<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Buletin Hidayatullah Bojonegoro</title><description></description><managingEditor>noreply@blogger.com (Unknown)</managingEditor><pubDate>Fri, 25 Oct 2024 03:21:15 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">14</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://buletin-hidayatullah.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>HIKMAH DIBALIK HIJRAH</title><link>http://buletin-hidayatullah.blogspot.com/2011/11/hikmah-dibalik-hijrah-oleh-abdullah.html</link><category>Kajian Utama</category><author>noreply@blogger.com (Boediono)</author><pubDate>Tue, 29 Nov 2011 02:19:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6754895064260621164.post-7973581794773785492</guid><description>&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Oleh : Abdullah Ridho&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Tahun baru kembali menyapa kita. Satu tahun telah berlalu. Satu tahun umur kita bertambah. Satu tahun juga jatah hidup kita berkurang. Waktu laksana air yang mengalir ke hilir yang takkan pernah kembali ke hulu. Kadang ia membangkitkan semangat, kadang membuat orang terlena dan tak menyadari kehadiran waktu dan melupakan nilainya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pergantian tahun seharusnya mengingatkan kita agar selalu menghargai waktu dan mengisinya dengan beragam aktivitas bermanfaat. Setiap kesempatan yang ditawarkan sang waktu, kita gunakan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas hidup di dunia sebagai bekal kehidupan di akherat. Jika tidak, sang waktu akan menarik kesempatan itu dan tidak akan datang untuk kedua kalinya. Sebuah peribahasa mengatakan, “ Waktu laksana pedang, jika tidak  mampu memanfaatkan waktu, maka ia akan memenggalmu.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pengertian Hijrah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Hijrah mengandung beberapa makna. Diantaranya, pertama, hijrah secara maknawi. Yaitu, meninggalkan segala yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalam  hal ini Allah berfirman, “ Dan perbuatan dosa tinggalkanlah,” ( QS. Al-Mudatstsir : 5). Dalam sebuah hadits, Nabi menyebutkan, orang yang hijrah itu adalah orang yang meninggalkan larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala. ( HR. Bukhari). Dalam makna inilah hijrah bisa dilakukan siapa saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Kedua, hijrah makani atau berpindah tempat. Makna ini berimplikasi putusnya hubungan secara politis. Hijrah seperti ini dapat dilakukan secara individual maupun massal. Ada beberap hal yang melatari hijrah ini. Diantaranya, pertama karena tidak ada kebebasan dalam melaksanakan ajaran agama. Dalam keadaan seperti ini, seseorang diperbolehkan berhijrah untuk mendapatkan kenyamanan beribadah. Kedua, karena dirinya dibutuhkan tempat yang baru itu. Sedangkan di tempat tinggalnya semula, sudah banyak ulama atau dai. Dalam keadaan seperti ini,  hijrah sangat dianjurkan. Bahkan boleh jadi wajib. Ketiga, karena adanya tekanan politis dari penguasa zalim yang dilakukan secara massal. Hal ini pernah dilakukan oleh Nabi Musa ketika ia meninggalkan Mesir menuju Madyan. Sebagaian  sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam pun melakukan hijrah karena alasan ini. Namun, tentu saja tak semua dari mereka hijrah karena tekanan politis. Umar  bin Khathhthab yang hijrah betul-betul  karena perintah. Bahkan, sebelum hijrah ia sempat menantang duel kafir Quraisy untuk melawannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Jadi, hakekat hijrah sebenarnya bukan semata untuk berpindah ke tempat yang aman. Hijrah merupakan usaha perubahan kulaitas hidup, baik yang bersifat mental, maupun moral sosial. Perubahan yang dimaksud bukan hanya secara tempat, tapi juga keadaan. Tempat bisa jadi tidak berpindah, tapi kondisi yang diubah.  Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam dan para sahabatnya melakukan hijrah bukan karena takut terhadap kezaliman kafir Quraisy Makkah sehingga dianggap sebagai pengungsian atau pengusiran. Hijrah merupakan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala di samping strategi besar yang dilakukan seorang pemimpin untuk membangun kekuatan baru yang tangguh dalam membangun masyarakat yang memiliki kemuliaan dan keluhuran mental, spiritual, kultural, maupun ekonomi. Ia juga merupakan strategi kebangkitan Islam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Hikmah Peristiwa Hijrah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Dalam menapaktilasi hijrah Rasul terdapat banyak hikmah besar dan pelajaran yang sangat berharga. Kalau kita mau memetik teladan, sesungguhnya kesuksesan Rasul dan generasi Islam awal itu dapat mengilhami kesuksesan kita sekarang ini. Diantara hikmah-hikmah besar itu adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pertama, perencanaan yang matang. Hijrah adalah sebuah perjalanan yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam dan para sahabatnya guna mendaptkan  wilayah yang kondusif bagi penegakkan nilai-nilai Islam. Untuk merealisasikan cita-cita mulia itu,    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam menyusun perencanaan matang tentang strategi perjalanan hijrah agar kendala yang dihadapi sekecil mungkin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Perencanaan matang itu tampak jelas ketika Ali bin Abi Thalib menjalankan tugas menggantikan Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam di tempat tidurnya guna mengecoh kaum kuffar Quraisy yang berniat membunuh Rasul terakhir ini. Bahkan, hali ini juga terlihat pada strategi Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam saat berhijrah, beliau tidak berangkat langsung ke Madinah. Tapi, ia bersama Abu Bakar Shiddiq Radhiallahu ‘anhu singgah di gua Tsur selama tiga hari guna  menyulitkan musyrik Quraisy yang sibuk mencari mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Kedua, kerjasama yang baik. Salah satu indikator kesuksesan hijrah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam adalah, adanya jalinan kerjasama yang baik antara para sahabatnya. Tak ada rasa iri dan dengki di antara para sahabat. Dengan penuh tanggungjwab mereka menjalankan tugas dakwahnya masing-masing sesuai dengan bidang dan kemampuan. Ali in Abi Thalib misalnya, ditugaskan untuk tidur di tempat beliau, walupun dengan penuh resiko dijalankannya tugas tersebut dengan sangat baik. Demikian pula dengan Umar bin Khaththab yang ditugaskan menggalang opini  dengan berkata di hadapan Musyrikin Quraisy, “ Siapa yang ingin anaknya menjadi yatim dan istrinya menjadi janda, cegahlah aku. Karena aku akan segera menyusul Nabi ke Madinah.” Abu Bakar juga menjalankan tugas berat untuk mendampingi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam dalam perjalanan hijrah. Demikian pula dengan sahabat-sahabat Nabi yang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Tak ada kesuksesan yang terwujud kalau kondisi umat carut marut dan bercerai berai. Sebaliknya, kebersamaan umat dalam kebajikan laksana sebuah bangunan kokoh yang tidak  dapat  dihancurkan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” ( QS. As-Shaf:4)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Ketiga, pengorbanan besar. Hijrah Nabi dan para sahabatnya membutuhkan pengorbanan sangat besar. Bukan hanya harta, tapi juga jiwa, tenaga, pikiran, w aktu, dan perasaan. Dengan perasaan berat Nabi dan para sahabatnya harus ikhlas meninggalkan kampung halamannya. Ali bin Abi Thalib dan Asma binti Abu Bakar nyaris tewas menanggung derita penyiksaaan yang dilakukan orang-orang kafir terhadap diri mereka karena menjaga rahasia tempat persembunyian Nabi dan Abu Bakar di gua Tsur. Dengan pegorbanan yang besar itulah perjuangan insyaAllah akan mencapai hasil yang maksimal. Allah Subhanahu wa Ta’ala menjamin orang-orang yang berkorban dengan penuh keikhlasan untuk terhindar dari azab neraka yang pedih, dan memasukkan mereka kedalam surga. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala : “Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya.” (QS. As-Shaf : 10-11)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Keempat, kesungguhan dan keikhlasan. Tanpa kesungguhan  dan keikhlasan, tak mungkin hijrah itu dapat terlaksana  dengan baik. Itu sebabnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi  Wasallam bersabda, “ Sesungguhnya, amal itu harus  dengan niat. Perbuatan setiap orang itu tergantung pada niatnya. Barangsiapa yang berhijrah semata karena taat pada Allah dan Rasul-Nya. Maka hijrah itu diterima Allah  dan Rasul-Nya. Dan siapa yang berhijrah karena mengejar keuntungan duniawi atau karena perempuan yang ingin dinikahinya, niscaya hijrahnya terhenti pada apa yang ia niatkan itu.” ( HR. Bukhari-Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Kelima, nilai ukhuwah (persaudaraan) sejati. Pelajaran berharga dari hijrah adalah persaudaraan sejati  anatara Muhajirin dan Anshar. Hal itu dapat dilihat saat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasallam dan para sahabatnya tiba di Madinah. Mereka disambut dengan suka cita oleh orang-orang Madinah.Bahkan, Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wasallam sendiri sampai bingung bukan karena ketiadaan tempat, tapi bingung karena hampir semua orang Madinah menginginkan agar Rasul Shalallahu ‘alaihi Wasallam menetap di rumah  mereka. Akhirnya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasallam membiarkan unta yang ditungganginya itu berhenti dan distulah ia akan menetap. Ternya unta Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasallam berhenti di depan rumah sahabat Abu Ayyub Al-Anshari Radhiyyallahu anhu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Keenam, Kebanggaan sebagai Muslim. Peristiwa hijrah Rasul yang oleh sejarah dicatat sebagai pijak keberhasilan generasi Islam pertama dalam membangun pondasi dakwah, menjadi kebanggaan umat Islam hingga saat ini. Kebanggan itu memicu semangat untuk tetap eksis dan konsisten memperjuangkan nilai-nilai Islam. “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Imran:139). Kita berharap semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan kekuatan iman dan takwa kepada kita. Sehingga mampu memetik berbagai pelajaran berharga dari peristiwa bersejarah ini. Amin. Wallahu’alam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;form action="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify" method="post" onsubmit="window.open('http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi', 'popupwindow', 'scrollbars=yes,width=550,height=520');return true" style="border: 1px solid #ccc; padding: 3px; text-align: center;" target="popupwindow"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Jika Anda Menyukai Artikel Blog ini, Masukan Alamat Email Anda Pada Kolom di Bawah, Maka Anda Akan Mendapatkan Kiriman Email Setiap Kali Ada Posting Baru. Terima Kasih Atas