA berdasarkan ijma kaum muslimin, baik dari kalangan Ahlu sunnah maupun kalangan Syi’ah. Bahkan pendapat seperti itu adalah kekufuran. Sebab masalah iman kepada Alloh dan Rosul-Nya lebih penting dari pada masalah ‘imamah’. Hal itu sudah sangat dimaklumi di dalam dienul Islam. Seorang kafir tidak akan menjadi seorang mukmin hingga ia bersyahadat Laa Ilaaha Illallaahu wa Anna Muhammadan Rasulullah. Atas dasar itulah Rosulullah SAW memerangi kaum kafir. (Minhajus Sunnah An-Nabawiyyah I/16) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syaikh Rabi’ bin Hadi menyimpulkan: “Anda dapat melihat, alim ulama menggolongkan masalah ini dalam masalah furu’. Masalah ‘imamah’ tidak lebih hanyalah wasilah (bukan tujuan utama) yang berfungsi sebagai pelindung dienul Islam dan pengatur urusan dunia. Apakah layak masalah ‘imamah yang diperbolehkan dalil wajibnya tsb dikatakan sebagai “tujuan dien yang hakiki”, “ kewajiban utama para nabi” dan ungkapan-ungkapan lainnya yang berlebihan? Yang membesar-besarkan masalah itu lebih dari ukurannya? Lalu meremehkan masalah aqidah dan prinsip-prinsip dien lainnya? (Manhajul Anabiya’ fid Da’wati Ilallah hal:155) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya ikhwan wa akhwat yang senantiasa menjaga tingkah lakunya……………..sering pikiran kita diserang dng pertanyaan-pertanyaan yg membingungkan, kecuali kalau kita sudah mempunyai dasar yg kuat. Seperti: AQIDAH TAUHID TERLEBIH DAHULU ATAUKAH KEKUASAAN? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, aqidah yang benar adalah jaminan kemenangan umat yang mulia ini. Dapat kita teladani gambaran dari masyarakat Madinah yang dibina langsung oleh Rosulullah SAW. Dalam riwayat Mu’awiyah bin Al Hakam As-Sulami disebutkan bahwa Rosulullah pernah bertanya: “Dimana Alloh?” kepada seorang budak wanita yang sehari-harinya menggembalakan kambingnya di Jawwaniyah. Ternyata budak wanita tsb dapat menjawab dengan tepat tanpa ada satu titik keraguanpun. Artinya adalah keyakinan dan aqidah seperti itu sudah merata di kota Madinah, hingga seorang budak wanita yang sehari-harinya menggembalakan kambing jauh di luar kota juga mengetahuinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan masyarakat seperti itulah agama Islam mencapai kejayaannya. Hingga daulah mereka terbentang dari Andalusia sampai ke negeri China. Benarlah janji Alloh dalam surat An-Nur:55 : “Dan Alloh telah berjanji kepada orang-orang yg beriman diantara kamu dan mengerjakan amal sholeh, bahwa Dia akan bersungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimanaa Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa. Dan sungguh Dia akan menegakkan bagi mereka agama yg telah diridhoi-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukarkan keadaan mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa tetap kafir sesudah janji itu , maka mereka itulah orang-orang yang fasiq” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang kita lihat kondisi umat Islam sekarang ini, terutama di sekitar kita -Indo dan sekitarnya- apakah mereka mengetahui masalah aqidah yang sederhana tadi? Cukup realita yang menjawabnya! Padahal dalam ayat lain Alloh berfirman: “Maka jika mereka kepada apa yang telah beriman kepadanya, sungguh mereka mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka dalam permusuhan(dengan kamu). Maka Alloh akan memelihara kamu dari mereka. Dan dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah:137) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wahai akhi wa ukhti sekalian……… &lt;br /&gt;
Berpaling dari aqidah yg benar adalah sumber perpecahan, permusuhan, dan pertikaian. Jelaslah bahwa JALAN menuju kejayaan umat adalah dengan memperbaiki aqidah mereka terlebih dahulu dari noda-noda syirik. Karena itu kita harus memulainya dengan meluruskan aqidah terlebih dahulu, mendidik generasi berikutnya atas dasar aqidah yg benar, sehingga terwujud suatu generasi tahanuji dan sabar dalam menghadapi berbagai cobaan, sebagaimana yg terjadi pada generasi awal Islam. (Minhajul Firqatun Najiyah, Syaikh Muhammad Jamil Zainu) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari uraian di atas dapatlah kita simpulkan bahwa para nabi tidaklah diutus untuk menumbangkan satu daulah dan menegakkan daulah lainnya. Mereka bukanlah pengejar kekuasaan dan bukan pula termasuk orang yangberlomba-lomba merebutnya. Mereka jauh dari INTRIK-INTRIK POLITIK yang menyimpang. Mereka hanyalah membawa hidayah bagi alam semesta, menyelamatkan umat manusia dari kesesatan bid’ah dan syirik, mengeluarkan umat manusia dari alam kegelapan kepada cahaya yang terang benderang. Serta memperingatkan umat manusia dari murka Alloh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya para pecinta Qur’an yg senantiasa membacanya……. &lt;br /&gt;
Kita semua pasti tahu melalui sirah para nabi, meskipun kekuasaan disodorkan kepada mereka, pastilah mereka tolak. Padahal bisa saja mereka menerimanya lalu memerintahkan para pengikutnya untuk menaatinya, tapi mengapa tidak? Karena mereka tetap memilih, mereka tetap konsisten di atas jalur da’wah kepada jalan Alloh. Sebagaimana tawaran kaum kafir Quraisy kepada Rosulullah SAW yg secara tegas beliau tolak. Pernah juga ditawarkan kepada beliau apakah suka menjadi nabi merangkap raja ataukah menjadi seorang hamba dan rosul. Beliau lebih memilih menjadi seorang jamba dan rosul. Diriwatkan dari Abu Hurairah, ia berkata: “Malaikat Jibril ''alaihi sallam. Pernah menemui Rosulullah Shalallhu ''Alaihi Wa Sallam. Kemudian ia menatap langit, ternyata seorang malaikat sedang turun. Malaikat Jibril ''alaihi sallam. berkata “ Wahai Muhammad, Alloh telah mengutusku kepadamu, Dia memberimu pilihan:’apakah engkau suka menjadi seorang nabi marangkap raja ataukah seorang hamba dan rosul?” Malaikat Jibril as. berkata kepada Rosulullah SAW “bersikap tawadhu’lah terhadap Rabbmu!” Rosulullah SAW akhirnya menjawab: “Aku lebih senang menjadi seorang hamba dan Rosul!” (H.R. Ahmad II/231) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya akhi wa ukhti rahimakumullah……….. &lt;br /&gt;
Telah begitu jelas petunjuk serta jalan dan contoh yg telah dijelaskan Alloh melalui para nabi-Nya. Kalau boleh ana buat perumpamaan, makanan yg lezat, mengenyangkan lagi bergizi tinggi telah dihidangkan kepada kita, kita tinggal memakannya tanpa bersusah payah tapi mengapa kita malah berpaling? Mengapa kita malah mengorek-orek tong sampah untuk mencari makanan yg tidak jelas sumbernya, yg kotor lagi membuat celaka? Itulah perumpamaan bagi orang-orang ahlu bid’ah, ahlu hawa yang senantiasa mengacaukan pemikiran serta menyesatkan orang muslim dari jalan yg lurus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikianlah sikap seorang ahlus sunnah terhadap setiap masalah, senatiasa mencari solusinya dari apa yg terdapat dalam Kitabullah dan Sunnah Rosulullah Shalallahu ''Alaihi Wa Sallam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ikhwan wa akhwat fillah, akhirnya marilah kita berdoa dan mengharap kepada Alloh, agar kita diberi kekuatan hati serta iman dalam menghadapi berbagai cobaan dan tantangan. Semoga dengan demikian kita termasuk ke dalam golongan Ath-Thaifah Al-Manshurah, golongan Al-Firqotun Najiyah, ahlu ittiba’, ahlu atsar yang senantiasa mencontoh jejak Rosulullah Shalallahu ''Alaihi Wa sallam serta para shahabatnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jazakumulloh khoiron atas perhatian antum semua. &lt;br /&gt;
Wallahu Waliyyut Taufiq &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Dirangkum dari Majalah As-Sunnah 10/IV/1421, hal 22-29) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maraaji’ : &lt;br /&gt;
1. Al-Qur’an Al-Karim &lt;br /&gt;
2. Ahkamus Sunthaniyyah: Al-Mawardi &lt;br /&gt;
3. Minhajus Sunnah An-Nabawiyyah: Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah &lt;br /&gt;
4. Fathul Bari : Ibnu Hajar Al-Asqolani &lt;br /&gt;
5. Madarikun Nazar : Abdul Malik Ar-Ramadani &lt;br /&gt;
6. Minhajul Anbiyaa’ fid Da’wati Ilallah : Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Created by Turfa Auliarachman
TurfaCom Corporation Company

Blog lain : http://turfa-a.blogspot.com, http://akudisini-turfa.blogspot.com, http://anak-tanjungsari.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4205837137248323859-6378243925406253475?l=anak-tanjungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlogKitaBersama/~4/IOQGo0Aa7FM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/feeds/6378243925406253475/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2010/01/sambunganrenungan-untuk-kita.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/6378243925406253475?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/6378243925406253475?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlogKitaBersama/~3/IOQGo0Aa7FM/sambunganrenungan-untuk-kita.html" title="(Sambungan).....&quot;Renungan untuk kita&quot;" /><author><name>Turfa Auliarachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08074301413785308784</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2010/01/sambunganrenungan-untuk-kita.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0cFR3ozeyp7ImA9WxBRGEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4205837137248323859.post-9169196067897235650</id><published>2010-01-07T04:56:00.001-08:00</published><updated>2010-01-07T04:56:56.483-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-07T04:56:56.483-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cinta Islam" /><title>Renungan untuk Kita</title><content type="html">Para rosul diutus oleh Alloh Ta’ala, semenjak terjadinya kemusyrikan pertama kali terjadi di muka bumi ini. Kemudian secara beriringan Dia mengutus para rasul dan nabi yang lainnya. &lt;br /&gt;
Semua dengan tujuan yang sama, yaitu mengesakan Alloh di dalam dan menjauhi kemusyrikan: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul kepada setiap umat (untuk menyerukan):’Beribadahlah kepada Alloh saja dan jauhilah thoghut (apa saja yang disembah selain Alloh)’”. (An-Nahl:36) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya dengan wahyu yang sama, yaitu mengesakan Alloh di dalam ibadah dan menjauhi thoghut serta kemusyrikan: “Dan Kami tidak mengutus seorang rosulpun sebelummu, kecuali Kami wahyukan kepadanya: Bahwasananya tidak ada Ilah (yang haq) kecuali Aku. Maka beribadahlah kepada-Ku”. (Yusuf:25) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua berada pada jalan yang sama, yaitu memulai da’wah untuk mengesakan Alloh di dalam ibadah dan menjauhi kemusyrikan: “Wahai kaumku, beribadahlah kepada Alloh, kamu sekali-kali tidak mempunyai Ilah (sesembahan) selain-Nya” (Al-A’raf:59,65,73,85) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang jin dan manusia diciptakan hanyalah untuk mengesakan Alloh dalam beribadah dan menjauhi kemusyrikan. Alloh berfirman: “ Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku” (Adz-Dzariyat:56) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah hikmah diutusnya para rosul. &lt;br /&gt;
Itulah inti diutusnya para rosul. &lt;br /&gt;
Itulah jalan para rosul. &lt;br /&gt;
Itulah tujuan da’wah para rosul. &lt;br /&gt;
Dan itulah semestinya tujuan da’wah para pengikut para rosul. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya akhi wa akhwat pencinta Al-Qur’an………… &lt;br /&gt;
