<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-6747436728866758747</atom:id><lastBuildDate>Thu, 19 Dec 2024 03:21:25 +0000</lastBuildDate><title>Catatan Kecil Online</title><description>Hanya sebuah catatan perkembangan berita dan semangat hidup.</description><link>http://catatankecilonline.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>44</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6747436728866758747.post-1883955742957058630</guid><pubDate>Sun, 23 Dec 2012 08:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-23T15:11:18.170+07:00</atom:updated><title>Kisah Wanita Korban Kekerasan di India yang Mendadak Jadi &#39;Miliuner&#39; </title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-Ma6fZEMTOtLlFfFQ69LihXwmy2NNHPx0YF-XHSEGoQu053uxA_8w2qGUrvCAUBVWLoExHQ4gXmdeGz_fHE_7tj2ZpcsJ1w0ANJNB5K_jRgZUqtqMHevB5eiW6tSTqcVvg5eWduj3ycY/s1600/Sonali-Mukherjee-Acid-Victim.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;286&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-Ma6fZEMTOtLlFfFQ69LihXwmy2NNHPx0YF-XHSEGoQu053uxA_8w2qGUrvCAUBVWLoExHQ4gXmdeGz_fHE_7tj2ZpcsJ1w0ANJNB5K_jRgZUqtqMHevB5eiW6tSTqcVvg5eWduj3ycY/s320/Sonali-Mukherjee-Acid-Victim.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;New Delhi&lt;/b&gt; - Sonali Mukherjee pernah menjadi korban 
kekerasan. Wajahnya rusak karena siraman air keras. Namun peristiwa itu 
tak membuatnya mengurung diri. Bahkan kini dia mendadak jadi jutawan. 
Bagaimana kisahnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diberitakan &lt;i&gt;AFP&lt;/i&gt;, Minggu 
(23/12/2012), Sonali mengalami kerusakan di wajah pada tahun 2003 lalu 
karena ulah 3 rekannya sewaktu menjadi mahasiswa. Padahal saat itu, 
Sonali adalah seorang mahasiswi yang cukup berprestasi di Universitas 
Dhanbad, India.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para mahasiswa bejat itu masuk diam-diam ke dalam
 rumahnya untuk memperkosa. Namun karena Sonali melakukan perlawanan, 
para mahasiswa itu menyiramnya dengan cairan air keras bernama &#39;Tezaab&#39;.
 Wajahnya rusak, terutama di bagian mata, hidung dan telinga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski
 sudah menjalani operasi kulit sebanyak 22 kali, Sonali tetap buta dan 
sedikit terganggu pendengarannya. Ketiga pelaku berhasil ditangkap, 
namun mereka bisa bebas tak lama kemudian dengan uang jaminan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa
 waktu lalu, wanita 27 tahun tersebut pun akhirnya muncul kembali di 
layar kaca. Bukan sebagai korban, namun peserta kuis yang paling 
terkenal di India, &#39;Kaun Banega Crorepati&#39; atau dikenal dengan &#39;Who 
wants to be a millionaire&#39;. Dia pun berhasil mendapatkan hadiah utama 
sebesar 2,5 juta rupee atau US$ 45.000 setelah berhasil menjawab 10 
pertanyaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keinginannya untuk mengikuti kuis itu memang kuat. 
