<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>Bloggingly</title>
	
	<link>http://bloggingly.com</link>
	<description>Blog tentang blog, blogging, tips ngeblog, dan semua yang berkaitan dengan ngeblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jul 2010 21:51:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly" /><feedburner:info uri="bloggingly" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId>Bloggingly</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Menyikapi Copy Paste Konten Blog</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Bloggingly/~3/zVU95plvAx4/</link>
		<comments>http://bloggingly.com/menyikapi-copy-paste-konten-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 21:40:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[Copy Paste]]></category>
		<category><![CDATA[Pembajakan]]></category>
		<category><![CDATA[Uncopyrighted]]></category>
		<category><![CDATA[Watermark]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggingly.com/?p=1968</guid>
		<description><![CDATA[gambar copy &#38; paste diatas adalah milik Robert S. Donovan yang dipublikasikan di Flickr dengan lisensi Creative Commons. Pernahkah anda mendapati tulisan anda di copy oleh seseorang lalu di publikasikan tanpa izin di blog lain? Saya tahu perasaan anda: kesal, marah dan murka bercampur menjadi satu mengingat banyaknya waktu dan perhatian yang anda curahkan untuk [...]<p><a href="http://bloggingly.com/menyikapi-copy-paste-konten-blog/">Menyikapi Copy Paste Konten Blog</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-1969" title="copypasteiphone" src="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/07/copypasteiphone.jpg" alt="Copy Paste iPhone" width="480" height="300" /></p>
<p><small>gambar <a href="http://www.flickr.com/photos/booleansplit/3636772098/" target="_blank">copy &amp; paste diatas adalah milik Robert S. Donovan</a> yang dipublikasikan di Flickr dengan lisensi <a href="http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/" target="_blank">Creative Commons</a>.</small></p>
<p>Pernahkah anda mendapati tulisan anda di copy oleh seseorang lalu di publikasikan tanpa izin di blog lain? Saya tahu perasaan anda: kesal, marah dan murka bercampur menjadi satu mengingat banyaknya waktu dan perhatian yang anda curahkan untuk membuat tulisan tersebut yang lalu dicopy-paste oleh orang lain tanpa izin.</p>
<p>Penjarahan intelektual dengan cara mengcopy paste konten blog tanpa izin bukan barang baru lagi di blogosphere. Saya tahu betapa menyebalkannya di-<em>copypaste</em>, mengingat sudah seringkali tulisan-tulisan saya (baik di <a href="http://bloggingly.com" target="_blank">bloggingly</a> atau di blog lain) di publikasikan ulang di berbagai blog tanpa izin.</p>
<p><span id="more-1968"></span></p>
<h2>Mengapa copy paste tulisan blog seperti ini terjadi?</h2>
<p>Pendapat saya, setidaknya ada dua penyebab mengapa hal ini terjadi:</p>
<ol>
<li>Yang pertama adalah ketidaktahuan. Jangan salah, masih banyak orang yang menyangka bahwa semua yang tersedia di internet itu &#8220;gratis&#8221; dan &#8220;dapat digunakan semau mereka&#8221;. Salahkan keterbatasan penyebaran informasi dan edukasi di dunia.</li>
<li>Yang kedua adalah kesengajaan. Sederhana saja: berapa banyak dari anda yang tahu bahwa menggunakan OS bajakan itu salah dan tetap melakukannya? Bagaimana pola pikir anda? &#8220;aah, siapa juga sih yang mempermasalahkan&#8230;?&#8221;, huh?</li>
</ol>
<h2>It sucks, i know</h2>
<p>Apapun alasannya, kemudahan mengolah informasi secara digital memang mempermudah copy paste tulisan terjadi. Jangankan tulisan, <em>software</em> yang rumit saja bisa dan banyak dibajak. Menyikapi hal ini, ada dua opsi yang tersedia: mencaci maki dan menyalahkan dunia, atau menyadari bahwa dunia (dan budaya serta perilaku manusia) memang sudah berubah.</p>
<h2>Bagaimana menyikapi pembajakan tulisan blog?</h2>
<p>Setidaknya, anda memiliki dua opsi: memproteksi atau &#8220;melepaskan&#8221; konten anda.</p>
<p>Yang saya maksud dengan memproteksi konten adalah melakukan segala daya dan upaya untuk menjaga konten ada agar tidak bisa di-copypaste (meskipun secara teknis saya merasa hal tersebut mustahil &#8211; seperti hacking, selalu saja ada cara).</p>
<p>Ada beberapa cara yang dapat anda upayakan seperti <a href="http://www.hypergurl.com/norightclick.html" target="_blank">mendisable klik kanan dengan memasang sedikit kode JavaScript</a> (untuk mencegah klik kanan copy &amp; paste) di blog anda, membubuhkan watermark pada tiap gambar / foto, mengatur agar RSS Feed anda dipublikasikan secara parsial untuk menghindari publikasi ulang RSS Feed, dll.</p>
<p>Sedangkan yang saya maksud dengan &#8220;melepaskan&#8221; konten anda adalah dengan tidak melakukan upaya-upaya diatas. Malahan, lakukan hal yang sebaliknya: permudah orang lain dalam membaca tulisan anda. Mensubmit blog ke agregator, merilis tulisan RSS Feed secara penuh, Mengizinkan orang lain mempublikasikan ulang tulisan anda tanpa perlu meminta izin terlebih dahulu, dll.</p>
<p>Saya tahu hal ini terdengar baru untuk anda. &#8220;<em>Gila, gue udah susah-susah nulis masa orang boleh publish ulang semaunya?</em>&#8220;. Oke, ini mungkin agak &#8220;nyeleneh&#8221;, tapi saya rasa anda perlu membaca wacana mengenai <a href="http://mnmlist.com/uncopyright-and-a-minimalist-mindset/" target="_blank">uncopyright and minimalist mindset</a>: mengizinkan siapapun menggunakan apa yang anda tulis. Konsep ini saya pertama ketahui dari Leo Babauta, seorang blogger asal kepulauan Guam (sekarang dia pindah ke San Fransisco) yang mengaplikasikan uncopyright dan membuat blognya <a href="http://zenhabits.net" target="_blank">zenhabits.net</a> menjadi sangat populer dalam waktu kurang dari 3 tahun.</p>
<h2>Bagaimana saya menyikapi copy paste</h2>
<p>Sekarang masuk ke dalam ke bagian yang lebih praktikal dan personal: <strong>bagaimana saya menyikapi copy paste?</strong></p>
<p>Oke, saya harus katakan ini: saya tidak (atau mungkin, belum) se&#8221;liberal&#8221; Leo Babauta dan <em>uncopyright</em>nya, tapi saya sudah tidak terlalu memperdulikan lagi para pelaku copy paste.</p>
<p>Pertama kali tulisan saya di copy paste, saya menulis &#8220;komentar pedas&#8221; di artikel saya yang di-copy paste, meminta yang empunya blog setidaknya menautkan link ke artikel asli. Lama kelamaan, orang yang melakukan copy paste semakin banyak (sekarang sudah jarang lagi sih) dan saya mulai menyadari bahwa hal ini membuang-buang waktu saya. Daripada saya menggunakan waktu saya untuk mengurusi artikel saya yang di-copypaste, lebih baik saya fokus menggunakan waktu saya utuk membuat artikel yang lebih bermutu.</p>
<p>Ingat ini:</p>
<blockquote><p>orang bisa saja meng-copypaste tulisan anda, tapi mereka tidak akan bisa mencuri integritas dan pengetahuan yang anda dapatkan karena <strong>proses</strong> penulisan artikel yang anda lalui.</p></blockquote>
<p>Berangkat dari keyakinan tersebut, saya sekarang tidak terlalu memusingkan diri saya dengan masalah copy paste. Namun, saya melakukan beberapa &#8220;trik&#8221; sederhana terhadap tulisan-tulisan saya:</p>
<ol>
<li><strong>Karena saya tidak suka di copypaste, saya tidak pernah meng-copypaste tulisan orang lain</strong>. Ingat peraturan emasnya? Perlakukan orang lain seperti anda ingin diperlakukan.</li>
<li>Menulis dengan bahasa yang &#8220;saya banget&#8221;. Sehingga orang akan tahu bahwa itu tulisan saya. (pada prakteknya akan sangat sulit sih, jadi, tulis saja!)</li>
<li> <strong>Menyelipkan link ke artikel-artikel saya yang relevan (jika ada)</strong>. Sehingga jika di-copypaste dan dipublikasikan di blog lain pun, setidaknya anda mendapatkan backlink. Lumayan untuk <em>search engine indexing</em> <img src='http://bloggingly.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </li>
<li> Jika ada gambar yang berupa ilustrasi, bubuhkan watermark</li>
</ol>
<p>Yap, itu saja sih yang saya lakukan untuk mengatasi copy paste. Bagaimana dengan anda? Apa pendapat anda dan apa yang anda lakukan untuk menangani copy paste?</p>
<p><a href="http://bloggingly.com/menyikapi-copy-paste-konten-blog/">Menyikapi Copy Paste Konten Blog</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Bloggingly/~4/zVU95plvAx4" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggingly.com/menyikapi-copy-paste-konten-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>87</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://bloggingly.com/menyikapi-copy-paste-konten-blog/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Pesta Blogger 2010 : Merayakan Keragaman</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Bloggingly/~3/NVJpVMPtzUA/</link>
		<comments>http://bloggingly.com/pesta-blogger-2010-merayakan-keragaman/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 09:34:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>japestinho</dc:creator>
				<category><![CDATA[acara]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[pb2010]]></category>
		<category><![CDATA[PestaBlogger]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggingly.com/?p=1964</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu saya melihat satu hashtag yang awalannya sudah sangat familiar di mata saya. Yap #pb2010. Dan dengan sangat antusias langsung menuju home dari event blogger bertaraf nasional ini di Pestablogger.com dan wah themenya sudah berganti menjadi nuansa biru yang cerah. Disana saya juga melihat logo yang sudah terpilih menjadi official logo untuk [...]<p><a href="http://bloggingly.com/pesta-blogger-2010-merayakan-keragaman/">Pesta Blogger 2010 : Merayakan Keragaman</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/07/logopb2010.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1965" title="logopb2010" src="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/07/logopb2010.jpg" alt="" width="458" height="226" /></a></p>