Kalau memang demikian jelas dan gamblang masalah ini, mengapa muncul ide-ide dan suara-suara yang tidak seirama. Ada orang yang mengatakan : Mungkin telah jelas kepada anda dari tulisan-tulisan dan buku-buku kami, bahwa tujuan terakhir yang kita tuju dari perjuangan ini adalah mengadakan revolusi kepemimpinan. Yang kami maksudkan adalah bahwa apa yang ingin kita raih di dunia ini adalah membersihkan bumi persada dari noda-noda kepemimpinan orang-orang fasiq dan durhaka, dan kita tegakkan di dunia ini sistem pemerintahan yang shalih dan lurus. Maka usaha dan perjuangan yang berkesinambungan inilah yang kami anggap sebagai sarana yang terbesar dan tersukses untuk meraih ridha Alloh dan emncari pahala melihat Wajah-Nya yang tertinggi di dunia dan akherat.(Al-Ususul Akhlaqiyah Lil Haraqah Al-Islamiyah, hal 16) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat disayangkan perkataan seperti inilah yang laris di kalangan pemuda yang bersemangat sangat tinggi, dan mereka menganggapnya sebagai kebenaran. Orang yang tidak seide dengan mereka tidak dianggap melakukan perjuangan dan amal untuk Islam yang sebenarnya! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Padahal: ‘Mungkin antum sendiri, yang bijaksana lagi faham, yang hafal Al-Qur’an dan membacanya di waktu malam dan penghujung siang serta memperhatikan sepak terjang da’wah para rosul semenjak yang pertama sampai yang terakhir, tidak mengetahui bahwa inilah tujuan para nabi yang mereka perjuangkan. Dan tidak mengetahui bahwa usaha dan perjuangan tersebut merupakan sarana terbesar dan tersukses meraih ridha Alloh dan mengharap pahala melihat Wajah-Nya. Bahkan ( sebenarnya) sarana terbesar dan tersukses untuk meraih ridha Ar-Rabb adalah mengikuti jalan da’wah para rosul dan meniti langkah mereka di salam membersihkan bumi dari kerusakan dan kemusyrikan, dan juga sarana yang terbesar adalah Islam dan Iman beserta rukun-rukunnya yang telah dikenal.” (Manhajul Anbiya’ Fid Dakwah Illah, hal:140, syeikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian juga yang mengatakan : “ Tujuan agama yang sebenarnya adalah menegakkan sistem pemerintahan yang shalih dan lurus” (Al-Ususul Akhlaqiyah, hal:22). &lt;br /&gt;
Perkataan ini tidak memiliki sanad, “Karena sesungguhnya tujuan agama yang sebenarnya adalah tujuan penciptaan jin dan manusia, dan tujuan diutusnya para rosul serta diturunkannya kitab-kitab adalah ibadah kepad Allah serta mengikhlaskan ketundukkan kepada-Nya”(Manhajul Anbiya; Fid Dakwah Ilallah, hal:144, Syeikh Rabi’ bin Hadi Al-Mandkhali) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wahai akhi wa ukhti tercinta……….. &lt;br /&gt;
Permasalahan POLITIK sering kali dikaitkan dengan masalah IMAMAH/KEKUASAAN, dimana memang selalu menarik untuk dibicarakan. Seiring tabiat manusia yang suka terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kekuasaan.Tidak syak lagi, bahwa masalah tersebut merupakan salah satu dari sekian banyak permasalahan dalam dien yang mulia ini. Namun amat disayangkan, sebagian orang/kelompok menyikapi masalah “kekuasaan” ini secara berlebihan .Mereka manganggap masalah POLITIK serta kroni terdekatnya-KEKUASAAN- adalah perkara yang paling urgen sekarang ini, bahkan mereka menganggap kekhalifahan merupakan solusi satu-satunya untuk mengentaskan seabrek problematika yang tenganh menimpa umat Islam ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedang di lain pihak, mereka memandang rendah orang-orang yang berusaha menjauhkan diri dari lumpur jerat dosa politik, khususnya Ahlu sunnah wal jama’ah. Ahlu sunnah wal jamaah merupakan kelompok extrim, mereka hanya ngurus soal aqidah melulu, mereka adalah pemecah belah umat mereka adalah……(dsb…..dsb)…..segunung “gelar” mereka sandangkan ke Ahlu sunnah wal jamaah. APA BENAR DEMIKIAN? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menjawab masalah tersebut, kita perlu menilik kembali sirah da’wah Rosulullah SAW. Kita bersama sudah sepakat untuk bersumber pada Al-Qur’an dan As-Sunnah SESUAI dengan pemahaman generasi umat ini, generasi para shahabat. BUKAN berdasarkan dengan analisa akal atau perasaan yang bersifat nisbi dan spekulatif. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa pandangan alim ulama tentang imamah: &lt;br /&gt;
Imam Abul Hasan Al-Mawardi: “Imamah ditegakkan sebagai salah satu sarana untuk meneruskan Khilafatun Nubuwwah dalam rangak memelihara dien dan mengatur urusan dunia. Menegakkannya di tengah-tengah umat adalah wajib berdasarkan ijma’ bagi yang berwenang untuk itu, meskipun Al-Asham menyelisihi ijma tersebut. Kemudian yang diperselisihkan adalah, apakah hal itu wajib berdasarkan syar’I atau berdasarkan akal?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagian ulama berkata: “Wajib berdasarkan akal! Sebab secara tabiat, orang yg berakal pesti menyerahkan urusan mereka kepada seorang pemimpin yg dapat melindungi mereka dari tindak kedholiman. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang penyair bernama Al-Afwah Al-Audi berkata: &lt;br /&gt;
Urusan manusia akan hancur berantakan bila tanpa pemimpin. &lt;br /&gt;
Dan tidak ada gunanya pemimpin, &lt;br /&gt;
Jika orang-orang bodoh yg menguasainya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagian yg lain berpendapat: “Wajib berdasarkan dalil syar’i bukan dengan akal. Sebab seorang imam berkewajiban menerapkan hukum-hukum syari’at. Telah dibuktikan dengan akal itu sendiri bahwa saran ibadah tidak mungkin ditetapkan dengan logika. Oleh karena itu, akal bukanlah faktor yg mewajibkannya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan demikian, telah ditetapkan wajibnya mengangkat seorang imam status wajibnya adalah wajib kifayah, seperti halnya jihad, menuntut ilmu, dll.(ahkamus Sulthaniyah hal 5-6). Jadi hal ini termasuk FIQH yang tercantum dalam buku-buku fiqh beserta syarat-syaratnya. BUKAN termasuk masalah ushuludin apalagi rukun Islam. Masalah tsb tercantum dalam buku-buku furu’(fiqh) yg sangat mungkin timbul perbedaan pendapat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan mengangkat masalah imamah lebih dari yg semestinya serta berlebih-lebihan dalam mempropagandakannya termasuk dasar agama SYI’AH RAFIDHAH.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Created by Turfa Auliarachman
TurfaCom Corporation Company

Blog lain : http://turfa-a.blogspot.com, http://akudisini-turfa.blogspot.com, http://anak-tanjungsari.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4205837137248323859-9169196067897235650?l=anak-tanjungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlogKitaBersama/~4/9P5eGKb_-9A" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/feeds/9169196067897235650/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2010/01/renungan-untuk-kita.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/9169196067897235650?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/9169196067897235650?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlogKitaBersama/~3/9P5eGKb_-9A/renungan-untuk-kita.html" title="Renungan untuk Kita" /><author><name>Turfa Auliarachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08074301413785308784</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2010/01/renungan-untuk-kita.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkIESHw_fSp7ImA9WxBRGEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4205837137248323859.post-733120062241370176</id><published>2010-01-07T04:48:00.001-08:00</published><updated>2010-01-07T04:48:29.245-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-07T04:48:29.245-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cinta Islam" /><title>KESABARAN</title><content type="html">&lt;span style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;1. PENGERTIAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesabaran merupakan salah satu akhlak islam yang paling utama &amp;amp; wajib. Dalam struktur keimanan kesabaran adalah kepalanya. Hanya mereka yg m’dpt karunia &amp;amp; rahmat Allah yg mampu bersabar.&lt;br /&gt;
Dalam bhs. arab sabar artinya menahan. Sedangkan secara terminologis sabar artinya menahan diri dr marah &amp;amp; benci, menahan lisan dr mengeluh serta menahan tubuh dr tdk merusak. [ Ithaf al-Sadah al-Muttaqin ].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. AYAT-AYAT TENTANG KEUTAMAAN SABAR&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah ‘azza wa jalla berfirman:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* “Telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yg baik ( sbg janji ) untuk Bani Israel disebabkan kesabaran mereka.” (Qs.Al-‘araf:137)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* “Sesungguhnya hanya orang-orang yg bersabarlah yg dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Qs.Al-Zumar:10)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* “Dan bersabarlah sesungguhnya Allah beserta orang-orang yg sabar.” (Qs.Al-anfal:46)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* “Sesungguhnya Kami akan member balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (Qs.An-Nahl:96)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. HADIST TENTANG KEUTAMAAN SABAR&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Diriwayatkan dari Shuhaib al-Rumi bhw Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sungguh menakjubkan kehidupan seorang mukmin! Segala persoalan yang ada dihadapannya adl baik. Tdk ada seorangpun yg dapat melakukan itu selain mukmin. Bila diberi kebaikan, ia bersyukur. Maka, cobaan itu baik untuknya. Bila diberi kesusahan ia bersabar. Maka cobaan itu baik untuknya.” (HR. MUSLIM)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Diriwayatkan dari Abu Malik al-Asy’ari bhw Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Kebersihan adl sebagian iman. Ucapan al-hamdulillaah bisa memberatkan timbangan kebaikan. Pahala ucapan subhanallaah wa al-hamdulillaah seluas langit dan bumi. Shalat adl cahaya sedekah adl bukti. Sabar adl sinar.” (HR. BUKHARI)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Diriwayatkan dari Mahmud ibn Labid bhw Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Jika menyukai sebuah kaum Allah memberinya cobaan. Siapa yg sabar akan mendapatkan kesabaran Allah, dan siapa yg marah akan mendapatkan kemarahan Allah.” (HR. IMAM AHMAD)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.UCAPAN ULAMA TENTANG MAKNA KESABARAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Kesabaran adl berani menelan sesuatu yang pahit tanpa cemberut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Kesabaran adl membiasakan jiwa untuk menahan kebencian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Kesabaran adl sikap tegar bersama Allah dan mau menerima cobaan-Nya dgn hati lapang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Kesabaran adl sikap teguh menjalankan hukum-hukum dari Al-Qur’an dan Sunnah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. UCAPAN ULAMA TENTANG KEUTAMAAN SIKAP SABAR&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Beranilah untuk bersabar! Bila sikap sabar membuatmu mati maka matimu adl mati syahid. Bila sikap sabar membuatmu hidup maka hidupmu adl mulia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Sabar karena Allah adl kekayaan. (dinukil dr Tahdzib Madarij al-salikin dgn sdikit perubahan redaksi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Abu Darda berkata,”Mutiara iman adl sabar menjalankan hokum dan rida menerima takdir. (Ithaf al-Sadah al-Muttaqin)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Ketika menafsirkan firman Allah, Dan kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang member petunjuk dgn perintah Kami ketika mereka sabar, Sufyan bin Uyaynah (w.198) berkata, “ Mereka mengambil sikap utama ( sabar ) maka Allah menjadikan mereka orang2 utama (menjadi pemimpin).”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Sabar menghadapi kesulitan akan berubah keuntungan.&lt;br /&gt;
