<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Catatan Duniaku</title>
	<atom:link href="https://caduku.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://caduku.wordpress.com</link>
	<description>Sebuah Catatan Kecil Buat Dunia Yang Kecil</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2011 15:08:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='caduku.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>https://secure.gravatar.com/blavatar/459329ff67fb183c0c54d76c9a333a76e75fe11cf563d65837eecaf1b38994c4?s=96&#038;d=https%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Catatan Duniaku</title>
		<link>https://caduku.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="https://caduku.wordpress.com/osd.xml" title="Catatan Duniaku" />
	<atom:link rel='hub' href='https://caduku.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
	<item>
		<title>Ketika Pencuri Melahirkan Polisi</title>
		<link>https://caduku.wordpress.com/2011/11/05/ketika-pencuri-melahirkan-polisi/</link>
					<comments>https://caduku.wordpress.com/2011/11/05/ketika-pencuri-melahirkan-polisi/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chaphunk]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Nov 2011 03:45:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Abdi Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Masa Depan]]></category>
		<category><![CDATA[positive Thingking]]></category>
		<category><![CDATA[rasa syukur]]></category>
		<category><![CDATA[sense of humor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://caduku.wordpress.com/?p=440</guid>

					<description><![CDATA[Salah satu tanda bahwa kiamat sudah sangat dekat adalah seperti yang disabdakan Rasulullah SAW. tentang adanya seorang budak yang melahirkan tuannya. Banyak ulama yang menafsirkan sebagian dari hadits ini. Di antaranya, adanya anak yang durhaka kepada orang tuanya, tidak jelas lagi antara budak dengan tuannya, dan lain-lain. Tulisan ini tidak untuk menafsirkan hadits yang mulia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Salah satu tanda bahwa <strong>kiamat sudah sangat dekat</strong> adalah seperti yang disabdakan Rasulullah SAW. tentang adanya seorang budak yang melahirkan tuannya. Banyak ulama yang menafsirkan sebagian dari hadits ini. Di antaranya, adanya <strong>anak yang durhaka kepada orang tuanya</strong>, tidak jelas lagi antara budak dengan tuannya, dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Tulisan ini tidak untuk menafsirkan hadits yang mulia seperti di atas. Tidak juga untuk mencandai maksud hadits yang serius ini. Dengan ungkapan yang hampir mirip dengan hadits di atas, saat ini ada fenomena besar di masyarakat , yaitu ketika <strong>seorang pencuri melahirkan polisi atau penangkapnya</strong>.</p>
<p><span id="more-440"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Orang tua mana pun, tentu menginginkan anaknya kelak akan berbakti kepadanya. Ia akan hormat kepada orang tuanya, membalas kebaikan sang orang tua sebisa mungkin dengan kemampuan yang dimiliki sang anak.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi, bagaimana jika orang tua yang melahirkan dan membesarkan anak itu adalah seorang pencuri ulung. Dan anak yang dilahirkan dan dibesarkan itu sebagai seorang polisi yang akan menangkap si pencuri yang tidak lain orang tuanya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Sang orang tua, mungkin secara spontan akan mengatakan kepada anaknya, “Anakku, kau lahir dari rahimku sendiri. Kau anak kandungku. Kini, kau mau menangkapku, menghukumku, untuk kemudian mempermalukan orang tuamu sendiri ini di tengah perhatian tetangga-tetangga kita. Kamu anak durhaka, anakku! Anak durhaka!”</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau sudah begitu, siapa pun sang anak, kemungkinan berada pada posisi sulit. Kalau ia tangkap, ia akan menyakiti hati orang tuanya sendiri, menghukum dan mempermalukan orang tuanya di depan orang banyak. Tapi kalau tidak ia tangkap, itu artinya ia telah berkhianat dengan nilai keadilan dan kebenaran yang universal. Ia juga tidak amanah dengan tugas yang diembannya sebagai aparat penegak hukum.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika sang anak menjadi sangat emosional, ia akan menjadi penurut, takut, dan tetap hormat kepada orang tuanya walaupun ia yakin orang tuanya itu memang pencuri kakap. Hatinya menjadi luluh, dan ia pun tergolong setan bisu yang mendiamkan kejahatan di depan matanya. Karena setelah begitu lama bergaul dengan orang tuanya, ia paham betul siapa sebenarnya sang orang tua.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, jika sang anak cerdas, istiqamah dalam kebenaran dan keadilan; ia akan tetap menangkap orang tuanya. Walaupun, ia akan dihina, dicaci maki, bahkan diputuskan hubungan ‘darah’nya oleh orang tuanya. “Mulai saat ini, aku tidak ridha telah melahirkanmu!” ucap si orang tua begitu marah.</p>
<p style="text-align:justify;">Segala cacian, bentakan, dan sumpah serapah dari orang tua yang memang bejat itu sudah pasti akan diterima sang anak. Cuma satu hal yang tidak bisa dilakukan si orang tua kepada anaknya, mengancam si anak dengan memasukkannya kembali ke rahim orang tuanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kini, perkelahian anak dan orang tua akhirnya diketahui para tetangga. Para tetangga hanya bisa terperangah seraya berbisik pelan, “Oh ternyata orang tuanya maling ya. Kirain orang yang terhormat!”</p>