Terutama untuk membantu biaya pengobatan dan operasi tubuh yang tak 
sedikit. Dia pun akan segera melakukan operasi kulit tambahan setelah 
mendapat uang tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&#39;allowfullscreen&#39; webkitallowfullscreen=&#39;webkitallowfullscreen&#39; mozallowfullscreen=&#39;mozallowfullscreen&#39; width=&#39;320&#39; height=&#39;266&#39; src=&#39;https://www.youtube.com/embed/Yru6z9ROXk4?feature=player_embedded&#39; frameborder=&#39;0&#39;&gt;&lt;/iframe&gt;
&lt;/center&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Jika Anda bisa melihat gambar seorang 
wanita cantik, saya yakin Anda juga bisa melihat wajah saya yang 
terbakar,&quot; kata Sonali kepada AFP.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Saya memenangkan uang tapi saya butuh lebih banyak untuk pengobatan saya,&quot; sambungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sangat
 mudah bagi korban kekerasan air keras seperti saya untuk diam dan 
menelan semuanya. Namun saya memilih untuk berdiri dan berteriak melawan
 kekerasan,&quot; lanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kisah Sonali membuat jutaan penonton 
acara tersebut terharu. Mereka menganggap Sonali adalah pembangkit 
semangat perempuan di India untuk melawan segala bentuk kekerasan. Air 
mata penonton di studio pun berjatuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kadang kita pikir, hidup
 kita sudah cukup menderita, semua hal sepertinya tak sesuai dengan 
keinginan kita. Namun saat kita bertemu dengan Sonali, kita sadar betapa
 beruntungnya kita,&quot; ujar sang pembawa acara tersebut, Amitabh Bachchan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
India
 memang cukup dikenal dengan angka kekerasan yang tinggi terhadap 
perempuan. Data kejahatan nasional menyebutkan, 228.650 dari total angka
 kejahatan 256.329 yang terjadi di India, menimpa perempuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;sumber: detik.com dan Youtube&lt;/span&gt; </description><link>http://catatankecilonline.blogspot.com/2012/12/kisah-wanita-korban-kekerasan-di-india.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-Ma6fZEMTOtLlFfFQ69LihXwmy2NNHPx0YF-XHSEGoQu053uxA_8w2qGUrvCAUBVWLoExHQ4gXmdeGz_fHE_7tj2ZpcsJ1w0ANJNB5K_jRgZUqtqMHevB5eiW6tSTqcVvg5eWduj3ycY/s72-c/Sonali-Mukherjee-Acid-Victim.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6747436728866758747.post-4231297036336935</guid><pubDate>Tue, 16 Oct 2012 00:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-10-16T07:57:34.502+07:00</atom:updated><title>Ibu, Maafkan Aku…</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhy1pUz4gm4i-AWMybeA2gvLxr-00ECcgItnnaUfzE3BuLKuFP6oPuykpvEY_8dccqcX_LymM42k-co8AyGA16ZnJe4ldajQ8ap0-BJNBdG7x_zNzHRcNEtXVneSB7tBu9S8ACGqCn3ebk/s1600/laki2-punmenangis.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhy1pUz4gm4i-AWMybeA2gvLxr-00ECcgItnnaUfzE3BuLKuFP6oPuykpvEY_8dccqcX_LymM42k-co8AyGA16ZnJe4ldajQ8ap0-BJNBdG7x_zNzHRcNEtXVneSB7tBu9S8ACGqCn3ebk/s320/laki2-punmenangis.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya&lt;br /&gt;
Suaminya sudah lama meninggal karena sakit&lt;br /&gt;
Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya.&lt;br /&gt;
Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, Namun ia sering 
berdoa memohon kepada Tuhan: “Tuhan tolong sadarkan anakku yang 
kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, 
sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang 
dilakukannya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap&lt;br /&gt;
Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk diadili dan dijatuhi hukuman pancung&lt;br /&gt;
pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari&lt;br /&gt;
di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu dia menangis meratapi anak 
yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan “Tuhan ampuni anak 
hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan&lt;br /&gt;
Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah Tak hentinya dia berdoa supaya 
anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan Dan dalam 
mimpinya dia bertemu dengan Tuhan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong2 
manyaksikan hukuman tersebut Sang algojo sudah siap dengan pancungnya 
dan anak sudah pasrah dengan nasibnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia 
menangis menyesali perbuatannya Detik-detik yang dinantikan akhirnya 
tiba&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang sudah 
lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang 
bertugas membunyikan lonceng datang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada&lt;br /&gt;
Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir 
darah Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahukah anda apa yang terjadi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah&lt;br /&gt;
dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi,&lt;br /&gt;
dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata&lt;br /&gt;
Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan&lt;br /&gt;
Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya Ternyata malam 
sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat 
dirinya di lonceng Memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman 
pancung anaknya</description><link>http://catatankecilonline.blogspot.com/2012/10/ibu-maafkan-aku.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhy1pUz4gm4i-AWMybeA2gvLxr-00ECcgItnnaUfzE3BuLKuFP6oPuykpvEY_8dccqcX_LymM42k-co8AyGA16ZnJe4ldajQ8ap0-BJNBdG7x_zNzHRcNEtXVneSB7tBu9S8ACGqCn3ebk/s72-c/laki2-punmenangis.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6747436728866758747.post-3293485583882911336</guid><pubDate>Tue, 16 Oct 2012 00:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-10-16T07:42:12.455+07:00</atom:updated><title>Seorang Anak yang Merindukan Ibu</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizj5kw_7_uYyJJ3OZFosKLEk3vx4mDK0McyOsio4I-3EYe-3IdY2O8yakPHaMJKnnAn2pfyPQRHVPBMGBTbmqA2K2THBAUlJIXHyogCaOVz3JAVeDDmT8kNTcVk1mUpg0pb8ac5iRARPY/s1600/future.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;218&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizj5kw_7_uYyJJ3OZFosKLEk3vx4mDK0McyOsio4I-3EYe-3IdY2O8yakPHaMJKnnAn2pfyPQRHVPBMGBTbmqA2K2THBAUlJIXHyogCaOVz3JAVeDDmT8kNTcVk1mUpg0pb8ac5iRARPY/s320/future.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Empat tahun yang lalu, kecelakaan telah merenggut orang yang 
kukasihi, sering aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istriku sekarang 
di alam surgawi, baik-baik sajakah? Dia pasti sangat sedih karena sudah 
meninggalkan sorang suami yang tidak mampu mengurus rumah dan seorang 
anak yang masih begitu kecil. Begitulah yang kurasakan,karena selama ini
 aku merasa bahwa aku telah gagal, tidak bisa memenuhi kebutuhan jasmani
 dan rohani anakku, dan gagal untuk menjadi ayah dan ibu untuk anakku.
