<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-2493596927465888451</atom:id><lastBuildDate>Fri, 01 Nov 2024 10:40:32 +0000</lastBuildDate><category>Murai Batu</category><category>Cucak Ijo</category><category>Cucak Rawa</category><category>Dunia Ocehan</category><category>Kenari</category><category>Wambi ( Hwa May )</category><title>CaritaPeksiOcehan</title><description></description><link>http://caritapeksiocehan.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Maz-Prie82)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2493596927465888451.post-6675886932315690396</guid><pubDate>Wed, 17 Nov 2010 11:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-06-26T00:33:45.551-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kenari</category><title>Sejarah Burung Kenari</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Perjalanan Panjang Burung Kenari&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d;"&gt;oleh: Kian Sing&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #93c47d; clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6P4Y_nhkqDNH-ztG1oVwGcmbvhIbBpxV5-K96I7JXMMou8jpVCiYKMR26763KPmPPbZTawydElHz1nU7JsKZF5ED2rezv8coqc0LBC0m_UvLUwK4al4yxbj-aVN1OSilic68HmZ6If4EC/s1600/Kenari1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="175" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6P4Y_nhkqDNH-ztG1oVwGcmbvhIbBpxV5-K96I7JXMMou8jpVCiYKMR26763KPmPPbZTawydElHz1nU7JsKZF5ED2rezv8coqc0LBC0m_UvLUwK4al4yxbj-aVN1OSilic68HmZ6If4EC/s200/Kenari1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;1402 – 1496 Seperti yang kita ketahui bahwa pada abad ke-15, Jean de Bethencourt membawa burung kenari untuk pertama kali ke Spanyol dan kemudian ke Perancis, selama Penaklukan Kepulauan Kenari (Canary Islands) untuk Raja Carlos VII dari kerajaan Spanyol. Pada masa itu juga, Henry the Navigator tiba di Azores dan membawa burung kenari pertama ke Portugal dan kemungkinan ke Inggris. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;Kerajaan adalah tempat favorit untuk memelihara kenari. Para pendeta di Spanyol juga mencari tambahan nafkah dengan mengembang biakkan, menjual dan mengekspor. Burung kenari yang dijual oleh para pendeta hanyalah yang berjenis jantan saja, sehingga membuat pengendalian penjualan dengan cara monopoli karena hanya mereka sajalah yang bisa mengembang biakkan, hal ini berlangsung bertahun-tahun.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;1545 Menurut tulisan Conrad Von Gesner, pakar ilmu hewan moderen, burung kenari juga sudah ditemukan dan dipelihara di Inggris.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;“Burung-burung kenari tersebut di sini, di Inggris, dinamakan sugar birds dan hanya orang kaya saja yang mampu memelihara …”&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;Pada waktu yang sama juga diinformasikan bahwa burung kenari dipelihara di Flanders. Menurut sejarawan, pada akhir abad ke-15 Spanyol menaklukkan Amerika dan kembali merebut Grenada dari tangan musuh. Putra dari Juana dan Felipe, Carlos I dari Spanyol dan Kaisar V dari Jerman mewarisi beberapa negara di Eropa, termasuk Flanders, Holland, Luxemburg dan Burgundy, dengan dalih adanya perdagangan dan hubungan darah antara daerah ini dan Spanyol.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;1556 Dicatat oleh sejarah bahwa burung kenari pertama tiba di Amerika tetapi masih jarang ditemukan sampai dengan akhir abad ke-19.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;1575 Selama pemerintahan Felipe II dari Spanyol (1575 – 1598) pengungsi yang taat beragama dari the Lower Country (Netherlands) tiba di kota Norwich di Inggris. Pengungsi ini membawa burung kenari yang kelak akan menjadi cikal bakal kenari jenis Norwich.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;1585 Pada tahun ini diyakini bahwa burung kenari berwarna kuning pertama diberikan oleh Sir Walter Raleigh kepada Ratu Elizabeth I. Untuk menghargai peristiwa ini, Shakespeare menggubah soneta yang menceritakan bagaimana sang Ratu mengubah burung kenari menjadi emas.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;1622 Sekitar abad ke-16, burung kenari telah dikembang biakkan di Itali, mereka mungkin mendapatkan burung betina dari perdagangan gelap atau kesalahan identifikasi jenis kelamin ketika mereka mengimpor dari Spanyol. The Leyend of the Island of Elba (1622), sebuah tulisan dari Giovanni Pietro de Olina yang menceritakan tentang sebuah kapal Spanyol berlayar menuju Lighorn yang dilanda badai dan harus berlabuh di pantai antara Pulau Elba dan Tuscany, terlihat ada sebuah muatan burung kenari yang dilepaskan dan kemudian hidup di pedalaman. Orang Italia dengan segera mengambil kesempatan dari kecelakaan tersebut, mengembang biakkan dan memperdagangkan produksinya. Pedagang burung membawa burung kenari sepanjang pegunungan Alpen sempai Tyrol di Jerman.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;1667 Burung kenari berwarna Putih Dominan terlihat di Jerman.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;1685 Huguenot melarikan diri dari Perancis ke Edinburgh di Inggris dan membawa burung kenarinya, yang kelak menjadi cikal bakal kenari jenis Lizard dan jenis yang telah punah sejak lama (1830), London Fancy.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;1700 Kenari jenis Saxon terkenal di Jerman dan di negara sekitarnya, kenari ini adalah leluhur dari Colorbred Canary (burung kenari warna).&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;1709 Hervieux de Chanteloup menerbitkan bukunya, Nouveau Traité au Serins, yang di dalamnya terdapat daftar 29 variasi warna kenari, termasuk Lizard, Crested, mata merah, intensif dan lain sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;1713 Ada dokumen tertulis dan pernyataan adanya burung yang memiliki lagu seperti air, yang kelak menjadi cikal bakal dari burung kenari jenis Malinois atau Waterslager.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;1750 Sekitar tahun ini di the Lower Country (Flanders), kenari jenis Old Holland dan kemudian Great Canary of Ghents terkenal karena ukurannya yang besar, sikap melengkung dan sedikit berbulu balik (Frill). Burung ini menjadi pendahulu kenari jenis bongkok dan frill.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;1770 Kenari jenis Crested (mempunyai jambul di kepala) pertama kali terlihat, walau baru tahun 1800 kenari jenis Crested resmi diakui sebagai salah satu jenis kenari.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;1800 Dari kota Nuremburg, Jerman, ribuan kenari jenis Saxon diekspor ke seluruh dunia. Penampilan pertama kali kenari jenis Belgian Hunchback (Belge Bossu) dan menjadi salah satu jenis kenari bulu balik pertama (Frill)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;1850 Scotch Fancy pertama kali diakui sebagai salah satu jenis kenari.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;1873 Pada Kejuaraan Nasional Inggris, terlihat Norwich pertama yang diberi pakan pewarna, dimiliki dan dikonteskan oleh Edward Bemrose yang saat itu memakai sejenis cabe sebagai pakan pewarna.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;1880 Kenari jenis German Hartz Roller (Harzer Roller) tampil sempurna, milik Wilhem Trute dari St. Andreasburg di Pegunungan Hartz, Jerman.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;1900 Warna Agate hasil mutasi muncul di burung kenari hasil ternakan Helder dari Leewarden, Holland.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;1908 Kenari berwarna Putih Resesif pertama muncul di peternakan Nyonya Lee di Matinborough, Selandia Baru. Mutasi ini kemudian direproduksi di Inggris dan diresmikan pada tahun 1912.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Peternak Spanyol adalah orang pertama yang menyilangkan burung kenari dengan Red Siskin (Carduelis Cucullata).&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;1915 Peternak Jerman, Balser dari Fulda dan Dams dari Konigsburg menemukan bahwa dari hasil persilangan antara Siskin dengan kenari ada yang subur. Bruno Martern dari Prussia memproduksi kenari pertama dengan warna red factor pada tahun 1925.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;1921 Adalah Hans Duncker (1881 – 1961), seorang guru dan ahli genetika paruh waktu, bersama dengan Karl Reicht yang bertanggung jawab atas tugas memproduksi kenari merah. Inisitif mereka, yang sebenarnya mengambil hampir seluruh kehidupannya, dihargai setingginya tetapi belumlah sempurna.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;1930 Dari hasil produksi Duncker dan Reicht, Anthony K. Gill dan Charles Bennet mengambil alih misi. Bennet menemukan hubungan yang hilang, mensuplai karotin. Julius Henninger juga mengembang biakkan burung dengan warna yang diinginkan, secara genetika, dapat diperoleh dari pemberian pakan pewarna. Bukunya, Farben Kanarien, Maximillian, 1962 adalah petunjuk praktis untuk berternak kenari warna.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;1934 Kenari berwarna Bronze pertama kali ditemukan, hasil persilangan kenari melanin dengan Siskin.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;1944 – 1952 Gustave Smet dan Marcel Ciouta adalah pakar peternak kenari warna, tetapi belum menemukan intensitas yang diingankan dari warna merah. Pada tahun &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;1960an, Hoffman La Roche menciptakan sebuah produk untuk mengintensitaskan warna kuning telur untuk industri peternakan (Roxanthin Red-10). Produk ini akan digunakan pada tahun 1964 oleh para peternak kenari untuk mendapatkan pewarnaan yang diinginkan pada kenari merah.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;1949 Warna mutasi Opal didapatkan dari sepasang Harzer Roller di peternakan Rosner di Furth, Jerman.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;1950 Di antara burung kenari hasil ternakan P.J. Helder di Holland terlihat mutasi Rose dari sepasang kenari merah. Pada tahun 1960, Ivory muncul di peternakan Willi Robner di Jerman.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;1959 Warna Pastel Melanin pertama terlihat dari sepasang kenari warna Red Isabel milik Brockmayer dari Netherlands.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;1960 Warna Dimorphic (Mosaic) muncul di Italy, terlahir dari hasil persilangan kenari merah dengan Gloster.