<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872</atom:id><lastBuildDate>Tue, 28 Apr 2026 08:37:49 +0000</lastBuildDate><category>opini</category><category>kenangan</category><category>koleksi</category><category>keluarga</category><category>yarsi</category><category>klinik</category><category>blog</category><category>Tarbiyah</category><category>deskripsi</category><category>nginggris</category><category>bioteknologi</category><category>PTT</category><category>resensi</category><title>Catatan Harian Dokter Indra</title><description>Mencatat hari-hari, membangun mimpi</description><link>http://indrakus.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (indrakus)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>145</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><xhtml:meta content="noindex" name="robots" xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml"/><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-2790823500576020982</guid><pubDate>Sat, 15 Oct 2016 03:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-10-15T10:33:26.066+07:00</atom:updated><title/><description></description><link>http://indrakus.blogspot.com/2016/10/blog-post.html</link><author>noreply@blogger.com (indrakus)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-8193124255818172522</guid><pubDate>Sat, 15 Oct 2016 03:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-10-15T10:33:18.033+07:00</atom:updated><title>Connexin, Lem Umat Islam</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVDV9Gvh47w-EO_S9IZ-a-H90gUFP-Dq8tN3vlv1xLIW0mb8jtJk4OybO6UxI9-L7QbbWoiMHsyDzoTveiHktnDYirFyeRg2yOJmFpwwm2Z78IOQZHhwab11jYADN01NcVeBNru7J4AG0G/s1600/connexin.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="242" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVDV9Gvh47w-EO_S9IZ-a-H90gUFP-Dq8tN3vlv1xLIW0mb8jtJk4OybO6UxI9-L7QbbWoiMHsyDzoTveiHktnDYirFyeRg2yOJmFpwwm2Z78IOQZHhwab11jYADN01NcVeBNru7J4AG0G/s320/connexin.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Hari-hari ini adalah harinya grup whatsapp, begitu juga tulisan ini, idenya hinggap saat menyimak saut-sautan dalam sebuah grup whatsapp. Berbeda dengan grup-grup lainnya, grup yang satu ini seringkali “go deep” . Saya beri satu contoh yaitu polemik gubernur jakarta saat ini pak Basuki atau yang lebih diakrabi dengan nama Ahok. Saat polemik Ahok memuncak grup ini masuk dalam bahasan sinergi antar komponen dan orkestrasi respon yang adekuat, terukur, dan permanen. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
Membicarakan sinergi antar komponen dalam tubuh umat islam dan upaya orkestrasi respon umat islam tentu bukan hal sederhana. Komunikasi, koordinasi, antar pemimpin, antar juru bicara, dan antara akar rumput secara vertikal dan horizontal adalah hal-hal krusial kalau mau bicara sinergi dan orkestrasi. Nah ! ketika memikirkan hal ini, saya teringat satu protein yang dulu pernah saya pelajari, namanya Connexin.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Long story short, connexin seperti yang dapat dibayangkan dari namanya “to connect” berperan dalam komunikasi antar sel jantung. Jantung bergerak secara ritmis, dengan koordinasi yang ciamik antar bagian-bagiannya sehingga mampu memompa darah keseluruh tubuh. Terkadang, karena sesuatu hal koordinasinya kacau, empunya jantung bisa megap-megap kebiruan, apalagi kalau ada salah satu bagian yang ngambek gara-gara tidak mendapat suplai makanan dan oksigen via pembuluh darah karena ada sumbatan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Beberapa connexin membentuk connexon yang terletak pada dua sel otot jantung yang bersebelahan, dia menghubungkan sitoplasma kedua sel secara langsung, sehingga setiap perubahan kondisi ionik pada sitoplasma sel yang satu akan segera mempengaruhi kondisi ion-ion pada sitoplasma sel sebelahnya. Hal ini memungkinkan koordinasi seketika antar sel otot jantung. Jadi, ketika pandangan mata kepala saya angkat dan melihat pelbagai macam organ dan kelompok dalam tubuh umat islam, saya bertanya siapakah connexin dalam tubuh umat islam saat ini? siapakah yang memungkinkan koordinasi seketika antar komponen umat islam sehingga betul-betul ia bertindak bagai satu tubuh ?&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Harus ada individu umat islam, yang tidak dapat berkelompok karena orbit edarnya berbeda-beda, namun memiliki kesadaran yang sama untuk berperan sebagai lem untuk umat islam. Lem yang merekatkan antar organ, antar kelompok, antar unit sekaligus memfasilitasi komunikasi dan koordinasi diantara organ, kelompok dan unit ini. Individu-individu lem ini bekerja secara mandiri, terpisah-pisah, tidak saling mengenal, namun memiliki kemampuan deteksi yang serupa sehingga mampu (1) menangkap sinyal komunikasi, (2) melakukan interpretasi pesan dan situasi yang berkembang serta (3) menyusun rencana aksi yang personalized untuk situasi dan kondisi khas lingkungan sosial yang melingkupinya dirinya sendiri. &lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Hal ini berarti individu lem kita di produksi atau di kader oleh satu kurikulum dengan pabrikan yang sama, namun, memiliki kemampuan beroperasi secara mandiri dan otonom. Meski demikian untuk menjamin keseragaman pesan, tetap diperlukan suatu sistem sentralisasi yang “over the air” dan ini sudah tersedia, dalam pandangan saya yaitu via grup whatsapp atau sepupunya yang lain. Sudah pasti individu kita ini bukanlah aktor utama pemimpin umat atau juru bicara organisasi, bukan pula da’i kondang atau wakil rakyat serta selebriti dalam skala dan bentuk apapun. Lem umat islam ini tiada lain adalah sekadar seorang al-akh yang dalam istilah biologi bisa dianggap telah teraktivasi atau seorang activated al-akh (aa akhi)&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Lalu bagaimana aa akhi kita beroperasi? seperti connexin, dia bertujuan memungkinkan proses koordinasi seketika. Pertama dia menerima informasi dari sentral grup lalu menyebarkan informasi yang tervalidasi keseluruh wilayah operasinya dan bila memungkinkan memberikan saran aksi atau membuat rencana aksi yang senada dengan organ dan komponen umat lainnya. Sehingga target minimal aa akhi kita adalah sosialisasi informasi, kemudian baru koordinasi aksi dan terakhir orkestrasi respon sebagai bentuk paling optimal.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Sistem ini memiliki kelemahan utama yaitu bila sentral informasi mengalami infiltrasi sehingga berpotensi digunakan untuk agenda-agenda disinformasi, agitasi dan provokasi, bila hal ini terjadi celaka dua belas kita semua. Menutupi kelemahan ini maka sentral informasi sebaiknya bukanlah sebuah command center melainkan discussion center dengan spektrum yang beragam agar setiap potensi disinformasi terungkap dan menjadi bahan pertimbangan. aa akhi kita sendiri haruslah seorang yang mampu berfikir mandiri dalam artian dia bukan seorang prajurit yang sekadar menerima komando, tapi lebih menyerupai perwira telik sandi yang baik dan cerdas. Seperti juga connexon yang dibentuk beberapa connexin, maka sepantasnya fungsi ini juga diperankan oleh beberapa aa akhi yang bekerjasama dan saling membantu.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Saya tidak yakin apakah celotehan ini berarti untuk anda, tapi, bagi penulis ide yang tumbuh membesar di dalam kepala harus dipindahkan segera dalam tulisan sebelum membuat isi kepala terasa sesak. demikian.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Sampai jumpa di kesempatan berikutnya&lt;/div&gt;
</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2016/10/hari-hari-ini-adalah-harinya-grup.html</link><author>noreply@blogger.com (indrakus)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVDV9Gvh47w-EO_S9IZ-a-H90gUFP-Dq8tN3vlv1xLIW0mb8jtJk4OybO6UxI9-L7QbbWoiMHsyDzoTveiHktnDYirFyeRg2yOJmFpwwm2Z78IOQZHhwab11jYADN01NcVeBNru7J4AG0G/s72-c/connexin.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-776828747016076355</guid><pubDate>Tue, 27 Oct 2015 02:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-10-27T09:11:07.418+07:00</atom:updated><title>Bait Putus Asa</title><description>&lt;div style="background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Ketika pemimpin adil dan bijaksana&lt;br /&gt;Harapan timbul pada gurat wajah rakyat&lt;br /&gt;Ketika pemimpin welas lagi asih&lt;span class="text_exposed_show" style="display: inline;"&gt;&lt;br /&gt;Cinta dan bakti mendorong segala upaya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="text_exposed_show" style="background-color: white; color: #141823; display: inline; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 19.32px;"&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 6px;"&gt;
Sesaat tambatan harapan tenggelam&lt;br /&gt;Resah beriak dalam benak rakyat&lt;br /&gt;Sesaat tambatan hati berpaling&lt;br /&gt;Rakyat telanjang dalam kesendirian&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Sengsara, merana, kalut dan menangis&lt;br /&gt;Yang tersisa hanya keluh tiada habis&lt;br /&gt;Yang terbit hanya cerca tiada guna&lt;br /&gt;Lalu bertanya kapan kiamat tiba?&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Bila semua sibuk melindungi diri&lt;br /&gt;Bila semua sibuk melindungi hati&lt;br /&gt;Tiada peduli nasib jutaan&lt;br /&gt;Atau ratusan yang kehilangan harapan&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Tiada guna bait berbait dijalin&lt;br /&gt;Tiada guna usaha dan upaya&lt;br /&gt;Hanya waktu yang memutus segalanya&lt;br /&gt;Mari duduk bermanis dalam putus asa&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2015/10/bait-putus-asa.html</link><author>noreply@blogger.com (indrakus)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-192087934295820378</guid><pubDate>Tue, 14 Jul 2015 23:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-07-15T06:23:56.105+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">bioteknologi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">koleksi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">nginggris</category><title>Foreskin-derived skin equivalent in exchange for animal testing*</title><description>&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;* dibuat sebagai essay persyaratan mengikuti seleksi Novartis International Biocamp 2015&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
The European union completely ban the use of animal testing for cosmetics
development in 2013. The ban was a critical milestones in the effort to phase
out experimentation using animals. The medical research community were
currently guided by principles that whenever possible, to replace animal with
other reliable methods, reduce the number of animal and refine the techniques
used to minimize potential pain and distress and promote animal welfare. These
trends leads to the development of alternatives to animal testing. One such
alternatives is the use of cell culture and tissue engineering.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; The Fraunhofer institute in 2010
launch the “skin from factory” project that essentially produced skin equivalents
in a fully automated process. The institute recognized that skin equivalents as
in vitro test system for chemicals, cosmetics and drugs are rare. Production of
an in vitro test system by manual cell culture and tissue engineering is time
consuming and required specifically trained personnel. Most interesting was
that the skin source for such system were foreskins which was an abundant by
product/medical waste of compulsory practice of khitan in Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rumah Sunatan a leading company
focused in khitan services claimed to reach more than 15.000 patient a year.
This is an untapped resource unique of Indonesia home to millions of observant Muslims.
This point of view is, for sure, not without challenges. Among others is the
ethical and religious issues that centered on the commercial use of human
tissues. However research on the potential cultivation of foreskins could
result benefit for many field such as stem cells, regenerative medicine, cell
therapy, cryopreservation.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Recently, the discovery of the
non-tumorigenic multilineage-stress enduring cells (MUSE) from dermal
fibroblast potentially resolve the concern on the use of iPS cells for therapy.
Dermal fibroblast contains a pluripotent subpopulation of mesenchymal stem
cells that evidently does not form tumour. This findings extends further the
importance of foreskin as skin sample source in regenerative medicine.