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;Suatu hari, ada urusan penting di tempat kerja, aku harus segera 
berangkat ke kantor, anakku masih tertidur. Ohhh aku harus menyediakan 
makan untuknya.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Karena masih ada sisa sedikit nasi, jadi aku menggoreng telur untuk
 dia makan. Setelah memberitahu anakku yang masih mengantuk, kemudian 
aku bergegas&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
berangkat ke tempat kerja. Peran ganda yang kujalani, membuat 
energiku benar-benar terkuras. Suatu hari ketika aku pulang kerja aku 
merasa sangat lelah, setelah bekerja sepanjang hari. Hanya sekilas aku 
memeluk dan mencium anakku, aku langsung masuk ke kamar tidur, dan 
melewatkan makan malam.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Namun, ketika aku merebahkan badan ke tempat tidur dengan maksud 
untuk tidur sejenak menghilangkan kepenatan, tiba-tiba aku merasa ada 
sesuatu yang pecah dan tumpah seperti cairan hangat! Aku membuka selimut
 dan….. di sanalah sumber ‘masalah’nya … sebuah mangkuk yang pecah 
dengan mie instan yang berantakan di seprai dan selimut!&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Oh…Tuhan! Aku begitu marah, aku mengambil gantungan pakaian dan 
langsung menghujani anakku yang sedang gembira bermain dengan mainannya,
 dengan pukulan-pukulan! Dia hanya menangis, sedikitpun tidak meminta 
belas kasihan, dia hanya memberi penjelasan singkat:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;strong&gt;“Ayah, tadi aku merasa lapar dan tidak ada lagi sisa nasi. 
Tapi ayah belum pulang, jadi aku ingin memasak mie instan. Aku ingat, 
ayah pernah mengatakan untuk tidak menyentuh atau menggunakan kompor gas
 tanpa ada orang dewasa di sekitar, maka aku menyalakan mesin air minum 
ini dan menggunakan air panas untuk memasak mie. Satu untuk ayah dan 
yang satu lagi untuk saya . Karena aku takut mie’nya akan menjadi 
dingin, jadi aku menyimpannya di bawah selimut supaya tetap hangat 
sampai ayah pulang. Tapi aku lupa untuk mengingatkan ayah karena aku 
sedang bermain dengan mainanku, aku minta maaf,ayah … “&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Seketika, air mata mulai mengalir di pipiku, tetapi, aku tidak 
ingin anakku melihat ayahnya menangis maka aku berlari ke kamar mandi 
dan menangis dengan menyalakan shower di kamar mandi untuk menutupi 
suara tangisku. Setelah beberapa lama, aku hampiri anakku, kupeluknya 
dengan erat dan memberikan obat kepadanya atas luka bekas pukulan 
dipantatnya, lalu aku membujuknya untuk tidur. Kemudian aku membersihkan
 kotoran tumpahan mie di tempat tidur.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Ketika semuanya sudah selesai dan lewat tengah malam, aku melewati 
kamar anakku, dan melihat anakku masih menangis, bukan karena rasa sakit
 di pantatnya, tapi karena dia sedang melihat foto ibu yang dikasihinya.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Satu tahun berlalu sejak kejadian itu, aku mencoba, dalam periode 
ini, untuk memusatkan perhatian dengan memberinya kasih sayang seorang 
ayah dan juga kasih sayang seorang ibu, serta memperhatikan semua 
kebutuhannya. Tanpa terasa, anakku sudah berumur tujuh tahun, dan akan 
lulus dari Taman Kanak-kanak. Untungnya, insiden yang terjadi tidak 
meninggalkan kenangan buruk di masa kecilnya dan dia sudah tumbuh dewasa
 dengan bahagia.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Namun, belum lama, aku sudah memukul anakku lagi, saya benar-benar 
menyesal. Guru Taman Kanak-kanaknya memanggilku dan memberitahukan bahwa
 anak saya absen dari sekolah. Aku pulang kerumah lebih awal dari 
kantor, aku berharap dia bisa menjelaskan. Tapi ia tidak ada dirumah, 
aku pergi mencari di sekitar rumah kami, memangil-manggil namanya dan 
akhirnya menemukan dirinya di sebuah toko alat tulis, sedang bermain 
komputer game dengan gembira. Aku marah, membawanya pulang dan 
menghujaninya dengan pukulan-pukulan. Dia diam saja lalu mengatakan,&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;strong&gt;“Aku minta maaf, ayah“.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Selang beberapa lama aku selidiki, ternyata ia absen dari acara 
“pertunjukan bakat” yang diadakan oleh sekolah, karena yg diundang 
adalah siswa dengan ibunya. Dan itulah alasan ketidakhadirannya karena 
