<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8803218073837915096</id><updated>2026-08-25T00:40:22.167+08:00</updated><category term="Cerita Pribadi"/><category term="Galau"/><category term="Umum"/><category term="Just Writing"/><category term="Project"/><category term="Motivasi"/><title type='text'>Blog Si Ula - A Journey Of Life</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>anginsepoi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12926570881248124551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYv6g5Ipe1TsONT_2FGRNIgZhVPvAR89VXTa5bUY54IZF000ZRoDHHhFLUiINKzroSk7oWw_zcTdY-JZ9duwZGNUrVMcC409xWoy-StuSSn3Fcevj8ThnVrwVzWOh9YQ/s220/0eac438fa1cd0fca1a9dd34d0d3e4bd8.png'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>121</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8803218073837915096.post-647419775482912885</id><published>2025-12-27T18:23:00.005+08:00</published><updated>2025-12-27T18:30:58.619+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Just Writing"/><title type='text'>27 Desember 2025 - Air Mata dan Sujud</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjfKiaxZHE3G9LC4cqg4lEBlEevYSawq8CU3xKH4sVrzWqG6vHwgxTnDjoE7pmsd29FTW1c26FcVlmTPemPnvTQ3NBSsn9XWDZ7cvjLKfkPeYz3Z-2V2DinORok1yCz8F-WIfO20TP1abRBXnHH-x4UplgZnBXGRx1AggjJYfHXD_nIi4Sj6qD_DuHiTFca&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; data-original-height=&quot;2304&quot; data-original-width=&quot;1728&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjfKiaxZHE3G9LC4cqg4lEBlEevYSawq8CU3xKH4sVrzWqG6vHwgxTnDjoE7pmsd29FTW1c26FcVlmTPemPnvTQ3NBSsn9XWDZ7cvjLKfkPeYz3Z-2V2DinORok1yCz8F-WIfO20TP1abRBXnHH-x4UplgZnBXGRx1AggjJYfHXD_nIi4Sj6qD_DuHiTFca&quot; width=&quot;180&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku selalu memiliki kencenderungan untuk mengetahui suatu hal apapun yang aku perlu ketahui dengan cara yang aneh. Dan kali ini benar-benar aneh menurutku wkwkwkwk. Ingin kutulis lumayan sakit mengetahuinya, tapi ternyata benar-benar sakit sekali. :)&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan semua yang baru aku ketahui, aku berusaha untuk kuat :) Namun, pada akhirnya aku pun luluh lantak. Seperti biasa, aku pergi ke masjid untuk shalat dzuhur siang ini :) Hujan yang lebat dan badai mendukung suasana hati ini sejak kemarin. Hanya terasa sakit hingga shalat Dzuhur selesai :) Sampai akhirnya aku mengangkat tanganku untuk berdoa. Aku berdzikir seperti biasanya, namun setelah masuk ke bagian untuk berdoa, aku tidak mampu mengucapkan apa-apa di hadapan-Nya. Semua usahaku habis untuk menjaga agar air mata ini tidak turun terlalu deras karena malu sebagai laki-laki terlihat menangis sebegitunya di depan umum, apalagi di masjid. Hanya sebuah kalimat standar yang mampu aku ucapkan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Ya Allah, aku hanya minta tolong bimbing aku untuk hal terbaik baik dari segi dunia maupun akhiratku.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain kalimat tersebut, tidak ada yang tersampaikan kepada-Nya kecuali hanya dari derasnya air mata yang jatuh, tak kuasa aku menahan getaran badan ini. Menangis di rumah-Nya, di hadapan-Nya benar-benar terasa berbeda dan sangat melegakan, aku mengerti sekarang mengapa banyak orang rela menggunakan rezeki yang dimilikinya untuk mengunjungi-Nya dan bercerita :) Mungkin bukan berdoa, hanya sekedar bercerita.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah aku rasa cukup dan aku rasa tak mampu mengucapkan apa-apa lagi. Aku melanjutkan dengan shalat ba&#39;diyah dzuhur, sepanjang shalat 4 rakaat, tak sedikitpun aku mampu membendung air mataku. Menumpahkan semuanya dihadapan-Nya. Aku yang hanya seorang makhluk, seorang hamba, yang tak akan pernah memiliki daya dan upaya kecuali atas izin-Nya. Aku menjadi diriku yang paling lemah di hadapan-Nya. Tak kuasa aku menahan badanku untuk tidak bergetar dan menangis lebih deras dalam setiap sujudku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ya Allah, hanya engkaulah yang maha mengetahui, hanya engkaulah yang paling bisa memahami. Tiada tempatku bergantung dan bersandar selain kepada-Mu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terima kasih telah memberi kekuatan hingga akhirnya aku bisa menghapus semua air mata tersebut sebelum kembali masuk ke gerbang rumahku sendiri. :) Aku kira semua selesai di sana. Ternyata di rumah, Mama Nano dan Mama masih mengajakku berbicara perihal semua yang telah terjadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Sabar,dan. Insyaallah apapun yang terjadi pasti itu yang terbaik untuk semuanya. Wildan harus bisa ikhlas&quot;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ya Allah, cobaan apa lagi ini? Susah payah aku berusaha menahan menetesnya air mata ini. Aku sangat tersentuh karena engkau datang mencoba mengingatkanku bahwa engkau akan selalu datang menopang hamba-Mu dengan cara-Mu. Mungkin untuk saat ini dengan kalimat dari Mama Nano yang mungkin bagi mereka sederhana. Tapi bagi aku yang sekarang rasanya sangat menyentuh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku tidak tau kamu mengingatnya atau tidak, namun jika kamu ingat, aku pernah mengatakan bahwa setelah selesai denganmu, mungkin aku akan sendiri untuk waktu yang lama, entah sampai kapan, entah apakah aku akan berpikir untuk menikah, tapi saat ini aku tidak sedikit pun memiliki pikiran untuk menikah. Tidak tau, aku hanya lelah. Aku tidak mampu melangkah kemana-mana untuk saat ini. Hanya menikmati waktu aku harus beristirahat entah sampai kapan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk saat ini, terima kasih, Ya Allah. Dan maaf jika seandainya engkau merasa rasa cintaku kepada makhluk-Mu masih lebih besar dari rasa cintaku kepada-Mu. Tolong bimbing hatiku Ya Allah. agar senantiasa bisa menempatkan cinta kepada-Mu sebagai prioritas dibanding cinta lainnya. Aamiin.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/feeds/647419775482912885/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2025/12/27-desember-2025-air-mata-dan-sujud.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/647419775482912885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/647419775482912885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2025/12/27-desember-2025-air-mata-dan-sujud.html' title='27 Desember 2025 - Air Mata dan Sujud'/><author><name>anginsepoi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12926570881248124551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYv6g5Ipe1TsONT_2FGRNIgZhVPvAR89VXTa5bUY54IZF000ZRoDHHhFLUiINKzroSk7oWw_zcTdY-JZ9duwZGNUrVMcC409xWoy-StuSSn3Fcevj8ThnVrwVzWOh9YQ/s220/0eac438fa1cd0fca1a9dd34d0d3e4bd8.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjfKiaxZHE3G9LC4cqg4lEBlEevYSawq8CU3xKH4sVrzWqG6vHwgxTnDjoE7pmsd29FTW1c26FcVlmTPemPnvTQ3NBSsn9XWDZ7cvjLKfkPeYz3Z-2V2DinORok1yCz8F-WIfO20TP1abRBXnHH-x4UplgZnBXGRx1AggjJYfHXD_nIi4Sj6qD_DuHiTFca=s72-c" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8803218073837915096.post-5871234574886892298</id><published>2025-12-13T23:37:00.003+08:00</published><updated>2025-12-27T18:24:30.293+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Just Writing"/><title type='text'>13 Desember 2025 - Malam dan Badai</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;nbsp;Hai!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hari ini cukup padat untukku, pagi aku sedang merasa sedikit tidak mood, tidak tau, mungkin sedikit memikirkanmu. Jadi aku hanya habiskan dengan tidur saja sepanjang pagi sepulang aku dari masjid. Setelahnya aku menghadiri nobar dari Muslims In Bali yang aku pikir kau juga pasti melihatnya di grup chat komunitas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kau tau? di kepalaku aku takut sekali bertemu denganmu secara tanpa sengaja karena kau menonton film itu juga. Alhamdulillah ternyata tidak. :)&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ini merupakan pengalaman yang lucu untukku, karena aku cukup shock ketika sampai di pintu masuk level 21 XXI dan yang mengikuti kegiatan ini rata-rata adalah ibu-ibu pengajian. Aku sempat merasa enggan untuk lanjut mengikuti kegiatan nobar ini. Tapi, di satu sisi aku juga sungkan jika tiba-tiba menghilang begitu saja. Yasudahlah pikirku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekitar 1 jam 40 menitan ternyata begitu cepat berlalu. Tepat ketika lampu menyala aku langsung menggendong tasku dan pergi untuk shalat Dzuhur. Untuk kemudian pergi ke tempat kajian. Jujur aku sebenarnya sangat mengantuk, beberapa kali aku tidak sengaja hampir tertidur ketika mendengarkan kajian. Padahal sebenarnya topik yang dibawa cukup menarik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selepas dari kajian aku kembali pulang untuk menunggu waktu berbuka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan seperti yang selalu kau tau, Pak Doug selalu suka menyebalkan dengan membuat aku mau tidak mau harus pergi ke pabrik di hari Weekend. Hahhhh... Yasudahlah, toh aku tidak memiliki janji apa pun lagi denganmu saat ini :) Bekerja di hari Weekend bukanlah hal yang buruk juga. Selepas berbuka aku segera shalat dan berangkat ke Pabrik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hanya menuang sampah untuk proses pendewasaan mikroba dalam mesin, berdasarkan proses yang perlu dilakukan hari ini, aku cukup datang di jam 19.30 dan pulang lagi di pukul 21.30. Dan tepat sebelum aku pulang, hujan turun sangat deras, terpaksa aku harus mengenakan mantelku untuk mengurangi kebasahan. Sengaja aku tidak mengucapkan agar tidak basah. Karena itu semua kuasa Allah SWT.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebelum pulang aku sempatkan diri singgah sejenak untuk membeli Mie Goreng yang tentu kau tau langgananku di mana. Ketika mengantri hujan sempat reda sejenak, namun ketika aku membayar dan akan pulang, intensitasnya kembali meningkat bahkan lebih deras -_- Tapi tidak apa-apa, hujan itu berkah dari Allah SWT, syukuri dengan baik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sesampai di rumah tidak ada yang spesial, hanya memakan mie goreng yang sebelumnya aku beli sembari menonton film di Netflix. Ketika sedang asik melakukan semua itu tiba-tiba saja aku melihat celah di pintu kamarku menunjukkan ada cahaya kilat yang masuk disertai dengan suara petir yang menggelegar.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hai, bagaimana kabarmu? Aku harap kamu baik-baik saja. Aku tidak sedikit pun lupa bagaimana kau sangat tidak suka ketika ada petir bersahutan di malam hari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Aku takut, andut&quot;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Biasanya pesan Whatsapp tersebut pasti masuk ke notifikasiku ketika hal demikian terjadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika tidak ada lagi aku yang mendengarkan rasa takutmu, aku harap Allah SWT menjagamu dengan sebaik-baiknya. Tenang saja, aku tidak pernah mendoakan hal buruk untukmu. Selalu yang terbaik :)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Petir ini tiba-tiba saja memutar beberapa kenangan untukku. Wkwkwkwk. Aku tau bahwa wanita akan selalu dan suka mempertanyakan apakah kita sayang kepadanya. Tapi pertanyaanmu bukan merupakan bagian dari itu, itu adalah sebuah keraguan yang nyata.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan mungkin, aku memang tak akan pernah mampu meyakinkanmu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, tetap khawatir denganmu seperti ini, bukankah itu tanda rasa sayangku kepadamu? Aku selalu tidak pernah bisa mencerna bagaimana kau ragu dengan reasa sayangku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tenanglah :) Biarkan hujan dan badai ini memelukmu :) Tenang, dalam hangatnya doaku untuk kebahagiaan dan keselamatanmu setiap saat :)&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/feeds/5871234574886892298/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2025/12/13-desember-2025-malam-dan-badai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/5871234574886892298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/5871234574886892298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2025/12/13-desember-2025-malam-dan-badai.html' title='13 Desember 2025 - Malam dan Badai'/><author><name>anginsepoi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12926570881248124551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYv6g5Ipe1TsONT_2FGRNIgZhVPvAR89VXTa5bUY54IZF000ZRoDHHhFLUiINKzroSk7oWw_zcTdY-JZ9duwZGNUrVMcC409xWoy-StuSSn3Fcevj8ThnVrwVzWOh9YQ/s220/0eac438fa1cd0fca1a9dd34d0d3e4bd8.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8803218073837915096.post-3132205083993294207</id><published>2025-03-17T13:53:00.003+08:00</published><updated>2025-03-17T13:55:42.279+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Just Writing"/><title type='text'>In A Perfect World Where...</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKOSHo06Mj1hahhM_fWy92VZE0vltvjku_aa6wJlbcQ2uZv89huV_Aa2bRa21jqb8ehr8KrTtaCj7q7qTYALVOSMY00D48qLWtRqgfp9kSeAQfOQp3X66yJTIx1QTvggec1jderO0Pfiu-Jar7Ju29qgth4KLM5HDgmk5wfn_xccMycJSg06oRrUZR3OJt/s3840/Quotefancy-357891-3840x2160.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;2160&quot; data-original-width=&quot;3840&quot; height=&quot;307&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKOSHo06Mj1hahhM_fWy92VZE0vltvjku_aa6wJlbcQ2uZv89huV_Aa2bRa21jqb8ehr8KrTtaCj7q7qTYALVOSMY00D48qLWtRqgfp9kSeAQfOQp3X66yJTIx1QTvggec1jderO0Pfiu-Jar7Ju29qgth4KLM5HDgmk5wfn_xccMycJSg06oRrUZR3OJt/w545-h307/Quotefancy-357891-3840x2160.jpg&quot; width=&quot;545&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hi semuanya, has been a long time, isn&#39;t it?&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Entah kapan terakhir kali aku muncul di sini, yang pasti kalian tau, aku cuma bakal ada di sini kalo isi kepalaku udah nggak bisa dianggap baik-baik saja. Dan seperti yang banyak dari kalian tau juga, i&#39;m better on writing instead of talking to express what i feel and what&#39;s on my mind. Lol.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Short story, banyak hal yang saat ini udah berubah di hidupku sih, tempat kerja, kerjaan, masih banyak lagi hal lainnya termasuk status. Yah, saat ini penulis yang tampan ini sudah kembali sendiri. Still can&#39;t feel good with this actually, but life must keep goes on, right?&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tempat kerjaku yang baru sama kayak yang dulu sih, ownernya foreigner juga and considered as PMA. Jadi, selama ini karena kita masih start-up lah ya hitungannya. Wajarlah biasanya untuk mendongkrak value produk dan company kita sendiri bosku sering bulshitting around. Salah satu kalimat yang sering dia gunakan adalah &quot;In a perfect world where......&quot; Dan, aku sendiri nggak tau kenapa tiba-tiba kepikiran itu dan jadi ide untuk judul tulisanku kali ini. Thanks for my boss actually.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Well, In a perfect world where. Sebenarnya ini kayak kalimat pengandai-andaian sih yang mana misalnya contoh penggunaannya kayak gini ya,&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;In a perfect world where money wasn&#39;t an issue, i might be a traveler.&quot;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jadi artinya, di sebuah dunia sempurna dimana uang itu bukan masalah, mungkin aku bakal jalan-jalan mulu kali ya ke sana kemari. Sederhananya, untuk mengungkapkan pengandaian tentang sebuah dunia sempurna atau utopia yang tentu saja karena disebut utopia kemungkinannya sangat besar untuk tidak terjadi hehehehe.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Belakangan ini, setelah penulis tampan ini kembali berganti status menjadi lajang, banyak perandai-andaian yang muncul di kepala sih.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Salah satunya dalam sebuah diskusi kita, aku ngerasa ini hal yang aneh sih, but it is what it is. Dalam diskusi kita, aku sempat dapet pertanyaan, to be honest rangkaian dari seluruh jawaban pertanyaan ini seharusnya A, tapi aku nggak tau kenapa mulutku ngomong B. Mau diralat juga udah situasi hidup mati wkwkwkwkwk.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Banyak hal yang aku andai-andaikan selama beberapa hari ini mungkin, dan kepalaku nggak pernah berhenti berputar barang sedetik pun. Well, it is what it is :) Kata salah seorang guruku berandai-andai itu adalah salah satu jalan setan masuk ke hati :) Jadi sebisa mungkin aku ingin mengurangi pengandai-andaian itu sebisaku. Not easy of course, but gonna try :)&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebelum nulis ini, aku tiba-tiba keinget salah satu reels yang pernah dikirim ke aku :) Tentang masa depan sepasang kekasih yang nggak pernah nyerah sama satu sama lainnya. So beautiful to be seen of course :) Gonna drop you guys the link in the end of this post. :)&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aku pernah berpikir bahwa sekeras apapun badainya ada kemungkinan kita nggak nyerah satu sama lain, aku sempat berpikir kayak i think this relationship is going back to the track, sempat mikir kayak this might be the last chance, but i think this one gonna make it somehow. Tapi... Pada akhirnya aku mungkin harus mengakui bahwa....&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kita masih bareng-bareng mungkin adalah sebuah cerita di dunia paralel lain di mana semua utopia manusia hidup, dan mungkin, nggak akan pernah kita kunjungi :)&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;In the end,&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;In a perfect world where we&#39;re not giving up to each other we might be still and keep going together.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Regards,&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Your handsome writer :)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;N.B : Oh iya, sesuai janjiku tadi, ini link reelsnya di bawah ya&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/reel/DGLXmckS6ut/?igsh=bmRjeGh3cnF3OG1h&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Cek di sini video reelsnya, guys!&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/feeds/3132205083993294207/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2025/03/in-perfect-world-where.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/3132205083993294207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/3132205083993294207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2025/03/in-perfect-world-where.html' title='In A Perfect World Where...'/><author><name>anginsepoi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12926570881248124551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYv6g5Ipe1TsONT_2FGRNIgZhVPvAR89VXTa5bUY54IZF000ZRoDHHhFLUiINKzroSk7oWw_zcTdY-JZ9duwZGNUrVMcC409xWoy-StuSSn3Fcevj8ThnVrwVzWOh9YQ/s220/0eac438fa1cd0fca1a9dd34d0d3e4bd8.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKOSHo06Mj1hahhM_fWy92VZE0vltvjku_aa6wJlbcQ2uZv89huV_Aa2bRa21jqb8ehr8KrTtaCj7q7qTYALVOSMY00D48qLWtRqgfp9kSeAQfOQp3X66yJTIx1QTvggec1jderO0Pfiu-Jar7Ju29qgth4KLM5HDgmk5wfn_xccMycJSg06oRrUZR3OJt/s72-w545-h307-c/Quotefancy-357891-3840x2160.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8803218073837915096.post-4794969231046507620</id><published>2023-01-23T11:30:00.006+08:00</published><updated>2023-01-23T11:36:37.480+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Just Writing"/><title type='text'>Menonton Ranah 3 Warna</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;background-color: #cad57c; border: 1px solid; display: block; padding: 15px; text-align: center;&quot;&gt;
&amp;nbsp; Untuk yang belum membaca posting sebelumnya, bisa baca &lt;a href=&quot;https://blog-si-ula.blogspot.com/2022/02/a-story-of-cinta-jangan-kau-pergi.html&quot;&gt;disini&lt;/a&gt; ya !&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjp-JsJKxvUpPHeFfNOOOHl5GiZMvZWxNhx3PCORlCmESSzksFo69bzvR0Uio8Stex3MOwD7eEs-m136p4F2GnXWN2p5cFQybDb9zBWJonryeYxaE1ZB33kGbx4kSI15qvkTYl5xNePvm5aEpG0j-XCKdWitN3JnFJgKgmGYXbavIBfAuER6LO38kpZ8Q&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; data-original-height=&quot;520&quot; data-original-width=&quot;350&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjp-JsJKxvUpPHeFfNOOOHl5GiZMvZWxNhx3PCORlCmESSzksFo69bzvR0Uio8Stex3MOwD7eEs-m136p4F2GnXWN2p5cFQybDb9zBWJonryeYxaE1ZB33kGbx4kSI15qvkTYl5xNePvm5aEpG0j-XCKdWitN3JnFJgKgmGYXbavIBfAuER6LO38kpZ8Q&quot; width=&quot;162&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Source : Website Lembaga Sensor Film Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hai, semuanya!!!!&amp;nbsp;It really a long time isn&#39;t it? Mohon maaf karena belakangan ini mungkin nggak pernah muncul lagi dengan tulisan-tulisan baru yang entah menyenangkan atau menyebalkan untuk dibaca. Banyaknya kesibukan dan tidak adanya mood menulis menjadi alasan utama sih. Tapi, hari ini kebetulan lagi libur dan agak santai juga, ditambah juga kemarin malam aku baru saja menonton sebuah film yang menjadi inspirasiku untuk membuat tulisan ini.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Well, jadi ceritanya kemarin akhirnya aku menonton film Ranah 3 Warna setelah sekian lama aku mencari cara untuk menontonnya, akhirnya aku menemukannya di salah satu platform streaming film-film yang namanya tidak perlu aku sebut karena aku tidak dibayar untuk promosi. Film ini merupakan sebuah film yang diangkat dari novel trilogi Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi. Aku memiliki ketiga buku dari trilogi ini, dan menurutku ketiganya sangat bagus untuk dibaca. Setelah sempat kecewa ketika menonton film Negeri 5 Menara yang menurutku kurang berkesan. Potongan-potongan scene film Ranah 3 Warna yang sebelumnya berseliweran di Tiktok akhirnya menggugah rasa penasaranku untuk pergi menontonnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saat itu aku berencana untuk menonton film itu dengan pacarku, tapi sayangnya saat aku akan pergi menontonnya, ternyata film itu sudah tidak tayang lagi di bioskop di Bali. Hahhh.... Yasudahlah pikirku, mungkin bisa menontonnya online nanti. Dan akhirnya aku mendapatkan kesempatan itu setelah sekian lama wkwkwkwk.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Singkatnya, film ini menceritakan tentang kisah seorang anak bernama Alif Fikri. Diceritakan, Ia adalah seorang anak yang berasal dari desa kecil di dekat Danau Maninjau, Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Meskipun sebelumnya ia menempuh pendidikan sebagai santri di Pondok Madani, Jawa Timur. Namun, Ia&amp;nbsp; memiliki cita-cita besar untuk bisa berkuliah dan menuntut ilmu hingga sampai ke Amerika. Apalagi jika mengingat salah seorang sahabat kecilnya yang sejak awal menempuh bangku pendidikan formal secara umum dan akhirnya menjadi mahasiswa di ITB, Randai. Ketika sedang bermain bersama, Randai seringkali mengolok-olok Alif dan mencoba untuk mengerdilkan ambisinya dengan mengatakan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Kamu hanya berasal dari Pondok, mana mungkin bisa berkuliah sampai ke Amerika, sudahlah kamu mengajar Agama saja di sini.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Meskipun berulang kali mendengar cemoohan dari Randai, api semangat dalam hati Alif tidak pernah padam. Malahan, api itu membakar lebih hebat lagi, membuat ia lebih semangat belajar untuk mengikuti tes masuk perguruan tinggi. Singkat cerita, ia berhasil menjadi seorang mahasiswa di UNPAD dan perjalanannya untuk menginjak tanah Amerika pun dimulai.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sangat berbeda dengan ketika menonton film Negeri 5 Menara, kali ini film Ranah 3 Warna digarap dengan baik dan aku yakin pesan dari film ini bisa disampaikan dengan baik.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada bagian pertama film, kita masih berkutat dengan mantera yang sama dengan cerita pada Negeri 5 Menara,&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Man Jadda Wajada, &lt;i&gt;Siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil&lt;/i&gt;&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada bagian ini, diceritakan bagaimana Alif sungguh-sungguh berusaha untuk belajar agar bisa diterima di perguruan tinggi dan program studi yang Ia inginkan. Kemudian setelah tesnya usai, di perjalanan pulang Alif diajari mengendarai motor oleh ayahnya. Meskipun awalnya Ia terjatuh, namun Ia tidak menyerah, Ayahnya pun tetap menyemangatinya bahwa Ia pasti bisa melakukannya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tiba akhirnya pada hari diumumkannya hasil kelulusan dari tes UMPTN (dulu namanya kayak gini ya, maklum kan latar tahun jadul,guys). Alif dan Ayahnya menunggu kedatangan penjual koran di salah satu jalan besar di dekat desanya. Penantian mereka berbuah manis, akhirnya mereka melihat nama Alif terpampang di koran dan dinyatakan lulus.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aku cukup terkesan dengan scene ini, karena menarik kenanganku kembali ke beberapa hal yang telah berhasil aku lewati selama hidup di dunia ini. Aku juga dulunya sempat merasakan bagaimana rasanya deg-degan menunggu pengumuman seleksi masuk ke Perguruan Tinggi, menunggu pengumuman hasil rekrutmen pekerjaan, hingga akhirnya aku teringat Mamaku pernah berkata.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Dan, Mama sama Papa selalu bangga sama Wildan.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kembalinya kenangan itu rasanya seperti menggedor kantong air mataku untuk terbuka. Tapi, sebagai lelaki kuat aku masih mampu mengatasinya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada scene itu juga kita diperkenalkan pertama kali dengan mantera yang akan selanjutnya sering kita lihat dalam film ini,&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Man Shabara Zhafira, &lt;i&gt;Siapa yang sabar akan beruntung&lt;/i&gt;&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Yaps, mantera kedua yang akan menjadi jiwa dari film ini.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berkali-kali Alif dihempaskan jatuh oleh berbagai masalah yang terjadi dalam hidupnya. Selama itu, ia selalu berpegang teguh dengan mantera ini, Man Shabara Zhafira. Hingga pada akhirnya, ada dua kejadian yang membuatnya hampir menyerah pada mantera ini. Karena ia merasa, ia sudah cukup sabar. Tapi, kenapa rasanya tidak ada satu pun hal baik yang menghampirinya. Hingga mendekati klimaks cerita, kita diajarkan sebuah konsep tentang &lt;i&gt;bersabar secara aktif&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Konsep bersabar secara aktif ini menurutku cukup menohok. Dimana seringkali kita temui, atau mungkin diri kita sendiri merasa kita sudah selalu bersabar, dan mengatakan sudah cukup saya bersabar hanya karena saat itu kita sekedar menanti dan menerima tanpa melakukan usaha yang lebih untuk mengubah situasi yang sedang kita jalani.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di sini kita kembali bertemu dengan 3 pilar penting yang harus dimiliki manusia dalam hidupnya, Ikhtiar, Tawakal, dan Ikhlas. Dimana bersabar dengan benar adalah perpaduan dari ketiga pilar penting ini. Di mana kita ikhlas menerima kondisi yang sedang kita jalani, kemudian kita berikhtiar untuk bisa mengubahnya, dan terakhir bertawakal terhadap kelanjutan cerita yang akan kita alami. Karena masa depan merupakan kuasa-Nya yang tak sedikitpun bisa kita singkap ceritanya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika ketiga konsep tersebut sudah mampu kita aplikasikan dalam hidup, mungkin tidak ada lagi yang namanya &lt;i&gt;batas kesabaran yang habis&lt;/i&gt;. Yang ada hanya ikhlas menerima yang terjadi, kemudian berusaha dan bertawakal untuk membuat semua menjadi lebih baik.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebagai penutup cerita, akhirnya Alif dan kawan-kawannya pun lulus kuliah. Saat wisuda, teman-temannya mendesak Alif untuk menyampaikan perasaan yang Ia rasakan selama ini kepada seorang gadis bernama Raisa. Sebenarnya sepanjang cerita, kita menyaksikan adegan bikin greget dimana Alif berkali-kali mencoba untuk menyampaikan perasaannya pada Raisa, namun selalu saja ada hal yang datang mengganggu dan mengurungkan hal itu terjadi. Namun, kali ini ia memiliki kesempatan terakhir.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Teman-temannya menyemangati Alif untuk meminta waktu pada Raisa terkait hal ini, &lt;i&gt;Man Jadda Wajada, &lt;/i&gt;salah satu mantera kunci kembali terucap dari mulut salah seorang sahabatnya, sehingga membuat Alif semakin yakin untuk maju.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Namun, sangat disayangkan bagi Alif, ketika ia hendak menyampaikan apa yang selama ini ia rasakan, ia melihat sebuah cincin berada di jari manis Raisa, yang nantinya terbongkar bahwa Raisa telah bertunangan dengan seseorang dan akan segera menikah. Di sini Alif kembali merasa hatinya sangat hancur.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dan terakhir kalinya dalam film ini, kita akan melihat Alif mengutuk mantera &lt;i&gt;Man Shabara Zhafira&lt;/i&gt;. Ia merasa selama ini ia sudah cukup bersabar, namun Ia tidak mendapatkan apapun yang Ia inginkan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tiba-tiba saja kita akan dibuat terkejut dengan salah seorang temannya yang marah mendengar protes Alif dan kemudian menceramahi Alif tentang bersyukur.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aku sangat suka bagaimana diselipkan salah seorang temannya menyampaikan kalimat &lt;i&gt;Man Jadda Wajada&lt;/i&gt;&amp;nbsp;sebelum Alif maju menyampaikan perasaannya dan ternyata Ia gagal. Padahal katanya arti kalimat &lt;i&gt;Man Jadda Wajada&lt;/i&gt;&amp;nbsp;adalah &lt;i&gt;Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil&lt;/i&gt;. Nyatanya tidak pada Alif. Di sini kita diajarkan bahwa terkadang keberhasilan itu bukan tentang apa yang kita inginkan, tapi tentang mendapatkan apa yang menurut Allah SWT terbaik bagi kita berdasarkan semua usaha yang telah kita lakukan. Namun, jika kita berpikir sederhana, paling tidak Alif berhasil menyampaikan perasaannya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lalu selanjutnya bersyukur, sebuah hal yang tepat untuk disampaikan sebagai penutup cerita sebuah film yang sepenuhnya menyampaikan pesan tentang bersabar. Karena, setelah semua hal yang telah kita lakukan, penutup terbaik adalah bersyukur akan segala hal yang telah kita terima dan lalui. Entah itu baik atau pun buruk. Karena di sini sekali lagi kita perlu mengingat, bahwa apa yang kita ketahui itu terbatas, baik untuk kita, belum tentu baik menurut Allah SWT. Konsep singkat mengenai ini bisa teman-teman baca di tulisanku &lt;a href=&quot;https://blog-si-ula.blogspot.com/2020/11/sedikit-bicara-tentang-semesta.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;ini&lt;/a&gt;.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bersabar dan Bersyukur.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seperti salah satu hadits Rasulullah Muhammad SAW berikut,&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;&lt;i&gt;Sesungguhnya setiap urusan mereka adalah kebaikan. Hal ini tidak terjadi kepada seorang pun kecuali bagi orang mukmin. Apabila ia mendapat kebahagiaan, maka ia bersyukur, maka itu baik baginya, dan apabila ia mendapatkan keburukan, maka ia bersabar, dan itu pun baik baginya (HR. Muslim no. 2999).&lt;/i&gt;&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menurutku, trilogi ini merupakan serial yang sangat baik untuk teman-teman baca dan khusus untuk film ini ditonton. Banyak pelajaran yang bisa kita ambil berupa hal-hal kecil dan sederhana, namun sangat bermakna jika kita bisa mengaitkannya dengan baik dalam hidup kita. Aku ingat ada sebuah kejadian lucu disampaikan di cerita Negeri 5 Menara tentang implementasi ikhlas. Salah seorang teman Alif mengutarakan bahwa Ia sudah lelah belajar, Ia akan tidur sekarang karena merasa sangat mengantuk, Ia ikhlas jika dimarahi oleh gurunya karena tertidur hahahaha.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Terkesan sederhana dan nyeleneh, tapi tidak salah. Konsep sederhana dalam menyampaikan berbagai nilai-nilai yang seringkali dirasa kompleks dan rumit dalam hidup.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aku tidak tahu untuk teman-teman yang lain. Tapi bagiku setiap saat mendengar mantera-mantera yang disampaikan dalam trilogi ini, rasanya hatiku selalu bergetar. Seolah-olah mantera itu benar-benar memiliki kekuatan magis untuk menggerakkan hati orang yang mendengar atau mengucapkannya. Aku benar-benar merekomendasikan trilogi ini untuk teman-teman tonton dan baca paling tidak sebagai hiburan, tapi aku berharap semoga bisa juga menjadi manfaat bagi teman-teman semua, aamiin.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Well, that&#39;s all for today, see you in the next posting!&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/feeds/4794969231046507620/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2023/01/menonton-ranah-3-warna.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/4794969231046507620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/4794969231046507620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2023/01/menonton-ranah-3-warna.html' title='Menonton Ranah 3 Warna'/><author><name>anginsepoi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12926570881248124551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYv6g5Ipe1TsONT_2FGRNIgZhVPvAR89VXTa5bUY54IZF000ZRoDHHhFLUiINKzroSk7oWw_zcTdY-JZ9duwZGNUrVMcC409xWoy-StuSSn3Fcevj8ThnVrwVzWOh9YQ/s220/0eac438fa1cd0fca1a9dd34d0d3e4bd8.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjp-JsJKxvUpPHeFfNOOOHl5GiZMvZWxNhx3PCORlCmESSzksFo69bzvR0Uio8Stex3MOwD7eEs-m136p4F2GnXWN2p5cFQybDb9zBWJonryeYxaE1ZB33kGbx4kSI15qvkTYl5xNePvm5aEpG0j-XCKdWitN3JnFJgKgmGYXbavIBfAuER6LO38kpZ8Q=s72-c" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8803218073837915096.post-5737121916054575255</id><published>2022-02-14T22:46:00.000+08:00</published><updated>2022-02-14T22:46:11.718+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Just Writing"/><title type='text'>A Story of &quot;Cinta Jangan Kau Pergi&quot;</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;background-color: #cad57c; border: 1px solid; display: block; padding: 15px; text-align: center;&quot;&gt;
