<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" gd:etag="W/&quot;CkQBR3w6fSp7ImA9WhRUE0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-13631114</id><updated>2012-01-24T08:59:16.215+07:00</updated><category term="Ragam" /><category term="Islam" /><category term="Syair" /><category term="Sejarah" /><category term="Aku" /><category term="Buku" /><category term="Budaya" /><category term="Opini" /><category term="Refleksi" /><category term="Bisnis" /><category term="Keluarga" /><category term="Kampus" /><category term="Bangsa" /><category term="Cerita" /><category term="Perjalanan" /><category term="Perempuan" /><category term="Liput" /><category term="Engineer" /><category term="Harian" /><category term="Blognet" /><category term="Finance" /><category term="Job" /><title>[ blog of mine ]</title><subtitle type="html">kekuatan optimisme menuju perencanaan tindakan untuk
menggali yang terbaik dari diri sendiri.bertanggung
jawab atas hidup,membangun cinta kasih dalam hidup,dan
menjaga antusiasme tetap tinggi.

pacuan tidak dimenangkan oleh atlet yang paling
cepat,pertarungan tidak dimenangkan oleh orang yang
paling kuat.tetapi pacuan dan pertarungan dimenangkan
oleh orang yang menang diatas segala-galanya.sedang
orang yang berhenti berterima kasih, telah tertidur
dalam kehidupan.</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://3an.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://3an.blogspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>trian h.a</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04658193970968195265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://i17.photobucket.com/albums/b97/the3an/me/puri-1.jpg" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>226</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/BlogOfMine" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="blogofmine" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><entry gd:etag="W/&quot;CkQGQnkzcSp7ImA9WhRUE0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-13631114.post-8458126096312564233</id><published>2012-01-24T08:00:00.003+07:00</published><updated>2012-01-24T08:58:43.789+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-24T08:58:43.789+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Islam" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Perjalanan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Buku" /><title>Catatan kecil: Notes from Qatar</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://muhammadassad.files.wordpress.com/2011/11/nfq-limited-edition.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 164px; FLOAT: left; HEIGHT: 239px; CURSOR: hand" border="0" alt="" src="http://muhammadassad.files.wordpress.com/2011/11/nfq-limited-edition.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Buku yang diambil dari kumpulan tulisan blog dengan judul yang sama ini menyajikan cerita yang dialami penulis dimulai ketika proses mendapatkan beasiswa penuh untuk sekolah sarjana di Universitas di Malaysia dan kemudian beasiswa penuh lagi ke Qatar dari Qatar Foundation. Hikmah kejadian sehari-hari selama di Qatar hampir memenuhi seluruh isi buku ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Beberapa Hikmah yang serin dijadikan mainstream dari buku ini adalah kekuatan ikhlasnya sedekah. Penulis mengalami berkali-kali kejadian yang proses awalnya adalah karena sedekah. Tema-tema tentang kerja keras dan pembelajar juga menjadi bahasan dalam buku ini. Dengan mengutip beberapa ayat Al-Qur’an dan Hadis Nabi, maka penulis mampu memberikan argumentasi logis dengan gaya khas anak muda (penulis kelahiran 1987). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Buku dengan citation dari banyak tokoh nasional (dan istri Emir Qatar) dan artis ini juga merupakan gambaran bahwa anak muda yang memutuskan sekolah ke timur tengah tidak berarti ‘kalah populer’ dari yang belajar di Eropa atau Amerika. Karena beberapa top university di dunia, juga membuka ‘cabang’ di Qatar dala komplek &lt;em&gt;education park&lt;/em&gt;-nya. Apalagi saat ini, beberapa Negara Timur Tengah sedang memposisikan dirinya menjadi Hub International (UEA, Qatar). Dan bagi muslim, sekolah internasional di Timur Tengah akan mendapatkan banyak keuntungan sekaligus, diantaranya belajar dan praktek bahasa Arab, kedekatan melaksanakan Umrah dan Haji. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Selain kelebihan dari buku ini diatas, salah satu hal menarik dari buku ini adalah diberikannya sedikit informasi mengenai Qatar di antara pergantian judul topik. Misalnya, harga BBM di Qatar 0.3 QR/liter (1 QR = ±Rp 3,000), sedangkan air mineral 1 QR/Liter (fenomena mirip juga terjadi di beberapa Negara Eropa, antara harga BBM atau susu cair). Info tentang Qatar lainnya adalah Negara berpenduduk 1.7 juta (bayangkan Kota Jakarta saja 10 juta orang, Jabodetabek lebih 20 Juta!) ini ternyata menggunakan hukum liberal, sehingag minuman alkohol sangat bebas dijual disana. Hal tersebut karena sebagian besar dari pendukuk Qatar adalah ekspatriat yang bekerja disana. Yang menarik, ternyata populasi wanita di Qatar hanya 1/4 dari pendukuk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Meskipun informasi tersebut sudah memberikan tambahan bagi isi buku, namun hal tersebut sebenarnya masih bisa di eksplorasi lebih jauh lagi misal dalam sebuah catatan khusus di akhir buku dengan semacam peta perjalanan kecil tentang Qatar. Hal tersebut tentu akan menjadi daya tarik plus dari buku ini, sehingga informasi mengenai Qatar dari sudut pandang penulis pun bisa didapatkan pembaca secara lebih lengkap.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Buku ini sebenarnya buku yang dicetak tahun semester awal 2011, tapi saat ini konon sudah 6 kali cetak ulang sehingga dikategorikan dalam &lt;em&gt;national best seller&lt;/em&gt; (berapa batasannya ya?). Jujur, saat menyaksikan di sebuah acara tayangan televisi pagi hari tentang peluncuran buku ini tahun lalu, saya tidak terlalu antusias untuk membaca apalagi membelinya. Saya justru memutuskan membelinya (seri &lt;/span&gt;&lt;a href="http://muhammadassad.wordpress.com/2011/11/25/nfq-limited-edition-is-out-now/"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;limited edition&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;) karena insyaAllah akan ada kesempatan untuk mengunjungi Negara tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dan setelah membacanya, menurut pandangan saya, bahwa memang banyak yang bisa diambil pelajaran dari buku tersebut. Namun, untuk harga yang sedemikian bukan hal yang layak untuk dijadikan koleksi. Anda cukup membaca dari meminjam, atau membaca &lt;/span&gt;&lt;a href="http://muhammadassad.wordpress.com/"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;blog penulisnya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; saja. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13631114-8458126096312564233?l=3an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://3an.blogspot.com/feeds/8458126096312564233/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13631114&amp;postID=8458126096312564233&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/8458126096312564233?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/8458126096312564233?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://3an.blogspot.com/2012/01/catatan-kecil-notes-from-qatar.html" title="Catatan kecil: Notes from Qatar" /><author><name>trian h.a</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04658193970968195265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://i17.photobucket.com/albums/b97/the3an/me/puri-1.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEQHRXc5eyp7ImA9WhRUEUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-13631114.post-2888781534242445279</id><published>2012-01-21T22:11:00.005+07:00</published><updated>2012-01-21T23:12:14.923+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-21T23:12:14.923+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kampus" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aku" /><title>Setelah Sekolah Lagi</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Sekolah lagi setelah baru beberapa tahun bekerja dan berkeluarga adalah keputusan yang tidak populer. Di saat baru mengenyam nikmatnya membangun karir dan euforia keluarga kecil, maka sekolah lagi bukan pilihan yang mudah. Apalagi bagi sarjana teknik yang melanjutkan sekolah di bidang bisnis, bukan core tekniknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada yang beranggapan seharusnya sekolah lanjutan itu lebih baik dilakukan diantara dua waktu penting, sebelum menikah atau saat sudah dalam posisi manajerial atau cukup berpengalaman di perusahaan. Jika sebelum menikah, akan mudah untuk pindah pekerjaan tanpa adanya beban perpindahan comfort zone. Sedangkan harus menunggu pengalaman cukup, karena saat hanya beberapa tahun bekerja, tidak ada efek langsung terhadap pekerjaan yang dihadapi sehari-harinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi bukan tentang itu semua saya pikir seseorang kemudian memutuskan untuk sekolah bisnis. Sekalipun tidak terkait langsung dengan pekerjaan hariannya, sekolah adalah sarana untuk membuka cakrawala baru. Memang banyak orang pintar dari pengalaman, tapi sekolah tidak bisa dipungkiri adalah langkah efektif untuk belajar secara cepat dan sistematis. Tidak dipakai saat ini tidaklah jadi soal, karena orang tersebut pasti sudah merencanakan sesuatu untuk masa depannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan saat awal mempunyai keluarga kecil, justru itu adalah keputusan strategis yang dibuat. Disaat anak masih kecil,  maka tidak akan terlalu berat bagi seseorang untuk membagi waktu lebih banyak kepada kuliah dibanding bersama anak. Bayangkan jika nanti saat anak sudah sekolah, maka waktu bersama untuk membimbingnya belajar pasti akan lebih berharga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memang akhirnya ada kenikmatan saat ini yang dikorbankan, zona nyaman yang ditinggalkan. Mengorbankan kesenangan saat ini untuk sesuatu lebih baik di masa depan adalah pilihan bijak yang seharusnya selalu dilakukan manusia. Bukankah tidak akan ada perbaikan jika selalu merasa dalam kenyamanan?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesibukan sekolah sambil bekerja adalah salah satu yang membuat blog ini menjadi tidak se-aktif yang dulu. Tentu lebih memilih untuk bermain bersama keluarga ketika ada waktu luang. Alhamdulillah, setelah satu tahun menjalaninya ternyata ritme hidup menjadi lebih baik dan belajar memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Walaupun setelah dipikirkkan kembali, ternyata memang cukup berat sekolah sambil tetap bekerja itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya masuk di program pascasarjana pada bulan Januari 2011 setahun yang lalu. Semester satu kuliah padat dari jam 19 sampai 21.30 selama 5 hari kerja (senin-jum’at)! Karena tempat kuliah yang satu gedung dengan kantor, maka gedung itu sudah seperti ‘rumah utama’ mengalahkan rumah saya sendiri, karena dalam satu hari saya hanya tinggal di rumah dari jam 23 sampai 5.30 selama semester berjalan (4 bulan).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Praktis semester satu lalu adalah masa paling berat, saya tidak pernah keluar kota atau liburan pada masa itu. Bahkan jatah perjalanan dinas atau training dari kantor lebih baik saya tolak baik-baik atau mundur di saat kuliah libur. Dengan keluarga yang mendukung penuh, maka semester satu pun terlewati dengan seratus persen kehadiran!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu semester dua berjalan dengan jadwal berkurang menjadi 3 hari seminggu. Dengan waktu lebih sedikit, hal tersebut membuat sedikit terlena sehingga masih bisa mensiasati kegiatan liburan akhir pekan atau perjalanan dinas keluar kota.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah lolos padatnya semester satu, malah di semester dua ini kesehatan menjadi catatan khusus. Satu minggu istirahat di Rumah Sakit dan satu minggu di rumah karena Hepatitis A. Tidak ada penyebab khusus, selain pola makan salah dan ketahanan tubuh melemah. Allah SWT mungkin memberikan peringatan bukan di saat kita siaga terhadap kondisi yang akan menimpa kita, tapi malah disaat kita lengah untuk menghadapinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan tibalah sekarang di semester tiga alias semester terakhir dari yang dijadwalkan tiga semester. Saya ingin menyelesaikan sekolah ini secepatnya dalam tahun ini. Sehingga cuti awal tahun satu minggu penuh yang lalu, kegiatan yang dilakukan adalah menyusun draft Thesis. Masih jauh dari selesai, namun kerangka dan jalan menuju akhir sudah terlihat. Meski terlihat, masih mungkin ada jalan berliku yang akan ditemukan saat sedang menuju kesana nantinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal yang memudahkan dalam sekolah ini adalah, kebaikan Medco Foundation untuk membiayai biaya sekolah saya di &lt;a href="http://gradschool.paramadina.ac.id/"&gt;Paramadina Graduate School&lt;/a&gt; program Strategic Finance. Dan tentu saja, karena dukungan penuh dari &lt;a href="http://dikaameliaifani.blogspot.com/"&gt;istri tercinta&lt;/a&gt; (daripada sering terpisah karena di lapangan ya?hehe) dan secara tidak langsung adalah buah hati kami.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi saya keputusan sekolah setahun yang lalu sehingga seperti ini sangatlah tepat (Alhamdulillah). Dan pasti saya juga sangat gembira bila mengetahui bahwa saudara, sahabat, atau teman juga sedang melanjutkan sekolahnya dimanapun itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manusia memang tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Tapi dengan kebijaksanaanNYA, Allah SWT pasti akan melihat siapa diantara hambaNYA yang mempersiapkan diri untuk menyongsong hari esoknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Selamat sekolah lagi..&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13631114-2888781534242445279?l=3an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://3an.blogspot.com/feeds/2888781534242445279/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13631114&amp;postID=2888781534242445279&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/2888781534242445279?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/2888781534242445279?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://3an.blogspot.com/2012/01/setelah-sekolah-lagi.html" title="Setelah Sekolah Lagi" /><author><name>trian h.a</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04658193970968195265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://i17.photobucket.com/albums/b97/the3an/me/puri-1.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkQBR3w5cCp7ImA9WhRUE0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-13631114.post-6087718574170203540</id><published>2011-11-09T12:20:00.006+07:00</published><updated>2012-01-24T08:59:16.228+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-24T08:59:16.228+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kampus" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Finance" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bangsa" /><title>Indonesia Agriculture: Rice</title><content type="html">&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe height="342" src="https://docs.google.com/present/embed?id=djfm6fb_142dttkxchc&amp;amp;interval=5" frameborder="0" width="410"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center" align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center" align="left"&gt;[ &lt;a href="https://docs.google.com/open?id=0B1tvDbUm_1B4ZGM5ZDc3OWMtYTRhOS00ZmUxLWIzMjQtZmI4ZWE4MDA2OTg4"&gt;link document&lt;/a&gt; ]&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center" align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13631114-6087718574170203540?l=3an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://3an.blogspot.com/feeds/6087718574170203540/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13631114&amp;postID=6087718574170203540&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/6087718574170203540?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/6087718574170203540?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://3an.blogspot.com/2011/11/indonesia-agriculture-rice.html" title="Indonesia Agriculture: Rice" /><author><name>trian h.a</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04658193970968195265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://i17.photobucket.com/albums/b97/the3an/me/puri-1.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEQBRXkzcSp7ImA9Wx9SEko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-13631114.post-2953857556112978923</id><published>2010-12-02T09:05:00.009+07:00</published><updated>2010-12-02T13:45:54.789+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-12-02T13:45:54.789+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Finance" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bangsa" /><title>Restitusi Lebih Bayar Pajak</title><content type="html">&lt;div  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/TPZl7XemHsI/AAAAAAAAA58/Bx2QRFeeaKE/s1600/pajak.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 0px 0pt; cursor: pointer; width: 195px; height: 151px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/TPZl7XemHsI/AAAAAAAAA58/Bx2QRFeeaKE/s320/pajak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545732061742374594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sudah menjadi kewajiban sebagai warga negara untuk membayar pajak dan melaporkan pendapatan tahunan kepada negara. Jika kita seorang karyawan, maka Pajak penghasilan (Pph) biasanya sudah otomatis disetorkan kepada negara oleh kantor kita. Bagaimana jika pajak yang telah dibayarkan tersebut ternyata ada lebih bayar? Atau bagaimana jika kurang bayar? Dokumen apa yang harus disiapkan? Dalam tulisan ini, saya hanya akan berbagi mengenai pengurusan lebih bayar Pph.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam form Surat Pajak Tahunan, dicantumkan beberapa isian yang memungkinan kantor yang sudah membayarkan pajak kita ternyata melakukan kondisi lebih bayar. Isian tersebut salah satunya adalah pembayaran infaq, zakat atau sumbangan agama yang sifatnya wajib. Dengan memasukan sebuah nilai pada isian zakat, maka besarnya Pendapatan Kena Pajak (PKP) kita akan berkurang sehingga kita mengalami lebih bayar pajak.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menguatkan bukti bahwa kita telah melakukan iuran kewajiban agama tersebut, maka perlu dilampirkan surat keterangan dari Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang sudah disertifikasi oleh Badan Zakat Nasional (Baznas).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Surat tersebut harus jelas mencantumkan nomor sertifikasi LAZ dari Baznas, dan besaran setoran zakat (harus jelas kata zakat) yang sudah kita salurkan melalui LAZ tersebut. Dalam hal ini tentu Pph dan zakat yang sudah dibayar dalam periode atau tahun yang sama. Akan lebih bagus lagi untuk lembaga-lembaga yang baru mendapat sertifikasi Baznas, dilampirkan juga copy dari sertifikat tersebut untuk memperkuat bahwa lembaga tersebut adalah LAZ.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, setelah proses pengumpulan SPT maka petugas pajak akan mengecek semua data yang kita serahkan tersebut. Daripada menunggu pemberitahuan kekurangan data yang harus dilengkapi, sebaiknya dari awal sudah memberikan data untuk menunjang proses pembayaran kembali lebih bayar tersebut (asumsi lebih bayar akan direstitusi/dikembalikan).