<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-828251437225892578</atom:id><lastBuildDate>Thu, 19 Dec 2024 03:22:45 +0000</lastBuildDate><category>Materi Kuliah</category><category>artikel</category><category>Cerpen</category><category>asmara</category><category>perkenalan</category><title>Legu Blog</title><description>om swastiastu</description><link>http://putupermana.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Budaya)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>31</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>om swastiastu</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-828251437225892578.post-8127752845397720481</guid><pubDate>Mon, 02 Apr 2012 09:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-02T02:59:47.948-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel</category><title>Rambut Dewa Brahma…… ( 2 )</title><description>&lt;strong&gt;Rambut Dewa Brahma…… ( 2 )&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Mitologi Hindu Tentang Tumbuh-tumbuhan&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;
(Sambungan WHD No. 431) &lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;2. Pohon Kapuk&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Nama Latin&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bombax malabaricum Salmalia malaharica&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Nama Inggris&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp;&amp;nbsp; Red Silk Cotton Tree &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Nama India&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp;&amp;nbsp; - Bengali &amp;nbsp;&amp;nbsp;:&amp;nbsp; Shimul&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - Gujarat &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp; Raktashimul, Ratoshemalo, Sawar&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - Hindi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:&amp;nbsp; Semul, Raktashimul&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - Marathi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp; Sayar&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - Malayalam&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp; Ilavu&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - Sanskrit&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp; Yamadruma, Shalmali&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - Telugu&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp; Buraga, Salmali&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - Tamil&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp; Ilavam, Pulai&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rumpun&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bombacaceae&lt;br /&gt;
Nama  Bombax berasal dari kata Bombux yang dalam bahasa Yunani berarti ulat  sutra. Malabaricum menandakan bahwa pohon tersebut berasal dari Malabar.  Salmalia adalah istilah latin yang terbentuk dari bahasa Sanskerta  Shalmali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disebutkan bahwa Pitamaha, Sang Pencipta Alam Semesta,  beristirahat di bawah pohon Kapuk setelah pekerjaannya selesai.  Bunganya yang berbentuk seperti mangkuk dikeramatkan bagi Dewa Siwa.  Ketika pohon tersebut dipenuhi bunga, ia diperumpamakan sebagai Dewi  Lakshmi, Dewi Keberuntungan yang berdiri dengan kedua tangan yang  direntangkan dan sebuah lampu minyak menyala terdapat pada masing-masing  telapak tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama pohon ini dalam bahasa Sanskerta adalah  Yamadruma yang artinya pohon yang tumbuh di neraka, karena meskipun  rupanya menarik oleh bunga-bunganya, buahnya tidak dapat dimakan.  Disamping itu, menurut Kitab Mahabharata, durinya digunakan sebagai alat  penyiksa pada salah satu dari tujuh neraka jahanam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pohon ini menarik perhatian sebagian besar burung-burung dari seluruh pohon yang terdapat di India.&lt;br /&gt;
Mengapa Pohon Kapuk Berduri (Sebuah Legenda dan Suku Oriya)&lt;br /&gt;
Raja  tanah Judagarh memiliki dua orang isteri. Namun beliau tidak berputra.  Sang Raja amat mencintai kedua isterinya dan tidak ingin menikah lagi,  akan tetapi ia harus memiliki seorang pewaris tahta kerajaan. Ia  mengumumkan sayembara bahwa siapapun yang dapat menyembuhkan kedua  isterinya dari kemandulan akan diberikan separuh tanah negeri tersebut  sebagai hadiah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tanah Kanguda Dongar yang bertetangga dengan  negeri Judagarh, hiduplah seorang yang bernama Kaliya Dano. Ia dikenal  sebagai orang suci namun sebenarnya ia adalah siluman pemakan manusia.  Kaliya Dano mengabarkan kepada Raja Judagarh bahwa ia dapat menyembuhkan  kedua isterinya. Maka dikirimlah kedua isterinya untuk menjalani  perawatan. &lt;br /&gt;
Kaliya Dano menyantap mereka. Bulan demi bulan  berlalu. Pesan demi pesan telah dikirim kepada Kaliya Dano tentang kedua  permaisuri, tetapi Kaliya Dano berpura-pura sedang mengadakan meditasi  dan tidak mengirim balasan. Akhirnya Raja Judagarh membawa beberapa  pengawalnya pergi ke Kanguda Dongar untuk menjemput kedua isterinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaliya  Dano mengetahui bahwa Sang Raja menuju ke negerinya. Raja memasuki  pondoknya dan menemukan tempat itu telah kosong. Ia memerintahkan para  pengawalnya untuk mencari dan ketika ia menemukan tulang belulang dan  sebuah cincin salah seorang isterinya, ia menjadi sadar tentang apa yang  telah terjadi. Dengan penuh kemarahan Ia berlari ke hutan untuk  membunuh Kaliya Dano. &lt;br /&gt;
Tetapi siluman itu dalam ke putus-asaannya  telah memanjat sebuah pohon yang tinggi. Dan saat Ia memanjat, Ia  mencabuti semua giginya yang tajam itu kemudian menancapkan pada batang  pohon tersebut sehingga tak seorangpun dapat memanjat untuk  menghampirinya. Sang Raja dan para pengawalnya mencoba untuk mencabut  gigi-gigi itu tetapi mereka tak berhasil karena tertancap terlalu dalam  Sang Raja tidak dapat memanjat ke atas pohon dan siluman itu pun tidak  bisa turun. Disanalah ia bertengger sampai hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa Pohon Kapuk Menggugurkan Daunnya &lt;br /&gt;
Di  tengah-tengah gunung Himalaya, tumbuhlah sebuah pohon Kapuk yang besar  dan selalu berdaun hijau. Ia selalu dipuji oleh para pengunjung karena  mereka dapat beristirahat di kerindangan daunnya sepanjang tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada  suatu hari Pendeta Narada, Sang Penasihat yang sangat gemar  membingungkan dan mengadu domba antara mahluk fana dengan para Dewa  berhenti pada pohon tersebut. &lt;br /&gt;
“Wahai pohon Kapuk yang perkasa”,  katanya kagum, “Bagaimana mungkin Engkau tidak pernah kehilangan sehelai  daun-pun? Apakah Pawana, Sang Dewa Angin, bersahabat denganmu sehingga  Kau kebal oleh terpaannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pohon Kapuk itu menjadi angkuh dalam  kemegahannya. “Aku tidak memerlukan perlindungan Dewa Pawana ataupun  persahabatan. Kenyataan bahwa ia telah berulang kali melukaiku namun  kekuatanku lebih besar daripadanya.” &lt;br /&gt;
Narada sangat senang  memperoleh kesempatan ini untuk menciptakan lebih banyak masalah. Ia  segera bertolak ke Swargaloka dimana Dewa Pawana tinggal dan menundukkan  kepalanya berpura-pura sedih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
“Tuanku”, katanya sedih, “Indra,  Sang Dewa Hujan, Yama, Dewa Kematian, Kuwera, Dewa Kemakmuran, Dewa  Baruna di lautan, seluruh dewa ini mengetahui bahwa Anda lebih kuat  daripada mereka. Mengapa kemudian sebatang pohon Kapuk menyepelekan  kekuatan Paduka? Pawana menjadi sangat marah. Ia menuju Gunung Himalaya  dan segera menghampiri pohon Kapuk yang berdiri dengan daunnya yang  menghijau dan angkuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hai pohon Kapuk!”, seru Dewa Pawana, “Aku  mengecualikan Engkau berabad-abad lamanya karena kakekku Dewa Brahma,  Sang Pencipta, pernah beristirahat pada bayanganmu. Tetapi kini Engkau  berani menghina Aku. Aku akan pastikan Kau punah untuk selama-lamanya.  Pohon itu menjawab dengan kemarahan yang sama, “Lakukan sesukamu”, Dewa  Pawana. Aku tidak takut akan amarahmu”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malampun tiba. Pohon  kapuk merenung dan menyadari bahwa kesombongannya adalah sebuah  kesalahan. Ia memutuskan untuk menghukum dirinya sendiri. Ia  menggugurkan daun-daunnya serta sebagian besar cabang-cabangnya.  Kemudian menunggu kedatangan Dewa Pawana. &lt;br /&gt;
Tidak lama kemudian,  Dewa Pawana tiba. Ia membawa bala tentara bersamanya. Hujan, hujan es  dan salju, hujan batu es, salju, guntur, dan halilintar. Setiap prajurit  siap melangkah maju untuk berperang dengan amarah yang hebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian  Sang Dewa Angin berhenti sejenak. Ia melihat pohon itu menunggu dengan  penuh penyesalan, menanggalkan kemegahannya dengan kepala tertunduk.  Amarahnya menjadi reda. “Aku telah datang untuk menjatuhkan hukuman  berat kepadamu”, katanya. “Namun kini engkau telah menyadari  kesalahanmu, maka Aku tidak marah lagi kepadamu.” Setelah itu Dewa  Pawana kembali ke Swargaloka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pohon Kapuk kembali menumbuhkan  cabang-cabang dan daun-daunnya. Tetapi ia mengingat pelajaran ini. Maka  setiap tahun ia menggugurkan daun-daunnya dengan kerelaan untuk  mengingatkan dirinya sendiri agar tidak pernah bersifat angkuh lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siasat Sang Bhima (Mahabharata)&lt;br /&gt;
Sang  Pandawa beserta isteri mereka Drupadi telah diasingkan ke hutan,  Sepanjang hari kelima saudara itu bekerja mencari bahan makanan,  mengumpulkan kayu bakar, dan membuka hutan. Malam harinya ketika mereka  kembali dengan badan letih. Drupadi memijat mereka satu persatu untuk  meringankan kelelahan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu hari Bhima memutuskan untuk  mempermainkan Drupadi. Ia menyelundupkan gelondongan kayu pohon kapuk  yang tebal ke dalam kamarnya kemudian meletakkannya di tempat tidur dan  ditutupi dengan selimut. Ia mengirim seseorang untuk memberitahu Drupadi  bahwa Drupadi harus memijatnya terlebih dahulu karena ia demam. Pada  saat itu ia bersembunyi di luar kamar dan mendengarkan dari jendela. &lt;br /&gt;
Dengan tidak merasa curiga Drupadi datang. Tanpa menyingkapkan selimutnya, Drupadi mulai memijat gelondongan kayu itu,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tubuhmu terasa sangat keras hari ini.” katanya. “Engkau pasti benar-benar merasa sakit dengan seluruh otot-otot yang kejang”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Drupadi  telah memijat gelondongan kayu itu selama setengah jam. “Apakah sudah  cukup? Aku harus menyiapkan makanan”. ujarnya. Namun tidak ada jawaban.  Drupadi melanjutkan memijat. Setengah jam kemudian ia bertanya lagi  dengan lembut, “Engkau pasti sudah merasa lebih baik sekarang. Bolehkah  saya berhenti? “Ketika tidak ada jawaban, ia menyingkapkan selimut itu  dengan rasa cemas dan melihat sebuah gelondongan kayu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini  adalah terakhir kalinya seseorang menyentuhmu dengan kasih sayang”  serunya. “Mulai hari ini Kamu akan menumbuhkan duri,” Ia menerjang  keluar kamar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bhima, yang mendengarkan dari luar menyadari bahwa  ia lebih baik menjauhi Drupadi sementara waktu sampai Drupadi menyadari  kelucuan dalam kejadian itu. Ia memanjat dari jendela dan mengambil  gelondongan kayu itu, kemudian membawanya ke tanah terbuka dan  menanamnya. Gelondongan kayu itu kemudian tumbuh menjadi sebatang pohon  Kapuk yang tinggi tetapi berduri pada batangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pohon Kapuk  adalah sebuah pohon yang tinggi, tumbuh dengan pesat, berumur panjang,  dan meranggas dengan cabang-cabang yang tumbuh terentang melengkung,  secara simetris seperti lengan-lengan yang terentang. Kenyataannya pohon  tersebut terlihat seperti sebuah tempat lilin yang bercabang-cabang  dengan posisi terbalik. Kulit kayu pada tanaman yang masih muda berwarna  hijau dan batangnya dilapisi dengan duri-duri tajam yang berbentuk  kerucut. Setelah usianya tua, kulit kayunya berubah warna menjadi  abu-abu muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daun-daunnya berbentuk seperti ujung tombak,  tersusun seperti jari-jari tangan, dan berguguran sebelum pohon ini  berbunga. Bunga-bunganya sebagian besar berwarna merah muda, namun ada  juga yang berwarna merah tua, oranye, kuning atau merah menyala.  Ukurannya besar, tebal, sedikit berurat dan dengan bulu-bulu halus di  seluruh bagian bunga itu. Mereka tumbuh di dekat cabang-cabangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buahnya  berbentuk hampir seperti telor. Didalamnya terdapat biji-biji berwarna  coklat kehitaman yang menempel pada kapuk yang berwarna putih. Ketika  polong-polong buah itu meletup dan terbuka, kapuk-kapuk tersebut  melayang diterbangkan angin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap bagian dari pohon tersebut  bernilai. Kayunya dapat dipakai untuk membuat batang korek dan kotak  kayu untuk kemasan. Nelayan menggunakan gelondongan yang dibuat dari  batangnya sebagai pelampung pada jaring-jaring mereka. Kapasnya disebut  Kapuk India yang digunakan untuk mengisi bantal-bantal. Getahnya dapat  menyembuhkan luka dan bunganya yang masih muda sering dimasak dan  dimakan. (Terjemahan Diani Putri). &lt;br /&gt;
WHD No. 432 Pebruari 2003.</description><link>http://putupermana.blogspot.com/2012/04/rambut-dewa-brahma-2.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-828251437225892578.post-5809403787014319329</guid><pubDate>Mon, 02 Apr 2012 09:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-02T02:58:27.923-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel</category><title>Rambut Dewa Brahma ..... ( 1 )</title><description>&lt;strong&gt;Rambut Dewa Brahma ..... ( 1 )&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;Mitologi Hindu Tentang Tumbuh-tumbuhan&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;
Dikatakan bahwa seluruh tumbuh-tumbuhan yang ada di Bumi diciptakan dari rambut Dewa Brahma, Sang Pencipta. &lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;1. Parijata&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Nama Latin&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp; Myctanthes arbor tristis&lt;br /&gt;
Nama Inggris&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp; Queen of The Night, Coral Jasmine&lt;br /&gt;
Nama India&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp;&amp;nbsp; - Bengali&amp;nbsp;&amp;nbsp;:&amp;nbsp; Shapalika, Siuli&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - Hindi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp; Harashringara&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - Marathi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp; Parijata, Kharsati&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - Sanskrit&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp; Parijata&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - Tamil&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp; Parijata, Paghala&lt;br /&gt;
Rumpun&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp;&amp;nbsp; Oleaceae &lt;br /&gt;
Myctanthes  artinya bunga malam dan arbor tristis berarti pohon yang sedih.  Parijata dalam bahasa Sanskerta bermakna turun dan lautan. Harashringara  adalah perhiasan para dewa atau perhiasan yang indah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bunganya  dikumpulkan untuk sesaji-sesaji dalam upacara keagamaan dan untuk  membuat kalung-kalung bunga. Intinya yang berwarna orange digunakan  untuk mewarnai kain sutra dan katun. Bahan ini pertama kali digunakan  oleh para pendeta Buddha yang menggunakan jubah berwarna orange yang  warnanya diperoleh dari bunga ini. Parijata dalam pandangan mitologi  Hindu adalah salah satu dari kelima pohon bertuah yang terdapat di  Dewaloka.&lt;br /&gt;
Mengapa Bunga Parijata Mekar Pada Malam Hari&lt;br /&gt;
Sebuah  legenda dalam Wisnu Purana menceriterakan tentang seorang raja yang  mempunyai seorang putri yang cantik jelita dan lemah lembut bernama  Parijata. Sang Putri telah jatuh cinta kepada Dewa Surya, Sang Matahari.  “Tinggalkan kerajaanmu dan jadilah milikku.” kata Sang Matahari dengan  penuh hasrat. Dengan penuh kepatuhan Parijata menanggalkan jubah  kebangsawanannya dan mengikuti kekasihnya. Namun Sang Matahari mulai  bersikap dingin setelah ia bosan kepada Parijata dan kemudian segera  terbang kembali ke langit meninggalkan Sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Putri  yang masih muda belia itu meninggal dengan perasaan hancur. Ia  diperabukan pada tumpukan kayu bakar dan dari abunya tumbuh sebatang  pohon. Pada cabang-cabangnya yang menjuntai tumbuh bunga-bunga terindah  dengan inti yang berwarna orange pekat. Namun bunga-bunga ini tidak  tahan terhadap sinar matahari, mereka hanya mekar ketika matahari  tenggelam dan di saat fajar menyingsing bunga-bunga tersebut berguguran  ke tanah dan mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awal Mula Pohon Parijata Sampai Ada di Bumi&lt;br /&gt;
Ketika  Lautan Susu diaduk, pohon Parijata diciptakan. Namun Dewa Indra,  pemimpin para Dewa, merasa bahwa tanaman ini amat terlalu indah untuk  Bumi. Kulit kayunya dari emas dihiasi dengan daun-daun muda yang  menyembul berwarna tembaga dan tangkai bunganya menghasilkan  bertandan-tandan bunga yang harum, Ia mengatakannya dengan sangat  meyakinkan, meskipun agak tidak tepat. Bagaimanapun juga, Ia  menempatkannya pada Taman Amarawati miliknya dan disana pohon itu tumbuh  sebagai salah satu dan kelima pohon Surgawi sampai Krishna membawanya  kembali ke Bumi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana Krishna membawa pohon itu ke Bumi ?  Pada hari-hari tertentu ketika para dewa mengunjungi Bumi dan bahkan  kadang-kadang menyamar sebagai manusia, hiduplah seorang dewa penasihat  bernama Pendeta Narada. Narada sering bepergian baik ke Swargaloka  dimana para dewa tinggal maupun ke Bumi. Ia adalah seorang penasihat  yang jahat dan sangat gemar menciptakan masalah-masalah, bagi para dewa  maupun manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu hari Pendeta Narada tiba di Kerajaan  Dwaraka dimana Dewa Wisnu yang terlahir ke Bumi sebagai Krishna, tinggal  bersama dengan isteri-isterinya. Narada membawa sekuntum bunga Parijata  sebagai hadiah untuk Krishna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Paduka”, katanya, maksud jahat  tersembunyi dalam perkataannya, “Bunga ini sangat indah sehingga saya  pikir Paduka mungkin ingin memberikannya kepada permaisuri anda Rukmini  yang sangat menyukai bunga-bunga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Krishna merasa sangat senang.  “Usul yang sangat bagus, Pendeta. Saya rasa Rukmini tidak pernah melihat  bunga Parijata sebelumnya.” Ia mengambil sekuntum bunga mungil yang  berwarna orange dan putih itu kemudian pergi ke kediaman Rukmini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Narada  memanfaatkan kesempatannya. Ia bergegas ke kediaman isteri Krishna yang  lain, Sathabhama, saat ia memasuki ruangan, wajahnya dibuat sesedih  mungkin. Satyabhama menatapnya penuh perhatian. “Apa yang telah membuat  anda gusar, pendeta ?“ tanyanya dengan perasaan khawatir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Anakku”,  jawabnya penuh kesedihan. “Engkau mengetahui betapa istimewanya dirimu  bagiku. Aku telah membawa sekuntum bunga Parijata dari taman Dewa Indra  untuk Krishna. Aku berkata kepada paduka untuk memberikan bunga itu  kepada isteri yang paling dicintainya. Aku mengira Anandalah yang  mendapat hadiah itu. Tetapi, sayang sekali, beliau telah memberikannya  kepada Rukmini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satyabhama memiliki kesabaran pendek dan  amarahnya mudah meledak. “Beraninya dia !“ Ia menangis karena kesal.  “Takkan kubiarkan Rukmini memiliki bunga itu. Aku akan pergi dan.....”.  “Sabarlah, Nak”, kata Narada. “Apa yang akan Kau perbuat dengan sekuntum  bunga? Begini, bila Krishna benar-benar mencintaimu, ia tentu akan  membawakan pohonnya dari Amarawati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Wajah Satyabhama menjadi  cerah. “Betapa pandainya Anda!” serunya. Narada membungkuk menerima  pujian itu dan Satyabhama bergegas meninggalkan ruangan. Di istana  Krishna terdapat sebuah ruangan yang disebut Ruang Dukacita. Para isteri  yang merasa tidak diperhatikan dapat beristirahat di kamar ini dan  keluhannya akan didengarkan. Satyabhama, dengan wajah geram memasuki  ruangan itu dan memerintahkan pelayannya untuk memanggil Krishna. &lt;br /&gt;
Ketika  Krishna sampai di depan pintu, Satyabhama menangis tersedu-sedu. “Anda  lebih mencintai Rukmini daripada saya. Mengapa anda memberikan bunga  Parijata itu kepada nya? Saya tidak ingin tinggal di sini lagi.”  ratapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Krishna terperanjat. Terlambat, ia mengetahui bahwa  dirinya telah terperangkap. “Sayangku, Pendeta Narada ia mencoba  menjelaskan, namun Satyabhama memotong penjelasan Krishna. &lt;br /&gt;
“Tidak,  tidak, saya tidak ingin mendengarkan alasan apapun. Apabila Paduka  mencintaiku, Anda akan membawakanku pohon Parijata. Atau aku akan  tinggal di ruangan ini selamanya dan menolak untuk makan”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Krishna  tidak menemukan jalan keluar lainnya. “Baiklah”, ia menyerah, “Engkau  akan memiliki pohon itu”. Ia terbang menuju Amarawati. Tetapi Narada  telah lebih dahulu berada disana. “Saya telah mendengar bahwa beberapa  pencuri dari Bumi akan datang untuk mencuri Pohon Parijata Milik Anda,  Tuanku”, ia telah membisiki telinga Dewa Indra.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena khawatir,  Dewa Indra telah mengirim bala tentara nirwana untuk berjaga di  sekeliling taman itu. Krishna mengetahui betapa sayangnya Dewa Indra  pada pohon tersebut dan bahwa ia tidak akan bersedia memberikan pohon  itu dibawa pergi. Ia mencuri ke dalam hutan kecil itu pada malam  harinya. Namun para penjaga terlalu cepat baginya. Ia tertangkap dan  dibawa menghadap Sang Pemimpin Para Dewa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Krishna, ternyata  Kau! seru Dewa Indra. “Mengapa Anda datang untuk mencuri pohon milikku?”  Krishna mengatakan kepadanya betapa ia telah ditipu oleh Pendeta  Narada. “Anda mengetahui temperamen Satyabhama”, katanya sambil  mengangkat kedua bahunya. “Saya tidak bisa kembali ke Dwaraka tanpa  pohon tersebut”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dewa Indra tertawa, “Dasar para isteri!” Ia  memerintahkan para pengawal untuk mencabut pohon Parijata itu dan segera  memberikannya kepada Krishna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam perjalanan pulang, Krishna  menyadari bahwa dirinya berada pada pilihan yang sangat berat. “Jika aku  memberikan pohon ini kepada Satyabhama, Rukmini akan menginginkan  sebuah pohon juga. Darimana kudapatkan sebuah pohon lagi ? Oh Tuhan”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu  ia tersenyum sendiri seraya menemukan jalan keluarnya. Satyabhama  sangat gembira ketika melihat Krishna dan pohon itu. “Terima kasih,  Paduka”, katanya dengan penuh cahaya kegembiraan. Ia memerintahkan  pelayannya untuk mengambil pohon itu, tetapi Krishna berkata dengan  tegas, “Aku telah membawakan pohon ini untukmu. Namun aku yang  memutuskan dimana pohon itu akan ditanam”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Krishna yang cerdas !  Kedua isterinya memiliki taman yang bersebelahan. Ia menanam pohon  Parijata tersebut pada suatu jalan dimana batangnya ditanam pada taman  milik Satyabhama, sedangkan cabang-cabang nya menjuntai ke dalam taman  milik Rukmini sehingga ia dapat mengumpulkan bunga-bunga yang jatuh  setiap pagi. Demikianlah Krishna membahagiakan kedua isterinya dari  pohon Parijata turun ke Bumi.&lt;br /&gt;
Parijata adalah sebuah pohon kecil yang  tumbuh cepat dan berganti daun. Daunnya tumbuh berlawanan satu sama  lain dan tiap-tiap daun berbentuk seperti telur berwarna hijau pakat  pada bagian atasnya, sedangkan pada bagian bawahnya berwarna hijau muda  dan berbulu. &lt;br /&gt;
Ketujuh kelopak bunga tumbuh dalam rangkaian-rangkaian  dengan lima pada sisinya dan berakhir pada cabang cabangnya. Tiap  bunganya berwarna kekuning-kuningan dan berbentuk seperti bintang yang  memiliki bagian tengah berbentuk pipa berwarna orange serta berkedudukan  pada mangkuk berwarna hijau pucat. Bunga-bunga itu mekar pada malam  hari dengan wewangian kuat yang terserap oleh udara. Bunga-bunga itu  berguguran saat pagi merekah. &lt;br /&gt;
Buahnya lebih besar daripada  bunganya, awalnya berwarna hijau, bulat dan pipih, kemudian warnanya  menjadi coklat dan mudah hancur sebelum gugur. Setiap buah memiliki dua  buah biji. &lt;br /&gt;
Daunnya sangat kasar sehingga mereka digunakan untuk  melapisi kayu sebagai pengganti amplas. Kulit kayunya digunakan untuk  menyamak kulit. (Terjemahan Diani Putri). &lt;br /&gt;
WHD No. 431 Januari 2003.</description><link>http://putupermana.blogspot.com/2012/04/rambut-dewa-brahma-1.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-828251437225892578.post-2002452346396453180</guid><pubDate>Mon, 02 Apr 2012 09:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-02T02:56:29.049-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel</category><title>Pembelajaran Agama Hindu Berwawasan Sains</title><description>&lt;strong&gt;Pembelajaran Agama Hindu &lt;br /&gt;
Berwawasan Sains&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;
Oleh : I Wayan Suja, FMIPA Undiksha Singaraja &lt;br /&gt;
“Tidaklah berlebihan jika dikatakan &lt;br /&gt;
bahwa masa depan sejarah ditentukan oleh &lt;br /&gt;
sikap generasi sekarang terhadap hubungan antara agama dan sains.” &lt;br /&gt;
Whitehead&lt;br /&gt;
Setiap  membuka wacana tentang sains dan agama, dalam pikiran banyak orang  sering muncul pertanyaan berikut. Apakah sains dan agama bisa  dipertemukan? Haruskah kita memilih antara agama dan sains? Menurut  Hewlett pertanyaanpertanyaan seperti itu bisa terjadi karena perjumpaan  agama dan sains selama ini digambarkan oleh para “ekstrimis”, yang tidak  memahami agama dan sains secara utuh. Sains dan agama sesungguhnya  memiliki bahan kajian berbeda dan komplementer. Sains memfokokus-kan  perhatiannya pada dunia fisik, sedangkan agama pada domain psikis. Sains  menjanjikan kemudahan dan kenikmatan hidup, sedangkan agama menuntun  hidup yang benar. Memang, sains bermaksud menyingkap misteri dan  ketidakpastian dunia, namun upaya tersebut tidak pernah berakhir.  Misteri dunia tidak mungkin dipecahkan oleh para ilmuwan sendiri karena  keterbatasan daya nalar dan peralatan yang dimilikinya. Selain  keterbatasanketerbtasan tersebut, sebagaimana dinyatakan oleh Max  Planck, sains tidak akan dapat memecahkan misteri alam semesta karena  pada analisis terakhir kita akan menjadi bagian dan misteri alam semesta  karena pada analisis terakhir kita akan menjadi bagian dan misteri yang  hendak dipecahkan. Di sisi lain, agama yang selalu mempromosikan diri  sebagai ajaran yang lengkap dan sempurna, justru tidak mampu memberikan  jawaban yang memuaskan atas berbagai fenomena alam dan sosial yang  terjadi dalam kehidupan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap orang yang merindukan  pencerahan, sudah saatnya menyadari perlunya kebebasan berpikir, namun  tetap sadar bahwa kita ini hanyalah makhluk Tuhan yang lemah, yang pada  suatu ketika mungkin saja bisa salah dalam menafsirkan wahyu suciNya.  Kebebasan berpikir untuk mencapai kebenaran ilmiah, sebagaimana juga  disampaikan oleh Nasoetion (1999), termasuk pendapat yang berlawanan  dengan pandangan agamawan, jangan sampai dikekang, sebab tafsir yang  mereka anut juga merupakan hasil olah pikir manusia. Semestinya, setiap  orang harus yakin bahwa pada akhirnya setiap pengetahuan hasil usaha  menemukan kebenaran ilmiah akan mempunyai titik temu dengan wahyu suci  Tuhan. Sebagaimana disampaikan Domb, sainstisme dan teisme memang  berhadap-hadapan, tetapi untuk bersalaman dan bekerja sama. Ibarat  tangan, jempol memang berbeda dengan jan-jan lainnya, namun perbedaannya  itu untuk memperkuat genggaman tangan kita. Tujuan kerja sama  diungkapkan olch Radhakrishnan, yaitu untuk menemukan wawasan realitas  tertinggi (sarva sastra prayojanam atma darsanam). &lt;br /&gt;
Sejalan dengan  pertemuan kebenaran ilmiah dan kebenaran normatif agama, para waskita  Hindu memandang hanya ada satu kebenaran sejati, namun orang bijaksana  memformulasikan dan menyebutnya dengan banyak nama. Ekam sat viprah  bhahuda vadanti (Rg.Veda 1.164.46), dan bhinneka tunggal ika, tan hana  dharma mangrwa (Kekawin Sutasoma). Oleh Suj amto, pandangan tersebut  dilabel sebagai Tantularisme. Tentang kebenaran sejati yang hanya satu  adanya, namun sangat beragam persepsinya, mengingatkan kita pada  keinginan orang-orang buta untuk mengenal gajah dengan jalan meraba,  sebagaimana dilukiskan dalam Wrhaspati Tattwa. Mereka memiliki pandangan  yang berbeda tentang gajah karena perbedaan obyek rabaannya, sedangkan  gajahnya hanya satu. Keterbatasan (kebutaan) menyebabkan mereka memiliki  perspektif berbeda. Kesadaran inilah yang mestinya dimiliki oleh para  ilmuwan dan agamawan. Pemikiran manusia, baik pandangan ilmiah maupun  keagamaan, tak pernah mencapai titik final, dan oleh karena itu  rekonstruksi adalah proses tanpa henti. Sains tidak seobjektif apa yang  dibayangkan, sebaliknya agama tidak sesubyektif apa yang diperkirakan  banyak orang. &lt;br /&gt;
Kita (semua) lengkap dengan keterbatasan. Mata  manusia hanya mampu melihat benda-benda yang memancarkan atau  memantulkan cahaya tampak. Batas sensitivitas mata kita antara cahaya  ungu (panjang gelombang 400 nm) sampai dengan cahaya merah (panjang  gelombang 800 nm). Di luar trayek tersebut mata kita tidak dapat  melihat. Telinga hanya mampu juga memiliki kemampuan mendengar sangat  terbatas. Telinga hanya mampu mendengar gelombang suara audiosinik  dengan frekuensi 20 - 20.000 Hertz. Di luar frekuensi tersebut, kita  tidak mampu mendengarkannya. &lt;br /&gt;
Selanjutnya, daya nalar manusia juga  terbatas. Dalam banyak kasus, keterbatasan memang menimbulkan  kertyamanan. Di sisi lain, kemampuan berpikir walaupun terbatas-mendrong  kehausan intelektual (intellectual curiosity) dan rasa kagum (thauma)  terhadap segala ciptaan Tuhan. Keingin-tahuan dan penyelidikan terhadap  aspek fisis alam menghasilkan sains, sedangkan kekaguman dan  penyelidikan terhadap aspek psikis memunculkan agama. Berkaitan dengan  sains dan agama, Capra (2002) menyebutkan bahwa kedua bidang kajian  tersebut mengakui adanya keterbatasan bahasa dan pikiran manusia.  Keterbatasan untuk mencapai kesempurnaan inilah yang semestinya  dijadikan landasan untuk bekerja sama di antara agamawan dan ilmuwan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Dalam  upaya untuk mengeratkan hubungan antara sains dan agama, walaupun  kontribusinya masih sangat kecil urituk mewujudkan tujuan mulia  tersebut, saya telah mengembangkan beberapa model pembelajaran sains,  berbasis kearifan lokal yang dijiwai oleh nilai-nilai agama Hindu,  seperti Tri Hita Karana, Tn Kaya Parisudha, dan Catur Pramana. Pada  makalah ini kita justru akan melakukan arus balik dan apa yang saya  lakukan selama ini, yaitu mempelajari atau mengajarkan konsepkonsep  agama melalui fenomena alam. Hindu mengajarkan bahwa alam adalah badan  Tuhan, “Ishvarah sarva bhutanam”, sehingga sudah selayaknya kita juga  bisa belajar dan prilaku alam, memperkuat keyakinan kita terhadap  nilai-nilai agama yang kita anut dengan memperhatikan berbagai fenomena  alam yang ada di sekitar kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hubungan Sains dan Agama&lt;br /&gt;
Ketika  agama pertama kali bertemu dengan sains modern pada abad XVII,  perjumpaan itu bersifat mesra dan bersahabat. Kebanyakan penggagas  revolusi ilmiah adalah orang-orang yang taat beragama, dan melakukan  penyelidikan ilmiah untuk semakin mengenali ciptaan Tuhan. Seabad  kemudian, beberapa ilmuwan yakin bahwa Tuhan Sang Perancang Alam Semesta  - bukan lagi Tuhan yang personal-- terlibat aktif dalam kehidupan  manusia dan dunia. Pada abad XIX sejumlah ilmuwan mengabaikan agama  kendatipun Darwin sendiri masih berkeyakinan bahwa proses evolusi  merupakan kehendak Tuhan itu sendiri. Selanjutnya, pada abad XX  interaksi antara agama dan sains mengambil beragam bentuk. Temuan-temuan  baru dalam sains menantang gagasangagasan keagamaan kiasik. Sebagai  respon, beberapa orang berupaya mempertahankan doktrin tradisional  keagamaan, beberapa orang meninggalkannya, dan beberapa orang lainnya  mereposisi konsep keagamaannya secara ilmiah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memasuki milenium  ketiga masih banyak ada orang memandang sains dan agama sebagai musuh  dalam pertempuran hidup-mati. Pembela-pembela dan kedua kubu secara  agresif terus melancarkan perang, terutama dalam isu evolusi dan  bioteknologi. Konflik tersebut sesungguhnya bisa dielakkan jika sains  dan agama bersifat independen, masing-masing menempati domain yang  terpisah pada jarak yang aman satu dengan lainnya. Lazim dikatakan,  bahwa sains menelusuri hubungan sebab-akibat antar peristiwa, sedangkan  agama mencari makna dan tujuan hidup. Dua pencarian ini menawarkan  perspektif yang saling melengkapi tentang dunia, masing-masing berdiri  sendiri, terpisah, dan tidak terlibat hubungan konfliks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa  orang kini berupaya mencari kemitraan yang konstruktif di antara  keduanya. Mereka mendapatkan bahwa sains telah memunculkan  pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa dijawabnya sendiri. Misalnya,  mengapa harus ada alam semesta? Mengapa jagat raya memiliki keteraturän?  Apakah alam ini merupakan ciptaan Sang Perancang Yang Cerdas? Beberapa  orang ilmuwan menyadari keterbatasan disiplin ilmu mereka dan tidak  mengklaim telah mengantongi selunth jawaban. Mereka berprinsip, bahwa  kita dapat belajar satu dengan lainnya. Beberapa teolog (agamawan)  berupaya merumuskan kembali gagasan-gagasan keagamaan mereka tentang  Tuhan, manusia, dan alam dengan mempertimbangkan temuan-temuan sains  mutakhir sembari tetap berpegangan pada ajaran utama agama mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai  gambaran umum tentang hubungan sains dan agama, dalam bukunya yang  beijudul “Religion in an Age of Science”, Barbour mengusulkan empat  tipologi (mazhab) untuk memetakan berbagai pendekatan yang dipakai dalam  hubungan sains dan agama, yaitu : konflik, independensi, dialog, dan  integrasi. Penganut mazhab konflik memandang agama dan sains  bertentangan, sehingga tidak mungkinn dipertemukan. Penganut mazhab  independensi memandang sains dan agama merupakan dua domain independen  yang dapat hidup bersama sepanjang masing-masing mempertahankan jarak  antara aman satu dengan yang lainnya. Sains dan agama melayani fungsi  berbeda dalam kehidupan manusia dan berupaya mencari pemecahan atas  permasalahan yang berbeda pula, karena itu bersifat saling melengkapi  (komplementer), bukan saling meruntuhkan. &lt;br /&gt;
Mazhab dialog  memungkinkan kerja sama yang lebih erat lagi antara agama dan sains.  Salah satu bentuk dialog adalah membandingkan metode kedua bidang kajian  tersebut untuk menunjukkan kemiripan dan perbedaan. Misalnya, model  konseptual dan analogi dapat digunakan untuk menggambarkan hal-hal yang  tidak teramati, seperti Thhan dan partikel subatomik. Dialog juga bisa  terjadi ketika konsep-konsep sains digunakan sebagai analogi untuk  membahas hubungan Tuhan dengan dunia. Dengan kondisi ini, ilmuwan dan  teolog merupakan mitra dialog dalam melakukan refleksi kritis atas  topik-topik tertentu dengan tetap menghormati integritas masing-masing.  Terakhir mahzab integrasi melibatkan kemitraan yang lebih sistematis  antara sains dan agama, yang dilakukan di kalangan pencari titik temu di  antara keduanya. Di kalangan mereka, yang diantaranya melahirkan  natural theology telah dirumuskan argumentasi tentang keberadaan Tuhan  sebagai Perancang Maha-cermat atas berbagai tetapan dalam fisika, dan  sebagai perancang yang cerdas atas alam semesta dan penentu “asas  ketidakpastian”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dunia Barat pengkajian hubungan sains dan  agama, yang semakin harmonis mengalami peningkatan. Rata-rata jumlah  buku bertema “sains dan agama” yang diterbitkan setiap tahun menurut  Perpustakaan Kongres Amerika mengalami peningkatan tiga kali lipat,  yakni 71 pada tahun 1950-an menjadi 211 pada tahun 1990-an. Para  agamawan, yang tidak jarang juga berlatar belakang ilmuwan, semakin  terbuka untuk menerima kebenaran sains. Bahkan, pandangan heliosentris,  yang semula dianggap murtad, kini telah diterima sebagai sebuah  kebenaran ilmiah. Dalam Konsili Vatikan Kedua dinyatakan bahwa,  “Penelitian yang dilaksanakan benar-benar secara ilmiah tidak rnungkin  akan tertentangan dengan irnan, karena baik kenyataan dan luar agama  maupun kenyataan keagamaan sama-sama bersumber pada Tuhan yang sama itu  juga”. Kesimpulan konsili ini disusun dalam rangka pembebasan dan  rehabilitasi nama Galileo Galilei (pencetus pandangan heliosentris) dan  hukuman yang dijatuhkan pada tahun 1663. Kenyataannya, rehabilitasi itu  baru terlaksana pada tahun 1979 (dalam rangka memperingati seabad  kelahiran Enstein).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mekanika kuantum memandang materi memiliki  sifat partikel dan gelombang. Pandangan ini tidak berbeda dengan teori  Tantra dan Veda, tentang nada dan bindhu. Jika diterjemahkan secara  kasar, nada berarti getaran atau vibrasi. Pada saat Brahma menciptakan  materi, nada adalah getaran yang diciptakan pertama kali dalam kesadaran  kosmis berpikir. Selanjutnya, secara literer bindhu berarti titik  (partikel tanpa dimensi). Menurut ajaran Tantra dan juga sains modern,  ketika materi dianggap terpisah dan kesadaran, materi tersebut dianggap  teruat dan banyak bindhu. Itulah sebabnya, Partyagatmananda menyebutkan  bahwa setiap objek atau proses harus dipelajari sebagai nadawise dan  binduwise atau gelombang dan partikel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, kini  mahzabmahzab non konflik memiliki pandangan bahwa agama dan sains  haruslah berjalan bergandengan. Seperti dikatakan oleh Einstein, “Sains  tanpa agama buta, sebaliknya agama tanpa sains lumpuh”. Hal senada juga  disampaikan oleh Nasution, yang menyarànkan agar orang-orang beriman  perlu mempertemukan pikir dengan zikir secara seimbang , karena terlalu  banyak berzikir tanpa berpikir dapat mengekang perkembangan ilmu  pengetahuan yang akibatnya hanya merugikan diri (kelompok) sendiri.  Dalam perspektif kehinduan, perlu diharmoniskan antara kepala dan hati,  antara wiweka dan wirasa. WHD No. 502 Oktober 2008.</description><link>http://putupermana.blogspot.com/2012/04/pembelajaran-agama-hindu-berwawasan.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-828251437225892578.post-7613436115809988123</guid><pubDate>Mon, 02 Apr 2012 09:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-02T02:54:55.008-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel</category><title>Moksha : Kebahagiaan Sejati</title><description>Dalam pembahasan sebelumnya disebut tentang adanya surga, neraka dan  moksha. Dalam ceramah-ceramah agama, surga dan neraka ini banyak sekali  disebut-sebut, tapi paling sedikit dijelaskan. Orang-orang yang rajin  beribadat serta berbuat baik dalam hidupnya di dunia ini nanti setelah  mati akan mendapat surga. Sebaliknya, orang-orang yang mengabaikan  ibadat dan berbuat buruk di dunia ini kelak setelah mati akan masuk  neraka. &lt;br /&gt;
Dalam percakapan sehari-hari sering kita dengar orang berkata "seperti di surga rasanya" atau "seperti di neraka rasanya" &lt;br /&gt;
Tapi dan bagaimana surga itu? Dimanakah neraka? dan apakah Moksha? &lt;br /&gt;