Cryopreservation of cells isolated from so many samples a year will also
stimulate research in the field of cryobiology and bio banking.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; In conclusion, the production of
foreskin-derived skin equivalent as an in vitro skin testing system on a large
scale will largely reduce the demand on animal testing.&amp;nbsp; Indonesia has a unique potential to solve other
problems in medical research. Communication with appropriate religious body and
government agency should be commenced to resolve issues that aroused on the
collection, cultivation and storage of foreskins for medical research.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2015/07/foreskin-derived-skin-equivalent-in.html</link><author>noreply@blogger.com (indrakus)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-6612051755089040301</guid><pubDate>Sat, 09 May 2015 12:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-07-16T19:16:33.662+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">koleksi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tarbiyah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">yarsi</category><title>Barisan Kebaikan Memberikan Harapan</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div style="background-color: white; clear: left; color: #141823; float: left; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;
&lt;img height="320" src="https://fbcdn-sphotos-d-a.akamaihd.net/hphotos-ak-xpa1/v/t1.0-9/11205128_10206179452145841_1231565452886562013_n.jpg?oh=468319e9195181922a9a90c27be5c015&amp;amp;oe=5659F692&amp;amp;__gda__=1448381572_ee8f8a0a4e5b02c11cb7b91979b083b3" width="240" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;
Dimanapun dalam ruang-ruang kehidupan kebaikan akan selalu berhadapan dengan kebatilan. Anasir kebaikan seringkali harus berhadapan dengan kebatilan yang telah berurat akar. Menghadapi kebatilan yang terstruktur maka harus dibentuk barisan yang berisi anasir-anasir kebaikan. Kesatuan prinsip, kesamaan cara pandang, serta semangat beramal didalam ba&lt;span class="text_exposed_show" style="display: inline;"&gt;risan tersebut adalah berkah luar biasa yang sering tidak kita sadari. Upaya mempertahankan kerapihan dan keutuhan barisan yang kompak lebih utama daripada tugas penyerangan atau target kemenangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="text_exposed_show" style="background-color: white; color: #141823; display: inline; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;
&lt;br /&gt;
Barisan yang kokoh dapat menjadi jangkar untuk kebaikan, kibaran bendera yang menandai titik kumpul orang-orang beriman, serta tempat menumpahkan keikhlasan amal dan air mata ukhuwah. Barisan yang kompak berkesempatan memperluas ruang-ruang kebaikan, mengirim dutanya membawa cahaya menerangi relung gelap kebatilan, hingga tampak jelas dibawah cahaya matahari perbedaan antara yang haq dan yang batil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cita-cita kita letakkan setinggi langit, hasil usaha kita serahkan pada sang pemilik takdir, tugas kita hanya berusaha semampu dan sebaik yang dapat kita berikan. Meski demikian mempertahankan dinamika lebih utama dari pada menggapai cita-cita. Dinamika dan partisipasi niscaya akan membuka celah-celah kebaikan dan ruang-ruang amal sekalipun kecil dan sederhana. Fokus pada cita-cita tentu baik tapi membangun harapan untuk masa depan yang cerah lebih utama, karena kita bekerja dalam kerangka waktu yang lebih panjang dari pada usia pengabdian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harapan memungkinkan estafeta generasi untuk merealisasikan impian dan cita-cita di masa depan yang jauh. Prinsip dasar dari strategi nafas panjang adalah membangun harapan, mempertebal kesabaran, dan menghindari ketergesaan. Semangat membangun dan memperbaiki adalah modal utama, kesatuan kata dan perbuatan menjadi pegangan. Partisipasi dan keterlibatan akan membuat kita basah dan kotor, harus di sadari, ini bukan tempat orang suci..tapi ini adalah tempat orang yang hobi bertobat, orang yang jujur pada dirinya dan tidak takut mengakui kesalahan. Partisipasi memungkinkan kita memotret anatomi dajjal, merangkai patofisiologi kebatilan dan menemukan manajemen terapi terbaik untuk setiap kondisi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Barisan kebaikan ini menempatkan wewenang dan kekuasaan di tangan bukan di hatinya sehingga setiap prestasi dan wanprestasi tidaklah melekat pada dirinya, bila usaha maksimal telah di keluarkan. Barisan kebatilan menempatkan wewenang dan kekuasaan di hatinya sehingga secara alamiah menganggap setiap prestasi pastilah bersumber darinya sementara setiap wanprestasi akan ditolak, disembunyikan atau di carikan kambing hitamnya agar tidak mengotori jubah kekuasaan yang sedang dikenakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk agenda perbaikan berikan usaha terbaik, tapi jangan serahkan leher kalian untuk memaksakan kemenangan kecil atau karena keputus-asaan. Kenalilah kapan saatnya untuk merunduk, mundur teratur, agar dapat mengangkat bendera di palagan berikutnya. Demi Sang pemilik takdir, pemimpin yang baik lebih berharga daripada tercapainya target-target, karena selama pemimpin tersebut ada harapan akan selalu menyertainya tapi bila target-target telah tercapai semua akan rusak kembali tanpa pemimpin yang baik. Karena itu selama masih ada orang-orang beriman yang bersedia mengotori dirinya dalam mengarungi rawa-rawa kepemimpinan, mereka niscaya berkata: Harapan itu masih ada !!&lt;/div&gt;
</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2015/05/barisan-kebaikan-memberikan-harapan.html</link><author>noreply@blogger.com (indrakus)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-4068277266096492232</guid><pubDate>Fri, 01 May 2015 08:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-01T15:04:51.837+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">koleksi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">yarsi</category><title>Untuk para pemimpin yang berselancar diatas gelombang perubahan</title><description>&lt;div style="background-color: white; margin-bottom: 6px;"&gt;
&lt;div style="color: #141823; font-family: helvetica, arial, 'lucida grande', sans-serif; font-size: 14px; line-height: 19.3199996948242px;"&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Mengelola gelombang, mengendalikan ombak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Merangkai mimpi menuju pantai perbaikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
adalah pekerjaan para dai, hobi para mujahid&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
inilah agenda para ulama dan warisan para nabi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Keikhlasan bergerak, semangat melangkah,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
keteraturan bekerja adalah sunnatullah perjuangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
begitu pula segala kendala, kesulitan dan himpitan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
siapa yang tak ingin memberi bantuan untuk kebaikan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
siapa yang rela ketinggalan mendorong gerbong kemajuan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Setiap niat mulia akan menghimpun pendukung kebajikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Semoga Allah swt berikan barakah atas setiap peluh,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
pahala untuk setiap penat serta kesehatan diatas yang lain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
untuk para pemimpin yang bekerja dengan nafas panjang..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
untuk para pemimpin yang berselancar diatas gelombang
perubahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Hail Caesar ! We who about to die, salute you&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2015/05/untuk-para-pemimpin-yang-berselancara.html</link><author>noreply@blogger.com (indrakus)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-1897561912529742459</guid><pubDate>Mon, 12 Jan 2015 05:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-01T15:01:19.686+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">keluarga</category><title>Membeli Rumah</title><description>Membeli rumah, apalagi rumah pertama, tentu satu hal yang mau tidak mau di alami setiap pasangan. Saya dan istri mengalaminya akhir tahun lalu. Pertama kami sangat berhutang pada blogger lain yang menuliskan pengalamannya dan sering kali menjadi acuan buat kami berdua. Tulisan ini juga bukan berarti kami pakar dalam hal ini dan dapat menjadi rujukan. Pertama kami mulai dengan mencari rumah dari iklan di internet, brosur, spanduk, pameran, setelah sekian lama mencari kami memutuskan untuk akhirnya mengunjungi beberapa lokasi perumahan, tepatnya 3 lokasi yang kami kunjungi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTal5S-pXIApRE6d8IFbaIaI50GvU6AubOknxMJJPSf-oYGUmKh" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTal5S-pXIApRE6d8IFbaIaI50GvU6AubOknxMJJPSf-oYGUmKh" /&gt;&lt;/a&gt;Tempat pertama adalah perumahan muslim di daerah depok. Kami mengunjungi site pembangunan sambil menghitung waktu yang dibutuhkan dengan moda transportasi umum (kereta + ojek). Akses juga menjadi salah satu pertimbangan kami. Perumahan ini dilalui oleh angkot meski saat kami membuktikannya dalam setengah jam hanya 1 mobil yang lewat :) Harga rumah, model rumah dan pertimbangan lainnya langsung terbang melayang dan kami pulang hampir-hampir kapok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini rumah yang kami beli dan sedang kami cicil saat ini justru berada di perumahan tersebut. Aneh sekali bukan? cerita saya pada akhirnya akan sampai kesana tapi saya gatal ingin menekankan poin ini bahwa membeli rumah itu memang "jodoh-jodohan"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meneruskan cerita, pada kesempatan berikutnya kami mendatangi perumahan kedua di daerah bogor sekitar stasiun cilebut. Oya, kami mencari rumah yang dapat diakses dari stasiun kereta, itu berarti pencarian kami dilakukan sepanjang jalur depok-bogor. Perumahan ini kecil dengan akses yang cukup memadai, harga terjangkau kantong, akan tetapi yang menjadi ganjalan adalah skema diskon uang muka yang cukup besar. Kami saat itu berusaha memahami prosedur perbankan dan aturan hukum yang berlaku dan sepanjang pengetahuan kami modus diskon uang muka ini agak sulit dipercaya. Saya tidak jelaskan detail, pada intinya kami menemukan distrust terhadap pengembang perumahan ini. Marketing yang menawarkan perumahan ini juga tidak berasal dari perusahaan yang sama dengan pengembang menambah distrust lebih dalam lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perumahan ketiga masih di jalur depok-bogor kami dapatkan dari pameran di&amp;nbsp; jakarta. Kami mengunjungi site tersebut pada hari yang sama setelah dari pameran. Hal ini membuktikan aksesnya yang memadai, harga yang terjangkau bahkan kami berfikir untuk ambil 2 sekaligus. Kami sudah membayar booking untuk dua rumah sekaligus. Intinya kesan kami sangat baik untuk perumahan ini dan juga ternyata tidak jauh dari perumahan kakak kami yang memang dari pengembang yang sama. satu hal yang mengganjal adalah adanya SUTET yang melintasi perumahan ini. Akhirnya kami membatalkan untuk membeli perumahan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu kami meluaskan pencarian termasuk rumah-rumah second. Satu rumah saat itu menjadi incaran kami, karena lokasinya yang sangat dekat dan sangat strategis, cocok sekali untuk usaha meski tidak terlalu luas. Kendalanya adalah status tanah tersebut yang meski sudah SHM namum dulunya adalah tanah kategori fasum/fasos dan saat itu disekitar rumah tersebut pemerintah sedang membangun taman-taman kota. Hal ini menjadi kekhawatiran, masa iya baru punya rumah nanti langsung digusur pemda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya kemudian mendatangi tata kota dan dinas pertamanan yang hasil akhirnya adalah tidak ada jaminan tanah tersebut tidak dimasukkan dalam proyek pemda karena mereka sendiri mengetahui lokasinya yang sebelumnya adalah tanah fasos/fasum. Enggan berurusan dengan pemda kalau nanti perlu legal action maka kami pun mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, setelah saat itu kami pun menurunkan ekspektasi dan mencari kontrakan saja, saat itu niat kami sudah bulat untuk pindah dari rumah yang sekarang kami tumpangi. Alhamdulillah dapat rumah yang cocok dekat sekolah anak-anak dan cukup luas dengan harga yang terjangkau. Uang muka dibayarkan dan kami sudah mengumumkan untuk pindah rumah akhir tahun ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersambung</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2015/01/membeli-rumah.html</link><author>noreply@blogger.com (indrakus)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-6944699705381633308</guid><pubDate>Fri, 01 Aug 2014 17:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-08-02T00:42:28.749+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">koleksi</category><title>Koleksi Pilpres 2014</title><description>Pemilihan Presiden tahun 2014 ini memang istimewa, seru, jadi sumber pertengkaran, perseteruan, ajang olok-olok dan tentunya sumber inspirasi yang kaya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
berikut adalah kalimat-kalimat yang saya keluarkan akibat situasi yang terjadi pada pilpres apa adanya sebagai pengingat untuk diri saya pribadi,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada musim kampanye saya tidak banyak memperhatikan karena bulan itu saya dalam perjalanan di eropa. perlu di perhatikan bahwa saya adalah pendukung No.1 :)&lt;br /&gt;
Berikut yang pertama: Tribute buat pak Prabowo&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;Merenungi sosok&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a data-hovercard="/ajax/hovercard/page.php?id=23383061178" href="https://www.facebook.com/PrabowoSubianto" style="background-color: white; color: #3b5998; cursor: pointer; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; text-decoration: none;"&gt;Prabowo Subianto&lt;/a&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&amp;nbsp;saya teringat The Riddle of Strider, bagi para penggemar&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a data-hovercard="/ajax/hovercard/page.php?id=238473202893744" href="https://www.facebook.com/officialtolkien" style="background-color: white; color: #3b5998; cursor: pointer; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; text-decoration: none;"&gt;J.R.R. Tolkien&lt;/a&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;, fans LOTR dan sejarah Midlle Earth khususnya mengenai Dunedain of The North tentu sudah familier dengan puisi ini&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;All that is gold does not glitter&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;Not all those who wander are lost&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;The old that is strong does not wither&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;Deep roots are not reached by the frost&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;i&gt;From the ashes a fire shall&lt;span class="text_exposed_show" style="display: inline;"&gt;&amp;nbsp;be woken&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="text_exposed_show" style="background-color: white; display: inline;"&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: center;"&gt;
&lt;span class="text_exposed_show" style="background-color: white; display: inline;"&gt;&lt;i&gt;A light from the shadows shall spring&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="text_exposed_show" style="background-color: white; display: inline;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: center;"&gt;
&lt;span class="text_exposed_show" style="background-color: white; display: inline;"&gt;&lt;i&gt;Renewed shall be blade that was broken&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="text_exposed_show" style="background-color: white; display: inline;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: center;"&gt;
&lt;span class="text_exposed_show" style="background-color: white; display: inline;"&gt;&lt;i&gt;The crownless again shall be king.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="text_exposed_show" style="background-color: white; display: inline;"&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: left;"&gt;
Next kalimat untuk para saksi yang bekerja keras:&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;div style="color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;Ditengah kabut asap perang psikologis,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;kebenaran bergantung di ujung tanduk&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;lengah sekejap rakyat banyak menangis&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;dan negara hancur remuk&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;para saksi lah yang kini berdiri di garis terdepan,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;ketajaman mata mereka yang membedakan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;haq dan batil terpaut segaris tipis sahaja&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;mari doakan mereka, para saksi di medan laga&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
ketika hasil pemilu sudah keluar tanda-tandanya, saya mengarahkan tudingan pada kaum golput:&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;i&gt;they put the nation in waiting&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: italic; line-height: 20px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: italic; line-height: 20px;"&gt;they put the people in uncertainty&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: italic; line-height: 20px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: italic; line-height: 20px;"&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: italic; line-height: 20px;"&gt;they put us all in the brink of social unrest&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: italic; line-height: 20px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: italic; line-height: 20px;"&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: italic; line-height: 20px;"&gt;and to put salt on a wound&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: italic; line-height: 20px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white;"&gt;&lt;/span&gt;
&lt;div style="color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: italic; line-height: 20px; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="background-color: white;"&gt;they feel happy and very much relax on the condition&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="background-color: white;"&gt;
&lt;div style="color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: italic; line-height: 20px; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: left;"&gt;
Terakhir mengenai sportifitas dan legowo yang tiba-tiba jadi trending topic&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;div style="color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;Sportifitas, sikap gentleman atau legowo adalah ilusi, tabir asap yg diciptakan oleh kaum penindas untuk membungkam protes...&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;i&gt;Sportifitas sejati hanya muncul diatas penghormatan thd kebenaran dalam pertarungan yg adil&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;i&gt;Sikap legowo demi persatuan dan perdamaian hanyalah kosmetika publik untuk menutupi wajah buruk kezaliman&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;i&gt;Pejuang sejati mengenali dan mengagumi kekalahan mutlak akibat tipu daya dalam peperangan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;i&gt;Tapi berdiam diri atas kekalahan serupa diluar medan tempur adalah absurd, tanda kelemahan dan jiwa yg terbelenggu..singkatnya mental Inlander !&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="color: #37404e; font-family: Helvetica, Arial, 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2014/08/koleksi-pilpres-2014.html</link><author>noreply@blogger.com (indrakus)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-1055244876512162899</guid><pubDate>Fri, 01 Aug 2014 17:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-08-02T00:37:34.716+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">deskripsi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kenangan</category><title>Europe Trip : Paris</title><description>Bulan lalu akhirnya saya menjejakan kaki di Eropa..Benua biru..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya dan dua orang rekan berkesempatan mengikuti training di Jerman. Topik trainingnya penting, tapi bukan maksud saya menceritakannya dalam tulisan ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