* Bersabarlah, wahai hamba yg berakal! Siapa tahu dgn sabar engkau beruntung. Ingatlah di balik setiap peristiwa menyedihkan terdapat kebahagiaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Sabar akan berubah kebahagiaan. Siapa yg mengharap Allah dlm segala hal, akan selamat. Siapa yg mengharap Allah, tdk akan celaka dan segala yang diharap dari Allah akan diterimanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wallahu'alam bish showab&lt;br /&gt;
----------&lt;br /&gt;
Sumber :&lt;br /&gt;
Buku “Petunjuk Nabi Agar Hatimu lebih Cerdas Lebih Ikhlas! Meraih Qalbun salim dgn Ibadah Hati”. Diterjemahkan dari Al-‘Ibadat al-Qalbiyya, karangan Muhammad Musa al-Syarif.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Created by Turfa Auliarachman
TurfaCom Corporation Company

Blog lain : http://turfa-a.blogspot.com, http://akudisini-turfa.blogspot.com, http://anak-tanjungsari.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4205837137248323859-733120062241370176?l=anak-tanjungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlogKitaBersama/~4/DRRu8gALlVE" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/feeds/733120062241370176/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2010/01/kesabaran.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/733120062241370176?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/733120062241370176?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlogKitaBersama/~3/DRRu8gALlVE/kesabaran.html" title="KESABARAN" /><author><name>Turfa Auliarachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08074301413785308784</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2010/01/kesabaran.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkYDSXczeip7ImA9WxBRFk0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4205837137248323859.post-2787781606891276959</id><published>2010-01-04T02:16:00.001-08:00</published><updated>2010-01-04T02:16:18.982-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-04T02:16:18.982-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cinta Islam" /><title>(dibalik fenomena facebook)</title><content type="html">Ketika Iffah mulai luntur &lt;br /&gt;
buat saudaraku dimanapun kau berada...&lt;br /&gt;
semoga bermanfaat...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
***********************************************************************&lt;br /&gt;
Ketika perpecahan keluarga menjadi tontonan yang ditunggu dalam sebuah episode infotainment setiap hari. Ketika aib seseorang ditunggu-tunggu ribuan mata bahkan jutaan dalam berita-berita media massa. Ketika seorang celebritis dengan bangga menjadikan kehamilannya di luar pernikahan yang sah sebagai ajang sensasei yang ditunggu-tunggu ...’siapa calon bapak si jabang bayi?’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada khabar yang lebih menghebohkan, lagi-lagi seorang celebrities yang belum resmi berpisah dengan suaminya, tanpa rasa malu berlibur, berjalan bersama pria lain, dan dengan mudahnya mengolok-olok suaminya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wuiih......mungkin kita bisa berkata ya wajarlah artis, kehidupannya ya seperti itu, penuh sensasi.Kalau perlu dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, aktivitasnya diberitakan dan dinikmati oleh publik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wuiiih......ternyata sekarang bukan hanya artis yang bisa seperti itu, sadar atau tidak, ribuan orang sekarang sedang menikmati aktivitasnya apapun diketahui orang, dikomentarin orang bahkan mohon maaf ....’dilecehkan’ orang, dan herannya perasaan yang didapat adalah kesenangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fenomena itu bernama facebook, setiap saat para facebooker meng update statusnya agar bisa dinikmati dan dikomentarin lainnya. Lupa atau sengaja hal-hal yang semestinya menjadi konsumsi internal keluarga, menjadi kebanggaan di statusnya. Lihat saja beberapa status facebook :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
Seorang wanita menuliskan “Hujan-hujan malam-malam sendirian, enaknya ngapain ya.....?”------kemudian puluhan komen bermunculan dari lelaki dan perempuan, bahkan seorang lelaki temannya menuliskan “mau ditemanin? Dijamin puas deh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
Seorang wanita lainnya menuliskan “ Bangun tidur, badan sakit semua, biasa....habis malam jumat ya begini...:” kemudian komen2 nakal bermunculan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
Ada yang menulis “ bete nih di rumah terus, mana misua jauh lagi....”, ----kemudian komen2 pelecehan bermunculan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
Ada pula yang komen di wall temannya “ eeeh ini si anu ya ...., yang dulu dekat dengan si itu khan? Aduuh dicariin tuh sama si itu....” ----lupa klu si anu sudah punya suami dan anak-anak yang manis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
Yang laki-laki tidak kalah hebat menulis statusnya “habis minum jamu nih...., ada yang mau menerima tantangan ?’----langsung berpuluh2 komen datang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
Ada yang hanya menuliskan, “lagi bokek, kagak punya duit...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
Ada juga yang nulis “ mau tidur nih, panas banget...bakal tidur pake dalaman lagi nih”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
Dan ribuan status-status yang numpang beken dan pengin ada komen-komen dari lainnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan itu sadar atau tidak sadar dinikmati oleh indera kita, mata kita, telinga kita, bahkan pikiran kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada yang lebih kejam dari sekedar status facebook, dan herannya seakan hilang rasa empati dan sensitifitas dari tiap diri terhadap hal-hal yang semestinya di tutup dan tidak perlu di tampilkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
Seorang wanita dengan nada guyon mengomentarin foto yang baru sj di upload di albumnya, foto-foto saat SMA dulu setelah berolah raga memakai kaos dan celana pendek.....padahal sebagian besar yg didalam foto tersebut sudah berjilbab&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
Ada seorang karyawati mengupload foto temannya yang sekarang sudah berubah dari kehidupan jahiliyah menjadi kehidupan islami, foto saat dulu jahiliyah bersama teman2 prianya bergandengan dengan ceria....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
Ada pula seorang pria meng upload foto seorang wanita mantan kekasihnya dulu yang sedang dalam kondisi sangat seronok padahal kini sang wanita telah berkeluarga dan hidup dengan tenang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasanya hilang apa yang diajarkan seseorang yang sangat dicintai Allah...., yaitu Muhammad, Rasulullah kepada umatnya. Seseorang yang sangat menjaga kemuliaan dirinya dan keluarganya. Ingatkah ketika Rasulullah bertanya pada Aisyah “ Wahai Aisyah apa yang dapat saya makan pagi ini?” maka Istri tercinta, sang humairah, sang pipi merah Aisyah menjawab “ Rasul, kekasih hatiku, sesungguhnya tidak ada yang dapat kita makan pagi ini”. Rasul dengan senyum teduhnya berkata “baiklah Aisyah, aku berpuasa hari ini”. Tidak perlu orang tahu bahwa tidak ada makanan di rumah rasulullah....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingatlah Abdurahman bin Auf mengikuti Rasulullah berhijrah dari mekah ke madinah, ketika saudaranya menawarkannya sebagian hartanya, dan sebagian rumahnya, maka abdurahman bin auf mengatakan, tunjukan saja saya pasar. Kekurangannya tidak membuat beliau kehilangan kemuliaan hidupnya. Bahwasanya kehormatan menjadi salah satu indikator keimanan seseorang, sebagaimana Rasulullah, bersabda, “Malu itu sebahagian dari iman”. (Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan fenomena di atas menjadi Tanda Besar buat kita umat Islam, hegemoni ‘kesenangan semu’ dan dibungkus dengan ‘persahabatan fatamorgana’ ditampilkan dengan mudahnya celoteh dan status dalam facebook yang melindas semua tata krama tentang Malu, tentang menjaga Kehormatan Diri dan keluarga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Rasulullah menegaskan dengan sindiran keras kepada kita “Apabila kamu tidak malu maka perbuatlah apa yang kamu mau.” (Bukhari). Arogansi kesenangan semakin menjadi-jadi dengan tanpa merasa bersalah mengungkit kembali aib-aib masa lalu melalui foto-foto yang tidak bermartabat yang semestinya dibuang saja atau disimpan rapat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi mereka para wanita yang menemukan jati dirinya, dibukakan cahayanya oleh Allah sehingga saat di masa lalu jauh dari Allah kemudian ter inqilabiyah – tershibghoh, tercelup dan terwarnai cahaya ilahiyah, hatinya teriris melihat masa lalunya dibuka dengan penuh senyuman, oleh orang yang mengaku sebagai teman, sebagai sahabat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka jagalah kehormatan diri, jangan tampakkan lagi aib-aib masa lalu, mudah-mudahan Allah menjaga aib-aib kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka jagalah kehormatan diri kita, simpan rapat keluh kesah kita, simpan rapat aib-aib diri, jangan bebaskan ‘kesenangan’, ‘gurauan’ membuat Iffah kita luntur tak berbekas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
***********************************************************************&lt;br /&gt;
mohon kiranya untuk men-tag ataupun men-sharing artikel ini dengan orang yang Anda kasihi demi kebaikan kita bersama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
terima kasih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Created by Turfa Auliarachman
TurfaCom Corporation Company

Blog lain : http://turfa-a.blogspot.com, http://akudisini-turfa.blogspot.com, http://anak-tanjungsari.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4205837137248323859-2787781606891276959?l=anak-tanjungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlogKitaBersama/~4/XymCveTw51A" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/feeds/2787781606891276959/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2010/01/dibalik-fenomena-facebook.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/2787781606891276959?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/2787781606891276959?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlogKitaBersama/~3/XymCveTw51A/dibalik-fenomena-facebook.html" title="(dibalik fenomena facebook)" /><author><name>Turfa Auliarachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08074301413785308784</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2010/01/dibalik-fenomena-facebook.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0MAQ3czeSp7ImA9WxBREk4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4205837137248323859.post-4866610261326289932</id><published>2009-12-30T19:50:00.002-08:00</published><updated>2009-12-30T19:50:42.981-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-12-30T19:50:42.981-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cinta Islam" /><title>Muhasabah Harian Setiap Muslim</title><content type="html">&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;1. Apakah anda setiap hari selalu shalat shubuh berjamaah di masjid ? (bagi ikhwan)&lt;br /&gt;