Kalau  kita membeli rumah, kita harus tahu dimana letaknya, berapa luasnya,  bahan bangunannya dari apa serta apa isinya. Tentu saja kita tidak  mungkin ke surga sebelum kita mati. Tapi paling sedikit kita harus tahu  "denah dan gambarannya", melalui apa yang dikatakan agama-agama  tentangnya. &lt;br /&gt;
Surga menurut Agama Yahudi. &lt;br /&gt;
Tujuan akhir  kehidupan menurut agama Yahudi adalah pembaharuan pemerintahan Yahweh  (Tuhan Yahudi) atas kerajaan duniawi dengan seorang Mesias duniawi  (utusan Tuhan yang akan datang ke bumi) sebagai kepala kerajaan. Di  dalam kerajaan duniawi yang dipimpin oleh Mesias itu, orang Yahudi dan  orang kafir (non-Yahudi) akan memelihara Torah (kitab suci agama  Yahudi). &lt;br /&gt;
Barang siapa didunia memelihara Torah akan masuk surga, ke  Taman Eden. Barang siapa di sini tidak memelihara Torah, ia menuju  tempat hukuman yang disebut Gehinom (neraka) 1) &lt;br /&gt;
Surga menurut Agama Kristen. &lt;br /&gt;
Tujuan  akhir kehidupan menurut agama Kristen hampir mirip dengan tujuan hidup  agama Yahudi, yaitu adanya Kerajaan Allah di bumi ini. Yesus Kristus  adalah kepala Kerajaan itu. Dewasa ini kerajaan itu masih tersembunyi.  Raja kerajaan itu juga masih tersembunyi. Rakyat kerajaan itu sekarang  masih dalam pergumulan antara Kerajaan Allah dengan Kerajaan Kegelapan  (setan?). Nanti Kepala Kerajaan yang tersembunyi itu akan nampak. Yesus  Kristus datang kembali ke dunia ini. Waktu itu akan terjadi kiamat dan  hari Pengadilan terakhir. Dunia ini akan hancur/ binasa terbakar. Dan  setelah itu akan muncul satu dunia baru, langit baru, dan bumi baru,  kota Yerusalem baru yang turun dari surga. Kota ini dikelilingi oleh  tembok besar dan tinggi. Pintu gerbangnya dua belas buah dan di atas  pintu gerbang itu tertulis nama kedua belas suku Israel. &lt;br /&gt;
Namun  sebelum turunnya kota Yerusalem baru ini terjadi peperangan antara  Mikhael melawan naga berkepala sepuluh dan bertanduk tujuh.  Masing-masing pihak dibantu oleh malaikat- malaikatnya. Ada peperangan  antara orang-orang kudus melawan seekor binatang yang keluar dari laut,  seperti macan tutul bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh. Binatang ini  diberikan kekuatan, tahta dan kekuasaan oleh naga yang telah siuman.  Dari bumi keluar binatang bertanduk dua dan berbicara seperti naga yang  menyesatkan seluruh penghuni bumi. &lt;br /&gt;
Siapakah yang masuk surga?  Pintu surga akan terbuka lebar bagi orang-orang buta, lumpuh,  orang-orang sakit kusta (Lukas 14:13-21). Dan orang-orang kaya sulit  masuk surga, lebih sulit dari seekor unta masuk lubang jarum. 2) &lt;br /&gt;
Surga menurut agama Islam. &lt;br /&gt;
Islam  memberikan keterangan yang sangat rinci tentang surga. Dalam agama  Islam surga digambarkan memiliki 8 pintu. Surga terdiri dari 100  tingkat. Di surga mengalir sungai yang jernih airnya, sungai madu,  sungai susu dan sungai arak (khamar atau alkohol). Ada pohon buah-buahan  yang mengikuti kemana penghuni surga pergi. Mereka dilayani oleh  laki-laki muda yang memberikan mereka minuman yang dicampur dengan jahe.  Para penghuni surga itu memiliki tempat barang dan sisir yang terbuat  dari emas. Mereka juga memiliki pendupaan yang dibuat dari kayu gaharu. &lt;br /&gt;
Para  penghuni surga makan dan minum. Tapi mereka tidak pernah buang air  besar atau kecil. Keringat mereka berupa semacam minyak wangi. Hidangan  pertama yang disajikan ketika pertama kali masuk surga adalah sup sirip  ikan hiu. &lt;br /&gt;
Para lelaki muslim yang masuk surga diberikan istri-istri  (beberapa istri) yang diciptakan dari bidadari yang masih perawan yang  belum pernah disentuh sebelumnya bahkan oleh malaikat. &lt;br /&gt;
Surga Islam  itu tampaknya memang surga untuk kaum lelaki. Tapi para wanita Islam  tentu juga mendapat surga. Hanya saja para wanita muslim ini tidak  diberikan pasangan laki-laki. Tidak ada penjelasan tentang hal ini. &lt;br /&gt;
Siapakah  Masuk Surga? Dalam satu hadis disebutkan, ketika Nabi Muhammad, nabi  orang Islam itu melihat ke surga, penghuninya kebanyakan orang-orang  fakir (miskin). Orang miskin yang pasrah lebih cepat 500 tahun sampai di  surga dibandingkan dengan orang Islam yang kaya. 3). &lt;br /&gt;
Dan melihat ke  neraka kebanyakan penghuninya adalah wanita. Kenapa penghuni neraka  kebanyakan wanita? Karena wanita lebih tertarik kepada perhiasan  duniawi. 4) &lt;br /&gt;
Surga tak ubahnya sebuah kampung di bumi ini di mana  para penghuninya hidup bersantai-santai sambil menghabiskan waktu untuk  makan dan minum dan bersenang-senang dengan istri-istrinya yang baru  yang dibuat dari para bidadari. &lt;br /&gt;
Apakah Neraka? &lt;br /&gt;
Neraka,  menurut agama rumpun Yahudi, biasanya digambarkan sebagai suatu tempat  yang terletak jauh di dalam bumi. Neraka adalah tempat penyiksaan yang  sangat mengerikan. Di neraka terdapat kawah api yang terus  berkobar-kobar yang panasnya seratus kali api bumi. Di sini roh-roh  malang itu dipanggang. Di Neraka juga disediakan jenis penyiksaan yang  lain, misalnya ditusuk dengan tombak atau dipukuli dengan palu godam. &lt;br /&gt;
Berapa lama roh-roh malang itu disiksa? &lt;br /&gt;
Tergantung dari kejahatan yang dilakukan di muka bumi. Ada yang singkat ada juga yang selama-lamanya. &lt;br /&gt;
Jika  penghukum dengan cara penyiksaan itu dilakukan oleh manusia atau oleh  suatu pemerintah di dunia ini, maka ia akan dikutuk sebagai orang atau  pemerintah yang tidak beradab, sangat kejam, sadis dan tidak  berperikemanusiaan sedikitpun. &lt;br /&gt;
Lalu, apakah betul, Tuhan Yang Maha  Pengasih dan Penyayang itu, menciptakan alat penyiksa atau melakukan  penyiksaan dengan cara begitu kejam?. Bagaimanakah wajah Tuhan ketika Ia  menjalankan mesin penyiksa itu untuk menggilas roh-roh yang telah Ia  tetapkan nasibnya ketika Dia meniupkannya ke dalam tubuh manusia?,  Apakah wajah-Nya memancarkan cahaya kasih atau menyemprotkan api  kebencian?. &lt;br /&gt;
Dalam Agama Hindu. &lt;br /&gt;
Tidak kita temukan gambaran  neraka seperti itu. Lalu apakah orang baik dan orang jahat sama-sama  masuk surga?. Bagaimana soal keadilan ditegakkan?. Dalam agama Hindu  sebagaimana dijelaskan sebelumnya, setelah mati, jiwa kita (1) mencapai  moksa atau (2) lahir kembali kedunia. Bila kita lahir kembali, maka  dalam kelahiran itu kita menerima akibat- akibat dari perbuatan kita  dari kehidupan yang terdahulu. Akibat baik atau akibat buruk. &lt;br /&gt;
Disini  dikenal istilah kelahiran surga dan kelahiran neraka. Kelahiran surga  artinya dalam hidup ini kita menjadi orang yang beruntung dan  berbahagia. Kelahiran neraka artinya dalam hidup ini kita akan menderita  dan banyak mendapat kesulitan. Penderitaan itu sangat banyak jenisnya.  Misalnya karena : sakit yang tidak dapat disembuhkan, penghianatan,  kebencian, dendam, iri hati, sakit hati, dan kemarahan yang tak  terkendali adalah bentuk neraka didunia ini. &lt;br /&gt;
Pandangan Kritis tentang Surga dan Neraka. &lt;br /&gt;
Gambaran  neraka yang begitu kejam tampaknya muncul ketika peradaban masih rendah  dan kesadaran moral juga baru tumbuh. Ketika itu manusia dipaksa untuk  berbuat baik karena perbuatan buruk akan mendatangkan pembalasan yang  sangat kejam. Dasarnya adalah rasa takut akan hukuman yang berlipat  ganda. &lt;br /&gt;
Ketika peradaban sudah lebih maju dan kesadaran moral  sudah lebih tinggi, manusia berbuat baik karena menyadari sepenuhnya  perbuatan buruk atau perbuatan jahat, akan membawa penderitaan bagi  orang lain. Dasarnya adalah cinta dan hormat atas hidup orang lain. &lt;br /&gt;
Dr.  Franz Dahler, seorang rohaniwan Katholik mengatakan istilah tradisional  dan sedikit usang itu membawa gambaran yang tidak memuaskan sama  sekali, karena berdasar kepada ajaran agama yang tidak dewasa,  seakan-akan ditujukan kepada anak kecil. Terbayang dalam benak kita  semacam bangsal surgawi di atas langit, dimana kita bernyanyi dan terus  memandang Tuhan yang berpakaian cemerlang. Itu khayalan bukan kenyataan.  Surga adalah kegairahan hidup manusia dalam menerima dan memberi cinta  kepada Tuhan dan manusia dalam menerima dan memberi cinta kepada Tuhan  dan manusia. Sedangkan neraka adalah tempat dimana manusia tidak bisa  mencintai lagi. Perang adalah neraka yang paling tepat. 5) &lt;br /&gt;
Kaum  sufi Islam mengatakan para penghuni surga adalah orang- orang yang  berfikir sederhana (tolol). Menurut para sufi tujuan manusia yang  sesungguhnya adalah persatuan dengan Tuhan (manunggaling kawula lan  Gusti). Sedangkan sorga hanyalah ciptaan. Para penghuni surga adalah  orang-orang yang menganggap kenilmatan jasmaniah (hubungan seks dan  kenikmatan lidah) sebagai tujuan tertinggi. 6) &lt;br /&gt;
Chairil Anwar,  penyair yang paling terkemuka di Indonesia hingga dewasa ini meragukan  surga semacam itu. Dalam sajaknya "Sorga" ia menceritakan bahwa ia  dituntut untuk taat beragama dengan janji akan diberi surga, dimana ia  dapat bercinta dengan para bidadari sambil minum susu sepuas hatinya.  Pada bait kedua ia menulis: &lt;br /&gt;
Tapi ada suara menimbang dalam diriku, &lt;br /&gt;
nekat mencemooh : Bisakah kiranya &lt;br /&gt;
berkering dari kuyup laut biru, &lt;br /&gt;
gamitan dari tiap pelabuhan gimana? &lt;br /&gt;
Lagi siapa bisa mengatakan pasti &lt;br /&gt;
di situ memang ada bidadari &lt;br /&gt;
suaranya berat menelan seperti Nina, &lt;br /&gt;
punya kerlingnya Jati? &lt;br /&gt;
TUJUAN MANUSIA MENURUT AGAMA HINDU &lt;br /&gt;
Catur Purusartha &lt;br /&gt;
Dhrama &lt;br /&gt;
Tujuan  manusia menurut agama Hindu disebut Catur Purusartha (empat tujuan  akhir). Tujuan hidup yang pertama adalah dharma. Sebagaimana telah  dijelaskan didepan, dharma berarti agama atau kewajiban. Pertama-tama  manusia haruslah menjadi manusia beragama. Beragama berarti hidup  bermoral. Hidup bermoral merupakan landasan bagi tujuan tujuan hidup  berikutnya. &lt;br /&gt;
Artha &lt;br /&gt;
Tujuan hidup kedua adalah Artha. Artha  artinya materi atau secara sempit disebut uang, secara luas artha  diartikan sebagai keberhasilan atau kesuksesan. Untuk hidupnya manusia  memerlukan materi. Tanpa materi bagaimana kita menyelenggarakan  kehidupan rumah tangga, pendidikan dan kewajiban- kewajiban agama? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Tapi materi atau kesuksesan itu harus dicapai berdasarkan landasan agama dan dipergunakan sesuai dengan moral agama. &lt;br /&gt;
Kama &lt;br /&gt;
Tujuan  hidup yang ketiga adalah Kama. Kama dalam arti sempit dimaksudkan  kesenangan karena aktivitas seksual. Aktivitas seksual pertama-tama  berfungsi sebagai prokreasi (regenerasi dan penerusan keturunan). Kedua  aktivitas seksual berfungsi rekreasi (re=kembali, kreasi=menciptakan),  peneguhan (kembali) hubungan cinta kasih antara suami dan isteri. Sekali  lagi, kama harus dilandasi oleh dharma. Hubungan seksual itu harus  dilakukan dalam kerangka perkawinan yang sah. Dalam arti luas kama juga  mencakup kesenangan-kesenangan yang lain, misalnya yang ditimbulkan oleh  keindahan dan seni. &lt;br /&gt;
Keseimbangan Jiwa dan Raga &lt;br /&gt;
Sebagaimana  dikatakan dalam bahasan sebelumnya (Atman : Jiwa yang Kekal), manusia  terdiri dari dua aspek yang saling melingkupi, yaitu badan dan jiwa.  Masing-masing aspek ini, memiliki kebutuhan-kebutuhan tertentu. Artha  dan kama (lebih) merupakan tujuan dari raga dan badan kita. Sedangkan  dharma dan moksha merupakan tujuan dari jiwa kita. &lt;br /&gt;
Jadi kebutuhan  raga dan jiwa kita harus dipenuhi secara seimbang. Agama Hindu sama  sekali tidak mengajarkan pemeluknya untuk mengabaikan dunia. Tapi agama  Hindu juga tidak mengajarkan kita hanya memikirkan dunia. Tujuan kita  yang tertinggi yaitu moksha dicapai melalui perjalanan kita dalam  kehidupan didunia ini. Jadi dapat dikatakan ketiga tujuan di atas, yaitu  dharma, artha dan kama, merupakan tangga bagi tujuan hidup yang  terakhir yaitu moksha. Bagaimana kita memperoleh ketiga tujuan ini,  bagaimana kita mempergunakan artha dan kama akan menentukan apakah kita  akan mencapai tujuan tertinggi itu atau tidak. &lt;br /&gt;
Surga adalah Persinggahan Sementara. &lt;br /&gt;
Dalam  agama Hindu surga merupakan persinggahan sementara. Menurut Swami  Dayananda Saraswati, surga adalah pengalaman liburan. Seperti seorang  pergi ke Hawai atau ke Bali untuk bersenang-senang sebentar  membelanjakan uangnya dan kemudian kembali ke rumahnya. &lt;br /&gt;
Bagavad Gita mengatakan : &lt;br /&gt;
"Setelah  menikmati surga yang luas, mereka kembali kedunia ini sesuai ajaran  kitab suci. Demi kenikmatan mereka datang dan pergi". &lt;br /&gt;
Surga adalah kesenangan sementara (pleasure). Sedangkan kebahagiaan yang sejati (Joy atau happiness) adalah Moksha. &lt;br /&gt;
Apakah Moksha? &lt;br /&gt;
Menurut  Radhakrisnan moksha adalah kelepasan, lepas dari ikatan panca indera  dan prinbadi, kepicikan dan keterikatan. Moksha merupakan hasil dari  perluasan pribadi dan kebebasan atau kemerdekaan. &lt;br /&gt;
K. B. Bahadur  menjelaskan moksha adalah kemerdekaan dan kebebasan, terlepasnya jiwa  dari rangkaian kelahiran dan kematian. Moksha merupakan tujuan tertinggi  setiap orang. &lt;br /&gt;
Moksha adalah hidup tak terbatas, pengetahuan tak  terbatas dan kebahagiaan tak terbatas. Pembebasan manusia dari segala  keterbatasan. Moksha disebut juga jivan-mukti, atau kebahagiaan jiwa  yang tiada terbatas. 7). &lt;br /&gt;
Dalam Upanishad dikatakan moksha adalah  persatuan jiwa (roh) dengan Tuhan (Brahman) ibarat sungai yang mengalir  ke laut dan kemudian bersatu dengan laut. Upanishad mengatakan :  "Temukan kebahagiaan pada kelepasan" (Isa Upanishad); "Tuhan yang Esa  yang tak terbatas adalah sumber kebahagiaan (yang terbatas)". (Chandogya  Upa). "Moksha atau kebebasan adalah tinggal dalam wujud-Nya yang abadi  (Maha). Apa yang dimaksud dengan pernyataan- pernyataan diatas?, Ia  tampak sebagai ramuan-ramuan abstrak? Sulit bagi kita untuk membayangkan  kebahagiaan yang dimaksudkan dalam moksha. &lt;br /&gt;
Di dunia ini kita  merasa bahagia bila karir kita sukses. Hubungan suami istri dan hidup  rumah tangga kita tidak mengalami gangguan. Anak-anak kita sehat dan  cerdas. &lt;br /&gt;
Apakah ada kebahagiaan tanpa kesenangan seksual, kenikmatan  lidah karena memakan buah atau minuman arak yang lesat? Kenikmatan  seksual dan kenikmatan lidah karena makanan atau minuman bersifat  badani. Karena itu bersifat sementara. Kenikmatan seksual hanya terasa  selama aktivitas seksual itu berlangsung. Setelah aktivitas ini selesai,  habis juga kenikmatan itu. Kenikmatan karena makanan dan minuman juga  terjadi hanya selama kegiatan makan dan minum itu berlangsung. Setalah  kegiatan ini selesai, habis juga kesenangannya. &lt;br /&gt;
Kebahagiaan yang  sejati dan abadi tidak tergantung kepada aktivitas badani. Ia bersifat  spiritual yang disebabkan oleh kehadiran Yang Suci. &lt;br /&gt;
Pengalaman Orang-orang yang Pernah "Mati". &lt;br /&gt;
Dokter  Raymond A. Moody, Jr, seorang psikiater telah mengadakan pene;itian  tentang orang-orang yang pernah dinyatakan mati kemudian hidup kembali  (near death experience atau mati suri). Pengalaman- pengalaman dari  orang- orang yang pernah mengalami kematian seperti ini dikumpulkannya  dalam bukunya yang terkenal "Life After Life" telah diterjemahkan dalam  bahasa Indonesia menjadi "Hidup Sesudah Mati", diterbitkan oleh PT  Gramedia.&lt;br /&gt;
Seseorang sedang menghadapi maut, pada saat ia mencapi  puncak krisis fisiknya, ia mendengar ia dinyatakan mati oleh dokternya.  Pada saat itu ia merasa dirinya bergerak dengan cepat melalui suatu  terowongan yang gelap dan panjang. Setelah itu ia merasa tiba-tiba  berada di luar jasadnya, tapi masih tetap dalam lingkungn yang sama. Ia  melihat jasadnya dari satu jarak, seolah-olah ia seorang penonton. Ia  menyaksikan usaha-usaha (dokter dan perawat) untuk menghidupkannya  kembali. Tak lama kemudian ia melihat arwah saudara- saudara dan  kawan-kawannya yang sudah meninggal, dan suatu mahluk cahaya yang penuh  kehangatan dan cinta kasih belum pernah ditemuinya muncul dihadapannya.  Sebelumnya mahluk tersebut meminta ia menilai kehidupannya dan  membantunya dengan menunjukkan kilasan kejadian-kejadian penting dalam  hidupnya secara tiba-tiba. Pada suatu saat ia merasa sampai pada satu  batas dan ia harus kembali.Tapi ia tak ingin kembali. Di tempat baru ini  ia ditemui oleh rasa gembira cinta dan kedamaian yang meluap-luap.  Meskipun demikian, entah bagaimana ia bersatu kembali dengan jasadnya,  dan ia hidup. &lt;br /&gt;
Inilah pengalaman dari orang-orang yang pernah mengalami kematian lalu hidup lagi: &lt;br /&gt;
"Semua rasa sakit musnah" &lt;br /&gt;
"Ada rasa damai dan tenang yang mutlak. Tak ada rasa takut sama sekali" &lt;br /&gt;
"Setelah  aku kembali, aku terus menerus menangis selama kurang lebih seminggu  karena aku harus hidup di dunia ini setelah aku melihat dunia yang satu  lagi". &lt;br /&gt;
Berikut ini kita kutipkan pernyataan-pernyataan mereeka secara lengkap. &lt;br /&gt;
"Pada  saat terluka aku merasakan suatu perasaan sakit yang sangat hebat. Tapi  kemudian semua rasa sakit lenyap. Hari terasa dingin, namun demikian  sementara saya berada dalam tempat gelap itu saya merasakan kehangatan  dan suatu perasaan senang tiada taranya yang pernah saya alami  sebelumnya". &lt;br /&gt;
Seorang wanita yang bernafas kembali setelah serangan jantung menuturkan: &lt;br /&gt;
"Saya  mengalami perasaan yang sangat menyenangkan. Saya tidak merasakan  perasaan lain kecuali kedamaian, kesenangan, hanya ketenangan. Saya  merasa semua kesulitan saya hilang dan saya berkata kepada diri saya  sendiri". "Alangkah tenang dan damainya, dan saya tidak merasa sakit  sama sekali". &lt;br /&gt;
Seorang laki-laki yang lain menceritakan: &lt;br /&gt;
"Saya  merasa kesunyian dan damai yang amat menyenangkan. Pengalaman itu  sangat indah, dan saya merasakan kedamaian dalam hatiku". &lt;br /&gt;
Seorang  pria yang "mati" setelah terluka dalam perang vietnam mengatakan ia  merasakan : "suatu perasaan lega yang luar biasa.Tak ada rasa sakit dan  aku belum pernah merasa begitu santai. Aku merasa ketentraman dan semua  begitu indah". &lt;br /&gt;
Seorang wanita menuturkan : &lt;br /&gt;
"Saya menunggu  tante saya yang sudah tua selama sakitnya yang terakhir. Saya membantu  merawatnya dan pada waktu itu semua anggota keluarga berdo'a untuk  kesembuhannya. Nafasnya berhenti beberapa kali tapi kemudaian ia hidup  lagi. Akhirnya satu hari ia melihat saya dan berkata: "Joan, saya sudah  ada di dunia sana, dan disana indah sekali. Saya ingin tinggal disana,  tapi saya tidak bisa selama kamu berdoa agar saya kembali kesini bersama  kalian. Doa kalian membuat saya tetap tinggal di sini. Tolonglah jangan  berdoa lagi". Kami semua memenuhi permintaannya berhenti berdoa, dan  tak lama kemudian ia meninggal". &lt;br /&gt;
Dalam bagian lain Dr. Raymond A. Moody, Jr. menjelaskan: &lt;br /&gt;
Bahkan  mereka yang sebelumnya memiliki keyakinan tradisional tentang kehidupan  sesudah mati tampaknya mulai sedikit berubah dengan keyakinannya semula  setelah mereka mengalami "kematian" itu. Sesungguhnya dalam semua  laporan yang saya kumpulkan tidak seorangpun dari mereka melukiskan  gambaran mithological tentang apa yang terdapat pada kehidupan di dunia  setelah mati itu. &lt;br /&gt;
Tidak seorangpun menjelaskan surga para kartunis  yang gerbangnya penuh permata, jalan-jalan yang dibuat dari emas, dan  malaikat-malaikat bersayap yang memainkan harpa, tidak ada neraka dengan  api berkobar-kobar dan setan-setan dengan garpu penyiksa. &lt;br /&gt;
Allan  Pring yang pernah mendapat pengalaman melihat "dunia lain" mengatakan :  "Disana tidak ada seks, uang atau apapun yang berbau nafsu". &lt;br /&gt;
Jika  tidak ada neraka, lalu bagaimana dengan konsep ganjaran dan hukuman  yang diajarkan oleh agama-agama? Apakah semua orang, tanpa memperhatikan  perbuatannya di dunia ini akan memperoleh kebahagiaan di akhirat?. &lt;br /&gt;
Kemungkinan  orang-orang yang pernah mengalami "kematian" yang diselidiki oleh Dr.  Raymond A. Moody adalah orang-orang yang pada umumnya telah berbuat baik  di dunia. Sebab dalam buku itu juga diceritakan bahwa orang-orang yang  mencoba bunuh diri, "mati" lalu hidup kembali mengalami keadaan yang  sama sekali tidak menyenangkan. &lt;br /&gt;
Penjelasan lainnya adalah bahwa  orang-orang yang melakukan perbuatan-perbuatan buruk, akan mendapat  penderitaan dalam kelahirannya kembali di dunia ini. &lt;br /&gt;
-------------- &lt;br /&gt;
1) Dr. J. Verkuji : Etika Kristen, Penerbit Gunung Mulia, Jakarta, 1991, hal 261. &lt;br /&gt;
2) Ibid, hal 269 dan Kitab Wahyu. &lt;br /&gt;
3) Masda F. Marsudi : Kail tanpa Empang, majalah Tempo, 1 Mei 1993. &lt;br /&gt;
4)  Keterangan tentang surga Islam diambil dari Syaridah Al, Ma"wasyaraji  dan Ahmad al-Qallas : Sorga yang Dijanjikan, penerbit pustaka mantiq,  Solo, 1992. &lt;br /&gt;
5) Franz Dahler dan Julius Chandra : Asal dan Tujuan manusia, penerbit Kanisius, Yogyakarta, 1991 hal 137-138. &lt;br /&gt;
6) Fritjof Schoun (Muhammad Isa Nurudin) : Islam &amp;amp; Filsafat Parenial, penerbit Mizan, Bandung, 1993, hal 182. &lt;br /&gt;
7) Dr. I Made Titib : Untaian Ratna Sari Upanishad, penerbit Yayasan Dharma Narada, Denpasar, 1994, hal 66-67. &lt;br /&gt;
8) Raymond A. Moody, Jr. M.D. : Life After Life, penerbit Batam Book, New York, 1986.</description><link>http://putupermana.blogspot.com/2012/04/moksha-kebahagiaan-sejati.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-828251437225892578.post-1939494699073308104</guid><pubDate>Mon, 02 Apr 2012 09:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-02T02:53:46.249-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel</category><title>LELUHUR BALI KUNO DI GUNUNG KAWI</title><description>Leluhur Bali Kuno di Gunung Kawi&lt;br /&gt;
Selain tempat memuja roh  leluhur raja-raja Bali Kuno, Candi Gunung Kawi di Tampaksiring juga  diyakini sebagai tempat nyaman bersamadi, menuju titik hening damai.&lt;br /&gt;
Medio  Mei 2006, empat warga Eropa yang baru saja usai menyaksikan  pertunjukkan tari barong di Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati,  Kabupaten Gianyar, sontak menuju tinggalan situs tua, Candi Gunung Kawi,  di Desa Tampaksiring. Ditemani pemandu, tetamu berkebangsaan Perancis  itu menuruni 150 undak jalan setapak berlapis beton.&lt;br /&gt;
Tiba di  tepian barat Tukad (Sungai) Pakerisan, tetamu itu tepekur menyaksikan  deretan candi yang terpahat rapi di dinding tebing. Kamera digital yang  sedari awal menggelayut di tangan turis pria, mulai sibuk membidik-bidik  sasaran. Satu per satu candi tua yang oleh masyarakat setempat lumrah  disebut “Candi Kawanan” (candi di sebelah barat) itu diabadikan. Tentu  tak lupa pula mereka mengabadikan diri berlatarbelakangkan candi tebing  ini.&lt;br /&gt;
Usai melihat-lihat deretan candi-empat di sisi barat, para  pelancong ini melanjutkan perjalanan menyeberangi jembatan, menuju  bangunan di sebelah timur Tukad Pakerisan. Mereka menyaksikan tempat  pertapaan dan ceruk-ceruk (wihara) yang berada di sebelah timur Pura  Gunung Kawi dan melihat-lihat jejeran candi-lima di belahan utara pura.&lt;br /&gt;
Selain  Tirta Empul, Pura Pagulingan, dan Pura Mangening di kawasan hulu, Candi  Gunung Kawi memang merupakan objek pilihan yang tak terlupakan para  pelancong manakala bertandang ke kawasan Tampaksiring, Kabupaten  Gianyar, yang berjarak sekitar 35 km arah timr laut Kota Denpasar ini.&lt;br /&gt;
Di  kalangan pelancong asing, lebih-lebih yang suka peninggalan purbakala,  Candi Gunung Kawi selalu menjadi daya tarik tersendiri. Para pemandu  seakan tak kewalahan bahan dalam menjelaskan berbagai keunikan dan  kekhasan situs yang berlokasi di Banjar Penaka, Kecamatan Tampaksiring,  Kabupaten Gianyar ini. “Candi Gunung Kawi memiliki perbedaan yang lain  dibandingkan jenis candi di Jawa,” tutur Nyoman Sonaka, pemandu dari  sebuah biro perjalanan di kawasan Jalan Raya Ngurah Rai Sanur, Denpasar.&lt;br /&gt;
Sonaka  tak mengada-ada, memang. Candi Gunung Kawi memang memiliki perbedaan  khas dengan candi di luar Bali, terutama daerah Jawa. Candi-candi di  Jawa umumnya berbentuk bangunan monumental, berdiri sendiri. Sungguh  berbeda dengan Candi Gunung Kawi yang berupa pahatan batu padas di  dinding tebing dalam bentuk relief.&lt;br /&gt;
Cuma, dari lokasi bangunan, Candi  Gunung Kawi memiliki kesamaan dengan candi di Jawa maupun di Asia  Tenggara. Persamaan dimaksud, terutama, berdekatan dengan sumber air dan  dikelilingi kolam beserta pancuran. Ini memunculkan kesan menakjubkan  sekaligus memberikan kesejukan bagi para pengunjung. Dengan begitu  getaran spiritual pun berdenyut kuat.&lt;br /&gt;
Tempat-tempat pemujaan  Hindu lazim, memang, berdekatan dengan sumber-sumber air: danau, laut,  sungai, mata air, ataupun pertemuan aliran air ( campuhan, sanggam ).  Bila tak dekat air, kerap akan dibuatkan telag atau kolam buat  mengalirkan dan menampung air. Bagi manusia Bali penganut Hindu, air  tentu bukan sebatas sumber kehidupan dan pemberi kesuburan. Air juga  mengandung makna kesucian. Karenanya, di Bali dalam suatu upacara ada  istilah nunas tirtha , mohon air suci. Air-lah yang mengawali sekaligus  mengakhiri seluruh rangkaian tradisi upacara manusia Bali Hindu, sampai  kini. Maka, bukanlah suatu kebetulan manakala Candi Gunung Kawi  berdampingan dengan aliran air Tukat Pakerisan yang berpusat hulu di  Tirta Empul.&lt;br /&gt;
Candi Gunung Kawi memang tinggalan tua  berarsitektur pra-Hindu di Bali. Laporan Tim Peneliti Universitas  Udayana, tahun 1990, mengungkapkan situs tua ini ditemukan tahun 1920  oleh seorang residen yang berkuasa di Bali kala itu, bernama HT Damste.&lt;br /&gt;
Dari  penuturan beberapa warga, saat pertama kali ditemukan kondisi candi,  baik biara maupun candi, diselimuti semak belukar—kondisi yang dialami  kebanyakan candi di Bali. “Hingga kini pun,” tunjuk Dewa Gede Mangku  Kayun, Pamangku Ageng Pura Gunung Kawi, “beberapa peninggalan, terutama  jenis ceruk, belum terungkap ke permukaan. Satu di antaranya terletak  sekitar 300 meter sebelah utara candi-empat.”&lt;br /&gt;
Tahun 1949, satu di  antara bilik biara runtuh. Upaya penyelamatan segera dilakukan Dinas  Purbakala Bali. Sejak saat itu, perehaban terus dilakukan Dinas  Purbakala, melibatkan warga sekitar, terutama Pamangku Pura Gunung Kawi.  Toh begitu, Candi Gunung Kawi tak pernah ditafsirkan tunggal.&lt;br /&gt;
Arkeolog  Dr R Goris, misalkan, dalam artikel “Dinasti Warmadewa dan Dharmawangsa  di Pulau Bali” terbitan tahun 1957 menyebutkan, Candi Gunung Kawi  merupakan bangunan yang difungsikan sebagai tempat memuliakan roh Raja  Udayana beserta keluarganya. Tafsiran ini dihubungkan dengan pahatan  prasasti pada salah satu candi.&lt;br /&gt;
Pendapat R Goris itu ada benarnya  bila dihubungkan dengan beberapa definisi candi yang umumnya menyebutkan  bahwa candi difungsikan sebagai tempat memuliakan atma atau roh yang  telah terbebas dari ikatan keduniaan. Jadi, candi bukan makam, melainkan  pura atau tempat suci untuk menstanakan roh yang telah disucikan.&lt;br /&gt;
Candi  Gunung Kawi dibagi empat kelompok. Kelompok candi lima berada di  sebelah timur Tukad Pakerisan. Semua bangunan mengarah ke barat. Pada  candi paling utara ada tulisan berhuruf Kadiri Kwadrat berbunyi “ haji  lumah ing jalu ”, yang berarti “raja yang dicandikan di j alu ”. Ada  mengait-ngaitkan kata jalu itu dengan susuh ayam ( tegi l) yang  berbentuk runcing menyerupai keris. Karena itu jalu lantas diidentikkan  dengan keris (Pakerisan). Jadi, haji lumah ing jalu berarti raja yang  dicandikan di Pakerisan.&lt;br /&gt;
Tipe huruf serupa dapat dilacak  kembali ke zaman Kadiri (Jawa Timur) tahun 1100 – 1220 Masehi. Tipe  huruf Kadiri Kwadrat biasanya dipergunakan pada prasasti-prasasti pendek  sebagai hiasan pada candi, pintu gua, atau tempat suci, serta pada  patung. Di Bali, jenis huruf ini banyak dipergunakan pada masa  pemerintahan Raja Anak Wungsu.&lt;br /&gt;
Dari tipe tulisan yang dipergunakan  pada candi, maka dapat disimpulkan bahwa asrama Amarawati di Candi  Gunung Kawi telah terbangun pada zaman Raja Udayana Warmadewa (911-933  Isaka), kemudian pada masa pemerintahan Raja Marakata (944- 947 Isaka).  Ketika Raja Anak Wungsu berkuasa di Bali (971-999 Isaka), asrama ini  ditambahkan bangunan berupa prasada (candi) lengkap dengan  tulisan-tulisan yang mempergunakan huruf Kadiri Kwadrat.&lt;br /&gt;
Pada candi  nomor dua (masih termasuk kelompok candi lima), juga ditemukan tulisan  berbunyi “ rwanakira ” yang artinya ‘dua anak beliau'. Dalam tafsiran  para peneliti Unud, yang dimaksud “dua anak beliau” adalah putra-putra  Raja Udayana Warmadewa, yakni Marakata dan Anak Wungsu. Adapun Airlangga  tak lagi dianggap sebagai ahli waris kerajaan di Bali, mengingat  Airlangga pergi menikah ke luar daerah ( nyentana ) di Kerajaan Kadiri,  Jawa Timur.&lt;br /&gt;
Dari penegasan tadi, maka Candi Gunung Kawi memiliki  fungsi sebagai tempat memuliakan roh suci Raja Udayana Warmadewa,  Marakata, dan Anak Wungsu. “Kami juga memuja Raja Udayana sebagai  penguasa di Pura Gunung Kawi,” ujar Mangku Kayun.&lt;br /&gt;
Di sebelah  barat Sungai Pakerisan terdapat kelompok candi empat. Goris  memperkirakan keempat candi dimaksud sebagai “ padharman ” empat selir  Raja Anak Wungsu. Di sebelah barat daya, ada satu candi yang dikenal  dengan candi ke-10 (sepuluh). Pada pintu masuk candi ini terdapat  tulisan “ rakryan ”. Mencermati tulisan huruf Kadiri Kwadrat tersebut,  besar kemungkinan kelompok candi ke-10 sebagai tempat padharman pejabat  atau perdana menteri pada masa pemerintahan Raja Anak Wungsu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Selain  candi tebing, di area pura yang piodalan -nya jatuh pada Purnama Katiga  (sekitar September ini) juga ditemukan bihara atau ceruk. Lokasinya  berada di sebelah timur Pura Gunung Kawi, berjumlah tak kurang dari 18  buah itu.&lt;br /&gt;
Pada pertengahan dasa warsa 1970-an, warga Banjar Penaka  menemukan lagi beberapa biara di sebelah selatan Pura Gunung Kawi.  Penemuan ceruk itu, kata Jero Mangku Kayun, tergolong unik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bermula  dari hilangnya seorang warga Banjar Penaka bernama I Kenil. Pria  berusia 50 tahun tersebut sempat tak diketahui jejaknya selama dua  pekan. Keluarga dan warga Penaka dibuat cemas. Mereka bingung, berusaha  mencari tahu di mana sesungguhnya Kenil berada. Pencarian dilakukan ke  seluruh banjar, termasuk ke keluarga yang ada di luar Penaka. Hasilnya?  Nihil. &lt;br /&gt;
Tak ada titik terang.&lt;br /&gt;
Lama tak menemukan jejak,  akhirnya pihak keluarga berinisiatif menanyakan kepada orang pintar (  nunas baos ) ke Desa Penida, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli. Lewat  jasa jero balian , akhirnya diberi petunjuk I Kenil tak keluar dari desa  kelahirannya. Tinggal di satu tempat masih becek, dekat pura yang  membelah sungai (Pura Gunung Kawi). Tempat dimaksud konon sebagai stana  Dewi Melanting.&lt;br /&gt;
Di tempat becek itulah keluarga Kenil dihimbau  menghaturkan sesaji, memohon agar keluarganya yang hilang kembali lagi  ke rumah. Tiba di Penaka, keluarga Kenil melaksanakan titah jero balian ,  tentu dengan dipandu Jero Mangku di Pura Gunung Kawi. Permohonan warga  Penaka ini terkabulkan. Selang tengah hari, ternyata orang yang hilang  itu telah kembali ke rumahnya.&lt;br /&gt;
Lokasi yang masih berselimut  semak belukar itu kemudian dibersihkan warga desa. Ternyata malah  ditemukan banyak gua menyerupai gua yang ada di sekitar Pura Gunung  Kawi. Masyarakat Penaka selanjutnya membersihkan temuan baru itu—mereka  lantas memberi nama Pura Goa Baru, tempat memuja Ida Batari Melanting.&lt;br /&gt;
Kehadiran  ceruk-ceruk atau biara di sekitar candi ini kiranya dapat sebagai bukti  bahwa Candi Gunung Kawi, selain sebagai tempat pemujaan roh leluhur,  juga menjadi lokasi nyaman menenangkan pikiran.&lt;br /&gt;
Keadaan alam  di sekitar candi nan asri dengan gemericik air Tukad Pakerisan yang  tiada henti ini tentu menambah sejuk suasana, sehingga diyakini  menebarkan energi alam yang kuat. Kondisi serupa jelas memberi peluang  besar bagi orang-orang yang berkeinginan melaksanakan samadi,  menyamudera dengan keheningan alam dan jiwa. I Wayan Sucipta, KS&lt;br /&gt;
Sarad Bali Edisi 86/Tahun VIII Juni 2007.</description><link>http://putupermana.blogspot.com/2012/04/leluhur-bali-kuno-di-gunung-kawi.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-828251437225892578.post-1072786108423048322</guid><pubDate>Mon, 02 Apr 2012 09:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-02T02:52:42.071-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel</category><title>Bentengi Diri dengan Ajaran Agama</title><description>Jumat, 07 Agustus 2009 Balipost&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Bentengi Diri dengan Ajaran Agama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Oleh N.N. Kerti Yasa&lt;br /&gt;
Segala  sesuatu yang ada di dunia ini akan selalu mengalami perubahan.  Perubahan juga sudah menyentuh orientasi atau fokus dari suatu  masyarakat, termasuk orientasi masyarakat Bali yang cenderung kepada  materi.&lt;br /&gt;
Jumat, 07 Agustus 2009 Balipost&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Bentengi Diri dengan Ajaran Agama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Oleh N.N. Kerti Yasa&lt;br /&gt;
Segala  sesuatu yang ada di dunia ini akan selalu mengalami perubahan.  Perubahan juga sudah menyentuh orientasi atau fokus dari suatu  masyarakat, termasuk orientasi masyarakat Bali yang cenderung kepada  materi.&lt;br /&gt;
Sebenarnya masyarakat yang berorientasi materi bukanlah  sesuatu yang salah. Tetapi kalau orientasi masyarakat terhadap materi  itu sudah terlalu kuat, terlalu besar atau terlalu tebal, maka akan  menjadi sesuatu yang tidak baik. Sebab, dalam ajaran agama Hindu, kita  diberikan nasihat mencari artha berlandaskan dharma. Jadi tujuan hidup  kita atau orientasi kita hidup ini tidak semata-mata mencari artha atau  materi semata, tetapi tetap mengedepankan dharma.&lt;br /&gt;
Perubahan orientasi pada masyarakat Bali ini tentunya diawali dengan suatu gejala atau fenomena yang tejadi di sekeliling kita.&lt;br /&gt;
Kondisi  ini dapat dilihat dari beberapa fenomena, antara lain: (1) Waktu untuk  melaksanakan gotong royong di banjar-banjar makin berkurang, karena  lebih banyak anggota masyarakat di Bali menghabiskan waktu untuk bekerja  mencari uang, sampai-sampai di hari libur pun mereka bekerja mencari  uang. (2) Para wanita Bali juga makin banyak yang bekerja di luar rumah  untuk mencari penghasilan atau tambahan penghasilan, sehingga keuangan  keluarga semakin kuat. (3) Masyarakat di Bali juga menilai eksistensi  orang dari jumlah harta yang dimilikinya, sehingga pada umumnya orang  kaya akan lebih dihormati dibandingkan orang miskin. (4) Masyarakat Bali  juga sudah semakin pintar menilai jerih payahnya secara ekonomi semata,  sehingga segala sesuatu diukur dari penghasilan dalam bentuk uang yang  mereka terima.&lt;br /&gt;
Perubahan kecenderungan orientasi masyarakat Bali  tersebut, tentunya dilatarbelakangi oleh banyak faktor. Secara garis  besar dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu faktor internal dan  eksternal. Faktor internal yang muncul dari dalam diri individu itu  sendiri, seperti nilai-nilai kebenaran yang dia pegang, yang biasanya  berasal dari ajaran agama yang ditanamkan sejak dini. Yang lebih banyak  mendorong perubahan orientasi masyarakat adalah faktor-faktor yang  berada di luar individu itu sendiri, seperti tersedianya begitu banyak  produk yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginannya (yang tentunya  harus dibeli dengan uang), terjadinya globalisasi yang menyebabkan  masyarakat di Bali mampu menerima informasi dari mana saja tanpa  mengenal batas ruang dan waktu (yang memberikan contoh tentang berbagai  kenikmatan yang harus dibeli dengan uang juga), kurangnya penanaman  nilai-nilai moral yang baik atau penanaman budi pekerti di  lembaga-lembaga pendidikan dari tingkat dasar sampai tinggi.&lt;br /&gt;
Solusi  yang dapat ditempuh dengan membentengi diri dengan ajaran agama yang  kuat. Penanaman nilai-nilai agama, moral dan budi pekerti dari SD sampai  ke pendidikan tinggi harus lebih diintensifkan, dan tentunya diikuti  dengan pemberian contoh oleh para guru dan orangtua, serta dilakukan  evaluasi sikap siswa dalam kesehariannya dengan memberikan suatu reward  and punishment. Kalau nilai-nilai baik itu sudah berhasil kita tanamkan  sedari kecil dan mampu melekat dalam jiwanya, tentunya kondisi itu akan  terbawa sampai mereka dewasa. Apalagi pada sekolah menengah sampai  lembaga pendidikan tinggi mata pelajaran atau mata kuliah budi pekerti  dan agama tetap diberikan maka individu tersebut selalu mendapat  penyegaran. Proses penyegaran ini tentunya mempertebal nilai-nilai agama  yang diberikan. Walaupun nantinya ada berbagai perubahan lingkungan  yang memiliki dampak negatif, seperti arus globalisasi, beredarnya  beragam produk yang menggiurkan, orientasi materi tersebut tetap  dilandasi dengan dharma.&lt;br /&gt;
Jadi apa yang menjadi tujuan hidup masyarakat Bali mencari artha berlandaskan dharma tetap dapat dipertahankan. &lt;em&gt;Penulis, warga Denpasar Timur&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;                 &lt;span class="article_seperator"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</description><link>http://putupermana.blogspot.com/2012/04/bentengi-diri-dengan-ajaran-agama.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-828251437225892578.post-5925492163617657822</guid><pubDate>Mon, 02 Apr 2012 09:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-02T02:51:44.231-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel</category><title>Bagaimana Saya Menjadi Hindu</title><description>Oleh Dr. David Frawley (Pandit Vamadewa Shastri)&lt;br /&gt;
"Pencarian jiwa saya menemukan dalam agama Hindu apa yang tidak saya temukan dalam agama Katolik, Buddha dan Eksistensialisme" &lt;br /&gt;
Pengantar:&lt;br /&gt;
Tulisan  berikut ini merupakan salah satu contoh tentang bagaimana seorang  non-Hindu khususnya dari latar belakang budaya Barat masuk Hindu.  Tulisan ini merupakan petikan dari buku Dr. David Frawley "How I Became a  Hindu" yang merupakan satu tulisan dalam buku karangan Satguru Sivaya  Subramuniyaswami, editor Hinduism Today : "How to Become a Hindu." Dr.  David Frawley adalah Director of the America Institue of Vedic Studies  di Santa Fe, New Mexico. Dia juga adalah pengarang terkemuka mengenai  ayurveda dan astrologi Weda. Beberapa istilah, nama atau lembaga yang  disebut oleh penulisnya akan saya berikan penjelasan singkat supaya kita  mempunyai gambaran umum mengenai apa yang dimaksudkan. Penjelasan ini  saya ambil dari berbagai sumber, terutama Oxford Companion of World  Religion. Bila penjelasan itu justru malah dirasakan mengganggu, bisa  diabaikan saya.&lt;br /&gt;
NPP&lt;br /&gt;
-------------------------------&lt;br /&gt;
Dalam  kasus saya bukanlah peralihan agama secara cepat seperti menerima Jesus  sebagai penyelamat pribadi atau penyerahan diri pada Allah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian 1&lt;br /&gt;
Bukan pula peralihan agama itu sebagai hasil dari  upaya terencana untuk mengalihagamakan saya oleh seorang pengkotbah  agama yang berbicara mengenai dosa atau penebusan dosa, atau kaum  intelektual agama yang mencoba meyakinkan saya mengenai keutamaan dari  philsafat atau teologi yang khusus. Peralihan agama ini adalah keputusan  pribadi yang terjadi sebagai hasil dari pencarian yang lama, sebuah  sentuhan akhir dari pencarian batin yang ekstensif yang berjalan selama  bertahun-tahun. &lt;br /&gt;
Bagi banyak orang di Barat menjadi seorang Hindu  mirip dengan ikut suatu agama suku, agama asli Amerika atau Afrika yang  percaya pada banyak dewa dan ritual yang aneh, dari pada beralih agama  kepada satu keyakinan dari sebuah agama dunia yang terorganisasi.  Menemukan agama Hindu adalah sesuatu yang purba, menyentuh akar-akar  lebih dalam dari alam, dimana jiwa bersembunyi, bukan sebagai keyakinan  historis sebagai kekuatan misterius yang tak bernama. Ia bukan pula  seperti mengambil satu keyakinan monotheistik tetapi sebagai hubungan  yang sepenuhnya berbeda dengan kehidupan dan kesadaran dari pada yang  disediakan oleh agama Barat kepada kita. &lt;br /&gt;