<p style="text-align:justify;">**</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Konflik KPK dengan DPR</strong> bisa diibaratkan seperti anak dengan orang tuanya. Disaksikan jutaan pemirsa televisi, DPR mengklaim, “KPK adalah anak kandung DPR!”</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi, publik hampir tidak ragu lagi untuk menyebut DPR sebagai salah satu sarang mafia. Khususnya di sektor yang paling dituju para mafia: anggaran. Di tempat inilah, sekitar 1.700 trilyun uang ditentukan nasibnya. Dan di sini pula, para mafia bisa saling memahami dan tolong menolong dalam kepentingan bersama mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika bisa dikatakan KPK sebagai anak dan DPR sebagai orang tua kandungnya, kata <strong>‘durhaka’</strong> memang tidak lagi pas dialamatkan kepada si anak yang melawan orang tuanya. Atau boleh jadi, memang inilah tanda-tanda jelas kalau kiamat nggak lama lagi datang.</p>
<p style="text-align:justify;"><a title="Sumber" href="http://www.eramuslim.com/hikmah/tafakur/ketika-pencuri-melahirkan-polisi-yang-menangkapnya.htm">Sumber&gt;&gt;</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://caduku.wordpress.com/2011/11/05/ketika-pencuri-melahirkan-polisi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>6</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://0.gravatar.com/avatar/0930c70a2524fcdd8f0065420ba15de197b3d8df594d847b419813ea13b45942?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">The Cleaner</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Syahadah Cinta III</title>
		<link>https://caduku.wordpress.com/2011/11/04/syahadah-cinta-iii/</link>
					<comments>https://caduku.wordpress.com/2011/11/04/syahadah-cinta-iii/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chaphunk]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2011 03:00:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[berpikir positif]]></category>
		<category><![CDATA[Impian]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan baru]]></category>
		<category><![CDATA[kisah inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[kisah kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[positive Thingking]]></category>
		<category><![CDATA[rasa syukur]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Silaturahmi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://caduku.wordpress.com/?p=432</guid>

					<description><![CDATA[Ba’da Magrib kami putuskan untuk pulang. Kami membawa kendaraan motor dari rumah. Karena memang jarak pantai beberapa kilo dari rumah. Aku yang berada di depan membawa motornya dan Endi berada di belakang aku bonceng. Setelah selesai shalat magrib dan sepanjang perjalanan aku merasakan sesuatu yang aneh. Seperti ada orang yang membuntuti kami setelah keluar dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Ba’da Magrib kami putuskan untuk pulang. Kami membawa kendaraan motor dari rumah. Karena memang jarak pantai beberapa kilo dari rumah. Aku yang berada di depan membawa motornya dan Endi berada di belakang aku bonceng.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah selesai shalat magrib dan sepanjang perjalanan aku merasakan sesuatu yang aneh. Seperti ada orang yang membuntuti kami setelah keluar dari masjid. Aku merasa seperti punya janji terhadap seseorang. Tetapi aku lupa janji apa itu.</p>
<p><span id="more-432"></span></p>
<p style="text-align:justify;">“Gie, kapan balik lagi ke Tangerang?” tanya Endi coba memecahkan keheningan di perjalanan.</p>
<p style="text-align:justify;">“Besok pagi. Insya Allah.”</p>
<p style="text-align:justify;">“Berarti ini kebersamaan kita yang terakhir?” Mimiknya sedikit kecewa</p>
<p style="text-align:justify;">“Insya Allah pasti kita ketemu lagi.” Jawabku mencoba mengobati kecewanya.</p>
<p style="text-align:justify;">“Ndi, kamu liat orang yang naik motor dibelakang kita nggak? Kayaknya buntutin kita dari tadi.”</p>
<p style="text-align:justify;">“Yang mana? Nggak ada siapa-siapa koq!” Tegas Endi sambil memperhatikan kebelakang</p>
<p style="text-align:justify;">“Liat di kaca spion. Pakaiannya serba hitam.”</p>
<p style="text-align:justify;">Sssiiittt&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Aku hentikan kendaraan dan coba menoleh kebalakang. Dia, pria berpakaian hitam itu juga ikut berhenti dengan kendaraannya. Hatiku menjadi gelisah. Ada perasaan takut yang tiba-tiba menghantuiku begitu dahsyat.</p>
<p style="text-align:justify;">“Gie, kamu lihat apa sih?”</p>
<p style="text-align:justify;">“Lihat dibelakang kita. Kendaraan itu juga ikut berhenti. Sepertinya memang ada sesuatu yang ia inginkan dari kita.”</p>
<p style="text-align:justify;">“Apa? Aku nggak lihat apa-apa Gie?”</p>
<p style="text-align:justify;">Aku tidak peduli apa tanggapan Endi. Tapi aku merasa sangat takut sekali. Aku tancap gas dengan kecepatan yang tinggi! Aku ucapkan kalimat tauhid sepanjang perjalanan.</p>
<p style="text-align:justify;">“Laa ilaha ilallah&#8230; Laa ilaha ilallah”</p>
<p style="text-align:justify;">“Gie.. Pelan-pelan!” Teriak Endi.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku tidak peduli dengan teriakan Endi. Aku perhatikan kaca spion, sepertinya dia mengimbangi kecepatanku. Aku tambah kecepatanku. Dia semakin mendekat dibelakang. Aku semakin takut tidak karuan. Aku ambil kanan mendahului beberapa kendaraan. Sesampai ditikungan, tiba-tiba muncul truk Fuso dari arah berlawanan. Dan aku tak dapat menghindari truk-fuso itu dengan kecepatan kendaraanku yang tinggi.</p>
<p style="text-align:justify;">Endi berteriak, “GIEE&#8230;! AWAS&#8230;!”</p>
<p style="text-align:justify;">Dan&#8230; DAR&#8230;!</p>
<p style="text-align:justify;">Kendaraan kami menabrak truk Fuso itu. Endi terlempar jauh, dan aku terjatuh masuk kedalam kolong Fuso itu.</p>
<p style="text-align:justify;">SSS&#8230;!</p>
<p style="text-align:justify;">Tubuhku terasa panas seperti terbakar. Remuk seperti ada yang meremas.</p>
<p style="text-align:justify;">“Gie&#8230; gie..” samar-samar terdengar suara Endi memanggilku</p>
<p style="text-align:justify;">HE&#8230; AH&#8230;! HE&#8230; AH&#8230;! HE&#8230; AH&#8230;! Nafasku tersengal-sengal.</p>
