<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-5552508678473109135</atom:id><lastBuildDate>Fri, 01 Nov 2024 11:11:35 +0000</lastBuildDate><title>Balikpapan Muslimah On-Liners</title><description>Wadah Diskusi On-line untuk Muslimah</description><link>http://bpn-mol.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (shofi)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>30</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5552508678473109135.post-8347241539388974294</guid><pubDate>Thu, 20 May 2010 00:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-19T18:05:26.683-07:00</atom:updated><title>Sri Mulyani: Jual Beli Kebijakan, dan Pejabat Publik pun Tergelincir</title><description>&lt;I&gt;Terlepas dari penilaian beberapa pakar mengenai kecenderungannya sebagai salah satu technocrat Neo-Lib, Sri Mulyani jujur memaparkan fakta yang dialaminya bahwa memang di negeri ini para kapitalis lah yang berkuasa. Pemerintah memerlukan dana dari mereka untuk mengokohkan kedudukannya. Komoditi apa yang dimiliki (pemerintah) untuk mendapatkan dana ? Betul : KEBIJAKAN. Pemerintah adalah institusi resmi pembuat kebijakan, walhasil terjadilah jual beli kebijakan itu yang pastinya kesemuanya untuk kepentingan para kapitalis tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebenarnya kondisi seperti ini, yakni yang disebut dengan kondisi dengan ideology KAPITALISME, bersumber dari ideology SEKULER, di mana (secara teoritis) memberikan wewenang pada rakyat (manusia) untuk membuat aturan hukum (baca:kebijakan) bagi kehidupan mereka. Pada tahap implementasi, alih-alih mensejahterakan rakyat, sekulerisme ini akan mensejahterakan orang-orang yang memiliki modal (kapitalis). Pejabat public sebaik apa pun, bila berada dalam system ini akhirnya akan tergelincir juga, persis seperti yang diceritakan oleh Ibu Sri Mulyani di bawah ini..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Semakin jelas bahwa memang kita harus segera meninggalkan ideology yang rusak ini, dan kembali menegakkan ideology yang shahih yang berdasarkan pada syariah Islam. Semoga tak lama lagi…Insya Allah..(Ning) &lt;/I&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;B&gt;&lt;br /&gt;Sri Mulyani: Jual Beli Kebijakan, dan Pejabat Publik pun Tergelincir   &lt;/B&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 18 Mei 2010 | 23:13 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sumber : &lt;A HREF=&quot;http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2010/05/18/brk,20100518-248731,id.html&quot;&gt;Tempointeraktif&lt;/A&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;TEMPO Interaktif, Jakarta -Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akhirnya mengakui pengunduran dirinya sebagai pejabat publik merupakan suatu kalkulasi politik. Pernyataan ini menjawab tabir penyebab mundurnya Menteri Keuangan terbaik versi Emerging Markets.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;SPAN Class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kuliah Umum bertajuk &quot;Kebijakan Publik dan Etika Publik&quot;, Sri menuturkan keputusannya untuk hengkang ke Bank Dunia disesalkan banyak pihak. Tapi baginya, keputusan itu tak terlepas dari situasi politik terkini yang menyebabkan dirinya tak lagi dikehendaki untuk mengemban jabatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Sumbangan saya sebagai pejabat publik tak lagi dikehendaki dalam situasi politik dimana perkawinan keputusan itu begitu sangat dominan. Orang bilang kartel, saya bilang itu kawin,&quot; kata dia di Hotel Ritz Carlton, Selasa (18/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, dengan semua episode yang terjadi di ruang publik, rakyat sebagai pemegang saham utama berhak memilih chief executive officer republik ini dan juga memilih orang-orang yang menjadi pengawas CEO. Proses ini, lanjut Sri, tak murah dan mudah. &quot;Butuh biaya luar biasa. Apalagi (memilih) Presiden, dan tak bisa terbayangkan,&quot; ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Sri yang telah dipilih dua periode Kabinet Indonesia Bersatu mengaku terkejut dengan besarnya biaya sebab menjadi beban personal. Besarnya biaya, ia gambarkan sangat tak masuk akal karena tak masuk perhitungan pengembalian investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan dana luar biasa itu, mau tidak mau, kandidat harus &quot;berkolaborasi&quot; dengan sumber finansial. Kandidat di tingkat daerah, tak mungkin kolaborasi pendanaan dibayar dari penghasilan. Satu-satunya cara yang memungkinkan yakni melalui jual beli kebijakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Pertanyaan kita semua adalah dengan kebijakan yang mahal pasti akan dibalikkan kepada awal (biaya yang sangat mahal),&quot; kata Sri. &quot;Hasilnya adalah perkawinan, siapa yang akan mendapat kepentingan itu.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan publik untuk masyarakat, lanjutnya, dibuat oleh kekuasaan. Sehingga bahan utamanya yaitu kekuasaan yang amat mudah menggelincirkan pejabat publik. &quot;Kekuasaan itu membuat korup,&quot; katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/SPAN&gt;</description><link>http://bpn-mol.blogspot.com/2010/05/sri-mulyani-jual-beli-kebijakan-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Ning)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5552508678473109135.post-7709618462640969005</guid><pubDate>Tue, 04 May 2010 06:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-03T23:32:50.239-07:00</atom:updated><title>Pantaskah mempertanyakan AlQur&#39;an ?</title><description>&lt;I&gt;&lt;br /&gt;&quot;Sesungguhnya  Kami-lah yang  menurunkan  Al  Qur&#39;an,  dan sesungguhnya Kami benar-benar  memeliharanya . &quot;(TQS Al Hijr : 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah memberikan kekuatan dan keyakinan yang seyakin-yakinnya kepada kita semua sehingga tak pernah terbersit sedikitpun untuk meragukan AlQur&#39;an yang telah dijamin pemeliharaannya oleh Allah SWT. Sementara para liberalist saat ini banyak berusaha untuk menghujat-nya. SIlakan baca di tulisan berikut. (Ning)&lt;br /&gt;&lt;/I&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color:#33cc00;&quot;&gt;&lt;B&gt;Beramai-ramai Menghujat al-Quran &lt;/B&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;sumber : &lt;A HREF=&quot;http://www.insistnet.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=64:beramai-ramai-menghujat-al-quran&amp;catid=1:adian-husaini&quot;&gt;Insists&lt;/A&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam Indonesia sekarang memasuki babak baru yang sangat menentukan masa depannya. Arus sekularisasi dan liberalisasi yang kini diusung dan digelindingkan sendiri oleh sejumlah tokoh, kampus, dan organisasi Islam, telah menemukan bentuknya yang mendekati apa yang terjadi di dunia Kristen. Gagasan liberalisasi yang ratusan tahun lalu digelindingkan di dunia Yahudi dan Kristen kini dipaksakan kepada Islam. Maka, apa yang selama ini tidak pernah terpikirkan oleh umat Islam, sekarang sudah mulai harus dipikirkan. &lt;br /&gt;&lt;SPAN Class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Salah satu isu penting yang digelindingkan kaum liberal adalah masalah isu otentisitas al-Quran. Kaum Liberal – yang menganut paham pluralisme agama – tampaknya tidak rela, kalau kaum Muslim masih saja mengklaim, hanya agamanya saja yang benar, dan hanya Kitab Sucinya (al-Quran) saja yang benar. Sesuai paham pluralisme agama, maka semua agama harus didudukkan pada posisi yang sejajar, sederajat, tidak boleh ada yang mengklaim lebih tinggi, lebih benar, atau paling benar sendiri. Begitu juga dengan pemahaman tentang Kitab Suci. Tidak boleh ada kelompok agama yang mengklaim hanya kitab sucinya saja yang suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, proyek liberalisasi Islam tidak akan lengkap jika tidak menyentuh aspek kesucian al-Quran. Mereka berusaha keras untuk meruntuhkan keyakinan kaum Muslim, bahwa al-Quran adalah Kalamullah, bahwa al-Quran adalah satu-satunya Kitab Suci yang suci, bebas dari kesalahan. Mereka mengabaikan bukti-bukti al-Quran yang menjelaskan tentang otentisitas al-Quran, dan kekeliruan dari kitab-kitab agama lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata seorang yang aktif menjadi penyebar paham liberal di Indonesia: &quot;Tapi, bagi saya, all scriptures are miracles, semua kitab suci adalah mukjizat. (Jawa Pos, 11 Jan. 2004). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, orang tersebut tidak mau mengakui bahwa al-Quran adalah satu-satunya Mukjizat yang masih tersisa di zaman akhir ini, yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Padahal, begitu banyak ayat al-Quran yang menjelaskan tentang otentisitas al-Quran dan tindakan kaum Yahudi dan Kristen yang telah mengubah kitab sucinya sendiri, sehingga menurut al-Quran, kitab suci mereka itu sekarang menjadi tidak suci lagi. Misalnya, Allah SWT berfirman: &quot;Sebagian dari orang-orang Yahudi mengubah kalimat-kalimat dari tempatnya.&quot; (An Nisa: 46)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga firman-Nya: &quot;Maka apakah kamu ingin sekali supaya mereka beriman karena seruanmu, padahal sebagian mereka ada yang mendengar firman Allah, lalu mengubahnya sesudah mereka memahaminya, sedangkan mereka mengetahuinya.&quot; (al-Baqarah:75)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan firman-Nya: &quot;Sungguh celakalah orang-orang yang menulis al-kitab dengan tangan mereka, lalu mereka katakan: &quot;Ini adalah dari Allah.&quot; (mereka lakukan itu) untuk mencari keuntungan sedikit. Sungguh celakalah mereka karena aktivitas mereka menulis kitab-kitab (yang mereka katakan dari Allah itu), dan sungguh celakalah mereka akibat tindakan mereka. (al-Baqarah:79)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah penjelasan al-Quran tentang kitab-kitab kaum Yahudi dan Kristen. Semestinya, sebagai orang yang mengaku Muslim, tentu ayat-ayat al-Quran itu menjadi pegangan hidup dan pedoman berpikirnya. Sebab, al-Quran adalah landasan utama keimanan seorang Muslim. Jika tidak mau mengakui kebenaran al-Quran, untuk apa mengaku Muslim! Konsistensi berpikir semacam ini sangat penting, sehingga tidak memunculkan kerancuan dan ketidakjujuran dalam beragama. Bagi kaum Kristen yang percaya Injil, tentu akan menolak al-Quran. Itu sudah normal dan wajar. Aneh, kalau seorang tetap mengaku Kristen, tetapi pada saat yang sama juga mengaku percaya kepada kenabian Muhammad saw dan kebenaran al-Quran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, adalah aneh dan keluar dari logika normal, kalau ada yang mengaku Muslim tetapi mengingkari kesucian al-Quran dan sekaligus juga mengimani kesucian kitab-kitab agama lain saat ini, yang sudah jelas-jelas banyak bagiannya bertentangan dengan al-Quran. Apalagi menyatakan bahwa semua kitab suci agama-agama lain adalah mukjizat. Sungguh pernyataan yang tidak masuk akal. Apakah Kitab Suci aliran kebatinan Darmo Gandul dan Gatholoco juga mukjizat? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, rupanya, para penyebar dan pengasong ide-ide liberalisme di kalangan kaum Muslim, tidak berhenti sampai di situ. Mereka kini aktif menulis berbagai buku dan artikel yang mencoba menggoyahkan keyakinan kaum Muslim terhadap kesucian al-Quran. Seorang dosen Ulumul Quran di satu IAIN di Indonesia menulis satu makalah berjudul &quot;Edisi Kritis al-Quran&quot;, yang isinya menyatakan: &quot;Uraian dalam paragraf-paragraf berikut mencoba mengungkapkan secara ringkas proses pemantapan teks dan bacaan al-Qur&#39;an, sembari menegaskan bahwa proses tersebut masih meninggalkan sejumlah masalah mendasar, baik dalam ortografi teks maupun pemilihan bacaannya, yang kita warisi dalam mushaf tercetak dewasa ini. Karena itu, tulisan ini juga akan menggagas bagaimana menyelesaikan itu lewat suatu upaya penyuntingan edisi kritis al-Qur&#39;an.&quot; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, si dosen itu ingin meyakinkan kepada kita, bahwa al-Quran kita saat ini masih bermasalah, tidak kritis, sehingga perlu diedit lagi. Dosen itu pun menulis sebuah buku serius berjudul &quot;Rekonstruksi Sejarah al-Qur&#39;an&quot; yang juga meragukan keabsahan dan kesempurnaan Mushaf Utsmani. Dia tulis dalam bukunya (2005:379-381): &quot;Terdapat berbagai laporan tentang eksistensi bagian-bagian terhentu al-Quran yang tidak direkam secara tertulis ke dalam mushaf oleh komisi Zayd, dan karena itu menggoyahkan otentisitas serta integritas kodifikasi Utsman…Dengan demikian, pandangan dunia tradisional telah melakukan sakralisasi terhadap suatu bentuk tulisan yang lazimnya dipandang sebagai produk budaya manusia.&quot; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sekali lagi, penulis buku itu mencoba meyakinkan bahwa mushaf Utsmani masih bermasalah, dan tidak layak disucikan. Yang ironis, buku ini diberi kata pengantar oleh Prof. Dr. Quraish Shihab, tanpa memberikan kritik yang berarti. Dalam pengantarnya, Quraish menulis, &quot;Kasarnya, ada sejarah yang hilang untuk menjelaskan beberapa ayat atau susunan ayat al-Quran dari surat al-Fatihah sampai surat al-Nas.&quot; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis lain, seorang calon doktor dari satu Universitas di Australia yang juga rajin mengasongkan paham liberalisme, menulis sebuah catatan: &quot;Sebagian besar kaum Muslim meyakini bahwa Al-Quran dari halaman pertama hingga terakhir merupakan kata-kata Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad secara verbatim, baik kata-katanya (lafdhan) maupun maknanya (ma&#39;nan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan semacam itu sesungguhnya lebih merupakan formulasi dan angan-angan teologis (al-khayal al-dini) yang dibuat oleh para ulama sebagai bagian dari formalisasi doktrin-doktrin Islam.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi sebuah tesis master di Universitas Islam Negeri Yogyakarta (Dulu: IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), yang secara terang-terangan juga menghujat Mushaf Utsmani. Tesis itu sudah diterbitkan dalam sebuah buku berjudul: &quot;Menggugat Otentisitas Wahyu Tuhan&quot;, dan diberi kata pengantar dua orang doctor dalam bidang studi Islam, dosen di pascasarjana UIN Yogyakarta. Di dalam buku ini, misalnya, kita bisa menikmati hujatan terhadap al-Quran seperti kata-kata berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Setelah kita kembalikan wacana Islam Arab ke dalam dunianya dan melepaskan diri kita dari hegemoni budaya Arab, kini saatnya, kita melakukan upaya pencarian pesan Tuhan yang terperangkap dalam Mushaf Utsmani, dengan suatu metode dan pendekatan baru yang lebih kreatif dan produktif. Tanpa menegasikan besarnya peran yang dimainkan Mushaf Utsmani dalam mentransformasikan pesan Tuhan, kita terlebih dulu menempatkan Mushaf Utsmani itu setara dengan teks-teks lain. Dengan kata lain, Mushaf itu tidak sacral dan absolute, melainkan profan dan fleksibel. Yang sakral dan absolut hanyalah pesan Tuhan yang terdapat di dalamnya, yang masih dalam proses pencarian. Karena itu, kini kita diperkekenankan bermain-main dengan Mushaf tersebut, tanpa ada beban sedikitpun, beban sakralitas yang melingkupi perasaan dan pikiran kita.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena menghujat al-Quran seperti dilakukan oleh para sarjana dari kalangan Muslim semacam ini adalah fenomena baru dalam sejarah Islam Indonesia. Selama 350 tahun dijajah Belanda, fenomena semacam ini tidak pernah ada. Hal semacam ini sudah begitu lumrah dalam tradisi Kristen. Kritik terhadap Bibel sudah menjadi hal biasa. Mereka sudah mengembangkan satu bidang ilmu yang dikenal dengan nama &quot;Biblical Criticism&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi Kristen semacam ini sekarang dibawa masuk ke dalam tradisi Islam oleh orang-orang dari kalangan Muslim sendiri, yang terpengaruh oleh tradisi Kristen. Jika kita simak sebuah buku berjudul &quot;Penafsiran Alkitab dalam Gereja: Komisi Kitab Suci Kepausan&quot; (Yogyakarta: Kanisius, 2003), tampak bagaimana pengaruh studi Bibel telah merasuk ke dalam studi al-Quran di perguruan-perguruan tinggi Islam di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penyerang al-Quran sebenarnya hanya menjiplak ide-ide dan bukti-bukti yang disodorkan oleh para orientalis Yahudi dan Kristen. Bisa jadi, mereka juga mengambil fakta-fakta yang telah ditulis oleh para ulama Muslim. Tetapi, dianalisis dalam perspektif sesuai kepentingan orientalis. Jauh sebelumnya, pada tahun 1927, Alphonse Mingana, pendeta Kristen asal Iraq dan guru besar di Universitas Birmingham Inggris, sudah mengimbau bahwa &quot;sudah tiba saatnya sekarang untuk melakukan kritik teks terhadap al-Qur’an sebagaimana telah kita lakukan terhadap kitab suci Yahudi yang berbahasa Ibrani-Arami dan kitab suci Kristen yang berbahasa Yunani (The time has surely come to subject the text of the Kur’an to the same criticism as that to which we subject the Hebrew and Aramaic of the Jewish Bible, and the Greek of the Christian scriptures).&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imbauan pendeta Kristen dan tokoh studi Islam itulah yang kini diikuti oleh begitu banyak sarjana dari kalangan Muslim. Fenomena penyerangan terhadap al-Quran ini harusnya menjadi perhatian paling serius oleh para ulama dan cendekiawan Muslim. Ini adalah bentuk kemungkaran yang sangat besar. Sebab, mereka telah membongkar satu asas keyakinan kaum Muslim yang paling asas, yaitu tentang kesucian al-Quran. Mungkin para penghujat al-Quran itu sedang khilaf. Mungkin ia merasa menemukan sesuatu yang hebat sehingga merasa dirinya lebih hebat dari para Imam dan ulama Islam terkemuka. Mungkin juga mereka sekedar iseng, karena motif-motif tertentu. Atau, mungkin juga ia merasa menemukan kebenaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari semua itu, buku-buku atau artikel yang mereka terbitkan, tidak boleh dibiarkan begitu saja. Cendekiawan muslim wajib menjawabnya dengan cara-cara ilmiah yang lebih baik dari karya-karya mereka. Tentu saja ini bukan tugas yang ringan, dan memerlukan biaya yang sangat besar. Sebab, harus mengumpulkan literatur-literatur yang sangat banyak. Sayangnya, dalam Kongres Umat Islam yang baru lalu, masalah ini tidak disentuh. Padahal, masalah ini jauh lebih serius daripada masalah bencana alam, pornografi, dan sebagainya. Bukankah Rasulullah saw sudah berpesan, jika kita melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangan, lisan, atau hati. Yang menjadi problem besar saat ini adalah ketika para cendekiawan Muslim sendiri tidak paham, bahwa saat ini telah terjadi kemungkaran yang besar semacam ini. Wallahu a’lam. (Jakarta, 29 April 2005).&lt;br /&gt;&lt;/SPAN&gt;</description><link>http://bpn-mol.blogspot.com/2010/05/pantaskah-mempertanyakan-alquran.html</link><author>noreply@blogger.com (Ning)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5552508678473109135.post-5652269603387905894</guid><pubDate>Wed, 10 Feb 2010 03:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-11T21:44:12.807-08:00</atom:updated><title>Madinatul Iman : Tambah Umur Tambah .... ?</title><description>Tahun ini, 113 tahun sudah usia Balikpapan. Jauh lebih tua dari hampir seluruh warga yang memperingatinya pada hari ini. Apa yang telah dicapai Balikpapan di usia yang &quot;setua&quot; ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visi Madinatul Iman yang &lt;A HREF=&quot;http://www.balikpapan.go.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=1961&amp;Itemid=48&quot;&gt;dicanangkan oleh pemerintah kota&lt;/A&gt; tampaknya sudah disambut baik oleh warga.  Dalam acara launching pada awal tahun hijriah ini, Bapak walikota menjelaskan bahwa &lt;B&gt;Balikpapan madinatul iman adalah Balikpapan yang menjadi City of faith, kota yang didorong oleh semangat keyakinan, dorongan keimanan untuk menjadi lebih baik, maju dengan tetap bermartabat.&lt;/B&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madinatul Iman selalu ditasbihkan kepada kota Madinah di jaman Rasulullah dahulu. Siapa yang tidak ingin memiliki kota seindah itu. Seindah yang yang benar-benar indah, bukan hanya fisiknya tetapi kehidupannya yang makmur, maju di mana setiap warganya dilindungi oleh pemimpinnya, dunia dan akhirat. Dari Madinah lah Rasul memulai mengokohkan kekhilafahan Islam sehingga Islam yang Rahmatan lil &#39;aalamiin kemudian benar-benar terwujud dan tersebar ke seluruh penjuru dunia, hingga mencapai dua pertiga dunia.&lt;br /&gt;&lt;SPAN Class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;B&gt;Masa Sebelum Islam&lt;/B&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Rasul akhirnya mengokohkan Daulah Islam di Madinah, masyarakat arab dikenal sebagai masyarakat jahiliyah. Apa yang terjadi pada masa jahiliyah itu ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistim pergaulannya liberal. Tidak ada aturan yang melarang pergaulan bebas. Campur baur antara lelaki dan wanita dapat bebas terjadi. Prostitusi umum terjadi (biasanya rumah-rumah yang menyediakan layanan ini diberi tanda). Sistim ekonominya ribawi dan penuh kecurangan. Bunga membungakan uang adalah hal yang umum. Mengurangi timbangan sudah menjadi watak penduduk jahiliyah itu. Perempuan mendapat posisi yang terpinggirkan. Bahkan para anak-anak perempuan dibunuh, karena keluarganya malu karena memiliki anak tersebut.Peribadatannya paganisme, menyembah berhala-berhala yang mereka buat sendiri. Terkadang berhala yang disembah itu bahkan dibuat dari roti, yang akhirnya mereka makan sendiri pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;B&gt;Setelah diterapkan Islam&lt;/B&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Daulah berdiri, masyarakat jahiliyah itu berubah menjadi masyarakat yang disebut dalam alqur&#39;an sebagai khoyru ummah, umat yang terbaik di antara manusia. Sistem pergaulannya indah dan memuliakan manusia. Jangankan prostitusi,  &quot;sekedar&quot; mendekati perzinahan saja sudah sangat ditabukan oleh masyarakat. Perangkat hukum yang ada ditambah dengan keimanan yang tinggi dari masyarakat membuat kehidupan pergaulan yang islami dan menjaga kehormatan manusia. Sistem ekonominya memakmurkan rakyat, karena riba diharamkan secara mutlak, dan perangkat hukum serta keimanan masyarakatnya meniadakan kecurangan. Wanita diberi tempat yang mulia, disayangi dan dilindungi. Serta tiada lagi pembunuhan anak-anak perempuan. Mereka beribadah menyembah kepada Allah, Yang Maha Segalanya, Yang Menciptakan Aturan yang memuliakan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh seperti bumi dan langit bila melihat madinah dan jazirah arab SEBELUM Islam dan SESUDAH Islam, Jahiliyah versus Islamiyah, Hitam dan Putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;B&gt;Bagaimana dengan Balikpapan?