Partisipasinya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;input name="email" style="width: 140px;" type="text" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;input name="uri" type="hidden" value="BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi" /&gt;&lt;input name="loc" type="hidden" value="en_US" /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;input type="submit" value="Subscribe" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;blink&gt;JANGAN LUPA CEK EMAIL ANDA UNTUK VERIFIKASI BERLANGGANAN VIA EMAIL&lt;/blink&gt;&lt;a href="http://feedburner.google.com/" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/form&gt;&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;img alt="" height="26" src="http://feeds.feedburner.com/~fc/BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi?bg=99CCFF&amp;amp;fg=444444&amp;amp;anim=0&amp;amp;label=listeners" style="border: 0;" width="88" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bahagia Dengan Silaturrahim</title><link>http://buletin-hidayatullah.blogspot.com/2011/08/bahagia-dengan-silaturrahim.html</link><category>Hikmah</category><author>noreply@blogger.com (Boediono)</author><pubDate>Tue, 23 Aug 2011 21:34:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6754895064260621164.post-1754558363021350427</guid><description>&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;“ Tahukah kalian sesuatu yang paling cepat mendapatkan kebaikan dan keburukan?’Sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan adalah balasan (pahala) orang yang berbuat kebaikan dan menyambung tali silaturrahim, sedangkan yang paling cepat mendatangkan keburukan adalah balasan (siksaan) bagi orang yang berbuat jahat dan memutuskan tali persaudaraan”. ( HR. Ibnu Majah )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;silaturrahim tidak sekedar menyentuhkan tangan dan memohon maaf belaka. Ada sesuatu yang lebih hakiki dari semua itu, yaitu aspek mental dan  ketulusan hati. Hal ini seusai dengan asal kata silaturrahim yaitu ‘silat’ atau wasl, yang berarti menyambung atau menghimpun, dan ‘ar-rahim’ yang berarti kasih sayang. Makna menyambungkan menunjukkan sebuah proses dari sesuatu yang asalnya tidak tersambung. Menghimpun biasanya mengandung  makna sesuatu yang tercerai berai dan berantakan, menjadi sesuatu yang bersatu  dan utuh kembali. Tentang hal ini Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “ Yang disebut silaturrahim bukanlah seseorang yang  membalas kunjungan atau pemberian, melainkan  bersilaturrahim itu menyambungkan apa yang telah putus.” ( HR. Bukhari ).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Oleh karena itu, menjadi sangat penting bagi kita untuk manyadari bahwa silaturrahim tidak hanya merekasa gerak-gerik tubuh, namun harus melibatkan aspek hati. Dengan kombinasi bahasa tubuh dan bahasa hati, kita akan mempunyai kekuatan untuk bisa berbuat lebih baik dan lebih bermutu daripada yang dilakukan orang lain terhadap diri kita. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Kalau orang lain mengunjungi kita, kemudian kita membalas mengunjunginya, ini tidak memerlukan kekuatan mental yang kuat. Namun, bila ada orang yang tidak pernah bersilaturrahim kepada kita, lalu dengan sengaja kita mengunjunginya, maka inilah yang disebut silaturrahim. Apalagi kalau kita bersilaturrahim dengan orang yang jelas-jelas membenci kita atau seseorang yang dengan sengaja menghindari pertemuan dengan kita, lalu kita mengupayakan diri untuk bertemu dengannya. Inilah silaturrahim yang sebenarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Silaturrahim bukan Sekedar Formalitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Ada sebagian orang melakukan silaturrahim karena kepentingan-kepentingan tertentu. Dan dilakukan pada waktu-waktu tertentu. Silaturrahim ini lebih berorientasi untuk kepentingan sesaat, politis dan cenderung untuk mendapatkan kekuasaan. Sehingga,  setelah kepentingan dan tujuannya terpenuhi, tidak sedikit yang memutuskan. Seakan-akan lupa dan tidak pernah ada. Inilah bentuk silaturrahim formalitas. Hadir ketika ada maksud, meninggalkan dan memutuskan ketika sudah terpenuhi dan berhasil. Na’udzubillah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Muhammad Baqir Radhiyallahu anhu pernah mendapat wasiat dari ayahnya Imam Zainul Abidin Radhiyallahu anhu. Ia (kata Baqir) telah berwasiat kepadaku, “Janganlah duduk bersama lima jenis manusia, jangan berbicara kepada mereka, bahkan jangan berjalan bersama mereka, meskipun tidak disengaja”. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pertama, Orang Fasik. Karena ia akan menjualmu hanya untuk sesuap makanan. Kedua, Orang Bakhil. Karena ia akan memutuskan hubungan di saat kita kita memerlukan. Ketiga, Pembohong.  Karena ia akan senantiasa menipumu. Keempat, Orang Bodoh. Karena ia berkeinginan memberikan manfaat bagimu, namun karena kebodohannya, ia jutru merugikanmu. Kelima, Orang yang memutuskan tali silaturahim. Karenanya, janganlah berdekatan dengannya”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Silaturrahim formalitas lebih mengedepankan bahasa badan. Ada rekayasa-rekayasa agar terlihat baik dan sempurna dari faktor penampilan, sehingga sering sekali menjadikan obyeknya tertipu dan terkecoh. Apalagi ada rangsangan-rangsangan berupa materi atau apapun yang menjadikan orang bisa menerima kedatangannya. Dengan adanya kecanggihan teknologi, orang juga sering meremehkan silaturrahim dengan hanya berkirim SMS dan chating melalui jejaring sosial facebook dan twiter. Tidak jarang juga dengan SMS banyak menimbulkan kesalahpahaman, karena bahasa yang tidak dimengerti. Sehingga menimbulkan masalah yang berujung pada hubungan yang kurang baik. Bahkan ada ungkapan yang sudah umum ‘silaturrahim tidak harus ketemu’. Meskipun itu boleh, dari pada sama sekali tidak  nyambung, akan tetapi belum memenuhi dua unsur, ketemunya aspek badan dan hati kita ketika bersilaturrahim. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Silaturrahim yang Membahagiakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Tujuan sebenarnya silaturrahim adalah mampu mendatangkan sebuah kebahagiaan, baik terhadap orang yang mendatangi maupun yang didatangi. Banyak hal yang didapatkan ketika bersilaturrahim. Masalah yang awalnya ruwet bisa mencair, hubungan yang terlihat kaku dan canggung, akan lebih rekat dan mesra kembali, prasangka-prasangka buruk yang muncul, akan terbuka dan terselesaikan dengan silaturrahim. Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memberikan pahala yang besar bagi orang yang gemar menyambung silaturrahim dan yang berhubungan dengan itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;“ Maukah aku tunjukkan amalan yang pahalanya lebih  besar dari pahala shalat dan shaum? Tanya Rasul kepada para sahabat. “Tentu saja”, jawab mereka. Beliau kemudian menjelaskan, “Engkau damaikanlah yang bertengkar, menyambungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-sudara yang terputus, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan tali persaudaraan diantara mereka amal saleh yang besar pahalanya. Barang siapa yang inging dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezkinya, hendaklah ia menyambungkan tali silaturrahim.” ( HR. Bukhari &amp;amp; Muslim )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Selain itu, orang yang menyambung silaturrahim juga akan  mendapatkan balasan berupa : Mendapatkan ridho Allah SWT. Membuat orang yang dikunjungi berbahagia. Hal ini amat sesuai dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam, “Amal yang paling utama adalah membuat seseorang berbahagia.” Menyenangkan malaikat, karena malaikat juga sangat senang bersilaturahmi. Disenangi oleh manusia. Membuat iblis dan setan marah. Memanjangkan usia. Menambah banyak dan berkah rejekinya. Memupuk rasa cinta kasih terhadap sesama, meningkatkan rasa kebersamaan dan rasa kekeluargaan, mempererat dan memperkuat tali persaudaraan dan persahabatan. Menambah pahala setelah kematiannya, karena kebaikannya (dalam hal ini, suka bersilaturahim) akan selalu dikenang sehingga membuat orang lain selalu mendoakannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Khatimah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Tidak ada silaturrahim yang membahagiakan tanpa didasari niat yang ikhlas karena mencari ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kebahagiaan  dari silaturrahim  bisa diperoleh karena berorientasi pada  ketaqwaan kita kepada Allah. sebagaimana firman-Nya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”.(QS. An-Nisa’ (4) : 1)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala juga akan memasukan surga dengan selamat, ketika kita mampu menyambung silaturrahim. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alahi wasallam: “Wahai manusia sebarkanlah salam dan berikanlah makanan ( sodaqah ) dan sambunglah silaturrahim dan sholatlah diwaktu malam ketika manusia yang lain tertidur, kalian akan masuk ke surga dengan selamat.” (HR. Ibnu Majah ).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Wallahu a’lam bishshawab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;form action="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify" method="post" onsubmit="window.open('http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi', 'popupwindow', 'scrollbars=yes,width=550,height=520');return true" style="border: 1px solid #ccc; padding: 3px; text-align: center;" target="popupwindow"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Jika Anda Menyukai Artikel Blog ini, Masukan Alamat Email Anda Pada Kolom di Bawah, Maka Anda Akan Mendapatkan Kiriman Email Setiap Kali Ada Posting Baru. Terima Kasih Atas Partisipasinya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;input name="email" style="width: 140px;" type="text" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;input name="uri" type="hidden" value="BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi" /&gt;&lt;input name="loc" type="hidden" value="en_US" /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;input type="submit" value="Subscribe" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;blink&gt;JANGAN LUPA CEK EMAIL ANDA UNTUK VERIFIKASI BERLANGGANAN VIA EMAIL&lt;/blink&gt;&lt;a href="http://feedburner.google.com/" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/form&gt;&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;img alt="" height="26" src="http://feeds.feedburner.com/~fc/BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi?bg=99CCFF&amp;amp;fg=444444&amp;amp;anim=0&amp;amp;label=listeners" style="border: 0;" width="88" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>BMH Terbaik Peningkatan Dana, DD Sabet Tiga “The Best”</title><link>http://buletin-hidayatullah.blogspot.com/2011/08/bmh-terbaik-peningkatan-dana-dd-sabet.html</link><category>Berita</category><category>BMH Bojonegoro</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Wed, 3 Aug 2011 18:17:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6754895064260621164.post-2527571116700435711</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://hidayatullah.com/berita/gal734724426.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="133" src="http://hidayatullah.com/berita/gal734724426.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lembaga Amil Zakat Nasional milik ormas Hidayatullah, Baitul Maal Hidayatullah (BMH), berhasil meraih IMZ Award 2011 sebagai &lt;i&gt;The Best Growth Fundraising Zakat 2010&lt;/i&gt;.   Penghargaan ini diberikan atas penggalangan dana BMH yang   pertumbuhannya dianggap terbaik se-Indonesia di antara organisasi   pengelola zakat (OPZ) lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari 10 nominasi dalam kategori  ini, dipilih tiga nominator, yaitu  Dompet Dhuafa (DD), BMH, dan Lagzis.  Meskipun nominal penggalian dana  DD masih lebih banyak, namun dari sisi  tingkat persentase pertumbuhan  dana yang digali dari masyarakat, posisi  BMH (41 %) di atas DD (39 %)  dan Lagzis (11 %). Angka ini adalah  penilaian dari tahun 2009 hingga  2010.&lt;br /&gt;
