<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-7815979333011851595</atom:id><lastBuildDate>Wed, 06 Nov 2024 03:11:53 +0000</lastBuildDate><category>Artikel dari tetangga</category><category>Keyakinan</category><category>Lagu dan pantun</category><category>Oretanku</category><category>Komputer</category><category>Cerbung</category><category>Cerpen favoritku</category><category>This is it .. chef biandini</category><title>Catatan Biandini</title><description>Sesuatu yang besar diawali dari yang kecil, sesuatu yang fantastis dimulai dari ide kecil yang mungkin dipandang ngga penting, so semangat... mulai dari yang kecil dan saat ini juga ..</description><link>http://biandini12.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Renial Biandini)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>30</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Sesuatu yang besar diawali dari yang kecil, sesuatu yang fantastis dimulai dari ide kecil yang mungkin dipandang ngga penting, so semangat... mulai dari yang kecil dan saat ini juga ..</itunes:subtitle><itunes:category text="Society &amp; Culture"><itunes:category text="Personal Journals"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7815979333011851595.post-572142246831047190</guid><pubDate>Fri, 26 Nov 2010 07:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-26T14:50:26.187+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Keyakinan</category><title>Mengenang Rasulullah SAW</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikKbLA0S6z8UG-PnDaK_BC9nEIeSCYbP8JftrnqXotPWrWfRx5hWgmr64yMfI7IFq_emZZsN_3VJyxZCGX2ZYcwz1ocNIueh2WU6_Van_gfzn6bbk6vIvvBc50yHZL2qiJsEold2wnmtjt/s1600/ana+love+rasulullah.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 143px; height: 143px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikKbLA0S6z8UG-PnDaK_BC9nEIeSCYbP8JftrnqXotPWrWfRx5hWgmr64yMfI7IFq_emZZsN_3VJyxZCGX2ZYcwz1ocNIueh2WU6_Van_gfzn6bbk6vIvvBc50yHZL2qiJsEold2wnmtjt/s200/ana+love+rasulullah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5543762419248796914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah Nabi wafat, seketika itu pula kota Madinah bising dengan tangisan ummat Islam; antara percaya – tidak percaya, Rasul Yang Mulia telah meninggalkan para sahabat. Beberapa waktu kemudian, seorang arab badui menemui Umar dan dia meminta, Ceritakan padaku akhlak Muhammad. Umar menangis mendengar permintaan itu. Ia tak sanggup berkata apa-apa. Ia menyuruh Arab badui tersebut menemui Bilal. Setelah ditemui dan diajukan permintaan yg sama, Bilal pun menangis, ia tak sanggup menceritakan apapun. Bilal hanya dapat menyuruh orang tersebut menjumpai Ali bin Abi Thalib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Badui ini mulai heran. Bukankah Umar merupakan seorang sahabat senior Nabi, begitu pula Bilal, bukankah ia merupakan sahabat setia Nabi. Mengapa mereka tak sanggup menceritakan akhlak Muhammad. Dengan berharap-harap cemas, Badui ini menemui Ali. Ali dengan linangan air mata berkata, Ceritakan padaku keindahan dunia ini!. Badui ini menjawab, Bagaimana mungkin aku dapat menceritakan segala keindahan dunia ini… Ali menjawab, Engkau tak sanggup menceritakan keindahan dunia padahal Allah telah berfirman bahwa sungguh dunia ini kecil dan hanyalah senda gurau belaka, lalu bagaimana aku dapat melukiskan akhlak Muhammad, sedangkan Allah telah berfirman bahwa sungguh Muhammad SAW memiliki budi pekerti yang agung! (QS. Al-Qalam[68]: 4).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badui ini lalu menemui Siti Aisyah r.a. Isteri Nabi yang sering disapa Khumairah oleh Nabi ini hanyabismillah menjawab, khuluquhu al-Qur’an (Akhlaknya Muhammad itu Al-Qur’an). Seakan-akan Aisyah ingin mengatakan bahwa Nabi itu bagaikan Al-Qur’an berjalan. Badui ini tidak puas, bagaimana bisa ia segera menangkap akhlak Nabi kalau ia harus melihat ke seluruh kandungan Qur’an. Aisyah akhirnya menyarankan Badui ini untuk membaca dan menyimak QS Al-Mu’minun[23]: 1-11.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi para sahabat, masing-masing memiliki kesan tersendiri dari pergaulannya dengan Nabi. Kalau mereka diminta menjelaskan seluruh akhlak Nabi, linangan air mata-lah jawabannya, karena mereka terkenang akan junjungan mereka. Paling-paling mereka hanya mampu menceritakan satu fragmen yang paling indah dan berkesan dalam interaksi mereka dengan Nabi terakhir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita kembali ke Aisyah. Ketika ditanya, bagaimana perilaku Nabi, Aisyah hanya menjawab, ah semua perilakunya indah. ketika didesak lagi, Aisyah baru bercerita saat terindah baginya, sebagai seorang isteri. Ketika aku sudah berada di tempat tidur dan kami sudah masuk dalam selimut, dan kulit kami sudah bersentuhan, suamiku berkata, ‘Ya Aisyah, izinkan aku untuk menghadap Tuhanku terlebih dahulu.’ Apalagi yang dapat lebih membahagiakan seorang isteri, karena dalam sejumput episode tersebut terkumpul kasih sayang, kebersamaan, perhatian dan rasa hormat dari seorang suami, yang juga seorang utusan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad jugalah yang membikin khawatir hati Aisyah ketika menjelang subuh Aisyah tidak mendapati suaminya disampingnya. Aisyah keluar membuka pintu rumah. terkejut ia bukan kepalang, melihat suaminya tidur di depan pintu. Aisyah berkata, mengapa engkau tidur di sini. Nabi Muhammmad menjawab, aku pulang sudah larut malam, aku khawatir mengganggu tidurmu sehingga aku tidak mengetuk pintu. itulah sebabnya aku tidur di depan pintu. Mari berkaca di diri kita masing-masing. Bagaimana perilaku kita terhadap isteri kita? Nabi mengingatkan, berhati-hatilah kamu terhadap isterimu, karena sungguh kamu akan ditanya di hari akhir tentangnya. Para sahabat pada masa Nabi memperlakukan isteri mereka dengan hormat, mereka takut kalau wahyu turun dan mengecam mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat sahabat yang lain, fragmen yang paling indah ketika sahabat tersebut terlambat datang ke Majelis Nabi. Tempat sudah penuh sesak. Ia minta izin untuk mendapat tempat, namun sahabat yang lain tak ada yang mau memberinya tempat. Di tengah kebingungannya, Rasul memanggilnya. Rasul memintanya duduk di dekatnya. Tidak cukup dengan itu, Rasul pun melipat sorbannya lalu diberikan pada sahabat tersebut untuk dijadikan alas tempat duduk. Sahabat tersebut dengan berlinangan air mata, menerima sorban tersebut namun tidak menjadikannya alas duduk akan tetapi mencium sorban Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senangkah kita kalau orang yang kita hormati, pemimpin yang kita junjung tiba-tiba melayani kita bahkan memberikan sorbannya untuk tempat alas duduk kita. Bukankah kalau mendapat kartu lebaran dari seorang pejabat saja kita sangat bersuka cita. Begitulah akhlak Nabi, sebagai pemimpin ia ingin menyenangkan dan melayani bawahannya. Dan tengoklah diri kita. Kita adalah pemimpin, bahkan untuk lingkup paling kecil sekalipun, sudahkah kita meniru akhlak Rasul Yang Mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad juga terkenal suka memuji sahabatnya. Kalau kita baca kitab-kitab hadis, kita akan kebingungan menentukan siapa sahabat yang paling utama. Terhadap Abu Bakar, Rasul selalu memujinya. Abu Bakar-lah yang menemani Rasul ketika hijrah. Abu Bakarlah yang diminta menjadi Imam ketika Rasul sakit. Tentang Umar, Rasul pernah berkata, syetan saja takut dengan Umar, bila Umar lewat jalan yang satu, maka Syetan lewat jalan yang lain. Dalam riwayat lain disebutkan, Nabi bermimpi meminum susu. Belum habis satu gelas, Nabi memberikannya pada Umar yang meminumnya sampai habis. Para sahabat bertanya, Ya Rasul apa maksud (ta’wil) mimpimu itu? Rasul menjawab ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Utsman, Rasul sangat menghargai Ustman karena itu Utsman menikahi dua putri nabi, hingga Utsman dijuluki dzu an-Nurain (pemilik dua cahaya). Mengenai Ali, Rasul bukan saja menjadikannya ia menantu, tetapi banyak sekali riwayat yang menyebutkan keutamaan Ali. Aku ini kota ilmu, dan Ali adalah pintunya. barang siapa membenci Ali, maka ia merupakan orang munafik.&lt;br /&gt;Lihatlah diri kita sekarang. Bukankah jika ada seorang rekan yang punya sembilan kelebihan dan satu kekurangan, maka kita jauh lebih tertarik berjam-jam untuk membicarakan yang satu itu dan melupakan yang sembilan. Ah…ternyata kita belum suka memuji; kita masih suka mencela. Ternyata kita belum mengikuti sunnah Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah mendengar ada seorang ulama yang mengatakan bahwa Allah pun sangat menghormati Nabi Muhammad. Buktinya, dalam Al-Qur’an Allah memanggil para Nabi dengan sebutan nama: Musa, Ayyub, Zakaria, dll. tetapi ketika memanggil Nabi Muhammad, Allah menyapanya dengan Wahai Nabi . Ternyata Allah saja sangat menghormati beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabatpun ditegur oleh Allah ketika mereka berlaku tak sopan pada Nabi. Alkisah, rombongan Bani Tamim menghadap rasul. Mereka ingin Rasul menunjuk pemimpin buat mereka. Sebelum Nabi memutuskan siapa, Abu Bakar berkata: Angkat Al-Qa’qa bin Ma’bad sebagai pemimpin. Kata Umar, Tidak, angkatlah Al-Aqra’ bin Habis. Abu Bakar berkata ke Umar, Kamu hanya ingin membantah aku saja, Umar menjawab, Aku tidak bermaksud membantahmu. Keduanya berbantahan sehingga suara mereka terdengar makin keras. Waktu itu turunlah ayat: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya. Takutlah kamu kepada Allah. Sesungguhnya Allah maha Mendengar dan maha Mengetahui. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menaikkan suaramu di atas suara Nabi. janganlah kamu mengeraskan suara kamu dalam percakapan dengan dia seperti mengeraskan suara kamu ketika bercakap sesama kamu. Nanti hapus amal-amal kamu dan kamu tidak menyadarinya (al-Hujurat 1-2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengar teguran itu Abu Bakar berkata, Ya Rasul Allah, demi Allah, sejak sekarang aku tidak akan berbicara denganmu kecuali seperti seorang saudara yang membisikkan rahasia. Umar juga berbicara kepada Nabi dengan suara yang lembut. Bahkan konon kabarnya setelah peristiwa itu Umar banyak sekali bersedekah, karena takut amal yang lalu telah terhapus. Para sahabat Nabi takut akan terhapus amal mereka karena melanggar etiket berhadapan dengan Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu kesempatan lain, ketika di Mekkah, Nabi didatangi utusan pembesar Quraisy, Utbah bin Rabi’ah. Ia berkata pada Nabi, Wahai kemenakanku, kau datang membawa agama baru, apa yang sebetulnya kau kehendaki. Jika kau kehendaki harta, akan kami kumpulkan kekayaan kami, Jika Kau inginkan kemuliaan akan kami muliakan engkau. Jika ada sesuatu penyakit yang dideritamu, akan kami carikan obat. Jika kau inginkan kekuasaan, biar kami jadikan engkau penguasa kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi mendengar dengan sabar uraian tokoh musyrik ini. Tidak sekalipun beliau membantah atau memotong pembicaraannya. Ketika Utbah berhenti, Nabi bertanya, Sudah selesaikah, Ya Abal Walid? Sudah. kata Utbah. Nabi membalas ucapan utbah dengan membaca surat Fushilat. Ketika sampai pada ayat sajdah, Nabi bersujud. Sementara itu Utbah duduk mendengarkan Nabi sampai menyelesaikan bacaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa ini sudah lewat ratusan tahun lalu. Kita tidak heran bagaimana Nabi dengan sabar mendengarkan pendapat dan usul Utbah, tokoh musyrik. Kita mengenal akhlak nabi dalam menghormati pendapat orang lain. Inilah akhlak Nabi dalam majelis ilmu. Yang menakjubkan adalah perilaku kita sekarang. Bahkan oleh si Utbbah, si musyrik, kita kalah. Utbah mau mendengarkan Nabi dan menyuruh kaumnya membiarkan Nabi berbicara. Jangankan mendengarkan pendapat orang kafir, kita bahkan tidak mau mendengarkan pendapat saudara kita sesama muslim. Dalam pengajian, suara pembicara kadang-kadang tertutup suara obrolan kita. Masya Allah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Nabi tiba di Madinah dalam episode hijrah, ada utusan kafir Mekkah yang meminta janji Nabi bahwa Nabi akan mengembalikan siapapun yang pergi ke Madinah setelah perginya Nabi. Selang beberapa waktu kemudian. Seorang sahabat rupanya tertinggal di belakang Nabi. Sahabat ini meninggalkan isterinya, anaknya dan hartanya. Dengan terengah-engah menembus padang pasir, akhirnya ia sampai di Madinah. Dengan perasaan haru ia segera menemui Nabi dan melaporkan kedatangannya. Apa jawab Nabi? Kembalilah engkau ke Mekkah. Sungguh aku telah terikat perjanjian. Semoga Allah melindungimu. Sahabat ini menangis keras. Bagi Nabi janji adalah suatu yang sangat agung. Meskipun Nabi merasakan bagaimana besarnya pengorbanan sahabat ini untuk berhijrah, bagi Nabi janji adalah janji; bahkan meskipun janji itu diucapkan kepada orang kafir. Bagaimana kita memandang harga suatu janji, merupakan salah satu bentuk jawaban bagaimana perilaku Nabi telah menyerap di sanubari kita atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu kesempatan menjelang akhir hayatnya, Nabi berkata pada para sahabat, Mungkin sebentar lagi Allah akan memanggilku, aku tak ingin di padang mahsyar nanti ada diantara kalian yang ingin menuntut balas karena perbuatanku pada kalian. Bila ada yang keberatan dengan perbuatanku pada kalian, ucapkanlah! Sahabat yang lain terdiam, namun ada seorang sahabat yang tiba-tiba bangkit dan berkata, Dahulu ketika engkau memeriksa barisa di saat ingin pergi perang, kau meluruskan posisi aku dengan tongkatmu. Aku tak tahu apakah engkau sengaja atau tidak, tapi aku ingin menuntut qishash hari ini. Para sahabat lain terpana, tidak menyangka ada yang berani berkata seperti itu. Kabarnya Umar langsung berdiri dan siap membereskan orang itu. Nabi melarangnya. Nabi pun menyuruh Bilal mengambil tongkat ke rumah Nabi. Siti Aisyah yang berada di rumah Nabi keheranan ketika Nabi meminta tongkat. Setelah Bilal menjelaskan peristiwa yang terjadi, Aisyah pun semakin heran, mengapa ada sahabat yang berani berbuat senekad itu setelah semua yang Rasul berikan pada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul memberikan tongkat tersebut pada sahabat itu seraya menyingkapkan bajunya, sehingga terlihatlah perut Nabi. Nabi berkata, lakukanlah! Detik-detik berikutnya menjadi sangat menegangkan. Tetapi terjadi suatu keanehan. Sahabat tersebut malah menciumi perut Nabi dan memeluk Nabi seraya menangis, Sungguh maksud tujuanku hanyalah untuk memelukmu dan merasakan kulitku bersentuhan dengan tubuhmu!. Aku ikhlas atas semua perilakumu wahai Rasulullah. Seketika itu juga terdengar ucapan, Allahu Akbar berkali-kali. sahabat tersebut tahu, bahwa permintaan Nabi itu tidak mungkin diucapkan kalau Nabi tidak merasa bahwa ajalnya semakin dekat. Sahabat itu tahu bahwa saat perpisahan semakin dekat, ia ingin memeluk Nabi sebelum Allah memanggil Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pelajaran lagi buat kita. Menyakiti orang lain baik hati maupun badannya merupakan perbuatan yang amat tercela. Allah tidak akan memaafkan sebelum yang kita sakiti memaafkan kita. Rasul pun sangat hati-hati karena khawatir ada orang yang beliau sakiti. Khawatirkah kita bila ada orang yang kita sakiti menuntut balas nanti di padang Mahsyar di depan Hakim Yang Maha Agung ditengah miliaran umat manusia. Jangan-jangan kita menjadi orang yang muflis. Na’udzu billah…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad ketika saat haji Wada’, di padang Arafah yang terik, dalam keadaan sakit, masih menyempatkan diri berpidato. Di akhir pidatonya itu Nabi dengan dibalut sorban dan tubuh yang menggigil berkata, Nanti di hari pembalasan, kalian akan ditanya oleh Allah apa yang telah aku, sebagai Nabi, perbuat pada kalian. Jika kalian ditanya nanti, apa jawaban kalian? Para sahabat terdiam dan mulai banyak yang meneteskan air mata. Nabi melanjutkan, Bukankah telah kujalani hari-hari bersama kalian dengan lapar, bukankah telah kutaruh beberapa batu diperutku karena menahan lapar bersama kalian, bukankah aku telah bersabar menghadapi kejahilan kalian, bukankah telah ku sampaikan pada kalian wahyu dari Allah…..? Untuk semua pertanyaan itu, para sahabat menjawab, benar ya Rasul!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul pun mendongakkan kepalanya ke atas, dan berkata, Ya Allah saksikanlah…Ya Allah saksikanlah…Ya Allah saksikanlah! . Nabi meminta kesaksian Allah bahwa Nabi telah menjalankan tugasnya. Di pengajian ini saya pun meminta Allah menyaksikan bahwa kita mencintai Rasulullah. Ya Allah saksikanlah betapa kami mencintai Rasul-Mu, betapa kami sangat ingin bertemu dengan kekasih-Mu, betapa kami sangat ingin meniru semua perilakunya yang indah; semua budi pekertinya yang agung, betapa kami sangat ingin dibangkitkan nanti di padang Mahsyar bersama Nabiyullah Muhammad, betapa kami sangat ingin ditempatkan di dalam surga yang sama dengan surganya Nabi kami. Ya Allah saksikanlah…Ya Allah saksikanlah Ya Allah saksikanlah…..&lt;/span&gt;</description><link>http://biandini12.blogspot.com/2010/11/mengenang-rasulullah-saw.html</link><author>noreply@blogger.com (Renial Biandini)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikKbLA0S6z8UG-PnDaK_BC9nEIeSCYbP8JftrnqXotPWrWfRx5hWgmr64yMfI7IFq_emZZsN_3VJyxZCGX2ZYcwz1ocNIueh2WU6_Van_gfzn6bbk6vIvvBc50yHZL2qiJsEold2wnmtjt/s72-c/ana+love+rasulullah.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7815979333011851595.post-4981337304107491375</guid><pubDate>Tue, 23 Nov 2010 08:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-23T15:52:50.367+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Lagu dan pantun</category><title>Open your eyes</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjP_YPDht_Bv7gppwiXecOD0P7EnMThtG3PmPfrN3_y3OQ5CD5D9aysZrb0x4ARswzojAR9FkV03G3PG8LgstYgAcmkujwVrymFTb-_y0fguC-o69mg3k8uoWsOSTHJ3GfQfDXDsJlHjRix/s1600/maher+zain.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 72px; height: 134px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjP_YPDht_Bv7gppwiXecOD0P7EnMThtG3PmPfrN3_y3OQ5CD5D9aysZrb0x4ARswzojAR9FkV03G3PG8LgstYgAcmkujwVrymFTb-_y0fguC-o69mg3k8uoWsOSTHJ3GfQfDXDsJlHjRix/s200/maher+zain.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542665331453190850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Look around yourselves&lt;br /&gt;Can’t you see this wonder&lt;br /&gt;Spreaded infront of you&lt;br /&gt;The clouds floating by&lt;br /&gt;The skies are clear and blue&lt;br /&gt;Planets in the orbits&lt;br /&gt;The moon and the sun&lt;br /&gt;Such perfect harmony&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Let’s start question in ourselves&lt;br /&gt;Isn’t this proof enough for us&lt;br /&gt;Or are we so blind&lt;br /&gt;To push it all aside..&lt;br /&gt;No..&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We just have to&lt;br /&gt;Open our eyes, our hearts, and minds&lt;br /&gt;If we just look bright to see the signs&lt;br /&gt;We can’t keep hiding from the truth&lt;br /&gt;Let it take us by surprise&lt;br /&gt;Take us in the best way&lt;br /&gt;(Allah..)&lt;br /&gt;Guide us every single day..&lt;br /&gt;(Allah..)&lt;br /&gt;Keep us close to You&lt;br /&gt;Until the end of time..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Look inside yourselves&lt;br /&gt;Such a perfect order&lt;br /&gt;Hiding in yourselves&lt;br /&gt;Running in your veins&lt;br /&gt;What about anger love and pain&lt;br /&gt;And all the things you’re feeling&lt;br /&gt;Can you touch them with your hand?