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka data yang harus dilengkapi adalah copy halaman muka buku tabungan (sebaiknya bank pemerintah) yang memuat identitas dan rekening kita dan surat pernyataan kepada kepala KPP untuk mengajukan restitusi pajak akibat lebih bayar. Surat tersebut pada prinsipnya merupakan permohonan untuk mentransferkan lebih bayar pajak ke rekening bank, yang mana dilengkapi identitas nama wajib pajak, alamat, NPWP dan nomor rekening bank sesuai lampiran.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dokumen yang harus disertakan dalam pelaporan SPT tahunan adalah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div face="arial" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div face="arial" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Bukti asli setor zakat, yang mencantumkan nomor sertifikasi LAZ dari Baznas &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Copy sertifikasi LAZ dari Baznas (&lt;i style=""&gt;optional&lt;/i&gt;, sebaiknya ada)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Surat permohonan untuk mengembalikan lebih bayar pajak, berisi identitas nama wajib pajak, alamat, NPWP dan nomor rekening bank&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Copy halaman muka buku tabungan yang terdapat nomor rekening sesuai surat pernyataan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sekalipun SPT dan lampiran lengkap tersebut sudah dimasukan, kita masih perlu untuk menanyakan statusnya jika sudah lebih 4 bulan tidak ada perkembangan. Dan masih mungkin juga untuk KPP berbeda, karena alasan kurang kelengkapan data maka pengajuan restitusi lambat diproses, dibiarkan atau menunggu pro aktif dari pemohon.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam contoh saya menyalurkan zakat profesi ke lembaga &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.ppsdms.org/"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;PPSDMS Nurul Fikri&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;, maka pada awal tahun 2010 saya meminta rekapitulasi zakat selama 2009 dalam selembar surat yang mencantumkan kata zakat dan nomor sertifikasi Baznas. Selain itu, saya juga diberikan copy sertifikasi dari Baznas untuk PPSDMS NF sebagai LAZ. Karena proses pindah NPWP maka pada bulan Oktober lalu saya baru menyerahkan copy rekening dan surat pernyataan. Namun sayang, sampai Desember ini tidak ada kabar dari KPP. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tahun ini adalah usaha pertama saya untuk mengurus restitusi ini. Nilainya tidak cukup besar, namun setelah kasus Gayus meledak niat saya semakin bulat. Pernah suatu saat petugas pajak menghubungi dan menyampaikan bahwa zakat adalah urusan kita dengan Yang Diatas. Saya balik menyanggah, bahwa saya tidak ada beban apakah restistusi ini berhasil atau tidak. Tapi saya sudah membuka pintu hak, dan ingin mengetes apakah kantor pajak merespon pintu tersebut. Apalagi dengan kasus pajak yang gempar saat itu. Langsung petugas pajak diam dan bilang akan memproses lebih lanjut. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ini bukan tentang besar atau kecil nilai restitusi pajak. Bukan juga tentang keihlasan terhadap kewajiban agama yang dicampur dengan kewajiban warga negara. Ini merupakan hak warga negara setelah tunai melakukan kewajibannya. Juga bentuk sebuah perlawanan warga negara terhadap penyelewengan dana pajak oleh para mafia pajak. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Kita harus mencoba!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;---&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;sumber gambar: http://www.seputarpajak.com/&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13631114-2953857556112978923?l=3an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://3an.blogspot.com/feeds/2953857556112978923/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13631114&amp;postID=2953857556112978923&amp;isPopup=true" title="5 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/2953857556112978923?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/2953857556112978923?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://3an.blogspot.com/2010/12/restitusi-lebih-bayar-pajak.html" title="Restitusi Lebih Bayar Pajak" /><author><name>trian h.a</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04658193970968195265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://i17.photobucket.com/albums/b97/the3an/me/puri-1.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/TPZl7XemHsI/AAAAAAAAA58/Bx2QRFeeaKE/s72-c/pajak.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>5</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0UBRHw8eCp7ImA9Wx5aF0Q.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-13631114.post-2675392549960495963</id><published>2010-10-18T10:45:00.009+07:00</published><updated>2010-11-15T11:27:35.270+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-11-15T11:27:35.270+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Perjalanan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bangsa" /><title>Indonesia di Visa on Arrival UEA</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sedih, ternyata Indonesia tidak masuk dalam list negara yang bisa &lt;em&gt;visa on arrival&lt;/em&gt; di Dubai. Padahal negara sebelah bisa. Pencitraan atau lobi yang kurang?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 228px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5529225767480637442" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/TLvBilmeuAI/AAAAAAAAA5A/Hq8EWi8jje4/s400/visa+UEA.jpg" /&gt;Dengan kondisi diatas, transit di Dubai bagi orang indonesia menjadi kurang nyaman.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;em&gt;source&lt;/em&gt;: &lt;a href="http://www.emirates.com/uk/english/plan_book/essential_information/visa_passport_information/uae_visas.aspx"&gt;UEA visa&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:78%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;Update&lt;/strong&gt;: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Bahkan &lt;em&gt;money changer&lt;/em&gt; di &lt;em&gt;Airport &lt;/em&gt;Dubai, tidak ada yang menerima Rupiah. Padahal warga Indonesia yang transit cukup banyak (termasuk TKI), dan saya percaya lebih banyak dibandingkan beberapa negara yang mata uang nya tersedia di &lt;em&gt;money changer airport&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 10px auto; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 245px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5539626242269976866" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/TOC0t5bvGSI/AAAAAAAAA5s/WSshRIrl6C0/s400/exchange.jpg" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13631114-2675392549960495963?l=3an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://3an.blogspot.com/feeds/2675392549960495963/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13631114&amp;postID=2675392549960495963&amp;isPopup=true" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/2675392549960495963?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/2675392549960495963?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://3an.blogspot.com/2010/10/indonesia-di-visa-on-arrivals-uea.html" title="Indonesia di Visa on Arrival UEA" /><author><name>trian h.a</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04658193970968195265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://i17.photobucket.com/albums/b97/the3an/me/puri-1.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/TLvBilmeuAI/AAAAAAAAA5A/Hq8EWi8jje4/s72-c/visa+UEA.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkYEQXw7eSp7ImA9Wx5WFks.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-13631114.post-9146049034129819728</id><published>2010-09-28T15:55:00.002+07:00</published><updated>2010-09-28T15:55:00.201+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-09-28T15:55:00.201+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Job" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Engineer" /><title>Salary Survey Oil &amp; Gas 2010</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Melihat survei &lt;span style="font-style: italic;"&gt;salary oil&amp;amp;gas&lt;/span&gt; adalah menarik, karena sektor ini yang dikenal tertinggi tingkat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;salary&lt;/span&gt; nya dan cakupan nya yang global sehingga banyak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;expat&lt;/span&gt; yang bekerja di industri &lt;span style="font-style: italic;"&gt;oil&amp;amp;gas&lt;/span&gt; setiap negara seluruh dunia. Hasil sebuah survei yang sudah lama di publikasikan menampilkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;profile&lt;/span&gt; rata-rata salary (biasanya min &lt;span style="font-style: italic;"&gt;background&lt;/span&gt; pendidikan setingkat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;engineer&lt;/span&gt;) untuk pekerja lokal dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;expat&lt;/span&gt; (semua dalam USD).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/TJhhviKv2PI/AAAAAAAAA40/8JaXkYMleqk/s1600/oil+labor+cost.jpg"&gt;&lt;img style="text-align: center; margin: 0px auto 10px; width: 400px; display: block; height: 322px;" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519268812596173042" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/TJhhviKv2PI/AAAAAAAAA40/8JaXkYMleqk/s400/oil+labor+cost.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jika mengamati Indonesia, maka data menunjukan sebuah angka yang harus dilakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;adjustment&lt;/span&gt; sesuai dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;type&lt;/span&gt; perusahaan, bidang kompetensi dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;experience&lt;/span&gt; dengan dua tabel di bawah. Jika yang ingin dicari adalah standar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;salary&lt;/span&gt; di sebuah perusahaan hulu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;oil&amp;amp;gas&lt;/span&gt; di Indonesia, maka menurut saya setelah dua &lt;span style="font-style: italic;"&gt;adjustment&lt;/span&gt; tersebut perlu di normalisasi lagi dengan melihat skala perusahaan hulu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;oil&amp;amp;gas&lt;/span&gt; nya, misalnya dengan mengacu dengan &lt;a href="http://3an.blogspot.com/2009/10/menelaah-cost-recovery-indonesia.html"&gt;rasio produksi BOE perusahaan tersebut terhadap produksi nasional&lt;/a&gt;. Sesudah demikian, maka akan ketemu sebuah angka yang lebih rasional untuk sebuah perusahaan hulu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;oil&amp;amp;gas&lt;/span&gt; di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/TJhhu82CRlI/AAAAAAAAA4k/4SCuh1ZRxPk/s1600/company+range.jpg"&gt;&lt;img style="text-align: center; margin: 0px auto 10px; width: 400px; display: block; height: 147px;" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519268802577188434" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/TJhhu82CRlI/AAAAAAAAA4k/4SCuh1ZRxPk/s400/company+range.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/TJhhvOgKUNI/AAAAAAAAA4s/odPgmeUI_S0/s1600/oil+area+salary.jpg"&gt;&lt;img style="text-align: center; margin: 0px auto 10px; width: 400px; display: block; height: 301px;" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519268807317278930" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/TJhhvOgKUNI/AAAAAAAAA4s/odPgmeUI_S0/s400/oil+area+salary.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dan lebih menarik lagi melihat survey &lt;span style="font-style: italic;"&gt;oil&amp;amp;gas&lt;/span&gt; ini pada bagian bidang kompetensi dan rata-rata salary nya tabel di atas. Survei yang cukup komprehensif baik negara, kompetensi dan pengalaman ini ternyata membuktikan bahwa rata-rata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;salary&lt;/span&gt; paling tinggi di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;oil&amp;amp;gas&lt;/span&gt; bukan pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"core"&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;oil&amp;amp;gas&lt;/span&gt; yakni &lt;span style="font-style: italic;"&gt;petroleum/reservoir engineering&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;geoscience&lt;/span&gt;. Padahal pada banyak sektor yang lainnya (misal pada sektor  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;financial&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;manufacture&lt;/span&gt;), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;core&lt;/span&gt;-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;competence&lt;/span&gt; bisnis itulah yang biasanya menjadi primadona dengan mendapat rata-rata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;salary&lt;/span&gt; tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana menurut anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: HAYS - Oil &amp;amp; Gas Global Salary Survey 2010, link: &lt;a href="http://www.migas-indonesia.net/index.php?option=com_docman&amp;amp;task=cat_view&amp;amp;gid=329&amp;amp;Itemid=42"&gt;Migas-Indonesia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13631114-9146049034129819728?l=3an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://3an.blogspot.com/feeds/9146049034129819728/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13631114&amp;postID=9146049034129819728&amp;isPopup=true" title="3 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/9146049034129819728?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/9146049034129819728?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://3an.blogspot.com/2010/09/salary-survey-oil-gas-2010.html" title="Salary Survey Oil &amp; Gas 2010" /><author><name>trian h.a</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04658193970968195265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://i17.photobucket.com/albums/b97/the3an/me/puri-1.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/TJhhviKv2PI/AAAAAAAAA40/8JaXkYMleqk/s72-c/oil+labor+cost.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>3</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEUBQn06fyp7ImA9WxFUGE0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-13631114.post-7197449049021783716</id><published>2010-06-16T08:15:00.014+07:00</published><updated>2010-06-29T16:04:13.317+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-29T16:04:13.317+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bangsa" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Buku" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Engineer" /><title>Migas dan Energi Indonesia</title><content type="html">&lt;div  style="text-align: justify;font-family:arial;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/TBgh34T8wPI/AAAAAAAAA3s/i8JLSakQM1g/s1600/LayoutVer3b-Alt.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 0px 0pt; width: 313px; float: left; height: 205px; cursor: pointer;" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483169790216159474" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/TBgh34T8wPI/AAAAAAAAA3s/i8JLSakQM1g/s320/LayoutVer3b-Alt.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sudah cukup lama saya mencari buku ini, dari tahun lalu dan kemudian baru dapat awal tahun ini langsung berhubungan dengan penulis nya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Usut punya usut, ternyata memang buku ini tidak dijual bebas. Melalui email, penulis memberitahukan bahwa pembelian buku bisa dilakukan di kantor DEN (Dewan Energi Nasional).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini di awali dengan pendahuluan dimana selain mensarikan bab-bab isi buku, juga menjelaskan bagaimana kekecewaan penulis terhadap kondisi energi khususnya sektor migas di Indonesia. Secara umum buku ini sangat cukup sebagai gerbang untuk mengetahui&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;kondisi serta problematika migas. Ada beberapa sumber energi lainnya yang dibahas dalam buku ini, namun korelasi kuatnya dalam rangka menyoroti iklim yang belum kondusif untuk pengembangan energi non-migas &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;padahal di sisi lain energi migas kita sangat terbatas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku yang disponsori Pertamina ini bisa dibilang sangat “gado-gado”. Mulai dari rumus-rumus&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;akademis dalam menentukan cadangan migas dan keekonomian nya dan juga beberapa keekonomian sektor energi lainnya, sebagai bukti pengalaman, keahlian dan jalur akademis penulis sebagai pengajar di Teknik Perminyakan ITB. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ada juga mengenai beberapa tulisan kegelisahan pengelolaan energy, dan tulisan mengenai prospek energy masa depan Indonesia yang belum terlalu dikembangkan saat ini seperti CBM (&lt;em&gt;Coal Bead Methane&lt;/em&gt;), panas bumi, nabati dan energi terbarukan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda adalah orang awam yang ingin mengetahui kerangka seluk-beluk migas indonesia, buku ini layak untuk dibaca sekalipun untuk beberapa hal tertentu cukup dalam pembahasan teknis nya. Dan justru detil tersebut sebagai pelengkap untuk yang ingin mengetahui lebih dalam sedikit keteknikan migas. Tidak heran penulis sebagai anggota DEN dalam setiap kesempatan dengar pendapat dengan pemerintah atau DPR, selalu merekomendasikan untuk membaca buku ini seolah sebagai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;buku pengantar migas Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dan jika anda adalah orang pengalaman di dunia migas, maka buku ini pun bisa membuka cakrawala yang lebih luas daripada “hanya” sekedar memenuhi target pemerintah (dan perusahaan migas) untuk selalu menjaga atau meningkatkan produksi migas. Walaupun untuk beberapa hal teknis seperti perhitungan cadangan, &lt;a href="http://3an.blogspot.com/2009/10/menelaah-cost-recovery-indonesia.html"&gt;cost recovery&lt;/a&gt; &amp;amp; keekomian migas, anda yang pengalaman dalam bidang tersebut tidak akan puas dengan sedikit saja metode yang dicantumkan dalam buku ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena keinginan buku ini untuk menyasar kalangan pemula dan pengalaman di sisi lain justru menjadikan buku ini setengah-setengah. Dimana seharusnya hal tersebut bisa diatasi dengan pengelompokan bab-bab menjadi bab besar yang mencakup sebuah ide pokok, dimana 31 bab buku ini pun bisa menjadi tiga atau empat ide pokok atau bab besar. Misalnya tentang tulisan akademis, dunia migas, keekonomian energi dan opini energi.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;layout&lt;/span&gt; masih menjadi salah satu kelemahan buku-buku wacana keteknikan seperti ini. Cukup membosankan buku berisi rumus yang segmentasi nya bukan kepada mahasiswa jika dikemas dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;layout&lt;/span&gt; yang kurang baik. Selain itu, penjelasan teknis rumus-rumus juga masih belum memudahkan pembaca pemula untuk mulai &lt;a href="http://3an.blogspot.com/2010/01/tahap-pengembangan-lapangan-migas.html"&gt;belajar memahami dunia teknik migas&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pendahuluan sendiri, penulis (atau editor?) memaksakan jalinan ide antar paragraph dengan menyesuaikan isi bab-bab dalam buku. Bisa saja hal tersebut dilakukan, namun rasanya tidak harus memasukan semua bab buku dalam pendahuluan. Jika sudah dilakukan pengelompokan menjadi bab besar diatas, maka bisa dibuat pendahuluan yang mengalir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun anda yang peduli dan ingin tahu lebih dalam tentang migas Indonesia, maka anda wajib membaca buku ini. Jika bisa, anda harus bertemu langsung dengan penulisnya untuk membicarakan buku ini. Bukan hanya untuk quote dan tanda tangan, tapi juga semangat Prof Widjajono Partowidagdo tentang Migas dan Energi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:arial;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13631114-7197449049021783716?l=3an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://3an.blogspot.com/feeds/7197449049021783716/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13631114&amp;postID=7197449049021783716&amp;isPopup=true" title="4 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/7197449049021783716?