<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5575425736515091405</id><updated>2014-02-05T00:57:17.048+07:00</updated><category term="Freemassonry"/><category term="illuminati"/><category term="Cermin Diri"/><category term="Dakwah Santry"/><category term="Pedoman Bersama"/><category term="agama itu indah"/><category term="d&#39;akwah sufi"/><category term="mari berilmu"/><category term="renungan"/><category term="Misteri Hidup"/><category term="Puisi"/><category term="Syair Islam"/><category term="3 dlm 1metamarfosis kehidupan"/><category term="aceh historry"/><category term="pengalaman+ilmu=sukses"/><category term="syajaraton islam"/><category term="Al-Hadist"/><category term="Keindahan"/><category term="my doc"/><title type='text'>Buih Malaka</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://putrasawang.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Hajarul Aswad</name><uri>https://plus.google.com/104988259977000978270</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-eYFVbOznpNA/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAfQ/h8MxNk1kBl0/s512-c/photo.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>144</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5575425736515091405.post-932601039784500692</id><published>2012-09-04T21:23:00.001+07:00</published><updated>2012-09-04T21:37:05.598+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Freemassonry"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="illuminati"/><title type='text'>Pengakuan Seorang Ekonom Perusak</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;h1 class=&quot;entry-title&quot;&gt;Pengakuan Seorang Ekonom&amp;nbsp;Perusak&lt;/h1&gt;&lt;img alt=&quot;buku-confession1&quot; class=&quot;alignleft size-full wp-image-1243&quot; src=&quot;http://serbasejarah.files.wordpress.com/2009/07/buku-confession13.jpg?w=547&quot; style=&quot;display: block;&quot; title=&quot;buku-confession1&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;b&gt;Judul buku : Confessions of An Economic Hit Man&lt;br /&gt;Penulis : John Perkins&lt;br /&gt;Penerbit : Abdi Tandur, Jakarta&lt;br /&gt;Halaman : 278&lt;/b&gt;&lt;/ol&gt;&lt;blockquote&gt;Inilah “pengakuan dosa” dan kesaksian seorang ekonom  bayaran Amerika Serikat yang ditugasi untuk menciptakan ketergantungan  ekonomi negara dunia ketiga dan terbelakang (less-developed countries)  melalui politik utang kepada negara adikuasa. Membaca buku karya John  Perkins–salah seorang economic hit man–ini seperti membaca novel  thriller: memukau, provokatif, dan penuh dengan ketegangan batin sang  penulis.&lt;/blockquote&gt;&lt;span id=&quot;more-1238&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman pribadinya sebagai ekonom perusak disajikan secara  blak-blakan dan terus terang dalam buku ini. Ia menceritakan bagaimana  profil seorang agen terselubung hasil rekrutmen &lt;b&gt;National Security Agency &lt;/b&gt;(NSA),  organisasi spionase Amerika yang paling sedikit diketahui tapi  terbesar. Dia telah berkelana ke berbagai pelosok dunia, seperti  Indonesia, Panama, Ekuador, Kolombia, Arab Saudi, Iran, dan negeri  strategis lainnya.&lt;br /&gt;Tugas utama Perkins sebagai &lt;b&gt;Economic Hit Man&lt;/b&gt; (EHM) adalah menerapkan kebijakan yang mempromosikan kepentingan&lt;b&gt; corporatocracy&lt;/b&gt; (koalisi bisnis dan politik antara pemerintah, perbankan, dan  korporasi) Amerika sambil menyatakan minat mereka untuk mengurangi  derajat kemiskinan di negara dunia ketiga yang kaya akan sumber daya  alamnya.&lt;br /&gt;Perkins dan teman-temannya berperan sebagai agen spionase  terselubung. Mereka membuat economics forecast untuk suatu negara klien &lt;b&gt;corporatocracy&lt;/b&gt; (&lt;b&gt;seperti telah dilakukan di Indonesia dalam proyek elektrifikasi Pulau Jawa sejak 1970-an&lt;/b&gt;) serta membantu penerapan skema ekonometrik yang akan mengucurkan dana jutaan dolar.&lt;br /&gt;Perkins dalam bukunya ini memaparkan berbagai cara terselubung–ala  kapitalis global yang rakus dan amoral–untuk mengendalikan sejumlah  peristiwa dramatis dalam sejarah, seperti kejatuhan Shah Iran, kematian  tragis Presiden Panama, Omar Torrijos, dan invasi militer Amerika ke  Panama dan Irak. Buku Confessions of an Economic Hit Man–yang  diperingatkan banyak kalangan agar tidak ditulis–mengemukakan pemahaman  tentang sistem yang memacu globalisasi dan memicu kemiskinan jutaan umat  manusia di seluruh dunia.&lt;br /&gt;Para agen &lt;b&gt;economic hit man&lt;/b&gt; adalah segelintir  profesional berpenghasilan sangat tinggi yang mengecoh pemerintahan  suatu negeri triliunan dolar. Mereka menyalurkan dana dari Bank Dunia,  Asian Development Bank (ADB), dan organisasi bantuan lainnya menjadi  dana korporasi raksasa.&lt;br /&gt;Sarana mereka meliputi antara lain rekayasa laporan keuangan yang  menyesatkan, praktek penyuapan, pemerasan, agen penggermoan (wanita dan  seks), serta pembunuhan terencana yang keji. Para EHM seperti Perkins  memainkan peranan yang telah menentukan dimensi baru dan mengerikan  selama era globalisasi.&lt;br /&gt;Para agen EHM ini bekerja berdasarkan pesan sponsor dari negara  adikuasa yang berniat mewujudkan sebuah imperium global untuk melakukan  penyesatan skema ekonometrik agar hasil forecast-nya memenuhi syarat  untuk memperoleh dana bantuan yang lebih menyerupai utang yang menjerat  dan mencekik negara penerima. Dana pinjaman yang begitu besar jumlahnya  itu dikucurkan oleh negara kreditor–melalui agen EHM–dengan tujuan utama  sebagai alat untuk mencengkeram negara bersangkutan.&lt;br /&gt;Akhirnya, negara penerima utang itu menjadi target yang lunak ketika  negara kreditor membutuhkan apa yang dikehendakinya, seperti pangkalan  militer, suara di PBB, serta akses yang mudah untuk mengeksplorasi  sumber daya alam (minyak bumi, gas, dan emas) yang dimiliki negara  penerima utang.&lt;br /&gt;Dana bantuan disalurkan melalui Chas. T. Main, Inc. (MAIN), sebuah  perusahaan konsultan multinasional yang bertanggung jawab atas kajian  untuk menentukan apakah Bank Dunia seyogianya memberikan pinjaman kepada  suatu negara. Dana korporasi global ini juga disalurkan melalui  perusahaan Amerika lainnya dalam proyek perekayasaan dan konstruksi.  Perkins menyebut di antaranya perusahaan multinasional Bechtel,  Halliburton, dan Stone &amp;amp; Webster.&lt;br /&gt;Namun, tidak semua pemerintahan tunduk pada model corporatocracy yang  dibangun para agen EHM ini. Menurut catatan Perkins, terdapat dua  penguasa (elite politik) yang secara berani dan tegas menolak  “perselingkuhan” bisnis dan politik dengan EHM ini. Mereka adalah  Presiden Panama (Omar Torrijos) dan Presiden Ekuador (Jaime Roldos).  Layaknya dalam dunia mafioso, para pembangkang seperti ini, menurut  kepentingan corporatocracy, harus dieksekusi mati secara tragis pula.  Keduanya tewas dalam suatu kecelakaan pesawat terbang (yang diledakkan  dengan bom) dan tabrakan yang mengerikan.&lt;br /&gt;Perkins secara jujur meyakini bahwa kematian mereka bukan kecelakaan  biasa karena human error, tapi ada tangan terselubung dan sangat rahasia  yang dimainkan CIA. Mereka “dihabisi” karena menentang keinginan dan  fraternity dengan para pemimpin corporatocracy, pemerintah negara  adikuasa, dan perbankan yang berkehendak membentuk imperium global.&lt;br /&gt;Melalui buku Confessions of an Economic Hit Man ini, Perkins juga  menyajikan sedikit kesannya ketika ditugaskan di Indonesia, sebuah  negeri di Asia Tenggara yang disebutnya “di Timur yang eksotik” (halaman  22-56). Selama berada di Indonesia, ia telah berinteraksi dengan  masyarakat marginal di Jakarta dan Bandung yang hidup di kawasan kumuh  berumah kardus.&lt;br /&gt;Penugasannya di Indonesia (pada 1970-an) itu untuk membuat rencana  strategi energi (to create a master energy plan) di Pulau Jawa. Sebagai  ekonom EHM, Perkins ditugasi untuk menghasilkan model ekonometrik bagi  Indonesia. Di situlah saatnya para agen EHM memanipulasi data statistik  untuk menghasilkan sebuah asumsi ekonomis demi memperkuat kesimpulan  yang direkayasa oleh para analis bagi kepentingan corporatocracy.&lt;br /&gt;Sebuah pertanyaan cerdas dan menggelitik muncul berkenaan dengan  terbitnya buku Confessions of an Economic Hit Man ini: benarkah IMF pada  masa krisis moneter di Indonesia (1997/1998) berperan ganda sebagai  agen EHM bagi kepentingan corporatocracy?&lt;br /&gt;Banyak pengamat dan analis ekonomi bersikap skeptis pada peran IMF  dalam memulihkan perekonomian Indonesia. Di antara mereka itu bahkan  menuduh IMF dan Bank Dunia sebagai dua lembaga finansial dunia yang  justru membawa Indonesia memasuki jurang krisis yang lebih dalam lagi  serta menciptakan ketergantungan yang sangat mengkhawatirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://serbasejarah.wordpress.com/ &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;SLAM KEINDAHAN ACEH,SLAM PERSHABATAN KTA.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrasawang.blogspot.com/feeds/932601039784500692/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2012/09/pengakuan-seorang-ekonom-perusak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/932601039784500692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/932601039784500692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2012/09/pengakuan-seorang-ekonom-perusak.html' title='Pengakuan Seorang Ekonom Perusak'/><author><name>Hajarul Aswad</name><uri>https://plus.google.com/104988259977000978270</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-eYFVbOznpNA/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAfQ/h8MxNk1kBl0/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5575425736515091405.post-1835004178619953637</id><published>2012-08-17T09:42:00.001+07:00</published><updated>2012-08-17T09:42:48.769+07:00</updated><title type='text'>Asal Usul Ucapan Selamat Di Hari Raya.. | 2LiSan.Com</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://www.2lisan.com/2755/asal-usul-ucapan-selamat-di-hari/#.UC2u5FsGMaU.blogger&quot;&gt;Asal Usul Ucapan Selamat Di Hari Raya&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;SLAM KEINDAHAN ACEH,SLAM PERSHABATAN KTA.&lt;/div&gt;</content><link rel="related" href="http://www.2lisan.com/2755/asal-usul-ucapan-selamat-di-hari/#.UC2u5FsGMaU.blogger" title="Asal Usul Ucapan Selamat Di Hari Raya.. | 2LiSan.Com"/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrasawang.blogspot.com/feeds/1835004178619953637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2012/08/asal-usul-ucapan-selamat-di-hari-raya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/1835004178619953637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/1835004178619953637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2012/08/asal-usul-ucapan-selamat-di-hari-raya.html' title='Asal Usul Ucapan Selamat Di Hari Raya.. | 2LiSan.Com'/><author><name>Hajarul Aswad</name><uri>https://plus.google.com/104988259977000978270</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-eYFVbOznpNA/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAfQ/h8MxNk1kBl0/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5575425736515091405.post-8920061935178131566</id><published>2012-04-19T08:43:00.001+07:00</published><updated>2012-04-19T08:43:05.244+07:00</updated><title type='text'>Awal Mula Peradaban Pada Islam</title><content type='html'>Zaman keemasan (golden ages)&lt;br&gt;peradaban Islam --abad ke-7 sampai 15--&lt;br&gt;tidak hanya melahirkan ulama-ulama&lt;br&gt;atau generasi yang mumpuni di bidang&lt;br&gt;keagamaan. Era itu juga banyak&lt;br&gt;melahirkan para ilmuwan di berbagai bidang. Mereka banyak menemukan&lt;br&gt;teori-teori baru dan membuat berbagai&lt;br&gt;macam peralatan atau temuan-temuan&lt;br&gt;yang kelak mempunyai arti penting&lt;br&gt;dalam sejarah peradaban dunia.&lt;br&gt;Termasuk di antaranya temuan-temuan di bidang matematika. Para pakar&lt;br&gt;matematika Muslim telah&lt;br&gt;memberi kontribusi nyata dan&lt;br&gt;menemukan berbagai macam teori di&lt;br&gt;bidang matematika seperti yang kita&lt;br&gt;kenal sekarang. Misalnya, mereka&lt;br&gt;menemukan sistem bilangan desimal, sistem operasi dalam matematika seperti&lt;br&gt;penjumlahan, pengurangan, perkalian,&lt;br&gt;pembagian, eksponensial, dan penarikan&lt;br&gt;akar. Tak cuma itu, mereka juga&lt;br&gt;memperkenalkan angka-angka dan&lt;br&gt;lambang bilangan, termasuk angka &amp;quot;nol&amp;quot; (zero). Mereka antara lain juga&lt;br&gt;menemukan bilangan phi (?), persamaan&lt;br&gt;kuadrat, algoritma, fungsi sinus, cosinus,&lt;br&gt;tangen, cotangen, dan lain-lain. Pakar&lt;br&gt;matematika Muslim itu antara lain: Al-&lt;br&gt;Khawarizmi, Al-Kindi, Al-Karaji, Al- Battani, Al-Biruni, dan Umar&lt;br&gt;Khayyam. Salah satu ilmuwan Muslim yang&lt;br&gt;memberikan sumbangan besar dalam&lt;br&gt;pengembangan matematika adalah&lt;br&gt;Muhammad bin Musa al-Khawarizmi.&lt;br&gt;Pakar matematika yang lebih dikenal&lt;br&gt;dengan sebutan Al-Khawarizmi ini hidup pada tahun 780 hingga 850 Masehi. Di&lt;br&gt;kalangan masyarakat Barat, Al-&lt;br&gt;Khawarizmi lebih dikenal dengan nama&lt;br&gt;Algorisme atau Algoritme. Ia telah&lt;br&gt;banyak menemukan teori-teori dalam&lt;br&gt;matematika. Al-Khawarizmi juga populer dengan&lt;br&gt;sebutan Bapak Aljabar. Aljabar diambil&lt;br&gt;dari namanya. Teori-teori Aljabar ia tulis&lt;br&gt;dalam kitabnya yang bertajuk &amp;quot;Hisab&lt;br&gt;Al-Jabr wal Muqabalah&amp;quot; atau buku&lt;br&gt;tentang penghitungan, restorasi dan pengurangan. Teori &amp;#39;algoritme&amp;#39; dalam&lt;br&gt;matematika modern diambil dari&lt;br&gt;namanya, karena dialah yang pertama&lt;br&gt;kali mengembangkannya. Al-Khawarizmi mengaku menulis buku&lt;br&gt;tentang aljabar untuk menyediakan&lt;br&gt;kebutuhan praktis bagi orang-orang yang&lt;br&gt;berurusan dengan harta peninggalan,&lt;br&gt;warisan, pembagian, perkara hukum,&lt;br&gt;dan perdagangan. Selain Aljabar dan algoritma, karya Al-&lt;br&gt;Khawarizmi lainnya misalnya persamaan&lt;br&gt;kuadrat dan fungsi sinus. Al-Khawarizmi diperkirakan lahir sekitar&lt;br&gt;tahun 780 Masehi di Kota Kath, di sebuah&lt;br&gt;lembah Khorzen. Kota Kath kini telah&lt;br&gt;lenyap karena terkubur pasir. Jejak-jejak Al-Khawarizmi antara lain&lt;br&gt;ditemukan di Kampus Universitas&lt;br&gt;Cambridge. Pada tahun 1857 di&lt;br&gt;perpustakaan Universitas Cambridge&lt;br&gt;ditemukan teks atau naskah aritmatika&lt;br&gt;karya seorang Muslim dalam terjemahan bahasa Latin bertajuk &amp;#39;Algoritimi de&lt;br&gt;Numero Indorum&amp;#39;. Naskah ini diawali&lt;br&gt;dengan kalimat, &amp;quot;Telah berkata&lt;br&gt;Algoritimi. Marilah kita haturkan pujian&lt;br&gt;kepada Tuhan, Pemimpin dan Pelindung&lt;br&gt;kita.&amp;quot; Naskah ini diyakini sebagai salinan dari&lt;br&gt;naskah aritmatika Al-Khawarizmi yang&lt;br&gt;telah diterjemahkan ke dalam bahasa&lt;br&gt;Latin pada abad ke-12 oleh dua sarjana&lt;br&gt;Inggris yaitu Gerard dari Cremona dan&lt;br&gt;Roberts dari Chester. Hasil terjemahan ini digunakan oleh para ahli&lt;br&gt;matematika di&lt;br&gt;seluruh dunia sampai abad ke-16. Al-Khawarizmi, penemu beberapa&lt;br&gt;cabang dan konsep dasar dalam&lt;br&gt;matematika ini, juga dikenal sebagai&lt;br&gt;seorang astronom dan ahli geografi.&lt;br&gt;Sebagai seorang astronom, dia dipanggil&lt;br&gt;ke Bagdad oleh Khalifah Al-Makmun dan diangkat memimpin para pakar&lt;br&gt;astronomi di istana. Selain Al-Khawarizmi, matematikawan&lt;br&gt;Islam yang lain adalah Al-Kindi (801-873).&lt;br&gt;Nama lengkapnya adalah Abu Yusuf&lt;br&gt;Yaqub Ibn Ishaq Al-Kindi. Ia dilahirkan&lt;br&gt;sekitar tahun 801 di Kufa, Irak, saat&lt;br&gt;ayahnya berkuasa di wilayah itu. Nama panggilan Al-Kindi menunjukkan&lt;br&gt;keturunan dalam kerajaan Kindah dari&lt;br&gt;keturunan Yemenite. Al-Kindi telah menulis sebelas kitab&lt;br&gt;tentang bilangan dan analisis numerik. Itu&lt;br&gt;antara lain kontribusinya di bidang&lt;br&gt;aritmatika. Namun, Al-Kindi lebih dikenal&lt;br&gt;sebagai seorang filsuf pertama di dunia&lt;br&gt;Islam. Irak juga melahirkan Abu Bakr Ibn&lt;br&gt;Hussein atau yang lebih dikenal dengan&lt;br&gt;nama Al-Karaji. Penulis kitab bertajuk Al-&lt;br&gt;Kafi fi Al-Hisab (Pokok-pokok Aritmatika)&lt;br&gt;ini lahir di Kharkh, sebuah daerah sub-&lt;br&gt;urban di Bagdad. Dalam buku ini Al-Karaji menerangkan tentang seluk-beluk&lt;br&gt;penghitungan. Al-Karaji juga menulis kitab Al-&lt;br&gt;Fakhri.Karyanya meliputi aritmatika,&lt;br&gt;aljabar, dan geometri. Zaman keemasan Islam juga melahirkan&lt;br&gt;pakar-pakar di bidang trigonometri.&lt;br&gt;Mereka antara lain adalah Al-Battani&lt;br&gt;(850-929), Al-Biruni (973-1050), dan Umar&lt;br&gt;Khayyam. Al-Battani atau Muhammad Ibn&lt;br&gt;Jabir Ibn Sinan Abu Abdullah dikenal sebagai bapak trigonometri. Ia lahir di&lt;br&gt;Battan, Mesopotamia, dan meninggal di&lt;br&gt;Damaskus pada tahun 929. Al-Battani&lt;br&gt;adalah tokoh bangsa Arab dan gubernur&lt;br&gt;Syria. Dia merupakan astronom Muslim&lt;br&gt;terbesar dan ahli matematika ternama. Al-Battani melahirkan trigonometri untuk&lt;br&gt;level lebih tinggi dan orang pertama yang&lt;br&gt;menyusun tabel cotangen. Sedangkan Al-&lt;br&gt;Biruni adalah peletak dasar-dasar&lt;br&gt;trigonometri modern. Dia seorang filsuf,&lt;br&gt;ahli geografi, astronom, ahli fisika, dan pakar matematika. Enam ratus tahun&lt;br&gt;sebelum Galgeo, Al-Biruni telah&lt;br&gt;membahas teori-teori perputaran (rotasi)&lt;br&gt;bumi pada porosnya. Al-Biruni juga memperkenalkan&lt;br&gt;pengukuran-pengujuran geodesi dan&lt;br&gt;menentukan keliling bumi dengan cara&lt;br&gt;yeng lebih akurat. Dengan bantuan&lt;br&gt;matematika, dia dapat menentukan arah&lt;br&gt;kiblat dari berbagai macam tempat di dunia. Selain itu, tokoh&lt;br&gt;matematika lain yang tak&lt;br&gt;kalah terkenal adalah Umar Khayyam.&lt;br&gt;Kendati ia lebih dikenal sebagai seorang&lt;br&gt;penyair, namun Umar Khayyam memiliki&lt;br&gt;kontribusi besar dalam bidang&lt;br&gt;matematika, terutama dalam bidang aljabar dan trigonometri. Ia merupakan&lt;br&gt;matematikawan pertama yang&lt;br&gt;menemukan metode umum penguraian&lt;br&gt;akar-akar bilangan tingkat tinggi dalam&lt;br&gt;aljabar, dan memperkenalkan solusi&lt;br&gt;persamaan kubus. Dalam bidang trigonometri, teori-teori&lt;br&gt;dari fungsi; sinus, cosinus, dan tangen,&lt;br&gt;telah dikembangkan oleh para ilmuwan&lt;br&gt;Muslim pada abad ke-10. Para ilmuwan&lt;br&gt;Muslim telah bekerja dengan teliti dalam&lt;br&gt;pengembangantrigonometri bidang datar dan ruang. Mereka mengembangkan&lt;br&gt;teori trigonometri berdasarkan pada teori&lt;br&gt;Ptolemeus. Namun, karya mereka lebih&lt;br&gt;diakui karena dua alasan: pertama, teori&lt;br&gt;mereka memakai sinus&lt;br&gt;sedangkanPtolemeus menggunakan tali atau penghubung dua titik di lingkaran&lt;br&gt;(chord). Kedua, teori trigonometri para&lt;br&gt;matematikawan Muslim itu&lt;br&gt;menggunakan bentuk aljabar sebagai&lt;br&gt;pengganti bentuk geometris.&lt;br&gt;SLAM KEINDAHAN ACEH,SLAM PERSHABATAN KTA.&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;SLAM KEINDAHAN ACEH,SLAM PERSHABATAN KTA.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrasawang.blogspot.com/feeds/8920061935178131566/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2012/04/awal-mula-peradaban-pada-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/8920061935178131566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/8920061935178131566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2012/04/awal-mula-peradaban-pada-islam.html' title='Awal Mula Peradaban Pada Islam'/><author><name>Hajarul Aswad</name><uri>https://plus.google.com/104988259977000978270</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-eYFVbOznpNA/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAfQ/h8MxNk1kBl0/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5575425736515091405.post-1981468118399083563</id><published>2012-02-13T10:35:00.000+07:00</published><updated>2012-09-04T21:36:14.404+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Freemassonry"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="illuminati"/><title type='text'>Hubungan Antara Pancasila, Zionisme dan Freemasonry: Tinjauan sejarah dan analisa dampak</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt; Hubungan Antara Pancasila, Zionisme dan Freemasonry: Tinjauan sejarah dan analisa dampak &lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;post-header&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;post-body entry-content&quot; id=&quot;post-body-979686965186310551&quot;&gt;TANGGAL 1 Juni disebut-sebut sebagai hari lahirnya Pancasila. Menurut Syafi’i Ma’arif, mantan Ketua PP Muhammadiyah, Pancasila merupakan karya brilian Bung Karno. Benarkah demikian? Hal itu diucapkannya pada sebuah teve swasta dalam acara memperingati Sewindu Reformasi, Mei 2006 silam. Bagaimana Pancasila dapat dikatakan sebagai karya brilian Bung Karno yang telah menggali nilai-nilai lokal kemudian diperahnya menjadi lima sila, dan salah satunya berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa, padahal hanya Islam yang Tuhannya Maha Esa. Agama selain Islam yakni Kristen (Protestan dan Katholik), Hindu, Budha dan Kong Hucu (bila diakui sebagai agama), semuanya adalah politheis, tidak Maha Esa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kedatangan Islam, masyarakat Indonesia bergama Hindu dan animis. Ini adalah fakta sejarah. Lalu darimana dasar berargumen BK yang mengatakan bahwa ia mengambil saripati nilai-nilai yang hidup di dalam masyarakat Nusantara, dan memerahnya menjadi Pancasila. Padahal, animisme tidak ber-Tuhan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang Orde Baru berkuasa, kepada rakyat Indonesia ditanamkan doktrin bahwa Pancasila yang bersumber dari nilai-nilai yang hidup dan berkembang di kalangan rakyat, merupakan ajaran yang tak boleh dibantah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doktrin tersebut disosialisasikan pada setiap penataran P-4. Sehingga, kalau ada yang berani mengemukakan wacana lain, pasti akan dilibas habis. Tetapi, setelah Orba ambruk, berbagai teori yang menggugat asal muasal Pancasila yang konon sakti itu, justru banyak bermunculan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara teori yang muncul itu mengatakan, bahwa sila-sila pada Pancasila ternyata memiliki kemiripan yang tak terbantahkan dengan asas Zionisme dan asas Freemasonry, seperti Monotheisme (Ketuhanan Yang Maha Esa), Nasionalisme (Kebangsaan), Humanisme (Kemanusiaan yang adil dan beradab), Demokrasi (Musyawarah), dan Sosialisme (Keadilan Sosial).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Abdullah Patani, sang pemilik teori, kesamaan sila-sila pada Pancasila dengan kelima sila pada asas Zionisme dan asas Freemasonry, tidak terjadi secara kebetulan, namun merupakan proses panjang dan sistematis, dimana para tokoh-tokoh penggagas Pancasila (Soekarno, Soepomo, dan M. Yamin) sudah sejak lama menyerap nilai-nilai zionisme dan freemasonry itu. Juga Ki Hajar Dewantara, yang diklaim sebagai bapak pendidikan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Ki Hajar Dewantara sudah memasukkan paham Freemasonry melalui lembaga pendidikan Taman Siswa yang sekuler. Sejak awal Taman Siswa menunjukkan kecenderungan yang sangat antipati terhadap agama Islam. Antara lain, penolakannya untuk memasukkan pendidikan agama ke dalam kurikulum, dan menggantikannya dengan pendidikan budi pekerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bung Karno adalah murid -non formal- dari Ki Hajar Dewantara dan A. Baars. Sebagai murid, ia patuh mengikuti teori yang dicanangkan sang guru. Bahkan, A. Baars sebagai guru Bung Karno, dikenal sebagai seorang Belanda yang menjadi anggota Partai Komunis pada zaman Semaun. Maka bisa dimengerti, bila Pancasila yang kemudian digagas Bung Karno, bagai bersaudara kembar dengan ‘pancasila’ milik kalangan zionis dan freemasonry. Apalagi Bung Karno semasa hidup menunjukkan sikap penghargaan yang tinggi terhadap pemikiran Kemal Attaturk, salah seorang anggota freemasonry dari Turki. Bahkan Soekarno cenderung meneladani Kemal di dalam menghadapi Islam, yaitu melakukan tipudaya terhadap rakyat dan ulama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Pancasila yang digagas Soekarno bersama penyair Soneta Mohamad Yamin dan Soepomo merupakan tipudaya yang sangat nyata. Melalui Pancasila, Bung Karno dan tokoh-tokoh nasionalis sekuler ini menciptakan landasan pembenaran untuk menerapkan floatisme (salah satu doktrin freemasonry).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud floatisme pada dasarnya menisbikan nilai-nilai agama, mengambangkan keyakinan umat beragama, dan mendorong pemeluk agama mencari titik persamaan dari agama-agama yang mereka anut. Sehingga yang muncul ke permukaan bukan ajaran murni agama, namun sekedar budi pekerti, atau semacam aliran kepercayaan yang tidak mempunyai syariah meski mengaku bertuhan yang maha esa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa Soekarno, terjadi perpindahan agama secara besar-besaran (ribuan orang) dari Islam ke Kristen (Protestan). Padahal seharusnya pemerintah harus mencegah setiap orang yang ingin murtad dari agama islam dengan menerapkan hukuman mati bagi yang murtad dari agama islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain keberpihakannya kepada kristenisasi, Soekarno juga sangat membela komunis. Soekarno tahu, komunisme tidak bisa subur di Indonesia karena faktor Islam. Karena itu, pertama-tama yang harus dilumpuhkan adalah kekuatan revolusioner yang benar-benar hidup di masyarakat, yaitu kekuatan revolusioner Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya, mengirimkan tokoh-tokoh partai Masyumi dan Syarekat Islam ke dalam penjara. Karena, mereka selama ini telah menjadi kekuatan revolusioner yang paling nyata di dalam menghadapi penjajah Belanda dan Jepang. Bila Belanda dan Jepang bisa dilawan, apalagi cuma komunisme. Langkah Soekarno selanjutnya menerapkan doktrin Nasakom (Nasionalisme, Agama, dan Komunisme).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu Soekarno berdalih, kita akan berhadapan dengan neo kolonialisme, neo penjajah. Untuk menghadapinya, kalangan Islam harus menjalin kerja sama dengan komunis, sehingga tercipta kekuatan yang besar. Untuk itu konsep Nasakom diperlukan. Ternyata, bahaya neo kolonialisme cuma omong kosong, hanya tipu daya Soekarno. Karena konsep Nasakom sesungguhnya hanya untuk membuat komunisme berkembang semakin pesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sila-sila yang diperkenalkannya itu sama dengan sila-sila yaang pernah disampaikan Mohamad Yamin pada 29 Mei 1945. Dan sila-sila itu mungkin hanya karya contekan dari asas Zionisme dan Freemasonry yang diperolehnya dari berbagai literatur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan mengintrodusir Pancasila, Soekarno berusaha meredam pertumbuhan kehidupan beragama yang sehat. Sebab Pancasila pada dasarnya hanyalah floatisme yang diterapkan di Indonesia dengan nama lokal. Ketiga, melalui Pancasila Soekarno membawa bangsa Indonesia menerima paham komunis, melalui doktrin Nasakom. Upaya ini akhirnya gagal total. Maka, lahirlah Orde Baru dengan semangat floatisme yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;————————————————————————————-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa Mengkhianati Pancasila?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Irfan S Awwas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Lajnah Tanfidzhiyah Majelis Mujahidin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PANCASILA tidak bisa dikatakan sebagai karya otentik Bung Karno. Karena, sebelum BK pada 1 Juni 1945 menyampaikan rumusan Pancasila, Prof. M. Yamin sudah lebih dulu mengenal dan menyampaikan rumusan ini. Setidaknya, BK bukanlah satu-satunya, karena selain BK dan Yamin, Soepomo juga merupakan salah satu founding fathers yang memperkenalkan Pancasila kepada rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pancasila juga tidak bisa dikatakan merupakan perahan dari nilai-nilai yang berkembang di dalam masyarakat Indonesia. Alasan pertama, sila-sila yang ada pada Pancasila, persis sama dengan asas Zionisme dan Freemasonry, seperti Monotheisme (Ketuhanan Yang Maha Esa), Nasionalisme (Kebangsaan), Humanisme (Kemanusiaan yang adil dan beradab), Demokrasi (Musyawarah), dan Sosialisme (Keadilan Sosial). Tegasnya, BK, Yamin dan Soepomo mengadopsi (baca: memaksakan) asas Zionis dan Freemasonry untuk diterapkan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan kedua, agama-agama yang berlaku di Indonesia tidak hanya Islam, tetapi ada Kristen Protestan dan Katolik, Hindu, Budha, bahkan Konghucu. Dari semuanya itu, hanya agama Islam memiliki konsep Berketuhanan Yang Maha Esa (Allahu Ahad). Selainnya, menganut paham dan konsep bertuhan banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Islam masuk ke Indonesia sejak tahun pertama Hijriah, penduduk di kawasan Nusantara ini beragama Hindu dan penganut animisme, yang tidak punya konsep Berketuhanan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan ketiga, pada masa pra kemerdekaan tatanan sosial masyarakat di kawasan Nusantara ini kebanyakan merupakan kerajaan-kerajaan Hindu. Dari sistem monarkis seperti ini, tidak dikenal konsep Musyawarah untuk Mufakat tetapi yang berlaku adalah sabda pandita ratu. Rakyat harus tunduk dan patuh kepada titah sang raja tanpa reserve. Sekaligus, tidak ada demokrasi, karena kedudukan raja dijabat turun-temurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa kerajaan Hindu, tidak ada persatuan, terjadi perpecahan, perebutan kekuasaan dan wilayah. Tidak ada nasionalisme. Lantas, dari mana dasar berpijak BK yang mengatakan bahwa Pancasila adalah hasil perahan dari saripati nilai-nilai yang ada dan hidup di kawasan Nusantara?