&lt;br /&gt;So are they really there?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lets start question in ourselves&lt;br /&gt;Isn’t this proof enough for us?&lt;br /&gt;Or are we so blind&lt;br /&gt;To push it all aside..?&lt;br /&gt;No..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We just have to&lt;br /&gt;Open our eyes, our hearts, and minds&lt;br /&gt;If we just look bright to see the signs&lt;br /&gt;We can’t keep hiding from the truth&lt;br /&gt;Let it take us by surprise&lt;br /&gt;Take us in the best way&lt;br /&gt;(Allah..)&lt;br /&gt;Guide us every single day..&lt;br /&gt;(Allah..)&lt;br /&gt;Keep us close to You&lt;br /&gt;Until the end of time..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When a baby’s born&lt;br /&gt;So helpless and weak&lt;br /&gt;And you’re watching him growing..&lt;br /&gt;So why deny&lt;br /&gt;Whats in front of your eyes&lt;br /&gt;The biggest miracle of life..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We just have to&lt;br /&gt;Open our eyes, our hearts, and minds&lt;br /&gt;If we just look quiet we’ll see the signs&lt;br /&gt;We can’t keep hiding from the truth&lt;br /&gt;Let it take us by surprise&lt;br /&gt;Take us in the best way&lt;br /&gt;(Allah..)&lt;br /&gt;Guide us every single day..&lt;br /&gt;(Allah..)&lt;br /&gt;Keep us close to You&lt;br /&gt;Until the end of time..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Open your eyes and hearts and minds&lt;br /&gt;If you just look bright to see the signs&lt;br /&gt;We can’t keep hiding from the truth&lt;br /&gt;Let it take us by surprise&lt;br /&gt;Take us in the best way&lt;br /&gt;(Allah..)&lt;br /&gt;Guide us every single day..&lt;br /&gt;(Allah..)&lt;br /&gt;Keep us close to You&lt;br /&gt;Until the end of time..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah..&lt;br /&gt;You created everything&lt;br /&gt;We belong to You&lt;br /&gt;Ya Robb we raise our hands&lt;br /&gt;Forever we thank You..&lt;br /&gt;????? ????&lt;br /&gt;Alhamdulillah..&lt;/span&gt;</description><link>http://biandini12.blogspot.com/2010/11/open-your-eyes.html</link><author>noreply@blogger.com (Renial Biandini)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjP_YPDht_Bv7gppwiXecOD0P7EnMThtG3PmPfrN3_y3OQ5CD5D9aysZrb0x4ARswzojAR9FkV03G3PG8LgstYgAcmkujwVrymFTb-_y0fguC-o69mg3k8uoWsOSTHJ3GfQfDXDsJlHjRix/s72-c/maher+zain.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7815979333011851595.post-4462289742476017634</guid><pubDate>Wed, 03 Nov 2010 03:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-03T10:04:49.717+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel dari tetangga</category><title>Cinta...</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfiQJ04EaDEhi3WWm8YJNNjrJRkuN1amr2epK7PLC1LSPDUgG0hbCvZRljf2LgkiquuWOCdJAxg-Pa9zrtnbDNjHMfhzKvisVcvsPTyw-98hZv1winUhfHlX0tj8DeiYh0OZ_p04QqqRDy/s1600/cinta1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 152px; height: 200px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfiQJ04EaDEhi3WWm8YJNNjrJRkuN1amr2epK7PLC1LSPDUgG0hbCvZRljf2LgkiquuWOCdJAxg-Pa9zrtnbDNjHMfhzKvisVcvsPTyw-98hZv1winUhfHlX0tj8DeiYh0OZ_p04QqqRDy/s200/cinta1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5535154011947607842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;1.Cinta itu seperti kupu-kupu. Tambah dikejar, tambah lari. Tapi kalau dibiarkan terbang, dia akan datang disaat kamu tidak mengharapkannya.&lt;br /&gt;Cinta dapat membuatmu bahagia tapi sering juga bikin sedih, tapi cinta baru berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya.Jadi jangan terburu-buru dan pilih yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang "sempurna" bagi&lt;br /&gt;seseorang.Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantumu menjadi dirimu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Jangan pernah bilang "I love you" kalau kamu tidak perduli. Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada. Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu akan menghancurkan hatinya.&lt;br /&gt;Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang kamu lakukan hanya berbohong. Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta, sementara kamu tidak berniat untuk menangkapnya...&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Cinta bukan "Ini salah kamu", tapi "Ma'afkan aku". Bukan "Kamu dimana sih?", tapi "Aku disini". Bukan "Gimana sih kamu?", tapi "Aku ngerti kok". Bukan "Coba kamu gak kayak gini", tapi "Aku cinta kamu seperti kamu apa adanya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kalian sudah bersama maupun berapa sering kalian bersama, tapi apakah selama kalian bersama, kalian selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kamu inginkan dan menyayat sedalam yang kamu ijinkan. Yang berat bukan bagaimana caranya menanggulangi kesedihan dan kerinduan itu, tapi bagaimana belajar darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Caranya jatuh cinta: jatuh tapi jangan terhuyung-huyung, konsisten tapi jangan memaksa, berbagi dan jangan bersikap tidak adil, mengerti dan cobalah untuk tidak banyak menuntut, sedih tapi jangan pernah simpan kesedihan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Memang sakit melihat orang yang kamu cintai sedang berbahagia dengan orang lain tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kamu cintai itu tidak berbahagia bersama kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.Yang paling menyedihkan dalam hidup adalah menemukan seseorang dan jatuh cinta, hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kamu dan kamu sudah menghabiskan banyak waktu untuk orang yang tidak pernah menghargainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dia tidak "worth it" sekarang, dia tidak akan pernah "worth it" setahun lagi ataupun 10 tahun lagi. Biarkan dia pergi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kesusahan untuk menguji kita. Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam. Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya. Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.Mengapa menunggu? Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa. Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono. Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, ketimbang memilih apa yang ada. Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada. Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan&lt;br /&gt;bersama pilihan yang salah, karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius. Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama, Dan penantian kita tidaklah sia-sia. Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal - iman, keberanian, dan pengharapan - penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan. Pada akhirnya. Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu, karena alasan yang penting.&lt;/span&gt;</description><link>http://biandini12.blogspot.com/2010/11/cinta.html</link><author>noreply@blogger.com (Renial Biandini)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfiQJ04EaDEhi3WWm8YJNNjrJRkuN1amr2epK7PLC1LSPDUgG0hbCvZRljf2LgkiquuWOCdJAxg-Pa9zrtnbDNjHMfhzKvisVcvsPTyw-98hZv1winUhfHlX0tj8DeiYh0OZ_p04QqqRDy/s72-c/cinta1.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7815979333011851595.post-7865425572143331978</guid><pubDate>Mon, 25 Oct 2010 04:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-25T12:00:32.979+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Keyakinan</category><title>Merayu Diri Agar Mencintai Al-Qur’an</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgerW7c4KUxB8WqpmD1nYleuGWLP4Q7qBaTbTyrL6RBFyDblDfUOjTAYXUIqcfC9aKqgNM5i3xmkXVJ_fsNZmtgxeBnj1XzRT71bEHdfVXgyK2uPgVxmWc4REfClVu4r0O8FueGakI3hMpj/s1600/quran.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgerW7c4KUxB8WqpmD1nYleuGWLP4Q7qBaTbTyrL6RBFyDblDfUOjTAYXUIqcfC9aKqgNM5i3xmkXVJ_fsNZmtgxeBnj1XzRT71bEHdfVXgyK2uPgVxmWc4REfClVu4r0O8FueGakI3hMpj/s200/quran.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5531839938838784562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dikutip dari: &lt;a href="http://www.binamuslim.com/2007/10/06/merayu-diri-agar-mencintai-al-quran.html"&gt;http://www.binamuslim.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku. Masuklah ke dalam surga-Ku” (QS Al-Fajr [89]:27-30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan lembut tersebut adalah rayuan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang juga disertai ajakan yang provokatif. Bagaimana mungkin kita tidak tergiur dengan rayuan semacam itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa bekerja dengan keras saat jiwa kita sedang asyik dengan Al-Qur’an. Tetapi di saat yang lain, kita mungkin mengalami kondisi keengganan yang besar, jangankan disuruh menghafal, sekedar melihat mushaf pun sangat tidak siap. Untuk kondisi seperti itu, kita perlu merayu diri sendiri, merenungi kehidupan diri kita sendiri sambil mencari bahasa apa yang dapat membangkitkan energi kita untuk kembali bekerja: meraih cita-cita hidup bersama Al-Qur’an.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai permasalahan umum pada diri kita saat berinteraksi dengan Al-Qur’an antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kita sadar sepenuhnya bahwa tilawah setiap hari adalah keharusan, tetapi jiwa kita belum siap untuk komitmen secara rutin sehingga dalam sebulan, begitu banyak hari-hari yang terlewatkan tanpa tilawah Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kita paham bahwa menghafal Al-Qur’an adalah kemuliaan yang besar manfaatnya, tetapi jiwa kita belum siap untuk meraihnya dengan mujahadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kita sadar bahwa masih banyak ayat yang belum kita pahami, namun jiwa kita tidak siap untuk melakukan berbagai langkah standar minimal untuk dapat memahami isi Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kita sadar bahwa mengajarkan Al-Qur’an sangat besar fadhillahnya, tetapi karena minimnya apresiasi dan penghargaan ummat terhadap para pengajar Al-Qur’an maka sangat sedikit yang siap menjadi pengajar Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kita paham bahwa shalat yang baik – khususnya shalat malam – adalah shalat yang panjang dan sebenarnya kita mampu membaca sekian banyak ayat, namun jiwa kita kadang tidak tertarik terhadap besarnya fadhillah membaca Al-Qur’an di dalam shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kita sadar bahwa dakwah dijamin oleh nash Al-Qur’an dan Allah Swt akan memberikan kemenangan, namun jiwa kita tidak sabar dengan prosesnya yang panjang sehingga cenderung meninggalkan atau lari dari medan dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kita paham betul bahwa banyak keutamaan di dunia dan akhirat bagi manusia yang berinteraksi dengan Al-Qur’an, tetapi fadhillah tersebut hanya menjadi pengetahuan, tidak mampu menghasilkan energi yang besar untuk beristiqamah dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kita paham dengan sangat jelas bahwa semua tokoh Islam di atas bumi ini adalah orang-orang yang telah berhasil dengan ilmu Al-Qur’an dan merekapun menguasai kehidupan dunia, namun jiwa kita enggan mempersiapkan generasi mendatang yang hidupnya berada di bawah naungan Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah berhenti untuk merayu diri agar segera bangkit. Tanyakanlah pada diri kita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Wahai diri, tidakkah kamu malu kepada Allah Swt? Mengaku cinta kepada Allah Swt tetapi tidak merasa senang berinteraksi dengan Kalam-Nya. Bukankah ketika manusia cinta dengan manusia lain, ia menjadi senang membaca suratnya bahkan berulang-ulang? Mengapa kamu begitu berat dan enggap untuk hidup dengan wahyu Allah Swt? Adakah jaminan bahwa kamu mendapat pahala gratis tanpa beramal shalih? Dengan apa lagi kamu mampu meraih pahala Allah Swt? Infak cuma sedikit, jihad belum siap, kalau tidak dengan Al-Qur’an, dengan apa lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Wahai jiwaku, siapa yang menjamin keamanan dirimu saat gentingnya suasana akhirat? Padahal Rasulullah Saw menjamin bahwa Allah Swt akan memberikan keamanan bagi manusia yang rajin berinteraksi dengan Al-Qur’an, mulai dari sakaratul maut hingga saat melewati shirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Wahai jiwaku, tidakkah kamu malu kepada Allah Swt? Dengan nikmat-Nya yang demikian banyak, yang diminta maupun tidak, tidakkah kamu bersyukur kepada-Nya, mendekatkan diri kepada-Nya dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Wahai jiwaku, sadarkah kamu ketika Allah Swt dan Rasulnya mengajak dirimu memperbanyak hidup bersama Al-Qur’an? Untuk siapakah manfaat amal tersebut? Apakah kamu mengira bahwa dengan banyak membaca Al-Qur’an maka kemuliaan Allah dan Rasul-Nya menjadi bertambah? Dan sebaliknya, jika kamu tidak membaca Al-Qur’an, kemuliaan itu berkurang? Sekali-kali tidak. Semua yang kita baca dan lakukan, kitalah yang paling banyak mendapatkan manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Wahai jiwa, tidakkah kamu merasa khawatir dengan dirimu sendiri? Selama ini hidup tanpa al-Qur’an, jatah usia makin sedikit, tabungan amal shalih masih sedikit, jaminan masuk surga tak ada di tangan. Sampai saat ini belum mampu tilawah rutin satu juz per hari, jangan-jangan Al-Qur’anlah yang tidak mau bersama dirimu karena begitu kotornya dirimu sehingga Al-Qur’an selalu menjauh dari dirimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Wahai jiwa, tidakkah engkau tergiur untuk mengikuti kehidupan Rasulullah Saw dan para sahabat serta tabiin yang menjadi kenangan sejarah sepanjang zaman dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an? Jika hari ini kamu masih enggan berinteraksi dengan Al-Qur’an apa yang akan dikenang oleh generasi yang akan datang tentang dirimu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan di atas adalah perenungan terhadap diri sendiri dalam urusan dunia dan akhirat, hal yang dianjurkan oleh Allah Swt agar hidup kita tidak berlalu begitu saja tanpa makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-nya kepadamu supaya kamu berpikir. Tentang dunia dan akhirat…” (QS Al-Baqarah [2]: 219-220)&lt;/span&gt;</description><link>http://biandini12.blogspot.com/2010/10/merayu-diri-agar-mencintai-al-quran.html</link><author>noreply@blogger.com (Renial Biandini)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgerW7c4KUxB8WqpmD1nYleuGWLP4Q7qBaTbTyrL6RBFyDblDfUOjTAYXUIqcfC9aKqgNM5i3xmkXVJ_fsNZmtgxeBnj1XzRT71bEHdfVXgyK2uPgVxmWc4REfClVu4r0O8FueGakI3hMpj/s72-c/quran.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7815979333011851595.post-3876188244092381079</guid><pubDate>Thu, 14 Oct 2010 05:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-14T12:24:00.370+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Lagu dan pantun</category><title>Pantaskah surga untukku</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhI9KSgKhSa_hkBwcq6XzuWZfXrwx46U_pyQQ8JP3OpXavZncRyb6vyOLTSN42UzLTncxYH8rhRjt73SsRa0Q4Uu00aO58PGesu7mUuvd-4ZMSf7-fXQRITWxLOB4q6-y_EwKu9niboqF9T/s1600/pengamen.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhI9KSgKhSa_hkBwcq6XzuWZfXrwx46U_pyQQ8JP3OpXavZncRyb6vyOLTSN42UzLTncxYH8rhRjt73SsRa0Q4Uu00aO58PGesu7mUuvd-4ZMSf7-fXQRITWxLOB4q6-y_EwKu9niboqF9T/s200/pengamen.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5527768144500676722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setiap kali mendengarkan lagu yang dinyanyikan pengamen jalanan yang satu ini, betapa miris hati dan tak terasa mata ini senantiasa berkaca-kaca, lirik nya begitu mengena, menyentuh relung jiwa, betapa diri ini masih belum pantas mengharapkan surga-Nya, tapi juga ku tak sanggup ke Neraka, hanya harapku semoga Allah SWT memberikan Rahmat dan Ridho-Nya atas amal-amalku yang terbatas ini untuk menggapai Surga-Nya... Amiin.. &lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata begitu berat&lt;br /&gt;Jalankan sgala printah-Mu&lt;br /&gt;Begitu banyak rintangan&lt;br /&gt;Tuk menghadapkan wajah ke hadirat-Mu Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indahnya, dunia ini&lt;br /&gt;Membuat aku terlena&lt;br /&gt;Bekerja terus bekerja&lt;br /&gt;Tak kenal waktu dan tak kenal lelah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gema adzan subuh, aku lelap tertidur&lt;br /&gt;Gema adzan dhuhur, aku sibuk bekerja&lt;br /&gt;Gema adzan ashar, aku geluti dunia&lt;br /&gt;Tuhan, pantaskah sorga untukku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gema adzan maghrib, aku di perjalanan&lt;br /&gt;Gema adzan isya’, lelah tubuhku Tuhan&lt;br /&gt;Tak pernah lagi kubaca firman-Mu&lt;br /&gt;Tak ada waktu buat sujud kepada-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu besar kasih dan sayang-Mu&lt;br /&gt;Begitu banyak limpahan karuniamu&lt;br /&gt;Aku yang sombong dan aku yang lalai&lt;br /&gt;Tuhan, pantaskah sorga untukku &lt;/span&gt;</description><link>http://biandini12.blogspot.com/2010/10/pantaskah-surga-untukku.html</link><author>noreply@blogger.com (Renial Biandini)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhI9KSgKhSa_hkBwcq6XzuWZfXrwx46U_pyQQ8JP3OpXavZncRyb6vyOLTSN42UzLTncxYH8rhRjt73SsRa0Q4Uu00aO58PGesu7mUuvd-4ZMSf7-fXQRITWxLOB4q6-y_EwKu9niboqF9T/s72-c/pengamen.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7815979333011851595.post-5453713380362647501</guid><pubDate>Wed, 13 Oct 2010 05:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-13T12:29:51.442+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Keyakinan</category><title>Peringatan dan Pelajaran</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAMl8bYeeJdYUDWf5fWUPC43YCAc0vFza6uLPE4ZgMUCLQ1krga8CGMBZoUoV0DZnnP33iO9Yi-RYptCL7cfHnBj39Q-gOK0MTVc04JASqic3XFobqaVoSHDh2tZUNb-mjTEH5f_HO_C3j/s1600/Hikmah+dibalik+bencana1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 140px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAMl8bYeeJdYUDWf5fWUPC43YCAc0vFza6uLPE4ZgMUCLQ1krga8CGMBZoUoV0DZnnP33iO9Yi-RYptCL7cfHnBj39Q-gOK0MTVc04JASqic3XFobqaVoSHDh2tZUNb-mjTEH5f_HO_C3j/s200/Hikmah+dibalik+bencana1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5527398537665396786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Allah menciptakan manusia dan memberikannya bentuk fisik dan spiritual , membiarkannya menuju kepada suatu tujuan tertentu dari kehidupan, dan akhirnya Allah menunjukan keberadaan-Nya dengan memberikan kepadanya kematian. Allah menciptakan manusia, dan berdasrkan ayat berikut: “Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan) ; dan dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?. (QS Al Mulk 14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lah satu-satunya yang mengetahui dan mengenalnya, yang mengajarkan kepadanya dan memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Untuk itulah,maka satu-satunya tujuan utama yang dimiliki oleh seseorang dalam kehidupan adalah untuk berdoa kepada Allah, memohon dan menyembah Allah. Untuk alasan yang sama, firman dan wahyu Allah dikomunikasikan kepada hambanya melaui para pembawa pesan-Nya(nabi) adalah menjadi petunjuk bagi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Qur’an adalah kitab yang terakhir dari Allah dan wahyu-Nya yang tidak akan pernah diubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sebabnya mengapa kita berkewajiban untuk menerima bahwa Al Qur’an sebagai petunjuk kita yang sebenarnya, dan mencermati semua keputusannya. Hal inilah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan manusia baik di dunia maupun di alam nanti.