Sudah Pintarkah Smartphone-mu ?

Sudahkah ponsel pintarmu difungsikan layaknya sebuah smartphone? Banyak sekali aplikasi yang bisa digunakan untuk memudahkan kegiatan kita, layaknya sebuah komputer mini dalam genggaman. Mulai dari mengetik dalam ms. word & excel, kirim email, browsing, memanfaatkan GPS sebagai penunjuk jalan, aplikasi pengingat waktu ber-alarm, kalender, mobile banking, aplikasi editing foto, pemutar musik, radio streaming, baca berita, prakiraan cuaca dan masih ada ribuan lagi. Namanya juga smartphone, mudah-mudahan pengunanya bisa menggunakannya dengan smart. Rasanya terlalu mahal kalau smartphone hanya digunakan untuk update status.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Technorati
  • Facebook
  • Twitter

Rest in Peace : Myo

Myo, itu nama anjingku. Lahir sebelas bulan yang lalu, dan telah memiliki 4 ekor anak cewek. Tidak seperti biasanya, si Myo terus murung dan tidak mau makan. Apa yang terjadi denganmu ? Kubawa si Myo kedokter, kata dokter anjingnya tidak apa-apa. Dikasi salep perangsang nafsu makan. Tapi tetap saja Myo tidak mau makan, meskipun suhu badannya sudah turun. Akhirnya kubawa ke rumah sakit hewan di Jl. Tukad Balian, Renon. Setelah diperiksa ternyata Myo terkena sakit Lever. Oh my ghost... Ibu dokternya juga heran kenapa anjing sekecil itu sudah terkena sakit lever ? Apa ini pengaruh suntik rabies gratisan yang dikasi di bale banjar? Mungkin saja, itu pun kalau pada saat disuntik kondisi si Myo sedang tidak baik. Tapi sepertinya saat itu si Myo sehat-sehat saja.

Akhirnya dokter menyarankan agar dilakukan operasi lever. Tapi sebelumnya harus dilakukan cek darah dan X-Ray. Wah  wah wah sebegitu gawatnya. Begitu akan dilakukan cek darah ternyata si Myo kehabisan darah, jadi mesti dilakukan transfusi darah dan kebetulan di rumah sakit itu tidak ada stok darah. Lalu bagaimanaaa..?? Aku disuruh mencari anjing donor yang memiliki darah sejenis. Aduuuhhh..... bagaimana bisaaa....?? Dan itupun kalau darahnya cukup, kalau besoknya kekurangan darah lagi, aku mesti cari anjing pendonor yang lain lagi yang memiliki darah sejenis pula. Dan besoknya lagi dan besoknya lagi...??? Kata dokter kalau tidak segera Myo bisa mati. hikz..hikz... Yaaaa... sudahlah, kuputuskan si Myo aku bawa pulang. Kubelai dia dan kukatakan, “jika memang ini waktumu pergilah, terima kasih telah menemaniku....” Rest in Peace : Myo.

These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Technorati
  • Facebook
  • Twitter

Kutengok Bekas Kampusku

Tahun 2001 pertama kali kumenginjakkan kaki di kampus Universitas Udayana yang kucinta, di Bukit Jimbaran, tepatnya di fakultas ekonomi kampus bawah. (Kalau mau ke kampus atas mesti mendaki menuju puncak lagi beberapa meter, hihihihi... ). Tempatnya panas dan gersang, parkir motor dan parkir sapi tercampur-aduk. Toiletnya tak berair (tapi kadang tiba-tiba kebanjiran). Halamannya terbuat dari tanah bercampur batu karang alami dan bermahkotakan rumput yang enggan bergoyang. Itu duuluuuuu...

Sekarang kutengok lagi kampus kebanggaanku, sudah terlihat lebih cantik. Parkir tertata rapi beralaskan batu paving. Halamannya pun telah dipagari besi. Kalau dulu hanya dipagari pepohonan, sehingga sapi-sapi milik warga bebas berkelana mengelilingi ruang kuliah. Bahkan ada sapi jahil ngencingin motor orang. Kalau berjalan kita mesti hati-hati, banyak terpasang ranjau darat. Kalau ku jenuh memandangi dosen, ku bisa menatapi seekor sapi yang terbengong di parkiran motor karena talinya tersangkut. Itulah salah satu hiburan. Dan ketika pak dosen asyik ngoceh di depan, tiba-tiba si sapi nyaut : "emboooooooooo......"

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Technorati
  • Facebook
  • Twitter

Jeg Pragat Nyetop Jalan Gen..!!

Nyen nawang jalan danau beratan sanur ? To jalan ane ling KFC sanur ngauh bin dik trus ade jalan ngelod, nah to be ye. Yen ane sai liwat jalan hangtuah pasti nawang. Nak ngelah ciri khas jalan ne, sai-sai di pertigaan ne misi plang dilarang masuk ada upacara adat, keto kone. Abulan bise pang lime pang pitu jalane mesetop. Ulian ade nak ngelah gae nganten kanti di tengah jalan masang tenda ngejang kursi anggon tongos resepsi. Sing je ulian umah bes cenik, kale undangane bes liu. Maklum umah penggede liu dini. Gae metatah masih keto, odalan, kanti ngadang bazaar nyetop jalan. Pokokne pang ngenah paling mangkane.

