<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;CU4DRXwycSp7ImA9WxNVE0Q.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-25989357</id><updated>2009-10-24T21:19:34.299+07:00</updated><title>Buku, Buku, Buku!</title><subtitle type="html">verba volant scripta manent ~ yang diucapkan dengan kata akan lenyap, yang dituliskan akan tetap berlaku</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://buku-buku-buku.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://buku-buku-buku.blogspot.com/" /><link rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>45</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><link rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/BukuBukuBuku" type="application/atom+xml" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><entry gd:etag="W/&quot;AkUMSXc8fSp7ImA9WxJQEU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-25989357.post-4746320575700346799</id><published>2009-05-24T00:16:00.005+07:00</published><updated>2009-05-24T11:11:28.975+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-24T11:11:28.975+07:00</app:edited><title>Kunci Rahasia George ke Alam Semesta</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/Shgv0XSawzI/AAAAAAAAAMc/lPod0iaH-sU/s1600-h/georgekey.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 140px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/Shgv0XSawzI/AAAAAAAAAMc/lPod0iaH-sU/s200/georgekey.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339069934898692914" /&gt;&lt;/a&gt;Judul asli: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;George's Secret Key to the Universe&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Lucy &amp; Stephen Hawking dengan Christophe Galfard&lt;br /&gt;Ilustrasi: Garry Parsons&lt;br /&gt;Alih bahasa: Andang H. Sutopo&lt;br /&gt;Editor: Widi Lugina&lt;br /&gt;Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama, Cetakan I: Mei 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin berpetualang seru ke ruang angkasa sambil belajar mengenai alam semesta? Ikuti kisah George dengan tetangga misteriusnya Annie dan Eric--ayah Annie--, serta komputer canggih Cosmos. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mengikuti kisah seru, pembaca juga diberi informasi tentang bintang, bulan, planet, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;exoplanet&lt;/span&gt;, komet, tata surya, lubang hitam. Juga ada pertanyaan: apakah kita memusatkan perhatian untuk memperbaiki kehidupan di bumi dan menghadapi masalah-masalah bumi, atau haruskah kita berusaha menemukan planet lain yang bisa dihuni umat manusia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini dilengkapi dengan foto-foto berwarna yang menakjubkan mengenai bintang-bintang dan benda-benda langit lainnya serta kotak-kotak informasi, yang menambah nilai buku ini. Buku juga dipenuhi ilustrasi dari kisah George sehingga menyiratkan bahwa buku ini untuk anak-anak, padahal di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;cover&lt;/span&gt; belakang khusus disebutkan bahwa buku ini untuk semua umur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini kesan saya saja: menurut saya, gambar George di ilustrasi buku koq seperti Pangeran Kecil di &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Le Petit Prince&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (lebih-lebih kalau George sedang pakai syal), dan gambar Pak Eric mengingatkan saya pada ayahnya Dennis di komik &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dennis the Menace&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (karena kacamata kotak?). Hmm, tidak penting ya? Yang jelas, setelah membaca buku ini saya jadi hapal nama-nama planet di sistem tata surya kita, yaitu: Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa alam semesta sangat menakjubkan! ... "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, ..." (sebagian dari s. Ali 'Imraan : 191).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25989357-4746320575700346799?l=buku-buku-buku.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://buku-buku-buku.blogspot.com/feeds/4746320575700346799/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=25989357&amp;postID=4746320575700346799" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/4746320575700346799?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/4746320575700346799?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BukuBukuBuku/~3/wSbOsh4nLaY/kunci-rahasia-george-ke-alam-semesta.html" title="Kunci Rahasia George ke Alam Semesta" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/Shgv0XSawzI/AAAAAAAAAMc/lPod0iaH-sU/s72-c/georgekey.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://buku-buku-buku.blogspot.com/2009/05/kunci-rahasia-george-ke-alam-semesta.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0cASXk4cCp7ImA9WxJRGUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-25989357.post-1584893875751584293</id><published>2009-05-22T16:20:00.004+07:00</published><updated>2009-05-22T16:37:28.738+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-22T16:37:28.738+07:00</app:edited><title>Tumbuh di Tengah Badai</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/ShZu8ehDTSI/AAAAAAAAAMU/hQ0ZZRFd9Qw/s1600-h/tumbuhditengahbadai.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 127px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/ShZu8ehDTSI/AAAAAAAAAMU/hQ0ZZRFd9Qw/s200/tumbuhditengahbadai.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5338576393557200162" /&gt;&lt;/a&gt;Penulis: Herniwatty Moechiam&lt;br /&gt;Penyunting: Gunawan B.S.&lt;br /&gt;Penerbit: Bentang, Cetakan I: April 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sampul depan dan belakang buku ini, sudah bisa terdeteksi bahwa buku ini menceritakan perjuangan seorang ibu dan anak autistiknya dalam meraih suatu kemampuan diikuti kemampuan lainnya. Kemampuan yang mudah dikuasai oleh seorang individu normal seringkali sulit dikuasai oleh individu yang autistik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi indera individu autistik sering sangat sensitif terhadap sesuatu (berbeda-besa pada setiap individu) sampai-sampai yang bersangkutan menjadi sangat terganggu (mungkin seperti ter-iritasi). Catra, individu autistik di buku ini, menjadi rewel jika dipakaikan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;diapers&lt;/span&gt;, pakaian tertentu, topi, atau sepatu. Catra bisa terperanjat dan menangis ketakutan mendengar suara orang bersin, tangisan anak lain, tawa yang keras, suara berdecit, dering telepon, dan banyak suara lainnya. Padahal kondisi yang normal tapi mengganggu dan tidak nyaman bagi individu autistik ini sering ditemui di tempat terapi atau di sekolah sehingga mengganggu kegiatan belajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, Catra yang masih bayi sangat tertarik mendengar suara azan dan kemudian segala sesuatu yang bernuansa Islam, seperti mesjid, huruf Arab, perlengkapan shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan yang tak henti-hentinya dalam membesarkan anak autistik dan 2 orang kakaknya masih ditambah dengan pertengkaran dan pertikaian yang sering terjadi dengan suami. Ibu Herniwatty, penulis buku ini, juga "mengajari" guru-guru dan teman-teman anaknya mengenai individu autistik. Benar-benar perjalanan panjang yang tidak mudah dan melelahkan yang dinamakannya "Sekolah Kehidupan". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan yang bagi Catra seperti tersandung di setiap langkah. Meskipun tentu saja ada langkah-langkah yang menggembirakan, antara lain ketika Catra mendapat giliran membawakan kultum dan menyitir salah satu surat mengenai pertolongan Allah yang dikaitkannya dengan kesulitan-kesulitannya sebagai individu autistik. Ketika membaca buku ini sering tanpa disadari kita (pembaca) jadi berucap, "Subhanallah" dan meneteskan air mata. Kini Catra kuliah di UGM, belajar menapaki jalan hidupnya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagi pengalaman dengan menulis buku pasti tidak mudah karena seperti membeberkan kehidupan sendiri kepada khalayak ramai dan juga seperti mengoyak luka lama. Tetapi pelajaran yang diberikan buku ini sangat banyak. Apalagi buku ini dituturkan dengan sangat baik. Apa yang dipelajari Ibu Herniwatty di "Sekolah Kehidupan" menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi siapapun karena sesungguhnya setiap orang berada di sekolah yang sama. Terima kasih banyak Ibu Herniwatty dan keluarga yang sudah berbagi melalui buku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Buku lain tentang berbagi pengalaman membesarkan anak autistik: Dyah Puspita, "&lt;a href="http://urek2.blogspot.com/2006/01/perjuangan-ibunda-anak-autistik.html" target="_blank"&gt;Untaian Duka Taburan Mutiara&lt;/a&gt;".&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25989357-1584893875751584293?l=buku-buku-buku.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://buku-buku-buku.blogspot.com/feeds/1584893875751584293/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=25989357&amp;postID=1584893875751584293" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/1584893875751584293?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/1584893875751584293?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BukuBukuBuku/~3/321apCIWCHs/tumbuh-di-tengah-badai.html" title="Tumbuh di Tengah Badai" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/ShZu8ehDTSI/AAAAAAAAAMU/hQ0ZZRFd9Qw/s72-c/tumbuhditengahbadai.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://buku-buku-buku.blogspot.com/2009/05/tumbuh-di-tengah-badai.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkYARH04fip7ImA9WxJTEkU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-25989357.post-522485948735221088</id><published>2009-04-21T07:38:00.002+07:00</published><updated>2009-04-21T09:15:45.336+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-21T09:15:45.336+07:00</app:edited><title>Panggil aku Kartini saja</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/Se0WTyWORCI/AAAAAAAAAMM/iud8zBnB9gM/s1600-h/Kartini.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 138px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/Se0WTyWORCI/AAAAAAAAAMM/iud8zBnB9gM/s200/Kartini.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326938463437472802" /&gt;&lt;/a&gt;Penulis: Pramoedya Ananta Toer&lt;br /&gt;Kata Sambutan: Ny. DR. Hurustiati Subandrio&lt;br /&gt;Epilog: Ruth Indiah Rahayu/Yayasan Kalyanamitra&lt;br /&gt;Penerbit: Hasta Mitra&lt;br /&gt;Cetakan II, 2000 (Cetakan I jilid I dan II terpisah: 1962, Cetakan I jilid I dan II gabungan: 1997)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku "panggil aku Kartini saja" sebenarnya masih ada kelanjutannya (jilid III dan IV) tetapi naskah tersebut hilang di tahun 1965. Jadi apa yang terekam atau tergambarkan di sini mengenai Kartini hanya sebagian dari apa yang akan diungkapkan oleh Pram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pram mengawali buku ini saat Perang Jawa (Diponegoro) berakhir. Perang yang paling mahal dalam sejarah penjajahan Belanda di Indonesia. Pemerintah Belanda meminjamkan hutang kepada Hindia Belanda sebesar ƒ 37 juta ditambah bunga. Nilai uang jatuh dan Javasche Bank yang baru didirikan menghadapi kebangkrutan. Muncullah Johannes van den Bosch mengusulkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;cultuurstelsel&lt;/span&gt; untuk mengisi kas Hindia-Belanda. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Cultuurstelsel&lt;/span&gt; yang pada kenyataannya menjadi &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;tanam paksa&lt;/span&gt; kemudian menghisap bumi dan rakyat Hindia Belanda. Untuk pertama kali pemerintah Hindia Belanda mempergunakan kekuasaannya dan "kewibawaannya atas penduduk dijadikannya alat untuk mengeksploitasikan Jawa pada waktu itu secara modern" (halaman 12). Petani-petani pribumi menjadi terlalu miskin dan bahkan terusir dari tanah garapannya yang berubah menjadi perkebunan partikelir (swasta). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian muncul golongan liberal seperti Multatuli, E.S.W. Roorda van Eisinga, Dr. Ds. Baron ban Hoëvell yang menghendaki kelongaran dari cara memerintah Pribumi. Mereka menghendaki pendidikan yang lebih banyak lagi bagi para amtenar, Eropa, dan Pribumi. Tingkat pengajaran dan pendidikan pada waktu itu sangat rendah di kalangan penduduk bangsa Eropa, apalagi di kalangan Pribumi. Yang ada hanya sekolah-sekolah Nasrani yang tidak jauh berbeda dengan pengajaran di surau-surau. Sekolah Belanda Gubernemen pertama didirikan di Weltevreden (tahun ?). Baru dua tahun kemudian sekolah tersebut terbuka bagi sejumlah kecil Pribumi pilihan, bahkan anak bupati pun masih sulit mendapatkan bangku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seolah Bumiputra atau sekolah Melayu gubernemen mulai didirikan tahun 1849 di Jepara, Pasuruhan, dan Padang. Di Makasar dan Maros tahun 1853, di Banjarmasin tahun 1863, di Ambon tahun 1607. Waktu itu bahasa Belanda merupakan satu-satunya bahasa ilmu pengetahuan. Pada tahun 1902 di seluruh Jawa dan Madura hanya ada 4 orang bupati yang pandai menulis dan berbicara bahasa Belanda; salah satunya adalah ayah Kartini. Di luar para bupati ada satu-dua orang yang maju, misalnya Raden Saleh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan latar belakang inilah Kartini lahir dan besar. Kartini lahir di Jepara, 21 April 1879. Beliau termasuk orang Indonesia yang beruntung pada zamannya. Karena kedudukan ayahnya, Kartini dapat mengenyam pendidikan formal di sekolah, meskipun hanya sampai pada tingkat dasar, karena setelah itu Kartini masuk dalam pingitan. Kartini sendiri sebenarnya ingin melanjutkan sekolah, bahkan kalau perlu ke negeri Belanda, tetapi sayang ayahnya tidak mengijinkan. Pada awal berdirinya sekolah-sekolah di Hindia Belanda, hanya anak-anak dari keluarga ningrat/bergelar saja yang bisa masuk sekolah. (THS, cikal bakalnya ITB, pun tidak terkecuali; mahasiswanya adalah siswa-siswa yang memiliki gelar, termasuk Soekarno yang memiliki gelar "Raden", kalau tidak salah.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masa pingitan, Kartini melakukan hal-hal yang disukainya seperti membatik, melukis, membaca, dan juga belajar bahasa Prancis. Ayahnya yang membuka kesempatan bagi Kartini dan saudari-saudarinya untuk melihat dunia luar (ke Batavia, mengunjungi kapal "Sumatera" di pelabuhan, memberi bacaan) sekaligus mempunyai hak veto atas putri-putrinya yang berhak mengatakan "tidak" atas kehendak para putri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartini pandai berbahasa Belanda, baik lisan maupun tulisan, dan sudah terkenal di kalangan orang Belanda dan Indonesia tentang bahasa Belandanya yang baik. Bahkan di masa hidupnya, surat-suratnya ingin diterbitkan oleh Mr. Abendanon, tetapi Kartini menolak. Beliau sadar bahwa seorang putri Jawa yang bisa berbahasa Belanda dengan baik adalah istimewa. Kartini tidak mau diistimewakan. Beliau merasa sebagai bagian dari rakyat dan memang beliau sendiri yang mengucapkan, "Panggil aku Kartini saja - itulah namaku". Pikiran Kartini berkisar pada rakyat, keseniannya, penyakitnya, pendidikannya, perempuannya, perlakuan yang diterima rakyat, dan lain-lain. Dan semua itu disampaikan dalam bahasa Belanda yang runut. Kartini juga pernah diminta untuk menulis di majalah. Menulis menjadi jalan keluar bagi Kartini untuk mengeluarkan isi hati dan pikirannya. Andaikan Kartini hidup lebih lama lagi, tentu tulisan-tulisannya akan lebih banyak lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun hanya berpendidikan SD, lingkup pemikiran Kartini meluas melampaui lingkungan kamar dan rumahnya. Sebagai salah satu orang yang terkemuka di zamannya, melalui surat-suratnya ke orang Belanda (dalam bahasa Belanda) Kartini menjadi corong kondisi rakyat Hindia Belanda. Sayang sekali, ayahnya yang bertindak sebagai pembuka gerbang kesempatan bagi Kartini untuk mengecap dunia luar adalah sekaligus penutup gerbang tersebut. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kartini" target="_blank"&gt;Wikipedia&lt;/a&gt; menyebutkan Kartini dinikahkan dengan Bupati Rembang yang sudah memiliki tiga istri. Kartini wafat pada usia 25 tahun beberapa hari setelah melahirkan putra pertamanya (September 1904).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Himpunan surat-surat Kartini diterbitkan tahun 1911 dengan judul &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Door Duisternis tot Licht"&lt;/span&gt;. Pada tahun 1923 buku ini telah mengalami cetak ulang ke-4. Terjemahan bahasa Melayu (tahun ?) "Habis Gelap Terbitlah Terang" dilakukan oleh Baginda Abdoellah Dahlan dan Baginda Zainoedin Rasad, dan pada penerbitan selanjutnya dibantu Soetan Moehammad Zain serta Baginda Djamaloedin Rasad. Pada cetakan ke-3 (1951) mencantumkan nama Armijn Pane sebagai penerjemah (halaman 215). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;disunting ulang dari &lt;a href="http://urek2.blogspot.com/2005/05/panggil-aku-kartini-saja.html" target="_blank"&gt;panggil aku Kartini saja&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25989357-522485948735221088?l=buku-buku-buku.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://buku-buku-buku.blogspot.com/feeds/522485948735221088/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=25989357&amp;postID=522485948735221088" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/522485948735221088?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/522485948735221088?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BukuBukuBuku/~3/i23-UzSketQ/panggil-aku-kartini-saja.html" title="Panggil aku Kartini saja" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/Se0WTyWORCI/AAAAAAAAAMM/iud8zBnB9gM/s72-c/Kartini.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://buku-buku-buku.blogspot.com/2009/04/panggil-aku-kartini-saja.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkAERHs7fSp7ImA9WxRaE00.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-25989357.post-8852050156105220891</id><published>2008-12-15T09:31:00.002+07:00</published><updated>2008-12-15T09:38:25.505+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-15T09:38:25.505+07:00</app:edited><title>The Divine Message of the DNA - Tuhan dalam Gen Kita</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/SUXCYX3cBtI/AAAAAAAAAJw/RKryZQLldyg/s1600-h/DNA.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 153px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/SUXCYX3cBtI/AAAAAAAAAJw/RKryZQLldyg/s200/DNA.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279839862140962514" /&gt;&lt;/a&gt;Judul asli: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Inochi no Angou&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terjemahan Indonesia diambil dari edisi Inggris: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;The Divine Code of Life: Awaken Your Genes &amp; Discover Hidden Talents&lt;/span&gt; (2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Kazuo Murakami, Ph.D.