<p style="text-align:justify;">Tiba-tiba aku melihat sosok pria yang membuntuti kami tadi. Dia turun dari kendaraan dan berjalan kearahku. Semakin dekat. Semakin besar. Semakin seram. Aku tak dapat melihat wajahnya secara jelas. Aku semakin takut. Aku tersadar ternyata dia adalah Izrail. Malaikat Maut. Dia mendekatiku dan menggapai tubuhku yang remuk.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan tiba-tiba, semuanya menjadi gelap!</p>
<p style="text-align:justify;">Kisah ini hanya fiktif semoga ada hikmahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Wallahu alam bi shawab.</p>
<p style="text-align:justify;"><a title="Sumber" href="http://www.eramuslim.com/kisah/yogie-edi-irawan-syahadah-cinta.htm">Sumber &gt;&gt;</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://caduku.wordpress.com/2011/11/04/syahadah-cinta-iii/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>4</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://0.gravatar.com/avatar/0930c70a2524fcdd8f0065420ba15de197b3d8df594d847b419813ea13b45942?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">The Cleaner</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Syahadah Cinta II</title>
		<link>https://caduku.wordpress.com/2011/11/03/syahadah-cinta-ii/</link>
					<comments>https://caduku.wordpress.com/2011/11/03/syahadah-cinta-ii/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chaphunk]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Nov 2011 03:00:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Anugerah]]></category>
		<category><![CDATA[berpikir positif]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[kata-kata mutiara]]></category>
		<category><![CDATA[kisah inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[kisah kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[positive Thingking]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://caduku.wordpress.com/?p=426</guid>

					<description><![CDATA[Aku sela air mataku, aku tatap matanya, lalu kukatakan, “aku juga bangga punya sahabat sepertimu, yang sangat peduli dan mengerti perasaan sahabatnya”. Jawabku sambil aku balas dekapannya. “Kalau kamu bisa penuhi apa yang orangtuamu inginkan dan membuat mereka bangga, jangankan satu. Empat sekaliguspun mereka pasti akan mengiyakan!” “Ah.. bisa aja.” Sela ku. Aku hanya tersenyum. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Aku sela air mataku, aku tatap matanya, lalu kukatakan, “aku juga bangga punya sahabat sepertimu, yang sangat peduli dan mengerti perasaan sahabatnya”. Jawabku sambil aku balas dekapannya.</p>
<p style="text-align:justify;">“Kalau kamu bisa penuhi apa yang orangtuamu inginkan dan membuat mereka bangga, jangankan satu. Empat sekaliguspun mereka pasti akan mengiyakan!”</p>
<p style="text-align:justify;">“Ah.. bisa aja.” Sela ku. Aku hanya tersenyum. “Ibu sebenarnya sih mengizinkan aku menikah. Tapi ya itu tadi, betul katamu. Ibu khawatir kuliahku berhenti ditengah jalan. Dia ingin aku selesai kuliah dulu.”</p>
<p style="text-align:justify;">“Tapi kamu belum sampai jauh dengan gadis itu kan?” Tanya Endi.</p>
<p style="text-align:justify;">“Maksudmu?”</p>
<p><span id="more-426"></span></p>
<p style="text-align:justify;">“Eee&#8230; ee.. Nggak pacaran kan?”</p>
<p style="text-align:justify;">“Astagfirullah! Ya nggak Ndi! Kamu kayak baru kenal aku aja!” Tegasku sambil melotot.</p>
<p style="text-align:justify;">“Maaf, maaf! Aku hanya khawatir aja! Tapi dia tahu perasaanmu?”</p>
<p style="text-align:justify;">“Enggak!” jawabku sambil menggelengkan kepala. “Cuma kamu, Ibu dan Bapak yang tahu tentang perasaanku ini! Dan aku gak akan mengungkapkan perasaanku ini kecuali dengan wanita yang sah menjadi istriku.” Tegasku.</p>
<p style="text-align:justify;">“Dia akhwat teman satu fakultas.” Lanjutku bercerita. “Setiap kali kuliah aku pasti ketemu dia. Entah dia duduk di depan. Entah dia duduk di belakang. Itu yang menyiksa perasaanku. Aku coba fokus pada pelajaran. Tapi tetap saja aku gak bisa menghilangkan perasaan ini. Aku coba untuk rajin puasa. Bahkan puasa daud. Bahkan aku sering bangun malam. Menangis. Mengadukan semuanya pada Allah. Tetapi belum tampak Allah memberikan jawabannya padaku. Aku semakin disiksa dengan perasaanku karena setiap hari harus bertemu dengan dia di kampus.”</p>
<p style="text-align:justify;">“Ck.. ck.. ck..,” gerutu Endi sambil menggelengkan kepala. “Itu manusiawi Gie. Bukan hanya kamu. Pemuda di seluruh dunia juga pernah merasakan apa yang kamu rasakan. Allah sedang mengujimu. Apakah kamu sanggup menjaga kehormatan dan kesucian dirimu, sampai kamu sabar dan Allah memberikan pertolonganNya. Coba kamu sibukkan dirimu dengan hal-hal yang positif dan berusahalah pelan-pelan untuk melupakannya.”</p>
<p style="text-align:justify;">“Aku sudah coba dengan memadatkan agenda dakwahku di luar jam kerja dan jam kuliahku. Tapi kalau setiap kali kuliah ketemu dia gimana aku bisa melupakannya? Apa aku berhenti kuliah saja?”</p>
<p style="text-align:justify;">“Gie&#8230;! Gie&#8230;! Baru aku bilang. Ingat ibumu yang sangat ingin kamu selesai S1. Coba setiap kali kamu ingat dia, hadirkan wajah ibumu. Perasaan itu adalah fitrah manusia. Allah sedang mengujimu. Kalau kamu sabar untuk tetap menjaga kesucian dirimu untuk tidak terjerumus kepada hal-hal yang Allah tidak ridhai, Allah pasti akan memberikan pertolonganNya padamu. Kamu ingat firman Allah di surat Al-Baqarah 153,</p>
<p style="text-align:justify;">Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.</p>
<p style="text-align:justify;">Astagfirullahaladzim, gumamku dalam hati. Ya Allah ampuni aku yang tidak bisa sabar menghadapi ujianMu ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku peluk erat Endi, dan aku katakan lirih ditelinganya. “Benar Ndi! Terimakasih nasehatmu. Kamu selalu menguatkanku saat aku lemah.”</p>
<p style="text-align:justify;">“Aku sahabatmu Gie. Aku bisa pahami itu.”</p>
<p style="text-align:justify;">“Oya Gie,” endi melepaskan pelukannya. “kalau seandainya Ibu dan bapak merestuimu untuk menikah. Apa gadis itu juga suka sama kamu? Dan apa dia mau sama kamu?”</p>