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;1965 Mutasi warna Phaeo terlihat dari hasil peternakan Kuppens di Brussel, Belgia.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;1966 Mutasi grey-wing terlihat di Italy.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;1967 Mutasi warna Satinette terlihat di Argentina dari hasil peternakan Primitivo Calderón dan dua tahun kemudian ditemukan di Perancis.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;1981 Mutasi warna Eumo muncul di peternakan Van Haaf di Holland.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;1985 Mutasi warna Topaz ditemukan oleh peternak dan disempurnakan oleh Mario Ascheri, pada tahun 1993 akhirnya diakui oleh C.O.M. (Confédération Ornithologique Mondial/World Ornithological Confederation)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;1986 Mutasi warna Onyx terlihat di Valencia, Spanyol di peternakan Beliver Bersaudara.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;1994 Mutasi warna Cobalt terlihat di peternakan Karl Werner di Jerman.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d;"&gt;Sumber : http://www.kicaumania.org&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://caritapeksiocehan.blogspot.com/2010/11/sejarah-burung-kenari.html</link><author>noreply@blogger.com (Maz-Prie82)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6P4Y_nhkqDNH-ztG1oVwGcmbvhIbBpxV5-K96I7JXMMou8jpVCiYKMR26763KPmPPbZTawydElHz1nU7JsKZF5ED2rezv8coqc0LBC0m_UvLUwK4al4yxbj-aVN1OSilic68HmZ6If4EC/s72-c/Kenari1.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2493596927465888451.post-6957653969750490391</guid><pubDate>Wed, 17 Nov 2010 08:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-06-26T00:35:01.729-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cucak Rawa</category><title>Cucak Rawa</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="background-color: #ffd966;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Ocehan Cocak Rawa-ku dalam Perawatan dan Lomba :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffd966;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #ffd966; clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidfiErmDMnff2p6y4HDVNr6Num7eo_na2OEUVmt0rdN5QJVKo1RKsP1YdZM8r0P_TA5PtBldy7z7qd0uUnBQZ3gxU3YjetYNPuI9smxcsin8epRfdg_a_3TqpvVjLN8yAMvr7p6676uRqK/s1600/CucakRawa.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="142" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidfiErmDMnff2p6y4HDVNr6Num7eo_na2OEUVmt0rdN5QJVKo1RKsP1YdZM8r0P_TA5PtBldy7z7qd0uUnBQZ3gxU3YjetYNPuI9smxcsin8epRfdg_a_3TqpvVjLN8yAMvr7p6676uRqK/s200/CucakRawa.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffd966; text-align: justify;"&gt;Ketika burung Muray saya mulai menurun dalam artian sudah tidak bisa tampil maksimal lagi dalam lomba-lomba, saya beralih ke burung cocak rawa yang saya dapatkan dari serang rekan kicau mania di Tegal melaui info dari Mr. Bejo seharga Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah. Menurut informasinya burung tersebut belum pernah ditampilkan dalam lomba-lomba burung berkicau baik lokal maupun tingkat Nasional. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffd966; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="background-color: #ffd966; text-align: justify;"&gt;Ketika burung Cocak Rawa sudah deal saya beli, mulailah saya merawatnya seperti burung lainnya yang pernah saya pelihara sebelumnya. Perawatan burung cocak Rawa ini memang lebih mudah dibandingkan burung-burung lain seperti Muray Batu, Anis Merah, Anis kembang, Kacer, dan sebagainya. Burung Cocak Rawa tersebut, cukup diberi makan buah pisang dan makanan voor dari berbagai jenis merk makanan. Cocak Rawa merupakan burung yang tidak mudah stress serta tahan mental terhadap perubahan cuaca atau iklim. Semua burung cocak rawa baik itu perempuan atau laki mengeluarkan ocehannya hanya saja yang membedakannya pada power suaranya.&lt;b&gt; &lt;i&gt;Burung Cocak Rawa yang bagus adalah yang mengeluarkan suara” palasan dan beropel” panjang, dan bila kita mendengakannya seperti ocehan burung yang saling bersautan dan menyambung panjang bagaikan suara gemericiknya air. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffd966; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffd966; text-align: justify;"&gt;Selain itu ada tipe &lt;b&gt;&lt;i&gt;ocehan yang semi ropel&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dan ada juga cocak rawa yang &lt;b&gt;&lt;i&gt;ocehannya engkel&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Dari tipe-tipe suara cocak rawa tersebut, yang menjadi perawatan saya adalah Cocak Rawa yang engkel tentunya sesuai dengan harga burung itu sendiri. Burung Cocak Rawa yang ocehannya ropel harganya memang relatif mahal, Cocak Rawa yang super harganya bisa mencapai diatas puluhan juta rupiah. Burung Cocak Rawa adalah burung yang tergolong pemakan buah-buahan dan serangga ini, kebanyakan di Indonesia berasal dari daratan Pulau Kalimantan. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffd966; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffd966; text-align: justify;"&gt;Ok, cerita tentang jenis, tipe suara, serta harga burung Cocak Rawa tersebut diatas sekedar mengawali artikel &lt;b&gt;&lt;i&gt;“ Ocehan Cocak Rawa-ku dalam Perawatan dan Lomba “.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffd966; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffd966; text-align: justify;"&gt;Dalam perawatan Cocak Rawa, saya sehari-hari dan rutin dalam merawat burung tersebut, seperti burung-burung peliharaan lainnya. Perawatan burung Cocak Rawa sangat mudah dengan diberi buah pisang yang mengkal ( maksudnya tidak terlalu matang/masak ) dan disediakan makanan poor pada wadahnya yang digantungkan di sangkarnya, dan sesekali diberi jangkrik. Tidak perlu diberi makanan kroto. Dalam hal mandi, saya selalu memandikannya ketika sehabis kerja kantor pada saat itu masih 6(enam) hari jam kerja, sehingga sekitar jam 13.30 WIB atau jam 14.00 WIB Cocak Rawa saya masukkan di sangkar mandi, sementara saya sambil menunggu si Cocak Rawa mandi sendiri sepuasnya, sangkar yang seharian digunakannya saya bersihkan dan saya semprot dengan air sampai bersih jangan sampai ada sisa kotoran atau sisa makanan yang tertinggal di dalamnya yang berakibat banyak semut masuk di dalam sangkar tersebut. Kemudian setelah sangkar bersih dan Cocak Rawa telah puas dalam menceburkan badannnya ketika mandi, Cocak Rawa dipindahkan ke sangkarnya dan dijemur. Dalam penjemuran dibutuhkan waktu terhadap Cocak Rawa tersebut secukupnya. Mengapa secukupnya?  &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffd966; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffd966; text-align: justify;"&gt;Seperti yang pernah saya sajikan pada tulisan dalam artikel-artikel sebelumnya, bahwa kondisi dan karakter setiap burung sangatlah berbeda-beda meskipun burung itu sejenis. Lha .. pemberlakuan pada Cocak Rawa saya memerlukan waktu jemur sekitar kurang lebih 1 (satu) jam. Kemudian saya angin-anginkan atau dipindahkan di tempat yang agak teduh, dan diberi makan jangkrik yang masih kecil belum ada bulunya satu ekor.&lt;b&gt;&lt;i&gt; (Catatan : jangan sekali-kali setelah menjemur burung, sangkar terus ditutup kerudung).&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Hal ini berakibat fatal terhadap penampilan burung tersebut. Kemudian setelah kurang lebih setengah jam dalam kegiatan pendinginan suhu badan burung (diangin-anginkan) setelah dijemur, mulailah pengkerudungan sangkar bisa dilakukan. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffd966; text-align: justify;"&gt;Begitulah setiap hari rutin yang saya lakukan &lt;b&gt;&lt;i&gt;dengan merubah-rubah pola sampai ditemukan setelan yang pas untuk karakter Cocak Rawa tersebut. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffd966; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffd966; text-align: justify;"&gt;Burung Cocak Rawa saya ini, tidak pernah saya latih atau ditandingkan dalam latihan dengan.rekan-rekan sesama mania burung ocehan. Dan memang sangat jarang ada latihan bersama untuk ocehan burung Cocak Rawa di Tegal. Cocak Rawa tersebut, di rumah saya isi suaranya dengan burung master yaitu burung cocak Jenggot. Cocak Jenggot disamping sebagai master burung namun juga berfungsi sebagai pemancing agar Cocak Rawa ikut berkicau, meskipun ocehannya enkel tapi aktif berkicau dan rapet ocehannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffd966; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffd966; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“ Cocak Rawa “ saya dalam Lomba :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffd966; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffd966; text-align: justify;"&gt;Cocak Rawa saya dalam lomba Burung Berkicau “ Purwokerto All Star “ yang didukung oleh PBI Cabang Banyumas di Purwokerto / Banyumas, Burung Cocak Rawa yang saya juluki dengan nama “ Gagak Rimang “, setelah melihat penampilan yang aktif megeluarkan ocehannya dan speechnya rapet meskipun enkel ocehannya, ke enam yuri ketika itu tanggal 10 Oktober 2004 memberikan penilaian sebagai juara IV (Empat).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #ffd966; clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgz66tjc2Y8wamKUJoFCvbYIVENg8lf7qCvRgtEUjqCWNrxdUmy7Yl1sqfMQMnAMz4ptSIqxhnAkvTfX-HmKZAbHUH3u9O9q2yFqFvBAg5xwL5pgXiaAKmCilxnKWJLog_iSEmLcX6N9L2j/s1600/cocakrawapiagam.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffd966; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #ffd966; clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_WmNfN2vQZ-KSIXvvzRhHYtjuBwFxgOAvO5nkMpOIwX9gINe0MLY6okyVg3D_hKLVI2OMfDNAJ0tYQZKByZVFNq2hGrb-CA3M6sSuyMYtU20OxseHt0tUJzqHm0kPAjMvoJiZC0pkXd9f/s1600/crwpiagam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="201" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_WmNfN2vQZ-KSIXvvzRhHYtjuBwFxgOAvO5nkMpOIwX9gINe0MLY6okyVg3D_hKLVI2OMfDNAJ0tYQZKByZVFNq2hGrb-CA3M6sSuyMYtU20OxseHt0tUJzqHm0kPAjMvoJiZC0pkXd9f/s320/crwpiagam.