&amp;nbsp; Untuk yang belum membaca posting sebelumnya, bisa baca &lt;a href=&quot;https://blog-si-ula.blogspot.com/2022/02/cerita-tentang-hati-dan-meruntuhkan.html&quot;&gt;disini&lt;/a&gt; ya !&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; class=&quot;BLOG_video_class&quot; height=&quot;266&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/ZZR7km5El9o&quot; width=&quot;320&quot; youtube-src-id=&quot;ZZR7km5El9o&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Kusadari kesalahan ini&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Yang membuat segalanya, gelap jadinya&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Oh kasihku... Kuharap kau mau&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Memaafkan, menerima, pengakuanku...&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Jangan kau diam lagi&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Ku tak sanggup menahan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Bicaralah kau sayang&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Jiwa ini tak tenang&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Cinta jangan kau pergi&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Tinggalkan diriku sendiri&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Cinta jangan kau lari&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Apalah arti, hidup ini, tanpa cinta dan kasih... sayang.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sesuai yang kalian telah lihat, video dan lirik di atas berasal dari lagu yang berjudul Cinta Jangan Kau Pergi. Setahuku, ada penyanyi jaman dulu yang menyanyikannya, kemudian dinyanyikan kembali oleh Vidi Aldiano. Kali ini, aku bukannya mau membahas lebih jauh sejarah mengenai lagu tersebut. Melainkan, aku ingin membahas bagaimana lagu itu benar-benar menjadi sangat penting untukku belakangan ini.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk yang selalu setia mengikuti setiap tulisanku, pastinya akan tahu bagaimana aku sebelumnya kesulitan menghadapi situasi di mana aku mati rasa. Yaps, lumayan lama, sekitar 3 tahun aku benar-benar mati rasa hingga akhirnya hatiku bisa kembali luluh dan merasakan kehangatan akan sayang dan cinta. Mati rasa sebenarnya bukanlah hal yang spesial, aku yakin banyak orang yang pernah merasakannya ketika mereka merasa hatinya benar-benar sakit dikarenakan suatu hal. Maka hatinya akan menjadi mati rasa sebagai upaya perlindungan diri.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebenarnya aku sudah terbiasa dengan sakit hati, pikirku toh nanti akan sembuh kembali. Tapi ternyata kali ini aku menghadapi hal yang berbeda wkwkwk. Yaps, memang terasa lebih sakit dari yang biasanya, tapi sialnya ternyata tetap saja tidak menjadi lebih baik bahkan setelah aku ungkapkan dan satu hari juga terlewati wkwkwk. Kembali lagi aku jatuh dalam kesombonganku yang berpikir nantinya semua akan baik-baik saja seperti biasanya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bahkan kali ini, aku mulai merasa sedikit mati rasa karena sakitnya wkwkwk. Hingga akhirnya, aku sedang dalam perjalanan dengan motor kesayanganku, kemudian, lagu itu tidak sengaja terputar dari playlist spotifyku. Lagu itu seolah memancingku untuk tenggelam dalam dialog dengan diriku sendiri. Kemudian merasa, seolah-olah lagu itu bisa mencegah dan menghidupkan kembali hatiku yang telah sedikit mati sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika dibaca liriknya, mungkin bisa kita katakan lagu ini bercerita tentang seseorang yang telah melakukan kesalahan, sehingga kekasihnya merasa sakit akibat kesalahan itu. Mungkin saja, hal itu benar-benar melukai kekasihnya dengan sangat dalam, sehingga Ia memutuskan untuk pergi meninggalkan orang ini. Melalui lagu ini, orang tersebut berusaha untuk mengakui ketidakberdayaannya dan menahan agar kekasihnya tidak pergi dan meninggalkan ia sendiri dalam kesepian dan kesengsaraan karena rasa bersalah.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Namun, entah kenapa ketika saat itu aku mendengarkannya, lagu ini seolah-olah memancingku untuk berdialog dengan diriku sendiri, lebih tepatnya dengan hatiku sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Kusadari kesalahan ini&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Yang membuat segalanya, gelap jadinya&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Oh kasihku... Kuharap kau mau&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Memaafkan, menerima, pengakuanku...&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yaps, aku menyadari kesalahan yang telah aku perbuat :) Aku merasa, aku telah menyepelekan apa yang hatiku sendiri rasakan wkwkwkwk. Aku mengakui kebodohanku yang telah tanpa sadar membuatnya terluka karena kebodohanku sendiri. Bersikap seolah-olah aku seseorang yang sangat kuat menahan serangan apapun kepada hatiku.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Jangan kau diam lagi&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Ku tak sanggup menahan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Bicaralah kau sayang&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Jiwa ini tak tenang&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seperti yang telah aku ungkapkan di atas, saat itu aku sudah merasa bahwa hatiku sedikit mati rasa, sedangkan sisanya masih menahan sakit tersebut. Selayaknya lirik terakhir pada bait tersebut, aku benar-benar merasa jiwaku tak tenang karena kondisi yang sedang dialami oleh hatiku. Aku bahkan benar-benar tak tahu apa yang bisa aku lakukan untuk memperbaiki semuanya. Aku pun tahu, tidak seharusnya aku tetap berada di kondisi seperti ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Cinta jangan kau pergi&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Tinggalkan diriku sendiri&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Cinta jangan kau lari&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Apalah arti, hidup ini, tanpa cinta dan kasih... sayang.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku merasa sedang berbicara dengan perasaan yang bersemayam di dalam hatiku. Cinta, hadir selayaknya cahaya yang menghangatkan dan menerangi hati seorang insan. Sudah cukup lama aku merasakan mati rasa hingga akhirnya kembali merasakan kehadiran cinta tersebut karena seseorang. Aku tidak ingin jika kembali ditinggalkan oleh rasa itu, hingga hatiku kembali menjadi dingin, gelap, dan mati sepenuhnya. Aku merasakan, bagaimana aku sesungguhnya memerlukan rasa cinta dan kasih sayang untuk menerangi dan menghangatkan hatiku. Aku tahu aku akan jadi tak berdaya ia kembali pergi lagi, aku tidak ingin seseorang yang hatiku tahu sangat berharga untukku pada akhirnya pergi karena sakit hati yang telah aku rasakan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terjadinya diskusi mendalam pada diriku ketika mendengarkan lagu ini, entah kalian percaya atau tidak, membuatku hanya mengulang-ulang lagu ini sepanjang perjalanan. Hingga akhirnya aku merasa bagian hatiku yang sebelumnya telah menjadi gelap, kembali terang, dan hangat seperti sebelumnya. Namun tidak bisa dipungkiri, rasa sakit itu masih tetap ada dan tak berkurang sedikitpun. Tetapi setidaknya rasa cinta dan sayang itu masih tetap ada di sana dan tidak pergi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beberapa lama sudah terlalui, aku pikir semuanya menjadi lebih baik wkwkwkwk. Ternyata tidak ada yang sedikitpun berubah. Terutama ketika pagi saat aku baru tersadar dari tidur atau sore hari saat aku tidak melakukan apa-apa, entah kenapa seolah-olah rasa sakit itu selalu kembali dan menghantuiku. Hingga akhirnya, lagu itu seolah menjadi candu yang selalu aku dengarkan berulang setiap hari. Hahhh... Aku pun tak tahu kapan pada akhirnya aku bisa menganggap lagu itu sekadar karya seni untuk dinikmati lagi. Mudah-mudahan secepatnya :)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/feeds/5737121916054575255/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2022/02/a-story-of-cinta-jangan-kau-pergi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/5737121916054575255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/5737121916054575255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2022/02/a-story-of-cinta-jangan-kau-pergi.html' title='A Story of &quot;Cinta Jangan Kau Pergi&quot;'/><author><name>anginsepoi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12926570881248124551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYv6g5Ipe1TsONT_2FGRNIgZhVPvAR89VXTa5bUY54IZF000ZRoDHHhFLUiINKzroSk7oWw_zcTdY-JZ9duwZGNUrVMcC409xWoy-StuSSn3Fcevj8ThnVrwVzWOh9YQ/s220/0eac438fa1cd0fca1a9dd34d0d3e4bd8.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/ZZR7km5El9o/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8803218073837915096.post-6442249796448320055</id><published>2022-02-12T16:44:00.001+08:00</published><updated>2022-02-12T16:44:11.790+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Pribadi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Just Writing"/><title type='text'>Cerita Tentang Hati dan Meruntuhkan Keakuanku</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEg-iK7cn7WHA20iPrTdPfPb7OfGAVAP_C6Tuft-hpEMqYw3zowPzYGmp04ObrWw7tLmjZJX_AmqIW7M8zQOb0aszcyVvirHsP8JjexBM4H4CHxOu7c6BKM-Ln4ORpv1TLvqzBvWKtlI2X5Cm_bTxh5aDvO5qTokPf05VgzxzkQVnPaac20tB9mDkJM46w=s1132&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;595&quot; data-original-width=&quot;1132&quot; height=&quot;168&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEg-iK7cn7WHA20iPrTdPfPb7OfGAVAP_C6Tuft-hpEMqYw3zowPzYGmp04ObrWw7tLmjZJX_AmqIW7M8zQOb0aszcyVvirHsP8JjexBM4H4CHxOu7c6BKM-Ln4ORpv1TLvqzBvWKtlI2X5Cm_bTxh5aDvO5qTokPf05VgzxzkQVnPaac20tB9mDkJM46w=s320&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #cad57c; border: 1px solid; display: block; padding: 15px; text-align: center;&quot;&gt;
&amp;nbsp; Untuk yang belum membaca posting sebelumnya, bisa baca &lt;a href=&quot;https://blog-si-ula.blogspot.com/2021/10/tergelincir-hati-prologue.html&quot;&gt;disini&lt;/a&gt; ya !&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aku masih ingat saat itu aku sedang membahas suatu hal yang cukup serius dengan Omku, aku sering berdiskusi dengannya tentang beberapa hal sebagai pertimbangan bagiku menentukan sesuatu. Ketika tiba aku berbicara tentang satu topik, Omku tiba-tiba mengatakan,&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Dan, kamu kurang bersyukur.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aku tak mampu membalas perkataannya, aku hanya terdiam menatapnya karena kalimatku dipotong dengan mengejutkan. Selain itu, aku juga menunggu kalimat selanjutnya yang akan ia sampaikan. Karena bagiku, selama ini aku cukup bersyukur dengan beberapa hal yang sudah Allah SWT berikan kepadaku. Jadi, aku mencoba menggali seluruh isi kepalaku untuk menemukan dimana celah yang aku miliki. Omku juga terlihat seperti memberiku kesempatan untuk itu, hingga akhirnya ia kembali membuka suara dan membongkarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Dari semua saudaramu, cuma kamu yang Om gak pernah sentil (singgung) sama sekali,Dan. Om masih nunggu waktu yang pas untuk nyentil kamu. Sekarang Om bilang ke kamu, kamu selalu bilangnya kamu sudah bersyukur, padahal ada satu hal yang masih kamu nggak syukuri. Kamu nggak pernah bersyukur kamu punya hati,Dan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kamu terlalu sombong dengan ngerasa semua ada dalam kendalimu. Dari dulu kamu selalu bilang kan &#39;Nggak bakal om&#39; atau &#39;Ahhh nanti aja dah Wildan urusin cewek Om gampang&#39;. Kayak gitu aja dari dulu omongan kamu. Sekarang Allah SWT nunjukin kuasanya lewat hatimu, dihancurin semua kesombonganmu yang dulu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mampus kamu pusing sekarang. Hehehe.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Sial&quot;, pikirku.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aku tahu aku masih ingin melawan, tapi bagaimana caranya melawan orang yang mampu membaca semua tentang diriku tak peduli sedalam apapun hal itu aku sembunyikan. Aku masih mencoba menemukan kalimat pembelaan akan apa yang Omku sampaikan sebelumnya. Namun, semakin lama aku mencoba berpikir, hanya pembenaran akan kalimat itu yang aku temukan dalam diriku. Hingga omku kembali mengeluarkan suara lagi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Selama ini Om sudah ajarin apa? Tauhid, Tawakal, Ikhlas. Serahin semua sama Allah SWT, kamu mau ngapain aja ya kerjain,Dan. Biar Allah SWT yang nentuin hasilnya. Kamu dari dulu selalu ngerasa bangga hatimu bisa kamu kendaliin. Sekarang dari jalur itu Allah SWT ngasih ujian ke kamu untuk bisa lebih paham lagi semua hal yang sudah kamu pelajarin.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kalau kamu masih belum bisa menyerahkan semuanya ke Allah SWT, belum bisa mengembalikan kalau semuanya karena Allah SWT, kamu nggak bakal lulus ujian ini. Semakin kamu ngelawan, semakin kepalamu pusing. Hehehehe.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Allah SWT mau kamu belajar tentang hatimu yang sudah dikasih sama Allah SWT, Dan. Karena selama ini kamu selalu mengingkari itu.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kamu harus paham apa itu Cinta, apa itu Sayang. Cinta itu cuma Allah SWT yang punya, manusia nggak akan mampu. Dengan Cinta, kamu nggak bakal peduli itu baik atau buruk, makanya ada kalimat &#39;Cinta itu Buta&#39;. Sama kayak Allah SWT, mau kamu ibadah, mau nggak ya tetep dikasih nafas, dikasih rezeki. Mana pernah ada cerita karena kamu nggak ibadah jadi nggak makan. Tapi, untuk Sayang, manusia masih mampu untuk punya. Sayang masih ngeliat baik dan buruk. Karena kamu sayang sama adikmu kalau dia berbuat jelek kamu kasih tahu itu nggak baik. Biar dia nggak salah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kalau kamu pakai Cinta buat manusia. Mampuslah kamu nanti pusing. Hahaha. Kamu nanti jadi kepala keluarga, Dan. Kamu harus bisa membimbing. Membimbing itu harus dengan rasa Sayang. Karena kamu sayang makanya kamu mau membimbing ke arah yang lebih baik.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ini ujianmu, Dan. Ini pelajaran buat kamu.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah omku menutup kalimatnya, masih butuh waktu beberapa menit hingga aku akhirnya menggapai kembali kesadaranku sepenuhnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Jadi ini BAB ujiannya Wildan selanjutnya, om? Wildan harus gimana, Om?&quot; Tanyaku.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Renungin semua pelajaranmu yang udah lewat, Dan. Percaya sama Allah SWT, percaya sama takdir Allah SWT, percaya semuanya karena kekuasaan Allah SWT. Insyaallah kamu bisa ngelewatin semuanya kok.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jangan terlalu sayang sama orang, Dan. Jangan pernah tutup hatimu, kalau ada cewek yang dateng mau deketin kamu, yaudah kamu welcome aja. Jangan tahan hatimu. Kamu nggak akan pernah tau kan kedepannya gimana? Ini contohnya! Dulu kamu selalu bilang apa? Sekarang nyatanya apa?&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kamu perlu belajar ngikutin hatimu,Dan. Sisanya serahin sama Allah SWT. Kerjain semuanya karena Allah SWT&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah Omku menyampaikan semua kalimat yang mungkin ia tahan selama ini, aku kembali masuk ke dalam diriku sendiri untuk berdiskusi dengan &#39;Aku&#39; yang lain. Aku menemukan bahwa... Benar, aku sudah bersikap terlalu sombong, padahal aku hanyalah makhluk lemah yang tidak memiliki kuasa apapun atas diriku sendiri. Namun selama ini aku telah berani mengatakan hal-hal seperti &#39;i can handle it...&#39;, &#39;aku bisa atur nanti...&#39;, dan banyak lagi lainnya seolah-olah aku punya kuasa untuk itu, seolah-olah aku lebih hebat dari jalannya takdir.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sampai saat ini aku masih berusaha untuk berkomunikasi dengan hati yang selama ini aku biarkan sendiri, berteman sepenuhnya dengan apa yang aku rasakan. Aku berusaha yang terbaik dalam hal ini. Namun, tetap saja. Aku tidak mampu untuk menahan bagaimana perasaan sayangku pada seorang wanita. Ia yang selama beberapa bulan belakangan ini selalu menjadi bagian dari cerita kehidupanku. Aku tahu tidak pernah bagus untuk menyayangi seseorang dengan begitu dalam. Namun, sekali lagi, semuanya ada di luar kuasaku.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Terutama tentang,&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Jangan menutup hati untuk perempuan yang lain&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ahhh!!! Bagiku hal itu sangat tidak mungkin untuk dilakukan! Karena aku merasa, ketika aku sudah berkomitmen dengan seorang wanita, maka wanita itu berarti sudah cukup untukku. Bagaimana bisa aku bersama dengan seseorang namun tetap mencoba peluang dengan orang yang lainnya?&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Masih banyak hal yang aku harus pelajari, karena ternyata segala hal di dunia ini tidak ada yang pernah sesederhana itu. Semuanya tampak sederhana dari luar, namun ketika kita mencoba menyelaminya, ia akan berubah menjadi rumit layaknya sebuah labirin yang tak pernah memiliki jalan untuk keluar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Belakangan ini aku suka merenungi kalimat ini,&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Laki-laki enak ya bisa milih. Perempuan cuma bisa dipilih.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Semakin aku merenung, semakin aku menemukan bahwa ini adalah sebuah paradoks. Mari kita bahas masing-masingnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Laki-laki enak ya bisa milih.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mungkin salah satu pertanyaannya adalah, &#39;Apakah pilihannya ada?&#39; Karena mencari seorang pendamping tidak sesederhana asalkan dia berjenis kelamin wanita semata. Banyak hal yang masih perlu dipertimbangkan. Selain itu juga tentang rasa, apakah ada yang mampu menimbulkan resonansi dalam hati saat menatapnya? Jika tidak ada, apa yang akan kita pilih?&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Namun, di sini paradoks dimulai, aku di sisi lain juga setuju mengenai kalimat di atas. Sebagai pria, kita adalah sisi yang mencoba untuk menciptakan kesempatan. Kita memiliki hak untuk berjuang sekuat tenaga kita demi mendapatkan hati wanita yang kita inginkan. Tapi tentu saja, akan ada situasi di mana kita sedikit pun tidak mendapatkan kesempatan wkwkwk. Dan ada sisi juga di mana setelah semua usaha yang telah kita berikan, kita akhirnya harus sadar bahwa kita sudah kalah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di sinilah mengapa jika laki-laki selingkuh atau jatuh hati lagi sudah pasti lelaki yang salah, mengapa? Karena ia yang memiliki hak untuk membuat kesempatan, dia yang memiliki kesadaran penuh dalam memanfaatkan kesempatan tersebut hingga tercipta hubungan dan rasa yang sepenuhnya baru.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah kita bahas frase yang pertama dari sisi laki-laki, sekarang kita melompat ke frase selanjutnya dari sisi perempuan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Perempuan cuma bisa dipilih&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Well, first! Sama seperti pembahasan di atas, selayaknya lelaki.&quot;Apakah ada yang memilih perempuan tersebut?&quot;. Jika pun memang ada, apakah ia memang orang yang hati perempuan itu inginkan? Apakah ia laki-laki yang baik untuk menjadi pemimpin dalam hidupnya dan untuk menjadi teman hidupnya? Jika jawaban keduanya tidak, sama saja hasilnya 0.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Namun di sini ada paradoks dari sisi perempuan. Perempuan memiliki wewenang dalam membuka dan menutup pintu kesempatan. Tak peduli sebanyak apa rencana yang dimiliki oleh laki-laki yang mencoba mendekatinya, jika perempuan itu telah menutup pintunya, maka tak akan menghasilkan apa-apa. Dan tak peduli sekecil apa usaha dari laki-laki tersebut, jika perempuan membiarkan kesempatan itu ada, maka bisa saja panah dari dewi cinta akan terlepas dari busurnya. Namun, ada sisi lain juga, dimana seorang perempuan sudah membuka pintu kesempatan sebesar-besarnya. Tetapi, Laki-laki ini tak mampu membaca kesempatan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di sinilah mengapa jika seorang perempuan selingkuh atau jatuh hati lagi sudah pasti perempuan itu yang salah, mengapa? Meskipun bisa saja ia jatuh tanpa ia sadari, tetapi sejak awal memang ia yang memutuskan untuk membiarkan kesempatan itu ada. Sehingga rasa itu bisa tumbuh dan menjadi awal dari hubungan yang baru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hahhhh.... Ketika berbicara tentang hati maka akan ada begitu banyak hal yang bisa diangkat sebagai pembahasan. Karena hati manusia memang diciptakan Allah SWT dengan penuh misteri, dimana hanya orang-orang yang telah Allah SWT pilih yang diberikan keistimewaan untuk mengendalikannya. Sedangkan, orang-orang biasa seperti kita ini hanya mampu mengupas permukaannya saja. Well, mungkin sekian tulisan kali ini, jika teman-teman memiliki pandangan lainnya, bisa disampaikan saja di komentar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;See you in the next posting!&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/feeds/6442249796448320055/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2022/02/cerita-tentang-hati-dan-meruntuhkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/6442249796448320055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/6442249796448320055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2022/02/cerita-tentang-hati-dan-meruntuhkan.html' title='Cerita Tentang Hati dan Meruntuhkan Keakuanku'/><author><name>anginsepoi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12926570881248124551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYv6g5Ipe1TsONT_2FGRNIgZhVPvAR89VXTa5bUY54IZF000ZRoDHHhFLUiINKzroSk7oWw_zcTdY-JZ9duwZGNUrVMcC409xWoy-StuSSn3Fcevj8ThnVrwVzWOh9YQ/s220/0eac438fa1cd0fca1a9dd34d0d3e4bd8.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEg-iK7cn7WHA20iPrTdPfPb7OfGAVAP_C6Tuft-hpEMqYw3zowPzYGmp04ObrWw7tLmjZJX_AmqIW7M8zQOb0aszcyVvirHsP8JjexBM4H4CHxOu7c6BKM-Ln4ORpv1TLvqzBvWKtlI2X5Cm_bTxh5aDvO5qTokPf05VgzxzkQVnPaac20tB9mDkJM46w=s72-c" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8803218073837915096.post-4933517248619568571</id><published>2021-10-23T20:52:00.000+08:00</published><updated>2021-10-23T20:52:22.853+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Pribadi"/><title type='text'>Tergelincir Hati - Prologue</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Halo, readers! Has been a while since i touch my keyboard to write something here. Iya, belakangan ini aku cukup sibuk, lalu pikiran dan ragaku benar-benar tersita untuk urusan project. Jadi nggak sempat mikirin ide untuk nulis atau pun menyempatkan waktu untuk sekedar menulis hal-hal yang ringan. Kare&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;na sekarang sudah jadi lebih ringan lagi, aku kebetulan punya ide tulisan, yang seperti biasa menceri&lt;/span&gt;takan tentang pengalamanku sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seperti yang kalian tahu, sudah cukup lama aku mengalami mati rasa dan tidak terjatuh sepenuhnya untuk wanita manapun. Hingga akhirnya, beberapa bulan lalu aku akhirnya terjatuh untuk seorang wanita. Seperti yang pernah aku ceritakan dalam postingan sebelumnya, aku terjatuh tanpa ia sedikit pun berusaha. Kali ini aku berniat menuangkan cerita ini ke dalam tulisan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tulisan ini sebenarnya sudah aku buat sejak beberapa hari lalu. Namun, memang dasarnya aku pemalas, padahal tinggal copas aja tapi tetap malas untuk mempersiapkan postingannya. Selamat membaca and hope you like it!&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #cad57c; border: 1px solid; display: block; padding: 15px; text-align: center;&quot;&gt;
&amp;nbsp; Untuk yang belum membaca posting sebelumnya, bisa baca &lt;a href=&quot;https://blog-si-ula.blogspot.com/2021/07/cemburu-api-amarahnya.html&quot;&gt;disini&lt;/a&gt; ya !&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinet1Vre2OOnI_9KFSFaBnLAKSB-zDe_ZLD5vRdIpFu3UcP9YgAIDrt6VJTvdmnirTUY7z5tPj_xtTgC1mqLD62BW1OcWuxn08o34fvqSCuSx8PTK35DZK5SPCdanB3h8u6y61p1furX9F/s1132/Prologue.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;595&quot; data-original-width=&quot;1132&quot; height=&quot;254&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinet1Vre2OOnI_9KFSFaBnLAKSB-zDe_ZLD5vRdIpFu3UcP9YgAIDrt6VJTvdmnirTUY7z5tPj_xtTgC1mqLD62BW1OcWuxn08o34fvqSCuSx8PTK35DZK5SPCdanB3h8u6y61p1furX9F/w484-h254/Prologue.png&quot; width=&quot;484&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Sampai
saat ini, aku merasa bahwa masih banyak perkara hati manusia yang tetap
tersimpan sebagai misteri. Bagaimana seseorang bisa merasa jatuh hati, kriteria
apa yang membuat seseorang jatuh hati, dan mungkin masih banyak lagi pertanyaan
lainnya mengenai jatuh hati. Setiap orang pasti memiliki kriteria yang ia
inginkan mengenai orang seperti apa yang ia harap sebagai tempat hatinya
terjatuh. Namun, terkadang ada beberapa situasi dimana akhirnya kamu jatuh hati
tanpa sedikitpun bisa kamu sadari dan cegah. Karena ketika tersadar, yang kamu
tahu hanyalah kamu telah terjatuh begitu dalam, entah sejak kapan. Dibandingkan
menyebut fenomena ini dengan jatuh hati, aku lebih suka menyebutnya dengan &lt;i&gt;Hati
yang Tergelincir&lt;/i&gt;, karena rasanya seperti sebuah ketidaksengajaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pada
cerita yang akan aku tulis kali ini, aku ingin mengungkapkan bagaimana hatiku
tergelincir pada seorang wanita yang tak pernah aku sangka sebelumnya. Jika
sampai sekarang kalian tanya bagaimana hatiku bisa jatuh padanya, aku pun tak
akan bisa menjawabnya. Satu hal yang aku tahu, ketika sadar, aku telah jatuh
begitu dalam untuknya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Untuk
membuka cerita ini, mungkin bisa aku mulai dengan menceritakan bagaimana kami
bertemu untuk pertama kali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Seingatku
saat itu tahun 2018, bertepatan dengan jadwal aku melaksanakan kegiatan KKN
sebagai mahasiswa semester 6. Aku melaksanakan KKN di Desa Busungbiu, Buleleng.
Tidak ada alasan khusus mengapa aku memilih desa tersebut. Aku hanya mengikuti
pilihan sahabat lamaku Ojan dengan hasil survey daerah yang dekat dengan masjid,
sehingga akan lebih mudah bagi kami untuk melaksanakan shalat Jumat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;KKN
berlangsung selama sebulan, terhitung dari akhir Juli sampai akhir Agustus. Pada
tahun 2018, Hari Raya Idul Adha jatuh pada bulan Agustus. Biasanya, ketika ada
hari raya, aku dan keluargaku pasti akan pulang ke kampung tempat asal Mamaku
di Desa Pegayaman, Buleleng. Karena kebetulan lokasi KKNku masih di Buleleng
juga, aku pun memutuskan untuk berangkat ke kampungku H-1 sebelum hari raya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Singkat
cerita, setelah kami melaksanakan Shalat Ied, kami berencana untuk kembali ke
rumah salah satu keluargaku yang tinggal di Singaraja untuk makan bersama. Saat
di parkiran mobil, ternyata tanteku bertemu dengan temannya yang aku jelas
tidak kenal, cukup lama mereka berbincang, akhirnya teman tanteku memutuskan
untuk ikut dengan kami ke rumah salah satu keluargaku yg di Singaraja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Sesampai
di rumah keluargaku aku memilih berfoto dengan saudara-saudara yang lain karena
kebetulan saat itu aku sedang membawa kamera. Pada waktu itu, aku sempat
mengambil foto saudaraku yang bernama Ifa dengan salah seorang anak dari teman
tanteku itu. Mereka terlihat akrab, mungkin memang sering bermain bersama
karena mamanya berteman dekat. Itu adalah pertama kali aku melihat wanita yang
akan menjadi pusat utama berjalannya cerita ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Kesan
pertama aku melihatnya… Well she looks nice, but I don’t have any interest on
her. Hanya ada 1 alasan, saat itu aku masih cukup dekat dengan mantan pacarku,
simplenya kita katakan saja belum move on. Bahkan, saat itu aku sudah
merencanakan untuk menelponnya pada tengah malam dan mengucapkan selamat ulang
tahun 5 hari lagi. Jadi aku belum tertarik dengan orang baru, even if she looks
nice. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ketika
di Singaraja, kami tidak sedikit pun berkomunikasi kecuali saat aku mengambil
fotonya bersama Ifa. Setelah semua kegiatan keluargaku selesai, kami memutuskan
untuk kembali ke Desa Pegayaman, agar bisa menyaksikan prosesi pemotongan hewan
kurban. Saat ini keluarga dari teman tanteku ternyata ikut lagi. Dan saat
itulah aku sempat berbicara dengan teman tanteku yang mana Mami dari perempuan
ini. Aku memang terbiasa suka bernyanyi-nyanyi seenaknya, kemudian teman
tanteku mengomentari nyanyianku, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;“Suaranya
bagus lo! Anak tante yang pertama Marsha itu suka nyanyi juga, ambil les nyanyi
juga,” Ujar Teman tanteku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;“Oh
iya makasi tante, kalau Saya cuma suka asal-asalan aja kalo bosen hahaha.”