Saya sampai kepada agama  Hindu setelah eksplorasi awal dari pemikiran intelektual Barat dan  tradisi mistik dunia, sejalan dengan praktek yoga dan Vedanta 1) dan  penelitian yang mendalam terhadap Weda-Weda. Dalam proses itu saya  bersentuhan dengan berbagai aspek masyarakat Hindu yang sangat luas dan  dengan para guru Hindu yang sedikit sekali dikenal oleh Barat, membuat  saya memahami makin dalam dari persepsi umum dan miskonsepsi mengenai  agama Hindu.&lt;br /&gt;
Pengalaman langsung semacam itu, yang cukup berbeda  dari pada apa yang telah saya harapkan atau seperti akibat-akibat yang  telah disampaikan kepada saya, merobah pandangan saya dan membawa saya  pada pendirian saya sekarang. Saya harapkan cerita saya akan membantu  orang-orang lain merobah pandangannya tentang agama Hindu sebagai  sesuatu yang primitif kepada pemahaman akan keindahan dari tradisi  spiritual yang besar ini yang mungkin paling baik menyajikan warisan  spiritual kita sebagai satu ras manusia. &lt;br /&gt;
Saya selalu memiliki  rasa mistis, sejak masa kanak-kanak. Apakah melihat ke langit dan  menatap awan-awan atau melihat gunung di kejauhan yang tertutup salju,  saya tahu dalam hati saya bahwa disana ada satu kesadaran yang lebih  tinggi di balik dunia ini. Saya merasa ada satu misteri suci dan  mengagumkan dari mana kita datang dan kemana kita akan kembali setelah  persinggahan sejenak dalam planet yang aneh ini. &lt;br /&gt;
Saya mempunyai  kesulitan mendamaikan rasa mistis ini dengan idea agama yang terkait  dengan latar belakang Katolik saya. Kedua orang tua saya tumbuh di  peternakan di Midwest dari Amerika Serikat (Wisconsin) dan berasal dari  latar belakang Katolik yang kuat. Khususnya keluarga ibu saya sangat  saleh dan merupakan pilar dari Gereja dimana mereka tinggal, mengikuti  semua aturan gereja dan banyak menyumbang untuk kegiatan-kegiatan  gereja. Salah seorang saudara lelakinya menjadi pastor dan seorang  missionari di Amerika Selatan, dan dia sangat dihormati, melakukan tugas  mulia dan memiliki kedudukan suci. &lt;br /&gt;
Patung Jesus yang kami lihat  selama kebaktian missa tampak agak mengerikan dan kurang menyenangkan.  Tidak ada orang yang ingin melihat kepadanya. Kami diberi tahu bahwa  kami telah membunuh Jesus. Kami dikatakan bertanggung jawab atas  kematiannya dengan dosa-dosa kita, yang sangat mengerikan di mata Tuhan.  Tapi saya tidak pernah mengenal Jesus dan karena konon ia hidup dua  ribu tahun lalu, bagaimana mungkin tindakan saya mempunyai suatu akibat  bagi dia? Saya tidak pernah sungguh-sungguh bisa menghubungkan diri  kepada patung dari seorang penyelamat yang dikorbankan yang  menyelamatkan kita, kita yang tidak mampu menyelamatkan diri kita  sendiri. Saya juga mulai memperhatikan bahwa kita semua memiliki  kelemahan-kelemahan pribadi kita, temasuk para suster yang mengajarkan  kami yang memiliki temperamen suka gusar atau marah yang nyata dan tidak  banyak memiliki kesabaran. Seluruhnya bukanlah sesuatu yang telah  diberikan oleh Tuhan sebagaimana kami telah diberi tahu. &lt;br /&gt;
Penjelasan &lt;br /&gt;
1).  Vedanta berasal dari kata Ved yang artinya pengetahuan dan ant yang  artinya akhir (Inggris end) artinya akhir dari pengetahuan, atau lebih  tepatnya puncak dari pengetahuan yang telah diverifikasi atau telah  dibuktikan kebenarannya, yaitu seperti yang terdapat bagian akhir dari  Weda, Upanishad. Namun Vedanta dipahami sebagai puncak dari Weda-weda  dalam refleksi yang teratur (dhi sebagai tradisi philsafat dan agama)  yang juga terdapat dalam Bagawad Gita dan Brahma Sutra dari Badarayana  (yang juga dikenal sebagai Vedanta Sutra) yang dimaksudkan untuk membuat  teratur dan selaras berbagai refleksi atau pemikiran dalam Upanishad  mengenai hakikat Brahman dan hubungan Brahman dengan keteraturan  ciptaan, khususnya kehadiran Brahman yang berlanjut dalam ciptaan yang  disebut Atman. Ketiga kitab ini menjadi dasar dari philsafat Vedanta,  dan menjadi subyek komentar (bhasya) yang menghasilkan berbagai  interpretasi dari Vedanta, misalnya oleh Sankara, Ramanuja, Madhva, dll.  &lt;br /&gt;
Jadi Vedanta adalah antonim atau lawan dari keyakinan buta dan  sinonim dengan pengetahuan yang berdasarkan akal yang telah diverifikasi  atau dicek kebenarannya.&lt;br /&gt;
Bagian 2&lt;br /&gt;
Pada usia lima belas  tahun saya mempunyai seorang guru yang istimewa yang mengajarkan di  kelas mengenai sejarah kuno yang membuka mata saya mengenai dunia lama.  Hal ini mengawali kegemaran saya dengan kebudayaan kuno dan akhirnya  membimbing saya kepada Weda-Weda. Saya merasakan bahwa orang-orang di  zaman dahulu memiliki hubungan yang lebih baik dengan alam semesta dari  pada kita yang hidup di zaman modern dan bahwa hidup mereka memiliki  makna yang lebih tinggi. &lt;br /&gt;
Pada umur enam belas tahun saya  mengalami kesadaran intelektual yang sangat penting. Ia datang sebagai  satu pengalaman yang sangat kuat dan secara radikal merobah pikiran dan  persepsi saya. Awalnya hal ini sangat mengganggu dan mengaburkan  orientasi saya. Sementara semacam ragi intelektual telah berkembang  dalam diri saya untuk beberapa tahun, yang satu ini mengakibatkan satu  pemutusan yang dalam dari otoritas dan cita-cita dari masa kecil saya  dan sisa-sisa dari pendidikan Amerika saya. Dia berawal dari studi-studi  yang meliputi pemikiran intelektual Barat dan mula-mula mengantar saya  pada persentuhan dengan spiritualitas Timur. Ini menandai satu transisi  penting dalam hidup saya. Sepanjang pemberontakan intelektual ini saya  tidak pernah kehilangan wawasan bahwa ada satu realitas yang lebih  tinggi. &lt;br /&gt;
Saya mengkhayalkan diri saya menjadi seorang atheis mistis  (a mystical atheist) sebab sekalipun saya menolak ide-ide Bible mengenai  Tuhan yang berpribadi (a personal God), saya mengakui satu kesadaran  impersonal atau mahluk murni ada dibalik alam semesta ini. &lt;br /&gt;
Hukum  karma dan proses reinkarnasi yang telah saya pelajari melalui philsafat  Timur lebih masuk akal bagi saya daripada dogma-dogma Kristen. Setelah  mempelajari sejumlah kitab suci dan buku-buku spiritual dari seluruh  dunia, pandangan Kristen mengenai Jesus kelihatan hampir neurotik.  Menjadi jelas bagi saya bahwa telah ada banyak sekali maharesi besar  (great sages) sepanjang sejarah dan Jesus, betapapun besarnya, hanya  salah seorang dari yang banyak dan bahwa ajaran-ajarannya bukan pula  yang paling baik. Saya tidak mampu melihat apa yang begitu unik mengenai  dia atau apa yang dimiliki oleh ajaran-ajarannya yang tidak ditemukan  dengan lebih jelas di tempat lain. Perasaan mistis yang pernah saya  miliki dalam agama Kristen sekarang sepenuhnya beralih ke Timur. &lt;br /&gt;
Pada  awal tahun 1970 di Denver saya menemukan seorang guru lokal yang  memperkenalkan saya dengan banyak ajaran-ajaran spiritual. Sementara  dari penilaian sekarang ia hanya memiliki wawasan terbatas, dia telah  membantu sebagai katalis untuk menghubungkan saya dengan jalan  spiritual. Melalui perjumpaan dengan bebagai ajaran spiritual yang  dimulainya, saya mengambil jalan yoga sebagai tujuan hidup saya yang  utama. Dia membuat saya akrab dengan satu wilayah luas ajaran-ajaran  mistik: Hindu, Buddha, Theosophist 2) dan Sufi. Itu meliputi segala  sesuatu dari ajaran okultisme dari Alice Bailey sampai Zen, dan satu  tempat penting untuk ajaran-ajaran Gurdjieff 3). Saya memahami bahwa ada  satu inti dari ajaran batin di balik tradisi agama dunia, satu  pendekatan esoterik di balik bentuk-bentuk exoterik 4) mereka. &lt;br /&gt;
Pada  waktu itulah saya menemukan Upanishad, dimana saya menemukan inspirasi  yang sangat besar, dan ia menjadi kitab pavorit saya. Kitab ini menuntun  saya kepada berbagai kitab-kitab Vedanta lainnya. Segera saya  mempelajari karya-karya Sankaracharya, yang saya baca terjemahannya  dengan penuh semangat, khususnya karya-karyanya yang lebih pendek,  seperti Viveka Chudamani. Dari berbagai ajaran yang telah saya sentuh  Vedanta memberikan suara yang paling dalam. Saya teringat satu kali  mendaki sebuah bukit di Denver dengan seorang kawan. Ketika kami sampai  di puncak, saya mempunyai perasaan bahwa saya adalah mahluk abadi, bahwa  Sang Diri (jiwa) dalam diri saya tidak dibatasi oleh kelahiran dan  kematian dan telah hidup dalam beberapa kehidupan sebelumnya. Wawasan  Vedantik ini tampak sangat alamiah, tapi teman saya tidak mengerti apa  yang saya katakan. &lt;br /&gt;
Dengan pikiran saya yang cenderung pada  philsafat saya juga mempelajari beberapa sutra Buddhist, khususnya  Lankavatara, yang saya lihat secara intelektual sangat mendalam.  Sutra-sutra Buddhist membantu menjembatani antara Eksistensialisme 5)  yang telah saya pelajari sebelumnya dan tradisi meditasi Timur. Karena  saya bertemu dengan semua ajaran-ajaran ini pada usia yang cukup muda  sebelum pikiran saya terbentuk secara tetap, saya memiliki keuntungan  besar dimana pendidikan Timur ini melengkapi pendidikan Barat saya. &lt;br /&gt;
Catatan &lt;br /&gt;
2).  Theosofy dalam arti luas adalah doktrin mistik dari berbagai pemikir  Jerman pada akhir zaman renaisans, terutama Jacob Boehme. Doktrin ini  berpendapat bahwa manusia dapat mempuyai pengetahuan tentang Tuhan hanya  melalui semacam perkenalan mistikal (mystical acquintance). Dalam arti  sempit, thosophy - tepatnya 'Theosophical Society' - adalah satu gerakan  yang dibentuk di New York oleh Madam H.P. Blavatsy dan Colonel H.S  Olcott pada tahun 1875, untuk mengambil dari kebijaksanaan kuno dan dari  wawasan evolusi satu kode etik bagi dunia. Pada tahun 1882, gerakan ini  memindahkan kantor pusatnya ke India, dan merobah namanya menjadi Adyar  Theosophical Society. Sekalipun dimaksudkan semula untuk menjadi  'ecletic' (mengambil dari berbagai sumber apa yang dirasakannya paling  cocok untuk mencapai tujuannya), gerakan ini kemudian semakin banyak  mengambil bahan-bahannya dari Agama Hindu. Penganjur paling penting dari  gerakan ini adalah Anie Besant, yang memimpin gerakan ini setelah  Blavatsky. &lt;br /&gt;
3) Gurdjieff, Georgy Ivanovich (1877-1949) adalah  seorang penulis dan pernah menjabat Direktur dari 'Institute for the  Harmonious Development of Man', di Paris. Lahir di Rusia, Gurdjieff  sudah menarik banyak pengikut dari para mahasiswanya ketika ia  meninggalkan Moskow (tepat sebelum Perang Dunia I) ke Asia Tengah, Timur  Tengah dan Perancis. Gurdjieff menelusuri perkembangan alam semesta  dari sejak awalnya sampai zaman modern. Dia berpendapat bahwa makna  hidup di dunia ini khususnya hidup manusia pada intinya adalah perobahan  diri sendiri melalui satu proses pembelajaran diri sendiri (self study)  dan pengalaman yang akan membawa kepada pertumbuhan batin dalam bentuk  perobahan qualitatif bagi kesadaran batin. Pada akhirnya mereka akan  dibebaskan, menjadi jiwa abadi, yang dalam pandangan Gurdjieff merupakan  tujuan semua agama. &lt;br /&gt;
Gurdjieff yang mencoba mensintesakan agama  Kristen dengan pemikiran philsafatnya sendiri mempunyai pengaruh yang  cukup penting pada pemikiran 'gerakan agama baru seperti gerakan New Age  dan Rajneeshism (Osho).&lt;br /&gt;
4). Esoterik artinya inti atau jiwa satu agama, sedangkan exoterik bagian luar atau badan dari agama. &lt;br /&gt;
5).  Eksistensialisme muncul di Eropa pada pertengahan abad 19. Philsafat  ini mengajarkan bahwa Tuhan tidak ada, atau tidak dapat diketahui dan  menjunjung individualitas dan kebebasan. Tekanan diberikan pada dunia  transenden dan dunia sehari-hari melalui pengagungan kehendak,  ketiadaartian dari eksistensi dan ketiadaan substratum di atas mana  nilai-nilai atau kebenaran didasarkan. Eksistensialisme dipelopori oleh  Kierkegaard, sebagai reaksi atas rationalisme abstrak dari philsafat  Hegel. Eksistensialisme adalah philsafat atheis&lt;br /&gt;
Bagian 3&lt;br /&gt;
Studi  saya mengenai tradisi Timur tidak hanya semata bersifat intelektual  tapi juga meliputi percobaan dengan yoga dan praktek-praktek meditasi.  Saya mulai mempraktekkan pranayama, mantra dan pelajaran meditasi secara  sungguh-sungguh pada musim panas tahun 1990. Ini utamanya datang dari  tradisi kriya yoga, yang saya hubungi dalam beberapa cara. Saya temukan  teknik ini bekerja sangat kuat untuk menciptakan satu level energi yang  sangat halus. Saya dapat merasakan prana bergerak melalui nadis, dengan  beberapa pengalaman dengan chakras, dan sebuah perluasan umum dari  kesadaran di luar pemahaman ruang waktu yang biasa. Praktek-praktek  mantra mempunyai akibat khusus yang sangat kuat pada diri saya. Saya  merasa saya sebelumnya adalah seorang yogi Hindu dalam salah satu  kehidupan saya sebelumnya, sekalipun sekarang saya merasa hal itu  mungkin lebih banyak berupa khayalan dalam pendekatan saya. Keuntungan  lain dari pranayama adalah ia telah menghilangkan alergi yang telah saya  derita sejak beberapa tahun. &lt;br /&gt;
Ia membersihkan dan menjernihkan  sistem syaraf saya. Saya mempelajari bahwa praktek-praktek yoga dapat  menyembuhkan pikiran dan badan. &lt;br /&gt;
Untuk sementara saya pulang balik  antara wawasan Buddha dan Vedanta. Intelektualitas Buddha sangat  menarik bagi saya, sementara idealisme Vedanta sangat mendesak saya.  Logika Buddha mempunyai kehalusan yang jauh melampaui kata-kata dan  pemahaman Buddha tentang pikiran memiliki kedalaman yang mengagumkan,  membuat psikologi Barat menjadi kerdil. Tapi Vedanta memiliki pemahaman  mengenai Mahluk Murni (Pure Being) dan Kesadaran yang lebih selaras  dengan dorongan mistik saya yang lebih dalam. Ia merefleksikan jiwa dan  aspirasinya yang abadi untuk mencapai Yang Suci yang tampak nyata bagi  saya. &lt;br /&gt;
Saya merasakan kebutuhan mengenai satu pencipta kosmik  (alam semesta) yang tidak dimiliki oleh Buddha. Bukan pula tiran  monoteistik tua dengan surga dan nerakanya, tapi Ayah dan Ibu suci yang  penuh kasih, seperti Siva dan Parvati dalam agama Hindu. Saya juga  menemukan keberadaan Sang Diri yang lebih tinggi (Tuhan) yang merupakan  kebenaran yang membuktikan dirinya sendiri. Pendekatan non-ego dari  Buddhist menciptakan pemahaman sebagai penolakan atas Sang Diri (Self)  yang lebih rendah atau palsu tapi saya lihat tidak ada perlunya membuang  Sang Diri sama sekali sebagaimana banyak orang Buddhist melakukannya. &lt;br /&gt;
Di  antara guru-guru spiritual yang karya-karyanya saya pelajari, yang  paling penting terkait dengan pikiran dan ekspresi saya adalah Sri  Aurobindo 6). Aurobindo mempunyai keluasan intelektual yang tak bisa  ditandingi oleh pengarang manapun yang pernah saya baca. Seseorang dapat  berenang di lapangan pemikirannya sebagai seekor ikan paus di laut luas  dan tidak akan pernah menemui batas. Ia membuat para intelektual dan  para mistikus Barat yang telah saya pelajari jadi kerdil. Dibandingkan  dengan para guru India lainnya, ajarannya sangat jelas, modern, liberal  dan puitis, tidak dinodai oleh kasta, kekuasaan atau dogma. Wawasan  Aurobindo meliputi masa lalu, mengungkapkan misteri dari dunia purba  yang telah lama saya cari. Tapi itu juga menunjukkan jalan ke masa  depan, dengan visi seimbang dan universal tentang kemanusiaan sepanjang  waktu. &lt;br /&gt;
Saya mempelajari sejumlah karya Aurobindo, terutama 'the  Live Divine', yang mengungkapkan semua rahasia dari philsafat India dari  Vedanta sampai Samkhya, Yoga dan Tantra. Dalam buku ini saya menemukan  berbagai mantra Rig Weda yang ia pergunakan pada setiap memulai satu bab  baru. Saya menemukan hal ini sebagai suatu yang mendalam dan misterius  dan menyebabkan saya ingin mempelajari Weda lebih jauh. Dalam melihat  secara teliti judul-judul buku Aurobindo, satu buku berjudul 'Hymns to  the Mystic Fire' (Kidung untuk Api Mistik) yang merupakan kidung untuk  Agni dari Rig Weda terasa sangat sesuai dengan visi puitis saya. Buku  ini membawa saya pada buku yang lain, 'Secret of the Weda' yang secara  lebih khusus menjelaskan ajaran Weda dan membuka mata saya kepada  wawasan atau pandangan Weda bagi saya. &lt;br /&gt;
Pada saat itu saya telah  menjadi seorang manusia Weda (a Vedic person), tidak hanya sekedar  seorang Vedantin. Sementara menjadi seorang Vedantin adalah tingkat  pertama dari perobahan batin saya, menjadi seorang Wedik adalah tingkat  kedua. Dua transisi ini sangat saling tumpang tindih. Saya mengikuti  Weda-Weda dalam konteks Vedanta. Tapi kemudian visi Wedik yang khusus  muncul dan mendominasi wawasan Vedanta. Hal ini membawa satu  wawasanVedanta yang lebih integral dan lebih luas dan satu wawasan yang  terhubungkan dengan puisi dan mantra. &lt;br /&gt;
Kemudian pada musim panas  tahun 1978 karya Weda saya, yang akan mendominasi sisa hidup saya,  petama kali muncul. Saya mendapat inspirasi dari beberapa energi batin  ntuk menulis satu kumpulan puisi mengenai fajar dan senja kuno yang  mengarahkan saya kembali ke Weda-Weda. Saya memutuskan untuk mempelajari  Weda secara mendalam dalam bahasa aslinya, Sansekerta. Saya ingin  mengkonfirmasi secara langsung kebenaran pandangan Aurobindo bahwa  Weda-Weda memiliki spiritualitas yang lebih dalam dan juga memiliki  makna Vedantik. Saya telah mempelajari bahasa Sansekerta sepanjang tahun  itu dan telah memiliki kitab Weda dan Upanishad dalam bahasa Sansekerta  untuk memulainya. &lt;br /&gt;
Bersamaan dengan itu saya juga mempelajari  astrologi Weda. Pada mulanya saya belajar astrologi di Ojai pada awal  tahun 70an, dimana sebuah pusat Theosofy memiliki bahan-bahan yang bagus  mengenai subyek ini. Saya juga menemukan beberapa buku bagus mengenai  astrologi Weda. Saya mempraktekkan astrologi Barat selama beberapa  tahun, menggunakan astrologi Weda sebagai pembanding, tapi secara  perlahan pindah ke pada sistem astrologi Weda. Sejalan dengan pekerjaan  saya dalam ayurweda (ilmu kesehatan menurut Weda) pada pertengahan tahun  80an saya memusatkan diri pada astrologi Weda, mengajar di kelas atau  kursus mengenai hal ini, mulai dengan mahasiswa ayurweda. Dengan  ayurweda dan astrologi saya menemukan pemanfaatan praktis dari  pengetahuan Weda yang cocok bagi setiap orang. Kesenjangan antara  pekerjaan Weda saya dan mata pencaharian kehidupan saya menjadi semakin  terkait. &lt;br /&gt;
Saya memusatkan diri pada ayurweda dan astrologi untuk  beberapa tahun dan mengesampingkan penelitian Weda saya untuk sementara  di latar belakang.&lt;br /&gt;
Catatan &lt;br /&gt;
6). Aurobindo  (1872-1950).Terlahir dengan nama Aurobindo Ghose di Calcutta, dia  kemudian dikenal sebagai guru dan pemikir Hindu. Ayahnya sangat  dipengaruhi oleh Brahmo Samaj, dan dia memberikan pendidikan Barat  kepada putranya, di St Paul School dan King's College, Cambridge,  Inggris. Konon ayahnya sangat bersemangat untuk menjauhkan Aurobindo  dari segala sesuatu yang berbau Hindu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Dia kembali ke India pada  tahun 1893 dan menjadi pengajar bahasa Inggris di Baroda College.  Dipenjara satu tahun karena kegiatannya menentang pemerintah kolonial  Inggris, di penjara ini untuk pertama kalinya ia merasakan pengalaman  spiritual. Setelah bebas dari penjara, ia melakukan praktek-praktek  yoga, tapi akhirnya ia berkesimpulan bahwa cara-cara klasik yoga terlalu  satu sisi; cara-cara itu bertujuan untuk mengangkat seorang yogi pada  satu tujuan, sementara menurut pandangannya, teknik yang benar  seharusnya mengintegrasikan tujuan itu dalam kehidupan. Dari sini  sistemnya lalu dikenal sebagai 'Purna Yoga', atau yoga integral. &lt;br /&gt;
Karya-karyanya,  diatara banyak buku-bukunya, yang terpenting adalah 'The Life Divine,'  yang merupakan sebuah komentar terhadap Bagawad Gita, dan 'The Synthesis  of Yoga'. &lt;br /&gt;
Bagian 4&lt;br /&gt;
Perjalanan saya ke India terjadi  sebagai bagian dari pencarian ayurweda. Perjalanan ini meliputi  kunjungan ke sekolah-sekolah ayurweda dan perusahaan yang bergerak di  bidang kesehatan ayurweda di Mumbay (Bombay) dan Nagpur, dan juga  melihat-lihat ke bagian lain dari negeri ini. Saya juga mengunjungi dua  pusat spiritual, pertama ke Pondicheri dan Ashram Sri Aurobindo, kedua  ke Ramanashram di kota Tiruvannamalai, satu pola yang akan berulang  dalam kunjungan saya di masa depan ke negeri ini. &lt;br /&gt;
Saya datang ke  Ramanashram untuk menemui Ramana Maharsi 7) dan prakteknya tentang jalan  pencarian-Diri (Self-inquiry), yang merupakan metoda untuk mengalami  keadaan kesadaran murni non-dual. Apa yang sesungguhnya saya temui  adalah Dewa Skanda, putra api, yang meminta penyucian, kematian dan  kelahiran kembali kehidupan spiritual. Saya menemukan satu Dewa, bukan  sebagai satu citra devosi atau budaya tapi sebagai kekuatan asal  (Primordial) dan mengagumkan. Ramana datang kepada saya melalui Dewa  Skanda. Saya memahami Ramana sebagai Dewa Skanda, perwujudan dari api  pengetahuan. &lt;br /&gt;
Datang di Tiruvannamalai saya merasakan kehadiran  hebat dari api spiritual, yang juga memiliki wajah dari seorang anak  laki-laki dalam saat kemurahan hatinya. Citra seorang anak laki-laki  yang membawa tombak, naik terbang dari api, terus muncul dalam pikiran  saya. Hal ini mengantar saya pada praktek sungguh-sungguh dari  pencarian-Diri yang secara harfiah mirip dengan kematian, sekalipun ini  adalah kematian ego, bukan kematian badan. Melewati api tersebut  barangkali merupakan pengalaman spiritual saya yang paling  sungguh-sungguh dalam hidup saya, sampai pada titik pada saat itu saya  berdoa hendaklah hal ini tidak menjadi terlalu kuat! Namun setelah itu  saya merasa segar dan bersih, dengan kemurnian dari persepsi yang luar  biasa. &lt;br /&gt;
Sampai pada saat itu saya hanya memiliki pengertian yang  sangat terbatas mengenai peran Dewa-Dewa dalam praktek spiritual, saya  hampir sama sekali tidak mempunyai pengetahuan mengenai Dewa Skanda,  sekalipun Dia adalah Dewa yang sangat populer di India Selatan dan orang  menyaksikan GambarNya ada di mana-mana. Saya belum mengerti hubunganNya  yang sangat mendalam dengan Ramana. Karena itu saya hampir kaget sampai  pada satu hubungan yang langsung dengan satu indentitas seperti itu,  bukan sekedar fantasi tapi satu pengalaman batin yang nyata dan sangat  jelas menyusup sampai inti dari keberadaan saya. Proses pencarian diri  semacam itu, yang mulai dengan praktek philsafat, dapat dihubungkan  dengan satu Dewa dimana personalitas saya ditelan habis, sesuatu yang  tidak pernah saya ketahui sebelumnya dalam ajaran apapun. &lt;br /&gt;
Pada  waktu itu saya telah mengetahui lebih banyak mengenai Skanda dan Ramana.  Skanda adalah inkarnasi dari kekuatan wawasan langsung (the power of  direct insight). Ia adalah Sang Diri (the Self, Jiwa) yang lahir dari  pencarian-Diri, yang seperti api, bayi batin (inner child) lahir dari  kematian ego pada api kremasi meditasi. Bayi ini merupakan pikiran yang  tidak berdosa, bebas dari motif-motif yang lebih rendah, yang dapat  menghancurkan semua mahluk jahat, kondisi-kondisi kita yang negatif,  dengan panah kebijaksanaanNya di luar ketidak-mantapan atau fluktuasi  pikiran. Datang ke Tiruvannamalai adalah satu pengalaman dari api batin  (tejas) yang adalah Skanda dan Ramana. &lt;br /&gt;
Saya merasakan kehadiran  Dewa Skanda dengan kuat di pura besar Arunachalesvara di dekat kota.  Awalnya pengalaman di pura ini lebih penting bagi saya daripada  pengalaman di ashram. Pura Arunachalesvara masih memiliki getaran dari  Ramana, yang ketika ia masih anak-anak, dimana ia tinggal dan melakukan  tapa ketika ia masih muda dan tidak dikenal orang. Pura ini memiliki  kehadiran sucinya sendiri yang telah menumbuhkan banyak maharesi dan  para yogi besar. &lt;br /&gt;
Pada suatu hari di pura itu saya memutuskan  membeli sebuah patung untuk saya bawa pulang dan akan saya taruh di  altar pemujaan di rumah saya. Saya menemukan patung Skanda, yang segera  saya beli dan saya taruh di tas saya. Seorang dari pendeta pura itu  mengetahuai apa yang saya beli dan meminta patung itu, dan saya  memberikannya. Dia memegang tangan saya dan membimbing saya ke dalam  pura dan melakukan puja di bangunan utama. Dia mulai dari pelinggih  Dewi, kemudian pada Siwalingga dan akhirnya pada pelinggih Skanda.  Patung saya diletakkannya pada semua murti (patung di masing-masing  pelinggih) dan disucikan sebagai bagian dari puja ini. Selama pemujaan  ini seolah-olah saya lahir kembali sebagai Skanda. &lt;br /&gt;
Pada kunjungan  saya yang pertama ke India saya bertemu dengan seseorang yang memiliki  pengaruh menentukan pada hidup dan pemikiran saya. Dia bertindak sebagai  mentor saya untuk mengenalkan saya ke dalam pemikiran agama Hindu dan  masalah-masalah agama Hindu di India dewasa ini. Dr. B.L. Vastha adalah  seorang doktor ayurweda bekerja pada pengembangan produk pada sebuah  perusahaan ayurwedik di Mumbay. Dalam kaitan itulah saya bertemu dengan  dia. Pada waktu itu ia berumur 70 tahun, atau sama dengan umur ayah  saya. &lt;br /&gt;
Catatan &lt;br /&gt;
7). Ramana Maharsi (1879-1950), adalah  seorang maharesi Hindu yang mencapai persatuan dengan Brahman pada usia  17, tanpa bantuan atau bimbingan seorang guru. Pengalamannya didorong  oleh perasaan akan kematiannya sendiri, yang membawanya pada kesadaran  bahwa pada waktu mati, badan mati, tapi ini tidak mempengaruhi jiwa yang  berwujud dalam badan. Jiwa tidak dipengaruhi oleh berakhirnya keadaan  semantara itu. Kesadaran Atman sebagai Brahman terus bersamanya sebagai  kondisi yang tetap, pertama dalam kediamannya yang mutlak (absolute  silence) di atas sebuah bukit di Tiruvannamalai, kemudian dalam  dialog-dialognya dengan para pencari, memusatkan pada pertanyaan "Siapa  kamu?". Sebuah asrama didirikan dan berkembang di sekitarnya di  Tiruvannamalai, yang sampai sekarang tetap menjadi tempat tirtayatra. &lt;br /&gt;
Bagian 5&lt;br /&gt;
Pada  tahun 1991, Dr. Vashta mengangkat ide atau mengusulkan agar saya  menjadi Hindu secara formal. Saya pikir, mengapa tidak? Saya telah  mengikuti tradisi agama ini selama 20 tahun dan bekerja dengan tradisi  ini menjadi jalan spiritual dan dedikasi karir saya yang utama. Saya  berpikir tentang banyak orang India yang menjadi Kristen mengikuti  bujukan dari kemakmuran Barat. Contoh tentang seorang Kristen yang  menjadi seorang Hindu akan baik bagi banyak orang Hindu dan akan  mendorong kepercayaan diri mereka untuk loyal pada tradisi mereka  sendiri. &lt;br /&gt;
Mengapa saya tidak menyatakan penghargaan saya dan  melakukan hubungan yang lebih formal dengan Hindu Dharma? Secara  pribadi, saya tidak begitu suka pada formalitas dan umumnya mengindari  segala macam bentuk seremoni. Tapi saya tidak perlu berpikir panjang  lagi untuk melaksanakan rencana yang penting ini. Upacara ini juga  adalah salah satu cara untuk menciptakan satu identitas baru yang  merefleksikan perobahan yang telah saya jalani secara batin selama ini.  Dr. Vashta memberi tahu saya bahwa saya sesungguhnya sudah Hindu dalam  batin saya dan karena itu upacara luar tidaklah perlu, tapi tindakan ini  (upacara) akan sangat dihargai oleh masyarakat Hindu. Saya mengerti.  Upacara ini disebut "Suddhi", yang berarti penyucian (purification).  Upacara ini singkat dan sederhana, satu ritual puja, yang disebut  'Kumbhabhishekam'. Upacara ini dilakukan di satu ashrama lokal di  Mumbai, Masurashram yang pada suatu waktu mempunyai hubungan dengan Arya  Samaj 8) tapi pada akhirnya menjadi lebih tradisonal Hindu. Tidak ada k&lt;br /&gt;
hotbah. &lt;br /&gt;
Tidak  ada pengutukan. Tidak ada ancaman atau janji-janji. Tidak ada sumpah  untuk pergi ke satu tempat pemujaan tertentu atau mengikuti satu jalan  atau tindakan yang telah ditentukan, tapi hanya satu janji untuk  mengikuti dharma. &lt;br /&gt;
Sementara Dr. Vashta mengorganisasikan  peristiwa ini, Avadhuta Shastri, kepala Masurashram, melakukan Puja.  Kakaknya, Brahmachari Vishwanath, adalah salah seorang dari pendiri  Viswa Hindu Parishad (VHP) 9). Saya mengambil nama Vamadeva dari  maharesi Weda Vamadeva Gautama. Shastri berasal dari Avadhuta Shastri.  Vamadeva pada awalnya adalah nama Dewa Indra, kemudian juga menjadi nama  Dewa Siwa. Jadi nama ini adalah nama yang penting dan kuat, tapi hanya  sedikit orang memakainya. Dengan upacara ini saya telah diterima ke  dalam masyarakat Hindu sebagai seorang brahmin karena pekerjaan saya.  Saya menyadari saya juga adalah seorang ksatriya, seorang prajurit,  paling tidak dalam tataran intelekual, menggarap tidak hanya  masalah-masalah agama tapi juga masalah-masalah sosial dan politik. &lt;br /&gt;
Penjelasan &lt;br /&gt;
8).  Arya Samaj, sebuah gerakan reformasi Hindu modern yang didirikan oleh  Dayananda Sarasvati, pada tahun 1875. Arya Samaj atau masyarakat Arya,  menjadi kuat di Punjab; cabangnya di Mumbay (d/h Bombay) didirikan pada  tahun1876, mengikuti model Brahmo Samaj (Masyarakat Tuhan) yang  didirikan oleh Ram Mohan Roy dan Debendranath Tagore. Penyatuan kedua  gerakan ini tidak berhasil karena keyakinan Dayananda atas kebenaran  mutlak dari Weda, sementara Brahmo Samaj mengambil sebagian ajarannya  dari agama Kristen, Para pengikut Arya Samaj menentang pemujaan murti  atau patung, serta ingin menyderhanakan ritual Hindu, dan tujuannya  adalah untuk kembali kepada keyakinan dan ritual Weda. Interpretasi  Dayananda atas Weda ditemukan dalam bukunya berjudul "Vedabhasya". Para  pengikut Arya Samaj tidak mentoleransi pemisahan berdasarkan kasta dalam  masyarakat Hindu. Mereka memperkenalkan ide baru untuk mengkonversi  orang-orang dari agama lain ke dalam agama Hindu, terutama orang-orang  Hindu yang sebelumnya beralih ke agama lain &lt;br /&gt;
(rekonversi). Arya Samaj  melakukan karya-karya yang tak ternilai harganya dalam melenyapkan  ketidak adilan sosial. Arya Samaj dewasa ini menjadi gerakan global yang  bekerja di seluruh dunia.&lt;br /&gt;
9). Viswa Hindu Parishad (VHP) adalah  organisasi Hindu seperti PHDI bagi masyarakat Hindu di Indonesia, yang  mencoba memberikan satu ideologi yang sistematik bagi agama Hindu. VHP  didirikan pada tanggal 30 Agustus 1964 di Mumbay (PHDI didirikan 23  Februari 1959 di Denpasar, 5 tahun lebih dulu dari VHP). Tujuan VHP  adalah : 1.Mengambil langkah-langkah untuk mengkonsolidasi dan  memperkuat masyarakat Hindu; 2. Melindungi, mengembangkan dan  menyebarkan-luaskan nilai-nilai kehidupan Hindu; 3. Membangun dan  mempererat hubungan dengan dan membantu semua orang Hindu yang hidup di  luar negeri (luar India). &lt;br /&gt;
Ngakan Putu Putra&lt;br /&gt;
Sumber : HDNet</description><link>http://putupermana.blogspot.com/2012/04/bagaimana-saya-menjadi-hindu.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-828251437225892578.post-8544298863440667534</guid><pubDate>Mon, 02 Apr 2012 09:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-02T02:50:34.522-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel</category><title>Atman : Jiwa Yang Kekal</title><description>Pada suatu ketika saya mendapat kabar bahwa seorang kerabat saya  meninggal. Saya kaget sekali. Kerabat ini umurnya sekitar 55 tahun.  Anak-anaknya memang sudah pada dewasa, karena ia kawin ketika usianya  cukup muda. Saya bertanya kepada si pembawa berita : "Kenapa ia  meninggal?" Si pembawa berita juga tidak tahu. Baru seminggu sebelumnya  saya bertemu dengan mendiang. Ia nampaknya sehat-sehat saja. Selama ini  saya tahu ia tidak mengidap suatu penyakit berat. &lt;br /&gt;
Maka saya lalu bergegas ke rumah duka. Seorang keponakannya  menuturkan: "Pagi-pagi seperti biasanya ia jalan-jalan sebentar. Setelah  jalan-jalan ia mandi lalu sarapan pagi kemudian ke kantor. Tapi tadi  pagi, setelah jalan-jalan ia menyatakan tidak enak badan lalu tidur.  Ketika dibangunkan untuk mandi, ternyata ia sudah tidak bernyawa. Dia  sudah meninggal". Lalu kami menduga-duga, mungkin dia sakit jantung. &lt;br /&gt;
Demikianlah  dalam setiap mendapat kabar kematian kita bertanya: "Apa sebabnya?"  Jawabnya : "Karena usia tua. karena sakit, karena kecelakaan atau karena  perang". Ta[i apakah yang dimaksud dengan mati? Kapankah seseorang  disebut mati?. &lt;br /&gt;
Apakah yang disebut mati?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Dalam dunia medis  ada dua definisi tentang mati. Yang pertama disebut "mati jantung".  Seorang pasien disebut mati bila denyut jantungnya sudah berhenti, pupil  matanya sudah tidak lagi bereaksi terhadap cahaya dan nafasnya  berhenti. Tapi Dr. Christian Barnard yang pada tahun 1967 berhasil  mencangkokan jantung pertama kali di dunia menerapkan prinsip "mati  batang otak". Bila prinsip "mati jantung" dianut, orang tersebut sudah  terlalu jauh mati sehingga jantungnya tidak bisa lagi dipindahkan kepada  orang lain yang memerlukan. &lt;br /&gt;
Tujuan mencangkokkan jantung adalah  mengubah matinya seseorang menjadi hidupnya orang lain. Karena  jantungnya harus tetap hidup, maka harus diambil dari sang donor sedini  mungkin. Tapi kalau sang donor belum meninggal kapan sebenarnya sang  donor itu dapat dikatkan telah mati. Maka Dr. Christian Barnard  menggunakan hilangnya gelombang otak sebagai kriteria terakhir sebagai  matinya seseorang. Demikianlah para ahli medis be;um sepenuhnya  sependapat tentang apa yang disebut mati. *) &lt;br /&gt;
Lalu apakah yang  disebut mati menurut agama? Menurut agama seseorang disebut mati adalah  kita jiwa telah pergi meninggalkan tubuh. Dengan definisi ini kita  memasuki pembicaraan selanjutnya. &lt;br /&gt;
Ada tiga pertanyaan penting yang akan coba kita bicarakan yaitu: &lt;br /&gt;
(1) Apakah Jiwa; &lt;br /&gt;
(2) Dari mana datangnya jiwa dan &lt;br /&gt;
(3) ke manakah jiwa pergi ketika kita mati? &lt;br /&gt;
Pada  bagian ini kita bahas pertanyaan pertama dan kedua. Sedangkan  pertanyaan ketiga akan kita bahas dalam pembicaraan tentang Reinkarnasi.  Untuk menjawab pertanyaan pertama dan kedua akan dijelaskan sedikit  tentang asal-usul manusia menurut agama. &lt;br /&gt;
Penciptaan Manusia menurut Mitologi Yunani. &lt;br /&gt;
Menurut  mitologi Yunani manusia pertama kali diciptakan oleh tiga orang dewa  yaitu Amos, Promoteus, dan Epimetius. Mereka bertiga mula-mula membuat  patung dari tanah liat yang menyerupai dewa. Amos kemudian menghembuskan  nafas kehidupan ke dalam hidung patung. Minerva, putri dewa Yupiter  menganugrahkan jiwa dan dengan demikian bersemilah hidup dalam patung  itu. Dengan demikian terciptalah manusia pertama di dunia ini. Bagaimana  ia berkembang biak? Dengan siapa manusia pertama itu kawin memang tidak  dijelaskan. &lt;br /&gt;
Penciptaan Menurut agama-agama rumpun Yahudi &lt;br /&gt;
Menurut kepercayaan Yahudi Kristen alam beserta isinya termasuk manusia diciptakan dalam enam hari. &lt;br /&gt;
Pada  hari pertama Yahweh (Tuhan orang Yahudi) menciptakan langit dan bumi.  Pada hari kedua Yahweh menciptakan siang dan malam. Pada hari ketiga ia  menciptakan sayuran-sayuran dan pohon buah-buahan. Pada hari keempat ia  menciptakan dua buah sinar, yang satu lebih besar (matahari) untuk  menerangi siang, sinar yang lebih kecil (bulan) untuk menerangi malam. &lt;br /&gt;
Pada  hari kelima ia menciptakan khewan temasuk ikan dan burung-burung. Pada  hari keenam ia menciptakan manusia dari tanah liat yang menyerupai  diriNya. Kemudian Yahweh menghembuskan nafas hidup kedalam hidungnya,  demikianlah manusia menjadi mahluk yang hidup. Dan untuk membuatkan  taman bagi manusia pertama itu Yahweh lalu mengambil satu tulang rusuk  manusia itu, dan tulang rusuk itu kemudian dijadikan wanita. Karena  kedua manusia ini memakan buah larangan, maka mereka kemudian diusir  dari surga. Demikianlah asal-usul manusia menurut Perjanjian lama,  merupakan suatu peristiwa kejatuhan karena suatu dosa. Manusia pertama  itu disebut Adam (adama dalam bahasa Hibrani berarti tanah) dan yang  perempuan disebut Eva (Hawa).Di bumi mereka mempunyai dua anak  laki-laki, namanya Cain dan Abel. Cain cemburu karena persembahan Abel  diterima oleh Yahweh. Cain membunuh Abel. Cain lalu pergi ke tanah Nod,  disana ia kawin dengan seorang wanita. Jika Adam dam Hawa adalah manusia  pertama, siapa wanita yang dikawini oleh Cain? Siapakah bapak dan ibu  wanita ini? &lt;br /&gt;
Agama Islam juga mengatakan bahwa manusia diciptakan  dari tanah liat. dam diakui sebagai manusia pertama dam disebut Nabi  Adam. Hawa diciptakan dari bagian tubuh Adam. Al Quran, Kitab suci orang  Islam berkali-kali menegaskan bahwa Allah menciptakan manusia dari  tanah dan kemudian dari air yang hina (mani). Ikan dan Hewan diciptakan  dari air. &lt;br /&gt;
Doktrin penciptaan versi rumpun Yahudi mendapat  serangan yang hebat dari ilmu pengetahuan. Charles Darwin mengemukakan  teori evolusi yang terkenal, yang menyatakan bahwa alam dan kehidupan di  dunia ini berkembang secara perlahan. Mulai tingkatan terendah sampai  pada tahapnya sekarang diperlukan waktu berabad-abad. Bukan hanya enam  hari. &lt;br /&gt;
Seorang teolog Kristen, DR. Olaf Schuman mengatakan bahwa  kepercayaan tentang penciptaan Adam dan Hawa versi Injil adalah mitologi  belaka, yang dipengaruhi oleh mitologi tentang Promoteus dalam mitologi  Yunani. **) &lt;br /&gt;
DR. Franj Dahler SJ. seorang Pastor mengatakan bahwa  Adam dan Hawa bukanlah manusia historis, bukan manusia yang pernah  hidup seperti kita, tapi hanyalah manusia simbolis, hanya manusia  kiasan. ***) &lt;br /&gt;
Dari kalangan Islam, misalnya Ali Akbar, penulis  buku "Manusia dan Tuhan" menduga sebelum Nabi Adam yang selama ini  secara umum dianggap sebagai manusia atau nabi pertama, sebenarnya  mungkin telah ada ribuan adam-adam sebelumnya. Hanya tidak dijelaskan  bagaimana adam-adam itu diciptakan. ****) &lt;br /&gt;
Penciptaan menurut Agama Hindu &lt;br /&gt;
Penciptaan  dalam agama Hindu dijelaskan dalam Prasna Upanishad sebagai berikut:  "Pada awalnya Sang Pencipta (Tuhan) merindukan kegembiraan dari proses  penciptaan. Dia lalu melakukan meditasi. Lahirlah Rayi, jat ataumateri  dan Prana, roh kehidupan, lalu Tuhan berkata: "kedua hal ini akan  melahirkan kehidupan bagiku". Demikianlah mahluk hidup diciptakan,  melalui suatu perkembangan perlahan dari dua unsur yang mula-mula  diciptakan Tuhan sehingga mencapai bentuk-bentuknya sekarang. &lt;br /&gt;
Bagaimanakah  alam semesta diciptakan? Mundaka Upanishad menyebutkan : "Seperti  laba-laba mengeluarkan dan menarik benangnya, demikianlah alam semesta  ini muncul dari Tuhan Yang Maha Esa". laba-laba mengeluarkan jaringnya  secara perlahan-lahan dari perutnya. Menurut penelitian ilmiah modern,  alam semesta kita sampai sekarang masih berkembang secara  perlahan-lahan. menurut teori ledakan besar (big bang) alam semesta ini  dari titik kecil perlahan-lahan berkembang makin membesar seperti balon  karet yang ditiup. &lt;br /&gt;
Dari pernyataan di atas jelaslah menurut agama Hindu kehidupan pada alam semesta ini berkembang melalui evolusi. &lt;br /&gt;
Jiwa dan Raga. &lt;br /&gt;
Pasangan  dua kata di atas sering kita temukan dalam lagu-lagu kebangsaan kita.  bangunlah badannya, bangunlah jiwanya. Padamu negeri, kupersembahkan  jiwa dan ragaku. Dalam percakapan sehari-hari kita mengatakan "badanku  terasa ngilu dan sakit". kalau kita dikhianati oleh seseorang kita  mengatakan "hatiku sakit sekali". Aku hidup dalam kelimpahan harta, tapi  jiwaku gersang", demikian mungkin yang dikatakan seseorang yang secara  materi berlebihan namun miskin secara spiritual. &lt;br /&gt;
Badanku, hatiku, jiwaku! Jadi siapa "aku" yang memiliki badan, hati dan jiwa? &lt;br /&gt;
Manusia  terdiri dari badan dan jiwa. Badan tanpa jiwa ibarat mobil yang lengkap  badan dan mesinya tapi tanpa aki. mobil ini tidak bisa bergerak, karena  tidak ada panas atau api yang menghidupkan mesinnya. Jiwa tanpa raga  ibarat aki tanpa mobil, panas atau tenaga yang tersimpan dalam aki  menjadi tenaga yang tidur karena tidak ada mesin untuk digerakkan. &lt;br /&gt;
Jiwa dan raga itu merupakan satu kesatuan. Tanpa Jiwa tidak dapat melakukan aktivitasnya. &lt;br /&gt;
Pengandaian  diatas mengikuti pengandaian dalam Katha Upanishad yang mengatakan  badan adalah kereta, akal(ilmu pengetahuan) adalah kusirnya, pikiran  adalah kendali, dan indriya adalah kuda-kudanya. Sedangkan jiwa adalah  pemilik kereta. &lt;br /&gt;
