<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5993126017945485146</id><updated>2024-12-19T10:29:34.713+07:00</updated><category term="Agama Islam"/><category term="Kaweruh Jawa"/><category term="Motivasi"/><category term="Sepak Bola"/><category term="PSIKOLOGI"/><category term="TDW Club"/><category term="Bisnis"/><category term="NLP"/><category term="Pojok Blog"/><category term="Metafisika"/><category term="Inspirasi"/><category term="Infotainment"/><category term="Sukses Total"/><category term="Tasawuf"/><category term="Blog Pondok Tadabbur"/><category term="Intelectual"/><category term="Kreativitas"/><category term="Manajemen Diri"/><category term="DBS"/><category term="KESEHATAN"/><category term="SPIRITUAL"/><category term="Hikmah"/><category term="Kata Mutiara"/><category term="Leadhership"/><category term="Tokoh"/><category term="arsip"/><category term="Facebook"/><category term="IPTEK"/><category term="KOSMOS"/><category term="Tips Blogspot"/><title type='text'>Blog SIEF</title><subtitle type='html'>Spiritual Intelectual Emotional Financial Empowerment</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='https://esugianto.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://esugianto.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Edi Sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14020089984610322057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGzeexTJJ5-aiaE_2XnxpUrS2D0wSodFfxEARZ9eOUxR9Np3cagCLixSLzkhkGcUwvIUrBg2DituWXBx_GIbXRZzPlECBhFtxqcaVwaR26-gUrt36VprkAx0ni2qR3TQ/s80/Edi+icon+80px.png'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>258</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5993126017945485146.post-2622417014640421264</id><published>2011-02-13T02:34:00.000+07:00</published><updated>2011-02-13T02:34:07.804+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="IPTEK"/><title type='text'>DNA, Informasi, Biologi, dan Lingkungan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1EKAQmCmXpcTcfJ7vtl-motujGrvAl8i2ZPIO28fp6_3SbWklxtALXIb5dHY-Cc3L75O7ne5xLs1R_hhut71ReqbmH5EwOF-Ygq3IMV8HjotA0tuUaQNDhh11Ja1dQMUJ7wwZ6As9YPc/s1600/DNA+MOLECULE.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;150&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1EKAQmCmXpcTcfJ7vtl-motujGrvAl8i2ZPIO28fp6_3SbWklxtALXIb5dHY-Cc3L75O7ne5xLs1R_hhut71ReqbmH5EwOF-Ygq3IMV8HjotA0tuUaQNDhh11Ja1dQMUJ7wwZ6As9YPc/s200/DNA+MOLECULE.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sejak Shannon-Weaver menerbitkan tulisan-tulisan mereka, berbagai kajian tentang informasi pun meluas ke segala bidang kehidupan. Bahkan, teori informasi memicu serangkaian penelitian di bidang biologi, misalnya dilakukan oleh Gatlin (1972) yang menyatakan bahwa DNA  mahluk hidup melakukan fungsinya sebagai sebuah proses informasi dan sebab itu teori informasi matematika dapat dipakai sebagai teori biologi. Kemudian juga ada Holzmuller (1984) yang melakukan kuantifikasi informasi dan membedakan antara wadah-pembawa atau wahana (carrier) dan kandungan-isi (content).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam biologi DNA (deoxyribonucleic acid) adalah unsur dasar keturunan setiap mahluk. Sebagai  sebuah sistem, DNA memiliki semacam kode untuk menginstruksikan pembuatan protein-protein tertentu. Protein ini kemudian menentukan struktur dan cara kerja sebuah organisme. Setiap spesies di semesta ini punya kombinasi protein yang unik, yang menentukan perbedaan antara satu mahluk dari mahluk lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Holzmuller, setiap DNA menyimpan informasi dalam bentuk kelompok-kelompok molekul dasar (base molecules). Informasi yang terkandung di dalam sebuah DNA ini dapat dihitung. Pertambahan informasi yang terjadi selama evolusi sebuah DNA, dengan demikian, dapat dihitung pula. Sejalan dengan waktu, informasi ini semakin panjang dan rumit. Dalam konteks evolusi, maka mahluk hidup yang berada di tingkatan evolusi paling tinggi akan memiliki informasi genetik paling rumit. Sekaligus, mahluk itu juga akan punya kemampuan lebih pandai dalam memberi respon, beradaptasi terhadap, maupun memanipulasi, lingkungannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang, dari sisi pandang biologi, semua mahluk hidup merupakan hasil konstruksi kimiawi yang pondasinya ada dalam bentuk asam nukleat (nucleic acids), protein, karbohidrat dan lemak. Dalam biologi, asam nukleat berbentuk DNA dan RNA (Ribonucleic acid, sebuah komposisi kimiawi yang terdapat dalam sel dan memainkan peran penting dalam membuat sintesa protein dan pembentukan-pembentukan kimiawi) adalah unsur-unsur pembawa informasi sebab mereka mengandung kode-kode tertentu. Penelitian biologi molekular sudah lama menemukan bahwa setiap molekul DNA memiliki serangkaian kode untuk memberi instruksi kepada tubuh agar memproduksi protein-protein tertentu. Protein ini menentukan struktur mahluk hidup yang bersangkutan dan dengan demikian ikut menentukan kemampuan mahluk beradaptasi dengan lingkungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Goonatilake (1991) membahas persoalan informasi dari sisi pandang biologi secara amat menarik dengan menelusuri proses kejadian biologis di dalam tubuh manusia dan kaitannya dengan peristiwa-peristiwa informasi di luar tubuh, termasuk yang terjadi di dalam masyarakat luas. Untuk menggambarkan kaitan ini, Goonatilake mengajak kita memeriksa bagaimana rangkaian kode yang terkandung di molekul-molekul DNA memicu dua proses informasi di dalam tubuh setiap mahluk hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, DNA melakukan apa yang disebut proses transkripsi, yaitu membuat salinan (copy) dari perintah-perintah pembuatan protein ke dalam molekul-molekul RNA. Setiap molekul ini (disebut pula RNA “pembawa pesan”) menjauh dari DNA dan masuk ke lapisan cytoplasm dari sebuah sel untuk memicu kegiatan kedua, yaitu proses translasi untuk memproduksi protein yang akhirnya ikut menentukan karakteristik sebuah organisme. Mekanisme di dalam sel organisme inilah yang dianggap sebagai awal dari aliran “informasi genetik” yang selanjutnya membentuk semacam aliran silsilah atau garis keturunan (flow of lineage). Informasi genetik ini dibawa sejak awal masa pre-biotik sebagai sebuah garis keturunan sehingga ciri-ciri tertentu dari mahluk hidup tetap bertahan sejak awal kehidupan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, ulasan semakin menarik ketika kita melihat bahwa selain informasi genetika, ada lagi informasi lain yang dihasilkan oleh mahluk hidup secara biologis, yakni informasi sebagai hasil kerja hormon dan kegiatan urat syaraf. Pada dasarnya hormon menentukan cara mahluk hidup bereaksi terhadap rangsang atau keadaan, sedangkan urat syaraf juga melakukan hal yang sama tetapi dengan tingkat kerumitan dan kecepatan yang lebih tinggi. Hormon dihasilkan oleh sel-sel tubuh dan berfungsi sebagai pemicu reaksi kimiawi di sel-sel tubuh lainnya, dan selanjutnya rangkaian aksi-reaksi inilah yang muncul dalam bentuk aktivitas tubuh untuk membantu setiap mahluk hidup bereaksi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan luar tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sistem syaraf juga membantu mahluk hidup bereaksi terhadap lingkungan, dengan cara yang jauh lebih cepat dibandingkan sistem hormonal. Sistem syaraf ini terdiri dari sel-sel khusus yang berfungsi sebagai rangkaian simpul untuk mengirim, mengolah, dan menerima informasi, persis seperti sistem telekomunikasi buatan manusia saat ini. Komponen utama dari sistem syaraf adalah neuron (atau disebut juga sel syaraf) yang mampu mengirim dan menerima getaran-getaran yang mirip getaran listrik arus lemah. Getaran-getaran inilah yang secara terkoordinasi menyebabkan setiap mahluk hidup dapat “merasakan” lingkungan sekelilingnya. Di mahluk-mahluk hidup tingkat rendah, sistem urat syaraf ini jauh lebih sederhana, dan tidak memiliki “pusat pengendali”. Pada manusia, sistem syaraf ini merupakan sistem amat rumit dan memiliki pusat pengendali dalam bentuk otak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sisi pandang biologi, semua reaksi dan respon fisiologis terhadap lingkungan merupakan kemampuan dasar mahluk hidup itu untuk menyesuaikan diri atau belajar tentang lingkungannya, agar dapat bertahan hidup. Dengan demikian, maka informasi yang diproduksi dan berlangsung di dalam tubuh mahluk juga merupakan bagian yang fundamental dari keseluruhan proses belajar dan pembentukan kebiasaan (habituasi) mahluk hidup. Dengan kata lain, sistem urat syaraf manusia memang dianggap penting dalam proses kemampuan manusia untuk dapat hidup dalam kebiasaan-kebiasaannya, sehingga ikut pula menentukan atau ditentukan oleh kebudayaan atau kultur. Itu sebabnya Goonatilake menamakan proses informasi yang melibatkan hormon dan syaraf manusia ini sebagai proses neuro-cultural.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, melalui berbagai proses evolusi di dalam tubuhnya, setiap mahluk hidup membangun kemampuan otak untuk membuat semacam model yang meniru dunia sekelilingnya alias models of the world. Pada mahluk-mahluk yang punya kemampuan intelegensia tinggi, seperti manusia, maka otak adalah organ yang mampu membangun gambaran tentang dunia di luar tubuh (dunia eksternal) untuk membantu mahluk hidup tersebut memahami lingkungannya. Kemampuan membangun model inilah yang pada manusia menjadi salah satu ukuran dari kecerdasan. Manusia lalu membangun berbagai model di dalam kepalanya sehingga menciptakan keragaman kecerdasan (multiple intelegence).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasil penggunaan kecerdasan yang pada dasarnya adalah proses produksi dan penggunaan informasi di dalam tubuh manusia akan “meluber” ke luar dalam bentuk perilaku-perilaku yang dapat terlihat oleh manusia lain. Dari sinilah kemudian terbentuk perilaku sosial, yaitu ketika satu manusia melakukan perilaku yang disesuaikan dengan perilaku manusia lainnya. Lewat perilaku ini pula terjadi pemindahan dan pertukaran informasi di luar tubuh manusia. Maka terciptalah sebuah aliran tak terputus, mulai dari informasi genetik yang berwujud produksi kimiawi oleh DNA dan RNA, sampai ke hormon, sistem urat syaraf, otak, sampai perilaku yang tertampak, lalu berlanjut ke perilaku sosial. Sebagian dari perilaku sosial ini kemudian menggunakan simbol-simbol, mulai dari gerak-gerik, suara, sampai aksara. Semua ini terjadi di luar tubuh manusia, sehingga dinamakan proses exosomatic.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari uraian di atas, Goonatilake dengan demikian telah membuat konsep tentang ada 3 jalur transmisi informasi yang dapat dikaitkan dengan kehidupan, yaitu garis-alur transmisi informasi genetik, neural-cultural, dan exosomatic  (1991, hal. 118–120). Secara ringkas, rangkaian ketiganya dapat dilihat sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Informasi genetika ditransmisikan melalui proses pewarisan biologis, dan dipengaruhi oleh seleksi alam. Goonatilake menganggap perubahan-perubahan genetika yang mengawali semua mahluk hidup dapat dikatakan sebagai “percakapan” dengan alam, dan percakapan yang sukses akan tersimpan dalam bentuk genome.&lt;br /&gt;
* Sementara untuk elemen neural-cultural, Goonatilake menganggap bahwa semua mahluk hidup harus beradaptasi terhadap perbuahan alam setiap hari, dan ada umpanbalik yang terus menerus (feedback loop) antara sistem saraf dan lingkungan yang mempengaruhi keduanya. Hormon dan sistem syaraf menjadi saluran transmisi informasi kultural dari generasi ke generasi Goonatilake memberlakukan kombinasi neural-cultural sebagai garis alur kedua. Jadi, informasi dapat dipindahkan antara mahluk hidup dan lingkungan, dan dari mahluk ke mahluk lain melalui observasi atau komunikasi.&lt;br /&gt;
* Selanjutnya, mengenai garis alur ketiga, Goonatilake mengatakan bahwa garis eksosomatik terdiri dari informasi-informasi yang disimpan di luar mahluk hidup sebagai “eksternalisasi memori”. Contohnya adalah semut yang meninggalkan jejak hormon untuk menuntun semut lain. Manusia yang jauh lebih canggih dari mahluk lainnya mampu membuat simpanan informasi yang lebih rumit, mulai dari lukisan gua, sampai buku, sampai pangkalan data digital.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan mengaitkan proses biologi dengan proses informasi, maka Goonatilake mendefinisikan informasi sebagai “mekanisme pengaturan yang memungkinkan kemampuan untuk berurusan dengan lingkungan. Merupakan sebuah deskripsi simbolik yang memilki moda interpretasi dan berinteraksi dengan lingkungan” (hal.1).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain,  informasi adalah sebuah mekanisme yang mengatur mahluk hidup berhubungan dengan lingkungannya. Mekanisme ini merupakan elemen umum yang hadir sepanjang waktu dan turun-temurun. Sebagian dari mekanisme ini berwujud simbol-simbol yang menggambarkan sesuatu atau merujuk ke sesuatu yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bacaan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gatlin, L.L. (1972), Information Theory and the Living System, New York : Columbia University Press.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Goonatilake, S. (1991). The evolution of information: Lineages in gene, culture and artefact. London: Pinter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Holzmuller, W. (1984), Information in Biological Systems : the Role of Macro-molecules, Cambridge : Cambridge University Press.&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Halo Bos.....&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/2622417014640421264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/2622417014640421264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://esugianto.blogspot.com/2011/02/dna-informasi-biologi-dan-lingkungan.html' title='DNA, Informasi, Biologi, dan Lingkungan'/><author><name>Edi Sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14020089984610322057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGzeexTJJ5-aiaE_2XnxpUrS2D0wSodFfxEARZ9eOUxR9Np3cagCLixSLzkhkGcUwvIUrBg2DituWXBx_GIbXRZzPlECBhFtxqcaVwaR26-gUrt36VprkAx0ni2qR3TQ/s80/Edi+icon+80px.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1EKAQmCmXpcTcfJ7vtl-motujGrvAl8i2ZPIO28fp6_3SbWklxtALXIb5dHY-Cc3L75O7ne5xLs1R_hhut71ReqbmH5EwOF-Ygq3IMV8HjotA0tuUaQNDhh11Ja1dQMUJ7wwZ6As9YPc/s72-c/DNA+MOLECULE.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5993126017945485146.post-4800000941207088281</id><published>2011-02-12T15:01:00.000+07:00</published><updated>2011-02-12T15:01:41.835+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pojok Blog"/><title type='text'>Berburu Badai</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSlHktUJV8WA2OPAY_i2EkA1oM_OBYfSNU7iRIgmhJ49Pm6MSEkT67medkpz9jTep36sJtvS6sF_9kiOOLQ2hkmp8Be-YRE3rRa-7Q6xk72k-Vz9X3Xz7PTG6VpG67AU0qGvcoK-SP0Oo/s1600/storm-chaser-dirt.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;150&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSlHktUJV8WA2OPAY_i2EkA1oM_OBYfSNU7iRIgmhJ49Pm6MSEkT67medkpz9jTep36sJtvS6sF_9kiOOLQ2hkmp8Be-YRE3rRa-7Q6xk72k-Vz9X3Xz7PTG6VpG67AU0qGvcoK-SP0Oo/s200/storm-chaser-dirt.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Storm Hunter atau Berburu Badai mungkin masih asing di telinga kita yang notabene tinggal di daerah yang jarang terjadi badai. Namun di negara-negara langganan badai hal ini merupakan hal yang lumrah dan malah menjadi trend wisata baru. Sebuah riset yang dilakukan sejumlah pakar dari University of Missouri menunjukkan bahwa trend “berburu badai” saat ini menjadi topik hangat di kalangan turis mancanegara. Para wisatawan itu mengaku sangat menikmati melihat secara langsung pemandangan tornado dari dekat. Sementara obyek wisata “perburuan badai” menjadi peluang pasar baru yang kian populer dalam dunia pariwisata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para peneliti dari Universitas Missouri menemukan bahwa sebagian besar responden survei puas dengan pengalaman berburu badai. Sepertiga dari mereka menyaksikan dan mengalami sendiri tornado, 50 persen melihat awan corong, dan lebih dari 95 persen melaporkan melihat peristiwa atmosfer yang signifikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ron mengatakan aktivitas berburu badai bisa membuat seseorang ketagihan, yang mana dalam hal wisata perburuan badai tidak diragukan perkembangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPZ8gWFQkeCbX7nry7l9sY5dociCqg60A-oOXWMnP2sZ7gm91DEf2F3Utxc4t8N-EdLxZL57gupd3sLWBQzfjIN5L2_d_fa8cJ5ZaCU-uEkIiFg_HQ-b2f1cV92yfWIrUX1F5SUjxBzfA/s1600/Badai3-.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPZ8gWFQkeCbX7nry7l9sY5dociCqg60A-oOXWMnP2sZ7gm91DEf2F3Utxc4t8N-EdLxZL57gupd3sLWBQzfjIN5L2_d_fa8cJ5ZaCU-uEkIiFg_HQ-b2f1cV92yfWIrUX1F5SUjxBzfA/s1600/Badai3-.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;“Setiap badai berbeda, dan setelah Anda melihat salah satu, Anda ingin melihat satu lagi, dan setiap kali Anda melihat yang lainnya, Anda ingin melihat yang lain dan yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemilik biro perjalanan “Kitchener”, sekaligus seorang ahli masak, Ron Gravelle adalah satu-satunya warga Ontario, Kanada yang mengelola bisnis perjalanan menuju lembah badai “Tornado Alley” dan perusahaanya yang berkantor pusat di Amerika Serikat menawarkan pilihan obyek wisata dengan rute perjalanan melintasi jalur perburuan di sekitar wilayah Oklahoma, Kansas, dan Nebraska.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Perjalanan semacam ini ibarat permainan yang memacu adrenalin karena Anda tidak mungkin melakukannya sepanjang waktu. Banyak orang di seluruh dunia, menganggap ini kesempatan langka, dan memiliki keinginan kuat untuk pergi kemari melihat badai, “katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFzKTN8GNy3ylSoWtAMZvEiGC_fdwoq1QuYmed6KzCGnIhU6ownozmrX1z2AYpkQeMvpadknOYcjBj86QDqhy1wEOuP02YiHY-EvI7xe2F4ORCJ_fEAE69Zble90TAoevdo6MZTEfG4xw/s1600/Badai2-.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFzKTN8GNy3ylSoWtAMZvEiGC_fdwoq1QuYmed6KzCGnIhU6ownozmrX1z2AYpkQeMvpadknOYcjBj86QDqhy1wEOuP02YiHY-EvI7xe2F4ORCJ_fEAE69Zble90TAoevdo6MZTEfG4xw/s1600/Badai2-.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Selama beberapa tahun melakukan penelitian terhadap aktivitas badai menggunakan model grafik komputer dan cuaca, Gravelle melakukan prediksinya sendiri. Di antara peralatan yang dipergunakan untuk melacak badai adalah satelit penghubung langsung dan GPS dengan radar yang mampu menjangkau hingga jarak 100 kaki. Namun, untuk bisa menangkap tornado mungkin cukup menyulitkan, paparnya.&lt;br /&gt;
Dengan curah hujan dan badai yang begitu besar (kecuali jika Anda berada di sudut pandang yang tepat ke arah badai), meski berada jauh dari hujan, Anda tidak akan mendapatkan pemandangan apapun. Maka untuk melihatnya, jarak Anda harus cukup dekat dan ini sangat berbahaya, namun tatkala Anda berhasil melihatnya akan seperti pemandangan yang sangat mengagumkan dan itu akan selalu Anda ingat seumur hidup. ”  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama 13 tahun pengejarannya mencari badai di Tornado Alley, Ron telah 250 kali menyaksikan badai dashyat disertai hujan lebat dan angin puyuh yang mencekam dan melihat tornado lebih dari 98 kali. Dari empat klasifikasi badai, jenis supercell adalah yang paling umum dan memiliki potensi yang paling parah. &lt;br /&gt;
sumber : epochtimes.co.id &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
by : http://beritapopulerz.blogspot.com/2010/12/storm-hunter-wisata-baru-penikmat.html&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Halo Bos.....&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/4800000941207088281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/4800000941207088281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://esugianto.blogspot.com/2011/02/berburu-badai.html' title='Berburu Badai'/><author><name>Edi Sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14020089984610322057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGzeexTJJ5-aiaE_2XnxpUrS2D0wSodFfxEARZ9eOUxR9Np3cagCLixSLzkhkGcUwvIUrBg2DituWXBx_GIbXRZzPlECBhFtxqcaVwaR26-gUrt36VprkAx0ni2qR3TQ/s80/Edi+icon+80px.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSlHktUJV8WA2OPAY_i2EkA1oM_OBYfSNU7iRIgmhJ49Pm6MSEkT67medkpz9jTep36sJtvS6sF_9kiOOLQ2hkmp8Be-YRE3rRa-7Q6xk72k-Vz9X3Xz7PTG6VpG67AU0qGvcoK-SP0Oo/s72-c/storm-chaser-dirt.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5993126017945485146.post-8270123990931622565</id><published>2011-01-18T16:40:00.000+07:00</published><updated>2011-01-18T16:59:55.983+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inspirasi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh"/><title type='text'>Filsafat Jalan Miyamoto Musashi</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjX2jQVM_zwCUROSUywZJZRDkbZU02BNqJ3UrQOEmGEMJewqd1YK4NSYLEbZ0soZVM3EzYPm8OgEyVjduM5YIeUDN52OUxtlfVqeHM2jqG6QcFBDvPynQKEkzGiPyPWIogJGqFnUisulxE/s1600/musashi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;268&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjX2jQVM_zwCUROSUywZJZRDkbZU02BNqJ3UrQOEmGEMJewqd1YK4NSYLEbZ0soZVM3EzYPm8OgEyVjduM5YIeUDN52OUxtlfVqeHM2jqG6QcFBDvPynQKEkzGiPyPWIogJGqFnUisulxE/s320/musashi.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
oleh Lazuardi Adipradana Hasyim&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dilahirkan di sebuah desa yang bernamaMiyamoto di tahun 1584, Musashi terlahir sebagai Munasai Takezo. Masa kanak-kanak Takezo tidaklah bahagia. Ia tidak akur dengan ayah kandungnya, Munasai Hirata seorang samurai pemilik tanah. Takezo selalu melontarkan kritik pedas terhadap seni bela diri ayahnya, hingga menyebabkan ketiak akuran diantara ayah dan anak ini. Situasi yang demikian membuat Takezo kabur memilih meninggalkan rumah untuk hidup bersama pamannya yang saat itu usianya belum mencapai 13 tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi di usianya yang 13 tahun tersebut, Takezo sudah mampu menaklukkan seorang pendekar pedang Shito-ryu yang bernama Arima Kihei. Lawannya itu dirobohkan dan dipukulinya dengan tongkat hingga tewas. Kemudian pada usia 16 tahun, Takezo bertarung dengan seorang samurai tangguh dan kembali muncul sebagai pemenang. Mulai saat itu, Takezo memutuskan pergi bertualang mengikuti “Jalan Pedang”. Tak lama kemudian Takezo terlibat dalam perang habis-habisan antara kubu daimyo (tuan tanah) Ieyasu melawan klan Hideyori dengan para pengikutnya di pertempuran besar di Sekigahara.Dalam pertempuran selama tiga hari itu tercatat 70.000 orang tewas, Takezo sendiri di pihak pasukan yang kalah berhasil meloloskan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Takezo kemudian bertemu dengan Soho Takuan, seorang pendeta Zen dengan kecerdikannya kemudian berhasil “menawan” Takezo di sebuah sel gelap di puri milik Ikeda. Di sana selama tiga tahun, Takezo ditahan untuk mendalami bertumpuk-tumpuk dan beragam buku. Mulai dari seni perang dari Sun Tzu, Taoisme, buku-buku mengenai Zen hingga ke berjilid-jilid kitab mengenai sejarah Jepang. Pendeta Takuan, selalu bersikap keras itu menasihati Takezo yang terkenal bandel dan liar itu hingga mau patuh menjalani penggemblengan berat tersebut. Salah satu nasehatnya adalah;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Anggaplah kamar ini sebagai rahim ibumu dan bersiaplah untuk lahir kembali. Kalau kau melihatnya hanya dengan matamu, tak akan kau melihat apa-apa kecuali sel yang tak berlampu dan tertutup. Tapi pandanglah lebih saksama, lihatlah dengan akalmu dan berpikirlah. Kamar ini dapat menjadi sumber pencerahan, pancuran pengetahuan yang ditemukan dan diperkaya oleh orang-orang bijak di masa lalu. Terserah padamu, apakah kamar ini menjadi kamar kegelapan ataukah kamar penuh cahaya”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melewati masa pembelajaran tiga tahun, Takezo mendapatkan pencerahan dan dibebaskan dan boleh berkelana lagi. Saat itu usianya 21 tahun, Takezo memulai kehidupannya kembali sebagai Miyamoto Musashi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam pengembaraannya Musashi kembali bertemu dengan lawan tarung yang bukan sembarang pendekar samurai, mereka adalah para pendekar samurai terkemuka dari berbagai aliran yang mempunyai keistimewaan sendiri-sendiri. Musashi dapat mengatasi mereka satu per satu walaupun ia tidak mempunyai guru atau mewarisi ilmu pedang dari satu aliran tertentu. Ilmu pedang Musashi diperoleh secara otodidak dan bakat alami yang sangat istimewa yang diasah melalui kekuatan observasi, intuisinya dan disiplin yang kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa duel yang dimenangkan oleh Musashi, banyak terdapat duel yang dianggapnya “main-main”, yaitu duel antara Musashi dan pemain pedang yang dianggapnya tidak seimbang, yang sering dimenangkannya tanpa mencabut pedang atau hanya membalas tebasan lawan dengan pukulan tangan yang tentunya tidak mematikan. Musashi meyakini, adalah sia-sia jika berduel dengan lawan yang kemampuannya jauh dibawah Musashi, lebih sia-sia lagi jika dia sampai membunuhnya. Karena boleh jadi seseorang yang tidak pandai bermain pedang adalah seseorang yang sangat pandai dengan bakat yang lain sehingga biarlah dia mengisi hidup ini dengan bakatnya yang lain yang belum ia temukan, yang mungkin bermanfaat bagi orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertarungan puncak bagi Musashi adalah saat menghadapi Sasaki Kojiro, saingan terberatnya yang masih muda dan sangat tangguh. Kojiro pada zaman itu sosok pemain pedang yang ideal: garis keturunannya tidak ada aib dan guru-gurunya ternama; dan dengan pelatihan yang penuh disiplin, ia berhasil menciptakan teknik permainan pedang yang mengagumkan. Tapi pada akhirnya kepala Kojiro pecah oleh tebasan pedang Musashi pada pertarungan di Pulau Ganryu, 13 April 1612.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertarungan Musashi melawan Sasaki Kojiro merupakan titik balik baginya. Sebelum itu, dia menyakini bahwa kemampuan seni berperang adalah kunci kemenangan dalam setiap pertarungan. Tetapi setelah mengalahkan Kojiro, Musashi menyadari bahwa kekuatan dan ketrampilan bukan satu-satunya yang bisa diandalkan untuk menentukan kemenangan;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketika umurku sudah lewat tiga puluh tahun dan merenungkan kembali hidupku, aku sadar bahwa aku menjadi pemenang bukan karena kemampuan luar biasa dalam seni bela diri. Mungkin saja aku mempunyai bakat alami atau tidak menyimpang dari prinsip alami. Atau, bisa jadikah seni bela diri lawan itu yang memang mengandung suatu cacat? Setelah itu, dengan tekad jauh lebih besar untuk mencapai pemahaman yang lebih jelas mengenai prinsip-prinsip yang dalam, aku berlatih siang malam”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, apa yang memungkinkan Musashi mengalahkan Kojiro jika bukan karena penguasan ketrampilan bertarung? Bagi Musashi, kemenangan sebuah pertarungan terletak pada prinsip atau semangat, bukan tipuan dan ketidakjujuran. Di dalam Kitab Lima Lingkaran, Musashi menulis:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jalan seni adalah langsung dan benar, jadi kau harus dengan tegas berusaha mengejar orang-orang lain dan menundukkan mereka dengan prinsip-prinsip sejati”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah pertarungan itu Musashi memutuskan mundur dari pertarungan, karena rasa bersalahnya sampai membawa kematian lawannya. Musashi kemudian menetap di pulau Kyushu dan tidak pernah meninggalkannya lagi, untuk menyepi dan mencari pemahaman sejati dengan menapaki paruh kedua kehidupannya untuk menjadi seorang seniman dan menjadi terfokus untuk mendalami semua seni. Di masa tuanya Musashi dikenal sebagai seniman dengan banyak kebisaan. Melukis dengan tinta india, kaligrafi, hingga membuat patung. Lagi-lagi seperti kemampuannya bermain pedang, kematangan seninya pun diperolehnya dengan tanpa guru. Buah karyanya dianggap hidup dan indah, hasil dari penyaluran energi batin yang terfokus. Sepertinya kalau inti dasar kehidupan sudah diketahui, kerja yang lain juga dapat dipahami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kehidupannya sebagai seorang seniman, ia menulis puisi, mendesain taman, aktif dalam upacara minum teh, mempelajari drama Noh, dan terutama menciptakan lukisan-lukisan tinta dan kaligrafi. Karya seni Musashi berkelas tinggi, menunjukkan bahwa di bidang ini ia juga berbakat istimewa sekalipun menurut pengakuannya lukisan dia belumlah setara dengan teknik pedangnya. Jelas ada upaya mempertautkan antara seni rupa dan seni bela diri, hingga dikatakan, Musashi melukis dengan pikiran pedang. Intens, terkonsentrasi, dan penuh getaran chi. Ia mempunyai keyakinan dan melihat adanya kesejajaran, seperti dalam ucapannya, Dengan prinsip-prinsip seni bela diri, orang membuka jalan bagi seni serta pencapaian lain dan tidak akan keliru memahami keduanya. Pedang, seni, Zen, dan meditasi menjadi satu kesatuan yang saling mengisi, menggenapi, dan karenanya tak terpisahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musashi juga kembali mendalami ajaran Zen yang nampak dari prinsip dasar satu ini, Musashi senantiasa menekankan mutlaknya memperoleh pengetahuan nyata lewat pengalaman langsung. Tidak dapat disangkal lagi, pengetahuan nyata lewat pengalaman langsung merupakan salah satu sendi utama yang dijunjung tinggi Zen, jauh di atas yang lain, misalnya teori. Juga ungkapan pikiran sehari-hari yang alami adalah khas Zen;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bebaskanlah pikiranmu, maka niscaya pikiranmu akan menjadi alami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain Zen, Musashi tampak sekali menghargai tetapi mempertanyakan ajaran Sun Tzu, yang merupakan ahli strategi terbesar sepanjang masa. Terdapat perbedaan pendapat menurut Musashi dan Sun Tzu, dimana Musashi lebih mengutamakan strategi permainan bersih-sekalipun keras dan tegas, tetapi tidak licik atau kotor, menyimpulkan;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berpikirlah dengan membuang semua ketidakjujuran.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musashi adalah seorang penyendiri, karena sampai akhir hayatnya ia memilih untuk hidup membujang, bahkan memilih jalan kematiannya sendiri. Menurut Musashi kematian adalah sebuah konsekwensi bagi setiap kehidupan. Karena itu saat menyadari bahwa maut akan segera mendatanginya, Musashimemilih Gua Reigan sebagai tempat tuk menyambut kematiannya dengan damai dan sendirian. Saat itu, awal musim semi tahun 1645, Musashi tidak lagi sebagai orang yang kuat, upaya pendakian bukit menuju ke gua itu dicapainya dengan tubuh sangat kesakitan. Suatu hari salah seorang mengirim tabib ke Gua itu, tetapi Musashi tetap berkeras untuk menyambut kematian dengan gayanya sendiri. Tak tega akan keadaan kesehatannya gurunya itu, sang murid kemudian berangkat kepegunungan, pura-pura berburu dengan burung rajawali, dan mampir ke Gua Reigan. Disana dia telah mendapati Musashi dalam kondisi yang sangat lemah dan dia tidak mampu melakukan perlawanan sedikitpun. Akhirnya, tanpa mempedulikan protes-protes Musashi, sang murid berhasil “membujuk” gurunya itu pulang ke rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam penyepian sebelum kematiannya itu Musashi berhasil menyelesaikan bukunya yang berjudul Kitab Lima Cincin (Go Rin no Sho) yang menunjukkan semua pencarian dan pencapaian spiritual serta jawabannya tentang bagaimana menemukan dan mengamalkan jalan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: #cfe2f3;&quot;&gt;&lt;b&gt;Ada sembilan sila yang ditawarkan Musashi untuk kita semua :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style=&quot;background-color: #fff2cc;&quot;&gt;&lt;li&gt;Berpikirlah dengan membuang semua ketidakjujuran.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bentuklah dirimu sendiri di jalan (yang benar).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pelajarilah semua seni.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pahamilah jalan semua pekerjaan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pahamilah keunggulan dan kelemahan dari segala sesuatu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kembangkan mata yang tajam dalam segala hal.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pahamilah apa yang tidak terlihat oleh mata.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berikan perhatian bahkan pada hal-hal terkecil sekalipun.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jangan melibatkan diri dalam hal-hal yang tidak realistis.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
Dalam 62 tahun, tanggal 19 Mei 1645, Musashi menutup mata untuk selamanya di komplek Puri Chiba yang tua. Seperti yang di pinta pada detik-detik terakhirnya, tubuhnya didandani dengan seragam dan helm tempur, dilengkapi dengan enam tanda kebesaran militer, dan ditempatkan dalam peti. Sesuai dengan janji sebelumnya, Musashi kemudian dikebumikan di Kyushu tempat penyepiannya yang terakhir. Setelah selesainya upacara pemakaman yang di pimpin oleh Biksu Kepala Shunzan, terdengar suara guntur bergema di langit yang cerah sebanyak satu kali. Dan entah adakah itu pertanda bahwa Musashi sedang bertarung melawan malaikat maut di sana? Atau sang maestro pedang itu kembali bertarung kembali melawan roh musuh-musuhnya di alam sana?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesimpulan :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.Menemukan dan Menciptakan Jalan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Jalan” dalam bahasa Cina disebut dengan “Tao” dan dalam bahasa Jepang disebut “Do”. Seperti halnya akhiran –do yang biasa ada di aliran-aliran bela diri seperti kendo, aikido, karate-do, dan lainnya. Itu menandakan bahwa bela diri tersebut bukan sekadar bela diri saja, tapi juga disiplin dan jalan hidup. Makanya rata-rata beladiri tersebut filosofinya sangat dalam. Akhiran –do banyak dipakai di bela diri yang juga menunjukkan cara hidup. Sering disebut hidup sesuai jalannya, akan mengantar pada kebahagiaan dan sebuah petunjuk untuk hidup yang benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana caranya menemukan jalan? Jalan dapat ditemukan dengan meniru, mencari, dan menemukan. Tetapi jika memodifikasi dan mencampurnya dengan elemen diri, dan jadilah jalan kreasi kita. Musashi, yang tak punya guru dan tak pernah belajar secara khusus pada seorang guru pun, menempuh jalannya sendiri, juga ternyata terpengaruh oleh Sun Tzu, biksu Zen Takuan Soho, samurai hebat Yagyu Munenori, dan kitab hsinhsinming. Jadi, yang ditemukan Musashi (the book of five rings) sepertinya adalah campuran ajaran Zen dari Takuan dan kitab Hsinhsinming, seni perang Sun Tzu dan keahlian Yagyu, ditambah, diaduk-aduk, dieksperimenkan dengan keseluruhan pengalaman pribadinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musashi sebenarnya lebih layak untuk disebut sebagai seorang otodidak. Musashi membimbing dirinya sendiri untuk mendalami berbagai macam ilmu. Salah satu sumber yang banyak ditimbanya niscaya adalah buah pikiran Sun Tzu.Dikenal sebagai ahli strategi besar-kalau bukan yang terbesar-Sun Tzu hidup hampir 2000 tahun mendahului Musashi (400-320 tahun sebelum Masehi);&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya suka berpikir betapa hebatnya orang-orang kuno seperti Lao Tse, Konfusius, Socrates, Sun Tzu, sementara kebanyakan dari kita yang hidup pada milenium ketiga ini cuma segini-gini saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau Musashi mendekati strategi melalui contoh-contoh dari tarung-tanding (duel), Sun Tzu lebih membahasnya lewat skenario peperangan. Ada beberapa kalimat dari kitab Seni Berperang (The Art of War) Sun Tzu yang amat membekas di hati Musashi. Selama tiga tahun dalam masa penempaan, Musashi kerap membacanya secara lantang berulang-ulang dengan alunan bagaikan nyanyian;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Barangsiapa mengenal seni perang, tak akan serampangan ia dalam gerakannya. Ia kaya karsa dalam membatasi kemungkinan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Barangsiapa mengenal dirinya sendiri dan mengenal musuhnya, ia senantiasa menang dengan mudah. Barangsiapa mengenal langit dan bumi, ia menang atas segalanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenali musuhmu, kenali dirimu sendiri dan kemenanganmu tak akan terancam. Kenali medan, kenali iklim, maka kemenanganmu akan lengkap.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang lebih menarik lagi, dalam kemampuannya untuk membaca waktu. Setelah mencapai usia 29 tahun, ia memutuskan untuk berhenti menjadi petarung. Kemudian Musashi mentransformasikan dirinya menjadi seniman dan pada usia yang lebih lanjut Musashi kembali memutuskan untuk menjadi pemikir mengenai Jalan Strategi. Keputusannya untuk pindah jalur dan beralih profesi pada saat yang tepat itu memang memerlukan ketajaman intuisi yang luar biasa. Agaknya, ini juga yang membuat Musashi menjadi petarung kehidupan yang tak terkalahkan. Musashi mengatur dan bukannya diatur oleh waktu kehidupan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.Keteguhan Hati Mengamalkan dan Menjaga Jalan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang lebih mudah untuk menjadi peka, menjadi arif dan penuh perenungan ketika kita dalam posisi yang penuh kesusahan dimana sendi-sendi harga diri kita dibenamkan dan segala kesombongan diruntuhkan. Mudah untuk memahami bentuk-bentuk pemikiran, perasaan, benda-benda dan penghargaan kita akan arti hidup itu sendiri. Mudah pula untuk menyadari akan kebeningan cita-cita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang tidak mudah adalah untuk tetap konsisten pada pencapaian nurani tersebut. Tidak mudah untuk terus menjaga visi kita yang paling menggebu-gebu sekalipun. Perubahan lingkungan, kemudahan-kemudahan, orang-orang yang berbeda lambat laun dapat melunturkan pencapaian nurani. Pada prosesnya, akan muncul riak-riak yang mengganggu yang mengurangi kadar pemikiran dan tindakan kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musashi pun mengalami naik turunnya semangat dalam mewujudkan jalan pedangnya. Cita-cita yang menjadi visi hidupnya. Musashi sempat terjebak dalam kesombongan sesaat ketika bertemu orang-orang yang terlihat lebih lemah. Jalan pedang seolah-olah menjadi jalan paling berarti dan dalam perjalanannya Musashi banyak mengabaikan unsur-unsur lain di luar dirinya. Musashi kemudian sadar dan berusaha membentuk jalan pedang dengan lurus-lurus pada keyakinan dirinya, menekan segala perasaan lembutnya dan satu hal yang menyelamatkannya dari bahaya keangkuhan adalah keinginannya untuk membuka pintu-pintu ilmu dan belajar dari segala macam orang, segala macam bentuk dan alam semesta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kehidupan ini, bukan sekali kita merasakan naik turunnya iman, naik turunnya semangat baik dalam bekerja, menjaga hubungan, dan meraih mimpi-mimpi kita. Bukan sekali dua kali pula kita terjatuh dan kembali pada kebeningan pencapaian nurani. Terlalu dini untuk menyimpulkan jalan pencapain nurani, ada banyak visi dan lebih banyak konsistensi yang akan diperlukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, ada hal-hal menarik yang agaknya dapat dipelajari dari Musashi. Musashi adalah seorang yang sederhana, rendah hati yang bermain bersih tanpa kecurangan. Musashi keras hati dalam melatih diri dan dalam menimba ilmu berbagai aliran, karena Musashi menyadari bukannya tak mungkin terkalahkan. Musashi selalu menekankan pentingnya timing (ketepatan waktu) dan ritme dalam segala hal. Masuk terlalu cepat atau terlalu lambat dalam pertarungan dipandangnya dapat mengundang persoalan tersendiri. Kemudian perubahan yang terjadi di “langit” dan “bumi” bukan saja harus dicermati melainkan mesti pula diadaptasi untuk keselamatan diri. Juga baginya ilmu pengetahuan itu adalah sebuah “lingkaran bulat”. Artinya, kalau kita bermula dari titik A, setelah melingkar penuh kita akan kembali ke titik A semula. Apa yang dianggap paling elementer adalah juga pelajaran yang paling penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber Bacaan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.Musashi, Eiji Yoshikawa, Gramedia – Jakarta&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.The Lone Samurai, William Scott Wilson, Gramedia – Jakarta&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.The Book of Five Rings, William Scott Wilson, Gramedia – Jakarta&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SUMBER ARTIKEL : lazuardism.blog.friendster.com/2008/10/filsafat-jalan-miyamoto-musashi/&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Halo Bos.....&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/8270123990931622565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/8270123990931622565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://esugianto.blogspot.com/2010/07/filsafat-jalan-miyamoto-musashi.html' title='Filsafat Jalan Miyamoto Musashi'/><author><name>Edi Sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14020089984610322057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGzeexTJJ5-aiaE_2XnxpUrS2D0wSodFfxEARZ9eOUxR9Np3cagCLixSLzkhkGcUwvIUrBg2DituWXBx_GIbXRZzPlECBhFtxqcaVwaR26-gUrt36VprkAx0ni2qR3TQ/s80/Edi+icon+80px.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjX2jQVM_zwCUROSUywZJZRDkbZU02BNqJ3UrQOEmGEMJewqd1YK4NSYLEbZ0soZVM3EzYPm8OgEyVjduM5YIeUDN52OUxtlfVqeHM2jqG6QcFBDvPynQKEkzGiPyPWIogJGqFnUisulxE/s72-c/musashi.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5993126017945485146.post-4227675271491113759</id><published>2011-01-13T13:02:00.000+07:00</published><updated>2011-01-13T13:02:10.647+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Metafisika"/><title type='text'>Meode Mengendalikan Hujan Dengan Prana</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzqsZLdccvUDDQVoVnEt-xFEh1K8UU0GkW40-qo4PyZYMUilULLBvSpfezjfPb9ALtpAjWQD5z5XaFBnAVLGtX5HkkrVCuP6iSb1F0hAis0JayCnMR_YynNgihHJRu_D91lPGJCKzyb44/s1600/1-hujan-payung+NAQS.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;150&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzqsZLdccvUDDQVoVnEt-xFEh1K8UU0GkW40-qo4PyZYMUilULLBvSpfezjfPb9ALtpAjWQD5z5XaFBnAVLGtX5HkkrVCuP6iSb1F0hAis0JayCnMR_YynNgihHJRu_D91lPGJCKzyb44/s200/1-hujan-payung+NAQS.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Oleh : Agus Sunaryo (MP 34).&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pendahuluan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Begitu banyaknya kegiatan dan aktivitas kehidupan ini yang masih tergantung pada hujan atau panas. Pengaruh hujan dan panas di bidang pertanian sangat dominan. Kita masih ingat begitu banyak dan luasnya lahan pertanian yang kering hingga gagal panen akibat tidak adanya hujan. Demikian pula banyak hasil panen yang tidak bisa dinikmati atau rusak dan harganya menjadi jatuh, karena tidak ada panas untuk menjemurnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meditasi akbar yang digelar di tanah lapang pada saat fullmoon, menjadi bubar berantakan, pesertanya berhamburan mencari tempat berteduh, karena tiba-tiba turun hujan. Demikian pula di tengah khusuknya menjalankan sholat Idul Fitri, terganggu pula karena tiba-tiba hujan deras. Pesta meriah di tempat terbuka menjadi kacau karena hujan lebat yang tiba-tiba turun seperti dicurahkan dari langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adakah yang bisa dijadikan tumpuan kesalahan atas kegagalan pesta serta kerugian panen yang diderita para petani? Apakah ada yang dapat dijadikan kambing hitam? Misal, kebocoran ozon di atmosfir bumi atau pemanasan bumi karena penebangan hutan di Asia hingga menimbulkan efek rumah kaca, yang mengacaukan tata iklim dan cuaca kita saat ini. Atau panitia lupa menghubungi si Pawang Hujan, atau lupa menyediakan 75 payung, atau keliru melakukan analisa luasnya terpal dan layar panggung. Tentu menarik sekali untuk disimak!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Diperlukan sikap yang bijak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebutuhan untuk sesaat menunda turunnya hujan, sehingga terbit matahari dan reda hujannya, kadang sangat dibutuhkan dalam kehidupan yang penuh mekanisme dan aktivitas ini. Sebenarnya sudah cukup banyak dalam masyarakat tradisional dari beragam etnik dan suku di Nusantara, yang mempunyai teknik menunda atau menurunkan hujan. Banyak pula pawang hujan yang ada di desa-desa dan kota, yang mampu melakukan teknik penundaan hujan. Hanya saja tidak mudah untuk dipelajari atau sulit diwariskan kepada orang lain. Akibatnya daya linuwih itu sulit dikategorikan dalam kelompok ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam pembahasan makalah ini, kita akan menggunakan energi prana untuk menunda atau menghentikan hujan. Dalam situasi yang gawat pada tingkat musim kemarau kering yang berkepanjangan, energi prana dapat kita manfaatkan untuk menurunkan hujan. Namun dengan catatan, hendaknya bukan untuk main-main atau egoisme semata-mata. Karena fenomena alam ini sangat diatur oleh Yang Maha Khalik, sehingga permainan hujan panas secara serampangan pasti akan menyebabkan sekelompok orang lain dirugikan. Oleh sebab itu penggunaannya harus sangat bijaksana dan peduli pada kepentingan orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai contoh, kita mencoba menunda hujan di suatu daerah kecil demi kepentingan proyek kita di situ untuk waktu beberapa saat dan alhasil hujan pun berhenti selama dua minggu. Padahal di daerah itu para petani sedang ramai-ramai menabur bibit palawija yang diprogram secara gotong royong. Maka kesedihan akan mereka alami, karena bibit tidak bisa tumbuh serempak dengan baik, atau mati kekeringan. Demikian sebaliknya kita menginginkan turun hujan sesaat hanya untuk kepentingan sesaat yang tidak begitu penting, maka orang lain yang sedang memanfaatkan musim panas akan sangat dirugikan, misalnya musim pra panen tembakau, musim membuat garam, dan bagi orang yang sedang mempunyai hajat, akan sangat disusahkan. Oleh sebab itu yakinkan agar lingkungan sekitar Anda tidak dirugikan. Mungkin kita bisa mengelak dengan argumen, bila permohonan hujan atau panas berhasil, berarti Yang Maha Khalik Semesta Alam merestui. Namun sangat kasihan orang tidak memahami teknik ini, yang terkena dampaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam pembahasan berikut ini, akan kami paparkan cara menunda atau mengalihkan hujan ke tempat lain yang lebih memerlukan, dengan teknik tradisional sederhana yang hasilnya cukup memuaskan, lengkap dengan analisanya. Selanjutnya kita akan bahas teknik mengalihkan atau menunda hujan, dan juga sebaliknya untuk menarik hujan dengan pendekatan Konsep dan Teknik Penggunaan Energi Prana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Menunda Hujan Metode Tradisional Sederhana&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
yang di gunakan untuk menolak atau lebih tepat menunda dan mengalihkan hujan model tradisional, kadang sangat menggelikan. Namun kenyataannya berpeluang 75% sukses. Katakanlah 4 kali melakukan, 3 kali akan berhasil. Biasanya di gunakan apabila seseorang sedang mempunyai hajat besar, dan takut terganggu oleh hujan. Cara yang di gunakan sangat banyak ragamnya dan bersifat kedaerahan. Dari budaya Jawa, ada beberapa yang populer yakni, dengan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;i&gt;1. Melemparkan celana dalam calon mempelai ke atas genting.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;i&gt;2. Mendirikan sapu lidi dengan ditusuk cabai merah dan bawang merah.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;i&gt;3. Mendirikan sapu lidi dengan rapalan dan doa secara kejawen.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Tidak tertutup kemungkinan penggunaan daya linuwih untuk menolak atau menyingkirkan hujan, misal dengan puasa dan matiraga serta bentuk keprihatinan lain seperti istiqotsah. Namun sehubungan dengan bahasan penggunaan Energi Prana, maka hanya cara tradisional sederhana saja yang kami sampaikan, sebagai pembanding dan pendamping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Cara tradisional 1;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan melemparkan celana dalam calon mempelai wanita oleh mempelai wanita itu sendiri. Ini di maksudkan untuk menunjukkan keprihatinan dan harapan pada Sang Khalik Semesta Alam, akan kepolosan dan kepasrahan bahwa hanya Yuhan yang akan mengabulkan harapan agar tidak hujan, pada saat pesta perkawinannya. Dengan dilempar ke atas genting, diharapkan air membalik ke atas dan tidak jadi turun. Sama hakikatnya seperti kepercayaan bahwa gigi bawah yang putus, harus selalu tumbuh ke atas, maka dilempar mengarah ke atas yakni ke genting, sedang gigi atas yang lepas ditanam atau dibuang ke bawah, agar cepat tumbuh mengarah lurus ke bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Cara tradisional 2;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yaitu penancapan lombok dan cabai merah pada ujung sapu lidi “gerang” ( sapu lidi tua yang sudah aus terpakai) yang didirikan terbalik. Penggunaan ini tanpa harus berdoa maupun membacakan rapal atau kata-kata sakti. Bila ditanyakan pada sebagian besar orang yang melakukan, maka jawabnya singkat saja, yakni biar pedas dan panas sehingga tidak jadi turun hujan. Ditinjau secara konsep Prana, maka lidi yang diberi bawang merah dan cabai merah banyak mengadung Prana Merah, yang bersifat hangat, memperluas, memperlebar mendung hitam tebal menjadi tipis karena diperlebar dan bersifat konstruktif. Dengan demikian mendung yang menggelantung, jadi pudar dan gagal turun menjadi hujan. Suasana jadi konstruktif dan melegakan. Hakikatnya sama dengan cara mengusir tamu yang sangat membosankan dan tidak kunjung pulang. Hal ini banyak dilakukan gadis-gadis Jawa yang dikunjungi oleh para jejaka di malam minggu yang tidak disukai namun tidak berani mengusirnya, atau bila sudah terlalu malam dan berkecenderungan tidak segera pulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2YC1yFK4odwQ1uRSIahpdDZaH2TIAtGH9jIpmcS4eqZThJmc3G2KL5q6rFyE6vq-boOm_IDOC7b0LAtHXdbMMMz26DxmA7F-inOiQxGhzVYn8Yp8zNN7I5ARbyPObkeYLEjtHNkvLdMo/s1600/2-hujan-munthu.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;181&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2YC1yFK4odwQ1uRSIahpdDZaH2TIAtGH9jIpmcS4eqZThJmc3G2KL5q6rFyE6vq-boOm_IDOC7b0LAtHXdbMMMz26DxmA7F-inOiQxGhzVYn8Yp8zNN7I5ARbyPObkeYLEjtHNkvLdMo/s200/2-hujan-munthu.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dengan cara menggunakan “munthu” atau batu pelumat, uleg sambal pada cobek dan mengacungkannya serta memperagakan seperti menggilas lombok dan bawang merah, memutar kekiri, dari bilik atau ruangan lain dan mengarah ke sang tamu yang bandel. Dalam waktu 5 sampai 7 menit tamu tak dikehendaki itu akan segera permisi pulang. Tentu yang menjadi pertanyaan mengapa tidak mengacungkan dan memutar senduk es atau senduk sayur saja. Mungkin Anda bisa menjawabnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Cara tradisional 3;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yakni dengan menggunakan sapu lidi yang didirikan terbalik, namun sapunya dibuka selebar-lebarnya. Bila perlu diikatkan pada tonggak, sehingga tidak jatuh. Bila jatuh maka hujan tidak akan turun. Setelah sapu dipasang terbalik menghadap ke langit, sambil ikatan sapu dipegang erat-erat dengan tangan kanan, sambil mengucapkan doa dengan mantap sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;“Niat ingsun ora ngedekake sapu biasa, nanging sapu jagad kanggo ngresiki mendhung, udan lan angin saka daerah …. dibuang menyang …., sawetara suwene wektu 3 jam, saking kersaning Allah ingkang murbeng jagad.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;[“ Niat saya tidak mendirikan sapu biasa, tetapi sapu jagad yang berguna untuk menyapu semua mendung dan hujan di atas…. (nama daerah, kota, kecamatan yang ditolak hujannya) untuk jangka waktu .… jam, dipindahkan ke daerah … yang membutuhkan hujan. Ini semua terjadi, karena berkat Allah”].&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Cara yang ketiga ini banyak kami gunakan, sebelum mengenal energi Prana. Yang kami warisi dari ibu yang berasal dari keluarga petani. Apabila sedang menjemur padi seusai panen, atau bila mempunyai hajat atau sedang melakukan kegiatan luar ruang dan khawatir terganggu oleh hujan yang turun, padahal mendung sudah gelap dan datang berarak-arakan. Peluang keberhasilannya sangat besar, yakni mendekati 95 % ( dari 20 kali melakukan, hanya 1 kali gagal). Yang terpenting, sapu tetap mengarah ke atas, dan lidi-lidinya membuka lebar mengarah ke segenap penjuru mata angin serta tidak jatuh. Bagi para pemula, tingkat keberhasilannya dimulai dari 50%, dan apabila Anda sering melakukannya di musim hujan, maka seakan-akan Anda sudah dikenal oleh semesta alam atau Sang Khalik si empunya fenomena alam sebagai pelanggan tetap, yang layak untuk dilayani permohonannya.&lt;br /&gt;
Namun saat ini teknik dan tata cara-cara tradisional telah dapat diganti dengan penggunaan energi atau tenaga prana, yang lebih praktis tanpa harus menyiapkan sapu lidi ataupun cabai dan bawang merah. Sebelum memastikan Tekniknya, kami coba mengungkapkan Konsep, dengan cara pendekatan Ilmu dan Seni Tenaga Prana lebih dulu, sehingga mudah memahaminya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;b&gt;MENUNDA HUJAN ATAU MENURUNKAN HUJAN DENGAN ENERGI PRANA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhY0FPIVpA5LQglTXh5-p6_ViRrXJ2TrR7ZXKK3n0Wr3riSdc-oD5WwXxemtcLMf_S_JY6gUpA7xmpQ0llDeyan5AFq8SCyDB7fp-kU6fZdGrkIZaJrjFqDN7vTH93gQOoZS_D91KkVTck/s1600/3-hujan-energi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;143&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhY0FPIVpA5LQglTXh5-p6_ViRrXJ2TrR7ZXKK3n0Wr3riSdc-oD5WwXxemtcLMf_S_JY6gUpA7xmpQ0llDeyan5AFq8SCyDB7fp-kU6fZdGrkIZaJrjFqDN7vTH93gQOoZS_D91KkVTck/s200/3-hujan-energi.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Energi Prana merupakan berkah dan rasa cinta Tuhan Yang Maha Khalik Semesta Alam, kepada kehidupan semua makhluk di alam raya, khususnya manusia. Energi Prana merupakan energi yang berkaitan erat dengan lingkungan hidup, dan berlimpah tersedia di mana-mana. Tuhan memberikan energi dalam sumber yang beraneka ragamnya. Ada yang berasal dari matahari atau prana matahari; demikian pula energi prana yang terkandung di udara atau yang disebut dengan butir-butir vitalitas udara. Juga Prana yang berasal dari bumi atau butir-butir vitalitas bumi. Selain itu, masih ada pula sumber-sumber energi prana yang bersifat tidak permanen, namun masih bisa memberikan dayanya, akibat dari sangat kuat dan banyaknya menyerap prana matahari, udara dan bumi. Sebagai contoh pohon yang tua, sehat dan besar, kemudian air yang mengalir, makanan, sayur-sayuran dan buah-buahan yang segar. Juga tempat-tempat tertentu di mana banyak orang berdoa atau berhubungan dengan Sang Pencipta. Demikian pula tempat-tempat yang terbentuk oleh alam seperti gunung, lembah dan hutan rekreasi yang subur, sangat terasakan besar energi prananya. Namun sebaliknya terdapat pula tempat-tempat yang kurang baik atau sangat sedikit energi Prananya, bahkan banyak energi kotor yang mudah mengkontaminasi lingkungan sekitarnya, sebagai contoh: rumah sakit, pabrik yang penuh polusi, kamar jenasah, kuburan, tempat di atas septiktank dan lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dilihat dari waktunya, maka Prana akan terpancar banyak sekali dan berlimpah pada siang hari, sebaliknya habis tengah malam antara jam jam 02.00, 03.00 sampai jam 04.00, energi prana udara sangat rendah, sehingga orang sulit sekali untuk bangun. Mereka memperebutkan prana yang sangat tipis pada jam-jam itu dengan menggunakan pernapasan perut yang panjang, sama seperti kita kalau bernafas menghisap energi prana. Setelah jam 05.00, mereka bangun bersyukur kepada Tuhan dengan doa pagi atau subuh karena telah berhasil tetap hidup. Mereka semua mendapat energi vital dan siap melanjutkan kehidupan hari baru yang penuh energi vital bumi, udara dan prana matahari di siang hari.&lt;br /&gt;
Apabila mendung gelap, atau musim hujan yang berkepanjangan, dapat dipastikan merupakan hari-hari yang sangat sedikit energi Prananya. Hujan yang terus-terusan, mendung dan banjir tentu banyak orang kekurangan energi Prana lalu mudah sakit. Bisa kita rasakan langit dan udara yang biasa cerah sedang menderita dan prihatin, cahaya matahari ditutup awan-awan gelap yang menggelantung. Prana udara kacau terkontaminasi uap air, hingga kelembaban udara tinggi, prana bumi tergenangi air. Fenomena alam ini tentu mengusik kita sebagai Pranawan untuk meresponnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Konsep Pengetahuan Prana untuk Fenomena Hujan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa konsep yang telah dipertimbangkan, sehingga dapat ditemukannya teknik penggunaan energi Prana untuk mengalihkan, menunda, menghentikan atau bahkan menurunkan hujan, sesuai dengan kebutuhan, adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Yang memiliki fenomena alam berupa angin, hujan atau panas dan gempa bumi adalah Yang Maha Pencipta Semesta Alam .&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Prana berwarna mempunyai kegunaan sendiri-sendiri, sehingga dalam teknik aplikasinya, jenis warna harus tidak boleh keliru.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bahwa langit yang mendung dan hujan yang terus-menerus, menyebabkan prana di udara sangat berkurang sekali&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Energi Prana mengikuti pikiran, sehingga bisa diarahkan dan diprogram sesuai keinginan dan kebutuhan dengan perkenan-Nya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk menunda atau mengalihkan hujan dan menurunkan hujan, energi Prana memerlukan satuan waktu yang cukup dan kumulatif&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Prana merupakan Ilmu Pengetahuan dan Seni, sehingga dalam penerapannya perlu memadukan kedua aspek tersebut.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Peraturan emas tetap berlaku, walaupun sifatnya sangat sederhana.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
Berdasarkan konsep tersebut, maka yang paling utama dan pertama kali adalah bagaimana agar dalam melakukan praktik ini harus selalu kepada si Empunya Alam Semesta. Kemudian mempertimbangkan dan meneliti apakah ada pihak-pihak yang dirugikan seandainya harus turun hujan atau panas, karena peraturan emas tetap berlaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Programkan kapan harus berhenti dan kapan harus turun hujan dengan mempertimbangkan bahwa untuk dapat berhenti dari hujan umumnya lebih cepat. Untuk program segera turun hujan pada musim kemarau atau pada cuaca yang cerah, membutuhkan durasi waktu untuk mengumpulkan kelembaban yang cukup. Namun pengalaman kami, kadang pada cuaca yang cerah dapat segera hujan turun dengan deras sesuai program kita. Dalam kaitan itu tidak lagi melalui pendekatan ilmu dan teknik saja, melainkan pendekatan seni perlu dilakukan juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendekatan seni yang kami maksudkan, adalah keyakinan kita akan kemanjuran aplikasi menolak, atau menunda dan menurunkan hujan ini. Keragu-raguan merupakan penghambatan program pula, karena energi mengikuti pikiran. Pendekatan seni lain adalah visualisasi dan kapan harus berhenti memberi energi .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Teknik Terapan dengan Tenaga Prana&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengerti dan memahami konsep tenaga Prana yang digunakan untuk menunda, mengalihkan ataupun menarik turun hujan, maka barulah kita dapat menggunakan teknik dan memilih energi Prana mana yang paling cocok untuk menanggapi fenomena hujan dan cuaca panas itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penggunaan teknik ini, mengambil metoda dan konsep Penggunaan Tenaga Prana tingkat Lanjut, yang telah dirancang oleh Master Choa Kok Sui yang kita cintai dan telah kita rasakan manfaatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;TEKNIK MENUNDA ATAU MEMINDAHKAN HUJAN&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgC7onpPrMHk3Ubpr__s9n6mtpinCVJjsX-ZBXsMfsHGT7wBbyj8DlClj_43EOKGGG_eiCz6EbhO2IXgfOQhgeiUCO_8McXL8ptImpxpYmVA71N_TWrTi1SHi0wcjhCxYOQi7izJywjFgI/s1600/hujan1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;125&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgC7onpPrMHk3Ubpr__s9n6mtpinCVJjsX-ZBXsMfsHGT7wBbyj8DlClj_43EOKGGG_eiCz6EbhO2IXgfOQhgeiUCO_8McXL8ptImpxpYmVA71N_TWrTi1SHi0wcjhCxYOQi7izJywjFgI/s320/hujan1.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;TEKNIK MENDATANGKAN HUJAN&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicZ5495k9Tc-cR1i76SxPErPPXl56GXNPyPeCUJjwvw4rXpTb6PgS8j6Gl5zcNfgyHzj89BE7z9Q6xP0n9jHjymGSI2MZYvVEcoQDF6uE2xifx_TCZZlw4DwdD5YYqO_LcpGso7JfKsmc/s1600/hujan2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;168&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicZ5495k9Tc-cR1i76SxPErPPXl56GXNPyPeCUJjwvw4rXpTb6PgS8j6Gl5zcNfgyHzj89BE7z9Q6xP0n9jHjymGSI2MZYvVEcoQDF6uE2xifx_TCZZlw4DwdD5YYqO_LcpGso7JfKsmc/s320/hujan2.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Namun bukan berarti teknik tingkat dasar yang masih menggunakan Prana Putih, tidak layak digunakan. Hanya saja demi efektivitas. Kemampuan tingkat visualisasi dan kemampuan kontemplasi mempergunakan prana warna pada pranawan tingkat dasar belum sepenuhnya diajarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PENUTUP&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrLhSn-1eoDtnZZa75tFZf6Kr1AaGgJFae5OnLXEJpJURw0ZkefxlEgLwxuWnVcdL5_p4mwUz0VFofMHoLcRc0ANTGoGTVh2keYyYaCceJRqyeOiSJnr2db2Y4l182RX4rZSnVqgvW_DQ/s1600/4-hujan-awan1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;114&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrLhSn-1eoDtnZZa75tFZf6Kr1AaGgJFae5OnLXEJpJURw0ZkefxlEgLwxuWnVcdL5_p4mwUz0VFofMHoLcRc0ANTGoGTVh2keYyYaCceJRqyeOiSJnr2db2Y4l182RX4rZSnVqgvW_DQ/s320/4-hujan-awan1.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXtaSH_W0MvCciyCRu9sKLImcUnUeeRg3l3_zXmxvXYzDmbb_Or8pXXY4n5H5ebVuvJVufab64j7VHNF9_aTco-KmztV6vykxuyNcUz-GM4HqeTPAGTBdmV_VVHtkiHQWSOnAR02FmrtM/s1600/5-hujan-awan2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;115&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXtaSH_W0MvCciyCRu9sKLImcUnUeeRg3l3_zXmxvXYzDmbb_Or8pXXY4n5H5ebVuvJVufab64j7VHNF9_aTco-KmztV6vykxuyNcUz-GM4HqeTPAGTBdmV_VVHtkiHQWSOnAR02FmrtM/s320/5-hujan-awan2.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Dengan menerapkan teknik mengalihkan atau menunda hujan atau sebaliknya menarik turun hujan pada tempat yang memerlukan, maka sebenarnya kita telah merasakan berkat Tuhan Semesta Alam.&lt;br /&gt;
Bukan pada tempatnya untuk memamerkan Ilmu dan Seni menolak dan menurunkan hujan dengan tenaga Prana semata-mata untuk bermain-main. Hal itu sama saja dengan mempermainkan Khalik Semesta Alam. Oleh sebab itu hanya Anda yang bijak saja yang akan merasakan manfaat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makalah yang sangat menarik ini telah dimuat di MediaPrana no. 7, September 1999. Dan sudah ditampilkan dalam Konvensi Penyembuh Prana Nasional I di Jakarta tahun 2000, Konvensi Penyembuh Prana Dunia di Bali tahun 2002, Sarasehan Penyembuh Prana Nasional di Salatiga tahun 2006, dan sekarang sekali lagi dimuat dengan lebih lengkap blog ini. Bagi yang sudah berhasil melakukannya dengan sukses, silahkan mengirimkan kisah keberhasilannya ke redaksi MediaPrana.&lt;br /&gt;
Semoga bermanfaat dan salam Prana!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
by. pranaindonesia.wordpress.com&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Halo Bos.....&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/4227675271491113759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/4227675271491113759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://esugianto.blogspot.com/2011/01/meode-mengendalikan-hujan-dengan-prana.html' title='Meode Mengendalikan Hujan Dengan Prana'/><author><name>Edi Sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14020089984610322057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGzeexTJJ5-aiaE_2XnxpUrS2D0wSodFfxEARZ9eOUxR9Np3cagCLixSLzkhkGcUwvIUrBg2DituWXBx_GIbXRZzPlECBhFtxqcaVwaR26-gUrt36VprkAx0ni2qR3TQ/s80/Edi+icon+80px.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzqsZLdccvUDDQVoVnEt-xFEh1K8UU0GkW40-qo4PyZYMUilULLBvSpfezjfPb9ALtpAjWQD5z5XaFBnAVLGtX5HkkrVCuP6iSb1F0hAis0JayCnMR_YynNgihHJRu_D91lPGJCKzyb44/s72-c/1-hujan-payung+NAQS.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5993126017945485146.post-6502022380279194088</id><published>2011-01-12T17:54:00.000+07:00</published><updated>2011-01-12T17:54:02.076+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kaweruh Jawa"/><title type='text'>Ruwatan &amp; Rajah Kala Cakra</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbbPsLnScZVw4kTP1DxoDSdvBuKwxWy1lBHB121lpI_xjZeWbPjQxFsMQA_9jUV3j-oyLxsvtJ0JDJ_dmVtWyAHXAIPsEbabtUk61N56Mh9_iGiOUEnuXWe5BGO-OYhoB1pkjK9iEDXRg/s1600/rajah-kalacakra.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;150&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbbPsLnScZVw4kTP1DxoDSdvBuKwxWy1lBHB121lpI_xjZeWbPjQxFsMQA_9jUV3j-oyLxsvtJ0JDJ_dmVtWyAHXAIPsEbabtUk61N56Mh9_iGiOUEnuXWe5BGO-OYhoB1pkjK9iEDXRg/s200/rajah-kalacakra.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;RITUAL RUWATAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam masyarakat Jawa,ritual ruwat dibedakan dalam tiga golongan besar yaitu :&lt;br /&gt;
1. Ritual ruwat untuk diri sendiri.&lt;br /&gt;
2. Ritual ruwat untuk lingkungan.&lt;br /&gt;
3. Ritual ruwat untuk wilayah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam masyarakat Jawa, ruwatan memiliki ketergantungan pada siapa yang akan melaksanakan. Jika ruwatan dilakukan oleh orang yang memang memiliki kemampuan ekonomi yang memadai, maka biasanya dilakukan secara besar-besaran yaitu dengan mengadakan pagelaran pewayangan. Pagelaran pewayangan ini berbeda dengan pagelaran yang pada umumnya dilakukan. Pagelaran pewayangan dilakukan pada siang hari dan khusus dilakukan oleh dalang ruwat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Ruwatan Diri Sendiri&lt;br /&gt;
Ruwatan diriRuwatan diri sendiri dilakukan dengan cara-cara tertentu seperti melakukan puasa (ajaran sinkretisme), melakukan selamatan, melakukan tapa brata. Dalam masyarakat Jawa, bertapa merupakan bentuk laku atau sering disebut lelaku. Lelaku sebagai wujud untuk membersihkan diri dari hal-hal yang bersifat gaib negatif (buruk) juga termasuk dalam ruwatan. Dengan memasukan kekuatan gaib dalam diri yang bersifat positif (baik), akan memberikan keseimbangan energi dalam tubuh. Hal ini sering dikemukakan oleh para spiritualis Jawa sebagai bentuk nasehat untuk mempelajari hal-hal yang bersifat baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini, ruwatan yang dilakukan oleh sebagaian masyarakat Jawa jauh berbeda dengan kebudayaan peninggalan pada zaman Hindu-Budha. Ruwatan lebih cenderung dilakukan dengan tidak mengatasnamakan ruwatan, tetapi pada dasarnya memiliki tujuan yang sama. Lelaku sebagai wujud atau bentuk dari ruwatan bagi diri sendiri ini juga sering dilakukan oleh sebagian mansyarakat Jawa agar mendapatkan kebersihan jiwa.&lt;br /&gt;
Rituan Ruwatan Diri Sendiri Menurut Kitab Primbon Mantrawara III, Mantra Yuda&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika orang yang merasa selalu sial, dalam kepercayaan Jawa harus melakukan upacara ruwatan terhadap diri sendiri. Ritual ruwatan ini memiliki banyak sebutan, antara lain adalah Ruwatan Anggara Kencana. Kesialan yang ada dalam diri manusia dipercaya timbul dari sedulur papat limo pancer atau sebagai pemicunya berasal dari kekuatan lain (makhluk halus). Btempat keberadaan sedulur papat ini dapat dilakukan pendeteksian.&lt;br /&gt;
Pendeteksian yang dilakukan adalah melalui perhitungan (petungan) Jawa yaitu : Ha: 1, Na: 2, Ca: 3, Ra: 4 dan seterusnya. Pendeteksian dilakukan dengan menjumlah neptu orang tuanya dengan orang yang akan melakukan ritual ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jumlah keduanya kemudian dibagi 9 dan diambil sisanya. Jika sisa:&lt;br /&gt;
1. Bersemayam di sebelah kiri-kanan mata kanan,&lt;br /&gt;
2. Bersemayam di sebelah kiri-kana mata kiri,&lt;br /&gt;
3. Bersemayam di telinga kanan,&lt;br /&gt;
4. Bersemayam di telinga kiri,&lt;br /&gt;
5. Bersemayam di sebelah hidung kanan,&lt;br /&gt;
6. Bersemayam di sebelah hidung kiri,&lt;br /&gt;
7. Bersemayam di mulut,&lt;br /&gt;
8. Bersemayam di sekeliling pusar,&lt;br /&gt;
9. Bersemayam di kemaluan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sebagai syarat dari ritual ini adalah mengambil sedikit darah di sekitar tempat keberadaan bersemayamnya. Darah ini akan dilabuh (dilarung). Cara mengambil darah ini adalah dengan mengunakan duri yang kemudian dioleskan pada kapas puti. Duri dan kapas nantinya akan dilabuh bersama-sama dengan syarat yang lain, berupa :&lt;br /&gt;
1. Beras 4 kg,&lt;br /&gt;
2. Slawat 1 Dirham (uang senilai emas 1 gram),&lt;br /&gt;
3. Ayam,&lt;br /&gt;
4. Teklek (sandal dari kayu, atau bisa digantikan sandal biasa),&lt;br /&gt;
5. Benang Lawe satu gulung,&lt;br /&gt;
6. Telur ayam yang baru saja keluar (belum ada sehari),&lt;br /&gt;
7. Gula setangkep (gula Jawa satu pasang), gula pasir 1 kg,&lt;br /&gt;
8. Kelapa 1 buah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelapa, benang lawe, telur ayam, beserta kapas dan duri dilabuh sambil membaca mantera: “Ingsung ora mbuwang klapa lan isine, ananging mbuwang apa kang ndadekake apesing awakku”. (Aku tidak membuang kelapa beserta isinya, tetapi aku membuang apa yang menjadikan kesialan bagiku).&lt;br /&gt;
Selain beberapa benda yang dilarung atau dilabuh tersebut, dikrarkan untuk disedekahkan kepada siap yang dikehendakinya, sebaiknya sodaqoh kepada orang yang membutuhkan.&lt;br /&gt;
2. Ruwatan Untuk Lingkungan&lt;br /&gt;
Ruwatan yang dilakukan untuk lingkup lingkungan biasanya dilakukan dengan sebutan mageri atau memberikan pagar gaib pada sebuah lokasi. Sebagai contoh yang sering kita temui dalam masyarakat sekitar kita adalah memberikan pagar gaib. Hal semacam memberikan pagar gaib pada sebuah lokasi (anggap saja rumah) ditujukan untuk beberapa hal, antara lain :Ruwatan2a. Memberikan daya magis yang bersifat menahan, menolak, atau memindahkan daya (energi) negatif yang berada dalam rumah atau hendak masuk kedalam rumah. Metode semacam ini biasanya dilakukan dengan menanam tumbal yang diperlukan, misalnya kepala kerbau atau kepala kambing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Memberikan pagar agar tidak dimasuki oleh orang yang hendak berniat jahat.&lt;br /&gt;