Ngomongnya masih pake Saya soalnya belum ngerasa kenal wkwkwk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;“Kuliah
di mana?” Tanyanya lagi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;“Di
Udayana,tante. Ambil Teknik Mesin, sekarang alhamdulillah udah semester akhir,
ini lagi KKN.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;“Oh
sekarang lagi KKN? Habis ini balik lagi ke tempat KKN?” Tanyanya kembali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;“Iya
tante, rencananya gitu, saya pamit ke atas dulu ya tante.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;“Oh
iya”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Saat
itu aku hanya kebanyakan tersenyum saja dan menjawab atas bentuk kesopanan. Setelah
pamit untuk pergi ke atas, aku menghabiskan waktu untuk berbincang-bincang
dengan Ojan. Menurutku, proses pemotongan kambing di bawah tidak menarik untuk
disaksikan, mengingat dari kecil aku selalu melihat proses itu setiap hari Idul
Adha, karena berkurban dan melaksanakan pemotongannya di rumah induk kami juga
merupakan sebuah tradisi di keluargaku dari Mama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ketika
aku sedang keluar kamar dan duduk-duduk di balkon, saat itulah pertama kalinya
ia berbicara denganku. Aku lupa apa yang pertama kali kami bicarakan, namun aku
ingat kalau salah satu dari topik pembicaraan kami membahas mengenai selera musik
masing-masing. Bukan percakapan yang panjang, hanya sekedar basa-basi sederhana
menurutku. Karena aku pikir pembawaannya juga cukup ramah, seharusnya itu
bukanlah hal yang spesial.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;



































&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Itu adalah cerita
sederhana tentang bagaimana kami bisa bertemu pertama kali dan titik awal dari
beberapa cerita menyebalkan namun ajaib selanjutnya hahaha. Cukup lucu,
mengingat kami bertemu karena adiknya yang paling kecil saat itu berteman
dengan sepupuku. Jadi, Ibu mereka berdua pun berteman dengan dekat. Sampai
waktu akhirnya hatiku terjatuh, menghabiskan waktu yang cukup lama. Tapi akan
aku coba ceritakan pelan-pelan di bagian-bagian selanjutnya. See you in the
next posting!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/feeds/4933517248619568571/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2021/10/tergelincir-hati-prologue.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/4933517248619568571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/4933517248619568571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2021/10/tergelincir-hati-prologue.html' title='Tergelincir Hati - Prologue'/><author><name>anginsepoi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12926570881248124551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYv6g5Ipe1TsONT_2FGRNIgZhVPvAR89VXTa5bUY54IZF000ZRoDHHhFLUiINKzroSk7oWw_zcTdY-JZ9duwZGNUrVMcC409xWoy-StuSSn3Fcevj8ThnVrwVzWOh9YQ/s220/0eac438fa1cd0fca1a9dd34d0d3e4bd8.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinet1Vre2OOnI_9KFSFaBnLAKSB-zDe_ZLD5vRdIpFu3UcP9YgAIDrt6VJTvdmnirTUY7z5tPj_xtTgC1mqLD62BW1OcWuxn08o34fvqSCuSx8PTK35DZK5SPCdanB3h8u6y61p1furX9F/s72-w484-h254-c/Prologue.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8803218073837915096.post-6714729187160131179</id><published>2021-07-23T09:02:00.001+08:00</published><updated>2021-07-23T09:02:23.682+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Just Writing"/><title type='text'>Cemburu &amp; Api Amarahnya</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #cad57c; border: 1px solid; display: block; padding: 15px; text-align: center;&quot;&gt;
&amp;nbsp; Untuk yang belum membaca posting sebelumnya, bisa baca &lt;a href=&quot;https://blog-si-ula.blogspot.com/2021/06/time-will-reveal.html&quot;&gt;disini&lt;/a&gt; ya !&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVmPif1urhVhMnCwY0Y2QA7jJXfsWhDGLF_4wI_nSUvj-kJWP03EvfDuj3-ez5bNq1AzENa4trrHfeQPLNMMFb9pSDrmwJrVk-0VNFUTlgzfYHhRjhZOIbp_d-c9fAR9SXSIrTDRPF-nUV/s1132/Cemburu+%2526+Api+Amarahnya.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1132&quot; data-original-width=&quot;1132&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVmPif1urhVhMnCwY0Y2QA7jJXfsWhDGLF_4wI_nSUvj-kJWP03EvfDuj3-ez5bNq1AzENa4trrHfeQPLNMMFb9pSDrmwJrVk-0VNFUTlgzfYHhRjhZOIbp_d-c9fAR9SXSIrTDRPF-nUV/s320/Cemburu+%2526+Api+Amarahnya.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hai! Gimana kabarnya kalian semua? Aku harap kalian semua baik-baik saja ya saat membaca postingan ini. Well, buatku minggu ini cukup berat dan melelahkan ya. Aku bilangnya sih a roller coaster week. Dan di penghujung minggu ini masih ada kejutan yang akan menunggu. Mudah-mudahan saja kejutan itu menyenangkan. Jadi, kali ini aku mau membahas lagi tentang gimana aku memandang beberapa hal di dunia ini. Kalau ternyata bermanfaat buat kalian ya alhamdulillah, kalau nggak ya thanks for reading this,guys!&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kali ini, pintu awal dari pembahasan ini kita bakalan ngomong tentang jealousy. Kenapa tiba-tiba bahas tentang jealousy? Well, karena ada beberapa POV yang pingin aku kasih nih, kebetulan juga kemarin sempat ngobrol tentang jealousy ini wkwkwkwk.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jadi kita ngomong tentang cemburu nih ya, sebenernya apa sih cemburu itu? Kalau aku jabarin simplenya dalam hubungan, cemburu itu semacam perasaan nggak enak yang kita rasain sewaktu ngeliat pasangan kita entah itu dekat sama orang lain, didekati oleh orang lain, apalagi sampai mendekati orang lain hahahaha. Tapi, kalau kita ambil dari KBBI bakalan ketemu definisi cemburu yang menurutku pas banget buat dijadiin basic pembahasan di sini, &quot;kurang percaya&quot;.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seringkali, cemburu ini jadi bibit untuk hubungan yang toxic. Dimana karena rasa cemburu ini, salah satu pihak jadi ngebatasin pergaulan dan kebebasan pihak yang lainnya, dengan dalih cemburu karena dia sayang. Awal-awal mungkin ini bakal jadi pertengkaran, tapi seiring berjalannya waktu pihak yang dibatasin bakal males banget lagi untuk banyak debat dan akhirnya semua emosinya jadi terpendam lagi sebelum nanti jadi perang dunia karena meledak wkwkwk.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selain itu bisa juga pihak yang ngerasa cemburu jadi marah dan tanpa sadar nyakitin pihak satunya baik secara verbal ataupun physical. Kemudian nantinya minta maaf dan playing victim ini karena dia terbakar api cemburu ngeliat pasangannya deket sama orang lain gitu. Dan kalau dari kasus-kasus hubungan toxic yang umumnya aku liat, pasangannya ini bakalan maafin dan mereka bareng lagi sampai nanti ada kejadian gitu lagi yaudahlah muter-muter gitu terus. Seringkali alasannya karena udah nyaman dan terlanjur sayang, terus males banget mulai semuanya dari 0 lagi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Well, aku nggak mau bahas sih ya perihal keputusan mereka untuk terus-terusan muter-muter di lingkaran toxic itu benar atau salah. Aku cuma bakal bahas perihal rasa cemburu ini. Jadi, cemburu itu tanda cinta ya? Iya bener banget aku setuju kalau cemburu itu tanda cinta, tapi di sini ada hal lain yang menurutku perlu kita highlight &quot;sikap untuk bisa mengendalikan diri.&quot; Yaps, kamu boleh cemburu dan kalau kamu memang sayang dengan pasanganmu pastilah kamu ngerasain namanya cemburu. Cuma menurutku kurang tepat aja kalau kita marah ke pasangan karena cemburu.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aku pribadi nggak pernah marah ke pasangan karena cemburu. Awal-awal aku mulai pacaran, alasan aku nggak pernah terbakar api cemburu itu karena aku berniat untuk jadi cowok yang cool dan pengertian wkwkwkwk. Jadi, aku nggak mau ngebatasin pergaulan pasanganku gitu, sampai pernah berapa kali ya mantanku ngetes aku biar cemburu terus marah. Ini aku juga agak heran sih kenapa ABG jaman dulu suka banget ngetes-ngetes pacarnya, nggak penting banget kan ya padahal?&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ok, balik ke pembahasan lagi, jadi dulu aku sering banget dites-tes nggak penting kayak gitulah, tapi in the end ya aku emang nggak pernah marah karena alasan itu. Tapi, dimarahin gara-gara mantanku cemburu, sering banget itu wkwkwkwk. Jadi saat itu, alasan aku gamau marah-marah karena cemburu itu biar bisa jadi cowok cool dan pengertian kayak di imajinasiku. (Point of View 1)&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Well, selesai pembahasan tentang POV pertama, sekarang kita lanjut ke POV kedua.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seiring berjalannya waktu aku jadi semakin dewasa dong, pemikiranku udah beda, sudut pandangku udah beda. Jadi, di sini aku udah punya pemahaman lain lagi tentang kenapa aku gak perlu marah-marah kalau aku lagi cemburu. Untuk memulai pembahasan ini, aku mau tarik lagi definisi cemburu dari KBBI sebelumnya, karena kebetulan sama dengan apa yang aku percaya saat itu, &quot;kurang percaya.&quot;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dari sini bisa kita bilang apa yang menyebabkan rasa cemburu itu berarti kurang percaya. Kurang percayanya sama siapa? Bisa dengan pasangan kamu atau mungkin diri kamu sendiri. Kalau sudah ngerasa kurang percaya sama pasangan ya ngapain masih bertahan sama dia? Dasar hubungan itu kan rasa percaya, kalau pondasi yang jadi dasar hubungan aja sudah nggak kuat, ngapain masih dipertahanin? Ibarat rumah itu tinggal nunggu waktu roboh aja dah wkwkwk. Kalau sampai kalian ngerjain ini, hati-hati aja hubungan berkembang ke arah toxic nanti jadinya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lalu, satu kemungkinan lagi adalah kamu nggak percaya sama diri kamu sendiri. Nah, kalau kamu nggak percaya diri, ngapain marah ke orang lain dah? Terutama ke pasangan kamu, sampe nyakitin dia gitu. Lha, kan itu masalah sama diri kamu sendiri, ya selesaiin sendirilah. Kamu harus bisa tahu value kamu apa, jadi kamu bisa percaya kamu udah lengkap buat nggak bikin pasangan kamu berpindah hati, dan ini harus dipelajari. Kalau buat aku pribadi sih, even aku gak tau valueku pribadi apa ya, karena nggak ngerasa ada bagus-bagusnya juga ya. Aku cukup percaya kalau orang ini bisa sama aku karena aku punya apa yang dia cari, jadi seharusnya itu cukup untuk buat dia bertahan gitu. (Point of View 2).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Oke, kita selesai dengan pembahasan dari Point of View 2. Sekarang kita lanjut ke Point of View yang terakhir. Point of View 3!&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Point of View 2 itu pada akhirnya aku sadari punya weakness yang besar untuk beberapa orang tertentu. Sebelumnya aku bilang, cukup percaya kalau orang ini bisa sama aku karena aku punya something yang pastinya juga bakal bikin dia bertahan. Jadi, kalau seandainya orang ini pergi? Apa itu artinya aku nggak seberharga itu? Apakah artinya sekarang valueku udah nggak ada? Untuk beberapa orang, POV ini bisa bikin trauma di mana dia bakal ngerasa kalau dia nggak pantes buat siapa-siapa lagi sekarang. Wah, ini sih bahaya ya kalau sampai mikirnya gini, jadi jomblo akut mampuslah itu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Akhirnya aku memutar otak buat merenung, belajar-belajar lagi, dan seiring berjalannya waktu aku menjadi lebih dewasa juga bertambahnya ilmuku. Akhirnya aku punya pemahaman final yang tanpa celah dan weakness. Ya semuanya karena tuhan, atau dalam caseku Allah SWT. Yaps semuanya atas izin dan kehendak-Nya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jadi pikiranku kayak gini nih Allah SWT itu yang Maha kuasa untuk segala hal yang terjadi di dunia ini, Ia juga yang berkuasa dalam membolak-balikkan hati manusia. Kalau Allah SWT sudah bilang hatinya berbalik dari aku, ya aku mau gimana? wkwkwk. Yaudah belajar aja ikhlasin. Dan dari sini aku juga belajar pada akhirnya nggak pernah ada yang bener-bener jadi punya kita gitu. Semuanya cuma titipan dari Allah SWT untuk memberi beberapa warna yang beda dalam hidup kita.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dengan pemahaman ini, aku bisa bodo amat kalau ada orang yang deketin perempuan yang sekarang lagi sama aku, cemburu jelas karena aku nggak pernah bener-bener ngerasa lebih baik dari orang lain. Tapi yaudah sih, setiap orang berhak untuk mencoba peruntungan mengambil hatinya selagi belum ada cincin yang terlingkar di jari manisnya. Kalau pada akhirnya dia pergi karena ada orang lain yang dia rasa lebih baik, ya berarti Allah SWT sudah membalikkan hatinya ke arah yang lain. Aku gamau bilang Allah SWT nunjukin kalau dia nggak baik buat aku, karena kalau ngomong kayak gitu kesannya bakal subjektif banget karena kebetulan aku jadi pihak yang disakitin wkwkwk. Yang pasti aku cuma perlu percaya aja Insyaallah cerita yang lebih baik dan menarik sedang disiapkan oleh-Nya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Well, jadi inti dari POV ketiga ini adalah semuanya itu karena Allah SWT, hatinya dia berpaling karena Allah SWT, adanya orang yang datang juga karena Allah SWT. Jadi, nggak mungkin dong kita marah-marah dan nyalahin takdir Allah SWT? Karena pastinya, itu yang terbaik buat kita.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Well, itu dia ketiga POV yang aku rasa cukup untuk menjelaskan kenapa sih kita nggak perlu marah-marah karena cemburu. Yang paling penting di sini adalah pengendalian terhadap diri sendiri dan juga kesadaran untuk selalu tawakal dan ikhlas sama Tuhan YME. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat buat kalian, see you in the next posting!&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/feeds/6714729187160131179/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2021/07/cemburu-api-amarahnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/6714729187160131179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/6714729187160131179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2021/07/cemburu-api-amarahnya.html' title='Cemburu &amp; Api Amarahnya'/><author><name>anginsepoi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12926570881248124551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYv6g5Ipe1TsONT_2FGRNIgZhVPvAR89VXTa5bUY54IZF000ZRoDHHhFLUiINKzroSk7oWw_zcTdY-JZ9duwZGNUrVMcC409xWoy-StuSSn3Fcevj8ThnVrwVzWOh9YQ/s220/0eac438fa1cd0fca1a9dd34d0d3e4bd8.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVmPif1urhVhMnCwY0Y2QA7jJXfsWhDGLF_4wI_nSUvj-kJWP03EvfDuj3-ez5bNq1AzENa4trrHfeQPLNMMFb9pSDrmwJrVk-0VNFUTlgzfYHhRjhZOIbp_d-c9fAR9SXSIrTDRPF-nUV/s72-c/Cemburu+%2526+Api+Amarahnya.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8803218073837915096.post-4413504508468571739</id><published>2021-06-30T14:38:00.004+08:00</published><updated>2021-06-30T21:45:11.076+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Pribadi"/><title type='text'>Time Will Reveal</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #cad57c; border: 1px solid; display: block; padding: 15px; text-align: center;&quot;&gt;
&amp;nbsp; Untuk yang belum membaca posting sebelumnya, bisa baca &lt;a href=&quot;https://blog-si-ula.blogspot.com/2021/03/pria-di-pesawat-dan-tol-bali-mandara.html&quot;&gt;disini&lt;/a&gt; ya !&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQlFOpPKzO7baVZXklSp457wFNAclsAj_fzz6buEcYtV3P0gvEYuLoi_TOYrHcPH_FAZfByy8LkHFNoZIiWU-8Xj_CW4Kaq2_qR-3CInyNPFaAUawy1P1S8HYmK0j06obYnJ1Jrw9-5i97/s1132/Time+Will+Reveal.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1132&quot; data-original-width=&quot;1132&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQlFOpPKzO7baVZXklSp457wFNAclsAj_fzz6buEcYtV3P0gvEYuLoi_TOYrHcPH_FAZfByy8LkHFNoZIiWU-8Xj_CW4Kaq2_qR-3CInyNPFaAUawy1P1S8HYmK0j06obYnJ1Jrw9-5i97/s320/Time+Will+Reveal.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Yahhh... Kalo Mama bersyukur aja sih anak Mama ada yang mauin.&quot; Ucap mamaku secara tiba-tiba dalam sebuah percakapan kami.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Semacam sebuah pernyataan yang gimana gitu ya buat aku yang dengerin. Malah jadi sedih gitu kan aku dengerinnya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jadi... Beberapa minggu lalu aku sedang berbincang-bincang dengan Mamaku ketika makan siang. Sudah menjadi kebiasaan, aku selalu berusaha menyempatkan waktu untuk sekedar berbincang dengan keluarga dan bercerita tentang apa saja yang terjadi belakangan ini. Dan saat itu kami membahas tentang satu hal yang sebenarnya paling malas untuk aku bahas, karena membuatku kembali harus menjabarkan bagaimana perencanaanku dalam beberapa tahun kedepan ini yang direspons dengan kalimat dari Mamaku di atas.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebisa mungkin aku selalu memastikan bahwa Mamaku tau aku baik-baik saja dalam segala hal. Semuanya berjalan lancar, hidupku tak memiliki masalah yang cukup berarti. Karena alasan yang aku sampaikan, mamaku cukup santai dan menerima perihal aku yang tak pernah membawa satu orang pun wanita ke rumah untuk dikenalkan kepadanya. Meskipun sebenarnya ada beberapa alasan lain yang tak mampu aku ungkapkan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mungkin, kalimat seperti ini sudah umum kalian dengar, perihal jangan mencintai seseorang dengan terlalu dalam, karena luka yang tertinggal nantinya akan sangat menyakitkan sebanding dengan dalamnya rasa yang tertancap dalam hati. Yaps... Aku sudah pernah merasakan luka itu. Bagaimana aku mencintai seseorang dengan begitu dalam, hingga akhirnya kisah itu berakhir dan aku bahkan tidak tau bagaimana cara untuk kembali berdiri sendiri. Saat itu aku sangat bersyukur pada tuhan karena menganugerahkan teman-teman yang selalu ada di saat kondisiku sedang sangat terpuruk. Aku tidak tau akan sesulit apa jadinya terlihat baik-baik saja tanpa orang-orang ini di sekitarku. Alhamdulillah banget dah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selama aku berusaha menyembuhkan diri dari luka itu, aku selalu berusaha terlihat baik-baik saja di depan keluargaku. Terutama di depan Mamaku, karena aku tak ingin ia melihat putra yang selalu menjadi kebanggaannya berada dalam keadaan sehancur itu. Bahkan, aku sempat kesulitan menahan jatuhnya air mata ketika sedang berbincang dengan Mama dan kemudian beliau mengatakan,&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Dan, semoga jalan hidupmu selalu baik-baik ya, semuanya lancar. Wildan selalu berusaha menuhin apa yang Papa sama Mama minta. Mama tau Wildan sayang banget sama dia. Tapi Wildan masih mau dengerin Papa sama Mama untuk pergi karena beberapa alasan.&quot; ucap Mama. (Sumpah pas denger Mama ngomong gini mau nangislah aku)&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bahkan sampai saat ini, hatiku masih cukup sensitif ketika mengingat momen saat Mama menyampaikan kalimat itu. Hatiku masih tetap luluh dan seolah-olah bekerja sama dengan otak dan mata untuk mencoba menjatuhkan air terjun kecil yang bisa membasahi pipi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cukup lama aku berusaha untuk sembuh dengan berbagai cerita dan kenangan yang mengiringinya. Hingga akhirnya, aku bisa sepenuhnya merasa terbiasa dan baik-baik saja ketika mengingat semua cerita yang telah menjadi bagian dari lembaran masa laluku. Dalam prosesnya, aku mempelajari untuk mencintai diri sendiri. Karena kalimat yang cukup populer lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Jika kamu telah mencintai dirimu sendiri dengan baik sebelum belajar mencintai orang lain, kamu tidak akan melakukan perbuatan-perbuatan bodoh atas nama cinta.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dengan berbekal kalimat itu, akhirnya aku belajar untuk mencintai diri sendiri sembari berusaha untuk menyembuhkan hati. Hingga akhirnya aku berhasil mencapai tujuan dari keduanya. Apakah dengan itu berarti semua berakhir dengan menyenangkan?&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ternyata seiring berjalannya waktu aku menemukan masalah yang lain wkwkwk. Yaps, kalimat di atas perihal mencintai diri sendiri sangatlah tepat. Dengan mencintai dirimu sendiri terlebih dahulu, kamu tidak akan melakukan perbuatan bodoh atas nama cinta. Aku akhirnya merasa benar-benar mencintai diriku sendiri. Dan hal itu ternyata membawa cerita aneh yang lainnya. Meskipun aku sudah mulai terbiasa dengan hidupku yang penuh keanehan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seiring perjalananku setelah sembuh, aku beberapa kali mencoba untuk menulis sebuah cerita yang baru. Namun, setiap aku mulai memegang pena untuk menulis, bayangan dan kenangan akan rasa sakit dan kecewa yang pernah aku lalui selalu kembali menghantui. Beberapa kali aku mencoba menimbang-nimbang apakah tulisan yang baru ini akan aku lanjutkan lebih jauh atau cukup sampai disini. Namun, aku selalu memilih untuk meletakkan kembali pena itu dan membiarkan bayangan tersebut pergi. Dengan cara itu, aku selalu merasa baik-baik saja jika ada orang yang pada akhirnya pergi dari hidupku.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Yaps, kalimat itu benar, dengan mencintai diri sendiri, kamu tidak akan melakukan perbuatan bodoh. Aku sudah mencintai diriku sendiri dan merasa tidak tega kepada diriku sendiri jika harus jatuh kembali dan mengulang masa-masa itu lagi. Hingga aku memutuskan untuk tidak menulis cerita apapun lagi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Namun, di tengah kenyamananku sendiri, belakangan ini ada seorang perempuan yang tiba-tiba datang tanpa aku sangka sebelumnya dan menembus batas antara dunia utopiaku dengan dunia nyata. Awalnya aku membiarkan saja ia berada di sana sesuka hatinya. Tetapi, perlahan-lahan aku mulai terbiasa dengan kehadirannya. Kehadiran yang memberi sedikit warna tambahan pada hidupku yang sebelumnya aku biarkan hitam putih agar tidak mendatangkan banyak distraksi. Sebuah hal yang benar-benar berada di luar prediksiku, benteng pertahanan yang aku yakin begitu kuat aku bangun untuk menahan datangnya orang baru yang membuatku harus menggenggam pena itu lagi, pada akhirnya harus aku ikhlaskan untuk kembali ditembus oleh seorang perempuan tanpa ia harus berusaha.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Belakangan ini aku menemukan sebuah kalimat, terkadang ketika kita berhenti mencari dan mengejar suatu hal. Hal itu akan menghampiri kita dengan caranya sendiri. Selama ini aku selalu berusaha untuk mencoba menulis cerita yang baru. Hingga pada akhirnya, aku menyerah dan memilih untuk fokus dengan diriku sendiri dan orang-orang yang selalu ada untukku. Sebelum akhirnya, perempuan ini datang dan membuat beberapa hal menjadi berbeda. Sampai saat ini aku selalu bertanya-tanya. Apakah ini benar-benar waktunya untuk memulai menulis sebuah cerita yang baru lagi? Sampai saat ini aku belum menemukan jawaban yang tepat. Aku juga lebih memilih untuk menjalaninya secara perlahan. Because, if all things in time, time will reveal. :)&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;See you in the next posting.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/feeds/4413504508468571739/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2021/06/time-will-reveal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/4413504508468571739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/4413504508468571739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2021/06/time-will-reveal.html' title='Time Will Reveal'/><author><name>anginsepoi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12926570881248124551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYv6g5Ipe1TsONT_2FGRNIgZhVPvAR89VXTa5bUY54IZF000ZRoDHHhFLUiINKzroSk7oWw_zcTdY-JZ9duwZGNUrVMcC409xWoy-StuSSn3Fcevj8ThnVrwVzWOh9YQ/s220/0eac438fa1cd0fca1a9dd34d0d3e4bd8.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQlFOpPKzO7baVZXklSp457wFNAclsAj_fzz6buEcYtV3P0gvEYuLoi_TOYrHcPH_FAZfByy8LkHFNoZIiWU-8Xj_CW4Kaq2_qR-3CInyNPFaAUawy1P1S8HYmK0j06obYnJ1Jrw9-5i97/s72-c/Time+Will+Reveal.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8803218073837915096.post-664203617192954316</id><published>2021-03-06T07:21:00.002+08:00</published><updated>2021-03-06T19:40:43.537+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Just Writing"/><title type='text'>Pria di Pesawat dan Tol Bali Mandara</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSqNM6pVNWWgM_ABg8dgAuTnypKactKcEv9Ef852nob5VW1FklKkGDrZhI9SBZj7XCQKQnB0nYyH1vc6meonNxty_w0sKxGnWcmoGBkdAYorNVOFIzKIajPJDhODVrKA1cpqGZd5OyNSea/s1132/Pria+Pesawat.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;595&quot; data-original-width=&quot;1132&quot; height=&quot;251&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSqNM6pVNWWgM_ABg8dgAuTnypKactKcEv9Ef852nob5VW1FklKkGDrZhI9SBZj7XCQKQnB0nYyH1vc6meonNxty_w0sKxGnWcmoGBkdAYorNVOFIzKIajPJDhODVrKA1cpqGZd5OyNSea/w477-h251/Pria+Pesawat.png&quot; width=&quot;477&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #cad57c; border: 1px solid; display: block; padding: 15px; text-align: center;&quot;&gt;
&amp;nbsp; Untuk yang belum membaca posting sebelumnya, bisa baca &lt;a href=&quot;https://blog-si-ula.blogspot.com/2021/02/sebuah-cerita-pria-membosankan.html&quot;&gt;disini&lt;/a&gt; ya !&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Belakangan ini kesibukan dalam pekerjaan lumayan menyita tenaga dan pikiranku. Sehingga, seringkali aku menyempatkan waktu untuk sekedar berjalan-jalan mengelilingi kota dengan motor yang sudah banyak mengukir cerita suka dan duka bersamaku. Ketika langit sedang cerah, aku juga suka untuk sekedar berputar di jalan Tol Bali Mandara, yang mana sejak awal peresmiannya diklaim sebagai tol pertama di atas laut dengan value pemandangan yang indah. Meskipun, sejak reklamasi dimulai keindahannya sedikit memudar, tapi, pemandangan suasana langit tenggelam dan lautnya masih layak untuk dinikmati.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Beberapa minggu ini aku seringkali memasuki jalan Tol Bali Mandara hanya sekedar untuk berjalan-jalan menghilangkan penat setelah bekerja. Pada suatu sore, sembari mendengarkan musik, tiba-tiba aku teringat tentang seorang pria yang pernah aku temui di pesawat sekitar 2 tahun lalu. Saat itu, kami bertemu secara tidak sengaja di atas pesawat menuju Jakarta. Entah karena bosan atau bagaimana, tiba-tiba dia mulai bercerita kepadaku tentang pemandangan yang kami lihat dari dalam pesawat. Kurang lebihnya cerita itu seperti ini.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Oh iya, mungkin untuk cerita ini lagu ini bakal cocok diputar sambil baca, kebetulan juga aku suka lagunya sama video klipnya wkwkwk.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; class=&quot;BLOG_video_class&quot; height=&quot;362&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/pagiHshKe_0&quot; width=&quot;482&quot; youtube-src-id=&quot;pagiHshKe_0&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;*Back to the past with my point of view*&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cerita ini terjadi pada tahun 2019, ya 2 tahun lalu. Mungkin jika kalian mengikuti keseluruhan cerita di blogku dengan baik, kalian akan tahu bahwa pada tahun itu aku sempat hijrah ke Bogor setelah lulus kuliah. Namun, jika kalian belum tahu, setidaknya aku sudah memberi tahu di sini wkwkwk. Ok, jadi selayaknya perjalanan menggunakan pesawat, pagi itu aku telah berada di waiting room Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Aku sedang menunggu jadwal keberangkatan pesawatku menuju Jakarta.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tidak ada hal yang spesial saat itu, hanya sibuk menjaga agar baterai tetap dalam kondisi yang optimal dengan mencari tempat duduk yang memiliki stop kontak. Setelah menunggu kurang lebih 2 jam, akhirnya panggilan untuk penumpang pesawat yang akan aku tumpangi terdengar. Semuanya tetap berjalan biasa-biasa saja tanpa ada yang spesial. Dan seingatku, saat itu aku mendapatkan tempat duduk di seat tengah, biasanya aku lebih suka untuk duduk di samping jendela, tapi karena sudah dibook orang lain, ya sudahlah nikmati yang ada saja.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sudah ada seorang pria yang duduk lebih dahulu di kursi tepat samping jendela itu, jika aku lihat perawakannya belum cukup tua. Mungkin, 2 atau 3 tahun lebih tua dariku. Singkat cerita, aku sudah meletakkan semua barang-barangku di kabin atas pesawat dan duduk manis menunggu take off. Saat menunggu pesawat take-off, tanpa disangka ternyata pria itu mengajak aku berbincang-bincang sedikit. Sesuai dugaanku, umurnya berjarak 2 tahun lebih tua dariku, dan dari apa yang dia sampaikan, dia memilliki beberapa urusan yang perlu diselesaikan di Jakarta. Kami tidak banyak berbincang, hanya sekedar percakapan standar basa-basi. Setelah itu kami kembali dalam kesibukan masing-masing sembari menunggu pesawat lepas landas.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah cukup lama menunggu, akhirnya pesawat pun siap untuk lepas landas. Selama lepas landas, aku selalu suka melihat keluar jendela dan memperhatikan bagaimana segala hal perlahan-lahan mengecil seiring dengan semakin tingginya jarak yang dicapai oleh pesawat. Dan tanpa sengaja, aku perhatikan, pria itu sangat menghayati pemandangan yang sedang dia lihat melalui jendela, sampai akhirnya tidak ada lagi yang terlihat selain langit-langit dan awan. Aku pun berniat untuk mendengarkan musik dan membaca buku. Namun....&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Aku suka banget sama pulau ini&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Yaps, tiba-tiba pria yang duduk di samping jendela itu bersuara, aku tidak tahu apakah dia sedang melakukan monolog atau sedang mencoba membuka percakapan denganku. Namun, karena aku orang yang baik hati dan tidak sombong, akhirnya aku membalas ucapannya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Saya juga suka banget pulau ini,mas. Banyak proses menjadi dewasa yang saya lewatin di sini.&quot; Ucapku&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Iya, aku juga. Banyak kenangan yang ada di sini. Dan kamu tahu? setiap aku melihat Tol Bali Mandara, rasanya otakku seperti dipaksa mengingat begitu banyak hal tentang seorang wanita.