ia tidak punya ibu.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Beberapa hari setelah penghukuman dengan pukulan rotan, anakku 
pulang ke rumah memberitahuku, bahwa disekolahnya mulai diajarkan cara 
membaca dan menulis. Sejak saat itu, anakku lebih banyak mengurung diri 
di kamarnya untuk berlatih menulis,aku yakin , jika istriku masih ada 
dan melihatnya ia akan merasa bangga, tentu saja dia membuat saya bangga
 juga!&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Waktu berlalu dengan begitu cepat, satu tahun telah lewat. Tapi 
astaga, anakku membuat masalah lagi. Ketika aku sedang menyelasaikan 
pekerjaan di hari-hari terakhir kerja, tiba-tiba kantor pos menelpon. 
Karena pengiriman surat sedang mengalami puncaknya, tukang pos juga 
sedang sibuk-sibuknya, suasana hati mereka pun jadi kurang bagus. Mereka
 menelponku dengan marah-marah, untuk memberitahu bahwa anakku telah 
mengirim beberapa surat tanpa alamat. Walaupun aku sudah berjanji untuk 
tidak pernah memukul anakku lagi, tetapi aku tidak bisa menahan diri 
untuk tidak memukulnya lagi, karena aku merasa bahwa anak ini sudah 
benar-benar keterlaluan. Tapi sekali lagi, seperti sebelumnya, dia 
meminta maaf :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
“&lt;strong&gt;Maaf, ayah”.&lt;/strong&gt; Tidak ada tambahan satu kata pun untuk menjelaskan alasannya melakukan itu.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Setelah itu saya pergi ke kantor pos untuk mengambil surat-surat 
tanpa alamat tersebut lalu pulang. Sesampai di rumah, dengan marah aku 
mendorong anakku ke sudut mempertanyakan kepadanya, perbuatan konyol 
apalagi ini? Apa yang ada dikepalanya?&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Jawabannya, di tengah isak-tangisnya, adalah : &lt;strong&gt;“Surat-surat itu untuk ibu…..”&lt;/strong&gt;.
 Tiba-tiba mataku berkaca-kaca. …. tapi aku mencoba mengendalikan emosi 
dan terus bertanya kepadanya: “Tapi kenapa kamu memposkan begitu banyak 
surat-surat, pada waktu yg sama?”&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Jawaban anakku itu : “&lt;strong&gt;Aku telah menulis surat buat ibu 
untuk waktu yang lama, tapi setiap kali aku mau menjangkau kotak pos 
itu, terlalu tinggi bagiku, sehingga aku tidak dapat memposkan 
surat-suratku. Tapi baru-baru ini, ketika aku kembali ke kotak pos, aku 
bisa mencapai kotak itu dan aku mengirimkannya sekaligus”.&lt;/strong&gt; Setelah mendengar penjelasannya ini, aku kehilangan kata-kata, aku bingung,&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
tidak tahu apa yang harus aku lakukan, dan apa yang harus aku katakan. Aku bilang pada anakku, “&lt;strong&gt;Nak, ibu sudah berada di surga, jadi untuk&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;strong&gt; selanjutnya, jika kamu hendak menuliskan sesuatu untuk 
ibu, cukup dengan membakar surat tersebut maka surat akan sampai kepada 
mommy.&lt;/strong&gt; Setelah mendengar hal ini, anakku jadi lebih tenang, dan
 segera setelah itu, ia bisa tidur dengan nyenyak. Aku berjanji akan 
membakar surat-surat atas namanya, jadi saya membawa surat-surat 
tersebut ke luar, tapi…. aku jadi penasaran untuk tidak membuka surat 
tersebut sebelum mereka berubah menjadi abu.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Dan salah satu dari isi surat-suratnya membuat hati saya hancur yang isinya:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;strong&gt;‘ibu sayang’, Aku sangat merindukanmu! Hari ini, ada sebuah
 acara ‘Pertunjukan Bakat’ di sekolah, dan mengundang semua ibu untuk 
hadir di pertunjukan tersebut. Tapi kamu tidak ada, jadi aku tidak ingin
 menghadirinya juga. Aku tidak memberitahu ayah tentang hal ini karena 
aku takut ayah akan mulai menangis dan merindukanmu lagi. Saat itu untuk
 menyembunyikan kesedihan, aku duduk di depan komputer dan mulai bermain
 game di salah satu toko. Ayah keliling-keliling mencariku, setelah 
menemukanku ayah marah, dan aku hanya bisa diam, ayah memukul aku, 
tetapi aku tidak menceritakan alasan yang sebenarnya.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;strong&gt;Ibu, setiap hari aku melihat ayah merindukanmu, setiap kali
 dia teringat padamu, ia begitu sedih dan sering bersembunyi dan 
menangis di kamarnya. Aku pikir kita berdua amat sangat merindukanmu. 
