<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Cahaya Madani</title><description></description><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><pubDate>Sun, 1 Sep 2024 09:19:45 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://nurulhabibi.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Al Habib Husein bin Abubakar Alayadrus</title><link>http://nurulhabibi.blogspot.com/2012/09/al-habib-husein-bin-abubakar-alayadrus.html</link><category>habib husein al idrus</category><category>habib husein luar batang</category><category>kampung luar batang</category><category>luar batang</category><category>manaqib</category><category>manaqib habib husein bin abubakar alaydrus</category><category>salaf</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 26 Sep 2012 20:34:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4774231437428247533.post-4561060652871455683</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrkJDP-RdmOYKvi55__v38PDSeb80rM2dON25Y_OPS2Noybm7hfCFzV38GORuEdDMIGxPCTmBeuLxAamSUNQivhG3rOy-v18wnd0KY9DHYjA6qllNtgtjSOPhy_ip_j_vrzTm9PSnzfxWs/s1600/makam+habib+husein+bin+abu+bakar+alaydrus.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrkJDP-RdmOYKvi55__v38PDSeb80rM2dON25Y_OPS2Noybm7hfCFzV38GORuEdDMIGxPCTmBeuLxAamSUNQivhG3rOy-v18wnd0KY9DHYjA6qllNtgtjSOPhy_ip_j_vrzTm9PSnzfxWs/s320/makam+habib+husein+bin+abu+bakar+alaydrus.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Al Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus dilahirkan di Yaman Selatan, tepatnya di daerah Hadhramaut, tiga abad yang silam. Ia dilahirkan sebagai anak yatim, yang dibesarkan oleh seorang ibu dimana sehari-harinya hidup dari hasil memintal benang pada perusahaan tenun tradisional. Husein kecil sungguh hidup dalam kesederhanaan.

Setelah memasuki usia belia, sang ibu menitipkan Habib Husein pada seorang “Alim Shufi”. Disanalah ia menerima tempaan pembelajaran thariqah. Di tengah-tengah kehidupan di antara murid-murid yang lain, tampak Habib Husein memiliki perilaku dan sifat-sifat yang lebih dari teman-temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Kini, Al Habib Husein telah menginjak usia dewasa. Setiap ahli thariqah senantiasa memiliki panggilan untuk melakukan hijrah, dalam rangka mensiarkan islam ke belahan bumi Allah. Untuk melaksanakan keinginan tersebut Habib Husein tidak kekurangan akal, ia bergegas menghampiri para kafilah dan musafir yang sedang melakukan jual-beli di pasar pada setiap hari Jum’at.&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah dipastikan mendapatkan tumpangan dari salah seorang kafilah yang hendak bertolak ke India, maka Habib Husein segera menghampiri ibunya untuk meminta ijin.

Walau dengan berat hati, seorang ibu harus melepaskan dan merelakan kepergian puteranya. Habib Husein mencoba membesarkan hati ibunya sambil berkata : “janganlah takut dan berkecil hati, apapun akan ku hadapi, senantiasa bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya ia bersama kita.” Akhirnya berangkatlah Al Habib Husein menuju daratan India.

Sampailah Al Habib Husein di sebuah kota bernama “Surati” atau lebih dikenal kota Gujarat, sedangkan penduduknya beragama Budha. Mulailah Habib Husein mensi’arkan Islam dikota tersebut dan kota-kota sekitarnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Kedatangan Habib Husein di kota tersebut membawa Rahmatan Lil-Alamin. Karena daerah yang asalnya kering dan tandus, kemudian dengan kebesaran Allah maka berubah menjadi daerah yang subur. Agama Islam pun tumbuh berkembang.

Hingga kini belum ditemukan sumber yang pasti berapa lama Habib Husein bermukim di India. Tidak lama kemudian ia melanjutkan misi hijrahnya menuju wilayah Asia Tenggara, hingga sampai di pulau Jawa, dan menetap di kota Batavia, sebutan kota Jakarta tempo dulu.

Batavia adalah pusat pemerintahan Belanda, dan pelabuhannya adalah Sunda Kelapa. Maka tidak heran kalau pelabuhan itu dikenal sebagai pelabuhan yang teramai dan terbesar di jamannya. Pada tahun 1736 M datanglah Al-Habib Husein bersama para pedagang dari Gujarat di pelabuhan Sunda Kelapa.

Disinilah tempat persinggahan terakhir dalam mensyiarkan Islam.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Beliau mendirikan Surau sebagai pusat pengembangan ajaran Islam. Ia banyak di kunjungi bukan saja dari daerah sekitarnya, melainkan juga datang dari berbagai daerah untuk belajar Islam atau banyak juga yang datang untuk di do’akan.

Pesatnya pertumbuhan dan minat orang yang datang untuk belajar agama Islam ke Habib Husein mengundang kesinisan dari pemerintah VOC, yang di pandang akan menggangu ketertiban dan keamanan. Akhirnya Habib Husein beserta beberapa pengikut utamanya di jatuhi hukuman, dan ditahan di penjara Glodok.

Istilah karomah secara estimologi dalam bahasa arab berarti mulia, sedangkan dalam kamus besar bahasa Indonesia (terbitan balai pustaka, Jakarta 1995, hal 483) menyebutkan karomah dengan keramat, diartikan suci dan dapat mengadakan sesuatu di luar kemampuan manusia biasa karena ketakwaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam ajaran Islam karomah di maksudkan sebagai khariqun lil adat yang berarti kejadian luar biasa pada seseorang wali Allah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Karomah merupakan tanda-tanda kebenaran sikap dan tingkah laku seseorang, yang merupakan anugrah Allah karena ketakwaannya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
berikut ini terdapat beberapa karomah yang dimiliki oleh Al Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus atau yang kita kenal Habib Luar Batang, seorang wali Allah yang lahir di Jasirah Arab dan telah ditakdirkan wafat di Pulau Jawa, tepatnya di Jakarta Utara.&lt;br /&gt;
1. Menjadi mesin pemintal

Di masa belia, ditanah kelahirannya yaitu di daerah Hadhramaut – Yaman Selatan, Habib Husein berguru pada seorang Alim Shufi. Di hari-hari libur ia pulang untuk menyambang ibunya.

Pada suatu malam ketika ia berada di rumahnya, ibu Habib Husein meminta tolong agar ia bersedia membantu mengerjakan pintalan benang yang ada di gudang. Habib Husein segera menyanggupi, dan ia segera ke gudang untuk mengerjakan apa yang di perintahkan oleh ibunya. Makan malam juga telah disediakan. Menjelang pagi hari, ibu Husein membuka pintu gudang. Ia sangat heran karena makanan yang disediakan masih utuh belum dimakan husein. Selanjutnya ia sangat kaget melihat hasil pintalan benang begitu banyaknya. Si ibu tercengang melihat kejadian ini. Dalam benaknya terpikir bagaimana mungkin hasil pemintalan benang yang seharusnya dikerjakan dalam beberapa hari, malah hanya dikerjakan kurang dari semalam, padahal Habib Husein dijumpai dalam keadaan tidur pulas disudut gudang.

Kejadian ini oleh ibunya diceritakan kepada guru thariqah yang membimbing Habib Husein. Mendengar cerita itu maka ia bertakbir sambil berucap : “ sungguh Allah berkehendak pada anakmu, untuk di perolehnya derajat yang besar disisi-Nya, hendaklah ibu berbesar hati dan jangan bertindak keras kepadanya, rahasiakanlah segala sesuatu yang terjadi pada anakmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;2. Menyuburkan Kota Gujarat

Hijrah pertama yang di singgahi oleh Habib Husein adalah di daratan India, tepatnya di kota Surati atau lebih dikenal Gujarat. Kehidupan kota tersebut bagaikan kota mati karena dilanda kekeringan dan wabah kolera.

Kedatangan Habib Husein di kota tersebut di sambut oleh ketua adat setempat, kemudian ia dibawa kepada kepala wilayah serta beberapa penasehat para normal, dan Habib Husein di perkenalkan sebagai titisan Dewa yang dapat menyelamatkan negeri itu dari bencana.

Habib Husein menyangupi bahwa dengan pertolongan Allah, ia akan merubah negeri ini menjadi sebuah negeri yang subur, asal dengan syarat mereka mengucapkan dua kalimat syahadat dan menerima Islam sebagai agamanya. Syarat tersebut juga mereka sanggupi dan berbondong-bondong warga di kota itu belajar agama Islam.

Akhirnya mereka di perintahkan untuk membangun sumur dan sebuah kolam. Setelah pembangunan keduanya di selesaikan, maka dengan kekuasaan Allah turun hujan yang sangat lebat, membasahi seluruh daratan yang tandus. Sejak itu pula tanah yang kering berubah menjadi subur. Sedangkan warga yang terserang wabah penyakit dapat sembuh, dengan cara mandi di kolam buatan tersebut. Dengan demikian kota yang dahulunya mati, kini secara berangsur-angsur kehidupan masyarakatnya menjadi sejahtera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;3. Mengislamkan tawanan

Setelah tatanan kehidupan masyarakat Gujarat berubah dari kehidupan yang kekeringan dan hidup miskin menjadi subur serta masyarakatnya hidup sejahtera, maka Habib Husein melanjutkan hijrahnya ke daratan Asia Tenggara untuk tetap mensiarkan Islam. Beliau menuju pulau Jawa, dan akhirnya menetap di Batavia. Pada masa itu hidup dalam jajahan pemerintahan VOC Belanda.

Pada suatu malam Habib Husein dikejutkan oleh kedatangan seorang yang berlari padanya karena di kejar oleh tentara VOC. Dengan pakaian basah kuyub ia meminta perlindungan karena akan dikenakan hukuman mati. Ia adalah tawanan dari sebuah kapal dagang Tionghoa.

Keesokan harinya datanglah pasukan tentara berkuda VOC ke rumah Habib Husein untuk menangkap tawanan yang dikejarnya. Beliau tetap melindungi tawanan tersebut, sambil berkata : “Aku akan melindungi tawanan ini dan aku adalah jaminannya.”

Rupanya ucapan tersebut sangat di dengar oleh pasukan VOC. Semua menundukkan kepala dan akhirnya pergi, sedangkan tawanan Tionghoa itu sangat berterima kasih, sehingga akhirnya ia memeluk Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;4. Menjadi Imam di Penjara

Dalam masa sekejab telah banyak orang yang datang untuk belajar agama Islam. Rumah Habib Husein banyak dikunjungi para muridnya dan masyarakat luas. Hilir mudiknya umat yang datang membuat penguasa VOC menjadi khawatir akan menggangu keamanan. Akhirnya Habib Husein beserta beberapa pengikut utamanya ditangkap dan di masukan ke penjara Glodok. Bangunan penjara itu juga dikenal dengan sebutan “Seksi Dua.”

Rupanya dalam tahanan Habib Husein ditempatkan dalam kamar terpisah dan ruangan yang sempit, sedangkan pengikutnya ditempatkan di ruangan yang besar bersama tahanan yang lain.

Polisi penjara dibuat terheran-heran karena ditengah malam melihat Habib Husein menjadi imam di ruangan yang besar, memimpin shalat bersama-sama para pengikutnya. Hingga menjelang subuh masyarakat di luar pun ikut bermakmum. Akan tetapi anehnya dalam waktu yang bersamaan pula polisi penjara tersebut melihat Habib Husein tidur nyenyak di kamar ruangan yang sempit itu, dalam keadaan tetap terkunci.

Kejadian tersebut berkembang menjadi buah bibir dikalangan pemerintahan VOC. Dengan segala pertimbangan akhirnya pemerintah Belanda meminta maaf atas penahanan tersebut, Habib Husein beserta semua pengikutnya dibebaskan dari tahanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;5. Si Sinyo menjadi Gubernur

Pada suatu hari Habib Husein dengan ditemani oleh seorang mualaf Tionghoa yang telah berubah nama Abdul Kadir duduk berteduh di daerah Gambir. Disaat mereka beristirahat lewatlah seorang Sinyo (anak Belanda) dan mendekat ke Habib Husein. Dengan seketika Habib Husein menghentakan tangannya ke dada anak Belanda tersebut. Si Sinyo kaget dan berlari ke arah pembantunya.

Dengan cepat Habib Husein meminta temannya untuk menghampiri pembantu anak Belanda tersebut, untuk menyampaikan pesan agar disampaikan kepada majikannya, bahwa kelak anak ini akan menjadi seorang pembesar di negeri ini.

Seiring berjalannya waktu, anak Belanda itu melanjutkan sekolah tinggi di negeri Belanda. Kemudian setelah lulus ia di percaya di angkat menjadi Gubernur Batavia.&amp;nbsp;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Cara Berkirim Uang

Gubernur Batavia yang pada masa kecilnya telah diramal oleh Habib Husein bahwa kelak akan menjadi orang besar di negeri ini, ternyata memang benar adanya. Rupanya Gubernur muda itu menerima wasiat dari ayahnya yang baru saja meninggal dunia. Di wasiatkan kalau memang apa yang dikatakan Habib Husein menjadi kenyataan diminta agar ia membalas budi dan jangan melupakan jasa Habib Husein.

Akhirnya Gubernur Batavia menghadiahkan beberapa karung uang kepada Habib Husein. Uang itu diterimanya, tetapi dibuangnya ke laut. Demikian pula setiap pemberian uang berikutnya, Habib Husein selalu menerimanya, tetapi juga dibuangnya ke laut. Gubernur yang memberi uang menjadi penasaran dan akhirnya bertanya mengapa uang pemberiannya selalu di buang ke laut. Dijawabnya oleh Habib Husein bahwa uang tersebut dikirimkan untuk ibunya ke Yaman.

Gubernur itu dibuatnya penasaran, akhirnya diperintahkan penyelam untuk mencari karung uang yang di buang ke laut, walhasil tak satu keeping uang pun diketemukan. Selanjutnya Gubernur Batavia tetap berupaya untuk membuktikan kebenaran kejadian ganjil tersebut, maka ia mengutus seorang ajudan ke negeri Yaman untuk bertemu dan menanyakan kepada ibu Habib Husein.

Sekembalinya dari Yaman, ajudan Gubernur tersebut melaporkan bahwa benar adanya. Ibu Habib Husein telah menerima sejumlah uang yang di buang ke laut tersebut pada hari dan tanggal yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;7. Kampung Luar Batang

Makam+Luar+Batang Al Habib Husein Bin Abubakar Alaydrus (Habib Keramat Luar Batang)Gubernur Batavia sangat penuh perhatian kepada Habib Husein. Ia menanyakan apa keinginan Habib Husein. Jawabnya : “Saya tidak mengharapkan apapun dari tuan.” Akan tetapi Gubernur itu sangat bijak, dihadiahkanlah sebidang tanah di kampung baru, sebagai tempat tinggal dan peristirahatan yang terakhir.

Habib Husein telah di panggil dalam usia muda, ketika berumur kurang lebih 30-40 tahun. Meninggal pada hari kamis tanggal 17 Ramadhan 1169 atau bertepatan tanggal 27 Juni 1756 M. sesuai dengan peraturan pada masa itu bahwa setiap orang asing harus di kuburkan di pemakaman khusus yang terletak di Tanah Abang.

Sebagai mana layaknya, jenasah Habib Husein di usung dengan kurung batang (keranda). Ternyata sesampainya di pekuburan jenasa Habib Husein tidak ada dalam kurung batang. Anehnya jenasah Habib Husein kembali berada di tempat tinggal semula. Dalam bahasa lain jenasah Habib Husein keluar dari kurung batang, pengantar jenasah mencoba kembali mengusung jenasah Habib Husein ke pekuburan yang dimaksud, namun demikian jenasah Habib Husein tetap saja keluar dan kembali ke tempat tinggal semula.

Akhirnya para pengantar jenasah memahami dan bersepakat untuk memakamkan jenasa Habib Husein di tempat yang merupakan tempat rumah tinggalnya sendiri. Kemudian orang menyebutnya “Kampung Baru Luar Batang” dan kini dikenal sebagai “Kampung Luar Batang.”</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrkJDP-RdmOYKvi55__v38PDSeb80rM2dON25Y_OPS2Noybm7hfCFzV38GORuEdDMIGxPCTmBeuLxAamSUNQivhG3rOy-v18wnd0KY9DHYjA6qllNtgtjSOPhy_ip_j_vrzTm9PSnzfxWs/s72-c/makam+habib+husein+bin+abu+bakar+alaydrus.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Biografi Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki</title><link>http://nurulhabibi.blogspot.com/2012/09/biografi-sayyid-muhammad-bin-alwi-al.html</link><category>Biografi Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki.sayyid muhammad</category><category>kisah salaf</category><category>kisah solihin</category><category>makkah</category><category>manaqib</category><category>manaqib sayyid muhammad</category><category>sayyid muhammad al maliki</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 26 Sep 2012 20:10:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4774231437428247533.post-4690246939081212576</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjj0nXpdbMDjqR5Y0FSVvdvECzYjXGdTv0ecEltRskk28ZyfsHHPugQyv1-eNjz2JqKiEyt10KoRXck4T09y02ilX-4knWIX8KulQSO5kf4Wt3mZLVCaDjs8Bbs5aEd4_GorGc3xCTM9L72/s1600/SayyidMuhdAl-Maliki.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjj0nXpdbMDjqR5Y0FSVvdvECzYjXGdTv0ecEltRskk28ZyfsHHPugQyv1-eNjz2JqKiEyt10KoRXck4T09y02ilX-4knWIX8KulQSO5kf4Wt3mZLVCaDjs8Bbs5aEd4_GorGc3xCTM9L72/s320/SayyidMuhdAl-Maliki.jpg" width="224" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
As Sayyid Prof. Dr. Muhammad bin Sayyid ‘Alawi bin Sayyid ‘Abbas bin Sayyid ‘Abdul ‘Aziz al-Maliki al-Hasani al-Makki al-Asy’ari asy-Syadzili lahir di kota suci Makkah pada tahun 1365 H. Pendidikan pertamanya adalah Madrasah Al-Falah, Makkah, dimana ayah beliau Sayyid Alawi bin Abbas al Maliki sebagai guru agama di sekolah tersebut yang juga merangkap sebagai pengajar di halaqah di Haram Makki, dekat Bab As-salam

Ayah beliau, Sayyid Alwi bin Abbas Almaliki (kelahiran Makkah th 1328H), seorang alim ulama terkenal dan ternama di kota Makkah. Disamping aktif dalam berdawah baik di Masjidil Haram atau di kota kota lainnya yang berdekatan dengan kota Makkah seperti Thoif, Jeddah dll, Sayyid Alwi Almaliki adalah seorang alim ulama yang pertama kali memberikan ceramah di radio Saudi setelah salat Jumat dengan judul “Hadist al-Jumah”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &lt;span class="fullpost"&gt;Begitu pula ayah beliau adalah seorang Qadhi yang selalu di panggil masyarakat Makkah jika ada perayaan pernikahan.Selama menjalankan tugas da’wah, Sayyid Alwi bin Abbas Almaiki selalu membawa kedua putranya Muhammad dan Abbas. Mereka berdua selalu mendampinginya kemana saja ia pergi dan berceramah baik di Makkah atau di luar kota Makkah. Adapun yang meneruskan perjalanan dakwah setelah wafat beliau adalah Sayyid Muhammad bin Alwi Almaliki dan Sayyid Abbas selalu berurusan dengan kemaslahatan kehidupan ayahnya.

Sebagaimana adat para Sadah dan Asyraf ahli Makkah, Sayyid Alwi Almaliki selalu menggunakan pakaian yang berlainan dengan ulama yang berada di sekitarnya. Beliau selalu mengenakan jubbah, serban (imamah) dan burdah atau rida yang biasa digunakan dan dikenakan Asyraf Makkah.

Setelah wafat Sayyid Alwi Almaiki, anaknya Sayyid Muhammad tampil sebagai penerus ayahnya. Dan sebelumnya ia selalu mendapatkan sedikit kesulitan karena ia merasa belum siap untuk menjadi pengganti ayahnya. Maka langkah pertama yang diambil adalah ia melanjutkan studi dan ta’limnya terlebih dahulu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Beliau berangkat ke Kairo dan Universitas al-Azhar Assyarif merupakan pilihanya. Setelah meraih S1, S2 dan S3 dalam fak Hadith dan Ushuluddin beliau kembali ke Makkah untuk melanjutkan perjalanan yang telah di tempuh sang ayah. Disamping mengajar di Masjidi Haram di halaqah, beliau diangkat sebagai dosen di Universitas King Abdul Aziz- Jeddah dan Univesitas Ummul Qura Makkah bagian ilmu Hadith dan Usuluddin. Cukup lama beliau menjalankan tugasnya sebagai dosen di dua Universiatas tsb, sampai beliau memutuskan mengundurkan diri dan memilih mengajar di Masjidil Haram sambil menggarap untuk membuka majlis ta’lim dan pondok di rumah beliau.