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Alhamdulillah mas masih perempuan yang diinget hehehe&quot;, ujarku mencoba untuk melucu dan mencairkan suasana yang perlahan menjadi sendu. Mendengar leluconku, dia hanya tersenyum sejenak, kemudian kembali menatap menerawang keluar jendela. Karena merasa bersalah merusak suasananya untuk bercerita, akhirnya aku berinisiatif untuk bertanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Memangnya kenapa,mas?&quot; tanyaku.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dia merenung sejenak, kemudian dia mulai bercerita.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;*Story start with point of view from that man*&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aku sudah tinggal di sini sejak lahir. Sejak itu pula aku memiliki berbagai macam cerita dengan banyak wanita. Namun, ada satu wanita yang tidak pernah mampu aku buat pergi semenjak ia datang dalam kehidupanku, wanita itu seringkali datang menghantui hati dan pikiranku. Bahkan hingga saat ini aku bercerita padamu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dia adalah seorang wanita yang sederhana, cantik, pemalas namun menggemaskan, serta memiliki senyuman manis yang tanpa sadar akan membuatmu tersenyum pula saat melihatnya. Aku mengenalnya karena sebuah kebetulan yang aneh. Sebenarnya, aku sudah mengaguminya sejak lama. Namun aku tidak memiliki kepercayaan diri untuk mencoba mengajaknya berkenalan, apalah artinya pria sepertiku untuk wanita sepertinya. Namun, tanpa disangka aku bertemu dengannya saat sedang berjalan-jalan dengan temanku. Beruntungnya, temanku ternyata mengenalnya. Mereka saling bertegur sapa dan berbincang-bincang sejenak. Setelah itu, aku pun memberanikan diri untuk bertanya tentang wanita itu kepada temanku, tidak lupa juga meminta kontak wanita itu. Akhirnya aku memberanikan diriku untuk menghubungi wanita itu melalui perantara temannya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah mencoba mendekatinya selama beberapa bulan, akhirnya kami pun resmi menjadi pasangan. Layaknya pasangan pada umumnya, hubungan kami penuh dengan pasang surut, bahagia dan pertengkaran. Namun, kami bisa melalui setiap hal itu satu demi satu. Sehingga, setiap masalah yang kami selesaikan, mengendap menjadi pondasi penguat untuk hubungan kami.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cukup lama kami mengukir cerita yang indah bersama, mungkin sekitar 3 tahun. Dan masalah terberat sepertinya memang datang di tahun terakhir. Seperti yang kita semua mungkin tahu, sebagai manusia kita tak akan pernah mampu melawan kuasa tuhan serta kaki tangan-Nya yaitu ruang dan waktu. Setiap momen dan waktu yang berjalan dalam kehidupan kami, akhirnya perlahan-lahan mengubah masing-masing dari kami menjadi pribadi yang baru dan berbeda. Banyak pertengkaran baik yang penting maupun tidak penting terjadi di tahun ketiga ini. Hingga akhirnya kami pun memutuskan untuk berpisah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;*The story back to my point of view*&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aku melihat pria itu terdiam cukup lama sembari menatap keluar jendela. Karena bingung dengan ceritanya yang serasa menggantung, aku pun memberanikan diriku untuk bertanya,&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Lalu, apa hubungannya sama jalan tol,mas?&quot; Tanyaku.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Ah maaf, aku nggak fokus jadinya bengong. Hehehehe. Sepanjang jalan itu menjadi saksi perjalanan terakhir kami sebagai seorang pasangan. Saksi bisu dimana seorang pria tak mampu lagi membendung air matanya yang mengalir dengan deras karena ketulusannya terhadap seorang wanita. Selama berpacaran, kami juga sering melalui jalan itu untuk berjalan-jalan, melakukan obrolan-obrolan atau tindakan yang konyol, meskipun tindakan konyolnya cuma aku aja wkwkwk. Jadi sampai sekarang, kalau melewati jalan itu aku masih suka teringat kembali semua memorinya wkwkwk. Mungkin bukan jalan itu saja, tapi banyak sekali tempat yang tanpa sadar seringkali membuat pikiranku memutar memori kenangan tentang wanita itu. Bahkan tanpa mendatangi tempat itu, aku sering juga teringat bagaimana ketika ia tersenyum, ketika ia cemberut karena marah kepadaku, ketika ia menjadi manja karena menginginkan sesuatu.&quot; Ungkapnya sembari tersenyum tipis dan sedikit memandangi langit di luar jendela.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://cdns.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2018/11/23/1027047/670x335/ini-alasan-nama-tol-bali-mandara-diubah-jadi-tol-i-gusti-ngurah-rai.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;335&quot; data-original-width=&quot;670&quot; height=&quot;272&quot; src=&quot;https://cdns.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2018/11/23/1027047/670x335/ini-alasan-nama-tol-bali-mandara-diubah-jadi-tol-i-gusti-ngurah-rai.jpg&quot; width=&quot;544&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Copyright : Maria Infiniferro&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Wah, masnya masih suka dia ya?&quot; Tanyaku.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pria itu kembali merenung dan menatap keluar jendela sebelum menjawab pertanyaanku,&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Masih suka ya? Hmmm... Mungkin nggak ya, karena setelah perpisahan kami pun kami masih sering bertemu satu sama lain. Meskipun, perlahan intensitasnya semakin berkurang. Namun, ketika terakhir kali aku bertemu dengannya, aku merasa semua tidak terasa sama lagi seperti dulu, mungkin karena memang masing-masing dari kami sekarang sudah menjadi orang yang berbeda dari kami yang sebelumnya. Tapi, aku juga nggak bisa jawab dengan pasti apa dia masih di hatiku atau nggak.&quot; Jawabnya sembari tersenyum tipis.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Sekarang udah nggak pernah hubungin atau ngajak ketemu lagi,mas?&quot; Tanyaku lagi karena terbawa suasana ceritanya dan juga rasa ingin tahuku.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Nggak, dia udah punya cerita baru lagi, hehehe. Aku nggak tau cerita barunya dia gimana, cuma aku selalu berharap dia bahagia sama itu, melebihi cerita bahagia yang pernah kita tulis sama-sama.&quot; Saat menjawab pertanyaanku ini, dia memang mencoba tersenyum. Namun, aku masih sedikit melihat raut-raut sendu di wajahnya, serta ketulusan akan doa yang dia ucapkan dari sorot matanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Kalau kamu sendiri gimana nih? Jangan-jangan sengaja kabur keluar buat ngelupain mantan. Hahahaha.&quot; Tebaknya asal-asalan kepadaku.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aku yang sedikit tergagap karena tebakannya bisa dibilang beberapa persen benar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Eh, nggak juga mas hehehe.&quot; Jawabku berbohong. Meski aku tahu, ekspresiku tak akan mampu&amp;nbsp; untuk berbohong.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Hahaha kayaknya ada yang ngalamin hal sama nih.&quot; Kata pria itu kepadaku sembari tertawa.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Perjalananmu masih panjang, banyak hal yang lebih berat yang bakal kamu hadapin di depan, kamu harus kuat ya. Karena seberat apapun, aku yakin kamu bisa baik-baik aja. Jangan pernah memaksakan diri untuk melupakan, tapi seenggaknya belajarlah untuk mengikhlaskan. Karena setiap hal terjadi pasti ada maksud dan tujuannya. Mungkin kamu memang perlu ini untuk jadi orang yang lebih baik.&quot; Lanjutnya tiba-tiba sembari tersenyum tipis.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mendengar nasihat yang dia ucapkan aku sempat tertegun sejenak sebelum berhasil mendapatkan kesadaranku dan membalas kalimatnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Hahaha, makasi mas sarannya. Mungkin next time kita bisa sharing cerita lagi.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Yaps, for sure.&quot; Jawabnya&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Begitulah cerita dari pria yang tidak sengaja aku temui di pesawat kala itu. Sebenarnya, aku sudah meminta izin kepadanya untukh menuliskan cerita ini di blog. Dia merasa excited sekali saat mendengar tawaranku, dan dengan senang hati mengizinkannya. Namun, karena kesibukan di Bogor dan beberapa hal lain. Aku lupa untuk menuliskannya dan baru teringat kembali sekarang wkwkwk.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sampai saat ini entah mengapa setiap orang selalu menggaungkan tentang move on dan melupakan ketika sebuah kisah cinta menemui akhirnya. Padahal ya aneh saja, bagaimana kamu bisa melupakan seseorang yang sebelumnya pernah berkali-kali menjadi alasan dari setiap lengkung senyumanmu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menurutku, pada akhirnya setiap kisah cinta akan selalu berakhir tentang mengikhlaskan sebuah perpisahan. Entah itu dipisahkan oleh cerita yang lain, ruang, atau pun perpisahan abadi bersama waktu. Karena ketika kita telah ikhlas, setidaknya kita bisa seperti pria yang aku temui di pesawat. Mengingat segalanya dengan senyuman.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jujur, aku tidak tau apa sekarang pria itu sudah baik-baik saja, bagaimana kabarnya, apakah dia masih sesekali teringat wanita itu? Karena setelah turun kami terlalu sibuk dengan urusan kami masing-masing dan lupa untuk sekedar bertukar kontak seperti janji sebelumnya di pesawat untuk bertukar cerita kembali jika ada kesempatan. Yahhh... Aku harap dia baik-baik saja dan berhasil menyembuhkan hatinya. Lalu, mendapatkan kepingan hati yang baru lagi agar bisa menuliskan cerita indah dan sendu yang lainnya. How about my story? Well.... It keeps continue, maybe in the next posting hahaha. See you.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/feeds/664203617192954316/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2021/03/pria-di-pesawat-dan-tol-bali-mandara.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/664203617192954316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/664203617192954316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2021/03/pria-di-pesawat-dan-tol-bali-mandara.html' title='Pria di Pesawat dan Tol Bali Mandara'/><author><name>anginsepoi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12926570881248124551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYv6g5Ipe1TsONT_2FGRNIgZhVPvAR89VXTa5bUY54IZF000ZRoDHHhFLUiINKzroSk7oWw_zcTdY-JZ9duwZGNUrVMcC409xWoy-StuSSn3Fcevj8ThnVrwVzWOh9YQ/s220/0eac438fa1cd0fca1a9dd34d0d3e4bd8.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSqNM6pVNWWgM_ABg8dgAuTnypKactKcEv9Ef852nob5VW1FklKkGDrZhI9SBZj7XCQKQnB0nYyH1vc6meonNxty_w0sKxGnWcmoGBkdAYorNVOFIzKIajPJDhODVrKA1cpqGZd5OyNSea/s72-w477-h251-c/Pria+Pesawat.png" height="72" width="72"/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8803218073837915096.post-7122738459001094139</id><published>2021-02-24T20:46:00.000+08:00</published><updated>2021-02-24T20:46:08.100+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Just Writing"/><title type='text'>Sebuah Cerita Pria Membosankan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiK4wyhHWd1Z71rNZOI-WwyxqoMUU6tfNBcA35QVVpbVyvGv-_PbK9TEDG2wCq1tkyCd4FE-Mk7BeXCCIxq7aXVMZ4bf0CZ3u4akdxecYnb79rllvpfz2Ydb47dEJUZMoGj1Km8YXw-25ko/s1133/The+Boring+Man+%2526+His+Story.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;595&quot; data-original-width=&quot;1133&quot; height=&quot;217&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiK4wyhHWd1Z71rNZOI-WwyxqoMUU6tfNBcA35QVVpbVyvGv-_PbK9TEDG2wCq1tkyCd4FE-Mk7BeXCCIxq7aXVMZ4bf0CZ3u4akdxecYnb79rllvpfz2Ydb47dEJUZMoGj1Km8YXw-25ko/w413-h217/The+Boring+Man+%2526+His+Story.png&quot; width=&quot;413&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #cad57c; border: 1px solid; display: block; padding: 15px; text-align: center;&quot;&gt;
&amp;nbsp; Untuk yang belum membaca posting sebelumnya, bisa baca &lt;a href=&quot;https://blog-si-ula.blogspot.com/2020/12/baal-getting-numb.html&quot;&gt;disini&lt;/a&gt; ya !&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bagaimana rasanya menjadi berbeda? Dia benar-benar mengetahui jawabannya. Memang, setiap orang terlahir berbeda dengan membawa keunikannya masing-masing. Tapi di masa sekarang ini, setidaknya ada satu hal yang sama dari setiap orang yang menjalani hidupnya. Sehingga membuat mereka berada dalam suatu kelompok-kelompok tertentu. Namun, tahukah kalian bahwa di antara orang-orang yang mencoba menjadi seragam itu tetap saja ada orang yang masih terasingkan sendirian? Ia merasa... Ia adalah manusia minoritas tersebut. Manusia yang entah bagaimana menapaki jalannya sendiri, sembari termenung melihat orang-orang yang sibuk berlalu-lalang di jalan lain.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ia masih ingat, sejak kecil ia sering sekali diberi predikat berbeda oleh berbagai macam orang. Dalam beberapa hal, menjadi berbeda itu menyenangkan. Tapi dalam konteks lainnya, hal itu juga menyebalkan. Ia tidak bisa berkomunikasi sembarangan dengan orang lain, karena tidak semua mampu mencerna apa yang ia sampaikan, sehingga seringkali ia berpikir begitu lama hanya sekedar untuk mengucapkan beberapa patah kata. Dan di mata orang, tentunya ia akan begitu terlihat membosankan dan menyebalkan. Ia akan menjadi orang yang seolah-olah ada atau pun tidak, tak akan pernah memberikan perbedaan pada suasana di sekitarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bagi beberapa orang, mungkin menyebalkan sekali untuk menjadi berbeda. Namun menurutnya, ini tidak seburuk itu, ia hanya perlu mencintai dirinya sendiri, percaya pada dirinya sendiri bahwa menjadi unik bukanlah hal yang buruk. Mungkin, memang menyebalkan karena hanya segelintir orang yang mampu memahami bagaimana ia berpikir dan bertindak. Tapi percayalah, ia tidak perlu mencari orang-orang yang mampu memahaminya, cukup cari saja orang-orang yang mampu memaklumi itu, orang-orang yang mampu mengerti bahwa ia tidak bisa menjadi seperti orang pada umumnya. Apa ia sudah menemukan orang-orang tersebut? Ya, ia merasa sudah menemukan sebagian dari mereka, ia sangat bersyukur karena tuhan mengirimkan mereka ke dalam kehidupannya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebagai seorang pria yang selalu berpikir dan bertingkah seolah-olah dia berada di dalam dunia terisolasinya sendiri, menyenangkan sekali ketika ia bertemu dengan beberapa orang penyusup yang mencoba untuk mempelajari, &quot;Bagaimana dunia orang yang membosankan ini?&quot; Bertemu beberapa orang yang dengan senang hati mencoba mempelajari dunia itu, dunia yang mungkin tidak luas, namun setidaknya nyaman bagi pria yang membosankan itu. Setiap hari, pria itu hanya berdiam diri di sana, sesekali mungkin dia mengintip keluar untuk melihat apa yang sedang terjadi. Jika semuanya sedang baik-baik saja, ia akan berjelan-jalan sejenak hingga merasa lelah, kemudian kembali lagi ke dunia kecilnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Baginya, hubungan dengan orang lain itu hanyalah seperti sehelai rambut, beberapa ada yang sangat kuat, beberapa pula ada yang rapuh dan sangat mudah untuk patah. Dengan pemahamannya itu, dia tidak pernah sekalipun terlalu berharap dengan hubungan terhadap orang lain. Baginya, jika seseorang pergi, mungkin memang sudah begitu seharusnya. Dia tidak sepenuhnya merasakan kehilangan. Apa ia tidak punya rasa? Tentu saja dia punya, dia hanya memahami bahwa tidak semua orang mampu menerima dirinya yang memiliki dunia utopianya sendiri. Sehingga, jika dia melihat ada orang yang datang mendekat, dia sudah bersiap jikalau orang itu hanya ingin mengintip sejenak untuk kemudian pergi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jikalau senggang, mungkin kalian bisa menyapanya sejenak, mencari tahu apa yang ia simpan di dunianya yang kecil. Percayalah, bagaimanapun cara kalian datang menyapa, ia akan selalu menyambut kalian dengan sebuah senyuman yang hangat dan panduan yang menyenangkan tentang dunianya.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/feeds/7122738459001094139/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2021/02/sebuah-cerita-pria-membosankan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/7122738459001094139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/7122738459001094139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2021/02/sebuah-cerita-pria-membosankan.html' title='Sebuah Cerita Pria Membosankan'/><author><name>anginsepoi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12926570881248124551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYv6g5Ipe1TsONT_2FGRNIgZhVPvAR89VXTa5bUY54IZF000ZRoDHHhFLUiINKzroSk7oWw_zcTdY-JZ9duwZGNUrVMcC409xWoy-StuSSn3Fcevj8ThnVrwVzWOh9YQ/s220/0eac438fa1cd0fca1a9dd34d0d3e4bd8.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiK4wyhHWd1Z71rNZOI-WwyxqoMUU6tfNBcA35QVVpbVyvGv-_PbK9TEDG2wCq1tkyCd4FE-Mk7BeXCCIxq7aXVMZ4bf0CZ3u4akdxecYnb79rllvpfz2Ydb47dEJUZMoGj1Km8YXw-25ko/s72-w413-h217-c/The+Boring+Man+%2526+His+Story.png" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8803218073837915096.post-3809343129951817495</id><published>2020-12-27T20:50:00.001+08:00</published><updated>2020-12-27T20:50:12.855+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Pribadi"/><title type='text'>Baal (Getting Numb)</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgd_LL_w7iF2UyFV-P-B4bin4cLZLj9fHGk82TTDj7h5VoyW9xsQbMVB9PtGbm3gRyVwwt-Ey4SAOXlvyGOYpo-6-WDqch-j-gKD6uQZrMSPSqvqXHXLSRJIEkpa6hsmUuVINSjRhvISGN/s641/Baal.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;595&quot; data-original-width=&quot;641&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgd_LL_w7iF2UyFV-P-B4bin4cLZLj9fHGk82TTDj7h5VoyW9xsQbMVB9PtGbm3gRyVwwt-Ey4SAOXlvyGOYpo-6-WDqch-j-gKD6uQZrMSPSqvqXHXLSRJIEkpa6hsmUuVINSjRhvISGN/s320/Baal.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #cad57c; border: 1px solid; display: block; padding: 15px; text-align: center;&quot;&gt;
&amp;nbsp; Untuk yang belum membaca posting sebelumnya, bisa baca &lt;a href=&quot;https://blog-si-ula.blogspot.com/2020/11/sedikit-bicara-tentang-semesta.html&quot;&gt;disini&lt;/a&gt; ya !&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Kamu udah semati rasa itu ya?&quot;, ujar seorang teman yang saat ini sedang duduk di sampingku.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Yahhh.. mungkin ya.&quot; Jawabku singkat sembari memandang jauh ke horizon Pantai Sanur di pagi hari. Mencoba menyembunyikan rasa tidak nyaman karena celetukan tiba-tiba yang ia keluarkan. Namun, tepat&amp;nbsp; menusuk pada sasarannya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Kamu tahu nggak sih? Kalau kamu kayak gini terus nggak bagus, karena kamu mungkin ngerasa biasa-biasa aja, tapi bisa aja orang lain ngerasa ini spesial.&quot; Ucapnya kembali.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sekali lagi, aku hanya mampu memandangi laut bersama dengan kesibukan para nelayan, karena aku tak tahu lagi apa yang harus aku sampaikan. Semua yang telah dia sampaikan tidak ada satu pun yang salah. Yahhh... Aku tahu, dengan menjadi mati rasa terhadap perempuan, aku bisa saja melakukan hal-hal yang umumnya spesial bagi mereka. Namun, karena rasaku yang sedang mati, bagiku itu hanya sekedar tindakan yang baik untuk berteman.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aku pun menyadari, ketika aku menyukai seseorang, ada sebuah kebiasaan yang sangat mencolok, merasa gugup dan kikuk. Aku masih ingat, saat itu aku sedang melakukan kencan pertama dengan seorang perempuan di K**. Aku saat itu terlalu gugup dan canggung. Sehingga, tanpa sengaja aku menumpahkan mocca float ke celanaku sendiri saat sedang minum, memancing tawa manis dari perempuan itu dan mencairkan suasana di antara kami. Namun, belakangan ini aku merasa setiap bertemu dengan perempuan yang baru aku kenal, aku bisa mengalir saja berbicara dengan mereka seolah tak ada masalah. Aku tidak tahu, entah itu terjadi karena kemampuan komunikasiku yang sudah menjadi lebih baik, atau memang tidak ada satu pun dari perempuan-perempuan itu yang membuat hatiku merasakan kehangatan lagi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Memang sejelas itu ya terlihat kalau aku mati rasa?&quot;, tanyaku kepadanya&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Jelas kelihatan.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Memangnya gimana?&quot; tanyaku kembali&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Ya gimana ya jelasinnya, tapi ya kelihatan aja gitu.&quot; Jawabnya mencoba untuk memuaskan rasa ingin tahuku.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Entahlah, aku tidak tahu yang mana yang benar. Temanku yang terlalu peka sebagai perempuan, atau memang sejelas itu terlihat bahwa aku masih belum bisa menerima kehangatan dari perempuan yang ada di sekitarku. Bukan berarti aku tidak tahu, aku telah lama menyadari bahwa sepertinya aku mati rasa. Namun, aku hanya tidak pernah berpikir bahwa itu mungkin akan membuat hal yang aku rasa biasa, menjadi spesial bagi orang yang menerima perlakuanku.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mati rasa tidak hanya tentang ketidakmampuan untuk merasakan hati kita yang menjadi hangat lagi, namun juga tentang ketidakmampuan untuk mampu merasakan perbedaan kehangatan yang diberikan oleh orang lain. Yaps, aku yang dulu mampu membedakan kira-kira perempuan mana yang tanpa sengaja jatuh kepadaku, untuk kemudian aku membangun sedikit jarak dengan mereka. Namun, aku yang sekarang tak mampu melakukan itu, sehingga aku sendiri pun merasa takut jika tanpa sadar menyakiti hati yang lain karena rasaku sendiri yang telah mati. Mungkin terkesan munafik, tapi aku benci sekali jika harus kembali menyakiti perempuan yang lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Itulah alasan yang membuat aku sampai saat ini masih tetap sendiri, aku berpikir bahwa jika seorang perempuan mati rasa, setidaknya akan ada lelaki yang pasti terus berjuang untuk membuat hatinya luluh kembali dan jatuh ke pelukan lelaki itu. Namun, bagaimana jika itu aku sebagai lelaki? Pihak yang seharusnya memulai sebuah hubungan, tetapi tidak sedikit pun memiliki rasa untuk memulai sebuah hubungan dengan seseorang. Tidak, aku tidak senaif itu untuk berpikir bahwa nantinya akan ada seorang perempuan yang berjuang begitu keras untuk meluluhkan hatiku, karena aku hanya seorang lelaki sederhana yang terlalu nyaman berada di dalam dunia utopianya. Sejak pertama kali aku menyadarinya, aku selalu mempertanyakan, kira-kira kapan hati ini mampu ditanami rasa kembali, mampu merasa bahagia karena sebuah cinta yang bersemi lagi? Sering sekali aku berpikir seperti itu, bahkan aku sering mempertanyakan apakah mungkin hati ini bisa ditanami rasa lagi? Bagaimana jika ia sudah benar-benar menjadi tandus dan tidak mungkin untuk ditanami lagi?&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-7RBYuXDch2pxO-clyKYSpGJnPiiYQ4Zsf-UG940mMbrZmi1gynvUi7aAIFt3Teu63BPeb3bvlpNz3ajEwKMAJr2hJRP9cJG2eFp4hiW8OLUpVv-I6j9stGmQ0EP-ASIwkfYInD5xshLS/&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; data-original-height=&quot;241&quot; data-original-width=&quot;246&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-7RBYuXDch2pxO-clyKYSpGJnPiiYQ4Zsf-UG940mMbrZmi1gynvUi7aAIFt3Teu63BPeb3bvlpNz3ajEwKMAJr2hJRP9cJG2eFp4hiW8OLUpVv-I6j9stGmQ0EP-ASIwkfYInD5xshLS/&quot; width=&quot;245&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;Seperti yang disampaikan oleh salah seorang teman lamaku. Ya, perempuan seperti apa yang pada akhirnya mampu meluluhkan hatiku kembali? Mengolah kembali lahan di hatiku, menyemai bibit-bibit rasa yang baru, merawat mereka dengan lembut dan sabar hingga mereka bisa tumbuh menjadi begitu banyak pohon cinta yang bersemi kembali. Selayaknya ia yang ingin menunggu hal itu, aku pun selalu mempertanyakan,&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Siapakah kamu nantinya?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;Sampai jumpa di tulisanku yang lain ya,guys! Mungkin jika ada diantara kalian yang mau cerita-cerita juga, kalian bisa menghubungiku dari sosial media yang sudah aku cantumkan ya, terutama Facebook dan Instagram, see you in the next posting,guys!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/feeds/3809343129951817495/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2020/12/baal-getting-numb.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/3809343129951817495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/3809343129951817495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2020/12/baal-getting-numb.html' title='Baal (Getting Numb)'/><author><name>anginsepoi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12926570881248124551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYv6g5Ipe1TsONT_2FGRNIgZhVPvAR89VXTa5bUY54IZF000ZRoDHHhFLUiINKzroSk7oWw_zcTdY-JZ9duwZGNUrVMcC409xWoy-StuSSn3Fcevj8ThnVrwVzWOh9YQ/s220/0eac438fa1cd0fca1a9dd34d0d3e4bd8.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgd_LL_w7iF2UyFV-P-B4bin4cLZLj9fHGk82TTDj7h5VoyW9xsQbMVB9PtGbm3gRyVwwt-Ey4SAOXlvyGOYpo-6-WDqch-j-gKD6uQZrMSPSqvqXHXLSRJIEkpa6hsmUuVINSjRhvISGN/s72-c/Baal.png" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8803218073837915096.post-8116880754984815634</id><published>2020-11-21T12:41:00.002+08:00</published><updated>2020-11-21T12:41:31.707+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Pribadi"/><title type='text'>Sedikit Bicara Tentang Semesta</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDPZC1qpXc0BCuxZKY1Iox4dnPQYiGXD71OHYhBJ-gplMd6abKZv8jWi6qo5yesNwLuIj4mJYU7TggnWeQH-5plx9eP35Z740x4EQjpUn__XOm4aiFMkPGsZ4-2GecyuTrRU3ZRfR7v8aD/s640/Sedikit+Tulisan+Tentang+Semesta.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;594&quot; data-original-width=&quot;640&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDPZC1qpXc0BCuxZKY1Iox4dnPQYiGXD71OHYhBJ-gplMd6abKZv8jWi6qo5yesNwLuIj4mJYU7TggnWeQH-5plx9eP35Z740x4EQjpUn__XOm4aiFMkPGsZ4-2GecyuTrRU3ZRfR7v8aD/s320/Sedikit+Tulisan+Tentang+Semesta.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: #cad57c; border: 1px solid; display: block; padding: 15px; text-align: center;&quot;&gt;
