<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;Dk8BRHwzeCp7ImA9WxNaF0Q.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388183797559335990</id><updated>2009-12-03T06:00:55.280+07:00</updated><title>Blognya Sang Elang : Pengembara Tak Pernah lelah</title><subtitle type="html">Kisah dari rangkaian kata hasil sebuah perjalanan menuju kesempurnaan</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://fathoniarief.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://fathoniarief.blogspot.com/" /><link rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>Fathoni Arief (MF Arief)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12040962242918356264</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>446</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><link rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah" type="application/atom+xml" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><entry gd:etag="W/&quot;Dk8BRHwyeCp7ImA9WxNaF0Q.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388183797559335990.post-6082259195836961413</id><published>2009-12-03T05:59:00.000+07:00</published><updated>2009-12-03T06:00:55.290+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-12-03T06:00:55.290+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Catatan Perjalanan" /><title>Istana Jamur Pak Kaiman</title><content type="html">&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="cattitle"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="itemsubsub"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="itemshadow"&gt;&lt;div class="itembox"&gt;&lt;div id="item_body" class="bodytext" author="elangjava" is_pmrepliable="1" author_possessive="elangjava's"&gt;        &lt;a href="http://elangjava.multiply.com/photos/hi-res/1M/658"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://elangjava.multiply.com/photos/hi-res/1M/658"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.elangjava.multiply.com/image/vvpRgi7lGPk8yIsRksNAjA/photos/1M/300x300/658/3.jpg?et=4CgAHxpjnitZi%2Bz6nZLP1A&amp;amp;nmid=0" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Panas Sang Surya sudah tak terlalu terik ketika mobil yang kami tumpangi memasuki jalanan kecil di desa Bulukandang, kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Mobil kami terus menyusuri jalan perkampungan hingga di depan sebuah poskamling mobil kami berhenti, mengikuti mobil depan milik yayasan sebuah perusahaan rokok ternama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami menyebrang di rumah sederhana yang terletak tak jauh dari tempat mobil berhenti. Rumah itu cukup bersih di depan rumah itu ada 2 buah mobil angkot yang diparkir, di teras rumah nampak rak dari kayu yang telah dipenuhi plastik-plastik yang terisi penuh dengan serbuk gergaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengucap salam tak lama kemudian muncul seorang lelaki berusia sekira 40 tahunan. Lelaki yang nampak rapi dengan pakaian yang sederhana begitu ramah menyapa  dan mempersilahkan kami masuk. Setelah duduk menyimak dari pemandu saya ketahui lelaki itu namanya Pak Kaiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Kaiman, ternyata merupakan pengusaha budidaya jamur tiram. Tak mengherankan jika di lingkungan rumah baik di dalam maupun diluar bisa dijumpai bibit jamur yang bakal dipasarkan.Bapak dua anak itu belum lama merintis usaha budidaya jamur. Ia baru merintis usaha ini di 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://elangjava.multiply.com/photos/hi-res/1M/658"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://elangjava.multiply.com/photos/hi-res/1M/661"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.elangjava.multiply.com/image/GlaRHWjW0lt9OGBZv-kUkw/photos/1M/300x300/661/5.jpg?et=ynBkqqhf%2BqAYwsJEacH0BA&amp;amp;nmid=0" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saat ini menurut Kaiman setiap hari ia telah memasok jamur tiram ke pelanggan rata-rata 100 kg/hari dengan harga jual Rp10.000/kg serta 1.000 unit baglog/media tanam dengan harga jual Rp2.500 per unit. Kaiman mengaku sebenarnya permintaan akan jamur tiram saat ini masih jauh dari kebutuhan meskipun banyak yang sudah mengembangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat Menjadi Sopir Truk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menggeluti usaha jamur tiram, Pak Kaiman sempat menjadi sopir truk. Ia menjalani profesi tersebut selama 14 tahun, sejak 1995. Hingga suatu saat ia merasa lelah dan bosan sehingga menghentikan profesinya dan membeli kendaraan bermotor roda empat sistem kredit untuk dioperasikan sebagai angkutan kota di wilayah Kab. Pasuruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ternyata semua tak selalu seperti yang diharapkan. Ternyata ia harus berhadapan dengan sepinya volume penumpang kondisi yang membuat Kaiman tak mendapatkan penghasilan cukup guna memenuhi kebutuhan sehari-hari dalam rumahtangga. Sehingga iapun tidak melanjutkan usaha angkutan kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Peluang kerja sangat sempit bagi saya sebab saya tidak punya ijazah, mengingat tidak tamat Sekolah Dasar (SD). Dalam keadaan seperti ini, pada 2005 ada tawaran untuk mengikuti pelatihan kewirausahaan di bidang budidaya jamur dari HM Sampoerna, maka saya mengikutinya,” kata Kaiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Kaiman akhirnya mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh pabrik rokok tersebut. Waktu itu ada 20 peserta dari Desa Bulu Kandang yang turut dalam pelatihan budidaya jamur tiram, dan secara bersama-sama memulai usaha tersebut. Namun tak semuanya melanjutkan usaha ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat memulai usahanya Kaiman bermodalkan 1.000 unit baglog. Karena taklagi punya mata pencaharian Kaiman memulai usaha ini dengan penuh keseriusan. Waktu itu ia sudah memiliki tempat budidaya yakni bangunan berdinding bambu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://elangjava.multiply.com/photos/hi-res/1M/658"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://elangjava.multiply.com/photos/hi-res/1M/659"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.elangjava.multiply.com/image/DJNKx1bZ5FpGEhisiJoUQQ/photos/1M/300x300/659/2.jpg?et=6SMeNtlMa5LsJJV%2CRO%2B%2CuQ&amp;amp;nmid=0" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan ilmu yang diperoleh dari pelatihan, media tanam terdiri dari serbuk kayu gergajian, dedak/katul, tepung jagung dan kalsium yang dibungkus plastik dengan bobot 1,1 kg per unit baglog. Kumbung seluas 50 m2 (lebar 5 meter x panjang 10 meter) dapat dimanfaatkan untuk pembudidayaan 5.000 unit baglog. “Jamur tiram tergolong tanaman yang cepat tumbuh dan setiap unit baglog dapat menghasilkan panenan hingga 1 kg selama 5 bulan, lalu diganti media tanam baru. Tetapi saat panen perdana saya kesulitan mencari pasar,” kenangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasarkan Dari Swalayan Hingga Restoran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Kaiman tak mau menyerah begitu saja. Mencari pangsa pasar akhirnya dia berkeliling menawarkan jamur tiram ke restoran dan swalayan. Ia belum membidik pasar tradisional karena memang masyarakat luas belum terbiasa mengkonsumsi jamur tiram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga terbantu dengan adanya PPK Sampoerna yang turut mempromosikan jamurnya. Mereka memajang produk Kaiman di etalase  sekaligus diikutkan pameran bersama pengusaha kecil lainnya yang mereka bina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://elangjava.multiply.com/photos/hi-res/1M/658"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://elangjava.multiply.com/photos/hi-res/1M/660"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.elangjava.multiply.com/image/mwPK28y7jI70jnBpIaoI2A/photos/1M/300x300/660/4.jpg?et=RlwJsdra%2C1Nk5IOgQOSG6A&amp;amp;nmid=0" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berkat ketekunan dalam memperluas pasar, Pak Kaiman berhasil mendapatkan order dari para pengepul maupun restoran di berbagai kota tak hanya dari wilayah Kab. Pasuruan saja. Saat ini karena permintaan yang terus meningkat iapun terus berupaya meningkatkan volume usahanya. Kini dia memiliki beberapa kumbung yang digunakan membudidayakan puluhan ribu unit baglog. Selain itu, juga memenuhi permintaan baglog dari petani dan mampu memunculkan petani-petani jamur di beberapa daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan Perjalanan Fathoni Arief&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasuruan, 14 November 2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388183797559335990-6082259195836961413?l=fathoniarief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/zKbPEl99D3rnD-691xyErI5vqrU/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/zKbPEl99D3rnD-691xyErI5vqrU/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/zKbPEl99D3rnD-691xyErI5vqrU/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/zKbPEl99D3rnD-691xyErI5vqrU/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~4/6QnA78EGVAQ" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fathoniarief.blogspot.com/feeds/6082259195836961413/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388183797559335990&amp;postID=6082259195836961413&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/6082259195836961413?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/6082259195836961413?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~3/6QnA78EGVAQ/istana-jamur-pak-kaiman.html" title="Istana Jamur Pak Kaiman" /><author><name>Fathoni Arief (MF Arief)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12040962242918356264</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="14773669925327515221" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fathoniarief.blogspot.com/2009/12/istana-jamur-pak-kaiman.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUIGQ3k_fyp7ImA9WxNaFUQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388183797559335990.post-8643128612114894636</id><published>2009-11-30T18:12:00.000+07:00</published><updated>2009-11-30T23:12:02.747+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-30T23:12:02.747+07:00</app:edited><title>Segelas Kopi dan Cerita Malam Ini...</title><content type="html">&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{"type":"msg"}"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://elangjava.multiply.com/photos/hi-res/1M/656"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.elangjava.multiply.com/image/6asOetIEIT8uJ0byXgqTKw/photos/1M/300x300/656/Perjalanan.jpg?et=Eo59X90fhR2vqBYYlYYctw&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;Jika suatu saat kau lelah, berhentilah sejenak. Tak ada salahnya sekedar menarik nafas, duduk melihat jauh kedepan membayangkan banyak hal yang kan terlewatkan begitu saja jika berhenti.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Jam di netbook sudah menunjukkan pukul 22.33. Jalan kecil di depan rumah yang biasanya tak pernah berhenti terisi oleh suara mesin dan klakson kini hanya terdengar sekali dua kali. Penghuni rumah yang lain juga sudah terlelap dalam istirahatnya masing-masing. Yang terdengar hanyalah suara dengkur yang tak begitu keras dan siaran televisi yang suaranya kalah oleh lantunan musik dari netbookku.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sambil menahan kantuk, jariku masih mengetuk keyboard menulis satu tanggungan yang lama tertunda. Seperti biasanya, berteman dengan segelas kopi. Tentunya kopi hitam bukan kopi instant sachetan yang menurutku rasanya sangat aneh dan terkadang membuat perut mulas. Berbeda dengan kopi hitam, panas, yang menyebarkan aroma harum tiap kali gula dan kopi diaduk.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tentang kopi, Minggu kemarin ada satu cerita yang menurutku menarik...&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sore itu hujan membasahi Jakarta. Titik-titk air yang seakan tak habis-habis jatuh dari langit itu membuat saya dan dua orang rekan memutuskan berteduh selepas berjalan menelusuri Jakarta. Selepas melaksanakan sholat Maghrib di sebuah masjid tak jauh dari Sarinah kami duduk santai menunggu hujan reda.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Seorang teman perhatiannya tertuju pada seorang penjual kopi yang seringkali keliling menggunakan sepeda. Ada dua orang penjual kopi di emperan masjid. Tak lama kemudian salah satu dari penjual kopi itu mengambil sepeda yang sudah terisi dengan sachet2 kopi yang digantungkan. Meskipun hujan masih cukup kalau hanya untuk membasahi pakaian dan membuat masuk angin.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Kau lihat penjual kopi itu?" kata seorang teman,&lt;br&gt;"Iya," jawabku,&lt;br&gt;"Penjual itu kalau bisa memilih tak akan nekad menembus hujan menjajakan dagangannya, tapi ia tak punya pilihan,"&lt;br&gt;"Penjual tadi harus tetap jalan meskipun hujan, karena jika tidak berarti dia membuang kesempatan mendapat rejeki jika ternyata di jalan ada orang yang membeli dagangnya,"&lt;br&gt;&lt;br&gt;Benar, dalam hati saya menyetejui kata-kata temen saya itu. Jika bisa memilih si penjual mungkin seperti kami menunggu hujan reda. Namun ia tak bisa memilih kalaupun tetap di masjid ia pasti tahu sudah ada rekannya yang menjajakan barang yang sama.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Penjual kopi itu, hanya sebentar istirahat. Menjalankan Sholat Maghrib. Ia terus melanjutkan perjalanannya karena ia tahu di depan ada hal indah (kemungkinan dagangan laku) yang tak terwujud jika ia berhenti bermalas-malasan di teras masjid saja.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Jika suatu saat kau lelah, berhentilah sejenak. Tak ada salahnya sekedar menarik nafas, duduk melihat jauh kedepan membayangkan banyak hal yang kan terlewatkan begitu saja jika berhenti.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Jakarta, 30 November 2009&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388183797559335990-8643128612114894636?l=fathoniarief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/owUd8T8faJixHdmSJW0SCJg_JoQ/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/owUd8T8faJixHdmSJW0SCJg_JoQ/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/owUd8T8faJixHdmSJW0SCJg_JoQ/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/owUd8T8faJixHdmSJW0SCJg_JoQ/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~4/IQ2GWct2MiI" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fathoniarief.blogspot.com/feeds/8643128612114894636/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388183797559335990&amp;postID=8643128612114894636&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/8643128612114894636?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/8643128612114894636?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~3/IQ2GWct2MiI/segelas-kopi-dan-cerita-malam-ini.html" title="Segelas Kopi dan Cerita Malam Ini..." /><author><name>Fathoni Arief (MF Arief)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12040962242918356264</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="14773669925327515221" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fathoniarief.blogspot.com/2009/11/segelas-kopi-dan-cerita-malam-ini.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkAEQH06eip7ImA9WxNbF08.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388183797559335990.post-6630866552152790386</id><published>2009-11-20T20:41:00.002+07:00</published><updated>2009-11-20T20:45:01.312+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-20T20:45:01.312+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Kita" /><title>Memelihara Luwak untuk Hasilkan Kopi Enak</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SwadIG7t-AI/AAAAAAAAC-M/0rNwfVeXd2k/s1600/luwak.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 173px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SwadIG7t-AI/AAAAAAAAC-M/0rNwfVeXd2k/s320/luwak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406181165330462722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/10/30/09234470/memelihara.luwak.untuk.hasilkan.kopi.enak"&gt;Memelihara Luwak untuk Hasilkan Kopi Enak&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Pawang Luwak mungkin sebuah pekerjaan yang tak terbayangkan oleh kebanyakan dari kita. Namun pekerjaan ini muncul karena adanya pasar kopi yang prima. Pawang Luwak ini yang bertugas menangkap sekaligus memelihara Luwak, hewan yang memakan buah kopi terbaik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luwak kerap disandingkan dengan kopi. Ya, binatang ini memang dikenal karena kesukaannya mengonsumsi buah kopi. Kegemaran ini menyebabkan Luwak berperan sebagai pengolah biji kopi alamiah di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah kopi yang ditelan Luwak akan mengalami proses fermentasi selama berada di perut hewan tersebut. Setelah dicerna sang Luwak, buah kopi itu berubah menjadi biji yang dikeluarkan bersama kotoran sang hewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan cemas kalau biji kopi itu tercemar kotoran Luwak. Biji kopi yang dikeluarkan Luwak ini masih berbentuk utuh. Tentu saja, sebelum diproses menjadi bubuk, bpi kopi akan dibersihkan dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses pencernaan Luwak inilah, akan diperoleh biji kopi dengan rasa spesial. Adanya proses inilah yang mengakibatkan harga biji kopi Luwak sangat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minum susu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, bpi kopi Luwak hanya diperoleh secara tradisional. Pasalnya, Luwak pemakan kopi merupakan binatang liar yang hidup di alam bebas. Alhasil, pemungut kopi Luwak hanya mengumpulkan kotoran Luwak yang berserakan di perkebunan kopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sejak tahun 2006, PTPN XII berupaya memelihara Luwak demi menghasilkan biji kopi Luwak. Nah, untuk menangkarkan luwak-luwak liar ini, PTPN mengerahkan tenaga Pawang Luwak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mudah menangkap dan merawat Luwak yang pada dasarnya merupakan binatang liar. Itu sebabnya, menjadi Pawang Luwak bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, selama ini tak ada buku-buku referensi tentang perhwatan Luwak. Tak heran, Pawang Luwak banyak belajar dari pengalamannya sendiri. Salah satu modal utama yang harus dimiliki Pawang Luwak adalah menguasai seluk beluk tentang Luwak. "Luwak itu rentan mati," kata Wuryanto, seorang Pawang Luwak dari PTPN XII.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal tahu saja, setelah ditangkap dari alam bebas untuk dikandangkan, Luwak seringkali stres. Itulah sebabnya, pada awal penangkaran PTPN XII, banyak Luwak yang telah ditangkap mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjaga agar sang Luwak tetap hidup di dalam kurungan merupakan tantangan terberat seorang Pawang Luwak. Wuryanto menuturkan, setelah penangkapan, Luwak memiliki masa kritis beradaptasi dengan lingkungannya yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa kritis itu biasanya berlangsung selama satu hingga dua minggu. "Jika tak bisa lolos dari masa itu, Luwak bisa mati," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masa kritis itulah, Luwak butuh perhatian khusus. Untuk menghindarkan Luwak dari stres, biasanya Pawang teratur memberi makanan kegemaran Luwak. Dari hasil pengamatan Wuryanto, selain kopi, Luwak ternyata gemar makan pepaya dan pisang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Luwak yang ditangkap masih kecil, Pawang harus memperlakukannya seperti merawat bayi. "Luwak kecil harus teratur minum susu," ujar Wuryanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap musim kopi, Luwak hanya diberi buah kopi sebagai menu utama di malam hari. Alhasil, Pawang atau pemelihara Luwak setiap sore harus menempatkan buah kopi di kandang Luwak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru pada pagi harinya, para Pawang itu mengambil kotoran Luwak. Dalam satu malam, Luwak mampu melahap sekitar 3 kilogram buah kopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian pada Luwak tak sebatas pada masa setelah penangkapan atau soal makanannya. Dalam pemeliharaannya, Pawang harus menjaga kebersihan kandang setiap hari. Maklum, Luwak termasuk binatang yang suka tinggal di tempat yang bersih. Bahkan, ketika membuang kotoran pun, Luwak akan memilih tempat yang bersih. Seperti di tanah kering, di atas bebatuan atau di atas dahan yang tumbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fathoni Arief&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388183797559335990-6630866552152790386?l=fathoniarief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/XZQxBs0R8_ybsFl_5YV7U2DDkEI/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/XZQxBs0R8_ybsFl_5YV7U2DDkEI/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/XZQxBs0R8_ybsFl_5YV7U2DDkEI/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/XZQxBs0R8_ybsFl_5YV7U2DDkEI/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~4/nG_p7TJBbWM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fathoniarief.blogspot.com/feeds/6630866552152790386/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388183797559335990&amp;postID=6630866552152790386&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/6630866552152790386?