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, justru BK-lah orang pertama yang mengkhianati Pancasila. Atas nama Pancasila BK berusaha menyeragamkan ideologi, budaya, seni, dengan memaksakan kehendak. Ideologi Nasakom dipaksakan dengan despotis. Bahkan kesenian yang dibolehkan hanya kesenian gaya Lekra. Sementara yang berjiwa keagamaan dinyatakan sebagai musuh revolusi. Hamka, malah dipenjarakan karena melawan Lekra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal, nampaknya Pancasila memang tidak ditujukan untuk menjadi alat pemersatu, dan untuk mengakomodir ke-Bhinneka-an yang menjadi ciri bangsa Indonesia. Tetapi, untuk menjegal peluang syari’at Islam. Hingga kini, para nasionalis sekular, dan non Muslim, menjadikan Pancasila sebagai senjata ampuh untuk menjegal syari’at Islam, meski konsep Ketuhanan yang ada pada Pancasila tidak sama dengan konsep berketuhanan banyak yang mereka anut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktanya, non Muslim lebih sibuk menyerimpung orang Islam yang mau menjalankan syari’at agamanya, ketimbang dengan gigih memperjuangkan haknya di dalam menjalankan ibadahnya dan menerapkan ketentuan agamanya. Bagaimana toleransi bisa dibangun di atas konstruksi masyarakat yang menganut anarkisme ideologis seperti ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, Pancasila sudah kian terbukti tidak dapat diandalkan menjadi alat pemersatu. Ia cuma alat politisi busuk yang anti Islam namun mengatas-namakan ke-Bhinneka-an. Padahal, bukan hanya Indonesia yang masyarakatnya multi etnis, multi kultural dan multi agama. Di Amerika Serikat, untuk mempertahankan ke-Bhineka-annya mereka tidak perlu Pancasila. Begitu juga dengan Malaysia. Faktanya, mereka justru lebih maju dari Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi rakyat Indonesia di bawah naungan rezim Pancasila, justru bagai berdiri di pinggir jurang, di malam gelap gulita. Digoyang berbagai bencana, dan dipenuhi sampah maksiat. Sementara hantu birokrasi yang korup, menyebabkan rakyat Indonesia hanya mampu mengigau tentang kesejahteraan, keselamatan, dan keamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah fakta sejarah yang betapapun pahitnya, haruslah diakui secara jujur. Sayangnya, sejumlah pejabat dan mantan pejabat di negeri ini, belum juga siuman dari mimpinya tentang kemanusiaan yang adil dan beradab, sebagaimana sila kedua Pancasila. Padahal sejarah membuktikan, apa yang dilakukan rezim penguasa selama 60 tahun Indonesia merdeka, justru penindasan terhadap kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memperingati hari lahir Pancasila, pada tanggal 4 Juni 2006 di Bandung muncul sejumlah tokoh nasional berupaya memperalat isu Pancasila untuk kepentingan zionisme. Celakanya, mereka menggunakan cara yang tidak cerdas dan manipulatif. Dengan berlandaskan asas Bhinneka Tunggal Ika, mereka memposisikan agama seolah-olah perampas hak dan kemerdekaan bangsa Indonesia. Bahkan, mereka menganggap agama tidak mampu memberi solusi terhadap kompleksitas problema negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pandangan mereka, segala hal yang berkaitan dengan agama dianggap membelenggu kebebasan. Upaya penyeragaman budaya, maupun moral atas nama agama sebagai hal yang tidak dibenarkan. “Bhineka Tunggal Ika sebagai landasan awal bangsa Indonesia harus dipertahankan. Masyarakat Indonesia beraneka ragam, sehingga tindakan menyeragamkan budaya itu tidak dibenarkan,” kata Megawati. Penyeragaman yang dimaksud, sebagaimana dikatakan Akbar Tanjung, “Keberagaman itu tidak dirusak dengan memaksakan kehendak. Pihak yang merongrong bhineka, adalah kekuatan-kekuatan yang ingin menyeragamkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebencian pada agama menyebabkan parameter kebenaran porak poranda, kemungkaran akhlaq merajalela. Kesyirikan, aliran sesat, dan perilaku menyesatkan membawa epidemi kemaksiatan. Negeri ini, kian menjauh dari rahmat Allah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan ada lagi pihak yang sok bersih, merasa menjadi tokoh pemersatu di negeri ini. Jika berpegang pada asas ke-Bhinneka-an, maka hukum pidana di Indonesia tidak boleh hanya satu, tapi harus beragam guna menaungi masing-masing golongan, agama, budaya dan adat istiadat Dengan demikian, hukum pidana Islam harus menjadi hukum positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika bangsa Indonesia mengadopsi sistem hidup sekuler dan menyingkirkan syari’at Islam, yang terjadi adalah malapetaka yang terus menerus. Adalah fakta, bahwa Pancasila telah gagal membangun moral, pertahanan keamanan ringkih, kesejehatraan bagi rakyat miskin, mengatasi kriminalitas, kemiskinan, pendidikan murah. Yang berhasil dibangun justru birokrasi korup, penguasa yang menyalah-gunakan wewenang, pejabat yang berkhianat kepada rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam telah menyumbang banyak pada Indonesia, tapi diperlakukan secara tidak adil dan diskrimintaif. Inventarisasi jasa Islam dilakukan seorang pakar sejarah, almarhum Dr. Kuntowijoyo, dalam bukunya Identitas Politik Umat Islkam. Jasa Islam bagi kebaikan negeri ini, menurut Kuntowijoyo, antara lain: Pertama, Islam membentuk civic culture (budaya bernegara). Kerajaan-kerajaan Islam yang berdiri di seluruh Indonesia sejak abad ke-13 pasti dipengaruhi oleh Tata Negara Islam, bukan oleh Hinduisme. Buku Tata Negara, seperti Tajus Salatin mempunyai pengaruh yang luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Solidaritas nasional, terjalin karena peng-Islaman Nusantara menjadikan seluruh Indonesia sebuah kesatuan. Jaringan itu terbentuk terutama sesudah ada diaspora Islam ketika Malaka jatuh ke tangan Portugis pada 1511. Persamaan agama, budaya, dan suku Melayu menjadikan jaringan agama sebagai proto-nasionalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, syari’at jihad menjadi motivator satu-satunya untuk meraih kemerdekaan, bebas dari belenggu penjajahan kafir Belanda. Pada tahun 1873-1903 terjadi Perang Aceh menentang penjajah Belanda. Pada tahun-tahun 1945-1949 ideologi jihad-lah yang mendorong pembentukan laskar Hizbullah-Sabilillah sebagai tentara resmi melawan penjajah. Perlawanan terhadap komunisme pada tahun 1965-1966 adalah berkah ideologi jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, kontrol sosial di NKRI, tidak hanya dijalankan oleh polisi, hukum, perundangan, dan peraturan, tapi terutama oleh agama Islam. Bayangkan, jika tidak ada Islam yang melarang pembunuhan, pencurian, dan perampokan, pastilah orang-orang kaya perlu punya banyak Satpam. Jika tidak ada Islam yang melarang tradisi kawin sesama saudara kandung, mengharamkan pelacuran, perjudian, miras, korupsi, seperti apa Indonesia hari ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, bangsa Indonesia belum pernah secara obyektif mengakui dan kemudian mengoreksi kesalahannya. Ada banyak alasan kondisional, dimana seseorang atau suatu bangsa terjerumus pada kesesatan tanpa menyadari bahwa mereka tersesat jalan. Mereka rela berkorban apa saja, demi bangsa, demi persatuan, demi hak asasi manusia, tanpa memahami bahwa itu semua adalah sia-sia. Al-Qur’an menginformasikan hal ini, sejak 15 abad lalu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah, apakah akan Kami beritakan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu, orang-orang yang telah melakukan kesesatan dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka mengira telah berbuat yang sebaik-baiknya.” (Qs. Al-Kahfi, 18:103-104)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca Pidato Soekarno: Lahirnya Pancasila&lt;br /&gt;http://id.wikisource.org/wiki/Pidato_Soekarno:_Lahirnya_Pancasila&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada baiknya baca juga buku&lt;br /&gt;Doktrin Zionisme &amp;amp; Ideologi Pancasila&lt;br /&gt;http://mcb.swaramuslim.net/index.php?section=2&amp;amp;page=-1atau download seluruh ebook MCB Swaramuslim dalam file chm di:&lt;br /&gt;http://www.pakdenono.com/swaramuslim.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: www.swaramuslim.net&lt;br /&gt;Pancasila, Zionisme dan Freemasonry&lt;br /&gt;Untold Story / the X files&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Erros Jafar ( www.swaramuslim.net )  &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;post-footer&quot;&gt;&lt;div class=&quot;post-footer-line post-footer-line-1&quot;&gt;&lt;span class=&quot;post-author vcard&quot;&gt; Diposkan oleh &lt;span class=&quot;fn&quot;&gt; &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/profile/13073918291507621966&quot; rel=&quot;author&quot; title=&quot;author profile&quot;&gt; FB: ainuamri2@gmail.com &lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class=&quot;post-timestamp&quot;&gt; di &lt;a class=&quot;timestamp-link&quot; href=&quot;http://ainuamri.blogspot.com/2010/08/hubungan-antara-pancasila-zionisme-dan.html&quot; rel=&quot;bookmark&quot; title=&quot;permanent link&quot;&gt;&lt;abbr class=&quot;published&quot; title=&quot;2010-08-26T09:00:00-07:00&quot;&gt;09:00&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;post-icons&quot;&gt;&lt;span class=&quot;item-control blog-admin pid-1466538865&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8832804881991309200&amp;amp;postID=979686965186310551&amp;amp;from=pencil&quot; title=&quot;Edit Entri&quot;&gt; &lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;post-footer-line post-footer-line-2&quot;&gt;&lt;span class=&quot;post-labels&quot;&gt; &lt;a href=&quot;http://ainuamri.blogspot.com/search/label/artikel%20islam&quot; rel=&quot;tag&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;post-footer-line post-footer-line-3&quot;&gt;&lt;span class=&quot;post-location&quot;&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;SLAM KEINDAHAN ACEH,SLAM PERSHABATAN KTA.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrasawang.blogspot.com/feeds/1981468118399083563/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2012/02/hubungan-antara-pancasila-zionisme-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/1981468118399083563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/1981468118399083563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2012/02/hubungan-antara-pancasila-zionisme-dan.html' title='Hubungan Antara Pancasila, Zionisme dan Freemasonry: Tinjauan sejarah dan analisa dampak'/><author><name>Hajarul Aswad</name><uri>https://plus.google.com/104988259977000978270</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-eYFVbOznpNA/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAfQ/h8MxNk1kBl0/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5575425736515091405.post-2770095289451867271</id><published>2012-02-12T23:05:00.001+07:00</published><updated>2012-09-04T21:37:30.187+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Freemassonry"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="illuminati"/><title type='text'>10 TRIK YAHUDI dalam kehidupan Kita</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;m:smallfrac m:val=&quot;off&quot;&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:rmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:defjc m:val=&quot;centerGroup&quot;&gt;    &lt;m:wrapindent m:val=&quot;1440&quot;&gt;    &lt;m:intlim m:val=&quot;subSup&quot;&gt;    &lt;m:narylim m:val=&quot;undOvr&quot;&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 24pt;&quot;&gt;10 Agenda Internasional Freemasonry&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;by &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.sugengprabowo.com/author/admin&quot; title=&quot;View all posts by Sugeng Prabowo&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Sugeng Prabowo&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.sugengprabowo.com/10-agenda-internasional-freemasonry#respond&quot; title=&quot;Comment on 10 Agenda Internasional Freemasonry&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Freemasonry adalah gerakan rahasia yang dibuat oleh sembilan orang Yahudi di Palestina pada tahun 37 M, yang dimaksudkan sebagai usaha untuk melawan pemeluk Masehi, dengan cara membunuh mereka satu persatu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Freemasonry secara bahasa terdiri dari dua kata, Free dan Mason. Free artinya merdeka dan mason artinya tukang bangunan. Dengan demikian Freemasonry secara etimologis berarti “tukang-tukang bangunan yang merdeka”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Freemasonry atau Al-Masuniyyah (dalam bahasa Arab) adalah sebuah organisasi Yahudi Internasional bawah tanah. Menurut buku Kabut-kabut Freemasonry, salah seorang yang disebut sebagai pendirinya adalah Herodes Agrida I (meninggal 44 M). Ia dibantu oleh dua orang Yahudi, Heram Abioud dan Moab Leomi.Freemasonry selanjutnya menempatkan dirinya sebagai musuh terhadap agama Masehi maupun Islam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Pada tahun 1717 M gerakan rahasia ini melangsungkan seminar di London di bawah pimpinan Anderson. Ia secara formal menjabat sebagai kepala gereja Protestan, namun pada hakikatnya adalah seorang Yahudi. Dalam seminar inilah gerakan rahasia tersebut memakai namaFreemasonry sebagai nama barunya. Sebagai pendirinya adalah Adam Wishaupt, seorang tokoh Yahudi dari London, yang kemudian mendapatkan dukungan dari Albert Pike, seorang jenderal Amerika (1809-1891).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Organisasi ini sulit dilacak karena strukturnya sangat rahasia, teratur, dan rapi. Tujuan gerakan Freemasonry secara umum adalah:Menghapus semua agama, menghapus sistem keluarga, mengkucarkacirkan sistem politik dunia, selalu bekerja untuk menghancurkan kesejahteraan manusia dan merusak kehidupan politik, ekonomi, dan sosial negara-negara non-Yahudi atau Goyim (sebutan dari bangsa lain di luar Yahudi).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Tujuan akhir dari gerakan Freemason adalah mengembalikan bangunan Haikal Sulaiman yang terletak di Masjid Al-Aqsha, di kota Al-Quds (Yerussalem), mengibarkan bendera Israel, serta mendirikan pemerintahan Zionis Internasional, seperti yang diterapkan dalam Protokol para cendekiawan Zionis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Buku Protokol ini berisikan langkah-langkah yang telah ditetapkan oleh para hakkom, catatan pembicaraan yang dilakukan di dalam setiap rapat mereka,serta berisikan 24 bagian (ayat) yang mencakup rencana politik, ekonomi, dan keuangan, dengan tujuan menghancurkan setiap bangsa dan pemerintahan non-Yahudi,serta menyiapkan jalan penguasaan bagi orang-orang Yahudi terhadap dunia Internasional.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Dalam gerakannya, Freemasonry menggunakan tangan-tangan cendekiawan dan hartawan Goyim, tetapi di bawah kontrol orang Yahudi pilihan. Hasil dari gerakan ini di antaranya adalah mencetuskan tiga perang dunia, tiga revolusi (Revolusi Perancis, Revolusi Amerika, dan Revolusi Industri di Inggris), melahirkan tiga gerakan utama (Zionisme, Komunisme, dan Nazisme)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Freemansory terbagi ke dalam tiga tingkatan:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;(1) Majelis Rendah atau Freemansory Simbolis;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;(2) Fremansory Majelis Menengah; dan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;(3) Fremansory Majelis Tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Dalam penerimaan keanggotaan, Freemasonry tidak mempersoal*kan agama calon anggota. Bahkan calon anggota disumpah sesuai dengan agama yang dianutnya. Dalam Freemasonry diadakan model kenaikan pangkat hingg level ke-33 bagi orang-orang Goyim. Orang-orang yang berhasil dijaring kemudian diberikan tugas untuk menyebarkan pahamFreemasonry dan bekerja untuk mereali*sasikan tujuannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Orang-orang tertarik kepada Freemasonry karena mereka menganggap bahwa organi*sasi ini bergerak di bidang kemanusiaan. Di balik itu mereka menanamkan doktirn Pengembangan Agama atau Polotisme, yang mengatakan semua agama itu sama, baik, dan benar. Lebih jauhFreemasonry dengan secara halus membawa anggotanya memahami Atheisme.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Freemasonry, organisasi Yahudi yang telah didirikan sejak lebih kurang tahun 900 SM, memiliki sepuluh program internasional.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Program ini dalam istilah Freemasonry dinamakan Harar atau Satanim, berlambangkan gurita berkaki sepuluh ular berbisa berkepala sepuluh, dan hantu penerkam berkuku baja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;1. Program pertama dalam istilah Freemasonry dinamakan &lt;i&gt;Takkim&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Pada masa Isa a.s.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Orang orang yahudi dengan segala tipu daya ingin membunuh Nabi Isa a.s. diantaranya fitnahan keji “ingin menjadi Raja Yahudi”yang disampaikan pada penguasa Romawi. Tetapi Allah SWT menyelamatkan Nabi Isa a.s. dan gantinya Yudas tersalib di Golgota. Maka setelah tiadanya nabi Isa, Yahudi berusaha menghancurkan ajran yang sudah disebarkan dengan “Takkim” yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type=&quot;disc&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Merusak ajarannya yang ada      seperti menghalalkan yang halal dan sebaliknya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Merusak akidah dengan doktrin      Trinitas.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Merusak Injil yang ada dengan Injil      palsu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Saul (Paulus) dijadikan      tandingan Nabi Isa a.s.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Pada Masa Islam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type=&quot;disc&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Pada masa Rasulullah      orang-orang Yahudi memupuk Munafiqin dan Muhadin. Mereka diantaranya      berusaha menfitnah istri Nabi, mengacaukan ajaran Islam, memecah belah      kaum Anshor dan Muhajirin.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Memecah belah Ali r.a dan      Muawiyah r.a. sehingga Aisyah turun tangan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Membuat ratusan hadist-hadist      palsu, memsukkan dongeng Israiliyat merubah penafsiran Al-Quran dan      sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Mendangkalkan aqidah umat      dengan filsafat Yunani sehingga timbul aliran kerahiban, tarikat sufi,      mu’tazilah dan sebagainya. Maka datangalah filsuf-filsuf Islam yang      menguraikan akidah islam dengan jalan filsafat Yunani, menuruti pikiran      Aflatun (Plato), Aristun (Aristoteles) dan lainya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Membuat lembaga pendidikan      Islam yang dipimpin seorang alim didikan Freemasonry yang menafsirkan      Alquran dan hadist dengan alam pikiran Freemasonry.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Menhidupkan sunnah-sunnah      jahiliah dengan alasan melestarikan adat istiadat nenek moyang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Menjadikan Islam supaya      Tasyabbuh dengan Nasrani dan agama lain, diantaranya dengan memasukkan      bentuk nyanyian gereja ke masjid, ulang tahun dan sebagainya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;2. Program kedua dinamakan &lt;i&gt;“Shada”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt; dalam istilah Freemasonry berarti membentuk agama baru dan agama tandingan di seluruh dunia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type=&quot;disc&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Salah satunya yaitu di India ketika Islam bangkit untuk      kembali ke Alquran dan Hadist dan mengobarkan Jihad fisabilillah, pihak      penjajah Inggris bekerja sama denganFreemasonry mendirikan gerakan anti      Jihad. Antara lain yaitu dengan menggalakkan sufi dengan perantara ulama      bayaran anggota Freemasonry . Ditunjukkanya seorang Freemason “ Mirza      Ghulam Ahmad”, ia mendakwakan dirinya sebgai Nabi akhir zaman , Bhuda      awatara, Krisna, dan semacamnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul type=&quot;disc&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Rabithah Alam islami yang bersidang di Makkah 14-18      Rabiul Awal1394 memutuskan bahwa Ahmadiyah itu bukan Islam dan berkaitan      dengan Zionisme.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul type=&quot;disc&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Dan kasus-kasus “aliran sesat islam” yang beredar di      indonesia seperti sholat dua bahasa dan lainya, kemungkian besar berkaitan      dengan program Freemasonry.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;3. Program ketiga dinamakan &lt;i&gt;Parokim, &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type=&quot;disc&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Membuat gerakan yang bertentangan untuk satu tujuan      Mengembangkan Freemasonry lokal dalam suatu negara dengan nama lokal,      tetpi tiada lepas dari asas dan tujuan Freemasonry.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul type=&quot;disc&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Mendukung tori-teori bertentangan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul type=&quot;disc&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Membangkitkan kufarat dan menyiarkan teori Sigmond      Freud dan Charles Darwin sehingga antara antara Ilmu pengetahuan dan agama      bersaing, kalah mengalahkan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;4. Program keempat dinamakan &lt;i&gt;Libarim&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;, yaitu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type=&quot;disc&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Melenyapkan etika klasik yang mengekang pergaulan      muda-mudi, termasuk melalui penyebaran kebebasan seksual.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul type=&quot;disc&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Mengahpus hukum yang melarang kawin antaragama untuk      menurunkan generasi bebas agama.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul type=&quot;disc&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Pengambangan pendidikan seks di sekolah-sekolah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul type=&quot;disc&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Persamaan hak antara laki-laki dan perempuan dalam hal      “kedudukan waris” dan “pakaian”.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul type=&quot;disc&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Mengembalakan pemuda-pemudi kedunia khayali, dunia      musik, dan narkoba. Serta membuat bet satan (rumah setan) untuk menampung      pemuda-pemudi kealamnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul type=&quot;disc&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Mengorganisir kaum lesbian, guy, lutherianserta      pengakuan hak mereka dalam hukum.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;5. Program kelima dinamakan Babill&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;, yaitu memupuk asas kebangsaan setiap bangsa dan menjaga kemurnian bangsa Yahudi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;6. Program Keenam ini dinamakan &lt;i&gt;Onan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type=&quot;disc&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Mengekang pertumbuhan bangsa Goyim (orang selain      Yahudi).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul type=&quot;disc&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Menyuburkan perempuan-perempuan Yhaudi menjadi peridi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;7. Program ketujuh dinamakan protokol&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;. Dalam istilah Freemasonry, protokol khusus untuk program bangsa Yahudi dalam Zionisme yang dimulai dengan pengantar protokol. Isi protokol adalah tentang rencana Yahudi untuk menguasai dunia, diantaranya peghancuran ekonomi suatu negara, penghancuran moral suatu bangsa dan banyak lagi. Dengan program protokol bangsa Yahudi dapat menjadi penguasa ekonomi dunia, pengatur Politikdan penerangan dunia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;8. Program kedelapan ini disebut &lt;i&gt;Gorgah&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type=&quot;disc&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Untuk merusak para pemimpin negara, ulama dan partai,      mereka harus dijerumuskan dalam pasar seks dengan seribu satu jalan.      Pepatah Yahudi mengatakan&lt;i&gt;”jadikanlah perempuan cantik untuk alat suatu      permainan siasat.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul type=&quot;disc&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Membuat jerat dan jala seks bagi seseorang yang      terhormat. Jika namanya disiarkan sehingga kehormatanya jatuh.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul type=&quot;disc&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Menyebarkan agen Kasisah, yaitu intel Fremasonry untuk      menghancurkan martabat lawan ditempat-tempoat maksiat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul type=&quot;disc&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Mendirikan gedung perjudian terbesar dan modern.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul type=&quot;disc&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Melemahkan pasukan lawan dengan perempuan dan obat khusus.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;9. Program kesembilan dinamakan Plotisme&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type=&quot;disc&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Mendidik alim ulama dalam Plotis yang pahamnya terapung      ambang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul type=&quot;disc&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Alim ulama plotis itu disebarkansebagai tenaga pengajar      di sekolah-sekolah dan lembaga-lembaga Islam.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul type=&quot;disc&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Alim ulama Plotis harus diangkat menjadi anggota      kehormatan Freemasoonry.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;10. Program kesepuluh ini dinamakan &lt;i&gt;Qornun&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type=&quot;disc&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Orang-orang yang terpilih yang berbahaya bagi      Freemasonry didukung agar menjadi kaya sehingga bergelimang harta, tetapi      akhirnya di peras secara halus oleh suruhan Freeemasonry.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul type=&quot;disc&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Memberi dana pendidikan bagi pendidikan agama dalam hal      berniaga, bertani, dan sebgainya sehingga mereka sibuk dalam keduniaan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul type=&quot;disc&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Lawan-lawan Freemasonry agar terjerat riba dan bank      Freeamsonry.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul type=&quot;disc&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Menghasut dan memberi jalan dengan berbagai cara agar      para pejabat bank diluar bank Yahudi melakukan korupsi sehingga bank      tersebut hancur dan kelak bank itu dibantu oleh bank Freemasonry dengan      ikatan yang kuat. Bank itu akan bersiri kembalio dengan tujuh puluh lima      persen modal Yahudi. Kemuidan pemimpin bank dan karyawan tersebut diberi      ajaran Freemasonry dan menjadi anggotanya..&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Dari data-data tersebut kita lihat bahwa begitu mendunianya program-program Freemasonry, dan Allah SWT telah memperingatkan ini dalam QS 8:72 bahwa mereka saling bahu membahu dan menjadi pelindung satu dengan lainya, dan pada lafadz “illa taf’aluuhu” Allah SWT memerintahkan kita untuk mengadakan upaya program tandingan Tansiq yaitu penyatuan hati umat islam. Dalam hal ini Ulama Islam sebagai pemegang amanah Para Rosul harus mulai bersatu untuk memimpin dan membangun Program tandingan yang mendunia yang insya Allah pasti akan menghancurkan program-program mereka.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; (Sumber :&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=28350&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;VIVAnews&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://islam.bloggermu.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Rujuk&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;SLAM KEINDAHAN ACEH,SLAM PERSHABATAN KTA.