<p>Beberapa hari yang lalu saya melihat satu hashtag yang awalannya sudah sangat familiar di mata saya. Yap <a href="http://twitter.com/search#search?q=pb2010" target="_blank">#pb2010</a>. Dan dengan sangat antusias langsung menuju home dari event blogger bertaraf nasional ini di <a href="http://pestablogger.com/" target="_blank">Pestablogger.com</a> dan wah themenya sudah berganti menjadi nuansa biru yang cerah. Disana saya juga melihat logo yang sudah terpilih menjadi <a href="http://pestablogger.com/?p=1696" target="_blank">official logo</a> untuk event pesta blogger 2010 kali ini.<br />
<span id="more-1964"></span></p>
<h2>Sekilas Mengenai Pestablogger</h2>
<p>Pesta blogger adalah salah satu event nasional yang diadakan oleh blogger Indoenesia untuk bertatap muka secara langsung, bertukar informasi dan pengalaman antar sesama blogger. Tentu saja efek menciptakan jaringan pertemanan yang semakin luas diantara sesama blogger. Yang pasti akan semakin merasa eksis tidak hanya di online namun pada event offline juga <img src='http://bloggingly.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sejauh ini Pestablogger sudah digelar sebanyak 3 kali dan dilaksanakan di ibu kota Jakarta. Dan setiap kali event ini diadakan, mestilah memiliki tema tersendiri yang dijadikan topik pembahasan utama. Diantaranya dari 3 event yang sudah digelar adalah:</p>
<ul>
<li>“ONE SPIRIT ONE NATION&#8221; &#8211; tema pb2009</li>
<li>“Blogging for Society” &#8211; tema pb2008</li>
<li>“Suara Baru Indonesia” &#8211; tema pb2007</li>
</ul>
<p>Lebih jauh mengenai Pestablogger bisa anda baca di halaman <a href="http://pestablogger.com/?page_id=2" target="_blank">about</a> mereka.</p>
<h2><strong>Pengalaman Bloggingly di Pestablogger</strong></h2>
<p>Menurut saya event semacam persta blogger ini bisa dijadikan sebagai ajang pertemuan yang banyak sekali manfaatnya diantara blogger Indonesia. Bertemu dengan senior blogger yang sudah pasti bisa kita serap pengalaman dan ilmunya di dunia blogging. Dan yang pasti bertemu dengan blogger-blogger baru (yang masih fresh semgangat ngeblognya <img src='http://bloggingly.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ) apalagi mendapat sesuatu yang baru dari mereka.</p>
<p>Tentunya sangat menyenangkan untuk blogggingly bisa hadir di event pestablogger. Hanya event pertamanya saja yang tidak sempat kami hadiri dan <a href="http://bloggingly.com/liputan-pestablogger-2008/" target="_blank">pb2008</a> adalah event yang pertama kali bloggingly ikuti. Liputan kami di pb2009 bisa dibaca kembali <a href="http://bloggingly.com/liputan-pesta-blogger-2009/" target="_blank">Liputan Pesta BLogger 2009 oleh bloggingly</a>. Dan semoga pb2010 ini adalah kali ke-3 Bloggingly akan ikut dalam event blogger berskala nasional ini.</p>
<h2>Tentang Pesta Blogger 2010</h2>
<p>Seperti yang saya baca dari situsnya,<a href="http://pestablogger.com/?p=1643" target="_blank"> para panitia</a> kali ini sepertinya tak terlihat jauh berbeda dengan panitia tahun sebelumnya. Masih ada <a href="http://enda.goblogmedia.com/" target="_blank">Enda Nasution</a>, <a href="http://ndorokakung.com/" target="_blank">Ndoro Kakung Wicaksono</a>, <a href="http://blog.imanbrotoseno.com/" target="_blank">Iman Brontoseno</a>, dan sahabat blogger lainnya dari <a href="http://www.maverick.co.id/" target="_blank">Team Maverick</a> yang tetap menjadi organizer acara ini.</p>
<p>Melihat tema kali ini yang berjudul &#8220;Merayakan Keragaman&#8221; sepertinya akan ada yang sedikit berbeda pada event pesta blogger kali ini. Saya kutip dari <a href="http://pestablogger.com/?p=1655" target="_blank">halamannya</a> acara tahun ini lebih menitikberatkan kepada pendayagunaan kekuatan komunitas-komunitas online baik dari blogger sendiri, para social media enthusiasm, dan komunitas online secara regional ataupun berdasarkan interest.</p>
<h2>Harapan Bloggingly</h2>
<p>Bloggingly mempunyai harapan bahwa acara pesta blogger kali ini akan berjalan dengan lebih lancar dan tertib. Karena pengalaman tahun sebelumnya, venue acaranya kurang tertata dengan baik sehingga menciptakan kelompok-kelompok pembicaraan tersendiri selama acara berlangsung. Jika penasaran silahkan baca kembali ulasan kami <img src='http://bloggingly.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dari segi acara mungkin bisa dilebihkan yang benar-benar memiliki blogging value-nya meski dilihat dari tema untuk tahun ini sepertinya akan lebih seru lagi. Sing penthing bisa meningkatkan kembali gairah blogging *halah yang saya lihat mulai sedikit tergeserkan dengan invasi social-network melalui maraknya gadget mobile yang semakin pintar <img src='http://bloggingly.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Oke kita tunggu saja tanggal mainnya dan jangan sampai terlambat mendaftarkan diri anda di acara pesta blogger 2010 nanti. Agar tidak  ketinggalan gabung saja di <a href="http://www.facebook.com/pestablogger" target="_blank">Facebook page Pestablogger</a> atau pantengin terus hashtag <a href="http://twitter.com/search#search?q=pb2010" target="_blank">#pb2010</a>. Buat yang belum pernah ikut sama sekali mungkin bisa melihat galleri fotonya di <a href="http://www.flickr.com/groups/pestablogger/" target="_blank">Flickr Pestablogger</a>.</p>
<p>Ow ya kalau ingin mendukung event ini anda bisa memasang <a href="http://pestablogger.com/gallery/" target="_blank">badge</a> pada blog anda agar semua orang aware akan hadirnya acara sebesar ini.</p>
<p><a href="http://bloggingly.com/pesta-blogger-2010-merayakan-keragaman/">Pesta Blogger 2010 : Merayakan Keragaman</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Bloggingly/~4/NVJpVMPtzUA" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggingly.com/pesta-blogger-2010-merayakan-keragaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://bloggingly.com/pesta-blogger-2010-merayakan-keragaman/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Mengapa Akun Twitter Itu Penting</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Bloggingly/~3/QT_iRG3W_28/</link>
		<comments>http://bloggingly.com/mengapa-akun-twitter-itu-penting/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jul 2010 14:46:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Identity]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggingly.com/?p=1961</guid>
		<description><![CDATA[Meskipun saya bukan pengguna kelas berat twitter yang selalu aktif ngetweet menggunakan UberTwitter 24 jam dalam sehari, saya yakin bahwa di era social dan real time ini memiliki akun twitter itu penting. Pada post sebelumnya saya sudah membahas bahwa tiap media sosial memiliki karakternya masing-masing. Pada post kali ini, saya akan membahas lebih dalam mengenai [...]<p><a href="http://bloggingly.com/mengapa-akun-twitter-itu-penting/">Mengapa Akun Twitter Itu Penting</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-1962 alignnone" title="twitter do not care - invictus" src="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/07/twitter-do-not-care.jpg" alt="twitter do not care - invictus" width="480" height="300" /></p>
<p>Meskipun saya bukan pengguna kelas berat twitter yang selalu aktif ngetweet menggunakan <a href="http://www.ubertwitter.com/" target="_blank">UberTwitter</a> 24 jam dalam sehari, saya yakin bahwa di era social dan real time ini memiliki akun twitter itu penting. Pada <a href="http://bloggingly.com/menggunakan-media-sosial-sesuai-dengan-peruntukannya/" target="_blank">post sebelumnya</a> saya sudah membahas bahwa tiap media sosial memiliki karakternya masing-masing. Pada post kali ini, saya akan membahas lebih dalam mengenai <a href="http://twitter.com" target="_blank">twitter</a>.</p>
<p><span id="more-1961"></span></p>
<h2>Akun twitter adalah identitas</h2>
<p>Hal paling pertama dan saya rasa yang paling penting mengenai twitter adalah fungsi sosialnya yang mulai berubah. Akun twitter bukan lagi sekedar akun. <strong>Akun twitter adalah identitas.</strong> Tahun 2008 zamannya saya mulai ngeblog, seorang blogger akan menautkan suatu tautan ke blog personal seseorang jika ia ingin memberi tahu pembacanya mengenai seseorang. Sekarang blogger relatif lebih memilih menautkan tautannya ke username twitter yang bersangkutan.</p>
<p>Lebih mudah memberitahu akun twitter daripada URL blog. Memberi tahu alamat blog masih perlu menyebutkan <code>http://</code> atau <code>www.</code> dan <code>Top Level Domain</code> sementara memberitahu username twitter tinggal menyebutkan <code>@username</code>.</p>
<p>Mengapa tidak akun facebook yang menjadi identitas? Karena ribet, informasinya lebih personal dan tidak semua orang tahu bahwa facebook bisa dibuat simple username.</p>
<h2>Akun twitter lebih universal</h2>
<p>Buktinya? Dari <a href="http://twitter.com/verified/world-leaders" target="_blank">pemimpin dunia</a>, selebritis hingga acara televisi punya akun twitter. Dengan memiliki akun twitter, anda memiliki saluran komunikasi secara langsung dengan banyak orang, termasuk <em>expert</em> di industri anda &#8211; meskipun belum berlaku di semua industri dan semua hal sih. Well, saya tidak perlu menjelaskan lagi apa manfaatnya kan? <img src='http://bloggingly.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<h2>Twitter sudah mulai searchable</h2>