&lt;br style="color: blue;" /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;IMZ Award 2011 merupakan agenda rutin&lt;/span&gt;   Indonesia Magnificence of Zakat (IMZ) untuk tahun ketiga. Ada 12   kategori lainnya dalam penghargaan yang diserahterimakan di Golden   Ballroom AA1, Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (3/8) malam, di antaranya   yaitu &lt;i&gt;The Best Economic Development Program&lt;/i&gt; (Program   Pendayagunaan Ekonomi Terbaik), diraih oleh Komunitas Usaha Mikro   Muamalat berbasis Masjid (KUM3) Baitulmaal Muamalat dan &lt;i&gt;The Best Disaster Management Program&lt;/i&gt;   (Program Manajemen Kebencanaan Terbaik) yang direngkuh Al-Azhar Peduli   Umat dengan kegiatan "Pipanisasi Merapi" beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meraih dua penghargaan sekaligus, yaitu sebagai &lt;i&gt;The Best in Transparency Management&lt;/i&gt; (OPZ dengan Transparasi Terbaik) dan &lt;i&gt;The Best Innovative Program&lt;/i&gt; (Program Inovasi Terbaik) lewat “Satu Keluarga Satu Sarjana”-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang lebih patut diacungi jempol adalah DD. Selain terpilih sebagai &lt;i&gt;The Best Education Program&lt;/i&gt; (Program Pendayagunaan Pendidikan Terbaik) dan &lt;i&gt;The Best Empowerment Health Program&lt;/i&gt; (Program Kesehatan Terbaik), masing-masing atas kegiatan &lt;i&gt;Smart Excellence&lt;/i&gt; dan "Layanan Kesehatan Cuma-Cuma", DD juga didapuk sebagai OPZ dengan Pengumpulan Dana Terbanyak (&lt;i&gt;The Biggest Zakat Collection 2010&lt;/i&gt;)   pada 2010 lalu, yaitu senilai Rp 219.291.678.960, menyisihkan dua&amp;nbsp;   nominator lain; Rumah Zakat Indonesia (Rp 134.214.802.875) dan Pos   Keadilan Peduli Ummat (Rp 78.345.085.840).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Award&lt;/i&gt; ini  diberikan pula kepada lembaga keuangan dengan kategori  The Best Bank in  Zakat Payment Services atau Bank dengan Layanan  Pembayaran Zakat  Terbaik, yang disematkan kepada Bank Permata Syariah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain  beberapa penghargaan di atas, IMZ Award 2011 juga memberikan  apresiasi  kepada dua sosok publik, yaitu Walikota Padang, Dr. H. Fauzi  Bahar  sebagai Tokoh Pengembangan Zakat Indonesia (&lt;i&gt;Indonesian Zakat Development Figure&lt;/i&gt;),   serta kepada mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR-RI (alm) Hj. Yoyoh   Yusroh. Khusus untuk almarhumah Yoyoh, penyelenggara menyematkan &lt;i&gt;A Lifetime Achivement&lt;/i&gt;, sebuah penghargaan atas dedikasinya kepada bangsa dan masyarakat semasa hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak  hanya nasional, lembaga zakat luar negeri juga dilirik oleh   penyelenggara IMZ Award 2011 ini. Zakat Fund Jordan (ZFJ) berhak   menyandang &lt;i&gt;The Best International Zakat Organization Program&lt;/i&gt;,   sebagai Lembaga Zakat Dunia dengan Program Terbaik. Pihak ZFJ   berhalangan hadir dalam acara tersebut, sehingga penyerahan plakat &lt;i&gt;award&lt;/i&gt;-nya ditunda beberapa waktu ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BMH sendiri menduduki peringkat dua perolehan suara OPZ Favorit Pilihan Masyarakat (&lt;i&gt;Top of Mind Zakat Organization&lt;/i&gt;) yang di-&lt;i&gt;polling&lt;/i&gt; melalui &lt;i&gt;short message services&lt;/i&gt;   (SMS). Di bawahnya secara berurutan Yayasan Yatim, PKPU, dan PPPA   (Program Pembibitan Penghafal Al-Quran). Untuk peringkat pertama diraih   Lagzis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski terpilih sebagai lembaga zakat dengan tingkat  pertumbuhan  penggalangan dana terbaik se-Tanah Air, tidak membuat  Direktur BMH,  Wahyu Rahman lantas berpuas diri. Raihan ini, baginya,  merupakan  momentum untuk menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harus ditingkatkan lagi,” ujarnya singkat dalam perjalanan pulang bersama &lt;i&gt;Hidayatullah.com&lt;/i&gt; usai menerima IMZ Award 2011.*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;form action="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify" method="post" onsubmit="window.open('http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi', 'popupwindow', 'scrollbars=yes,width=550,height=520');return true" style="border: 1px solid rgb(204, 204, 204); padding: 3px; text-align: center;" target="popupwindow"&gt;Jika Anda Menyukai Artikel Blog ini, Masukan Alamat Email Anda Pada Kolom di Bawah, Maka Anda Akan Mendapatkan Kiriman Email Setiap Kali Ada Posting Baru. Terima Kasih Atas Partisipasinya:&lt;br /&gt;
&lt;input name="email" style="width: 140px;" type="text" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;input name="uri" type="hidden" value="BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi" /&gt;&lt;input name="loc" type="hidden" value="en_US" /&gt;&lt;input type="submit" value="Subscribe" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blink&gt;JANGAN LUPA CEK EMAIL ANDA UNTUK VERIFIKASI BERLANGGANAN VIA EMAIL&lt;/blink&gt;&lt;a href="http://feedburner.google.com/" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/form&gt;&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi"&gt;&lt;img alt="" height="26" src="http://feeds.feedburner.com/%7Efc/BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi?bg=99CCFF&amp;amp;fg=444444&amp;amp;anim=0&amp;amp;label=listeners" style="border: 0pt none;" width="88" /&gt;&lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pembangunan Asrama Yayasan Al Mubarok</title><link>http://buletin-hidayatullah.blogspot.com/2011/06/pembangunan-asrama-yayasan-al-mubarok.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (Boediono)</author><pubDate>Tue, 28 Jun 2011 23:20:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6754895064260621164.post-2712475030806779802</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgX_0ZPLeSzRiLK8wJiS-JQ2NSAlGvBlE1b72eiTyckcdcnrvaQYECXXQteUl_Y-kUhO2IHvKmdt5GPt6rzWUHTWk9AvvgGL2e6I4by9CtDtVLSkJwpZ3j2JLTTM_tbE9gQmabr6iURqLyQ/s1600/IMG_4104.JPG" style="clear: left; float: left; margin-right: 1em; margin-bottom: 1em;"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgX_0ZPLeSzRiLK8wJiS-JQ2NSAlGvBlE1b72eiTyckcdcnrvaQYECXXQteUl_Y-kUhO2IHvKmdt5GPt6rzWUHTWk9AvvgGL2e6I4by9CtDtVLSkJwpZ3j2JLTTM_tbE9gQmabr6iURqLyQ/s200/IMG_4104.JPG" border="0" height="150" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pembangunan asrama perlahan namun pasti sekarang sudah mencapai 60% dari perencanaan pembangunan. Dari sejak awal perencanaan hingga sekarang pembangunan asrama terus bergulir tanpa hambatan yang berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah berkat Nusrotullah / pertolongan Allah, walaupun dari awal pembangunan panitia tidak mempunyai modal yang kuat selain tekad yang kuat untuk mendirikan asrama yang layak untuk para santri, dan keyakinan akan firman Allah Intansurrulloha yansurkum : “Barangsiapa membantu agama Allah pasti Allah akan membantu kalian” membuat semangat kami seakan tak pernah berkurang untuk memperjuangan kejayaan islam, dengan memberikan yang terbaik untuk anak-anak yayasan Al Mubarok, yang nantinya akan memegang tonggak kejayaan Islam dimasa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini pengerjaan pembangunan memasuki pengerjaan kuda-kuda, berkat bantuan dari para simpatisan donatur, Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar.&lt;br /&gt;“kami berharap dukungan dari semua pihak untuk keberhasilan pembangunan asrama ini, karena diharapkan nantinya anak-anak terlebih santri-santri baru nanti akan segera bisa menempati asrama yang nyaman nantinya di tahun ajaran baru.” Ujar mukarrom ketua panitia pembanguna asrama Yayasan Al Mubarok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgX_0ZPLeSzRiLK8wJiS-JQ2NSAlGvBlE1b72eiTyckcdcnrvaQYECXXQteUl_Y-kUhO2IHvKmdt5GPt6rzWUHTWk9AvvgGL2e6I4by9CtDtVLSkJwpZ3j2JLTTM_tbE9gQmabr6iURqLyQ/s1600/IMG_4104.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-right: 1em; margin-bottom: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;form onsubmit="window.open('http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi', 'popupwindow', 'scrollbars=yes,width=550,height=520');return true" style="border: 1px solid rgb(204, 204, 204); padding: 3px; text-align: center;" action="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify" method="post" target="popupwindow"&gt;&lt;p&gt;Jika Anda Menyukai Artikel Blog ini, Masukan Alamat Email Anda Pada Kolom di Bawah, Maka Anda Akan Mendapatkan Kiriman Email Setiap Kali Ada Posting Baru. Terima Kasih Atas Partisipasinya:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;input style="width: 140px;" name="email" type="text"&gt;&lt;/p&gt;&lt;input value="BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi" name="uri" type="hidden"&gt;&lt;input name="loc" value="en_US" type="hidden"&gt;&lt;input value="Subscribe" type="submit"&gt;&lt;p&gt;&lt;blink&gt;JANGAN LUPA CEK EMAIL ANDA UNTUK VERIFIKASI BERLANGGANAN VIA EMAIL&lt;/blink&gt;&lt;a href="http://feedburner.google.com/" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/form&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/%7Efc/BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi?bg=99CCFF&amp;amp;fg=444444&amp;amp;anim=0&amp;amp;label=listeners" style="border: 0pt none;" alt="" height="26" width="88" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgX_0ZPLeSzRiLK8wJiS-JQ2NSAlGvBlE1b72eiTyckcdcnrvaQYECXXQteUl_Y-kUhO2IHvKmdt5GPt6rzWUHTWk9AvvgGL2e6I4by9CtDtVLSkJwpZ3j2JLTTM_tbE9gQmabr6iURqLyQ/s72-c/IMG_4104.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Menjadi remaja Gaul</title><link>http://buletin-hidayatullah.blogspot.com/2011/06/menjadi-remaja-gaul.html</link><category>Jendela Remaja</category><author>noreply@blogger.com (Boediono)</author><pubDate>Tue, 28 Jun 2011 20:53:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6754895064260621164.post-3521746587020643830</guid><description>Masa remaja biasanya dipahami sebagi masa pergaulan. Dimasa remaja ini seorang remaja berusaha mencari teman sebanyak-banyaknya. Baik disaat mereka  bermain, belajar mereka gunakan sebagai ajang untuk mencari teman untuk bercanda dan memperbincangkan banyak hal, dari masalah pribadi hingga hal-hal yang bersifal hiburan.&lt;br /&gt;