Terlalu berat untuk kita berdua. Tapi bu, aku mulai melupakan wajahmu. 
Bisakah ibu muncul dalam mimpiku sehingga aku dapat melihat wajahmu dan 
ingat kamu? Temanku bilang jika kau tertidur dengan foto orang yang kamu
 rindukan, maka kamu akan melihat orang tersebut dalam mimpimu. Tapi 
ibu, mengapa engkau tak pernah muncul ?&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Setelah membaca surat itu, tangisku tidak bisa berhenti karena aku 
tidak pernah bisa menggantikan kesenjangan yang tak dapat digantikan 
semenjak ditinggalkan oleh istriku&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Note : Untuk para suami dan laki-laki, yang telah dianugerahi 
seorang istri/pasangan yang baik, yang penuh kasih terhadap anak-anakmu 
selalu berterima-kasihlah setiap hari pada istrimu. Dia telah rela 
menghabiskan sisa umurnya untuk menemani hidupmu, membantumu, 
mendukungmu, memanjakanmu dan selalu setia menunggumu, menjaga dan 
menyayangi dirimu dan anak-anakmu. Hargailah keberadaannya, kasihilah 
dan cintailah dia sepanjang hidupmu&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
dengan segala kekurangan dan kelebihannya, karena apabila engkau 
telah kehilangan dia, tidak ada emas permata, intan berlian yang bisa 
menggantikannya.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Sumber : Dari berbagai Blog dan Forum&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://catatankecilonline.blogspot.com/2012/10/seorang-anak-yang-merindukan-ibu.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizj5kw_7_uYyJJ3OZFosKLEk3vx4mDK0McyOsio4I-3EYe-3IdY2O8yakPHaMJKnnAn2pfyPQRHVPBMGBTbmqA2K2THBAUlJIXHyogCaOVz3JAVeDDmT8kNTcVk1mUpg0pb8ac5iRARPY/s72-c/future.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6747436728866758747.post-1039560933970161870</guid><pubDate>Sat, 01 Sep 2012 23:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-09-05T11:04:25.853+07:00</atom:updated><title>Kisah Semangkuk Mie di Malam Imlek</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgsEq3pv8Sc-b1fylFg4EakVba74eahGflujFMUpgyMCU5vb8BEh_RpgxlKeU44m7UFVG4cs00iR2gdIS4WUoML8FLslQQgAx8KimhTb9i_7kAtZCnC3LD_jNknrCJHmX6QxEuNFtr2QQ/s1600/mie.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgsEq3pv8Sc-b1fylFg4EakVba74eahGflujFMUpgyMCU5vb8BEh_RpgxlKeU44m7UFVG4cs00iR2gdIS4WUoML8FLslQQgAx8KimhTb9i_7kAtZCnC3LD_jNknrCJHmX6QxEuNFtr2QQ/s1600/mie.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Suatu malam yang juga merupakan malam imlek, di sebuah jalan ada sebuah toko mie bernama Pei Hai Thing. Makan mie pada malam imlek adalah adat istiadat turun temurun karena itu tentu saja pemasukan toko mie sehari penuh itu sangatlah baik. Tidak terkecuali Pei Hai Thing. Majikan toko mie
 Pei Hai Thing adalah seorang yang jujur dan polos, istrinya adalah 
seorang yang ramah tamah dan melayani orang penuh kehangatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Saat
 sang istri bersiap-siap menutup toko, pintu toko itu sekali lagi 
terbuka. Seorang wanita membawa dua orang anaknya, kira-kira berumur 6 
dan 10 tahun datang. Anak-anak mengenakan baju olahraga baru yang mirip 
satu dengan yang lain, tetapi wanita tersebut hanya memakai baju luar 