Adapun pelajaran yang di berikan baik di masjid haram atau di rumah beliau tidak berpoin kepada ilmu tertentu seperti di Universitas. Akan tetapi semua pelajaran yang diberikannya bisa di terima semua masyarakat baik masyarakat awam atau terpelajar, semua bisa menerima dan semua bisa mencicipi apa yang diberikan Sayyid Maliki.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Maka dari itu beliau selalu menitik-beratkan untuk membuat rumah yang lebih besar dan bisa menampung lebih dari 500 murid per hari yang biasa dilakukan selepas sholat Maghrib sampai Isya di rumahnya di Hay al Rashifah. Begitu pula setiap bulan Ramadan dan hari raya beliau selalu menerima semua tamu dan muridnya dengan tangan terbuka tanpa memilih golongan atau derajat. Semua di sisinya sama tamu-tamu dan murid murid, semua mendapat penghargaan yang sama dan semua mencicipi ilmu bersama-sama.

Dari rumah beliau telah keluar ulama-ulama yang membawa panji Rasulallah ke suluruh pelosok permukaan bumi. Di mana negara saja kita dapatkan murid beliau, di India, Pakistan, Afrika, Eropa, Amerika, apa lagi di Asia yang merupakan sebagai orbit dahwah sayid Muhammad Almaliki, ribuan murid murid beliau yang bukan hanya menjadi kyai dan ulama akan tetapi tidak sedikit dari murid2 beliau yang masuk ke dalam pemerintahan.

Di samping pengajian dan taklim yang rutin di lakukan setiap hari pula beliau telah berusaha mendirikan pondok yang jumlah santrinya tidak sedikit, semua berdatangan dari seluruh penjuru dunia, belajar, makan, dan minum tanpa di pungut biaya sepeser pun bahkan beliau memberikan beasiswa kepada para santri sebagai uang saku.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah beberapa tahun belajar para santri dipulangkan ke negara-negara mereka untuk menyiarkan agama.

Sayid Muhammad Almaliki dikenal sebagai guru, pengajar dan pendidik yang tidak beraliran keras, tidak berlebih-lebihan, dan selalu menerima hiwar dengan hikmah dan mauidhah hasanah.thariqahnya.

Dalam kehidupannya beliau selalu bersabar dengan orang-orang yang tidak bersependapat baik dengan pemikirannya atau dengan alirianya. Semua yang berlawanan diterima dengan sabar dan usaha menjawab dengan hikmah dan menklirkan sesuatu masalah dengan kenyataan dan dalil-dalil yang jitu bukan dengan emosi dan pertikaian yang tidak bermutu dan berkesudahan. Beliau tahu persis bahwa kelemahan Islam terdapat pada pertikaian para ulamanya dan ini memang yang di inginkan musuh Islam. Sampai-sampai beliau menerima dengan rela digeser dari kedudukannya baik di Universitas dan ta’lim beliau di masjidil Haram. Semua ini beliau terima dengan kesabaran dan keikhlasan bahkan beliau selalu menghormati orang orang yang tidak bersependapat dan sealiran dengannya, semasih mereka memiliki pandangan khilaf yang bersumber dari al-Quran dan Sunah. Adapun ulama yang telah mendapat gemblengan dari Sayyid Muhammad bin Alwi Almaliki, mereka pintar-pintar dan terpelajar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;Di samping menguasai bahasa Arab, mereka menguasai ilmu-ilmu agama yang cukup untuk dijadikan marja’ dan reference di negara-negara mereka. Beliau ingin mengangkat derajat dan martabat Muslimin menjadi manusia yang berperilaku baik dalam muamalatnya kepada Allah dan kepada sesama, terhormat dalam perbuatan, tindakan serta pikiran dan perasaannya. Beliau adalah orang cerdas dan terpelajar, berani dan jujur serta adil dan cinta kasih terhadap sesama. Itulah ajaran utama Sayyid Muhammad bin Alwi Almaliki. Beliau selalu menerima dan menghargai pendapat orang dan menghormati orang yang tidak sealiran dengannya atau tidak searah dengannya

Karya Tulis Beliau

Di samping tugas beliau sebagai da’i, pengajar, pembibing, dosen, penceramah dan segala bentuk kegiatan yang bermanfaat bagi agama, beliau pula seorang pujangga besar dan penulis unggul. Tidak kurang dari 100 buku yang telah dikarangnya, semuanya beredar di seluruh dunia. Tidak sedikit dari kitab2 beliau yang beredar telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris, Prancis, Urdu, Indonesia dll.

Sayyid Muhammad merupakan seorang penulis prolifik dan telah menghasilkan hampir seratus buah kitab. Beliau telah menulis dalam pelbagai topik agama, undang-undang, social serta sejarah, dan kebanyakan bukunya dianggap sebagai rujukan utama dan perintis kepada topik yang dibicarakan dan dicadangkan sebagai buku teks di Institusi-institusi Islam di seluruh dunia.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Kita sebutkan sebahagian hasilnya dalam pelbagai bidang:

Aqidah:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;1. Mafahim Yajib an Tusahhah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;2. Manhaj As-salaf fi Fahm An-Nusus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;3. At-Tahzir min at-Takfir&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;4. Huwa Allah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;5. Qul Hazihi Sabeeli&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;6. Sharh ‘Aqidat al-‘Awam&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;Tafsir:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;1. Zubdat al-Itqan fi ‘Ulum al-Qur’an&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;2. Wa Huwa bi al-Ufuq al-‘A’la&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;3. Al-Qawa‘id al-Asasiyyah fi ‘Ulum al-Quran&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;4. Hawl Khasa’is al-Quran&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;Hadith:&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;1. Al-Manhal al-Latif fi Usul al-Hadith al-Sharif&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;2. Al-Qawa‘id al-Asasiyyah fi ‘Ilm Mustalah al-Hadith&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;3. Fadl al-Muwatta wa Inayat al-Ummah al-Islamiyyah bihi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;4. Anwar al-Masalik fi al-Muqaranah bayn Riwayat al-Muwatta lil-Imam Malik&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;Sirah:&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;1. Muhammad (Sallallahu Alaihi Wasallam) al-Insan al-Kamil&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;2. Tarikh al-Hawadith wa al-Ahwal al-Nabawiyyah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;3. ‘Urf al-Ta’rif bi al-Mawlid al-Sharif&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;4. Al-Anwar al-Bahiyyah fi Isra wa M’iraj Khayr al-Bariyyah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;5. Al-Zakha’ir al-Muhammadiyyah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;6. Zikriyat wa Munasabat&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;7. Al-Bushra fi Manaqib al-Sayyidah Khadijah al-Kubra&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;Usul:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;1. Al-Qawa‘id al-Asasiyyah fi Usul al-Fiqh&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;2. Sharh Manzumat al-Waraqat fi Usul al-Fiqh&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;3. Mafhum al-Tatawwur wa al-Tajdid fi al-Shari‘ah al-Islamiyyah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;Fiqh:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;1. Al-Risalah al-Islamiyyah Kamaluha wa Khuluduha wa ‘Alamiyyatuha&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;2. Shawariq al-Anwar min Ad‘iyat al-Sadah al-Akhyar&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;3. Abwab al-Faraj&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;4. Al-Mukhtar min Kalam al-Akhyar&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;5. Al-Husun al-Mani‘ah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;6. Mukhtasar Shawariq al-Anwar&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;Lain-lain:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;1. Fi Rihab al-Bayt al-Haram (Sejarah Makkah)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;2. Al-Mustashriqun Bayn al-Insaf wa al-‘Asabiyyah (Kajian Berkaitan Orientalis)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;3. Nazrat al-Islam ila al-Riyadah (Sukan dalam Islam)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;4. Al-Qudwah al-Hasanah fi Manhaj al-Da‘wah ila Allah (Teknik Dawah)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;5. Ma La ‘Aynun Ra’at (Butiran Syurga)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;6. Nizam al-Usrah fi al-Islam (Peraturan Keluarga Islam)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;7. Al-Muslimun Bayn al-Waqi‘ wa al-Tajribah (Muslimun, Antara Realiti dan Pengalaman)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;8. Kashf al-Ghumma (Ganjaran Membantu Muslimin)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;9. Al-Dawah al-Islahiyyah (Dakwah Pembaharuan)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;10. Fi Sabil al-Huda wa al-Rashad (Koleksi Ucapan)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;11. Sharaf al-Ummah al-Islamiyyah (Kemulian Ummah Islamiyyah)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;12. Usul al-Tarbiyah al-Nabawiyyah (Metodologi Pendidikan Nabawi)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;13. Nur al-Nibras fi Asanid al-Jadd al-Sayyid Abbas (Kumpulan Ijazah Datuk beliau, As-Sayyid Abbas)
14. Al-‘Uqud al-Lu’luiyyah fi al-Asanid al-Alawiyyah (Kumpulan Ijazah Bapa beliau, As-Sayyid Alawi)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;15. Al-Tali‘ al-Sa‘id al-Muntakhab min al-Musalsalat wa al-Asanid (Kumpulan Ijazah)
16. Al-‘Iqd al-Farid al-Mukhtasar min al-Athbah wa al-Asanid (Kumpulan Ijazah)

Catatan diatas adalah kitab As-Sayyid Muhammad yang telah dihasilkan dan diterbitkan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Terdapat banyak lagi kitab yang tidak disebutkan dan juga yang belum dicetak.Kita juga tidak menyebutkan berapa banyak karya tulis yang telah dikaji, dan diterbitkan untuk pertama kali, dengan ta'liq (catatan kaki) dan komentar dari As-Sayyid Muhammad. Secara keseluruhannya, sumbangan As-Sayyid Muhammad amat agung.Banyak hasil kerja As-Sayyid Muhammad telah diterjemahkan ke pelbagai bahasa.

Mafahim Yujibu an-Tusahhah (Konsep-konsep yang perlu diluruskan) adalah salah satu kitab karya Sayyid Muhammad, red.) bersinar layaknya suatu kemilau mutiara. Inilah seorang manusia yang menantang rekan-rekan senegaranya, kaum Salafi-Wahhabi, dan membuktikan kesalahan doktrin-doktrin mereka dengan menggunakan sumber-sumber dalil mereka.

Untuk keberanian intelektualnya ini, Sayyid Muhammad dikucilkan dan dituduh sebagai “seorang yang sesat”. Beliau pun dicekal dari kedudukannya sebagai pengajar di Haram (yaitu di Masjidil Haram, Makkah, red.). Kitab-kitab karya beliau dilarang, bahkan kedudukan beliau sebagai professor di Umm ul-Qura pun dicabut. Beliau ditangkap dan passport-nya ditahan. Namun, dalam menghadapi semua hal tersebut, Sayyid Muhammad sama sekali tidak menunjukkan kepahitan dan keluh kesah. Beliau tak pernah menggunakan akal dan intelektualitasnya dalam amarah, melainkan menyalurkannya untuk memperkuat orang lain dengan ilmu (pengetahuan) dan tasawwuf.

Pada akhir hayatnya yang berkenaan dengan adanya kejadian teroris di Saudi Arabia, beliau mendapatkan undangan dari ketua umum Masjidil Haram Syeikh sholeh bin Abdurahman Alhushen untuk mengikuti “Hiwar Fikri” di Makkah yang diadakan pada tg 5 sd 9 Dhul Q’idah 1424 H dengan judul “Al-qhuluw wal I’tidal Ruya Manhajiyyah Syamilah”, di sana beliau mendapat kehormatan untuk mengeluarkan pendapatnya tentang thatarruf atau yang lebih poluler disebut ajaran yang beraliran fundamentalists atau extremist. Dan dari sana beliau telah meluncurkan sebuah buku yang sangat popular dikalangan masyarakat Saudi yang berjudul “Alqhuluw Dairah Fil Irhab Wa Ifsad Almujtama”. Dari situ, mulailah pandangan dan pemikiran beliau tentang da’wah selalu mendapat sambutan dan penghargaan masyarakat luas.

Pada tanggal 11/11/1424, beliau mendapat kesempatan untuk memberikan ceramah di hadapan wakil raja Amir Abdullah bin Abdul Aziz yang isinya beliau selalu menggaris-bawahi akan usaha menyatukan suara ulama dan menjalin persatuan dan kesatuan da’wah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;Beliau wafat hari jumat tanggal 15 ramadhan 1425 dan dimakamkan di pemakaman Al-Ma’la disamping kuburan istri Rasulullah Sayyidah Khadijah binti Khuwailid ra. Dan yang menyaksikan penguburan beliau seluruh umat muslimin yang berada di Makkah pada saat itu termasuk para pejabat, ulama, para santri yang datang dari seluruh pelosok negeri, baik dari luar Makkah atau dari luar negeri. 

Semuanya menyaksikan hari terakhir beliau sebelum disemayamkan, semua menyaksikan janazah beliau setelah disembahyangkan di Masjidil Haram ba’da sholat isya yang dihadiri oleh tidak kurang dari sejuta manusia. Begitu pula selama tiga hari tiga malam rumahnya terbuka bagi ribuan orang yang ingin mengucapkan belasungkawa dan melakukan `aza’. Dan di hari terakhir `Aza, wakil Raja Saudi, Amir Abdullah bin Abdul Aziz dan Amir Sultan datang ke rumah beliau untuk memberikan sambutan belasungkawa dan mengucapkan selamat tinggal kepada pemimpin agama yang tidak bisa dilupakan umat.

Semoga kita bisa meneladani beliau. Amien.

&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjj0nXpdbMDjqR5Y0FSVvdvECzYjXGdTv0ecEltRskk28ZyfsHHPugQyv1-eNjz2JqKiEyt10KoRXck4T09y02ilX-4knWIX8KulQSO5kf4Wt3mZLVCaDjs8Bbs5aEd4_GorGc3xCTM9L72/s72-c/SayyidMuhdAl-Maliki.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Habib Ali bin Muhammad Al Habsy Seiwun</title><link>http://nurulhabibi.blogspot.com/2012/09/habib-ali-bin-muhammad-al-habsy-seiwun.html</link><category>habib ali</category><category>habib ali alhabsy</category><category>habib ali bin muhammad alhabsy</category><category>kisah salaf</category><category>manaqib habib ali alhabsy</category><category>seiwun</category><category>simtudurror</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 26 Sep 2012 19:45:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4774231437428247533.post-867163878385715982</guid><description>&lt;h2&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgB_YXUpubtcms-Q4prIaHfMKTCKjJbWrfUZl7gF8M1_iw5OLxQihNaN5eD6HHnUhkvMeFoggh8Qeh7JTSUFCiT_PhFarEOMN4Kf_0mneNaGVFIYyp6I7a512-2TMeUNnfzaLHG3GSkrIRK/s1600/habib-ali-bin-habib-muhammad-al-habsyi-shohibul-maulid-simtuddurar.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="214" width="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgB_YXUpubtcms-Q4prIaHfMKTCKjJbWrfUZl7gF8M1_iw5OLxQihNaN5eD6HHnUhkvMeFoggh8Qeh7JTSUFCiT_PhFarEOMN4Kf_0mneNaGVFIYyp6I7a512-2TMeUNnfzaLHG3GSkrIRK/s320/habib-ali-bin-habib-muhammad-al-habsyi-shohibul-maulid-simtuddurar.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;



Habib Ali bin Muhammad bin Husein bin Abdullah bin Syeikh bin Abdullah bin Muhammad bin Husein bin Ahmad Shohibusy Syi’ib bin Muhammad Ashgor bin Alwi bin Abu Bakar Al Habsyi bin Ali bin Ahmad bin Muhammad Asadullah bin Hasan At-Turabiy bin Ali bin Sayyidina Al-Imam Al-Faqih Al-Muqaddam muhammad bin Sayyidina Ali bin Sayyidina Al-Imam Muhammad Shohib Marbat bin Sayyidina Al-Imam Kholi Qosam bin Sayyidina Alwi bin Sayyidina Al-Imam Muhammad Shohib As-Shouma’ah bin Sayyidina Al-Imam Alwi Shohib Saml bin Sayyidina Al-Imam Ubaidillah Shohibul Aradh bin Sayyidina Al-Imam Muhajir Ahmad bin Sayyidina Al-Imam Isa Ar-Rumi bin Sayyidina Al- Imam Muhammad An-Naqib bin Sayyidina Al-Imam Ali Al-Uraydhi bin Sayyidina Al-Imam Ja’far As-Shodiq bin Sayyidina Al-Imam Muhammad Al-Baqir bin Sayyidina Al-Imam Ali Zainal Abidin bin Sayyidina Al-Imam As-Syahid Syababul Jannah Sayyidina Al-Husein. Rodiyallahu ‘Anhum Ajma’in.

Beliau lahir di desa Qosam pada&lt;span class="fullpost"&gt;hari jum’at, 24 syawal 1259 H / 1839 M; dan diberi nama Ali oleh Al-Allamah Sayyid Abdullah bin Husein bin Tohir untuk mengambil berkah dari Sayyidina Ali Kholi’ Qosam. Ibunda beliau, Sayyidah Alawiyah binti Husein bin Ahmad Al Hadi Al Jufri (lahir tahun 1240 H), berasal dari kota Syibam, adalah seorang yang sangat gemar mengajar dan berdakwah, yang memiliki banyak karomah.

Ayahanda beliau, Habib Muhammad bin Husein Al Habsyi ( lahir, 18 jumadil akhir 1213 H) seorang ahli dakwah, memiliki karomah dan seringkali mengkasyf isi hati Habib Ali. Habib Muhammad berguru kepada Habib Tohir bin Husein bin Tohir, Habib Abdullah bin Husein bin Tohir, Habib Ahmad bin Umar bin Smith, Habib Hasan bin Saleh Al Bahr Al Jufri, Habib Abdullah bin Ali bin Syihabuddin, Syeikh Mufti Makkah Muhammad Saleh Rayyis, Syeikh Umar bin Abdurrasul Al-Atthar, Sayyid Al-Imam Al-Badi Abdurrahman bin Sulaiman Al-Ahdal dan Syeikh Al-Waliy Manshur bin Yusuf Al Budairi.

Nasehat Habib Muhammad Al Habsyi :

“Camkanlah, jangan sampai kalian tidak mempelajari ilmu bahasa, Nahwu dan shorof. Karena ilmu bahasa merupakan dasar dan perantara kalian untuk memahami semua ilmu.”

Hijrah ke Seiyun dan Mekah.

Ketika Habib Ali berusia 7 tahun, ayahandanya hijrah ke Mekah bersama tiga anaknya yang telah dewasa; Abdullah, Ahmad dan Husein. Suatu hijrah yang abadi ke Mekah, demi mematuhi keinginan Syeikh Fath beliau, Al-Allamah Sayyid Abdullah bib Husein bin Tohir.
Ketika Habib Ali berumur 11 tahun, beliau bersama ibundanya pindah ke Seiwun, supaya beliau dapat memperdalam ilmu Fiqih dan ilmu-ilmu lainnya, sesuai perintah Sayyid Umar bi Hasan bin Abdullah Al Haddad.

Dalam perjalanan ke Seiwun; beliau melewati Masileh dan singgah di rumah Al-Allamah Sayyid Abdullah bin Husein bin Tohir. Beliau menggunakan kesempatan itu, untuk menelaah kitab, mengambil ijazah dan ilbas. Di antara hafalan beliau adalah kitab Al-Irsyad, Alfiyah Ibnu Malik dan lainnya.

Pada usia 17 tahun, beliau diminta ayahandanya pergi ke Mekah dan tinggal bersama ayahnya selama 2 tahun yang penuh berkah. Setelah itu, beliau kembali ke Seiwun sebagai seorang Alim dan ahli dalam pendidikan. Beliau kembali atas perintah ayahandanya untuk menikahkan adik beliau, Aminah, dengan Sayyid Alwi bin Ahmad Assegaf, salah seorang murid ayahanya.

Kegiatan Habib Ali di Seiwun
Setelah merayakan pernikahan adiknya, Habib Ali lalu tinggal di Seiwun untuk belajar dan mengajar. Banyak pendduduk Seiwun menuntut ilmu kepadanya. Beliau juga sering pergi ke Tarim untuk menuntut ilmu dari orang-orang alim disana. Beliau berguru kepada :

1. Sayyid Abdullah bin Husein bin Muhammad.
2. Syeikh Muhammad bin Ibrahim.
3. Al-Allamah Umar bin Hasan Al-Haddad.
4. Al-Allamah Abdurrahman bin Muhammad Al-Masyhur.
5. Habib Ali bin Idrus bin Syihabuddin.
6. Imam Umar bin Abdurrahman bin Syahab.
7. Habib Ahmad bin Muhammad Al-Muhdhar ( Imam Para Sadah yang mulia ).
8. Habib Ahmad bin Abdullah bin Idrus Al-Bar.
9. Imam Idrus bin Umar bin Idrus Al-Habsyi.
10. Habib Abu Bakar bin Abdullah Al-Attas ( Syeikh beliau ).

Hubungan Habib Ali dengan Habib Abu Bakar bin Abdullah Al-Atthas.

Ketika Habib Ali bertemu pertama kali dengan Habib Abu Bakar bin Abdullah Al-Attas, terlihat tubuhnya diliputi cahaya, “Lelaki ini malaikat atau manusia” kata Habib Ali dalam hati.. Suatu hari beliau tidak bisa lagi membendung rasa rindunya kepada gurunya, Habib Abu Bakar bin Abdullah Al-Attas; kemudian beliau pergi ke Ghurfah. Saat itu Habib Abu Bakar sedang bertamu di rumah salah seorang kenalannya.