Dikatakan selanjutnya, mereka yang mengetahui  hakikat dan tujuan hidup ibarat kusir yang cakap dengan kuda terlatih  baik, akan mencapai tujuan perjalanan. Tapi meeka yang tidak mengetahui  hakikat dan tujuan hidup, ibarat kusir bodoh dengan kuda liar, tidak  akan mencapai tujuan perjalanan, akan mengembara dari satu kematian  kepada kematian yang lain. &lt;br /&gt;
Dari mana datangnya raga atau badan? &lt;br /&gt;
Badan datang dari orang tua kita, Percampuran sperma dan ovum dari bapak dan Ibu kita membentuk badan dalam rahim ibu. &lt;br /&gt;
Dari mana datangnya Jiwa? &lt;br /&gt;
Agama-agama  rumpun Yahudi mengatakan jiwa atau roh itu ditiupkan oleh Tuhan kepada  janin ketika masih dalam kandungan ibu. Ketika itu Tuhan juga menetapkan  nasib atau jalan hidup bayu ini setelah ia lahir. &lt;br /&gt;
Menurut agama  Hindu, jiwa kita sudah ada sebelumnya dan ia masuk ke tubuh bayi dengan  membawa "karma wasana" atau hasil-hasil perbuatan dalam hidupnya  sebelumnya. &lt;br /&gt;
Tubuh tak Kekal &lt;br /&gt;
Badan merupakan bagian yang  tidak kekal dari manusia. Karena ia berubah. Dari setetes cairan ia  tumbuh menjadi janin, lahir sebagai bayi berkembang menjadi manusia  dewasa. Badan yang tegap ketika remaja berubah menjadi bungkuk ketika  tua. Kulit yang halus dan kencangketika remaja, berobah menjadi kisut  dan layu ketika tua. Ketia sudah mati badan hancur. badan disebut stula  sarira. &lt;br /&gt;
Jiwa Kekal &lt;br /&gt;
Jiwa merupakan bagian yang kekal dari  manusia. Ia tak pernah berobah. Ia tidak mati ketika badan mati. Iatidak  terluka oleh senjata, tidak terbakar oleh api. Ia ada selamanya. Jiwa  disebut sukma sarira. &lt;br /&gt;
Menurut agama rumpun Yahudi, badan manusia  hanya terbuat dari satu jat yaitu tanah liat. Menurut agama Hindu badan  terdiri dari lima unsur yang disebut panca maha buta yaitu : tanah  (pertiwi), air (apah), api (teja), angin (bayu) dan ether (akasa).  Pandangan Hindu kemudian dibenarkan oleh hasil penelitian ahli fisika  ternama Albert Eistein bersama ahli fisika bangsa India Satyendra Nath  Bose. Dalam bahasa fisika unsur-unsur at adalah : padat, cair, gas dan  plasma dan unsur yang kelima disebut KBE (kondesat Bose-Eistein). *****)  &lt;br /&gt;
Jiwa berasal dari Tuhan. Atman adalah jiwa dari mahluk. Brahman  adalah jiwa alam semesta. Atman merupakan bagian dari Brahman. Seperti  setitik air hujan yang berasal dari samudera luas. &lt;br /&gt;
------------------ &lt;br /&gt;
*) Daisaku Ikeda: Hidup, Mutiara Penuh Rahasia, Penerbit PT Indira, Jakarta 1986, hal 260-261. &lt;br /&gt;
**) Olaf Schuman : Pemikiran Kagamaan Dalam Tantangan, penerbit Grasindo, 1993 &lt;br /&gt;
***) Dr. Franj Dahler dan Julius Cahndra : Asal dan Tujuan Manusia, pnerbit Kanisius, Yogyakarta, 1991, hal 172. &lt;br /&gt;
****) H. Ali Akbar : Tuhan dan Manusia, penerjemah Dr. H. Lukman Saksono, penerbit Grafikatama Jaya, 1992, hal 124. &lt;br /&gt;
*****) Harian Kompas, tanggal 25 Juli 1995, "Ramalan Eistein Terbukti Seteleh 70 tahun."</description><link>http://putupermana.blogspot.com/2012/04/atman-jiwa-yang-kekal.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-828251437225892578.post-8574463053741292972</guid><pubDate>Mon, 02 Apr 2012 09:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-02T02:49:05.584-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel</category><title>Apakah Agama Hindu</title><description>Bila kita ditanya: "Apakah agama saudara?" Kita pasti akan menjawab:  "Saya beragama Hindu?". Bila kita ditanya lagi: "Apa buktinya saudara  beragama Hindu?"&amp;nbsp; Kita bisa menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) kita  yang dalam kolom agama tertulis "Hindu". Atau kita mengatakan kita lahir  dari orang tua Hindu. Atau kita kawin dengan seorang laki-laki atau  wanita Hindu. Atau kita melakukan ibadah Hindu. Sembahyang sesuai dengan  agama Hindu.&amp;nbsp; Jawaban-jawaban di atas memang benar. Tapi belum  seluruhnya. Inti pertanyaannya sebenarnya adalah: "Apakah hidup saudara  mencerminkan agama yang saudara anut?. Apakah tingkah laku saudara  sehari-hari merupakan perwujudan dari agama Hindu?". &lt;br /&gt;
Apakah Ciri-ciri Seorang Pemeluk Hindu &lt;br /&gt;
Sebelum menjawab pertanyaan di atas, mari kita ikuti kisah nyata berikut ini: &lt;br /&gt;
Pada  tahun1992 ada seorang imigran dari Bangladesh ditangkap di Toronto  Kanada. Nama imigran tersebut sebagaimana tertera dalam paspornya adakah  Khudrat Bari. Beragama Islam. Karena diduga sebagai imigran gelap, ia  hendak dideportasi, atau dikembalikan kenegaranya oleh pemerintah  Kanada. Tapi Khudrat Bari menolak. Ia datang ke Kanada untuk meminta  suaka. Berdasarkan apa? Tanya petugas imigrasi Kanada. Karena alasan  agama! Jawab Khudrat Bari. &lt;br /&gt;
Menurut kelajiman hukum internasional,  permintaan suaka dapat dikabulkan berdasarkan alasan-alasan politik dan  agama. Tapi Bangladesh adalah negara Islam. Dan Khudrat Bari beragama  Islam. Tidak mungkin seorang Islam mendapat masalah agama di negaranya  sendiri yang memakai Islam sebagai agama negara. &lt;br /&gt;
Khudrat Bari membuat pengakuan: "Sesungguhnya agama saya adalah Hindu. Dan nama saya yang sebenarnya adalah Diren Biswas!" &lt;br /&gt;
Petugas  imigrasi Kanada tentu saja tidak percaya begitu saja. Orang dari negeri  jauh yang miskin, datang ke Kanada yang kaya untuk mencari perbaikan  kehidupan ekonomi. Mereka ini dapat menempuh berbagai cara, demikian  pikir petugas imigrasi tersebut. Khudrat Bari atau Diren Biswas diminta  membuktikan "Kehinduannya".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Mula-mula imigran ini pergi ke dokter  untuk mendapat keterangan bahwa ia tidak disunat. Seorang Islam wajib  disunat. Khudrat Bari atau Diren Biswas ternyata memang tidak disunat.  Kemudia ia mencari kenalannya semasa di Bangladesh yang bersaksi bahwa  ia beragama Hindu. Setelah itu ia meminta keterangan dari Misi Hindu di  Toronto yang menerangkan bahwa ia sering ikut persembahyangan di Pura  Missi tersebut. Terakhir ia mendatangi seorang Profesor perbandingan  agama di Universitas Mac Gill. Dr. Arvin Sharma, untuk diuji  pengetahuannya tentang agama Hindu. Dan ia dianggap mengetahui  ajaran-ajaran Hindu dengan baik. &lt;br /&gt;
Jadi seorang Hindu bisa diketahui  dari keterangan- keterangan tentang dirinya baik lisan maupun tertulis.  Atau dari ibadah yang dilakukannya. Atau dari pengetahuannya tentang  agama Hindu. &lt;br /&gt;
Tapi apakah mungkin mengetahui seorang Hindu dari tingkah lakunya dalam kehidupan sehari-hari?. &lt;br /&gt;
Tidak  mungkin mengetahui agama seseorang hanya dengan melihat tingkah laku  atau sikap hidupnya. Tapi seorang Hindu wajib mencerminkan ajaran-ajaran  Hindu dalam kehidupannya. Untuk dapat melakukan ini seorang Hindu harus  mengetahui agama Hindu secara baik. &lt;br /&gt;
Apakah Arti Agama? &lt;br /&gt;
Kata  "agama" berasal dari bahasa sansekerta. Agama berasal dari kata "gam"  yang artinya pergi, diberi awalan "a" menjadi "agam" yang berarti  datang. Diberikan akhiran "a" menjadi "agama" yang berarti "kedatangan".  &lt;br /&gt;
Kedatangan apa? Atau kedatangan siapa?. Kedatangan Tuhan dalam hidup kita!. &lt;br /&gt;
Dalam  bahasa inggris agama disebut religion, berasal dari bahasa latin  religio yang berarti "membawa kembali" atau "mengikat" (re=kembali;  ligere=membawa atau mengikat). Jadi yang mengikat jiwa untuk kembali  kepada Tuhan. &lt;br /&gt;
Agama Hindu Disebut Juga Hindu Dharma. Apakah arti Dharma? &lt;br /&gt;
Kata  dharma berasal dari kata "dhr" yang artinya "menyangga". Alam semesta  dan kehidupan didalamnya menjadi teratur karena ada yang "menyangga",  yaitu hukum-hukum ciptaan Tuhan. Dalam kaitannya dengan alam,  hukum-hukum tersebut disebut hukum alam. Dalam kaitannya dengan  kehidupan manusia disebut sebagai "kebajikan" dan "kebenaran". Jadi  Hindu Dharma berarti "Kebajikan-kebajikan dan kebenaran-kebenaran"  Hindu. &lt;br /&gt;
Apakah Keyakinan Pokok Agama Hindu? &lt;br /&gt;
Keyakinan pokok  dari agama Hindu terdiri dari 5 (lima) hal yang disebut Panca Crada.  Panca artinya 5 (lima); Crada berarti keyakinan (creed dalam bahasa  inggris; credo dalam bahasa latin). Lima keyakinan dasar itu adalah: &lt;br /&gt;
1. Percaya kepada Tuhan (Brahman) &lt;br /&gt;
2. Percaya dengan adanya Jiwa (Atman) &lt;br /&gt;
3. Percaya dengan Hukum Karma &lt;br /&gt;
4. Percaya dengan adanya kelahiran kembali (Punarbawa atau Reinkarnasi). &lt;br /&gt;
5. Percaya dengan Moksha. &lt;br /&gt;
Masing-masing dari keyakinan ini akan kita bahas dalam pembicaraan berikutnya. &lt;br /&gt;
--------------------- &lt;br /&gt;
*)  Kisah tentang Khudrat Bari alias Diren Biswas, diambil dari Hinduisme,  Tulisan Arvin Sharma, dalam buku "Our Religion", penerbit Haper San  Fransisco, 1993. &lt;br /&gt;
**) Buku Panca Sradha, I B Oka Puniaatmadja, penerbit Upadasastra, Denpasar, 1993.</description><link>http://putupermana.blogspot.com/2012/04/apakah-agama-hindu.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-828251437225892578.post-8242049933386464765</guid><pubDate>Mon, 02 Apr 2012 09:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-02T02:23:24.340-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">perkenalan</category><title>PERKENALAN</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1hLNS5KZ9_1prNG_b-h5AyRs_U6sGZWYR61VSm6G4dm6RrQNoUyJcupdKIr0yLPJn6BxclelFyr9Y27n12sGetiRf6xHgmCyBFUTXzsZmaxDoL0T2ZZ96lIFZoIWfIIuSnmC0tMkPCSw/s1600/kl.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1hLNS5KZ9_1prNG_b-h5AyRs_U6sGZWYR61VSm6G4dm6RrQNoUyJcupdKIr0yLPJn6BxclelFyr9Y27n12sGetiRf6xHgmCyBFUTXzsZmaxDoL0T2ZZ96lIFZoIWfIIuSnmC0tMkPCSw/s1600/kl.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sekedar mau memperkenalkan dirii gan .. :D</description><link>http://putupermana.blogspot.com/2012/04/perkenalan.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1hLNS5KZ9_1prNG_b-h5AyRs_U6sGZWYR61VSm6G4dm6RrQNoUyJcupdKIr0yLPJn6BxclelFyr9Y27n12sGetiRf6xHgmCyBFUTXzsZmaxDoL0T2ZZ96lIFZoIWfIIuSnmC0tMkPCSw/s72-c/kl.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-828251437225892578.post-2031242646430793359</guid><pubDate>Mon, 02 Apr 2012 09:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-02T02:12:58.773-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">asmara</category><title>KISAH</title><description>&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;orang yang sayang tapi ntah kemana sudah nggak pernah ngubungin saya lagi :(&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhiMIffinvm1Es_qOXjgHdkd1bwuDbJvNmjof_OdmrzaSIo0o4lPDx6YtJdy_S-tTMoj2eqfjSnEtj43spxcigVKHpZ-Fm8hAFlFbF9Sn43lhta27nhpTkVRLRLCn8GIKtRfsskE6CiSQ8/s1600/IMG0007.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhiMIffinvm1Es_qOXjgHdkd1bwuDbJvNmjof_OdmrzaSIo0o4lPDx6YtJdy_S-tTMoj2eqfjSnEtj43spxcigVKHpZ-Fm8hAFlFbF9Sn43lhta27nhpTkVRLRLCn8GIKtRfsskE6CiSQ8/s320/IMG0007.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjn6uB-rM5eH-rYS5if_SMq-kcBqZtNhERMTHB0VRiUtlVNnWFCQBg5i5rmwN8soSnaZxSBadhivgtry4r0NPILXsqxCV-VMFZdpTmf7_EqM4M4MqqY6-s00knq0J_ZrkxlKo_cF1nfHq4/s1600/IMG0011.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjn6uB-rM5eH-rYS5if_SMq-kcBqZtNhERMTHB0VRiUtlVNnWFCQBg5i5rmwN8soSnaZxSBadhivgtry4r0NPILXsqxCV-VMFZdpTmf7_EqM4M4MqqY6-s00knq0J_ZrkxlKo_cF1nfHq4/s320/IMG0011.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_u2koH9eDbmf4lUlbjTps8Toapu5heGEfgzIcygWRfjtUL0BF1ouO2uHl-amthhkvxixsIhfRxy_RfUdudOPzCvQ1N6LXa6GPCc5taal5dqqxykbYShAs_x9QVELJs300YzZcdTeU5Uo/s1600/IMG0013.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_u2koH9eDbmf4lUlbjTps8Toapu5heGEfgzIcygWRfjtUL0BF1ouO2uHl-amthhkvxixsIhfRxy_RfUdudOPzCvQ1N6LXa6GPCc5taal5dqqxykbYShAs_x9QVELJs300YzZcdTeU5Uo/s320/IMG0013.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgczLfl-VJpTmrAeWlhqDt5QmXO3VK2EgCFYMQJRvMi0uWtIpvEId42kgVoup4Xa_jGFE3tllY-LbUo612vGZRTBScQ15kuFFrqOEYVal3uMkhFJ_pkFQgZwOSX8lgCrOBwma62yuOqSSM/s1600/IMG0010.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgczLfl-VJpTmrAeWlhqDt5QmXO3VK2EgCFYMQJRvMi0uWtIpvEId42kgVoup4Xa_jGFE3tllY-LbUo612vGZRTBScQ15kuFFrqOEYVal3uMkhFJ_pkFQgZwOSX8lgCrOBwma62yuOqSSM/s320/IMG0010.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://putupermana.blogspot.com/2012/04/kisah.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhiMIffinvm1Es_qOXjgHdkd1bwuDbJvNmjof_OdmrzaSIo0o4lPDx6YtJdy_S-tTMoj2eqfjSnEtj43spxcigVKHpZ-Fm8hAFlFbF9Sn43lhta27nhpTkVRLRLCn8GIKtRfsskE6CiSQ8/s72-c/IMG0007.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-828251437225892578.post-2606052657778779081</guid><pubDate>Wed, 21 Mar 2012 15:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-02T02:28:25.395-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel</category><title>Filosofi Dewa Ganesha</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpn0uSzZm2JRXRxNr9lW0zXw5sjmkJC5j99WX9lPaTAY_-CrgCQwDcv2GLrn3v0SCCogZuYgnBoZAXtQyqiJ-7Md4Ea390FjKECyUuiw0vaaK_tvylQrXjgTTu679WB1dhYLXLH_4zY5c/s1600/lor23a.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpn0uSzZm2JRXRxNr9lW0zXw5sjmkJC5j99WX9lPaTAY_-CrgCQwDcv2GLrn3v0SCCogZuYgnBoZAXtQyqiJ-7Md4Ea390FjKECyUuiw0vaaK_tvylQrXjgTTu679WB1dhYLXLH_4zY5c/s320/lor23a.jpg" width="305" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Ganesa&lt;/b&gt; (Sansekerta &lt;b&gt;गणेश&lt;/b&gt; &lt;i&gt;ganeṣa&lt;/i&gt;&lt;sup&gt; dengarkan&lt;/sup&gt;)  adalah dewa ilmu pengetahuan. Dalam pewayangan disebut Batara Gana,  merupakan salah satu putra Batara Guru (Siwa). Gana diwujudkan berkepala  gajah dan berbadan manusia. Dalam pewayangan ia tinggal di kahyangan  istananya disebut Glugu Tinatar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Ganesha&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;Ganesa&lt;/b&gt; (Sansekerta &lt;b&gt;गणेश&lt;/b&gt; &lt;i&gt;ganeṣa&lt;/i&gt;&lt;sup&gt; dengarkan&lt;/sup&gt;) adalah dewa ilmu pengetahuan. Dalam pewayangan disebut Batara Gana, Ganesha&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Oleh  orang-orang bijaksana, Ganesha diberi gelar Dewa pengetahuan, Dewa  pelindung, Dewa penolak sesuatu yang buruk, Dewa keselamatan, dan lain  sebagainya. Dalam ukiran-ukiran di candi, patung-patung dan lukisan,  Beliau sering dilukiskan:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;table border="0" class="FCK__ShowTableBorders" style="color: transparent;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td align="left" valign="top" width="50%"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;berkepala gajah &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;bertangan empat &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align="left" valign="top" width="50%"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;berbadan gemuk &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;menunggangi tikus &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Bermuka  gajah melambangkan Dewa Ganesha sebagai perintang segala kesulitan,  bagaikan gajah merintangi musuhnya dengan gading yang tajam dan belalai  yang panjang. Bertangan empat melambangkan filsafat “empat jalan menuju  kebahagiaan”. Berbadan gemuk sebagai lambang orang berbadan besar yang  sanggup mengalahkan musuh-musuhnya. Dewa Ganesha menunggangi tikus sebab  tikus melambangkan keragu-raguan dalam menghadapi suatu hal, maka dari  itu Ganesha berusaha merintangi segala kesulitannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;h4 align="justify" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="mw-headline" style="font-size: large;"&gt;Mitologi tentang Dewa Ganesa&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;h3 align="justify" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="mw-headline" style="font-size: large;"&gt;Kenapa Beliau berkepala gajah&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Dalam  kitab Siwa Purana dikisahkan, suatu ketika Dewi Parwati (istri Dewa  Siwa) ingin mandi. Karena tidak ingin diganggu, ia menciptakan seorang  anak laki-laki dan diberi nama Ganesa. Ia berpesan agar anak tersebut  tidak mengizinkan siapapun masuk ke rumahnya selagi Dewi Parwati mandi  dan hanya boleh melaksanakan perintah Dewi Parwati saja. Perintah itu  dilaksanakan Ganesa dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align="justify" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Alkisah  Dewa Siwa hendak masuk ke rumahnya, namun Beliau tidak dapat masuk  karena dihadang oleh anak kecil yang menjaga rumahnya. Ganesa  melarangnya karena ia melaksanakan perintah Dewi Parwati. Dewa Siwa  menjelaskan bahwa ia suami dewi Parwati dan rumah yang dijaga ganesa  adalah rumahnya juga. Namun Ganesa tidak mau mendengarkan perintah Dewa  Siwa, sesuai dengan perintah ibunya untuk tidak mendengar perintah  siapapun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Akhirnya  Dewa Siwa kehabisan kesabarannya dan bertarung dengan Ganesa.  Pertarungan amat sengit sampai akhirnya Dewa Siwa menggunakan Trisulanya  dan memenggal kepala Ganesa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Ketika  dewi Parwati selesai mandi, ia mendapati putranya sudah tak bernyawa.  Ia marah kepada suaminya dan menuntut agar anaknya dihidupkan kembali.  Dewa Siwa tersadar akan perbuatannya dan ia menyanggupi permohonan  istrinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Atas  saran Dewa Brahma, Beliau mengutus abdinya, Gana, untuk memenggal  kepala makhluk apapun yang dilihatnya pertama kali yang menghadap ke  utara. Ketika turun ke dunia, Gana mendapati seekor gajah dengan kepala  menghadap utara. Kepala gajah itu pun dipenggal untuk mengganti kepala  Ganesa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Akhirnya  Ganesa dihidupkan kembali oleh Dewa Siwa dan sejak itu diberi gelar  Dewa keselamatan. Menyelamatkan seseorang sebelum ia memulai  pekerjaanya, dengan memuja-muja Beliau&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;sumber : &lt;a href="http://www.tejasurya.com/Dewa_-_Dewi/Dewa_Ganesha.html"&gt;www.tejasurya.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;http://fpmhd-unud.blogspot.com/2008/07/filosofi-dewa-ganesa.html&lt;/span&gt;</description><link>http://putupermana.blogspot.com/2012/03/filosofi-dewa-ganesha.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpn0uSzZm2JRXRxNr9lW0zXw5sjmkJC5j99WX9lPaTAY_-CrgCQwDcv2GLrn3v0SCCogZuYgnBoZAXtQyqiJ-7Md4Ea390FjKECyUuiw0vaaK_tvylQrXjgTTu679WB1dhYLXLH_4zY5c/s72-c/lor23a.jpg" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-828251437225892578.post-8771024870020889186</guid><pubDate>Sun, 18 Mar 2012 05:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-17T22:42:32.567-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen</category><title>TANPA JUDUL</title><description>Matahari di siang ini begitu sangat menyengat kulit. Dengan nafas tersengal-tersengal jono berjalan kaki menyusuri jalan pulang dari sekolah yang begitu lamayan jauh dari rumahnya. Dengan penampilan yang begitu tidak enak dipandang kaca mata tebal, celana naik keatas dan ingus yang selalu dilap dengan sapu tangan bodohnya itu, akhirnya jono sampai&amp;nbsp; dirumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setibanya ia dirumahjono disambut dengan suasana yang begitu tidak menyenangkan, perkelahian orang tuanya begitu panas mereka berdua saling mencaci maki satu sama lain. Dengan perasaan sedih jono masuk kamar dan merenungi perbuatan orang tuanya selama ini yang sering bertengkar tidak jelas.&lt;br /&gt;Pagi pun tiba dengan kicauan burung yang sangat yang sangat merdu dihalaman rumahnya itu jono pun bersiap untuk pergi berengkat kesekolahnya. Di sebuah gang dekat rumahnya jono bertemu dengan seorang gadis yang begitu cantik ,manis dan begitu menawan bagi jono. Jono tak berani untuk bertegur sapa dengan gadis itu, ia nampaknya terpesona dengan gadis tersebut setelah gadis itu melempar senyuman terhadapnya, namun jono tak berani untuk membalas senyumnya itu.&lt;br /&gt;Dengan perasaan semangat dan dengan hati yang berdebar-berdebar tidak terasa jono sudah sampai di pintu gerbang sekolahnya.&amp;nbsp; Dengan mengucap doa dan menundukkan kepala jono memasuki gerbang sekolah.&lt;br /&gt;Lonceng sudah berbunyi,itu tandanya jam pelajaran sudah akan dimulai. Jono duduk seorang diri tidak adanya teman yang mau bergaul dengan dirinya karena penampilan seperti itu. &lt;br /&gt;namun itu tidak menjadi beban dalam kehidupan jono. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jono terkejut melihat gadis yang dilihatnya dikala ia berangkat sekolah tadi. Gadis itu bernama riri, riri masuk kelas bersama guru yang mengajar dijam pelajaran pada saat itu. Sang guru memperkenalkan kepada murid satu kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“anak-anak.. kali ini kalian mempunyai teman baru , ia bernama riri, riri sekarang bersekolah disekolah tercinta kita ini”. Sang guru memperkenalkan riri.&lt;br /&gt;“Cuit...cuit............cantik banget uey..”.sorak murid-murid dikelas&lt;br /&gt;namun tidak dengan jono.&lt;br /&gt;“sudah.......sudah,,,,,,,,,, riri kamu duduk disebelah jono ya karena hanya ada satu bangku dikelas ini yang kosong..”.sang guru menyruh riri&lt;br /&gt;“terima kasih pak.. ”.jawab riri&lt;br /&gt;dengan tampang yang merasa asing riri duduk disebelah jono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari awal perkenalan singkat itu jono mencoba untuk bertegur sapa dengan riri, riri pun meresponnya dengan baik. Setelah jono berkenalan, mereka berdua menjadi dekat dan jono merasa nyaman dengan riri begitu pun sebaliknya. Dengan kegiatan mengerjakan tugas bersama, berangkat sekolah bareng, dan sesekali jono curhat dengan riri tentang keluarganya dirumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pertemanan yang cukup lama itu dan hanya riri yang mengerti dengan keadaan jono seperti itu, jono pun menaruh hati terhadap riri, namun jono memilih untuk tidak mengungkapkan isi hatinya itu, karena jono merasa tidak percaya diri dengan keadaannya itu walaupun riri menerima keadaan jono seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari dilalui jono tak disangka riri sudah merajut hubungan dengan laki-laki lain. Dari situ sikap jono mulai berubah dengan riri. Riri pun merasakan tingkah aneh nya jono, kemudian riri mencoba menyakan ini semua kepada jono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“jon...kenapa akhir-akhir ini berbeda dari hari sebelumnya?”.tanya riri&lt;br /&gt;“berbeda kenapa ? perasaan biasa saja”.jawab jono&lt;br /&gt;“owh...mungkin perasaan saja ya”. Jawab riri&lt;br /&gt;padahal dalam hati jono ia cemburu bukan main dia berkata dalam hati&amp;nbsp; “biarkan ini semua ini menjadi perasaan terpendam”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berjalan jono masih tetap memendam rasanya itu, ujian akhir nasional sudah berlangsung semua murid-murid sudah tak sabar menunggu pengumuman kelulusan.&lt;br /&gt;pengumuman pun tiba semua murid kelasa XII lulus 100% dan jono mendapat predikat terbaik sekabupaten.&lt;br /&gt;Namun dibalik keberhasilannya itu jono terlihat sedih setelah ia menerima surat dari riri.&lt;br /&gt;“jon... terima kasih engkau sudah menjadi sahabat terbaikku selam ini, susah untuk menemukan teman sehebat kamu. Kita tidak bisa bercanda gurau lagi karena saya harus menikah bulan depan karena saya hamil, saya menyadari bahwa sikap saya ini salah besar. Saya sangat menyesal namun mau bilang apa lagi semuanya sudah terjadi. Pesan saya jadilah orang yang membanggakan orang tuamu walaupun orang tuamu tidak bersama lagi. Kamu selalu ada dihatiku sahabat. Ttd. RIRI NOVIANTI”&lt;br /&gt;dengan meneteskan air mata jono melipat kertas yang berisi tulisan dari riri dan menyimpannya di dompet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah kejadian itu jono berusah melupakan semuanya, jono yang sekarang berubah dengan jono yang dulu, dia sudah mempunyai istri dan mempunyai pekerjaan yang mapan setelah dia melanjutkan pendidikan diluar provinsi karena mendapat beasiswa prestasi.&lt;br /&gt;Namun dibalik keberhasilannya itu jono masih mengigat akan masa lalunya karena jono menganggap riri adalah cinta pertama yang tak sempat diungkapkannya.&lt;br /&gt;Dengan seiringnya waktu berjalan jono pun sadar bahwa riri hanyalah cinta pertama dan istrinya adalah cinta terakhirnya.&lt;br /&gt;Jono menyadari bahwa CINTA ITU TIDAK HARUS MEMILIKI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</description><link>http://putupermana.blogspot.com/2012/03/tanpa-judul.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-828251437225892578.post-3706356749474243206</guid><pubDate>Sun, 18 Mar 2012 05:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-17T22:41:39.304-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen</category><title>KISAH KU’HIDAYAT</title><description>&lt;br /&gt;Pengumuman Kelulusan Sekolah Menengah Atas sudah di umumkan salah satu SMA N di lampung tengah lulus 100 %. Begitu senang siswa –siswi ini merayakan kelulusan ini, contohnya seperti mencorat-coret seragam, konfoi di jalan dan banyak aktivitas yang lainnya. Salah satu siswa yang bernama Hidayat begitu bangga karena dia bisa lulus begitu juga dengan teman- temannya.&lt;br /&gt;Setelah pengumuman aktivitas di sekolah pun sudah tidak dirasakan lagi oleh hidayat, aktivitas dia di rumah hanya tidur,makan, menonton telivisi, begitulah berulan-ulang semenjak ia lulus. Satu kegiatan yang tidak di pernah telat di lakukan oleh hidayat yakni menatap layar handphone untuk browsing sebuah situs jejaring sosial (facebook). Memang facebook belakangan ini gencar-gencarnya di kalangan masyarakat kecil, menengah sampai masyarakat kalangan atas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayat merasa bosan melakukan kegiatan yang monoton meurutnya, dia mencoba mencari suasana baru di facebook, dengan melihat orang-orang yang cantik untuk di tambahkannya menjadi teman. Satu jam lebih hidayat bermain facebook ini jari-jari hidayat merasa sudah merasa pegal untuk bertukar komentar dan menulis di dinding temannya. Dalam hatinya berkata “harooh... sepi banget ni facebook g ada pemberitahuan padahal udah mencoba aktif...”. dia memutuskan untuk melihat pemberitahuan untuk terakhir sebelum dia mengeluarkan akunnya, ternyata tak disangka ada satu pemberitahuan yang bertulisakn “limlim chaa menerima pertemanan anda”. Hidayat penasaran untuk siapa limlim cha itu . dengan melihat-lihat info pada akun,foto pada akun dan yang lain-lain hidayat tertarik untuk mengirimkan suatu post untuk limlim chaa dengan menulis “terima kasih udah confrm, dengan siapa? N anak mana ?”. terkirim lah post yang dikirimkan oleh hidayat pada limlim cha. Dengan waktu tak kurang dari 10 menit limlim chaa membalas post dari hidayat dengan kalimat “sama-sama,.. echa disini , anak bandung, kamu..kamu  ?”.&amp;nbsp; senang hidayat membaca balasan dari limlim chaa ini. Dengan cekatannya pun hidayat membalas percakapan dalam facebook ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;komunikasi selalu dilakukan oleh hidayat pada saat membuka facebook , persaan hidayat lebih semangat untuk membuka akunnya dalam facebook karena bagi hidayat setelah melihat foto-foto limlim chaa ini dan tak kalah ketinggalan lagi respon dari limlim echa ni sangat tinggi. Merasa nyambung dalam komunikasi dan bercanda gurau di dunia maya hidayat memberanikan diri untuk meminta nomor handphone kepada limlim chaa. limlim chaa memberikan nomor hpnya tanpa basa-basi. &lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“assssssssiiiiiikkkkkkkk... gw dapet no hp nya..!?”. hidayat berteriak kecil dalam kamarnya.&lt;br /&gt;hidayat dengan cepat menutup akun facebook nya , dan beralih untuk berkomunikasi via sms dengan limlim chaa. Sms pertama dari hidayat “sore.. echa y ?!!  lagi apa ni ?”. dengan cepat limlim chaa mebalas “sore juga.. iya q echa, emangnya ini siapa?!.jawab limlim chaa. dengan hati senang ternyata limlim echa berkenan untuk membalas sms dari hidayat “ini q hidayat cha, yang di facebook tadi.. !?”.hidayat membalasnya, komunikasi tetap berjalan dengan lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 minggu hidayat sudah berkomunikasi dengan limlim chaa, hidayat merasa bosan untuk mengetik sms terus menerus , ia mencoba menghubungi dengan cara menelpon limlim cha .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“tuuuuuuuuttttttttt...........tuuuuuuuuuuuutttttttttttt,,,,,,,.tuuuttttttt..... nada tunggu dalam jaringan handphone. Tak lam limlim chaa mengangkat telpon dari hidayat.&lt;br /&gt;“hallo ...??”.echa berkata&lt;br /&gt;“iya,, hallo , ganggu ngga ni cha saya menelpon kamu ?&lt;br /&gt;“engga kok yat, nyantai aja saya malah seneng kamu mau menghubungi saya.” Limlim cha menjawab.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;panjang lebar hidayat mengobrol via telp, hidayat mengucap kalimat “udah dulu y cha .. nanti saya telpon lagi, saya mau madi dulu”. &lt;br /&gt;dengan nada mesra limlim chaa berkata “owh.. iya yat mandi dulu sana udah sore ini, makasi y udah mau telp. Seneng deh.. ”.&lt;br /&gt;dengan basa-basi akhirnya hidayat menutup telpon nya.&lt;br /&gt;senyum-senyum hidayat sambil rebahan di atas kasur dalam kamarnya, hidayat berkata-kata sendiri “kayaknya cocok banget ni saya sama echa, besok saya telp lagi lah..... saya mau menyatakan cinta dengan nya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;matahari pagi begitu cerah dihari ini, dayat menerima sms dari limlim chaa , hidayat bukannya membalas namun bergegas untuk menelponnya.&lt;br /&gt;asik berbincang-bincang dayat akhirnya mengungkapkan isi hatinya kepada limlim chaa . begitu kaget limlim chaa mendengar nya namun di balik kaget nya itu limlim cha menyatakan “iya”. Di hari itu mereka menanggalkan hari jadinya. Dengan jarak yang begitu jauh tidak ada masalah dengan pasangan sejoli ini. Karena bagi mereka jarak bukanlah faktor yang fatal untuk menjalin suatu hubungan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 bulan mereka menjalin hubungan banyak kisah yang mereka lalui suka duka mereka jalani namun hanya lewat handphone saja .&lt;br /&gt;suatu hari hidayat bertanya kepada limlim chaa “mmy (sebutan sayang hidayat kepada limlimcha) ?, kapan kita bisa ketemu ?”.tanya hidayat&lt;br /&gt;“nanti ppy 2 bulan lagi, waktu tahun baru mmy maen tempat sodara mmy yang dilampung”.jawab limlim chaa.&lt;br /&gt;“iya mmy ppy menunggu mu disini”. Sambung hidayat.&lt;br /&gt;limlim chaa mempunyai saudara di lampung, kebetulan saudara nya itu satu kabupaten dengan hidayat.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;limlim chaa selalu mengeluh kepada hidayat, limlim chaa menderita kanker darah. Namun hidayat selalu memberi semangat kepada limlim chaa, bahwa limlimcha pasti bisa sembuh dari penyakitnya itu.&lt;br /&gt;dengan setengah yakin limlim chaa menerima semangat dari hidayat ini.&lt;br /&gt;yang membuat limlim chaa tidak yakin bahwa dia bisa bertahan hidup tidak lama lagi karena dokter memvonis echa, hanya bisa bertahn hidup selam 2 bulan dengan penyakitnya itu. Di sisi lain orang tua dari limlim chaa ini sudah tidak ada lagi, orang tuanya meninggal karena kecelakaan. &lt;br /&gt;namun di balik itu limlim merasa sedikit semangat menjalani hidup karena kesetiaan dari dan spirit dari hidayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhir Desember sudah berlalu semua manusia di dunia ini merayakan pergantian tahun, tetapi dibalik senang-senagnya masyarakat di dunia ini, hidayat merasa tahun ini kecewa karena imlim chaa batal untuk bertemu dengan hidayat.&lt;br /&gt;seribu maaf di katakan lim lim cha terhadap hidayat bahwa dia batal untuk berkunjung karena kakaknya ada tugas di bandung yang tidak bisa ditinggalkan “maklum karen kakaknya dokter”.&lt;br /&gt;dengan lapang dada hidayat menerima kekecewaan ini.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Tahun baru sudah beranjak dan bulan pun berganti ke bulan selanjutnya , lengkap 5 bulan mereka berdua menjalani hubungan ini. Hidayat merasa berbeda dengan limlim chaa yang dahulu.limlim cha berubah menjadi cuek dan tak mau peduli terhadap hidayat.&lt;br /&gt;namun dengan kepala dingin mereka berdua dapat menyelsaikan masalah ini.&lt;br /&gt;Hari demi hari mereka menjalani hubungan ini terlintas pikiran hidayat “mmy, g pernah kelampung tai kok dia tau tempat-tempat di lampung y ?”. &lt;br /&gt;persaan itupun semakin lebih menjadi disaat mereka saling bertelpon ria ada suara dari telponnya echa yang memanggil nama Santi. Dengan cepat telpon itu dimatikan oleh echa, memang kalau ada suara perempuan dari echa pasti telp ini dimatikan (itu yang menjadi misteri bagi hidayat selama ini) Dari situ persaan buruk hidayat semakin besar , “siapakah santi itu?” . di situasi seperti ini ketegasan hidayat pun keluar hidayat mendesak agar mengatakan siapa itu santi ?” namun echaa enggan untuk menjawabnya, echa selalu mengalihkan pembicaraan dikala hidayat bertanya seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 hari hidayat masih menyimpan rasa penasarn ini dan akhirnya hidayat menggunakan berbagai cara agar echa mengatakan siapa santi itu ?”. dengan nada yang berat keluar dari mulut limlim chaa “sebenernya santi itu saya ppy!!??” .jawab limlim chaa.&lt;br /&gt;dengan rasa tidak percaya hidayat mendengar itu semua. Hidayat pun dengan cepat menutup telp dari limlim chaa. hidayat tertipu dalam percintaan ini . segera tanpa panjang lebar hidayat mengakhiri hubungan ini.&lt;br /&gt;limlim chaa/ santi tidak bisa menerima ini semua karena hubungannya diakhiri begitu saja. Namun hidayat tidak mau lagi melanjutkan hubungan ini lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;santi adalah seorang gadis belia yang berumur 14 tahun.&amp;nbsp; santi menyamar sebagai limlim chaa selama dia menjalani hubungan dengan hidayat. Memang hidayat mengenal nama santi pada saat hidayat menjalani hubungan dengan limlim chaa, karena sesering kali limlim chaa menceritakan santi terhadap hidayat. Limlim chaa mengaku sesupu santi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di posisi seperti ini hidayat merasa sakit hati sekali, ia di bodohi seorang gadis ber umur 14 tahun, dan dengan penyakit kankernya itu serta janji-janji manisnya limlm chaa untuk berkunjug ke lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</description><link>http://putupermana.blogspot.com/2012/03/kisah-kuhidayat.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-828251437225892578.post-6162916858946612537</guid><pubDate>Sun, 18 Mar 2012 05:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-17T22:40:50.069-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen</category><title>ANAK KU SAYANG</title><description>&lt;br /&gt;Hening nya kota malam ini , seakan-akan bintang-bintang&amp;nbsp; tidak mendukung suasana seperti suasan sebelumnnya. Mama&amp;nbsp; yang sedang duduk menatap langit dari balik jendela yang&amp;nbsp; dia teringat dengan anaknya yang bernama dira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepatnya&amp;nbsp; 5 tahun yang lalu dikala itu Dira masih duduk di bangku SMA, kehidupan yang mewah dan serba ada membuat dira lupa akan segalanya.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;“Dira...dir....... bangun nak ini sudah siang, kamu harus sekolah pagi ini !?”. seru mamanya sambil membuka jendela.&lt;br /&gt;“Ayo... nak bangun... dir... dira?”.seru mama sambil duduk di sebelahnya.&lt;br /&gt;“ishhhhhhhhhhh................ mama ini apa-apan si, dira masih enak tidur ni..!!!!”.bentak dira&lt;br /&gt;“ini sudah jam berapa nak ? , kamu harus pergi ke sekolah.”. jawab mamnya dengan halus.&lt;br /&gt;“iya..iya....cerewet banget si .. !!!!”. jawab dira dengan muka kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan dira sudah siap untuk berangkat, dengan sarapan bersama dengan papa,mama,adik dan dira sendiri. Dira berbicara dengan papanya.&lt;br /&gt;“pa.. kapan dira di belikan mobil ??!,temen-temen dira sudah bawa mobil semua, masak dira harus dianter jemput terus menerus ! dira kan udah gede pa “. &lt;br /&gt;“iya nak, tunggu kamu kalau sudah kelas 12 ya.. ntar papa belikan kamu mobil.. “.seru papanya sembari menguyah makanan di pagi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setibanya ia di sekolah, dira bukannya belajar namun ia memilih untuk bolos pergi ke mall. Dengan rok mini dan baju sedikit ketat dira mulai beraksi di dalam mall hanya untuk sekedar jalan-jalan dengan teman-temannya.&lt;br /&gt;setibanya ia di rumah pukul 19.00 wib, dengan masuk tifak mengucap salam ia menuju kamar dengan membanting pintu.&lt;br /&gt;melihat kelakuan dira seperti itu, mama dira mencoba untuk melihat dira e kamar dan mencoba mngobrol dengan dira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“tokkk...tok...tok...”. suara pintu kamar&lt;br /&gt;“dir... nak buka pintunya, mau bicara sama kamu .. !”.mama memanggil dari luar kamar&lt;br /&gt;dengan muka cemberut ia membukakan pintu kamarnya, &lt;br /&gt;“ada apa ma !!?”. tanya dira&lt;br /&gt;“kamu kenapa lagi si nak, ? “. Tanya mama sambil mengelus-ngelus rambutnya.&lt;br /&gt;“itu loh ma, si doni ngebetein banget, masak dia ngebatalin acara malem ini, padahal kan dira pengen keluar, BT dira dirumah terus”. Jawab dira&lt;br /&gt;“y sudah kalau memang si doni g bisa keluar sama kamu, mending kamu di rumah saja, kamu itu jarang loh nak di rumah sama mama kalau malam hari”.singgung mamanya.&lt;br /&gt;“tapi kan dira bosen maaaaa......”.jawab dira manja&lt;br /&gt;“mending kamu mandi sekarang terus makan habis itu belajar”. Rayu sang mama&lt;br /&gt;“hahhhhh???????? Belajar..!!!! no...no.....no,,...... !!!!! males amat ma, mending dira BBMan,twitteran,facebookan aja”.jawab dira&lt;br /&gt;dengan muka layu sang mama pergi meninggalkan kamar dira.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;esok harinya di sekolah dira lagi-lagi dira membuat onar di sekolah, ia berkelahi dengan kakak kelasnya sendiri (epy), dengan permasalahan yang sepele.&lt;br /&gt;heboh satu sekolah melihat dira dengan epy berkalahi layaknya pegulat wanita di tengah lapangan basket, dengan rambut acak-acakan karena keduanya saling jambak.&lt;br /&gt;datang lah salah satu guru pada waktu itu,&lt;br /&gt;“BERHENTIIIIIIIIIIIIII.............. !!!!!! apa-apa ini ?? stop...stop...”. teriak sang guru&lt;br /&gt;dengan penampilan yang sudah tidak karuan lagi mereka berdua di giring ke ruang BP. Disana mereka berdua disidang layaknya 2 terdakwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“apa-apaan kalian ini , apa yang mebuat kalian berkelahi layaknya binatang yang lagi melakukan reproduksi”. Mata sang guru melototot kepada dira&lt;br /&gt;“begini pak dia ini jalan dengan pacar saya semalam”.jawab dira dengan muka sinis.&lt;br /&gt;“eh... bukan salah gue dong dasar cowk lo itu aja yang keganjenan.”.tegas epy&lt;br /&gt;“lo kok nyalahin cowk gue, dasar nya lo aja yang kayak cewek muraha !”. jawab dira.&lt;br /&gt;“SUDAH...SUDAH... KALIAN JANGAN BERTENGKAR DISINI!!!!!!!!!!!!!”.bentak sang guru.&lt;br /&gt;lebih dari 1 jam akhirnya masalah mereka berdua selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;dira merasa belum puas dengan ini semua , ia mencoba menghubungi pacarnya sendiri (doni), dira mencoba bertanya dan mmeminta penjelasan kepada doni. Dengan kepala dingin doni menjelaskan ini semua, dira dengan perasaan cemburu menerima bahwa ini hanya sekedar salah paham.&lt;br /&gt;setelah itu doni mengajak dira keluar malam ini ke tempat yang membuat mereka dua senang. dira pun pulang dengan diantarkannya dira oleh doni sang pacar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam pun tiba doni datang dengan dandanan yang keren layak nya anak band yang sedang konser. &lt;br /&gt;turun dari mobil, lalu doni menuju pintu rumah dira.&lt;br /&gt;dengan mental yang berani doni mengetuk pintu rumah dira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“tok...tok.....tok... permisi..... “.doni memanggil&lt;br /&gt;dibukakannya pintu oleh mamanya dira,.&lt;br /&gt;“siapa y ?“. tanya mama sambil tersenyum&lt;br /&gt;“saya doni tante, diranya ada ?”. tanya doni&lt;br /&gt;“owh... ada don, dia lagi di kamar tuh, masuk dulu don”.&lt;br /&gt;“iya tante, “&lt;br /&gt;“silahkan duduk don, tante panggilkan dira dulu.. “.tegas mama&lt;br /&gt;“terima kasih tante”. Jawab doni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;doni terkagum-kagum melihat barang-barang yang berada di dalam rumahnya dira dan susunan letak ruang yang sangat megah.