<p>Agak kontradiktif dengan post saya sebelumnya mengenai karakter-karakter media sosial, namun perlu dipahami lebih lanjut bahwa maksud dari kekurang-<em>searchable</em>-an twitter adalah pada konten yang sangat dibatasi oleh 140 karakternya. Ide anda yang tumpah ruah di twitter agak sulit dicari karena karakternya terbatas dan terpisah-pisah, berbeda dengan sebuah blog post. <strong>Tapi jika berbicara mengenai identitas, lain cerita. Twitter sudah sangat searchable.</strong></p>
<p>Kita ambil satu contoh netizen yang cukup aktif. Oke, saya saja deh. Jika anda <a href="http://www.google.com/search?hl=en&amp;q=fikri+rasyid&amp;btnG=Search&amp;aq=f&amp;aqi=&amp;aql=&amp;oq=&amp;gs_rfai=" target="_blank">googling nama saya</a> (Fikri Rasyid), hasil pencarian pertama muncul adalah <a href="http://fikrirasyid.com" target="_blank">blog personal saya</a> yang beralamat persis seperti nama saya. Hasil pencarian kedua? <a href="http://twitter.com/fikrirasyid" target="_blank">Akun twitter saya</a>. Lengkap dengan <em>latest real time result</em> mengenai Fikri Rasyid yang kebanyakan muncul dari tweet saya.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-1963" title="Google Search Result for Fikri Rasyid" src="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/07/fikrirasyid-googlesearchresult.png" alt="Google Search Result for Fikri Rasyid" width="480" height="300" /></p>
<h2>What&#8217;s the point then?</h2>
<p>Poin pentingnya adalah twitter sudah menjadi semakin penting hari ini, terutama jika anda adalah orang yang menggunakan media sosial untuk memenuhi kebutuhan anda -seperti memberitahu dunia apa yang penting untuk anda dan membuat orang lain tahu apa kapabilitas anda- alih-alih sekedar membuang-buang waktu belaka. Jadi jika anda belum memiliki akun twitter, saya sarankan anda segera memilikinya.</p>
<p>Anyway, ada yang mau menambahkan?</p>
<h2>P.S.</h2>
<p>Image t-shirt diatas adalah t-shirt yang saya beli seharga IDR 90k di <a href="http://invcts.com/" target="_blank">Invictus</a> (salah satu distro lokal terkeren &#8211; IMHO) jalan trunojoyo Bandung. Mereka punya beberapa t-shirt dengan desain yang &#8220;twitter banget&#8221;. <em>As netizen, i can&#8217;t stop myself to buy one of i</em>t <img src='http://bloggingly.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Untuk yang tertarik, mereka punya akun twitter yang cukup aktif di @<a href="http://twitter.com/invictusnews" target="_blank">invictusnews</a>.</p>
<p>Anyway, ini <a href="http://search.twitter.com/search?q=%23BukanIklan" target="_blank">#BukanIklan</a>.<em> i just love great stuff i love spreads</em> <img src='http://bloggingly.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://bloggingly.com/mengapa-akun-twitter-itu-penting/">Mengapa Akun Twitter Itu Penting</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Bloggingly/~4/QT_iRG3W_28" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggingly.com/mengapa-akun-twitter-itu-penting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://bloggingly.com/mengapa-akun-twitter-itu-penting/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Menggunakan Media Sosial Sesuai dengan Peruntukannya</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Bloggingly/~3/oj-JwVHAbzs/</link>
		<comments>http://bloggingly.com/menggunakan-media-sosial-sesuai-dengan-peruntukannya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jul 2010 02:40:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Account]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggingly.com/?p=1955</guid>
		<description><![CDATA[Image: Social Media Participation Chart is courtesy of oversocialized Di pertengahan dan akhir tahun lalu, diskusi mengenai &#8220;kematian&#8221; blog seiring dengan menaiknya penggunaan media sosial -yang berimplikasi tersitanya waktu untuk ngeblog- seperti Facebook, Twitter dan lain-lain kian marak. Hari ini, prediksi tersebut tampak menjadi nyata. Jumlah blogger senior yang aktif dari zaman sebelum blog bahkan [...]<p><a href="http://bloggingly.com/menggunakan-media-sosial-sesuai-dengan-peruntukannya/">Menggunakan Media Sosial Sesuai dengan Peruntukannya</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-1956" title="social_media_chart" src="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/07/social_media_chart.jpg" alt="Social Media Chart" width="480" height="300" /></p>
<p><small>Image: <a href="http://www.flickr.com/photos/43993720@N02/4476430341/" target="_blank">Social Media Participation Chart</a> is courtesy of <a href="http://www.flickr.com/photos/43993720@N02/" target="_blank">oversocialized</a></small></p>
<p>Di pertengahan dan akhir tahun lalu, diskusi mengenai &#8220;kematian&#8221; blog seiring dengan menaiknya penggunaan media sosial -yang berimplikasi tersitanya waktu untuk ngeblog- seperti Facebook, Twitter dan lain-lain kian marak. Hari ini, prediksi tersebut tampak menjadi nyata. Jumlah blogger senior yang aktif dari zaman sebelum blog bahkan populer tampak kian menurun. Mereka tampak lebih gemar menyampaikan ide lewat <a href="http://twitter.com" target="_blank">twitter</a> yang lebih singkat, cepat, ringkas, realtime dan responsif. Saya pribadi menggunakan twitter dan merasakan betapa menyenangkannya media tersebut. Bagaimanapun, saya pribadi lebih memilih untuk aktif di beberapa media sosial yang saya anggap relevan dan menggunakannya untuk tujuan-tujuan yang saya anggap relevan dengan media sosial tersebut.</p>
<p><span id="more-1955"></span></p>
<p>Berikut ini adalah bagaimana saya memandang beberapa platform media sosial dan bagaimana saya menggunakannya. Perlu diingat bahwa tidak ada yang absolut di ranah web (bahkan tampilan polos Google saja tidak absolut), sehingga bagaimana saya menggunakan media sosial ini bersifat relatif: silahkan adopsi jika anda merasa cocok dan tidak masalah jika berbeda pandangan &#8211; silahkan sampaikan pandangan anda. <img src='http://bloggingly.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<h2>Facebook</h2>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1958" title="facebook" src="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/07/facebook.png" alt="facebook icon" width="60" height="60" />Berdasarkan diskusi yang sangat menarik via twitter dengan @<a href="http://twitter.com/ikhlasulamal" target="_blank">ikhlasulamal</a>, <strong>facebook adalah platform untuk membina hubungan</strong>. Facebook adalah platform untuk membina relationship dengan orang-orang yang kita kenal secara langsung di dunia nyata. Saya ulangi: <strong>dengan siapa yang kita kenal langsung di dunia nyata</strong>. Saya rasa inilah yang mendasari hubungan antar user di Facebook yang membutuhkan approval &#8211; untuk menjamin bahwa siapa yang terhubung dengan kita adalah orang-orang yang benar-benar kita kenal dan bukan alay yang meng-add anda karena profile picture anda terlihat <em>kece </em>dan agar jumlah teman di friendlistnya jadi banyak.</p>
<p>Implikasi dari pandangan saya diatas:</p>
<ul>
<li>Pembicaraan saya di facebook lebih pribadi; Dengan <em>jokes-jokes</em> yang konteksnya mungkin hanya dapat dipahami oleh orang-orang yang mengenal saya secara langsung. Conversationnya lebih personal.</li>
<li>Hanya teman-teman yang saya kenal secara langsung yang ada di friendlist saya.</li>
<li>Friend request dari orang yang tidak saya kenal secara langsung langsung saya ignore</li>
<li>Facebook adalah platform yang saya gunakan untuk menjaga hubungan dengan orang-orang yang saya kenal secara langsung.</li>
</ul>
<p>Itu konsep dasarnya, pada prakteknya saya juga menggunakan photo application yang saya rasa sangat powerful sebagai default photo sharing saya untuk berbagi foto pada satu event dengan teman-teman saya. Lalu dikarenakan penetrasi facebook yang sangat tinggi dibandingkan twitter, banyak juga orang yang tidak saya kenal secara langsung memilih untuk berhubungan dengan saya via facebook. Untuk keperluan itu, saya membuat <a href="http://facebook.com/fikri.rasyid.book" target="_blank">facebook page saya sendiri</a> *berasa artis*.</p>
<h2>Twitter</h2>
<p><img class="alignright size-full wp-image-1957" title="twitter" src="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/07/twitter.png" alt="twitter icon" width="60" height="60" />Masih berdasarkan diskusi yang sangat menarik dengan @<a href="http://twitter.com/ikhlasulamal" target="_blank">ikhlasulamal</a>, twitter berbeda dengan facebook. Jika facebook dikembangkan untuk membina hubungan, <strong>twitter dikembangkan untuk melakukan &#8220;pembicaraan&#8221; atau &#8220;conversation&#8221;</strong>. Hal ini berdampak pada tidak perlunya kita mengumbar data pribadi di twitter: kita tidak perlu bio lengkap, nama asli, atau informasi esensial mengenai social graph kita. Hubungan antar user pun tidak memerlukan approval dan cukup di dasarkan hubungan &#8220;follow&#8221; dimana orang yang difollow tidak perlu memfollow balik jika dia rasa tidak perlu. Seperti obrolan ringan di angkot atau kedai kopi favorit anda: anda tidak perlu tahu siapa yang berbicara, apa latar belakangnya, atau apakah dia lajang atau duda: selama pembicaraannya menarik, lanjutkan saja.</p>
<p>Implikasi dari pandangan saya diatas:</p>
<ul>
<li>Jika facebook adalah mengenai dengan siapa anda sekolah, twitter adalah mengenai dengan siapa anda ingin bersekolah</li>
<li>Pembicaraan di twitter bukan lagi pembicaraan personal</li>