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/6630866552152790386?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~3/nG_p7TJBbWM/memelihara-luwak-untuk-hasilkan-kopi.html" title="Memelihara Luwak untuk Hasilkan Kopi Enak" /><author><name>Fathoni Arief (MF Arief)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12040962242918356264</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="14773669925327515221" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SwadIG7t-AI/AAAAAAAAC-M/0rNwfVeXd2k/s72-c/luwak.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fathoniarief.blogspot.com/2009/11/memelihara-luwak-untuk-hasilkan-kopi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUMHRXkzfCp7ImA9WxNbF08.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388183797559335990.post-2499744724732574651</id><published>2009-11-20T18:34:00.014+07:00</published><updated>2009-11-20T20:23:54.784+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-20T20:23:54.784+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Catatan Perjalanan" /><title>Pagi Di Penampihan</title><content type="html">&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="font-family: lucida grande;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SwaXI-buXaI/AAAAAAAAC-E/LOcWZyynSlI/s1600/Lereng+Wilis.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SwaXI-buXaI/AAAAAAAAC-E/LOcWZyynSlI/s320/Lereng+Wilis.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406174583158889890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Bagian pertama&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Matahari belum setinggi tombak, ketika rombongan kami menuju lereng Gunung Wilis. Kami berlima mengendara 3 sepeda motor menikmati saat-saat yang mendebarkan dan penuh kesan hari itu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Candi Penampihan, meskipun lahir di kota &lt;a href="http://www.tulungagung.go.id/index.php"&gt;Tulungagung&lt;/a&gt; sebelumnya saya hanya pernah mendengar namanya saja. Pengetahuan saya akan peninggalan arkeologi itu hanya sebatas informasi yang bisa didapatkan melalui situs-situ internet. Itupun informasi yang diberikan masih terbatas. Semua itu membangkitkan rasa keingintahuan mengenai seluk beluk candi. Keingintahuan itulah yang membuat saya berinisiatif mengajak beberapa orang teman menuju kesana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SwaWThkGJ-I/AAAAAAAAC9s/JI6xO7amK4U/s1600/Alone.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 181px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SwaWThkGJ-I/AAAAAAAAC9s/JI6xO7amK4U/s320/Alone.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406173664876308450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jam 8 pagi kami berangkat berlima dari titik pertemuan di Utara perempatan Cuwiri. Saya, Dimas, Sari, Feri dan Frida. Dengan mengendarai sepeda motor perlahan kami mulai menyusuri jalan yang makin menanjak menuju &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Wilis"&gt;Gunung Wilis&lt;/a&gt;. Rute yang kami tempuh dari perempatan menuju ke arah Utara hingga pertigaan di daerah Karangrejo. Dari pertigaan tersebut kami langsung mengambil belok kiri menuju &lt;a href="http://wikimapia.org/13181780/id/Kota-Kecamatan-Sendang-Tulungagung"&gt;Kecamatan Sendang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu cuaca tak begitu cerah ada sedikit mendung yang menghalangi pancaran sinar Sang Surya. Namun tak mengurangi kenikmatan berkendara di jalanan yang relatif sepi dan sepanjang perjalanan di kanan dan kiri masih dijumpai areal persawahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum kondisi jalan menuju candi Penampihan cukup bagus. Maklum saja dulu di dekat lokasi candi pernah dikenal sebagai penghasil teh dan ada pabrik teh peninggalan Belanda. Kondisi jalan yang bagus ini terputus hingga sampai jalan masuk menuju lokasi Candi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengendarai sepeda motor kami harus ekstra hati-hati. Jalan yang kami lewati sebagian besar jalanan batu. Belum lagi ditambah beberapa ruas yang kondisinya agak menanjak. Perjalanan memakai sepeda motor ini hanya sampai daerah di dekat lokasi pabrik teh. Di sini kami menitipkan motor di rumah salah seorang warga dan berjalan kaki menyusuri jalan yang makin menanjak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan kami disambut dengan udara dingin dan lahan yang masih kosong di kanan dan kiri. Sempat terlontar pertanyaan dimanakah kebun-kebun teh yang dulu sempat terhampar di sekitar sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami terus berjalan sambil sesekali mengambil gambar daerah yang masih asri. Dari jauh saya bisa melihat Gunung Wilis yang masih diselumuti kabut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahan Bekas Kebun Teh Kini Menjadi Milik Warga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SwaWh7llj7I/AAAAAAAAC90/ONeD0z6s-4I/s1600/Panen+1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SwaWh7llj7I/AAAAAAAAC90/ONeD0z6s-4I/s320/Panen+1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406173912380051378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di tengah perjalanan kami melihat sepasang suami istri berusia 50 tahunan. Sang istri tengah asyik memetik sayur-sayuran dan suaminya tengah membawa keranjang bambu sambil memilah-milah sesuatu. Kami mendekati bapak ibu itu. Ternyata kali ini adalah panen perdana kacang kapri mereka. Dari mereka kami mendapat cerita tentang kebun teh, pabrik dan candi yang kami tuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SwaWw8calTI/AAAAAAAAC98/IxQdpXExzZI/s1600/Panen+4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SwaWw8calTI/AAAAAAAAC98/IxQdpXExzZI/s320/Panen+4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406174170308056370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sejak jaman kolonial Belanda wilayah sekitar.lereng Gunung Wilis terkenal sebagai penghasil teh. Ada sisa-sisa puing bangunan peninggalan Belanda yang dulu menjadi saksi. Namun semenjak awal tahun 2000an karena harga teh yang tak stabil dan terus merugi perusahaan yang pengelolaannya dibawah Puskopad tersebut gulung tikar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahan-lahan yang dulu menjadi kebun teh kini dialih fungsikan untuk menanam tenaman lain. Ada sayur-mayur. Lahan-lahan tersebut kini sudah menjadi milik warga dengan status hak milik. Saat ini masih disisakan lahan sekitar 1 hektar di sekitar situs candi Penampihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Penampihan, 25 September 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Bersambung..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388183797559335990-2499744724732574651?l=fathoniarief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9p5KTyEsXzQuN-4oIcDzmP-UOmY/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9p5KTyEsXzQuN-4oIcDzmP-UOmY/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9p5KTyEsXzQuN-4oIcDzmP-UOmY/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9p5KTyEsXzQuN-4oIcDzmP-UOmY/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~4/O5qF2adwO8k" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fathoniarief.blogspot.com/feeds/2499744724732574651/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388183797559335990&amp;postID=2499744724732574651&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/2499744724732574651?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/2499744724732574651?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~3/O5qF2adwO8k/pagi-di-penampihan.html" title="Pagi Di Penampihan" /><author><name>Fathoni Arief (MF Arief)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12040962242918356264</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="14773669925327515221" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SwaXI-buXaI/AAAAAAAAC-E/LOcWZyynSlI/s72-c/Lereng+Wilis.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fathoniarief.blogspot.com/2009/11/pagi-di-penampihan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0UFQ3o8cSp7ImA9WxNbFEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388183797559335990.post-6329384873100230022</id><published>2009-11-17T14:57:00.004+07:00</published><updated>2009-11-17T15:06:52.479+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-17T15:06:52.479+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Apakah Anda Tahu" /><title>Gunung Penanggungan</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SwJZSsZ-atI/AAAAAAAAC9k/dvRt4XOVyno/s1600/Foto.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SwJZSsZ-atI/AAAAAAAAC9k/dvRt4XOVyno/s320/Foto.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404980680490642130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  line-height: 19px; font-family:sans-serif;font-size:13px;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SwJYrTqVrpI/AAAAAAAAC9c/eezdnERSZuk/s320/Penanggungan.jpg" style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 181px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404980003833491090" /&gt;&lt;p style="margin-top: 0.4em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;b&gt;Gunung Penanggungan&lt;/b&gt; (ketinggian 1.653 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Meter" title="Meter" style="text-decoration: none; color: rgb(0, 43, 184); background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; background-position: initial initial; "&gt;meter&lt;/a&gt; di atas permukaan laut) merupakan sebuah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung" title="Gunung" style="text-decoration: none; color: rgb(0, 43, 184); background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; background-position: initial initial; "&gt;gunung&lt;/a&gt; yang terdapat di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Jawa" title="Pulau Jawa" class="mw-redirect" style="text-decoration: none; color: rgb(0, 43, 184); background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; background-position: initial initial; "&gt;Pulau Jawa&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia" title="Indonesia" style="text-decoration: none; color: rgb(0, 43, 184); background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; background-position: initial initial; "&gt;Indonesia&lt;/a&gt;. Letak gunung berapi tidur ini ini berada di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Mojokerto" title="Kabupaten Mojokerto" style="text-decoration: none; color: rgb(0, 43, 184); background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; background-position: initial initial; "&gt;Kabupaten Mojokerto&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Timur" title="Jawa Timur" style="text-decoration: none; color: rgb(0, 43, 184); background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; background-position: initial initial; "&gt;Jawa Timur&lt;/a&gt;, berjarak kurang lebih 25 km dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surabaya" title="Surabaya" class="mw-redirect" style="text-decoration: none; color: rgb(0, 43, 184); background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; background-position: initial initial; "&gt;Surabaya&lt;/a&gt;. Gunung Penanggungan berada pada satu kluster dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Arjuno" title="Gunung Arjuno" style="text-decoration: none; color: rgb(0, 43, 184); background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; background-position: initial initial; "&gt;Gunung Arjuno&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Welirang" title="Gunung Welirang" style="text-decoration: none; color: rgb(0, 43, 184); background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; background-position: initial initial; "&gt;Gunung Welirang&lt;/a&gt;. Gunung ini dikenal memiliki nilai sejarah tinggi karena di sekujur lerengnya ditemui berbagai peninggalan purbakala, baik candi, pertapaan, maupun petirtaan dari periode Hindu-Buddha di Jawa Timur. Di masa itu ia dikenal sebagai &lt;b&gt;Gunung Pawitra&lt;/b&gt;. Vegetasi yang menutupnya merupakan kawasan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hutan_Dipterokarp_Bukit&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Hutan Dipterokarp Bukit (halaman belum tersedia)" style="text-decoration: none; color: rgb(204, 34, 0); background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; background-position: initial initial; "&gt;hutan Dipterokarp Bukit&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hutan_Dipterokarp_Atas&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Hutan Dipterokarp Atas (halaman belum tersedia)" style="text-decoration: none; color: rgb(204, 34, 0); background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; background-position: initial initial; "&gt;hutan Dipterokarp Atas&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hutan_Montane&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Hutan Montane (halaman belum tersedia)" style="text-decoration: none; color: rgb(204, 34, 0); background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; background-position: initial initial; "&gt;hutan Montane&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hutan_Ericaceous&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Hutan Ericaceous (halaman belum tersedia)" style="text-decoration: none; color: rgb(204, 34, 0); background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; background-position: initial initial; "&gt;Hutan Ericaceous atau hutan gunung&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0.4em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Sumber : Id.Wikipedia.org&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388183797559335990-6329384873100230022?l=fathoniarief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ds9Zx2bvHAMwjGEW2uoCsHF7qrg/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ds9Zx2bvHAMwjGEW2uoCsHF7qrg/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ds9Zx2bvHAMwjGEW2uoCsHF7qrg/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ds9Zx2bvHAMwjGEW2uoCsHF7qrg/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~4/wA0SXJeIaEU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fathoniarief.blogspot.com/feeds/6329384873100230022/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388183797559335990&amp;postID=6329384873100230022&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/6329384873100230022?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/6329384873100230022?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~3/wA0SXJeIaEU/gunung-penanggungan-ketinggian-1.html" title="Gunung Penanggungan" /><author><name>Fathoni Arief (MF Arief)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12040962242918356264</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="14773669925327515221" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SwJZSsZ-atI/AAAAAAAAC9k/dvRt4XOVyno/s72-c/Foto.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fathoniarief.blogspot.com/2009/11/gunung-penanggungan-ketinggian-1.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0EMQHs-fyp7ImA9WxNbE0g.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388183797559335990.post-6290775976796471668</id><published>2009-11-16T14:54:00.011+07:00</published><updated>2009-11-16T15:21:21.557+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-16T15:21:21.557+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Kita" /><title>Mandiri Dengan Keterbatasan</title><content type="html">&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SwEFtbsjwlI/AAAAAAAAC8k/U_wqGo2LWCA/s1600/IMG_0391.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; DISPLAY: block; HEIGHT: 240px; CURSOR: pointer" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404607305908208210" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SwEFtbsjwlI/AAAAAAAAC8k/U_wqGo2LWCA/s320/IMG_0391.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:';"&gt;&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; FONT-FAMILY: lucida grande"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-BOTTOM: 0ptfont-family:lucida grande;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;holikah dan Sukaji &lt;/span&gt;merupakan pasangan suami istri penyandang cacat yang tinggal di kelurahan Wonokusumo, kecamatan Mojosari, kabupaten Mojokerto. Pasangan ini merupakan penyandang cacat binaan dinas sosial kabupaten Mojokerto.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="FONT-FAMILY: lucida grande"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-BOTTOM: 0ptfont-family:lucida grande;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; FONT-FAMILY: lucida grande"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-BOTTOM: 0ptfont-family:lucida grande;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;Di rumah sederhana tempat tinggal sehari-hari pasangan Sukaji dan Sholikah merintis usaha konveksi mereka. Setelah mengikuti berbagai pelatihan-pelatihan dari dinas sosial dan berbekal sebuah mesin jahit hasil bantuan mereka memulai usaha. “ Kami awalnya mendapat binaan dari Departemen Sosial. Kemudian merintis sedikit demi sedikit dengan segala keterbatasan yang dimiliki baik dari fisik maupun modal,” kata Sholikah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-BOTTOM: 0ptfont-family:lucida grande;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-size:130%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-BOTTOM: 0ptfont-family:lucida grande;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SwEGSf6XnoI/AAAAAAAAC88/gee9QTfBnf8/s1600/_DSC6288.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; DISPLAY: block; HEIGHT: 214px; CURSOR: pointer" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404607942695034498" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SwEGSf6XnoI/AAAAAAAAC88/gee9QTfBnf8/s320/_DSC6288.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; FONT-FAMILY: lucida grande"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-BOTTOM: 0ptfont-family:lucida grande;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-size:130%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; FONT-FAMILY: lucida grande"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-BOTTOM: 0ptfont-family:lucida grande;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;Berawal dari pesanan orang-orang terdekat dan sekitarnya kini produk mereka sudah menyebar kemana-mana. Mereka sudah menerima pesanan dari berbagai daerah dengan jumlah yang cukup banyak. Tak hanya Mojokerto saja namun hingga ada Jombang, Pasuruan, Surabaya bahkan pernah Madura. Saat ini saja mereka tengah mendapat pesanan hampir 300 stel pesanan dari rumah sakit umum Mojokerto. Karena makin banyak permintaan inilah akhirnya mereka menarik 2 orang tukang jahit untuk menjadi karyawan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; FONT-FAMILY: lucida grande"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-BOTTOM: 0ptfont-family:lucida grande;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; FONT-FAMILY: lucida grande"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-BOTTOM: 0ptfont-family:lucida grande;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;Solikhah menceritakan pelayanan dan hasil produk yang bagus menjadi satu kunci sukses mereka. Dengan berbekal hal itu menurutnya konsumen yang merasa puas dengan hasil kerja mereka akhirnya bercerita kepada orang lain dan memberi rekomendasi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-BOTTOM: 0ptfont-family:lucida grande;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SwEF8CyDzRI/AAAAAAAAC8s/fx-WtGPd0As/s1600/IMG_0399.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; DISPLAY: block; HEIGHT: 240px; CURSOR: pointer" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404607556918430994" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SwEF8CyDzRI/AAAAAAAAC8s/fx-WtGPd0As/s320/IMG_0399.