&lt;br /&gt;disisi lain mama sedang memanggil dira untuk keluar menemui doni.&lt;br /&gt;“dira... ada temen kamu tuh si doni”.panggil sang mama.&lt;br /&gt;dengan cekatan dira menjawab “iyaaaaaa... ma..., dira mau ganti baju dulu”.jawab dira&lt;br /&gt;turun dari tangga dira di hentikan begitu saja oleh sang mama, &lt;br /&gt;“mau kemana kamu nak ?”. tanya sang mama&lt;br /&gt;“dira mau buat tugas ma di tempat temen, boleh y ma?.dira merayu&lt;br /&gt;“y, sudah kamu hati-hati y.. jangan macam-macam di luar sana”. jawab sang mama&lt;br /&gt;“iya ma, percaya aja sama dira”.ddira menjawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan rasa yang begitu senang diara menghampiri doni yang sedang melamun.&lt;br /&gt;“don,,, udah lama kamu?”.sapa dira&lt;br /&gt;“ah... baru aja kok bebh(panggilan sayang)”.jawab doni.&lt;br /&gt;“y udah langsung cabut aja yuk”.ajak dira&lt;br /&gt;“oke.. pamit dulu sama mama lo dulu?”.jawab doni&lt;br /&gt;“udah .. g usah langsung kita langsung pergi aja”. Tegas dira&lt;br /&gt;“y udah”.jawab doni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di perjalanan dira menanyakan kepada doni&amp;nbsp; ia mau diajak kemana, sambil menyetir doni menjawab dia akan mengajak nya ke suatu tempat yang menurut doni asik.&lt;br /&gt;tiba di suatu tempat yang gelap dari luar, namun begitu rame orang di dalam, lampu warna-warni berkedap-kedip kelihat dari luar.&lt;br /&gt;dengan spontan dira bertanya pada doni.&lt;br /&gt;“tempat apa ini don?”.tanya dira&lt;br /&gt;“udah masuk aja, di jamin kita happy kita disini bebh,.. “.jawab doni&lt;br /&gt;dengan muka yang agak sedikit menolak akhirnya dira masuk ke tempat itu, terkejutnya dira setelah masuk kedalam ruangan itu ternyata tempat itu belum pernah ia kunjungi sebelumnnya.&lt;br /&gt;doni mengajak dira ubtuk duduk di tempat yang sangat empuk, dan doni memesan minuman yang mengandung alkhol. Dira mengajak doni untuk pulang namun doni tetap merayu dira agar ia bertahan di tempat itu.&lt;br /&gt;datang pelayan membawakan minuman itu doni menuangkan minuman tersebut ke dalam gelas dan menawarkan kepada dira, dengan rasa terpaksa akhirnya dira mau meneguk minuman tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah asik mereka berdua manikmati susana malam itu, dira mengajak doni untuk pulang.&amp;nbsp; Namun doni tetap merayu dira agar malam ini tidak pulang kerumah. Akhirnya dira menyetujui rayuan doni tersebut. Kebtulan di tempat tersedia tempat penginapan untuk menginap. Tidak panjang lebar lagi akhirnya mereka berdua menginap dalam satu ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pagi hadir dengan sinar matahari yang membawa semangat penuh untuk melakukan aktivitas. Namun tidak bagi mereka berdua ini. Akhirnya mereka berdua pulang dengan tidak ada suatu beban, padahal semalam mereka berbuat sesuatu yang bagi mereka nikmat.&lt;br /&gt;setibanya dira di rumah mama bertanya kepada dira ,&lt;br /&gt;“kenapa kamu g pulang nak semalam?”.tanya mama&lt;br /&gt;“iya ma, tugas nya banyak jadi ngerjainnya sampe malem, terus dira g terasa ketiduran”. Jawab dira&lt;br /&gt;“y sudah kamu mandi sana habis itu sarapan”.mama menyuruh dira&lt;br /&gt;kebetulan pada hari itu hari minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 bulan berlangsung dengan kelakuan dira yang sering keluar malam dan pada suatu hari dira sakit. Begitu cemas sang mama terhadap kondisi dira. Mama dira seorang dokter untuk memriksa dira.&lt;br /&gt;setelah di periksa dokter mengatakan bahwa dira panas biasa. &lt;br /&gt;2 hari kemudian dira muntah-muntah tidak jelas. Sang mama mulai curiga dengan ini semua diperiksakan dira kepada dokter. Dan ternyata Dira Sedang mengandung. Dengan kondisi ini mama shock berat .&lt;br /&gt;setibanya dirumah mama dan papa bertanya kepada dira &lt;br /&gt;“ini semua perbuatan siapa nak ?”.tegas sang papa&amp;nbsp; &lt;br /&gt;“dira minta maaf ma, pa... dira udah kayak gini, ini semua perbuatan doni”.jawab dira dengan perasaan sedih.&lt;br /&gt;akhirnya orang tua dari pihak doni dan pihak dira menikahkan mereka berdua. Mereka menikah dengan belum menyelesaikan sekolah nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak terasa sudah 6 bulan mereka menikah&amp;nbsp; kata dokter 3 bulan lagi dira melahirkan, namun ada tragedi yang membuat mereka&amp;nbsp; harus pisah ranjang. Doni dikala itu sering keluar malam dan pulang pagi, dira sesakali menanyakna kenapa suaminya pulang pagi terus menerus. Namun hanya respon yang keras di terima oleh dira.&lt;br /&gt;Dira tidak tahan dengan ini semua dira mencoba mencari tahu apa yang selam ini doni perbuat. Dengan bantuan temannya dira meminta tolong agar temannya itu memata-matai doni. &lt;br /&gt;Temannya pun bersedia membantu dira. Dira pun mendapat kabar bahwa suaminya itu jalan bersama om di suatu tempat hiburan malam dan bermesraan di tempat itu juga.&lt;br /&gt;dira shock berat dikala itu setelah mendengar kabar tersebut. Seakan-akan perjuangan nya selam ini sia-sia untuk mencintai doni. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di suatu malam diramencoba mengobrol dengan suaminya.&lt;br /&gt;“don... kamu selam ini kemana saja&amp;nbsp; sekan-sekan saya tidak kamu anggep selama ini?”.tanya dira&lt;br /&gt;“gua ini bisnis bebh, .. bukan tidak peduli dengan mu”. Jawab doni&lt;br /&gt;“bisnis apa???????.. selama ini gue g pernah menikamti hasil bisnis lo itu”.jawab dira dengan nada emosi&lt;br /&gt;“lo ini bicara apa si....?? selama ini lo makan dari siapa? Lo beli kebutuhan itu dari mana? Apa semua itu Jatuh dari langit? ???????????”.jawab doni dengan mata melotot&lt;br /&gt;“tapi gw butuh perhatian lo juga don, gw ini capek don lo tinggal tersus, kemaren ada yg melihat lo bermesraan dengan om-om, itu maksudnya apa don????. Dira berbicara sambil menagis&lt;br /&gt;“plakkkkkkkkkk(tamparan dari doni), dasar istri tidak tau di untung.............”.tegas doni&lt;br /&gt;dengan tangis dira menuju kamar nya.&lt;br /&gt;masalah malam itu tidak menemui titik terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tiba waktunya dira melhirkan seorang anak, dira merintih kesakitan menahan&amp;nbsp; sakitnya itu namun sang suami tidak berada dirumah.&amp;nbsp; Dengan berusaha sendiri akhirnya dira melahirkan .akhirnya putri yang sanagn manis terlahir dari rahim sang ibu (ibu). Tetapi darah selalu keluar dari kemaluan dira, tampaknya dira mengalami pendarahan. 2 jam dira terus menerus mengeluarkan darah dan bayi masih berlumuran darah, akhirnya dira menghembuskan nafas terkahirnya.&lt;br /&gt;bayi terus –menerus menagis. &lt;br /&gt;Doni sang suami pulang dengan tidak ada rasa beban. Ia memanggil manggil istrinya.&lt;br /&gt;“dirrrrrrrrr.......... dir.. diraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa tolong siapkan gue air hangat gue mau mandi???”.teriak doni&lt;br /&gt;doni terkejut mendengar suara bayi dari arah kamarnya doni bergegas menuju kamarnya. Doni sangat terkejut melihat ini semua dengan kondisi dira tidak bernyawa lagi.&lt;br /&gt;doni berteriak sekencang kencang nya meyesali perbuatannya selam ini dengan istrinya. Dengan menghubungi&amp;nbsp; orang tua dira, orang tua dira terkejut dan tidak terima dengan ini semua.&lt;br /&gt;“apa. Yang terjadi dengan anak say doni???????? Kenapa ini semua terjadi!!. Tanya mama doni sambil menagis di samping jasad sang anak.&lt;br /&gt;tidak lama kemudian pada waktu itu juga doni sang suami di tangkap oleh polsisi karena terlibat dengan barang-barang terlarang. Doni menyesal tidak berdaya karena dia kehilangan semuanya.&lt;br /&gt;setelah dira dimakamkan sang bayi diurus dan di besarkan oleh orang tua dira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama meneteskan air mata di malam ini waktu mengingat waktu tragedi 5 yang lalu. yang membuat semua keluarga besarnya tidak percaya dengan kepergian dira. &lt;br /&gt;anak dari pernikahan doni dan dira kini sudah beranjak besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</description><link>http://putupermana.blogspot.com/2012/03/anak-ku-sayang.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-828251437225892578.post-8519818792530686112</guid><pubDate>Sun, 18 Mar 2012 05:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-17T22:40:07.869-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen</category><title>00.51 WIB</title><description>&lt;br /&gt;ray salah satu mahasiswa dari universitas yang berada di lampung, banyak kisah yang dibuatnya dalam masalah hal percintaan. Dia mengenal cinta dari duduk di bangku sekolah mengah pertama sampai sekarang. Banyak kenangan manis pahitnya yang dia rasakan dalam hal bercinta. Tak kalah serunya kisah cinta nya dengan gadis bandung itu, dia menjadi korban dalam percintaan ini&amp;nbsp; ceritanya panjang namun intinya ari berhasil dibodohi oleh wanita yang tidak jelas itu karena dia belum pernah bertemu sebelumnnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari-hari demi hari ia lalui dengan kesendiriannya .ray merasa masih trauma untuk mencari pacar lagi, namun dalam hati kecilnya berkata “ayo dong mencari pacar lagi !?” hanya kalimat itu yang terulang-ulang dalam hatinya disaat dia melihat sepasang kekasih sedang berdua.&lt;br /&gt;dengan menjalani kesendiriannya itu cukup banyak wanita yang dekat dengannya diantaranya adalah lina. Ray&amp;nbsp; merasa yakin bahwa lina menaruh hati kepada nya, namun ray tidak mau buru-buru untuk menyatakan cintanya kepada lina, sempat break komunikasi bersama lina, ray mendapatkan teman baru dan begitu seterusnya. Dari banyaknya teman barunya itu ada salah satu wanita yang bernama ning, ning adalah salah satu siswi yang besekolah di salah satu sekolah swasta di bandar lampung. Ning berasal dari suatu daerah yang berada di lampung tengah bisa dikatakan satu kabupaten bersama ray. &lt;br /&gt;Ray&amp;nbsp; kenal ning ini lewat salah satu jejaring sosial yaitu facebook, dari coment-coment”an status sampai wall-wall”an(begitulah para facebookers menyebutnya) mereka saling bercanda ria. Sampai akhirnya mereka saling untuk bertukar nomor handphone. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan ramahnya ray mencoba berbincang melalui SMS, respon ning begitu cepat dalam menanggapai sms dari ray, begitu lah dari hari kehari cara mereka berkomunikasi .&lt;br /&gt;pada suatu hari ray kembali berkomunikasi dengan ning, ray bertanya selaknya orang lain tanyakan dalam melakukan sms.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“siang.. lg apa ni ?”&lt;br /&gt;“siang juga. Lagi nnton tv aja kak, kmu ?” ning membalas sms ray.&lt;br /&gt;“lagi tiduran aja, kamu udah makan dx?”&lt;br /&gt;dengan cepat ning menjawab “udah kok”.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;demi komunikasi lancar ray mencoba membuat suasana asik dalam sms itu, tak sesekali ray bercanda gurau ataupun bercerita tentang kuliahnya begitu juga dengan ning bercerita tentang sekolah nya.&lt;br /&gt;sampai ketika ray mencoba menyakan&amp;nbsp; sesuatu kepada ning.&lt;br /&gt;“oh.. iya dx udah punya pacar kamu?”.tanya ray&lt;br /&gt;“belum kak, g mau pacaran dulu cz dx ada janji sama temen(cewk) kita g akan pacaran selama mau semester ini”.jawab ning.&lt;br /&gt;“owh.. begitu y dx, y baguslah konsen dulu lah kamu sama pelajaran”. jawab ray sambil dengan rasa sedikt kecewa.&lt;br /&gt;Sempat agak lama mereka tidak pernah saling berkomunikasi lagi karena mereka berdua sibuk dengan urusan mereka masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan pada suatu hari ray mencoba untuk mengawali komunikasi kembali dengan cara komunikasinya itu, akhirnya mereka lancar kembali berkomunikasi.&lt;br /&gt;di salah satu sms nya ray mengatakan ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“dx.. ketemuan yuk ? “.tanya ray.&lt;br /&gt;“dimana kak?.jawab ning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“bagaimana kalau kakak maen kerumah kamu?”tanya ray.&lt;br /&gt;“boleh kak!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan tersenyum senang ray membalas sms dari ning “ok .. tunggu kakak y dx.. hhee”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu telah tiba untuk ray bertemu dengan ning. Sesampainya di desa tempat tinggal ning, ray kesulitan untuk mencari rumah ning, karena mereka berdua sebelumnnya belum pernah bertemu. Dengan mencari dan bertanya-tanya keapada orang yang lagi duduk-duduk dipinggir jalan, ray pun menemukan ruamahnya ning. Turun dari mobil ray bergegas menghampiri ning dan mereka berjabat tangan saling mengenalkan diri. Ning bertanya kepada ray “kok lama banget kak nyampenya ?!”. “iya dx, kakak bingung mencari rumah kamu, hheee” jawab ari.&lt;br /&gt;di persilahkan ray masuk oleh ning, diambilkannya ray minum, di meja banyak sekali kue . karena pada saat itu hari raya sedang berlangsung.&lt;br /&gt;begitu asiknya mereka mgeobrol tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 20.00, ray berpamit kepada ning untuk pulang &lt;br /&gt;“dx, udah malem ini, kk pulang dulu y.. ??”.&lt;br /&gt;“mau pulang kak?!. Y udah iya kak, lain kali main-main kesini lagi y ? terima kasih loch sudah mau maen kesini !” seru ning.&lt;br /&gt;ray menjawab dengan perasaan yang senang “iya dx, pasti itu”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam perjalan pulang ray semakin tertarik dengan ning, ray tertarik karena begitu ramahnya ning. Namun ray selalu berpikir “ning suka g y sama gw?”. Perasaan itu yang terus menghantui pikiran ray.&lt;br /&gt;suatu ketika mereka sudah saling berada di bandar lampung karena libur telah usai. ray mencoba mengajak ning untuk keluar mengunjungi salah satu acara yang begitu megah waktu itu di bandar lampung. Mereka sangat menikmati hiburan yang berada di lokasi itu, namun saat itu ray tidak berani untuk menyatakan cinta kepada ning, itu lah ray yang memiliki sifat pesimis yang tinggi. Karena hari sudah larut ray mengajak ning untuk pulang.&lt;br /&gt;ning pun mengaggukan kepala menyetujui untuk pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari-hari demi hari perasaan pesimis ray ini selalu muncul , ray tidak berani untuk mengukapkan ini semua kepada ning. ray menyimpan perasaan ini hanya dalam hati.&lt;br /&gt;ray iseng untuk melihat profil facebook ning, ray serius membaca-baca statusnya ning, dengan perasaan kecewa ray menutup akun facebooknya tersebut karena sebagian besar status itu menjukkan kepada laki-laki lain (bukan ray).&lt;br /&gt;dengan perasaan kecewa tersebut ray mencoba untuk melupakan semuanya tentang ning namun ray susah untuk melupakannya.&lt;br /&gt;komunikasi pun mulai agak merenggang karena hal itu.&lt;br /&gt;pada suatu malam ray mendengarkan sebuah lagu, ray&amp;nbsp; teringaat akan sosok ning yang ramah dan manis&amp;nbsp; baginya . ray mengetik sms yang berbunyi&amp;nbsp; “maaf dx, kalau kakak lancang sama kamu, mungkin ini hany prantar bagi kk, cz kita udah jarang lagi ketemu. Dari pertama kk ngeliat kamu kk merasa tertarik sama kamu, tapi kk segen mau bilangnya, bisa dikatakan kk suka sama kamu.terserah kamu nganggep kk ini apa. Yang penting kk udah bilang sama kamu biar g jadi misteri di kk. Setiap ngedenger lagu ini kk teringat sama kamu. Terima kasih dx. 00.51.” ari mengirim sms itu tengah malam.&lt;br /&gt;Pagi harinya handphone ari berbunyi tanda dari sms masuk, ray membuka sms tersebut ternyata sms itu dari ning. Ning mengatakan seperti ini “maaf kak semalem dx udah tidur”. Sekana-akan sms panjang lebar itu tidak ditanggapi sama sekali. Dengan itu ray merasa tidak perlu lagi menharapakn ning untuk menjadi pacarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</description><link>http://putupermana.blogspot.com/2012/03/0051-wib.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-828251437225892578.post-9094053624280394359</guid><pubDate>Sun, 18 Mar 2012 05:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-17T22:38:44.452-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Materi Kuliah</category><title>FISIOLOGI TUMBUHAN SEMESTER 4</title><description>I. PENDAHULUAN&lt;br /&gt;1.1. Latar Belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuhan tingkat tinggi tubuhnya tersusun oleh sejumlah sel, baik sel hidup maupun sel mati. Sel-sel hidup memiliki persamaan dan perbedaan dalam struktu dan fungsinya. Persamaannya adalah sel itu mempunyai dinding sel, terisi plasma yang terbungkus oleh membran plasma. Sedangkan perbedaannya terutama diakibatkan oleh lingkungan dan faktor genetik, yaitu akibat proses diferensiasi yang mengikuti proses pembelahan sel.&lt;br /&gt;Dalam makalah ini akan dibahas mengenai struktur sel tumbuhan dan bagian-bagiannya, serta hubungan antara struktur dan fungsi bagian-bagian sel tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2. Rumusan Masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun rumusan masalah pada makalah ini adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Apakah arti dan fungsi fisiologi tumbuhan ?&lt;br /&gt;2. Bagaimana aktifitas hidup yang dilakukan oleh tumbuhan ?&lt;br /&gt;3. Bagimana keterkaitan antara fisiologi tumbuhan dengan cabang ilmu biologi yang lain?&lt;br /&gt;4. Bagaimana struktur dan fungsi organel-organel sel tumbuhan?&lt;br /&gt;5. Bagaimana hubungan kerjasama antar organel-organel sel tumbuhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3. Tujuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tujuan dari makalah ini yaitu agar mahasiswa dapat:&lt;br /&gt;1. Menafsirkan arti dan fungsi fisiologi tumbuhan&lt;br /&gt;2. Menunjukkan sejumlah aktifitas hidup yang dilakukan oleh tumbuhan&lt;br /&gt;3. Mengetahui keterkaitan antara fisiologi tumbuhan dengan cabang ilmu biologi yang lain.&lt;br /&gt;4. Menggambarkan sel tumbuhan eukariotik.&lt;br /&gt;5. Menghubungkan struktur dan fungsi bagian-bagian sel tumbuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;II. PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1&amp;nbsp;&amp;nbsp; Fisiologi Tumbuhan&lt;br /&gt;Fisiologi berasal dari bahasa latin, physis berarti alam (nature) dan logos berarti ilmu. Jadi fisiologi tumbuhan diartikan sebagai ilmu tentang alam tumbuhan. Pengertian tersebut merupakan pengertian yang sangat luas tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan masalah botani, padahal yang dipelajari dalam fisiologi tumbuhan lebih ditujukan pada berbagai mekanisme atau proses biologis yang terjadi di dalam tumbuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fisiologi&amp;nbsp;&amp;nbsp; tumbuhan&amp;nbsp;&amp;nbsp; berarti&amp;nbsp;&amp;nbsp; suatu&amp;nbsp;&amp;nbsp; bidang&amp;nbsp;&amp;nbsp; ilmu&amp;nbsp;&amp;nbsp; yang&amp;nbsp;&amp;nbsp; mengkaji&amp;nbsp;&amp;nbsp; fenomena-fenomena penting di dalam tumbuhan, meliputi:&lt;br /&gt;1) Aktivitas hidup yang dilakukan oleh tumbuhan.&lt;br /&gt;2) Proses dan fungsi yang menyangkut tanggapan tumbuhan terhadap perubahan lingkungan, dan pertumbuhan serta perkembangannya sebagai hasil dari respon tersebut.&lt;br /&gt;3) Fungsi setiap jenis organ, jaringan, sel, dan organel sel dalam tumbuhan serta fungsi setiap komponen kimia (ion, molekul atau makromolekul).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuhan adalah tonggak dari sebagian besar ekosistem terestrial. Kajian mengenai tumbuhan didorong oleh kombinasi keingintahuan dan kebutuhan. Keingintahuan mengenai bagaimana tumbuhan bekerja dan kebutuhan menerapkan pengetahuan ini secara cermat untuk menghasilkan makanan, pakaian, dan perumahan bagi populasi manusia yang berkembang. Beberapa hal penting tentang tumbuhan adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sebagai mahluk hidup, tumbuhan menunjukkan sejumlah aktivitas, yaitu:&lt;br /&gt;a) Bertukar&amp;nbsp; senyawa&amp;nbsp;&amp;nbsp; kimia&amp;nbsp;&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp;&amp;nbsp; lingkungannya,&amp;nbsp;&amp;nbsp; tanpa&amp;nbsp;&amp;nbsp; banyak&amp;nbsp;&amp;nbsp; kehilangan senyawa kimia penyusun tubuhnya.&lt;br /&gt;b) Menyerap dan menggunakan energi dari luar.&lt;br /&gt;c) Mensintesis bahan kimia yang diperlukan serta mengganti bahan yang hilang ke lingkungan atau rusak&lt;br /&gt;d) Sebagian selnya megadakan pembelahan atau penggabungan, kalau tidak akan mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Beberapa sifat khas tumbuhan adalah melakukan proses fiisiologi yang&amp;nbsp; berbeda dengan mahluk lain, misalnya:&lt;br /&gt;a) Merupakan mahluk autotrof dalam metabolisme karbon.&lt;br /&gt;b) Tidak dapat berpindah dan hanya mencapai daerah yang sempit, sehingga hanya mampu menggunakan sebagian kecil lingkungan.&lt;br /&gt;c) Sangat tergantung kepada bahan mineral dari tanah, sehingga kebutuhan hara tidak banyak jenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp; Seluruh fungsi tumbuhan dapat dipahami dengan dasar prinsip fisika dan kimia. Metode-metode yang digunakan dalam fisiologi tumbuhan umumnya diturunkan dari kima dan fisika. Selain itu, anatomi tumbuhan juga dipakai dalam mernpelajari fisiologi tumbuhan. Sekarang ini, biologi molekuler mulai merevolusi kajian tentang tumbuhan, contohnya para ahli tumbuhan telah menemukan beberapa gen yang mengontroi perkembangan bunga dan telah mempelajari fungsi-fungsi gen tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pada organisme hidup, struktur sangat erat kaitannya dengan fungsi. Takkan ada fungsi kehidupan tanpa adanya struktur gen, enzim, molekul lain, organel, sel, jaringan, dan organ. Tumbuhan adalah struktur yang tumbuh sendiri. Melalui proses perkembangan yang meliputi: pembelahan sel, pembesaran sel, serta spesialisasi sel atau diferensiasi, suatu tumbuhan bermula dari 1 sel tunggal kemudian menjadi organisme multiseluler. Selanjutnya, tumbuhan terus tumbuh dan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; berkembang&amp;nbsp;&amp;nbsp; sepanjang&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; hidupnya&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; adanya&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; daerah&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; embrionik (meristem).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.&amp;nbsp; Tumbuhan tumbuh dan berkembang di lingkungan dan berinteraksi dengan lingkungan melalui banyak cara, misainya: perkembangan tumbuhan dipengaruhi oleh suhu, cahaya, gravitasi, angin, dan kelembaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fisiologi tumbuhan sangat penting bagi semua bidang botani terapan, seperti: agronomi, hortikultura, florikultura, kehutanan, pertamanan, pemuliaan tanaman, patologi tumbuhan, farmakologi, dan lain-iain. Tugas utama di masa datang adalah bagaimana usaha kita meningkatkan pangan, makanan ternak, serat, produksi kayu, dan lain-lain yang menyangkut kebutuhan hajat hidup manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2&amp;nbsp; Hubungan Fisiologi Tumbuhan dengan Cabang Botani Lainnya&lt;br /&gt;Meluaskan pokok bahasan dalam berbagai bidang ilmu menyebabkan banyak terjadi daerah tumpang-tindih antar ilmu yang satu dengan ilmu yang lain. Demikian pula yang terjadi antara fisiologi tumbuhan dengan beberapa bidang ilmu lainnya, terutama cabang ilmu botani. Sebagai contoh adalah antara fisiologi tumbuhan dengan ekologi tumbuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak topik yang dikaji dalam bidang fisiologi tumbuhan yang berkaitan erat dengan bidang ilmu ekologi, misalnya tentang tanggapan tanaman terhadap perubahan berbagai faktor lingkungan.. Besarnya porsi daerah tumpang-tindih ini yang disertai dengan pentingnya daerah tumpang-tindih tersebut yang menyebabkan berkembangnya cabang ilmu baru yang disebut sebagai ekofisiologi atau fisiollogi lingkungan (environmental physiology).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu anatomi tumbuhan juga besar keterkaitan dan sumbangannya bagi perkembangan fisiologi tumbuhan, misalnya sehubungan dengan pengertian tentang ultrastruktur membran dan organel-organel sel. Pemahaman tentang ultrastruktur dan senyawa penyusun membran thilakoid pada khloroplas mempermudah untuk menerangkan proses perpindahan elektron pada fase cahaya fotosintesis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian diatas, jelas terlihat keterkaitan antar fisiologi tumbuhan dengan cabang-cabang botani lainnya. Selain itu fisiologi tumbuhan akan sangat erat kaitannya dengan ilmu-ilmu dasar yang mendukung, seperti yang telah disinggung terdahulu, yakni dengan ilmu kimia dan fisika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.3&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sel Tumbuhan&lt;br /&gt;Tumbuhan tingkat tinggi tubuhnya tersusun oleh sejumlah sel, baik sel hidup maupun sel mati. Sel-sel hidup memiliki persamaan dan perbedaan dalam struktu dan fungsinya. Persamaannya adalah sel itu mempunyai dinding sel, terisi plasma yang terbungkus oleh membran plasma. Sedangkan perbedaannya terutama diakibatkan oleh lingkungan dan faktor genetik, yaitu akibat proses diferensiasi yang mengikuti proses pembelahan sel.&lt;br /&gt;Gambar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.3.1 Dinding Sel&lt;br /&gt;Dinding sel merupakan salah satu ciri sel tumbuhan yang membedakannya dari sel hewan. Dinding ini melindungi sel tumbuh¬an, mempertahankan bentuknya, dan mencegah penghisapan air secara berlebihan. Pada tingkat keseluruhan tumbuhan, dinding yang kuat yang terbuat dari sel khusus mempertahan¬kan tumbuhan agar tegak melawan gaya gravitasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sel tumbuhan muda pertama-tama mensekresi dinding yang relatif tipis dan lentur yang disebut dinding sel primer. Di antara dinding-dinding primer sel-sel yang berdekatan terdapat lamela tengah, lapisan tipis yang banyak mengandung polisakarida lengket yang disebut pektin. Apabila selnya telah dewasa dan berhenti tumbuh, sel ini memperkuat dindingnya. Sebagian sel tumbuhan melakukan hal ini hanya dengan mensekresi substansi pengeras ke dalam dinding primernya. Sel lain menambahkan dinding sel sekunder di antara membran plasma dan dinding primer. Dinding sekunder ini, seringkali menumpuk menjadi beberapa lapisan berlamina, memiliki matriks kuat dan tahan lama yang sanggup memberi perlindungan dan dukungan.&amp;nbsp; (Campbell, 2002).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Dinding sel tumbuhan. Sel muda mula-mula membentuk dinding primer tipis, seringkali ada penambahan dinding sekunder yang lebih kuat di dalam dinding primer ketika pertumbuhan terhenti. Lamela tengah yang lengket melekatkan sel-sel yang berdekatan menjadi satu. Dengan demikian, partisi multilapis di antara sel-sel ini terdiri atas dinding penghubung yang masing-masing disekresikan oleh selnya sendiri (Campbell, 2002).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinding sel terdiri dari: lamela tengah, dinding primer dan dinding sekunder. Antara sel-sel yang berdekatan ada lamela tengah yang merekatkan antara dua dinding sei menjadi satu. Lamela tengah terutama terdiri dari Ca-pektat berupa gel. Dinding primer adalah lapisan yang terbentuk selama pembentangan, terdiri dari hemiselulosa, selulosa, pektin, lemak, dan protein. Dinding sekunder biasanya lebih tebal dari dinding primer terutama terdiri dari selulosa dan kadang-kadang lignin, merupakan lapisan yang ditambahkan setelah proses pembentangan dinding sel selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak&amp;nbsp; semua&amp;nbsp;&amp;nbsp; bagian&amp;nbsp;&amp;nbsp; dinding&amp;nbsp;&amp;nbsp; sel&amp;nbsp;&amp;nbsp; mengalami&amp;nbsp;&amp;nbsp; penebalan&amp;nbsp;&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; terisi&amp;nbsp;&amp;nbsp; plasma (plasmodesmata).&amp;nbsp; Dinding primer memilki sejumlah daerah penipisan yang disebut noktah. Daerah ini memiliki plasmodesmata dengan kerapatan tinggi. Plasmodesmata adalah jalinan&amp;nbsp; benang sitoplasma&amp;nbsp; tipis yang&amp;nbsp; menembus dinding-dinding&amp;nbsp; sel yang bersebelahan, menghubungkan protoplas sel yang berdampingan. Dengan demikian dinding&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; sel&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; menjadi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; berlubang-lubang&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; yang&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; memungkinkan senyawa kimia melewatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinding sel yang berbatasan langsung dengan udara luar sering dilapisi kutin dan suberin (kutikula). Lapisan ini tidak seluruhnya tertutup rapat sehingga masih memungkinkan senyawa kimia melewatinya. Dinding sel berfungsi untuk memberi kekuatan mekanik sehingga sel mempunyai bentuk tetap serta memberi perlindungan terhadap isi sel, dan karena sifat hidrofilnya dapat mengadakan imbibisi air serta meneruskan air dan senyawa yang larut di dalamnya ke protoplas (Hasnunidah, 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.3.2 Protoplas&lt;br /&gt;Protoplas merupakan bagian yang hidup dari sel tumbuhan, meskipun di dalamnya juga terdapat berbagai senyawa anorganik. Protoplas terdiri dari empat bagian utama, yaitu: sitoplasma, nukleus, vakuola dan bahan ergastik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sitoplasma&lt;br /&gt;Sitoplasma merupakan bagian sel yang kompleks, suatu bahan cair yang mengandung banyak molekul, diantaranya berbentuk suspensi koloid dan organel-organel yang bermembran. Sitoplasma dan nukleus secara bersama-sama disebut protoplasma. Beberapa sel tumbuhan juga memiliki juga zat-zat murni yang tidak hidup disebut bahan ergastik, seperti: kalsium oksalat, benda-benda protein, gum, minyak, resin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem endomembran dalam Sitoplasma meliputi retikulum endoplasma, badan Golgi, selimut inti, dan organel sel serta membran lain (badan mikro, sferosom dan membran vakuola) yang berasal dari retikulum endoplasma atau badan Golgi. Sedangkan membran plasma dianggap satuan yang terpisah, meskipun tumbuh melalui penambahan sejumlah kantung yang berasal dari badan Golgi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitokondria dan plastida yang diselimuti oleh selapis membran yang halus dan membran dalam yang melekuk-lekuk juga tidak berhubungan dengan sistem membran. Demikian pula ribosom, mikrotubul dan mikrofilamen bukan bagian dari sistem endomembran (Hasnunidah, 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Membran Plasma atau Plasmalemma&lt;br /&gt;Membran plasma berfungsi mengatur aliran zat -zat terlarut masuk dan keluar&lt;br /&gt;sel, dan mengatur aliran air melalui osmosis. Membran plasma bersifat diferensial permeabel,&amp;nbsp; artinya dapat melalukan&amp;nbsp; senyawa&amp;nbsp; kimia tertentu dan tidak&amp;nbsp; melalukan senyawa lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membran plasma merupakan&amp;nbsp; lapisan&amp;nbsp; rangkap lipid dengan bagian: hidrofilik (suka air) molekul lipidnya berada di permukaan. Bagian lipofilik (suka lemak), molekul tersebut menghadap ke dalam lapisan rangkap sehingga menyebabkan adanya ruang yang terang. Molekul protein yang mencakup 50% bahan membran tenggelam di lapisan rangkap itu, dengan satu atau kedua ujung menonjol ke salah satu atau kedua permukaan membran. Kedua permukaan membran berbeda secara khas (Hasnunidah, 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Retikulum Endoplasma (ER = Endoplasmic Retikulum)&lt;br /&gt;Pada banyak sel, ER menyerupai kantung kempis yang berlipat-lipat (disebut sisternae). ER membentuk sistem angkutan untuk berbagai macam molekul di dalam sel dan bahkan antar sel meialui plasmodesmata. Sejumlah ribosom sering berasosiasi dengan ER dalam hal sintesis protein. ER yang ditempeli ribosom disebut ER kasar. ER halus tak ber-ribosom dan senng berbentuk pipa (Hasnunidah, 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Badan Golgi&lt;br /&gt;Dengan mikroskop elektron, badan golgi (diktiosom) terlihat sebagai tumpukan piring pipih yang berongga di dalamnya (sisternae) dengan tepian yang menggelembung dan dikelilingi oleh benda bulat-bulat (vesikel). Badan Golgi berperan dalam pembentukan membran plasma dan mengangkut enzim yang harus dibuat dalam sel, yang akan menentukan reaksi kimia yang terjadi dan menentukan struktur dan fungsi sel (Hasnunidah, 2007).&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Gambar 4: Aparatus Golgi &lt;br /&gt;- Selimut Inti&lt;br /&gt;Inti (nukleus) dikelilingi oleh dua membran unit yang sejajar yang disebut selimut inti. Ketebalan membran luar sedikit lebih tebal dibanding membran dalam. Keduanya dipisahkan oleh ruang perinukleus. Selimut inti mempunyai banyak pori. Membran dalam dan luar menyatu membentuk pinggiran pori, yang dipertahankan bentuknya oleh suatu bahan sehingga terjadi struktur yang disebut anulus. ER berhubungan dengan selimut inti, sedang ruang perinukleus bersambungan dengan ruang di antara membran sejajar ER (Hasnunidah, 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Membran Vakuola atau Tonoplas&lt;br /&gt;Membran vakuola menyerupai plasmalemma, namun berbeda fungsinya dan sering agak lebih tipis. Tonoplas mengangkut zat terlarut keluar-masuk vakuola, sehingga mengendalikan potensial air (Hasnunidah, 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Badan Mikro&lt;br /&gt;Badan mikro adalah organel bulat yang terbungkus oleh selapis membran, berbutir-butir di sebelah dalamnya, dan kadang disertai kristal protein. Dua jenis badan mikro yang penting adalah peroksisom dan glioksisom yang masing-masing berperan khusus dalam aktivitas kimia sel tumbuhan. Perpksisom menguraikan asam glikolat yang dihasilkan dari fostosintesis, mendaur ulang molekul lain kembali ke kloroplas. Glioksisom menguraikan lemak menjadi karbohidrat selama dan sesudah perkecambahan biji. Hidrogen peroksida hasil reaksi ini juga diuraikan di dalam glioksisom (Hasnunidah, 2007).&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Gambar 6: Anatomi Peroksisom &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sferosom&lt;br /&gt;Sferosom berbentuk bulat dan diselimuti oleh membran unit yang berasal dari ER, berisi bahan berlemak, dan menjadi pusat sintesis dan penyimpanan lemak (Hasnunidah, 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Rangka Sel&lt;br /&gt;Berkat perkembangan mikroskop elektron, diketahui bahwa mikrotubul dan mikrofilamen berprotein terdapat di hampir semua sel tumbuhan eukariotik. Bersama-sama dengan benang-benang penghubung membentuk tiga sistem rangka sel yang berlainan tapi terintegrasi dengan baik. Mikrotubul adalah silinder panjang yang berongga terdiri dari molekul protein bundar yang disebut tubulin. Fungsi mikrotubul diduga berkenaan dengan gerak yang mengarah , khususnya di kromosom saat sel membelah atau di organel sel. Gerak itu meliputi pengendalian arah mikrofibril selulosa pada dinding sel atau gerak sel itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mikrofilamen merupakan stuktur padat yang lebih kecil, yang bertindak sendiri atau bersama-sama dengan mikrotubul untuk menggerakkan sel. Mikrofilamen terdiri dari protein aktin yang juga menjadi kandungan utama jaringan otot hewan. Fungsi lain mikrofilamen adalah mengatur arah aliran sitoplasma, kalau arah mikrofilamen berubah maka berubah juga arah aliran sitoplasma (Hasnunidah, 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ribosom&lt;br /&gt;Sintesis protein merupakan fungsi sel yang vital yang berlangsung di ribuan ribosom. Ribosom tersebar di sitoplasma atau bergabung dengan ER kasar di dalam sel, dan selalu di membran rangkap ER di sisi sitosol. Ribosom juga menempel di membran luar selimut inti di sisi sitosol. Ribosom nampak sebagai bintik hitam pada mikrograf elektron. Sering juga membentuk rantai seperti untaian, khususnya dalam pola spiral (terpilin). Struktur ini dinamakan poliribosom atau polisom. Dalam ribosom, informasi genetik dari mRNA diterjemahkan menjadi protein (Hasnunidah, 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 9. Ribosom. Ribosom terdiri dari subunit besar dan kecil yaitu rRNA dan protein. Setiap subunit disintesis di dalam nukleolus dan dikeluarkan melalui pori nukleus ke dalam sitoplasma (Johnson, 2000).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribosom merupakan tempat sel membuat protein. Sel yang memiliki laju sintesis protein yang tinggi secara khusus memiliki jumlah ribosom yang sangat banyak. Ribosom bebas tersuspensi dalam sitosol, sementara ribosom terikat dilekatkan pada bagian luar jalinan membran yang disebut retikulum endoplasmik. Sebagian besar protein yang dibuat oleh ribosom bebas akan berfungsi di dalam sitosol; contohnya ialah enzim-enzim yang mengkatalisis proses metabolisme yang bertempat di dalam sitosol (Campbell, 2002).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mitokondria&lt;br /&gt;Pada mikroskop cahaya, mitokondria terlihat seperti bulatan, batang atau kawat kecil yang beragam bentuk dan ukurannya. Terbungkus membran rangkap, permukaan luarnya berlubang-lubang sedang permukaan dalamnya membentuk tonjolan-tonjolan (kristae) yang masuk ke dalam stroma. Membran dalam membungkus matriks, dan banyak enzim yang mengendalikan berbagai tahap dalam respirasi sel khususnya dan metabolisme umumnya ditemukan di sana atau di dalam matriks. Mitokondria memiliki DNA dan ribosom kecil di dalam matriksnya, sehingga mampu mensintesis porteinnya sendiri (Hasnunidah, 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Plastida&lt;br /&gt;Plastida adalah organel berbentuk lensa yang terdapat pada semua sel tumbuhan, diselimuti oleh sistem membran rangkap. Plastida mengandung DNA dan ribosom yang terbenam dalam matriks cair yang disebut stroma. Plastida terbentuk dari hasil pembelahan plastida terdahulu atau sebagai hasil diferensiasi proplastida. Plastida tak berwarna disebut leukoplas, contohnya: amiloplas yang mengandung butir-butir padi atau proteinoplas yang mengandung protein cadangan. Ada dua macam plastida berwarna, yaitu kloroplas yang mengandung klorofil dan berbagai pigmen yang menyertainya, dan kromoplas yang mengandung pigmen lain (karotenoid). Plastida terpenting adalah kloroplas, karena menjadi tempat berlangsungnya fotosintesis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kloroplas mengandung suatu sistem mebran yang bernama tilakoid, yang sering sambung-menyambung membentuk tumpukan membran yang disebut grana. Grana terbenam dalam stroma. Enzim yang mengendalikan fotosintesis terdapat di membran tilakoid dan di stroma (Hasnunidah, 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Gambar 11: Kloroplas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Nukleus&lt;br /&gt;Nukleus merupakan pusat kendali pada sel tumbuhan eukariotik. Nukleus mengendalikan seluruh fungsi sel dengan menentukan berbagai reaksi kimia dan juga struktur dan fungsi sel. Nukleus merupakan organel berbentuk bulat atau memanjang yang terbungkus selimut inti. Plasma nukleus (nukleoplasma) berbutir-butir merupakan sistem koloid, mengandung kromatin yang pada pembelahan sel berubah menjadi kromosom. Fungsi kromosom adalah membentuk m-RNA yang mengatur sintesis protein. Di dalam plasma nukleus juga terdapat nukleolus yang jumlahnya tiap sel khas untuk tiap jenis. Nukleolus itu padat, bentuknya tak beraturan, merupakan massa serat dan butiran, dan berwarna gelap. Fungsi nukleolus adalah untuk sintesis r-RNA dan ribosom (Hasnunidah, 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nukleus mengandung sebagian besar gen yang mengontrol sel eukariotik (sebagian gen terletak di dalam mitokondria dan kloroplas). Nukleus ini umumnya merupakan organel yang paling mencolok dalam sel eukariotik, rata-rata berdiameter 5 µm. Di dalam nukleus, DNA diorganisasikan bersama dengan protein menjadi materi yang disebut kromatin. Kromatin yang diberi warna tampak melalui mikroskop cahaya maupun mikros-kop elektron sebagai massa kabur. Sewaktu sel bersiap untuk membelah (bereproduksi), kromatin kusut yang berbentuk benang akan menggulung (memadat), menjadi cukup tebal untuk bisa dibedakan sebagai struktur terpisah yang disebut kromosom. Nukleus ini mengontrol sintesis protein dalam sitoplasma dengan cara mengirim mesenjer molekuler yang berbentuk RNA.&amp;nbsp; (Campbell, 2002).&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Gambar 12: Nukleus &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Vakuola&lt;br /&gt;Badan khas di sel tumbuhan selain dinding sel dan plastida adalah vakuola. Vakuola mengerjakan beberapa fungsi. Bentuk dan ketegangan jaringan yang hanya memiliki dinding primer adalah akibat adanya air dan bahan terlarut yang menekan dari dalam vakuola. Tekanan tersebut timbul karena osmosis. Konsentrasi bahan terlarut di dalam vakuola cukup tinggi, termasuk garam-garam, molekul-molekul organik kecil, beberapa protein (enzim) dan molekul-molekul lainnya. Beberapa vakuola mengandung pigmen yang menimbulkan warna pada banyak bunga atau dauh. Pada beberapa bagian tumbuhan, vakuola dapat mengandung bahan-bahan yang mungkin berbahaya bagi sitoplasma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sel muda yang aktif membelah di titik tumbuh batang dan akar mempunyai vakuola sangat kecil. Sebagian besar terbentuk dari ER, lalu tumbuh bersama sel, mengambil air secara osmosis dan bergabung satu sama lain. Sel dewasa sering memiliki vakuola yang mengisi 80-90% atau lebih volume sel, dan protoplasmanya tersisiih hingga hanya berupa lapisan tipis di antara tonoplas dan plasmalemma. Beberapa sel yang aktif membelah juga dapat bervakuola besar (Hasnunidah, 2007).&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Gambar 13: Vakuola &lt;br /&gt;III. KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pembahasan dari makalah “ Fisiologi Tumbuhan dan Sel Tumbuhan” ini, maka dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Fisiologi&amp;nbsp;&amp;nbsp; tumbuhan&amp;nbsp;&amp;nbsp; adalah&amp;nbsp;&amp;nbsp; suatu&amp;nbsp;&amp;nbsp; bidang&amp;nbsp;&amp;nbsp; ilmu&amp;nbsp;&amp;nbsp; yang&amp;nbsp;&amp;nbsp; mengkaji&amp;nbsp;&amp;nbsp; fenomena-fenomena penting di dalam tumbuhan&lt;br /&gt;2. Fisiologi tumbuhan mempelajari aktivitas hidup tumbuhan, meng-interpretasikan proses-proses kehidupannya, dan mempelajari tanggapan tumbuhan terhadap perubahan lingkungan serta pertumbuhan dan perkembangannya.&lt;br /&gt;3. Fisiologi tumbuhan berkaitan erat dengan cabang-cabang ilmu biologi&amp;nbsp; lain seperti ekologi dan ekofisiologi atau fisiologi lingkungan.&lt;br /&gt;4. Tumbuhan terdiri atas sel yang memiliki nucleus yang terbungkus oleh membrane atau struktur serupa tapi tanpa membrane.&lt;br /&gt;5. Sel tumbuhan memiliki beberapa jenis organel yang terbungkus membrane, misalnya kloroplas, mitokondria, nucleus, dan vakuola.&lt;br /&gt;6. Sebagian besar sel tumbuhan eukariotik diselimuti oleh dinding sel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agustriana, Rochmah dan Tunjung Tripeni. 2006. Buku Ajar. Fisiologi Tumbuhan I. Universitas Lampung : Bandar Lampung&lt;br /&gt;Campbell, Reece – Mitchell. 2002. Biologi. Erlangga : Jakarta&lt;br /&gt;Hasnunidah, Neni. 2010. Buku Ajar. Fisiologi Tumbuhan. Universitas Lampung : Bandar Lampung&lt;br /&gt;Lakitan, Benyamin. 2001. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. PT. Raja Grafindo Persada : Jakarta&lt;br /&gt;Salisbury, F.B dan C.W. Ross. Fisiologi Tumbuhan. ITB Bandung : Bandung&lt;br /&gt;Sutrian, Yayan. 1992. Pengantar Anatomi Tumbuh-Tumbuhan. Tentang Sel &amp;amp; Jaringan. Rineka Cipta : Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</description><link>http://putupermana.blogspot.com/2012/03/fisiologi-tumbuhan-semester-4.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-828251437225892578.post-7822765921724637697</guid><pubDate>Sun, 18 Mar 2012 05:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-17T22:36:39.725-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Materi Kuliah</category><title>Pertumbuhan dan Perkembangan Makhluk Hidup SEMESTER 3</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A. Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertumbuhan dan perkembangan hewan dimulai sejak terbentuknya zigot. Satu sel zigot akan tumbuh dan berkembang hingga terbentuk embrio. Embrio akan berdiferensi sehingga terbentuk berbagai macam jaringan dan organ. Organ-organ akan menyatu dan bergabung menjadi janin. Janin akan dilahirkan sebagai bayi. Kemudian, bayi tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak, remaja, dan dewasa. &lt;br /&gt;
Pada siklus hidup hewan tertentu, terjadi perubahan bentuk tubuh dari embrio sampai dewasa. Perubahan bentuk ini disebut metamorfosis. Metamorfosis dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu metamorfosis sempurna dan tidak sempurna. &lt;br /&gt;