&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, kita perlu untuk menelaah dengan penuh kehati-hatian dan dengan penuh perhatian apa yang diceritakan Al Qur’an kepada kita dan merenungkannya. Di dalam Al Qur’an, Allah menyatakan bahwa tujuan utama dari diwahyukannya Al Qur’an adalah tidak lain untuk menyuruh orang agar berpikir;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Al Qur’an) ini adalah penjelasan yang cukup bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan dia, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.&lt;br /&gt;(QS Ibrahim: 52).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita-berita tentang kaum yang telah ada terlebih dahulu yang merupakan bagian penting dalam Al Qur’an, jelas-jelas merupakan sebuah hal yang patut untuk kita renungkan. Sebagian besar dari kaum ini mengingkari para nabi yang diutus kepada mereka dan terlebih lagi menunjukan rasa permusuhan terhadap mereka. Karena keberaniannya, merekapun mengundang kemurkaan Allah kepada mereka.dan merekapun telah disapu bersih dari muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Qur’an menceritakan kepada kita bahwa peristiwa-peristiwa penghancuran ini hendaknya menjadi peringaatan bagi generasi berikutnya. Sebagai contoh, tepat setelah penggambaran dari hukuman yang diberikan kepada sekelompok orang Yahudi yang menentang Allah, disini dikatakan dalam Al Qur’an : “Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang di masa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertaqwa. (QS Al Baqarah 66).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku ini (Kaum-kaum yg telah dibinasakan, Harun Yahya), kita akan menelaah tentang masyarakat-masyarakat di masa lampau yang telah dihancurkan karena penentangan mereka terhadap Allah. Tujuan kita adalah untuk menyoroti semua peristiwa ini, setiap peristiwa yang merupakan “peringatn bagi mereka di masa itu”, sehingga mereka dapat menjadikannya sebagai sebuah “peringatan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan kedua kita mempelajari penghancuran ini adalah untuk menunjukkan bahwa apa yang diungkapkan dalam ayat-ayat Al Qur’an benar-benar terjadi di dunia dan menunjukkan keautentikan (kebenaran/kesahihan) cerita-cerita dalam Al Qur’an. Di dalam Al Qur’an, Allah menjamin bahwa ayat-ayat-Nya dapat diamati di dalam konteks dunia luar. “Dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kebesarnan-Nya, maka kamu akan mengetahuinya. (QS.An Naml: 93)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mengatahui serfta mengidentifikasi itu semua merupakan salah satu jalan utama yang membimbing kepada keimanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua peristiwa penghancuran yang diceritakan dalam al Qur’an telah menjadi “dapat dilihat (observable)” dan dapat “dikenali (identifiable)” berkat berbagai penelitian terhadap asip yang dilakukan akhir-akhir ini serta temuan-temuan arkeologis. Dalam penelitian ini kita akan berhubungan dengan jejak-jejak dari beberapa peristiwa penghancuran yang disebutkan dalam Al Qur’an. (Ini haruslah dicatat bahwa beberapa kaum yang diceritakan dalam Al Qur’an belum seluruhnya termasuk dalam cakupan buku ini, karena di dalam Al Qur’an tidak terdapat waktu dan tempat yang terperinci yang diberikan tentang peristiwa-peristiwa tersebut, yang hanya disebutkan tentang perilaku penentangan mereka dan kejahatan terhadap Allah dan para nabi-Nya, dan untuk bencana yang menimpa mereka sebagai akibat dari perilaku mereka itu. Dengan demikian, orang-orang diserukan untuk mengambil sebuah peringatan/pelajaran dari mereka).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan utama kita adalah untuk melihat berbagai kenyataan dalam Al Qur’an melalui berbagai penemuan saat ini, sehingga menunjukkan kebenaran dari agama Allah kepada semua orang baik mereka yang telah beriman maupun yang tidak beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harun Yahya&lt;/span&gt;</description><link>http://biandini12.blogspot.com/2010/10/peringatan-dan-pelajaran.html</link><author>noreply@blogger.com (Renial Biandini)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAMl8bYeeJdYUDWf5fWUPC43YCAc0vFza6uLPE4ZgMUCLQ1krga8CGMBZoUoV0DZnnP33iO9Yi-RYptCL7cfHnBj39Q-gOK0MTVc04JASqic3XFobqaVoSHDh2tZUNb-mjTEH5f_HO_C3j/s72-c/Hikmah+dibalik+bencana1.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7815979333011851595.post-8479588406109712492</guid><pubDate>Wed, 13 Oct 2010 04:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-13T12:11:48.834+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Keyakinan</category><title>Belajar dari kaum terdahulu</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhougHYuw2N1e8P1V816m52e-3L1Fb_J_kMGoqHAbQB8dkYFdQA3z4oXC_ckUJW5QJjDuHn3BpIlT2JW97ejD2eZWt6s0wIFKhyphenhyphenwjO4sPjTROpc69gNY8RQjaolO-2NZlux75dctUManXGn/s1600/yasinan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 159px; height: 98px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhougHYuw2N1e8P1V816m52e-3L1Fb_J_kMGoqHAbQB8dkYFdQA3z4oXC_ckUJW5QJjDuHn3BpIlT2JW97ejD2eZWt6s0wIFKhyphenhyphenwjO4sPjTROpc69gNY8RQjaolO-2NZlux75dctUManXGn/s200/yasinan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5527393906703473458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, ‘Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan, dan (penduduk) negeri-negeri yang telah musnah?. Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata; maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi mereka lah yang menganiaya diri mereka sendiri.(QS. At-Taubah: 70)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan-pesan suci, disampaikan untuk umat manusia oleh Allah melalui utusan-utusan-Nya, telah dikomunikasikan kepada kita sejak penciptaan umat manusia, Beberapa masyarkat/kaum telah menerima pesan/ajaran ini sementara yang lain telah mengingkarinya. Adakalanya, ada sejumlah kecil dari suatu masyarakat yang mau menerima perintah suci tersebut mengikuti seorang pembawa risalah(nabi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebagian besar dari masyarakat yang telah didatangi risalah suci tersebut tidak bersedia menerimanya. Mereka tidak hanya mengabaikan pesan suci yang disampaikan oleh sang pembawa pesan, namun juga berusaha untuk melakkan perbuatan keji terhadap para pembawa pesan dan para pengikutnya. Para pembawa pesan suci tersebut biasanya dituduh serta difitnah sebagai “pembohong, sihir, orang yang sakit gila dan penuh dengan kesombongan” dan menjadi pemimpin dari banyak orang yang harus mereka cari-cari untuk dibunuh.&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua hal yang diinginkan oleh para nabi dari kaumnya adalah kepatuhan mereka kepada Allah. Mereka tidak meminta uang ataupun berbagai keuntungan dunia lainnya sebagai balasan. Dan juga mereka tidak berusaha memaksa kaum mereka. Yang mereka inginkan hayalah mengajak kaum mereka kepada agama yang haq dan bahwa mereka seharusnya memulai sebuah jalan hidup yang berbeda bersama dengan para pengikutnya terpisah dari masyarkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang telah terjadi antara Syu’aib dan kaum Madyan dimana dia diutus, menggambarkan hubungan antara nabi dengan kaumnya sebagaimana yang disebutkan dimuka. Reaksi dari suku Syu’aib terhadap Syu’aib, yang menyerukan kepada mereka untuk beriman kepada Allah dan menghentikan semua tindakan ketidakadian yang telah mereka lakukan, dan bagaimana itu semua berakhir sangatlah menarik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kepada (penduduk) Madyan (Kami utus) saudara mereka Syu’aib, Ia berkata: “Hai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tiada Tuhan selain Dia. Dan jaganlah kamu kurangi takaran dan timbangan, sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik (mampu) dan sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan azab hari yang membinasakan (kiamat).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Syu’aib berkata: “hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu berbuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisa (keuntungan) dari Allah adalah lebih baik bagi kamu jika kamu orang-orang yang beriman. Dan aku bukanlah seorang penjaga atas diri kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berkata: “Hai Syu’aib, apakah sembahyangmu menyuruh kamu agar meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang kami berbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami. Sesungguhnya kamu adalah seorang yang sangat penyantun lagi berakal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syu’aib berkata: “Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan dianugerahi-Nya aku daripada-Nya rezeki yang baik (patutkah aku menyalahi perintah-Nya). Dan aku tidak berkehendak mengerjakan apa yang aku larang kamu daripadanya. Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku, melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakal dan hanya kepada-Nya lah aku kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai kaumku, janganlah hendakya pertentangan antara aku (dengan kamu) menyebabkan kamu menjadi jahat hingga kamu ditimpa azab seperti yang menimpa kaum Nuh atau kaum Hud atau kaum Shaleh, sedang kaun Luth tidak (pula) jauh (tempatnya) dari kamu.&lt;br /&gt;Dan mohonlah ampun kepada Tuhanmu kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi maha Pengasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berkata: “Hai Syu’aib, kami tidak banyak mengerti tentang apa yang kamu katakana itu dan sesungguhnya kami benar-benar melihat kamu seorang yang benar-benar lemah diantara kami; kalau tidaklah karena keluargamu tentulah kami telah merajam kamu, sedang kamupun bukanlah seorang yang berwibawa disisi kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syu’aib menjawab: “Hai kaumku, apakah keluargaku lebih terhormat menurut pandanganmu daripada Allah, sedangkan Allah kamu jadikan sesuatu yang terbuang dibelakangmu?. Sesungguhnya (pengetahuan) Tuhanku meliputi apa yang kamu kerjakan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan (dia berkata): “Hai kaumku, berbuatalah menurut kemampuanmu, sesungguhya akupun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakannya dan siapa yang berdusta. Dan tunggulah azab (tuhanku), sesungguhnya akupun menungu bersama kamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Syu’aib dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengan dia dengan rahmat dari Kami, dan orang-orang yang zalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur, lalu jadilah mereka mati bergelimpangan di tempat tinggalnya. Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah kebinasaanlah bagi penduduk Madyan sebagaimana kaum Tsamud yang telah binasa. (QS Huud 84-95).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memikirkan “batu /prasasti Syu’aib” yang tidak lain kecuali menerukan mereka kepada kebaikan, kaum Mdyan dihukum dengan kutukan dari Allah dan merekapun telah dibinasakan sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat diatas. Masyarakat Madyan bukanlah satu-satunya contoh. Sebaliknya sebagaimana Syu’aib sedang berbicara kepada kaumnya, banyak masyarakat yang telah ada lebih dahulu sebelum masyarakat Madyan yang telah dibinasakan. Setelah Madyan, banyak masyarakat lain yang juga dihancurkan oleh kemurkaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam halaman-halaman berikut, kita akan menyebutkan masyarakat-masyarakat yang telah disebutkan diatas yang telah dibinasakan dan sisa-sisa peninggalan mereka. Di dalam Al Qur’an, masyarakat-masyarakat ini disebutkan secara mendetail dan orang-orang diajak untuk merenungkan dan mengambil pelajaran serta peringatan tentang bagaimana kaum-kaum ini berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada titik ini, Al Qur’an secara khusus menarik perhatian terhadap kenyataan bahwa sebagian besar dari masyarakat yang dihancurkan tersebut memiliki tingkat peradaban yang tinggi. . Di dalam Al Qur’an, sifat-sifat dari kaum-kaum yang dihancurkan ditekankan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan berapa banyakkah umat-umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka yang mereka itu lebih besar kekuatannya daripada mereka ini, maka mereka (yang telah dibinasakan itu) telah pernah menjajah di beberapa negeri. Adakah (mereka) mendapat tempat lari (dari kebinasaan)?. (QS Qaf 36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat tersebut, dua sifat dari kaum yang telah dihancurkan secara khusus ditekankan. Yang pertama adalah mereka merasa “lebih besar kekuatannya”. Hal ini berarti bahwa masyarakat-masyarakat yang telah dibinasakan tersebut telah berada dalam suatu tingkat kedisiplinan dan system birokrasi militer yang tangguh dan merenggut kekuatan diwilayah mereka berada memalui dengan cara paksaan kekuatan. Point kedua adalah masyarakt-masyarakat yang telah disebutkan dimuka mendirikan kota-kota besar yang dihiasai dengan karya-karya arsitektur mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini patut untuk diperhatikan bahwa dari kedua macam sifat-sifat ini termasuk yang dimiliki oleh peradaban yang ada dijaman kita sekarang ini, yang telah membentuk sebuah kebudayaan dunia yang begitu luas melalui ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini dan telah mendirikan negara-negara yang tersentralisir, kota-kota besar, namun mereka masih tetap mengingkari dan mengabaikan Allah, melupakan bahwa semua hal tersebut memungkinkan untuk dibuat kaena Kekuasan Allah saja. Namun, sebagaimana dikatakan di dalam ayat, peradaban mereka yang telah berkembang tidak bisa menyelamatkan masyarakat yang telah dihancurkan tersebut, dikarenakan peradaban mereka berdiri diatas landasan pengingkaran terhadap Allah. Akhir dari peradaban saat inipun tidak akan berbeda selama peradaban sekarang ini berdasarkan kepada pengingkaran dan berperilaku jahat di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah peristiwa penghancuran, beberapa diantaraya yang diceritakan dalam Al Qur’an, telah dibenarkan oleh berbagai penelitian arkeologis yang dilakukan di jaman modern, Temuan-temuan ini yang secara jelas membuktikan bahwa peristiwa-peristiwa yang dikutip dalam Al Qur’an benar-benar pernah terjadi, menjelaskan perlunya untuk menjadi “peringatan terlebih dahulu” yang banyak digambarkan dalam kisah-kisah Al Qur’an. Allah berfirman di dalam Al Qur’an bahwa penting untuk “bepergian di muka bumi” dan “melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya diantara penduduk negeri. Maka tidaklah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul) dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memikirkanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harrapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada rasul itu pertolongan Kami, lalu diselamatkanlah orang-orang yang Kami kehendaki. Dan tidak dapat ditolak siksa Kami daripada orang-orang yang berdosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kiab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. (QS Yusuf 109-111).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sesungguhnya, terdapat banyak contoh dalam kisah-kisah tentang masyarakat di waktu lampau bagi orang-orang yang dikaruniai kepahaman. Kehancuran mereka yang disebabkan oleh pemberontakan mereka terhadap Allah dan penolakan terhadap perintah-perintah-Nya, kaum-kaum ini mengungkapkan kepada kita betapa lemah dan tidak berdayanya umat manusia dhadapan Allah. Di dalam halaman-halaman berikut, kita akan mempelajari contoh-contoh dalam susunan yang urut berdasarkan kronologi kejadiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harun Yahya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://biandini12.blogspot.com/2010/10/belajar-dari-kaum-terdahulu.html</link><author>noreply@blogger.com (Renial Biandini)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhougHYuw2N1e8P1V816m52e-3L1Fb_J_kMGoqHAbQB8dkYFdQA3z4oXC_ckUJW5QJjDuHn3BpIlT2JW97ejD2eZWt6s0wIFKhyphenhyphenwjO4sPjTROpc69gNY8RQjaolO-2NZlux75dctUManXGn/s72-c/yasinan.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7815979333011851595.post-92421756664656697</guid><pubDate>Thu, 07 Oct 2010 08:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-07T15:49:21.876+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Keyakinan</category><title>Asal Usul Manusia Menurut Islam</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBy75-hAXuv3LTPQdn5zZwKGTnerHXXBw07nKMKMbe-5ILGkOiWq8mELsMHUAI22X61kjLcOamX3FPUDMm58_ExJBIOIjJ4W8J13SZzXsVIEFYdamn9li-B4lyWOunavtfPwsM5zmwUKjG/s1600/pemandangan13.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 160px; height: 117px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBy75-hAXuv3LTPQdn5zZwKGTnerHXXBw07nKMKMbe-5ILGkOiWq8mELsMHUAI22X61kjLcOamX3FPUDMm58_ExJBIOIjJ4W8J13SZzXsVIEFYdamn9li-B4lyWOunavtfPwsM5zmwUKjG/s200/pemandangan13.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525223514925336674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kita sebagai umat yang mengakui dan meyakini rukun iman yang enam, maka sudah sepantasnya kita mengakui bahwa Al Qur’an adalah satu-satunya literatur yang paling benar dan bersifat global bagi ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;"Kitab (Al Qur’an) in tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib....." (QS. Al Baqarah (2) : 2-3)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dengan memperhatikan ayat tersebut maka kita seharusnya tidak perlu berkecil hati menghadapi orang-orang yang menyangkal kebenaran keterangan mengenai asal usul manusia. Hal ini dikarenakan mereka tidak memiliki unsur utama yang dijelaskan dalam Al Qur’an yaitu Iman kepada yang Ghaib. Ini sebenarnya tampak pula dalam pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan oleh mereka dalam menguraikan masalah tersebut yaitu selalu diawali dengan kata kemungkinan, diperkirakan, dsb. Jadi sebenarnya para ilmuwanpun ragu-ragu dengan apa yang mereka nyatakan.&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tahapan kejadian manusia :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;a) Proses Kejadian Manusia Pertama (Adam)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa Adam diciptakan oleh Allah dari tanah yang kering kemudian dibentuk oleh Allah dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Setelah sempurna maka oleh Allah ditiupkan ruh kepadanya maka dia menjadi hidup. Hal ini ditegaskan oleh Allah di dalam firman-Nya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Yang membuat sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah". (QS. As Sajdah (32) : 7)&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk". (QS. Al Hijr (15) : 26)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu Allah juga menjelaskan secara rinci tentang penciptaan manusia pertama itu dalah surat Al Hijr ayat 28 dan 29 . Di dalam sebuah Hadits Rasulullah saw bersabda :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Sesunguhnya manusia itu berasal dari Adam dan Adam itu (diciptakan) dari tanah". (HR. Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;b) Proses Kejadian Manusia Kedua (Siti Hawa)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah di dunia ini selalu dalam keadaan berpasang-pasangan. Demikian halnya dengan manusia, Allah berkehendak menciptakan lawanjenisnya untuk dijadikan kawan hidup (isteri). Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam salah sati firman-Nya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui" (QS. Yaasiin (36) : 36)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun proses kejadian manusia kedua ini oleh Allah dijelaskan di dalam surat An Nisaa’ ayat 1 yaitu :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya, dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang sangat banyak..." (QS. An Nisaa’ (4) : 1)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di dalam salah satu Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dijelaskan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Maka sesungguhnya perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk Adam" (HR. Bukhari-Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita amati proses kejadian manusia kedua ini, maka secara tak langsung hubungan manusia laki-laki dan perempuan melalui perkawinan adalah usaha untuk menyatukan kembali tulang rusuk yang telah dipisahkan dari tempat semula dalam bentuk yang lain. Dengan perkawinan itu maka akan lahirlah keturunan yang akan meneruskan generasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;c) Proses Kejadian Manusia Ketiga (semua keturunan Adam dan Hawa)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kejadian manusia ketiga adalah kejadian semua keturunan Adam dan Hawa kecuali Nabi Isa a.s. Dalam proses ini disamping dapat ditinjau menurut Al Qur’an dan Al Hadits dapat pula ditinjau secara medis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Al Qur’an proses kejadian manusia secara biologis dejelaskan secara terperinci melalui firman-Nya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia itu dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kamudian Kami jadikan ia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah , Pencipta Yang Paling Baik." (QS. Al Mu’minuun (23) : 12-14).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dalam salah satu hadits Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Telah bersabda Rasulullah SAW dan dialah yang benar dan dibenarkan. Sesungguhnya seorang diantara kamu dikumpulkannya pembentukannya (kejadiannya) dalam rahim ibunya (embrio) selama empat puluh hari. Kemudian selama itu pula (empat puluh hari) dijadikan segumpal darah. Kemudian selama itu pula (empat puluh hari) dijadikan sepotong daging. Kemudian diutuslah beberapa malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya (untuk menuliskan/menetapkan) empat kalimat (macam) : rezekinya, ajal (umurnya), amalnya, dan buruk baik (nasibnya)." (HR. Bukhari-Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan ilmiah dari Al Qur’an dan Hadits 15 abad silam telah menjadi bahan penelitian bagi para ahli biologi untuk memperdalam ilmu tentang organ-organ jasad manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya yang dimaksud di dalam Al Qur’an dengan "saripati berasal dari tanah" sebagai substansi dasar kehidupan manusia adalah protein, sari-sari makanan yang kita makan yang semua berasal dan hidup dari tanah. Yang kemudian melalui proses metabolisme yang ada di dalam tubuh diantaranya menghasilkan hormon (sperma), kemudian hasil dari pernikahan (hubungan seksual), maka terjadilah pembauran antara sperma (lelaki) dan ovum (sel telur wanita) di dalam rahim. Kemudian berproses hingga mewujudkan bentuk manusia yang sempurna (seperti dijelaskan dalam ayat diatas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli dari barat baru menemukan masalah pertumbuhan embrio secara bertahap pada tahun 1940 dan baru dibuktikan pada tahun 1955, tetapi dalam Al Qur’an dan Hadits yang diturunkan 15 abad lalu hal ini sudah tercantum. Ini sangat mengagumkan bagi salah seorang embriolog terkemuka dari Amerika yaitu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prof. Dr. Keith Moore,&lt;/span&gt; beliau mengatakan :&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; "Saya takjub pada keakuratan ilmiyah pernyataan Al Qur’an yang diturunkan pada abad ke-7 M itu"&lt;/span&gt;. Selain iti beliau juga mengatakan, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Dari ungkapan Al Qur’an dan hadits banyak mengilhami para scientist (ilmuwan) sekarang untuk mengetahui perkembangan hidup manusia yang diawali dengan sel tunggal (zygote) yang terbentuk ketika ovum (sel kelamin betina) dibuahi oleh sperma (sel kelamin jantan)"&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesemuanya itu belum diketahui oleh Spalanzani sampai dengan eksperimennya pada abad ke-18, demikian pula ide tentang perkembangan yang dihasilkan dari perencanaan genetik dari kromosom zygote belum ditemukan sampai akhir abad ke-19. Tetapi jauh ebelumnya Al Qur’an telah menegaskan dari nutfah Dia (Allah) menciptakannya dan kemudian (hadits menjelaskan bahwa Allah) menentukan sifat-sifat dan nasibnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bukti yang konkrit di dalam penelitian ilmu genetika (janin) bahwa selama embriyo berada di dalam kandungan ada tiga selubung yang menutupinya yaitu dinding abdomen (perut) ibu, dinding uterus (rahim), dan lapisan tipis amichirionic (kegelapan di dalam perut, kegelapan dalam rahim, dan kegelapan dalam selaput yang menutup/membungkus anak dalam rahim). Hal ini ternyata sangat cocok dengan apa yang dijelaskan oleh Allah di dalam Al Qur’an :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"...Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan (kegelapan dalam perut, kegelapan dalam rahim, dan kegelapan dalam selaput yang menutup anak dalam rahim)..." (QS. Az Zumar (39) : 6).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian diatas jelas tampak bahwa pernyataan dalam surat Al Baqarah ayat 2 -3 tersebut diatas benar adanya dalam hal ini dapat dibuktikan secara ilmiah terutama dalam kaitannya dengan asal-usul kejadian manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Fajar Adi Kusumo&lt;br /&gt;Referensi :&lt;br /&gt;- Al Qur’an&lt;br /&gt;- Drs. M. Noor Matdawam, Manusia, Agama, dan Kebatinan&lt;/span&gt;</description><link>http://biandini12.blogspot.com/2010/10/asal-usul-manusia-menurut-islam.html</link><author>noreply@blogger.com (Renial Biandini)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBy75-hAXuv3LTPQdn5zZwKGTnerHXXBw07nKMKMbe-5ILGkOiWq8mELsMHUAI22X61kjLcOamX3FPUDMm58_ExJBIOIjJ4W8J13SZzXsVIEFYdamn9li-B4lyWOunavtfPwsM5zmwUKjG/s72-c/pemandangan13.bmp" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7815979333011851595.post-1963015908364834646</guid><pubDate>Thu, 07 Oct 2010 08:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-07T15:33:27.530+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Keyakinan</category><title>Misteri asal usul manusia</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtd3n0p7o28lFKpGVlH8KpFXYN0SJXwkhJZ3AoeYFd77Wb8cFCPc8d3Zxtwn-XI6nMlngG2BkimqPiuXRjT6GtxmKEZPHyCD49lSyojCRSDiY5x4e0jBTVaTnpXqIMF-LLwpjg0VgC6yXq/s1600/Bir+Ali.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 111px; height: 153px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtd3n0p7o28lFKpGVlH8KpFXYN0SJXwkhJZ3AoeYFd77Wb8cFCPc8d3Zxtwn-XI6nMlngG2BkimqPiuXRjT6GtxmKEZPHyCD49lSyojCRSDiY5x4e0jBTVaTnpXqIMF-LLwpjg0VgC6yXq/s200/Bir+Ali.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525219346050217058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Diantara sekian banyak penemuan manusia dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedemikian canggih, masih ada satu permasalahan yang hingga kini belum mampu dijawab dan dijabarkan oleh manusia secara eksak dan ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah itu ialah masalah tentang asal usul kejadian manusia. Banyak ahli ilmu pengetahuan mendukung teori evolusi yang mengatakan bahwa makhluk hidup (manusia) berasal dari makhluk yang mempunyai bentuk maupun kemampuan yang sederhana kemudian mengalami evolusi dan kemudian menjadi manusia seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini diperkuat dengan adanya penemuan-penemuan ilmiah berupa fosil seperti jenis Pitheccanthropus dan Meghanthropus.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak banyak ahli agama yang menentang adanya proses evolusi manusia tersebut. Hal ini didasarkan pada berita-berita dan informasi-informasi yang terdapat pada kitab suci masing-masing agama yang mengatakan bahwa Adam adalah manusia pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi pertanyaan adalah termasuk dalam golongan manakah Adam ? Apakah golongan fosil yang ditemukan tadi atau golongan yang lain ? Lalu bagaimanakah keterkaitannya ?&lt;/span&gt;</description><link>http://biandini12.blogspot.com/2010/10/misteri-asal-usul-manusia.html</link><author>noreply@blogger.com (Renial Biandini)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtd3n0p7o28lFKpGVlH8KpFXYN0SJXwkhJZ3AoeYFd77Wb8cFCPc8d3Zxtwn-XI6nMlngG2BkimqPiuXRjT6GtxmKEZPHyCD49lSyojCRSDiY5x4e0jBTVaTnpXqIMF-LLwpjg0VgC6yXq/s72-c/Bir+Ali.JPG" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7815979333011851595.post-699323979140105540</guid><pubDate>Wed, 06 Oct 2010 03:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-06T10:58:43.042+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Oretanku</category><title>Sahabatku</title><description>Sedih...., lagii sediih..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku yang baik itu sekarang berpindah keyakinan, entah apa sebab yang pasti, karena dia sampai sekarang masih tetap membisu, hanya sehelai surat yang menjelaskan bahwa ia sekarang berpindah keyakinan yang jadi bukti, tanpa penjelasan berarti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya sih dia merasa nyaman dengan keyakinannya yang baru itu, tapi yang jelas dia mengikuti keyakinan pacar-nya, yang aku tahu sebatas cerita dan aku ngga nyangka kalau kejadiannya akan seperti ini. ngga happy ending kalau sinetron sih..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tamanya justru temanku ini begitu semangat untuk mengajak pacar nya memeluk agama islam, tapi entah mengapa kok malah teman baikku itu yang justru mengikuti keyakinan pacarnya.&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihan orang tuanya, Ibu dan Ayahnya begitu tertekan, bahkan Ayahnya sering kali pingsan karena temanku ini begitu dekat dengan Ayahnya. Aku pun begitu terpukul, dan sekarang dia semakin jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan memang tak dapat dipaksakan, bahkan putra Nabi Nuh AS pun tak mau beriman, walaupun orang tua dan sahabat-sahabatnya menasehati, apalah daya, hanya pasrah kepada Allah SWT dan berdoa semoga sahabatku yang baik itu segera mendapatkan hidayah, kembali kepada keyakinan yang lurus, dinul islam...&lt;/span&gt;</description><link>http://biandini12.blogspot.com/2010/10/sahabatku.html</link><author>noreply@blogger.com (Renial Biandini)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7815979333011851595.post-4544015403076708681</guid><pubDate>Fri, 11 Jun 2010 00:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-06-11T07:52:38.295+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Oretanku</category><title>Video mesum luna maya, cut tari, ariel</title><description>Bosen deh.., dari bangun tidur sampe tidur lagi, TV ngga bosen-bosen ngulas video mesum ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di internet juga setali tiga uang dengan TV, dan bahkan katanya memang penyebarannya dimulai dari sini, entah siapa yang nyebarin pertamanya, sampai saat ini belum ada tuh media yang mengklaim ataupun yang menemukan siapa sih dia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun dengan pelakunya, pada diem ngga nyanggah tapi juga tidak mengiyakan, jadi tanda tanya, apakah bener demikian adanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini tentu tidaklah baik apabila dibiarkan berlarut-larut, dengan munculnya kasus ini, praktis tragedi gaza hampir terlupakan, begitu juga &lt;span class="fullpost"&gt; dengan kasus-kasus hukum di negeri ini juga seakan hilang ditelan oleh glamournya kasus video mesum ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan aku sih, semoga masalah ini dapat segera diselesaikan dengan baik, dapat ditangkap pelaku penyebaran dan pelaku video mesum dan dihukum sesuai hukum yang berlaku supaya mereka dapat menyadari dan bertobat atas kesalahan yang mereka perbuat, dan semoga generasi bangsa ini dapat bercermin dan menjauhi perbuatan semacam ini, karena mungkin yang terungkap ini hanya sebagian kecil saja, jadi yang belum terungkap ya mudah-mudahan segera bertobat, sehingga indonesia bisa memiliki generasi bangsa yang baik dan dengan sendirinya citra indonesia dimata dunia akan harum dan menjadi contoh yang baik. Semoga..&lt;/span&gt;</description><link>http://biandini12.blogspot.com/2010/06/video-mesum-luna-maya-cut-tari-ariel.html</link><author>noreply@blogger.com (Renial Biandini)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7815979333011851595.post-4115338221168595231</guid><pubDate>Wed, 26 May 2010 08:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-26T15:49:19.364+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Lagu dan pantun</category><title>Senyumanmu</title><description>Lagi seneng nyanyi nih, ini dia salah satu lagu favoritku ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyumanmu&lt;br /&gt;by Letto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indah matamu derai rambutmu&lt;br /&gt;Menunjukkan itulah keindahan&lt;br /&gt;Yang memberikan bentuk senyuman&lt;br /&gt;Sebentuk usapan kepada hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[*]&lt;br /&gt;Sinar wajahmu lembut katamu&lt;br /&gt;Seperti nyaman ku menggubah dunia&lt;br /&gt;Kian terasa begitu hampa&lt;br /&gt;Semuanya sirna tanpa cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[**]&lt;br /&gt;Ku temukan arti kerinduan&lt;br /&gt;Dan ku mengerti yang ku cari&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[***]&lt;br /&gt;Kau bukanlah cantikmu yang ku cari&lt;br /&gt;Bukanlah itu yang aku nanti&lt;br /&gt;Tetapi ketulusan hati yang abadi&lt;br /&gt;Ku tahu mawar tak seindah dirimu&lt;br /&gt;Awan tak seteduh tatapanmu tetapi&lt;br /&gt;Ku tahu yang ku tunggu hanyalah senyummu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to [*][**][***]&lt;/span&gt;</description><link>http://biandini12.blogspot.com/2010/05/senyumanmu.html</link><author>noreply@blogger.com (Renial Biandini)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7815979333011851595.post-2477761222798169747</guid><pubDate>Mon, 17 May 2010 04:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-17T11:32:55.876+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Lagu dan pantun</category><title>I'tiraaf, sebuah pengakuan</title><description>Ini lagu begitu mengena, jadi ingat waktu SMU dulu, berasa ghirah dalam belajar agama, semoga dulu, saat ini dan selamanya ghirah untuk beribadah ini tidak akan ada putus-putusnya, setiap hari semakin bertambah keimanan dan keikhlasan .. Amiin&lt;br /&gt;Original from RAIHAN (Malaysia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Tuhan… Ku tak layak ke syurga-Mu&lt;br /&gt;Namun tak pula aku sanggup ke neraka-Mu&lt;br /&gt;Ampunkan dosaku, terimalah taubatku&lt;br /&gt;Sesungguhnya Engkaulah Pengampun dosa-dosa besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilaahii lastu lil firdausi ahlaan wa laa aqwaa ‘alaa naaril jahiimi&lt;br /&gt;Fa hablii taubatan waghfir zunuubii fa innaka ghaafirudzdzambil ‘azhiimi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosa-dosaku bagaikan pepasir di pantai&lt;br /&gt;Dengan rahmat-Mu, ampunkan daku… Oh Tuhan-ku&lt;br /&gt;Wahai Tuhan… selamatkan kami ini&lt;br /&gt;Dari segala kejahatan dan kecelakaan&lt;br /&gt;Kami takut,&lt;span class="fullpost"&gt; kami harap kepada-Mu&lt;br /&gt;Suburkanlah cinta kami kepada-Mu&lt;br /&gt;Kamilah hamba yang mengharap belas dari-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah Pengakuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku… aku tidak layak memasuki syurga Firdaus&lt;br /&gt;Dan aku pun tak mampu menahan siksa api Neraka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimalah taubatku dan ampunilah dosa-dosaku&lt;br /&gt;Sesungguhnya Engkaulah Pengampun dosa-dosa besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosa-dosaku amatlah banyak bagai butiran pasir&lt;br /&gt;Terimalah taubatku, wahai Yang Maha Agung&lt;br /&gt;Umurku berkurang setiap hari, sedang dosa-dosaku terus bertambah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana aku sanggup menanggungnya?&lt;br /&gt;Tuhanku… hamba-Mu yg durhaka ini datang bersimpuh menghadap-Mu&lt;br /&gt;Mengakui dosa-dosa dan menyeru memohon kepada-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Kau mengampuni, Engkaulah Sang Pemilik Ampunan&lt;br /&gt;Bila Kau campakkan aku, kepada siapa aku mesti berharap selain dari-Mu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Begitu bertaqwanya Sahabat ini. Begitu takutnya ia kepada Allah atas kehilapannya, walaupun tak sengaja. Ia menyesal, mengapa sampai terjadi perkara yg hina itu padanya? Tentu ada maksud Allah. Mungkin ini sebagai hukuman Allah karena iapun masih suka berbuat begitu, oleh sebab itu Allah pertemukan perkara itu dengannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan itu membuat ia begitu takut dan malu dengan Allah, sehingga ia menghukum dirinya sendiri dan tidak mau pulang ke rumahnya selagi dirinya belum bisa menjadi manusia yg baik, sebaik yg Allah kehendaki.&lt;/span&gt;</description><link>http://biandini12.blogspot.com/2010/05/itiraaf-sebuah-pengakuan.html</link><author>noreply@blogger.com (Renial Biandini)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7815979333011851595.post-3948617659278002759</guid><pubDate>Fri, 14 May 2010 09:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-14T16:47:43.901+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen favoritku</category><title>Ketika Mas Gagah Pergi</title><description>Ini adalah cerpen karangan Mba Helvy Tiana Rosa, entah mengapa setiap membaca novel ini, senantiasa rasa haru dan ghirah untuk bertaubat terbakar, semoga allah swt ridho ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas gagah berubah! Ya, beberapa bulan belakangan ini masku, sekaligus saudara kandungku satu-satunya itu benar-benar berubah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Gagah Perwira Pratama, masih kuliah di Tehnik Sipil UI semester tujuh. Ia seorang kakak yang sangat baik, cerdas, periang dan tentu saja…ganteng !  Mas Gagah juga sudah mampu membiayai sekolahnya sendiri dari hasil mengajar privat untuk anak-anak SMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil aku sangat dekat dengannya. Tak ada rahasia di antara kami. Ia selalu mengajakku ke mana ia pergi. Ia yang menolong di saat aku butuh pertolongan. Ia menghibur dan membujuk di saat aku bersedih. Membawakan oleh-oleh sepulang sekolah dan mengajariku mengaji. Pendek kata, ia selalu melakukan hal-hal yang baik, menyenangkan dan berarti banyak bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat memasuki usia dewasa, kami jadi semakin dekat. Kalau ada saja sedikit waktu kosong, maka kami akan menghabiskannya bersama. Jalan-jalan, nonton film atau konser musik atau sekedar bercanda dengan teman-teman. &lt;span class="fullpost"&gt;Mas Gagah yang humoris itu akan membuat lelucon-lelocon santai hingga aku dan teman-temanku tertawa terbahak. Dengan sedan putihnya ia berkeliling mengantar teman-temanku pulang usai kami latihan teater. Kadang kami mampir dan makan-makan dulu di restoran, atau bergembira ria di Dufan Ancol. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang tak menyukai Mas Gagah. Jangankan keluarga atau tetangga, nenek-kakek, orang tua dan adik kakak teman-temanku menyukai sosoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kakak kamu itu keren, cute, macho dan humoris. Masih kosong nggak sih?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Git, gara-gara kamu bawa Mas Gagah ke rumah, sekarang orang rumahku suka membanding-bandingkan teman cowokku sama Mas Gagah lho! Gila, berabe kan?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gimana ya Git, agar Mas Gagah suka padaku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan banyak lagi lontaran-lontaran senada yang mampir ke kupingku. Aku Cuma mesem-mesem bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah kutanyakan pada Mas Gagah mengapa ia belum juga punya pacar. Apa jawabnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas belum minat tuh! Kan lagi konsentrasi kuliah. Lagian kalau Mas pacaran…, banyak anggaran. Banyak juga yang patah hati! He..he..he…"Kata Mas Gagah pura-pura serius. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Gagah dalam pandanganku adalah cowok ideal. Ia serba segalanya. Ia punya rancangan masa depan, tetapi tak takut menikmati hidup. Ia moderat tetapi tidak pernah meninggalkan shalat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah Mas Gagah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi seperti yang telah kukatakan, entah mengapa beberapa bulan belakangan ini ia berubah! Drastis! Dan aku seolah tak mengenal dirinya lagi. Aku sedih. Aku kehilangan. Mas Gagah yang kubanggakan kini entah kemana…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas Gagah! Mas! Mas Gagaaaaaahhh!" teriakku kesal sambil mengetuk pintu kamar Mas Gagah keras-keras. Tak ada jawaban. Padahal kata Mama, Mas Gagah ada di kamarnya. Kulihat stiker metalik di depan pintu kamar Mas Gagah. Tulisan berbahasa Arab gundul. Tak bisa kubaca. Tetapi aku bisa membaca artinya: Jangan masuk sebelum memberi salam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalaamu'alaikum!"seruku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu kamar terbuka dan kulihat senyum lembut Mas Gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wa alaikummussalaam warohmatullahi wabarokatuh. Ada apa Gita? Kok teriak-teriak seperti itu?" tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Matiin kasetnya!"kataku sewot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho memangnya kenapa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gita kesel bin sebel dengerin kasetnya Mas Gagah! Memangnya kita orang Arab…, masangnya kok lagu-lagu Arab gitu!" aku cemberut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini Nasyid. Bukan sekedar nyanyian Arab tapi dzikir, Gita!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bodo!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho, kamar ini kan daerah kekuasaannya Mas. Boleh Mas melakukan hal-hal yang Mas sukai dan Mas anggap baik di kamar sendiri," kata Mas Gagah sabar. "Kemarin waktu Mas pasang di ruang tamu, Gita ngambek.., Mama bingung. Jadinya ya dipasang di kamar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi kuping Gita terganggu Mas! Lagi asyik dengerin kaset Air Supply yang baru…,eh tiba-tiba terdengar suara aneh dari kamar Mas!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas kan pasang kasetnya pelan-pelan…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pokoknya kedengaran!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, wis. Kalau begitu Mas ganti aja dengan nasyid yang bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Bagus lho!"&lt;br /&gt;"Ndak, pokoknya Gita nggak mau denger!" Aku ngeloyor pergi sambil membanting pintu kamar Mas Gagah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heran. Aku benar-benar tak habis pikir mengapa selera musik Mas Gagah jadi begitu. Ke mana kaset-kaset Scorpion, Wham, Elton John, Queen, Eric Claptonnya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, ini nggak seperti itu Gita! Dengerin Scorpion atau Eric Clapton belum tentu mendatangkan manfaat, apalagi pahala. Lainlah ya dengan nasyid senandung islami. Gita mau denger? Ambil aja di kamar. Mas punya banyak kok!" begitu kata Mas Gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya perubahan Mas Gagah nggak Cuma itu. Banyak. Terlalu banyak malah! Meski aku cuma adik kecilnya yang baru kelas dua SMA, aku cukup jeli mengamati perubahan-perubahan itu. Walau bingung untuk mencernanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu sisi kuakui Mas Gagah tambah alim. Shalat tepat waktu berjamaah di Mesjid, ngomongnya soal agama terus. Kalau aku iseng mengintip dari lubang kunci, ia pasti lagi ngaji atau membaca buku Islam. Dan kalau aku mampir ke kamarnya, ia dengan senang hati menguraikan isi buku yang dibacanya, atau malah menceramahiku. Ujung-ujungnya "Ayo dong Gita, lebih feminim. Kalau kamu mau pakai rok, Mas rela deh pecahin celengan buat beliin kamu rok atau baju panjang. Muslimah kan harus anggun. Coba adik manis, ngapain sih rambut ditrondolin begitu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uh. Padahal dulu Mas Gagah oke-oke saja melihat penampilanku yang tomboy. Dia tahu aku cuma punya dua rok! Ya rok seragam sekolah itu saja! Mas Gagah juga tidak pernah keberatan kalau aku meminjam baju kaos atau kemejanya. Ia sendiri dulu selalu memanggilku Gito, bukan Gita! Eh sekarang pakai panggil adik manis segala!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang nyebelin, penampilan Mas Gagah jadi aneh. Sering juga Mama menegurnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penampilanmu kok sekarang lain Gah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lain gimana Ma?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya nggak semodis dulu. Nggak trendy lagi. Biasanya kamu kan paling sibuk sama penampilan kamu yang kayak cover boy itu…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Gagah cuma senyum. "Suka begini Ma. Bersih, rapi meski sederhana. Kelihatannya juga lebih santun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, dalam pandanganku Mas Gagah kelihatan menjadi lebih kuno, dengan kemeja lengan panjang atau baju koko yang dipadu dengan celana panjang semi baggy-nya. "Jadi mirip Pak Gino." Komentarku menyamakannya dengan supir kami. "Untung aja masih lebih ganteng."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Gagah cuma tertawa. Mengacak-acak rambutku dan berlalu. Mas Gagah lebih pendiam? Itu juga kurasakan. Sekarang Mas Gagah nggak kocak seperti dulu. Kayaknya dia juga males banget ngobrol lama dan bercanda sama perempuan. Teman-temanku bertanya-tanya. Thera, peragawati sebelah rumah kebingungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan..yang paling gawat, Mas Gagah emoh salaman sama perempuan! Kupikir apa sih maunya Mas Gagah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sok kece banget sih Mas? Masak nggak mau jabatan tangan sama Tresye? Dia tuh cewek paling beken di sanggar Gita tahu?" tegurku suatu hari. "Jangan gitu dong. Sama aja nggak menghargai orang!"&lt;br /&gt;"Justru karena Mas menghargai dia, makanya Mas begitu," dalihnya, lagi-lagi dengan nada yang amat sabar. "Gita lihat kan gaya orang Sunda salaman? Santun tetapi nggak sentuhan. Itu yang lebih benar!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huh, nggak mau salaman. Ngomong nunduk melulu…, sekarang bawa-bawa orang Sunda. Apa hubungannya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Gagah membuka sebuah buku dan menyorongkannya kepadaku."Baca!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubaca keras-keras. "Dari Aisyah ra. Demi Allah, demi Allah, demi Allah, Rasulullah Saw tidak pernah berjabatan tangan dengan wanita kecuali dengan mahromnya. Hadits Bukhori Muslim."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Gagah tersenyum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi Kyai Anwar mau salaman sama Mama. Haji Kari, Haji Toto, Ustadz Ali…," kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukankah Rasulullah qudwatun hasanah? Teladan terbaik?" Kata Mas Gagah sambil mengusap kepalaku. "Coba untuk mengerti ya dik manis?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dik manis? Coba untuk mengerti? Huh! Dan seperti biasa aku ngeloyor pergi dari kamar Mas Gagah dengan mangkel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutku Mas Gagah terlalu fanatik. Aku jadi khawatir, apa dia lagi nuntut ilmu putih? Ah, aku juga takut kalau dia terbawa orang-orang sok agamis tapi ngawur. Namun akhirnya aku tidak berani menduga demikian. Mas Gagah orangnya cerdas sekali. Jenius malah. Umurnya baru dua puluh satu tahun tetapi sudah tingkat empat di FT-UI. Dan aku yakin mata batinnya jernih dan tajam. Hanya…yaaa akhir-akhir ini dia berubah. Itu saja. Kutarik napas dalam-dalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mau kemana Gita?"&lt;br /&gt;"Nonton sama temen-temen." Kataku sambil mengenakan sepatu."Habis Mas Gagah kalau diajak nonton sekarang kebanyakan nolaknya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ikut Mas aja yuk!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ke mana? Ke tempat yang waktu itu lagi? Ogah. Gita kayak orang bego di sana!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih ingat jelas. Beberapa waktu lalu Mas Gagah mengajak aku ke rumah temannya. Ada pengajian. Terus pernah juga aku diajak menghadiri tablig akbar di suatu tempat. Bayangin, berapa kali aku diliatin sama cewek lain yang kebanyakan berjilbab itu. Pasalnya aku ke sana dengan memakai kemeja lengan pendek, jeans belel dan ransel kumalku. Belum lagi rambut trondol yang tidak bisa disembunyiin. Sebenarnya Mas Gagah menyuruhku memakai baju panjang dan kerudung yang biasa Mama pakai ngaji. Aku nolak sambil ngancam nggak mau ikut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalamualaikum!" terdengar suara beberapa lelaki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Gagah menjawab salam itu. Tak lama kulihat Mas Gagah dan teman-temannya di ruang tamu. Aku sudah hafal dengan teman-teman Mas Gagah. Masuk, lewat, nunduk-nunduk, nggak ngelirik aku…, persis kelakuannya Mas Gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lewat aja nih, Gita nggak dikenalin?"tanyaku iseng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu nggak ada teman Mas Gagah yang tak akrab denganku. Tapi sekarang, Mas Gagah bahkan nggak memperkenalkan mereka padaku. Padahal teman-temannya lumayan handsome.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Gagah menempelkan telunjuknya di bibir. "Ssssttt."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa aku bisa menebak kegiatan mereka. Pasti ngomongin soal-soal keislaman, diskusi, belajar baca Quran atau bahasa Arab… yaa begitu deh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Subhanallah, berarti kakak kamu ihkwan dong!" Seru Tika setengah histeris mendengar ceritaku. Teman akrabku ini memang sudah hampir sebulan berjilbab rapi. Memusiumkan semua jeans dan baju-baju you can see-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ikhwan?' ulangku. "Makanan apaan tuh? Saudaranya bakwan atau tekwan?" Suaraku yang keras membuat beberapa makhluk di kantin sekolah melirik kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Husy, untuk laki-laki ikhwan dan untuk perempuan akhwat. Artinya saudara. Biasa dipakai untuk menyapa saudara seiman kita." Ujar Tika sambil menghirup es kelapa mudanya. "Kamu tahu Hendra atau Isa kan? Aktivis Rohis kita itu contoh ikhwan paling nyata di sekolah ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku manggut-manggut. Lagak Isa dan Hendra memang mirip Mas Gagah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Udah deh Git. Nggak usah bingung. Banyak baca buku Islam. Ngaji. Insya Allah kamu akan tahu menyeluruh tentang agama kita ini. Orang-orang seperti Hendra, Isa atau Mas Gagah bukanlah orang-orang yang error. Mereka hanya berusaha mengamalkan Islam dengan baik dan benar. Kitanya aja yang belum ngerti dan sering salah paham."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku diam. Kulihat kesungguhan di wajah bening Tika, sobat dekatku yang dulu tukang ngocol ini. Tiba-tiba di mataku ia menjelma begitu dewasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh kapan kamu main ke rumahku? Mama udah kangen tuh! Aku ingin kita tetap dekat Gita…mesti kita mempunyai pandangan yang berbeda, " ujar Tika tiba-tiba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tik, aku kehilangan kamu. Aku juga kehilangan Mas Gagah…" kataku jujur. "Selama ini aku pura-pura cuek tak peduli. Aku sedih…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tika menepuk pundakku. Jilbab putihnya bergerak ditiup angin." Aku senang kamu mau membicarakan hal ini denganku. Nginap di rumah, yuk, biar kita bisa cerita banyak. Sekalian kukenalkan dengan Mbak Ana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mbak Ana?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sepupuku yang kuliah di Amerika! Lucu deh, pulang dari Amerika malah pakai jilbab. Ajaib. Itulah hidayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hidayah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nginap ya. Kita ngobrol sampai malam dengan Mbak Ana!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalaamualaikum, Mas ikhwan.. eh Mas Gagah!" tegurku ramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Eh adik Mas Gagah! Dari mana aja? Bubar sekolah bukannya langsung pulang!" Kata Mas Gagah pura-pura marah, usai menjawab salamku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari rumah Tika, teman sekolah, "jawabku pendek. "Lagi ngapain, Mas?"tanyaku sambil mengitari kamarnya. Kuamati beberapa poster, kaligrafi, gambar-gambar pejuang Palestina, Kashmir dan Bosnia. Puisi-puisi sufistik yang tertempel rapi di dinding kamar. Lalu dua rak koleksi buku keislaman…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cuma lagi baca!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Buku apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tumben kamu pingin tahu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tunjukkin dong, Mas…buku apa sih?"desakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eiit…eiitt Mas Gagah berusaha menyembunyikan bukunya.&lt;br /&gt;Kugelitik kakinya. Dia tertawa dan menyerah. "Nih!"serunya memperlihatkan buku yang tengah dibacanya dengan wajah yang setengah memerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Naah yaaaa!"aku tertawa. Mas Gagah juga. Akhirnya kami bersama-sama membaca buku "Memilih Jodoh dan Tata Cara Meminang dalam Islam" itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaas…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa Dik Manis?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gita akhwat bukan sih?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memangnya kenapa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gita akhwat atau bukan? Ayo jawab…" tanyaku manja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Gagah tertawa. Sore itu dengan sabar dan panjang lebar, ia berbicara padaku. Tentang Allah, Rasulullah. Tentang ajaran Islam yang diabaikan dan tak dipahami umatnya. Tentang kaum Muslimin di dunia yang selalu menjadi sasaran fitnah serta pembantaian dan tentang hal-hal-lainnya. Dan untuk pertamakalinya setelah sekian lama, aku kembali menemukan Mas Gagahku yang dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Gagah dengan semangat terus bicara. Terkadang ia tersenyum, sesaat sambil menitikan air mata. Hal yang tak pernah kulihat sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas kok nangis?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas sedih karena Allah, Rasul dan Islam kini sering dianggap remeh. Sedih karena umat banyak meninggalkan Quran dan sunnah, juga berpecah belah. Sedih karena saat Mas bersenang-senang dan bisa beribadah dengan tenang, saudara-saudara seiman di belahan bumi lainnya sedang digorok lehernya, mengais-ngais makanan di jalan dan tidur beratap langit."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat kami terdiam. Ah Mas Gagah yang gagah dan tegar ini ternyata sangat perasa. Sangat peduli…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kok tumben Gita mau dengerin Mas ngomong?" Tanya Mas Gagah tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gita capek marahan sama Mas Gagah!" ujarku sekenanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memangnya Gita ngerti yang Mas katakan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tenang aja. Gita ngerti kok!" kataku jujur. Ya, Mbak Ana juga pernah menerangkan demikian. Aku ngerti deh meskipun tidak begitu mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu aku tidur ditemani buku-buku milik Mas Gagah. Kayaknya aku dapat hidayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari berlalu. Aku dan Mas Gagah mulai dekat lagi seperti dulu. Meski aktifitas yang kami lakukan bersama kini berbeda dengan yang dulu. Kini tiap Minggu kami ke Sunda Kelapa atau Wali Songo, mendengarkan ceramah umum, atau ke tempat-tempat di mana tablig akbar digelar. Kadang cuma aku dan Mas Gagah. Kadang-kadang, bila sedikit terpaksa, Mama dan Papa juga ikut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa nggak bosan, Pa…tiap Minggu rutin mengunjungi relasi ini itu. Kebutuhan rohaninya kapan?" tegurku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya Papa hanya mencubit pipiku sambil menyahut, "Iya deh, iya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah juga Mas Gagah mengajakku ke acara pernikahan temannya. Aku sempat bingung, soalnya pengantinnya nggak bersanding tetapi terpisah. Tempat acaranya juga begitu. Dipisah antara lelaki dan perempuan. Terus bersama souvenir, para tamu juga diberi risalah nikah. Di sana ada dalil-dalil mengapa walimah mereka dilaksanakan seperti itu. Dalam perjalanan pulang, baru Mas Gagah memberi tahu bagaimana hakikat acara pernikahan dalam Islam. Acara itu tidak boleh menjadi ajang kemaksiatan dan kemubaziran. Harus Islami dan semacamnya. Ia juga mewanti-wanti agar aku tidak mengulangi ulah mengintip tempat cowok dari tempat cewek. Aku nyengir kuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya Mas Gagah mulai senang pergi denganku, soalnya aku mulai bisa diatur. Pakai baju yang sopan, pakai rok panjang, ketawa nggak cekakaan. &lt;br /&gt;"Nyoba pakai jilbab. Git!" pinta Mas Gagah suatu ketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho, rambut Gita kan udah nggak trondol. Lagian belum mau deh jreng. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Gagah tersenyum. "Gita lebih anggun jika pakai jilbab dan lebih dicintai Allah kayak Mama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sudah beberapa hari ini Mama berjilbab, gara-garanya dinasihati terus sama Mas Gagah, dibeliin buku-buku tentang wanita, juga dikomporin oleh teman-teman pengajian beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gita mau tapi nggak sekarang," kataku. Aku memikirkan bagaimana dengan seabreg aktivitasku, prospek masa depan dan semacamnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu bukan halangan." Ujar Mas Gagah seolah mengerti jalan pikiranku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menggelengkan kepala. Heran, Mama yang wanita karier itu cepat sekali terpengaruh dengan Mas Gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini hidayah, Gita." Kata Mama. Papa yang duduk di samping beliau senyum-senyum.