saya ingin membagi kesan saya dalam perjalanan ini. Eropa bukan benua yang asing lagi sebenarnya, sudah banyak yang mengisahkannya bahkan membuatnya jadi film. Orang bilang perjalanan akan membuka mata kita, entahlah tapi apa yang saya lihat ternyata menjadi konfirmasi apa yang selama ini saya fikirkan ( the sceptic in me)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjs0OpII3pqxmf4R4g-p5he4ZsWa1ViaadCiBpxLnczkOy7FMiiKhKCI8mrZh5fU1_iQI_a9rm0HhodKZQ_I0BiaAorzjXKHaCMOC2pmQY_C7aXrr2ag-6cDw9BuCg1VMyssEb8E_CE-PIe/s1600/altAvtOQroy1c19pEE1VYIo8tziWhm6WG456pPvf8w1MEVQ%5B1%5D.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjs0OpII3pqxmf4R4g-p5he4ZsWa1ViaadCiBpxLnczkOy7FMiiKhKCI8mrZh5fU1_iQI_a9rm0HhodKZQ_I0BiaAorzjXKHaCMOC2pmQY_C7aXrr2ag-6cDw9BuCg1VMyssEb8E_CE-PIe/s1600/altAvtOQroy1c19pEE1VYIo8tziWhm6WG456pPvf8w1MEVQ%5B1%5D.jpg" height="200" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;Paris, Ibukota eropa adalah kota pertama yang kami kunjungi, transit satu hari sebelum menjadi tujuan akhir kami Koln di jerman. Salah satu minat saya dalam perjalanan adalah melihat kehidupan keseharian warganya, jadi saya selalu memilih menggunakan tranportasi publik, seperti metro dan subway. Saya juga sebisa mungkin menghindari area turis yang terlalu ramai. Passion saya sebenarnya pada kultur dan sejarah suatu tempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIlhARUWgOHT7O4szlwjiGEKR8wVY9rdI1_1Z02W_VrfPBK610DuzAMN4F1uwsMY1gD31or5W5anNfO-Gb-saf55-0aX7n6IqXzZTOLVgaJSUSUUz7Jdw_ezUvum9-lOcGBre6S5AyZm0G/s1600/20140531_225914%5B1%5D.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIlhARUWgOHT7O4szlwjiGEKR8wVY9rdI1_1Z02W_VrfPBK610DuzAMN4F1uwsMY1gD31or5W5anNfO-Gb-saf55-0aX7n6IqXzZTOLVgaJSUSUUz7Jdw_ezUvum9-lOcGBre6S5AyZm0G/s1600/20140531_225914%5B1%5D.jpg" height="320" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;Hei !, tapi siapa yang bisa menolak mengunjungi Eiffel ketika sampai di Paris, jadi sebagai kompromi saya mengatur 2 site yang kami kunjungi yaitu Eiffel dan Louvre. Kami sampai ke Louvre meski hanya sampai halamannya saja, simply no idea how to get inside LOL. Di kejauhan kami melihat Eiffel, jadi setelah makan dan uang secukupnya kami kembali ke bawah tanah, figure out which metro to take :)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eiffel turn out berupa stuktur metal kelabu yang mulai nampak lusuh dan muram, mungkin karena usia, cuaca atau beratnya menjadi saksi bagi warga Paris dan dunia yang mengunjunginya (its summer for heaven sake).&lt;br /&gt;
Kami akhirnya mengaso di tepian air sungai Seine, fikiranku melayang ke kisah-kisah dalam tetralogi Emperor-nya Conn Iggulden, betapa perjuangan bangsa Romawi membawa peradaban dan jaringan jalannya ke wilayah Gaul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZbm_NSPd1yH1ltw3ALGcyDJ0E-FII5Rlk-Sn4LBFLgQAsVONlaBwleC0sttxc4EucbqMri4aG1hVZYnl8dKzNIYj_imjuDAhyx-tcU1A4u8ZXgjIxK0GHaTv6vgV01dtK3imYBaTXW8DO/s1600/WP_20140607_004%5B1%5D.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZbm_NSPd1yH1ltw3ALGcyDJ0E-FII5Rlk-Sn4LBFLgQAsVONlaBwleC0sttxc4EucbqMri4aG1hVZYnl8dKzNIYj_imjuDAhyx-tcU1A4u8ZXgjIxK0GHaTv6vgV01dtK3imYBaTXW8DO/s1600/WP_20140607_004%5B1%5D.jpg" height="200" width="111" /&gt;&lt;/a&gt;Di Paris kami melihat, kaki lima, calo, pengemis, gelandangan, metro yang bau pesing, tapi kami juga melihat gabled house yang cantik, bangunan-bangunan megah, dan patung-patung. Berbagai macam ras, dan suku bangsa menghuni kota ini, memang luar biasa. Sisa hari itu kami habiskan untuk memulihkan tubuh dari jet lag.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di akhir rangkaian perjalanan sebelum kembali ke jakarta, kami sempat ke Paris lagi dan kembali ke Louvre, kami memutuskan untuk berjalan sepanjang taman dan menyaksikan bagaimana cahaya matahari begitu dihargai di eropa :) dan mengakhiri trip eropa kami dengan tidur siang dibawah naungan pepohonan di taman yang menghadap bundaran dengan Obelisk di tengahnya</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2014/08/europe-trip-paris.html</link><author>noreply@blogger.com (indrakus)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjs0OpII3pqxmf4R4g-p5he4ZsWa1ViaadCiBpxLnczkOy7FMiiKhKCI8mrZh5fU1_iQI_a9rm0HhodKZQ_I0BiaAorzjXKHaCMOC2pmQY_C7aXrr2ag-6cDw9BuCg1VMyssEb8E_CE-PIe/s72-c/altAvtOQroy1c19pEE1VYIo8tziWhm6WG456pPvf8w1MEVQ%5B1%5D.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-8852246587269556813</guid><pubDate>Fri, 25 Apr 2014 15:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-04-25T22:27:13.254+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">bioteknologi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">nginggris</category><title>Geraniin supplementation  increases  human keratinocyte proliferation in serum-free culture</title><description>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Indra
Kusuma&lt;sup&gt;1&lt;/sup&gt; and Restu Syamsul Hadi&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;sup style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; line-height: 150%;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; line-height: 150%;"&gt;Physiology
Department, Faculty of Medicine, YARSI University&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;sup style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; line-height: 150%;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; line-height: 150%;"&gt;Anatomy
Department, Faculty of Medicine, YARSI University&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;Abstract&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Background&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Various products used in cellular
therapy utilize tissue culture techniques&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;requiring
keratinocyte culture&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;An
efficient and clinically acceptable &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;keratinocyte &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;culture system
requires supplements with mitogenic activity. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;Geraniin &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;is a phytochemical with the
potential as a &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;su&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;p&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;plemen&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;t&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;for
expansion c&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;ultur&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;e&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;of keratinocytes&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;The objective of the present study was
to verify the mitogenic activity of &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;geraniin
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;on
human keratinocytes&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;Met&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;h&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;od&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;s&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;This was an experimental study using two
samples of human foreskin&amp;nbsp; obtained by
circumcision&amp;nbsp; of a male child&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Epidermal keratinocytes were isolated
from the foreskin samples and cultured with the addition of &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;epidermal growth factor an&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;d&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt; bovine pitutary extract. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;The
keratinocytes were divided into paired groups, comprising intervention and
control groups. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;The intervention groups
were cultured with &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;geraniin&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;
supplementation&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;whereas
the control groups were cultured with standard supplements, without the
addition of &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;geraniin. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Mitochondrial
activity of the cells was evaluated by means of the &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;MTT&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt; proliferation assay&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Absorbance values in each of the groups
was measured at &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;450 nm. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Data
a&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;nal&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;y&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;sis &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;was performed with the &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;paired
&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;t-test.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Results&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;G&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;eraniin &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;supplementation significantly increased the
keratinocyte proliferation rates at dosages of &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;0&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;8 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;to &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;1 µM. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;An increase of &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;57%&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt; in the proliferation rate was obtained
at a &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;dos&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;age
of &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;6 µM&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;, while at a dosage of &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;12&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;5 µM&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;
toxic effects were starting to appear&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;. Geraniin &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;presumably causes increased cellular
energy status, resulting in increased proliferation rates.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Conclusion
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;The findings in this study provide
evidence in support of the utilization of &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;geraniin &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;as a &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;su&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;p&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;plemen&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;t for expansion culture of &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;keratino&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;cytes&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Further studies may presumably identify
the molecules acting as geraniin receptors and the intracellular &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;me&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;ch&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;anism&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;s&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;underlying
the increase in proliferation rates.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 200%;"&gt;Key
words&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 200%; mso-ansi-language: IN;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 200%; mso-ansi-language: IN;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 200%;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 200%; mso-ansi-language: IN;"&gt;eratino&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 200%;"&gt;cyte&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 200%; mso-ansi-language: IN;"&gt;, geraniin, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 200%;"&gt;foreskin&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 200%; mso-ansi-language: IN;"&gt;, prolifera&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 200%;"&gt;tion&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 200%; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhW-MUpvEY0NyYZ4FLtTRs3hG1uLcbICd97QbnRsIqp9piQxXnhfNSM-23YQImj-1sYXghWDaoLJXsWtcBINZXOz4Usi0zehYdrDvymRX4iJ_mbtiCjnbBKcfmhgHTUQicalL32VuLQKZPk/s1600/foto+keratinocytes+geraniin.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhW-MUpvEY0NyYZ4FLtTRs3hG1uLcbICd97QbnRsIqp9piQxXnhfNSM-23YQImj-1sYXghWDaoLJXsWtcBINZXOz4Usi0zehYdrDvymRX4iJ_mbtiCjnbBKcfmhgHTUQicalL32VuLQKZPk/s1600/foto+keratinocytes+geraniin.jpg" height="225" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Keratinocytes, Cobble-stone Appearance &amp;gt;90% Confluence&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;a href="https://www.researchgate.net/publication/237008745_Geraniin_supplementation_increases_human_keratinocyte_proliferation_in_serum-free_culture"&gt;Full Text&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.univmed.org/wp-content/uploads/2013/05/indra.pdf"&gt;Full Text1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2014/04/geraniin-supplementation-increases.html</link><author>noreply@blogger.com (indrakus)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhW-MUpvEY0NyYZ4FLtTRs3hG1uLcbICd97QbnRsIqp9piQxXnhfNSM-23YQImj-1sYXghWDaoLJXsWtcBINZXOz4Usi0zehYdrDvymRX4iJ_mbtiCjnbBKcfmhgHTUQicalL32VuLQKZPk/s72-c/foto+keratinocytes+geraniin.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-1782276688289206591</guid><pubDate>Wed, 27 Nov 2013 16:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-11-27T23:09:57.199+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">koleksi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><title>Surat Terbuka PROKAMI untuk Indonesia (original version)</title><description>&lt;span style="background-color: white; color: #222222; font-family: Calibri, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;*orginal version dari Press Release IMANI-PROKAMI terkait demonstrasi dokter 27 November 2013.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #222222; font-family: Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;as per req. dr Achmad Zaki M.Epid. SpOT disusun selasa 26 November 2013 diatas commuter line Bogor-Jakarta en route ke stasiun cikini, ketikan awal disusun di Microsoft One Note Nokia Lumia. Sumber referensi: Risalah Pergerakan (Hassal Al Banna), Wajah Dokter Indonesia ( {Prof.Sjamsuridzal Djauzi)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #222222; font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div lang="id" style="font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;"&gt;
Assalamualaikum
wr wb&lt;/div&gt;
&lt;div lang="id" style="font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div lang="id" style="font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;"&gt;
Ba'da tahmid
dan shalawat, mencermati kegaduhan di ruang-ruang komunikasi seputar kasus
hukum yang dialami sejawat peserta pendidikan program dokter spesialis
kebidanan dan kandungan di manado, serta menangkap kegelisahan sejawat dokter
dan kegundahan tenaga kesehatan lainnya. PROKAMI sebagai stakeholder kesehatan
di negeri ini menyampaikan seruan pada bangsa Indonesia...&lt;/div&gt;
&lt;div lang="id" style="font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div lang="id" style="font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;"&gt;
1. Kepada
saudara kami para dokter yang diikat oleh sumpah yang satu, suarakan aspirasi
kalian besok sebagai hak setiap warga negara. Ingatlah bahwa Allah swt yang
menyembuhkan penyakit bukan kalian, simpan keraguan dan tutup kebimbangan,
pengabdian kita tidak sepatutnya menghilangkan keadilan.&lt;/div&gt;
&lt;div lang="id" style="font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div lang="id" style="font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;"&gt;
2. Kepada
sejawat tenaga kesehatan, perawat, bidan, analis, radiografer, fisioterapis dan
lainnya kita adalah keluarga. Mari lupakan sejenak perselisihan, ini adalah
momentum evaluasi, konsolidasi, reposisi dan reorganisasi. Ambilah pelajaran
dan antisipasi karena sejarah akan berulang&lt;/div&gt;
&lt;div lang="id" style="font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div lang="id" style="font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;"&gt;
3. Kepada
industri farmasi, pejabat kesehatan, pemimpin profesi, civitas akademika,
pemilik modal bangunlah! Kita beredar dalam orbit yang sama, ada fundamental
yang salah dengan sistem kesehatan di negeri ini. Mari kita manfaatkan momentum
ini untuk formulasikan sistem yang harmoni, seimbang dan berkeadilan.&lt;/div&gt;
&lt;div lang="id" style="font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div lang="id" style="font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;"&gt;
4. Kepada
rakyat, kami adalah kalian, hubungan kita bukanlah produsen dan konsumen, bukan
provider dan klien, bukan pula keluarga atau saudara melainkan kita adalah
sahabat. Setelah segala yang terjadi kami tetap teguh dengan jabat
persahabatan, semoga Allah swt meringankan beban kalian dengan kesehatan.
Seperti semua sahabat, kami hanya menyatakan apa adanya, tidak lebih.&lt;/div&gt;
&lt;div lang="id" style="font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div lang="id" style="font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;"&gt;
Demikian,
untuk negeri ini dan masa depan umat Islam&lt;/div&gt;
&lt;div lang="id" style="font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div lang="id" style="font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;"&gt;
Wassalamualaikum
wr wb.&lt;/div&gt;
</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2013/11/surat-terbuka-prokami-untuk-indonesia.html</link><author>noreply@blogger.com (indrakus)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-6053627198401577777</guid><pubDate>Sat, 23 Nov 2013 18:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-11-24T01:51:13.795+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><title>Persepsi masyarakat terhadap Ilmu Pengetahuan</title><description>&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;*Diolah dari Sergei Kapitza; Public perception of
science and anti science: science and counter culture. World Confrence of
Science Hungaria 1999 untuk tugas mata kuliah filsafat sains program doktor IPB&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Pada zaman
modern, Ilmu pengetahuan dasar dapat dipandang sebagai bagian dari kultur.
Kontribusi Ilmu pengetahuan praktis dalam perkembangan industri dan ekonomi
tidak dapat disangkal. Meski demikian interaksi Ilmu Pengetahuan dengan
masyarakat, pendidikan dan kultur jauh lebih kompleks dan sering kali
kontroversial. Ilmu Pengetahuan telah berkembang menjadi dalam skala global
menembus batas-batas negara sementara kultur semakin erat dikaitkan dengan
identitas bangsa dan bahasa serta tradisi lokal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Ilmu pengetahuan
berkembang&amp;nbsp; dalam bidang yang semakin
lama semakin spesifik akan tetapi masyarakat menerima informasi ilmu
pengetahuan melalui upaya multidisiplin, hal ini menyulitkan proses transfer
informasi dan pemahaman oleh orang awam atau bahkan para pejabat pemerintahan.