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/7197449049021783716?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://3an.blogspot.com/2010/06/migas-dan-energi-indonesia.html" title="Migas dan Energi Indonesia" /><author><name>trian h.a</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04658193970968195265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://i17.photobucket.com/albums/b97/the3an/me/puri-1.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/TBgh34T8wPI/AAAAAAAAA3s/i8JLSakQM1g/s72-c/LayoutVer3b-Alt.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>4</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0ADSXc5fip7ImA9WxFQGEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-13631114.post-8501491123789249395</id><published>2010-05-15T10:50:00.001+07:00</published><updated>2010-05-15T10:56:18.926+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-05-15T10:56:18.926+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Opini" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Liput" /><title>PR untuk Depok</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/S-4YrUnwL-I/AAAAAAAAA3c/pX-sYkk57BA/s1600/logo+depok.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 0px 0px 10px; WIDTH: 129px; FLOAT: right; HEIGHT: 145px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471337729850617826" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/S-4YrUnwL-I/AAAAAAAAA3c/pX-sYkk57BA/s320/logo+depok.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Oktober 2010 ini Depok akan menyelenggarakan pemilihan langsung (Pilkada) Walikota Depok periode 2010-2015. Sejak awal tahun sudah mulai marak spanduk dan baligho bakal calon walokita dari tokoh masyarakat yang dipasang di tempat strategis seluruh Depok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nurmahmudi Ismail sendiri tampaknya masih akan maju sebagai calon dengan pandamping yang berbeda, karena wakil walikota yang sekarang maju sendiri sebagai calon walikota. Nurmahmudi dalam 5 tahun kepemimpinan di Depok selain mampu menorehkan pretasi membanggakan, masih juga memberikan pekerjaan rumah yang cukup pelik untuk periode berikutnya. PR tersebut sebenarnya adalah persoalan klasik Depok sebagai salah satu kota pendukung Ibukota Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah catatan pribadi atas 5 PR utama Kota Depok yang akan menjadi tantangan walikota mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jalan Margonda &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir semua orang depok sepakat bahwa Jalan Margonda (JM) adalah jalan vital Depok namun sekaligus sumber masalah transportasi. Beban JM sudah sangat berat sehingga kewalahan. Alhasil kemacetan hampir dipastikan terjadi pada saat jam berangkat dan pulang kerja. Jika melihat sepanjang JM, maka akan banyak simpul masalah, misal nya mall dan pusat belanja, pertokoan, terminal depok dan transportasi umum (di bahas di bawah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah tersebut sebenarnya bisa di kurangi jika volume kendaraan tidak sebanyak sekarang dan masa mendatang. Namun perkembangan Depok ke depan dipastikan JM akan menerima beban kendaraan yang lebih banyak, sehingga potensi kemacetan akan semakin parah. Sekalipun Pemkot Depok tahun 2010 ini mempunyai program pelebaran JM (yang akibatnya pohon pinggir jalan menghilang!!!), namun kondisi nya tidaklah memperbaiki secara signifikan. Tumpukan kendaraan masih terjadi, karena jalan hasil pelebaran tetap digunakan untuk parkir akibat lahan parkir yang hilang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; DISPLAY: block; HEIGHT: 283px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471338414586990610" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/S-4ZTLdoEBI/AAAAAAAAA3k/aK68mFUpeCE/s320/margonda.jpg" /&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lalu solusi apa lagi? Menurut saya, tidak salah lagi model jalan layang adalah satu-satu nya cara membagi beban JM. Lihatlah jalan raya yang menghubungkan Kramat Jati-Cawang sampai ke Ancol (orang mengenal nya "jalan raya bypass") atau jalan layang Pasopati Bandung. Ada jalan toll di atas, dan ada jalan raya biasa di bawah nya. Model tersebut sangat cocok untuk JM apalagi pasca pelebaran jalan sehingga cukup untuk tiang pancang di tengah nya. Jalan layang bisa dimulai sebelum bundaran UI di Lenteng Agung sampai Grand Depok City (atau langsung nyambung ke rencana Tol Jorr II), dengan 2-3 section masuk/keluar. Kendaraan yang hanya membutuhkan lewat JM, cukup lewat atas tanpa harus menghadapi kendaraan umum atau lainnya yang terkait aktivitas bisnis di JM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsekuensi dengan jalan layang tersebut, area bisnis pertokoan sepanjang JM sedikit banyak akan terpengaruh. Hal yang mirip terjadi di pertokoan di bawah flyover Jl Arif Rahman Hakim yang melintasi rel station Depok Baru, dimana toko-toko yang dulu nya ramai sudah sulit bernapas lagi, bahkan sebagian besar tutup atau pindah menjadi tempat penitipan sepeda motor yang lebih menjanjikan. Akibat tersebut yang harus dihadapai pemkot kepada pengelola pertokoan sepanjang JM. Untuk jangka pendek memang berat, namun untuk visi transportasi jangka panjang, pembuatan jalan layang tersebut sangat baik untuk dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Terminal Depok&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mestinya terminal Depok ini dipindahkan keluar pusat kota dan JM. Konon lokasi baru nya akan di Jatijajar, jauh dari pusat kota. Sama hal nya dengan beban JM yang melebihi ambang, terminal depok pun demikian. Akibatnya terminal menjadi salah satu penyebab kemacetan di bagian JM. Pun di dalam terminal yang tidak teratur sehingga membuat penumpang tidak nyaman. Alhasil, penumpang lebih memilih naik di bagian luar terminal sehingga kemacetan di depan terminal tidak pernah terselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan terminal utama yang pindah keluar pusat kota depok, maka area terminal lama bisa diperbaiki kemudian menjadi sarana publik seperti hal nya alun-alun yang setiap kota pasti mempunyai nya (kecuali Depok!). Saat ini warga depok yang ingin jalan-jalan bersama keluarga nya ke taman kota tidak mempunyai pilihan kecuali ke area kampus UI (yang sebenarnya bukan taman area umum). Hasilnya bisa dijamin, akan ada hutan dan paru-paru kota yang nyaman di tengah pusat Depok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sarana Transportasi Umum&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ini adalah masalah dasar Indonesia, seperti hal nya Jakarta juga pelik transportasi umum nya. Khusus untuk Depok, saya melihat angkutan kota (angkot) sangat banyak jumlah nya dan masalah angkot itu juga terjadi di hampir semua kota besar di Jawa Barat (Bandung, Bogor, etc). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Harus dilakukan upaya pengoptimalan moda angkutan kota ini. Dalam bahasa lain mengurangi jumlah angkot yang beredar sesuai actual demand, dimana saat ini jumlahnya snagat banyak baik yang beredar atau yang berhenti di terminal (legal atau ilegal). Hal ini memang tidak mudah, mengingat pengemudi nya merupakan sumber pekerjaan. Setidaknya dimulai dari ditertibkan nya angkot yang sudah tidak layak, dan izin perpanjangan trayek diperketat. Hal yang sama dilakukan oleh Palembang atau Jogjakarta dalam mengatasi masalah bus kota nya, untuk mengubahnya menjadi moda bus trans-kota. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di transportasi lain, Kereta Rel Listrik (KRL) mungkin adalah alasan paling utama banyak orang memilih tinggal di Depok. Namun akhir-akhir ini, KRL ini pun sudah kewalahan menghadapi ledakan penumpang di kelas ekspress apalagi ekonomi nya. Salah satu solusi yang terdengar ingin dilakukan Pemkot Depok adalah pemkot membeli KRL khusus yang melayani rute Depok-Jakarta. Terlepas peruntukan KRL tersebut khusus untuk warga Depok atau umum, solusi ini sama hal nya model kerjasama yang dilakukan beberapa Pemda di Papua dengan Maskapai Merpati. Tidak lain dan bukan sebagai sarana memudahkan akses warga ke tempat lain, sehingga menjadi daya tarik yang bisa mengundang tamu atau investor ke kota tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, hal yang sangat strategis untuk segera dipunyai Depok adalah angkutan Bandara. Semua kota sekitar Jakarta sudah mempunyai moda angkutan Bandara, dan Depok satu-satunya yang tidak ada. Moda ini sangat strategis bukan hanya membantu mobilitas warga Depok, sekaligus juga memudahkan akses ke Depok bagi tamu atau pengunjung mengingat Depok menjadi kota pelajar di satelit Jakarta. Jika perusahaan Damri menilai moda ini kurang menguntungkan, maka bisa dibuat skema kerjasama dengan Pemkot Depok seperti hal nya kerjasama KRL diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jalan Raya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jalan raya adalah sarana utama yang mendukung ekonomi daerah. Depok adalah daerah pinggiran Jakarta yang bertransformasi menjadi kota. Dengan kebutuhan mobilitas, banyak akses jalan raya di Depok yang tidak memenuhi kualifikasi jalan utama, termasuk juga jalan-jalan ke kawasan pinggiran Depok yang kurang memadai. Bisa jadi karena pembangunan yang kurang baik atau pemakaian yang melebihi ambang. Dari Pemkot sekarang, sudah ada perbaikan dalam infrastruktur jalan rusak ini terutama di jalan-jalan utama. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selain perbaikan jalan, perlu adanya terobosan dari Pemkot untuk pembuatan jalan-jalan baru sebagai jalan lintas baru untuk penghubung antar jalan utama. Jalan sepanjang rel KRL dari pasar lama ke Stasiun Depok Baru adalah salah satu contoh yang sayang nya proyek 2 tahun tersebut belum bisa berfungsi. Perlu juga dipikirkan untuk mengurangi beban Margonda, maka alternative jalan Tanah Baru atau Kukusan untuk menjadi jalan lintas baru. Plus dengan rencana JORR II, Pemkot harus menjadi sponsor utama dalam penyelesaian nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pusat Keramaian Kota&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pusat keramain Depok saat ini masih terfokus di Jalan Margonda. Keinginan pemkot untuk membuat pusat-pusa keramaian baru belum sepenuhnya berhasil. Target keramaian baru tersebut adalah Cinere dan Limo, serta Jatijajar nanti setelah terminal baru. Penyebaran pusat keramaian tersebut harus dilakukan dengan dua langkah pararel, yakni membuka kesempatan ruang-ruang di pusat keramaian baru dan membatasi tambahan keramaian di Margonda. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan tersebut misalnya perizinan yang lebih mudah, insentif pajak dan fasilitas umum (termasuk jalan) yang harus di perbaiki. Termasuk juga relokasi beberapa kantor dinas pemkot yang awalnya di sekitar Margonda ke daerah keramaian baru tersebut, sekaligus peningkatan kualitas kantor nya. Misal nya Dinas Kesehatan yang kantor nya di ruko depan terminal serta Dinas Imigrasi yang berkantor di gang depan pertigaan Margonda dan Tole Iskandar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pembatasan di margonda, dilakukan dengan penertiban terhadap bangunan yang tidak sesuai izinnya, pengetatan izin dan restribusi yang dinaikan. Sebenarnya, Rencana pengembangan kota yang disusun Pemkot sendiri sudah mengarah ke langkah penciptaan pusat keramaian baru. Namun, jika rencana penyebaran tanpa dua hal pararel diatas maka tidak bisa terealisasi dengan sendiri nya karena magnet bisnis utama Depok masih ada di margonda.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;** &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kelima hal diatas adalah 5 hal utama yang menjadi tugas berat bagi walikota yang baru, dan masih mungkin belum sepenuhnya terpecahkan setelah masa akhir jabatan 2015 nanti. Semoga walikota terpilih nanti bisa menjadikan Depok lebih baik lagi. Untuk Depok yang sedang membangun jati dirinya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13631114-8501491123789249395?l=3an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://3an.blogspot.com/feeds/8501491123789249395/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13631114&amp;postID=8501491123789249395&amp;isPopup=true" title="5 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/8501491123789249395?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/8501491123789249395?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://3an.blogspot.com/2010/05/pr-untuk-depok.html" title="PR untuk Depok" /><author><name>trian h.a</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04658193970968195265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://i17.photobucket.com/albums/b97/the3an/me/puri-1.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/S-4YrUnwL-I/AAAAAAAAA3c/pX-sYkk57BA/s72-c/logo+depok.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>5</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUUEQ3YyfCp7ImA9WxBRFUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-13631114.post-2970610879378501467</id><published>2010-01-04T07:00:00.003+07:00</published><updated>2010-01-04T07:00:02.894+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-04T07:00:02.894+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bangsa" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Engineer" /><title>Tahap Pengembangan Lapangan Migas</title><content type="html">&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:officedocumentsettings&gt;   &lt;o:relyonvml/&gt;   &lt;o:allowpng/&gt;  &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="&amp;#45;-"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;  &lt;p  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;Pengembangaan sebuah lapangan minyak dan gas di Indonesia terdiri atas tiga tahap utama, yakni tahap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Exploration&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Development &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Production&lt;/span&gt;. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Eksplorasi adalah tahap awal untuk menemukan prospek atau potensi cadangan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;migas. Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS, yakni perusahaan migas) mendapatkan lapangan Eksplorasi dari pembelian kontrak kandidat lapangan migas yang ditawarkan pemerintah (BP Migas). &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Pada tahap eksplorasi ini, KKKS diberikan waktu 10 tahun untuk melakukan eksplorasi. KKKS mempunyai keharusan untuk mengeluarkan biaya investasi yang besar dimana resiko sepenuhnya ditanggung KKKS. Kewajiban KKKS untuk melakukan aktivitas eksplorasi akan dievaluasi oleh pemerintah 3 tahun pertama (komitmen pasti), 3 tahun kedua (komitmen lanjutan), dan 4 tahun terakhir (komitmen tambahan). &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Dalam waktu eksplorasi tersebut, KKKS bisa menyerahkan kembali prospek tersebut termasuk semua data yang didapat selama aktivitas eksplorasi kepada Pemerintah. Atau jika selambatnya 10 tahun KKKS tidak berhasil menemukan potensi lapangan migas, maka lapangan tersebut (termasuk data) wajib diserahkan kembali ke pemerintah. Dengan skema tersebut, sangat terlihat besarnya resiko KKKS dalam kegiatan eksplorasi. Biaya eksplorasi yang gagal bagi KKKS akan menjadi &lt;i style=""&gt;sunk cost&lt;/i&gt; dan tidak akan ditanggung oleh pemerintah&lt;i style=""&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Lain ceritanya jika prospek tersebut terbukti merupakan cadangan migas (tanpa harus menunggu 10 tahun eksplorasi), maka tahap berikutnya adalah pembuatan POD (&lt;i style=""&gt;Plan of Development&lt;/i&gt;) lapangan /blok migas yang diajukan KKKS kepada pemeirntah (Menteri ESDM). Secara khusus, tujuan POD adalah melihat tingkat ke-ekonomi-an sebuah blok migas. Dengan disetujuinya POD, maka skema Cost Recovery mulai berlaku ( baca artikel penulis tentang &lt;a href="http://3an.blogspot.com/2009/10/menelaah-cost-recovery-indonesia.html"&gt;cost recovery&lt;/a&gt;). Artinya, semua biaya eksplorasi akan diganti oleh Negara melalui skema bagi hasil PSC (&lt;i style=""&gt;&lt;a href="http://3an.blogspot.com/2009/09/memahami-psc-production-sharing.html"&gt;Production Sharing Contract&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;). Bagi pemerintah, POD adalah sebuah langkah kritikal pengambilan keputusan migas karena menyangkut pendapatan atau kerugian negara (akibat tidak ekonomis) di masa datang.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/S0Byw0EBt3I/AAAAAAAAA3Q/BpcRCsPTlXU/s1600-h/POD3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 246px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/S0Byw0EBt3I/AAAAAAAAA3Q/BpcRCsPTlXU/s400/POD3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422460134288897906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Setelah Eksplorasi dan POD, maka tahap berikutnya Development dan Production dengan konsesi 20 tahun atau sesuai kontrak khusus. Development adalah tahap dimana KKKS melakukan kegiatan analisa lebih dalam mengenai kondisi blok migas. Misal, jika dalam eksplorasi KKKS hanya melakukan drilling 2 &lt;i style=""&gt;exploration wells&lt;/i&gt; untuk identifikasi potensi cadangan,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maka pada development KKKS akan melakukan &lt;i style=""&gt;development drilling&lt;/i&gt; 3 wells untuk menganalisa lebih pasti volume reservoir. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Pada tahap Development ini sekalipun cost recovery sudah diberlakukan, namun biaya masih dibiayai oleh KKKS karena cost recovery dalam PSC adalah pembagian hasil produksi, bukan pembayaran penggantian (&lt;i style=""&gt;not-reimbursable&lt;/i&gt;). Dalam tahap ini juga mulai dibangun fasilitas produksi yang juga menjadi tanggungan KKKS. Sehingga praktis biaya eksplorasi dan development cukup menguras kas KKKS (lihat skema).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Setelah tahap development selesai (dan masih memungkinkan dilakukan revisi POD), maka tahap berikutnya adalah Production yakni melakukan eksploitasi migas. Produksi migas mulai mengalir, &lt;i style=""&gt;revenue&lt;/i&gt; pun mulai masuk, sehingga beban kas akibat biaya eksplorasi+development dan biaya produksi semakin berkurang. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Dalam proses ini, pemerintah hanya mendapatkan FTP dan DMO sesuai dengan skema PSC. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Sampai akhirnya semua biaya (termasuk biaya produksi rutin) habis cost recovery, maka pemerintah mulai mendapatkan &lt;i style=""&gt;Equity&lt;/i&gt; (jatah). Hal inilah yang menjadi “titik impas” &lt;i style=""&gt;Break Even Point&lt;/i&gt; (BEP) untuk pengambilan keputusan pemerintah dalam POD, sampai berapa lama pemerintah mulai penuh mendapatkan &lt;i style=""&gt;Equity&lt;/i&gt; sesuai &lt;a href="http://3an.blogspot.com/2009/09/memahami-psc-production-sharing.html"&gt;skema PSC&lt;/a&gt; (85%).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Merupakan kondisi alami blok migas mengalami penurunan produksi, sehingga revenue juga semakin turun. Padahal di sisi lain, biaya produksi semakin naik karena lapangan minyak yang semakin berumur. KKKS harus memperhitungkan batas ekonomis (&lt;i style=""&gt;economical limit&lt;/i&gt;), yakni batas ke-ekonomi-an sebuah blok migas menurut &lt;i style=""&gt;cost benefit&lt;/i&gt; KKKS. Hingga pada waktu cash positif KKKS akan cenderung turun lagi (karena produksi turun) sehingga akan melewati &lt;i style=""&gt;economical limit&lt;/i&gt;, maka KKKS cenderung untuk melepas atau berbagi kepemilikan blok dengan KKKS lain. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Tingkat ekonomis sendiri berbeda antara KKKS satu dan lainnya, antar perusahaan migas nasional dan multinasional, karena biaya untuk memproduksi migas masing-masing akan berbeda. Namun semua perusahaan akan mendapat perlakuan yang sama di depan pemerintah dalam kontrak migas (kecuali perusahaan migas BUMN). Kebijakan pemerintah terhadap kontrak migas KKKS juga menjadi salah satu faktor &lt;i style=""&gt;economical limit&lt;/i&gt; bagi KKKS. Dan untuk mendukung investasi migas di tengah semakin menurunnya produksi dan cadangan migas nasional, sudah semestinya pemerintah memberikan iklim investasi yang semakin baik untuk pengembangan lapangan migas di Indonesia. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13631114-2970610879378501467?l=3an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://3an.blogspot.com/feeds/2970610879378501467/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13631114&amp;postID=2970610879378501467&amp;isPopup=true" title="5 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/2970610879378501467?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/2970610879378501467?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://3an.blogspot.com/2010/01/tahap-pengembangan-lapangan-migas.html" title="Tahap Pengembangan Lapangan Migas" /><author><name>trian h.a</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04658193970968195265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://i17.photobucket.com/albums/b97/the3an/me/puri-1.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/S0Byw0EBt3I/AAAAAAAAA3Q/BpcRCsPTlXU/s72-c/POD3.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>5</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUAGRXo_fCp7ImA9WxNbGUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-13631114.post-7114768263997027151</id><published>2009-11-23T20:30:00.005+07:00</published><updated>2009-11-23T20:42:04.444+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-23T20:42:04.444+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Perjalanan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ragam" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Liput" /><title>Sebuah Pojok Soekarno Hatta</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pagi ini, antrian check in sangat ramai di counter petugas check in terminal 2F. Tampak jelas Soekarno Hatta (Soetta) sudah tidak mampu menampung jumlah penumpang sekarang dan di masa mendatang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407292317961892690" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/SwqPttDRM1I/AAAAAAAAA2o/C53TmOVtnek/s400/Soeta3.JPG" border="0" /&gt;Namun sebenarnya, ada sebuah pojok yang mencoba mengurangi beban di counter yang sayang nya tidak dimanfaatkan dengan baik oleh penumpang, yakni fasilitas Kiosk (self Check in). Penumpang terbiasa melakukan check in ke counter, atau mungkin sudah tahu namun "tak mau mencoba". Perlu ada sosialisasi lebih giat lagi, kalau perlu seorang petugas yang bertugas mendampingi penumpang untuk self check in di sisi 4 Kiosk tersebut. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407292117479765346" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/SwqPiCMmtWI/AAAAAAAAA2g/hv2-DM0XTiw/s400/Soeta2.JPG" border="0" /&gt;Lokasi Kiosk tersebut di antara terminal 2F dan 2E. Setelah check in, lebih dekat langsung lewat jalan yang menuju area executive lounge. Jika masuk ke lounge Sunda Kelapa, maka mungkin ini salah satu toilet laki-laki dengan view terbaik di Soetta. Anda perlu mencobanya.. :) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407291986869989250" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/SwqPabozr4I/AAAAAAAAA2Y/aBd3SWNqqvA/s400/Soeta1.JPG" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13631114-7114768263997027151?l=3an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://3an.blogspot.com/feeds/7114768263997027151/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13631114&amp;postID=7114768263997027151&amp;isPopup=true" title="7 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/7114768263997027151?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/7114768263997027151?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://3an.blogspot.com/2009/11/sebuah-pojok-soekarno-htta.html" title="Sebuah Pojok Soekarno Hatta" /><author><name>trian h.a</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04658193970968195265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://i17.photobucket.com/albums/b97/the3an/me/puri-1.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/SwqPttDRM1I/AAAAAAAAA2o/C53TmOVtnek/s72-c/Soeta3.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>7</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkEHSX0-fyp7ImA9WxNVF0Q.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-13631114.post-384427697633298846</id><published>2009-10-29T11:30:00.004+07:00</published><updated>2009-10-29T13:43:58.357+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-10-29T13:43:58.357+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Opini" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bangsa" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Engineer" /><title>Menelaah Cost Recovery Indonesia</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dalam penjelasan &lt;a href="http://3an.blogspot.com/2009/09/memahami-psc-production-sharing.html"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Production Sharing Contract&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;&lt;strong&gt;PSC&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;)&lt;/a&gt;, &lt;em&gt;Cost Recovery&lt;/em&gt; menjadi pilihan pada sistem PSC. Cost Recovery (CR) secara singkat adalah biaya investasi dan operasi produksi migas yang dikeluarkan Contractor dan dibayar GOI/Pemerintah Indonesia dalam mekanisma bagi hasil produksi, dimana lebih jelas tergambar pada skema bagi hasil PSC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam skema bagi hasil, sangat terlihat bahwa besarnya jatah (&lt;em&gt;entitlement&lt;/em&gt;) GOI sangat dipengaruhi oleh CR. Semakin besar CR, maka &lt;em&gt;equity to be split&lt;/em&gt; menjadi lebih rendah sehingga GOI mendapat jatah yang lebih rendah pula bahkan bisa saja nol barrel. Hal tersebut yang menjadi alasan kuat adanya FTP (&lt;em&gt;First Trance Petroleum&lt;/em&gt;, yakni bagian lifting yang disisihkan sejumlah 20% untuk dibagi dahulu antara GOI dan &lt;em&gt;Contractor&lt;/em&gt;) sehingga setidaknya GOI tetap mendapatkan jatah barrel minyak. Oleh karenanya, menjadi kepentingan GOI untuk menjaga sehingga CR seminimal mungkin yang monitor dan kontrolnya dijalankan oleh BP Migas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya semua biaya yang terkait operasi migas masuk dalam &lt;em&gt;cost recovery&lt;/em&gt;. Namun terkait membengkaknya CR dari tahun ke tahun, maka BP Migas lebih selektif dalam pengontrolan CR. Beberapa data &lt;a href="http://economy.okezone.com/read/2008/07/14/20/127564/20/kenaikan-cost-recovery-tidak-berpengaruh-ke-pnbp"&gt;besaran &lt;em&gt;Cost Recovery&lt;/em&gt;&lt;/a&gt; yakni tahun-CR; 2006-USD 8.12 Milyar, 2007-USD 8.71 Milyar, 2008 -USD 9.05 Milyar, dan 2009-USD 11.7 Milyar. Padahal di sisi yang lain, produksii minyak cenderung menurun yang menyebabnkan cost/barrel naik. Secara otomatis, jatah barrel GOI pun juga turun (walaupun penerimaan migas belum tentu turun karena fluktuasi harga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang patut bersama dipahami bahwa CR terkait dengan biaya produksi, dan lapangan tua yang produksi nya menurun membutuhakan biaya perawatan yang semakin besar dibandingkan lapangan baru. Ibarat mesin, semakin tua usia mesin maka &lt;em&gt;maintenance cost&lt;/em&gt; nya akan membengkak. Walaupun demikian, GOI (dan DPR) melihat bahwa anomali tersebut tidak bisa mutlak diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, muncul Peraturan Menteri ESDM Nomor 22 Tahun 2008 tentang jenis-jenis biaya kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi yang tidak dapat dikembalikan kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang bersi &lt;em&gt;17 negative list&lt;/em&gt;, diantaranya insentif jangka panjang karyawan, konsultan hukum yang tidak terkait operasi, &lt;em&gt;expatriate&lt;/em&gt; tanpa persetujuan, kegiatan comdev dan PR serta bunga atas pinjaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kejadian misalnya &lt;em&gt;equity to be split&lt;/em&gt; sama dengan &lt;em&gt;zero&lt;/em&gt; karena besarnya CR sehingga hanya cukup untukl FTP, maka terdapat prioritas pembebanan &lt;em&gt;cost recovery&lt;/em&gt; yang hanya bisa dilakukan pada tahun berjalan secara berurutan yaitu: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;em&gt;Unrecovered Other Costs;&lt;/em&gt; yang mencakup biaya Exploration dan jika CR masih mencukupi dimasukan juga Operating Expenses-OPEX periode tahun sebelumnya yang belum di cost recovery.&lt;br /&gt;2. &lt;em&gt;Current Year Non Capital Costs&lt;/em&gt;; yakni OPEX pada tahun berjalan.&lt;br /&gt;3. &lt;em&gt;Prior Years depreciation for Capital Costs&lt;/em&gt;; yakni depresisasi asset (Capital Expenditure-CAPEX) tahun sebelumnya yang belum di cost recovery.&lt;br /&gt;4. &lt;em&gt;Current Year depreciation for Capital Costs&lt;/em&gt;; yakni depresiasi asset (CAPEX) pada tahun berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cost Recovery KKKS 2010&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Sejak tahun 2009, CR masuk item dalam APBN. Dari sisi pemerintah, masuknya CR dalam APBN menjadikan CR terlihat (sekalipun belum sepenuhnya terkontrol) sehingga bisa membandingkan dengan jelas besaran &lt;em&gt;lifting&lt;/em&gt; dan CR. Dari sisi &lt;em&gt;Contractor&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;17 negative list &lt;/em&gt;menjadi “hambatan tambahan” dalam upaya meningkatkan produksi migas (namun jika dilihat jeli, 17 list tersebut adalah aktivitas yang tidak terkait langsung produksi migas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari hal tersebut, masuknya CR dalam APBN sejatinya menyalahi konsep awal PSC yakni bagi hasil produksi. Item yang seharusnya masuk dalam APBN hanya entitlement GOI. Bagi hasil produksi artinya produksi (setelah dikurangi biaya) yang dibagi, urusan kontrol biaya dijalankan pemerintah melalui BP Migas. Pertanyaannya, jika BP Migas tidak optiimal mengapa ada pengawas hulu migas? Lalu, mengapa PSC dan bukan skema &lt;em&gt;royalty&lt;/em&gt; seperti halnya Pertambangan sehingga tidak repot dilakukan &lt;em&gt;controlling&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;monitoring&lt;/em&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tahun 2010 berdasar kecenderungan kenaikan CR tahun ke tahun, maka pemerintah dan DPR memutuskan batas atas &lt;a href="http://economy.okezone.com/read/2009/09/03/320/254182/320/cost-recovery-2010-ditetapkan-usd12-miliar"&gt;CR yang masuk dalam APBN 2010&lt;/a&gt; sebesar USD 12.01 Milyar. Nilai tersebut dibagi dengan &lt;a href="http://www.bpmigas.com/kps.asp#a"&gt;semua &lt;em&gt;Contractor PSC&lt;/em&gt;&lt;/a&gt; yang beroperasi di Indonesia sesuai persentasi produksi BOE (&lt;em&gt;Barrel Oil Equivalent&lt;/em&gt;). Jika CR lebih besar dari batas atas, maka CR dilakukan berdasar urutan prioritas CR diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasar data produksi migas sampai tengah tahun 2010 (sumber: Majalah Petrominer), 10 besar KKKS produksi migas Indonesia sebagai berikut (BOD: &lt;em&gt;Barrel Oil per Day&lt;/em&gt;, MMSCFD: &lt;em&gt;Million Cubic Feet Per Day&lt;/em&gt;) ;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397684409651004882" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 409px; CURSOR: hand; HEIGHT: 171px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/SuhtX1bphdI/AAAAAAAAA2I/Ou_22J4v6h4/s400/Prod+oil.jpg" border="0" /&gt; Dengan asumsi persentase produksi 10 besar KKKS diatas tidak banyak berubah terhadap total lifting 2010 yang estimasi 2,466 juta BOE (Oil 960 ribu Barrel, gas 1.505 juta BOE &lt;a href="http://economy.okezone.com/read/2009/10/01/320/261703/320/produksi-gas-bumi-capai-8-274-mmscfd"&gt;data akhir Juli 2009&lt;/a&gt;), maka estimasi batas maksimal batas atas CR pada 10 KKKS adalah: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397685246585218722" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 173px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/SuhuIjQUJqI/AAAAAAAAA2Q/FN-GQTOT3Fc/s400/CR.jpg" border="0" /&gt; &lt;div align="justify"&gt;Olahan estimasi batas atas CR diatas seperti pisau bermata dua bagi KKKS. Di satu sisi menjadi panduan KKKS untuk mengkontrol CR nya sesuai dengan batas atas (daripada harus di carry over 2011), namun di sisi lain untuk project yang terkait produksi langsung dimana biaya nya besar akan dipertimbangkan dilaksanakan karena akan melebihi batas atas CR KKKS. Satu-satunya jalan jika terjadi demikian, BP Migas memberikan insentif misalnya&lt;em&gt; Interest Holiday&lt;/em&gt; (insentif bunga pinjaman) atau bentuk lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Cost Recovery&lt;/em&gt; tersebut akan “bertemu” dengan target &lt;em&gt;lifting&lt;/em&gt; 2010 yang jelas lebih berat karena dibebankan 965 ribu barrel oil (naik 5 ribu barrel dari 2009) pada lapangan yang sebagian besar &lt;em&gt;mature&lt;/em&gt; dengan kecenderungan &lt;em&gt;decline&lt;/em&gt;. Yang pada akhirnya layaknya prinsip ekonomi lah yang berjalan, untuk mendapatkan hasil semaksimal mungkin dengan upaya seminimal mungkin. Sebuah tantangan untuk dunia migas Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13631114-384427697633298846?l=3an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://3an.blogspot.com/feeds/384427697633298846/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13631114&amp;postID=384427697633298846&amp;isPopup=true" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/384427697633298846?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/384427697633298846?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://3an.blogspot.com/2009/10/menelaah-cost-recovery-indonesia.html" title="Menelaah Cost Recovery Indonesia" /><author><name>trian h.a</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04658193970968195265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://i17.photobucket.com/albums/b97/the3an/me/puri-1.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/SuhtX1bphdI/AAAAAAAAA2I/Ou_22J4v6h4/s72-c/Prod+oil.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUcDRnc9fip7ImA9WxNRGEU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-13631114.post-2280182823371239319</id><published>2009-09-13T22:50:00.005+07:00</published><updated>2009-09-14T07:11:17.966+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-14T07:11:17.966+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Perjalanan" /><title>Susahnya Taksi di Palembang</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Susahnya mencari taksi di Palembang, maksudnya tentu taksi standar dengan argometer sebagai pedoman ongkos taksi. Hampir 99% taksi di Palembang ber-argo kuda, artinya semua tidak ada standar alias borongan. Ada standar, tapi standar menurut para supir taksi Palembang. Jarak tidak selalu menjadi patokan, tapi tujuan yang lebih menjadi acuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya adalah taksi dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB). Taksi dari SMB ke dalam kota Palembang, maka tarif sekarang 60 ribu. Sedangkan agak pinggir kota (seperti Pusri) bisa 75ribu, Plaju bisa jadi 100 ribu. Ada juga taksi yang membuka agen di dalam gedung SMB dengan tulisan terpampang Taksi Argo (maksudnya menggunaka argo, bukan borongan), namun saya pribadi sangsi mengingat hampir pasti semua taksi Palembang adalah borongan (argo namun tetap diminta "negoisasi"dengan sopirnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu sangat berbeda jauh dengan &lt;a href="http://3an.blogspot.com/2008/04/taksi-di-jakarta_24.html"&gt;Taksi di Jakarta&lt;/a&gt; (maaf, bukan melebihkan hanya sebagai perbandingan). Rasanya tidak ada satu perusahaan taksi di Jakarta yang menganut borongan. Kalaupun ada, itu pelayanan taksi khusus carteran, bukan yang umum di jalan. Jika keluar SMB yang akan dikerumuni oleh para sopir taksi serta ojek, berbeda saat keluar Soekarno-Hatta kita tinggal memilih taksi argo mana yang akan digunakan (ada tawaran namun batas wajar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggunakan taksi dari hotel biasanya standar pelayanan yang sangat di utamakan, bahkan hotel bintang melayani antar-jemput bandara/stasiun untuk para tamu nya (&lt;em&gt;free charge&lt;/em&gt;). Sedangkan di Palembang, pelayanan jemput hotel rata-rata saat dari SMB dan sulit untuk antar dari hotel ke SMB. Dari &lt;a href="http://www.novotel.com/gb/hotel-3716-novotel-palembang-hotel-residence/index.shtml"&gt;Novotel&lt;/a&gt; misalnya, pihak pengelola hotel seperti sudah mem-formal-kan taksi borongan (mobil) untuk tujuan bandara atau point lain sebesar 75 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemesanan taksi pun tidak menjamin mendapatkan taksi argo, bahkan secara terang-terangan call center taksi tersebut menyatakan bahwa tarif tergantung negoisasi dengan sopirnya. Bertemu dengan taksi di jalan pun sudah pasti akan terkena tarif borongan. Tentu saja untuk sebagian orang, lebih baik dengan argo yang transparan daripada borongan. Sekalipun menurut sebagian orang taksi argo bakal menjebak bagi orang yang belum tahu rute (diajak muter-muter), namun pada dasarnya transparansi itu lebih utama. Apalagi didukung dengan kepercayaan yang sebenarnya sangat mutlak dalam industri jasa seperti taksi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi di Palembang tersebut mungkin sama persis dengan yang di Bandung 3 tahun lalu, dimana semua taksi adalah borongan. Sampai akhirnya muncul Blue Bird yang awalnya ditentang, namun akhirnya beroperasi dengan baik hingga hari ini (dibatasi jumlahnya). Taksi Putra juga sudah 2 tahun lalu. Bahkan taksi lokal Bandung Gemah Ripah sudah hampir selalu argo, lokal yang lain pun satu persatu ikut nyusul juga. Sedangkan yang tetap non-argo, sudah pasti lambat laun akan ditinggalkan karena tidak transparan dan moda yang relatif kurang nyaman dibandingkan taksi argo nya. Hotel sebagai bagian dari pariwisata kota pun ikut berdampak positif dengan pelayanan taksi yang lebih baik di Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke Palembang, tampaknya memang dibutuhkan pionir perusahaan taksi argo seperti halnya Bandung. Saya kurang paham dengan sosial budaya, namun sedikit tahu jika karakter masyarakat Palembang relatif lebih keras dibandingkan Bandung. Artinya jika di Bandung ada pertentangan taksi argo, tidak dipungkiri di Palembang akan terjadi juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun semuanya bisa ditengahi oleh pemerintah, didukung oleh sektor pariwisata kota. Sangat disayangkan jika Visit Musi Palembang yang terpampang dimana-mana tidak bisa di dukung dengan pelayanan ramah bagi para pendatang di Palembang, dimulai dari Bandara SMB sebagai salah satu gerbang utama Palembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah kota Palembang hendaknya belajar pada kota &lt;a href="http://3an.blogspot.com/2008/11/manado-denyut-utara-indonesia.html"&gt;Manado&lt;/a&gt;, yang meski termasuk kota kecil dan jauh dari pusat pulau jawa, pelayanan taksinya cukup memuaskan. Untuk membenahi masalah pelayanan taksi ini dalam rangka mendukung Visit Musi Palembang memang butuh waktu dan akan timbul gesekan sosial khususnya di kalangan sopir taksi Palembang saat ini. Namun jika tidak dimulainya sebuah perbaikan, rasanya tekad Visit Musi Palembang hanya menjadi jargon semata dan semakin berat, apalagi visi menjadi pusat ekonomi Sumatera Bagian Selatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13631114-2280182823371239319?l=3an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://3an.blogspot.com/feeds/2280182823371239319/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13631114&amp;postID=2280182823371239319&amp;isPopup=true" title="11 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/2280182823371239319?