Metamorfosis sempurna dicirikan dengan adanya bentuk tubuh yang berbeda di setiap fase metamorfosis. Contoh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna adalah kupu-kupu dan katak. Tahapan metamorfosis kupu-kupu mulai dari telur larva (ulat) pupa (kepompong) imago (dewasa). &lt;br /&gt;
Jika diperhatikan ternyata dalam setiap fase metamorfosis kupu-kupu, terlihat adanya perbedaan bentuk tubuh. Begitu juga dengan katak. Katak mengalami metamorfosis sempurna mulai dari telur berudu (kecebong) katak dewasa. &lt;br /&gt;
Metamorfosis tidak sempurna ditandai dengan adanya bentuk tubuh yang sama, tetapi ukurannya berbeda pada salah satu fase metamorfosis. Contohnya adalah belalang dan kecoa. Belalang mengalami metamorfosis yang dimulai dari telur nimfa imago (dewasa). Nimfa memiliki bentuk tubuh yang sama dengan serangga dewasa, tetapi memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil. &lt;br /&gt;
Faktor-faktor yang mempengaruhipertumbuhan dan perkembangan hewan dapat dibagi menjadi dua, yaitu: faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi gen dan hormone. Faktor eksternal meliputi air, makanan, dan cahaya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
1. Gen &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gen merupakan faktor keturunan yang diwariskan dari orang tua (induk) kepada keturunannya. Gen akan mengendaalikan pola pertumbuhan dan perkembangan hewan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Hormon &lt;br /&gt;
Hormon merupakan senyawa organik yang mengatur pertumbuhan dan perkembangan hewan adalah hormon somatotrof (hormon pertumbuhan). Bila hewan kekurangan hormone pertumbuhan, maka pertumbuhan akan terhambat sehingga badannya kerdil. Bila kelebihan hormon pertumbuhan, maka akan mengalami pertumbuhan raksasa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Makanan &lt;br /&gt;
Makanan sangat diperlukan oleh hewan. Makanan digunakan sebagai zat pembangun tubuh dan sumber energi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Air &lt;br /&gt;
Air merupakan pelarut dan media untuk terjadinya reaksi metabolisme tubuh. Reaksi metabolisme ini akan menghasilkan energi, membantu pembentukan sel-sel yang baru, dan memperbaiki sel-sel yang rusak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Cahaya Matahari &lt;br /&gt;
Cahaya matahari sangat diperlukan dalam pembentukan vitamin D. Vitamin itu diperlukan dalam pembentukan tulang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B. Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah terjadinya penyerbukan, inti generatif serbuksari akan membelah menjadi dua sel sperma (gamet jantan). Satu sperma membuahi sel telur untuk membentuk zigot. Sperma yang lain menyatu dengan kedua inti sel yang terdapat di tengah kantung embrio untuk membentuk endosperma. Penyatuan dua sperma dengan sel-sel yang berbeda dalamkantung embrio disebut pembuahan ganda. Setelah fertilisasi ganda, bakal biji akan berkembang menjadi biji dan bakal buah akan berkembang menjadi biji dan bakal buah akan berkembang menjadi buah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Struktur Biji &lt;br /&gt;
Embrio dikelilingi oleh kotiledon dan endosperma yang merupakan persediaan makanan. Embrio dan persediaan makanannya terbungkus oleh selaput biji. Bila kita membuka biji kacang (dikotil), terlihat bahwa embrio melekat pada kotiledon. Di bawah titik pelekatan embrio dan kotiledon, terdapat sumbu embrionik yang disebut hipokotil. Di bawah hipokotil, terdapat radikula yang merupakan bakal akar. Bagian sumbu embrionik di atas kotiledon adalah epikotil. Pada ujungnya terdapat plumula yang merupakan bakal daun. &lt;br /&gt;
Pada biji kacang-kacangan, kotiledon berdaging sebelum biji berkecambah. Namun, kotiledon biji jarak sangat tipis dan mempertahankan persediaan makanannya di endosperma. Kotiledon ini akan menyerap zat-zat makanan dari endosperma dan memindahkannya ke embrio ketika biji jarak mulai berkecambah. Anggota famili rumput-rumputan memiliki kotiledon khusus yang disebut skutelum. Skutelum akan menyerap zat-zat makanan dari endosperma selama perkecambahan. Embrio biji rumput-rumputan terbungkus oleh lapisan koleorhiza dan koleoptil. Koleorhiza melindungi akar dan koleoptil melindungi tunas embrionik. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Perkecambahan Biji &lt;br /&gt;
Perkecambahan biji bergantung pada imbibisi. Imbibisi merupakan penyerapan air oleh biji. Air yang berimbibisi menyebabkan biji mengembang, memecahkan kulit biji, dan memicu perubahan metabolic &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
pada embrio yang menyebabkan biji tersebut melanjutkan pertumbuhannya. Zat-zat makanan dipindahkan dari endosperma atau kotiledon ke bagian embrio yang sedang tumbuh. &lt;br /&gt;
Organ pertama yang muncul dari biji yang berkecambah dinamakan radikula (bakal akar). Pada tanaman buncis, hipokotil akan tumbuh dan mendorong epikotil dan kotiledon ke atas permukaan tanah. Selanjutnya plumula yang terletak di ujung epikotil, akan berkembang menjadi daun pertama. Daun ini terus tumbuh dan berkembang menjadi hijau dan mulai berfotosintesis. Kotiledon akan layu dan rontok dari biji karena cadangan makanannya telah dihabiskan oleh embrio yang berkecambah. Perkecambahan biji yang disebabkan oleh pertumbuhan hipokotil yang mendorong kotiledon dan epikotil ke atas permukaan tanah ini disebut tipe perkecambahan epigeal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Faktor internal &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.) Gen &lt;br /&gt;
Ukuran, bentuk, dan kecepatan tumbuh dikendalikan oleh gen-gen yang terdapat di dalam kromosom. Gen-gen tersebut diariskan dari induk tumbuhan kepada keturunannya. Gen-gen tersebut akan mengatur pola dan kecepatan pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.) Hormon &lt;br /&gt;
Hormon merupakan senyawa organic yang mengatur pertumbuhan tumbuhan. Hormon juga dikenal sebagai zat tumbuh. Ada lima hormone tumbuhan, yaitu auksin, giberalin, sitokinin, asam absisat, dan etilen. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Auksin terdapat di embrio biji, meristem apical, dan daun-daun muda. Berfungsi untuk merangsang pemanjangan batang; pertumbuhan, diferensiasi, dan percabangan akar; dominansi apical; dan merangsang pembentukan bunga dan buah. Auksin &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
yang terdapat pada ujung batang (meristem apikal) dapat menghambat pertumbuhan tunas cabang. Keadaan ini disebut dominansi apikal. Karena itu, tumbuhan dapat tumbuh lurus dan tinggi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Giberelin terdapat pada meristem apikal akar, meristem apikal batang, dan daun. Giberelin berperan dalam mempercepat perkecambahan biji dan tunas; pemanjangan batang; pertumbuhan raksasa; terbentuknya buah yang besar dan tidak berbiji; dan merangsang perbungaan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Sitokinin dihasilkan pada bagian akar dan diangkut ke organ lainnya. Sitokinin berperan dalam pertumbuhan akar; merangsang pembelahan dan pertumbuhan sel; menghambat penuaan; menghambat dominasi apikal; dan mengatur pembentukan bunga dan buah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
d. Asam absisat terdapat pada daun, batang, akar, dan buah. Asam absisat berperan dsalam menghambat pertumbuhan ketika keadaan lingkungan tidak memungkinkan (cekaman lingkungan) dan penutupan stomata selama kekurangan air. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
e. Etilen terdapat pada buah yang matang, batang, daun, dan bunga yang sudah tua. Etilen berperan dalam pematangan buah dan pengguguran daun dan bunga. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Faktor eksternal &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.) Air dan mineral &lt;br /&gt;
Tumbuhan memerlukan air dan mineral untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Air dan mineral diserap dari dalam tanah oleh akar. Air berfungsi sebagai pelarut dan untuk fotosintesis. Mineral seperti karbon, nitrogen, fosfat, kalsium, dan magnesium berguna sebagai bahan pembangun tubuh tumbuhan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.) Kelembapan &lt;br /&gt;
Kelembapan menunjukkan kandungan air di tanah dan udara. Bila kelembapan rendah, transpirasi akan meningkat sehingga &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
penyerapan air dan mineral semakin banyak. Keadaanini dapat memacu laju pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.) Cahaya &lt;br /&gt;
Cahaya matahari sangat diperlukan dalam proses fotosintesis. Proses ini menghasilkan makanan yang dapat digunakan untuk mendapatkan energi dan membangun tubuh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Metagenesis &lt;br /&gt;
Siklus hidup tumbuhan memperlihatkan suatu pergiliran keturunan (metagenesis). Pergiliran keturunan meliputi fase gametofit dan sporofit. Fase gametofit atau fase generatif merupakan tahap menghasilkan gamet haploid. Fase sporofit atau fase vegetatif merupakan tahap menghasilkan spora. Gametofit menghasilkan gamet haploid yang menyatu membentuk zigot. Zigot berkembang menjadi sporofit diploid. Pembelahan sporofit, menghasilkan spora yang menghasilkan generasi gametofit berikutnya. Tumbuhan lumut dan paku mengalami pergiliran keturunan. Pada tumbuhan lumut, gametofit merupakan tahapan dominant dan dapat diamati. Sedangkan pada tumbuhan paku, sporofit merupakan tahapan dominant dan dapat diamati. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
C. Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Perkembangan Embrio dalam Rahim &lt;br /&gt;
Embrio yang menempel pada rahim (uterus) terus tumbuh dan berkembang sampai terbentuk dua bagian utama sel dan jaringan. Bagian pertama berupa embrio yang akan menjadi janin, bagian lain akan membentuk membran ekstraembrio. Membran ekstraembrio ini selanjutnya membentuk amnion dan tali pusat yang merupakan penghubung antara embrio dengan jaringan induknya. &lt;br /&gt;
Fungsi plasenta dan tali pusat adalah untuk mengalirkan makanan dan oksigen dari induk ke embrio serta mengalirkan sisa-sisa metabolisme embrio ke peredaran darah induknya. Perkembangan embrio selanjutnya adalah sebagai berikut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. pada umur empat minggu, janin sudah memperlihatkan pertumbuhan mata dan telinga; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. pada umur kira-kira 8 minggu, janin sudah mirip dengan bayi dengan kepala lebih besar, mata, telinga, hidung, jari tangan dan jari kaki mulai terlihat; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. pada umur 10 minggu, panjang embrio kira-kira 6 cm, ukuran kepala masih lebih besar dari badannya; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
d. pada umur kira-kira 8 bulan (32 minggu), panjang janin kurang lebih 40 cm; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
e. pada umur kira-kira 9 bulan, bayi mencapai perkembangan yang sempurna dan panjangnya kira-kira 50 cm serta beratnya + 3 kg. Begitu bayi siap untuk dilahirkan otot-otot pada rahim berkontraksi secara teratur dan mendorong bayi keluar dari rahim melalui vagina. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Tahapan Perkembangan Manusia &lt;br /&gt;
Pada masa pubertas, terjadi pertumbuhan sekunder dan pematangan organ kelamin manusia sehingga mampu bereproduksi atau manghasilkan keturunan. Pertumbuhan sekunder yang terjadi pada anak laki-laki dan wanita selama masa pubertas dapat dilihat sebagai berikut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rata-rata &lt;br /&gt;
usia &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rentang usia &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Laki-laki &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rata-rata usia &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rentang usia &lt;br /&gt;
Buah dadak mulai berpucuk &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 10 th &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 8-13 th &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Buah zakar mulai membesar &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 11,5 th &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 9,5-13,5 th &lt;br /&gt;
Peningkatan tinggi badan &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 10 th &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 8-13 th &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Peningkatan tinggi badan &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 12,5 th &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 10,5-16 th &lt;br /&gt;
Rambut kemaluan muncul &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 10,5 th &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 8-14 th &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rambut kemaluan muncul &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 12 th &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 10-15 th &lt;br /&gt;
Penis mulai membesar &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 12 th &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 14-15,5 th &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://putupermana.blogspot.com/2012/03/pertumbuhan-dan-perkembangan-makhluk.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-828251437225892578.post-8588357317680986654</guid><pubDate>Sun, 18 Mar 2012 05:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-17T22:35:30.910-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Materi Kuliah</category><title>ANATOMI DAUN DIKOTIL SEMESTER 3</title><description>&lt;br /&gt;Daun tumbuhan tersusun atas epidermis yang berkutikula dan terdapat stomata atau trikoma. Sistem jaringan dasar pada daun monokotil dan dikotil dapat dibedakan. Pada tumbuhan dikotil sistem jaringan dasar (mesofil) dapat dibedakan atas jaringan pagar dan bunga karang, tidak demikian halnya pada monokotil khususnya famili Graminae. Sistem berkas pembuluh terdiri atas xilem dan floem yang terdapat pada tulang daun.&lt;br /&gt;Daun merupakan modifikasi dari batang, merupakan bagian tubuh tumbuhan yang paling banyak mengandung klorofil sehingga kegiatan fotosintesis paling banyak berlangsung di daun. Anatomi daun dapat dibagi menjadi 3 bagian :&lt;br /&gt;1. Epidermis&lt;br /&gt;Epidermis merupakan lapisan terluar daun, ada epidermis atas dan epidermis bawah, untuk mencegah penguapan yang terlalu besar, lapisan epidermis dilapisi oleh lapisan kutikula. Pada epidermis terdapatstoma/mulut daun, stoma berguna untuk tempat berlangsungnya pertukaran gas dari dan ke luar tubuh tumbuhan.&lt;br /&gt;2. Parenkim atau Mesofil&lt;br /&gt;Parenkim daun terdiri dari 2 lapisan sel, yakni palisade (jaringan pagar) dan spons (jaringan bunga karang), keduanya mengandung kloroplast. Jaringan pagar sel-selnya rapat sedang jaringan bunga karang sel-selnya agak renggang, sehingga masih terdapat ruang-ruang antar sel. Kegiatan fotosintesis lebih aktif pada jaringan pagar karena kloroplastnya lebih banyak daripada jaringan bunga karang.&lt;br /&gt;3. Jaringan Pembuluh&lt;br /&gt;Jaringan pembuluh daun merupakan lanjutan dari jaringan batang, terdapat di dalam tulang daun dan urat-urat daun.&lt;br /&gt;Daun pada banyak dikotil (dan sebagian monokotil) bersifat dorsiventral, yaitu memiliki permukaan atas (adaxial) dan bawah (abaxial) yang berbeda secara morphologis.&lt;br /&gt;1. Epidermis atas terdiri dari satu lapis sel, berbentuk persegi, dinding terluarnya ditutupi oleh kutikula, dan tidak mengandung kloroplas. Beberapa stomata, jika ada, dapat ditemui pada epidermis atas.&lt;br /&gt;2. Mesofil Palisade. Terletak persis di bawah epidermis atas dan terdiri dari satu atau lebih lapisan yang agak sempit, sel – sel berdinding tipis yang sangat berdekatan, sel – sel persegi memanjang ke arah epidermis. Masing – masing sel terdiri dari banyak kloroplas. Ada system yang telah terbentuk dari ruang antar sel melalui jaringan ini.&lt;br /&gt;3. Mesofil bunga karang (spongy mesophyll). Terdiri dari sel berdinding tipis, longgar, bentuk tidak teratur, dimana banyak ruang antar sel. Kloroplas ada di sel – sel ini, tapi dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan dengan sel palisade.&lt;br /&gt;4. Epidermis bawah, serupa dalam struktur permukaan atas, tapi memiliki banyak stomata. Tiap pori stomata terbuka ke arah ruang antar sel besar yang disebut ruang substomata atau cavity.&lt;br /&gt;5. Sistem vaskular. Potongan ke arah daerah midrib menunjukkan bentuk xylem seperti bulan sabit ke arah permukaan atas daun dan floem ke arah permukaan bawah. Di atas dan di bawah benang vaskuler,m di sebelah epidermis atas dan bawah, jaringan mesofil digantikan oleh sel – sel kolenkim yang meningkatkan kekuatan mekanis daun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</description><link>http://putupermana.blogspot.com/2012/03/anatomi-daun-dikotil-semester-3.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-828251437225892578.post-6847454597999893827</guid><pubDate>Sun, 18 Mar 2012 05:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-17T22:34:10.506-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Materi Kuliah</category><title>PROPOSAL BISNIS WARNET SEMESTER 3</title><description>&lt;br /&gt;A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Warnet adalah sebuah usaha yang bergerak dibidang jasa penyewaan yang menggunakan media computer. Dari jasa penyewaan yang kami berikan sangat bermacam-macam diantaranya : persewaan computer (warnet), pengetikan computer baik itu berupa makalah, proposal, skripsi dan karya ilmiah dan penggunaan untuk internet. &lt;br /&gt;Persewaan computer (warnet) adalah costumer menyewa salah satu computer kami untuk melakukan pengetikan di tempat usaha kami dan untuk biaya persewaan kami buat harga dengan satuan jam, sedankan setiap jamnya ditarik biaya sekitar 2500/jam.&lt;br /&gt;Pengetikan computer adalah setiap orang/mahasiswa yang memiliki tugas untuk makalah atau skripsi atau yang berhubungan dengan pengetikan computer. Sedangkan untuk pengerjaanya biasaanya kami menghitung setiap lembar, spasi, ukuran huruf pengetikan. Jadi pengetikan ini ditarik biaya sesuai dengan spasi dan ukuran semakin spasinya kecil dan hurufnya kecil biayanya semakin mahal. Selain itu kami juga melayani pengeprint-nan jadi yang dimaksud dengan pengeprint-nan&amp;nbsp; disini adalah costumer membawa hasil ketikan yang sudah ada di diskette atau flasdisk dan juga kami menyewakan computer untuk internet atau pengetikan makalah dan lain-lain oeleh sipemijam tersebut.&lt;br /&gt;Terjemahan dikarena terlalu miskinya ilmu pengetahuan tentang bahasa baik bahasa arab ataupun inggris dengan adanya jasa ini akan membantu para costumer yang ingin menggunakan jasa tentang pengalihan bahasa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; LATAR BELAKANG&lt;br /&gt;Berdirinya usaha ini dikarenakan banyaknya kebutuhan mahasiswa tentang pengetikan dan pencarian imformasi dari internet karena didaerah ini kurangnya minat untuk menggunakan komputerisasi disamping itu juga ada kendala lain seperti minimnya hamasiswa yang mempunyai computer. Sedangkan tugas yang diberikan oleh dosen itu kebanyakan harus menggunakan media computer. Dari situlah kami membuka usaha tentang pengetikanm dan persewaan computer ini.&lt;br /&gt;Juga didorong oleh keinginan kami yang ingin mandiri. Sehingga kami mencoba meningkatkan kreatifitas kami dengan mendirikan sebuah badan usaha yang mudah-mudahan ini menjadikan ladang amal dan bermanfaat bagi kami dan juga bagi masyarakat sekitar.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;C.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ASUMSI&lt;br /&gt;Sebagai perusahaan jasa seperti ini kami juga merasa cukup sulit untuk memastikan beberapa kebutuhan pasar terhadap produk kami, dikarenakan apabila pada waktu liburan semester untuk mahasiwa al-Hilal dan Unigha sigli Aceh (NAD), maka otomatis usaha kami itu harus menerimah minimnya pendapatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; POKOK PERMASALAHAN&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kurang efektif waktu usaha ketika mahasiwa al-Hilal dan Unigha sigli Aceh (NAD) sedang ada liburan &lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tempat pendirian usaha ini yang kurang strategis antara kampus dengan lingkungan perumahan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; TUJUAN&lt;br /&gt;Memberikan berbagai akses keunggulan komputerisasi melalui pelayanan pengetikan serta internetan. Sehingga para costumer khususnya mahasiswa mendapatkan berbagai kemudahan dan kecepatan dalam pemenuhan kebutuhan yang mendukung untuk perkuliahan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; SEGMENTASI PASAR&lt;br /&gt;Target pasar&lt;br /&gt;Unit pelatihan, pengembangan mahasiswa atau remaja yang membutuhkan teknologi komputerisasi dan internet yang membantu mereka dalam mengembangkan kemampuan dan kreatifitas dalam dunia computer dan internetan.&lt;br /&gt;Peralatan computer seperti:&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Computer Pentium IV intel 2,46 GHz processor&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Computer AMD/ALTON 2,4 GHz processor&lt;br /&gt;Peralatan printer seperti:&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Printer canon iP 1200 (pixma)&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Epson stylus C 45 SX&lt;br /&gt;Sedangkan peralatan scanner:&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Canon scanner&lt;br /&gt;Keunggulan kami dibandingkan dengan yang lain adalah penguasaan dalam seni desain karya ilmiah (surat, makalah, proposal, skripsi, internetan dan yang lain) dengan pengetahuan dasar yang cukup terhadap internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; LINGKUP KEGIATAN&lt;br /&gt;Dalam era globalisasi seperti sekarang ini sangat dibutuhkan sekali ketrampilan dalam ruang lingkup dunia computer dikarenakan sekarang ini banyak sekali perusahaaan yang menggunakan teknologi seperti ini, karena disamping perawatanya mudah, hasil yang dicapainya juga sangat bagus dalam membuat suatu pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; TIM PELAKSANA&lt;br /&gt;Dalam melaksanakan usaha ini terdiria atas 5 orang, dengan bagian yang berbeda:&amp;nbsp; 1 orang sebagai mekanik/programmer computer, 1 orang sebagai pengatur manejemen usaha ini dan, 3 orang sebagai yang melayani jasa seperti pengetikan, terjemahan dan scanner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; PERALATAN USAHA&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Computer 8 unit&lt;br /&gt;A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4 unit intel Pentium IV 2,46 GHz processor&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; VGA 64 MHz&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 256 MHz DDR-Ram Visipro&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; HDD 40 GB Seagite&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; CD-Rom 52 X Samsung&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 15” Digital Monitor Samsung Synmantec 551 V&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Floppy Disk 3 ½ “&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Keyboard merk Hp&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mouse Genius&lt;br /&gt;B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4 unit computer AMD/ATLON&amp;nbsp; 2,4 GHz&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; VGA 64 MHz&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 265 MHz DDR-Ram Visipro&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; HDD 40GB Seagate&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; CD-Rom 52 X&amp;nbsp; ASUS&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 15” Digital Monitor Samsung Synmantec 551 V&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Floppy Disk 3 ½ “&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Keyboard merk Hp&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mouse Genius&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Printer 2 unit&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1 Unit Printer canon iP1200 (pixma)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; USB Socket&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Speed 26 PPM&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hasil Cetak 2880 DPI&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1 Unit Printer Epson Stylus C 45 SX&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; USB Socket&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Speed 12 PPM&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hasil Cetak 2880 DPI&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Scanner 1 unit&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Canon Scan 8400F 3200x6400 DPI Resolusion&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Etalase 1 unit&lt;br /&gt;J.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ANGGARAN BIAYA&lt;br /&gt;KETERANGAN &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jumlah &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Biaya &lt;br /&gt;Personal computer &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 8 Set @ Rp 2.500.000&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rp . 20.000.000&lt;br /&gt;Printer &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2 Set @ Rp. 560.000&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rp&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1.120.000&lt;br /&gt;Scanner &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1 Set @ Rp. 1.100.000&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rp&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1.100.000&lt;br /&gt;Etalase &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1 Unit @ Rp 1.000.000&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rp&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1.000.000&lt;br /&gt;Kertas print&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 5 Trim @ Rp 23.000&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rp&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 115.000&lt;br /&gt;Tinta printer&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2 Dos @ Rp 21.000&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rp&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 42.000&lt;br /&gt;Plakat/Papan Nama&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1 Buah @ Rp 350.000&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rp&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 350.000&lt;br /&gt;Sewa gedung&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3 tahun @ rp 2.500.000&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rp&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 7.500.000&lt;br /&gt;Total cost &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rp&amp;nbsp;&amp;nbsp; 31.227.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; PENUTUP&lt;br /&gt;Demikianlah adanya proposal bisnis usaha warnet ini disusun&amp;nbsp; dengan pertimbangan yang sebenar-benarnya serta dengan dasar harapan bahwa untuk ke depan dapat meraih kesuksesan yang pasti bersama Rahmad Allah SWT, atas segenap perhatian dan kerjasamanya kami sampaikan terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</description><link>http://putupermana.blogspot.com/2012/03/proposal-bisnis-warnet-semester-3.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-828251437225892578.post-507841477398147495</guid><pubDate>Sun, 18 Mar 2012 05:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-17T22:32:04.999-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Materi Kuliah</category><title>MAKALAH BIMBINGAN KONSELING SEMESTER 3</title><description>&lt;br /&gt;I.PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Latar Belakang&lt;br /&gt;Bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok agar mandiri dan bisa berkembang secara optimal, dalam bimbingan pribadi, sosial, belajar maupun karier melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung berdaarkan norma-norma yang berlaku (SK Mendikbud No. 025/D/1995).Bimbingan dan konseling merupakan&amp;nbsp; upaya proaktif dan sistematik dalam memfasilitasi individu mencapai tingkat perkembangan yang optimal, pengembangan perilaku yang efektif, pengembangan lingkungan, dan peningkatan fungsi atau manfaat individu dalam lingkungannya. Semua perubahan perilaku tersebut merupakan proses perkembangan individu, yakni proses interaksi antara individu dengan lingkungan melalui interaksi yang sehat dan produktif. Bimbingan dan konseling memegang tugas dan tanggung jawab yang penting untuk mengembangkan lingkungan, membangun interaksi dinamis antara individu dengan lingkungan, membelajarkan individu untuk mengembangkan, merubah dan memperbaiki perilaku.Bimbingan dan konseling bukanlah kegiatan pembelajaran dalam konteks&amp;nbsp; adegan mengajar yang layaknya dilakukan guru sebagai pembelajaran bidang studi, melainkan layanan ahli dalam konteks memandirikan peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rumusan masalah&lt;br /&gt;Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu agar mahasiswa:&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Apa&amp;nbsp; defenisi bimbingan dan konseling yang ditulis para ahli?&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Apa&amp;nbsp; fungsi dari bimbingan konseling.&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Apa&amp;nbsp; macam asas&amp;nbsp; bimbingan konseling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tujuan&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dapat menganalisis,mengdeskripsikan,kata kunci, menanggapi dan menyimpulkan defenisi bimbingan dan konseling yang ditulis para ahli.&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menaggapi sebagai calon guru fungsi dari bimbingan konseling.&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menginternalisasikan berbagai macam asas&amp;nbsp; bimbingan konseling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.LANDASAN TEORI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia adalah mahluk sosial. Artinya adalah manusia tidak dapat hidup sendiri.Sehingga manusia tersebut mau tak mau harus dapat hidup berkelompok dan menyesuaikandengan lingkungan sekitar. Menurut berbagai ahli filsafat, (Victor Frankl, Patterson,&lt;br /&gt;Alblaster &amp;amp; Lukes, Thompson &amp;amp; Rudolph, dalam Prayitno, 2003) telah mendeskripsikantentang hakikat manusia sebagai berikut :&lt;br /&gt;• Manusia adalah makhluk rasional yang mampu berfikir dan mempergunakan ilmu untuk&lt;br /&gt;meningkatkan perkembangan dirinya.&lt;br /&gt;• Manusia dapat belajar mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya apabila dia&lt;br /&gt;berusaha memanfaatkan kemampuan-kemampuan yang ada pada dirinya.&lt;br /&gt;• Manusia berusaha terus-menerus memperkembangkan dan menjadikan dirinya sendiri&lt;br /&gt;khususnya melalui pendidikan.&lt;br /&gt;• Manusia dilahirkan dengan potensi untuk menjadi baik dan buruk dan hidup berarti upaya&lt;br /&gt;untuk mewujudkan kebaikan dan menghindarkan atau setidak-tidaknya mengontrol&lt;br /&gt;keburukan.&lt;br /&gt;• Manusia memiliki dimensi fisik, psikologis dan spiritual yang harus dikaji secara&lt;br /&gt;mendalam.&lt;br /&gt;• Manusia akan menjalani tugas-tugas kehidupannya dan kebahagiaan manusia terwujud&lt;br /&gt;melalui pemenuhan tugas-tugas kehidupannya sendiri.&lt;br /&gt;• Manusia adalah unik dalam arti manusia itu mengarahkan kehidupannya sendiri.&lt;br /&gt;• Manusia adalah bebas merdeka dalam berbagai keterbatasannya untuk membuat&lt;br /&gt;Pilihan-pilihan yang menyangkut perikehidupannya sendiri. Kebebasan ini memungkinkan&lt;br /&gt;manusia berubah dan menentukan siapa sebenarnya diri manusia itu adan akan menjadiapa manusia itu.Manusia pada hakikatnya positif, yang pada setiap saat dan dalam suasana apapun,&lt;br /&gt;manusia berada dalam keadaan terbaik untuk menjadi sadar dan berkemampuan untukmelakukan sesuatu. Untuk menciptakan berkesinambungannya peradaban manusia, makaperan pendidikan sangatlah penting. Perhatian yang penuh terhadap peningkatan mutu pendidikan akan berefek pula terhadap semakin tingginya peradaban manusia. artikel pendidikan yang disajikan dibawah ini ingin sedikit mengupas beberapa sisi pendidikan, karakter pendidikan, metode&lt;br /&gt;pendidikan, tujuan pendidikan, pengembangan pendidikan, kurikulum pendidikan sertabeberapa kejadian seputar pendidikan.&lt;br /&gt;Salah satu unsur pendidikan yang sangat mempengaruhi peradaban manusia adalahpenyelenggaraan bimbingan konseling, dimana bimbingan konseling sangat penting untukmenciptakan hubungan manusia yang harmonis antara manusia dan lingkungan, manusia danmanusia ataupun manusia dengan Tuhannya.&lt;br /&gt;Dasar pemikiran penyelenggaraan bimbingan dan konseling bukan semata-mata terletakpada ada atau tidak adanya landasan hukum (perundang-undangan) atau ketentuan dari atas,namun yang lebih penting adalah menyangkut upaya memfasilitasi peserta didik yangselanjutnya disebut konseli, agar mampu mengembangkan potensi dirinya atau mencapai tugas-tugas perkembangannya (menyangkut aspek fisik, emosi, intelektual, sosial, dan moral-spiritual).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konseling sebagai seorang individu yang sedang berada dalam proses berkembang ataumenjadi (on becoming), yaitu berkembang ke arah kematangan atau kemandirian. Untukmencapai kematangan tersebut, konseli memerlukan bimbingan karena mereka masih kurang&lt;br /&gt;memiliki pemahaman atau wawasan tentang dirinya dan lingkungannya, juga pengalamandalam menentukan arah kehidupannya. Disamping itu terdapat suatu keniscayaan bahwa proses perkembangan konseli tidak selalu berlangsung secara mulus, atau bebas dari masalah.Dengan kata lain, proses perkembangan itu tidak selalu berjalan dalam alur linier, lurus, atau searah dengan potensi, harapan dan nilai-nilai yang dianut.Perkembangan konseli tidak lepas dari pengaruh lingkungan, baik fisik, psikis maupunsosial. Sifat yang melekat pada lingkungan adalah perubahan. Perubahan yang terjadi dalamlingkungan dapat mempengaruhi gaya hidup (life style) warga masyarakat. Apabilaperubahan yang terjadi itu sulit diprediksi, atau di luar jangkauan kemampuan, maka akan melahirkan kesenjangan perkembangan perilaku konseli, seperti terjadinya stagnasi (kemandegan) perkembangan, masalah-masalah pribadi atau penyimpangan perilaku. Perubahan lingkungan yang diduga mempengaruhi gaya hidup, dan kesenjangan perkembangan tersebut, diantaranya:&lt;br /&gt;a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; pertumbuhan jumlah penduduk yang cepat, pertumbuhan kota-kota, kesenjangan tingkat sosial&lt;br /&gt;b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ekonomi masyarakat, revolusi teknologi informasi, pergeseran fungsi atau struktur keluarga&lt;br /&gt;c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; perubahan struktur masyarakat dari agraris ke industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III.&amp;nbsp; PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.PENGERTIAN BIMBINGAN DAN KONSELING&lt;br /&gt;Pengertian Bimbingan menurut para ahli adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan sebagai bantuan yang diberikan kepada individu untuk memilih, memprsiapkan diri, dan memangku suatu jabatan serta mendapat kemajuan dalam jabtan yang dipilihnya itu (Frank Parson, dalam Jones 1951)&lt;br /&gt;Analisis dan Deskripsi kata kunci:&lt;br /&gt;a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan diberikan kepada individu&lt;br /&gt;b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan mempersiapkan individu untuk memasuki suatu jabatan.