<li>Saya tidak menutup &#8220;tweet&#8221; saya dengan protected tweet. Apa esensinya kalau begitu?</li>
<li>Facebook adalah mengenai apa yang saya ingin teman-teman saya ketahui tentang saya; Twitter adalah mengenai apa yang saya ingin dunia ketahui tentang saya. <em>More professional discourse is tweeted in twitter instead in facebook</em>.</li>
<li>Twitter app di handphone selalu menyala. Kadang-kadang ada yang menawarkan pekerjaan via direct message. <em>Your twitter username is your social identity</em>.</li>
</ul>
<h2>Blog</h2>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1959" title="wordpress" src="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/07/wordpress.png" alt="wordpress icon" width="60" height="60" />Oke, jika twitter dan facebook memfasilitasi saya untuk &#8220;berbicara&#8221; baik kepada dunia dan teman-teman dekat, apalagi gunanya blog? Mengapa masih ngeblog?</p>
<p>Sederhana: karena <strong>blog lebih searchable</strong>.</p>
<p>Saya belum terlalu update dengan kabar terbaru seputar social search yang dikembangkan Google dan mesin pencari lain, tapi saya yakin kebanyakan orang-orang awam (seperti calon klien, calon partner atau bahkan calon mertua &#8211; kecuali kalau calon-calon nya <em>geek</em> pembaca setia <a href="http://dailysocial.net" target="_blank">DailySocial</a> :p ) tidak akan tahu benda asing bernama social search. Jika mereka cukup tanggap terhadap teknologi, hal paling canggih yang saya asumsikan akan mereka lakukan adalah mengakses Google search / kolom search di Facebook dan mengetikan nama saya disana.</p>
<p>Di halaman pertama pasti terdapat akun facebook saya &#8211; namun mereka tidak akan bisa mengakses informasi personal karena privacy setting yang saya gunakan. Akun twitter juga akan nampak, namun tidak terlalu banyak pemikiran saya (yang bercampur dengan conversation &#8211; tentunya) yang dapat &#8220;ditangkap&#8221; melalui medium 140 karakter atau kurang yang jumlahnya berhalaman-halaman itu. <em>Heck, this is why i need blog. Specifically, blogs</em>.</p>
<p>Implikasi dari pandangan diatas, ini yang saya lakukan untuk blog:</p>
<ul>
<li>Membuat blog pribadi dengan alamat namasaya.com (dalam kasus saya, fikrirasyid.com). Mengapa menggunakan nama asli langsung? Pertama agar orang tahu bahwa itu asli, kedua agar tampak baik di ranking Google Search, ketiga karena <strong>alamat blog adalah brand</strong> saya (itulah mengapa saya menggunakan .com alih-alih ngekos di free blog service).</li>
<li>Hal-hal yang saya bahas di blog pribadi adalah hal-hal yang sifatnya merupakan interest saya, namun bermanfaat jika saya share dengan orang awam / publik.</li>
<li>Untuk hal-hal yang sifatnya interest utama dan berpotensi menjadi karir, saya lebih pilih membuat satu niche blog lain. Sebenarnya digabung dengan personal blog pun bisa, namun saya lebih pilih membuat niche blog tambahan karena disatu titik tertentu (jika blognya menjadi terkenal dan membutuhkan perhatian ekstra) dapat dilakukan pendelegasian tanpa perlu canggung.</li>
</ul>
<h2>Bagaimana dengan media sosial lain?</h2>
<p>Saya tidak terlalu aktif di media sosial lain, tapi saya memiliki akun di media sosial lain karena kebutuhan yang bersifat &#8220;musiman&#8221; (musiman untuk saya, tentunya &#8211; belum tentu musiman untuk anda) yang kerap kali ada:</p>
<ul>
<li>YouTube untuk mempublikasikan video</li>
<li><a href="http://slideshare.net" target="_blank">Slideshare</a> untuk mempublikasikan slide presentasi (btw, yang ini <em>a-must-have</em> jika anda seorang professional / guru / pelajar)</li>
<li><a href="http://scribd.com" target="_blank">Scribd</a> untuk mempublikasikan dokumen</li>
<li>Google Account untuk webmail client dan <em>collaborative working</em> dengan dokumen</li>
<li>Yahoo Account untuk berjaga-jaga dikala gmail bermasalah. Well, saya tidak terlalu aktif di berbagai service Yahoo sih.</li>
</ul>
<p>Oke, itu tadi bagaimana saya menggunakan media sosial. Bagaimana dengan anda? Bagaimana anda menggunakan media sosial? Silahkan berbagi di kolom komentar <img src='http://bloggingly.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://bloggingly.com/menggunakan-media-sosial-sesuai-dengan-peruntukannya/">Menggunakan Media Sosial Sesuai dengan Peruntukannya</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Bloggingly/~4/oj-JwVHAbzs" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggingly.com/menggunakan-media-sosial-sesuai-dengan-peruntukannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://bloggingly.com/menggunakan-media-sosial-sesuai-dengan-peruntukannya/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Ulasan WordPress for BlackBerry</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Bloggingly/~3/ViYuoS0KJls/</link>
		<comments>http://bloggingly.com/ulasan-wordpress-for-blackberry/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 04:44:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[tools]]></category>
		<category><![CDATA[Application]]></category>
		<category><![CDATA[BlackBerry]]></category>
		<category><![CDATA[Mobile Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[WordPress for BlackBerry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggingly.com/?p=1952</guid>
		<description><![CDATA[Jadi ceritanya, beberapa pekan yang lalu akhirnya saya membeli sebuah BlackBerry (gemini) karena kebutuhan untuk membalas email semakin lama semakin tinggi dan membuka netbook lalu mencari hotspot setiap &#8216;sekedar&#8217; membaca dan membalas email bukanlah pilihan yang bagus. Setelah cukup akrab dengan user interfacenya, saya langsung menginstall berbagai aplikasi yang saya butuhkan dan sebagai pengguna WordPress, [...]<p><a href="http://bloggingly.com/ulasan-wordpress-for-blackberry/">Ulasan WordPress for BlackBerry</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-1954" title="wordpressforblackberry" src="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/06/wordpressforblackberry.jpg" alt="WordPress for BlackBerry Application" width="480" height="300" /></p>
<p>Jadi ceritanya, beberapa pekan yang lalu akhirnya saya membeli sebuah BlackBerry (gemini) karena kebutuhan untuk membalas email semakin lama semakin tinggi dan membuka netbook lalu mencari hotspot setiap &#8216;sekedar&#8217; membaca dan membalas email bukanlah pilihan yang bagus. Setelah cukup akrab dengan user interfacenya, saya langsung menginstall berbagai aplikasi yang saya butuhkan dan sebagai pengguna WordPress, aplikasi <a href="http://blackberry.wordpress.org/" target="_blank">WordPress for BlackBerry</a> yang <a href="http://blackberry.wordpress.org/2010/02/04/version-1-0-videopress-support-improved-comments-and-app-world/" target="_blank">baru saja dirilis beberapa bulan yang lalu</a> merupakan aplikasi yang langsung masuk daftar instalasi saya.</p>
<p><span id="more-1952"></span></p>
<h2>Apa dan bagaimana</h2>
<p>WordPress for BlackBerry dapat diunduh secara gratis di <a href="http://blackberry.wordpress.org/download/" target="_blank">situs resminya</a> atau langsung saja search melalui  <a href="http://appworld.blackberry.com/webstore/content/5802" target="_blank">App World</a>. Ukurannya filenya tidak terlalu besar sehingga dengan koneksi EDGE / GPRS BlackBerry internet service Telkomsel yang saya gunakan pun proses pengunduhan dapat dilakukan dengan waktu yang tidak terlalu lama. Setelah mendownload, install dan registrasi WordPress based blog (bisa wordpress.org based atau yang di host di wordpress.com &#8211; it doesn&#8217;t matter. bahkan bisa registrasi wordpress.com juga) yang anda kelola.</p>
<p>Setelah meregistrasi situs yang akan dikelola, anda tidak butuh untuk login setiap kali mengkakses blog anda via WordPress for BlackBerry. Cukup buka aplikasi, <em>and there it goes</em>.</p>
<h2>Yang dapat anda lakukan</h2>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-1953" title="wordpress for blackberry2" src="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/06/wordpress-for-blackberry2.jpg" alt="WordPress for BlackBerry Application" width="480" height="300" /></p>
<p>Aplikasi ini dapat melakukan berbagai hal dasar dan esensial yang dapat anda lakukan di dashboard WordPress. Menulis post dan page (hingga menambahkan lokasi, custom field, dll), mengatur options standar, mengelola phone media, dan yang terpenting adalah&#8230; membalas komentar (menyetujui dan membalas komentar sangat mengkonsumsi waktu, terutama jika cukup banyak orang yang berkomentar). Saya sangat-sangat terbantu sekali dengan fitur komentar ini. Jadi tiap kali ada waktu senggang yang belum ada kegiatan berikutnya, saya bisa menjawab komentar teman-teman <img src='http://bloggingly.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Anyway, aplikasi ini juga mampu mengakses plugin-plugin tertentu seperti WordPress.com stat. Hm, saya jadi penasaran (belum sempat mencoba) apakah custom <code>post_type</code> WordPress 3.0 yang terakses di dashboard dapat diakses melalui aplikasi ini juga.</p>
<h2>Yang tidak dapat anda lakukan</h2>
<p>Cukup banyak konfigurasi yang detail seperti pengaturan komentar, pembaca, edit plugin / theme tidak bisa dilakukan via WordPress for BlackBerry ini. Performanya untuk meresize photo juga belum terlalu memuaskan sih.  Loading bar imagenya juga masih terlihat kasar. Bagaimanapun, untuk hal-hal dasar sudah sangat oke  :D</p>
<h2>Pendapat saya secara keseluruhan</h2>