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/2280182823371239319?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://3an.blogspot.com/2009/09/susahnya-taksi-di-palembang.html" title="Susahnya Taksi di Palembang" /><author><name>trian h.a</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04658193970968195265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://i17.photobucket.com/albums/b97/the3an/me/puri-1.jpg" /></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0UCSHc4eCp7ImA9WxBRFUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-13631114.post-5145072801249235484</id><published>2009-09-04T22:50:00.005+07:00</published><updated>2010-01-03T17:41:09.930+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-03T17:41:09.930+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bangsa" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Engineer" /><title>Memahami PSC (Production Sharing Contract)</title><content type="html">&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;PSC adalah skema pengelolaan sumber daya minyak dan gas (migas) dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;berpedoman kepada bagi hasil produksi&lt;/span&gt;, antara pemilik sumber daya dan investor. PSC dimulai tahun 1960-an terinspirasi dengan model pengelolaan bagi hasil di pertanian yang sudah turun temurun di Indonesia. Konon PSC tersebut juga menginspirasi negara-negara lain yang kemudian hari berkembang masing-masing. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Beberapa latar belakang PSC yaitu:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;1. Kegiatan migas membutuhkan dana yang besar (teknologi dan sumber daya) sehingga dibutuhkan investor selain pemerintah (Pertamina). Ambil contoh untuk drilling 1 well onshore rata-rata membutuhkan 5 juta USD, sedangkan offshore 50 juta USD (hanya drilling!). &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p face="arial" style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;2. Ciri khas dari kegiatan migas adalah kegiatan eksplorasi yang belum tentu mendapat hasil temuan migas. Kegiatan analisa bawah tanah (sub-surface) yang tidak bisa dipastikan 100% akurasi nya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;3. Lapangan eksploitasi menurun produksinya, biaya operasi semakin meningkat. Hal ini seperti halnya kendaraan dimana semakin tua maka semakin rumit maintenance dan meningkat biayanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;4. Banyak potensi migas di daerah Indonesia belum dilakukan eksplorasi dan eksploitasi (terutama di laut). Sehingga perlu untuk didorong investasi di migas untuk eksplorasi dan eksploitasi nya dengan skema kerjasama yang menarik (PSC).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p face="arial" style="text-align: justify; font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;5. Migas menyumbang kurang lebih 40% pendapatan Negara. Sehingga perlu dibuat skema kerjasama yang tetap menjaga pendapatan pemerintah sebagai pemilik migas.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p face="arial" style="text-align: justify; font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Istilah-istilah dasar yang harus dipahami dalam PSC adalah:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p face="arial" style="text-align: justify; font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;- GOI (Government of Indonesia) ialah &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Pemerintah yang menjalankan amanat pengelolaan SDA yang secara operasional teknis dilakukan oleh BP Migas dalam bidang produksi hulu untuk minyak dan produksi hulu-hilir untuk gas(hilir minyak ditangani oleh BPH Migas). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p face="arial" style="text-align: justify; font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Sedangkan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Contractor ialah perusahaan migas yang melakukan kegiatan migas di Indonesia. Dikenal juga dengan KPS (Kontrak&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;tor Production Sharing), atau sekarang KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p face="arial" style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;- Lifting Oil ialah Produksi Oil dalam Barel Oil Per Day/BOPD (1 Bbl=159 L). Sedangkan gas dalam satuan MMSCFD (million million standard cubic feet per day)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p face="arial" style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;- Split &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ialah bagi hasil antara GOI dan Con yakni 85% : 15% (Oil). Sedangkan untuk gas umumnya 65% : 35%. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p face="arial" style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;- FTP (First Tranche Petroleum) ialah bagian lifting yang disisihkan sejumlah tertentu (20%) untuk dibagi antara GOI dan Contractor.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;- Cost Recovery , ialah biaya investasi dan operasi produksi migas yang dikeluarkan Contractor dan dibayar GOI dalam mekanisma bagi hasil produksi (diperjelas dengan skema di bawah). &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;- DMO (Domestic Market Obligation) ialah kewajiban kontraktor menjual minyak di Indonesia (25% dari jatah/entitlement Contractor), dengan harga DMO fee 15% harga ekspor atau 25% harga ekspor untuk kawasan timur Indonesia. DMO fee tersebut berlaku setelah produksi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;lebih dari 60 bulan, jika kurang 60 bulan maka 100% harga pasar. Sedangkan untuk gas DMO sesuai dengan harga pasar.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sebagai konsekuensi dari PSC, karena modal 100% dari investor dan lahan tetap menjadi milih negara, maka jika investor menemukan migas dalam ekspolarasinya maka seluruh biaya eksplorasi dan eksploitasi akan diganti oleh negara yang dikenal dengan cost recovery. Sebaliknya jika investor gagal menemukan migas, maka biaya menjadi tanggungan investor. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Dalam detil kontrak PSC, batas investor melakukan eksplorasi adalah 10 tahun (3 tahun pertama, 3 tahun kedua, 4 tahun tambahan) yang diawasi oleh pemerintah. Selambatnya sampai batas 10 tahun tersebut tidak ada prospek migas, maka kontraktor harus mengembalikan wilayah kerja ke pemerintah. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dan setelah dilakukan produksi (eksploitasi) migas, maka skema PSC untuk produksi oil adalah sebagai berikut (angka sebagai contoh):&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/SqE2ozkFTYI/AAAAAAAAA1g/u999O1kQZrA/s1600-h/PSC.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 250px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/SqE2ozkFTYI/AAAAAAAAA1g/u999O1kQZrA/s400/PSC.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377639504721300866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dengan skema diatas, dengan asumsi produksi 1000 BOPD dan Cost Recovery (CR) 30%,, maka total entitlement GOI 548 Bbl (55%) dan Con 452 Bbl (45%). Jika di awal disebutkan sharing GOI : Con = 85% : 15%, maka dalam skema diatas terlihat bahwa angka tersebut sangat jauh berbeda. Pun jika jeli mengamati, ternyata angka 15% adalah angka yang diterima bersih kontraktor karena dalam perhitungan split diatas sudah di-gross up tax 44% sehingga sharing contractor menjadi 26.7857% (bukan 15%!). Dan jika lebih jeli lagi, terlihat bahwa CR tidak terkena tax (sekalipun ada wacana CR akan dikenakan tax karena dianggap revenue contractor, opini penulis CR bukan revenue karena CR adalah pembayaran terhadap biaya investasi yang sudah dikeluarkan di muka).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Skema PSC diatas masih ada tambahan beberapa insentif khusus untuk merangsang ikliim investasi (yang artinya entitlement GOI berkurang), misalnya investment credit (credit yang diberikan GOI kepada Con yang tidak mempunyai dana dalam pembangunan fasilitas produksi, dimana terkena Tax 44%) dan interest holiday (bunga pinjaman untuk pembangunan fasilitas produksi yang dibebankan ke CR). &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dengan sedikit gambaran skema diatas, kita harus melihat secara fair bahwa PSC dibutuhkan di Indonesia &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;untuk menjaga produksi migas dalam pemenuhan domestik dan ekspor. Resiko kegagalan, biaya besar dan keekonomian investasi bagaimanapun adalah hal yang harus ditanggung dan dipertimbangan investor. Sebuah trade-off yang dengan PSC diharapkan terciptaa win-win solution.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Namun dengan penjelasan skema diatas, menurut anda apakah PSC terbaik diterapkan di Indonesia?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;-to be continued, about cost recovery-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13631114-5145072801249235484?l=3an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://3an.blogspot.com/feeds/5145072801249235484/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13631114&amp;postID=5145072801249235484&amp;isPopup=true" title="4 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/5145072801249235484?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/5145072801249235484?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://3an.blogspot.com/2009/09/memahami-psc-production-sharing.html" title="Memahami PSC (Production Sharing Contract)" /><author><name>trian h.a</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04658193970968195265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://i17.photobucket.com/albums/b97/the3an/me/puri-1.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/SqE2ozkFTYI/AAAAAAAAA1g/u999O1kQZrA/s72-c/PSC.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>4</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUcHRXo8cCp7ImA9WxJWE04.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-13631114.post-7117184627522528066</id><published>2009-06-18T21:50:00.001+07:00</published><updated>2009-06-18T21:57:14.478+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-06-18T21:57:14.478+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Finance" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Harian" /><title>Signifikansi, Produk Kartu Kredit</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dalam minggu ini, saya di telepon oleh dua kali telemarketing sebuah kartu kredit yang saya pegang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama menawarkan sistem asuransi rawat inap dengan menunjukan copy-an tagihan rumah sakit maka akan mendapatkan cash 1 juta per hari inap (saya lupa pagu nya, yang jelas cukup 'wah'). Premi nya 'hanya' 180-an ribu per bulan, dimana jika dalam 10 tahun tidak ada klaim maka 100%  akumulasi premi kembali, meski dengan prinsip time value of money menjadi biasa saja. Bagaimana jika setelah 2 tahun, klaim 5 hari karena rawat inap lalu kemudian memutuskan kontrak misalnya karena alasan ekonomi. Konon kata sang telemerketer, hal tersebut sangat mungkin. Bagaimana, menggiurkan bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan marketing tersebut, saya hampir saja terbujuk untuk mengatakan 'iya' untuk autodebet dari kartu kredit. Namun saya membatalkan karena dengan kata 'iya' tersebut, maka otomatis masuk dalam program karena semua percakapan direkam, yang akan menjadi dasar hukum bla...bla..dan seterusnya. Saya menjadi sangsi (baca: sedikit 'gimana' gitu, teringat tentang dasar hukum transaksi elektronik), dan akhirnya membatalkan. Dalam hati sebenarnya saya tidak tega (apalagi oleh usaha keras marketer), namun rasio masih bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penawaran yang kedua adalah hari ini, dengan judul yang sama. Bedanya, asuransi ini meng-cover khusus kecelakaan dan klaim rawat inap 150 rb (300rb suami-istri) hingga 60 hari, jika rawat jalan batasan maksimal 1,5 juta/tahun per orang. Namun, tidak ada batasan waktu sehingag tidak ada 100% premi kembali. Catatan buruknya, proses klaim meski fotokopi namun tetap membutuhkan tanda tangan asli pihak rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk yang kedua ini, langsung saya tolak dengan mengatakan bandingan tawaran pertama dengan keunggulan-keunggulan yang lebih fleksibel dan menarik, terakhir skak mat untuk mengatakan tidak karena tidak cukup signifikan. Si telemarketer langsung diam dan mengucapkan terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang program asuransi lain sejenis pernah ditawarkan pula dengan skema yang lain. Jika itu asuransi kesehatan, rawat inap dll, maka dalam otak bawah sadar saya akan menolaknya karena 100% biaya tersebut untuk keluarga sudah di cover oleh kantor. Sesui prinsip dasar &lt;a href="http://3an.blogspot.com/2008/07/keuangan-masa-depan.html"&gt;pengelolaan keuangan masa depan&lt;/a&gt;, untuk apa kita menambah pos pengeluaran untuk hal yang sudah bukan tanggungan sendiri? Bukan jalan yang bijak jika itu digunakan untuk mencari 'tambahan pemasukan'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujung-ujung nya adalah tingkat signifikansi dari tawaran produk kartu kredit, apakah benar-benar dibutuhkan plus seberapa menarik tawaran tersebut. Lain jika itu tentang 12 kali setahun cicilan 0% misalnya untuk sepeda motor Mio, maka saya cukup menanyakan dimana saya bisa mendapatkan kesempatan itu (hehe).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/SjpVOkkk2FI/AAAAAAAAAys/RYNDSKEGDYg/s1600-h/credit_0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 0px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/SjpVOkkk2FI/AAAAAAAAAys/RYNDSKEGDYg/s200/credit_0.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348681216279500882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Untuk kartu kredit sendiri, kami menekadkannya sebagai murni alat ganti pembayaran. Artinya tidak membiarkan terjadinya tunggakan kredit, setiap bulan membayar tagihan 100%. Dengan demikian pengeluaran sudah diperhitungkan sehingga menjauhkan ketidakmampuan kredit (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;default&lt;/span&gt;). Di sisi bank tidak akan terbentuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;interest&lt;/span&gt;, dengan kata lain sebenarnya tidak ada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;profit&lt;/span&gt; buat bank. Teman saya yang bekerja di sebuah bank penerbit kartu yang saya pegang sempat bilang, jika semua nasabah punya prinsip bayar tagihan 100%, maka bank bisa menutup kartu kredit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke tawaran asuransi kartu kredit, respek saya yang cukup untuk telemarketer yang dengan giat (serta tetap ramah!) menawarkan kelebihan, hingga menanyakan kenapa kita tidak tertarik. Mungkin saya tidak akan bisa sesabar itu, ditolak satu nasabah, ditolak lagi, dan lagi. Bahkan seorang deputy manager langsung menutup handphone nya karena begitu diangkat terdapat salam khas dari telemarketer kartu kredit, tanpa ada kesempatan untuk menjelaskan apapun. Bukankah itu tantangan luar biasa bagi seorang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;direct marketer&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana anda merespon aksi dari seorang telemarketer?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13631114-7117184627522528066?l=3an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://3an.blogspot.com/feeds/7117184627522528066/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13631114&amp;postID=7117184627522528066&amp;isPopup=true" title="4 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/7117184627522528066?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/7117184627522528066?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://3an.blogspot.com/2009/06/signifikansi-produk-kartu-kredit.html" title="Signifikansi, Produk Kartu Kredit" /><author><name>trian h.a</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04658193970968195265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://i17.photobucket.com/albums/b97/the3an/me/puri-1.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/SjpVOkkk2FI/AAAAAAAAAys/RYNDSKEGDYg/s72-c/credit_0.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>4</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUQNSXs9eyp7ImA9WxJQEEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-13631114.post-7789862595466586219</id><published>2009-05-23T14:42:00.000+07:00</published><updated>2009-05-23T15:29:58.563+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-23T15:29:58.563+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bangsa" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Engineer" /><title>Risk Probability: Kecelakaan Pesawat</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Minggu ini Magetan, daerah kelahiran saya menjadi ramai diberitakan media. Magetan tidak banyak dikenal orang, padahal lokasi Lanud Iswahyudi sebagai pusat pangkalan udara nasional sejatinya secara geografis di Magetan (bukan Madiun). Dengan kejadian kecelakaan pesawat hercules pada 20 Mei 2009 tersebut, nama Magetan menjadi ikut terkenal (walaupun dengan cara yang kurang baik). Namun bagaimanapun, kecelakaan pesawat itu sendiri adalah duka mendalam bagi bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat kejadian kecelakaan, saya persisnya belum pernah lagi ke daerah tersebut. Kecamatan Karas sendiri adalah kecamatan yang baru dibentuk yang merupakan pecahan Kecamatan Karangrejo, tetangga kecamatan saya. Saya membayangkan sebagai salah satu warga di sekitar bandara Lanud Iswahyudi, tentu warga sekitar kejadian tidak pernah menduga bahwa sebuah pesawat akan menimpa rumah, atau lingkungan mereka. Sekalipun setiap hari, dengung pesawat selalu hadir, serasa dekat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecelakaan pesawat selalu menjadi kecelakaan yang tragis, menelan duka cita dalam, banyak korban. Kecelakaan jatuhnya pesawat menimpa rumah pernah juga terjadi di Medan pada 2005 yang mengakibatkan rombongan Gubernur Sumut meninggal. Kecelakaan Hercules menimpa perumahan penduduk di Magetan ini merupakan pukulan berat bagi TNI AU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/ShesTHW-NGI/AAAAAAAAAyk/2FBOQrEpFTk/s1600-h/risk.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 189px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/ShesTHW-NGI/AAAAAAAAAyk/2FBOQrEpFTk/s320/risk.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5338925327663903842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dari tabel diatas, bahwa peluang kecelakaan pesawat terbang cukup tinggi diantara kejadian-kejadian 'jarang' lainnya. 2 chances per milion (2 kejadian setiap satu juta) penerbangan pesawat berpeluang terjadi kecelakaan. Tentu formula tabel diatas berdasarkan peluang kejadian statistik dengan menggunakan data historis (sampai sekarang saya belum menemukan source tabel aslinya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas bahwa takdir selalu berada mengelilingi kita, kecelakaan pesawat yang terjadi semakin menyadarkan bahwa resiko pesawat terbang lebih besar dibanding kan moda transportasi lainnya. Buat Saya yang setiap bulan selalu menggunakan pesawat untuk selalu '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;eling&lt;/span&gt;' dan tawakal. Disamping pastinya berusaha untuk memilih maskapai terpercaya. Meski iming-iming harga miring tak bisa di pungkiri. Sebuah harapan supaya otorita penerbangan (dan TNI AU) bertindak tegas dalam hal keselamatan penerbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tidak ada lagi kecelakaan pesawat dramatis seperti ini lagi di esok hari.