2. Apakah anda selalu menjaga shalat yang 5 waktu berjamaah di masjid ? (bagi ikhwan)&lt;br /&gt;
3. Apakah anda hari ini membaca Al-Qur’an?&lt;br /&gt;
4. Apakah anda rutin membaca dzikir setelah selesai melaksanakan shalat wajib?&lt;br /&gt;
5. Apakah anda selalu menjaga shalat sunnah rawatib sebelum dan sesudah shalat wajib?&lt;br /&gt;
6. Apakah anda hari ini khusyu’ dalam shalat, menghayati apa yang anda baca?&lt;br /&gt;
7. Apakah anda hari ini mengingat mati dan kubur?&lt;br /&gt;
8. Apakah anda hari ini mengingat hari kiamat, segala peristiwa dan kedahsyatannya?&lt;br /&gt;
9. Apakah anda telah memohon kepada Allah sebanyak 3 kali agar dimasukkan ke dalam syurga?&lt;br /&gt;
10. Apakah anda telah meminta perlindungan kepada Allah sebanyak 3 kali agar diselamatkan dari api neraka? Karena: "Barang siapa yang memohon syurga kepada Allah sebanyak 3 kali, Syurga berkata, "Wahai Allah! Masukkanlah ia ke dalam syurga", dan barang siapa yang meminta perlindungan kepada Allah agar diselamatkan dari api neraka sebanyak 3 kali, Neraka berkata, "Wahai Allah! Selamatkan ia dari api neraka"." (Shahih Al-Jami’ No. 6151 Jilid 6)&lt;br /&gt;
11. Apakah anda hari ini membaca hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam?&lt;br /&gt;
12. Apakah anda pernah berfikir untuk menjauhi teman-teman yang tidak baik?&lt;br /&gt;
13. Apakah anda telah berusaha untuk menghindari banyak tertawa dan bergurau?&lt;br /&gt;
14. Apakah anda hari ini menangis karena takut kepada Allah?&lt;br /&gt;
15. Apakah anda selalu membaca dzikir pagi dan sore hari?&lt;br /&gt;
16. Apakah anda hari ini telah memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa yang telah anda perbuat?&lt;br /&gt;
17. Apakah anda telah memohon kepada Allah dengan benar untuk mati syahid? Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa yang memohon kepada Allah dengan benar untuk mati syahid, maka Allah akan memberikan kedudukan sebagai syuhada meskipun ia meninggal di atas tempat tidurnya." (HR. Muslim)&lt;br /&gt;
18. Apakah anda telah berdo’a kepada Allah agar Ia menetapkan hati anda di atas agama-Nya?&lt;br /&gt;
19. Apakah anda telah mengambil kesempatan untuk berdo’a kepada Allah di waktu –waktu yang mustajab?&lt;br /&gt;
20.Apakah anda telah membeli buku-buku islam untuk memahami islam? (Tentu dengan memilih buku-buku yang sesuai dengan pemahaman yang diikuti oleh para sahabat Nabi, karena banyak juga buku-buku Islam yang tersebar di pasaran justru merusak pemahaman Islam yang benar).&lt;br /&gt;
21. Apakah anda memintakan ampun kepada Allah untuk saudara-saudara mukminin dan mukminah? Karena dengan mendo’akan mereka anda mendapat kebaikan pula. (Shahih Al-Jami’ No. 5902)&lt;br /&gt;
22. Apakah anda telah memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya atas nikmat Islam?&lt;br /&gt;
23. Apakah anda telah memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya atas nikmat mata, telinga, hati dan segala nikmat lainnya?&lt;br /&gt;
24. Apakah hari ini anda telah bersedekah kepada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan?&lt;br /&gt;
25. Apakah anda dapat menahan amarah yang disebabkan karena urusan pribadi dan berusaha untuk marah karena Allah semata?&lt;br /&gt;
26. Apakah anda telah berusaha untuk selalu menjauhkan diri dari sikap sombong dan membanggakan diri?&lt;br /&gt;
27. Apakah anda telah mengunjungi saudara –saudara seiman dan seagama (ikhlas karena Allah semata)?&lt;br /&gt;
28. Apakah anda telah berdakwah untuk keluarga, saudara-saudara, tetangga, dan siapa saja yang yang ada hubungannya dengan diri anda?&lt;br /&gt;
29. Apakah anda termasuk orang yang berbakti kepada orang tua?&lt;br /&gt;
30. Apakah anda selalu mengucapkan "Innaa Lillaahi wa Innaa Ilaihi Raaji’uun – Sesungguhnya kami kepunyaan Allah dan sesungguhnya kami kembali kepada-Nya" jika anda mendapat musibah dari Allah? Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Hendaklah masing-masing kalian melakukan istirja’ (mengucapkan Innaa Lillaahi wa Innaa Ilaihi Raaji’uun) pada setiap hal meskipun ketika tali sandalnya putus karena hal itu termasuk musibah." (Hadits hasan, lihat Shahih Al-Kalimut Thayyib No. 140)&lt;br /&gt;
31. Apakah anda hari ini mengucapkan do’a: "Allahumma Innii A’uudzubika an Usyrikabika wa Anaa A’lam wa Astaghfiruka Limaa laa A’lam – Ya allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu sedangkan aku mengetahui dan aku memohon ampunan-Mu terhadap apa-apa yang tidak aku ketahui." (Shahih Al-Jami’ No. 3625). Barang siapa yang mengucapkannya maka Allah akan menjauhkan darinya dari syirik besar dan syirik kecil.&lt;br /&gt;
32. Apakah anda selalu berbuat baik kepada tetangga?&lt;br /&gt;
33. Apakah anda telah membersihkan hati dari sombong, riya, hasad dan dengki?&lt;br /&gt;
34. Apakah anda telah membersihkan lisan anda dari perkataan dusta, mengumpat, mengadu domba, berdebat kusir dan berbuat serta berkata yang tidak ada manfaatnya?&lt;br /&gt;
35. Apakah anda selalu takut kepada Allah dalam hal penghasilan, makanan, minuman dan pakaian?&lt;br /&gt;
36. Apakah anda selalu bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya di segala waktu atas segala dosa dan kesalahan?&lt;br /&gt;
"Akhi muslim, jawablah pertanyaan-pertanyaan di atas dengan perbuatan nyata, agar engkau mendapat ridla Allah dan menjadi orang-orang yang beruntung di dunia dan di akherat, Insya Allah."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber:&lt;br /&gt;
- Zaadul Muslim Al-Yaumi , Syaikh Abdullah bin Jaarullah bin Ibrahim Al-Jaarullah .&lt;br /&gt;
- Al-Qabru ‘Adzaabuhu wa Na’iimuhu, Syaikh Husain Al-‘Awaisyah&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Created by Turfa Auliarachman
TurfaCom Corporation Company

Blog lain : http://turfa-a.blogspot.com, http://akudisini-turfa.blogspot.com, http://anak-tanjungsari.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4205837137248323859-4866610261326289932?l=anak-tanjungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlogKitaBersama/~4/yglR8srQNE8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/feeds/4866610261326289932/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2009/12/muhasabah-harian-setiap-muslim.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/4866610261326289932?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/4866610261326289932?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlogKitaBersama/~3/yglR8srQNE8/muhasabah-harian-setiap-muslim.html" title="Muhasabah Harian Setiap Muslim" /><author><name>Turfa Auliarachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08074301413785308784</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2009/12/muhasabah-harian-setiap-muslim.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0MEQ30-fSp7ImA9WxBREk4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4205837137248323859.post-6515884153667138554</id><published>2009-12-30T19:50:00.000-08:00</published><updated>2009-12-30T19:50:02.355-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-12-30T19:50:02.355-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cinta Islam" /><title>TERAPI PENYAKIT AL-ISYQ</title><content type="html">&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Sebagai salah satu jenis penyakit, tentulah al-isyq dapat disembuhkan dengan terapi-terapi tertentu. Diantara terapi tersebut adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Jika terdapat peluang bagi orang yang sedang kasmaran tersebut untuk meraih cinta orang yang dikasihinya dengan ketentuan syariat dan suratan taqdirnya, maka inilah terapi yang paling utama. Sebagaimana terdapat dalam sahihain dari riwayat Ibn Mas’ud Radhiyallahu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hai sekalian pemuda, barang siapa yang mampu untuk menikah maka hendaklah dia menikah , barang siap yang belum mampu maka hendaklah berpuasa karena puasa dapat menahan dirinya dari ketergelinciran (kepada perbuatan zina)”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hadis ini memberikan dua solusi, solusi utama, dan solusi pengganti. Solusi petama adalah menikah, maka jika solusi ini dapat dilakukan maka tidak boleh mencari solusi lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibnu Majah meriwaytkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;
“Aku tidak pernah melihat ada dua orang yang saling mengasihi selain melalui jalur pernikahan”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah tujuan dan anjuran Allah untuk menikahi wanita, baik yang merdeka ataupun budak dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah”.[An-Nisa : 28]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah menyebutkan dalam ayat ini keringanan yang diberikannya terhadap hambaNya dan kelemahan manusia untuk menahan syahwatnya dengan membolehkan mereka menikahi para wanita yang baik-baik dua, tiga ataupun empat, sebagaimana Allah membolehkan bagi mereka mendatangi budak-budak wanita mereka. Sampai-sampai Allah membuka bagi mereka pintu untuk menikahi budak-budak wanita jika mereka butuh sebagai peredam syahwat, keringanan dan rahmati-Nya terhadap makluk yang lemah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Jika terapi pertama tidak dapat dilakukan karena tertutupnya peluang menuju orang yang dikasihinya karena ketentuan syar’i dan takdir, penyakit ini bisa semangkin ganas. Adapun terapinya harus dengan meyakinkan dirinya bahwa apa-apa yang diimpikannya mustahil terjadi, lebih baik baginya untuk segera melupakannya. Jiwa yang berputus asa untuk mendapatkan sesuatu, niscaya akan tenang dan tidak lagi mengingatnya. Jika ternyata belum terlupakan, akan berpengaruh terhadap jiwanya sehingga semangkin menyimpang jauh.&lt;br /&gt;
Dalam kondisi seperti ini wajib baginya untuk mencari terapi lain yaitu dengan mengajak akalnya berfikir bahwa menggantungkan hatinya kepada sesuatu yang mustahil dapat dijangkau adalah perbuatan gila, ibarat pungguk merindukan bulan. Bukankah orang-orang akan mengganggapnya termasuk ke dalam kumpulan orang-orang yang tidak waras?&lt;br /&gt;
Apabila kemungkinan untuk mendapatkan apa yang dicintainya tertutup karena larangan syariat, terapinya adalah dengan mengangap bahwa yang dicintainya itu bukan ditakdirkan menjadi miliknya. Jalan keselamatan adalah dengan menjauhkan dirinya dari yang dicintainya. Dia harus merasa bahwa pintu kearah yang diingininya tertutup, dan mustahil tercapai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Jika ternyata jiwanya yang selalu menyuruhnya kepada kemungkaran masih tetap menuntut, hendaklah dia mau meninggalkannya karena dua hal, pertama karena takut (kepada Allah) yaitu dengan menumbuhkan perasaan bahwa ada hal yang lebih layak dicintai, lebih bermanfaat, lebih baik dan lebih kekal. Seseorang yang berakal jika menimbang-nimbang antara mencintai sesuatu yang cepat sirna dengan sesuatu yang lebih layak untuk dicintai, lebih bermanfaat, lebih kekal dan lebih nikmat, akan memilih yang lebih tinggi derajatnya. Jangan sampai engkau menggadaikan kenikmatan abadi yang tidak terlintas dalam pikiranmu dengan kenikmatan sesaat yang segera berbalik menjadi sumber penyakit. Ibarat orang yang sedang bermimpi indah, ataupun menghayal terbang melayang jauh, ketika tersadar ternyata hanyalah mimpi dan khayalan, akhirnya sirnalah segala keindahan semu, tinggal keletihan, hilang nafsu dan kebinasaan menunggu.&lt;br /&gt;