bercorak kotak yang telah usang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Wanita itu berkata dengan takut-takut, &quot;Bolehkah…memesan semangkuk mie kuah?&quot; tanyanya. Kedua anak di belakangnya saling memandang dengan tidak tenang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&quot;Tentu…tentu boleh, silahkan duduk di sini.&quot; kata sang majikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Sang istri mengajak mereka ke meja nomor 2 di paling pinggir, lalu berteriak dengan keras ke arah dapur : &quot;Semangkuk mie kuah!&quot;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Sebenarnya jatah semangkuk untuk satu orang hanyalah satu ikat mie,
 sang majikan lalu menambahkan lagi sebanyak setengah ikat dan 
menyiapkannya dalam sebuah mangkuk besar penuh, hal ini tidak diketahui 
sang istri dan tamunya itu. Ibu dan kedua anaknya mengelilingi semangkuk
 mie kuah itu sambil berbicara dengan suara kecil betapa mie itu enak sekali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Tak
 terasa setahun pun berlalu. Usaha Pei Hai Thing tetap ramai. Ketika 
hendak menutup toko, pintu terbuka lagi dan seorang wanita parobaya 
sambil membawa dua orang anaknya masuk. Ketika melihat baju luar 
bercorak kotak yang telah usang itu, dengan seketika sang istri pemilik 
kembali teringat tahun lalu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Mereka pun memesan semangkuk mie.
 Sang majikan mulai menyalakan kembali api yang baru saja dipadamkan. 
Istrinya dengan diam-diam berkata di samping telinga suami, &quot;Ei, masak 3
 mangkuk untuk mereka, boleh tidak?&quot;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&quot;Jangan, kalau demikian mereka bisa merasa tidak enak.&quot; kata sang suami sambil menambahkan seikat mie lagi ke dalam kuah yang mendidih. Ibu dan kedua anaknya pun memuji mie
 tersebut. Mereka kemudian membayar. Meskipun membayar dengan harga yang
 lama, bukan harga sekarang, suami istri pemilik Pei Hai Thing tidak 
meminta kekurangannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Pada
 tahun ketiga, majikan toko dengan tergesa-gesa membalikkan setiap 
lembar daftar harga yang tergantung di dinding dan daftar kenaikan harga
 mie kuah ditulis ulang menjadi harga lama. Di atas 
meja nomor 2, sang istri telah meletakkan kartu tanda telah dipesan. 
Setelah lewat jam 22.00, ibu dengan dua orang anaknya muncul kembali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Sang
 kakak memakai seragam SMP, sang adik mengenakan jaket, yang kelihatan 
agak kebesaran, yang dipakai kakaknya tahun lalu. Kedua anak ini makin 
kelihatan tumbuh dewasa, sang ibu tetap memakai baju luar bercorak kotak
 usang yang telah luntur warnanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Sang
 istri mengajak mereka ke meja nomor 2 dan dengan cepat menyembunyikan 
tanda telah dipesan yang sebelumnya diletakkan di sana. &quot;Tolong…tolong 
buatkan 2 mangkuk mie, bolehkah?&quot; Sang majikan lalu melempar 3 ikat mie
 ke dalam kuah yang mendidih. Ibu dan kedua anaknya makan sambil bicara 
dengan gembira. Sepasang suami istri yang berdiri di balik pintu juga 
turut merasakan kegembiraan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Dari
 pembicaraan mereka, ternyata suami dari wanita itu mengalami kecelakaan
 dan harus membayar mahal untuk pengobatan sehingga anaknya yang besar 
harus mengantar koran dan anak termudanya membantu membeli sayur dan 
masak nasi. Berkat usaha kedua anaknya, mereka bisa membayar sisa biaya 
pengobatan hingga lunas. Namun, ada sebuah kisah lagi di balik kejadian 
itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Anak
 termudanya menulis sebuah karangan dan terpilih secara khusus menjadi 
wakil di wilayah tempat mereka tinggal. Tema yang diberikannya adalah 
&quot;Cita-Citaku&quot;, karangannya bertema semangkuk mie kuah. 