&lt;/B&gt;&lt;br /&gt;Back to the Madinatul Iman, Balikpapan. Bila kita refleksikan dengan perbandingan di atas, bagaimana keadaanya ? Apakah mirip Madinah SEBELUM Islam atau SESUDAH-nya ? Hitam atau Putih ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mungkin masih bersyukur bahwa pengajian-pengajian dan kegiatan-kegiatan keislaman di kota ini cukup marak. Merupakan sebuah modal yang baik untuk meraih visi madinatul iman tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan system pergaulannya ? Saat ini hampir tak ada bedanya dengan kota-kota besar lainnya. Berita yang masih hangat tentang &quot;parade ayam sekolah&quot; di tengah maju mundurnya usaha pentutupan lokalisasi di kota ini membuat sulit untuk tidak mengakui bahwa pergaulan bebas masih mendapat tempat yang luas di kota ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem ekonominya ? Riba masih saja menjadi hal yang legal dan terus dilakukan oleh masyarakat. Jurang antara si kaya dan si miskin makin saja bertambah dalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembunuhan anak ? Kasus pembunuhan anak bahkan sebelum ia dilahirkan (melalui aborsi) marak terjadi. Alih-alih dilindungi, bahkan ada sekelompok orang yang ingin melegalkan pembunuhan seperti ini, demi melindungi hak wanita (si ibu) untuk menentukan apakah kehamilannya diinginkan atau tidak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar dari beberapa point di atas, bisa disimpulkan bahwa kondisi kita ini ternyata masih tidak terlalu jauh dari kondisi orang-orang jahiliyah pada masa sebelum diterapkannya Islam. Artinya, masih banyak PR kita bersama untuk mewujudkan Madinatul Iman yang sebenar-benarnya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;B&gt;Apa peran kita?&lt;/B&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang perlu dilakukan kita sebagai warga yang menginginkan tercapainya visi madinatul iman ini:&lt;br /&gt;Pertama, kita sebagai anggota masyarakat harus selalu berusaha menerapkan syariat Islam di setiap apa yang kita kerjakan. Perlu diingat bahwa syariat Islam bukan sekedar mengatur ibadah mahdhah seperti sholat, puasa, zakat saja. Tetapi di seluruh aspek kehidupan kita.&lt;br /&gt;Kedua, kita harus berusaha membuat suasana dan lingkungan yang kondusif untuk penerapan syariat Islam dengan mengajak masyarakat untuk juga terikat pada syariat Islam di keseluruhan aktifitas yang dilakukannya.&lt;br /&gt;Ketiga, mengkritisi setiap kebijakan penguasa/pemerintah yang tidak sesuai dengan syariat Islam. &lt;br /&gt;Keempat, tentu saja untuk melakukan ketiga hal di atas, kita harus terus menerus mengkaji Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirgahayu Madinatul Iman, Semoga visi ini segera terwujud secara kaaffah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/SPAN&gt;</description><link>http://bpn-mol.blogspot.com/2010/02/madinatul-iman-tambah-umur-tambah.html</link><author>noreply@blogger.com (Ning)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5552508678473109135.post-8196629100553204698</guid><pubDate>Fri, 05 Feb 2010 07:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-04T23:17:40.211-08:00</atom:updated><title>Promosi Film Lewat Trailer Vulgar</title><description>&lt;i&gt;Para kapitalis menggunakan cara apa saja demi mendatangkan keuntungan yang sebesar-besarnya dengan usaha dan modal yang sekecil-kecilnya. Prinsip &quot;Halal, Haram, Hantam..&quot; betul-betul dimanfaatkan. Salah satunya adalah dengan membuat sensasi sebanyak-banyaknya, sehingga reaksi masyarakat yang terkadang berlebihan, malah dijadikan pengiklanan gratis untuk mereka.&lt;br /&gt;Penguasa seharusnya bertindak tegas dengan menutup sama sekali peluang inisiatif berbau pornografi ini. (Ning)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href=&quot;http://movie.detikhot.com/read/2010/02/05/120038/1293745/620/promosi-film-lewat-trailer-vulgar&quot;&gt;Detik&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Han Kristi&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a6aefa70&amp;amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jakarta&lt;/strong&gt; - Menampilkan trailer film yang cenderung porno kini tengah menjadi trend di industri film Indonesia. Hal itu sepertinya memang sengaja dilakukan oleh produser film supaya film tersebut bisa menuai kontroversi.Salah satu contohnya, yang terjadi dengan film horor, &#39;Hantu Puncak Datang Bulan&#39; belum lama ini. Film produksi K2K Production itu menuai kontroversi setelah menampilkan trailer yang vulgar.&lt;br /&gt;&lt;SPAN CLASS=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Di trailer tersebut, sang bintang utama, Andi Soraya, pun tampak melakoni adegan topless.Ketua Lembaga Sensor Film, Muklis Paeni pun menilai kalau produser memang sengaja memamerkan trailer vulgar itu demi mempromosikan filmnya. Para produser itu berharap trailer yang vulgar itu mendapat protes dari organisasi masyarakat.&quot;Maksudnya ini untuk memancing institusi dan ormas agar film ini bisa naik,&quot; ujarnya saat ditemui di Gedung Film, Jl MT. Haryono, Jakarta Selatan, Kamis (4/2/2010).Muklis pun mengatakan produser film akan semakin diuntungkan dengan banyaknya pemberitaan di media soal kontroversi film tersebut. Hasilnya, masyarakat akan penasaran untuk menyaksikan film tersebut ketika diputar di bioskop.Hal itu pun diakui oleh Odi Mulya Hidayat, produser &#39;Suster Keramas&#39; dan &#39;Air Terjun Pengantin&#39;. Odi mengaku film yang menuai kontroversi akan mendapat promosi gratis di media. Rumah produksi tidak perlu mengeluarkan dana untuk memasang iklan di media tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Odi mengungkapkan tidak semua film akan untung jika menuai kontroversi. Menurutnya, kontroversi yang sengaja diciptakan oleh pembuat film bisa berdampak negatif pada filmnya sendiri, bisa jadi film tersebut malah gagal tayang.&quot;Bisa jadi kontroversi itu akan menjadi boomerang untuk film itu sendiri,&quot; ucapnya saat bincang-bincang dengan detikhot lewat telepon di hari yang sama.Odi ingin supaya LSF lebih memperhatikan trailer-trailer yang kini tengah beredar. Karena dikhawatirkan trailer-trailer yang beredar bisa membohongi masyarakat.&quot;Itu sama saja pembohongan publik, adegan-adegan di trailer tidak ada di filmnya,&quot; jelasnya.Nah, bagaimana menurut Anda? Apakah seorang produser layak untuk menampilkan trailer yang vulgar?(hkm/hkm)&lt;br /&gt;&lt;/SPAN&gt;</description><link>http://bpn-mol.blogspot.com/2010/02/promosi-film-lewat-trailer-vulgar.html</link><author>noreply@blogger.com (Ning)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5552508678473109135.post-3698512460765295980</guid><pubDate>Mon, 01 Feb 2010 02:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-31T19:03:19.359-08:00</atom:updated><title>Ironi Madinatul Iman</title><description>&lt;i&gt;Sungguh Ironi. Balikpapan yang menyatakan dirinya sebagai &lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color:#33cc00;&quot;&gt;Madinatul Iman&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;, ternyata menyimpan fakta yang pasti membuat merinding warganya. Di luar &quot;prostitusi resmi&quot; yang saat ini penutupannya masih belum jelas, prostitusi yang melibatkan anak-anak sekolah seperti tulisan di bawah ini ternyata telah terjadi selama ini. Sebuah PR besar, terutama untuk warga Madinatul Iman ini...(Ning)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color:#33cc00;&quot;&gt;&lt;b&gt;Parade “Ayam Sekolah&quot; di Kamar Hotel&lt;br /&gt;Perawan Rp 7 Juta, Bisa Booking Sekaligus Dua&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sumber : &lt;a href=&quot;http://www.kaltimpost.co.id/?mib=berita.detail&amp;amp;id=48591&quot;&gt;Kaltimpost On line&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin beragam saja cara yang dipakai para germo di Balikpapan untuk memuaskan pelanggannya. Salahsatunya dengan membuat semacam parade siswi SMU di kamar hotel dengan tujuan agar sang pria hidung belang bisa memilih sesuai selera. Tip yang didapatkan pun tentu bisa lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;HUJAN disertai petir silih berganti menyambut datangnya malam di Kota Beriman, Selasa baru-baru ini. Di sebuah kamar hotel ternama di wilayah Klandasan, Balikpapan Selatan, seorang wanita yang ditemani seorang bocah usia sekira empat tahun tampak sibuk menelepon. Suaranya lantang, bahkan tak jarang terdengar membentak. “Susah kamu itu. Kamu yang dicarikan uang, tapi kamu yang lambat-lambat,” tukasnya lantas menutup ponsel berwarna merah miliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu muda itu sedang memerintahkan sejumlah pekerja seks komersial (PSK) dari kalangan siswi alias “ayam sekolah&#39;&#39; untuk segera datang ke hotel. Di dalam kamar, wartawan Kaltim Post, Mami (germo), dan dua “ayam” sekolah telah hampir sejam menanti “pertunjukan” yang dijanjikan sang Mami. Sebab perjanjian sebelumnya, Mami akan membawa lebih dari lima siswi SMU sekaligus untuk dipilih sesuai selera pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua gadis yang telah berada di dalam kamar adalah siswi salahsatu SMK negeri di wilayah Ringroad Balikpapan Selatan. Sebelumnya mereka datang berbarengan dengan Mami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salahsatu dari siswi itu menenteng sebuah map berwarna biru. Saat ditanya, map itu berisi ijazah yang pagi sebelumnya diurus di sekolahnya. Namun ia enggan memperlihatkan lebih jelas. “Dia itu butuh uang mengurus ijazah. Katanya disuruh bayar Rp 300 ribu. Makanya dia butuh uang,” ujar Mami kepada Kaltim Post.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua gadis itu belum balik ke rumahnya usai pulang sekolah. Hal itu diketahui dari pengakuan mereka, ditambah lagi di masing-masing tasnya terdapat seragam sekolah, lengkap dengan jilbabnya. “Saya izin ke rumah teman. Yang penting sebelum jam 9 saya harus pulang,” kata salahsatu “ayam” sekolah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembari mengobrol, Mami tampak gelisah dan sibuk modar-mandir keluar masuk kamar. Tak lama berselang, satu persatu gadis anak baru gede (ABG) dimasukkan ke dalam kamar. Maklum, pihak keamanan hotel itu cukup ketat terhadap masuknya tamu anak di bawah umur, sehingga Mami harus menjemput satu persatu di pos sekuriti basement.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekira pukul 19.30 Wita, Mami berhasil memenuhi janjinya. Tujuh “ayam” sekolah diboyongnya sekaligus ke dalam kamar. Lima di antaranya siswi SMK, sisanya seorang pelajar SMP swasta di bilangan Gunung Pasir, Balikpapan Tengah, dan seorang lagi mahasiswi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarif yang ditawarkan untuk siswi dan pelajar itu Rp 500.000 sampai Rp 700.000 sekali “main” (shortime). Sementara mahasiswi yang mirip artis sinetron Shireen Sungkar mematok tarif Rp Rp 1 juta untuk shortime. Semuanya memang hanya meminta shortime, sebab seluruh anak itu harus pulang ke rumah masing-masing sebelum jam 10 malam. “Mau pakai sekaligus dua juga boleh. Tergantung budget-nya,” ungkap Mami menawarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layaknya parade ladies di sebuah club malam, satu persatu diminta memperkenalkan diri dengan ramah. Sang Mami terlihat menegur dua dari siswi itu karena dinilai penampilannya terlalu norak. “Saya memang tidak ada persiapan. Habis meneleponnya dadakan. Saya ini butuh uang. Saya terima Rp 300 ribu juga nggak apa-apa Kak,” kata salahsatu siswi SMK berbisik kepada Mami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat semua gadis ditolak dengan alasan kurang menarik, senyum Mami langsung muram. “Nggak masalah. Tapi tolong kasi saya uang taksi mereka,” pinta Mami lantas mengantar “ayam-ayam” itu keluar dari kamar menuju basement hotel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, Mami kembali ke kamar. Ia berusaha profesional dengan tidak menunjukkan tampang kecewa apalagi marah kepada harian ini. Wanita berkulit putih mulus itu lantas menyodorkan beberapa foto di ponselnya. “Lain kali jangan dadakan kalau minta parade. Ini ada lagi model-model. Tapi satu juta ke atas. Ada perawan Rp 7 juta kalau mau. Tapi tunggu sekitar dua hari,” ujarnya. (*)&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://bpn-mol.blogspot.com/2010/01/ironi-madinatul-iman.html</link><author>noreply@blogger.com (Ning)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5552508678473109135.post-2546787383232501955</guid><pubDate>Fri, 29 Jan 2010 06:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-28T22:15:03.359-08:00</atom:updated><title>Ahmadinejad:Imperialisme Gagal Kuasai Sumber Energi Timteng</title><description>&lt;I&gt;&lt;br /&gt;Berbagai upaya akan terus dilakukan para imperialis barat untuk menguasai tanah dan negeri-negeri kaum muslimin. Hanya dengan bersatu lah maka upaya tersebut bisa digagalkan. Di bawah ini adalah salah satu contohnya. Karenanya negeri-negeri kaum muslimin memang harus bersatu. (Ning) &lt;/I&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 29 Januari 2010, 08:52 WIB&lt;br /&gt;TEHERAN--Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, Kamis, mengatakan kekuatan imperialis sedang berusaha merebut kekuasaan atas sumber daya energi Timur Tengah, tapi mereka akan gagal, demikian laporan saluran elektronik satelit, Press TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berbicara dengan sekelompok pejabat di Teheran, Ahmadinejad mengatakan Iran, bersama dengan negara lain yang mencintai kemerdekaan di wilayah itu, takkan pernah membiarkan imperialisme berhasil, sebagaimana dikutip dari Xinhua-OANA. &lt;br /&gt;&lt;SPAN class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&quot;Mereka (negara imperialis) berusaha mendominasi sumber energi Timur Tengah tapi negara Iran dan negara lain (di wilayah ini) takkan membiarkan mereka berhasil,&quot; katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmadinejad tak menyebutkan contoh negara imperialis, tapi ia sebelumnya telah merujuk kepada negara tertentu Barat yang sedang berusaha menginjakkan kaki mereka di wilayah tersebut dengan kedok &quot;memerangi terorisme dan menyelesaikan masalah di wilayah itu&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;A HREF=&quot;http://www.republika.co.id/berita/102699/imperialisme_gagal_kuasai_sumber_energi_timteng&quot;&gt;Republika&lt;/A&gt;&lt;br /&gt;&lt;/SPAN&gt;</description><link>http://bpn-mol.blogspot.com/2010/01/ahmadinejadimperialisme-gagal-kuasai.html</link><author>noreply@blogger.com (Ning)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5552508678473109135.post-8309327743968743098</guid><pubDate>Sat, 23 Jan 2010 05:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-22T21:14:32.612-08:00</atom:updated><title>Pengadilan Anti-Islam Geert Wilders</title><description>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-m81Olx31ujCVlmwSo026f2C2yiA-PQtFpd0X_r7wSr39aWxLbyEnyZus7N1-29wbteEk2RvLaMT-bapo_XpUPd3MfRn1C2D_nEtixVtBI5gv79t2Uw_-1jpUd-AkIAkPaZ6SIGBVbjFv/s1600-h/Greet.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-m81Olx31ujCVlmwSo026f2C2yiA-PQtFpd0X_r7wSr39aWxLbyEnyZus7N1-29wbteEk2RvLaMT-bapo_XpUPd3MfRn1C2D_nEtixVtBI5gv79t2Uw_-1jpUd-AkIAkPaZ6SIGBVbjFv/s200/Greet.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5429799078045069986&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;oleh Vina Ramitha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(aljazeera.ne)INILAH.COM, Amsterdam – Siapa tak kenal film ‘Fitna’? Warna anti-Islam yang begitu keras, membuat penggagasnya, Geert Wilders, menjadi sorotan. Kini politisi Belanda itu sedang berhadapan dengan hukum di pengadilan negaranya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;SPAN class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Pengadilan Wilders mendapat sorotan di negaranya. Terutama di Eropa, di mana penduduk Muslim yang minoritas mulai merasa ada perlakukan diskriminasi terhadap mereka. Ketika sidang Wilders dimulai, hakim pun sangat berhati-hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak biasanya pemimpin sidang mengatakan pada tersangka bahwa proses pengadilan dijalankan seadil mungkin. “Kami akan membuat putusan, setelah kata terakhir diucapkan di pengadilan ini,” ujar sang hakim, seperti dikutip RNW, Jumat (22/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengadili Wilders harus dilakukan dengan hati-hati, mengingat ia dituntut menebarkan fitnah, memprovokasi diskriminasi, dan pada akhirnya berujung pada kekerasan. Bukti tindakannya itu terdapat di seluruh media dunia, terutama dalam film yang ia prakarsai, ‘Fitna’. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian juga yang paling menghebohkan, ucapannya ketika membandingkan Al Quran dengan Mein Kampf milik pemimpin Nazi Adolf Hitler. Kedua hal itu akan dikaji secara hukum melalui sidang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sidang dengar pendapat ini, hakim akan memutuskan saksi yang akan dipanggil dalam sesi selanjutnya. Sementara Wilders yang duduk di kursi tersangka, merasa Islam yang harus diadili dan bukan dirinya. Ia bahkan meminta bantuan kolega-kolega warga Belanda yang telah menyuarakan anti-Islam sejak lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tudingan terhadap klien saya ini tak dikaji secara lebih jauh. Seharusnya ia tak diadili di Amsterdam, melainkan di kota tempat tinggalnya, Hague,” ujar pengacara Wilders, Bram Moszkowicz. Ia menuding jaksa berlaku tak adil dan malah membuat masyarakat membenci komunitas non-Barat dan komunitas Maroko yang banyak di Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simpatisan pendukung Wilders juga berkumpul di luar pengadilan dan berunjuk rasa. Sementara kalangan pengacara juga ada yang mendukungnya. Salah satunya adalah Paul Velleman, seorang pengacara terkemuka di negara itu, yang pernah menentang sidang Wilders. Ia merasa tak ada satupun yang dilakukan sang politisi itu yang melanggar hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Velleman adalah spesialis kasus yang berhubungan dengan kebebasan bersuara dan diskriminasi. Ia pernah membuat keputusan untuk tak menyidangkan salah satu kasus kontroversial di Belanda. Kasus itu melibatkan seorang aktivis Belanda untuk Palestina, Gretta Duisenberg, pada 2003 lalu. Perempuan itu sempat menjadi pemberitaan karena berniat mengumpulkan enam juta tanda tangan untuk mendukung kemerdekaan Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, saat ini proses hukum terhadap Wilders telah berjalan. Jaksa penuntut telah menyiapkan 70 lembar tuntutan untuknya. Termasuk lima tudingan melanggar hukum Belanda ketika memberikan lebih dari 100 pidato di hadapan publik yang sarat dengan provokasi dan pelecehan. Misalnya, ia pernah ‘memanasi’ publik untuk ikut serta mendukung invasi Islam yang menurutnya sedang terjadi di Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membela dirinya, kubu pria berusia 46 tahun ini berencana menghadirkan 18 saksi dalam sidang. Salah satunya cukup kontroversial, seperti Mohammed Bouyeri, pria yang menusuk dan menembak Theo van Gogh di jalanan Amsterdama pada 2004 lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus pembunuhan itu melukai toleransi publik terhadap keberadaan Muslim di Belanda. Van Gogh adalah seorang sineas Belanda yang pernah membuat film anti-Islam mengenai Muslimah, ‘Submission’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tewasnya Gogh itulah yang membuat Wilders semakin bernapsu untuk menyerang Islam. Ketua Freedom Party Belanda ini sedang membela nasibnya di pengadilan. Banyak kalangan berharap hakim akan memutuskan dengan adil. Terutama guna mencegah perpecahan lebih dalam antara Muslim dan agama lainnya di Eropa. [mdr]&lt;br /&gt;&lt;/SPAN&gt;</description><link>http://bpn-mol.blogspot.com/2010/01/pengadilan-anti-islam-geert-wilders.html</link><author>noreply@blogger.com (Ning)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-m81Olx31ujCVlmwSo026f2C2yiA-PQtFpd0X_r7wSr39aWxLbyEnyZus7N1-29wbteEk2RvLaMT-bapo_XpUPd3MfRn1C2D_nEtixVtBI5gv79t2Uw_-1jpUd-AkIAkPaZ6SIGBVbjFv/s72-c/Greet.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5552508678473109135.post-7198314470428420505</guid><pubDate>Thu, 21 Jan 2010 01:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-20T23:04:11.376-08:00</atom:updated><title>Kak Seto: Razia Dubur Anak Jalanan Sadis!</title><description>Anwar Khumaini - detikNews&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Ketua Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi atau yang akrab dipanggil Kak Seto mengutuk keras razia dubur terhadap anak jalanan yang dilakukan oleh kepolisian di Bekasi, Jawa Barat. Razia tersebut justru dianggap Kak Seto sebagai perbuatan yang sadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Kami memprotes keras kalau razia tersebut. Itu sadis sekali dan sangat melanggar hak anak dan membuat anak-anak tidak dihargai,&quot; kata Kak Seto kepada detikcom, Rabu (20/1/2010) malam.