<p style="text-align:justify;">Glek!</p>
<p style="text-align:justify;">Aku terdiam beberapa detik.</p>
<p style="text-align:justify;">“Iya juga. Apa dia mau sama aku ya?”</p>
<p style="text-align:justify;">“Nah, kalau dia mau sama kamu, belum tentu juga siap untuk nikah. Masalah lagi!”</p>
<p style="text-align:justify;">Tambahnya lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku diam terbengong. Sepertinya ada burung gagak yang menyambar kepalaku.</p>
<p style="text-align:justify;">“Hehehe.. koq bengong! Nah itu artinya kamu gak usah terlalu dibawa perasaan. Kalau itu juga gak jelas! Ya sudah!</p>
<p style="text-align:justify;">“Sebentar lagi magrib, ke masjid yuk!”</p>
<p style="text-align:justify;">“Ayo” jawabku pendek.</p>
<p style="text-align:justify;">Sepanjang perjalanan ke masjid aku coba merenungi kata-kata terakhirnya. Benar juga, kenapa harus aku merasa tersiksa dengan perasaanku. Aku juga tidak tahu apa akhwat itu bersedia menikah denganku.</p>
<p style="text-align:justify;"><a title="Syahadah Cinta III" href="https://caduku.wordpress.com/2011/11/02/syahadah-cinta-iii/">Bersambung&#8230;</a></p>
<p style="text-align:justify;"><a title="Sumber" href="http://www.eramuslim.com/kisah/yogie-edi-irawan-syahadah-cinta.htm">Sumber &gt;&gt;</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://caduku.wordpress.com/2011/11/03/syahadah-cinta-ii/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://0.gravatar.com/avatar/0930c70a2524fcdd8f0065420ba15de197b3d8df594d847b419813ea13b45942?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">The Cleaner</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Syahadah Cinta</title>
		<link>https://caduku.wordpress.com/2011/11/02/syahadah-cinta/</link>
					<comments>https://caduku.wordpress.com/2011/11/02/syahadah-cinta/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chaphunk]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Nov 2011 14:22:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[berpikir positif]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[kata-kata mutiara]]></category>
		<category><![CDATA[kisah kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://caduku.wordpress.com/?p=423</guid>

					<description><![CDATA[Senja ini, di antara syahdu angin laut yang bernyanyi. Seirama dengan tarian ombak yang menggulung-gulung memecah pantai. Menyusuri buti-butir pasir yang kemilau oleh mentari yang mengintip malu dibalik tirai senja. Diiringi panorama burung-burung yang meliuk-liuk indah di angkasa. Tenang, damai, mendengar alam bernyanyi layaknya vokal grup yang saling melengkapi. Subhanallah. Maha Suci Allah yang menciptakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Senja ini, di antara syahdu angin laut yang bernyanyi. Seirama dengan tarian ombak yang menggulung-gulung memecah pantai. Menyusuri buti-butir pasir yang kemilau oleh mentari yang mengintip malu dibalik tirai senja. Diiringi panorama burung-burung yang meliuk-liuk indah di angkasa. Tenang, damai, mendengar alam bernyanyi layaknya vokal grup yang saling melengkapi. Subhanallah. <strong>Maha Suci Allah</strong> yang menciptakan alam sedemikian indah ini. Dan aku seakan-akan mendengar mereka semua melantunkan <strong>Surat Ar-Rahman berbisik ditelingaku.</strong></p>
<p><span id="more-423"></span></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya Kemudian bertemu, Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Dari keduanya keluar mutiara dan marjan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Dan kepunyaanNya lah bahtera-bahtera yang Tinggi layarnya di lautan laksana gunung-gunung. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar-Rahman [55] : 16-25)</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Aku berdiri di tepian pantai. Mataku tajam menatap lautan yang membentang luas. Jiwaku jadi kerdil. Betapa kecilnya diri ini jika dibandingkan makhlukNya yang lain. Apa lagi jika dibanding dengan Dia yang menciptakan ini semua. Allahuakbar! Maha Besar Allah dengan semua ciptaanNya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kilau mentari yang menghiasi langit senja ini semakin indah dan semakin meninggalkan hari. Rasanya ingin berlama-lama di bibir pantai ini. Mentafakuri dan menikmati ciptaanNya yang jarang sekali aku lihat kecuali ketika aku pulang ke Lampung.</p>
<p style="text-align:justify;">“Gie&#8230;!!!” Teriak seseorang dari arah belakangku yang sangat aku kenal.</p>
<p style="text-align:justify;">Endi namanya. Dia sahabat dekatku. Dia yang pertama kali mengajakku ke pantai ini ketika aku pulang setahun yang lalu.</p>
<p style="text-align:justify;">“Ya&#8230;!”</p>
<p style="text-align:justify;">“Sudah jam 5 lewat ¼, balik yu!”</p>
<p style="text-align:justify;">Aku hanya tersenyum menatapnya. Dia datang menghampiriku dan merangkul pundakku dengan akrab.</p>
<p style="text-align:justify;">“Sudahlah! Allah pasti punya rencana indah buatmu.”</p>
<p style="text-align:justify;">“Aku percaya itu. Tapi&#8230;”</p>
<p style="text-align:justify;">“Tapi apa? Aku nggak mengenal Gie sahabatku yang mudah lemah seperti ini. Aku kenal Gie seperti dia menatap setitik perahu yang jauh di lautan luas sana.” Sambil tangannya menunjuk kearah perahu di tengah lautan. “Gie yang fokus pada mimpi dan tujuan-tujuan besarnya. Kamu bukan Gie yang runtuh semangatnya hanya karena satu benturan. Perkara jodoh, Allah berjanji akan memberikan yang baik buat hamba-hambaNya yang baik. Jadi ikhtiarmu dalam mencari bidadarimu itu, hanyalah dengan terus berupaya memperbaiki diri kawan.” Jawabnya tegas berupaya mengingatkanku.</p>
<p style="text-align:justify;">“Hemm&#8230; benar Ndi. Mungkin memang belum saatnya aku untuk menikah dalam waktu dekat ini.”</p>