“Tambahlah hidangan siang untuk Ali bin Muhammad Al Habsyi. Sebentar lagi ia datang kemari. Ia tidak mampu berpisah terlalu dariku.”

Kata Habib Abu Bakar kepada tuan rumah. Sesampainya Habib Ali di rumah itu, si tuan rumah memberitahu bahwa Habib Abu Bakar telah mengkasyaf kedatangannya.

Makam Habib Abubakar bin Abdullah bin Thalib Al-Atthas. Beliau adalah guru utama Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi, Muallif Simtud Duror. Beliau juga merupakan mertua dari Habib Ahmad bin Hasan Al-Atthas. Beliau sangat mastur hingga keluarganya sendiri tidak mengetahui kebesarannya.

Habib Ali berkata :

“Ucapan kaum Sholihin cukup sebagai pengganti makanan selama sebulan. Jika mendengar Habib Abu Bakar berceramah, rasanya aku tidak tidak membutuhkan makanan lagi. Seandainya beliau menyampaikan ilmunya selama sebulan, maka aku akan menjadikan ucapannya sebagai santapanku. Bukankah tujuan memberi kakan jasad adalah ruh, padahal ucapan beliau ini adalah santapan ruh langsung.”

“Alangkah baiknya membicarakan ilmu dengan seorang yang ahli dan mampu menerangkannya dengann baik. Habib Abu Bakar jika menerangkan suatu ilmu kepada kami, dari kedua bibirnya meluncur ilmu-ilmu yang segera melekat di hati kami; seperti air dingin bagi orang yang sedang kehausan. Jika duduk bersama beliau, aku selaliuberharap agar majelis itu tidak akan berakhir, walau selama sebulan. Saat itu, rasanya aku tidak menginginkan lagi kenikmatan duniawi, aku tidak merasa lapar atau haus. 

Habib Abu Bakar bin Abdullah Al-Atthas pernah berkata kepada Habib Ali :

• ”Tidak mencintaiku kecuali orang yang berbahagia (sai’id). Tidak mencintaiku kecuali seorang yang saleh.”Aku, para sahabatku dan orang-orang yang mencintaiku kelak di hari kiamat berada dalam naungan Arsy.”

• “Wahai anakku, ketahilah, aku mengetahui semua wali yang ada di timur dan di barat. Aku belajar kepada mereka semua. Kadang kala aku memberitahu seseorang bahwa dia adalah seorang wali karena dia sendiri tidak menyadarinya,”

• “Ya, Ali. Sesungguhnya aku telah memeliharamu sejak kau berada dalam sulbi ayahmu.”

• “Wahai anakku. Ketahuilah aku mewarisi semua hal keluargaku, dan aku melebihi mereka dengan pemahamanku tentang kitabulloh yang tudak dimiliki oleh satupun dari keluargaku.”

• “Aku berniat mensyarahkan kitab Ihya ‘Ulumuddin. Dan aku akan memulainya dari bab keajaiban-keajaiban hati, sebab Syeikh Ghazali tidak membahas semuanya, beliau hanya menjelaskan secara garis besar. Namun kemudian, aku ingat bahwa tidak ada seorang salaf pun yang melakukannya.”

Wafatnya Ayahanda beliau.

Habib Muhammad sesungguhnya sedih melihat Habib Ali lebih senang tinggal di Hadramaut. Ketika Habib Abu Bakar bin Abdullah Al Attas berada di Mekah; Habib Muhammad mengadukan hal ini. Habib Abu Bakar kemudian memberinya kabar gembira bahwa kelak di Hadramaut, Habib Ali akan memperoleh Ahwal yang besar dan manfaat yang banyak. Baru setelah itu, tenanglah hati Habib Muhammad, dan Allah pun mewujudkan apa yang diucapkan Habib Abu Bakar Al Attas. Ketika Habib Ali berusia 22 tahun, ayahandanya, Habib Muhammad meninggal dunia di Mekah. Habib Muhammad memegang jabatan Mufti Syafiiyah Di Mekah; setelah wafatnya Syeikh Al-Allamah Ahmad Dimyati tahun 1270 H. jabatan ini dipegangnya hingga beliau wafat

Pada hari rabu 21 Dzulhijah 1281 H. beliau dimakamkan di Ma’laa di Huthoh saadah Aal Baa Alawiy. Sedangkan ibunda Habib Ali, Hababah Alawiyah binti Husein bin Ahmad Al Hadi Al Jufri wafat pada tanggal 6 Rabiuts tsani 1309 H

Putra –putri Habib Ali

Dari perkawinannya dengan wanita Qosam, satu anak, Abdullah.
Dari perkawinannya dengan Hababah Fathimah binti Muhammad bin Segaf Maulakhela, 4 anak ( Muhammad, Ahmad, Alwi dan Khodijah ).

Ribath Habib Ali

Ketika berusia 37 tahun, beliau membangun Ribath ( pondok pesantren ) yang pertama di Hadramaut, di kota Seiwun untuk para penuntut ilmu dari dalam dan luar kota. Ribath menyerupai mesjid dan terletak di sebelah timur halaman masjid Abdul Malik. Biaya orang-orang yang tinggal di Ribath beliau tanggung sendiri. Habib Ali berkata :

”Ribath ini kudirikan dengan niat-niat yang baik, dan Ribath ini menyimpan rahasia (sir) yang besar. Ribath ini mrnyadarkan mereka yang lalai dan membangunkan mereka yang tertidur. Berapa banyak faqih yang telah dihasilkannya, berapa banyak orang alim yang telah diluluskannya. Ribath ini merubah orang yang tidak mengerti apa-apa menjadi orang yang alim.

Pembangunan Masjid Riyadh 

Ketika berusia 44 tahun, beliau membangun Masjid Riyadh, pada tahun 1303 H.
Pada bulan syawal 1305 H, Habib Ali menggubah sebuah syair tentang Masjid Riyadh :

“Inilah Riyadh, ini pula sungai-sungainya yang mengalir
Yang memakmurkan mereguk segar airnya
Yang bermukim tercapai tujuannya
Yang berkunjung terkabul keinginannya
Masjid ini dibangun di atas tujuan yang shahih
Maka tampaklah hasilnya”

Habib Ali berkata :

“Dalam Masjid Riyadh terdapat cahaya rahasia dan keberkahan Nabi Muhammad SAW”
Habib Muhammad bin Idrus Al Habsyi berkata :

“Berkata penggubah syair, lembah kebaikan telah penuh
Siapa ingin hajatnya terkabul beri’tikaflah di sekitar Riyadh”

Simtud Duror

Ketika Habib Ali berusia 68 tahun, beliau menulis kitab Maulid Simtud Duror ; pada hari kamis 26 safar 1327 H, beliau mendiktekan paragraph awal kitab mauled tersebut. Pada hari kamis 10 Rabiul Awal 1327 H, beliau menyempurnakannya dan pada malam sabtu 12 Rabiul Awal 1327 H, beliau membaca Simtud Duror di rumah muridnya, Sayyid Umar bin Hamid As segaf.
Maulid Simtud Duror yang agung ini, mulai tersebar luas di Seiwun, juga di seluruh Hadramaut, Haramain, Indonesia, Afrika, Dhofar dan Yaman.

Habib Ali berkata :

• ”Tanggal 27 sya’ban 1327 H, Sayyid Hamid bin Alwi Al Bar akan pergi ke Madinah Al Munawwaroh membawa satu naskah maulid Simtud Duror yang akan dibacanya di hadapan Nabi SAW. Dan Nabi SAW akan merasa sangat senang.”

• “Maulidku ini tersebar di tengah-tengah masyarakat, akan mengumpulkan mereka kepada Allah SWT dan akan membuat mereka dicintai Nabi SAW.”

• Jika seseorang menjadikan kitab maulidku ini sebagai salah satu wiridnya atau menghafalnya, maka rahasia (sir) Nabi SAW akan tampak pada dirinya. Aku yang mengarangnya dan mendiktekannya, namun setiap kali kitab itu dibacakan kepadaku, dibukakan bagiku pintu untuk berhubungan dengan Nabi SAW. Pujianku kepada Nabi SAW dapat diterima oleh masyarakat. Ini karena besarnya cintaku kepada Nabi SAW. Bahkan dalam surat-suratku, ketika aku menyifatkan Nabi SAW, Allah SWT membukakan padaku susunan bahasa yang tidak ada sebelumnya. Ini adalah ilham yang diberikan Allah kepadaku.

Wafatnya Habib Ali

Pada tahun-tahun terakhir kehidupannya, penglihatan Habib semakin kabur. Dan dua tahun sebelum wafatnya, beliau kehilangan penglihatannya. Menjelang wafatnya, tanda yang pertama kali tampak adalah Isthilam; yang berlangsung selama 70 hari, hingga kesehatan beliau semakin buruk. Akhirnya, pada waktu dzuhur, hari minggu, 20 Rabiuts tsani 1333 H / 1913 M, beliau wafat. Jenazah beliau dimakamkan disebelah barat Masjid Riyadh.

Makam Habib Ali bin Muhammad bin Husein al-Habsyi.

Habib Ahmad bin Hasan Al Attas berkata :

”Apakah Ali banyak melakukan shalat sunah? Apakah dia tidak tidur di malam hari? Apakah dia mengerjakan sekian ribu dzikir secara tetap? Tidak! Namun beliau sangat mencintai Allah SWT, Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Mereka menarik Habib Ali, sehingga tanpa disadarinya, ia telah bersama mereka dan mereka berkata kepadanya, “berbicaralah dengan lisan kami”.

Kholifah Habib Ali

dalam wasiatnya, habib Ali menunjuk Habib Muhammad sebagai kholifahnya. Mengenai Habib Muhammad ini, Habib Ali berkata :

“Kalian jangan mengkhawatirkan anakku Muhammad. Pada dirinya terletak khilafah dzohir dan batin. Semoga Allah SWT menjadikan dia dan saudara-saudaranya penyejuk hati, semoga mereka dapat memakmurkan Ribath dan Masjid Riyadh dengan ilmu dan amal, semoga Allah menjadikan mereka sebagai teladan dalam setiap kebajikan, dan semoga Allah SWT memberi mereka keturunan yang saleh, serta menjaga mereka dari berbagai fitnah zaman dan teman-teman yang buruk.”

Habib Alwi bin Ali Al Habsyi membangun Masjid Riyadh di Solo tahun 1255 H. Beliau menyelenggarakan kegiatan ibadah dan taklim yang biasa diamalkan oleh ayahnya. Mengenai Habib Alwi ini, ayahnya ( Habib Ali ) pernah berkata dalam salah satu syairnya :

Ya Tuhan, dengan kebesaran Al Musthofa berilah Alwi Fath,
Dan berilah ia madad dari segala penjuru
Begitu pula semua saudara dan semua yang bersamanya
Dan penuhilah kedua tangannya dengan karunia-karunia-Mu
Dan jadikanlah dalam ilmu ia sebagai rujukan ahli zamannya

Murid-murid Habib Ali

1. Anak-anak beliau ( Habib Abdullah, Habib Muhammad, Habib Ahmad dan Habib Alwi )
2. Adik beliau ( Habib Syeikh bin Muhammad Al Habsyi ) dan kemenakan beliau ( Sayyid Ahmad bin Syekh Al Habsyi )
3. Sayyid Jakfar dan Abdul Qadir bin Abdurrahman bin Ali bin Umar bin Segaf Assegaf.
4. Sayyid Muhammad bin Hadi bin Hasan Assegaf.
5. Sayyid Muhsin bin Abdullah bin Muhsin Assegaf
6. Sayyid Salim bin Shofi bin Syeikh Assegaf
7. Sayyid Ali binAbdul Qadir bin Salim bin Alwi Al Aydrus
8. Sayyid Abdullah bin Alwi bin Zen Al Habsyi
9. Sayyid Muhammad bin Salim bin Alwi As Siri
10. Sayyid Alwi bin Abdurrahman bin Abu Bakar Al Masyhur
11. Sayyid Hasan bin Muhammad bin Ibrahim Bilfaqih
12. Sayyid Ali binAbdurrahman bin Muhammad Al Masyhur
13. Sayyid Umar dan Sayyid Abdullah bin Idrus bin Alwi Al Aydrus
14. Sayyid Abdullah bin Ali bin Syihabuddin
15. Sayyid Abdullah bin Umar Asy Syathri
16. Syeikh Ahmad bin Abdullah bin Abu Bakar Al Khotib
17. Sayyid Muhammad bin Idrus bin Umar Al Habsyi
18. Sayyid Umar bin Abdullah bin Muhammad Al Habsyi
19. Sayyid Umar bin Abdurrahman Al Aydrus Shohib Hazm
20. Sayyid Abdullah bin Alwi bin Hasan Al Attas
21. Sayyid Muhammad bin Salim bin Abu Bakar bin Abdullah Al Atthas
22. Sayyid Umar bin Ahmad bin Abdullah bin Idrus Al Bar
23. Sayyid Hamid bin Alwi bin Abdullah Al Bar
24. Sayyid Muhammad dan Sayyid Musthofa bin Ahmad bin Muhammad bin Alwi Al Muhdhor
25. Sayyid Muhammad dan Sayyid Umar bin Tohir bin Umar Al Haddad

Murid-murid beliau yang mencapai derajat Alim dalam ilmu Fiqih dan lainnya, selain yang menetap di Ribath antara lain :

1. Sayyid Toha bin Abdul Qadir bin Umar Assegaf
2. Sayyid Umar bin Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf
3. Syeikh Hasan, Ahmad dan Muhammad Baraja.

Orang-orang yang bersama beliau sepanjang hidup beliau dan seperti murid beliau adalah :

1. Sayyid Abdillah bin Ahmad bin Toha binAlwi Assegaf
2. Sayyid Alwi bin Ahmad bin Alwi bin Segaf Assegaf
3. Syeikh Ahmad bin Ali Makarim
4. Syeikh Ahmad bin Umar Hassan
5. Syeikh Muhammad bin Abdullah bin Zein bin Hadi bin Ahmad Basalamah
6. Syeikh Ubaid bin Awudh Ba Fali

Wasiat dan Nasihat Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi

• Wahai saudaraku, berprasangka baiklah kepada Allah swt, wujudkanlah kebenaran janji-Nya, dan rasakanlah kebesaran rahmat-Nya. Cukuplah bagi kita firman Allah swt, seperti disabdakan Rasulullah saw, “Aku bersama prasangka hamba-Ku terhadap-Ku, maka berprasangkalah kepada-Ku sesukamu.”

• Jika seorang hamba memedulikan penyakit hati seperti penyakit badan, niscaya mereka akan mendapatkan tabib di hadapan mereka. Tetapi, sedikit sekali yang membahas masalah ini, karena mereka telah dikuasai nafsu dan akal.”

• Jika tak ada ketamakan, dan tak ada satu mahluk pun keluar dari lingkaran jejak nabi saw, tidak akan ada manusia mengejar dunia yang fana ini atau berpaling dari kebahagiaan akhirat yang kekal.”

• Tak ada derajat yang lebih tinggi daripada prasangka baik. Karena di dalam prasangka baik terdapat keselamatan dan keberuntungan. Didalam keluasan rahmat Allah swt sirnalah amalmu seperti amal setiap mahluk. Di dalam rahasia Allah swt swt, yang dititipkan pada mahluk-Nya, terdapat sesuatu yang mengharuskan untuk berkeyakinan bahwa semua mahluk adalah Aulia.

• Keteguhan yang sempurna berbeda-beda. Keteguhan dalam perkataan berbeda dengan keteguhan dalam perbuatan. Keteguhan perbuatan berbeda dengan keteguhan dalam beramal. Keteguhan dalam beramal berbeda dengan keteguhan dalam mencari. Keteguhan dalam mencari berbeda dengan keteguhan dalam apa yang dicari. Sedangkan hakikatnya, secara utuh dan merupakan kedudukan yang terakhir, adalah tidak memalingkan pandangan dari Allah swt sekedip mata pun, bahkan yang lebih cepat dari itu.

• Janganlah kau putuskan kehadiranmu di tempat-tempat yang baik karena alas an kesibukan dunia. Hati-hatilah, karena itu merupakan tipu daya setan. Hadirkanlah Allah swt ketika sendirian. Sembahlah Dia, seakan melihatnya; dan jika tidak melihatnya, sesungguhnya Dia melihatmu.

• Tutuplah mata dari perhiasan dunia dan segala kenikmatan fana yang dimiliki budak-budaknya serta kenikmatan yang akan terputus. Sesungguhnya semuanya seperti kau saksikan bahwa dunia ini cepat berpindah dan dekat kefanaannya.

• Jadikanlah Al-Qur’an dan zikir kepada Allah swt bacaan sehari-harimu. Bertafakurlah terhadap nikmat Allah swt. Jika mungkin, setiap waktu hanya ada antara dirimu dan Allah swt, dan pada saat itu telitilah diri sendiri. Rasulullah saw bersabda, “Telitilah dirimu, sebelum kalian diteliti.” Seseorang yang meneliti dirinya di dunia, perhitungan baginya akan lebih ringan di akherat kelak.

• Orang yang lalai mengira bahwa dirinya mencapai kelezatan dunia tanpa mengetahui bahwa sebenarnya kemanisan dunia bercampur dengan kepahitannya. Sedangkan kehidupan indah yang sebenarnya adalah berpaling dari dunia, kemudian masuk ke hadirat yang Maha Kaya dengan sifat faqir, miskin, lalu memetik sesuatu yang indah dari tempat itu.

• Kerjakanlah segala perintah Allah swt dan tinggalkanlah larangan-Nya. Jangan sampai Allah swt melihatmu melakukan apa yang dilarang-Nya, atau kehilangan-Mu pada perintahnya. Bangkitlah untuk memenuhi hak Allah swt. Bersemangatlah melakukan sesuatu yang membuat para salaf Mulia.

• Cabutlah ketajaman dari sarung pedang tabiatmu yang membelah akar cinta dari asalnya. Taburilah tanah dengan benih pohon-pohon kezuhudan, hingga menghasilkan qurb ( kedekatan ) kepada Allah swt, air telaga dari celah wishal ( persatuan dengan Allah swt ), dan pengetahuan pada puncak tujuan.

• Yang selalu memperlambat terkabulnya doa’ seorang hamba adalah karena harapan yang rendah : mengharapkan sesuatu dari mahluk. Angkatlah pandanganmu secara keseluruhan kepada zat yang dibutuhkan semua mahluk….maka akan tampak tanda-tanda terkabulnya doa’. 