Karena itu remaja yang sudah dicap sebagai remaja gaul akan sangat disenangi teman- temannya. Sebaliknya remaja yang menutup  diri akan sulit untuk mendapatkan teman. Mereka sering kali disebut remaja kuper (kurang pergaulan).dalam presepsi remaja saat ini, remaja gaul dipahami sebagai remaja yang dapat diajak gaul model apa aja. Dan selalu oke di ajak kemana saja. &lt;br /&gt;
Jika temannya merokok diapun harus merokok pula. Jika temannya mengenakan pakaian yang mempertontonkan aurat ia pun harus mengikutinya. Jika temannya menggunakan narkoba dan minum minuman keras, berhubungan badan dengan lawan jenis  diluar nikah dan banyak lagi semua itu akan mereka lakukan hanya demi tuntutan setatus gaul yang disandang.&lt;br /&gt;
Kata gaul yang dipahami sebagai sikap kebersamaan, kesetiaan  kesamaan sikap dan tingkah laku, sehingga mereka yang tidak mau mengikuti tren dikalangan teman- temannya dikatakan mereka  sok suci dan kuper sehingga  harus dijauhi. Tetapi benarkah ini?tentu saja ini merupakan presepsi yang keliru.&lt;br /&gt;
Tentu saja kita harus mendefinisikan remaja gaul dengan ukuran norma agama, dan kita harus komitmen dengan pendefinisian itu. Kalau menurut kita sudah cukup gaul sesuai dengan presepsi agama, maka biarkan saja orang mau berkata apa. Karena itu yang terpenting karena seorang remaja mengetahui norma-norma agama yang mengatur pergaulan antar manusia. Diantaranya :&lt;br /&gt;
1. Lebih baik diam dari pada berkata yang tidak baik&lt;br /&gt;
Rasulullah SAW bersabda : barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah berkata yang baik baik saja, (atau kalu tidak bisa) sebaiknya diam saja. (H.R Muslim).&lt;br /&gt;
Lebih baik diam dari pada bekata yang tidak perlu, apalagi perkataan yang mengandung maksiat. Seorang remaja muslim tidak perlu dikatakan kurang pergaulan akibat sikapnya yang bnyak diam. Asal jangan jadi remja yang sok alim. Sok pendiam, tapi diam-diam kelakuannya lebih parang dari teman-temnnya.&lt;br /&gt;
2. Lebih takut kepada Allah dari pada kepada yang lain-Nya&lt;br /&gt;
Seorang remaja harus berani berkata “tidak” kepada ajakan negative dari kawan-kawanya. Jangan takut dikatakan “kuper” atau sok alim untuk menolak ajakan-ajakan negative dari mereka. Karena dalam islam tidak boleh ada ketaatan kepada orang lain, biarpun orang tua, apalagi kawan, jika itu mnyangkut kemaksiatan kepada Allah, kita wajib untuk menolaknya.&lt;br /&gt;
Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;
Tidak ada ketaatan dalam kemaksiatan kepada Allah, sesungguhnya ketaatan hanya dalam kebaikan. (H.R. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;
3. Mengutamakan kepentingan akhirat daripada kepentingan dunia &lt;br /&gt;
Seorang remaja adalah seorang yang sudah mukhallaf, artinya harus menjalankan semua syariat yang  telah diwajibkan  padanya . jika seorang remaja  melakukan perbuatan yang melanggar ketentuan Allah, dia akan mendapat dosa dank an disiksa diakhirat nanti. Maka dari itu semua remaja yang saleh tidak akan  mengutamakan kepentingan dunia yang sifatnya fana dan sementara, Tetapi dia kan selalu berbuat yang terbaik untuk tujuan akhiratnya. Allah SWT berfirman, dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan.” (QS. Adhuha:4).&lt;br /&gt;
Biarlah kita ini di cela bahkan direndahkan karena kurang gaul menurut mereka tetapi yang terpenting adalah masa depan kita di akhirat.&lt;br /&gt;
4. Rela bersusah-susah terlebih dahulu&lt;br /&gt;
Tidak ada keberhasilan yang diraih tanpa perjuangan yang keras dan gigih. Semua orang sukses pasti pernah melalui perjuangan panjang yang melelahkan hingga mencapai kesuksesan seperti sekarang ini. Seperti kata pepatah “Berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian. Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.”&lt;br /&gt;
Seorang remaja yang menahan dirinya untuk tidak banyak bermain, memanfaatkan waktunya untuk banyak belajar dan mengikuti kursus- kursus mungkin akan merasa tertekan atau kurang hiburan. Apalagi dijaman sekarang yang penuh dengan hiburan-hiburang yang sangat memanjakan remaja, sepertihalnya acara televisi, radio, internet, konser-konser music  yang kebanyakan dari acara-acara itu memberikan efek negative yang luar biasa pada anak usia remaja.akan tetapi bagi remaja yang mampu menahan diri kan memperoleh hasil akhir yang lebih baik, disbanding mereka yang selalu bersenang-senang. &lt;br /&gt;
5.  Tidak melakukan perbuatan yang sia-sia&lt;br /&gt;
Seorang remaja harus memiliki pertimbangan yang matang sebelum melakukan segala perbuatan yang ingin dilakukannya. Baik kegiatan yang berkaitan dengan sekolah dalam hal pendidikannya ataupun kegiatan yang menyangkut pergaulannya. Lakukan kegiatan-kegiatan yang memberikan manfaat untuk masa depanmu dan tinggalkanlah kegiatan yang nantinya merugikan diri sendiri. Ingatlah Allah SWT berfirman : &lt;br /&gt;
Demi masa sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang –orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya menaati menaati kebenaran dan menetapi kebenaran. (QS. Al-Ashr:1-3)&lt;br /&gt;
Yang dilakukan oleh remaja adalah kegiatan yang positif (amal saleh) , bukan kegiatan yang sia-sia. Seorang remaja yang mampu menjalankan perinsip-perinsip ini dalam pergaulannya, tidak akan disebut sebagai remaja sok alim taupun kuper. Justru dia patut menjadi teladan untuk teman-temannya.&lt;br /&gt;
Inilah sosok remaja muslim sejati yang mampu menempatkan dirinya di tengah pergaulan modern yang hanya mengedepankan pergaulan. Ia mampu bersikap dan bertindak tanpa melukai perasaan kawannya. Tetapi justru menimbulkan simpati dan pujian. Wallahua’lam bishawab.  &lt;br /&gt;
&lt;form style="border:1px solid #ccc;padding:3px;text-align:center;" action="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify" method="post" target="popupwindow" onsubmit="window.open('http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi', 'popupwindow', 'scrollbars=yes,width=550,height=520');return true"&gt;&lt;p&gt;Jika Anda Menyukai Artikel Blog ini, Masukan Alamat Email Anda Pada Kolom di Bawah, Maka Anda Akan Mendapatkan Kiriman Email Setiap Kali Ada Posting Baru. Terima Kasih Atas Partisipasinya:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;input type="text" style="width:140px" name="email"/&gt;&lt;/p&gt;&lt;input type="hidden" value="BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi" name="uri"/&gt;&lt;input type="hidden" name="loc" value="en_US"/&gt;&lt;input type="submit" value="Subscribe" /&gt;&lt;p&gt;&lt;blink&gt;JANGAN LUPA CEK EMAIL ANDA UNTUK VERIFIKASI BERLANGGANAN VIA EMAIL&lt;/blink&gt;&lt;a href="http://feedburner.google.com" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/form&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~fc/BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi?bg=99CCFF&amp;amp;fg=444444&amp;amp;anim=0&amp;amp;label=listeners" height="26" width="88" style="border:0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Nenek Pemungut Daun</title><link>http://buletin-hidayatullah.blogspot.com/2011/03/nenek-pemungut-daun.html</link><category>Oase</category><author>noreply@blogger.com (Boediono)</author><pubDate>Tue, 29 Mar 2011 20:05:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6754895064260621164.post-638404867036090828</guid><description>Dahulu kala sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, mbah Darsiem begitu nenek tersebut bi asa disapa. Dia selalu bergegas menutup lapak jualannya ketika adzan berkumandang, dan bergegas  ke masjid Agung. Satu-satunya masjid terdekat dari pasar tempatnya berjualan. &lt;br /&gt;
Setelah solat dzuhurnya selesai dan dilanjutkan membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Mbah Darsiem mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringat mulai  membasahi seluruh tubuhnya. &lt;br /&gt;
Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya. Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang. &lt;br /&gt;
Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah disapukan sebelum kedatangannya. Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya. "Jika kalian kasihan kepadaku," kata nenek itu, "Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya."&lt;br /&gt;
Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa. &lt;br /&gt;
Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa  ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu. Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat: pertama, hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya; kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sekarang ia sudah meninggal dunia, dan semua orang pun diberitahu rahasia dibalik kemauan keras. mabah Darsiem begitu ikhlas memungut daun demi daun dipelataran masjid setiap selesai solat dzuhur. Dan inilah kata-kata menjadi rahasia antara mbah darsiem dan kiai yang dipercayanya. &lt;br /&gt;
"Saya ini perempuan bodoh, pak Kiai," tuturnya. "Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan salawat kepadanya."&lt;br /&gt;
Oleh : Agung Budiono&lt;br /&gt;