&amp;nbsp; Untuk yang belum membaca posting sebelumnya, bisa baca &lt;a href=&quot;https://blog-si-ula.blogspot.com/2020/09/belajar-dari-boomerang.html&quot;&gt;disini&lt;/a&gt; ya !&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hai! Mau bilang selamat malam, tapi kayaknya tulisan ini nggak akan aku posting malam ini juga, kalau pun aku posting malam ini, belum tentu juga kalian bacanya malam. Hehehe. Nggak tau ya, entah kenapa malam ini benar-benar terasa sulit untuk sekedar memejamkan mata dan beristirahat seperti biasanya. Terus tiba-tiba iseng aja pingin nulis, padahal nggak tau juga mau nulis apaan wkwkwk.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jadi, bagaimana kabar kalian? Aku harap kalian semua baik-baik dan sehat-sehat saja ya! Ngomong-ngomong aku mau cerita dulu nih, aku baru dapat kerjaan lo, yeaayyy!!! Finally sudah bukan deadwood lagi di rumah, dan sampai saat ini juga aku masih merasa enjoy banget sama pekerjaanku yang baru, doakan aku agar lulus probation ya,teman-teman!&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ngomong-ngomong, aku kayaknya pingin ngomongin sedikit hal tentang semesta, bagaimana ia bisa menjadi begitu misterius dan penuh teka-teki, semesta yang layaknya sebuah papan catur bagi tuhan dengan kita sebagai bidak-bidaknya. Kita sebagai manusia mungkin hanyalah elemen mikro dari semesta yang luar biasa besar ini, mungkin kalau ada sebutan lebih kecil dari mikro dan nano kayaknya bisa dipakai juga deh. Yahhh.. Di antara semesta raksasa ini kita memang nggak ada artinya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sering sekali penulis-penulis menggunakan frasa &quot;semesta memang sebercanda itu&quot;, biasanya itu diungkapkan ketika ada sebuah goal yang telah ditetapkan, sudah dipersiapkan begitu matang, dan diusahakan dengan begitu sungguh-sungguh, namun, hasilnya ternyata melenceng jauh dari yang kita harapkan hanya karena suatu hal yang mungkin kita anggap sangat kecil. Tapi, coba deh kita renungkan baik-baik, apakah semesta memang sedang bercanda?&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aku rasa tidak, semesta tidak akan pernah bercanda atau pun mengecewakan kita, semesta selalu serius menjadi perpanjangan tangan tuhan sebagai papan catur untuk perjalanan hidup kita. Hanya saja, mungkin kita yang belum cukup dewasa untuk mampu memetik pelajaran dari apa yang sedang terjadi. Selama pandemi ini, aku yakin tidak sedikit orang yang sudah berkali-kali mengutuk takdir, mencela semesta yang begitu menyebalkan. Padahal, ia sedikit pun tak memiliki andil dalam kehidupan kita, semesta hanyalah wadah, Tuhan yang menghendaki. Jadi, bila kita mengutuk semesta, bukankah kita juga mengutuk Tuhan tanpa sadar?&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sampai saat ini, aku selalu merasa semesta baik sekali kepadaku, dan senantiasa bersyukur dengan apa yang telah terjadi. Dalam proses menjadi dewasa ini, tentu ada banyak hal yang telah aku lewati, aku memiliki satu contoh kejadian yang saat itu benar-benar membuatku down hingga tak mampu berpikir dengan jernih.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saat itu, aku diterima bekerja di sebuah perusahaan. Yah, tentunya aku gembira sekali dengan role yang ditawarkan dan juga segala benefit yang bisa aku dapatkan. Namun, sepertinya memang belum rezekiku, tepat sebelum aku mulai bekerja, pandemi COVID-19 resmi mewabah di Indonesia, berbagai jenis usaha terkena dampaknya, termasuk perusahaan ini, dan tanpa memiliki kesempatan bekerja sedikit pun, rekrutmenku oleh perusahaan ini dinyatakan batal. Padahal, aku pun telah resign dari perusahaan sebelumnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saat itu, jujur saja aku merasa benar-benar down dan kehilangan arah tujuanku selanjutnya. Saat itu, aku tak henti-hentinya bertanya tentang apa yang harus aku lakukan. Pelan-pelan, aku kembali berhasil mengembalikan diriku yang telah rapuh. Dan perlahan-lahan juga, aku tahu bahwa aku sepertinya kurang cocok untuk menempati posisi di perusahaan tersebut. Saat itu aku benar-benar merasa bersyukur karena Allah SWT telah memilihkan sebuah jalan yang baik untukku, dan alhamdulillah saat ini aku telah mendapatkan pekerjaan yang menurutku sesuai dengan apa yang kumau.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selain itu, ada lagi kejadian lain yang menurutku membawa berkah, itu adalah momen disaat aku mengalami kecelakaan dan hanya bisa berdia diri di kamar selama kurang lebih 2 bulan. Selama 2 bulan tersebut, aku memiliki banyak waktu untuk merenungi berbagai macam hal. Melalui hasil perenungan itulah aku yang mungkin beberapa dari kalian kenal sekarang bisa terbentuk. Yahhh... Apa pun yang terjadi aku selalu belajar untuk tidak berpikir negatif mengenai segala hal yang terjadi padaku.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berbicara tentang semesta yang senang bercanda, aku tidak pernah merasa begitu. Menurutku, Tuhan sudah memilih tembok yang tepat untuk menghalangi kita memilih suatu jalan dalam sebuah persimpangan kehidupan kita. Contoh saja nih, kalau kamu akan pergi melakukan sebuah perjalanan, kemudian Tuhan sudah tau jika kamu melakukan perjalanan tersebut akan ada sesuatu hal yang buruk terjadi. Sehingga, Tuhan membuatmu mengalami sebuah penyakit sehingga gagal untuk pergi. Awalnya kamu mungkin merasa sangat kesal. Namun, bukankah kamu akan merasa beruntung jika tiba2-tiba melihat kabar kecelakaan besar di tempat yang seharusnya kamu lalui? Kamu pastinya akan membatin, &quot;Untung nggak jadi kesana.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Yaps, menurut Tuhan, sakit adalah cara yang paling ringan untuk mengubah pilihan kita. Sekarang aku tanya nih, lebih milih agenda batal karena sakit, atau karena jalan di dekat rumahmu ditabrak meteor yang datang tiba-tiba? Jadi gimana? Masih mau bilang suatu hal batal karena hal kecil itu &quot;Semesta Yang Bercanda?&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saranku sih lebih baik kita belajar untuk berteman dengan semesta, karena kamu tidak akan pernah tahu hadiah apa yang sudah dia siapkan sebagai sambutan pertemanan. Ok, see you in the next posting, sampai jumpa lagi!&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/feeds/8116880754984815634/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2020/11/sedikit-bicara-tentang-semesta.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/8116880754984815634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/8116880754984815634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2020/11/sedikit-bicara-tentang-semesta.html' title='Sedikit Bicara Tentang Semesta'/><author><name>anginsepoi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12926570881248124551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYv6g5Ipe1TsONT_2FGRNIgZhVPvAR89VXTa5bUY54IZF000ZRoDHHhFLUiINKzroSk7oWw_zcTdY-JZ9duwZGNUrVMcC409xWoy-StuSSn3Fcevj8ThnVrwVzWOh9YQ/s220/0eac438fa1cd0fca1a9dd34d0d3e4bd8.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDPZC1qpXc0BCuxZKY1Iox4dnPQYiGXD71OHYhBJ-gplMd6abKZv8jWi6qo5yesNwLuIj4mJYU7TggnWeQH-5plx9eP35Z740x4EQjpUn__XOm4aiFMkPGsZ4-2GecyuTrRU3ZRfR7v8aD/s72-c/Sedikit+Tulisan+Tentang+Semesta.png" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8803218073837915096.post-6949427327026678813</id><published>2020-09-28T21:50:00.005+08:00</published><updated>2020-09-29T18:00:28.691+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Pribadi"/><title type='text'>Belajar dari Boomerang</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUKdJbXe5oLZU5dPqcV2WIGxeehZfMsukEg-FJbeHMQ8-dKJErQ17VlWHc08TRkgMaZw6ay76I0YAN7mOJKxgMSP3HnN7E0n9ueJQCxTY819p5v56V3xEPgSpOR5sRv2ZF9bbMYoAHsGA-/s2024/Boomerang-Back+To+You+-BG+Cream.png&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;boomerang, back, to, you, bumerang, aborigin&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;800&quot; data-original-width=&quot;2024&quot; height=&quot;126&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUKdJbXe5oLZU5dPqcV2WIGxeehZfMsukEg-FJbeHMQ8-dKJErQ17VlWHc08TRkgMaZw6ay76I0YAN7mOJKxgMSP3HnN7E0n9ueJQCxTY819p5v56V3xEPgSpOR5sRv2ZF9bbMYoAHsGA-/w320-h126/Boomerang-Back+To+You+-BG+Cream.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Source : My own modelling&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;

&lt;div style=&quot;background-color: #cad57c; border: 1px solid; display: block; padding: 15px; text-align: center;&quot;&gt;
&amp;nbsp; Untuk yang belum membaca posting sebelumnya, bisa baca &lt;a href=&quot;https://blog-si-ula.blogspot.com/2020/08/2-6-8.html&quot;&gt;disini&lt;/a&gt; ya !&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Halo, semuanya! Gimana kabar kalian di tengah pandemi ini? Aku berharap kita semua tetap dalam keadaan baik-baik saja, ya. Aamiin. Oke, nggak terasa kalau sekarang kita hampir tiba di penghujung tahun 2020. Harus diakui, tahun ini penuh dengan struggle untuk banyak orang, entah siapa pun itu, semuanya pasti menghadapi struggle mereka masing-masing dengan tingkat yang berbeda-beda juga. Jadi, semoga kita bisa tetap saling peduli, menghargai, dan memahami satu sama lain ya!&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Well, selama masa pandemi ini aku melakukan banyak hal untuk mengisi waktu menganggur di rumah, kerja freelance untuk tetap mengisi kantong sekedar buat jajan, belajar beberapa hal baru dengan pertimbangan mungkin bisa membantuku di masa depan, terus ngebaca ulang beberapa buku koleksi yang aku punya karena menghemat uang dengan tidak menambah koleksi, nonton koleksi film dan anime yang belum tersentuh karena dulu lebih sering sibuk, main-main ke pantai, dan masih banyak lagi. Yahhh... Intinya aku hanya mencoba untuk mengalihkan pikiranku dari yang namanya overthinking dan merasa, &quot;ini hidup kok kayak nggak ada faedahnya ya?&quot; Well, awalnya memang berat, tapi belakangan ini aku lebih terbiasa dengan mindset,&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&quot;Nikmatin aja dulu waktu santainya, kamu nggak pernah tau kapan bisa santai lagi, kan?&quot;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;Oke, cukup sampai sini aja intermezzo tentang pandemi dan hidupku. Kali ini, aku nggak mau bercerita tentang salah satu dari hal tadi. Tapi, ini terkait dengan kebiasaanku untuk baca-baca ulang buku lamaku. Jadi beberapa minggu lalu, aku menghabiskan waktu untuk membaca buku terakhir dari trilogi yang ditulis oleh Dara Prayoga (Oka), atau mungkin kalian lebih familiar dengan nama twitternya zaman dulu itu @landakgaul. Dari zaman aku SMP mainan twitter, aku suka retweet-retweet tweet doi yang galau-galau gitu, dan sejak itu juga setiap dia ngeluarin buku aku selalu beli sampe lengkap itu trilogi wkwkwk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Buku pertamanya berjudul &quot;Analogi Cinta Sendiri&quot;, dari namanya kita sudah bisa menangkap kalau buku ini menceritakan gimana sih kehidupan yang pernah dia jalani sebagai seorang Secret Admirer. Kalau kita comot pake lagu ini jadi kayak lagunya Tangga yang judulnya Cinta Sendiri. Eh , tapi, beneran kan ya itu lagunya Tangga? wkwkwk. Terus, buku yang kedua judulnya &quot;Analogi Cinta Berdua&quot; Alhamdulillah setelah sebelumnya bertepuk sebelah tangan, sekarang cintanya bertepuk tangan *eh. Di sini, dia menceritakan gimana manis dan pahitnya berhubungan dengan seorang cewek. Dan, buku. Dan buku terakhirnya..... &quot;Back To You,&quot; Yaps, ini buku terakhir yang mana akhirnya nyeritain gimana dia nikah sama seseorang yang sebelumnya udah pernah jadi mantannya. Tapi, tanpa dia sadari kayaknya satu cewek ini seolah-olah nggak pernah pergi gitu dari kehidupannya dia. Bahkan ini setelah dia menjalin hubungan dengan beberapa cewek sebelumnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari baca buku ini, (sekali lagi aku katakan dengan kemampuan berpikirku yang sudah lebih berkembang), aku merasa mendapat insight baru gitu. Karena, selama ini kita kayaknya selalu dijejali dengan kalimat move on dan cari yang baru, karena di luar sana masih banyak yang lainnya. Selain itu, pendapat tentang cari yang baru juga didukung sama salah satu quotes ini,&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&quot;Ngapain sih kamu balikan sama mantan? Itu sama aja kayak kamu baca buku yang sama berulang kali! Endingnya nggak bakalan berubah!&quot;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mungkin udah sering banget ya kalian barisan kaum-kaum patah hati dan yang suka balikan sama mantannya dinasihatin kayak gitu sama temen kalian. Atau mungkin, tanpa sengaja kalian temuin dan baca quote itu entah dari platform sosmed yang mana. Tapi, waktu baca cerita Oka ini, aku kayak mikir lagi, bener nggak sih endingnya bakal sama? Karena, aku pribadi juga termasuk golongan yang menggunakan quote ini untuk menjaga agar pikiranku tetap menang melawan hati.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dan, setelah baca cerita ini yang didalami dengan perenungan, bentengku kayak jadinya pelan-pelan runtuh gitu hahaha. Tenang-tenang, bukan berarti aku mau balikan sama mantan gitu ya, cuma kayak yang pernah aku tulis di beberapa postingan sebelumnya, aku itu orangnya nggak bisa falling in love for someone yang aku udah kenal dalam waktu lama gitu, aku perlu orang yang baru gitu untuk bisa jatuh cinta. Tapi, dari sini aku jadi kayak wondering gitu,&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&quot;Gimana kalau ternyata orang yang bakalan sama aku ini udah deket gitu ya? Mungkin saudaranya temenku, atau temenku waktu sekolah dulu, cuma awalnya nggak begitu kenal, atau mungkin malah balik-balik ke mantan lagi?&quot;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;Iya, aku yang awalnya udah kokoh dengan prinsipku jadi kayak wondering tentang hal itu gitu, karena ada aja kan kemungkinan dimana ya memang dia orang yang kita kenal. Tapi, setelah beberapa lama, he/she becomes a brand new person. Dia kayak datang kembali dengan persona yang baru gitu, jadi memungkinkan bagi kita untuk fall for him/her. Karena seolah-olah dia memang menjadi orang yang baru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lalu, gimana tentang balikan sama mantan? Hmmm... Kalo menurut perenunganku pribadi, ini perlu special case ya. Contohnya, kamu baru putus 3 hari, terus kamu baca itu bukunya Oka, atau mungkin kamu baca tulisanku ini, lalu kamu mikir, &quot;Hmmm.. nggak apa-apa nih balikan.&quot; Ya nggak gitu juga konsepnya, cok! Perihal mantan ini, aku balik lagi ke pembahasan di atas ya, kata kuncinya ada di kalimat &quot;setelah beberapa lama.&quot; Karena, untuk Oka sendiri dalam ceritanya juga dia perlu bertahun-tahun sampai akhirnya dia kembali lagi dan ending ceritanya berubah. Bisa aja kan bukunya ada revisi setelah beberapa tahun, atau mungkin diremake, atau mungkin ternyata ada sekuelnya, jadi endingnya berubah. Sekali lagi, tolong diingat ya kata kuncinya wkwkwkwk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan perenunganku, hal ini bisa kita ibaratkan kayak boomerang ya. Bukan! Bukan boomerang di story Instagram, cok! Tapi boomerang beneran, yang punyanya suku Aborigin di Australia. Boomerang itu kan kalau dipakai berburu, setelah sampai di puncak parabolanya (anjir jadi bahas fisika) dia bakal balik lagi ke pelemparnya. Jadi disini, kita bisa belajar bahwa nggak ada yang salah tentang kembali, nggak harus juga yang jalan lurus terus. Lebih detailnya kayak gini nih.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita dan dia bisa diibaratkan kayak dua boomerang yang dilemparkan berlawanan arah. Kemudian jarak dari jauhnya boomerang yang kita lempar ini ibarat waktu yang menurut Tuhan kita butuhkan sebelum kembali lagi. Sepanjang perjalanan itu pasti kita bakal nemuin berbagai hal yang nantinya akan kita bawa kembali, semakin jauh jaraknya semakin banyak hal yang bakal kita temuin semakin banyak juga hal yang baru yang bakalan ngebentuk kita, jadi setelah kita sampai di ujung perjalanan, itu sama kayak Tuhan ngerasa kita udah siap untuk balik lagi dengan semua bekal yang kita punya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akhirnya, pelan-pelan kita akan kembali ke titik awal. Ngeliat lagi segala hal yang udah pernah kita lalui, semacam refleksi diri. Setelah sampai di titik awal, kita dan dia bertemu lagi, tentunya dengan keadaan yang berbeda dan situasi yang berbeda. Dalam pertemuan ini, masing-masing dari kalian bisa memutuskan apakah akan kembali menulis cerita yang baru, atau sekedar hanya ingin mengukur perubahan yang telah terjadi pada diri kalian masing-masing? Well, you always have the right to choose!&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;See you in the next posting!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/feeds/6949427327026678813/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2020/09/belajar-dari-boomerang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/6949427327026678813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/6949427327026678813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2020/09/belajar-dari-boomerang.html' title='Belajar dari Boomerang'/><author><name>anginsepoi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12926570881248124551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYv6g5Ipe1TsONT_2FGRNIgZhVPvAR89VXTa5bUY54IZF000ZRoDHHhFLUiINKzroSk7oWw_zcTdY-JZ9duwZGNUrVMcC409xWoy-StuSSn3Fcevj8ThnVrwVzWOh9YQ/s220/0eac438fa1cd0fca1a9dd34d0d3e4bd8.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUKdJbXe5oLZU5dPqcV2WIGxeehZfMsukEg-FJbeHMQ8-dKJErQ17VlWHc08TRkgMaZw6ay76I0YAN7mOJKxgMSP3HnN7E0n9ueJQCxTY819p5v56V3xEPgSpOR5sRv2ZF9bbMYoAHsGA-/s72-w320-h126-c/Boomerang-Back+To+You+-BG+Cream.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8803218073837915096.post-8791945789516202907</id><published>2020-08-10T15:43:00.002+08:00</published><updated>2020-08-10T17:24:42.357+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Pribadi"/><title type='text'>2-6-8</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
  &lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6wvRdAisifBk1N3FpUjCAo9Ob4lcTB2Fu2MkiUHJDoaKdIccSXrkuf8gjuzDsOUwKLP-epGPHPvMa-eA-c4Zql0E7eQAzigCdnWZU2vp-wn4Yftgyz72Bt5sfnZaFJjC8OJwNBg5O1DQJ/s640/2-6-8.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;594&quot; data-original-width=&quot;640&quot; height=&quot;289&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6wvRdAisifBk1N3FpUjCAo9Ob4lcTB2Fu2MkiUHJDoaKdIccSXrkuf8gjuzDsOUwKLP-epGPHPvMa-eA-c4Zql0E7eQAzigCdnWZU2vp-wn4Yftgyz72Bt5sfnZaFJjC8OJwNBg5O1DQJ/s0/2-6-8.png&quot; width=&quot;311&quot; /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&amp;nbsp;
&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;div style=&quot;background-color: #cad57c; border: 1px solid; display: block; padding: 15px; text-align: center;&quot;&gt;
&amp;nbsp; Untuk yang belum membaca posting sebelumnya, bisa baca &lt;a href=&quot;https://blog-si-ula.blogspot.com/2020/07/when-it-is-okay-then-it-is-okay.html&quot;&gt;disini&lt;/a&gt; ya ! &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebenarnya, aku pingin buat tulisan ini tepat pada 06/08/2020, cuma seperti
  yang sudah kalian ketahui, aku punya penyakit moody untuk menulis wkwkwkwk.
  Jadi yahhh... postingan ini baru bisa dituliskan sekarang. Pada postingan kali
  ini, aku pingin bahas mengenai angka yang aku suka. Yaps, dari segitu
  banyaknya angka yang ada di dunia ini mulai dari satu digit sampai entah kita
  sebagai manusia tak mampu mendefinisikannya, aku cuma suka sama 3 angka. Dikit
  banget ya cuma 3? wkwkwk. Angka berapa aja sih ? Ketiga angka itu adalah 2, 6,
  dan 8.&lt;br /&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
  &amp;nbsp;Pertama kita mulai dulu yang dengan bahas tiga angka yang aku suka, yang
  pertama itu aku suka angka 2, kenapa sih aku suka angka 2 ? Sederhananya
  karena angka 2 ini adalah penyusun dari tanggal kelahiranku. Selain itu, sejak
  otakku sudah bisa berpikir dengan lebih baik aku mulai menyukai angka 2 ini.
  Selain keren saat menjadi bagian dari tanggal lahirku, angka 2 ini mewakili
  konsep dualisme. Dimana hampir segala hal di dunia ini berpasangan dan
  berlawanan. Namun, tidak satu pun dari mereka mampu untuk berdiri sendiri.
  Seperti contohnya, siang dan malam yang menjadi bagian dari sebuah hari, pria
  dan wanita yang menjadi bagian dari manusia, terang dan gelap yang menjadi
  intensitas cahaya, dan masih banyak contoh yang lain lagi tentunya. Jadi, aku
  tertarik sekali dengan bagaimana angka 2 ini, dalam filosofi di kepalaku
  mewakili konsep dari dualisme tersebut. Dimana disini kita harus sadar bahwa
  setiap hal tidak pernah diciptakan untuk sendiri, bahkan hal remeh temeh yang
  mungkin tidak sepenuhnya kita perhatikan. Oleh karena itu, kita tidak perlu
  merasa bahwa kita ini hanya sendiri, percayalah kamu sudah memiliki pasangan
  yang disiapkan untukmu. Lalu, kita lanjut untuk bahas angka yang kedua. Angka
  6.&lt;br /&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
  Kenapa sih aku suka sama angka 6? kita semua tahu kalau 6 itu angka yang kalau
  dibalik 180 derajat bakalan jadi angka 9. Sampai ada kan istilah 69, tapi
  yaudahlah ya kita jangan bahas disini itu, nanti blogku malah diblokir kan
  nggak lucu 😂. Dari tulisan 69, mengingatkan kalian tentang sesuatu nggak sih
  ? Yaps, benar sekali ! 69 itu adalah representasi dari simbol zodiak Cancer,
  yang mana itu merupakan zodiak yang mewakili kelahiranku. Jadi, aku ini
  seorang Cancerian yang katanya suka ghosting itu ya hahaha 😁. Selain mewakili
  simbol dari zodiakku tadi, kalian ada kepikiran hal lain nggak sih sewaktu
  melihat angka 69 ? Tapi, daripada kalian duluan mikir aneh-aneh mending aku
  langsung jelasin aja sih ya. Dalam filosofi pikiranku ini, 69 juga mewakili
  konsep dari yin dan yang yang mana merupakan konsep mengenai keseimbangan
  tanpa ada yang lebih mendominasi gitu, atau sederhananya ya keharmonisan.
  Konsepnya berkesan utopis banget ya ? Banyak orang berpikir kalau berbicara
  tentang keharmonisan, berarti kita bicara tentang segala hal yang berjalan
  dengan lurus-lurus aja dan penuh kebahagiaan. Tapi nyatanya, bagaimana kita
  merasakan bahagia tanpa pernah merasakan sedih ? Bagaimana kita bisa
  melepaskan kelegaan rasa rindu jika sebelumnya tidak pernah merasakan rindu
  itu sendiri ? Ceilah malah jadi nyasar ngomongin rindu wkwkwk.
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
  Jadi, keharmonisan itu bukan tentang hal seperti itu ya teman-teman. Konsep
  yin dan yang ini mengajarkan kalau kita perlu baik itu sifat kebajikan maupun
  kejahatan dalam hidup kita. Namun, dengan catatan, keduanya berasa dalam porsi
  yang setimbang. Karena jika kita hanya memiliki salah satunya saja, atau lebih
  luasnya alam semesta ini hanya memiliki salah satunya saja, pasti semuanya
  bakalan jatuh dalam kehancuran. Jadi, jangan pernah putus asa dengan hidup
  yang kalian jalani, karena itu semua merupakan proses untuk mencapai
  keharmonisan dalam diri kalian 😊.
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
  Dan yang terakhir adalah angka 8. Tenang, kalian nggak aku ajakin mikir
  hal-hal yang sifatnya filosofis kayak di atas lagi wkwkwk. Alasanku suka angka
  8 itu sederhana, karena angka ini tidak memiliki batasannya. Maksudnya gimana
  tuh? Jadi, seperti yang bisa kalian lihat sendiri kan ? Angka 8 ini tidak
  memiliki sudut apapun yang membuatnya terbuka, jadi dia seolah-olah memiliki
  dunianya sendiri gitu. Mungkin habis baca ini, kalian bakal mikir, lhaaa
  kenapa nggak 0 ? Karena angka 0 menurutku tidak seartistik angka 8. Dan yang
  sepenuhnya mewakili ketidakterbatasan itu menurutku ya angka 8. Kenapa ? Coba
  aja kalian putar 90 derajat, maka angka 8 akan berubah menjadi simbol infinity
  atau tak terhingga. Tapi angka 0 menurutku juga misterius sih ya, tapi akan
  aku bahas lain kali karena bukan angka kesukaanku wkwkwk.&lt;br /&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
  &amp;nbsp;Mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa sih aku awalnya pingin nulis ini
  di tanggal 06/08/2020. Simple aja, karena selain tanggal ini tersusun dari
  ketiga angka yang aku suka, seseorang yang spesial juga sebelumnya lahir di
  tanggal dan bulan ini, kalau tahunnya sih nggak ya hahahaha. Cuma kebetulan
  aja lagi 2020 wkwkwk. Dan hari itu aku juga sudah mengucapkan selamat ulang
  tahun kepadanya 😊. Dan aku rasa, sampai saat ini aku selalu berharap yang
  terbaik untuknya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tapi dipikir-pikir, ada satu orang lagi yang pernah jadi spesial banget juga tanggal lahirnya terdiri dari angka 2 dan 8 hahaha. Apa mungkin selanjutnya aku harus cari orang yang tanggal lahirnya punya ketiga tanggal itu ya biar beres? Hahaha. Yaudahlah, forget the past and look forward to the future. Hahahaha. Dan kebetulan aku lupa ngucapin selamat ulang tahun ke orangnya wkwkwk. Mungkin aku ucapin disini aja ya, hahaha. Happy Birthday for you ! And always wish the best for you ! :).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
  Untuk penutup, mungkin ada yang penasaran ya kenapa aku nggak pilih angka 1 ? Hahaha. Kalian
  bisa langsung hubungin aku aja ya kalau mau tanya. Udah capek ngetik nih. See
  you in the next posting, guys !&lt;br /&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/feeds/8791945789516202907/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2020/08/2-6-8.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/8791945789516202907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/8791945789516202907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2020/08/2-6-8.html' title='2-6-8'/><author><name>anginsepoi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12926570881248124551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYv6g5Ipe1TsONT_2FGRNIgZhVPvAR89VXTa5bUY54IZF000ZRoDHHhFLUiINKzroSk7oWw_zcTdY-JZ9duwZGNUrVMcC409xWoy-StuSSn3Fcevj8ThnVrwVzWOh9YQ/s220/0eac438fa1cd0fca1a9dd34d0d3e4bd8.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6wvRdAisifBk1N3FpUjCAo9Ob4lcTB2Fu2MkiUHJDoaKdIccSXrkuf8gjuzDsOUwKLP-epGPHPvMa-eA-c4Zql0E7eQAzigCdnWZU2vp-wn4Yftgyz72Bt5sfnZaFJjC8OJwNBg5O1DQJ/s72-c/2-6-8.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8803218073837915096.post-3095483396943844397</id><published>2020-07-27T17:01:00.000+08:00</published><updated>2020-07-27T17:01:17.744+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Pribadi"/><title type='text'>When It Is Okay, Then It Is Okay</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijzg_ugL7zAzyfT-BXIX4EdoLZNcj6J_0L6LRg1bs7BGPgn6ZDbW4yDT_Z9nPDfQIvppq1JmiZn4zL41ApduUfncYd_25mKpYv8M6UWi5c0atdsN-k_XgM43plw95D_lKN1GNCVVjVeFj5/s1600/When+It+Is+Okay%252C+Then+It+Is+Okay.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;594&quot; data-original-width=&quot;640&quot; height=&quot;297&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijzg_ugL7zAzyfT-BXIX4EdoLZNcj6J_0L6LRg1bs7BGPgn6ZDbW4yDT_Z9nPDfQIvppq1JmiZn4zL41ApduUfncYd_25mKpYv8M6UWi5c0atdsN-k_XgM43plw95D_lKN1GNCVVjVeFj5/s320/When+It+Is+Okay%252C+Then+It+Is+Okay.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Credit : Myself&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: #cad57c; border: 1px solid; display: block; padding: 15px; text-align: center;&quot;&gt;
&amp;nbsp; Untuk yang belum membaca posting sebelumnya, bisa baca &lt;a href=&quot;https://blog-si-ula.blogspot.com/2020/07/hubungan-dan-waktu.html&quot;&gt;disini&lt;span id=&quot;goog_774286814&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;goog_774286815&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; ya !&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Hai, kalian semua bagaimana kabarnya ? Aku harap kalian semua dalam keadaan sehat dan baik-baik saja ya. Jadi judul postingan kali ini itu adalah &quot;When It Is Okay, Then It Is Okay&quot;. Mirip drama korea yang lagi ngetren belakangan ini ya judulnya ? wkwkwkwk. Tapi, tenang aja, ini nggak ada kaitannya kok. Mungkin belum terbayang ya isi dari tulisan ini bakalan kayak gimana kalau kalian cuma baca judulnya aja. Jadi untuk memulai, seperti biasa aku bakalan cerita dulu nih.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jadi, selama pandemi ini mungkin banyak dari kalian juga yang sama-sama ngerasain gabut gitu sih ya. Nah, aku juga kebetulan sama sih wkwkwk. Dan biasanya kalau gabut seringkali kita jadi mainan sosial media scrolling-scrolling nggak jelas gitu, biar pun belakangan ini aku memang mengurangi intensitas bersentuhan dengan sosial media. Tapi, malam ini waktu lagi menggunakan waktu yang telah aku batasi untuk mengakses salah satu sosial media bergambar burung biru, aku menemukan sebuah kalimat yang aku pribadi ngerasa relate banget gitu dari salah satu akun tentang zodiak. Nih aku kasih screenshot dari tweetnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1MohG9WsaOl6wigeweThw_SxTmBC6fARqYlhHw_TXig8BoufXOpuMUUpqgkg4eaCRhyxSawgXCjlcw2KKdDFTOCeA6gWSveCPhDmiFn3Vlui-EHo-O_4m0QcqiKo_J9yU_r85TIFdC3ug/s1600/20200722_232402.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;322&quot; data-original-width=&quot;1080&quot; height=&quot;95&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1MohG9WsaOl6wigeweThw_SxTmBC6fARqYlhHw_TXig8BoufXOpuMUUpqgkg4eaCRhyxSawgXCjlcw2KKdDFTOCeA6gWSveCPhDmiFn3Vlui-EHo-O_4m0QcqiKo_J9yU_r85TIFdC3ug/s320/20200722_232402.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Credit : @Cancer_A7 Twitter Account&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Aku ngerasa ini relate banget sih sama yang udah pernah aku ceritain sebelumnya disini. Dimana aku itu kalau dari awal ngerasa &quot;Kayaknya nggak bisa ada tahap lanjutan sama orang ini&quot;. Biasanya sih ya emang beneran endingnya itu nggak ada hubungan yang lebih dari sekedar teman aja. Mungkin orang-orang sering bilang,&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Coba aja dulu&quot;&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ok deh, aku ikutin kata orang-orang, aku mencoba untuk menyesuaikan diri dan menempatkan diri dengan orang tersebut lah ya istilahnya gitu. Tapi, ya sama aja ngerasa kurang cocok. Dan kalau dilanjutin aku ngerasa banget sih ini maksain banget namanya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sebenarnya, ini bukan salah orang itu sih ya, untuk kalian yang mungkin pernah menjadi korban aku datang lalu tiba-tiba menghilang, pertama sih aku mau minta maaf dulu ya, terus aku mau bilang juga kalian tenang saja, nggak usah pusing-pusing mikirin salah kalian apa dan sebagainya. Nggak ada satu pun kesalahan yang ada di kalian, kesalahannya itu ada di aku yang memang terlalu ribet untuk menemukan &quot;the special one for me&quot; ini wkwkwk.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hal yang rumit itu merupakan salah satu alasan kenapa sampai sekarang aku masih sendiri, mencari yang satu frekuensi itu nggak gampang, dan aku juga gamau menghabiskan waktu untuk menyelaraskan frekuensiku dengan orang lain. Ibaratnya,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;If someone has destined for you, then it will be&quot;&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Yah, kalau memang kita sudah ditakdirkan untuk bersama seseorang, kita nggak bakal perlu usaha keras untuk ngeblend sama orang tersebut. Itu sih yang aku percaya. Dan karena kebiasaanku mencoba mendekati orang lalu menghilang itu, atau yang anak zaman sekarang lebih sering menyebutnya dengan istilah &#39;ghosting&#39;. Jujur aja, sebenarnya aku juga merasa tidak nyaman untuk seenaknya datang ke dalam kehidupan orang lain kemudian pergi dengan seenaknya juga karena merasa tidak cocok. Bahkan, hal tersebut seringkali menjadi penghambat bagi diriku sendiri untuk mencoba mendekati seseorang. Bahkan kalau yang aku ngerasa mungkin bisa cocok gitu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Tapi nanti gimana kalo kayak gitu lagi ?&quot;&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Iya, pikiran-pikiran kayak gitu seringkali menjadi tembok setiap aku mencoba untuk mendekati seseorang, aku terlalu takut menyakiti orang lain. Bahkan kalau aku ditinggal aku malah lega, &quot;setidaknya aku tidak menyakitinya&quot;, pikirku.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Laki-laki itu kan yang memulai ! Kalau nggak bergerak kapan dong dapetnya ? Dicari dong !&quot;&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Iya, aku sering banget dikasih kalimat yang kurang lebih intinya sama dengan kalimat di atas. Tapi, bukankah mencari seseorang yang akan menjadi partner untuk menghabiskan sisa masa hidup kita bukanlah hal yang mudah ? Bagiku sendiri, lebih baik bertahan dengan kesepian dan kesendirian dibandingkan aku harus memaksakan diriku untuk masuk ke dalam frekuensi orang lain meski pun aku mampu, tetapi hal tersebut tentunya akan menghabiskan energiku sendiri, dan aku yakin juga hal itu akan menimbulkan rentetan cerita yang kurang menyenangkan nantinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Well... That&#39;s life. Banyak banget hal dalam hidup ini yang mungkin terlalu rumit dan berkontradiksi antara satu sama lainnya, sehingga menyulitkan akal dan hati kita untuk bisa memahaminya. Namun, bukankah beberapa hal memang lebih baik tetap dibiarkan menjadi misteri ? Sehingga, hidup ini tetap menyenangkan dan kita tetap memiliki tujuan untuk menjalaninya. Okay, sekian postingan hari ini, sampai jumpa di postingan yang lainnya !&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/feeds/3095483396943844397/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2020/07/when-it-is-okay-then-it-is-okay.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/3095483396943844397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/3095483396943844397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2020/07/when-it-is-okay-then-it-is-okay.html' title='When It Is Okay, Then It Is Okay'/><author><name>anginsepoi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12926570881248124551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYv6g5Ipe1TsONT_2FGRNIgZhVPvAR89VXTa5bUY54IZF000ZRoDHHhFLUiINKzroSk7oWw_zcTdY-JZ9duwZGNUrVMcC409xWoy-StuSSn3Fcevj8ThnVrwVzWOh9YQ/s220/0eac438fa1cd0fca1a9dd34d0d3e4bd8.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijzg_ugL7zAzyfT-BXIX4EdoLZNcj6J_0L6LRg1bs7BGPgn6ZDbW4yDT_Z9nPDfQIvppq1JmiZn4zL41ApduUfncYd_25mKpYv8M6UWi5c0atdsN-k_XgM43plw95D_lKN1GNCVVjVeFj5/s72-c/When+It+Is+Okay%252C+Then+It+Is+Okay.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8803218073837915096.post-6181930818906406330</id><published>2020-07-15T22:38:00.001+08:00</published><updated>2020-07-15T22:38:48.070+08:00</updated><title type='text'>Hubungan dan Waktu</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEim3u8-BIUKhmhYLwUSjy6QlYqV32_o1FQGTLhXi6vbipoDM7rzY8eQQR1FMUYgxpzqqOTpGB9D9FHP5B2KG8o6O6Tq0PQA2ExtJ232yQAhp0bNt1gnHDdOM15iBIOazCBiIGViIxQCo7-v/s1600/Diferensial+Terhadap+Waktu.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;594&quot; data-original-width=&quot;640&quot; height=&quot;297&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEim3u8-BIUKhmhYLwUSjy6QlYqV32_o1FQGTLhXi6vbipoDM7rzY8eQQR1FMUYgxpzqqOTpGB9D9FHP5B2KG8o6O6Tq0PQA2ExtJ232yQAhp0bNt1gnHDdOM15iBIOazCBiIGViIxQCo7-v/s320/Diferensial+Terhadap+Waktu.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: #cad57c; border: 1px solid; display: block; padding: 15px; text-align: center;&quot;&gt;