&lt;br /&gt;Penerjemah: Winny Prasetyowati&lt;br /&gt;Penyunting: Andityas Prabantoro&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Proofreader&lt;/span&gt;: Eti Rohaeti&lt;br /&gt;Penerbit terjemahan Indonesia: Mizan, Cetakan V: April 2008 (Cetakan I: Maret 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gen atau DNA (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;deoxyribonucleic acid&lt;/span&gt;) berisi semua informasi yang diperlukan untuk membentuk kehidupan. Gen menentukan fungsi dari sel dan terdapat di nukleus sel makhluk hidup. Kode genetik adalah kumpulan instruksi untuk membentuk protein. Protein bersama dengan air adalah salah satu zat terpenting dalam tubuh kita. Protein juga ditemukan dalam enzim-enzim yang penting untuk reaksi-reaksi kimia yang berlangsung dalam tubuh kita. Dengan kata lain, protein adalah dasar dari fenomena yang kita sebut sebagai kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur DNA ditemukan pada tahun 1953 dan sekarang kita dapat membaca cetak biru yang tertulis pada DNA--kode genetik dari bakteri, hewan, dan bahkan manusia. Kode genetik manusia tersusun dari lebih dari tiga milliar "huruf-huruf kimia' yang tersimpan dalam untai-untai mikroskopik yang memiliki berat hanya satu per 200 miliar gram dan lebar hanya 1/500.000 milimeter, namun jika direnggangkan memiliki panjang sekitar tiga meter. Wow.. betapa kecilnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun gen diperlengkapi dengan begitu banyak informasi, namun tidak seluruh informasi itu digunakan. Gen dalam nukleus ditranskripsikan kepada setiap RNA (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ribonucleic acid&lt;/span&gt;) bila diperlukan. RNA dalam sel dengan segera diterjemahkan menjadi protein dan enzim, yang merupakan zat-zat paling penting bagi aktivitas sel. Namun, pada saat yang sama, mereka juga mencegah dibacanya informasi yang tidak perlu. Seperti mekanisme nyala padam pada peralatan listrik. Berdasarkan penemuan ini, penulis buku ini--Kazuo Murakami, Ph.D., ahli genetika terkemuka di dunia, pemenang Max Planck Research Award (1990) dan Japan Academy Prize (1996)-- meyakini bahwa kita dapat mengaktifkan gen-gen kita yang bermanfaat dan menjadikan mereka berguna bagi kita, dan sebaliknya menonaktifkan gen-gen yang tidak bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga faktor yang terlibat dalam aktivasi gen, yaitu gen itu sendiri, lingkungan, dan pikiran. Banyak orang percaya bahwa ciri-ciri yang diwariskan tidak pernah berubah. Sesuatu kemampuan (misal: kecerdasan atau atletik) memang berkaitan dengan gen. Namun tidak berarti bahwa seseorang sama sekali tidak memiliki kemampuan tersebut. Kemampuan itu ada tetapi belum dinyalakan. Jika kita menghilangkan semua hambatan dan menyediakan lingkungan yang sesuai, maka potensi kita untuk berkembang akan tidak terbatas. Kemudian, berpikir positif--teruatama ketika mengalami kesulitan atau mengalami saat-saat buruk-- dapat menyalakan gen, merangsang otak dan tubuh untuk memproduksi hormon yang bermanfaat. Hal ini berarti mengembangkan kemampuan untuk mencari makna bahkan dalam kesulitan yang paling buruk, untuk memandang apa yang terjadi pada kita sebagai sebuah pesan atau hadiah. Segala sesuatu yang terjadi kepada kita memang perlu terjadi, baik maupun buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di buku ini juga ditulis mengenai teori lain mengenai evolusi yang diajukan Lynn Margulis pada era 1960-an, yang dikenal sebagai Teori Endosimbiotik. Berbeda dengan teori evolusi Darwin, bahwa kita berevolusi melalui seleksi alam dan mutasi dan hanya yang paling layaklah yang dapat bertahan, Teori Endosimbiotik didasarkan pada ide bahwa kehidupan berevolusi melalui kerja sama mutualisme. Proses evolusi dimulai dari organisme bersel satu tanpa nukleus. Penggabungan antara beberapa sel sederhana atau bagian sel yang bekerja bersama untuk membentuk jenis sel baru membawa evolusi ke tingkatan berikutnya, yaitu sel yang memiliki nukleus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motoo Kimura, seorang ahli genetik yang terkenal dengan teori evolusi netral, menyatakan bahwa kemungkinan sesosok makhluk hidup dapat dilahirkan sama dengan kemungkinan satu orang memenangi lotre $100 juta berturut-turut selama satu juta kali. Bahwa kita lahir saja adalah suatu prestasi yang ajaib! (yang karenanya harus disyukuri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama puluhan tahun meneliti gen yang sangat mikro, Kazuo Murakami yakin bahwa kode genetik tidak terjadi secara kebetulan, bahwa ada yang menuliskan cetak biru tersebut. Kazuo Murakami memiliki tiga saran yang dianggapnya sangat berguna dalam hidupnya. Saran-saran tersebut adalah (1) miliki niat yang mulia, (2) hidup dengan rasa terima kasih, dan (3) berpikir positif.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25989357-8852050156105220891?l=buku-buku-buku.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://buku-buku-buku.blogspot.com/feeds/8852050156105220891/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=25989357&amp;postID=8852050156105220891" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/8852050156105220891?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/8852050156105220891?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BukuBukuBuku/~3/220y5wVbvQ4/divine-message-of-dna-tuhan-dalam-gen.html" title="The Divine Message of the DNA - Tuhan dalam Gen Kita" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/SUXCYX3cBtI/AAAAAAAAAJw/RKryZQLldyg/s72-c/DNA.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://buku-buku-buku.blogspot.com/2008/12/divine-message-of-dna-tuhan-dalam-gen.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkQMRns4fip7ImA9WxRbGE0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-25989357.post-9171255311648534446</id><published>2008-12-09T12:20:00.003+07:00</published><updated>2008-12-09T12:26:27.536+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-09T12:26:27.536+07:00</app:edited><title>Maryamah Karpov</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/ST4A_w4uEII/AAAAAAAAAJo/z79qqU9qh00/s1600-h/MaryamahKarpov.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 128px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/ST4A_w4uEII/AAAAAAAAAJo/z79qqU9qh00/s200/MaryamahKarpov.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277656908779360386" /&gt;&lt;/a&gt;Penulis: Andrea Hirata&lt;br /&gt;Penyunting: Imam Risdiyanto&lt;br /&gt;Perancang sampul: Andreas Kusumahadi&lt;br /&gt;Ilustrasi isi: Yudi Irawan&lt;br /&gt;Pemeriksa aksara: Ifah Nurjany, Oktaviani&lt;br /&gt;Penata aksara: Iyan Wb.&lt;br /&gt;Penerbit: Bentang, cetakan I: November 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya..., terbit juga! Setelah diberitakan akan terbit September 2008, ternyata &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Maryamah Karpov&lt;/span&gt; akhirnya terbit pada akhir November 2008 yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih seru, masih ada lucu-lucunya, dan masih sangat percaya pada kekuatan mimpi. Apakah kekuatan mimpi ini membuktikan "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;law of attraction&lt;/span&gt;"? Jika kita mendambakan sesuatu, berikhtiarlah sekuat tenaga dan pikiran. Pada akhirnya, akan ada jalan yang terbuka, dan tangan-tangan yang terulur siap membantu mewujudkan mimpi itu. Tapi, apakah ini berlaku untuk semua mimpi? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar dari &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Maryamah Karpov&lt;/span&gt; bercerita tentang kehidupan Ikal di kampung halamannya--Belitong-- setelah lepas dari hidup bermandi madu ketika studi di Eropa. Dan sebagian besar dari cerita kehidupan di Belitong itu terkait dengan upaya Ikal mencari A Ling, impiannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah Andrea Hirata menunjukkan semakin menariknya ia bercerita dibandingkan di buku-buku sebelumnya. Tentang orang tuanya, tentang Arai--sepupunya--, tentang kebiasaan penduduk desanya, tentang teman-temannya Laskar Pelangi, tentang pembuatan perahu, tentang lanun di perairan Malaka, pendeknya tentang hal-hal yang sederhana maupun yang ajaib, yang belum pernah didengar atau diketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, ada juga yang mengganjal di buku ini (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;maafkan tukang protes ini..&lt;/span&gt;), yaitu pengukuran tinggi badan Laskar Pelangi ketika kelas dua dan kelas tiga SMP (halaman 258). Apakah mungkin ABG menjadi lebih pendek dalam waktu satu tahun? Harun menjadi lebih pendek 1 cm, Ikal 3 cm, dan Syahdan 9 cm!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lagi yang ingin ditanyakan ke Ikal, setelah peristiwa yang ia alami, masihkah ia &lt;span style="font-style:italic;"&gt;membungkus dengan tilam, menempatkan di atas nampan pualam&lt;/span&gt;?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25989357-9171255311648534446?l=buku-buku-buku.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://buku-buku-buku.blogspot.com/feeds/9171255311648534446/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=25989357&amp;postID=9171255311648534446" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/9171255311648534446?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/9171255311648534446?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BukuBukuBuku/~3/IjfDjgv2hII/maryamah-karpov.html" title="Maryamah Karpov" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/ST4A_w4uEII/AAAAAAAAAJo/z79qqU9qh00/s72-c/MaryamahKarpov.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://buku-buku-buku.blogspot.com/2008/12/maryamah-karpov.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0ECRn89fip7ImA9WxRVGEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-25989357.post-3702899145364950407</id><published>2008-11-16T21:21:00.002+07:00</published><updated>2008-11-16T21:27:47.166+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-11-16T21:27:47.166+07:00</app:edited><title>Cara Terindah untuk Mati - Kado Kematian untuk Saudaraku</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/SSAs5CCJYtI/AAAAAAAAAJI/Fe5m3agM6vM/s1600-h/mati.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 222px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/SSAs5CCJYtI/AAAAAAAAAJI/Fe5m3agM6vM/s320/mati.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269260922333520594" /&gt;&lt;/a&gt;Penulis: Rachmat Ramadhana al-Banjari&lt;br /&gt;Penerbit: DIVA Press, Yogyakarta&lt;br /&gt;Cetakan I, Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh..."&lt;/blockquote&gt; QS. an-Nisaa': 78&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya orang memberi atau menerima kado pada peristiwa penting dalam hidup seperti kelahiran, ulang tahun, atau pernikahan. Kematian adalah suatu peristiwa penting yang pasti akan datang. Tidak ada seorangpun yang mampu menolak atau menunda kehadirannya. Tidak ada satu pun jiwa yang dapat menjamin bahwa dia akan menjalani kehidupan di dunia satu detik, satu menit, satu jam, atau satu hari ke depan. Nah, "kado kematian"; apa pula ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku "&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cara Terindah untuk Mati - Kado Kematian untuk Saudaraku&lt;/span&gt;" adalah kado dari penulis buku ini --Rachmat Ramadhana al-Banjari-- untuk saudara-saudaranya dalam rangka memperingati kematian. Buku ini mengingatkan pembacanya antara lain mengenai hakikat kematian, jenis-jenis kematian, indikasi datangnya maut, proses pencabutan ruh, keadaan di alam kubur, serta bekal menyongsong kematian, termasuk muhasabah diri (menghisab diri sendiri), sampai pada meraih husnul khatimah.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian bukanlah akhir dari perjalanan hidup manusia, melainkan transisi untuk memasuki kehidupan di alam baru. Namun sesungguhnya, selain kematian alami terdapat jenis kematian lainnya, seperti kematian iradi (maknawi), kematian suri, kematian kecil, dan kematian hakiki. Kematian hakiki sering tidak disadari, yaitu bahwa secara hakiki diri seseorang sudah mati, yaitu potensi fitrah yang telah mati yang berakibat kematian keimanan, keislaman, keikhsanan, ketauhidan, dan ketakwaan di hadapan Allah SWT. Kematian hakiki terjadi akibat sering melakukan pengingkaran, kemusyrikan, kekafiran, kezhaliman, kefasikan, atau kemaksiatan terhadap perintah Allah dan rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana agar kematian tidak menjadi momok menakutkan? Jalan terbaik adalah dengan mempersiapkan bekal perjalanan abadi tersebut, dan sebaik-baik bekal adalah takwa. Buku ini secara khusus mengingatkan kita  kepada kematian kita. Sudahkah kita mempersiapkan bekal untuk perjalanan abadi kita?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25989357-3702899145364950407?l=buku-buku-buku.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://buku-buku-buku.blogspot.com/feeds/3702899145364950407/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=25989357&amp;postID=3702899145364950407" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/3702899145364950407?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/3702899145364950407?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BukuBukuBuku/~3/fV5HV9NCQjA/cara-terindah-untuk-mati-kado-kematian.html" title="Cara Terindah untuk Mati - Kado Kematian untuk Saudaraku" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/SSAs5CCJYtI/AAAAAAAAAJI/Fe5m3agM6vM/s72-c/mati.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://buku-buku-buku.blogspot.com/2008/11/cara-terindah-untuk-mati-kado-kematian.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEYNQ3g7cCp7ImA9WxdRGE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-25989357.post-33693017877582871</id><published>2008-06-07T16:49:00.000+07:00</published><updated>2008-06-07T16:49:52.608+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-06-07T16:49:52.608+07:00</app:edited><title>Dari Parangakik Ke Kampuchea</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/SEpXVAFR44I/AAAAAAAAAGk/oVvcDS-hRH4/s1600-h/kampuchea.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/SEpXVAFR44I/AAAAAAAAAGk/oVvcDS-hRH4/s200/kampuchea.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209071937318413186" /&gt;&lt;/a&gt;Penulis: Nh. Dini&lt;br /&gt;Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama, Cetakan ke-2: 2005 (Cetakan ke-1: 2003)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Episode &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dari Parangakik Ke Kampuchea&lt;/span&gt; berlangsung jauh sebelum episode &lt;a href="http://buku-buku-buku.blogspot.com/2007/03/la-grande-borne.html" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;La Grande Borne&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://buku-buku-buku.blogspot.com/2008/06/argenteuil-hidup-memisahkan-diri.html" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Argenteuil&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, yaitu ketika pasangan Dini dan Yves baru memiliki Lintang. Di sini Dini menceritakan kehidupan keluarganya bersama Lintang yang masih balita (Dini sering disangka sebagai pengasuh Lintang) dan suaminya yang perhitungan sehubungan dengan penugasan suami ke Kamboja, negeri sang Pangeran Kecil (--dari buku Antoine de Saint-Exupéry, julukan rakyat Prancis untuk Pangeran Norodom Sihanouk).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Prancis ke Kamboja, Dini dan Lintang menumpang Kapal &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Vietnam&lt;/span&gt; sampai Saigon dilanjutkan terbang ke Phnom Penh, sementara suami akan menyusul terbang dan bertemu di Saigon. Di kapal Vietnam itulah Dini bertemu dengan Bagus, sang Kapten kapal, yang kemudian menjadi kekasihnya. Pengalaman di Kapal &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Vietnam&lt;/span&gt; inilah yang menjadi cikal bakal buku &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pada Sebuah Kapal&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kehidupan Dini di Kamboja berisi kegiatan menjadi ibu rumah tangga di rumah dinas milik Kedutaan Prancis, menyelenggarakan pesta atau resepsi baik di Phnom Penh ataupun di Sihanoukville, aktivitasnya di WIC, dan beberapa kali pertemuannya dengan kekasih. Di Kamboja, secara tidak sengaja Dini bertemu rombongan kesenian Indonesia yang dipimpin Profesor Doktor Priyono--Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI pada waktu itu-- yang sedang singgah di Phnom Penh setelah berkeliling RRC dan Vietnam. Di dalam rombongan juga ada Pak Kusni--pendiri Ngesti Pandowo-- yang sudah dikenal Dini dan Bulantrisna Djelantik--penari dari Bali-- yang waktu itu masih SMP. Pada waktu itu map naskah &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pada Sebuah Kapal&lt;/span&gt; sudah dibagi dua: Penari dan Pelaut.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang pengarang, pada waktu itu (tahun 1960-an awal) Dini sudah memiliki cara kerja menggunakan map-map untuk tiap-tiap naskah dan setiap malam dia menulis buku harian. Seperti &lt;span style="font-style:italic;"&gt;file-file&lt;/span&gt; di dalam folder-folder komputer ya? Dan tampaknya Dini disiplin untuk menulis cerita dan buku hariannya. Hasilnya antara lain ya buku-buku dalam seri kenangan ini, alat Dini untuk berbagi kisah, yang menjadikannya tukang cerita yang mumpuni dan produktif.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25989357-33693017877582871?l=buku-buku-buku.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://buku-buku-buku.blogspot.com/feeds/33693017877582871/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=25989357&amp;postID=33693017877582871" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/33693017877582871?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/33693017877582871?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BukuBukuBuku/~3/Gtzzjcq38ac/dari-parangakik-ke-kampuchea.html" title="Dari Parangakik Ke Kampuchea" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/SEpXVAFR44I/AAAAAAAAAGk/oVvcDS-hRH4/s72-c/kampuchea.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://buku-buku-buku.blogspot.com/2008/06/dari-parangakik-ke-kampuchea.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C04BSH44fyp7ImA9WxdRGE8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-25989357.post-7328684005790697728</id><published>2008-06-07T13:54:00.001+07:00</published><updated>2008-06-07T13:59:19.037+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-06-07T13:59:19.037+07:00</app:edited><title>Argenteuil - Hidup Memisahkan Diri</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/SEoxojKSHiI/AAAAAAAAAGc/H-JLCaWXrtE/s1600-h/argenteuil.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/SEoxojKSHiI/AAAAAAAAAGc/H-JLCaWXrtE/s200/argenteuil.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209030491710299682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Nh. Dini&lt;br /&gt;Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah &lt;a href="http://buku-buku-buku.blogspot.com/2007/03/la-grande-borne.html" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;La Grande Borne&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, Dini melanjutkan seri kenangannya dengan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Argenteuil - Hidup Memisahkan Diri&lt;/span&gt;. Argenteuil terletak di barat laut Paris. Di rumah Tuan Willm di Argenteuil, rumah yang pernah ditempati Karl Marx, Dini bekerja sebagai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;dame de compagnie&lt;/span&gt;--wanita yang menemani--. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu, suami Dini bertugas di Detroit, Amerika Serikat. Anak bungsu mereka--Padang-- ikut ke Detroit, sedangkan yang sulung--Lintang-- masih di Prancis menyelesaikan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bac&lt;/span&gt;-nya (satu tahun setelah SMA). Ketika suami di Amerika Serikat ini, Dini menulis surat ke suami tentang perpisahan perkawinan mereka. Sebelumnya, Dini sudah berbicara dengan anak-anaknya bagaimana jika Dini berpisah dengan ayah anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti di buku-buku lain dalam seri kenangannya, cerita-cerita Dini di Argenteuil sangat mengasyikkan. Percakapannya dengan Padang ketika mencari tahu bagaimana pendapat Padang jika orangtuanya berpisah. Cerita mengenai kucing Miu yang tidak mau makan ketika mereka sekeluarga berkemas pindah. Cerita ketika menjamu tamu dan tetangga pada pesta Natal di Detroit. Bagaimana Dini menyelesaikan permasalahan yang dihadapi Padang ketika teman-teman Padang di USA tidak bisa mengucapkan namanya dengan baik. Juga ketika Dini bertemu keluarga Bagus--kekasihnya--, kehidupannya di Argenteuil, serta ketika menjadi sukarelawan bagi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Les Amis de la Nature&lt;/span&gt; dan bertemu Brigitte Bardot. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menyiapkan ujian Bac, ketika Lintang berakhir pekan di rumah Tuan Willm, beberapa kali dia berdiskusi dengan Tuan Willm mengenai novel-novel yang harus dibacanya. Untuk ujian bahasa Prancis, sekolah memberikan daftar 65 judul novel yang harus dibaca! Dini bercerita bahwa ketika seusia dengan anak sulungnya, Dini pun sudah mampu mendalami dan mengerti isi buku-buku berbobot karya pengarang Indonesia dan dunia. Ketika duduk di dua kelas terakhir SMU , Dini sudah melahap buku-buku berbahasa Inggris tulisan Daphne du Maurier, Shakespeare, Pearl S. Buck, Goethe, Edgar Allan Poe, Leo Tolstoy dan lainnya. Dini bahkan menghapalkan beberapa ungkapan atau bait puisi Goethe! (halaman 134) Wow! &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dulu ketika lulus SMA ataupun lulus TPB (tahun pertama di PT) berapa buku ya yang sudah saya baca? Rasanya koq sangat sedikit :( Tidak seperti Lintang atau Dini.&lt;/span&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dini tinggal di Argenteuil sampai beberapa bulan setelah Tuan Willm meninggal. Lintang sudah lulus Bac dan akan ke Detroit bersama Dini. Padang sudah minta ke ayahnya supaya Dini datang dan tinggal sampai Natal dan Tahun Baru. Bagaimanakah kisah Dini, keluarga, dan kenalannya selanjutnya? &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jadi nagih ni..&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25989357-7328684005790697728?l=buku-buku-buku.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://buku-buku-buku.blogspot.com/feeds/7328684005790697728/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=25989357&amp;postID=7328684005790697728" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/7328684005790697728?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/7328684005790697728?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BukuBukuBuku/~3/UabEGPmrhzc/argenteuil-hidup-memisahkan-diri.html" title="Argenteuil - Hidup Memisahkan Diri" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/SEoxojKSHiI/AAAAAAAAAGc/H-JLCaWXrtE/s72-c/argenteuil.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://buku-buku-buku.blogspot.com/2008/06/argenteuil-hidup-memisahkan-diri.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CE8DRX8yeSp7ImA9WxdREU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-25989357.post-3889720732263572640</id><published>2008-05-24T19:11:00.006+07:00</published><updated>2008-05-30T11:47:54.191+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-05-30T11:47:54.191+07:00</app:edited><title>Majalah Tempo - Edisi Khusus Kebangkitan Nasional 1908-2008</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/SDgDtr5locI/AAAAAAAAAGU/Xyf_-ydXfgw/s1600-h/tempo100.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/SDgDtr5locI/AAAAAAAAAGU/Xyf_-ydXfgw/s200/tempo100.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203913452839870914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Indonesia Yang Kuimpikan&lt;br /&gt;100 catatan yang merekam perjalanan sebuah negeri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak cara memperingati 100 tahun kebangkitan nasional tanggal 20 Mei 2008 yang lalu. Majalah Tempo memperingatinya dengan menampilkan 100 naskah yang berkaitan dengan kisah perjalanan bangsa Indonesia. Baik berupa buku, maklumat, peta, pidato, catatan harian, puisi, prosa, fiksi, dan nonfiksi. Penulis berbagai teks tidak hanya orang Indonesia, tetapi juga orang-orang asing. Sedangkan uraian mengenai suatu teks ditulis tidak hanya oleh Tim Penyusun, tetapi juga oleh penulis-penulis di luar Majalah Tempo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja untuk memilih 100 teks tersebut tidak mudah. Tim Penyusun menyadari bahwa pasti ada pilihan yang dirasakan pembaca tidak tepat. Atau malah ada yang tertinggal atau terlupakan. Disebutkan bahwa pengkategorian teks bukan berdasarkan peringkat, melainkan berdasarkan jenis.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang betul. Terus terang, saya juga merasakan bahwa ada pilihan yang menurut saya tidak tepat, seperti misalnya--dengan segenap rasa hormat kepada penulis buku-- (20) &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Perubahan Sosial di Yogyakarta&lt;/span&gt; - Selo Sumardjan atau (36) &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pemberontakan Petani Banten 1888&lt;/span&gt; - Sartono Kartodirdjo. Menurut saya, kedua buku tersebut bersifat lokal. Tetapi Tim Penyusun berpendapat bahwa &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pemberontakan Petani Banten&lt;/span&gt; dipilih untuk membuktikan bahwa bukan hanya orang terpelajar yang menggerakkan sejarah, tapi juga orang kecil (halaman 27). Sedangkan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Perubahan Sosial di Yogyakarta&lt;/span&gt; dipilih mungkin karena fungsi Kota Yogya yang menjadi ibukota Republik Indonesia pada 1946-1949 sehingga mempengaruhi kondisi sosial penduduk (dan pendatang) di Yogya. Ataupun buku (16) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The Religion of Java&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; - Clifford Geertz. Saya belum pernah membaca buku Geertz. Tetapi apakah ada pengaruh keagamaan orang Jawa terhadap kebangsaan Indonesia? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, mengenai teks (5) &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah Persiapan Undang-Undang Dasar 1945&lt;/span&gt; - Mohammad Yamin; jika dirasakan teks tersebut tidak lengkap atau ada yang sengaja disembunyikan oleh Yamin, mengapa tidak dipilih &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan&lt;/span&gt; - tim bentukan Sekretariat Negara yang di uraian disebutkan merevisi buku Yamin tadi dan tentu saja lebih lengkap? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang agak mengganggu adalah sebagian besar judul teks tidak ditampilkan dengan nama pengarang/penulis/editor. Selain no urut dan judul teks, hanya ditulis penerbit dan tahun terbit. Untuk mengetahui penulis atau editor suatu buku, kita harus mencarinya di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;image cover &lt;/span&gt;buku (yang lumayan kecil) atau di dalam uraian yang menyertai. Misalnya (24) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Culture and Politics in Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; - Cornell University Press, London(?) (1972), siapa penulis/editornya? Tidak ada &lt;span style="font-style:italic;"&gt;image cover&lt;/span&gt; buku, hanya disebutkan bahwa para penulisnya mewakili sejumlah ahli antropologi, sejarah, dan ilmu politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih terkait dengan penyajian, no (26) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Science and Scientists in the Netherlands Indies&lt;/span&gt; - Board for the Netherlands Indies, Surinam &amp; Curaçao&lt;/span&gt;, New York (1945) mengapa tidak berurutan dengan no (35) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Six Decades of Science and Scientists in Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; - Naturindo, Bogor (2005)? Padahal buku yang kedua ini digagas sebagai penerus buku pertama, meskipun disusun dan diterbitkan oleh pihak yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lagi agak mengganggu saya, yaitu penggunaan kata "enggak" pada uraian (63)--mohon maaf kepada penulis atau editor Tim Penyusun--. Karena kata tersebut menurut saya bukan bahasa baku, sebaiknya dicetak miring atau diganti dengan kata "tidak".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan 100 catatan versi Majalah Tempo ini tidak terbatas hanya pada teks tetapi  juga meliputi karya grafis seperti atlas atau bahkan komik (89) &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wiro "Anak Rimba Indonesia"&lt;/span&gt; dan komik (90) &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Keulana&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya boleh usul, maka saya akan mengusulkan partitur musik dan lirik "Indonesia Raya" ke dalam 100 catatan ini. "Indonesia Raya" sudah mengawal sejak Konggres Pemuda pada 26-28 Oktober 1928 dan masih berkumandang di Indonesia sampai ke luar negeri (paling tidak di kedutaan-kedutaan besar Indonesia di luar negeri).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke-100 catatan pilihan Majalah Tempo ini akan menjadi karya-karya klasik tentang Indonesia. Dibutuhkan kerja keras dari Tim Penyusun untuk memilah-milahnya, mencari bahan-bahan lama di berbagai tempat, dan meramunya menjadi uraian yang jelas dan informatif tentang suatu karya. Apalagi kesadaran untuk mendokumentasikan bahan atau naskah penting di Indonesia masih rendah. Melalui edisi khusus Kebangkitan Nasional 1908-1928 ini, Majalah Tempo telah menunjukkan bahan-bahan--dan karenanya memudahkan kita-- untuk mereka ulang perjalanan bangsa. Mudah-mudahan apa yang sudah dilakukan Majalah Tempo bisa dikembangkan lebih lanjut, misalnya dengan memisahkan bahan-bahan dari penulis luar dan dari Indonesia, atau memperluas bahan dengan kategori yang lebih beragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seratus catatan yang merekam perjalanan Indonesia versi Majalah Tempo adalah: (&lt;strike&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;bersambung&lt;/span&gt;&lt;/strike&gt;)&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Demokrasi Kita&lt;/span&gt; - Mohammad Hatta (1966)&lt;br /&gt;2. Dasar Politik Luar Negeri Indonesia (&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mendayung Antara Dua Karang&lt;/span&gt;) - Mohammad Hatta (1946)&lt;br /&gt;3. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Beberapa Fasal Ekonomi&lt;/span&gt; - Mohammad Hatta (1942)&lt;br /&gt;4. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Di Bawah Bendera Revolusi&lt;/span&gt; (Jilid I) - Soekarno (1959)&lt;br /&gt;5. Naskah &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Persiapan Undang-Undang Dasar 1945&lt;/span&gt; - Mr. Mohammad Yamin (1959)&lt;br /&gt;6. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aspirasi Pemerintahan Kolonial Di Indonesia: Studi Sosio-Legal Atas Konstituante 1956-1959&lt;/span&gt; - Adnan Buyung Nasution (1995)&lt;br /&gt;7. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Massa Actie in Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; - Tan Malaka (1926)&lt;br /&gt;8. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Madilog&lt;/span&gt; - Tan Malaka (1943)&lt;br /&gt;9. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dari Penjara Ke Penjara&lt;/span&gt; - Tan Malaka (1948)&lt;br /&gt;10. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sekitar Perang Kemerdekaan Indonesia&lt;/span&gt; - AH Nasution (1977)&lt;br /&gt;11. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;The Decline of Constitutional Democracy in Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; - Herbert Feith (1973)&lt;br /&gt;12. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dualistische Economy&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; - Boeke (1930)&lt;br /&gt;13. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Seni Lukis, Kesenian, Dan Seniman&lt;/span&gt; - Soedjojono (194?)&lt;br /&gt;14. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Nationalism and Revolution in Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; - George Kahin (1952)&lt;br /&gt;15. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Indonesian Political Thinking: 1945-1965&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; _ Herbert Feith dan Lance Castles (1970)&lt;br /&gt;16. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;The Religion of Java&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; - Clifford Geertz (1960)&lt;br /&gt;17. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Netherlands Indie, A Study of Plural Economy&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;- ? (1944)&lt;br /&gt;18. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Capita Selecta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; - M Natsir (1955)&lt;br /&gt;19. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;I&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ndonesia in den Pacific Kernproblemen van den Aziatischen&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; - GSSJ Ratulangie (1937)&lt;br /&gt;20. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Perubahan Sosial Di Yogyakarta&lt;/span&gt; - Selo Soemardjan (1990)&lt;br /&gt;21. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dasar-Dasar Pemikiran Tentang Akselerasi Modernisasi Pembangunan 25 Tahun&lt;/span&gt; - Ali Moertopo (1973)&lt;br /&gt;22. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Manusia Dan Kebudayaan Di Indonesia&lt;/span&gt; - editor(?): Koentjaraningrat (1971)&lt;br /&gt;23. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Politik Luar Negeri Indonsia Dan Pelaksanaannya Dewasa Ini&lt;/span&gt; - Mochtar Kusumaatmadja (1983)&lt;br /&gt;24. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Culture and Politics in Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; - ? (1972)&lt;br /&gt;25. a) &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Art in Indonesia: Continuities and Change&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; - Claire Holt (1967)&lt;br /&gt;    b) &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;An Introduction to Indonesia Historiography&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; - editor: Soedjatmoko and ? (1965)&lt;br /&gt;26. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Science and Scientist in the Netherlands Indies&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; - ? (1945)&lt;br /&gt;27. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Alam Asli Indonesia: Flora, Fauna, Dan Keserasian&lt;/span&gt; - Kathy MacKinnon (1986)&lt;br /&gt;28. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ekonomi Pancasila: Gagasan Dan Kemungkinan&lt;/span&gt; - Mubyarto (1981)&lt;br /&gt;29. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;NU, Tradisi, Relasi-Relasi Kuasa, Pencarian Wacana Baru&lt;/span&gt; - Martin(?) (1994)&lt;br /&gt;30. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Manusia Indonesia (Sebuah Pertanggungjawaban) &lt;/span&gt;- Mochtar Lubis (1981)&lt;br /&gt;31. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatan Subversif&lt;/span&gt; - Mochtar Lubis (1987)&lt;br /&gt;32. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembagian Kekuasaan Negara&lt;/span&gt; - Ismail Suny (1978)&lt;br /&gt;33. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Laporan Dari Banaran&lt;/span&gt; - TB Silalahi (1960)&lt;br /&gt;34. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bulan Sabit Muncul dari Balik Pohon Beringin&lt;/span&gt; - Nakamura(?) (1983)&lt;br /&gt;35. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Six Decades of Science and Scientists in Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; - Setijati (?) dkk (2005)&lt;br /&gt;36. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;The Peasants' Revolt of Banten in 1988&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, ... - Sartono Kartodirdjo (1984)&lt;br /&gt;37. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pedoman Etik Penelitian Kedokteran Indonesia&lt;/span&gt; - editor: Prof. Dr. Sri Oemijati, Dr. Rianto Setiabudy, Dr. Arif Budijanto (1986)&lt;br /&gt;38. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;A Preliminary Analysis of the October 1, 1965, Coup in Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; - Benedict Anderson (1971)&lt;br /&gt;39. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;125 Tahun Pendidikan Dokter Di Indonesia 1851-1976&lt;/span&gt; - Fakultas Kedokteran UI (1976)&lt;br /&gt;40. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ekologi Pedesaan: Sebuah Bunga Rampai &lt;/span&gt;- Sajogyo (1982)&lt;br /&gt;41. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Di Tepi Kali Bekasi&lt;/span&gt; - Pramudya Ananta Tur (1951)&lt;br /&gt;42. Tetralogi Pulau Buru (&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, Rumah Kaca&lt;/span&gt;) - Pramoedya Ananta Toer (1980, 1980, 1985, 1988)&lt;br /&gt;43. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Siti Nurbaya&lt;/span&gt; - Marah Rusli (1920)&lt;br /&gt;44. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Belenggu&lt;/span&gt; - Armijn Pane (1940)&lt;br /&gt;45. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dari Ave Maria Ke Jalan Lain Ke Roma&lt;/span&gt; - Idrus (1948)&lt;br /&gt;46.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; Surabaya&lt;/span&gt; - Idrus (1947)&lt;br /&gt;47. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia&lt;/span&gt; - Sutan Takdir Alisjahbana (1949)&lt;br /&gt;48. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Layar Terkembang&lt;/span&gt; - Sutan Takdir Alisjahbana (1936)&lt;br /&gt;49. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Salah Asuhan&lt;/span&gt; - Abdoel Moeis (1928)&lt;br /&gt;50. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck&lt;/span&gt; - Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah) (1938)&lt;br /&gt;51. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jalan Tak Ada Ujung&lt;/span&gt; - Mochtar Lubis (1952)&lt;br /&gt;52. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kesusastraan Indonesia Modern Dalam Kritik Dan Esei &lt;/span&gt;- HB Jassin (1954)&lt;br /&gt;53. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Revolusi Di Nusa Damai&lt;/span&gt; - K'tut Tantri (1961, 1964)&lt;br /&gt;54. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bebasari&lt;/span&gt; - Roestam Effendi (1920?)&lt;br /&gt;55. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Burung-Burung Manyar&lt;/span&gt; - YB Mangunwijaya (1981)&lt;br /&gt;56. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sandhyakala Ning Majapahit&lt;/span&gt; - Sanusi Pane (1932)&lt;br /&gt;57. Naskah &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Proklamasi&lt;/span&gt; - Soekarno-Hatta (1945)&lt;br /&gt;58. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Indonesia Vrij&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;- Mohammad Hatta (1928)&lt;br /&gt;59. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Keharusan Pembaharuan Pemikiran Islam Dan Masalah Integrasi Umat &lt;/span&gt;- Nurcholish Madjid (2 Januari 1970)&lt;br /&gt;60. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dekrit Presiden 5 Juli 1959&lt;/span&gt; - Presiden Soekarno&lt;br /&gt;61. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Garis-Garis Besar Haluan Negara&lt;/span&gt; (1973-1998)&lt;br /&gt;62. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pidato BJ Habibie di Bonn, Jerman, 14 Juni 1983&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;63. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Seandainya Aku Seorang Belanda (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Als Ik Eens Nerderlander Was&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt; - Ki Hajar Dewantara (1913)&lt;br /&gt;64. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pidato Lahirnya Pancasila&lt;/span&gt; - Soekarno (1 Juni 1945)&lt;br /&gt;65. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hasil Seminar Ekonomi Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia 1966&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;66. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pidato Nirwan Dewanto Saat Kongres Kebudayaan IV&lt;/span&gt; (29 Oktober - 3 November 1991)&lt;br /&gt;67. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Manifes Kebudayaan&lt;/span&gt; (17 Agustus 1963)&lt;br /&gt;68. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Surat Kepercayaan Gelanggang &lt;/span&gt;(22 Oktober 1950)&lt;br /&gt;69. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sumpah Pemuda&lt;/span&gt; (28 Oktober 1928)&lt;br /&gt;70. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Maklumat Menteri Penerangan Amir Sjarifuddin Mengenai Kemerdekaan Pers&lt;/span&gt; (Oktober 1945)&lt;br /&gt;71. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Habis Gelap Terbitlah Terang&lt;/span&gt; - RA Kartini (1922)&lt;br /&gt;72. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatan Seoang Demonstran&lt;/span&gt; - Soe Hok Gie (1983)&lt;br /&gt;73. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pergolakan Pemikiran Islam&lt;/span&gt; - Ahmad Wahib (1981)&lt;br /&gt;74. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Polemik Manifesto Politik&lt;/span&gt; - Harian "Merdeka" dan "Harian Rakjat" (3-8 Juli 1964)&lt;br /&gt;75. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Perjuangan Kita&lt;/span&gt; - Sutan Sjahrir (1945)&lt;br /&gt;76. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Melawan Melalui Lelucon&lt;/span&gt; - Abdurrachman Wahid (2000)&lt;br /&gt;77. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Polemik Soetatmo Soerjokoesoemo dan Tjipto Mangoenkoesoemo&lt;/span&gt; (1918)&lt;br /&gt;78. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Polemik Kebudayaan&lt;/span&gt; (1935)&lt;br /&gt;79. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;The Integrative Revolution: Primordial Sentiments, and Civil Politics in the New States&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; - Clifford Geetz (1963)&lt;br /&gt;80. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Defisiensi Vitamin B1&lt;/span&gt;: Artikel Tentang Eijkman Dan Hasil Penelitiannya - Christiaan Eijkman (1929)&lt;br /&gt;81. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Student Indonesia&lt;/span&gt; - Dr. Abdul Rivai (November 1926 - Mei 1928, 2000)&lt;br /&gt;82. Artikel &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pranakan Arab Dan Totoknya&lt;/span&gt; - ARA Baswedan (1934)&lt;br /&gt;83. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Masalah Tionghoa Di Indonesia: Asimilasi vs Integrasi&lt;/span&gt; (6 Februari - 25 Juni 1960)&lt;br /&gt;84. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penduduk Dan Kemiskinan&lt;/span&gt; - Masri Singarimbun (1976)&lt;br /&gt;85. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Deru Campur Debu&lt;/span&gt; - Chairil Anwar (1949)&lt;br /&gt;86. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tirani Dan Benteng&lt;/span&gt; - Taufiq Ismail (1966)&lt;br /&gt;87. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Potret Pembangunan Dalam Puisi&lt;/span&gt; - WS Rendra (1980)&lt;br /&gt;88. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aku Ingin Jadi Peluru&lt;/span&gt; - Wiji Thukul (2000) &lt;br /&gt;89. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wiro "Anak Rimba Indonesia"&lt;/span&gt; (1956)&lt;br /&gt;90. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Keulana&lt;/span&gt; - Taguan Hardjo (1959)&lt;br /&gt;91. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Matinya Seorang Petani&lt;/span&gt; - Agam Wispi (1955)&lt;br /&gt;92. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kompasiana&lt;/span&gt; _ PK Ojong (1966-1971)&lt;br /&gt;93. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Melawat Ke Barat&lt;/span&gt; - Djamaluddin Adinegoro (1927-1929)&lt;br /&gt;94. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Perjalanan Keliling Indonesia&lt;/span&gt; - Gerson Poyk (1970-1980-an)&lt;br /&gt;95. Koran &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Medan Prijaji"&lt;/span&gt; (1907-1912)&lt;br /&gt;96. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kisah-Kisah Jakarta&lt;/span&gt; - Rosihan Anwar (1977)&lt;br /&gt;97. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatan Di Sumatera&lt;/span&gt; - Muhammad Radjab (1949)&lt;br /&gt;98. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Atlas Semesta Dunia&lt;/span&gt; - Djamaluddin Adinegoro dan Adam Bachtiar (1952)&lt;br /&gt;99. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ensiklopedi Indonesia&lt;/span&gt; - Pemimpin Redaksi: TSG Mulia dan KAH Hidding (1955)&lt;br /&gt;100. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kamus Umum Bahasa Indonesia&lt;/span&gt; - WJS Poerwadarminta (1952)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(ditambahkan pada 30 Mei 2008 11:35 AM; penulisan beberapa judul buku/tulisan disesuaikan dengan ejaan yang berlaku sekarang)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25989357-3889720732263572640?l=buku-buku-buku.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://buku-buku-buku.blogspot.com/feeds/3889720732263572640/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=25989357&amp;postID=3889720732263572640" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/3889720732263572640?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/3889720732263572640?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BukuBukuBuku/~3/RwQQISAt28I/majalah-tempo-edisi-khusus-kebangkitan.html" title="Majalah Tempo - Edisi Khusus Kebangkitan Nasional 1908-2008" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/SDgDtr5locI/AAAAAAAAAGU/Xyf_-ydXfgw/s72-c/tempo100.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://buku-buku-buku.blogspot.com/2008/05/majalah-tempo-edisi-khusus-kebangkitan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0EBQXs7eCp7ImA9WxdTF0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-25989357.post-7154565766384035459</id><published>2008-05-14T20:12:00.004+07:00</published><updated>2008-05-14T20:27:30.500+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-05-14T20:27:30.500+07:00</app:edited><title>DailyLit: Read books by email and RSS</title><content type="html">&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;Di era internet ini ketika kita kebanjiran informasi, rasanya kita jadi tidak punya waktu untuk membaca buku ya? (x_x). Untunglah ada &lt;a href="http://dailylit.com/" target="_blank"&gt;DailyLit&lt;/a&gt; yang memanfaatkan fasilitas email atau RSS  agar kita sempat membaca buku terutama buku-buku yang sudah masuk dalam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;public domain&lt;/span&gt;. Sebagian besar buku (700 judul lebih) bisa dibaca gratis dan sebagian kecil lainnya berbayar. Ada "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Anna Karenina&lt;/span&gt;" dan "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;War and Peace&lt;/span&gt;"-nya Tolstoy, ada yang dari Nikolai Gogol, juga ada &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bible&lt;/span&gt; dan terjemahan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Al-Quran&lt;/span&gt;, beberapa buku berbahasa non-Inggris, dan masih banyak lagi, dan katanya koleksinya masih akan terus ditambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara berlangganannya sangat mudah dan bisa diatur apakah mau lewat email atau RSS. Kapan mau di-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;update&lt;/span&gt; juga bisa diatur; apakah mau setiap hari, pada hari kerja, atau hari-hari tertentu saja (Senin, Rabu, Jumat). Bahkan jam di-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;update&lt;/span&gt; pun bisa diatur!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca buku lewat RSS ini pernah saya lakukan untuk "&lt;a href="http://buku-buku-buku.blogspot.com/2006/06/notebooks-of-leonardo-da-vinci.html"&gt;The Notebooks of Leonarda Da Vinci&lt;/a&gt;" (bukan dari DailyLit, tetapi dari &lt;a href="http://interconnected.org/home/more/davinci/index.html" target="_blank"&gt;sini&lt;/a&gt;), meskipun sekarang sedang terputus akibat saya mengganti komputer. X(..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke DailyLit, saya menjajalnya dengan berlangganan "&lt;a href="http://www.dailylit.com/books/autobiography-of-benjamin-franklin" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;The Autobiography of Benjamin Franklin&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;" lewat RSS. Kalau Anda, buku apa yang Anda pilih?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25989357-7154565766384035459?l=buku-buku-buku.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="related" href="http://buku-buku-buku.blogspot.com/2008/05/dailylit-read-books-by-email-and-rss.html" title="DailyLit: Read books by email and RSS" /><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://buku-buku-buku.blogspot.com/feeds/7154565766384035459/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=25989357&amp;postID=7154565766384035459" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/7154565766384035459?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/7154565766384035459?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BukuBukuBuku/~3/F5JSYSJXQqs/dailylit-read-books-by-email-and-rss.html" title="DailyLit: Read books by email and RSS" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://buku-buku-buku.blogspot.com/2008/05/dailylit-read-books-by-email-and-rss.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkMNSHYzcCp7ImA9WxdTFEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-25989357.post-8074388914791305442</id><published>2008-05-11T15:05:00.002+07:00</published><updated>2008-05-11T15:28:19.888+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-05-11T15:28:19.888+07:00</app:edited><title>Palestina Membara (d/h Palestina 1 - 2) Duka Orang-Orang Terusir</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/SCapvpPuloI/AAAAAAAAAF8/oB-R34K5pmE/s1600-h/palestina1.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/SCapvpPuloI/AAAAAAAAAF8/oB-R34K5pmE/s200/palestina1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199029455836583554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/SCapv5PulpI/AAAAAAAAAGE/ZfAEdGjlfd4/s1600-h/palestina2a.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/SCapv5PulpI/AAAAAAAAAGE/ZfAEdGjlfd4/s200/palestina2a.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199029460131550866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/SCapv5PulqI/AAAAAAAAAGM/90Xyy4xVyig/s1600-h/palestina2b.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/SCapv5PulqI/AAAAAAAAAGM/90Xyy4xVyig/s200/palestina2b.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199029460131550882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Judul asli: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Palestine&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karya: Joe Sacco&lt;br /&gt;Pengantar: Edward Said dan Goenawan Mohamad--pada edisi Indonesia-- &lt;br /&gt;Penerjemah: Ary Nilandari&lt;br /&gt;Penyunting naskah: Salman Faridi &lt;br /&gt;Desain sampul: Andi Yudha A.&lt;br /&gt;Penerbit:  DAR! Mizan&lt;br /&gt;Cetakan I, Maret 2008 (d/h Cetakan I, November 2003)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel grafis &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Palestina Membara&lt;/span&gt; (1 jilid) pada tahun 2003 pernah diterbitkan  sebagai &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Palestina 1&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Palestina 2&lt;/span&gt; (2 jilid). Kami terkecoh, menyangka buku baru, ternyata kami sudah punya buku ini. Hanya saja, buku ini dulu diterbitkan dalam 2 jilid, sekarang dalam 1 jilid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Palestina Membara&lt;/span&gt; (d/h &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Palestina&lt;/span&gt;), Joe Sacco menceritakan perjalanannya berkunjung ke kamp-kamp pengungsi Palestina, melihat apa yang terjadi dan suasana keseharian di sana. Dia mewawancara orang-orang; tidak hanya menanyakan pengalaman dan keseharian mereka, tetapi juga menanyakan perasaan dan menangkap ekspresi wajah dan tubuh mereka. Dan Joe Sacco memiliki kelebihan lain: dia juga bercerita melalui gambar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wow, bercerita lewat kata-kata saja sudah sulit, ditambah bercerita lewat gambar. Format gambarnya pun bermacam-macam: seperti komik biasa (satu halaman dibagi dalam beberapa kotak), gambar satu halaman penuh, atau seperti majalah dengan kolom-kolom yang dilengkapi gambar. Jadinya sangat padat dan informatif, padahal sebagian besar isinya adalah penderitaan orang-orang Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, di dalam Joshua 1 : 3 termuat sebagai berikut: &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Setiap tempat yang dilangkahi telapak kakimu telah kuberikan kepadamu seperti yang kujanjikan kepada Musa. Dari padang liar dan Lebanon ini hingga sungai Euphrates, seluruh tanah Hitit sampai ...&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1917, Lord Balfour dari Inggris menandatangani deklarasi dan para zionis memperoleh komitmen Inggris untuk sebuah negeri di Palestina untuk kaum Yahudi. "Negeri tanpa rakyat untuk rakyat tanpa negeri" (halaman 12). Tapi benarkah demikian? Pada tahun 1917 banyak orang Arab tinggal di Palestina. Ketika itu perbandingan Arab dan Yahudi adalah 10 banding 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengusiran warga Palestina ternyata sudah menjadi gagasan pada akhir 1800-an sejak Theodor Herzl merumuskan Zionisme modern. "Kita harus memindahkan secara diam-diam populasi miskin itu [sic] ke luar perbatasan dengan menciptakan pekerjaan untuknya di negara-negara transit, sementara melarangnya bekerja di negara kita sendiri." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Perdana Menteri pertama Israel, David Ben-Gurion, orang Palestina "sama nyamannya apakah dia di Yordania, Lebanon, atau tempat-tempat lain". Bagi Ben-Gurion tidak ada "pemindahan diam-diam", yang ada adalah "serangan telak yang mengakibatkan kehancuran rumah-rumah dan pengusiran populasi". "Warga Palestina hanya punya satu peran lagi... untuk lari."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tahun 1948, Perdana Menteri Golda Meier menganggap, "Seolah-olah ada orang-orang Palestina yang menganggap diri mereka warga Palestina dan kami datang lalu mendepak mereka keluar dan mengambil negeri mereka. Tidak begitu. Mereka tidak ada." (halaman 42) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mereka tidak ada? &lt;/span&gt; Selama dan setelah perang tahun 1948 nyaris 400 desa Palestina dihancurkan Israel. Rumah dan tanah orang Palestina dinyatakan "ditinggalkan" atau "tidak diolah" dan diambil alih untuk permukiman Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan datanglah Joe Sacco, yang kemudian bercerita dan menggambarkan untuk kita tentang orang-orang Palestina: mereka yang lari pada tahun 1948, mereka yang rumah dan kebun zaitunnya dihancurkan, anak sekolah yang tertembak, orang-orang yang bekerja di Israel yang harus memiliki beberapa macam izin, orang-orang pengangguran, anak muda yang beberapa kali ditembak, orang-orang yang pernah dipenjara (menjadikan mereka yang belum pernah dipenjara merasa malu), peraturan berusaha yang sangat merugikan orang-orang Palestina, listrik yang mati, distribusi air yang disengaja agar orang Palestina mendapat air yang asin, suami-istri yang terpisah karena tidak mendapat izin (Israel) untuk keluar atau masuk Palestina, anak yang sedang berteduh dari hujan dan diusir oleh tentara karena tentara-tentara itulah yang akan berteduh dan anak itu yang harus berhujan-hujan, dan lain-lain, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, Joe Sacco juga bercerita tentang bagaimna orang Palestina menerima dan menjamu tamu: suguhan teh atau kopi, hidangan-hidangan makan malam, orang Palestina yang mempersilakan Joe Sacco tidur di tempat tidur sedangkan pemilik rumah tidur di lantai yang dingin. Bahkan ada pemilik rumah yang menawarkan baju dalamnya ketika tahu Joe Sacco tidak membawa ganti.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 60 tahun berlalu dari perang 1948, 41 tahun dari perang tahun 1967,  21 tahun dari Intifada, nasib orang Palestina tidak membaik, kalau tidak dikatakan semakin memburuk. Banyak orang Palestina bertanya ke Joe Sacco, bahwa sudah banyak jurnalis yang datang, mewawancara dan membuat foto-foto, tetapi apa gunanya bagi orang Palestina? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling tidak, dengan adanya komik karya Joe Sacco ini, pembaca seperti ikut berada di jalan-jalan berlumpur kamp-kamp pengungsi, memasuki rumah dan merasakan keramahan keluarga Palestina di balik tekanan hidup yang mereka hadapi, tertawa mendengar pertanyaan anak-anak. Meskipun kita tidak bisa merasakan duka, kepedihan, kegusaran, dan kegeraman mereka (bayangan kita tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan pengalaman nyata mereka), novel grafis &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Palestina&lt;/span&gt; mengingatkan kita untuk menyertakan orang-orang Palestina (dan bangsa-bangsa teraniaya lainnya) dalam doa-doa kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25989357-8074388914791305442?l=buku-buku-buku.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://buku-buku-buku.blogspot.com/feeds/8074388914791305442/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=25989357&amp;postID=8074388914791305442" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/8074388914791305442?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/8074388914791305442?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BukuBukuBuku/~3/LzufUr--18w/palestina-membara-dh-palestina-1-2-duka.html" title="Palestina Membara (d/h Palestina 1 - 2) Duka Orang-Orang Terusir" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/SCapvpPuloI/AAAAAAAAAF8/oB-R34K5pmE/s72-c/palestina1.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://buku-buku-buku.blogspot.com/2008/05/palestina-membara-dh-palestina-1-2-duka.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkIHSH44fyp7ImA9WxZSE0s.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-25989357.post-7505028577097075994</id><published>2008-01-26T12:14:00.000+07:00</published><updated>2008-01-27T00:28:59.037+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-01-27T00:28:59.037+07:00</app:edited><title>RADJA KETJIL Badjak Laut Di Selat Malaka</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/R5trvlI46WI/AAAAAAAAAFc/WV1x7pM8-a0/s1600-h/RadjaKetjil.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/R5trvlI46WI/AAAAAAAAAFc/WV1x7pM8-a0/s200/RadjaKetjil.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5159836263250454882" /&gt;&lt;/a&gt;Penulis: H. Rosihan Anwar&lt;br /&gt;Penerbit: Indira, Jakarta, 1967&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ejaan lama ya??? !@#$%^&amp;* Wow, jadul kaleee... Belum lahir ketika buku ini terbit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;RADJA KETJIL&lt;/span&gt; ini bersejarah bagi saya karena merupakan hadiah kenaikan kelas dari guru kelas 3 SD dulu di tahun 1970 (37 tahun yang lalu!). Seingat saya, Ibu Maria memberi hadiah kepada juara I sampai III (dulu belum ada istilah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ranking&lt;/span&gt;; dan rasanya saya bukan juara I). Terima kasih Ibu Maria. Buku ini juga merupakan satu-satunya hadiah yang saya terima berkaitan dengan prestasi akademis. 'Duh, miskin prestasi ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun subjudulnya "&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Badjak Laut Di Selat Malaka&lt;/span&gt;", buku ini tidak menceritakan petualangan para bajak laut, tetapi tentang perebutan kekuasaan di Kerajaan Johor. Memang, di masa mudanya, Radja Ketjil hidup mengembara di laut dan di darat di pelbagai bagian Nusantara. Ia berteman dengan orang-orang Illanun, Balanini, perompak-perompak laut dari Tobelo dan Galela, menahan kapal-kapal orang kulit putih lalu merompaknya habis-habisan. Bajak laut yang berasal dari berbagai tempat seperti Johor, Jambi, Palembang, Minangkabau, bukanlah bajak laut yang asal merompak, melainkan mereka membawa amanat membela rakyat terhadap kaum penjajah asing yang datang dari Barat seperti Belanda, Inggris, Spanyol, dan Portugis. Barangkali subjudul yang lebih tepat adalah "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mantan&lt;/span&gt; Badjak Laut Di Selat Malaka"? ;p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di buku ini dimulai ketika Radja Ketjil sudah berkuasa di Kerajaan Siak yang berkedudukan di Bengkalis, hendak menyerang Johor. Bergantian datang orang Bugis dan kemudian Raja Negara--Temenggung Kerajaan Johor-- dari Singapura menawarkan bantuan. Tentu saja tawaran bantuan ini tidak cuma-cuma, tetapi ada imbalannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Johor jatuh ke tangan Radja Ketjil pada tanggal 17 Maret 1717. Dikisahkan pada waktu itu sebuah kapal perang Portugis sedang berlabuh di Johor. Kapal itu milik Gubernur Portugis, Albuquerque Coelho--apa ada hubungan dengan Paolo Coelho?