Santri PPAS Al Mubarok Bojonegoro&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;form style="border:1px solid #ccc;padding:3px;text-align:center;" action="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify" method="post" target="popupwindow" onsubmit="window.open('http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi', 'popupwindow', 'scrollbars=yes,width=550,height=520');return true"&gt;&lt;p&gt;Jika Anda Menyukai Artikel Blog ini, Masukan Alamat Email Anda Pada Kolom di Bawah, Maka Anda Akan Mendapatkan Kiriman Email Setiap Kali Ada Posting Baru. Terima Kasih Atas Partisipasinya:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;input type="text" style="width:140px" name="email"/&gt;&lt;/p&gt;&lt;input type="hidden" value="BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi" name="uri"/&gt;&lt;input type="hidden" name="loc" value="en_US"/&gt;&lt;input type="submit" value="Subscribe" /&gt;&lt;p&gt;&lt;blink&gt;JANGAN LUPA CEK EMAIL ANDA UNTUK VERIFIKASI BERLANGGANAN VIA EMAIL&lt;/blink&gt;&lt;a href="http://feedburner.google.com" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/form&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~fc/BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi?bg=99CCFF&amp;amp;fg=444444&amp;amp;anim=0&amp;amp;label=listeners" height="26" width="88" style="border:0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Buktikan Iman Dengan Amal</title><link>http://buletin-hidayatullah.blogspot.com/2011/02/buktikan-iman-dengan-amal.html</link><category>Fadhillah</category><category>Hikmah</category><category>Kajian Utama</category><author>noreply@blogger.com (Boediono)</author><pubDate>Wed, 23 Feb 2011 23:01:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6754895064260621164.post-652398365316419167</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiMuYkwPNWWDvvgMI5eyzun4mWx7JWOMllLjoj80mjAoNBDpP5mGOH2eqBgf9Mn6IwGMSH_0b0mwkgg6KL2QH-MnxmEWLJ1FemKafsCl5XZaVZC5mD9N9ATPoc3lEy9nM6XIn8xl51c6sh/s1600/membajak-sawah_11.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-right: 1em; margin-bottom: 1em;"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiMuYkwPNWWDvvgMI5eyzun4mWx7JWOMllLjoj80mjAoNBDpP5mGOH2eqBgf9Mn6IwGMSH_0b0mwkgg6KL2QH-MnxmEWLJ1FemKafsCl5XZaVZC5mD9N9ATPoc3lEy9nM6XIn8xl51c6sh/s200/membajak-sawah_11.jpg" border="0" height="135" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Allah menciptakan manusia dengan dua tujuan hidup. Tujuan pertama adalah menjadi abdullah ( hamba Allah ) artinya mengabdi kepada Allah SWT. sebagaimana firman-Nya :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.&lt;/span&gt; ( QS. Adz Dzaariyat : 56 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengabdi kepada Allah SWT adalah mengarahkan segala potensi baik jasmani maupun ruhani yang diberikan oleh Allah untuk beribadah kepada-Nya. Menjaga dengan baik hubungan vertikal kepada Allah SWT. Sehingga memiliki keimanan yang benar kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan kedua yaitu menjadi khalifah Allah di bumi. Sebagaimana firman-Nya:&lt;br /&gt;Dan ingatlah, ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya Aku akan menciptakan di muka bumi seorang khalifah. &lt;/span&gt;( QS. Al Baqarah : 30 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi khalifah adalah mengarahkan segala potensi yang diberikan oleh Allah untuk memakmurkan alam ini. Menjaga hubungan horisontal dengan baik kepada seluruh penghuni alam ini. Sehingga keberadaannya mampu mendamaikan dan mensejahterakan alam ini. Mampu menjadi wakil Allah di muka bumi.Mampu berakhlak dengan akhlak-akhlak Allah, berkehendak, bertindak sebagaimana yang Allah kehendaki dan memberi keputusan dengan keputusan Allah serta berjalan di jalan Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Definisi Iman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Iman di dalam al-Qur'an disebut lebih dari 840 kali. Iman secara etimologis berasal dari kata aamana - yu'minu berarti tasdiq yaitu membenarkan, mempercayai. Dan menurut istilah Iman ialah “Membenarkan dengan hati diucapkan dengan lisan dan dibuktikan dengan amal perbuatan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad bin Hanbal mendefinisikannya dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Qaulun wa amalun wa niyyatun wa tamassukun bis Sunnah”. &lt;/span&gt;Yakni Ucapan yang diiringi dengan ketulusan niat dan dilandasi dengan berpegang teguh kepada Sunnah .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahl bin Abdullah At-Tustari ketika ditanya tentang apakah sebenarnya iman itu beliau menjawab demikian &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Qaulun wa amalun wa niyyatun wa sunnatun”.  &lt;/span&gt;Artinya Ucapan yang disertai dengan perbuatan diiringi dengan ketulusan niat dan dilandasi dengan Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Iman Tidak Sekedar di Lisan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman tidak sekedar diucapkan. Akan tetapi harus disempurnakan dengan keyakinan dan amal perbuatan. Iman yang sekedar diucapkan tidak akan diterima oleh Allah SWT. Bahkan ada sebagian diantara manusia mengaku-ngaku sebagai orang beriman padahal sesungguhnya mereka bukan golongan orang yang beriman. Firman Allah : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan diantara manusia ada yang berkata, “ Kami beriman kepada Allah dan hari akhir,” padahal sesungguhnya mereka bukanlah orang-orang yang beriman.&lt;/span&gt; ( QS. Al-Baqarah : 8 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model manusia seperti ini sangat banyak bahkan mayoritas. Mereka dengan gampang dan tidak malu menyatakan sebagai orang beriman akan tetapi enggan dan malas untuk membuktikan keimanannya kepada Allah. Mereka tidak memiliki komitmen yang jelas terhadap Allah. Pekerjaan hariannya adalah berdusta. Karena di dalam hatinya bersarang penyakit yang kronis dan menyebabkan mereka mendapatkan azab Allah SWT.  Sebagaimana firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakit itu, dan mereka mendapat azab yang pedih karena mereka berdusta.&lt;/span&gt; ( QS. Al-Baqarah : 10 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Iman Harus dengan Amal Saleh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti iman adalah amal saleh. Beramal saleh juga harus di dasarkan pada iman yang benar. Sebab iman itu apabila hanya ucapan tanpa disertai perbuatan adalah kufur . Apabila hanya ucapan dan perbuatan tanpa diiringi ketulusan niat adalah nifaq. Sedang apabila hanya ucapan perbuatan dan ketulusan niat tanpa dilandasi dengan sunnah adalah bid'ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian iman itu bukan sekedar pengertian dan keyakinan dalam hati. Bukan sekedar ikrar dengan lisan dan bukan sekedar amal perbuatan saja tapi hati dan jiwa kosong. Imam Hasan Basri mengatakan “ Iman itu bukanlah sekedar angan-angan dan bukan pula sekedar basa-basi dengan ucapan akan tetapi sesuatu keyakinan yg terpatri dalam hati dan dibuktikan dengan amal perbuatan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya kita tidak sembarangan mengaku sebagai orang yang beriman sementara bukti amal saleh tidak ada. Iman kita harus dibuktikan. Sekecil apapun amal kita harus di landaskan pada iman yang benar. Amal  yang didasarkan pada iman akan mendapatkan balasan terbaik di sisi Allah SWT. Sebagaimana firman Allah SWT : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dan barangsiapa yg menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dgn sungguh-sungguh sedang ia adalah mu'min maka mereka itu adalah orang-orang yg usahanya dibalasi dgn baik.”&lt;/span&gt; (QS. Al  Isra' : 19 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang beramal saleh baik laki-laki maupun wanita yang didasarkan pada iman yang benar juga akan dimasukkan surga dan mereka tidak akan teraniaya sedikitpun di hadapan Allah SWT. sebagaimana firman-Nya :&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Barangsiapa yg mengerjakan amal-amal shaleh baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yg beriman maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.” &lt;/span&gt;( QS. An  Nisa': 124 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah juga menjanjikan kepada orang-orang yang beramal saleh yang didasarkan pada iman yang benar akan mendapatkan kehidupan yang baik. Firman Allah SWT :&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Barangsiapa yg mengerjakan amal shaleh baik laki-laki-laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yg baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dgn pahala yg lbh baik dari apa yg telah mereka kerjakan.” &lt;/span&gt;(QS. An-Nahl: 97 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Khatimah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang beriman adalah orang sangat produktif dalam beramal saleh. Memiliki motivasi yang kuat untuk mewujudkan karya amal saleh.Dalam beramal saleh. Memiliki motivasi yang kuat untuk mewujudkan karya amal saleh. Senantiasa menjadikan segala aktivitas sebagai bukti keimanannya kepada Allah. menjadi guru karena Allah. Menjadi pengasuh karena Allah. Menjadi pebisnis karena Allah. Menjadi amil karena Allah. Menjadi pengurus organisasi karena Allah. Menjadi apapun diri ini hanya karena Allah. Dan tidaklah membiarkan sedikitpun aktivitasnya kecuali hanya diniatkan karena Allah.  sehingga terpancar sikap optimisme. Sikap penuh keyakinan kepada Allah. Sikap kepasrahan ( tawakal ) terhadap hasil akhir yang akan dicapai. Inilah wujud dari sebuah peradaban islam. Mengarahkan segala aktivitas hanya karena Allah SWT. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wallahu'alam bishshawab &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Abdullah Ridho&lt;br /&gt;Ketua PD Hidayatullah Bojonegoro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiMuYkwPNWWDvvgMI5eyzun4mWx7JWOMllLjoj80mjAoNBDpP5mGOH2eqBgf9Mn6IwGMSH_0b0mwkgg6KL2QH-MnxmEWLJ1FemKafsCl5XZaVZC5mD9N9ATPoc3lEy9nM6XIn8xl51c6sh/s1600/membajak-sawah_11.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-right: 1em; margin-bottom: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;form style="border: 1px solid rgb(204, 204, 204); padding: 3px; text-align: center;" action="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify" method="post" target="popupwindow" onsubmit="window.open('http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi', 'popupwindow', 'scrollbars=yes,width=550,height=520');return true"&gt;&lt;p&gt;Jika Anda Menyukai Artikel Blog ini, Masukan Alamat Email Anda Pada Kolom di Bawah, Maka Anda Akan Mendapatkan Kiriman Email Setiap Kali Ada Posting Baru. Terima Kasih Atas Partisipasinya:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;input style="width: 140px;" name="email" type="text"&gt;&lt;/p&gt;&lt;input value="BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi" name="uri" type="hidden"&gt;&lt;input name="loc" value="en_US" type="hidden"&gt;&lt;input value="Subscribe" type="submit"&gt;&lt;p&gt;&lt;blink&gt;JANGAN LUPA CEK EMAIL ANDA UNTUK VERIFIKASI BERLANGGANAN VIA EMAIL&lt;/blink&gt;&lt;a href="http://feedburner.google.com/" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/form&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/%7Efc/BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi?bg=99CCFF&amp;amp;fg=444444&amp;amp;anim=0&amp;amp;label=listeners" style="border: 0pt none;" alt="" height="26" width="88" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiMuYkwPNWWDvvgMI5eyzun4mWx7JWOMllLjoj80mjAoNBDpP5mGOH2eqBgf9Mn6IwGMSH_0b0mwkgg6KL2QH-MnxmEWLJ1FemKafsCl5XZaVZC5mD9N9ATPoc3lEy9nM6XIn8xl51c6sh/s72-c/membajak-sawah_11.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mengapa Harus Ekonomi Syari'ah</title><link>http://buletin-hidayatullah.blogspot.com/2011/02/mengapa-harus-ekonomi-syariah.html</link><category>Fadhillah</category><category>Hikmah</category><author>noreply@blogger.com (Boediono)</author><pubDate>Tue, 22 Feb 2011 15:32:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6754895064260621164.post-7346983444662505126</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://silviwahyuni.files.wordpress.com/2010/11/ekonomi-syariah.gif"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 400px; height: 341px;" src="http://silviwahyuni.files.wordpress.com/2010/11/ekonomi-syariah.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ditengah himpitan popularitas dan hegemoni ekonomi konvensional pada saat ini, ekonomi islam mencoba bangkit untuk membawa manusia pada kemakmuran, ketentraman dan kenyamanan hidup tanpa adanya unsur-unsur yang merugikan orang lain. Karena memang prinsip ekonomi islam yang bebas dari unsure MAGRIB ( Maisir, Ghoror, Riba).