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffd966; text-align: justify;"&gt;Lain lagi dalam Lomba Burung Berkicau yang diselenggarakan oleh PBI Cabang Pekalongan yang Bekerja sama dengan PBI Cabang Tegal, Pemalang, Brebes dalam event “ Canting Cup “ tanggal 29 Agustus 2004 di Wisma Karesidenan Pekalongan, Jl. Diponegoro No. 1 Pekalongan. Cocak Rawa yang saya juluki “ Gagak Rimang “ oleh ke 6 (enam) dewan yuri setelah melihat penampilan dan ocehannya dinilai sebagai juara IV (Empat). dan seterusnya setiap lomba 4 (empat) kali dilombakan pada event –event lainnya, selalu mendapatkan juara yang sama. Sampai disitu batas kemampuan Cocak Rawa Saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffd966;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Maz-Tanto82....silahkan buka di http://maztanto82cucakrawa.blogspot.com/&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://caritapeksiocehan.blogspot.com/2010/11/cucak-rawa.html</link><author>noreply@blogger.com (Maz-Prie82)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidfiErmDMnff2p6y4HDVNr6Num7eo_na2OEUVmt0rdN5QJVKo1RKsP1YdZM8r0P_TA5PtBldy7z7qd0uUnBQZ3gxU3YjetYNPuI9smxcsin8epRfdg_a_3TqpvVjLN8yAMvr7p6676uRqK/s72-c/CucakRawa.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2493596927465888451.post-4481201196064903935</guid><pubDate>Wed, 17 Nov 2010 08:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-06-26T00:36:05.226-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Murai Batu</category><title>Prestasi “ Muray Batu – saya “ semakin menurun</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="background-color: #76a5af;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Prestasi “ Muray Batu – saya “ semakin menurun&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #76a5af;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #76a5af; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCzGlsGzpP1dlgSF4SOzWh9moPNG7Ah5GKwTt5rJn93e9lnd0PyyU9mwn-VN00mytTCTxqDzCmsktvRMF7sNBoB7xOEZ6yGFYNdNh_u6AyFocKbBnZyfrkg4gEw3VKl2jNRm9uVhroem9s/s1600/muray1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCzGlsGzpP1dlgSF4SOzWh9moPNG7Ah5GKwTt5rJn93e9lnd0PyyU9mwn-VN00mytTCTxqDzCmsktvRMF7sNBoB7xOEZ6yGFYNdNh_u6AyFocKbBnZyfrkg4gEw3VKl2jNRm9uVhroem9s/s200/muray1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah memperoleh kejuaraan lomba burung &lt;b&gt;“ TOPSONG Pekalongan Fiesta 2004 “&lt;/b&gt;. oleh Pelestarian Burung Indonesia ( PBI ) Cabang Pekalongan di Pekalongan, sebagai juara II, dua bulan setelah lomba tersebut, tepatnya tanggal 25 Juli 2004 dalam rangka &lt;b&gt;“ koalisi Pantura “ &lt;/b&gt;yang diselenggarakan oleh Pelestarian Burung Indonesia ( PBI ) Cabang Tegal, di tempat Obyek Wisata Purwahamba Indah Tegal, Murai saya mendapatkan ....... &lt;b&gt;juara X. &lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="background-color: #76a5af;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #76a5af; text-align: justify;"&gt;Selanjutnya, belum ada satu bulan Burung Murai Batu istirahat untuk memulihkan staminnya, saya ikutkan lagi lomba dalam rangka &lt;i&gt;&lt;b&gt;“ HUT KEMERDEKAAN RI KE – 59 “&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; pada tanggal 15 Agustus 2004 di Taman Pesiar Pantai Widuri Indah Pemalang, di even ini Murai saya ikutkan 2 kali yaitu kelas mega bintang dan kelas bintang dengan meraih kejuaraan antara lain dalam kelas Murai Batu Bintang mendapatkan...... &lt;b&gt;&lt;i&gt;juara V ( Lima )&lt;/i&gt;,&lt;/b&gt; dan pada kelas Murai Batu Mega Bintang mendapatkan kejuaraan ...... &lt;b&gt;.&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Juara VIII ( Delapan ).&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #76a5af; clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsrsXsok6hrZ1iOjhX03lapJuGrYMNtPXzHcIdcZRYqUWtEef7Ld0c0X2p47zylHRTdOq9MvQlhHPX6Gm3e870rd-QYAyNphLcJDRr1_vYEXhZT2XZg2e0cmjZLi-fiWe6_D3f4koYT3ix/s1600/29042010%2528004%2529.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #76a5af; clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjov-N4xZfIe57ZZArn0S_Lu0NF3SRQZgGlTwO5iDs_bk3B1I68TEZ3bNMJ7JSRmZ2ZXEKFbaENWPohbTUErBRQokCtrp-c1FFXMMV5Oaj8XhghM0xLPYiaR_8GC65Cp4Il4J2o_BaYNCi2/s1600/30042010%2528001%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjov-N4xZfIe57ZZArn0S_Lu0NF3SRQZgGlTwO5iDs_bk3B1I68TEZ3bNMJ7JSRmZ2ZXEKFbaENWPohbTUErBRQokCtrp-c1FFXMMV5Oaj8XhghM0xLPYiaR_8GC65Cp4Il4J2o_BaYNCi2/s200/30042010%2528001%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #76a5af; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgx57rFNiegPldbnEEfsrlMWZHM4r_6DaqNShCNoGpbrmQxMKJVdmiXO_S3OUjFHMEWAIlvnvXU7Se6ncsXfzOR4EkO4i2wrgMlJ_4qNeXRHGlMebsxZnZQPxDZt9Mhhnl9xOTuyIJn7-M5/s1600/Mabung.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="141" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgx57rFNiegPldbnEEfsrlMWZHM4r_6DaqNShCNoGpbrmQxMKJVdmiXO_S3OUjFHMEWAIlvnvXU7Se6ncsXfzOR4EkO4i2wrgMlJ_4qNeXRHGlMebsxZnZQPxDZt9Mhhnl9xOTuyIJn7-M5/s200/Mabung.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah lomba terus menerus, yang seharusnya diperlukan untuk refres bagi murai, akhirnya prestasinya menurun. &lt;i&gt;( Catatan : sebaiknya burung diperlukan istirahat yang cukup agar kondisinya stabil. Jangan diikutkan lomba dalam jangka waktu relatif pendek bila staminanya turun).&lt;/i&gt; Kemudian setelah mengikuti lomba-lomba secara maraton , burung murai saya mulai melepaskan bulunya satu di bagian ekor. Lepasnya bulu merupakan suatu pertanda bahwa burung tersebut saatnya &lt;i&gt;&lt;b&gt;“ Mabung “.&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #76a5af; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #76a5af; text-align: justify;"&gt;Mabung adalah proses pergantian bulu-bulu burung. Bulu yang sudah tua secara otomatis diremajakan secara alami. Peristiwa alami tersebut biasanya memerlukan waktu kurang lebih 4 sampai 5 bulan. Burung yang sedang mabung sebaiknya sangkarnya selalu dikerudung agar burung tersebut bisa istirahat total dan sesekali dibuka kerudungnya untuk jemur atau diangin-anginkan sebentar serta selalu dijaga kebersihan kandangnya. Pada saat burung mabung , pengisian suara dari burung master atau suara belalang dan ngeriknya jangkrik mudah di serap oleh burung tersebut dengan catatan volume suara master yang didekatkan jangan kencang2 / pelan2 saja. Suara yang terlalu keras bisa menggangu kondisi burung yang sedang mabung dan berakibat fatal burung jadi stres. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #76a5af; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #76a5af; text-align: justify;"&gt;Pada saat murai mabung, kegiatan lomba untuk Murai Batu otomatis berhenti total kurang lebih 5 bulan itupun bulu yang tumbuh kembali masih muda. Meskipun setelah kurang lebih 4 atau 5 bulan burung tersebut sudah penuh tumbuh kembali, bagi penggemar burung atau pakar tentang burung ocehan menurutnya belum bisa di bawa untuk kontes. Burung yang habis menjalani mabung harus dipulihkan kembali staminanya (ya seperti manusia, habis sakit perlu memulihkan kondisinya seperti saat sebelum sakit dengan gerak badan atau senam yang berfungsi melatih otot atau urat-uratnya), Seperti itulah burung diperlakukan. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #76a5af; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #76a5af; text-align: justify;"&gt;Setelah Murai batu saya selesai mabung, mulailah saya berusaha untuk memulihkan kondisinya dengan cara dijemur secara bertahap agar si Murai tidak kaget dengan suhu panasnya matahari. Mengapa bertahap....? karena saat dia mabung kondisi badannya lemah dan selalu dalam sangkar yang dikrudung. sehingga kurang mendapatkan sinar matahari.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #76a5af; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #76a5af; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIf5Z9N6oFm6grgtni3C6fEfIiPbwNwVD3PqKlfy3wBwmqmHKmOgUjpI45g5Y8bM6RPiLtR6N8xVb_p3rc-v6p-mOGnuFYx1zM25U5tG88zRmkVYso2LgtI-bI1JdATbcqfRlnDTzmn6T2/s1600/Kandang+umbaran.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIf5Z9N6oFm6grgtni3C6fEfIiPbwNwVD3PqKlfy3wBwmqmHKmOgUjpI45g5Y8bM6RPiLtR6N8xVb_p3rc-v6p-mOGnuFYx1zM25U5tG88zRmkVYso2LgtI-bI1JdATbcqfRlnDTzmn6T2/s200/Kandang+umbaran.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Untuk memulihkan kondisi murai agar staminanya bagus sebaiknya dibuatkan kandang umbaran yang berukuran kurang lebih 200 cm x 75 cm x 90 cm. Karena saya tidak mempunyai tepat untuk kandang umbaran, pemulihan stamina murai tetap disangkar yang selalu digunakan sehariannya. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #76a5af; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #76a5af; text-align: justify;"&gt;Hari demi hari , minggu demi minggu, dan bulan telah lewat ..... saatnya saya melatih burung murai tersebut dengan rekan-rekan yang mempunyai murai. Pada saat latihan tersebut kita bisa mengetahui dan melihat performen si murai sudah pulih atau belum. Latihan pertama Murai saya terlihat masih loyo meskipun sekali-kali mengeluarkan tembakannya namun power tidak kuat. Memang rasanya sulit mengembalikan kondisinya maklum saya masih pemula tentang burung ocehan. Rutinitas saya lakukan seperti sebelumnya dengan buat stelan lagi tentang pola makannya, mandinya, jemurnya, karena bisa kemungkinan berbeda dengan pola-pola sebelum mabung. Dua minggu lewat diadakan latihan lagi ya sedikit ada peningkatan tetap aja power belum kuat/pulih. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #76a5af; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #76a5af; text-align: justify;"&gt;Setelah berbulan-bulan agak pulih dari mabungnya dan lama tidak pernah dilombakan serta rasa kangen saya dengan suasana lomba, rekan-rekan penggemar burung, Ortega Bird Club mendapat undangan dari PBI Purbalingga bahwa tanggal 27 Maret 2005 akan mengadakan lomba burung &lt;b&gt;“ Braling Fiesta “ di lokasi Dolog Karangsentul, Purbalingga.&lt;/b&gt; ....disini rasa saya hendak megikuti lomba sangat besar. Disamping sebagai rekreasi karena lama tidak mengikuti lomba dan rasa berpartisipasi dengan harapan bahwa Murai akan jadi Juara.