--, yang baru diangkat untuk Macao.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan bahwa Sultan Johor kemudian menyerah dan dijadikan bendahara. Radja Ketjil lalu menikahi salah seorang putri bendahara, yang diperkirakan sebagai siasat untuk mengambil hati orang-orang Johor, yaitu untuk mencegah pembangkangan di masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daing Parani, orang Bugis yang menawarkan bantuan tetapi kemudian ditinggal Radja Ketjil ketika menyerang Johor, kemudian menagih janji agar diangkat sebagai Yang Dipertuan Muda. Radja Ketjil menolak. Daing Parani kemudian menikahi putri bendarahara juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persengkokolan baru pun dibuat, yaitu antara anak laki-laki bendahara (ipar Radja Ketjil dan Daing Parani) dan Daing Parani untuk menggulingkan Radja Ketjil. Tetapi usaha kudeta ini bisa dipatahkan. Radja Ketjil memindahkan pusat kerajaan ke Riau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya persetukuan Tongku Soleiman (putra bendahara) dan Daing Parani untuk merebut kekuasaan Kerajaan Johor masih berlanjut. Orang-orang Bugis mendadak muncul di Riau. Radja Ketjil berhasil diperdayakan di Pulau Linggi dan kerajaannya di Riau berhasil direbut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita diakhiri dengan utusan Radja Ketjil berhasil membawa keluar istri Radja Ketjil dan istri-istri para pengikutnya sehingga dapat bergabung dengan Radja Ketjil dan para pengikutnya di pengasingan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah kehidupan suku-suku bangsa di Nusantara, yang tidak henti-hentinya saling bertikai, berebut kekuasaan. Pertikaian terus menerus ini dimanfaatkan Belanda dengan politik "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;divide et impera&lt;/span&gt;". Suatu suku bangsa diminta membantu menumpas pemberontakan suku lain. Orang Maluku diminta berperang ke Sumatera. Orang Jawa diminta berperang ke Sulawesi atau Sumatera. Demikian seterusnya. Suku-suku bangsa yang tidak bersatu dan terpecah-belah, dan dibuat untuk terus bersengketa, sehingga mudah dikuasai/dijajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun jadul, kisah Radja Ketjil ini sesungguhnya tetap relevan dengan kondisi sekarang. Perebutan kekuasaan (bisa dalam bentuk yang lain: pilkada atau pilkades misalnya), pertikaian, masih mewarnai keseharian kita. Novella sejarah yang ditulis Rosihan Anwar ini hendaknya dijadikan peringatan dan pelajaran bagi generasi muda Indonesia agar terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Ingat semboyan "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bhinneka Tunggal Ika&lt;/span&gt;". Karena seperti kata pepatah, "bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25989357-7505028577097075994?l=buku-buku-buku.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://buku-buku-buku.blogspot.com/feeds/7505028577097075994/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=25989357&amp;postID=7505028577097075994" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/7505028577097075994?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/7505028577097075994?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BukuBukuBuku/~3/isWclSFomJc/radja-ketjil-badjak-laut-di-selat.html" title="RADJA KETJIL Badjak Laut Di Selat Malaka" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/R5trvlI46WI/AAAAAAAAAFc/WV1x7pM8-a0/s72-c/RadjaKetjil.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://buku-buku-buku.blogspot.com/2008/01/radja-ketjil-badjak-laut-di-selat.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Dk4CQn8zeip7ImA9WB9bE04.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-25989357.post-6417322218505659003</id><published>2007-12-22T21:48:00.000+07:00</published><updated>2007-12-22T21:49:23.182+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-12-22T21:49:23.182+07:00</app:edited><title>an inconvenient truth</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/R20ilAwOstI/AAAAAAAAAFM/fG4oJtKXiqc/s1600-h/aninconvenient1.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/R20ilAwOstI/AAAAAAAAAFM/fG4oJtKXiqc/s200/aninconvenient1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146807968407139026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Al Gore&lt;br /&gt;Penerbit: Bloomsburry Publishing, London, 2006 (diterbitkan pertama kali di USA oleh Rodale, 2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;an inconvenient truth - The Planetary Emergency Of Global Warming And What We Can Do About It&lt;/span&gt; bermula dari &lt;span style="font-style:italic;"&gt;slideshow&lt;/span&gt;, yang kemudian berkembang menjadi buku dan film dalam judul yang sama. Buku ini merupakan buku kedua Al Gore, setelah buku pertamanya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Earth in The Balance&lt;/span&gt; terbit tahun 1992. Adalah Tipper (istri Al Gore) yang mengusulkan untuk menyusun buku yang disertai dengan foto dan gambar grafis agar krisis iklim mencapai khalayak yang lebih luas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini sama seperti film &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;an incovenient truth&lt;/span&gt;, memperlihatkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;slideshow&lt;/span&gt; tentang pemanasan global akibat peningkatan emisi CO2 dan efek rumah kaca serta pengaruhnya terhadap perubahan iklim di bumi, tetapi dalam intensitas yang lebih kuat. Yah, memang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;pictures speak louder than words&lt;/span&gt;. Tetapi juga, karena narasi di buku ini lebih dalam dan luas dan pembaca memiliki waktu yang lebih lama untuk mencerna. Film &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;an inconvenient truth&lt;/span&gt; memiliki keunggulan tersendiri karena adanya animasi grafis pada &lt;span style="font-style:italic;"&gt;slideshow&lt;/span&gt; yang disiapkan Al Gore, tetapi penonton mungkin tidak cukup waktu untuk mengendapkan karena film atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;slideshow&lt;/span&gt; terus bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti filmnya, buku ini diselingi dengan uraian mengenai kehidupan keluarga Al Gore dan Tipper, masa kecil Al Gore, kakaknya Nancy, ilmuwan Roger Revelle. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir buku, Al Gore menuliskan apa yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi masalah krisis iklim, yang secara garis besar adalah:&lt;br /&gt; • hemat energi di rumah;&lt;br /&gt; • bepergian dengan cara hemat;&lt;br /&gt; • kurangi konsumsi, lestarikan (lingkungan) lebih sering;&lt;br /&gt; • jadilah katalisator untuk perubahan.&lt;br /&gt;Beberapa saran--dan situs web yang disertakan--tampaknya hanya dapat dilaksanakan oleh mereka yang tinggal di Amerika Serikat atau ditujukan untuk yang tinggal di negara 4 musim, tetapi banyak saran lainnya bisa diterapkan secara universal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Gore juga mengingatkan adanya 10 konsepsi yang salah mengenai pemanasan global, seperti:&lt;br /&gt; 1. Ilmuwan tidak sepakat mengenai apakah manusia merupakan penyebab iklim bumi berubah.&lt;br /&gt; 2. Banyak hal dapat mempengaruhi iklim--sehingga tidak ada alasan untuk mengkhawatirkan hanya CO2.&lt;br /&gt; 3. Secara alamiah iklim akan bervariasi dari waktu ke waktu sehingga setiap perubahan yang kita lihat saat ini hanyalah bagian dari siklus alamiah.&lt;br /&gt; 4. Lubang di lapisan ozon menyebabkan pemanasan global.&lt;br /&gt; 5. Tidak ada yang dapat kita perbuat mengenai perubahan iklim. Sudah terlalu terlambat.&lt;br /&gt; 6. Lembaran es Antartika bertumbuh sehingga tidak benar bahwa pemanasan global menyebabkan glasir dan es di laut mencair.&lt;br /&gt; 7. Pemanasan global adalah hal yang baik, karena akan menghindarkan kita dari musim dingin yang parah dan menyebabkan tanaman lebih cepat tumbuh.&lt;br /&gt; 8. Ilmuwan pemanasan global mencatat bahwa ini hanyalah akibat kota-kota yang memperangkap panas, dan bukan efek gas rumah kaca.&lt;br /&gt; 9. Pemanasan global adalah akibat meteor yang menabrak Siberia di awal abad ke-20.&lt;br /&gt; 10. Suhu di beberapa wilayah tidak meningkat sehingga pemanasan global adalah mitos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku dan juga film &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;an inconvenient truth&lt;/span&gt; membawa pesan yang kuat yang semakin menyadarkan manusia dalam menjaga bumi yang hanya satu-satunya ini untuk kepentingan manusia dan anak-cucunya saat ini dan nanti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25989357-6417322218505659003?l=buku-buku-buku.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://buku-buku-buku.blogspot.com/feeds/6417322218505659003/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=25989357&amp;postID=6417322218505659003" title="4 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/6417322218505659003?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/6417322218505659003?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BukuBukuBuku/~3/I-aP5T_d4gM/inconvenient-truth.html" title="an inconvenient truth" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/R20ilAwOstI/AAAAAAAAAFM/fG4oJtKXiqc/s72-c/aninconvenient1.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total><feedburner:origLink>http://buku-buku-buku.blogspot.com/2007/12/inconvenient-truth.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DE8CSXc5fCp7ImA9WB9bEE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-25989357.post-4381029373777141621</id><published>2007-12-19T11:00:00.000+07:00</published><updated>2007-12-19T11:01:08.924+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-12-19T11:01:08.924+07:00</app:edited><title>iWoz</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/R2iT5QwOssI/AAAAAAAAAFE/EtlpNBFsHqA/s1600-h/iWoz.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/R2iT5QwOssI/AAAAAAAAAFE/EtlpNBFsHqA/s200/iWoz.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5145525186229875394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Steve Wozniak dengan Gina Smith&lt;br /&gt;Penerbit: Headline Review, 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komputer Apple I dan Apple II. Itulah hasil rancangan Steve Wozniak. Dengan produk Apple I inilah Apple Computer didirikan Steve Jobs, Steve Wozniak, dan Ron Wayne di akhir tahun 1975. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apple I adalah komputer yang bisa dihubungkan ke &lt;span style="font-style:italic;"&gt;keyboard&lt;/span&gt; untuk memasukkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;input&lt;/span&gt; data dan ke TV sebagai layar untuk melihat hasilnya. Pada waktu itu, belum ada komputer yang menggunakan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;display&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;keyboard&lt;/span&gt;. Komputer masih menggunakan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;switch&lt;/span&gt; dan lampu di panel depan dan tidak ada layar.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komputer inilah yang diperlihatkan pada pertemuan Homebrew Computer Club. Steve Jobs mengusulkan untuk menggunakan Intel DRAM daripada AMI DRAM. Dan Steve Jobs lah yang mengusulkan untuk membuat dan menjual &lt;span style="font-style:italic;"&gt;printed circuit board&lt;/span&gt; dari Apple I kepada anggota-anggota Homebrew lainnya. Meskipun para anggota Homebrew mendapatkan skema Apple I, mereka mungkin tidak punya waktu atau tidak mampu untuk mewujudkan komputer ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar balik modal, paling tidak harus terjual 50 unit &lt;span style="font-style:italic;"&gt;printed circuit board&lt;/span&gt; seharga $40. Wozniak meragukan apakah hal ini bisa terwujud. Hanya ada 500-an anggota Homebrew Computer dan sebagian besar antusias pada Altair. Tapi Steve Jobs punya argumen bagus, "Kalaupun kita kehilangan uang, kita punya perusahaan. Untuk sekali dalam hidup kita, kita akan punya perusahaan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Apple II didesain untuk berwarna, dengan grafis resolusi tinggi, suara, bisa ditambahkan pedal game, dan bisa nge-boot, siap untuk digunakan dengan bahasa BASIC di ROM-nya. Apple II diumumkan dan dipertunjukkan di West Coast Computer Faire di San Fransisco, bulan Januari 1977.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau melihat masa kecil dan remaja Steve Wozniak, tidak heran kalau dia bisa membuat komputer. Sejak kecil mainannya adalah barang-barang elektronika. Ayah Woz adalah insinyur di program peluru kendali di Lockheed. Woz selalu bertanya dan ayahnya menerangkan, tentang resistor, elektron, diode, transistor, apa saja. Ketika di kelas 6, Woz sangat maju di bidang matematika dan sains, dan ketika dites IQ, ternyata IQ-nya 200 lebih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kelas 3 sampai kelas 8 Woz selalu ikut kompetisi sains. Di kelas 8 dia membuat  alat Penambah/Pengurang. Ketika di sekolah menengah, Woz mulai suka jahil, mengerjai orang. Sampai-sampai dia pernah dimasukkan ke sel selama semalam. Sifat jahilnya, yang kalau dipikir-pikir mengarah ke kriminal, bahkan muncul di West Coast Computer Faire.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika di SMA, guru elektronika mengizinkan Woz bekerja pada jam sekolah hari Jumat di suatu perusahaan untuk membuat program komputer. Woz membeli buku FORTRAN, belajar menggunakan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;keypunch&lt;/span&gt;, dan menjalankan programnya. Di sini Woz mengenal yang disebut &lt;span style="font-style:italic;"&gt;loop&lt;/span&gt; (kantor pusat Apple sekarang terletak di 1 Infinite Loop), dan mendapatkan handbook komputer mini dari Digital Equipmen PDP-8 serta mempelajarinya. Sejak itu Woz mengumpulkan manual dari berbagai komputer mini dan katalog-katalog dari berbagai komponen komputer. Di kamarnya, dalam waktu luangnya, Woz mendesain ulang komputer-komputer tersebut menurut versinya sendiri sampai dua-tiga kali, dengan makin sedikit chip dan makin efisien, tetapi hanya di atas kertas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum melanjutkan kuliah di Berkeley (sebelumnya Woz kuliah di Colorado dan De Anza), Woz membaca tentang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Blue Box&lt;/span&gt;, alat untuk mengelabui perusahaan telepon supaya bisa menelepon gratis seolah menelepon ke nomor bebas pulsa. Woz membuat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Blue Box&lt;/span&gt; digital. Pada waktu ini, Woz sudah mengenal Steve Jobs. Steve Jobs juga yang mengusulkan untuk mengkomersialkan alat ini. Tapi usaha ini membuat mereka was-was karena alat ini sesungguhnya ilegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O ya, kerjasama (bisnis) kedua Steve juga pernah terjadi ketika Steve Jobs bekerja di Atari dan waktu itu Steve Wozniak sudah bekerja di Hewlett Packard. Hanya diberi waktu 4 hari, Woz mendapat order untuk membuat game, versi solitaire dari game Pong dan Woz berhasil melakukannya. Steve Jobs membagi honornya separuh dengan Woz. Jobs mengaku bahwa dia mendapat 700 dolar dari Atari. (Di &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;iCon&lt;/span&gt; yang ditulis Jeffrey S. Young dan William L. Simon disebutkan Jobs mengaku hanya mendapat $600. Tentang &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;iCon&lt;/span&gt;, lihat catatan saya di &lt;a href="http://urek2.blogspot.com/2006/02/steve-jobs-bill-gates-di-mana-aku.html" target="_blank"&gt; Steve Jobs dan Bill Gates, Di Mana Aku Waktu Itu?&lt;/a&gt;) Tapi dari orang lain, Woz mendengar bahwa Jobs mendapat lebih sampai beberapa ribu dolar (Di iCon disebutkan $ 1,000). Meskipun sakit hati, Woz tidak mau mempermasalahkannya. Orang kan beda-beda, menurut Woz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca iWoz seperti mendengar Steve Wozniak sendiri yang bercerita kepada kita. Betapa beruntungnya Woz, mempunyai ayah yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaannya, memperkenalkannya dengan bahan dan alat-alat elektronika, mengajarinya menyolder, menyediakan majalah-majalah tentang elektronika, mendukungnya dalam proyek-proyek sains sekolah, memberikan landasan yang kokoh dalam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;hardware&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;software&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bab akhir, Woz memberi nasihat bagi calon &lt;span style="font-style:italic;"&gt;inventor&lt;/span&gt;, antara lain: bekerjalah sendiri (Woz tidak percaya kerja tim), lihat sesuatu secara abu-abu (tidak hitam-putih). Woz mengibaratkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;engineer&lt;/span&gt; hampir sama seperti seniman: untuk mencapai kesempurnaan, menata segala sesuatunya secara sempurna, dengan cara yang belum pernah dilakukan seorang pun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25989357-4381029373777141621?l=buku-buku-buku.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://buku-buku-buku.blogspot.com/feeds/4381029373777141621/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=25989357&amp;postID=4381029373777141621" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/4381029373777141621?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/4381029373777141621?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BukuBukuBuku/~3/mwySKdKmgJw/iwoz.html" title="iWoz" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/R2iT5QwOssI/AAAAAAAAAFE/EtlpNBFsHqA/s72-c/iWoz.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://buku-buku-buku.blogspot.com/2007/12/iwoz.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEABRHgyfCp7ImA9WB9UEkQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-25989357.post-4643754967074451822</id><published>2007-12-10T20:18:00.000+07:00</published><updated>2007-12-10T20:19:15.694+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-12-10T20:19:15.694+07:00</app:edited><title>Angka-Angka Berbicara - Perbincangan Tentang Statistik Di Indonesia</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/R1067wNgYlI/AAAAAAAAAE8/m8ALty4XVHE/s1600-h/4585232-s.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/R1067wNgYlI/AAAAAAAAAE8/m8ALty4XVHE/s200/4585232-s.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142331147755217490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Soetjipto Wirosardjono&lt;br /&gt;Penyunting: Imam Ahmad&lt;br /&gt;Penerbit: LP3ES, Februari 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Angka-Angka Berbicara&lt;/span&gt; berisi kumpulan tulisan Soetjipto Wirosardjono yang semula adalah kolom di harian, majalah, makalah, kertas kerja, bahan seminar, dan lain-lain, dalam kurun waktu 1976-2006 (yang terlacak) dan sebagian kecil tidak terlacak. Selain itu, terselip satu tulisan Toto Sastrasuanda (mantan Deputi Bidang Statistik Sosial di BPS dan Pimpinan Proyek dan Penanggungjawab Sensus Penduduk 2000) berjudul 'Tinjauan Pelaksanaan Sensus Penduduk 2000'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 43 tulisan Soetjipto dan 1 tulisan Toto dikelompokkan ke dalam 4 bagian:&lt;br /&gt; 1. Statistik dan Masyarakat Modern.&lt;br /&gt; 2. Penduduk, Tenaga Kerja, dan Ekonomi.&lt;br /&gt; 3. Masalah Perstatistikan Nasional dan BPS.