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrasawang.blogspot.com/feeds/2770095289451867271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2012/02/10-trik-yahudi-dalam-kehidupan-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/2770095289451867271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/2770095289451867271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2012/02/10-trik-yahudi-dalam-kehidupan-kita.html' title='10 TRIK YAHUDI dalam kehidupan Kita'/><author><name>Hajarul Aswad</name><uri>https://plus.google.com/104988259977000978270</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-eYFVbOznpNA/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAfQ/h8MxNk1kBl0/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5575425736515091405.post-6011566917002681330</id><published>2012-02-12T23:01:00.001+07:00</published><updated>2012-09-04T21:38:37.382+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="d&#39;akwah sufi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Freemassonry"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="illuminati"/><title type='text'>MEMBONGKAR KEDOK DEMOKRASI</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;m:smallfrac m:val=&quot;off&quot;&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:rmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:defjc m:val=&quot;centerGroup&quot;&gt;    &lt;m:wrapindent m:val=&quot;1440&quot;&gt;    &lt;m:intlim m:val=&quot;subSup&quot;&gt;    &lt;m:narylim m:val=&quot;undOvr&quot;&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Humanst531 BT&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;Tarbiyah Jihadiyah Kontemporer&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Humanst531 BT&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;Seri V&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Mistral;&quot;&gt;Supaya Engkau Memahami Jalan Orang-Orang Pendosa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Humanst531 BT&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;MEMBONGKAR KEDOK DEMOKRASI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Humanst531 BT&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;Oleh:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Humanst531 BT&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;Syaikh Mujahid Abu Mus‘ab Al-Zarqawi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Humanst531 BT&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;Judul Asli&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Humanst531 BT&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5575425736515091405&amp;amp;postID=6011566917002681330&quot; name=&quot;OLE_LINK1&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5575425736515091405&amp;amp;postID=6011566917002681330&quot; name=&quot;OLE_LINK2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt;Wa Li Tastabiina Sabiilal Mujrimiin&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Humanst531 BT&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;Oleh&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Humanst531 BT&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5575425736515091405&amp;amp;postID=6011566917002681330&quot; name=&quot;OLE_LINK3&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5575425736515091405&amp;amp;postID=6011566917002681330&quot; name=&quot;OLE_LINK4&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Humanst531 BT&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;Syaikh Mujahid Abu Mus‘ab Al-Zarqawi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Humanst531 BT&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;Publisher&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Humanst531 BT&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Divisi Informasi Organisasi Al-Qaeda Wilayah Dua Aliran Sungai (Bilâdu `r-Rôfidain)&lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Humanst531 BT&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Humanst531 BT&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;Edisi Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Humanst531 BT&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Humanst531 BT&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;Supaya Engkau Memahami Jalan Orang-Orang Pendosa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Humanst531 BT&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;Penerjemah&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Humanst531 BT&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Humanst531 BT&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;Abul ‘Abbas Al Janubi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Humanst531 BT&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;Publisher&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Humanst531 BT&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h6 style=&quot;direction: ltr; text-align: center; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt;AL-QAEDOON GROUP&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;h6 style=&quot;direction: ltr; text-align: center; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt;Kelompok Simpatisan &amp;amp; Pendukung Mujahidin&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: center; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Century Gothic&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;br clear=&quot;all&quot; style=&quot;page-break-before: always;&quot; /&gt; &lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;SIKAP MUJAHIDIN AL-QAEDA IRAK TERHADAP PEMERINTAH DEMOKRASI IRAK&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Divisi Informasi Organisasi Al-Qaeda Tanah Dua Aliran Sungai (Bilâdu `r-Rôfidain), mempersembahkan:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Pidato Amir Tanzim Al-Qaeda Irak, Syaikh Mujahid Abu Musab Al-Zarqawi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Sesungguhnya segala puji hanya milik Alloh, kami memuji-Nya dan memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Alloh dari kejahatan jiwa kami dan dari keburukan amal perbuatan kami. Barang siapa diberi petunjuk oleh Alloh, maka tiada seorang pun mampu menyesatkannya. Dan siapa yang disesatkan Alloh, maka tiada seorang pun mampu memberinya petunjuk. Dan aku bersaksi bahwa tiada ilah yang hak disembah selain Alloh, satu-satunya dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba sekaligus utusan-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Alloh Azza wa Jalla berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنجِيكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ {10} تُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرُُ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ {11} يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا اْلأَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ {12} وَأُخْرَى تُحِبُّونَهَا نَصْرُُ مِّنَ اللهِ وَفَتْحُُ قَرِيبُُ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ {13}&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;“Hai orang-orang yang beriman, maukah Ku tunjukkan kepada kalian sebuah perniagaan yang bisa menyelamatkan kalian dari siksa yang pedih? Yaitu kalian beriman kepada Alloh dan rosul-Nya serta kalian berjihad di jalan Alloh dengan harta dan jiwa kalian. Yang demikian itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui. Niscaya Alloh akan mengampuni dosa-dosa kalian serta memasukkan kalian ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan tempat tinggal-tempat tinggal yang baik di surga ‘Adn. Itulah kemenangan yang besar. Dan ada sesuatu yang lain yang kalian sukai, yaitu pertolongan dari Alloh dan kemenangan yang dekat, dan berilah kabar gembira kepada orang-orang beriman.” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;(QS. Ash-Shoff: 10-13)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Ibnu `l-Qoyyim &lt;i&gt;Rahimahulloh &lt;/i&gt;berkata dalam bukunya, &lt;i&gt;Madâriju `s-Sâlikîn&lt;/i&gt;: “Apabila musuh Islam dari kalangan orang-orang kafir menyerang salah satu negeri Islam, mereka menyerangnya atas takdir Alloh. Maka, bagaimana bisa dibenarkan kaum muslimin hanya pasrah terhadap takdir, serta tidak mau melawannya dengan takdir yang lain yaitu berjihad di jalan Alloh, yang dengan begitu berarti mereka telah melakukan penolakan takdir dengan takdir yang lain?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Ketahuilah wahai kaum muslimin, bahwa jihad hari ini merupakan obat penyembuh bagi berbagai macam penyakit yang tengah di derita umat Islam. Sesungguhnya tidak ada sesuatu pun yang bisa menyamai manfaat jihad –setelah tauhid— bagi masyarakat dan negara. Jihad adalah jalan yang para penempuhnya telah dijamin Alloh mendapat petunjuk, sebagaimana firman Alloh Ta‘ala:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ &lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;“Dan orang-orang yang berjihad di jalan Kami, pasti Kami beri petunjuk kepada mereka akan jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Alloh benar-benar menyertai orang-orang yang berbuat baik.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt; (QS. Al-‘Ankabût: 69)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Makanya, para salaf dahulu, apabila menemui sebuah masalah dalam urusan agama, mereka menanyakan kepada orang-orang yang&amp;nbsp; berjihad dan berjaga-jaga di daerah perbatasan karena berharap kemungkinan besar kebenaran ada pada mereka. Jihad juga merupakan salah satu pintu surga yang dengannya Alloh menghilangkan duka dan kesedihan, sebagaimana dalam sebuah hadits: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;عَلَيْكُمْ بٍالْجِهَادِ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ فَإِنَّهُ بَابٌ مِنْ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ يُذْهِبُ اللهُ بِهِ الْهَمَّ وَ الْغَمَّ&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;“Hendaknya kalian berjihad di jalan Alloh, karena jihad adalah salah satu pintu surga yang dengannya Alloh menghilangkan duka dan kesedihan.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir=&quot;RTL&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Dengan jihad, tujuan-tujuan agama terjaga dan kehormatan-kehormatan terlindungi, sebagaimana dikabarkan oleh tuhan kita, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;وَمَالَكُمْ لاَتُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَآءِ وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَآأَخْرِجْنَا مِنْ هَذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ وَلِيًّا وَاجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ نَصِيًرا &lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;“Mengapakah kalian tidak berperang di jalan Alloh, sementara orang-orang lemah dari kalangan laki-laki, wanita dan anak-anak mengatakan: Tuhan kami, keluarkan lah kami dari negeri yang dzalim penguasanya ini, dan jadikanlah pemimpin dan penolong bagi kami di sisi-Mu.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt; (QS. An-Nisâ’: 75)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Alloh Ta‘ala juga berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;وَمَن جَاهَدَ فَإِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهِ إِنَّ اللهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;“Dan siapa yang berjihad, pada dasarnya ia berjihad untuk dirinya sendiri, dan sesungguhnya Alloh Mahakaya (tidak butuh) kepada seluruh alam semesta.”&lt;/i&gt; (QS. Al-‘Ankabût: 6)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Artinya, kebaikan yang akan terjadi dari ibadah jihad kembalinya adalah kepada diri kita sendiri, jika kita berjihad di jalan Alloh. Alloh Ta‘ala tidak membutuhkan kita dan jihad kita. Jihad juga merupakan salah satu pintu penyaringan untuk mengetahui mana orang beriman yang benar-benar bertauhid dan mana orang munafik yang berpura-pura beriman, yang biasanya suka mengaku-aku sesuatu yang tidak diberikan kepadanya dan suka dipuji dengan perbuatan yang tidak dilakukannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Maka jihad adalah terjemahan dari tauhid dan indikasi kejujuran orang yang bertauhid. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Dan orang yang tidak memiliki pengalaman dalam mengalami pahit getirnya merintis jihad dan tertimpa bala’ dalam membela agama ini, maka ia tidak berhak menempatkan diri pada posisi-posisi kepemimpinan dan ketokohan, walau sebanyak apa pun ilmu yang ia miliki dan sepandai apa pun ia dalam beretorika. Kalau ia tetap mencalonkan dirinya, berarti ia termasuk orang yang merasa besar dengan sesuatu yang tidak diberikan kepadanya, tak ubahnya dirinya seperti pemakai dua baju palsu. Betapa umat Islam di zaman sekarang ini sangat memerlukan neraca dan penyingkap seperti ini, di mana banyak sekali orang-orang yang berpura-pura, munafik, dan pemanipulasi. Alloh Subhanahu wa Ta‘ala berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ &lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;“Apakah kalian mengira akan masuk surga, sementara Alloh belum tahu orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kalian.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt; (QS. Âli-‘Imrôn: 142)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Alloh Subhanahu wa Ta‘ala juga berfirman: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;وَالَّذِينَ ءَامَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللهِ وَالَّذِينَ ءَاوَوْا وَنَصَرُوا أُوْلَئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا &lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;“Dan orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Alloh, serta orang-orang yang memberikan tempat perlindungan dan pertolongan, mereka lah orang-orang beriman yang sesungguhnya…”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt; (QS. Al-Anfâl: 74)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Alloh Subhanahu wa Ta‘ala juga berfirman: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;الَّذِينَ ءَامَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِندَ اللهِ وَأُوْلاَئِكَ هُمُ الْفَآئِزُونَ &lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;“Orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Alloh dengan harta dan jiwa mereka, lebih besar derajatnya di sisi Alloh. Dan mereka lah orang-orang yang beruntung.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt; (QS. At-Taubah: 20)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;إ&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;ِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ ءَامَنُوا بِاللهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللهِ أُوْلاَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ &lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;“Sesungguhnya orang-orang beriman itu adalah orang-orang beriman kepada Alloh dan rosul-Nya, kemudian dia tidak ragu-ragu dan berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Alloh. Mereka lah orang-orang yang jujur.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt; (QS. Al-&lt;u&gt;H&lt;/u&gt;ujurôt: 15)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Pada ayat-ayat ini Alloh menetapkan bahwa jihad yang dilakukan oleh orang-orang beriman adalah bukti kejujuran diri dan keimanan mereka, dan mereka lah orang-orang yang betul-betul beriman, artinya betul-betul bertauhid. Mereka itu lah orang-orang yang jujur dan meraih kesuksesan di dunia dan akhirat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Ada pun orang-orang yang tidak berjihad dan berangkat berperang, yang hatinya gemetar setiap kali ada seruan jihad atau ketika terbuka pintu pengorbanan bagi umat ini, maka mereka adalah orang-orang yang patut dicurigai keimanannya, diragukan pengakuan imannya. Alloh Ta‘ala berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;إِنَّماَ يَسْتَئْذِنُكَ الَّذِينَ لاَيُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلأَخِرِ وَارْتَابَتْ قُلُوبُهُمْ فَهُمْ فِي رَيْبِهِمْ يَتَرَدَّدُونَ {45}* وَلَوْ أَرَادُوا الْخُرُوجَ لأَعَدُّوا لَهُ عُدَّةً وَلَكِن كَرِهَ اللهُ انبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ وَقِيلَ اقْعُدُوا مَعَ الْقَاعِدِينَ {46}&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;“Sesungguhnya, yang meminta izin kepadamu untuk tidak ikut berjihad hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Alloh dan hari akhir, dan hati mereka ragu-ragu lalu mereka terombang-ambing dalam keraguannya. Seandainya benar mereka ingin berangkat berperang, tentu lah mereka mengadakan persiapan untuknya, akan tetapi Alloh tidak menyukai keberangkatan mereka dan dikatakan kepada mereka: duduklah kalian bersama orang-orang yang duduk (tidak berangkat).”&lt;/i&gt; (QS. At-Taubah: 45-46)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Dalam ayat ini Alloh menetapkan bahwa ketidak ikut sertaan mereka dalam jihad bersama Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam sebagai indikasi kemunafikan dan ketidak beriman-an mereka. Sebagaimana tidak adanya persiapan dan tidak adanya usaha untuk menempuh sebab-sebab berjihad sebagai indikasi ketidak jujuran dan ketidak tertarikan mereka untuk berjihad. Setiap pengakuan haruslah ada bukti, dan bukti lisan tanpa perbuatan nyata tidaklah cukup.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Lalu, bagaimana dengan orang yang menghalangi umat ini dari jihad dan menganggap mujahidin sebagai penjahat dan pelaku dosa lantaran jihad yang mereka lakukan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata dalam bukunya &lt;i&gt;Al-‘Ubûdiyyah&lt;/i&gt;: “Alloh Subhanahu wa Ta‘ala telah menjadikan dua tanda bagi orang-orang yang mencintai-Nya: meneladani Rosul dan berjihad di jalan Alloh. Hal itu karena, jihad pada hakikatnya adalah berusaha keras dalam memperoleh apa yang dicintai dan diridhoi Alloh berupa iman dan amal sholeh, serta menolak apa saja yang dibenci Alloh berupa kekafiran, kefasikan, dan kefasikan.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Seandainya bangsa-bangsa muslim mau memberikan sebagian kecil dari yang mereka keluarkan kepada thoghut untuk kepentingan jihad, tentu keadaan mereka akan berubah menjadi sangat baik, tidak hina dan mundur serta menjadi budak para thoghut seperti yang mereka alami sekarang. Apatah lagi, sekiranya bangsa-bangsa muslim mendengar berita jihad di Irak yang sebenarnya. Sungguh, program-program dan proyek jihad di negeri dua Aliran sungai (Irak dan sekitarnya, pent) terus menguat dari hari ke hari, buahnya mulai tumbuh dan menggembirakan, yang membuat orang-orang kafir di Kawasan tidak bisa nyenyak tidur. Jihad ini telah memporak porandakan rencana busuk mereka, menggagalkan makar dan mematahkan kedengkian mereka terhadap negeri indah, Fallujah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Apakah gerangan yang sudah dicapai oleh penjajah Amerika dan sekutu-sekutunya, dari kaum Syiah dan yang lainnnya, dari kezaliman yang mereka lancarkan terhadap negeri-negeri Islam yang tadinya aman? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Sungguh terkuaklah kebusukan dan kedustaan mereka di hadapan seluruh masyarakat dunia, tercerai berailah klaim mereka bahwa mereka datang untuk mewujudkan keamanan melalui pemerintahan baru Irak yang murtad. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Demikian juga, hari ini mereka disibukkan untuk menyukseskan “bohong besar” Amerika, yang bernama demokrasi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Sungguh, Amerika telah mempermainkan pikiran kebanyakan bangsa di dunia dengan propaganda bohong berupa “kehidupan modern yang demokratis”. Amerika menampakkan kesan, seolah kebahagiaan dan kemakmuran mereka tergantung sekali dengan demokrasi. Dengan dalih demokratisasi itu kemudian mereka melegalkan perang yang mereka lancarkan terhadap Irak dan Afghanistan, karena mengklaim dirinya sebagai penjaga dan pelindung utama demokrasi di dunia. Atas tujuan ini pula lah dibentuk pemerintahan Iyadh Allawi, yaitu tujuan untuk menampakkan di hadapan opini masyarakat Irak dan dunia, bahwa Amerika benar-benar serius dalam keinginan mewujudkan negara Irak yang merdeka dan demokratis. Dengan begitu mereka akan bisa leluasa menjalankan program dan misi-misinya di kawasan Timur Tengah, utamanya adalah mewujudkan negara Israel Raya, dan “membungkus” ambisi besar mereka untuk menguasai kekayaan dan sumber daya alam Irak. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Dan di antara yang sangat dijaga oleh agama Islam ini agar senantiasa terjaga kemurnian dan keistimewaan ajarannya di banding ajaran agama lain, adalah penerapan dan penerimaan agama ini sebagaimana ketika diturunkan, dengan seluruh perintah, larangan, dan kaidah-kaidahnya, yang jauh dari manipulasi dan pengkaburan, jauh dari sikap ekstrim dan meremehkan. Inilah yang sangat ditekankan dalam banyak ayat Al-Quran dan hadits-hadits Nabi. Alloh Ta‘ala berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;فَاسْتَقِمْ كَمَآأُمِرْتَ وَمن تَابَ مَعَكَ وَلاَتَطْغَوْا إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيٌر &lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;“Maka berjalan luruslah kamu sebagaimana yang diperintahkan kepadamu dan kepada orang-orang yang bertaubat bersamamu, dan jangan berlaku berlebih-lebihan, sesungguhnya Alloh Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt; (QS. Hûd: 112)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;وَاتَّبِعْ مَايُوحَى إِلَيْكَ وَاصْبِرْ حَتَّى يَحْكُمَ اللهُ وَهُوَ خَيْرُ الْحَاكِمِينَ &lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;“…dan ikutilah wahyu yang diturunkan kepadamu dan bersabarlah sampai Alloh mendatangkan ketentuan-Nya, dan Alloh adalah sebaik-baik pemberi keputusan.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt; (QS. Yûnus: 109)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;وَأَنِ احْكُم بَيْنَهُم بِمَآأَنزَلَ اللهُ وَلاَتَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَن يَفْتِنُوكَ عَن بَعْضِ مَآ أَنزَلَ اللهُ إِلَيْكَ &lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;“…dan hendaklah kamu memberikan keputusan hukum kepada mereka berdasarkan apa yang diturunkan oleh Alloh dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu mereka, dan hati-hati lah kepada mereka jangan sampai mereka memperdayakanmu dari sebagian yang diturunkan Alloh kepadamu,”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt; (QS. Al-Mâidah: 49)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;فَاسْتَمْسِكْ بِالَّذِيْ أُوْحِيَ إِلَيْكَ إِنَّكَ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;“Maka berpegang teguhlah kepada apa yang diwahyukan kepadamu, sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt; (QS. Zukhruf: 43)&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;RTL&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Dan Alloh berfirman:&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;RTL&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;اتَّبِعُوا مَآأُنزِلَ إِلَيْكُم مِّن رَّبِّكُمْ وَلاَتَتَّبِعُوا مِن دُونِهِ أَوْلِيَآءَ قَلِيلاً مَاتَذَكَّرُونَ &lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;“Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari tuhanmu, dan janganlah kamu mengikuti pemimpin selain-Nya. Hanya sedikit saja dari mereka yang mau ingat.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt; (QS. Al-A‘rôf: 3)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Dan Alloh berfirman:&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِيْ مُسْتَقِيْمًا فَاتَّبِعُوْهُ وَلاَ تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيْلِهِ&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-size: 8pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;“Dan bahwasanya inilah jalan-Ku yang lurus maka ikutilah ia, dan janganlah kalian ikuti jalan-jalan lain sehingga akan mencerai beraikan kalian dari jalan-Nya…”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt; (QS. Al-An‘âm: 153)&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;RTL&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Nabi Shollallohu ‘alaihi wa Sallam bersabda, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;“Barang siapa membuat perkara baru dalam urusan kami yang bukan berasal darinya, maka perkara itu tertolak.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt; (HR. Bukhori – Muslim)&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;RTL&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Ran Beliau SAW bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيْرًا. فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ مِنْ بَعْدِي. عَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِدِ. وَإِيَّاكُمْ وَ مُحْدَثَاتِ&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;اْلأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;“Sesungguhnya orang yang hidup sepeninggalku di antara kalian, akan menyaksikan banyak perselisihan. Maka pegang teguhlah sunnahku dan sunnah para khalifah yang lurus dan mendapat petunjuk, gigitlah semua itu dengan gigi geraham. Dan hindarilah oleh kalian perkara-perkara baru, karena semua perkara yang diada-adakan (bid‘ah) itu sesat.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt; (HR. Tirmizi dan Abu Dawud)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Demokrasi datang untuk menyatakan kepada kita bahwa rakyat menjadi acuan utama dan penentu di dalam sistem tersebut. Di tangan mereka lah keputusan dan ketetapan semua permasalahan. Jadi pada hakikatnya, sistem demokrasi ingin mengatakan: tidak ada yang bisa menolak dan mengganggu gugat keputusan rakyat, di tangan mereka lah ketentuan hukum dan kepada mereka pula urusan rakyat dikembalikan. Keinginan rakyat adalah suci, pilihan mereka adalah sebuah keharusan, pendapat mereka adalah prioritas yang harus dihormati, hukum yang mereka tetapkan adalah bijaksana dan adil, siapa yang dianggap mulia oleh rakyat berarti dia mulia, dan siapa yang dianggap rendah oleh mereka maka ia rendah. Maka apa yang dihalalkan oleh rakyat itulah yang halal, apa yang mereka haramkan itulah yang haram, dan undang-undang atau aturan yang mereka sepakati maka itu lah yang legal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Selain itu, maka tidak ada nilai dan timbangannya, walau pun itu adalah agama yang lurus dan syariat dari Alloh robb semesta alam. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Slogan ini, yakni slogan “dari rakyat untuk rakyat”, merupakan inti dari faham demokrasi yang menjadi poros utama dari semua masalah yang diaturnya. Demokrasi tidak ada esensinya selain dengan slogan ini. Inilah sebenarnya “agama” demokrasi yang diagung-agungkan siang malam. Inilah yang dinyatakan sendiri oleh para penggagas dan penyerunya di depan masyarakat dunia. Ini pula lah yang kita saksikan dan kita lihat dengan mata kepala sendiri di dalam realita kehidupan. Ringkasnya, prinsip ajaran demokrasi –dengan berbagai cabang dan definisinya yang beragam—dibangun di atas prinsip-prinsip berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Rakyat adalah rujukan utama kekuasaan, terutama kekuasaan dalam pembuatan undang-undang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Hal ini terlaksana dengan penunjukkan wakil-wakil rakyat di dalam majelis parlemen untuk melaksanakan tugas pembuatan undang-undang. Dengan kata lain, pembuat aturan yang dipatuhi dalam sistem demokrasi adalah manusia, bukan Alloh. Ini artinya, “tuhan” yang diibadahi dan ditaati dalam hal menentukan aturan hidup (undang-undang) dan menentukan halal-haram adalah rakyat, manusia, makhluk…bukan Alloh. Ini jelas sebuah kemusyrikan, kekafiran dan kesesatan, karena bertentangan dengan prinsip-prinsip utama agama dan tauhid, juga karena mengandung sikap mensejajarkan manusia yang lemah ini dengan Alloh dalam urusan yang menjadi kekhususan-Nya sebagai Dzat yang diibadahi, yaitu urusan membuat aturan hidup (undang-undang). Alloh Ta‘ala berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;إِنِ الْحُكْمُ إِلاَّ للهِ أَمَرَ أَلاَّتَعْبُدُوا إِلآًّإِيَّاهُ &lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;“…hukum itu semata-mata hanya lah milik Alloh, Dia memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain kepada-Nya…”&lt;/i&gt; (QS. Yûsuf: 40)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;وَلاَيُشْرِكُ فِي حُكْمِهِ أَحَدًا &lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;“…dan tidak ada seorang pun yang menjadi sekutu Alloh dalam urusan hukum,”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt; (QS. Al-Kahfi: 26)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;وَمَااخْتَلَفْتُمْ فِيهِ مِن شَىْءٍ فَحُكْمُهُ إِلَى اللهِ &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;ذَلِكُمُ&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; اللهُ رَبِّي عَلَيْهِ &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;ت&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;َوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ &lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;“Dan apa saja urusan yang kalian perselisihkan, maka keputusan hukumnya adalah kepada Alloh.