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #76a5af; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #76a5af;"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #76a5af; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Setelah tiba saatnya rekan-rekan Ortega berangkat bersama. Saya membawa murai jagoan saya aja karena burung lainnya tidak siap untuk dilombakan. &lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: #c00000;"&gt;Saat itu Mas Bejo berkata : “Pak Pri, Murai Batunya jangan diikutkan lomba, burung itu masih baru bulunya....belum kuat.. nanti bisa mbrodol lagi dan bisa-bisa rusak selamanya / stres berkepanjangan”. &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;Jawab saya : “mudah-mudahan tidak rusak mas”. Lagi-lagi saya sebagai pemula tetap aja nekat melombakan Murai Batu tersebut. Akhirnya apa yang dikatakan Mas Bejo benar-benar terbukti : “ Murai saya kecapaian / mulutnya menganga atau ngos-ngosan saat dilombakan. Hasil dari kejuaraan di Purbalingga hanya mendapatkan &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #c00000;"&gt;juara IX ( Sembilan ).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #76a5af; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #76a5af; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #76a5af; clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsrsXsok6hrZ1iOjhX03lapJuGrYMNtPXzHcIdcZRYqUWtEef7Ld0c0X2p47zylHRTdOq9MvQlhHPX6Gm3e870rd-QYAyNphLcJDRr1_vYEXhZT2XZg2e0cmjZLi-fiWe6_D3f4koYT3ix/s1600/29042010%2528004%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsrsXsok6hrZ1iOjhX03lapJuGrYMNtPXzHcIdcZRYqUWtEef7Ld0c0X2p47zylHRTdOq9MvQlhHPX6Gm3e870rd-QYAyNphLcJDRr1_vYEXhZT2XZg2e0cmjZLi-fiWe6_D3f4koYT3ix/s200/29042010%2528004%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #76a5af; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;Akhirnya “ Burung Murai Batu ” drop dan prestasinya menurun. Dari pengalaman tersebut, Bisa disimpulkan mengapa burung yang tadinya bisa memperoleh kejuaraan dalam lomba kok menjadi semakin turun prestasinya...????&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #76a5af; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #76a5af; text-align: justify;"&gt;1. Karena perawatan kurang baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #76a5af; text-align: justify;"&gt;2. Kurang jelinya perawat dalam karakter burung.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #76a5af; text-align: justify;"&gt;3. Burung jangan sering dilombakan dalam waktu pendek.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #76a5af; text-align: justify;"&gt;4. Pada saat mabung usahakan burung jangan sampai stres &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #76a5af; text-align: justify;"&gt;5. Burung kurang diberi vitamin-vitamin.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #76a5af; text-align: justify;"&gt;6. Sebaiknya setelah burung mabung dimasukkan ke kandang umbaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #76a5af; text-align: justify;"&gt;7. Bulu masih muda setelah mabung, jangan dipaksakan untuk lomba.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #76a5af; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #76a5af; text-align: justify;"&gt;Itulah sedikit cerita pengalaman saya dalam merawat dan dunia lomba burung “ Murai Batu”&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #76a5af; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #76a5af; text-align: justify;"&gt;Maaf sebelumnya bagi para penggemar burung atau pakar burung ocehan, bila ada kekeliruan pada artikel saya , mohon untuk dikoreksi. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #76a5af;"&gt;Terimakasih. Maz-Tanto82....S ilahkan buka http://maztanto82muraykondisi.blogspot.com/&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://caritapeksiocehan.blogspot.com/2010/11/prestasi-muray-batu-saya-semakin.html</link><author>noreply@blogger.com (Maz-Prie82)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCzGlsGzpP1dlgSF4SOzWh9moPNG7Ah5GKwTt5rJn93e9lnd0PyyU9mwn-VN00mytTCTxqDzCmsktvRMF7sNBoB7xOEZ6yGFYNdNh_u6AyFocKbBnZyfrkg4gEw3VKl2jNRm9uVhroem9s/s72-c/muray1.jpg" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2493596927465888451.post-3477837232801379271</guid><pubDate>Wed, 17 Nov 2010 07:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-06-26T00:37:54.882-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Murai Batu</category><title>Muray Batu – ku di Medan Laga.</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="background-color: #f4cccc;"&gt;&lt;b&gt;Muray Batu – ku di Medan Laga.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #f4cccc;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #f4cccc; clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwTWszvDv-gxTdwT0L2Ypio_A0ThFoWTFLxqUyNnJVVZFEDYhbf8dIiRBeQIDXDwJPoT16B3LafOrOzEzY5Ac6q30AedpGZAWFWJaTofRpHhaXuZjQO9NRC2py3OWhLzq1DkivxmCreHSZ/s1600/Murai+Batu+Medan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwTWszvDv-gxTdwT0L2Ypio_A0ThFoWTFLxqUyNnJVVZFEDYhbf8dIiRBeQIDXDwJPoT16B3LafOrOzEzY5Ac6q30AedpGZAWFWJaTofRpHhaXuZjQO9NRC2py3OWhLzq1DkivxmCreHSZ/s200/Murai+Batu+Medan.jpg" width="155" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #f4cccc; text-align: justify;"&gt;Setelah berjalannya waktu kurang lebih dua tahun sejak awal mulai menggemari burung ocehan dari burung ocehan yang tidak dikonsumsikan untuk lomba ( burung rumahan ) yang sekedar didengarkan dan dinikmati di rumah, burung-burung sebagai master untuk mengisi suara burung lomba dan burung ocehan lain sebagai burung lomba yang sementara kondisinya masih pada mabung (mbrodhol bulu). &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="background-color: #f4cccc; text-align: justify;"&gt;Ketika itu , diantara burung-burung yang ada di rumah yang paling siap untuk dilombakan adalah Muray Batu yang sudah enam bulan saya rawat dan saya pelajari karakter burung muray tersebut. Untuk lebih mengenalnya, sedikit saya sajikan tentang tentang Murai Batu. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #f4cccc; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #f4cccc; text-align: justify;"&gt;Murai batu (Copsychus malabaricus) merupakan burung kicau paling populer. Termasuk ke dalam family Turdidae. Tersebar di seluruh pulau Sumatra, Semenanjung Malaysia, dan sebagian pulau Jawa. &lt;i&gt;( Sumber Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas ).&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #f4cccc; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #f4cccc; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Ciri morfologis&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #f4cccc; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #f4cccc; text-align: justify;"&gt;Memiliki tubuh hampir seluruhnya hitam, kecuali bagian bawah badan berwarna merah cerah hingga jingga kusam. Terdapat sedikit semburat biru di bagian kepala. Ekor panjang ditegakkan dalam keadaan terkejut atau berkicau. Murai Batu dari Tanjung Redep, Kalimantan Timur menpunyai keunikan di bagian kepalanya yang bergaris putih memanjang ke belakang. Murai Kalimantan memiliki ekor lebih pendek dengan panjang sekitar 8-12 cm, sementara Murai Batu Sumatra 15-20 cm . Ciri khas lainnya adalah Murai Batu Kalimantan apabila berhadapan dengan jenisnya akan mengelembungkan bulu-bulu disekitar dadanya sambil berkicau.Badan berukuran 14-17 cm. &lt;i&gt;( Sumber Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas ).&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #f4cccc; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #f4cccc; text-align: justify;"&gt;Ok kembali tentang murai peliharaan saya, kalau dilihat ciri – ciri morfologinya tergolong dalam jenis Murai Sumatera. Enam bulan murai batu saya mulai memperlihatkan performennya lincah, variasi lagu bagus, gacor dan mentalnya sangat baik. Ketika saya barusan datang dari kerja, Murai Batu di teras ngoceh dengan suara tekanan-tekanan...panjang. Kemudian saya keluar mendekatinya, .... ngocehnya tambah jadi... saya tepuk tangan lebih tambah jadi dengan menggerak-ngerakkan ekornya. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #f4cccc; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #f4cccc; text-align: justify;"&gt;Setelah melihat gerakan dan mendengar ocehannya, badan dan pikiran yang tadinya rasa capai selepas kerja berubah menjadi semangat. Muncul rasa optimis dalam hati saya saat itu bahwa Murai Batu ini akan menjadi jawara. Mulailah saya menurunkan sangkar dari gantangan di teras dan memasukkannya si burung Murai Batu ke dalam sangkar lain berisi bak air untuk mandi burung yang telah saya persiapkan sebelumnya. &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #f4cccc; clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjH8ubqSwJZRe3ySvdaSKEHxUXuZOiOcEQCQSOkO3TI_4NGS97x0I0-fhrPDxtmgNTM8s_GSzTVI6ucGmpZoLsb5EuV84U9wBfIo9znthjuePwmDdlUR8CdFEsWyPB3o3EBRIv-U2MJqeaZ/s1600/murai+mandi.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjH8ubqSwJZRe3ySvdaSKEHxUXuZOiOcEQCQSOkO3TI_4NGS97x0I0-fhrPDxtmgNTM8s_GSzTVI6ucGmpZoLsb5EuV84U9wBfIo9znthjuePwmDdlUR8CdFEsWyPB3o3EBRIv-U2MJqeaZ/s1600/murai+mandi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #f4cccc; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #f4cccc; text-align: justify;"&gt;Setelah murai batu masuk ke dalam bak mandi, sangkar harus dibersihkan dari kotorannya. (Membersihan sangkar , memandikan burung, jemur, dilakukan setiap hari) kegiatan tersebut berlaku untuk semua burung lomba. Murai dibiarkan mandi sepuasnya di dalam bak sangkar mandi sambil menunggu keringnya sangkar yang habis dicuci dan dibersihkan. Setelah murai batu sekiranya puas menceburkan badannya di air / mandi, saya pindahkan murai batu ke sangkar kemudian di jemur sambil diberi makanan jangkrik satu jangkrik yang telah dibuang kaki belakangnya, hal ini menghindari luka tenggorokan yang disebabkan kaki jangkrik yang bergerigi. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #f4cccc; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #f4cccc; text-align: justify;"&gt;Begitulah rutinitas saya setiap hari sepulang kantor , memperlakukan semua burung ocehan yang saya rawat. Perhatian khusus saya terhadap semua burung adalah Murai Batu. Karena murai saya saat itu kondisi / staminanya bagus sekali sehingga saya persiapkan bener2 untuk lomba.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #f4cccc; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #f4cccc; clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggZM20OlidXD7PiwkYCKokjNOECegGLHDYqBV8nzflrJYbDxD6EvXJDkyN9stZ4eKOxjBUsMoQylGT5THb_voe2WvKporqM3I0eRfgsQiFn3KD2Dw17zXCyoaN_f3CXEM5dBCr0gvOh2rt/s1600/latihan+murai.