Hal ini menjadi sebab hilangnya kontak antara ilmu pengetahuan dengan
masyarakat dan kebutuhan manusia dalam kehidupan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Bentuk perceraian
antara&amp;nbsp; ilmu pengetahuan dan masyarakat
dapat berupa 1) muncul kembalinya kepercayaan kuno yang bersifat supernatural. Di
Indonesia hal ini dapat terlihat pada fenomena “Ponari”&amp;nbsp; dan &amp;nbsp;larisnya dukun menjelang tahun pemilu,
keduanya mewakili kepercayaan terhadap kekuatan magis yang bertentangan dengan
rasionalitas medis dan kalkulasi politik. 2) penolakan terhadap
perkembangan-perkembangan modern seperti energi nuklir, rekayasa genetik yang
semakin berkembang. Dalam banyak kejadian penolakan ini berupa rasa takut yang
irrasional dan kurangnya pemahaman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Perkembangan
tekhnologi yang pesat merubah perangkat keras masyarakat sedemikian cepat
hingga perubahan perangkat lunak masyarakat selalu tertinggal dan orang-orang
kemudian mundur dan berlindung pada ide-ide lama. Jurang pemisah yang semakin
lebar ini mungkin adalah alasan penolakan terhadap ilmu pengetahuan dan sikap
anti-ilmu pengetahuan. Tren ini bahkan terlihat diantara para ilmuwan sendiri
berupa hilangnya identitas, dan degradasi moral ilmuwan yang terperangkap dalam
dunia yang semakin kompetitif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Efek lebih
signifikan kemudian terlihat pada hilangnya rasa percaya dan harapan, serta
runtuhnya ide-ide yang selama ini memberi panduan dan tujuan. Penolakan
terhadap rasio dan sikap positif adalah konstruk postmodernisme. Kondisi
hilangnya arah dan tujuan serta rendahnya pemahaman dan pengertian terhadap
ilmu pengetahuan menjerumuskan masyarakat pada sikap pro “natural” yang keliru.
Maraknya riset herbal, anjuran &lt;i&gt;back to
nature&lt;/i&gt;, hidup sehat alami, “obat alami tanpa efek samping”, serta pengobatan
ala nabi mudah-mudahan bukanlah bagian sikap anti-ilmu pengetahuan&amp;nbsp; melainkan murni aktivitas mencari ilmu
pengetahuan sehingga sepatutnya berkembang secara terstruktur dan terarah
seperti layaknya ilmu pengetahuan disusun, dikaji, dibuktikan dan
diorganisasikan dengan baik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2013/11/persepsi-masyarakat-terhadap-ilmu.html</link><author>noreply@blogger.com (indrakus)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-3620890061754481968</guid><pubDate>Tue, 19 Nov 2013 16:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-11-20T00:10:49.400+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">koleksi</category><title>Menghimpun pemikiran yang terserak</title><description>*tulisan adalah kata pengantar yang dibuat untuk buku Bunga Rampai Kedokteran Islam (original version)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;a href="http://goo.gl/sMF1hF"&gt;Form Pemesanan buku&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;http://goo.gl/sMF1hF&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuOMZIQxSWA9ZiUqATBnXPYC9bWy8pjnH1fIJLelNi73LdvClGZl3j2Tjyhflpo9Aw1Y8NlAxoKIaqBr2Of28YIyNrXp3C1baq1VQNcoi-CXphzSRZCfSXd88PIhfHroAZqRsweCeb6oAh/s1600/bungarampai.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="224" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuOMZIQxSWA9ZiUqATBnXPYC9bWy8pjnH1fIJLelNi73LdvClGZl3j2Tjyhflpo9Aw1Y8NlAxoKIaqBr2Of28YIyNrXp3C1baq1VQNcoi-CXphzSRZCfSXd88PIhfHroAZqRsweCeb6oAh/s320/bungarampai.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Harga Rp.50.000 belum termasuk ongkos kirim&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Lebih dari setahun yang lalu
kami memulai suatu kebiasaan yang kami anggap baik yaitu mengumpulkan tulisan.
Melalui berbagai cara, sekian tulisan yang terserak hasil karya para dokter
muslim berhasil dikumpulkan. Kisah para dokter selalu menarik untuk diceritakan
mulai dari kisah klasik seperti &lt;/span&gt;&lt;i style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;The
Doctor&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt; karya novelis Eric Segal sampai &lt;/span&gt;&lt;i style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Team
Medical Dragon&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt; karya mangaka Akira Nagai dan Taro Nogizaka. Muslim yang
menggunakan kacamata Islam dalam kehidupannya sebagai dokter tentu memiliki aroma
khas yang terasa dalam tulisan-tulisan ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Bukan kebetulan pula bila
sebagian besar dari kami berasal dari satu almamater yang suatu ketika pernah
memiliki suatu momen bersama namun saat ini terpencar di setiap penjuru mata
angin dan dalam dimensi kehidupan yang berbeda menjalani takdirnya
masing-masing. Tulisan-tulisan ini mengungkap isi fikir kami sebagai muslim dan
dokter sekaligus. Buku ini memberikan kami kesempatan untuk melakukan reuni,
suatu reuni pemikiran dalam kedokteran Islam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;R&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;uas pertama dalam buku ini
bercerita tentang dilema, mimpi dan harapan. Melalui bagian ini kami bercermin
dan melihat kembali apakah jalan yang kami tempuh saat ini memang jalan yang
layak untuk seorang muslim. Dari laboratorium ke meja operasi dan dari ruang
praktek ke dalam benak serta relung jiwa pasien. Ruas ini kami akhiri dengan
doa lulusan dokter yang merangkum dan menggenggam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Ruas kedua kami isi dengan
tulisan yang memberi tuntunan untuk pelbagai masalah seperti problem rokok dan
shaum Ramadhan. Kami juga menggali makna dari ilmu dan pengalaman yang tidak
jarang mendorong proses &lt;i&gt;deep thinking&lt;/i&gt;.
Beberapa tulisan disajikan dalam bentuk hasil kunyahan atas ilmu yang tidak
setiap orang mampu menimbanya. Pada ruas ketiga kami berusaha mendefinisikan
kedokteran islam secara formal. Bagian ini adalah hasil pemikiran &amp;nbsp;mengenai beberapa aspek dalam kedokteran islam
seperti tinjauan historis, pelayanan kesehatan, pengobatan ala nabi serta peran
ulama. Kami mengikutsertakan guru kami Ust. Ahmad Sarwat, Lc. dan dr Siti
Aisyah Ismail untuk memperkaya bagian ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Terakhir, seperti juga
kehidupan, dunia kami diwarnai perdebatan. Kedokteran Islam difahami oleh
banyak kepala dengan beragam pemikiran beserta cabang-cabang pandangannya. Ruas
ini menjadi fokus keprihatinan kami karena muslim tidak saja telah memahami
tapi juga melaksanakan dan menyebarluaskan kebodohan yang dibalut semangat
dakwah dan jihad. Sedemikian hingga kami melihat fenomena eropa di abad
kegelapan terjadi pada sebagian kecil komunitas muslim di abad kebangkitan
Islam namun dengan konsekuensi yang dapat&amp;nbsp;
melumpuhkan generasi muslim.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Buku ini berusaha merangkum
pemikiran yang terserak membentuk mozaik, aroma dan bunga rampai mengenai
muslim, dokter dan kedokteran Islam. Satu hal yang kami sadari, kedokteran
Islam, sebelum hal lainnya, adalah seorang dokter yang menggunakan Islam untuk
memandang kehidupannya. Buku ini berharap menjadi bagian dari upaya membangun
budaya belajar dan menulis, kultur rasionalitas ilmu dan intuisi kalbu,
peradaban hati dan akal serta menjadi bagian dari arus kebangkitan Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2013/11/menghimpun-pemikiran-yang-terserak.html</link><author>noreply@blogger.com (indrakus)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuOMZIQxSWA9ZiUqATBnXPYC9bWy8pjnH1fIJLelNi73LdvClGZl3j2Tjyhflpo9Aw1Y8NlAxoKIaqBr2Of28YIyNrXp3C1baq1VQNcoi-CXphzSRZCfSXd88PIhfHroAZqRsweCeb6oAh/s72-c/bungarampai.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-4147430980171114888</guid><pubDate>Tue, 11 Jun 2013 15:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-11T22:40:28.839+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kenangan</category><title>Peranku bagi Indonesia</title><description>*essay untuk aplikasi beasiswa&lt;a href="http://www.lpdp.depkeu.go.id/"&gt; LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;Sebagai dosen dan
peneliti khususnya di fakultas kedokteran saya ingin berkontribusi setidaknya
dalam dua bidang. Pertama sebagai pendidik di lingkungan fakultas kedokteran
saya ingin menularkan semangat dan kultur riset pada calon dokter Indonesia.
Dokter dengan semangat dan kemampuan yang mumpuni di bidang riset akan selalu
membawa kemajuan pada kedokteran atau kesehatan apapun bidang yang diampunya
kelak. Dokter yang selalu berhati-hati, cermat, pantang menyerah, mudah
berkolaborasi, mampu menulis tentu akan memberikan manfaat yang besar pada
kemajuan dunia kedokteran dan kesehatan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;Dokter Indonesia
yang terbiasa melakukan penelitian akan cenderung berhati-hati ketika
menghadapi masalah dan tidak kehilangan akal ketika dihadapkan pada
keterbatasan alat dan fasilitas. Sebagai contoh dokter yang bertugas di daerah
terpencil dapat memperbaiki generator berbasis panel sel surya yang telah lama
terbengkalai karena mampu memahami buku manual. Perbaikan generator tersebut
memungkinkan penyimpanan stok vaksin untuk program imunisasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;Penelitian selalu
mendorong kolaborasi hingga seorang dokter dapat berkomunikasi secara setara
dengan koleganya serta memaklumi bahwa sebagai manusia memiliki keterbatasan
ilmu. Kemampuan menulis, mengutarakan ide dan melaporkan temuan sangat
diperlukan oleh dokter agar kolega dan masyarakat luas dapat mengikuti
perkembangan Ilmu kedokteran dengan baik. Sebagai contoh sistem rujukan hanya
dapat berjalan bila spirit kolaborasi dan kerendahan hati dimiliki oleh setiap
dokter. Tidak akan terdengar cerita dokter yang “memelihara pasien” atau pasien
yang berobat langsung ke layanan spesialistik, karena ketika seorang dokter
merasa tidak memiliki cukup ilmu untuk menangani pasien ia akan merujuk atau
berkonsultasi dengan koleganya. Sementara di pihak lain seorang dokter layanan
spesialistik juga tidak akan serta merta menerima pasien tanpa rujukan yang sesuai
dengan bidang ilmu spesialistik yang dikuasainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;Dokter yang
memahami kultur riset cenderung rasional dan lebih mempercayai data dan fakta
serta tidak silau dengan iming-iming keuntungan duniawi. Kemampuan membuat
proposal riset, melaksanakan, melaporkan dan membuat publikasi riset adalah
satu set keahlian yang memungkinkan seorang dokter menjadi pembelajar seumur
hidup. Sebagai contoh adalah maraknya &lt;i&gt;pseudoscience&lt;/i&gt;
yang beredar mulai dari terapi batu giok hingga terapi yang bersifat
supranatural. Dokter akan mudah memisahkan terapi rasional dengan terapi
abal-abal hingga dapat memberikan saran dan edukasi yang terbaik untuk
masyarakat umum&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;Hal kedua yang
ingin saya berikan adalah kontribusi di bidang kedokteran regeneratif di
Indonesia. Kedokteran regeneratif meliputi bidang rekayasa jaringan, sel punca,
dan biomaterial. Meski Indonesia masih tergolong negara berkembang dan
prioritas riset masih terfokus pada penyakit infeksi menular namun bidang
kedokteran regeneratif adalah masa depan yang harus dirintis sejak sekarang.
Riset dan aplikasi terapi regeneratif akan mendorong industri farmasi
meninggalkan tekhnologi konvensional dan beralih pada bioteknologi dengan
produk berupa biofarmaka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;Rekayasa jaringan
mencakup penggantian jaringan atau bahkan organ tubuh yang rusak dengan
jaringan/organ yang dikembangkan di dalam laboratorium. Hal ini menjadi
alternatif untuk memenuhi &lt;i&gt;demand&lt;/i&gt;
transplantasi organ yang selalu lebih besar dari &lt;i&gt;supply&lt;/i&gt;. Sebagai contoh penyakit diabetes akibat produksi insulin
yang kurang, suatu saat alih-alih melakukan injeksi insulin secara rutin pasien
dapat mendapat transplantasi pankreas dengan kemampuan produksi insulin yang
normal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;Bidang sel punca
saat ini sudah sampai pada tahap produksi sel yang mampu berdiferensiasi
menjadi hampir seluruh jenis yang ada dalam tubuh menggunakan sel pasien
sendiri. Fibroblas dan keratinosit yang didapat dari kulit dapat di induksi
tanpa menggunakan perantara virus menjadi sel iPSc (&lt;i&gt;Induced pluripotent stem cells&lt;/i&gt;) suatu sel yang mampu
berdiferensiasi menjadi sel dari ketiga lapisan germinal ectoderm, mesoderm dan
endoderm.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;Bidang
biomaterial melengkapi rekayasa jaringan dengan menyediakan rangka atau
scaffold&amp;nbsp; tempat sel tumbuh dan
berkembang membentuk struktur 3 dimensi. Material biologis yang digunakan
seringkali berasal dari kekayaan hayati yang banyak dimiliki Indonesia. Sebagai
contoh adalah chitosan yang berasal dari hewan laut dapat dikombinasikan dengan
kolagen membentuk rangka untuk tempat tumbuh fibroblast. Keratinosit yang
ditanam diatas struktur ini akan menghasilkan suatu produk kulit buatan atau &lt;i&gt;Bioengineered Skin&lt;/i&gt; yang dapat digunakan
untuk terapi luka bakar atau ulkus diabetes.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;Akhir kata, peran
saya untuk Indonesia adalah menularkan semangat ilmiah dan kultur riset pada
dokter Indonesia sehingga terbentuk dokter yang cerdas, cermat dan rendah hati
dan seorang pembelajar seumur hidup untuk menyehatkan masyarakat luas. Peran
saya berikutnya adalah membangun bidang kedokteran regeneratif yang mendorong
revolusi industri farmasi, bioteknologi dan pemanfaatan kekayaan sumber daya
hayati menjadi salah satu kompetensi strategis bangsa Indonesia diantara
bangsa-bangsa lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2013/06/peranku-bagi-indonesia.html</link><author>noreply@blogger.com (indrakus)</author><thr:total>9</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-4208742948136341822</guid><pubDate>Tue, 11 Jun 2013 15:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-11T22:35:41.480+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kenangan</category><title>Sukses terbesar dalam hidupku</title><description>*essay yang dibuat untuk aplikasi beasiswa &lt;a href="http://www.lpdp.depkeu.go.id/"&gt;LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;Kesuksesan
umumnya terkait prestasi, jadi kalau melihat resume pribadiku yang tidak
mencantumkan prestasi apapun, wajar bila pertanyaan kesuksesan termasuk sulit
aku jawab. Orang tuaku akan mengatakan Indra sukses karena sudah berhasil
menjadi dokter. Tetangga dan keluarga besar akan mengatakan Indra sukses karena
masuk perguruan tinggi negeri dan mendapat perkerjaan yang tetap. Mereka yang
menyertaiku sepanjang perjalanan hidup melihat apa yang kulalui ini adalah
sebuah kesuksesan, tapi aku sendiri yang menjalaninya melihat teman-teman
seangkatan yang lebih menonjol dengan beragam prestasinya, sementara Indra ini
biasa saja sebenarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;Sampai titik ini
dalam kehidupan aku merasa tidak memiliki prestasi yang menonjol seperti orang
lain yang menjadi juara lomba cabang olahraga tertentu, mendapat penghargaan
akademik, mendapat beasiswa, mendapat hadiah, bonus, pekerjaan bergaji tinggi
dan lain sebagainya. Dalam setiap kondisi aku selalu berusaha memberikan yang
terbaik dan hasilnya juga lumayan memuaskan aku dan orang lain seperti teman
dan atasan yang melihat hasil kerjaku. Untuk semua itu aku mendapatkan
penghargaan, respek, dan persahabatan, tapi tidak ada satupun yang bisa
kucantumkan dalam &lt;i&gt;curriculum vitae&lt;/i&gt;
sebagai prestasi dan sebuah kesuksesan yang dapat dibanggakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;Ini bukan berarti
aku mengeluhkan hidupku, hanya saja aku merasa heran sendiri dan terus berfikir
lebih dalam. Inspirasi itu hinggap di dalam kereta komuter yang kunaiki setiap hari.