(Al-Kisah No.15/tahun III/18-31 juli 2005, al-Kisah No.11 / Tahun IV/ 22 Mei- 4 Juni 2006 dan Manaqib Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi; oleh Novel Muhammad Al-Aydrus)

&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgB_YXUpubtcms-Q4prIaHfMKTCKjJbWrfUZl7gF8M1_iw5OLxQihNaN5eD6HHnUhkvMeFoggh8Qeh7JTSUFCiT_PhFarEOMN4Kf_0mneNaGVFIYyp6I7a512-2TMeUNnfzaLHG3GSkrIRK/s72-c/habib-ali-bin-habib-muhammad-al-habsyi-shohibul-maulid-simtuddurar.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz</title><link>http://nurulhabibi.blogspot.com/2012/09/habib-umar-bin-muhammad-bin-salim-bin.html</link><category>darul mustafa</category><category>habib umar hafidz</category><category>manaqib</category><category>salaf</category><category>tarim</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 13 Sep 2012 17:44:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4774231437428247533.post-3626844781398889213</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBKCrc5ozsHQSVE6qmB_Es4zYb4zfcDB-7BbiSgAcMRgYSQLH7B1F2IzS2VSiB6LzpuJaIEa2h2jPjy6OYaMnAobm5eAoiakENxW11RQkgpGBfOgPyQ80L2ShKZf8jQMandTlFR9wr_daY/s1600/4778_1018000386987_1734468146_34025_203965_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBKCrc5ozsHQSVE6qmB_Es4zYb4zfcDB-7BbiSgAcMRgYSQLH7B1F2IzS2VSiB6LzpuJaIEa2h2jPjy6OYaMnAobm5eAoiakENxW11RQkgpGBfOgPyQ80L2ShKZf8jQMandTlFR9wr_daY/s320/4778_1018000386987_1734468146_34025_203965_n.jpg" width="318" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Habib ‘Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz bin Abdullah bin Abu Bakar bin ‘Aydrus bin ‘Umar bin ‘Aydrus bin ‘Umar bin Abu Bakar bin ‘Aydrus bin Husein bin As-Syekh Al Kabir Al-Qutb As-Syahir Abu Bakar bin Salim bin Abdullah bin Abdurrahman bin Abdullah bin Sayyidina Syekh Al-Imam Al-Qutb Abdurrahman As-segaf bin Syekh Muhammad Maula Ad-Dawilayh bin Syekh Ali Shohibud Dark bin Sayyidina Al-Imam Alwi Al-Ghuyur bin Sayyidina Al-Imam Al-Faqih Al-Muqaddam muhammad bin Sayyidina Ali bin Sayyidina Al-Imam Muhammad Shohib Marbat bin Sayyidina Al-Imam Kholi Qosam bin Sayyidina Alwi bin Sayyidina Al-Imam Muhammad Shohib As-Shouma’ah bin Sayyidina Al-Imam Alwi Shohib Saml bin Sayyidina Al-Imam Ubaidillah Shohibul Aradh bin Sayyidina Al-Imam Muhajir Ahmad bin Sayyidina Al-Imam Isa Ar-Rumi bin Sayyidina Al- Imam Muhammad An-Naqib bin Sayyidina Al-Imam Ali Al-Uraydhi bin Sayyidina Al-Imam Ja’far As-Shodiq bin Sayyidina Al-Imam Muhammad Al-Baqir bin Sayyidina Al-Imam Ali Zainal Abidin bin Sayyidina Al-Imam As-Syahid Syababul Jannah Sayyidina Al-Husein. Rodiyallahu ‘Anhum Ajma’in.&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Beliau dilahirkan sebelum fajar hari senin, 4 Muharram 1383 H / 27 Mei 1963M di Kota Tarim. Di kota yang penuh berkah inilah beliau tumbuh dan menerima didikan agama serta menghafal kitab suci al-Quran dalam keluarga yang terkenal iman, ilmu dan akhlak yang luhur. Guru pertamanya sudah tentu ayahanda beliau yaitu Habib Muhammad bin Salim yang juga merupakan Mufti Kota Tarim al-Ghanna itu. Selain ayahandanya, beliau juga menuntut ilmu dengan banyak ulama antaranya dengan al-Habib al-Munshib Ahmad bin ‘Ali bin asy-Syaikh Abu Bakar, al-Habib ‘Abdullah bin Syaikh al-’Aydrus, al-Muarrikh al-Bahhaatsah al-Habib ‘Abdullah bin Hasan BalFaqih, al-Muarrikh al-Lughawi al-Habib ‘Umar bin ‘Alwi al-Kaaf, asy-Syaikh al-Mufti Fadhal bin ‘Abdur Rahman BaFadhal, asy-Syaikh Tawfiq Aman dan kepada saudara kandungnya al-Habib ‘Ali al-Masyhur bin Muhammad bin Salim. Selain kepada para ulama Tarim, beliau juga menuntut ilmu dan ijazah kepada banyak lagi ulama di luar kota tersebut seperti di Kota Syihr, al-Baidha` dan juga al-Haramain. diantaranya beliau menuntut ilmu dan menerima ijazah kepada al-Habib Muhammad bin ‘Abdullah al-Hadhar, al-Habib Zain bin Ibrahim Bin Sumaith, al-Habib al-Musnid Ibrahim bin ‘Umar bin ‘Aqil, al-Habib ‘Abdul Qadir bin Ahmad as-Saqqaf, al-Habib Ahmad Masyhur bin Taha al-Haddad, al-Habib Abu Bakar al-Aththas bin ‘Abdullah al-Habsyi dan asy-Syaikh al-Musnid Muhammad Isa al-Fadani. Sekembalinya ke Kota Tarim, beliau mengasaskan Rubath Darul Musthofa pada tahun 1414H / 1994M dengan tiga matlamat: (1) mengajar ilmu agama secara bertalaqqi dan menerimanya daripada ahlinya yang bersanad; (2) mentazkiah diri dan memperbaikkan akhlak; dan (3) menyebarkan ilmu yang bermanfaat serta berdakwah menyeru kepada Allah s.w.t. Selain terkenal sebagai ulama dan da`ie, beliau juga merupakan seorang penyair yang mahir.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;Habib Umar bin Hafidz adalah Ulama terkemuka di Hadramaut, Yaman. Madrasahnya Darul Mustafa, telah menghasilkan ribuan kader Mubaligh yang berdakwah di segenap penjuru dunia,.sebagai Ulama dan Mubaligh, tutur katanya lembut dan pengetahuan agamanya luas. Namun sorot matanya tajam dan raut mukanya selalu tampak bercahaya. Dan ketika berceramah, beliau bisa berubah menjadi “singa podium” yang berapi-api. Kalimat demi kalimat meluncur dengan suara lantang dan selalu bernas. Meski begitu, beliau tidak pernah menyinggung golongan atau pihak lain, apalagi menyakiti dengan kata-kata. Beliau selalu menekankan pentingnya kebersihan hati, pengamalan ilmu dan berdakwah di jalan Allah swt. Menurut salah seorang muridnya, Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan, Habib Umar tidak pernah stress dan marah kepada murid-muridnya.
 
Teristimewa, Habib Umar tidak mau menunjukkan karomahnya di hadapan banyak orang. Menurutnya, karomah yang paling penting adalah bukan bisa terbang di udara; misalnya. Kalau manusia bisa terbang, apa bedanya dengan burung. Tapi karomah yang paling besar adalah Istiqamah, seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.
Habib Umar lahir di Tarim, Hadramaut, pada hari senin bulan Muharram, 43 tahun yang lalu, dari pasangan Zahra binti Ahmad dan Muhammad bin Hafidz. Sejak berumur sembilan tahun, beliau sudah yatim karena ditinggal ayahnya. Ketika Ayahnya diculik oleh gerombolan komunis dan tidak diketahui jenazahnya. Bakat dan kecerdasan Habib Umar dalam ilmu agama sudah tampak sejak kecil. Beliau pun tumbuh sebagai pemuda yang gemar berburu kepada Ulama terkenal, seperti :
 
• Syekh Muhammad bin Ali bin Syam
• Habib Muhammad bin Abu Bakar Al Haddar
• Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf.
 
Setelah banyak menimba ilmu, beliau kembali ke Tarim dan mendirikan pesantren Darul Mustafa, yang murid-murid pertamanya sebagian besar dari Indonesia.
Disamping sebagai Da’i, Habib Umar juga penulis yang produktif.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Karya-karyanya tidak sebatas ilmu Fiqih, beliau juga mengarang beberapa kitab tasawuf dan maulid. Kitab yang ditulis antara lain :
 
• Diyaul Lami ( Maulid Nabi Muhammad SAW )
• Dhakhira Musyarofah ( Fiqih )
• Muhtar Ahadits ( Hadits )
• Nurul Iman ( akidah )
• Durul Asas ( Nahwu )
• Khulasah Madani an-Nabawi ( zikir )
• Tsaghafatul Khatib ( pedoman Khutbah )


&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;diambil dari artikel&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;tamanzawiyah&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBKCrc5ozsHQSVE6qmB_Es4zYb4zfcDB-7BbiSgAcMRgYSQLH7B1F2IzS2VSiB6LzpuJaIEa2h2jPjy6OYaMnAobm5eAoiakENxW11RQkgpGBfOgPyQ80L2ShKZf8jQMandTlFR9wr_daY/s72-c/4778_1018000386987_1734468146_34025_203965_n.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>solawat habib soleh tanggul</title><link>http://nurulhabibi.blogspot.com/2012/09/ya-allah-limpahkanlah-sholawat-rahmat.html</link><category>habib soleh</category><category>karomah</category><category>solawat habib soleh tanggul</category><category>tanggul</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 11 Sep 2012 02:49:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4774231437428247533.post-8365510996629357741</guid><description>&lt;h2&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhM2EORoCx60THT6MVU_FGrBa6movCepF4PBTv4ngDpkPT_DM6hGdiQAzCmkXXdJuq1gHaKN1_-0LPY7z1d-gqR8I6zkkY2BccFnziocd5QWcaLJfVGjnFWYSbSPR7PtGgeu2jGA2TrWeyT/s1600/download+(11).jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhM2EORoCx60THT6MVU_FGrBa6movCepF4PBTv4ngDpkPT_DM6hGdiQAzCmkXXdJuq1gHaKN1_-0LPY7z1d-gqR8I6zkkY2BccFnziocd5QWcaLJfVGjnFWYSbSPR7PtGgeu2jGA2TrWeyT/s1600/download+(11).jpg" /&gt;&lt;/a&gt;اللهم صلى على سيدنا محمدصلاة تغفربهاالذنوب ، وتصلح بهاالقلوب ، وتنطلق بهاالعصوب ، وتلين 
بهاالصعوب ، و على اله وصحبه ومن اليه منصوب&lt;/h2&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Ya Allah, limpahkanlah Sholawat (rahmat Mu) kepada Sayidina Muhammad SAW, yang dengan solawat itu Engkau mengampuni berbagai dosa dan meluruskan hati,dan dengan solawat itu pula terurai segala kerumitan, dan berbagai kesukaran akan melunak, (semoga solawat terlimpahkan pula) kepada keluarga beliau SAW, para sahabatnya dan kepada semua yang bernasab kepada beliau.

&lt;/span&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhM2EORoCx60THT6MVU_FGrBa6movCepF4PBTv4ngDpkPT_DM6hGdiQAzCmkXXdJuq1gHaKN1_-0LPY7z1d-gqR8I6zkkY2BccFnziocd5QWcaLJfVGjnFWYSbSPR7PtGgeu2jGA2TrWeyT/s72-c/download+(11).jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kiai Hamid Pasuruan, Wali yang Rendah Hati</title><link>http://nurulhabibi.blogspot.com/2012/09/kiai-hamid-pasuruan-wali-yang-rendah.html</link><category>karomah</category><category>kisah solihin</category><category>kyai</category><category>kyai hamid wali yang rendah hati</category><category>manaqib</category><category>ulama</category><category>wali</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 4 Sep 2012 01:46:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4774231437428247533.post-7178792332167198857</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEib1KjFsICfC-LfWBmKzbMPAkzmHAiJBdCkI9brFYQbcBm-KrH1JtHFYMn4JaVDN1vgo-lQ4qGSfl_DZrndzCbK4ilh9slz8cWvaWr9bruHYsOBAkZxrRwvK21TwfAua6CHBOKmrs1YriDE/s1600/15160_100155250014655_100000605402398_1195_4335571_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="199" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEib1KjFsICfC-LfWBmKzbMPAkzmHAiJBdCkI9brFYQbcBm-KrH1JtHFYMn4JaVDN1vgo-lQ4qGSfl_DZrndzCbK4ilh9slz8cWvaWr9bruHYsOBAkZxrRwvK21TwfAua6CHBOKmrs1YriDE/s320/15160_100155250014655_100000605402398_1195_4335571_n.jpg" width="157" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2&gt;
Kiai Hamid dikenal sebagai seorang ulama dan wali yang dekat dengan siapa saja. Ia dicintai dan memberi teladan yang menyejukkan.
Ke Pasuruan tidak berziarah ke makam Kiai Hamid rasanya kurang sempurna. Sebab di komplek pemakaman yang terletak di belakang Masjid Jami’ Al-Anwar Pasuruan itu, terdapat makam Habib Ja’far bin Syaikhan Assegaf, Syekh Ahmad Qusyairi bin Shiddiq dan beberapa ulama lainnya.
Kiai Hamid memang istimewa. Makamnya menjadi salah satu tujuan wisata di Jawa Timur. Sama dengan makam Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Drajat, dan Maulana Malik Ibrahim. Keistimewaan itu membuat komplek Masjid Jami’ tak pernah sepi sepanjang siang dan malam, khususnya pada bulan Ramadan.
&lt;span class="fullpost"&gt;Kiai Hamid lahir pada 1333 H / 1912 M di Lasem, Rembang, Jawa Tengah, tepatnya di Dukuh Sumurkepel, Desa Sumbergirang, sebuah pedukuhan yang terletak di tengah kota Kecamatan Lasem. Ayahanda beliau, KH Abdullah bin Umar, memberi nama Abdul Mu’thi. Sewaktu kecil Mu’thi biasa dipanggil “Dul”. Tapi seringkali panggilan ini diplesetkan menjadi “Bedudul”, karena kenakalannya.
Mu’thi tumbuh sebagai anak yang lincah, ekstrovert dan nakal. “Nakalnya luar biasa,” tutur KH Hasan Abdillah, adik sepupu dan juga iparnya. Tapi nakalnya Mu’thi tidak seperti anak-anak sekarang, yang suka mabuk-mabukan atau melakukan perbuatan asusila. Nakalnya Mu’thi adalah kenakalan bocah yang masih dalam batas wajar, walau untuk ukuran anak seorang kiai dipandang luar biasa.
Sehari-hari dia jarang di rumah. Hobinya main sepak bola dan layang-layang. Mu’thi bisa dibilang bolamania alias gila bola, dan ayahnya tidak bisa membendung hobi ini. Karena banyak bermain, belajar ngajinya otomatis kurang teratur, walaupun tidak ditinggalkan sama sekali. Beliau mengaji kepada KH Maksum (ayahanda KH Ali Maksum Yogyakarta) dan KH. Baidlowi (besan KH A Wahab Hasbullah mantan Rais Am Syuriah PBNU) dua pentolan Ulama Lasem.
Ketika beranjak remaja, Mu’thi mulai gemar ilmu kanuragan (semacam ilmu kesaktian). Belajarnya intensif sehingga mencapai taraf ilmu yang cukup tinggi, “Sampai bisa menangkap babi jadi-jadian,” tutur KH. Zaki Ubaid, adik sepupunya di Pasuruan.
Meski begitu, sejak kecil ia sudah menunjukkan tanda-tanda kewalian atau setidaknya orang besar. Ketika diajak kakeknya, KH Muhammad Shiddiq Jember (ayahanda KH. Ahmad Shiddiq, mantan Rais Am Syuriah PBNU), pergi haji, Mu’thi bertemu dengan Rasulullah SAW. Pada saat haji itulah namanya diganti menjadi Abdul Hamid.
Pada usia 12-13 tahun, Hamid dikirim ke Pondok Kasingan, Rembang guna meredam kenakalannya. Ia tidak lama di pondok ini, satu atau satu setengah tahun, kemudian ia pindah ke Pondok Tremas, Pacitan. Pondok pimpinan KH Dimyati ini cukup besar dan berwibawa. Dari pondok ini lahir banyak ulama besar, diantaranya, KH Ali Maksum (mantan Rais Am PBNU) KH. Masduqi (Lasem), KH. Abdul Ghafur (Pasuruan), KH. Harun (Banyuwangi), Prof. Dr. Mu’thi Ali, mantan Menteri Agama dan lain-lain.
Walaupun kegemarannya bermain sepak bola masih berlanjut, di pesantren ini beliau mulai mendapat gemblengan ilmu yang sebenarnya. Uang kiriman orangtua yang hanya cukup untuk makan nasi tiwul (nasi yang bahan dasarnya gaplek atau singkong) tidak membuatnya patah arang. Hamid tetap betah tinggal di sana sampai 12 tahun hingga mencapai taraf keilmuan yang tinggi di berbagai bidang.
Setelah 12 tahun belajar di Pondok Tremas. Ia dinikahkan dengan Nafisah, putri pamannya, Syekh Ahmad Qusyairi, yang dikenal sebagai penulis berbagai kitab bahasa Arab.
Konon, Kiai Ahmad pernah menerima pesan dari ayahnya KH Muhammad Shiddiq, supaya mengambil cucunya itu sebagai menantu, mengingat keistimewaan-keistimewaan yang tampak pada pemuda itu. Antara lain, saat pergi haji dulu, dia bisa berjumpa dengan Rasulullah. Sayang, sang kakek tidak sempat menyaksikan pernikahan itu, karena lebih dulu menghadap Ilahi.
Namun, rencana perayaan pernikahan itu bubar. Sebab, pada hari yang sudah ditentukan, para undangan yang sudah berkumpul di Masjid Jami’ menunggu lama pengantin pria yang tidak kunjung tiba. Bahkan hingga petang harinya. Akibatnya akad nikah hanya disaksikan oleh kerabat dekat. Selidik punya selidik, keterlambatan terjadi karena rombongan pengantin sering berhenti.“Pengantinnya kuajak mampir ke makam para wali,” kata KH Ali Maksum, ulama besar yang dipercaya menjadi kepala rombongan.
Hidup Prihatin
Sejak itu, Haji Abdul Hamid tinggal di rumah mertuanya. Lima atau enam tahun kemudian, Kiai Ahmad pindah ke Jember, lalu pindah lagi ke Glenmore, Banyuwangi. Tinggallah kini Kiai Hamid bersama Istrinya harus berjuang sendiri secara mandiri mengarungi bahtera samudra kehidupan dalam biduk rumah tangga yang baru mereka bina. Untuk menghidupi diri dan keluarganya, beliau berusaha apa saja, dari jual beli sepeda, berdagang kelapa dan kedelai, sampai menyewa sawah untuk digarap dan berdagang onderdil dokar.
Hari-hari mereka adalah hari-hari penuh keprihatinan, makan nasi dengan tempe panggang atau krupuk sudah menjadi kebiasaan. Terkadang sarung yang sudah usang pun masih dipakai. Tapi Kiai Hamid tak kenal putus asa, terus berusaha dan berusaha.
Kala itu beliau belum terlibat dalam kegiatan pesantren Salafiyah, meski tinggal di komplek pesantren yang pernah diasuh mertuanya. Tapi di tengah hidup prihatin itu, beliau mulai punya santri, dua orang, yang ditempatkan di sebuah gubuk di halaman rumah, Kiai Hamid juga mulai menggelar pengajian di berbagai desa di Kabupaten Pasuruan, Rejoso, Rangge, dan lain-lain.
Pada sekitar 1951, sepeninggal KH Abdullah bin Yasin, yang menjadi pengasuh pondok pesantren Salafiyah, Kiai Hamid dipercaya sebagai guru besar pondok, sementara KH Aqib Yasin, adik KH Abdullah, menjadi pengasuh, tapi secara de fakto Kiai Hamid yang memangku pondok, mengurusi segala hal, karena Kiai Aqib yang masih muda tengah menyelesaikan belajar di Lasem.
Kiai Hamid benar-benar berangkat dari nol dalam membina Pondok Salafiyah, karena pesantren dalam keadaan sepi sewaktu ditinggal KH Abdullah Yasin, yang menerapkan disiplin tinggi. Pondok Pesantren Salafiyah ini didirikan oleh KH Muhammad Yasin bin Rais. Salah satu santrinya yang terkenal adalah KH. Muhammad Dahlan mantan Menteri Agama RI 1968-1972 dan KH Abdullah Ubaid, pendiri gerakan pemuda Anshor, yang kemudian menjadi menantu Kiai Yasin.
Walaupun tidak ada promosi, satu demi satu santri mulai berdatangan. Gerak perkembangannya memang tidak bisa dibilang cepat, tapi pasti, terus bergerak dan bergerak. Jumlah santrinya mencapai ratusan orang, memenuhi ruang-runag pondok yang lahannya sudah tidak bisa diperluas lagi karena terhimpit rumah-rumah penduduk. Kamar-kamar yang sudah tidak mencukupi untuk menampung para santri, hingga pada akhirnya, terdorong oleh perkembangan zaman, fasilitas baru pun perlu disediakan, yaitu madrasah klasikal.
Perkembangan fenomenal terjadi justru pada pribadi beliau. Semula yang hanya dipanggil “haji”, lalu diakui sebagai “kiai”. Dan pengakuan masyarakat semakin besar. Tamunya semakin lama semakin membesar. Sinarnya mencorong terutama setelah wafatnya Habib Ja’far As-Segaf sekitar 1954. Habib Ja’far adalah wali terkemuka Pasuruan waktu itu yang juga menjadi guru spritualnya. Kiai Hamid sendiri mulai diakui sebagai wali beberapa tahun kemudian, sekitar awal 1960an. Pengakuan akan kewalian itu kian meluas dan meluas. Hingga akhirnya mencapai taraf – meminjam istilah KH Mustafa Bisri (Gus Mus) – Muttafaq ‘alaih, yakni disepakati semua orang, termasuk di kalangan orang-orang yang selama ini tidak mudah mengakui kewalian seseorang.
Seperti halnya para wali sejati, beliau menjadi tiang penyangga masyarakatnya, tidak hanya di Pasuruan, tetapi juga di tempat-tempat lain. Beliau adalah saka guru moralitas masyarakatnya. Beliau adalah cermin, untuk melihat borok-borok diri. Beliau adalah teladan, panutan, beliau dipuja dimana-mana, kemana-mana dikejar orang. Walaupun ia sendiri tidak suka, bahkan marah, jika ada orang yang mengkultuskannya.
Namun, juga beliau manusia biasa, yang pasti mengalami kematian. Sabtu 9 Rabiul Awal 1403 H bertepatan dengan 25 Desember 1982 M, menjadi awal berkabung panjang bagi masyarakat muslim.
Hari itu saat ayam belum berkokok, hujan tangis memecah kesunyian di dalam rumah di dalam komplek Pondok Pesantren Salafiyah, setelah jatuh anfal beberapa hari sebelumnya dan sempat dirawat di Rumah Sakit Islam Surabaya, karena penyakit jantung akut, beliau menghembuskan nafas terakhir, meninggalkan tiga orang anak: Nu’man, Nasih dan Idris.
Umat pun menangis, gerak hidup di Pasuruan seakan berhenti, bisu, oleh duka yang dalam. Ratusan ribu orang berduyun-duyun membanjiri Kota Pasuruan, memenuhi relung-relung masjid Agung Al-Anwar dan alun-alun kota, memadati ruas-ruas dan gang-gang jalan yang membentang di sekelilingnya. Mereka dalam gerak serentak, mengangkat tangan sambil mengucapkan “Allahu Akbar” empat kali dalam salat jenazah yang diikuti jemaah oleh jumlah yang luar biasa.
Ulama Tawadu’
Ketika Kiai Hamid mulai berkiprah di Pasuruan, tidak sedikit orang yang merasa tersaingi, terutama ketika beliau menggelar pengajian di kampung-kampung. Maklumlah, beliau seorang pendatang, ada kiai setempat yang menuduh beliau mencari pengaruh, dan menggerogoti santri mereka. Padahal Kiai Hamid mengajar di sana atas permintaan penduduk setempat.
Lambat laun beliau dapat menghapus kesan itu, tidak dengan rekayasa, melainkan dengan perbuatan nyata, dengan tetap berjalan lurus, dan terutama dengan sikap tawadu’ itu. “Kalau menghadiri suatu acara beliau, memilih duduk ditempat orang-orang biasa, di belakang bukan di depan. Kiai Hamid selalu ndempis(menyembunyikan diri) di pojok,” kata Kiai Hasan Abdillah.
Beliau bersikap hormat kepada siapapun, dari yang miskin sampai yang kaya, dari yang jelata sampai yang berpangkat, semua dilayaninya, semua dihargainya. Misalnya ketika sedang melayani banyak tamu, beliau memberikan perhatian kepada mereka semua, mereka ditanya satu persatu, sehingga tidak ada yang merasa diabaikan.
“Yang paling berkesan dari Kiai Hamid adalah akhlaknya: penghargaannya pada ilmu, pada ulama, pada orang alim, bahkan pada orang biasa. Juga tindak tanduknya,” kata Mantan Mentri Agama Prof Dr. Mu’thi Ali –yang pernah menjadi junior sekaligus anak didiknya di Pesantren Tremas.
Beliau sangat menghormati ulama dan Habib. Di depan mereka, sikap beliau layaknya sikap seorang santri kiainya. Bila mereka bertandang ke rumahnya, Kiai Hamid sibuk melayaninya. Misalnya ketika Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki, seorang ulama kondang Mekah bertamu, Kiai Hamid sendiri yang mengambilkan suguhan, lalu mengajaknya bercakap-cakap, sambil memijatinya, padahal tamunya itu usianya jauh lebih muda.
Sikap tawadu itu antara lain, yang menjadi rahasia “keberhasilan”  Kiai Hamid hingga mencapai tingkatan tinggi di sisi Allah. Karena sikap ini pula beliau bisa diterima oleh berbagai kalangan, dari orang biasa sampai tokoh. Para Kiai dan ulama tidak merasa tersaingi, bahkan menaruh hormat ketika melihat sikap tawadu Kiai Hamid yang tulus, yang tidak dibuat-buat. Derajat beliau pun meningkat, baik di mata manusia maupun di sisi Allah SWT.
“Barangsiapa bersikap tawadu, Allah akan mengangkatnya.”
Senantiasa Sabar
Rahasia sukses lainnya adalah sifat sabar yang tinggi, dengan pembawaan yang sangat halus sekali. Sebenarnya di balik kehalusan itu tersimpan sikap keras dan tempramental. Hanya berkat riadhah (latihan) yang panjang, beliau barhasil meredam sifat cepat marah itu dan menggantinya dengan sifat sabar luar biasa.Riadhah telah memberi beliau kekuatan luar biasa untuk mengendalikan amarah.
Kiai Hamid dapat menahan amarah ketika didorong seorang santri hingga hampir terjatuh. Ia juga tidak marah mendapati buah-buahan di kebunnya habis dicuri para santri dan ayam-ayam ternaknya ludes dipotong. “Pokoknya, barang-barang di sini kalau ada yang mengambil (makan), berarti bukan rezeki kita,” katanya suatu saat.
Pada saat awal memimpin Pondok Salafiyah, Kiai Hamid sering dimusuhi tetangga. Namun ketika orang itu mempunyai hajat beberapa bulan kemudian, Kiai Hamid sudah menyuruh seorang santri membawa beras dan daging ke rumah tetangga itu. Tentu saja orang itu kaget dan menyesal telah membenci Kiai Hamid yang hatinya bersih.
Melalui Riyadah dan Mujahadah (memerangi hawa nafsu) yang panjang, beliau berhasil membersihkan hatinya dari berbagai penyakit, tidak hanya penyakit takabur dan marah, tapi juga penyakit lainnya. Beliau mampu menghalau rasa iri dan dengki. Bukannya menjadikan kiai lain sebagai pesaing, Kiai Hamid justru mengarahkan orang untuk bertanya kepada kiai lain mengenai masalah tertentu. “Sampean tanya saja kepada Kiai Ghafur, beliau ahlinya,” kata beliau kepada seseorang yang bertanya masalah fikh.
Beliau pernah marah kepada rombongan tamu yang telah jauh-jauh datang ketempatnya dan mengabaikan kiai di kampung mereka. Beliau juga tidak segan mengarahkan sejumlah santrinya kepada KH Abdurrahman, yang tinggal di sebelah rumahnya atau Ustadz Sholeh, keponakannya, yang mengasuh pondok pesantren Hidayatus Salafiyah.
Menghilangkan rasa takabur memang sangat sulit, terutama bagi orang-orang yang mempunyai kelebihan ilmu dan pengaruh. Namun ada yang tidak kalah sulitnya untuk dihapus, yaitu menggunjing orang lain, bahkan para kiai yang mempunyai derajat tinggipun umumnya tak lepas dari penyakit ini. Kiai Hamid menurut pengakuan banyak pihak, tak pernah melakukan hal ini. Kalau ada orang yang hendak menggunjing di depan beliau, beliau menyingkir. Sampai KH Ali Maksum berkata, “Wali itu ya Kiai Hamid itu, beliau tidak mau ngerasani (menggunjing) orang lain.”