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Kak seto sangat terganggu dengan penggunaan istilah &#39;razia&#39;. Menurutnya istilah tersebut tidak pantas ditujukan terhadap anak-anak, apalagi atas perbuatan yang tidak mereka lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harusnya, imbuh dia, mereka diperlakukan dengan baik. Misalkan dengan melibatkan para psikolog, dan memeberikan bimbingan tentang bahaya perilaku seks menyimpang. Bukannya malah dikejar-kejar dan ditangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Dengan demikian anak-anak bisa lebih tulus dan bisa menyampaikan keadaan sebenarnya. Anak-anak biasanya ingin didengar, tapi tidak ada satu pun yang mau mendengarkan dengan tulus,&quot; ujar pelantun lagu &#39;Si Komo&#39; ini mengeluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komnas Perlindungan Anak, lanjut Kak Seto akan melakukan upaya-upaya konstruktif dengan menggandeng Depsos, kepolisian dan dokter ahli forensik untuk bersama-sama mencari solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal utama yang harus diperhatikan menurut Kak Seto sebenarnya adalah mengatasi masalah kemiskinan. Kemiskinanlah yang selama ini menjadi sumber&lt;br /&gt;maraknya anak-anaknya di jalanan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kak Seto berharap para anak jalanan ini makin diperhatikan nasibnya. Bukannya malah diposisikans ebagai sampah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Misalkan memberdayakan anak-anak ini dalam rumah singgah, pusat pengembangan anak jalanan, sehingga mereka dihargai dan dikembangkan potensinya, seperti menyanyi, atau membuat karya lain yang bisa dikembangkan,&quot; papar pria berkacamata ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Pemerintah seharusnya melakukan hal konkret menangani masalah ini dengan merazia para pelaku, bukannya malah merazia anak-anak,&quot; pungkas Kak Seto.&lt;br /&gt;(anw/asp) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;A HREF=&quot;http://www.detiknews.com/read/2010/01/21/071001/1282926/10/kak-seto-razia-dubur-anak-jalanan-sadis?991101605&quot;&gt;Detik&lt;/A&gt;&lt;br /&gt;&lt;/SPAN&gt;</description><link>http://bpn-mol.blogspot.com/2010/01/kak-seto-razia-dubur-anak-jalanan-sadis.html</link><author>noreply@blogger.com (Ning)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5552508678473109135.post-1950839574994263385</guid><pubDate>Tue, 19 Jan 2010 00:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-18T16:43:43.114-08:00</atom:updated><title>FMP3 : Foto Pre Wedding Dinyatakan Haram</title><description>Kediri (voa-islam.com) - Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri (FMP3) se Jawa Timur, yangm merupakan organisasi dibawah Nahdlatul Ulama (NU), mengeluarkan 6 rumusan yang cenderung haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumusan tersebut dalam rangka bahtsul masail pada Kamis (14/1/2010), atau bertepatan dengan bahtsul masa&#39;il FMP3 yang ke XII dan digelar jelang perayaan 1 abad Pondok Pesantren Lirboyo. Kegiatan ini diikuti 248 perwakilan dari 46 pondok pesantren putri se Jawa Timur.. Hasilnya, dihasilkan pada sejumlah permasalahan yang mengemuka di tengah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara yang dibagi menjadi beberapa komisi diantaranya mengeluarkan rumusan tentang hukum pembuatan foto pre wedding, seperti kita ketahui bersama bahwa banyaknya umat islam yang kerap menampilkan foto calon pengantin di lembar undangan pernikahan mereka. Permasalahan intinya adalah apalagi kalau bukan potensi kemaksiatan yang timbul, karena sebelum menikah sang calon pengantin kerap berfoto dalam pose bermesraan layaknya pasangan yang sudah menikah&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;diharamkan apabila dalam pembuatan foto dilakukan dengan dibarengi adanya ikhtilat atau percampuran laki-laki dan perempuan, bermesraan berduaan dan membuka aurat&lt;br /&gt;Foto pre wedding diharamkan karena dengan 2 pertimbangan, yang pertama yaitu bagi pasangan mempelai dan fotografer yang melakukannya. Untuk mempelai diharamkan apabila dalam pembuatan foto dilakukan dengan dibarengi adanya ikhtilat (percampuran laki-laki dan perempuan), kholwat (berduaan) dan kasyful aurat (membuka aurat). Sementara pekerjaan fotografer pre wedding juga diharamkan karena dianggap menunjukkan sikap rela dengan kemaksiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut hasil rumusan Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri (FMP3) : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dia Fatwa Haram yang dikeluarkan oleh FMP3:&lt;br /&gt;1.Pekerjaan ojek untuk seorang wanita = Haram&lt;br /&gt;2.Rebonding bagi wanita single = Haram&lt;br /&gt;3.Gaya rambut rasta, punk dan pengecatan dengan menggunakan warna merah dan kuning = Haram&lt;br /&gt;4.Peran sebagai orang nasrani untuk aktris muslimah = Haram&lt;br /&gt;5.Pembuatan foto pre wedding = Haram&lt;br /&gt;(dbs/dtk/voa-islam.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/SPAN&gt;</description><link>http://bpn-mol.blogspot.com/2010/01/fmp3-foto-pre-wedding-dinyatakan-haram.html</link><author>noreply@blogger.com (Ning)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5552508678473109135.post-8858297371049330736</guid><pubDate>Mon, 18 Jan 2010 02:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-17T18:28:09.340-08:00</atom:updated><title>“Islam Progresif” dan Seks Bebas</title><description>Penulis: Adian Husaini     &lt;br /&gt;Di antara pegiat “Islam Progresif”, atau “Islam Liberal”, nama Sumanto Al Qurtuby memang sudah bukan asing lagi. Alumnus Fakultas Syariah IAIN Semarang ini terkenal dengan ide-ide liberalnya yang sangat berani. Di sebuah Jurnal yang terbit di Fakultas Syariah IAIN Semarang, Justisia, ia pernah mengusulkan agar sejumlah ayat al-Quran diamandemen. Belakangan, kaum liberal di Indonesia, semakin terbuka melontarkan wacana perlunya proses ”Desakralisasi al-Quran”.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Meskipun sudah terbiasa membaca berbagai pendapat liberal dan progresif yang aneh-aneh, tetapi saya tetap terbelalak dan nyaris tak percaya, ada sebuah tulisan yang secara terbuka mendukung praktik seks bebas, asal dilakukan suka sama suka, tanpa paksaan. Tulisan Sumanto itu berjudul ”Agama, Seks, dan Moral”, yang dimuat dalam sebuah buku berjudul Jihad Melawan Ekstrimis Agama, Membangkitkan Islam Progresif (terbit pertama Oktober 2009). Kita perlu ”berterimakasih” kepada Sumanto yang secara jujur dan terbuka melontarkan ide liberal dan progresif, sehingga lebih mudah dipahami. Sebab, selama ini banyak yang mengemas ide ”Islam progresif” dan ”Islam liberal” dengan berbagai kemasan indah dan menawan, sehingga berhasil menyesatkan banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih jelas menyimak persepsi ”Islam Progresif” tentang seks bebas ini, ada baiknya kita kutip agak panjang artikel dari penulis yang dalam buku ini memperkenalkan dirinya sebagai kandidat doktor bidang antropologi politik dan agama di Boston University. Kutipan ini ada di halaman 182-184:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apa yang diwartakan oleh agama (Islam, Kristen dan lainnya) hanyalah satu sisi saja dari sekian banyak persepsi tentang seks itu atau katakanlah sex among others. Bahkan jika kita kaji lebih jauh, ajaran Kristen atau Islam yang begitu ”konservatif” terhadap tafsir teks sebetulnya hanyalah reaksi saja atas peradaban Yunani (Hellenisme) yang memandang seks secara wajar dan natural. Kita tahu peradaban Yunani telah merasuk ke wilayah Eropa (lewat Romawi) dan juga Timur Tengah di Abad Pertengahan yang kemudian menimbulkan sejumlah ketegangan kebudayaan. Oleh karena itu tidak selayaknya jika persepsi agama ini kemudian dijadikan sebagai parameter untuk menilai, mengevaluasi dan bahkan menghakimi pandangan di luar agama tentang seks. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kita saksikan dewasa ini adalah sebuah pemandangan keangkuhan oleh kaum beragama (dan lembaga agama) terhadap fenomena seksualitas yang vulgar sebagai haram, maksiat, tidak bermoral dan seterusnya. Padahal moralitas atau halal-haram bukanlah sesuatu yang given dari Tuhan, melainkan hasil kesepakatan atau konsensus dari ”tangan-tangan gaib” (invisible hand, istilah Adam Smith) kekuasaan, baik kekuasaan politik maupun otoritas agama. Teks-teks keagamaan dalam banyak hal juga merupakan hasil ”perselingkuhan” antara ulama/pendeta dengan pemimpin politik dalam rangka menciptakan stabilitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rasa Tuhan tidak mempunyai urusan dengan seksualitas. Jangankan masalah seksual, persoalan agama atau keyakinan saja yang sangat fundamental, Tuhan – seperti secara eksplisit tertuang dalam Alqur’an – telah membebaskan manusia untuk memilih: menjadi mukmin atau kafir. Maka, jika masalah keyakinan saja Tuhan tidak perduli, apalagi masalah seks? Jika kita mengandaikan Tuhan akan mengutuk sebuah praktek ”seks bebas” atau praktek seks yang tidak mengikuti aturan resmi seperti tercantum dalam diktum keagamaan, maka sesungguhnya kita tanpa sadar telah merendahkan martabat Tuhan itu sendiri. Jika agama masih mengurusi seksualitas dan alat kelamin, itu menunjukkan rendahnya kualitas agama itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga jika kita masih meributkan soal kelamin – seperti yang dilakukan MUI yang ngotot memperjuangkan UU Pornografi dan Pornoaksi – itu juga sebagai pertanda rendahnya kualitas keimanan kita sekaligus rapuhnya fondasi spiritual kita. Sebaliknya, jika roh dan spiritualitas kita tangguh, maka apalah artinya segumpal daging bernama vagina dan penis itu. Apalah bedanya vagina dan penis itu dengan kuping, ketiak, hidung, tangan dan organ tubuh yang lain. Agama semestinya ”mengakomodasi” bukan ”mengeksekusi” fakta keberagaman ekspresi seksualitas masyarakat. Ingatlah bahwa dosa bukan karena ”daging yang kotor” tetapi lantaran otak dan ruh kita yang penuh noda. Paul Evdokimov dalam The Struggle with God telah menuturkan kata-kata yang indah dan menarik: ”Sin never comes from below; from the flesh, but from above, from the spirit. The first fall occurred in the world of angels pure spirit…” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan lebih jauh, ide tentang dosa sebetulnya adalah hal-hal yang terkait dengan sosial-kemanusiaan bukan ritual-ketuhanan. Dalam konteks ini maka hubungan seks baru dikatakan “berdosa” jika dilakukan dengan pemaksaan dan menyakiti (baik fisik atau non fisik) atas pasangan kita. Seks jenis inilah yang kemudian disebut “pemerkosaan”. Kata ini tidak hanya mengacu pada hubungan seks di luar rumah tangga tetapi juga di dalam rumah tangga itu sendiri. Seseorang (baik laki-laki maupun perempuan) dikatakan “memperkosa” (baik dalam rumah tangga yang sudah diikat oleh akad-nikah maupun bukan) jika ia ketika melakukan perbuatan seks ada pihak yang tertekan, tertindas (karena mungkin diintimidasi) sehingga menimbulkan perasaan tidak nyaman. Inilah tafsir pemerkosaan. Dalam konteks ini pula saya menolak sejumlah teks keislaman (apapun bentuknya) yang berisi kutukan dan laknat Tuhan kepada perempuan/istri jika tidak mau melayani birahi seks suami. Sungguh teks demikian bukan hanya bias gender tetapi sangat tidak demokratis, dan karena itu berlawanan dengan spirit keislaman dan nilai-nilai universal Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana hukum hubungan seks yang dilakukan atas dasar suka sama suka, “demokratis”, tidak ada pihak yang “disubordinasi” dan “diintimidasi”? Atau bagaimana hukum orang yang melakukan hubungan seks dengan pelacur (maaf kalau kata ini kurang sopan), dengan escort lady, call girl dan sejenisnya? Atau hukum seorang perempuan, tante-tante, janda-janda atau wanita kesepian yang menyewa seorang gigolo untuk melampiaskan nafsu seks? Jika seorang dosen atau penulis boleh “menjual” otaknya untuk mendapatkan honor, atau seorang dai atau pengkhotbah yang “menjual” mulut untuk mencari nafkah, atau penyanyi dangdut yang “menjual” pantat dan pinggul untuk mendapatkan uang, atau seorang penjahit atau pengrajin yang “menjual” tangan untuk menghidupi keluarga, apakah tidak boleh seorang laki-laki atau perempuan yang “menjual” alat kelaminnya untuk menghidupi anak-istri/suami mereka? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah kisah dalam sejarah keislaman yang layak kita jadikan bahan renungan: ada seorang pelacur kawakan yang sudah letih mencari pengampunan kemudian menyusuri padang pasir yang tandus. Ia hanya berbekal sebotol air dan sepotong roti. Tapi di tengah perjalanan ia melihat seekor anjing yang sedang kelaparan dan kehausan. Karena perasaan iba pada anjing tadi, si pelacur kemudian memberikan air dan roti itu padanya. Berita ini sampai kepada Nabi Muhammad yang mulia. Dengan bijak beliau mengatakan bahwa si pelacur tadi kelak akan masuk surga! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini menunjukkan bahwa Islam lebih mementingkan rasa sosial-kemanusiaan ketimbang urusan perkelaminan…” (***)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah gagasan “Islam-progresif” dalam soal kebebasan seksual yang diungkapkan Sumanto. Memang, sekarang, istilah “Islam progresif” sedang digandrungi kalangan Perguruan Tinggi Islam. Pada Juli 2009, di UIN Jakarta diadakan Konferensi &#39;Debating Progressive Islam: A Global Perspective&#39;. Tentu banyak tafsir dan penjelasan tentang makna “Islam Progresif”. Salah satunya adalah versi Sumanto. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam progresif biasanya dimaksudkan sebagai “Islam yang maju”, sesuai dengan asal kata dalam bahasa Latin “progredior”. Sebagaimana banyak pemikir yang mengaku progresif, mereka menempatkan Islam sebagai “evolving religion”, yakni agama yang selalu berkembang mengikuti zaman. Dalam perspektif ini, Islam juga dipandang sebagai agama budaya. Karena itulah, tidak mengherankan, jika mereka memandang tidak ada satu ajaran Islam yang bersifat tetap. Semua harus tunduk dengan realitas zaman. Agama ditundukkan oleh akal. Salah satu yang banyak dijadikan dasar pijakan adalah aspek “kemaslahatan” dan sifat Islam sebagai “rahmatan lil-alamin”. Dengan alasan inilah, berbagai kemunkaran dan kejahatan bisa disahkan. Tentang keabsahan praktik homoseksual, misalnya, ditulis dalam buku ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Agama, apalagi Islam, yang mengusung jargon “rahmatan lil alamin” -- rahmat bagi sekalian alam ini harus memberi ruang kepada umat gay, lesbi, atau waria untuk diposisikan secara equal dengan lainnya. Tuhan, saya yakin tidak hanya milik laki-laki dan perempuan saja, tetapi juga “mereka” yang terpinggirkan di lorong-lorong sepi kebudayaan.” (hal. 176). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena berpijak pada realiatas dan sejarah sebagai penentu kebenaran -- juga syahwat atau hawa nafsu – maka teks-teks wahyu, sunnah Rasulullah saw, dan tafsir wahyu yang otoritatif dikesampingkan. Cara berpikir seperti ini juga sangat paradoks. Dengan berdalih sikap kritis kepada tafsir al-Quran dari para ulama yang otoritatif, banyak kaum yang mengaku liberal dan progresif pada akhirnya tidak mampu bersikap kritis sama sekali pada sejumlah ilmuwan Barat. Mereka sangat ta’dzim dalam mengutip pendapat-pendapat ilmuwan non-Muslim. Ketika menyimpulkan bahwa dosa bukan karena ”daging yang kotor” tetapi lantaran otak dan ruh yang penuh noda, dikutiplah pendapat Paul Evdokimov dengan penuh hormat dan ta’jub, bahwa si Evdokimov “telah menuturkan kata-kata yang indah dan menarik.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sudah sering membuktikan, sikap sok kritis yang diusung oleh kaum yang menamakan diri liberal dan progresif ini biasanya hanya kritis terdapat pendapat para ulama yang dianggapnya tidak sesuai dengan hawa nafsunya. Dan Allah sudah mengingatkan dalam al-Quran bahwa, jika seorang manusia sudah menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya, maka akan tertutuplah hati, telinga dan matanya untuk menerima kebenaran. (QS 45:23). Orang bisa memiliki kepandaian yang tinggi, tetapi ilmunya tidak bermanfaat, bahkan bisa merusak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah, untuk menjaga agar ilmu tidak merusak, para ulama selalu menekankan pentingnya masalah adab dalam urusan keilmuan. Dalam kitabnya yang berjudul Adabul ‘Alim wal-Muta’allim, pendiri NU, Kyai Haji Hasyim Asy’ari mengutip pendapat Ibn al-Mubarak yang menyatakan: “Nahnu iaa qalilin minal adabi ahwaja minnaa ilaa katsirin mina ’ilmi.” (Kami lebih membutuhkan adab, meskipun sedikit, daripada banyaknya ilmu pengetahuan). Demikian pendapat KH Hasyim Asy’ari. Orang yang beradab tahu meletakkan dirinya sendiri di hadapan Allah, Rasulullah saw, para ulama pewaris Nabi, dan juga tahu bagaimana menempatkan ilmu. Karena itulah, al-Quran menekankan pentingnya ada klasifikasi sumber informasi diantara manusia. Jika sumber informasi berasal dari orang fasiq (orang jahat, seperti pelaku dosa besar), maka jangan dipercaya begitu saja ucapannya. Ada unsur akhlak yang harus dimasukkan dalam menilai kriteria sumber informasi yang patut dipercaya. (QS 49:6). Seorang yang tidak beradab (biadab) dalam keilmuan sudah tidak dapat lagi membedakan mana sumber ilmu yang shahih dan mana yang bathil. &lt;br /&gt;Soal zina, misalnya. Sebagai Muslim, tentu kita yakin benar bahwa zina itu tindakan haram dan biadab. Keyakinan itu berdasarkan kepada penjelasan yang sangat tegas dalam ayat-ayat al-Quran, banyak hadits Rasulullah saw, pendapat para sahabat Nabi, dan para ulama Islam terkemuka. Dalam soal zina ini, kita lebih percaya kepada pendapat para ulama ketimbang pendapat Karl Marx, Paul Evdokimov, Bill Clinton, atau Ernest Hemingway. Sebagai manusia beradab kita bisa membedakan, mana sumber informasi yang layak dipakai dan mana yang tidak. Sebab, Allah sendiri membedakan jenis-jenis manusia. Orang mukmin disebut “khairul barriyyah” (sebaik-baik makhluk) dan orang kafir disebut “syarrul barriyyah” (sejelek-jeleknya makhluk) (QS 98). Meskipun sering mengkampanyekan “kesetaraan semua pemeluk agama”, tetapi faktanya, kaum yang menamakan diri mereka sebagai pengikut “Islam liberal”, “Islam pluralis” atau “Islam progresif” juga tetap menggunakan identitas Islam. Tidak ada yang mau menyebut dirinya “kafir-liberal” atau “kafir-progresif”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, jika kita menelaah pemikiran liberal, dukungan terhadap praktik seks bebas bukanlah hal yang aneh. Ini adalah akibat logis dari sebuah konsep dekonstruksi aqidah dan dekonstruksi kotab suci. Jika seorang sudah tidak percaya bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan dan Nabi Muhammad saw adalah utusannya, kemudian dia pun tidak percaya kepada otoritas ulama-ulama Islam yang mu’tabarah – seperti Imam al-Syafii – maka yang dia jadikan sebagai standar pengukur kebenaran adalah akalnya sendiri atau hawa nafsunya sendiri. Kita paham, masyarakat Barat saat ini tidak memandang praktik seks bebas sebagai suatu kejahatan. Homoseksual juga dipandang sebagai hal yang normal. Sebaliknya, bagi mereka, praktik poligami dikutuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai-nilai masyarakat Barat yang sekular – tidak berpijak pada ajaran agama -- inilah yang sejatinya dianut juga oleh kaum yang mengaku liberal atau progresif ini. Bagi mereka, seperti tergambar dalam pendapat Sumanto ini, urusan seks dipandang sekedar urusan syahwat biologis semata, sebagaimana layaknya praktik seksual para babi, kambing, monyet, ayam, dan sebagaimana. Seks dianggap seperti soal buang hajat besar atau kecil, kapan mereka mau, maka mereka akan salurkan begitu saja. Yang penting ada kerelaan; suka sama suka. Tapi, bagi kita yang Muslim, dan juga pemeluk agama lain, jelas soal seksual dipandang sebagai hal yang sakral. Karena itulah, agama-agama yang hidup di Indonesia, sangat menghormati lembaga perkawinan. &lt;br /&gt;Dalam pandangan Islam, jelas ada perbedaan nilai dan posisi antara penis dengan pipi, meskipun keduanya sama-sama daging. Bagi seorang Muslim, yang menjadikan “penis” dan “pipi” berbeda adalah nilai-nilai yang diajarkan oleh Islam. Sebelum zaman Islam, banyak suku bangsa yang masih memandang sama kedudukan daging wanita dengan daging kambing, sehingga mereka menjadikan ritual korban dengan menyembelih wanita dan kemudian meminum darahnya. Seorang Muslim memandang penting perbedaan antara “daging manusia” dengan “daging ayam”. Daging ayam halal hukumnya untuk dimakan. Jenazah manusia harus dihormati. Jangankan dimakan dagingnya, jenazah manusia harus dihormati dan diperlakukan dengan baik. Jika kaum liberal melakukan dekonstruksi dalam aqidah dan nilai-nilai moral, maka akibatnya, pornografi atau seks bebas pun kemudian didukung. Sebab, dalam pikiran liberal, tidak ada aturan yang pasti, mana bagian tubuh yang boleh dibuka dan mana yang harus ditutup. Yang menjadi standar baik buruk adalah ”kepantasan umum”. Kalau memang bertelanjang atau beradegan porno sesuai dengan tuntutan skenario dan dilakukan ”pada tempatnya”, maka itu dianggap sebagai hal yang baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepastian akan kebenaran dan nilai itulah yang membedakan antara Muslim dengan kaum liberal. Orang Muslim yakin dengan kebenaran imannya, dan yakin ada kepastian dalam soal halal dan haram. Hukum tentang haramnya babi sudah jelas dan tetap haram sampai kiamat. Begitu juga dengan haramnya zina, dan haramnya perkawinan sesama jenis (homo dan lesbi). Tapi, dalam perspektif liberal dan progresif, seperti dipaparkan oleh buku ini, larangan agama terhadap perkawinan sesama jenis ini pun dianggapnya sudah tidak berlaku. Tentang perlunya legalisasi perkawinan sesama jenis, ditulis dalam buku ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan harap diingat, konsep perkawinan dalam suatu ikatan ”sakral” bukan melulu untuk mereproduksi keturunan melainkan juga untuk mewujudkan keluarga sakinah (ketenteraman/kebahagiaan). Maka, dalam bingkai untuk mewujudkan keluarga sakinah ini seorang gay atau lesbian harus menikahi sesama jenis. Justru melapetaka yang terjadi jika kaum gay-lesbian dipaksa kawin dengan lain jenis. Untuk mewujudkan gagasan perkawinan sejenis ini, maka paling tidak ada dua hal yang harus ditempuh: pembongkaran di tingkat wacana keagamaan, yakni teks-teks skriptural (dalam konteks Islam: teks tafsir dan fiqih khususnya) yang masih terkesan diskriminatif dan kemudian pembongkaran di tingkat struktur normatif masyarakat yang masih bias dalam memandang pola relasi antar-manusia.” (halaman 175). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berulangkali kita menyerukan kepada kaum yang mengaku liberal, progresif dan sejenisnya, agar mengimbangi sikap kritis dengan adab. Ada adab kepada al-Quran, adab kepada para Nabi, adab kepada ulama pewaris Nabi. Sayangnya, buku yang memuat pendapat yang merusak – seperti dukungan terhadap praktik seks bebas ini -- justru dipuji-puji dan didukung oleh orang yang seharusnya justru bersikap kritis dan mendidik masyarakat dengan akhlak yang mulia. Di sampul buku bagian belakang, dicantumkan sejumlah pujian. Djohan Effendi, pendiri Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), menyebut buku ini: “sangat inspiratif untuk melakukan refleksi atas perjalanan umat Islam selama ini. Pendapatan dan sikap kritis yang ia lakukan merupakan sumbangan yang sangat berarti untuk mendorong pemikiran progresif di kalangan generasi baru umat Islam yang menginginkan kemajuan bersama dengan orang dan umat lain.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah upaya kita mendidik anak-anak kita dengan akhlak mulia dan menjauhkan mereka dari praktik pergaulan bebas, kita tentu patut berduka dengan sikap sebagian kalangan yang mengusung jargon “Islam progresif” tetapi justru memberikan dukungan terhadap praktik seks bebas semacam ini. Bagi kita, ini suatu ujian iman. Kita tidak bertanggung jawab atas amal mereka. Mudah-mudahan, dengan bimbingan dan lindungan Allah SWT, kita selamat dalam meniti kehidupan dan mengakhiri hidup kita dengan husnul khatimah. Amin. (Solo, 22 Muharram 1431 H/8 Januari 2010).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://insistnet.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=194&amp;Itemid=57&lt;br /&gt;&lt;/SPAN&gt;</description><link>http://bpn-mol.blogspot.com/2010/01/islam-progresif-dan-seks-bebas.html</link><author>noreply@blogger.com (Ning)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5552508678473109135.post-9043688362156267825</guid><pubDate>Mon, 18 Jan 2010 01:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-17T18:42:52.855-08:00</atom:updated><title>Pluralisme: Kerancuan Istilah dan Pemahaman</title><description>Penulis: Anis Malik Thoha&lt;br /&gt;Perdebatan dan kontroversi tentang masalah Pluralisme kembali menghangat di Indonesia. Meskipun masalah ini sudah banyak ditulis dan didiskusikan, pro-kontra itu terus saja berlangsung. Dalam mencermati hiruk-pikuk wacana “Pluralisme” pada umumnya, dan “Pluralisme Agama” khususnya, yang tengah marak di negeri kita pada dasawarsa pertama abad ke-21 ini; pun juga dalam berbagai kesempatan mengisi berbagai workshop, seminar dan konferensi, khusus mengenai isu dan wacana tersebut, saya merasa gamang, ada sesuatu yang sangat mengusik nalar kesadaran. &lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tidak? Wacana ini sudah sedemikian melebar dan meluas, serta merambah ke berbagai ranah, dan disahami oleh berbagai kalangan – mulai dari politisi, budayawan, agamawan sampai akademik, tapi topik utama yang diwacanakan ini nyaris tidak pernah benar-benar diupayakan pendefinisiannya secara teknis atau sesuai dengan yang dimaksudkan oleh para ahlinya. Padahal inilah langkah metodologis awal yang mesti dilakukan oleh siapa pun yang interest dan berkepentingan dengan isu ini. Lebih dari itu, sebetulnya masalah ini adalah masalah tuntutan logis belaka yang niscaya, yang jika diabaikan maka secara tak terhindarkan akan menciptakan tidak saja kerancuan atau kebingungan (confusion), tapi juga pada akhirnya mengaburkan dan bahkan menyesatkan (misleading).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama kita terdahulu dari berbagai bidang dan disiplin ilmu ternyata sangat peka dan menyadari betapa krusialnya problem definisi ini sebelum mereka mengupas bahasan-bahasan di bidang masing-masing secara detail. Para fuqaha’, misalnya, begitu sistematis dalam mengupas masalah-masalah fiqh, dimulai dengan definisi-definisi yang gamblang secara lughawy maupun teknisnya: apa itu taharah, wudhu, tayammum, mandi, dsb. Tapi sayang sekali, dewasa ini model dan tradisi semacam ini tampak banyak ditinggalkan oleh kalangan kita, khususnya dalam hal berwacana Pluralisme Agama.&lt;br /&gt;Entah karena sebab oversight atau apa, yang jelas pada hakekatnya tidak banyak di kalangan kita yang mencoba mengerti atau memahami, apalagi mempersoalkan problem definisi ini dengan betul dan bijak. Seakan-akan istilah Pluralisme Agama ini sudah cukup jelas dan, oleh karenanya, boleh taken for granted. Padahal, istilah “pluralisme” itu jelas-jelas istilah (baca: ideologi) pendatang yang merangsek ke alam sadar dan di-bawah-sadar kita bersama-sama dengan istilah-istilah dan ideologi-ideologi asing yang lain, seperti democracy, humanism, liberalism, dsb. yang tentu saja tidak bisa kita maknai seenak kita atau menurut “selera” dan asumsi kita.&lt;br /&gt;Secara umum dapat dikatakan bahwa kebanyakan orang yang ditokohkan di kalangan kita beranggapan secara simplistis bahwa “pluralisme adalah toleransi” atau “pluralisme agama adalah toleransi agama”. Fakta ini dapat dilihat daripada ingar-bingarnya reaksi dan respon yang cenderung “emosional” terhadap fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang dikeluarkan pada tahun 2005 tentang hukum haramnya Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme (atau yang dikenal dengan SIPILIS), dan juga terhadap resolusi Muzakarah Ulama Se-Malaysia, 2006, di Negeri Perak, Malaysia, yang dibacakan oleh Mufti Perak, Datuk Dr. Harussani, yang menegaskan hukum yang sama dengan fatwa MUI. Yang menyedihkan, anggapan atau asumsi simplistik ini tidak hanya terbatas pada kalangan “awam” (yang memang tak terdidik secara akademis dalam bidang ini), tapi hatta kalangan para tokoh atau yang ditokohkan yang memang spesialisasi akademiknya di bidang ini pun tampak begitu over-confident dengan pemahamannya yang simplistik.&lt;br /&gt;Salah satu contoh yang paling konkrit adalah sebuah Disertasi Doktor di Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, yang kemudian diterbitkan pada awal tahun 2009 yang lalu dengan judul Argumen Pluralisme Agama: Membangun Toleransi Berbasis Al-Qur’an. Dalam buku ini tak nampak ada upaya yang serius dari pengarangnya untuk mendiskusikan definisi teori atau faham Pluralisme Agama yang menjadi topik utama bahasannya, malah terjebak pada pengertian yang keliru di atas tadi. Pembaca yang cermat tidak perlu bersusah-payah melongok kedalamnya, dari judul saja sudah cukup untuk mengetahui apa gerangan yang dimaksudkan oleh pengarangnya tentang faham Pluralisme Agama ini, yang tiada lain adalah “toleransi agama”.&lt;br /&gt;Tapi meskipun demikian, anehnya buku ini mendapat sambutan yang luar biasa oleh media massa kita, dan juga sanjungan dan pujian yang sangat berlebihan dari sederet nama orang-orang yang ditokohkan di masyakarat Indonesia dengan latar-belakang yang beragam yang jumlahnya lebih dari selusin. Hal ini semakin membuktikan betapa kacaunya dunia pemikiran dan akademik di kalangan kita.&lt;br /&gt;Anggapan bahwa “pluralisme agama adalah toleransi agama” adalah anggapan subyektif yang jelas-jelas ditolak oleh para pakar dan penganjur pluralisme sendiri. Diana L. Eck, direktur The Pluralism Project di Universitas Harvard, Amerika Serikat, misalnya, dalam penjelasan resminya yang berjudul “What is Pluralism?” dan diulangi dalam “From Diversity to Pluralism” (masing-masing bisa diakses dan dibaca pada http://pluralism.org/pluralism/what_is_pluralism.php, dan http://pluralism.org/pluralism/essays/from_diversity_to_pluralism.php), menyuguhkan empat karakteristik utama untuk mendefinisikan faham ini secara detail. Dia menyatakan salah satunya bahwa “pluralism is not just tolerance,” yang bermakna “pluralisme bukanlah sekedar toleransi.” Pernyataan yang lebih kurang sama juga dia sampaikan dalam keynote addressnya yang berjudul “A New Religious America: Managing Religious Diversity in a Democracy: Challenges and Prospects for the 21st Century” pada MAAS International Conference on Religious Pluralism in Democratic Societies, di Kuala Lumpur, Malaysia, Agustus 20-21, 2002. Lebih lanjut ia berkata dalam keynote addressnya ini:I would propose that pluralism goes beyond mere tolerance to the active attempt to understand the other... Although tolerance is no doubt a step forward from intolerance, it does not require new neighbors to know anything about one another. Tolerance comes from a position of strength. I can tolerate many minorities if I am in power, but if I myself am a member of a small minority, what does tolerance mean? ... a truly pluralist society will need to move beyond tolerance toward constructive understanding... Tolerance can create a climate of restraint, but not a climate of understanding. Tolerance is far too fragile a foundation for a religiously complex society, and in the world in which we live today, our ignorance of one another will be increasingly costly. (penegasan dari penulis)&lt;br /&gt;(Saya usulkan bahwa pluralisme itu lebih dari sekadar toleransi menjadi upaya aktif memahami (orang/kelompok)yang lain… Meski tak diragukan lagi toleransi itu selangkah lebih maju daripada intoleransi, ia tidak menuntut orang-orang yang bertetangga baru untuk tahu sedikit pun antara satu dengan lainnya. Toleransi muncul dari pihak yang kuat posisinya. Saya dapat toleran dengan banyak kelompok minoritas jika saya kuat (berkuasa), tapi jika saya sendiri dari kelompok minoritas, apa artinya toleransi? … suatu masyarakat yang betul-betul pluralis perlu melampaui toleransi menuju pemahaman yang konstruktif… Toleransi dapat menciptakan iklim pengekangan-diri, tapi bukan iklim (saling) memahami. Toleransi adalah pondasi yang sangat rapuh dan rentan bagi sebuah masyarakat yang beragam agama, dan di dunia dimana kita hidup sekarang ini, ketidak-tahuan kita antara satu dengan lainnya ongkosnya (yang harus dibayar) akan semakin mahal).&lt;br /&gt;Jadi sangat jelas sekali apa yang dimaksudkan dengan pluralisme oleh kaum pluralis sejati. Mereka tidak mengingkari pentingnya toleransi, “There is no question that tolerance is important,” kata Eck dalam makalahnya yang lain (“From Diversity to Pluralism”), tapi segera setelah itu ia tambahkan: “but tolerance by itself may be a deceptive virtue” (tetapi toleransi itu sendiri boleh jadi menjadi suatu budi-pekerti/kebaikan yang menipu). Pandangan miring terhadap toleransi ini sebetulnya sudah mulai dilantunkan kalangan pemikir pluralis semenjak tahun 60-an pada abad ke-20 yang lalu.&lt;br /&gt;Sebut saja, misalnya, Albert Dondeyne yang dalam bukunya, Faith and the World, yang terbit di Dublin oleh Gill and Son pada tahun 1963, menulis pada halaman 231: “Let us note that was what then called tolerance would be considered today as the expression of systematic intolerance. In other words, tolerance was then almost synonymous with moderate intolerance.” (Mari kita catat bahwa apa yang dahulu dinamakan toleransi, kini telah dianggap sebagai sebuah ekspresi ketidaktoleranan yang sistematis. Dalam istilah lain, toleransi dengan begitu hampir sinonim dengan intoleransi yang moderat).&lt;br /&gt;Bahkan sebelumnya Arnold Toynbee, seorang sejarawan Inggris terkemuka, dalam bukunya, An Historian’s Approach to Religion, yang terbit di London oleh Oxford University Press, tahun 1956, sudah mewanti-wanti bahwa “toleransi tidak akan memiliki arti yang positif,” bahkan “tidak sempurna dan hakiki, kecuali apabila manifestasinya berubah menjadi kecintaan.” (hal. 251)&lt;br /&gt;Yang perlu digaris-bawahi di sini adalah bahwa bagi kalangan pluralis sejati, Pluralisme pada umumnya dan Pluralisme Agama pada khususnya bukanlah toleransi sebagaimana yang jamak di(salah)fahami oleh kalangan pluralis. Penekanan Pluralisme lebih pada “kesamaan” atau “kesetaraan” (equality) dalam segala hal, termasuk “beragama”. Setiap pemeluk agama harus memandang sama pada semua agama dan pemeluknya. Pandangan ini pada akhirnya akan menggerus konsep keyakinan ”iman-kufur”, ”tauhid-syirik”, dalam konsepsi Islam.&lt;br /&gt;Al-Quran jelas menyebut orang mukmin sebagai ”khairul bariyyah” (sebaik-baik makhluk), sedangkan orang kafir disebut ”syarrul bariyyah” (seburuk-buruk makhluk). Bahkan, al-Quran juga tidak menyetarakan antara orang shaleh dengan orang jahat (fasik). Orang yang paling mulia disisi Allah adalah orang yang taqwa. Maka, Islam punya konsep kesetaraan sendiri yang jelas berbeda dengan konsep kesetaraan kaum Pluralis Agama. Karena itu, memang umat Islam harus sangat berhati-hati dalam mengadopsi satu istilah atau paham yang jika tidak berhati-hati akan dapat merusak keimanannya sendiri. Islam – sejak awal kelahirannya – sudah memiliki konsep yang jelas bagaimana memandang agama lain dan bagaimana berhubungan dengan pemeluk agama lain. Seharusnya konsep inilah yang digali dan dikembangkan, bukan justru mengadopsi konsep yang lahir dari masyarakat yang selama ratusan tahun tidak mengakui bahkan menindas keberagaman (pluralitas). &lt;br /&gt;Sumber : http://insistnet.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=197&amp;Itemid=54&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://bpn-mol.blogspot.com/2010/01/pluralisme-kerancuan-istilah-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Ning)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5552508678473109135.post-6763613069707729299</guid><pubDate>Mon, 04 Jan 2010 21:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-04T13:20:40.597-08:00</atom:updated><title>KIAMAT SUDAH DEKAT</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://bakhtiarnajahimajid.files.wordpress.com/2009/02/kiamat20121.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 511px; height: 382px;&quot; src=&quot;http://bakhtiarnajahimajid.files.wordpress.com/2009/02/kiamat20121.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;KIAMAT SUDAH DEKAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kiamat ini kian nyaring terngiang ditelinga masyarakat saat ini.  Ditambah lagi dengan mulai diputarnya film 2012 secara serentak diberbagai Negara termasuk Indonesia, mulai hari selasa 17 November 2009.  Kontan saja tema Kiamat begitu popular diseluruh lapisan masyarakat mulai dari orang tua, dewasa bahkan anak-anak yang duduk dibangku sekolah dasar.  &lt;br /&gt;Sebelum film ini rampung isu tenrang datangnya kiamat pada tahun 2012 ini sudah mulai diahembuskan ditengah-tengah masyarakat melalui berbagai media mulai dari cetak sampai elektronik.  Sehingga, seolah-olah dengan dengan diluncurkannya film 2012 ini merupakan angin segar ditengah-tengah masyarakat yang resah dan gundah gulana akan datangnya hari kiamat.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Antrean penonton dibioskop-bioskop membludak bahkan 1.904 tiket habis hanya dalam waktu satu jam. Tidak hanya itu, berbagai masyarakat juga ada yang tidak mendukung dengan ditayangkannya film ini.  Bahkan MUI Kota Malang serta MUI Propinsi Jawa Timur melarang pemutaran film ini.&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang harus diwaspadai oleh umat Islam di balik propaganda, yaitu: &lt;br /&gt;Pertama, Sumber berita tentang akan datangnya hari kiamat yaitu dari ramalan suku Maya, sedangkan dalam Islam sumber yang tekuat adalah al Quran dan as sunnah, apakah tentang tanda-tanda serta gambaran tentang hari kiamat bahkan tentang waktu yang dirahasiakan oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;Kedua, Keimanan serta keyakinan kan datangnya hari kiamat.  Hari akhir adalah sesuatu yang pasti datangnya, itu adalah janji Allah SWT, hanya saja waktunya merupakan rahasia Allah, sehingga keyakinan kita akan hari akhir adalah keyakinan yang dibangun berdasarkan keimanan.&lt;br /&gt;Ketiga, konspirasi dibalik film ini. Ide dibalik fil ini adalah mengingkari kiamat dalam pengertian akidah Islam.  Di masa lalu jika seseorang selesai menonton film kiamat orang berseru “Ya Tuhan ampuni hamba, jauhkan hamba dari dosa sebelum hari itu tiba.” Kini ketika rekaan datangnya kiamat di filmkan, orang bilang ”jangan percaya, kiamat itu Cuma jadi hiburan.”  &lt;br /&gt;Ketika opini ini mengemuka di tengah-tengah masyarakat kita dapat menyikapinya dengan dua hal: pertama, sebagai pengingat kita sekiranya kita sebelumnya lalai akibat tenggelam dalam urusan dunia. Kedua, mencari informasi yang benar yang sesuai dengan akidah Islam tentang hari kiamat. By Iin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://bpn-mol.blogspot.com/2010/01/kiamat-sudah-dekat.html</link><author>noreply@blogger.com (shofi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5552508678473109135.post-8541938880567404493</guid><pubDate>Sun, 29 Nov 2009 14:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-29T06:41:33.104-08:00</atom:updated><title>Aksi Damai untuk menyelematkan generasi dari HIV/AIDS dan liberalisasi seks</title><description>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaK28a7XlptCNKHNDW8Gq7pI02226Vi3s5Zlo8j3Q8SsT98Tulsy3vlzDhtsaAsJ3RbIt94aH-gLTK6WXr6PgfDO-0hfM73ahmoGdOiUyab6FoRrLfrxe_cL1e-Pt8cm3YCjYAp-PWalLp/s1600/Orasi+dari+Zulfa+(HTI)+edited.JPG&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5409535356002828146&quot; style=&quot;DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaK28a7XlptCNKHNDW8Gq7pI02226Vi3s5Zlo8j3Q8SsT98Tulsy3vlzDhtsaAsJ3RbIt94aH-gLTK6WXr6PgfDO-0hfM73ahmoGdOiUyab6FoRrLfrxe_cL1e-Pt8cm3YCjYAp-PWalLp/s320/Orasi+dari+Zulfa+(HTI)+edited.JPG&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Balikpapan, MMC&lt;/strong&gt; – Menjelang hari AIDS sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember, Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia menggelar aksi damai dengan tema : “Selamatkan Generasi dari HIV/AIDS dan Liberalisasi sex”. Di Balikpapan, aksi damai yang diikuti oleh lebih dari 300 orang muslimah ini dimulai dari depan masjid At Taqwa, Klandasan. Rombongan yang mulai memenuhi masjid ini sejak pukul 7 pagi ini kemudian bergerak menyusuri jalan utama menuju kea rah timur, sebelum kemudian berhenti untuk mendengarkan orasi-orasi di halaman depan gedung Bank Bukopin, Kompleks Balikpapan Permai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain beberapa orang orator dari Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia, Balikpapan, hadir pula beberapa tokoh yang memberikan orasinya, yakni Robbiatul Addawiyah dari MUI, Fathiyah (tokoh pendidikan) dan Mahmudah (Mubalighoh Balikpapan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Dalam orasinya, Robbiatul Addawiyah meminta kepada media untuk menuliskan besar-besar, bahwa kaum muslimin di Balikpapan menginginkan penghapusan kegiatan-kegiatan maksiat yang masih ada di Balikpapan, seperti penutupan lokalisasi dan tempat maksiat lainnya. Sementara itu Fathiyah, dengan kapasitasnya sebagai tokoh pendidikan, menyeru kepada para pelajar untuk mampu menjadi contoh bagi lingkungannya, yakni menjaga diri dalam bergaul sehingga senantiasa dalam koridor syariat Islam. Keprihatinan akan masih terpecah belahnya umat Islam disampaikan oleh Mahmudah, yang berulangkali mengingatkan bahwa seluruh umat harus bersatu dan bekerja keras untuk terus menyeru kepada syariat Islam. Keberadaan epdidemi HIV/AIDS ini dikhawatirkan adalah bencana yang diturunkan Allah karena umat Islam belum maksimal dalam memerangi kemaksiatan yang terjadi, demikian Mahmudah. DI akhir orasinya Mahmudah menyampaikan pesannya kepada pemimpin di Balikpapan, yakni walikota dan wakil walikota untuk tidak ragu-ragu memerangi kemaksiatan dan meyakinkan keduanya bahwa kaum muslimin di Balikpapan akan mendukung langkah-langkah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para orator dari Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia menyampaikan kekeliruan program-program yang saat ini diluncurkan untuk mengatasi epidemi HIV/AIDS, yakni kondomisasi, substitusi metadon, jarum suntik steril bagi pengguna narkoba dan hidup berdampingan bersama ODHA. Keempat program tersebut terbukti tidak mampu menurunkan angka HIV/AIDS, bahkan justru akan meningkatkan angka HIV/AIDS dengan laju yang lebih cepat lagi. Terbukti dari sejak diluncurkannya program-program tersebut, angka HIV/AIDS meningkat dengan tajam, sebagaimana dalam waktu 2 tahun terakhir, angka HIV/AIDS telah bertambah 8 kali lebih banyak. Solusi tuntas HIV/AIDS yang benar adalah mengatasi akar permasalahan adanya HIV/AIDS tersebut, yakni menghapuskan kemaksiatan dan liberalisasi sex serta memberantas narkoba, termasuk menutup semua industri yang mendukungnya.