&lt;br /&gt;Ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai ilahi, yang bersumber dari ketentuan-ketentuan tuhan yang memang patut dijalankan oleh manusia sebagai ciptaanya yang harus mengingat dan menyembahnya. Oleh karena itu ekonomi syariah menjadi system ekonomi yang adil dan manusiawi, sebab tuhan sebagai pencipta tahu apa yang terbaik bagi ciptaanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan ekonomi konvensional yang cenderung menonjolkan kesuksesan individu yang biasanya mengabaikan hak orang lain untuk mencapai kesuksesan.&lt;br /&gt;Ekonomi Syariah dan Sistem Ekonomi Syariah merupakan perwujudan dari paradigma Islam. Pengembangan ekonomi Syariah dan Sistem Ekonomi Syariah bukan untuk menyaingi sistem ekonomi yang lain, akan tetapi lebih ditujukan untuk mencari suatu sistem ekonomi yang mempunyai kelebihan-kelebihan dan  menutupi kekurangan-kekurangan dari sistem ekonomi yang telah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam diturunkan ke muka bumi ini dimaksudkan untuk mengatur hidup manusia guna mewujudkan ketentraman hidup dan kebahagiaan umat di dunia dan di akhirat sebagai nilai ekonomi tertinggi. Umat di sini tidak semata-mata umat Muslim tetapi, seluruh umat yang ada di muka bumi. Ketentraman hidup tidak hanya sekedar dapat memenuhi kebutuhan hidup secara melimpah ruah di dunia, tetapi juga dapat memenuhi ketentraman jiwa sebagai bekal di akhirat nanti. Jadi harus ada keseimbangan dalam pemenuhan kebutuhan hidup di dunia dengan kebutuhan untuk akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Islam, kegiatan ekonomi harus sesuai dengan hukum syara’. Artinya, ada yang boleh dilakukan dan ada yang tidak boleh dilakukan atau dengan kata lain harus ada etika. Kegiatan ekonomi dan kegiatan-kegiatan lainnya yang bertujuan untuk kehidupan di dunia maupun di akhirat adalah merupakan ibadah kepada Allah. Semua kegiatan dan apapun yang dilakukan di muka bumi, kesemuannya merupakan perwujudan ibadah kepada Allah. Dalam Islam, tidak dibenarkan manusia bersifat sekuler yaitu, memisahkan kegiatan ibadah dan kegiatan duniawi.&lt;br /&gt;Jadi, harta pada hakikatnya adalah milik Allah, dan harta yang dimiliki oleh manusia sesungguhnya merupakan pemberian Allah, oleh karenanya harus dimanfaatkan sesuai dengan perintah Allah. Menurut Islam, orientasi kehidupan manusia menyangkut hakikat manusia, makna hidup, hak milik, tujuan penggunaan sumberdaya, hubungan antara manusia dan lingkungan, harus didasarkan pada Al-quran dan Hadist.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Reza Efasa&lt;br /&gt;Ketua BMT AS-Sakinah Bojonegoro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;form style="border: 1px solid rgb(204, 204, 204); padding: 3px; text-align: center;" action="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify" method="post" target="popupwindow" onsubmit="window.open('http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi', 'popupwindow', 'scrollbars=yes,width=550,height=520');return true"&gt;&lt;p&gt;Jika Anda Menyukai Artikel Blog ini, Masukan Alamat Email Anda Pada Kolom di Bawah, Maka Anda Akan Mendapatkan Kiriman Email Setiap Kali Ada Posting Baru. Terima Kasih Atas Partisipasinya:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;input style="width: 140px;" name="email" type="text"&gt;&lt;/p&gt;&lt;input value="BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi" name="uri" type="hidden"&gt;&lt;input name="loc" value="en_US" type="hidden"&gt;&lt;input value="Subscribe" type="submit"&gt;&lt;p&gt;&lt;blink&gt;JANGAN LUPA CEK EMAIL ANDA UNTUK VERIFIKASI BERLANGGANAN VIA EMAIL&lt;/blink&gt;&lt;a href="http://feedburner.google.com/" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/form&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/%7Efc/BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi?bg=99CCFF&amp;amp;fg=444444&amp;amp;anim=0&amp;amp;label=listeners" style="border: 0pt none;" alt="" height="26" width="88" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Gusti Allah Ora Sare</title><link>http://buletin-hidayatullah.blogspot.com/2011/02/gusti-allah-ora-sare-ketika-itu-waktu.html</link><category>Sahabat</category><author>noreply@blogger.com (Boediono)</author><pubDate>Wed, 2 Feb 2011 15:39:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6754895064260621164.post-6058600217053188895</guid><description>Ketika itu waktu sudah pukul 11 dia baru saja keluar dari kantor, kerjaan yang begitu menumpuk membuatnya harus bekerja hingga larut malam. Hatinya terus menggerutu penuh kejengkelan akan beratnya hidup. Beberapa langkah dia berjalan warna langit tampak hitam kemerahan, rintik hujan mulai turun dan semakin deras. “apes – apes sial banget aku malem ini”dia menggerutu. Dia merasa  lengkap sudah penderitaannya, badan yang lelah ditambah “acara” kehujanan segala. Setengah berlari karno mencari tempat untuk berteduh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untunglah penjual nasi goreng mangkal dipojok jalan, dengan tenda biru, tirai yang kumuh  dan lampu yang temaram, lumayan, pikirnya. Dijumpai bapak penjual yang sendiriaan, begitu melihat karno bapak itu mempersilahkan duduk. “Disini saja mas dari pada kehujanan”, begitu katanya. Benar saja hujan mulai lebat,  karno duduk di kursi dampar yang panjang khas pedagang kaki lima, merasa tidak enak, dengan kebaikan bapak itu, dia memesan nasi goreng sekedar mengisi perutnya yang ngilu kelaparan. “bikini saya nasi goreng pak dimakandisini saja” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang bapak tersenyum lalu penyalakan tungku apinya. Dia tampak sibuk dengan penggorengan dan botol botol bumbu yang telah siap untuk diracik, tampaklah pertunjukan yang bapak paruh baya itu begitu cekatan, sebuah pengalaman yang tak mungkindidapat dlam waktu singkat. Tangannnya begitu cekatan sekali raih  botol kecap dan bumbu dituang, segera saja nasi goreng, dengan kerupuk udang dan asapnya yang mengepul gurih terhidang. Keadaan yang semula canggung mulai mencair, sembari menikmati sepiring nasi goreng dihadapannya, Karno pun bosa –basi bertanya. “ sekarang sering hujan ya pak deras lagi, orang – orang makin jarang keluar ya pak ?” sambil menoleh sambil terbatuk kecil bapak itu berkata, “Iya dik, jadi sepi dagangan saya..”. katanya sambil mengelap piring piring di rak geobakny yang kusam. “Kalau hujan begini, jadi jarang yang beli ya pak?” kata Karno “Wah, rezekinya jadi berkuarnag dong pak ?”.&lt;br /&gt;Karno tersentak, dia menyadari tidak seharusnya dia bertanya seperti itu, tentu saja, tak banyak yang membeli saat hujan seperti ini. Tentu pertanyaan tadi hanya akan membuat hati bapak itu sedih. Namun agaknya Karno keliru, “Gusti Allah ora sare dik, (Allah itu tidak pernah tidur), begitu kata sang bapak menjawab. “Rezeki saya ada dimana – mana, saya malah senang kalau hujan deras begini, istri dan anak sulung saya di kampong psti dapat mengairi buat sawahku disana. Yahh, walupun nngak lebar tapi lumayan lah tanahnya.” Bapak itu melanjutkan, “ anak saya yang disini pasti bisa ngojek paying kalau besuk masih hujan..”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Degh karno tersentak, omongan bapak itu seakan petir disiang bolong, Bapak itu benar “Gusti Allah ora sare”. (allah itu gak pernah tidur) Allah memang maha kuasa, yang tidak pernah istirahat buat hamba-hamba-Nya. Karno tersadar selama ini dia telah keliru memaknai hidup. Filsafat hidup yang dia pegang selama ini seperti tak ada artinya didepan perkataan sederhana seorang penjual nasi goreng di pinngiran jalanitu.  Maknanya terlampau dalam, membuatKarno banyak berpikir dan menyadari kekerdilan saya di hadapan Tuhan.&lt;br /&gt;Selama ini Karno selalu berpikiran, bahwa hujan adalah bencana, adalah petaka bagi banyak hal. Krno juga  selalu berpendapat, bahwa rezeki itu selalu berupa materi, dan hal nyata yang bisa digenggam dan dirasakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krno menyadari selama ini dia memang keliru. Hujan, memang bisa menjadi bencana, namun rintiknya bisa menjadi anugerah bagi setiap petani. Derasnya juga adalah berkah bagi sawah-sawah yang perlu diairi. Derai hujan mungkin bisa menjadi petaka, namun derai itu pula yang menjadi harapan bagi sebagian orang yang mengojek payung, atau mendorong mobil yang mogok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm…karno makin bergegas untuk menyelesaikan nasi goreng itu. Beribu pikiran tampak seperti lintasan-lintasan cahaya yang bergerak dibenak karno. "Ya Allah, engkau memang maha yang tak Pernah beristirahat" Untunglah,hujan telah reda, dan karnopun  telah selesai makan. Dalam perjalanan pulang, hanya kata itu yang teringat, Gusti Allah Ora Sare ….. Gusti Allah Ora Sare…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah dia merasa banyak jalan yang dilakukan Allah untuk mengingatkan hamban-Nya. Semenjak saat ituKarno lebih berhati-hati, keyakinan dalam hatinya akan pengawasan Allah membuat dia mawas diri dalam  bertindak.dan itu juga yang ditanamkan dalam hati istri dan buah hatinya bahwa Gusti Allah ora sare.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkJB35_8gUMKot6IvsOjfFJsALX1zNUoAKxmBRMydzNy4gP-80U6XhPVBJ1XLKTNtipqCGjiKYPwHE28Xzb2xcVgkI7Vw2TZrZz2Ea5dmYJnFIt1R0hS1I_GxC33ngxDwbBFEAVTq8aAT1/s1600/agungQ.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-right: 1em; margin-bottom: 1em;"&gt;&lt;img style="width: 36px; height: 46px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkJB35_8gUMKot6IvsOjfFJsALX1zNUoAKxmBRMydzNy4gP-80U6XhPVBJ1XLKTNtipqCGjiKYPwHE28Xzb2xcVgkI7Vw2TZrZz2Ea5dmYJnFIt1R0hS1I_GxC33ngxDwbBFEAVTq8aAT1/s200/agungQ.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Oleh : Agung Budiono&lt;br /&gt;Santri PPAS AL Mubarok Bojonegoro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkJB35_8gUMKot6IvsOjfFJsALX1zNUoAKxmBRMydzNy4gP-80U6XhPVBJ1XLKTNtipqCGjiKYPwHE28Xzb2xcVgkI7Vw2TZrZz2Ea5dmYJnFIt1R0hS1I_GxC33ngxDwbBFEAVTq8aAT1/s1600/agungQ.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-right: 1em; margin-bottom: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;form style="border: 1px solid rgb(204, 204, 204); padding: 3px; text-align: center;" action="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify" method="post" target="popupwindow" onsubmit="window.open('http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi', 'popupwindow', 'scrollbars=yes,width=550,height=520');return true"&gt;&lt;p&gt;Jika Anda Menyukai Artikel Blog ini, Masukan Alamat Email Anda Pada Kolom di Bawah, Maka Anda Akan Mendapatkan Kiriman Email Setiap Kali Ada Posting Baru. Terima Kasih Atas Partisipasinya:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;input style="width: 140px;" name="email" type="text"&gt;&lt;/p&gt;&lt;input value="BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi" name="uri" type="hidden"&gt;&lt;input name="loc" value="en_US" type="hidden"&gt;&lt;input value="Subscribe" type="submit"&gt;&lt;p&gt;&lt;blink&gt;JANGAN LUPA CEK EMAIL ANDA UNTUK VERIFIKASI BERLANGGANAN VIA EMAIL&lt;/blink&gt;&lt;a href="http://feedburner.google.com/" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/form&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/%7Efc/BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi?bg=99CCFF&amp;amp;fg=444444&amp;amp;anim=0&amp;amp;label=listeners" style="border: 0pt none;" alt="" height="26" width="88" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkJB35_8gUMKot6IvsOjfFJsALX1zNUoAKxmBRMydzNy4gP-80U6XhPVBJ1XLKTNtipqCGjiKYPwHE28Xzb2xcVgkI7Vw2TZrZz2Ea5dmYJnFIt1R0hS1I_GxC33ngxDwbBFEAVTq8aAT1/s72-c/agungQ.