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13631114-7789862595466586219?l=3an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://3an.blogspot.com/feeds/7789862595466586219/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13631114&amp;postID=7789862595466586219&amp;isPopup=true" title="3 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/7789862595466586219?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/7789862595466586219?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://3an.blogspot.com/2009/05/risk-probability-kecelakaan-pesawat.html" title="Risk Probability: Kecelakaan Pesawat" /><author><name>trian h.a</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04658193970968195265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://i17.photobucket.com/albums/b97/the3an/me/puri-1.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/ShesTHW-NGI/AAAAAAAAAyk/2FBOQrEpFTk/s72-c/risk.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>3</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkEDSHw4fyp7ImA9WxJTFEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-13631114.post-1917750716175997523</id><published>2009-04-23T07:47:00.003+07:00</published><updated>2009-04-23T08:04:39.237+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-23T08:04:39.237+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Perempuan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Opini" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bangsa" /><title>Kartini dari Rumah</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Setiap tahun tanggal 21 April pasti banyak orang teringat dengan &lt;a href="http://3an.blogspot.com/2007/05/kartini.html"&gt;Kartini&lt;/a&gt;, sosok pejuang yang dikenalkan sebagai pejuang emansipasi perempuan indonesia (sekalipun beberapa buku tentang kartini menjelaskan kaca mata lain). Saat dimana slogan emansipasi didengungkan di tengah keseharian banyak perempuan yang sudah aktif berada di tempat kerja dan kondisi hampir semua perempuan mempunyai kesempatan pendidikan setara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya cita-cita Kartini untuk mewujudkan pendidikan atau lebih umumnya peran perempuan menurut saya sudah terwujud. Jika sebagian aktivis perempuan masih mengatakan emansipasi belum terwujud atau hak perempuan masih terbelenggu, kondisi tersebut hanya kondisi khusus (di tempat tertentu) yang bisa diselesaikan tanpa membuat generalisasi masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwasannya dalam ranah wacana ‘belenggu’ terhadap perempuan sudah sirna, namun dalam praktek keseharian sekat-sekat pembatas budaya antara laki-laki dan perempuan masih nyata adanya. Pembatas tersebut tidak muncul dalam pendidikan, melainkan berpeluang makin menjadi dalam institusi rumah tangga, tempat dimana wacana Kartini tentang perempuan terdidik dan berperan sosial mendapat tantangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas perempuan dalam rumah seperti ‘sudah ditentukan’, pekerjaan domestik mulai dari menyapu, mengepel, mencuci, &lt;a href="http://3an.blogspot.com/2008/02/memasak-itu-seperti-membaca.html"&gt;memasak&lt;/a&gt; sampai mengurus anak. Jika semua tugas domestik harus dibebankan pada perempuan, niscaya perempuan tidak akan mempunyai waktu untuk melanjutkan jenjang pendidikannya dalam bentuk pastisipasi dalam masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal &lt;a href="http://3an.blogspot.com/2007/04/perempuan-dalam-profesi.html"&gt;perempuan yang sudah berpendidikan&lt;/a&gt; (bahkan sampai tinggi) adalah ‘produk investasi’ yang seharusnya kompetensi diaktualisasikan di masyarakat sehingga lebih bermanfaat, disamping sebagai pendidik pertama bagi generasi masa depan. Sehingga peran-peran perempuan (istri) di rumah dan masyarakat pun harus seimbang, sebanding dengan peran suami di tempat kerja dan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun wacana keseimbangan peran domestik dan publik terkesan mudah dan bisa diterapkan siapa saja, dalam prakteknya ternyata tidak semudah yang dituliskan. Misalnya dalam hal tanggung jawab suami sebagai pencari nafkah tunggal dimana istri tidak/belum bekerja, secara praktis (emosi, psikologi atau ego) suami akan menyandarkan urusan domestik sepenuhnya pada istri. Lalu jika keduanya bekerja pun, urusan domestik belum tentu lepas dari tanggung jawab perempuan. Ditambah lagi menyangkut anak, mulai dari masa kehamilan hingga tahun-tahun pertama lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengamat bisa saja dengan mudah mengatakan bahwa itu hanyalah bagian dari komunikasi yang harus di bangun, tapi faktanya tidak sesederhana itu. Seperti yang disampaikan diatas, bahwa sudah seperti semacam ‘turunan’ jika perempuan adalah domestik, sekalipun dia bekerja atau beraktivitas di luar rumah. Fakta ini sulit dihindari, apalagi didukung budaya timur dan norma agama yang tidak mewajibkan perempuan untuk mencari nafkah. Bahkan seorang &lt;a href="http://3an.blogspot.com/2006/07/apakah-anda-seorang-feminis.html"&gt;laki-laki feminis&lt;/a&gt; pun, secara nurani masih akan menginginkan istri nya lebih banyak waktu di rumah mengurus keluarga daripada &lt;em&gt;full&lt;/em&gt; aktivitas di luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang bisa dilakukan oleh perempuan? Pertama yang bisa dilakukan adalah melakukan pilihan atas hidupnya. Pilihan yang dimulai dari &lt;a href="http://3an.blogspot.com/2008/04/perempuan-dalam-cinta.html"&gt;kebebasan memilih jodohnya&lt;/a&gt; (dalam konteks usaha), yang diwujudkan dalam kesepahaman antara (calon) suami istri. Pilihan ketika sudah berumah tangga dimana sekalipun sudah disepakati pra-nikah tentang aktivitas istri, namun kondisi perempuan sendiri masih akan berbenturan dengan ‘ kodrat’ perempuan sebagai ‘ insan domestik’ (yang sedikit banyak dipengaruhi oleh ‘ dominasi laki-laki).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang bisa dilakukan tentunya dari pihak laki-laki, sebagai partner perempuan selama lebih dari setengah kehidupan dunia. Jujur tidak mudah bagi laki-laki secara sepenuhnya ikhlas melepas istri nya beraktivitas di luar, kerja &lt;em&gt;full time&lt;/em&gt;, apalagi dalam kondisi hamil atau anak-anak di masa pertumbuhan awal. Orang modern bisa saja mencari pembantu untuk merawat anaknya, tapi hati seorang orang tua tetap tidak bisa berbohong jika disuruh memilih antara pembantu atau sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi laki-laki lah yang justru menjadi kunci dari keseimbangan peran domestik dan publik bagi perempuan. Mulai tingkat kesadaran hingga dalam praktek keseharian yang menjadikan perempuan sebagai partner. Pembagian tugas domestik dengan skala prioritas, hingga transparansi dalam pengelolaan pendapatan bersama serta perencanaan masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak mudah bagi laki-laki untuk konsisten menjaga keseimbangan peran tersebut. Sebuah bagian konsekuensi bagi laki-laki saat mengambil amanah seorang perempuan bukan hanya dari orang tua nya, melainkan dari bangsa yang sudah memberinya pendidikan untuk diamalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah tantangan bagi laki-laki.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13631114-1917750716175997523?l=3an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://3an.blogspot.com/feeds/1917750716175997523/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13631114&amp;postID=1917750716175997523&amp;isPopup=true" title="4 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/1917750716175997523?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/1917750716175997523?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://3an.blogspot.com/2009/04/kartini-dari-rumah.html" title="Kartini dari Rumah" /><author><name>trian h.a</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04658193970968195265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://i17.photobucket.com/albums/b97/the3an/me/puri-1.jpg" /></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;A08GRX49fCp7ImA9WxVaEk8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-13631114.post-3412812258817387780</id><published>2009-04-08T21:50:00.003+07:00</published><updated>2009-04-09T05:30:24.064+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-09T05:30:24.064+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bangsa" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aku" /><title>Tidak Memilih</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Saya tidak memilih esok hari, Pemilu 9 April 2009. Pemilu pertama saya tahun 2004, mencoblos di kota tempat kuliah 5 tahun lalu. Sekalipun pendatang, kami satu kontrakan dulu rajin untuk mengurus ke pak RT dan karena sudah sedikit tahu maka pencoblosan tidak lah menjadi soal buat kami para pendatang, kami mendapat kartu pemilih.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pemilu kali ini, dari awal saya termasuk pesimis untuk bisa memilih. Karena secara Kartu Tanda Penduduk masih warga Magetan, sedangkan domisili di Depok. Katakanlah untuk memilih satu hari, pasti merupakan ‘pengorbanan besar’ jika harus pulang kampung. Atau mengurus surat pindah Tempat Pemungutan Suara, tetap saja harus pulang. Padahal rasanya waktu begitu cepat saat kembali &lt;a href="http://3an.blogspot.com/2009/03/ritme-hidup-yang-baru.html"&gt;pulang dari bekerja&lt;/a&gt;, dan kemudian kembali berangkat lagi di Palembang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Plus awal bulan Maret lalu sudah mengurus KTP Depok, yang artinya saya ’berjudi’ tidak mendapatkan hak memilih dimanapun (KTP &lt;em&gt;in process&lt;/em&gt;). Padahal ketika sudah masuk DPT daerah asal (Magetan), bisa saja saya mengurus formulir pindah TPS. Karena katanya DPT itu sudah dicetak bulan oktober 2008. Tapi ternyata, banyak juga warga yang tidak mengecek nama Oktober lalu baru mendapatkan dirinya tidak punya hak pilih esok hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Alasan tidak memilih diatas pada dasarnya karena sudah sejak akhir tahun lalu diketahui bahwa jadwal pemilu akan bertepatan di tengah jadwal &lt;em&gt;on schedule&lt;/em&gt; di lapangan. Sungguh sebuah pilihan. Bagaimana pun ada desa terdekat untuk tempat memilih dan kondisi operasional normal kantor lapangan diliburkan, tetap saja ‘tidak nyaman’ untuk memilih di lapangan seperti ini. Pun juga buat semua pekerja yang tidak pulang ke Palembang buat Pemilu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jadi akhirnya saya tidak memilih. Jujur ada penyesalan dalam hati, karena tidak bisa memilih partai yang menjadi pilihan saya. Hanya bisa berdo’a semoga teman, rekan, keluarga dan masyarakat memberikan suara nya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hasil &lt;span style="font-style: italic;"&gt;quick count&lt;/span&gt; boleh diumumkan pada hari besok juga, maka saya sangat berharap partai pilihan akan menjadi partai yang mendulang banyak suara. Untuk Indonesia yang lebih baik, Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13631114-3412812258817387780?l=3an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://3an.blogspot.com/feeds/3412812258817387780/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13631114&amp;postID=3412812258817387780&amp;isPopup=true" title="6 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/3412812258817387780?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/3412812258817387780?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://3an.blogspot.com/2009/04/tidak-memilih.html" title="Tidak Memilih" /><author><name>trian h.a</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04658193970968195265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://i17.photobucket.com/albums/b97/the3an/me/puri-1.jpg" /></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0UEQXg6eSp7ImA9WxVUEkk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-13631114.post-3946501468831980244</id><published>2009-03-17T07:20:00.001+07:00</published><updated>2009-03-17T07:20:00.611+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-17T07:20:00.611+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aku" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Harian" /><title>Ritme hidup yang baru</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Manusia senantiasa menghadapi fase-fase kehidupannya. Setelah melaksanakan “prosesi” yang agung, maka ritme kehidupan antara sebelum dan sesudahnya pun mulai berubah. Dalam hal menjadi seorang suami, maka terdapat tantangan sekaligus jawaban atas kehidupan baru yang dijalani tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Setelah melalui rangkaian acara dalam keluarga, maka mulailah keluarga muda ini menjalani kehidupan yang nyata. Hal yang paling depan dihadapi adalah kenyataan untuk tidak bisa bertemu setiap hari karena kewajiban pekerjaan saya sekaligus kewajiban pendidikan sang istri yang harus dituntaskan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dalam 26 hari, rata-rata kesempatan bertemu kami sebanyak 12 hari. Sebanyak 12 hari itu masih merupakan kesempatan karena baru akan menjadi realisasi pertemuan jika diwujudkan, pilihannya antara rumah Depok atau tempat tinggal istri di bandung. Dan setelah berhitung dengan kewajiban kantor saya di Jakarta ditambah kewajiban penelitian istri di Bandung, maka praktis selama 7-8 hari saja kami bertemu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tentu hal tersebut adalah tantangan yang kami hadapi. Mungkin buat kami , saat jauh benar-benar terasa. Dan sebaliknya, saat bersama pun benar-benar terasa (anda yang berkesempatan bertemu istri/suami tiap hari harus banyak bersyukur :). Namun saya berpikir, tantangan yang dihadapi tiap keluarga baru pasti ada dan berbeda-beda tiap pasangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Oleh karenanya setiap sebelum saya pulang &lt;em&gt;on duty&lt;/em&gt; dari ranah sumatera, pasti kami sudah mengatur jadwal selama saya &lt;em&gt;off duty&lt;/em&gt;. Jadwal kapan saja bertemu, kapan tinggal di rumah depok, kapan belanja isi rumah, kapan ke bandung, kapan jalan-jalan, dengan mempertimbangkan saya harus masuk kantor Jakarta 3 hari dan kelangsungan penelitian istri di Bandung.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Umumnya orang akan melihat hal itu adalah sebuah “usaha ekstra”. Ritme seperti tersebut sudah pasti dibicarakan dengan sejelasnya tentang konsekuensi tersebut sebelum pernikahan. Sehingga sesudahnya, perjalanan ritme tersebut bisa dinikmati.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Mungkin ritme hidup diatas yang bisa menjelaskan mengapa saya (dan istri) menurun aktivitas menulis belakangan ini. Boleh dikatakan kami benar-benar dalam masa adaptasi terhadap ritme hidup yang baru tersebut. Dalam 7-8 hari bertemu, pasti kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk merajut tali keluarga. Sehingga saat ini mungkin lebih mudah menulis saat kami berdua saling jauh, terlepas kewajiban masing-masing terhadap tanggung jawab pekerjaan dan penelitian yang menyibukan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Seperti biasa orang yang stag dalam menulis, maka ide tulisan selalu bermunculan di kepala. Saat kami menonton berdua, saat kami jalan-jalan ke pantai, saat kami membaca, atau saat kami diskusi panjang lebar, atau bahkan saat kami sendiri dalam kamar terpisah pulau. Namun memang menuliskannya masih merupakan tantangan kami berdua. Padahal kami ingin sekali berbagi mengenai hal-hal bermanfaat kepada teman semua. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sangat berbeda dengan seorang penulis kenalan kami. Beliau bekerja terpisah dengan keluarganya, dan normalnya hanya tiga hari dalam dua minggu sekali pulang. Namun saya melihatnya, justru karena jauh itu maka aliran menulisnya mengalir. Buktinya, sudah banyak cerpen dan novel terbit torehan tangannya. Belum tentu ketika bersama keluarga hasil tulisannya selancar ketika sendiri. Orang bilang, jiwa dalam keadaan sendiri membuat seseorang menjadi lebih memaknai sesuatu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dan mungkin sindrom menulis sendiri itu juga yang mulai membayangi kami. Tapi saya (kami) bukan seperti penulis tersebut, yang memang sudah terbukti karyanya (atau mungkin suatu hari nanti, amin). Kami hanya ingin berbagi kepada teman-teman semua. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Akhirnya setelah lama tidak menorehkan pikiran dalam tulisan, coretan ringan ini mudah-mudahan menjadi pengantar untuk kembali menulis, terutama untuk &lt;a href="http://triandika.net/"&gt;blog kami berdua&lt;/a&gt;. Sekalipun ingin hal-hal yang berkualitas, namun rasanya hal-hal ringan pun bisa menjadi pengisi coretan yang bermanfaat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Saya ingin menulis, kami ingin menulis. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13631114-3946501468831980244?l=3an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://3an.blogspot.com/feeds/3946501468831980244/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13631114&amp;postID=3946501468831980244&amp;isPopup=true" title="5 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/3946501468831980244?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/3946501468831980244?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://3an.blogspot.com/2009/03/ritme-hidup-yang-baru.html" title="Ritme hidup yang baru" /><author><name>trian h.a</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04658193970968195265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://i17.photobucket.com/albums/b97/the3an/me/puri-1.jpg" /></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkMCSXk9eyp7ImA9WxVRFEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-13631114.post-2738215903718608134</id><published>2009-01-20T20:50:00.004+07:00</published><updated>2009-01-20T21:07:48.763+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-01-20T21:07:48.763+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budaya" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keluarga" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aku" /><title>Antara Emosional dan Rasional</title><content type="html">&lt;div  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Konon otak kiri manusia dominant rasional, sedang otak kanan nya dominansi emosional. Konon juga, perempuan lebih banyak menggunakan sisi emosional dibanding rasional. Sedangkan laki-laki sebaliknya, lebih banyak menggunakan sisi rasional dibandingkan emosional. Walaupun tidak selamanya benar, namun secara umum hal itu benar adanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div face="arial" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mengambil sebuah keputusan dengan menyeimbangkan alasan rasional dan emosional tentu sebuah tantangan. Tidak hanya di lingkungan keluarga, namun juga di lingkungan pekerjaan yang biasanya sangat dominan wilayah rasional.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bagi orang jawa (dan mungkin cina), segala sesuatu terkait dengan hari, harus lolos kualifikasi ’hari baik’. &lt;a href="http://3an.blogspot.com/2008/06/hari-pasaran-jawa.html"&gt;Perhitungan jawa&lt;/a&gt; yang sangat teliti akan melihat dan menganalisa apakah termasuk hari baik atau tidak. Hal ini menurut saya lebih ke arah ’emosional’, dimana disebabkan oleh kultural.