&lt;br /&gt;Lebih dari itu, Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia menyampaikan bahwa penerapan system sekuler yang menjadikan para kapitalis sebagai pengendali aturan di masyarakat ini lah yang menjadi penyebab utama krisis multidimensi di Indonesia, termasuk epidemi HIV/AIDS ini. Karena itu, untuk menuntaskan krisis multidimensi ini, solusinya adalah kembali menerapkan syariat Islam untuk kehidupan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesi orasi ini diakhiri oleh pembacaan surat dari remaja muslimah yang ditujukan kepada para pemegang kekuasaan eksekutif dan legislatif, meminta dan mengingatkan para penguasa tersebut untuk benar-benar memperjuangkan kehidupan masyarakat yang berdasarkan syariat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseluruhan aksi damai yang mendapatkan pengawalan dan bantuan dari polisi setempat ini ditutup dengan doa, dan seluruh peserta bubar pada sekitar pukul 11.30.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://bpn-mol.blogspot.com/2009/11/aksi-damai-untuk-menyelematkan-generasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Ning)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaK28a7XlptCNKHNDW8Gq7pI02226Vi3s5Zlo8j3Q8SsT98Tulsy3vlzDhtsaAsJ3RbIt94aH-gLTK6WXr6PgfDO-0hfM73ahmoGdOiUyab6FoRrLfrxe_cL1e-Pt8cm3YCjYAp-PWalLp/s72-c/Orasi+dari+Zulfa+(HTI)+edited.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5552508678473109135.post-4708090787191323543</guid><pubDate>Wed, 04 Nov 2009 13:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-04T05:26:23.304-08:00</atom:updated><title>Kontribusi Hakiki Pemuda Islam terhadap Keterpurukan Umat</title><description>khabarislam.wordpress.com. Indonesia sebagai sebuah bangsa dengan mayoritas warga negaranya beragama Islam, banyak menorehkan tinta hitam dengan “prestasi-prestasi” yang telah dibuatnya. Padahal Alloh SWT telah memberi status umat terbaik kepada umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi sebuah permasalahan ketika sebuah negara yang mayoritas dihuni oleh penduduk dengan status muslim hidup dalam suatu keterpurukan yang tersistematis. Kita dapat melihat, dari sekian banyak penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan mayoritas adalah muslim. Kita juga dapat melihat, dari sekian banyak orang yang tidak memiliki pekerjaan, mayoritas adalah muslim. Kita dapat melihat, dari sekian banyak anak Indonesia yang putus sekolah, mayoritas adalah muslim. Kita juga dapat melihat, dari sekian banyak orang yang tidak diterima untuk mendapat pelayanan kesehatan berkualitas karena biaya yang tinggi, mayoritas adalah muslim. Pertanyaan yang muncul, mengapa semua ini terjadi pada umat Islam? Apa indikator kebangkitan umat Islam untuk berubah dari keterpurukan? dan Siapa yang berpotensial membangkitkan umat Islam?&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Kapitalisme Sumber Keterpurukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai permasalahan yang menimpa umat Islam di Indonesia tidak akan terselesaikan apabila masalah-masalah tersebut diselesaikan secara substansial. Umat Islam harus mengetahui akar permasalahan yang selama ini terjadi. Setelah mengetahui sumber dari semua masalah yang terjadi, kemudian dapat merancang langkah-langkah guna menghilangkan sumber masalah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam di Indonesia saat ini berada dalam lingkungan yang serba sekuler. Perilaku konsumtif sebagian besar masyarakat, gaya hidup yang serba glamor, pergaulan laki-laki dan perempuan yang tidak terbatasi oleh aturan yang jelas, sistem pendidikan yang tidak berlandaskan aturan Islam, dan bahkan jika cakupannya lebih luas lagi, maka Indonesia merupakan negara pengikut, dalam arti, kebijakan politik dalam dan luar negerinya terikat terhadap negara lain. Oleh karenanya, tidak heran jika banyak perusahaan-perusahaan asing mengekspolitasi kekayaan alam Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem kapitalis yang sekarang dianut oleh Indonesia tidak lebih dari sebuah sistem yang disebarkan oleh negara-negara penganut ideologi kapitalis untuk memisahkan peran agama dengan negara. Akhirnya, umat Islam di Indonesia dalam kehidupannya tidak diatur oleh nilai-nilai Islam. Agama Islam hanya dijadikan simbol ritualitas penyembahan kepada Allah SWT. Hal ini berpengaruh pada sistem kehidupan yang terbentuk. Umat Islam tidak berakhlak dan memiliki pemikiran Islam dalam menentukan arah hidupnya. Segala yang dilakukan hanya dilandaskan pada kepuasan diri dan rasio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebangkitan adalah Ketinggian Berfikir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kebangkitan adalah ketinggian berfikir”1. Ketinggian ekonomi bukanlah suatu kebangkitan. Terbukti Kuwait sebagai negara yang memiliki ekonomi yang lebih tinggi dibanding negara-negara Eropa, seperti Swedia, Belanda, dan Belgia adalah negara yang bangkit, sedangkan Kuwait tidak. Demikian juga, Ketinggian Akhlak bukanlah kebangkitan. Buktinya Madinah al Munawaroh kini merupakan negara yang akhlaknya paling tinggi di dunia. Akan tetapi Madinah tidak bangkit. Padahal, Perancis adalah negara yang paling bobrok akhlaknya, tetapi Perancis dapat bangkit. Oleh karena itu, kebangkitan adalah bermula dari ketinggian berfikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun semua negara bisa bangkit, perlu diperhatikan bahwa kebangkitan itu ada yang benar dan yang salah. Amerika Serikat, negara-negara Eropa, Uni Soviet adalah negara yang bangkit, tetapi kebangkitannya salah2. Kebangkitan yang benar adalah kebangkitan yang berlandaskan pada landasan ruhiyah. Begitu pun ketika berbicara umat Islam di Indonesia, dengan kondisi sekarang yang berada dalam kehinaaan dan keterpurukan, maka satu-satunya cara yang menjadi kata kunci bagi umat Islam di Indonesia adalah perubahan. Akan tetapi, perubahan seperti apa yang diharapkan?. Tentunya perubahan yang berlandaskan pada kejernihan, kedalaman, serta kecemelangan berfikir dengan landasan ruhiyah yang kuat sehingga keadaan hina dan terpuruk yang sekarang dirasakan berubah menjadi sebuah kemuliaan hakiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam di Indonesia sangat bodoh jika hanya mengandalkan sumber ekonomi yang melimpah. Sumber-sumber ekonomi, jika tidak dikelola dengan landasan ide, maka sia-sia. Hasilnya, bukan bangsa pribumi yang menikmati, tetapi dieksploitasi pihak asing. Oleh karenanya, tidak aneh jika umat Islam di Indonesia banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan. Umat Islam terus menjadi bahan eksploitasi kaum kapitalis untuk memuaskan kepentingannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poin kedua yang perlu diperhatikan bahwa walaupun semua umat Islam di Indonesia berakhlak baik, tidak akan terjadi suatu kebangkitan. Perilaku individu akan dipengaruhi oleh lingkungan. Dengan kata lain, perilaku umat islam di Indonesia akan dipengaruhi oleh sistem kapitalis yang dilaksanakan di negara Indonesia. Salah satu contoh, kita dapat melihat bagaimana perilaku korupsi yang telah menjadi kebiasaan para wakil rakyat di parlemen. Budaya korupsi merupakan hasil dari demokrasi yang merupakan integral dari kapitalisme. Saya bisa mengatakan, orang-orang yang awalnya berakhlak pun, akan terbawa pada arus korupsi yang telah membudaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam bisa saja terus melakukan ibadah mahdhoh dan ghoir mahdhoh, tetapi hal tersebut hanya dapat merubah pribadi bukan masyarakat. Di satu sisi, sebagian umat Islam khusyuk dengan shalatnya, tapi di sisi lain banyak umat Islam yang mengalami kelaparan. Di satu sisi, sebagian umat Islam melaksanakan ibadah haji, di sisi lain banyak umat Islam yang untuk makan sesuap nasi saja harus mengulurkan tangannya di jalanan.&lt;br /&gt;Sebagai umat Islam, sudah saatnya menyadari berbagai permasalahan yang terjadi bukan semata-mata takdir dari Alloh, tetapi sebuah kejahatan tersistematis yang dilakukan oleh kaum kapitalis. Oleh karena itu, landasan berfikir umat Islam harus bersumber pada akidah Islam, bukan akidah sosialisme ataupun akidah kapitalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengetahui ketinggian berfikir yang berlandaskan pada akidah Islam merupakan indikator kebangkitan umat Islam, kemudian siapa yang berpotensial melakukan perubahan tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda Islam: Agent of Change&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah menjadi saksi atas peran pemuda Islam sebagai agen perubahan. Pemuda Ibrahim sering berdebat dengan kaumnya, bahkan ayahnya sendiri untuk tidak menyembah patung-patung buatan manusia yang tidak dapat berbicara, memberi manfaat dan mudhorot. Dengan gigih dan sabar akhirnya pemuda Ibrahim mampu memberi perubahan, walaupun jumlah orang yang meninggalkan penyembahan atas berhala sedikit, tetapi telah memberi pencerdasan pada manusia untuk menyembah Tuhan Yang Satu yaitu Alloh SWT. Selain itu, kisah Ashabul Kahfi yang ditidurkan Alloh selama 300 tahun, mereka adalah anak-anak muda yang menolak pada penyembahan terhadap agama nenek moyang mereka. Kemudian, sebelum Islam mendapat tempat di hati orang-orang Arab, Mus’ab bin Umair yang diutus Rosul untuk menyebarkan Islam di Madinah adalah pemuda tampan yang sebelum masuk Islam hidup dalam gemerlap harta. Setelah masuk Islam, keyakinan akan Islam semakin kuat, sehingga dengan jasa Mus’ab Islam dapat diterima di Madinah hingga tidak ada satu rumah pun yang tidak dimasuki Islam. Begitulah beberapa kisah yang menunjukan peran pemuda dalam merubah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara fitrah, masa muda merupakan jenjang kehidupan manusia yang paling optimal. Dengan kematangan jasmani, perasaan dan akalnya, sangat wajar jika pemuda memiliki potensi yang besar dibandingkan dengan kelompok masyarakat lainya. Kepekaan yang tinggi terhadap lingkungan banyak dimiliki pemuda . Pemikiran kritis mereka sangat didambakan umat. Di mata umat dan masyarakat umumnya, pemuda adalah agen perubahan (agent of change) jika masyarakat terkungkung oleh tirani kezaliman dan kebodohan. Pemuda juga motor penggerak kemajuan ketika masyarakat melakukan proses pembangunan. Tongkat estafet peralihan suatu peradaban terletak di pundak para pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran pemuda Islam sangat diharapkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang bersumber dari sistem kapitalis di negara ini. Pemuda Islam harus bersikap kritis atas permasalahan yang ada. Pemuda Islam harus membuktikan bahwa sistem yang sekarang dianut adalah sistem yang salah. Selanjutnya, pemuda Islam harus memberikan penyadaran pada masyarakat bahwa kehidupan sekarang didasarkan pada sistem kufur. Jangan sampai pemuda Islam menganut akidah kapitalisme yang justru menjerumuskan umat ke jurang yang lebih dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketinggian berfikir harus dimiliki oleh seorang pemuda Islam. Dengan demikian, pemuda Islam mampu berdakwah menyerukan Islam sebagai satu-satunya solusi dari berbagai permasalahan hidup saat ini. Ketinggian berfikir dengan landasan akidah Islam yang kuat menjadikan seorang pemuda Islam memiliki Ideologi Islam. Selanjutnya, Pemuda Islam mampu menggerakan masyarakat dengan landasan berfikir tersebut untuk mengganti sistem kufur yang dilaksanakan saat ini dengan sistem Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan yang terjadi dalam masyarakat adalah akibat dari lingkungan sekuler mempengaruhi seluruh sendi dalam kehidupan umat Islam. Oleh karena itu, Pemuda Islam dengan segala potensi yang dimiliki harus terus berkontribusi terhadap masyarakat dengan ketinggian berfikir yang berlandaskan pada akidah Islam, sehingga Pemuda Islam benar-benar merupakan agen perubahan. Sistem kapitalis yang menjadi sumber segalaa permasalahan harus diganti dengan sistem Islam. Itulah perjuangan pemuda Islam yang merupakan kontribusi hakiki bagi umat menuju kemuliaan abadi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://bpn-mol.blogspot.com/2009/11/kontribusi-hakiki-pemuda-islam-terhadap.html</link><author>noreply@blogger.com (shofi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5552508678473109135.post-8976697666667684202</guid><pubDate>Mon, 12 Oct 2009 06:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-14T06:19:23.551-07:00</atom:updated><title>“Take Me Out”, Biro Jodoh Kapitalis!</title><description>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFVA0LYeXLX0KDKVKfRPi3rUWgMl86AiuF4YNjWIgi2slhlBUegU31vRbwvzj2DDHnuLIFn5INIk3AoEvSNcYeQNkuTbLF3BqbXRufrkaLvt_iwhuTxD7NhFAxlkB3s1Zv-fXj8oSk_vg/s1600-h/take.jpg&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5391602280771808866&quot; style=&quot;FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 261px; CURSOR: hand; HEIGHT: 205px&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFVA0LYeXLX0KDKVKfRPi3rUWgMl86AiuF4YNjWIgi2slhlBUegU31vRbwvzj2DDHnuLIFn5INIk3AoEvSNcYeQNkuTbLF3BqbXRufrkaLvt_iwhuTxD7NhFAxlkB3s1Zv-fXj8oSk_vg/s320/take.jpg&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Acara reality show di Indonesia diramaikan dengan program acara biro perjodohan bernama Take Me Out Indonesia. Acara ini tentang 30 perempuan berusia 20-40 tahun berstatus single. Mereka mencari pasangan. Bisa untuk suami, pacar, atau sekedar coba-coba. Di setiap episodenya, ada 7 pria single yang keluar satu demi satu untuk dipilih dan memilih para perempuan itu.&lt;br /&gt;Suksesnya acara Take Me Out, memunculkan acara serupa dengan judul Take Him Out yang berisi kebalikannya. Take Him Out berisi 30 pria single dan 7 perempuan single di setiap episodenya.&lt;br /&gt;Biro jodoh asal tiru...&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Take Me Out adalah sebuah program televisi yang lisensinya dipegang FremantleMedia. Saat ini Take Me Out telah ditayangkan di 3 negara Eropa (Spanyol, Netherland, Denmark), menyusul UK. Dari sini aja, udah kelihatan banget nuansa asal tiru yang penting laku. Rating tinggi, iklan berdatangan, dan itu artinya banyak rupiah berdatangan. Sedangkan bagi pesertanya, lumayanlah bisa nampang di layar kaca dan ditonton oleh orang se-Indonesia raya.&lt;br /&gt;Orang Indonesia memang suka sekali meniru terutama dalam hal tayangan-tayangan TV. Kalo yang ditiru baik sih, nggak masalah. Tapi kalo yang ditiru adalah hal-hal yang negatif, maka ini yang bahaya. Biro jodoh di TV ini adalah salah satu acara yang diadopsi habis dari mereka yang berbudaya sangat jauh dari kita.&lt;br /&gt;Bukan masalah Timur dan Barat, tapi yang lebih urgen adalah budaya non Islam yang diadopsi habis-habisan oleh masyarakat kita yang mayoritas muslim. Lihat aja gaya berbusana para perempuan di acara itu. Bagaian “atas-bawah” terbuka semua. Hanya di bulan Ramadhan dan awal Idul Fitri aja mereka kayaknya diharusnya berpakaian yang agak tertutup. Catet lho, “agak” hehehe..&lt;br /&gt;Ini dari segi gaya busana. Cara memilih pasangan, juga dilakukan secara primitif. “Kok bisa? Padahal mereka berada di panggung canggih dan modern penuh sentuhan teknologi,” mungkin itu pikirmu. Non, modern nggaknya sesuatu, itu bukan ditentukan dari penampilan fisik semata. Itu cuma artificial alias palsu. Primitif atau modern itu bisa dilihat dari bagaimana acara ini merancang 30 kandidat dalam memilih satu calon di depan.&lt;br /&gt;Fisik, itu yang utama pria memilih perempuan. Meskipun yang perempuan cerdas, tapi kalo nggak cantik dan langsing jangan harap bakal terpilih. Jenis pekerjaan, itu pilihan utama perempuan dalam memilih si pria. Jabatan direktur atau pemilik sebuah perusahaan, bisa dipastikan hampir semua perempuan menyalakan lampunya agar dipilih oleh si pria tersebut.&lt;br /&gt;Iman dan takwa? Boro-boro, euy. Jauh dah! Belum lagi baju pembawa acara yang bagian “atas bawah” serba terbuka. Bener-bener ajang pamer aurat tiada henti!&lt;br /&gt;“Take Me Out Ramadhan”&lt;br /&gt;Episode “Take Me Out Ramadhan” adalah yang paling bikin saya muak dari semua episode yang ada. Gimana nggak, kalo yang hak dan yang batil dicampur aduk jadi satu. Ibarat minum susu kecampur sama air comberan, udah gitu ada lalat ijonya. Hueks…siapa sudi?&lt;br /&gt;Di acara tersebut, menghadirkan narasumber yang terkenal dengan nama Ustadz Cinta. Dia bertugas untuk terus ngasih nasihat-nasihat cintanya. Pake dalil-dalil yang terkesan maksa pula. Hmm.. mending kalo bener, yang terjadi malah jaka sembung tuh dalil alias nggak nyambung. Bagaimana mungkin seseorang yang disebut ustadz dan paham Islam bisa menjadi narasumber untuk menyampaikan dalil bagi acara umbar aurat dan jelas-jelas hedonis itu? Aha, jadi agak-agak sedikit nuduh nih (eh, bukan ding, curiga aja), jangan-jangan uang memang bisa melupakan segalanya. Mungkin dia dan manajemennya berpikir, “Nggak masalah ayat-ayat Allah dijual, yang penting doku tebal.” Naudzhubillah. Mudah-mudahan sih tidak. Tapi ya nggak tahu juga sih. Ikutan di situ aja udah menunjukkan gimana kualitas sebenarnya. Kasihan banget!&lt;br /&gt;Di acara Take Me Out edisi Ramadhan, emang baju pun sudah mulai berubah bentuk. Para perempuan yang semula pada pamer sekwilda (maaf, sekitar wilayah dada) dan bupati (buka paha tinggi-tinggi) sudah mulai ditertibkan. Celana panjang atau rok menutup lutut, dengan baju atasan yang tidak boleh terlalu terbuka menghiasi Take Me Out edisi Ramadhan dan Syawal. Tapi, biarpun para peserta udah mulai sopan gaya berbusananya, ternyata pembawa acara tetap cuek-cuek aja. Pundak, leher dan dada terbuka lebar tak masalah. Begitu juga dengan rok pendek di atas lutut tetap muncul di episode demi episode. Gawat!&lt;br /&gt;Islam punya jalan&lt;br /&gt;Bila berani mengatakan itu buruk, pasti ada yang baik. Bila mengatakan itu batil, pasti ada yang hak alias benar. Bila mengatakan itu tidak sesuai dengan syariat Allah, pasti ada yang sesuai. Yupz…Islam nggak cuma bisa nunjukkin dan mengkritik masalah tapi juga bisa menyodorkan solusi untuk masalah tersebut.&lt;br /&gt;Dalam Islam, kewajiban menikahkan anak perempuan itu adalah menjadi tugas wali atau ayah gadis tersebut. Ayah inilah yang berusaha mencari laki-laki yang baik dan shalih sebagai suami puterinya. Bila karena satu dan lain hal, wali tidak bisa melakukan kewajibannya, maka tugas negara untuk menyelesaikan permasalahan ini sesuai dengan hukum syara’.&lt;br /&gt;Ayah yang baik, akan memilihkan calon suami untuk putrinya dengan memilih laki-laki yang shalih. Abu Nu’im mentakhrij di dalam al-Hilyah, 1/215, dari Tsabit al-Banaty, dia berkata: “Yazid bin Mu’awiyah menyampaikan lamaran kepada Abu Darda’ untuk menikahi putrinya. Namun Abu Darda’ menolak lamarannya itu. Seseorang yang biasa bersama Yazid berkata, ‘Semoga Allah memberikan kemaslahatan kepa&amp;shy;damu. Apakah engkau berkenan jika aku yang menikahi putri Abu Darda’?” Yazid menjawab, “Celaka engkau. Itu adalah sesuatu yang amat mengherankan.” Temannya berkata, “Perkenan&amp;shy;kan aku untuk menikahinya, semoga Allah mem&amp;shy;berikan kemaslahatan kepadamu.” Terse&amp;shy;rahlah,” jawab Yazid. Ketika Abu Darda’ benar-benar menikahkan putrinya dengan temannya Yazid itu, maka tersiar komentar yang miring, bahwa Yazid menyampaikan lamaran kepada Abu Darda’, tapi lamarannya ditolak. Tapi ketika ada orang lain dari golongan orang-orang yang lemah, justru Abu Darda’ menerima dan menikahkan&amp;shy;nya. Lalu Abu Darda’ berkata,”Aku melihat seperti apa kurasakan di dalam hatiku. Jika ada dua pelamar, maka aku memeriksa rumah-rumah yang dilihatnya bisa menjadi tumpuan agamanya.”&lt;br /&gt;Bro en Sis, menjadi wanita itu mulia lho. Bahkan seorang ayah yang memiliki anak wanita yang dididik dengan Islam hingga menikahkannya dengan lelaki shalih, insya Allah jaminannya surga, lho. Rasulullah saw. bersabda (yang artinya): “Rasulullah saw. bersabda, “Tiada seorang muslim yang memiliki tiga anak perempuan kemudian dia memberi nafkah sampai keduanya menikah atau meninggal dunia kecuali keduanya menjadi dinding baginya dari api neraka.” Seorang perempuan bertanya,”Apakah dua anak juga?” Rasul menjawab, “Atau dua anak perempuan.” (HR Thabrani)&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain, Rasulullah saw. bersabda (yang artinya): “Barangsiapa diuji dengan anak-anak perempuan ini, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka (anak-anak perempuan itu) menjadi benteng untuknya dari api neraka.” (HR Bukhari, Muslim)&lt;br /&gt;Nah, karena saat ini kondisi umat Islam sedang berada di kemundurannya, maka sang ayah tak lagi tahu kewajibannya, apalagi negara. Dengan dikompori oleh ide feminisme, jadilah perempuan merasa bebas lepas untuk menentukan sikap termasuk dalam hal jodoh. Demi menarik lawan jenis, mereka tak segan umbar aurat. Demi mendapatkan suami tajir mereka rela merendahkan harga dirinya agar dipilih dan bisa mengalahkan saingannya.&lt;br /&gt;Biro jodoh atau sebuah upaya jasa untuk mempertemukan dua anak manusia dengan tujuan pernikahan itu hal yang boleh-boleh aja dlam Islam. Yang jadi pertanyaan adalah sejauh mana pelaksanaan biro jodoh itu agar sesuai dengan syariat Islam dan bukan malah menjadi pengumbar maksiat.&lt;br /&gt;Rasulullah saw. memberikan rambu-rambu dalam memilih psangan: “Wanita itu dinikahi karena empat perkara; (1) karena hartanya, (2) karena kebaikan keturunan atau kedudukannya, (3) karena kecantikannya, dan (4) karena afamanya. Maka beruntunglah engkau yang memilih wanita yang beragama, karena dengan demikian itu engkau akan berbahagia” (HR Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Dalam hadis yang lain, Rasulullah saw. bersabda (yang artinya): “Janganlah kamu menikahi wanita kaeena kecantikannya, mungkin kecantikannya itu akan menyebabkan dia sesat (membinasakannya); dan janganlah kamu menikahi wanita karena harta bendanya, mungkin hartanya itu menyebabkan ia sombong (sesat). Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, Demi Allah, perempuan budak yang hitam legam itu lebih utama apabila ia beragama (Islam)” (HR Ibnu Majah)&lt;br /&gt;Berdasar rambu-rambu ini, sebuah biro jodoh yang bertanggung jawab tidak akan mengumbar identitas fisik para pesertanya dengan mudah. Visi dan misi menikah itu lebih diutamakan sebagaimana saran Rasulullah saw. di atas.