&lt;br /&gt;"Hidayah? Perasaan Gita duluan yang dapat hidayah, baru Mama. Gita pakai rok aja udah hidayah. &lt;br /&gt;"Lho! " Mas Gagah bengong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penuh kebanggaan kutatap lekat wajah Mas Gagah. Gimana nggak bangga? Dalam acara studi tentang Islam yang diadakan FTUI untuk umum ini, Mas Gagah menjadi salah satu pembicaranya. Aku yang berada di antara ratusan peserta rasanya ingin berteriak, "Hei itu kan Mas Gagah-ku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Gagah tampil tenang. Gaya penyampaiannya bagus, materi yang dibawakannya menarik dan retorikanya luar biasa. Semua hening mendengar ia bicara. Aku juga. Mas Gagah fasih mengeluarkan ayat-ayat Quran dan hadits. Menjawab semua pertanyaan dengan baik dan tuntas. Aku sempat bingung, "Lho Mas Gagah kok bisa sih?" Bahkan materi yang disampaikannya jauh lebih bagus daripada yang dibawakan oleh kyai-kyai kondang atau ustadz tenar yang biasa kudengar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu Mas Gagah berbicara tentang Muslimah masa kini dan tantangannya dalam era globalisasi. "Betapa Islam yang jelas-jelas mengangkat harkat dan martabat wanita, dituduh mengekang wanita hanya karena mensyariatkan jilbab. Jilbab sebagai busana takwa, sebagai identitas Muslimah, diragukan bahkan oleh para muslimah kita, oleh orang Islam itu sendiri, " kata Mas Gagah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Gagah terus bicara. Kini tiap katanya kucatat di hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lusa ulang tahunku. Dan hari ini sepulang sekolah, aku mampir ke rumah Tika. Minta diajarkan cara memakai jilbab yang rapi. Tuh anak sempat histeris juga. Mbak Ana senang dan berulang kali mengucap hamdallah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mau kasih kejutan kepada Mas Gagah. Mama bisa dikompakin. Nanti sore aku akan mengejutkan Mas Gagah. Aku akan datang ke kamarnya memakai jilbab putihku. Kemudian mengajaknya jalan-jalan untuk persiapkan tasyakuran ulang tahun ketujuh belasku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubayangkan ia akan terkejut gembira. Memelukku. Apalagi aku ingin Mas Gagah yang memberi ceramah pada acara syukuran yang insya Allah akan mengundang teman-teman dan anak-anak yatim piatu dekat rumah kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas ikhwan! Mas Gagah! Maasss! Assalaamualaikum! Kuketuk pintu Mas Gagah dengan riang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas Gagah belum pulang. " kata Mama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yaaaaa, kemana sih, Ma??" keluhku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kan diundang ceramah di Bogor. Katanya langsung berangkat dari kampus…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan-jangan nginep, Ma. Biasanya malam Minggu kan suka nginep di rumah temannya, atau di Mesjid. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Insya Allah nggak. Kan Mas Gagah ingat ada janji sama Gita hari ini." Hibur Mama menepis gelisahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kugaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal. Entah mengapa aku kangen sekali sama Mas Gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh, jilbab Gita mencong-mencong tuh!" Mama tertawa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanganku sibuk merapikan jilbab yang kupakai. Tersenyum pada Mama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lepas Isya' Mas Gagah belum pulang juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mungkin dalam perjalanan. Bogor kan lumayan jauh.." hibur Mama lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi detik demi detik menit demi menit berlalu sampai jam sepuluh malam, Mas Gagah belum pulang juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nginap barangkali, Ma." Duga Papa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama menggeleng. "Kalau mau nginap Gagah selalu bilang, Pa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menghela napas panjang. Menguap. Ngantuk. Jilbab putih itu belum juga kulepaskan. Aku berharap Mas Gagah segera pulang dan melihatku memakainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kriiiinggg!" telpon berdering. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa mengangkat telpon,"Hallo. Ya betul. Apa? Gagah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada apa, Pa." Tanya Mama cemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gagah…kecelakaan…Rumah Sakit Islam…" suara Papa lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas Gagaaaaahhhh!!!" Air mataku tumpah. Tubuhku lemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kami sudah dalam perjalanan menuju Cempaka Putih. Aku dan Mama menangis berangkulan. Jilbab kami basah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari luar kamar kaca, kulihat tubuh Mas Gagah terbaring lemah. Kaki, tangan dan kepalanya penuh perban. Informasi yang kudengar sebuah truk menghantam mobil yang dikendarai Mas Gagah. Dua teman Mas Gagah tewas seketika sedang Mas Gagah kritis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter melarang kami masuk ke dalam ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Tetapi saya Gita adiknya, Dok! Mas Gagah pasti mau melihat saya pakai jilbab ini." Kataku emosi pada dokter dan suster di depanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama dengan lebih tenang merangkulku. "Sabar sayang, sabar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pojok ruangan Papa dengan serius berbicara dengan dokter yang khusus menangani Mas Gagah. Wajah mereka suram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Suster, Mas Gagah akan hidup terus kan, suster? Dokter? Ma?" tanyaku. "Papa, Mas Gagah bisa ceramah pada acara syukuran Gita kan?" Air mataku terus mengalir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tak ada yang menjawab pertanyaanku kecuali kebisuan dinding-dinding putih rumah sakit. Dan dari kaca kamar, tubuh yang biasanya gagah dan enerjik itu bahkan tak bergerak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas Gagah, sembuh ya, Mas…Mas..Gagah, Gita udah menjadi adik Mas yang manis. Mas..Gagah…" bisikku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga jam kemudian kami masih berada di rumah sakit. Sekitar ruang ICU kini telah sepi. Tinggal kami dan seorang bapak paruh baya yang menunggui anaknya yang juga dalam kondisi kritis. Aku berdoa dan terus berdoa. Ya Allah, selamatkan Mas Gagah…Gita, Mama, Papa butuh Mas Gagah…umat juga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama Dokter Joko yang menangani Mas Gagah menghampiri kami. "Ia sudah sadar dan memanggil nama Papa, Mama dan Gi.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gita…" suaraku serak menahan tangis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergunakan waktu yang ada untuk mendampinginya sesuai permintaannya. Sukar baginya untuk bertahan. Maafkan saya…lukanya terlalu parah." Perkataan terakhir dokter Joko mengguncang perasaan, menghempaskan harapanku!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas…ini Gita Mas.." sapaku berbisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh Mas Gagah bergerak sedikit. Bibirnya seolah ingin mengucapkan sesuatu.&lt;br /&gt;Kudekatkan wajahku kepadanya. "Gita sudah pakai jilbab, kataku lirih. Ujung jilbabku yang basah kusentuhkan pada tangannya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh Mas Gagah bergerak lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dzikir…Mas." Suaraku bergetar. Kupandang lekat-lekat tubuh Mas Gagah yang separuhnya memakai perban. Wajah itu begitu tenang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gi..ta…"&lt;br /&gt;Kudengar suara Mas Gagah! Ya Allah, pelan sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gita di sini, Mas…"&lt;br /&gt;Perlahan kelopak matanya terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tersenyum."Gita…udah pakai…jilbab…" kutahan isakku.&lt;br /&gt;Memandangku lembut Mas Gagah tersenyum. Bibirnya seolah mengucapkan sesuatu seperti hamdallah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan ngomong apa-apa dulu, Mas…" ujarku pelan ketika kulihat ia berusaha lagi untuk mengatakan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama dan Papa memberi isyarat untuk gantian. Ruang ICU memang tidak bisa dimasuki beramai-ramai. Dengan sedih aku keluar. Ya Allah…sesaat kulihat Mas Gagah tersenyum. Tulus sekali. Tak lama aku bisa menemui Mas Gagah lagi. Dokter mengatakan tampaknya Mas Gagah menginginkan kami semua berkumpul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kian lama kurasakan tubuh Mas gagah semakin pucat, tetapi sebentar-sebentar masih tampak bergerak. Tampaknya ia masih bisa mendengar apa yang kami katakan, meski hanya bisa membalasnya dengan senyuman dan isyarat mata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuusap setitik lagi air mata yang jatuh. "Sebut nama Allah banyak-banyak…Mas," kataku sambil menggenggam tangannya. Aku sudah pasrah pada Allah. Aku sangat menginginkan Mas Gagah terus hidup, tetapi sebagai insan beriman sebagaimana yang juga diajarkan Mas Gagah, aku pasrah pada ketentuan Allah. Allah tentu tahu apa yang terbaik bagi Mas Gagah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Laa…ilaaha…illa..llah…Muham…mad Ra..sul …Allah… suara Mas Gagah pelan, namun tak terlalu pelan untuk bisa kami dengar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Gagah telah kembali kepada Allah. Tenang sekali. Seulas senyum menghiasi wajahnya. Aku memeluk tubuh yang terbujur kaku dan dingin itu kuat-kuat. Mama dan Papa juga. Isak kami bersahutan walau kami rela dia pergi. Selamat jalan Mas Gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Epilog:&lt;br /&gt;Buat ukhti manis Gita Ayu Pratiwi, Semoga memperoleh umur yang berkah,&lt;br /&gt;Dan jadilah muslimah sejati&lt;br /&gt;Agar Allah selalu besertamu.&lt;br /&gt;Sun sayang, &lt;br /&gt;Mas Ikhwan, eh Mas Gagah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubaca berulang kali kartu ucapan Mas Gagah. Keharuan memenuhi rongga-rongga dadaku. Gamis dan jilbab hijau muda, manis sekali. Akh, ternyata Mas Gagah telah mempersiapkan kado untuk hari ulang tahunku. Aku tersenyum miris. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupandangi kamar Mas Gagah yang kini lengang. Aku rindu panggilan dik manis, aku rindu suara nasyid. Rindu diskusi-diskusi di kamar ini. Rindu suara merdu Mas Gagah melantunkan kalam Illahi yang selamanya tiada kan kudengar lagi. Hanya wajah para mujahid di dinding kamar yang menatapku. Puisi-puisi sufistik yang seolah bergema d iruangan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setitik air mataku jatuh lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas, Gita akhwat bukan sih?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, insya Allah akhwat!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang bener?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya, dik manis!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau ikhwan itu harus ada janggutnya, ya?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kok nanya gitu sih?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lha, Mas Gagah kan ada janggutnya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ganteng kan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Uuuuu! Eh, Mas, kita kudu jihad ya?" Jihad itu apa sih?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya always dong, jihad itu…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setetes, dua tetes air mataku kian menganak sungai. Kumatikan lampu. Kututup pintu kamarnya pelan-pelan. Selamat jalan Mas Ikhwan! Selamat jalan Mas Gagah! &lt;/span&gt;</description><link>http://biandini12.blogspot.com/2010/05/ketika-mas-gagah-pergi.html</link><author>noreply@blogger.com (Renial Biandini)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7815979333011851595.post-6944767321458008152</guid><pubDate>Fri, 14 May 2010 09:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-14T16:37:53.769+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel dari tetangga</category><title>Letak kekuatan</title><description>Kasih sayang tanpa kekuatan adalah kelemahan...&lt;br /&gt;Kekuatan tanpa kasih sayang adalah kezaliman...&lt;br /&gt;(Shorinji kempo)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih sayang yang dilandasi niat karena Alloh azza wa jalla adalah kasih sayang yang sejati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kekuatan didalam cinta,&lt;br /&gt;Dan orang yang sanggup memberikan cinta adalah orang yang kuat karena ia&lt;br /&gt;bisa mangalahkan keinginannya untuk mementingkan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kekuatan dalam tawa kegembiraan, &lt;br /&gt;Dan orang tertawa gembira adalah Orang yang kuat &lt;span class="fullpost"&gt;karena ia tidak pernah terlarut dangan tantangan dan cobaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kekuatan didalam kedamaian diri, &lt;br /&gt;Dan orang yang dirinya penuh damai bahagia adalah orang yang kuat karena ia tak pernah tergoyahkan dan tidak mudah diombang ambingkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kekuatan dalam kesabaran , &lt;br /&gt;Dan orang yang sabar adalah orang yang kuat karena ia sanggup menanggung segala sesuatu dan ia tidak pernah merasa disakiti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kekuatan didalam kemurahan, &lt;br /&gt;Dan orang yang murah hati adalah orang&lt;br /&gt;yang kuat karena ia tidak pernah menahan mulut dan tangannya untuk melakukan yang baik bagi sesamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kekuatan didalam kebaikan, &lt;br /&gt;Dan orang yang baik adalah orang kuat&lt;br /&gt;karena ia bisa selalu mampu melakukan yang baik bagi semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kekuatan didalam kesetiaan, &lt;br /&gt;Dan orang yang setia adalah orang yang&lt;br /&gt;kuat karena ia bisa mengalahkan nafsu keinginan pribadinya dengan&lt;br /&gt;kesetiannya kepada Alloh, Rasul dan saudara-saudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kekuatan dalam kelemah lembutan&lt;br /&gt;Dan orang yang lemah lembut adalah orang yang kuat karena ia bisa menahan&lt;br /&gt;diri untuk tidak membalas dendam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kekuatan dalam penguasaan diri, &lt;br /&gt;Dan orang yang bisa menguasai dirinya adalah orang kuat karena ia bisa mengendalikan segala nafsu keduniawian&lt;br /&gt;........................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disitulah letak kekuatan sejati berada...........&lt;br /&gt;dan sadarlah bahwa kita juga memiliki cukup kekuatan untuk mengatasi&lt;br /&gt;segala masalah yang kita hadapi. dimanapun juga, seberat dan serumit apapun juga. Yakin bahwa kepahitan yang dialami pasti berakhir..&lt;/span&gt;</description><link>http://biandini12.blogspot.com/2010/05/letak-kekuatan.html</link><author>noreply@blogger.com (Renial Biandini)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7815979333011851595.post-3441080161689290228</guid><pubDate>Wed, 12 May 2010 07:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-12T14:48:09.106+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Komputer</category><title>Buat forum semacam rumah pena</title><description>Semua terjadi karena kebetulan apa emang udah ada yang ngatur ya ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah lama ngga buka internet, sekalinya ada kesempatan buka internet, buka twitter sekalian ganti template blog, eeh ketemu web forum yang kaya mas iyank&lt;span class="fullpost"&gt; bikin ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe, jadinya sekalian aku buat juga aja deh, mudah-mudahan kedepannya ada manfaatnya ya, semoga ..   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alamatnya ada di http://biandini12.ning.com, silahkan mengkases halaman tersebut dan ikut berpartisipasi menjadi member karena terbuka untuk umum&lt;/span&gt;</description><link>http://biandini12.blogspot.com/2010/05/buat-forum-semacam-rumah-pena.html</link><author>noreply@blogger.com (Renial Biandini)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7815979333011851595.post-8415315442688938500</guid><pubDate>Thu, 25 Mar 2010 00:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-12T13:19:02.733+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">This is it .. chef biandini</category><title>Resep Ayam Goreng Kalasan</title><description>Bahan:&lt;br /&gt;1 ekor ayam buras yang gemuk, potong 4 bagian&lt;br /&gt;2 sdm air jeruk nipis&lt;br /&gt;1 sdt bawang putih&lt;br /&gt;500 ml air kelapa&lt;br /&gt;50 g gula Jawa, sisir&lt;br /&gt;2 sdm kecap manis&lt;br /&gt;1 lembar daun salam&lt;br /&gt;minyak goreng&lt;span class="fullpost"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Bumbu, haluskan:&lt;br /&gt;8 butir bawang merah&lt;br /&gt;4 siung bawang putih&lt;br /&gt;1 cm lengkuas&lt;br /&gt;½ sdt merica butiran&lt;br /&gt;1 sdt garam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara membuat:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Lumuri ayam dengan air jeruk nipis dan bawang putih hingga rata. Diamkan selama1 jam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Didihkan air kelapa bersama bumbu halus, daun salam, gula dan kecap manis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. Masukkan ayam, masak hingga kuah habis dan ayam lunak. Angkat dan tiriskan ayam hingga dingin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;4. Goreng dalam minyak panas dan banyak hingga kering. Angkat, sajikan hangat. Untuk 6 orang&lt;/span&gt;</description><link>http://biandini12.blogspot.com/2010/03/resep-ayam-goreng-kalasan.html</link><author>noreply@blogger.com (Renial Biandini)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7815979333011851595.post-7807449494070708759</guid><pubDate>Tue, 09 Mar 2010 09:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-12T13:18:19.552+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel dari tetangga</category><title>Jangan Takut Berjilbab</title><description>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Takut? Emangnya uji nyali? Nggak cuma uji nyali aja yang bisa bikin orang takut, berjilbab pun ternyata masih banyak yang pada takut. Mulai dari takut dicemooh, takut nggak bisa bebas beraktivitas, takut gerah, takut sulit dapat pekerjaan hingga takut nggak dapat jodoh. Wasyah! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Padahal kalo dipiki-piki , jilbab adalah suatu gaya berpakaian yang lagi tren saat ini, lho. Emang sih beberapa tahun yang lalu, jarang banget kita nemuin cewek berjilbab. Tapi saat ini hampir di setiap sudut meja, eh, kota banyak muslimah yang sudah mulai sadar untuk berjilbab. Di sekolah-sekolah baik yang berbasis Islam atau pun umum, perguruan tinggi negeri dan swasta, tempat-tempat kursus hingga di pasar, mal, dan pabrik-pabrik, jilbab mulai marak. Bahkan di perkantoran yang dulunya jarang banget didapati busana muslimah ini, kini hampir di setiap kantor bisa dijumpai wanita muslimah yang berjilbab. Tuh kan, keren nggak sih? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tapi ternyata di balik hingar-bingar cewek berjilbab, itu belum semuanya mau mengenakannya, sobat. Why? Karena banyak di antara mereka yang meskipun mengaku Islam, tapi masih juga enggan untuk berjilbab. Banyak sih alasan klise yang bakal dijadikan senjata andalan. Mulai dari pendapat yang bilang kalo jilbab tuh busana yang nggak gaul, ribet, dan bawaannya gerah mulu, hingga yang paling sering muncul nih, nggak siap. Nggak siap? Wah, macam mana pula ini? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Bahkan ada juga yang mau pake jilbab asal dengan syarat dibeliin mobil sedan keluaran terbaru. Walah! Eh…tapi ini beneran ada lho. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tapi jangan salah, kita kudu bersyukur juga,&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt; karena ternyata masih ada sodara kita yang sudah niat hati sih pingin berjilbab tapi apa daya nggak boleh sama ortu. Dengan alasan kayak anak udik-lah, entar sulit dapat kerjaan-lah, lama dapat jodohnya de el el. Ortu punya kuasa untuk melarang anaknya berjilbab. Gimana nggak, kalo larangan itu disertai ancaman bakal distop uang SPP dan uang saku, bahkan mungkin juga distop nggak boleh aktif di rohis (tempat dia sadar tentang wajibnya jilbab). Lalu gimana dong cara untuk meyakinkan ortu agar dibolehin pake jilbab?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalin komunikasi yang baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo ortumu adalah orang awam yang belum ngeh terhadap ajaran Islam, jangan ngambek dulu ketika ortu ngelarangmu untuk berjilbab. Namanya juga belum tahu Neng.&lt;br /&gt;Nah, kalo persoalannya karena ortumu belum ngeh dengan Islam, maka seperti kata pepatah, tak kenal maka ta'aruf alias kenalan dulu. Kenali Islam dan aturannya. Tugas kamulah menyampaikan ini dan itu tentang ajaran Islam, khususnya tentang jilbab kepada ortumu. Siap kan? Harus dong ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, kamu udah diberi kesempatan untuk mengenyam pendidikan di sekolah dan mendapat berbagai ilmu, termasuk tentang wajibnya jilbab. Itu sebabnya, saatnya kamu yang memahamkan ortu tentang masalah ini. Jangan karena nggak boleh berjilbab, terus kamu antipati sama ortu dan dendam lagi. Nggak baik itu, Non.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat muda muslim, ortu melarang pasti ada alasannya dong. Nggak ujug-ujug marah bin nepsong begitu. Jadi, komunikasikan dulu sama ortu. Bila perlu, dan kayaknya sih perlu banget, tanyakan alasan beliau ngelarang kamu berjilbab. Hehehe.. sekadar kamu tahu aja dan coba nyocokkin dengan fakta di lapangan, biasanya sih alasan ortu melarang kita-kita berjilbab yang paling sering muncul adalah ketakutan. Takut kalo kamu sebagai anak perempuannya nanti sulit dapat kerjaan. Pikir mereka, udah disekolahkan mahal-mahal cuma mau jadi Bu Nyai , begitu seringnya anggapan mereka terhadap jilbab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketakutan yang kedua, khawatir anaknya sulit dapat jodoh karena terhalang oleh jilbabnya. Ketiga, ortu malu punya anak berjilbab karena kebetulan pengalaman ortumu nemuin anak berjilbab tuh malu-maluin. Duileee.. sampe segitunya ya? Hehehe&lt;br /&gt;Kalo alasan pelarangan jilbab sudah diketahui kayak gini, sekarang kewajiban kamu untuk memahamkan ortumu. Bisa dicoba dengan ngejelasin tentang konsep rizki berkaitan dengan pekerjaan, atau pun jodoh yang memang itu semuanya tak ada kaitannya dengan berjilbab or nggaknya seseorang. Sebab, banyak juga tuh mereka yang nggak berjilbab dan berpakaian mini yang keluar masuk kantor melamar kerjaan tapi nggak dapat-dapat (kasihan banget kan?). Sebaliknya banyak juga tuh yang berjilbab karena kemampuan dan prestasinya malah bisa jadi dosen, guru, dokter, insiyur, wartawan, penulis, ahli kimia dll. Jadi, tulalit banget kalo ngata-ngatain bahwa jilbab penghambat dapat kerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan jodoh. Berapa banyak wanita-wanita seksi yang masih melajang di usia tua padahal mereka tidak berjilbab. Sebaliknya banyak juga muslimah berjilbab yang masih muda usia justru udah mendapatkan jodoh karena ketaatannya pada hukum Allah. Tolong yakinkan ortumu dengan janji Allah bahwa wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk wanita yang baik, begitu sebaliknya. Sehingga tak ada alasan lagi bagi ortumu untuk melarang berjilbab bila mereka sudah paham. Oya, jelaskan juga bahwa jilbab adalah kewajiban bagi wanita muslimah yang nilainya seperti wajibnya sholat. Catet itu. Bila perlu ditebelin dan digaris bawah biar inget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo ada yang reseh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau berbuat baik itu memang nggak mudah, sobat. Pasti ada aja suara-suara miring ketika kamu pertama kali berjilbab. Ada yang nganggep kamu sok alim, nggak modern, primitif, iseng manggil dengan gelar Bu Haji , atau bahkan yang parah adalah mengucilkan kamu dari pergaulan. Terus gimana dong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo persoalannya mereka yang reseh, berarti masih ada celah untuk menasihati, maka jangan ragu untuk ngasih nasihat kepada mereka. Katakan bahwa dengan berjilbab, akan memperjelas posisi seorang wanita. Kamu bisa jelasin bahwa dengan berjilbab, seorang cewek tuh nggak hanya dinilai dari fisiknya semata (emang pelajaran olahraga pake acara penilaian fisik?), tapi cewek tuh juga punya kemampuan lain yang lebih layak dinilai. Kemampuan otaknya, prestasi belajarnya, keahlian di bidang yang ditekuninya, dan keterampilan dalam bidang yang lain juga yang nggak melulu cuma pamer fisik. Selain tentunya memiliki akhlak yang baik juga dong. Oya, kamu bisa membe-rikan penekanan khusus bahwa berjilbab adalah kewajiban bagi semua cewek yang mengaku muslimah dan mukminah. Itu sebabnya, berdosa bagi yang nggak mau melaksanakan kewajiban menutup aurat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat muda muslim, kalo ada teman kamu yang nyindir ketika kamu pake jilbab dengan nyebutin kuno dan primitif, kamu bisa bilang ke doi. “Emangnya ada jaman primitif pake baju menutup aurat dan lengkap seperti jilbab? Wong jaman itu belum ditemukan kain, boro-boro menutup aurat.” Betul nggak seh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, jelaskan bahwa mereka yang nggak berjilbab dan menutup aurat itulah yang layak mendapat sebutan masih primitif. Gubrak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Why? Karena banyak cewek yang pake baju yang kurang kain or pake baju adeknya yang masih SD. Gimana nggak, kalo bajunya ukuran kecil kan auratnya jadi bebas terlihat sama siapa pun. Mungkin ada teman kamu yang kemudian beralasan, “ini kan modern”&lt;br /&gt;Nah, inilah alasan yang dibuat-buat. Karena sejatinya ini soal sudut pandang aja. Mungkin bisa dibilang perbedaannya hanyalah karena keprimitifan itu dibungkus dengan slogan yang bernama modern. Padahal intinya mah tetep aja primitif, tul nggak?&lt;br /&gt;Jurus terakhir, yah…cuekkin aja lagi. Kalo dalam hal kebaikan kayak gini, EGP aja, Emang Gue Pikirin . Yang penting tuh apa dan gimana hukum Islam memberi aturan dalam segala hal, khususnya berbusana. Kalo kamu pusing dan selalu dengerin orang lain tentang keputusanmu berjilbab, kamu nggak bakalan bisa maju. Yakin deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus kamunya sendiri juga harus yang bener ketika memutuskan berjilbab. Masa' berjilbab bin menutup aurat tapi kayak lontong. Itu tuh, yang tertutup tapi semua lekuk tubuhmu keliatan, ya percuma tak bergun, alias percuma tak berguna Neng. Jangan sampe pake jilbab tapi gak ngerti definisi dan nggak paham yang sesuai syariat itu kayak apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jilbab sesuai syari'at&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo dikembalikan lagi ke yang punya bahasa, dalam hal ini bahasa Arab, jilbab adalah kain longgar dan panjang yang menjulur hing-ga menutup kaki. Bentuknya seperti lorong dan tidak ada potongan di tengahnya, dan menutupi pakaian yang biasa kamu pake sehari-hari di rumah. Wah…nggak modis dong! Modis atau nggaknya tergantung kamu memodifikasinya. Kalo kamu gaul, banyak banget model jilbab yang oke tapi tetep syar'i. Pokoknya inti berjilbab (yakni mengenakan pakaian yang tebel dan longgar, serta panjang sampe menutupi mata kaki) tetep nggak boleh ditinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho bukannya jilbab itu kain yang sering digunakan untuk menutup rambut? Walah, kamu ternyata kuper en kupeng juga ya? Itu mah namanya khimar, Sayang. Kalo bahasa Indonesianya sih kerudung. Coba kamu buka QS an-Nur: 31. Allah Swt. berfirman: “…Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, khimar atau kerudung ini juga bukan hanya menutup kepala aja, tapi harus sempurna menutup telinga, leher hingga menjulur menutup dada. Jadi nggak ada yang namanya kerudung gaul dengan mengikatkan ujung-ujungnya di belakang leher dan tidak menjulur sampe ke dada. Kalo dada masih belum tertutup, memang disebut berkerudung, tapi itu belum sempurna. Kamu perlu ngeh dong, bahwa busana muslimah itu adalah jilbab dan juga kerudung. Dipake bersamaan kalo keluar rumah or di rumah tapi ada pria asing yang bukan mahram kamu. Oke?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaim dong!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup, kamu harus jaga imej, alias omongan dan perbuatan kamu kudu mencerminkan jati diri seorang muslimah. Kamu yang dulunya suka ngomong ceplas-ceplos tanpa peduli perasaan orang lain, sekarang kudu dipikir dan ditata dulu. Kamu yang dulunya suka ketawa ngakak, sekarang mulai belajar untuk lebih sopan. Kamu yang hobi pulang sekolah boncengan sama cowok, yang suka ngerumpi, yang suka jalan-jalan di mal sekadar cuci mata, en so on, maka itu semua kudu dibenahi. Ma-lu dong, berjilbab tapi tetep norak. Bukan kamu aja Non yang bakal kena getahnya dengan sikap-sikap negatif di atas, tapi nama besar jilbab dan Islam bisa ternoda (cie…Rinso ‘kali).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berubah memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi juga bukan sesuatu yang mustahil untuk dilaksanakan. Ketika kamu memutuskan untuk berjilbab, pastikan itu semua karena kesadaran dan bukan hanya ikut-ikutan tren dan mode. Kalo hanya sekadar asal ngikut, kena cobaan dikit aja udah lepas tuh jilbab dari tubuhmu. Balik lagi deh jadi cemet alias cewek metal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman itu kan bisa naik bisa turun, karena itu kamu kudu cari lingkungan yang mendukung keputusan kamu berjilbab. Apalagi di masa awal yang rentan banget sama godaan. Gabung deh ama temen yang udah baik-baik. Ibaratnya kamu temenan ama orang yang jualan minyak wangi, kamu akan ketularan wanginya. Kalo kamu berteman dengan orang yang baik, maka kamu akan ikutan baik. Pokoknya, akan ada orang yang mengingatkan kamu dalam ketakwaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi kalo keputusanmu berjilbab diiringi rajin ngaji. Wuih…ditanggung te o pe be ge te, alias top banget. Kamu yang semula merasa nggak siap jadi terdorong untuk segera mengenakan jilbab sesegera mungkin. Cobaan dan rintangan nggak akan menyurutkan keputusanmu tapi semakin mengokohkannya. Ibarat pohon yang akarnya kuat, angin topan sedahsyat apa pun nggak bakal bikin kamu jatuh. Oke deh, semakin mantap untuk berjilbab kan? So, berjilbab? Siapa takut! [ria]&lt;/span&gt;</description><link>http://biandini12.blogspot.com/2010/03/jangan-takut-berjilbab.html</link><author>noreply@blogger.com (Renial Biandini)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7815979333011851595.post-8252718725969868466</guid><pubDate>Fri, 05 Mar 2010 09:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-12T13:15:42.943+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerbung</category><title>Cerita bersambung, Maaf mama... eps 1</title><description>&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Kisah ini hanya imajinasiku saja, kembali ke hobi yg suka tulas tulis, walaupun sampai saat ini belum ada yg direlease menjadi buku yang laris, hehe...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Kisah ini bermula saat aku, memasuki jenjang kuliah, aku anak ke dua dari tiga bersaudara, namaku yani, kakakku bernama tami dan adikku bernama rendi, usia kami tidak terpaut begitu jauh, karena umur kami berdekatan kakakku memilih tidak kuliah dan mencari kerja dikota, hal ini dia pertimbangkan supaya bapa bisa lebih konsentrasi membiayai aku untuk kuliah, baik juga ya kakakku itu, walaupun kadang suka menyebalkan juga karena kalau dia ada dirumah suka ngebosi gitu deh, hehe .. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Kuliah semester pertama, aku lalui dengan mulus-mulus saja, aku bisa mendapatkan IP tertinggi dikelasku, hal ini tidak mengherankan karena aku memang lulusan dari SMU Favorit dan termasuk lulusan yang berprestasi, namun karena keterbatasan ekonomi keluarga, aku memilih kuliah disebuah sekolah tinggi swasta, walau tidak bisa disebut bagus, tapi sekolah tinggi ini pun bisa dibilang yang terbaik untuk ukuran kota kecil seperti kudus&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki semester ke empat, aku mendapat tawaran dari dosen ku untuk menjadi asdos nya di lab, wah rasanya suatu kesempatan untuk menambah pengetahuan dan kemampuan nih .., akhirnya setelah dikonsultasikan dengan mama dan bapa, aku ambil keputusan untuk menerima tawaran dari dosen tersebut, mama dan bapa menjadi bangga tentunya dengan prestasiku. Dari sinilah dimulainya cerita yang membahagiakan dipenuhi oleh perjuangan dan cinta, walaupun akhirnya menyisakan penyesalan dan rasa bersalah, maaf mama .... bersambung ...&lt;/span&gt;</description><link>http://biandini12.blogspot.com/2010/03/cerita-bersambung-maaf-mama-eps-1.html</link><author>noreply@blogger.com (Renial Biandini)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7815979333011851595.post-6991401452411600139</guid><pubDate>Wed, 03 Mar 2010 07:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-12T13:20:43.101+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Komputer</category><title>Tutorial Memasang Key Pada Kaspersky 2010</title><description>http://deeriee.wordpress.com/2009/07/28/tutorial-memasang-key-pada-kaspersky-2010/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tutorial Memasang Key Pada Kaspersky 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;key install Sebenarnya pada Kaspersky 2010 memang tidak disediakan dialog yang dapat Anda gunakan untuk memasang lisensi berupa file key. Kaspersky melakukan hal ini dengan tujuan mengurangi jumlah pembajakan yang makin meningkat. Dengan begini pengguna dipaksa menggunakan lisensi berupa kode aktivasi dan melakukan aktivasi secara online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bagaimana dengan pengguna yang tidak punya kode aktivasi dan koneksi internet? Berikut tutorialnya. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini saya menggunakan Kaspersky Internet Security 2010, bagi yang menggunakan  Kaspersky Anti-Virus 2010 juga bisa mengikuti tutorial ini &lt;span class="fullpost"&gt; karena caranya sama saja. (Klik pada gambar untuk memperbesar.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1.&lt;br /&gt;      Matikan koneksi internet Anda terlebih dahulu. (jika ada)&lt;br /&gt;   2.&lt;br /&gt;      Buka Kaspersky 2010 Anda, lalu klik tulisan License di bagian bawah.6-28-2009 7-00-50 AM&lt;br /&gt;   3.&lt;br /&gt;      Pada jendela License Manager, klik tombol Activate New License.6-28-2009 7-02-18 AM&lt;br /&gt;   4.&lt;br /&gt;      Pada jendela Activation Wizard, masukkan key Trial berikut ini : T6B6K-8YK22-VBQH7-ZUZJG atau 3TK3J-6T1TN-X3XGP-HUZRN lalu klik Next.7-9-2009 3-06-10 PM&lt;br /&gt;   5.&lt;br /&gt;      Jika sebelumnya Anda sudah mematikan koneksi internet Anda terlebih dahulu, maka akan muncul pesan seperti ini. Tidak masalah, klik OK untuk melanjutkan.7-9-2009 3-06-54 PM&lt;br /&gt;   6.&lt;br /&gt;      Maka akan muncul jendela baru yang mempersilahkan Anda untuk memasukkan key. Klik browse dan pilih key yang Anda punya lalu pilih Next untuk melanjutkan. Jika Anda belum mempunyai key, Anda bisa mendapatkannnya di blog ini gratis.7-9-2009 3-07-40 PM&lt;br /&gt;   7.&lt;br /&gt;      Jika sukses dan key tidak diblacklist, maka akan muncul jendela seperti ini.7-9-2009 3-07-57 PM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah selesai sudah, key sudah terpasang. Tanpa koneksi internet dan tanpa kode aktivasi. Selamat mencoba. :)&lt;/span&gt;</description><link>http://biandini12.blogspot.com/2010/03/tutorial-memasang-key-pada-kaspersky.html</link><author>noreply@blogger.com (Renial Biandini)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7815979333011851595.post-7060881141369221802</guid><pubDate>Mon, 01 Mar 2010 07:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-12T13:21:40.546+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Oretanku</category><title>Pasti ada hikmah dibaliknya</title><description>&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Mencoba untuk selalu positif dalam menghadapi hidup ini, kadang hidup terasa lancar-lancar saja, tapi kadang tidak mudah menghadapinya sama sekali, putus asa dan kemudian terpuruk. terlahir dari keluarga yang harmonis juga tidak menjamin seorang anak bertumbuh menjadi anak yang penyayang, yang sayang kepada orang tua, keluarganya dan sesama manusia lainnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Seperti halnya, ketika seorang pemuda yang tumbuh dan dibesarkan dengan penuh kasih sayang orang tuanya, setiap permintaan yang mampu orang tuanya penuhi pasti diberikannya, namun ketika pemuda tersebut telah dewasa dan berseberangan pendapat dengan kedua orang tuanya, begitu mudahnya pemuda tersebut meninggalkan kedua orang tuanya hanya untuk memenuhi ego, mengikuti bisikan nafsu yang menurutnya itu adalah sebuah kebenaran.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah dari kejadian tersebut, adalah kasih sayang sangat perlu diberikan namun tentunya jangan sampai dilupakan untuk menanamkan pendidikan moral, agama dan rasa tanggung jawab, sehingga ketika pemuda tersebut tumbuh dewasa dan dapat menafkahi dirinya sendiri, dia akan sadar bahwa dia punya kewajiban yang lebih terhadap orang tua dan keluarganya, tidak hanya materi tapi kasih sayang yang berlimpah, karenanya walaupun pengaruh pergaulan dan pengaruh lainnya sangat kuat dia akan mampu untuk menyadari akan nilai kebenaran dan nurani yang baik, karena ego dan nafsu itu akan menerbitkan penyesalan yang tak kan pernah berujung dan berakhir, semoga kita dapat mengambil hikmahnya ..&lt;/span&gt;</description><link>http://biandini12.blogspot.com/2010/03/pasti-ada-hikmah-dibaliknya.html</link><author>noreply@blogger.com (Renial Biandini)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7815979333011851595.post-6753212046507094544</guid><pubDate>Fri, 19 Feb 2010 08:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-12T13:22:25.269+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel dari tetangga</category><title>Ketika Tangan dan Kaki Berkata</title><description>&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Penyair Taufiq Ismail menulis sebuah artikel tentang Krismansyah Rahadi atau yang akrab dipanggil dengan Chrisye (1949-2007) di majalah sastra HORISON.Krismansyah Rahadi (1949-2007): KETIKA MULUT, TAK LAGI BERKATA. oleh: TAUFIQ ISMAILDi tahun 1997 saya bertemu Chrisye sehabis sebuah acara, dan dia berkata, “Bang, saya punya sebuah lagu. Saya sudah coba menuliskan kata-katanya, tapi saya tidak puas… Bisakah Abang tolong tuliskan liriknya?” Karena saya suka lagu-lagu Chrisye, saya katakan bisa. Saya tanyakan kapan mesti selesai. Dia bilang sebulan. Menilik kegiatan saya yang lain, deadline sebulan itu bolehlah. Kaset lagu itu dikirimkannya, berikut keterangan berapa baris lirik diperlukan, dan untuk setiap larik berapa jumlah ketukannya, yang akan diisi dengan suku kata. Chrisye menginginkan puisi relijius. Kemudian saya dengarkan lagu itu. Indah sekali. Saya suka betul.