c. Memberikan kekuatan gaib yang bersifat mengusir atau mengurung makhluk halus yang berbeda dalam lingkup pagar gaib.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbagai cara memberikan pagar gaib ini dapat dilihat pada buku-buku kuno yang menceritakan pemagaran diri manusia, lingkungan dan wilayah yang cukup luas dengan kepercayaan masyarakat Jawa. Tujuan utama dilakukannya pemagaran gaib pada manusia dan pada lingkungannya ini apabila tercapai, menurut kepercayaan Jawa akan menjadikan lingkungan yang aman, sejahtera, jauh dari gangguan makhluk halus.&lt;br /&gt;
Pada saat ini, bentuk pemagaran gaib yang sering ditemui dalam masyarakat Jawa sekitar kita berbentuk menanam rajah, menanam tumbal, membaca doa untuk membuat pagar dan masih banyak metede lainnya. Acara atau ritual ruwatan yang ditujukan untuk memagari sebuah lokasi ini kemudian berubah dalam pelaksanaannya karena sebagian masyarakat Jawa sekarang sudah cenderung mempercayai hal-hal yang bersifat ilmiah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ritual ruwatan dalam masyarakat Jawa yang masih berlaku biasanya adalah pemagaran gaib yang dilakukan dengan menyediakan berbagai jenis sesaji dan melakukan ritual sendiri. Penerapan ritual ruwatan tidak jauh berbeda antara satu tujuan dengan tujuan yang lain. Pelaksanaan yang umum dilakukan dalam masyarakat Jawa adalah dengan menggelar lakon pewayangan yang berisi tentang ruwatan itu sendiri. Dalang dalam menampilkan pagelarannya menyajikan salah satu dari beberapa jenis lakon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Ruwatan Untuk Desa atau Wilayah Yang Luas&lt;br /&gt;
Disini akan dijelaskan contoh ruwatan di Kepatihan Danurejan, dari Babon Primbon Kagungan Dalem KPH Tjakraningrat (Kanjeng Raden hadipati Danureja IV).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Ruwatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Pada umumnya, pangruwatan Murwa Kala dilakukan dengan pagelaran pewayangan yang membawa cerita Murwa Kala dan dilakukan oleh dalang khusus memiliki kemampuan dalam bidang ruwatan. Pada ritual pangruwatan, bocah sukerta dipotong rambutnya dan menurut kepercayaan masyarakat Jawa, kesialan dan kemalangan sudah menjadi tanggungan dari dalang karena anak sukerta sudah menjadi anak dalang. Karena pagelaran wayang merupakan acara yang dianggap sakral dan memerlukan biaya yang cukup banyak, maka pelaksanaan ruwatan pada zaman sekarang ini dengan pagelaran wayang dilakukan dalam lingkup pedesaan atau pedusunan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Proses ruwatan seperti yang diterangkan ini bisa ditujukan untuk seseorang yang akan diruwat, namun pelaksanaannya pada siang hari. Sedangkang untuk meruwat lingkup lingkungan, biasanya dilakukan pada malam hari. Perbedaan pemilihan waktu pelaksanaan pagelaran ditentukan melalui perhitungan hari dan pasaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Urut-urutan ruwatan sebagai berikut :&lt;br /&gt;
a. Dimulai dengan doa pembuka :&lt;br /&gt;
“Hong ilaheng, tata winanci awignam mastu samas sidhdhem”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Diteruskan dengan pembacaan cerita riwayat Sang Hyang Kala, yang disampaikan dalam bahasa Jawa dan sisampaikan mirip seperti nyanyian, tetapi juga bisa berbentuk seperti kalimat pembukaan sang dalang dalam membuka pagelaran wayang :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sinigeg sakathahing para jawata watak nawa sanga, pada retane Sang Hyang Pramesthi Guru kang tiba ing sela sana sewu, bentar kepara sewu, mila dalah samangka watu, dadi sajagad.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ana sawijine yogane Sang Hyang Pramesthi Guru kang tiba telenging samodra, medal akimplik-kimplik, ing aran Sang Hyang Kamasalah, bisa ngadeg ing aranan Sang Hyang Candhusekti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ing kana kaidenan dening Sang Hyang Pramesthi Guru, sakathahe jawata watak nawasanga, kinen nggunturana marang Kamasalah, sakathahe guntur wedang, guntur watu, apa dene guntur geni, pada nurunake, guntur tanana, kang tumama, nora sangsaya suda, malah sangsaya gedhe kalawun-lawun. Ing kana kocap bebandhem, malar dadi pepak dandananing sarira, nulya minggah marang gagana arsa panggih lawan wong tuwanira, iya Sang Hyang Pramesthi Guru”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Diteruskan dengan membaca Pakem Sontheng. Pakem ini dimulai dilagukan :&lt;br /&gt;
“Hong ilaheng pra yoganira Sang Hyang Kamasalah tengerannya, kang daging Sang Kemala, kadi gerah suwarane, abra lir mustika murub, amarab”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
d. Setelah Pakem Sontheng selesai, dibacakan :&lt;br /&gt;
“Anekak aken prabawa, ketug lindhu lan prahara, geter patertan pantara, alimaku tanpa suku, alembehan tanpa tangan, aningali tanpa netra, amyarsa tanpa karna, ambegan tanpa grana, acelathu tanpa lidah, angan-angan tanpa driya”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
e. Diteruskan dengan pasang tabeik dan membaca Kidung Sastra Pinandhati :&lt;br /&gt;
“Hong Ilaheng Tata winanci awighnam astu nammas siddam. Hong Ilaheng pra yoganira, sang bawana sariraku, randhu kepuh pangadhegku, kidang kancil kor tumaku, raiku lemah paesan, mataku socaning manuk, kupingku sang plempengan, cangkemku sangagunging wong, lambeku sang sarapati, utegku sang watu rejeng, ilatku sang lemah polah, janggutku sang watu sumong, guluku sang lemah dedet, selangku sang darmaraja, bauku sang lemah mraju, geger lemah gigir sapi, cangklekan lemah lempit-lempitan, dadaku sang lungka-lungka, wetengku sang lemah mendhak, susuku sang gunung kembar, penthilku sang asri kembar, wangkungku sang pacul tugel, silitku elenging landhak, kempungku tlaga mambeng, plananganku waja glijenm planangan waja binandung, pringsilan waja malela, uyuhku banyu pancuran, sukerke padhas cecuri, entutku mercu dadari, iduku parang teritis, riyakky pulut bendala, wentisku lemah bajangan, delamakanku lemah seta, paturonku lemah bleberan, tindhakku lindhu prahara, geter pater panebaku, awedi kang buta kabeh, sawedana Durga Kala, sawedana kertidara, tumurun ingsung madya, wowor ing dewata muja, ajiku sang ata ati, amaraja nata wuwusku, amahraja ta ajiku, Ya Yamaraja, Ya Jaramaya, Ya Yamarani, Ya Niramaya, Ya Yasilapa, Ya Palasiya, Ya Yamidora, Ya Rodomiya, Ya Yamidosa, Ya Sadomiya, Ya Yadayuda, Ya Dayudaya, Ya Yasiyaca, Ya Cayasiya, Ya Yasihama, Ya Mahasiya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yanyangsiyu yusinyangya, yanyangasiyu yusinyangya, yajasiyu yusijaya, yadangsiyu yusidangya, yawangsiyu yusiwangya, yasangsiyu yusisangya, yatangisiyu yusitangya, yadangsiyu yusidangya, yakangsiyu yusikangya, arangsiyu yusirangya, yacangsiyu yusicangya, yanangsiyu yusirangya, yacangsiyu yusicangya, yanangsiyu yusinangya, yahangsiyu yusihangya, yahangsiyu yusihangya”.&lt;br /&gt;
Diteruskan dengan membaca atau amateg sastra yang ada di langit-langit mulut (telak) Bethara Kala. Sastra ini menjadi pepingitan (peringatan) di jawata (menjadi hal yang dirahasiakan) tidak boleh dibacakan keras-keras uleh sang dalang. Hal ini dilakukan sambil menundukkan kepala dan tampak seperti mengheningkan cipta dengan menyanyikan lagi dandhanggula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jatiswara, swaraning pamisik, lamun sira miwiti amaca, kawruhana kamulane, kembang cempaka kudhup, sari mulya kang bayu manjing, manjing sang bayu mulya, purnama kang bayu, abali sang bayu mulya, sabda idep-idepa marang kang yogi, ketawang kapigesang”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
f. Diteruskan dengan membaca “Sastra Banyak Dalang” lagu kentrung :&lt;br /&gt;
“Sang raja kumitir-kitir, ing ngendi anggonira linggih, den barung lan keli, mangore lunga ngidul, anelasar sruwa sepi, sumun dukuh ulung kembang, bale anyar ginelaran isi kang sumur bandung, toyane ludira muncar, timbane kepala tugel, taline ususe maling, winarna winantu aji, asri dinulu tingkahe kaya nauta, anauta lara raga, lara geng lara wigena, sampurnaning banyak Dalang”.&lt;br /&gt;
“Hong Ilaheng pra yoganira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang raja kumitir-kitir anakku si banyak dalang, peksa arep memantuwa kudu bisa angaji, dukuhe ki ulung kembang bale anyar tanpa galar, isi ingkang sumur bandung, toyane ludira muncar, timbane kepala tugel, taline ususe maling, winarna winatu aji, asri dinulu tingkahe, tingkahe kaya nauta, anauta lara raga, lara geng lara wigena, saliring mala trimala, sakehing dendha upata, supatane wong atuwa, ana jaka meneng kembang, denya menek angutapel, wus kebek jejomprangira, dene sekar anelahi, ana ta prawan liwat, dinulu rupane ayu, prawan angaku rara, ya ni mara nini mara, anontana kintel muni, ting caremplung, anggero kang kodok ijo, solahe krangkang rangkang, sedayane kaya nauta, anauta lara raga, lara geng lara wigegna, slirane lara trimala, sakehing dendha upata, supatane wong atuwa, tetangga yen angrung guwa, kidungku si banyak dalang, saben dina pari dadar, sedina yen ana angring yen garing keaadak, ngelu puyeng pilek watuk, kena wisa wutah-wutah, miring murub benceretan, yen angrungu kidung iki, wong asomah padha banyak dalang, miwah yen prawan tuwa, miwah yen jejaka tuwa, dumadakan gelis krama, kang angidung maringa begawan, anonton larung keli, pepitu paring kadulu larunge ki banyak dalang, ajejuluk ki jelarung, garudha cucuke wesi, ora anucuka lara raga, lara geng wigena, salire mala trimala, sakehing dendha upata, supatane wong atuwa, sampurnaning banyak dalang”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
g. Diteruskan dengan membaca Sastra Gumbalageni, Geni, atau api yang datang dari berbagai penjuru angin, yaitu timur, selatan, barat dan utara, disatukan dan ditolak kekuatan negatifnya dan diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat dengan melakukan pembacaan mantera :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hong ilaheng pra yoganira.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Ana geni tekane saka wetan, putih rupane geni, apa pakaryaning geni, angleburna lara ageng lara wigegna, saliring lara trimala, tujuh teluh taregnyana, budhug edan ayan buyan, wus lebur dening si geni, geni teka aneng wetan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hong ilaheng pra yoganira.&lt;br /&gt;
Ana geni teka saka kidul, abang rupane geni, apa pakaryaning geni, angleburna lara ageng lara wigegna, saliring lara trimala, tujuh teluh taregnyana, budhug edan ayan buyan, wus lebur dening si geni, geni teka ana kidul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hong ilaheng pra yoganira.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Ana geni teka saka kulon, kuning rupane geni, apa pakaryaning geni, angleburna lara ageng lara wigegna, saliring lara trimala, tujuh teluh taregnyana, budhug edan ayan buyan, wus lebur dening si geni, geni teka ana kulon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hong ilaheng pra yoganira.&lt;br /&gt;
Ana geni teka saka elor, ireng rupane geni, apa pakaryaning geni, angleburna lara ageng lara wigegna, saliring lara trimala, tujuh teluh taregnyana, budhug edan ayan buyan, wus lebur dening si geni, geni teka ana elor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hong ilaheng pra yoganira.&lt;br /&gt;
Ana geni teka saka tengah, lelima rupane geni, apa pakaryaning geni, angleburna lara ageng lara wigegna, saliring lara trimala, tujuh teluh taregnyana, budhug edan ayan buyan, wus lebur dening si geni, geni teka ana tengah”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h. Diteruskan dengan Kidung Sastra Puji Bayu :&lt;br /&gt;
“Sang Hyang sekti naga nila warna, dadaku sang naga peksa telaleku pembebet jagad, asabung kulinting liman, abebed kuliting singa, acawet angga genitri, liyanan catur wisa, rinejegan rejeg wesi, pinayungan kala akra, kinemiting panca resi, sinongsongan asih-asih, premanaku ing sulasih”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
i. Diteruskan dengan Kidung Sastra Mandalagiri :&lt;br /&gt;
“Hong ilaheng pra yoganira.&lt;br /&gt;
Sang Hyang Tangkep Bapa kasa, kaliyan ibu pertiwi, mijil yogyanira Sang Hyang Kamasalah, tengerannya kadi daging, swarane kadi gerah, abra lir mustikamurub, urube amarab arab, anekakaken prabawa, ketuk lindhu lan prahara, geter pater tan pantara, kagyat Sang Hyang Amarta arannya, wus ruwat pedhasamengko, yen ana gering kedadak, ngelu puyeng watuk, kena wisa wutah-wutah, miring murup benceretan, kudu lumaku rinuwat iki, anata senajata singwang, aranemandalagiri, Sang Hyang Amarta arannya, wus ruwat padha samengko”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ruwatan dadi pagagan, bale mas sakane dhomas, pinucukan manik putih, rinawe-rawe kumala marbuk miging gandanira cendhana kara, gandhane jebat kasturi, kuning sira kocapa Bethara, ijil Bathara kusika, sang gagra mesi kurusa, umijil Sang Hyang Kuwera, ana sira rupa buta, ana sira rupa ula, kudu lumaku rinuwat anata sanjata ngngwang arane panji kumala, pinaputrakaken gunung, arane mandalagiri, Sang Hyang Ngamarta arannya, wus ruwat padha samengko”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
j. Diteruskan dengan Sastra Kakancingan :&lt;br /&gt;
“Kunci nira kunci putih, angruwata metuwa sang, mentu sampir lare kresna, kakrasa kama dindi, langkir tambir pakoninjog, untuing-untuing matu tingting, tunggaking kayu aren, miwah temu pamipisan, tumunem pega pagase, miwah kerubuhan lumbung dandang tanen, kudu lumaku rinuwat, anata sanjataning wang, arane panji kumala, pinaputrak-akengunung arane, Mandalagiri, Sang Hyang Ngamarta arannya, wus ruwat padha samengko”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada proses ini merupakan penguncian kekuatan gaib yang ditimbulkan dengan cara atau ritual ruwat.&lt;br /&gt;
k. Diteruskan dengan Sastra Panulak, pada proses ini, kekuatan gaib dari Bethara Kala dibacakan mantera sehingga menurut kepercayaan masyarakat Jawa, kekuatan gaib tersebut akan musnah :&lt;br /&gt;
“Tolak tunggul ing dhadhaku, macam putih ing raiku, singa barong ing gigirku, baya nyasar ing cangkemku, sarpa naga ing tanganku, raja tuwa ing sikilku, surya candhra ing paningalku, swaraku lir gelap sewu, nulak sakabehing bilahi, setan balio padha adoh, wong saleksa padha lunga, wong sakethi padha mati, rep sirep sajagad kabeh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuneng Bathara kalawan sira Sang Hyang Bethari Durga, kudu lumaku rinuwat, anata sanjataningwang, arane panji kumala, pinaputrekken gunung, arane Mandhalagir, Sang Hyang Ngamarta arannya, wus ruwat padha samangko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nora sira rupa kala, nora sira rupa Durga, atemahan Uma-uma, arep ageweya bala, ana lanang ana wadon, si betapasi betapi, sibrenggala si brenggali, si rahmaya si rahmayi, si kuntara si kuntari, kudu lumaku rinuwat, anata senjataning wang arane panji kumala, pina putrakaken gunung, Mandalagiri, Sang Hyang Ngamarta arannya, wus ruwat padha samengko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kala atemahan Guru, Durga atemahan Uma, Umayana umayini, widadara widadari, arep mantuk mring khayangan, Hyang Kala Bethara reswara, amediya swara wija, aweha urip sarasa”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
l. Diteruskan dengan Sastra Ruwat Panggung, dengan dinyanyikan lagu dandhanggula :&lt;br /&gt;
“Hong ilaheng prayogganatara.&lt;br /&gt;
Sang Hyang Galinggang kalawan sira Sang Hyang Damarjati, kelire Hyang Tinjomaya, Peluntur alimun, kekuping Sang Hyng Kuwera, peracik Sang Retna Adi, deboge Sang Hyang Gebohan, Cangkoke Bethara Gana, alinggih pang kayu Tera Sumbu, awune Bethara Brama, arenge Bethara Wisnu, kewala anonton wayang, Sang Hyang Eyang Guru kang amayang, widadari kang nggameli, anyangang iyang ayine, suu tegang ora wangewang, sehamana maya, katon kang anonton nora katon, kabruk-kabruk katung, pralambe yang ana maya katon, kang tinonton nora katon, kang anonton nora katon”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diteruskan dengan Sastra Panengeran, dengan dinyanyikan lagu Dandhanggula :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hong ilaheng prayogganatara.&lt;br /&gt;
Kang minangka tangeranku, sakti guna nila warna, turuku lindur buwana, salonjorku lungguh wesi, amunjung kayu perbatang, sedhakepku oyod nimang, candi sewu ing dhadhaku, adegku katu kastuba, randhu kepuh ing jengkengku, naga mulat ing guluku, naga peksa tulaleku, gadhingku warna curiga, cangkemku mas untu manik, siyungku Hyang pancanaka, lidahku sang sara sekti, brajapati ning wuwusku, arupa wil panca warna, Sang Hyang Siwah ginugonku, ula minangka alisku, Durga Durgi ngiringaku, netraku Sang Hyang Surya Candhra,sumuluh ing rat bawana, awedi kang buta dengen, awedi kang manungsa kabeh, awedi raksasa kabeh, undun ngudu aliweran, lemah paran lungka-lungka, liman watu rejeng, alas agung anderkara, tetegale angyangan, songing landhak garung-gungan, ajarat lemah tendhesan, slirane kang lemah aeng, paomahane durga yekti, lemah wates jejebangan, lemah setra akil ing wang, kang katungkul manut ingwang, dandang bango salirane, anauta lara raga, lara geng wigena, salire mala trimala, tuju teluh teregnyana, budug edan ayan buyan, tuju teluh tarangyana, supata lawan sengsara, supatane wong atuwa, supatane adi guru, yoga ruwat dening aku, budug ayan buyan, lumpuh wuta tuli bisu, tak usapi tangan kiwa, pan aku pangruwat mala, geter pater pangucapku, ketuk lindhu prabawaku, kilat cleret ing kendhepku, lebda wara mandi sebda, japa mantra kasektenku, kurdaku galudhug gelap, aku kang Hyang Candra sekti, aku Sang Hyang Raja Polah, aku Sang Hyang Nawa Krendha, aku Sang Hyang Sikara Jala, aku Sang Sikara basu, aku Sang Hyang dhundhung mungsuh, aku Sang Hyang ila-ila, aku Sang Hyang Tunjung putih, aku surak tanpa mungsuh, aku tengeraning angin, lesus agung aliweran, prahara kalawan tambur, pangleburan rajamala, ila-ila upadarwa, supata lawan sengsara, supatane wong atuwa, tan tumama saliraku, tuju teluh taragnyana, budhug edan ayan buyan, lebur kabeh musna ilang, aku Sang Hyang Candhusekti, turun sira sakareng, rijajegan rejeg wesi pinayungan kalacakra, kinemiting widadara, kinemiting widadari, Resi dewa sogataku, aku Sang Hyang Jaya pamurus”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diteruskan dengan Kidung Panengeran lanjutan, dengan dinyanyikan lagu dandhanggula :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hong ilaheng prayogganatara.&lt;br /&gt;
Kang minangka tangeranku, Sang Hyang Tiga Pelunguhku, dadaku Sang Ula Naga, Naga Raja selasangku, Naga Mulet ing guluku, Naga Pulet tulaleku, gadhing warna curiga, cangkemku mas untu manik, siyungku mas pancanaka, lidahku sang rasa sekti, brajapatining wuwusku, arupa wil panca warna, Sang Hyang Siwah ginugonku, ula minangka alisku, Durga Durgi ngiringaku, netraku Sang Hyang Surya Candhra, sumuluh ing rat bawono, awedi kang buta dengen, tumingal ing kasektenku, udung-udung ulur-ulur, pilinglung watu tinumpuk, paran limang watu rejeng, lungka-lungka watu putih, sirate lemah tandhesan, agerat kang lemah sangar, alang-alang amelakang, tetegal kang ameyangan, lemah amunuking lembu, lemah aguluning manuk, lemah anggiring sapi, lemah anjilinthing kendhil, lemah ambara bathari, sakehe kang lemah aeng, akehe kang watu aeng, teja-teja ing ulatku, kuwung-kuwung lelathiku, durga galudhug gelap, aku Sang Hyang Nawa Krendha, aku Sang Sikara Jala, aku Sang Sikara basu, aku Sang Hyang dhundhung mungsuh, aku Sang Hyang ila-ila, aku Sang Hyang Tunjung Putih, aku Naganilawarna, aku Sang Hyang Naga Pamolah, aku tengeraning angin, sindhung lesus leliweran, prahara kalawan geter, udang braja salah mangsa, angagem dendha trisula, musala kalawan gadha, senjataku luwih sewu, ngongdokaken mungsuhku bubar, kabeh dewata tumingal kasektenku, aku sang bala sewu, aku Sang Hyang Guru Taya, tumurun aku sekareng, angadheg ing nggonku ring windhu, ajamang akarawistha, asesep angga genitri, trinaya catur bujangga, rinajegan rejen wesi, pinayungan kalacakra, kinemiting pancaresi, sang kusika gagra mestri kurasa, sang Pritanjala, surenggana, surenggini, kinemiting widadara, kinemiting widadari, kinemiting catur loka, endra baruna kuwera, yama luwan bismawana, nguniweh butawilaksa, padha ngreksa padha kemit, rumeksaa mring aku, angastuti maring mami, ya ingsung Sang Hyang Dewa Murti, papaku jati yuswa, sampurna dak tampa mala, niruga nirupa darwa, ya minamuna mas wahak”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
o. Diteruskan dengan Kidung Sastra Pangruwatan, dengan dinyanyikan lagu dandhanggula :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hong ilaheng prayogganatara.&lt;br /&gt;
Ilanga Sanga Dyrga Durgi, sakehe kang alas seng, randhu kepuh karangan kroya waringin ageng, lemah seta tangkeling wang, kang katungkul manut ing wang, dandang bango salirane, anglebura lara raga, lara geng lara wigegna, slirane lara trimala, supatane wong atuwa, tetangga yen angrung guwa, supata lawan sengsara, supatane Sang Hyang Dewata, supatane awak dhewe, nguni wah buta wiyaksa, kalawan buta wiyaksi, ila-ila upadarwa, budhug edan ayan buyan, budhug edan buyan, mumet mules bencretan, ngelu puyeng pilek watuk, sarta ingkang kena welak, nguni weh padha rawe, tak usapi tangan kiwa, cakra lepas ing tanganku, ke ka ruwat mala, geter pater pangucapku, gerah minangka sabdaku, sabda wara japa mantra, apan iku kasektenku, Sang Hyang Permana ing senenku, ilanga rupa Kala, ilanga sang rupa buta, ilanga sang rupa sasap, ilanga sang rupa jugil, ilanga sang rupa jakat, ilangan sang rupa gendruwa, ilanga sang rupa dusta, durjana kawisayan ulun, durga uta paripurna, nuraga ni rupa dewa, ya minamuna maswahak”.&lt;br /&gt;
p. Diteruskan dengan Kidung Pangruwat Pamungkas, dengan dinyanyikan lagu dandhanggula :&lt;br /&gt;
“Hong ilaheng prayogganatara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruwata Sang Rupa Durga, ruwata sang rupa Buta, ruwata sang rupa Sasab, ruwata sang rupa Jugil, ruwata sang rupa Jakat, ruwata sang rupa Mercu, ruwata sang rupa Taya, ruwata sang rupa Dusta, ulun ingkang angruwata, ulun ingkang angilangna, Durga yuta paripurna, nuraga nirupa darwa, ya minamuna maswahak”.&lt;br /&gt;
Setelah selesai melantunkan Kidung Ruwat Muewakala, rambut anak sukerta dipotong sebagai syarat yang nantinya akan dilarung. Kemudian anak Sukerta tersebut dimandikan air bubga setaman oleh yang meruwat. Setelah itu wong sukerta tadi menjadi anak angkat bagi yang meruwat (dalang). Segala sesaji, kain putih menjadi milik orang yang meruwat (dalang ruwat).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila orang yang diruwat adalah orang yang mengalami gangguan kejiwaan (gila), atau sudah lama mengalami kesurupan, maka harus dibacakan Kidung Rumaya, sekar sinom yang menyebutkan adanya lelembut di tanah Jawa sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembang Sinom&lt;br /&gt;
Apuranen sun angetang, lelembut ing tanah Jawi, kang rumeksa ing nagara, para ratuning dhedhemit, agung sawahe ugi, yen apal sadayanipun, kena ginawe tulak, kinarya tunggu wong sakit, kayu aeng lemah sangar dadi tawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kang rumiyin ing mbang wetan, Durganeluh Maospahit, lawan Raja Baureksa, iku ratuning dhedhemit, Blambangan winarni, awasta Sang Balabatu, kang rumeksa Blambangan, Buta Locaya Kediri, Prabu Yeksa kang rumeksa Giripura.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sidakare ing Pacitan, Keduwang si Klentingmungil, Hendrjeksa, ing Magetan, Jenggal si Tunjungpuri, Prangmuka Surabanggi, ing Punggung si Abur-abur, Sapujagad ing Jipang, Madiyun sang Kalasekti, pan si Koreg lelembut ing Panaraga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singabarong Jagaraga, Majenang Trenggiling wesi, Macan guguh ing Grobogan, Kaljohar Singasari, Srengat si Barukuping, Balitar si Kalakatung, Buta Kroda ing Rawa, Kalangbret si Sekargambir, Carub awor kang rumeksa ing Lamongan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gurnita ing Puspalaya, Si Lengkur ing Tilamputih, si Lancuk aneng Balora, Gambiran sang sang Kaladurgi, Kedunggede Ni Jenggi, ing Batang si Klewr iku, Nglasem Kalaprahara, Sidayu si Dandangmurti, Widalangkah ing Candi kayanganira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semarang baratkatiga, Pekalongan Gunturgeni, Pemalang Ki Sembungyuda, Suwarda ing Sokawati, ing Tandes Nyai Ragil, Jayalelana ing Suruh, Buta Tringgiling Tanggal, ing Kendal si Gunting geni, Kaliwungu Gutuk-api kang rumeksa.&lt;br /&gt;
Magelang Ki Samaita, Dadung Awuk Brebes nenggih, ing Pajang Buta Salewah, Manda-manda ing Matawis, Paleret Rajeg-wesi, Kutagede Nyai Panggung, Pragota Kartasura, Carebon Setan Kaberi, Jurutaman ingkang aneng Tegallajang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Genawati ing Siluman, Kemandang Waringin-putih, si Kareteg Pajajran, Sapuregol ing Batawi, waru Suli Waringin, ingkang aneng Gunung Agung, Kalekah Ngawang-awang, Parlapa ardi Merapi, Ni Taluki ingkang aneng ing Tunjungbang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setan Karetek ing Sendang, Pamasuhan Sapu Angin, Kres apada ing Rangkutan, Wandansari ing Tarisig, kang aneng Wanapeti, Malangkarsa namanipun, Sawahan Ki Sandungan, Pelabuhan Dudukwarih, Buta Tukang ingkang aneng Pelajangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rara Amis aneng Tawang, ing Tidar si Kalasekti, Maduretna ing Sundara, Jelela ing ardi Sumbing, Ngungrungan Sidamurti, Terapa ardi Merbabu, Lirbangsan ardi Kombang, Prabu Jaka ardi Kelir, Aji Dipa ardi Kendeng kang den reksa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ing pasisir Buta Kala, Telacap Ki Kala Sekti, Kala Nadah ing Tojamas, Segaluh aran si Rendil, Banjaran Ki Wesasi, si Korok aneng Lowange, gunung Duk Geniyara, Bok Bereng Parangtaritis, Drembamoa ingkang aneng Purbalingga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Kreta karangbolongan, Kedung Winong Andongsari, ing Jenu si Karungkala, ing Pengging Banjaransari, Pagelan kang winarni, aran Kyai Candralatu, ardi Kendali Sada, Ketek putih kang nenggani, Buta Glemboh ing Ngayah kajanganira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rara Denok aneng Demak, si Batitit aneng Tubin, Juwal-pajal ing Talsinga, ing Tremas Kuyang nenggani, Trenggalek Ni Daruni, si Kuncung Cemarasewu, Kala-dadung Bentongan, si Asmara aneng Taji, Bagus-anom ing Kudus kayanganira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Magiri si Manglar Munga, ing Gading si Puspakati, Cucuk Dandang ing Kartika, Kulawarga Tasikwedi, kali Opak winarni, Sangga Buwana ranipun, Pak Kecek Pejarakan, Cing-cing Goling Kalibening, ing Dahrama Karawelang kang rumeksa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kang aneng Warulandeyan, Ki Daruna Ni Daruni, Bagus Karang aneng Roban, Pasujayan Udan riris, Widanangga Dalepih, si Gadung Kedung Garunggung, kang aneng Kabareyan, Citranaya kang neggani, Ganepura ingkang aneng Majaraga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Logenjang aneng Juwana, ing Rembang si Bajulbali, si Londir ing Wirasaba, Madura Buta Garigis, kang aneng ing Matesih, Jaranpanolih ranipun, si Gober Pecangakan, Danapi ing Jatisari, Abar-abir ingkang aneng Jatimalang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Arya Tiron ing Lodaya, Sarpabangsa aneng Pening, Parangtandang ing Kesanga, ing Kuwu si Ondar-andir, Setan Telaga pasir, ingkang aran si Jalilung, Kala Ngadang ing Tuntang, Bancuri Kala Bancuring, kang angreksa sukuning ardi Baita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rara Dungik Randu Lawang, ing Sendang Retna Pangasih, Buta Kepala Prambanan, Bok Sampur neng ardi Wilis, Raden Galanggang Jati, aneng ardi Gajah Mungkur, si Gendruk ing Talpegat, ing Ngembel Rahaden Panji, Pager Waja Rahaden Kusumayuda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Pentul aneng Kacangan, Pecabakan Dodol Kawit, kalangkung kasektenira, titihane jaran panolih, kalacakra payung neki, larwaja kekemulipun, pan samya rinajegan, respati rajege wesi, cametine pat-upate ula lanang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinabetaken mangetan, ana lara teka bali, tinulak bali mangetan, mangidul panyabet neki, ana lara teka bali, tinulak bali mangidul, ngulon panyabetira, ana lara teka bali, pan tinulak bali mangandap kang lara.&lt;br /&gt;
mangalor panyabetira, ana lara teka bali, tinulak ngalor parannya, manginggil panyabet neki, ana lara teka bali, tinulak bali manduwur, mangisor panyabetnya, ana lara teka bali, pan tinulak bali mangandap kang lara.&lt;br /&gt;
Demit kang aneng Jepara, kalwan kang aneng Pati, kalangkung kasektenira, keringan samaning demit, ing Ngrema Tambaksuli, Yudapeksa ing Delanggu, si Kluntung ing Jepara, Gambir Anom aneng Pti, si Kecebung Kadilangu kang den reksa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rara Duleg ing Mancingan, Guwa Langse Raja Putri, kang rumeksa Parang Wedang, Raden Arya Jayengwesti, kabeh urut pasisir, kula warga Nyai Kidul, sampun pepak sadaya, para pramukaning demit, nungsa Jawa paugeran kang rumeksa, Titi Tamat Angidung Rajah Rumaya”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah doa yang dibacakan pada saat melakukan ritual ruwat secara lengkap dan menurut KPH Tjakraningrat (Kanjeng Raden Hadipati Danureja IV).&lt;br /&gt;
Selesai menyanyikan kidung untuk Ruwat Murwakala, selanjutnya dibuatlah Rajah Kalacakra yang ditempelkan pada pintu-pintu rumah yang diruwat. Pembuatan Rajah Kalacakra Balik adalah menulis huruf hanacaraka secara terbalik urutan nya,dimulai dengan nga ta ba ga ma sampai ka ra ca na ha dilakukan dengan cara sebagai berikut :&lt;br /&gt;
* Ditulis melingkar diatas lempengan emas,&lt;br /&gt;
* Sebelumnya melakukan puasa selama 40 hari, hanya berbuka sekali pada tengah malam saja,&lt;br /&gt;
* Pati geni selama sehari semalam penuh,&lt;br /&gt;
* Lempengan emas yang sudah menjadi rajah di tanam pada tembok atau ditanam pada tanah. Penanaman ini dilakukan dengan cara sunduk sate.&lt;br /&gt;
* Penulisan huruf dengan aksara Jawa.&lt;br /&gt;
Rajah Kalacakra ditulis pada kain atau kertas yang berwarna putih kemudian ditempel pada tembok atau pintu depan rumah. Penggunaan warna tinta dengan menggunakan dua warna, misalnya hitam dan merah. Dalam menulis rajah ini, dengan syarat-syarat sebagai berikut :&lt;br /&gt;
* Melakukan puasa selama 21 hari,&lt;br /&gt;
* Setiap jam 1 malam harus membakar dupa selama puasa,&lt;br /&gt;
Contoh Rajah Kalacakra, seperti dibawah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;rajah-kalacakra:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Yamaraja-Jaramaya,Yamarani-Niramaya,Yasilapa-Palasiya,Yamidara-Radamiya,Yamidasa-Sadamiya,Yadayuda-Dayudaya,Yasiyaca-Cayasiya,Yasihama-Mahasiya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
RUWATAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adalah Tradisi ritual Jawa sebagai sarana pembebasan dan penyucian, atas dosa/kesalahannya yang diperkirakan bisa berdampak kesialan didalam hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebudayaan Jawa sebagai subkultur Kebudayaan Nasional Indonesia, telah mengakar bertahun-tahun menjadi pandangan hidup dan sikap hidup umumnya orang Jawa. Sikap hidup masyarakat Jawa memiliki identitas dan karakter yang menonjol yang dilandasi direferensi nasehat-nasehat nenek moyang sampai turun temurun, hormat kepada sesama serta berbagai perlambang dalam ungkapan Jawa, menjadi isian jiwa seni dan budaya Jawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam ungkapan ” Crah Agawe Bubrah – Rukun Agawe Santosa ” menghendaki keserasian dan keselarasan dengan pola pikir hidup saling menghormati. Perlambang dan ungkapan-ungkapan halus yang mengandung pendidikan moral, banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, misalnya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
§ Ojo Dumeh : Merasa dirinya lebih&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
§ Mulat sarira, Hangrasa wani : Mawas diri, instropeksi diri&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
§ Mikul Duwur, Mendem Jero : Menghargai dan menghormati serta menyimpan – rahasia orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
§ Jer Basuki Mawa Beya : Kesuksesan perlu atau butuh pengorbanan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
§ Ajining diri saka obahing lati : Harga diri tergantung ucapannya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prinsip pengendalian diri dengan ” Mulat Sarira ” suatu sikap bijaksana untuk selalu berusaha tidak menyakiti perasaan orang lain, serta ” Aja Dumeh ” adalah peringatan kepada kita bahwa jangan takabur dan jangan sombong, tidak mementingkan diri sendiri dan lain sebagainya yang masih mempunyai arti sangat luas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepercayaan terhadap keberadaan roh nenek moyang, menyatu dengan kepercayaan terhadap kekuatan alam yang mempunyai pengaruh terhadap kehidupan manusia, menjadi ciri utama dan bahkan memberi warna khususu dalam kehidupan religiusitas serta adat istiadat masyarakat Jawa, yaiku : Sinkretisme, Tantularisme dan Kejawen yang bersifat Toleran, Akomodatif serta Optimistik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbagai ungkapan dan ungkapan Jawa, merupakan cara penyampaian terselubung yang bisa bermakna ” Piwulang ” atau pendidikan moral, karena adanya pertalian budi pekerti dengan kehidupan spiritual, menjadi petunjuk jalan dan arah terhadap kehidupan sejati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkemas hampir sempurna dalam seni budaya gamelan dan gending-gending serta kesenian wayang kulit purwa yang perkembanganya mempunyai warna yang unik, yaitu dari akar yang kuat, berpegang pada kepercayaan terhadap roh nenek moyang, kemudian bertambah maju setelah mengenal segala bentuk kesenian dari India dan menjadi sempurna begitu masuk agama Islam di Pulau Jawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Paham mistik Jawa yang berpokok ” Manunggaling Kawula Gusti ” ( persatuan manusia dengan Tuhan ) dan ” Sangkan Paraning Dumadi ” ( asal dan tujuan ciptaan ) bersumber pada pengalaman religius, berawal dari sana manusia itu rindu untuk bersatu dengan yang Illahi, ingin menelusuri arus kehidupan sampai ke sumber muaranya. Perumusan pengalaman religius Jawa dalam sejarahnya tidak lepas dari pengaruh-pengaruh agama besar seperti Hindu, Budha dan Islam beserta dengan mistiknya yang khas, seperti terlihat dalam kitab-kitab Tutur, Kidung dan Suluk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wayang sebagai pertunjukan, merupakan ungkapan-ungkapan dan pengalaman religius yang merangkum bermacam-macam unsur lambang, bahasa gerak,suara, warna dan rupa. Dalam wayang terekam ungkapan pengalaman religius yang ” kuno ” seperti tampak bahwa pada tahap perkembangannya dewasa ini, masih berperan pula mitos dan ritus, misalkan pada lakon Ruwat atau Murwa Kala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara tradisional, wayang merupakan intisari kebudayaan masyarakat Jawa yang diwarisi secara turun temurun, tidak hanya sekedar tontonan dan tuntunan bagaimana manusia harus bertingkah laku dalam kehidupannya, namun juga merupakan tatanan yang harus dititeni kanti titis. ( merupakan hukum alam yang maha teratur yang harus diketahui dan disikapi secara bijaksana ) untuk menuju kasunyatan serta mencapai kehidupan sejati. Bagi manusia jawa ( manusia yang mengerti sejati ) wayang merupakan pedoman hidup, bagaimana mereka bertingkah laku dengan sesama dan bagaimana menyadari hakekatnya sebagai manusia serta bagaimana dapat berhubungan dengan sang penciptanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tradisi “upacara /ritual ruwatan” hingga kini masih dipergunakan orang jawa, sebagai sarana pembebasan dan penyucian manusia atas dosanya/kesalahannya yang berdampak kesialan didalam hidupnya. Dalam cerita “wayang“ dengan lakon Murwakala pada tradisi ruwatan di jawa ( jawa tengah) awalnya diperkirakan berkembang didalam cerita jawa kuno, yang isi pokoknya memuat masalah pensucian, yaitu pembebasan dewa yang telah ternoda, agar menjadi suci kembali, atau meruwat berarti: mengatasi atau menghindari sesuatu kesusahan bathin dengan cara mengadakan pertunjukan/ritual dengan media wayang kulit yang mengambil tema/cerita Murwakala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam tradisi jawa orang yang keberadaannya dianggap mengalami nandang sukerto/berada dalam dosa, maka untuk mensucikan kembali, perlu mengadakan ritual tersebut. Menurut ceriteranya, orang yang manandang sukerto ini, diyakini akan menjadi mangsanya Batara Kala. Tokoh ini adalah anak Batara Guru (dalam cerita wayang) yang lahir karena nafsu yang tidak bisa dikendalikannya atas diri DewiUma, yang kemudian sepermanya jatuh ketengah laut, akhirnya menjelma menjadi raksasa, yang dalam tradisi pewayangan disebut “Kama salah kendang gumulung “. Ketika raksasa ini menghadap ayahnya (Batara guru) untuk meminta makan, oleh Batara guru diberitahukan agar memakan manusia yang berdosa atau sukerta. Atas dasar inilah yang kemudian dicarikan solosi, agar tak termakan Sang Batara Kala ini diperlukan ritual ruwatan. Kata Murwakala/purwakala berasal dari kata purwa (asalmuasal manusia) ,dan pada lakon ini, yang menjadi titik pandangnya adalah kesadaran : atas ketidak sempurnanya diri manusia, yang selalu terlibat dalam kesalahan serta bisa berdampak timbulnya bencana (salah kedaden).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk pagelaran wayang kulit dengan lakon Murwakala biasanya diperlukan perlengkapan sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Alat musik jawa ( Gamelan )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Wayang kulit satu kotak ( komplit )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Kelir atau layar kain&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Blencong atau lampu dari minyak&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain peralatan tersebut diatas masih diperlukan sesajian yang berupa:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Tuwuhan, yang terdiri dari pisang raja setudun, yang sudah matang dan baik, yang ditebang dengan batangnya disertai cengkir gading (kelapa muda), pohon tebu dengan daunnya, daun beringin, daun elo, daun dadap serep, daun apa-apa, daun alang-alang, daun meja, daun kara, dan daun kluwih yang semuanya itu diikat berdiri pada tiang pintu depan sekaligus juga berfungsi sebagai hiasan/pajangan dan permohonan. Dua kembang mayang yang telah dihias diletakkan dibelakang kelir (layar) kanan kiri, bunga setaman dalam bokor di tempat di muka dalang, yang akan digunakan untuk memandikan Batara Kala, orang yang diruwat dan lain-lainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Api (batu arang) di dalam anglo, kipas beserta kemenyan (ratus wangi) yang akan dipergunakan Kyai Dalang selama pertunjukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Kain mori putih kurang lebih panjangnya 3 meter, direntangkan dibawah debog (batang pisang) panggungan dari muka layar (kelir) sampai di belakang layar dan ditaburi bunga mawar dimuka kelir sebagai alas duduk Ki Dalang, sedangkan di belakang layar sebagai tempat duduk orang yang diruwat dengan memakai selimut kain mori putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Gawangan kelir bagian atas (kayu bambu yang merentang diatas layar) dihias dengan kain batik yang baru 5 (lima) buah, diantaranya kain sindur, kain bango tulak dan dilengkapi dengan padi segedeng (4 ikat pada sebelah menyebelah).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Bermacam-macam nasi antara lain :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Nasi golong dengan perlengkapannya, goreng-gorengan, pindang kluwih, pecel ayam, sayur menir, dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Nasi wuduk dilengkapi dengan; ikan lembaran, lalaban, mentimun, cabe besar merah dan hijau brambang, kedele hitam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Nasi kuning dengan perlengkapan; telur ayam yang didadar tiga biji. Srundeng asmaradana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Bermacam-macam jenang (bubur) yaitu: jenang merah, putih, jenang kaleh, jenang baro-baro (aneka bubur).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Jajan pasar (buah-buahan yang bermacam-macam) seperti : pisang raja, jambu, salak, sirih yang diberi uang, gula jawa, kelapa, makanan kecil berupa blingo yang diberi warna merah, kemenyan bunga, air yang ditempatkan pada cupu, jarum dan benang hitam-putih, kaca kecil, kendi yang berisi air, empluk (periuk yang berisi kacang hijau, kedele, kluwak, kemiri, ikan asin, telur ayam dan uang satu sen).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. Benang lawe, minyak kelapa yang dipergunakan untuk lampu blencong, sebab walaupun siang tetap memakai lampu blencong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9. Yang berupa hewan seperti burung dara satu pasang ayam jawa sepasang, bebek sepasang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10. Yang berupa sajen antara lain : rujak ditempatkan pada bumbung, rujak edan (rujak dari pisang klutuk ang dicampur dengan air tanpa garam), bambu gading linma ros. Kesemuanya itu diletakan ditampah yang berisi nasi tumpeng, dengan lauk pauknya seperti kuluban panggang telur ayam yang direbus, sambel gepeng, ikan sungai/laut dimasak anpa garam dan ditempatkan di belakang layar tepat pada muka Kyai Dalang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
11. Sajen buangan yang ditunjukkan kepada dhayang yang berupa takir besar atau kroso yang berisi nasi tumpeng kecil dengan lauk-pauk, jajan pasar (berupa buah-buahan mentah serta uang satu sen. ). Sajen itu dibuang di tempat angker disertai doa (puji/mantra) mohon keselematan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
12. Sumur atau sendang diambil airnya dan dimasuki kelapa. Kamar mandi yang untuk mandi orang yang diruwat dimasuki kelapa utuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selesai upacara ngruwat, bambu gading yang berjumlah lima ros ditanam pada kempat ujung rumah disertai empluk (tempayan kecil) yang berisi kacang hijau , kedelai hitam, ikan asin, kluwak, kemiri, telur ayam dan uang dengan diiringi doa mohon keselamatan dan kesejahteraan serta agar tercapai apa yang dicita citakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang perlu atau harus di Ruwat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut kepustakaan ” Pakem Ruwatan Murwa Kala “ Javanologi gabungan dari beberapa sumber, antara lain dari Serat Centhini ( Sri Paku Buwana V ), bahwa orang yang harus diruwat disebut anak atau orang ” Sukerta ” ada 60 macam penyebab malapetaka, yaitu sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Ontang-Anting, yaitu anak tunggal laki-laki atau perempuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Uger-Uger Lawang, yaitu dua orang anak yang kedua-duanya laki-laki dengan catatan tidak anak yang meninggal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Sendhang Kapit Pancuran, yaitu 3 orang anak, yang sulung dan yang bungsu laki-laki sedang anak yang ke 2 perempuan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Pancuran Kapit Sendhang, yaitu 3 orang anak, yang sulung dan yang bungsu perempuan sedang anak yang ke 2 laki-laki&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Anak Bungkus, yaitu anak yang ketika lahirnya masih terbungkus oleh selaput pembungkus bayi ( placenta )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Anak Kembar, yaitu dua orang kembar putra atau kembar putri atau kembar “dampit” yaitu seorang laki-laki dan seorang perempuan ( yang lahir pada saat bersamaan )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Kembang Sepasang, yaitu sepasang bunga yaitu dua orang anak yang kedua-duanya perempuan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. Kendhana-Kendhini, yaitu dua orang anak sekandung terdiri dari seorang laki-laki dan seorang perempuan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9. Saramba, yaitu 4 orang anak yang semuanya laki-laki&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10. Srimpi, yaitu 4 orang anak yang semuanya perempuan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
11. Mancalaputra atau Pandawa, yaitu 5 orang anakyang semuanya laki-laki&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
12. Mancalaputri, yaitu 5 orang anak yang semuanya perempuan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
13. Pipilan, yaitu 5 orang anak yang terdiri dari 4 orang anak perempuan dan 1 orang anak laki-laki&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
14. Padangan, yaitu 5 orang anak yang terdiri dari 4 orang laki-laki dan 1 orang anak perempuan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
15. Julung Pujud, yaitu anak yang lahir saat matahari terbenam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
16. Julung Wangi, yaitu anak yang lahir bersamaan dengan terbitnya matahari&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
17. Julung Sungsang, yaitu anak yang lahir tepat jam 12 siang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
18. Tiba Ungker, yaitu anak yang lahir, kemudian meninggal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
19. Jempina, yaitu anak yang baru berumur 7 bulan dalam kandungan sudah lahir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
20. Tiba Sampir, yaitu anak yang lahir berkalung usus&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
21. Margana, yaitu anak yang lahir dalam perjalanan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
22. Wahana, yaitu anak yang lahir dihalaman atau pekarangan rumah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
23. Siwah atau Salewah, yaitu anak yang dilahirkan dengan memiliki kulit dua macem warna, misalnya hitam dan putih&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
24. Bule, yaitu anak yang dilahirkan berkulit dan berambut putih ” bule ”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
25. Kresna, yaitu anak yang dilahirkan memiliki kulit hitam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
26. Walika, yaitu anak yang dilahirkan berwujud bajang atau kerdil&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
27. Wungkuk, yaitu anak yang dilahirkan dengan punggung bengkok&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
28. Dengkak, yaitu anak yang dilahirkan dengan punggung menonjol, seperti punggung onta&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
29. Wujil, yaitu anak yang lahir dengan badan cebol atau pendek&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
30. Lawang Menga, yaitu anak yang dilahirkan bersamaan keluarnya ” Candikala ” yaitu ketika warna langit merah kekuning-kuningan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
31. Made, yaitu anak yang lahir tanpa alas ( tikar )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
32. Orang yang ketika menanak nasi, merobohkan ” Dandhang “ ( tempat menanak nasi )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
33. Memecahkan ” Pipisan ” dan mematahkan ” Gandik “ ( alat landasan dan batu penggiling untuk menghaluskan ramu-ramuan obat tradisional).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
34. Orang yang bertempat tinggal di dalam rumah yang tak ada ” tutup keyongnya “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
35. Orang tidur di atas kasur tanpa sprei ( penutup kasur ).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
36. Orang yang membuat pepajangan atau dekorasi tanpa samir atau daun pisang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
37. Orang yang memiliki lumbung atau gudang tempat penyimpanan padi dan kopra tanpa diberi alas dan atap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
38. Orang yang menempatkan barang di suatu tempat ( dandhang – misalnya ) tanpa ada tutupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
39. Orang yang membuat kutu masih hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
40. Orang yang berdiri ditengah-tengah pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
41. Orang yang duduk didepan ( ambang ) pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
42. Orang yang selalu bertopang dagu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
43. Orang yang gemar membakar kulit bawang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
44. Orang yang mengadu suatu wadah atau tempat ( misalnya dandhang diadu dengan dandhang )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
45. Orang yang senang membakar rambut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
46. Orang yang senang membakar tikar dengan bambu ( galar ).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
47. Orang yang senang membakar kayu pohon ” kelor “.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
48. Orang yang senang membakar tulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
49. Orang yang senang menyapu sampah tanpa dibuang atau dibakar sekaligus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
50. Orang yang suka membuang garam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
51. Orang yang senang membuang sampah lewat jendela.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
52. Orang yang senang membuang sampah atau kotoran dibawah ( dikolong ) tempat tidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
53. Orang yang tidur pada waktu matahari terbit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
54. Orang yang tidur pada waktu matahari terbenam ( wayah surup ).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
55. Orang yang memanjat pohon disiang hari bolong atau jam 12 siang ( wayah bedhug )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
56. Orang yang tidur diwaktu siang hari bolong jam 12 siang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
57. Orang yang menanak nasi, kemudian ditinggal pergi ketetangga&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
58. Orang yang suka mengaku hak orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
59. Orang yang suka meninggalkan beras di dalam ” lesung ” ( tempat penumbuk nasi )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
60. Orang yang lengah, sehingga merobohkan jemuran ” wijen ” ( biji-bijian )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikainlah 60 jenis ” Sukerta ” yaitu jenis-jenis manusia yang telah dijanjikan oleh Sang Hyang Betara Guru kepada Batara Kala untuk menjadi santapan atau makananya, bahkan menurut Pustaka Raja Purwa ( jilid I halaman 194 ) karya pujangga R.Ng Ranggawarsito disebutkan ada 136 macam Sukerta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut mereka yang percaya, orang-orang yang tergolong di dalam kriteria tersebut di atas dapat menghindarkan diri dari malapetaka ( menjadi makanan Betara Kala ) tersebut, jika ia mempergelarkan wayangan atau ruwatan dengan cerita Murwakala.Ada juga lakon ruwatan yang misalanya : Baratayuda, Sudamala,Kunjarakarna dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain Sukerta, terdapat juga ” Ruwat Sengkala atau Sang Kala “ yang artinya menjadi mangsa Sangkala yaitu jalan kehidupannya sudah terbelenggu serta penuh kesulitan,tidak bisa sejalan dengan alur hukum alam ( ruang dan waktu ) ini disebabkan oleh kesalahan-kesalahan perbuatan atau tingkah lakunya pada masa lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
by : http://indoghaib.blogspot.com/2010/04/metafisika-syekh-siti-jenar.html&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Halo Bos.....&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/6502022380279194088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/6502022380279194088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://esugianto.blogspot.com/2011/01/ruwatan-rajah-kala-cakra.html' title='Ruwatan &amp; Rajah Kala Cakra'/><author><name>Edi Sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14020089984610322057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGzeexTJJ5-aiaE_2XnxpUrS2D0wSodFfxEARZ9eOUxR9Np3cagCLixSLzkhkGcUwvIUrBg2DituWXBx_GIbXRZzPlECBhFtxqcaVwaR26-gUrt36VprkAx0ni2qR3TQ/s80/Edi+icon+80px.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbbPsLnScZVw4kTP1DxoDSdvBuKwxWy1lBHB121lpI_xjZeWbPjQxFsMQA_9jUV3j-oyLxsvtJ0JDJ_dmVtWyAHXAIPsEbabtUk61N56Mh9_iGiOUEnuXWe5BGO-OYhoB1pkjK9iEDXRg/s72-c/rajah-kalacakra.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5993126017945485146.post-8437818973007068160</id><published>2010-12-31T22:39:00.000+07:00</published><updated>2010-12-31T22:39:16.655+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="PSIKOLOGI"/><title type='text'>ESQ</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://majelisnaqs.blogspot.com/&quot;&gt;&lt;b&gt;Apa itu ESQ?&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Emosional Spritual Quetient atau yang disingkat ESQ adalah adalah lembaga training membentuk karakter kepemimpinan yang digelar oleh ESQ Leadership Centre. ESQ merupakan gabungan emotional, &lt;a href=&quot;http://majelisnaqs.blogspot.com/&quot;&gt;spriritual&lt;/a&gt; dan quontient, yaitu kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual. Bapak Ari Ginanjar selaku pencetus konsep ESQ, mencoba menggabungkan antara kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emotional (EQ), dan kecerdasan spritual (SQ) dalam satu konsep yang saling terintergasi yang disebut ESQ. Di dalam konsep ESQ, semua manusia punya intelektual dan punya emosional, tapi kedua hal tersebut tidak sempurna kalau tidak disatukan dengan kecerdasan spriritual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ESQ, kita sebagai manusia mengakui adanya Tuhan dengan segala kebesaran-Nya dan bisa di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ini merupakan konsep psikologi (religius) yang mengakui adanya Tuhan, yang berbeda dengan konsep psikologi Barat yang hanya mengandalkan intelektual (rasio) dan emosional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Apa visi ESQ ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Misi ESQ adalah menciptakan Indonesia Emas dan Dunia Emas. Untuk menciptakan visi Indonesia Emas dengan membentuk karakter peserta ESQ mengetahui &lt;a href=&quot;http://majelisnaqs.blogspot.com/&quot;&gt;jati diri&lt;/a&gt;nya, mengetahui Tuhannya, mengetahui orang tuanya menurut agamanya masing-masing. Di ESQ punya tujuh nilai dasar yaitu jujur, disiplin, tanggung jawab, kerjasama, adil, peduli dan visioner. Nilai-nilai inilah yang ditanamkan kepada peserta ESQ. Bila sudah mendapatkan nilai-nilai ini, mudah- mudahan diharapkan para alumni bisa membentuk suasana saling menghormati, menyayangi, tidak ada lagi saling menjatuhkan, saling membenci antara satu agama dengan agama lain, satu suku dengan suku lain. ESQ bukan lembaga dakwah, kebetulan para trainer beragama Islam dan konsepnya diambil dari ajaran Islam. Jadi banyak materi yang disampaikan trainer berdasarkan Islam. Namun demikan, training terbuka bagi agama apa saja karena konsepnya bersifat universal. Banyak juga peserta dan alumni yang non muslim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mencapai Visi Emas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana The ESQ Way 165 memandang dan menyikapi perubahan? Perubahan adalah sebuah keniscayaan, karenanya perubahan menjadi misi ESQ. Untuk melakukan perubahan, ESQ lebih mengarahkan pada perubahan motif dan nilai yang dianut masyarakat, bukan hanya langsung mengubah perilaku yang merupakan dampak dari nilai dan motif yang dianut. Caranya adalah dengan memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang pusat orbit yang benar sehingga secara otomatis perilaku akan bergerak pada garis orbit secara harmonis.Diibaratkan, bangsa ini seperti tata surya yang mempunyai pusat orbit dan planet yang jumlahnya banyak dan bergerak pada garis orbit serta mengitari pusat orbit. Yang dilakukan ESQ adalah mengajak seluruh unsur bangsa ini untuk bergerak harmonis bersama-sama pada garis orbitnya dan mengitari pusat orbit yang benar yang sejatinya merupakan sebuah keniscayaan atau hukum alam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ESQ tidak mengajarkan secara langsung “Jangan korupsi!”, misalnya. Tapi motif atau pusat orbitnya yang harus kita ubah karena korupsi merupakan perilaku yang keluar dari garis orbit, dan untuk memperbaikinya adalah dengan mengembalikannya ke pusat orbit, yaitu dari materialisme menuju spiritualisme sehingga korupsi akan terhenti dengan sendirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karenanya, sejak tahun 2001, ESQ mulai melakukan langkah nyata untuk mengubah masyarakat. Saat itu, masyakarat masih berorientasi pada kecerdasan intelektual. Bangsa ini memiliki banyak orang pintar dan sumber daya alam yang melimpah, namun bangsa ini terus mengalami krisis yang tak pernah terselesaikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bangsa ini sudah melakukan pergantian segalanya, termasuk sistem, namun perubahan yang diharapkan tak kunjung datang. Fenomena ini membuat ESQ berinisiatif untuk mengenalkan dua kecerdasan lain yaitu kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) yang harus ditekankan, didorong dan dikibarkan sehingga orientasi perbaikan tidak melulu pada perbaikan fisik namun juga emosi dan spiritual yang menjadi sumber penggerak. Pertama, kecerdasan spiritual harus menjadi pusat orbit yaitu manusia harus tahu apa nilai dan prinsip hidup yang benar. Kedua, manusia harus memiliki kecerdasan emosi, yaitu kemampuan untuk merasa apabila keluar dari garis orbit (kepekaan sosial). Ketiga, harus memiliki kecerdasan intelektual sehingga manusia berjalan pada garis orbitnya secara efektif dan efisien. Di tahun 2005, dengan upaya yang keras dan gigih, akhirnya masyarakat mulai menyadari dan mau menerima keberadaan ESQ. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan mengenalkan kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual, ESQ menghendaki perubahan masyarakat Indonesia menuju apa yang dinamakan “Indonesia Emas”. Indonesia Emas adalah sebuah masyarakat Madani yang sadar spiritual (SQ), mental yang tangguh (EQ), sekaligus mempunyai kecerdasan intelektual yang tinggi (IQ). Bukan hanya kesejahteraan ekonomi dan intelektualnya yang tinggi seperti bangsa Barat, tapi miskin spiritualitas. Atau sebaliknya, bukan hanya tinggi spiritualitasnya tapi lemah secara ekonomi dan intelektual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana mencapai visi Indonesia Emas 2020? Apabila kita melihat &lt;b&gt;bagaimana Nabi Muhammad SAW membangun masyarakat Madani&lt;/b&gt;, maka ada tiga tahapan untuk membentuknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, tahap spiritualitas ketika manusia dibentuk untuk menyadari siapa dirinya, untuk apa ia dilahirkan dan siapa Pencipta dirinya. Ini yang dinamakan sebagai era Gua Hira, ketika Surat Al ‘Alaq diturunkan. “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakanmu dari segumpal darah...”.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;, tahap mentalitas ketika manusia dibangun mentalnya untuk memiliki komitmen spiritual yang disebut sebagai era Mekkah.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;, tahap pembangunan sosial ekonomi ketika masyarakat diberdayakan secara ekonomi dan sosial yang disebut sebagai era Madinah. Secara sederhana, ketiga tahapan tersebut kompatibel dengan urutan pelaksanaan ibadah haji yaitu Wukuf (Gua Hira), Thawaf (Mekkah) dan Sa’i (Madinah). &lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;Wukuf adalah ketika manusia menyadari nilai-nilai spiritual yakni saat ia mengenal siapa dirinya, untuk apa dilahirkan dan apa tujuan hidupnya. Thawaf adalah ketika manusia membangun komitmen spiritualnya. Sa’i adalah ketika manusia mengaplikasikan nilai-nilai dan komitmen spiritual secara teguh dan setia dalam langkah nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Komitmen spiritual atau komitmen fisik (intelektual)?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manakah yang lebih dahulu yang harus dipenuhi, komitmen spiritual atau komitmen fisik (intelektual)? Berdasarkan Piramida Kebutuhan Abraham Maslow yang selama ini dianut, maka kebutuhan fisik (Basic Need) menempati urutan pertama, kemudian diikuti Safety Need, Social Need, Self Esteem, dan Self Actualization, sehingga yang terjadi saat ini adalah manusia yang tidak pernah puas dengan segala kebutuhan dasarnya yang bersifat relatif dan terus berlomba memperebutkannya bahkan dengan menghalalkan segala cara, dan jarang yang berhasil  mencapai tingkat aktualisasi diri. Akibatnya, yang lahir adalah manusia yang kehilangan jati diri spiritualnya (Spiritual Pathology)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti kita ketahui, di akhir hayatnya, Abraham Maslow menyatakan bahwa piramida tersebut terbalik. Lalu, bagaimana piramida kebutuhan yang sebenarnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan lugas, Tokoh Perubahan 2005 versi Republika tersebut menyatakan, bahwa urutan kebutuhan manusia sesungguhnya sudah diajarkan Nabi Ibrahim As dalam urutan pelaksanaan ibadah haji, 4500 tahun yang lalu, namun kita tidak pernah memahaminya. Urutan tersebut adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;Self-Actualization (aktualisasi diri)&lt;/b&gt;, yaitu makna yang didapat saat Wukuf di Arafah ketika manusia menyadari siapa dirinya, dari mana asalnya, dan mau kemana dia. “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakanmu dari segumpal darah...(QS 96: 1)). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Self Esteem (Pengakuan Diri)&lt;/b&gt;, dijawab dengan lontar jumrah ketika manusia harus melontarkan segala kesombongan dan kebanggaan akan diri yang selama ini justru dikejar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Social Need (Kebutuhan Sosial)&lt;/b&gt; dibangun dengan Thawaf, yaitu masyarakat yang memiliki nilai dan prinsip yang sama yang dilambangkan dengan pakaian Ihram, yang kemudian berputar bersama-sama mengelilingi satu nilai secara harmonis dan damai (Tauhid);&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Safety Need (Kebutuhan Rasa Aman)&lt;/b&gt;, yang dijawab dengan Sa’i, yaitu ketika manusia merasa takut justru harus terus bergerak dan bekerja seperti yang dilakukan Siti Hajar yang terus berlari dari bukit Shafa ke Marwah;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Basic Need (Kebutuhan Dasar)&lt;/b&gt; terpenuhi dengan cara yang baik dan benar. Itulah air zam zam yang penuh berkah, yaitu hasil dari kemenangan fisik (IQ), yang didahului dengan  kemenangan mental (EQ) dan spiritual SQ). Inilah jawaban Nabi Ibrahim As atas keresahan Abraham Maslow.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;“Dan tidaklah mereka datang kepadamu (membawa) suatu ilmu, melainkan Kami datangkan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;kepadamu suatu (ilmu) yang benar dan paling baik penjelasannya”. (QS 25:33)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Perubahan Menuju Indonesia Emas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perubahan adalah sebuah kepastian. Kapan pun dan di mana pun, pasti segalanya berubah. Ada yang berubah ke arah yang lebih buruk, ada yang ke arah lebih baik. Ada yang disebabkan bencana alam, ada yang karena ulah manusia sendiri. Apa pun sebabnya, situasi dan kondisi selalu berubah. Pertanyaannya, bagaimana mengarahkan perubahan tersebut? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Energi perubahan seperti sebuah pegas, apabila tekanannya besar akan mengakibatkan energi tekanan yang juga besar. Namun, permasalahannya adalah bagaimana kita mampu mengarahkan energi kinetik perubahan tersebut menuju ke arah yang benar. Dalam pekan-pekan terakhir, misalnya, kita bisa melihat energi perubahan tersebut mulai dari politik, ekonomi, bencana gempa dan tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias, gempa di Papua, banjir yang melanda daerah Pantai Utara Jawa, tanah longsor di Jember, demam berdarah, flu burung, antraks maupun formalin. Ini layaknya tekanan pada pegas yang mengakibatkan manusia terdorong untuk beradaptasi melakukan perubahan. Tekanan ini mengharuskan manusia Indonesia menghadapi serta beradaptasi dengan segala perubahan. Proses menghadapi dan beradaptasi dengan perubahan ini merupakan sebuah energi positif yang harus diarahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana The ESQ Way 165 memandang dan menyikapi perubahan? Perubahan adalah sebuah keniscayaan, karenanya perubahan menjadi misi ESQ. Untuk melakukan perubahan, ESQ lebih mengarahkan pada perubahan motif dan nilai yang dianut masyarakat, bukan hanya langsung mengubah perilaku yang merupakan dampak dari nilai dan motif yang dianut. Caranya adalah dengan memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang pusat orbit yang benar sehingga secara otomatis perilaku akan bergerak pada garis orbit secara harmonis.Diibaratkan, bangsa ini seperti tata surya yang mempunyai pusat orbit dan planet yang jumlahnya banyak dan bergerak pada garis orbit serta mengitari pusat orbit. Yang dilakukan ESQ adalah mengajak seluruh unsur  bangsa ini untuk bergerak harmonis bersama-sama pada garis orbitnya dan mengitari pusat orbit yang benar yang sejatinya merupakan sebuah keniscayaan atau hukum alam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ESQ tidak mengajarkan secara langsung “Jangan korupsi!”, misalnya. Tapi motif atau pusat orbitnya yang harus kita ubah karena korupsi merupakan perilaku yang keluar dari garis orbit, dan untuk memperbaikinya adalah dengan mengembalikannya ke pusat orbit, yaitu dari materialisme menuju spiritualisme sehingga korupsi akan terhenti dengan sendirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karenanya, sejak tahun 2001, ESQ mulai melakukan langkah nyata untuk mengubah masyarakat. Saat itu, masyakarat masih berorientasi pada kecerdasan intelektual. Bangsa ini memiliki banyak orang pintar dan sumber daya alam yang melimpah, namun bangsa ini terus mengalami krisis yang tak pernah terselesaikan. Bangsa ini sudah melakukan pergantian segalanya, termasuk sistem, namun perubahan yang diharapkan tak kunjung datang. Fenomena ini membuat ESQ berinisiatif untuk mengenalkan dua kecerdasan lain yaitu kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) yang harus ditekankan, didorong dan dikibarkan sehingga orientasi perbaikan tidak melulu pada perbaikan fisik namun juga emosi dan spiritual yang menjadi sumber penggerak. Pertama, kecerdasan spiritual harus menjadi pusat orbit yaitu manusia harus tahu apa nilai dan prinsip hidup yang benar. Kedua, manusia harus memiliki kecerdasan emosi, yaitu kemampuan untuk merasa apabila keluar dari garis orbit (kepekaan sosial). Ketiga, harus memiliki kecerdasan intelektual sehingga manusia berjalan pada garis orbitnya secara efektif dan efisien. Di tahun 2005, dengan upaya yang keras dan gigih, akhirnya masyarakat mulai menyadari dan mau menerima keberadaan ESQ. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan mengenalkan kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual, ESQ menghendaki perubahan masyarakat Indonesia menuju apa yang dinamakan “Indonesia Emas”.&amp;nbsp; Indonesia Emas adalah sebuah masyarakat Madani yang sadar spiritual (SQ), mental yang tangguh (EQ), sekaligus mempunyai kecerdasan intelektual yang tinggi (IQ). Bukan hanya kesejahteraan ekonomi dan intelektualnya yang tinggi seperti bangsa Barat, tapi miskin spiritualitas. Atau sebaliknya, bukan hanya tinggi spiritualitasnya tapi lemah secara ekonomi dan intelektual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana mencapai visi Indonesia Emas 2020? Apabila kita melihat bagaimana Nabi Muhammad SAW membangun masyarakat Madani, maka ada tiga tahapan untuk membentuknya. Pertama, tahap spiritualitas ketika manusia dibentuk untuk menyadari siapa dirinya, untuk apa ia dilahirkan dan siapa Pencipta dirinya. Ini yang dinamakan sebagai era Gua  Hira, ketika Surat Al ‘Alaq diturunkan. “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakanmu dari segumpal darah...”. Kedua, tahap mentalitas ketika manusia dibangun mentalnya untuk memiliki komitmen spiritual yang disebut sebagai era Mekkah. Ketiga, tahap pembangunan sosial ekonomi ketika masyarakat diberdayakan secara ekonomi dan sosial yang disebut sebagai era Madinah. Secara sederhana, ketiga tahapan tersebut kompatibel dengan urutan pelaksanaan ibadah haji yaitu Wukuf (Gua Hira), Thawaf (Mekkah) dan Sa’i (Madinah).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wukuf adalah ketika manusia menyadari nilai-nilai spiritual yakni saat ia mengenal siapa dirinya, untuk apa dilahirkan dan apa tujuan hidupnya. Thawaf adalah ketika manusia membangun komitmen spiritualnya. Sa’i adalah ketika manusia mengaplikasikan nilai-nilai dan komitmen spiritual secara teguh dan setia dalam langkah nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menilik Teori Pembentukan Karakter menurut FW Foerster (1869-1966), ada 4 ciri dasar pembentukan karakter, yaitu nilai, koherensi dan otonomi, serta keteguhan dan kesetiaan. Hal ini sudah dijelaskan 4500 tahun yang lalu dalam ritual haji yaitu Nilai yang dibangun saat Wukuf di Padang Arafah - Koherensi dan Otonomi yang dibentuk saat Thawaf di Mekkah - Keteguhan dan Kesetiaan yang dibangun dengan Sa’i di Madinah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika teori di atas dijadikan sebagai pembanding dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini, nampaknya bangsa ini langsung melakukan Sa’i yaitu berupa pembangunan ekonomi dan ilmu pengetahuan serta teknologi, tanpa memiliki nilai-nilai spiritual (Wukuf) dan komitmen spiritual (Thawaf).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi seseorang yang melaksanakan ibadah haji, apabila ia tidak melaksanakan urutan ibadah haji dengan baik dan benar, maka akan terkena dam (denda/batal). Itulah yang terjadi dengan bangsa Indonesia sekarang. Adanya gempa bumi, tsunami, formalin, banjir bandang, tanah longsor, flu burung, demam berdarah merupakan bentuk “dam” yang harus diterima akibat melanggar urutan di atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam konteks pembangunan masyarakat Madani, bangsa Indonesia diibaratkan langsung memasuki era Madinah tanpa melalui era Gua Hira untuk mengenal makna kehidupan tertinggi, dan tanpa melalui era Mekkah untuk membangun komitmen spiritual. Dampaknya, hingga saat ini, krisis multi dimensi terus melanda dan tak kunjung selesai, yang hanya menghasilkan masyarakat yang cerdas intelektual tapi rendah kecerdasan emosi dan rendah kecerdasan spiritualnya. Yang terjadi kemudian adalah seperti yang dikatakan oleh Thomas Hobbes: Homo  Homini Lupus Belium Omnium Contra Omnes (manusia memakan manusia, yang kuat&lt;br /&gt;