&lt;br /&gt;c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan menyiapkan individu agar mencapai kemajuan dalam jabatan.&lt;br /&gt;Tanggapan: bantuan&amp;nbsp; hanya menitik beratkan pada jabatan tidak termasuk yang lain.&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan membantu individu untuk memahami dan menggunakan secara luas kesempatan-kesempatan pendidikan, jabatan dan pribadi yang mereka miliki atau dapat mereka kembangkan dan satu bentuk bantuan yang sistematik melalui mana siswa dibantu untuk dapat memperoleh penyesuaian yang baik terhadap sekolah terhadap kehidupan. (Donsmor dan Miller, dalam Mc Daniel 1969)&lt;br /&gt;Analisis dan Deskripsi kata kunci:&lt;br /&gt;a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan berusaha membantu individu untuk memahami dan menggunakan secara luas kesempatan-kesempatan pendidikan,&amp;nbsp; jabatan&lt;br /&gt;b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan dilakukan secara sistematis &lt;br /&gt;c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan bertujuan agar menyesuaikan diri dengan kebutuhan sekolah dan kehidupan.&lt;br /&gt;Tanggapan: &lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan membantu setiap individu lebih mengenali informasi dunia sendiri (Chikolmn, dalam Mc Daniel 1959)&lt;br /&gt;Analisis dan Deskripsi kata kunci:&lt;br /&gt;a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan membantu setiap individu.&lt;br /&gt;b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan berusaha agar klien memahami diri sendiri.&lt;br /&gt;Tanggapan: individu hanya dapat mengenali dirinya sendiri tanpa lingkungan lain.&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan adalah bagian dari proses pendidikan yang teratur dan sistematik guan membatu pertumbuhan anak muda atas kekuatannya dalam menentukan dan mengarahkan hidupnya sendiri, yang pada akhirnya dia memperoleh pengalaman-pengalaman yang dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi masyarakat. (Lefever, dalam Mc Daniel 1959).&lt;br /&gt;Analisis dan Deskripsi kata kunci:&lt;br /&gt;a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan merupakan bagian dari proses pendidikan.&lt;br /&gt;b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan dilakukan secara teratur dan sistematik.&lt;br /&gt;c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan diberikan anak muda.&lt;br /&gt;d.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan menentukan dan mengarahkan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;e.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan berusaha agara klien memproleh pengalaman-pengalam yang berguna.&lt;br /&gt;Tanggapan: tidak semua pengalaman berguna dan dapat dijadikan sebagai pedoman.&lt;br /&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan sebagai proses pelayanan yang diberikan kepada individu-individu guna membantu memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam membuat pilihan,rencana, dan interprestasi yang diperlukan untuk menyesuaikan yang baik.(Smith, dalam Mc Daniel 1959)&lt;br /&gt;Analisis dan Deskripsi kata kunci:&lt;br /&gt;a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan merupakan suatu proses layanan.&lt;br /&gt;b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan memberikan bantuan kepada individu.&lt;br /&gt;c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan bertujuan agar klien memperoleh pengetahuan dan keterampilan.&lt;br /&gt;d.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bantuan yang diberikan melalui bimbingan digunakan untuk membuat piliha-pilihan, rencana-rencana dan interpretasi&lt;br /&gt;e.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bantuan untuk penyusuain diri yang baik.&lt;br /&gt;Tanggapan: bantuan tersebut hanya membantu untuk menentukan pilihan tidak memahami diri sendiri.&lt;br /&gt;6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan adalah bantuan yang diberikan oleh seseorang, laki-laki atau perempuan, yang memiliki kepribadian yang memadai dan terlatih dengan baik kepada individ-individu setiap usia untuk membantunya mengatur kegiatan, hidupnya sendiri, mengembangkan pandangan hidupnya, membuat keputusan sendiri dan menaggung bebannya sendiri. (Crow &amp;amp; Crow, 1960)&lt;br /&gt;Analisis dan Deskripsi kata kunci:&lt;br /&gt;a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan seseorang laki-laki atau perempuan.&lt;br /&gt;b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan berbenah agar klien memiliki kepribadian yang memadai dan terlatih dengan baik.&lt;br /&gt;c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bantuan melaui bimbingan diberikan kepada individu.&lt;br /&gt;d.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan untuk klien sembarang usia.&lt;br /&gt;e.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan bertujuan agar klien memperoleh kemandirian dalam membuat rencana dan membuat keputusan-keputusan.&lt;br /&gt;f.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan bertujuan agar klien bertanggung&amp;nbsp; jawab atas keputusan-keputusan yang dibuat.&lt;br /&gt;Tanggapan: kurang memberikan pemehaman terhadap lingkungannya.&lt;br /&gt;7.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan membantu sesorang agar berguna, tidak sekedar mengikuti kegiatan yang berguna. (Tiedeman, dalam Bernard &amp;amp; Fullmer 1969)&lt;br /&gt;Analisis dan Deskripsi kata kunci:&lt;br /&gt;a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimibngan membantu seseorang agar menjadi berguna.&lt;br /&gt;Tanggapan: baik, karena seseorang dapat berguna dalam berbagai hal.&lt;br /&gt;8.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan dapat diartikan sebagai bagian dari keseluruhan pendidikan yang membantu menyediakan kesempatan-kesempatan pribadi dan layanan staf ahli dengan cara mana setiap individu dapat mengembangkan kemampuan-kemampuan dan kesanggupannya sepenuh-penuhnya sesuai dengan ide-ide demokrasi. ( Mortensen &amp;amp; Schmuller, 1976)&lt;br /&gt;Analisis dan Deskripsi kata kunci:&lt;br /&gt;a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan merupakan bagian dari keseluruhan usaha pendidikan.&lt;br /&gt;b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan menyediakan berbagai kesempatan.&lt;br /&gt;c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan dilakukan oleh orang yang ahli.&lt;br /&gt;d.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan mengembangkan kemampuan secara optimal.&lt;br /&gt;e.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan sesuai dengan ide-ide demokratisasi bahwa masing-masing anak memiliki bakat kemampuan dan minat yang berbeda antara yang satu dengan yang lain.&lt;br /&gt;Tanggapan: kemampuan individu dapat dikembangkan dengan memperhatikan kemampuan masing-masing individu.&lt;br /&gt;9.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan merupakan segala kegiatan tujuan meningkatkan realisasi pribadi setiap individu.( Bernard &amp;amp; Fullmer 1969) .&lt;br /&gt;Analisis dan Deskripsi kata kunci:&lt;br /&gt;a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan itu dilakukan dengan berbagai cara.&lt;br /&gt;b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan itu dilakukan untuk meningkatkan kewujudan diri.&lt;br /&gt;c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan itu diberikan kepada individu.&lt;br /&gt;Tanggapan: bimbingan hanya untuk mencapai tujuan realisasi individu.&lt;br /&gt;10.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan sebagai pendidikan dan perkembangan yang menekankan proses belajar yang sistematis. Mathewson, dalam Bernard &amp;amp; fullmer 1969).&lt;br /&gt;Analisis dan Deskripsi kata kunci:&lt;br /&gt;a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan merupakan pendidikan dan perkembangan.&lt;br /&gt;b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan ditekankan pada proses belajar.&lt;br /&gt;Tanggapan: tidak adanya pemahaman terhadap pribadi.&lt;br /&gt;11.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan adalah yang bantuan yang diberikan kepada individu dalam membuat pilihan-pilihan dan penyesuaian-penyesuain yang bijaksana. Bantuan itu berdasarkan atas prinsip demokrasi yang merupakan tugas setiap individu untuk memilih jalan hidupnya sendiri sejauh tidak mencampuri hak orang lain. Kemampuan membuat pilihan seperti itu tidakditurunkan atau diwarisi tetapi harus dikembangkan. (Jones, Staffire &amp;amp; Stewart, 1970)&lt;br /&gt;Analisis dan Deskripsi kata kunci:&lt;br /&gt;a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan merupakan proses bantuan.&lt;br /&gt;b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan diberikan kepada individu.&lt;br /&gt;c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan bertujuan agar klien dapat membuat pilihan-pilihan secara bijaksana.&lt;br /&gt;d.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan dilaksanakan berdasarkan atas prinsip-prinsip bahwa setiap individu mempunyai hak dan kewajiban memilih jalan hidupnya sendiri.&lt;br /&gt;e.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dalam memilih jalannya itu, individu tidak mencampuri hak orang lain.&lt;br /&gt;f.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kemampuan membuat pilihan-pilhan dan keputusan-keputusan tidak diturunkan atau diwarisi , melainkan harus dikembangkan sendiri oleh yang bersangkutan.&lt;br /&gt;Tanggapan: kurangnya pemahaman terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;Pengertian Konseling menurut para ahli adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Konseling adalah kegiatan dimana semua fakta dikumpulkan dan semua pengalaman siswa difokuskan pada masalah tertentu untuk diatasi sendiri oleh yang bersangkutan, dimana ia diberi bantuan pribadi dan langsung dalam pemecahan masalah itu. Konselor tidak memecahkan masalah untuk klien. Konseling harus ditujukan pada perkembangan yang progresifdari individu untuk memecahkan masalah-masalahnya sendiri tanpa bantuan. (Jones,1951)&lt;br /&gt;Rumusan 1&lt;br /&gt;a)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Konseling terdiri atas kegiatan : pengungkapan fakta atau data tentang siswa, serta pengarahan pada siswa untuk dapat mengatasi sendiri masalah-masalah yang dihadapinya.&lt;br /&gt;b)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bantuan itu diberikan secara langsung kepada siswa.&lt;br /&gt;c)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tujuan konseling adalah agar siswa dapat mencapai perkembangan yang semakin baik, semakin maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Interaksi yang terjadi antara dua orang individu, masing-masing disebut konselor dan klien terjadi dalam suasana yang profesional dilakukan dan dijaga sebagai alat memudahkan perubahan-perubahan dalam tingkah laku klien. (Pepinsky &amp;amp; Pepinsky, dalam Shertzer &amp;amp; Stone, 1974). &lt;br /&gt;Rumusan 2&lt;br /&gt;a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Konseling merupakan proses interaksi antara dua orang individu, masing-masing disebut konselor dan klien.&lt;br /&gt;b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dilakukan dalam suasana profesional.&lt;br /&gt;c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Berfungsi dan bertujuan sebagai alat (wadah) untuk memudahkan perubahan tingkah laku klien.&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Suatu proses yang terjadi dalam hubungan tatap muka antara seorang individu yang terganggu oleh karena masalah-masalah yang tidak dapat diatasinya sendiri dengan seorang pekerja yang profesional, yaitu orang yang telah terlatih dan berpengalaman membantu orang lain mencapai pemecahan-pemecahan terhadap berbagai jenis kesulitan pribadi. (Maclean, dalam Shertzer &amp;amp; Stone, 1974).&lt;br /&gt;Rumusan 3&lt;br /&gt;a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Konseling merupakan suatu proses pemberian bantuan. &lt;br /&gt;b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dilakukan dalam suasana hubungan tatap muka.&lt;br /&gt;c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Individu yang dikonseling adalah individu yang sedang mengalami gangguan atau masalah. &lt;br /&gt;d.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dilakukan oleh orang yang ahli , yaitu orang yang telah terlatih baik dan telah memiliki pengalaman.&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bertujuan untuk mengatasi masalah/gangguan.&lt;br /&gt;Suatu prosesdimana konselor membantu konseli membuat interpretasi-interpretasi tentang fakta-fakta yang berhubungan dengan pilihan, rencana atau penyesuaian-penyesuaian yang perlu dibuatnya. (Smith, dalam Shertzer &amp;amp; Stone,1974).&lt;br /&gt;Rumusan 4&lt;br /&gt;a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Konseling merupakan proses pemberian bantuan.&lt;br /&gt;b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bantuan tersebut dilakukan dengan menginterpretasikan fakta-fakta atau data, baik mengenai diri individu yang dibimbing sendiri maupun lingkungannya, khususnya yang menyangkut pilihan-pilihan dan rencana-rencana yang akan dibuat.&lt;br /&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Konseling merupakan suatu proses untuk membantu individu mengatasi hambatan-hambatan perkembangan dirinya, dan untuk mencapai perkembangan optimal kemampuan pribadi yang dimilikinya, proses tersebut dapat terjadi setiap waktu. (Division of Conseling Psychology).&lt;br /&gt;Rumusan 5&lt;br /&gt;a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Konseling merupakan proses pemberian bantuan.&lt;br /&gt;b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bantuan diberikan kepada individu-individu yang sedang mengalami hambatan atau gangguan dalam proses perkembangannya.&lt;br /&gt;c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Konseling dapat dilakuka pada setiap waktu.&lt;br /&gt;d.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Konseling bertujuan agar individu dapat mencapai perkembangan yang optimal.&lt;br /&gt;6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Suatu rangkaian pertemuan langsung dengan individu yang ditujukan pada pemberian bantuan kepadanya untuk dapat menyesuaikan dirinya secara lebih efektif dengan dirinya sendiri dan dengan lingkungannya. (McDaniel,1956).&lt;br /&gt;Rumusan 6&lt;br /&gt;a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Konseling merupakan rangkaian pertemuan antara konselor dengan klien.&lt;br /&gt;b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dalam pertemuan ini konselor membantu klien mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapinya.&lt;br /&gt;c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tujuan dan pemberian bantuan itu adalah agar klien dapat menyesuaikan dirinya, baik dengan dirinya sendiri maupun dengan lingkungannya.&lt;br /&gt;7.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Proses dalam mana konselor membantu konseli membuat interpretasi-interpretasi tentang fakta-fakta yang berhubungan dengan pilihan, rencana atau penyesuaian-penyesuaian yang perlu dibuatnya. (A.C. English, dalam Shertzer &amp;amp; Stone, 1974 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antara dua orang dalam mana konselor melalui hubungan itu dengan kemampuan-kemampuan khusus yang dimilikinya, menyediakan situasi belajar. Dalam hal ini konseli dibantu untuk memahgami diri sendiri, keadaannya sekarang, dan kemungkinan keadaannya masa depan yang dapat ia ciptakan dengan menggunakan potensi yang dimilikinya, demi untuk kesejahteraan pribadi maupun masyarakat. Lebih lanjut konseli dapat belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah dan menemukan kebutuhan-kebutuhan yang akan datang. (Tolbert, 1959).&lt;br /&gt;Rumusan 8&lt;br /&gt;a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Konseling dilakukan dalam suasana hubungan tatap muka antara dua orang.&lt;br /&gt;b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Konseling dilakukan oleh orang yang ahli (memiliki kemampuan khusus dibidang konseling).&lt;br /&gt;c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Konseling merupakan wahana proses belajar bagi klien, yaitu belajar memahami diri sendiri, membuat rencana untuk masa depan, dan mengatasi masalah-masalah yang dihadapi.&lt;br /&gt;d.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pemahaman diri dan pembuatan rencana untuk masa depan itu dilakukan dengan menggunakan kekuatan-kekuatan klien sendiri.&lt;br /&gt;e.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hasil-hasil konseling harus dapat mewujudkan kesejahteraan, baik bagi diri pribadi maupun masyarakat.&lt;br /&gt;9.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Membantu individu agar dapat menyadari dirinya sendiri dan memberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. FUNGSI BIMBINGAN KONSELING SEBAGAI BERIKUT :&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Fungsi Pemahaman, yaitu fungsi bimbingan dan konseling membantu konseli agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, dan norma agama). Berdasarkan pemahaman ini, konseli diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal, dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif.&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Fungsi Preventif, yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya, supaya tidak dialami oleh konseli. Melalui fungsi ini, konselor memberikan bimbingan kepada konseli tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya.&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Adapun teknik yang dapat digunakan adalah pelayanan orientasi, informasi, dan bimbingan kelompok. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para konseli dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan, diantaranya : bahayanya minuman keras, merokok, penyalahgunaan obat-obatan, drop out, dan pergaulan bebas (free sex).&amp;nbsp; &lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Fungsi Pengembangan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, yang memfasilitasi perkembangan konseli. Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu konseli mencapai tugas-tugas perkembangannya. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah pelayanan informasi, tutorial, diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming), home room, dan karyawisata. &lt;br /&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Fungsi Penyembuhan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang bersifat kuratif. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada konseli yang telah mengalami masalah, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karir. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling, dan remedial teaching. &lt;br /&gt;6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Fungsi Penyaluran, yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli memilih kegiatan ekstrakurikuler, jurusan atau program studi, dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat, bakat, keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. Dalam melaksanakan fungsi ini, konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan.&lt;br /&gt;7.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Fungsi Adaptasi, yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan, kepala Sekolah/Madrasah dan staf, konselor, dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan, minat, kemampuan, dan kebutuhan konseli. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai konseli, pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan konseli secara tepat, baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah, memilih metode dan proses pembelajaran, maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan konseli.&lt;br /&gt;8.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Fungsi Penyesuaian, yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif. &lt;br /&gt;9.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Fungsi Perbaikan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli sehingga dapat memperbaiki kekeliruan dalam berfikir, berperasaan dan bertindak (berkehendak). Konselor melakukan intervensi (memberikan perlakuan) terhadap konseli supaya memiliki pola berfikir yang sehat, rasional dan memiliki perasaan yang tepat sehingga dapat mengantarkan mereka kepada tindakan atau kehendak yang produktif dan normatif.&lt;br /&gt;10.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Fungsi Fasilitasi, memberikan kemudahan kepada konseli dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, serasi, selaras dan seimbang seluruh aspek dalam diri konseli. &lt;br /&gt;11.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Fungsi Pemeliharaan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli supaya dapat menjaga diri dan mempertahankan situasi kondusif yang telah tercipta dalam dirinya. Fungsi ini memfasilitasi konseli agar terhindar dari kondisi-kondisi yang akan menyebabkan penurunan produktivitas diri. Pelaksanaan fungsi ini diwujudkan melalui program-program yang menarik, rekreatif dan fakultatif (pilihan) sesuai dengan minat konseling&lt;br /&gt;C. ASAS-ASAS BIMBINGAN DAN KONSELING&lt;br /&gt;Dalam perannya sebagai pengelola kelas (learning manager), guru hendaknya mampu mengelola kelas karena kelas merupakan lingkungan belajar serta merupakan suatu aspek dari lingkungan sekolah yang perlu di organisasi. Lingkungan ini diatur dan diawasi agar kgiatan-kegiatan belajar terarah kepada tujuan-tujuan pendidikan. Sebagai manajer, guru hendaknya mampu mempergunakan pengetahuan tentang teori belajar-mengajar dan teori perkembangan sehingga memungkinkan untuk menciptakan situasi belajar-mengajar yang menimbulakn kegiatan belajar pada siswa akan mudah dilaksanakan dan sekaligus memudahkan pencapaian tujuan yang diharapkan. Dalam kegiatan/layanan bimbingan dan konseling ada beberapa asas yang perlu diperhatikan, yaitu :&lt;br /&gt;1.Asas Kerahasiaan&lt;br /&gt;Asas kerahasiaan yaitu asas bimbingan dan konseling yang menuntut dirahasiakanya segenap data dan keterangan tentang konseli yang menjadi sasaran pelayanan, yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban penuh memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin. Asas ini mempunyai makna yang sangat penting dalam layanan bimbingan konseling. Mungkin tidak terlalu berlebihan bilamana asas ini disebut dengan asas kunci dalam pemberian layanan tersebut. Sebagian keberhasilan layanan bimbingan banyak ditentukan oleh asas ini, sebab klien akan mau membukakan keadaan dirinya sampai dengan masalah-masalah yang sangat pribadi, apabila ia yakin bahwa konselor dapat menyimpan rahasianya. Dengan adanya keterbukaan dari klien akan memberikan kemudahan-kemudahan bagi konselor menemukan sumber penyebab timbunya masalah, yang selanjutnya dapat mencari atau mendapatkan jalan pemecahan masalah yang di hadapi oleh klien tersebut.&lt;br /&gt;2.Asas Keterbukaan&lt;br /&gt;Asas keterbukaan yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar konseli (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan bersifat terbuka dan tidak berpura-pura, baik di dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban mengembangkan keterbukaan konseli (konseli). Keterbukaan ini amat terkait pada terselenggaranya asas kerahasiaan dan adanya kesukarelaan pada diri konseli yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan. Agar konseli dapat terbuka, guru pembimbing terlebih dahulu harus bersikap terbuka dan tidak berpura-pura.&lt;br /&gt;Konselor harus berusaha untuk menciptakan Susana keterbukaan dalam membahas masalah yang di alami kien. Klien terbuka menyampikan perasaan, pikiran, dan keinginannya yang diperkirakan sebagai sumber timbulnya permasalahan. Klien merasa bebas mengutarakan permasalahnya, dan konselor pun dapat menerimanya dengan baik. Konselor juga terbuka dalam memberikan tanggapan terhadap hal-hal yang dikemukakan oleh kien. Namun demikian, suasana keterbukaan ini sulit terwujud bilamana asas kerahasiaan tidak dapat dilaksanakan dengan baik. Oleh karena itu, asas kerahasian akan sangat mendukung terciptanya keterbukaan klien dalam menyampaikan persoalanya.&lt;br /&gt;3.Asas Kesukarelaan&lt;br /&gt;Asas Kesukarelaan yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan konseli (konseli) mengikuti/menjalani pelayanan/kegiatan yang diperlu-kan baginya. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan tersebut.&lt;br /&gt;Konselor mempunyai peran utama dalam mewujudkan asas kesukarelaan ini. Konselor harus mampu mencerminkan asas ini dalam menerima kehadiran klien. Bilamana konselor tidak siap menerima kehadiran klien karena satu hal dan lain hal, seperti tidak cukupnya waktu untuk berkonsultasi yang disebabkan ada acara lain ; badan atau perasaan tidak enak. Kondisi konselar yang demikian dapat menyebabkan asas kesukarelaan ini tidak terwujud, kalau mereka paksakan untuk melakukan konsultasi. Sealiknya bila klien tidak mau dengan sukarela mengemukakan permasalahannya , maka konsultasi itu tidak mungkin berlangsung secara efektif, hal ini bisa terjadi mungkin disebabkan oleh kesan yan kurng baik terhadap konselornya, sehingga masalah-masalah yang dihadapi enggan di sampaikan kepada konselor.&lt;br /&gt;4.Asas Kekinian&lt;br /&gt;Yaitu asas yang menghendaki objek sasaran layanan bimbingan dan konseling ialah permasalahan peserta didik (klien) dalam kondisinya sekarang. Masalah klien yang langsung ditanggulangi melalui upaya bimbingan dan konseling ialah masalah-masalah yang sedang dirasakan kini (sekarang), bukan masalah yang sudah lampau, dan juga masalah yang mungkin akan dialami di masa mendatang. Pembahasan hal itu hanyalah merupakan latar belakang/ latar depan dari masalah yang akan dihadapi sekarang sehingga masalah yang dihadapi itu teratasi. Apa yang dirasakan dan dipikirkan pada saat konsultasi, itulah yang menjadi pusat perhatian dalam mencarikan pemecahannya. Dalam usaha yang bersifat pencegahan pun pada dasarnya pertanyaan yang perlu dijawab adalah apa yang perlu dilakukan sekarang, sehingga kemungkinan yang kurang baik di masa mendatang dapat dihindari.&lt;br /&gt;Asas kekinian juga mengandung pengertian bahwa konselor tidak boleh menunda-nunda pemberian bantuan. Jika diminta bantuan oleh klien atau jelas terlihat misalnya adanya siswa yang mengalami masalah, maka konselor hendaklah segera memberikan bantuan. Konselor tidak selayaknya menunda-nunda memberi bantuan dengan berbagai dalih. Dia harus mendahulukan kepentingan klien daripada yang lain-lain. Jika dia benar-benar memiliki alasan yang kuat untuk tidak memberikan bantuannya kini, maka dia harus dapat mempertanggungjawabkan bahwa penundaan yang dilakukan itu justru untuk kepentingan klien. Konselor jangan terperangkap dalam pembicaraan tentang masalah-masalah yang tidak lagi menjadi persoalan bagi klien. Misalnya : Klien mengeluh bahwa prestasi belajarnya rendah. Pembicaraan hendaknya berorientasi pada masalah-masalah yang berkaitan dengan rendahnya prestasi belajar tersebut, dan bukan hal-hal lain yang tidak ada lagi kaitannya dengan masalah tersebut. &lt;br /&gt;5. Asas Kemandirian&lt;br /&gt;Yaitu asas yang menunjuk pada tujuan umum bimbingan dan konseling, yaitu peserta didik (klien) sebagai sasaran layanan bimbingan dan konseling diharapkan menjadi individu-individu yang mandiri dengan ciri-ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya, mampu mengambil keputusan, mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri sebagaimana telah diutarakan terdahulu. Guru pembimbing hendaknya mampu mengarahkan segenap layanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakannya bagi berkembangnya kemandirian peserta didik. Dalam memberikan layanan para petugas hendaklah selalu berusaha menghidupkan kemandirian pada diri orang yang dibimbing, jangan hendaknya orang yang dibimbing itu menjadi tergantung pada orang lain, khususnya para pembimbing/ konelor.&lt;br /&gt;Individu yang dibimbing setelah dibantu diharapkan dapat mandiri dengan ciri-ciri pokok mampu:&lt;br /&gt;(a)Mengenal diri sendiri dan lingkungan sebagaimana adanya,&lt;br /&gt;(b)Menerima diri sendiri dan lingkungan secara positif dan dinamis,&lt;br /&gt;(c)Mengambil keputusan untuk dan oleh diri sendiri&lt;br /&gt;(d)Mengarahkan diri sesuai dengan keputusan itu, dan&lt;br /&gt;(e)Mewujudkan diri secara optimal sesuai dengan potensi, minat, dan kemampuan-kemampuan yang dimilkinya. (Prayitno, 2004 : 117).&lt;br /&gt;Kemandirian dengan ciri-ciri umum di atas haruslah disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan peranan klien dalam kehidupannya seari-hari. Kemandirian sebagai hasil konseling menjadi arah dari keseluruhan proses konselor maupun klien.&lt;br /&gt;6. Asas Kegiatan&lt;br /&gt;Yaitu asas yang menghendaki agar peserta didik (klien) yang menjadi sasaran layanan mau berpartisipasi secara aktif di dalam penyelenggaraan layanan/ kegiatan bimbingan. Dalam hal ini guru pembimbing perlu mendorong peserta didik untuk aktif dalam setiap layanan/ kegiatan bimbingan dan konseling yang diperuntukkan baginya.&lt;br /&gt;Usaha layanan bimbingan dan konseling akan memberikan buah yang tidak berarti, bila individu yang dibimbing tidak melakukan kegiatan dalam mencapai tujuan-tujuan bimbingan. Hasil-hasil usaha bimbingan tidak tercipta dengan sendirinya tetapi harus diraih oleh individu yang bersangkutan. Para pemberi layanan bimbingan dan konseling hendaknya menimbulkan suasana individu yang dibimbing itu mampu menyelenggarakan kegiatan yang dimaksud. Oleh karena itu, konselor hendaknya mampu memotivasi klien untuk melaksanakan semua saran yang telah disampaikannya. Keberhasilan layanan bimbingan dan konseling tidaklah terwujud dengan sendirinya, tetapi harus diusahakan oleh klien itu sendiri. &lt;br /&gt;7.Asas Kedinamisan&lt;br /&gt;Asas Kedinamisan; yaitu asas yang menghendaki agar isi layanan terhadap sasaran layanan (peserta didik/klien) hendaknya selalu bergerak maju, tidak monoton, dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu.&lt;br /&gt;Arah layanan bimbingan dan konseling yaitu terwujudnya perubahan dalam diri klien, yaitu perubahan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Sesuai dengan sifat keunikan manusia amak konselor harus memberikan layanan seirama dengan perubahan-perubahan yang ada pada diri klien. Perubahan itu tidak hanya sekadar berupa pengulangan-pengulangan yang bersifat monoton, melainkan perubahan menuju pada suatu kemajuan.&lt;br /&gt;Keberhasilan usaha pelayanan bimbingan dan konseling ditandai dengan terjadinya perubahan sikap dan tingkah laku klien ke arah yang lebih baik. Untuk mewujudkan terjadinya perubahan sikap dan tingkah laku itu membutuhkan proses dan waktu tertentu sesuai dengan kedalam dan kerumitan masalah yang dihadapi klien. Konselor dan klien serta pihak-pihak lain diminta untuk memberikan kerja sama sepenuhnya agar pelayanan bimbingan dan konseling yang diberikan dapat dengan cepat menimbulkan perubahan dalam sikap dan tingkah laku klien. Sebagimana firman Allah swt. Yang artinya :&lt;br /&gt;“...Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka mengubah dirinya sendiri.”(TQS. Ar Ra’du/13:11)&lt;br /&gt;8.Asas Keterpaduan&lt;br /&gt;Asas Keterpaduan; yaitu asas yang menghendaki agar berbagai layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling, baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain, saling menunjang, harmonis dan terpadukan. Dalam hal ini, kerja sama dan koordinasi dengan berbagai pihak yang terkait dengan bimbingan dan konseling menjadi amat penting dan harus dilaksanakan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;Kepribadian klien merupakan suatu kesatuan dari berbagai macam aspek. Dalam pemberian layanan kepada klien, hendaklah selalu diperhatikan aspek-aspek kepribadian klien yang diarahkan selalu diperhatikan aspek-aspek kepribadian klien yang diarahkan untuk mencapai keharmonisan atau keterpaduan aspek-espek ini justru akan menimbulkan masalah baru.&lt;br /&gt;Disamping keterpaduan layanan yang diberikan, konselor juga harus memperhatikan keterpaduan isi dan proses layanan yang diberikan, jangan sampai timbulnya ketidakserasian atau pertentangan dengan aspek layanan lainnya.&lt;br /&gt;Pelayanan bimbingan dan konseling menghendaki terjalin keterpaduan berbagai aspek dari individu yang dibimbing. Untuk itu konselor perlu bekerja sama dengan orang-orang yang diharapkan dapat membantu penanggulangan masalah yang dihadapi klien. Dalam hal ini peranan guru, orang tua dan siswa-siswa yang lain sering kali sangat menentukan. Konselor harus pandai menjalin kerja sama yang saling mengerti dan saling membantu demi terbentuknya klien yang mengalami masalah&lt;br /&gt;9.Asas Kenormatifan&lt;br /&gt;Asas Kenormatifan; yaitu asas yang menghendaki agar segenap layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling didasarkan pada norma-norma, baik norma agama, hukum, peraturan, adat istiadat, ilmu pengetahuan, dan kebiasaan – kebiasaan yang berlaku. Bahkan lebih jauh lagi, melalui segenap layanan/kegiatan bimbingan dan konseling ini harus dapat meningkatkan kemampuan peserta didik (klien) dalam memahami, menghayati dan mengamalkan norma-norma tersebut&lt;br /&gt;Maksud dari asas ini ialah usaha layanan bimbingan dan konseling yan gdilakukan itu hendaknya tidak bertenangan dengan norma-norma yang berlaku. Baik penolakan dalm prosesnya maupun saran-saran atau keputusan yang dibahas dalm konseling.&lt;br /&gt;Pelayanan bimbingan dan konseling yang dilakukan hendaknya tidak bertentangan dengan norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat dan lingkungannya. Disadari sepenuuhnya bahwa konselor akan menyertakan norma-norma yang dianutnya ke dalam hubungan konseling, baik secara langsung atau tidak langsung. Tetapi harus diingat bahwa konselor tidak boleh memaksakan nilai atau norma yang dianutnya itu pada kliennya. Konselor dapat membicarakan secara terbuka dan terus terang segala sesuatu yang menyangkut norma dan nilai-nilaiitu; bagaimana berkembangnya, bagaimana peenrimaan masyarakat, apa dan bagaimana akibatnya bila norma dan nilai-nilai itu terus dianut dan lain sebagainya. Pendek kata, norma dan nilai-nilai itu perlu dibahas dari berbagai segi sehingga klien memiliki wawasan yang cukup luas dalam mengambil keputusan tentang norma dan nilai-nilai yang akan dianutnya.&lt;br /&gt;10.Asas Keahlian&lt;br /&gt;Asas yang menghendaki agar layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling diselnggarakan atas dasar kaidah-kaidah profesional. Dalam hal ini, para pelaksana layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling lainnya hendaknya tenaga yang benar-benar ahli dalam bimbingan dan konseling. Keprofesionalitas guru pembimbing (konselor) harus terwujud baik dalam penyelenggaraaan jenis-jenis layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling dan dalam penegakan kode etik bimbingan dan konseling.&lt;br /&gt;Selain itu, usaha layanan bimbingan dan konseling dilakukan secara sistematik, dan dengan mempergunakan teknik serta alat yang memadai. Untuk itu para konselor perlu mendapat latihan secukupnya, sehingga dengan itu akan dapat dicapai keberhasilan usaha pemberi layanan. Pelayanan bimbingan dan konseling adalah pelayanan professional yang diselenggarakan oleh tenaga-tenaga ahli yang khusus dididik untuk pekerjaan itu, dan tidak mungkin dilaksanakan oleh orang-orang yang dididik dan di latih atau dipersiapkan untuk itu. Layanan konseling menuntut suatu keterampilan khusus. Asas keahlian mengacu kepada kualifikasi konselor ( misalnya pendidikan sarjana bidang bimbingan dan konseling perlu dipadukan. Oleh karena itu, seorang konselor ahli harus benar-benar menguasai teori dan praktik konseling secara baik.&lt;br /&gt;11.Asas Alih Tangan&lt;br /&gt;Asas ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya pemberian layanan yang tidak tepat. Konselor bukanlah tenaga yang serba bisa dan serba tahu, sehingga dalam pemberian layanan ia perlu membatasi diri sesuai dengan keahliannya serta asas yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan peserta didik (klien) kiranya dapat mengalih-tangankan kepada pihak yang lebih ahli. Guru pembimbing (konselor)dapat menerima alih tangan kasus dari orang tua, guru-guru lain, atau ahli lain. Demikian pula, sebaliknya guru pembimbing (konselor), dapat mengalih-tangankan kasus kepada pihak yang lebih kompeten, baik yang berada di dalam lembaga sekolah maupun di luar sekolah. Di samping itu, asas ini juga menasihatkan petugas bimbingan dan konseling hanya menangani masalah-masalah klien sesuai dengan kewenangan petugas yang bersangkutan, setiap masalah hendaknya ditangani oleh ahli yang berwenang untuk itu.&lt;br /&gt;12.Asas Tut Wuri Handayani&lt;br /&gt;Asas ini menunjuk kepada suasana umum yang hendaknya tercipta dalam rangka hubungan keseluruhan antara pembimbing dan yang dibimbing. Lebih-lebih di lingkungan sekolah, asas ini makin dirasakan manfaatnya, dan bahkan perlu dilengkapi dengan “ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa”. Asas ini menuntut agar layanan bimbingan dan konseling tidak hanya dirasakan adanya pada waktu siswa mengalami masalah dan menghadap pembimbing saja, namun di luar hubungan kerja kepembimbingan dan konseling pun hendaknya dirasakan adanya dan manfaatnya, sehingga tercipta hubungan yang harmonis antara konselor dan kliennya. Klien hendaknya merasa terbantu dan merasa aman atas pemberian layanan itu. Dalam pemecahan masalah, konselor jangan dijadikan alat oleh klien tetapi klien sendirilah yang harus membuat keputusan. Konselor sewaktu-waktu siap membantunya bila dalam pelaksanaannya, klien mengalami masalah atau benturan-benturan lagi. Oleh karena itu, asas Tut Wuri Handayani ini menghendaki agar pelayanan bimbingan dan konseling secara keseluruhan dapat menciptakan suasana mengayomi (memberikan rasa aman), mengembangkan keteladanan, dan memberikan rangsangan dan dorongan, serta kesempatan yang seluas-luasnya kepada peserta didik (klien) untuk maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&amp;nbsp;&amp;nbsp; KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan konseling tidak hanya membantu memahami diri sendiri dan lingkungan sekitarnya tetapi juga membantu dalam mengambil keputusan dan tujuan hidupnya, dengan melalui proses pertemuan antara konselor (yang ahli)dan klien untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi klien.&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan konseling memiliki 11 fungsi dan memiliki 11 asas-asas.&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok agar mandiri dan bisa berkembang secara optimal, dalam bimbingan pribadi, sosial, belajar maupun karier melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung berdaarkan norma-norma yang berlaku.&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Fungsi pemahan memungkinkan pihak-pihak yang berkepentingan dengan peningkatan perkembangan dan kehidupan klien memahami berbagai hal yang esensial berkenaan dengan perkembangan dan kehidupan klien itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</description><link>http://putupermana.blogspot.com/2012/03/makalah-bimbingan-konseling-semester-3.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-828251437225892578.post-7054849589307037920</guid><pubDate>Sun, 18 Mar 2012 05:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-17T22:30:30.453-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Materi Kuliah</category><title>NAMA LATIN TUMBUH-TUMBUHAN SEMESTER 3</title><description>1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bunga Bangkai (Amorphpophallus titanium)&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kenanga (Cananga odorata)&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Melati Putih (Jasminus sambac)&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Gambir (Uncaria gambir)&lt;br /&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mengkudu (Morinda citrifolia)&lt;br /&gt;6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sirih (Piper betle)&lt;br /&gt;7.