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggZM20OlidXD7PiwkYCKokjNOECegGLHDYqBV8nzflrJYbDxD6EvXJDkyN9stZ4eKOxjBUsMoQylGT5THb_voe2WvKporqM3I0eRfgsQiFn3KD2Dw17zXCyoaN_f3CXEM5dBCr0gvOh2rt/s320/latihan+murai.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #f4cccc; text-align: justify;"&gt;Ketika ada latihan bersama dengan para penggemar burung, Murai saya paling bagus. ( Catatan : sejak saya membeli Murai tersebut, enam bulan lamanya murai tersebut tidak pernah ketemu lawan sejenisnya). Hal ini menunjukkan stelan makan, mandi dan jemur sadah pas. Tinggal di jaga staminanya dengan diberikan vitamin untuk burung. Inipun juga dengan takaran artinya filing kita masing-masing terhadap karakter burung itu sendiri. ( Meskipun burung itu sejenis, namun karakternya bisa berbeda. Sehingga memperlakunya juga berbeda tidak bisa disamakan). Itulah seninya.....!!!!. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #f4cccc; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #f4cccc; text-align: justify;"&gt;Ketika hari H tiba, saya bersama rekan2 sesama burung berangkat ke Pekalongan tepatnya di Lapangan Bligo dalam rangka Pekalongan Berkicau 2004 oleh Batik Paksi BC. Ketika tiba di tempat lomba burung murai saya cek kerudung sangkar dibuka untuk memberikan kesempatan mendapatkan angin si Murai setelah melakukan perjalanan. Disamping itu si Murai biar mengenal medan kemudian kerudung di pasang lagi. Haal ini dilakukan untuk ketenangan si Murai. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #f4cccc; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #f4cccc; clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLApIte0Ry9OpoRrsxDRf1T9aciwDH0VRP4YEBOfaoY_jsGgRxzNRH_bhES5Ti6zYmcHNK-MYz4TES6CUO5b6290XRTI8zo3HyMkbNFKIgJSeiF7QeeRqdsNoMQP7c82KeywGXxBo0jUxt/s1600/29042010%2528005%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLApIte0Ry9OpoRrsxDRf1T9aciwDH0VRP4YEBOfaoY_jsGgRxzNRH_bhES5Ti6zYmcHNK-MYz4TES6CUO5b6290XRTI8zo3HyMkbNFKIgJSeiF7QeeRqdsNoMQP7c82KeywGXxBo0jUxt/s320/29042010%2528005%2529.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #f4cccc; text-align: justify;"&gt;Ketika tiba saatnya lomba murai di mulai, Murai saya gantangkan. Benar-benar dahsyat si “ Zigma “ (julukan nama murai saya). Prima penampilan dan suara ocehannya rapet disertai tembakan, suara tembus dan bervariasi lagunya. Akhirnya ketat dan seru sampai-sampai rekan2 dari Tegal berteriak kepada yuri agar memperhatikan penampilan dan ocehan si Zigma. Ketika selesai, ke enam orang yuri memberikan nilai terhadap si “ Zigma “ muray saya sebagai Juara IV, Alhamdulillah ............. ( Penampilan pertama kali dalam lomba dalam kelas Muray Batu Mega Bintang). &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #f4cccc; text-align: justify;"&gt;Ketika selesai penilaian, Si Zigma saya istirahatkan dan saya mandikan di lokasi lomba dan di jemur. Lagi-lagi saya sebagai pemula merasa penasaran dan heran penampilan yang dahsyat kaya begitu kok juara IV ??? sambil saya mengkrudung si Zigma setelah kering sehabis di jemur. Setelah lima episode lomba burung jenis-jenis yang lain selesai, saat itu pula dilombakan lagi Murai Batu Kelas Bintang. Saking penasarannya saya, Si “ Zigma “ saya ikutkan lagi lomba dalam kelas Bintang. Sebenarnya saat itu sudah diingatkan oleh Mas Bejo, ....dia berkata : &lt;i&gt;Pak Pri.... ampun di lomba aken maleh...ngesakaken.. sampun kesel murai menika, mending mangke dieloke bulan depan.&lt;/i&gt; (maksudnya : Pak Pri..jangan dilombakan lagi kasihan...sudah capai Murai bapak,... mendingan nanti diikutkan lagi bulan depan).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #f4cccc; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #f4cccc; clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5hRYqVImKyA1kP6JJ8Rj48Q59ib-WF-UEXyhDVYXSAycEX56e2KrgcwJOLx9cRYsrd-zGun5lLL5ukSee77SRbgCXXv3Yjq8zGW3YArQcEZJfEZ9DuEE5uiFT8FrEyytXMkex01S1MVKm/s1600/29042010%2528006%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5hRYqVImKyA1kP6JJ8Rj48Q59ib-WF-UEXyhDVYXSAycEX56e2KrgcwJOLx9cRYsrd-zGun5lLL5ukSee77SRbgCXXv3Yjq8zGW3YArQcEZJfEZ9DuEE5uiFT8FrEyytXMkex01S1MVKm/s320/29042010%2528006%2529.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #f4cccc; text-align: justify;"&gt;Saking penasaarnnya, saya sebagai pemula tetap aja daftar lagi lomba berikutnya. Terus saya gantang,  ternyata benar kata mas Bejo, setelah lomba berjalan Murai saya kondisinya menurun powernya tidak keluar... akhirnya hanya mendapatkan juara ke IX.....&lt;i&gt; ( sebagai catatan disini yang perlu di ingat adalah kita harus bisa mengendalikan nafsu ambisi dan penasaran dengan mempertimbangkan kondisi burung itu sendiri. Disinilah saya sebagai pemula tidak jeli melihat kondisi burung).&lt;/i&gt; Betul...betul Mas Bejo yang sudah berpengalaman.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #f4cccc; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #f4cccc; text-align: justify;"&gt;Setelah lomba selesai semuanya, saya beserta rekan2 Tegal balik dengan membawa kepuasan dan kekecewaan ... karena ada yang tidak membawa kejuaraan. Namun lucunya bila ada rekan yang tanya, bagaimana burungnya ? jawabannya : menang...menangis. Dsitulah seninya bermain burung ocehan. Dengan membawa hadiah kejuaraan juara IV dan IX, rasanya lega. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #f4cccc; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #f4cccc; text-align: justify;"&gt;Mulailah saya meningkatkan perawatan saya terhadap Muray Batu dengan memberikan air mineral dan bervitamin yang saya beli di kiosnya Mas Bejo. Penasaran saya semakin meningkat untuk menjadikan Murai saya sebagai Jawara. Sebulan lamanya setelah lomba yang kemarin, akhirnya tiba saatnya lomba berikutnya pada tanggal 27 juni 2004 yang diadakan oleh Pelestarian Burung Indonesia ( PBI ) Cabang Pekalongan yaitu “ TOPSONG Pekalongan Fiesta 2004 “. Persiapan saya waktu itu sangat matang dengan memperhatikan kondisi Muray yang saya lombakan dan lebih mengenal karakternya dengan takaran pemberian jangkrik 2 : 3 : 1 artinya pagi 2 jangkrik , siang 3 jangkrik, sore 1 jangkrik dan kroto secukupnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #f4cccc; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #f4cccc; text-align: justify;"&gt;Hari H , tepatnya Hari Minggu saatnya lomba. Pagi-pagi dengan rekan-rekan Ortega Bird Club berangkat ke Pekalongan. Setibanya di tempat lomba ternyata pesertanya yang datang dari berbagai daerah di Jawa ( Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat ). Disinilah saya merasakan dag.. dig.. dug hati saya. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #f4cccc; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #f4cccc; text-align: justify;"&gt;Seperti biasanya setiap sampai di tempat selalu kontrol keberadaan burung yang diikiutkan lomba. Episode...demi episode....lomba burung telah lewat. Biasanya diawali dari lomba Cocak rowo, Anis Merah, dsb. Saatnya Murai Batu kelas Bintang digantangkan.......diiven inilah Si “ Zigma ” nama Muray batu saya beraksi dapat lokasi gantangan di paling pinggir &lt;i&gt;(umumnya para pelomba pesan nomor agar bisa dapat lokasi gantangan di tengah). &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #f4cccc; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #f4cccc; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLHhwG64rdA58hX6b04Lt7mNIA8P1nTruidjy2zusm1939CAeZRLEuYtQDs021Ix5eITYqF4WR7ngCNRcLOg2Vc5fGFxi59wEnuOqEmewd30FBOLzK3Jeg8TRFSAFRAourllhspHlGcSyX/s1600/piagammuray.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="281" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLHhwG64rdA58hX6b04Lt7mNIA8P1nTruidjy2zusm1939CAeZRLEuYtQDs021Ix5eITYqF4WR7ngCNRcLOg2Vc5fGFxi59wEnuOqEmewd30FBOLzK3Jeg8TRFSAFRAourllhspHlGcSyX/s320/piagammuray.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;Tapi bagi saya sebagai pemula, biarlah dapat pingggir...... mulailah yuri masuk lapangan para pegantang burung keluar lapangan. &lt;i&gt;Disinilah saya bisa menyaksikan Si “ Zigma “ beraksi mengeluarkan semua variasi lagunya dan suara tembakan/tekanan dengan menggerak-gerakan ekor dan badannya. Lagi-lagi para sporter dari Tegal berteriaaaak......... pak yuri lihat nomor 13... jangan ditengah teruuuus!!!... bener-bener prima penampilannya ... ditepuki tangan semakin jadi....dahsyat ...... memang dahsyat.... speednya rapet&lt;/i&gt;. Akhirnya &lt;b&gt;Si “ Zigma “ masuk juara II. Alhamdulillah.... saat itu spontan saya melompat riang.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #f4cccc; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Maz – Tanto82 ........ silahkan buka Template klasik http://maztanto82muraybatuku.blogspot.com/&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://caritapeksiocehan.blogspot.com/2010/11/muray-batu-ku-di-medan-laga.html</link><author>noreply@blogger.com (Maz-Prie82)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwTWszvDv-gxTdwT0L2Ypio_A0ThFoWTFLxqUyNnJVVZFEDYhbf8dIiRBeQIDXDwJPoT16B3LafOrOzEzY5Ac6q30AedpGZAWFWJaTofRpHhaXuZjQO9NRC2py3OWhLzq1DkivxmCreHSZ/s72-c/Murai+Batu+Medan.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2493596927465888451.post-4567522806272848073</guid><pubDate>Wed, 17 Nov 2010 06:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-06-26T00:39:35.752-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Wambi ( Hwa May )</category><title>Kegagalan saya dalam bermain Wambi</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="background-color: #ffe599;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Kegagalan saya dalam bermain Wambi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffe599;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #ffe599; clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjR3eY-7MlG27FsJMKTWgFmTvu-yHEKzfFvTOKC8D37WL-YskVc9Lt2C5BNvwV-a3EgdYXlT9_Jq5qV9yvLdxiDuRBMKhC3da-YzqyMI_dLy_lCPK8qaG0ORU_WXTx2efCXJ6rUUOJIfolO/s1600/Garrulax-canorus-1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjR3eY-7MlG27FsJMKTWgFmTvu-yHEKzfFvTOKC8D37WL-YskVc9Lt2C5BNvwV-a3EgdYXlT9_Jq5qV9yvLdxiDuRBMKhC3da-YzqyMI_dLy_lCPK8qaG0ORU_WXTx2efCXJ6rUUOJIfolO/s200/Garrulax-canorus-1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;Setelah sukses dalam “ Grand Koalisi 2003 “ Anniversary Himki ke – 3, dalam kontes lomba burung di Taman Wisata Purwahamba Indah. Yang akhirnya “ Traiper “ sebutan nama Cucak Ijo yang mendapatkan juara V, yang telah saya tulis pada bab sebelumnya dengan judul “Cucak Ijo - Ku Jadi Kenangan” pada situs blog saya &lt;i&gt;http://maztanto82cucakijo.blogspot.com .