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-size:130%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; FONT-FAMILY: lucida grande"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-BOTTOM: 0ptfont-family:lucida grande;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-size:130%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; FONT-FAMILY: lucida grande"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-BOTTOM: 0ptfont-family:lucida grande;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;Meski kini usaha jahit yang diberi nama sesuai dengan nama pemilik rumah “Solikhah” namun mereka tak merasa puas sampai disini saja. Mereka sudah punya angan-angan untuk mengembangkannya lagi. "Nanti kalau ada rejeki saya akan membangun sebuah ruangan khusus untuk menjahit yang lebih luas didepan rumah. Karena saat ini masih memanfaatkan ruang tamu,” kata Sholikah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; FONT-FAMILY: lucida grande"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-BOTTOM: 0ptfont-family:lucida grande;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; FONT-FAMILY: lucida grande"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-BOTTOM: 0ptfont-family:lucida grande;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;BERAWAL DARI PELATIHAN&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; FONT-FAMILY: lucida grande"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-BOTTOM: 0ptfont-family:lucida grande;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; FONT-FAMILY: lucida grande"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-BOTTOM: 0ptfont-family:lucida grande;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;Pelatihan yang diselenggarakan oleh dinas Sosial kabupaten Mojokerto membawa banyak kenangan bagi pasangan ini. Karena di sinilah mereka menemukan cikal bakal usaha mereka dan berjumpa hingga berlanjut ke jenjang pernikahan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-BOTTOM: 0ptfont-family:lucida grande;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SwEGHSRfCJI/AAAAAAAAC80/hVI9KsdyE3E/s1600/IMG_0416.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; DISPLAY: block; HEIGHT: 240px; CURSOR: pointer" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404607750055331986" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SwEGHSRfCJI/AAAAAAAAC80/hVI9KsdyE3E/s320/IMG_0416.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-size:130%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; FONT-FAMILY: lucida grande"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-BOTTOM: 0ptfont-family:lucida grande;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-size:130%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; FONT-FAMILY: lucida grande"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-BOTTOM: 0ptfont-family:lucida grande;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;Mereka mengikuti pelatihan ini pada tahun 1998. Setelah berjalannya waktu pada tahun 2004 mereka memutuskan untuk menikah dan kini sudah dianugerahi anak berusia 4 tahun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; FONT-FAMILY: lucida grande"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; MARGIN-BOTTOM: 0pt" class="MsoNormal" face="lucida grande"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; FONT-FAMILY: lucida grande"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; MARGIN-BOTTOM: 0pt" class="MsoNormal" face="lucida grande"&gt;FATHONI ARIEF&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388183797559335990-6290775976796471668?l=fathoniarief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/yioUWKAk9qX20z1Il4I5GoCau5k/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/yioUWKAk9qX20z1Il4I5GoCau5k/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/yioUWKAk9qX20z1Il4I5GoCau5k/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/yioUWKAk9qX20z1Il4I5GoCau5k/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~4/VQSEBLTsni8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fathoniarief.blogspot.com/feeds/6290775976796471668/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388183797559335990&amp;postID=6290775976796471668&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/6290775976796471668?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/6290775976796471668?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~3/VQSEBLTsni8/mandiri-dengan-keterbatasan.html" title="Mandiri Dengan Keterbatasan" /><author><name>Fathoni Arief (MF Arief)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12040962242918356264</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="14773669925327515221" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SwEFtbsjwlI/AAAAAAAAC8k/U_wqGo2LWCA/s72-c/IMG_0391.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fathoniarief.blogspot.com/2009/11/mandiri-dengan-keterbatasan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0QGRXszfCp7ImA9WxNbE0s.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388183797559335990.post-5430106388680243977</id><published>2009-11-12T16:02:00.009+07:00</published><updated>2009-11-16T15:48:44.584+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-16T15:48:44.584+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Kita" /><title>Meretas Mimpi Di Panti</title><content type="html">&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SwERbhBw5SI/AAAAAAAAC9E/iy3T2ikGP8g/s1600/DSC03996.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; DISPLAY: block; HEIGHT: 214px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404620192241214754" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SwERbhBw5SI/AAAAAAAAC9E/iy3T2ikGP8g/s320/DSC03996.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pagi itu waktu baru menunjukkan pukul setengah delapan pagi. Seorang lelaki berbadan tegap berseragam tentara dengan atribut lengkap berdiri di sebuah halaman luas berlantai semen. Solikin nama lelaki itu. Ia merupakan anggota aktif Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat berpangkat Kapten. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kapten Solikin bersiap di lapangan yang terletak di tengah areal Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Cahaya Bathin Jl. Dewi Sartika 200, Cawang, Jakarta Utara. Beberapa saat kemudian penghuni panti dengan berseragam biru muda dan bawahan biru tua berdatangan satu demi satu. Mereka berkumpul di depan Kapten Solikin. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;60 orang penghuni tersebut segera membentuk barisan berbanjar. Kapten Solikin memberi aba-aba. Satu diantara 60 orang tersebut mengambil posisi yang berbeda. Rupanya ia bertindak selaku pemimpin barisan, namanya Zuhroh. Selepas dipandu Kapten Solikin gadis berkerudung berkulit agak hitam ini meneluarkan suara lantang menyiapkan barisannya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah barisan siap, Kapten Solikin secara acak memanggil nama-nama mereka. Memberi pengarahan dan penugasan secara acak. Tiap nama yang dipanggil diberi tugas menyebutkan hafalan mereka, tentang Pancasila, dan hal-hal lain. Tak kalah dengan mereka yang normal hafalan mereka ternyata cukup bagus. Apel pagi, itulah nama kegiatan yang tiap hari selain hari Senin diselenggarakan di PSBN Cahaya Bathin. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seperti inilah rutinitas tiap pagi dari 60 penghuni panti sebelumbersiap untuk mengikuti kegiatan sehari penuh. Mengawali hari dengan penekanan disiplin bersama Kapten Solikin, salah seorang pengasuh di PSBN Cahaya Bathin. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Solikin juga merupakan penyandang tunanetra. Selepas menjalani pemulihan akibat kecelakaan saat tugas yang merenggut penglihatannya ia meminta ditugaskan di panti ini. Ia membantu memberi pelatihan di panti ini khususnya mengenai kedisiplinan serta motivasi. “Sebenarnya saya dulu berasal dari batalyon Zipur 8, Wirabuana di Makasar. Waktu itu tengah bersiap operasi keamanan di timor Timor. Kebetulan waktu itu ia bertindak sebagai Komandan Kompi Penjinak Bahan Peledak. (Pasukan Jihandak),” ujarnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;PANTI SOSIAL BINA NETRA CAHAYA BATHIN &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tak susah mencari keberadaan PSBN Cahaya Bathin. Panti ini terletak di Jalan Dewi Sartika No.200 Jakarta Timur, tak jauh dari rumah sakit Budi Asih dan berdekatan dengan pusat lembaga pelatihan kesos milik Departemen Sosial. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Panti ini lokasinya cukup strategis meskipun di pusat kota namun jika sudah masuk ke lingkungan kesan tenang terbawa. Akses dengan kendaraan umum juga relative mudah bagi yang tidak menggunaskan kendaraan pribadi. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;PSBN Cahaya Bathin dari usianya tak bias dianggap baru. Panti ini ternyata sudah berdiri sejak tahun 1958. Namun awalnya bernama Panti Karya Asuhan Budi yang kegiatannya menampung hasil razia yang dilakukan oleh Pemda Provinsi DKI Jakarta. Saat itu masih dalam kendali Departemen Sosial. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Panti beralih kepemilikan di tahun 1984. Waktu itu Pemerintah Daerah DKI mengambil alih panti dan mengganti namanya menjadi Panti Penyantunan dan Rehabilitasi Khusus Tuna Netra. Penggunaan nama Cahaya Bathin sendiri baru pada tahun 1986 sesuai dengan SK Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 736. Selanjutnya muncul SK Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 163 tahun 2002 digabung Panti di Cengkareng dan Cawang (ex Depsos). “Namun dalam waktu dekat Cengkareng akan dijadikan satu dengan Cawang. Panti di Cengakareng bakal digunakan untuk kepentingan yang lain,” ujar Djaka Kunandjaya, SH, MM Kepala PSBN Cahaya Bathin. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Djaka menambahkan saat ini ada 60 penghuni di panti yang berlokasi di Jalan Dewi Sartika, Cawang sedangkan di Cengkareng ada 40 orang. Mereka berusia antara 13 hingga 30 tahun.&lt;br /&gt;Namun dalam waktu dekat penghuni panti yang ada di Cengkareng bakal direlokasi ke Cawang. “ Rencananya bakal diperuntukan bagi kepentingan lain,” kata Djaka. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Djaka mengatakan Panti yang di Cengkareng memang tidak didesain untuk menampung tunanetra. Awalnyadigunakan untuk menampung para lansia. Karena untuk lansia tata letak bangunan juga menyesuaikan berupa rumah-rumah kecil yang posisinya terpencar. Kondisi seperti inilah yang menyulitkan ketika digunakan untuk menampung tuna-netra.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan posisi permukiman yang berpencar seperti itu membuat setiap kali ada tamu untuk mengumpulkan ke aula saja membutuhkan waktu cukup lama. Mereka harus dituntun satu demi satu. “ Disini lebih enak. Lokasi kelas ada di atas dan di bawah adalah asrama mereka. Lokasinya terpusat. Sehingga mudah dalam memobilisasi,” ujar Djaka. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;TAK HANYA MENAMPUNG WARGA DKI &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Karena dikelola oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebenarnya panti ini diperuntukkan bagi mereka yang berasal dari DKI. “ Karena ini milik Pemprov sehingga yang berhak menjadi penghuni panti adalah orang-orang yang memiliki KTP DKI,” ujar Djaka.&lt;br /&gt;Namun ternyata pelaksanaanya di lapangan berbeda. Karena faktor kemanusiaan mereka juga tak menutup pintu bagi warga lain meskipun tidak memiliki KTP DKI. “ Mereka yang berasal dari luar juga diterima masuk dengan pertimbangan kemanusiaan,” ujar Djaka.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selain berasal dari masyarakat yang langsung dating untuk mendaftar penghuni panti ada yang berasal dari hasil dari razia yang dilakukan dinas social provinsi DKI Jakarta. Mereka yang diidentifikasi tunanetra dijaring di tampung ini. Tentunya tunanetra yang dijaring yang sehat karena nantinya mereka di tempat ini bakal dibina agar bisa hidup secara mandiri. Meskipun di lapangan ternyata kebanyakan hasil razia ada yang tua dan sakit-sakitan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Satu diantara penghuni panti adalah Septohadi Nugroho. Remaja asli Jakarta Timur kelahiran 23 tahun lalu ini sempat berkisah awal mulanya tinggal di panti ini. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Septo, begitu dia biasa dipanggil, merasa bersyukur menjadi salah satu bagian dari penghuni panti ini. Dibandingkan dengan saat pertama kali masuk setahun lalu ada banyak hal yang telah ia dapatkan. “Awal saya berada disini tidak bisa apa-apa. Untuk berkomunikasi dengan teman-teman juga tidak bisa,” ujarnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kini sosok Septo telah banyak berubah. Ia semakin termotivasi untuk lebih banyak belajar tentang berbagai hal yang belum ia mengerti dan kuasai. Satu cita-citanya ingin menjadi contoh bagi teman-teman lain yang senasib dengannya. Menurutnya semua sebenarnya bisa jika latihan. Ia mencontohkan dirinya dulu yang juga belajar dari nol.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sekarang ada banyak hal yang sudah Septo kuasai. Tak hanya kemampuan dan keterampilan dasar saja yang ia kuasai namun hal-hal lain seperti bermain musik. Septo piawai menabuh drum dan bermain gitar. Atas kepiaiwainya dalam bermain musik ia pernah dipercaya oleh Depdiknas untuk tergabung dalam sebuah tim untuk rekaman pembuatan modul pembelajaran kesehatan dan Reproduksi. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Meski sudah menguasai banyak keterampilan ternyata keinginan Septo untuk terus belajar tak berhenti sampai disini saja. Ia bahkan menyimpan mimpi besar untuk melanjutkan studi hingga bangku. “ Apa yang saya dapatkan dari sini hanya berupa batu loncatan, semoga bisa jalan terus,” ujarnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ternyata ada juga raihan prestasi yang pernah diukir oleh para penghuni PSBN Cahaya Bathin. Yang terbaru tahun ini mereka mampu menjadi Juara II tingkat nasional lomba hafalan Undang Undang yang diselenggarakan oleh Mahkamah Konstitusi. Raihan ini lebih baik dari tahun sebelumnya hanya meraih juara III. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada juga torehan yang diraih oleh satu siswa lain yaitu Muhamad Hilmi. Berbekal puisi karyanya, Ia menjadi wakil Provinsi DKI dalam ajang lomba puisi tingkat Nasional untuk tuna netra meskipun belum mampu menjadi yang terbaik. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;MEMILIKI BERBAGAI KEGIATAN RUTIN &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seperti lazimnya panti-panti tunanetra yang lain, PSBN Cahaya Bathin juga membekali penghuninya dengan beragam keterampilan. Hal yang diberikan mulai dari motivasi, kedisiplinan serta semangat bangkit dan kemampuan untuk mengurus dirinya sendiri. “Pertama-tama yang harus ditangani mental dan sikap dulu. Soal ketrampilan itu nomor kesekian,” kata Kapten Solikin. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Terkait dengan sikap dan mental Djaka menceritakan kisah seorang penghuni panti, namanya Zuhroh. Zuhroh masuk ke panti ini dalam keadaan terbuang. Ia tak memiliki keluarga. Hidupnya berpindah dari satu panti ke panti yang lain. Pertama kali datang ia dalam kondisi stress berat, sehingga sangat mudah marah. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berkat ketekunan dari para pengasuh akhirnya sosok Zuhroh kini sudah jauh lebih baik. Bahkan kini ia dipercaya sebagai pemimpin barisan tiap kali upacara bendera atau kegiatan apel pagi.&lt;br /&gt;Beberapa pembekalan yang mereka dapat diantaranya Orientasi dan mobilitas (OM). Dalam kegiatan ini penghuni panti diberi materi dan pelatihan seputar pengenalan lingkungan di sekitarnya dan bagaimana cara bisa bepergian. Pelatihan ini dimulai dengan hal-hal yang sederhana seperti cara naik tangga, turun tangga, menyeberang dan sebagainya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kegiatan ini tak hanya dilakukan di dalam wilayah panti terkadang dilakukan diluar juga. Misalnya ke pasar, terminal, stasiun dan sebagainya. Pelatihan ini diberikan seminggu sekali.&lt;br /&gt;Pengetahuan lain penting yang diberikan adalah mengenai kesehatan dan reproduksi. Ada seorang dokter yang sengaja diundang untuk memberikan pengetahuan seputar ini. Menggunakan boneka yang digunakan untuk mengenalkan organ-organ reproduksi dan tanda-tanda genital bagi penghuni panti. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Agar bisa menambah ilmu pengetahuan warga panti juga mendapat kemampuan membaca huruf Braille. Tak hanya huruf Braile Latin namun juga Al Quran Braille bagi yang beragama Islam. Di bidang kesenian mereka mendapatkan keterampilan bermain musik. Di panti ini memiliki studi musik sendiri dengan peralatan yang lengkap. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagai bekal untuk bisa mandiri secara ekonomi berbagai keterampilan juga diajarkan. Keterampilan seperti membuat berbagai alat sehari-hari seperti keset, dan kemampuan pijit. Mereka mendapat berbagai teknik pijit mulai dari refleksi, shiatsu dan massage.&lt;br /&gt;Djaka menambahkan meskipun sudah memberi banyak bekal yang saat ini masih mengganjal adalah membantu mereka penyaluran ketempat kerja. “ Namun hingga saat ini kami masih belum bisa. Seharusnya kami harus dibantu oleh dinas-dinas lain,” ujarnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebenarnya menurut Djaka PSBN Cahaya Bathin sudah berupaya. Upaya nyata dengan membuka praktek pijat dengan harga yang relatif terjangkau. Sekali pijat masyarakat hanya membayar Rp. 30 ribu saja. Biasanya yang datang dari masyarakat sekitar. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hasil dari praktek tersebut sepenuhnya menjadi hak penghuni panti. Meskipun ada sebagian yang disisihkan untuk tabungan mereka. Perinciannya dari 30 ribu tersebut, 20 ribu untuk mereka dan 10 ribu disimpan. “Sewaktu waktu akan dikembalikan lagi pada mereka misalnya ketika mereka hendak mudik. Ketika hendak lebaran,” kata Djaka. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selain kegiatan rutin sehari-hari di momen tertentu menurut Djaka ada juga kegiatan seperti pentas seni, perlombaan dan kegiatan lain. “ Misalnya lomba adzan, sari tilawah, ceramah agama. Kegiatan seperti ini biasanya diselenggarakan pada bulan ramadhan,” katanya.&lt;br /&gt;Meskipun mendapat banyak fasilitas dan berbagai pelatihan berharga ternyata semua itu didapatkan penghuni panti dengan Cuma-Cuma tanpa mengeluarkan uang sepeserpun. Menurut Djaka semua hal terkait dengan pembiayaan dan operasional sudah dianggarkan oleh pemerintah DKI. Sumber dana lain menurut Djaka juga ada namun hanya insidentil saja. Ada donatur di saat-saat tertentu misalnya ketika bulan puasa, hari raya dan sebagainya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengenai keberadaan Lembaga Swadaya Masyarakat menurut Djaka yang sering mengadakan kegiatan di panti ini adalah sebuah LSM yang intens menangani penderita Low Vision. Ada beberapa orang dalam pengawasan mereka. Djaka mengatakan kemungkinan kalau mereka nanti bisa dioperasi bakal dioperasi. Mereka biasanya datang sebulan sekali atau dua bulan sekali untuk mengadakan pengawasan. “ Low vision itu mereka matanya nampak seperti orang normal namun tidak melihat,” kata Djaka. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Djaka menjelaskan rencananya penghuni panti normalnya tinggal disini selama 2 tahun dan nantinya harus bisa mandiri. Untuk bisa disebut mampu mandiri standar yang harus mereka miliki menurut Djaka adalah mereka sudah bisa baca huruf braile, braile Al Quran, punya beragam keterampilan. Jika telah lulus mereka tak dibiarkan begitu saja. Mereka juga diberi bantuan berupa alat-alat untuk kerja seperti alat massage, shiatsu serta refleksi dan tetap dipantau oleh panti. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selama ini menurut Djaka banyak lulusan dari sini yang sudah mendapatkan kehidupan yang layak. “ Tapi dalam kemandirian itu juga kami tinjau, evaluasi, apakah benar mereka sudah benar-benar mandiri? Kalau mereka sudah punya tempat itu sudah kita anggap mandiri,” ujar Djaka. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menjadi Kepala Panti sudah menjadi hal biasa bagi Djaka. Meskipun di tempat ini ia baru menjadi Kepala panti sejak bulan februari tahun 2009. Sebelumnya ia pernah menjadi kepala di beberapa panti lain. Tahun 2007 ia menjadi kepala di panti jompo Cilambar selama 2 tahun setelah itu ditugaskan ke Plumpang mengurusi anak jalanan. Mengenai panti tempat ia bertugas sekarang ada satu misi yang ia perjuangkan. “Saya berharap PSBN ini suatu saat bisa menjadi panti percontohan di DKI Jakarta,” ujarnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;FATHONI ARIEF &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388183797559335990-5430106388680243977?l=fathoniarief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/z5g3w6e_vzkJIO7rVX1JV2I6_ig/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/z5g3w6e_vzkJIO7rVX1JV2I6_ig/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/z5g3w6e_vzkJIO7rVX1JV2I6_ig/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/z5g3w6e_vzkJIO7rVX1JV2I6_ig/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~4/vI41av6YPW8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fathoniarief.blogspot.com/feeds/5430106388680243977/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388183797559335990&amp;postID=5430106388680243977&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/5430106388680243977?