&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEib1KjFsICfC-LfWBmKzbMPAkzmHAiJBdCkI9brFYQbcBm-KrH1JtHFYMn4JaVDN1vgo-lQ4qGSfl_DZrndzCbK4ilh9slz8cWvaWr9bruHYsOBAkZxrRwvK21TwfAua6CHBOKmrs1YriDE/s72-c/15160_100155250014655_100000605402398_1195_4335571_n.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Karomah Habib Sholeh Tanggul  </title><link>http://nurulhabibi.blogspot.com/2012/09/karomah-habib-sholeh-tanggul.html</link><category>habib soleh</category><category>karomah</category><category>karomah habib soleh tanggul</category><category>kisah solihin</category><category>tanggul</category><category>ulama</category><category>wali</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 4 Sep 2012 01:31:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4774231437428247533.post-6164888863699946533</guid><description>Membicarakan karamah Habib Sholeh tidak bisa lepas dari peristiwa yang mempertemukan dirinya dengan Nabi Khidir AS. Kala itu, layaknya pemuda keturunan Arab lainnya, orang masih memanggilnya Yik, kependekan dari kata Sayyid, yang artinya Tuan, sebuah gelar untuk keturunan Rasulullah.
Suatu ketika Yik Sholeh sedang menuju stasiun Kereta Api Tanggul yang letaknya memang dekat dengan rumahnya. Tiba-tiba datang seorang pengemis meminta uang. Sholeh yang sebenarnya membawa sepuluh rupiah menjawab tidak ada, karena hanya itu yang dimiliki. Pengemis itupun pergi, tetapi kemudian &lt;span class="fullpost"&gt;datang dan minta uang lagi. Karena dijawab tidak ada, ia pergi lagi, tetapi lalu datang untuk ketiga kalinya. Ketika didapati jawaban yang sama, orang itu berkata, “Yang sepuluh rupiah di saku kamu?” seketika Yik Sholeh meresakan ada yang aneh. Lalu ia menjabat tangan pengemis itu. Ketika berjabat tangan, jempol si pengemis terasa lembut seperti tak bertulang. Keadaan seperti itu, menurut beberapa kitab klasik, adalah cirri fisik nabi Khidir. Tangannyapun dipegang erat-erat oleh Yek Sholeh, sambil berkata, “Anda pasti Nabi Khidir, maka mohon doakan saya.” Sang pengemispun berdoa, lalu pergi sambil berpesan bahwa sebentar lagi akan datang seorang tamu.
Tak lama kemudian, turun dari kereta api seorang yang berpakaian serba hitam dan meminta Yik Sholeh untuk menunjukkan rumah habib Sholeh. Karena di sekitar sana tidak ada yang nama Habib Sholeh, dijawab tidak ada. Karena orang itu menekankan ada, Yik Sholeh menjawab, “Di daerah sini tidak ada, tuan, nama Habib Sholeh, yang ada Sholeh, saya sendiri, “Kalau begitu andalah yang saya cari,” jawab orang itu lalu pergi, membuat Yik Sholeh tercengang.
Sejak itu, rumah Habib Sholeh selalu ramai dikunjungi oraang, mujlai sekedar silaturrahmi, sampai minta berkah doa. Tidak hanya dari tanggul, tetapi juga luar Jawa bahkan luar negeri, seperti Belanda, Afrika, Cina, Malaysia, Singapura dan lain-lain. Mantan wakil Presiden Adam malik adalah satu dari sekian pejabat yang sering sowan kerumahnya. Satu bukti kemasyhuran beliau, jika Habib Sholeh ke Jakarta, menjemputnya bejibun, melebihi penjemputan Presiden,” ujar KH. Abdillah yang mengenal dengan baik Habib, menggambarkan.
KH.Ahmad Qusyairi bin Shiddiq adalah sahabat karib habib. Dulunya Habib Sholeh sering mengikuti pengajian KH. Ahmad Qusyairi di Tanggul, tetapi setelah tanda-tanda kewalian Habib mulai menampak, ganti KH. Qusyairi yang mengaji kepada Habib.
Menjelang wafat, KH. Qusyairi sowan kepada Habib. Tidak seperti biasa, kala itu sambutan Habib begitu hangat, sampai dipeluk erat-erat. Habib pun mnyembelih seekor kambing khusus menjamu sang teman karib. Disela-sela bercengkrama, Habib mengatakan bahwa itu terakhir kali yang ia lakukan. Ternyata beberapa hari kemudian KH. Qusyairi wafat di kediamannya di Pasuruan.
Tersebutlah seorang jenderal yang konon pernah mendapat hadiah pulpen dari Presiden AS D. Esenhower. Suatu ketika pulpen itu raib saat dibawa ajudannya kepasar (kecopetan). Karuan saja sang ajudan kalang kabut, sehingga disarankan oleh seorang kenalannya agar minta tolong ke Habib Sholeh.
Sampai di sana, Habib menyuruh mencari di Pasar Tanggul. Sekalipun aneh, dituruti saja, dan ternyata pulpen itu tidak ditemukan. Habib menyuruh lagi, lagi-lagi tidak ditemukan. Karena memaksa, Habib masuk kedalam kamarnya, dan tak lama kemudian keluar dengan menjulurkan sebuah Pulpen. “Apa seperti ini pulpen itu? Sang ajudan tertegun, karena ternyata itulah pulpen sang jenderal yang sudah pindah ke genggaman pencopet.
Nama Habib Sholeh kian terkenal dan harum. Kisah-kisah yang menuturkan karamah beliau tak terhitung. Tetapi perlu dicatat, karamah hanyalah suatu indikasi kewalian seseorang. Kelebihan itu dapat dicapai setelah melalui proses panjang yaitu pelaksanaan ajaran Islam secara Kaffah. Dan itu dilakukan secara konsekwen dan terus menerus (istiqamah), sampai dikatakan bahwa Istiqamah itu lebih mulia dari seribu karamah.
Tengok saja komitmen Habib terhadap nilai-nilai keislaman, termasuk keperduliannya terhadap fakir miskin, janda dan anak yatim, menjadi juru damai ketika ada perselisihan. Beliau dikenal karena akhlak mulianya, tidak pernah menyakiti hati orang lain, bahkan berusaha menyenangkan hati mereka, sampai-sampai dikenal tidak pernah permintaan orang. Siapapun yang bertamu akan dijamu sebaik mungkin. Habib Sholeh sering menimba sendiri air sumur untuk mandi dan wudu para tamunya.
Maka buah yang didapat, seperti ketika Habib Ahmad Al-Hamid pernah berkata kepada baliau, kenapa Allah selalu mengabulkan doanya. Habib Sholeh menjawab, “Bagaimana tidak? Sedangkan aku belum pernah melakukan hal yang membuat-Nya Murka.”
http://www.sufiz.com/jejak-wali/karomah-habib-sholeh-tanggul.html
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvc1qk_7wTw7odgSm-MCP0DHUcAIpuaJxxA6e6mx34ncupdYrg_NHNYpzn25ev5av4paNqgdNwOOtkDSXGr3z18oc8TzSjFk490SF2QyhrOv7saTZDkwHtAgKDAtYPoSAUXwrdVkvygHsU/s1600/download+%252811%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="180" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvc1qk_7wTw7odgSm-MCP0DHUcAIpuaJxxA6e6mx34ncupdYrg_NHNYpzn25ev5av4paNqgdNwOOtkDSXGr3z18oc8TzSjFk490SF2QyhrOv7saTZDkwHtAgKDAtYPoSAUXwrdVkvygHsU/s320/download+%252811%2529.jpg" width="108" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;