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt; (QS. Asy-Syûrô: 10), &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;… bukan kepada mayoritas rakyat atau suara terbanyak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;أَحْسَنُ&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; مِنَ اللهِ حُكْمًا لِّقَوْمٍ يُوقِنُونَ &lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;“Apakah hukum jahiliyah yang mereka cari? Dan siapa kah yang lebih baik hukumnya dari pada Alloh bagi orang-orang yang yakin?”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt; (QS. Al-Mâidah: 50)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;أَفَغَيْرِ اللهِ أَبْتَغِيْ حَكَمًا &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;وَهُوَ&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; الَّذِيْ أَنْزَلَ إِلَيْكُمُ الْكِتَابَ مُفَصَّلاً&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;“Katakanlah (Hai Muhammad), akankah aku akan mencari pemutus hukum selain Alloh, padahal Dia lah yang telah menurunkan kepada kalian kitab secara terperinci…”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt; (QS. Al-An‘âm: 114)&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;RTL&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;أَمْ لَهُمْ شُرَكَآؤُاْ شَرَعُوا لَهُم مِّنَ الدِّينِ مَالَمْ يَأْذَن بِهِ اللهُ &lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;“Apakah mereka memiliki sekutu-sekutu yang membuat aturan daripada agama, yang tidak diizinkan oleh Alloh…?”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt; (QS. Asy-Syûrô: 21)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Di sini, Alloh menganggap orang-orang yang membuat aturan untuk umat manusia yang menyelisihi aturan Alloh, sebagai sekutu dan tandingan-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Alloh Ta‘ala juga berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;وَأَنِ احْكُم بَيْنَهُم بِمَآأَنزَلَ اللهُ وَلاَتَتَّبِعْ &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;أَهْوَاءَهُمْ&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; وَاحْذَرْهُمْ أَن يَفْتِنُوكَ &lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;“…dan hendaklah kamu memberikan keputusan hukum kepada mereka berdasarkan apa yang diturunkan oleh Alloh dan janganlah kamu hawa nafsu mereka, dan hati-hati lah kepada mereka kalau sampai mereka memperdayakanmu dari sebagaian apa yang diturunkan Alloh kepadamu,”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt; (QS. Al-Mâidah: 49)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;اِتَّخَذُوْا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُوْنِ اللهِ &lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;“Mereka (kaum ahli kitab, yahudi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;-&lt;i&gt;nashrani) mengangkat rahib-rahib dan pendeta-pendeta mereka sebagai tuhan-tuhan selain Alloh…”&lt;/i&gt; (QS. At-Taubah: 31)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Diriwayatkan dalam sebuah hadits, dari Adiy bin Hatim, ketika ia datang kepada Nabi Shollallohu ‘alaihi wa Sallam masih dalam keadaan nashrani, ia mendengar beliau membaca ayat ini &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;اِتَّخَذُوْا &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;أَحْبَارَهُمْ&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;(&lt;i&gt;“Mereka (kaum ahli kitab, yahudi&lt;/i&gt;-&lt;i&gt;nashrani) mengangkat rahib-rahib dan pendeta-pendeta mereka sebagai tuhan-tuhan selain Alloh…” &lt;/i&gt;), &lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;RTL&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;maka Adiy berkata, “Sesungguhnya kami tidak pernah menyembah mereka.” Maksud Adiy adalah, kami tidak menyembah mereka dalam bentuk menyembah, doa, ruku’ mau pun sujud. Ini karena Adiy mengira, ibadah hanya terbatas pada hal-hal ini. Maka Nabi Shollallohu ‘alaihi wa Sallam berkata, “Bukankah mereka (para rahib dan pendeta itu) mengharamkan apa yang Alloh halalkan lalu kalian ikut menganggapnya haram? Dan mereka halalkan apa yang Alloh haramkan lalu kalian ikut menghalalkannya?” Adiy menjawab, “Kalau seperti itu, ya.” Nabi Shollallohu ‘alaihi wa Sallam bersabda, &lt;i&gt;“Itulah bentuk peribadatan kepada mereka.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;RTL&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Semoga Alloh merahmati Sayyid Qutb ketika beliau berkata, “Sesungguhnya manusia yang berada di dalam semua sistem pemerintahan buatan manusia itu mengangkat satu sama lain sebagai tuhan selain Alloh. Orang yang ada pada posisi tertinggi dalam sistem demokrasi sama dengan orang yang terendah dalam sistem diktator.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Dalam kesempatan lain, ia juga mengatakan, “Kekhususan sifat &lt;i&gt;ulûhiyah &lt;/i&gt;(ketuhanan) yang berlaku bagi umat manusia adalah memperlakukan mereka sebagai hamba, membuat undang-undang hidup bagi mereka, dan menentukan nilai-nilai bagi mereka. Maka, siapa yang mengaku memiliki salah satu dari perilaku-perilaku ini, berarti ia telah menganggap dirinya menyandang salah satu dari sifat &lt;i&gt;ulûhiyah&lt;/i&gt; yang paling khusus dan mengangkat dirinya sebagai tuhan yang disembah manusia selain Alloh.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Di bagian lain ia berkata, “Sesungguhnya yang memiliki hak menentukan halal-haram hanya lah Alloh saja. Tidak ada seorang pun dari manusia yang berhak menyandang hak itu, baik perorangan atau pemangku jabatan tertentu, tidak juga sebuah bangsa atau bahkan seluruh umat manusia, kecuali ketentuan yang berdasarkan kepada keterangan dari Alloh dan bersesuaian dengan syariat-Nya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Sistem demokrasi dibangun di atas prinsip kebebasan beragama dan berkeyakinan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Artinya, semua orang yang hidup di bawah naungan demokrasi, dipersilahkan meyakini keyakinan apa saja dan memeluk agama apa saja, dipersilahkan pindah agama ke agama apa saja kapan pun ia mau; walau pun pindah agama itu adalah pindah dari agama Alloh sekali pun, menuju keyakinan ateis atau menyekutukan Alloh dalam ibadah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Ini tidak diragukan lagi kebatilan dan kerusakannya, karena bertentangan dengan banyak sekali nash-nash syar‘î. Mengingat bahwa ketika seorang muslim pindah agama (murtad) ke agama lain, maka hukumnya dalam Islam adalah dibunuh, sebagaimana tercantum dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhôrî dan lain-lain, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;مَنْ بَدَّلَ دِيْنَهُ فَاقْتُلُوْهُ&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;“Siapa yang mengganti agamanya, maka bunuhlah dia.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt; Bukan dibebaskan. &lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;RTL&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Orang yang murtad tidak lah patut diberi jaminan keamanan atau perjanjian bersyarat, atau hak hidup berdampingan dengan muslim lainnya. Dalam agama Alloh, orang yang murtad hanya punya dua pilihan:&amp;nbsp; &lt;i&gt;Istitâbah&lt;/i&gt; (diminta bertaubat, kembali kepada agama Islam), atau dipenggal dengan pedang (dihukum mati). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Demokrasi berdiri di atas prinsip menjadikan rakyat sebagai penentu hukum atau peraturan, di mana semua masalah dan perselisihan dikembalikan hukumnya kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Maka kalau ada perselisihan antara dua orang, yang satu berposisi sebagai hakim, dan yang lain sebagai terdakwa, kita saksikan satu sama lain mengancam akan mengembalikan hukum sesuai ketentuan yang disepakati rakyat, sehingga rakyat lah yang menjadi pemberi keputusan dari perselisihan yang terjadi antara keduanya. Ini tentu saja bertentangan dengan prinsip tauhid yang menetapkan bahwa yang berhak memberikan ketentuan dalam semua masalah yang diperselisihkan manusia hanya lah Alloh saja, bukan siapa pun selain-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Alloh Ta‘ala berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;وَمَااخْتَلَفْتُمْ فِيهِ مِن شَىْءٍ فَحُكْمُهُ إِلَى اللهِ &lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;“Dan apa saja yang kalian perselisihkan, maka hukumnya adalah kembali kepada Alloh,”&lt;/i&gt;&amp;nbsp; (QS. Asy-Syûrô: 10). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Di saat yang sama, demokrasi mengatakan: Apa saja yang kalian perselisihkan, maka hukumnya kembali kepada rakyat, bukan kepada selain rakyat. &lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;RTL&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Alloh Ta‘ala juga berfirman: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;وَأُوْلِى&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; اْلأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَىْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلأَخِرِ &lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Alloh, taatilah Rosul, dan Ulil Amri di antara kalian. Jika kalian berselisih dalam suatu urusan, maka kembalikanlah perselisihan itu kepada Alloh (Al-Quran) dan rosul (Sunnah) jika kalian beriman kepada Alloh dan hari akhir…”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt; (QS. An-Nisâ’: 59)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Ibnu `l-Qoyyim &lt;i&gt;Rahimahulloh&lt;/i&gt; berkata dalam bukunya, &lt;i&gt;I‘lâmu `l-Muwaqqi‘în&lt;/i&gt;, “Pengembalian hukum kepada Alloh dan rosul-Nya dalam ayat ini, ditetapkan sebagai konsekwensi iman. Maka, ketika sikap pengembalian hukum ini tidak ada, secara otomatis iman pun hilang sebagaimana ketika sesuatu yang menjadi konsekwensi sesuatu yang lain akan hilang ketika konsekwensi itu tidak ada..”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Lebih dari pada itu, keinginan seseorang untuk mencari ketetapan hukum kepada rakyat atau kepada hal lain selain Alloh, di dalam syariat Islam ditetapkan sebagai perbuatan berhukum kepada thoghut, yang mana –seharusnya—thoghut itu dikufuri, sebagaimana firman Alloh Ta‘ala: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;أَلَمْ تَرَإلِىَ الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ ءَامَنُوا بِمَآأُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَآأُنزِلَ مِن قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَن يَتَحاَكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَن يَكْفُرُوا بِهِ &lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang mengaku dirinya beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan apa yan diturunkan sebelummu? Mereka ingin mecari ketetapan hukum kepada thoghut padahal mereka telah diperintah untuk mengkufurinya,”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt; (QS. An-Nisâ’: 60) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Di sini, Alloh menganggap keimanan mereka sebatas pengakuan saja dan tidak ada nilainya, hanya disebabkan adanya keinginan mereka untuk berhukum kepada thoghut dan kepada aturannya. Dan setiap aturan yang bukan dari aturan Alloh, atau hukum yang bukan hukum Alloh, maka itu termasuk dalam makna thoghut yang wajib untuk dikufuri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;4.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Demokrasi dibangun di atas prinsip kebebasan berekpresi dan mengungkapkan pendapat, apa pun bentuknya, bahkan pendapat yang mengandung pelecehan dan penghinaan kepada nilai-nilai agama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Karena di dalam kamus demokrasi, tidak ada istilah perkara-perkara suci yang tidak boleh disentuh atau di ungkapkan dengan kata-kata tidak baik. Alloh Ta‘ala berfirman: &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;لاَّيُحِبُّ اللهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلاَّ مَن ظُلِمَ &lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;“Alloh tidak menyukai perkataan buruk (yang diucapkan) secara terus terang kecuali oleh orang yang dizalimi…”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt; (QS. An-Nisâ’: 148)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Alloh Ta‘ala juga berfirman: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللهِ وَءَايَاتِهِ &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;وَرَسُولِهِ&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; كُنتُمْ تَسْتَهْزِءُونَ {65} لاَتَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِن نَّعْفُ عَن طَائِفَةٍ مِّنكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً ... {66}&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;“Dan jika engkau (Muhammad) bertanya kepada mereka (orang-orang munafik itu), tentu mereka akan mengatakan: Kami hanyalah hanya bermain-main dan bersendagurau.” Katakanlah (Muhammad), “Apakah dengan Alloh, rosul-Nya, dan ayat-ayat-Nya, kalian bersenda gurau? Tidak usah kalian minta maaf, kalian telah kafir setelah beriman. Jika lah Kami memberi maaf kepada satu golongan dari kalian, Kami mengazab golongan yang lain…”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt; (QS. At-Taubah: 65-66)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;5.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Demokrasi dibangun di atas prinsip pemisahan antara agama dengan negara, politik dan kehidupan sehari-hari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Maka, apa yang menjadi hak tuhan, biarlah untuk tuhan, yaitu terbatas pada urusan-urusan kebaktian di pojok-pojok tempat ibadat. Adapun urusan selain itu, yang bersangkutan dengan politik, ekonomi, dan sosial atau yang semisal, maka itu adalah hak khusus bagi rakyat. Maka, mereka mengatakan yang ini adalah milik tuhan –menurut asumsi mereka—, sedangkan yang ini adalah milik “sekutu-sekutu” kami. Maka apa yang menjadi milik sekutu mereka, tidak akan sampai kepada Alloh. Dan apa yang menjadi milik Alloh, maka tidak akan sampai kepada sekutu-sekutu mereka. Sungguh buruk apa yang mereka simpulkan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Perkataan seperti ini, dalam agama kita sudah sangat dimaklumi kerusakan dan kebatilannya, bahkan kufurnya orang yang mengatakannya. Sebab, kata-kata itu mengandung sikap pengingkaran kepada Alloh, sebagaimana dimaklumi dalam agama kita. Pengingkaran ini adalah pengingkaran kepada sebagian prinsip agama yang menetapkan bahwa agama Islam ini adalah agama mengatur urusan negara dan politik, hukum dan perundang-undangan. Agama ini tidak lah sesempit urusan-urusan kebaktian atau di antara dinding-dinding tempat ibadah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Pengingkaran terhadap prinsip ini, tidak diragukan lagi merupakan kekufuran nyata terhadap agama Alloh Ta‘ala, sebagaimana firman Alloh Ta‘ala:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ فَمَاجَزَآءُ مَن يَفْعَلُ ذَلِكَ مِنكُمْ إِلاَّ خِزْيُُفيِ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلىَ أَشَدِّ الْعَذَابِ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;“Apakah kalian beriman kepada sebagian kitab dan mengingkari sebagian yang lain? Maka tidak ada balasan bagi orang yang melakukannya selain kehinaan di kehidupan dunia, dan di hari kiamat nanti ia akan dikembalikan kepada azab yang sangat keras. Dan Alloh tidaklah lalai terhadap apa yang kalian kerjakan.”&lt;/i&gt; (QS. Al-Baqoroh: 85)&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;وَيَقُولُونَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَنَكْفُرُ بِبَعْضٍ وَيُرِيدُونَ أَن يَتَّخِذُوا بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلاً {150} أُوْلاَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ حَقًّا وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;عَذَابًا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; مُّهِينًا {151}&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;“…dan mereka mengatakan: “Kami beriman kepada sebagian dan kufur kepada sebagian yang lain,” dan mereka ingin mengambil jalan tengah di antara semua itu. Mereka itulah orang-orang kafir yang sesungguhnya, dan Kami sediakan bagi orang-orang kafir itu siksa yang menghinakan.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt; (QS. An-Nisâ’: 150-151)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;6.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Demokrasi dibangun di atas prinsip kebebasan mendirikan organisasi dan perkumpulan, apa pun bentuknya, dan apa pun keyakinan, dasar pemikiran, dan landasan moral yang dianut oleh perkumpulan itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Ini adalah prinsip yang batil menurut syariat Islam, ditinjau dari beberapa sisi. Di antaranya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Prinsip ini mengandung pengakuan secara sukarela tanpa paksaan, terhadap legalitas semua organisasi dan kelompok dengan beraneka ragam arahnya, walau pun bertujuan kepada hal-hal yang kufur dan syirik, dan bahwa mereka memiliki hak untuk eksis di dunia ini, mereka bisa menyebarluaskan kekufurannya, kerusakannya dan kebatilannya di dalam negara dan kepada masyarakat. Ini jelas bertentangan dengan banyak sekali nash-nash syar‘î yang menunjukkan bahwa pada prinsipnya cara memperlakukan kemungkaran dan kekufuran adalah mengingkari dan merubahnya, bukan mengakui dan membenarkan legalitasnya. Alloh Ta‘ala berfirman: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm 6pt 72pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَتَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;الدِّينُ&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; كُلُّهُ للهِ فَإِنْ انْتَهَوْا فَإِنَّ اللهَ بِمَا يَعْمَلُونَ بَصِيرُُ &lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 72pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;“Dan perangilah mereka sampai tidak ada lagi fitnah (kesyirikan) dan sampai agama itu seluruhnya menjadi milik Alloh…”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt; (QS. Al-Anfâl: 39)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 72pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah &lt;i&gt;Rahimahulloh&lt;/i&gt; berkata, “Setiap kelompok yang menolak untuk tunduk kepada syariat Islam yang jelas dan &lt;i&gt;mutawâtir&lt;/i&gt;, maka wajib diperangi sampai agama itu seluruhnya menjadi milik Alloh, ini berdasarkan kesepakatan para ulama.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Pengakuan secara suka rela ini mengandung makna ridho terhadap kekufuran yang dianut oleh kelompok-kelompok tersebut, walau pun yang memberikan pengakuan tidak menyatakan secara langsung bahwa ia mengakui kebebasan dari kekafiran ajaran kelompok tersebut. Padahal, ridho kepada kekufuran adalah kufur. Alloh Ta‘ala berfirman: &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm 6pt 72pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ ءَايَاتِ اللهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلاَ تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ إِنَّكُمْ إِذًا مِّثْلُهُمْ إِنَّ اللهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا &lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 72pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;“Dan telah diturunkan kepada kamu dalam Al-Kitab, bahwa ketika kalian mendengarkan ayat-ayat Alloh mereka mengingkari dan mempermainkannya, maka janganlah kalian duduk bersama mereka sampai mereka membahas perbincangan lain. (Jika kalian tetap saja duduk bersama mereka) berarti kalian sama dengan mereka, sesungguhnya Alloh mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam neraka Jahannam.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt; (QS. An-Nisâ’: 140)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Menganut prinsip ini sama saja dengan membiarkan kelompok-kelompok yang ada beserta semua misinya, untuk menyebar luaskan kekufurannya, dan membiarkan masyarakat tenggelam dalam berbagai macam kerusakan, fitnah dan hawa nafsu. Itu artinya, kita turut berperan dalam menghancurkan negara dan masyarakat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;7.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Demokrasi mengacu kepada bagaimana sikap mayoritas rakyat, dan membangun semua urusan berdasarkan keinginan mayoritas. Walaupun, mayoritas tersebut menyepakati sebuah kesesatan dan kekafiran yang nyata.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Maka, kebenaran yang tidak boleh diganggu gugat menurut faham demokrasi adalah, yang disepakati oleh mayoritas orang, bukan yang lain. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Ini jelas prinsip batil yang tidak boleh digunakan. Karena dalam pandangan Islam kebenaran adalah yang bersesuaian dengan Al-Quran dan Sunnah, entah sedikit pembalanya ataukah banyak. Sedangkan apa yang menyelisihi Al-Quran dan Sunnah, maka itu adalah batil, walaupun seluruh penduduk bumi menyepakatinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Alloh Ta‘ala berfirman: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;وَمَايُؤْمِنُ &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;أَكْثَرُهُمْ&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; بِاللهِ إِلاََّ وَهُمْ مُشْرِكُوْنَ &lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;“Dan tidak lah kebanyakan mereka beriman melainkan pasti masih berbuat kesyirikan.” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;(QS. Yûsuf: 106)&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;وَ إِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي اْلأَرْضِ &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;يُضِلُّوْكَ&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; عَنْ سَبِيْلِ اللهِ إِنْ يَتَّبِعُوْنَ إِلاَّ الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلاَّ يَخْرُصُوْنَ&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;“Dan jika kamu menuruti kebanyakan penduduk bumi, tentu mereka akan sesatkan kamu dari jalan Alloh. Tidaklah mereka mengikuti selain prasangka dan mereka itu hanyalah menduga-duga.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt; (QS. Al-An‘âm: 116)&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;RTL&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Ayat yang mulia ini menunjukkan bahwa mengikuti dan menuruti kebanyakan orang adalah kesesatan dari jalan Alloh. Sebab, mayoritas manusia memang berada di atas kesesatan, dan tidak lah mereka beriman kepada Alloh melainkan pasti menyekutukan-Nya dengan sesembahan yang lain. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Abdulloh bin Mas‘ud berkata kepada Amru bin Maimun, “Mayoritas Jamaah adalah mereka yang memisahkan diri dari jamaah. Jamaah itu adalah yang sesuai dengan kebenaran, walau pun engkau sendirian.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Al-Hasan Al-Bashri pernah berkata, “Sesungguhnya, pengikut Ahlus Sunnah itu berjumlah paling sedikit pada orang-orang terdahulu, dan paling sedikit pada orang-orang yang akan datang, mereka adalah orang-orang yang tidak larut dalam kemewahan orang-orang yang memiliki harta melimpah dan kebidahan para ahli bidah, mereka bersabar di atas sunnah yang mereka pegang sampai berjumpa dengan Tuhannya, maka jadilah kalian yang seperti itu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Yang mengherankan, meskipun fakta menunjukkan betapa buruknya hasil dari penggunakan sistem demokrasi ini, yang mengakibatkan perpecahan dan kelemahan umat, permusuhan dan perselisihan, di mana jamaah muslim berubah menjadi kelompok-kelompok terpisah, satu golongan menjadi bermacam-macam golongan, satu organisasi pergerakan menjadi bermacam-macam organisasi pergerakan, yang saling terpisah dan saling membenci; dan masih banyak lagi dampak buruk lainnya, tapi masih saja ada orang yang menganggap sistem demokrasi adalah sistem yang baik dan membelanya seolah mereka adalah para pencetus dan perumusnya. Hati mereka dijadikan cenderung menyukai demokrasi, sebagaimana dulu hati Bani Israil dijadikan suka kepada penyembahan terhadap anak sapi. Pendengaran mereka tidak memberi manfaat kepada mereka yang menjadikan mereka takut terhadap ayat-ayat Al-Quran dan nash-nash syar‘i. Penglihatan mereka tidak memberi manfaat kepada mereka sehingga mereka tidak bisa menyaksikan fakta menyedihkan yang disebabkan dari penerapan sistem demokrasi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Sebagian mereka beralasan ingin meraih maslahat dan keinginan memperkokoh posisi dalam kekuasaan melalui sistem demokrasi, mereka menjadikan demokrasi sebagai sarana untuk mencapai tujuan-tujuan agama tanpa mempedulikan, apakah sarana-sarana yang mereka gunakan itu sah menurut syariat dan agama Alloh ataukah tidak. Mereka terjerumus dalam kubangan tawar-menawar pada urusan-urusan agama yang bersifat prinsip dan manhaj dengan mengatasnamakan mashlahat dan meraih tujuan yang lebih besar. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Ath-Thobari meriwayatkan dalam tafsirnya, bahwasanya Walid bin Mughiroh, Ash bin Wa’il, Aswad bin Mutholib, dan Umayah bin Kholaf bertemu Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam, mereka mengatakan: “Hai Muhammad, mari kami ibadahi apa yang kamu ibadahi dan kamu mengibadahi apa yang kami ibadahi, dan kami ikutkan engkau dalam semua urusan kami. Jika memang yang kau bawa itu lebih baik daripada apa yang kami miliki, berarti kami telah mengambil bagian bersamamu di dalamnya. Tapi jika yang ada pada kami lebih baik dari ajaran yang kau bawa, berarti engkau telah mengambil bagianmu dari kami.” Maka Alloh menurunkan ayat: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Katakanlah (wahai Muhammad): “Wahai orang-orang kafir…dst hingga akhir surat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt; (Al-Kâfirûn).”&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;RTL&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Dalam peristiwa ini, kita bisa melihat bagaimana kaum Quraisy meminta Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam agar mau berkompromi dengan mereka dan mereka juga akan berbuat hal yang sama sehingga keduanya bisa bertemu pada satu titik. Mungkin ada sebagian orang akan mengatakan, seandainya Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam menyutujui permintaan mereka dan menyuruh agar mereka dulu yang menyembah Alloh, tentu setelah mengenal Islam mereka tidak akan kembali kepada kekafiran lagi, dan ini tentu memberikan sumbangan besar bagi dakwah Islam, memberikan kemenangan sekaligus menghilangkan berbagai cobaan yang menimpa kaum muslimin. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Jawabannya, sesungguhnya Alloh telah memberikan ketegasan dalam urusan ini:&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;لاَ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَ وَلاَ أَنْتُمْ عَابِدُوْنَ مَا أَعْبُدُ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;“Aku tidak menyembah apa yang kalian sembah, dan kalian bukan penyembah apa yang aku sembah…”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;RTL&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;… lalu diakhirnya: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;“Milik kalian agama kalian dan bagiku agamaku.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span dir=&quot;RTL&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Jadi masalah di sini adalah masalah prinsip yang tidak bisa ditawar-tawar atau dikompromikan, walau hanya sedikit. Sebab ini adalah salah satu masalah keyakinan, bahkan itu lah keyakinan yang inti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Sesungguhnya bagi yang mau merenungi peristiwa di atas dan bagaimana Al-Quran memberikan ketegasan di dalamnya, akan mendapatkan berbagai pelajaran yang hari ini sangat-sangat kita butuhkan. Bahkan memberikan gambaran yang jelas mengenai cara menghadapi berbagai langkah yang dilakukan musuh-musuh Islam dalam melancarkan tipudayanya, baik sekarang atau di masa mendatang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Sungguh seandainya engkau menyapa orang-orang kafir itu: “Wahai orang muslim,” mereka tidak akan berdamai kepadamu kecuali dengan syarat kamu tinggalkan agamamu, lalu kamu bersikap loyal dan patuh kepada mereka dalam sistem demokrasi mereka yang bobrok itu. Apalagi, kalau mereka berposisi sebagai fihak yang kuat dalam “pertempuran”. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Dan jika pernah terlintas dalam benakmu bahwa mereka akan ridho kepadamu tanpa kamu ikuti agama mereka, berarti kamu berfikir rancu. Sebaiknya engkau baca kembali Al-Quran. Sebaiknya engkau telaah kembali sejarah yang dulu maupun sekarang, agar engkau tahu bagaimana pengkhianatan, kedengkian dan kejahatan mereka, yang telah ditimpakan, dan terus ditimpakan, kepada Islam dan kaum muslimin. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Lantas, bagaimana kalian rela, wahai kaum muslim Irak, dihukumi oleh kaum salibis dan boneka-bonekanya dalam urusan kehormatan, darah, dan kemanusiaan kalian, dengan aturan selain aturan Alloh yang suci dan dengan agama selain agama-Nya yang lurus? Padahal kalian adalah anak cucu Shahabat Saad bin Abi Waqos, Al-Mutsanna, Kholid bin Walid dan Qo‘qo‘, yang telah menyuburkan tanah ini dengan darah mereka. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Maka sudah selayaknya kalian menyadari rencana-rencana musuh kalian pada penerapan demokrasi di negeri kalian. Mereka tidak menginginkannya selain untuk merampas kebaikan-kebaikan yang masih tersisa pada diri kalian, lalu mereka atur sesuai Lembaga &lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;Masyadah &lt;/span&gt;yang buruk itu, yang bertujuan untuk menjadikan kaum Syiah Rafidhoh berkuasa di Irak. Sungguh telah dimasukkan sebanyak empat juta orang penganut Syiah Rafidhah dari Iran untuk mengikuti pemilu, sehingga keinginan mereka untuk menguasai kursi parlemen tercapai. Dengan begitu, mereka akan leluasa membentuk sistem pemerintahan berdasarkan suara terbanyak, yang akan mengatur berbagai posisi penting negara, baik pada sektor pengendalian strategi, ekonomi, maupun keamanan. Mereka membungkus ambisinya dengan menyebarkan opini bahwa pemerintah ingin menjaga keamanan negara dan rakyat, ingin meraih kemajuan dalam program demokratisasi, dan membasmi semua yang ada kaitannya dengan Partai Baath yang dianggap berbahaya, dan satu lagi: memberantas kaum perusak dari kalangan Milisi Fedayeen pengikut Saddam Husein serta kaum Teroris.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Kaum Syiah memulai langkahnya dengan menjadikan program penyebaran keyakinan mereka sebagai program pertama agar bisa menghapus dominasi para tokoh Ahlus Sunnah (baca: Sunni), baik dari kalangan para Ulama, Dai, atau pun para pakar di berbagai bidang. Mereka dukung program mereka ini dengan kekuatan media massa yang cukup besar, sehingga kebatilan mereka nampak begitu memikat dan apa yang sebenarnya mereka pendam tertutup rapat. Dan apa yang ada dalam hati mereka jauh lebih besar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Setelah itu, mereka mulai menyebarkan faham madzhab mereka di tengah-tengah masyarakat, dengan harta dan senjata, dengan rayuan dan ancaman. Dengan kekuasaan yang mereka pegang, mereka dengan mudah menguasai berbagai sumber penghasilan kaum muslimin. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Jika dalam rencananya ini mereka berhasil, maka hanya dalam beberapa tahun saja sebagian besar daerah yang dihuni oleh kaum Sunni bisa berubah menjadi basis kaum Syiah. Ini diperparah dengan sikap diam yang diambil oleh para ulama (Sunni), karena mereka tidak mau mengatakan kebenaran sejujurnya, mereka kaburkan akidah Al-Wala dan Al-Baro dalam benak orang dengan menyatakan bahwa kaum Syiah adalah saudara dan teman dekat kita juga.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin: 6pt 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;وَهَلْ أَفْسَدَ الدِّيْنَ إِلاَّ الْمُلُوْكُ&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; وَأَحْبَارُ السُّوْءِ وَرُهْبَانُهَا&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Tidakkah yang merusak agama itu selain para raja&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir=&quot;RTL&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic Backslanted&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Dan para ulama dan ahli agama yang jahat…?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Duhai betapa menyedihkan jika suatu hari nanti kota Baghdad berubah menjadi basis kaum Syiah Rafidhoh…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Sungguh, meskipun selama bertahun-tahun Baghdad dikuasai oleh para penguasa murtad, yang menimpakan siksa pedih kepada penduduknya, akan tetapi belum pernah dalam sejarah Baghdad menjadi kota Syiah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Lihatlah Baghdad, dari hari ke hari kegelapan mulai menyelimutinya sedikit demi sedikit. Lihatlah, penampilan-penampilan gaya kaum berhala dan syirik mulai nampak di depan mata, suara-suara kaum Syiah yang melaknat para shahabat Nabi kita –Shollallohu ‘alaihi wa Sallam— dan menghina isteri-isteri beliau yang merupakan ibunda kaum mukminin mulai digaungkan keras-keras setiap saat di atas mimbar-mimbar khutbah dan siaran radio mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Semoga Alloh merahmati Imam Malik yang pernah mengatakan: “Tidak boleh tinggal di negeri di mana Abu Bakar dan Umar dicaci maki.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Inilah Umar &lt;i&gt;Al-Faruq&lt;/i&gt;, yang ketika beliau masih menjabat sebagai khalifah kaum Muslimin beliau pernah berkata, “Jika Alloh masih menghidupkanku hingga tahun depan, aku akan tinggalkan para wanita Irak dalam keadaan tidak butuh kepada seorang pun sepeninggalku.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Beliau –Umar Radhiyallohu ‘Anhu—merasa cemburu dengan kehormatan kalian padahal beliau tinggal di Madinah. Sedangkan hari ini, kaum Syiah begitu saja mencaci beliau setiap saat di tengah-tengah kalian. Tidak tersisa lagikah rasa cemburu dalam hati kalian, wahai penduduk Irak…?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Telah berlalukah dari dalam diri kalian rasa marah karena membela agama Alloh..? Kalian khianatikah kakek-kakek kalian, wahai anak cucu Sa‘ad bin Abi Waqqos, Al-Mutsanna, dan Khôlid….? Relakah kalian dengan kehinaan dan kerendahan, sementara “kaum pelacur” dari Rûm&amp;nbsp; (Barat), kaum Salibis para pengidap kelainan seks, dan “babi-babi” Syiah, mempermainkan kehormatan wanita-wanita kaum muslimin…?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Sylfaen&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Atas dasar pertimbangan-pertimbangan di atas, juga karena pertimbangan lain, kami maklumatkan “pertempuran sengit” terhadap sistem ini (sistem demokrasi). Kami telah terangkan hukum para penganut keyakinan batil dan jalan yang merugikan ini. Maka siapa saja yang turut memberikan bantuan demi tegakknya sistem ini, berarti ia telah bersikap loyal kepadanya dan kepada para pengikutnya, hukumnya sama dengan hukum orang yang menyeru manusia kepadanya dan yang membelanya. Dan orang-orang yang menjadi calon dalam pemilihan umum, mereka adalah para pengaku klaim Rubûbiyah (ketuhanan) selain Alloh, sedangkan orang-orang yang memilih mereka berarti telah mengangkat mereka sebagai tuhan-tuhan dan sekutu-sekutu selain Alloh. Di dalam agama Alloh, semua dari mereka ini hukumnya adalah kufur dan keluar dari Islam. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.google.co.id/search?sclient=psy-ab&amp;amp;hl=id&amp;amp;site=&amp;amp;source=hp&amp;amp;q=Syaikh+Mujahid+Abu+Mus%E2%80%98ab+Al-Zarqawi&amp;amp;btnG=Telusuri&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;sumber doc&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;SLAM KEINDAHAN ACEH,SLAM PERSHABATAN KTA.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrasawang.blogspot.com/feeds/6011566917002681330/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2012/02/membongkar-kedok-demokrasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/6011566917002681330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/6011566917002681330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2012/02/membongkar-kedok-demokrasi.html' title='MEMBONGKAR KEDOK DEMOKRASI'/><author><name>Hajarul Aswad</name><uri>https://plus.google.com/104988259977000978270</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-eYFVbOznpNA/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAfQ/h8MxNk1kBl0/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5575425736515091405.post-4361770998091015481</id><published>2012-01-17T14:55:00.001+07:00</published><updated>2012-09-04T21:39:18.278+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="d&#39;akwah sufi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Freemassonry"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="illuminati"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pedoman Bersama"/><title type='text'>tanda-tanda kemunculan al-mahdi</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;Assalamualaikum semua.... &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; Siapa yang tidak tahu tentang kisah kemunculan Imam Mahdi di akhir zaman  ini? Sebagai orang Islam, rata2nya sudah mengetahui akan kebangkitan  Imam Mahdi di akhir zaman ini. Bila akhir zaman itu?? Sekarang!!  Percayakah anda bahawa kita lah umat akhir zaman itu??? Yaaa.... Jika  merujuk kepada banyak hadis2 Nabi, maka memang terbukti kitalah umat  yang berada pada akhir zaman itu.. &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; عن ابن عباس عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: كيف  تهلك أمة أنا فى أولها وعيسى ابن مريم فى آخرها والمهدى من أهل بيتى فى  وسطها (ال�*اكم فى تاريخه ، وابن عساكر) أخرجه ابن عساكر (47/522) . وأخرجه  أيضًا : الديلمى (3/292 ، رقم4875) . &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; Dari Ibn Abbas r.a. dari Nabi SAW, bersabda: &quot;Bagaimana umat ini rusak sedangkan aku ada di awalnya, Mahdi ada di tengahnya dan &lt;a href=&quot;http://indonesiaindonesia.com/wiki/Al-Masih&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Al-Masih&lt;/a&gt; Ibn Maryam ada di akhirnya (Al Hakim dalam Kitab Tarikh, Ad Dailamy, Ibn Asakir ) &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;  &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ ، قَالَ : ذَكَرَ رَسُولُ اللَّهِ صلى  الله عليه وسلم بَلاءً يُصِيبُ هَذِهِ الأُمَّةَ �*َتَّى لا يَجِدُ  الرَّجُلُ مَلْجَأً يَلْجَأُ إِلَيْهِ مِنَ الظُّلْمِ ، فَيَبْعَثُ اللَّهُ  رَجُلا مِنْ عِتْرَتِي أَهْلِ بَيْتِي ، فَيَمْلأُ بِهِ الأَرْضَ قِسْطًا  وَعَدْلا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا ، يَرْضَى عَنْهُ سَاكِنُ  السَّمَاءِ وَسَاكِنُ الأَرْضِ ، لا تَدَعُ السَّمَاءُ مِنْ قَطْرِهَا  شَيْئًا إِلا صَبَّتْهُ مِدْرَارًا ، وَلا تَدَعُ الأَرْضُ مِنْ نَبَاتِهَا  شَيْئًا إِلا أَخْرَجَتْهُ �*َتَّى يَتَمَنَّى الأَ�*ْيَاءُ الأَمْوَاتَ ،  يَعِيشُ فِي ذَلِكَ سَبْعَ سِنِينَ أَوْ ثَمَانِ سِنِينَ (شر�* السنة  (أ�*اديث فقط) البغوي) &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; Abu Sa&#39;id al-Khudry ra, berkata: Nabi SAW menyebutkan bahwa akan ada  bencana yang menimpa umat ini sehingga mereka tidak mendapatkan tempat  untuk berlindung dari kezaliman tersebut, maka &lt;a href=&quot;http://indonesiaindonesia.com/wiki/Allah&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Allah&lt;/a&gt;  mengutus seorang laki-laki dari keturunanku dan keluargaku, maka pada  saat itu dunia ini dipenuhi keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi  kezaliman dan kemungkaran, penduduk langit suka dengannya begitu pula  penduduk bumi, tidak meninggalkan langit satu titispun dari air yang  turun darinya melainkan menumbuhkan tanaman dan menyuburkan tanah, dan  tidak meninggalkan bumi dari tumbuh tumbuhannya melainkan mengeluarkan  tanaman sehingga orang yang meninggal pun ingin hidup lagi. Al-Mahdi  hidup selama 7 atau 8 tahun&quot;.(Sarhus Sunnah-Al Baghawy , Misykaatu  al-Mashaabih bab Asyraatu as-Saa&#39;ah dalam Al-Mustadrak lil al-Hakim ) &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; Tsauban r.a. berkata: Rasulullah SAW bersabda; &quot;Hampir tiba suatu masa  di mana bangsa-bangsa dan seluruh dunia akan datang mengerumuni kamu  bagaikan orang-orang yang hendak makan mengerumuni talam hidangan  mereka.&quot; Maka salah seorang sahabat bertanya &quot;Apakah dari kerana kami  sedikit pada hari itu?&quot; Nabi SAW menjawab, &quot;Bahkan kanu pada hari itu  banyak sekali, tetapi kamu umpama buih di waktu banjir, dan Allah akan  mencabut rasa gerun terhadap kamu dari hati musuh-musuh kamu, dan Allah  akan mencampakkan ke dalam hati kamu penyakit &#39;wahan&#39;.&quot; Seorang sahabat  bertanya, &quot;Apakah wahan itu hai Rasulullah?&quot; Nabi menjawab, &quot;Cintakan  dunia dan takut mati.&quot; – HR Imam Abu Daud &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; Petanda akhir zaman ialah hampir seluruh dunia berkonspirasi  menghancurkan umat Islam, hatta Jepun dan Korea pun (yang nampak  neutral) menyertai pakatan ketenteraan ke Iraq. PBB sebenarnya adalah  pakatan Salibi-Yahudi. Lihat sahaja resolusi2 mereka semuanya menindas  umat Islam, bermula dengan resolusi 1948 (penubuhan negara &lt;a href=&quot;http://indonesiaindonesia.com/wiki/Haram&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Haram&lt;/a&gt;  Israel di Palestine), dan yang terbaru ialah resolusi anti-keganasan  dan WMA (weapon of mass destruction) yang berkesudahan dengan penjajahan  Iraq dan Afghanistan. &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; Ada lagi tanda2 yang mengatakan kita ini adalah umat akhir zaman; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; Penaklukan Baitulmuqaddis &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; Dari Auf b. Malik r.a., katanya, &quot;Rasulullah s. a. w. telah bersabda:&quot;Aku menghitung enam perkara menjelang hari kiamat.&quot; &lt;a href=&quot;http://indonesiaindonesia.com/wiki/Baginda&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Baginda&lt;/a&gt; menyebutkan salah satu di antaranya, iaitu penaklukan Baitulmuqaddis.&quot; - Sahih Bukhari &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;  &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; Zina bermaharajalela &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &quot;Dan tinggallah manusia-manusia yang buruk, yang seenaknya melakukan  persetubuhan seperti himar (keldai). Maka pada zaman mereka inilah  kiamat akan datang.&quot; - Sahih Muslim &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; Pemimpin yang terdiri dari orang yang jahil dan fasik &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; Menghias masjid dan membanggakannya &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; Di antara tanda-tanda telah dekatnya kiamat ialah manusia bermegah-megahan dalam mendirikan masjid&quot; - Riwayat Nasai. &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; Banyaknya berlaku pergaduhan dan pembunuhan &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &quot;Kiamat tidak akan berlaku kecuali apabila ilmu telah diangkat,  banyaknya berlaku gempa bumi, timbulnya huru-hara dan banyak pergaduhan  iaitu pembunuhan - Sahih Bukhari &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; Bila kita melihat kepada hadis2 yang dinyatakan tadi benarlah bahawa  kita ini ialah umat yang berada pada zaman yang akan berakhir iaitu  KIAMAT!!! &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; Mengikut hadis Saiyuduna Nabi Muhammad, kiamat takkan berlaku selagi  tidak munculnya seorang yang berasal dari keturunan baginda iaitu Imam  Mahdi! Secara realitinya hari ini Imam mahdi tidak menzahirkan lagi  dirinya. Oleh itu bila dia akan zahirkan diri? Semua ini dalam  pengetahuan Allah taala. Kita tak mampu untuk tahu secara hakikat bila  kemunculannya. Namun kita boleh mengkaji dari dalil2 hadis Nabi tentang  kemunculannya. &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; Hadis tentang kelahiran dan kemunculan Imam mahdi ; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ  عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْمَهْدِيُّ مِنْ عِتْرَتِي مِنْ وَلَدِ  فَاطِمَةَ (أخرجه أبو داود (4/107 ، رقم 4284) ، وابن ماجه (2/1368 ، رقم  4086) ، وال�*اكم (4/601 ، رقم 8672) ، والطبرانى (23/267 ، رقم 566) &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; Ummu Salamah ra, berkata: Adalah Nabi SAW, bersabda: &quot;Imam Mahdi itu  dari keluargaku dari keturunan anak Fatimah&quot; (Sunan Abu Dawud Kitab  Al-Fitan wal-Malahim. Bab Dzikru al-Mahdi, Ibn Majah, Al Hakim dan At  Thabra &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَهْدِيُّ  مِنِّي أَجْلَى الْجَبْهَةِ أَقْنَى الْأَنْفِ يَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا  وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا يَمْلِكُ سَبْعَ سِنِينَ &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; Abu Sai&#39;id al-Khudriy ra, berkata: Adalah Nabi SAW, bersabda:&quot;Imam Mahdi  dari keluargaku, lebar dahinya, mancung hidung-nya, pada masanya dunia  penuh keadilan dan kedamaian serta kejujuran, sebagaimana sebelumnya  penuh dengan kezaliman dan kemaksiatan, ia akan menjadi khalifah dimuka  bumi selama tujuh tahun&quot; (HR. Abu Dawud, Kitab al-Fitan wal-Malahim. Bab  Dzikru al- Mahdiy ) &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; Ini pula tanda2 yang sudah berlaku tentang kemunculan Imam Mahdi; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &quot;Sebelum kemunculan Imam Mahdi, akan berlaku secara berturut2 2 gerhana  pada bulan Ramadhan..&quot; (Ibn Hajar Al haitami, Al Qaul Al Mukhtasar fi  &#39;alamat Al mahdi Al Muntazar) &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &quot;Akan ada dua gerhana matahari di bulan Ramadhan sebelum kedatangan Al Mahdi.&quot; (Mukhtasar Tazkirah Qurtubi) &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &quot;Telah sampai kepadaku bahwa sebelum Al Mahdi datang, bulan akan gerhana  dua kali di bulan Ramadhan.&quot; (Diriwayatkan oleh by Abu Nu&#39;aym dalam  al-Fitan) &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &quot;Gerhana matahari di pertengahan bulan Ramadhan dan gerhana bulan di  akhirnya.&quot; (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir  al-zaman, hal. 37) &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; Jika kita melihat kepada dalil2 di atas maka fahamlah bahawasanya tanda2  kemunculan Imam Mahdi ini sudah berlaku. Yaaaa, gerhana bulan dan  matahari pernah direkodkan berlaku pada bulan Ramadhan pada tahun 1981  dan 1982. &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; Kita pergi pula ke tanda2 yang lain yang sudah pun berlaku. Tanda2  seterusnya ialah kemunculan bintang berekor atau komet melintasi bumi. &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &quot;Sebelum kemunculan Imam Mahdi, sebutir bintang berekor akan muncul dari  arah timur.&quot; (Ibn Hajar Al Haitami, Al Qaul Al Mukhtasar fi &#39;alamat Al  Mahdi Al Muntazzar) &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &quot;Munculnya bintang itu akan terjadi setelah gerhana matahari dan bulan.&quot;  (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, hal.  32) &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; Jika kita melihat kepada dalil2 di atas, Nabi pernah mengatakan bahawa  antara tanda2 kemunculan Imam Mahdi itu ialah munculnya bintang  berekor(komet). Yaaaa, bintang berekor atau komet ini pernah direkodkan  melintasi bumi pada tahun 1986. Komet ini merupakan sebuah bintang  terang bersinar yang melintas dari Timur ke Barat. Ini terjadi setelah  gerhana matahari dan bulan pada tahun 1981 dan 1982. &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; Tanda2 yang lain pula ialah berlakunya peperangan yang besar di bulan Syawal. &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &quot;Akan ada huru &lt;a href=&quot;http://indonesiaindonesia.com/wiki/Hara&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Hara&lt;/a&gt;  di bulan Syawal (bulan kesepuluh dalam kalender Hijriyah), pembicaraan  tentang perang di bulan Dzulqae&#39;dah (bulan kesebelas dalam kalender  Hijriyah) dan pecahnya perang di bulan Dzulhijjah (bulan kedua belas).  &quot;(Allamah Muhaqqiq Ash-Sharif Muhammad ibn &#39;Abd al-Rasul, Al-Isaatu li  Asrat&#39;is-saat, hal. 166) &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; Tiga bulan yang dimaksudkan dalam hadits ini kebetulan bertepatan dengan  bulan-bulan berkecamuknya Perang Iran-Iraq. Pemberontakan(huru hara)  pertama atas Shah Iran berlangsung pada 5 Syawal 1398 (8 September  1976), seperti yang ditunjukkan oleh hadits ini, dan perang meletus  antara Iran dan Iraq pada bulan Dzulhijjah 1400 (Oktober 1980). &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; Bila kita melihat kepada dalil2 di atas, cuba kita perhatikan satu  persatu bahawa semua tanda2 itu berlaku dalam lingkungan jarak tahun  yang dekat. Bermula dari tahun 1976 ketika huru hara pertama  pemberontakan ke atas Raja Iran iaitu Shah Iran Pahlevi(jatuh pada tahun  1979) pada bulan Syawal. Dan peperangan Iran-Iraq pada tahun 1980 pada  bulan Dzulhijjah. Selepas itu berlaku pula 2 gerhana dalam bulan  Ramadhan pada tahun 1981-1982(2 tahun berturut2). Dan yang akhirnya  berlaku pula lintasan bintang berekor(komet halley) mendekati bumi dari  arah timur ke &lt;a href=&quot;http://indonesiaindonesia.com/wiki/Barat&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Barat&lt;/a&gt; pada tahun 1986. &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; Tanda2 yang Nabi khabarkan ini benar2 telah berlaku. Sekitar dari tahun  1976 sehinggalah tahun 1986. Jika menilik kepada hadis2 Nabi tadi bahawa  Imam Mahdi akan muncul bila berlakunya tanda2 tersebut. Adakah muncul  di sini membawa maksud zahirkan diri?? Jika dengan maksud zahirkan diri,  jadi di mana Imam Mahdi sekarang??? Hadis tentang kemunculan Imam mahdi  itu bahasa kiasan yang kita andaikan bahawa muncul di situ dengan  maksud lahir. Bukan zahirkan diri. Kebarangkalian Imam Mahdi telah  lahir(muncul di dunia ini) pada tahun 1981 atau 1982 ketika berlakunya 2  gerhana dalam 1 bulan (Ramadhan) dulu. &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; Jika Imam Mahdi telah dilahirkan pada tahun 1981 maka umur Imam Mahdi  sekarang sekitar 29 tahun(bukan muktamad). Ini kerana sekarang sudah  tahun 2010. 2010 ditolak dengan tahun 1981 maka kita akan dapat 29.  Diceritakan bahawa Imam Mahdi akan zahirkan dirinya ketika berumur 40  tahun(kemungkinan). &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &quot;Akan dibaiat seorang laki-laki antara makam Ibrahim dengan sudut Ka&#39;bah.&quot; (HR. Ahmad, Abu Dawud) &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; Jika ketika umur 40 Imam Mahdi mula zahirkan dirinya dan memerintah  dunia ini. Kiraan kita ialah 40 ditolak 29 tahun maka kita akan dapat  jawapan 11 tahun. Secara kiraan kasar ini kemungkinan lagi 11 tahun  untuk Imam Mahdi untuk munculkan diri dengan cara di baiah oleh orang  ramai di Mekah. &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; Bilakah tahun itu jika 11 tahun lagi?? Sekarang ini tahun 2010. Jika  ditambah 11 tahun lagi maka kita akan dapat jawapannya bahawa pada tahun  2021!!! &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; Semua kita sudah maklum bahawa munculnya(zahirkan diri) Imam Mahdi  ketika dunia ini berada dalam huru hara, kacau bilau, peperangan dan  pembunuhan di mana2 saja. Maka munculnya Imam Mahdi ketika itu untuk  amankan dunia kembali dalam pemerintahannya yang adil. Sabda Nabi; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &quot;Andaikan dunia tinggal sehari sungguh Allah akan panjangkan hari  tersebut sehingga diutus padanya seorang lelaki dari ahli baitku namanya  serupa namaku dan nama ayahnya serupa nama ayahku. Ia akan penuhi bumi  dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan  kezaliman dan penganiayaan.&quot; (HR abu Dawud 9435) &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &quot;Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke  tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antara-manusia dan  gempa-gempa. Ia akan penuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran  sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kesewenang-wenangan dan  kezaliman.&quot; (HR Ahmad 10898) &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; Cuba kita perhatikan sekarang ini. Bermula dari tahun ini(2010) untuk ke  tahun 2021 mengambil masa 11 tahun. Sepanjang 11 tahun ini dijangka  akan berlakunya perang dunia ke 3. Peperangan yang akan mematikan begitu  ramai jiwa manusia. Pembunuhan di sana sini. Dunia menjadi huru hara.  Tak pernah terjadi lagi dalam sejarah manusia huru hara dan kacau bilau  seperti itu nanti. Ketika dunia berada dalam kacau bilau itu sepanjang  11 tahun ini, maka disaat itulah Allah izinkan Imam Mahdi zahirkan  dirinya untuk memimpin manusia dan memerintah dunia ini dengan keadilan  dan keamanan. Pada waktu Imam Mahdi muncul, dunia dalam kondisi kacau.  Kemaksiatan bermaharaja lela, perang antara negara melanda dunia. Perang  saudara membara, perang antara kelompok, suku, etnik, golongan, &lt;a href=&quot;http://indonesiaindonesia.com/wiki/Organisasi&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Organisasi&lt;/a&gt;  dan aliran terjadi di mana-mana. Penguasa menindas, melibas, memeras  dan merampas hak rakyatnya. Cuba lihat balik pada hadis di atas. &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; Ketika tercetusnya perang dunia ke 3 itu, bom nuklear akan diletupkan.  Menyebabkan radioaktif bertebaran di seluruh dunia(mematikan ramai umat  manusia). Radioaktif bumi terganggu dan sistem jana kuasa elektrik tidak  mampu untuk berfungsi lagi. Maka menyebabkan sistem elektronik(jet  pejuang, kereta kebal dan senjata2 canggih) tidak mampu berfungsi lagi.  Dunia kembali seperti zaman dahulu. Berperang dengan menggunakan  senjata2 lama seperti pedang, anak panah, tentera berkuda dan  sebagainya. Mustahilkah jika dunia akan berperang seperti zaman dahulu??  Tak mustahil. Semua ini kerja Allah. &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; Kata Saiyuduna Ali; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &quot;Sebelum munculnya al-Mahdi, pasukan berkuda as-Sufyani akan menyerang  Kufah. Penduduk Khurasan pula (sibuk) keluar mencari al-Mahdi. Kemudian  penduduk Khurasan itu bertemu dengan pasukan al-Hasyimi (yang berada) di  tengah-tengah Panji-panji Hitam, di bawah pimpinan Syuaib bin Saleh.  Penduduk Khurasan (yang dipimpin oleh at-Tamimi dan al-Hasyimi)  bertembung dengan pasukan as-Sufyani di kawasan yang &lt;a href=&quot;http://indonesiaindonesia.com/wiki/Berbatu&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Berbatu&lt;/a&gt;  dan terus terjadi pertempuran yang sengit. Dalam pertempuran itu, yang  unggul adalah pasukan yang membawa Panji-panji Hitam, manakala pasukan  as-Sufyani melarikan diri. Ketika itulah umat manusia (sangat-sangat)  berharap agar dapat menemui al-Mahdi, dan mereka terus mencarinya.&quot; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; Dari Ibnu Mas&#39;ud RA, sabda Nabi SAW, &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &quot;Kemudian Urwah bin Muhammad as-Sufyani menghantar sepasukan tentera  berkudanya ke Kufah seramai 15,000 orang, kemudian mengutus pasukan  tentera yang lain seramai 15,000 orang juga, yang berkenderaan, menuju  ke Makkah dan Madinah untuk memerangi al-Mahdi dan para pengikutnya.  Maka pasukan tentera yang pertama tadi sampai ke Kufah, berjaya menawan  kota itu, lalu memusnahkan apa sahaja, daripada kaum perempuan dan  kanak-kanaknya, di samping membunuh setiap lelaki, merampas segala  harta-benda yang ada lalu pulang semula (kepada as-Sufyani). Maka (pada  ketika itu juga) datanglah suatu kaum yang gagah berani (sihat)dari arah  Timur, yang mana mereka itu mengikut &lt;a href=&quot;http://indonesiaindonesia.com/wiki/Amir&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Amir&lt;/a&gt;  min Umarak dari (keturunan) Bani Tamim yang dikatakan dia itu (adalah)  Syuaib bin Saleh. Maka dia datang menyelamatkan setiap yang ada daripada  tawanan mereka (wanita dan kanak-kanak tadi) lalu (segera) bertolak  pula ke Kufah. Pasukan tentera yang kedua pula, sampai ke kota Madinah  Rasul SAW, lalu memerangi dan memusnahkannya selama tiga  hari...............&quot; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; Cuba lihat pada perkataan yang aku besarkan hitam itu. Pasukan  berkuda... Maknanya akan menunggang kuda. Takkan zaman itu masih  berperang menaiki kuda lagi(jika fikir logik akal)?? Sebab itulah teori  yang mengatakan bahawa gangguan jana kuasa eletrik di bumi akan  terganggu dan manusia akan kembali berperang menggunakan cara lama..  Wallahu a&#39;lam. &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; Apa2 pun ini hanyalah teori berdasarkan hadis Nabi Muhammad. Hakikatnya  kita tak tahu bilakah tarikhnya kemunculan Imam Mahdi. Entri ini ditulis  bukan untuk dipercayai 100%. Tapi sebagai persediaan awal untuk kita  menghadapi zaman itu nanti. Bertaubat lah segera mungkin. Mudah2an Allah  jadikan kita ini termasuk di dalam tentera Imam Mahdi. Fitnah Dajjal  sungguh dahsyat. Jangan ada orang yang cuba2 bercakap besar!! &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; Oleh itu, bermula dari tahun ini(2010), kita siap sedialah untuk hadapi  semua ini. Minta ampun pada Allah dan kawan2 kita semua jika dosa dan  salah yang kita lakukan. Masih sempat lagi. InsyaAllah... Tarikh 2021  itu bukanlah sesuatu yang muktamad. Cuma sebagai peringatan kita semua.  Kita dah berada di akhir zaman. Bukan perkara main2 lagi.... &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; Kata guruku yang mendengar dari seorang kawannya dan kawannya pula  mendengar dari seorang Syaikh di Pakistan, bahawa tentera Imam Mahdi  hanya menunggu masa saja untuk munculkan diri. Mereka hanya menunggu &lt;a href=&quot;http://indonesiaindonesia.com/wiki/Amerika&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Amerika&lt;/a&gt; kalah di Afghanistan saja... &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; Mengikut 1 sumber dari ahli illuminati yang telah insaf mengatakan  bahawa tahun 2012 akan bermulanya tahun HURU HARA yang akan dilakukan  oleh puak illuminati.. Wallahu a&#39;lam. &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;SLAM KEINDAHAN ACEH,SLAM PERSHABATAN KTA.