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/5430106388680243977?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~3/vI41av6YPW8/meretas-mimpi-di-panti.html" title="Meretas Mimpi Di Panti" /><author><name>Fathoni Arief (MF Arief)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12040962242918356264</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="14773669925327515221" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SwERbhBw5SI/AAAAAAAAC9E/iy3T2ikGP8g/s72-c/DSC03996.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fathoniarief.blogspot.com/2009/11/meretas-mimpi-di-panti.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUQMQHkzeCp7ImA9WxNbE0s.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388183797559335990.post-3050021866888700048</id><published>2009-11-12T15:38:00.005+07:00</published><updated>2009-11-16T16:23:01.780+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-16T16:23:01.780+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Resensi Buku" /><title>KUMPULAN SEJARAH KECIL TENTANG INDONESIA</title><content type="html">&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SwEXdfn-uFI/AAAAAAAAC9U/F_-oFu7WsGA/s1600/IMG_0227.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 240px; DISPLAY: block; HEIGHT: 320px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404626823294138450" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SwEXdfn-uFI/AAAAAAAAC9U/F_-oFu7WsGA/s320/IMG_0227.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;JUDUL BUKU : Sejarah Kecil “petite histoire” Indonesia&lt;br /&gt;PENULIS : Rosihan Anwar&lt;br /&gt;Jumlah Halaman : 316 halaman&lt;br /&gt;ISBN : 9789797091415 &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kisah-kisah kecil yang pernah terjadi di beberapa daerah Indonesia ternyata menarik untuk diketahui. Ada banyak kisah kecil yang penuh dengan human interest dan justru terkadang lepas dari sejarah besar bangsa Indonesia meski terkadang memiliki kaitan erat dengan sejarah besar bangsa. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Sudah beberapa waktu lamanya saya berfikir tentang bagaimana caranya membuat sejarah menarik bagi generasi muda. Sejarah yang tidak hanya terdiri dari hanya rangkaian tahun atau jaartallen untuk dihafalkan, tetapi yang dirasakan hidup dan bermakna untuk kehidupan zaman sekarang,” ujar Rosihan Anwar. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Penulis kemudian menyusun sebuah buku dengan mengkombinasikan antara kiat-kiat jurnalistik dengan persyaratan ilmiah. Ternyata ia cukup banyak menulis karangan yang berkaitan dengan sejarah, baik dalam bentuk tulisan feature untuk surat kabar dan majalah maupun dalam bentuk narasi skenario film dokumenter tau reportase untuk televisi.&lt;br /&gt;Tak ingin tulisan-tulisannya hilang begitu saja dan bisa bermanfaat bagi generasi muda akhirnya penulis mengumpulkan semuanya. Ia kemudian menulis ulang dan menyusunya kembali dalam kemasan yang lebih sesuai. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rosihan memberi bukunya judul “Sejarah Kecil “Petite Histoire” Indonesia”. Buku ini terdiri dari 12 bagian. Masing-masing bagian bercerita tentang peristiwa dan setting tempat yang berbeda. “ saya buat pembagian menurut daerah kejadian, saya susun kembali urutan waktu dan zaman secara kronologis,” katanya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;MENZIARAHI RENTANG WAKTU DAN TEMPAT &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku ini, Rosihan Anwar membawa kita untuk melihat “sejarah kecil” Indonesia, seperti Kayu Cendana di Pulau Timor, Kudeta Nazi Jerman di Pulau nias, riwayat Saisuk di sumatera barat, Sahabat-sahabat Prof Snouck Hurgronje, Pulau Karimun yang dipimpin Perwira Jerman, tempat pembuangan Bung Karno dan sebagainya. Pembaca seperti diajak berjalan-jalan berkunjang dari satu tempat ke tempat lain, satu masa ke masa lain. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada kisah-kisah yang mungkin selama ini tak banyak orang tahu. Seperti kisah kudeta tentara Nazi di pulau Nias. Kisah tersebut didapat Rosihan dari buku karya Jacob Zwaan berjudul Nederland Indie : 1940-1946 dan karya C. van Heekeren Batavia Seint : Berlin. “ Saya temukan kisah menarik tentang pulau Nias yang sebelumnya tidak saya ketahui,” ujarnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Buku tersebut mengisahkan, peristiwa setelah negeri Belanda diserang oleh tentara payung Nazi Jerman pada 10 Mei 1940. Penyerangan yang berimbas pada nasib orang Jerman di Hindia. Polisi Hindia Belanda melakukan penangkapan orang-orang Jerman dan memenjarakan mereka dalam berbagai kamp seperti di Ngawi. Mereka yang ditangkap terdiri dari berbagai macam latar belakang. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 8 Desember 1941 tentara Jepang menyerang Pearl Harbour dan berlanjut dengan invasi ke Utara Kalimantan dan Sulawesi. Belanda menyelamatkan diri. Mereka membawa tahanan orang-orang Jerman tersebut ke India dan Inggris. Tanggal 19 Januari 1942 berangkatlah dari pelabuhan Sibolga kapal penumpang “Van Imholf” yang mengangkut 477 orang Jerman menuju India. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun di tengah jalan perjalanan mereka terganggu. Sebuah pesawat pengintai milik angkatan laut Jepang (Kaigun) menjatuhkan bom di atas kapal “Van Imhoff”. Kapalpun tenggelam 110 orang Belanda menggunakan sekoci yang ada melarikan diri sementara tahanan Jerman dibiarkan tersekap begitu saja. Sekocipun habis dan yang tertinggal hanya satu kapal kerja dan sejumlah rakit. Hanya 65 tawanan saja yang akhirnya berhasil selamat mendarat di pulau Nias. Di pulau itu Belanda langsung menahan mereka. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Minggu malam 29 Maret 1942 orang-orang Jerman meloloskan diri. Mereka melakukan perlawanan terhadap Belanda dan merebut penguasaan atas pulau itu. Penguasaan ini berakhir tanggal 17 April 1942 ketika tentara Jepang datang. Cerita seputar kronologis pembentukan Tentara Nasional Indonesia juga ditulis Rosihan dalam buku ini. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;NALURI SEORANG WARTAWAN &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Buku ini juga berisi peristiwa-peristiwa yang secara langsung diikuti oleh Rosihan. Profesinya sebagai seorang wartawan yang hidup di berbagai era membuatnya banyak menjadi saksi peristiwa bersejarah. Seperti saat-saat menjelang 10 November tahun 1945, dimana bakal pecah perang besar-besaran antara tentara Inggris melawan pasukan arek-arek Suroboyo. Rosihan merasakan betapa semangat perjuangan dihembuskan kemana-mana. Ia merasakan secara langsung sambutan rakyat di sepanjang perjalanan menuju Surabaya dengan menggunakan kereta Api yang didalamnya membawa bantuan senjata. Sepanjang perjalanan kereta yang beradu cepat dengan waktu itu disambut dengan pekik perjuangan oleh rakyat. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selepas mengakhiri karier sebagai wartawan ternyata naluri sebagai wartawan Rosihan Anwar tak hilang meski usia sudah makin renta. Seperti dia kisahkan saat peristiwa penyerangan kantor PDI di jalan Diponegoro atau yang sering disebut peristiwa 27 Juli 1996. Meski saat itu ia sudah berusia 74 tahun namun rasa keingintahuannya tidak berkurang. Cerita tentang pengalaman Rosihan menjadi saksi peristiwa bersejarah itu ada di bagian ke 13. Cerita yang baru disampaikan Rosihan 6 tahun setelah kejadian tersebut. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;SIFAT PRESIDEN DARI MASA KE MASA &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rosihan Anwar juga menceritakan dalam bagian terakhir (Bab 13) di buku ini mengenai pemimpin negeri ini dari masa ke masa, mulai dari Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman wahid hingga Megawati. Mengenai Soekarno, Rosihan mengutip cerita dari buku karangan Drs. Barkman mantan dubes Belanda di Jepang. Dari buku berjudul Bestemming Jakarta – Het herstel der Nederlands- Indonesische betrekkingen (Tujuan Jakarta-Pulihnya hubungan Belanda-Indonesia). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari buku tersebut ternyata ditemukan fakta menarik. Soekarno sebagai presiden pernah mengadakan kunjungan ke berbagai negara namun justru tak pernah mengadakan kunjungan sebagai kepala negara ke negeri Belanda. Soekarno selalu menunggu undangan resmi dari ratu Juliana namun sampai ia berhenti jadi presiden undangan itu tak pernah sampai. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Cerita lainnya adalah tentang mantan presiden Soeharto. Rosihan menceritakan dalam buku ini saat-saat terakhir menjelang jatuhnya presiden kedua tersebut. Satu lagi yang paling menarik adalah cerita mengenai mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau yang lebih sering dipanggil Gus Dur. Bagi yang suka akan bacaan-bacaan bertema buku bertema sejarah. Buku ini layak menjadi koleksi. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;FATHONI ARIEF &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388183797559335990-3050021866888700048?l=fathoniarief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/cMzwAYtvN3bH0jdv5Z3VQ4vuC4c/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/cMzwAYtvN3bH0jdv5Z3VQ4vuC4c/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/cMzwAYtvN3bH0jdv5Z3VQ4vuC4c/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/cMzwAYtvN3bH0jdv5Z3VQ4vuC4c/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~4/JIDrP4uHQjk" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fathoniarief.blogspot.com/feeds/3050021866888700048/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388183797559335990&amp;postID=3050021866888700048&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/3050021866888700048?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/3050021866888700048?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~3/JIDrP4uHQjk/kumpulan-sejarah-kecil-tentang.html" title="KUMPULAN SEJARAH KECIL TENTANG INDONESIA" /><author><name>Fathoni Arief (MF Arief)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12040962242918356264</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="14773669925327515221" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SwEXdfn-uFI/AAAAAAAAC9U/F_-oFu7WsGA/s72-c/IMG_0227.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fathoniarief.blogspot.com/2009/11/kumpulan-sejarah-kecil-tentang.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C04NRX4-eCp7ImA9WxNbE0s.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388183797559335990.post-5717517673561329423</id><published>2009-11-12T15:23:00.008+07:00</published><updated>2009-11-16T15:59:54.050+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-16T15:59:54.050+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="IPTEK" /><title>Asa Baru Bagi Si Buta</title><content type="html">&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SwEUccoCxkI/AAAAAAAAC9M/dekka8lCuH4/s1600/Argus+II+1.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; DISPLAY: block; HEIGHT: 298px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404623506774345282" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SwEUccoCxkI/AAAAAAAAC9M/dekka8lCuH4/s320/Argus+II+1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Mata bionik bernama Argus. Membantu si buta bisa melihat kembali. Masih dalam tahap pengembangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita berusia 50 tahun asal kota New York yang telah didiagnosa mengalami kebutaan sejak berusia 13 tahun mendapatkan kembali penglihatannya. Wanita tersebut bisa melihat lagi pasca menjalani operasi penanaman perangkat mata bionik dalam sebuah operasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operasi penanaman mata bionik tersebut berlangsung dengan lancar. Pemasangan mata bionik merupakan kasus pertama kali di kota New York. Operasi dilakukan oleh tim medis yang dipimpin oleh ahli mata Dr. Lucian V.&lt;br /&gt;Delpriore dari Rumah Sakit Presbyterian dan Fakultas Kedokteran Universitas Columbia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanaman mata bionik kini menjadi alternatif penanganan bagi mereka yang mengalami kebutaan. Operasi semacam ini khususnya dilakukan untuk pasien yang mengalami kebutaan akibat penyakit yang menyerang retina mereka. Selanjutnya ia akan menjalani fase intensif rehabilitasi membutuhkan waktu sekitar enam bulan. “ Tetapi proses dapat berlanjut selama setahun atau lebih,” kata Delpriore&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya pemasangan mata bionik di Inggris Raya juga pernah dilakukan. Di akhir tahun 2008, dilakukan uji coba operasi ini. Salah satu pasien adalah Ron,73, kakek asal Inggris. Setelah 30 tahun kehilangan penglihatannya atau mengalami kebutaan seperti menemukan kehidupan baru kini ia mampu melihat lagi. Ron mampu melihat terangnya cahaya setelah sepasang mata bionik dipasang lewat sebuah operasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakek ini menjadi obyek uji coba 7 bulan lalu sebagai pasien Rumah Sakit Moorfield yang terletak di kota London. Ron mengatakan saat ini ia mampu mengikuti garis lurus lurus putih di jalan menggunakan teknologi mata bionik yang diberi nama sebagai Argus II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SISTEM OPERASI MATA BIONIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata bionik yang dinamakan Argus II memiliki 3 komponen penting. Komponen pertama adalah bagian yang ditanamkan (implanted part). Bagian ini terdapat di dalam mata pasien. Bagian kedua adalah kamera mini dan transmitter yang ditempelkan dalam kacamata. Bagian terakhir adalah wireless microprocessor dan batteray.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamera bionik ini cara kerjanya tak beda dengan sebuah kamera pemantau. Mata bionik memakai sebuah kamera dan video processor yang ditempelkan pada kaca mata untuk mengirim gambar yang berhasil ditangkap untuk selanjutnya dikirim ke penerima kecil yang lokasinya diluar mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya penerima akan menyalurkan data-data tersebut melalui kabel kecil ke sebuah elektroda penyusun yang diletakakan di retina. Lapisan sel ini dalam kondisi normal merespon cahaya yang ditemukan dibalik mata. Ketika elektroda ini distimulasi mereka akan mengirim pesan ke otak. Diharapkan otak mampu membedakan pola dari daerah gelap dan terang seperti pengiriman dari elektroda dan pasien akan belajar untuk menginterpretasikan pola visual yang dihasilkan menjadi gambar yang berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan sistem ini orang yang mengalami kebutaan akan mampu membedakan cahaya dari kegelapan, mengenali pola-pola visual, melihat makanan dari sebuah piring dan navigasi di suatu lingkungan yang belum ia kenal,” kata Del Priore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini mata bionik ini belumlah mampu mengembalikan secara penuh kemampuan melihat. Namun setidaknya sudah mengurangi ketidakmampuan sesoerang. Seperti yang dialami oleh Ron. Meskipun sebatas itu dalam sebuah wawancara yang diadakan oleh BBC, pria lanjut usia ini mengungkapkan rasa kegembiraannya. Ia mengatakan : “Hampir selama 30 tahun saya tak bisa melihat apa-apa, namun sekarang seberkas cahaya muncul kembali. Tiba-tiba mampu melihat cahaya kembali sungguh luar biasa,” ujar Ron.&lt;br /&gt;“ Satu keinginan kuat saya saat ini adalah bisa keluar di satu sore yang cerah dan menikmati keindahan rembulan,” tambahnya.&lt;br /&gt;Apa yang dirasakan oleh Ron menjadi kebahagiaan tersendiri bagi istrinya. Menurut istrinya ada banyak kemajuan yang dicatat oleh Ron. “ Saat ini Ron sudah mampu melakukan banyak hal yang sebelumnya tidak bisa ia lakukan. Ia bisa mencuci, mampu mebedakan warna putih dari bagian yang berwarna-warni,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri Ron dengan sabar mengajarinya bagaimana cara mengoperasikan mesin cuci. Kini kerjaan rumahnya menjadi sedikit berkurang ia hanya tinggal menyetrika saja.&lt;br /&gt;Di samping Ron, 17 pasien lainnya di AS, Eropa dan Meksiko menjadi bagian dari uji coba dari Argus II untuk melihat apakah itu aman dan efektif dalam memulihkan setidaknya sebagian visi untuk orang yang menderita retinitis pigmentosa (RP), genetik penyakit mata yang menyebabkan kebutaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Retinitis Pigmentosa adalah suatu kemunduran yang progresif pada retina yang mempengaruhi penglihatan pada malam hari dan penglihatan tepi dan pada akhirnya bisa menyebabkan kebutaan. penyakit keturunan yang jarang terjadi. Beberapa bentuk penyakit ini diturunkan secara dominan, hanya memerlukan 1 gen dari salah satu orang tua; bentuk yang lainnya diturunkan melalui kromosom X, hanya memerlukan 1 gen dari ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit ini terutama menyerang sel batang retina yang berfungsi mengontrol penglihatan pada malam hari. Pada retina bisa ditemukan pigmentasi yang berwarna gelap. Diperkirakan di Inggris raya 20,000 hingga 25,000 orang terjangkit ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil awal menunjukkan bahwa tidak ada kegagalan perangkat dan hanya sedikit "serius dampak buruk," yang paling serius yang mengakibatkan penghapusan suatu implan tanpa kesulitan atau kerugian bagi individu, perusahaan dilaporkan pada bulan November.&lt;br /&gt;Dalam satu rilis laporan perusahaan, Robert Greenberg, MD, PhD, President dan CEO dari Second Sight mengatakan sejauh ini hasil tahap uji coba mereka cukup memuaskan. Hasilnya dari 11 pasien yang diteliti memperlihatkan perkembangan yang bagus. Mereka mampu mengetahui lokasi pintu dari jarak 6 meter dan mampu berjalan menyusuri jalan dengan petunjuk garis sejauh 6 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata bionik ini merupakan pengembangan dari perusahaan asal USA US Company Second Sight. Argus II dan pendahulunya Argus I telah diimplementasikan untuk membantu mengurangi aspek kehilangan penglihatan terhadap 20 pasien di Amerika Serikat. Saat ini para ahli terus berupaya meningkatkan kemampuan mata bionik ini. Satu tim khusus dipimpin oleh Dr. Mark Humayun, seorang pengajar di University of south Carolina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADA PENELITIAN SEJENIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situs www.scientificamerican.com dikabarkan peneliti lain juga bekerja pada prostesis yang dirancang untuk membantu orang buta melihat lagi. John Pezaris, seorang rekan peneliti di Harvard Medical School, juga tengah mengembangkan salah alat bantu yang akan menggunakan listrik microstimulation di talamus (lobed ganda massa materi kelabu sel-sel di bagian atas batang otak yang menerima indra visual gambar) untuk setidaknya mengembalikan sebagian penglihatan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prostesis itu dikenakan seperti sepasang kacamata, dengan kamera digital yang menutupi mata yang terhubung ke array elektroda tertanam dalam otak. Meski demikian Pezaris tidak berjanji untuk memulihkan penglihatan normal, tapi berharap mengembalikan kemampuan untuk menyampaikan informasi yang cukup untuk otak akan memungkinkan orang yang kehilangan penglihatan yang lengkap untuk dapat mengidentifikasi objek sederhana dan bahkan mengenali wajah. "Para implan retina teknologi maju pada tingkat yang mengesankan, tetapi hal yang paling menarik adalah untuk melihat bagaimana subjek relawan yang telah menerima Argus II awal implan akan tarif sebagai berjalannya waktu," kata Pezaris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FATHONI ARIEF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : BBC.com, www.scientificamerican.com, www.2-sight.com, www.sciencedaily.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388183797559335990-5717517673561329423?l=fathoniarief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/SZVMj-urWAaqrQBeX8q4rdv-aQQ/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/SZVMj-urWAaqrQBeX8q4rdv-aQQ/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/SZVMj-urWAaqrQBeX8q4rdv-aQQ/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/SZVMj-urWAaqrQBeX8q4rdv-aQQ/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~4/KxuJo_sL1Is" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fathoniarief.blogspot.com/feeds/5717517673561329423/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388183797559335990&amp;postID=5717517673561329423&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/5717517673561329423?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/5717517673561329423?