<p style="text-align:justify;">“Kamu harus tahu apa yang diinginkan bapak dan ibumu. Dia ingin anaknya bisa selesai S1-nya. Bisa mengejar mimpi dan cita-citanya. Betapa bangganya ibumu ketika ia cerita padaku, kalau anak pertamanya bisa melanjutkan sekolahnya di perguruan tinggi dengan biaya sendiri tanpa harus membebani orang tua. Pendidikan tinggi di kampung kita itu barang langka Gie. Ibu dan bapakmu bangga kamu bisa menjadi harapan keluarga. Lihat adikmu yang masih sekolah. Kamu masih harus membantu biaya sekolahnya.” Cerita Endi padaku. Aku pun tak sanggup menahan airmata mendengarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tiba-tiba teringat wajah ibuku yang terlihat lelah membesarkan anaknya. Teringat setiap kali aku pulang ke rumah ia selalu mencium kening dan pipiku. Teringat wajah bapak yang mulai menua dan berkurang produktifnya. Aku tak sanggup lagi menahan tangisku disaksikan laut, mentari dan langit senja. Endi mendekapku kencang. Ia sangat tahu seperti apa perasaanku.</p>
<p style="text-align:justify;">“Maaf sobat! Aku hanya ingin kamu menjadi setegar karang yang diterpa ombak. Aku ingin kamu seperti elang yang terbang di angkasa sana yang tak pernah surut untuk turun meski angin kencang menerpanya. Kamu pahlawan buat keluargamu. Aku bangga punya sahabat sepertimu.” Lanjutnya membesarkan hatiku.</p>
<p style="text-align:justify;"><a title="Syahadah Cinta II" href="https://caduku.wordpress.com/2011/11/02/syahadah-cinta-ii/">Bersambung&#8230;</a></p>
<p style="text-align:justify;"><a title="Sumber" href="http://www.eramuslim.com/kisah/yogie-edi-irawan-syahadah-cinta.htm">&lt;&lt; Sumber &gt;&gt;</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://caduku.wordpress.com/2011/11/02/syahadah-cinta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://0.gravatar.com/avatar/0930c70a2524fcdd8f0065420ba15de197b3d8df594d847b419813ea13b45942?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">The Cleaner</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dunia Hanya Sementara</title>
		<link>https://caduku.wordpress.com/2011/10/15/dunia-hanya-sementara/</link>
					<comments>https://caduku.wordpress.com/2011/10/15/dunia-hanya-sementara/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chaphunk]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Oct 2011 06:00:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Anugerah]]></category>
		<category><![CDATA[berpikir positif]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[kisah inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[positive Thingking]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://caduku.wordpress.com/?p=411</guid>

					<description><![CDATA[Wahai Dunia, Wahai dambaan disetiap zaman, telah berjuang memperebutkanmu sedemikian banyak pembesar dan Raja Raja, mereka menikmati keberhasilan dengan kegembiraan. Dan telah berjatuhan sedemikian banyak para fakir miskin yang menetes air liurnya melihat kenikmatan para raja dunia. Telah datang pula golongan hamba yang shalih yang tak mau memperebutkanmu, mereka melupakanmu dan mencari ridho Allah. Wahai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Wahai Dunia, Wahai dambaan disetiap zaman, telah berjuang memperebutkanmu sedemikian banyak pembesar dan Raja Raja, mereka menikmati keberhasilan dengan kegembiraan. Dan telah berjatuhan sedemikian banyak para fakir miskin yang menetes air liurnya melihat kenikmatan para raja dunia. Telah datang pula golongan hamba yang shalih yang tak mau memperebutkanmu, mereka melupakanmu dan mencari ridho Allah.<br />
<span id="more-411"></span>Wahai Dunia, tidaklah para raja, atau fakir miskin, atau bahkan orang-orang shalih itu meninggalkanmu kecuali kau bekali 1 X 2 meter saja dari milikmu untuk lubang kuburnya, hanya itulah yang kau berikan pada mereka, itulah kebaikanmu pada para pecintamu atau mereka yang meninggalkanmu, sama saja, padahal para pecintamu melupakan segala-galanya hanya untuk mendapatkanmu, namun tak satupun dari mereka meninggalkanmu, selain hanya mendapatkan kuburnya saja, maka para pecintamu meninggalkan harta untuk menjadi bahan perebutan dan percekcokan antara ahli warisnya kelak, dan ia meninggalkanmu dibebani dosa, dan para hamba Shalih mendapat tumpukan pahala.</p>
<p><strong>Firman Allah: &#8220;Dan Kehidupan Dunia hanyalah panggung sandiwara dan fatamorgana belaka&#8221;</strong></p>
<p>Oh Saudara.., sadarlah.. aku dan engkau hanyalah satu sel dari 1 Milyar sel yang terkumpul dalam beberapa tetes cairan kental yang mengalir dari dahsyatnya birahi manusia sebelumku dan sebelummu. 1 Milyar sel itu bertebaran di vagina, berjuang mencapai kehidupan alam rahim, maka 1 Milyar sel itu gagal kesemuanya, mereka semua mati dan terbuang, hanya satu sel yang berhasil selamat ke alam rahim, <strong>ITULAH AKU DAN ENGKAU </strong>, satu-satunya yang berhasil selamat dari 1 Milyarsaudaraku dan saudaramu yang musnah..</p>
<p>Aku dan engkaupun hidup bertebaran memenuhi bumi, lalu mati dan dibenamkan dikubur, kubur kita yang harus dalam, agar bau busuk yang dahsyat kelak, tak terbaui dan mengganggu manusia lain yang masih belum jadi bangkai seperti kita, aku dan engkau akan sendiri, tak ada teman terdekat sekalipun yang mau menemani di kubur kita, tak satupun dari mereka mau perduli terhadap hewan tanah yang menggerogoti kita, lalu hewan tanah akan menggerogoti tubuh ini sedikit demi sedikit, berkeliaran di paru-paru kita, dan mungkin menjadikan otak kepala ini sebagai tempat bertelur. Lalu kita akan habis menjadi tulang, lalu habis lebur menjadi tanah.., musnah.., tak lagi terlihat bentuk ini, tak lagi ada suara ini, wujud ini, semua habislah sudah begitu saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Wahai aku dan kalian, ingatlah bahwa maut membayangiku dan kalian lebih dekat dari bayangan kita sendiri, dan ingatlah bahwa satu nafas kita adalah selangkah menuju ajal.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh : Habib Munzir Al Musawa</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://caduku.wordpress.com/2011/10/15/dunia-hanya-sementara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>4</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://0.gravatar.com/avatar/0930c70a2524fcdd8f0065420ba15de197b3d8df594d847b419813ea13b45942?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">The Cleaner</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jostein Gaarder : Pandangan Filsafat Mana Yang Jadi Pedoman Anda?</title>