&lt;br /&gt;Ketika laki-laki memilih perempuan, faktor takwa adalah utama. Bukan fisik, wajah, apalagi postur tubuh. Karena sesungguhnya, anugerah fisik itu adalah given alias udah dari sononya. Manusia nggak bisa memilih untuk punya hidung seindah Katie Holmes, misalnya. Atau mata seindah Katherine Zeta Jones. Ya udah, apa yang ada disyukuri saja dengan memanfaatkannya di jalan Allah. Bukan untuk mengumbar maksiat.&lt;br /&gt;Ketika perempuan memilih laki-laki pun, bukan faktor pekerjaan dan gaji yang utama. Tapi lebih kepada kualitas diri yang bakal jadi calon qowwam atau pemimpin rumah tangga. Percuma juga punya penghasilan puluhan juta rupiah per bulannya tapi nggak bisa baca al-Quran. Punya mobil mewah mengkilap menggiurkan, tapi ternyata jarang sholat wajib. Aduh…. biar cakep dan tajir, pria jenis ini mah buang ke laut aja. Nggak banget gitu lho!&lt;br /&gt;Tujuan tak menghalalkan cara&lt;br /&gt;Islam memang beda. Tujuan baik untuk mencarikan jodoh para pesertanya, tidak lantas membuat caranya selalu baik. Begitu juga dengan acara macam ini. Meskipun dibungkus dengan hadirnya Ustadz Cinta, tidak secara otomatis acara ini bisa dianggap sesuai dengan aturan Islam. Apalagi dengan romantic room yaitu sebuah tempat untuk berdua-duaan dalam rangka mengetahui lebih dalam tentang kepribadian pasangan masing-masing. Nah, berlipat-lipat deh maksiat yang ada.&lt;br /&gt;Padahal jelas-jelas Rasulullah saw. bersabda (yang artinya):”Barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir, hendaklah tidak melakukan khalwat dengan seorang wanita yang tidak disertai dengan mahram-nya, karena sesungguhnya yang ketiganya adalah setan.” (HR Ahmad)&lt;br /&gt;Di saat ustadz cinta berbusa-busa memutarbalik ayat demi terlegalisasinya acara tersebut, apakah berani ia menyebut hadits ini? Apakah ia berani menyebut ayat 32 surat al-Israa? Oya, redaksional ayat tersebut (yang artinya): “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”&lt;br /&gt;So, jangan sampe tujuan baik tapi caranya salah. Nggak sekadar niat yang benar, tapi caranya juga harus benar sesuai tuntunan syariat Islam. Ok?&lt;br /&gt;Sadarlah!&lt;br /&gt;Sekarang saatnya bagi kamu kaum perempuan dan laki-laki yang dieskploitasi kejombloan mereka untuk sadar. Apa pun dalihnya, uang adalah tuhan para penyelenggara acara itu. Tak peduli harus dengan memanfaatkan perasaan orang lain. Dalam hal jodoh, perasaan jelas terlibat. Itu adalah komoditas yang akan memancing pemasang iklan untuk berdatangan. Uang adalah hasil akhirnya. Sangat khas kapitalisme.&lt;br /&gt;Jodoh itu masalah serius, bukan main-main. Apa bisa seorang jodoh yang baik dunia-akhirat didapat dari penilaian fisik selama 10 menit? Pasti faktor nafsu yang banyak berperan di sana. Tatakrama menundukkan pandangan pada memandang sesuatu yang haram nggak berlaku sama sekali. Boro-boro bisa menundukkan pandangan, baju aja pada sengaja dibuka-buka begitu.&lt;br /&gt;Seorang muslim selalu melibatkan peran serta Allah Swt. dalam setiap lengkah kehidupannya, termasuk dalam hal jodoh. Sholat istikharah mustahil bin mustahal diingat dalam momen seperti ini yang penuh dengan suasana hedonis dan pamer body serta materi. Jadi bagi kamu yang mungkin terbersit keinginan untuk ikut ajang ini, pikir-pikir lagi deh. Banyak maksiat dan kemudharatan terjadi di sana. Masa’ iya setelah penjelasan panjang lebar ini, hati dan pikirmu tidak terketuk untuk berubah? Berubah jadi yang lebih baik, paling tidak bukan malah ikut melestarikan ajang seperti ini. Setuju kan?&lt;br /&gt;Gaungkan opini seperti ini di lingkunganmu, agar orang-orang juga ikutan sadar dan tak terlalu kesengsem sama acara sejenis. Nonton sih boleh-boleh aja tapi nggak perlu sampai maniak dan ketagihan. Karena ada loh ternyata orang-orang yang nggak bisa tidur kalo belum nonton Take Me Out. Walah… segitunya.&lt;br /&gt;Saatnya kita buka kebobrokan kapitalisme yang sangat tidak memanusiakan manusia, termasuk menjadikan komoditi ajang perjodohan yang seharusnya sakral ini. Sudah terlalu lama dunia ini terpuruk akibat kapitalisme ini. Jadi sekarang saatnya Islam dilirik sebagai solusi tak terkecuali dalam memilih jodoh dan ajang perjodohannya. Manusia itu punya harga diri, perasaan dan keimanan. Bukan sekadar onggokan daging yang dinilai dari tampilan luar fisik yang sifatnya sangat fana. Jadi, ayo bergerak dan berdakwah! Tetap semangat ya! [ria: riafariana@yahoo.com]&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://bpn-mol.blogspot.com/2009/10/take-me-out-biro-jodoh-kapitalis.html</link><author>noreply@blogger.com (Shafiq Islam)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFVA0LYeXLX0KDKVKfRPi3rUWgMl86AiuF4YNjWIgi2slhlBUegU31vRbwvzj2DDHnuLIFn5INIk3AoEvSNcYeQNkuTbLF3BqbXRufrkaLvt_iwhuTxD7NhFAxlkB3s1Zv-fXj8oSk_vg/s72-c/take.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5552508678473109135.post-3483566202841877676</guid><pubDate>Wed, 07 Oct 2009 04:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-06T22:04:28.041-07:00</atom:updated><title>Perkosaan Massal Dialami Muslim Guinea</title><description>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh25mhJwir3FiGWX3wjYiiNuwMd6qeafMK8UtTPS6f1AcA2OAH1cCmReEgqAu75WEbM67RhOwmpzx6sjO6LId2p3yjLwdBmYsKCIgAabuI_vLX-0PSenJwRgS_0eaP_qQznWjyxlVatU1k/s1600-h/guinea.jpg&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5389719062609922226&quot; style=&quot;DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 230px; CURSOR: hand; HEIGHT: 161px; TEXT-ALIGN: center&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh25mhJwir3FiGWX3wjYiiNuwMd6qeafMK8UtTPS6f1AcA2OAH1cCmReEgqAu75WEbM67RhOwmpzx6sjO6LId2p3yjLwdBmYsKCIgAabuI_vLX-0PSenJwRgS_0eaP_qQznWjyxlVatU1k/s400/guinea.jpg&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Satu minggu setelah tindakan keras mematikan yang dilakukan oleh junta militer Guinea - mayoritas Muslim Guinea yang merupakan para pendukung kelompok oposisi, mengungkapkan kisah mengerikan yang muncul kepermukaan terkait dengan terjadinya perkosaan massal terhadap muslimah Guinea.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&quot;Kami mendengar suara tembakan (dan) saya mencoba melarikan diri,&quot; kata seorang wanita setengah baya, yang berpartisipasi dalam demonstrasi oposisi pekan lalu di stadion Conakry, kepada The New York Times pada Selasa kemarin. &lt;div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sewaktu perempuan yang ketakutan tersebut mencoba untuk melarikan diri, ia dilarang oleh tentara.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&quot;(Tiba-tiba) suasana sudah seperti kandang ayam.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;Satu prajurit memukul kepalanya dengan senapan dan kemudian mulai pelecehan seksual padanya.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;&quot;Dia memukul saya dan merobek pakaianku. (Kemudian) dia meletakkan tangannya di dalam diriku, &quot;kata wanita itu menangis.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;PBB mengatakan 150 orang tewas dalam peristiwa kekerasan oleh junta militer Guinea, sementara Organisasi Hak Asasi Manusia Guinea menyebutkan 157 orang yang tewas.&lt;br /&gt;Aktivis hak asasi manusia mengatakan mereka telah menyusun kesaksian dari sekitar 30 perempuan yang mengatakan mereka telah diperkosa selama tindakan keras aparat militer terhadap para demonstran.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;&quot;Saya berumur 57 tahun namun mereka tetap menelanjangi diriku! kata seorang wanita, menunjukkan memar di lengan dan bokongnya.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;&quot;Seorang prajurit yang memiliki pisau, merobek semua pakaianku,&quot; kenangnya, menyakitkan.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;&quot;Saya katakan kepada mereka,&quot; Aku ibumu.&quot; Mereka menyodok bokongku dengan pisau dan mereka memukulku dengan keras.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;Wanita tersebut juga melihat beberapa wanita lain dipaksa ditelanjangi dan disiksa.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;&quot;Saya melihat prajurit meletakkan senjata mereka ke dalam bagian-bagian pribadi perempuan ketika mereka memukul saya.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;Wanita yang trauma itu mengatakan mimpi buruk akan meninggalkan mereka dengan ketakutan psikologis untuk sepanjang hidup mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;&quot;Kami trauma,&quot; kata wanita setengah baya berkata pelan, menatap ke bawah.&lt;br /&gt;&quot;Aku tidak bisa tidur di malam hari, setelah apa yang kulihat .... Dan aku takut.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;Perkosaan massal telah mengejutkan semua orang di negara Afrika barat tersebut, di mana umat Islam merupakan hampir 85 persen dari 10 juta penduduk ( &lt;a href=&quot;http://www.eramuslim.com/&quot;&gt;http://www.eramuslim.com/&lt;/a&gt; Rabu, 07/10/2009 09:05 WIB )&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Naudzubillahimindzalik, ini adalah bentuk penghinaan kepada kaum muslim. Dan sayangnya hal ini terus saja terjadi pada umat islam dimanapun berada. harusnya kita semakin sadar tentang kebencian yang telah tertanam dalam hati mereka hingga mau untuk melakukan apapun termasuk menghina kaum muslimah dsb asalkan tujuan mereka tercapai yaitu ketundukan kaum muslimin pada hegemoni mereka.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Sebagai umat islam harusnya kita tak boleh diam ketika melihat atau mendengar saudara-saudara kita dizalimi. kita harus bangkit !!!menerapkan Islam di muka Bumi ini. Demi kemuliaan Islam dan Kaum muslimin. Dengan penegakan KHILAFAH. ingatkah kita dengan Khalifah al-Mu’tasim Billah yang menyahut seruan seorang budak &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; title=&quot;Muslimah&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Muslimah&quot;&gt;muslimah&lt;/a&gt; yang meminta pertolongan karena diganggu dan dilecehkan oleh orang &lt;a title=&quot;Romawi&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Romawi&quot;&gt;Romawi&lt;/a&gt;, kainnya dikaitkan ke paku sehingga ketika berdiri, terlihatlah sebagian auratnya. Wanita itu lalu berteriak memanggil nama Khalifah Al-Mu&#39;tashim billah dengan lafadz yang legendaris: waa mu&#39;tashimaah!. Setelah mendapat laporan mengenai pelecehan ini, maka sang Khalifah pun menurunkan puluhan ribu pasukan untuk menyerbu kota &lt;a class=&quot;new&quot; title=&quot;Amoria (halaman belum tersedia)&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Amoria&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1&quot;&gt;Amoria&lt;/a&gt; dan melibas semua orang kafir yang ada di sana (30.000 prajurit &lt;a title=&quot;Romawi&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Romawi&quot;&gt;Romawi&lt;/a&gt; terbunuh dan 30.000 yang lain ditawan). Seseorang meriwayatkan bahwa panjangnya barisan tentara ini tidak putus dari istana khalifah hingga kota Amoria, karena besarnya pasukan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Subahanallah, Betapa Islam memuliakan dan memanusiakan manusia. Islam adalah Rahmatan lil&#39;alamin. Lalu tunggu apalagi. akankah kita masih tetap mau bertahan dengan ideologi kuffur yang menancap dinegeri2 kaum muslimin. Yang menjadikan saudara2 kita dizalimi. yang memecah belah kaum muslimin.SAATnya KITA BANGKIT!!!Dengan ISLAM!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bpn-mol.blogspot.com/2009/10/perkosaan-massal-dialami-muslim-guinea.html</link><author>noreply@blogger.com (Shafiq Islam)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh25mhJwir3FiGWX3wjYiiNuwMd6qeafMK8UtTPS6f1AcA2OAH1cCmReEgqAu75WEbM67RhOwmpzx6sjO6LId2p3yjLwdBmYsKCIgAabuI_vLX-0PSenJwRgS_0eaP_qQznWjyxlVatU1k/s72-c/guinea.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5552508678473109135.post-6406632755680207108</guid><pubDate>Mon, 05 Oct 2009 05:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-12T19:51:34.623-07:00</atom:updated><title>RAIH TAKWA SONGSONG KEMENANGAN ISLAM</title><description>MMC(Balikpapan)- pada hari Ahad(03/10) ruang sekretariat hizbut-tahrir daerah balikpapan yang berada di Jalan Manunggal RT 62 no 27 MT Haryono tampak dipenuhi oleh puluhan muslimah baik ibu-ibu maupun remaja yang antusias dalam mengikuti Open House MHTI daerah Balikpapan yang mengambil tema : Raih Takwa Songsong Kemenangan Islam. Acara ini juga dibarengi dengan acara silahturahmi (Liqo&#39; Syawal) antara muslimah hizbut-tahrir dengan ibu-ibu Majelis Taklim, tokoh masyarakat, insan media maupun remaja yang di pandu oleh ustdzah Rayhanah selaku manajer forum beserta dengan ustadzah Zulfa Khoirun Niswah, Ustadzah Fatimah, Ustadzah Yuli, Ustadzah Juli Salsabila, Ustadzah Aisyah.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Acara ini dilakukan sebagai ajang pengikat tali ukhuwah islamiyah serta dalam rangka membangun kedekatan umat dan menjawab problem-problem umat yang disolusikan dengan islam. Ke depan agar menjadi masyarakat yang bertakwa (Taat pada aturan Allah) dan semakin paham serta menyadari pentingnya penerapan Islam di muka bumi dengan Khilafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum memulai diskusi, peserta disuguhi sebuah film yang menggambarkan tentang peran besar ulama dalam menerapkan islam di muka bumi ini dan betapa pentingnya penegakan hukum Allah yang akan membawa kerahmatan bagi alam semesta bukan kerusakan yang kini terjadi akibat diembannya ideologi kuffur yang bertentangan dengan hukum Allah. Acara ini tampak semakin memanas ketika banyak dari peserta yang melemparkan pertanyaan kepada Muslimah Hizbut-Tahrir. Mereka menanyakan berbagai perihal dari problematika umat, seperti gempa yang terjadi di Sumatera dan kelambanan aparat pemerintah dalam menanggapi bencana, seperti mengirimkan bantuan yang sangat dibutuhkan ketimbang mengurus pelantikan anggota DPR yang menelan dana begitu besar hingga menanyakan tentang peran HTI dengan ide islam yang dibawa dalam menyelesaikan problem umat dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat pada pukul 12.00 WITA diskusi berakhir karena telah memasuki waktu dzuhur dan dilanjutkan acara bermaaf-maafan antar peserta dan muslimah hizbut-tahrir. Kemudian peserta dipersilahkan untuk mengambil makan siang yang telah disediakan panitia secara prasmanan lalu sholat dzuhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqljB6hY_mJD4YmOAkKXlLuXMOSKNciHDNXq_EradYI9g6yaic5jYCRFaFZzV0qIMgd8AaHP3_v_1rYCTtVajBVpLUV76l81yWszZB9IVOJYuOFBvgrUGp8EsnyvUPNJlCJ1FsBiGNqn8/s1600-h/CIMG4415.JPG&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5389008966061118850&quot; style=&quot;DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqljB6hY_mJD4YmOAkKXlLuXMOSKNciHDNXq_EradYI9g6yaic5jYCRFaFZzV0qIMgd8AaHP3_v_1rYCTtVajBVpLUV76l81yWszZB9IVOJYuOFBvgrUGp8EsnyvUPNJlCJ1FsBiGNqn8/s400/CIMG4415.JPG&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1.1 Ustdzah Aisyah menjawab pertanyaan dari peserta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhymOyb4DJmccJBy7CqBy940TtfoOU96Nxb81tkTaIAMQbrbKkhBvhFmYgpsG5-wjqy6CFxfKhuRJ808C_G7e2rBWoJgdSiwsH90zDUwHelK9FXWoALMwPGGiwYhA3oLY7j7_pbeJeA710/s1600-h/CIMG4410.JPG&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5389008959400701250&quot; style=&quot;DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhymOyb4DJmccJBy7CqBy940TtfoOU96Nxb81tkTaIAMQbrbKkhBvhFmYgpsG5-wjqy6CFxfKhuRJ808C_G7e2rBWoJgdSiwsH90zDUwHelK9FXWoALMwPGGiwYhA3oLY7j7_pbeJeA710/s400/CIMG4410.JPG&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1.2 Seorang Ibu melempar pertanyaan kepada Muslimah Hizbut-Tahrir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipsGTazxnTfQDxDo6OklSwxhnrRohFkTQupajxg2QxH1wZ3-SUgwGSpFFaiTIVFpk04a-ZwinK5HJVuN941o_t3x3_C8lQfwtlenLpO67iDerqQko-m9bEg9S6DkbgihIIw8NulIUYcwM/s1600-h/CIMG4452.JPG&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5389008945507065538&quot; style=&quot;DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipsGTazxnTfQDxDo6OklSwxhnrRohFkTQupajxg2QxH1wZ3-SUgwGSpFFaiTIVFpk04a-ZwinK5HJVuN941o_t3x3_C8lQfwtlenLpO67iDerqQko-m9bEg9S6DkbgihIIw8NulIUYcwM/s400/CIMG4452.JPG&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1.3 Suasana Saling bermaaf-maafan antar peserta dan muslimah Hizbut-Tahrir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjj9Ur-jkzb810aIilfInJzu-XfG3TNH30ysPgGWAlr0yKOUsFf-kRBu9HAsCLVWwVhbocUxZjDPsNXV3uAn13SAugGOl3ovhCgiamiUpyY1XmVWytrYdYp1nSP37clEPayi9XaibYO6og/s1600-h/CIMG4463.JPG&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5389008937041983682&quot; style=&quot;DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjj9Ur-jkzb810aIilfInJzu-XfG3TNH30ysPgGWAlr0yKOUsFf-kRBu9HAsCLVWwVhbocUxZjDPsNXV3uAn13SAugGOl3ovhCgiamiUpyY1XmVWytrYdYp1nSP37clEPayi9XaibYO6og/s400/CIMG4463.JPG&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1.4 Saatnya untuk makan Siang setelah acara selesai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://bpn-mol.blogspot.com/2009/10/raih-takwa-songsong-kemenangan-islam.html</link><author>noreply@blogger.com (Shafiq Islam)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqljB6hY_mJD4YmOAkKXlLuXMOSKNciHDNXq_EradYI9g6yaic5jYCRFaFZzV0qIMgd8AaHP3_v_1rYCTtVajBVpLUV76l81yWszZB9IVOJYuOFBvgrUGp8EsnyvUPNJlCJ1FsBiGNqn8/s72-c/CIMG4415.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5552508678473109135.post-7774776977960822170</guid><pubDate>Sat, 26 Sep 2009 21:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-26T14:24:07.329-07:00</atom:updated><title>KAUST (King Abdullah University of Scince and Technology) Membolehkan percampuran Pria dan Wanita</title><description>&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Peresmian Universitas Saudi Dengan Biaya Miliaran, Membolehkan Pencampuran Laki-laki dan Perempuan&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/09/kaust2.jpg&quot;&gt;&lt;/a&gt;Situs BBC Arabic (24/9) mempublikasikan berita tentang peresmian universitas Saudi termewah. Raja Abdullah dengan dihadiri sejumlah pemimpin, raja-raja Arab dan asing pada hari Rabu di utara Jeddah, Arab Saudi meresmikan King Abdullah University of Science and Technology (KAUST), yang menghabiskan biaya miliaran dolar.&lt;br /&gt;Universitas ini bertujuan untuk membantu negara dalam menghadapi persaingan global di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Universitas raksasa ini menggunakan salah satu perangkat komputer tercepat di dunia.&lt;br /&gt;Pihak otoritas Arab Saudi berharap keberadaan universitas ini dapat memberikan kontribusi terhadap proses reformasi secara bertahap di masyarakat Arab Saudi yang konservatif.&lt;br /&gt;Biaya peralatan universitas saja mencapai satu setengah miliar dolar, termasuk perangkat berupa layar tiga dimensi.&lt;br /&gt;Universitas ini membolehkan percampuran antara laki-laki dan perempuan di kampus dan di ruang kelas. Perempuan dibolehkan mengemudi mobil dalam kampus. Sementara Lembaga Amar Ma’ruf Nahi Munkar tidak akan diizinkan untuk memasuki area universitas. Para mahasiswa perempuan juga tidak akan diwajibkan untuk mengenakan kerudung.&lt;br /&gt;Universitas ini terletak di pantai laut Merah Laut, 80 kilometer sebelah utara kota Jeddah, sementara bangunannya terbentang di atas tanah yang luasanya 36 kilometer persegi.&lt;br /&gt;Universitas menawarkan gelar master (S2) dan doktor (S3) di sembilan disiplin ilmu, termasuk ilmu-ilmu komputer, biologi, dan teknik dalam sejumlah disiplin ilmu.&lt;br /&gt;Universitas ini bertujuan agar memungkinkan bagi Arab Saudi untuk bersaing dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, dan untuk mengubah Arab Saudi menjadi salah satu pusat penelitian modern di kawasan timur Tengah.&lt;br /&gt;Larangan bagi wanita mengemudi mobil di Saudi Arabia telah memicu maraknya kontroversi dalam beberapa tahun terakhir. Dalam hal ini kalangan meformis menyerukan pencabutan larangan tersebut, sebaliknya kaum konservatif menhendaki larangan tersebut untuk tetap dipertahankan.&lt;br /&gt;Namun, beberapa warga Arab Saudi khawatir bahwa universitas tersebut akan menjadi sebuah pulau internasional yang terisolasi dari wilayah Arab Saudi lainya.&lt;br /&gt;Rektor Universitas, Profesor Shawn Wong mengatakan bahwa universitas akan memberi kebebasan penuh untuk melakukan penelitian yang langka, dan akan memberi mereka dana untuk melakukan aktivitas dalam bentuk kelompok-kelompok perempuan dan laki-laki.&lt;br /&gt;Shawn yang pernah menjabat sebagai Rektor di National University of Singapore selama sembilan tahun mengatakan bahwa manajemennya sangat ingin merekrut para peneliti terbaik di dunia, dan memberikan mereka kebebasan dalam melakukan praktek penelitian ilmiah.&lt;br /&gt;Universitas akan memulai dengan 817 mahasiswa dari 61 negara untuk berkuliah di universitas pada tahun akademik 2009/2010, termasuk 314 mahasiswa akan mulai perkuliahan bulan ini, dan sementara sisanya pada awal tahun 2010.&lt;br /&gt;Shonw mengatakan bahwa mahasiswa akan menerima beasiswa untuk menutupi biaya kuliah dan biaya akomodasi yang besarnya sekitar 60 sampai 70 ribu dolar per tahun. Jumlah ini setara dengan biaya kuliah di universitas-universitas besar di Amerika Serikat, seperti Massachusetts Institute of Technology.&lt;br /&gt;***Sesungguhnya hal paling penting yang akan disoroti oleh BBC—seperti biasanya—adalah bahwa universitas yang disiapkan ini membolehkan pencampuran antara mahasiswa laki-laki dan perempuan!!&lt;br /&gt;Bahkan, seolah-olah kemajuan ilmu pengetahuan berhubungan erat dengan hal itu!