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~3/KxuJo_sL1Is/teknologi-mata-bionik-asa-baru-bagi-si.html" title="Asa Baru Bagi Si Buta" /><author><name>Fathoni Arief (MF Arief)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12040962242918356264</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="14773669925327515221" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SwEUccoCxkI/AAAAAAAAC9M/dekka8lCuH4/s72-c/Argus+II+1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fathoniarief.blogspot.com/2009/11/teknologi-mata-bionik-asa-baru-bagi-si.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEUFQ3c4eSp7ImA9WxNVGE8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388183797559335990.post-3351279957086520228</id><published>2009-10-29T21:13:00.003+07:00</published><updated>2009-10-29T21:23:32.931+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-10-29T21:23:32.931+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Resensi Buku" /><title>I Can (not) Hear</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SumkoJq7kKI/AAAAAAAAC8E/YkK9ROIHzyo/s1600-h/IMG_0105.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 237px; height: 322px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SumkoJq7kKI/AAAAAAAAC8E/YkK9ROIHzyo/s320/IMG_0105.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398026638077956258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cfath%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cfath%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cfath%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-ansi-language:IN; 	mso-no-proof:yes;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cfath%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cfath%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cfath%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-ansi-language:IN; 	mso-no-proof:yes;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Judul Buku &lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;: I Can (Not) Hear&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Nama Penulis &lt;span style=""&gt;             &lt;/span&gt;: Feby Indirani &amp;amp; San C.Wirakusuma&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penerbit&lt;span style=""&gt;                      &lt;/span&gt;: Gagas Media&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tebal Halaman&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;: 352 halaman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kategori&lt;span style=""&gt;                      &lt;/span&gt;: Non Fiksi-Memoar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ISBN&lt;span style=""&gt;                             &lt;/span&gt;: 9789797803636&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;Terlepas dari apa pun, saya sangat bersyukur memilikinya. Gwen adalah anugerah terbesar dalam hidup saya. Proses membesarkan Gwen dan melatihnya mendengar dan berbicara telah memberikan saya begitu banyak pelajaran berharga, lebih daripada yang pernah saya bayangkan. (San C. Wirakusuma).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perjuangan seorang ibu dan orang-orang terdekat demi putri tercintanya dikisahkan dalam buku berjudul “ I Can (Not) Hear. Buku yang ditulis oleh Feby Indirani dan San. C. Wirakusuma ini diambil dari kisah nyata yang dialami oleh San C. Wirakusuma. Kisah yang bermula dari sebuah negara yang kini menjadi bagian China, Hongkong. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Satu kebahagiaan bagi pasangan John dan San. Buah dari pernikahan mereka, lewat sebuah operasi, San melahirkan bayi perempuan, mungil. Beratnya 3 kilogram dengan panjang 49,5 centimeter. Gwendolyne, itulah nama dari putra pertama pasangan John dan San. Nama yang diambil San dari sebuah buku yang pernah ia baca berjudul Malory Towers karya Enid Blyton.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gwen tumbuh layaknya bayi sehat lainnya. Hari demi hari terus tumbuh tanpa ada satu hal yang beda. Hingga suatu hari pasangan muda ini memeriksakan Gwen ke dokter ahli THT, dr Lizette Chung. Awal mulanya San curiga dengan kebiasaan putrinya yang sering menggeleng-gelengkan kepala, dan ia mencium sesuatu bau kurang sedap dari telinga anaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dr Lizette Chung mulai memeriksa Gwen. Dia mencoba membunyikan sesutu di dekat telinga bayi kecil ini. Setelah sekian kali ternyata tak ada respon yang berarti. Akhirnya ia merekomendasikan kepada San untuk membawa bayinya menjalani tes, Phonak Hearing Center Hongkong memastikan apa yang sebenarnya terjadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Serangkaian tes dilakukan dan hasilnya San dan John mendapati satu kenyataan pahit. Putri pertama mereka Gwen yang waktu itu baru berusia 6 bulan divonis mengalami gangguan pendengaran yang sangat berat. Bahkan diibaratkan seandainya ia berdiri di samping pesawat terbang yang akan lepas landas, ia tak akan mendengar suara apapun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Vonis yang tak begitu saja diterima oleh mereka dan menyisakan satu pertanyaan besar ‘Mengapa?’. Apa yang menyebabkan putri kecil mereka mengalami tuna rungu padahal di riwayat keluarga mereka tak ada yang pernah mengalami hal itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;San tak puas dengan sekali hasil tes ia berkunjung dari satu ahli THT ke yang lain, satu dokter ke dokter lain. Ia masih belum puas dengan hasil yang menyatakan putri mereka mengalami gangguan pendengaran yang berat. Ia juga penasaran apa yang menyebabkan kelainan pada putrinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ternyata jawaban dari satu ahli ke ahli lain sama. Hasilnya Gwen memang mengalami gangguan pendengaran yang cukup berat. Terkait dengan penyebab kelainan tersebut San mendapat jawaban setelah memeriksakan sampel darahnya di Klinik Dr. Goh, Quens Mary Hospital. Berdasarkan tes penyebabnya adalah ia pernah terjangkit virus CMV (&lt;i style=""&gt;cyto megalovirus&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setelah sekian lama tenggelam dalam duka akhirnya San dan John mencoba menerima. Mereka tersadar untuk menolak takdir dan lantas membuat langkah untuk masa depan putri mereka, Gwen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setelah mendapat rekomendasi dari beberapa ahli telinga mereka memutuskan untuk menanamkan semacam chip sebagai alat bantu di dalam kepala Gwen. San tak bisa membayangkan saat-saat putri kecilnya yang baru berusia 1,5 tahun digunduli kepalanya. Bayi yang kepalanya sudah tak berambut itu tergeletak di meja operasi, kepalanya dibor dan sebuah chip ditanamkan di dalam rumah siput pada telinga kanannya ( &lt;i style=""&gt;cochlear implant&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menjalani operasi ternyata belum menjadi solusi bagi Gwen. Meski alat bantu canggih sudah ditanamkan tidak serta merta ia langsung bisa mendengar, mengenali bunyi serta berbicara. Ada begitu banyak proses hingga akhirnya Gwen bisa seperti saat ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Selama proses panjang itulah akhirnya San menyadari bahwa proses mendengar dan berbicara anak tuna rungu tidaklah sama dengan mereka yang normal. Anak tuna rungu memerlukan pengulangan saat mendengarkan bunyi-bunyi atau suara yang ada di sekelilingnya. Untuk mampu mengucapkan kata “Mommy” Gwen membutuhkan ratusan bahkan mungkin ribuan kali mendengarkan sampai akhirnya bisa melafalkan dengan benar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;San dengan penuh kesabaran membimbing dan merawat Gwen. Beruntunglah &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;Gwen &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;karena ia didampingi wanita yang begitu sabar serta&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt; ayah dan nenek yang selalu mengerti, menjaga, dan mendukung apa pun yang menjadi keinginan dan kebutuhan Gwen. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Demi perkembangan Gwen, San sempat bermukim di Australia. Keputusan ini sempat menjadi perdebatan antara San dengan John. John ingin San dan Gwen tinggal di Australia saja sedangkan San berpendapat lebih baik mereka tinggal di Singapura karena jika terjadi apa-apa dekat dengan Jakarta. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setelah berfikir rasional dan demi perkembangan putrinya San luluh juga. Ia menerima keputusan John tinggal di Australia. Akhirnya San mereka tinggal di negeri Kanguru tersebut hingga 3,5 tahun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hasil kesabaran San ternyata membuahkan hasil. Kini putrinya telah tumbuh besar. Ia memiliki banyak teman yang senasib dan makin lapang dada menerima kekurangannya. Bahkan ia kerap menjadi inspirasi bagi orang tua lain dalam pertemuan rutin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Yayasan Indonesia Mendengar yang didirikan oleh San bersama beberapa orang lain. Yayasan yang menjadi wadah informasi bagi orang tua yang memiliki anak gangguan pendengaran yang memakai alat bantu dengar konvensional atau &lt;i style=""&gt;cochlear implant&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;MENANGANI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ada banyak kisah menarik yang bisa menjadi contoh dalam buku ini. Satu pelajaran bagaimana seharusnya orang tua berusaha mengerti apa yang diungkapkan oleh anaknya. Apalagi jika sang anak memiliki kebutuhan khusus seperti Gwen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pernah suatu hari Gwen minta sesuatu pada San. San menunjukkan satu demi satu isi kulkas namun ternyata tak ada yang diinginkan putrinya. Gwen hanya menangis merengek sesuatu yang tak dimengerti oleh ibunya. Hingga akhirnya San ingat beberapa hari sebelumnya Gwen pernah minta permen yang terletak diatas lemari namun ia melarangnya. San tak kuasa menahan haru sambil melihat putri kecilnya yang terlelap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Satu kejadian lagi yang bisa menjadi pelajaran adalah ketika &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;Gwen bersikeras tidak mau memakai &lt;i style=""&gt;sto&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;c&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;king&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;nya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Meski sudah dibujuk ia tak mau &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;bahkan ayahnya, John sempat memukul Gwen gara-gara &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;hal itu. Gwen baru bersedia memakai stocking setelah &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;diancam akan ditinggal di rumah sendiri oleh orang tuanya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Namun pada malam harinya setelah &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;acara&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; berakhir&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;saat&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt; sang ibu membantu Gwen melepaskan stoking, ia baru mengetahui alasan mengapa Gwen menolak memakai stoking. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Alasan putri kecilnya &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;tidak mau memakai &lt;i style=""&gt;sto&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;c&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;king&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt; adalah karena tidak ingin merusak kuteks &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;yang ada &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;di kuku jari-jari kakinya. SanSan dan John &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;akhirnya &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;menyesal&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;i apa yang telah mereka lakukan pada Gwen&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt; karena &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;tak mengerti apa maksud putrinya&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dengan beragam kisah dan perjuangan yang mengharukan buku ini cukup menyentuh para pembacanya. Pembaca bakal terkagum oleh sosok ibu hebat seperti San atas &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;perjuangannya dalam menghadapi Gwen dan perjuangannya untuk berbagi pengalaman dengan orangtua anak-anak tuna rungu di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bagi mereka yang memiliki orang dekat mungkin anak, sahabat, atau keluarga yang kebetulan menderita tunarungu ini juga menjadi inspirasi untuk tabah dan terus maju. Secara umum buku ini sangat bagus dan &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;layak dibaca!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;FATHONI ARIEF&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388183797559335990-3351279957086520228?l=fathoniarief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/fpJN7S_Ptqi86fBCZomaOvZ860M/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/fpJN7S_Ptqi86fBCZomaOvZ860M/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/fpJN7S_Ptqi86fBCZomaOvZ860M/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/fpJN7S_Ptqi86fBCZomaOvZ860M/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~4/49J5IuoKJkE" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fathoniarief.blogspot.com/feeds/3351279957086520228/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388183797559335990&amp;postID=3351279957086520228&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/3351279957086520228?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/3351279957086520228?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~3/49J5IuoKJkE/i-can-not-hear.html" title="I Can (not) Hear" /><author><name>Fathoni Arief (MF Arief)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12040962242918356264</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="14773669925327515221" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SumkoJq7kKI/AAAAAAAAC8E/YkK9ROIHzyo/s72-c/IMG_0105.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fathoniarief.blogspot.com/2009/10/i-can-not-hear.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CU8EQ3s6fCp7ImA9WxNVF0Q.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388183797559335990.post-4394868931553741483</id><published>2009-10-29T12:07:00.006+07:00</published><updated>2009-10-29T12:23:22.514+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-10-29T12:23:22.514+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Kita" /><title>DI PANTI KUTEMUKAN KEHIDUPAN BARU</title><content type="html">&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/Sukldne9zJI/AAAAAAAAC7s/QHvntrSXGwA/s1600-h/blog+2.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397886819125546130" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 214px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/Sukldne9zJI/AAAAAAAAC7s/QHvntrSXGwA/s320/blog+2.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Mantan komandan pasukan penjinak bom. Mengalami kebutaan akibat kecelakaan saat tugas. Sempat mengalami frustasi dan stress berat. Kini mengabdi menjadi pengasuh di PSBN Cahaya Bathin.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;“Sebenarnya ceritanya panjang,” kata Kapten Solikin yang duduk di salah satu sofa dalam ruangan kepala Panti Sosial Bina Netra Cahaya Bathin. Hadir di ruangan itu Kepala Panti Djaka Kunandjaya, Asep Supriatna seorang pengasuh, Septohadi seorang penghuni panti dan Reporter Info Societa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Solikin awalnya adalah anggota batalyon Zipur 8, Wirabuana, yang bermarkas di Makasar. Saat bertugas disana sekitar pertengahan tahun 90an tengah hangat-hangatnya konflik di Timor Timur yang kini lepas dan menjadi Timorleste. Waktu itu kesatuanya tengah bersiap melaksanakan operasi keamanan di daerah yang bergejolak itu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397887397217939186" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 214px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/Sukl_RC7rvI/AAAAAAAAC70/401j0nCU5ZY/s320/blog+3.JPG" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Solikin waktu itu sudah menjadi seorang perwira muda. Kebetulan waktu itu ia bertindak sebagai Komandan Kompi Penjinak Bahan Peledak. (Pasukan Jihandak). “Waktu itu saya mempersiapkan anggota saya ada sebanyak 2 tim untuk penjinakan bahan peledak,” kenangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/Sukk__xZBtI/AAAAAAAAC7k/520x5PYJw4s/s1600-h/blog+1.JPG"&gt;&lt;/a&gt;Tempat pelatihan anggota penjinak bom yang dipimpin Solikin dilaksanakan di daerah Poso. Waktu itu Solikin sebagai pelatih memperagakan bagaimana menjinakkan bahan peledak. Karena nantinya yang bakal dihadapi adalah perang sesungguhnya maka latihan yang dilaksanakan adalah latihan basah artinya dengan bom yang sesungguhnya. “ Biasalah resiko prajurit. Waktu itulah terjadi kecelakaan bom tersebut meledak dan percikannya mengenai mata saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397887939883302770" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 214px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/Sukme2ob_3I/AAAAAAAAC78/10QOg63aSDk/s320/blog+1.JPG" border="0" /&gt; &lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Solikin sempat menjalani perawatan dari satu rumah sakit ke rumah sakit yang lain. Waktu itu bulan Maret tahun 1996 awalnya ia dirawat selama sebulan di rumah sakit daerah Ujungpandang. Di sana ia sempat menjalani operasi karena mata Solikin yang 1 pecah. Mata yang pecah itu langsung diambil di Ujungpandang sedangkan yang satu dibiarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena di Ujungpandang belum ada perlengkapan yang lengkap akhirnya ia dievakuasi ke Jakarta di rawat di RSPAD Gatot Subroto. Selanjutnya dikirim ke Jakarta Eye center. Di Jakarta Eye Center matanya yang satu kembali diperiksa. “ Ternyata masih ada 2 buah pecahan batu di bola mata saya,” kata Solikin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata yang tertinggal satu itu akhirnya dioperasi. Awalnya ia masih bisa melihat bayang-bayang. Namun setelah berjalan sebulan ternyata tidak juga mengalami perkembangan, ia tetap tidak bisa melihat. Akhirnya ia menjalani cangkok mata namun masih belum bisa melihat juga. Akhirnya operasi mata Solikin dinyatakan gagal. Sehingga dokter yang menanganinya waktu itu menyatakan Solikin tidak bisa lagi melihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERLEPAS DARI MASA-MASA SULIT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendapat vonis mengalami kebutaan Solikin sempat frustasi. Selama 5 tahun ia hanya tinggal di rumah tanpa melakukan aktivitas yang berarti. Meskipun mengalami cacat permanen Solikin masih tercatat di Direktorat Zeni Komplek Berlan. Setelah masa-masa kritis tersebut Solikin direhabilitasi di Bintaro, Dephan. Namun karena disana tidak ada yang khusus menangani penderita cacat mata akhirnya dikirim ke PSBN Cahaya Bathin, Cawang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solikin berada di panti ini selama 4 bulan. Dalam masa itu ia masih dalam proses menyesuaikan diri sehingga belum belajar apa-apa. “ Saya masih kaya orang gila, stress,” kenangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solikin mendapat bimbingan dari pengasuh di panti tersebut. Hingga berawal dari masa 4 bulan itu ternyata ia mulai bisa mengenali jati diri saya. “ Akhirnya saya terketuk dan berfikir oiya berarti saya masih dibutuhkan orang cacat,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Solikin setelah kembali ke Pusat Rehabilitasi Cacat (Pusrehabcat) mengajukan untuk dikembalikan ke PSBN Cahaya Bathin. Tapi waktu itu bukan Pusrehabcat yang menyekolahkan tapi Direktorat Zeni langsung. Dia berfikir agar dipindahkan ke pusrehabcat Dephan. Karena saya cacat disaat menjalankan tugas, ia dihidupi oleh negara. Ia minta untuk bisa mengabdi di PSBN Cahaya Bathin mulai tahun 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak memutuskan mengabdi di PSBN Cahaya Bathin itulah Solikin merasa memulai kehidupan baru. Ia mengajar masalah mental, disiplin yang pancasilais. “ Yang saya tekankan pada mereka mental disiplin yang berjiwa pancasila,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping mengajar Solikin juga sambil belajar. Ia terus menyesuaikan diri dan sekarang selain membantu dalam pembinaan mental juga membantu mengajar untuk pijat massage. “Alhamdulillah, saya bisa menemukan hidup baru. Tumbuh lagi itu semangat saya. Saya sudah berumur 53 tapi perasaan saya baru berumur 30 tahun,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah perjalanan Kapten Solikin, berawal dari orang yang memiliki organ tubuh normal kemudian menjadi tunanetra yang membuatnya sempat mengalami frustasi. Sekarang iamerasa baru di dunianya sekarang ini. Begitu semangatnya Solikin hingga ia berujar untuk anak-anak tunanetra asuhannya nyawapun ia korbankan asal untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memberi tips bagaimana bisa lepas dari keterpurukan. Menurutnya yang penting harus berani menerima kenyataan hidup. “Ternyata saya ini tunanetra. Saya membayangkan anak-anak seperti zuhroh dan lain lain bagaimana nasib mereka kedepan. Sehingga saya mata saja yang buta sdangkan yang lain semangat, kemauan masih sama,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor lain untuk bisa lepas dari trauma menurut Solikin harus didukung oleh keluarga. Terakhir adalah harus menrima kenyataan, kembali pada rekondisi mental, Kembali pada Tuhan. Harus percaya betul bahwa semuanya atas kehendak Tuhan. “ Kalau itu kita yakini betul Insya Allah akan tumbuh lagi kepercayaan diri dan semangat hidup,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENJALANI BERBAGAI PROFESI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solikin merupakan putra asli Jawa Timur. Masa kecilnya hingga dewasa dilalui dengan berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Ia lahir di Kertosono 1 Agustus 1957. Ia menempuh bangku Sekolah Dasar hingga lulus Sekolah Teknik (ST) di Kertosono. Ia kemudian melanjutkan bangku STM di Jakarta mengikuti orang tunya yang pindah tugas dan lulus tahun 1976.