&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvc1qk_7wTw7odgSm-MCP0DHUcAIpuaJxxA6e6mx34ncupdYrg_NHNYpzn25ev5av4paNqgdNwOOtkDSXGr3z18oc8TzSjFk490SF2QyhrOv7saTZDkwHtAgKDAtYPoSAUXwrdVkvygHsU/s72-c/download+%252811%2529.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Al Wirdul Latif karangan Habib Abdulloh bin Alwi Al Haddad</title><link>http://nurulhabibi.blogspot.com/2012/09/al-wirdul-latif-karangan-habib-abdulloh.html</link><category>habib abdullah bin alwi al haddad</category><category>kisah solihin</category><category>wali</category><category>wirid</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 3 Sep 2012 21:29:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4774231437428247533.post-1441935394646766140</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKMYA4oqhqY6Hu0nqQHiw8Ff1WYAHkg1W-cigjpDIUvI4lBjHrg-iGh4HPdycNJanwuXlMOWa0vy7LVkLNk5aqdRavVT9HfEfQUOQWj3C_hq3Z8TItRYe_OyJxHXWovL4NLuanb4okCuDi/s1600/MakamImamAl-HabibAbdullahbinAlwiAl-.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKMYA4oqhqY6Hu0nqQHiw8Ff1WYAHkg1W-cigjpDIUvI4lBjHrg-iGh4HPdycNJanwuXlMOWa0vy7LVkLNk5aqdRavVT9HfEfQUOQWj3C_hq3Z8TItRYe_OyJxHXWovL4NLuanb4okCuDi/s320/MakamImamAl-HabibAbdullahbinAlwiAl-.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;DecoType Naskh&amp;quot;; font-size: 22.0pt; line-height: 115%;"&gt;الوردالطيف&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;DecoType Naskh&amp;quot;; font-size: 20.0pt; line-height: 115%;"&gt;سورة الإخلا ص&amp;nbsp;&amp;nbsp;
المعذتين &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;رب اوذبك من همزات
اشياطين و اعوذبك رب ان يحضرون&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; افخسبتم
انما خلقناكم ابثاوانكم الينالاترجعون ، فتعالى الله الملك الحق لا اله الا هورب
العرش الكريم ، ومن يدع مع الله الها ا خرلابرهان له به فإنما حسابه عندربه انه لايفلح
الكافرون ، وقل رب اغفروارحم وانت خيرالرحمين ، فسبحان الله حين تمسون وحين تسبحون
، وله الحمد في&amp;nbsp; السموات والأرض وعشياوحين
تظهرون ، يخرج الحي من الميت ويخرج الميت من الحي ويحي الأرض بعد موتها وكذالك
تخرجون ، اعوذب الله السميع العليم من الشيطان الرجيم ، لو انز النا هذالقران على
جبل لرايته خاشعامتصدعا من خشية الله وتالك الامثال نضربها للناس لعلهم يتفكزون ،
هوالله الذي لا اله الا هو عالم والشهادة هو ارحمن الرحيم ، هوالله الذي لا اله
الا هوالملك القدس السلام المؤمن المهيمن الأزيز الجبار المتكبر سبحان الله عما
يشركون ، هوالله الخالق البارئ المصورله الأسماءالحسنى يسبح له ما فى السموات
والأرض وهوالعزيزاحكيم ، سلام على نوح فى العالمين ، اناكذلك نجزىالمحسنين ، انه
من عنادناامذلمؤمنين ، اعوذبكلمات الله التآمات من شر ماخلق&amp;nbsp; ، بسم الله الذى لايضر مع اسمه شئ فى الأرض
ولافى السماء وهو السميع العليم ، اللهم انى اصبحت منك فى نعمة وعافتة وستر فأتمم
نعمتك علي وعافيتك وسترك فى الدنياوالأخرة ، اللهم انى اصبحت اشهدك واشهدحملة عرشك
وملاءكتك وجميع خلقك انك انت الله لااله الا انت وحدك لا شريك لك وان
سيدنامحمداعبدك ورسولك ، الحمد الله رب العالمين حمدايوافى نعمه ويكافى مزيده ،
امنت بالله العظيم وكفرت بالجبت واطاغوت واستمسكت بالعروة الوثقى لاانفصام
لهاوالله سميع عليم ، رضيت بالله ربا وبالإسلامديناوبمحمد صلى الله عليه و اله
وسلم نبياورسولا ، حسبي الله لا اله الا هو عليه توكلت وهورب العرش العظيم ، اللهم
صل على سيدنا محمد واله وصحبه وسلم ، &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;DecoType Naskh&amp;quot;; font-size: 20.0pt; line-height: 115%;"&gt;اللهم انى اسئلك من فجاءة الخيرواعوذبك من فجاء ة الشر ، اللهم
انت ربى لا اله الاانت خلقتنى واناعبدك وانا على عهدك ووعدك ما استطعت اعوذبك من
شرماصنعت ابوءلك بنعمتك علي وابوءبذانبى فاغفرلى فإنه لا يغفرالذنوب الا انت ،
اللهم انت ربى لا اله الا انت عليك توكلت و انت رب العرش العظيم ، ما شاء الله كان
ومالم يشألم يكون ولاحول ولاقوة الا بالله العلي العظيم ، اعلم ان الله على كل شيئ
قدير و ان الله قداحاط بكل شيئ علما ، اللهم&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="font-size: 20.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;DecoType Naskh&amp;quot;;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;DecoType Naskh&amp;quot;; font-size: 20.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;انى
اعوذبك من شر نفسى ومن شر كل دابة انت اخذبناصيتها ان ربى على صراط مستقيم ، ياحي
يا قيوم برحمتك استغيث ومن عذابك استجير اصلح لي شأنى كله ولاتكلنى الى نفسىولا
الى احد من خلقك طرفة عين . اللهم اني اعوذبكمن الهم&amp;nbsp; والحزن واعوذبك من العجز والكسل واعوذبك من
الجبن والبخل واعوذبك من غلبة الدين وقهرالرجال. اللهم اني اسئلك العافية في
الدنيا والاخرة. اللهم اني اسئلك العفو والعافية والمعافاة الدائمة في ديني ودنياي
واهلي ومالي. اللهم استر عوراتي وآمن رو عاتي. اللهم احفظني من بين يدي ومن خلفي
وعين يميني وعن شمالي ومن فوقى. واعوذبك بعظمتك ان اغتال من تحتي. اللهم انت
خلقتني وانت تهديني وانت تطعمني وانت تشقيني وانت تميتني وانت تحييني وانت على كل
شيئ قدير. اصبحنا على فطرة الاسلام وعلى كلمة الاخلاص وعلى دين نبينا محمد صلى
الله عليه واله وسلم وعلى ملة ابينا ابراهيم حنيفا مسلما وماكان من المشركين.
اللهم بك اصبحنا وبك امسينا وبك نحيا وبك نموت وعليك نتوكل&amp;nbsp; واليك النشور.&amp;nbsp;
اصبحنا واصبح الملك لله والحمد لله رب العالمين. اللهم اني اسئلك خيرهذا
اليوم فتحه ونصره ونوره وبركته وهداه. اللهم اني اسئلك خير هذا اليوم وخير ما فيه
وخيرماقبله وخيرما بعده, واعوذبك من شرهذا اليوم وشرما فيه وشرما قبله وشرما بعده.
اللهم ما اصبح بي من نعمة او بأحد من خلقك فمنت وحدك لا شريك لك فلك الحمد ولك
الشكر على ذلك. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;DecoType Naskh&amp;quot;; font-size: 20.0pt; line-height: 115%;"&gt;سبحان الله وبحمده عدد خلقه ورضى نفسه وزنة عرشه ومداد كلمته ×&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: Andalus; font-size: 20.0pt; line-height: 115%;"&gt;۳&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;DecoType Naskh&amp;quot;; font-size: 20.0pt; line-height: 115%;"&gt;
سبحان الله العظيم وبحمده عدد خلقه ورضى نفسه وزنة عرشه ومداد كلمته &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;AGA Arabesque&amp;quot;; font-size: 20.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;DecoType Naskh&amp;quot;; mso-char-type: symbol; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-symbol-font-family: &amp;quot;AGA Arabesque&amp;quot;;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;~&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;DecoType Naskh&amp;quot;; font-size: 20.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt; سبحان الله عددما خلق فى السماء, سبحان الله عددما جلق فى الارض,
سبحان الله عددما بين ذالك سبحان الله عددما هو خالق &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;AGA Arabesque&amp;quot;; font-size: 20.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;DecoType Naskh&amp;quot;; mso-char-type: symbol; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-symbol-font-family: &amp;quot;AGA Arabesque&amp;quot;;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;~&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;DecoType Naskh&amp;quot;; font-size: 20.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt; الحمد لله عددما خلق فى السمآء,&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="font-size: 20.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;DecoType Naskh&amp;quot;;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;DecoType Naskh&amp;quot;; font-size: 20.0pt; line-height: 115%;"&gt;الحمد لله عددما خلق فى الأرض ، الحمد لله عددما بين ذالك ،
الحمد لله عددما هوخالق&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="font-size: 20.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;DecoType Naskh&amp;quot;;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;DecoType Naskh&amp;quot;; font-size: 20.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;AGA Arabesque&amp;quot;; font-size: 20.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;DecoType Naskh&amp;quot;; mso-char-type: symbol; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-symbol-font-family: &amp;quot;AGA Arabesque&amp;quot;;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;~&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;DecoType Naskh&amp;quot;; font-size: 20.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt; لااله الا الله عددماخلق فى السماء ، لااله الا الله عددماخلق في
الأرض ، لااله الا الله عددما بين ذالك ، لااله الا الله عددما هوخالق &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;AGA Arabesque&amp;quot;; font-size: 20.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;DecoType Naskh&amp;quot;; mso-char-type: symbol; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-symbol-font-family: &amp;quot;AGA Arabesque&amp;quot;;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;~&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;DecoType Naskh&amp;quot;; font-size: 20.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt; الله اكبر عددماخلق في السماء ، الله اكبر عددماخلق فى الأرض ،
الله اكبر عددمابين ذالك ، الله اكبر عددماهو خالق &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;AGA Arabesque&amp;quot;; font-size: 20.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;DecoType Naskh&amp;quot;; mso-char-type: symbol; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-symbol-font-family: &amp;quot;AGA Arabesque&amp;quot;;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;~&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;DecoType Naskh&amp;quot;; font-size: 20.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt; لا حول ولا قوة الا بالله العلى العظيم عددماخلق فى السماء ، لا
حول ولا قوة الا بالله العلى العظيم عددماخلق في الأرض ، ، لا حول ولا قوة الا
بالله العلى العظيم عددما بين ذالك ، ، لا حول ولا قوة الا بالله العلى العظيم
عددما هوخالق &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;AGA Arabesque&amp;quot;; font-size: 20.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;DecoType Naskh&amp;quot;; mso-char-type: symbol; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-symbol-font-family: &amp;quot;AGA Arabesque&amp;quot;;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;~&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;DecoType Naskh&amp;quot;; font-size: 20.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;DecoType Naskh&amp;quot;; font-size: 20.0pt; line-height: 115%;"&gt;لااله
الا الله وحده لاشريك له ، له الملك وله الحمد يحي ويميت وهو على كل شيءقدير عدد
كل ذرة الف مرة&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;DecoType Naskh&amp;quot;; font-size: 20.0pt; line-height: 115%;"&gt;بسم الله ماشاء الله ، لا يسوق الخير الا الله&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;DecoType Naskh&amp;quot;; font-size: 20.0pt; line-height: 115%;"&gt;بسم الله ماشاء الله ، لا يصرف السوء الا الله&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;DecoType Naskh&amp;quot;; font-size: 20.0pt; line-height: 115%;"&gt;بسم الله ماشاء الله ، ماكان من نعمة فمن الله&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;DecoType Naskh&amp;quot;; font-size: 20.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; بسم الله ماشاء الله ، لاحول ولاقوة الا بالله&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKMYA4oqhqY6Hu0nqQHiw8Ff1WYAHkg1W-cigjpDIUvI4lBjHrg-iGh4HPdycNJanwuXlMOWa0vy7LVkLNk5aqdRavVT9HfEfQUOQWj3C_hq3Z8TItRYe_OyJxHXWovL4NLuanb4okCuDi/s72-c/MakamImamAl-HabibAbdullahbinAlwiAl-.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Imam Bukhari R.A</title><link>http://nurulhabibi.blogspot.com/2012/09/imam-bukhari-ra.html</link><category>imam</category><category>kisah solihin</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 1 Sep 2012 18:21:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4774231437428247533.post-4252114649213980671</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #1c1c1c; color: #cccccc; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 20px;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Nasab dan Kelahiran Beliau&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;beliau adalah Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Ja’fi Al Bukhari -rahimahullah- . Lahir pada bulan Syawwal tahun 194 H.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #1c1c1c; color: #cccccc; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 20px;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Guru-guru Beliau&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;Beliau banyak melakukan perjalanan dalam mencari hadits (ilmu) ke seluruh penjuru dunia. Beliau belajar hadits di Khurasan, Al Jibal, Iraq, Hijaz, Syam, Mesir dan lainnya. Diantara guru-gurunya adalah : Makki bin Ibrahim, Abdan bin Utsaman Al Muruzi, Abu ‘Ashim Asy Syaibani, Muhammad bin Abdulloh Al Anshori, Muhammad bin Yusuf, Abu Walid Ath Thayalisi, ABdulloh bin Maslamah Al Qa’nabi, Abu Bakar Al Humaidi, Abdullah bin Yusuf, Abul Yaman,Ismail bin abu uwais, Muhammad bin Katsir, Khalid Al Mukhalid, Ali Ibnu Al Madini, Ahmad bin Hanbal, Yahya bin Ma’in dan masih banyak lagi -rahimakumullah-&lt;br /&gt;Beliau sering pergi ke baghdad dan mengajarkan hadits disana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #1c1c1c; color: #cccccc; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 20px;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Ibadah dan Muamalah Beliau&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Bakar Abu Said berkata,” Ada seseorang yang membawakan barang dagangan kepada Muhammad bin Ismail (Al Bukhori), dan setelah Isya’ berkumpullah beberapa pedagang untuk mengambil dagangan tersebut dengan memberi untuk 5000 dirham. Beliau menyetujui dan berkata kepada merka,” Pulanglah kalian malam ini,” Pagi harinya datang para pedagang lain yang ingin mengambil dagangan tersbut dengan memberikan keuntungan 10000 dirham, namun beliau menolaknya dan berkata,”Saya sudah meniatkan untuk memberikan barang dagangan ini kepada para pedagang yang telah datang tadi malam, dan saya tidak senang membatalkan niat saya.”&lt;br /&gt;Bakar Abu Said juga berkata,” Pada suatu hari Muhammad bin Ismail merasa terganggu ketika sedang sholat. Selesai sholat dia berkata kepada para sahabatnya,” Lihatlah ini ! apa yang menggangguku di waktu sedang sholat.!”,Maka mereka melihatnya, ternyata lalat penyengat telah menyengat sebanyak 17 tempat, akan tetapi dia tidak memutuskan sholatnya. Tatkala para sahabatnya menanyakan mengapa tidak memutuskan sholat sejak awal, dia menjawab,” Karena saya sedang sholat, saya lebih suka untuk menyempurnakannya.”&lt;br /&gt;Nasj bin Said berkata,” Ketika awal malam bulan ramadhan, para sahabat Al Bukhori berkumpul bersamanya. Beliau sholat bersama mereka dengan membaca 20 ayat setiap rakaat. Setiap waktu sahur beliau membaca Al Qur’an lebih dari sepertiganya, dan menghatamkannya selama 3 hari juga pada waktu sahur. Jika pda waktu tersebut beliau tidak menghatamkan, maka beliau sempurnakan/selesaikan pada waktu iftar (bebuka puasa) sambil berdoa.”&lt;br /&gt;Muhammad bin Yusuf berkata,” Pada suatu malam saya bersama Muhammad bin Ismail Al Bukhori di rumahnya. Saya menghitung dia bangun untuk menyalakan lampu lalu mudzakarah (menelaah) sesuatu ampai 18 kali, dan pada waktu sahur beliau melakukan sholat lain 13 rakaat dengan witir 1 rakaat.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #1c1c1c; color: #cccccc; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 20px;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Pujian Ulama kepadanya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;Muhammad bin Abu Hatim mendengar Imam Al Bukhori berkata,” Tatkala masuk ke kota Bashrah, saya bermajelis dengan Muhammad bin Basyar, ketika keluar majelis, dia melihatku. Dia bertanya kepadaku,”Darimana kamu wahai pemuda?”, Maka akupun menjawab,” dari penduduk Bukhara.”. Bagaimana kamu justru meninggalkan Abu Abdillah Al Bukhori dan tidak belajar kepadanya?,” keluhnya. Maka para Sahabat Muhammad bin Basyar berkata kepadanya,”Semoga engkau merahmati engkau. Dialah Abu Abdillah (Al Bukhori ) itu.” lantas Muhammad bin Basyar memegang tanganku dan memelukku. Kemudian beliau berkata,” Selamat atas kedatangan orang yang besar lagi mulai yang telah kami tunggu sejak dua tahun lalu.”&lt;br /&gt;Muhammad bin Ishaq berkata,” Saya tidak melihat dibawah kolong langit ini yang lebih alim tentang hadits daripada Muhammad bin Ismail Abu Abdillah.”&lt;br /&gt;Abu Ja’far Abdullah bin Muhammad Al Ja’fi berkata,” Muhammad bin Ismail dalah seorang imam. maka barangsiapa yang tidak menjadikannya sebagai imam, maka ia pantas untuk dicurigai.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #1c1c1c; color: #cccccc; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 20px;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Kedalaman Ilmu Haditsnya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Para ulama dari berbagai negeri seperti Bashrah, Syam, Hjaz, dan Kufah menaruh hormat kepada Al bukhori.&lt;br /&gt;Pernah Imam Al Bukhori datang ke baghdad, dan kedatangannya didengar oleh para Ulama Ahlul Hadits, mereka berkumpul dan bersepakat untuk menguji Imam Bukhori dengan 100 hadits. Mereka membolak-balik matan (isi hadits) dan sanad (para periwayat hadits)nya. dan menyerahkan&amp;nbsp; hadits yang sudah dibolak bailk tersebut kepada 10 orang, sehingga setiap orang mendapat jatah 10 hadits. Ketika hari yang sudah ditentukan untuk bermajelis telah tiba, datanglah para Ahli hadits baik dari Maghrib, Khurasan, Baghdad dan tempat lainnya. tatkala suasana majelis sudah nampak tenang, mulailah salah seorang dari 10 orang tadi menyampaikan hadits yang telah dibolak balikkan itu, dan setiap selesai membacakan satu hadits dia bertanya kepada Imam Al Bukhori tentag hadits tersebut, maka Imam Al Bukhori menjawab,” Aku tidak tahu tentang hadits tersebut.” lalu dibacakanlah lagi hadits berikutnya dan ditanyakan lagi kepadanya. Dia menjawab lagi “Tidak tahu.” demikian sampai 10 hadits. para Ahli hadits yang hadir di majelis saling berpandangan satu sama lain dan berkata,” Jawaban al Bukhori itu menunjukkan dia orang yang lemah dan sedikit hafalan serta pemahamannya.” lalu mulailah orang kedua, ketiga, kempat sampai selesai 10 orang yang membacakan semua hadits yang dibolak balik tadi sehingga mencapai 100 hadits. dan setiap ditanya tentang hadits yang dibacakan kepadanya, Imam bukhori tetap menjawab,” Saya tidak tahu hadits tersebut.” Tidak lebih dari itu. Ketika Imam Bukhori mengetahui pembacaan hadits-hadits tersebut telah selesai, maka beliau menghadap kepada orang orang pertama yang membacakan hadits tadi dan berkata,” Adapun haditsmu yang pertama seperti itu maka yang benar begini, haditsmu yang kedua begitu, maka yang benar begini dan seterusnya sampai 10 hadits. Beliau mengembalikan matan dan sanad hadits yang telah dibolak balik sebagaimana semula. demikianlah yang diperbuat Imam Al Bukhori kepada 10 orang tersebut. Hingga manusia menetapkan kuatnya hafalan Imam Al Bukhori dan keutamaannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #1c1c1c; color: #cccccc; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 20px;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Majelis Imam Al Bukhori&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;Abu Ali Shalih bin Muhammad Al Bagdadi berkata bahwa ketika Muhammad bin Ismail menyampaikan hadits-haditsnya beberapa kali di baghdad, yang hadir pada setiap majelisnya lebih dari 20.000 orang. Perkataan serupa juga disampaikan Muhammad bin Yusuf.&lt;br /&gt;Al Bukhori berkunjung ke Bashrah, dan berada di dalam Masjid jami’, tatkala ada orang yang mengetahuinya, maka dia umumkan kedatangannya kepada penduduk Bashrah, mereka meminta kepadanya untuk membuah sebuah majelis ilmu. maka berkumpullah para penuntut ilmu termasuk orang-orang tua, para ahli fiqih, ahli hadits para huffazh hingga berjumlah ribuan orang, sehingga keluar ungkapan,” Telah hadir pada hari ini Sayyidul fuqoha’ (penghulu para ahli fiqih).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #1c1c1c; color: #cccccc; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 20px;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Hikmah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Abu Sa’id Bakar bin Munir berkata bahwa Al Amir (penguasa) Khalid bin AHmad Adz Dzuhli mengirim utusan ke Bukhara kepada Muhammad bin Ismail agar mengajarkan kitab jami’, At tarikh dan seterusnya (secara privat), Maka Muhammad bin Ismail berkata kepada utusan tersebut,”Sesungguhnya kami tidak merendahkan ilmu, dan tidak mengajarkan kerumah-rumah. Jika engkau membutuhkan ilmu tersebut maka datanglah ke masjid saya atau rumah saya, jika tidak, engkau dalah penguasa, mampu melarang saya untuk bermajelis, sehingga saya memiliki udzur di hadapan Alloh Azza wa Jalla pada hari kiamat. Karena saya tidak akan menyembunyikan ilmu, sebab Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda,” barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu lantas dia menyembunyikannya maka dia akan dikekang dengan tali kekang dari neraka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukhori berkata,” gerakan, suuara dan tulisan mereka adalah makhluq, adapaun Al Qur’an yang dibaca, yang tetap dalam mushaf yang tertulis dan yang terjaga (dihafal) dalam hati, maka itu adalah kalam Allah dan bukan makhluq, Alloh Azza wa Jalla berfirman,” Sebenarnya, Al Qur’an adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang berilmu,” [QS Al Ankabut 49]&lt;br /&gt;Ibrahim bin Muhammad setelah penyelenggaraan jenazah Muhammad bin ismail berkata bahwa Shahibul Qishar kemarin bertanya kepada Muhammad bin Ismail,” Wahai Abu Abdillah, apa yang engkau katakan tentang Al Qur’an?’ Beliau menjawab,” Al Quran adalah kalamulloh bukan makhluq” Kemudian aku (Ibrahim bin Muhammad ) berkata,” Manusia menyangka engkau mengatakan apa-apa yang terdapat dalam mushaf itu bukan Al Qur’an ! dan ayat-ayat yang berada di dalam dada-dada manusia juga bukan Al Qur’an.” Maka beliau menjawab,” Astaghfirrullah, engkau bersaksi terhadap sesuatu yang tidak kau dengar dariku. Maka aku katakan sebagaiman firman Alloh Azza wa Jalla ,” Demi Thur dan demi kitab yang tertulis.” [QS Ath Thur 1-2]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #1c1c1c; color: #cccccc; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 20px;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Wafat beliau&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;Abdul Wahin bin Adam berkata,” Saya melihat Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam didalam mimpi bersama para sahabatnya. beliau berhenti/berdiri pada suatu tempat. Aku mengucapkan salam kepada beliau dan beliaupun menjawab salamnya. Aku bertanya,” Mengapa berhenti disini wahai Rosululloh?.” Beliau menjawab,” Aku menunggu Muhammad bin Ismail Al Bukhori.” , Setelah beberapa hari maka datanglah kabar tentang kematian Imam Al Bukhari, dan tatkala saya perhatikan waktu kematian beliau, ternyata tepat saat aku bermimpi bertemu dengan Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam .&lt;br /&gt;Abul Hasan bin Salim berkata,” Abu Abdillah Muhammad bin Ismail Al Bukhari meninggal pada malam sabtu malam idul fitri tahun 256 H.”&lt;br /&gt;Yahya bin Ja’far berkata,” Seandainya saya mampu untuk menambah usia Muhammad bin Ismail Al Bukhori, maka akan saya lakukan. Karena kematianku adalah kematian seorang biasa, namun kematian Al Bukhori adalah hilangnya ilmu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #1c1c1c; color: #cccccc; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 20px;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;maraji:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;dikutip September 20, 2007 oleh&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://abuaisyah.wordpress.com/author/4bu4isyah/" style="color: #dd7700; font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; text-decoration: none;" title="Tulisan oleh 4bu4isyah"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;4bu4isyah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Tarikh Al Baghdad, karya Al Khatib Al baghdadi&lt;br /&gt;Siyar A’lam An Nubala kaya Imam Adz Dzahabi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #1c1c1c; color: #cccccc; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 20px;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;ditulis kembali dari Al Fatawa vol 06/thII/1425 H&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #1c1c1c; color: #cccccc; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 20px;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Sumber : al-aisar.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Karomah Kyai Kholil Bangkalan </title><link>http://nurulhabibi.blogspot.com/2012/09/karomah-kyai-kholil-bangkalan.html</link><category>bangkalan</category><category>karomah</category><category>kisah solihin</category><category>kyai</category><category>kyai kholil</category><category>manaqib</category><category>ulama</category><category>wali</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 1 Sep 2012 18:10:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4774231437428247533.post-4892654563566376210</guid><description>&lt;h2&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;a.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Tertawa
Keras di dalam Sholat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: .5in; tab-stops: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pada suatu hari, didalam sholat jemaah
yang dipimpin oleh kyai disebuah pesantren tempat kyai Kholil mencari ilmu,
Kyai Kholil muda tertawa cukup keras sehingga teman-temannya takut kalau-kalau
kyai akan marah karna sikapnya itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: .5in; tab-stops: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dugaan mereka tidak keliru,setelah
selesai sholat sang kyai menegur Kyai Kholil muda dengan sikapnya yang tertawa
cukup keras waktu solat tersebut yang memang dilarang dalam Islam. Ternyata,
Kyai Kholil muda masih terus tertawa meskipun kyai sangat marah terhadapnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: .5in; tab-stops: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Akhirnya Kyai Kholil menjawab bahwa
ketika sholat berjamaah berlangsung dia melihat sebuah &lt;i&gt;berkat&lt;/i&gt; (wadah
nasi waktu kenduri) diatas kepala sang Kyai. Mendengar jawaban tersebut, sang
kyai menjadi sadar dan merasa malu atas sholat yang ia pimpin tersebut. Karena
sang kyai ingat bahwa selama sholat berlangsung, dia memang merasa tergesa-gesa
untuk menghadiri kenduri sehingga mengakibatkan solatnya tidak khusyuk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 45.0pt; tab-stops: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: .5in; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: 22.5pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;b.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Debat