&amp;nbsp; Untuk yang belum membaca posting sebelumnya, bisa baca &lt;a href=&quot;https://blog-si-ula.blogspot.com/2020/07/mempertanyakan-masa-yang-lalu.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;disini&lt;/a&gt; ya !&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dulu, salah satu pamanku pernah mengatakan, &quot;lucu sekali bagaimana manusia mencoba untuk mengubah zaman, padahal manusialah yang tanpa sadar sudah diubah oleh zaman. Karena manusia itu anak zaman, gak ada namanya manusia mengubah zaman.&quot; Nggak, pamanku nggak ngomong dengan bahasa sesastra itu wkwkwk. Tapi, paling tidak intinya ya tetap sama. Bahwa manusia itu selalu berubah seiring dengan perubahan zaman atau dalam hal ini berjalannya waktu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tenang, kali ini aku sedang tidak ingin menulis tentang hal-hal yang berat. Hanya menuangkan sedikit pikiran yang tak sengaja terlintas ketika menonton salah satu drama dari negeri ginseng di waktu luangku. Mungkin kalau ada teman-teman yang penasaran aku nonton apa, judul dramanya itu &quot;What&#39;s Wrong With Secretary Kim&quot;. Untuk teman-teman yang suka tontonan yang lucu dan ringan gitu, aku cukup recommend ini sih.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ok balik lagi ke topik awal, jadi hubungan antara kedua tokoh utamanya ini dimulai di episode-episode pertengahan ya. Di awal hubungan itu mereka mungkin ya memang ada salah-salah paham gitu, tapi kayak langsung sadar salah masing-masing dan saling minta maaf gitu. Sampai akhirnya di episode terakhir, mereka ada masalah yang ngebuat masing-masing dari mereka itu gamau minta maaf kayak biasanya karena ngerasa mereka gak salah. Tiba-tiba aku ngerasa, &quot;Hal kayak gini relate nggak sih sama kehidupan nyata.&quot; Wkwkwkwk. Akhirnya aku terinspirasi untuk menulis ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jadi, kayak yang sudah aku jelasin di atas, manusia itu akan selalu mengalami perubahan terhadap waktu. Mungkin kita ngerasa kita ya gini-gini aja, tapi tanpa kita sadari atau mungkin orang lain juga bisa saja tidak sadar, sebenarnya kita selalu berubah. Begitu juga dengan hubungan. Awal-awal yang namanya hubungan itu selalu indah-indah aja gitu, bawaannya happy mulu dah pokoknya. Sampai-sampai ada quotes yang bilang kalau masa PDKT itu adalah masa-masa yang paling menyenangkan dalam sebuah hubungan, habis itu kerjaan orangnya jadi PDKT mulu ganti-ganti gak jadian-jadian hehehe jangan kayak gitu ya,guys!&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Seiring berjalannya waktu, pasti ada juga hal yang berubah dalam hubungan kita sama pasangan. Kalau aku berkaca sama diri sendiri, biasanya aku gampang banget minta maaf gitu kalau lagi awal-awal sama perempuan baru gitu. Tapi, lama kelamaan minta maaf itu jadi berasa beban sih, kalau aku pribadi sih mikirnya kayak,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Kenapa sih jadi aku terus yang minta maaf? Emangnya dia nggak ngerasa salah apa?&quot;&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Untuk perempuan nih ya sekedar info aja, kalau kalian marahan sama pacar, terus kalian minta maaf duluan, umumnya cowok itu bakalan langsung maafin, seriusan kita suka nggak tega, terus langsung luluh gitu kalau ada perempuan yang minta maaf karena kesalahannya. Nggak ada lagi deh cemberut-cemberut wkwkwk. Tapi, kalau dari pengalamanku, misalnya cowok yang minta maaf sama cewek, isi dramanya dulu dah, katanya mau lihat usaha cowoknya. Yahhh... Semoga aja usahanya nggak berubah jadi buat deketin cewek lain gitu wkwkwk.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Banyak hal sih yang bisa ngebuat hal-hal kayak gini kejadian. Alasan paling utama pastinya karena dengan hubungan yang sudah lama, kita jadi ngerasa kayak sudah bebas sama pacar gitu, nggak ada lagi hal yang perlu ditutupin, ibaratnya topeng yang kita pakai udah lepaslah. Dan kita ngerasa lebih yakin kalau pacar sudah bisa nerima kita dengan gimana kita. Tanpa kita perlu mencoba membentuk figur lain untuk mempertahankan rasa yang dia punya. Jadinya, sifat egois kita yang bisa dibilang natural sebagai manusia mulai kita tunjukkin. Salah satunya ya itu, perihal minta maaf dan memaafkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Alasan lainnya, bisa juga karena kita kehabisan energi sih. Jadi sejak awal hubungan, kita kayak udah berusaha untuk nunjukkin hal yang terbaik buat pasangan, sampai kita lupa sama diri kita sendiri. Sampai akhirnya, kita kehabisan energi untuk menyayangi pasangan dengan level yang sama. Dan kita mulai ngerasa kayak,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Kok cuma aku aja sih yang usaha?&quot;&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Padahal kita sendiri nggak pernah tahu kan apa yang pasangan kita mungkin hadapi? Atau karena terlalu fokus untuk give and give, kita sampe nggak sadar sama apa yang sudah kita dapatkan juga dari dia. Maka dari itu, kalau udah berhubungan jangan terus-terusan berduaan mulu kayak prangko, kita perlu waktu masing-masing untuk lebih mencintai diri sendiri juga, jadi hal kayak tadi nggak sampai kejadian.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Selain meluangkan waktu untuk diri sendiri, solusi terbaik untuk melalui hal semacam ini adalah menjalin komunikasi yang lebih baik. Karena, bahkan usaha meluangkan waktu untuk diri sendiri, kalau tidak kita komunikasikan dengan baik dengan pasangan, bukannya membuat hubungan jadi adem lagi, yang ada bikin tambah panas hahaha. Komunikasi ini penting banget, karena hubungan ini kan sifatnya dua arah, bukan cuma tentang apa yang kamu mau, tapi juga ada tentang apa yang dia mau.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jujur aku di masa lalu juga ngerasa cukup egois dalam beberapa hal, tapi setelah membaca buku Men Are from Mars, Women Are from Venus karya John Gray, Ph.D. Pikiran dan pandanganku tentang hal ini jadi semakin terbuka, karena seperti yang sudah aku tuliskan di atas sebelumnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Manusia akan selalu berubah seiring dengan berjalannya waktu. Begitu juga hubungan.&quot;&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Namun, aku rasa perlu kita tambahkan beberapa kata jadi seperti ini,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&quot;Manusia akan selalu berubah seiring dengan berjalannya waktu. Begitu juga hubungan. Namun, waktu dan perubahan tak seharusnya menjadi awal sebuah perpisahan&quot;&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Okay, kayaknya untuk saat ini itu aja yang pingin aku tulis, sampai jumpa lagi di postingan berikutnya, guys! &lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/feeds/6181930818906406330/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2020/07/hubungan-dan-waktu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/6181930818906406330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/6181930818906406330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2020/07/hubungan-dan-waktu.html' title='Hubungan dan Waktu'/><author><name>anginsepoi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12926570881248124551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYv6g5Ipe1TsONT_2FGRNIgZhVPvAR89VXTa5bUY54IZF000ZRoDHHhFLUiINKzroSk7oWw_zcTdY-JZ9duwZGNUrVMcC409xWoy-StuSSn3Fcevj8ThnVrwVzWOh9YQ/s220/0eac438fa1cd0fca1a9dd34d0d3e4bd8.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEim3u8-BIUKhmhYLwUSjy6QlYqV32_o1FQGTLhXi6vbipoDM7rzY8eQQR1FMUYgxpzqqOTpGB9D9FHP5B2KG8o6O6Tq0PQA2ExtJ232yQAhp0bNt1gnHDdOM15iBIOazCBiIGViIxQCo7-v/s72-c/Diferensial+Terhadap+Waktu.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8803218073837915096.post-9041646747627388126</id><published>2020-07-07T21:12:00.000+08:00</published><updated>2020-07-07T21:28:28.030+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Pribadi"/><title type='text'>Mempertanyakan Masa Yang Lalu</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5RIOpLL7c6_ujicPuJue1MxkCxqHu4vXWuiJ5ZaH-u5Oiu0VRKWPRZjOGaa-2BY36yYZjlwPWU-4URPkqgD8MU2jRna20GLmMn6mCj5F1Vl4cgP_KeL4fT1WUwH34CN_bLhzwm5yrjhfU/s1600/Mempertanyakan+Masa+Yang+Lalu.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;500&quot; data-original-width=&quot;1000&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5RIOpLL7c6_ujicPuJue1MxkCxqHu4vXWuiJ5ZaH-u5Oiu0VRKWPRZjOGaa-2BY36yYZjlwPWU-4URPkqgD8MU2jRna20GLmMn6mCj5F1Vl4cgP_KeL4fT1WUwH34CN_bLhzwm5yrjhfU/s400/Mempertanyakan+Masa+Yang+Lalu.png&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: #cad57c; border: 1px solid; display: block; padding: 15px; text-align: center;&quot;&gt;
&amp;nbsp; Untuk yang belum membaca posting sebelumnya, bisa baca &lt;a href=&quot;https://blog-si-ula.blogspot.com/2020/06/dia-yang-akan-menemani.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;disini&lt;/a&gt; ya !&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Beberapa hari lalu, aku sedang berkumpul dengan sahabat-sahabatku. Seperti biasa, setelah lama tidak bertemu, banyak hal yang kami bicarakan, banyak yang kami ceritakan. Tidak lupa perihal kisah asmara yang sedang kami jalani. Terima kasih tuhan, hubungan mereka berjalan dengan baik-baik saja. Setidaknya mereka tidak harus mengalami waktu-waktu sendiri sepertiku.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Salah seorang di antara mereka menjalani hubungan yang sama seperti yang pernah aku dan perempuan itu jalani. Ya, sebuah hubungan dengan landasan keyakinan yang berbeda. Dia menceritakan segalanya dengan penuh semangat, raut wajahnya juga menunjukkan bahwa dia sangat bahagia dengan apa yang ia jalani. Sebagai seorang sahabat yang baik tentunya senang melihat bagaimana dia bahagia dengan apa yang ia jalani. Namun, aku tak bisa menampik, bahwa hal tersebut juga menjadi bahan bakar yang tepat bagi pikiranku untuk berubah menjadi mesin waktu. Lalu, menarikku kembali pada masa dimana aku memutuskan untuk pergi dan meninggalkan perempuan itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jika ada pemicu yang tepat, sampai saat ini aku masih sering menanyakan,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: #cad57c; border: 0px solid; display: line-block; padding: 15px; text-align: left; width: 45%;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&quot;Apakah apa yang aku lakukan ini tepat?&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Begitu banyak orang yang menjalani hubungan seperti yang aku dan dia jalani dulu. Banyak yang berakhir dengan kesedihan seperti apa yang aku dan dia alami. Namun, tidak sedikit pula yang masih menjalaninya dengan senyuman, kemudian berakhir dengan bahagia. Jujur, aku selalu merasa iri dengan mereka yang mampu menjalaninya dengan baik-baik saja. Seolah, itu bukanlah sebuah masalah yang harus dihadapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama 3 tahun berjalan, aku selalu berusaha memastikan, bahwa keputusan ini tepat dengan berbagai alasan rasional yang otakku pernah terima. Namun, jika aku mencoba memikirkan alasan mengapa aku pergi,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: #cad57c; border: 0px solid; display: line-block; padding: 15px; text-align: left; width: 55%;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&quot;Apakah karena ia yang sering terbakar api cemburu?&quot;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, entah sudah berapa kali hal tersebut terjadi. Aku pun juga telah terbiasa menghadapinya yang terbakar api cemburu dan membakarnya habis tanpa ampun. Memang menjengkelkan, namun... Aku rasa itu tidak sepenuhnya menjadi alasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: #cad57c; border: 0px solid; display: line-block; padding: 15px; text-align: left; width: 95%;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&quot;Mungkin karena ia yang sering memarahiku atau ia yang seringkali begitu menyebalkan?&quot;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pernah mengatakan bahwa aku ikhlas menerima semua amarahnya, asalkan itu dia, bukan orang lain. Dan bukankan, hal menyebalkan darinya juga merupakan sesuatu yang terkadang aku rindukan? Hal itu membuatku semakin jelas mengetahui, bahwa satu-satunya alasan adalah dinding yang tidak mampu aku lewati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak jarang aku mempertanyakan keputusanku untuk pergi tepat atau tidak. Terutama, jika mengingat bahwa sampai saat ini belum ada perempuan lain yang mampu mengisi hatiku yang hampa dan kosong. Aku tak pernah lupa bagaimana aku sangat mencintai perempuan itu. Hingga selama ini, tak terhitung sudah berapa kali aku membunuh hatiku sendiri untuk tetap terlihat dan bersikap baik-baik saja. Mungkin, hal itu yang membuatku menjadi mati rasa dengan perempuan-perempuan baru yang mungkin datang dan mencoba untuk menyembuhkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belakangan ini, bayangan dan kenangan tentangnya beberapa kali menghampiri pikiranku. Sayangnya, aku terlalu takut untuk membunuh pikiranku berulang kali, seperti yang telah aku lakukan pada hatiku. Karena setidaknya, mati rasa lebih baik dibandingkan mati akal. Apalagi, jika mengalami keduanya, aku tidak mampu membayangkan bahwa akan ada hal baik lagi yang akan datang dalam hidupku bila itu terjadi. Satu-satunya hal yang mampu aku lakukan hanyalah menerima datangnya potongan-potongan kenangan tersebut tanpa mampu melawan, hingga akhirnya mereka bosan dan pergi. Lalu, kembali membunuh hatiku, sehingga semuanya tetap akan baik-baik saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/feeds/9041646747627388126/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2020/07/mempertanyakan-masa-yang-lalu.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/9041646747627388126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/9041646747627388126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2020/07/mempertanyakan-masa-yang-lalu.html' title='Mempertanyakan Masa Yang Lalu'/><author><name>anginsepoi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12926570881248124551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYv6g5Ipe1TsONT_2FGRNIgZhVPvAR89VXTa5bUY54IZF000ZRoDHHhFLUiINKzroSk7oWw_zcTdY-JZ9duwZGNUrVMcC409xWoy-StuSSn3Fcevj8ThnVrwVzWOh9YQ/s220/0eac438fa1cd0fca1a9dd34d0d3e4bd8.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5RIOpLL7c6_ujicPuJue1MxkCxqHu4vXWuiJ5ZaH-u5Oiu0VRKWPRZjOGaa-2BY36yYZjlwPWU-4URPkqgD8MU2jRna20GLmMn6mCj5F1Vl4cgP_KeL4fT1WUwH34CN_bLhzwm5yrjhfU/s72-c/Mempertanyakan+Masa+Yang+Lalu.png" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8803218073837915096.post-4046457774201079818</id><published>2020-06-27T19:10:00.000+08:00</published><updated>2020-06-27T19:10:22.628+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Pribadi"/><title type='text'>Dia Yang Akan Menemani</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjt9UO85kdBU8lRwU8tSN7tKrqeYx0R3kx16DjO9Hwl5hCNrgqYLOjwig6nGA4jVFrNwcoT6H3z2rd9HElA3INDHouKuGVKLHSjvH8s2SzJPM1v3h7_UrZhlkwmwY6FFFiVYRMVWaG7A9rz/s1600/Dia+Yang+Akan+Menemani.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1000&quot; data-original-width=&quot;1000&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjt9UO85kdBU8lRwU8tSN7tKrqeYx0R3kx16DjO9Hwl5hCNrgqYLOjwig6nGA4jVFrNwcoT6H3z2rd9HElA3INDHouKuGVKLHSjvH8s2SzJPM1v3h7_UrZhlkwmwY6FFFiVYRMVWaG7A9rz/s320/Dia+Yang+Akan+Menemani.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Hai kalian semua ! Bagaimana kabarnya ? Aku harap kalian semua sehat dan baik-baik saja ya, aamiin. Ini tolong doain balik ya hehehe. Sebenarnya aku sudah dari beberapa hari lalu dapat ide untuk membuat tulisan ini. Tapi, karena sedang dalam suasana ulang tahun, jadi aku ya malas ngapain-ngapain gitu, akhirnya postingan ini baru bisa aku tulis hari ini. Maklum efek negatif menjadi moody writer hahaha.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: #cfe2f3; border: 1px solid rob(204, 204, 204); display: block; padding: 15px; text-align: center;&quot;&gt;
&amp;nbsp;Untuk yang belum membaca posting sebelumnya, bisa baca &lt;a href=&quot;https://blog-si-ula.blogspot.com/2020/06/mimpi-malam-jumat.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;disini&lt;/a&gt; ya !&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Tak
 terasa ya, aku ternyata sudah cukup lama menikmati kesendirian, kalau 
ingatan dan perhitunganku tidak salah, ini sudah 3 tahun berlalu tanpa 
aku mampu menemukan seseorang yang benar-benar bisa membuatku merasa 
bahwa ini akan menjadi pelabuhan yang akan lama aku singgahi atau mungkin pelabuhan terakhirku. Tetapi, dalam 2 tahun ini 
aku memang tidak begitu aktif menjalin hubungan dengan orang-orang yang 
baru seperti masa-masa sebelumnya wkwkwk. Bahkan salah seorang tanteku sampai berucap begini,&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Wildan sekarang malah nggak ada ngurusin perempuan ya? Dulu padahal bener-bener banget lo hahaha&quot;,ucapnya. Aku yang menjadi topik pembicaraan hanya bisa membalas dengan senyuman karena memang begitu adanya dan tidak bisa mengelak wkwkwk.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Selain itu, belakangan ini aku sempat terlibat percakapan dengan salah seorang kenalan lamaku mengenai pasangan, terutama tentang perempuan yang aku inginkan ada untuk menemaniku. Kurang lebih seperti ini percakapannya :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
W : &quot;Aku sendiri nggak tahu lo aku mau cewek yang kayak gimana&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
T : &quot;Masa sih? Aku tau kamu mau yang kayak gimana&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
W : &quot;Emangnya gimana? wkwkwk&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
T : &quot;Kamu mau perempuan yang bisa seimbang sama kamu&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
W : *berpikir sejenak* &quot;Hmmm... Ya bener juga sih ini wkwkwk&quot;&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sudah selang beberapa minggu rasanya sejak percakapan itu terjadi dalam sebuah room chat Whatsapp. Dan baru saja aku berhenti berkomunikasi dengan seseorang yang sebelumnya sudah Trik coba kenalkan kepadaku, tapi ya aku tidak merasakan apapun, rasanya flat aja kayak nggak ada yang beda gitu. Akhirnya hal ini membuat aku merenungi, &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Sebenarnya perempuan seperti apa yang aku inginkan atau aku butuhkan?&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Perenungan itu membuat otak, pikiran, dan hatiku menjelma layaknya mesin waktu. Pertama, mereka membuatku melesat jauh kembali ke masa-masa aku menjadi murid SD. Aku ingat sekali bahwa di masa ini aku tidak sedikitpun memiliki ketertarikan dengan lawan jenis maupun melihat mereka secara spesial sebagai seorang perempuan. Jadi, disini aku tidak akan menemukan kenangan yang bisa membantuku.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Maka, mesin waktuku kembali menarikku menuju masa-masa selama aku menjadi siswa SMP, ya aku ingat sekali ini adalah masa dimana aku pertama kali mengenal jatuh cinta. Lucu jika diingat bahwa aku bisa menjalin hubungan dengan pacar pertamaku awalnya karena sebuah pertengkaran yang terjadi akibat salah seorang temanku yang jahil dan menyebarkan kabar bahwa aku berpacaran dengannya. Aku masih ingat saat itu dia marah sekali, yah biarpun selama pacaran juga aku tetap sering dimarahi olehnya hahaha. Meskipun begitu, hingga masa SMA aku rasa bayangannya masih menjadi saingan berat untuk perempuan-perempuan yang ingin mendapatkan hatiku.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Masa SMP adalah masa dimana aku merasakan jatuh cinta karena terbiasa, yah terbiasa berkomunikasi dengan satu sama lain, terbiasa bersama, dan terbiasa dengan hal-hal lainnya. Aku memiliki cukup banyak cerita menyenangkan dan menyedihkan terkait cinta selama masa ini. Tapi, aku tidak merasa bahwa ada yang aku bisa jadikan referensi sebagai jawaban perenunganku. Maka, mesin waktu itu kembali aktif dan melemparkanku menuju garis waktu yang ada di depan. Masa selama SMA.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Masa ini adalah masa yang akan aku akui sendiri sebagai masa menjadi seorang lelaki yang paling brengsek, yah beberapa kali aku menyakiti perasaan perempuan dengan berbagai alasan pada periode garis waktu ini. Masa ini merupakan sebuah kebalikan total dari masaku selama SMP yang mana jatuh cinta karena terbiasa. Pada garis waktu ini, aku hanya bisa jatuh cinta jika sejak pertama aku memang sudah merasa tertarik dengan perempuan tersebut, dan hal ini berlangsung sampai saat ini. Saat itu biasanya aku tertarik dengan perempuan karena parasnya dan hal fisik lainnya yang bisa dinikmati secara visual. Namun, semuanya menjadi sedikit berbeda setelah aku bertemu perempuan itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ya, perempuan yang pada akhirnya sering menjadi alasan aku menerbitkan berbagai macam tulisan di blog ini. Saat itu selain menarik secara visual tentunya, aku merasa bahwa perempuan ini memiliki satu hal lain yang tak mampu aku deskripsikan, namun membuatku tertarik. Dan sialnya, hal yang tak mampu aku deskripsikan tersebut sekarang tetap menjadi standar bagi hatiku untuk jatuh. Menyebalkan memang, atau mungkin ini memang kutukan dari salah satu perempuan yang sebelumnya pernah aku sakiti, sehingga aku jadi sulit jatuh cinta, ah aku pun tidak tau. Untuk saat ini aku rasa, perempuan ini adalah satu-satunya yang bisa aku jadikan sebagai referensi, terutama karena dia menghabiskan waktu yang cukup lama untuk menemaniku.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Akhirnya mesin waktu ini mengatur kembali fokusnya hanya untuk menggali segala memori tentang perempuan itu. Aku ingat, awalnya aku belumlah sepenuhnya jatuh kepadanya. Yahhh... Bayangan seseorang di masa lalu masih menghantuiku. Bahkan aku sempat melukai perempuan ini karena bayangan tersebut. Apakah pada akhirnya dia pergi karena itu? Tidak, dia tetap bersama denganku hingga beberapa tahun lagi sejak itu. Bahkan saat itu aku merasa terbebas dari semua bayangan tentang semua masa laluku, dan akhirnya jatuh sepenuhnya kepadanya. Tapi, aku tidak bisa menampik, luka yang sebelumnya pernah aku berikan pada akhirnya tetap membekas sangat dalam untuknya, dan hal itu seringkali menjadi masalah dalam hubungan kami. Aku tidak akan membahas hal ini lebih jauh, karena aku rasa akan keluar dari konteks pembicaraan saat ini.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Terlepas dari semua masalah yang telah terlewati, jika aku melihat kembali masa-masa dengannya, mungkin aku menemukan jawabannya. Aku menyadari beberapa hal lain yang aku rasa aku butuhkan, selain seseorang yang mampu mengimbangiku. Meski pun aku menuliskannya disini, jika kebetulan ada seseorang yang mencoba mendekatiku membacanya, aku rasa tidak akan banyak berguna, karena ini bukan tentang sikap atau sifat yang bisa diubah, tapi ini adalah sesuatu yang aku sendiri juga tak mampu menjelaskannya, lebih seperti, &quot;Karena ini kamu, bukan orang lain.&quot; Beberapa hal itu ada di bawah ini,&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Perempuan yang mampu membuatku tersenyum tanpa alasan. Yaps, aku ingat sekali, bagaimana dengan melihatnya saja tanpa dia berbuat apa pun sudah cukup untuk membuatku tersenyum. Yang mana saat itu juga sering membuatnya salah tingkah. Aku masih mengingat bagaimana aku merasa damai dan otomatis tersenyum ketika melihat wajahnya. &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Perempuan yang akan membiarkanku menjadi orang bodoh di hadapannya. Kalian tentunya tahu, bahwa di masa sekarang ini setiap orang selalu berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik, termasuk juga aku yang terseret ke dalam arus ini. Tahukah kalian bagaimana melelahkannya mempertahankan diri kalian untuk selalu terlihat luar biasa? Aku rasa aku memerlukan seseorang yang mampu membuatku beristirahat dari rutinitas tersebut dan menjadi aku yang sebenarnya.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Perempuan yang mampu membuatku lupa tentang betapa menyebalkannya dunia ini. Yahhh... Banyak urusan di dunia ini yang begitu menyebalkan. Terutama untuk orang-orang pemikir sepertiku. Oleh karena itu, aku memerlukan seseorang yang ketika aku bersamanya mampu membuatku merasa damai dan melupakan segala permasalahan yang aku miliki.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Berdasarkan perenunganku jika melihat pengalaman dengan perempuan ini, tiga hal itulah yang pada akhirnya berhasil aku temukan sebagai jawaban. Selain itu, sebenarnya ada lagi jika melihat dari pengalaman pertamaku dengan perempuan itu. Ketika akhirnya aku sepenuhnya jatuh kepadanya. Ya, dia menerima setiap luka yang aku berikan, dan pada akhirnya membuatku sepenuhnya terbebas dari bayangan masa laluku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasa menjadi kelinci yang dikutuk menjadi landak. Kemudian syarat agar kutukan tersebut bisa menghilang adalah ada seorang putri yang berkenan untuk memelukku dengan begitu erat tanpa peduli akan rasa sakitnya. Tapi, hal ini rasanya terlalu menyeramkan untuk dijadikan pertimbangan, lagipula sebenarnya aku lebih ingin menggunakan kata pangeran dibandingkan kelinci, tapi aku takut dihujat hahaha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika pun hal itu benar, aku rasa itu akan menyulitkanku kembali untuk kedepannya. Karena berdasarkan pengalamanku sebelumnya, aku jadi takut memberikan rasa sakit kepada perempuan. Sehingga, menjadi alasan juga aku tidak aktif lagi dalam mencoba untuk menulis cerita baru dengan perempuan yang lainnya. Tapi, bukankah aku sendiri tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi kedepannya? Yahhh... lebih baik aku menikmati saja bayangan yang mungkin sesekali menyapa. Hingga pada akhirnya ada yang benar-benar mampu membebaskanku dengan sepenuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau kalian sendiri bagaimana ? Mungkin kalian bisa tulisin di komentar di bawah ya ! &lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/feeds/4046457774201079818/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2020/06/dia-yang-akan-menemani.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/4046457774201079818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/4046457774201079818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2020/06/dia-yang-akan-menemani.html' title='Dia Yang Akan Menemani'/><author><name>anginsepoi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12926570881248124551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYv6g5Ipe1TsONT_2FGRNIgZhVPvAR89VXTa5bUY54IZF000ZRoDHHhFLUiINKzroSk7oWw_zcTdY-JZ9duwZGNUrVMcC409xWoy-StuSSn3Fcevj8ThnVrwVzWOh9YQ/s220/0eac438fa1cd0fca1a9dd34d0d3e4bd8.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjt9UO85kdBU8lRwU8tSN7tKrqeYx0R3kx16DjO9Hwl5hCNrgqYLOjwig6nGA4jVFrNwcoT6H3z2rd9HElA3INDHouKuGVKLHSjvH8s2SzJPM1v3h7_UrZhlkwmwY6FFFiVYRMVWaG7A9rz/s72-c/Dia+Yang+Akan+Menemani.png" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8803218073837915096.post-4887443642898975960</id><published>2020-06-26T12:44:00.002+08:00</published><updated>2020-06-26T19:34:24.523+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Pribadi"/><title type='text'>Mimpi Malam Jumat</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9gdT2dpghsVHGsVwvCZgIe_nyoDfyuiW-klkNTxuW1Wef1VhZjt_pcNRUfR8AFerFMWTtdBatCLCA265ASyMAfHqZmt_5MPPcFgEOvuP02BQ8_lh1d7NPQaVp2E2RtyZf7dgKmor6dpAD/s1600/Mimpi+Malam+Jumat.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1000&quot; data-original-width=&quot;1000&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9gdT2dpghsVHGsVwvCZgIe_nyoDfyuiW-klkNTxuW1Wef1VhZjt_pcNRUfR8AFerFMWTtdBatCLCA265ASyMAfHqZmt_5MPPcFgEOvuP02BQ8_lh1d7NPQaVp2E2RtyZf7dgKmor6dpAD/s320/Mimpi+Malam+Jumat.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span id=&quot;goog_1305149748&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;goog_1305149749&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: #cfe2f3; border: 1px solid rob(204, 204, 204); display: block; padding: 15px; text-align: center;&quot;&gt;
&amp;nbsp;Untuk yang belum membaca posting sebelumnya, bisa baca &lt;a href=&quot;https://blog-si-ula.blogspot.com/2020/06/sendiri-sepi.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;disini&lt;/a&gt; ya !&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Pada umumnya, malam Jumat selalu berkaitan dengan segala hal-hal yang mistis dan menyeramkan. Aku sendiri tapi tidak merasa ini menyeramkan sih, tapi mungkin bagi beberapa orang hal seperti ini akan jadi suatu hal yang menyeramkan. Bukan, ini bukan tentang kejadian yang membuat bulu kuduk merinding atau pun celana tak terasa basah dengan sendirinya akibat rasa takut yang terlalu mengancam. Ini hanya sekedar cerita tentang mimpi yang aku alami kemarin malam dan kebetulan malam Jumat.