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas lulus STM ia tak langsung bergabung di Tentara Nasional Indonesia. Ia sempat kerja di salah satu BUMN, Hutama Karya di bagian Elektrik. Sempat juga kerja di perusahaan Amerika. Pengalaman bekerja di perusahaan asing yang membuatnya tak asing dengan teknologi modern. Tahun 1979 bahkan ia sudah mengenal computer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal karir Solikin di TNI dimulai tahun 1981. Ia mendaftar lewat jalur wajib militer. Tahun itu merupakan tahun terakhir wajib militer setelah lulus pendidikan ia menyandang pangkat Sersan Dua. Karir Solikin termasuk cepat di militer. Tahun 1989 ia mengikuti Sekolah Calon Perwira ia lulus dan selepas menyandang pangkat Letnan Dua ia dipindah tugaskan di Makasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENIKMATI MENJADI PENGASUH PANTI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi pengasuh di Panti diakui oleh Solikin ada suka dan dukanya. Satu kebahagiaan bagi Solikin jika anak didiknya maju. Solikin berkisah tentang seorang anak didiknya. Di bercerita tentang Zuhroh, seorang penghuni panti yang sejak kecil dibuang oleh orang tuanya. Dia berpindah dari satu panti ke panti yang lain. Dia masuk kesini seperti orang gila. Mudah marah dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kini sosok Zuhroh sudah jauh berbeda. Berkat ketelatenan para pengasuhnya ia kini sudah dipercaya untuk melakukan hal-hal yang dulu tidak mungkin baginya seperti menjadi pemimpin barisan setiap apel pagi di panti. “Dengan dia sudah bisa begitu itulah kebahagiaan saya. Saya paling bahagia kalau anak didik saya suka,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai dukanya Solikin memaparkan biasa dialami setiap pangasuh lainnya juga. Menurut Solikin tunanetra itu tidak semuanya baik seperti orang normal ada yang bandel juga, ada juga yang pemalas. Menghadapi hal seperti terkadang ia merasa sedih meskipun sudah mengajar sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Solikin penghuni panti itu bisa dibagi menjadi beberapa kategori. Kategori pertama adalah yang mampu didik dan kategori lainnya ada yang mampu latih. Untuk kategori pertama itu tidak menjadi masalah. “ Yang menjadi masalah mengahadapi orang-orang buta yang sudah tua dan mereka yang memiliki intelektual rendah. Itu paling susah namun Itulah tantangan yang paling besar buat kami semua. Bagaimana menghadapi orang-orang seperti itu dan diantarkan supaya bisa mandiri,” kata Solikin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FATHONI ARIEF &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388183797559335990-4394868931553741483?l=fathoniarief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/m4kwLbYEcHPDSA_Tacb3mDHSuxE/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/m4kwLbYEcHPDSA_Tacb3mDHSuxE/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/m4kwLbYEcHPDSA_Tacb3mDHSuxE/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/m4kwLbYEcHPDSA_Tacb3mDHSuxE/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~4/yq2JaKkZLts" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fathoniarief.blogspot.com/feeds/4394868931553741483/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388183797559335990&amp;postID=4394868931553741483&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/4394868931553741483?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/4394868931553741483?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~3/yq2JaKkZLts/di-panti-kutemukan-kehidupan-baru.html" title="DI PANTI KUTEMUKAN KEHIDUPAN BARU" /><author><name>Fathoni Arief (MF Arief)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12040962242918356264</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="14773669925327515221" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/Sukldne9zJI/AAAAAAAAC7s/QHvntrSXGwA/s72-c/blog+2.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fathoniarief.blogspot.com/2009/10/di-panti-kutemukan-kehidupan-baru.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkAGQnsycCp7ImA9WxNXFUo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388183797559335990.post-1809191942080888597</id><published>2009-10-03T17:05:00.000+07:00</published><updated>2009-10-03T21:05:23.598+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-10-03T21:05:23.598+07:00</app:edited><title>Cerita, perjalanan, kehidupan..</title><content type="html">&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://elangjava.multiply.com/photos/hi-res/1M/597"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.elangjava.multiply.com/image/tSlnp6B3BDb0n+5ljtGQAg/photos/1M/300x300/597/Ksatria-Senja.jpg?et=YILGpAy1JEFZfJfljFbInQ&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt;Ada apa dengan cerita?&lt;br&gt; Ada apa dengan Perjalanan?&lt;br&gt; Ada apa dengan kehidupan?&lt;br&gt; &lt;br&gt; Apakah hanya sekedar untaian kata?&lt;br&gt; Apakah hanya sekedar langkah demi langkah?&lt;br&gt; Apakah hanya sekedar jalani hari demi hari?&lt;br&gt; &lt;br&gt; Cerita, perjalanan, kehidupan..&lt;br&gt; &lt;br&gt; Bukankah setiap orang mengalaminya?&lt;br&gt; Bukankah Pada Intinya Sama Saja?&lt;br&gt; Bukankah manusia dalam SEJARAH kehidupan singkatnya di dunia hanyalah kumpulan dari cerita, perjalanan, kehidupan..sama saja bukan?&lt;br&gt; &lt;br&gt; Lalu Kenapa Masih Merasa Beda?&lt;br&gt; Lalu Kenapa Masih Tak Tahu Akan Tujuannya?&lt;br&gt; Lalu Kenapa Seringkali merasa tak puas akan yang diterimanya?&lt;br&gt; Lalu Kenapa..&lt;br&gt; &lt;br&gt; Ah...Semua itu bertubi-tubi menyerangku dan ketika Hati sudah ingin menerima semua..selalu saja muncul ..TETAPI...&lt;br&gt; &lt;br&gt; Pengadegan, 3 oktober 2009&lt;br&gt; (diiringi, Fur Elise Ludwig Von Bethoven)   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388183797559335990-1809191942080888597?l=fathoniarief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Xb_naTmVYm7fLxKFcgcjCTZlAE4/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Xb_naTmVYm7fLxKFcgcjCTZlAE4/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Xb_naTmVYm7fLxKFcgcjCTZlAE4/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Xb_naTmVYm7fLxKFcgcjCTZlAE4/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~4/9UJUG_iUp9U" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fathoniarief.blogspot.com/feeds/1809191942080888597/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388183797559335990&amp;postID=1809191942080888597&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/1809191942080888597?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/1809191942080888597?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~3/9UJUG_iUp9U/cerita-perjalanan-kehidupan.html" title="Cerita, perjalanan, kehidupan.." /><author><name>Fathoni Arief (MF Arief)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12040962242918356264</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="14773669925327515221" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fathoniarief.blogspot.com/2009/10/cerita-perjalanan-kehidupan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0YASX0_eCp7ImA9WxNXFUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388183797559335990.post-5447960685961095391</id><published>2009-10-03T16:12:00.001+07:00</published><updated>2009-10-03T16:12:28.340+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-10-03T16:12:28.340+07:00</app:edited><title>Tentang Kata-kata</title><content type="html">Kata-kata, terkadang tidak tahu darimana datangnya muncul begitu saja. Seperti yang terjadi pada status di jaring sosial seperti facebook. Bermula dari FB yang tengah error iseng-iseng saya mengumpulkan status-status yang pernah saya tulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengamatai status-status tersebut seperti menziarahi kenangan. Hanya saya dan Tuhan saya yang mungkin mengetahui cerita panjang dibalik status singkat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini sebagian dari status yang pernah saya tulis. urutannya mungkin secara acak tidak berdarkan waktu penulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..via krl kutitipkan salam..semoga distasiun berikutnya kebetulan kau lewat dan menerima salamku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam-diam anganku menyelinap menerobos diantara kisah tentang manusia..memandangi rentetan demi rentetan peristiwa..Semua yang pernah terjadi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihatmu lewat facebookpun sudah lumayan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila resah tak lagi jadi keluh kesah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..Menunggu...Pada Suatu Ketika...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Melepas malam, memandang hidup yg hanya berwarna sephia....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu demi satu pergi..tinggalkan sapa atau sama sekali tidak...dan aku melangkah sambil tertatih di jalan berliku dan mendaki tanpa mengerti kapan temukan ujungny..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihatmu dari kejauhan saja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelepak Elang Meneropong Ketidakberesan....Dengar, Lihat, Rasakan, Ceritakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang laki2 setengah tua harus pinjam uang 75 rbu demi ongkos pergi ke kota lain mencari pinjaman tuk bayar kontrakan 3 bulan kamar 750rbu..nasibnya setelah 5 hari tak dapat pinjaman dan di tempat seorang teman yang diharapkan hanya memperoleh 20ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya hanya seorang pemimpi, namun kemarin seorang pemimpi itu punya tekad lebih tuk wujudkan mimpinya,..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki setengah baya berlari, terjatuh dari kereta ekonomi,..sementara aku duduk di kursi empuk kereta eksekutif menahan dinginya Ac..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini sejenak ngilang dari jakarta...cari wangsit..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seperti biasanya, pagi buta badanku tergerak bangkit, beranjak dari kasur busa yang membawa arungi mimpi, Dalam Sadarku tergerak oelh FirmanMu, Kau Ajari Aku Cara Membangun Istana dan Tunjukkan cara Meminang Bidadari...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis kota tersenyum kecil.. Kuning langsat kulit terlihat bersih dari asap knalpot dan pabrik yang mengurung kota.. Berlapis lapis topeng coba tutupi satu aura di parasmu.. Topeng bernama glamor metropolitan di lapisan pertama Dibelakangnya sorak sorai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Aku Kan Berlari Kejar Asaku, Sebatas Ada Waktu…., Aku Kan Terus Mencari Sesuatu Itu, Sebatas Ada Kesempatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunggu saja ketika kupulang, kusempatkan singgah sekedar membasuh dahaga akan kerinduan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ..Senyuman dalam sepenggal sajak..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ....,Berbincang Dengan Masa,....Ah Ternyata Masih Tertunda...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Satu persamaan yang menyatukan berbagai perbedaan yang ada..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata Tan Malaka pernah sewa Rumah di Rawajati, Sebuah rumah dekat pabrik sepatu di Kalibata, Sebuah gubuk bambu seluas 15 meter persegi...(wah sama dong..hehehe)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..sepanjang jalanan ibu kota kulihat papan papan bergambar cerita perjalanan yang teramat rahasia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melukis pelangi di cakrawala..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melirik Senja Dari Balik Tirai Jendela,.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini kalau kau bertemu aku dalam mimpi sapa aku ya, nanti kuajak singgah di resto sudut kota...nanti silahkan saja kau bercerita apa saja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;you said : Saat kau di sini akan kubuat kau melupakanya walaupun hanya sesaat,.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Semerbaknya masih mewangi hingga pagi ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Belum ada senyum yang bisa dibagi...sekelebat mendung tutupi senja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencari malam tanpa senja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berteman segelas kopi panas dan semangkuk mie goreng..termenung menatap foto didepan museum tua itu..foto yang masih setia terselip dibwah kaca mejaku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tunggu saja disitu y..jika masih tak percaya kesungguhanku besok pagi2 buta kukirimkan setetes embun yang bisa sejukkan hatimu yang sedang galau..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghela nafas sejenak...sebelum kembali berlari..jikalau ada duka anggap saja suka...jikalau ada sedih anggap saja kebahagiaan yang tertunda..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akupun terdiam..mengangguk angguk mendengar ceritamu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ....mengintip langit malam sapa tahu melihat bintang yang bercahaya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang ingin mengutip sebagai Quote silahken..xixixi..asal disebutkan sumbernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Karena tiap kata menceritakan banyak hal dibelakangnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta 3 Oktober 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388183797559335990-5447960685961095391?l=fathoniarief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/inli62Ci1wQABjAdpY5Fnp9CPbA/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/inli62Ci1wQABjAdpY5Fnp9CPbA/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/inli62Ci1wQABjAdpY5Fnp9CPbA/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/inli62Ci1wQABjAdpY5Fnp9CPbA/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~4/8Vaaw33GAaI" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fathoniarief.blogspot.com/feeds/5447960685961095391/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388183797559335990&amp;postID=5447960685961095391&amp;isPopup=true" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/5447960685961095391?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/5447960685961095391?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~3/8Vaaw33GAaI/tentang-kata-kata.html" title="Tentang Kata-kata" /><author><name>Fathoni Arief (MF Arief)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12040962242918356264</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="14773669925327515221" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://fathoniarief.blogspot.com/2009/10/tentang-kata-kata.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUIMRXw6cSp7ImA9WxNQEUo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388183797559335990.post-6803987033753226812</id><published>2009-09-17T14:37:00.003+07:00</published><updated>2009-09-17T14:46:24.219+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-17T14:46:24.219+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Catatan Perjalanan" /><title>Pulang, Akhirnya aku ada di tempat ini</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SrHojrY5gFI/AAAAAAAAC60/UkWdo1gUR7E/s1600-h/_DSC2281+copy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SrHojrY5gFI/AAAAAAAAC60/UkWdo1gUR7E/s320/_DSC2281+copy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5382338729324675154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;GAJAYANA, mengantarku kembali ke kota Tulungagung. Menjejakkan kakiku sekedar membasuh kerinduan akan Ibu, Bapak, dan kota ini. Sebenarnya ada juga kerinduan akan kenangan namun tak bisa kutemukan lagi hal itu disini. Kenangan sudah dibungkus rapi di tempat yang aku sendiri tiada mampu mengingatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kalanya langkah kaki menjauh meninggalkan kota ini,&lt;br /&gt;Namun ada kalanya kerinduan mengantar kembali..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SrHpHGwFj8I/AAAAAAAAC68/8wZ8hvO9qBU/s1600-h/_DSC2328+copy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 207px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SrHpHGwFj8I/AAAAAAAAC68/8wZ8hvO9qBU/s320/_DSC2328+copy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5382339337965113282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apa kabar Ngrawa, Apa Kabar Kota Kelahiran....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan Singkat 12 September 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388183797559335990-6803987033753226812?l=fathoniarief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_z73lUFYg2aO11BYj_DCOx3_pKI/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_z73lUFYg2aO11BYj_DCOx3_pKI/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_z73lUFYg2aO11BYj_DCOx3_pKI/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_z73lUFYg2aO11BYj_DCOx3_pKI/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~4/F9eJfvFo7Wg" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fathoniarief.blogspot.com/feeds/6803987033753226812/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388183797559335990&amp;postID=6803987033753226812&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/6803987033753226812?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/6803987033753226812?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~3/F9eJfvFo7Wg/pulang-akhirnya-aku-ada-di-tempat-ini.html" title="Pulang, Akhirnya aku ada di tempat ini" /><author><name>Fathoni Arief (MF Arief)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12040962242918356264</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="14773669925327515221" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SrHojrY5gFI/AAAAAAAAC60/UkWdo1gUR7E/s72-c/_DSC2281+copy.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fathoniarief.blogspot.com/2009/09/pulang-akhirnya-aku-ada-di-tempat-ini.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0QHSHw5eSp7ImA9WxNRE00.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388183797559335990.post-4747525941671321015</id><published>2009-09-07T12:22:00.002+07:00</published><updated>2009-09-07T12:28:59.221+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-07T12:28:59.221+07:00</app:edited><title>Suatu hari DIantara Ketukan Keyboard</title><content type="html">&lt;div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SqSY_69tf-I/AAAAAAAAC6A/HgnvivBtAzc/s1600-h/image-upload-24-754563.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SqSY_69tf-I/AAAAAAAAC6A/HgnvivBtAzc/s320/image-upload-24-754563.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388183797559335990-4747525941671321015?l=fathoniarief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/LMkKrUg6krqTKqVEL2j8DTa9WdM/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/LMkKrUg6krqTKqVEL2j8DTa9WdM/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/LMkKrUg6krqTKqVEL2j8DTa9WdM/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/LMkKrUg6krqTKqVEL2j8DTa9WdM/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~4/xYiVDiWTr9M" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fathoniarief.blogspot.com/feeds/4747525941671321015/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388183797559335990&amp;postID=4747525941671321015&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/4747525941671321015?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/4747525941671321015?