&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="background-color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;Menjadikan tambah semangatnya dalam memelihara dan merawat burung tersebut. Selanjutnya rasa ingin saya menambah jenis lain yang didapatkan dari lagi-lagi “ Mas Bejo “ di kiosnya Pasar Burung Kota Tegal. Saya lihat burung-burung yang digantangkan di depan kiosnya, akhirnya saya tertarik pada seekor burung “ Wambi “ sebutan dari para penggemar burung berkicau Tegal. Burung Wambi merupakan burung import asalnya dari hongkong yang dikenal dengan nama : “ Hwa Mey “. Akhirnya dengan uang Rp. 350.000.- burung Wambi... (sebut aja begitu biar gampang ) saya dapatkan Sehingga pemeliharaan burung saya semakin bertambah ( ada Cucak Ijo, Robin, Jalak, Cendhet dan Wambi ). &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;Hari- hari saya semakin disibukkan dengan merawat burung ocehan tersebut sehabis pulang kantor, yang mana pada saat itu masih 6 ( enam ) hari kerja sehingga masih ada waktu untuk memandikannya, menjemur serta membersihkan sangkar-sangkar burung tersebut. &lt;i&gt;Disitulah seni memelihara, kesabaran dan keuletan kita diuji, .......bagaimana tidak ?&lt;/i&gt; karena burung ocehan bila di biarkankan saja hanya sekedar memberi makanan, tidak akan bisa gacor. apalagi burung tersebut disiapkan untuk lomba. Memang mengkorbankan waktu yang seharusnya untuk istirahat, digunakan untuk merawat burung. Sekarang bertambah satu burung lagi yang rencana disiapkan sebagai jagoan di medan laga. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;Pelik dan agak rumit dalam merawat burung Wambi memerlukan perhatian tersendiri untuk mempelajari karakternya. Lagi-lagi sebagai pemula saya merasa tidak tau banyak tentang perawatan Wambi . Wambi mudah sekali stres bila diberlakukan tidak pas dalam perawatannya ( misalnya wambi sebaiknya lebih banyak dikerudung ) meskipun burung – burung kicau lainnya juga perlu dikerudung sangkarnya. Beda dengan Cucak Ijo atau Cendhet yang harus banyak di jemur namun wambi memerlukan jemur yang relatif lebih pendek waktu jemurnya. .. Logika saya berkata mungkin karena wambi asal muasalnya dari daerah beriklim dingin di dataran Tiongkok. Sebulan, dua bulan, tiga bulan .........berjalan, &lt;i&gt;Wambi saya semakin gacor / bocor ocehannya dan banyak variasi lagunya dan terdengar nyaring ... ada suara tembakan-tembakannya ( istilah para penggemar burung ).&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;Sulit sangat sulit bagi saya menyiapkan Wambi dalam keadaan stamina yang siap untuk dilombakan. Suatu saat saya bawa untuk latihan dengan sesama penggemar burung ocehan di jalan Poso kota Tegal, Wambi saya termasuk lumayan ada lagunya namun mental belum siap untuk dilombakan dalam even yang besar. Selama 4 bulan saat itu belum menemukan karakter si Wambi meskipun saya berusaha mencari mencoba dengan segala cara. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;Memang si Wambi saya kalau di rumah sangat bocor ocehannya bahkan ada rekan sesama penggemar burung naksir Wambi saya karena saking bocor dan variasi lagunya bagus , speednya rapet, tembus suaranya. Tapi bila di bawa ke latihan penampilannya seperti minder (kalah pamor dengan lawannya). Dalam pikiran saya mengapa ...ya?&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;Tapi rasa optimis saya tetap ada. Ketika ada lomba di lokasi Taman Wisata Pantai Alam Indah kota Tegal yang diikuti dari beberapa daerah Lumayan bergengsi/ tidak lokal-an Wambi saya lombakan. Ternyata apa yang saya lihat....Wambi saya takut turun naik dari .... kata Mas Bejo wah kayaknya mbujung pak pri...mudah2an aja nggak stres. Memang Wambi kalau sudah stres sulit dan lama sembuhnya. Akhirnya sampai rumah Wambi saya masukkan ke bak mandi ( tempat khusus untuk memandikan burung ) untuk mengurangi stress. Hari esoknya Wambi tetap aja bocor bunyi terus. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;Saya sampai-sampai heran....mengapa????? kata rekan-rekan Wambi jantan biar bisa tampil itu harus didampingi dengan wadonan ( Wambi Betina ). Pantesan pada saat lomba akan dimulai banyak orang2 pada ndekatkan wambi wadonan dengan wambi jagoannya... pikir saya sebagai pemula. Setelah itu saya minta tolong ke Mas Bejo untuk mencarikan wambi wadonan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #ffe599; clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9PjpP-hpDKa8cPAryREJcUYocTomr2cZd6OfmGtDF67fvOYAJCTTNeN5SgkolW5Hl1g49Qs6kQxfssOs3WRWyXumHxzbnQK2c5HN2f9BtfVT3WfINcP4apaqLRxXfGIDHNOk2jXCvtcBn/s1600/Image315.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9PjpP-hpDKa8cPAryREJcUYocTomr2cZd6OfmGtDF67fvOYAJCTTNeN5SgkolW5Hl1g49Qs6kQxfssOs3WRWyXumHxzbnQK2c5HN2f9BtfVT3WfINcP4apaqLRxXfGIDHNOk2jXCvtcBn/s320/Image315.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;Karena saya sebagai pemula, saya percaya dan terus cari wambi perempuan, saya dapatkan wambi perempuan dicarikan “ Mas Bejo” , dengan harga Rp.150.000,- saat itu. Dalam mencari wambi perempuan itupun sulit karena wambi semakin langka. Setelah didapatkannya, Wambi jagoan saya ada perubahan lebih semangat seperti manusia percaya dirinya ada. Lagi-lagi setiap saya lombakan ngoceh aja tidak malah lompat-lomapat seperti ketakutan. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;Padahal bila ada di rumah bunyi terus jarang berhenti. &lt;i&gt;( Katanya jagoan kandang ).&lt;/i&gt; Disitulah saya merasakan gagal dalam bermain Wambi. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;Wambi tetap aja saya rawat dan pelihara namun tdak saya lombakan. Lama-kelamaan selama satu setengah tahun, jenuh dan bosan juga dengan wambi Akhirnya Wambi saya jual. Dan saya membeli “ Muray Batu ” yang masih agak muda namun sudah ngoceh. &lt;i&gt;( tentang “ Muray Batu “ akan saya ceritakan dalam tema tersendiri dalam episode berikutnya ).&lt;/i&gt; Saat itu saya nggak punya jagoan sementara cucak ijo saya dalam keadaan lepas bulu ( mbrodhol bulunya ), saya berhenti lomba karena belum punya burung jagoan yang siap dilombakan. Namun saya hampir setiap hari habis magrib beli kroto, jangkrik dan makanan burung cucak ijo sambil silaturahmi dengan rekan-rekan burung, di kiosnya Mas Bejo sambil cari-cari burung lain. &lt;i&gt;Sehingga burung peliharaan saya saat itu sampai berjumlah 10 ekor burung. Ada Cucak Ijo, Muray batu, Cendhet, Kanari, Anis merah, Anis Kembang, Jalak, dan sebagainya. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;Sehingga kegiatan saya rutin hanya merawat /pemeliharaan saja. Kegiatan lomba-lomba berhenti kurang lebih selama enam bulan. Saya mengamati burung2 saya sepertinya “ Muray Batu “ yang bisa disiapkan sebagai jagoan.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;Suatu ketika ada lomba bergengsi di Pekalongan setelah enam bulan tersebut, Mas Bejo bercerita kepada saya......&lt;b&gt;&lt;i&gt;begini : Pak Pri , Wambine njenengan sing disade rumiyen,.....kalawingi lomba teng Pekalongan angsal Juara 2 lo. (maksudnya : Pak Pri, ...Wambinya bapak yang dijual itu....kemarin lomba di Pekalongan dapat juara 2), saya menjawab : apa iya ndak mungkin mas jo...bertahun-tahun saya melihara dan saya lombakan nggak pernah bunyi sama sekali kok di dalam lomba...saya tetap nggak percaya. Namun Mas Bejo meneruskan bicaranya : benar pak ... bapak kalau nggak percaya mari bapak saya ajak ke rumahnya yang membeli (kebetulan rekan sesama penggemar burung di Tegal). Mangga, jawab saya. Di perjalanan mas Bejo sambil bicara : nanti dengarkan lagunya ya.....saya jawab: ya , memang saya hapal betul wambi itu karena hampir dua tahun saya pelihara. Sesampai dirumahnya, Wambi tersenut langsung moncer seolah paham terhadap tuannya dulu yang selalu memelihara. Ee...ee...ee ya...ya..mas saya baru percaya memang itu wambi yang saya jual waktu itu. Bisanya ya mas?.... ternyata rekan yang membeli lebih jeli dan lebih bisa menemukan karakter si burung Wambi. Saya tanya ... caranya bagaimana? Dia menjawab : Wambi itu ternyata di pancing dengan wadonan yang pas dan cocok. Artinya tidak sembarang wadonan. Pantes waktu di saya dulu sama sekali nggak bisa moncer, meskipun saya sudah membeli wadonan wambi. Akhirnya setelah ditemukan karakter si Wambi tersebut oleh rekan saya yang membeli, setiap lomba selalu masuk juara 1 atau 2. Disitulah letak “ Kegagalan saya bermain Wambi “.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffe599;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Silahkan berkunjung di&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;i&gt;http://maztanto82wambi.blogspot.com/&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://caritapeksiocehan.blogspot.com/2010/11/kegagalan-saya-dalam-bermain-wambi.html</link><author>noreply@blogger.com (Maz-Prie82)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjR3eY-7MlG27FsJMKTWgFmTvu-yHEKzfFvTOKC8D37WL-YskVc9Lt2C5BNvwV-a3EgdYXlT9_Jq5qV9yvLdxiDuRBMKhC3da-YzqyMI_dLy_lCPK8qaG0ORU_WXTx2efCXJ6rUUOJIfolO/s72-c/Garrulax-canorus-1.jpg" width="72"/><thr:total>5</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2493596927465888451.post-503413327182380261</guid><pubDate>Wed, 17 Nov 2010 06:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-06-26T00:40:25.511-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cucak Ijo</category><title>Cucak Ijo dalam “ Grand Koalisi 2003 “</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="background-color: #6aa84f;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Cucak Ijo dalam “ Grand Koalisi 2003 “&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #6aa84f;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #6aa84f; clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHrgV36zxO-hQYUcS8DiU0ZMl8gLeABcFaM1n6uvjiuALmeUF87zYPpHeGyd4U3A7nIEDfhfu8tvhYYB9EEaee4nuWaqg9psygYrCOmsHnlMwBI_X-waJRWS7fEjlYymYBW7UXqovVjARZ/s1600/cakijo1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHrgV36zxO-hQYUcS8DiU0ZMl8gLeABcFaM1n6uvjiuALmeUF87zYPpHeGyd4U3A7nIEDfhfu8tvhYYB9EEaee4nuWaqg9psygYrCOmsHnlMwBI_X-waJRWS7fEjlYymYBW7UXqovVjARZ/s200/cakijo1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #6aa84f; text-align: justify;"&gt;Ok , setelah kita cerita tentang burung jalak yang mungkin hanya sekedar mengenal jenisnya, selanjutnya kembali lagi meneruskan pengalaman dalam menggeluti burung ocehan. Selanjutnya dengan bertambahnya teman-teman senior penggemar burung , mulai tertarik dengan burung ocehan yang dilombakan. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #6aa84f; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="background-color: #6aa84f; text-align: justify;"&gt;Pertama kali yang mengawali saya masuk ke burung ocehan adalah &lt;b&gt;&lt;i&gt;“ Burung Cocak Ijo “ &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;tawaran dari Maz-Bejo. Dia berkata begini &lt;i&gt;...Pak, Cocak Ijo menika sae saestu njenengan openi mawon.. &lt;/i&gt;(maksudnya : Pak , Cocak ijo ini bagus banget...bapak pelihara aja), mangke saget dielokke lomba..(nanti bisa diikutkan lomba). Karena saya kepingin sekali bisa ikut lomba, cocak ijo saya beli dengan harga Rp. 300.000,- selanjutnya saya rawat dikasih makan, mandi jemur. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #6aa84f; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #6aa84f; text-align: justify;"&gt;Disinilah awal saya mempelajari tata cara merawat dan mempersiapkan burung ocehan yang akan dilombakan. Boleh saya bilang kenikmatan dan seni tersendiri... karena saya harus uji coba terhadap pola makanan, mandinya dan jemurnya, sampai-sampai saya membuat tabel jadwal dan takaran makanannya, waktu jemur, serta jam-jam mandinya . waktu uji coba ini selama 2 minggu dengan pola yang rutin terus kita tes dalam latihan lomba lokal. Pola ini dicoba berulang-ulang dengan merubah-rubah pola makan burung,jemur dan mandi. Ketika kita sudah mendapatkan polanya yang pas dan mengetahui karakter burung cocok ijo tersebut berarti sudah siap burung itu untuk dilombakan tentunya kesiapan juga dipengaruhi dari kondisi kesehatan burung itu sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #6aa84f; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #6aa84f; text-align: justify;"&gt;Lagi-lagi saya coba dalam latihan ternyata penampilan burung cocak ijo saya fit dan ocehannya keras istilah bagi penggemar burung “Ocehannya Tembus”, bulu di kepala megar dan sambil mengepak-ngepakkan sayapnya. Maz-Bejo bilang saat itu, sepertinya sudah siap untuk dilombakan dan bahkan dia bilang kayaknya masuk sepuluh besar. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #6aa84f; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #6aa84f; text-align: justify;"&gt;Hari Minggu waktu itu ada lomba tingkat nasional di Purwahamba Indah (tempat dimana anak saya nangis minta burung yang saya ceritakan sebelumnya). Dengan uang Rp.100.000,- karena saya masih awam didaftarkan oleh Maz-Bejo dalam kelas bintang. Baru pertama kali saya mengikuti lomba burung ocehan aduhhh.....suasananya ramai dengan teriakan-teriakan sporter sampai-sampai saya nggak bisa menikmati apalagi mendengarkan Ocehannya. &lt;i&gt;( Tapi yang menjadi catatan saya “ Mengapa para jocky / sporter bisa berteriak ....yang no.23 tembus...lagunya lihat tu lagunya” ).&lt;/i&gt; Saya sangat heran mengapa kok nggak diam saja saat burung dilombakan. Disinilah saya mengenal lomba burung ocehan ternyata digolongkan masing masing jenis burungnya dan kelasnya. &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Trayper” &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;nama julukan Cucak Ijo yang pernah saya lombakan dalam Iven tingkat nasional di Purwahamba Indah. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #6aa84f; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #6aa84f; text-align: justify;"&gt;Setelah lomba demi lomba masing-masing jenis burung , inilah saatnya cucak ijo dilombakan. Masuklah Maz-Bejo membawa cucak ijo saya dalam arena lomba untuk menggantangkannya. Seru memang saat itu karena iven ini diikuti dari berbagai daerah se jawa. Teriakan.....teriakan dari teman-teman Tegal Pak Juri no . 21. Suaranya tembuuus. Akhirnya, selesailah waktu yang ditentukan, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Para Juri memutuskan cucak Ijo saya masuk juara V......... “ Alhamdulillah “.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #6aa84f; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Cucak Ijo” . sepeti inilah yang pernah Juara Vdalam "Grand Koalisi 2003"&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #6aa84f; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #6aa84f; clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgiF8oETaog_o33uSNSc5IyInuf0cyYw4PNOS5Gz606ZHk6-KVZie1ghV22ETzJdVO451vKWMM0Nst0BEPjMNzInQQyJji4kCMH-_1UzxLoHxU7xWyDX_GFDqgXBHa51cDdeM5uEvUDhjT/s1600/28042010%2528003%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgiF8oETaog_o33uSNSc5IyInuf0cyYw4PNOS5Gz606ZHk6-KVZie1ghV22ETzJdVO451vKWMM0Nst0BEPjMNzInQQyJji4kCMH-_1UzxLoHxU7xWyDX_GFDqgXBHa51cDdeM5uEvUDhjT/s320/28042010%2528003%2529.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #6aa84f; text-align: justify;"&gt;Selesailah sudah semua lomba jenis burung kurang lebih jam 16.00 wib. Selanjutnya menunggu doorprice / undian dari nomor-nomor yang dimasukkan didalam kotak. Begitu jatuh gilirannya undian no.21 keluar mendapatkan hadiah &lt;i&gt;&lt;b&gt;“ Culcas “ &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;, saya terperanjak berdiri dan kaget &lt;i&gt;begitulah reaksi saya saat itu....”Alhamdulillah ”...&lt;/i&gt; maz-Bejo yang disebut itu nomor saya, akhirnya diambilkan oleh Maz-Bejo. Di iven itulah saya mulai dikenal teman-teman Tegal (Ortega Bird Club).&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #6aa84f; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Maz – Tanto82 .. silahkan buka http://maztanto82cucakijo.blogspot.com/&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://caritapeksiocehan.blogspot.com/2010/11/cucak-ijo-dalam-grand-koalisi-2003.html</link><author>noreply@blogger.com (Maz-Prie82)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHrgV36zxO-hQYUcS8DiU0ZMl8gLeABcFaM1n6uvjiuALmeUF87zYPpHeGyd4U3A7nIEDfhfu8tvhYYB9EEaee4nuWaqg9psygYrCOmsHnlMwBI_X-waJRWS7fEjlYymYBW7UXqovVjARZ/s72-c/cakijo1.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2493596927465888451.post-4841280416479266039</guid><pubDate>Wed, 17 Nov 2010 06:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-06-26T00:41:25.278-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Dunia Ocehan</category><title>4 ( empat ) Tahun Bergelut di Dunia " Burung Ocehan "</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="background-color: #d5a6bd;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;“ 4 (empat) Tahun Bergelut di Dunia Burung Ocehan “.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #d5a6bd;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #d5a6bd; clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgy_Cavi_aznoucFMCS0Upsyh546QnRLM60W0onra-aQR0VRmtCUtHfSxFXDC8aumCD-6CIRABWnz_tyM61ogaC_Vwi8qrSqtTxDOvpRUDD_7GqskzSCl1hPxp68r1x7G_nWYCkMEg-Wg1t/s1600/tri+Parkit.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="153" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgy_Cavi_aznoucFMCS0Upsyh546QnRLM60W0onra-aQR0VRmtCUtHfSxFXDC8aumCD-6CIRABWnz_tyM61ogaC_Vwi8qrSqtTxDOvpRUDD_7GqskzSCl1hPxp68r1x7G_nWYCkMEg-Wg1t/s200/tri+Parkit.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #d5a6bd; text-align: justify;"&gt;Berawal dari putra saya bungsu berumur 7 tahun kelas 1 SD yang menangis meminta burung pada saat pertemuan keluarga petugas ukur dalam rangka silaturahmi dan arisan di tempat wisata  Purwahamba Indah di desa Purwahamba , kecamatan Suradadi kabupaten Tegal. Pada saat itu bertepatan dengan iven nasional lomba burung ocehan di tempat yang sama. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #d5a6bd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="background-color: #d5a6bd; text-align: justify;"&gt;Karena si bungsu putra saya tidak berhenti tangisnya, di bujuk / rayu tidak juga bisa diam akhirnya saya tanya-tanya burung burung disitu. Tanya saya “pak burung menika dipun sade mboten (burung ini dijual tidak)”? bapak jawab mboten...(tidak), kebetulan disampingnya ada orang dengar pembicaraan saya dengan bapak lalu ikut nyaut ooo......wonten pak sebelah mrika (ada sebelah sana) memang ramai benar saat itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #d5a6bd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #d5a6bd; text-align: justify;"&gt;Saya dengan nggendong putra saya, diantar orang tadi ke orang yang punya burung. Kemudiam saya bertanya : dipun sade nggih mas (ijual ya bang)?...nggih (ya).., pinten(berapa)?.....dia jawab 2 juta saya terperanjak ha...dalam hati 2 juuta,..kok larang temen mas (kok mahal banget mas)?.....boleh tawar mas?... boleh tapi kurangnya sedikit pasnya dua kurang seperempat.....tambah bengong dan setengah malu...karena uang di dompet hanya ada lima ratus ribu rupiah....kemudian dengan rasa yang tidak mengenakan, dalam hati saya berkata, manuk kok larang temen(burung kok mahal banget) ...terus saya tanya orang2 penonton disekitar itu...dia jawab ya pak burung ocehan kangge  lomba menika mahal (ya pak burung ocehan buat lomba itu mahal), bahkan kalau burung ocehan itu juara bisa mencapai puluhan bahkan ratusan juta....tambah bengong saya, maklum saya sama sekali tidak mengenal burung saat itu. Akhirnya saya urungkan niat beli burung disitu dan saya rayu putraku agar diam tangisnya...dik nanti beli di pasar burung aja ya? Adik ...manthuk (menganggukan) kepala. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #d5a6bd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #d5a6bd; text-align: justify;"&gt;Setelah diam saya melanjutkan pertemuan/arisan lagi dengan temen2. Setelah selesai arisan saya dengan memboncengkan ibu dan 2 anak langsung menuju ke pasar burung di kota Tegal. Kemudian putra saya menunjuk sepasang burung yang berwarna bagus yaitu ” Burung Parkit”. Saya tanya berapa pak sepasang burung ini ?....dia jawab Rp. 50.000,- ...terus saya tawar 30 ribu...terus dia jawab udah 40.ribu, saya keluarkan dompet terus saya bayar. Alhamdulillah ...saya lega, putra saya riang gembira. Sampai rumah jam menunjukkan pukul 14.30 wib. (Kejadian itu pada tahun 2002) baru2nya saya menempati rumah di Mejasem Barat. Sehabis sholat Ashar....saya masih terpikirkan harga burung yang di tempat lomba tadi. Waktu berjalan terus 1 minggu...2 minggu sehabis pulang kantor , ibu melaporkan burungnya lepas satu, dalam bulan itu juga seminggu kemudian burung yang tinggal satu mati.... putra saya tidak menangis lagi. Begitulah anak – anak cepat bosan dengan mainannya. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #d5a6bd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #d5a6bd; text-align: justify;"&gt;Tapi anehnya justru saya kok kepengin lagi membeli burung, yang saya beli waktu itu burung robin ....tambah lagi burung poksai....tambah lagi burung jalak ....karena selalu beli makanan burung di pasar akhirnya saya jadi kenal dengan Maz-Bejo di kiosnya yang menjual burung dan makanannya. Setelah berjalan waktu, keakraban dengan mas bejo bertambah kental. Setiap habis magrib saya beli makanan burung di kiosnya. Yang akhirnya banyak kenalan.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #d5a6bd; text-align: justify;"&gt;Mulailah saya sedikit-sedikit mengenal burung...paling tidak nama dan jenis burung setelah berkumpul dan kenal “Maz-bejo dan para penggemar burung ocehan”. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #d5a6bd; text-align: justify;"&gt;Burung Robin&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #d5a6bd; clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeIBz-iUYLgLFaholHjQ3iGM-DYdiahbj7C2CiL-k6B96ip25FTSTaSNIPunPGVw3fYlCMr4Eks1iAx7qYmM79Z4dPgaVbfEnZMaStPluBFL_ScJq0fXQjYQ1WM2zrfmucY51qgLdPKj_v/s1600/robinDM2103_468x271.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="115" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeIBz-iUYLgLFaholHjQ3iGM-DYdiahbj7C2CiL-k6B96ip25FTSTaSNIPunPGVw3fYlCMr4Eks1iAx7qYmM79Z4dPgaVbfEnZMaStPluBFL_ScJq0fXQjYQ1WM2zrfmucY51qgLdPKj_v/s200/robinDM2103_468x271.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #d5a6bd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #d5a6bd; text-align: justify;"&gt;Burung Robin : adalah spesies burung yang postur tubunya kecil dan bulunya mempunyai warna yang cantik. Robin termasuk burung lincah dan suka bernyanyi. Sayang, burung asal China ini mulai jarang dijumpai di pasar-pasar burung. Warna bulunya sangat menarik, yaitu hijau dan abu-abu, dengan sedikit warna merah di bagian sayap. Paruhnya berwarna merah, sehingga membuat penampilan fisiknya makin yahud. Ocehannya merdu dan ngerol. Ocehan inilah yang bisa digunakan untuk membedakan jantan dan betina. Ocehan jantan bervariasi, sedangkan betina hanya mempunyai satu nada. Pengamatan jenis kelamin secara fisik sulit dilakukan, karena hampir tidak ada perbedaan postur dan warna bulu. Memelihara burung robin relatif mudah. Pakan utamanya adalah voer. Serangga dan kroto bisa diberikan tiga hari sekali. Sedangkan buah pepaya bisa diberikan seminggu sekali. Saat itu tahun 2002 saya membelinya dengan harga Rp. 100.000,- di kiosnya “Maz-Bejo”. (lokasi kios tersebut di Pasar Burung kota Tegal).&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #d5a6bd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #d5a6bd; text-align: justify;"&gt;Semakin terpikatnya saya terhadap burung, kemudian saya menambah lagi pemeliharaan saya membeli burung jenis lain. Karena sebagai pemula yang baru mengenal burung , saya selalu tanya nama burung – burung dengan “maz-Bejo” saya keliling-keliling di pasar burung akhirnya tertarik dengan burung yang namanya “ Burung Poksay”. Seperti apa ta...Poksay itu? Ketertarikan saya saat itu burung tersebut bisa menirukan suara kucing, dan sebagainya dan ocehannya / suaranya agak besar/ngebas.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #d5a6bd; clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxs4JHpQvzKvTCKFIgjUhAjeRLdB0cWpnUtqBuXU5MR-4QM4uWv48VV8fB7Gtd_PMJd5QCrgeDuLGE-IS3WDVukUtDTZTVoUxnu6B7Q9oV4wCOFM3kA44VUDF-8PRWuO8t-6lE7EAFN6uH/s1600/poksay00-1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxs4JHpQvzKvTCKFIgjUhAjeRLdB0cWpnUtqBuXU5MR-4QM4uWv48VV8fB7Gtd_PMJd5QCrgeDuLGE-IS3WDVukUtDTZTVoUxnu6B7Q9oV4wCOFM3kA44VUDF-8PRWuO8t-6lE7EAFN6uH/s200/poksay00-1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #d5a6bd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #d5a6bd; text-align: justify;"&gt;“Burung Poksay” : burung ini berasal dari dataran China, postur tubuhnya besar dan warna bulunya hitam dan abu-abu dan makanya voer, buah pisang. Suara ocehannya merdu agak besar/ngebas bisa menirukan suara kucing, ayam. Biasanya ngoceh di pagi hari. Karena ocehan poksay ini monoton tidak banyak variasi dan terdengar hanya dipagi hari, pemeliharaan dan perawatan burung ini mudah hanya dikasih voer dan buah pisang atau pepaya. Tidak lama burung poksay saya pelihara berkisar 2 bulan membosankan akhirnya saya tukarkan dengan“ Burung jalak ” .&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #d5a6bd; text-align: justify;"&gt;Semakin penasaran saya dalam dunia burung , saya selalu bertanya-tanya kepada Maz-Bejo karena merasa masih pemula , burung jalak yang menjadi pilihan saat itu dengan menambah uang Rp. 50.000,- tukar dengan Poksay. Burung jalak saya pelihara mudah perawatannya hanya pepaya dan voer yang dia sukai. Burung ini suka sekali dengan air sebentar-bentar tubuhnya diceburkan ke dalam bak berisi air (sukanya mandi). Suara ocehan burung ini sangat keras dan bisa menirukan suara / tertawanya orang. Sangat cerdas burung ini tapi sangat jorok dan banyak kotoran yang dibuangnya serta bau menyengat. sehingga membuatnya saya selalu membersihkan kotoran tersebut di dalam kandang. Kurungan yang digunakan awalnya dari bambu kemudian saya ganti dengan kurungan besi permanen yang tidak diangkat keluar masuk dan saya letakkan di depan rumah.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #d5a6bd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #d5a6bd; clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYDiyAT_nu2Rkn-QmK50nGA4rjCu03zlETa-OpJuX7RulzWUIxyzV_bvlJ_0Xsu8bsNhyphenhyphend8Y7RBhKvxV5DWpqDvb-OiBAezwCykZG7R24oZo2dnapHSg8kM8FcL16zxioD1BxZlQ9D94Rq/s1600/Jalaklis.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="175" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYDiyAT_nu2Rkn-QmK50nGA4rjCu03zlETa-OpJuX7RulzWUIxyzV_bvlJ_0Xsu8bsNhyphenhyphend8Y7RBhKvxV5DWpqDvb-OiBAezwCykZG7R24oZo2dnapHSg8kM8FcL16zxioD1BxZlQ9D94Rq/s200/Jalaklis.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #d5a6bd; text-align: justify;"&gt;“Burung jalak” : adalah spesies burung pemakan buah-buahan seperti pepaya dan pisang, sukanya mandi. Namun burung ini jorok sehingga menjadikan tuannya sering-sering membersihkan kandangnya. Suaranya lantang dan keras.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #d5a6bd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #d5a6bd; text-align: justify;"&gt;Jalak adalah nama sekelompok burung berkicau dari suku Sturnidae. Burung Jalak juga merupakan salah satu jenis burung yang banyak dipelihara oleh masayarakat. Burung Jalak umumnya berukuran sedang (sekitar 20-25 cm), gagah, dengan paruh yang kuat, tajam dan lurus. Berkaki panjang sebanding dengan tubuhnya. Bersuara ribut, dan berceloteh keras, terkadang meniru suara burung lainnya. Di alam, burung ini kebanyakan bersarang di lubang-lubang pohon. Terdapat sekitar 25 spesies jalak dan kerabat dekatnya, yaitu perling beo, di seluruh Indonesia. Beberapa jenis jalak yang sering dipelihara orang di antaranya adalah burung jalak bali, burung jalak uren, burung jalak penyu, burung jalak phyto, burung jalak putih, burung jalak kerbau dan lain-lain. Burung jalak, diantaranya jalak uren atau jalak suren saat ini semakin langka dijumpai di alam bebas.  Jalak penyu itulah yang saya pelihara saat itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #d5a6bd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #d5a6bd; clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhS3ob6N-SFJH5xSH24jlvKqyudoTKBcBX9D7Ctwr5csD8kAmCNWDuRTnvAX1FTgq2E2STc3vMrVfC4nX0bsZD1Uf2z1CraP_K9GhJq8tusc_wTnCwraJKDbhnbuqGiZMlG4LOgdrAstSCI/s1600/jalak_11.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhS3ob6N-SFJH5xSH24jlvKqyudoTKBcBX9D7Ctwr5csD8kAmCNWDuRTnvAX1FTgq2E2STc3vMrVfC4nX0bsZD1Uf2z1CraP_K9GhJq8tusc_wTnCwraJKDbhnbuqGiZMlG4LOgdrAstSCI/s200/jalak_11.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #d5a6bd; text-align: justify;"&gt;Disamping itu adalah “ Jalak Suren” : Jenis burung ini semakin langka jarang ditemui oleh karena itu burung tersebut dilindungi oleh pemerintah . Saat ini banyak para peternak yang membudidayakan jalak suren ini. Di daerah Klaten kita bisa mendapatkan peternak burung jalak suren ini. Konon sepasang jalak ini (piyikan) harganya bisa mencapi jutaan rupih.  “ Jalak Bali “ : Burung jalak bali ini banyak ditemukan di Bali, semakin langka populasi jalak bali sehingga sangat sedikit pula orang/masyarakat yang memelihara burung jalak bali ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #d5a6bd; clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIKy3ABZhOqwOUoPrUNhc5XWsaFY6qfWQ_t9bBh2ntgl8bMGzwZIUe9kci2cthZw62BnNOABa6L9g-RL-tto6pRWAryXAAkSOllVxHY0sgZIh8sx_GoRwb13BdsQGkVegZeq26v_2siR9J/s1600/burung-jalak-bali.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIKy3ABZhOqwOUoPrUNhc5XWsaFY6qfWQ_t9bBh2ntgl8bMGzwZIUe9kci2cthZw62BnNOABa6L9g-RL-tto6pRWAryXAAkSOllVxHY0sgZIh8sx_GoRwb13BdsQGkVegZeq26v_2siR9J/s200/burung-jalak-bali.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #d5a6bd;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #d5a6bd;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #d5a6bd;"&gt;Maztanto82/mazPrie82 dalam cerita pengalaman. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #d5a6bd;"&gt;http://maztanto82burocehan.blogspot.com/&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://caritapeksiocehan.blogspot.com/2010/11/4-empat-tahun-bergelut-di-dunia-burung.html</link><author>noreply@blogger.com (Maz-Prie82)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgy_Cavi_aznoucFMCS0Upsyh546QnRLM60W0onra-aQR0VRmtCUtHfSxFXDC8aumCD-6CIRABWnz_tyM61ogaC_Vwi8qrSqtTxDOvpRUDD_7GqskzSCl1hPxp68r1x7G_nWYCkMEg-Wg1t/s72-c/tri+Parkit.jpg" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item></channel></rss>