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Momen-momen penting dalam tahapan hidup orang jawa tidak lepas dari perhitungan tersebut. Misalnya pindah rumah, menikah atau bahkan berpergian jauh. Karena keluarga saya adalah jawa yang masih sedikit banyak ’menghitung’, maka saya pun dikondisikan dalam koridor ’hari baik’ tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Saat saya memutuskan untuk mulai menempati &lt;a href="http://3an.blogspot.com/2008/11/menjadi-warga-depok.html"&gt;rumah depok&lt;/a&gt; tengah november lalu, ibu ’menyarankan’ untuk menempatinya pada saat hari pasaran lahir saya dengan syukuran sebagai penghuni rumah baru. Padahal hari pasaran itu jatuh pada desember awal. Alasan saya untuk &lt;a href="http://3an.blogspot.com/2008/10/kenapa-mulai-dengan-rumah.html"&gt;segera menempati rumah jelas&lt;/a&gt;, bahwa karena rumah sudah hak milik, buat apa mengeluarkan lagi uang untuk kos bulanan dengan hanya ditinggali 4 hari sebulan? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Alasan rasional itu saya sampaikan ke ibu saya dengan mengatakan bahwa syukuran kecil mengundang tetangga tetap dilakukan sebagai permisi ke tetangga baru. Namun tetap, bukannya redam malah ibu meminta untuk niat ’numpang tidur’ di rumah baru tersebut sampai hari pasaran itu tiba. Daripada berlama-lama, saya iya kan saja hal tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Konon, pindah rumah yang hakiki menurut orang jawa itu adalah saat memasukan tempat tidur dan perangkatnya ke rumah baru. Dan benar, ibu saya sampai meminta pada hari pasaran untuk membeli tikar, bantal dan guling untuk dimasukan ke rumah. Plus di kampung, ibu menggelar syukuran kecil dengan ’niat’ membatalkan syukuran awal saya bersama tetangga sekitar sebulan sebelumnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Tapi itu masih juga belum selesai. Awal tahun ini setelah pulang, saya masih diminta membawa sepaket beras dan gula putih. Awalnya masing-masing satu kilo, namun akhirnya berhasil ’nego’setengahnya. Katanya, syarat orang berumah-rumah itu ada bahan makanan yang disimbolkan oleh beras dan gula.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Anda mungkin tersenyum membaca cerita saya ini, tapi ini lah yang dihadapi seorang anak ’rasional’ dan ibu ’emosional’. Dimana seringkali kami benturan karena tarikan rasional-emosional tersebut. Namun setelah mulai muncul &lt;a href="http://triandika.net/"&gt;seseorang&lt;/a&gt; baru dalam kehidupan saya akhir-akhir ini, benturan tersebut sedikit sedikit bisa di damaikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Seperti pesan ibu lewat sms kepada beliau setelah ibu membawakan beras dan gula beberapa waktu lalu, ”&lt;i style=""&gt;Hendro ibu bawai&lt;/i&gt; &lt;i style=""&gt;beras&lt;/i&gt; &lt;i style=""&gt;dan gula setengah kg cuma sarat berasnya dimasak, gula semua jangan sampai kebuang. Itu pokok dari orang tua biar sempulur rejeki pangannya&lt;/i&gt;” *&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Jadi, memang sudah ada orang yang tampaknya menjadi penengah ’hubungan’ antara saya dan ibu.. :)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;* &lt;i&gt;sempulur = lancar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13631114-2738215903718608134?l=3an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://3an.blogspot.com/feeds/2738215903718608134/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13631114&amp;postID=2738215903718608134&amp;isPopup=true" title="6 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/2738215903718608134?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/2738215903718608134?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://3an.blogspot.com/2009/01/antara-emosional-dan-rasional.html" title="Antara Emosional dan Rasional" /><author><name>trian h.a</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04658193970968195265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://i17.photobucket.com/albums/b97/the3an/me/puri-1.jpg" /></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DU8FQXwyfCp7ImA9WxVRE0w.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-13631114.post-2610464098110824235</id><published>2009-01-19T05:11:00.000+07:00</published><updated>2009-01-19T05:30:10.294+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-01-19T05:30:10.294+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bisnis" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Finance" /><title>[Approved] Kartu Kredit Mandiri</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari selasa 13 Januari lalu datang surat dari Bank Mandiri ke kantor, terpampang jelas bahwa itu tentang kartu kredit (CC, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Credit Card&lt;/span&gt;)  Sedikit heran karena aplikasi kartu kredit saya sudah &lt;a href="http://3an.blogspot.com/2008/11/disapproved-kartu-kredit-mandiri.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;disapproved&lt;/span&gt; dua bulan yang lalu&lt;/a&gt;. Lalu mengapa kartu Gold ini datang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencoba klarifikasi dengan seorang teman di Bank Mandiri, tapi jawabannya belum memuaskan yaitu kelambanan kurir (2 bulan? sudah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dispproved&lt;/span&gt;, kenapa akhirnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;approved &lt;/span&gt;juga?). Kemudian, saya mempunyai hipotesa sendiri tentang kronologi aplikasi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hipotesa pertama. Setelah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Customer Service &lt;/span&gt;(CS) Mandiri melalui email mengatakan bahwa aplikasi saya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;disapproved&lt;/span&gt;, saya membuat post di blog dan beberapa menuai komen yang ‘sedikit menyesalkan’ keputusan Bank Mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri tak ambil pusing karena toh aplikasi saya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;disapproved&lt;/span&gt;. Tapi jujur, saya menyumpah dalam hati jika tak akan mengajukan aplikasi CC ke Mandiri sekalipun masa suspension berakhir setelah 6 bulan tanggal pengajuan. Kepada teman Mandiri itu saya menyampaikan kekesalan dan ’sumpah’ saya tersebut (maaf kawan..hehe). Pun kepada CS Mandiri salah satu KCP di Pancoran (dengan sopan, tanpa ‘sumpah-sumpahan’). Kemudian, sedemikian rupa sehingga pihak Mandiri akhirnya meloloskan aplikasi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hipotesa kedua. Sebenarnya kurang ada komunikasi antara bagian CS dan CC Mandiri. Ini terbukti dulu dengan proses yang lama dari saat saya mengajukan hingga keluar keputusan disapproved (3 bulan!). Dan ini juga terbukti antara keputusan CC dimana aplikasi saya lolos, namun CS memberitahukan aplikasi saya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;disapproved&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hipotesa ketiga. Mandiri memang disapproved aplikasi CC saya, namun dengan beberapa kondisi terakhir perekonomian maka beberapa aplikasi CC yaang sempat suspensi dibuka dan dianalisis lagi. Dimana akhirnya aplikasi saya lolos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah beberapa hipotesa saya tentang Gold Mandiri yang datang ini. Apapun alasan sebenarnya dari Mandiri, saya menghargainya. Pun saya menjatuhkan pilihan aplikasi CC ke Mandiri bukan tanpa sebab. Dan karena CC Mandiri ini masuk dalam plan teknik keuangan saya, maka saya pun mengaktifkannya. Terima kasih kepada rekan Mandiri yang membantu saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13631114-2610464098110824235?l=3an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://3an.blogspot.com/feeds/2610464098110824235/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13631114&amp;postID=2610464098110824235&amp;isPopup=true" title="6 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/2610464098110824235?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/2610464098110824235?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://3an.blogspot.com/2009/01/approved-kartu-kredit-mandiri.html" title="[Approved] Kartu Kredit Mandiri" /><author><name>trian h.a</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04658193970968195265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://i17.photobucket.com/albums/b97/the3an/me/puri-1.jpg" /></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkcEQ3g4eSp7ImA9WxVSF0g.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-13631114.post-4041995028645126160</id><published>2009-01-12T18:00:00.001+07:00</published><updated>2009-01-12T18:00:02.631+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-01-12T18:00:02.631+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Blognet" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keluarga" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aku" /><title>Langkah Baru</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Alhamdulillah, saya sedang menuju sebuah langkah baru yang besar dalam kehidupan. Langkah baru tersebut ditandai juga dengan pembuatan weblog baru, sebagai perpaduan dua insan blogger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berharap rekan-rekan akan sudi mengunjungi weblog kami, &lt;a href="http://triandika.net/"&gt;&lt;b&gt;http://triandika.net&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Weblog tersebut tidak akan serta merta menghapus jejak blog 3an ini (dan blog &lt;a href="http://dikaameliaifani.blogspot.com/"&gt;kisah&lt;/a&gt;). Akan ada saatnya kami menulis di blog bersama, dan ada kalanya kami menulis di blog sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian sebuah langkah baru dimulai, terima kasih banyak atas partisipasi dan apresiasi nya selama ini. Do'akan &lt;a href="http://triandika.net/wedding/"&gt;pernikahan kami&lt;/a&gt; dan seterusnya berjalan dengan baik, amin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13631114-4041995028645126160?l=3an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://3an.blogspot.com/feeds/4041995028645126160/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13631114&amp;postID=4041995028645126160&amp;isPopup=true" title="5 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/4041995028645126160?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/4041995028645126160?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://3an.blogspot.com/2009/01/langkah-baru.html" title="Langkah Baru" /><author><name>trian h.a</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04658193970968195265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://i17.photobucket.com/albums/b97/the3an/me/puri-1.jpg" /></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUEEQXwyfip7ImA9WxRaGU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-13631114.post-9031584198068910342</id><published>2008-12-22T16:20:00.001+07:00</published><updated>2008-12-22T16:20:00.296+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-22T16:20:00.296+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Perempuan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita" /><title>Dari ibu untuk anaknya</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Jika kau bisa memilih, tentu kau akan memilih memiliki keluarga yang bahagia selamanya. Lengkap kedua orang tuamu, ibu dan ayahmu, yang mendampingi sepanjang hidupmu. Senantiasa menemani saat-saat kecilmu, dan membimbingmu menemani masa depanmu. Tempat kau bisa pulang setiap saat, ketika hatimu resah atau jiwamu lelah menapaki kerasnya hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu jika kau bisa memilih. Tapi kau tak bisa memilih nak..! Kau hanya bisa menerima. Itu bukan salahmu, karena setiap orang pun bisa mengalaminya. Jangan pula kau salahkan takdir. Takdir berbicara hanya kepada orang-orang yang pantas menerimanya. Dan kita pantas, kau juga pantas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, sudah dewasa pula kau berumur. Cepat sekali waktu mempermainkan kita. Sudah tak sanggup lagi, ibu menggendongmu ataupun hanya sekedar memelukmu sekuat yang dulu. Layaknya tunas, kau telah tumbuh dengan akar menghujam dalam. Angin sepoi tak membuatmu terlena, angin badai pun tak membuatmu roboh serubuh-rubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tahu diri, kapan saat tersenyum, kapan saat tegar, dan kapan saat menangis. Oh..menangis bukan cengeng nak..! Menangis tidak selalu bermakna kesedihan. Itu adalah suara hati paling dalam, paling tulus dan paling sejati. Karena tak semua orang bisa menangis. Saat lahir saja manusia diharuskan menangis. Lalu, kenapa saat besar tak diperbolehkan menangis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa indahnya, bisa menatap tersenyum. Kau tak perlu datang setiap hari. Menatap fotomu dan membayangkan dirimu sudah cukup mengobati rindu ibumu. Sesekali datang, secepat itu pula kau pergi kembali. Tapi ibu tahu, kau punya kehidupanmu sendiri. Dan pastinya, kau sedang menuju masa depanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kau bekerja. Bekerja membuatmu makin dewasa. Tak ada yang lebih membahagiakan seorang ibu melihat anaknya mandiri. Ibu tak pernah meminta banyak dari hasil jerihmu. Tiga ratus, empat, atau lima ratus ribu sudah cukup untuk ibumu. Tentu ini bukan urusan setali, tiga tali uang. Tapi seperti katamu, “aku ingin sedikit membantu beban ibu.” Terima kasih nak..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oiya, sekalipun kau sudah punya banyak kaya sendiri. Tetaplah hidup bersahaja. Hidup bersahaja bukan sederhana semata. Sederhana itu harus nak.. jangan kau boroskan hidupmu dengan kesia-siaan. Dan bersahaja itu, adalah mampu membawa diri dimana kita berada. Janganlah kesederhaan membuat susah hidupmu. Hadapilah dengan bersahaja, niscaya kau akan lapang hati dalam menjalani dunia yang makin gemerlap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejarlah apa yang kau cita-citakan dalam hidupmu. Pergilah ke seluruh penjuru dunia jika itu mungkin, lalu lihat dan belajarlah dari sana. Bergaulah dengan beragam jenis orang, maka kau pun akan berhati dan berpikiran luas. Namun, sejauh-jauhnya kau melangkah, ingatlah darimana kau berasal. Dan seberat-beratnya kehidupan, serahkan semuanya pada Yang Maha Kuasa. Jangan sekali-kali kau tinggalkan agama sebagai pegangan hidupmu, jika kau ingin selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebentar lagi, ibu tebak kau pun ingin menggenapkan setengah agamamu. Tidak. Ibu tidak sedih. Ibu bahagia. Melihat kau bisa bersanding dengan pilihan hidupmu. Kau keras, tapi lembut. Maka kau mungkin pantas mendapatkan seseorang yang yang lembut tapi keras. Ah, kenapa juga ibu mempersoalkan pasanganmu. Tentu kau lebih bisa melihat seseorang yang cocok untuk dirimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar, kau akan memilihnya sendiri bukan? Kau tidak akan mempercayakan sepenuhnya kepada orang lain untuk menentukan pasangan jiwamu bukan? Nak.. hidup kita adalah tanggung jawab. Kita sendiri yang akan merasakan, dan menanggung akibatnya, bukan orang lain. Sekarang di dunia, atau saat menghadap Sang Pangeran kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau jangan-jangan kau tak berani memilih? Tidak perlu kau jadikan takdir sebagai penghalang. Kau menusia baik. Agamamu baik. Jauh lebih baik dari ibumu ini. Kau bisa menghargai manusia lain. Dan manusia yang bisa menghargai, adalah jodoh bagi semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan melihat seseorang dari apa yang telihat. Apa yang indah, belum tentu indah pula perangainya. Banyak yang hanya siap bahagia, tapi tak siap guncangan mendera. Jelaskan jujur siapa dirimu. Lebih baik kau tertolak diawal, daripada kau merasakan sakit kemudian. Bukankah kau sangat membenci kebohongan dan pengkhianatan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan masalah usia, tapi kedewasaan. Dan sudah saatnya menurut ibu. Ah, lupakan. Kau lebih tahu. Tapi ingat, menunggu itu membosankan. Bukan soal 1, 2 tahun, atau 3 tahun. Dan jika itu kehendakmu, buatlah menunggu itu menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu tak ingin merusak mimpi yang ingin kalian wujudkan kelak. Tapi, jika kau berkenan. Sempatkanlah ibu untuk menginap di rumahmu, ya.. rumahmu atau rumah kalian sendiri. Rumah adalah harga diri, kalian harus mewujudkannya. Tak perlu besar, megah atau lengkap. Dan sebentar saja, ibu tak ingin merepotkanmu. Ibu hanya ingin merasakan, bahwa anaknya telah jadi manusia seutuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan terakhir nak, menjaga itu lebih sulit daripada mendapatkan. Menjaga kesetiaan, lebih sulit daripada mendapatkannya. Menjaga apapun, selalu lebih sulit daripada mendapatkannya. Mungkin akan mudah kau dapatkan, tapi tak akan mudah kau bisa menjaganya. Jagalah, apa yang bisa kau jaga sebaik-baiknya. Jangan kau mainkan sesuatu hanya untuk kepentingan dirimu, karena hidup sendiri sudah permainan. Percayalah, siapa yang menebar benih, akan menuai sendiri hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah anakku, cukup semuanya. Dan ibu hanya bisa berdo’a untuk kesholehan, kesehatan dan kesuksesan dirimu. amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Selamat Hari Ibu,&lt;br /&gt;Untuk ibuku, semua ibu dan (calon) ibu anakku...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13631114-9031584198068910342?l=3an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://3an.blogspot.com/feeds/9031584198068910342/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13631114&amp;postID=9031584198068910342&amp;isPopup=true" title="8 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/9031584198068910342?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/9031584198068910342?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://3an.blogspot.com/2008/12/dari-ibu-untuk-anaknya.html" title="Dari ibu untuk anaknya" /><author><name>trian h.a</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04658193970968195265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://i17.photobucket.com/albums/b97/the3an/me/puri-1.jpg" /></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEcFRXw9fip7ImA9WxRaFkk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-13631114.post-5533780254095923753</id><published>2008-12-19T06:12:00.001+07:00</published><updated>2008-12-19T06:13:34.266+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-19T06:13:34.266+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Buku" /><title>Maryamah Karpov</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/SUrU-0-g0OI/AAAAAAAAAxs/7RNT9LwoSTM/s1600-h/maryamah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 0px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 127px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/SUrU-0-g0OI/AAAAAAAAAxs/7RNT9LwoSTM/s200/maryamah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281267688883146978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Apa yang diharapkan oleh pemirsa film Laskar Pelangi ketika tahu bahwa buku tetralogi Laskar Pelangi terbit? Barangkali itulah strategi pemasaran dari buku tersebut, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maryamah_Karpov"&gt;Maryamah Karpov&lt;/a&gt;. Berangkat dari film sukses Laskar Pelangi, maka launching buku terakhir tetralogi itupun istimewa. Dikabarkan, sold out di minggu pertama cetakan pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah fenomea lanjutan Andrea, sosok utama yang berada di balik buku tetralogi tersebut. &lt;a href="http://3an.blogspot.com/2006/01/laskar-pelangi-sebuah-potret-realita.html"&gt;Laskar Pelangi&lt;/a&gt; (LP), &lt;a href="http://3an.blogspot.com/2006/08/sang-pemimpi.html"&gt;Sang Pemimpi&lt;/a&gt; (SP), &lt;a href="http://3an.blogspot.com/2007/07/edensor-titik-balik-andrea.html"&gt;Edensor&lt;/a&gt; (ED) dan Maryamah Karpov (MK).