memakan yang lemah).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini berarti, Nilai - Komitmen - Keteguhan yang dbentuk melalui urutan Wukuf, Thawaf dan Sa’i adalah sebuah keniscayaan dalam membangun sebuah masyarakat Madani. Kesimpulannya, bangsa ini membutuhkan kecerdasan spiritual (SQ) untuk membangun nilai-nilai mulia dan luhur yang diperoleh ketika Wukuf di Padang Arafah; membutuhkan kecerdasan emosional (EQ) yang diperoleh saat Thawaf di Mekkah; membutuhkan kecerdasan intelektual (IQ) untuk mengaplikasikan nilai-nilai mulia dan komitmen spiritual tersebut dengan keteguhan seperti Siti Hajar yang berlari terus tak kenal lelah dari Bukit Shafa ke Marwah. Hasilnya, air zam zam yang yang tak pernah kering selama lebih kurang 4500 tahun. Itulah Indonesia Emas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk jalan Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepadaNya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima Taubat” (QS An-Nashr : 1-3)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
ESQ merupakan suatu program pencerminan jati diri seseorang tuk mengenali siapa dirinya, siapa Tuhannya, bagaimana tanggung jawab dan sebagainya dan akan dibawa kemana dirinya dalam hidupnya, dengan ESQ mudah-mudahan manusia dapat menemukan tujuan hidupnya dan akan mendapat kehidupan yang lebih baik, baik didunia dan insyaallah di akhirat kelak, amin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
by : www.scribd.com/doc/16510957/Apa-itu-ESQ&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Halo Bos.....&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/8437818973007068160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/8437818973007068160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://esugianto.blogspot.com/2010/12/esq.html' title='ESQ'/><author><name>Edi Sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14020089984610322057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGzeexTJJ5-aiaE_2XnxpUrS2D0wSodFfxEARZ9eOUxR9Np3cagCLixSLzkhkGcUwvIUrBg2DituWXBx_GIbXRZzPlECBhFtxqcaVwaR26-gUrt36VprkAx0ni2qR3TQ/s80/Edi+icon+80px.png'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5993126017945485146.post-6283354073555265819</id><published>2010-12-25T23:45:00.000+07:00</published><updated>2010-12-25T23:45:31.751+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kaweruh Jawa"/><title type='text'>Makna Gunungan Dalam Pewayangan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfBk3xIsSNHa9nHHJJ39cR4tMCUS2-gzhqxcOLMDIHKjR22idusH-yRJcDXSxyyBE21vvq-TEhJ0DzLO-VX9TVBmBA6jirEnwgcOfnK1osllpF1t6TEFPv9l48S4x_m5xml4m_CsizF7w/s1600/gunungan2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfBk3xIsSNHa9nHHJJ39cR4tMCUS2-gzhqxcOLMDIHKjR22idusH-yRJcDXSxyyBE21vvq-TEhJ0DzLO-VX9TVBmBA6jirEnwgcOfnK1osllpF1t6TEFPv9l48S4x_m5xml4m_CsizF7w/s1600/gunungan2.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Gunung, Candi dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara umum Gunungan menggambarkan bentuk gunung, profil lapisan permukaan bumi yang menonjol. Gunung mempunyai sifat alamiah yang stabil. Gunung menggambarkan tempat yang tinggi, sejuk, oksigen yang tipis, lereng yang curam penuh hutan belukar, pada kaki gunung biasanya terdapat dataran yang subur. Daerah pegunungan cocok sebagai tempat peristirahatan, tempat mencari kedamaian batin. Pemandangan yang indah dan alami di pegunungan membangkitkan rasa terdalam dalam diri seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oksigen yang tipis di pegunungan mengakibatkan seseorang kurang bicara, dan mudah mendapatkan inspirasi. Otak kita mendapat masukan energi dari sari-sari makanan dan oksigen. Pasokan oksigen yang tipis di tempat pegunungan yang tinggi, membuat pikiran seseorang berkurang keaktifannya, berkurang keliarannya dan menjadikannya lebih meditatif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para leluhur kita menempatkan gunung sebagai tempat pertapaan orang-orang suci. Beberapa wilayah gunung dikeramatkan, dijadikan tempat suci, ada yang dinamakan Dieng dari kata dhyang, ada yang disebut Parahiyangan, tempat para Hyang, Kahyangan, tempat para makhluk suci. Nama tempat suci Himalaya, Mahameru, Kailasa bahkan Gua Hira semuanya berada di atas Gunung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari gunung kelihatan pemandangan yang luas di bawah. Semakin ke atas semakin luas batas cakrawala yang nampak. Semakin ke atas kesadaran seseorang, dia akan melihat secara general, umum dan tidak lagi terfokus pada detail yang rinci. Semakin tinggi kesadaran seseorang, pandangannya menjadi semakin holistik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang pandangannya terfokus ke atas, ke puncak, hanya melihat fokus tujuannya saja. Itulah sebabnya seseorang yang terfokus pada pencapaian kesadaran tinggi, sering tidak peduli dengan kondisi masyarakat sekitar, sering alpa dalam memahami kondisi negerinya. Para leluhur kita menyebut seseorang yang dapat menjelaskan segala sesuatu secara alami, secara natural sebagai Resi. Seseorang yang telah mencapai puncak kesadaran, selanjutnya dari puncak akan melihat ketidak benaran, ketidak adilan di bawah dengan jelas, sehingga dia akan memperhatikan kondisi masyarakat sekitar. Seorang Master, seorang Bhagawan, begitu para leluhur menyebutnya, akan peduli dengan nasib tetangga. Seseorang belum menjadi orang yang baik bila ada tetangganya yang tidak dapat tidur dengan perut keroncongan. Leluhur kita menyebut contoh Resi Drona yang pemahamannya tentang alamm luar biasa, tetapi membela kaum Kurawa yang jahat yang telah memberi kehidupan dan kehormatan bagi dirinya. Lain halnya dengan Bhagawan Abiyasa, leluhur Pandawa, seorang pertapa sederhana tempat Arjuna menanyakan segala sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bangunan Candi, seperti halnya bangunan Piramid juga bermaksud menggambarkan sebuah gunung. Dari jauh Candi Borobudur nampak seperti bukit dengan sawah yang bertingkat-tingkat. Candi megah ini terletak di Pusat Pulau Jawa, dikelilingi oleh perbukitan Menoreh yang membujur dari arah Timur ke Barat dan juga oleh berbagai gunung-gunung berapi seperti Merapi dan Merbabu di sebelah Timur, dan Gunung Sumbing dan Sindoro di sebelah Barat. Candi Borobudur terletak di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Candi ini disebut stupa karena berhubungan dengan agama Buddha walaupun sentuhan Hindunya nampak kental sekali. Inilah budaya khas Nusantara yang menghormati semua kepercayaan yang ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdapat tiga bagian dari Candi Borobudur yang merupakan simbol Tiga Alam yaitu: Kamadhatu-Rupadhatu-Arupadhatu, alam bawah, alam tengah (antara) dan alam atas, suatu perwujudan antar hubungan mikrokosmos dan makrokosmos. Bagian kaki melambangkan Kamadhatu, yaitu dunia yang masih dikuasai oleh kama atau nafsu,keinginan yang rendah, yaitu dunia manusia biasa. Bagian tengah melambangkan Rupadhatu, yaitu dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari ikatan nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk, yaitu dunianya orang suci dan merupakan “alam antara” yang memisahkan “alam bawah” (kamadhatu) dengan “alam atas” (arupadhatu). Bagian atas, Arupadhatu, yaitu “alam atas” atau nirwana, tempat para Buddha bersemayam, dimana kebebasan mutlak telah tercapai, bebas dari keinginan dan bebas dari ikatan bentuk dan rupa. Karena itu bagian Arupadhatu itu digambarkan polos, dan tidak berrelief.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kehidupan sehari-hari bentuk gunung diwujudkan para leluhur kita dalam berbagai peralatan. Diantaranya adalah caping, topi bambu berbentuk kerucut, sehingga air hujan tidak mengganggu kepala, akan tetapi mata tetap dapat memandang dengan leluasa. Selanjutnya, atap rumah joglo, yang menunjukkan bahwa pusat bangunan dengan lantai tertinggi terlelak di pusat, dibawah puncak atap dan merupakan tempat berdoa yang paling efektif. Nasi tumpeng juga berbentuk kerucut, dan puncaknya dipersembahkan kepada pimpinan tertinggi dalam acara ritual. Payung kraton bertingkat tiga juga menggambarkan tingkatan dari kamadhatu, rupadhatu dan arupadhatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gunungan berbentuk simetris di sebelah kiri dan kanan. Semakin ke bawah jarak antara kiri dan kanan melebar. Semakin ke atas sifat dualistis tersebut semakin kecil dan pada akhir, ujungnya terlampauilah sifat dualistis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Penjelasan Makna Gunungan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini adalah penjelasan Gunungan oleh Drs. R. Soetarno AK, Ensiklopedia Wayang, Dahara Prize, Cetakan Keempat, 1994.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gunungan adalah wayang berbentuk gambar gunung beserta isinya. Di bawahnya terdapat gambar pintu gerbang yang dijaga oleh dua raksasa yang memegang pedang dan perisai. Itu melambangkan pintu gerbang istana , dan pada waktu dimainkan gunungan dipergunakan sebagai istana.  Di sebelah atas gunung terdapat pohon kayu yang dibelit oleh seekor ular naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam gunungan tersebut terdapat juga gambar berbagai binatang hutan. Gambar secara keseluruhan menggambarkan keadaan di dalam hutan belantara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gunungan melambangkan keadaan dunia beserta isinya. Sebelum wayang dimainkan, Gunungan ditancapkan di tengah-tengah layar, condong sedikit ke kanan yang berarti bahwa lakon wayang belum dimulai, bagaikan dunia yang belum beriwayat. Setelah dimainkan, Gunungan dicabut, dijajarkan di sebelah kanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gunungan dipakai juga sebagai tanda akan bergantinya lakon/tahapan cerita. Untuk itu gunungan ditancapkan di tengah-tengah condong ke kiri. Selain itu Gunungan digunakan juga untuk melambangkan api atau angin. Dalam hal ini Gunungan dibalik, di sebaliknya hanya terdapat cat merah-merah, dan warna inilah yang melambangkan api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gunungan juga dipergunakan untuk melambangkan hutan rimba, dan dimainkan pada waktu adegan rampogan, tentara yang siap siaga dengan bermacam senjata. Dalam hal ini Gunungan bisa berperan sebagai tanah, hutan rimba, jalanan dan sebagainya, yakni mengikuti dialog dari Dalang. Setelah lakon selesai, Gunungan ditancapkan lagi di tengah-tengah layar, melambangkan bahwa cerita sudah tamat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gunungan ada dua macam, yaitu Gunungan Gapuran dan Gunungan Blumbangan. Gunungan Blumbangan digubah oleh Sunan Kalijaga dalam zaman Kerajaan Demak. Kemudia pada zaman Kartasura digubah lagi dengan adanya Gunungan Gapuran. Gunungan dalam istilah pewayangan disebut Kayon. Kayon berasal dari kata Kayun. Gunungan mengandung ajaran filsafat yang tinggi, yaitu ajaran mengenai kebijaksanaan. Semua itu mengandung makna bahwa lakon dalam wayang berisikan pelajaran yang tinggi nilainya. Hal ini berarti bahwa pertunjukan wayang juga berisi pertunjukan wayang juga berisi ajaran filsafat yang tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Interpretasi Simbolisme dalam Gunungan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam tradisi leluhur, seseorang dapat mewujudkan doa dalam bentuk lambang atau simbol. Lambang dan simbol dilengkapi dengan sarana ubo rampe sebagai pemantap kesempurnaan dalam berdoa. Lambang dan simbol juga memberi makna bahasa alam yang dipercaya sebagai bentuk isyarat akan kehendak Gusti Kang Murbeng Gesang, Pemberi Kehidupan. Leluhur kita merasa lebih mantap jika doanya tidak sekedar diucapkan di mulut saja, melainkan dengan diwujudkan dalam bentuk tumpeng, sesaji sebagi simbol kemanunggalan tekad bulat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam Gunungan terdapat gambaran tentang air, api, angin dan tanah. Gunungan mewakili lima unsur alam, yaitu tanah, air, api, angin dan ruang. Semua benda di alam ini merupakan kombinasi dari kelima unsur tersebut. Pada saat pagelaran wayang, sebelumnya hanya ada layar putih saja dengan Gunungan yang berada di tengah-tengahnya. Setelah Gunungan dimainkan dan kelima unsur tersebut membentuk alam, maka dimulailah cerita kehidupan di alam ini. Karena cerita berfokus pada istana, maka Gunungan Blumbangan gubahan Sunan Kalijaga pada waktu Kerajaan Demak diubah menjadi Gunungan Gapuran pada waktu Kerajaan berpusat di Kartasura. Pada setiap babak yang biasanya diawali dengan penggambaran suasana istana, maka Gunungan dimainkan. Demikian pula pada saat terjadi keributan misalnya amukan api atau gelombang samudera, Gunungan dengan posisi disebaliknya dimainkan. Setelah selesai maka Gunungan kembali diletakkan di tengah layar. Setelah pralaya maka setiap orang akan kembali kepada unsur-unsur alaminya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam setiap babak kehidupan mulai dari lahir sampai mati para leluhur mengingatkan perlunya kesadaan untuk memahami sangkan paraning dumadi, asal muasal kehidupan. Manusia ini asalnya dari Gusti Kang Murbeng Gesang, Yang Maha Pemberi Kehidupan, melalui lima unsur alami dan akhirnya kembali juga kepada lima unsur alami dan bersatu dengan Yang Maha Kuasa. Itulah mengapa setiap babak selalu diawali dan diakhiri dengan dimainkannya Gunungan oleh sang Dalang. Segala sesuatu diiawali dengan kelahiran, kemudian  jagad gumelar, dunia terkembang dan diakhiri dengan jagad ginulung, dunia tergulung dan musnah. Di dunia ini tidak ada yang abadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam pagelaran wayang yang tidak kalah penting adalah alunan suara gamelan. Suara gamelan menyentuh rasa yang terdalam diri manusia yang sudah halus rasanya. Suara Gong, Hooongggg. Ataupun suluk Dalang, Hooongggg.. kocap kacarita……. dan seterusnya adalah doa untuk ingat kepada Yang Maha Kuasa. Suara Pranawa Aum, Om oleh leluhur kita terdengar seperti oleh bangsa Tibet Huuungggg dan leluhur kita membuat suara alat musik yang disebut gong. Itulah mengapa upacara seremonial memakai Gong, sehingga tanpa sadar kita sudah berdoa dan ingat jatidiri manusia. Ommmmm.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Penjaga Gerbang Istana Dua Raksasa Dwarapala&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua penjaga Raksasa Dwarapala di depan istana dalam Gunungan, juga selalu terdapat dalam dua sosok arca di depan gerbang istana. Dua raksasa yang bernama Jaya dan Wijaya juga diabadikan sebagai nama pegunungan di Papua sebagai pintu gerbang Indonesia dari sebelah timur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka adalah penjaga gerbang setia di Vaikuntha, Istana Wisnu. Dikisahkan Wisnu ingin suasana tak terganggu saat berdua dengan istrinya Lakshmi. Jaya dan Wijaya diinstruksikan untuk tidak mengizinkan semua pengunjung masuk. Empat tamu telah mempunyai janji untuk bertemu dengan Wisnu, akan tetapi Jaya dan Wijaya menolak mereka masuk ke dalam istana. Ke empat tamu tersebut marah dan memberi kutukan bahwa ke dua raksasa penjaga tersebut akan turun di dunia dan lahir dua belas kali sebagai musuh Wisnu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah selesai kejadian, Wisnu datang dan mengatakan bahwa mereka cukup lahir tiga kali sebagai musuh Wisnu dan akan kembali lagi bersama Wisnu. Jalan yang biasa ditempuh manusia untuk Jumbuh Kawula Gusti, bertemu dengan Gusti adalah dengan jalan berbuat kebaikan, dharma. Jalan Jaya dan Wijaya adalah jalan pintas tercepat, setiap saat dalam kehidupannya di dunia mereka hanya berpikir tentang musuhnya yaitu Wisnu, tak ada waktu senggangpun tanpa berpikir tentang Wisnu musuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jaya dan Wijaya pertama kali lahir sebagai saudara kembar iblis, Hiranyaksha dan Hiranyakashipu yang dibunuh oleh Prahlada sebagai titisan Wisnu.  Jaya dan Wijaya kemudian mengambil kelahiran kedua sebagai Rahwana dan Kumbhakarna, yang terbunuh oleh Sri Rama sebagai titisan Wisnu juga. Akhirnya, Jaya dan Wijaya lahir sebagai Shishupal dan Dantavakra dan dibunuh oleh Wisnu yang menitis sebagai Sri Krishna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hutan tanaman dan binatang adalah berbagai sifat dan tabiat manusia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam Gunungan terdapat gambaran tentang hutan tanaman dan binatang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jutaan tahun sebelum manusia hadir, bumi telah dipersiapkan melalui mekanisme alam semesta. Bumi terpilih sebagai lokasi yang ideal untuk kehadiran berbagai tumbuh-tumbuhan, fauna-flora dan manusia serta makhluk-makhluk yang kita tidak mengetahuinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di mulai dengan tumbuh-tumbuhan yang bersel satu sedikit demi  sedikit pertumbuhan tanam-tanaman berevolusi ke wujud-wujud yang lebih sempurna, baru kemudian hadir fauna, dan jutaan tahun  kemudian hadir manusia dari suatu ekosistem yang saling menunjang, saling membutuhkan, semuanya lestari, berkesinambungan, yang kita sebut dengan  suatu kesatuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu teknologi yang sangat menakjubkan, setiap  bentuk warna, dari  suatu tumbuh-tumbuhan bermanfaat berbeda suatu dengan yang lainnya. Juga berbagai cabang, ranting, akar, umbi-umbian dari  sesuatu tanamanpun berbeda-beda manfaatnya. Diperlukakan kurun waktu yang panjang untuk mempelajari semuanya. Leluhur kita bahkan menyimbolkan berbagai buah-buahan sebagai persembahan yang sakral bagi Yang Maha Kuasa. Kekuatan tanaman disebut Sri ( Yang Maha Agung), agar umat manusia mau mengikuti hukum alam dengan menyantap tanaman sebagai sumber energi, obat-obatan, gizi, protein, vitamin dan lain-lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak banyak yang mengetahui bahwa kata sayur dalam bahasa Indonesia berasal dari kata Sansekerta ayur yang berarti tumbuh-tumbuhan yang menyehatkan atau yang bermanfaat bagi umat manusia. Ilmu mengenai kesehatan yang dihasilkan oleh berbagai tumbuh-tumbuhan ini sudah hadir ribuan tahun yang lalu dengan nama Ayur-veda. Para ahli kesehatan meneliti berbagai manfaat dari berbagai tumbuh-tumbahan yang hadir di berbagai belahan bumi, dan berbagai topografi dan iklim yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia perlu sadar bahwa di dalam dirinya masih tersisa nafsu kebinatangan. Kebutuhan makan-minum, kenyamanan dan seks dalam diri binatang juga masih ada dalam diri manusia. Manusia harus meningkatkan harkat dirinya dengan sifat kasih dan ketidak terikatan terhadap dunia. Hidupnya hanya untuk berbakti dan melayani sesama. Alam semesta ini juga tidak mempunyai pamrih kecuali sekedar berbakti dan melayani makhluk hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Alam bersifat memberi dan tidak membeda-bedakan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada hakikatnya Gunungan memuat ajaran agar manusia meneladani alam dan bertindak selaras dengan alam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ajaran Astabrata dari Rama kepada Wibisana pada hakikatnya adalah pelajaran bagi manusia agar meneladani tindakan alam. Rama memberi nasehat kepada Wibisana, agar: Meniru sifat Matahari, Bulan, Bintang, Awan, Bumi, Samudera, Api dan Angin. Ke delapan unsur alam tersebut semuanya bertindak sesuai kodratnya. Mereka hanya sibuk bekerja menjalankan tugas dari Yang Maha Kuasa saja. Inilah contoh dari alam semesta yang bersifat kasih, hanya memberi, tanpa membeda-bedakan, dan tanpa pamrih sedikit pun juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanaman dan hewan pun memberikan banyak persembahan kepada makhluk lainnya. Lebah membuat madu jauh melebihi kebutuhannya untuk makan di luar musim bunga. Bahkan lebah menjaga kemurnian madunya yang sebagian besar justru dipersembahkan kepada manusia. Ayam bertelur sebutir setiap hari, dan tidak semuanya dipergunakan untuk meneruskan kelangsungan jenisnya. Sapi juga memproduksi susu melebihi kebutuhan untuk anak-anaknya. Padi di sawah menghasilkan butir-butir gabah yang jauh melebihi kepentingan untuk mempertahankan kelangsungan kehidupan kelompoknya. Pohon mangga juga menghasilkan buah mangga yang jauh lebih banyak dari yang diperlukan untuk mengembangkan jenisnya. Pohon singkong memberikan pucuk daunnya untuk dimakan manusia, akar ubinya pun juga dipersembahkan, mereka menumbuhkan singkong generasi baru dari sisa batang yang dibuang. Sifat alami alam adalah penuh kasih dan ebih banyak memberi kepada makhluk lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Penutup&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Semoga tulisan yang merupakan ramuan dari berbagai sumber ini semakin membuat kita mencintai budaya kita. Mereka yang tidak mengapresiasi budaya sendiri adalah orang-orang tanpa budaya. Olesan bedak tebal budaya asing tidak pernah mempercantik wajah kita. Kenalilah budaya sendiri untuk menemukan jati diri (SMS Wisdom). Terima kasih Guru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
by : www.oneearthmedia.net&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Halo Bos.....&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/6283354073555265819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/6283354073555265819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://esugianto.blogspot.com/2010/12/makna-gunungan-dalam-pewayangan.html' title='Makna Gunungan Dalam Pewayangan'/><author><name>Edi Sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14020089984610322057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGzeexTJJ5-aiaE_2XnxpUrS2D0wSodFfxEARZ9eOUxR9Np3cagCLixSLzkhkGcUwvIUrBg2DituWXBx_GIbXRZzPlECBhFtxqcaVwaR26-gUrt36VprkAx0ni2qR3TQ/s80/Edi+icon+80px.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfBk3xIsSNHa9nHHJJ39cR4tMCUS2-gzhqxcOLMDIHKjR22idusH-yRJcDXSxyyBE21vvq-TEhJ0DzLO-VX9TVBmBA6jirEnwgcOfnK1osllpF1t6TEFPv9l48S4x_m5xml4m_CsizF7w/s72-c/gunungan2.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5993126017945485146.post-8117269642414868849</id><published>2010-12-12T00:32:00.000+07:00</published><updated>2010-12-12T00:32:33.808+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="KOSMOS"/><title type='text'>KESADARAN KOSMIK</title><content type='html'>&lt;b&gt;PRAKATA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini kita sedang mendekati akhir dari suatu Millenium. Kaum mistikus paranormal, praktisi dan pengamat metafisika tentu sudah mengetahui dan menyadari bahwa manusia berada di ambang pintu suatu perubahan besar dalam evolusinya. Kebanyakan sudah mendapat gambaran atau “pengelihatan masa depan” ataupun sekedar merasakan tentang apa yang akan terjadi. Namun, mereka yang awam atau yang dalam kehidupannya cenderung hanya mengandalkan rasio dan panca indranya, perlu merenung lebih jauh dan lebih giat berupaya mencapai pemahaman tentang masa transisi dan apa yang bakal terjadi sesudah itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjelang tahun 2000 kita akan meninggalkan suatu era yang dipengaruhi oleh konstalasi PISCES dan segera akan memasuki era AQUARIUS. Hal itu menandakan akan terjadinya suatu perubahan besar menuju “Zaman Emas”, yang membawa perkembangan potensi spiritual dan mental manusia disertai peningkatan kesadaran dan persepsi manusia. Kemudian disusul oleh peningkatan di bidang lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama ini, soal lahirnya alam semesta, galaksi, tata surya, soal penciptaan manusia dan proses evolusi tak mungkin kita pahami secara menyeluruh. Hal itu adalah rahasia Tuhan Yang Maha Pencipta yang ditutup-tutupi. Di zaman baru kelak, rahasia-rahasia itu akan lebih terus terungkap namun sementara kita berada dalam keadaan krisis karena menghadapi masa transisi ini, terdapat “ bocoran-bocoran” berupa informasi melalui utusan-utusan Tuhan yang mempunyai otoritas serta diberi tugas untuk memberi tahu umat manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada umumnya, informasi yang diterima oleh orang-orang tertentu, yang dipilih oleh Tuhan untuk menerimanya, bersumber pada entity-entity (energi Tuhan) yang memiliki eksistensi di alam multi dimensional, yaitu dimensi yang lebih tinggi dari dimensi ke-3 yang dihuni oleh manusia. Di samping mereka itu, informasi juga diberikan oleh mahluk-mahluk dari planet lain yang sangat “concern” dan mencemaskan keadaan planet bumi serta isinya yang diperkiraakan belum siap mengalami transisi itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kadang-kadang informasi yang disampaikan tidak mudah diterima, tidak masuk akal, fantastic, namun mungkin mengandung kebenaran yang justru sangat dibutuhkan manusia bumi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penulis tidak mengharapkan agar setiap orang yang membaca makalah ini akan menerima begitu saja segala isinya. Sebaliknya menganjurkan untuk melakukan “check dan recheck”, mengkaji ulang informasi ini, terutama dengan cara menghubungkan diri dengan Diri Sejati (Higher-Self) masing-masing untuk mendapatkan konfirmasi, atau mencocokkannya dengan pandangan pakar metafisika, kaum mistikus atau paranormal yang memiliki kemampuan untuk meneropong alam multi-dimensional yang ada dibalik alam nyata ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;TATA SURYA KITA MEMASUKI ZONA PHOTON&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tata Surya kita adalah bagian dari Galaksi yang kita sebut dengan nama The Milky Way (Bima Sakti), alam semesta kita merupakan bagian dari suatu Alam Semesta Raya (menurut informasi spiritual terdapat 12 Alam Semesta di dalam Alam Semesta Raya. Alam Semesta kita adalah yang terakhir diciptakan). Selanjutnya Alam Semesta Raya kita adalah bagian dari Super Alam Semesta Raya (Super Universe atau Omniverse) dan seterusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiap Alam Semesta, tiap Galaksi, tiap Tata Surya memiliki suatu Matahari. Tata Surya kita yang posisinya ada di pinggir salah satu Galaksi, mengitari suatu MATAHARI CENTRAL (Central Sun) dari gugus bintang PLEIADES yang namanya ALCIONE. Tata Surya kita berikut planet-planetnya termasuk bumi memerlukan waktu 25.860 tahun untuk mengitari ALCIONE itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1961, dunia ilmu pengetahuan melalui instrument-instrumen satelit telah berhasil mendeteksi adanya ZONA PHOTON (Photon Belt) yang mengitari PLEIADES secara tegak lurus. Karena Matahari kita dan planet-planetnya mengitari ALCIONE selama 25.860 tahun, maka tiap ± 12.500 tahun tata surya kita bertabrakan dengan ZONA PHOTON itu. Untuk melintasi ZONA PHOTON diperlukan waktu 1000-2000 tahun. Sebenarnya sejak 1961 tata surya kita sudah mulai memasuki ZONA PHOTON, baru di tepinya, dan akan berada di pusatnya disekitar tahun 2011-2012.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masuknya tata surya kita ke dalam ZONA PHOTON itu memberi dampak peningkatan frekuensi getaran bumi dan peningkatan kesadaran manusia, yang selanjutnya memicu perubahan besar pada kehidupan di atas planet bumi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peningkatan frekuensi getaran alam akibat energi photon juga meningkatkan aktivitas gunung berapi, gempa bumi, perubahan cuaca, pemanasan global, terjadinya lobang-lobang ozone dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanda-tanda mulainya transisi dapat disimak dari begitu banyak kejadian-kejadian yang tidak menyenangkan akhir-akhir ini. Hidup rasanya makin sulit, masa depan tampak suram. Kehidupan social, politik dan ekonomi terganggu. Banyak orang dilanda kegelisahan, kekalutan mental, lalu melampiaskan emosinya dengan tindakan kekerasan, kekejaman, timbul keinginan untuk mencapai keberhasilan dan pembaharuan (reformasi).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kapan transisi akan terjadi tidak ada yang mengetahuinya. Alangkah indahnya jika nanti malam tidur, lalu esok hari kita bangun sudah menemukan DUNIA BARU.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjl3nAV0jTT_bjAIP-QwGRVmOmOOpzf_0dVRlT_WBfebfZJ2pmB5xoje6-PNGzy-AWZopP-bLKRulyHzjJr4ZohrARaihJ1s5AjFWmZtRayGP37AaDkQvw2XBOEx7eCaob0VOiduIwamA8/s1600/helix-nebula-NAQS.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;160&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjl3nAV0jTT_bjAIP-QwGRVmOmOOpzf_0dVRlT_WBfebfZJ2pmB5xoje6-PNGzy-AWZopP-bLKRulyHzjJr4ZohrARaihJ1s5AjFWmZtRayGP37AaDkQvw2XBOEx7eCaob0VOiduIwamA8/s320/helix-nebula-NAQS.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;APAKAH ZONA PHOTON ITU?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PHOTON BELT atau ZONA PHOTON adalah suatu daerah yang terdiri dari partikel cahaya photon. Cahaya photon adalah akibat adanya tabrakan dari anti-elektron (positron) dengan electron. Tabrakan itu menyebabkan kedua jenis partikel itu saling menghancurkan, yang kemudian menimbulkan energi photon atau partikel cahaya. Kelak dikemudian hari energi photon ini akan menjadi sumber energi utama untuk memenuhi kebutuhan energi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan terjadi perubahan total dalam bidang Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kesadaran Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;APA YANG TERJADI DISAAT TRANSISI ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tepi Zona Photon ini terdapat suatu batasan yang disebut Zona Nil (Null Zone), zona nil tersebut terdapat kompresi energi yang amat besar, dimana medan magnetic sangat padat sehingga segala sesuatu yang melintasi zona itu pasti mengalami perubahan. Hal ini juga berarti bahwa medan magnetic bumi dan matahari akan dirubah menjadi jenis magnetic baru, yaitu magnetic interdimensional. Maka diperkirakan timbulnya sesuatu perubahan pada medan elektrik magnetis dan gravitasional bumi, hal mana sebetulnya sudah mulai terjadi sekarang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akibat lain yang akan terjadi adalah, bahwa semua alat-alat listrik tidak bisa berfungsi, lampu tidak bisa dinyalakan, mobil tidak bisa di starter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diperkirakan selama beberapa hari penghuni bumi akan dihadapkan pada keadaan yang tidak dipahami dan hidup dalam kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari 1-2 : Matahari tidak nampak dan tak bersinar. Sehingga bumi menjadi   gelap gulita, udara sangat dingin .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari 3-4   : Terlihat cahaya temaram, seperti di saat fajar, bintang-bintang mulai terlihat di langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari 5-6  : Hari-hari akan terang terus (terang 24jam), seluruh mahluk hidup  merasa lebih bersemangat menerima energi baru. Kemampuan supranatural mulai timbul, penghuni bumi merasakan terwujudnya Zaman Baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perubahan frekuensi getaran ini sangat dasyat sehingga disebut sebagai Kelahiran baru bagi planet bumi dan bangsa manusia, terciptanya Zaman Baru (The Dawn of the New Age).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
MANUSIA BUMI MENJADI MAHLUK GALAKTIK&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam transisi itu sudah tentu akan ada suatu “saringan”. Barang siapa tidak memenuhi syarat, ada kemungkinan akan musnah karena satu lain sebab. Jasmaninya mengalami kematian, lalu roh atau jiwanya dipindahkan ke planet lain yang lebih sesuai dengan perkembangan evolusinya. Alam baru dengan frekuensi getaran yang telah ditingkatkan hanya bisa dihuni oleh manusia-manusia yang memiliki kesadaran tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Master ST GERMAIN menyebut Zona Photon ini dengan nama GOLDEN NEBULA (Nebula Emas), dimana manusia menikmati zaman keemasan bila manusia sudah menyatu dengan Nebula Emas ini, ia akan memiliki kesadaran yang Super (Super Consciousness).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin inilah saat yang dinyatakan di dalam Kitab Suci bahwa manusia akan dirubah “ dalam sekejap mata . . . “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba kemampuan telepati, telekinesis, clairvoyance, clairaudience dan kemampuan-kemampuan spiritual lainnya yang tadinya hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu akan menjadi milik semua orang. Penghuni bumi akan menjadi MANUSIA SUPER atau SUPERBEING.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Badan jasmani manusia yang berhasil melampaui masa transisi dan tetap bertahan hidup akan dirubah. Kebutuhan jasmani juga berkurang, tidak seperti manusia masa kini yang sangat banyak kebutuhan hidupnya. Kehidupan di alam baru akan memberi manusia kesempatan dan kemampuan untuk meremajakan badan jasmaninya dan hidup tanpa batas waktu. Tidak ada kematian, tidak ada pembusukan, yang ada hanya kesempurnaan hidup. Waktu dan umur seperti yang kita kenal sekarang tidak ada lagi, segala sesuatu akan dipenuhi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia hidup dalam keabadian, namu tidak berarti ia akan terperangkap di dalam badan jasmani yang sama untuk selama-lamanya. Ada cara lain untuk transit dari dimensi yang satu ke dimensi lainnya tanpa mengalami proses kematian jasmani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bangsa Manusia Baru akan mempunyai pemimpin yang memiliki kesadaran multidimensional, memimpin umat manusia menuju kehidupan yang damai, sejahtera dan bahagia sesuai dengan rencana Tuhan Yang Maha Pencipta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejarah planet bumi dan asal-usul bangsa manusia akan terungkap. Sejarah yang selama ini dibayangkan atau ditemukan oleh ahli-ahli sejarah sangat berbeda dengan kejadian sesungguhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang paling penting, akhirnya manusia akan memahami jati dirinya, tahu siapa dirinya di masa lalu dan apa tugas serta takdirnya, tidak semata-mata sebagai manusia bumi, tetapi sebagai manusia galaktik yang memiliki kesadaran kosmik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;KESADARAN KOSMIK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang sedang terjadi sekarang ini sesuatu yang luar biasa, yang belum pernah terjadi di dunia kita, kesempatan untuk melakukan “lompatan kuantum” menuju kesadaran lebih tinggi terbuka bagi setiap orang. Bila tata surya kita sudah berada di dalam aliran energi photon, manusia akan hidup di alam dimensi ke-5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tirai yang membatasi pemahaman manusia tentnag dimensi-dimensi lain akan hilang. Semua kebenaran dan pengetahuan tentang Tuhan, manusia, proses kehidupan evolusi dan alam semesta akan menjadi milik manusia, termasuk pengetahuan tentang kehidupan di system bintang serta planet-planet lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan adanya energi Photon, perjalanan antar planet akan menjadi mudah, seperti halnya melakukan perjalanan antar negara atau antar benua. Akhirnya bangsa manusia akan menjadi anggota Federasi Galaktik dan belajar hidup harmonis dengan penghuni-penghuni planet lain di dalam Alam Semesta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari pengalaman hidup antar planet, manusia akan memiliki kesadaran bahwa ia bukan semata-mata seorang warga dari planet bumi, tetapi jugamenjadi warga dari galaksi, bahkan warga dari Alam Semesta atau Kosmos. Manusia akan menghayati kesadaran kosmos.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;BUKU-BUKU REFERENSI :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
v  A Cosmic Birth                                              – Peter O. Erbe&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
v  Earth’s Birth Changes                                 – St. Germain Through Azena&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
v  The Pleiadian Agenda                                – Barbara Hand Clow&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
v  You Will Become a Galatic Human      – Virginia Essene &amp;amp; Sheldon Nidle&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
v  Journey Into The Millenium                  – Wendy Munro&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Oleh : Sita Sudjono&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Halo Bos.....&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/8117269642414868849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/8117269642414868849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://esugianto.blogspot.com/2010/12/kesadaran-kosmik.html' title='KESADARAN KOSMIK'/><author><name>Edi Sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14020089984610322057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGzeexTJJ5-aiaE_2XnxpUrS2D0wSodFfxEARZ9eOUxR9Np3cagCLixSLzkhkGcUwvIUrBg2DituWXBx_GIbXRZzPlECBhFtxqcaVwaR26-gUrt36VprkAx0ni2qR3TQ/s80/Edi+icon+80px.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjl3nAV0jTT_bjAIP-QwGRVmOmOOpzf_0dVRlT_WBfebfZJ2pmB5xoje6-PNGzy-AWZopP-bLKRulyHzjJr4ZohrARaihJ1s5AjFWmZtRayGP37AaDkQvw2XBOEx7eCaob0VOiduIwamA8/s72-c/helix-nebula-NAQS.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5993126017945485146.post-563966903611666181</id><published>2010-12-02T22:17:00.002+07:00</published><updated>2010-12-02T22:17:57.437+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="KESEHATAN"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Manajemen Diri"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Metafisika"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="PSIKOLOGI"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="SPIRITUAL"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tasawuf"/><title type='text'>REIKI NAQS (ISLAMIC REIKI)</title><content type='html'>&lt;b&gt;Sekilas tentang REIKI USUI (Reiki Jepang)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reiki, sebuah kata dalam bahasa Jepang berarti kekuatan universal, atau  energi Ilahi, dan merupakan sistem penyembuhan yang dianggap kebanyakan  orang berasal dari Tibet . Praktik ini dipercaya telah diturunkan dari  pengajaran Veda kuno, kumpulan tulisan yang diberikan pada Rishi besar  (orang bijak) beberapa ribu tahun yang lalu. Teks tertua yang masih  tersimpan berumur lebih dari 5.000 tahun. Reiki bukanlah agama. Walaupun  praktik penyembuhan ini dikenal di semua kebudayaan di seluruh dunia,  sistem ini memiliki dimensi spiritual. Reiki adalah konsep penyatuan  karena sekarang ini telah diterima secara global. Reiki mengajarkan  penyatuan dan harmoni. Reiki adalah harmoni dengan alam dan dapat  digunakan untuk menyembuhkan pepohonan, manusia, dan binatang, dan  bahkan dapat digunakan untuk membantu memurnikan dan mengharmonisasikan  air dan udara. Reiki ditemukan di awal abad ke dua puluh oleh seorang  Jepang bernama Mikao Usui. Di kemudian hari, dia mengembangkannya  menjadi suatu sistem penyembuhan yang dia berikan pada orang lain  melalui attunement (dalam bahasa Jepang disebut reiju, yang artinya  &quot;menerima energi/spirit&quot;). Pada saat ini, sistem ini dipraktikkan oleh  berjuta-juta orang di seluruh dunia.﻿&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;REIKI N-AQS&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjJkHqwuIwWHCDJ6ZURs2MaOvKZAYMuw-VdiaujfndmWy1LVYVGH5ku-xgE447qGuT_eALrbQj78XcRd_IcW1H0KOeIOUx32Zee2pF3Nr_fYYk_9v8Q7NpObws3DfmRhX0QGno1amNyFfA/s1600/BE1.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;174&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjJkHqwuIwWHCDJ6ZURs2MaOvKZAYMuw-VdiaujfndmWy1LVYVGH5ku-xgE447qGuT_eALrbQj78XcRd_IcW1H0KOeIOUx32Zee2pF3Nr_fYYk_9v8Q7NpObws3DfmRhX0QGno1amNyFfA/s200/BE1.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Reiki  N-AQS adalah varian baru dari Aliran reiki yang ada, dan tidak terkait  dengan reiki dari tibet maupun Jepang. Konsep aslinya berasal dari  khasanah ilmu Metafisika yang dikembangkan oleh kalangan Spiritualis  Islam (TASAWUF dan THAREKAT). Yang tujuan aslinya adalah untuk mengolah  spiritualitas manusia agar memperoleh Ridlo Tuhan serta mencapai derajat  yang luhur baik di mata manusia maupun di mata Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reiki N-AQS menawarkan konsep energi metafisika dan olah spiritual versi  Islam tanpa harus berkolaborasi dg JIN dan Khodam. Serta jauh dari  tahayul, klenik, dan mistik. Serta bisa digunakan oleh siapa saja tanpa  memandang suku, agama, dan ras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Manfa&#39;at Reiki N-AQS&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Membuat Tubuh Menjadi Lebih Sehat Dan Bersih &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Untuk membersihkan tubuh agar tetap sehat dan lebih bersih, praktisi  dapat menggunakan energi N-AQS. Jadi, N-AQS bisa menjadi “sabun  pembersih” sekaligus sumber daya tahan tubuh. Seseorang seringkali tidak  merasakan dan tidak menyadari hadirnya gejala penyakit dalam tubuhnya  hingga kondisinya bertambah parah bahkan terlambat ditangani.  Bagaimanapun, mencegah lebih baik daripada menyembuhkan/mengobati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Menyembuhkan Penyakit &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Energi N-AQS sangat baik digunakan untuk menyembuhkan penyakit. Di zaman  sekarang ini, di mana biaya hidup makin mahal dan harga pengobatan  medis sulit terjangkau, bila seseorang memiliki kemampuan N-AQS, beban  hidupnya bisa menjadi lebih ringan. Biaya pengobatan dapat diminimalkan,  jika tubuh bisa lebih cepat sembuh dari penyakit. Bahkan pada banyak  kasus, penyembuhan penyakit menggunakan obat-obatan memiliki banyak efek  samping yang membahayakan. Nah, dengan energi  N-AQS, efek tersebut  dapat diminimalisasi bahkan dinetralisasi. Dalam hal ini, penyembuhan  dengan metode N-AQS dapat digabungkan dengan metode medis untuk dapat  saling melengkapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Melatih Lathaif Qalbu &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Lathaif Qalbu merupakan Titik energi spiritualitas yang merupakan  sentral dari spiritualitas seorang manusia. Energi Lathaif Qalbu yang  telah terkultivasi oleh N-AQS akan memancarkan energi Kultivasi yang  sangat baik untuk proses pembersihan dan pemurnian diri. Efek dari  melatih Lathaif Qalbu selain pembersihan adalah munculnya  kemampuan-kemampuan psikis yang sebenarnya telah ada pada diri setiap  orang. Tujuan akhir dari melatih Lathaif Qalbu adalah mencapai pemurnian  diri dan kesempurnaan diri sebagai manusia yang sempurna lahir bathin.  Menjadi manusia luhur yang berderajat Insan Kamil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lathaif Qalbu berada di titik kepala jantung (Dua jari di sisi bawah  agak kekiri dari puting susu). Setelah Lathaif Qalbu diaktifkan, energi  Lathaif Qalbu mulai melakukan pembersihan setiap saat. Untuk  membangkitkan Lathaif Qalbu dengan teknik konvensional, dibutuhkan waktu  cukup lama serta latihan yang sangat berat dan rumit agar Lathaif Qalbu  dapat aktif. Akan tetapi, dengan menggunakan teknik N-AQS, melatih  Lathaif Qalbu  menjadi sangat mudah dan hasil yang diperoleh sangat luar  biasa dalam waktu yang cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;&quot; name=&quot;more&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Nur Atomic Quark System (N-AQS)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgF71E5mYb82s5UcUFT5Rl3ujPQzLI9r89KdHl0oUC2IH2UShVSrzQLK65wcSx-QyQUpj-Fcu7VAMxir-TyJxduWQE54zFHgsLXvVDnJ0RhECnmyLWfFmaZemcf8MCc8laIJPVy2Cohoc_p/s1600/Atomic+Quark+N-AQS.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;294&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgF71E5mYb82s5UcUFT5Rl3ujPQzLI9r89KdHl0oUC2IH2UShVSrzQLK65wcSx-QyQUpj-Fcu7VAMxir-TyJxduWQE54zFHgsLXvVDnJ0RhECnmyLWfFmaZemcf8MCc8laIJPVy2Cohoc_p/s320/Atomic+Quark+N-AQS.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Nur Atomic Quark System (N-AQS) adalah salah satu teknik untuk mengakses  energi Kultivasi Ilahiah (Nur &#39;Ala Nuurin) yang memiliki energi yang  sangat halus dan densitas (kepadatan) energi yang sangat tinggi hingga  mencapai level quark atom. Quark Atomic merupakan partikel elementer  paling dasar yang menyusun alam semesta ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nur Atomic Quark System (N-AQS) meliputi semua bidang energi di alam  semesta yang berada pada level Quark Atomic. Jika bola energi yang dapat  diakses oleh metode Nur Atomic Quark System (N-AQS) dihitung, maka akan  mencapai lebih dari 1 x 10 pangkat 25 bola energi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nur Atomic Quark System (N-AQS) tidak berhubungan dengan Agama atau  praktek ibadah tertentu, tapi murni teknik penyembuhan alami dari energi  alam semesta. Mempelajari N-AQS bahkan dapat dikatakan sebagai berkah  karena mampu meningkatkan spiritualitas Praktisi dan jauh dari unsur  tahayyul dan mistik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesehatan Terletak di Kedua Telapak Tangan Anda ! Sejak dulu, banyak  orang menyakini bahwa sentuhan tangan dapat menyembuhkan. Hal ini dapat  dibuktikan misalnya saat bayi sedang gelisah, tidak dapat tidur,  tindakan ibu untuk membuat bayi menjadi tenang biasanya dengan mengusap  kepala bayi secara lembut sehingga membuat bayi menjadi tenang, dan  tertidur. Begitupun saat orang masuk angin, kedua tangan digosokan  hingga terasa hangat, lalu ditempelkan ke perut yang masuk angin, dan  dalam beberapa saat, perut terasa lebih nyaman dan membaik. Sebenarnya  yang dilakukan tadi adalah cara untuk menyalurkan energi alam semesta  yang ada dalam diri ke bagian tubuh yang sakit tanpa kita sadari. Namun  karena energi yang ada dalam tubuh jumlahnya terbatas, bila digunakan  untuk menyembuhkan diri sendiri/orang lain maka energi akan terkuras dan  mengakibatkan kelelahan bagi kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk itulah dengan dibukanya kemampuan N-AQS, maka seseorang akan dapat  mengakses energi alam semesta dengan lebih mudah dalam jumlah yang  banyak sehingga sangat efisien untuk digunakan dalam hal penyembuhan dan  untuk tujuan lainnya. Jadi reiki merupakan tehnik yang sangat alamiah  yang dapat dimiliki semua orang tanpa harus menguras tenaga. Inilah yang  membedakan N-AQS dengan Tenaga Dalam. Kalau tenaga dalam semakin sering  digunakan maka energi semakin terkuras, tapi dengan N-AQS, semakin  sering digunakan, tubuh justru semakin sehat dan bugar karena terjadi  sirkulasi energi positif yang masuk dan keluar melalui Cakra-cakra yang  ada dalam tubuh kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemampuan Reiki didapat melalui proses yang dinamakan  inisiasi/attunement yang hanya dapat dilakukan oleh seorang Master  Reiki. Dalam inisiasi, seorang Master Reiki membuka pintu keluar  masuknya energi dan jalur energi pada diri seseorang dengan cara  membornya kemudian menyelaraskan jalur energi yang telah terbentuk  dengan vibrasi reiki. Setelah itu setiap Praktisi N-AQS secara permanent  dapat mengakses Energi Semesta melalui Cakra Mahkota (ubun-ubun kepala)  dan langsung bisa digunakan untuk menyembuhkan diri sendiri dan orang  lain&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teknik N-AQS terbukti mampu menyembuhkan 4 (empat) lapisan tubuh manusia  yaitu menyembuhkan penyakit tubuh fisik (baik ringan atau kronis  seperti Tumor, Kanker, Ginjal, Diabetes, Jantung, Hepatitis, Stroke,  Leukimia, HIV, Asma, Kista, Gangguan Reproduksi, dll), tubuh psikis  (frustasi, gugup, khawatir, marah, dll), tubuh mental (stress, depresi,  trauma, dll), dan tubuh spiritual (suka membenci, iri hati, dendam dll,)  serta Membersihkan sifat dan akhlak buruk menuju transformasi psikis  dan mental yang seimbang, tegar dan terkendali. Selain itu energi N-AQS  dapat juga digunakan untuk Menangkal dan Mengatasi pengaruh energi  negatif seperti santet, sihir, kesurupan, gangguan jin, dll.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;N-AQS merupakan system kultivasi berbasis system energi Nurun &#39;Ala Nuurin&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nurun &#39;Ala Nuurin adalah energi kultivasi yang kami warisi dari The  Great Kultivator Terakhir Yaitu Nabi Muhammad SAW. Pencapaian  spiritualnya adalah yang paling sempurna diantara semua kultivator. Ini  dibuktikan dalam perjalanan beliau dalam Isra&#39; Mi&#39;raj yang mana dalam  keyakinan kami, beliau bermi&#39;raj dengan tubuh jasmani dan ruhaninya. Hal  itu dimungkinkan terjadi karena tubuh jasmani beliau telah mengalami  pencapaian kultivasi yang tertinggi, sehingga bisa berubah menjadi tubuh  energi (Cahaya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nurun &#39;Ala Nuurin merupakan energi kultivasi. Hal ini berbeda dengan  energi reiki pada umumnya yang merupakan energi natural. Karena energi  Nurun &#39;Ala Nuurin merupakan energi kultivasi maka energi Nurun &#39;Ala  Nuurin sangat baik digunakan untuk berkultivasi. Untuk membuat diri  menjadi murni dan semakin murni, memperluas kesadaran pada multi  dimensi, menyatukan diri dengan alam dan Ilahi. Diri yang murni, bebas  dari kendali apapun akan memudahkan seseorang mencapai pengetahuan  spiritual yang tinggi. Kebenaran itu relatif dan kebenaran yang absolut  dan tertinggi adalah Tuhan itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena metode N-AQS berlandaskan System Energi Nurun &#39;Ala Nuurin, maka  praktek tekhnis dari metode N-AQS tidak sama dengan praktek Reiki atau  olah spiritual yang lain. Kami tidak menggunakan sistem meditasi  Kundalini dan Chakra dalam mengolah energi kultivasi ini. Inti dari  system N-AQS adalah ada pada System Energi Nurun &#39;Ala Nuurin itu  sendiri, yang bekerja secara cerdas dan mandiri mengkultivasi praktisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kultivasi sama dengan evolusi atau transformasi. Pada kupu-kupu disebut      juga metamorfosis. Energi Kultivasi adalah energi natural yang      berevolusi menjadi energi pemurnian. Energi kultivasi memiliki fungsi      untuk memurnikan tujuh lapis tubuh manusia ; tubuh fisik, psikis, atau      emosi, mental, intuisi, atma, cahaya (monade) maupun tubuh  spiritual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Apa itu Attunement?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Attunement adalah cara membuka diri untuk menerima getaran energi   Ilahiah Nurun ‘Ala Nuurin yang sangat tinggi dan halus vibrasinya untuk   keperluan penyembuhan pribadi. Dengan kata lain, ini  adalah cara   membuka jalur dalam tubuh mental, emosional, spiritual dan  eterik untuk   membiarkan getaran yang anda sesuaikan, membantu anda dalam  proses   penyembuhan anda. Attunement hanya dapat diberikan oleh Master  Reiki   NAQS yang resmi dan memiliki kemampuan untuk itu. Kemampuan  tersebut   didapat dari proses attunement Master Reiki NAQS sebelumnya.  Karena   itu, dapat dikatakan bahwa attunement mewakili sesuatu yang  memiliki   karakter energi Ilahiah Nurun ‘Ala Nuurin dari generasi ke generasi. Hal   ini dapat  dibuktikan dari asal usul turunan ENERGI KULTIVASI NUURUN   ‘ALA NUURIN sampai ke The Great Kultivator  yaitu Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah anda menerima attunement dari Reiki Master, anda telah terhubung  dan berharmoni dengan sumber energi Reiki sehingga anda dapat mengakses  dan menyalurkan energi Reiki, juga untuk obyek lain. Proses attunement  juga berarti &quot;menghubungkan kembali&quot; dan &quot;mengharmonikan&quot; manusia  sebagai mikrokosmos dengan alam sebagai makrokosmos. Dalam waktu 2-4  minggu setelah menerika attunement Reiki, sistem tubuh menyesuaikan diri  dengan Reiki baru yang anda terima dan menyatukannya dengan anda secara  utuh dan sempurna. Anda mengalami proses penyembuhan baik secara fisik,  emosional maupun spiritual. Banyak orang merasa aliran hangat dalam  tubuhnya ketika Reiki membersihkan dan menyeimbangkan sistem energi  baru. Kadang-kadang efek yang muncul memiliki karakter emosional dan  anda dapat mengingat hal-hal yang telah anda lupakan, atu merasa santai  atau menyesal, atau tidak ingin menyentuh alkohol atau rokok lagi. Ada  orang yang merasa kebahagiaan mendalam ketika melakukan pelayanan  religius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Reiki memilik beberapa kelebihan dibandingkan dengan teknik penyembuhan lain,&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
diantaranya adalah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Mudah dipelajari, membutuhkan pengetahuan minimal&lt;br /&gt;
* Tidak memerlukan latihan fisik yang melelahkan&lt;br /&gt;
* Getarannya lebih halus, lebih efektif untuk penyembuhan&lt;br /&gt;
* Membuat penghubung kepada sumber kesulitan atau penyakit&lt;br /&gt;
* Energi tidak akan pernah habis dan aliran akan sesuai dengan kebutuhan&lt;br /&gt;
* Menyembuhkan masalah fisik, emosi, dan spiritual&lt;br /&gt;
* Mudah didapatkan, hanya dengan attunement selama 20 menit &lt;br /&gt;
* Dapat digunakan untuk membuat perlindungan&lt;br /&gt;
* Bersifat permanen selama tidak digunakan untuk hal-hal yang negatif&lt;br /&gt;
* Penyembuhan dapat dilakukan dari jarak jauh&lt;br /&gt;
* Energi negatif dari pasien tidak akan masuk ke dalam tubuh penyembuh&lt;br /&gt;
* Energi penyembuh tidak akan pernah habis&lt;br /&gt;
* Dapat dilakukan oleh tim penyembuh&lt;br /&gt;
* Energi penyembuhan dapat bertambah baik secara kuantitas maupun kualitas tiap kali menyalurkan energi&lt;br /&gt;
* Beberapa penyembuh dapat menggabungkan energi Reiki dengan energi lain untuk penyembuhan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Beberapa kegunaan Reiki, di antaranya adalah:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Meningkatkan tingkat energi dan vitalitas anda&lt;br /&gt;
* Meningkatkan intuisi dan kedamaian&lt;br /&gt;
* Meningkatkan kesehatan, kualitas hidup dan pengembangan pribadi&lt;br /&gt;
* Mempercepat penyembuhan luka, kesulitan/penolakan, migren, asma dan banyak masalah kesehatan secara efektif.&lt;br /&gt;
* Mengurangi stres secara dramatis&lt;br /&gt;
* Mempercepat proses penyembuhan&lt;br /&gt;
* Mengurangi rasa sakit dan efek samping dari obat yang dimakan&lt;br /&gt;
* Membantu menyembuhkan penyakit, trauma dan operasi&lt;br /&gt;
* Menghilangkan racun dalam tubuh&lt;br /&gt;
* Mempercepat proses penyembuhan secara alami dengan cara mengharmonisasikan energi tubuh&lt;br /&gt;
* Membuat tangan anda sebagai pelengkap dokter&lt;br /&gt;
* Dapat digunakan untuk binatang and tumbuhan&lt;br /&gt;
* Memperbaiki tingkat kesesuaian dan keseimbangan seseorang&lt;br /&gt;
* Memperpanjang umur sel tubuh dan memperbaiki kulit&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kondisi apa yang dapat dibantu oleh Reiki?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reiki adalah sistem alami untuk penyembuhan, mengurangi stress dan  relaksasi. Sistem ini didasarkan pada keyakinan bahwa energi kehidupan  atau Ki dapat dimanfaatkan dan digunakan untuk penyembuhan. Reiki  menyingkirkan hambatan dalam sistem energi sehingga energi kehidupan  dapat kembali mengalir dan memperbaiki keseimbangan penerima dan  meningkatkan kemampuan alami tubuh untuk menyembuhkan diri sendiri.  Reiki mengalir ke daerah yang paling memerlukan bantuan, bukan hanya  pada gejalanya, karena itu dapat digunakan pada setiap tingkatan: fisik,  mental, emosional dan spiritual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika mengikuti penyembuhan dengan cara Reiki, pasien dapat merasa  lebih seimbang dan rileks atau lebih energetic dan sadar. Mereka dapat  merasa lebih kreatif atau kurang emosional atau lebih tidak stress,  dengan perasaan lebih baik. Reiki sangat berguna untuk mereka yang  sedang menghadapi kesulitan atau tantangan dalam hidup. Luka parah dapat  dibantu untuk sembuh lebih cepat tapi penyakit yang lebih kronis akan  memerlukan waktu yang lebih lama. Kondisi seperti eksim, asma, alergi,  sakit kepala, migren, sakit punggung, arthritis dan shok, sudah  dipastikan memberikan respon yang baik terhadap Reiki. Beberapa orang  melaporkan mengalami kesembuhan atau berkurang sakitnya setelah  mengikuti sesi penyembuhan dan beberapa melaporkan kemudahan bergerak  atau kemampuan untuk tidur dengan lebih baik. Kebaikan ini biasanya  bertahan sekitar 3 sampai 10 hari dan seringkali masalahnya tidak muncul  kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Apa yang terjadi selama penyembuhan Reiki?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menerima penyembuhan secara Reiki adalah proses yang sangat sederhana  dan tidak mengganggu, namun sangat kuat. Para praktisi biasanya akan  memberikan penjelasan singkat tentang cara penyembuhan ini dan  mengajukan beberapa pertanyaan tentang riwayat kesehatan pasien.  Kerahasiaan dijamin sebagai persyaratan standar etis asosiasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesi penyembuhan berlangsung sekitar satu jam dengan pasien dalam  kondisi berbaring, dengan pakaian lengkap, di atas matras. Jika pasien  tidak dapat berbaring, proses dapat dilakukan dalam kondisi duduk atau  berdiri. Barang-barang seperti sepatu atau perhiasan biasanya dilepas.  Ruangan penyembuhan biasanya hangat, bersih dan nyaman. Musik lembut,  lilin dan selimut disediakan untuk menambah kenyamanan pasien. Tidak ada  manipulasi karena Reiki bukanlah pijatan. Praktisi akan menyalurkan  energi ke pasien melalui beberapa urutan posisi tangan di punggung dan  tubuh bagian depan dan kepala. Praktisi akan menempatkan tangan pada  posisi tertentu selama beberapa waktu dan lebih banyak waktu pada daerah  yang lebih memerlukan. Reiki akan mengalir pada tempat yang paling  dibutuhkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Apa yang akan saya rasakan selama proses penyembuhan?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama proses penyembuhan, banyak orang melaporkan sesansi seperti rasa  panas, tingling, sejuk atau denyut atau melihat beberapa warna. Tapi  banyak orang hanya merasakan kedamaian dan relaksasi: beberapa malah  tertidur! Atau kadang proses penyembuhan dapat memberikan energi: tidak  ada cara benar atau salah dalam pengalaman Reiki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Apa yang dapat diharapkan setelah proses penyembuhan?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah sesi Reiki, anda harus menyediakan sedikit waktu untuk  kembali pada kesadaran anda. Anda dapat merasa sangat relaks sehingga  anda sedikit bingung. Disarankan anda duduk sebentar dan minum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian anda mungkin merasa bahwa tubuh anda melakukan detoksifikasi.  Anda harus menambah jumlah air atau teh herbal yang anda minum supaya  racun dapat dikeluarkan dengan lebih mudah. Anda juga mungkin ingin  lebih banyak beristirahat. Banyak orang merasa rasa sakit berkurang dan  rasa nyaman semakin dirasakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda mungkin mulai merasa lebih baik setelah sesi pertama. Jumlah dan  frekwensi penyembuhan bervariasi untuk tiap-tiap orang. Secara umum,  penyakit akut sembuh lebih cepat daripada penyakit kronis. Kalau  penyakit anda sudah lama, anda membutuhkan proses penyembuhan lebih  lama. Namun, anda bebas menentukan jenis pengobatan seperti apa yang  anda inginkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Apakah Reiki merupakan suatu tindakan yang holistik?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reiki sungguh holistic karena menyembuhkan keseluruhan manusia, bukan  hanya gejalanya saja. Semua penyakit fisik, mental, emosional dan  spiritual dapat disembuhkan. Reiki mengalir pada tempat yang paling  membutuhkannya. Reiki adalah terapi yang dapat digunakan sendiri maupun  sebagai pelengkap tindakan yang lain. Sangat disarankan anda tidak  menghentikan pengobatan medis atau penyembuhan holistik cara apapun yang  dibutuhkan, kecuali setelah anda mendiskusikannya dengan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;TINGKATAN REIKI N-AQS :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;LEVEL 1 :&lt;/b&gt; &lt;b&gt;BEGINNING OF THE AWAKENING ► Healing &amp;amp; Spirituality&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(&lt;i&gt;Free Training, bisa jarak jauh via telfon&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Inisiasi (Aktivasi dan Attunement System N-AQS)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Meditasi (Tafakkur, Tawajjuh, Zero Mind Process)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Healing (Penyembuhan untuk diri sendiri dan orang lain)&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Manfaat level 1 : &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1. God Oriented, Tuhan menjadi sentral kehidupannya. Karena kehadiran Tuhan betul-betul bisa dirasakan dalam kehidupannya.&lt;br /&gt;
2. Self Improvement, pengembangan Potensi diri &amp;amp; Good Behaviour Transformation (AKHLAKUL KARIMAH : IKHLAS &amp;amp; SABAR).&lt;br /&gt;
3. Healer Skill, ketrampilan menggunakan energi Reiki ...utk penyembuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;LEVEL 2 : TOTAL SOLUTION&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(&lt;i&gt;Free Training - Harus datang bertemu langsung dengan Pengasuh Majelis N-AQS&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Harus sudah menguasai dasar System N-AQS (Getaran di Lathaif Qalbu telah cukup kuat serta kondisinya terjaga selama 24 jam)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penggunaan simbol Reiki N-AQS&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penggunaan Bola Energi Husada&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penggunaan Bola Energi Sapu Jagad&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Manfaat level 2 :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1. Peningkatan energi 10 kali level 1.&lt;br /&gt;
2. TOTAL SOLUTION, mengatasi segala problematika kehidupan. Meraih kejaya&#39;an dunia dan kebahagia&#39;an akherat.&lt;br /&gt;
3. Mendapat izin utk menggunakan simbol reiki.&lt;br /&gt;
4. Mendapat izin untuk menggunakan bola energi Husada dan Sapu Jagad.&lt;br /&gt;
5. Penyembuhan jarak jauh dan programming.&lt;br /&gt;
Bonus : Ilmu Totok Jari EFT (Emotional Freedom Technic).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;FOUNDER REIKI N-AQS :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipzM5cxa1n1CntENLL8pDX4mpRYKuGqtu9E3JW6x3MHFhz_dNDuEMChZJ-1TDKu3SI1oYSER0i8VZJ6s73ynI50JNNzn9YvanJz8LLZ07gS_7LFFqmpbDwub6nDE2ldEnnMOdotE1xmYXj/s1600/mas-eddy-sugianto-.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipzM5cxa1n1CntENLL8pDX4mpRYKuGqtu9E3JW6x3MHFhz_dNDuEMChZJ-1TDKu3SI1oYSER0i8VZJ6s73ynI50JNNzn9YvanJz8LLZ07gS_7LFFqmpbDwub6nDE2ldEnnMOdotE1xmYXj/s320/mas-eddy-sugianto-.jpg&quot; width=&quot;174&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Mas Eddy Sugianto Wong Gresik&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Alamat : Desa Sekapuk Rt : 02 / Rw : 01&lt;br /&gt;
Kecamatan Ujung Pangkah&lt;br /&gt;
Kabupaten Gresik&lt;br /&gt;
JAWA TIMUR - INDONESIA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
HP : 081231649477&lt;br /&gt;
Tlp : 031-3940577&lt;br /&gt;
email : semutraja@ymail.com&lt;br /&gt;
Facebook Profile : http://www.facebook.com/wongsedayu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
WEBSITE MAJELIS NAQS :&lt;br /&gt;
http://majelisnaqs.blogspot.com/&lt;br /&gt;
http://reikinaqs.blogspot.com/&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Halo Bos.....&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/563966903611666181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/563966903611666181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://esugianto.blogspot.com/2010/12/reiki-naqs-islamic-reiki.html' title='REIKI NAQS (ISLAMIC REIKI)'/><author><name>Edi Sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14020089984610322057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGzeexTJJ5-aiaE_2XnxpUrS2D0wSodFfxEARZ9eOUxR9Np3cagCLixSLzkhkGcUwvIUrBg2DituWXBx_GIbXRZzPlECBhFtxqcaVwaR26-gUrt36VprkAx0ni2qR3TQ/s80/Edi+icon+80px.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjJkHqwuIwWHCDJ6ZURs2MaOvKZAYMuw-VdiaujfndmWy1LVYVGH5ku-xgE447qGuT_eALrbQj78XcRd_IcW1H0KOeIOUx32Zee2pF3Nr_fYYk_9v8Q7NpObws3DfmRhX0QGno1amNyFfA/s72-c/BE1.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5993126017945485146.post-7397806493994456194</id><published>2010-11-09T06:46:00.000+07:00</published><updated>2010-11-09T06:46:38.763+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="PSIKOLOGI"/><title type='text'>Fenomena De Javu</title><content type='html'>Pernahkan anda mengunjungi sebuah rumah untuk pertama kalinya dan tiba-tiba anda merasa familiar dengan rumah tersebut ? Atau pernahkah anda berada dalam suatu peristiwa ketika tiba-tiba anda merasa bahwa anda sudah mengalaminya walaupun anda tidak dapat mengingat kapan terjadinya ? itulah deja vu, salah satu fenomena misterius dalam kehidupan manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Om, saya merasakan bahwa saya pernah melakukan hal yang sama, gerakan yang sama dan lain- lain&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu hari, kalimat di atas masuk ke kotak komentar di blog ini. Walaupun kalimat itu terdengar menakutkan dan misterius, tapi untuk kasus ini sepertinya saya punya jawabannya. Inilah yang disebut deja vu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak dari kita yang sudah pernah mendengar kata ini, tapi mungkin hanya sedikit yang mengetahui artinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Definisi Deja Vu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Deja vu berasal dari kata Perancis yang berarti &quot;telah melihat&quot;. Kata ini mempunyai beberapa turunan dan variasi seperti deja vecu (telah mengalami), deja senti (telah memikirkan) dan deja visite (telah mengunjungi). Nama Deja Vu ini pertama kali digunakan oleh seorang ilmuwan Perancis bernama Emile Boirac yang mempelajari fenomena ini tahun pada 1876.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain deja vu, ada lagi kata Perancis yang merupakan lawan dari deja vu, yaitu Jamais Vu, yang artinya &quot;tidak pernah melihat&quot;. Fenomena ini muncul ketika seseorang untuk sementara waktu tidak dapat mengingat atau mengenali peristiwa atau orang yang sudah pernah dikenal sebelumnya. Saya rasa sebagian dari kalian juga sering mengalaminya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum kita melihat mengenai deja vu, pertama, kita perlu mengetahui apa yang disebut dengan &quot;Recognition Memory&quot;, atau memori pengenal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Recognition Memory&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Recognition Memory adalah sebuah jenis memori yang menyebabkan kita menyadari bahwa apa yang kita alami sekarang sebenarnya sudah pernah kita alami sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Otak kita berfluktuasi antara dua jenis Recognition Memory, yaitu Recollection dan Familiarity. Kita menyebut sebuah ingatan sebagai Recollection (pengumpulan kembali) jika kita bisa menyebutkan dengan tepat seketika itu juga kapan situasi yang kita alami pernah muncul sebelumnya. Contoh, jika kita bertemu dengan seseorang di toko, maka dengan segera kita menyadari bahwa kita sudah pernah melihatnya sebelumnya di bus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan ingatan yang disebut Familiarity muncul ketika kita tidak bisa menyebut dengan pasti kapan kita melihat pria tersebut. Deja Vu adalah contoh Familiarity.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama terjadi Deja Vu, kita mengenali situasi yang sedang kita hadapi, namun kita tidak tahu dimana dan kapan kita pernah menghadapinya sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percaya atau tidak, 60 sampai 70 persen manusia di bumi ini paling tidak pernah mengalami deja vu minimal sekali, apakah itu berupa pandangan, suara, rasa atau bau. Jadi, jika anda sering mengalami deja vu, jelas anda tidak sendirian di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Teori-Teori Deja Vu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Walaupun Emile Boirac sudah meneliti fenomena ini sejak tahun 1876, namun ia tidak pernah secara tuntas menyelesaikan penelitiannya. Karena itu, banyak peneliti telah mencoba untuk memahami fenomena ini sehingga akhirnya kita mendapatkan Paling tidak 40 teori yang berbeda mengenai deja vu, mulai dari peristiwa paranormal hingga gangguan syaraf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tulisan ini, tidak mungkin saya membahas 40 teori tersebut satu persatu. Jadi saya akan memilih beberapa teori yang saya anggap perlu diketahui. Pertama, saya akan mulai dari teori psikolog legendaris, Sigmund Freud. Tapi sebelum itu, saya ingin menunjukkan kepada kalian sebuah gambar yang sangat terkenal. Ini dia :&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGHJ0BFDWFVUnHeau-ruLL5GPHWbYfivzLs3qblME_wD_58Klc1ILT5FneEwfPKmOw-Q4OFYKhj0fOKNBqL42jTB3-AqurpFPJQgr20cBW-hJupAXikben-m1Qsq-82Q-UztWdTcfFkBY/s1600/iceberg.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGHJ0BFDWFVUnHeau-ruLL5GPHWbYfivzLs3qblME_wD_58Klc1ILT5FneEwfPKmOw-Q4OFYKhj0fOKNBqL42jTB3-AqurpFPJQgr20cBW-hJupAXikben-m1Qsq-82Q-UztWdTcfFkBY/s400/iceberg.jpg&quot; width=&quot;325&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Foto di atas adalah foto ilustrasi &quot;Puncak gunung es&quot; yang terkenal. Para ahli &quot;otak&quot; sering menggunakan ilustrasi di atas untuk menunjukkan seperti apa pikiran kita yang sebenarnya. Permukaan air adalah batas kesadaran kita. Pikiran Sadar kita adalah bongkahan yang muncul di atas permukaan laut. Sedangkan pikiran bawah sadar adalah bongkahan raksasa yang ada di dalam laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut mereka, sesungguhnya sebagian besar informasi yang kita terima tersimpan di pikiran bawah sadar kita dan belum muncul ke permukaan. Hanya sebagian kecil dari informasi yang kita terima benar-benar kita ingat atau sadari. Prinsip ini adalah kunci penting untuk memahami Deja Vu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Gangguan akses memori&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Sigmund Freud yang sering dijuluki sebagai bapak psikoanalisa pernah meneliti mengenai fenomena ini dan ia percaya bahwa seseorang akan mengalami Deja Vu ketika ia secara spontan teringat dengan sebuah ingatan bawah sadar. Karena ingatan itu berada pada area bawah sadar, isi ingatan tersebut tidak muncul karena dihalangi oleh pikiran sadar, namun perasaan familiar tersebut bocor keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teori Freud ini terbukti menjadi landasan bagi teori-teori yang muncul berikutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun sebelum saya membahas teori-teori yang lain, saya ingin mengajak kalian untuk mengenal satu kata ini terlebih dahulu, yaitu &quot;Subliminal&quot;. Subliminal berasal dari kata latin, yaitu &quot;sub&quot; dan &quot;Limin atau Limen&quot;. &quot;Sub&quot; berarti bawah, sedangkan &quot;Limin&quot; berarti ambang batas. Dalam artian psikologi, subliminal berarti beroperasi dibawah sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi-lagi berhubungan dengan bawah sadar. Maksud saya memperkenalkan kata ini adalah untuk memahami teori di bawah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Perhatian yang terpecah - teori ponsel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Seorang peneliti bernama Dr. Alan Brown pernah mengadakan eksperimen yang diharapkan bisa menciptakan ulang proses deja vu. Dalam percobaannya, ia dan rekannya Elizabeth Marsh memberikan sugesti subliminal kepada subjek penelitiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka menunjukkan sekumpulan foto yang menunjukkan lokasi-lokasi yang berbeda kepada sekelompok pelajar dengan maksud bertanya kepada mereka mana yang dianggap paling familiar bagi mereka. Dalam percobaan ini, semua pelajar yang diuji belum pernah mengunjungi lokasi-lokasi yang ada di foto tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun sebelum mereka menunjukkan foto-foto itu, terlebih dahulu mereka menayangkan sebagian foto itu di layar dengan kecepatan subliminal sekitar 10 sampai 20 milidetik. Kecepatan itu cukup bagi otak manusia untuk menyimpan informasi itu di bawah sadar, namun tidak cukup bagi para pelajar itu untuk menyadari dan menaruh perhatian padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam percobaan ini terbukti bahwa lokasi-lokasi pada foto-foto yang sudah ditayangkan dengan kecepatan subliminal dianggap paling familiar bagi para pelajar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eksperimen serupa pernah diadakan oleh Larry Jacobi dan Kevin Whitehouse dari Washington University. Bedanya, mereka menggunakan sekumpulan kata-kata, bukan foto. Namun hasil yang didapat sama dengan eksperimen Dr. Alan Brown.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan pada hasil eksperimennya, Dr. Alan Brown kemudian mengajukan sebuah teori yang disebut sebagai teori ponsel (atau perhatian yang terpecah).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teori ini mengatakan bahwa ketika perhatian kita terpecah, maka, secara subliminal, otak kita akan menyimpan informasi mengenai kondisi di sekeliling kita namun tidak benar-benar menyadarinya. Ketika perhatian kita mulai fokus kembali, maka segala informasi mengenai sekeliling kita yang tersimpan secara subliminal akan &quot;terpanggil&quot; keluar sehingga kita merasa lebih familiar. Ini sama seperti bongkahan es di bawah permukaan air yang naik ke atas permukaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh, jika kita memasuki sebuah rumah sambil ngobrol dengan orang lain, maka perhatian kita tidak akan terpaku kepada kondisi rumah itu, namun otak kita telah menyimpan informasi itu secara subliminal di bawah sadar. Ketika kita selesai ngobrol, pikiran kita mulai fokus dan informasi yang tersimpan di bawah sadar mulai muncul. Seketika itu juga kita mulai merasa familiar dengan rumah itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, berdasarkan teori ini, deja vu tidak berhubungan dengan kejadian di masa lalu yang telah berlangsung lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Memori dari sumber lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Ada lagi teori yang lain. Teori ini percaya bahwa otak kita menyimpan banyak memori yang datang dari berbagai aspek kehidupan kita, seperti film yang kita tonton, gambar ataupun buku yang kita baca. Informasi-informasi ini kita simpan tanpa kita sadari. Sejalan dengan lewatnya waktu, maka ketika kita mengalami peristiwa yang mirip dengan informasi yang pernah kita simpan, maka memori yang tersimpan di bawah sadar kita akan bangkit kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh, sewaktu kecil, mungkin kita pernah menonton sebuah film yang memiliki adegan di sebuah tugu atau monumen. Ketika dewasa, kita mengunjungi tugu ini dan tiba-tiba kita merasa familiar walaupun kita tidak ingat dengan film tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teori ini mirip dengan teori ponsel, tapi teori ini setuju bahwa deja vu berhubungan dengan kejadian yang telah berlangsung lama di masa lampau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Teori Pemrosesan Ganda (visi yang tertunda)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam banyak hal, teori-teori mengenai penyebab Deja Vu tidak berbeda jauh dari yang diajukan oleh Sigmund Freud. Namun seorang peneliti bernama Robert Efron berusaha melihat lebih jauh kedalam mekanisme otak, bukan sekedar pikiran sadar atau tidak sadar. Walaupun sangat teknikal, teori yang diajukannya dianggap sebagai salah satu teori Deja Vu terbaik yang pernah ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teori Efron ini berhubungan dengan bagaimana cara otak kita menyimpan memori jangka panjang dan jangka pendek. Ia menguji teori ini pada tahun 1963 di rumah sakit Veteran Boston. Menurutnya, respon syaraf yang terlambat dapat menyebabkan deja vu. Hal ini disebabkan karena Informasi yang masuk ke pusat pemrosesan di otak melewati lebih dari satu jalur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Efron menemukan bahwa Lobus Temporal dari otak bagian kiri bertanggung jawab untuk mensortir informasi yang masuk. ia juga menemukan bahwa Lobus Temporal ini menerima informasi yang masuk dua kali dengan sedikit delay antara dua transmisi tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Informasi yang masuk pertama kali langsung menuju Lobus Temporal, sedangkan yang kedua kali mengambil jalan berputar melewati otak sebelah kanan terlebih dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika delay yang terjadi sedikit lebih lama dari biasanya, maka otak akan memberikan catatan waktu yang salah atas informasi tersebut dengan menganggap informasi tersebut sebagai memori masa lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Deja Vu - Sepertinya saya pernah menulis ini.&lt;br /&gt;