Pada sore hari itu dalam perjalanan pulang melintasi stasiun Pasar Minggu aku
menyadari kesuksesan terbesar dalam hidupku hanya dengan merubah sudut pandang
sedikit.&amp;nbsp; Untuk bisa memahaminya aku
perlu memberikan&amp;nbsp; gambaran sekilas
perjalanan hidupku. Aku adalah anak kedua dari 2 bersaudara, menjalani masa
kecil di kota&amp;nbsp; kecil yaitu Garut di
daerah Jawa Barat hingga memasuki usia SMP. Pendidikan menengah aku jalani di
salah satu SMU favorit di Bandung. Hidup sendiri, terpisah dari kakak dan
keluarga, hingga aku kuliah di PTN di Jakarta, menikah dan berkeluarga aku
tidak pernah lagi kembali ke rumah orang tua, kecuali dalam rangka liburan
tentunya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;Pada usia 16
tahun aku seperti burung yang telah pergi dari sarangnya, meninggalkan kedua
orang tua dan menjalani hidup hingga saat ini di usia 31 tahun. 15 tahun telah
berlalu dan banyak hal sudah terjadi dan disinilah aku merasakan sukses
terbesar dalam hidupku. Dalam tahun-tahun yang berlalu itu tanpa naungan orang
tua, ditengah masyarakat, mengatur hidupku secara mandiri, memilih teman
sendiri, dalam kebebasan yang sebebas-bebasnya aku berhasil menjadi dewasa,
meraih kematangan, kemandirian tanpa insiden apapun. Tanpa terjerat narkoba,
seks bebas, atau perbuatan kriminal lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;Sukses terbesar
dalam hidupku adalah &lt;i&gt;survive&lt;/i&gt; sebagai
orang biasa, baik, normal dan waras ditengah masyarakat yang semakin galau ini.
Itulah kesuksesan yang paling aku syukuri, berapa banyak sudah kesempatan
menjadi ‘rusak’ yang aku lewati dengan disadari ataupun tanpa kusadari. Kesuksesan
ini memberikan aku pijakan yang bersih, kokoh dan lapang untuk banyak berbuat,
memberi manfaat, berkarya, membangun dan memperbaiki tanpa dibebani penyesalan
dan hambatan dari masa lalu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;. Aku menyadari
kesuksesan ini bukan lah atas usaha dan kerja kerasku tapi buah dari do’a orang
tua dan rencana yang Allah swt rancang untuk diriku. Kesadaran itu terasa kuat
karena kesuksesan ini tidak bisa aku klaim sebagai hasil peluh sendiri tapi
bagian dari skenario besar untuk bangsa ini. Hari ini aku berada pada kondisi
yang siap siaga untuk berkontribusi dalam masyarakat adalah buah dari
kesuksesan tersebut. Aku meyakini bahwa aku adalah bagian dari perwujudan do’a
dan pengorbanan orang-orang ikhlas, pahlawan tanpa nama, dan orang-orang
terzalimi yang menginginkan bangsa ini unggul dan menjadi tauladan serta negara
ini mewujudkan nama yang sudah lama disematkan yaitu sepenggal firdaus di muka
bumi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2013/06/sukses-terbesar-dalam-hidupku.html</link><author>noreply@blogger.com (indrakus)</author><thr:total>16</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-6524046011859111655</guid><pubDate>Sat, 05 May 2012 08:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-05T17:37:19.751+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><title>Africanis : A Dog Story</title><description>Salah satu Novel best seller internasional pertama yang saya baca adalah The Fourth Protocol oleh Frederick Forsyth, belakangan saya lihat juga sudah ada filmnya. Karakter utama novel ini adalah seorang agen MI5--ini adalah dinas intelijen Inggris yang bertugas di bidang kontraintelijen--saya sudah lupa namanya, tapi diakhir cerita koleganya dari dinas intelijen Afrika Selatan membandingkannya dengan anjing lokal Afrika Selatan yang dikenal saat ini sebagai Africanis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak lama saya merasa ada makna lebih yang dimaksudkan oleh penulis dengan menggunakan analogi africanis ini. Baru-baru ini saya tiba-tiba teringat kembali bagaimana Mr. Forsyth merangkai cerita dibalik hidup Jan Marais dan bagaimana perwira intelijen inggris kita mampu mengendus kebenaran dan membuktikannya. Saya teringat lagi akibat kemenangan kecil di laboratorium kemarin, keberhasilan yang sudah saya incar sejak setahun lalu. Hanya soal kesempatan, waktu, dan kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Africanis ternyata adalah anjing asli afrika (Dog of Africa), pada banyak film tentang afrika kita tentu pernah melihat anjing jenis ini, yang memang merupakan bagian dari kehidupan rural di Benua hitam. Kesan yang saya rekam adalah suasana panas dan kotor disertai anjing-anjing liar yang kesana kemari mencari bangkai. Kesan itu pula yang ditangkap para kolonialis di Afrika Selatan hingga anjing ini dijuluki sebagai "kaffir dogs" sebuah ungkapan rasis di periode apartheid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunikan africanis adalah yang menjalin penuturan saya kali ini. Africanis telah lama dikenal kualitasnya oleh penduduk lokal afrika sebagai anjing dengan daya tahan tinggi, cerdas, loyal dan pemburu yang handal. Africanis memiliki fisik dan mental yang sesuai dengan karakter ekstrem lingkungan Afrika. Keunikan Africanis terletak pada kesederhanaan dan fungsionalitasnya bukan pada penampilannya. Seekor africanis pada kondisi terbaiknya cenderung langsing dengan tulang rusuk yang terlihat dengan mudah hingga sering dikira sedang kelaparan. Africanis adalah anjing yang cenderung ramah namun tidak menonjolkan diri, perilakunya stabil namun waspada terhadap perubahan situasi...singkatnya Africanis memiliki insting survival yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perwira MI5 kita menelusuri dan mengungkap kebenaran yang dikubur secara cerdas dan kejam selama lebih dari 3 dekade. Operasi infiltrasi yang dirancang dengan sabar oleh KGB. Determinasi dan ketabahan, naluri pemburu dan kecerdasan dibalut oleh kesederhanaan dan efisiensi kerja adalah kualitas unggul yang diperlihatkan oleh perwira kita ini. keberhasilan hanya masalah waktu dalam konteks ini dan worldview barat, Islam menyempurnakannya dengan keimanan pada takdir Allah dan kesadaran keMahakuasaan sang pencipta. Kaca mata Islam memberikan kita tawakkal atas hasil yang tak kunjung nampak, atau harapan yang kandas setelah semua usaha yang dikerahkan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istiqomah yang ditunjukkan perwira kita ini serta keyakinan atas tujuan dan keteguhan akan metodenya ditambah pengetahuan yang kita pelajari dari makhluk Allah Africanis dari Afrika haruslah membawa kita untuk menginsafi bahwa inilah sunnatullah. Ibroh yang diambil dari pengetahuan atas perilaku unggul manusia dan binatang ditambah tuntunan Islam seharusnya dapat menempatkan ummat Islam pada panggung utama peradaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan hari ini menunjukkan ada masalah pada metode belajar kita, kemampuan kita menggali hikmah dari kehidupan sehari-hari, dari pengalaman, dari pembelajaran alam. Ada masalah dalam kemampuan kita meresapi kehidupan, memaknai pengalaman, merumuskan pelajaran, mengklasifikasikan ilmu, menyusun panduan dan melaksanakan kembali kehidupan ini dengan lebih baik lagi, agar tidak terjerumus pada kesalahan berulang dan hari yang tidak lebih baik dari hari kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membayangkan seorang Africanis akan menjadi teman yang berharga, rekan yang dapat diandalkan, dan lawan yang kita hormati. Bersama seorang Africanis kita diajari bertahan dalam kondisi terburuk yang dapat diberikan oleh alam dan kehidupan. Saya yakin tidak akan merasakan ketimpangan sosial diantara para Africanis, sebaliknya saya yakin akan mendapati iklim kompetisi yang sehat. Seorang africanis diam-diam akan terus memberikan kejutan keberhasilan dan menjadi contoh nyata : How to get things done !</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2012/05/africanis-dog-story.html</link><author>noreply@blogger.com (indrakus)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-4146908174533820959</guid><pubDate>Sat, 05 May 2012 08:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-05T22:58:00.155+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">bioteknologi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kenangan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><title>Cerita dari NUS : Laboratorium In Vitro Elektrofisiologi</title><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXtJKFin7QkO9xjyBkkJwEPFLMs8zEZd_8t2RHxEEkCXmWe3uXehBQXoTOGjLHbh5hFZsuCFKTXT1cZB2QauCYDGoUPSs7rpn2EA4MG0rrQr1zlRNkuIF79eb2yeHLniuHbgY-q8Xox3Es/s1600/Image0074.jpg" imageanchor="1" style="background-color: #f3f3f3; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXtJKFin7QkO9xjyBkkJwEPFLMs8zEZd_8t2RHxEEkCXmWe3uXehBQXoTOGjLHbh5hFZsuCFKTXT1cZB2QauCYDGoUPSs7rpn2EA4MG0rrQr1zlRNkuIF79eb2yeHLniuHbgY-q8Xox3Es/s200/Image0074.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="background-color: #f3f3f3;"&gt;Patch Clamp Rig&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Saya suka travelling, terutama yang mengandung unsur petualangan. Petualangan tidak berarti harus rimba dan gunung, tapi juga tempat asing seperti Singapura. Saya datang kesini untuk belajar, gratis, dimungkinkan atas nama solidaritas sesama kolega. Saya tidak akan menceritakan keajaiban singapura dengan "pristine district-nya", tapi saya akan sebut satu dua hal yang cukup membuat saya terheran.&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Pertama adalah tombol untuk penyebrang jalan yang ada di tiang lampu lalu lintas, waktu kecil tentu kita pernah lihat juga di Jakarta, saya agak takjub aja di sini teryata berfungsi :) ironis ya...Kedua yang tak kalah ironis adalah jadwal bus dan papan nomor bus yang terpampang di halte, ini juga berfungsi dengan baik :)...bagi saya sisanya adalah cerita keseimbangan...modernitas dan keteraturan di satu sisi dan hilangnya budaya malu dan kehangatan.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
National University of Singapore tidak menampakkan "wah"-nya pada saya, salah satunya mungkin karena saya dibawa langsung melewati lorong-lorong, basement, lift dan tiba-tiba sudah di lantai riset seperti layaknya barang selundupan :) bahkan visitor card yang diberikan pada saya, atas nama orang lain. Semua urusan menjadi unofficial, pribadi, fleksibel, tepat seperti yang saya inginkan dan tidak akan saya lupakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lantai 4 gedung Life Sciences Institute menjadi rumah untuk alat yang menjadi tujuan kedatangan saya yaitu Patch Clamp. Silahkan tanya paman google untuk lebih detailnya, yang saya ingin katakan adalah tidak di Jakarta tidak pula di Singapura Hukum yang satu ini tetap berlaku : GAGAL...semua orang harus melewati tahap ini sebelum berhasil. Mungkin masih ingat, potensial aksi hanya terjadi bila potensial treshold terlewati. Ada harga yang harus anda bayar sebelum mulai menerima keuntungan, harga itu harus anda tutup dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
jadi seperti yang saya kira saya juga akan gagal saat pertama, kedua, ketiga..dst saya tidak lagi menghitung saat mengoperasikan alat ini. tidak ada yang bisa saya lakukan kecuali mengulanginya lagi dan lagi, belajar dari setiap kegagalan, memperbaiki tehniknya, konsultasi dan diskusi tanpa putus asa dan akhirnya kembali saya buktikan : BERHASIL...Sunatullah yang berulang kali terbukti&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
setelah jalan turun baru kita akan naik. saat mencapai titik nadir kehidupan serendah-rendahnya jangan bersedih justru itulah saat untuk berbahagia karena sekarang giliran anda naik sampai zenith. Modalnya cuma kerja keras, kerja cerdas, optimis dan percaya pada janji Allah swt. Saat anda mencapai puncak keberhasilan, melewati masalah jangan euforia berlebihan karena masalah berikutnya sudah menunggu, menunggu untuk anda lewati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbahagialah orang yang menyukai tantangan, dan dapat melihat tantangan dibalik tantangan. Merugi sekali orang yang menghadapi masalah dan ia tidak suka untuk bekerja mencari solusinya tetapi justru menutup mata dan mengambil jalan singkat. Kadang kita harus insyafi memang tidak ada yang solusi yang cepat dan instan, semua butuh kerja keras dan pengorbanan..biarlah Allah swt dan kaum muslimin yang melihat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penggunaan alat Patch clamp ini sederhana saja sebenarnya kita hanya perlu (setelah persiapan bahan) membimbing pipette borosilikat yang diameter ujungnya &amp;lt; 2 mikron dengan mikroskop untuk melalukan pendekatan pada sel target yang telah kita tentukan. Pendekatan terakhir menggunakan mikromanipulator. Mata anda memantau, bukan mikroskop, tapi justru monitor antarmuka elektronika yang berisi parameter kelistrikan sel. Mulut anda terhubung dengan sistem pipa tertutup unutk menciptakan tekanan positif atau negatif pada pipette sesuai keperluan. Bila Resistensi membran terbaca diatas 1 gigaohm dan bertahan maka anda berhasil..sisanya dikendalikan komputer&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua masalah tampak sederhana bila kita mengingatnya sekarang..jadi berhati-hatilah membaca laporan penelitian orang lain yang tampak sederhana..yakinlah anda tetap harus optimasi !&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