&lt;br /&gt;Mengingat besar dan meriahnya acara pembukaan universitas yang dirayakan sama seperti hari raya nasional Arab Saudi, maka hal itu membuat kami mengajukan beberapa pertanyaan, yaitu: Benarkan kemajuan teknologi akan dicapai dengan membuka sebuah universitas yang mahasiswanya dicampur, dan dibangun di tepi Laut Merah seperti ini? Lalu, bagaimana dengan universitas-universitas Saudi lainnya? Bukankah menjaga kehormatan ini lebih penting, sehingga pengembangan riset dengan sendirinya dapat dilakukan? Atau jika mahasiswanya tidak dicampur, maka apa yang dinamakan dengan kemajuan ilmu dan teknologi sulit diwujudkan?&lt;br /&gt;Sesungguhnya, mewujudkan kemajuan ilmu pengetahuan membutuhkan kepada kemauan politik. Para penguasa keluarga Saud, seperti halnya penguasa Muslim lainnya telah menggadaikan kemauan negaranya kepada kaum kafir penjajah. Sementara kaum kafir penjajah sangat ingin membuat kita tergantung pada dirinya, tidak hanya dalam politik dan ekonomi saja, tetapi di bidang teknologi juga.&lt;br /&gt;Sebuah Negara, seperti Arab Saudi, yang menguasai wariasan intelektual kaum Muslim dan kekayaannya—seandainya para penguasanya memiliki kemauan politik yang sesungguhnya—maka mereka akan mengalami perubahan dengan cepat secara vertikal di bidang teknik, bahkan dengan kecepatan yang sangat tinggi, bukan hanya pembentukan universitas dan pusat-pusat riset saja, tetapi juga mengembangkan teknologi itu sendiri dan intelektual Muslim yang selama ini tidak mendapatkan tempat di negeri-negeri kaum Muslim, sehingga mereka terpaksa tinggal di Barat dan memberikan pengalaman dan kemampuannya yang luar biasa bagi mereka.&lt;br /&gt;Warisan intelektuan + kecerdasan + dana semuanya ada dan tersedia, namun apa yang kurang, yang kurang adalah kemauan politik yang berusaha dengan sekuat tenaga untuk membebaskan umat Islam dari penindasan kolonialisme di berbagai bidang.&lt;br /&gt;Akan tetapi sangat disayangkan, bahwa Abdullah dan para penguasa yang sepertinya sama saja. Mereka itu adalah pelayan, bahkan mereka itu adalah budak bagi kaum kafir penjajah?&lt;br /&gt;Ya Allah, muliakan kami dengan berdirinya negara Khilafah Rasyidah, yang memiliki kemauan Islam sejati, yang akan memanfaatkan semua potensi umat Islam, untuk mengangkatnya, memajukannya, dan mengembalikannya ke posisi prestisius di antara bangsa-bangsa lain, seperti yang dulu pernah dicapainya dan bertahan dalam waktu yang lama!! (al-aqsa.org, 24/9/2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://bpn-mol.blogspot.com/2009/09/kaust-king-abdullah-university-of.html</link><author>noreply@blogger.com (rahma)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5552508678473109135.post-440848138744089567</guid><pubDate>Wed, 23 Sep 2009 00:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-06T05:28:13.159-07:00</atom:updated><title>Kembali Fitri ? Maksudnya ?....</title><description>“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah): (tetaplah atas) fitrah Allah yg telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yg lurus: tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. “ (QS. 30:30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam banyak ucapan lebaran, kata-kata &quot;kembali fitrah&quot; sering diselipkan sebagai do&#39;a bagi kita. Banyak yang memaksudkan kalimat &quot;kembali fitrah&quot; sebagai harapan agar saldo-dosa kita di-reset ke zero, sehingga kita Lahir suci kembali seperti layaknya bayi yang baru dilahirkan. Benarkah konsep tersebut ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep tersebut benar asal dipahami dengan benar. Pemahaman yang keliru terhadap konsep tersebut, bisa berbahaya. Mengapa ? Allah berfirman bahwa tujuan puasa itu adalah agar kita menjadi bertaqwa (QS AlBaqarah : 183). Menurut imam Ghazali, makna taqwa adalah melakukan sesuatu itu dengan sangat hati-hati seperti hati-hatinya orang yang berjalan di atas jembatan yang sempit yang terbuat dari kayu yang rapuh. Bisa kita bayangkan, bagaimana bila kita berjalan di atas jembatan dengan kondisi seperti itu.. pasti akan sangat hati-hati, bukan ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, orang yang bertaqwa, maka dalam bertingkah laku akan sangat berhati-hati, tidak akan menganggap enteng atau sembrono. Semakin taqwa, akan semakin berhati-hati lagi dalam berbuat, khawatir dan takut apa yang dilakukannya tidak menyenangkan Allah dan RasulNya. Karena sejatinya, itulah tugas manusia di dunia ini : Menyenangkan Allah dan Rasul-Nya, &quot;what else ? &quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan mendasar dalam memahami konsep &quot;kembali fitri&quot;, memberikan implikasinya yang sangat berbeda pada kita. Coba lihat perbedaannya, sbb :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman pertama, di mana penghapusan dosa atau re-setting saldo dosa kita ke zero membuat kita jadi merasa enteng untuk mengulang dosa-dosa kita setelah ramadhan usai. &quot;Toh saldo dosa kita sudah kecil (zero)&quot;, mungkin pemikiran seperti itu menghinggapi benak kita... sehingga sepanjang tahun berikutnya kita &lt;i&gt;boleh&lt;/i&gt; melakukan lagi dosa-dosa yang sama, dengan harapan dapat di-reset lagi di ramadhan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila mentalitas seperti di atas yang ada di benak-benak kita, kita wajib khawatir bahwa puasa-puasa kita ini tidak sepenuhnya sukses untuk meraih taqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman kedua, kembalinya kita ke &quot;fitri(fitrah)&quot; itu adalah sesuatu yang harus dipertahankan (bahkan ditingkatkan). Sehingga, kalau toh saldo dosa kita direset ke zero, maka harus dipertahankan untuk tetap zero. Bahkan, setelah melalui ramadhan sebagai ajang latihan untuk diri kita, mentalitas kita menjadi lebih baik lagi, lebih taqwa, lebih hati-hati dalam bertindak dan berbuat, sehati-hati orang yang berjalan di atas jembatan sempit dan rapuh sebagaimana digambarkan oleh Imam Ghazali di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mentalitas yang ini lah, kita bisa meraih sukses selepas ramadhan.. Satu kali ramadhan, meningkat satu kelas ketaqwaan kita.. dua kali ramadhan, meningkat lagi.. dan seterusnya.. Inilah orang-orang yang sukses dan beruntung dan mendapatkan manfaat dari Ramadhan, insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana fenomena di masyarakat tentang &quot;kembali fitri&quot; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui, dari fenomena yang kita lihat saat ini, konsep &quot;kembali fitri&quot; yang dipahami masyarakat masih banyak yang keliru. Pada umumnya masyarakat meredakan maksiat dan bertobat di Ramadhan, mengharap untuk kembali fitri, namun mengulang lagi kebiasaan lama (kemaksiatan) saat memasuki syawal dan bulan-bulan berikutnya. Bisa dilihat, tempat-tempat hiburan yang ditutup semasa Ramadhan mulai menggeliat lagi, artis-artis yang lebih sopan dan tertutup semasa Ramadhan, mulai luntur lagi (kesponanannya).. dan banyak contoh2 lain yang kita lihat di media maupun di masyarakat secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan anak-anak kita, adik-adik kita, teman-teman kita, saudara-saudara kita atau bahkan kita sendiri ? Masyarakat di mana kita berada memberi pengaruh besar pada kita semua.. mampukah kita kembali fitri dengan sebenar-benarnya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, dalam kondisi seperti ini, pilihan kita hanya dua : mempengaruhi atau dipengaruhi, menjadi subject atau menjadi object. Kalau tidak mau terpengaruh, kita harus memilih untuk menjadi subject, dan mempengaruhi lingkungan. Bagaimana caranya? Yaitu dengan dakwah ila al Khoyr (Islam),mengajak kepada kebaikan (Islam). Kita dakwahi orang-orang sekitar kita, keluarga, saudara, tetangga, teman-teman dan masyarakat, sehingga terbentuk lingkungan yang kondusif dan nyaman agar kita semua bisa smoothly kembali fitri, dan menggapai sukses yang dijanjikan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taqabalallahu minna wa minkum, Shiyamanna wa shiyamakum, Taqabal yaa Kariim. Minal Aidzin wal Fa&#39;idzin.. Mohon maaf lahir dan bathin.. Semoga kita semua kembali fitri, dengan sebenar-benarnya, amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://bpn-mol.blogspot.com/2009/09/kembali-fitri-maksudnya.html</link><author>noreply@blogger.com (Ning)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5552508678473109135.post-8796077362716927154</guid><pubDate>Fri, 18 Sep 2009 06:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-17T23:53:25.311-07:00</atom:updated><title>Liberalisasi Industri Farmasi Awas, Asing Mengepung Kita!</title><description>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivCCWe6tHZL1ICh_wSTIbqKTPeC24304RsgUVwsI2-ng6MnGEJUg1WBVjERP_ocCzt7uYxXiwfhNOCNSzm4iABrITTtsEZYX4R9gSYFQxEo7QjhwF84ht7n3z-cBWXMBs2C9waa6aBeWM/s1600-h/safe_image.jpg&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5382696923997607234&quot; style=&quot;FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivCCWe6tHZL1ICh_wSTIbqKTPeC24304RsgUVwsI2-ng6MnGEJUg1WBVjERP_ocCzt7uYxXiwfhNOCNSzm4iABrITTtsEZYX4R9gSYFQxEo7QjhwF84ht7n3z-cBWXMBs2C9waa6aBeWM/s320/safe_image.jpg&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title=&quot;http://www.inilah.com/berita/ekonomi/2009/09/12/155129/awas-asing-mengepung-kita/&quot; href=&quot;http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=138347022566&amp;amp;h=ccfec0ab698e73a5a1b3225abe17a6e7&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.inilah.com%2Fberita%2Fekonomi%2F2009%2F09%2F12%2F155129%2Fawas-asing-mengepung-kita%2F&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;inilah.com&lt;/a&gt;, Jakarta- Seiring kencangnya hembusan angin liberalisasi, pasar domestik bakal terus kebanjiran produk asing. Menyusul dominasi produk makanan dan minuman, produk-produk farmasi asing pun diprediksi segera mengepung konsumen tanah air.&lt;br /&gt;Itu semua dipicu kebijakan pemerintah yang bakal mengeluarkan industri farmasi dari Daftar Negatif Investasi (DNI), sehingga produsen asing diizinkan menguasai 100% saham industri farmasi.&lt;br /&gt;Selama ini, berdasarkan Perpres No. 111/2007, asing hanya boleh menguasai saham industri farmasi hingga 75%. Itu pun dengan ketentuan yang sangat ketat. Bila kelak liberalisasi industri farmasi sudah berjalan, bisa dibayangkan betapa sulitnya posisi perusahaan-perusahaan farmasi nasional ikut bersaing.&lt;br /&gt;Apalagi kekuatan modal perusahaan asing jelas jauh lebih kuat. Itu sebabnya Sekretaris Jenderal Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI), Arel St. S. Iskandar, meminta pemerintah membuat peraturan lain untuk melindungi kelangsungan perusahaan farmasi lokal.&lt;br /&gt;Saat ini di Indonesia terdapat 100 pabrik farmasi lokal dan 35 perusahaan farmasi asing. Namun diperkirakan hanya 10-15 pabrik farmasi lokal yang akan sanggup bersaing dengan perusahaan farmasi asing. Maka tak aneh jika muncul nada pesimistis akan kemampuan perusahaan lokal menandingi pemodal asing.&lt;br /&gt;Peran asing di Indonesia memang tidak bisa dianggap enteng. Pasalnya, separuh pangsa pasar obat nasional kini telah dikuasai asing. Kalau ditambah dengan 10 perusahaan lokal berskala besar, hampir 80% pasar obat dikuasai oleh sekitar 45 perusahaan farmasi asing dan lokal.&lt;br /&gt;Artinya, sekitar 90 perusahaan farmasi lokal harus memperebutkan 20% pasar obat nasional. Persaingan ini bakal kian ketat dengan dicoretnya industri farmasi dari DNI. Maka, wajar jika era liberalisasi dianggap sebagai ancaman bagi farmasi lokal.&lt;br /&gt;Meskipun begitu, tak semua kalangan memandang liberalisasi industri farmasi sebagai ancaman. Sebab, kendati dibuka 100%, pemodal asing diwajibkan membuka pabriknya di Indonesia. Dengan pasar yang relatif kecil, mereka akan berpikir dua kali sebelum menanamkan modalnya di Indonesia. Mereka tampaknya lebih senang sebagai pedagang besar farmasi (PBF). (Inilah.com, 12/9/2009)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bpn-mol.blogspot.com/2009/09/liberalisasi-industri-farmasi-awas.html</link><author>noreply@blogger.com (Shafiq Islam)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivCCWe6tHZL1ICh_wSTIbqKTPeC24304RsgUVwsI2-ng6MnGEJUg1WBVjERP_ocCzt7uYxXiwfhNOCNSzm4iABrITTtsEZYX4R9gSYFQxEo7QjhwF84ht7n3z-cBWXMBs2C9waa6aBeWM/s72-c/safe_image.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5552508678473109135.post-322361914638903500</guid><pubDate>Thu, 17 Sep 2009 21:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-17T14:20:00.974-07:00</atom:updated><title>UU Kesehatan Reproduksi Remaja Legalkan Seks Bebas</title><description>Jakarta - UU Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) sekilas tampak menjadi sesuatu yang sangat diperlukan. Tapi, terdapat bahaya besar yang mengancam remaja saat ini dalam KRR. Ada agenda terselubung atau kepentingan penguasa menjalankan KRR. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1994, ICPD (International Conference Population Development) mewajibkan peserta konferensi menerapkan KRR di negaranya masing-masing. ICPD berdalih penerapan KRR demi mencegah terjadinya seks bebas karena tahun 1992 tercatat pelaku seks pra nihak 10-31%. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, hingga kini, 15 tahun setelah ICPD, pelaku seks pra nikah naik menjadi 62,7%. Ada apa dengan KRR?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Perlu dicermati, bahwasanya isi dari KRR secara garis besar memuat tentang perubahan fisik dan psikis remaja. Bagaimana proses reproduksi terjadi. Kehamilan dan cara pencegahan kehamilan tidak diinginkan. Aborsi &#39;aman&#39;. Homo dan lesbi harus diakui sebagai identitas seksual. Seks bebas yang &#39;aman&#39; dan info tentang berbagai penyakit menular (Budiharsana,2002).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal seks bebas &#39;aman&#39;, ada konsep abstinence yaitu menahan diri untuk tidak melakukan seks bebas, be aithful yaitu setia pada pasangan, kondom. Atau bisa diartikan &quot;jika ingin sehat jangan ng-seks, kalo mau ngeseks sama pasangan setia aja, kalo ga kuat pake kondom&quot;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakikatnya, UU ini hanya menjadi alat untuk melegalkan seks bebas. Sesungguhnya, bagaimana mengentaskan seks bebas harus dilihat dari akar masalahnya. Remaja melakukan seks bukan karena tidak mengetahui KRR. Tetapi, lebih karena faktor eksternal. Pergaulan bebas, tontonan yang banyak menimbulkan syahwat, sekulerisme. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, untuk mengentaskan itu semua tentu saja tidak bisa dengan solusi yang pragmatis. Tapi, harus secara menyeluruh. Islam sebagai sebuah aturan hidup memiliki aturan tentang pergaulan antara pria dan wanita. Aturan ini tidak mengekang dan tidak pula membebaskan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, sesuai dengan fitrah manusian yang telah diciptakan Allah SWT. Tentu penerapan sistem pergaulan islam tidak bisa dilakukan tanpa adanya peran sebuah negara yang memiliki aturan islam yaitu daulah khilafah islamiyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;posted by rahma&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://bpn-mol.blogspot.com/2009/09/uu-kesehatan-reproduksi-remaja-legalkan.html</link><author>noreply@blogger.com (shofi)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5552508678473109135.post-8173730892785538869</guid><pubDate>Mon, 14 Sep 2009 09:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-14T02:47:27.774-07:00</atom:updated><title>MUSLIMAH BERPOLITIK HARUSKAH?</title><description>Wanita merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat. Sebab Allah SWT telah menciptakan manusia dalam dua jenis yaitu pria dan wanita, untik hidup bersama dalam suatu masyarakat. Keduanya diberikan potensi yang sama dari sisi insaniahnya, berupa potensi aqal, naluri dan kebutuhan jasmani. Adanya potensi inilah yang mendorong keduanya untuk terjun ke dalam kancah kehidupan secara bersama-sama. Lebih dari itu, keduanya diciptakan oleh Allah SWT tiada lain untuk saling tolong menolong (ta’awun) dalam menuelesaikan urusan atau persoalan bersama diantara mereka. Sebagaimana Firman Allah SET dalam QS. At Taubah: 71.&lt;br /&gt;“ Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan sebagian menjadi penolong bagi sebaian yang lain”.&lt;br /&gt;Demikianlah allah telah menjadikan keduanya hidup bersama dalam suatu masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;MUSLIMAH BERPOLITIK, YES!&lt;br /&gt; Ketika manusia hidup bersama dalam suatu masyarakat, tentu saja tidak terlepas dari adanya persoalan-persoalan bersama yang muncul dalam kehidupan mereka. Hal ini mengharuskan bagi setiap anggota masyarakat untuk  turut berperan serta menyelesaikannya. Lebih-lebih lagi jika persoalan tersebut menyangkut urusan umat (orang banyak). Baik pria maupun wanita tidak dapat berlepas tangan. Demikitan seharusnya sikap setiap muslim dan muslimah terhadap persoalan-peersoalan umat yang terjadi di tengah-tengah kehidupan kaum muslimin. Seluruh kaum muslimin sama-sama bertangggung jawab terhadap keberlangsungan hidup mereka agar senantiasa berada dalam “pola tertentu” berdasarkan tuntutan Kholiqnya, Allah SWT. Oleh karena itu siapapun termasuk muslimah tidak boleh menutup mata atau tak peduli terhadap persoalan yang terjadi di tengah-tengah umat Islam. Demikian pula terhadap persoalan kaumnya, sebagai bagian dari umat (masyarakat).&lt;br /&gt;Firman Allah SWT, dalam Al Qur’an surat Ali Imran: 104&lt;br /&gt;“Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yyang menyeru kepada kebaikan (Islam), menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung”.&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah Saw, dari Hudzaifah ra.:&lt;br /&gt;“barang siapa yang tidak memperhatikan kepentingan kaum muslimin, maka ia bukanlah termasuk di antara mereka, dan barang siapa yang tidak berada di waktu pagi dan petang selaku pemberi nasehat bagi Allah dan RasulNya, bagi kitab-Nya, bagi pemimpinnya dan bagi umumnya kaum muslimin,maka ia bukanlah termasuk di antara mereka.” (HR. Ath Thabrany)&lt;br /&gt;Dua nash diatas menjelaskan bahwa perintah Allah dan Rasul-Nya untuk melakukan aktivitas amar ma’ruf nahi mungkar serta memperhatikan (memikirkan) urusan kaum muslimin merupakan kewajiban yang ditujukan kepada seluruh kaum muslimin, tanpa kecuali (pria dan wanita). Hal ini dilihat dari umumnya lafadz yang terdapat pada kedua nash tersebut. Pada nash pertama terdapat lafadz ummat (segolongan umat) dan nash kedua terdapat lafadz (barang siapa). Kedua lafadz ini menunjukkan bahwa perintah untuk melakukan aktivitas yang terkandung dalam dua nash tersebut berlaku bagi pria dan wanita.&lt;br /&gt; Ketika perintah Allah dan RasulNya ditujukan kepada kaum muslimin (seluruhnya), maka dapat dipastikan bahwa seluruh kaum muslimin, pria maupun wanita, sanggup untuk melaksanakannya. Sebab Allah SwT tidak akan membebani hamba-Nya diluar kemampuannya, sebagaimana janji Allah SWT dalam Al Baqarah: 286&lt;br /&gt;“Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala darikebjikan yang diusahakannya dan mendapat siksa dari kejahatan yang dikerjakannya”.&lt;br /&gt; Pada hakikatnya ketika kaum muslimin berupaya memfungsikan segenap potensi insaniahnya untuk turut menyelesaikan persoalan umat, maka pada saat itulah tampak keterlibatannya dalam mengurus kepentingan umat. Sebagaimana yang disebutkan dalam nash diatas. Mengurusi urusan umat, termasuk di dalamnya memperjuangkan agar upaya pemeliharaan umat bias terlaksana sebagaimana mestinya adalah aktivitas politik. Ini bukanlah suatu hal yang diragukan, melainkan sudah merupakan suatu perkara yang sangat jelas. Sampai disini, apalagi alas an sekelompok orang yang ingin mendiskreditkan Islam untuk menuduh bahwa Islam tidak member peluang kepada perempuan unttuk berpolitk? Dan selanjutnya menuduh bahwa Islam mendiskreditkan perempuan? Dengan demikian berarti Islam telah mewajibkan kepada pria dan wanita untuk melaksanakan aktivitas politik ini.&lt;br /&gt;Mengapa Muslimah berpolitik&lt;br /&gt;Aktifitas poloitik telah jelas menjadi kewajiban seluruh kaumm muslimin. Hanya saja perlu diketahui bahwa aktivitas politik bagi muslimah bukan berarti merupakan upaya untuk menjadikan wanita memiliki posisi atau kedudukan yang tinggi dlam suatu jabatan, bukan pula untuk memperoleh gelar bnagsawan. Sehingga ketika muslimah berpolitik, ia harus menyadari bahwa aktivitas tersebut merupakan bagian dari kewajibannya yang dating dari Allah SWT. Ia pun harus menyadari pula bahwa politik yang ia lakukan tiada lain adalah sebagai upaya turutmemikirkan dan menyelesaikan persoalan umat. Di samping itu muslimahjuga harus menyadari bahwa Islam sangat menjaga kemuliaan dan ketinggian martabat (izzah) wanita. Oleh karena itu ketika ia melaksankan aktivitas politik, ia pun harus memperhatikan aturan-aturan lainnya. Baik itu aturan umum maupun aturan khusus (untuk wanita). Sebab kehormatan dan kemuliaan wanita akan terjaga lewat pelaksanaan seperangkat hokum yang elah ditetapkan untuknya. Dan ini merupakan jaminan yang pasti.