Tidak, saya cuma bercanda. Ini pertama kalinya saya menulis mengenai Deja Vu. Walaupun tidak menakutkan seperti fenomena Doppelganger yang juga sering dihubungkan dengan aktifitas otak, Deja Vu tetap dianggap sebagai fenomena yang luar biasa misteriusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi jika kalian bertanya mengenai pendapat saya, maka saya rasa Sigmund Freud telah memecahkan misterinya.&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Halo Bos.....&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/7397806493994456194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/7397806493994456194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://esugianto.blogspot.com/2010/11/fenomena-de-javu.html' title='Fenomena De Javu'/><author><name>Edi Sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14020089984610322057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGzeexTJJ5-aiaE_2XnxpUrS2D0wSodFfxEARZ9eOUxR9Np3cagCLixSLzkhkGcUwvIUrBg2DituWXBx_GIbXRZzPlECBhFtxqcaVwaR26-gUrt36VprkAx0ni2qR3TQ/s80/Edi+icon+80px.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGHJ0BFDWFVUnHeau-ruLL5GPHWbYfivzLs3qblME_wD_58Klc1ILT5FneEwfPKmOw-Q4OFYKhj0fOKNBqL42jTB3-AqurpFPJQgr20cBW-hJupAXikben-m1Qsq-82Q-UztWdTcfFkBY/s72-c/iceberg.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5993126017945485146.post-8184719396131010135</id><published>2010-11-08T00:51:00.003+07:00</published><updated>2010-11-08T01:24:29.273+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kaweruh Jawa"/><title type='text'>Manunggaling Kawulo Gusti ; Wirid Wolung Pangkat</title><content type='html'>&lt;b&gt;WIRID WOLUNG PANGKAT #1&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepercayaan Jawa yang asli menyatakan bahwa Dzat Tuhan yang disebut dengan Sang Hyang Wenang (Sang Hyang Wisesa, Sang Hyang Widdhiwasa, Hyang Agung) adalah “tan kena kinayangapa” artinya tidak bisa dibayangkan dengan akal, rasa, dan daya spiritual manusia. Namun ada dan menciptakan jagad seisinya dari antiga (telur, wiji/benih) di alam suwung. Penciptaannya dengan meremas (membanting) antiga tersebut hingga &lt;b&gt;tercipta tiga hal&lt;/b&gt; :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Langit dan bumi&lt;/b&gt; (alam semesta).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Teja dan cahya&lt;/b&gt;, teja merupakan cahaya yang tidak bisa diindera sedangkan cahya merupakan cahaya yang bisa diindera.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Manikmaya&lt;/b&gt;, yaitu “Dzat Urip” atau “Sejatining Urip” (Kesejatian Hidup, Suksma, Roh).&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
Ketiganya masing-masing merupakan derivate (turunan, emanasi, pancaran, tajali, titah) Tuhan. Melingkupi seluruh semesta yang tiada batas ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Kejawen (Mitologi Jawa), maka seluruh semesta seisinya adalah ciptaan Sang Hyang Wisesa di dalam haribaan-Nya sendiri. Artinya, Tuhan murba wasesa (melingkupi dan memuat serta menguasai dan mengatur) seluruh semesta yang luasnya tiada batas dan seluruh isinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam kesemestaan tersebut ada materi (bumi dan langit), ada sinar dan medan kosmis (teja dan cahya), dan ada Dzat Urip (Manikmaya, Sejatining Urip, Kesejatian Hidup) sebagai derivate (emanasi, pancaran, tajali) Dzat Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam Kejawen, Dzat Tuhan “tan kena kinayangapa”, yang mampu dihampiri akal, rasa dan daya sepiritual (kebatinan) adalah Dzat Urip, yang kemudian disebut : Pangeran, Gusti, atau Ingsun. Keterangan tentang hal itu bisa disimak lewat wejangan pertama dalam “&lt;b&gt;wirid wolung pangkat &lt;/b&gt;” sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ajaran petunjuk keberadaan Pangeran (Dzat Urip) :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sesungguhnya tidak ada apa-apa, sejak masih awang-uwung (suwung, alam hampa) belum ada suatu apapun, yang ada pertama kali adalah Ingsun, tidak ada Pangeran kecuali Aku (Ingsun) sejatinya hidup yang lebih suci, mewakili pancaran dzat, sifat, asma dan afngal-Ku (Ingsun).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, marilah kita renungkan kesemestaan yang ada. Maka sungguh Maha Sempurna Tuhan yang telah menciptakan semesta ini. Luasnya tiada terhingga dan semuanya teratur, selaras, dan sempurna. Disebut dalam mitologi Jawa, bahwa semesta tercipta dalam keadaan hayu (elok, indah, selaras dan sempurna).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam tata semesta yang hayu tadi, bisa kita sadari kalau planet bumi yang kita tempati hanya bagian yang sangat kecil dari kesemestaan alam ciptaan Tuhan. Manusia hanyalah salah satu titah dumadi (mahluk hidup) yang ditempatkan di planet bumi bersama milyaran titah dumadi lainnya. Semua titah dumadi disemayami dzat urip sebagai derivate dzat Tuhan. Kiranya bisa disimak wejangan kedua “wirid 8 pangkat Kejawen” sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ajaran membuka pemahaman keadaan Pangeran :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sesungguhnya Aku adalah Pangeran Sejati, dan berkuasa menitahkan sesuatu, menjadi ada dengan seketika karena kehendak dan takdir-Ku, disitu kenyataan tergelarnya kehendak dan titah (pakarti)-Ku yang menjadi pertandanya :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Yang pertama&lt;/b&gt;, Aku berada di alam kehampaan (awang-uwung) yang tiada awal dan tiada akhir, yaitu alam-Ku yang masih tersembunyi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Yang kedua&lt;/b&gt;, Aku mengadakan cahaya sebagai penuksmaan-Ku berada di alam keberadaan-Ku.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;, Aku mengadakan bayangan sebagai panuksma dan rahsa-Ku, berada di alam terjadinya benih.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Keempat&lt;/b&gt;, Aku mengadakan suksma (ruh) sebagai tanda kehidupan-Ku, berada di alam herah (jaringan sel).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Kelima,&lt;/b&gt; Aku mengadakan angan-angan yang juga sebagai warna-Ku berada di alam yang baru bisa diumpamakan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Keenam&lt;/b&gt;, Aku mengadakan budi (gerak) yang menjadi kenyataan berpencarnya angan-angan yang berada di dalam alam badan halus (rohani).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ketujuh&lt;/b&gt;, Aku menggelar tabir (hijab) yang sebagai tempat persemayaman-Ku. Tersebut enam perkara diatas tadi tertitahkan di dunia, yaitu Sejatinya Manusia.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
Semua “&lt;b&gt;titah dumadi&lt;/b&gt;” memiliki kewajiban sebagaimana makna diciptakan. Manusia diciptakan Tuhan dan ditempatkan di planet bumi (bawana/buwana, jw.), maka kewajibannya &lt;b&gt;memayu hayuning bawana &lt;/b&gt;(memelihara keselarasan bumi).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;WIRID WOLUNG PANGKAT #2&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mitologi Jawa (Kejawen) memberikan suatu tuntunan untuk memahami jatidiri manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang paling tinggi derajatnya dibanding titah dumadi yang lain. Ketinggian derajat tersebut berkaitan dengan operasionalnya Dzat Urip (Kesejatian Hidup) sebagai derivate Dzat Tuhan dalam diri manusia. Artinya, pada manusia diberikan suatu kesadaran akal, rasa dan spirituil untuk lebih memahami dirinya sebagai titah mulia (dalam Islam disebut kalifah Tuhan di muka bumi). Untuk itu mari kita renungkan wejangan ketiga “Wirid 8 pangkat Kejawen” :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ajaran pemahaman tergelarnya keadaan Pangeran :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sesungguhnya manusia itu rahsa-Ku dan Aku ini rahsanya manusia, karena Aku menitahkan benih cacamboran (campuran berbagai unsur) yang terjadi karena kehendak dan kuasa-Ku, yaitu berasal dari api tanah angin dan air, Aku resapi lima perkara, yaitu : cahaya, cipta, suksma (nyawa), angan-angan dan budi (gerak). Itulah yang menjadi cangkok (embanan) merasuknya suksma-Ku rata menyeluruh dalam badannya manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih mendalam lagi penjelasan tentang “purba wasesa” (kekuasaan mutlak) Tuhan melalui “derivate”-nya (Dzat Urip) dalam diri manusia sebagaimana disebutkan dalam wejangan keempat, lima, dan enam dari “Wirid 8 pangkat Kejawen” sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Wejangan keempat :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ajaran kuasanya Pangeran pada &lt;i&gt;akal (cipta, nalar)&lt;/i&gt; manusia&lt;/b&gt; :&lt;br /&gt;
Sesungguhnya Aku telah mengatur tempat keramaian-Ku (baitul makmur) berada di dalam kepalanya manusia, yang ada di dalam kepala itu otak, yang berkaitan antara otak itu manik (pusat penglihatan/mata dinamakan pramana), di dalam manik itu akal, di dalam akal itu budi (gerak), di dalam budi itu nafsu (angan-angan), di dalam nafsu itu suksma, di dalam suksma itu rahsa, di dalam rahsa itu Aku. Tidak ada Pangeran kecuali Aku. Sejatinya Hidup yang meliputi seluruh swasana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Wejangan kelima :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ajaran kuasa Pangeran pada &lt;i&gt;perasaannya&lt;/i&gt; manusia&lt;/b&gt; :&lt;br /&gt;
Sesungguhnya Aku telah mengatur tempat larangan-Ku (baitul haram) berada di dadanya manusia, di dalam dada itu hati dan jantung, yang berkaitan di antara hati dan jantung itu rasa perasaan, di dalam rasa perasaan itu budi (gerak), di dalam budi itu jinem (angan-angan, nafsu), di dalam jinem itu suksma, di dalam suksma itu rahsa, di dalam rahsa itu Aku. Tidak ada Pangeran kecuali Aku, Sejatinya Hidup yang meliputi seluruh swasana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Wejangan keenam :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ajaran kuasa Pangeran pada terjadinya &lt;i&gt;benih kehidupan&lt;/i&gt; manusia&lt;/b&gt; :&lt;br /&gt;
Sesungguhnya Aku telah mengatur tempat kesucian-Ku (baitul kudus) yang berada di dalam konthol manusia laki-laki (perempuan : baga), yang ada di dalam konthol (perempuan : baga) itu buah pelir (perempuan : purana = indung telur), yang ada di antara buah pelir (perempuan : indung telur) itu mani/sperma (perempuan : reta = sel telur), di dalam mani (perempuan : sel telur) itu madi. Di dalam madi itu wadi, di dalam wadi itu manikem, di dalam manikem itu rahsa, di dalam rahsa itu Aku. Tidak ada Pangeran kecuali Aku, Sejatinya Hidup yang meliputi seluruh titah, berujud benih yang tersembunyi (piningit), turun menjadikan permata (sesotya) yang awal semua suasana masih berada di alam benih, terus bersemayam di alam terjadinya benih, terus turun di alam suksma (yaitu jaringan sel hidup), terus turun di alam yang belum berujud (alam yang disebut upama), terus turun di alam dunia (alamnya manusia hidup), yaitu sesungguhnya warna-Ku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Wirid 8 Pangkat #3&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renungan kita lanjutkan pada Wejangan ke tujuh dari “Wirid Wolung Pangkat” berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;7. Ajaran pemantapan keyakinan :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
yaitu pembukanya kawruh (ilmu) “&lt;b&gt;Manunggaling kawula-gusti&lt;/b&gt;” yang memberikan wangsit (petunjuk) keteguhan untuk bisa yakin bahwa hidup kita pribadi sesungguhnya dirasuki Dzatnya Pangeran (Dzat Urip, Sejatining Urip). Pangeran itu bertahtanya pada hidup kita yang sejati. Dwitunggal (roroning atunggal) yang disebut dan yang menyebut. Sedangkan pengertian utusan itu cahaya hidup kita pribadi, karena cahaya hidup kita itu menjadi pertanda adanya Pangeran. Maksudnya : “Sesungguhnya nyata semua datang kepada kamu utusan Pangeran (memancar) keluar dari dirimu sendiri. Sebenarnya utusan itu mencukupi semua yang kamu inginkan, kalau percaya pasti mendapatkan pengampunan dari Pangeran”. Bila bisa menerima petunjuk yang seperti ini supaya awas dan hati-hati, ya hidup kita ini bertahtanya &lt;b&gt;nugraha&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;anugerah&lt;/b&gt;. &lt;b&gt;Nugraha itu gusti &lt;/b&gt;(tuan) sedang &lt;b&gt;anugerah itu kawula&lt;/b&gt; (abdi). Bersatu tanpa batas pemisah dalam badan kita sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wejangan ketujuh ini menjelaskan bahwa konsep Jawa tentang adanya utusan Tuhan berbeda dengan yang diajarkan agama-agama. Dalam konsep keber-Tuhan-an Jawa, sebagaimana diajarkan “Wirid wolung Pangkat”, menyatakan bahwa yang disebut “&lt;b&gt;utusan Tuhan&lt;/b&gt;” adalah “&lt;b&gt;kesejatian hidup&lt;/b&gt;” manusia sendiri. Yaitu “&lt;b&gt;Dzat Urip&lt;/b&gt;” yang bertahta dan bersemayam dalam diri manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya kita renungkan wejangan ke delapan dari”Wirid Wolung Pangkat” sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;8. Ajaran kesaksian :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
yaitu ajaran bertahtanya hidup kita pribadi mengakui jadi warganya (titahnya) Pangeran yang sejati, disuruh mempersaksikan kepada seluruh sanak saudara kita, yaitu : bumi, langit, matahari, bulan, bintang, api, angin, air, dan seluruh mahluk yang tergelar di jagad (alam semesta).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wejangan dalam “Wirid 8 pangkat Kejawen” merupakan suatu ajaran Kejawen tentang kejatidirian manusia sebagai titah Tuhan Yang Maha Kuasa serta hubungannya dengan alam semesta dan seluruh isinya. Maka wejangan tersebut bisa dijadikan pijakan untuk membangun kesadaran kosmisnya. Melalui kesadaran kosmis tersebut dicapai kesadaran ber-Tuhan yang paripurna menurut Jawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wirid Wolung Pangkat” ini merupakan “wacana” yang digulirkan oleh para Pujangga Jawa di masa Kerajaan Surakarta (Mataram Kartosuro). Diantaranya tercantum dalam Serat Centhini (Suluk Tambanglaras), Serat Wirid Hidayat Jati (R.Ng. Ranggawarsito), dan Primbon Adammakna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sistim keber-Tuhan-an Jawa merupakan bagian dari Tata Peradaban Jawa yang menjadi perhatian serius para Pujangga dalam rangka mengupayakan merebut kembali “kedaulatan spirituil” Jawa yang terpuruk sejak runtuhnya Majapahit. Oleh karena itu, oleh kalangan Islam, “wirid wolung pangkat” ini sering dinyatakan sebagai ajaran yang sesat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang menarik justru pengantar ajaran tersebut yang diwacanakan oleh para Pujangga. Konon dirangkum dari ajaran para Wali Sanga yang konon pula bertolak dari “Wejangan” Nabi Muhammad SAW kepada adik sepupu dan menantunya, Sayidina Ali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Boleh jadi “benar”, namun bisa juga merupakan suatu strategi para Pujangga Jawa yang berniat melakukan “rekonstruksi” sistim keber-Tuhan-an Jawa. Maka, marilah kita jadikan bahan untuk ber-”bawarasa” bersama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div id=&quot;spoiler&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;input name=&quot;button&quot; onclick=&quot;if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[&#39;show&#39;].style.display != &#39;&#39;) { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[&#39;show&#39;].style.display = &#39;&#39;; this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[&#39;hide&#39;].style.display = &#39;none&#39;; this.innerText = &#39;&#39;; this.value = &#39;TUTUP&#39;; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[&#39;show&#39;].style.display = &#39;none&#39;; this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[&#39;hide&#39;].style.display = &#39;&#39;; this.innerText = &#39;&#39;; this.value = &#39;LIHAT LAGI Wirid Wolung Pangkat bahasa jawa&#39;; }&quot; style=&quot;font-size: 11px; font-weight: bold; margin: 5px; padding: 0px;&quot; type=&quot;button&quot; value=&quot;LIHAT Wirid Wolung Pangkat bahasa jawa&quot; /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id=&quot;show&quot; style=&quot;border: 1px solid white; display: none; margin: 5px; padding: 2px; width: 98%;&quot;&gt;&lt;div 1px=&quot;1px&quot; solid=&quot;solid&quot; style=&quot;height: 600px; overflow: auto; padding: 10px; width: 550px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Wejangan pituduh wahananing Pangeran :&lt;br /&gt;
Sajatine ora ana apa-apa, awit duk maksih awang-uwung durung ana sawiji-wiji, kang ana dhihin iku Ingsun, ora ana Pangeran anging Ingsun sajatining kang urip luwih suci, anartani warna, aran, lan pakartining-Sun (dzat, sipat, asma, afngal).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wejangan pambuka kahananing Pangeran :&lt;br /&gt;
Satuhune Ingsun Pangeran Sejati, lan kawasa anitahake sawiji-wiji, dadi ana padha sanalika saka karsa lan pepesthening-Sun, ing kono kanyatahane gumelaring karsa lan pakartining-Sun kang dadi pratandha:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kang dhihin, Ingsun gumana ing dalem alam awang-uwung kang tanpa wiwitan tanpa wekasan, iya iku alaming-Sun kang maksih piningit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kapindho, Ingsun anganakake cahya minangka panuksmaning-Sun dumunung ana ing alam pasenedaning-Sun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaping telu, Ingsun anganakake wawayangan minangka panuksma lan rahsaning-Sun, dumunung ana ing alam pambabaring wiji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaping pat, Ingsun anganakake suksma minangka dadi pratandha kauripaning-Sun, dumunung ana alaming herah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaping lima, Ingsun anganakake angen-angen kang uga dadi warnaning-Sun ana ing sajerone alam kang lagi kena kaupamakake.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaping enem, Ingsun anganakake budi kang minangka kanyatahan pencaring angen-angen kang dumunung ana ing sajerone alaming badan alus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaping pitu, Ingsun anggelar warana (tabir) kang minangka kakandhangan paserenaning-Sun. Kasebut nem prakara ing ndhuwur mau tumitah ing donya, yaiku&lt;br /&gt;
Sajatining Manungsa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wejangan gegelaran kahananing Pangeran :&lt;br /&gt;
Sajatining manungsa iku rahsaning-Sun, lan Ingsun iki rahsaning manungsa, karana Ingsun anitahake wiji kang cacamboran dadi saka karsa lan panguwasaning-Sun, yaiku sasamaning geni bumi angin lan banyu, Ingsun panjingi limang prakara, yaiku : cahya, cipta, suksma (nyawa), angen-angen lan budi. Iku kang minangka embanan panuksmaning-Sun sumarambah ana ing dalem badaning manungsa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wejangan kayektening Pangeran amurba ciptane (nalare) manungsa : Sajatine Ingsun anata palenggahan parameyaning-Sun (baitul makmur) dumunung ana ing sirahing manungsa, kang ana sajroning sirah iku utek, kang gegandhengan ana ing antarane utek iku manik (telenging netra aran pramana), sajroning manik iku cipta (nalar), sajroning cipta iku budi, sajroning budi iku napsu (angen-angen), sajroning napsu iku suksma, sajroning suksma iku rahsa, sajroning rahsa iku Ingsun. Ora ana Pangeran anging Ingsun, Sejatining Urip kang anglimputi sagunging kahanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wejangan kayektening Pangeran amurba rasa pangrasaning manungsa : Sajatine Ingsun anata palenggahan laranganing-Sun (baitul haram) dumunung ana dhadhaning manungsa, ing sajroning dhadha iku ati lan jantung, kang gegandhengan ing antarane ati lan jantung iku rasa pangrasa, ing sajroning rasa pangrasa iku budi, ing sajroning budi iku jinem (angen-angen, napsu), sajroning jinem iku suksma, sajroning suksma iku rahsa, sajroning rahsa iku Ingsun. Ora ana Pangeran anging Ingsun, Sejatining Urip kang anglimputi saguning kahanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wejangan kayektening Pangeran amurba tuwuhing wiji uripe manungsa: Sajatine Ingsun anata palenggahan pasucianing-Sun (baitul kudus) kang dumunung ana kontholing (wadon : baganing) manungsa, kang ana ing sajroning konthol (wadon : baga) iku pringsilan (wadon : purana), kang ana ing antaraning pringsilan (wadon : purana) iku mani (wadon : reta), sajroning mani (wadon : reta) iku madi, sajroning madi iku wadi, sajroning wadi iku manikem, sajroning manikem iku rahsa, sajroning rahsa iku Ingsun. Ora ana Pangeran anging Ingsun, Sajatining Urip kang anglimputi saliring tumitah, jumeneng dadi wiji kang piningit, tumurun mahanani sesotya kang dhingin kahanan kabeh maksih dumunung ana alaming wiji, laju manggon ana alam pambabaring wiji, laju tumurun ana alaming suksma (iya iku rah), laju tumurun ana ing alam kang durung kahanan (alam kang ingaran upama), laju tumurun marang alam donya (alaming manungsa urip), iya iku sajatine warnaning-Sun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Wejangan panetepan santosaning pangandel :&lt;br /&gt;
yaiku bubuka-ning kawruh manunggaling kawula-gusti sing amangsit pikukuh anggone bisa angandel (yakin) menawa urip kita pribadi kayektene rinasuk dening dzate Pangeran (Dzat Urip, Sejatining Urip). Pangeran iku ya jumenenge urip kita pribadi sing sejati. Roroning atunggal, sing sinebut ya sing anebut. Dene pangertene utusan iku cahya kita pribadi, karana cahya kita iku dadi panengeraning Pangeran. Dununge mangkene : “Sayekti temen kabeh tumeka marang sira utusaning Pangeran metu saka awakira, mungguh utusan iku nyembadani barang saciptanira, yen angandel yekti antuk sih pangapuraning Pangeran”. Menawa bisa nampa pituduh sing mangkene diarah awas ing panggalih, ya urip kita pribadi iki jumenenging nugraha lan kanugrahan. Nugraha iku gusti, kanugrahan iku kawula. Tunggal tanpa wangenan ana ing badan kita pribadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. Wejangan paseksen :&lt;br /&gt;
yaiku wejangan jumenenge urip kita pribadi angakoni dadi warganing Pangeran kang sejati kinen aneksekake marang sanak sedulur kita, yaiku : bumi, langit, srengenge, rembulan, lintang, geni, angin, banyu, lan sakabehing dumadi kang gumelar ing jagad.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id=&quot;hide&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
by. &lt;a href=&quot;http://alangalangkumitir.wordpress.com/2008/04/19/wirid-wolung-pangkat/&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;alang-alang kumitir&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Halo Bos.....&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/8184719396131010135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/8184719396131010135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://esugianto.blogspot.com/2010/11/manunggaling-kawulo-gusti-wirid-wolung.html' title='Manunggaling Kawulo Gusti ; Wirid Wolung Pangkat'/><author><name>Edi Sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14020089984610322057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGzeexTJJ5-aiaE_2XnxpUrS2D0wSodFfxEARZ9eOUxR9Np3cagCLixSLzkhkGcUwvIUrBg2DituWXBx_GIbXRZzPlECBhFtxqcaVwaR26-gUrt36VprkAx0ni2qR3TQ/s80/Edi+icon+80px.png'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5993126017945485146.post-8166439860116141328</id><published>2010-09-27T08:41:00.000+07:00</published><updated>2010-09-27T08:41:11.482+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Agama Islam"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tasawuf"/><title type='text'>Qalbu dan Hati Nurani</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://i701.photobucket.com/albums/ww18/T-N-T-FOREVER/Hearts/heart_image.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;http://i701.photobucket.com/albums/ww18/T-N-T-FOREVER/Hearts/heart_image.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Banyak orang bingung dengan pengertian qalbu. Qalbu harus ditulis dengan huruf ‘q’ karena teks Arabnya menggunakan huruf (qaf). Di Indonesia banyak orang menuliskannya dengan huruf ‘k’ sehingga menjadi kalbu. Padahal ‘k’ adalah transliterasi dari (kaf) dan kalau ditulis (kalbu) maknanya adalah anjing. Jadi jauh benar bedanya antara qalbu (hatinurani) dengan kalbu (anjing).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagian orang menerjemahkan qalbu dengan “hati”. Padahal hati (Inggris: liver) adalah organ tubuh yang ada di kanan dada dan fungsinya menyaring racun atau penyakit dari darah. Dalam Bahasa Arab hati disebut dengan ‘kibdun’ atau ‘kibdatun’. Bahasa Arab `Amiyah menyebutnya ‘kabid’. Jadi orang Arab tidak pernah memahami qalbu sebagai hati atau liver.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hati juga sering dijadikan sebagai terjemahan dari ‘heart’ (Inggris) yang bermakna jantung, karena itu bentuknya sering digambarkan seperti jantung (♥).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hati digunakan sebagai terjemahan ‘qalb’ (Arab) meskipun bahasa Arab menyebut hati ‘kibd’. Hati digunakan sebagai terjemahan ‘heart’ (Inggris) yang sebenarnya adalah jantung. Lalu hati juga digunakan sebagai terjemahan dari ‘liver’ (Inggris) atau ‘hephar’ (Latin). Jadi sebenarnya apa itu hati, apa itu qalbu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua Macam Qalbu :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Qalbu jismani, yaitu jantung&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ada hadits tentang qalbu yang sangat populer di masyarakat, sering diucapkan oleh para ustadz dan muballigh dalam ceramah-ceramah mereka. Tapi sayangnya orang kurang cermat memahami makna qalbu pada hadits ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abu Nu`aym menceritakan bahwa Rasulullah s.a.w. berkata: “Sesungguhnya di dalam jasad ada sebongkah daging; jika ia baik maka baiklah jasad seluruhnya, jika ia rusak maka rusaklah jasad seluruhnya; bongkahan daging itu adalah QALBU”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hadits di atas jelas menyebut qalbu sebagai bongkahan daging (benda fisik) yang terkait langsung dengan keadaan jasad atau tubuh manusia. Bongkahan daging mana yang kalau ia sakit atau rusak maka seluruh jasad akan rusak?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahasa Arab mengenal qalbu dalam bentuk fisik yang di dalam kamus didefinisikan sebagai ‘organ yang sarat dengan otot yang fungsinya menghisap dan memompa darah, terletak di tengah dada agak miring ke kiri’. Jadi, qalbu adalah jantung. Dokter qalbu adalah dokter jantung. Jantung adalah bongkahan daging yang kalau ia baik maka seluruh jasad akan baik atau sebaliknya kalau ia rusak maka seluruh jasad akan rusak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Qalbu ruhani, yaitu hatinurani.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ada juga jenis qalbu yang kedua, sebagaimana digambarkan dalam hadits berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sesungguhnya orang beriman itu, kalau berdosa, akan akan terbentuk bercak hitam di qalbunya”. (HR Ibnu Majah)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi kalau banyak dosa qalbu akan dipenuhi oleh bercak-bercak hitam, bahkan keseluruhan qalbu bisa jadi menghitam. Apakah para penjahat jantungnya hitam? Apakah para koruptor jantungnya hitam? Tanyakanlah kepada para dokter bedah jantung, apakah jantung orang-orang jahat berwarna hitam? Mereka akan katakan tak ada jantung yang menghitam karena kejahatan dan kemaksiatan yang dibuat. Lalu apa maksud hadits Nabi di atas?&lt;br /&gt;
Qalbu yang dimaksud dalam hadits itu adalah qalbu ruhani. Ruh (jiwa) memiliki inti, itulah qalbu. Karena ruh (jiwa) adalah wujud yang tidak dapat dilihat secara visual (intangible) maka qalbu yang menjadi inti (sentral) ruh ini pun qalbu yang tidak kasat mata. Dalam bahasa Indonesia ‘qalbu ruhani’ disebut dengan ‘hatinurani’. Mungkin karena dianggap terlalu panjang dan menyulitkan dalam pembicaraan, maka orang sering menyingkatnya menjadi ‘hati’ saja. Padahal ada perbedaan besar antara ‘hati’ dengan ‘hatinurani’ sebagaimana berbedanya ‘mata’ dengan ‘mata kaki’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rupanya, istilah qalbu mirip dengan heart dalam bahasa Inggris, sama-sama memilki makna ganda. Heart dapat bermakna jantung (heart attack, serangan jantung) dapat juga bermakna hatinurani (you’re always in my heart, kamu selalu hadir di hatinuraniku). Maka apabila mendengar perbincangan tentang qalbu perhatikanlah konteksnya. Kalau yang berbicara adalah dokter medis, tentu qalbu yang diucapkannya lebih bermakna jantung. Tapi bila dikaitkan dengan perbincangan tentang moral, iman atau spiritualitas, maka maknanya lebih mengarah pada hatinurani yang wujudnya ruhaniah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Qalbu orang yang berdosa akan menghitam. Ungkapan ‘menghitam’ di sini adalah ungkapan perumpamaan (majâzi, metaphoric) bukan ungkapan sesungguhnya (haqîqi). Namun bukan berarti karena dosa tak kan nampak bekas-bekas fisiknya lalu kita akan seenaknya saja berbuat dosa. Na`ûdzubillâh min dzâlik...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
by. &lt;a href=&quot;http://qalbu.net/depan/oase/99-qalbu.html&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;qalbunet&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;KAJIAN TENTANG HATI&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Banyak ahli muslim terutama yang memperhatikan masalah akhlak kepada Allah, mengemukakan bahwa hati manusia merupakan kunci pokok pembahasan menuju pengetahuan tentang Tuhan. Hati, sebagai pintu dan sarana Tuhan memperkenalkan kesempurnaan diri-Nya. &quot;Tidak dapat memuat dzat-Ku bumi dan langit-Ku, kecuali &quot;Hati&quot; hamba-Ku yang mukmin lunak dan tenang ( HR Abu Dawud). Hanya melalui &quot;hati manusialah&quot; keseimbangan sejati antara Tuhan dan kosmos bisa dicapai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Al Qur&#39;an menggunakan istilah qalb (hati) 132 kali, makna dasar kata itu ialah membalik, kembali, pergi maju mundur, berubah, naik turun. Diambil dari latar belakangnya hati mempunyai sifat yang selalu berubah, sebab hati adalah lokus dari kebaikan dan kejahatan, kebenaran dan kesalahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hati adalah tempat dimana Tuhan mengungkapkan diri-Nya sendiri kepada manusia. Kehadiran-Nya terasa didalam hati, dan wahyu maupun ilham diturun-kan kedalam hati para Nabi maupun wali-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ketahuilah bahwa Tuhan membuat batasan antara manusia dan hatinya, dan bahwa kepada-Nya lah kamu sekalian akan dikumpulkan&quot; (QS 8: 24)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;(Jibril) menurunkan wahyu kedalam hati nuranimu dengan izin Tuhan, membenarkan wahyu sebelumnya, menjadi petunjuk dan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman&quot; (QS 2:97) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hati adalah pusat pandangan, pemahaman, dan ingatan (dzikir)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Apakah mereka tidak pernah bepergian dimuka bumi ini supaya hatinya tersentak memikirkan kemusnahan itu, atau mengiang ditelinganya untuk didengarkan, sebenarnya yang buta bukan mata, melainkan &quot; hati&quot; yang ada didalam dada.&quot; (QS 22:46)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;memang hati mereka telah kami tutup hingga mereka tidak dapat memahaminya, begitu pula liang telinganya telah tersumbat&quot; (QS 18:57)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Apakah mereka tidak merenungkan isi Al Qur&#39;an? atau adakah hati mereka yang terkunci?&quot; (QS 47:24)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Janganlah kamu turutkan orang yang hatinya telah Kami alpakan dari mengingat Kami (dzikir), orang yang hanya mengikuti hawa nafsunya saja, dan keadaan orang itu sudah keterlaluan&quot; (QS 18:28)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sesungguhnya telah Kami sediakan untuk penghuni neraka dari golongan jin dan manusia; mereka mempunyai hati, tetapi tidak menggunakannya untuk memaha-mi ayat-ayat Allah, mereka mempunyai mata, tetapi tidak dipergunakan untuk melihat, mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakan untuk mendengar. Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka adalah orang -orang yang alpa (tidak berdzikir) &quot; (Qs 7:179)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iman tumbuh dan bersemayam didalam hati,begitu juga kekafiran, kemungkaran serta penyelewengan dari jalan yang lurus. Oleh sebab itu, Allah tetap menegaskan bahwa perilaku seseorang tidak bisa hanya sekedar syarat sah rukun syariat saja, akan tetapi harus sampai kepada pusat iman yaitu &quot; hati &quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin kita hampir lupa bahwa peribadatan selalu menuntut pemurnian hati (keikhlasan), sehingga akan menghasilkan sesuatu yang haq serta dampak iman secara langsung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iman yang pernah diikrarkan oleh kaum Arab badwi dihadapan Rasulullah bukan kategori iman yang sebenarnya, sehingga seketika itu Allah menurunkan wahyu untuk memperingatkan kepada mereka (Arab badwi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Orang-orang Badwi itu berkata: &quot;kami telah beriman &quot;. Katakanlah (kepada mereka) &quot; Kamu belum beriman &quot;,tetapi katakanlah &quot; kami telah tunduk &quot;, karena iman itu belum masuk kedalam hatimu (Qs 49:14) .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iman yang benar mempunyai ciri tersendiri dan diakui oleh al Qur&#39;an. Ia tertegun dan terharu tatkala nama Allah disebut ... dan bahkan ia terdorong ingin meluap-kan kegembiraan dan kerinduannya dengan menjerit seraya bersujud dan menangis. Bergetar hatinya dan bertambahlah imannya. Ia begitu kokoh dan mantap dalam setiap langkahnya karena keihsanan bersama dengan Allah yang selalu menjaga. Ia akan selalu berbisik kedalam lubuk hatinya tatkala menghadapi persoalan dan kesulitan didunia, karena disitulah Allah meletakkan ilham sebagai pegangan untuk menentukan sikap. Sehingga kaum beriman akan selalu terjaga dalam hidayah dan bimbingan Allah Swt.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Firman Allah Swt:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Suatu musibah tidak akan menimpa seseorang kecuali atas izin Allah. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, tentu Dia akan menunjuki &quot;hatinya&quot;. Dan Tuhan Maha Mengetahui segala-galanya&quot; (Qs 64:11)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Keimanan telah ditetapkan Allah ke dalam &quot; hatinya &quot; serta dikokohkan pula Ruh dari diri-Nya&quot; (Qs 58:22)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Dan kami tunjang pula mereka dengan petunjuk, dan kami teguhkan hati mereka&quot; (QS 18: 13-14)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Dialah yang telah menurunkan ketentraman didalam hati orang-orang yang beriman supaya bertambah keimanannya di samping keimanan yang telah ada&quot; (QS 48:4)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syetan menggantikan kedudukan Allah bersemayam di istana hati manusia yang lalai. Allah akan memalingkan dan menghinakan orang yang lalai akan Allah, Allah akan mengunci dan mematikan hati sehingga ia diberi gelar &quot; binatang ternak! Bahkan lebih sesat dari itu. Kalau sampai terjadi seperti ini maka tertutuplah hati untuk menerima cahaya dari Allah Swt. Maka tidak heran jika perbuatan nya akan cenderung mengikuti langkah-langkah syetan yang dilarang oleh Allah, syetan menggantikan posisi Allah menduduki hati yang tertutup dan dialah yang akan menasehati dan membimbing kejalan yang sesat. Kekejian itu akan menyeruak kedalam kalbu melalui hembusan ilham sehingga akal fikiran tidak mampu menghalau datangnya petunjuk tersebut. Marah dan benci tidak pernah direncanakan, akan tetapi ia datang langsung kepusat hati, dan tubuh tanpa daya mengikuti kemauan sihir sang iblis . Hati menjadi buta ...!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah berfirman:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Allah Yang Maha Pemurah, Kami adakan baginya syetan (yang menyesatkan) maka syetan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertai&quot; (Qs 43: 36)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Hai orang- orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan, maka sesungguhnya syetan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya niscaya tidak seorangpun dari kamu sekalian bersih (dari perbuatan keji dan mungkar) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui&quot;. (QS 24: 21)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iman dan kafir terletak didalam hati, Allah telah membeberkan berikut contoh-contohnya antara orang yang dibukakan hatinya dan yang ditutup hatinya, serta perilaku keduanya. Maka keputusannya terletak kepada kebebasan manusia itu sendiri untuk memilih jalan yang sesat ataupun yang lurus. Karena disitu akan mendapatkan bimbingan langsung baik jalan kesesatan maupun jalan ketaqwaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Firman Allah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan-Nya), Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaanya. Sungguh beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu dan merugilah orang yang mengotorinya&quot;. (Asy Syams 7-10)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat diatas memberikan pengertian atas pentingnya membersihkan jiwa, sehingga apabila hal ini terjadi, maka Allah-lah yang akan membimbing ketaqwaan, keimanan, serta ketulusan. Namun sebaliknya Allah akan menistakan manusia yang melalaikan akan Allah serta mengotori hatinya dengan mengirim musuh Allah sebagai penasehat dan menuntunnya kejalan kesesatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian apa langkah selanjutnya, serta bagaimana terapi untuk mengembalikan hati yang sudah terlanjur karam dilumpur nista?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama kita sudah memahami bahwa, penyebab utama dari ketidak mampuan berbuat baik dan kesulitan menjaga dari perbuatan keji dan mungkar serta tidak didengarnya setiap doa, adalah &quot;tertutupnya mata hati oleh NUR ILAHY&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, konsentrasikan masalah mengurus hati dulu, jangan mempersoalkan hal yang lain, karena &quot;hati sedang menderita sakit kronis. Kita harus perhatikan dengan sungguh-sungguh, dan memasrahkan diri kepada Sang Pembuka Hati ... Dialah yang menutup hati kita, membutakan, mentulikan, dan mengunci mati dan tidak memberikan kefahaman atas ayat-ayat Allah yang turun kedalam hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mari kita perhatikan kedalam, kita jenguk hati kita yang sedang berbaring tak berdaya, disitu terlihat syetan dengan leluasa memberikan wejangan dan petunjuk bagaimana berbuat keji dan mungkar. Ia menuntun pikiran untuk menerawang keangkasa, mengajaknya mi&#39;raj keangan-angan panjang dan melupakannya ketika badan sedang Shalat, sedang berwudhu&#39; dan membaca AlQur&#39;an dan ibadah yang lain. Kita sudah beberapaka kali mencoba menepis ajakan itu namun apa daya kekuatan iblis memang luar biasa, kita bukan tandingannya untuk melawan dan mengusir nya. Ia ghaib dan licik ... ia berjalan melalui aliran darah manusia, ia bisa menembus tembok ruang dan waktu, ia ada dalam fikiran, dan bahkan bersemayam didalam hati manusia. Cukup sudah usaha kita untuk melawannya, namun gagal dan gagal lagi ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun ada yang yang tidak &quot;MATI&quot;, yaitu diri sejati yang selalu melihat keadaan hati kita yang sakit. Ialah &quot;Bashirah&quot; (Al Qiyamah: 14), ia tidak pernah bersekongkol dengan syetan, Ia yang mengetahui kebohongan hati, kejahatan, dan ia selalu mengikuti fitrah Allah, ia jujur, tawadhu&#39;, khusyu&#39;, kasih sayang dan adil (lihat tafsir Sofwatut Tafasir, oleh Prof Ali As Shobuni).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita harus cepat mendengarkan suara dia yang selalu mengajaknya ke arah kebajikan, Ia sangat dekat dengan Allah, Ia sangat patuh, Ia penuh iman, Ia berbicara menurut kata Allah (ilham), dan kedudukannya sangat tinggi diatas Syetan dan jin sehingga mereka tidak bisa menembus untuk menggodanya (As Shafat:8) Anda bisa merasakannya sekarang ... tatkala anda berbohong, ia berkata lirih ... kenapa kamu berbohong ... ia tidak tidur tatkala kita tidur ... ia melihat tatkala kita bermimpi dikejar anjing ... ia melihat ketika jin menggoda dan syetan menyesatkan, namun hati tidak kuasa mengikuti kata bashirah yang oleh Allah digelari &quot;RUH-KU&quot;. Maka beruntunglah orang yang membersihkan jiwanya dan celakalah orang yang mengotorinya (As Syam:9-10)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita kembali kepada persoalan hati,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mari kita perbaiki hati kita dengan cara mendatangi Allah, kita serahkan persoalan ini ... kerumitan hati yang selalu ragu-ragu ... ketidak mampuan menahan syahwat yang bergolak keras ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mari kita contoh Nabi Yusuf ketika gejolak nafsu sudah menguasai hatinya, Ia tidak kuasa lagi menahan syahwatnya tatkala Julaiha datang menghampiri untuk mengajaknya berbuat mesum ... Ia cepat berpaling dan menghampiri Allah dan mengadukannya keadaan syahwatnya yang terus menerus mengajak kepada keburukan. Kemudian Allah mendatangkan rahmat-Nya dan memalingkan hatinya, mengangkat kekejian didalam hatinya, dan akhirnya Nabi Yusuf terbebas dari perbuatan yang dilaknat Allah Swt.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah sendiri yang akan memalingkan hati dari perbuatan keji dan mungkar sehingga terasa sekali sentuhan Ilahy tatkala mengangkat kotoran hati dengan cara menggantikannya dengan perbuatan baik dan ikhlas .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah berfirman:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu, andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih ( ikhlash)&quot; (Yusuf:24)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin kita masih ragu-ragu ... apa mungkin kita bisa mendapatkan burhan dan bimbingan Allah dalam menghindari perbuatan keji dan mungkar? Mari kita hindari prasangka yang buruk terhadap Allah, kita timbulkan rasa percaya bahwa hanya Allah lah yang mampu memberikan hidayah dan bimbingan serta mencabut persoalan yang kita hadapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada bab penyucian jiwa, telah saya sampaikan praktek berkomunikasi kepada Allah. saya mengharap anda telah melakukannya dengan penuh hudhu&#39; dan ikhlas, sehingga anda juga akan dibukakan rahmat dan hidayah-Nya. Amin...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mari kita kembali mecoba berkomunikasi kepada Allah seperti tercantum dalam bab sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Allah membuka Hidayah kedalam &quot; Hati &quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hilangkan rasa takut tersesat didalam menempuh jalan ruhani ... bekal kita adalah tauhid, lambungkan jiwa melayang menuju Allah ... dekatkan dan berbisiklah dengan kemurnian hati ... jangan menghadap dengan konsentrasi pikiran, sebab anda akan mengalami pusing dan tegang. Usahakanlah tubuh anda rileks dan pasrah ... biarkan hati bergerak menyebut Asma-Nya yang Maha Agung ... Ajaklah perasaan dan fikiran untuk hadir bersujud dihadapan-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan hiraukan kebisingan diluar ... usahakan hati tetap teguh menyebut nama Allah berulang-ulang ... sampai datang ketenangan dan hening serta rasa dingin didalam kalbu ... kalau anda mengalami pusing dan penat ... berarti cara berdzikirnya menggunakan kosentrasi didalam fikiran, maka ulangi dengan cara berkomunikasi didalam jiwa/hati ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mohonlah kepada Allah agar dibukakan hati dan dimudahkan menempuh jalan menuju makrifat ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biasanya ... kalau kita mendapatkan ketenangan dan kekhusyu&#39;an didalam berkomunikasi dengan Allah ... mula-mula hati menjadi sangat terang ... mudah sekali menangis terharu tatkala kita menyebut Asma-Nya ... kita tidak kuasa membendung air mata ketika shalat ... membaca AlQur&#39;an dan melihat keagungan Allah yang lain ... hati sering bergetar manakala kita berhadapan dengan-Nya ... badan turut berguncang dan berat dirasa seakan ada yang mendorong untuk bersujud dan menangis ... keihsanan dan tauhid kepada Allah bertambah kuat. Keyakinan bertambah lekat, serta perubahan demi perubahan didalam kalbu semakin terlihat. Perilaku kita akan dibimbing ... perilaku hati yang semula kaku dan cenderung kasar berubah dengan sendirinya ..menjadi lembut ... Yang semula shalat fikiran turut melayang-layang berubah dengan kekhusyu&#39;an dan terasa nikmatnya ... dan seterusnya ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
HAL INI TIDAK AKAN PERNAH TERJADI, APABILA KITA HANYA MENJADIKAN ARTIKEL INI SEBAGAI REFERENSI ILMU YANG HANYA UNTUK DIPERDEBATKAN, LALU DISIMPAN DALAM ALMARI ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
by. &lt;a href=&quot;http://media.isnet.org/&quot; taget=&quot;blank&quot;&gt;Ustadz Abu Sangkan &lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Halo Bos.....&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/8166439860116141328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/8166439860116141328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://esugianto.blogspot.com/2010/09/qalbu-dan-hati-nurani.html' title='Qalbu dan Hati Nurani'/><author><name>Edi Sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14020089984610322057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGzeexTJJ5-aiaE_2XnxpUrS2D0wSodFfxEARZ9eOUxR9Np3cagCLixSLzkhkGcUwvIUrBg2DituWXBx_GIbXRZzPlECBhFtxqcaVwaR26-gUrt36VprkAx0ni2qR3TQ/s80/Edi+icon+80px.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://i701.photobucket.com/albums/ww18/T-N-T-FOREVER/Hearts/th_heart_image.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5993126017945485146.post-2214324125069383955</id><published>2010-09-27T08:21:00.000+07:00</published><updated>2010-09-27T08:21:13.244+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivasi"/><title type='text'>Rumus Kesuksesan by. Supardi Lee</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;color: #7f6000;&quot;&gt;&lt;b&gt;Sederhana, tapi tak mudah.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Sukses tercapai oleh sebuah pola sederhana.  Siapapun yang bisa menjalankan pola ini, maka sukses jadi niscaya.  Siapa yang cepat menjalankan polanya, suksesnya pun diraih cepat.  Kondisi awal, memang berpengaruh, tapi tidak lebih menentukan dari proses menjalankan polanya.   Orang miskin dan orang kaya lebih cepat mana meraih sukses?  Bila hanya menghitung kondisi awal, maka orang kaya jawabannya.  Tapi penentunya bukan kondisi awal, tapi proses menjalankan polanya.  Orang miskin yang lebih cepat menjalankan pola sukses dari orang kaya, akan meraih sukses lebih cepat pula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, bagaimana pola sukses itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;color: #783f04;&quot;&gt;&lt;b&gt;Ada 5 tahap yang membentuk pola sukses, yaitu:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1.       Keyakinan Diri yang Positif&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segalanya berawal dari sini.  Ini citra diri anda.  Self image.  Ini berkaitan dengan bagaimana anda meyakini diri anda sendiri?  Apakah anda manusia yang dilahirkan untuk sukses atau untuk gagal?  Anda orang baik atau orang buruk?  Anda ganteng / cantik atau buruk rupa?  Anda layak kaya atau layak miskin?  Anda merasa sebagai orang kelas bawah, kelas menengah atau kelas atas?  Ketika berhadapan dengan orang lain, anda merasa diri anda di atas, sejajar atau di atasnya?  Juga berkaitan dengan anda merasa diri anda pengikut yang baik atau pemimpin yang hebat?   Merasa punya semua bakat dan potensi yang dibutuhkan atau tidak?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, kesuksesan diawali dari keyakinan positif atas diri sendiri.  Anda yakin anda dilahirkan untuk sukses.  Anda orang baik.  Anda ganteng / cantik.  Anda layak kaya dan menjadi orang kelas atas.  Anda percaya diri berhadapan dengan orang lain.  Tidak rendah diri.  Tidak juga sombong.  Anda layak menjadi pemimpin hebat. Anda pun yakin sekali anda dianugerahi bakat dan potensi yang cukup untuk meraih sukses yang anda inginkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa ini penting?  Karena hanya orang yang yakin bahwa dirinya layak sukses yang akan meraih sukses itu.  Iya kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2.       Melakukan Keharusan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langkah kedua adalah melakukan keharusan.  Dari keharusan yang mendasar dan sederhana sampai melakukan keharusan yang sulit dan rumit.  Keharusan – yang paling sederhana sekalipun – biasanya tidak menyenangkan.  Tapi sangat baik bila dilakukan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keharusan ini bersifat seperti imunisasi.  Bayi harus diimunisasi.  Ini sebuah keharusan. Sakit rasanya, tapi menguatkan.  Sedih melihatnya, tapi harus melakukannya.  Resiko lebih besar harus ditanggung bila keharusan ini tak dilakukan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap orang harus bangun pagi-pagi.  Setiap orang harus berolahraga.  Setiap orang harus makan makanan sehat dan bergizi.  Setiap orang harus bisa mengurus dirinya sendiri.  Setiap orang harus bisa berpikir.  Setiap orang harus bisa memecahkan masalah.  Setiap orang harus terus belajar.  Itulah beberapa keharusan yang mendasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila anda karyawan, anda harus disiplin.  Taat aturan.  Betapa pun aturan itu membuat anda kesal.  Bila anda pebisnis, anda harus punya nilai lebih.  Betapa pun sulitnya memiliki nilai lebih itu.  Bila anda atlet, anda harus keras berlatih.  Meski itu melelahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, bisakah anda meraih sukses bila anda tak bisa melakukan keharusan anda?  Tidak!!!  100% tidak bisa sukses.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3.       Membentuk Kebiasaan Positif.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langkah ketiga adalah hasil langkah kedua yang benar-benar jelas, terus dilakukan berulang-ulang secara konsisten.  Setiap orang harus bangun pagi.  Maka pagi bisa berarti pukul empat, lima, enam, tujuh, delapan atau bahkan sembilan.  Bila anda bangun tidur pukul empat di hari Senin, pukul tujuh di hari Selasa, pukul lima di hari Rabu, pukul delapan di hari Kamis, maka anda baru melakukan keharusan.  Keharusan anda belum menjadi kebiasaan.  Ketika anda secara konsisten – setiap hari – bangun pukul empat, itulah kebiasaan.  Sebuah kebiasaan positif harus  benar-benar jelas. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika melihat orang kecelakaan, anda sigap membantu.  Anda melakukan keharusan anda.  Tapi hal ini tak terjadi setiap hari, kan?  Maka ini bukan kebiasaan.  Mematikan lampu yang tak digunakan adalah keharusan.  Selalu mematikan lampu yang tak digunakan adalah kebiasaan.  Nah, keharusan dan kebiasaan dibedakan oleh satu kata saja : selalu.  Satu kata yang benar-benar sangat menentukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keyakinan positif, Melakukan keharusan dan Membentuk kebiasaan positif adalah fondasi sukses anda.  Ia seperti batu, pasir dan semen dalam fondasi rumah.  Salah satu kurang, fondasi tak kuat.  Rumah tak bisa dibangun di atas fondasi yang rapuh.  Sukses pun begitu.  Hanya bisa diraih bila fondasinya kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4.       Membentuk Kebiasaan Produktif&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebiasaan produktif berbeda dengan kebiasaan positif.  Kebiasaan positif berarti tidak negatif, tidak merugikan, dan menyenangkan, tapi tidak menghasilkan kemajuan secara langsung.  Kesuksesan diraih secara langsung oleh kebiasaan produktif. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membaca buku itu positif.  Apakah produktif?  Tidak.  Menulis buku lah yang produktif.  Hasilnya jelas sebuah buku.  Anda mungkin berpendapat, membaca buku kan menghasilkan pengetahuan.  Jadi ada hasilnya. Ada produknya.  Anda benar.  Tapi produknya masih di tahap mental, bukan fisikal.  Maka bila baru di tahap mental, belum bisa dikatakan produktif.  Secara mental, anda bisa sangat paham tentang penjualan.  Produktif?  Belum.  Jadi produktif bila anda telah menjual sesuatu.  Dan sesuatu yang anda jual itu ada yang beli.   &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah ini membuat produktif lebih penting dari positif?  Jelas tidak.  Anda akan sangat sulit untuk bisa produktif, bila anda tidak positif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5.       Berkompetisi.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebiasaan produktif akan menghantarkan anda pada sukses.  Tetapi untuk bisa bertahan dalam kesuksesan, anda harus siap dan mampu berkompetisi.   Tanpa ini, sukses hanya sekejap.  Orang sukses adalah orang yang senang berkompetisi.  Bersemangat ketika ada saingan.  Terpacu ketika ada lawan.  Tetap rendah hati ketika menang.  Segera bangkit ketika dikalahkan.  Maka keyakinan, pelaksanaan keharusan, kebiasaan positif dan kebiasaan produktif benar-benar diuji.  Inilah ujian sebenarnya dari sebuah kesuksesan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meraih sukses sulit.  Mempertahankan kesuksesan jauh lebih sulit.  Maka sadari lah bahwa semua kesulitan itu memang sebuah kelayakan untuk orang hebat seperti anda.  Iya kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana dengan kegagalan?  Ternyata, gagal pun membentuk sebuah pola.  Pola yang berkebalikan dari pola sukses. Berarti orang gagal itu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.       Keyakinan pada dirinya sendiri negatif.&lt;br /&gt;
2.       Tidak melakukan keharusannya, malah asyik melakukan kesenangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.       Terbentuk kebiasaannya yang negatif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.       Terbentuk kebiasaannya yang merusak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5.       Menyerah kalah sebelum berkompetisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, ini jadi bahan introspeksi kita bersama.  Berada di pola mana hidup kita?  Pola sukses atau pola gagal?  Berada di tahap mana pada pola tersebut?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
by : &lt;a href=&quot;http://www.pengembangandiri.com/articles/88/1/Pola-Kesuksesan/Page1.html&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;Supardi Lee &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;img align=&quot;left&quot; border=&quot;0&quot; class=&quot;Picture&quot; src=&quot;http://www.pengembangandiri.com/authorpics/bbc1d9efafdb4d410b56e2e7a4ca0e53.jpg&quot; /&gt;  Supardi Lee adalah seorang entrepreneur sukses, trainer  berpengalaman, dan penulis.  Bukunya diantaranya The Rich Plan,  Achiever, Opportunity Quotient, Kerja Kecil.  Setiap Kamis Pkl. 05.00 - 06.00 ia mengisi acara Power of Life di Radio  Trijaya 104,6 FM.  Ia bisa dihubungi di 0813.1990.8086 dan di &lt;a href=&quot;mailto:supardiku@yahoo.com&quot; title=&quot;mailto:supardiku@yahoo.com&quot;&gt;supardiku@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Halo Bos.....&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/2214324125069383955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/2214324125069383955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://esugianto.blogspot.com/2010/09/rumus-kesuksesan-by-supardi-lee.html' title='Rumus Kesuksesan by. Supardi Lee'/><author><name>Edi Sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14020089984610322057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGzeexTJJ5-aiaE_2XnxpUrS2D0wSodFfxEARZ9eOUxR9Np3cagCLixSLzkhkGcUwvIUrBg2DituWXBx_GIbXRZzPlECBhFtxqcaVwaR26-gUrt36VprkAx0ni2qR3TQ/s80/Edi+icon+80px.png'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5993126017945485146.post-1206165033492691375</id><published>2010-09-20T23:44:00.001+07:00</published><updated>2010-09-20T23:59:41.903+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Agama Islam"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tasawuf"/><title type='text'>Pohon Eksistensi Ibnu &#39;Arabi</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div style=&quot;color: #38761d;&quot;&gt;Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Allah membuat perumpamaan tentang perkataan yang baik sebagai sebuah pohon yang baik, yang akarnya kokoh dan dahan-dahannya menjulang tinggi? (Q.S. Ibrahim, 24)&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Dengan Nama Allah  Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segala puji bagi Allah, Yang Tunggal dan Hanya Tunggal dalam Hakikat-Nya serta unik dalam Sifat-sifat-Nya. Maha Suci Dia yang Rahmat-Nya meliputi semua, yang menyebar ke semua arah. Kemurnian-Nya bebas dan bersih dari segala sesuatu yang dapat dilihat dan dibayangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bergerak ke tempat-tempat yang tak terbatasi oleh enam penjuru. Dia melakukan apa yang Dia lakukan tanpa bertindak atau berbuat. Dia melihat segala sesuatu tanpa memandang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sangat jauh diatas makna dari segala sesuatu ini.&lt;br /&gt;
Keunikan-Nya tidak memperkenankan apa pun menyerupai Dia, dan juga tak ada apapun yang bisa memiliki atau melekatkan dirinya pada Nya. Kekuasaan-Nya selalu mencapai tujuannya dan tak pernah sia-sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kehendak-Nya yang mendominasi semua tidaklah memiliki kesamaan dengan hasrat-hasrat rendah sifat manusia, juga Kehendak-Nya senantiasa tidak akan berubah dengan kehendak makhluk-Nya; demikian juga tidak akan menjadi lawan terhadap permohonan makhluk-Nya. Sifat-sifat Ilahiah-Nya, yang Dia manifestasikan pada makhluk-Nya, tidak bertambah atau berkurang ketika dibagi diantara mereka, karena segala Sifat-Nya tidak lain adalah tunggal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah sebab segala sesuatu. Dan ketika Dia berkehendak sesuatu terjadi, semua yang Dia perlu lakukan adalah berkata kun (Jadilah !), maka terjadilah semua yang ada. Semua yang maujud lahir dari makna rahasia terdalam yang tersembunyi dari kata KUN ini. Bahkan semua yang tersembunyi dari mata dan pikiran adalah tidak lain kecuali hasil dari suara misterius ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana Allah Ta’alaa berfirman :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;div style=&quot;color: #38761d;&quot;&gt;Ketika Kami menghendaki sesuatu terjadi, Kami hanyalah berkata kun, maka jadilah ia. (Q.S An-Nahl, 40)&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Perkataan-Nya dalam dirinya sendiri adalah Perbuatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang saya memperhatikan alam semesta yang mengelilingi kita dan berpikir bagaimana segala sesuatu terjadi (tercipta) dan berusaha untuk memecahkan misteri yang disandikannya, dan perhatikanlah! saya melihat bahwa seluruh alam semesta ini tidak lain adalah sebuah Pohon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pohon yang cahaya kehidupannya datang dari sebuah benih yang pecah ketika Allah berkata kun! Benih dari huruf K dipupuk dengan huruf N dari nahnu (Kami), tercipta ketika Allah berfirman :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami lah yang telah menciptakanmu&lt;br /&gt;
(Q.S Al-Waqi’ah,57)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian dari gabungan dua benih ini tumbuh dua tunas yang bersesuaian dengan janji Allah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesungguhnya Kami telah menciptakan segala sesuatu sesuai dengan fithrahnya&lt;br /&gt;
(Q.S Al-Qamar, 49)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi akar dari dari dua tunas ini hanyalah tunggal.&lt;br /&gt;
Akar itu adalah Kehendak Sang Pencipta, dan apa yang menumbuhkannya adalah Kekuasaan-Nya.&lt;br /&gt;
Kemudian dari esensi huruf K dari kata ilahiah kun, lahirlah dua makna yang berlawanan :&lt;br /&gt;
Kamaliyah, kesempurnaan, sebagaimana disebutkan Allah dalam firman-Nya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada hari ini telah Ku sempurnakan agamamu dan telah Kulengkapkan Rahmat-Ku padamu serta Kupilihkan Islam sebagai agamamu.&lt;br /&gt;
(Q.S. Al-Ma’idah,3)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
dan kufriyyah, keingkaran (kekufuran), sebagaimana firman Allah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka sebagian dari mereka beriman dan sebagian lagi kufur&lt;br /&gt;
(Q.S. Al-Baqarah, 253)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian juga dari hakikat kata N beremanasi makna-makna berlawanan dari nur al-ma’rifah (cahaya pengetahuan) dan nakirah (gelapnya kebodohan). Karena itu ketika Allah mengeluarkan mahluk-Nya dari Harta Tersembunyi ketidakberadaan menuju eksistensi, bersesuaian dengan keadaan dan bentuk yang telah ditetapkan sebelumnya (kodratnya), Dia memancarkan cahaya ilahiah-Nya terhadapnya. Siapapun yang terkena cahaya itu dapat melihat Pohon Eksistensi yang tumbuh dari benih perintah ilahiah kun yang melingkupi seluruh alam semesta. Dan mereka yang tercerahkan ini mengetahui rahasia K dalam kata kuntum (kamu), sebagaimana firman Allah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamu sekalian adalah ummat terbaik yang dilahirkan, yang menyuruh pada kebaikan dan mencegah dari kemunkaran dan kamu beriman kepada Allah&lt;br /&gt;
(Q.S. Ali ‘Imran, 109)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka juga menembus makna tersembunyi dari kata terakhir N dari kun sebagai nur (cahaya), sebagaimana firman Allah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah dia yang hatinya telah Allah bukakan kepada Islam sehingga dia mengikuti cahaya dari Tuhan-nya (tidak lebih baik dari dia yang keras hatinya)?&lt;br /&gt;
(Q.S Az-Zumar,22)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi mereka yang menyembunyikan dirinya sendiri dari cahaya ilahiah ketika Allah memancarkannya pada mahluk-Nya juga berkewajiban mengetahui makna tersembunyi dari huruf-huruf kata kun sebagaimana Allah mengucapkannya. Barangsiapa yang dirinya tetap ada dalam kegelapan akan gagal mengetahui kebenaran dan membayangkan huruf K singkatan dari kufr, yang maknanya kegelapan dimana mereka berdiri didalamnya, menyembunyikan segala sesuatu dari mata. Mereka akan membayangkan bahwa huruf N singkatan dari nakirah, yang berarti kebodohan. Mereka menjadi putus asa, dan dalam keputusasaannya tidak dapat mempercayai Pencipta-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan demikian banyak dari segala sesuatu yang diciptakan tergantung pada bagian pemahamannya atas misteri dua huruf tersebut, yang menjadi penyebab setiap eksistensi. Buktinya ada dalam kata-kata Rasulullah, yang bersabda :&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;Sesungguhnya Allah menciptakan mahluk dalam alam kegelapan total, kemudian memancarkan cahaya ilahiah-Nya terhadapnya. Barangsiapa yang terterangi oleh cahaya tersebut akan tercerahkan dan terbimbing dengan baik. Dan barangsiapa tersembunyi dari cahaya tersebut dan tak tersentuh dengannya akan sesat dan rugi.&lt;br /&gt;