wallahualam</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2012/05/cerita-dari-nus-laboratorium-in-vitro.html</link><author>noreply@blogger.com (indrakus)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXtJKFin7QkO9xjyBkkJwEPFLMs8zEZd_8t2RHxEEkCXmWe3uXehBQXoTOGjLHbh5hFZsuCFKTXT1cZB2QauCYDGoUPSs7rpn2EA4MG0rrQr1zlRNkuIF79eb2yeHLniuHbgY-q8Xox3Es/s72-c/Image0074.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-2353483341163041670</guid><pubDate>Thu, 21 Apr 2011 15:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-05T16:03:44.795+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><title>Cerita dari Laboratorium kultur sel</title><description>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Selama 7 bulan terakhir saya bekerja di dalam ruang steril bertekanan positif setiap hari.. dan ini adalah kisah yang dapat saya bagikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Awalnya adalah sebuat kehormatan untuk bekerja di bidang yang tidak pernah terbayangkan selama 6 tahun pendidikan kedokteran ( yah mungkin pernah sesekali waktu kecil ). Kultur sel adalah bidang yang baru bagi saya, satu-satunya skill yang telah saya miliki adalah perhatian terhadap tehnik aseptik dan antiseptik. tehnik ini memegang peran yang amat penting dan ditegakkan dengan disiplin tinggi secara berlebihan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px; text-align: left;"&gt;jangan salah, saya tidak bekeja di lembaga riset, meski .. ya riset adalah yang saya lakukan setiap hari tapi saya lebih suka dengan kosa kata "coba". Kami betugas mencoba..mencoba dan mencoba, untuk itu kami perlu membaca ( dalam jumlah besar) setelah itu mulai menghabiskan uang (karena ini bidang yang mahal) dan berharap mendapat hasil yang baik segera (karena terkait pasar)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Sel pertama yang menjadi objek percobaan saya adalah Keratinosit. khususnya basal keratinosit, saya menggunakan sampel foreskin yang banyak diproduksi di negri kita asal tahu kemana harus mencari ( makasi bang Mahdian! ). Saya ingat betapa gemetar tangan saya ketika untuk pertama kalinya menggunakan pipetor di dalam BSC ( Biological safety Cabinet). singkatnya ada terlalu banyak pengalaman pertama mulai dari menghitung pengenceran reagen dengan rumus C1*V1 = C2*V2, menggunakan inverted microscope, kamar hitung Nebauer, seeding.. dll. Sebut saja rupiah seharga laptop yang saya buang dalam proses learning by doing ini..untungnya bukan uang saya..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Kultur sel primer.. itulah yang saya lakukan, dan unlucky me..sel primer pilihan saya bersumber dari kulit yang tidak mungkin didapat dalam keadaan steril (betapapun bersih kerja dokternya), jadi fase pertama harus saya lalui bermandi peluh akibat muncul kontaminan kecil yang berenang riang gembira didepan mikroskop. sampai akhirnya Birkenbach dan Lichti berbaik hati memberikan sedikit (tapi signifikan) saran tentang preparasi sampel. 10 menit hocus pocus dengan betadine dan alkohol...masalah selesai&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;saya tidak bermaksud bercerita langkah-langkah mengisolasi keratinosit dari kulit, untuk itu baiknya anda langsung datang ke lab kami. saya ingin berkata hanya rasa suka yang mendorong seseorang berjam-jam mengurung diri berteman sepi, selama berhari-hari mencoba mengatasi kendala seorang diri..bukan uang..juga bukan tesis (percaya deh) berbeda sekali dengan reluctancy yang saya idap setiap mau jaga IGD dulu...males sekali...tapi ini saya seperti eager beaver..can't wait to work..mudah sekali jatuh ke workholic&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;setelah berhasil isolasi dan menanam ternyata saya dapati pekerjaan ini bukan matematika..meski seluruh protokol diikuti tidak menjamin keberhasilan..derajat keberhasilan akan meningkat seiring tingginya pengalaman..tapi tingginya jam terbang secara keseluruhan bukan jaminan karena setiap sel punya karakter sendiri. Rupanya anda harus kenal dengan sifat dan karakter sel anda dalam berbagai kondisi...berapa rpm yang tepat untuk mendapat pelletnya, bagaimana penampilannya setelah pasasi, berapa cepat ia adherent pada dish anda, berapa intial seeding yang optimal, dan banyak detail lainnya..singkatnya anda harus optimasi atau kenalan dulu kira-kira begitu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;barulah saya mengerti mengapa riset itu tidak mudah, saya tidak akan memberi dana untuk orang yang baru akan mencoba untuk pertama kainya. saya akan periksa track recordnya dulu. maka menjadi penting bagi seseorang yang ingin sukses di bidang ini (dalam bayangan saya) adalah membangun kompetensi yang lengkap dari isolasi sampai verifikasi, mengasah nalurinya dengan jam terbang yang terkonsentrasi pada sedikit jenis sel. saya cukup beruntung menyaksikan seorang profesor dengan 30 tahun pengalaman mendemonstrasikan insightnya tentang kondisi kultur stem cel asal bone marrow yang digelutinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Ini memang jauh berbeda dari situasi ruang praktek sehari-hari, tapi tidak kalah seninya dengan ilmu kedokteran, tidak pusing dengan sertifikasi, izin dan risiko malpraktek. Bidang ini mahal  if only I have all the money needed, karena tidak, maka ada orang yang menunggu laporan anda...jadi tidak ada tempat untuk ceroboh dan santai terutama kalau tangan anda didalam BSC. latar belakang Dokter punya keunggulan karena anda dapat dengan relatif mudah melihat potensi aplikasi atau penyebab kegagalan, serta membawa pekerjaan lab ke horizon yang lebih luas hingga tidak mudah kehilangan motivasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;ini area yang potensial dan menarik,dan populer dimasyarakat sebagai keajaiban ilmu pengetahuan..tapi saya mendapati bertemu dengan orang-orang yang sama berulang-ulang menandakan sedikitnya orang yang berkecimpung di bidang ini...dan para praktisi muda yang saya temui sama-sama merasa meraba-raba jalan, sementara para petinggi sudah mengklaim berbagai keberhasilan. saya dapati di jakarta ini laboratorium sejenis tenyata berdekatan..kami di kemayoran..Kalbe di cempaka putih..makmal dan IHVCB di salemba dan Litbang di percetakan...semuanya dalam jarak 15-20 menit...mengherankan bagi saya bila tidak ada komunikasi antar lab di level praktisi lab...jadi saya membangun kesefahaman dengan litbang depkes antara sesama asisten, saling memberi masukan, motivasi, bantuan teknis, pinjaman bahan, kolaborasi karena bodoh sekali kita bila bekerja sendiri-sendiri ..karena ini pekerjaan sepi..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Jadi mari kemari kawan jalan ini masih lengang, terlalu banyak yang perlu di eksplorasi, tidak ada orang yang mampu menguasai semuanya, satu jenis sel saja bisa menghabiskan umur seseorang...pekerjaan pionir selalu sulit, jadi ini pekerjaan bagi mereka yang ingin bekerja, mengatasi tantangan, bukan duduk santai menunggu setoran medrep..Menolong pasien mungkin memberikan kelegaan (uang dari pasien juga banyak memberi berbagai kelegaan yang lain) tapi mengisolasi sel,menanamnya dan merawatnya hingga tumbuh sungguh membahagiakan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;berusaha menyembuhkan mungkin keren tapi berusaha menumbuhkan jauh lebih keren :)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;wallahualam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2011/04/cerita-dari-laboratorium-kultur-sel.html</link><author>noreply@blogger.com (indrakus)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-1044427984124489026</guid><pubDate>Sun, 10 Oct 2010 18:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-11T01:35:54.108+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">bioteknologi</category><title>Resep Selapis Keratinosit</title><description>&lt;table class="MsoTableGrid" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" style="border-collapse:collapse;border:none;mso-border-alt:solid black .5pt;  mso-border-themecolor:text1;mso-yfti-tbllook:1184;mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow:0;mso-yfti-firstrow:yes"&gt;   &lt;td width="102" valign="top" style="width:76.3pt;border:solid black 1.0pt;   mso-border-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Reagen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="104" valign="top" style="width:77.95pt;border:solid black 1.0pt;   mso-border-themecolor:text1;border-left:none;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Larutan alikuot&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="155" valign="top" style="width:116.15pt;border:solid black 1.0pt;   mso-border-themecolor:text1;border-left:none;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Konsentrasi tujuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border:solid black 1.0pt;   mso-border-themecolor:text1;border-left:none;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;50 ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border:solid black 1.0pt;   mso-border-themecolor:text1;border-left:none;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;100 ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:1"&gt;   &lt;td width="102" valign="top" style="width:76.3pt;border:solid black 1.0pt;   mso-border-themecolor:text1;border-top:none;mso-border-top-alt:solid black .5pt;   mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;DMEM/F12 3:1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="104" valign="top" style="width:77.95pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;1x&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="155" valign="top" style="width:116.15pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;1x&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Add 50 ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Add 100ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:2"&gt;   &lt;td width="102" valign="top" style="width:76.3pt;border:solid black 1.0pt;   mso-border-themecolor:text1;border-top:none;mso-border-top-alt:solid black .5pt;   mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;FBS ( di Inaktivasi)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="104" valign="top" style="width:77.95pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;1x&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="155" valign="top" style="width:116.15pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;5%&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;total&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;2,5 ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;5 ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:3"&gt;   &lt;td width="102" valign="top" style="width:76.3pt;border:solid black 1.0pt;   mso-border-themecolor:text1;border-top:none;mso-border-top-alt:solid black .5pt;   mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hidrokortison&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="104" valign="top" style="width:77.95pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;50 ug/ml &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="155" valign="top" style="width:116.15pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;10 ug/ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;10 ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;20 ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:4"&gt;   &lt;td width="102" valign="top" style="width:76.3pt;border:solid black 1.0pt;   mso-border-themecolor:text1;border-top:none;mso-border-top-alt:solid black .5pt;   mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;ITS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="104" valign="top" style="width:77.95pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;(1 mg/ml)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="155" valign="top" style="width:116.15pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;10 ug/ ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;0,5 ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;1 ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:5"&gt;   &lt;td width="102" valign="top" style="width:76.3pt;border:solid black 1.0pt;   mso-border-themecolor:text1;border-top:none;mso-border-top-alt:solid black .5pt;   mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Amphotericin B&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="104" valign="top" style="width:77.95pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;250 ug/ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="155" valign="top" style="width:116.15pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;2,5 ug/ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;0,5 ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;1 ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:6"&gt;   &lt;td width="102" valign="top" style="width:76.3pt;border:solid black 1.0pt;   mso-border-themecolor:text1;border-top:none;mso-border-top-alt:solid black .5pt;   mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pen-strep&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="104" valign="top" style="width:77.95pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;5000 U pen-5 mg strep /ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="155" valign="top" style="width:116.15pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;100 U P- 100 ug/ ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;1 ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;2 ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:7"&gt;   &lt;td width="102" valign="top" style="width:76.3pt;border:solid black 1.0pt;   mso-border-themecolor:text1;border-top:none;mso-border-top-alt:solid black .5pt;   mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;L-glutamin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="104" valign="top" style="width:77.95pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;200mM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="155" valign="top" style="width:116.15pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;2 mM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;0,5 ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;1 ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:8"&gt;   &lt;td width="102" valign="top" style="width:76.3pt;border:solid black 1.0pt;   mso-border-themecolor:text1;border-top:none;mso-border-top-alt:solid black .5pt;   mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;EGF&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="104" valign="top" style="width:77.95pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;50 ug/ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="155" valign="top" style="width:116.15pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;10 ng/ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;10 ul&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;20 ul&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:9"&gt;   &lt;td width="102" valign="top" style="width:76.3pt;border:solid black 1.0pt;   mso-border-themecolor:text1;border-top:none;mso-border-top-alt:solid black .5pt;   mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;KGF/FGF-7&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="104" valign="top" style="width:77.95pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;500 ng/ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="155" valign="top" style="width:116.15pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;1 ng/ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="tab-stops:47.7pt"&gt;100 ul&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;200 ul&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:10;mso-yfti-lastrow:yes"&gt;   &lt;td width="102" valign="top" style="width:76.3pt;border:solid black 1.0pt;   mso-border-themecolor:text1;border-top:none;mso-border-top-alt:solid black .5pt;   mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;BPE&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="104" valign="top" style="width:77.95pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;1 mg/ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="155" valign="top" style="width:116.15pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;60 ug/ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;3 ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2010/10/resep-selapis-keratinosit.html</link><author>noreply@blogger.com (indrakus)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-2220408659585325551</guid><pubDate>Wed, 01 Sep 2010 03:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-08T14:05:02.981+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kenangan</category><title>Nothing Smart</title><description>Telah berlalu 3 bulan Juni, Juli dan Agustus sejak posting terakhir, tapi  rasanya sudah lebih banyak lagi waktu berlalu dibanding yang tercatat pada  kalender. Mungkinkah aktivitas seseorang dapat mempengaruhi waktu yang berlalu ?  semakin padat pekerjaan, semakin banyak yang telah dilakukan pada rentang waktu  tertentu menyebabkan waktu terasa berlalu lebih cepat? ataukan jenis  aktivitasnya ? aktivitas yang baru akan menyebabkan seseorang lupa waktu,  tentunya kita semua pernah merasakan kejenuhan akibat aktivitas yang  monoton.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