		<link>https://caduku.wordpress.com/2011/10/14/jostein-gaarder-pandangan-filsafat-mana-yang-jadi-pedoman-anda/</link>
					<comments>https://caduku.wordpress.com/2011/10/14/jostein-gaarder-pandangan-filsafat-mana-yang-jadi-pedoman-anda/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chaphunk]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Oct 2011 15:16:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[berpikir positif]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[kisah inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[positive Thingking]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://caduku.wordpress.com/?p=409</guid>

					<description><![CDATA[Pertanyaan yang ditanyakan manusia, itulah filsafat. Pertanyaan ini terus berkembang. Misalnya dulu orang bertanya kenapa kita sakit? Ini sudah dijelaskan oleh medis. Ada apa di bulan? Sekarang sudah bisa dijawab.  Sangat menakjubkan betapa ilmu pengetahuan telah berkembang. Tapi tetap ada pertanyaan yang tak terjawab. Apa itu kebahagiaan? Apa yang paling berharga dalam hidup? Apa itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan yang ditanyakan manusia, itulah <strong>filsafat</strong>. Pertanyaan ini terus berkembang. Misalnya dulu orang bertanya <a title="Sakit Itu Ibadah Dan Menggugurkan Dosa" href="https://caduku.wordpress.com/2011/02/24/sakit-itu-ibadah-dan-menggugurkan-dosa/">kenapa kita sakit</a>? Ini sudah dijelaskan oleh medis. Ada apa di bulan? Sekarang sudah bisa dijawab.  Sangat menakjubkan betapa <a title="Pembelajaran Yang Menyenangkan" href="https://caduku.wordpress.com/2011/02/01/pembelajaran-yang-menyenangkan/"><strong>ilmu pengetahuan telah berkembang</strong></a>.<br />
<span id="more-409"></span>Tapi tetap ada pertanyaan yang tak terjawab. <strong>Apa itu kebahagiaan?</strong> Apa yang paling berharga dalam hidup? Apa itu cinta? Kita tak bisa membentuk negara tanpa bertanya, apa itu keadilan? Setiap orang selalu bertanya hal ini, meskipun kita tak bisa berharap mengerti cinta sepenuhnya.</p>
<p>Ada yang bertanya, <strong>siapa Tuhan?</strong> Apa yang terjadi setelah mati? Agama-agama &#8211;misalnya <strong>Islam, Budha, Kriste</strong>n&#8211; menjawab pertanyaan ini dengan kepercayaan. Jadi sebetulnya agama dan filsafat tidak bertentangan.</p>
<p>Pertanyaan-pertanyaan itu berawal dari rasa terpukau terhadap dunia dan kehidupan. <strong>Terpukau pada dunia</strong> adalah hal yang alami muncul sejak lahir. Bahkan cucu kita yang masih bayipun menengok ke sekeliling dengan kekaguman, padahal dia belum bisa berpikir. Manusia sebenarnya terlahir sebagai <strong>filsuf</strong>, kita hanya harus menjaga rasa penasaran itu.</p>
<p>Sayangnya, banyak orang dewasa yang butuh stimulan untuk merasa terpukau. Kita butuh obat, butuh hantu dan alien untuk merasa terpesona. Saya sendiri selalu merasa seperti alien. Saya melihat diri saya di cermin dan bertanya, &#8220;<strong>Siapa saya?</strong>&#8221; Saya masih terpukau.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://caduku.wordpress.com/2011/10/14/jostein-gaarder-pandangan-filsafat-mana-yang-jadi-pedoman-anda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://0.gravatar.com/avatar/0930c70a2524fcdd8f0065420ba15de197b3d8df594d847b419813ea13b45942?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">The Cleaner</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sikap Menentukan Kesuksesan</title>
		<link>https://caduku.wordpress.com/2011/03/25/sikap-menentukan-kesuksesan/</link>
					<comments>https://caduku.wordpress.com/2011/03/25/sikap-menentukan-kesuksesan/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chaphunk]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Mar 2011 08:44:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips dan Trik]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[model pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[positive Thingking]]></category>
		<category><![CDATA[tips dan trik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://caduku.wordpress.com/2011/03/25/sikap-menentukan-kesuksesan/</guid>

					<description><![CDATA[Jika huruf-huruf (alphabet) berikut: A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z Dikonversikan ke dalam angka-angka sebagai berikut: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jika huruf-huruf (alphabet) berikut:</p>
<p>A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z</p>
<p>Dikonversikan ke dalam angka-angka sebagai berikut:</p>
<p>1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26</p>
<p>Maka:</p>
<p>Hard Work hanya bernilai 98%</p>
<p>H+A+R+D+W+O+R+K = 8+1+18+4+23+15+18+11 = 98%</p>
<p>Knowledge hanya bernilai 96%</p>
<p>K+N+O+W+L+E+D+G+E = 11+14+15+23+12+5+4+7+5 = 96%</p>
<p><span id="more-407"></span>Luck hanya bernilai 47%:</p>
<p>L+U+C+K = 12+21+3+11 = 47%</p>
<p>Money hanya bernilai 72%</p>
<p>M+O+N+E+Y = 13+15+14+5+25 = 72%</p>
<p>Leadership hanya bernilai 89%</p>
<p>L+E+A+D+E+R+S+H+I+P = 12+5+1+4+5+18+19+9+16 = 89%</p>
<p>Setiap masalah mempunyai solusi, hanya jika kita mampu mengubah ATTITUDE, apalagi ATTITUDE yang berdasarkan KASIH (Kehendak Allah Selalu Isi Hatiku).</p>
<p>ATTITUDE bernilai 100% (Sempurna)</p>
<p>A+T+T+I+T+U+D+E = 1+20+20+9+20+21+4+5 = 100%</p>