(Ahmad bin Hanbal)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Ketika bapak kita Adam, manusia pertama yang Allah ciptakan, membuka matanya – ketika Allah meniupkan ruh-Nya padanya- dia memperhatikan eksistensi lainnya. Dan dia melihat bahwa itu adalah sebuah lingkaran. Segala sesuatu berevolusi sekitar lingkaran Kemenjadian dan Kemengadaan. Kenyataannya ada dua lingkaran, yang satu berupa api dan lainnya adalah tanah yang basah. Dan dia melihat bahwa evolusi alam semesta adalah manifestasi dari perintah ilahi kun – sebab, kekuatan, urutan kemenjadian sebab akibat, tanpa gagal dan selamanya datang darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana tidak ada dan tak ada sesuatu pun yang keluar dari lingkaran berputar ini, begitupun tidak ada yang dapat dikecualikan, ia adalah apa yang mereka lihat dan mereka peroleh. Sebagian akan melihat K sebagai Kesempurnaan dan berjuang untuk sempurna, dan sebagian akan melihatnya sebagai Kekufuran dan menjadi orang kafir. Sebagian akan mendapat pencerahan dalam makna huruf N dan menjadi bijak, yang lainnya akan menemukan kenyamanan dalam ketidakpeduliannya dan mengira huruf N sebagai pilihan pada kebodohan atas kesadaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada yang dapat menyelamatkan mereka dari akibat kepercayaannya pada apa yang mereka pandang sebagai kebenaran. Ini ditetapkan oleh Dia yang menciptakan mereka dan apa yang mereka lihat, serta apa yang mereka pahami dari apa yang mereka lihat. Setiap orang terikat untuk tetap dalam keliling lingkaran yang diatasnya mereka berputar. Tak ada yang bisa menjadi selain dari apa yang Dia kehendaki yang berkata Jadilah!, dan semuanya terjadi. Segala sesuatu menghadap ke pusat lingkaran kun dan tergantung padanya dalam segala perwujudannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian engkau juga melihat pada Pohon Eksistensi itu, yang dahan-dahannya melingkupi seluruh alam semesta. Meskipun setiap dahan, setiap daun, setiap buah berbeda, mereka semua berasal dari benih tunggal, benih cinta yang dinamakan kun. Ketika bapak kita Adam dibawa Allah ke sekolah untuk belajar, untuk menjadi manusia yang ditetapkan menjadi khalifah Allah di alam semesta ini, pertama kali dia diajarkan semua nama segala sesuatu yang eksis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian dalam kekaguman dia berjumpa dengan kata kun, perintah ilahiah Jadi, sebab dari semua yang ada. Apa artinya? Dia mencari maksud Dia yang membawa semua ini menjadi ada dan melihat bahwa huruf pertama K berhubungan dengan kata kanziyyah (Harta Yang Tersembunyi), ketika Allah berfirman :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku adalah perbendaharaan yang tersembunyi dan Aku suka untuk dikenal, maka Aku ciptakan mahluk sehingga dengan demikian Aku dapat dikenal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dalam kata terakhir N, dia melihat identitas Pencipta, ketika Dia berkata Ana Allah (Aku adalah Allah)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku&lt;br /&gt;
(Q.S. Thaa Haa, 14)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian setelah beberapa kejadian, diturunkan padanya bahwa K pada kanziyyah menunjukkan pemberian dari Allah atasnya dan keturunannya dalam kata karam (kemuliaan) Tuhannya, seperti yang dijanjikan dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sesungguhnya Kami memuliakan anak cucu Adam dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rizki dari  yang baik-baik, dan Kami lebihkan mereka jauh diatas kebanyakan mahluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna&lt;br /&gt;
(Q.S Bani Isra’il, 70)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan juga, K berarti untuk Adam adalah kuntiyyah (menjadi, dari ‘Saya menjadi’) dalam janji Allah, ketika Dia berfirman :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika hamba-Ku yang beriman datang mendekat pada-Ku dengan melakukan ibadah tambahan, dia mencintai-Ku dan Aku mencintainya; dan ketika Aku mencintainya, Aku menjadi penglihatannya yang dengannya dia melihat, Aku menjadi pendengarannya yang dengannya dia mendengar, dan Aku menjadi tangannya yang dengannya dia memegang….&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dia memahami bahwa huruf N pada Ana Allah dimaksudkan untuk memancarkan nur, cahaya ilahi, atasnya dan atas mereka yang seperti dia, sebagaimana Allah berfirman :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah sama orang yang sudah mati lalu Kami hidupkan dan Kami beri dia cahaya yang membuatnya dapat berjalan di tengah-tengah orang banyak, sama dengan orang yang berada dalam kegelapan, sehingga dia tidak dapat keluar dari sana?&lt;br /&gt;
(Q.S. Al-An’am, 122)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan N dalam kun menunjuk pada N dalam kata ni’mah, nikmat dari Allah, dalam firman-Nya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah memberikan padamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menghitungnya.&lt;br /&gt;
(Q.S. Ibrahim, 34)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah beberapa yang bapak kita Adam pelajari tentang kata ilahiah kun dalam sekolah Allah di surga – bukan semuanya. Kita hanya  menyebutkan sedikit dari yang sedikit. Selebihnya akan dibahas kemudian.&lt;br /&gt;
Sekarang Setan yang terkutuk pergi ke sekolah yang sama di surga, dan selama empat puluh ribu tahun dia belajar, meneliti rahasia-rahasia dalam huruf-huruf dari kata kun. Tetapi Guru Ilahiah berkehendak bahwa dia semestinya bergantung pada kekuatan dirinya dan merasa yakin dan bisa melakukan sesuatu dengan dirinya sendiri. Maka ketika dia meneliti makna dari huruf K dia menghubungkannya dengan kebergantungannya hanya pada dirinya sendiri dan atas keingkarannya pada setiap kekuatan lain selain dirinya sendiri, sebagaimana yang difirmankan oleh Tuhannya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia dengan bangga menolak untuk tunduk pada Allah dan menyombongkan diri…&lt;br /&gt;
(Q.S. Al-Baqarah, 34)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dia melihat dalam huruf N sifat dasar dirinya yang berapi-api dalam kata nar (api), dan dia berkata :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku lebih baik daripada Adam: Engkau telah menciptakanku dari api, sedangkan Engkau menciptakannya dari tanah.&lt;br /&gt;
(Q.S. Al-A’raf, 12)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan begitu kufr yang setan identifikasikan dalam huruf K memaksanya kepada nar yang dengannya dia melihat dalam huruf N, dan ketetapannya serta ketetapan yang seperti dirinya telah ditentukan :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka mereka dilemparkan kedalam api Neraka&lt;br /&gt;
(Q.S. Asy-Syura, 94)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika bapak kita Adam melihat pada Pohon Eksistensi, dalam keindahan berbagai macam bunga dan buah-buahan yang ada pada sebegitu banyak dahan-dahannya, dia meninggalkan semuanya kecuali berpegangan pada dahan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada tuhan melainkan Aku&lt;br /&gt;
(Q.S Tha Haa, 14)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengetahui bahwa itu hanyalah satu-satunya yang meyakinkan dan tak dapat diubah. Maka dia berlindung dalam keselamatan dari kesendirian dalam ketunggalan Tuhannya. Sementara dalam keadaan persatuan, berita tanpa suara dan tanpa kata datang kepada keduanya, dia dan ibu kita Hawa:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wahai Adam, tinggalah kamu dan istrimu di surga dan makanlah dari apa yang kamu suka, tapi janganlah kamu dekati pohon ini&lt;br /&gt;
(Q.S Al-A’raaf, 19)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Setan yang terkutuk tidak akan tinggal diam. Dia berpegangan pada dahan imajinasi palsu, dia berkehendak untuk menggoda mereka. Dalam kenyataannya dia berhasil, dan membuat Adam dan Hawa makan dari pohon terlarang. Dan mereka melanggar perintah Tuhannya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…janganlah mendekati pohon ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi mereka sadar apa yang telah mereka perbuat adalah salah. Maka ketika mereka tergelincir dari kedamaian persatuan mereka dengan Tuhannya, mereka bergantung pada dahan penyesalan dan berkata :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri; dan jika Engkau tidak memaafkan kami atau tidak memberi rahmat pada kami, sungguh kami termasuk orang-orang yang merugi.&lt;br /&gt;
(Q.S Al-A’raaf,23)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan berpeganganlah pada dahan tersebut, yang menyelamatkannya, mereka menerima perkataan dalam bentuk buah-buahan yang manis yang tumbuh darinya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian Adam menerima perkataan dari Tuhannya lalu Dia pun menerima tobatnya; sungguh Dia Maha Penerima tobat, Maha Penyayang&lt;br /&gt;
(Q.S Al-Baqarah, 37)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada suatu saat yang disebut Hari Penyaksian, dan pada saat itu dibawah semua saksi mata, menyaksikan, setiap jiwa akan mendengar Tuhannya berfirman :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah Aku ini Tuhanmu?&lt;br /&gt;
(Q.S Al-A’raaf, 172)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan mereka semua berkata :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya; kami semua bersaksi.&lt;br /&gt;
(Q.S. Al-A’raaf, 172)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi mereka akan bersaksi sebatas apa yang mereka pernah lihat dan ketahui, meskipun mereka semuanya menjawab dalam persetujuan, dengan berkata, ‘Ya, sesungguhnya’. Mereka yang telah melihat kecantikan Hakikat Tuhannya akan berkata :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada sesuatu pun yang menyamai-Nya&lt;br /&gt;
(Q.S. Asy-Syura,11)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka yang telah melihat kecantikan Sifat-Sifat Ilahiah-Nya akan berkata :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dialah Allah, tiada tuhan selain Dia. Maha Raja yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah Allah Yang Menciptakan…&lt;br /&gt;
(Q.S Al-Hasyr, 23-24)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka yang hanya berpikir tentang Allah dalam hubungannya dengan keindahan segala sesuatu yang telah Dia ciptakan akan  membayangkan Tuhan mereka dengan berbeda, sesuai dengan kesan-kesan mereka atas sesuatu yang mereka lihat. Sebagian akan menempatkan Tuhan dalam kerangka ruang dan waktu yang terbatas.  Sebagian bahkan akan berpikir bahwa Dia tidak ada. Dan sebagian akan membuat suatu bentuk dari batu dan menyangkanya sebagai Dia. Celaka bagi mereka yang ketetapannya adalah ini! Dan mereka berkata :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami&lt;br /&gt;
(Q.S. At-Taubah,51)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh kebanyakan mereka juga termasuk diantara segala sesuatu yang terjadi ketika Pencipta melafalkan kata kun dan kata itu menjadi pusat dari semua alam semesta yang tercipta, berputar sekitarnya; dan ketika dari pusatnya tumbuh Pohon Eksistensi, kata kun menjadi benih yang darinya itu tumbuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seseorang ingin memvisualisasikan semua, ada suatu kemenyeluruhan- segala sesuatu yang menjadi eksis dan apa yang menyebabkan mereka semua terjadi, perbuatan mereka serta perkataan mereka, hidup mereka, keadaan mereka, dan interaksi mereka – apakah ada perumpamaan yang lebih baik daripada sebuah pohon, Pohon Eksistensi? Pohon yang mengandung semua yang terjadi dalam alam semesta, yang tercipta dari sebuah benih tunggal, terbuat dari kalam Tuhan kita, yang berfirman kun!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana Pohon tumbuh, segala sesuatu muncul darinya. Sesuatu menjadi lebih, sesuatu menjadi kurang, sebagian terlihat, dan sebagian lainnya tersembunyi: keimanan dan kekufuran, buah dari amal-amal yang baik, keadaan kemurnian, suara dan makna dari perkataan yang indah, keinginan-keinginan dan harapan yang baik, sifat yang baik dan perilaku mulia, kepekaan pada keindahan, dan pengetahuan akan realitas adalah sebagian dari daun-daun dan bunga-bunganya. Tingkatan-tingkatan pencapaian kesalehan, persetujuan hak orang-orang yang benar, kedekatan pada Tuhannya dari mereka yang mengenal Tuhannya, dan kesirnaan api cinta dari para pecinta Allah- ini adalah sebagian dari buah-buah Pohon Eksistensi.&lt;br /&gt;
Pertama, tiga tunas tumbuh dari benih suci Pohon tersebut. Satu dari tunas-tunas tersebut condong ke kanan dan tumbuh dalam arah tersebut. Itu akan menghasilkan buah-buah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;div style=&quot;color: #38761d;&quot;&gt;dan golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu! (Q.S Al-Waqi’ah, 27)&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Tunas lainnya tumbuh ke kiri&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;div style=&quot;color: #38761d;&quot;&gt;… dan golongan kiri; alangkah sengsaranya golongan kiri itu&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #38761d;&quot;&gt;(surat Al-Waqi’ah,41)&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Tunas yang ketiga tumbuh tegak lurus, menjulang tinggi, dan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;div style=&quot;color: #38761d;&quot;&gt;Dan orang-orang yang terdahulu, merekalah yang paling dahulu. Mereka itulah orang-orang yang dekat kepada Allah&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #38761d;&quot;&gt;(Q.S Al-Waqi’ah, 10-11)&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Dan Pohon Eksistensi tumbuh, mencapai surga yang jauh. Dahan-dahan yang lebih bawah menjadi alam materi; dahan-dahan yang lebih tinggi menjadi alam ide dan makna dari segala sesuatu. Alam dimana kita hidup hanyalah kulit kayu Pohon tersebut; inti bagian dalam adalah tempat dimana ruh bersemayam. Dan getah yang memberikan kehidupan berjalan dalam pembuluh darahnya, kekuatan yang membuatnya tumbuh dan memberikan bunga dan buah adalah alam yang tidak diciptakan, alam semesta mahakuasa, jabarut, dimana rahasia kata kun tersembunyi. Itu adalah alam dimana hakikat terjaga. Apa yang kita lihat adalah sifat-sifat dan nama-nama, dimana tindakan adalah wakil-wakilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pohon Eksistensi terlindungi dalam sebuah dinding yang mengelilinginya pada sisi kanan dan sisi kirinya, didepan dan dibelakangnya, diatas dan dibawahnya. Yang paling jelek dari yang terjelek adalah batas terbawahnya; yang paling baik dari yang terbaik adalah pada tingkatan yang paling tinggi. Di sekitar Pohon yang dirahmati ini, sejauh mata memandang, adalah bintang-bintang di langit, segala sesuatu mengelilingi kita, nama-nama yang dengannya mereka dipanggil, cara mereka berperilaku, dan apa yang mereka perbuat terhadap satu sama lain. Tujuh langit adalah seperti daun-daunnya, yang memberi bayangan; bintang-bintangnya seperti bunga-bunganya. Malam dan siang bagaikan dua penutup, salah satunya hitam dan yang lainnya putih, yang dengannya Pohon tertutupi dua kali dalam sehari. Ketika tirai hitam menyelimutinya, maka hilanglah  dari pandangan. Ketika terselimuti dengan yang putih, ia akan memberikan cahaya pada mata, yang ingin melihat pemandangan indah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Arsy Ilahi adalah tempat dimana Pohon Eksistensi menerima semua yang diperlukan. Inilah harta yang tak terbatas  yang mempertahankan kelangsungan hidupnya; sebuah sumber kekuatan yang tak pernah habis yang melindunginya. Itu adalah tempat dimana para malaikat, para pelayan Pohon Eksistensi, mereka yang memeliharanya, bersemayam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;color: #38761d; text-align: left;&quot;&gt;&lt;blockquote&gt;Dan engkau akan melihat malaikat-malaikat melingkar di sekeliling ‘Arsy, bertasbih sambil memuji Tuhannya…&lt;br /&gt;
(Q.S Az-Zumar, 75)&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Maka para malaikat menghadap ‘Arsy dan menerima apa saja yang diperlukan. Dimanapun mereka berada, mereka terbang di sekitarnya dan menunjuk ke arahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kapan saja sesuatu gagal dalam keharmonisan ilahiah dari Pohon eksistensi, kapan saja sesuatu yang tak terduga terjadi, para malaikat mengangkat tangan kepada ‘Arsy, mengharapkan ampunan untuk kegagalan mereka dalam melayani dan memohon pertolongan dari Pembuat Pohon, karena tidak ada tempat kembali selain pada-Nya. Dan Dia yang membuat Pohon tidaklah ada disini atau disana, tapi ada dimana-mana. Dia tidak dapat terlihat atau diketahui – meskipun segala sesuatu yang diketahui, walaupun bukan Dia, adalah dari-Nya. ‘Arsy Ilahi adalah manifestasi dari Kekuatan-Nya, bukan dimana tempat Dia bersemayam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila ‘Arsy bukanlah sebuah arah yang kepadanya para malaikat menghadapkan wajahnya ketika mereka melayani Pohon Eksistensi atas nama-Nya dan untuk kepentingan-Nya, mereka belum akan mengetahui kemana mereka berbalik untuk meminta pertolongan dan memberikan kepatuhannya, dan mereka tidak akan terjerumus dan tersesat. Maka Pencipta segala sesuatu menciptakan ‘Arsy Ilahi, bukan sebagai sebuah tempat untuk Hakikatnya bersemayam, tapi bagaikan sebuah sumber kekuatan untuk ciptaan-Nya berpaling padanya, untuk menerima apa saja yang mereka butuhkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menciptakan mahluk, bukan karena Dia  membutuhkan padanya, tapi supaya Sifat-sifat-Nya terlihat dan Nama-nama-Nya yang indah diketahui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu dari Nama-nama-Nya adalah yang Maha Pemaaf: karena itu Dia menciptakan sesuatu yang akan menerima maaf-Nya. Satu dari Nama-nama-Nya adalah yang Maha Rahman. Satu dari nama-nama-Nya adalah Yang Maha Rahim. Karena itu Dia menciptakan seseorang yang ada dalam keperluan dan kebutuhan-kebutuhannya: untuk memanifestasikan kasih sayang-Nya pada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua dahan Pohon ini menghasilkan buah yang berbeda. Karena itu setiap yang diciptakan senantiasa berbeda antara satu dan yang lainnya, juga demikian dengan apa yang mereka lakukan dan apa yang mereka layani. Ini adalah perbedaan-perbedaan dalam penciptaan seperti banyaknya Sifat-sifat Dia yang menciptakannya. Maka segala sesuatu dari Keindahan Nama-Nama dan sifat-sifat-Nya termaterialisasi dan termanifestasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menciptakan para pendosa, dan kesalahan yang mereka perbuat, dan taubat mereka, dan dengan demikian termanifestasilah sifat Maha Mengampuni.Dia menciptakan kebaikan dan amal-amal mereka, dan menebarkan rahmat-Nya atas mereka. Dia menciptakan hamba-hamba-Nya yang taat dan melimpahkan Rahmat-Nya pada mereka. Dia memanifestasikan keadilan-Nya kepada para pembangkang dan kemurkaan-Nya atas orang-orang yang tak beriman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun manifestasi sifat-sifat-Nya dalam ciptaan-Nya tidak melahirkan kesamaan dengan-Nya atau menempel pada-Nya, bahkan tidak dekat dengan-Nya; semuanya dari Dia, tapi bukan Dia. Dia selalu ada, ketika tiada sesuatu pun yang mengada. Dan ketika Dia menciptakan alam semesta, tidaklah Dia berkembang atau memperoleh sesuatu pun. Jika semua akan sirna, Dia tidak akan kehilangan apa pun. Dia ada sekarang sebagaimana Dia ada dulu dan selamanya akan ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Dia tidak bersama dengan manifestasi-Nya dalam sifat-sifat sesuatu yang Dia ciptakan, demikian pula Dia tidak terpisah dari sesuatu yang datang dari-Nya. Karena persatuan dan perpisahan adalah tindakan-tindakan milik mahluk yang telah maujud, bukan pada Dia Yang Maha Wujud Yang Kekal, Yang Unik dan Sendirian.Persatuan dan perpisahan melibatkan gerak menuju dan menjauh dari satu dan lainnya. Pergerakan ini melibatkan perubahan ruang dan waktu serta keadaan, dan bahkan ketidakmunculan. Semua ini adalah sifat-sifat ketidaksempurnaan, sedangkan Pencipta semuanya adalah Tunggal, Unik, Kekal dan Sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah menciptakan Lauhul mahfudz dan Pena untuk menuliskan peraturan-peraturan kerajaan-Nya yang universal, yang memuat semua keputusan-keputusan, ketetapan-ketetapan, dan peraturan-Nya tentang segala sesuatu yang telah diciptakan,yang akan diciptakan, yang akan mati dan musnah, yang bertahan, pahala, hukuman yang patut diperoleh dan yang akan menerimanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian Allah membuat batasan yang tak satu mahluk atau pengetahuan pun pernah bisa melampauinya dengan menanam Sidratul Muntaha diatas Tujuh Langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Sidratul mutaha yang paling jauh&lt;br /&gt;
(Q.S An-Najm,14)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua yang datang dari Allah, dan semua yang dikirim dari bawah, berhenti disini. Sidratul Muntaha adalah dahan yang paling tinggi dari Pohon Eksistensi. Di bawah bayang-bayangnya adalah para malaikat yang menyampaikan apa yang datang dari Allah kepada yang dibawahnya, dan mengirimkan kepada-Nya apapun yang sampai pada mereka dari semua mahkluk dibawahnya. Pada dahan tersebut sebuah salinan dari apa yang tertulis dalam Lauhul mahfudz menggantung. Apapun yang terjadi pada Pohon Eksistensi tidak dapat melampaui titik tersebut. Yang tumbuh, yang matang, yang busuk tetap tinggal dibawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua dalam ciptaan mempunyai maqam, sebuah tempat yang terbatas yang diketahui, suatu bentuk yang telah ditentukan sebelumnya. Semuanya mempunyai takdir yang menuntun kehidupan mereka, karena&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada satu pun diantara mereka melainkan masing-masing mempunyai kedudukan yang telah ditentukan&lt;br /&gt;
(Q.S. Ash-Shaffat, 164)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada buah-buahan dari Pohon Eksistensi tersebut yang dapat tumbuh diluar tempat yang telah ditentukan. Apakah itu cantik atau jelek, besar atau tak berarti, mewah atau sederhana, aneh atau biasa, ketentuan dari masing-masing ditulis dalam salinan Lauhul Mahfudz yang menggantung pada dahan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan diletakkanlah kitab…kitab apakah ini! tidak ada yang tertinggal apakah yang kecil maupun yang besar kecuali tercatat semuanya&lt;br /&gt;
(Q.S Al-Kahf, 49)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang tidak tercatat apa pun yang tumbuh pada Pohon tersebut, juga tidak ada apapun yang terbuang. Maka Tuhan telah menetapkan bahwa buah-buahan Pohon tersebut disimpan dalam dua tempat berbeda, dan menyebutnya dengan Surga dan Neraka. Buah yang murni, yang tidak cacat, dan indah ditempatkan di Surga yang tinggi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesunggunya catatan orang-orang yang benar ada di tempat yang tinggi&lt;br /&gt;
(Q.S Al-Mutaffifin, 18)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan buah-buahan yang busuk disimpan di Neraka bawah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesungguhnya catatan orang-orang yang durhaka ada di penjara neraka&lt;br /&gt;
(Q.S. Al-Mutaffifin, 7)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Surga ada di sisi kanan gunung dimana Tuhan berbicara kepada Musa, dimana Orang-orang yang dirahmati pada sisi kanan bertempat tinggal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Neraka ialah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…pohon Zaqqum, yang merupakan makanan orang berdosa&lt;br /&gt;
(Q.S. Ad-Dukhan, 43-44)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…pohon yang terkutuk dalam Al-Qur’an&lt;br /&gt;
(Q.S Bani Isra’il, 60)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dimana orang-orang menderita pada sisi kiri bertempat tinggal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dunia yang kita miliki, yang didalamnya kita tinggal, adalah sebuah tempat dimana Tuhan memperlihatkan bunga-bunga pilihan Pohon Eksistensi, setiap orang dipelihatkan hanya untuk sementara saja. Dan Dia telah menciptakan alam berikutnya, Hari Akhir, untuk menyimpan buahnya yang dipelihara dengan abadi. Dinding, batas untuk melindungi Pohon Eksistensi, mengelilinginya, sebagaimana&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesungguhnya Dia meliputi segala sesuatu&lt;br /&gt;
(Q.S. Fusshilat, 54)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Dia meletakkan lingkaran disekitarnya, dengan demikian tidak ada sesuatu pun kecuali Dia yang dapat menyentuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesungguhnya Allah menetapkan apapun yang Dia kehendaki&lt;br /&gt;
(Q.S Adz-Dzariyat, 1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
….dan berbuat apa yang Dia kehendaki&lt;br /&gt;
(Q.S. Ali ‘Imran, 39)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kebenaran dari pohon tersebut berakar kuat dan dahan-dahannya telah sepenuhnya terbentuk, tumbuh ke segala arah, karena&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya pada Tuhanmu lah tujuan itu&lt;br /&gt;
(Q.S An-Nazi’at, 44)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pohon tersebut tumbuh sehingga bagian depan mencapai bagian belakang, dan ujungnya mencapai permulaannya. Bukankah Allah berkata :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk apa pun yang Kami kehendaki, tidak lain Kami hanya mengatakan Terjadilah (Kun) dan jadilah ia (yakun)&lt;br /&gt;
(Q.S. An-Nahl, 40)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan demikian dimulai dengan perintah ilahiah Jadilah, dan diakhiri dengan Menjadi. Tak menjadi masalah seberapa banyak dahan yang ia punyai, ia hanya mempunyai satu akar, tumbuh dari sebuah benih tunggal yang dinamakan kun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka, jika kamu bersungguh-sungguh melihat dan mencari realitas, kamu akan melihat segala sesuatu saling berkaitan dan sesungguhnya satu. Pohon surgawi yang disebut Tuba yang tumbuh di Surga terhubung dengan akarnya pada pohon beracun Zaqqum yang tumbuh di Neraka. Dinginnya angin sepoi-sepoi Qatb bercampur dengan panas api neraka dari angin panas membara Simum. Bayangan maqam terakhir yang menyegarkan di Surga untuk yang terbaik dari kita terhubung dengan asap hitam berkabut Neraka dimana yang terburuk dari kita akan pergi menujunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan demikian semua akan menerima apa yang telah ditetapkan bagi mereka dari sumber yang sama. Sebagian minum dari cangkir yang terbaik untuk mereka; sebagian minum dari cangkir yang seharusnya tertutup rapat untuk mereka. Dan ada diantara mereka yang dilarang minum sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika seseorang yang telah diberi eksistensi mulai melahirkan eksistensi baru yang datang dari ketiadaan, Allah meniupkan pada mereka Napas Kekuatan-Nya, memberi makan mereka dengan gizi dari Kebijaksanaan-Nya, dan mencuci mereka dengan hujan dari awan-awan Kehendak-Nya. Ketika semua yang dirahmati ini menyentuh Pohon Eksistensi, dahan-dahannya melahirkan buah-buahan yang telah ditetapkan. Kemudian sesuai dengan sifat alamiah mereka, kesehatan dan kesakitan menimpa mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alam semesta tumbuh dari dua konsonan kata Ilahiah kun. Seseorang mendapatkan cahaya dan lainnya kegelapan. Semua kebaikan datang dari cahaya tersebut dan semua yang jahat datang dari cahaya tersebut, maka hanya kebaikan datang darinya, dan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tidak mengingkari Allah yang dengannya Dia perintahkan, tapi mereka berbuat sesuai yang diperintahkan.&lt;br /&gt;
(Q.S At-Tahrim, 6)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut adalah terjemahan lengkap buku The Tree of Being (Shajarat  al-Kawn) An Orde to the Perfect Man  karangan Ibn’ Arabi yang  diterjemahkan oleh AAUWABDDAM (Ayatullah Al Uzma Wa’Arif Billah Deddy  Djuniardi Antafani Masyhadi). &lt;br /&gt;
Berikut adalah linknya : &lt;a href=&quot;http://filsafatislam.net/wp-content/uploads/2010/07/POHON-EKSISTENSI-Ibnu-Arabi.pdf&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Download “POHON EKSISTENSI Ibnu Arabi” (versi lengkap) (PDF)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
By. &lt;a href=&quot;http://filsafatislam.net/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;FILSAFAT ISLAM&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/07/agama-islam-itu-mudah.html&quot;&gt;Agama Islam itu Mudah&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/08/allah-membimbing-kepada-cahaya-nya.html&quot;&gt;Allah Membimbing Kepada Cahaya-Nya Siapa Yang Ia Kehendaki&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/07/assholatu-mirojul-muminin.html&quot;&gt;Assholatu Mi&#39;rojul Mu&#39;minin&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/07/awwaluddin-marifatullah.html&quot;&gt;Awwaluddin Ma&#39;rifatullah&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/08/halqah-halqah-dzikir-adalah-taman-taman.html&quot;&gt;Halqah-halqah dzikir adalah Taman-Taman Syurga&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/08/haqiqat-ilmu.html&quot;&gt;Haqiqat Ilmu&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/08/hijab-ilmu.html&quot;&gt;Hijab Ilmu&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/09/ilmu-tasawuf.html&quot;&gt;Ilmu Tasawuf&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/07/imam-ghazali-dan-muridnya.html&quot;&gt;Imam Ghazali dan muridnya&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/09/kesaksian-para-ulama-ahli-fiqih.html&quot;&gt;Kesaksian Para Ulama Ahli Fiqih Terhadap Tasawuf&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/09/fithrah-potensi-dasar-spiritualitas.html&quot;&gt;FITHRAH: Potensi Dasar Spiritualitas Manusia&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Halo Bos.....&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/1206165033492691375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/1206165033492691375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://esugianto.blogspot.com/2010/09/pohon-eksistensi-ibnu-arabi.html' title='Pohon Eksistensi Ibnu &#39;Arabi'/><author><name>Edi Sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14020089984610322057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGzeexTJJ5-aiaE_2XnxpUrS2D0wSodFfxEARZ9eOUxR9Np3cagCLixSLzkhkGcUwvIUrBg2DituWXBx_GIbXRZzPlECBhFtxqcaVwaR26-gUrt36VprkAx0ni2qR3TQ/s80/Edi+icon+80px.png'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5993126017945485146.post-6883441192801438992</id><published>2010-09-13T22:10:00.000+07:00</published><updated>2010-09-13T22:08:31.662+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Agama Islam"/><title type='text'>Sombong, Ujub dan Riya&#39;</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/09/sombong-ujub-dan-riya.html&quot;&gt;SOMBONG&lt;/a&gt; adalah menganggap dirinya melebihi orang lain dan merendahkan orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika menagnggap dirinya BAIK, tanpa menanggap orang lain jelek atau menjelekkan orang lain, bukan suatu kesombongan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika menganggap diri kita JUJUR, tanpa menganggap Orang Lain DUSTA, atau MENDUSTAKAN orang lain, bukan kesombongan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kita &quot;menjual barang&quot; dan mengatakan BARANG KITA BAIK, tanpa bermaksud menjelekkan barang orang lain, bukan kesombongan. &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Kesombongan, riya&#39; dan ujub adalah satu rumpun sifat yang bisa membelenggu langkah ibadah kita. Riya&#39; adalah keinginan untuk dipuji orang setiap kali melakukan perbuatan. Ujub adalah bangga diri. Merasa diri hebat dan terpuji. Dan puncaknya adalah kesombongan. Merasa diri hebat, sekaligus bangga akan kehebatamya, dan akhirnya memamerkan &#39;kehebatan&#39;nya itu kepada orang lain. Padahal sih, belum tentu dia seorang yang benar-benar hebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih jauh sifat-sifat itu akan berakibat pada sikap merendahkan orang lain. Cuma dia raja yang paling hebat. Paling pantas. Paling pintar. Paling kaya. Paling berkuasa. Dan paling segala-galanya. Orang-orang di sekitarnya merasa neg dan benci. Allah dan para malaikat-Nya pun tidak menyukai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
QS. An Nissaa&#39; (4) : 36&lt;br /&gt;
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
QS. Al Israa&#39; (17) : 37&lt;br /&gt;
Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, kita seringkali berlebihan. Seakan-akan kita ini orang yang hebat. Ayat di atas mengingatkan, agar jangan sombong karena kita tidak bisa menembus bumi atau setinggi gunung. Ah, kita ini sebenarnya memang makhluk yang lemah, tapi banyak lagak dan menyebalkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
QS. Al Qiyamah (75) : 32-33&lt;br /&gt;
tetapi ia mendustakan dan berpaling (dari kebenaran), kemudian ia pergi kepada kelompoknya dengan berlagak (sombong).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang sombong akan menuai hasil kesombongannya. Ketika orang-orang di sekitarnya merasa risih dan benci, ketika alam menjadi korban kesewenang-wenangannya, dan ketika Allah beserta para malaikatnya tidak menyukai lagaknya, maka yang datang adalah derita. Disebabkan oleh ulah mereka yang menabrak keseimbangan semesta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
QS. Faathir (35) : 43&lt;br /&gt;
karena kesombongan di muka bumi, dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. Tiadalah yang mereka nanti-nantikan melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yang telah berlaku) kepada orang-orang yang terdahulu. Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Dalam konteks pusaran alam semesta&lt;/b&gt; yang sedang kita bahas, orang-orang yang sombong adalah mereka yang bergerak menjauhkan diri dari Arsy Allah. Bahkan, ketidakseimbangan itu akan membuat mereka terpelanting semakin jauh dariNya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
QS. Al Mulk (67) : 21&lt;br /&gt;
Atau siapakah dia ini yang memberi kamu rezki jika Allah menahan rezki-Nya? Sebenarnya mereka terus-menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kalimat yang berbeda, Allah menginformasikan bahwa &lt;b&gt;orang-orang yang sombong itu tidak akan bisa menembus dimensi-dimensi langit&lt;/b&gt; sebagaimana telah dialami oleh orang-orang yang saleh. Termasuk nabi Muhammad dan nabi Khidhr.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
QS. Al A&#39;raaf (7) : 40&lt;br /&gt;
Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nabi Muhammad bisa melihat surga karena beliau telah menembus dimensi-dimensi langit pada saat Mi&#39;raj. Saat itu beliau digambarkan berada di Sidratul Muntaha. Di puncak dimensi tertinggi, dekat Arsy Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebaliknya, orang-orang yang sombong dijamin tidak akan masuk surga. Karena tempatnya memang di neraka. Bahkan, yang sudah berada di dalam surga pun oleh Allah diusir keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
QS. Al A&#39;raaf (7) : 13&lt;br /&gt;
Allah berfirman: &quot;Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
QS. Al A&#39;raaf (7) : 36&lt;br /&gt;
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/09/sombong-ujub-dan-riya.html&quot;&gt;&lt;b&gt;Ujub&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; adalah salah satu perbuatan yang merusak amal dan membinasakan pelakunya. Bahwasanya ujub adalah penyakit yang menghilangkan dan berlawanan dengan keikhlasan, menghilangkan rasa dzull (hina atau rendah) kepada Allah dan menunjukkan buruk dan jeleknya adabnya kepada Allah; maka ujub itu menbanggakan diri dan buta akan akan aib dan keburukan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ujub, Riya&#39; dan Sum&#39;ah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ujub adalah memperlihatkan ibadah dalam bentuk sombong dan membesarkan diri dari manusia dan memperbanyak amalan tersebut. Ujub itu temannya riya&#39;, tetapi riya&#39; itu perbuatan syirik kepada Allah dan yang dijadikan sekutu adalah makhluk selain dirinya, sedangkan ujub yang dijadikan sekutu adalah dirinya sendiri. Jadi riya&#39; itu beribadah kepada Allah tetapi disertai niatan dan tujuan lain dari perkara dunia. Sementara ujub itu merasa hebat, paling pintar dan menyombongkan diri dihadapan Allah. Naudzubillahimindzaalik..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pelaku riya&#39; itu tidak merealisasi firman Allah &#39;Iyyaka na&#39;budu&#39; (Hanya kepada-Mu kami menyembah) sedang pelaku ujub tidak merealisasi firman Allah &#39;Iyyaka nasta&#39;iin&#39; (Hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan). Maka barang siapa yang merealisasi &#39;Iyyaka na�budu&#39; menghilangkan riya&#39;, sedangkan yang merealisasi &#39;Iyyaka nasta&#39;iin&#39; menghilangkan ujub.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ujub itu di dalam hati sedangkan sum&#39;ah itu dengan lisan dan sum&#39;ah itu semakna dengan riya&#39; dalam hal sekutunya yaitu selain Allah dari makhluk. Maka sum&#39;ah itu memperdengarkan amal kebaikannya kepada orang lain agar mendapat pujian atau dikatakan hebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Perbedaan antara kibr (sombong) dan Ujub&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ujub itu takjub dengan amalannya, memuji diri sendiri dan melupakan Allah swt. Ia tidak membesarkan diri di hadapan orang lain dan tidak merendahkan manusia. Tapi jika ujub ini sampai melihat dirinya lebih baik dari yang lain dan merendahkannya maka tatkala itu pula ia telah sombong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di antara sifat yang terkumpul dalam ujub :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Buta dengan dosa yang telah ia lakukan&lt;br /&gt;
* Menganggap kecil dosa yang banyak&lt;br /&gt;
* Buta  dengan kesalahan-kesalahannya&lt;br /&gt;
* Perkataannya bukan kebenaran&lt;br /&gt;
* Menimbulkan sombong dan bangga di atas orang lain&lt;br /&gt;
* Menipu Allah swt yang ditunjukkan dengan amal dan ilmunya sampai seakan-akan ia adalah orang yang mendapat karunia (yang dipilih) Allah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sebab Ujub&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Bodoh dengan hak Allah ta&#39;ala, tidak adanya pengagungan kepada Allah dengan sebenarnya, sedikitnya ilmu dengan Nama dan Sifat Allah dan lemahnya ia ketika beribadah dengan Nama dan Sifat Allah tersebut .&lt;br /&gt;
2. Lalai dengan hakekat dirinya, sedikitnya ilmu tentang tabiat dirinya  dan lalai dengan muhasabah dirinya, dan lalai dari pengawasan Allah .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mengobati Sifat Ujub&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Mengenal Allah, merealisasi pengagungan kepada-Nya dengan sebenar-benarnya pengagungan, menegakkan peribadatan kepada-Nya dengan Asma dan Sifat-Nya; sesungguhnya kebaikan itu semua ditangan Allah, rohmat-Nya meliputi segala sesuatu. Allah berfirman : Artinya : &quot;Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu maka dari Allah lah datangnya&quot;. ( An-nahl : 53 )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Mengenal dirinya, mengilmui tentang banyaknya ketergelincirannya dan menuruti syahwatnya serta mengenal aib-aibnya kemudian terus bersungguh-sungguh untuk memperbaikinya dan  beristiqomah padanya&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Halo Bos.....&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/6883441192801438992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/6883441192801438992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://esugianto.blogspot.com/2010/09/sombong-ujub-dan-riya.html' title='Sombong, Ujub dan Riya&#39;'/><author><name>Edi Sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14020089984610322057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGzeexTJJ5-aiaE_2XnxpUrS2D0wSodFfxEARZ9eOUxR9Np3cagCLixSLzkhkGcUwvIUrBg2DituWXBx_GIbXRZzPlECBhFtxqcaVwaR26-gUrt36VprkAx0ni2qR3TQ/s80/Edi+icon+80px.png'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5993126017945485146.post-2165200989872614332</id><published>2010-09-13T02:46:00.001+07:00</published><updated>2010-09-13T03:00:53.483+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Agama Islam"/><title type='text'>Hukum Fiqih Tentang Kenduri Untuk Orang Mati, Tahlilan, dan Yasinan</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaO3b_1Vmzv_-GnX3E4yCTQErUsfCI3PIQy-CTXlZhb2Vox_NyIH04bxJRr69iYIXUFfPoe-N38PDnkF_vM5lkmLOyeFzqZ-iXDET3Wwo-Ga-bneRgiOMamrsQsvBFZZneQFgT4OwF_uQ/s1600/Habib+Munzir.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaO3b_1Vmzv_-GnX3E4yCTQErUsfCI3PIQy-CTXlZhb2Vox_NyIH04bxJRr69iYIXUFfPoe-N38PDnkF_vM5lkmLOyeFzqZ-iXDET3Wwo-Ga-bneRgiOMamrsQsvBFZZneQFgT4OwF_uQ/s200/Habib+Munzir.jpg&quot; width=&quot;149&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Hb. Munzir Al-Musawwa&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Diskusi tentang &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/09/hukum-fiqih-tentang-kenduri-untuk-orang.html&quot;&gt;Tahlilan dan Yasinan bagi Mayit&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;3&quot; cellspacing=&quot;1&quot; class=&quot;contentpane&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr class=&quot;sbsectiontableentry2&quot;&gt;&lt;td class=&quot;pagenavbar&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;70&quot;&gt;&lt;b&gt;siliwangi&lt;/b&gt;                   &lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;sb_avatar&quot;&gt;&lt;/span&gt;                    &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;                 &lt;td class=&quot;sbsectiontableentry2&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;b&gt;KENDURI ARWAH, &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/09/hukum-fiqih-tentang-kenduri-untuk-orang.html&quot;&gt;TAHLILAN&lt;/a&gt; &amp;amp; YASINAN  MENURUT ULAMA&lt;/b&gt; - &lt;i&gt;2007/07/18 20:23&lt;/i&gt;                 &lt;span class=&quot;sb_messagebody&quot;&gt;KENDURI ARWAH, TAHLILAN &amp;amp; YASINAN  MENURUT ULAMA SYAFIE&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Assalammu&#39;alaikum wr.wb.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Habib  tolong beri penjelasan mengenai hal ini, karena ini dalil dari orang  salafi untuk berhujjah. semoga keberkahan Ilmu dapat meninggikan derat  Habib di akhirat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin ramai dari kalangan pengikut mazhab  Syafie tidak menyedari bahawa bertahlil dengan cara berkumpul  beramai-ramai, membaca al-Quran, berzikir, berdoa dan mengadakan  hidangan makanan di rumah si Mati  atau keluarga si Mati bukan sahaja  Imam Syafie yang menghukum haram dan bid&#39;ah, malah ramai para ulama  mazhab Syafie turut berpendirian seperti Imam Syafie.  Adapun antara  meraka yang mengharamkan kenduri arwah, yasinan, tahlilan dan selamatan  ialah Imam Nawawi, Ibn Hajar al-Asqalani, Imam Ibn Kathir, Imam ar-Ramli  dan ramai lagi para ulama muktabar dari kalangan yang bermazhab Syafie,  sebagaimana beberapa fatwa tentang pengharaman tersebut dari mereka dan  Imam Syafie rahimahullah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;sb_messagebody&quot;&gt;&lt;br /&gt;
وَاَكْرَهُ الْمَاْتَمَ وَهِيَ الْجَمَاعَةُ وَاِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ بُكَاءٌ.&lt;br /&gt;
&quot;Dan aku telah memakruhkan (mengharamkan) makan, iaitu berkumpul di rumah (si Mati) walaupun bukan untuk tangisan (ratapan)&quot;.[1]&lt;br /&gt;
Mengadakan  majlis kenduri iaitu dengan berkumpul beramai-ramai terutamanya untuk  berzikir, tahlilan, membaca surah Yasin atau kenduri arwah sebagaimana  yang dilakukan oleh masyarakat Nusantara di rumah si Mati atau  memperingati kematian, maka semuanya itu benar-benar dihukum bid&#39;ah yang  mungkar oleh Imam Syafie rahimahullah sebagaimana fatwa-fatwa beliau  dan para ulama yang bermazhab Syafie yang selanjutnya:&lt;br /&gt;
وَاَمَّا اِصْلاَحُ اَهْلُ الْمَيِّتِ طَعَامًا وَجَمْعُ النَّاسَ عَلَيْهِ فَبِدْعَةٌ غَيْرُ مُسْتَحَبَّةٍ.&lt;br /&gt;
&quot;Adapun  menyediakan makanan oleh keluarga si Mati dan berkumpul beramai-ramai  di rumah (si Mati) tersebut maka itu adalah bid&#39;ah bukan sunnah&quot;.2  [1]          &lt;br /&gt;
Di dalam kitab (اعانة الطالبين) juz. 2 hlm. 146 ada disebut pengharaman kenduri arwah, iaitu:&lt;br /&gt;
وَمَا  اعْتِيْدَ مِنْ جَعْلِ اَهْلَ الْمَيِّتِ طَعَامًا لِيَدْعُوْ النَّاسَ  اِلَيْهِ بِدْعَةٌ مَكْرُوْهَةٌ كَاِجْتِمَاعِهِمْ لِذَلِكَ لِمَا صَحَّ  عَنْ جَرِيْرِ قَالَ : عَنْ جَرِيْرِ بْنِ عَبْدِاللهِ قَالَ : كُنَّا  نَعُدُّ اْلاِجْتِمَاعَ لاَهْلِ الْمَيِّتِ وَصَنْعُهُمْ الطَّعَامَ مِنَ  النِّيَاحَةِ. (رواه الامام احمد وابن ماجه باسناد صحيح).&lt;br /&gt;
&quot;Dan apa yang  telah menjadi kebiasaan manusia tentang menjemput orang dan menyediakan  hidangan makanan oleh keluarga si Mati adalah bid’ah yang dibenci,  termasuklah dalam hal ini berkumpul beramai-ramai di rumah keluarga si  Mati kerana terdapat hadis sahih dari Jarir bin Abdullah berkata:  Kami  menganggap berkumpul beramai-ramai (berkenduri arwah) di rumah si Mati  dan menyiapkan makanan sebagai ratapan&quot;.3  [1] (Diriwayatkan oleh Imam  Ahmad dan Ibn majah dengan sanad yang sahih).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;sb_messagebody&quot;&gt;Fatwa  Imam Syafie dan para ulama muktabar yang bermazhab Syafie telah  mengharamkan berkumpul beramai-ramai dan menyediakan hidangan makanan di  rumah si Mati untuk tujuan kenduri arwah, tahlilan, yasinan dan  menghadiahkan (mengirim) pahala bacaan al-Quran kepada arwah si Mati  Mereka berdalilkan al-Quran, hadis dan athar-athar para sahabat yang  sahih sebagaimana yang dikemukakan oleh mereka melalui tulisan-tulisan  di kitab-kitab mereka.  Mereka tidak mungkin mengharamkan atau  menghalalkan sesuatu mengikut akal fikiran, pendapat atau hawa nafsu  mereka semata, pastinya cara mereka mengharamkan semua itu dengan  berdalilkan kepada al-Quran, as-Sunnah dan athar dari para ulama yang  bermanhaj Salaf as-Soleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
_____________________________ __________&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[1].  Lihat:  Al-Umm.  Juz 1.  Hlm. 248.&lt;br /&gt;
[2].  Lihat:  مغنى المحتاج.  Juz 1.  Hlm. 268.&lt;/span&gt;                                 &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor=&quot;&quot;&gt;                &lt;td style=&quot;border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;&amp;nbsp;               &lt;/td&gt;                &lt;td align=&quot;right&quot; style=&quot;border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;              &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;3&quot; cellspacing=&quot;1&quot; class=&quot;contentpane&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;caption&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5993126017945485146&quot; id=&quot;5632&quot; name=&quot;5632&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/caption&gt;                &lt;tbody&gt;
&lt;tr class=&quot;sbsectiontableentry1&quot;&gt;                 &lt;td class=&quot;pagenavbar&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;70&quot;&gt;&lt;b&gt;munzir&lt;/b&gt;                   &lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;sb_avatar&quot;&gt;&lt;/span&gt;                    &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;                 &lt;td class=&quot;sbsectiontableentry1&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;b&gt;Re:&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/09/hukum-fiqih-tentang-kenduri-untuk-orang.html&quot;&gt;KENDURI ARWAH&lt;/a&gt;, TAHLILAN &amp;amp; YASINAN  MENURUT ULAM&lt;/b&gt; - &lt;i&gt;2007/07/18 22:28&lt;/i&gt;                 &lt;span class=&quot;sb_messagebody&quot;&gt;he..he..he.. saudaraku, ini sudah saya jawab beberapa bulan yg lalu :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Limpahan kebahagiaan dan kasih sayang Nya swt semoga selalu tercurah pada hari hari anda,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saudaraku yg kumuliakan,&lt;br /&gt;
Hal  itu merupakan pendapat orang orang yg kalap dan gerasa gerusu tanpa  ilmu, kok ribut sekali dengan urusan orang yg mau bersedekah pada  muslimin?,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
عن عائشة أن رجلا أتى النبي صلى الله عليه وسلم فقال ثم  يا رسول الله إن أمي افتلتت نفسها ولم توص وأظنها لو تكلمت تصدقت أفلها أجر  إن تصدقت عنها قال نعم&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Aisyah ra bahwa sungguh telah datang  seorang lelaki pada nabi saw seraya berkata : Wahai Rasulullah, sungguh  ibuku telah meninggal mendadak sebelum berwasiat, kukira bila ia sempat  bicara mestilah ia akan bersedekah, bolehkah aku bersedekah atas  namanya?, Rasul saw menjawab : “Boleh” (Shahih Muslim hadits no.1004).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
وفي هذا الحديث أن الصدقة عن الميت تنفع الميت ويصله ثوابها وهو كذلك باجماع العلماء وكذا أجمعوا على وصول الدعاء&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan  dalam hadits ini (hadits riwayat shahih muslim diatas) menjelaskan  bahwa shadaqah untuk mayit bermanfaat bagi mayit, dan pahalanya  disampaikan pada mayyit, demikian pula menurut Ijma (sepakat) para  ulama, dan demikian pula mereka bersepakat atas sampainya doa doa”  (syarh Imam Nawawi ala shahih muslim juz 7 hal 90)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka bila  keluarga rumah duka menyediakan makanan dengan maksud bersedekah maka  hal itu sunnah, apalagi bila diniatkan pahala sedekahnya untuk mayyit,  demikian kebanyakan orang orang yg kematian, mereka menjamu tamu2 dengan  sedekah yg pahalanya untuk si mayyit, maka hal ini sunnah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenai makan dirumah duka, sungguh Rasul saw telah melakukannya, dijelaskan dalam Tuhfatul Ahwadziy :&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;حديث  عاصم بن كليب الذي رواه أبو داود في سننه بسند صحيح عنه عن أبيه عن رجل من  الأنصار قال خرجنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم في جنازة فرأيت رسول  الله صلى الله عليه وسلم وهو على القبر يوصي لحافرا أوسع من قبل رجليه أوسع  من قبل رأسه فلما رجع استقبله داعي امرأته فأجاب ونحن معه فجيء بالطعام  فوضع يده ثم وضع القوم فأكلوا الحديث رواه أبو داود والبيهقي في دلائل  النبوة هكذا في المشكاة في باب المعجزات فقوله فلما رجع استقبله داعي  امرأته الخ نص صريح في أن رسول الله صلى الله عليه وسلم أجاب دعوة أهل  البيت واجتمع هو وأصحابه بعد دفنه وأكلوا&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
“riwayat  Hadits riwayat Ashim bin Kulaib ra yg diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam  sunannya dengan sanad shahih, dari ayahnya, dari seorang lelaki anshar,  berkata : kami keluar bersama Rasul saw dalam suatu penguburan jenazah,  lalu kulihat Rasul saw memerintahkan pada penggali kubur untuk  memperlebar dari arah kaki dan dari arah kepala, ketika selesai maka  datanglah seorang utusan istri almarhum, mengundang Nabi saw untuk  bertandang kerumahnya, lalu Rasul saw menerima undangannya dan kami  bersamanya, lalu dihidangkan makanan, lalu Rasul saw menaruh tangannya  saw di makanan itu kamipun menaruh tangan kami dimakanan itu lalu  kesemuanyapun makan. Riwayat Abu Dawud dan Baihaqi dalam Dalail  Nubuwwah, demikian pula diriwayatkan dalam AL Misykaah, di Bab Mukjizat,  dikatakan bahwa ketika beliau saw akan pulang maka datanglah utusan  istri almarhum.. dan hal ini merupakan Nash yg jelas bahwa Rasulullah  saw mendatangi undangan keluarga duka, dan berkumpul bersama sahabat  beliau saw setelah penguburan dan makan”.&lt;br /&gt;
(Tuhfatul Ahwadziy Juz 4 hal 67).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu mana dalilnya yg mengharamkan makan dirumah duka?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenai  ucapan para Imam itu, yg dimaksud adalah membuat jamuan khusus untuk  mendatangkan tamu yg banyak, dan mereka tak mengharamkan itu :&lt;br /&gt;
1.  Ucapan Imam nawawi yg anda jelaskan itu, beliau mengatakannya tidak  disukai (ghairu Mustahibbah), bukan haram, tapi orang wahabi mencapnya  haram padahal Imam Nawawi mengatakan ghairu mustahibbah, berarti bukan  hal yg dicintai, ini berarti hukumnya mubah, dan tidak sampai makruh  apalagi haram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Imam Ibnu Hajar Al Haitsamiy menjelaskan adalah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
من جعل أهل الميت طعاما ليدعوا الناس إليه بدعة منكرة مكروهة&lt;br /&gt;
“mereka yg keluarga duka yg membuat makanan demi mengundang orang adalah hal Bid’ah Munkarah yg makruh” (bukan haram)&lt;br /&gt;
semoga  anda mengerti bahasa, bahwa jauh beda dengan rumah duka yg menyuguhkan  makanan untuk tamu yg mengucapkan bela sungkawa, jauh berbeda dengan  membuat makanan demi mengundang orang agar datang, yg dilarang (Makruh)  adalah membuat makanan untuk mengundang orang agar datang dan meramaikan  rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entahlah para wahabi itu bodoh dalam bahasa atau memang  sengaja menyelewengkan makna, sebab keduanya sering mereka lakukan,  yaitu bodoh atas syariah dan menyelewengkan makna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Ucapan Imam  Ibnu Abidin Al-Hanafy menjelaskan “Ittikhadzuddhiyafah”, ini maknanya  “membuat perjamuan besar”, misalnya begini : Bupati menjadikan selamatan  kemenangannya dalam pilkada dengan “Ittikhadzuddhiyafah” yaitu  mengadakan perjamuan. Inilah yg dikatakan Makruh oleh Imam Ibn Abidin  dan beliau tak mengatakannya haram, Inilah dangkalnya pemahaman orang  orang wahabi yg membuat kebenaran diselewengkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Imam  Ad-Dasuqi Al-Maliki berkata berkumpulnya orang dalam hidangan makan  makan dirumah mayit hukumnya Bid’ah yg makruh. (Bukan haram tentunya),  dan maksudnya pun sama dg ucapan diatas, yaitu mengumpulkan orang dengan  jamuan makanan, namun beliau mengatakannya makruh, tidak sampai  mengharamkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Syaikh An-Nawawi Al-Banteni rahimahullah  menjelaskan adat istiadat baru berupa “Wahsyah” yaitu adat berkumpul  dimalam pertama saat mayyit wafat dengan hidangan makanan macam macam,  hal ini makruh, (bukan haram).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
dan mengenai ucapan secara  keseluruhan, yg dimaksud makruh adalah sengaja membuat acara “jamuan  makan” demi mengundang tamu tamu, ini yg ikhtilaf ulama antara mubah dan  makruh, tapi kalau justru diniatkan sedekah dengan pahalanya untuk  mayyit maka justru Nash Shahih Bukhari dan Shahih Muslim diatas telah  memperbolehkannya bahkan sunnah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan tentunya bila mereka  (keluarga mayyit) meniatkan untuk sedekah yg pahalanya untuk mereka  sendiripun maka tak ada pula yg memakruhkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana Rasul  saw makan pula, karena asal dari pelarangan adalah memberatkan mayyit,  namun masa kini bila anda hadir jenazah lalu mereka hidangkan makanan  dan anda katakan haram (padahal hukumnya makruh) maka hal itu malah  menghina dan membuat sedih keluarga yg wafat,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
lihat Akhlak  Rasulullah saw, beliau tahu bahwa pembuatan makan makan di rumah duka  adalah hal yg memberatkan keluarga duka, namun beliau mendatangi  undangan istri almarhum dan makan bersama sahabatnya,&lt;br /&gt;
kenapa?, tak  mau mengecewakan keluarga duka, justru datang dan makan itu bila akan  menghibur mereka maka perbuatlah!, itu sunnah Muhammad saw.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yg  lebih baik adalah datang dan makan tanpa bermuka masam dan merengut  sambil berkata haram..haram… dirumah duka (padahal makruh), tapi bawalah  uang atau hadiah untuk membantu mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi saya  jelaskan bahwa asal muasal pemakruhan adalah jika menyusahkan dan  memberatkan mayyit, maka memberatkan dan menyusahkan mereka itulah yg  makruh,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
dan pelarangan / pengharaman untuk tak menghidangkan  makanan dirumah duka adalah menambah kesedihan si mayyit, bagaimana  tidak?, bila keluarga anda wafat lalu anda melihat orang banyak datang  maka anda tak suguhkan apa2..?, datang dari Luar kota misalnya, dari  bandara atau dari stasion luar kota datang dg lelah dan peluh demi hadir  jenazah, lalu mereka dibiarkan tanpa seteguk airpun..???, tentunya hal  ini sangat berat bagi mereka, dan akan sangat membuat mereka malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama  hal ini ada riwayat Rasul saw memakannya dan mendatangi undangan istri  almarhum dan makan bersama sahabatnya, maka kita haram berfatwa  mengharamkannya karena bertentangan dg sunnah Nabi saw, karena hal itu  diperbuat oleh Rasul saw, namun kembali pada pokok permasalahan yaitu  jangan memberatkan keluarga duka, bila memberatkannya maka makruh, dan  jangan sok berfatwa bahwa hal itu haram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhir dari jawaban saya  adalah : semestinya orang yg berhati suci dan menginginkan kebangkitan  sunnah, mereka mengajak untuk bersedekah pada keluarga duka bila ada yg  wafat di wilayahnya, namun sebagian dari kita ini bukan menghibur mereka  yg kematian, malah mengangkat suara dg fatwa caci maki kepada muslimin  yg ditimpa duka agar jangan memberi makan apa apa untuk tamunya, mereka  sudah sedih dengan kematian maka ditambah harus bermuka tembok pula pada  tamu tamunya tanpa menyuguhkan apapun, lalu fatwa makruh mereka rubah  menjadi haram, jelas bertentangan dengan ucapan mereka sendiri yg  berhujjah bahwa agama ini mudah, dan jangan dipersulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah  dangkalnya pemahaman sebagian saudara saudara kita, mereka ribut  mengharamkan hal hal yg makruh dan melupakan hal hal yg haram, yaitu  menyakiti hati orang yg ditimpa duka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian saudaraku yg  kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, maaf saya menjawab  pertanyaan ini bukan diarahkan pada anda, namun pada mereka,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
mengenai  ucapan Imam Nawawi itu makruh, mereka merubahnya menjadi haram, entah  karena bodohnya atau karena liciknya, atau karena kedua duanya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
demikian saudaraku yg kumuliakan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
wallahu a&#39;lam&lt;/span&gt;                                 &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor=&quot;&quot;&gt;                &lt;td style=&quot;border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;&amp;nbsp;               &lt;/td&gt;                &lt;td align=&quot;right&quot; style=&quot;border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;amp;Itemid=34&amp;amp;func=post&amp;amp;do=reply&amp;amp;replyto=5632&amp;amp;catid=8&amp;amp;owner=munzir&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;              &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;3&quot; cellspacing=&quot;1&quot; class=&quot;contentpane&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;caption&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5993126017945485146&quot; id=&quot;5638&quot; name=&quot;5638&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/caption&gt;                &lt;tbody&gt;
&lt;tr class=&quot;sbsectiontableentry2&quot;&gt;                 &lt;td class=&quot;pagenavbar&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;70&quot;&gt;&lt;b&gt;siliwangi&lt;/b&gt;                   &lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;sb_avatar&quot;&gt;&lt;/span&gt;                    &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;                 &lt;td class=&quot;sbsectiontableentry2&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;b&gt;Re:KENDURI ARWAH, TAHLILAN &amp;amp; YASINAN  MENURUT ULAM&lt;/b&gt; - &lt;i&gt;2007/07/19 02:19&lt;/i&gt;                 &lt;span class=&quot;sb_messagebody&quot;&gt;Assalammu&#39;alaikum wr.wb.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga keberkahan ilmu menjadikan Habib Munzir di tinggikan derajatnya di surga,Amin.&lt;br /&gt;
Habib  , saya ini di istilahkan sebagai anak kecil yang polos selalu  merengek-rengek ketika meminta bantuan. daripada itu apa yang di  utarakan oleh Habib di atas ternyata sahabat saya dari Salafi telah  membantahnya, saya nukil dengan berupa tanya jawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Habib&lt;/b&gt; : &lt;i&gt;Mengenai makan dirumah duka, sungguh Rasul saw telah melakukannya, dijelaskan dalam Tuhfatul Ahwadziy :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
حديث  عاصم بن كليب الذي رواه أبو داود في سننه بسند صحيح عنه عن أبيه عن رجل من  الأنصار قال خرجنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم في جنازة فرأيت رسول  الله صلى الله عليه وسلم وهو على القبر يوصي لحافرا أوسع من قبل رجليه أوسع  من قبل رأسه فلما رجع استقبله داعي امرأته فأجاب ونحن معه فجيء بالطعام  فوضع يده ثم وضع القوم فأكلوا الحديث رواه أبو داود والبيهقي في دلائل  النبوة هكذا في المشكاة في باب المعجزات فقوله فلما رجع استقبله داعي  امرأته الخ نص صريح في أن رسول الله صلى الله عليه وسلم أجاب دعوة أهل  البيت واجتمع هو وأصحابه بعد دفنه وأكلوا&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“riwayat Hadits riwayat  Ashim bin Kulaib ra yg diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam sunannya dengan  sanad shahih, dari ayahnya, dari seorang lelaki anshar, berkata : kami  keluar bersama Rasul saw dalam suatu penguburan jenazah, lalu kulihat  Rasul saw memerintahkan pada penggali kubur untuk memperlebar dari arah  kaki dan dari arah kepala, ketika selesai maka datanglah seorang utusan  istri almarhum, mengundang Nabi saw untuk bertandang kerumahnya, lalu  Rasul saw menerima undangannya dan kami bersamanya, lalu dihidangkan  makanan, lalu Rasul saw menaruh tangannya saw di makanan itu kamipun  menaruh tangan kami dimakanan itu lalu kesemuanyapun makan. Riwayat Abu  Dawud dan Baihaqi dalam Dalail Nubuwwah, demikian pula diriwayatkan  dalam AL Misykaah, di Bab Mukjizat, dikatakan bahwa ketika beliau saw  akan pulang maka datanglah utusan istri almarhum.. dan hal ini merupakan  Nash yg jelas bahwa Rasulullah saw mendatangi undangan keluarga duka,  dan berkumpul bersama sahabat beliau saw setelah penguburan dan makan”.&lt;br /&gt;
(Tuhfatul Ahwadziy Juz 4 hal 67).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Abu Al-Jauzaa&lt;/b&gt;:  Mari kita lihat riwayat yang ada di Sunan Abu Dawud. Hadits tersebut ada di nomor 3332 :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;حدثنا محمد بن العلاء أخبرنا بن إدريس أخبرنا عاصم بن كليب عن أبيه عن رجل من الأنصار قال&lt;/u&gt;  خرجنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم في جنازة فرأيت رسول الله صلى الله  عليه وسلم وهو على القبر يوصي الحافر أوسع من قبل رجليه أوسع من قبل رأسه  فلما رجع استقبله داعي&lt;u&gt; امرأة &lt;/u&gt;فجاء وجيء بالطعام فوضع يده ثم وضع  القوم فأكلوا فنظر آباؤنا رسول الله صلى الله عليه وسلم يلوك لقمة في فمه  ثم قال أجد لحم شاة أخذت بغير إذن أهلها فأرسلت المرأة قالت يا رسول الله  إني أرسلت إلى البقيع يشتري لي شاة فلم أجد فأرسلت إلى جار لي قد اشترى شاة  أن أرسل إلى بها بثمنها فلم يوجد فأرسلت إلى امرأته فأرسلت إلي بها فقال  رسول الله صلى الله عليه وسلم أطعميه الأسارى&lt;br /&gt;
Perhatikan kata berwarna  merah yang ana garis bawahi. Nukilan dari Tuhfatul-Ahwadzi tersebut  tidak tepat sehingga berubah dari makna yang diinginkan. Dalam Nukilan  Pak Habib ditulis dengan &lt;i&gt;imra-atihi &lt;/i&gt;yang berarti : istrinya/perempuan dari kalangan keluarga si mayit; sedangkan lafadh asli dalam Sunan Abi Dawud tertulis&lt;i&gt; imra-ah &lt;/i&gt;yang  berarti perempuan secara umum. Perubahan makna tentu sangat signifikan.  Ketika kita menggunakan nukilan lafadh Pak Habib, tentu seakan-akan  kita diperbolehkan atau bahkan disyari&#39;atkan untuk makan dan/atau  menyediakan makan ketika ada orang meninggal dari keluarga mayit.  Padahal, bila kita tengok lafadh asli di Sunan Abi Dawud, sama sekali  tidak menunjukkan itu. Arti hadits dalam Sunan Abu Dawud tersebut adalah  (ana gunakan terjemahan Pak Habib dengan perubahan terjemahan di kata &lt;i&gt;imra-ah &lt;/i&gt;saja) : &lt;i&gt;&quot;Kami  keluar bersama Rasul saw dalam suatu penguburan jenazah, lalu kulihat  Rasul saw memerintahkan pada penggali kubur untuk memperlebar dari arah  kaki dan dari arah kepala, ketika selesai maka datanglah &lt;b&gt;seorang perempuan&lt;/b&gt;,  mengundang Nabi saw untuk bertandang kerumahnya, lalu Rasul saw  menerima undangannya dan kami bersamanya, lalu dihidangkan makanan, lalu  Rasul saw menaruh tangannya saw di makanan itu kamipun menaruh tangan  kami dimakanan itu lalu kesemuanyapun makan&quot; [selesai].&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah,  di dalam hadits di atas sama sekali tidak ada isyarat keluarga si mayit  yang mengundang makan. Perhatikan itu !! Dan ingat pula, jikalau ada  perbedaan penukilan, maka kita kembalikan kepada sumbernya. Dan  sumbernya di sini adalah Sunan Abu Dawud. lafadhnya adalah sebagaimana  ana bawakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernyataan Pak Habib itu jelas bertentangan dengan  riwayat-riwayat yang justru lebih sharih daripada riwayat yang dibawakan  Pak Habib yang menyatakan tidak diperbolehkannya makan makanan di  keluarga si mayit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jarir bin ‘Abdillah Al-Bajaly radliyallaahu ‘anhu, ia berkata :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
كنا نرى الاجتماع إلى أهل الميت وصنعة الطعام من النياحة&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Kami  (para shahabat) menganggap berkumpul-kumpul di rumah keluarga mayit,  serta penghidangan makanan oleh mereka (kepada para tamu) merupakan  bagian dari niyahah (meratapi mayit)” (HR. Ahmad nomor 6905 dan Ibnu  Majah nomor 1612).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Dari Thalhah radliyallaahu ‘anhu, ia berkata :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
قدم  جرير على عمر فقال : هل يناح قبلكم على الميت. قال : لا. قال : فهل تجتمع  النسآء عنكم على الميت ويطعم. قال : نعم. فقال : تلك النياحة.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Jarir  mendatangi ‘Umar, kemudian ‘Umar berkata : “Apakah kamu sekalian suka  meratapi mayit ?”. Jarir menjawab : “Tidak”. ‘Umar berkata : “Apakah  diantara wanita-wanita kalian semua suka berkumpul di rumah keluarga  mayit dan memakan hidangannya ?”. Jarir menjawab : “Ya”. ‘Umar berkata :  “Hal itu sama dengan niyahah (meratapi mayit)”. (HR. Ibnu Abi Syaibah  2/487).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Sa’id bin Jubair radliyallaahu ‘anhu, ia berkata :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
من عمل الجاهلية : النياحة والطعام على الميت وبيتوتة المرأة ثم أهل الميت لبست منهم&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Merupakan  perkara Jahiliyyah : An-Niyahah, hidangan keluarga mayit, dan  menginapnya para wanita di rumah keluarga mayit” (HR. Abdurrazzaq 3/550  dan Ibnu Abi Syaibah dengan lafadh yang berbeda). Ketiga riwayat  tersebut saling menguatkan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
اثنتان في الناس هما بهم كفر الطعن في النسب والنياحة على الميت&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Dua perkara yang dapat membuat manusia kufur : Mencela keturunan dan meratapi mayit (an-niyahah)”. (HR. Muslim nomor 67)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tolong riwayat-riwayat sampaikan pada Pak Habib. Barangkali beliau melewatkannya. Atau malah belum pernah membacanya ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Habib &lt;/b&gt;:  &lt;i&gt;Mengenai  ucapan para Imam itu, yg dimaksud adalah membuat jamuan khusus untuk  mendatangkan tamu yg banyak, dan mereka tak mengharamkan itu :&lt;br /&gt;
1.  Ucapan Imam nawawi yg anda jelaskan itu, beliau mengatakannya tidak  disukai (ghairu Mustahabbah), bukan haram, tapi orang wahabi mencapnya  haram padahal Imam Nawawi mengatakan ghairu mustahabbah, berarti bukan  hal yg dicintai, ini berarti hukumnya mubah, dan tidak sampai makruh  apalagi haram.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Abu Al-Jauzaa&lt;/b&gt;: Ini namanya  pembodohan umat. Bagaimana bisa perkataan Ghairu mustahabbah hawuwa  bid&#39;ah bisa dimaknakan kepada mubah ? Aneh. Sepertinya Pak Habib ini  kurang mengerti bahasa Arab. Berikut lafadh aslinya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
وإما إصلاح أهل الميت طعاما ويجمع الناس عليه فلم ينقل فيه شيء غير مستحبة وهو بدعة.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adapun  penghidangan makanan oleh keluarga mayit berikut berkumpulnya  masyarakat dalam acara tersebut tidak ada dalil naqlinya, dan hal  tersebut merupakan perbuatan yang tidak disukai. (Jelasnya) perbuatan  tersebut termasuk bid’ah” (Al-Majmu’ Syarhul-Muhadzdzab 5/186  Daarul-Fikr, Beirut, 1417).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Habib :&lt;/b&gt; &lt;i&gt;2. Imam Ibnu Hajar Al Haitsamiy menjelaskan adalah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
من جعل أهل الميت طعاما ليدعوا الناس إليه بدعة منكرة مكروهة&lt;br /&gt;
“mereka yg keluarga duka yg membuat makanan demi mengundang orang adalah hal Bid’ah Munkarah yg makruh” (bukan haram)&lt;br /&gt;
semoga  anda mengerti bahasa, bahwa jauh beda dengan rumah duka yg menyuguhkan  makanan untuk tamu yg mengucapkan bela sungkawa, jauh berbeda dengan  membuat makanan demi mengundang orang agar datang, yg dilarang (Makruh)  adalah membuat makanan untuk mengundang orang agar datang dan meramaikan  rumah.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Abu Al-Jauzaa :&lt;/b&gt;Sama juga dengan di  atas. Ana sampai heran plus geleng-geleng kepala sama pengalihan makna  Pak Habib ini. Perkataan bid&#39;atun munkaratun makruhatun (Bid&#39;ah yang  diingkari lagi dibenci) bisa diartikan makruh biasa yang malah beliau  bawa pada makna mubah. Coba cermati perkataan Pak Habib di atas !!  Perkataan [وما اعتيد من جعل أهل الميت طعاما ليدعوا الناس إليه ] sama  sekali tidak khusus pada makna yang Pak Habib maui : membuat makanan  untuk mengundang orang agar datang dan meramaikan rumah. Padahal artinya  secara jelas adalah “Dan sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan dari  penghidangan makanan oleh keluarga mayit dengan tujuan untuk mengundang  masyarakat&quot;. Tidak ada pengkhususan &quot;harus banyak&quot; dan &quot;meramaikan  rumah&quot;. Yang menjadi point Ibnu Hajar Al-Haitami tersebut di atas adalah  menghidangkankan makanan dan mengundang masyarakat untuk hadir makan  makanan tersebut. Dan kalimat bid&#39;atun munkaratun makruhatun (Bid&#39;ah  yang diingkari lagi dibenci) di sini dalam Ushul Fiqh merupakan kalimat  yang keras dalam peringkat makruh. Makruh di sini maknanya Makna Tahrim  (bermakna Haram).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan seterusnya tidak perlu ana teruskan. Pak  Habib ini justru yang gak ilmiah. Gaak ilmiah sama sekali........... Dan  tolong sampaikan kepada Pak Habib, bahwa kata makruh dalam syari&#39;at itu  dapat bermakna Haram. Tolong dibuka mushhafnya. Dalam QS. Al-Israa&#39;  banyak menggunakan kata maruh yang bermakna haram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak sebenarnya kerancuan pendalilan Pak Habib ini yang perlu ditanggapi. Itung2 hemat energi.&lt;/span&gt;                                 &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor=&quot;&quot;&gt;                &lt;td style=&quot;border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;&amp;nbsp;               &lt;/td&gt;                &lt;td align=&quot;right&quot; style=&quot;border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;amp;Itemid=34&amp;amp;func=post&amp;amp;do=reply&amp;amp;replyto=5638&amp;amp;catid=8&amp;amp;owner=siliwangi&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;              &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;3&quot; cellspacing=&quot;1&quot; class=&quot;contentpane&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;caption&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5993126017945485146&quot; id=&quot;5666&quot; name=&quot;5666&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/caption&gt;                &lt;tbody&gt;