&lt;br /&gt; 4. Aspek Metodologis dan Teknis dalam Statistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena berisi kumpulan tulisan, terasa adanya diskontinuitas antara satu tulisan dan tulisan lain, meskipun sudah ada pengelompokan tulisan ataupun ada persinggungan antara satu tulisan dan tulisan lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian I menyoroti kebutuhan statistik di dunia (pemerintahan dan bisnis) modern.  Dalam tulisan 'Angka', Soetjipto menceritakan temannya yang kutu buku (yang didukung bakat bahasa dan aksara) tetapi buta angka. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sedikit banyak hal ini mengingatkan saya pada Ayah saya yang berminat pada bahasa tetapi alergi pada angka-angka. Yah.., orang kan beda-beda..&lt;/span&gt; Kondisi buta angka ini mungkin karena orang-orang Timur (Cina, Jepang, Jawa, ..) kuno tidak mengenal angka; kurang memberi tempat pada logika dan lebih percaya pada renungan, olah cipta, rasa, karsa. Huruf Kanji Cina dan Jepang serta aksara Jawa tidak mengenal angka. Sekarang, peradaban dunia sudah bermatra dua: alfabetis dan numerik. Kemudian, di bagian I, Soetjipto membahas manfaat data statistik untuk menyusun perencanaan strategis atau mengidentifikasi karakteristik konsumen bagi dunia usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian II berisi pembahasan mengenai kependudukan, ketenagakerjaan, tenaga kerja informal, produksi pangan, energi, konsumsi masyarakat, pertumbuhan ekonomi, sebagai interpretasi dari data statistik BPS. Bagian ini juga mengemukakan permasalahan pada Peta Kemiskinan yang dibuat Bappenas (sekitar tahun 1992 ?) dan dikatakan sumber datanya dari BPS. Ternyata sumber data peta tersebut adalah data survei Potensi Desa (Podes) yang berisi data fasilitas desa dan bukan data penduduk desa sehingga yang terplot adalah desa yang miskin fasilitasnya, bukan yang miskin penduduknya. Soetjipto mengusulkan supaya Peta Kemiskinan dibuat berdasarkan data pendapatan atau pengeluaran rumah tangga, atau didekati dari pekerjaan kepala rumah tangga, atau keadaan rumah (atap, dinding, lantai). Hendaknya data dasar betul-betul disusun dan bukan menumpang pada data seadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian III memperlihatkan BPS sebagai penyedia data, yaitu bagaimana supaya BPS lebih tanggap terhadap kebutuhan konsumen (pengguna data), permasalahan-permasalahan yang dihadapi untuk menyediakan data nasional sampai desa, dan reorganisasi BPS dalam menjawab tantangan dari luar dan masalah di dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian IV seperti judulnya, membahas aspek metodologis dan teknis dalam statistik, antara lain mengenai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;sampling error&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;non-sampling error&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Angka-Angka Berbicara&lt;/span&gt; memperlihatkan keluasan dan kedalaman Soetjipto dalam teori dan praktek statistik di Indonesia. Melalui tulisan-tulisan Soetjipto, pengguna data BPS bisa mengintip dapur BPS, bagaimana persiapan dan pelaksanaan survei, sampai pada penyajian data statistik di dalam tabel-tabel. Mahasiswa yang belajar statistik dan metoda penelitian bisa sedikit membayangkan penerapan ilmu statistik, seperti penggunaan sampel untuk menaksir populasi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tulisan tidak terlacak tanggal penulisannya. Sebagian besar tulisan dibuat pada tahun 1980-an dan awal 1990-an. Hanya dua tulisan yang dibuat pada tahun 2000-an, yaitu "Pengembangan Sistem Statistik Indonesia: Dari Sigma Sampai Delta" dan satu lagi tulisan Toto Sastrasuanda, "Tinjauan Pelaksanaan Sensus Penduduk 2000"; keduanya ditulis pada Agustus 2006. Terus terang, hal ini membuat buku ini terasa "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;back to eighties&lt;/span&gt;"; teringat jaman kuliah ketika sering melihat nama Soetjipto Wirosardjono terpampang di majalah 'Tempo'. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lagi, ketika membaca tulisan-tulisan di buku ini, tadinya saya mengira sumber di mana suatu tulisan pernah dimuat, tidak dicantumkan. Ternyata sumber tulisan disatukan untuk semua tulisan, terletak sesudah akhir Bagian IV, sebelum &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Index&lt;/span&gt;. Bagi saya, lebih enak jika sumber tulisan dicantumkan pada setiap akhir tulisan sehingga pembaca tidak perlu jauh-jauh mencari ke halaman belakang untuk mengetahui suatu tulisan pernah dimuat di mana pada tahun berapa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25989357-4643754967074451822?l=buku-buku-buku.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://buku-buku-buku.blogspot.com/feeds/4643754967074451822/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=25989357&amp;postID=4643754967074451822" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/4643754967074451822?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/4643754967074451822?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BukuBukuBuku/~3/ovAcWfg03CQ/angka-angka-berbicara-perbincangan.html" title="Angka-Angka Berbicara - Perbincangan Tentang Statistik Di Indonesia" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/R1067wNgYlI/AAAAAAAAAE8/m8ALty4XVHE/s72-c/4585232-s.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://buku-buku-buku.blogspot.com/2007/12/angka-angka-berbicara-perbincangan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C04AQ3g5fip7ImA9WB9UEkQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-25989357.post-2319151448689868085</id><published>2007-12-10T20:05:00.000+07:00</published><updated>2007-12-10T20:05:42.626+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-12-10T20:05:42.626+07:00</app:edited><title>The Namesake - Makna Sebuah Nama</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/R103rwNgYkI/AAAAAAAAAE0/OyHsBTkjfVo/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/R103rwNgYkI/AAAAAAAAAE0/OyHsBTkjfVo/s200/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142327574342427202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Judul asli: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;The Namesake&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Jhumpa Lahiri&lt;br /&gt;Penerjemah: Gita Yuliani K.&lt;br /&gt;Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Bengali punya dua nama, yaitu nama kecil dan nama resmi, selain nama keluarga. Nama kecil atau nama panggilan beredar hanya di kalangan keluarga dan teman-teman dekat. Sedangkan untuk berbagai urusan formal, nama resmilah yang digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pasangan Ashima dan Ashoke mempunyai bayi, nenek Ashima melayangkan surat berisi nama resmi untuk sang bayi. Sayang, surat tersebut hilang di antara Calcutta--tempat tinggal Nenek-- dan Cambridge--tempat tinggal Ashima dan Ashoke. Terdesak untuk segera memberi nama agar putranya bisa ke luar dari rumah sakit, Ashoke menamai sang bayi dengan nama Gogol. Gogol Ganguli. Tidak lama setelah itu, nenek Ashima terserang stroke dan punahlah harapan mendapatkan nama resmi dari Nenek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ashoke mempunyai kenangan tersendiri tentang (Nikolai) Gogol. Ashoke pernah mengalami kecelakaan kereta api dan diselamatkan berkat buku cerita pendek Nikolai Gogol. Para penolong melihat lembaran buku Gogol dan Ashoke yang berada di dekat buku tersebut. Ashoke lumpuh selama setahun dan ketika dia sudah berjalan, Ashoke kuliah kembali dan mencari beasiswa ke luar negeri. Ia diterima di Teknik Elektro MIT. Lulus kuliah, Ashoke menjadi dosen di MIT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Gogol mulai sekolah, Ashoke mendaftarkannya sebagai Nikhil, yaitu nama resmi pemberian Ashoke sendiri. Namun Gogol tidak bereaksi dengan nama Nikhil dan lebih menyukai nama Gogol. Pada akhirnya sekolah pun menggunakan nama Gogol Ganguli; suatu hal yang tidak disetujui orang tua Gogol karena, seperti telah disebutkan, bagi orang Bengali, nama resmilah yang digunakan untuk semua keperluan formal. Gogol kan nama panggilan yang hanya digunakan oleh kalangan dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gogol tumbuh di lingkungan pergaulan dan sekolah Amerika. Tetapi orang tuanya membawa pengaruh Bengali di rumah dan lingkungan pergaulan orang tua. Keluarga-keluarga Bengali sering berkumpul untuk merayakan sesuatu, baik itu ulang tahun, kelulusan, maupun upacara-upacara adat seperti upacara makanan padat pertama bagi bayi ataupun upacara pujo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, sebenarnya anak-anak pun membawa pengaruh Amerika bagi kedua orang tua. Menu sehari-hari di rumah tidak melulu makanan Bengali, tetapi juga &lt;span style="font-style:italic;"&gt;sandwich&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;steak&lt;/span&gt;. Ashima dan Ashoke serta keluarga Bengali lainnya ikut merayakan Natal meskipun mereka tetap beragama Hindu. Gogol mendesak orang tuanya untuk membeli pohon Natal bagi rumah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gogol tumbuh menjadi remaja. Di sekolah, guru sastra memperkenalkannya dengan Nikolai Gogol: salah satu pengarang Rusia yang hebat, yang mati muda sebelum berusia 43 tahun. Dikabarkan bahwa Nikolai Gogol seorang yang paranoid, melankolis, sering mengalami depresi, sulit bergaul, tidak pernah menikah, dan tidak punya anak. Mengapa orang tuanya tidak pernah memberi tahu tentang ini? Gogol remaja tidak pernah berkencan. Rasanya nama Gogol tidak romantis untuk berkenalan dengan seorang gadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas sekolah menengah, Gogol diterima di Yale. Sebenarnya dia juga diterima di MIT, almamater ayahnya; tetapi Gogol memilih Yale. Sebelum masuk Yale, secara resmi Gogol mengganti namanya dengan Nikhil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, sejak itu Gogol menjadi Nikhil, sesuatu yang dulu pernah ditolaknya ketika mulai bersekolah di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;pre-school&lt;/span&gt;. Proses pendewasaan Gogol berlangsung dengan nama Nikhil ini. Kuliah, berkencan, putus cinta, magang, bekerja. Tetapi tentu saja, bagi keluarganya dan lingkungan orang-orang Bengali, Gogol tetap Gogol. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gogol pindah ke New York. Sonia, adiknya, kuliah di San Fransisco. Ashoke mendapatkan beasiswa untuk riset di Cleveland. Dan Ashima tetap di Pemberton Road. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Cleveland, Ashoke meninggal dunia. Gogol pergi ke Cleveland mengemasi barang-barang ayahnya. Sejak Ashoke meninggal, Ashima jadi lebih sering menelepon Gogol. Dia menjodohkan Gogol dengan gadis Bengali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, Gogol kemudian menikahi Moushumi, kandidat Ph.D sastra Prancis di NYU, yang sebenarnya sudah diketahuinya sejak kecil. Namun, pernikahan ini kemudian berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhinya, rumah di Pemberton Road akan dijual. Ashima berencana untuk tinggal di India enam bulan dan di Amerika enam bulan. Sonia akan menikah. Gogol berencana untuk pindah kerja ke perusahaan yang lebih kecil, yang membuka kemungkinan dirinya dijadikan partner. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gogol, terjebak antara budaya Bengali dan Amerika, dengan menyandang nama Rusia. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ndilalah&lt;/span&gt;, Nikolai Gogol, yang sebagian namanya dipakai Gogol (Ganguli), meskipun terkenal sebagai pengarang hebat tetapi memiliki kepribadian yang menyedihkan. Menjadikan Gogol (Ganguli) bermasalah dengan namanya. Karena apapun nama itu: nama panggilan, julukan, nama resmi di akte kelahiran, adalah identitas diri kita, yang sepertinya menjadi karakter kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;The Namesake&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; bercerita tentang perbedaan antar budaya (Bengali dan Amerika Serikat) dan antar generasi (orang tua dan anak), yang juga bercerita tentang penyesuaian diri. Anak-anak keluarga Bengali yang lahir dan dibesarkan di Amerika; orang tua Bengali yang memiliki keterikatan yang kuat dengan India karena masa lalu dan keluarga besarnya di sana. Adaptasi terbesar mungkin yang dialami istri Bengali, yang praktis tidak mengenal seorang pun di negeri yang baru. Ia baru mengenal suaminya--karena dijodohkan--, harus mengurus keluarga baru, di negeri orang pula. Ashima masih mengenakan sari dan menggelung rambutnya, dan mengenakan atribut perempuan Bengali yang sudah menikah. Seolah itu semua hidup di hadapan kita melalui penuturan yang memikat dari Jhumpa Lahiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25989357-2319151448689868085?l=buku-buku-buku.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://buku-buku-buku.blogspot.com/feeds/2319151448689868085/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=25989357&amp;postID=2319151448689868085" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/2319151448689868085?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/2319151448689868085?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BukuBukuBuku/~3/A8uAyYNCuwI/namesake-makna-sebuah-nama.html" title="The Namesake - Makna Sebuah Nama" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/R103rwNgYkI/AAAAAAAAAE0/OyHsBTkjfVo/s72-c/images.jpeg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://buku-buku-buku.blogspot.com/2007/12/namesake-makna-sebuah-nama.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkMESH0-fSp7ImA9WB9WFUo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-25989357.post-7694721592737373857</id><published>2007-11-20T21:44:00.000+07:00</published><updated>2007-11-20T21:53:29.355+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-11-20T21:53:29.355+07:00</app:edited><title>The Kite Runner [edisi Indonesia]</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/R0Lvuny2EII/AAAAAAAAAEs/Zmy_fwhh35M/s1600-h/KiteRunner.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/R0Lvuny2EII/AAAAAAAAAEs/Zmy_fwhh35M/s200/KiteRunner.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5134930109391048834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Khaled Hosseini&lt;br /&gt;Penerjemah: Berliani M. Nugrahani&lt;br /&gt;Penyunting: Pangestuningsih&lt;br /&gt;Penerbit: Qanita, Cetakan II: April 2006 (Cetakan I: Maret 2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tak akan pernah bisa mengubur masa lalu. Terlebih pada masa lalu yang menerbitkan rasa bersalah. Rasa bersalah dan penyesalan inilah yang terus menghantui Amir dan memberinya insomnia. Yang menjadikan layang-layang baginya memiliki arti tersendiri. Yang membawa ingatannya pada teman-pelayan masa kecil--Hassan, pada ayahnya--yang dipanggil dengan Baba--, pada Kabul, Afghanistan. Dan terutama pada peristiwa yang menimpa Hassan. Sesudah Hassan berkata, "Untukmu, keseribu kalinya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah kesempatan untuk menebus rasa bersalah itu? Untunglah ada, dengan adanya panggilan telfon dari Rahim Khan--sahabat Baba, yang tinggal di Pakistan. Dan ternyata, dalam perjalanan ke Pakistan dan kemudian ke Afghanistan, Amir mendapatkan kebenaran baru lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amir yang terlahir dari etnis Pashtun, memiliki segudang keberuntungan yang tidak dimiliki etnis Hazara, yaitu etnis asal Hassan. Masalah yang timbul akibat perbedaan etnis sudah terasakan sejak anak-anak masih kecil. Hassan digambarkan selalu berbuat baik dan membela Amir.  Sedangkan Amir kecil digambarkan menggapai-gapai cinta Baba, membalas kebaikan Hassan dengan kejahilan, dan Amir bersifat pengecut. Amir bahkan melakukan tindakan tidak terpuji yang pada akhirnya membuat Ali-ayah Hassan-- memutuskan untuk meninggalkan rumah orang tua Amir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan masa kecil yang menyenangkan bagi seorang Pashtun berakhir setelah Uni Soviet menginvasi Afghanistan. Amir dan Baba pindah ke Amerika Serikat dan meneruskan hidup mereka di sana. Bersama dengan orang-orang Afghanistan lainnya, hidup mereka jauh dari kemewahan. Tapi begitulah, rasa bersalah dan penyesalan terus mengikuti Amir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan kembali ke Afghanistan, Amir menyaksikan Kabul yang dipenuhi reruntuhan dan kemiskinan. Berkuasanya Taliban ternyata juga tidak memberi kehidupan yang lebih baik bagi Afghanistan dan juga etnis Hazara. Etnis Hazara dibantai di Marza-i-Sharif. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ethnic cleansing&lt;/span&gt; oleh Taliban. Sebagian besar etnis Hazara adalah Muslim Syiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakah menebus rasa bersalah akibat perbuatan "membalas air susu dengan air tuba"? &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The Kite Runner&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; bercerita tentang hal ini, sambil bercerita tentang Afghanistan dan orang-orang Afghanistan. Menjadikan kisah Amir, Hassan, dan Baba, dan orang-orang di sekitar mereka, tertanam dengan kuat di benak saya. Mungkin karena Amir, Baba, Soraya--istri Amir--, adalah manusia-manusia biasa dengan segala kebaikan dan keburukan? Menjadikan saya meng-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;google&lt;/span&gt; Afghanistan, Taliban, Hazara, dan membuka atlas mencari letak Afghanistan dan kota-kotanya. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The Kite Runner&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; terus terngiang-ngiang di kepala.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25989357-7694721592737373857?l=buku-buku-buku.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://buku-buku-buku.blogspot.com/feeds/7694721592737373857/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=25989357&amp;postID=7694721592737373857" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/7694721592737373857?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/7694721592737373857?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BukuBukuBuku/~3/vblg9mPYEKU/kite-runner-bahasa-indonesia.html" title="The Kite Runner [edisi Indonesia]" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/R0Lvuny2EII/AAAAAAAAAEs/Zmy_fwhh35M/s72-c/KiteRunner.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://buku-buku-buku.blogspot.com/2007/11/kite-runner-bahasa-indonesia.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUAESHw-fyp7ImA9WB9WEE0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-25989357.post-3675479716761829140</id><published>2007-11-10T02:57:00.000+07:00</published><updated>2007-11-14T09:35:09.257+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-11-14T09:35:09.257+07:00</app:edited><title>Satu Lagi Web-Based Library: rasa iTunes, BookBump</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/RzS3kFf9OjI/AAAAAAAAAEk/kcf5izLaXv0/s1600-h/Snapshot+2007-11-10+00-44-30.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/RzS3kFf9OjI/AAAAAAAAAEk/kcf5izLaXv0/s200/Snapshot+2007-11-10+00-44-30.