Kedua keyakinan bahwa berbagai resiko yang sangat menyakitkan akan ditemuinya jika dia gagal melupakan yang dikasihinya, dia akan mengalami dua hal yang menyakitkan sekaligus, yaitu:gagal dalam mendapatkan kekasih yang diinginkannya, dan bencana menyakitkan dan siksa yang pasti akan menimpanya. Jika yakin bakal mendapati dua hal menyakitkan ini niscaya akan mudah baginya meninggalkan perasaan ingin memiliki yang dicinta.Dia akan bepikir bahwa sabar menahan diri itu lebih baik. Akal, agama , harga diri dan kemanusiaannya akan memerintahkannya untuk bersabar sedikit demi mendapatkan kebahagiaan yang abadi. Sementara kebodohan, hawa nafsu, kezalimannya kan memerintahkannya untuk mengalah mendapatkan apa yang dikasihinya .&lt;br /&gt;
orang yang terhindar adalah orang-orang yang dipelihara oleh Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Jika hawa nafsunya masih tetap ngotot dan tidak terima dengan terapi tadi, maka hendaklah berfikir mengenai dampak negatif dan kerusakan yang akan ditimbulkannya segera, dan kemasalahatan yang akan gagal diraihnya. Sebab mengikuti hawa nafsunya akan menimbulkan kerusakan dunia dan menepis kebaikan yang datang, lebih parah lagi dengan memperturutkan hawa nafsu ini akan menghalanginya untuk mendapat petunjuk yang merupakan kunci keberhasilannya dan kemaslahatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Jika terapi ini tidak mempan juga untuknya, hendaklah dia selalu mengingat sisi-sisi kejelekan kekasihnya,dan hal-hal yang membuatnya dampat menjauh darinya, jika dia mau mencari-cari kejelekan yang ada pada kekasihnya niscaya dia akan mendapatkannya lebih dominan dari keindahannya, hendaklah dia banyak bertanya kepada orang-orang yang berada disekeliling kekasihnya tentang berbagai kejelekannya yang tersembunyi baginya. Sebab sebagaiman kecantikan adalah faktor pendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya demikian pula kejelekan adalah pendorong kuat agar dia dapat membencinya dan menjauhinya. Hendaklah dia mempertimbangkan dua sisi ini dan memilih yang terbaik baginya. Jangan sampai terperdaya dengan kecantikan kulit dengan membandingkannya dengan orang yang terkena penyakit sopak dan kusta, tetapi hendaklah dia memalingkan pandangannnya kepada kejelelekan sikap dan prilakunya, hendaklah dia menutup matanya dari kecantikan fisik dan melihat kepada kejekan yang diceritakan mengenainya dan kejelekan hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Jika terapi ini masih saja tidak mempan baginya, maka terapi terakhir adalah mengadu dan memohon dengan jujur kepada Allah yang senantiasa menolong orang-orang yang ditimpa musibah jika memohon kepadaNya, hendaklah dia menyerahkan jiwa sepenuhnya dihadapan kebesaranNya, sambil memohon, merendahkan dan menghinakan diri. Jika dia dapat melaksankan terapi akhir ini, maka sesunguhnya dia telah membuka pintu taufik (pertolongan Allah). Hendaklah dia berbuat iffah (menjaga diri) dan menyembunyikan perasaannya, jangan sampai dia menjelek-jelekkan kekasihanya dan mempermalukannya dihadapan manusia, ataupun menyakitinya, sebab hal tersebut adalah kezaliman dan melampaui batas.&lt;br /&gt;
=======================&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wallahu’alam bish showab&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Smoga dpt bermanfaat bagi antum sekalian terutama bagi diri saya!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber :&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://abuzahrakusnanto.wordpress.com/link-sunnah/" onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &amp;quot;2faf6eb0fa71c4132bd73db0afffdaeb&amp;quot;, event)" rel="nofollow" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;" target="_blank"&gt;http://abuzahrakusnanto.wordpress.com/link-sunnah/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Created by Turfa Auliarachman
TurfaCom Corporation Company

Blog lain : http://turfa-a.blogspot.com, http://akudisini-turfa.blogspot.com, http://anak-tanjungsari.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4205837137248323859-6515884153667138554?l=anak-tanjungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlogKitaBersama/~4/ZKiSG5zPmlY" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/feeds/6515884153667138554/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2009/12/terapi-penyakit-al-isyq.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/6515884153667138554?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/6515884153667138554?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlogKitaBersama/~3/ZKiSG5zPmlY/terapi-penyakit-al-isyq.html" title="TERAPI PENYAKIT AL-ISYQ" /><author><name>Turfa Auliarachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08074301413785308784</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2009/12/terapi-penyakit-al-isyq.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0QARH04eCp7ImA9WxBREk4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4205837137248323859.post-2396098057472190367</id><published>2009-12-30T19:49:00.000-08:00</published><updated>2009-12-30T19:49:05.330-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-12-30T19:49:05.330-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cinta Islam" /><title>PENYAKIT AL-ISYQ (MABUK CINTA)</title><content type="html">&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Oleh :: Ibnu Qayyim Al-Jauziyah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mukaddimah ::&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Virus hati yang bernama cinta ternyata telah banyak memakan korban. Mungkin anda pernah mendengar seorang remaja yang nekat bunuh diri disebabkan putus cinta, atau tertolak cintanya. Atau anda pernah mendengar kisah Qeis yang tergila-gila kepada Laila. Kisah cinta yang bermula sejak mereka bersama mengembala domba ketika kecil hingga dewasa. Akhirnya sungguh tragis, Qeis benar-benar menjadi gila ketika laila dipersunting oleh pria lain. Apakah anda pernah mengalami problema seperti ini atau sedang mengalaminya? mau tau terapinya? Mari sama-sama kita simak terapi mujarab yang disampaikan Ibnu Qoyyim dalam karya besarnya Zadul Ma’ad.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau berkata : Gejolak cinta adalah jenis penyakit hati yang memerlukan penanganan khusus disebabkan perbedaannya dengan jenis penyakit lain dari segi bentuk, sebab maupun terapinya. Jika telah menggerogoti kesucian hati manusia dan mengakar di dalam hati, sulit bagi para dokter mencarikan obat penawarnya dan penderitanya sulit disembuhkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KRITERIA MANUSIA YANG BERPOTENSI TERJANGKIT PENYAKIT AL-ISYQ::&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit al-isyq akan menimpa orang-orang yang hatinya kosong dari rasa mahabbah (cinta) kepada Allah, selalu berpaling dariNya dan dipenuhi kecintaan kepada selainNya. Hati yang penuh cinta kepada Allah dan rindu bertemu dengaanNya pasti akan kebal terhadap serangan virus ini, sebagaimana yang terjadi dengan Yusuf alaihis salam:&lt;br /&gt;
“Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tiada melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih” [Yusuf : 24]&lt;br /&gt;
Nyatalah bahwa Ikhlas merupakan immunisasi manjur yang dapat menolak virus ini dengan berbagai dampak negatifnya berupa perbuatan jelek dan keji.Artinya memalingkan seseorang dari kemaksiatan harus dengan menjauhkan berbagai sarana yang menjurus ke arah itu .&lt;br /&gt;
Berkata ulama Salaf: penyakit cinta adalah getaran hati yang kosong dari segala sesuatu selain apa yang dicinta dan dipujanya. Allah berfirman mengenai Ibu Nabi Musa:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hatinya” [Al-Qasas :11]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yakni kosong dari segala sesuatu kecuali Musa karena sangat cintanya kepada Musa dan bergantungnya hatinya kepada Musa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BAGAIMANA VIRUS INI BISA BERJANGKIT ? ::&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit al-isyq terjadi dengan dua sebab, Pertama : Karena mengganggap indah apa-apa yang dicintainya. Kedua: perasaan ingin memiliki apa yang dicintainya. Jika salah satu dari dua faktor ini tiada niscaya virus tidak akan berjangkit. Walaupun Penyakit kronis ini telah membingungkan banyak orang dan sebagian pakar berupaya memberikan terapinya, namun solusi yang diberikan belum mengena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
MAKHLUK DICIPTAKAN SALING MENCARI YANG SESUAI DENGANNYA::&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata Ibn al-Qayyim: ketetapan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan hikmahNya menciptakan makhlukNya dalam kondisi saling mencari yang sesuai dengannya, secara fitrrah saling tertarik dengan jenisnya, sebaliknya akan menjauh dari yang berbeda dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rahasia adanya percampuran dan kesesuaian di alam ruh akan mengakibatkan adanya keserasian serta kesamaan, sebagaimana adanya perbedaan di alam ruh akan berakibat tidak adanya keserasian dan kesesuaian. Dengan cara inilah&lt;br /&gt;
tegaknya urusan manusia. Allah befirman:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya” [Al-A'raf :189]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam ayat ini Allah menjadikan sebab perasaan tentram dan senang seorang lelaki terhadap pasangannya karena berasal dari jenis dan bentuknya. Jelaslah faktor pendorong cinta tidak bergantung dengan kecantikan rupa, dan tidak pula karena adanya kesamaan dalam tujuan dan keingginan, kesamaan bentuk dan dalam mendapat petunjuk, walaupun tidak dipungkiri bahwa hal-hal ini merupakan salah satu penyebab ketenangan dan timbulnya cinta.&lt;br /&gt;
Nabi salallahu’alaihi wasallam pernah mengatakan dalam sebuah hadisnya:&lt;br /&gt;
“Ruh-ruh itu ibarat tentara yang saling berpasangan, yang saling mengenal sebelumnya akan menyatu dan yang saling mengingkari akan berselisih “( Hadis Riwayt Bukhari 7/267dari hadis Aisyah secara muallaq, dan Muslim (2638) dari jalan Abu Hurairah secara mausul )&lt;br /&gt;
Umar ibn Khtaab dan setelahnya Imam Ahmad pernah berkata mengenai tafsiran wajahum yakni yang sesuai dan mirip dengannya .Allah juga berfirman&lt;br /&gt;
“Artinya : Dan apabila jiwa dipertemukan” [At-Takwir : 7]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yakni setiap orang akan digiring dengan orang-orang yang sama prilakunya dengannya, Allah akan menggiring antara orang-orang yang saling mencintai kareNya di dalam surga dan akan menggiring orang orang yang saling bekasih-kasihan diatas jalan syetan di neraka Jahim, tiap oran akan digiring dengan siapa yang dicintainya mau tidak mau.&lt;br /&gt;
Di dalam mustadrak Al-Hakim disebukan bahwa Nabi bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum kecuali akan digiring bersama mereka kelak” (Diriwayatkan oleh Ahmad 6/145, 160, dan an-Nasai)&lt;br /&gt;
[Diterjemahkan oleh : Ustadz Ahmad Ridwan,Lc (Abu Fairuz Al-Medani), Dari kitab : Zadul Ma'ad Fi Hadyi Khairi Ibad, Juz 4, halaman 265-274, Penulis Ibnu Qayyim Al-Jauziah]&lt;br /&gt;
_________&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Created by Turfa Auliarachman
TurfaCom Corporation Company