&quot;Ayah mengalami kecelakaan lalu lintas dan meninggalkan hutang yang 
banyak; demi untuk membayar hutang, mama bekerja keras dari pagi hingga 
malam, sampai kakak saya harus mengantar koran. Pada malam tahun baru, kami bertiga ibu dan anak bersama-sama memakan semangkuk mie kuah, sangatlah lezat… 3 orang hanya memesan semangkuk mie
 kuah. Pemilik toko yaitu paman dan istrinya malah masih mengucapkan 
terima kasih kepada kami! Suara itu sepertinya sedang memberikan 
dorongan semangat untuk kami agar tegar menjalani hidup, secepatnya 
melunasi hutang dari ayah.&quot; isi sebagian dari karangan itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Hari
 ini, mungkin Anda tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, namun
 teruslah berbuat baik. Layanilah sesamamu seperti kepada Tuhan dan 
bukan untuk manusia. Selalu ada manfaat yang bisa dipetik saat kita 
dengan sungguh-sungguh melakukan apa yang kita kerjakan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Sumber :   blog.budaya-tionghoa.net/lh3&lt;/span&gt;</description><link>http://catatankecilonline.blogspot.com/2012/09/kisah-semangkuk-mie-di-malam-imlek.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgsEq3pv8Sc-b1fylFg4EakVba74eahGflujFMUpgyMCU5vb8BEh_RpgxlKeU44m7UFVG4cs00iR2gdIS4WUoML8FLslQQgAx8KimhTb9i_7kAtZCnC3LD_jNknrCJHmX6QxEuNFtr2QQ/s72-c/mie.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6747436728866758747.post-3320940089274265758</guid><pubDate>Sat, 07 Jul 2012 03:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-09-02T06:57:44.186+07:00</atom:updated><title>Ia Menangis Dihadapan Ibunya</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjg-V5TRdfvj1S5hHDGwCXeHYtdf_L2w3jnLdZL4wxChPCmKuQJqbQqJKUQKZm68iDq-8FqphQdKwRN8k3SNTrpbUIlcPY98NraCGrAUJKkAg3wGMdmYqV3KfnVjyOGd65ivt-5SISJu9E/s1600/menangis.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjg-V5TRdfvj1S5hHDGwCXeHYtdf_L2w3jnLdZL4wxChPCmKuQJqbQqJKUQKZm68iDq-8FqphQdKwRN8k3SNTrpbUIlcPY98NraCGrAUJKkAg3wGMdmYqV3KfnVjyOGd65ivt-5SISJu9E/s320/menangis.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tdk membawa uang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tdk mempunyai uang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu 
berkata “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
” Ya, tetapi, aku tdk membawa uang” jawab Ana dengan malu-malu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai. “Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adaapa nona?” Tanya si pemilik kedai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“tidak apa-apa” aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi !, tetapi,…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku 
dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya 
memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak 
bakmi dan nasi utukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak 
berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ana, terhenyak mendengar hal tsb.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengapa aku tdk berpikir ttg hal tsb? Utk semangkuk bakmi dr org yg 
baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yg memasak
 untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan 
kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku 
bertengkar dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia mnguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg hrs diucapkan kpd ibunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya 
adalah “Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan
 malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi 
dingin jika kau tdk memakannya sekarang”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu Ana tdk dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kpd org lain 
disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi kpd org yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang 
tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka 