&lt;tr class=&quot;sbsectiontableentry1&quot;&gt;                 &lt;td class=&quot;pagenavbar&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;70&quot;&gt;&lt;b&gt;siliwangi&lt;/b&gt;                   &lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;sb_avatar&quot;&gt;&lt;/span&gt;                    &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;                 &lt;td class=&quot;sbsectiontableentry1&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;b&gt;Re:KENDURI ARWAH, TAHLILAN &amp;amp; &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/09/hukum-fiqih-tentang-kenduri-untuk-orang.html&quot;&gt;YASINAN&lt;/a&gt;  MENURUT ULAM&lt;/b&gt; - &lt;i&gt;2007/07/19 18:16&lt;/i&gt;                 &lt;span class=&quot;sb_messagebody&quot;&gt;Habib dibawah ini sebagai penguat dari teman saya yang lainnya. tetapi sama bermanhaj-kan Salaf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KENDURI ARWAH&lt;br /&gt;
Majlis kenduri arwah lebih dikenal dengan berkumpul  beramai-ramai dengan hidangan jamuan (makanan) di rumah si Mati.   Kebiasaannya diadakan pada hari kematian, dihari kedua, ketiga, ketujuh,  keempat puluh, keseratus, setahun dan lebih dari itu bagi mereka yang  fanatik kepada kepercayaan ini atau kepada si Mati.  Malangnya mereka  yang mengerjakan perbuatan ini tidak menyadari bahwa terdapat banyak  fatwa-fatwa dari Imam Syafie rahimahullah dan para ulama besar dari  kalangan yang bermazhab Syafie telah mengharamkan dan membid’ahkan  perbuatan atau amalan yang menjadi tajuk perbincangan dalam tulisan ini.  &lt;br /&gt;
Di dalam kitab &lt;b&gt;(اعانة الطالبين)&lt;/b&gt; juz 2. hlm. 146,  tercatat pengharaman Imam Syafie rahimahullah tentang perkara yang  disebutkan di atas sebagaimana ketegasan beliau dalam fatwanya:&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;وَيَكْرَهُ  اتِّخَاذُ الطَّعَامِ فِى الْيَوْمِ اْلاَوَّلِ وَالثَّالِث وَبَعْدَ  اْلاُسْبُوْعِ وَنَقْلُ الطَّعَامِ اِلَى الْقُبُوْرِ&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
“Dan  dilarang (ditegah/makruh) menyediakan makanan pada hari pertama  kematian, hari ketiga dan seterusnnya sesudah seminggu.  Dilarang juga  membawa makanan ke kuburan”.&lt;br /&gt;
Imam Syafie dan jumhur ulama-ulama besar &lt;b&gt;(ائمة العلماء الشافعية)&lt;/b&gt;  yang berpegang kepada mazhab Syafie, dengan berlandaskan kepada  hadis-hadis sahih, mereka memfatwakan bahwa yang seharusnya menyediakan  makanan untuk keluarga si Mati adalah jiran/tentangga , kerabat si Mati  atau orang yang datang menziarahi mayat, bukan keluarga (ahli si Mati)  sebagaimana fatwa Imam Syafie: &lt;br /&gt;
&lt;b&gt;وَاُحِبُّ لِجِيْرَانِ  الْمَيِّتِ اَوْذِيْ قَرَابَتِهِ اَنْ يَعْمَلُوْا لاَهْلِ الْمَيِّتِ فِىْ  يَوْمِ يَمُوْتُ وَلَيْلَتِهِ طَعَامًا مَا يُشْبِعُهُمْ وَاِنَّ ذَلِكَ  سُنَّةٌ.&lt;/b&gt;“Aku suka kalau tetangga si Mati atau kerabat  si Mati  menyediakan makanan untuk keluarga si Mati pada hari kematian dan  malamnya sehingga mengenyangkan mereka.  Sesungguhnya itulah amalan yang  sunnah”.&lt;br /&gt;
Fatwa Imam Syafie di atas ini adalah berdasarkan hadis sahih:&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;قَالَ  عَبْدُ اللهِ بْنِ جَعْفَرَ : لَمَّا جَاءَ نَعْيُ جَعْفَرِ حِيْنَ قُتِلَ  قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اِصْنَعُوْا لآلِ  جَعْفَرِ&lt;/b&gt; &lt;b&gt;طَعَامًا فَقَدْ اَتَاهُمْ مَايُشْغِلُهُمْ . (حسنه الترمزى وصححه الحاكم)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
“Abdullah bin Ja’far berkata: Ketika tersebar tentang berita  terbunuhnya Ja’far, Nabi sallallahu ‘alaihi wa-sallam bersabda:   Hendaklah kamu menyediakan makanan untuk keluarga Ja’far, mereka telah  ditimpa keadaan yang menyibukkan (kesusahan)”.  &lt;br /&gt;
Dihasankan oleh at-Turmizi dan di sahihkan oleh al-Hakim. &lt;br /&gt;
Menurut  fatwa Imam Syafie, adalah haram mengadakan kenduri arwah dengan  menikmati hidangan di rumah si Mati, terutama jika si Mati termasuk  keluarga yang miskin, menanggung beban hutang, meninggalkan anak-anak  yatim yang masih kecil dan waris si Mati mempunyai tanggungan  perbelanjaan yang besar  Tentunya tidak dipertentangkan  bahwa makan  harta anak-anak yatim hukumnya haram.  Telah dinyatakan juga di dalam  kitab &lt;b&gt;(اعانة الطالبين)&lt;/b&gt; jld. 2. hlm. 146: &lt;br /&gt;
&lt;b&gt;وَقَالَ اَيْضًأ : وَيَكْرَهُ الضِّيَافَةُ مِنَ الطَّعَامِ مِنْ اَهْلِ الْمَيِّتِ لاَنَّهُ شَرَعَ فِى السُّرُوْرِ وَهِيَ بِدْعَةٌ&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
“Imam  Syafie berkata lagi:  Dibenci bertamu dengan persiapan makanan yang  disediakan oleh ahli si Mati kerana ia adalah sesuatu yang keji dan ia  adalah bid’ah”. &lt;br /&gt;
Seterusnya di dalam kitab &lt;b&gt;(اعانة الطالبين) &lt;/b&gt; juz. 2. hlm. 146 – 147, Imam Syafie rahimahullah berfatwa lagi:&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;وِمِنَ  الْبِدَعِ الْمُنْكَرَةِ الْمَكْرُوْهِ فَعْلُهُ مَا يَفْعَلُ النَّاسُ  مِنَ الْوَحْشَةِ وَالْجَمْعِ وَاْلاَرْبِعِيْنَ بَلْ كَلُّ ذَلِكَ حَرَامٌ&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
“Dan  antara bid’ah yang mungkar ialah kebiasaan orang yang melahirkan rasa  kesedihannya sambil berkumpul beramai-ramai melalui upacara (kenduri  arwah) dihari keempat puluh (empat pulu harinya) pada hal semuanya ini  adalah haram”.&lt;br /&gt;
Ini bermakna mengadakan kenduri arwah (termasuk  tahlilan dan yasinan beramai-ramai) dihari pertama kematian, dihari  ketiga, dihari ketujuh, dihari keempat puluh, dihari keseratus, setelah  setahun kematian dan dihari-hari seterusnya sebagaimana yang diamalkan  oleh masyarakat Islam sekarang adalah perbuatan haram dan bid’ah menurut  fatwa Imam Syafie.  Oleh itu, mereka yang mengaku bermazhab Syafie  seharusnya menghentikan perbuatan yang haram dan bid’ah ini  mematuhi  wasiat imam yang agung ini.&lt;br /&gt;
Seterusnya terdapat dalam kitab yang sama &lt;b&gt;(اعانة الطالبين)&lt;/b&gt;  juz 2. hlm. 145-146, Mufti yang bermazhab Syafie al-Allamah Ahmad Zaini  bin Dahlan rahimahullah menukil fatwa Imam Syafie yang menghukum bid’ah  dan mengharamkan kenduri arwah:&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;وَلاَ شَكَّ اَنَّ مَنْعَ  النَّاسِ مِنْ هَذِهِ الْبِدْعَةِ الْمُنْكَرَةِ فِيْهِ اِحْيَاءٌ  لِلسُّنَّةِ وَاِمَاتَةٌ لِلْبِدْعَةِ وَفَتْحٌ لِكَثِيْرٍ مِنْ اَبْوَابِ  الْخَيْرِ&lt;/b&gt; &lt;b&gt;وَغَلْقٌ لِكَثِيْرٍ مِنْ اَبْوَابِ الشَّرِّ ،  فَاِنَّ النَّاسَ يَتَكَلَّفُوْنَ تَكَلُّفًا كَثِيْرًا يُؤَدِّيْ اِلَى  اَنْ يَكُوْنَ ذَلِكَ الصُّنْعُ مُحَرَّمًا .&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
“Dan tidak  diragukan lagi bahwa melarang (mencegah) manusia dari perbuatan bid’ah  yang mungkar demi untuk menghidupkan sunnah dan mematikan (menghapuskan)  bid’ah, membuka banyak pintu-pintu kebaikan dan menutup pintu-pintu  keburukan dan (kalau dibiarkan bid’ah berterusan) orang-orang (awam)  akan terbiasa (kepada kejahatan) sehingga memaksa diri mereka melakukan  perkara yang haram”. &lt;br /&gt;
Kenduri arwah atau lebih dikenali dewasa ini  sebagai majlis tahlilan, selamatan atau yasinan, ia dilakukan juga di  perkuburan terutama dihari khaul  .(&lt;b&gt;خول) &lt;/b&gt; Amalan ini  termasuk perbuatan yang amat dibenci, ditegah, diharamkan dan  dibid’ahkan oleh Imam Syafie rahimahullah sebagaimana yang telah  ditegaskan oleh beliau: &lt;br /&gt;
مَ&lt;b&gt;ا  يَفْعَلُهُ النَّاسُ مِنَ اْلاِجْتَمَاعِ عِنْدَ اَهْلِ الْمَيِّتِ وَصُنْعِ الطَّعَامِ مِنَ الْبِدَعِ الْمُنْكَرَةِ&lt;/b&gt;“Apa  yang diamalkan oleh manusia dengan berkumpul dirumah keluarga si mati  dan menyediakan makanan adalah termasuk perbuatan bid’ah yang mungkar”.  Lihat: &lt;b&gt;اعانة الطالبين&lt;/b&gt; juz 2 hlm. 145. &lt;br /&gt;
Di dalam kitab fikh (حاشية القليوبي) juz. 1 hlm. 353 atau di kitab  &lt;b&gt;قليوبى - عميرة) -(حاشيتان  &lt;/b&gt;juz. 1 hlm. 414 dapat dinukil ketegasan Imam ar-Ramli rahimahullah yang mana beliau berkata:&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;قَالَ  شَيْخُنَا الرَّمْلِى : وَمِنَ الْبِدَعِ الْمُنْكَرَةِ الْمَكْرُوْهِ  فِعْلُهَا كَمَا فِى الرَّوْضَةِ مَا يَفْعَلُهُ النَّاسُ مِمَّا يُسَمَّى  الْكِفَارَةَ وَمِنْ صُنْعِ طَعَامِ للاِجْتَمَاعِ عَلَيْهِ قَبْلَ  الْمَوْتِ اَوْبَعِدَهُ وَمِنَ الذَّبْحِ عَلَى الْقُبُوْرِ ، بَلْ كُلُّ  ذَلِكَ حَرَامٌ اِنْ كَانَ مِنْ مَالٍ مَحْجُوْرٍ وَلَوْ مِنَ التَّركَةِ ،  اَوْ مِنْ مَالِ مَيِّتٍ عَلَيْهِ دَيْنٌ وَتَرَتَّبَ عَلَيْهِ ضَرَرٌ  اَوْ نَحْوُ ذَلِكَ.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
“Telah berkata Syeikh kita ar-Ramli:   Antara perbuatan bid’ah yang mungkar jika dikerjakan ialah sebagaimana  yang dijelaskan di dalam kitab “Ar-Raudah” yaitu mengerjakan amalan yang  disebut “kaffarah” secara menghidangkan makanan agar dapat berkumpul di  rumah si Mati sama sebelum atau sesudah kematian, termasuk (bid’ah yang  mungkar) penyembelihan untuk si Mati, malah yang demikian itu semuanya  haram terutama jika sekiranya dari harta yang masih dipersengketakan  walau sudah ditinggalkan oleh si Mati atau harta yang masih dalam hutang  (belum dilunas) atau seumpamanya”.&lt;br /&gt;
Di dalam kitab &lt;b&gt;(الفقه على المذاهب الاربعة) &lt;/b&gt;  jld.1 hlm. 539, ada dijelaskan bahawa: &lt;br /&gt;
&lt;b&gt;وَمِنَ  الْبِدَعِ الْمَكْرُوْهَةِ مَا يَفْعَلُ الآن مِنْ ذَبْحِ الذَّبَائِحَ  عِنْدَ خُرُوْجِ الْمَيِّتِ اَوْ عِنْدَ الْقَبْرِ وَاِعْدَادِ الطَّعَامِ  مِمَّنْ يَجْتَمِعُ لِتَّعْزِيَةِ .&lt;/b&gt; “Termasuk bid’ah yang  dibenci ialah apa yang menjadi amalan orang sekarang, yaitu menyembelih  beberapa sembelihan ketika si Mati telah keluar dari rumah (telah  dikebumikan).  Ada yang melakukan sehingga kekuburan atau menyediakan  makanan kepada sesiapa yang datang berkumpul untuk takziyah”. &lt;br /&gt;
Kenduri  arwah pada hakikatnya lebih merupakan tradisi dan kepercayaan untuk  mengirim pahala bacaan fatihah atau menghadiahkan pahala melalui  pembacaan al-Quran terutamanya surah yasin, zikir dan berdoa  beramai-ramai yang ditujukan kepada arwah si Mati.  Mungkin persoalan  ini dianggap isu yang remeh, perkara furu&#39;, masalah cabang atau ranting  oleh sebahagian masyarakat awam dan dilebih-lebihkan oleh kalangan  mubtadi&#39; &lt;b&gt;(مبتدع)&lt;/b&gt; &quot;pembuat atau aktivis bid&#39;ah&quot; sehingga  amalan ini tidak  dipersoalkam oleh pengamalnya tentang haram dan  larangana dari Imam Syafie rahimahullah dan para ulama yang bermazhab  Syafie.&lt;br /&gt;
Pada hakikatnya, amalan mengirim atau  menghadiahkan pahala bacaan seperti yang dinyatakan di atas adalah  persoalan besar yang melibatkan akidah dan ibadah.  Wajib diketahui oleh  setiap orang yang beriman bahawa masalah akidah dan ibadah tidak boleh  dilakukan secara suka sesui dengan hwa nafsunya  (tanpa ada hujjah atau  dalil dari Kitab Allah dan Sunnah RasulNya), tidak boleh berdalilkan  pada anggapan yang disangka baik lantaran ramainya masyarakat yang  melakukannya, kerana Allah Subhanahu wa-Ta&#39;ala telah memberi ancaman  yang tegas kepada mereka yang suka bertaqlid (meniru) perbuatan orang  banyak yang tidak ada dalil atau perintahnya dari syara sebagaimana  firmanNya:&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;وَاِنْ تُطِعْ اَكْثَرَ مَنْ فِى اْلاَرْضِ  يُضِلُّوْكَ عَنْ سَبِيْلِ اللهِ اِنْ يَّتَّبِعُوْنَ اِلاَّ الظَّنَّ  وَاِنْ هُمْ اِلاَّ يَخْرُصُوْنَ&lt;/b&gt;&quot;Dan jika kamu menuruti  kebanyakan  orang-orang yang di muka bumi ini, nescaya mereka akan  menyesatkan diri kamu dari jalan Allah.  Mereka tidak lain hanya  mengikuti persangkaan belaka dan mereka tidak lain hanyalah berdusta  (terhadap Allah)&quot;.&lt;br /&gt;
Al-An&#39;am, 6:116.       &lt;br /&gt;
Begitu juga  sesuatu amalan yang diangap ibadah sama ada yang dianggap wajib atau  sunnah, maka ia tidak boleh ditentukan oleh akal atau hawa nafsu, antara  amalan tersebut ialah amalan kenduri arwah (tahlilan atau yasinan) maka  lantaran ramainya orang yang mengamalkan dan adanya unsur-unsur agama  dalam amalan tersebut seperti bacaan al-Quran, zikir, doa dan  sebagainya, maka kerananya dengan mudah diangkat dan dikategorikan  sebagai ibadah.  Sedangkan kita hanya dihalalkan mengikut dan  mengamalkan apa yang benar-benar telah disyariatkan oleh al-Quran dan  as-Sunnah jika ia dianggap sebagai ibadah sebagaimana firman Allah Azza  wa-Jalla: &lt;br /&gt;
&lt;b&gt;ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيْعَةٍ مِنَ اْلاَمْرِ  فَاتَّبِعْهَا وَلاَ تَتَّبِعْ اَهْوَاءَ الَّذِيْنَ لاَ يَعْلَمُوْنَ .  اَنَّهُمْ لَنْ يُّغْنُوْا عَنْكَ مِنَ اللهِ شَيْئًا&lt;/b&gt;&quot;Kemudian  Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan yang wajib  ditaati) dalam urusan (agamamu) itu, maka ikutilah syariat itu dan  janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui (orang  jahil).  Sesungguhnya mereka sekali-kali tidak akan dapat menolak diri  kamu sedikitpun dari siksaan Allah&quot;.&lt;br /&gt;
Al-Jasiyah, 45:18-19.&lt;br /&gt;
Setiap amalan yang dianggap ibadah jika hanya berdalilkan kepada  dhonn mengikut perkiraan akal fikiran, perasaan, keinginan hawa nafsu  atau ramainya orang yang melakukan tanpa dirujuk terlebih dahulu kepada  al-Quran, as-Sunnah dan athar yang sahih untuk dinilai  haram atau  halal, sunnah atau bid&#39;ah, maka perbuatan tersebut adalah suatu  kesalahan (haram dan bid’ah) menurut syara sebagaimana yang dijelaskan  oleh ayat di atas dan difatwakan oleh Imam Syafie rahimahullah.   Memandangkan polemik dan persoalan kenduri arwah kerapkali ditimbulkan   maka ia perlu ditangani dan diselesaikan secara syarii (menurut hukum  dari al-Quran dan as-Sunnah) serta fatwa para ulama Ahli Sunnah  wal-Jamaah dari kalangan Salaf as-Soleh yang muktabar.  Dalam  membincangkan isu ini pula, maka ana tumpukan kepada kalangan para ulama  dari mazhab Syafie kerana mereka yang bermazhab Syafie menyangka bahwa  amalan kenduri arwah, tahlilan, yasinan atau amalan mengirim pahala  adalah diajarkan oleh Imam Syafie dan para ulama yang berpegang dengan  mazhab Syafie.&lt;br /&gt;
Insya-Allah, mudah-mudahan tulisan ini bukan saja  dapat menjawab pertanyaan bagi mereka yang bertanya, malah akan sampai  kepada mereka yang mempersoalkan isu ini, termasuklah mereka yang masih  salah anggap tentang hukum sebenar kenduri arwah (tahlilan atau yasinan)  menurut Ahli Sunnah wal-Jamaah.&lt;/span&gt;                                 &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor=&quot;&quot;&gt;                &lt;td style=&quot;border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;&amp;nbsp;               &lt;/td&gt;                &lt;td align=&quot;right&quot; style=&quot;border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;amp;Itemid=34&amp;amp;func=post&amp;amp;do=reply&amp;amp;replyto=5666&amp;amp;catid=8&amp;amp;owner=siliwangi&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;              &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;3&quot; cellspacing=&quot;1&quot; class=&quot;contentpane&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;caption&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5993126017945485146&quot; id=&quot;5671&quot; name=&quot;5671&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/caption&gt;                &lt;tbody&gt;
&lt;tr class=&quot;sbsectiontableentry2&quot;&gt;                 &lt;td class=&quot;pagenavbar&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;70&quot;&gt;&lt;b&gt;WIDAYAT&lt;/b&gt;                   &lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;sb_avatar&quot;&gt;&lt;/span&gt;                    &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;                 &lt;td class=&quot;sbsectiontableentry2&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;b&gt;Re:KENDURI ARWAH, TAHLILAN &amp;amp; YASINAN  MENURUT ULAM&lt;/b&gt; - &lt;i&gt;2007/07/19 19:53&lt;/i&gt;                 &lt;span class=&quot;sb_messagebody&quot;&gt;Assalamu&#39;alaikum, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga  rahmat Allah selalu tercurah kepada kita yang sedang mencari ilmu lewat  dunia maya ini, terkhusus buat Habib Munzir dan Keluarga berikut  jama&#39;ah MR, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mas Abu Al-Jauzaa menulis: &lt;br /&gt;
Tolong riwayat-riwayat sampaikan pada Pak Habib. Barangkali beliau melewatkannya. Atau malah belum pernah membacanya ? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ana berprasangka baik, &lt;br /&gt;
Guru  mulia al Habib Umar bin Hafidz, hafal kutubus shitah dengan sanad dan  matannya, jadi saya selain berprasangka baik dan berandai-andai,  sepertinya nggak mungkin kalau riwayat-riwayat yang disebutkan oleh Mas  Abu Al-Jauzaa itu terlewatkan untuk disampaikan kepada murid2nya, dan  salah seorang muridnya adalah Habib Munzir. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya perlu proses dan pencarian dalil2 yang shahih, jadi belum final, &lt;br /&gt;
Mungkin  sikap yang perlu kita kedepankan adalah bersabar baik untuk mas Abu  Al-Jauzaa yang kelihatannya mewakili salafi/wahabi dan tentunya Habib  Munzir sendiri ada keterbatasan waktu untuk membuka kitab2 besar untuk  menjawab ini semua.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mari kita lanjutkan diskusi atau tanya jawab ini dan kita jauhkan sikap merasa paling benar, Ok. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam,&lt;/span&gt;                                 &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor=&quot;&quot;&gt;                &lt;td style=&quot;border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;&amp;nbsp;               &lt;/td&gt;                &lt;td align=&quot;right&quot; style=&quot;border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;amp;Itemid=34&amp;amp;func=post&amp;amp;do=reply&amp;amp;replyto=5671&amp;amp;catid=8&amp;amp;owner=WIDAYAT&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;              &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;3&quot; cellspacing=&quot;1&quot; class=&quot;contentpane&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;caption&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5993126017945485146&quot; id=&quot;5676&quot; name=&quot;5676&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/caption&gt;                &lt;tbody&gt;
&lt;tr class=&quot;sbsectiontableentry1&quot;&gt;                 &lt;td class=&quot;pagenavbar&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;70&quot;&gt;&lt;b&gt;munzir&lt;/b&gt;                   &lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;sb_avatar&quot;&gt;&lt;/span&gt;                    &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;                 &lt;td class=&quot;sbsectiontableentry1&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;b&gt;Re:KENDURI ARWAH, TAHLILAN &amp;amp; YASINAN  MENURUT ULAM&lt;/b&gt; - &lt;i&gt;2007/07/19 23:04&lt;/i&gt;                 &lt;span class=&quot;sb_messagebody&quot;&gt;telah dijelaskan didalam  Tuhfatul Ahmawdziy, bahwa dalam Al Misykaat disebutkan dhamir dengan  dhamir dhiafah, maka dalam hal ini shohibul Misykaah mempunyai hujjah  pula dalam riwayatnya, tidak bisa kita menafikan hadits begitu saja  dengan mengambil satu riwayat dan menghapus yg lainnya.&lt;br /&gt;
--&lt;br /&gt;
Ijtima; ila ahlilamyyit &lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
وأما  صنعة الطعام من   أهل الميت  إذا كان للفقراء فلا بأس به لأن النبي  صلى  الله عليه وسلم  قبل دعوة المرأة التي مات زوجها كما في سنن أبي داود وأما  إذا كان للأغنياء والاضياف فمنوع ومكروه لحديث أحمد وابن ماجة&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Namun  bila membuat makanan dari keluarga mayyit, bila untuk para fuqara maka  diperbolehkan, karena Nabi saw menerima undangan wanita yg wafat  suaminya sebagaimana diriwayatkan pada sunan Abi dawud, namun bila untuk  orang orang kaya dan perjamuan maka terlarang dan Makruh sebagaimana  hadits riwayat Ahmad dan Ibn Majah.&lt;br /&gt;
(Syarh Sunan Ibn Majah Juz 1 hal 116)&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
فأما صنع   أهل الميت  طعاما للناس فمكروه لأن فيه زيادة على مصيبتهم وشغلا لهم إلى شغلهم وتشبها بصنع أهل الجاهلية &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila  keluarga mayyit membuat makanan untuk orang maka makruh, karena hal itu  menambah atas musibah mereka dan menyibukkan, dan meniru niru perbuatan  jahiliyah.&lt;br /&gt;
(Almughniy Juz 2 hal 215)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(MAKRUH.. BUKAN HARAM)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu shohibul Mughniy menjelaskan kemudian :&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
وإن دعت الحاجة إلى ذلك جاز فإنه ربما جاءهم من يحضر ميتهم من القرى والأماكن البعيدة ويبيت عندهم ولا يمكنهم إلا أن يضيفوه&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Bila  mereka melakukannya karena ada sebab/hajat, maka hal itu diperbolehkan,  karena barangkali diantara yg hadir mayyit mereka ada yg berdatangan  dari pedesaan, dan tempat tempat yg jauh, dan menginap dirumah mereka,  maka tak bisa tidak terkecuali mereka mesti dijamu&lt;br /&gt;
(Almughniy Juz 2 hal 215)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(DISINI HUKUMNYA BERUBAH MENJADI MUBAH KARENA ADA HAJAT, BUKAN JAMUAN UNTUK MENGUNDANG ORANG BANYAK)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
nah..  inilah kebodohan  para wahabi, bagaimana ucapan “Ghairu Mustahibbah dan  adalah Bid’ah” bisa dirubah jadi haram?, sedangkan makna Mustahibbah  adalah disukai untuk dilakukan dan disejajarkan dg makna sunnah secara  istilahi, yaitu yutsab ala fi’lihi walaa yu’aqabu alaa tarkihi (diberi  pahala bila dilakukan dan tidak berdosa jika ditinggalkan), &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
didalam  Ushul dijelaskan bahwa Mandub, hasan, annafl, sunnah, Mustahab fiih  (mustahibbah), Muragghab fiih, ini semua satu makna, yaitu yutsab ala  fi’lihi walaa yu’aqabu alaa tarkihi (diberi pahala bila dilakukan dan  tidak berdosa jika ditinggalkan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah.. imam Nawawi mengatakan  hal itu ghairu mustahibbah, yaitu bukan hal yg bila dilakukan mendapat  pahala dan bila ditinggalkan tidak mendapat dosa, maka jatuhlah  derajatnya antara mubah dan makruh,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam Nawawi tidak mengucapkan  haram, karena bila haram beliau tak payah payah menaruh kata ghairu  mustahibbah dlsb, beliau akan berkata haram mutlaqan (haram secara  mutlak), namun beliau tak mengatakannya, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan mengenai kata  “Bid’ah” sebagaimana mereka menukil ucapan Imam Nawawi, fahamilah bahwa  Bid;ah menurut Imam Nawawi terbagi lima bagian, yaitu wajib, sunnah,  mubah, makruh dan haram (rujuk syarh nawawi ala shahih Muslim Juz 6 hal  164-165), &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
maka sebelum mengambil dan menggunting Ucapan Imam  Nawawi, fahami dulu apa maksud bid;ah dalam ta;rif Imam Nawawi, barulah  bicara fatwa Bid’ah oleh Imam Nawawi,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
bila Imam Nawawi  menjelaskan bahwa dalam Bid’ah itu ada yg Mubah dan yg makruh, maka  ucapan “Bid’ah Ghairu Mustahibbah” bermakna Bid;ah yg mubah atau yg  makruh, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kecuali bila Imam Nawawi berkata “Bid’ah Muharramah” (Bid’ah yg haram).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun kenyataannya Imam Nawawi tidak mengatakannya haram, maka hukumnya antara Mubah dan makruh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk  Ucapan Imam Ibn Hajar inipun jelas, beliau berkata Bid’ah Munkarah  Makruhah, (Bid’ah yg tercela yg makruh), karena Bid;ah tercela itu tidak  semuanya haram, sebagaimana masa kini sajadah yg padanya terdapat  hiasan hiasan warna warni membentuk pemandangan atau istana istana dan  burung burung misalnya, ini adalah Bid’ah munkarah yg makruh, tidak  haram untuk memakainya shalat, tidak batal shalat kita menggunakan  sajadah semacam itu, namun Bid;ah munkarah yg makruh,  tidak haram,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hukum  darimana makruh dibilang haram, makruh sudah jelas makruh, hukumnya  yutsab ala tarkihi wala yu’aqabu ala fi’lihi (mendapat pahala bila  ditinggalkan dan tidak mendapat dosa bila dilakukan),&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan yg dimakruhkan adalah menyiapkan makanan untuk mengundang orang, beda dengan orang datang lalu shohibul bait menyuguhi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dijelaskan  bahwa yg dimaksud adat jahiliyyah ini adalah membuat jamuan besar,  mereka menyembelih sapi atau kambing demi mengundang tamu setelah ada  kematian, ini makruh hukumnya, namun beda dengan orang datang karena  ingin menjenguk, lalu sohibulbait menyuguhi ala kadarnya, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan kebuli dan menyembelih kerbau, hanya besek sekedar hadiahan dan sedekah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kini saya ulas dengan kesimpulan :&lt;br /&gt;
1.  membuat jamuan untuk mengundang orang banyak hukumnya makruh, walaupun  ada yg mengatakan haram namun Jumhur Imam dan Muhadditsin mengatakannya  Makruh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. membuat jamuan dengan niat sedekah hukumnya sunnah, tidak terkecuali ada kematian atau kelahiran atau apapun, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.  membuat jamuan dengan tujuan sedekah dan pahalanya untuk mayyit  hukumnya sunnah, sebagaimana riwayat Shahih Bukhari seorang wanita  mengatakan pada Nabi saw bahwa ibuku wafat, dan apakah ibuku mendapat  pahala bila aku bersedekah untuknya?, Rasul saw menjawab : Betul (Shahih  Bukhari hadits no.1322)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. menghidangkan makanan seadanya untuk  tamu yg datang saat kematian adalah hal yg mubah, bukan makruh, misalnya  sekedar the pahit, atau kopi sederhana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Sunnah Muakkadah bagi  masyarakat dan keluarga tidak datang begitu saja dg tangan kosong,  namun bawalah sesuatu, berupa buah, atau uang, atau makanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6.  makan makanan yg dihidangkan oleh mereka tidak haram, karena tak ada yg  mengharamkannya, bahkan sebagaimana dalam Syarh Sunan Ibn Majah  dijelaskan hal itu pernah dilakukan oleh Rasul saw,&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;[/size][size=3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                 &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor=&quot;&quot;&gt;                &lt;td style=&quot;border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;&amp;nbsp;               &lt;/td&gt;                &lt;td align=&quot;right&quot; style=&quot;border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;amp;Itemid=34&amp;amp;func=post&amp;amp;do=reply&amp;amp;replyto=5676&amp;amp;catid=8&amp;amp;owner=munzir&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;              &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;3&quot; cellspacing=&quot;1&quot; class=&quot;contentpane&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;caption&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5993126017945485146&quot; id=&quot;5677&quot; name=&quot;5677&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/caption&gt;                &lt;tbody&gt;
&lt;tr class=&quot;sbsectiontableentry2&quot;&gt;                 &lt;td class=&quot;pagenavbar&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;70&quot;&gt;&lt;b&gt;munzir&lt;/b&gt;                   &lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;sb_avatar&quot;&gt;&lt;/span&gt;                    &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;                 &lt;td class=&quot;sbsectiontableentry2&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;b&gt;Re:KENDURI ARWAH, TAHLILAN &amp;amp; YASINAN  MENURUT &lt;/b&gt; - &lt;i&gt;2007/07/19 23:32&lt;/i&gt;                 &lt;span class=&quot;sb_messagebody&quot;&gt;mengenai fatwa Imam Syafii  didalam kitab I&#39;anatutthaalibin itu wahai saudaraku, yg diharamkan  adalah Ittikhadzuddhiyafah, (mengadakan jamuan besar), sebagaimana  dijelaskan oleh tulisan anda sendiri dari ucapan itu karena hal itu  &quot;Syara&#39;a lissurur&quot;, yaitu jamuan makan untuk kegembiraan, bukan untuk  kematian,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
nah.. adat orang jahiliyah masa lalu mereka menjamu  tamu tamu dg jamuan besar bila ada yg mati diantara mereka, ada yg  menyembelih kerbau, ada yg menyembelih kambing, ada yg menyembelih  kerbau diatas kuburan si mayyit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
hal semacam itu yg diharamkan  oleh Imam Syafii, dan Imam Syafii mengatakan makruh apabila keluarga  duka membuat hidangan2, (bukan haram),&lt;br /&gt;
yg diharamkan oleh Imam Syafii adalah menyembelih kerbau dan perayaan setelah kematian hingga 40 hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sebagaimana  dijelaskan didalam Almughniy dalam penjelasan saya yg terdahulu, bila  ia menyiapkan makanan untuk tam yg datang dari jauh, maka hal itu  tentunya diperbolehkan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kesimpulannya, selama hal itu berupa  suguhan suguhan ala kadarnya, sekedar kopi dan teh, maka hal itu mubah,  dan bila menjadi jamuan makan maka hukumnya makruh, bila dibikin pesta  maka hukumnya haram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
namun bila diniatkan untuk sedekah, walau  menyembelih seribu ekor kerbau selama 40 hari 40 malam atau menyembelih  1.000 ekor kambing selama 100 hari atau bahkan tiap hari sekalipun, hal  itu tidak ada larangannya, bahkan mendapat pahala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
wahabi ini  barangkali pelit saja, saya lebih suka orang yg kematian itu bersedekah,  pahalanya untuk mayyit, itu mestinya yg diangkat ke permukaan ummat,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;umumkan  dan buat selebaran dan bagikan ke barat dan timur, bagi mereka yg mau  bikin kenduri kematian silahkan buat sebanyak banyaknya makanan, tapi  niatkan untuk sedekah dan pahalanya untuk mayyit..!, dan setiap tetangga  keluarga yg kematian, disarankan mengumpulkan sedekah atau uang untuk  keluarga mayyit..!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
nah.. itu kan lebih baik, daripada nakal nukil gunting tambal ucapan para imam dan mereka sendiri tidak memanut syafii.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kok  anti amat sih pada orang berdzikir, masih untung mereka kumpul dzikir,  saya sangat mendukung upacara tahlil 3 hari, 7 hari, 40 hari, kalau  perlu setiap hari bagi keluarga mayyit, karena disitu ajang dakwah,  banyak teman teman mayyit yg tobat, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
mereka para narkoba, atau  koruptor, atau preman, atau kelompok gelap lainnya, bila hadir di acara  tahlilan kematian temannya kulihat mereka nunduk, ada yg menangis, ada  yg menyesal, ada yg tobat,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
demi Allah berkali kali saya hadir di  rumah duka tempat pemuda yg mati sebab narkotika, saya datang dan  pastilah teman2nya hadir, maka sudah bisa dipastikan ada beberapa orang  temannya yg tobat, mereka gentar melihat temannya sudah dihadiahi surat  yaasin, mereka risau mati seperti itu, mereka ingat kematian,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
duh.. sungguh hal seperti ini mesti dimakmurkan..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
bukan dimusnahkan, naudzubillah dari dangkalnya pemahaman tentang maslahat muslimin..&lt;/span&gt;                                 &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor=&quot;&quot;&gt;                &lt;td style=&quot;border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;&amp;nbsp;               &lt;/td&gt;                &lt;td align=&quot;right&quot; style=&quot;border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;              &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;3&quot; cellspacing=&quot;1&quot; class=&quot;contentpane&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;caption&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5993126017945485146&quot; id=&quot;5823&quot; name=&quot;5823&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/caption&gt;                &lt;tbody&gt;
&lt;tr class=&quot;sbsectiontableentry1&quot;&gt;                 &lt;td class=&quot;pagenavbar&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;70&quot;&gt;&lt;b&gt;Moethoy&lt;/b&gt;                   &lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;sb_avatar&quot;&gt;&lt;/span&gt;                    &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;                 &lt;td class=&quot;sbsectiontableentry1&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;b&gt;Re:KENDURI ARWAH, TAHLILAN &amp;amp; YASINAN  MENURUT&lt;/b&gt; - &lt;i&gt;2007/07/24 23:47&lt;/i&gt;                 &lt;span class=&quot;sb_messagebody&quot;&gt;Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Limpahan kebahagiaan dan kasih sayang Nya swt semoga selalu tercurah pada habibiy dan jama&#39;ah MR semuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya  kira, penjelasan Habibiy sudah sangat jelas sekali (itnab) bagi yg  hatinya mao menerima kebenaran. Tapi bg yg belom, ente harus banyak  istigfar, luruskan niat dan msk islam dulu kalo belom, he3. Soalnye dari  caranye penggal kitab2 klasik, gak beda dgn missionaris yg bs nyuplik  tp gak betul kalo disuruh baca..... truz kalo salah, siape dong yg  benerin, wong die gak punya guru ngaji...... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yg model gini (gak berguru) dalam islam gak direken (gak dihitung) ilmunya. wujuduhu kal adami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Sudah lama sy ngak nongol di MR&lt;/span&gt;.  Mohon maaf yang tulus pada Habibiy. Ternyata MR semakin maju,  berkembang dan dikenal semua lapisan masyarakat. Wassalamu&#39;alaikum  warahmatullahi wabarakatuh.&lt;/span&gt;                                 &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor=&quot;&quot;&gt;                &lt;td style=&quot;border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;&amp;nbsp;               &lt;/td&gt;                &lt;td align=&quot;right&quot; style=&quot;border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;amp;Itemid=34&amp;amp;func=post&amp;amp;do=reply&amp;amp;replyto=5823&amp;amp;catid=8&amp;amp;owner=Moethoy&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;              &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;3&quot; cellspacing=&quot;1&quot; class=&quot;contentpane&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;caption&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5993126017945485146&quot; id=&quot;5858&quot; name=&quot;5858&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/caption&gt;                &lt;tbody&gt;
&lt;tr class=&quot;sbsectiontableentry2&quot;&gt;                 &lt;td class=&quot;pagenavbar&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;70&quot;&gt;&lt;b&gt;munzir&lt;/b&gt;                   &lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;sb_avatar&quot;&gt;&lt;/span&gt;                    &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;                 &lt;td class=&quot;sbsectiontableentry2&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;b&gt;Re:KENDURI ARWAH, TAHLILAN &amp;amp; YASINAN  MENURUT&lt;/b&gt; - &lt;i&gt;2007/07/26 10:35&lt;/i&gt;                 &lt;span class=&quot;sb_messagebody&quot;&gt;iya nih.. antum ngga ada jadi rame mereka.. he..he..he…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
posisi saya di pulau Bengkalis, mohon doa&lt;/span&gt;                                 &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor=&quot;&quot;&gt;                &lt;td style=&quot;border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;&amp;nbsp;               &lt;/td&gt;                &lt;td align=&quot;right&quot; style=&quot;border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;amp;Itemid=34&amp;amp;func=post&amp;amp;do=reply&amp;amp;replyto=5858&amp;amp;catid=8&amp;amp;owner=munzir&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;              &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;3&quot; cellspacing=&quot;1&quot; class=&quot;contentpane&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;caption&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5993126017945485146&quot; id=&quot;7283&quot; name=&quot;7283&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/caption&gt;                &lt;tbody&gt;
&lt;tr class=&quot;sbsectiontableentry1&quot;&gt;                 &lt;td class=&quot;pagenavbar&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;70&quot;&gt;&lt;b&gt;AlMuntazar&lt;/b&gt;                   &lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;sb_avatar&quot;&gt;&lt;/span&gt;                    &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;                 &lt;td class=&quot;sbsectiontableentry1&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;b&gt;MENGIRIM PAHALA DAN BACA&#39;AN KEPADA MAYIT ?&lt;/b&gt; - &lt;i&gt;2007/09/16 12:06&lt;/i&gt;                 &lt;span class=&quot;sb_messagebody&quot;&gt;Assalamualaikum Ya Sayyidi,&lt;br /&gt;
Acara  Tahlil adalah acara yang banyak dilaksanakan oleh kaum Ahlu Sunnah di  Indonesia, yang diniatkan pahalanya di hadiakan kepada Si Mayit. Yang  Menjadi Pertanyaan Saya :&lt;br /&gt;
1. Bid&quot;ah kah acara tersebut ?&lt;br /&gt;
2. Bisa sampaikah pahala yang di kirimkan (Adakah Riwayat atauy Hadist yang menjadi &lt;br /&gt;
rujukan) ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wassalam,&lt;/span&gt;                                 &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor=&quot;&quot;&gt;                &lt;td style=&quot;border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;&amp;nbsp;               &lt;/td&gt;                &lt;td align=&quot;right&quot; style=&quot;border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;amp;Itemid=34&amp;amp;func=post&amp;amp;do=reply&amp;amp;replyto=7283&amp;amp;catid=8&amp;amp;owner=AlMuntazar&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;              &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;3&quot; cellspacing=&quot;1&quot; class=&quot;contentpane&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;caption&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5993126017945485146&quot; id=&quot;7331&quot; name=&quot;7331&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/caption&gt;                &lt;tbody&gt;
&lt;tr class=&quot;sbsectiontableentry2&quot;&gt;                 &lt;td class=&quot;pagenavbar&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;70&quot;&gt;&lt;b&gt;munzir&lt;/b&gt;                   &lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;sb_avatar&quot;&gt;&lt;/span&gt;                    &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;                 &lt;td class=&quot;sbsectiontableentry2&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;b&gt;Re:MENGIRIM PAHALA DAN BACA&#39;AN KEPADA MAYIT ?&lt;/b&gt; - &lt;i&gt;2007/09/17 12:52&lt;/i&gt;                 &lt;span class=&quot;sb_messagebody&quot;&gt;saudaraku yg kumuliakan, &lt;br /&gt;
tampaknya penjelasan diatas telah jelas dan gamblang, anda dapat mengkajinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
wallahu a&#39;lam&lt;/span&gt;                                 &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor=&quot;&quot;&gt;                &lt;td style=&quot;border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;&amp;nbsp;               &lt;/td&gt;                &lt;td align=&quot;right&quot; style=&quot;border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;amp;Itemid=34&amp;amp;func=post&amp;amp;do=reply&amp;amp;replyto=7331&amp;amp;catid=8&amp;amp;owner=munzir&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;              &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;3&quot; cellspacing=&quot;1&quot; class=&quot;contentpane&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;caption&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5993126017945485146&quot; id=&quot;7370&quot; name=&quot;7370&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/caption&gt;                &lt;tbody&gt;
&lt;tr class=&quot;sbsectiontableentry1&quot;&gt;                 &lt;td class=&quot;pagenavbar&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;70&quot;&gt;&lt;b&gt;AlMuntazar&lt;/b&gt;                   &lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;sb_avatar&quot;&gt;&lt;/span&gt;                    &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;                 &lt;td class=&quot;sbsectiontableentry1&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;b&gt;Re:MENGIRIM PAHALA DAN BACA&#39;AN KEPADA MAYIT ?&lt;/b&gt; - &lt;i&gt;2007/09/18 11:25&lt;/i&gt;                 &lt;span class=&quot;sb_messagebody&quot;&gt;Assalamualaikum Ya Sayyidi,&lt;br /&gt;
Ana  membaca tulisan-tulisan diatas hanya menjelaskan tentang acara KENDURI  ARWAH, TAHLILAN &amp;amp; YASINAN MENURUT ULAMA  namun tidak menjelaskan  satupun mengenai  sampai tidaknya pahala yang di kirimkan kepada si  Mayit dari bacaan yang dibaca pada acara tersebut .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wassalam,&lt;/span&gt;                                 &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor=&quot;&quot;&gt;                &lt;td style=&quot;border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;&amp;nbsp;               &lt;/td&gt;                &lt;td align=&quot;right&quot; style=&quot;border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;amp;Itemid=34&amp;amp;func=post&amp;amp;do=reply&amp;amp;replyto=7370&amp;amp;catid=8&amp;amp;owner=AlMuntazar&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;              &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;3&quot; cellspacing=&quot;1&quot; class=&quot;contentpane&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;caption&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5993126017945485146&quot; id=&quot;7374&quot; name=&quot;7374&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/caption&gt;                &lt;tbody&gt;
&lt;tr class=&quot;sbsectiontableentry2&quot;&gt;                 &lt;td class=&quot;pagenavbar&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;70&quot;&gt;&lt;b&gt;munzir&lt;/b&gt;                   &lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;sb_avatar&quot;&gt;&lt;/span&gt;                    &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;                 &lt;td class=&quot;sbsectiontableentry2&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;b&gt;Re:MENGIRIM PAHALA DAN BACA&#39;AN KEPADA MAYIT ?&lt;/b&gt; - &lt;i&gt;2007/09/18 16:30&lt;/i&gt;                 &lt;span class=&quot;sb_messagebody&quot;&gt;Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rahmat dan kesucian hari hari ramadhan semoga selalu menerangi hari hari anda,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
saudaraku  yg kumuliakan, maaf kalau saya tak memperjelas, sungguh pembahasan ini  telah saya jelaskan di forum ini dg sejelas jelasnya, ucapan diatas  adalah memperjelas masalah tahlilan yg telah saya ulas di artikel di  halaman depan, dan diatas telah disebutkan bahwa hadits hadits shahih  telah memperjelas sampainya pengiriman amal, sedekah, dan para ulama  telah sepakat sampainya doa doa, dan tahlilan itu adalah doa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
namun  jika anda perlu penjelasan lebih gamblang, maka saya tampilkan jawaban  saya sebelumnya di website ini sebelum tanya jawab diatas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
saudaraku yg kumuliakan,&lt;br /&gt;
Pada  hakikatnya majelis tahlil atau tahlilan adalah hanya nama atau sebutan  untuk sebuah acara di dalam berdzikir dan berdoa atau bermunajat  bersama. Yaitu berkumpulnya sejumlah orang untuk berdoa atau bermunajat  kepada Allah SWT dengan cara membaca kalimat-kalimat thayyibah seperti  tahmid, takbir, tahlil, tasbih, Asma’ul husna, shalawat dan lain-lain.&lt;br /&gt;
Maka  sangat jelas bahwa majelis tahlil sama dengan majelis dzikir, hanya  istilah atau namanya saja yang berbeda namun hakikatnya sama. Lalu  bagaimana hukumnya mengadakan acara tahlilan atau dzikir dan berdoa  bersama yang berkaitan dengan acara kematian untuk mendoakan dan  memberikan hadiah pahala kepada orang yang telah meninggal dunia ? Dan  apakah hal itu bermanfaat atau tersampaikan bagi si mayyit ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghadiahkan  Fatihah, atau Yaasiin, atau dzikir, Tahlil, atau shadaqah, atau Qadha  puasanya dan lain lain, itu semua sampai kepada Mayyit, dengan Nash yg  Jelas dalam Shahih Muslim hadits no.1149, bahwa “seorang wanita  bersedekah untuk Ibunya yg telah wafat dan diperbolehkan oleh Rasul  saw”, dan adapula riwayat Shahihain Bukhari dan Muslim bahwa “seorang  sahabat menghajikan untuk Ibunya yg telah wafat”, dan Rasulullah SAW pun  menghadiahkan Sembelihan Beliau SAW saat Idul Adha untuk dirinya dan  untuk ummatnya, “Wahai Allah terimalah sembelihan ini dari Muhammad dan  keluarga Muhammad dan dari Ummat Muhammad” (Shahih Muslim hadits  no.1967). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
dan hal ini (pengiriman amal untuk mayyit itu sampai  kepada mayyit) merupakan Jumhur (kesepakatan) Ulama seluruh madzhab dan  tak ada yg memungkirinya apalagi mengharamkannya, dan perselisihan  pendapat hanya terdapat pada madzhab Imam Syafi’i, bila si pembaca tak  mengucapkan lafadz : “Kuhadiahkan”, atau wahai Allah kuhadiahkan sedekah  ini, atau dzikir ini, atau ayat ini..”, bila hal ini tidak disebutkan  maka sebagian Ulama Syafi’iy mengatakan pahalanya tak sampai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi  tak satupun ulama ikhtilaf dalam sampai atau tidaknya pengiriman amal  untuk mayiit, tapi berikhtilaf adalah pd Lafadznya. Demikian pula Ibn  Taimiyyah yg menyebutkan 21 hujjah (dua puluh satu dalil) tentang  Intifa’ min ‘amalilghair (mendapat manfaat dari amal selainnya).  Mengenai ayat : &quot;DAN TIADALAH BAGI SESEORANG KECUALI APA YG  DIPERBUATNYA, maka Ibn Abbas ra menyatakan bahwa ayat ini telah mansukh  dg ayat “DAN ORAN ORANG YG BERIMAN YG DIIKUTI KETURUNAN MEREKA DENGAN  KEIMANAN”, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenai hadits yg mengatakan bahwa bila wafat  keturunan adam, maka terputuslah amalnya terkecuali 3 (tiga), shadaqah  Jariyah, Ilmu yg bermanfaat, dan anaknya yg berdoa untuknya, maka orang  orang lain yg mengirim amal, dzikir dll untuknya ini jelas jelas  bukanlah amal perbuatan si mayyit, karena Rasulullah SAW menjelaskan  terputusnya amal si mayyit, bukan amal orang lain yg dihadiahkan untuk  si mayyit, dan juga sebagai hujjah bahwa Allah memerintahkan di dalam Al  Qur&#39;an untuk mendoakan orang yg telah wafat : &quot;WAHAI TUHAN KAMI  AMPUNILAH DOSA-DOSA KAMI DAN BAGI SAUDARA-SAUDARA KAMI YG MENDAHULUI  KAMI DALAM KEIMANAN&quot;, (QS Al Hasyr-10). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenai rangkuman  tahlilan itu, tak satupun Ulama dan Imam Imam yg memungkirinya, siapa  pula yg memungkiri muslimin berkumpul dan berdzikir?, hanya syaitan yg  tak suka dengan dzikir. &lt;br /&gt;
Didalam acara Tahlil itu terdapat ucapan Laa  ilaah illallah, tasbih, shalawat, ayat qur’an, dirangkai sedemikian  rupa dalam satu paket dg tujuan agar semua orang awam bisa mengikutinya  dengan mudah, ini sama saja dengan merangkum Al Qur’an dalam disket atau  CD, lalu ditambah pula bila ingin ayat Fulani, silahkan Klik awal ayat,  bila anda ingin ayat azab, klik a, ayat rahmat klik b, maka ini semua  dibuat buat untuk mempermudah muslimin terutama yg awam. &lt;br /&gt;
Atau  dikumpulkannya hadits Bukhari, Muslim, dan Kutubussittah, Alqur’an  dengan Tafsir Baghawi, Jalalain dan Ilmu Musthalah, Nahwu dll, dalam  sebuah CD atau disket, atau sekumpulan kitab, &lt;br /&gt;
bila mereka melarangnya maka mana dalilnya ?, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
munculkan  satu dalil yg mengharamkan acara Tahlil?, (acara berkumpulnya muslimin  untuk mendoakan yg wafat) tidak di Al Qur’an, tidak pula di Hadits,  tidak pula di Qaul Sahabat, tidak pula di kalam Imamulmadzahib, hanya  mereka saja yg mengada ada dari kesempitan pemahamannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenai  3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari, 1000 hari, atau bahkan tiap hari,  tak ada dalil yg melarangnya, itu adalah Bid’ah hasanah yg sudah  diperbolehkan oleh Rasulullah saw, justru kita perlu bertanya, ajaran  muslimkah mereka yg melarang orang mengucapkan Laa ilaaha illallah?,  siapa yg alergi dengan suara Laa ilaaha illallah kalau bukan Iblis dan  pengikutnya ?, siapa yg membatasi orang mengucapkan Laa ilaaha  illallah?, muslimkah?, semoga Allah memberi hidayah pada muslimin, tak  ada larangan untuk menyebut Laa ilaaha illallah, tak pula ada larangan  untuk melarang yg berdzikir pada hari ke 40, hari ke 100 atau kapanpun,  pelarangan atas hal ini adalah kemungkaran yg nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila hal ini  dikatakan merupakan adat orang hindu, maka bagaimana dengan computer,  handphone, mikrofon, dan lainnya yg merupakan adat orang kafir, bahkan  mimbar yg ada di masjid masjid pun adalah adat istiadat gereja, namun  selama hal itu bermanfaat dan tak melanggar syariah maka boleh boleh  saja mengikutinya, sebagaimana Rasul saw meniru adat yahudi yg berpuasa  pada hari 10 muharram, (shahih Bukhari) bahwa Rasul saw menemukan orang  yahudi puasa dihari 10 muharram karena mereka tasyakkur atas selamatnya  Musa as, dan Rasul saw bersabda : Kami lebih berhak dari kalian atas  Musa as, lalu beliau saw memerintahkan muslimin agar berpuasa pula” (HR  Shahih Bukhari hadits no.3726, 3727)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita bisa melihat bagaimana para Huffadh dan para Imam imam mengirim hadiah pd Rasul saw : &lt;br /&gt;
•  Berkata Imam Alhafidh Al Muhaddits Ali bin Almuwaffiq rahimahullah :  “aku 60 kali melaksanakan haji dengan berjalan kaki, dan kuhadiahkan  pahala dari itu 30 haji untuk Rasulullah saw”. &lt;br /&gt;
• Berkata Al Imam  Alhafidh Al Muhaddits Abul Abbas Muhammad bin Ishaq Atssaqafiy Assiraaj :  “aku mengikuti Ali bin Almuwaffiq, aku lakukan 7X haji yg pahalanya  untuk Rasulullah saw dan aku menyembelih Qurban 12.000 ekor untuk  Rasulullah saw, dan aku khatamkan 12.000 kali khatam Alqur’an untuk  Rasulullah saw, dan kujadikan seluruh amalku untuk Rasulullah saw, ia  adalah murid dari Imam Bukhari rahimahullah, dan ia memiliki 70 ribu  masalah yg dijawab oleh Imam Malik, beliau lahir pada 218 H dan wafat  pada 313H&lt;br /&gt;
• Berkata Al Imam Al Hafidh Abu Ishaq Almuzakkiy, aku  mengikuti Abul Abbas dan aku haji pula 7X untuk rasulullah saw, dan aku  mengkhatamkan Alqur’an 700 kali khatam untuk Rasulullah saw. (Tarikh  Baghdad Juz 12 hal 111).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
demikian saudaraku yg kumuliakan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walillahittaufiq&lt;/span&gt;                                 &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor=&quot;&quot;&gt;                &lt;td style=&quot;border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;&amp;nbsp;               &lt;/td&gt;                &lt;td align=&quot;right&quot; style=&quot;border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;amp;Itemid=34&amp;amp;func=post&amp;amp;do=reply&amp;amp;replyto=7374&amp;amp;catid=8&amp;amp;owner=munzir&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;              &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;3&quot; cellspacing=&quot;1&quot; class=&quot;contentpane&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;caption&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5993126017945485146&quot; id=&quot;7409&quot; name=&quot;7409&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/caption&gt;                &lt;tbody&gt;
&lt;tr class=&quot;sbsectiontableentry1&quot;&gt;                 &lt;td class=&quot;pagenavbar&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;70&quot;&gt;&lt;b&gt;AlMuntazar&lt;/b&gt;                   &lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;sb_avatar&quot;&gt;&lt;/span&gt;                    &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;                 &lt;td class=&quot;sbsectiontableentry1&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;b&gt;Re:MENGIRIM PAHALA DAN BACA&#39;AN KEPADA MAYIT ?&lt;/b&gt; - &lt;i&gt;2007/09/19 11:59&lt;/i&gt;                 &lt;span class=&quot;sb_messagebody&quot;&gt;Assalamualaikum Ya Sayyidi,&lt;br /&gt;
Ada beberapa hal lagi yang menjadi ganjalan.&lt;br /&gt;
1.  Imam Nawawi dalam Kitabnya SYARAH MUSLIM ( JUZ 1 HAL.90) dan Kitab  TAKLIMATUL  MAJMU&#39; (JUZ 10 HAL 426) Membantah bahwa  Pahala Baca&#39;an dan  Sholat yang Digantikan bagi si mayit tidak akan sampai kepada si mayit.  Kalo tidak salah  Imam Nawawi ini bermazhab Syafi&#39;i (Koreksi jika Ana  salah).&lt;br /&gt;
2. Al Haitami dalam Kitabnya AL FATAWA AL KUBRA AL FIGHIYAH ( JUZ 2 HAL 9 ) &lt;br /&gt;
3. Imam Muzani dalam Hamisy AL UM, AS SYAFI&#39;I ( JUZ 7 HAL 269)&lt;br /&gt;
4. Imam Al Khazin dalam tafsirnya Al Khazin , AL JAMAL (JUZ 4 HAL.236), lebih jelas mengatakan :&lt;br /&gt;
&quot; DAN YANG MASYHUR DALAM MAZHAB SYAFI&#39;I BAHWA BACA&#39;AN QUR&#39;AN (YANG PAHALANYA DI KIRIMKAN KEPADA MAYIT) ADALAH&lt;br /&gt;
TIDAK DAPAT SAMPAI KEPADA MAYIT YANG DIKIRIMI&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan masih ada beberapa kitab ulama AHLU SUNNAH yang menjelaskan kurang lebih sama dengan yang ada di atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari  pengamatan Ana, kalau di lihat betul dari beberapa literatur Kaum AHLU  SUNNAHNYA PARA ALAWIYIN dan Syia&#39;h, bahwa Tradisi Kaum AHLU SUNNAHNYA  PARA ALAWIYIN (HABAIB) lebih banyak kemiripannya dengan tradisi kaum  Syi&#39;ah ( Cuman DI SYI&#39;AH SAHABAT YANG DIANGGAP MURSAL DI BUANG/ DICORET  DARI DAFTAR MEREKA ) dari pada dengan MEREKA  yang ada di ke 4 mazhab  SUNI.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
WASSALAM,&lt;/span&gt;                                 &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor=&quot;&quot;&gt;                &lt;td style=&quot;border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;&amp;nbsp;               &lt;/td&gt;                &lt;td align=&quot;right&quot; style=&quot;border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;amp;Itemid=34&amp;amp;func=post&amp;amp;do=reply&amp;amp;replyto=7409&amp;amp;catid=8&amp;amp;owner=AlMuntazar&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;              &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;3&quot; cellspacing=&quot;1&quot; class=&quot;contentpane&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;caption&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5993126017945485146&quot; id=&quot;7416&quot; name=&quot;7416&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/caption&gt;                &lt;tbody&gt;
&lt;tr class=&quot;sbsectiontableentry2&quot;&gt;                 &lt;td class=&quot;pagenavbar&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;70&quot;&gt;&lt;b&gt;munzir&lt;/b&gt;                   &lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;sb_avatar&quot;&gt;&lt;/span&gt;                    &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;                 &lt;td class=&quot;sbsectiontableentry2&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;b&gt;Re:MENGIRIM PAHALA DAN BACA&#39;AN KEPADA MAYIT ?&lt;/b&gt; - &lt;i&gt;2007/09/19 13:17&lt;/i&gt;                 &lt;span class=&quot;sb_messagebody&quot;&gt;saudaraku yg kumuliakan,  saran saya anda belajarlah dengan guru yg mempunyai sanad yg jelas,  mengutip dari sana sini merupakan hal yg menyesatkan, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
anda  berbicara dengan menukil ucapan orang wahabi, saya ragu anda membaca  buku buku itu sendiri, anda hanya mengambil saja dan barangkali anda  belum pernah melihat buku buku itu, kami mengenal siapa Imam Nawawi,  kami mempunyai sanad kepada Imam Nawawi, kami mengenal Imam syafii dan  kami mempunyai sanad kepada Imam syafii, demikian pula pada Imam  Bukhari, Imam Muslim, dan juga Imam Imam Muhaddistin lainnya, kami  mempunyai sanad yg bersambung kepada mereka, kami tidak menukil dan  meraba raba dengan buku buku terjemah,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
pertanyaan anda sudah pernah saya jawab di web ini, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
pertanyaan  dari wahabi, anda jangan tersinggung dg jawaban dibawah ini karena  merupakan nukilan ulang dari jawaban saya yg lalu : dan saya jawab sbgbr  :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3 hal yg akan saya jawab dari ucapan mereka ini,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
dan  perlu saya jelaskan bahwa mereka ini adalah bodoh dan tak memahami  syariah atau memang sengaja menyembunyikan makna, atau kedua duanya,  licik bagaikan missionaris nasrani dan ingin membalikkan makna sekaligus  bodoh pula dalam syariah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Ucapan Imam Nawawi dalam Syarah Nawawi Ala shahih Muslim Juz 1 hal 90 menjelaskan :&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;من  أراد بر والديه فليتصدق عنهما فان الصدقة تصل الى الميت وينتفع بها بلا  خلاف بين المسلمين وهذا هو الصواب وأما ما حكاه أقضى القضاة أبو الحسن  الماوردى البصرى الفقيه&lt;br /&gt;
الشافعى فى كتابه الحاوى عن بعض أصحاب الكلام من  أن الميت لا يلحقه بعد موته ثواب فهو مذهب باطل قطعيا وخطأ بين مخالف  لنصوص الكتاب والسنة واجماع الامة فلا التفات اليه ولا تعريج عليه وأما  الصلاة والصوم فمذهب الشافعى وجماهير العلماء أنه لا يصل ثوابها الى الميت  الا اذا كان الصوم واجبا على الميت فقضاه عنه وليه أو من أذن له الولي فان  فيه قولين للشافعى أشهرهما عنه أنه لا يصلح وأصحهما ثم محققى متأخرى أصحابه  أنه يصح وستأتى المسألة فى كتاب الصيام ان شاء الله تعالى وأما قراءة  القرآن فالمشهور من مذهب الشافعى أنه لا يصل ثوابها الى الميت وقال بعض  أصحابه يصل ثوابها الى الميت وذهب جماعات من العلماء الى أنه يصل الى الميت  ثواب جميع العبادات من الصلاة والصوم والقراءة وغير ذلك وفى صحيح البخارى  فى باب من مات وعليه نذر أن ابن عمر أمر من ماتت أمها وعليها صلاة أن تصلى  عنها وحكى صاحب الحاوى عن عطاء بن أبى رباح واسحاق بن راهويه أنهما قالا  بجواز الصلاة عن الميت وقال الشيخ أبو سعد عبد الله بن محمد بن هبة الله بن  أبى عصرون من أصحابنا المتأخرين فى كتابه الانتصار الى اختيار هذا وقال  الامام أبو محمد البغوى من أصحابنا فى كتابه التهذيب لا يبعد أن يطعم عن كل  صلاة مد من طعام وكل هذه إذنه كمال ودليلهم القياس على الدعاء والصدقة  والحج فانها تصل بالاجماع ودليل الشافعى وموافقيه قول الله تعالى وأن ليس  للانسان الا ما سعى وقول النبى صلى الله عليه وسلم اذا مات ابن آدم انقطع  عمله الا من ثلاث صدقة جارية أو علم ينتفع به أو ولد صالح يدعو له&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Barangsiapa  yg ingin berbakti pada ayah ibunya maka ia boleh bersedekah atas nama  mereka (kirim amal sedekah untuk mereka), dan sungguh pahala shadaqah  itu sampai pada mayyit dan akan membawa manfaat atasnya tanpa ada  ikhtilaf diantara muslimin, inilah pendapat terbaik, mengenai apa apa yg  diceritakan pimpinan Qadhiy Abul Hasan Almawardiy Albashriy Alfaqiihi  Assyafii mengenai ucapan beberapa Ahli Bicara (semacam wahabiy yg hanya  bisa bicara tanpa ilmu) bahwa mayyit setelah wafatnya tak bisa menerima  pahala, maka pemahaman ini Batil secara jelas dan kesalahan yg diperbuat  oleh mereka yg mengingkari nash nash dari Alqur’an dan Alhadits dan  Ijma ummat ini, maka tak perlu ditolelir dan tak perlu diperdulikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun  mengenai pengiriman pahala shalat dan puasa, maka madzhab Syafii dan  sebagian ulama mengatakannya tidak sampai kecuali shalat dan puasa yg  wajib bagi mayyit, maka boleh di Qadha oleh wali nya atau orang lain yg  diizinkan oleh walinya, maka dalam hal ini ada dua pendapat dalam  Madzhab Syafii, yg lebih masyhur hal ini tak bisa, namun pendapat kedua  yg lebih shahih mengatakan hal itu bisa, dan akan kuperjelas nanti di  Bab Puasa Insya Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenai pahala Alqur’an menurut  pendapat yg masyhur dalam madzhab Syafii bahwa tak sampai pada mayyit,  namun adapula pendapat dari kelompok Syafii yg mengatakannya sampai, dan  sekelompok besar ulama mengambil pendapat bahwa sampainya pahala semua  macam ibadah, berupa shalat, puasa, bacaan Alqur’an, ibadah dan yg  lainnya, sebagaimana diriwayatkan dalam shahih Bukhari pada Bab :  “Barangsiapa yg wafat dan atasnya nadzar” bahwa Ibn Umar memerintahkan  seorang wanita yg wafat ibunya yg masih punya hutang shalat agar wanita  itu membayar(meng qadha) shalatnya, dan dihikayatkan oleh Penulis kitab  Al Hawiy, bahwa Atha bin Abi Ribah dan Ishaq bin Rahawayh bahwa mereka  berdua mengatakan bolehnya shalat dikirim untuk mayyit,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
telah  berkata Syeikh Abu Sa’ad Abdullah bin Muhammad bin Hibatullah bin Abi  Ishruun dari kalangan kita (berkata Imam nawawi dengan ucapan :  “kalangan kita” maksudnya dari madzhab syafii) yg muta’akhir (dimasa  Imam Nawawi) dalam kitabnya Al Intishar ilaa Ikhtiyar bahwa hal ini  seperti ini. (sebagaimana pembahasan diatas), berkata Imam Abu Muhammad  Al Baghawiy dari kalangan kita dalam kitabnya At Tahdzib : Tidak jauh  bagi mereka untuk memberi satu Mudd untuk membayar satu shalat (shalat  mayyit yg tertinggal) dan ini semua izinnya sempurna, dan dalil mereka  adalah Qiyas atas Doa dan sedekah dan haji (sebagaimana riwayat hadist2  shahih) bahwa itu semua sampai dengan pendapat yg sepakat para ulama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan  dalil Imam syafii adalah bahwa firman Allah : “dan tiadalah bagi setiap  manusia kecuali amal perbuatannya sendiri” dan sabda Nabi saw : “Bila  wafat keturunan adam maka terputus seluruh amalnya kecuali tiga,  shadaqah Jariyah, atau ilmu yg bermanfaat, atau anak shalih yg  mendoakannya”. (Syarh Nawawi Ala Shahih Muslim Juz 1 hal 90)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Maka  jelaslah sudah bahwa Imam Nawawi menjelaskan dalam hal ini ada dua  pendapat, dan yg lebih masyhur adalah yg mengatakan tak sampai, namun yg  lebih shahih mengatakannya sampai,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
tentunya kita mesti memilih  yg lebih shahih, bukan yg lebih masyhur, Imam nawawi menjelaskan bahwa  yg shahih adalah yg mengatakan sampai, walaupun yg masyhur mengatakan  tak sampai, berarti yg masyhur itu dhoif, dan yg shahih adalah yg  mengatakan sampai.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
maka dari kesimpulannya Imam Nawawi menukil bahwa sebagian ulama syafii mengatakan semua pengiriman amal sampai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah  liciknya orang orang wahabi, mereka bersiasat dengan “gunting tambah”,  mereka menggunting gunting ucapan para imam lalu ditampilkan di web web,  inilah bukti kelicikan mereka,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya akan buktikan kelicikan mereka :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Ucapan Imam Ibn katsir :&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
وأن  ليس للإنسان إلا ما سعى أي كما لا يحمل عليه وزر غيره كذلك لا يحصل من  الأجر إلا ما كسب هو لنفسه ومن هذه الآية الكريمة استنبط الشافعي رحمه الله  ومن اتبعه أن القراءة لا يصل إهداء ثوابها إلى الموتى لأنه ليس من عملهم  ولا كسبهم ولهذا لم يندب إليه رسول الله صلى الله عليه وسلم أمته ولا حثهم  عليه ولا أرشدهم إليه بنص ولا إيماءة ولم ينقل ذلك عن أحد من الصحابة رضي  الله عنه ولو كان خيرا لسبقونا إليه وباب القربات يقتصر فيه على النصوص ولا  يتصرف فيه بأنواع الأقيسة والآراء فأما الدعاء والصدقة فذاك مجمع على  وصولهما ومنصوص من الشارع عليهما&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ Yakni  sebagaimana dosa seseorang tidak dapat menimpa kepada orang lain,  demikian juga manusia tidak dapat memperoleh pahala melainkan dari hasil  amalanya sendiri, dan dari ayat yang mulin ini (ayat 39,Surah An-Najm)  Imam Syaf’i dan Ulama-ulama yang mengikutinya mengambil kesimpulan,  bahwa bacaan yang pahalanya dikirimkan kepada mayit adalah tidak sampai,  karena bukan dari hasil usahanya sendiri. Oleh karena itu Rosulullah  shallallahu &#39;alayhi wa sallam tidak pernah menganjurkan umatnya untuk  mengamalkan (pengiriman pahala melalui bacaan), dan tidak pernah  memberikan bimbingan baik dengan nash maupun isyarat, dan tidak ada  seorangpun (shahabat) yang mengamalkan perbuatan tersebut, jika amalan  itu baik, tentu mereka lebih dahulu mengamalkanya, padalah amalan untuk  mendekatkan diri kepada Allah ta’ala hanya terbatas yang ada  nash-nashnya dalam al-Qur’an dan as-Sunnah, dan tidak boleh dipalingkan  dengan qiyas-qiyas dan pendapat-pendapat”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka memutusnya sampai disini, demikian kelicikan mereka, padahal kelanjutannya adalah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun  mengenai doa dan sedekah maka hal itu sudah sepakat seluruh ulama atas  sampainya, dan telah ada Nash nash yg jelas dari syariah yg menjelaskan  keduanya” (Tafsir Imam Ibn Katsir juz 4 hal 259).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
nah. telah  jelas bahwa tahlilan itu adalah doa, dan semua pengiriman amal itu  dengan doa : &quot;wahai Allah, sampaikanlah apa yg kami baca, dari.... dst,  hadiah yg sampai, dan rahmat yg turun, dan keberkahan yg sempurna,  kehadirat.....&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
bukankah ini doa?, maka Imam Ibn Katsir telah menjelaskan mengenai doa dan sedekah maka tak ada yg memungkirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu berkata pula Imam Nawawi :&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
أن  الصدقة عن الميت تنفع الميت ويصله ثوابها وهو كذلك باجماع العلماء وكذا  أجمعوا على وصول الدعاء وقضاء الدين بالنصوص الواردة في الجميع ويصح الحج  عن الميت اذا كان حج الاسلام وكذا اذا وصى بحج التطوع على الأصح عندنا  واختلف العلماء في الصوم اذا مات وعليه صوم فالراجح جوازه عنه للأحاديث  الصحيحة فيه والمشهور في مذهبنا أن قراءة القرآن لا يصله ثوابها وقال جماعة  من أصحابنا يصله ثوابها وبه قال أحمد بن حنبل&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sungguh  sedekah untuk dikirimkan pada mayyit akan membawa manfaat bagi mayyit  dan akan disampaikan padanya pahalanya, demikian ini pula menurut Ijma  (sepakat) para ulama, demikian pula mereka telah sepakat atas sampainya  doa doa, dan pembayaran hutang (untuk mayyit) dengan nash2 yg  teriwayatkan masing masing, dan sah pula haji untuk mayyit bila haji  muslim,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
demikian pula bila ia berwasiat untuk dihajikan dengan  haji yg sunnah, demikian pendapat yg lebih shahih dalam madzhab kita  (Syafii), namun berbeda pendapat para ulama mengenai puasa, dan yg lebih  benar adalah yg membolehkannya sebagaimana hadits hadits shahih yg  menjelaskannya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
dan yg masyhur dikalangan madzhab kita bahwa  bacaan Alqur’an tidak sampai pada mayyit pahalanya, namun telah  berpendapat sebagian dari ulama madzhab kita bahwa sampai pahalanya, dan  Imam Ahmad bin Hanbal berpegang pada yg membolehkannya” (Syarh Imam  Nawawi ala shahih Muslim Juz 7 hal 90)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dijelaskan pula dalam Almughniy :&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
ولا  بأس بالقراءة ثم القبر وقد روي عن أحمد أنه قال إذا دخلتم المقابر اقرؤوا  آية الكرسي وثلاث مرار قل هو الله أحد الإخلاص ثم قال اللهم إن فضله لأهل  المقابر وروي عنه أنه قال القراءة ثم القبر بدعة وروي ذلك عن هشيم قال أبو  بكر نقل ذلك عن أحمد جماعة ثم رجع رجوعا أبان به عن نفسه فروى جماعة أن  أحمد نهى ضريرا أن يقرأ ثم القبر وقال له إن القراءة ثم القبر بدعة فقال له  محمد بن قدامة الجوهري يا أبا عبد الله ما تقول في مبشر فلهذا قال ثقة قال  فأخبرني مبشر عن أبيه أنه أوصى إذا دفن يقرأ عنده بفاتحة البقرة وخاتمتها  وقال سمعت ابن عمر يوصي بذلك قال أحمد بن حنبل فارجع فقل للرجل يقرأ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak  ada larangannya membaca Alqur’an dikuburan , dan telah diriwayatkan  dari Ahmad bahwa bila kalian masuk pekuburan bacalah ayat alkursiy, lalu  Al Ikhlas 3X, lalu katakanlah : Wahai Allah, sungguh pahalanya untuk  ahli kubur”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan diriwayatkan pula bahwa bacaan Alqur’an di  kuburan adalah Bid’ah, dan hal itu adalah ucapan Imam Ahmad bin hanbal,  lalu muncul riwayat lain bahwa Imam Ahmad melarang keras hal itu, maka  berkatalah padanya Muhammad bin Qudaamah : Wahai Abu Abdillah (nama  panggilan Imam Ahmad), apa pendapatmu tentang Mubasyir (seorang perawi  hadits), Imam Ahmad menjawab : Ia Tsiqah (kuat dan terpercaya  riwayatnya), maka berkata Muhammad bin Qudaamah sungguh Mubasyir telah  meriwayatkan padaku dari ayahnya bahwa bila wafat agar dibacakan awal  surat Baqarah dan penutupnya, dan bahwa Ibn Umar berwasiat demikian  pula!”, maka berkata Imam Ahmad : :”katakana pada orang yg tadi kularang  membaca ALqur’an dikuburan agar ia terus membacanya lagi..”. (Al  Mughniy Juz 2 hal : 225)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dikatakan dalam Syarh AL Kanz :&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