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kemarin aku menyempatkan waktu untuk menulis sebuah draft postingan yang rencananya akan aku publish besok. Tema tulisan itu mau tak mau membuatku harus sedikit melepaskan segel pada bayangan yang selama ini selalu aku jaga kemunculannya, bayangan tentang seseorang yang ada di masa lalu. Yaps, bayangan tentang perempuan itu, aku yakin sekali bahwa aku sudah sangat berhati-hati dalam berurusan dengan bayangan tersebut. Dan setelah aku merasa cukup untuk tulisanku, aku kembali menyimpan bayangan itu rapat-rapat, kemudian mematikan laptopku dan bergegas tidur.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sebelum tidur, seperti biasa aku selalu bermain dengan handphoneku untuk membaca artikel-artikel menarik yang tidak bisa aku baca pada siang hari, tentunya karena segala macam kesibukan dan padatnya hal yang harus aku lakukan. Dan seperti biasa juga, tanpa sadar aku kembali tertidur. Seperti biasanya, rata-rata aku tidak pernah mengingat tentang mimpi yang aku alami, kecuali mimpi itu adalah sesuatu yang entah apa alasannya alam bawah sadarku merasa bahwa ini harus aku ingat, begitu juga dengan malam ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Entah berapa mimpi yang telah aku lewati, hingga akhirnya aku masuk ke dalam mimpi itu, awalnya aku rasa semuanya baik-baik saja dalam mimpi itu, hanya saja aku merasa sedikit memiliki kesadaran. Mungkin karena alam bawah sadarku merasa setelah bangun aku harus tetap mengingat ini. Aku ingat sekali bahwa aku sedang mengendarai sepeda motor kesayanganku, kemudian aku masuk ke dalam sebuah rumah dengan arsitektur khas Bali yang kental. Kemudian, seseorang menyapaku dari balik pintu rumah itu. Ya, kalian tidak perlu kesulitan menebak dia siapa, tentunya perempuan itu. Dia menyapaku dengan senyumannya yang selalu menyenangkan untuk dilihat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tapi, aku merasa semuanya berbanding terbalik dengan kenyataan mengenai bagaimana kami berdua saat ini wkwkwk. Di sana semuanya baik-baik saja, tanpa ada masalah apa pun. Bahkan, aku ingat bahwa aku sempat menumpang shalat di rumah tersebut. Aku ingat juga ada nama seseorang yang disebutkan dalam percakapan kami. Namun, tentu saja aku tidak akan menuliskannya disini wkwkwk. Semua percakapan diantara kami mengalir begitu saja seperti biasanya, hingga akhirnya aku memutuskan untuk pulang. Sekali lagi dia mengantarkanku keluar masih dengan senyuman yang sama dengan senyuman ketika dia menyambutku. Sembari mempersiapkan motorku untuk keluar kami masih sedikit berbincang-bincang, bahkan nama itu kembali disebut lagi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tepat ketika aku keluar dari pekarangan rumah tersebut, akhirnya aku pun terbangun. Sebelumnya, aku pernah memimpikan tentang dirinya, mungkin beberapa minggu lalu. Aku juga masih ingat, saat itu aku merasa kacau sekali ketika terbangun, seperti setengah mati mencoba mencari alasan &quot;Mengapa dia masih masuk ke dalam mimpiku?&quot; Namun, saat ini rasanya aku terbangun dengan baik-baik saja, hanya sedikit kelelahan wkwkwk. &lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Mungkin kemarin malam aku tidak menyegelnya dengan baik, sehingga ada beberapa bayangan yang mampu keluar dan memasuki mimpiku&quot;, pikirku.&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Mungkin nama yang sempat kau sebut dalam mimpi itu adalah sebuah informasi yang semesta coba sampaikan kepadaku, sebagai hadiah karena sudah berteman baik dengannya selama ini. Namun, aku rasa aku ingin menyampaikan terima kasih. Terima kasih yang sederhana karena sudah kembali menyapaku. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/feeds/4887443642898975960/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2020/06/mimpi-malam-jumat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/4887443642898975960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/4887443642898975960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2020/06/mimpi-malam-jumat.html' title='Mimpi Malam Jumat'/><author><name>anginsepoi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12926570881248124551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYv6g5Ipe1TsONT_2FGRNIgZhVPvAR89VXTa5bUY54IZF000ZRoDHHhFLUiINKzroSk7oWw_zcTdY-JZ9duwZGNUrVMcC409xWoy-StuSSn3Fcevj8ThnVrwVzWOh9YQ/s220/0eac438fa1cd0fca1a9dd34d0d3e4bd8.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9gdT2dpghsVHGsVwvCZgIe_nyoDfyuiW-klkNTxuW1Wef1VhZjt_pcNRUfR8AFerFMWTtdBatCLCA265ASyMAfHqZmt_5MPPcFgEOvuP02BQ8_lh1d7NPQaVp2E2RtyZf7dgKmor6dpAD/s72-c/Mimpi+Malam+Jumat.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8803218073837915096.post-8097013270603822540</id><published>2020-06-21T21:16:00.000+08:00</published><updated>2020-06-21T21:30:36.912+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Pribadi"/><title type='text'>Sendiri &amp; Sepi</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjT4inCSxfMXSN1PyXARNglt4XwM9IT8QLiWRml7O20DJ_dMhS22vSCvEFSEppaMJQpY54cyRn3ujzul14i1aCxdIa3tVIE3M5QICL2JN-ZA8TQrpeLrN2yufjFDsFs-n9q3MejoUOVyG3o/s1600/Sepi+%2526+Sendiri.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;594&quot; data-original-width=&quot;640&quot; height=&quot;297&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjT4inCSxfMXSN1PyXARNglt4XwM9IT8QLiWRml7O20DJ_dMhS22vSCvEFSEppaMJQpY54cyRn3ujzul14i1aCxdIa3tVIE3M5QICL2JN-ZA8TQrpeLrN2yufjFDsFs-n9q3MejoUOVyG3o/s320/Sepi+%2526+Sendiri.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Hai, bagaimana kabar kalian? Aku harap semuanya masih baik-baik saja ya. Sudah lama sekali aku tidak kembali menyapa melalui tulisan di blog ini. Yahhh... Tentunya ada banyak hal yang terjadi selama ini, dan aku sempat mencoba untuk menggunakan platform blogging yang lain, tapi pada akhirnya aku harus kembali kesini, mungkin nanti secara bertahap aku juga akan memindahkan tulisanku di blog tersebut kemari. Sulit bagiku meninggalkan blog ini, blog yang memiliki banyak kenangan di dalamnya. Pada akhirnya, aku kembali lagi untuk menulis disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hahhhh... Besok adalah hari ulang tahunku yang ke-23, tak terasa aku sudah hidup hampir seperempat abad di dunia ini, dunia yang semakin lama semakin tidak bisa aku mengerti. Atau mungkin... memang dunia ini yang tidak pernah mengerti aku? Sampai saat ini aku belum menemukan jawabannya, satu hal yang pasti adalah aku seringkali merasa bahwa aku ini memiliki jiwa seorang alien yang mungkin tewas sebelumnya oleh tembakan agen rahasia Amerika saat sedang berkunjung ke bumi, kemudian tanpa ia sadari terperangkap dalam tubuh seorang bocah yang masih lugu dan tidak mengetahui apapun, hingga akhirnya bocah itu tumbuh dewasa dan menyadari bahwa ia berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbicara tentang menjadi alien, sampai saat ini bahkan keberadaan alien masih disangsikan kebenarannya. Lalu menjadi salah satu di antaranya? Tentulah bukan hal yang mudah wkwkwk. I&#39;m a lonely alien in this great universe. Yah, aku seorang alien yang kesepian di tengah semesta yang luar biasa besar ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbicara tentang sepi... Bagaimana kalian mendefinisikan tentang sepi? Aku yakin setiap orang dari kalian pastinya memiliki definisi yang berbeda tentang sepi. Jika kita mencoba menilik definisi baku dari sepi yang ada dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kurang lebih ini yang akan kita dapatkan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;b class=&quot;main highlight&quot;&gt;&quot;sepi&lt;/b&gt;&lt;span class=&quot;per-suku&quot;&gt;/se·pi/&lt;/span&gt; &lt;i class=&quot;jk&quot; title=&quot;adjektiva (kata yang menjelaskan nomina atau Pronomina)&quot;&gt;a&lt;/i&gt; &lt;b class=&quot;num&quot;&gt;1&lt;/b&gt; sunyi; lengang: &lt;i&gt;duduk di tempat yang --;&lt;/i&gt; &lt;b class=&quot;num&quot;&gt;2&lt;/b&gt;
 tidak ada orang (kendaraan dan sebagainya); tidak banyak tamu (pembeli 
dan sebagainya); tidak ada kegiatan; tidak ada apa-apa; tidak ramai: &lt;i&gt;sudah sepekan ini pasar karet --; negeri itu sudah --;&lt;/i&gt; &lt;b class=&quot;num&quot;&gt;3&lt;/b&gt; dianggap tidak ada apa-apa; tidak dihiraukan sama sekali: --&lt;i&gt; dari (gangguan, bahaya, dan sebagainya),&lt;/i&gt; tidak ada atau terlepas dari (gangguan, bahaya, dan sebagainya); &lt;i&gt;tidak -- dari (gangguan, bahaya, dan sebagainya),&lt;/i&gt; selalu ada (gangguan, bahaya, dan sebagainya); tidak terlepas dari (gangguan, bahaya, dan sebagainya);&lt;b&gt;&quot;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan berbagai definisi di atas, kita bisa mengambil kesimpulan 
bahwa secara umum sepi itu tidak jauh dari sunyi. Hal ini membuat 
orang-orang tanpa sadar berbondong-bondong menuju dunia yang gemerlap 
dan ramai, hanya sekedar untuk mengusir apa yang mereka sebut sebagai 
sepi. Namun, bukankah itu definisi secara umum untuk membuat orang-orang lebih mudah memahami bagaimana sepi itu tanpa perlu merasakannya? Bagaimana bila kita mencoba untuk memahami sepi sebagai sebuah rasa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah beberapa tahun belakangan ini aku sangat akrab dengan sepi, yah sebagai seorang alien yang terjebak di wilayah manusia aku sangat merasa kesepian. Jika kita mengatakan bahwa sepi itu tentang sunyi, hampir setiap malam selepas berkegiatan di siang hari aku selalu pergi untuk mencari keramaian. Ya, aku mencoba untuk mengusir sepi selayaknya manusia pada umumnya. Namun, tetap saja sepi itu masih berada disana, bahkan disaat sedang bercengkrama dengan orang-orang yang dekat denganku, rasa sepi itu masih tetap ada. Ketika aku melakukan hal sebaliknya dengan mencoba pergi ke tempat-tempat yang sunyi, aku merasa lebih nyaman. Akhirnya aku menyadari, rasa sepi yang aku rasakan bukan karena sunyi, tapi karena aku merasa tidak ada yang mampu mengerti dan memahamiku sebagai seorang alien.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semakin aku beranjak dewasa, aku semakin memahami... Aku seringkali memiliki cara yang berbeda untuk melihat suatu hal, menilai suatu hal, dan memutuskan suatu hal. Sialnya, hampir tidak ada orang yang mampu memahami itu, kalian tahu bagaimana rasanya menyimpan segala hal di dalam kepala kalian? Ah, tidak usah diutarakan, itu sangatlah tidak nyaman. Aku tahu sekali bagaimana rasanya tidak memiliki siapapun yang bisa mendengarkan kalian. Oleh karena itu, aku selalu mencoba untuk mendengarkan orang lain dengan baik. Naif bila aku mengatakan tidak sedikitpun berharap mereka akan melakukan hal yang sama. Namun, kenyataan yang terjadi seringkali sebaliknya, setelah aku mendengarkan mereka dengan baik dan sabar, mereka tidak bisa mendengarkanku dengan cara yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila pun ada yang mendengarkan, mereka seringkali juga tak mampu untuk mengerti atau memahaminya. Sehingga aku tidak sedikit pun merasa lega dengan hal tersebut. Ah, tidak... Aku tidak berusaha menyalahkan mereka. Karena aku tahu, setiap orang memiliki kehidupannya masing-masing untuk dijalani, mencoba memahami cerita dan jalan pikiranku tentunya tidak lebih penting dari itu. Mungkin, aku juga terkesan tidak bersyukur karena masih ada yang mau mendengarkanku, aku tidak sedikit pun bermaksud untuk tidak bersyukur, tapi bila ada di antara kalian yang merasakannya, aku yakin sekali kalian pasti mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku selalu percaya, jika aku tidak dibekali dengan berbagai hal di dalam jiwa dan kepalaku sejak kecil, aku pastinya sudah kehilangan kewarasanku. Banyak hal yang seringkali aku pertanyakan, kendati tetap tidak pernah menemukan jawabannya. Setiap hari, aku hanya bisa berbincang dengan diriku sendiri, namun kalian tentunya tahu, kadang berbincang dengan diri sendiri hanya menggali kembali hal-hal yang pernah menjadi luka. Aku tahu beberapa luka itu merupakan jawaban. Tetapi, aku tidak sekuat dan seberani itu untuk menerimanya, alih-alih menjaga jawaban tersebut, aku malah kembali menguburnya untuk digali lagi saat pertanyaan tersebut kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersyukurlah kalian yang hanya merasakan kesepian sebagai kesunyian, setidaknya riuh dari kehidupan dunia akan mampu mengobatinya. Karena, bila kalian merasakan kesepian dengan cara yang berbeda, bahkan mungkin berpindah ke dunia lain pun tak akan mampu menghilangkan perasaan tersebut. &lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/feeds/8097013270603822540/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2020/06/sendiri-sepi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/8097013270603822540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/8097013270603822540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2020/06/sendiri-sepi.html' title='Sendiri &amp; Sepi'/><author><name>anginsepoi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12926570881248124551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYv6g5Ipe1TsONT_2FGRNIgZhVPvAR89VXTa5bUY54IZF000ZRoDHHhFLUiINKzroSk7oWw_zcTdY-JZ9duwZGNUrVMcC409xWoy-StuSSn3Fcevj8ThnVrwVzWOh9YQ/s220/0eac438fa1cd0fca1a9dd34d0d3e4bd8.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjT4inCSxfMXSN1PyXARNglt4XwM9IT8QLiWRml7O20DJ_dMhS22vSCvEFSEppaMJQpY54cyRn3ujzul14i1aCxdIa3tVIE3M5QICL2JN-ZA8TQrpeLrN2yufjFDsFs-n9q3MejoUOVyG3o/s72-c/Sepi+%2526+Sendiri.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8803218073837915096.post-4371916760392869850</id><published>2018-11-26T10:32:00.004+08:00</published><updated>2018-11-26T10:32:49.879+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Pribadi"/><title type='text'>Teruntuk Dia Yang Tak Pernah Pergi</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEix_7wu-Tw3XmctSh2TZt5KO_mO5aSZ_CsUI1st2BPFepqRBPC_UK2brAVFaX1gPq8pO6tx-R5CC-f8dnKojFGPGOpr8bazJjNEpEptvjSxkMm5dhSEYmv31X52NSH2kUa9pFGAeqnJD19z/s1600/Untitled-1+%2528Large%2529.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;634&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;126&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEix_7wu-Tw3XmctSh2TZt5KO_mO5aSZ_CsUI1st2BPFepqRBPC_UK2brAVFaX1gPq8pO6tx-R5CC-f8dnKojFGPGOpr8bazJjNEpEptvjSxkMm5dhSEYmv31X52NSH2kUa9pFGAeqnJD19z/s320/Untitled-1+%2528Large%2529.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;&quot;&gt;Sudah lama sekali rasanya
aku tidak membuat tulisan apapun selain proposal untuk skripsi wkwkwkwk. Yahhh…
Nggak terasa sekarang aku sudah berada di semester 7, dan mulai melangkah
menuju masa akhir studiku. Dan kebetulan minggu lalu tanggal 23 November 2018
aku telah melewati salah satu proses penting untuk menjadi sarjana, Seminar
Proposal. Alhamdulillah semua berjalan dan berhasil kulewati dengan lancar.
Meskipun setelah itu dapet catetan revisi dari dosen-dosen yang tulisannya
mirip kayak tulisan dokter, susah dibaca soalnya wkwkwkwk. Minta doanya aja ya
temen-temen readers, semoga semua proses selanjutnya lancar. Aamiin.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;&quot;&gt;Ok, kali ini aku nggak
akan cerita tentang bagaimana proses yang aku lewati untuk menuju sidang proposal
itu. Karena pasti bakalan bosenin buat kalian baca, aku mau bercerita tentang
hal yang lain, mungkin sudah cukup lama aku nggak membuat tulisan semacam ini.
Karena biasanya aku cuma sekedar bercerita aja. Namun, untuk kali ini sekali
lagi aku rasa aku kembali akan menuangkan tulisan dari hati. Entah kalian mau
membacanya atau nggak, it’s up to you guys, ok let’s start the story.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;&quot;&gt;Mungkin aku sudah pernah
menceritakan ini sebelumnya, tapi sepertinya aku harus mengingatkan lagi kepada
kalian untuk memulai cerita ini wkwkwk. Sejak SMA teman-temanku sudah sangat
mengenalku sebagai woman’s heartbreaker, tukang php, dan sejenisnyalah. Iya aku
terbiasa bermain dengan hati wanita, bukan memang aku suka, hanya saja entah
kenapa di tengah-tengah aku menjalani hubungan bersama mereka rasanya aku ingin
mundur saja, malas rasanya. Selain itu, mungkin sifatku yang cukup menyukai
tantangan juga membuatku terus berusaha mencari tantangan lain untuk
ditaklukkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;&quot;&gt;Entah sudah berapa kali
selama SMA aku terus melompat dari hati yang satu ke hati yang lain, dan
membiarkan hati yang ditinggalkan terluka, sebenarnya aku merasa menyesal telah
membuat hati itu terluka, tapi yahhhh mau bagaimana lagi, aku tidak bisa
memaksakan diriku untuk terus tinggal ketika sudah tak ada rasa bukan? Meskipun
ada satu hati yang membuatku menyesal untuk meninggalkannya, bukan karena
cinta, hanya saja setelah aku melompatinya, cahaya hati itu jadi meredup, dan
membuat wanita yang memilikinya menjadi lebih buruk, padahal awalnya dia wanita
yang sangat baik, ah sudahlah…. mungkin memang begini cara takdir dalam
bekerja, aku sebagai pelaksana ya bisa apa? Sehingga hal itu tak menghentikanku
untuk melompat dari satu hati ke hati yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;&quot;&gt;Hingga akhirnya aku
melompat ke salah satu hati seorang wanita yang awalnya dia tak menghentikan
kebiasaanku bermain dengan wanita yang lainnya, tapi anehnya dia mampu
membuatku untuk tidak melompat wkwkwk. Aku pun tak mengerti alasannya, tetapi
lama kelamaan, akhirnya dia benar-benar berhasil membuat aku hanya fokus
kepadanya. Yahhhh… Pada akhirnya aku tak peduli dengan wanita lainnya, dan
hanya fokus kepadanya. Tapi ya gimana lagi, predikat sebagai penghancur hati
wanita sudah terlalu lekat denganku, dan sebelum dia membuat aku hanya fokus
pada dirinya, aku tahu kalau aku pun juga sudah berkali-kali menyakiti hatinya,
dan bodohnya dia tak pergi sedikitpun. Tapi, hal itu membuat kepercayaannya
padaku mungkin sudah menghilang, jadi setiap ada wanita yang menghubungiku
padahal ya maksudku serius hanya untuk berteman, tapi dia selalu menganggap
wanita itu ada rasa padaku dan ingin dekat denganku, dan akhirnya kami
bertengkar karena hal macam itu. Entah sudah berapa kali pertengkaran macam itu
terulang, karena terlalu sering aku jadi tak ingat lagi jumlahnya wkwkwkwk. Namun,
tak peduli bagaimanapun aku menyakitinya, dia tidak pernah pergi, dia tetap ada
di sisiku dan tak berpindah sedikitpun. Mungkin, hal itulah yang menyebabkan
aku akhirnya menyerah pada dirinya, dan tak peduli lagi dengan wanita yang
lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;&quot;&gt;Mama pernah berkata
padaku, “Suatu saat nanti, carilah seorang wanita yang bisa baik, sayang, sama
ngerawat kamu setengah aja nilainya dari gimana Mama ke kamu.” Saat itu aku
berpikir gimana caranya nyari yang kayak gitu, kalo Mama mah nggak terhingga,
setengahnya dari tak terhingga kayak gimana? wkwkwk. Tapi, ternyata pikiranku
salah, akhirnya aku menemukan wanita itu, wanita yang sama dengan yang telah
kita bahas sejak tadi. Beberapa kali selama hidup ini aku mengalami fase jatuh
hingga aku merasa berada di titik terendah dalam hidupku, tetapi dia dengan
sabar kembali mengajakku berdiri tegak dan kembali berlari menuju tempat yang
lebih tinggi, dia selalu menyelamatkanku di saat aku bahkan tak mampu
menyelamatkan diriku sendiri wkwkwkwk. Aku tidak pernah ragu sedikitpun untuk
membuatnya menjadi pilihanku yang terakhir. Tak peduli bagaimana kita
bertengkar satu sama lain, keyakinanku untuk menjadikan dia yang terakhir tak
pernah berubah, tetap sama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;&quot;&gt;Tetapi, sepertinya sang
cinta dan semesta tak mengizinkan cerita kami berakhir bersama, wkwkwk. Tidak,
kisah kami tidak berakhir dengan pertengkaran atau apapun, semua hanya
permainan dari takdir. Begitulah, akhirnya pada bulan Agustus 2017, kebersamaan
kami selesai. Saat itu aku tak mampu mengatakan bagaimana hancurnya aku. Aku
masih ingat saat itu aku berada di semester V. Semester yang kata orang-orang
dan kakak tingkat di kampus jadi semester paling membunuh. Dan sialnya aku
melewati semester itu dalam keadaan hancur wkwkwk. Alhamdulillah, dengan izin
Allah aku berhasil melewati semuanya dengan baik-baik saja dan semua nilai mata
kuliahku dalam tahap aman. Pelan-pelan aku kembali membangun diriku untuk bisa
menjadi lebih baik lagi, dan alhamdulillah semuanya berhasil aku lalui dengan
baik. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-char-type: symbol; mso-symbol-font-family: Wingdings;&quot;&gt;:)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;&quot;&gt;Setelah hubungan kami
selesai, aku mencoba untuk terus menjauh darinya, tetapi entah bagaimanapun aku
mencoba tidak peduli padanya, dia tetap kembali, aku berusaha untuk membalas
chat darinya dengan sangat singkat dan cetus padanya, tapi dia tetap tidak
pernah pergi, hatiku yang telah aku bekukan akhirnya meleleh kembali. Hahhh…
Entah bagaimana wanita ini benar-benar luar biasa, pertama ia menghentikan
kebiasaanku melompat dari satu wanita ke wanita yang lainnya, lalu sekarang ia
bisa menghancurkan dinding pertahanan hatiku yang sepenuh tenaga berusaha untuk
mengusirnya. Dan akhirnya aku kembali dekat dengannya, yahhhh hingga saat ini
aku masih tetap dekat dengannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;&quot;&gt;Tak terasa sudah setahun
lebih hubungan antara kami berdua selesai, tetapi tidak ada satupun dari kami
yang mampu beranjak untuk pergi menjauh. Bukan aku tak berusaha untuk pergi,
aku sudah beberapa kali mencoba mendekatkan diriku dengan wanita yang lain,
namun sama saja tak ada gunanya. Setiap saat aku jatuh, rasanya hanya dia yang
mampu menarikku untuk kembali bangkit dan berdiri. Bodoh memang, padahal
masing-masing dari kami sudah tahu bahwa tak ada lagi kesempatan untuk bersatu,
tapi tetap saja kami sama-sama bebal wkwkwk. Bahkan saat menulis tulisan ini
aku sedang mencoba mengenal dua orang wanita, tetapi aku tidak mengakui ini
padanya, tetapi aku yakin, dia pasti tahu bahwa aku berbohong tidak dekat
dengan siapapun, dia adalah seorang wanita dengan intuisi yang menyebalkan,
bahkan dia tahu bahwa aku ingin membicarakan sesuatu dengannya tetapi aku takut
mengungkapkannya, dia akan terus memaksaku untuk berbicara hingga akhirnya aku
kesal dan benar-benar berbicara tentang hal yang takut aku ungkapkan wkwkwk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;&quot;&gt;Melalui tulisan ini, aku
hanya ingin mengungkapkan apa yang mungkin menjadi kata hatiku, dan tak pernah
berhasil aku ceritakan pada siapapun dalam bentuk lisan. Hahhhh… mungkin karena
memang aku lebih bagus mengungkapkan sesuatu dalam bentuk tulisan. Beberapa
hari lalu, wanita bodoh ini meminta agar sampai kapanpun aku tidak boleh lupa
padanya. Saat itu aku mengolok-oloknya dan mengatakan aku tidak pernah lupa
dengan siapapun itu mantan wanita yang pernah menjalin hubungan denganku, dan
dia membalasnya dengan ekspresi cemberutnya yang tak juga mampu memudarkan
cantik di wajahnya. Jujur saja, aku tak mungkin melupakannya, karena bisa
kukatakan, Wildan yang sekarang,&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bisa
ada ya karena wanita bodoh yang tidak pernah pergi ini. Aku masih ingat,
bagaimana dulu aku adalah orang yang sangat rapuh dan tidak stabil. Namun,
setiap saat aku jatuh dia selalu berhasil mengajakku bangun, hal itu terus
terulang sehingga akhirnya sekarang aku berhasil menjadi orang yang kuat,
stabil, dan lebih dewasa. Saat ini aku juga menjalani hidup dengan tenang dan
penuh senyuman. Meskipun tentunya tetap saja aku sesekali masih membutuhkan
suntikan semangat dari orang-orang terdekatku. Hahhh… Bagaimana mungkin aku
mampu melupakan seorang wanita yang mampu membuatku akhirnya mampu mencapai
titik kehidupanku saat ini. Bahkan, aku terkadang berpikir, siapapun wanita
yang nanti akhirnya akan bersamaku, mungkin ia harus berterima kasih pada
wanita bodoh ini. Karena telah menjagaku dengan sangat baik sebelum akhirnya ia
datang ke dalam kehidupanku dan menggantikan tempat wanita bodoh ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;&quot;&gt;Bukannya terlalu percaya
diri, hanya saja aku tau, jika aku tetap berada di sisinya, wanita bodoh ini
tak akan pernah pergi dan mencoba bersama pria yang lainnya. Karena itulah
akhirnya sekarang aku memutuskan untuk mencoba untuk mulai belajar menyayangi
wanita yang lainnya dan perlahan mengikhlaskan pohon cinta yang telah dirawat
wanita bodoh itu untuk layu dan mati. Aku berharap ia mendapatkan seorang pria
yang jauh lebih baik dariku, biarpun itu akan menjadi hal yang menyebalkan saat
melihat mantan kekasihmu bersama dengan orang yang lebih baik darimu. Tapi
hanya itu yang bisa aku lakukan saat ini, mendoakan yang terbaik untuknya. Tapi
sayangnya sampai saat ini aku sendiri pun tak mampu memulai cerita dengan
wanita yang baru, aku mungkin semacam takut untuk menyakiti mereka dengan
bayangan masa lalu yang masih menghantuiku. Ya sudahlah, pasrahkan saja
semuanya pada waktu, dan biarkan waktu melakukan pekerjaannya dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;&quot;&gt;Kurang lebih tulisanku
ini terinspirasi dari lagu Enda Oncy yang berjudul Apa Kabarmu, entah kenapa
sejak awal mendengar lagu ini, rasanya lagu ini selalu membawa pikiranku pada
seorang wanita yang aku ceritakan sejak tadi, bahkan saat membuat tulisan ini
aku mendengarkan lagu ini berulang-ulang untuk memastikan semua rasa yang ingin
aku tuliskan berhasil aku keluarkan tanpa terlewat sedikitpun, tapi lagunya
emang bagus juga sih, bagus kok untuk didengerin wkwkwk. Hahhhh…. Tak terasa
banyak sekali hal yang telah aku tuliskan disini, mungkin sudah saatnya aku
untuk pamit. Sampai jumpa di waktu yang lain pembaca-pembaca yang baik hati. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-char-type: symbol; mso-symbol-font-family: Wingdings;&quot;&gt;:)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/feeds/4371916760392869850/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2018/11/teruntuk-dia-yang-tak-pernah-pergi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/4371916760392869850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/4371916760392869850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2018/11/teruntuk-dia-yang-tak-pernah-pergi.html' title='Teruntuk Dia Yang Tak Pernah Pergi'/><author><name>anginsepoi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12926570881248124551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYv6g5Ipe1TsONT_2FGRNIgZhVPvAR89VXTa5bUY54IZF000ZRoDHHhFLUiINKzroSk7oWw_zcTdY-JZ9duwZGNUrVMcC409xWoy-StuSSn3Fcevj8ThnVrwVzWOh9YQ/s220/0eac438fa1cd0fca1a9dd34d0d3e4bd8.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEix_7wu-Tw3XmctSh2TZt5KO_mO5aSZ_CsUI1st2BPFepqRBPC_UK2brAVFaX1gPq8pO6tx-R5CC-f8dnKojFGPGOpr8bazJjNEpEptvjSxkMm5dhSEYmv31X52NSH2kUa9pFGAeqnJD19z/s72-c/Untitled-1+%2528Large%2529.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8803218073837915096.post-8276880844691004561</id><published>2018-02-25T11:07:00.001+08:00</published><updated>2018-08-28T09:07:36.159+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Pribadi"/><title type='text'>Akibat Terlalu Percaya Diri</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIsM4AOtqNTb5d3CIcGNo2DcsKmk8avKA1cLWQVnBmPVmnguhFQogl8AJ84mNdnY5cM03mT6Auc6Q95ISDkwRpR-Dz0ZjaMDmo9JpGLsvG_qIwGlLtSFvpSBsIsnAYSKvpYu2c5Rq6_HLm/s1600/50ffbb6fdcc3a_50ffbb6fdd80f.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;510&quot; data-original-width=&quot;679&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIsM4AOtqNTb5d3CIcGNo2DcsKmk8avKA1cLWQVnBmPVmnguhFQogl8AJ84mNdnY5cM03mT6Auc6Q95ISDkwRpR-Dz0ZjaMDmo9JpGLsvG_qIwGlLtSFvpSBsIsnAYSKvpYu2c5Rq6_HLm/s320/50ffbb6fdcc3a_50ffbb6fdd80f.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;WordSection1&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
Sebenarnya hari
ini aku ingin memposting lanjutan cerita tentang Semester of Disaster dan 1
cerita tambahan lagi yang mungkin sudah kalian tunggu-tunggu, pengalamanku
selama di Jakarta. Yahhh… Aku udah sempat nulis draftnya sih, dan hari ini udah
siap aku posting, tapi sayangnya aku punya cerita yang menjadi tambahan untuk list
kejadian goblokku dalam hidup, dan aku rasa kalian perlu tau wkwkwk. Enjoy the
story guys. &lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-char-type: symbol; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-symbol-font-family: Wingdings;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-char-type: symbol; mso-symbol-font-family: Wingdings;&quot;&gt;:)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
Jujur aja ni,
selama ini aku selalu percaya diri dengan kemampuan ingatanku, terutama dalam
hal yang berkaitan dengan kejadian dalam hidupku, kenangan, atau apapun itu.
Jadi, tidak jarang sejak jaman sekolah aku jarang sekali melakukan yang namanya
belajar sebelum ujian. Karena aku percaya apa yang aku dengar selama guru atau
sekarang ini dosen menjelaskan di kelas masih aku ingat dengan baik, kecuali di
beberapa bagian ketika aku tertidur, namanya juga lagi tidur, denger aja nggak,
apalagi inget kan hehehe. Tapi setelah kejadian yang akan aku ceritakan ini,
aku sepertinya mulai perlu mempertanyakan kemampuan ingatanku.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
Bagi pembaca
yang kenal denganku secara langsung atau ngepoin socmedku yang bisa kalian cari
di tab “Follow Me” di atas (promosi dikit gapapalah), kalian bakalan tau kalo
beberapa minggu lalu aku baru aja pulang dari Jakarta setelah menjalankan Kerja
Praktek (KP) untuk keperluan kuliahku, biasalah mahasiswa tua. Dan tentunya
tidak hanya aku dan beberapa temanku saja yang pergi KP, nyaris seluruh
angkatanku melakukan KP bersamaan denganku, mungkin selang beberapa hari saja
perbedaannya, dan tentunya tempatnya juga berbeda. Tidak ketinggalan juga Ketua
Himpunanku (Kahim).&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
Aku bisa
dibilang sangat dekat dengan Kahimku yang sekarang, mungkin bisa aku sebut
sahabatku di kampus, selain juga karena pacarnya memang sahabatku juga dari
awal. Kahimku ini terkenal banget sebagai orang yang santai masalah kuliahnya,
dan terkadang malah terlihat seperti orang yang tak peduli dengan kuliahnya,
jadi karena sifatnya itu dia menjadi yang paling lambat dalam mengurus KP.
Sehingga beberapa hari lalu dia baru saja menyelesaikan KPnya, namun dikarenakan
beberapa hal dia masih belum bisa segera balik ke Bali.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
Untuk yang udah
kuliah pasti tau kan, seandainya salah satu organisasi mahasiswa dari
lingkungan yang sama mengadakan sebuah acara, sudah pasti ia akan mengundang
pimpinan dari organisasi mahasiswa lainnya untuk datang sebagai formalitas saja
di pembukaan acara mereka, begitu juga dengan Kahimku ini, 2 minggu yang lalu
dia mendapatkan undangan untuk menghadiri acara Himpunan Mahasiswa Arsitektur
yang kegiatannya berlangsung minggu ini.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
Dikarenakan dia
masih di Jakarta dan gak bisa dateng, dia menanyakan aku bisa ngewakilin dia
nggak untuk dateng kesana, yasudah karena lokasinya juga tidak jauh di Kampus
Sudirman ya aku iyain aja permintaannya, meskipun biasanya weekend pagi itu
jadwalku olahraga tapi yasudahlah bolos sekali-sekali.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
Singkat kata
saja kita majukan saja ke hari H…….&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
Pagi ini aku
bangun dengan badan sakit semua, hal ini selalu terjadi setiap aku selesai
latihan silat, , latihannya selalu gila-gilaan, dan porsinya selalu bertambah
setiap latihan. Sehingga, setiap pagi aku bangun badanku pasti sakit semua,
tapi ya tak apalah, demi kesehatan dan peningkatan fisik juga. Seingatku, hari
ini aku harus mewakili Kahimku untuk datang ke acara Arsitektur. Dan seingatku
juga acara itu ada di Aula Wicwakarma jam 9 pagi.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
Karena acaranya
masih lama, aku menghabiskan waktuku dulu untuk sarapan, main gitar, dan baca
buku. Dan tepat jam set.8 aku mulai bersiap-siap, yah aku orangnya paling tidak
suka yang namanya telat, prinsipku itu lebih baik aku dateng terlalu awal
daripada aku telat. Dan jam 8 lebih aku sudah berangkat dari rumah menuju
kampus, aku tau aku tidak akan mungkin telat, jadi aku santai saja mengendarai
motor melewati lalu lintas yang lengang di pagi hari, sembari mendengarkan
musik yang menenangkan melalui headsetku. Dan jam setengah 9 lebih aku sudah
sampai di kampus Sudirman.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
Tapi tiba-tiba
saja aku berpikir,&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
“Ini kayaknya
acara seminar besar, masak cukup sih cuma pake ruangan Aula Wicwakarma yang gak
besar-besar amat?”&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
Seperti yang
kuceritakan sebelumnya, aku selalu percaya diri dengan kemampuan
mengingatku, tapi untuk meyakinkan diri aku coba aja lagi mengecek foto surat
undangan yang dikirim ke Kahimku melalui LINE. &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
“Ah, betul kan,
ternyata acaranya di Gedung Agro Lt.4.” pikirku setelah melihat lokasi di
surat.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
Karena itu masih
berada di satu kompleks kampus Sudirman, jadi aku hanya berpindah tempat parkir
saja. Tapi entah mengapa kok feelingku nggak enak ya, tapi aku abaikan saja,
aku pikir ini karena aku akan bertemu anak arsitek yang sempat aku dekati
beberapa bulan lalu (yang belum tau bisa mulai baca cerita &lt;a href=&quot;http://blog-si-ula.blogspot.com/2017/11/sebuah-cerita-find-herbut-part-1.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;ini&lt;/a&gt; ya, promosi lagi dikit, itu ceritanya 2 part lo, baca aja nanti), jadi ya aku
bodo amat dan tetap berjalan menuju lokasi. &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
Semakin
mendekati lokasi entah mengapa perasaanku makin nggak enak, aku langsung saja
ke meja panitia, dan mengasi absensi undangan. Kemudian masuk ke dalam ruangan,
entah kenapa setelah masuk ke dalam ruangan aku merasa atmosfernya makin aneh,
aku merasa sepertinya ada yang salah, tapi aku tak mampu menemukan
kesalahannya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
Beberapa detik
setelah aku berdiri terpaku di dalam ruangan, tiba-tiba saja ada seorang
panitia yang menegurku sembari membawa kotak snack dan mengarahkan aku ke
tempat duduk undangan. Hingga duduk pun entah mengapa aku masih merasakan
keanehan ._. Aku terdiam sejenak, kemudian aku memperhatikan Backdrop panggung
acara. Aku lupa kalimat lengkapnya, yang pasti disana ada penyelenggara
acaranya itu “Fakultas Kedokteran Hewan”.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
Disini aku masih
terpaku melihat backdrop itu, bahkan sempat-sempatnya aku berpikir,&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
“Apa anak
arsitek ngadain acaranya kerjasama sama anak FKH ya?._. Tapi kok nggak ada
lambang arsiteknya, tema kegiatan juga gak ada kaitannya sama arsitek ._.”&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah beberapa
saat fokus melihat dan berpikir tentang backrop tersebut aku kembali memutuskan
melihat foto surat untuk Kahimku. Aku lihat tema kegiatannya, benar-benar tidak
sama dengan di surat, kemudian aku kembali melihat tempat dan jamnya, sama,
lalu baru aku mengarah ke tanggal kegiatan. Damn!!! Ternyata di surat tertulis
itu tanggal 25 Februari 2018. Lhaaaa… ini sekarang tanggal 24 Februari 2018!!!!!