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrasawang.blogspot.com/feeds/4361770998091015481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2012/01/tanda-tanda-kemunculan-al-mahdi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/4361770998091015481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/4361770998091015481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2012/01/tanda-tanda-kemunculan-al-mahdi.html' title='tanda-tanda kemunculan al-mahdi'/><author><name>Hajarul Aswad</name><uri>https://plus.google.com/104988259977000978270</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-eYFVbOznpNA/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAfQ/h8MxNk1kBl0/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5575425736515091405.post-5671371826552451989</id><published>2012-01-12T11:12:00.001+07:00</published><updated>2012-09-04T21:39:38.679+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Freemassonry"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="illuminati"/><title type='text'>Perang Armageddon Sebagai Bagian Akhir dari Tanda-Tanda Kecil Kiamat (2 dari 9)</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;Email ini terkirim oleh server Oase Qalbu atas permintaan muhajir (muhajir62@gmail.com).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.oaseqalbu.net/?p=459&quot;&gt;Artikel original&lt;/a&gt; | &lt;a href=&quot;http://www.oaseqalbu.net/?c=459&quot;&gt;Simpan ke PDF&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang Armageddon Sebagai Bagian Akhir dari Tanda-Tanda Kecil Kiamat (2 dari 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengenalan Perang Armageddon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang Armageddon adalah:&lt;br /&gt;1. Peristiwa besar dan perang kehancuran&lt;br /&gt;2. Pertemuan strategi dari perang raksasa yang sudah dekat waktunya&lt;br /&gt;3. Perang persekutuan internasional (Perang Dunia) yang akan segera datang, yaitu yang sedang ditunggu oleh seluruh penduduk bumi pada hari ini&lt;br /&gt;4. Ia adalah perang politik dan agama&lt;br /&gt;5. Ia adalah perang raksasa oleh banyak pihak&lt;br /&gt;6. Ia adalah perang yang paling besar dan dahsyat dalam sejarah&lt;br /&gt;7. Ia adalah awal dari kemusnahan&lt;br /&gt;8. Ia adalah perang yang dimulai dengan menyeluruhnya &#39;perdamaian palsu&#39;, sehingga orang-orang berkata, &#39;perdamaian sudah datang&#39;, &#39;keamanan sudah datang&#39;, padahal kenyataannya adalah sebaliknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Armageddon adalah kata-kata yang berasal dari bahasa Ibrani yang terdiri dari dua kata yaitu:&lt;br /&gt;1. &quot;Ar&quot; yang berarti gunung atau bukit&lt;br /&gt;2. &quot;Mageddo&quot; adalah nama dari sebuah lembah di Palestina, yang mana lembah ini merupakan medan pertempuran yang akan datang tersebut, yang akan membentang dari &quot;Mageddo&quot; di utara sampai ke &quot;Edom&quot; di selatan yang berjarak sekitar dua ratus mil dan sampai ke laut putih di barat dan ke bukit Mohab di Timur yang berjarak 100 mil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli militer khususnya ahli perang tempo dulu- memandang bahwa kawasan ini merupakan sebuah tempat yang strategis, dimana setiap panglima yang berhasil menguasai kawasan ini, maka ia akan dengan mudah mematahkan setiap perlawanan musuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata &#39;Armageddon&#39; adalah sebuah istilah yang sudah dikenal bagi para ahli kitab, yang dapat ditemui dalam kitab-kitab suci mereka. Yang dimaksud ahli kitab adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani saja. Bagaimanakah hukumnya menggunakan istilah atau keterangan-keterangan dari para ahli kitab? Rasulullah telah bersabda, &quot;Sampaikanlah ajaran-ajaranku walaupun itu hanya satu ayat, dan berbicaralah dari ajaran Bani Israil (Yahudi) dimana tidak ada halangan bagi kalian..&quot; (HR. Bukhary). Dan di lain hadits Rasulullah bersabda, &quot;Apabila ada ahli kitab yang berbicara (tentang agama), maka janganlah langsung kamu benarkan dan jangan pula langsung kamu dustakan.&quot; (HR. Bukhary)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan para ahli kitab tentang Perang Armageddon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dalam kitab Wahyu (revealition) pasal 16 ayat 16 dikatakan, &quot;Dan ruh-ruh setan mengumpulkan sekalian tentara dunia di sebuah tempat bernama Armageddon&quot; (Injil, hal. 388, penerbit Daar Ats Tsaqafah, Mesir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ronald Reagen pernah berkata, &quot;Sesungguhnya generasi ini tepatnya adalah generasi yang akan melihat Perang Armageddon.&quot; (Kitab Ramalan dan Politik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Segala sesuatu pasti akan berakhir dalam beberapa tahun, dimana akan terjadi Perang Dunia yang paling besar, yaitu Perang Armageddon atau perang di dataran Mageddo. (&quot;Kitab Drama Berakhirnya Zaman&quot; oleh Oral Robertus dan &quot;Kitab Akhir Bola Dunia Yang Paling Besar&quot; oleh Hall Lindus, mereka mempercayai tahun 2000 adalah berakhirnya bola dunia secara final)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jimmy Sujjest berkata, &quot;Aku berkeinginan agar aku dapat mengatakan bahwa kita akan mencapai perdamaian. Akan tetapi aku percaya bahwa perang Armageddon akan datang. Sesungguhnya Armageddon akan datang dan berkecamuk di lembah Mageddo. Ia akan datang. Mereka bisa saja menandatangani perjanjian-perjanjian perdamaian yang mereka inginkan. Namun, sesungguhnya hal itu tak akan merealisasikan apa pun. Sebab, bagaimana pun juga hari-hari hitam itu akan datang.&quot; (Kitab Janji yang Benar dan Janji yang Dusta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Gerry Folwel, seorang pemimpin fundamentalis Kristen berkata, &quot;Sesungguhnya Armageddon adalah sebuah hakikat (realita) dan sangat nyata, akan tetapi kita bersyukur karena ia akan terjadi pada akhir hari sejagat.&quot; (Kitab Ramalan dan Politik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Shofeld berkata, &quot;Sesungguhnya orang-orang Kristen yang ikhlas hendaknya bergembira dengan peristiwa ini. Karena begitu pertempuran yang terakhir ini (Armageddon) dimulai, maka Isa al-Masih akan segera mengangkat mereka ke awan, dan mereka akan diselamatkan oleh al-Masih serta tidak akan menghadapi kesusahan apa pun yang terjadi di bumi.&quot; (Kitab Ramalan dan Politik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan-perkataan di atas merupakan suatu keanehan dari ahli kitab yang menunjukkan betapa besar kepercayaan mereka akan peperangan Armageddon dan dekatnya kedatangan perang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Muslim dan Perang Armageddon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang aneh, pada saat kita mengetahui perkataan-perkataan ahli kitab, maka telah banyak dan datang secara bertubi-tubi peristiwa yang menguatkan perihal akan terjadinya perang Armageddon. Dan bahwa ia adalah realita yang tak dapat dipungkiri lagi. Sebab, kita menemukan banyak orang dari kaum Muslimin yang tidak mengerti apa itu Armageddon? Dan apa-apa yang dimaksud dengan kata yang berbahaya ini (dalam hal Armageddon sebagai istilah kamus ahli kitab)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidaklah memaksudkan kalimat Armageddon sebagai suatu kata atau istilah saja, akan tetapi sebagai suatu pengertian dan isyarat. Karena, ia adalah sebuah kata yang mempunyai arti cukup banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian pemikir-pemikir Islam telah mulai memperhatikan masalah pertempuran ini dan penekanannya bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pertempuran yang menentukan sudah dekat kedatangannya dan ia pada saat ini sedang dipersiapkan.&lt;br /&gt;2. Perang tersebut adalah perang strategis, nuklir, dan bersifat internasional.&lt;br /&gt;3. Orang Yahudi akan mengalami kekalahan dalam pertempuran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa perang Armageddon adalah perang persekutuan (internasional), dimana kaum Muslimin dan Kaum Rum (Eropa dan Amerika) tidak diragukan lagi akan menyatu menjadi satu blok. Kemudian mereka akan melawan suatu musuh yang berserikat, yang mana mereka itu belum kita ketahui. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah, &quot;Suatu musuh di belakang mereka.&quot; Walaupun realita modern menunjukkan, bahwa blok musuh kita tersebut adalah blok Timur Komunis atau Syi&#39;ah, dan kemenangan akan berada di tangan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tentang orang-orang Yahudi, maka rujukan kita tidak ada hal-hal yang menunjukkan peranan mereka dalam perang dunia ini. Akan tetapi tidak diragukan lagi, bahwa mereka ikut terjun dalam pertempuran ini. Dan bahkan merekalah yang mengobarkan api peperangan ini. Hingga dua pertiga jumlah Yahudi akan musnah dalam pertempuran dimaksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sepertiga jumlah mereka yang lain, maka mereka tersebut akan ditumpas oleh kaum Muslimin pada zaman Imam Mahdi, tepatnya setelah turunnya Isa al-Masih putra Maryam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Melihat perkembangan terakhir ini, Juli 2004, bahwa resolusi PBB menganggap tembok pemisah yang dibangun Yahudi tidak sah dan harus dihancurkan. Resolusi yang diajukan Palestina ini didukung oleh Uni Eropa (Rum) dan juga oleh sekitar 140 negara lain, sementara resolusi ini ditentang oleh hanya lima negara termasuk Yahudi dan Amerika. Akankah perang Armageddon melibatkan dua kubu ini? Wallahualam, -peringkas-).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda, &quot;Kalian akan mengadakan perdamaian dengan bangsa Rum dalam keadaan aman. Lalu kalian akan berperang bersama mereka melawan suatu musuh dari belakang mereka. Maka kalian akan selamat dan mendapatkan harta rampasan perang. Kemudian kalian akan sampai ke sebuah padang rumput yang luas dan berbukit-bukit. Maka berdirilah seorang laki-laki dari kaum Rum lalu ia mengangkat tanda salib dan berkata, &#39;Salib telah menang&#39;. Maka datanglah kepadanya seorang lelaki dari kaum muslimin, lalu ia membunuh laki-laki Rum tersebut. Lalu kaum Rum berkhianat dan terjadilah peperangan, dimana mereka akan bersatu menghadapi kalian di bawah 80 bendera, dan di bawah tiap-tiap bendera terdapat dua belas ribu tentara.&quot; (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nash (teks) hadits di atas dengan jelas menerangkan bahwa di sana ada dua peperangan yang akan terjadi, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perang Dunia Armageddon, dimana peperangan ini telah diketahui akan terjadi oleh semua pihak&lt;br /&gt;2. Perang yang dalam hadits disebutkan sebagai Peperangan Terbesar (Al-Malhamah Al-Kubra). Perang ini tidak diketahui kecuali oleh sebagian orang. Sementara pihak-pihak yang berperang dalam pertempuran ini adalah pihak kaum Muslimin menghadapi pihak Rum, setelah terjadinya perang Armageddon, dimana pihak Rum telah berkhianat terhadap kita dalam perang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peperangan Armageddon adalah peristiwa pertama sebagai permulaan dari serentetan huru-hara di akhir zaman, pertempuran ini adalah adalah perang penghancuran dan nuklir yang akan memusnahkan sebagian besar senjata-senjata strategis. Setelah itu, alat-alat dan senjata yang dipakai dalam peperangan selanjutnya adalah pedang, panah, dan kuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut tidaklah aneh untuk terjadi, karena sudah menjadi Sunnatullah sejak dari kebudayaan-kebudayaan zaman dulu akan adanya kehancuran setelah kejayaan, dan kejatuhan setelah ketinggian. Sedangkan kebudayaan abad ke-20 telah mencapai puncak kreasi dan inovasi dunia, bahkan orang-orang mulai sibuk bicara tentang perang bintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Suci Allah, tiada yang akan terjadi setelah puncak ketinggian kecuali kejatuhan dan kehancuran. Armageddon akan berkecamuk di Bumi Palestina dimana di sana akan bertemu kumpulan-kumpulan pasukan raksasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Diringkas dari buku &quot;Umur Umat Islam, Kedatangan Imam Mahdi, dan Munculnya Dajjal&quot; karya Amin Muhammad Jamaluddin. Halaman 24-30. Terjemahan diterbitkan oleh Penerbit Cendekia, cetakan keempat belas, Mei 2004.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;SLAM KEINDAHAN ACEH,SLAM PERSHABATAN KTA.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrasawang.blogspot.com/feeds/5671371826552451989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2012/01/artikel-menarik-perang-armageddon.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/5671371826552451989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/5671371826552451989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2012/01/artikel-menarik-perang-armageddon.html' title='Perang Armageddon Sebagai Bagian Akhir dari Tanda-Tanda Kecil Kiamat (2 dari 9)'/><author><name>Hajarul Aswad</name><uri>https://plus.google.com/104988259977000978270</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-eYFVbOznpNA/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAfQ/h8MxNk1kBl0/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5575425736515091405.post-1588691455867496390</id><published>2012-01-10T11:36:00.000+07:00</published><updated>2012-09-04T21:40:14.601+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="d&#39;akwah sufi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Dakwah Santry"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Misteri Hidup"/><title type='text'>imam al-mahdi</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Menurut pendapat para ahli sejarah dan hadis, Imam Mahdi as dilahirkan pada malam Jumat, 15 Sya&#39;ban 255 atau 256 H. Ayahanda beliau adalah Imam Hasan al-&#39;Askari dan ibunda beliau—menurut beberapa riwayat—bernama Narjis, Shaqil, Raihanah, atau Susan. Akan tetapi, beragamnya nama yang dimiliki oleh ibunda beliau ini tidak mengindikasikan keberagaman diri sebagai seorang wanita. Karena, tidak menutup kemungkinan beliau memiliki nama-nama yang beragam sebagaimana layaknya orang-orang besar lainnya.&lt;a href=&quot;http://www.imamalmahdi.com/html/ind/html/imam%20mahdi/biografi-ringkas.htm#_edn1&quot; name=&quot;_ednref1&quot; title=&quot;&quot;&gt; &lt;sup&gt; [1]&lt;/sup&gt;   &lt;/a&gt; Tempat kelahiran beliau adalah Samirra`, sebuah kota besar di Irak dan pada masa kekhilafahan Bani Abbasiah pernah menjadi ibu kota kerajaan.  &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Silsilah nasab beliau secara terperinci adalah Muhammad al-Mahdi bin Hasan al-‘Askari bin Ali al-Hadi bin Muhammad al-Jawad bin Ali ar-Ridha bin Musa al-Kazhim bin Ja’far as-Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali as-Sajjad bin Husain as-Syahid bin Ali bin Abi Thalib as.  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kelahiran beliau adalah sebuah realita yang tidak dapat dipungkiri. Banyak sekali bukti historis dan tekstual yang menegaskan hal itu.  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Imam Ja&#39;far ash-Shadiq as berkata: “Tidak akan meninggal dunia salah seorang dari kami kecuali ia akan meninggalkan seseorang yang akan meneruskan missinya, berjalan di atas sunnahnya dan melanjutkan dakwahnya.”&lt;a href=&quot;http://www.imamalmahdi.com/html/ind/html/imam%20mahdi/biografi-ringkas.htm#_edn2&quot; name=&quot;_ednref2&quot; title=&quot;&quot;&gt; &lt;sup&gt; [2]&lt;/sup&gt; &lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Hakimah, bibi Imam Hasan al-‘Askari as pernah menggendong beliau dan melihat di bahu sebelah kanannya tertulis “Kebenaran telah datang dan kebatilan telah sirna”. (QS. Al-Isrâ`: 81). &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kurang lebih enam puluh lima ulama Ahlussunnah dalam buku-buku mereka juga menegaskan hal itu. Syeikh Najmuddin al-‘Askari dalam bukunya al-Mahdi al-Mau’ûd al-Muntazhar menyebutkan empat puluh nama mereka dan Syeikh Luthfullah ash-Shafi dalam bukunya Muntakhab al-Atsar menyebtukan dua puluh enam nama.&lt;a href=&quot;http://www.imamalmahdi.com/html/ind/html/imam%20mahdi/biografi-ringkas.htm#_edn3&quot; name=&quot;_ednref3&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;sup&gt; [3] &lt;/sup&gt;  &lt;/a&gt; Di antara mereka adalah: &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;a. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;     Ali bin Husain al-Mas’udi. Ia menulis: “Pada tahun 260, Abu Muhammad Hasan bin Ali bin Muhammad bin Ali bin Musa bin Ja’far bin Muhammad bin Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib as meninggal dunia pada masa kekhilafahan al-Mu’tamid al-Abbasi. Ketika meninggal dunia, ia baru berusia dua puluh sembilan tahun. Ia adalah ayah Mahdi al-Muntazhar.”&lt;a href=&quot;http://www.imamalmahdi.com/html/ind/html/imam%20mahdi/biografi-ringkas.htm#_edn4&quot; name=&quot;_ednref4&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;sup&gt; [4] &lt;/sup&gt; &lt;/a&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;b. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;     Syamsuddin bin Khalakan. Ia menulis: “Abul Qasim Muhammad bin Hasan al-‘Askari bin Ali al-Hadi bin Muhammad al-Jawad adalah imam Syi’ah yang kedua belas. Julukannya yang terkenal adalah al-Hujjah. Syi’ah menjulukinya dengan al-Muntazhar, al-Qâ`im dan al-Mahdi. Ia dilahirkan pada hari Jumat, 15 Sya’ban 255. Ketika ayahnya meninggal dunia, usianya baru lima tahun. Nama ibunya adalah Khamth, dan menurut pendapat sebagian ulama, Narjis.”&lt;a href=&quot;http://www.imamalmahdi.com/html/ind/html/imam%20mahdi/biografi-ringkas.htm#_edn5&quot; name=&quot;_ednref5&quot; title=&quot;&quot;&gt; &lt;sup&gt;[5] &lt;/sup&gt; &lt;/a&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;c. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;     Syeikh Abdullah asy-Syabrawi. Ia menulis: “Imam kesebelas adalah Hasan al-‘Askari. Ia lahir di Madinah pada tanggal 8 Rabi’ul Awal 232, dan pada tanggal 8 Rabi’ul Awal 260 meninggal dunia pada usia dua puluh delapan tahun. Cukuplah menjadi sebuah kebanggaan baginya bahwa ia adalah ayah Imam Mahdi al-Muntazhar ... Mahdi dilahirkan di Samirra` pada malam nishfu Sya’ban 255, lima tahun sebelum kewafatan ayahnya. Dari sejak dilahirkan, ayahnya selalu menyembunyikannya dari pandangan umum karena beberapa problem (yang&amp;nbsp; menuntut) dan kekhawatiran terhadap ulah para khalifah Abbasiah. Karena Bani Abbas selalu mencari-cari keluarga Rasulullah dan menjatuhkan hukuman terhadap mereka, membunuh atau menggantung mereka. Hal itu dikarenakan mereka berkeyakinan bahwa dinasti kerajaan mereka akan musnah di tangan keluarga Muhammad. Yaitu, di tangan Imam Mahdi as. Dan mereka mengetahui realita ini dari hadis-hadis yang mereka dengar dari Rasulullah SAWW.”&lt;a href=&quot;http://www.imamalmahdi.com/html/ind/html/imam%20mahdi/biografi-ringkas.htm#_edn6&quot; name=&quot;_ednref6&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;sup&gt; [6] &lt;/sup&gt; &lt;/a&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;d. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;     Syeikh Abd. Wahhab asy-Sya’rani. Ia menegaskan: “Mahdi adalah salah seorang dari putra-putra Imam Hasan al-‘Askari as. Ia dilahirkan pada malam nishfu Sya’ban 255. Ia hidup (hingga sekarang) sehingga ia berjumpa dengan Nabi Isa as (kelak).”&lt;a href=&quot;http://www.imamalmahdi.com/html/ind/html/imam%20mahdi/biografi-ringkas.htm#_edn7&quot; name=&quot;_ednref7&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;sup&gt; [7]&lt;/sup&gt; &lt;/a&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;e. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;     Syeikh Sulaiman al-Qunduzi al-Hanafi. Ia menulis: “Satu berita yang pasti dan paten di kalangan orang-orang yang dapat dipercaya adalah, bahwa kelahiran al-Qâ`im terjadi pada malam nishfu Sya’ban 255 di kota Samirra`.”&lt;a href=&quot;http://www.imamalmahdi.com/html/ind/html/imam%20mahdi/biografi-ringkas.htm#_edn8&quot; name=&quot;_ednref8&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;sup&gt; [8]&lt;/sup&gt; &lt;/a&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Manipulasi Hadis&lt;/h2&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Ketika kita merujuk kepada buku-buku referensi hadis dan sejarah, yang kita dapati adalah, bahwa Imam Mahdi as adalah putra Imam Hasan al-‘Askari, sebagaimana hal itu dapat kita simak pada sekilas pembahasan di atas. Akan tetapi, kita akan menemukan satu hadis dalam buku-buku referensi Ahlussunnah yang berlainan dengan hadis-hadis tersebut. Di dalam hadis ini terdapat penambahan sebuah frase yang—mungkin—memang disengaja untuk memanipulasi dan menciptakan keraguan dalam menilai hadis-hadis tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Anehnya, sebagian orang memegang teguh satu hadis ini dan meninggalkan hadis-hadis lain yang lebih dapat dipercaya, mungkin karena hadis itu sejalan dengan ide dan kiprah politik-sosialnya. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Hadis itu adalah sebagai berikut: &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;rtl&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;عَنْ أَبِيْ دَاوُدَ، عَنْ زَائِدَةَ، عَنْ عَاصِمٍ، عَنْ زُرٍّ، عَنْ عَبْدِ  اللهِ، عَنِ النَّبِيِّ (ص) أَنَّهُ قَالَ: &quot;لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنَ الدُّنْيَا  إِلاَّ يَوْمٌ وَاحِدٌ، لَطَوَّلَ اللهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ حَتَّى يَبْعَثَ اللهُ  رَجُلاً مِنِّيْ (أَوْ: مِنْ أَهْلِ بَيْتِيْ) يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِيْ وَ اسْمُ  أَبِيْهِ اسْمَ أَبِيْ ، يَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ  ظُلْمًا وَ جَوْرًا.&quot; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Diriwayatkan dari Abu Daud, dari Zaidah, dari ‘Ashim, dari Zurr, dari Abdullah, dari Nabi saw bahwa beliau bersabda, “Seandainya tidak tersisa dari (usia) dunia ini kecuali hanya sehari, niscaya Allah akan memanjangkan hari itu hingga Ia membangkitkan seseorang dariku (dari Ahlulbaitku) yang namanya sama dengan namaku  dan nama ayahnya sama dengan nama ayahku . Ia akan memenuhi bumi ini dengan keadilan sebagaimana ia telah dipenuhi oleh kezaliman dan kelaliman.” &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Hadis di atas tidak dapat kita jadikan pijakan, baik dari sisi sanad maupun dari sisi kandungan.  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Dari sisi sanad, hadis ini diriwayatkan dari Zaidah. Jika kita merujuk kepada buku-buku ilmu Rijal, akan kita dapatkan bahwa semua nama Zaidah memiliki catatan negatif dalam sejarah hidupnya; Zaidah bin Sulaim adalah seorang yang tidak diketahui juntrungannya (majhûl), Zaidah bin Abi ar-Ruqad adalah seorang yang lemah (dha’îf), menurut Ziyad an-Numairi dan hadisnya harus ditinggalkan, menurut Bukhari, dan Zaidah bin Nasyid tidak dikenal kecuali melalui riwayat putranya darinya, menurut Ibnu al-Qatthan. Sementara Zaidah (dengan tidak disebutkan nama ayahnya), hadisnya harus ditinggalkan, menurut Abu Hatim dan hadisnya tidak bisa diikuti, menurut Bukhari, atau ia ahli dalam menyisipkan kata-kata baru ke dalam hadis, menurut sebagian ulama Rijal.&lt;a href=&quot;http://www.imamalmahdi.com/html/ind/html/imam%20mahdi/biografi-ringkas.htm#_edn9&quot; name=&quot;_ednref9&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;sup&gt; [9]&lt;/sup&gt; &lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Dari sisi kandungan, tidak hanya Zaidah yang meriwayatkannya dari jalur Zurr. Bahkan, ada beberapa jalur lain selaian Zaidah, dan hadis-hadis itu tidak memiliki tambahan “dan nama ayahnya sama dengan nama ayahku”. Dari sini dapat diketahui bahwa tambahan frase tersebut adalah ulah tangan Zaidah. Di samping itu, hadis-hadis yang diriwayatkan dari Rasulullah saw mengenai Imam Mahdi as tidak memiliki tambahan frase tersebut. Ditambah lagi ijmâ’ Muslimin yang menegaskan bahwa Imam Mahdi adalah putra Imam Hasan al-‘Askari as. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Al-Hâfizh al-Kunji as-Syafi’i menulis, “Semua hadis yang datang dari saw tidak memiliki tambahan frase ‘dan nama ayahnya sama dengan nama ayahu’. ... Tirmidzi telah menyebutkan hadis tersebut dan tidak menyebutkan frase ‘dan nama ayahnya sama dengan nama ayahku’, dan di dalam kebanyakan hadis-hadis para perawi hadis yang dapat dipercaya hanya terdapat frase ‘namanya sama dengan namaku’. Pendapat penentu dalam hal ini adalah, bahwa Imam Ahmad bin Hanbal dengan ketelitiannya telah meriwayatkan hadis tersebut di dalam Musnadnya di beberapa kesempatan, dan ia hanya menyebutkan frase ‘namanya sama dengan namaku’.”&lt;a href=&quot;http://www.imamalmahdi.com/html/ind/html/imam%20mahdi/biografi-ringkas.htm#_edn10&quot; name=&quot;_ednref10&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;sup&gt; [10]&lt;/sup&gt; &lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Yang perlu kita simak di sini adalah mengapa penambahan frase itu harus terjadi? Adakah tujuan tertentu di balik itu? &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Minimal ada dua kemungkinan di balik penambahan frase tersebut: &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt; Pertama &lt;/b&gt; , ada usaha untuk melegitimasi salah satu penguasa dinasti Abbasiah yang bernama Muhammad bin Abdullah. Ia memiliki julukan al-Mahdi, dan dengan hadis picisan tersebut mereka ingin mengaburkan opini umum tentang al-Mahdi yang sebenarnya. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt; Kedua &lt;/b&gt; , ada usaha untuk melegitimasi Muhammad bin Abdullah bin Hasan yang memiliki julukan an-Nafs az-Zakiyah (jiwa yang suci). Karena ia memberontak kepada penguasa Bani Abbasiah waktu itu, para pembuat hadis itu ingin memperkenalkannya—sesuai dengan kepentingan politis-sosialnya—kepada khalayak bahwa ia adalah al-Mahdi yang sedang ditunggu-tunggu.&lt;a href=&quot;http://www.imamalmahdi.com/html/ind/html/imam%20mahdi/biografi-ringkas.htm#_edn11&quot; name=&quot;_ednref11&quot; title=&quot;&quot;&gt; &lt;sup&gt;[11] &lt;/sup&gt; &lt;/a&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kisah Kelahiran&lt;/h2&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kisah kelahiran orang-orang besar selalu menyimpan rahasia dan misteri tersendiri. Betapa banyak peristiwa yang terjadi pada saat seorang agung lahir yang sungguh di luar kemampuan akal kepala kita untuk memahami dan “mempercayaninya”. Tapi, hal itu bukanlah seuatu hal yang aneh jika dikaitkan dengan kehendak Ilahi. Karena selama suatu peristiwa masih bersifat mungkin, bukan mustahil, hal itu masih berada di bawah ruang lingkup kehendak Ilahi meskipun termasuk kategori sesuatu yang aneh menurut akal kita.  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kisah kelahiran Imam Mahdi as adalah salah atu dari sekian kisah aneh (baca: ajaib) yang pernah terjadi di sepanjang sejarah manusia. Mari kita simak bersama. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Sayidah Hakimah binti Imam Muhammad al-Jawad as bercerita: &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Abu Muhammad Hasan bin Ali (al-‘Askari) datang ke rumahku seraya berkata: “Wahai bibiku, berbuka puasalah di rumah kami malam ini. Malam ini adalah malam nishfu Sya’ban. Allah Ta’ala akan menampakkan hujjah-Nya di atas bumi pada malam ini.” “Siapakah ibunya?”, tanyaku “Narjis”, jawabnya singkat. “Sepertinya ia tidak memiliki tanda-tanda kehamilan?”, tanyaku lagi. “Hal itu akan terjadi seperti yang telah kukatakan”, katanya menimpali. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Setelah sampai di rumahnya, kuucapkan salam dan duduk. Tidak lama Narjis datang menemuiku untuk melepaskan sandalku seraya berkata: “Wahai junjunganku, izinkanlah kulepaskan sandal Anda.” “Tidak! Engkaulah junjunganku. Demi Allah, aku tidak akan mengizinkan engkau melepaskan sandalku dan berkhidmat kepadaku. Seharusnya akulah yang harus berkhidmat kepadamu”, tegasku. Abu Muhammad mendengar ucapanku itu. Ia berkata: “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan wahai bibiku.” &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kukatakan kepada Narjis: “Pada malam ini Allah akan menganugrahkan kepadamu seorang putra yang akan menjadikan junjungan di dunia dan akhirat.” Ia duduk sambil menahan malu. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Setelah selesai mengerjakan shalat Isya`, aku berbuka puasa dan setelah itu, pergi ke tempat tidur. Ketika pertengahan malam tiba, aku bangun untuk mengerjakan shalat. Setelah aku selesai mengerjakan shalat, Narjis masih tertidur pulas dan tidak ada kejadian khusus terhadap dirinya. Akhirnya aku duduk-duduk sambil membaca wirid. Setelah itu, aku terbaring hingga tertidur pulas. Tidak lama kemudian, aku terbangun dalam keadaan tertegun, sedangkan ia masih tertidur pulas. Tidak lama berselang, ia terbangun dari tidurnya dalam keadaan ketakutan. Ia keluar untuk berwudhu. Ia kembali ke kamar dan mengerjakan shalat. Ketika ia sedang mengerjakan rakaat witir, aku merasa bahwa fajar sudah mulai menyingsing. Aku keluar untuk melihat fajar. Ya, fajar pertama telah menyingsing. (Melihat tidak ada tanda-tanda ia akan melahirkan), keraguan terhadap janji Abu Muhammad mulai merasuki kalbuku. Tiba-tiba Abu Muhammad menegorku dari kamarnya: “Janganlah terburu-buru wahai bibiku. Karena janji itu telah dekat.” Aku merasa malu kepadanya atas keraguan yang telah menghantuiku. Di saat aku sedang kembali ke kamar, Narjis telah selesai mengerjakan shalat. Ia keluar dari kamar dalam keadaan ketakutan, dan aku menjumpainya di ambang pintu. “Apakah engkau merasakan sesuatu?”, tanyaku. “Ya, bibiku. Aku merasakan berat sekali”, jawabnya. “Ingatlah Allah selalu. Konsentrasikan pikiranmu. Hal itu seperti yang telah kukatakan padamu. Engkau tidak perlu takut”, kataku menguatkannya.  