وقال  في شرح الكنز إن للإنسان أن يجعل ثواب عمله لغيره صلاة كان أو صوما أو حجا  أو صدقة أو قراءة قرآن ذلك من جميع أنواع البر ويصل ذلك إلى الميت وينفعه  ثم أهل السنة انتهى والمشهور من مذهب الشافعي وجماعة من أصحابه أنه لا يصل  إلى الميت ثواب قراءة القرآن وذهب أحمد بن حنبل وجماعة من العلماء وجماعة  من أصحاب الشافعي إلى أنه يصل كذا ذكره النووي في الأذكار وفي شرح المنهاج  لابن النحوي لا يصل إلى الميت عندنا ثواب القراءة على المشهور والمختار  الوصول إذا سأل الله إيصال ثواب قراءته وينبغي الجزم به لأنه دعاء فإذا جاز  الدعاء للميت بما ليس للداعي فلأن يجوز بما هو له أولى ويبقى الأمر فيه  موقوفا على استجابة الدعاء وهذا المعنى لا يختص بالقراءة بل يجري في سائر  الأعمال والظاهر أن الدعاء متفق عليه أنه ينفع الميت والحي القريب والبعيد  بوصية وغيرها وعلى ذلك أحاديث كثيرة&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“sungguh  boleh bagi seseorang untuk mengirim pahala amal kepada orang lain,  shalat kah, atau puasa, atau haji, atau shadaqah, atau Bacaan Alqur’an,  dan seluruh amal ibadah lainnya, dan itu boleh untuk mayyit dan itu  sudah disepakati dalam Ahlussunnah waljamaah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun hal yg  terkenal bahwa Imam Syafii dan sebagian ulamanya mengatakan pahala  pembacaan Alqur’an tidak sampai, namun Imam Ahmad bin hanbal, dan  kelompok besar dari para ulama, dan kelompok besar dari ulama syafii  mengatakannya pahalanya sampai, demikian dijelaskan oleh Imam Nawawi  dalam kitabnya Al Adzkar,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
dan dijelaskan dalam Syarh Al Minhaj  oleh Ibn Annahwiy : “tidak sampai pahala bacaan Alqur’an dalam pendapat  kami yg masyhur, dan maka sebaiknya adalah pasti sampai bila berdoa  kepada Allah untuk memohon penyampaian pahalanya itu,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
dan  selayaknya ia meyakini hal itu karena merupakan doa, karena bila  dibolehkan doa tuk mayyit, maka menyertakan semua amal itu dalam doa tuk  dikirmkan merupakan hal yg lebih baik, dan ini boleh tuk seluruh amal,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;dan  doa itu sudah Muttafaq alaih (tak ada ikhtilaf) bahwa doa itu sampai  dan bermanfaat pada mayyit bahkan pada yg hidup, keluarga dekat atau yg  jauh, dengan wasiat atau tanpa wasiat, dan dalil ini dengan hadits yg  sangat banyak” (Naylul Awthar Juz 4 hal 142).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesimpulannya  bahwa hal ini merupakan ikhtilaf ulama, ada yg mengatakan pengiriman  amal pada mayyit sampai secara keseluruhan, ada yg mengatakan bahwa  pengiriman bacaan Alqur’an tidak sampai, namun kesemua itu bila  dirangkul dalam doa kepada Allah untuk disampaikan maka tak ada ikhtilaf  lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kita semua dalam tahlilan itu pastilah ada ucapan :  Allahumma awshil, tsawabaa maa qaraa’naa minalqur’anilkarim… dst (Wahai  Allah, sampaikanlah pahala apa apa yg kami baca, dari  alqur’anulkarim…dst). Maka jelaslah sudah bahwa Imam Syafii dan seluruh  Imam Ahlussunnah waljamaah tak ada yg mengingkarinya dan tak adapula yg  mengatakannya tak sampai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sungguh hal yg lucu bila kalangan  wahabi ini meracau dengan mengumpulkan dalil gunting sambung lalu  menyuguhkan kita racun agar kita teracuni,&lt;br /&gt;
mereka kena batunya di website MR.. he..he..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
jawaban  saya yg pertama telah jelas bahwa banyak para Muhaddits dan Imam yg  menghadiahkan pahala bacaan Alqur&#39;annya pada rasul saw dll.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
wallahu a’lam&lt;br /&gt;
--&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;pendapat  saya, justru syiah yg banyak mencuri cara cara Imam Imam Ahlulbait  untuk kelicikan mereka, dan mereka adalah pengkhianat Ahlulait,  merekalah musuh Ahlulbait namun mereka berkedok dg mencintai Ahlul Bait,  naudzubillah dari Akidah yg memusuhi Khalifah Abubakar Asshiddiq ra,  Khalifah Umar bin Khattab ra, Khalifah Utsman bin Affan ra, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
mereka  yg memusuhi para khulafa urrasyidin adalah musuh kaum muslimin, mereka  musuh Allah dan Rasul Nya, dan akan mati dalam su&#39;ul khatimah jika tidak  bertaubat.&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
demikian saudaraku yg kumuliakan, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
wallahu a&#39;lam&lt;/span&gt;                                 &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor=&quot;&quot;&gt;                &lt;td style=&quot;border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;&amp;nbsp;               &lt;/td&gt;                &lt;td align=&quot;right&quot; style=&quot;border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;a href=&quot;http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;amp;Itemid=&amp;amp;func=view&amp;amp;catid=8&amp;amp;id=5676&amp;amp;lang=en#5676&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;MAJELISRASULULLAH&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/07/agama-islam-itu-mudah.html&quot;&gt;Agama Islam itu Mudah&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/08/allah-membimbing-kepada-cahaya-nya.html&quot;&gt;Allah Membimbing Kepada Cahaya-Nya Siapa Yang Ia Kehendaki&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/07/assholatu-mirojul-muminin.html&quot;&gt;Assholatu Mi&#39;rojul Mu&#39;minin&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/07/awwaluddin-marifatullah.html&quot;&gt;Awwaluddin Ma&#39;rifatullah&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/08/halqah-halqah-dzikir-adalah-taman-taman.html&quot;&gt;Halqah-halqah dzikir adalah Taman-Taman Syurga&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/08/haqiqat-ilmu.html&quot;&gt;Haqiqat Ilmu&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/08/hijab-ilmu.html&quot;&gt;Hijab Ilmu&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/09/ilmu-tasawuf.html&quot;&gt;Ilmu Tasawuf&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/07/imam-ghazali-dan-muridnya.html&quot;&gt;Imam Ghazali dan muridnya&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/09/kesaksian-para-ulama-ahli-fiqih.html&quot;&gt;Kesaksian Para Ulama Ahli Fiqih Terhadap Tasawuf&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Halo Bos.....&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/2165200989872614332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/2165200989872614332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://esugianto.blogspot.com/2010/09/hukum-fiqih-tentang-kenduri-untuk-orang.html' title='Hukum Fiqih Tentang Kenduri Untuk Orang Mati, Tahlilan, dan Yasinan'/><author><name>Edi Sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14020089984610322057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGzeexTJJ5-aiaE_2XnxpUrS2D0wSodFfxEARZ9eOUxR9Np3cagCLixSLzkhkGcUwvIUrBg2DituWXBx_GIbXRZzPlECBhFtxqcaVwaR26-gUrt36VprkAx0ni2qR3TQ/s80/Edi+icon+80px.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaO3b_1Vmzv_-GnX3E4yCTQErUsfCI3PIQy-CTXlZhb2Vox_NyIH04bxJRr69iYIXUFfPoe-N38PDnkF_vM5lkmLOyeFzqZ-iXDET3Wwo-Ga-bneRgiOMamrsQsvBFZZneQFgT4OwF_uQ/s72-c/Habib+Munzir.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5993126017945485146.post-5859434297461453702</id><published>2010-09-12T15:24:00.002+07:00</published><updated>2010-09-12T21:12:34.798+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Agama Islam"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tasawuf"/><title type='text'>Pencarian Spiritualitas</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiART6mG20nui0iVnnespZibriKbnYNuQtRPCkDlatws8gKU-_UedVHykiTVAVVFSlcCsqWal1-LIE25ZHGkO8u_em1mcIlnNLM-lSmDlKHoBIsvVExVmEc-vugvAsVFHME_R990i65gyc/s1600/kliping+ust+wahfiuddin.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiART6mG20nui0iVnnespZibriKbnYNuQtRPCkDlatws8gKU-_UedVHykiTVAVVFSlcCsqWal1-LIE25ZHGkO8u_em1mcIlnNLM-lSmDlKHoBIsvVExVmEc-vugvAsVFHME_R990i65gyc/s320/kliping+ust+wahfiuddin.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Perkembangan teknologi membawa dampak langsung terhadap perilaku manusia  baik di bidang ekonomi, politik maupun kebudayaan. Agama adalah  &#39;petunjuk langit&#39; bagi manusia untuk menjalani perannya di muka bumi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Betapa &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/09/pencarian-spiritualitas.html&quot;&gt;spiritualitas&lt;/a&gt;, atau &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/09/ilmu-tasawuf.html&quot;&gt;tasawuf&lt;/a&gt;, semkin mendapat perhatian dan  dicari orang. Pelatihan-pelatihan ESQ-nya Ary Ginanjar, kelas  eksekutifnya saja memerlukan biaya Rp 3 juta/orang, sudah mencapai  angkatan ke-60, dengan rata-rata 500 peserta per angkatan. Setiap hari  ada lebih 20 pelatihan ESQ digelar di seluruh Indonesia dan beberapa  negara tetangga. Total alumni sudah mencapai 40.000 orang lebih. &lt;i&gt;&quot;Tentunya  kita tahu peserta dari kelas sosial mana yang mampu membayar training  Rp. 1-3 juta lebih. Ini menunjukkan orang bersedia membayar mahal untuk  belajar &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/09/ilmu-tasawuf.html&quot;&gt;tasawuf&lt;/a&gt;,&quot;&lt;/i&gt; ujar Ustadz Wahfiudin, Direktur Radix Training Center.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih  lanjut Wahfiudin mengatakan, patut juga direnungkan mengapa AA Gym  dengan berbekal kitab tasawuf &#39;Hikam&#39; dapat mengembangkan dakwah secara  fenomenal. Terlepas dari kasus poligaminya, ia telah memperkenalkan  dakwah sufistik yang mencerahkan banyak orang. Melihat jumpa para  pengagumnya dapat disimpulkan bahwa sebagian besar umat Islam Indonesia  sudah jenuh dengan dakwah yang bercorak ideologis politis, atau yang  hanya berorientasi fiqh saja. &lt;i&gt;&quot;Orang mencari pendekatan dakwah yang menyejukkan dan menukik langsung pada perbaikan akhlak yang menenteramkan,&quot;&lt;/i&gt; kata Wahfiudin yang juga ketua Yayasan Aqabah Sejahtera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Arifin  Ilham, misalnya, dengan dzikir masalnya lebih mmbuktikan kehausan orang  terhadap dzikir-dzikir yang menyentuh qalbu. Ia menantu dari seorang  syekh di Meulaboh, Aceh. Tanpa menybut &#39;tarekat&#39; ia membimbing orang  mempraktekkannya, dan banyak orang mendapatkan hidayah melalui dzikir  tersebut. Majelis dzikirnya bukan hanya dihadiri oleh yang muslim, juga  dihadiri oleh tokoh-tokoh agama lain. &lt;i&gt;&quot;Saya sendiri punya pengalaman  pribadi, pelatihan yang diberi nama Pesantren Qalbu adalah &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/09/pencarian-spiritualitas.html&quot;&gt;pelatihan  tasawuf&lt;/a&gt; yang dibawakan dalam bentuk seminar/training, ini berjalan tiap 3  bulan sekali,&quot;&lt;/i&gt; tuturnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pesantren Qalbu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pesantren  Qalbu, kata Wahfiudin, sudah mencapai angkatan ke-24, berarti sudah  berlangsung 6 tahun. Pesertanya antara 60-80 orang per angkatan, terdiri  dari para birokrat di Pemerintahan Kota (mulai walikota hingga camat  &amp;amp; lurah) serta para pebisnisanggota Kadin dan para tokoh  ulama/cendekiawan. Pelatihan ini pun sudah 7 kali digelar di Semarang,  juga di Jakarta dalam bentuk Kursus Tasawuf sudah mencapai angkatan 15.  Saat ini, ia sedang mendapat amanah untuk menyelenggarakan pelatihan  sejenis bagi karyawan-karyawan sebuah bank yang pertumbuhannya paling  cepat di Indonesia. Pelatihan dilakukan di seluruh cabang bank tersebut  yang tersebar di seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tasawuf Bukan Klenik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Menurutnya,  dalam kajian-kajian ilmiah ada perbedaan yang jelas antara tasawuf  (mysticism) dan klenik (magic). Tasawuf (Islamic Mysticism) lebih  berciri pada penyucian diri, penggiatan ibadah, dan aktif dalam  partisipasi sosial membangun peradaban yang indah, ilmiah dan manusiawi.  sedangkan klenik (di Indonesia secara tidak tepat sering disebut &#39;ilmu  hikmah&#39;) lebih berorientasi pada kepentingan lahiriah duniawi, tidak  jarang berangkat dari keserakahan untuk dapat memiliki atau menaklukkan,  dan mengabaikan sendi-sendi kehidupan yang berdasarkan kerja keras  (ikhtiar) yang rasional serta jujur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&quot;Tentu ada beda antara  orang yang melakukan riyadhah (dzikir, puasa, shalat, qiyamul lail,  shadaqah) yang berangkat dari kecintaan kepada Ilahi dengan yang  berangkat dari ketakutan kasus korupsinya diselidiki kejaksaan, atau  sakitnya tak sembuh-sembuh, atau bisnisnya macet, atau pangkat dan karir  yang tersendat, atau serakah ingin menang pemilu/pilkada, atau agar  sakti dan lain-lain,&quot;&lt;/i&gt; tandas Wahfiudin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menerangkan, &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/%20%3Ca%20href=%22http://sief.zonet.us/2010/09/ilmu-tasawuf.html%22%3EIlmu%20Tasawuf%3C/a%3E&quot;&gt; tasawuf&lt;/a&gt; tidak mengajarkan orang untuk malas berikhtiar untuk sukses,  dengan menempuh jalan pintas yang tidak rasional namun penuh keajaiban.  Tasawuf tidak mengajak orang untuk berbincang tentang karamah atau  kekuatan-kekuatan supranatural untuk dapat menaklukkan orang lain,  tasawuf tak menghambat orang untuk mengejar pengetahuan demi keluasan  wawasan dan pemanfaatan teknologi. Karenanya tasawuf terbuka terhadap  pertanyaan-pertanyaan kritis dan rasional serta tidak menyembunyikan  ajaran-ajaran dibalik &#39;pamali, tabu, dan indoktrinasi&#39;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesungguhnya  memang tasawuf seperti inilah yang dirindui dunia. Tapi sayangnya  banyak orang-orang tasawuf yang membawakan dakwah tasawuf dengan gaya  klenik, menjajakan karamah untuk imbalan yang murah, menjanjikan sukses  dengan jaln pintas. Ada yang membincangkan hakikat sambil  mengepul-ngepulkan asap rokok (sebuah tindakan yang menjijikan bagi  dunia modern yang semakin sadar akan kesehatan diri dan kelestarian  lingkungan). Rajin dzikir tapi malas belajar dan tidak menunjukkan  prestasi kerja.&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;by m husaini&lt;br /&gt;
majalah dzikir edisi 16 Nov 2008&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.qalbu.net/&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;QALBUNET &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/08/allah-membimbing-kepada-cahaya-nya.html&quot;&gt;Allah Membimbing Kepada Cahaya-Nya Siapa Yang Ia Kehendaki&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/07/assholatu-mirojul-muminin.html&quot;&gt;Assholatu Mi&#39;rojul Mu&#39;minin&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/07/awwaluddin-marifatullah.html&quot;&gt;Awwaluddin Ma&#39;rifatullah&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/08/etika-debat-dan-diskusi.html&quot;&gt;Etika Debat dan Diskusi&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/09/fithrah-potensi-dasar-spiritualitas.html&quot;&gt;FITHRAH: Potensi Dasar Spiritualitas Manusia&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Halo Bos.....&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/5859434297461453702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/5859434297461453702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://esugianto.blogspot.com/2010/09/pencarian-spiritualitas.html' title='Pencarian Spiritualitas'/><author><name>Edi Sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14020089984610322057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGzeexTJJ5-aiaE_2XnxpUrS2D0wSodFfxEARZ9eOUxR9Np3cagCLixSLzkhkGcUwvIUrBg2DituWXBx_GIbXRZzPlECBhFtxqcaVwaR26-gUrt36VprkAx0ni2qR3TQ/s80/Edi+icon+80px.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiART6mG20nui0iVnnespZibriKbnYNuQtRPCkDlatws8gKU-_UedVHykiTVAVVFSlcCsqWal1-LIE25ZHGkO8u_em1mcIlnNLM-lSmDlKHoBIsvVExVmEc-vugvAsVFHME_R990i65gyc/s72-c/kliping+ust+wahfiuddin.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5993126017945485146.post-217210409672945490</id><published>2010-09-11T00:05:00.002+07:00</published><updated>2010-09-11T01:02:20.082+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Agama Islam"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tasawuf"/><title type='text'>RISALAH AL GHAUTSIYYAH  SYEKH ABDUL QADIR JAILANI</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3TblXtyvDpBbforTuXUxMEbxlOtqhLor-G0cmf139e31d7gf9rD43XZaIkrZbSEXVy-sUb6Dk0_u6zZ-Tax6gVzxgYg5W5m5QngrdPB9u0lWoC4r3aDBasIE5CGThk-VFVJTMUz0B8RM/s1600/saqj.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3TblXtyvDpBbforTuXUxMEbxlOtqhLor-G0cmf139e31d7gf9rD43XZaIkrZbSEXVy-sUb6Dk0_u6zZ-Tax6gVzxgYg5W5m5QngrdPB9u0lWoC4r3aDBasIE5CGThk-VFVJTMUz0B8RM/s200/saqj.jpg&quot; width=&quot;154&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/09/risalah-al-ghautsiyyah-syekh-abdul.html&quot;&gt;RISALAH AL GHAUTSIYYAH&lt;/a&gt; KARYA &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/09/risalah-al-ghautsiyyah-syekh-abdul.html&quot;&gt;SYEKH ABDUL QODIR JAILANI&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
KARYA INI ADALAH SEBENTUK DIALOG BATINIAH ANTARA ALLAH SWT (DIA) DAN SYEKH ABDUL QADIR AL JAILANI (AKU), YANG DITERIMA MELALUI ILHAM QALBI DAN PENYINGKAPAN RUHANI (KASYF MA’NAWI).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Sang Penghapus Duka. Shalawat atas manusia terbaik, Muhammad SAW. Berkatalah sang wali agung (Syekh Abdul Qadir Al Jailani), kepada ALLAH SWT.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah SWT Berkata : “Wahai wali agung!”&lt;br /&gt;
Aku menjawab : “Aku mendengar panggilan-Mu, Wahai Tuhannya si wali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia Berkata : “Setiap tahapan antara alam Naasut (ALAM MANUSIA) dan alam Malakut adalah syariat; setiap tahapan antara alam Malakut dan Jabarut adalah tarekat; dan setiap tahapan antara alam Jabarut dan alam Lahut adalah hakikat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia berkata kepadaku : “Wahai wali agung ! Aku tidak pernah mewujudkan Diri-Ku dalam sesuatu sebagaimana perwujudanKu dalam diri manusia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu aku bertanya : “Wahai Tuhanku, apakah Engkau memiliki tempat ?”, Maka Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, Akulah Pencipta tempat, dan Aku tidak memiliki tempat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu aku bertanya : “Wahai Tuhanku, apakah Engkau makan dan minum ?”, Maka Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, makanan dan minuman kaum fakir adalah makanan dan minuman-Ku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu aku berkata : “Wahai Tuhanku, dari apa Engkau ciptakan malaikat ?”. Dia Berkata kepadaku : “Aku Ciptakan malaikat dari cahaya manusia, dan Aku Ciptakan manusia dari cahaya-Ku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, Aku Jadikan manusia sebagai kendaraan-Ku, dan Aku jadikan seluruh isi alam sebagai kendaraan baginya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, betapa indahnya Aku sebagai Pencari ! Betapa indahnya manusia sebagai yang dicari ! Betapa indahnya manusia sebagai pengendara, dan betapa indahnya alam sebagai kendaraan baginya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, manusia adalah rahasia-Ku dan Aku adalah Rahasianya. Jika manusia menyadari kedudukannya di sisi-Ku, maka ia akan berucap pada setiap hembusan nafasnya, ‘milik siapakah kekuasaan pada hari ini ?’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, tidaklah manusia makan sesuatu, atau minum sesuatu, dan tidaklah ia berdiri atau duduk, berbicara atau diam, tidak pula ia melakukan suatu perbuatan, menuju sesuatu atau menjauhi sesuatu, kecuali Aku Ada [Berperan] di situ, Bersemayam dalam dirinya dan Menggerakkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, tubuh manusia, jiwanya, hatinya, ruhnya, pendengarannya, penglihatannya, tangannya, kakinya, dan lidahnya, semua itu Aku Persembahkan kepadanya oleh Diri-Ku, untuk Diri-Ku. Dia tak lain adalah Aku, dan Aku Bukanlah selain dia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, jika engkau melihat seseorang terbakai oleh api kefakiran dan hancur karena banyaknya kebutuhan, maka dekatilah ia, karena tidak ada penghalang antara Diri-Ku dan dirinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, janganlah engkau makan sesuatu atau minum sesuatu dan janganlah engkau tidur, kecuali dengan kehadiran hati yang sadar dan mata yang awas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, barangsiapa terhalang dari perjalanan-Ku di dalam batin, maka ia akan diuji dengan perjalanan lahir, dan ia tidak akan semakin dekat dari-Ku melainkan justru semakin menjauh dalam perjalanan batin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, kemanunggalan ruhani merupakan keadaan yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Siapa yang percaya dengannya sebelum mengalaminya sendiri, maka ia telah kafir. Dan barang siapa menginginkan ibadah setelah mencapai keadaan wushul, maka ia telah menyekutukan Allah SWT.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, barangsiapa memperoleh kebahagiaan azali, maka selamat atasnya, dia tidak akan terhina selamanya. Dan barang siapa memperoleh kesengsaraan azali, maka celaka baginya, dia tidak akan diterima sama sekali setelah itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, Aku Jadikan kefakiran dan kebutuhan sebagai kendaraan manusia. Barangsiapa menaikinya, maka ia telah sampai di tempatnya sebelum menyeberangi gurun dan lembah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkatak kepadaku : “Wahai wali agung, bila manusia mengetahui apa yang terjadi setelah kematian, tentu ia tidak menginginkan hidup di dunia ini. Dan ia akan berkata di setiap saat dan kesempatan, ‘Tuhan, matikan aku !’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, semua makhluk pada hari kiamat akan dihadapkan kepadaKu dalam keadaan tuli, bisu dan buta, lalu merasa rugi dan menangis. Demikian pula di dalam kubur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, cinta merupakan tirai yang membatasi antara sang pencinta dan yang dicintai. Bila sang pencinta telah padam dari cintanya, berarti ia telah sampai kepada Sang Kekasih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, Aku Melihat Ruh-ruh menunggu di dalam jasad-jasad mereka setelah ucapanNya, ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu ?’ sampai hari kiamat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu sang wali berkata : “Aku melihat Tuhan Yang Maha Agung dan Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, barangsiapa bertanya kepadaKu tentang melihat setelah mengetahui, berrti ia terhalang dari pengetahuan tentang melihat. Barangsiapa mengira bahwa melihat tidak sama dengan mengetahui, maka berarti ia telah terperdaya oleh melihat Allah SWT.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, orang fakir dalam pandangan-Ku bukanlah orang yang tidak memiliki apa-apa, melainkan orang fakir adalah ia yang memegang kendali atas segala sesuatu. Bila ia berkata kepada sesuatu, ‘jadilah !’ maka terjadilah ia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Tak ada persahabatan dan kenikmatan di dalam surga setelah kemunculan-Ku di sana, dan tak ada kesendirian dan kebakaran di dalam neraka setelah sapaan-Ku kepada para penghuninya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, Aku Yang Paling Mulia di antara semua yang mulia, dan Aku Yang Paling Penyayang di antara semua penyayang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, tidurlah di sisi-Ku tidak seperti tidurnya orang-orang awam, maka engkau akan melihatKu.” Terhadap hal ini aku bertanya : “Wahai Tuhanku, bagaimana aku tidur disisi-Mu ?”. Dia Berkata : “Dengan menjauhkan jasmani dari kesenangan, menjauhkan nafsu dari syahwat, menjauhkan hati dari pikiran dan perasaan buruk, dan menjauhkan ruh dari pandangan yang melalaikan, lalu meleburkan dzatmu di dalam Dzat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, katakan kepada sahabatmu dan pencintamu, siapa di antara kalian yang menginginkan kedekatan dengan-Ku, maka hendaklah ia memilih kefakiran, lalu kefakiran dari kefakiran. Bila kefakiran itu telah sempurna, maka tak ada lagi apapun selain Aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata : “Wahai wali agung, berbahagialah jika engkau mengasihi makhluk-makhluk-Ku, dan beruntunglah jika engkau memaaafkan makhluk-makhluk-Ku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, katakan kepada pencintamu dan sahabatmu, ambillah manfaat dari do’a kaum fakir, karena mereka bersama-Ku dan Aku Bersama mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, Aku Bersama segala sesuatu, Tempat Tinggalnya, Pengawasnya, dan kepada-Ku tempat kembalinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, jangan peduli pada surga dan apa yang ada di sana, maka engkau akan melihat Aku tanpa perantara. Dan jangan peduli pada neraka serta apa yang ada di sana, maka engkau akan melihat Aku tanpa perantara.”16&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, para penghuni surga disibukkan oleh surga, dan para penghuni neraka disibukkan oleh-Ku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, sebagian penghuni surga berlindung dari kenikmatan, sebagaimana penghuni neraka berlindung dari jilatan api.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, barangsiapa disibukkan dengan selain Aku, maka temannya adalah sabuk [tanda kekafiran] pada hari kiamat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, orang-orang yang dekat mencari pertolongan dari kedekatan, sebagaimana orang-orang yang jauh mencari pertolongan dari kejauhan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, sesungguhnya Aku Memiliki hamba-hamba yang bukan nabi maupun rasul, yang kedudukan mereka tidak diketahui oleh siapapun dari penghuni dunia maupun penghuni akhirat, dari penghuni surga ataupun neraka, tidak juga malaikat Malik ataupun Ridwan, dan Aku Tidak Menjadikan mereka untuk surga maupun untuk neraka, tidak untuk pahala ataupun siksa, tidak untuk bidadari, istana maupun pelayan-pelayan mudanya. Maka beruntunglah orang yang mempercayai mereka meski belum mengenal mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, engkau adalah salah satu dari mereka. Dan di antara tanda-tanda mereka di dunia adalah tubuh-tubuh mereka terbakar karena sedikitnya makan dan minum; nafsu mereka telah hangus dari syahwat, hati mereka telah hangus dari pikiran dan perasaan buruk, ruh-ruh mereka juga telah hangus dari pandangan yang melalaikan. Mereka adalah pemilik keabadian yang terbakar oleh cahaya perjumpaan [dengan Tuhan].”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, bila seseorang yang haus datang kepadamu di hari yang amat panas, sedangkan engkau memiliki air dingin dan engkau sedang tidak membutuhkan air, jika engkau menahan air itu baginya, maka engkau adalah orang yang paling kikir. Bagaimana Aku Menolak mereka dari rahmat-Ku padahal Aku Telah Menetapkan atas Diri-Ku, bahwa Aku Paling Pengasih di antara yang mengasihi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, tak seorang pun dari ahli maksiat yang jauh dari-Ku, dan tak seorangpun dari ahli ketaatan yang dekat dari-Ku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, bila seseorang dekat kepada-Ku, maka ia adalah dari kalangan maksiat, karena ia merasa memiliki kekurangan dan penyesalan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, merasa memiliki kekurangan merupakan sumber cahaya, dan mengagumi cahaya diri sendiri merupakan sumber kegelapan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, ahli maksiat akan tertutupi oleh kemaksiatannya, dan ahli taat akan tertutupi oleh ketaatannya. Dan Aku Memiliki hamba-hamba selain mereka, yang tidak ditimpa kesedihan maksiat dan keresahan ketaatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, sampaikan kabar gembira kepada para pendosa tentang adanya keutamaan dan kemurahan, dan sampaikan berita kepada para pengagum diri sendiri tentang adanya keadilan dan pembalasan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, ahli ketaatan selalu mengingat kenikmatan, dan ahli maksiat selalu mengingat Yang Maha Pengasih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, Aku Dekat dengan pelaku maksiat setelah ia berhenti dari kemaksiatannya, dan Aku Jauh dari orang yang taat setelah ia berhenti dari ketaatannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, Aku Menciptakan orang awam namun mereka tidak mampu memandang cahaya kebesaran-Ku, maka Aku Meletakkan tirai kegelapan di antara Diri-Ku dan mereka. Dan Aku Menciptakan orang-orang khusus namun mereka tidak mampu mendekati-Ku dan mereka sebagai tirai penghalang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, katakan kepada para sahabatmu, siapa di antara mereka yang ingin sampai kepada-Ku, maka ia harus keluar dari segala sesuatu selain Aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, keluarlah dari batas dunia, maka engkau akan sampai ke akhirat. Dan keluarlah dari batas akhirat, maka engkau akan sampai kepada-Ku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, keluarlah engkau dari raga dan jiwamu, lalu keluarlah dari hati dan ruhmu, lalu keluarlah dari hukum dan perintah, maka engkau akan sampai kepada-Ku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka aku bertanya : “Wahai Tuhanku, shalat sepert apa yang paling dekat dengan-Mu ?.” Dia Berkata : “Shalat yang di dalamnya tiada apapun kecuali Aku, dan orang yang melakukannya lenyap dari shalatnya dan tenggelam karenanya.”1&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu aku berkata : “Wahai Tuhanku, puasa seperti apa yang paling utama di sisi-Mu ?.” Dia Berkata : “Puasa yang di dalamnya tiada apa pun selain Aku, dan orang yang melakukannya lenyap darinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu aku berkata : “Wahai Tuhanku, amal apa yang paling utama di sisi-Mu ?.” Dia Berkata : “Amal yang di dalamnya tiada apa pun selain Aku, baik itu [harapan] surga ataupun [ketakutan] neraka, dan pelakunya lenyap darinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu aku berkata : “Wahai Tuhanku, tangisan seperti apa yang paling utama di sisi-Mu ?.” Dia Berkata : “Tangisan orang-orang yang tertawa.” Lalu aku berkata : “Wahai Tuhanku, tertawa seperti apa yang paling utama di sisi-Mu ?.” Dia Berkata : “Tertawanya orang-orang yang menangis karena bertobat.” Lalu aku berkata : “Wahai Tuhanku, tobat seperti apa yang paling utama di sisi-Mu ?.” Dia Menjawab : “Tobatnya orang-orang yang suci.” Lalu aku bertanya : “Wahai Tuhanku, kesucian seperti apa yang paling utama di sisi-Mu ?.” Dia Menjawab : “Kesucian orang-orang yang bertobat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, pencari ilmu di mata-Ku tidak mempunyai jalan kecuali setelah ia mengakui kebodohannya, karena jika ia tidak melepaskan ilmu yang ada padanya, ia akan menjadi setan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkatalah sang wali agung : “Aku bertemu Tuhanku SWT dan aku bertanya kepada-Nya, ‘Wahai Tuhan, apa makna kerinduan [‘isyq] ?’, Dia Menjawab : ‘Wahai wali agung, [artinya] engkau mesti merindukan-Ku dan mengosongkan hatimu dari selain Aku.’” Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, jika engkau mengerti bentuk kerinduan maka engkau harus lenyap dari kerinduan, karena ia merupakan penghalang antara si perindu dan yang dirindukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, bila engkau berniat melakukan tobat, maka pertama kali engkau harus bertobat dari nafsu, lalu mengeluarkan pikiran dan perasaan buruk dari hati dengan mengusir kegelisahan dosa, maka engkau akan sampai kepada-Ku. Dan hendaknya engkau bersabar, karena bila tidak bersabar berarti engkau hanya bermain-main belaka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, bila engkau ingin memasuki wilayah-Ku, maka hendaknya engkau tidak berpaling kepada alam mulk, alam malakut, maupun alam jabarut. Karena alam mulk adalah setannya orang berilmu, dan malakut adalah setannya ahli makrifat, dan jabarut adalah setannya orang yang sadar. Siapa yang puas dengan salah satu dari ketiganya, maka ia akan terusir dari sisi-Ku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, perjuangan spiritual [mujahadah] adalah salah satu lautan di samudera penyaksian [musyahadah] dan tela dipilih oleh orang-orang yang sadar. Barangsiapa hendak masuk ke samudera musyahadah, maka ia harus memilih mujahadah, karena mujahadah merupakan benih dari musyahadah dan musyahadah tanpa mujahadah adalah mustahil. Barangsiapa telah memilih mujahadah, maka ia akan mengalami musyahadah, dikehendaki atau tidak dikehendaki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, para pencari jalan spiritual tidak dapat berjalan tanpa mujahadah, sebagaimana mereka tak dapat melakukannya tanpa Aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, sesungguhnya hamba yang paling Ku Cintai adalah hamba yang mempunyai ayah dan anak tetapi hatinya kosong dari keduanya. Jika ayahnya meninggal, ia tidak sedih karenanya, dan jika anaknya pun meninggal, ia pun tidak gundah karenanya. Jika seorang hamba telah mencapai tingkat seperti ini, maka di sisi-Ku tanpa ayah dan tanpa anak, dan tak ada bandingan baginya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, siapa yang tidak merasakan lenyapnya seorang ayah karena kecintaan kepada-Ku dan lenyapnya seorang anak karena kecintaan kepada-Ku, maka ia tak akan merasakan lezatnya Kesendirian dan Ketunggalan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia juga Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, bila engkau ingin memandang-Ku di setiap tempat, maka engkau harus memilih hati resah yang kosong dari selain Aku.” Lalu aku bertanya : “Tuhanku, apa ilmunya ilmu itu ?.” Dia Menjawab : “Ilmunya ilmu adalah ketidaktahuan akan ilmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, berbahagialah seorang hamba yang hatinya condong kepada mujahadah, dan celakalah bagi hamba yang hatinya condong kepada syahwat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu aku bertanya kepada Tuhanku SWT tentang mi’raj. Dia Berkata : “Mi’raj adalah naik meninggalkan segala sesuatu kecuali Aku, dan kesempurnaan mi’raj adalah pandangan tidak berpaling dan tidak pula melampauinya [ QS 53 : 17].” Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, tidak ada shalat bagi orang yang tidak melakukan mi’raj kepada-Ku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, orang yang kehilangan shalatnya adalah orang yang tidak mi’raj kepada-Ku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
by : &lt;a href=&quot;http://wongalus.wordpress.com/2010/05/04/kasyf-ma%E2%80%99nawi-syekh-abdul-qadir-al-jailani/&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;WONG ALUS&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Artikel terkait : &lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/07/assholatu-mirojul-muminin.html&quot;&gt;Assholatu Mi&#39;rojul Mu&#39;minin&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;gfg-listentry gfg-listentry-even&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/07/awwaluddin-marifatullah.html&quot;&gt;Awwaluddin Ma&#39;rifatullah&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;gfg-listentry gfg-listentry-even&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/07/cinta-dan-keakraban-ilahi.html&quot;&gt;Cinta dan Keakraban Ilahi&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;gfg-listentry gfg-listentry-odd&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/07/doa-cahaya.html&quot;&gt;Doa Cahaya&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;gfg-listentry gfg-listentry-even&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/08/domba-tersesat-yang-rindu-allah-swt.html&quot;&gt;Domba tersesat yang Rindu Allah SWT&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;gfg-listentry gfg-listentry-even&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/09/fithrah-potensi-dasar-spiritualitas.html&quot;&gt;FITHRAH: Potensi Dasar Spiritualitas Manusia&lt;/a&gt; - &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;New !!&lt;/span&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;gfg-listentry gfg-listentry-odd&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/08/halqah-halqah-dzikir-adalah-taman-taman.html&quot;&gt;Halqah-halqah dzikir adalah Taman-Taman Syurga&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;gfg-listentry gfg-listentry-even&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/08/haqiqat-ilmu.html&quot;&gt;Haqiqat Ilmu&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;gfg-listentry gfg-listentry-odd&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/08/hijab-ilmu.html&quot;&gt;Hijab Ilmu&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;gfg-listentry gfg-listentry-even&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/09/ilmu-tasawuf.html&quot;&gt;Ilmu Tasawuf&lt;/a&gt; - &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;New !!&lt;/span&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;gfg-listentry gfg-listentry-odd&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/07/imam-ghazali-dan-muridnya.html&quot;&gt;Imam Ghazali dan muridnya&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;gfg-listentry gfg-listentry-odd&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/09/kesaksian-para-ulama-ahli-fiqih.html&quot;&gt;Kesaksian Para Ulama Ahli Fiqih Terhadap Tasawuf&lt;/a&gt; - &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;New !!&lt;/span&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;gfg-listentry gfg-listentry-even&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/07/melihat-wajah-tuhan.html&quot;&gt;Melihat Wajah Tuhan&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;gfg-listentry gfg-listentry-odd&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/07/membaca-tanda-tanda-kematian.html&quot;&gt;Membaca Tanda-Tanda Kematian&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;gfg-listentry gfg-listentry-even&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/08/mengaktifkan-potensi-dan-kekuatan-dalam.html&quot;&gt;Mengaktifkan Potensi dan Kekuatan dalam Diri&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;gfg-listentry gfg-listentry-odd&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/09/ingsun-sejati-aku-sejati-secret-of.html&quot;&gt;Mengenal Diri Sejati. Ingsun Sejati, AKU SEJATI (Secret of the Secret)&lt;/a&gt; - &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;New !!&lt;/span&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;gfg-listentry gfg-listentry-odd&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/07/pengendalian-hawa-nafsu.html&quot;&gt;Pengendalian Hawa Nafsu&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;gfg-listentry gfg-listentry-even&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/08/sejarah-sastra-pesisir-jawa-timur-dan.html&quot;&gt;Sejarah Sastra Pesisir Jawa Timur Dan Suluk Sunan Bonang (Pambuko)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;gfg-listentry gfg-listentry-odd&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/07/doa-untuk-sukses.html&quot;&gt;Sukses dengan Doa&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;gfg-listentry gfg-listentry-even&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/07/suluk-abdul-jalil-perjalanan-ruhani.html&quot;&gt;Suluk Abdul Jalil: perjalanan ruhani Syaikh Siti Jenar, Jilid 1&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;gfg-listentry gfg-listentry-odd&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/07/suluk-abdul-jalil-perjalanan-ruhani_31.html&quot;&gt;Suluk Abdul Jalil: perjalanan ruhani Syaikh Siti Jenar, Jilid 2&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;gfg-listentry gfg-listentry-even&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/08/suluk-jebeng-sunan-bonang.html&quot;&gt;Suluk Jebeng Sunan Bonang&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;gfg-listentry gfg-listentry-odd&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/08/suluk-wujil-sunan-bonang-part-1.html&quot;&gt;Suluk Wujil  Sunan Bonang Part 1&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;gfg-listentry gfg-listentry-even&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/08/suluk-wujil-sunan-bonang-part-2.html&quot;&gt;Suluk Wujil  Sunan Bonang Part 2&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;gfg-listentry gfg-listentry-odd&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/08/suluk-wujil-sunan-bonang-tamat.html&quot;&gt;Suluk Wujil  Sunan Bonang Tamat&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;gfg-listentry gfg-listentry-even&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/08/syeh-siti-jenar-1-pesantren-krendhasawa.html&quot;&gt;Syeh Siti Jenar  1 - Pesantren Krendhasawa&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;gfg-listentry gfg-listentry-odd&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/08/syeh-siti-jenar-3-sidang-para-wali.html&quot;&gt;Syeh Siti Jenar  3 - Sidang Para Wali&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;gfg-listentry gfg-listentry-even&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/08/syeh-siti-jenar-2-dhuta-sunan-giri.html&quot;&gt;Syeh Siti Jenar 2 -  Dhuta Sunan Giri&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;gfg-listentry gfg-listentry-odd&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/07/syeikh-muhyiddin-ibnu-araby-dzikir.html&quot;&gt;Syeikh Muhyiddin Ibnu Araby : DZIKIR&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;gfg-listentry gfg-listentry-even&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/07/tafakkur.html&quot;&gt;Tafakkur&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;gfg-listentry gfg-listentry-odd&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/07/tazkiyatun-nafs.html&quot;&gt;Tazkiyatun Nafs&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/07/hizib-jaelany.html&quot;&gt;Hizib Jaelany&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Halo Bos.....&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/217210409672945490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/217210409672945490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://esugianto.blogspot.com/2010/09/risalah-al-ghautsiyyah-syekh-abdul.html' title='RISALAH AL GHAUTSIYYAH  SYEKH ABDUL QADIR JAILANI'/><author><name>Edi Sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14020089984610322057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGzeexTJJ5-aiaE_2XnxpUrS2D0wSodFfxEARZ9eOUxR9Np3cagCLixSLzkhkGcUwvIUrBg2DituWXBx_GIbXRZzPlECBhFtxqcaVwaR26-gUrt36VprkAx0ni2qR3TQ/s80/Edi+icon+80px.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3TblXtyvDpBbforTuXUxMEbxlOtqhLor-G0cmf139e31d7gf9rD43XZaIkrZbSEXVy-sUb6Dk0_u6zZ-Tax6gVzxgYg5W5m5QngrdPB9u0lWoC4r3aDBasIE5CGThk-VFVJTMUz0B8RM/s72-c/saqj.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5993126017945485146.post-3329960711999774128</id><published>2010-09-09T06:52:00.000+07:00</published><updated>2010-09-09T06:52:44.949+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivasi"/><title type='text'>Motivasi Internal</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8yBEX4Fp9numtV_2M47rR2mEg00OpE-LsTYlfF0FmG-w0cy5nysUhinFgH6cF1B4MOa29UXMzaomtsaJjd7cA4aw6DLsH7V3MFlUfeyY5G-TSqTZKnuT_i3R7-VL-bsdRoo-VsXcOLa8/s1600/avatar-hati.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8yBEX4Fp9numtV_2M47rR2mEg00OpE-LsTYlfF0FmG-w0cy5nysUhinFgH6cF1B4MOa29UXMzaomtsaJjd7cA4aw6DLsH7V3MFlUfeyY5G-TSqTZKnuT_i3R7-VL-bsdRoo-VsXcOLa8/s320/avatar-hati.gif&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Motivasi membangkitkan keinginan, keinginan merupakan kunci pertama menuju kesuksesan, keinginan adalah benih yang harus ditanam di ladang kesuksesan karena rahasia kesuksesan adalah keinginan yang membara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Denis Wetly, penulis buku Psychology of Motivation, yaitu keinginan kita tergantung seberapa besar motivasi kita. Pada titik tertentu, motivasi inilah yang menguasai tindak-tindak kita. Motivasi merupakan salah satu kunci kesuksesan, motivasi yang kuat berasal dari tekad yang bulat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Motivasi menurut asalnya dibagi menjadi 2 yaitu: motivasi eksternal dan internal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eksternal berasal dari luar diri seseorang, seperti narasumber dalam seminar, teman, keluarga, majalah, buku, atasan tempat kita bekerja atau yang lainnya. Namun perlu diingat motivasi jenis ini mudah lenyap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Internal merupakan motivasi paling kuat dan terlama bersemayam di dalam diri seseorang. Kita bisa menjadi motivator melalui kekutan yang bersemayam di dalam diri kita sendiri yang mampu mengantarkan kita mewujudkan berbagai hasil yang mengagumkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Motivasi Internal &amp;gt; (lebih besar)  External&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Motivasi Internal : Cahaya Kita&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Motivasi internal inilah yang menjadi cahaya yang menerangi kita semua. Motivasi ini merupakan dahsyat dalam diri kita yang tengah menanti untuk untuk dibangunkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;SENYUM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhE5oVm7aYwUIrbqAlgoef8b3k3ySDgDc4v5_dIF6aGAFqr6pnHjwGoi15-xzpXpZSdJm1IHQKNcWlXLb1SCh4lcxdaj1nyiI4uWUP6GcIaTWIMTU0S_ozTbw6J086e0ySPzL-MvbTYGEU/s1600/smile.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhE5oVm7aYwUIrbqAlgoef8b3k3ySDgDc4v5_dIF6aGAFqr6pnHjwGoi15-xzpXpZSdJm1IHQKNcWlXLb1SCh4lcxdaj1nyiI4uWUP6GcIaTWIMTU0S_ozTbw6J086e0ySPzL-MvbTYGEU/s320/smile.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;menyediakan waktu untuk menghiburmu, bukan berarti org itu lebih bahagia darimu, tetapi karena ia benar2 telah bekerja keras utk itu. Ia harus menekan deritanya sendiri demi menghibur deritamu. Ia sama sepertimu, org yg mestinya juga penuh dgn persoalan, tetapi krn sedikit sekali ia mengurusnya, sipersoalan itupun putus asa. Si persoalan tsb menjadi sesuatu yg tak terpelihara dan akhirnya pergi sia-sia...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekedar senyum … akan mengubah hidup kita....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyuman jujur yg muncul dari dlm hati adalah kunci pengubah kehidupan kita...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kondisi apa pun. maka &quot;senangkanlah hatimu!&quot; Jangan pernah bersedih. “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kalau engkau kaya. senangkanlah hatimu! Karena di hadapanmu terbentang kesempatan untuk mengerjakan yang sulit-sulit melalui hartamu. “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Dan jika engkau fakir miskin, senangkan pulalah hatimu! Karena engkau telah terlepas dari suatu penyakit jiwa, penyakit kesombongan yang sering menimpa orang-orang kaya. Senangkanlah hatimu karena tak ada orang yang akan hasad dan dengki kepadamu lagi, lantaran kemiskinanmu...&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kalau engkau dilupakan orang, kurang masyhur, senangkan pulalah hatimu! Karena lidah tidak banyak yang mencelamu, mulut tak banyak mencacimu...&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;FOKUS PADA SOLUSI DAN HASIL AKHIR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Bagaimana Menyikapi Masalah Dalam Hidup Kita ?. Salah satu metodenya adalah dengan fokus pada solusi dan hasil akhir bukan pada masalah. Kalau kita senantiasa fokus pada solusi ketika masalah datang, maka kita memberikan kesempatan pada otak kita (khususnya sisi kreatifitas) untuk bekerja dan mencari jalan keluarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau ini sering dilakukan maka sama artinya kita melatih otak untuk kreatif dan inovatif.Sebaliknya, manakala kita fokus pada masalah yang ada, maka kita menutup jalan otak kita untuk bisa berpikir dan berkembang. Ujung-ujungnya, hanya mengeluh dan selalu merasa tidak pernah ada jalan keluar untuk masalah ini. “MANAGE YOUR MIND FOR SUCCESS” by Adi W. Gunawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;WAKTU&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Waktu : Waktu yg terbaik adalah sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidup kita adalah sekarang. Dan kwalitas hidup kita sgt ditentukan oleh apa yg kita lakukan sekarang. Masa lalu adalah sejarah, masa depan belum tentu dpt kita jumpai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Krn itu satu2nya yg nyata adalah masa kini...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa kabar  SOLUSI… ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Let&#39;s do it 3x, Yes 3x !!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;KOMUNIKASI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pengetahuan menempatkan kita di antara orang2 bijak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tindakan akan menempatkan kita di antara orang2 sukses.&lt;br /&gt;
Pengertian akan menempatkan kita di antara orang2 yang bahagia.&lt;br /&gt;
Tak jarang terjadi kesalahpahaman bahkan pertengkaran karena masing2 merasa tidak dimengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenyataannya, banyak orang yg ingin didengar namun sedikit yg mampu menyimak dengan benar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•Dr. Ibrahim Elfiky&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PERUBAHAN &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Flowchart perubahan :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyadari =&amp;gt; Buat Keputusan utk bertindak berubah =&amp;gt; Belajar =&amp;gt; Lakukan bertahap, sedikit demi sedikit, kontinue, setiap hari =&amp;gt; Berlatih =&amp;gt; Konsisten, disiplin, apapun yg terjadi, jgn pernah berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Langkah pertama : sadari&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita cenderung melakukan sesuatu tanpa berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang perokok berat sulit utk berhenti merokok &amp;amp; tdk menyadari itu kebiasaan buruk. Langkah awal utk berubah adalah menyadari bahwa tindakan itu salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu kesadaran ini akan membawa kita ke langkah berikutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Langkah kedua : buat keputusan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana seorang perokok berat tiba2 berhenti merokok?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawabannya tdk lain adalah Keputusan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika sebuah masalah berdampak serius pada masalah kesehatan jangka panjang seperti ini, taka ada yg lebih tepat selain bertindak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keputusan yg diambil hrs diiringi keteguhan hati &amp;amp; percaya bahwa perubahan itu niscaya. Pintu ke langkah selanjutnyapun akan terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Langkah ketiga : belajar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika di ukur kadar pentingnya, sekedar membuat keputusan utk berubah bukanlah segalanya. Kita harus belajar bagaimana caranya berubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita harus belajar caranya berkomunikasi yg baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita belajar mengontrol emosi dan penilaian kita guna memahami orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu banyak media, bahan dan cara belajar : kursus2, buku, kaset, video atau seminar2.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita bahkan dpt meniru seseorang tokoh yg tingkah lakunya kita panuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Langkah keempat : berubah sedikit demi sedikit.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak org cenderung berubah drastis, alih-alih menghindari pendekatan sedikit demi sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit dari perubahan akan sgt terasa dan nantinya akan  memicu penolakan total terhadap perubahan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langkah kecil keberhasilan tapi bertahap memudahkan kebiasaan baru itu menjadi otomatis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perubahan itu menjadi kebiasaan baru, perilaku dan sikap baru yg menggantikan yg lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Langkah kelima : latihan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita perlu melakukan latihan sesering mungkin, setiap hari karena keinginan untuk kembali ke kebiasaan lama kerap timbul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melakukan latihan dan praktek terus-menerus tidaklah mudah, kita diuji untuk itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun kedengarannya agak lucu, otak bawah sadar kita akan menguji apakah kita benar2 ingin mengubah kebiasaan yg lama dengan pola baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Langkah keenam : Konsisten&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Misalnya kita telah melakukan kelima langkah tersebut dan mencapai tujuan. Tetapi kita tidak konsisten melakukannya, kemungkinan besar kita akan kembali kpd kebiasaan semula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara langkah2 yg lain, konsistensi merupakan tahapan yg paling penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kita tdk konsisten, perubahan hanya berisfat sementara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya KONSISTEN yg menjadikannya permanen. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Strategi Komunikasi yg Handal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1. MENDENGARKAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. LEPASKAN DIRI KITA DARI MASALAH&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. EMPATI&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. PERHATIKAN &amp;amp; COCOKKAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. PERJELAS &amp;amp; PIMPIN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. UNGKAPKAN LAGI DGN KATA2 KITA SENDIRI&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. BATASI&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. CHUNK UP (Melontarkan sudut pandang yg luas)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9. CHUNK DOWN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10. MENUJU SOLUSI...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KESIMPULAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kita ingin org lain menerima kita, terimalah mereka apa adanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kita ingin mereka menghormati kita, hormatilah mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kita mengingkan senyum mereka, tersenyumlah kepada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kita menginginkan mereka mencintai kita, cintailah mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kita ingin menerima, berusahalah memberi tanpa mengharapkan imbalan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Betapa sering saya melihat org menatap tanpa melihat, menyimak tanpa mendengar, berbicara tanpa makna, menyentuh tanpa perasaan,  bergerak ranpa kesadaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merekalah yg mengilhami saya menjadi komunikator yg terbaik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lakukan semua kebaikan yg kita bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebaikan apapun yg kita bisa, dgn cara apapun yg kita bisa, dalam hal apapun yg kita bisa, kapanpun kita bisa, kepada siapapun, selama kita bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imbalannya, puncak KESUKSESAN &amp;amp; KEBAHAGIAAN.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dr. Ibrahim Elfiky&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Halo Bos.....&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/3329960711999774128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/3329960711999774128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://esugianto.blogspot.com/2010/09/motivasi-internal.html' title='Motivasi Internal'/><author><name>Edi Sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14020089984610322057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGzeexTJJ5-aiaE_2XnxpUrS2D0wSodFfxEARZ9eOUxR9Np3cagCLixSLzkhkGcUwvIUrBg2DituWXBx_GIbXRZzPlECBhFtxqcaVwaR26-gUrt36VprkAx0ni2qR3TQ/s80/Edi+icon+80px.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8yBEX4Fp9numtV_2M47rR2mEg00OpE-LsTYlfF0FmG-w0cy5nysUhinFgH6cF1B4MOa29UXMzaomtsaJjd7cA4aw6DLsH7V3MFlUfeyY5G-TSqTZKnuT_i3R7-VL-bsdRoo-VsXcOLa8/s72-c/avatar-hati.gif" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5993126017945485146.post-8482892869115836058</id><published>2010-09-09T04:28:00.000+07:00</published><updated>2010-09-09T04:28:53.939+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tasawuf"/><title type='text'>Syekh Bahauddin Naqshaband Mahaguru Pembaru Tasawuf</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgl5MYAvsToODRN6XdFPnLkMcaVJGBD23U6w-apqoVyqfYmnWHd01tU3cvYxfA4sbqFMU3TdHfe-4uc9llljA1LuRFeX1u4spAtA_7tXP2HsyacoNA6ywXn3r7Johpufc9kUfagm4fIIlY/s1600/syekh-bahaudin.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgl5MYAvsToODRN6XdFPnLkMcaVJGBD23U6w-apqoVyqfYmnWHd01tU3cvYxfA4sbqFMU3TdHfe-4uc9llljA1LuRFeX1u4spAtA_7tXP2HsyacoNA6ywXn3r7Johpufc9kUfagm4fIIlY/s320/syekh-bahaudin.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;em&gt;Al Imam at-Thariqa Mawlana Shah Naqshband QS&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Sejak kecil sudah menunjukkan dirinya sebagai orang yang cerdas dan berilmu tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama lengkapnya adalah Muhammad ibn Muhammad ibn Muhammad Al-Husayni Al-Uwaysi Al-Bukhari. Ia lahir di Qasrel Arifan, sebuah desa di kawasan Bukhara, Asia Tengah, pada bulan Muharram tahun 717 H/1317 M. Nasabnya bersambung kepada Rasulullah SAW melalui Sayyidina Al-Husain RA.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua keturunan Al-Husain di Asia Tengah dan anak benua India lazim diberi gelar shah, sedangkan keturunan Al-Hasan biasa dikenal dengan gelar zadah dari kata bahasa Arab saadah (bentuk plural dari kata sayyid) sesuai dengan sabda Rasulullah SAW tentang Al-Hasan RA, &#39;&#39;Sesungguhnya anakku ini adalah seorang sayyid.&#39;&#39;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shah Naqshaband diberi gelar Bahauddin karena berhasil menonjolkan sikap beragama yang lurus, tetapi tidak kering. Kemudian, sikap beragama yang benar, tetapi penuh penghayatan yang indah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada masanya, tradisi keagamaan Islam di Asia Tengah berada di bawah bimbingan para guru besar sufi yang dikenal sebagai khwajakan (bentuk plural dari &#39;khwaja&#39; atau &#39;khoja&#39; dalam bahasa Persia berarti para kiai agung). Dan, pembesar mereka adalah Khoja Baba Sammasi yang ketika Muhammad Bahauddin lahir, ia melihat cahaya menyemburat dari arah Qasrel Arifan, yaitu saat Sammasi mengunjungi desa sebelah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sammasi lalu memberitahukan bahwa dari desa itu akan muncul seorang wali agung. Sekitar 18 tahun kemudian, Khoja Baba Sammasi memanggil kakek Bahauddin agar membawanya ke hadapan dirinya dan langsung dibaiat. Ia lalu mengangkat Bahauddin sebagai putranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum meninggal dunia, Baba Sammasi memberi wasiat kepada penggantinya, Sayyid Amir Kulali, agar mendidik Bahauddin meniti suluk sufi sampai ke puncaknya seraya menegaskan, &quot;Semua ilmu dan pencerahan spiritual yang telah kuberikan menjadi tidak halal bagimu kalau kamu lalai melaksanakan wasiat ini!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Meniti jalan spiritual&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahauddin pun berangkat ke kediaman Sayyid Amir Kulali di Nasaf dengan membawa bekal dasar yang telah diberikan oleh Baba Sammasi. Sammasi menyatakan jalan tasawuf dimulai dengan menjaga kesopanan tindak-tanduk dan perasaan hati agar tidak lancang kepada Allah, Rasulullah, dan guru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahauddin juga percaya bahwa sebuah jalan spiritual hanya bisa mengantarkan tujuan kalau dilalui dengan sikap rendah hati dan penuh konsistensi. Karena itu, melakukan makna eksplisit dari sebuah perintah barangkali harus diundurkan demi menjaga kesantunan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah yang dilakukan oleh Bahauddin ketika dihentikan oleh seorang lelaki berkuda yang memerintahkan dirinya agar berguru pada orang tersebut. Dengan tegas, tetapi sopan; ia menolak seraya menyatakan bahwa dia tahu siapa lelaki itu. Masalah berguru kepada seorang tokoh adalah persoalan jodoh; meskipun lelaki berkuda tadi sangat mumpuni, ia tidak berjodoh dengan Bahauddin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah tiba di hadapan Sayyid Amir Kulali, Bahauddin langsung ditanya mengapa menolak perintah lelaki berkuda yang sebenarnya adalah Nabi Khidir AS? Beliau menjawab, &quot;Karena, hamba diperintahkan untuk berguru kepada Anda semata!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di bawah asuhan Amir Kulali, Bahauddin mengalami berbagai peristiwa yang mencengangkan. Di antaranya, beliau pernah ditangkap oleh dua orang tak dikenal dan dikirimkan ke makam seorang wali. Di sana, dia mendapatkan lentera yang minyaknya masih banyak dan sumbunya juga masih panjang, tetapi apinya hampir padam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahauddin mendapat ilham untuk menggerakkan sedikit sumbu itu agar aliran bahan bakar menjadi lancar. Dengan khusyuk, ia melakukannya, tahu-tahu sekat pembatas antara dunia nyata dan alam barzakh terbuka di hadapan beliau. Di balik tabir ruang dan waktu itu, Bahauddin mendapatkan semua mahaguru khawajakan yang sudah meninggal dunia, termasuk guru pertamanya, Khoja Baba Sammasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh salah seorang guru mereka, Bahauddin dihadapkan kepada kepala aliran khawajakan, yaitu Khoja Abdul Khaliq Gujdawani. Dari mahaguru yang agung ini, Bahauddin mendapatkan bimbingan langsung dalam meniti suluk sufi. Sejak saat itu, Bahauddin dikenal dengan gelar Al-Uwaysi karena mendapatkan pelajaran spiritual langsung dari seorang guru yang sudah meninggal dan tidak pernah ditemuinya di dunia. Hal ini sama dengan Uways Al-Qarny, seorang tabiin yang mendapatkan pelajaran spiritual langsung dari roh Sayyidina Rasulillah SAW.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di bawah bimbingan Amir Kulali pula, Bahauddin terus mempraktikkan semua ajaran Abdul Khaliq Gujdawani, sebagaimana beliau juga mempelajari dengan tekun ilmu-ilmu Islam lainnya, khususnya akidah, fikih, hadis, dan sirah Nabi SAW.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan, karena wasiat dari Baba Sammasi, tidak heran kalau Amir Kulali memberikan perhatian khusus kepada Bahauddin. Setelah semua ilmu dan pencerahan spiritual yang ada pada gurunya diserap habis, Sayyid Amir Kulali memerintahkan Bahauddin untuk mengembara seraya menunjuk ke puting dadanya dan berkata, &quot;Semua yang ada di sumber ini sudah habis kamu sedot, maka mengembaralah!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahauddin kemudian belajar kepada beberapa mahaguru lain, seperti Khoja Arif Dikkarani dan Hakim Ata, hingga beliau menjadi mahaguru sufi terbesar yang pernah muncul dari kawasan Asia Tengah (sekarang adalah negara-negara persemakmuran bekas USSR), Persia, Turki, dan Eropa Timur. Beliau meninggal pada malam Senin, 3 Rabiul Awwal 791 H/1391 M.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena di dadanya terukir Lafdzul Jalalah (Allah) yang bercahaya, ia dikenal juga sebagai &quot;Naqshaband&quot; (bahasa Persia yang berarti: gambar yang berbuhul). Dan, kepada beliau, dinisbahkan Tarekat Naqshabandiyah yang merupakan salah satu tarekat terbesar di dunia. Tarekat ini tersebar luas di Turki, Hejaz, kawasan Persia, Asia Tengah, serta anak benua India dan Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adanya Tarekat Naqshabandiyah ternyata mampu mempertahankan identitas keislaman di Asia Tengah dan Eropa Timur, di tengah prahara komunisme yang menerpa selama lebih dari setengah abad. Para pemimpin kebangkitan Islam di Turki, seperti Erbakan dan Erdogan, juga berafiliasi kepada tarekat ini. Bahkan, akhir-akhir ini, Tarekat Naqshabandiyah memainkan peranan sangat penting dalam penyebaran Islam di Eropa dan Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, di Indonesia, ada beberapa cabang Tarekat Naqshabandiyah, seperti Khalidiyah, Mujaddidiyah, dan Muzhariyah. Yang terbesar adalah Tarekat Qadiriyah-Naqshabandiyah yang--sesuai namanya--merupakan hasil simbiosis dua tarekat terbesar di dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mengembalikan Esensi Tasawuf&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shah Naqshaband muncul untuk merevitalisasi perilaku beragama dengan mengajak kembali kepada tradisi yang hidup pada zaman Nabi SAW. Bagi Shah Naqshaband, hakikat sebuah tarekat adalah penerapan ajaran syariat dalam wujud yang paling sempurna dan konsisten. Sementara itu, hakikat adalah terealisasikannya &quot;maqam kehambaan&quot; seorang anak manusia di hadapan Allah semata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shah Naqshaband menyatakan bahwa tasawuf adalah inti agama dan inti terdalam dari tasawuf itu sendiri adalah muraqabah, musyahadah, dan muhasabah. Muraqabah adalah melupakan segala sesuatu yang selain Allah dengan hanya memfokuskan hati dan perbuatan hanya kepada-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musyahadah adalah menyaksikan keagungan dan keindahan Allah dalam seluruh eksistensi. Sementara itu, muhasabah adalah instropeksi diri yang terus-menerus agar tidak lalai dari jalan yang mulia ini. Dengan ketiga inti tasawuf itu, hati seorang saleh terus hidup dan dihidupkan oleh zikir dan kebersamaan bersama Allah dalam setiap detak jantung dan embusan napasnya sampai dia tertidur sekalipun!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agar mencapai maqam tersebut, seorang saleh harus menjalani pelatihan di bawah bimbingan seorang mahaguru spiritual. Dialah yang akan mengajarkannya prosesi berzikir dalam hati sesuai dengan firman Allah, &quot;Dan, sebutlah nama Tuhanmu dalam hatimu dengan penuh kesungguhan dan rasa takut (akan tidak diterima amal perbuatanmu), tanpa mengangkat suara pada siang dan sore hari dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah&quot; (QS Al-A`raaf: 205).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zikir dalam hati dipilih karena silsilah utama tarekat ini bersambung melalui Abu Bakar Ash-Shiddiq. Metode zikir ini diajari oleh Rasulullah dan berbeda dengan tarekat lain yang semuanya bersambung melalui Ali bin Abi Thalib yang diajari berzikir dengan menggunakan suara jelas. Zikir dalam hati adalah ibadah yang terbesar (sesuai dengan bunyi tekstual QS Al-`Ankabuut: 45) dan bisa dilaksanakan dalam keadaan apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zikir dalam hati yang dilakukan oleh seorang Naqsyabandi menggunakan Lafdzul Jalalah (Allah) dan Laa Ilaaha illalLaah yang dilafalkan dengan cara tertentu sebagaimana diajarkan langsung oleh seorang mahaguru sufi (syekh). Dengan prosesi zikir ini, seorang Naqshabandi meniti tangga-tangga makrifat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shah Naqshaband pernah menyatakan bahwa shalat adalah titian spiritual yang paling efektif bagi seorang saleh asalkan shalatnya khusyuk. Untuk mewujudkannya, seorang saleh diharuskan mengonsumsi makanan yang halal baginya dan tidak pernah lalai mengingat atau &quot;bersama&quot; dengan Allah dalam kesehariannya, lebih khusus lagi saat berwudhu serta bertakbiratul ihram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain, bertasawuf bagi Shah Naqshaband adalah sebuah perilaku sosial yang positif. Bukan sekadar berbudi pekerti yang luhur, melainkan juga berbuat kebajikan kepada sesama makhluk Allah. Seorang saleh tidak boleh merasa dirinya lebih mulia dari seekor anjing sekalipun. Dia juga selalu siap mengulurkan tangan kepada siapa pun yang membutuhkan bantuan. Bahkan, bantuan tersebut bukan sekadar diberikan dalam bentuk material semata, tetapi juga rohaniah dan spiritual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, bertasawuf juga berarti menghormati waktu. Shah Naqshaband pernah menegaskannya dalam bahasa Persia, &quot;Orang yang berakal pasti tidak suka berkawan dengan seorang yang suka menunda-nunda pekerjaan jika mampu dilakukannya hari ini.&quot; Waktu harus digunakan untuk ibadah dalam pengertiannya yang paling komprehensif: berbuat kebajikan, baik yang ritual maupun yang sosial. Dan, tidak boleh ada waktu yang berlalu sedetik pun tanpa yakin bahwa kita selalu &quot;mengingat&quot; dan &quot;bersama&quot; Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan demikian, bertasawuf bagi Shah Naqshaband adalah mewujudkan ketundukan penuh kepada Nabi Muhammad SAW secara paripurna: menjalankan perintahnya, menghindari larangannya, meneladani perbuatannya, dan menghayati spiritualitasnya, sesuai dengan ajaran Islam menurut mazhab ahlussunnah wal jamaah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak heran kalau banyak ulama yang mengakui bahwa Tarekat Naqshabandiyah adalah saripati semua tarekat sufi. Dan, barang siapa yang suluknya tidak sesuai dengan ajaran Shah Naqshaband di atas berarti sudah keluar dari jalur yang benar meskipun mengaku sebagai pengikut beliau. Shah Naqshaband pernah menegaskan, &quot;Tasawuf adalah syariat. Dan, barang siapa yang mengaku sebagai pengikut tasawuf, tetapi tidak menerapkan syariat, berarti dia telah tersesat!&quot; aunul abied shah/taq&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diambil dari: www.republika.co.id/berita/68840/Syekh_Bahauddin_Naqshaband_Mahaguru_Pembaru_Tasawuf&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Halo Bos.....&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/8482892869115836058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/8482892869115836058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://esugianto.blogspot.com/2010/09/syekh-bahauddin-naqshaband-mahaguru.html' title='Syekh Bahauddin Naqshaband Mahaguru Pembaru Tasawuf'/><author><name>Edi Sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14020089984610322057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGzeexTJJ5-aiaE_2XnxpUrS2D0wSodFfxEARZ9eOUxR9Np3cagCLixSLzkhkGcUwvIUrBg2DituWXBx_GIbXRZzPlECBhFtxqcaVwaR26-gUrt36VprkAx0ni2qR3TQ/s80/Edi+icon+80px.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgl5MYAvsToODRN6XdFPnLkMcaVJGBD23U6w-apqoVyqfYmnWHd01tU3cvYxfA4sbqFMU3TdHfe-4uc9llljA1LuRFeX1u4spAtA_7tXP2HsyacoNA6ywXn3r7Johpufc9kUfagm4fIIlY/s72-c/syekh-bahaudin.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5993126017945485146.post-8072927808909263193</id><published>2010-09-07T02:27:00.003+07:00</published><updated>2010-09-09T02:54:20.320+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Agama Islam"/><title type='text'>Ucapan Lebaran Idul Fithri 1431 H TAHUN 2010 (LENGKAP)</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhle_Dpy2AdDyDJKorqegESuKR4MOjUnicUVbkRU79ejTYDo1MrWg9rgBXJ0HAyPxDrko0xQspzaJL3vjsRlofVFM3fUCi9cb7ya6UUWA_JuH-n3GNc8u_VilBepg-Gchz6RdFHT649E8I/s1600/SMS-Lebaran.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhle_Dpy2AdDyDJKorqegESuKR4MOjUnicUVbkRU79ejTYDo1MrWg9rgBXJ0HAyPxDrko0xQspzaJL3vjsRlofVFM3fUCi9cb7ya6UUWA_JuH-n3GNc8u_VilBepg-Gchz6RdFHT649E8I/s320/SMS-Lebaran.gif&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://i1001.photobucket.com/albums/af136/tugaran/Selamat%20Hari%20Raya%20Idul%20Fithri/lebaran-3.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;128&quot; src=&quot;http://i1001.photobucket.com/albums/af136/tugaran/Selamat%20Hari%20Raya%20Idul%20Fithri/lebaran-3.gif&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