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~3/xYiVDiWTr9M/blog-post.html" title="Suatu hari DIantara Ketukan Keyboard" /><author><name>Fathoni Arief (MF Arief)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12040962242918356264</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="14773669925327515221" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SqSY_69tf-I/AAAAAAAAC6A/HgnvivBtAzc/s72-c/image-upload-24-754563.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fathoniarief.blogspot.com/2009/09/blog-post.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0UHSHs-eyp7ImA9WxNSFkk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388183797559335990.post-2824758887006471740</id><published>2009-08-30T22:06:00.003+07:00</published><updated>2009-08-30T22:13:59.553+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-08-30T22:13:59.553+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Catatan Perjalanan" /><title>Mereka Saja Masih Bisa Tersenyum...</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SpqWkF8EosI/AAAAAAAAC5s/ikC4RC0lGuo/s1600-h/Kiki+dan+Dede.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 371px; height: 275px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SpqWkF8EosI/AAAAAAAAC5s/ikC4RC0lGuo/s320/Kiki+dan+Dede.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375774652033704642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dede dan Kiki, dua bocah kecil yang kujumpai siang ini di stasiun Bogor. Dua bocah berpenampilan dekil yang nampak ceria. dede berusia 8 tahun sedangkan Kiki kira-kira masih berusia 5 atau 6 tahunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Tinggalnya dimana?" tanyaku pada Dede.&lt;br /&gt;" Itu di dekat stasiun ada gudang tua," jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dede berkisah tentang kesehariannya. Sehari-hari mereka biasa mengemis di angkot-angkot. Saat kutanya kenapa tidak mengemis di stasiun? Dede menjawab " tidak boleh". Awalnya kukira mereka dilarang oleh kelompok pengemis lain namun Dede melanjutkan ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SpqXBfogCTI/AAAAAAAAC50/oH8KqvoVE8I/s1600-h/Gamang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 226px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SpqXBfogCTI/AAAAAAAAC50/oH8KqvoVE8I/s320/Gamang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375775157147142450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;" Tidak boleh sama Pamsus," katanya.&lt;br /&gt;" Apa tuh Pamsus?" tanyaku.&lt;br /&gt;" Tuh, petugas pengamanan yang pakai helm," jawabnya sambil menunjuk-nunjuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dede memperlihatkan plester yang masih menempel di kaki dan dagunya. Hal ikhwal plester itu ia menceritakan beberapa hari lalu ia mengemis di kereta. Karena ketahuan petugas ia digelandang keluar dan tongkat pemukul tanpa ampun mengenai kakinya dan dagunya juga terluka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membayangkan cerita mereka saja sudah miris namun nampaknya mereka santai santai saja. Dengan segala keluaguan mereka kembali asyik berlari-lari menikmati dunia mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stasiun Bogor , 30 Agustus 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388183797559335990-2824758887006471740?l=fathoniarief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/YQLKimcmTCL0Z_N6C7WpbZTXlW0/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/YQLKimcmTCL0Z_N6C7WpbZTXlW0/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/YQLKimcmTCL0Z_N6C7WpbZTXlW0/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/YQLKimcmTCL0Z_N6C7WpbZTXlW0/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~4/9syS_cj56PQ" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fathoniarief.blogspot.com/feeds/2824758887006471740/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388183797559335990&amp;postID=2824758887006471740&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/2824758887006471740?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/2824758887006471740?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~3/9syS_cj56PQ/mereka-saja-masih-bisa-tersenyum.html" title="Mereka Saja Masih Bisa Tersenyum..." /><author><name>Fathoni Arief (MF Arief)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12040962242918356264</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="14773669925327515221" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SpqWkF8EosI/AAAAAAAAC5s/ikC4RC0lGuo/s72-c/Kiki+dan+Dede.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fathoniarief.blogspot.com/2009/08/mereka-saja-masih-bisa-tersenyum.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0EGR3cycCp7ImA9WxNSFE8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388183797559335990.post-7388560388794003509</id><published>2009-08-28T10:17:00.001+07:00</published><updated>2009-08-28T10:20:26.998+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-08-28T10:20:26.998+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Catatan Perjalanan" /><title>Oase Dari Ipuh</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SpdM6fk5u9I/AAAAAAAAC5k/vkIU4_32D4o/s1600-h/DSC01394.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SpdM6fk5u9I/AAAAAAAAC5k/vkIU4_32D4o/s320/DSC01394.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374849248082377682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IPUH, satu kecamatan di Bengkulu Utara, siang itu begitu terik. Selepas berjalan lebih dari 100 km kendaraan yang kami tumpangi berhenti di sebuah pom bensin. Sekedar istirahat, bersih-bersih dan menjalankan ibadah Sholat dhuhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas Sholat saya dan seorang bergabung dengan dua rekan lain yang tengah duduk-duduk di teras yang cukup teduh. Seorang penjual es campur ternyata ikut nimbrung sambil menyajikan pesanan es dalam gelas plastik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjual es campur, dengan sepeda motor bebek dan dagangan yang diletakkan di tempat di kiri kanan dengan dudukan khusus dari kayu. Bapak penjual itu kuperkirakan usianya baru 40an awal. Tingginya sekitar 165 dengan kulit coklat sawo matang dan kumis di wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerna cuaca yang memang cucup terik, melihat segelas es campur dingin sayapun tergoda turut memesannya. Ya si bapak meracik lagi 2 gelas es campur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama es campur sudah siap saji. Memang segar rasanya. Apalagi es campur itu tanpa pemanis buatan. " Asli mas, tanpa pemanis buatan saya jamin, kecuali mungkin rotinya saya tak tahu," begitu kata si bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menikmati es si bapak cerita. Tentang asal muasalnya dan hal ikhwal keberadaanya di Bengkulu Utara ini. Bapak penjual es, Sebut saja namanya pak Joko ternyata orang asli Karanganyar, Jawa Tengah. Cerita selanjutnya yang membuatku terperangah dan berdecak kagum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6 bulan yang lalu, pak Joko datang ke bengkulu. Bayangkan naik motor lengkap dengan perkakas yang menempel di motor tempat menaruh dagangan es campurnya. Katanya Karanganyar hingga Bengkulu Utara dia tempuh dalam tempo 4 hari 4 malam. Satu tekad merantau, jualan es Campur untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bengkulu Utara bukanlah tempat pertama kali ia merantau. Ia juga berkisah tentang kegagalannya sebagai TKI di Brunai dan saat menjadi penjual pecel lele di Pontianak. Konon saat di Pontianak inilah ia terkena guna-guna oleh rekan seprofesinya hingga ia memutuskan kembali ke Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum memutuskan ke Bengkulu ia sempat terfikirkan untuk mengadu nasib di Jogja. Namun setelah survey lokasi dan dari cerita kenalan-kenalan ia memutuskan merantau ke Bengkulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski masih tertatih-tatih kini pundi-pundi pak Joko mulai mengalir. Dari hasil jualan es cukup lumayan. Bahkan dalam waktu dekat ia merencanakan membuka warung nasi. Ada berbagai jenis sambal andalan yang akan dia sajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menikmati es campur, sambil terkagum-kagum sekaligus malu melihat kegigihan pak Joko. Cerita si bapak usai, es campur sudah cukup menghilangkan dahaga dan kamipun pamit melanjutkan perjalanan menuju kabupaten Muko-muko...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selalu ada kisah, pelajaran di perjalanan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bengkulu Utara, 21 Agustus 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388183797559335990-7388560388794003509?l=fathoniarief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/LZ7XMoVyPOIQNQs5MJyInSHnvIE/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/LZ7XMoVyPOIQNQs5MJyInSHnvIE/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/LZ7XMoVyPOIQNQs5MJyInSHnvIE/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/LZ7XMoVyPOIQNQs5MJyInSHnvIE/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~4/u4ZrQHHcOg8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fathoniarief.blogspot.com/feeds/7388560388794003509/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388183797559335990&amp;postID=7388560388794003509&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/7388560388794003509?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/7388560388794003509?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~3/u4ZrQHHcOg8/oase-dari-ipuh.html" title="Oase Dari Ipuh" /><author><name>Fathoni Arief (MF Arief)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12040962242918356264</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="14773669925327515221" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SpdM6fk5u9I/AAAAAAAAC5k/vkIU4_32D4o/s72-c/DSC01394.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fathoniarief.blogspot.com/2009/08/oase-dari-ipuh.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D08FSX89fSp7ImA9WxNSE0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388183797559335990.post-5376317672976851026</id><published>2009-08-27T21:49:00.004+07:00</published><updated>2009-08-27T22:10:18.165+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-08-27T22:10:18.165+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sajak" /><title>KepadaMU Pemilik Segalanya..</title><content type="html">&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SpahrKjhJFI/AAAAAAAAC5c/wVyu1g9sxNY/s1600-h/The+Man+And+The+Sea.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 223px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SpahrKjhJFI/AAAAAAAAC5c/wVyu1g9sxNY/s320/The+Man+And+The+Sea.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374660968253039698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kepada Pemilik Gelisah, Kunyatakan sejuta kegelisah,&lt;br /&gt;Kepada Pemilik Rindu, Kuungkapkan sejuta Rindu,&lt;br /&gt;Kepada Pemilik Duka, Kutumpahkan segala duka,&lt;br /&gt;Kepada Pemilik resah, Kutumpahkan segala resah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan Tanpa Syarat Menerima Segalanya,&lt;br /&gt;Jikalau Semua Mampu Ringankan tumpukan dosa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengadegan, 27 Agustus 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388183797559335990-5376317672976851026?l=fathoniarief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/rNjp_kWK7fv3bOSN43N1kEX8MH4/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/rNjp_kWK7fv3bOSN43N1kEX8MH4/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/rNjp_kWK7fv3bOSN43N1kEX8MH4/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/rNjp_kWK7fv3bOSN43N1kEX8MH4/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~4/CyPYoj4yfKs" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fathoniarief.blogspot.com/feeds/5376317672976851026/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388183797559335990&amp;postID=5376317672976851026&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/5376317672976851026?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/5376317672976851026?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~3/CyPYoj4yfKs/kepadamu-pemilik-segalanya.html" title="KepadaMU Pemilik Segalanya.." /><author><name>Fathoni Arief (MF Arief)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12040962242918356264</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="14773669925327515221" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SpahrKjhJFI/AAAAAAAAC5c/wVyu1g9sxNY/s72-c/The+Man+And+The+Sea.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fathoniarief.blogspot.com/2009/08/kepadamu-pemilik-segalanya.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEQNQ3s9eSp7ImA9WxJaE0w.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388183797559335990.post-2756204025881076914</id><published>2009-08-03T21:47:00.026+07:00</published><updated>2009-08-03T23:19:52.561+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-08-03T23:19:52.561+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Catatan Perjalanan" /><title>Catatan Dari Atas Kapal Penyeberangan...</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SncElsIQ_yI/AAAAAAAAC4E/3GoXjspbxmE/s1600-h/DSC00197.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SncElsIQ_yI/AAAAAAAAC4E/3GoXjspbxmE/s320/DSC00197.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5365762526582734626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Adakah cara untuk menghapus kesedihan?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Adakah yang lebih indah dari kerinduan?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jawabku : Ada, Itulah..Kisah Perjalanan...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;REMBULAN masih bersinar, dan bintang masih setia menghiasi malam di atas kapal penyeberangan Bakauheuni menuju Merak. Meskipun bulan malam ini tak sesempurna purnama dan hanya nampak satu bintang yang kerlipnya kalah dengan lampu-lampu kapal dan mercusuar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;Satu demi satu mobil, truk, motor, dan manusia memenuhi kapal feri tujuan pelabuhan Merak. Satu satunya pintu masuk di Feri itupun menganga. Memakan kendaraan-kendaraan itu. Sementara di sisi samping orang-orang berduyun-duyun naik ke atas kapal. Aku, adalah satu diantara manusia yang berada di atas kapal feri ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;Kapal Feri yang kutumpangi kali ini memiliki dua kelas...di bagian dasar geladak kelas bawah, dan bagian atas disekat menjadi dua. Bagian luar berisi kursi-kursi, terbuka dan ada hiburan musik-musik dangdut koplo. Sedangkan sekat yang lainnya adalah ruangan yang sedikit tertutup ada AC namun karena kecil dibantu dengan beberapa kipas di samping. Sebagai tambahan informasi lampu juga tak begitu terang-redup-redup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;Satu demi satu muatan telah masuk ke kapal penyeberangan ini. Dan perlahan kapal mulai tinggalkan pelabuhan Bakaheuni Lampung,....Musik organ tunggal, dan suara biduan menandai pergerakan kapal...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;Karena ingin menikmati suasana malam meski sudah beli tiket di kelas atas ( meski kelas atas : bisa dibilang ga begitu nyaman) aku bersama seorang teman turun ke geladak kapal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SncHZbCAjzI/AAAAAAAAC4M/Lz1DTxEQL9g/s1600-h/DSC00191.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SncHZbCAjzI/AAAAAAAAC4M/Lz1DTxEQL9g/s320/DSC00191.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5365765614369541938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:85%;" &gt;&lt;span style=";font-size:130%;" &gt;Geladak kapal, dengan mobil-mobil terparkir, pedagang minuman, penjual jamu dan obat gosok, tukang pijit, tempat tidur yang disewakan mewarnai suasana disana. Diantara mereka aku melangkah, duduk di dekat pagar pinggir kapal memandang lautan. Menikmati desir angin, melihat sorot lampu mercusuar di kejauhan, dan tentu saja suara ombak serta sayup-sayup suara biduan yang sayup-sayup masih terdengar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:85%;" &gt;&lt;span style=";font-size:130%;" &gt;Dalam diamku kulihat orang-orang yang asyik dengan aktivitasnya masingt-masing. Ada yang tengah keenakan dipijit, sementara yang lain harus rela antri. Ada yang duduk-duduk di pinggir berbincang dengan rekannya, entah apa yang dibicarakan. Nampaknya bukan sesuatu yang serius. Tak lama mereka berbincang, beberapa saat kemudian mereka masuk ke mobil, mungkin saja memang sudah mengantuk. Ada juga seorang tentara yang mondar-mandir cari tumpangan. " Bawa mobil mas?" tanyanya. Akhirnya bisa kuketahui si tentara yang baru pulang kampung dan hendak balik ke tempat tugas di Bekasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:85%;" &gt;&lt;span style=";font-size:130%;" &gt;Terganggu dengan asap dari corong kapal akupun mencari tempat lain. Di daerah lain, ditengah di pembatas besi yang bisa kugunakan duduk. Tempat ini cukup nyaman bagiku untuk melihat keatas, melihat rembulan yang redup semakin redup tertutup awan tipis. Sambil mengantuk kulihat keatas. Nampak hanya siluet biduan bergoyang dengan lagu-lagu terkenal yang dinyanyikan dengan irama dangdut. Goyang biduan yang makin lama makin erotis saja. Di depan penumpang yang sesekali ikut menyanyi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:85%;" &gt;&lt;span style=";font-size:130%;" &gt;Kapal terus bergerak, meski mengantuk aku enggan ikut-ikutan masuk mobil dan terlelap. Masih ingin menikmati tengah malam di kapal penyeberangan, melihat macam-macam tingkah laku orang. Sesekali melihat langit yang hanya dihiasi rembulan dan satu bintang...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:85%;" &gt;&lt;span style=";font-size:130%;" &gt;...Ini adalah perjalananku untuk kesekian kalinya. Hanya karena rasa keingintahuanku. Yah ikut saja seorang senior yang kebetulan ada acara ke Bandar Lampung...Meski hanya 2 hari cukup sudah membuatku lepas dari penatnya kehidupan di Jakarta, bukan karena kerjaan namun karena getirnya kenangan...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:85%;" &gt;&lt;span style=";font-size:130%;" &gt;Sambil terkantuk-kantuk, mataku terusik dengan dua bocah yang potret memotret. Mereka bergantian berpose berfoto. Hmmm..ditengah kantuk masih bisa membuatku sedikit tersenyum. Sementara dari kejauhan nampak siluet biduan melanggak-lenggok.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:85%;" &gt;&lt;span style=";font-size:130%;" &gt;Waktu terus berjalan, serombongan ibu-ibu diantara mereka nampak ibu tua dengan tubuh sudah bongkok. Mereka menuju lambung kapal mungkin tempat bis-bis mereka diparkir...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:85%;" &gt;&lt;span style=";font-size:130%;" &gt;Ucapan salam dari biduan malam itu menutup malam..Kapalpun mulai mendekat..perlahan satu demi satu mobil, motor dimuntahkan kapal..dan penumpang berderet tinggalkan kapal menuju tujuan masing-masing...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:85%;" &gt;&lt;span style=";font-size:130%;" &gt;Bakauheuni-Merak, 3 Agustus 2009&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:85%;" &gt;&lt;span style=";font-size:130%;" &gt;Satu Kisah Tentang Sepotong Perjalanan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388183797559335990-2756204025881076914?l=fathoniarief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2vnuYaeYQ8BtkaJ5qJ5JWIkBZmk/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2vnuYaeYQ8BtkaJ5qJ5JWIkBZmk/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2vnuYaeYQ8BtkaJ5qJ5JWIkBZmk/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2vnuYaeYQ8BtkaJ5qJ5JWIkBZmk/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~4/0B3_KXZaLO4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fathoniarief.blogspot.com/feeds/2756204025881076914/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388183797559335990&amp;postID=2756204025881076914&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/2756204025881076914?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/2756204025881076914?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~3/0B3_KXZaLO4/catatan-dari-atas-kapal-penyeberangan.html" title="Catatan Dari Atas Kapal Penyeberangan..." /><author><name>Fathoni Arief (MF Arief)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12040962242918356264</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="14773669925327515221" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SncElsIQ_yI/AAAAAAAAC4E/3GoXjspbxmE/s72-c/DSC00197.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fathoniarief.blogspot.com/2009/08/catatan-dari-atas-kapal-penyeberangan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEcCQHw4eyp7ImA9WxJXGU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388183797559335990.post-6518299929590131928</id><published>2009-06-13T20:33:00.004+07:00</published><updated>2009-06-13T21:07:41.233+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-06-13T21:07:41.233+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Kita" /><title>Satu Cerita Tentang Malam.....