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maryamah Karpov, dimana buku ini dalam forum-forum diskusi sastra Andrea selalu mendengungkan didekasikan untuk perempuan melayu menurut saya akhirnya tidak mencapai tujuannya. Apa yang menjadi fokus tetap sisi Andrea, dan sangat sedikit sisi menyinggung tentang perempuan melayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang judul buku sendiri, hanya terbahas kurang dari satu halaman sebagai Maryamah, penjaga warung tempat ramai orang bernain catur gaya Karpov. Ada juga bahasan perempuan melayu oleh sosok Narmi, remaja putri yang elok bermain biola dua kali seminggu di warung kopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu jika yang dimaksud untuk perempuan itu adalah segala daya upaya Ikal mencari A Ling, maka tiada bukan itu adalam roman cinta. Bukan khusus sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tribute&lt;/span&gt;  untuk perempuan melayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalinan cerita Maryamah Karpov mengalir khas Andrea, dengan beberapa gaya bahasa khas melayu pedalaman. Tentu ini sangat bagus melestarikan khasanah bahasa melayu sebagai bahasa induk dari bahasa indoensia. Sebuah upaya untuk mengenalkan dialog-dialog melayu ke masyarakat non-melayu. Sebuah bentuk aktivitas budaya positif di tengah jawa-centris akut yang melanda negeri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mozaik bermula dari romantisme keluarga yang sangat memegang petuah bijak orang-orang tua, dengan cara ”&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dibungkus tilam di atas nampan pualam&lt;/span&gt;”. Romantisme sosok ayah dan meloncat ke kisah-kisah akhir penyelesaian tesis Ikal di Eropa. Dan pada bagian sidang tesis master itu buat saya adalah bagian yang paling inspiratif, dan momensial. Tidak mudah mendapatkan beasiswa Eropa, dan yang lebih sulit lagi karena saya pernah diberi sebuah buku tentang bahasan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;split pricing&lt;/span&gt; di jasa telekomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, kisah perjalan pulang ke indonesia hingga sampai di Belitong dan berjumpa dengan kawan-kawan lama. Saat setting berpindah penuh ke Belitong inilah bagian terbesar dari novel ini. Tentang kultur masyarakat melayu pedalaman Belitong yang terbagi dalam beberapa suku bangsa, hingga akhirnya kisah heroik usaha pamungkas untuk menemukan A Ling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada titik menemukan A Ling, adalah rangkaian cerita yang sangat sukar di percaya. Maaf, dari awal pun LP, SP, dan ED bukan murni kisah nyata namun hal-hal disana meski banyak kritik tetap menarik dinikmati tetap dengan kepala rasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan MK, menurut saya tidak lebih baik dalam membungkus ’segala ketidakmungkinan’ dalam jalinan cerita. Singkatnya, mana yang benar dan mana yang merupakan bumbu cerita. Pembaca sebenarnya tidak perlu jauh mencari tahu apakah ini atau benar. Tapi dengan frame di awal bahwa tetralogi Laskar Pelangi ini seperti perjalanan hidup Andrea sendiri akan dihantui pertanyaan ”apakah ini benar seperti itu?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bagian awal segalanya terlihat wajar, cerita tentang keluarga, masyarakat, eropa dan Belitong. Setelah sampai pada upaya mencari A Ling, segalanya terkesan masuk dalam ranah ’abu-abu’. Usaha keras membuat kapal, menaikan kapal lanun tua yang karam ratusan tahun di dasar sungai, lalu ahirnya berlayar ke pulau Batuan. Pada bagian-bagian tersebut saya hanya menikmati jalannya cerita, tak bersusah payah berpikir mana bagian yang masuk akal atau kreasi sastra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maryamah Karpov juga mempertemukan kembali semua angota Laskar Pelangi Bu  Muslimah. Lintang sang jenius menjadi saudagar kopra, dan Mahar benar-benar sangat berhasrat menjadi dukun sakti. Diantara nostalgia laskar pelangi itu, saya menemukan sebuah keanehan. Mungkin salah ketik atau kekurangcermatan Andrea (editor), yaitu saat sepuluh anggota laskar pelangi melihat ukiran tinggi badan masing-masing, dari kelas dua SMP ke tiga SMP ada beberapa tinggi anak yang berkurang. Apakah itu mungkin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti pada buku-buku sebelumnya, primadona untuk menyajikan rupa-rupa perasaan antara sedih, haru, lucu dan ironi disajikan dalam MK ini. Sampai pada ujung cerita, kisah kelam Ikal tidak mendapat persetujuan bapaknya untuk meminang A Ling, perempuan yang diselamatkannya dengan susah payah dari seberang Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, anda sendiri lah yang harus membaca untuk menuntaskan tetralogi. Ya..buku ini memang harus dibaca oleh orang yang sudah membaca trilogi laskar pelangi sebelumnya. Tentu menjadi semacam buku wajib jika penonton loyal film laskar pelangi. Buat yang murni ingin menikmati jalinan cerita, kisah sastra di dalamnya, maka gaya Andrea menceritakan liku-liku kultur masyarakat pun patut di acungi jempol. Dan sekali lagi, jangan teralu banyak menggunakan logika realisme karena justru akan mengurangi cita rasa bacaan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13631114-5533780254095923753?l=3an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://3an.blogspot.com/feeds/5533780254095923753/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13631114&amp;postID=5533780254095923753&amp;isPopup=true" title="8 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/5533780254095923753?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/5533780254095923753?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://3an.blogspot.com/2008/12/apa-yang-diharapkan-oleh-pemirsa-film.html" title="Maryamah Karpov" /><author><name>trian h.a</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04658193970968195265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://i17.photobucket.com/albums/b97/the3an/me/puri-1.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/SUrU-0-g0OI/AAAAAAAAAxs/7RNT9LwoSTM/s72-c/maryamah.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>8</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0cBRXs4fCp7ImA9WxRbEU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-13631114.post-7774569156050561078</id><published>2008-11-28T23:38:00.020+07:00</published><updated>2008-12-01T20:44:14.534+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-01T20:44:14.534+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Perjalanan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bangsa" /><title>Manado, Denyut Indonesia Utara</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/STAm0XSfvVI/AAAAAAAAArg/lQeNeWi71lw/s1600-h/Sulut.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273757844697496914" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 212px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 179px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/STAm0XSfvVI/AAAAAAAAArg/lQeNeWi71lw/s320/Sulut.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Dari Sabang sampai Merauke,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify;font-family:arial;" &gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Dari Timor sampai ke Talaud..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama seminggu saya berkesempatan mengunjungi Manado, pusat kota di Sulawesi bagian selatan. Pesawat Garuda berangkat pagi jam 7 dari Cengkareng, transit di Makasar dan sampai di Bandara Sam Ratulangi sekitar jam 13 (terbang efektif 3,2 jam dari Jakarta). Langsung kami (saya bersama teman-teman kantor) meluncur ke Hotel Santika, di Tongkaina, Kecamatan Bunaken.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun acara menginap di Santika tidak berlangsung lama sesuai rencana karena jauhnya lokasi hotel dari kota (Santika sangat cocok yang khusus menuju ke taman laut Bunaken karena hanya 10 menit). Maka esok harinya kami berganti ke Sintesa Peninsula, hotel yang baru beroperasi 1 oktober lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini pengalaman pertama saya ke Manado. Tampaknya Manado adalah pusat kota yang unik, karena berada persis di tepi teluk Manado. Sangat dekat sekali dengan garis laut. &lt;a href="http://3an.blogspot.com/2008/11/selamat-pagi-manado.html"&gt;Memandang dari jendela hotel&lt;/a&gt;, maka langsung mata menuju ke paduan kota dan laut. Eksotis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/STAm0U2_XWI/AAAAAAAAAro/_Y_ZrbfIc_k/s1600-h/Manado.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273757844045258082" style="FLOAT: right; MARGIN: 0pt 0px 10px 10pt; WIDTH: 196px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 142px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/STAm0U2_XWI/AAAAAAAAAro/_Y_ZrbfIc_k/s320/Manado.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kawasan yang sangat terkenal di Manado adalah Boulevard. Kawasan ini berada sepanjang garis laut teluk Manado sekitar 5 km. Disini akana banyak ditemukan pusat bisnis, kuliner, hiburan hingga perbelanjaan modern. Kawasan ini sebagian merupakan hasil reklamasi pantai yang di lakukan pemerintah dimana pembangunan fasilitas masih terus berjalan. Sesuai dengan slogannya visi kawasan ini adalah area B&amp;amp;B, Bussiness and Boulevard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terlewatkan untuk mencicipi makanan Manado. Sesuai dengan lingkungan laut, seafood menjadi makanan pilihan setiap &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/STCBQD1rGMI/AAAAAAAAAuw/zXb7GA6A0xQ/s1600-h/makan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273857276559169730" style="FLOAT: right; MARGIN: 0pt 0pt 10px 10px; WIDTH: 196px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 148px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/STCBQD1rGMI/AAAAAAAAAuw/zXb7GA6A0xQ/s320/makan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;malam sesuai variannya. Salah satu tempat makan yang nyaman, enak dan terjangkau adalah Raja Sate, dekat dengan MegaMall.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga resto yang terkenal di Boulevard yaitu Wisata Bahari, sekitar 3 km dari Mega Mall. Dibanding Raja Sate, harga di Wisata Bahari lebih mahal karena suasana makan di ’atas laut’ yang ditawarkannya dan live music nya. Kita akan mendengar debur ombak, dan bebas kita memandang laut malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/STAm0D2NgdI/AAAAAAAAArY/cLSRLjSnRKQ/s1600-h/kotamanado.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273757839478587858" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 247px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/STAm0D2NgdI/AAAAAAAAArY/cLSRLjSnRKQ/s320/kotamanado.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Terusan Boulevard sekitar 7 km dari MegaMall, terdapat kawasan khusus pusat makanan laut yang dinamakan Kalesey. Banyak restoran berjejer di pinggir jalan yang langsung menghadap laut. Dari sini, kerlip Boulevard dan Manado lebih terlihat. Selain restoran, juga ada warung-warung pinggir jalan di Kalesey ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk harga yang lebih terjangkau, ada Tikala di dalam kota (sekitar 1 km dari Bouleverd) tempat food area dengan dilengkapi free-wifi. Bermacam-macam penjual makanan ada disini. Bubur khas Manado yang terkenal juga bisa dinikmati di Warung Wakeke di Tikala ini. Jika Resto Wisata Bahari atau Kalesey banyak pejabat, bule atau keluarga disana, maka di Tikala akan banyak anak-anak muda yang nongkrong dengan laptopnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan terjangkau ada Tikala, maka hotel yang terjangkau dan banyak direkomendasikan &lt;a href="http://www.indobackpacker.com/"&gt;Indobackpacker &lt;/a&gt;adalah Unique Inn, lokasinya tidak jauh dari Boulevard. Hotel ini memang unik karena berada di atas jembatan penyeberangan jalan menuju ke Pelabuhan Manado. Di pelabuhan Manado (orang biasanya menyebut Hotel Celebes), akan banyak kapal untuk ke Bunaken atau daerah-daerah lain seperti Pulau Sangir, Bunaken atau Talaud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/STB-1ruQejI/AAAAAAAAAtw/N8m-OzbxRtw/s1600-h/PB280125.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273854624385759794" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 320px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/STB-1ruQejI/AAAAAAAAAtw/N8m-OzbxRtw/s320/PB280125.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dan pengembaraan berikutnya adalah Bunaken. Dari dermaga Hotel Celebes, perjalananan membutuhkan 1 jam dalam cuaca baik. Namun kami tetap saja mual-mual dalam perjalanan pagi karena melawan angin laut dan efek tabrakan aliran air laut di teluk Manado. Konon jika gunung di Pulau Manado Tua (pulau di sebelah pulau Bunaken) tertutup awan gelap, maka ombak menuju ke Bunaken bisa mencapai 2 m.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di taman laut Bunaken, perkiraan saya bahwa taman laut berada di tengah laut salah. Taman laut ini berada sekitar 1-2 km dari garis pantai Pulau Bunaken. Tips dalam perjalanan ke Bunaken, jangan mendadak berhenti setelah melawan ombak. Karena isi perut akan menyesuaikan ombak jalan dengan ombak saat kapal diam yang akhirnya bisa membuat muntah (untungnya saya hanya mual).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/STCBP7OPWXI/AAAAAAAAAuo/KmIAqei8nxk/s1600-h/IMG_0773.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273857274246289778" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10pt 0px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/STCBP7OPWXI/AAAAAAAAAuo/KmIAqei8nxk/s320/IMG_0773.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Taman laut Bunaken mengesankan, luar biasa. Sekalipun saya tidak &lt;a href="http://3an.blogspot.com/2006/02/selam-cara-baru-mengenal.html"&gt;diving&lt;/a&gt; atau snorkling, dari dek kapal sudah terlihat bahwa taman laut Bunaken memang indah. Bersih dan nyata habitatnya. Pantas saja Bunaken termasuk dalam cagar alam dunia. Namun sayangnya, di kawasan pantai wisata Pulau Bunaken sendiri masih belum terawat dan terorganisir sehingga mengesankan sedikit kumuh. Kondisi ’standar’ yang masih terjadi umumnya di kawasan wisata Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/STB-1_cq-uI/AAAAAAAAAt4/b8JJeB9EFm8/s1600-h/PB270282.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273854629680708322" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 0px 0pt; WIDTH: 320px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/STB-1_cq-uI/AAAAAAAAAt4/b8JJeB9EFm8/s320/PB270282.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selain Pulau Bunaken, ada beberapa pulau tempat wisata yang lain diantaranya Siladen dan Lembeh. Jika punya cukup waktu (dan dana pastinya), agendakan untuk pulau-pulau tersebut sekaligus program diving. Dengan mengunjungi Manado ini, saya semakin sadar bahwa negeri kita adalah negeri yang besar dan bersatu dalam kemajemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulawesi Utara sendiri merupakan ’tapal batas’ Indonesia di bagian utara, berbatasan laut dengan Filipina. Jika kita hafal lagu diatas, maka Talaud merupakan kepulauan di bagian utara Sulut dimana membutuhkan 24 jam perjalanan kapal penumpang dari dermaga Manado. Semakin tidak terbayang alangkah jauh dan luasnya Indonesia ini. Sayang sekali jika penduduk Indonesia sendiri tidak pernah saling mengunjungi di buminya yang luas nan indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Manado yang ingin menjadi kota wisata laut dunia 2010 sedang berusaha keras berbenak untuk menyambut &lt;em&gt;World Ocean Conference &lt;/em&gt;(WOC) 2009. Giatnya pembangunan tidak akan lepas dari lingkaran-lingkaran di sekelilingnya. Jika anda berjalan menyusuri Boulevard lebih dari Jam 9 WITA, maka di titik tertentu akan ditemui ’kembang malam’. Sehingga tidak heran ada plesetan B&amp;amp;B menjadi &lt;em&gt;Beach and Bitch&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya ingat pernah dapat cerita, bahwa mengunjungi Manado ’haruslah’ mencoba 4B, yaitu pertama datang ke Boulevard, makan &lt;strong&gt;B&lt;/strong&gt;ubur khasnya, jangan melewatkan berkunjung &lt;strong&gt;B&lt;/strong&gt;unaken, dan terakhir rasakan &lt;strong&gt;B&lt;/strong&gt;ibir manado. Maka saya sudah mencoba sempurna 3B nya. 1B yang terakhir, pasti saya tak mau mencoba. Saya segera ingat untuk &lt;a href="http://3an.blogspot.com/2008/11/selamat-pagi-manado.html"&gt;pulang ke rumah&lt;/a&gt; esok hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;*sharing&lt;/span&gt;: &lt;a href="http://picasaweb.google.com/the3an/Manado#"&gt;Manado Album&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify" face="arial"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13631114-7774569156050561078?l=3an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://3an.blogspot.com/feeds/7774569156050561078/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13631114&amp;postID=7774569156050561078&amp;isPopup=true" title="7 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/7774569156050561078?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/7774569156050561078?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://3an.blogspot.com/2008/11/manado-denyut-utara-indonesia.html" title="Manado, Denyut Indonesia Utara" /><author><name>trian h.a</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04658193970968195265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://i17.photobucket.com/albums/b97/the3an/me/puri-1.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/STAm0XSfvVI/AAAAAAAAArg/lQeNeWi71lw/s72-c/Sulut.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>7</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0QHSXc-eSp7ImA9WxRUFkg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-13631114.post-1909049964694843173</id><published>2008-11-26T04:36:00.000+07:00</published><updated>2008-11-26T05:15:38.951+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-11-26T05:15:38.951+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Perjalanan" /><title>Selamat Pagi Manado</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/SSx1vk0nFpI/AAAAAAAAAfY/ZE6a7UjRaRM/s1600-h/pagigunung.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/SSx1vk0nFpI/AAAAAAAAAfY/ZE6a7UjRaRM/s320/pagigunung.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272718723942651538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Matahari menyusup keluar balik gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/SSx1wJ7PwSI/AAAAAAAAAfg/TYPly06iavk/s1600-h/pagikota.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/SSx1wJ7PwSI/AAAAAAAAAfg/TYPly06iavk/s320/pagikota.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272718733902594338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kota di pinggir laut, tersapu hembusan angin laut pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;        &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Manado, 5.34 WITA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13631114-1909049964694843173?l=3an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://3an.blogspot.com/feeds/1909049964694843173/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13631114&amp;postID=1909049964694843173&amp;isPopup=true" title="4 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/1909049964694843173?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/13631114/posts/default/1909049964694843173?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://3an.blogspot.com/2008/11/selamat-pagi-manado.html" title="Selamat Pagi Manado" /><author><name>trian h.a</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04658193970968195265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://i17.photobucket.com/albums/b97/the3an/me/puri-1.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/__GdNfZ_NYdM/SSx1vk0nFpI/AAAAAAAAAfY/ZE6a7UjRaRM/s72-c/pagigunung.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>4</thr:total></entry></feed>