<p>Aplikasi ini sangat-sangat membantu, secara kebutuhan saya untuk blogging secara mobile baru sampai tahap &#8220;membalas komentar&#8221; secara mobile. Saya belum sampai tahap mobile blogging sekali karena untuk ide-ide pendek saat ini masih tersalurkan via <a href="http://twitter.com/fikrirasyid" target="_blank">twitter</a>. Bagaimanapun, saya sempat mencoba <a href="http://fikrirasyid.com/perbedaan-yang-tidak-perlu/" target="_blank">menulis post dan mempublikasikannya melalui aplikasi ini</a> dan hasilnya cukup oke (meskipun tidak bisa <em>rich formatting</em>).</p>
<p>Anda sudah menjajal WordPress for BlackBerry? Apa pendapat anda? <img src='http://bloggingly.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://bloggingly.com/ulasan-wordpress-for-blackberry/">Ulasan WordPress for BlackBerry</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Bloggingly/~4/ViYuoS0KJls" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggingly.com/ulasan-wordpress-for-blackberry/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://bloggingly.com/ulasan-wordpress-for-blackberry/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Menelaah Trend Lifestreaming</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Bloggingly/~3/2ZiPD6U00Oc/</link>
		<comments>http://bloggingly.com/menelaah-trend-lifestreaming/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 May 2010 18:05:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestreaming]]></category>
		<category><![CDATA[Sweetcron]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggingly.com/?p=1949</guid>
		<description><![CDATA[Image credit @toponereport.com Seorang netizen bisa jadi menulis blog di WordPress, membuat tumbleblog berisi catatan-catatan kecil/foto di posterous, dan bercengkrama secara realtime di twitter. Di waktu senggangnya, ia juga mengunggah slide presentasi dari catatan kuliah / konsep-konsep tempat kerjanya di slideshare, mengunggah foto kesehariannya di flickr dan menyimpan artikel-artikel keren yang ditemukannya di delicious. Konten [...]<p><a href="http://bloggingly.com/menelaah-trend-lifestreaming/">Menelaah Trend Lifestreaming</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-1950" title="lifestreaming" src="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/05/lifestreaming.jpg" alt="" width="480" height="300" /></p>
<p><small>Image credit @<a href="http://www.toponereport.com/lifestreaming-and-social-media-aggregators/" target="_blank">toponereport.com</a></small></p>
<p>Seorang netizen bisa jadi menulis blog di WordPress, membuat tumbleblog berisi catatan-catatan kecil/foto di posterous, dan bercengkrama secara realtime di twitter. Di waktu senggangnya, ia juga mengunggah slide presentasi dari catatan kuliah / konsep-konsep tempat kerjanya di slideshare, mengunggah foto kesehariannya di flickr dan menyimpan artikel-artikel keren yang ditemukannya di delicious.</p>
<p>Konten yang diunggah ke web oleh netizen menyebar di penjuru-penjuru layanan web karena keterbatasan satu layanan web yang hanya menggarap satu bidang tertentu. Bagaimana dengan menyatukan / mengagregasikan kesemuanya menjadi satu? Manifestasi akan kebutuhan inilah yang kemudian akan dikenal sebagai <strong>lifestreaming</strong>.</p>
<p><span id="more-1949"></span></p>
<h2>Apa itu Lifestreaming?</h2>
<p>Secara harafiah, lifestreaming tersusun dari dua kata:</p>
<blockquote><p>life = kehidupan</p>
<p>streaming = aliran</p>
<p>lifestreaming = aliran yang berisi kehidupan</p></blockquote>
<p>Secara lebih spesifik, seperti yang dikutip oleh ReadWriteWeb dari <a href="http://www.wordspy.com/words/lifestreaming.asp" target="_blank">Paul McFedries di WordSpy</a> (The Word Lover&#8217;s guide to new words), lifestreaming didefinisikan sebagai:</p>
<blockquote><p>An online record of a person&#8217;s daily activities, either via direct video feed or via aggregating the person&#8217;s online content such as blog posts, social network updates, and online photos.</p>
<p>Rekaman daring aktifitas keseharian seseorang, baik melalui pengumpan video langsung atau mengagregasikan konten online seseorang seperti blog post, status jejaring sosial atau foto online.</p></blockquote>
<p>Sementara itu, Lifestreaming didefinisikan di wikipedia sebagai:</p>
<blockquote><p>a time-ordered stream of documents that functions as a diary of your electronic life; every document you create and every document other people send you is stored in your lifestream.</p>
<p>Lifestreams are also referred to as social activity streams or social streams.</p>
<p>Aliran dokumen yang disusun berdasarkan kronologis waktu yang berfungsi sebagai buku harian dari aktifitas elektronik dari setiap dokumen yang anda ciptakan dan setiap dokumen yang orang lain kirim untuk anda untuk disimpan di lifestream anda.</p>
<p>Lifestream juga mengacu kepada aliran aktifitas sosial atau aliran sosial.</p></blockquote>
<p>Dari dua definisi diatas, dapat kita simpulkan bahwa Lifestreaming setidaknya mengacu kepada dua hal:</p>
<ol>
<li>Pada skala kecil, lifestreaming mengacu kepada catatan (<em>log</em>) aktifitas keseharian yang dipublikasikan secara online</li>
<li> Pada skala yang lebih besar, lifestreaming mengacu kepada pengagregasian (agregasi, sederhananya, bermakna mengumpulkan konten dari berbagai sumber) konten seorang user (dapat berupa blog post, tweet, foto, video, dokumen, slide, dll) yang tersebar di berbagai media sosial kedalam satu stream.</li>
</ol>
<h2>Mengapa lifestreaming?</h2>
<p>Saya pribadi tidak pernah terlalu memperhatikan mengenai lifestreaming<em>-thing</em> ini hingga saya menyaksikan <a href="http://www.notsogeeky.net/2010/04/03/interview-with-steve-rubel/" target="_blank">episode ke-10 dari NotSoGeeky</a> yang menginterview Steve Rubel, Director of Insight for <a href="http://edelmandigital.com/" target="_blank">Edelman Digital</a>. Dalam Interview tersebut Steve mengungkapkan bahwa <strong>blogger kini lebih sedikit ngeblog dan lebih banyak mempublikasikan konten dalam bentuk <em>stream</em></strong> &#8211; entah dalam bentuk lifestream kecil (sekedar update status di stream twitter / facebook) atau dalam stream besar (aktif di berbagai media sosial yang kemudian diagregasikan ke satu &#8220;stream utama&#8221; seperti stream facebook yang dapat mengimport konten dari RSS atau layanan media sosial lainnya.)</p>
<p>Beberapa tahun lalu, saat blog masih satu-satunya media untuk mengekspresikan diri secara online, berbondong-bondong orang membuat blog &#8211; yang bermakna, IMO, blogging itu sendiri merupakan lifestreaming. Sekarang masyarakat memiliki lebih banyak opsi dalam lifestreaming: melalui microblog, tumbleblog, berbagai media sosial, atau aktif di berbagai media sosial dan lalu diagregasi di &#8220;lifestream utama&#8221;.</p>
<h2>Bagaimana cara membuat lifestreaming?</h2>
<p>Seperti yang sudah saya ungkapkan diatas, jika berbicara dalam level konsep, blogging itu sendiri sebenarnya merupakan lifestreaming (stream dengan satuan informasi yang besar dan lebih jarang). Status update di berbagai jejaring sosial juga merupakan lifestream (stream dengan satuan informasi yang pendek dan lebih deras). Jadi jika secara aktif meng-update status atau ngetweet, <em>you already have your own lifestreaming</em> (dalam skala kecil). Tapi jika yang anda cari adalah lifestreaming dalam skala yang lebih besar (mengagregasikan berbagai konten sosial media anda), anda bisa mengikuti berbagai tips ini:</p>
<p><a href="http://facebook.com" target="_blank">Mengoptimalkan facebook</a>. Setiap media sosial saat ini umumnya sudah memiliki fitur &#8220;import to facebook&#8221;. Saya menggunakan fitur ini untuk tumblr dan blogpost (menggunakan facebook notes) saya. Setiap kali saya mempublikasikan konten di blog / tumblr, konten tersebut secara otomatis diagregasikan ke facebook.</p>
<p>Menggunakan layanan media sosial lifestreaming alternatif. Terdapat berbagai layanan web yang memfokuskan diri untuk mengagregasi konten personal berbagai media sosial. Let&#8217;s say <a href="http://friendfeed.com/" target="_blank">Friendfeed</a>, <a href="http://www.soup.io/" target="_blank">Soup</a>, dll. Untuk lebih jelas mengenai hal ini, anda bisa membaca post <a href="http://bloggingly.com/5-layanan-lifestreaming-alternatif/" target="_blank">5 layanan lifestreaming alternatif</a> yang ditulis Fandy di bloggingly.</p>
<p>Jika anda menginginkan kontrol penuh atas lifestream anda, anda bisa menggunakan lifestreaming CMS yang di host di server anda. Salah satu contohnya adalah <a href="http://code.google.com/p/sweetcron/" target="_blank">sweetcron</a> yang pernah <a href="http://bloggingly.com/review-blogging-software-sweetcron-the-automated-lifestream-blog-software/" target="_blank">diulas di bloggingly</a>. <em>See sweetcron in action</em> di lifestreamnya <a href="http://css-tricks.com/examples/sweetcron/" target="_blank">Chris Coyier</a> (CSS-Tricks.com) dan <a href="http://neofreko.com/" target="_blank">Neofreko</a> (NavinoT.com). Jika anda tertarik untuk menggunakan Sweetcron, Chris Coyier sudah menulis <a href="http://net.tutsplus.com/tutorials/site-builds/building-a-custom-lifestream-website-with-sweetcron/" target="_blank">tutorial mengenai pemanfaatan Sweetcron di Nettuts</a>.</p>