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130927706061224498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Satu alternatif lain untuk meng-katalog-kan koleksi buku tersedia di &lt;a href="http://www.bookbump.com/" target="_blank"&gt;BookBump&lt;/a&gt;. Proses &lt;span style="font-style:italic;"&gt;sign-up&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;sign-in&lt;/span&gt; sangat mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyajian koleksi buku dibuat mirip iTunes. Secara &lt;span style="font-style:italic;"&gt;default&lt;/span&gt; sudah tersedia folder &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Books&lt;/span&gt; dan folder &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Favorites&lt;/span&gt;. Mirip iTunes yang bisa membuat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;playlist&lt;/span&gt;, di BookBump kita bisa membuat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;booklist&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menambahkan buku ke dalam library, kita tinggal mengetikkan ISBN. Seperti layaknya penggunaan Mac, memasukkan buku ke Favorites juga tinggal '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;drag and drop&lt;/span&gt;' saja, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ceunah&lt;/span&gt;. Secara asal-asalan saya memasukkan "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;One Hundred Years of Solitude&lt;/span&gt;" ke dalam Favorites, tetapi ketika saya hapus ternyata tidak kunjung terhapus :(( Kemudian, saya ingin memasukkan "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Nurtured by Love&lt;/span&gt;" ke dalam Favorites dengan men-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;drag and drop&lt;/span&gt;. Eh, ternyata Favorites tidak nambah-nambah. Wah dobel bete deh :((  :((&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan lain dari BookBump adalah bisa memberikan informasi tambahan mengenai buku yang dipinjam atau buku pinjaman (kalau kita meminjam). Di samping itu, katanya juga bisa membuat 'daftar pustaka' dalam berbagai model. Berhubung saya bukan anak sekolahan, maka fasilitas 'bibliografi' ini belum saya jajal :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kelemahan BookBump: yang terutama adalah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;entry&lt;/span&gt; data hanya bisa dilakukan untuk buku-buku yang sudah masuk ke dalam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;database&lt;/span&gt; BookBump (seperti &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;My Library - Google&lt;/span&gt; yang hanya bisa meng-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;input&lt;/span&gt; data untuk buku-buku di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;database&lt;/span&gt;-nya). Buku-buku berbahasa Indonesia rasanya sangat tipis kemungkinan sudah masuk ke dalam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;database&lt;/span&gt; BookBump. Judul beberapa buku tidak muncul di daftar (seperti &lt;span style="font-style:italic;"&gt;One Hundred Years of Solitude&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;The Origami Handbook&lt;/span&gt;) meskipun di info muncul lengkap dengan cover. Eh, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;cover&lt;/span&gt; The Origami Handbook juga tidak ada &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ding&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencananya sih, BookBump juga akan ada fitur &lt;span style="font-style:italic;"&gt;social networking&lt;/span&gt; dan fitur-fitur lain. Tapi seperti apa bentuk &lt;span style="font-style:italic;"&gt;networking&lt;/span&gt;-nya, tidak dibocorkan. Apakah seperti &lt;a href="http://www.librarything.com/" target="_blank"&gt;Library Thing&lt;/a&gt; yang memberikan info sekian orang punya buku yang sama. Ataukah seperti &lt;a href="http://www.goodreads.com/" target="_blank"&gt;goodreads&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://www.shelfari.com/" target="_blank"&gt;Shelfari&lt;/a&gt; yang ada info tentang "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;friend&lt;/span&gt;", dengan model &lt;span style="font-style:italic;"&gt;invite&lt;/span&gt;-meng-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;invite&lt;/span&gt;? Sayangnya juga, tidak (belum?) ada &lt;span style="font-style:italic;"&gt;script&lt;/span&gt; untuk dipasang di blog atau situs web pribadi agar bisa nge-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;link&lt;/span&gt; ke koleksi kita di sini.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BookBump&lt;/span&gt; paling mendekati "cita rasa Mac" dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;drag and drop&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;strike&gt;icon&lt;/strike&gt; button&lt;/span&gt; "+" dan "-", kemudahan-kemudahan yang ditawarkan khas Apple. :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;via &lt;a href="http://http://lifehacker.com/software/books/catalog-your-books-itunes+style-with-bookbump-320671.php"&gt;lifehacker&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25989357-3675479716761829140?l=buku-buku-buku.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://buku-buku-buku.blogspot.com/feeds/3675479716761829140/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=25989357&amp;postID=3675479716761829140" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/3675479716761829140?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/3675479716761829140?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BukuBukuBuku/~3/uaBpj6-qij8/satu-lagi-web-based-library-rasa-itunes.html" title="Satu Lagi Web-Based Library: rasa iTunes, BookBump" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/RzS3kFf9OjI/AAAAAAAAAEk/kcf5izLaXv0/s72-c/Snapshot+2007-11-10+00-44-30.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://buku-buku-buku.blogspot.com/2007/11/satu-lagi-web-based-library-rasa-itunes.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ck4BQHc5fCp7ImA9WB9QFko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-25989357.post-3779796473527785715</id><published>2007-10-29T22:14:00.000+07:00</published><updated>2007-10-29T22:15:51.924+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-10-29T22:15:51.924+07:00</app:edited><title>Penerjemah Luka</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/RyX2nB2vTKI/AAAAAAAAAEc/YAVcik3f_2Q/s1600-h/GLLO1742.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/RyX2nB2vTKI/AAAAAAAAAEc/YAVcik3f_2Q/s200/GLLO1742.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5126774901204536482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Judul asli: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Interpreter of Maladies&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Jhumpa Lahiri&lt;br /&gt;Alih bahasa: Gita Yuliani K.&lt;br /&gt;Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 9 cerita yang berbeda. Semuanya dengan tokoh dari etnis Bengali dan sebagian besar cerita berlokasi di Amerika Serikat. Cerita-cerita mengenai perantau Bengali memperlihatkan bahwa sedikit banyak budaya Bengali mewarnai kehidupan mereka di Amerika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan yang diangkat bermacam-macam. Ada masalah komunikasi suami-istri (dalam &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Masalah Sementara&lt;/span&gt;), yang membuat saya sedikit mengevaluasi komunikasi kami suami-istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada masalah kebangsaan antara India dan Pakistan yang akan/sedang terpisah  dengan Bangladesh (&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketika Mr. Pirzada Mampir Makan Malam&lt;/span&gt;). Menarik membaca penuturan Lilia, yang merasakan banyak persamaan antara ayahnya dan Mr. Pirzada yang Muslim.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;... Orangtuaku dan Mr. Pirzada bicara dalam bahasa yang sama, menertawakan lelucon yang sama, wajah mereka pun agak mirip. Mereka melahap manisan mangga setiap kali makan, dan makan nasi dengan tangan setiap malam. Seperti orangtuaku, Mr. Pirzada ...&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Namun, ayah Lilia khawatir jika tanpa sengaja Lilia menyebut Mr. Pirzada sebagai orang India dan membuat Mr. Pirzada tersinggung. &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;... "Mr. Pirzada orang Bengali, tetapi dia Muslim, ayahku memberitahu. "Jadi dia tinggal di Pakistan Timur, bukan di India." ...&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Ah, masalah separatisme yang membuat pedih semua bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada masalah perselingkuhan, rindu kabar dari tanah air, ataupun pengalaman di negeri orang--yang kemudian menjadi negeri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan cerita yang berlokasi di India membawa kita ke dalam suasana kehidupan orang India. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya iyalah&lt;/span&gt;..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Interpreter of Maladies&lt;/span&gt; memenangkan &lt;a href="http://www.pulitzer.org/" target="-blank"&gt;Pulitzer Prize&lt;/a&gt; tahun 2000.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25989357-3779796473527785715?l=buku-buku-buku.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://buku-buku-buku.blogspot.com/feeds/3779796473527785715/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=25989357&amp;postID=3779796473527785715" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/3779796473527785715?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/3779796473527785715?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BukuBukuBuku/~3/abMX7NsNLRM/penerjemah-luka.html" title="Penerjemah Luka" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/RyX2nB2vTKI/AAAAAAAAAEc/YAVcik3f_2Q/s72-c/GLLO1742.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://buku-buku-buku.blogspot.com/2007/10/penerjemah-luka.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUIDQHwyeCp7ImA9WB9QE0s.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-25989357.post-4852179729323847602</id><published>2007-10-26T00:48:00.000+07:00</published><updated>2007-10-26T09:59:31.290+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-10-26T09:59:31.290+07:00</app:edited><title>168 Jam Dalam Sandera - Memoar Jurnalis Indonesia Yang Disandera Di Irak</title><content type="html">&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/RyFX0h2vTJI/AAAAAAAAAEU/2G8uhWy6YNw/s1600-h/168jam.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/RyFX0h2vTJI/AAAAAAAAAEU/2G8uhWy6YNw/s200/168jam.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5125474410877111442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Meutya Hafid&lt;br /&gt;Penulis Pendamping: Mauluddin Anwar, A. Latief Siregar, Ninok Laksono&lt;br /&gt;Penyunting: Hermawan Aksan&lt;br /&gt;Kata Pengantar: Presiden RI Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono&lt;br /&gt;Penerbit: Hikmah (PT. Mizan Publika)&lt;br /&gt;Cetakan I, September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika melihat Meutya Hafid di layar kaca, otomatis ingatan kita akan terbawa pada peristiwa penculikan dirinya dan rekan kerjanya di Irak. Tidak terasa, peristiwa itu ternyata sudah lebih dari dua tahun yang silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepatnya hari Selasa, 15 Februari 2005, sekitar pukul 12 siang waktu Irak atau pukul 4 sore WIB, di pom bensin di Ramadi, Meutya Hafid dan juru kamera Budiyanto, serta Ibrahim--pemilik mobil sewaan dari Yordania, diculik oleh Mujahidin. Dengan mata ditutup, dalam 2 jam perjalanan mobil, mereka dibawa ke sebuah gua kecil di tengah gurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kali membacakan berita penyanderaan serta sempat mewawancarai Casingkem dan Istiqomah--dua orang TKI yang juga pernah disandera di Irak--, Meutya Hafid mengalami sendiri penyanderaan itu. Di dalam buku &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;168 Jam Dalam Sandera&lt;/span&gt;, Meutya Hafid mengenang kembali dan menuturkan hal-hal yang terjadi selama ia dan Budiyanto serta Ibrahim  berada di tangan penyandera. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meutya dan Budi berada di Irak untuk meliput pemilu di sana. Sebenarnya mereka sudah keluar dari perbatasan Irak, tetapi kantor Metro TV ternyata meminta mereka kembali masuk ke Irak, kali ini untuk meliput peringatan hari Asyura. Mereka pun mengurus visa di Kedutaan Irak di Amman. Sayang, mereka masuk Irak kembali melalui jalur darat. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Andaikan lewat jalur udara..&lt;/span&gt; Belum sampai ke Bagdad, mereka diculik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sangat baik Meutya Hafid menceritakan peristiwa demi peristiwa selama mereka berada di gua, berinteraksi dengan penyandera, berita pembebasan setelah penyandera melihat pernyataan dari Presiden RI, saat-saat yang menegangkan ketika meninggalkan gua dan karena belum bisa keluar dari Irak, sampai akhirnya mereka sampai ke Wisma Indonesia di Amman, diterima Presiden di istana, dan penyambutan oleh rekan-rekan kerja di Metro TV. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Editing&lt;/span&gt; buku ini juga sangat baik; pengalihan antara &lt;span style="font-style:italic;"&gt;flashback-flashback&lt;/span&gt; dan kisah penyanderan serta suara hati berjalan sangat mulus. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Flashback-flashback&lt;/span&gt; meninggalnya Ayah, masa kecil dan sekolah di Singapura dan Australia, penugasan di Metro TV, semakin memperjelas sosok seorang Meutya Hafid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meutya masih merasa "beruntung" berpasangan dengan Budi ketika musibah terjadi. Budi selalu berusaha membuat Meutya tersenyum pada saat tersulit sekalipun. Cara pikir Budi tidak rumit dan melihat persoalan dari titik pandang yang berbeda dari Meutya. Sedangkan Ibrahim dipandang sebagai 'paling bisa mencairkan suasana'. Meutya sendiri? Meutya tampak taktis dan diplomatis, serta pandai bersahabat dengan siapa saja. (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kesan saya dari membaca buku ini lho.., tidak kenal Meutya secara pribadi si..&lt;/span&gt;). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini dilengkapi dengan foto-foto, serta dilampiri tulisan Don Bosco Salamun--Pemimpin Redaksi Metro TV 2004-2005 dan Dr. R. M. Marty M. Natalegawa--waktu itu Juru Bicara Departemen Luar Negeri RI. Syukurlah, penyanderaan Meutya dan Budi berakhir baik, berkat kerja keras diplomat-diplomat RI, pernyataan Presiden RI, himbauan tokoh-tokoh masyarakat, dan demo-demo di berbagai daerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan siapakah kelompok &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jaish Al Mujahideen&lt;/span&gt;, penyandera jurnalis-jurnalis TV Indonesia ini? Mereka bukan pendukung Saddam Husein, tetapi tidak berarti mereka sudi dijajah Amerika. Mereka tidak sevisi dengan Al-Qaidah, tetapi sepakat untuk sama-sama mengusir Amerika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Irak dan negara-negara terjajah lainnya bisa segera memperoleh kemerdekaannya kembali. Mudah-mudahan penjajahan dan kekerasan antar bangsa bisa segera lenyap dari muka bumi ini. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Make peace not war&lt;/span&gt;!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25989357-4852179729323847602?l=buku-buku-buku.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://buku-buku-buku.blogspot.com/feeds/4852179729323847602/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=25989357&amp;postID=4852179729323847602" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/4852179729323847602?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/4852179729323847602?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BukuBukuBuku/~3/M0G_u-Q2P6A/168-jam-dalam-sandera-memoar-jurnalis.html" title="168 Jam Dalam Sandera - Memoar Jurnalis Indonesia Yang Disandera Di Irak" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/RyFX0h2vTJI/AAAAAAAAAEU/2G8uhWy6YNw/s72-c/168jam.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://buku-buku-buku.blogspot.com/2007/10/168-jam-dalam-sandera-memoar-jurnalis.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkMHSHYycSp7ImA9WB9QEUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-25989357.post-7765091099385584184</id><published>2007-10-23T18:36:00.000+07:00</published><updated>2007-10-23T18:53:59.899+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-10-23T18:53:59.899+07:00</app:edited><title>Leaving Microsoft To Change The World [edisi Indonesia]</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/Rx3aHr8zFJI/AAAAAAAAAEI/BKplTAlHURs/s1600-h/LeavingMS.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/Rx3aHr8zFJI/AAAAAAAAAEI/BKplTAlHURs/s200/LeavingMS.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124491776609162386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis: John Wood - Pendiri Room to Read&lt;br /&gt;Penerjemah: Widi Nugroho&lt;br /&gt;Penyunting: Hermawan Aksan, Salman Faridi&lt;br /&gt;Penerbit Bentang (PT. Bentang Pustaka)&lt;br /&gt;Cetakan I, Agustus 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1998, John Wood sudah menjabat direktur pemasaran untuk wilayah Asia-Pasifik di Microsoft di Sidney, ketika perjalanannya ke Nepal membawanya mengunjungi sekolah miskin dengan perpustakaan yang memiliki tidak lebih dari dua puluh buku. Buku dianggap berharga dan disimpan di sebuah lemari kaca yang dikunci. Dan harta karun yang dianggap berharga tadi adalah buku-buku usang yang dibuang para turis berransel; buku yang tidak layak baca untuk murid-murid sekolah itu. Contohnya adalah cerita roman Danielle Steel dengan sampul buku sepasang lelaki-perempuan yang sedang berpelukan erat penuh gairah dan setengah telanjang, atau sebuah novel tebal karya Umberto Eco yang ditulis dalam bahasa Italia. Hal ini menjadi keprihatinan John Wood. Angka buta huruf di Nepal 70 persen, yang tertinggi di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat John Wood untuk membangun perpustakaan rupanya berakar dari kegemarannya membaca. Bisa dibilang, sejak kecil John Wood adalah kutu buku. Dalam perjalanan bersama keluarga, John akan tenggelam dalam bacaannya sementara saudara-saudaranya saling pukul di dalam mobil. Karena anggaran orangtua terbatas untuk membelikan buku-buku, John dibelikan sepeda. Dan dengan sepeda itu, ia ke perpustakaan setiap minggu. Perpustakaan itu hanya mengizinkan delapan buku untuk dibawa ke luar sekali pinjam. Tetapi John melakukan "pdkt" ke petugas perpustakaan sehingga berhasil menaikkan batas pinjaman menjadi dua belas buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Kathmandu, John mengirim e-mail ke semua kontaknya tentang bantuan buku untuk Nepal. Tempat pengumpulan buku di Amerika Serikat adalah di rumah orang tua John. John mengira akan menerima 100-200 buku. Tetapi, ayah John meng-email dan memperkirakan sudah menerima sekitar 3000 buku. Satu mobil sudah harus dikeluarkan dari garasi untuk menampung buku-buku tersebut. Terkirim 37 kotak buku ke Nepal seberat 967 pon. Beberapa bulan kemudian, John dan Woody (ayah John) ke Nepal, menyewa 8 keledai, mendaki jalan terjal berliku untuk mengantarkan buku-buku tersebut ke sekolah yang pernah dikunjungi John.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John mendapat tugas baru di Beijing sebagai direktur pengembangan bisnis untuk wilayah Cina Besar. Selama John di Australia, Microsoft Australia telah dipilih oleh pembaca BRW--majalah bisnis paling berpengaruh di Austrailia-- sebagai perusahaan Australia kedua yang paling dihormati. Yang nomor satu adalah Qantas. Sekarang di Cina, John menginginkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;image&lt;/span&gt; 'Microsoft versi Cina". Pada saat kunjungan Bill Gates ke Cina, John mempersiapkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;briefing&lt;/span&gt; untuk wawancara TV dengan jawaban-jawaban spesifik tentang Cina. Sayang, Bill Gates mengecewakannya; Bill Gates memberikan jawaban-jawaban yang umum tentang Cina, tidak seperti yang telah dipersiapkan John. John berpikir bahwa anak-anak Nepal lebih membutuhkannya daripada majikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John keluar dari Microsoft dan mendirikan organisasi nirlaba "Books for Nepal". Tantangannya adalah mencari dana untuk melaksanakan proyek. Tidak ada dana masuk berarti tidak ada program. "Books for Nepal" (kemudian menjadi "Room to Read") mengembangkan model investasi komunitas setempat, bisa berupa bahan bangunan atau tenaga kerja, di samping dana bantuan dari "Room to Read". Model ini membuat penduduk setempat memiliki &lt;span style="font-style:italic;"&gt;sense of belonging&lt;/span&gt; pada perpustakaan atau sekolah yang dibangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam presentasi penggalangan dana, daripada membicarakan apa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;yang akan dilakukan&lt;/span&gt;, John membicarakan apa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;yang telah dikerjakan&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Email signature&lt;/span&gt; John berisi angka-angka pencapaian "Room to Read" yang diperbarui terus-menerus. Biaya operasional organisasi ditekan serendah mungkin sehingga donatur bisa melihat bahwa dari setiap dolar yang disumbang, 90 sen akan menjadi perpustakaan, sekolah, lab komputer, atau beasiswa untuk anak perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Room to Read" sudah berekspansi ke Vietnam, Kamboja, India, Sri Lanka (di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;website&lt;/span&gt; juga tertulis: Laos, Afrika Selatan, Zambia). Cabang-cabang "Room to Read" terus berkembang di Amerika Serikat, sedangkan cabang internasional sudah ada di Milan, Paris, Sidney, London, Hongkong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan John Wood dalam mengembangkan "Room to Read" sedikit banyak terasah ketika bekerja di Microsoft, yakni dalam gemblengan Steve Balmer yang berorientasi pada 'data dan kinerja'. Setiap manager di Microsoft harus memahami setiap keping data hingga taraf angka-angka itu terpatri ke dalam otak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, dalam usia yang sudah 40 tahun, John Wood masih belum mempunyai rumah. Tapi ia merasa beruntung mengenal siapa dirinya, apa yang ingin difokuskan, dan ukuran-ukuran yang diperlukan untuk menilai diri sendiri.