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Alpukat (Persea americana)&lt;br /&gt;8.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Apel (Pyrus malus)&lt;br /&gt;9.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Belimbing Manis (Averrhoa carambola)&lt;br /&gt;10.&amp;nbsp; Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi)&lt;br /&gt;11.&amp;nbsp; Ceremai (Phyllanthus acidus)&lt;br /&gt;12.&amp;nbsp; Delima (Punica granatum)&lt;br /&gt;13.&amp;nbsp; Durian (Durio zibethinus)&lt;br /&gt;14.&amp;nbsp; Duwet (Syzygium cumini)&lt;br /&gt;15.&amp;nbsp; Gayam (Inocarpus fagiferus)&lt;br /&gt;16.&amp;nbsp; Jambu Air (Eugenia aquea)&lt;br /&gt;17.&amp;nbsp; Jeruk Manis (Citrus sinensis)&lt;br /&gt;18.&amp;nbsp; Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia)&lt;br /&gt;19.&amp;nbsp; Kasturi (Mangifera casturi)&lt;br /&gt;20.&amp;nbsp; Kawista (Limonia acidissima)&lt;br /&gt;21.&amp;nbsp; Kedoya (Dysoxylum gaudichaudianum)&lt;br /&gt;22.&amp;nbsp; Kemang (Mangifera kemanga)&lt;br /&gt;23.&amp;nbsp; Kelapa (Cocos nucifera)&lt;br /&gt;24.&amp;nbsp; Kepa (Syzygium polycephalum)&lt;br /&gt;25.&amp;nbsp; Kepel (Stelechocarpus burahol)&lt;br /&gt;26.&amp;nbsp; Kersen (Muntingia calabura)&lt;br /&gt;27.&amp;nbsp; Korma rawa (Phoenix paludosa)&lt;br /&gt;28.&amp;nbsp; Lontar (Borassus flabellifer)&lt;br /&gt;29.&amp;nbsp; Mangga (Mangifera indica)&lt;br /&gt;30.&amp;nbsp; Manggis (Garcinia mangostana)&lt;br /&gt;31.&amp;nbsp; Matoa (Pometia pinnata)&lt;br /&gt;32.&amp;nbsp; Menteng (Baccaurea racemosa)&lt;br /&gt;33.&amp;nbsp; Mundu (Garcinia dulcis)&lt;br /&gt;34.&amp;nbsp; Nam Nam (Cynometra cauliflora)&lt;br /&gt;35.&amp;nbsp; Nangka (Artocarpus heterophyllus)&lt;br /&gt;36.&amp;nbsp; Pisang (Musa paradisiaca)&lt;br /&gt;37.&amp;nbsp; Pepaya (Carica papaya)&lt;br /&gt;38.&amp;nbsp; Rambutan (Nephelium lappaceum)&lt;br /&gt;39.&amp;nbsp; Salak (Salacca zalacca)&lt;br /&gt;40.&amp;nbsp; Sawo Kecik (Manilkara kauki)&lt;br /&gt;41.&amp;nbsp; Sawo Manila (Manilkara zapota)&lt;br /&gt;42.&amp;nbsp; Ajan Kelicung (Diospyros macrophylla)&lt;br /&gt;43.&amp;nbsp; Andalas (Morus macroura)&lt;br /&gt;44.&amp;nbsp; Baobab (Adansonia Digitata)&lt;br /&gt;45.&amp;nbsp; Bintaro (Cerbera manghas)&lt;br /&gt;46.&amp;nbsp; Eboni (Diospyros celebica)&lt;br /&gt;47.&amp;nbsp; Gaharu (Aquilaria moluccensis)&lt;br /&gt;48.&amp;nbsp; Gandaria (Bouea macrophylla)&lt;br /&gt;49.&amp;nbsp; Jati (Tectona grandis)&lt;br /&gt;50.&amp;nbsp; Karet (Hevea braziliensis)&lt;br /&gt;51.&amp;nbsp; Kapuk Randu (Ceiba pentandra)&lt;br /&gt;52.&amp;nbsp; Kenari (Canarium ovatum)&lt;br /&gt;53.&amp;nbsp; Kendal (Cordia bantamensis)&lt;br /&gt;54.&amp;nbsp; Kepuh (Sterculia foetida)&lt;br /&gt;55.&amp;nbsp; Kokoleceran (Vatica bantamensis)&lt;br /&gt;56.&amp;nbsp; Limpasu (Baccaurea lanceolata)&lt;br /&gt;57.&amp;nbsp; Maja (Aegle marmelos)&lt;br /&gt;58.&amp;nbsp; Majegau (Dysoxylum densiflorum)&lt;br /&gt;59.&amp;nbsp; Nagasari (Palaquium rostratum)&lt;br /&gt;60.&amp;nbsp; Trembesi (Albizia saman Sin. Samanea saman)&lt;br /&gt;61.&amp;nbsp; Jahe (Zingiber officinale)&lt;br /&gt;62.&amp;nbsp; Bengkuang (Pachyrhizus erosus)&lt;br /&gt;63.&amp;nbsp; Garut (Maranta arundinacea)&lt;br /&gt;64.&amp;nbsp; Ganyong (Canna edulis)&lt;br /&gt;65.&amp;nbsp; Kedawung (Parkia roxburghii)&lt;br /&gt;66.&amp;nbsp; Lengkuas (Alpinia galanga)&lt;br /&gt;67.&amp;nbsp; Singkong (Manihot esculenta)&lt;br /&gt;68.&amp;nbsp; Ubi Jalar (Ipomoea batatas)&lt;br /&gt;69.&amp;nbsp; Asam Jawa (Tamarindus indica)&lt;br /&gt;70.&amp;nbsp; Bawang Merah (Allium cepa)&lt;br /&gt;71.&amp;nbsp; Bawang Putih (Allium sativum)&lt;br /&gt;72.&amp;nbsp; Cabai (Capsicum annum)&lt;br /&gt;73.&amp;nbsp; Cabai Rawit (Capsicum frutescens)&lt;br /&gt;74.&amp;nbsp; Cengkeh (Syzygium aromaticum)&lt;br /&gt;75.&amp;nbsp; Kencur (Kaempferia galanga)&lt;br /&gt;76.&amp;nbsp; Lada (Piper nigrum)&lt;br /&gt;77.&amp;nbsp; Pala (Myristica fragrans)&lt;br /&gt;78.&amp;nbsp; Jagung (Zea mays)&lt;br /&gt;79.&amp;nbsp; Kacang Hijau (Vigna radiata)&lt;br /&gt;80.&amp;nbsp; Kacang Kapri (Pisum sativum)&lt;br /&gt;81.&amp;nbsp; Kacang Merah (Phaseolus vulgaris)&lt;br /&gt;82.&amp;nbsp; Kacang Panjang (Phaseolus vulgaris)&lt;br /&gt;83.&amp;nbsp; Kacang Tanah (Arachis hypogaea)&lt;br /&gt;84.&amp;nbsp; Kentang (Solanum tuberosum)&lt;br /&gt;85.&amp;nbsp; Kesambi (Schleichera oleosa)&lt;br /&gt;86.&amp;nbsp; Padi (Oryza sativa)&lt;br /&gt;87.&amp;nbsp; Petai Cina (Leucaena leucocephala)&lt;br /&gt;88.&amp;nbsp; Terung (Solanum melongena)&lt;br /&gt;89.&amp;nbsp; Tuba (Derris elliptica)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</description><link>http://putupermana.blogspot.com/2012/03/nama-latin-tumbuh-tumbuhan-semester-3.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-828251437225892578.post-3807779350804708585</guid><pubDate>Sun, 18 Mar 2012 05:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-17T22:29:43.930-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Materi Kuliah</category><title>Anak devisi Lichenes (Lumut kerak) SEMESTER 3</title><description>Anak devisi Lichenes (Lumut kerak)&lt;br /&gt;Merupakan kesatuan antara fungi dan algae. Fungi yang menyusun tubuh lichenes tergolong kedalam Acomycetes (Discomycetales, Pyrenomycetales), sedangkan algaenya disebut gonidium, dapat bersel tunggal atau berkoloni. Kebanyakan gonidium adalah Cyanophyceae (Chroococcus dan Nostoc) dan Chlorophyceae (Crystococcus dan Trentophlia). Lichenes memiliki ciri-ciri sebagai berikit:&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pada penampang melintang talus Lichenes, kelihatan hifa cendawan membalut sel-sel algae, bahakan ada yang memasukkan haustorium kedalam sel-sel agae. Algae tetap hidup tetapi tidak dapat membiak dengan sel-sel lembaganya sendiri.&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ada pula yang miselium cendawanya hanya masuk kedalam selaput lender sel-sel algae, sehingga bentuk algae menentukan bentuk lichenes.&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Baguan dalam talus terdiri dari anyaman hifa yang renggang dan merupakan lapisan ters/empelur. Dalam lapisan ini sel-sel algae bergerombol membentuk lapisan gonodium. Kulit luarnya terdiri atas miselium cendawan yang teranyam sebagai plektenkim yang rapat.&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bagi lichenes yang talusnya menyerupai lembaran, biasanya melekat dengan benang-benang yang menyerupai rizoid. Sedangkan yang seperti semak mempunyai ujung talus yang bebas dalam udara.&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lichenes hidup sebagai epifit pada pohon-pohonan dan diatas tanah, terutama di daerah tundra, digolongkan sebagai tumbuhan perintis yang ikut berperan dalam pembentukan tanah. Beberapa jenis dapat masuk pada pinggir batuan, disebut endolitik.&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Syarat hidupnya tidak sulit dan tahan terhadap kekurangan air dalam jangka waktu yang lama. Dapat menjadi kering akibat panas terik matahari, tetapi tidak mati karena jika turun hujan ia dapat hidup subur kembali.&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pertumbuhan talus sangat lambat. Tubuh buah baru terbentuk setelah mengadakan pertumbuhan vegetative bertahun-tahun.&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kebanyakan lichenes bereproduksi secara vegetative, dengan cara sebagian talus berpisah lalu tumbuh menjadi individu baru.&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Beberapa lichenes bereproduksi dengan perataan soredium, yaitu kelompok kecil sel-sel ganggang yang sedang membelah dan diselubungi oleh benang-benang miselium menjadi suatu badan yang dapat terlepas dari induknya lalu tumbuh menjadi lichenes baru.&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Komponen cendawannya sering dapat membentuk spora dan hanya membentuk lichenes jika jatuh dekat algae yang merupakan simbionnya.&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menurut cendawan penyusunnya, Lichenes dibagi menjadi 2 kelas, yaitu: Ascolichenes dan Basidiolichenes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kelas&amp;nbsp; Ascolichenes&lt;br /&gt;Jika cendawan penyusunnya berupa:&lt;br /&gt;a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pyrenomycetales, maka tubuh buah yang dihasilkan berupa peritesium, contohnya Dermatocarpon dan Verrucaria.&lt;br /&gt;b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Discomycetales, maka tubuhnya berupa apotesium, contohnya:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Usnea barbata dan U.dasypoga, mempunyai kasiat obat yang dibuat sebagai ramuan dalam jamu-jamu tradisional. Usnea menghasilkan antibiotic asam usnin yang berguna untuk melawan tuberculosis.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rocella tinctoria, untuk pembuatan laksmus.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Cladonia rangiferina, merupakan makanan utama bagi ruasa kutub.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Cetraria islandica, mempunyai khasiat obat, hidup di pegunungan Eropa.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Parmelia caperata dan Lobaria pulmonaria, berupa lembaran-lembaran seperti kulit pada pohon-pohonan dan batuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kelas Basidiolichenes&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Talus berbentuk lembaran-lembaran.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pada tubuh buah terbentuk lapisan himenium yang mengandung basidium, menyerupai tubuh buah Hymenomycetales.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Berguna untuk bahan pembuat obat-obatan, pembuatan zat warna, ada yang dapat dimakan, ada pula yang beracun.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Contoh : Cora pavonia, Rocella tinctoria untuk pembuatan laksmus (Hasnunidah, 2007:109-112).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</description><link>http://putupermana.blogspot.com/2012/03/anak-devisi-lichenes-lumut-kerak.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-828251437225892578.post-1785386394837598038</guid><pubDate>Sun, 18 Mar 2012 05:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-17T22:28:56.177-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Materi Kuliah</category><title>Neurospora crassa SEMESTER 3</title><description>Neurospora crassa dikenal pula dengan nama ilmiahnya Neurospora sitophila (dahulu Monilia sitophila).&amp;nbsp; Nama Neurospora berasal dari kata neuron (=sel saraf), karena guratan-guratan pada sporanya menyerupai bentuk akson. Jamur oncom termasuk dalam kelompok kapang (jamur berbentuk filamen).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum diketahui perkembangbiakan secara seksualnya, jamur oncom masuk ke dalam kelompok Deuteromycota, tetapi setelah diketahui fase seksualnya (teleomorph), yaitu dengan pembentukan askus, maka jamur oncom masuk ke dalam golongan Ascomycota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Neurospora crassa merupakan salah satu spesies yang masuk ke dalam Genus Neurospora, Family Sordariaceae, Ordo Sordariales, Class Ascomycetes, Divisio Ascomycota, dan Kingdom Fungi. Neurospora crassa dikenal pula sebagai kontaminan, terutama di dalam laboratorium. Kapang dari Genus Neurospora telah lama diketahui dan telah dipelajari sejak 1843.&amp;nbsp; Spesies N. crassa telah banyak digunakan di dalam penelitian laboratorium sejak 1941.&amp;nbsp; Pertumbuhan jamur ini yang sangat pesat, warna jingganya yang khas, serta bentuk spora (konidia) yang berbentuk seperti tepung merupakan ciri-ciri khas kapang ini. Di negara subtropis dan&amp;nbsp; tropis, makanan fermentasi dari kapang&amp;nbsp; telah banyak ditemukan di negara-negara Asia Timur dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rhizopus, Amylomyces, Mucor, Monascus dan Neurospora telah berperan sebagai mikoflora. Dalam kehidupan sehari-hari kapang Neurospora telah memegang peranan penting terutama dalam pengolahan makanan&amp;nbsp; fermentasi.&amp;nbsp; Kapang Neurospora telah dimanfaatkan untuk membuat oncom yang sangat populer bagi masyarakat Jawa Barat.&amp;nbsp; Di Brazil, Neurospora telah digunakan dalam proses pengolahan singkong menjadi minuman fermentasi.&amp;nbsp; Menurut Pandey, A. 2004, dalam Concise encyclopedia of bioresource technology, penerbit The Haworth Press:&amp;nbsp; Beberapa strain dari Neurospora crassa, dapat mengkonversi selulosa dan hemiselulosa menjadi ethanol. Selain itu, jamur oncom ini juga digunakan sebagi objek penelitian genetika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Biakan (culture) Neurospora crassa dalam cawan petri&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bentuk dari spora Neurospora (terdapat guratan-guratan di permukaan spora)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bentuk askospora dari N. crassa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Foto mikroskopik Neurospora crassa dengan SEM dari spora yang telah berkecambah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Neurospora crassa memiliki spora berbentuk seperti urat saraf berloreng-loreng, sering terdapat pada produk-produk bakeri dan menyebabkan kerusakan sehingga biasanya disebut bakery mold atau red bread-mold. Neurospora crassa juga dikenal sebagai jamur oncom. Dalam proses fermentasi jamur ini berkembang biak dan menjadikan makanan berwarna kuning-kemerahan. Jika jamur ini menyerang laboratorium mycology atau bakteriologi sebagai kontaminan, maka dapat menimbulkan bahaya pada kultur dan sangat sulit untuk dihilangkan karena banyaknya jumlah konidia yang mudah menyebar yang diproduksi dan karena pertumbuhannya yang sangat cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Neurospora adalah organisme yang pertumbuhannya sangat cepat tetapi askosporanya membutuhkan perlakuan khusus. Sel hifanya memiliki inti banyak (multinucleate). Miseliumnya berpigmen dengan jumlah pigmen bervariasi tergantung substratumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Neurospora crassa bersifat octosporous, hermaphrodit dan heterothallic. Unsur betinanya diwakili oleh protoperithecia, dimana setiap multinucleate askogonium ditempelkan. Askogonia menghasilkan cabang hifa panjang yang berfungsi sebagai trichogynes. Antheridia tidak dihasilkan. Unsur jantan diwakili oleh mikrokonidia yang diproduksi dalam rantai di microconidiophores; sejenis konidia, yang juga dapat menyalurkan nuclei ke receptive trichogynes. Dalam spesies ini, ditemukan bahwa peran organ seks jantan tidak terlalu besar dan fungsi seksual dikerjakan oleh bagian khusus dari thallus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gambar di atas merupakan siklus hidup Neurospora crassa. Reproduksi aseksual terjadi dengan pembentukan spora aseksual yang disebut konidia pada ujung konidiofor. Jika konidia jatuh pada tempat yang sesuai, maka konidia tersebut akan tumbuh menjadi miselium. &lt;br /&gt;
Reproduksi seksual terjadi peleburan antara hifa diploid (n), yaitu hifa (+) dan hifa (-). Dari hifa (+) terbentuk anteridium dan dari hifa (-) terbentuk askogonium. Kedua hifa ini akan saling mendekat dan setelah itu terjadi plasmogami, yaitu bersatunya plasma anteridium dan askogonium. Pada saat penyatuan, akan terbentuk hifa dikariotik (berinti 2). Kemudian terjadi kariogami, yaitu bersatunya inti-inti yang haploid tadi, sehingga terjadi fertilisasi antara 2 inti tersebut dan terbentuk sel diploid. Lalu, sel diploid mengadakan pembelahan meiosis sehingga terbentuk 4 sel anak yang haploid. Masing-masing sel anak haploid mengadakan pembelahan mitosis dan terbentuk 8 sel askospora yang haploid. Saat askospora jatuh pada tempat yang sesuai, maka akan tumbuh menjadi miselium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://putupermana.blogspot.com/2012/03/neurospora-crassa.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-828251437225892578.post-7863246744231305521</guid><pubDate>Sun, 18 Mar 2012 05:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-17T22:27:35.573-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Materi Kuliah</category><title>Rhizopus oryzae MATERI KULIAH SEMESTER 3</title><description>4.2 Pembahasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktikum yang kami lakukan kali ini berjudul fungi.&amp;nbsp; Berikut ini akan dibahas mengenai jamur-jamur yang kami amati dalam praktikum fungi, diantaranya: Rhizopus oryzae, Rhizopus nigricans, Neurospora crassa, dan Saccharomyces cerevisiae.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaasan yang pertama adalah Rhizopus oryzae. Rhizopus oryzae merupakan spesies yang termasuk dalam Kingdom Fungi , Divisio Zygomycota, Class Zygomycetes, Ordo Mucorales, Family Mucoraceae, dan Genus Rhizopus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rhizopus oryzae merupakan jamur yang sering digunakan dalam pembuatan tempe. Jamur ini aman dikonsumsi karena tidak menghasilkan toksin dan mampu menghasilkan asam laktat. Rhizopus oryzae mempunyai kemampuan mengurai lemak kompleks menjadi trigliserida dan asam amino. Selain itu jamur ini juga mampu menghasilkan protease. Menurut Sorenson dan Hesseltine (1986), Rhizopus oryzae tumbuh baik pada kisaran pH 3,4-6. Pada penelitian, semakin lama waktu fermentasi, pH tempe semakin meningkat sampai pH 8,4, sehingga jamur semakin menurun karena pH tinggi kurang sesuai untuk pertumbuhan jamur. Secara umum jamur juga membutuhkan air untuk pertumbuhannya, tetapi kebutuhan air untuk jamur lebih sedikit dibandingkan dengan bakteri. Selain pH dan kadar air, jumlah nutrien dalam bahan juga dibutuhkan oleh jamur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri R. oryzae secara umum, antara lain ialah hifa tidak bersekat (senositik), hidup sebagai saprotrof, yaitu dengan menguraikan senyawa organik. Pembuatan tempe dilakukan secara aerobik. Reproduksi aseksual cendawan R. oryzae dilakukan dengan cara membentuk sporangium yang di dalamnya terdapat sporangiospora. Pada R. oryzae terdapat stolon, yaitu hifa yang terletak di antara dua kumpulan sporangiofor (tangkai sporangium). Reproduksi secara seksual dilakukan dengan fusi hifa (+) dan hifa (-) membentuk progamentangium. Progamentangium akan membentuk gametangium. Setelah terbentuk gamentangium, akan terjadi penyatuan plasma yang disebut plasmogami. Hasil peleburan plasma akan membentuk cigit yang kemudian tumbuh menjadi zigospora. Zigospora yang telah tumbuh akan melakukan penyatuan inti yang disebut kariogami dan akhirnya berkembang menjadi sporangium kecambah. Di dalamsporangium kecambah setelah meiosis akan terbentuk spora (+) dan spora (-) yang masing-masing akan tumbuh menjadi hifa (+) dan hifa (-).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Siklus hidup Rhizopus oryzae&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat-sifat Rhizopus oryzae, yaitu koloni berwarna putih berangsur-angsur menjadi abu-abu, stolon halus atau sedikit kasar dan tidak berwarna hingga kuning kecoklatan. Sporangiofora tumbuh dari stolon dan mengarah ke udara, baik tunggal atau dalam kelompok (hingga 5 sporangiofora), rhizoid tumbuh berlawanan dan terletak pada posisi yang sama dengan sporangiofora. Terdapat sporangia globus atau sub globus dengan dinding berspinulosa (duri-duri pendek), yang berwarna coklat gelap sampai hitam bila telah masak. Kolumela oval hingga bulat dengan dinding halus atau sedikit kasar. Rhizopus oryzae memiliki spora bulat, oval atau berbentuk elips atau silinder. Suhu optimal untuk pertumbuhan jamur ini adalah 350C, minimal 5-70C dan maksimal 440C. Berdasarkan asam laktat yang dihasilkan Rhizopus oryzae termasuk mikroba heterofermentatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan selanjutnya yaitu Rhizopus nigricans. Rhizopus nigricans merupakan spesies yang termasuk dalam Kingdom Fungi, Divisio Zygomycota, Class Zygomycetes, Ordo Mucorales, Family Mucoraceae, dan Genus Rhizopus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rhizopus nigricans merupakan jamur yang terdapat pada roti. Jika roti lembab disimpan di tempat yang hangat dan gelap, beberapa hari kemudian akan tampak jamur tumbuh diatasnya. Spora yang berkecambah pada permukaan roti akan membentuk massa yang bercabang, berwarna perak dengan hifa tidak bersekat. Dalam beberapa hari, miselium akan menutupi permukaan roti dari rhizoidnya menembus kedalam roti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar Perkembangan Jamur dalam Roti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rhizoid menyekresikan enzim pencernaan yang bekerja menguraikan gula dan tepung yang berada dalam roti. Gula dan tepung tersebut kemudian diserap oleh rhizoid kedalam hifa. Pada roti akan terjadi perubahan warna, bau, dan rasa yang ditimbulkan oleh jamur yang disebabkan terjadinya perubahan senyawa kimia hasil aktivitas enzim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada roti akan tumbuh bulatan hitam yang disebut sporangium yang dapat menghasilkan sekitar 50.000 spora. Sporangium dibentuk pada ujung sporangiofor. Jika sporangium matang, dinding pelindung yang tipis pecah dan spora tersebar. Spora tersebut disebut spora aseksual dan reproduksi yang terjadi adalah secara aseksual. Reproduksi seksual terjadi juga didalam jamur roti dengan cara konjugasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar tahap tahap konjugasi adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;a.Hifa yang kelihatannya serupa memiliki sifat fisiologis yang berbeda dan biasanya diberi tanda positi (+) dan negatif (-). Hifa tidak dapat dibedakan menjadi hifa jantan dan hifa betina. Hifa yang bermuatan positif dan negatif tersebut bercabang pendek dan dinamakan gametangium.&lt;br /&gt;b.Gametangium positif (+) bersinggungan dengan gametangium negatif (-).&lt;br /&gt;c.Terjadi peleburan antara kedua gametangia sehingga terbentuk zigosporangium yang diploid(2n).&lt;br /&gt;d.Ukuran zigosporangium bertambah besar dan kemudian memasuki masa dormansi. &lt;br /&gt;e.Setelah beberapa bulan, jika kondisi lingkungan cukup baik, zigosporangium berkecambah. Kemudian, membentuk sporangium untuk menghasilkan spora seksual. Pembentukan spora tersebut terjadi secara meiosis.&lt;br /&gt;f.Spora tersebar, jika jatuh di tempat yang sesuai akan tumbuh dan berkembang menjadi hifa (individu baru). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan berikutnya adalah Neurospora crassa. Neurospora crassa dikenal pula dengan nama ilmiahnya Neurospora sitophila (dahulu Monilia sitophila).&amp;nbsp; Nama Neurospora berasal dari kata neuron (=sel saraf), karena guratan-guratan pada sporanya menyerupai bentuk akson. Jamur oncom termasuk dalam kelompok kapang (jamur berbentuk filamen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum diketahui perkembangbiakan secara seksualnya, jamur oncom masuk ke dalam kelompok Deuteromycota, tetapi setelah diketahui fase seksualnya (teleomorph), yaitu dengan pembentukan askus, maka jamur oncom masuk ke dalam golongan Ascomycota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neurospora crassa merupakan salah satu spesies yang masuk ke dalam Genus Neurospora, Family Sordariaceae, Ordo Sordariales, Class Ascomycetes, Divisio Ascomycota, dan Kingdom Fungi. Neurospora crassa dikenal pula sebagai kontaminan, terutama di dalam laboratorium. Kapang dari Genus Neurospora telah lama diketahui dan telah dipelajari sejak 1843.&amp;nbsp; Spesies N. crassa telah banyak digunakan di dalam penelitian laboratorium sejak 1941.&amp;nbsp; Pertumbuhan jamur ini yang sangat pesat, warna jingganya yang khas, serta bentuk spora (konidia) yang berbentuk seperti tepung merupakan ciri-ciri khas kapang ini. Di negara subtropis dan&amp;nbsp; tropis, makanan fermentasi dari kapang&amp;nbsp; telah banyak ditemukan di negara-negara Asia Timur dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rhizopus, Amylomyces, Mucor, Monascus dan Neurospora telah berperan sebagai mikoflora. Dalam kehidupan sehari-hari kapang Neurospora telah memegang peranan penting terutama dalam pengolahan makanan&amp;nbsp; fermentasi.&amp;nbsp; Kapang Neurospora telah dimanfaatkan untuk membuat oncom yang sangat populer bagi masyarakat Jawa Barat.&amp;nbsp; Di Brazil, Neurospora telah digunakan dalam proses pengolahan singkong menjadi minuman fermentasi.&amp;nbsp; Menurut Pandey, A. 2004, dalam Concise encyclopedia of bioresource technology, penerbit The Haworth Press:&amp;nbsp; Beberapa strain dari Neurospora crassa, dapat mengkonversi selulosa dan hemiselulosa menjadi ethanol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biakan (culture) Neurospora crassa dalam cawan petri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk dari spora Neurospora (terdapat guratan-guratan di permukaan spora)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk askospora dari N. crassa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto mikroskopik Neurospora crassa dengan SEM dari spora yang telah berkecambah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neurospora crassa memiliki spora berbentuk seperti urat saraf berloreng-loreng, sering terdapat pada produk-produk bakeri dan&amp;nbsp; menyebabkan kerusakan sehingga biasanya disebut bakery mold atau red bread-mold. Neurospora crassa juga dikenal sebagai jamur oncom. Dalam proses fermentasi jamur ini berkembang biak dan menjadikan makanan berwarna kuning-kemerahan. Jika jamur ini menyerang laboratorium mycology atau bakteriologi sebagai kontaminan, maka dapat menimbulkan bahaya pada kultur dan sangat sulit untuk dihilangkan karena banyaknya jumlah konidia yang mudah menyebar yang diproduksi dan karena pertumbuhannya yang sangat cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neurospora, seperti kebanyakan anggota Sordariaceae lainnya, adalah organisme yang pertumbuhannya sangat cepat tetapi askosporanya membutuhkan perlakuan khusus untuk tumbuh sebagaimana dilakukan pada Sordariaceae lainnya. Sel hifanya memiliki inti banyak (multinucleate). Miseliumnya berpigmen dengan jumlah pigmen bervariasi tergantung substratumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neurospora crassa bersifat octosporous, hermaphrodit dan heterothallic. Unsur betinanya diwakili oleh protoperithecia, dimana setiap multinucleate askogonium ditempelkan. Askogonia menghasilkan cabang hifa panjang yang berfungsi sebagai trichogynes. Antheridia tidak dihasilkan. Unsur jantan diwakili oleh mikrokonidia yang diproduksi dalam rantai di microconidiophores; sejenis konidia, yang juga dapat menyalurkan nuclei ke receptive trichogynes. Dalam spesies ini, ditemukan bahwa peran organ seks jantan tidak terlalu besar dan fungsi seksual dikerjakan oleh bagian khusus dari thallus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan terakhir adalah Saccharomyces cerevisiae. Saccharomyces cerevisiae merupakan spesies yang termasuk dalam Kingdom Fungi, Divisio Ascomycota, Class Ascomycetes, Ordo Saccharomycetales, Familia Saccharomycetaceae ,dan Genus Saccharomyces.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saccharomyces merupakan mikroorganisme yang sangat dikenal masyarakat luas sebagai ragi roti (baker’s yeast). Ragi roti ini selain digunakan dalam pembuatan makanan dan minuman, juga digunakan dalam industri etanol (Umbreit, 1959). Saccharomyces cerevisiae adalah mikroorganisme bersel tunggal dengan ukuran antara 5 sampai 20 mikron dan berbentuk bola atau telur. Saccharomyces cerevisae tidak bergerak karena tidak memiliki struktur tambahan di bagian luarnya seperti flagella (Prescott, 1959). &lt;br /&gt;Saccharomyces cerevisiae mempunyai lapisan dinding luar yang terdiri dari polisakarida kompleks dan di bawahnya terletak membran sel. Sitoplasma mengandung suatu inti yang bebas (discrete nucleus) dan bagian yang berisi sejumlah besar cairan yang disebut vakuola (Buckle, 1987). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saccharomyces cerevisiae dapat tumbuh dalam media cair dan padat. Pembelahan sel terjadi secara aseksual dengan pembentukan tunas, suatu bahan proses yang merupakan sifat khas dari khamir. Mula-mula timbul suatu gelembung kecil dari permukaan sel induk. Gelembung ini secara bertahap membesar, dan setelah mencapai ukuran yang sama dengan induknya terjadi pengerutan yang melepaskan tunas dari induknya. Sel yang baru terbentuk selanjutnya akan memasuki tahap pertunasan kembali. Tunas pada Saccharomyces serevisae dapat berkembang dari setiap bagian permukaan sel induk (pertunasan multipolar). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siklus hidup Saccharomyces cerevisiae (Kavanagh, 2005)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saccharomyces cerevisiae dapat berkembangbiak secara seksual dan umumnya melibatkan proses perkawinan yang diikuti dengan produksi spora seksual yang disebut akrospora dan spora-spora tersebut berada dalam bentuk kantung yang disebut askus. Biasanya khamir berkembang secara aseksual dan hanya pada kondisi lingkungan tertentu saja akan terjadi perkembangbiakan secara seksual (Buckle,1987).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur Saccharomyces cerevisiae terdiri dari sel anak, budding dan sel induk. Tepi berbentuk entire, dan permukaan halus. Koloninya berwarna putih keruh, permukaaan dan tepinya rata. Saccharomyces cerevisiae mikroorganisme eukaryotic dengan diameter 5-10 µm, reprduksinya melalui proses difusi yang dikenal sebagai budding. Saccharomyces cerevisiae dapat survive dan tumbuh dalam bentuk haploid dan diploid. Sel haploid adalah simple siklus hidup dalam fase mitosis dan pertumbuhan, dan jika berada dalam kondisi lingkungan yang stress akan mati. Sel diploid adalah simple siklus hidup dalam fase mitosis dan pertumbuhan, tetapi jika berada dalam kondisi lingkungan yang stress mengalami sporulasi, memasuki meiosis dan menghasilkan sebuah varietas dari spora haploid yang dapat melaukan konjugasi, kembali ke bentuk diploid (Narita, 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saccharomyces cerevisiae berperan dalam proses fermentasi. Seiring berkembangnya bioteknologi, S. cerevisiae juga digunakan untuk menciptakan revolusi terbaru manusia di bidang rekayasa genetika sehingga dijuluki sebagai superjamur. Selain itu, spesies ini digunakan dalam memproduksi berbagai makanan, minuman, biofuel, kimia, industri enzim, pharmaceutical, agrikultur, dan lingkungan (Narita, 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saccharomyces cerevisiae atau di Indonesia lebih dikenal dengan nama jamur ragi, telah memiliki sejarah yang luar biasa di industri fermentasi. Karena kemampuannya dalam menghasilkan alkohol inilah, Saccharomyces cerevisiae disebut sebagai mikroorganisme aman (Generally Regarded as Safe) yang paling komersial saat ini. Dengan menghasilkan berbagai minuman beralkohol, mikroorganisme tertua yang dikembangbiakkan oleh manusia ini memungkinkan terjadinya proses bioteknologi yang pertama di dunia. Seiring dengan berkembangnya genetika molekuler, S. cerevisiae juga digunakan untuk menciptakan revolusi terbaru manusia di bidang rekayasa genetika. S. cerevisiae yang sering mendapat julukan sebagai super jamur telah menjadi mikroorganisme frontier di berbagai bioteknologi modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja kegunaan mikroorganisme ini pun menjadi semakin penting di dunia industri fermentasi. Saat ini S. cerevisiae tidak saja digunakan dalam bidang fermentasi tradisional, tetapi mikroorganisme-mikroorganisme S. cerevisiae baru yang didapatkan dari riset dan aplikasi bioteknologi telah merambah sektor-sektor komersial yang penting, termasuk makanan, minuman, biofuel, kimia, industri enzim, pharmaceutical, agrikultur, dan lingkungan. Di masa depan, terutama karena krisis energi yang semakin sering terjadi, etanol yang diproduksi oleh fermentasi jamur ragi ini sepertinya akan mendapat perhatian khusus karena potensinya sebagai biofuel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S. cerevisiae adalah jamur bersel tunggal yang telah memahat milestones dalam kehidupan dunia. Jamur ini merupakan mikroorganisme pertama yang dikembangbiakkan oleh manusia untuk membuat makanan (sebagai ragi roti, sekitar 100 SM, Romawi kuno) dan minuman (sebagai jamur fermentasi bir dan anggur, sekitar 7000 SM, di Assyria, Caucasia, Mesopotamia, dan Sumeria). Di Indonesia sendiri, jamur ini telah melekat dalam kehidupan sehari-hari. Nenek moyang kita dan hingga saat ini kita sendiri menggunakannya dalam pembuatan makanan dan minuman, seperti tempe, tape, dan tuak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia sains, mikroorganisme ini adalah yang pertama kali diobservasi melalui mikroskop oleh Bapak Ahli MikrobiologiAntonie van Leewenhoek. Louis Pasteur, yang terkenal dalam penemuannya mengenai cara pensterilan susu, menggunakannya sebagai bahan biokimia hidup dalam proses transformasi. Jamur ini juga digunakan sebagai pabrik tempat pembuatan vaksin hepatitis B rekombinan yang pertama. Tak hanya itu, S. cerevisiae juga merupakan pabrik enzim makanan pertama (chymosin, enzim yang digunakan dalam pembuatan keju). Dan tentu saja penemuan spektakuler dalam memecahkan seluruh sekuens genom S. cerevisiae merupakan langkah pionir yang menentukan dalam menguak misteri sekuens genom manusia. Hampir semua teknologi frontier, seperti genomik, proteomik, dan nanobioteknologi, menggunakan jamur ini sebagai model. Tidak diragukan lagi bahwa inovasi sains dan teknologi juga akan semakin melaju di bidang bioekonomi. S. cerevisiae, sebagai model sains dan mikroorganisme komersial yang populer, akan terus memegang peranan penting di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa depan, S. cerevisiae akan menjadi sel inang yang semakin diperhitungkan dalam pembuatan low volume, high value produk bioteknologi, seperti enzim, bahan-bahan kimia, protein terapi, dan produk pharmaceutical lainnya yang berdaya komersial tinggi. Selain menghasilkan 800.000 ton protein dalam setahun, telah dihasilkan pula 60 juta ton bir, 30 juta ton anggur, dan 600.000 ton jamur ragi. Tak mengherankan mikroorganisme ini merupakan tulang punggung dalam produksi empat komoditas fermentasi terbesar di dunia.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, biomass jamur (baik untuk industri makanan manusia dan ternak) dan produksi tradisional etanol (untuk industri bir, anggur, minuman suling, dan energi) diperkirakan akan terus menyumbangkan produksi fermentasi terbanyak di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bidang energi, jamur ragi sebagai pabrik etanol merupakan suatu strategi alternatif yang telah dikembangkan di beberapa negara, seperti Brasil, Afrika Selatan, dan Amerika Serikat. Saat ini biomass tanaman adalah sumber biofuel yang paling banyak dikembangkan karena harganya yang murah dan persediaannya yang mudah didapat. Sayangnya, salah satu penghambat justru adalah langkanya low-cost technology dalam pengolahan tanaman menjadi etanol. Tentu saja tidak sembarang jamur ragi dipakai, melainkan beberapa strain S. cerevisiae yang telah direkayasa daur metabolismenya secara genetika sehingga dapat menghasilkan etanol secara efektif dan efisien. Biofuel dalam bentuk etanol merupakan salah satu harapan masa depan dari superjamur ini. Alasan utama dari penggunaan etanol adalah sumber energi yang sustainable dan ramah lingkungan serta sangat menguntungkan secara ekonomi makro terhadap komunitas pedesaan (petani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan itu, krisis energi dalam bentuk minyak bumi diperkirakan akan terjadi sehubungan dengan prediksi bahwa produksi minyak dunia akan memuncak dalam waktu 25 tahun mendatang dan selanjutnya menurun secara drastis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi negara-negara yang relatif miskin sumber daya minyak dan pengekspor minyak dunia, hal ini sangat mengancam kesejahteraan mereka, bahkan dapat mengancam pertahanan dan keamanan mereka. Oleh karena itu, mereka berpacu dengan waktu untuk mengembangkan dan mengaplikasikan teknologi baru yang dapat memuluskan transisi energi oil menuju energi biofuel yang dapat diperbarui. Tentu saja, bagi negara berkembang seperti Indonesia, pekerjaan rumah yang utama adalah bagaimana memanfaatkan sumber daya hayati jamur di Indonesia sehingga dapat mengembangkan ilmu sekaligus memajukan ekonomi berbasiskan ilmu pengetahuan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa peneliti Indonesia dengan kredibilitas tinggi di beberapa perguruan tinggi dan lembaga penelitian telah menemukan ratusan jenis jamur, bahkan lebih. Langkah selanjutnya adalah bagaimana kekayaan ini dimanfaatkan seoptimal mungkin, baik di bidang sains dasar maupun di bidang bioekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saccharomyces cerevisiae mempunyai mikrostruktur yang terdiri dari kapsul dan dinding sel .Dinding sel khamir pada sel-sel yang muda sangat tipis, namun semakin lama semakin menebal seiring dengan waktu. Pada dinding sel terdapat struktur yang disebut bekas lahir (bekas yang timbul dari pembentukan oleh sel induk) dan bekas tunas (bekas yang timbul akibat pembentukan anak sel). Setiap sel hanya dapat memiliki satu bekas lahir, namun bisa membentuk banyak bekas tunas. Saccharomyces cerevisiae dapat membentuk 9 sampai 43 tunas dengan rata-rata 24 tunas per sel, dan paling banyak lahir pada kedua ujung sel yang memanjang. Dinding sel khamir terdiri dari komponen-komponen sebagai berikut: Glukan Khamir (30-35% berat kering dinding sel), Mannan (30% dari berat kering dinding khamir), Protein (6% berat kering dinding sel), Kitin (1-2 %), Lipid (8.5-13.5 %). Mikrostruktur selanjutnya adalah membran sitoplasma, nucleus, vakuola, mitokondria, globula lipid Saccharomyces cerevisiae yang mengandung lipid dalam jumlah sangat sedikit. Lipid ini disimpan dalam bentuk globula yang dapat dilihat dengan mikroskop setelah diberi pewarna lemak seperti Hitam Sudan atau Merah Sudan. Dan sitoplasma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saccharomyces cerevisiae berkembang biak dengan cara berikut: 1. Pertunasan multipolar, dimana tunas muncul dari sekitar ujung sel . 2. Pembelahan tunas, yaitu gabungan antara pertunasan dan pembelahan. Pada proses ini mula-mula terbentuk tunas, tetapi tempat melekatnya tunas pada sel induk relatif besar, kemudian terbentuk septa yang memisahkan tunas dari induk selnya. Pada Saccharomyces, areal tempat melekatnya tunas pada induk sedemikian kecilnya sehingga seolah tidak pernah terbentuk septa (tidak dapat dilihat oleh mikroskop biasa). 3.Pembentukan askospora. Pada khamir diploid seperti Saccharomyces cerevisiae, meiosis dapat terjadi langsung dari sel vegetatif. Spora berbentuk bulat atau oval dengan permukaan halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saccharomyces cerevisiae berfungsi dalam pembuatan roti dan bir, karena Saccharomyces bersifat fermentatif (melakukan fermentasi, yaitu memcah glukosa menjadi karbon dioksida dan alkohol) kuat. Namun, dengan adanya oksigen, Saccharomyces juga dapat melakukan respirasi yaitu mengoksidasi gula menjadi karbon dioksida dan air. Saccharomyces dimanfaatkan untuk membuat tapai, bir, dan roti. Dalam proses pembuatan bir, khamir akan mengubah karbohidrat menjadi glukosa. Kemudian mengubah glukosa tersebut menjadi alkohol. Apabila ditulis dengan rumus kimia, reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;C6H12O6&amp;nbsp; --&amp;gt;&amp;nbsp; 2C2H5OH + 2CO2&lt;br /&gt;Saccharomyces juga dimanfaatkan untuk mengembangkan adonan roti, misalnya kue apem atau roti tawar. Adonan yang sudah jadi tidak langsung diolah, tetapi dibiarkan beberapa saat. Hal ini berfungsi untuk memberikan kesempatan pada khamir untuk melakukan proses fermentasi yang menghasilkan gas CO2. Gas CO2 yang terperangkap dalam adonan membuat teksturnya menjadi berongga dan mengembang. Khamir juga digunakan dalam industri alkohol. Proses akhir untuk mendapatkan alkohol ialah dengan cara penyulingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</description><link>http://putupermana.blogspot.com/2012/03/rhizopus-oryzae-materi-kuliah-semester.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>