</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SjOxMqjuz9I/AAAAAAAACfc/LdabP7AnrFA/s1600-h/Ayrton_Senna_Imola_1989.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 199px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SjOxMqjuz9I/AAAAAAAACfc/LdabP7AnrFA/s320/Ayrton_Senna_Imola_1989.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346812013759614930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;SABTU, jelang jam 9 malam, di depan layar komputer saya habiskan libur mingguan. Tiap pekan saya mendapat liburan rutin di hari Sabtu. Sambil menikmati libur saya banyak habiskan waktu melepas lelah bersantai beriring lagu-lagu yang cukup empuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya sudah sangat lama saya tidak mengisi berbagai cerita di blog ini. Selama beberapa bulan blog ini terbengkalai tanpa posting-posting yang dulu sering mengisi hari demi hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini saya ingin bercerita tentang Ayrton Senna. Sosok legenda di ajang balap formula 1 ini memang benar-benar berkesan di hati saya. Pembalap yang hidupnya berakhir tragis di sebuah seri balap, Imola, Italia 1 Mei 1994.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Ayrton Senna merupakan mantan pembalap Formula 1 asal Brasil. Pernah menjadi juara dunia Formula 1 pada tahun 1988, 1990, dan 1991. Pembalap ini dikenal dengan kehebatan mengemudi mobil Formula 1 di sirkuit basah hingga dijuluki The Rain Man. Penampilannya di GP Monaco 1984 dengan mobil yang kurang mumpuni mampu berada di posisi kedua.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang merasa kehilangan sosok satu ini. Bukan hanya atas kemampuan hebatnya dalam menggeber jet darat F1 yang membuatnya dijuluki "Magic Senna" namun sisi lain kehidupannya yang layak ditiru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin saya terkagum-kagum saat melihat satu video di youtube. Di satu balap seri Spanyol tahun 1992 saat kualifikasi Senna menunjukkan sikap yang membuatnya pantas ditiru pembalap lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kualifikasi Senna yang melaju di belakang pembalap Eric Comas tiba-tiba menghentikan mobilnya saat melihat pembalap didepannya mengalami kecelakaan. Senna meminggirkan mobilnya dan langsung melompat membantu Eric Comas sebelum tim medis datang. Sementara pembalap-pembalap lain terus saja melaju lanjutkan babak kualifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat tayangan tersebut saya jadi mengerti mengapa kepergiannya meninggalkan sejuta kepedihan para penggemarnya. Bahkan hingga saat ini banyak yang menangisi jika mengenanng peristiwa itu termasuk saya. Di sebuah video saya juga melihat sampai-sampai Michael Schumacer tak kuasa menahan tangis saat jumpa pers usai memecahkan rekor Senna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;And so you touch this limit, something happens and you suddenly can go a little bit further. With your mind power, your determination, your instinct, and the experience as well, you can fly very high.(Ayrton Senna).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;Jakarta, 13 Juni 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388183797559335990-6518299929590131928?l=fathoniarief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/EkzGhqlDuAOjcZ9hF5azXNlaVbU/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/EkzGhqlDuAOjcZ9hF5azXNlaVbU/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/EkzGhqlDuAOjcZ9hF5azXNlaVbU/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/EkzGhqlDuAOjcZ9hF5azXNlaVbU/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~4/ao16fZM6TcA" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fathoniarief.blogspot.com/feeds/6518299929590131928/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388183797559335990&amp;postID=6518299929590131928&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/6518299929590131928?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/6518299929590131928?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~3/ao16fZM6TcA/satu-cerita-tentang-malam.html" title="Satu Cerita Tentang Malam....." /><author><name>Fathoni Arief (MF Arief)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12040962242918356264</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="14773669925327515221" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_p9u3EivxYwM/SjOxMqjuz9I/AAAAAAAACfc/LdabP7AnrFA/s72-c/Ayrton_Senna_Imola_1989.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fathoniarief.blogspot.com/2009/06/satu-cerita-tentang-malam.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUMNR3wzcSp7ImA9WxVbFks.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388183797559335990.post-8613675730402753280</id><published>2009-04-02T13:18:00.000+07:00</published><updated>2009-04-02T17:18:16.289+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-02T17:18:16.289+07:00</app:edited><title>Sirkuit Basah Menjadi Perhatian Pembalap di Sepang</title><content type="html">&lt;p&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://elangjava.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdSQeQoKCsEAAAUtHgw1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.elangjava.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SdSQeQoKCsEAAAUtHgw1/sepang.jpg?et=rkYNaGk31X%2C7kh1V3LiPDQ&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;                                                        (&lt;a href="http://www.f1-fansite.com"&gt;www.f1-fansite.com&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Faktor Hujan diperkirakan jadi penentu hasil balap Sepang (5/4). Jenson Button dan Rubens Barrichelo masih menjadi unggulan mendominasi balap seri Malaysia.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Hasil balap Minggu lalu sesuai perkiraan banyak pengamat, Brawn GP tunjukkan kelas meraih posisi 1 dan 2. Untuk pertama kali dalam 55 tahun terakhir pendatang baru bisa meraih posisi 1 dan 2.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Di Sirkuit Sepang akhir pekan ini kedua pembalap diperkirakan masih akan mendominasi. meski demikian Barrichelo percaya Juara konstruktor tahun lalu, Ferrari, akan tersengat dengan start terburuk mereka sejak tahun 1992. Mereka akan mampu berbuat banyak di sirkuit yang sering mereka menangi tersebut. Ferrari telah memenangkan separuh dari balapan yang dihelat di Sepang. Barrichelo sendiri dua kali finish sebagai runner up bagi tim kuda jingkrak ini. "Di Malaysia balapan akan lebih ketat," katanya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Menurut pembalap Brazil ini meski di Australia timnya mampu mendominasi di Sepang hasilnya bisa berbeda. Kondisi di Sepang sangat berbeda dengan sirkui Albert park, Melbourne. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Catatan balap Barrichelo di sirkuit Sepang sebenarnya lumayan. Ia dua kali meraih podium. Di sirkuit ini pula podium pertamanya ia raih. Itulah yang membuat sirkuit Sepang menjadi salah satu sirkuit kesukaanya. " Sirkuit ini sangat cepat, menyenangkan membalap disini," katanya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tak hanya Ferrari yang diperkirakan menjadi penantang serius Brawn GP, Red Bull dan Mc laren pantas diwaspadai. Mc laren yang kemarin menduduki posisi ketiga melalui Lewis hamilton diperkirakan juga akan memperbaiki performanya. Tim Ron Denis ini memiliki catatan yang bagus juga di Sepang. Meski demikian Malaysia yang terletak di daerah tropis menjadi satu hal yang menantang bagi pembalap. " Saya fikir membalap disini butuh usaha lebih keras,' kata Lewis hamilton.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Faktor hujan&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Chief operations Engineer tim Williams Rod Nielsen menduga faktor hujan saat perlombaan bisa ngat menentukan hasil akhir. 'Pekan ini kami menduga hujan turun tiap hari dan saat hujan akan sangat berat perlombaan," katanya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Nielsen menambahkan mungkin saja sewaktu latihan kondisi lapangan kering namun ketika kualifikasi dan balap sirkuit basah. Dalam kondisi seperti ini ia tetap memandang Brawn GP yang memiliki sistem aerodinamis yang efisien dibanding lawan lainya sebagai kandidat terkuat. 'Brawn GP sangat diuntungkan jika terjadi hujan," katanya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Fathoni Arief, Reuters&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388183797559335990-8613675730402753280?l=fathoniarief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/pgftXTx5EHvfJT5L6RRLP5K4ewY/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/pgftXTx5EHvfJT5L6RRLP5K4ewY/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/pgftXTx5EHvfJT5L6RRLP5K4ewY/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/pgftXTx5EHvfJT5L6RRLP5K4ewY/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~4/Nyo55LNXle0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fathoniarief.blogspot.com/feeds/8613675730402753280/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388183797559335990&amp;postID=8613675730402753280&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/8613675730402753280?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/8613675730402753280?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~3/Nyo55LNXle0/sirkuit-basah-menjadi-perhatian.html" title="Sirkuit Basah Menjadi Perhatian Pembalap di Sepang" /><author><name>Fathoni Arief (MF Arief)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12040962242918356264</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="14773669925327515221" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fathoniarief.blogspot.com/2009/04/sirkuit-basah-menjadi-perhatian.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0EMQnYyfSp7ImA9WxVbEU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388183797559335990.post-7215892967546049950</id><published>2009-03-27T05:41:00.000+07:00</published><updated>2009-03-27T09:41:23.895+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-27T09:41:23.895+07:00</app:edited><title>Tentang Jakarta, </title><content type="html">Tentang Jakarta ada sebuah cerita. &lt;br /&gt; Jakarta tak hanya hutan belantara beton yang menyesaki seluruh wilayah kota. &lt;br /&gt;Jakarta tak hanya diselimuti asap mengandung timbal yang tiap saat bisa dihirup cuma cuma.&lt;br /&gt;Jakarta tak hanya tempat mereka berkelahi berebut kuasa.&lt;br /&gt;Tak hanya itu tentang Jakarta..&lt;br /&gt;Jakarta tempatku menerawang Masa depanku ah tak bisa memang..&lt;br /&gt;Jakarta tempat sejuta kisah berada termasuk sepenggal kisah yang kualami turut memberi warna dan rasa jakarta..&lt;br /&gt;terlalu banyak cerita yang terjadi di jakarta sehingga teramat susah menceritakan semua..&lt;br /&gt;Yang jelas jakarta adalah tempat dimana saat ini aku berada..entah besok entah lusa..&lt;br /&gt;Rawajati 27 03 09&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388183797559335990-7215892967546049950?l=fathoniarief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ylOmz8DIWJb5e2sh_zWWr0fXDpM/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ylOmz8DIWJb5e2sh_zWWr0fXDpM/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ylOmz8DIWJb5e2sh_zWWr0fXDpM/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ylOmz8DIWJb5e2sh_zWWr0fXDpM/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~4/Ejzp3VBMQjM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fathoniarief.blogspot.com/feeds/7215892967546049950/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388183797559335990&amp;postID=7215892967546049950&amp;isPopup=true" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/7215892967546049950?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/7215892967546049950?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~3/Ejzp3VBMQjM/tentang-jakarta.html" title="Tentang Jakarta, " /><author><name>Fathoni Arief (MF Arief)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12040962242918356264</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="14773669925327515221" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://fathoniarief.blogspot.com/2009/03/tentang-jakarta.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Dk4BRHw7fip7ImA9WxVUGE8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388183797559335990.post-1151229399637541169</id><published>2009-03-23T19:15:00.000+07:00</published><updated>2009-03-23T23:15:55.206+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-23T23:15:55.206+07:00</app:edited><title>Cahaya senja..</title><content type="html">Cahayanya masih redup..tak tampak keindahan, tak ada sejuta pesona..hanya semburt cahaya tipis yang tertutup mendung yang masih tebal..&lt;br /&gt;Rawajati,23 maret 09&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388183797559335990-1151229399637541169?l=fathoniarief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/cG_jnl_gMveOeD-cUBN6fSpJhTo/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/cG_jnl_gMveOeD-cUBN6fSpJhTo/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/cG_jnl_gMveOeD-cUBN6fSpJhTo/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/cG_jnl_gMveOeD-cUBN6fSpJhTo/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~4/LKKKKAGb_lI" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fathoniarief.blogspot.com/feeds/1151229399637541169/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388183797559335990&amp;postID=1151229399637541169&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/1151229399637541169?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/1151229399637541169?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~3/LKKKKAGb_lI/cahaya-senja.html" title="Cahaya senja.." /><author><name>Fathoni Arief (MF Arief)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12040962242918356264</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="14773669925327515221" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fathoniarief.blogspot.com/2009/03/cahaya-senja.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEQFQ3w5fSp7ImA9WxVUF0s.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388183797559335990.post-1762356932474185366</id><published>2009-03-23T01:51:00.000+07:00</published><updated>2009-03-23T05:51:52.225+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-23T05:51:52.225+07:00</app:edited><title>Semangat pagi..</title><content type="html">Selamat pagi semua..&lt;br /&gt;Sambil menghirup udara segar saya ingin menyapa semuanya. Semangat pagi hari, kali ini saya benar-benar bersemangat bangun lebih awal dan mengisi dengan aktivitas sekedar gerakkan badan senam ringan saja. Saya harap semua juga merasakan semangat yang sama. Ini hari Senin kawan, ayo kita nikmati...&lt;br /&gt;Seperti biasanya kegiatan pagi adalah memantau isu-isu hangat yang terjadi. Untuk sepak bola nampaknya kemenangan besar Liverpool atas Aston Villa jadi berita wajib yang harus ditulis ada juga dari tenis Indiana Wells Ana Ivanovic takluk oleh petenis Rusia vera zvenoreva. Dengan kekalahan ini berarti Ivanovic gagal penuhi ambisi pertahankan gelarnya. Saya masih menunggu hasil pertandingan tunggal putra yang tak kalah seru antara rafael nadal melawan andy murray.&lt;br /&gt;Pagi hari, memulai dengan senyum dan sapa hangat. Selamat hari senin. Semangat.&lt;br /&gt;Rawajati, 23 maret 2009.&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388183797559335990-1762356932474185366?l=fathoniarief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/bFi_CgAajyMT1QjJmqv-ZQMRzMI/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/bFi_CgAajyMT1QjJmqv-ZQMRzMI/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/bFi_CgAajyMT1QjJmqv-ZQMRzMI/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/bFi_CgAajyMT1QjJmqv-ZQMRzMI/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~4/48cLYvkeTIw" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fathoniarief.blogspot.com/feeds/1762356932474185366/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388183797559335990&amp;postID=1762356932474185366&amp;isPopup=true" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/1762356932474185366?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/1762356932474185366?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~3/48cLYvkeTIw/semangat-pagi.html" title="Semangat pagi.." /><author><name>Fathoni Arief (MF Arief)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12040962242918356264</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="14773669925327515221" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://fathoniarief.blogspot.com/2009/03/semangat-pagi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkMESHc-fSp7ImA9WxVUEE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388183797559335990.post-9215019124827245778</id><published>2009-03-14T15:38:00.001+07:00</published><updated>2009-03-14T19:40:09.955+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-14T19:40:09.955+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Esai Foto" /><title>Bunga...</title><content type="html">&lt;a href="http://elangjava.multiply.com/photos/hi-res/upload/SbujYgoKCsEAADZY9-41"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://elangjava.multiply.com/photos/hi-res/upload/SbujYgoKCsEAADZY9-41"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.elangjava.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SbujYgoKCsEAADZY9-41/DSC05277.jpg?et=Qn%2BnhCZw2QnR5optdpR6mg&amp;amp;nmid=0" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak bunga ditamanku&lt;br /&gt;Slalu menanti saat untuk dipetik&lt;br /&gt;Ada yang merah dan ada yang putih&lt;br /&gt;Kuning dan ungu&lt;br /&gt;Beragam warnanya&lt;br /&gt;Beragam warnanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://elangjava.multiply.com/photos/hi-res/upload/SbujYgoKCsEAADZY9-41"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://elangjava.multiply.com/photos/hi-res/upload/SbujjQoKCsEAADJn5XA1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.elangjava.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SbujjQoKCsEAADJn5XA1/DSC05275.jpg?et=fFJ6%2BC0BjLopUiBmvAczWw&amp;amp;nmid=0" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan tolonglah aku&lt;br /&gt;Beri satu petunjuk&lt;br /&gt;Aku ingin bahagia&lt;br /&gt;Berikanlah yang indah&lt;br /&gt;Untuk diriku ini&lt;br /&gt;Untuk slama - lamanya&lt;br /&gt;Satu bunga yang indah&lt;br /&gt;Satu bunga yang indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama Papa mohon nilai rangkaian&lt;br /&gt;Rangkaian bunga Aku mohon restumu&lt;br /&gt;Bila nanti ada yang tak berkenan&lt;br /&gt;Katakan saja Aku slalu mendengar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://elangjava.multiply.com/photos/hi-res/upload/Sbuk@QoKCsEAAF2gZek1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.elangjava.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/Sbuk@QoKCsEAAF2gZek1/DSC4981.jpg?et=VJn9r9iHsx9qrhxcPUqVYQ&amp;amp;nmid=0" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak bunga layu Sebelum berkembang&lt;br /&gt;Ada yang terindah Tapi wanginya tak slalu&lt;br /&gt;Seindah bentuknya Malah mungkin durinya&lt;br /&gt;Menusuk hatiku Lukai cintaku&lt;br /&gt;Tapi kuyakin nanti ada satu untukku&lt;br /&gt;Harumi hari Mengharumi hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga (Dewa 19)&lt;br /&gt;  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class="multiply:no_crosspost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388183797559335990-9215019124827245778?l=fathoniarief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/B5Ck9rTAzjLUQ5MuLqhP6iQQ2xU/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/B5Ck9rTAzjLUQ5MuLqhP6iQQ2xU/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/B5Ck9rTAzjLUQ5MuLqhP6iQQ2xU/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/B5Ck9rTAzjLUQ5MuLqhP6iQQ2xU/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~4/9qhEfKSGsXU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fathoniarief.blogspot.com/feeds/9215019124827245778/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388183797559335990&amp;postID=9215019124827245778&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/9215019124827245778?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3388183797559335990/posts/default/9215019124827245778?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BlognyaSangElangPengembaraTakPernahLelah/~3/9qhEfKSGsXU/bunga.html" title="Bunga..." /><author><name>Fathoni Arief (MF Arief)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12040962242918356264</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="14773669925327515221" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fathoniarief.blogspot.com/2009/03/bunga.html</feedburner:origLink></entry></feed>