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Room to Read" telah mendirikan 2.300 perpustakaan di 6 negara berkembang, lebih dari 200 sekolah, 50 lab komputer dan bahasa, 1.700 beasiswa jangka panjang untuk anak perempuan, dan sejuta buku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25989357-7765091099385584184?l=buku-buku-buku.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://buku-buku-buku.blogspot.com/feeds/7765091099385584184/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=25989357&amp;postID=7765091099385584184" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/7765091099385584184?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/7765091099385584184?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BukuBukuBuku/~3/KBCLAtYNeL4/leaving-microsoft-to-change-world-edisi.html" title="Leaving Microsoft To Change The World [edisi Indonesia]" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/Rx3aHr8zFJI/AAAAAAAAAEI/BKplTAlHURs/s72-c/LeavingMS.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://buku-buku-buku.blogspot.com/2007/10/leaving-microsoft-to-change-world-edisi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkQGRnw_cCp7ImA9WB9QEU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-25989357.post-3720187684974360731</id><published>2007-10-23T18:03:00.000+07:00</published><updated>2007-10-23T18:18:47.248+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-10-23T18:18:47.248+07:00</app:edited><title>Tahajud Siang Hari Dhuhur Malam Hari</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/Rx3XYr8zFII/AAAAAAAAAEA/hNiFV6BAD8Q/s1600-h/tahajud.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/Rx3XYr8zFII/AAAAAAAAAEA/hNiFV6BAD8Q/s200/tahajud.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124488770132055170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Agus Mustofa&lt;br /&gt;Penerbit: PADMA press - Padang Makhsyar&lt;br /&gt;Cetakan: ketiga (10 Maret 2006; cetakan I: 5 Desember 2005)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah shalat dan puasa dilaksanakan pada waktu-waktu yang sudah ditentukan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS. Al Baqarah (2): 238&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Peliharalah segala shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;QS. Al Israa' (17): 78-79&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat). Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;QS. An Nisaa (4): 103&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk, dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;QS. Al Baqarah (2): 183-185&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka jika di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kewajiban, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (Beberapa hari yang ditentukan itu adalah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quraan sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;QS. Al Baqarah (2): 187&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;..., dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam,... Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di wilayah-wilayah tropis, perbedaan siang dan malam hari relatif jelas. Lama waktu siang dan malam hari relatif sepadan, masing-masing sekitar 12 jam. Waktu-waktu shalat pun berkisar sekitar 1 jam sampai 8-9 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi di wilayah-wilayah yang terletak makin ke utara dan ke selatan, lama waktu siang dan malam hari akan berbeda tergantung musim. Pada musim panas, di St. Petersburg (yang sempat berganti nama menjadi Leningrad) -- di sebelah utara Moskow--, matahari masih menyinari kota meskipun jam menunjukkan pukul 00.30. Suatu kondisi yang disebut sebagai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;white night&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;bilii nosii&lt;/span&gt; dalam istilah setempat. Di sebelah utara Helsinki, Finlandia, matahari hanya tenggelam selama 1 jam. Di daerah sekitar Kutub Utara atau Kutub Selatan, matahari bahkan tidak tenggelam atau tidak terbit selama beberapa bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di angkasa luar, matahari akan terlihat terus sepanjang hari. Penumpang pesawat angkasa luar tidak akan menemui "hari" karena tidak ikut perputaran bumi. Satu hari adalah rotasi bumi selama 24 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika berada di daerah-daerah non-tropis atau jika menjadi turis luar angkasa, kapankah kita shalat dan berpuasa? Apakah berpuasa sepanjang hari jika matahari terus-menerus bersinar? Apakah tidak shalat maghrib, isya, dan tahajud jika matahari tidak tenggelam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Agus Mustofa mengajak pembaca untuk merenungkan mengenai Islam, makna ibadah dalam ruang dan waktu, serta ibadah wajib dan sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS. Al Baqarah (2): 177&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebaktian, akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta, dan (memerdekan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir bab, Agus Mustofa menyampaikan 3 alternatif pendekatan untuk menentukan waktu-waktu shalat pada daerah-daerah non-tropis dan luar angkasa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25989357-3720187684974360731?l=buku-buku-buku.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://buku-buku-buku.blogspot.com/feeds/3720187684974360731/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=25989357&amp;postID=3720187684974360731" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/3720187684974360731?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/3720187684974360731?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BukuBukuBuku/~3/HrCWUuJLo58/tahajud-siang-hari-dhuhur-malam-hari.html" title="Tahajud Siang Hari Dhuhur Malam Hari" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/Rx3XYr8zFII/AAAAAAAAAEA/hNiFV6BAD8Q/s72-c/tahajud.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://buku-buku-buku.blogspot.com/2007/10/tahajud-siang-hari-dhuhur-malam-hari.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkQEQ3g6cCp7ImA9WB5aFE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-25989357.post-244373822517361145</id><published>2007-09-10T22:31:00.000+07:00</published><updated>2007-09-10T22:31:42.618+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-09-10T22:31:42.618+07:00</app:edited><title>My Library di Google - Book Search</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/RuVjKrd49NI/AAAAAAAAADI/BdXQlHspZk0/s1600-h/Snapshot+2007-09-07+13-59-49.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/RuVjKrd49NI/AAAAAAAAADI/BdXQlHspZk0/s320/Snapshot+2007-09-07+13-59-49.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5108598387439629522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu ketika sudah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;sign in&lt;/span&gt; di iGoogle, saya menyadari ada link 'My library' di samping link 'My Account'. Ternyata 'My library' adalah bagian dari &lt;a href="http://books.google.com/" target="_blank"&gt;Google Book Search&lt;/a&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba ah.. memasukkan daftar buku ke 'My library', dan ternyata caranya sangat mudah; yaitu klik 'Import books,' ketik daftar ISBN dari buku-buku yang akan di-impor, klik 'Import', dan tara... muncullah koleksi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma sayangnya, buku yang bisa ditambahkan ke dalam koleksi 'My library' adalah buku-buku yang data ISBN-nya sudah tersimpan di Google Book. Kalau belum, maka buku tersebut tidak bisa ditambahkan ke dalam 'library'. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencoba memasukkan ISBN buku &lt;a href="http://urek2.blogspot.com/2006/01/perjuangan-ibunda-anak-autistik.html" target="_blank"&gt;Untaian Duka Taburan Mutiara&lt;/a&gt; yang ditulis Dyah Puspita, ternyata Google Book tidak dapat menambahkan buku tersebut ke &lt;span style="font-style:italic;"&gt;library&lt;/span&gt; saya. Kemudian saya mencoba memasukkan ISBN buku &lt;a href="http://buku-buku-buku.blogspot.com/2007/05/renungan-dan-perjuangan.html" target="_blank"&gt;Renungan dan Perjuangan&lt;/a&gt;, dan lho.. ternyata bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana supaya data ISBN buku tersimpan di Google Book Search? Saya duga yang bisa memasukkan data buku termasuk ISBN adalah partner-partner Google di Google Book, yaitu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;publisher&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;author&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;library&lt;/span&gt; yang berpartisipasi. Di luar itu, sepertinya tidak bisa meng-input atau meng-edit data suatu buku. Tidak seperti di &lt;a href="http://www.librarything.com/" target="_blank"&gt;Library Thing&lt;/a&gt; misalnya, kita bisa memasukkan data secara manual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk keperluan menginventarisasi koleksi buku secara &lt;span style="font-style:italic;"&gt;on-line&lt;/span&gt;, 'My library' bisa menjadi pilihan baru. Gratis, tinggal &lt;span style="font-style:italic;"&gt;sign in&lt;/span&gt; dengan Google Account. Tapi kelemahannya, buku yang dimasukkan ke dalam daftar adalah buku-buku yang datanya sudah tersimpan di Google Book Search. 'Library Thing' juga gratis untuk 200 buku pertama, selanjutnya tanpa batas bayar USD 10 (setahun) atau USD 25 (seumur hidup).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerbit, penulis, dan perpustakaan di Indonesia tertarik menjadi partner Google Book Search? Bagi penerbit dan penulis, Google Book bisa menjadi ajang promosi buku. Bagi perpustakaan, bisa menginformasikan buku koleksinya. Hei, koq saya jadi promosi? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang awam pengguna Google seperti saya, informasi dari Google Book Search akan semakin menenggelamkan pengguna dengan limpahan arus informasi dari dunia maya. Tapi itu soal lain. Sekarang kita batasi hanya membicarakan 'My library', alternatif baru tempat menginventarisasi buku secara &lt;span style="font-style:italic;"&gt;on-line&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25989357-244373822517361145?l=buku-buku-buku.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://buku-buku-buku.blogspot.com/feeds/244373822517361145/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=25989357&amp;postID=244373822517361145" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/244373822517361145?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/244373822517361145?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BukuBukuBuku/~3/tU-2bH7m20U/my-library-di-google-book-search.html" title="My Library di Google - Book Search" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/RuVjKrd49NI/AAAAAAAAADI/BdXQlHspZk0/s72-c/Snapshot+2007-09-07+13-59-49.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://buku-buku-buku.blogspot.com/2007/09/my-library-di-google-book-search.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkUFQHszcSp7ImA9WB5XGU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-25989357.post-1702915403197621813</id><published>2007-07-16T22:40:00.000+07:00</published><updated>2007-07-20T11:03:31.589+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-07-20T11:03:31.589+07:00</app:edited><title>Edensor</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/RpuQkOcNqGI/AAAAAAAAACw/lwm_CcwSl8g/s1600-h/edensor.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/RpuQkOcNqGI/AAAAAAAAACw/lwm_CcwSl8g/s200/edensor.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5087819156071229538" /&gt;&lt;/a&gt;Penulis: Andrea Hirata&lt;br /&gt;Penerbit: PT. Bentang Pustaka, Mei 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ketiga dari tetralogi &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Laskar Pelangi-Sang Pemimpi-Edensor-Maryamah Karpov&lt;/span&gt; berisi potongan-potongan mozaik Ikal dan Arai, sebagian kecil di Belitong dan yang besar sisanya di Eropa dan Afrika. Seperti &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sang Pemimpi&lt;/span&gt;, bagian-bagian cerita disebut sebagai mozaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potongan-potongan mozaik susul menyusul. Yang mengharukan, yang menyenangkan, yang menyedihkan, yang seru, yang bikin manggut-manggut, yang sulit dipercaya (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;masa sih ada yang seperti ini?&lt;/span&gt;), yang biasa-biasa saja.. Kemudian, ternyata ada potongan mozaik yang tidak disangka-sangka bertautan dengan potongan mozaik lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mozaik-mozaik yang bukan lagi impian, melainkan sudah menjadi kenyataan! &lt;blockquote&gt;"Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu." (Arai)&lt;/blockquote&gt; Untaian mozaik yang mengasyikkan untuk diikuti, menemani saya dalam penyeberangan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;speed boat&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Nunukan-Tarakan dan penerbangan Tarakan-Jakarta.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, ada sedikit koreksi untuk buku ini, yaitu Presiden Amerika Serikat pembebas perbudakan bukanlah Benjamin Franklin (halaman 213), melainkan Abraham Lincoln. Sedangkan Benjamin Franklin adalah salah seorang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;founding father&lt;/span&gt; Amerika Serikat, salah seorang manusia dengan multi minat dan talenta. (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;heheh, sok tahu ya.. cmiiw&lt;/span&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25989357-1702915403197621813?l=buku-buku-buku.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://buku-buku-buku.blogspot.com/feeds/1702915403197621813/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=25989357&amp;postID=1702915403197621813" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/1702915403197621813?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/1702915403197621813?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BukuBukuBuku/~3/xWbwbOSAkMU/edensor.html" title="Edensor" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/RpuQkOcNqGI/AAAAAAAAACw/lwm_CcwSl8g/s72-c/edensor.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://buku-buku-buku.blogspot.com/2007/07/edensor.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0cBSHY_fCp7ImA9WB5XFUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-25989357.post-5447824192817524199</id><published>2007-07-16T11:38:00.000+07:00</published><updated>2007-07-16T11:44:19.844+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-07-16T11:44:19.844+07:00</app:edited><title>Sang Pemimpi</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/Rpr1NecNqFI/AAAAAAAAACo/wI6KNz4lWc0/s1600-h/sangpemimpi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/Rpr1NecNqFI/AAAAAAAAACo/wI6KNz4lWc0/s200/sangpemimpi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5087648340926900306" /&gt;&lt;/a&gt;Penulis: Andrea Hirata&lt;br /&gt;Penerbit Bentang, cetakan ke-5: Februari 2007 (cetakan I: Juli 2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Jelajahi kemegahan Eropa sampai ke Afrika yang eksotis. Temukan berliannya budaya sampai ke Prancis. Langkahkan kakimu di atas altar suci almamater terhebat tiada tara: Sorbonne. ..."&lt;/blockquote&gt; &lt;br /&gt;Itulah mimpi yang dihembuskan Pak Balia (Drs. Julian Ichsan Balia), kepala sekolah sekaligus guru sastra SMA Negeri di Belitong Timur, tempat Ikal, Arai, dan Jimbron bersekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sang Pemimpi&lt;/span&gt; berisi deretan mozaik kehidupan Ikal dan sepupu jauhnya Arai ketika bersekolah di SMA dan merantau ke Jawa (Arai kemudian ke Kalimantan). Bukan kehidupan yang serba mudah, tetapi kehidupan yang diisi dengan kerja membanting tulang mencari nafkah, kebaikan para sahabat, pengungkapan cinta, dan diselingi dengan pelanggaran larangan guru sekolah (menonton film di bioskop)! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, setinggi-tingginya mimpi itu, Ikal sempat membayangkan dirinya, Arai, dan Jimbron menjadi pelayan restoran mi rebus, atau kernet omprengan reyot, atau memikul karung buah kweni dalam pakaian compang-camping. Tidak jauh berbeda dengan nasib Lintang--temannya di sekolah yang dulu. Ikal yang pemimpi berubah menjadi Ikal yang realis dan sayangnya sekaligus pesimis. Nilai-nilainya merosot tajam sehingga ayah Ikal yang biasanya duduk pada kursi nomor 3 sekarang harus duduk di kursi nomor 75. Meskipun demikian, ayah Ikal tetap datang ke sekolah dengan kebanggaan yang sama, dengan baju safari harum pandan dan mengayuh sepeda sejauh 30 km. Untunglah pada saat Ikal lulus SMA, ayahnya bisa duduk di kursi nomor 2--untuk Arai-- dan kursi nomor 3--untuk Ikal. 'Ayah juara satu seluruh dunia', kata Ikal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai membaca buku ini, rasanya ingin sekali merekomendasikan buku ini untuk anak-anak sekolah. Rasanya ingin agar anak-anak sekolah di seluruh pelosok Indonesia ketularan bermimpi dan berusaha mewujudkan mimpi itu. Sayangnya, menurut saya, mozaik 10 tentang hukuman guru bercerita tentang hukuman yang kejam, tidak sopan, dan tidak mendidik, dan karenanya tidak sesuai untuk bacaan anak sekolah. Andaikan tidak ada mozaik 9 dan 10, buku ini sangat dianjurkan untuk dibaca anak-anak sekolah SD sampai SMA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, salut dan selamat kepada Ikal dan Arai dengan perjalanan panjangnya menuju Sorbonne, dan juga kepada Jimbron yang dengan kebaikan hatinya punya cara sendiri membantu mewujudkan mimpi itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25989357-5447824192817524199?l=buku-buku-buku.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://buku-buku-buku.blogspot.com/feeds/5447824192817524199/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=25989357&amp;postID=5447824192817524199" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/5447824192817524199?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/25989357/posts/default/5447824192817524199?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/BukuBukuBuku/~3/YwTAPSb7xGA/sang-pemimpi.html" title="Sang Pemimpi" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/Rpr1NecNqFI/AAAAAAAAACo/wI6KNz4lWc0/s72-c/sangpemimpi.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://buku-buku-buku.blogspot.com/2007/07/sang-pemimpi.html</feedburner:origLink></entry></feed>