<p>Inilah ATTITUDE yang perlu diperhatikan ketika menjalani kehidupan dan pekerjaan sehari-hari yang membuat hidup kita menjadi sempurna 100%.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://caduku.wordpress.com/2011/03/25/sikap-menentukan-kesuksesan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>4</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://0.gravatar.com/avatar/0930c70a2524fcdd8f0065420ba15de197b3d8df594d847b419813ea13b45942?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">The Cleaner</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>4 Tips Mengatur Gaji Yang Brillian</title>
		<link>https://caduku.wordpress.com/2011/03/13/4-tips-mengatur-gaji-yang-brillian/</link>
					<comments>https://caduku.wordpress.com/2011/03/13/4-tips-mengatur-gaji-yang-brillian/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chaphunk]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Mar 2011 12:37:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips dan Trik]]></category>
		<category><![CDATA[Masa Depan]]></category>
		<category><![CDATA[menabung]]></category>
		<category><![CDATA[mengatur gaji]]></category>
		<category><![CDATA[pegawai negeri sipil]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[tips dan trik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://caduku.wordpress.com/?p=391</guid>

					<description><![CDATA[Hati-hati terjebak dalam gaya hidup anda yang tidak sesuai dengan jumlah penghasilan. Simak tips berikut dalam mengatur jumlah penghasilan yang anda dapatkan sehingga anda dapat mengatur belanja anda dan kebutuhan yang lain.Berhenti mengeluh masalah gaji Sekarang adalah masa untuk memutar otak anda bagaimana cara agar gaji dapat memenuhi segala kebutuhan hidup anda. Jangan sampai ludes [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Hati-hati terjebak dalam <strong>gaya hidup</strong> anda yang tidak sesuai dengan <strong>jumlah penghasilan</strong>. Simak tips berikut dalam mengatur jumlah penghasilan yang anda dapatkan sehingga anda dapat <strong>mengatur belanja</strong> anda dan kebutuhan yang lain.<span id="more-391"></span><strong>Berhenti mengeluh masalah gaji</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang adalah masa untuk memutar otak anda bagaimana cara agar gaji dapat memenuhi segala kebutuhan hidup anda. Jangan sampai ludes hanya karena biaya kekantor dan memenuhi kebutuhan yang tidak perlu.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Menabunglah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Saran saya jika anda menerima gaji, segeralah sisihkan 25 % untuk ditabung. Anda harus percaya dengan menabung bisa menyelamatkan anda dalam kondisi yang darurat.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Biaya transportasi harian</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dari 75 % dari sisa penghasilan anda setelah ditabung hitung biaya transportasi yang anda butuhkan untuk bekerja. Jika ternyata bisa menghabiskan sepertiganya, anda harus berhati-hati. Pikirkan! dengan menggunakan transportasi alternative yang lebih murah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Membayar tagihan bulanan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ingat anda harus membayar tagihan bulanan, misalnya kontrakan, listril dan lain-lain. Hitung berapa sisanya dari hasil keseluruhan. Nah, setelah itu sisadari penghasilan anda ambil 10% untuk having fun.</p>
<p style="text-align:justify;">Ingatlah satu hal! Dengan gaya hidup anda yang cosmo suatu saat bisa menjadi pemangsa pada diri sendiri. Yang jelas kuncinya adalah jangan berlebihan dalam membelanjakan uang anda.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://caduku.wordpress.com/2011/03/13/4-tips-mengatur-gaji-yang-brillian/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://0.gravatar.com/avatar/0930c70a2524fcdd8f0065420ba15de197b3d8df594d847b419813ea13b45942?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">The Cleaner</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sang Munafiq Tulen</title>
		<link>https://caduku.wordpress.com/2011/02/25/sang-munafiq-tulen/</link>
					<comments>https://caduku.wordpress.com/2011/02/25/sang-munafiq-tulen/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chaphunk]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Feb 2011 03:00:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Abdi Negara]]></category>
		<category><![CDATA[berpikir positif]]></category>
		<category><![CDATA[kisah kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[pegawai negeri sipil]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://caduku.wordpress.com/?p=376</guid>

					<description><![CDATA[Sungguh kita mendapatkan tontonan “gratis” bagaimana para elit politik dan pejabat kita berseru yang katanya mau memberantas korupsi. Kita tidak tahu mana yang benar, mana yang berbohong. Tapi banyak diantara mereka termasuk orang-orang munafiq tulen. Hadits Muslim yang diriwayatkan Abdullah bin Amru r.a, Rasulullah SAW bersabda : “ada empat hal yang barang siapa menjalaninya, maka [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sungguh kita mendapatkan tontonan “<strong>gratis</strong>” bagaimana para <strong>elit politik</strong> dan pejabat kita berseru yang katanya mau <strong>memberantas korupsi</strong>. Kita tidak tahu mana yang benar, mana yang berbohong. Tapi banyak diantara mereka termasuk <strong>orang-orang munafiq tulen</strong>.<br />
<span id="more-376"></span><br />
Hadits Muslim yang diriwayatkan Abdullah bin Amru r.a, Rasulullah SAW bersabda :</p>