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
Segera saja aku
keluar dari ruangan dan menuju meja panitia sekre untuk mengembalikan snack dan
goodie bag yang diberikan kepadaku. Alhamdulillah belum ada satupun yang aku
makan dari kotak snack maupun aku sentuh dari goodie bag. &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
“Maaf banget ni,
aku salah liat hari, ternyata acara yang harus aku hadirin itu besok, sorry
banget ya.” &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
“Ohhh… iya kak
nggak apa.” Jawab mereka dengan ekspresi wajah kebingungan, mungkin mereka berpikir ini orang goblok apa gimana ya wkwkwkwk.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
Aku pun langsung
pulang, dan sesampainya di rumah aku merenung,&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
“Aku ngeliat itu
foto surat undangan kayaknya lebih dari sekali deh, kok gak nyadar-nyadar ya sama
tulisan tanggalnya 25 Februari. Terus juga, padahal di absensi kan udah ada ya
kopnya Fakultas Kedokteran Hewan, kok gak tak perhatiin ya, pantesan aja mereka
kayak bingung gitu pas aku bilang undangan dari HMM. Ahhh bodoh sekali aku!!!”
pikirku, yasudahlah yang sudah terjadi biarkan saja terjadi. Lumayan kenangan tololku
bertambah wkwkwkwk.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
Jadi, begitulah
cerita bagaimana untuk pertama kalinya aku merasa sudah menyesal percaya dengan
kemampuan ingatanku. Thank you for reading my story, and see you again in the
next posting!!!&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/feeds/8276880844691004561/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2018/02/akibat-terlalu-percaya-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/8276880844691004561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/8276880844691004561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2018/02/akibat-terlalu-percaya-diri.html' title='Akibat Terlalu Percaya Diri'/><author><name>anginsepoi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12926570881248124551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYv6g5Ipe1TsONT_2FGRNIgZhVPvAR89VXTa5bUY54IZF000ZRoDHHhFLUiINKzroSk7oWw_zcTdY-JZ9duwZGNUrVMcC409xWoy-StuSSn3Fcevj8ThnVrwVzWOh9YQ/s220/0eac438fa1cd0fca1a9dd34d0d3e4bd8.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIsM4AOtqNTb5d3CIcGNo2DcsKmk8avKA1cLWQVnBmPVmnguhFQogl8AJ84mNdnY5cM03mT6Auc6Q95ISDkwRpR-Dz0ZjaMDmo9JpGLsvG_qIwGlLtSFvpSBsIsnAYSKvpYu2c5Rq6_HLm/s72-c/50ffbb6fdcc3a_50ffbb6fdd80f.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8803218073837915096.post-5437126122861955588</id><published>2017-12-19T12:44:00.000+08:00</published><updated>2017-12-19T18:45:31.964+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Pribadi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Umum"/><title type='text'>Kalau Jodoh Pasti.......</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOcy38-jiosokoHXUR8NzSd3fI8Nuadzy86XIaG2wyVPPoLOMXLCgxhXq5errWz5lnpRzOb5DyqW8k2vE-fnfkLXeYNv2YNthr11LTlc-pFkwG8_6mlcI4iLl3AwQ1m4XmhTTfRSorlux-/s1600/Jodoh-Ku.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;700&quot; data-original-width=&quot;700&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOcy38-jiosokoHXUR8NzSd3fI8Nuadzy86XIaG2wyVPPoLOMXLCgxhXq5errWz5lnpRzOb5DyqW8k2vE-fnfkLXeYNv2YNthr11LTlc-pFkwG8_6mlcI4iLl3AwQ1m4XmhTTfRSorlux-/s320/Jodoh-Ku.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Courtesy : tawa.fun&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jodoh pasti bertemu.... Lhaaa kok malah nyanyi ya jadinya. Halo apa kabar reader? Sebenarnya udah beberapa lama pingin nulis hal yang ada dalam pikiranku, cuma gak nemu-nemu waktu yang tepat. Atau kadang-kadang ketemu waktu yang tepat tapi lupa mau nulis apaan wkwkwk. Jadi sekarang aku mau ngebahas masalah jodoh ni, apalagi kalo buat aku pribadi udah masuk ke umur 20 lah sekarang, dan di sekelilingku udah banyak yang ngomongin masalah jodohlah dan sejenisnya. Bahkan mamaku sendiri aja udah suka ngomongin calon istri -_- Padahal mah rasanya masih jauh ya, lulus kuliah aja belum, punya pacar juga belum *eh. Dan jujur aja pada postingan kali ini aku bener-bener usaha ngelakuin riset biar aku gak salah tulis wkwkwk karena ini ada sedikit bawa-bawa ilmu agama yang mana dengan kondisi Indonesia kayak sekarang kalo ada salah ini kepala bisa hilang kayaknya hahaha.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jujur aja, kan di postingan sebelumnya aku udah dapet cerita ni kalo aku deket sama cewek dan karena aku tau diri, jadinya berakhir dengan aku memilih mundur dari deketin cewek itu, meskipun sebenernya mah masih ngarep ya hahahaha. Kalo mau tau alasannya ya baca aja postingan sebelumnya hehehe. Dan kalau dibully sama temen-temen masalah hal itu, aku selalu jawab kalo jodoh gak bakalan kemana-mana. Padahal sambil jawab kayak gini aku sendiri mikir juga, apa beneran kalo jodoh itu gak bakalan kemana-mana? Bukannya aku gak percaya takdir ni, cuma setauku takdir itu ada 2 jenis, yaitu yang mutlak dan yang bisa dirubah, nah jodoh ini masuk ke yang mana ya sebenernya? Dari sini aku mulai baca-baca artikel dan nanya-nanya ke orang yang aku anggap ngerti. Terus apa yang aku dapetin? Yaudah yuk lanjut baca aja.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hmmm... Ok, jadi kita mulai aja dulu secara umum ya pembahasannya. Menurut kalian semua apa sih jodoh itu? Kalau menurut aku pribadi sih ya, jodoh itu adalah satu bagian dari misteri dan permainan takdir yang gak bakal bisa kita ketahui sebagai manusia, bahkan jujur aja kalau ngebuka pemikiran dengan luas apa udah bisa kita bilang kalau orang udah nikah berarti mereka berjodoh? Kalau iya, kenapa masih ada orang yang bercerai terus nikah lagi? Terus kayak gimana sih jodoh itu?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Untuk pertanyaan yang terakhir itu bakal ada banyak versi jawabannya, buat yang kaum *ehem* jomblo lapuk, kalau ditanyain jodoh itu kayak gimana mungkin pasti bakal nyebutin kriteria-kriteria idaman yang kayaknya cuma ada nanti aja di surga. Terus kalau kita tanya ke kaum yang otw ngelepas kejombloannya atau kaum yang udah berpasangan, mereka bakal mengidentikkan jodoh itu serupa dengan gebetan atau pasangannya, atau mungkin bakal dengan mantap bilang pasangannya sekarang jodohnya wkwkwk. Cuma ya sama kayak yang di atas tadi, tetep aja semuanya cuma misteri, gak bakal ada yang tau.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Seperti yang gue bilang sebelumnya, jodoh itu adalah &#39;bagian dari misteri dan permainan takdir,&#39; dan dari hasil riset yang gue lakuin dan hasil konsultasi sama Mas Galang (Ustadz gaul andalan ni, follow ignya ges @galankkenzhana ). Dan ternyata pengetahuanku sebelumnya kalau takdir ini ada 2 jenis bener, pertama takdir yang mutlak dan tertulis dalam buku takdir dan yang kedua adalah takdir yang masih bisa kita rubah dengan usaha dan doa.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Balik lagi ke pertanyaan yang tadi, jodoh masuk ke yang mana?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jodoh itu masuk ke keduanya ._. Bingung kan? Sama aku juga bingung wkwkwk. Jadi gini ni, jodoh kita itu memang udah tertulis di buku takdir, tapi dalam buku takdir itu sendiri juga terdiri dari berbagai percabangan yang mana usaha dan doa kita itu yang bakal nentuin kita ngelewatin cabang yang mana. Satu-satunya yang pasti di buku takdir itu cuma START, dimana ini awal kita hidup, dan selanjutnya END dimana ini saat kita meninggal. Sehingga jodoh itu memang tertulis di buku takdir, tapi dengan percabangan yang berbeda kita juga akan menemukan orang yang berbeda gitu lo. Ngerti gak? Pokoknya ngerti gak ngerti kalian harus ngerti, udah tak lanjutin aja.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Terus, apa jodoh itu selalu orang yang kita cinta?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hmmmm... Gimana ya, coba aku kasih contoh deh gini ya. Jadi anggap ni kamu pacaran udah lama ya, terus karena satu atau beberapa hal, lama kelamaan cintamu berpindah ke orang lain. Tapi karena pikiran &#39;gak enak, sama yang ini udah lama banget.&#39; Kamu tetep ngelanjutin hubungan kamu sama pacarmu yang sekarang biarpun udah gak ngerasain apa-apa. Terus karena semakin lama dan udah terlanjur kenal keluarga masing-masing, kamu milih untuk nikah sama dia biarpun kamu gak punya rasa sama dia, terus kamu juga gak memilih untuk cerai sama dia dan bersama dengan orang yang sebenarnya kamu sayang. Terus sampai mati kamu sama pasanganmu yang sebenarnya gak kamu cinta, lhaaa berarti jodohmu pasanganmu ini kan? Bukan orang yang kamu cinta? Meskipun gak menutup kemungkinan kalau nanti rasa yang dulu hilang bisa tumbuh lagi wkwkwk.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jadi menurutku jangan percaya sama kata-kata pujangga ataupun penyanyi masalah jodoh. Apalagi kata-kata jodoh gak bakalan kemana-kemana yang digunakan untuk hubungan percintaanmu yang gak ada kepastiannya wkwkwk. Jujur setelah menyelami pemikiran mendalam masalah jodoh ini, menurutku cuma ada satu hal yang pasti dari Jodoh, Jodoh Pasti Bertemu.... Yaps, kita akan selalu bertemu jodoh kita, mungkin kita gak sadar setiap hari berpapasan dengan orang yang dalam buku takdir berpotensi menjadi jodoh kita, tapi ya apa artinya jika kita tidak bergerak untuk mendekati orang itu atau mungkin tidak memilih untuk mengenal orang itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Balik lagi ke problemku, meskipun udah dapetin conclusion kayak gitu dan udah paham sama kondisiku, aku masih terlalu takut untuk bilang aku sama dia gak berjodoh. Faktor masih ngarep mungkin ya hahahaha. Yang jelas, gak bakal kejadian namanya aku berjodoh sama dia kalau aku masih dalam pemikiran yang sekarang dan gak ngerjain apa-apa wkwkwk.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Satu hal yang pasti mengenai jodoh sudah jelas banget kalo di Islam ni ya, dalam Al Quran disebutin bahwa :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan 
laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. 
Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk 
wanita yang baik.&quot; (QS An-Nur:26)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Terus kenapa ada cowok gak bener dapet cewek alim banget atau sebaliknya?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tau deh ahhh nanya mulu dah, udah capek ni nulis. Coba aja tanya ke ustadz-ustadz terdekat dah siapa tau dapet jawabannya wkwkwk. Yang pasti jadikan aja hal itu sebagai acuan agar kita selalu memperbaiki diri, jadi kita bisa mendapatkan jodoh sebaik yang kita pinginin, atau mungkin karena ngeliat usaha dan doa kita Tuhan kasih bonus yang lebih baik gitu. Aamiin aja dah wkwkwk. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ok reader, mungkin sekian aja yang bisa aku bahas kali ini, mungkin kalo ada yang mau diskusi atau curhat atau bagi-bagi cerita tentang jodoh bisa hubungin aja lewat akun socmedku yang sudah ada di tab &quot;Follow Me&quot; di atas ya. Sampai jumpa di postingan selanjutnya teman-teman.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sumber : Perenungan sendiri, Ustadz Galang, dan &lt;a href=&quot;http://www.islamedia.web.id/&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Islamedia&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/feeds/5437126122861955588/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2017/12/kalau-jodoh-pasti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/5437126122861955588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/5437126122861955588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2017/12/kalau-jodoh-pasti.html' title='Kalau Jodoh Pasti.......'/><author><name>anginsepoi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12926570881248124551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYv6g5Ipe1TsONT_2FGRNIgZhVPvAR89VXTa5bUY54IZF000ZRoDHHhFLUiINKzroSk7oWw_zcTdY-JZ9duwZGNUrVMcC409xWoy-StuSSn3Fcevj8ThnVrwVzWOh9YQ/s220/0eac438fa1cd0fca1a9dd34d0d3e4bd8.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOcy38-jiosokoHXUR8NzSd3fI8Nuadzy86XIaG2wyVPPoLOMXLCgxhXq5errWz5lnpRzOb5DyqW8k2vE-fnfkLXeYNv2YNthr11LTlc-pFkwG8_6mlcI4iLl3AwQ1m4XmhTTfRSorlux-/s72-c/Jodoh-Ku.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8803218073837915096.post-4536479174220972224</id><published>2017-12-01T16:31:00.000+08:00</published><updated>2017-12-01T16:31:23.122+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Pribadi"/><title type='text'>Sebuah Cerita - Find Her,But....... (Part 2)</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sebenarnya aku lagi banyak tugas ni, cuma lama kelamaan bosen juga marathon buat tugas mulu ya. Berhubung banyak juga yang nanyain kapan bakal lanjut update cerita yang kemarin, yaudah akhirnya aku sempatin aja untuk update ceritanya, biar temen-temen yang baca gak ngerasa dikentangin wkwkwk&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Oh iya kebetulan tadi aku dari rumah nenek ni, karena ada disuruh ngambil sekaligus nganterin barang, terus nenek sempat cerita-cerita gitu dah, sebagai cucu yang baik ya aku dengerin, padahal mah buru-buru mau lanjut nugas lagi T-T. Kurang lebih ya percakapannya kayak gini.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Nenek : &quot;Papamu dulu itu banyak sekali cewek yang naksir, hampir tiap hari dapet aja dia surat cinta.&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Me : *dengerin sambil senyum-senyum*&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Nenek : &quot;Papamu dulu banyak punya pacar, terus sampe ketemu mamamu, eh gak bisa lepas dia, sampe mau pendidikan tentara di Ujung Pandang aja nggak jadi, gregetan nenek waktu itu. Sekarang temen-temennya pangkatnya udah tinggi-tinggi&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Me : *tetep dengerin sambil senyum-senyum*&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dari informasi yang aku dapetin dari nenek akhirnya aku menarik kesimpulan, mungkin gara-gara Papa dulu suka mainin cewek, aku jadi korban kena kutukan berubah jadi kayak orang begok setiap ada di depan cewek ._.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Intermezzonya nggak penting ya wkwkwk, daripada kelamaan mending langsung lanjut ke cerita aja deh&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: #cfe2f3; border: 1px solid rob(204, 204, 204); display: block; padding: 15px; text-align: center;&quot;&gt;
Untuk yang belum baca cerita sebelumnya, bisa baca &lt;a href=&quot;https://blog-si-ula.blogspot.co.id/2017/11/sebuah-cerita-find-herbut-part-1.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAXSvjihfyl0J-uksRG98H6OJAFi9uDzFof2YbMIrfAAEka6Vl3RbaEw1f_K-GBLf6ycnnTThPKtpnlWya36RE_qNcsFMrySyZmh-nSJlGfo3j3sacE0SoKd10L9t5x5BrH9L5uEASbzMb/s1600/Cara+Berkenalan+Sama+Cewek+Cantik.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;171&quot; data-original-width=&quot;294&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAXSvjihfyl0J-uksRG98H6OJAFi9uDzFof2YbMIrfAAEka6Vl3RbaEw1f_K-GBLf6ycnnTThPKtpnlWya36RE_qNcsFMrySyZmh-nSJlGfo3j3sacE0SoKd10L9t5x5BrH9L5uEASbzMb/s1600/Cara+Berkenalan+Sama+Cewek+Cantik.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Courtesy : google.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langsung aja aku ketik chat untuk dikirim ke dia, tapi sayang, karena 
aku gak berani chatnya aku hapus lagi :D. Sampe beberapa hari terus aja 
berulang kayak gitu. Sampe karena udah bener-bener pingin banget kan ni 
ya aku kenalan, setelah shalat maghrib, di masjid lo ini. *pamer 
dikitlah* Aku berdoa, &quot;Ya allah, tolong berikanlah aku keberanian untuk 
chat D.E, aamiin.&quot; &amp;lt;&amp;lt;&amp;lt; btw ini seriusan lo. Setelahnya, aku 
langsung balik ke kosan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampe kosan aku coba untuk ngetik pesan buat dia lagi, dan ternyata aku masih nggak berani, pesannya cuma sebatas aku ketik aja, terus setelah aku pandangin, eh aku hapus lagi. Beberapa kali gitu mulu akhirnya aku nyerah dah.&amp;nbsp; Habis itu aku coba chat salah satu anak jin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Me : &quot;Cuk, cara deketin cewek gimana sih?&quot;&lt;br /&gt;
Anak Jin 1 : &quot;Kleee bercandamu nggak penting banget cuk.&quot;&lt;br /&gt;
Me : &quot;Btw aku nggak bercanda bangke T-T&quot;&lt;br /&gt;
Anak Jin 1 : &quot;Kenapa setelah selesai dari mantan big boss ke jadi goblok cuk? Kayaknya dulu ke nggak sampe segininya deh masalah cewek&quot;&lt;br /&gt;
Me : &quot;Nggak ngerti juga aku cuk.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ternyata nanya anak jin pun nggak ada gunanya. Akhirnya aku coba chat satu persatu kakak sepupuku yang cewek, semuanya dengan pertanyaan yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kak, gimana sih cara deketin cewek?&quot; To Kak Puput, Kak Echa, Kak Dina. Sent&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Balasannya pertama diketawain dulu terus dibully -_- Habis itu dikasi teori yang mana menurutku tetep nggak ada gunanya, tapi ada kata-kata dari Kak Echa bikin berani ni.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Ke lo cowok dan, cowok itu pantang mundur, masak kayak gini aja nggak bisa. Bahkan ya, cowok deketin cewek udah tau punya pacar juga nggak bakal mundur, selama janur kuning belum melengkung&quot; - Kak Echa&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kata-katanya memang agak sadis sih, dan karena kata-kata itu aku ngerasa kegentleanku disini dipertaruhkan. Jadi ya aku coba sekali lagi chat dia. Cari kontak dia di LINE, ketik pesannya, dan............ Tenang-tenang, kali ini gak bersambung lagi kayak cerita kemarin kok, masih lanjut ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;Dan ternyata aku masih gak berani ngirim pesannya, ada beberapa menit gitu aku tatapin itu chatnya, berharap tiba-tiba aku berani dan ngirim pesannya. Setelah beberapa menit itu pun aku akhirnya bosen natapin chat terus, aku memilih untuk hapus chat itu, baru aku pencet tombol yang buat hapus tulisan itu sekali doang, eh tiba-tiba tulisanku hilang semua.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Disini aku jadi bingung, untuk pesan yang cukup panjang kayak gitu kan seharusnya aku tahan tombolnya agak lama baru pesannya hilang semua, lhaaaa ini kok nggak ada 1 detik tiba-tiba pesannya udah hilang aja -_-. Aku menghabiskan waktu hampir 1 menit lebih dalam kebingungan kenapa hal itu bisa terjadi. Sampai akhirnya, dengan tololnya aku sadar kalau sudah ada pesan baru yang aku kirimkan ke dia, iya itu pesan yang sama persis dengan pesan yang aku ketik tadi dan hilang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Butuh beberapa detik buat aku berpikir, sebelum.. Astaghfirullah,%&amp;amp;*^&amp;amp;&amp;amp;^(^*^(*^^%*&amp;amp;(biar pembaca gak ikut-ikutan berkata kasar aku sensor aja ya), dan aku tutup kembali dengan Astaghfirullah. Jadi habis ngomong kasar bilang astaghfirullah lagi biar dosanya diampuni. Aku akhirnya sadar, tadi itu aku bukan pencet tombol hapus, tapi aku salah pencet, yang mana aku malah pencet tombol enter, jadinya pesan itu malah terkirim. -_-&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Saat itu, aku bener-bener ngerasa goblok banget, disini aku belajar, Allah memang bisa mengabulkan doa kita dengan cara yang nggak diduga-duga, contohnya cara goblok gini. Chatku nggak langsung diread sama dia, dan selama nunggu aku coba mikir-mikirin apa aja yang mau aku tanyain buat perkenalan. *Ini mau kenalan sama cewek atau tukeran biodata?*&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sampe akhirnya setelah menunggu agak lama dengan detak jantung yang gak santai gara-gara insiden tadi, akhirnya chatku dibales ni. Kurang lebih chatnya kayak gini&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
#Akibat keterbatasan ingatan penulis, mungkin ada banyak percakapan yang tidak sama persis dengan chat asli, yang penting intinya sama#&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Aku : &quot;Hi dek, kk Wildan anak mesin angkatan 15, boleh kenalan gak?&quot; &amp;lt;&amp;lt;&amp;lt; Entah kenapa aku ngerasa ini intro terbodoh yang pernah aku pake untuk kenalan sama cewek&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
D.E : &quot;Kk yang follow ig aku kan?&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Disini aku ngerasa bingung harus seneng atau sedih, baru ngechat udah kegep kayak gini ._.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Aku : &quot;Iya2, wkwkwk&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
D.E : &quot;Mau nawarin tiket GrAnAT?&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hmmm... Jadi GrAnAT itu adalah salah satu acara di kampusku, dan kalo lu jadi panitia lu bakal disuruh jualin tiket itu acara, dan dia pikir aku ini panitia, terus aku ngechat dia untuk nawarin beli tiket acara ini.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Aku : &quot;Astaghfirullah -_- Gini banget ya nasib ngajak cewek kenalan pas deket-deket acara kampus, niat baik-baik mau kenalan, dikira mau jual tiket&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Akhirnya setelah itu kita lanjut chat ngomongin tentang organisasi dan kepanitiaan kampus. Rencana kenalan yang cang pikirin tadi? Fix semuanya menghilang begitu saja dan tak terpakai -_- Anggap aja setelah chat agak lama aku ngantuk dan pamit tidur.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Menurutku sih bakalan ribet ya kalo chatku sama dia tiap hari harus aku masukin sini -_- Intinya 2 hari pertama ini masih agak dingin ya, terus seterusnya aku ngerasa sih chatnya jadi lebih baik, meskipun ya kadang-kadang balesnya agak lama gara-gara dia sibuk nugas. Terus, setelah ada mungkin ya 1 mingguan lebih gitu, tiba-tiba chatku bener-bener jadi lama banget dibalesnya, atau mungkin cuma dibales sekali aja terus diread, terus nggak ada dibales lagi. Disini aku bingung kan, aku ada salah apa ya ._. &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Beberapa hari aku bingung mikirin masalah hal itu, akhirnya aku tau, ternyata masalahnya disini bukan ada di aku, tapi dia ini udah punya pacar. Disini baru aku nyadar, waktu pertama kali chat sama dia aku gak sempat nanya dia punya pacar atau nggak -_- Goblok banget sumpah. Akhirnya setelah aku tau dia udah punya pacar, yaudah aku nggak perlu mikirin bisa ngerebut atau nggak, aku langsung mundur gitu aja. Masalahnya gimana ya, aku punya prinsip yang aku percaya, &quot;Segala hal yang dimulai dengan tidak baik tidak akan pernah mungkin berakhir baik.&quot; Contohnya ya kayak gini, mulai hubungan dengan merusak hubungan sebelumnya, akhirnya mungkin memang masih belum tentu, tapi aku percaya gak akan berakhir baik. Mulai hari itu, aku bener-bener gak ada hubungin dia lagi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Selang 2 bulan kemudian&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kebiasaan banget kalo lagi diem-diem gini aku suka nggak ada kerjaan. *Ini goblok ya, namanya diem kan udah pasti gak ada kerjaan* Dan biasanya aku suka ngabisin waktu liat-liat story orang di Instagram. Sampe akhirnya muncul story D.E. Story dia ini bener-bener bikin aku gatel pingin komen, tapi ya seperti yang sebelumnya aku bilang, dia ini udah punya orang dan aku gak mau gangguin. Tapi aku tetep pingin komen, akhirnya terjadi perdebatan antara hati sama logika.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Logika : &quot;Inget bos ydag punya orang, jangan digangguin&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hati : &quot;Itu kan nggak gangguin bos, cuma mau nanya aja, jangan dengerin logika bos.&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Logika : &quot;Jangan dengerin hati,bos. Dia suka sakit.&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hati : &quot;Jangan lupa bos ini masalah hati, jangan pake logika.&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dan disini, logikaku akhirnya kalah dari hati, aku reply storyny dia di Instagram, setelah reply itu mau gak mau akhirnya aku basa-basi dikit kan, nggak enak langsung main ilang gitu aja, takut dikira sombong. Sampe akhirnya aku kepikiran buat bilang gini.....&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Me : &quot;Oiya maaf banget buat yang sebelumnya ya, kk gatau kamu udah punya pacar soalnya, sorry banget, belum sempat bilang wkwkwk&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
D.E : &quot;Pacar? Oiya kk biasanya ngapain d bale itu? Aku bingung mau nyapa tapi gimana caranya.&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Disini aku mikir, hahhh jadi selama ini dia mau nyapa, tapi gak berani, dan dari cara ngomongnya itu kenapa kesannya dia nggak punya pacar ._. Aku malah jadi bingung sekaligus seneng, ternyata dia punya niat mau nyapa, berarti dia nggak ada illfeel sama aku, berarti aku masih aman. Disini aku ngerasa ada angin segar yang berhambus, dan kurang lebih aku ngerasa beruntung ngikutin keputusan dari hati, bukan logika. Cuma tetep aja aku masih belum yakin dia gak punya pacar, jadi mulai hari itu aku kadang-kadang chat sama dia, yahhh biarpun bentar-bentar aja, karena aku juga gak yakin dia bener-bener nggak punya pacar.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Selama beberapa hari aku nahan penasaran sebenarnya dia punya pacar apa nggak, tapi nanya kejelasannya langsung nggak berani, akhirnya aku diem aja, sampe akhirnya....&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
#Kamis, 30 November 2017&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hari ini aku kuliahnya siang, jadinya masih males-malesan di atas kasur kosan, terus aku inget banget di chat kita beberapa hari lalu D.E bilang kalau hari ini bakalan ada evaluasi, karena itu aku mutusin buat chat dia ni.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Aku : &quot;Jd evaluasi hari ini dek? Semangat ya :)&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
D.E : &quot;Engga wkwkwk. Senin Jadinya, alhamdulillah deh.&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Aku : &quot;Hahaha.. Kirain jadi&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
D.E : &quot;Iya masih djln tapi, macet pol.&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Aku : &quot;Kampus bukit apa denpasar dek?._.&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
D.E : &quot;Bukit&quot; &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Baca chat itu aku sedikit senyum, karena aku mikir berarti nanti ada chance ketemu dia ni. Sisanya chat basa-basi nggak jelas sampe akhirnya chatnya berhenti, chatku sama dia beberapa hari ini emang kayak gini sih, bentar terus berhenti wkwkwk. Singkat cerita aja, udah waktunya aku kuliah dan aku berangkat ke kampus. Sampe kampus ternyata udah banyak temen-temen ngobrol dan aku langsung ikutan nimbrung aja sama mereka. Ngobrol beberapa menit, eh dosen dateng semuanya masuk kelas kecuali Aku, Herly, sama Yan Peceng. Kalo aku sih karena masih pake sepatu, gara-gara tadi hujan masih pake sandal pas dosen dateng. Waktu aku mau pake sepatu aku liat D.E keluar dari gedung arsitek terus jalan kemana gatau. Beberapa menit kemudian, Herly teriak-teriak manggil temen yang tadi jalan sama D.E.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Herly : &quot;Yuk, D.E mana???!!&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Temen D.E : &quot;Di dalem kak&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Herly : &quot;Bilang ada salam dari Wildan&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bangke emang ni anak -_- Nama cang dibawa-bawa, dan sebelum D.E keluar dan Herly ngerjain hal yang lebih gila lagi aku langsung ngajak mereka masuk kelas. Selesai kuliah, ternyata ada notif chat LINE masuk, waktu aku liat ternyata dari D.E. Nanyain bener aku tadi kirim salam apa nggak, yaudah aku ceritain aja itu cuma Herly yang punya kerjaan. Setelah melalui beberapa topik chat tiba-tiba aja dia nanya ni.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
D.E : &quot;Dlu kk pernah chat aku ya? Ucapin Idul Fitri, terus habis tu aku heran, siapa ni&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
D.E : &quot;Trus aku search di ig, trs hbs tu ada foto kk sm pcrnya, hbs tu aku pikir, oalaahh org iseng,tp hbs ni fotonya ga ada, kk putus ta?&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Aku : &quot;Iya dek, tp gak nyadar, soalnya semua di kontak kk yang keliatan atau kk tau islam kk kirimin ucapan selamat idul fitri. Abis kk mau minta kontakmu di Herly baru kk sadar ternyata dulu pernah ngucapin idul fitri ke kamu -_- Tolol banget emang -_- Iya dek abis putus wkwkwk&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
D.E : &quot;Ohhhh hbs tu ngchat aku gt? Nah ketauan mo moveon tp gbsa.&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hmmm.... Sebenernya jujur aja, aku gak mungkin deketin cewek cuma untuk alasan sesepele itu, kalo aku emang gak punya interest sama seorang cewek ya aku nggak bakal ngurusin cewek itu. Karena deketin seseorang cuma biar kita bisa moveon gak ada bedanya sama mempermainkan hati orang lain, jadi aku gak mau ngelakuin hal kayak gitu. Dan dari omongan dia, aku ngerasa dia udah ngebaca blog ini deh wkwkwk. Tapi pas aku tanyain dia kayak bingung gitu, jadi mungkin itu cuma memori dan asumsi dia aja.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Chat-chat selanjutnya kayaknya aku ngerasa gak perlu aku tampilin. Dengan suasana kayak gitu aku ngerasa ini momentum yang tepat untuk dapetin informasi sebenernya dia punya pacar atau nggak. Jadi aku balik nanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Aku : &quot;Kamu sendiri kenapa nggak ada foto sama pacar di ig? Kata Herly kamu punya pacar di Jawa.&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
D.E : &quot;Aku gk pernah pacaran si sbnrnya&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dan mulai dari situ, akhirnya terkuak, dia sama cowok yang aku tau itu ternyata cuma kayak HTS gitu. Tapi, disini aku ngerasa hubungan antara mereka berdua udah baik banget, karena dia berani ngungkapin ke aku kalo dasar dari hubungan mereka itu cuma ngejaga komitmen. Karena untuk beberapa alasan dia gak mau pacaran, sebenarnya aku nggak setuju sih sama pandangan dia, tapi ya kita harus menghormati prinsip orang lain kan? Karena di dunia ini nggak ada yang absolut benar atau salah kecuali hukum.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bagi cowok lain, mungkin ini adalah angin segar untuk maju. Tapi buatku nggak, biarpun secara status mereka nggak ada apa-apa. Tapi secara praktikal, menurutku mereka udah termasuk pacaran dan saling memiliki satu sama lain. Jadi aku mencoba menghargai cowoknya aja sih, ngejaga sebuah hubungan model kayak gini bukan hal yang mudah, bayangin aja lo jadi cowok ni, lo capek-capek ngejaga biar seorang cewek yang lo sayang tetep sama lo. Tapi orang lain tiba-tiba dateng gitu aja ngerebut dia, pasti sakit kan rasanya?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Karena itu, sebagai cowok aku mau menghargai usaha cowoknya D.E dengan nggak lagi berusaha deketin D.E, mungkin ya sekarang aku lebih memilih slow ajalah sama dia, nggak kayak kemarin-kemarin yang bener-bener pingin deket. Karena kayak apa yang aku bilang sebelumnya &quot;Segala hal yang dimulai dengan tidak baik, tak akan pernah mungkin berakhir baik.&quot; Makanya kan kalo di Agama Islam kita ngapain-ngapain itu disuruh baca Bismillah dulu kan. Biar diawali dengan baik, dan kita mendapatkan hasil yang baik. Tapi kalo hubungan model kayak gini kayaknya emang nggak bisa ditikung ya, karena nggak jelas mulai dan selesainya Hahahaha. Bercanda aja dikit ya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ok, jadi itu aja yang bisa aku ceritain, sorry kalo postingan yang ini panjang banget, tapi jujur aja, ini emang nggak bisa dipotong postingannya wkwkwkwk. Gimana aku sekarang? Yahhh tetap melanjutkan untuk menikmati kesendirian aja sih, sampe muncul cewek lainnya yang ngebawa cerita baru, pelajaran baru, dan pengalaman baru buat aku. Dan buat aku bagi-bagi ke kalian semua.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
See you in the next story guys :D&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;THE END&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/feeds/4536479174220972224/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2017/12/sebuah-cerita-find-herbut-part-2.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/4536479174220972224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8803218073837915096/posts/default/4536479174220972224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blog-si-ula.blogspot.com/2017/12/sebuah-cerita-find-herbut-part-2.html' title='Sebuah Cerita - Find Her,But....... (Part 2)'/><author><name>anginsepoi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12926570881248124551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYv6g5Ipe1TsONT_2FGRNIgZhVPvAR89VXTa5bUY54IZF000ZRoDHHhFLUiINKzroSk7oWw_zcTdY-JZ9duwZGNUrVMcC409xWoy-StuSSn3Fcevj8ThnVrwVzWOh9YQ/s220/0eac438fa1cd0fca1a9dd34d0d3e4bd8.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAXSvjihfyl0J-uksRG98H6OJAFi9uDzFof2YbMIrfAAEka6Vl3RbaEw1f_K-GBLf6ycnnTThPKtpnlWya36RE_qNcsFMrySyZmh-nSJlGfo3j3sacE0SoKd10L9t5x5BrH9L5uEASbzMb/s72-c/Cara+Berkenalan+Sama+Cewek+Cantik.png" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>