<p>Sekarang, apa yang anda pikirkan mengenai Lifestreaming? Apakah ada yang saya lewatkan? Silahkan berbagi pemikiran anda melalui kolom komentar <img src='http://bloggingly.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://bloggingly.com/menelaah-trend-lifestreaming/">Menelaah Trend Lifestreaming</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Bloggingly/~4/2ZiPD6U00Oc" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggingly.com/menelaah-trend-lifestreaming/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://bloggingly.com/menelaah-trend-lifestreaming/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Tips untuk meningkatkan subscriber blog</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Bloggingly/~3/fFIH_a0mV_M/</link>
		<comments>http://bloggingly.com/tips-untuk-meningkatkan-subscriber-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Apr 2010 19:01:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>japestinho</dc:creator>
				<category><![CDATA[promosi]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[RSS]]></category>
		<category><![CDATA[Subscribtion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggingly.com/?p=1944</guid>
		<description><![CDATA[Subscriber dari sebuah blog bisa menjadi parameter kualitas suatu blog. Jumlah subscriber yang tinggi menandakan bahwa si blog tersebut mempunya pembaca setia yang banyak. Otomatis pasti mendatangkan traffic yang tinggi bagi blog tersebut di luar hitungan visitor yang sekedar datang dan membaca saja tanpa menjadi subscriber. Keuntungan apa yang diperoleh darinya? Tentu saja banyak manfaat [...]<p><a href="http://bloggingly.com/tips-untuk-meningkatkan-subscriber-blog/">Tips untuk meningkatkan subscriber blog</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/04/4-26-2010-1-46-30-AM.png"><img class="alignnone size-full wp-image-1947" title="4-26-2010 1-46-30 AM" src="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/04/4-26-2010-1-46-30-AM.png" alt="" width="480" height="300" /></a></p>
<p>Subscriber dari sebuah blog bisa menjadi parameter kualitas suatu blog. Jumlah subscriber yang tinggi menandakan bahwa si blog tersebut mempunya pembaca setia yang banyak. Otomatis pasti mendatangkan traffic yang tinggi bagi blog tersebut di luar hitungan visitor yang sekedar datang dan membaca saja tanpa menjadi subscriber. Keuntungan apa yang diperoleh darinya? Tentu saja banyak manfaat yang bisa diperoleh baik bagi si empunya blog maupun si pembaca yang setia.<span id="more-1944"></span></p>
<h2>Bagaimana cara untuk meningkatkan subscriber bagi blog anda?</h2>
<p>Saya rasa anda para blogger yang sudah lama ngeblog pasti sudah sering membaca tips-tips untuk meningkatkan jumlah subscriber anda. Nah disini saya mencoba untuk berbagi tips bagaimana cara untuk meningkatkan jumlah subscriber blog anda.</p>
<h2>Tulis konten yang terbaik</h2>
<p><strong>Inti dari sebuah blog adalah <a href="http://bloggingly.com/content-is-king/" target="_blank">kontennya</a></strong>. Walaupun <a href="http://bloggingly.com/design-is-queen/" target="_blank">disain tampilan</a> sudah menjadi perhatian dari para pembaca, namun tanpa konten yang bagus maka tidaklah ada keuntungan yang diberikan kepada pembaca. Blog adalah penyampaian pesan dua arah kepada pembaca, jadi tambahkanlah sedikit hal personal ke dalam konten blog anda agar pembaca mendapat feeling blognya. Berikan pembaca konten yang bernilai dan berarti agar terbentuk komunikasi yang baik dengan pembaca.<strong> Dari sinilah pembaca yang setia bisa anda peroleh</strong>.</p>
<h2>Permudah cara belangganan feed</h2>
<p>Jika sudah memiliki konten yang baik maka buatlah semudah mungkin agar pembaca bisa berlangganan feed anda. Bisa dengan icon feed yang besar dan mencolok di halaman utama atau disela-sela setiap halaman post. Tujuannya tak lain agar pembaca yang sudah tertarik tak susah untuk belangganan. <strong>Sebab sangat tidak diharapkan ketika pembaca sudah tertarik dengan konten blog tapi ketika mencari cara untuk berlangganan sangat susah sekali</strong>.</p>
<p>Jika perlu buat page khusus didedikasikan untuk berlangganan feed anda ketika sang pembaca mengklik salah satu link feed. Disana anda bisa menuliskan kata-kata mutiara anda agar pembaca segera berlangganan sebelum berubah pikiran. Promosi itu penting <img src='http://bloggingly.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<h2>Promosikan jumlah subscriber blog anda</h2>
<p>Tidak bermaksud untuk riya <em>*halah</em>, tapi dengan menampilkan seberapa banyak jumlah subscriber anda tentu sangat membantu meningkatkan subscriber selanjutnya. Kenapa? Karena dengan jumlah yang di generate dari Feedburner stats misalnya, pembaca bisa melihat seberapa banyak subscriber dari blog tersebut.<strong> Diharapkan tercipta pemikiran &#8220;Wah kalo subscribernya banyak gini, sepertinya saya juga harus berlangganan feed blog ini nih <img src='http://bloggingly.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  &#8221; ketika pembaca melihatnya</strong>. Meskipun sedikit lebih baik daripada tidak menampilkannya sama sekali, sebab pembaca bisa mengukur seberapa baiknya konten suatu blog salah satunya dari jumlah subscribernya.</p>
<h2>Minta pembaca untuk berlangganan</h2>
<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/04/screenshot-1-e1272220887425.png"><img class="alignnone size-full wp-image-1945" title="screenshot-1" src="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/04/screenshot-1-e1272220887425.png" alt="" width="480" height="91" /></a></p>
<p>Tidaklah terlalu agresif jika anda meminta para pembaca menjadi subscriber blog anda. Suatu kewajaran bagi anda setelah memberi konten yang bernilai bagi pembaca dan meminta mereka menjadi subscriber blog anda. <strong>Misalnya selipkan &#8220;Sudahkah anda berlangganan feed Bloggingly? Jika belum klik lah RSS kami&#8221; di setiap akhir dari post anda</strong>. Atau gunakan plugin seperti <a href="http://omninoggin.com/projects/wordpress-plugins/wp-greet-box-wordpress-plugin/" target="_blank">WP Greet Box WordPress Plugin</a> jika anda ingin di setiap kali visitor yang datang dari <a href="http://www.google.co.id/search?sourceid=chrome&amp;ie=UTF-8&amp;q=bloggingly" target="_blank">Google</a>, <a href="http://www.facebook.com/bloggingly" target="_blank">Facebook</a>, <a href="http://twitter.com/bloggingly" target="_blank">Twitter</a>, <a href="http://www.stumbleupon.com" target="_blank">Stumbleupon</a>, atau referer lainnya akan disapa untuk diminta berlangganan feed blog anda.</p>
<h2>Berikan sesuatu yang gratis</h2>
<p>Salah satu cara yang paling efektif adalah juga memberi suatu hal yang gratis kepada pembaca. Gratis bukan asal gratis tapi suatu hal yang memberi manfaat bagi pembaca. Misalnya saja dengan kumpulan post yang diubah menjadi e-book dengan topik blogging yang informatif(part of our target <img src='http://bloggingly.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ). Atau dengan menawarkan gratisan lainnya seperti theme keren yang customizable(part of our target too), atau report tentang blogging dan lain-lain. Yang penting sesuatu yang gratisan itu berguna dan bermanfaat bagi pembaca.</p>
<p>Jika sudah selanjutnya berikan yang terbaik dari blog anda kepada pembaca dan tunggu saja hasil yang baik pula akan datang tanpa di duga <img src='http://bloggingly.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://bloggingly.com/tips-untuk-meningkatkan-subscriber-blog/">Tips untuk meningkatkan subscriber blog</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Bloggingly/~4/fFIH_a0mV_M" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggingly.com/tips-untuk-meningkatkan-subscriber-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://bloggingly.com/tips-untuk-meningkatkan-subscriber-blog/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Membenahi Halaman About Me</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Bloggingly/~3/7QRewchiVco/</link>
		<comments>http://bloggingly.com/membenahi-halaman-about-me/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Apr 2010 13:48:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[untuk pemula]]></category>
		<category><![CDATA[About]]></category>
		<category><![CDATA[Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[Design Elements]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggingly.com/membenahi-halaman-about-me/</guid>
		<description><![CDATA[gambar milik chargrillkiller Halaman &#8220;tentang saya&#8221; atau &#8220;about me&#8221; merupakan satu halaman statis yang menjelaskan mengenai siapa pemilik /identitas dari blog tersebut. Tujuannya adalah agar pengunjung mengetahui siapa yang berada di balik blog yang dia baca. Saya sangat menyarankan anda untuk memiliki halaman about tersendiri karena tiga hal: Jika blog anda merupakan blog pribadi, anda [...]<p><a href="http://bloggingly.com/membenahi-halaman-about-me/">Membenahi Halaman About Me</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-1942" title="remember who you are-real-actual" src="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/04/remember-who-you-are-real-actual.jpg" alt="remember who you are-real-actual" width="480" height="300" /></p>
<p><small>gambar milik <a href="http://www.flickr.com/photos/chargrillkiller/3695821861/" target="_blank">chargrillkiller</a></small></p>
<p>Halaman &#8220;tentang saya&#8221; atau &#8220;about me&#8221; merupakan satu <strong>halaman statis yang menjelaskan mengenai siapa pemilik /identitas dari blog tersebut</strong>. Tujuannya adalah agar pengunjung mengetahui siapa yang berada di balik blog yang dia baca. Saya sangat menyarankan anda untuk memiliki halaman about tersendiri karena tiga hal:</p>
<ol>
<li><span id="more-1943"></span>Jika blog anda merupakan blog pribadi, anda dapat &#8220;menunjukkan&#8221; siapa diri anda dan apa saja kapabilitas anda. Tidak jarang &#8220;<em>proyek</em>&#8221; datang karena hal ini.</li>