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Sesudah seminggu, tidak ada ide. Dua minggu begitu juga. Minggu ketiga inspirasi masih tertutup. Saya mulai gelisah. Di ujung minggu keempat tetap buntu. Saya heran. Padahal lagu itu cantik jelita. Tapi kalau ide memang macet, apa mau dikatakan. Tampaknya saya akan telepon Chrisye keesokan harinya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;" class="fullpost"&gt;dan saya mau bilang, ” Chris, maaf ya, macet. Sori.” Saya akan kembalikan pita rekaman itu. Saya punya kebiasaan rutin baca Surah Yasin. Malam itu, ketika sampai ayat 65 yang berbunyi, A’udzubillahi minasy syaithonirrojim. “Alyauma nakhtimu ‘alaa afwahihim, wa tukallimuna aidhihim, wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanu yaksibuun” saya berhenti. Maknanya, “Pada hari ini Kami akan tutup mulut mereka, dan tangan mereka akan berkata kepada Kami, dan kaki mereka akan bersaksi tentang apa yang telah mereka lakukan.” Saya tergugah. Makna ayat tentang Hari Pengadilan Akhir ini luar biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hidupkan lagi pita rekaman dan saya bergegas memindahkan makna itu ke lirik-lirik lagu tersebut. Pada mulanya saya ragu apakah makna yang sangat berbobot itu akan bisa masuk pas ke dalamnya. Bismillah. Keragu-raguan teratasi dan alhamdulillah penulisan lirik itu selesai.Lagu itu saya beri judul Ketika Tangan dan Kaki Berkata. Keesokannya dengan lega saya berkata di telepon,” Chris, alhamdulillah selesai”. Chrisye sangat gembira. Saya belum beritahu padanya asal-usul inspirasi lirik tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya hal tidak biasa terjadilah. Ketika berlatih di kamar menyanyikannya baru dua baris Chrisye menangis, menyanyi lagi, menangis lagi, berkali-kali.Di dalam memoarnya yang dituliskan Alberthiene Endah, Chrisye, Sebuah Memoar Musikal, 2007 (halaman 308-309), bertutur Chrisye: Lirik yang dibuat Taufiq Ismail adalah satu-satunya lirik dahsyat sepanjang karier, yang menggetarkan sekujur tubuh saya. Ada kekuatan misterius yang tersimpan dalam lirik itu. Liriknya benar-benar mencekam dan menggetarkan. Dibungkus melodi yang begitu menyayat, lagu itu bertambah susah saya nyanyikan! Di kamar, saya berkali-kali menyanyikan lagu itu. Baru dua baris, air mata saya membanjir. Saya coba lagi. Menangis lagi. Yanti (istri Chrisye) sampai syok! Dia kaget melihat respons saya yang tidak biasa terhadap sebuah lagu. Taufiq memberi judul pada lagu itu sederhana sekali, Ketika Tangan dan Kaki Berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lirik itu begitu merasuk dan membuat saya dihadapkan pada kenyataan, betapa takberdayanya manusia ketika hari akhir tiba. Sepanjang malam saya gelisah. Saya akhirnya menelepon Taufiq dan menceritakan kesulitan saya. “Saya mendapatkan ilham lirik itu dari Surat Yasin ayat 65…” kata Taufiq. Ia menyarankan saya untuk tenang saat menyanyikannya. Karena sebagaimana bunyi ayatnya, orang memang sering kali tergetar membaca isinya. Walau sudah ditenangkan Yanti dan Taufiq, tetap saja saya menemukan kesulitan saat mencoba merekam di studio. Gagal, dan gagal lagi. Berkali-kali saya menangis dan duduk dengan lemas. Gila! Seumur-umur, sepanjang sejarah karir saya, belum pernah saya merasakan hal seperti ini. Dilumpuhkan oleh lagu sendiri!Butuh kekuatan untuk bisa menyanyikan lagu itu. Erwin Gutawa yang sudah senewen menunggu lagu terakhir yang belum direkam itu, langsung mengingatkan saya, bahwa keberangkatan ke Australia sudah tak bisa ditunda lagi. Hari terakhir menjelang ke Australia , saya lalu mengajak Yanti ke studio, menemani saya rekaman. Yanti sholat khusus untuk mendoakan saya. Dengan susah payah, akhirnya saya bisa menyanyikan lagu itu hingga selesai. Dan tidak ada take ulang! Tidak mungkin. Karena saya sudah menangis dan tak sanggup menyanyikannya lagi. Jadi jika sekarang Anda mendengarkan lagu itu, itulah suara saya dengan getaran yang paling autentik, dan tak terulang! Jangankan menyanyikannya lagi, bila saya mendengarkan lagu itu saja, rasanya ingin berlari!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu itu menjadi salah satu lagu paling penting dalam deretan lagu yang pernah saya nyanyikan. Kekuatan spiritual di dalamnya benar-benarbenar meluluhkan perasaan. Itulah pengalaman batin saya yang paling dalam selama menyanyi. Penuturan Chrisye dalam memoarnya itu mengejutkan saya. Penghayatannya terhadap Pengadilan Hari Akhir sedemikian sensitif dan luarbiasanya, dengan saksi tetesan air matanya. Bukan main. Saya tidak menyangka sedemikian mendalam penghayatannya terhadap makna Pengadilan Hari Akhir di hari kiamat kelak. Mengenai menangis, menangis ketika menyanyi, hal yang serupa terjadi dengan Iin Parlina dengan lagu Rindu Rasul. Di dalam konser atau pertunjukan, Iin biasanya cuma kuat menyanyikannya dua baris, dan pada baris ketiga Iin akan menunduk dan membelakangi penonton menahan sedu sedannya. Demikian sensitif dia pada shalawat Rasul dalam lagu tersebut. * * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah rekaman Ketika Tangan dan Kaki Berkata selesai, dalam peluncuran album yang saya hadiri, Chrisye meneruskan titipan honorarium dari produser untuk lagu tersebut. Saya enggan menerimanya. Chrisye terkejut. ” Kenapa Bang, kurang?” Saya jelaskan bahwa saya tidak orisinil menuliskan lirik lagu Ketika Tangan dan Kaki Berkata itu. Saya cuma jadi tempat lewat, jadi saluran saja. Jadi saya tak berhak menerimanya. Bukankah itu dari Surah Yasin ayat 65, firman Tuhan? Saya akan bersalah menerima sesuatu yang bukan hak saya. Kami jadi berdebat. Chrisye mengatakan bahwa dia menghargai pendirian saya, tetapi itu merepotkan administrasi. Akhirnya Chrisye menemukan jalan keluar. “Begini saja Bang, Abang tetap terima fee ini, agar administrasi rapi. Kalau Abang merasa bersalah, atau berdosa, nah, mohonlah ampun kepada Allah. Tuhan Maha Pengampun ‘ kan?” Saya pikir jalan yang ditawarkan Chrisye betul juga. Kalau saya berkeras menolak, akan kelihatan kaku, dan bisa ditafsirkan berlebihan. Akhirnya solusi Chrisye saya terima. Chrisye senang, saya pun senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * * Pada subuh hari Jum’at, 30 Maret 2007, pukul 04.08, penyanyi legendaris Chrisye wafat dalam usia 58 tahun, setelah tiga tahun lebih keluar masuk rumah sakit, termasuk berobat di Singapura. Diagnosis yang mengejutkan adalah kanker paru-paru stadium empat. Dia meninggalkan isteri, Yanti, dan empat anak, Risty, Nissa, Pasha dan Masha, 9 album proyek, 4 album sountrack, 20 album solo dan 2 filem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga penyanyi yang lembut hati dan pengunjung masjid setia ini, tangan dan kakinya kelak akan bersaksi tentang amal salehnya serta menuntunnya memasuki Gerbang Hari Akhir yang semoga terbuka lebar baginya. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Ketika Tangan dan Kaki Berkata&lt;br /&gt;Lirik : Taufiq Ismail&lt;br /&gt;Lagu : Chrisye&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan datang hari mulut dikunci&lt;br /&gt;Kata tak ada lagi&lt;br /&gt;Akan tiba masa tak ada suara&lt;br /&gt;Dari mulut kita&lt;br /&gt;Berkata tangan kita&lt;br /&gt;Tentang apa yang dilakukannya&lt;br /&gt;Berkata kaki kita&lt;br /&gt;Kemana saja dia melangkahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak tahu kita bila harinya&lt;br /&gt;Tanggung jawab tiba&lt;br /&gt;Rabbana&lt;br /&gt;Tangan kami&lt;br /&gt;Kaki kami&lt;br /&gt;Mulut kami&lt;br /&gt;Mata hati kami&lt;br /&gt;Luruskanlah&lt;br /&gt;Kukuhkanlah Di jalan cahaya…. sempurna&lt;br /&gt;Mohon karunia&lt;br /&gt;Kepada kami HambaMu yang hina (1997).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kutip dari : undzurilaina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lagu ketika tangan dan kaki berkata sungguh membuat hati ini bergetar, teringat akan semua salah dan dosa yang telah aku lakukan yang di sengaja maupun yang tidak… mulut ini tidak akan bisa membela apa yang telah aku lakukan. semua akan berbicara, yaa Rabb hamba mu ini penuh Khilaf ampunikah hamba mu ini yaa Alloh… tak sanggup air mata ini ku tahan ketika mendengar lagu ini bergetar seluruh tubuh ini bait demi bait di kumandangkan…… hanya tarikan nafas yang dapat aku lakukan dan merenungi apa yang aku lakukan… Posted in duniabunda --&gt; http://duniabunda.wordpress.com &lt;/span&gt;</description><link>http://biandini12.blogspot.com/2010/02/ketika-tangan-dan-kaki-berkata.html</link><author>noreply@blogger.com (Renial Biandini)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7815979333011851595.post-5041196333141301107</guid><pubDate>Wed, 17 Feb 2010 05:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-12T13:18:19.552+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel dari tetangga</category><title>Latihan pernapasan yang sederhana</title><description>&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Dikutip dari http://melileabotanik.blogspot.com/2008/07/latihan-pernapasan-yang-sederhana.html, semoga bermanfaat ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ini adalah latihan yang baik untuk dilakukan ketika kita merasa tertekan, tidak bisa tidur, atau ketika kita sekedar ingin ” mengisi baterai ” kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Duduklah atau berbaringlah dengan nyaman, jika perlu sanggalah punggung bagian bawah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Tempatkan kedua tangan pada area lambung dengan ujung-ujung jari sedikit bersentuhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Mulai menghirup napas perlahan-lahan melalui hitung dengan hitungan satu sampai empat. Ketika kita menghirup napas, kita harus &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;" class="fullpost"&gt;merasakan lambung mengembang dan ujung-ujung jari terpisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahan napas sampai emapat hitungan dan hembuskan perlahan melalui mulut sampai hitungan kedelapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulangi beberapa kali sebanyak yang diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya kita akan merasa aneh karena kita tidak terbiasa untuk menggunakan otot-otot untuk mengembangkan lambung seperti ini. Tapi, dalam beberapa menit kita akan terbiasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjutkan latihan ini untuk paling sedikit sepuluh tarikan napas dan seharusnya kita merasa lebih relaks dan ” terpusat ”. Pada akhirnya, kita tidak membutuhkan jari-jari tangan untuk memastikan bahwa yang mengembang adalah bagian lambung dan bukan bagian dada, dan kita akan segera bisa melakukan latihan ini sambil melakukan kegiatan sehari-hari. Jika kita sulit tidur, ini adalah cara yang jauh lebih efektif dibandingkan dengan cara tradisional ” menghitung langit-langit ”. Kemungkinan besar kita akan tertidur pada tarikan napas keenam.&lt;/span&gt;</description><link>http://biandini12.blogspot.com/2010/02/latihan-pernapasan-yang-sederhana.html</link><author>noreply@blogger.com (Renial Biandini)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7815979333011851595.post-6068918752205240586</guid><pubDate>Wed, 17 Feb 2010 00:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-12T13:22:25.269+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel dari tetangga</category><title>Dari Mata Turun ke Hati</title><description>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;http://rinduku.wordpress.com/2010/01/29/dari-mata-turun-ke-hati/&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Saya dan kita semua pasti pernah mendengar kata diatas, iya “dari mata turun ke hati” untuk saya pribadi arti dari kalimat diatas pasti ketika saya terpana oleh sosok seorang lelaki tampan :) rasanya otak saya langsung keram, melihat sosok bang Nicholas Saputra dengan  kulitnya yang putih, posturnya yang tinggi, sebaris gigi yang rapi dibalik senyumnya yang tipis, dan bicaranya yang bikin saya meleleh, lumer :)  lebih tepatnya yang bikin otak saya keram ini pastinya akibat dari mata turun ke hati :) kemudian saya berpikir ketika mata saya menikmati sesuatu yang bukan milik saya kan itu dosa kan yah? kemudian ketika mata saya melakukan dosa, maksiat kecil itu kemudian turun ke hati maka hati saya juga berisi tumpukan dosa, dan kemudian otak saya keram karena berisi khayalan dari mata turun ke hati, naek ke otak, maka tiga nikmat dari ALLAH telah saya gunakan untuk maksiat, astaghfirullah :(   semoga ALLAH mengampuni saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;    Kata guru mengaji saya “De, antara mata dan hati memiliki kaitan yang sangat erat, bila mata telah rusak dan buruk, maka hatipun rusak dan buruk, “ALLAH mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati (QS. Ghafir / Al-Mukmin: 19)”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Artinya ketika saya membiarkan mata saya merajalela menikmati &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;          &lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:100%;" class="fullpost" &gt;kenikmatan dunia maka hati saya akan gelap, hati saya yang gelap akan menyulitkan saya melihat yang baik, semua yang terlihat oleh saya pasti hal hal yang buruk, karena TELAH saya biarkan mata saya berkeliaran melihat yang bukan hak saya, memandang mata si tampan, beradu pandangan dan saling bertukar senyum dengan si tampan akan menggelapkan pandangan hati saya pula, jadi bukan hanya cinta yang dari mata turun ke hati tapi juga dosa dosa dari yang kecil kecil terus bertumbuh dan ini saya pendamkan dihati lewat mata … astaghfirullah :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian adanya maka saya telah khufur nikmat, saya gunakan mata indah saya untuk memasukan dosa kedalam hati saya, lalu jawaban apa yang akan saya berikan jika mata saya dihisab di mahkamah ALLAH nanti, saat itu saya tidak lagi mampu berkata kata untuk sekedar mencari pembenaran kenapa mata saya terus menatap sang tampan nan indah, jika demikian maka saya membiarkan hati saya menghitam, lalu bagaimana cahaya ALLAH akan masuk jika hati saya telah tertutup asap tebal, terkubur lumur lapindo, cahaya ALLAH, kasih sayang ALLAH, ridho ALLAH, ampunan ALLAH, petunjuk ALLAH hanya akan masuk kedalam hati hati yang bening bukan? seharusnya saya jaga mata saya, untuk saya pergunakan menatap anak anak yang kurang mampu, untuk menatap alam lalu menambah cinta saya kepada ALLAH, untuk bekerja ditempat yang diridhoi ALLAH, untuk membaca AlQuran, jikapun tanpa sengaja harus menatap si tampan, harusnya saya tundukan pandangan, bukan menikmati dan berkedip kedip genit plus bonus senyum manis saya :) kacau !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini saya tahu begitu eratnya hubungan mata dan hati, artinya membiarkan pandangan lepas menyebabkan hati menjadi gelap, dan menahan pandangan menyebabkan hati bening dan bercahaya. Bila hati telah bersinar maka seluruh kebaikan akan masuk kedalamnya dari segala penjuru, iya dari segala penjuru, sebaliknya apabila hati telah gelap maka akan masuk kedalamnya berbagai keburukan dan khayalan khayalan yang akan membuat bencana bagi saya, jadi jangan salahkan setan karena maksiat tapi salahkan mata :) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ingat ucapan guru mengaji saya lagi dan lagi “Barangsiapa mengisi lahirnya dengan mengikuti sunnah, mengisi batinnya dengan muroqobah (merasa diawasi ALLAH), menjaga pandangannya dari yang diharamkan, menjaga dirinya dari yang syubhat (belum jelas halal haramnya) dan hanya memakan yang halal, pasti firasatnya tidak akan meleset? matanya adalah pandangan ALLAH, langkahnya adalah langkah ALLAH, dan ALLAH berada dihatinya” bayangkan pacar aja ada dihati rasanya udah gak keruan, apalagi sang cahaya ALLAH :) subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mulai sekarang [terutama untuk saya yang suka nyuri nyuri natap si tampan :) ] jaga mata, dan ingatlah bahwa apa yang kita tatap itu yang akan berada dihati kita, hati hati dengan mata, karena dosa itu darimata turun ke hati :) sulit banget pasti, dan saya yakin ALLAH tahu itu sulit, semakin tinggi tingkat kesulitan maka semakin besar pahalanya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya berharap cinta  ALLAH berada dihati saya, maka saya harus menjaga mata, sulit memang tapi gak mustahil kan menjaga mata, ketika ada hambaNYA yang mampu masa saya gak bisa menjaga, insya ALLAH … bulatkan mata, eh bulatkan tekad untuk menjaga mata dan hati :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gimana, bisa gak? coba aja dulu kali yah, hasilnya kan milik ALLAH kan? :)&lt;/span&gt;</description><link>http://biandini12.blogspot.com/2010/02/dari-mata-turun-ke-hati.html</link><author>noreply@blogger.com (Renial Biandini)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7815979333011851595.post-1102839426996952721</guid><pubDate>Wed, 17 Feb 2010 00:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-12T13:21:40.546+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Oretanku</category><title>Bermula browsing</title><description>&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Bermula dari browsing internet, kemudian ketemulah sebuah situs diskusi yang tadinya cukup menarik perhatian, namun begitu dibaca, masya allah, tenyata begitu kerasnya ya hati-hati orang di forum itu, mereka sama sekali "mati hati", ini mungkin yang disebut hati yang telah dikunci mati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Sebagai seorang muslim yang sedang belajar dan terus belajar memahami dan berusaha mengamalkannya, rasanya yang mereka argumenkan itu sangat jauh bertolak belakang dengan islam yang aku pahami. Teganya mereka menghujat ajaran yang baik dengan kata-kata kotor, memperbandingkannya dengan perilaku segelintir oknum yang tidak bertanggungjawab yang berpenampilan islam tapi sesungguhnya tidak islami. Terlebih &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;" class="fullpost"&gt; dengan semena-mena mereka menghujat dan mencaci maki Nabi Muhammad SAW, sosok manusia terbaik didunia yang pernah ada, hanya karena mereka tidak mengetahui keagungan beliau secara lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logika berpikir setiap orang berbeda, namun kebenaran berupa nurani yang menjadi sofware bawaan yang Allah SWT tanamkan sejak lahir kepada setiap individu, menjadikan manusia mengenal arti kebenaran, hanya saja bagi hati yang mati, pengaruh nurani tersebut menjadi lemah, disebabkan hati yang keras, seandainya hatinya telah dibersihkan dan dilembutkan, niscaya mereka akan menerima kebenaran, karena fitrah manusia adalah mencintai kebenaran dan keadilan.&lt;/span&gt;</description><link>http://biandini12.blogspot.com/2010/02/bermula-browsing.html</link><author>noreply@blogger.com (Renial Biandini)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>