kepiting dan Rajungan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: .5in; tab-stops: 22.5pt .5in; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pada suatu hari, para ulama Mekah berkumpul
di Masjidil Haram untuk berdiskusi membahas masalah dan hukum Islam yang sedang
terjadi di Makah. Semua persoalan didiskusikan tanpa hambatan dan selalu
mendapatkan solusi dan kesepakatan semua Ulama tersebut. Akan tetapi pada
masalah mengenai halal atau haramnya kepiting dan rajungan terjadi banyak
pendapat dan tidak menemukan solusi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: .5in; tab-stops: 22.5pt .5in; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kyai Kholil pada waktu itu berada diantara
peserta diskusi sambil mendengarkan dengan tekun sambil sekali-sekali tersenyum
melihat silang pendapat para peserta diskusi. Melihat jalan buntu permasalahan
yang ada dihadapnya, Kyai Kholil minta izin untuk menawarkan solusi untuk
masalah tersebut. Akhirnya Kyai Kholil dipersilahkan untuk naik ke atas mimbar
oleh pimpinan diskusi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: .5in; tab-stops: 22.5pt .5in; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Setelah tiba diatas mimbar, Kyai Kholil
berkata, “ Saudara sekalian, ketidaksepakatan kita dalam menentukan hukum
kepiting dan rajungan ini menurut saya disebabkan karena saudara sekalian belum
melihat secara pasti wujud kepiting dan rajungan” ujar kyai Kholil. Semua ulama
yg hadir dalam diskusi tersebut menyetujui keterangan kyai Kholil tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: .5in; tab-stops: 22.5pt .5in; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “ saudara sekalian, adapun wujud kepiting
seperti ini” ucap kyai Kholil sambil memegang kepiting yang masih basah.
“sedangkan yang rajungan seperti ini” lanjut Kyai Kholil sambil memegang
rajungan yang masih basah, seakan baru mengambil dari laut. Semua hadirin
merasa terpana dan suasana menjadi gaduh karna keanehan tersebut. Mereka hanya
bisa merasa heran dan bingung dari mana sang Kyai Kholil mendapatkankepiting dan
rajungan dengan sekejap saja. Maka setelah kejadian tersebut, masalah halal
atau haramnya kepiting dan rajungan telah menemukan solusinya. Sejak kejadian
itu, Kyai Kholil menjadi ulama yg disegani di antara ulama Masjidil Haram.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 45.0pt; tab-stops: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: .5in; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: 22.5pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;c.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Ke Makkah
Naik &lt;i&gt;Kerocok &lt;/i&gt;(sejenis daun aren yg dapat mengapung di air)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: .5in; tab-stops: 22.5pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pada suatu sore di pinggir pantai daerah
Bangkalan, Kyai Kholol hanya ditemani oleh Kyai Syamsul Arifin, salah seorang
murid dan sahabatnya. Mereka membicarakan perihal urusan pesantren dan
persoalan umat, tak terasa waktu sudah berlangsung lama dan matahari hampir
terbenam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: .5in; tab-stops: 22.5pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “ kita belum solat Ashar kyai” kata Kyai
Syamsul Arifin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: .5in; tab-stops: 22.5pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “ &lt;i&gt;Astaghfirullah&lt;/i&gt; ” kata kyai Kholil
menyadari Kekhilafannya. “ waktu ashar hampir habis, kita tidak mungkin sholat
secara sempurna Kyai” ucap Kyai syamsul Arifin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: .5in; tab-stops: 22.5pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “ kalau begitu, ambil &lt;i&gt;kerocok&lt;/i&gt; untuk
kita pakai ke Makkah ” kata Kyai Kholil. Setelah mendapatkan kerocok, mereka
menumpanginya di atas &lt;i&gt;kerocok&lt;/i&gt; tersebut. Beberapa saat ketika Kyai Kholil
menatap ke Makkah, tiba-tiba &lt;i&gt;kerocok&lt;/i&gt; yang ditumpanginya melesat dengan
cepat ke arah Makkah. Sesampainya ke Makkah, Azan solat ashar baru saja
dikumandangkan dan mereka mendapatkan Shaf pertama sholat Ashar berjamaah di
Masjidil Haram. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: .5in; tab-stops: 22.5pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 45.0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: 22.5pt; text-align: justify; text-indent: -22.5pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;d.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Mengubah
Arah Kiblat Masjid&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: .5in; tab-stops: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pada suatu hari, Kyai Kholil sedang
melihat masjid yang sedang dibangun oleh menantu beliau yaitu Kyai Muntaha.
Ketika melihat arah kiblat pada masjid tersebut, Kyai Kholil menegur sang
menantu yang alim itu untuk membetulkan arah kiblat masjid yang sedang
dibangunnya itu. Sebagai orang yg alim, Kyai Muntaha mempunyai alasan dalam
menentukan arah kiblat tersebut, beberapa argumen ditunjukan kepada Kyai Kholil
dalam penentuan arah kiblat tersebut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Melihat menantunya tidak ada
tanda-tanda untuk mendengar nasihatnya, Kyai Kholil tersenyum sambil berjalan
kearah tempat pengimaman di ikuti sang menantu. Kyai Kholil mengambil sebuah
kayu untuk melubangi dinding tembok arah kiblat dan menyuruh Kyai Muntaha untuk
melihat lubang pada dinding masjid di tempat pengimaman. Betapa kagetnya Kyai
Muntaha setelah melihat lubang itu, sang menantu melihat dalam lubang kecil itu
terlihat Ka’bah yang berada di Makkah dengan sangat jelas. Dengan penglihatan
itu, Kyai Muntaha heran dan sadar bahwa arah kiblat yang menjadi kiblat
bangunan masjidnya salah. Arah kiblat bangunan masjid&amp;nbsp; terlalu miring dan terbukti benar apa yang di
koreksi Kyai Kholil. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>karomah Guru Zaini Martapura</title><link>http://nurulhabibi.blogspot.com/2012/09/karomah-guru-zaini-martapura.html</link><category>karomah</category><category>kisah solihin</category><category>kyai</category><category>manaqib</category><category>ulama</category><category>wali</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 1 Sep 2012 08:20:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4774231437428247533.post-4662568192455557151</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="color: #38b63c; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.5pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="background: #003366; color: #33ff33; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.5pt; line-height: 115%;"&gt;Ø Ketika beliau masih tinggal di Kampung
Keraton, biasanya setelah selesai pembacaan maulid, beliau duduk-duduk dengan
beberapa orang yang masih belum pulang sambil bercerita tentang orang-orang tua
dulu yang isi cerita itu untuk dapat diambil pelajaran dalam meningkatkan
amaliyah. Tiba-tiba beliau bercerita tentang buah rambutan, pada waktu itu
masih belum musimnya; dengan tidak disadari dan diketahui oleh yang hadir
beliau mengacungkan tangannya ke belakang dan ternyata di tangan beliau
terdapat sebuah buah rambutan yang masak, maka heranlah semua yang hadir
melihat kejadian akan hal tersebut. Dan rambutan itupun langsung beliau makan.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #38b63c; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.5pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="background: #003366; color: #33ff33; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.5pt; line-height: 115%;"&gt;Ø Ketika beliau sedang menghadiri selamatan
dan disuguh jamuan oleh shahibul bait maka tampak ketika itu makanan tersebut
hampir habis beliau makan, namun setelah piring tempat makanan itu diterima
kembali oleh yang melayani beliau, ternyata makanan yang tampak habis itu masih
banyak bersisa dan seakan-akan tidak di makan oleh beliau.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #38b63c; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.5pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="background: #003366; color: #33ff33; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.5pt; line-height: 115%;"&gt;Ø Pada suatu musim kemarau yang panjang, di
mana hujan sudah lama tidak turun sehingga sumur-sumur sudah hampir mengering,
maka cemaslah masyarakat ketika itu dan mengharap agar hujan bisa turun.
Melihat hal yang demikian banyak orang yang datang kepada beliau mohon minta
doa beliau agar hujan segera turun, kemudian beliau lalu keluar rumah dan
menuju pohon pisang yang masih berada di dekat rumah beliau itu, maka beliau
goyang goyangkanlah pohon pisang tersebut dan ternyata tidak lama kemudian,
hujan pun turun dengan derasnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #38b63c; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.5pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="background: #003366; color: #33ff33; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.5pt; line-height: 115%;"&gt;Ø Ketika pelaksanaan Haul Syekh Muhammad
Arsyad yang ke 189 di Dalam Pagar Martapura, kebetulan pada masa itu sedang
musim hujan sehingga membanjiri jalanan yang akan dilalui oleh 'Alimul 'allamah
Al 'Arif Billah Asy Syeikh H. M. Zaini Abd. Ghani menuju ke tempat pelaksanaan
haul tersebut, hal ini sempat mencemaskan panitia pelaksanaan haul tersebut,
dan tidak disangka sejak pagi harinya jalanan yang akan dilalui oleh beliau
yang masih digenangi air sudah kering, sehingga dengan mudahnya beliau dan
rombongan melewati jalanan tersebut; dan setelah keesokan harinya jalanan
itupun kembali digenangi air sampai beberapa hari.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #38b63c; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.5pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="background: #003366; color: #33ff33; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.5pt; line-height: 115%;"&gt;Ø Banyak orang-orang yang menderita sakit
seperti sakit ginjal, usus yang membusuk, anak yang tertelan peniti, orang yang
sedang hamil dan bayinya jungkir serta meninggal dalam kandungan ibunya,
sernuanya ini menurut keterangan dokter harus di operasi. Namun keluarga mereka
pergi minta do'a dan pertolongan. 'Allimul'allamah 'Arif Billah Asy Syekh H. M.
Zaini Abd. Ghani. Dengan air yang beliau berikan kesemuanya dapat tertolong dan
sembuh tanpa di operasi.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #38b63c; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.5pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: #003366; color: #ff6600; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.5pt; line-height: 115%;"&gt;Ø&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Kesaksian
al-Aalimul faadhil Guru Haji Ahmad Bakri : Jika saya berdusta dalam kesaksian
ini maka bolehlah saya dicap sebagai munafik. Ketika saya akan berangkat haji
pada suatu tahun, saya sowan kepada Guru Sekumpul. Dalam kesempatan itu saya
bertanya: wahai Abah! Siapakah Wali Qutub di negeri Makkah pada masa sekarang?
Guru Sekumpul tersenyum seraya berkata : “Bakri, Bakri… nama beliau adalah
Habib Abu Bakar bin Abdullah al-Habsyi. Guru Bakri Berkata: “Dimanakah ulun
dapat menjumpai beliau?”. Guru Sekumpul menjawab; “engkau pasti akan berjumpa
dengan beliau”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #38b63c; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.5pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: #003366; color: #ff6600; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.5pt; line-height: 115%;"&gt;Saya pun (Guru Bakri) berangkat haji. Satu
minggu sebelum pulang ke tanah air, belum juga saya jumpa dengan beliau (Habib
Abu Bakar). Akhirnya saya bertanya kepada salah seorang mukimin di Makkah,
dimanakah ada seorang yang terkenal sebagai Wali di Makkah ini. Maka dijawab:
“ada, beliau tinggal di daerah jabal Nur, nama beliau adalah Habib Abu Bakar
al-Habsyi”. Sayapun mencarter taxi ke sana dengan satu orang teman (tidak
ramai-ramai, karena ahlussunnah wal jama’ah sangat dicurigai dan diawasi di
Saudi). Sesampainya di sana pas waktu Ashar. Selesai sholat Ashar, saya kagum
dan terkejut karena ternyata wiridan yang dibaca di sana persis seperti wiridan
di sekumpul. Setelah selesai wirid dilanjutkan dengan majelis ta’lim dengan
membaca kitab syarah ‘ainiyyah, inipun ternyata sama seperti di sekumpul (waktu
itu Guru sekumpul pun sedang mengajarkan kita syarah ‘ainiyyah). Setelah
selesai majelis, maka sayapun minta izin untuk bertemu dengan beliau. Tidak
lama beliaupun keluar. Ternyata orangnya sudah tua tetapi tampak masih sangat
kuat dan bertenaga. Belum sempat saya mengucap salam, beliau langsung berkata &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="background: #003366; color: #ff6600; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.5pt; line-height: 115%; mso-ascii-font-family: Verdana; mso-hansi-font-family: Verdana;"&gt;مرحبا العالم الكبير شيخ زيني غني مرتابورا&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: #003366; color: #ff6600; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.5pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;
(selamat datang, seorang Alim yang Besar syaikh Zaini Ghani Martapura), padahal
saya tidak pernah memberi tahu beliau. Ternyata yang beliau lihat bukan saya,
tetapi Guru Sekumpul. Berarti Guru sekumpul sudah memberi tahu beliau (entah
bagaimana caranya) kalau saya akan sowan kepada beliau.&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #38b63c; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.5pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: #003366; color: #ff6600; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.5pt; line-height: 115%;"&gt;Tanpa panjang pembicaraan saya pun pulang.
Karena sebelumnya sudah dinasehati oleh Guru sekumpul untuk tidak banyak
bicara. Yang penting minta diakui sebagai murid, itu sudah cukup, sebab seorang
guru akan memberi syafaat kepada muridnya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #38b63c; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.5pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: #003366; color: #ff6600; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.5pt; line-height: 115%;"&gt;Setibanya di Banjarmasin saya pun sowan ke
Guru sekumpul dengan niat menceritakan kepada beliau apa yang terjadi sekaligus
menggembirakan beliau dengan kajadian itu. Malam itu pas malam kamis, selesai
pengajian, saya ikuti beliau dari belakang. Beliau menoleh dan berkata: “Naik,
Bakri”. Sayapun mengikuti beliau. Kami masuk ke rumah beliau sampai ke dalam
kamar beliau. Beliau mematikan lampu dan berdoa agak lama. Setelah kurang lebih
sepuluh menitan, selesai berdoa beliau berkata: “sudah Bakri, kada usah bakesah
lagi, Abah Tahu ai (yang terjadi).” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="background: #003366; color: #ff6600; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.5pt; line-height: 115%; mso-ascii-font-family: Verdana; mso-hansi-font-family: Verdana;"&gt;ا.ه&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: #003366; color: #ff6600; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.5pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;. (selesai kisah Guru
Haji Bakri)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Manaqib Habib Abdulloh bin Alwi AlHaddad</title><link>http://nurulhabibi.blogspot.com/2012/09/manaqib-habib-abdulloh-bin-alwi-alhaddad.html</link><category>habib abdullah bin alwi al haddad</category><category>karomah</category><category>kisah solihin</category><category>manaqib</category><category>ulama</category><category>wali</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 1 Sep 2012 08:14:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4774231437428247533.post-9201117537635646962</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Manaqib
al-Imam al-Habib ‘Abdullah bin ‘Alwi bin Muhammad al-Haddad &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;رضي&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الله&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;عنه&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;
Sempena Majlis Haul al-Imam al-Habib ‘Abdullah al-Haddad tahun 1430H, maka ambo
ingin berkongsi sekelumit manaqib beliau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;رضي&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الله&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;عنه&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;.
Manaqib serba ringkas ini sebenarnya dah pun ambo paparkan diblog al-Fanshuri
sewaktu menceritakan pengalaman ziarah ke Hadramaut. Cuma yang ini, ambo tambah
mana yang kurang. Untuk lebih mengenali beliau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;رضي&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الله&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;عنه&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;,
bacalah kitab-kitab karangannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Nasabnya
yang mulia: al-Habib Abdullah bin ‘Alawi bin Muhammad bin Ahmad bin Abdullah
bin Muhammad al-Haddad bin ‘Alawi bin Ahmad bin Abi Bakar bin Ahmad bin Abi
Bakar al–Thowil bin Ahmad bin Muhammad bin Abdullah bin al-Faqih Ahmad bin
‘Abdurrahman bin ‘Alawi bin Muhammad Shahib Mirbath bin ‘Ali bin ‘Alwi Khali’
Qasam bin Muhammad bin ‘Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad al-Muhajir bin ‘Isa
al-Rumi bin Muhammad an-Naqib bin ‘Ali al-Uraidhi bin Ja’far ash-Shadiq bin
Muhammad al-Baqir bin ‘Ali Zain al-‘Abidin bin al-Hussin al-Sibth bin ‘Ali
suami Fathimah al-Zahra’ binti Muhammad Rasulullah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;صلى&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الله&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;عليه&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;وسلم&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Al-Imam
Al-Habib Abdullah bin ‘Alawi bin Muhammad bin ‘Ali al-Haddad &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;رضي&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الله&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;عنه&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
diputerakan pada malam Itsnain 5 Shafar 1044H (30 Julai 1634M). [ada riwayat
yang mengatakan bahwa beliau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;رضي&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الله&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;عنه&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
dilahirkan pada malam Khamis 5 Shafar 1044H sebagaimana disebut oleh Thoha bin
Hasan bin 'Abdurrahman as-Seggaf]. Ini sebagaimana disebutkan oleh Syaikh
‘Ahmad bin ‘Abdul Karim al-Hasawi as-Sajjar didalam kitab yang bertajuk
Tatsbitul Fuad bi Zikri Kalam Majalis al-Quthub al-Imam ‘Abdullah bin ‘Alawi
bin Muhammad al-Haddad, beliau berkata: Beliau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;رضي&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الله&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;عنه&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
berkata:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Kami
telah menghafaz tarikh kelahiran kami daripada ibu kami. Ibuku berkata: Aku
dilahirkan pada malam Itsnain, tanggal 5 Safar, tahun 1044H. Beliau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;رضي&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الله&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;عنه&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
bercerita lagi: Seorang jiran wanita membungkusku dengan pakaian ayahku. Malam
itu aku menangis dan menjerit-jerit sampai pagi. Lalu ibuku berkata kepada
sebahagian wanita yang berada didalam rumah: Cuba engkau lihat, apa terjadi
kepada anakku, kenapa dia tidak mahu diam. Wanita itu kemudian memeriksa kain
yang membalutku. Ternyata didalamnya terdapat seekor kala jengking yang sangat
besar. Badanku merah-merah kerana sengatannya [dalam setengah riwayat
mengatakan lebih dari 20 sengatan].&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Beliau
didlahirkan disebuah perkampungan bernama Subair yang terletak berhampiran
dengan kota Tarim di Wadi Hadhramaut, di Selatan Yaman. Beliau membesar didalam
lingkungan keluarganya yang terkenal dengan kesholehan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Ayahnya
Habib ‘Alawi bin Muhammad al-Haddad, sejak kecil berada di bawah asuhan ibunya
Hababah Salwa, yang dikenal sebagai wanita ahli ma’rifah dan wilayah. Bahkan
al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;رضي&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الله&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;عنه&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
sendiri banyak meriwayatkan kekeramatan ayahnya. Datuk al-Habib Abdullah
al-Haddad dari sebelah ibunya Habib Umar bin Ahmad al-Manfar Ba’Alawi yang
termasuk ulama yang mencapai darjat ma’rifah yang sempurna. Imam al-Haddad &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;رضي&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الله&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;عنه&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
meriwayatkan sekitar 45 karamah yang dimilikinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Imam
al-Haddad &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;رضي&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الله&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;عنه&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
mendapat didikan awal dari ayahandanya Habib ‘Alawi bin Muhammad al-Haddad dan
ibundanya Hababah Salma binti Idrus bin Ahmad bin Muhammad al-Habsyi .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Ketika
umurnya 4 tahun, beliau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;رضي&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الله&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;عنه&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
telah diserang penyakit cacar hingga menyebabkan beliau buta kedua matanya.
Walaubagaimanapun matahati terang benderang. Sewaktu kecilnya beliau tidak
menghabiskan masanya dengan bermain sebagaimana anak kecil sebayanya. Beliau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;رضي&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الله&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;عنه&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
menghabiskan waktunya dengan menghafal al-Quran, bermujahadah an-Nafs dengan
mengerjakan banyak ibadah dan mencari ilmu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Ayahnya,
al-Habib ‘Alawi bin Muhammad al-Haddad wafat pada malam itsnain awal bulan
Rajab 1072H. Kemudian disusuli pula oleh ibunya iaitu pada hari Rabu, tanggal
24 Rajab 1072H. Ketika itu Imam al-Haddad sudah berumar 28 tahun. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Guru-gurunya:
Diantara guru-guru beliau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;رضي&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الله&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;عنه&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
adalah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;al-Habib
Muhammad bin ‘Alawi bin Abu Bakar bin Ahmad bin Abu Bakar bin ‘Abdurrahman
al-Saqqaf (1002 – 1071H)&lt;br /&gt;
Syaikh Abu Bakar bin bin Imam ‘Abdurrahman bin ‘Ali bin Abu Bakar bin Syaikh
‘Abdurrahman al-Saqqaf&lt;br /&gt;
al-Habib ‘Aqil bin ‘Abdurrahman bin Muhammad bin ‘Ali bin ‘Aqil bin Syaikh
Ahmad bin Abu Bakar bin Syaikh bin ‘Abdurrahman al-Saqqaf&lt;br /&gt;
al-Habib ‘Umar bin ‘Abdurrahman al-‘Atthas bin Aqil bin Salim bin Abdullah bin
Abdurrahman bin Abdullah bin Abdurrahman al-Saqqaf (wafat:1072H).&lt;br /&gt;
al-Habib ‘Abdurrahman bin Syaikh Maula ‘Aidid Ba’alawi (wafat: 1068H)&lt;br /&gt;
Sayyid Syaikhan bin Imam al-Hussein bin Syaikh Abu Bakar bin Salim&lt;br /&gt;
al-Habib Syihabuddin Ahmad bin Syaikh Nashir bin Ahmad bin Syaikh Abu Bakar bin
Salim&lt;br /&gt;
al-Habib Jamaluddin Muhammad bin Abdurrahman bin Muhammad bin Syaikh
al-Arifbillah Ahmad bin Syaikh al-Hussein bin Syaikh al-Quthb al-Rabbani Abu
Bakar bin Abdullah al-‘Aydrus (1035-1112H)&lt;br /&gt;
Sayyid al-Faqih al-Shufi Abdullah bin Ahmad Ba`alawi al-Asqa’&lt;br /&gt;
Sayyid Syaikh al-Imam Ahmad bin Muhammad al-Qusyasyi (wafat 1071H)&lt;br /&gt;
Khirqah Sufiyah: Imam al-Haddad &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;رضي&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الله&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;عنه&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
menerima khirqah sufiyyah, antaranya daripada:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;al-Habib
‘Aqil bin ‘Abdurrahman bin Muhammad bin ‘Ali bin ‘Aqil bin Syaikh Ahmad bin Abu
Bakar bin Syaikh bin ‘Abdurrahman al-Saqqaf,&lt;br /&gt;
al-Habib ‘Umar bin ‘Abdurrahman al-‘Atthas bin Aqil bin Salim bin Abdullah bin
Abdurrahman bin Abdullah bin Abdurrahman al-Saqqaf (wafat:1072H),&lt;br /&gt;
al-Habib Syihabuddin Ahmad bin Syaikh Nashir bin Ahmad bin Syaikh Abu Bakar bin
Salim,&lt;br /&gt;
al-‘Arifbillah Syaikh Muhammad bin ‘Alawi as-Saqqaf al-Makki&lt;br /&gt;
Beliau adalah merupakan Quthub al-Aqtab pada zamannya. Dan ada ulama mengatakan
bahwa beliau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;رضي&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الله&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;عنه&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
menduduki makam tersebut hampir 60 tahun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Murid-muridnya:
Murid-murid beliau, antaranya:-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;al-Habib Hasan bin ‘Abdullah
al-Haddad (anak beliau);&lt;br /&gt;
al-Habib Ahmad bin Zein al-Habsyi;&lt;br /&gt;
al-Habib ‘Abdurrahman bin ‘Abdullah Balfaqih;&lt;br /&gt;
al-Habib Muhammad bin Zein bin Smith;&lt;br /&gt;
al-Habib ‘Umar bin Zein bin Smith;&lt;br /&gt;
al-Habib ‘Umar bin ‘Abdurrahman al-Bar;&lt;br /&gt;
al-Habib ‘Ali bin ‘Abdullah bin Abdurrahman al-Saqqaf;&lt;br /&gt;
al-Habib Muhammad bin ‘Umar bin Thoha ash-Shafi al-Saqqaf;&lt;br /&gt;
Syaikh Ahmad bin Abdul Karim al-Hasawi asy-Syajjar&lt;br /&gt;
Al-Faqih BaJubair – beliau adalah merupakan guru kepada Imam al-Haddad dalam
ilmu fiqih namun setelahnya ulama ini bellajar kitab Ihya kepada Imam
al-Haddad. Imam al-Haddad berkata: Setelah kembali ke Hadramaut (dari India)