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>BMH Bojonegoro Adakan Seminar Nasional</title><link>http://buletin-hidayatullah.blogspot.com/2011/01/bmh-bojonegoro-adakan-seminar-nasional.html</link><category>BMH Bojonegoro</category><author>noreply@blogger.com (Boediono)</author><pubDate>Thu, 27 Jan 2011 05:53:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6754895064260621164.post-1098816530659355756</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgH4z5ANQ2FbYAHrO-HssbOTbkRCfD3lEBLnlzh55NiKuH7CR1DfqSH6AIyczkgbL3XCGl-GiyJB3lWziJlzJOiMOwwoWDoeJt-W00t9cnJtpSMrJMT8xb6zsCWI_pjIJBn_0W1o0xsSaso/s1600/BMH.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-right: 1em; margin-bottom: 1em;"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgH4z5ANQ2FbYAHrO-HssbOTbkRCfD3lEBLnlzh55NiKuH7CR1DfqSH6AIyczkgbL3XCGl-GiyJB3lWziJlzJOiMOwwoWDoeJt-W00t9cnJtpSMrJMT8xb6zsCWI_pjIJBn_0W1o0xsSaso/s200/BMH.jpg" border="0" height="150" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;BMH Bojonegoro selalu peduli dengan kemajuan dunia pendidikan, hal ini terbukti dari keikut sertaan Lembaga Amil Zakat Nasional ini terus mengikuti, dan berpartisipasi dalam ifent – ifent  yang bertujuan meningkatkan kemajuan dunia pendidikan di Bojonegoro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Contoh yang dilakukan adalah keikut sertaan BMH dalam Acara Seminar Nasional “ KEHEBATAN MENULIS DENGAN OTAK KANAN”, Dalam acara seminar yang di selenggarakan di gedung aula IKIP PGRI Bojonegoro, yang diikuti peserta 230 orang dari kalangan Mahasiswa Guru dan umum ini  BMH Bojonegoro menjadi Sponsorship  acara. “dihahapkan dengan keikutsertaan BMH dalam program Peningkatan kualitas pendidikan seperti ini, dapat menunjukkkan kepada msyarakat Bojonegoro Bahwa BMH peduli sekali dengan kemajuan pendidikan di bojonrgoro”. Ujar Bpak yusuf Brand Manager BMH Bojonegoro. (Bud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;form style="border: 1px solid rgb(204, 204, 204); padding: 3px; text-align: center;" action="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify" method="post" target="popupwindow" onsubmit="window.open('http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi', 'popupwindow', 'scrollbars=yes,width=550,height=520');return true"&gt;&lt;p&gt;Jika Anda Menyukai Artikel Blog ini, Masukan Alamat Email Anda Pada Kolom di Bawah, Maka Anda Akan Mendapatkan Kiriman Email Setiap Kali Ada Posting Baru. Terima Kasih Atas Partisipasinya:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;input style="width: 140px;" name="email" type="text"&gt;&lt;/p&gt;&lt;input value="BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi" name="uri" type="hidden"&gt;&lt;input name="loc" value="en_US" type="hidden"&gt;&lt;input value="Subscribe" type="submit"&gt;&lt;p&gt;&lt;blink&gt;JANGAN LUPA CEK EMAIL ANDA UNTUK VERIFIKASI BERLANGGANAN VIA EMAIL&lt;/blink&gt;&lt;a href="http://feedburner.google.com/" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/form&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~fc/BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi?bg=99CCFF&amp;amp;fg=444444&amp;amp;anim=0&amp;amp;label=listeners" height="26" width="88" style="border:0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgH4z5ANQ2FbYAHrO-HssbOTbkRCfD3lEBLnlzh55NiKuH7CR1DfqSH6AIyczkgbL3XCGl-GiyJB3lWziJlzJOiMOwwoWDoeJt-W00t9cnJtpSMrJMT8xb6zsCWI_pjIJBn_0W1o0xsSaso/s72-c/BMH.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Home Stay SDI Luqman Al Hakim</title><link>http://buletin-hidayatullah.blogspot.com/2011/01/home-stay-sdi-luqman-al-hakim.html</link><category>SDI Luqman Al Hakim</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Sat, 22 Jan 2011 08:49:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6754895064260621164.post-8822819005744336905</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdjScBKE_5k42L6MUYmGPeeAdEab_be9Bp1fZZqXwCcKj2l1wMKkfBqzXqYx4txbqFeaElBFdf7LbBgo_yVRiQ6xKCCLT-ZQYm3a0lL1hp2mjYe9SEwDeD-UO5vQhV1IJ7lBZ2dROwEec/s1600/sdi+luqman+al+hakim.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 297px; height: 223px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdjScBKE_5k42L6MUYmGPeeAdEab_be9Bp1fZZqXwCcKj2l1wMKkfBqzXqYx4txbqFeaElBFdf7LbBgo_yVRiQ6xKCCLT-ZQYm3a0lL1hp2mjYe9SEwDeD-UO5vQhV1IJ7lBZ2dROwEec/s1600/sdi+luqman+al+hakim.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Menanamkan Karakter siswa pembelajar, dapat dilakukan dengan banyak hal  diantaranya dengan mengadakan acara Homestay. Kegiatan ini mengacu pada  konsep Integral yang diterapkan di SD Integral Luqman Al Hakim  Bojonegoro , Acara yang diselenggarakan di Desa Sukosewu Kecamatan  sukosewu ini merupan yang keempatkalinya diadakan, seblumnya acara yang  sama dilakukan di Desa Buntalan Kecamatan Temayang Bojonegoro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  acara yang menjadi kegiatan unggulan kelas enam Setiap memasuki semester  akhir ini, bertujuan menanamkan pada siswa bekal keterampilan hidup,  dan pengalaman tentang hiruk pikuk kehidupan di desa dengan melakukan  pengamatan secara langsung. “ Wah aku seneng banget…di kegiatan homestay  aku belajar banyak hal, yang nggak mungkin aku dapat di sekolahan..”  Ujar Dewi Slah Satu Siswa kelas enam SD Integral Luqman Al Hakim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  membentuk karakter pembelajar siswa, maka perlu dilakukan berbagai  upaya oleh pihak sekolah. Dengan mengacu pada konsep integral dimana  setiap kegiatan diharapkan mengandung tiga aspek belajar yaitu  intelektual, mental spiritual, dan ketrampilan yang disampaikan dlam  kegiatan home stay.(Bud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;form style="border: 1px solid rgb(204, 204, 204); padding: 3px; text-align: center;" action="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify" method="post" target="popupwindow" onsubmit="window.open('http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi', 'popupwindow', 'scrollbars=yes,width=550,height=520');return true"&gt;&lt;p&gt;Jika Anda Menyukai Artikel Blog ini, Masukan Alamat Email Anda Pada Kolom di Bawah, Maka Anda Akan Mendapatkan Kiriman Email Setiap Kali Ada Posting Baru. Terima Kasih Atas Partisipasinya:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;input style="width: 140px;" name="email" type="text"&gt;&lt;/p&gt;&lt;input value="BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi" name="uri" type="hidden"&gt;&lt;input name="loc" value="en_US" type="hidden"&gt;&lt;input value="Subscribe" type="submit"&gt;&lt;p&gt;&lt;blink&gt;JANGAN LUPA CEK EMAIL ANDA UNTUK VERIFIKASI BERLANGGANAN VIA EMAIL&lt;/blink&gt;&lt;/p&gt;&lt;/form&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~fc/BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi?bg=99CCFF&amp;amp;fg=444444&amp;amp;anim=0&amp;amp;label=listeners" height="26" width="88" style="border:0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdjScBKE_5k42L6MUYmGPeeAdEab_be9Bp1fZZqXwCcKj2l1wMKkfBqzXqYx4txbqFeaElBFdf7LbBgo_yVRiQ6xKCCLT-ZQYm3a0lL1hp2mjYe9SEwDeD-UO5vQhV1IJ7lBZ2dROwEec/s72-c/sdi+luqman+al+hakim.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Selalu ada Kebaikan di setiap Kejadian</title><link>http://buletin-hidayatullah.blogspot.com/2011/01/selalu-ada-kebaikan-di-setiap-kejadian.html</link><category>Dermawan</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Sat, 22 Jan 2011 00:15:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6754895064260621164.post-3488350080563614139</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://mediaislami.com/wp-content/uploads/2010/03/daunkl1.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 317px; height: 245px;" src="http://mediaislami.com/wp-content/uploads/2010/03/daunkl1.png" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saya terlahir dengan nama  Djarot Nugrahadi Susilowardoyo. Seorang bapak  dari putri kami  satu-satunya. Saya dulu hanyalah seorang guru yang  telah mengabdi  beberapa tahun di SMP Islam Bojonegoro. Hingga tahun  1999 saya  mengundurkan diri dari tempat saya mengajar, karena kebutuhan  keluarga  dengan gaji yang saya terima tidak mencukupi, tentu saja  dengan  konsekuensi saya harus bekerja apa saja yang penting halal dan  berkah  bagi saya dan keluarga. Mulai dari berjualan kalender sampai  gambar  presiden saya jalani dari desa ke desa dari kota ke kota. Bahkan  harus  meninggalkan keluarga sampai beberapa hari.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Tidak   jarang berbagai kendala dan ujian kerap saya terima, bagi saya itu   sesuatu yang harus saya jalani. Dari berjualan kalender itu saya   berusaha untuk menyisihkan sedikit penghasilan saya untuk anak yatim dan   shodaqoh, karena itu tujuan dari hidup saya. Saya ingin memiliki   sisa-sisa mimpi masa kecil saya yaitu selalu ingin menyenangkan orang   lain. Saya ingin inves saham kebaikan kepada Yang Maha Sutradara.   “ujarnya,”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Hingga malam ada seorang   teman datang minta dicarikan pekerjaan. Karena saat itu dia harus   menanggung dua anak yang masih kecil salah satu anaknya sudah beberapa   hari sakit. Dengan berbekal tabungan untuk shodaqoh yang telah saya   kumpulkan beberapa bulan, alhamdulillah saya bisa mnegobatkan anaknya   hingga sembuh sekaligus bisa mencarikan pekerjaan kepadanya. Hingga   sekarang dia telah memiliki rumah dan kendaraan sendiri. Saya seringkali   menghadapi suatu persoalan yang membuat saya telah berusaha sekuat   tenaga untuk bisa keluar dari rasa duka itu dengan segala cara akan   tetapi saya selalu gagal dan terbentur jalan buntu, tiba-tiba terlintas   ayat ini di benak saya. “Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah dia   pasti memberikan jalan keluar”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Tahulah   saya bahwa taqwa dan sabar adalah jalan keluar yang terbaik dari  segala  kegelisahan dan goncangan jiwa. Beberapa hari setelah saya  menolong  teman saya, Yang Kuasa menunjukkan kebesarannya di hadapan  saya, saya di  terima bekerja di lembaga pemberdayaan masyarakat dengan  gaji yang  berlipat. Puji syukur tidak henti-hentinya saya panjatkan  atas  kebesaran-Nya. Dan kini saya meyakini bahwa ada kebaikan dalam  setiap  kejadian walaupun tampaknya kejadian itu merugikan. Bahkan malah   bersyukur untuk semua itu bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Di ceritakan oleh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Djarot  Nugrahadi Susilowardoyo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Jl. Basuki Rahmad  Gg. Namlo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Abdul Qohar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;www.abdulqohar.co.cc&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;form style="border: 1px solid rgb(204, 204, 204); padding: 3px; text-align: center;" action="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify" method="post" target="popupwindow" onsubmit="window.open('http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi', 'popupwindow', 'scrollbars=yes,width=550,height=520');return true"&gt;&lt;p&gt;Jika Anda Menyukai Artikel Blog ini, Masukan Alamat Email Anda Pada Kolom di Bawah, Maka Anda Akan Mendapatkan Kiriman Email Setiap Kali Ada Posting Baru. Terima Kasih Atas Partisipasinya:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;input style="width: 140px;" name="email" type="text"&gt;&lt;/p&gt;&lt;input value="BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi" name="uri" type="hidden"&gt;&lt;input name="loc" value="en_US" type="hidden"&gt;&lt;input value="Subscribe" type="submit"&gt;&lt;p&gt;&lt;blink&gt;JANGAN LUPA CEK EMAIL ANDA UNTUK VERIFIKASI BERLANGGANAN VIA EMAIL&lt;/blink&gt;&lt;a href="http://feedburner.google.com/" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/form&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~fc/BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi?bg=99CCFF&amp;amp;fg=444444&amp;amp;anim=0&amp;amp;label=listeners" height="26" width="88" style="border:0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Jangan Pernah Berhitung dengan Allah</title><link>http://buletin-hidayatullah.blogspot.com/2011/01/jangan-pernah-berhitung-dengan-allah.html</link><category>Dermawan</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Sat, 22 Jan 2011 00:12:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6754895064260621164.post-3844609122262340332</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4OsaakF-lo3AqIjhtl3-Y-NaHxu-1HM8TNwzG2hHeKe2iopEw-No1dhpPbbaX4bNETlxEzuVq-RdtsDAUNEvGzmo7BlgM_Z632LTx4JaZwrZATVP_TBvCqVoAN2WHl9hm3yFrWV4pgs4/s1600/DERNI+SSC.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 259px; height: 203px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4OsaakF-lo3AqIjhtl3-Y-NaHxu-1HM8TNwzG2hHeKe2iopEw-No1dhpPbbaX4bNETlxEzuVq-RdtsDAUNEvGzmo7BlgM_Z632LTx4JaZwrZATVP_TBvCqVoAN2WHl9hm3yFrWV4pgs4/s200/DERNI+SSC.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564920624770750722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ibu Derni Irawati adalah tujuh  bersaudara dan semua masih usia sekolah  ketika ayahnya harus menghadap  Allah SWT setelah berjuang melawan  kangker usus besar. Saat itu ibunya  sedang tidak bekerja karena harus  merawat ayah selama 3 tahun sehingga  terhitung cuti di luar tanggungan  negara, dan berakibat harus melepas  status PNS sebagai guru SLTP di  Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Alhamdulillah,   ibu kami tidak terlalu lama larut dalam kesedihan. Beliau langsung   bangkit dan mengambil keputusan untuk menghidupi ketujuh putranya dengan   membuat kue-kue yang di titipkan di kantin-kantin sekolah, ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Masih  jelas dalam ingatan semua itu terjadi di  pertengahan tahun 1974, kami  semua dilibatkan untuk membantu beliu, jam 3  pagi ibu sudah bangun dan  menghadapi kompor dengan berbagai jenis kue  yang diolahnya. Kemudian  menjelang maghrib ibu pulang, kemudian kami  bersama-sama menghitung  uang recehan dan dibungkus kertas sambil ditulis  berapa jumlah uang  didalamnya. Tidak terlalu banyak penghasilan ibu  perharinya” katanya.  Yang membuat kami tak habis pikir dengan  penghasilan yang minim seperti  itu beliau selalu menyisihkan uang khusus  di satu amplop di setiap  awal bulan, beliau bahwa itu adalah hak  anak-anak yatim yang  membutuhkan (bukannya kami juga anak-anak yatim?)  pikirku dalah hati,  beberapa saudara juga mengingatkan bahwa ibu tidak  wajib mengeluarkan  infaq atau shodaqoh, karena kami sendiri masih  membutuhkan banyak  biaya. Tapi jawabannya selalu sama dan melekat dalam  ingatan saya,  ”Jangan pernah berhitung dengan Allah, ndak nyampe  hitungan kita dengan  perhitunga-Nya”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Subhanallah,  saat  ini kelima putra-putrinya yang masih hidup dikaruniai kehidupan  yang  damai. Kami berhasil menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi   negeri. Sementara ibu kami di usianya yang ke-76 alhamdulillah masih   sehat bugar. Pesan beliau untuk tidak pernah berhitung dengan Allah saya   coba terapkan dalam kehidupan, subhanallah, memang perhitungan manusia   tidak pernah bisa menandingi perhitungan Allah. Ketika suami sedang   menempuh pendidikan spesialis secara swadana (karena bukan pegawai   negeri) dengan tiga orang anak, hitungan kami tampaknya tidak mungking   meniyisihkan uang untuk infaq atau shodaqoh karena biaya hidup hampir   sepenuhnya menjadi tanggunangan saya untuk sementara waktu. Tetapi ibu   selalu mengingatkan untuk tetap berinfaq dan memikirkan anak-anak yatim.   Dan diatas izin Allah, kami dapat melalui masa-masa penuh tantangan   serta semakin yakin bahwa perhitungan Allah memang sering tidak masuk   akal manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Di ceritakan Oleh:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Derni Irawati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Jl. Dr.  Sutomo Gg. Makam Sedeng&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="cover"&gt;&lt;div class="entry"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Abdul Qohar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;www.abdulqohar.co.cc&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;form style="border: 1px solid rgb(204, 204, 204); padding: 3px; text-align: center;" action="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify" method="post" target="popupwindow" onsubmit="window.open('http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi', 'popupwindow', 'scrollbars=yes,width=550,height=520');return true"&gt;&lt;p&gt;Jika Anda Menyukai Artikel Blog ini, Masukan Alamat Email Anda Pada Kolom di Bawah, Maka Anda Akan Mendapatkan Kiriman Email Setiap Kali Ada Posting Baru. Terima Kasih Atas Partisipasinya:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;input style="width: 140px;" name="email" type="text"&gt;&lt;/p&gt;&lt;input value="BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi" name="uri" type="hidden"&gt;&lt;input name="loc" value="en_US" type="hidden"&gt;&lt;input value="Subscribe" type="submit"&gt;&lt;p&gt;&lt;blink&gt;JANGAN LUPA CEK EMAIL ANDA UNTUK VERIFIKASI BERLANGGANAN VIA EMAIL&lt;/blink&gt;&lt;a href="http://feedburner.google.com/" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/form&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~fc/BuletinHidayatullahBojonegoro-MelangkahPastiMeraihRidhoIlahi?bg=99CCFF&amp;amp;fg=444444&amp;amp;anim=0&amp;amp;label=listeners" height="26" width="88" style="border:0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4OsaakF-lo3AqIjhtl3-Y-NaHxu-1HM8TNwzG2hHeKe2iopEw-No1dhpPbbaX4bNETlxEzuVq-RdtsDAUNEvGzmo7BlgM_Z632LTx4JaZwrZATVP_TBvCqVoAN2WHl9hm3yFrWV4pgs4/s72-c/DERNI+SSC.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Office</title><link>http://buletin-hidayatullah.blogspot.com/2011/01/office.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Sat, 1 Jan 2011 19:00:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6754895064260621164.post-198958292892723241</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFnzR7OIeVEek2SAI7ikOFMi5A6V03_GretcYHpbr-Hord-GE_MDKyj1_X1b3k4TCQ05lkSTPbLfuwZb2FHHNGu7oIP5wNozbjRwwUIWETCkVcITbq4h4LfEqp0ZJH2MUeK8Jwa6L_PZg/"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 322px; height: 99px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFnzR7OIeVEek2SAI7ikOFMi5A6V03_GretcYHpbr-Hord-GE_MDKyj1_X1b3k4TCQ05lkSTPbLfuwZb2FHHNGu7oIP5wNozbjRwwUIWETCkVcITbq4h4LfEqp0ZJH2MUeK8Jwa6L_PZg/" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;dl style="color: rgb(0, 0, 0);" class="rf-joomlatable float-left width54"&gt;&lt;dt class="contact_address"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/dt&gt;&lt;dt style="font-weight: bold;" class="contact_address"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/dt&gt;&lt;dt style="font-weight: bold;" class="contact_address"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/dt&gt;&lt;/dl&gt;&lt;br /&gt;&lt;dl style="color: rgb(0, 0, 0);" class="rf-joomlatable float-left width54"&gt;&lt;dt style="font-weight: bold;" class="contact_address"&gt;Address: &lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;     Jl. Lisman 18 B Campurejo&lt;br /&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;Bojonegoro&lt;br /&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;Jawa Timur&lt;br /&gt;     Indonesia &lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;&lt;br /&gt;&lt;/dt&gt;&lt;dt style="font-weight: bold;" class="contact_email"&gt;E-mail:&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;bmh_bjn@yahoo.co.id&lt;br /&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;&lt;br /&gt;&lt;/dt&gt;&lt;dt style="font-weight: bold;" class="contact_phone"&gt;Telephone: &lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;(0353) 885344,&lt;br /&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dt class="contact_mobile"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/dt&gt;&lt;dt style="font-weight: bold;" class="contact_mobile"&gt;Mobile Phone Number: &lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;(0353) 7714855&lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;&lt;br /&gt;&lt;/dt&gt;&lt;dt style="font-weight: bold;" class="contact_website"&gt;Website:&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;&lt;a href="http://www.buletin-hidayatullah.co.cc/" target="_blank"&gt;Buletin Hidayatullah&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dt class="contact_misc"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/dt&gt;&lt;dt class="contact_misc"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Information: &lt;/span&gt;&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;&lt;br /&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;&lt;br /&gt;&lt;/dt&gt;&lt;/dl&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Rekening:&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFnzR7OIeVEek2SAI7ikOFMi5A6V03_GretcYHpbr-Hord-GE_MDKyj1_X1b3k4TCQ05lkSTPbLfuwZb2FHHNGu7oIP5wNozbjRwwUIWETCkVcITbq4h4LfEqp0ZJH2MUeK8Jwa6L_PZg/s72-c" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>