Blog lain : http://turfa-a.blogspot.com, http://akudisini-turfa.blogspot.com, http://anak-tanjungsari.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4205837137248323859-2396098057472190367?l=anak-tanjungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlogKitaBersama/~4/OLEozM6B4kM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/feeds/2396098057472190367/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2009/12/penyakit-al-isyq-mabuk-cinta.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/2396098057472190367?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/2396098057472190367?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlogKitaBersama/~3/OLEozM6B4kM/penyakit-al-isyq-mabuk-cinta.html" title="PENYAKIT AL-ISYQ (MABUK CINTA)" /><author><name>Turfa Auliarachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08074301413785308784</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2009/12/penyakit-al-isyq-mabuk-cinta.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUcESXk6fCp7ImA9WxBSGUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4205837137248323859.post-8907498822389946711</id><published>2009-12-27T17:16:00.001-08:00</published><updated>2009-12-27T17:16:48.714-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-12-27T17:16:48.714-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cinta Islam" /><title>Bolehkah memberi ucapan "Selamat hari raya???</title><content type="html">&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Tanya :&lt;br /&gt;
Apakah boleh memberikan ucapan selamat hari raya atau yang lainnya kepada orang orang Masihiyun?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab :&lt;br /&gt;
Yang benar adalah jika kita mengatakan : orang-orang nasrani, karena kalimat masihiyun berarti menisbatkan syariat (yang di bawah Nabi Isa) kepada agama mereka, artinya mereka menisbatkan diri mereka kepada Al-Masih Isa bin Maryam. Padahal telah diketahui bahwa Isa bin Maryam alahissalam telah membawa kabar gembira untuk Bani Israil dengan (kedatangan) Muhammad. Allah azza wa jalla berfirman:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: `Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)`. Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: Ini adalah sihir yang nyata" (Ash-Shaff: 6).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka jika mereka mengkafiri Muhammad Shallallahu alai wassallam maka berarti mereka telah mengkafiri Isa; kerena mereka telah menolak kabar gembira yang beliau sampaikan kepada mereka. Dan oleh karena itu kita mensifati mereka dengan apa yang disifatkan Allah atas mereka dalam Al-Qur`an dan dengan apa yang disifatkan oleh Rasulullah Shallallahu alai wassallam dalam As-Sunnah, dan yang disifatkan oleh para ulama muslimin dengan sifat ini yaitu bahwa mereka adalah nashrani sehingga kitapun mengatakan: sesungguhnya orang-orang nashrani jika mengkafiri Muhammad Shallallahu alai wassallam maka sebenarnya mereka telah mengkafiri Isa bin Maryam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi mereka mengatakan: Sesungguhnya Isa bin Maryam telah memberi kabar gembira kepada kami dengan seorang rasul yang akan datang sesudahnya yang namanya Ahmad, sementara yang datang namanya adalah Muhammad. Maka kami menanti (rasul yang bernama) Ahmad, sedangkan Muhammad adalah bukanlah yang dikabar gembirakan oleh Isa. Maka apakah jawaban atas penyimpangan ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawabannya adalah kita mengatakan bahwa Allah telah berfirman: Maka ketika ia (Muhammad) datang kepada mereka dengan penjelasan-penjelasan. Ayat ini menunjukkan bahwa rasul tersebut telah datang; dan apakah telah datang kepada mereka seorang rasul selain Muhammad Shallallahu alai wassallam setelah Isa? Tentu saja tidak, tidak seorang rasulpun yang datang sesudah Isa selain Muhammad Shallallahu alai wassallam. Dan berdasarkan ini maka wajiblah atas mereka untuk beriman kepada Muhammad Shallallahu alai wassallam dan juga kepada Isa .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasul telah beriman kepada Al-Qur`an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, Malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya dan rasul-rasulNya (mereka mengakatan): `Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasulNya. (Al-Baqarah:285)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu Nabi Shallallahu alai wassallam bersabda:&lt;br /&gt;
Barangsiapa yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah dan bahwa Isa adalah hamba dan utusan Allah (Catatan kaki: Bagian dari hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 3435 dalam kitab Ahaditsul Anbiya` bab Qauluhu Ta`ala: Ya Ahal Kitabi La Taghlul Fi Dinikum, dan oleh Muslim no. 28 dalam kitab Al-Iman bab Ad-Dalil `Alaa Inna Man Maata `Alat Tauhiid Dakhalal Jannah Qath`an dari hadits `Ubadah bin Ash-Shamit Radhiallahu ‘Anhu).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka tidak sempurna iman kita kecuali dengan beriman kepada Isa dan bahwa beliau adalah hamba dan utusan Allah, sehingga kita tidak mengatakan sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang nashrani; bahwa ia adalah putra Allah, dan tidak (pula mengatakan) bahwa ia adalah tuhan. Dan kita tidak pula mengatakan sebagaimana yang dikatakan oleh orang yahudi: bahwa beliau adalah pendusta dan bukan seorang Rasul dari Allah, akan tetapi kita mengatakan bahwa Isa di utus kepada kaumnya dan bahwa syari’at Isa dan nabi-nabi yang lainnya telah dihapus oleh syari’at Nabi Muhammad Shallallahu alai wassallam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun memberi ucapan selamat hari raya natal dan tahun baru kepada orang-orang nashrani atau hari raya orang yahudi maka ia adalah haram berdasarkan kesepakatan para ulama sebagaimana disebutkan Ibnul Qayyim Rahimahullah dalam kitab Ahkam Ahli Adz-Dzimmah, dan silahkan anda membaca teks tulisan beliau:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan adapun memberikan ucapan selamat untuk syiar-syiar kekufuran yang bersifat khusus maka ia adalah haram secara ijma`, seperti mengucapkan selama untuk hari raya dan puasa mereka dengan mengatakan : "hari raya yang diberkahi untuk anda”. Maka yang seperti ini kalaupun orang yang mengucapkan selamat dari kekufuran maka perbuatan itu termasuk yang diharamkan. Dan ia sama dengan memberikan selamat untuk sujudnya kepada salib. Bahkan itu lebih besar dosanya dan lebih dimurkai oleh Allah daripada memberikan selamat atas perbuatannya meminum khamar, membunuh, melakukan zina dan yang semacamnya. Dan banyak orang yang tidak memiliki penghormatan terhadap Ad-dien terjatuh dalam hal itu dan ia tidak mengetahui apa yang telah ia lakukan. Selesai tulisan beliau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disalin ulang dari buku Panduan Kebangkitan Islam, (judul asli: Ash-Shahwah Al-Islamiyah; dhawabith wa taujihat), oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Darul Haq,&lt;br /&gt;
cetakan pertama Juli 2002&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Created by Turfa Auliarachman
TurfaCom Corporation Company

Blog lain : http://turfa-a.blogspot.com, http://akudisini-turfa.blogspot.com, http://anak-tanjungsari.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4205837137248323859-8907498822389946711?l=anak-tanjungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlogKitaBersama/~4/GwohG9UmL-0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/feeds/8907498822389946711/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2009/12/bolehkah-memberi-ucapan-selamat-hari_27.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/8907498822389946711?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/8907498822389946711?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlogKitaBersama/~3/GwohG9UmL-0/bolehkah-memberi-ucapan-selamat-hari_27.html" title="Bolehkah memberi ucapan &quot;Selamat hari raya???" /><author><name>Turfa Auliarachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08074301413785308784</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2009/12/bolehkah-memberi-ucapan-selamat-hari_27.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CE4HSH07fCp7ImA9WxBSGUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4205837137248323859.post-3191302602061226727</id><published>2009-12-27T17:15:00.001-08:00</published><updated>2009-12-27T17:15:39.304-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-12-27T17:15:39.304-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cinta Islam" /><title>HUKUM MENGIKUTI PERAYAAN ORANG KAFIR.</title><content type="html">&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Bergabung dalam perayaan orang-orang non muslim adalah haram. Sebab hal itu termasuk sikap tolong menolong dalam perbuatan dosa dan pelanggaran. Padahal Allah Subhanahu wata’ala telah berfirman:&lt;br /&gt;
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran." (QS Al-Maidah : 2)&lt;br /&gt;
Apabila perayaan itu untuk acara-acara keagamaan, bergabung dengan mereka sama saja dengan mengakui agama mereka dan meridhai kekufuran yang ada pada mereka. Apabila perayaan itu bukan untuk acara-acara keagamaan, bagaimana mungkin hal itu diperbolehkan ditengah orang-orang kafir apabila perayaan serupa tidak ada ditengah orang-orang Muslim?&lt;br /&gt;
Maka para ulama berpendapat, bahwa orang-orang muslim tidak boleh bergabung dalam dalam perayaan orang-orang kafir. Sebab tindakan itu sama dengan mengakui dan meridhai agama mereka yang bathil, disamping hal itu merupakan tindakan tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan pelanggaran.&lt;br /&gt;
Para ulama berbeda pendapat tentang orang muslim yang menerima hadiah dari orang non muslim, dalam kaitannya dengan hadiah acara perayaannya. Bolehkah dia menerima hadiah tersebut ataukah tidak boleh?&lt;br /&gt;
Sebagian ulama tidak memperbolehkan menerima hadiah dari acara perayaan mereka. Sebab hal itu merupakan tanda perwujudan ridha terhadap acara perayaan mereka. Dan diantara ulama ada yang memperbolehkannya.&lt;br /&gt;
Yang jelas, apabila tidak ada bahaya dalam kaitannya dengan syari'at. Yaitu tidak menimbulkan anggapan didalam diri orang yang memberi hadiah bahwa engkau ridha terhadap agamanya, maka boleh menerima hadiahnya. Kalau tidak, maka menolaknya adalah lebih diutamakan.&lt;br /&gt;
Ada baiknya saya sebutkan peryataan Ibnul-Qayyim didalam buku Ahkamu Ahlidz-Dzimmah, 1/205: "Menyampaikan ucapan selamat terhadap syiar-syiar kekufuran yang bersifat khusus adalah haram menurut kesepakatan ulama, seperti ucapan saat perayaan atau puasa mereka: "Selamat atas hari rayamu, semoga diberkahi", atau pun ucapan-ucapan lain yang senada Meskipun yang mengucapkannya bisa selamat dari kekufuran, tetap saja hal itu merupakan sesuatu yang diharamkan. Ini setaraf dengan ucapan selamat atas sujud mereka kepada salib, dan masih banyak hal lain yang menyangkut masalah agama."&lt;br /&gt;
____________________________&lt;br /&gt;
Majmu' Fatawa wa Rasa'il&lt;br /&gt;
Fadhilatisy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Created by Turfa Auliarachman
TurfaCom Corporation Company