bagaimana dengan antusiame dalam melakukan aktivitas ? waktu amat cepat  berlalu saat kita menghabiskannya melakukan hobi favorit ? lalu bagaimana dengan  waktu yang terasa berhenti saat kita bersama kekasih hati? oh saya tidak ingin  berbicara  serius tentang relativitas waktu hanya saja betapa mudah kita  dipermainkan oleh aktivitas dunia. waktu berjalan sebagaimana ia berjalan sejak  masa dimulai, stabil dan teratur….persepsi kita lah yang berubah&lt;br /&gt;
kadang terasa kejutan saat kita menyadari betapa banyak yang telah dilakukan  dalam waktu yang pendek, betapa banyak yang dapat diselesaikan dalam waktu yang  sempit, tubuh kita meng-amini dengan kelelahan kronis yang dirasakan akibat  overexertion of mind. kadang kejutan juga menyergah saat sadar betapa sedikit  yang telah dicapai dalam rentang waktu yang panjang misalkan dalam aspek  ibadah…silaturahmi…lalu bagaimana dengan orang yang bekerja melakukan hal yang  sama berulang-ulang setiap hari sepanjang masa usia produktifnya ? apakah ia  telah melakukan banyak hal? ataukan ia telah menyia-nyiakan potensinya?&lt;br /&gt;
orang bilang hidup dan waktu yang dihabiskan dalam hidup ini akan bermakna  bila kita dapat bermanfaat untuk orang lain, tapi bagaimana dengan orang yang  menantang bahaya untuk merasa “hidup” seperti para pelaku extreme sport, harus  diakui kita akan lebih menghargai kehidupan saat mengalami near- death  experience, bahkan memicu suatu perubahan dalam hidup kita. &lt;br /&gt;
Variasi aktivitas diluar rutinitas juga mungkin menambah rasa “hidup” itu,  membuat waktu terasa lebih cepat berlalu, membuat takjub saat kita melihat ke  belakang atas apa yang telah kita lakukan, atas apa yang telah kita putuskan.  bagaimana dengan mereka yang beraktivitas untuk sekedar dapat menyambung hidup,  atau bekerja untuk mengikuti nafsu belanjanya, atau berusaha hidup  untuk dimanfaatkan orang lain atau menjalani keinginan orang lain tanpa  sadar..lalu bagaimana dengan mereka yang hidup menjalani mimpinya sendiri&lt;br /&gt;
pada akhirnya saya hanya merasa betapa banyak yang telah dilakukan dalam  setahun ini dibanding tahun-tahun lain yang telah berlalu dalam hidup saya, tapi  juga sekaligus menyadari betapa timpangnya hidup yang saya jalani setahun ini  dan menyesal karena belum juga mendapatkan cara untuk meraih keseimbangan…saya  hanya berharap yang dibutuhkan hanyalah satu dosis antusiasme yang sama…tapi  kemana mencarinya ? lagi-lagi benak saya menjawab untuk mencarinya dalam satu  kata : efisiensi!</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2010/09/nothing-smart.html</link><author>noreply@blogger.com (indrakus)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-2820328913675665453</guid><pubDate>Thu, 20 May 2010 17:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-21T00:14:40.135+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">koleksi</category><title>A servant is...</title><description>To serve people takes dignity and intelligence&lt;div&gt;but remember they're only people with money&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;and although we serve them&lt;/div&gt;&lt;div&gt;we are not their servant&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;what we do...does not define who we are&lt;/div&gt;&lt;div&gt;what define us is..how well we rise after falling&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Maid in Manhattan&lt;/div&gt;</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2010/05/servant-is.html</link><author>noreply@blogger.com (indrakus)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-4989527865814585251</guid><pubDate>Sat, 01 May 2010 07:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-08T14:05:38.988+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><title>Identitas Kelompok dan Toleransi</title><description>Ada satu hal yang menarik saat kita pelajari lebih dekat proses embriogenesis utamanya neurogenesis yaitu adanya konsep &lt;em&gt;Contact Inhibition&lt;/em&gt;. Secara in vivo ternyata ketika suatu jenis sel mengalami proliferasi memperbanyak dirinya sendiri sampai suatu saat mengalami kontak dengan sel lain yang juga sedang berproliferasi maka sel pada titik kontak akan berhenti berprolifersi dan mengalami diferensiasi menjadi jenis sel lainnya. Pada situasi in vitro hal ini juga diamati pada proses kultur sel. Pada &lt;em&gt;plate&lt;/em&gt; kultur sel akan berproliferasi membentuk koloni-koloni maka ketika koloni ini saling kontak maka peristiwa yang terjadi tergantung pada jenis sel. Bila koloni ini terdiri dari jenis sel yang sama yaitu memiliki jenis MHC (&lt;em&gt;Major Histocompatibility Complex&lt;/em&gt;) kelas I yang sama maka akan terjadi inhibisi perkembangan dengan kata lain mereka hidup bersama-sama, &lt;em&gt;co-exist&lt;/em&gt;. bila tenyata koloni ini memiliki MHC yang berbeda maka meski jenis selnya sama mereka akan berusaha saling meniadakan.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Hal ini mirip seperti yang terjadi pada interaksi antigen asing dan antibodi tubuh atau reaksi penolakan &lt;em&gt;host-graft&lt;/em&gt; atau penyakit auto-antibodi dimana tubuh mengenali suatu molekul sebagai benda asing karena ekspresi MHC yang berbeda. MHC memberikan suatu identitas unik bagi sel yang membedakan &lt;em&gt;self&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;non-self&lt;/em&gt;, ini juga berarti identitas unik bagi setiap individu katakanlah seperti suatu &lt;em&gt;single indentity number&lt;/em&gt; atau Nomor Induk Pegawai. Kelompok-kelompok homogen dalam masyarakat akan cenderung hidup damai namun adanya imigran asing seperti di negara-negara eropa dapat menyebabkan timbulnya sikap xenophobia.&lt;br /&gt;
Xenograft yang dilakukan di laboratorium dimana jaringan asal manusia di transplantsikan pada mencit atau hewan coba lain dengan tujuan tertentu pasti akan menimbulkan reaksi penolakan. Sepertinya hukum ini berlaku universal sesuatu yang berbeda akan cenderung di tolak, lalu bagaimana dengan konsep toleransi yang didengung-dengungkan? Toleransi imunitas dapat terjadi pada sistem biologis terutama ketika daya tahan tubuh menurun atau dengan bantuan supresan dari luar tubuh, kedua hal ini berarti resipien atau masyarakat lokal harus melemah untuk bisa menerima perbedaan. Saya bukan anti toleransi dalam masyarakat, tapi menyatakan fakta bahwa masyarakat yang toleran sejatinya lemah dari sudut pandang kesatuan bangsa. Bangsa yang toleran cenderung mudah disusupi provokator yang membuat keonaran di tengah-tengah masyarakat atau cenderung permisif terhadap pengaruh budaya asing&amp;nbsp; atau malah tanpa sadar menempatkan agen asing di posisi-posisi kunci pemerintahan. &lt;br /&gt;
Ko-eksistensi ditengah keanekaragaman hanya dapat tercapai bila ada suatu bingkai atau kerangka berfikir yang disepakati seluruh komponen baik lokal maupun asing. bingkai bersama seperti MHC kelas I yang dimiliki setiap sel dalam tubuh individu sehingga ratusan jenis sel yang berbeda dapat hidup dan bekerja bersama-sama. Saya mengusulkan bingkai ini adalah aqidah islam, kaidah syariah dan muamalah yang diintrodusir dalam masyakarat, di aplikasi pada muslim dan non-muslim sesuai kaidah fiqih akan dapat menjadi kerangka bersama yang menjamin ko-eksistensi. Sepanjang sejarah hanya khilafah islam yang mampu menaungi perbedaan diantara bangsa-bangsa, Islam yang diaplikasikan dari tepian samudra atlantik di barat sampai pulau rempah-rempah di timur dan dari tepian sungai Oxus di Siberia sampai &lt;em&gt;Cape of Good Hope&lt;/em&gt; memungkinkan bangsa-bangsa hidup bersama dan dapat mempertahankan keunikan identitas mereka. Peperangan terjadi dalam proses perluasan wilayah dakwah karena adanya perbedaan kerangka berfikir yang dipakai, setelah mengalami integrasi maka bangsa-bangsa menjadi obyek dakwah dan harta serta jiwanya dilindungi dalam bingkai islam. Tanpa islam toleransi adalah konsep kosong tanpa perwujudan fakta&lt;br /&gt;
Bandingkan dengan Kekuasaan Roma sebelumnya tidak jauh berbeda yang menawarkan identitas sebagai &lt;em&gt;Roman Citizen&lt;/em&gt; sebagai bingkai pemersatu namun kerangka ini tidak mampu menampung harga diri suku-suku Galia dan Germania serta anak-anak Pharaoh sebaliknya mereka dengan mudah menyambut Islam dan dengan Al-Azhar menjadi benteng ilmu islam selama 1000 tahun. Bandingkan pula dengan ekspansi Genghiz yang dengan pasukan berkudanya keluar dari steppa Mongolia menyapu apapun yang berdiri kearah barat dan timur namun akhirnya melebur dalam Islam di Asia barat dan China di timur, karena tidak adanya bingkai yang kuat maka anak cucu Genghiz tercelup dalam peradaban yang lebih matang.&lt;br /&gt;
Peradaban barat di era kita saat ini menggunakan platform demokrasi dan kebebasan sebagai bingkai, rule of law menjadi kerangka yang disepakati bersama dalam suatu proses pengambilan kebijakan, standar kebenaran dan moralitas menjadi relatif tergantung suara yang diperoleh. Menyerahkan kebijakan pada massa yang buta meski terkesan adil pada faktanya selalu dikendalikan oleh oligarki entah dinasti keluarga, partai, atau bisnis. Lobi politik yahudi di Amerika selalu berhasil mengendalikan kebijakan luar negeri sekehendak hatinya, tanpa perduli pendapat rakyat yang notabene juga disuapi informasi tak berimbang sehingga bagaikan buta terhadap situasi politik internasional.&lt;br /&gt;
Hanya Islam yang dapat menjadi solusi keadilan, &lt;em&gt;Worldview&lt;/em&gt; Islam bila dipakai oleh muslim atau non-muslim dapat menjamin ko-eksistensi, memelihara keunikan bangsa-bangsa tanpa ada usaha penyeragaman dan peleburan, sekedar bersedia bernaung dibawah maqashid syariah maka harta dan jiwanya di jamin oleh kaum muslimin. Diantara muslim sendiri bukan tidak ada perbedaan, beda mazhab, suku, guru, sering menjadi alasan konfrontasi ini berarti kaum muslimin sendiri tidak memakai bingkai islam dalam interaksi mereka dengan muslim saudaranya. Bila bercermin pada sistem biologis, mereka ini berarti tidak lagi mampu mengekspresikan penanda islam dalam dirinya, terjadi downregulasi ekspresi gen yang menyebabkan mereka bagai orang asing di komunitasnya dan kerap memusuhi saudaranya sendiri.&lt;br /&gt;
Pendidikan dan dakwah adalah satu-satunya jalan untuk mengembalikan profil ekspresi Islam yang tepat pada individu muslim bahkan sejatinya pada setiap mahluk Allah, Islam ada disana di antara rangkaian nukleotida genomnya, induksi dakwah dan hidayah niscaya mampu mengaktifkan gen tersebut sehingga individu tersebut mengalami perubahan fenotip sebagai Muslim dan menggunakan bingkai dan cara pandang islam menghadapi hari-harinya.&lt;br /&gt;
wallahualam</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2010/05/identitas-kelompok-dan-toleransi.html</link><author>noreply@blogger.com (indrakus)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-4094489901968927371</guid><pubDate>Tue, 13 Apr 2010 06:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-08T14:05:57.381+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><title>Induced Pluripotent Stem Cell</title><description>Tahun 2006 di Universitas Kyoto Shinya Yamanaka dan rekan-rekannya menghasilkan terobosan di bidang sel punca dengan berhasil menginduksi fibroblas menjadi sel dengan karakter mirip sel punca embrional dengan menggunakan 4 faktor saja yaitu Oct3/4, Sox2, c-Myc dan Klf4.&amp;nbsp; Sudah lama para peneliti mencurigai serangkaian faktor transkripsi mampu menginduksi sel somatik yang telah terdiferensiasi menjadi sel punca dengan karakter pluripoten, namun yang mengejutkan adalah ternyata hanya dibutuhkan 4 faktor saja, bahkan saat ini beberapa grup berhasil dengan hanya satu faktor saja.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Terobosan ini berarti sumber sel punca tidak melulu harus diambil dari zygot dan sel punca dewasa, yang pertama bermasalah secara etika, sementara yang kedua sulit diisolasi dan kuantitas yang minim. Sel iPS&amp;nbsp; di lain pihak, dapat berasal dari berbagai jenis sel yang ada pada tubuh dalam jumlah yang tidak terbatas dan nampaknya tidak ada masalah etika. Tekhnologi sel iPS ini memungkinkan dibuatnya sel punca untuk keperluan transplantasi yang &lt;em&gt;patient-spesific&lt;/em&gt; sehingga tidak timbul reaksi penolakan jaringan. Pluripoten berarti sel punca ini dapat didiferensiasi menjadi semua sel pada tubuh dari keturunan ketiga lapis embrional, ektoderm, mesoderm dan endoderm. Peluang penggunaan sel punca untuk terapi berbagai jenis penyakit semakin terbuka dan realistis.&lt;br /&gt;
Induksi sel somatik dengan overekspresi ke 4 faktor yamanaka awalnya menggunakan tehnik transfeksi gen dengan vektor retrovirus, saat ini telah dicoba menggunakan tehnik transduksi protein faktor transkripsi dan berbagai jenis &lt;em&gt;small molecule&lt;/em&gt; seperti asam valproat yang merupakan suatu Histon asetilase inhibitor. Tranfeksi gen menyebabkan integrasi genom virus pada genom sel target induksi, meski efisiensinya paling baik diantara tehnik lain, integrasi genom virus dapat menyebabkan aktivasi onkogen. Rendahnya efisiensi dan masih adanya risiko tumorigenesis menunjukkan tehnologi ini masih berada pada tahap awal.&lt;br /&gt;