SMS &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/09/ucapan-lebaran-idul-fithri-1431-h-tahun.html&quot;&gt;ucapan selamat lebaran&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/09/ucapan-lebaran-idul-fithri-1431-h-tahun.html&quot;&gt;idul fitri 1431 H&lt;/a&gt; terbaru tahun 2010 atau &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/09/ucapan-lebaran-idul-fithri-1431-h-tahun.html&quot;&gt;ucapan hari raya lebaran idul fitri 1431&lt;/a&gt; Hijriyah yang keren abis, lucu, gaul, kreatif, sms lebaran gokil dan unik dalam bahasa inggris, indonesia, basa jawa dan sunda insyaallah tersedia disini.&amp;nbsp; Sekalian koleksi juga kata mutiara ramadhan 2010 dan SMS ucapan selamat puasa ramadan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain sms &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/09/ucapan-lebaran-idul-fithri-1431-h-tahun.html&quot;&gt;idul fitri lucu&lt;/a&gt;, ada juga &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/09/ucapan-lebaran-idul-fithri-1431-h-tahun.html&quot;&gt;sms pantun lebaran&lt;/a&gt; yang nantinya akan lebih menceriakan suasana di hari kemenangan. &lt;br /&gt;
Berikut ini beberapa contoh kata-kata ungkapan atau ucapan selamat lebaran yang bisa anda kirim nanti buat kekasih/pacar, teman, rekan kerja, keluarga atau untuk siapapun yang jauh disana. Ini dia :&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.suksestotal.com/image-files/animated-line.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;5&quot; src=&quot;http://www.suksestotal.com/image-files/animated-line.gif&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Fitrah sejati adalah meng-Akbarkan Allah dan Syariat-Nya di alam jiwa, di dunia nyata, dalam segala gerak, di sepanjang nafas dan langkah. Semoga seperti itulah diri kita di hari kemenangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Salah kata, salah sangka, salah tingkah &amp;amp; prilaku, jangan sampai memutuskan ikatan tali silaturahim &amp;amp; menceraiberaikan hubungan kita. Di hari yang fitri, mari berjabat tangan, saling memaafkan, membersihkan &amp;amp; menyatukan hati. Selamat idul &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/09/fithrah-potensi-dasar-spiritualitas.html&quot;&gt;fitri&lt;/a&gt; 1431 H, mohon maav lahir &amp;amp; batin”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SePuTiH CoCaInE&lt;br /&gt;
SeBeNiNg VoDkA&lt;br /&gt;
SeHaRum GaNjA&lt;br /&gt;
MhOn DiMaAfKaN SgAlA KsAlAhAn&lt;br /&gt;
MeSkI HnYa SeKeCil EcStAsY&lt;br /&gt;
&quot;Met Idul Fitri 1431 H, m0Hon MAaf LHR dAn Btn&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Misiii…&lt;br /&gt;
Mau minta maap nih!&lt;br /&gt;
Klo ada salah kata,&lt;br /&gt;
salah sikap,&lt;br /&gt;
gak bales sms,&lt;br /&gt;
gak ngangkat telpon,&lt;br /&gt;
Maapin yah!&lt;br /&gt;
Slamat hari raya idul fitri!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buah Pepaya buah duku&lt;br /&gt;
dimakan sampai perut kenyang&lt;br /&gt;
Maaf yaa atas segala salahku&lt;br /&gt;
mari sambut lebaran dengan senang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
eLu MeMaNg SoBaT gUe YaNg TeRbAiK&lt;br /&gt;
sAmPaI tErKaDaNg GaK kErAsA sEenAkNyA&lt;br /&gt;
gUe NgAtAiN lUe n NgEjEkIn Lu SeMaUnYa&lt;br /&gt;
MaAfiN gUe BuKaN mAksUd NgErEnDaHiN&lt;br /&gt;
jUsTrU kArEnA lUe AdAlAh SePeRtI&lt;br /&gt;
bAgIaN dArI dIrI gUe&lt;br /&gt;
MeT lEbARaN Ya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak monyet makan pisang&lt;br /&gt;
anak kera makan jambu&lt;br /&gt;
hai anak monyet&lt;br /&gt;
maafin gue yahh jangan belagu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di hr yg V3 ini mari qt INSTALL ulg 7an hdp qt sbg hambaNya,FORMAT ulg jln hdp qt,UPDATE dtbase ilmu qt,SCAN virus2 dlm ht qt,lalu UPGRADE amal2 kbaikn qt ^-^&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis mnyulam diatas kain&lt;br /&gt;
seindah bunga dlm jambangan&lt;br /&gt;
Walau hanya sms yg sy kirimkan,&lt;br /&gt;
serasa qt brjabat tangan. &lt;br /&gt;
MinalAidzinWalFaidzin.Mhn maaf lahir &amp;amp; batin ya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mohon Maaf Lahir Batin saya ucapkan,&lt;br /&gt;
jauh hari sebelum Ramadhan Datang&lt;br /&gt;
semoga terhapuskan semua kesalahan,&lt;br /&gt;
Hati lapang, jiwa senang, Ramadhan kan jadi Cemerlang…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
beli anggur ke Kediri, dasar nakal di curi Upin Ipin. beli kelapa ke Jakarta dasar apes dimakan onta. Selamat idul fitri, minal aidin wal faidzin. maafin segala salah dan khilaf yaa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia memang tempatnya salah&lt;br /&gt;
Pula tempatnya kebaikan&lt;br /&gt;
Karena itulah setiap salah&lt;br /&gt;
Harap di maafkan&lt;br /&gt;
Minal Aidin Wal Faidzin&lt;br /&gt;
Maaf Lahir Bathin Kawan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gue tahu gue gak sempurna&lt;br /&gt;
Gue tahu gue suka ngeselin&lt;br /&gt;
Gue pun tahu, gue sering buat lo sedih&lt;br /&gt;
Tapi gue juga tahu kalo elo seorang yang pemaaf&lt;br /&gt;
Maaf ya kawan atas segala salah dan khilaf ku selama ini&lt;br /&gt;
Minal Aidzin Wal Faidzin Selamat Idul Fitri 1431 H&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjelang Lebaran, sebelum sinyal hilang.&lt;br /&gt;
Sebelum operator sibuk, sebelum SMS pending mulu.&lt;br /&gt;
Saya mo ngucapin Met Idul Fitri,&lt;br /&gt;
MinalAidzin Wal Faidzin Mo­hon Maaf Lahir dan Bathin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiada kata seindah zikir … tiada hari seindah Ramadhan. Ijinkan kedua tangan bersimpuh maaf … untuk lisan yg tak terjaga, janji yang terabaikan, hati yang berprasangka &amp;amp; semua sikap yang pernah menyakitkan. Minal Aidzin wal faidzin. Mohon maaf lahir &amp;amp; batin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sobat Selamat Hari Raya Idul Fitri ya. Mohon maaf lahir dan batin. Ketik MAAF YA dan kirim ke HP ku, untuk balik memohon maaf padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kala kerendahan hati ada keangkuhan budi. Meski kemiskinan harta benda ada kekayaan jiwa. Hidup kan terasa indah jika ada maaf. Taqabalallahu Minna Waminkum… Saya dan Keluarga menghanturkan Selamat Idul Firi, Minal Aidzin Walfaidzin, maaf lahir batin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalani hari menabur salah dan khilaf. Meraih fitri menuai maaf nan ikhlas. Semoga tiada tersisa khilaf dan dosa. Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Shiyamana Wa Shiyamakum. Selamat Lebaran Idul Fitri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada putri makan Kentang&lt;br /&gt;
kentangnya dimakan bersama ikan&lt;br /&gt;
hari yang fitri sudah datang&lt;br /&gt;
Segala salah mohon dimaafkan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuda lari dengan kencang&lt;br /&gt;
keledai lari di malam hari&lt;br /&gt;
aku ingin teriak lantang&lt;br /&gt;
mohon maaf di hari yang fitri&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melati semerbak harum mewangi&lt;br /&gt;
Sebagai penghias di hari fitri&lt;br /&gt;
SMS ini hadir pengganti diri&lt;br /&gt;
Ulurkan tangan silaturahmi&lt;br /&gt;
Selamat Idul &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/09/fithrah-potensi-dasar-spiritualitas.html&quot;&gt;Fitri&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiada gembira yang menggelora,&lt;br /&gt;
tiada senang yang mengangkasa,&lt;br /&gt;
selain kembali pada fitrah dan ampunan-Nya.&lt;br /&gt;
Selama Berhari Raya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu Syawal menjelang tiba,&lt;br /&gt;
Takbir bergema mengetarkan jiwa,&lt;br /&gt;
Sekiranya ada salah dan dosa,&lt;br /&gt;
Ampun dipinta dihari mulia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Andai jemari tak sempat berjabat,&lt;br /&gt;
Jika raga tak bisa bersua,&lt;br /&gt;
Untuk kata membekas luka,&lt;br /&gt;
Semoga pintu maaf masih terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyambung kasih, merajut cinta,&lt;br /&gt;
beralas ikhlas, beratap doa.&lt;br /&gt;
Semasa hidup bersimbah khilaf,&lt;br /&gt;
berharap diri dibasuh maaf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beli es di warung bu Rima.&lt;br /&gt;
Taruh di piring santap bersama.&lt;br /&gt;
SMS sudah saya terima,&lt;br /&gt;
teriring pula maksud yang sama.&lt;br /&gt;
Minal ‘Aidin wal Faizin..&lt;br /&gt;
Mohon maaf lahir batin..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adalah cinta… yang gerakkan lisan untuk sebut namamu dalam rabithohku&lt;br /&gt;
adalah ukhuwah… yang menjejak dalam relung hatiku&lt;br /&gt;
adalah khilaf dan alpa.. yang pendarkan bulir2 kristal dimataku&lt;br /&gt;
Jiwa jiwa yg bertemu karenaNYA..&lt;br /&gt;
Akankah bertemu di pintu Ar Rayyan ? &lt;br /&gt;
Met Idul Fitri 1431 H. &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/09/ucapan-lebaran-idul-fithri-1431-h-tahun.html&quot;&gt;Taqobalallahu minna wa minkum&lt;/a&gt;. Mhn maaf lahir batin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jalan jalan ke PasarMinggu, jangan lupa mampir di SMK 57. Kalau ada salah dalam bersenda gurau, jangan lupa ye maafin ane. Selamat Idul Fitri 1431 H. Mohon maaf lahir dan batin. Taqobalallahu mina wa minkum”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pulang ke kampung SURGA yuk.. pake mobil JIHAD yang bensinnya ISTIQOMAH, sopirnya IKHLAS lewat jalan IMAN.. slalu bawa peta QURAN&amp;amp;SUNNAH dan bekal TAQWA.. sampai jumpa di sana ya :) Selamat IDul &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/09/fithrah-potensi-dasar-spiritualitas.html&quot;&gt;Fitri&lt;/a&gt; 1431 H. Mohon maaf lahir batin. Taqaballahu minna wa minkum.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pgn dpt maaf dr narpen?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ketik:&lt;br /&gt;
REGNARPEN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kirim ke&lt;br /&gt;
0xxx24088802&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sms yg km dpt langsung dr hp aku!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
_becanda,&lt;br /&gt;
met lebaran yah!&lt;br /&gt;
Maap2 klo ada slh kata&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat segalanya denga hati yang bersih, tanpa mengharap pujian manusia. Semoga menjadi Ramadhan yang berkah.&lt;br /&gt;
Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi.&lt;br /&gt;
Hidup ini terasa indah jika ada maaf yang tulus dari lubuk hati.&lt;br /&gt;
Taqobalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum.&lt;br /&gt;
HAPPY EID EL FITR 1431 H&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak ada hari yang tak indah,&lt;br /&gt;
krna perkataan dan maupun perbuatan yang indah,&lt;br /&gt;
tapi ada kalanya ada yang tak indah&lt;br /&gt;
maka di lebaran yg indah&lt;br /&gt;
Quw ingin berbuat yang indah&lt;br /&gt;
agar semua menjadi indah&lt;br /&gt;
maavkanlah sgala sesuatu yang tak indah di diriku&lt;br /&gt;
Met &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/09/ucapan-lebaran-idul-fithri-1431-h-tahun.html&quot;&gt;Lebaran&lt;/a&gt; ya Minal aidin wal faizin mhn maav lhr btn&lt;br /&gt;
smoga lebaran ini membuat ke depan jadi lebih indah”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.suksestotal.com/image-files/animated-line.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;4&quot; src=&quot;http://www.suksestotal.com/image-files/animated-line.gif&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Basa Jawa :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Madang sate ojo sak sunduk e, madang rawon ojo nyakot kemiri, sakmeniko sampun telas puosone, sugeng Riyoyo Idul Fitri. Tumbas merico endog asin, Saya sekeluarga nyuwun ngapuro lahir batin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
NgaturakenWilujeng Ied Fitri 1431 H. Nyuwun gunging pangapunten. Mugi kito kanugrahan&lt;br /&gt;
jatining fitrah saking gusti ingkang Maha Mirah. Amin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mangan sate sak gulene, sego megono bumbu kemiri&lt;br /&gt;
kapan wae lebarane, sugeng riyoyo idul fitri&lt;br /&gt;
tumbar merico kecap asing&lt;br /&gt;
nyuwun ngapuro lahir lan batin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
he poro menungso.&lt;br /&gt;
jaman wis ra toto&lt;br /&gt;
ati wis angel ditoto&lt;br /&gt;
maksiat nang kene kono&lt;br /&gt;
wis podho kakehan duso&lt;br /&gt;
alhamdulillah wulan poso wis teko&lt;br /&gt;
ayo podho elingo marang gusti kang kuoso&lt;br /&gt;
marhaban ya syahru romadhon&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Marhaban ya Ramadhan, Wening galih jembar manah nu kasuhun, neda sih hapunten, rehna mayunan sasih saum, mugi ibadah saum kenging hidayah sareng barokah, oge aya dina karidoan Allah swt, Amin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kagem sedoyo kemawon………kulo namung sakdermo lare awon bade mungel… menawi lampah ingkang awon lan sifat mboten pitados wonten ing manah…soho tumindak glenyengan….dipun angapuro..ingkang ageng sanget……&lt;br /&gt;
mbok bilih Gusti Pangeran …sampun mitrahaken manungso..kedah mengaten…mugi wonten ing dinten riyoyo meniko sageto sami ngadahi sipat welas asih lan jembar manah…kangge sangu wonten ing akherat mbenjang…nuwun……”SUGENG RIYADI 1SYAWAL 1431H″ pareng……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.suksestotal.com/image-files/animated-line.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;4&quot; src=&quot;http://www.suksestotal.com/image-files/animated-line.gif&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bahasa Inggris :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faith makes all things possible.&lt;br /&gt;
Hope makes all things work.&lt;br /&gt;
Love makes all things beautiful.&lt;br /&gt;
May you have all of the three.&lt;br /&gt;
Happy Iedul Fitri&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
I met Iman, Taqwa, Patience, Peace, Joy, Love, Health &amp;amp; Wealth today.&lt;br /&gt;
They need a permanent place to stay.&lt;br /&gt;
I gave them your address. &lt;br /&gt;
Hope they arrived safely to celebrate Idul Fitri with you.&lt;br /&gt;
May Allah bless you and your family.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Let’s write all the mistakes down in the sand&lt;br /&gt;
And let the wind of forgiveness erase it away&lt;br /&gt;
Happy Idul Fitri!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
If wrong couldn’t be right, might be forgiveness could make it healed.Taqabballahu minna wa minkum, selamat idul fitri 1431 H&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
If ther’s a day, there must be a night, if there is a black, there must be a white, if a white, if there a mistakes, there must be forgiveness.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allahuakbar..&lt;br /&gt;
Ied al-fitri is approaching.&lt;br /&gt;
Let’s embrace it with pure heart.&lt;br /&gt;
From the bottom of my heart, I would like to ask an apology.&lt;br /&gt;
Minal Aidzin Wal Faidzin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Purify your hearts with the remembrance&lt;br /&gt;
Enlightened soul with love&lt;br /&gt;
Through the day with a smile&lt;br /&gt;
Set step with gratitude&lt;br /&gt;
Purify the heart with an apology&lt;br /&gt;
congratulations Idul Fitri&lt;br /&gt;
Minna wa Minkum TaqobbaLallaHu&lt;br /&gt;
Minal aidzin wal faidzin&lt;br /&gt;
Please forgive Born n Batin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The holy and beautiful Syawal will come soon&lt;br /&gt;
There is no word proper to welcome it&lt;br /&gt;
Except the word of pray and forgiveness&lt;br /&gt;
My Majesty if you forgive all my fault&lt;br /&gt;
And hope your worship accepted by Allah&lt;br /&gt;
The God of Merciful and the Beneficent&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Time 2 Share, Time 2 love, Time 2 pray, Time 2 forgive, Time 2 joy, Time 2 cheer, Time 2 gather, Time 2 back, Back 2 fitri&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
No Card, No Ketupat, No Parcel, Just SMS Represents Everything …Sins… Laugh.. Tears.. Happy ‘iedul Fitrie. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The time has come for every soul to purify heart for every man to begin a new life &amp;amp; for us to let all mistakes forgiven &amp;amp; forgotten, amien.&lt;br /&gt;
Happy Idul Fitri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
When it’s black turn white; when it’s dark turn light; when a mistaken&lt;br /&gt;
turn forgiveness, Artha mengucapkan selamat Idul Fitri, mohon maaf&lt;br /&gt;
lahir dan batin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
If words could kill, I think many people have died because of mine.&lt;br /&gt;
And if that’s including you, I would like to apologize for all that I,ve done..&lt;br /&gt;
happy Idul Fitri!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.suksestotal.com/image-files/animated-line.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;5&quot; src=&quot;http://www.suksestotal.com/image-files/animated-line.gif&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ucapan Selamat Lebaran Bahasa Sunda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Neupeujeut kamoe Allah ya tuhan&lt;br /&gt;
Beureukat ramadhan beuleun mulia&lt;br /&gt;
Beuroh rombongan keumuliaan&lt;br /&gt;
Hamba pilihan ureung bahagia&lt;br /&gt;
Mohon Maaf Lahir dan Batin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ass syedara loen mandum, Bubit bu puteh htee bigleh bak buleun puasa, Meuah dosa loen rakan dan wareeh supaya beugleh singoeh tapuasa, Amin&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.suksestotal.com/image-files/animated-line.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;4&quot; src=&quot;http://www.suksestotal.com/image-files/animated-line.gif&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;SMS ucapan selamat Idul Fitri :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ramadhan membasuh hati yang berjelaga&lt;br /&gt;
Saatnya meraih rahmat dan ampunan-Nya&lt;br /&gt;
Untuk lisan dan sikap yang tak terjaga&lt;br /&gt;
Mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya.&lt;br /&gt;
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1431 H&lt;br /&gt;
Minal Aidin Wal Faidzin Taqabalallahu minnaa wa minkum&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mawar berseri dipagi Hari&lt;br /&gt;
Pancaran putihnya menyapa nurani&lt;br /&gt;
Sms dikirim pengganti diri&lt;br /&gt;
SELAMAT IDUL &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/09/fithrah-potensi-dasar-spiritualitas.html&quot;&gt;FITRI&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
MOHON MAAF LAHIR BATHIN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terselip khilaf dalam candaku,&lt;br /&gt;
Tergores luka dalam tawaku,&lt;br /&gt;
Terbelit pilu dalam tingkahku,&lt;br /&gt;
Tersinggung rasa dalam bicaraku.&lt;br /&gt;
Hari kemenangan telah tiba,&lt;br /&gt;
Semoga diampuni salah dan dosa.&lt;br /&gt;
Mari bersama bersihkan diri,&lt;br /&gt;
sucikan hati di hari Fitri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bulan yang indah penuh hikmah telah berlalu..&lt;br /&gt;
Semoga menitis ke lembaran baru&lt;br /&gt;
dan membuka ribuan pintu maaf,&lt;br /&gt;
Agar kami bisa masuk dan menjadi bagian yang termaafkan,&lt;br /&gt;
“SELAMAT IDUL FITRI 1431 H”&lt;br /&gt;
Mohon maaf lahir batin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiada embun yang lebih bening selain beningnya hati&lt;br /&gt;
Tulusnya jiwa membuka pintu maaf&lt;br /&gt;
Minal Aidin wal faizin Mohon Maaf Lahir dan Bathin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata bisa salah lihat&lt;br /&gt;
Kuping bisa salah dengar&lt;br /&gt;
Mulut bisa salah bicara&lt;br /&gt;
Hati bisa salah sangka&lt;br /&gt;
Di hari yang fitri ini&lt;br /&gt;
Mohon maaf lahir dan bathin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Taqobalallahu minna wa minkum&lt;br /&gt;
Minal Aidin wal Faizin&lt;br /&gt;
Mohon Maaf Lahir dan Bathin&lt;br /&gt;
Selamat Hari Raya Idul Fitri&lt;br /&gt;
1 Syawal 1431 H&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ijinkan saya bersajak&lt;br /&gt;
Untuk LISAN yang tak terJAGA&lt;br /&gt;
Untuk JANJI yang terABAIKAN&lt;br /&gt;
Untuk HATI yang berPRASANGKA&lt;br /&gt;
Untuk SIKAP yang meNYAKITKAN&lt;br /&gt;
Di hari yang FITRI ini, dengan TULUS HATI&lt;br /&gt;
Saya mengucapkan mohon MAAF LAHIR &amp;amp; BATHIN&lt;br /&gt;
Semoga ALLAH selalu membimbing kita Bersama di jalanNYA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fitrah sejati adalah meng-Akbarkan Allah..&lt;br /&gt;
Dan Syariat-Nya di alam jiwa..&lt;br /&gt;
Di dunia nyata, dalam segala gerak..&lt;br /&gt;
Di sepanjang nafas Dan langkah..&lt;br /&gt;
Semoga seperti itulah diri Kita di Hari kemenangan ini..&lt;br /&gt;
Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Batin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bertemu Iman, Taqwa, Sabar, Damai, Gembira, Cinta, Kaya, dan Sehat hari ini. Mereka memerlukan tempat tinggal yang tetap. Aku berikan alamat rumahmu. Semoga mereka sampai dengan selamat untuk merayakan Idul Fitri bersamamu.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.suksestotal.com/image-files/animated-line.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;4&quot; src=&quot;http://www.suksestotal.com/image-files/animated-line.gif&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;SMS Lebaran Lucu dan Pantun Lucu :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buah Durian Buah Alpukat&lt;br /&gt;
Satu Keranjang Dengan Jeruk Bali&lt;br /&gt;
Meski Ramadhan Telah Lewat&lt;br /&gt;
Moga Tahun Depan Berjumpa Lagi&lt;br /&gt;
Selamat Idul Fitri 1431 H&lt;br /&gt;
Mohon Maaf Lahir Dan Batin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis mnyulam diatas kain,seindah bunga dlm jambangan.Walo hanya sms yg sy kirim,serasa qt brjabat tangan.MinalAidzinWalFaidzin.Mhn maaf lahir&amp;amp;batin ya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesenangan tidak sama dengan kebahagiaan&lt;br /&gt;
Agamalah pembawa kebahagiaan sejati&lt;br /&gt;
Mohon maafkan segala kesalahan&lt;br /&gt;
Semoga berbahagia di hari raya fitri&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ikan teri kesamber gledek.&lt;br /&gt;
Idul fitri is come back.&lt;br /&gt;
Ada anak pelihara kate,&lt;br /&gt;
maafin kita sekeluarga ye.&lt;br /&gt;
Buah jambu disayur lodeh.&lt;br /&gt;
Kalo gak mau, ee e ee capek deh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada 10 Jari Tersusun Rapi&lt;br /&gt;
Bunga Melati Pengharum Hati&lt;br /&gt;
SMS Terkirim Pengganti Diri&lt;br /&gt;
Memohon Maaf Setulus Hati&lt;br /&gt;
Maaf Lahir &amp;amp; Batin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketupat dibelah rata…&lt;br /&gt;
kita makan bersama-sama…&lt;br /&gt;
aduh esok… lebaran tiba…&lt;br /&gt;
maaf segala salah dan sangka,…..,,.,,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
bermotor ke pasar lupa jalan&lt;br /&gt;
jadi deh gagal beli ikan&lt;br /&gt;
mumpun puasa sedang berjalan&lt;br /&gt;
mari saling beramal kebaikan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
MTV bilang kalo mo minta maap g ush nunggu lebaran&lt;br /&gt;
Org bijak blg kerennya kalo mnt maap duluan&lt;br /&gt;
Ust. Jefri blg org cakep mnt maap gk prl disuruh&lt;br /&gt;
Kyai blg org jujur ga perlu malu utk minta map&lt;br /&gt;
Jd krn mrs anak nongkrong yg jujur,&lt;br /&gt;
keren cakep n baek… ya gw ngucapin :&lt;br /&gt;
minal aidzin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
melamar susi pakai sorban&lt;br /&gt;
dengan berdo’a mengucapkan amin&lt;br /&gt;
sebentar lagi kita lebaran&lt;br /&gt;
mohon maaf lahir dan batin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya..Allah muliakanlah dan sayangilah saudaraku ini. bahagiakanlah keluarganya, berkahi rezekinya, kuatkanlah imannya.Minalaidin walfaidzin,mohon maaf lahir dan batin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang sudah-sudah; kita mudik kerumah, entah dalam keadaan menang atau kalah. Lalu tiba-tiba merasakan ada air mata yang tumpah, seolah olah kita pasrah bahwa besok dan besok kita masih juga tak mampu lari dari berbuat salah… Selamat pulang ke hati yang fitrah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sajadah indah nan berseri, jadi hiasan di hari nan suci. Sms tuan sudah kami terima tanda ingat khilaf dan dosa. Taqobbalolluminna waminkum, mohon maaf lahir dan batin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam fisik nan layu, hendaknya fikir tetap jernih. Dalam fitri yang bertalu, hendaknya zikir dan silaturahmi tetap tercermin. Selamat Idul Fitri 1431 H&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bunga melati bungan kasturi, mekar indah dalam jembangan. Sucikan hati di hari fitri, salah dan dosa mohon dimaafkan. Selamat hari raya idul fitri 1431 H. Mohon maaf lahir dan bathin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gemalah takbir di subuh sepi, mengagungkan suci nama Mu ya Illahi. Dengan menyusun 10 jari kami juga mengucapkan selamat hari raya idul &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/09/fithrah-potensi-dasar-spiritualitas.html&quot;&gt;fitri&lt;/a&gt; 1431 H. Mohon maaf lahir dan batin atas segala khilaf dan alfa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pergi ke Gombong makan kedongdong&lt;br /&gt;
Di Tasikmalaya beli liontin.&lt;br /&gt;
Maafkan daku yang sering khilaf dan sombong.&lt;br /&gt;
Maafkan lahir dan batin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu Syawal menjelang tiba,&lt;br /&gt;
Takbir bergema mengetarkan jiwa,&lt;br /&gt;
Sekiranya ada salah dan dosa,&lt;br /&gt;
Ampun dipinta dihari mulia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beli es di warung bu Rima.&lt;br /&gt;
Taruh di piring santap bersama.&lt;br /&gt;
SMS sudah saya terima,&lt;br /&gt;
teriring pula maksud yang sama.&lt;br /&gt;
Minal Aidzin wal Faidzin. Mohon maaf lahir batin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tari guci rentak Melayu.&lt;br /&gt;
Hitung langkah rentak delapan.&lt;br /&gt;
Hari suci di ambang pintu.&lt;br /&gt;
Khilaf-khilafan salah mohon dimaafkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila akal berkata mudik merepotkan&lt;br /&gt;
Cinta berkata mudik mencerahkan&lt;br /&gt;
Bila akal berkata maafmu pasti kau berikan&lt;br /&gt;
Cinta berkata mohon maafku harus kukatakan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ucapan Idul Fitri bahasa inggris :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faith makes all things possible.&lt;br /&gt;
Hope makes all things work.&lt;br /&gt;
Love makes all things beautiful.&lt;br /&gt;
May you have all of the three.&lt;br /&gt;
Happy Iedul Fitri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The holy and beautiful Syawal will come soon&lt;br /&gt;
There is no word proper to welcome it&lt;br /&gt;
Except the word of pray and forgiveness&lt;br /&gt;
My Majesty if you forgive all my fault &lt;br /&gt;
And hope your worship accepted by Allah The God of Merciful and the Beneficent&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Let’s write all the mistakes down in the sand&lt;br /&gt;
And let the wind of forgiveness erase it away&lt;br /&gt;
Happy Idul Fitri, Minal Aidin wal Faizin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
L-ive is go on,&lt;br /&gt;
E-verything reborn again,&lt;br /&gt;
B-ut&lt;br /&gt;
A-ll of d sin &amp;amp;&lt;br /&gt;
R-egret still inside in me,&lt;br /&gt;
A-nd I wanna say&lt;br /&gt;
N-othing but taqobbalallahu minna waminkum..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
If there’s a day…. must be a night.&lt;br /&gt;
If there’s a black…. must be a white.&lt;br /&gt;
If there’s a mistake…. must be a forgiveness.&lt;br /&gt;
Slamat Hari Raya Idul Fitri…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Happy moments:Praise Allah&lt;br /&gt;
Quiet moments:Worship Allah&lt;br /&gt;
Painful Moment : trust Allah&lt;br /&gt;
Moment by moment : Thank Allah&lt;br /&gt;
Met idul fitri 1431 H, Mohon maaf lahir &amp;amp; batin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
In This day it’s the perfect time for me 2 say I’m sorry 4 everything that I have done 2 you. Minal Aidzin wal Faizin Mohon Maaf Lahir dan Batin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maybe I’m not the first one who say this to you “Met Idul Fitri 1431 H”. But I don’t want to the last to get your apologize “Mohon Maaf Lahir dan Batin” Met Lebaran&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
what I said, what I did, when I’m lose control, where I went, whom I talk 2, and whatever things I’ve done that may hurt you.. please forgive me… met lebaran.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.suksestotal.com/image-files/animated-line.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;4&quot; src=&quot;http://www.suksestotal.com/image-files/animated-line.gif&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ucapan Buat Pacar / Teman :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sadar memang bukan teman yang sempurna untuk kamu. Kesalahan dan kekhilafan. Selalu saja ada diantara kita. Terutama aku yang sering ngerepotin kamu. Met lebaran dan Maafkan Lahir Batin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Elu memang sobat gue yang terbaik Sampai terkadang gak terasa seenaknya Gue ngatain loe n ngejakin loe semaunya Maafin gue bukan maksud ngerendahin justru karena loe adalah seperti Bagian dari gue. Met hari raya idul fitri, mhn maaf lhr btn..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua yang kulakukan adalah untuk kebahagianmu.&lt;br /&gt;
Segalanya adalah untukmu.&lt;br /&gt;
Hanya saja aku bukan lelaki yang sempurna&lt;br /&gt;
selalu saja ada kata dan kesalahan&lt;br /&gt;
yang mungkin bisa menyakiti hatimu.&lt;br /&gt;
Selamat Idul Fitri sayang, terimalah maafku.&lt;br /&gt;
Bersama 1000 cinta, Aa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika aku tak memberi maaf&lt;br /&gt;
Bukan karena aku tak mau memberi maaf&lt;br /&gt;
Tetapi engkau tak punya salah&lt;br /&gt;
Maaf apa yang harus kuberikan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin baru 90 hari kita berpacaran&lt;br /&gt;
namun tidak lebih banyak aku bisa&lt;br /&gt;
membuat kamu ceria dan bahagia.&lt;br /&gt;
Beri aku lebih banyak hari, bulan, bahkan tahun,&lt;br /&gt;
untuk dapat lebih membahagiakanmu.&lt;br /&gt;
Bersama bulan suci ini, kita rajut kembali&lt;br /&gt;
benang-benang pengertian diantara kita.&lt;br /&gt;
Aa, lahir dan bathin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maaf kalo selama ini aku suka bikin kamu kesal.&lt;br /&gt;
Jujur juga, memang aku gak gampang ngertiin kamu.&lt;br /&gt;
Tapi aku 100% cinta kamu.&lt;br /&gt;
Met Lebaran, maafkan aku lahir dan batin ya.&lt;br /&gt;
I Love U. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyambung kasih, merajut cinta, beralas ikhlas, beratap DOA.&lt;br /&gt;
Semasa hidup bersimbah khilaf &amp;amp; dosa, berharap dibasuh maaf.&lt;br /&gt;
Selamat Idul Fitri&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku minta maaf….&lt;br /&gt;
Kalau selama ini aku ga bisa jadi kekasih yang baik buat kamu&lt;br /&gt;
Mungkin kamu akan merasa lebih tenang&lt;br /&gt;
kalau aku ga bersama kamu lagi&lt;br /&gt;
Mungkin kamu akan merasa lebih tentram&lt;br /&gt;
kalau aku ga mengusik kehidupan kamu lagi&lt;br /&gt;
Tapi asal kamu tahu…&lt;br /&gt;
Sampai kata-kata ini ditulis,&lt;br /&gt;
bahkan sampai berkali-kali dibaca&lt;br /&gt;
Cinta itu masih ada untuk kamu !!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/09/fithrah-potensi-dasar-spiritualitas.html&quot;&gt;&lt;b&gt;MAKNA IDUL FITRI &lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Halo Bos.....&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/8072927808909263193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/8072927808909263193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://esugianto.blogspot.com/2010/09/ucapan-lebaran-idul-fithri-1431-h-tahun.html' title='Ucapan Lebaran Idul Fithri 1431 H TAHUN 2010 (LENGKAP)'/><author><name>Edi Sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14020089984610322057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGzeexTJJ5-aiaE_2XnxpUrS2D0wSodFfxEARZ9eOUxR9Np3cagCLixSLzkhkGcUwvIUrBg2DituWXBx_GIbXRZzPlECBhFtxqcaVwaR26-gUrt36VprkAx0ni2qR3TQ/s80/Edi+icon+80px.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhle_Dpy2AdDyDJKorqegESuKR4MOjUnicUVbkRU79ejTYDo1MrWg9rgBXJ0HAyPxDrko0xQspzaJL3vjsRlofVFM3fUCi9cb7ya6UUWA_JuH-n3GNc8u_VilBepg-Gchz6RdFHT649E8I/s72-c/SMS-Lebaran.gif" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5993126017945485146.post-8797247105510465960</id><published>2010-09-05T02:19:00.001+07:00</published><updated>2010-09-05T21:25:32.181+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Agama Islam"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tasawuf"/><title type='text'>FITHRAH: Potensi Dasar Spiritualitas Manusia</title><content type='html'>Spiritualitas manusia berpusat pada qalbu, dan di dalam qalbu manusia sudah ada potensi-potensi spiritual yang merupakan format dasar kemanusiaan. Maka kalau saja manusia selalu mengikuti suara qalbunya, itu pun sudah cukup menyelamatkan diri dan kehidupannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukankah Rasulullah SAW berpesan kepada Wabishah: &#39;istafti nafsaka (qalbak)!&#39; -  &quot;Wahai Wabishah, mintalah fatwa pada dirimu (qalbumu) sendiri; suatu kebajikan adalah apa yang menenteramkan qalbumu, dan engkaupun tenteram dengannya. Suatu kejahatan adalah apa yang menggelisahkan qalbumu, dan mengguncang dirimu, meskipun orang lain sudah membenarkanmu&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalahnya sekarang adalah qalbu manusia sering lengah dan lalai sehingga mudah terdorong sesat ketika dipengaruhi oleh gejolak hawa nafsu dan terseret oleh godaan iblis/setan. Untuk itulah Allah SWT menurunkan para rasul dengan membawa ajaran agama sebagai pengingat bagi yang lengah, petunjuk bagi yang bingung, penegas bagi yang ragu. Sumber ilmu (informasi) keagamaan adalah kitab suci, tapi faktor utama dalam proses keberagamaan adalah qalbu. Dalam proses hidup beragama kitab suci adalah faktor sekunder. Al-Qur&#39;an pun banyak mengarahkan manusia untuk selalu mendengarkan suara qalbunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hakikat Diri dan Inti Kemanusiaan&lt;br /&gt;
Hakekat diri manusia adalah diri yang ruhaniah/spiritual yang sudah tercipta sebelum adanya tubuh biologis (basyar). Ketika manusia masih dalam wujud ruh di alam lahut, ruh merupakan wujud pertama manusia dalam proses penciptaannya sebelum diturunkan ke bumi dan dimasukkan ke dalam tubuh jismaniah (basyar). Allah mempersiapkan basyar (tubuh biologis kebinatangan) hanya sebagai cangkang/wadah bagi si manusia ruhaniah itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inti ruh yang menjadi pusat diri manusia adalah qalbu. Di dalam Bahasa Arab dikenal ada 2 macam qalbu; qalbu jismaniah berupa gumpalan daging yaitu jantung, dan qalbu ruhaniah yang dalam Bahasa Indonesia disebut hati nurani. Di dalam qalbu ruhaniah inilah terletak fithrah (sifat-sifat asli dari Tuhan) berupa kesadaran, perasaan, kecerdasan, iman dan iradah. Jadi, sejak diturunkan dari sisi Allah, si manusia ruhaniah itu qalbunya tidak kosong. Karena di dalam qalbu itu Allah SWT sudah menempatkan potensi-potensi dasar spiritual (fithrah), bibit iman, moralitas, ilmu dan kemerdekaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asal kata Fithrah dan artinya&lt;br /&gt;
Apa arti kata fithrah? Sudah menjadi tradisi bahwa setiap tahun, menjelang Hari Raya Idul Fithri kita membayar Zakat Fithrah. Di sini jelas ada 2 kata yang populer yaitu fithri dan fithrah. Kedua kata itu bersumber dari dari satu akar kata yang sama yakni fathara yang mempunyai 2 makna:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* to break out = memecah, membelah; seperti kuncup bunga yang memecah/mekar.&lt;br /&gt;
* to originate = muncul, memunculkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Fathara dalam arti memecah --&amp;gt; fithrun.&lt;br /&gt;
Fithrun sebagai mudhof ilayh dibaca fithri (lihat idul fithri). Dalam bahasa sehari-hari disebut juga futhur/ifthor, artinya memecah kepuasaan. Contohnya, di malam hari, karena tidur orang bagaikan berpuasa, tidak makan. Maka di pagi hari, makan yang pertama adalah makan yang memecah kepuasaannya. Itu sebabnya ia disebut futhur/ifthar yang artinya makan yang memecah kepuasaan (to break the fast) yang menjadi populer dengan breakfast. Maka idul fithri adalah hari raya memecah (mengakhiri) puasa. Media-media Arab berbahasa Inggris, seperti Arab News dan lain-lain, menyebut Idul Fithri dengan &quot;Fast Breaking Festive&quot;, festival mengakhiri puasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zakatul Fithri atau Shadaqatul Fithri artinya adalah zakat/shadaqah yang harus dibayarkan pada saat orang melaksanakan futhur atau mengakhiri puasa. Hal ini berkaitan dengan hadist Nabi SAW, &quot;Puasa seseorang akan tetap terkatung-katung antara bumi dan langit, belum diterima oleh Allah, sebelum dibayarkan zakatul fithri/shadaqatul fithri&quot;. Di negara tetangga kita seperti Singapura dan Malaysia orang pun menyebutnya zakatul fithri/shadaqah fithri, tapi di Indonesia istilah ini lebih dikenal zakat fithrah.&lt;br /&gt;
2. Fathara dalam makna yang kedua: &quot;mencipta pertama kali&quot;&lt;br /&gt;
Terdapat perbedaan antara khalaqa dengan fathara.&lt;br /&gt;
Khalaqa (to create): mengadakan sesuatu dari bahan material yang memang sudah ada. Contoh: di alam sudah ada tanah liat, dari tanah liat orang mencipta cangkir porselin. Penciptaan adalah pengadaan sesuatu dari bahan yang memang sudah ada sebelumnya.&lt;br /&gt;
Fathara (to originate): mengadakan sesuatu dari belum adanya sama sekali. Karena itu fathara lebih dahsyat dari khalaqa, karena mengadakan sesuatu dari belum adanya sama sekali. Di dalam Al-Qurâ&#39;an pun istilah fathara hanya dipergunakan untuk Allah. Misalnya: fatharas samawati wal ardh... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari kata fathara yang bermakna to originate itulah terbentuk istilah fithrah (originality).&lt;br /&gt;
Originality adalah ciri, sifat atau karakter original. Ciri atau sifat sejak sesuatu itu origin, dimunculkan untuk pertama kalinya. Fithrah adalah sifat/karakter yang mengiringi sesuatu sejak penciptaannya pertama kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;FITHRAH: Sifat-sifat Ketuhanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah SWT berfirman surat Ar-Ruum ayat 30.&lt;br /&gt;
&quot;...Fithratallah allatii fatharannaasa &#39;alayhaa...&quot;&lt;br /&gt;
...Fithrah Allah, yang Dia mencipta manusia berdasarkan fithrah itu.&lt;br /&gt;
(QS. Ar-Ruum, 30:30)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bayangkan, Allah mencipta manusia dengan sifat-sifat Allah, karena itulah ketika manusia itu terlahir dalam hadist Nabi dijelaskan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maa min mauluudin Illaa yuu ladu &#39;alalfithrah&lt;br /&gt;
tidak satu pun bayi terlahir kecuali ia di lahirkan berdasarkan FITHRAH&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dalam hadist lain yang sangat indah dan sangat populer dikalangan dunia tasawuf:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Takhallaquu biakhlaqillah&quot;&lt;br /&gt;
Berahlaklah kalian dengan ahlak Allah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bertingkahlah kalian dengan tingkah ke-Allah-an, jadilah kamu &#39;seperti&#39; Allah karena manusia adalah cermin Allah. Karena manusia dihadirkan ke bumi untuk menjadi khalifatullah atau wakil Allah, dan di dalam qalbunya sudah diisikan sifat-sifat Allah, maka hendaknya manusia bertingkah dengan tingkah ke-Allah-an, dengan mewujudkan karakter ke-Allah-an.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;FITHRAH: Iman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cermati sejarah pencarian Tuhan oleh Nabi Ibrahim AS dalam surat Al-Anbiya&#39;: 51-83 dan surat Al-An&#39;am: 74-79.&lt;br /&gt;
&quot;Sesungguhnya bibit iman telah turun di pusat qalbu setiap orang..&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Juga dalam surat Al-A`raf ayat 172:&lt;br /&gt;
&quot;Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): &quot;Bukankah Aku ini Tuhanmu?&quot; Mereka menjawab: &quot;Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi&quot;. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: &quot;Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah memberikan bibit Iman, naluri ber-Tuhan yang menggelisahkan orang untuk selalu tertarik, mencari, meneliti, menjelajah, mencoba mengenali Tuhannya. Karena itu di dalam semua budaya, semua bangsa, semua orang tahu akan adanya Tuhan, adanya dia yang misterius itu. Lalu manusia-manusia itu memberi nama / istilah-istilah kepada apa yang disebut Tuhan. Maka muncullah &#39;Tuhan&#39; dengan berbagai bahasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;FITHRAH: Moralitas, Ilmu dan Kemerdekaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Moralitas&lt;br /&gt;
&quot;Demi diri (manusia) dengan segala kesempurnaannya, lalu Tuhan mengilhamkannya tentang kejahatan dan ketaqwaan.&quot; &lt;br /&gt;
(QS. Asy-Syams, 91:7-8)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilmu dan Kemerdekaan&lt;br /&gt;
&quot;...Dia mengilmui Adam dengan nama-nama segalanya...&quot;,&lt;br /&gt;
(QS. Al-Baqarah, 2:31-34)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Tinggallah engkau &amp;amp; isterimu di dalam kebun ini dan makanlah segala yang tersedia berlimpah, yang mana saja yang kamu kehendaki...&quot;,&lt;br /&gt;
(QS. Al-Baqarah, 2:35-38)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Artinya sejak saat itu kepada Adam diberikan masyi&#39;ah / kebebasan berkehendak. You are free to make your own choice, kamu bebas menentukan kehendakmu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seberapa besar kebebasan yang Allah berikan kepada Adam? Kebebasan yang sebebas-bebasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah kebebasan itu hanya untuk Adam dan Hawa saja? Sepanjang di dalam kebun itu saja?&lt;br /&gt;
Tidak, kebebasan yang Allah berikan adalah kebebasan yang seluas-luasnya, sedemikian luas sampai-sampai seluruh manusia di muka bumi ini bebas bahkan untuk membangkang Allah sekali pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kalau saja Tuhanmu menghendaki, Dia bisa membuat semua yang ada dimuka bumi beriman kepada Dia...&quot;,&lt;br /&gt;
(QS. Yunus, 10:99)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Tidak ada paksaan untuk dalam beragama; sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus...&quot;,&lt;br /&gt;
(QS. Al-Baqarah, 2:256)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Muncul pertanyaan, mengapa Allah memberikan kebebasan yang begitu luas kepada manusia sampai-sampai manusia bebas untuk membangkang kepada Allah sehingga manusia berbuat jahat dimuka bumi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai wakil Allah yang akan memimpin kehidupan di muka bumi, manusia akan banyak menghadapi problem. Supaya bisa menyelesaikan problem-problem itu maka manusia haruslah merupakan makhluk yang kreatif. Maka supaya bisa kreatif itulah Allah berikan ilmu dan kebebasan karena ilmu dan kebebasan adalah dua bahan baku untuk munculnya kreatifitas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kreatifitas, yang berangkat dari ilmu pengetahuan dan kemerdekaan, adalah salah satu dari hal-hal yang paling awal Allah berikan kepada manusia. Dengan ilmu manusia akan menjadi cerdas dan banyak tahu, dan dipadu dengan kemerdekaan kecerdasan berubah menjadi daya cipta yang dahsyat yang menyebabkan peradaban manusia berkembang progressif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Yang Merusak Fithrah Manusia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Hawa Nafsu&lt;br /&gt;
2. Iblis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Wahai Adam, maukah engkau kutunjukkan pada Pohon Keabadian (Status Quo) dan Kejayaan Tanpa Batas (Keserakahan).&quot;&lt;br /&gt;
(At-Thaahaa, 20:120)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iblis menyusup ke kebun kelimpahruahan (jannah) dan mengiming-imingi Adam (manusia pertama di bumi) dengan janji Keabadian dan Kejayaan Tanpa Batas dengan cara memakan buah Pohon Terlarang. Rupanya Adam tergiur untuk mendapatkan keabadian dan kejayaan tanpa batas, maka Adam pun memakan buah pohon terlarang itu. Lalu apa yang terjadi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;...maka nampaklah &#39;kemaluan&#39; mereka berdua, dan keduanya mencari-cari alat untuk menutupinya dengan dedaunan di kebun; Adam telah membelakangi Tuhannya dan sesatlah ia.&quot;&lt;br /&gt;
(At-Thaahaa, 20:121)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika manusia memperturutkan hasrat keabadian dan keserakahannya maka akan nampaklah segala hal yang memalukan dari dirinya, terkuaklah segala aib yang menghinakannya. Manusia menjadi telanjang dan pakaiannya rontok. Pakaian adalah simbol keberadaban, simbol martabat dan status sosial, yang tiada lagi berguna ketika manusia memperturutkan hasrat keabadian dan keserakahan dengan mengabaikan fithrahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Allah SWT melarang Adam untuk mendekati pohon terlarang itu bukan karena Allah takut akan tersaingi keabadian dan kejayaanNya, tetapi Allah, dengan teknik learning by doing, sedang memberi pelatihan kepada Adam tentang:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Suatu kebebasan bukanlah tanpa batas, harus dikendalikan.&lt;br /&gt;
2. Titik lemah manusia adalah hasrat keabadian &amp;amp; keserakahan.&lt;br /&gt;
3. Iblis adalah musuh yang nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adam bertaubat dan memohon ampun, Allah menerima taubat dan mengampuni Adam. Lalu Adam dikeluarkan dari &quot;kebun pelatihan&quot; untuk turun ke bumi relitas untuk menjalani missinya sebagai hamba Allah sekaligus khalifah Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesimpulan&lt;br /&gt;
Apa saja potensi spiritual (fithrah) yang Allah berikan kepada manusia?&lt;br /&gt;
Sifat-sifat Allah, Bibit Iman, Moralitas, Ilmu dan Kemerdekaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dimana Allah menempatkan fithrah itu?&lt;br /&gt;
Pada qalbu manusia, pusat spiritualitas manusia (hati nurani). Sejak awalnya qalbu manusia tidak pernah kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa fungsi fithrah bagi manusia?&lt;br /&gt;
Sebagai format (image) ketuhanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sesungguhnya Allah mencipta Adam berdasarkan citra-Nya / image-Nya&quot;&lt;br /&gt;
(Hadist Qudsi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;...Then God said, &quot;Let us make man in our image, in our likeness&quot;&lt;br /&gt;
&quot;So God created man in his own image, in the image of God he created him&quot;&lt;br /&gt;
(Bibel, Genesis 1:26-27)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang merusak Fithrah?&lt;br /&gt;
Hawa Nafsu dan Iblis. Hawa nafsu berupa:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Syahwat perut;&lt;br /&gt;
* Syahwat kemaluan;&lt;br /&gt;
* Syahwat kalam;&lt;br /&gt;
* Syahwat tidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.qalbu.net/depan/oase/135-fithrah-potensi-dasar-spiritualitas-manusia.html&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;&lt;b&gt;QALBUNET &lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Halo Bos.....&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/8797247105510465960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/8797247105510465960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://esugianto.blogspot.com/2010/09/fithrah-potensi-dasar-spiritualitas.html' title='FITHRAH: Potensi Dasar Spiritualitas Manusia'/><author><name>Edi Sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14020089984610322057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGzeexTJJ5-aiaE_2XnxpUrS2D0wSodFfxEARZ9eOUxR9Np3cagCLixSLzkhkGcUwvIUrBg2DituWXBx_GIbXRZzPlECBhFtxqcaVwaR26-gUrt36VprkAx0ni2qR3TQ/s80/Edi+icon+80px.png'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5993126017945485146.post-4879204764161020444</id><published>2010-09-04T15:18:00.004+07:00</published><updated>2010-09-12T15:13:22.493+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Agama Islam"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tasawuf"/><title type='text'>Mengenal Diri Sejati. Ingsun Sejati, AKU SEJATI (Secret of the Secret)</title><content type='html'>Dalam kitab ‘Sirr al-Asrar’ yang berisi kumpulan ajaran Syaikh Abdul Qadir al-Jilani didapati keterangan bahwa pada awalnya manusia dicipta oleh Allah SWT di alam lâhût (alam dimensi ketuhanan). Manusia awal itu adalah manusia yang masih berwujud ruh (jiwa) yang sangat murni, yang disebut rûh al-quds.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruh al-Quds dicipta langsung oleh Allah SWT dan didalamnya terkandung disain serta program-program (rencana-rencana) Allah, juga sifat-sifat Allah, yang sifatnya sangat misterius (sirri). Maka Ruh al-Quds disebut juga Sirr (rahasia).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah SWT adalah cahaya (QS an-Nûr 24). Ruh al-Quds yang dicipta langsung oleh Sang Cahaya pun mengandung cahaya yang sangat murni, yang memiliki tingkat radiasi sangat tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kitab itu juga dikatakan bahwa alam memiliki lapis-lapis dimensional yang berbeda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Alam Lâhût, alam dimensi ketuhanan.&lt;br /&gt;
2. Alam Jabarût, alam ilmu, ketentuan, rencana dan takdir.&lt;br /&gt;
3. Alam Malakût, alam para malaikat, alam ruh, alam enerji.&lt;br /&gt;
4. Alam Mulki, alam fisik, alam nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Rûh al-Quds akan diturunkan dari alam lâhût ke alam jabarût ia dibalut lebih dulu dengan lapisan Ruh as-Shulthâny. Sebab kalau tidak, radiasi cahaya Ruh al-Quds yang sangat murni dan teramat kuat itu akan membakar semua yang ada di alam jabarut. Ruh as-Sulthany adalah mantel (hijâb) bagi Ruh al-Quds. Ruh as-Shulthany disebut juga dengan Fuâd.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Ruh al-Quds (Sirr) yang sudah dibalut dengan Ruh as-Sulthany (Fu’ad) diturunkan ke alam level-3, yaitu alam malakût. Namun alam malakut lebih materialized daripada alam-alam sebelumnya, dan apa yang ada di dalamnya akan mudah terbakar oleh radiasi cahaya Ruh al-Quds meskipun sudah dibalut dengan Ruh as-Sulthany. Oleh sebab itu sebelum diturunkan ke alam malakut, Ruh al-Quds yang sudah dengan Ruh as-Sulthany, dibalut lagi dengan Rûh ar-Rûhâny. Ruh lapis ketiga ini disebut juga Qalbu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya Ruh al-Quds (Sirr), yang sudah dibalut dengan Ruh as-Sulthany (Fuad) dan Ruh ar-Ruhaniyah (Qalbu), diturunkan lagi ke alam level-4 yaitu alam mulki. Inilah alam kosmik yang sekarang dapat kita lihat secara visual dengan mata kepala kita. Alam kosmik wujudnya sangat lahiriah dan dapat dikenali secara empirik (terukur). Namun radiasi cahaya Ruh al-Quds, meski sudah dibalut dengan dua lapis ruh lainnya, masih terlalu tinggi bagi alam ini. Apa yang ada di alam mulki dapat terbakar oleh radiasi cahaya Ruh al-Quds. Untuk itu, sebelum diturunkan ke alam mulki, Ruh al-Quds dibalut lagi dengan lapis ke-3 yaitu Rûh al-Jismâny yang untuk mudahnya sering disebut dengan Rûh saja. Untuk lebih jelasnya lihatlah tabel berikut ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;3&quot; cellspacing=&quot;3&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;th&gt;Alam&lt;/th&gt;&lt;th&gt;Rûh&lt;/th&gt;&lt;th&gt;(Nafs)&lt;/th&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Lâhût&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Rûh al-Quds&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Sirr&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Jabarût&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Rûh as-Sulthany&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Fu’ad&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Malakût&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Rûh ar-Rûhâny&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Qalbu &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Mulki&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Rûh al-Jismâny&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Rûh&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;tbody&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diri (nafs) kita yang hakiki dalah diri yang berwujud ruh (jiwa). Tubuh biologis kita hanyalah cangkang atau wadah bagi diri kita yang sesungghnya, yaitu ruh. Di dalam rûh ada qalbu, di dalam qalbu ada fuâd dan di dalam fuad ada sirr. Sirr adalah rahasia. Sirr berisi rahasia-rahasia Allah untuk orang itu berupa sifat-sifat Allah, rencana dan takdir Allah. Sirr terhubung langsung dengan Allah SWT.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikenal pula istilah lubb yang jamaknya albâb. Surat Ali Imran ayat 190 &amp;amp; 191 menyebut Uli al-Albâb sebagai individu yang selalu berdzikir, berfikir, dan beribadah. Apa arti lubb? Kalau kita menebang sebatang pohon, lalu kita perhatikan penampang potongannya, akan terlihat di bagian tengah dari batang pohon itu ada bagian yang berwarna kecoklatan. Itulah inti dari batang pohon tersebut. Arab menyebutnya lubb.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Qalbu adalah lubb bagi ruh. Intinya ruh adalah qalbu, intinya qalbu adalah fu’ad, dan intinya fuad adalah sirr. Sirr adalah inti dari segala inti, yang mengandung rahasia dari segala rahasia, sehingga disebut Sirr al-Asrar (secret of the secrets). Namun untuk tahap permulaan mempelajari tashawuf cukuplah orang memahami ruh dan intinya saja, yaitu qalbu.&lt;br /&gt;
Mudah-mudahan Allah Subhaanahu Wata’aala memberikan taufiq pada kita semua untuk istiqamah dalam agama yang telah dibawa Rasul-Nya shallallaahu ‘alaihi wa sallam &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
semoga ada hikmah yang bisa di ambil....&lt;br /&gt;
Marilah Setiap detak-detik jantung.., selalu kita isi dengan..&lt;br /&gt;
Asma Teragung diseluruh jagad semesta raya ini... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Subhanakallahumma wabihamdika AsyaduAllahilaha illa Anta Astagfiruka wa&#39;atubu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
by. &lt;a href=&quot;http://www.qalbu.net/depan/oase/100-qalbu-adalah-inti-ruh.html&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;QALBUNET&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Halo Bos.....&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/4879204764161020444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/4879204764161020444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://esugianto.blogspot.com/2010/09/ingsun-sejati-aku-sejati-secret-of.html' title='Mengenal Diri Sejati. Ingsun Sejati, AKU SEJATI (Secret of the Secret)'/><author><name>Edi Sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14020089984610322057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGzeexTJJ5-aiaE_2XnxpUrS2D0wSodFfxEARZ9eOUxR9Np3cagCLixSLzkhkGcUwvIUrBg2DituWXBx_GIbXRZzPlECBhFtxqcaVwaR26-gUrt36VprkAx0ni2qR3TQ/s80/Edi+icon+80px.png'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5993126017945485146.post-4719582169356309816</id><published>2010-09-03T11:22:00.000+07:00</published><updated>2010-09-03T11:22:12.471+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Agama Islam"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tasawuf"/><title type='text'>Kesaksian Para Ulama Ahli Fiqih Terhadap Tasawuf</title><content type='html'>Sesungguhnya tasawuf adalah Islam, dan Islam adalah tasawuf. Untuk mencapai kesempurnaan ibadah dan keyakinan dalam Islam, seseorang hendaknya mempelajari ilmu tasawuf melalui thariqah-thariqah yang mu’tabar dari segi silsilah dan ajarannya. Para ulama besar kaum muslimin sama sekali tidak menentang tasawuf, tercatat banyak dari mereka yang menggabungkan diri sebagai pengikut dan murid tasawuf, para ulama tersebut berkhidmat dibawah bimbingan seorang syaikh thariqah yang arif, bahkan walaupun ulama itu lebih luas wawasannya tentang pengetahuan Islam, namun mereka tetap menghormati para syaikh yang mulia, hal ini dikarenakan keilmuan yang diperoleh dari jalur pendidikan formal adalah ilmu lahiriah, sedangkan untuk memperoleh ilmu batiniyah dalam membentuk qalbun salim dan kesempurnaan ahlak, seseorang harus menyerahkan dirinya untuk berkhidmat dibawah bimbingan seorang syaikh tasawuf yang sejati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Empat orang imam mazhab Sunni, semuanya mempunyai seorang syaikh thariqah. Melalui syaikh itulah mereka mempelajari Islam dalam sisi esoterisnya yang indah dan agung. Mereka semua menyadari bahwa ilmu syariat harus didukung oleh ilmu tasawuf sehingga akan tercapailah pengetahuan sejati mengenai hakikat ibadah yang sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam Abu Hanifah (Nu’man bin Tsabit – Ulama besar pendiri mazhab Hanafi) adalah murid dari Ahli Silsilah Thariqat Naqsyabandiyah yaitu Imam Jafar as Shadiq ra . Berkaitan dengan hal ini, Jalaluddin as Suyuthi didalam kitab Durr al Mantsur, meriwayatkan bahwa Imam Abu Hanifah (85 H.-150 H) berkata, “Jika tidak karena dua tahun, Nu’man telah celaka. Karena dua tahun saya bersama Sayyidina Imam Jafar as Shadiq, maka saya mendapatkan ilmu spiritual yang membuat saya lebih mengetahui jalan yang benar”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam Maliki (Malik bin Anas – Ulama besar pendiri mazhab Maliki) yang juga murid  Imam Jafar as Shadiq ra, mengungkapkan pernyataannya yang mendukung terhadap ilmu tasawuf sebagai berikut, “Barangsiapa mempelajari/mengamalkan tasawuf tanpa fiqih maka dia telah zindik, dan barangsiapa mempelajari fiqih tanpa tasawuf dia tersesat, dan siapa yang mempelari tasawuf dengan disertai fiqih dia meraih kebenaran.”&lt;br /&gt;
(‘Ali al-Adawi dalam kitab Ulama fiqih, vol. 2, hal. 195 yang meriwayatkan dari Imam Abul Hasan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam Syafi’i (Muhammad bin Idris, 150-205 H ; Ulama besar pendiri mazhab Syafi’i) berkata, “Saya berkumpul bersama orang-orang sufi dan menerima 3 ilmu:&lt;br /&gt;
1. Mereka mengajariku bagaimana berbicara&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Mereka mengajariku bagaimana memperlakukan orang lain dengan kasih sayang dan kelembutan hati&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Mereka membimbingku ke dalam jalan tasawuf.”&lt;br /&gt;
(Riwayat dari kitab Kasyf al-Khafa dan Muzid al Albas, Imam ‘Ajluni, vol. 1, hal. 341)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam Ahmad bin Hanbal (164-241 H ; Ulama besar pendiri mazhab Hanbali) berkata, “Anakku, kamu harus duduk bersama orang-orang sufi, karena mereka adalah mata air ilmu dan mereka selalu mengingat Allah dalam hati mereka. Mereka adalah orang-orang zuhud yang memiliki kekuatan spiritual yang tertinggi. Aku tidak melihat orang yang lebih baik dari mereka”&lt;br /&gt;
(Ghiza al Albab, vol. 1, hal. 120 ; Tanwir al Qulub, hal. 405, Syaikh Amin al Kurdi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syaikh Fakhruddin ar Razi (544-606 H ; Ulama besar dan ahli hadits) berkata, “Jalan para sufi adalah mencari ilmu untuk memutuskan hati mereka dari kehidupan dunia dan menjaga diri agar selalu sibuk dalam pikiran dan hati mereka dengan mengingat Allah pada seluruh tindakan dan perilaku .”&lt;br /&gt;
(I’tiqad al Furaq al Musliman, hal. 72, 73)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibn Khaldun (733-808 H ; Ulama besar dan filosof Islam) berkata, “Jalan sufi adalah jalan salaf, yakni jalannya para ulama terdahulu di antara para sahabat Rasulullah Saww, tabi’in, dan tabi’it-tabi’in. Asasnya adalah beribadah kepada Allah dan meninggalkan perhiasan serta kesenangan dunia.”&lt;br /&gt;
(Muqadimah ibn Khaldun, hal. 328).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam Jalaluddin as Suyuti (Ulama besar ahli tafsir Qur’an dan hadits) didalam kitab Ta’yad al haqiqat al ‘Aliyyah, hal. 57 berkata, “Tasawuf yang dianut oleh ahlinya adalah ilmu yang paling baik dan terpuji. Ilmu ini menjelaskan bagaimana mengikuti Sunah Nabi Saww dan meninggalkan bid’ah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan Ibnu Taimiyyah (661-728 H), salah seorang ulama yang dikenal keras menentang tasawuf pada akhirnya beliau mengakui bahwa tasawuf adalah jalan kebenaran, sehingga beliaupun mengambil bai’at dan menjadi pengikut thariqah Qadiriyyah. Berikut ini perkataan Ibnu Taimiyyah didalam kitab Majmu al Fatawa Ibn Taimiyyah, terbitan Dar ar Rahmat, Kairo, Vol. 11, hal. 497, dalam bab. Tasawuf : “Kalian harus mengetahui bahwa para syaikh yang terbimbing harus diambil dan diikuti sebagai petunjuk dan teladan dalam agama, karena mereka mengikuti jejak Para Nabi dan Rasul. Thariqah para syaikh itu adalah untuk menyeru manusia kepada kehadiran dalam Hadhirat Allah dan ketaatan kepada Nabi.” Kemudian dalam kitab yang sama hal. 499, beliau berkata, “Para syaikh harus kita ikuti sebagai pembimbing, mereka adalah teladan kita dan kita harus mengikuti mereka. Karena ketika kita berhaji, kita memerlukan petunjuk (dalal) untuk mencapai Ka’ bah, para syaikh ini adalah petunjuk kita (dalal) menuju Allah dan Nabi kita.” Di antara para syaikh sufi yang beliau sebutkan didalam kitabnya adalah, Syaikh Ibrahim ibn Adham ra, guru kami Syaikh Ma’ruf al Karkhi ra, Syaikh Hasan al Basri ra, Sayyidah Rabi’ah al Adawiyyah ra, guru kami Syaikh Abul Qasim Junaid ibn Muhammad al Baghdadi ra, guru kami Syaikh Abdul Qadir al Jailani, Syaikh Ahmad ar Rifa’i ra, dll.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Didalam kitab “Syarh al Aqidah al Asfahaniyyah” hal. 128. Ibnu Taimiyyah berkata, “Kita (saat ini) tidak mempunyai seorang Imam yang setara dengan Malik, al Auza’i, at Tsauri, Abu Hanifah, as Syafi’i, Ahmad bin Hanbal, Fudhail bin Iyyadh, Ma’ruf al Karkhi, dan orang-orang yang sama dengan mereka.” Kemudian sejalan dengan gurunya, Ibnu Qayyim al Jauziyyah didalam kitab “Ar Ruh” telah mengakui dan mengambil hadits dan riwayat-riwayat dari para pemuka sufi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dr. Yusuf Qardhawi, guru besar Universitas al Azhar, yang merupakan salah seorang ulama Islam terkemuka abad ini didalam kumpulan fatwanya mengatakan, “Arti tasawuf dalam agama ialah memperdalam ke arah bagian ruhaniah, ubudiyyah, dan perhatiannya tercurah seputar permasalahan itu.” Beliau juga berkata, “Mereka para tokoh sufi sangat berhati-hati dalam meniti jalan di atas garis yang telah ditetapkan oleh Al-Qur,an dan As-Sunnah. Bersih dari berbagai pikiran dan praktek yang menyimpang, baik dalam ibadat atau pikirannya. Banyak orang yang masuk Islam karena pengaruh mereka, banyak orang yang durhaka dan lalim kembali bertobat karena jasa mereka. Dan tidak sedikit yang mewariskan pada dunia Islam, yang berupa kekayaan besar dari peradaban dan ilmu, terutama di bidang marifat, akhlak dan pengalaman-pengalaman di alam ruhani, semua itu tidak dapat diingkari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti itulah pengakuan para ulama besar kaum muslimin tentang tasawuf. Mereka semua mengakui kebenarannya dan mengambil berkah ilmu tasawuf dengan belajar serta berkhidmat kepada para syaikh thariqah pada masanya masing-masing. Oleh karena itu tidak ada bantahan terhadap kebenaran ilmu ini, mereka yang menyebut tasawuf sebagai ajaran sesat atau bid’ah adalah orang-orang yang tertutup hatinya terhadap kebenaran, mereka tidak mengikuti jejak-jejak para ulama kaum salaf yang menghormati dan mengikuti ajaran tasawuf Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembahasan disarikan dari kitab&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Miftah at Thariq – Pembuka Jalan Spiritual Thariqah Hasan wa Husein”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://sufimuda.wordpress.com/2008/05/16/kesaksian-para-ulama-fiqih-tentang-tasawuf/&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;Bab.I, Tentang Tasawuf dan Thariqah&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Halo Bos.....&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/4719582169356309816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/4719582169356309816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://esugianto.blogspot.com/2010/09/kesaksian-para-ulama-ahli-fiqih.html' title='Kesaksian Para Ulama Ahli Fiqih Terhadap Tasawuf'/><author><name>Edi Sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14020089984610322057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGzeexTJJ5-aiaE_2XnxpUrS2D0wSodFfxEARZ9eOUxR9Np3cagCLixSLzkhkGcUwvIUrBg2DituWXBx_GIbXRZzPlECBhFtxqcaVwaR26-gUrt36VprkAx0ni2qR3TQ/s80/Edi+icon+80px.png'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5993126017945485146.post-2439151921452638983</id><published>2010-09-03T03:12:00.003+07:00</published><updated>2010-09-09T12:25:41.551+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Infotainment"/><title type='text'>Misteri Terungkap,Ternyata Ikan Duyung Benar Ada</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-RWDKUVqKAZNrLhGQA1rE60ZPkdfQCVhQGTBNAousdD3s_IMDrMYkihzpX51METkaD4VWbX0-YEuErmSIP4qR37_CkVxx0ST0jziC3bpc-Y4MxcGbFCAkcKS827PZGV5_Y5KZvQM9s-Q/s1600/mermaid.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;120&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-RWDKUVqKAZNrLhGQA1rE60ZPkdfQCVhQGTBNAousdD3s_IMDrMYkihzpX51METkaD4VWbX0-YEuErmSIP4qR37_CkVxx0ST0jziC3bpc-Y4MxcGbFCAkcKS827PZGV5_Y5KZvQM9s-Q/s200/mermaid.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Selama ini kita hanya mendengar dan tahu tentang &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/09/misteri-terungkapternyata-ikan-duyung.html&quot;&gt;Ikan Duyung&lt;/a&gt; (Mermaid), hanya dari dongeng atau buku-buku cerita, bahwa Ikan Duyung adalah makhluk air yang memiliki kepala dan tubuh layaknya manusia. Dia hidup di dasar laut dan dipercaya sebagai penjelmaan dari seorang puteri yang di kutuk sehingga sebagian anggota badannya menjadi ikan. Dan kita percaya jika semua itu hanya tokoh fiksi yang tidak pernah ada. Kalau pun ada mungkin hanya dalam film, yang merupakan rekayasa dan tidak bisa di percaya kebenarannya, bahwa ada mahluk yang berwajah cantik yang tinggal di dalam laut dengan tubuh setengah ikan setengah manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, cerita tentang &lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/09/misteri-terungkapternyata-ikan-duyung.html&quot;&gt;Putri Duyung&lt;/a&gt; yang kita percayai sebagai mahluk imajinasi atau fiktif tersebut ternyata memang ada, dalam arti Jenis Mahluk tersebut ternyata real bukan sekedar dongeng.Mahluk setengah ikan dan setengah manusia ini di temukan di pinggir pantai Gawadar Pakistan,terdampar setelah terjadinya Badai pada tanggal 2 Juli 2010 kemarin, dalam keadan sudah mati. percaya atau tidak, yang jelas video tentang terdamparnya Putri Duyung (&lt;a href=&quot;http://sief.zonet.us/2010/09/misteri-terungkapternyata-ikan-duyung.html&quot;&gt;Mermaid&lt;/a&gt;) ini sudah tersebar. Dan selama ini belum ada pihak yang menyatakan jika video ini rekayasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;object height=&quot;385&quot; width=&quot;480&quot;&gt;&lt;param name=&quot;movie&quot; value=&quot;http://www.youtube.com/v/KmKsmO2am4E?fs=1&amp;amp;hl=en_US&quot;&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name=&quot;allowFullScreen&quot; value=&quot;true&quot;&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name=&quot;allowscriptaccess&quot; value=&quot;always&quot;&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src=&quot;http://www.youtube.com/v/KmKsmO2am4E?fs=1&amp;amp;hl=en_US&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; allowscriptaccess=&quot;always&quot; allowfullscreen=&quot;true&quot; width=&quot;480&quot; height=&quot;385&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Halo Bos.....&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/2439151921452638983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5993126017945485146/posts/default/2439151921452638983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://esugianto.blogspot.com/2010/09/misteri-terungkapternyata-ikan-duyung.html' title='Misteri Terungkap,Ternyata Ikan Duyung Benar Ada'/><author><name>Edi Sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14020089984610322057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGzeexTJJ5-aiaE_2XnxpUrS2D0wSodFfxEARZ9eOUxR9Np3cagCLixSLzkhkGcUwvIUrBg2DituWXBx_GIbXRZzPlECBhFtxqcaVwaR26-gUrt36VprkAx0ni2qR3TQ/s80/Edi+icon+80px.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-RWDKUVqKAZNrLhGQA1rE60ZPkdfQCVhQGTBNAousdD3s_IMDrMYkihzpX51METkaD4VWbX0-YEuErmSIP4qR37_CkVxx0ST0jziC3bpc-Y4MxcGbFCAkcKS827PZGV5_Y5KZvQM9s-Q/s72-c/mermaid.jpg" height="72" width="72"/></entry></feed>