<blockquote><p>“ada empat hal yang barang siapa menjalaninya, maka ia orang munafiq tulen. Barang siapa yang pada dirinya terdapat salah satu karakter kemunafiqan sehingga ia meninggalkannya, yaitu pertama, apabila berbicara ia berdusta. Kedua, apabila membuat kesepakatan, tidak ditepati. Ketiga, apabila berjanji, ia ingkari. Keempat, apabila bermusuhan, ia membongkar rahasia lawannya (dahulu merupakan kawan).”</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kepandaian berbohong</strong> dari tokoh dan <strong>pejabat munafiq</strong> telah menyuburkan praktek “<strong>mark up</strong>”, <strong>laporan fiktif, korupsi, kolusi, suap dan pungli</strong>, yang sekarang masih merajalela di negeri kita dan berakibat <strong>menyengsarakan rakyat</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Di dunia mulut kita bisa berbohong tapi di akhirat nanti perbuatan tersebut tidak dapat dilakukan, sebab saat itu mulut kita terkunci. Namun tangan dan anggota tubuh yang lainnya akan berbicara sebagaimana firman Allah dalam <strong>surat Yasin</strong> 65:</p>
<blockquote><p>“pada hari ini Kami tutup mulut mereka, dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan member kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.”</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Untuk membersihkan penyakit ini maka yang utama yang harus dibangun adalah <strong>kultur kejujuran</strong> dan ketegasan dalam memberantas korupsi, bukanlah hanya sebagai <strong>jargon</strong> saja</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://caduku.wordpress.com/2011/02/25/sang-munafiq-tulen/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>4</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://0.gravatar.com/avatar/0930c70a2524fcdd8f0065420ba15de197b3d8df594d847b419813ea13b45942?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">The Cleaner</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sakit Itu Ibadah Dan Menggugurkan Dosa</title>
		<link>https://caduku.wordpress.com/2011/02/24/sakit-itu-ibadah-dan-menggugurkan-dosa/</link>
					<comments>https://caduku.wordpress.com/2011/02/24/sakit-itu-ibadah-dan-menggugurkan-dosa/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chaphunk]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Feb 2011 03:00:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips dan Trik]]></category>
		<category><![CDATA[Anugerah]]></category>
		<category><![CDATA[berpikir positif]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[kisah inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[positive Thingking]]></category>
		<category><![CDATA[rasa syukur]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[tips dan trik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://caduku.wordpress.com/?p=374</guid>

					<description><![CDATA[Ketika sakit menimpa, kita sering panik. Dalam benak kita hanya terpikirkan obat, dokter, atau klinik. Pikiran itu tidak salah karena obat dan dokter adalah proses ikhtiar. Yang harus kita pahami betul bahwa Alllah SWT. yang menyembuhkan kita bukan dokter atau obat. Ilmu dokter adalah sangat terbatas, bagaikan setetes air dalam samudera dibandingkan dengan ilmu Allah. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Ketika sakit menimpa</strong>, kita sering panik. Dalam benak kita hanya terpikirkan <strong>obat, dokter, atau klinik</strong>. Pikiran itu tidak salah karena obat dan dokter adalah <strong>proses ikhtiar</strong>. Yang harus kita pahami betul bahwa <strong>Alllah SWT</strong>. yang menyembuhkan kita bukan dokter atau obat.<br />
<span id="more-374"></span><br />
<strong>Ilmu dokter</strong> adalah sangat terbatas, bagaikan <strong>setetes air dalam samudera</strong> dibandingkan dengan <strong>ilmu Allah</strong>. DIA <strong>menguji manusia</strong> dengan sakit dan bersamaan dengan itu pula tentu <strong>bertaburan hikmah</strong> didalamnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dibalik kesusahan itu ada hikmahnya</strong> sebagaimana firman Allah SWT. berikut  :</p>
<blockquote><p>“Karena sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.” (Al Insyirah /94 ayat 5 dan 6)</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ketidakpahaman terhadap <strong>hakikat sakit</strong> ini, sering kita panic, bersikap reaktif, emosional, menyalahkan kondisi bahkan menyalahkan <strong>Sang Pencipta</strong>. Padahal sakit itu juga merupakan <strong>ibadah</strong>. Bukalah akal hati kita, berdo’alah, berikhtiarlah dan tabahlah menghadapi kondisi yang tidak menyenangkan itu, karena kehidupan ini memang didesain oleh Allah sebagai <strong>tempat ujian</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Allah menguji keimanan dan kesabaran manusia baik ketika sakit atau sehat untuk beriman dengan benar yang pembuktian keimanannnya diwujudkan dengan mengerjakan <strong>amal-amal sholeh</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu amal sholeh ketika sedang sakit adalah <strong>tabah dan gigih</strong> dalam usaha untuk berobat dan mencari kesembuhan. Oleh karena itu, mari kita sikapi dengan baik bila atau ada anggota keluarga yang menderita sakit untuk senantiasa mawas diri terhadap kesalahan untuk kita perbaiki.</p>
<p style="text-align:justify;">Apapun jenis sakit yang diderita oleh orang beriman termasuk sakit karena “tertusuk” duri, apabila dijalani dengan sabar dalam menyikapinya, dan gigih dalam usaha pengobatannya dan diawali dengan mawas diriterhadap keslahan-kesalahan kita, bisa menggugurkan dosa sebagaimana <strong>hadits Qudsi</strong> yang diriwayatkan oleh Bukhari dan juga Muslim.</p>
<blockquote><p>“Tidak ada musibah yang menimpa seperti keletihan, kelesuan, sakit, duka, susah atau gangguan sekedar tusukan duri melainkan Allah akan menghapus sebagian dosanya.”<strong> (Bukhari – Muslim)</strong></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Insya Allah.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://caduku.wordpress.com/2011/02/24/sakit-itu-ibadah-dan-menggugurkan-dosa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>8</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://0.gravatar.com/avatar/0930c70a2524fcdd8f0065420ba15de197b3d8df594d847b419813ea13b45942?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">The Cleaner</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