Blog lain : http://turfa-a.blogspot.com, http://akudisini-turfa.blogspot.com, http://anak-tanjungsari.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4205837137248323859-3191302602061226727?l=anak-tanjungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlogKitaBersama/~4/4CbD3Vp1htI" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/feeds/3191302602061226727/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2009/12/hukum-mengikuti-perayaan-orang-kafir.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/3191302602061226727?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/3191302602061226727?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlogKitaBersama/~3/4CbD3Vp1htI/hukum-mengikuti-perayaan-orang-kafir.html" title="HUKUM MENGIKUTI PERAYAAN ORANG KAFIR." /><author><name>Turfa Auliarachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08074301413785308784</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2009/12/hukum-mengikuti-perayaan-orang-kafir.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEAMQn09fip7ImA9WxBSGUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4205837137248323859.post-8774451631053384546</id><published>2009-12-27T17:13:00.000-08:00</published><updated>2009-12-27T17:13:03.366-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-12-27T17:13:03.366-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cinta Islam" /><title>Bagaimana Sikap Para Pemuda Yang Masih Pemula Terhadap Jama'ah-Jama'ah Yang Ada Sekarang Ini?</title><content type="html">&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Oleh : Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan ::&lt;br /&gt;
Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan ditanya : Bagaimana sikap para pemuda yang masih pemula (dalam mempelajarai Islam,-pent) terhadap jama'ah-jama'ah yang ada sekarang ini, mengingat jama'ah-jama'ah tersebut menghendaki mereka, untuk bergabung kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban ::&lt;br /&gt;
Sungguh Allah dan RasulNya telah memberi kabar tentang akan munculnya firqah-firqah (golongan-golongan) yang menyelisihi jamaah ahlus sunnah, dan menjelaskan tentang bagaimana kita bermuamalah (bersikap) dengan firqah-firqah ini. Allah Ta'ala telah berfirman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Artinya : Dan sesungguhnya (yang Kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa." [Al-An'aam: 153]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam juga telah menjelaskan hal tersebut dengan penjelasan yang gambalang, di mana beliau pernah menggaris satu garis lurus, lalu membuat garis-garis bengkok dari sebelah kanan dan kirinya, kemudian beliau bersabda mengenai garis yang lurus tersebut, "Ini adalah jalan Allah", dan bersabda mengenai garis-baris bengkok, "Dan ini adalah jalan-jalan, pada setiap jalan tersebut ada setan yang mengajak manusia kepadanya." [1]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sabda beliau shalallahu 'alaihi wasallam tentang suatu kaum yang datang di akhir zaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Artinya : (Akan ada) para penyeru (dai) yang berada di atas pintu-pintu Jahannam, siapa yang mentaatinya, maka mereka akan melemparkannya dia ke dalamnya."[2]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka wajib bagi para pemuda dan yang lainnya untuk lepas dari semua jamaah-jamaah dan firqah-firqah yang menyelisihi jamaah ahlus sunnah, lalu istiqamah (di atas manhaj ahlus sunnah), dan agar berhati-hati terhadap dai-dai yang menyeru/mengajak kepada jamaah-jamaah tersebut, sebagaimana Rasulullah telah memperingatkan untuk berhati-hati dari mereka, dan agar (senantiasa) komitmen terhadap jamaah ahlus sunnah, yaitu jamaah tunggal yang berada di atas apa yang Rasulullah dan para shahabat berada di atasnya, sesuai sabdanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Artinya : Maka sesungguhnya, siapa yang hidup di antara kalian, maka akan melihat perpecahan yang banyak, maka wajib atas kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnahnya para khalifah yang terbimbing." [Hadits shahih dari beberapa jalan, dikeluarkan oleh Imam Ahmad IV/126, Imam At-Tirmidzi: 2676, Imam al-Hakim I/96, dan Al-Baghawi di dalam Syarhus Sunnah I/105 no. 102]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah memerintahkan untuk (selalu) berpegang teguh dengan sunnahnya dan sunnah para khalifah yang terbimbing serta (memerintahkan) untuk selalu komitmen terhadap jamaah kaum muslimin dan imamnya, ketika terjadi perselisihan dan perpecahan (umat).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Disalin dari kitab Al-Ajwibatu Al-Mufiah An-As-ilah Al-Manahij Al-Jadidah, edisi Indonesia Menepis Penyimpangan Manhaj Dakwah II, Pengumpul Risalah Abu Abdillah Jamal bin Farihan Al-Haritsi, Penerjemah Muhaimin, Penerbit Yayasan Al-Madinah]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
_________&lt;br /&gt;
Foote Note&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[1]. Beliau hafizhahullah mengisyaratkan hadits Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu yang tsabit (termaktub) di dalam Ash-Shahih bahwa ia berkata: Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam membuat satu garis dengan tangannya kemudian dia bersabda: "Ini adalah jalan Allah yang lurus."&lt;br /&gt;
Ibnu Mas'ud berkata: Kemudian Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam membuat garis dari kanan dan kiri garis tersebut, kemudian beliaubersabda.&lt;br /&gt;
"Ini adalah jalan-jalan, yang tidak satu jalan pun darinya kecualiada setan yang menyerunya.&lt;br /&gt;
Kemudian beliau membaca.&lt;br /&gt;
"Dan sesungguhnya ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah iadan jangan mengikuti jalan-jalan." [HR. Imam Ahmad I/465]&lt;br /&gt;
Dan lafazh yang mendekati adalah hadits yang diriwyatkan oleh Al-Hakim II/318, yang lafadznya: Ibnu Mas'ud berkata: Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam membuat untuk kami suatu garis kemudian beliau membuat garis-garis dari kanan dan kirinya, kemudian bersabda.&lt;br /&gt;
"Ini adalah jalan Allah, sedangkan ini adalah jalan-jalan yang pada setiap jalan ini ada setan yang menyeru kepadanya...." [Al-Hadits]&lt;br /&gt;
Al-Hakim berkata, "Sanad hadits ini shahih, Bukhari dan Muslimi tidak mengeluarkannya", dan adz-Dzahabi menyetujuinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[2]. Ini adalah potongan hadits Hudzaifah bin Yaman radhiyallahu 'anhu di mana ia berkata, "Pada waktu itu manusia bertanya kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam tentang kebaikan, sedang aku bertanya kepadanya tentang kejelekan karena khawatir hal itu akan menimpaku, maka aku bertanya, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami dulu pernah hidup pada masa jahiliyyah dan kejahatan. Kemudian Allah memberikan pada kita kebaikan (Islam), apakah setelah kebaikan ini ada kejelekan'. Maka Rasulullah menjawab.&lt;br /&gt;
'Benar, (hal itu akan terjadi, pent)'. Aku bertanya lagi: 'Apakah setelah adanya kejelekan itu akan ada kebaikan?', 'Benar, di dalamnya ada kerusakan'. Lalu aku (Hudzaifah) bertanya lagi, 'Dan apa setelahkebaikan ada kejelekan lagi?'&lt;br /&gt;
Beliau menjawab.&lt;br /&gt;
'Ada suatu kaum yang menunjuki tanpa dengan petunjukku, engkau mengenal di antara mereka dan engkau mengingkarinya.'&lt;br /&gt;
Aku bertanya lagi, 'Apakah setelah kebaikan ada kejelekan lagi?'&lt;br /&gt;
Beliau menjawab.&lt;br /&gt;
"Ya, (yaitu) para dai (yang menyeru) ke pintu Jahannam, siapa yang menjawab (seruan) mereka, ia akan mereka lemparkan ke dalamnya.'&lt;br /&gt;
Saya berkata, 'Wahai Rasulullah, terangkanlah sifat-sifat merekakepada kami'.&lt;br /&gt;
Beliau menjawab.&lt;br /&gt;
'Mereka ini berasal dari kulit kita sendiri dan berbicara denganbahasa kita pula.'&lt;br /&gt;
Saya bertanya, 'Maka apa yang engkau perintahkan kepada kami jika kami menjumpai hal itu?'&lt;br /&gt;
Beliau menjawab.&lt;br /&gt;
"Tetapi (jangan tingkalkan) jamaah kaum muslimin!"&lt;br /&gt;
Aku berkata, "Jika mereka (muslimin) tidak memiliki jamaah dan Imam?"&lt;br /&gt;
Maka beliau menjawab.&lt;br /&gt;
"Berlepaslah kamu dari semua firqah-firqah (golongan-golongan),walaupun kamu harus menggigit akar pohon sampai engkau meninggal dunia sedang engkau dalam keadaan demikian."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Dikeluarkan oleh Imam Bukhari no. 3411, dan ini lafazh bagi dia,dikeluarkan pula oleh Muslim, Al-Hakim dan yang lain]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Created by Turfa Auliarachman
TurfaCom Corporation Company

Blog lain : http://turfa-a.blogspot.com, http://akudisini-turfa.blogspot.com, http://anak-tanjungsari.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4205837137248323859-8774451631053384546?l=anak-tanjungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlogKitaBersama/~4/kpwXzZEzrGc" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/feeds/8774451631053384546/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2009/12/bagaimana-sikap-para-pemuda-yang-masih.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/8774451631053384546?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/8774451631053384546?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlogKitaBersama/~3/kpwXzZEzrGc/bagaimana-sikap-para-pemuda-yang-masih.html" title="Bagaimana Sikap Para Pemuda Yang Masih Pemula Terhadap Jama'ah-Jama'ah Yang Ada Sekarang Ini?" /><author><name>Turfa Auliarachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08074301413785308784</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2009/12/bagaimana-sikap-para-pemuda-yang-masih.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkMARHg8eCp7ImA9WxBSFUg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4205837137248323859.post-4694593395893782215</id><published>2009-12-22T22:40:00.001-08:00</published><updated>2009-12-22T22:40:45.670-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-12-22T22:40:45.670-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cinta Islam" /><title>SUAMIKU BUKAN LELAKI SEMPURNA</title><content type="html">&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Dulu di tengah hangatnya teh panas dan sepotong rotii di pagi hari, saya dan teman-teman satu kos sering ngobrol tentang sosok ikhwan atau suami ideal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut kami seorang ikhwan yang paham agama pastilah sosok yang amat ’super’. Super ngemong, sabar, romantis, dan sebagainya, tiada cela dan noda. Dalam pikiran polos kami saat itu, seorang ikhwan itu pasti ittibaussunnah dalam segala hal, termasuk dalam berumah tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun seiring berjalannya waktu akhirnya saya menyadari, ternyata dulu kami melupakan satu hal. Yaitu bahwa seorang ikhwan adalah juga manusia, yang tentu saja memiliki sifat “manusiawi”. Mereka pun memiliki sederet masalah, dan mereka bukan malaikat. Jadi, tidak layak tentunya jika berbagai tuntutan kita bebankan kepada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membangun harapan adalah sah-sah saja. Hanya saja, jangan kaget setelah bertemu realita. Setelah menikah, menyatukan dua hati yang berbeda bukanlah hal mudah. Menginginkan sosok suami yang bisa menyelesaikan konflik tanpa menyisakan sedikit pun sakit hati atau masalah adalah harapan berlebihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apalagi mengharap suami yang full romantis di antara sekian beban yang ditanggungnya. Suami kita hanyalah laki-laki biasa yang punya masa lalu dan latar belakang berbeda dengan kita. Mereka seperti kita juga, punya banyak kelemahan di samping kelebihannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lantas apakah harus