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Lalu, aku mengambil sebuah bantal dan kuletakkannya di tengah-tengah kamar. Kududukkannya di atasnya dan aku duduk di hadapannya layaknya seorang wanita yang sedang menangani seseorang yang ingin melahirkan. Ia memegang telapak tanganku dan menekannya sekuat tenaga. Ia menjerit karena kesakitan dan membaca dua kalimat syahadah. Abu Muhammad berkata dari balik kamar: “Bacalah surah al-Qadr untuknya.” Aku mulai membacanya dan bayi yang masih berada di dalam perut itu menirukan bacaanku. Aku ketakutan terhadap apa yang kudengar. Abu Muhammad berkata lagi: “Janganlah merasa heran terhadap urusan Allah. Sesungguhnya Allah membuat kami berbicara dengan hikmah pada waktu kami masih kecil dan menjadikan kami hujjah di atas bumi-Nya ketika kami sudah besar.” &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Belum selesai ucapannya, tirai cahaya menutupiku untuk dapat melihatnya. Aku berlari menuju Abu Muhammad sambil menjerit. “Kembalilah wahai bibiku. Engkau akan mendapatkannya masih di tempatnya”, katanya padaku.  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Aku kembali. Tidak lama kemudian, tirai cahaya itu tersingkap. Tiba-tiba aku melihatnya dengan seunggun cahaya yang menyilaukan mataku. Kulihat wali Allah dalam kondisi sujud. Di lengan kanannya tertulis: “Telah datang kebenaran dan sirna kebatilan. Sesungguhnya kebatilan telah sirna”. Ia berkata dalam keadaan sujud: “Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain selain Allah Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya, kakekku Muhammad adalah Rasulullah, dan ayahku Amirul Mukminin wali Allah.” Selanjutnya ia menyebutkan nama para imam satu-persatu hingga sampai pada dirinya. Kemudian, ia berdoa: “Ya Allah, wujudkanlah untukku apa yang telah Kau janjikan padaku, sempurnakanlah urusanku, kokohkanlah langkahku, dan penuhilah bumi ini karenaku dengan keadilan.” Setelah itu, ia mengangkat kepalanya seraya membaca ayat, “Allah bersaksi dalam keadaan menegakkan keadilan bahwa tiada tuhan selain Ia, dan begitu juga para malaikat dan orag-orang yang diberi ilmu. Tiada tuhan selian Ia yang Maha Perkasa nan Bijaksana. Sesungguhnya agama di sisi Allah adalah Islam”. (QS. Ali ‘Imran : 18-19) Kemudian, ia bersin. Ia berkata: “Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Semoga Allah mencurahkan shalawat atas Muhammad dan keluarganya. Orang-orang zalim menyangka bahwa hujjah Allah telah sirna.” &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Aku menggendongnya dan mendudukknnya di pangkuanku. Sungguh anak yang bersih dan suci. Abu Muhammad berkata: “Bawalah putraku kemari wahai bibiku.” Aku membawanya kepadanya. Ia menggendongnya seraya memasukkan lidahnya ke dalam mulutnya dan mengelus-elus kepala, kedua mata, telinga dan seluruh sikunya. Lalu, ia berkata kepadanya: “Berbicaralah wahai putraku.” Ia membaca dua kalimat syahadah dan mengucapkan shalawat untuk Rasulullah dan para imam satu-persatu. Setelah sampai di nama ayahnya ia diam sejenak. Ia memohon perlindungan dari setan yang terkutuk seraya membaca ayat: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan Kami akan memberikan anugrah kepada orang-orang yang tertindas di muka bumi, menjadikan mereka para pemimpin dan para pewaris. Dan Kami akan menjayakan mereka di muka bumi dan memperlihatkan kepada Fir’aun, Haman dan bala tentara mereka apa yang mereka takutkan.” &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Setelah itu, Abu Muhammad memberikannya kepadaku kembali seraya berkata: “Wahai bibiku, kembalikanlah kepada ibundanya supaya ia berbahagia dan tidak susah. Sesungguhnya janji Allah adalah benar. Akan tetapi, mayoritas umat manusia tidak mengetahui.” &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kukembalikan ia kepada ibunya dan fajar telang menyingsing waktu itu. Setelah mengerjakan shalat Shubuh, aku mohon pamit kepadanya.&lt;a href=&quot;http://www.imamalmahdi.com/html/ind/html/imam%20mahdi/biografi-ringkas.htm#_edn12&quot; name=&quot;_ednref12&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;sup&gt; [12] &lt;/sup&gt; &lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kelahiran Yang Tersembunyi &lt;/h2&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Meskipun bukti-bukti tekstual dan historis di atas sangat gamblang dan jelas, kelahiran beliau masih menjadi misteri bagi sebagian orang. Mereka malah mengingkari bahwa beliau telah lahir dan menganggapnya masih belum lahir. Mungkin faktor utama atas klaim mereka itu adalah kelahiran beliau yang terjadi secara tersembunyi dan tidak pernah melihat beliau kecuali sahabat-sahabat dekat Imam Hasan al-‘Askari as. Tapi, ketika kita memperhatikan situasi dan kondisi politik yang dominan dan sangat genting di masa-masa terakhir kehidupan Imam Hasan al-‘Askari, kita akan memaklumi kelahiran beliau yang terjadi secara tersembunyi itu. Karena hal itu memang terjadi karena tuntutan sikon yang ada waktu itu mengingat Imam Mahdi as adalah hujjah Ilahi yang terakhir, dan seandainya penguasa waktu itu berhasil membunuh beliau, niscaya dunia ini sudah tutup usia.  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Mungkin pendapat seorang penulis kenamaan berikut ini layak kita renungkan bersama, paling tidak hal itu dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan. Ia menulis, “Rahasia di balik kelahiran beliau yang terjadi secara tersembunyi itu adalah, bahwa ketika dinasti Abbasiah mengetahui melalui hadis-hadis Nabi dan para imam Ahlulbait as bahwa Imam Mahdi adalah imam kedua belas yang akan meratakan keadilan di atas bumi ini, menghancurkan benteng-benteng kesesatan, membasmi pemerintahan thaghut dan menguasai Barat dan Timur, mereka ingin untuk memadamkan cahaya Allah itu dengan cara membunuhnya. Oleh karena itu, mereka mengirim mata-mata dan para dukun bayi untuk menggeledah dan memeriksa rumah Imam Hasan al-‘Askari as. Akan tetapi, Allah masih berkehendak untuk menyempurnakan cahaya-Nya dan menyembunyikan kehamilan ibunda beliau, Narjis.  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Disebutkan dalam beberapa referensi bahwa al-Mu’tamid al-Abbasi memerintahkan para dukun bayi untuk memasuki rumah-rumah Bani Hasyim, khususnya Imam Hasan al-‘Askari tanpa harus meminta izin sebelumnya barangkali mereka dapat menemukan beliau telah lahir. Akan tetapi, Allah masih menghendaki untuk memberlakukan apa yang pernah terjadi pada kisah kelahiran Nabi Musa as. Pihak penguasa mengetahui bahwa kerajaan mereka akan musnah di tangan salah seorang dari keturunan Bani Israil. Oleh karena itu, mereka selalu mengawasi setiap wanita keturunan Bani Israil yang sedang hamil. Ketika melihat anak yang lahir dari mereka adalah lelaki, mereka langsung membunuhnya. Tapi, dengan kehendak Allah Musa tetapi lahir dengan selamat dan Ia menyembunyikan kelahirannya. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Dalam beberapa hadis disebutkan bahwa kelahiran Imam Mahdi as memiliki keserupaan dengan kelahiran Nabi Musa dan Ibrahim as.”&lt;a href=&quot;http://www.imamalmahdi.com/html/ind/html/imam%20mahdi/biografi-ringkas.htm#_edn13&quot; name=&quot;_ednref13&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;sup&gt; [13] &lt;/sup&gt; &lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Dari sekilas pembahasan di atas dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa Imam Mahdi as sudah lahir. Karenan jika tidak demikian, mengapa para penguasa Abbasiah memberlakukan pengontrolan ketat terhadap keturunan Bani Hasyim, khususnya istri Imam Hasan al-‘Askari? Mengapa mereka memerintahkan para dukun-dukun bayi untuk memasuki rumah beliau tanpa harus meminta izin terlebih dahulu? Pada peristiwa syahadah Imam Hasan al-‘Askari pada tanggal 8 Rabi’ul Awal 260, Ja’far al-Kadzzâb, saudara beliau ingin menjadi imam di saat shalat janazah hendak dilaksanakan. Karena sunnah Ilahi bahwa seorang imam tidak dapat dishalati kecuali oleh imam setelahnya, Imam Mahdi menampakkan dirinya dan menyingkirkan Ja’far dari tempat imam shalat jenazah. Tidak lama, berita kemunculan beliau di hadapan khalayak tersebar dan hal itu pun sampai ke telinga al-Mu’tamid, penguasa dinasti Abbasiah kala itu. Akhirnya, ia memerintahkan bala tentaranya untuk menggeledah rumah Imam Hasan al-‘Askari demi menangkap Imam Mahdi dan menyerahkannya kepada Khalifah&lt;a href=&quot;http://www.imamalmahdi.com/html/ind/html/imam%20mahdi/biografi-ringkas.htm#_edn14&quot; name=&quot;_ednref14&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;sup&gt; [14] &lt;/sup&gt; &lt;/a&gt;.  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Meskipun kelahiran terjadi secara tersembunyi, tapi hal itu tidak menutup kemungkinan adanya sebagian orang yang pernah melihat beliau. Berikut ini nama-nama orang yang pernah melihat beliau dengan mata kepala mereka sendiri:&lt;a href=&quot;http://www.imamalmahdi.com/html/ind/html/imam%20mahdi/biografi-ringkas.htm#_edn15&quot; name=&quot;_ednref15&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;sup&gt; [15] &lt;/sup&gt; &lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;a. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;     Sayidah Hakimah binti Ali al-Hadi, bibi Imam Hasan al-‘Askari. Beliaulah yang menemani Narjis saat melahirkan Imam Mahdi as.  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;b. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;     Abu Ghanim, pembantu setia Imam Hasan al-‘Askari as  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;c. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;     Nasim, seorang pembantu di rumah Imam Hasan al-‘Askari as.  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;d. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;     Kamil bin Ibrahim al-Madani, seorang agung yang pernah menganut mazhab al-Mufawwidhah dan kemudian meninggalkannya. Ia bercerita, “Para sahabat Imam al-‘Askari pernah mengutusku untuk menanyakan beberapa masalah dan supaya aku mengetahui tentang anak beliau yang baru lahir. Aku masuk ke rumah beliau. Setelah mengucapkan salam, aku duduk di pinggir sebuah pintu yang ditutupi oleh kain. Tiba-tiba angin bertiup dan menyingkap ujung kain itu. Kulihat seorang anak kecil (di balik pintu itu) yang sangat tampan bagaikan rembulan. Ia kira-kira masih berusia empat tahun. Ia berkata kepadaku, ‘Hai Kamil bin Ibrahim!’ Buluku merinding mendengar suara itu dan aku diberi ilham untuk mengucapkan, ‘Ya junjunganku!’ Ia melanjutkan, ‘Engkau datang kepada wali Allah untuk menanyakan kepadanya tentang statemen bahwa tidak akan masuk surga kecuali orang yang berkeyakinan seperti keyakinanmu?’ ‘Betul, demi Allah’, jawabku. ‘Jika begitu, amat sedikit orang yang akan memasukinya. Demi Allah! Pasti akan masuk surga kaum yang dikenal dengan sebutan al-Haqqiyah’, tandasnya. ‘Wahai junjunganku! Siapakah mereka itu?’, tanyaku. ‘Mereka adalah sekelompok kaum yang karena kecintaan mereka kepada Ali, mereka siap untuk bersumpah demi haknya, meskipin mereka tidak mengetahui hak dan keutamannya’, tandasnya. Kemudian, ia melanjutkan, ‘Engkau datang juga ingin menanyakan tentang keyakinan mazhab al-Mufawwidhah. Mereka telah berbohong. Sebenarnya hati kami adalah wadah bagi kehendak Allah. Ketika Allah berkehendak, kami pun berkehendak. Allah berfirman, ‘Dan kalian tidak mungkin berkehendak kecuali jika Allah berkehendak’.’ Kain itu pun tertutup kembali dan aku tidak dapat untuk menyingkapnya kembali. Ayahnya melihatku sembari tersenyum. Ia berkata kepadaku, ‘Kenapa engkau masih duduk di sini sedangkan hujjah setelahku telah menjawab pertanyaanmu?’”  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;e. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;     Abul Fadhl Hasan bin Husain al-‘Askari.  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;f. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;     Ahmad bin Ishaq al-Asy’ari al-Qomi, wakil Imam Hasan al-‘Askari di Qom.  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;g. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;     Ya’qub bin Manqusy.  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;h. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;     Isa bin Mahdi al-Jawahiri.  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;i. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;     Ibrahim bin Muhammad at-Tabrizi.  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;j. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;     Utusan kota Qom.   &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;k. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;     Ibrahim bin Idris.  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt; Nama dan Julukan &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Orang-orang besar biasanya memiliki nama dan julukan lebih dari satu. Rasulullah SAWW memiliki nama dan julukan Muhammad, Ahmad, Thaha, Yasin, al-Basyir, an-Nadzir, dan lain sebagainya. Imam Ali dan seluruh imam dari keturunan beliau juga demikian. Hal itu bukanlah suatu hal yang kebetulan. Akan tetapi, menyingkap satu sisi dari sekian sisi kepribadian dan spiritual yang mereka miliki.  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Imam Mahdi pun tak luput dari kaidah di atas. Beliau pun memiliki nama dan julukan lebih dari satu, seperti al-Mahdi, al-Hujjah, al-Qâ`im, al-Muntazhar, al-Khalaf as-Shâlih, Shâhib al-Amr, dan As-Sayid. Pada kesempatan ini, kami akan menyebutkan sebagiannya saja beserta alasan yang ditegaskan oleh hadis-hadis mengapa beliau memiliki nama dan julukan tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;a. Al-Mahdi.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Dalam beberapa hadis, beliau dijuluki dengan al-Mahdi. Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri bahwa Rasulullah saw bersabda, “Nama al-Mahdi adalah namaku.” Hadis serupa juga pernah diucapkan oleh Amirul Mukminin as. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Mengapa beliau diujuluki demikian? Hal itu dikarenakan Allah selalu menunjukkannya kepada hal-hal ghaib yang tidak diketahui oleh siapa pun. Berkenaan dengan hal ini Imam Muhammad al-Baqir as berkata, “Jika al-Mahdi kami telah bangkit, ia akan membagi-bagikan (harta) dengan sama rata dan berbuat adil terhadap rakyat jelata. Barangsiapa menaatinya, maka ia telah menaati Allah dan barangsiapa menentangnya, maka ia telah menentang Allah. Ia diberi nama al-Mahdi, karena Ia selalu menunjukkannya kepada sesuatu yang rahasia.”&lt;a href=&quot;http://www.imamalmahdi.com/html/ind/html/imam%20mahdi/biografi-ringkas.htm#_edn16&quot; name=&quot;_ednref16&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;sup&gt; [16]&lt;/sup&gt; &lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;b. Al-Qâ`im &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Julukan beliau ini mengungkap sebuah makna yang sangat signifikan. Al-Qâ`im adalah orang yang berdiri atau bangkit. Kebangkitan beliau kelak di akhir zaman berbeda sekali dengan seluruh kebangkitan yang pernah terjadi dalam sejarah umat manusia. Bisa diasumsikan bahwa kebangkitan beliau adalah satu-satunya kebangkitan yang belum pernah disaksikan oleh makhluk Allah. Jika kebangkitan-kebangkitan yang pernah terjadi sepanjang sejarah hanya bersifat parsial dan teritorial, kebangkitan beliau ini bersifat universal dan mendunia. Beliau akan menebarkan semerbak wangi kebenaran ke seluruh penjuru dunia sehingga setiap orang pasti dapat menikmatinya dengan penuh keleluasaan. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Dalam sebuah hadis Imam Ja’far as-Shadiq as pernah berkata, “Ia dinamai al-Qâ`im karena ia akan menegakkan kebenaran (dengan kebangkitannya).”&lt;a href=&quot;http://www.imamalmahdi.com/html/ind/html/imam%20mahdi/biografi-ringkas.htm#_edn17&quot; name=&quot;_ednref17&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;sup&gt; [17]&lt;/sup&gt; &lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Abu Hamzah ats-Tsumali pernah bertanya kepada Imam al-Baqir as: “Wahai putra Rasulullah, bukankah kalian semua adalah orang-orang yang menegakkan kebenaran (qâ`imîn bil-haq)?” &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;“Ya”, jawab beliau. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;“Mengapa hanya Imam Mahdi yang dijuluki al-Qâ`im?”, tanyanya lagi. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Beliau menjawab: “Ketika kakekku Husain as terbunuh, para malaikat menangis meraung-raung di hadapan Allah ‘azza wa jalla ... Setelah itu, Allah menunjukkan para imam dari keturunan Husain as (kepada mereka). Mereka menjadi gembira dengan hal itu. (Pada waktu itu), salah seorang dari mereka sedang berdiri (qâ`im) mengerjakan shalat. Lantas Ia berfirman: ‘Dengan (perantara) orang yang sedang berdiri itu Aku akan membalas dendam kepada mereka (para pembunuhnya)’.”&lt;a href=&quot;http://www.imamalmahdi.com/html/ind/html/imam%20mahdi/biografi-ringkas.htm#_edn18&quot; name=&quot;_ednref18&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;sup&gt; [18] &lt;/sup&gt; &lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;c. Al-Muntazhar &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Jika dalam keyakinan masyarakat dunia pekerjaan menunggu dan menanti adalah sebuah kegiatan yang menjemukan, menunggu kedatangan seorang juru penyelamat dari segala penderitaan adalah sebuah harapan yang dapat memberikan energi baru bagi kegiatan seseorang dalam kehidupan sehari-harinya. Dalam konteks ini beliau diberi julukan al-Muntazhar, orang yang selalu dinantikan kedatangannya.  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Imam al-Jawad as pernah ditanya: “Wahai putra Rasulullah, mengapa ia dijuluki al-Qâ`im?” “Karena ia akan bangkit setelah dilupakan dan mayoritas orang yang meyakini imâmahnya murtad”, jawab beliau. “Mengapa diberi julukan al-Muntazhar?”, beliau ditanya kembali. “Karena ia memiliki sebuah ghaibah yang sangat panjang. Orang-orang yang tulus akan selalu meunggu kehadirannya dan orang-orang yang kotor akan mengingkarinya”, jawab beliau tegas. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;d. Al-Hujjah &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Dalam keyakinan Islam, hujjah Allah pasti selalu ada pada setiap masa. Tidak pernah berlalu sebuah masa yang hujjah Allah absen di situ. Karena ia adalah satu-satunya perantara faidh (anugrah dan karunia) Ilahi untuk seluruh makhluknya. Tanpa hujjah, faidh Ilahi akan terputus dan seluruh alam semesta akan luluh-lantak&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;SLAM KEINDAHAN ACEH,SLAM PERSHABATAN KTA.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrasawang.blogspot.com/feeds/1588691455867496390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2012/01/imam-al-mahdi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/1588691455867496390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/1588691455867496390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2012/01/imam-al-mahdi.html' title='imam al-mahdi'/><author><name>Hajarul Aswad</name><uri>https://plus.google.com/104988259977000978270</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-eYFVbOznpNA/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAfQ/h8MxNk1kBl0/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5575425736515091405.post-7196054781857791728</id><published>2011-12-25T01:08:00.000+07:00</published><updated>2011-12-25T01:08:12.751+07:00</updated><title type='text'>Tips untuk Melacak Ponsel yang Hilang</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://irengputih.com/tips-untuk-melacak-ponsel-yang-hilang-by-trick-ponsel-blogspot-com/2914/&quot;&gt;Tips untuk Melacak Ponsel yang Hilang&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;SLAM KEINDAHAN ACEH,SLAM PERSHABATAN KTA.&lt;/div&gt;</content><link rel="related" href="http://irengputih.com/tips-untuk-melacak-ponsel-yang-hilang-by-trick-ponsel-blogspot-com/2914/" title="Tips untuk Melacak Ponsel yang Hilang"/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrasawang.blogspot.com/feeds/7196054781857791728/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2011/12/tips-untuk-melacak-ponsel-yang-hilang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/7196054781857791728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/7196054781857791728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2011/12/tips-untuk-melacak-ponsel-yang-hilang.html' title='Tips untuk Melacak Ponsel yang Hilang'/><author><name>Hajarul Aswad</name><uri>https://plus.google.com/104988259977000978270</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-eYFVbOznpNA/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAfQ/h8MxNk1kBl0/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5575425736515091405.post-7043038910997538104</id><published>2011-12-25T00:37:00.000+07:00</published><updated>2012-01-12T10:02:38.575+07:00</updated><title type='text'>Tanda-Tanda Kelahiran Imam Mahdi</title><content type='html'>Sebelum kita membicarakan&lt;br&gt;tentang persoalan Imam mahdi&lt;br&gt;ada baik nya kita membicarakan&lt;br&gt;tentang kebenaran hadis Nabi&lt;br&gt;SAW itu terlebih dahulu.Hadis&lt;br&gt;hadis Nabi SAW merupakan kalam kedua yang mulia selepas Al&lt;br&gt;Quran, dan kita wajib menyakini&lt;br&gt;nya sebagai satu kebenaran&lt;br&gt;yang akan pasti terjadi. Apa saja&lt;br&gt;ucapan atau pu perkataan Nabi&lt;br&gt;SAW itu adala perkataan yang terpelihara, Nabi maksum dari&lt;br&gt;sebarang perlakuan dosa baik&lt;br&gt;dari segi ucapan atau pun&lt;br&gt;perlakuan perbuatan.Jadi jangan&lt;br&gt;diragukan sama sekali tentang&lt;br&gt;akan dating nya Imam Mahdi itu Sekarang mari kita sama sama&lt;br&gt;melihat pada hadis hadis Nabi&lt;br&gt;SAW yang menyebutka tentang&lt;br&gt;perihal Imam Mahdi itu.. Ummu Salamah ra, berkata:&lt;br&gt;Adalah Nabi SAW, bersabda: &amp;quot;Imam&lt;br&gt;Mahdi itu dari keluargaku dari&lt;br&gt;keturunan anak Fatimah&amp;quot; (Sunan&lt;br&gt;Abu Dawud Kitab Al-Fitan wal-&lt;br&gt;Malahim. Bab Dzikru al-Mahdi, Ibn Majah, Al Hakim dan At Thabraْﻦَﻋ&lt;br&gt;ُﻝﻮُﺳَﺭ َﻝﺎَﻘَﻟﺎَﻗ ِّﻱِﺭْﺪُﺨْﻟﺍ ٍﺪﻴِﻌَﺳ ﻲِﺑَﺃ&lt;br&gt;ُّﻱِﺪْﻬَﻤْﻟﺍ َﻢَّﻠَﺳَﻭ ِﻪْﻴَﻠَﻋ ُﻪَّﻠﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ ِﻪَّﻠﻟﺍ&lt;br&gt;ُﺄَﻠْﻤَﻳ ِﻒْﻧَﺄْﻟﺍ ﻰَﻨْﻗَﺃ ِﺔَﻬْﺒَﺠْﻟﺍ ﻰَﻠْﺟَﺃ ﻲِّﻨِﻣ&lt;br&gt;ْﺖَﺌِﻠُﻣ ﺎَﻤَﻛ ﺎًﻟْﺪَﻋَﻭ ﺎًﻄْﺴِﻗ َﺽْﺭَﺄْﻟﺍ&lt;br&gt;َﻦﻴِﻨِﺳ َﻊْﺒَﺳ ُﻚِﻠْﻤَﻳ ﺎًﻤْﻠُﻇَﻭ ﺍًﺭْﻮَﺟAbu Sai&amp;#39;id al-Khudriy ra, berkata:&lt;br&gt;Adalah Nabi SAW, bersabda:&amp;quot;Imam&lt;br&gt;Mahdi dari keluargaku, lebar&lt;br&gt;dahinya, mancung hidung-nya,&lt;br&gt;pada masanya dunia penuh&lt;br&gt;keadilan dan kedamaian serta kejujuran, sebagaimana&lt;br&gt;sebelumnya penuh dengan&lt;br&gt;kezaliman dan kemaksiatan, ia&lt;br&gt;akan menjadi khalifah dimuka&lt;br&gt;bumi selama tujuh tahun&amp;quot; (HR.&lt;br&gt;Abu Dawud, Kitab al-Fitan wal- Malahim. Bab Dzikru al- Mahdiy ) Dalam&lt;br&gt;hadis ini mengambarkan&lt;br&gt;bahwa Imam Mahdi itu dari&lt;br&gt;keturunan Nabi SAW, dan ia&lt;br&gt;hanya dapat menjadi khalifah&lt;br&gt;dimuka bumi ini hanya sekitar 7&lt;br&gt;tahun sahaja.Dan sebelum datang nya Imam Mahdi, dunia dipenuhi&lt;br&gt;dengan kezaliman dan&lt;br&gt;kemaksiatan.Dengan ketentuan&lt;br&gt;Allah dunia berubah menjadi&lt;br&gt;penuh berakah.Ini pula tanda2&lt;br&gt;yang sudah berlaku tentang kemunculan Imam Mahdi;&amp;quot;Sebelum&lt;br&gt;kemunculan Imam Mahdi, akan&lt;br&gt;berlaku secara berturut2 2&lt;br&gt;gerhana pada bulan&lt;br&gt;Ramadhan..&amp;quot; (Ibn Hajar Al haitami,&lt;br&gt;Al Qaul Al Mukhtasar fi &amp;#39;alamat Al mahdi Al Muntazar)&amp;quot;Akan ada dua&lt;br&gt;gerhana matahari di bulan&lt;br&gt;Ramadhan sebelum kedatangan&lt;br&gt;Al Mahdi.&amp;quot; (Mukhtasar Tazkirah&lt;br&gt;Qurtubi)&amp;quot;Telah sampai kepadaku&lt;br&gt;bahwa sebelum Al Mahdi datang, bulan akan gerhana dua kali di&lt;br&gt;bulan Ramadhan.&amp;quot; (Diriwayatkan&lt;br&gt;oleh by Abu Nu&amp;#39;aym dalam al-&lt;br&gt;Fitan)&amp;quot;Gerhana matahari di&lt;br&gt;pertengahan bulan Ramadhan&lt;br&gt;dan gerhana bulan di akhirnya.&amp;quot; (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-&lt;br&gt;Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir&lt;br&gt;al-zaman, hal. 37)Jika kita&lt;br&gt;melihat kepada dalil2 di atas&lt;br&gt;maka fahamlah bahawasanya&lt;br&gt;tanda2 kemunculan Imam Mahdi ini sudah berlaku. Yaaaa,&lt;br&gt;gerhana bulan dan matahari&lt;br&gt;pernah direkodkan berlaku pada&lt;br&gt;bulan Ramadhan pada tahun&lt;br&gt;1981 dan 1982. &amp;quot;Dari hadis ini adalah jelas&lt;br&gt;mengambarkan bahwa Imam&lt;br&gt;Mahdi telah pun lahir dimuka&lt;br&gt;bumi ini, hanya kita masih&lt;br&gt;dirasiakan olih Allah dimana kah&lt;br&gt;Imam Madi ini berada.Kita pergi pula ke tanda2 yang lain yang&lt;br&gt;sudah pun berlaku. Tanda2&lt;br&gt;seterusnya ialah kemunculan&lt;br&gt;bintang berekor atau komet&lt;br&gt;melintasi bumi.&amp;quot;&amp;quot;Sebelum&lt;br&gt;kemunculan Imam Mahdi, sebutir bintang berekor akan muncul&lt;br&gt;dari arah timur.&amp;quot; (Ibn Hajar Al&lt;br&gt;Haitami, Al Qaul Al Mukhtasar fi&lt;br&gt;&amp;#39;alamat Al Mahdi Al&lt;br&gt;Muntazzar)&amp;quot;Munculnya bintang&lt;br&gt;itu akan terjadi setelah gerhana matahari dan bulan.&amp;quot; (Al-Muttaqi&lt;br&gt;al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-&lt;br&gt;Mahdi Akhir al-zaman, hal.&lt;br&gt;32)&amp;quot;Jika kita melihat kepada&lt;br&gt;dalil2 di atas, Nabi pernah&lt;br&gt;mengatakan bahawa antara tanda2 kemunculan Imam Mahdi&lt;br&gt;itu ialah munculnya bintang&lt;br&gt;berekor(komet). Yaaaa, bintang&lt;br&gt;berekor atau komet ini pernah&lt;br&gt;direkodkan melintasi bumi pada&lt;br&gt;tahun 1986. Komet ini merupakan sebuah bintang terang bersinar&lt;br&gt;yang melintas dari Timur ke&lt;br&gt;Barat. Ini terjadi setelah gerhana&lt;br&gt;matahari dan bulan pada tahun&lt;br&gt;1981 dan 1982.&amp;quot;&lt;br&gt;Tanda2 yang lain pula ialah berlakunya peperangan yang&lt;br&gt;besar di bulan Syawal.&amp;quot;Akan ada&lt;br&gt;huru hara di bulan Syawal (bulan&lt;br&gt;kesepuluh dalam kalender&lt;br&gt;Hijriyah), pembicaraan tentang&lt;br&gt;perang di bulan Dzulqae&amp;#39;dah (bulan kesebelas dalam kalender&lt;br&gt;Hijriyah) dan pecahnya perang di&lt;br&gt;bulan Dzulhijjah (bulan kedua&lt;br&gt;belas). &amp;quot;(Allamah Muhaqqiq Ash-&lt;br&gt;Sharif Muhammad ibn &amp;#39;Abd al-&lt;br&gt;Rasul, Al-Isaatu li Asrat&amp;#39;is-saat, hal. 166)Tiga bulan yang&lt;br&gt;dimaksudkan dalam hadits ini&lt;br&gt;kebetulan bertepatan dengan&lt;br&gt;bulan-bulan berkecamuknya&lt;br&gt;Perang Iran-Iraq. Pemberontakan&lt;br&gt;(huru hara) pertama atas Shah Iran berlangsung pada 5 Syawal&lt;br&gt;1398 (8 September 1976),&lt;br&gt;seperti yang ditunjukkan oleh&lt;br&gt;hadits Tiga bulan yang dimaksudkan&lt;br&gt;dalam hadits ini kebetulan&lt;br&gt;bertepatan dengan bulan-bulan&lt;br&gt;berkecamuknya Perang Iran-Iraq.&lt;br&gt;Pemberontakan(huru hara)&lt;br&gt;pertama atas Shah Iran berlangsung pada 5 Syawal 1398&lt;br&gt;(8 September 1976), seperti&lt;br&gt;yang ditunjukkan oleh hadits ini,&lt;br&gt;dan perang meletus antara Iran&lt;br&gt;dan Iraq pada bulan Dzulhijjah&lt;br&gt;1400 (Oktober 1980).Bila kita melihat kepada dalil2 di atas,&lt;br&gt;cuba kita perhatikan satu&lt;br&gt;persatu bahawa semua tanda2&lt;br&gt;itu berlaku dalam lingkungan&lt;br&gt;jarak tahun yang dekat. Bermula&lt;br&gt;dari tahun 1976 ketika huru hara pertama pemberontakan ke&lt;br&gt;atas Raja Iran iaitu Shah Iran&lt;br&gt;Pahlevi(jatuh pada tahun 1979)&lt;br&gt;pada bulan Syawal. Dan&lt;br&gt;peperangan Iran-Iraq pada tahun&lt;br&gt;1980 pada bulan Dzulhijjah. Selepas itu berlaku pula 2&lt;br&gt;gerhana dalam bulan Ramadhan&lt;br&gt;pada tahun 1981-1982(2 tahun&lt;br&gt;berturut2). Dan yang akhirnya&lt;br&gt;berlaku pula lintasan bintang&lt;br&gt;berekor(komet halley) mendekati bumi dari arah timur ke barat&lt;br&gt;pada tahun 1986.Tanda2 yang&lt;br&gt;Nabi khabarkan ini benar2 telah&lt;br&gt;berlaku. Sekitar dari tahun 1976&lt;br&gt;sehinggalah tahun 1986. Jika&lt;br&gt;menilik kepada hadis2 Nabi tadi bahawa Imam Mahdi akan muncul&lt;br&gt;bila berlakunya tanda2 tersebut.&lt;br&gt;Adakah muncul di sini membawa&lt;br&gt;maksud zahirkan diri?? Jika&lt;br&gt;dengan maksud zahirkan diri, jadi&lt;br&gt;di mana Imam Mahdi sekarang??? Hadis tentang kemunculan Imam&lt;br&gt;mahdi itu bahasa kiasan yang&lt;br&gt;kita andaikan bahawa muncul di&lt;br&gt;situ dengan maksud lahir. Bukan&lt;br&gt;zahirkan diri. Kebarangkalian&lt;br&gt;Imam Mahdi telah lahir(muncul di dunia ini) pada tahun 1981 atau&lt;br&gt;1982 ketika berlakunya 2&lt;br&gt;gerhana dalam 1 bulan&lt;br&gt;(Ramadhan) dulu.Jika Imam Mahdi&lt;br&gt;telah dilahirkan pada tahun 1981&lt;br&gt;maka umur Imam Mahdi sekarang sekitar 29 tahun(bukan&lt;br&gt;muktamad). Ini kerana sekarang&lt;br&gt;sudah tahun 2010. 2010 ditolak&lt;br&gt;dengan tahun 1981 maka kita&lt;br&gt;akan dapat 29. Diceritakan&lt;br&gt;bahawa Imam Mahdi akan zahirkan dirinya ketika berumur&lt;br&gt;40 tahun(kemungkinan).&lt;br&gt;Perbinangan ini akan dilanjutkan&lt;br&gt;pada bab 2 insyAllah.