dia belajar Ihya kepadaku. Aneh sekali! Dahulu aku belajar fiqih kepadanya,
namun sekarang dia belajar ihya kepadaku.&lt;br /&gt;
dan ramai lagi&lt;br /&gt;
Penulisan: Beliau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;رضي&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الله&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;عنه&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
mula menulis ketika berumar 25 tahun dan karya terakhir beliau ditulis pada
ketika usianya 86 tahun. Karya al-Habib Abdullah bin ‘Alawi al-Haddad,
antaranya:-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Risalah al-Muzaakarah ma’a al-Ikhwan
al-Muhibbin min Ahl al-Khair wa ad-Din (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;رسالة&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;المذاكرة&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;مع&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الإخوان&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;المحبين&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;من&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;أهل&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الخير&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;والدين&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;)
– kitab ini selesai ditulis pada hari Ahad sebelum waktu Dhuhur, akhir bulan
Jumadilawwal 1069H.&lt;br /&gt;
Risalah al-Mu’aawanah wa al-Mudzaaharah wa al-Mu`aazirah li ar-Raghibin minal
Mu’minin fi Suluki Thoriqil Akhirah (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;رسالة&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;المعاونة&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;والمظاهرة&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;والمؤازرة&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;للراغبين&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;من&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;المؤمنين&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;في&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;سلوك&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;طريق&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الأخرة&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;)
– kitab ini selesai ditulis pada tahun 1069H, sewaktu beliau berusia 26 tahun.
Dan ditulis atas permintaan Habib Ahmad bin Hasyim al-Habsyi.&lt;br /&gt;
Risalah Aadab Suluk al-Murid (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;رسالة&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;آداب&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;سلوك&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;المريد&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;)
– kitab ini selesai penulisannya pada tanggal 7 atau 8 Ramadhan, tahun 1071H.&lt;br /&gt;
Ithaf as-Saail bi Jawaab al-Masaail (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;إتحاف&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;السائل&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;بجواب&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;المسائل&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;) – kitab ini adalah merupakan kumpulan jawaban atas
pelbagai persoalan yang diajukan kepada beliau oleh Syaikh ‘Abdurrahman
Ba’Abbad asy-Syibaami. Dan ianya ditulis sewaktu Imam al-Haddad berkunjung ke
Dau’an pada tahun 1072H. Kitab ini mengandungi 15 pertanyaan dengan jawaban dan
ulasan yang mendalam dari Imam al-Haddad. Selesai ditulis pada hari Jum’at, 15
Muharram 1072.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;An-Nashoih
ad-Diniyah wa al-Washoya al-Imaniyah (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;النصائح&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الدينية&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;والوصايا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الإيمانية&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;) – kitab ini beliau tulis pada usia 45 tahun. Selesai
ditulis pada hari Ahad, 22 Sya’ban 1089H. Kitab ini mendapat pujian dari para
ulama kerana ianya merupakan suatu ringkasan daripada Ihya. Kata-kata di dalam
kitab ini mudah, kalimatnya jelas, perbahasannya sederhana dan disertai dengan
dalil yang kukuh. Sesuai dibaca oleh orang awwam dn juga khawas.&lt;br /&gt;
Sabil al-Iddikar wa al-I’tibaar bima Yamurru bi al-Insan wa Yanqadhi lahu min
al-’A’maar (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;سبيل&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الإدكار&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;والا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;عتبار&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;بما&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;يمر&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;بالإنسان&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;وينقضي&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;له&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;من&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الأعمار&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;) – terdapat perbedaan pendapat mengenai usia Imam Haddad
menulis kitab ini. Ada yang mengatakan pada ketika beliau berusia 60 tahun
(1104H) atau 63 tahun (1107H). Dan ada yang mengatakan kitab ini diselesaikan
pada hari Ahad 29 Sya’ban 1110H. Kitab ini membahaskan mengenai fasa-fasa hidup
manusia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Ad-Da’wah at-Tammah wa at-Tazkirah
al-‘Ammah (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الدعوة&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;التامة&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;و&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;التذكرة&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;العامة&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;)
– kitab ini diselesaikan oleh Imam al-Haddad pada usia beliau 70 tahun. Selesai
ditulis pada pagi Jum’at 27 atau 28 Muharram 1114H.&lt;br /&gt;
An-Nafais al-‘Uluwiyyah fi al-Masaail as-Shufiyyah (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;النفائس&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;العلوية&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;في&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;المسائل&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الصوفية&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;) – kitab ini selesai ditulis pada hari Khamis, bulan
Dhulqaedah 1125H. Usia Imam al-Haddad pada ketika ini adalah 81 tahun. Kitab
ini membahaskan masalah yang berkaitan dengan shufi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Al-Fushul al-‘Ilmiyyah wa al-Ushul
al-Hikamiyah (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الفصول&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;العلمية&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;والأصول&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الحكمية&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;) – kitab ini selesai ditulis pada 12 Shafar 1130H iaitu
ketika Imam al-Haddad berusia 86 tahun iaitu 2 tahun sebelum kewafatan beliau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Kitab al-Hikam (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;كتاب&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الحكم&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Mukhatabat wa Washoya ( &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;مكاتبات&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;و&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;وصايا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; )&lt;br /&gt;
Wasilah al-‘Ibaad ila Zaad al-Ma’aad (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;وسيلة&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;العباد&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;إلى&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;زاد&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;المعاد&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;);&lt;br /&gt;
Ad-Durr al-Mundzum li Zaawil ‘Uqul wa al-Fuhuum (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الدر&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;المنظوم&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;لذوي&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;العقول&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;والفهوم&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;);&lt;br /&gt;
Tastbitul Fuad ( &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;تثبيت&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الفؤاد&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;)-
dikumpul oleh murid beliau Syaikh Ahmad bin Abdul Karim al-Hasawi asy-Syajjar)&lt;br /&gt;
Kebanyakkan karya beliau telah diterjemahkan ke bahasa Inggeris , Perancis dan
juga bahasa Indonesia dan Malaysia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Ibadahnya:
Beliau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;رضي&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الله&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;عنه&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
sangat bersungguh-sungguh didalam mengerjakan ibadah dan mujahadah an-Nafs
sedari usianya masih kanak-kanak. Pada bidayahnya beliau mengunjungi seluruh
masjid di kota Tarim untuk beribadah. Beliau sentiasa berjaga malam untuk
mengerjakan ibadah. Hampir 40 tahun beliau bersholat shubur dengan wudhu`
sholat ‘Isya`. Banyak berzikir dan membaca al-Quran. Biji tasbihnya berjumlah
1000 biji. Beliau menunaikan ibadah haji pada tahun 1079H, iaitu ketika berusia
35 tahun. Beliau juga mengambil kesempatan tersebut untuk bertemu para ulama di
Haramain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Akhlaqnya:
Akhlaqnya mencontohi akhlaq datuknya, Rasulullah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;صلى&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;لله&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;عليه&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;وآله&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;وسلم&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
samaada pada perkataan atau perbuatannya. Terkenal sebagai seorang yang
pemurah. Sentiasa manis bibirnya dengan senyuman dan menngembirakan orang lain.
Sangat memberi perhatian kepada penuntut ilmu dan majlis ilmu. Membalas
kejahatan dengan kebaikan. Sangat wara’ dalam perkara-perkara syubhat. Kalau
memberi upah beliau akan memberi lebih tinggi daripada yang diharapkan. Beliau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;رضي&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الله&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;عنه&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
juga adalah seorang yang sangat menyayangi kaum faqir miskin. Beliau pernah
berkata: Andaikata aku berupaya atau mampu, tentu akan aku penuhi keperluan
semua kaum miskin, sebab pada awalnya, agama ini ditegakkan oleh kaum mu’minin
yang lemah. Beliau juga berkata: Dengan sesuap makanan tertolaklah berbagai
bencana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Beliau
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;رضي&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الله&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;عنه&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
seorang yang tidak menyukai kemasyhuran atau kemegahan dan tidak suka dipuji.
Beliau berkata: Banyak orang membuat syair-syair untuk memujiku. Sesungguhnya
aku hendak mencegah mereka, tetapi aku khuatir tidak ikhlas dalam berbuat
demikian. Maka kubiarkan mereka berbuat sekehendaknya. Dalam hal ini aku lebih
suka meneladani Nabi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;صلى&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الله&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;عليه&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;وآله&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;وسلم&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
kerana Baginda pun tidak melarang ketika shahabat Baginda membacakan
syair-syair pujian kepada Baginda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Oleh
kerana beliau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;رضي&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الله&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;عنه&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
seorang khumul, menghindari syuhrah (kemasyhuran), sangat tidak suka orang
membicarakan karamahnya maka beliau pernah memerintahkan muridnya melupuskan
(dengan menghanyutkan kesungai) 2 jilid kitab disusun yang menyebut tentang
karamahnya. Dan beliau selalu mennashihati muridnya untuk tidak melakukan
ibadah untuk mendapatkan karamah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Beliau
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;رضي&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الله&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;عنه&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
juga suka mendirikan masjid, antara yang dibinanya adalah Masjid al-Awwabin,
Masjid al-Abrar, Masjid al-Abdal, Masjid al-Fath, Masjid at-Tawwabin dan Masjid
Ba’Alawi di Basyon.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Karamahnya:
Al-Habib ‘umar bin Zain bin Sumaith mengatakan bahwa seorang waliyullah yang
hidup sezaman dengan al-Imam ‘Abdullah bin ‘alawi al-Haddad dan bermuqim di
Mekah – sehari setelah kewafatan Imam al-Haddad – telah memberitahu kepada
sejumlah orang di Mekah bahwa semalam Imam al-Haddad telah wafat. Ketika
ditanya, darimana waliyullah itu tahu hal tersebut, maka beliau menjawab: Tiap
hari siang dan malam, saya melihat beliau (Imam al-Haddad) selalu datang thawaf
Ka’bah (padahal Imam al-Haddad berada di Tarim). Hari ini aku tidak melihatnya
lagi, kerana itu aku mengetahui bahwa beliau sudah wafat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pujian
Ulama Keatasnya: Mufti Hadhramaut, Habib ‘Abdur Rahman bin Muhammad bin Husain
bin ‘Umar al-Masyhur Ba ‘Alawi dalam Ghaayatu Talkhish al-muraad min fatawa
Ibni Ziyaad menyatakan bahawa Imam a-Haddad &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;رضي&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الله&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;عنه&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
adalah merupakan mujaddid kurun ke-11H. Pada halaman 293 – 294 di pinggir
Bughyatul Mustarsyidin, beliau menyatakan:- [Masalah] Hadits “Bahawasanya Allah
akan membangkitkan buat umat ini pada awal setiap 100 tahun orang yang akan
memperbaharui (mentajdidkan) agama umat ini (yakni yang akan memperbaharui
pegangan dan keyakinan umat terhadap agama mereka),” dikeluarkan hadits ini
oleh Imam Abu Dawud dan Imam al-Hakim dan selain kedua mereka. Dan dalam lafaz
lain dinyatakan “Pada setiap 100 tahun seorang lelaki daripada ahli baitku,”
sebagaimana dinyatakan oleh Imam Ahmad. Berkata Imam as-Sayuthi, hadits ini
adalah masyhur dengan diriwayatkan oleh para hafiz yang muktabar. Maka mujaddid
bagi:-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Kurun pertama: Sayyidina ‘Umar bin
‘Abdul ‘Aziz;&lt;br /&gt;
Kurun ke-2: Imam Muhammad bin Idris asy-Syafi`i;&lt;br /&gt;
Kurun ke-3: Ibnu Suraij atau al-Asy’ari;&lt;br /&gt;
Kurun ke-4: ash-Sha’luki atau Abu Hamid al-Isfaraini atau Qadhi Abu Bakar
al-Baaqilani;&lt;br /&gt;
Kurun ke-5: Imam al-Ghazali tanpa ada khilaf;&lt;br /&gt;
Kurun ke-6: al-Fakhrur Razi atau ar-Rifaa`i;&lt;br /&gt;
Kurun ke-7: Ibnu Daqiiqil ‘Eid;&lt;br /&gt;
Kurun ke-8: al-Bulqini dan Zainuddin al-’Iraqi atau Ibnu Bintil Mailaq;&lt;br /&gt;
Kurun ke-9: Syaikh Zakaria al-Anshari sebagaimana dinyatakan oleh guru kami
ath-Thanbadaawi dan adalah Imam asy-Sayuthi telah menisbahkan tajdid kepada
dirinya (yakni menyatakan dirinya sebagai mujaddid), dan tiada syak bahawa
Syaikh Zakaria lebih memberi manfaat (buat umat) dan lebih masyhur, maka dialah
mujaddid ke-9 ini, insya-Allah;&lt;br /&gt;
Kurun ke-10: yang aku jumpa daripada keterangan para masyaikh bahawa mujaddid
kurun ini ialah Syaikh Ahmad bin Hajar al-Haitami atau Imam Muhammad ar-Ramli,
dan dirajihkan oleh sebahagian ulama bahawa mujaddidnya ialah Imam Muhammad
ar-Ramli kerana Imam Ibnu Hajar meninggal sebelum berlalu kurun (yakni Imam
Ibnu Hajar meninggal di akhir kurun dan tidak bertemu dengan awal kurun yang
baru);&lt;br /&gt;
Kurun ke-11: Sayyidinal Quthub ‘Abdullah bin ‘Alawi al-Haddad ‘Alawi;&lt;br /&gt;
Kurun ke-12: al-Quthub Ahmad bin ‘Umar bin Sumaith Alawi. [petikan dari blog
Ustaz Abu Muhammad - Bahrusshofa]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Seorang
ulama menggambarkan kedudukan beliau dengan ungkapan: Didalam dunia tasawwuf
Imam al-Ghazali ibarat pemintal kain, Imam ‘Abdul Wahab asy-Sya’rani ibarat
tukang potong dan al-Habib Abdullah bin ‘Alawi al-Haddad adalah penjahitnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Syaikh
Hussin bin Muhammad BaFadhal al-Makki (wafat 1087H) mengatakan: Bahwa ada 3
tokoh pada masanya. Pertama, yang halnya menutupi maqalnya iaitu Al-Habib
Muhammad bin ‘Alwi al-Saqqaf (mufti Mekah), kedua yang maqalnya menutupi halnya
iaitu Syaikh Ahmad al-Qusyasyi (mufti Madinah, wafat 1071H), dan ketiga, yang
sampai pada darjah sempurna diantara hal dan maqalnyanya itu al-Imam al-Habib
‘Abdullah bin ‘Alawi al-Haddad. Syaikh Hussin baFadal juga mengatakan: Dia
(Imam al-Haddad) adalah lautan bathin dan dzahir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Al-Habib
Abu Bakar al-Jufri (wafat 1089H) mengatakan: Aku telah berkumpul dengan lebih
dari 40 orang waliyullah, tetapi aku tidak pernah mneyaksikan seperti Sayyid
‘Abdullah al-Haddad, dan tidak ada pula yang mengunggulinya. Dia ialah Nafas
Rahmani.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Kewafatannya:
Khamis 27 Ramadhan 1132H, beliau mula sakit dan sakitnya berlanjutan selama 40
hari sampai akhirnya pada malam Selasa 7 Dzulqaedah 1132H (bersamaan 10
September 1720M), al-Habib Abdullah bin ‘Alawi bin Muhammad bin ‘Ali al-Haddad &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;رضي&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الله&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;عنه&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
dijemput Allah kehadratNya ketika berusia 89 tahun. Makam beliau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;رضي&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الله&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;عنه&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
terletak di kawasan pemakaman Zanbal, di kota Tarim. Semoga Allah melimpahkan
rahmatNya kepada ruhnya dan memberi manfaat kepada kita dengan ilmu-ilmunya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;اَلَّلهُمَّ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;انْشُرْنَفَحَاتِ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الِّرضْوَانِ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;عَلَيْهِ،&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;وَأَمِدَّنَا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;بِالأَسْرَارِ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الَّتِي&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;أَوْدَعْتَهَالَدَيْهِ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;اَلَّلهُمَّ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;صَلِّ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;عَلىَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;جَدِّهِ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;النَّبِيِّ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الأَمِيْنَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;سَيِّدِنَا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;مُحَمَّدٍ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;وَعَلَى&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;آلِهِ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;وَصَحْبِهِ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;أَجْمَعْيْنَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Ya
Allah! Sebarkanlah hembusan keredhaanMu ke atasnya dan limpahkanlah ya Allah,
kepada kami segala rahsia yang Engkau simpan disisinya. Ya Allah! Kurniakanlah
rahmat dan kesejahteraan keatas nendanya, Nabi al-Amin, penghulu kami Muhammad &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;صلى&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الله&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;عليه&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;وآله&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;وسلم&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
dan keatas keluarga dan shahabat-shahabatnya sekalian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الفاتحة&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;إلى&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;حضرة&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;النبي&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;محمد&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;صلى&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الله&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;عليه&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;وآله&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;وسلم&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;وإلى&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;روح&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;سيدنا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;قطب&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الإرشاد&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;وغوث&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;العباد&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;والبلاد&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الحبيب&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;عبد&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الله&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;بن&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;عاوي&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;بن&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;محمد&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الحداد&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;وأصوله&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;وفروعهم&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;أن&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الله&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;يعلي&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;درجاتهم&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;في&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الجنة&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;ويكثر&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;من&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;مثوباتهم&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;ويضاعف&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;حسناتهم&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;ويحفظنا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;بجاههم&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;وينفعنابهم&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;ويعيد&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;علينا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;من&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;بركاتهم&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;وأسرارهم&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;وأنوارهم&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;وعلومهم&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;ونفحاتهم&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;في&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الدين&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;والدنيا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;والآخرة&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; – &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الفاتحة&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sebagai
mengakhiri manaqib ringkas Imam al-Haddad, ambo bawakan sepotong nashihat
beliau yang sangat berharga untuk panduan kita ….. dari himpunan syair beliau
berjudul ad-Durrul Mandzum yang ambo petik dari blog Ustaz Abu Muhammad
(Bahrusshofa)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Jika
kau ingin hidup bahagia sepanjang umurmu dan setelah mati, kuburmu dijadikan
taman syurga;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Dan
engkau dibangkitkan tatkala tiupan sangkakala dalam keadaan aman dari rasa
takut, terancam, terusir dan dari kerugian;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Dan
dihadapkan (kepada Allah) dalam kemuliaan dan keagungan, diberi khabar gembira
oleh para malaikat dengan kejayaan dan ganjaran pahala;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Dan
diberatkan timbangan amalanmu dengan amalan-amalan yang menggembirakan engkau
di Padang Mahsyar;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Dan
engkau melintasi sepantas kilat titian ash-Shirath, serta meneguk minuman dari
telaga Nabi al-Mustofa yang suci;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Dan
hidup kekal dalam syurga-syurga yang tinggi penuh keni’matan, mendapat bahagian
untuk dekat dengan Tuhan yang Satu, Maha Esa dan Tunggal;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Dan
engkau melihatNya dengan matamu dalam keadaan Dia Maha Suci dari bertempat,
dari kaifiyyat, dari had dan batasan;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Maka
perelokkan keyakinanmu, kerana sesungguhnya apabila keyakinan telah sempurna,
yang ghaib akan nampak nyata tanpa diengkari;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Dan
jadikanlah Asy’ariyyah sebagai pegangan i’tiqadmu, kerana sesungguhnya ia
adalah sumber minuman yang suci bersih dari penyimpangan dan kekufuran;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Dan
telah menyusun Quthubul Imam sandaran kita, ‘aqidahnya yang merupakan penawar
bagi segala marabahaya;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Dan
orang yang kumaksudkan dengannya itu ialah satu-satunya yang disifatkan dengan
gelaran Hujjatul Islam (yakni Imam al-Ghazali &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;رحمه&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;الله&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
), maka sudah sepatutnya engkau berasa bangga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>