kecewa kalau sudah dapat suami tapi masih jauh dari harapan waktu muda? Tidak juga. Hal terpenting adalah jangan lagi berandai-andai dan mengeluh. Berpikirlah progresif, jangan regresif. Pikirkan solusi, jangan mempertajam konflik atau mendramatisir keadaan. Komunikasikan apa yang ada dalam benak kita dalam situasi terbaik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fitrah wanita dengan porsi perasaan yang lebih dominan seharusnya menjadikan kaum hawa lebih pintar memilih waktu curhat yang tepat. Sikap “nrimo” atas kekurangan suami bisa jadi pilihan tepat untuk mengurangi tingkat kekecewaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konsepnya semakin Anda melihat perbedaan, semakin terluka hati ini (self-fulfilling prophecy). Jadi, carilah titik persamaan untuk meraih kebahagiaan. Dan ingat, dari sekian akhwat yang ada, Andalah yang terpilih untuk menjadi belahan hatinya. Karena itu cintailah suami Anda apa adanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi para akhwat yang belum menikah, tetaplah “memanusiakan” manusia. Para ikhwan itu adalah seperti diri kita juga. Mereka bukan Superman. Ingat pula bahwa jodoh ada di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tetaplah perbaiki diri baik secara dien maupun fisik. Masalah siapa suami dan bagaimana sosok suami kita kelak adalah hak prerogatif Allah Subhanahu wa Ta’ala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkirkan sederetan tuntutan “super” bagi calon suami. Semakin banyak tuntutan, bila tak terpenuhi akan membuat tingkat kekecewaan semakin tinggi. Percayalah pada janji Allah, bahwa suami yang baik adalah untuk istri yang baik pula, insya Allah. Lagi pula Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah menegaskan dalam salah satu haditsnya bahwa memilih suami adalah karena ketinggian agama dan akhlaknya, bukan prioritas sekunder lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
.~ Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;
Akhir kata, yuk, sembari menyeruput teh panas, kita ganti topik.......(Nikah Vol. 4, No. 6, September 2005)&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Created by Turfa Auliarachman
TurfaCom Corporation Company

Blog lain : http://turfa-a.blogspot.com, http://akudisini-turfa.blogspot.com, http://anak-tanjungsari.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4205837137248323859-4694593395893782215?l=anak-tanjungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlogKitaBersama/~4/PhW_i8BLxFk" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/feeds/4694593395893782215/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2009/12/suamiku-bukan-lelaki-sempurna.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/4694593395893782215?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/4694593395893782215?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlogKitaBersama/~3/PhW_i8BLxFk/suamiku-bukan-lelaki-sempurna.html" title="SUAMIKU BUKAN LELAKI SEMPURNA" /><author><name>Turfa Auliarachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08074301413785308784</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2009/12/suamiku-bukan-lelaki-sempurna.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0ADSHw8fyp7ImA9WxBSFEg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4205837137248323859.post-3532068499087464992</id><published>2009-12-21T20:22:00.002-08:00</published><updated>2009-12-21T20:22:59.277-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-12-21T20:22:59.277-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cinta Islam" /><title>Ikhtilat …</title><content type="html">&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Oleh: Syaikh Abdullah bin Jaarullah bin Ibrahim Al-Jaarullah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ikhtilat adalah berkumpulnya beberapa laki-laki dan wanita yang bukan mahramnya di satu tempat, yang memungkinkan terjadinya hubungan diantara mereka apakah melaui pandangan mata, isyarat ataupun dengan bercakap-cakap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hukum Ikhtilat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ikhtilat adalah perbuatan yang diharamkan oleh Allah dan termasuk perkara yang sangat berbahaya yang Allah subhanahu wata’ala telah memperingatkan kaum muslimin dari padanya, karena ikhtilat antara dua jenis –laki-laki dan wanita-merupakan sebab yang terbesar dan yang paling mudah untuk mengantarkan pada perbuatan fahisya (yakni zina). Padahal Allah berfirman :&lt;br /&gt;
“Dan janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji, dan merupakan jalan yang buruk.” (Al-Israa’ : 32).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan yang paling berbahaya dari ikhtilat adalah khalwat yakni bersendirian/bersepi-sepinya laki-laki dan wanita yang bukan mahram di satu tempat, karena khalwt merupakan jalan masuknya syaithan. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wsallam bersabda :&lt;br /&gt;
“Tidaklah seorang laki-laki bersendirian dengan seorang seorang wanita (yang bukan mahramnya) melainkan syaithan yang ketiganya.” (HR.Ahmad, Tirmidzi dan Hakim, dan Hakim menshahihkannya)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalil-dalil Tentang Haramnya Khalwat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Firman Allah : “ Dan apabila kalian meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri nabi) maka mintalah dari belakang tabir (hijab). Cara yang demikian itu lebih suci bagi hati kalian dan hati mereka.” (Al-Ahzab : 53)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam : “Hati-hatilah kalian untuk masuk ke tempat para wanita “ Maka salah seorang laki-laki dari kalangan anshar : “Bagaimana pendapatmu (Ya Rasulullah) tentang Al-Hamwu ?” Rasulullah menjawab : “ Al-Hamwu adalah kematian.” (Mutafaqqun ‘alaihi).&lt;br /&gt;
Al-Hamwu adalah kerabat suami, seperti saudara laki-lakinya (ipar), putra dari pamannya (saudara misan). Kekhawatiran terhadap Al-Hamwu ini justru lebih besar dibanding dengan kekhawatiran terhadap yang lain. Fitnahnya pun labih besar pula karena sangat mungkin baginya untuk berhubungan dengan pihak wanita (istri) dan berkhalwat dengannya tanpa adanya pengingkaran (kecurigaan), karena dianggap dari keluarga. Berbeda kalau laki-laki itu orang asing bukan keluarga si suami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka makna dari hadits di atas adalah berhati-berhatilah (jauhilah) untuk bercampur baur (ikhtilat) dan bersepi-sepi (khalwat) dengan para wanita dengan tanpa adanya mahram si wanita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Janganlah salah seorang diantara kalian (laki-laki) bersepi-sepi (berkhalwat) dengan wanita malainkan harus disertai mahramnya.” (Mutafaqqun’alaihi).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hakekat Khalwat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan khalwat adalah bersendiriannya seorang laki-laki dengan seorang wanita yang bukan mahram, keduanya dalam keadaan tersembunyi dari pandangan orang lain (berduaan). Yang demikian ini merupakan kenyataan yang banyak terjadi di sekitar kita, misalnya di rumah-rumah kaum muslimin yang mempekerjakan pembantu-pembantu rumah tangga (khadimah). Dan juga sudah menjadi rahasia umum, seringnya tuan rumah, atau salah seorang putranya, atau salah seorang laki-laki kerabatnya, berkhalwat dengan khadimahnya tatkala penghuni rumah/anggota kelurga yang lain sedang keluar karena satu dan lain keperluan. Dan pada saat yang demikian inilah dikhawatirkan datangnya syaitan sebagai pihak ke tiga untuk memainkan perannya, sebagaimana dikhabarkan oleh rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits yang telah disebutkan di awal tulisan. Hadits tersebut tentu saja ditujukan kepada semua laki-laki dan wanita, tak peduli apakah dia orang shalih atau lanjut usia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenyataan pula yang terjadi di sekitar kita dari ikhtilat dan khalwat yang menimpa sebagian kaum muslimin, yang bahayanya tidak sedikit dibandingkan sebelum mempekerjakan pembantu laki-laki dan sopir pribadi di rumahnya. Kita lihat mereka (sopir dan khodim) sering menyertai dan bepergian dengan para wanita penghuni rumah tersebut, tanpa adanya mahram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita juga melihat sebagian dari mereka menyuruh sopirnya untuk mengantarkan anak putrinya ke sekolah, atau membiarkan salah seorang mahramnya ke pasar dengan dikawal sopir. Kalau ada yang bertanya : “Bagaimana bila sopirnya itu baik-baik orang shalih dan bertaqwa?” Sekalipun sopirnya orang yang shalih, apalagi yang selain itu dari orang-orang awam yang jauh dari tuntunan agama. Karena hadits yang telah lalu menyatakan : “Tidaklah seorang laki-laki bersendirian dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) kecuali yang ketiganya adalah syaithan.” Dalam hadits ini tidaklah diberi perkecualian bagi laki-laki shalih dan wanita shalihah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Termasuk ikhtilat yang diharamkan adalah safarnya (bepergian) seorang wanita dengan yang bukan mahramnya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “ Janganlah seorang wanita bepergian , kecuali bersama mahramnya. “ (Mutafaqun Alaihi, dari Ibnu Abbas radhiallahu anhu), karena hal itu merupakan sebab terjadinya fitnah dan kehancuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Termasuk ikhtilat yang dilarang adalah bercampurnya anak-laki-laki dan anak-anak perempuan setelah mereka berusia remaja (mumayyiz) dalam satu tempat tidur sekalipun mereka adalah saudara kandung. Karena nabi shalallahu ‘alaihi wasallam telah memerintahkan untuk memisahkan tempat tidur atau kamar mereka, sebagaimana hadits berikut : “Ajarilah anak-anak kalian shalat tatkala mereka berumur tujuh tahun, dan pukullah mereka bila meninggalkan shalat pada usia sepuluh tahun dan pisahkan tempat tidur mereka.” (Lihat shahihul Jami’ oleh Al-Bani).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan semua yang tersebut di atas, jelaslah bahwa orang-orang yang membiarkan wanita-wanita bukan mahram berikhtilat dengan anak-anak laki-laki mereka atau sebaliknya, sesungguhnya mereka telah menjerumuskan diri mereka sendiri dan keluarga mereka ke dalam bahaya yang besar. Yang berarti pula mereka telah merusak masyarakat seluruhya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Created by Turfa Auliarachman
TurfaCom Corporation Company

Blog lain : http://turfa-a.blogspot.com, http://akudisini-turfa.blogspot.com, http://anak-tanjungsari.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4205837137248323859-3532068499087464992?l=anak-tanjungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlogKitaBersama/~4/ZDHR8xH4ZZQ" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/feeds/3532068499087464992/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2009/12/ikhtilat.html#comment-form" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/3532068499087464992?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4205837137248323859/posts/default/3532068499087464992?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlogKitaBersama/~3/ZDHR8xH4ZZQ/ikhtilat.html" title="Ikhtilat …" /><author><name>Turfa Auliarachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08074301413785308784</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://anak-tanjungsari.blogspot.com/2009/12/ikhtilat.html</feedburner:origLink></entry></feed>