<li> Halaman about yang baik membuat blog menjadi lebih dipercaya karena pengunjung dapat mengetahui siapa yang berada dibelakang konten yang dipublikasikan</li>
<li> Menunjukkan dengan jelas siapa diri anda mendekatkan anda dengan pembaca blog anda</li>
</ol>
<p>Sama seperti <em>blog post</em>, <strong>tidak ada aturan yang saklek mengenai aturan menulis halaman about page</strong>. Namun, ada beberapa hal yang yang jika dicantumkan akan membuat halaman about anda lebih baik:</p>
<h2>Sertakan gambar</h2>
<p><em>Picture speaks thousand words</em>. Yap, gambar berbicara banyak dan mendekatkan kita secara emosional. Untuk niche blog, anda bisa mencantumkan logo blog anda. Untuk personal blog, anda bisa menggunakan gambar diri anda yang kasual: <strong>tidak perlu formal tapi tetap menampilkan kesan yang hendak anda bangun.</strong></p>
<h2>Perkenalkan diri anda dan blog anda</h2>
<p>Yap, perkenalkan siapa anda, dan blog anda. Menceritakan latar belakang diri anda juga bagus. Sesuaikan dengan tujuan anda membuat blog: jika untuk portfolio, pikirkan apa saja yang akan anda perkenalkan kepada calon klien / investor anda. Jika blog anda untuk suka-suka, cantumkan apa yang akan anda katakan pada saat berkenalan dengan teman baru. Akan lebih baik jika anda mencantumkan apa saja yang dibahas di blog anda dan apa yang menjadi tujuan blog anda. Intinya adalah, <strong>cantumkan apa yang orang lain ingin ketahui dari anda atau apa yang anda ingin orang lain ketahui mengenai anda / blog anda</strong> (seperti kelebihan blog anda, dll) &#8211; dalam batasan &#8211; batasan sewajarnya tentunya.</p>
<p>Sebagai panduan dasar, anda bisa mengikuti item-item ini:</p>
<ul>
<li> Siapa anda / blog anda</li>
<li> Latar belakang anda / blog anda</li>
<li> Alasan dan tujuan blog / anda</li>
<li> Kelebihan anda / blog anda</li>
<li> Apa yang anda harapkan dari blog anda</li>
<li> Bagaimana pembaca bisa<em> keep in touch</em> dengan anda</li>
</ul>
<p>Jika blog anda ditulis / dikelola oleh lebih dari satu blogger, memperkenalkan setiap penulis adalah ide yang bagus.</p>
<h2>Selanjutnya apa?</h2>
<p><strong>Pikirkan apa yang anda ingin pembaca anda lakukan</strong> setelah selesai membaca mengenai indentitas anda dan blog anda. Ingin pembaca men-subscribe RSS anda?  Cantumkan alaman RSS di akhir halaman about. Ingin pembaca mengetahui afiliasi anda? Cantumkan afiliasi-afiliasi anda! Ingin pembaca mengikuti anda di twitter? Cantumkan username twitter anda!</p>
<p>Oke, sekarang giliran anda. Apa saja yang anda cantumkan dalam halaman <em>about </em>blog anda?</p>
<p><a href="http://bloggingly.com/membenahi-halaman-about-me/">Membenahi Halaman About Me</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Bloggingly/~4/7QRewchiVco" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggingly.com/membenahi-halaman-about-me/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>46</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://bloggingly.com/membenahi-halaman-about-me/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Redesain Bloggingly April 2010</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Bloggingly/~3/U0rmFGPJVdE/</link>
		<comments>http://bloggingly.com/redesain-bloggingly-april-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2010 13:07:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[dari bloggingly]]></category>
		<category><![CDATA[Redesign]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggingly.com/?p=1939</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya: bloggingly kembali diremajakan diredesain! Setelah delapan bulan (waktu terlama bloggingly menggunakan sebuah theme &#8211; seingat saya) dari redesain terakhir kami, akhirnya kami bisa membuat tampilan bloggingly fresh lagi. Saya demikian antusiasnya dengan theme ini karena theme ini merupakan manifestasi dari apa yang saya dan japestinho lakukan akhir-akhir ini: menerima berbagai job konversi PSD ke [...]<p><a href="http://bloggingly.com/redesain-bloggingly-april-2010/">Redesain Bloggingly April 2010</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-1933" title="Redesain" src="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/04/Redesain.jpg" alt="Redesain" width="480" height="300" /></p>
<p>Akhirnya: bloggingly kembali <span style="text-decoration: line-through;">diremajakan </span>diredesain! Setelah delapan bulan (waktu terlama bloggingly menggunakan sebuah theme &#8211; <em>seingat saya</em>) dari <a href="http://bloggingly.com/redesign-bloggingly-perubahan-apa-saja-yang-terjadi-pada-agustus-2009-ini/" target="_blank">redesain terakhir kami</a>, akhirnya kami bisa membuat tampilan bloggingly fresh lagi. Saya demikian antusiasnya dengan theme ini karena theme ini merupakan manifestasi dari apa yang saya dan japestinho lakukan akhir-akhir ini: menerima berbagai job konversi PSD ke theme wordpress dari webdesainer-webdesainer lokal yang sangat berbakat. Benar juga kata orang terdahulu: <em>orang yang bergaul dengan tukang minyak wangi akan kecipratan wanginya</em>. Tidak salah punya teman (dan klien) web desainer, kecipratan  bisa (sedikit) desain juga nih, setidaknya untuk produksi &#8216;dalam negeri&#8217; dulu <img src='http://bloggingly.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-1939"></span></p>
<h2>Cerita dibelakang redesain april 2010</h2>
<p>Masih setia dengan pallete warna merah dan putih seperti biasa,sekarang tampilan bloggingly juga menggunakan gradasi warna abu-abu untuk memberikan kesan simpel dan elegan. Dalam redesain kali awalnya sangat terinspirasi oleh <a href="http://wordpress.com" target="_blank">tampilan beranda WordPress.com</a> yang super simpel dengan jejeran thumbailnya itu. Di tengah proses pelaksanaannya, halaman beranda <a href="http://informationarchitects.jp/" target="_blank">informationarchitecs</a> dengan image besar dan multi-kolomnya memberi pengaruh juga terhadap redesain bloggingly kali ini.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-1934" title="WordPress.com homepage - actual" src="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/04/WordPress.com-homepage-actual.png" alt="WordPress.com homepage" width="480" height="411" /></p>
<p>halaman beranda <a href="http://wordpress.com" target="_blank">WordPress.com</a></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-1935" title="iA homepage-actual" src="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/04/iA-homepage-actual.png" alt="halaman depan informationarchitecs.jp" width="480" height="662" /></p>
<p>halaman depan <a href="http://informationarchitects.jp/" target="_blank">informationarchitecs.jp</a></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-1936" title="bloggingly thumbnaily redesain april 2010" src="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/04/bloggingly-thumbnaily-redesain-april-2010.png" alt="bloggingly thumbnaily redesain april 2010" width="480" height="909" /></p>
<p>halaman beranda bloggingly &#8211; april 2010.</p>
<h2>What&#8217;s new on april 2010&#8242;s redesign?</h2>
<p>Wow, banyak sekali hal baru yang kita redesain! Tanpa perlu panjang lebar mari kita jelajahi apa saja yang &#8216;baru&#8217; kali ini:</p>
<h3>1. Logo &amp; tagline baru</h3>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-1937" title="logo bloggingly lama vs baru" src="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/04/logo-bloggingly-lama-vs-baru.jpg" alt="logo bloggingly lama vs baru" width="480" height="247" /></p>
<p>Yep, selamat tinggal logo lama berbasis Arial yang datar dan kurang dinamis. Selamat datang logo baru yang lebih seksi dan dinamis! Logo bloggingly kali ini kita buat menggunakan openType font bernama Fontin Sans yang dapat diunduh secara gratis di <a href="http://www.josbuivenga.demon.nl/fontinsans.html" target="_blank">exljbris Font Foundry</a>.</p>
<p>Tagline pun tidak luput dari redesain kali ini:<em> </em><strong>what blogging is all about</strong> pun &#8220;dipermak&#8221; hingga menjadi  <strong>ulasan seru seputar blogging</strong> (terinspirasi oleh &#8220;seru&#8221;-nya <a href="http://jurusgrafis.com" target="_blank">Jurus Grafis</a>). <em>What do you think</em>?</p>
<h3>2. Dropdown menu + re-kategorisasi</h3>
<p>Yap, kita melakukan kategorisasi ulang dan menampilkannya sebagai dropdown. Lebih simpel dan elegan. Kategorisasi panjang bloggingly yang lama kini tampil dengan bahasa Indonesia yang ringkas dan nasionalis *halah*.</p>
<h3>3. Efek CSS3</h3>
<p>Yap, terdapat banyak sekali penggunaan CSS3 pada tampilan bloggingly kali ini. Efek multi kolom pada halaman beranda, shadow pada dropdown menu, text-shadow, rounded corner pada banyak elemen, dll. Itulah mengapa kami menyarankan anda untuk menggunakan browser terbaru di footer kami. Masih menggunakan browser lama? Segera upgrade! Masih menggunakan Internet Explorer 6? Gila, sudah tahun 2010 loh ini.</p>
<p>Ohya, seperti yang dilakukan Google, kami juga sudah tidak lagi mendukung Internet Explorer 6. Kita membiarkan tampilan kami super crap di Internet Explorer 6 agar para pengguna Internet Explorer 6 yang belum kembali ke jalan yang benar segera menggunakan browser modern.</p>
<h3>4. Quotes collection</h3>
<p>Lihat sidebar bloggingly: sekarang kami menampilkan kutipan-kutipan keren mengenai blogging yang digilir secara random.</p>
<h3>5. Mobile version</h3>