&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;SLAM KEINDAHAN ACEH,SLAM PERSHABATAN KTA.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrasawang.blogspot.com/feeds/7043038910997538104/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2011/12/tanda-tanda-kelahiran-imam-mahdi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/7043038910997538104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/7043038910997538104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2011/12/tanda-tanda-kelahiran-imam-mahdi.html' title='Tanda-Tanda Kelahiran Imam Mahdi'/><author><name>Hajarul Aswad</name><uri>https://plus.google.com/104988259977000978270</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-eYFVbOznpNA/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAfQ/h8MxNk1kBl0/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5575425736515091405.post-3642637520642961576</id><published>2011-12-23T22:12:00.000+07:00</published><updated>2011-12-23T22:13:16.446+07:00</updated><title type='text'>Puisi Tentang Do&#39;a</title><content type='html'>Do&amp;#39;a tdk slalu mampu mengubah keadaan,,tp mampu mengubah cara pandang qt..&lt;br&gt;Doa tdk slalu mampu mengembalikan mrka yg qta cintai,,tp mampu memberikan kebahagiaan bg mrk..&lt;br&gt;Doa tdk mampu mengulang waktu,,&lt;br&gt;tp mampu membuat kesempatan datang kembali..&lt;br&gt;Doa tdk selalu  memperbaiki hati yg hancur,,tp doa mampu mengubahnya menjadi sumber kekuatan n penenang qolbu..&lt;br&gt;&lt;br&gt;Untk itu jgn pernah ragu to berdoa,,krna Allah g&amp;#39; akan pernah lelah mendgar doa qt....&lt;br&gt;Mri qt sling mendoakn smg Ramadhan x ne mjd Ramadhan terindah dlm hidup qt.  &lt;br&gt;Amin...!Syar jg mhon maaf atas sgla salah n silaf (baik tingkh lku maupn perktaan)..!&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;SLAM KEINDAHAN ACEH,SLAM PERSHABATAN KTA.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrasawang.blogspot.com/feeds/3642637520642961576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2011/12/puisi-tentang-doa_23.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/3642637520642961576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/3642637520642961576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2011/12/puisi-tentang-doa_23.html' title='Puisi Tentang Do&#39;a'/><author><name>Hajarul Aswad</name><uri>https://plus.google.com/104988259977000978270</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-eYFVbOznpNA/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAfQ/h8MxNk1kBl0/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5575425736515091405.post-2964796069696726553</id><published>2011-12-23T22:03:00.000+07:00</published><updated>2011-12-23T22:04:13.520+07:00</updated><title type='text'>Puisi tentang Do&#39;a</title><content type='html'>Do&amp;#39;a tdk slalu mampu mengubah keadaan,,tp mampu mengubah cara pandang qt..&lt;br&gt;Doa tdk slalu mampu mengembalikan mrka yg qta cintai,,tp mampu memberikan kebahagiaan bg mrk..&lt;br&gt;Doa tdk mampu mengulang waktu,,&lt;br&gt;tp mampu membuat kesempatan datang kembali..&lt;br&gt;Doa tdk selalu  memperbaiki hati yg hancur,,tp doa mampu mengubahnya menjadi sumber kekuatan n penenang qolbu..&lt;br&gt;&lt;br&gt;Untk itu jgn pernah ragu to berdoa,,krna Allah g&amp;#39; akan pernah lelah mendgar doa qt....&lt;br&gt;Mri qt sling mendoakn smg Ramadhan x ne mjd Ramadhan terindah dlm hidup qt.  &lt;br&gt;Amin...!Syar jg mhon maaf atas sgla salah n silaf (baik tingkh lku maupn perktaan)..!&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;SLAM KEINDAHAN ACEH,SLAM PERSHABATAN KTA.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrasawang.blogspot.com/feeds/2964796069696726553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2011/12/puisi-tentang-doa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/2964796069696726553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/2964796069696726553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2011/12/puisi-tentang-doa.html' title='Puisi tentang Do&#39;a'/><author><name>Hajarul Aswad</name><uri>https://plus.google.com/104988259977000978270</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-eYFVbOznpNA/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAfQ/h8MxNk1kBl0/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5575425736515091405.post-1822923462972536710</id><published>2011-12-23T21:58:00.001+07:00</published><updated>2011-12-23T21:58:55.279+07:00</updated><title type='text'>Puisi Makna Hidup</title><content type='html'>Ketika kehidupan memberi seribu alasan untuk Menangis, maka tunjukkan bahwa Kita mempunyai sejuta alasan untuk Tersenyum...&lt;br&gt;Nikmati setiap Detik Waktu dan Akhiri Kelelahan hari ini dengan Keikhlasan...&lt;br&gt;Indahnya hidup bukan karena seberapa banyak orang mengenal Kita, namun seberapa banyak orang bahagia mengenal Kita... buatlah orang-orang yang mengenal Kita Bahagia...&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;SLAM KEINDAHAN ACEH,SLAM PERSHABATAN KTA.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrasawang.blogspot.com/feeds/1822923462972536710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2011/12/puisi-makna-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/1822923462972536710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/1822923462972536710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2011/12/puisi-makna-hidup.html' title='Puisi Makna Hidup'/><author><name>Hajarul Aswad</name><uri>https://plus.google.com/104988259977000978270</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-eYFVbOznpNA/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAfQ/h8MxNk1kBl0/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5575425736515091405.post-4998481300024722539</id><published>2011-12-21T10:53:00.000+07:00</published><updated>2011-12-21T10:53:13.611+07:00</updated><title type='text'>Tips dan Trik Saat Kehilangan Handphone</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://updateterbaru.com/tips-dan-trik-saat-kehilangan-handphone.html&quot;&gt;Tips dan Trik Saat Kehilangan Handphone&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;SLAM KEINDAHAN ACEH,SLAM PERSHABATAN KTA.&lt;/div&gt;</content><link rel="related" href="http://updateterbaru.com/tips-dan-trik-saat-kehilangan-handphone.html" title="Tips dan Trik Saat Kehilangan Handphone"/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrasawang.blogspot.com/feeds/4998481300024722539/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2011/12/tips-dan-trik-saat-kehilangan-handphone.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/4998481300024722539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/4998481300024722539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2011/12/tips-dan-trik-saat-kehilangan-handphone.html' title='Tips dan Trik Saat Kehilangan Handphone'/><author><name>Hajarul Aswad</name><uri>https://plus.google.com/104988259977000978270</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-eYFVbOznpNA/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAfQ/h8MxNk1kBl0/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5575425736515091405.post-5904404585470341046</id><published>2011-12-21T10:36:00.000+07:00</published><updated>2011-12-21T10:36:12.768+07:00</updated><title type='text'>Software untuk melacak lokasi laptop dan hp yang dicuri maling (Free Anti-Theft for Laptop and Mobile) | Artikel Komputer</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://artikelkomputerku.blogspot.com/2011/01/software-untuk-melacak-lokasi-laptop.html&quot;&gt;Software untuk melacak lokasi laptop dan hp yang dicuri maling&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;SLAM KEINDAHAN ACEH,SLAM PERSHABATAN KTA.&lt;/div&gt;</content><link rel="related" href="http://artikelkomputerku.blogspot.com/2011/01/software-untuk-melacak-lokasi-laptop.html" title="Software untuk melacak lokasi laptop dan hp yang dicuri maling (Free Anti-Theft for Laptop and Mobile) | Artikel Komputer"/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrasawang.blogspot.com/feeds/5904404585470341046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2011/12/software-untuk-melacak-lokasi-laptop.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/5904404585470341046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/5904404585470341046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2011/12/software-untuk-melacak-lokasi-laptop.html' title='Software untuk melacak lokasi laptop dan hp yang dicuri maling (Free Anti-Theft for Laptop and Mobile) | Artikel Komputer'/><author><name>Hajarul Aswad</name><uri>https://plus.google.com/104988259977000978270</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-eYFVbOznpNA/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAfQ/h8MxNk1kBl0/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5575425736515091405.post-5709019617785667564</id><published>2011-12-18T21:07:00.000+07:00</published><updated>2011-12-18T21:07:22.168+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Syair Islam"/><title type='text'>Syair Imam Ghazali</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&amp;nbsp;Syair Kematian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedarlah, Wahai orang  yang tertipu!  Mengapa kamu masih riang bermain, terlena dengan angan-angan. Padahal  ajal di depan matamu! Bukankah kamu mengetahui bahwa ambisi manusia  adalah lautan luas tak bertepi. Bahteranya adalah dunia. Maka  berhati-hatilah jangan sampai karam! Yakinlah! Bahwa kematian pasti  menjengukmu bersama segala kepahitannya. Ingatlah detik-detik itu,  ketika kamu memberikan wasiat, sedangkan anak-anak yang bakal menjadi  yatim Dan ibunya yang akan kehilangan suami tercinta menangis pilu  berlinang air mata. Ia tenggelam dalam lautan kesedihan, seraya  memukul-mukul wajahnya. Disaksikan para lelaki, padahal sebelumnya ia  adalah mutiara yang tersimpan rapi. Kemudian setelah itu, dibawalah kain  kafan kepadamu. Akhirnya! Diiringi isak tangis dan derai air mata,  Jasadmu dikebumikan .  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;SLAM KEINDAHAN ACEH,SLAM PERSHABATAN KTA.&lt;/div&gt;</content><link rel="related" href="http://zidniagus.wordpress.com/2011/01/09/syair-kematian-%E2%80%93-al-ghazali/" title="Syair Imam Ghazali"/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrasawang.blogspot.com/feeds/5709019617785667564/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2011/12/syair-imam-ghazali.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/5709019617785667564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/5709019617785667564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2011/12/syair-imam-ghazali.html' title='Syair Imam Ghazali'/><author><name>Hajarul Aswad</name><uri>https://plus.google.com/104988259977000978270</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-eYFVbOznpNA/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAfQ/h8MxNk1kBl0/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5575425736515091405.post-2437911579363035469</id><published>2011-12-09T22:05:00.001+07:00</published><updated>2011-12-09T22:05:17.565+07:00</updated><title type='text'>Pengertian Cyber</title><content type='html'>*Konsep dan Definisi&lt;br&gt;Istilah dalam Hukum&lt;br&gt;Telematika*&lt;p&gt;Sumber : Pengantar&lt;br&gt;Hukum Telematika,&lt;br&gt;Edmon Makarim , S. Kom,&lt;br&gt;SH., LLM         Cyberlaw &amp;amp; HAKI,&lt;br&gt;Prof. Dr. Ahmad M.Ramli,&lt;br&gt;SH, MH A.&lt;p&gt; Telematika Pada mulanya, istilah&lt;br&gt;Telematika dikenal dalam&lt;br&gt;bahasa Perancis yaitu&lt;br&gt;Telematique, yang&lt;br&gt;kemudian berkembang&lt;br&gt;menjadi istilah umum di Eropa.&lt;br&gt;Selanjutnya, Telematika/&lt;br&gt;Telematiks diartikan&lt;br&gt;untuk memperlihatkan&lt;br&gt;pertemuan&lt;br&gt;jaringan komunikasi dengan teknologi&lt;br&gt;informasi.  Perkembangan&lt;br&gt;makna&lt;br&gt;telematics menjadi&lt;br&gt;singkatan dari&lt;br&gt;&amp;quot;Telecomunications and Informatics&amp;quot;, yang&lt;br&gt;merupakan perpaduan&lt;br&gt;konsep Computing and&lt;br&gt;Communication. Dewasa&lt;br&gt;ini, istilah&lt;br&gt;Telematika memperlihatkan&lt;br&gt;konvergensi antara&lt;br&gt;Telekomunikasi, Media&lt;br&gt;dan&lt;br&gt;Informatika.&lt;br&gt; Konvergensi pada telematika merupakan&lt;br&gt;penyelenggaraan sistem&lt;br&gt;elektronik yang berbasis&lt;br&gt;teknologi digital.  Akibat&lt;br&gt;dari perkembangan yang&lt;br&gt;luar biasa, istilah telematika berkembang&lt;br&gt;menjadi istilah Teknologi&lt;br&gt;Informatika (TI),&lt;br&gt;Information &amp;amp;&lt;br&gt;Communication&lt;br&gt;Technologies (ICT)1. B. Cyber – Cyberspace –&lt;br&gt;Cibernetic – Cyber Law –&lt;br&gt;Hukum Telematika Keberadaan Telematika,&lt;br&gt;berkaitan dengan&lt;br&gt;perkembangan internet&lt;br&gt;yang pada&lt;br&gt;awalnya memberikan&lt;br&gt;dunia baru bagi masyarakat dunia.  Dunia&lt;br&gt;baru yang&lt;br&gt;seakan-akan ditemukan&lt;br&gt;tersebut bernama&lt;br&gt;Cyberspace.  Istilah&lt;br&gt;Cyberspace menjadi populer setelah&lt;br&gt;istilah tersebut digunakan&lt;br&gt;dalam novel science&lt;br&gt;fiction, karya William&lt;br&gt;Gibson.  Cyberspace&lt;br&gt;menggambarkan suatu halusinasi&lt;br&gt;adanya alam lain yang&lt;br&gt;mempertemukan&lt;br&gt;teknologi telekomunikasi&lt;br&gt;dan&lt;br&gt;informatika, yang seakan-akan terdapat&lt;br&gt;ruang dalam medium&lt;br&gt;Cyber.  Asal usul&lt;br&gt;kata Cyber diartikan&lt;br&gt;sebagai kawat listrik.&lt;br&gt;Cyberspace dapat diartikan&lt;br&gt;sebagai jaringan&lt;br&gt;komputer mahabesar&lt;br&gt;(gigantic network) tanpa&lt;br&gt;adanya&lt;br&gt;penguasa tunggal mutlak, tanpa ada satu pun&lt;br&gt;hukum suatu negara&lt;br&gt;yang&lt;br&gt;berlaku. Cyberspace&lt;br&gt;merupakan medium&lt;br&gt;komunikasi global yang didasarkan atas&lt;br&gt;kebebasan berinformasi&lt;br&gt;(freedom of information)&lt;br&gt;dan kebebasan&lt;br&gt;berkomunikasi&lt;br&gt;(free flow of information), keberadaan alam yang&lt;br&gt;baru ini seakan-akan&lt;br&gt;menjadi jawaban dari&lt;br&gt;impian untuk&lt;br&gt;melampiaskan kebebasan&lt;br&gt;mengemukakan pendapat (free of speech). Seiring dengan&lt;br&gt;perkembangan&lt;br&gt;Cyberspace sebagai&lt;br&gt;medium komunikasi&lt;br&gt;global&lt;br&gt;antar subjek yang dapat berkomunikasi,&lt;br&gt;memunculkan pula hak&lt;br&gt;dan kewajiban&lt;br&gt;dari tiap-tiap subjek.  Hal&lt;br&gt;tersebut membuat&lt;br&gt;banyak negara yang mencoba&lt;br&gt;mengatur keberadaan&lt;br&gt;alam baru tersebut.&lt;br&gt; Dibeberapa negara&lt;br&gt;dikenal istilah&lt;br&gt;Cyberlaw atau Cyberspace law.  Kedua&lt;br&gt;istilah tersebut, secara&lt;br&gt;sekilas&lt;br&gt;memiliki makna yang&lt;br&gt;sama.  Namun, apabila&lt;br&gt;ditelaah lebih lanjut, muncul&lt;br&gt;perbedaan yang&lt;br&gt;berpengaruh dari&lt;br&gt;penggunaan kedua istilah&lt;br&gt;tersebut.&lt;br&gt;Menurut Edmon Makarim, istilah yang cocok adalah&lt;br&gt;Cyberspace Law karena&lt;br&gt;hukum yang berlaku&lt;br&gt;adalah hukum yang&lt;br&gt;dilaksanakan pada&lt;br&gt;medium Cyberspace, sedangkan penggunaan&lt;br&gt;istilah Cyberlaw, lebih&lt;br&gt;cocok digunakan untuk&lt;br&gt;hukum-hukum ilmu fisika&lt;br&gt;yang berkaitan dengan&lt;br&gt;arus listrik dalam kawat. Hal tersebut dikaitkan&lt;br&gt;dengan arti istilah cyber,&lt;br&gt;yang sudah disebutkan&lt;br&gt;sebelumnya, yaitu kawat&lt;br&gt;listrik. Namun demikian,&lt;br&gt;apabila ditelaah lebih lanjut, istilah Cyberspace&lt;br&gt;Law juga tidak begitu&lt;br&gt;tepat, karena istilah ini&lt;br&gt;hanya berbicara tentang&lt;br&gt;halusinasi alam virtual.&lt;br&gt; Istilah yang tepat adalah Hukum Telematika,&lt;br&gt;karena makna dari&lt;br&gt;Telematika dikaitkan&lt;br&gt;dengan Cyberspace&lt;br&gt;yaitu pada hakikatnya&lt;br&gt;merupakan suatu sistem elektronika yang lahir&lt;br&gt;dari&lt;br&gt;hasil perkembangan dan&lt;br&gt;konvergensi&lt;br&gt;telekomunikasi, media&lt;br&gt;dan informatika itu sendiri.  Hukum&lt;br&gt;Telematika diartikan pula&lt;br&gt;sebaggai suatu hukum&lt;br&gt;yang&lt;br&gt;mengembangkan&lt;br&gt;konvergensi telematika yang berwujud dalam&lt;br&gt;penyelenggaraan&lt;br&gt;suatu sistem elektronik,&lt;br&gt;baik yang terkoneksi&lt;br&gt;melalui internet atau&lt;br&gt;tidak. Meskipun demikian istilah&lt;br&gt;yang digunakan untuk&lt;br&gt;hukum yang mengatur di&lt;br&gt;dunia&lt;br&gt;Cyber belum seragam,&lt;br&gt;karena seperti yang diuraikan oleh Ahmad M.&lt;br&gt;Ramli2yang lebih memilih&lt;br&gt;istilah Cyberlaw atau&lt;br&gt;Hukum Siber. Hal tersebut&lt;br&gt;dikaitkan dengan makna&lt;br&gt;Cyberlaw yang dilandasi dengan pemikiran bahwa&lt;br&gt;istilah Cyber jika&lt;br&gt;diidentikan dengan dunia&lt;br&gt;maya akan cukup&lt;br&gt;menghadapi&lt;br&gt;persoalan ketika terkait dengan pembuktian dan&lt;br&gt;penegakan hukum. Berkaitan dengan istilah&lt;br&gt;Cyber, dikenal pula istilah&lt;br&gt;Cybernetic, yang&lt;br&gt;dikenalkan oleh Noebert&lt;br&gt;Winner, pakar&lt;br&gt;matematika yang mengenalkan istilah&lt;br&gt;Cyberspace teory.  Makna&lt;br&gt;dari Cybernetic teory&lt;br&gt;adalah teori yang&lt;br&gt;ditujukan&lt;br&gt;untuk pendekatan interdisipliner dalam&lt;br&gt;uraian sistem kendali dan&lt;br&gt;komunikasi&lt;br&gt;dari manusia, hewan&lt;br&gt;mesin dan organisasi yang&lt;br&gt;mengutamakan umpan baik&lt;br&gt;(feedback).  Berdasarkan&lt;br&gt;teori tersebut, dapat&lt;br&gt;diambil maknanya yaitu&lt;br&gt;dalam&lt;br&gt;memahami suatu penyampaian informasi&lt;br&gt;yang disampaikan dalam&lt;br&gt;sutu sistem&lt;br&gt;komunikasi yang baik,&lt;br&gt;selayaknya harus dengan&lt;br&gt;memerhatikan unpan balik&lt;br&gt;(feedback) dari sistem&lt;br&gt;tersebut. C. Ruang Lingkup&lt;br&gt;Telematika Lingkup pengkajian&lt;br&gt;Hukum Telematika dapat&lt;br&gt;terbagi dua komponen.&lt;br&gt; Komponen&lt;br&gt;yang pertama berkaitan&lt;br&gt;dengan komponen yang terkait dengan sistem,&lt;br&gt;misalnya&lt;br&gt;perangkat keras,&lt;br&gt;perangkat lunak,&lt;br&gt;prosedur, manusia dan&lt;br&gt;informasi. Komponen yang kedua&lt;br&gt;adalah berkaitan dengan&lt;br&gt;fungsi-fungsi&lt;br&gt;telekomunikasi,&lt;br&gt;misalnya input, proses,&lt;br&gt;output, penyimpanan, komunikasi.  Kedua&lt;br&gt;komponen&lt;br&gt;tersebut dikenal dalam 4&lt;br&gt;komponen yaitu:   1. Content, yaitu&lt;br&gt;substansi dari data yang&lt;br&gt;dapat merupakan&lt;br&gt;output/input&lt;br&gt;  dari penyelenggaraan&lt;br&gt;sistem informasi yang disampaikan kepada&lt;br&gt;publik.&lt;br&gt;  2. Computing, yaitu suatu&lt;br&gt;siste pengolah informasi&lt;br&gt;yang berbasiskan&lt;br&gt;  sistem komputer yang merupakan computer&lt;br&gt;network yang efisien,&lt;br&gt;efektif dan&lt;br&gt;  legal.&lt;br&gt;  3. Comunnication, yaitu&lt;br&gt;keberadaan sistem komunikasi dari sistem&lt;br&gt;  interconnection, global&lt;br&gt;interpersonal, computer&lt;br&gt;network.&lt;br&gt;  4. Community, yaitu&lt;br&gt;masyarakat sebagai pelaku intelektual.&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;SLAM KEINDAHAN ACEH,SLAM PERSHABATAN KTA.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrasawang.blogspot.com/feeds/2437911579363035469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2011/12/pengertian-cyber_1758.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/2437911579363035469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/2437911579363035469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2011/12/pengertian-cyber_1758.html' title='Pengertian Cyber'/><author><name>Hajarul Aswad</name><uri>https://plus.google.com/104988259977000978270</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-eYFVbOznpNA/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAfQ/h8MxNk1kBl0/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5575425736515091405.post-5877269580002550097</id><published>2011-09-15T13:17:00.000+07:00</published><updated>2011-09-15T13:17:43.789+07:00</updated><title type='text'>SYEKH JUNAID AL-BAGHDADY</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://sufismenews.blogspot.com/2011/03/biografi-syekg-junaid-al-baghdady.html#.TnGYSAI9YtA.blogger&quot;&gt;SYEKH JUNAID AL-BAGHDADY&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;SLAM KEINDAHAN ACEH,SLAM PERSHABATAN KTA.&lt;/div&gt;</content><link rel="related" href="http://sufismenews.blogspot.com/2011/03/biografi-syekg-junaid-al-baghdady.html#.TnGYSAI9YtA.blogger" title="SYEKH JUNAID AL-BAGHDADY"/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrasawang.blogspot.com/feeds/5877269580002550097/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2011/09/syekh-junaid-al-baghdady.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/5877269580002550097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/5877269580002550097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2011/09/syekh-junaid-al-baghdady.html' title='SYEKH JUNAID AL-BAGHDADY'/><author><name>Hajarul Aswad</name><uri>https://plus.google.com/104988259977000978270</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-eYFVbOznpNA/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAfQ/h8MxNk1kBl0/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5575425736515091405.post-3743853025555754760</id><published>2011-09-04T11:15:00.000+07:00</published><updated>2011-09-04T11:15:45.153+07:00</updated><title type='text'>Biografi Imam Al-Ghazali</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://www.2lisan.com/2615/biografi-imam-al-ghazali/#.TmL7ZGnpUhk.blogger&quot;&gt;Biografi Imam Al-Ghazali&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;SLAM KEINDAHAN ACEH,SLAM PERSHABATAN KTA.&lt;/div&gt;</content><link rel="related" href="http://www.2lisan.com/2615/biografi-imam-al-ghazali/#.TmL7ZGnpUhk.blogger" title="Biografi Imam Al-Ghazali"/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrasawang.blogspot.com/feeds/3743853025555754760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2011/09/biografi-imam-al-ghazali.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/3743853025555754760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/3743853025555754760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2011/09/biografi-imam-al-ghazali.html' title='Biografi Imam Al-Ghazali'/><author><name>Hajarul Aswad</name><uri>https://plus.google.com/104988259977000978270</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-eYFVbOznpNA/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAfQ/h8MxNk1kBl0/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5575425736515091405.post-2463201691898043511</id><published>2011-09-04T11:14:00.001+07:00</published><updated>2011-09-04T11:14:33.259+07:00</updated><title type='text'>Biografi Ibnu Hajar Al ‘Asqalani</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://www.2lisan.com/3174/biografi-ibnu-hajar-al-asqalani/#.TmL7GxnSklc.blogger&quot;&gt;Biografi Ibnu Hajar Al ‘Asqalani&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;SLAM KEINDAHAN ACEH,SLAM PERSHABATAN KTA.&lt;/div&gt;</content><link rel="related" href="http://www.2lisan.com/3174/biografi-ibnu-hajar-al-asqalani/#.TmL7GxnSklc.blogger" title="Biografi Ibnu Hajar Al ‘Asqalani"/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrasawang.blogspot.com/feeds/2463201691898043511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2011/09/biografi-ibnu-hajar-al-asqalani.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/2463201691898043511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/2463201691898043511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2011/09/biografi-ibnu-hajar-al-asqalani.html' title='Biografi Ibnu Hajar Al ‘Asqalani'/><author><name>Hajarul Aswad</name><uri>https://plus.google.com/104988259977000978270</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-eYFVbOznpNA/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAfQ/h8MxNk1kBl0/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5575425736515091405.post-3573254004304781144</id><published>2011-09-04T11:14:00.000+07:00</published><updated>2011-09-04T11:14:04.524+07:00</updated><title type='text'>Biografi Imam Syafi’i</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://www.2lisan.com/1954/biografi-imam-syafii/#.TmL62c0gakw.blogger&quot;&gt;Biografi Imam Syafi’i&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;SLAM KEINDAHAN ACEH,SLAM PERSHABATAN KTA.&lt;/div&gt;</content><link rel="related" href="http://www.2lisan.com/1954/biografi-imam-syafii/#.TmL62c0gakw.blogger" title="Biografi Imam Syafi’i"/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrasawang.blogspot.com/feeds/3573254004304781144/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2011/09/biografi-imam-syafii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/3573254004304781144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/3573254004304781144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2011/09/biografi-imam-syafii.html' title='Biografi Imam Syafi’i'/><author><name>Hajarul Aswad</name><uri>https://plus.google.com/104988259977000978270</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-eYFVbOznpNA/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAfQ/h8MxNk1kBl0/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5575425736515091405.post-942891044874682756</id><published>2011-09-04T11:11:00.000+07:00</published><updated>2011-09-04T11:11:56.740+07:00</updated><title type='text'>Biografi Ibnu Katsir</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://www.2lisan.com/2226/ibnu-katsir/#.TmL6el-RMJU.blogger&quot;&gt;Biografi Ibnu Katsir&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;SLAM KEINDAHAN ACEH,SLAM PERSHABATAN KTA.&lt;/div&gt;</content><link rel="related" href="http://www.2lisan.com/2226/ibnu-katsir/#.TmL6el-RMJU.blogger" title="Biografi Ibnu Katsir"/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrasawang.blogspot.com/feeds/942891044874682756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2011/09/biografi-ibnu-katsir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/942891044874682756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/942891044874682756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2011/09/biografi-ibnu-katsir.html' title='Biografi Ibnu Katsir'/><author><name>Hajarul Aswad</name><uri>https://plus.google.com/104988259977000978270</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-eYFVbOznpNA/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAfQ/h8MxNk1kBl0/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5575425736515091405.post-3157467973370559160</id><published>2011-09-04T11:10:00.000+07:00</published><updated>2011-09-04T11:10:27.290+07:00</updated><title type='text'>Biografi Syekh Abdul Qadir Jaelani</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://www.2lisan.com/2621/biografi-syekh-abdul-qadir-jaelani/#.TmL6En7xLRs.blogger&quot;&gt;Biografi Syekh Abdul Qadir Jaelani&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;SLAM KEINDAHAN ACEH,SLAM PERSHABATAN KTA.&lt;/div&gt;</content><link rel="related" href="http://www.2lisan.com/2621/biografi-syekh-abdul-qadir-jaelani/#.TmL6En7xLRs.blogger" title="Biografi Syekh Abdul Qadir Jaelani"/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrasawang.blogspot.com/feeds/3157467973370559160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2011/09/biografi-syekh-abdul-qadir-jaelani.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/3157467973370559160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/3157467973370559160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2011/09/biografi-syekh-abdul-qadir-jaelani.html' title='Biografi Syekh Abdul Qadir Jaelani'/><author><name>Hajarul Aswad</name><uri>https://plus.google.com/104988259977000978270</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-eYFVbOznpNA/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAfQ/h8MxNk1kBl0/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5575425736515091405.post-5164995282426383513</id><published>2011-09-04T11:07:00.000+07:00</published><updated>2011-09-04T11:11:00.229+07:00</updated><title type='text'>Biografi Imam At-Tirmidzi</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.2lisan.com/2734/biografi-imam-at-tirmidzi/#.TmL5YbBb4gU.blogger&quot;&gt;Biografi Imam At-Tirmidzi &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;SLAM KEINDAHAN ACEH,SLAM PERSHABATAN KTA.&lt;/div&gt;</content><link rel="related" href="http://www.2lisan.com/2734/biografi-imam-at-tirmidzi/#.TmL5YbBb4gU.blogger" title="Biografi Imam At-Tirmidzi"/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrasawang.blogspot.com/feeds/5164995282426383513/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2011/09/biografi-imam-at-tirmidzi-2lisancom.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/5164995282426383513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5575425736515091405/posts/default/5164995282426383513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrasawang.blogspot.com/2011/09/biografi-imam-at-tirmidzi-2lisancom.html' title='Biografi Imam At-Tirmidzi'/><author><name>Hajarul Aswad</name><uri>https://plus.google.com/104988259977000978270</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-eYFVbOznpNA/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAfQ/h8MxNk1kBl0/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>