&lt;br /&gt; Aturan yang dating dari Al- Kholiq (Sang Pencipta) tentu saja merupakan aturan yang sesuai dengan fitrah manusia, member kepuasan pada aqal manusia dan member ketengan hati, karena Allah lah yang lebih mengetahui hakekat makhluq-Nya. Sehingga kalau Allah SWT telah menetapkan bagaimana seharusnya wanita beraktivitas politik, maka sudah pasti tidak akan mrendahkan derajat dan martabat wanita. Oleh karena itu bila ada batasan-batasan tertentu bagi wantia dalam menjalankan kewajibannya, bukan berarti hal itu menghalangi wanita tersebut berperan. Apalagi kalau dikatakan merendahkan wanita. Sama sekali tidak. Hal itu semata-mata untuk mengatur percaturan kehidupan wantia dalam suatu komunitas masyarakat demi kebahagiaan dan keselamatannya di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt; Misalnya, adanya larangan wanita menduduki jabatan penguasa (penentu kebijakan). Hal ini harus difahami oleh muslimah sebagai suatu kekhususan bagi wanita, dan tidak ada sama sekali tendensi untuk merendahkan derajat wanita. Allah telah menjanjikan bahwa pada dasarnya manusia itu sama di sisi Allah. Yang membedakan hanyalah tingkat ketaqwaannya. Sehingga yang diukur di hadapan Allah SET adalah sampai sejauh mana tingkat ketaatan manusia memfungsikan potensi insaniahnya, yakni aqal, naluri dan kebutuhan jasmaninya untuk melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Oleh karena itu setiap muslimah harus menyadari secara penuh bahwa yang terpenting adalah senantiasa mengupayakan dirinya utnuk menempati peran yang terbaik dalam rangka mencapai kemuliaan di sisi Allah. Dan yang lebih mengetahui posisi peran yang terbaik adalah Allah, sehingga tiada lain yang harus dilakukan wanita kecuali melaksanakan perintah dan laranganNya. Eraktivitas politik merupakan pelaksanaan perintah Allah, sehingga aktivitas ini merupakan salah satu upaya untuk mencapai kemuliaan di sisi Allah SWT.&lt;br /&gt;Upaya Muslimah Berpolitik&lt;br /&gt; Kalau diteliti lebih jauh lagi, sebenarnya persoalan-persoalan yang muncul dalam kehidupan masyarakat tidak lepas dari kondisi system yang ada. Karena masyarakat bukanhanya sekedar kumpulan individu semata. Akan tetapi lebih dari itu, masyarakat terdiri dari 4 unsur yaitu individu-individu yang senantiasa berinterksi, serta pemikiran, perasaandanaturan yang sama (yang mengatur interaksi tersebut). Dengan demikian persoalan-persoalan yang muncul di masyarakat erat kaitannya dengan dengan system dimana mereka tinggal. Dalam hal ini tentu saja tidak terlepas dari ‘visi’ para penentu kebijakan yang ada.&lt;br /&gt; Penguasa (penentu kebijakan) adalah orang yang memiliki tanggung jawab untuk menentukan kebijakan demi terlaksananya upaya pengaturan urusan umat sebagaimana mestinya. Sebab umat telah menyerahkan semua urusan mereka kepada penguasa melalui bai’at. Sehingga apabila penguasa melakukan kezhokiman terhadap umat (rkayat) maka umat memiliki hak dan kewajiban utnuk melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar kepada penguasa. Sebagaimana Firman Allah SWAT dalam Fushilat:33.&lt;br /&gt;“Siapakan yang lebih  baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal sholeh dan berkata, sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim”.&lt;br /&gt;Juga sabda Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;“Barangsiapa diantara kalian melihat kemungkaran, maka rubahlah dengan lisan, dan apabila tidak mampu maka rubahlah dengan hati, walau itu merupakanselemah-lemah iman.(HR. Muslim)&lt;br /&gt;“Jihad yang terbaik ialah berkata tentang kebenaran kepada penguasa yang dzalim.”&lt;br /&gt;Pemerintah dalam ayat dan hadits tersebut diatas, bersifat umum ditujukan kepada seluruh kaum muslimin baik pria maupun wanita. Maka apabila Nampak adanya kemungkaran di tengah-tengah masyarakat, wajib bagi pria maupun wanita muslim untuk mencegahnya, sesuai dengan kemampuan. Termasuk aktivitas amar ma’rufnahi mungkar terhadap penguasa dzalim dalam rangka mengingatkan agar penguasa tidak melepaskan tanggung jawabnya dalam mengatur urusan umat sebagimana mestinya.&lt;br /&gt; Peran muslimah dalam aktivitas politik ini tidak dibatsi oleh waktu, tempat maupun kondisi. Karena seruan untuk beraktivitas politik ini tidak akan diubah oleh waktu, tempat maupun kondisi ini sebagaimana shalat fardhu yant tidak akan pernah berubah oleh waktu, tempat maupun kondisi. Sehingga ketika seseorang telah memasuki fase keluarga, maka tidak ada alas an yang dibolehkan syara’. Bahkan kedua pasangan suami istri sama-sama memiliki tanggung jawab dalam hal ini. Oleh karena itu keduanya harus senantiasa salaing mendukung agar kewajiban ini terlaksana dengan baik.&lt;br /&gt; Terpeliharanya urusan umat sebagaimana mestinya sangat tergantung kepada optimalisasi peran seluruh kaum muslimin, baik pria mapun wanita, termasuk kedua pasangan suami-istri. Dengan demikian kerja sama keduanya (pria-wanita, suami-istri) sangat penting untuk merealisasikan pperan masing-masing.&lt;br /&gt; Optimalisasi peran masing-masing akan terwujud, jika keduanya memahami betul tugas dan tanggung jawab, serta hak dan kewajiban masing-masing, termasuk kewajiban amar ma’ruf dan nahi mungkar ini. Sebab, bila keduanya memiliki pemahaman yang kuat dan mapan terhadap hak dan kewajiban masing-masing, keduanya bias bekerja sama mencari jalan keluar bagi setiap persoalan yang menghambat realisasi peran masing-masing.&lt;br /&gt; Pria dan wanita, suami dan istri merupakan sahabat dan mitra dalam kehidupan ini, baik dalam kehidupan rumah tangga maupun kehidupan bermasyarakat. Termasuk mitra dalam aktivitas da’wak dan politik. Oleh karena itu keduanya harus saling mendukunng dan saling mengontrol demi terealisasinya peran masing-masing dalam da’wah dan politik.&lt;br /&gt; Bila ditelaah lebih jauh lagi, jumlah wanita saat ini cenderung lebih besar dari jumlah pria. Maka apabila wanitanya baik, dan perannya terealisasi secara optimal sudah pasti akan member kontribusiyang sangat besar dalam perbaikan status umat menuju ”umat terbaik”. Dengan demikian sudah seharusnya para wanita memahami betul tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang muslimah, baik tugas sebagai hamba Allah, tugas dalam keluarga maupun tugas dalam kehidupan bermasyarakat (diantaranya adalah amar ma’ruf nahi mungkar). Wanita yang memahami tugas dan kewajiban inilah yang dikatakan wanita sholihah. Dan wanita yang demikian pulalah yang akan mempu melahirkan generasi-generasi pejuann Islam (mujahid), yang siap untuk memperjuangkan kemuliaan Islam, dan siap utnuk terjun dalam arena politik untuk mengurusi urusan umatnyasesuai dengan ketentuan Kholiqnya, termasuk melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar.&lt;br /&gt; Dengan demikian, tidak dapat dielakkan lagi bahwa terjun/terlibat dalam aktivitas politik wajib bagi setiap muslim, baik pria maupun wanita.Untuk itu masih adakah alas an bagi para muslimah untuk tidak mengoptimalkan potensi dan kemampuannya demi  merealisasikan kemuliaan umatnya? Demi meraih kemuliaan dan ketinggian derajatnya di hadapan Kholiqnya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By Endang Sri Indah Rahmawati, M.Pd&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://bpn-mol.blogspot.com/2009/09/muslimah-berpolitik-haruskah.html</link><author>noreply@blogger.com (shofi)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5552508678473109135.post-3736523540997199648</guid><pubDate>Tue, 01 Sep 2009 01:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-02T01:54:31.026-07:00</atom:updated><title>Malaysia, Indonesia : Jangan bertengkar ...</title><description>Malaysia dan Indonesia,Kok makin ribut aja sih... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin lama, keributan kalian makin tak terkendali. Bila kemarin lagu Indonesia Raya dipleset-plesetkan oleh Malaysia, hari ini 100 situs Malaysia di&quot;hack&quot; oleh Indonesia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kalian, bahwa kalian dahulunya bersatu? Tadinya kan kalian bersatu, di bawah naungan khilafah Islamiyah. Temanku bilang, Belanda dan Inggris lah yang menjadikan kalian berpisah.., menjadi &quot;Indonesia&quot; dan &quot;Malaysia&quot;. Kenapa sekarang tidak berusaha untuk bersatu lagi saja ?&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, kalau bersatu, kalian akan kuat.. ngga akan terjadi yang namanya rebutan pulau karena kita akan bangun pulau itu bersama.. apa lagi rebutan tari-tarian dan lagu.. oooo please deh..menghabis2kan energi aja.. Masalah orang-orang yang disiksa.. itu kan bukan budaya kita. Kita bisa bereskan bersama-sama. Juga orang-orang yang katanya menteror, kita kejar sama-sama. Masalah plesetan lagu kebangsaan itu, tentunya kalau kita bersatu tidak akan ada lagi, bukan ? Banyak yang bisa selesai, kalau kita bersatu..Sudah, jangan ribut lah. Kalau tetap ribut, nanti tiba-tiba ada &quot;saudara tua&quot; yang berdiri di selat yang kebetulan ada di antara kalian berdua (Selat Malaka). Alasannya : menjaga keamanan &#39;gitu loh...Atau jangan-jangan... memang ada yang sengaja memancing kalian untuk ribut2.. supaya punya alasan berdiri di antara kalian berdua.. sudah lama kan ada pihak-pihak yang ingin membangun pangkalan militer di daerah selat malaka itu ? Oooppsss.... Masya Allah...Makanya, jangan terpancing.. Yo mari bersatu.. Kita umat Islam harus bersatu, karena sesungguhnya Allah telah mempersatukan kita dalam Islam. Bukan hanya kalian, Malaysia dan Indonesia, tapi juga seluruh negeri-negeri muslim di dunia. Ayo kita kembalikan kesatuan umat, sebagaimana masa kekhilafahan dahulu. Dengan bersatunya umat, tidak akan ada lagi yang berani mempermain-mainkan kita, kaum muslimin, dengan seenaknya..So, berhentilah bertengkar. Mending gunakan energi untuk mempersatukan umat dan membangun kekuatan umat, sehingga tak ada lagi yang berani mengusik keamanan kaum muslimin dan menginjak-injak martabat kaum muslimin.. seperti yang saat ini masih terjadi pada saudara-saudara kita di Palestina, Afghanistan, Iraq, Uzbekistan, dan di belahan dunia lainnya... Sekali lagi, mari berhenti bertengkar.Semoga kalian mendengar...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://bpn-mol.blogspot.com/2009/08/malaysia-indonesia-jangan-bertengkar.html</link><author>noreply@blogger.com (Ning)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5552508678473109135.post-1167264770578653507</guid><pubDate>Mon, 17 Aug 2009 07:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-19T08:07:51.523-07:00</atom:updated><title>Mahkota dan Terompah</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTCZ8EwcPX6bsdKIcRXjo22peuS6MeI01e1Be83-j4VqzvoIqY9F6NdOFAwZ2oiEEoim67aPgNT7mR0fUUvMPGN_Pi3jjPD-Cgd8ni-52be4Sm4bai1fh6bEVOBdtiorjdyyzpqSJHXw4/s1600-h/miss.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 107px; height: 133px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTCZ8EwcPX6bsdKIcRXjo22peuS6MeI01e1Be83-j4VqzvoIqY9F6NdOFAwZ2oiEEoim67aPgNT7mR0fUUvMPGN_Pi3jjPD-Cgd8ni-52be4Sm4bai1fh6bEVOBdtiorjdyyzpqSJHXw4/s200/miss.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5370827108050847122&quot; /&gt;&lt;/a&gt; Perhelatan kontes Ratu Sejagat atau yang lebih dikenal dengan Miss Universe kembali digelar. Seperti biasa, kali ini Indonesia pun tak mau kalah dengan negara lain untuk turut mengirimkan wakilnya, Zivanna Letisha Siregar. Kontes kecantikan ini diikuti tidak kurang dari 84 negara. Setiap tahunnya para wanita yang dianggap tercantik dari tiap negara partisipan akan didaulat menjadi yang paling cantik sejagat. Mereka juga akan menjalankan misi sebagai “duta” bagi berbagai kepentingan pihak sponsor dan penyelenggara.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;            Miss Universe selalu menarik untuk diperbincangkan, setidaknya atas tiga hal. Pertama, antusiasme para wanita untuk berpartisipasi di dalamnya dan berharap besar untuk menang. Kedua, persyaratan yang harus dipenuhi kontestan selama proses penilaian berlangsung. Ketiga, berkaitan dengan imej atau citra seseorang ketika berhasil merebut mahkota sebagai yang tercantik dengan titel “Miss Universe”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Pada awalnya Miss Universe tidak lebih dari upaya promosi produk pakaian renang, Catalina. Adalah Pasific Mills yang melangsungkan kontes kecantikan ini untuk pertama kalinya pada tahun 1952. Kemudian pada tahun 1996, seorang pengusaha bernama Donald Trump membeli hak kepemilikan kontes ini untuk ditayangkan pada jaringan televisi CBS. Pada tahun 2003 hak siar pelaksanaan Miss Universe beralih ke jaringan NBC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski awalnya hanya sebatas cara untuk mempromosikan produk pakaian renang, ternyata pengaruh penyelenggaraan Miss Universe cukup memberikan dampak yang luar biasa. Cakupan partisipasi kian meluas tak hanya berkisar benua Amerika dan Eropa. Bahkan, wilayah Asia, termasuk Indonesia di dalamnya, mulai melirik untuk bergabung. Indonesia sendiri sempat vakum dalam kontes kecantikan ini pada tahun 1996 sampai 2004 perihal pemakaian pakaian renang. Namun akhirnya Indonesia melanjutkan kembali keikutsertaannya pada tahun 2005 dengan mengirimkan Artika Sari Devi. Setelah itu, kontes-kontes serupa di tanah air bermunculan dengan satu semangat yang sama,syukur bisa menjadi yang tercantik se-Indonesia, apalagi sejagat. Meskipun tidak semua kontestan Miss Universe dari Indonesia adalah seorang Muslimah, tetapi wajarkah bila mereka sampai mengikutinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah mudah menjadi seorang Miss Universe. Selain melalui proses seleksi yang lumayan ketat, seseorang setidaknya harus memiliki apa yang disebut dengan 3B, yakni Brain, Beauty and Behaviour alias kecerdasan, kecantikan dan kesopanan. Memang ketiga kriteria ini seolah ingin memunculkan sosok wanita sempurna. Meski demikian, tak surut juga minat para wanita yang merasa cukup percaya diri bahwa ketiganya ada dalam diri mereka. Kriteria inilah yang nantinya akan menjelma menjadi beberapa macam “sesi penilaian” yang mengharuskan tiap peserta untuk mengumbar bagian tubuhnya. Untuk contoh yang satu ini bisa dilihat pada sesi pemotretan dengan busana renang. Semakin terbuka semakin tinggi nilainya, mungkin seperti itu gambaran yang ada di benak para kontestan. Berbekal niat tunggal untuk menang, mereka berlomba memamerkan tubuhnya se-sensual mungkin sehingga mampu membuat takjub para dewan juri. Tentunya kita tidak akan membahas para pelaku sesi pemotretan itu yang tidak terikat dengan hukum syara’. Tetapi bagi mereka yang mengaku dirinya sebagai seorang Muslimah, wajarkah bila ikut serta di dalamnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergelaran Miss Universe juga berusaha untuk membangun imej “positif” bagi pemenangnya. Imej ini ditonjolkan saat sang ratu didaulat untuk menjadi duta ataupun ikon dari sponsor. Terlebih lagi beberapa fasilitas, kemudahan serta materi yang tidak sedikit pastinya cukup menggiurkan bagi siapapun yang memang semata-mata mengejar dunia. Dalam salah satu hadits dikatakan, Anas bin Malik meriwayatkan, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa mengharapkan akhirat, Allah akan menjadikan kekayaan di hatinya dan menghimpun seluruh urusannya untuknya, serta dunia akan datang kepadanya dalam keadaan tunduk. Adapun siapa yang mengharapkan dunia, Allah akan menjadikan kefakiran di depan matanya dan menceraiberaikan urusannya , serta dunia tidak akan datang kepadanya kecuali yang sudah ditakdirkan baginya”. Sekali lagi, wajarkah seorang yang mengaku Muslimah ikut serta di dalamnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah sebuah aturan kehidupan yang sempurna. Kesempurnannya meliputi fikrah maupun thariqah. Tidak hanya sebatas pemikiran belaka tetapi berkahnya justru muncul ketika ia diterapkan. Seperti halnya pengaturan Islam terhadap wanita. Secara fikrah, Islam memuliakan wanita melalui kewajiban menutup aurat dengan kerudung dan jilbab (QS. An-Nur:31, QS.Al-Ahzab:59). Islam juga menjaga kehormatannya dengan mengatur hubungan antara wanita dengan lelaki yang bukan mahramnya (QS.An-Nur:31, QS.Al-Isra;32). Kondisi ini akan menjadikan martabat wanita menjadi terjaga dan tidak malah ter-eskploitasi, seperti halnya mereka yang mengikuti ajang Miss Universe. Masalahnya, apakah para kontestan tersebut merasa dirinya menjadi objek eksploitasi atau tidak. Perasaan tentang apakah amal yang yang dilakukan seseorang telah atau bahkan menyimpang dari aturan Islam memang akhirnya kembali pada kekuatan seseorang memegang aqidahnya. Tidak hanya sebatas menerima sebatas sebuah dogma dalam hidup tapi juga meyakini bahwa aqidah tersebut adalah solusi atas setiap problematika kehidupannya. Inilah yang disebut dengan mabda’ atau ideologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Muslim sepantasnya meletakkan seluruh kepatuhannya pada aturan Islam, bukan pada yang lain. Perasaan akan baik dan buruk, terpuji dan tercela senantiasa dikaitkan dengan hukum syara’ (QS.Al-Hasyr:7, An-Nisa:65, QS.Al-An’am:57). Begitupun saat ingin mengetahui apakah sesuatu itu memang ditujukan untuk mengangkat derajatnya atau justru menghinakannya. Disinilah ironi perasaan manusia yang lemah dan terbatas (QS.Al-Baqarah:216). Seringkali para wanita merasa bangga karena dirinya berhasil terpilih sebagai yang tercantik diantara yang lain melalui ajang kontes kecantikan. Padahal yang terjadi ia justru sedang dihinakan dan menghinakan dirinya sendiri, dengan menampakkan sesuatu yang diperintahkan Allah untuk dijaga kehormatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa hebatnya sebuah sistem ketika diterapkan di tengah sebuah masyarakat. Kapitalisme yang akrab dengan nuansa liberalisme telah menjadikan setiap sendi kehidupan kita mengerucut pada hedonisme. Bahkan eksploitasi wanita dengan kedok kontes kecantikan justru dijadikan sebagai barometer idealitas seorang wanita. Dengan cukup berbekal Brain, Beauty and Behaviour ditambah penyematan sebuah mahkota maka sempurnalah sang empunya. Masih terasa wajarkah bila seorang Muslimah mengikutinya? Setidaknya ada sebuah hadits yang bisa dijadikan sebagai sebuah bahan renungan. Diriwayatkan dari an-Nu’man bin Basyir ra. , Rasulullah saw. bersabda :”Sesungguhnya azab yang paling ringan dari penghuni neraka pada hari kiamat ialah seseorang yang diletakkan pada kedua telapak kakinya terompah dari api neraka yang menyebabkan otaknya mendidih” (Mutafaq ‘alaih). Ternyata sebuah mahkota di dunia harus dibayar mahal di akhirat, sepasang terompah dari api neraka, Naudzubillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Adiba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://bpn-mol.blogspot.com/2009/08/mahkota-dan-terompah.html</link><author>noreply@blogger.com (shofi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTCZ8EwcPX6bsdKIcRXjo22peuS6MeI01e1Be83-j4VqzvoIqY9F6NdOFAwZ2oiEEoim67aPgNT7mR0fUUvMPGN_Pi3jjPD-Cgd8ni-52be4Sm4bai1fh6bEVOBdtiorjdyyzpqSJHXw4/s72-c/miss.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5552508678473109135.post-3518556033481269953</guid><pubDate>Sat, 15 Aug 2009 01:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-14T18:15:26.192-07:00</atom:updated><title>Di Rusia Wanita Bisa Menyewa “Suami”</title><description>Nah terbukti khan...wanita tidak bisa melakukan semuanya sendiri..&lt;br /&gt;Tapi kok tetap ngotot memperjuangkan kesetaraan dengan laki-laki?&lt;br /&gt;your comment please ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena terkena PHK akibat beban krisis finansial, pekerjaan menjadi “suami” sewaan pun dilakoni pria Rusia&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGgsdEeGi4JPQdoIxRdA6wX4vQXgnAy9RFqpFKSxeVTFUCPKGFN3_ac3uOw23V0xr3TAUzNLG9s75ixi6xlRrIdzcdS8DcPeS9QB0PgJvUrTajMkrf6EB2FzKxa0YruobzHhZPFRVpCwk/s1600-h/married.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 183px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGgsdEeGi4JPQdoIxRdA6wX4vQXgnAy9RFqpFKSxeVTFUCPKGFN3_ac3uOw23V0xr3TAUzNLG9s75ixi6xlRrIdzcdS8DcPeS9QB0PgJvUrTajMkrf6EB2FzKxa0YruobzHhZPFRVpCwk/s200/married.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5369992133254351570&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Para wanita di Rusia tidak lagi bingung jika suami mereka tidak ada di rumah untuk membantu melakukan beberapa pekerjaan yang tidak bisa dilakukan sendiri. Sekarang mereka bisa menyewa “suami” dengan hitungan sewa per jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami sewaan itu dibayar untuk melakukan pekerjaan seperti memperbaiki rak hingga mengganti kunci. Bisnis yang pertama kali muncul di kota St. Petersburg ini sepertinya akan menjadi primadona di Rusia karena ternyata cukup menguntungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Sebagian wanita ternyata tidak bisa mengganti bola lampu,&quot; kata Alexander Yakolev yang memimpin sebuah kantor penyewaan suami. &quot;Sekarang ini saya memiliki 50 orang pria yang bisa melakukan pekerjaan semacam itu.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Boris Ivanov, pria yang kehilangan pekerjaan sebagai manajer di sebuah penerbitan karena krisis keuangan, bekerja sebagai suami sewaan merupakan cara yang baik untuk memperoleh  pendapatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Mereka hanya menginginkan seorang laki-laki yang tidak keberatan melakukan pekerjaan kecil di rumah tangga. Bayarannya lumayan dan bisa memberikan pendapatan yang stabil.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengusaha suami sewaan awalnya membidik pasar wanita lajang, tapi ternyata pelanggan mereka tidak sedikit yang berasal dari kalangan ibu rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Suami saya senantiasa bekerja,&quot; kata seorang wanita yang sudah menikah. &quot;Saya tidak bisa melakukan semuanya sendiri, oleh karena itu saya menghubungi jasa suami sewaan.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarif yang dikenakan tergantung pada jasa yang diberikan. Menggantung hiasan di dinding biayanya USD 6, memperbaiki kursi USD 8. Membersihkan sampah  di seluruh bagian rumah bisa mencapai USD 130. [di/arb/www.hidayatullah.com]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://bpn-mol.blogspot.com/2009/08/di-rusia-wanita-bisa-menyewa-suami.html</link><author>noreply@blogger.com (shofi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGgsdEeGi4JPQdoIxRdA6wX4vQXgnAy9RFqpFKSxeVTFUCPKGFN3_ac3uOw23V0xr3TAUzNLG9s75ixi6xlRrIdzcdS8DcPeS9QB0PgJvUrTajMkrf6EB2FzKxa0YruobzHhZPFRVpCwk/s72-c/married.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item></channel></rss>