<p>Yap, bloggingly juga kini tersedia dalam versi mobile. Coba gunakan handphone anda untuk mengakses bloggingly <img src='http://bloggingly.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<h3>6. Full custom theme</h3>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-1938" title="custom login screen bloggingly" src="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/04/custom-login-screen-bloggingly.jpg" alt="custom login screen bloggingly" width="480" height="300" /></p>
<p>Tidak hanya halaman depan dan halaman artikel saja yang kustom. Perhatikan halaman statis, halaman kategori, halaman hasil pencarian, halaman author bahkan halaman login dashboard.</p>
<h3>7.Threaded comment</h3>
<p>Kini theme kami sudah dioptimasi untuk threaded comment! Berkomentar dan berdiskusi melalui kolom komentar akan lebih menarik lagi sekarang <img src='http://bloggingly.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<h3>8. Share article page</h3>
<p>Yap. Elemen merah -yang menurut beberapa teman cukup <em>annoying</em>, beritahu kami apa yang anda pikirkan mengenainya- yang fixed itu di halaman artikel itu: selesai membaca post keren di bloggingly, anda kini dapat dengan mudah memberi tahu teman-teman anda di facebook, twitter, google buzz atau bahkan melalui email via addtoany <img src='http://bloggingly.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<h2>The best part of it</h2>
<p>Bagian terkeren (menurut saya) dari redesain kali ini adalah <strong>semua efek dan teknik yang kami gunakan untuk redesain kali ini ada terdapat di blogosphere!</strong> Kami bahkan membuat blog baru bernama <a href="http://outstando.com" target="_blank">Outstando </a>untuk berbagi apa yang kami ketahui mengenai web design dan web development. Beberapa teknik yang kami gunakan pada redesain kali ini sudah kami post disana. Sisa tutorialnya akan kami usahakan sesegera mungkin <img src='http://bloggingly.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Teknik-teknik lain yang kami gunakan:</p>
<ul>
<li> Semua tutorial yang terdapat di <a href="http://outstando.com" target="_blank">Outstando</a></li>
<li> Thumbnail  halaman depan: <a href="http://www.problogdesign.com/wordpress/automatic-wordpress-thumbnail-without-custom-field/" target="_blank">Automatic WordPress thumbnail without custom field</a> (ProBlogDesign)</li>
<li> Dropdown menu: <a href="http://www.problogdesign.com/wordpress/automatic-wordpress-thumbnail-without-custom-field/" target="_blank">How To Create Dropdown Navbars for Your Subpages and Subcategories</a> (ProBlogDesign)</li>
<li> Efek-efek CSS3: <a href="http://cahcepu.com/tutorial/css3hebat" target="_blank">Inilah Kehebatan CSS3</a> (CahCepu)</li>
<li> Tabbed sidebar: <a href="http://jqueryfordesigners.com/jquery-tabs/" target="_blank">jQuery Tabs</a> (jQueryForDesigners)</li>
<li> Halaman login custom: <a href="http://http://www.problogdesign.com/wordpress/custom-wordpress-login-screen/" target="_blank">Custom WordPress Login Screen</a> (ProBlogDesign)</li>
<li> Separator-separator 2 piksel: <a href="http://jurusgrafis.com/tutorial/optimasi-garis-1-pixel-pada-desain-website/" target="_blank">Optimasi Garis 1 Pixel Pada Desain Website</a> (Jurus Grafis)</li>
<li>Efek tooltip pada ikon subscription: <a href="http://www.webdesignerwall.com/tutorials/jquery-tutorials-for-designers/" target="_blank">jQuery Tutorials for Designers</a> (WebDesignerWall)</li>
<li> Elemen-elemen gradasi dan efek inset: <a href="http://jurusgrafis.com/tutorial/membuat-efek-letterpress-dengan-mudah-di-photoshop/" target="_blank">Membuat Efek Letterpress Dengan Mudah di Photoshop</a> (Jurus Grafis)</li>
</ul>
<h2>Apa yang anda pikirkan?</h2>
<p>Oke, cukup dari saya mengenai redesain bloggingly kali ini. Sekarang beritahu kami apa pendapat anda mengenai redesain bloggingly bulan April 2010 kali ini. Mari, ditunggu di kolom komentar <img src='http://bloggingly.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://bloggingly.com/redesain-bloggingly-april-2010/">Redesain Bloggingly April 2010</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Bloggingly/~4/U0rmFGPJVdE" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggingly.com/redesain-bloggingly-april-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>53</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://bloggingly.com/redesain-bloggingly-april-2010/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Menelaah Trend Tumblelogging</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Bloggingly/~3/wIwAV8Rnv0g/</link>
		<comments>http://bloggingly.com/menelaah-trend-tumblelogging/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Apr 2010 11:02:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Life Streaming]]></category>
		<category><![CDATA[Trend]]></category>
		<category><![CDATA[Tumble blog]]></category>
		<category><![CDATA[Tumblelog]]></category>
		<category><![CDATA[Tumblelogging]]></category>
		<category><![CDATA[Tumblog]]></category>
		<category><![CDATA[Tumblr]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggingly.com/?p=1478</guid>
		<description><![CDATA[image is courtesy of The Nothing Coorporation Note: beberapa sumber menulis tumbleblog (dengan B) atau tumblog alih-alih tumblelog. Saya memilih untuk menuliskannya sebagai tumblelog (mengacu pada wikipedia). Saya tidak pernah terlalu “ngeh” dengan tumblelogging hingga saya mendapati fakta bahwa tumblr dan posterous (salah dua platform tumblelogging) semakin naik popularitasnya dan WooTheme (salah satu developer theme [...]<p><a href="http://bloggingly.com/menelaah-trend-tumblelogging/">Menelaah Trend Tumblelogging</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-1479" title="youdontneedlife-actual" src="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/04/youdontneedlife-actual.jpg" alt="N° 70 Tumblr" width="480" height="300" /></p>
<p>image is <a href="http://www.flickr.com/photos/thenothingcorporation/4267923219/" target="_blank">courtesy of The Nothing Coorporation</a><br />
<small>Note: beberapa sumber menulis tumble<strong>b</strong>log (dengan B) atau tumblog alih-alih tumblelog. Saya memilih untuk menuliskannya sebagai tumblelog (mengacu pada wikipedia).</small></p>
<p>Saya tidak pernah terlalu “ngeh” dengan tumblelogging hingga saya mendapati fakta bahwa <a href="http://tumblr.com" target="_blank">tumblr</a> dan <a href="http://posterous.com/" target="_blank">posterous</a> (salah dua platform tumblelogging) semakin naik popularitasnya dan WooTheme (salah satu developer theme wordpress paling hot) merilis dua t<a href="http://www.woothemes.com/2010/03/woothemes-finally-goes-micro/" target="_blank">heme yang khusus dibuat untuk tumblelogging</a> dan bahkan menciptakan <a href="http://www.woothemes.com/2010/03/woothemes-on-tumblr/" target="_blank">premium theme untuk tumblr</a>.</p>
<p><span id="more-1478"></span></p>
<h2>Tumbleblog: filling the gap between blog and microblog</h2>
<p>Seperti iPad yang mengisi ruang kosong antara iPhone dan MacBook, Tumbleblog mengisi ruang diantara blog dan microblog. Blogging terasa terlalu memakan waktu sementara ada ide-ide yang tidak dapat diekspresikan melalui 140 karakter-nya microblogging. Disinilah tumbleblog hadir: bentuk yang lebih pendek dari blogging namun mengakomodir hal-hal yang tidak di support secara native oleh microblogging seperti photo, video, dll.</p>
<h2>Wujud tumbleblog</h2>
<p>Contoh nyata yang dari tumbleblog dapat dilihat di banyak tumbleblog yang terdapat di tumblr (FYI, tidak semua blog yang dihost di tumblr merupakan tumbleblog). Post yang dikategorikan berdasarkan jenisnya (text, quotation, photo, audio, video, dll) dengan panjang post yang sangat pendek. Mungkin hanya satu dua kalimat / paragraf, seringkali berbentuk satu foto dengan caption-nya saja.</p>
<h2>What&#8217;s hot about tumblelogging?</h2>
<p><strong>Realtimeness &amp; effectiveness.</strong> Sudah bukan rahasia lagi bahwa perkembangan web mengarah ke mobile web. Dari arah konsumsi konten, mobile web berarti &#8220;tampilkan se-compact mungkin&#8221;. Sementara dari arah produksi konten, mobile web berarti realtimeness (bisa dilakukan dimana saja, saat itu juga) dan seefisien mungkin.</p>
<p>Microblogging mengakomodir aspek produksi dan konsumsi konten di era mobile web secara baik. Sayangnya, media yang diakomodir sangat terbatas, sebatas 140 karakter teks pada platform microblogging paling populer saat ini. Tumbleblog mengakomodir mobile-friendliness namun dengan fungsi yang lebih rich.</p>
<p>Untuk informasi yang lebih komprehensif mengenai trend ini, saya merekomendasikan <a href="http://www.notsogeeky.net/2010/04/03/interview-with-steve-rubel/" target="_blank">interview NotSoGeeky dengan Steve Rubel</a> yang mengungkapkan bahwa trend blogging kini mengarah kepada life streaming.</p>
<h2>Apakah tumbleblog akan membunuh blog?</h2>
<p>Saya rasa tidak. Seperti radio yang bertahan terhadap “gempuran” televisi, setiap bentuk media memiliki market-nya masing-masing. Diluar segala kelebihan tumbleblog, blog tradisional masih lebih powerfull untuk tulisan panjang komprehensif yang tidak sesuai dengan anatomi tumble blog.</p>
<p>Itu pendapat saya. Bagaimana dengan pendapat anda?</p>
<p><a href="http://bloggingly.com/menelaah-trend-tumblelogging/">Menelaah Trend Tumblelogging</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Bloggingly/~4/wIwAV8Rnv0g" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggingly.com/menelaah-trend-tumblelogging/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://bloggingly.com/menelaah-trend-tumblelogging/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>