Implikasi dari tekhnologi sel iPS ini adalah tidak perlu lagi di gunakan zygote atau darah tali pusat sebagai sumber sel punca karena hampir semua sel dalam tubuh yang kita bawa setiap hari dapat di induksi menjadi sel iPS. &lt;em&gt;Cordblood bank&lt;/em&gt; menjadi sesuatu yang irelevan dan lucu untuk sebagian orang yang memahami segi-segi kekurangan tehnik penyimpanan&amp;nbsp; sel dalam nitrogen cair, lebih lucu lagi adalah orang yang mau mengeluarkan uang untuk jasa yang ditawarkan bank darah&amp;nbsp; tali pusat ini. &lt;br /&gt;
Penelitian di bidang ini amat terbuka luas dan menjanjikan, masih banyak yang perlu di pelajari mulai dari mekanisme yang mendasari induksi sifat pluripoten sel somatik hingga tehnik transplantasi atau terapi sel yang perlu dikembangkan termasuk metoda atau &lt;em&gt;cocktail&lt;/em&gt; yang tepat untuk diferensiasi sel punca menjadi tipe sel yang diperlukan. uji efektivitas obat, skrining toksisitas, dan patomekanisme penyakit dapat langsung dilaksanakan dengan sel manusia tanpa perlu mengambil langsung dari subyek manusia. Paten yang dapat dihasilkan dari bidang ini amat banyak dan terlalu sayang untuk dilewatkan, 4 tahun berlalu sejak terobosan oleh Yamanaka dan&amp;nbsp; dunia penelitian sel punca saat ini berlomba-lomba mengembangkan tehnologi ini.&lt;br /&gt;
Sejauh pengetahuan penulis di Indonesia belum ada yang berhasil membuat sel iPS, meski ada grup peneliti di IPB kabarnya sedang bekerja kearah sana, hal ini cukup mengherankan karena dari segi kemampuan peneliti, peralatan yang dimiliki dan dana yang tersedia seharusnya tidak terlalu sulit. Peran umat islam dalam hal ini, seperti juga pada banyak bidang tekhnologi lain memang masih kurang bukan secara individual tapi terlebih secara ummah. Perhatian komunitas atau gerakan dakwah di bidang tekhnologi tinggi memang masih minim, padahal syumuliatul dakwah juga meliputi bidang-bidang ini&amp;nbsp; mungkin memang belum menjadi prioritas tapi juga tidak boleh abai begitu saja.&lt;br /&gt;
Aktivitas penelitian mencari obat dari suatu penyakit sejatinya adalah perwujudan dari keyakinan bahwa setiap penyakit dari Allah tentu telah disertakan obatnya, tinggal kita yang harus mencarinya dan mewujudkan janji tersebut. Selain diminta berjalan di muka bumi juga kita kan diminta untuk mentadaburi diri kita sendiri, tubuh yang diberikan Allah swt ini mengandung banyak hikmah yang nampak jelas secara kasat mata, tentunya masih banyak hikmah yang tersimpan di aras molekuler yang perlu disingkap dengan tehnik-tehnik biologi molekuler terkini. &lt;br /&gt;
Peneliti bukanlah profesi seperti klinisi atau atau guru yang memiliki pengaruh langsung atas manusia sehingga menjadi profesi ideal seorang da’i, namun bila diibaratkan 2 profesi terakhir adalah mujahid di garis depan yang berinteraksi langsung dengan obyek dakwah maka peneliti adalah bagai seseorang yang tinggal di belakang&amp;nbsp; untuk mengajarkan hikmah al-qur’an pada&amp;nbsp; masyarakat yang di era modern, itu terlaksana dengan pendidikan dan penelitian agar superioritas ummat tetap terjaga diantara bangsa-bangsa lain&lt;br /&gt;
Jadi kawan bidang ini memang sulit, tidak menarik buat sebagian, “kering” menurut sebagian yang lain, maka anda yang telah diberi kelebihan berupa kemampuan intelektual dan keikhlasan meniti jalan dakwah, amat&amp;nbsp; perlu mempertimbangkan bidang ini sebagai medan amal. Seraya merintis kompetensi ummat yang mampu menjamin superioritas ilmu pengetahuan dan tekhnologi diatas bangsa lain pada saatnya nanti terbentuk Khilafah alamiyah dan juga mereguk pahala para&amp;nbsp; Assabiqunal Awalun.&lt;br /&gt;
wallahualam.</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2010/04/induced-pluripotent-stem-cell.html</link><author>noreply@blogger.com (indrakus)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-3748395293333131368</guid><pubDate>Mon, 22 Mar 2010 19:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-08T14:06:12.144+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><title>Setiap Penyakit Ada Obatnya</title><description>"Tiap-tiap penyakit ada obatnya, apabila suatu obat mengenai penyakit, maka sembuhlah penyakit itu dengan Izin Allah swt " ( HR. Muslim)&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
demikian pernyataan Rasulullah seperti juga janjinya yang telah terbukti tentang jatuhnya konstantinopel...banyak diantara kita yang bertanya-tanya dan berharap-cemas siapa gerangan komandan pasukan yang mampu menaklukkan Roma kota berikutnya setelah penaklukan Muhammad Al-Fatih terhadap Konstantinopel. Entah adakah yang bertanya-tanya siapa yang akan merealisasikan hadist Rasul diatas, bahwa setiap penyakit ada obatnya, adakah diantara kita yang bersegera menyambut tantangan ini ?&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Aktivitas penelitian untuk mencari obat suatu penyakit nyata adalah bagian dari tanggung jawab umat Islam. Tanggung jawab yang harus ditunaikan dengan keseriusan setara dengan upaya dakwah dibidang lainnya, sampai jelas benar kemahakuasaan Allah yang Menghidupkan dan Mematikan makhluknya bila telah tiba di penghujung usia. setelah itu terbukalah mata manusia, dan tidak ada lagi alasan kecuali beriman dengan sebenar-benar iman.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
"ketika obat bertemu penyakit" tidaklah berbeda dengan ketika ligan bertemu reseptornya secara kompetitif dengan mekanisme Lock &amp;amp; Key, atau saat Sel T CD8 bertemu sel APC, atau Histon asetilase terhadap Histon H3K4. disana ada hukum sebab akibat yang bekerja terkadang terjadi secara kasat mata tapi lebih sering hanya dapat di pantau aktivitas dan hasilnya, dengan izin Allah terjadi mekanisme sunnatullah yang mungkin sekali belum pernah kita fikirkan kecuali kita mau mentadaburi diri kita sendiri dengan tekhnik-tekhnik biologi molekuler dan genetika terkini&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Pada tahun 2006 sekelompok peneliti di Universits Kyoto menemukan bahwa mereka dapat memprogram ulang sel dewasa yang telah terdiferensiasi menjadi sel punca yang mirip sekali dengan karakter sel punca embrional. Tekhnologi sel punca amat dibutuhkan untuk merealisasikan mimpi kedokteran regeneratif, terobosan telah dilakukan, problem etika dan reaksi penolakan host dapat dilewati. sekarang terbuka lapangan luas untuk mencari obat dan tehnik pengobatan yang saat ini masih mimpi, mengobati penyakit-penyakit genetika, familial, Diabetes, Stroke, Parkinson, dll. Mimpi itu saat ini terasa amat realistis, menemukan obat untuk setiap penyakit kecuali mungkin untuk Tua dan Kematian.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Dimana umat Islam dan khususnya para aktivits dakwah dalam perlombaan global ini, perlombaan yang sejatinya tidak lain adalah pembuktian bahwa tiap-tiap penyakit ada obatnya...dimana kita kalau hari ini masih mempercayai klaim tanpa bukti sahih, tidak peduli mekanisme kerja dan sebab-akibat, abai terhadap kriteria nilai thayyib zat yang dikonsumsi. Pengobatan ala Nabi bagi saya adalah ketika benar-benar suatu single compound bertemu dengan target molekulnya. Takdir kesembuhan adalah terpenuhinya sebab hingga tampak akibatnya, izin Allah tidak lain adalah sunnatullah-Nya yang menunggu untuk kita singkap dan pelajari rahasianya.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Bagaimana mungkin kita tidak tergerak mengisolasi zat aktif dari berbagai obat herbal yang ada, dari jamu, ramuan, atau minyak-minyak itu ? mengisolasinya, mengkarakterisasinya, mencari target molekulnya, mengukur hasil reaksinya, memodifikasi dan seterusnya sampai didapatkan satu compound yang sahih farmakokinetik dan farmakodinamiknya...pasti tidak terfikir karena kacamatanya sudah terburu-buru menghitung nilai potensial pasar yang ada, pangkal masalahnya pada fikiran pendek&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
pekerjaan 10-20 tahun untuk menemukan satu obat terasa seperti perbuatan bodoh, kalau materi ukurannya, untuk apa bersusah payah kalau dalam 1-2 tahun saja bisa laku keras mendompleng ghirah, padahal efek samping tidak diketahui, dosis tidak standar, variasi genetik tidak dipertimbangkan, sterilitas dipertanyakan, potensi alergi tidak tahu, bahkan efek terapinya pun belum reproducible.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
jadi kawan maksud saya, ini ada ladang baru buat para aktivis yang keleleran, potensi besarnya tergerus materi setiap hari, ghirahnya melemah karena berkubang di kolam, kenapa tidak kirim dia untuk ribath ke perbatasan ilmu, agar berkesempatan mencicipi pahala para pioneer. Ladang ini masih liar bagi kita, asing alam dan adat kebiasaanya, unik kendaraan dan senjatanya, amat deras arus sungai dan debur ombaknya tapi bukankah untuk ini memang sebenarnya kita berdiri, berbaris dan beramal&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
wallahuallam&lt;/div&gt;</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2010/03/setiap-penyakit-ada-obatnya.html</link><author>noreply@blogger.com (indrakus)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-7959669693864241284</guid><pubDate>Thu, 04 Feb 2010 05:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-08T14:06:28.707+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">keluarga</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">klinik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><title>Sampai Kapan Kita Terlena ?</title><description>Apakah anda baca berita 2 hari ini ? “ Tiga Anak Balita di Tinggal di Kontrakan” di Kompas dan Media Indonesia hari ini dan kemarin. Miris sekali, setidak buat saya yang punya 2 anak balita pula di rumah. tiga bersaudara ini usia 3 tahun, 2 tahun dan bayi 9 bulan ditinggal oleh kedua orang tuanya selama minimal 4 hari.&lt;br /&gt;
Kesaksian tetangga melihat pertama sang suami yang pergi, disusul oleh Istrinya beberapa hari kemudian, selang 4 hari tetangga/pemilik kontrakan semakin terusik dengan suara tangis anak-anak yang tidak kunjung berhenti maka dilihatnya pemandangan yang amat memilukan…ketiga bersaudara itu tergeletak lemas dikamar dalam rumah yang digembok dari luar, kulit pisang terlihat bekas dimakan ...luar biasa mengerikan bukan ?&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Menurut berita sang suami memang pengangguran yang jarang pulang, sang istri pergi meninggalkan anak-anaknya untuk mencari suaminya dan mencari uang untuk tunggakan melunasi kontrakan, keluarga dalam himpitan ekonomi, dengan kepala keluarga yang tidak mampu memimpin dan mengambil tanggung jawab. Wajar saja bila istrinya mengalami &lt;em&gt;nervous breakdown&lt;/em&gt; dan mengambil keputusan yang salah dengan akibat trauma berat pada ketiga anaknya.&lt;br /&gt;
Tidak kalah memilukan juga pasien yang saya tempo hari, balita juga, dibawa oleh suami-istri. Pemeriksaan saya mengarah pada malnutrisi berat dan saya fikir harus dibawa ke poli anak untuk perawatan, jadi seperti biasa saya tanya apakah punya KTP DKI atau jaminan asuransi lain ? barulah muncul cerita lengkapnya, suami-istri ini usianya lebih cocok menjadi kakek dan nenek bocah tersebut, dan suatu hari kedua orang tua si anak seperti biasa berangkat kerja di pagi hari sambil menitipkan anak mereka, dan siapa sangka mereka tidak pernah kembali lagi meninggalkan anak mereka begitu saja.&lt;br /&gt;
Mengetahui kenyataan tersebut kedua sepuh ini menerima dengan ikhlas dan bersedia merawat anak tersebut dengan segala keterbatasan mereka, namun Pak RT tidak setuju, dan ini menimbulkan komplikasi, agar si anak dapat dirawat dengan jaminan askeskin, dia haruslah anggota dari keluarga tersebut, masuk dalam KK, namun pak RT sama sekali tidak kooperatif dan kini kita berfikir ulang untuk memasukkannya ke Rumah Sakit.&lt;br /&gt;
Jadi apa pelajarannya ? tekanan ekonomi dan himpitan hidup yang dialami pasangan muda dengan anak bukan hal enteng. dibutuhkan rasa tanggung jawab yang luar biasa besar, ketangguhan mental, kesiapan menanggung lelah untuk menunaikan amanah keluarga yang diberikan Allah swt, itu mengapa kiranya menikah adalah setengah dari Dien.&lt;br /&gt;
Dibutuhkan dua orang dan dua kepala untuk menghadapi semua tantangan itu, dan 4 bahu untuk menanggung bebannya, bahu-membahu, tolong-menolong, saling menguatkan, saling mengingatkan. tekadang tuntutan dunia modern mengharuskan kita melibatkan pihak lain khadimat, orang tua, tetangga yang bukan tanpa resiko, tapi beban amanah tetap ditangan kedua orang tua, suami-istri yang kelak ditanya dan dipertanggung-jawabkan di kampung akhirat.&lt;br /&gt;
Jadi apa pelajarannya ? menyiapkan diri dan bersiap siaga selalu menghadapi beban kehidupan mutlak adanya, menjadikan setiap peristiwa yang menerpa sebagai pelajaran yang menguatkan “ what doesn’t kill you only gonna make you stronger”. Tanggung jawab orang tua untuk mendewasakan anak-anaknya, menyiapkan bahu dan hati yang kuat. Tanggung jawab pemerintah juga untuk menyediakan pendidikan yang berkualitas, bukan hanya untuk memenangkan olimpiade sains tapi untuk memenangkan kompetisi harian sepanjang usia, yang mampu mengambil manfaat dan memberi manfaat untuk kehidupan disekitarnya.&lt;br /&gt;
Pastinya ada korupsi dan atau penyalahgunaan wewenang di suatu masa, di suatu tempat yang berakibat, pasangan ini tidak mendapat pendidikan yang memadai dari keluarganya, dari sekolahnya, dan dari masyarakatnya hingga ketika mereka memcoba membina keluarga baru lah tersadar cinta saja tidak cukup.&lt;br /&gt;
Bukan salah mereka karena tidak bertanggung jawab, bukan salah mereka saja bila tidak sanggup menafkahi keluarganya, bukan salah mereka melulu sampai menelantarkannya anaknya…tapi juga salah kita semua sebagai masyarakat, sebagai bangsa dan negara yang belum mampu menegakkan keadilan dan menyejahterakan anak-anak negeri ini. Mungkin sekarang saatnya kita berubah…terlambat memang, korban sudah berjatuhan, tapi masih lebih baik dari pada, terus menerus terlelap memimpikan dunia dengan perhiasannya yang gemerlap.</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2010/02/sampai-kapan-kita-terlena.html</link><author>noreply@blogger.com (indrakus)</author><thr:total>1</thr:total></item></channel></rss>