Ane paling pedalem kan sopir bemo e, sing ngidang ngalih gae ye. Nah kanggo je ditu, nak jak montoan gen ngelah jalane. Rage mejalan megae kangguang masuk gank to gank. Ade be cicing bebeki ngandang medem di tengah rurung, das ked lides bungutne. Nagih nyagreng ye nok, gedeg basang dadiang RW nasne...!!

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Technorati
  • Facebook
  • Twitter

Mebayuh di Hari Otonan

Otonanku kali ini bertepatan dengan purnama dan dirangkaikan dengan mebayuh. Mebayuh katanya untuk menghilangkan sifat-sifat buruk dalam diri, memohon keselamatan, dan membayar hutang di masa lalu. Beberapa hari sebelum mebayuh dan otonan, disebutkan sifat-sifatku, dan sedikit diramal masa depan. Dan yang paling kuingat adalah suatu saat nanti dikatakan aku akan jadi pejabat dan punya banyak pengikut, ђåª•ђåª•ђåª•ђåª•ђåª•ђåª...

Sebelum otonan, didahului dengan mebayuh. Aku disirami air beberapa kali sampai basah kuyup. Dan begitulah sampai badan ini menggigil kedinginan. Selanjutnya baru otonan dilakukan. Bantennya pun disesuaikan dengan kelahiranku yang jatuh pada selasa kliwon wuku kulantir, yang dipengaruhi oleh betara Langsur. Tapi yang terpenting bagiku adalah penyucian yang kulakukan sendiri melalui perbuatan, pikiran, dan perkataan. Ritual mebayuh tak kan ada gunanya jika dilakukan hanya sebatas simbol, tanpa ada tindakan nyata sesuai makna mebayuh itu sendiri. Setidaknya mebayuh membuatku merasa 'bersih' sehingga menjadikanku takut melakukan hal-hal yang kotor.

These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Technorati
  • Facebook
  • Twitter

Berjanji Untuk Hidup Sehat

Cuaca yang tak menentu ini selalu bisa mengalahkan tubuhku. Berkali-kali aku sakit, berkali-kali harus ke dokter. Dalam tiga bulan terakhir ini sudah tiga kali aku ke dokter. Kata dokter daya tahan tubuhku lemah. Jadi harus rajin olah raga dan minum vitamin penambah daya tahan tubuh. Namun ada saja alasan untuk membatalkan rencanaku berolah raga. Hujan, mendung, bangun kesiangan, atau malas membangunkan badan dari tempat tidur.

Tapi kali ini aku berjanji dalam diri untuk memulai hidup sehat, tak akan ada alasan lagi. Stop begadang, kurangi makan daging, rutin olah raga, mulai bermeditasi lagi. Hal yang sepel bagiku, tapi kadang-kadang kulanggar juga. Pagi ini jam lima aku sudah terbangun, hidung meler. Tapi ini bukan alasan untuk tidak berolah raga. Walaupun hidung mampet toh masih bisa bernafas lewat mulut, ƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐ...... *meluncur ke renon*

Powered by Telkomsel BlackBerry®

These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Technorati
  • Facebook
  • Twitter

Perjalanan ke Pura Pasar Agung

Setelah sekian lama tidak melakukan tirta yatra, akhirnya sekarang rombongan kantorku melakukan tirta yatra ke Pura Pasar Agung. Pura ini terletak di Selat, Karangasem. Perjalanan dimulai pukul 12 siang, lalu singgah sebentar di Pasar Klungkung santap siang sate + gulai kambing. Rombongan dua mobil lalu melanjutkan perjalanan dan sesampainya di bukit jambul singgah sebentar buat foto-foto, kali aja ada yang pas buat ganti foto profile facebook.:)
Jam setengah tiga akhirnya sampai di pelataran parkir Pura Pasar Agung, meskipun sebelumnya sempat nyasar dikit :( . Ngopi dulu sebentar sebelum menaiki ratusan anak tangga, sekalian untuk melawan kabut dingin yang mulai merasuki tubuh. Satu demi satu anak tangga kulangkahi dengan penuh semangat sampai meninggalkan rombongan lain di bawah. Setelah sampai di atas baru mulai ngos-ngosan serasa mau pingsan kehabisan nafas. Untunglah ada bale tempat rebahan di sana.
Dari Pura ini kita bisa melihat puncak Gunung Agung dengan sangat jelas. Tebing-tebing yang terjal dengan pepohonannya terlihat begitu jelas. Dari pura ini juga bisa sebagai start point untuk melakukan pendakian ke puncak gunung agung yang bisa dicapai dalam waktu kurang lebih 4 jam. Lokasinya yang dekat dengan puncak gunung membuat pura ini selalu diselimuti kabut dingin. Serasa seperti melayang, karena kita bisa melihat suasana di daratan bawah sana dari balik awan. :)

These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Technorati
  • Facebook
  • Twitter