seumur hidup kita.&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;</description><link>http://catatankecilonline.blogspot.com/2012/07/ia-menangis-dihadapan-ibunya.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjg-V5TRdfvj1S5hHDGwCXeHYtdf_L2w3jnLdZL4wxChPCmKuQJqbQqJKUQKZm68iDq-8FqphQdKwRN8k3SNTrpbUIlcPY98NraCGrAUJKkAg3wGMdmYqV3KfnVjyOGd65ivt-5SISJu9E/s72-c/menangis.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6747436728866758747.post-1505168908888673402</guid><pubDate>Wed, 18 Apr 2012 15:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-18T22:28:07.614+07:00</atom:updated><title>Anak 6 Tahun Jualan Limun Demi Selamatkan Ayahnya</title><description>&lt;strong&gt;Suatu kali Drew Cox, 6 tahun, menggelar meja di depan halaman  rumahnya yang berumput dan tak berpagar di Gladewater, Texas, Amerika  Serikat. Di situlah ia berjualan limun dalam gelas di atas meja dengan  selembar karton bertulisan &quot;&lt;em&gt;Please Help My Dad&lt;/em&gt;&quot;. Ia menjual limun 25 cent segelasnya.&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6gbO8NiQpIhiuTgPHoP66rhmyJ5RwWf5d16T-zM4YeZPOGtbP6Qb_gXfzJYIIlaqSVI0hYEpYnzgLoTvVCXP5dSH5tao__owphpNFDTDHFouWWYDy0Aw4gTWS3es-BQplVdMbJBaNkyI/s1600/DrewCox.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6gbO8NiQpIhiuTgPHoP66rhmyJ5RwWf5d16T-zM4YeZPOGtbP6Qb_gXfzJYIIlaqSVI0hYEpYnzgLoTvVCXP5dSH5tao__owphpNFDTDHFouWWYDy0Aw4gTWS3es-BQplVdMbJBaNkyI/s320/DrewCox.jpg&quot; width=&quot;290&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;
Semula tetangganya tak begitu memperhatikannya. Namun setelah ada  tetangganya yang menghampirinya dan membaca karton itu, si tetangga  kontan tersentuh hatinya. Drew, anak pasangan Randy Cox dan Tonya Cooley  Cox, berjualan limun dan makanan kecil untuk mengumpulkan uang yang  akan diberikan pada orangtuanya untuk menebus obat-obatan bagi sang  ayah, Randy Cox, 30 tahun. &lt;br /&gt;
Randy memang didiagnosa terkena penyakit seminoma, sejenis kanker yang  langka. Untuk penyembuhannya ia harus menjalani terapi dengan biaya yang  lumayan besar. Randy harus menjalani empat siklus terapi. Seminggu  pertama ia harus datang ke tempat pengobatannya dan menjalani terapi  selama enam jam setiap hari selama seminggu. Setelah itu berhenti selama  dua minggu. Kemudian terapi lagi seminggu dan berhenti dua minggu. Dan  seterusnya. &lt;br /&gt;
&quot;Saya sedih. Saya ingin ayah bisa kembali sehat,&quot; kata Drew memberi  alasan kenapa berjualan limun seperti dikutip KLTV, Texas. &quot;Saya  melakukan ini (berjualan) karena ingin menolongnya dengan mengumpulkan  uang untuk menebus obat,&quot; katanya lagi. &lt;br /&gt;
Randy mengaku sedih melihat apa yang dilakukan anak pertama dari tiga  anaknya itu. &quot;Itu ungkapan kasih sayangnya pada saya,&quot; katanya. &lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;img alt=&quot;drew&quot; height=&quot;175&quot; src=&quot;http://www.andriewongso.com/otherimage/0-0000000000000000001drew2.jpg&quot; title=&quot;drew&quot; width=&quot;234&quot; /&gt; &lt;/div&gt;Lalu kabar pun tersebar. Para tetangganya datang ke halaman rumah Randy  untuk membeli limun Drew. Bahkan orang-orang di kawasan yang berada di  luar kompleks rumahnya pun berdatangan. Dalam sehari itu jalanan di  depan rumah Randy penuh oleh mobil-mobil yang diparkir. Sejumlah orang,  baik anak-anak maupun orang dewasa ramai-ramai membantu Drew untuk  melayani pembeli lain. Dan tentu saja mereka membayar tak seharga  seperti yang ditawarkan Drew, 25 cent segelas. Hari itu Drew bisa  mengumpulkan pendapatan sampai US$10.000. &lt;br /&gt;
Tak hanya itu, orangtua teman sekolah Drew ada juga yang menggagas  penggalangan dana lewat Facebook. Dan dalam waktu yang tak terlalu lama  sudah terkumpul US$3.500. &quot;Kita tahu bahwa cinta bisa datang dari  seorang anak kecil. Sangat mengagumkan,&quot; kata seorang penyumbang. (foto:  KLRV.com)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;sumber: Tim AndrieWongso&lt;/span&gt;</description><link>http://catatankecilonline.blogspot.com/2012/04/anak-6-tahun-jualan-limun-demi.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6gbO8NiQpIhiuTgPHoP66rhmyJ5RwWf5d16T-zM4YeZPOGtbP6Qb_gXfzJYIIlaqSVI0hYEpYnzgLoTvVCXP5dSH5tao__owphpNFDTDHFouWWYDy0Aw4gTWS3es-BQplVdMbJBaNkyI/s72-c/DrewCox.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6747436728866758747.post-5451002664817725332</guid><pubDate>Tue, 10 Apr 2012 14:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-10T21:26:37.230+07:00</atom:updated><title>Mom Love You Forever</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-2EUFROkd6rGK5XQ93zM-Q_2pvAqtg8kEKXWIchsc5vSny1EJ36jYXdkbL4XVZ5dQrOnGwfJuiIOkGycPwq3V7vQhvlaa4m_lLA2_bxtdXsiIpZkM0U4Cprl2h8Q1uXo2bArzzsqz8zY/s1600/Ibu-Anak.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;241&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-2EUFROkd6rGK5XQ93zM-Q_2pvAqtg8kEKXWIchsc5vSny1EJ36jYXdkbL4XVZ5dQrOnGwfJuiIOkGycPwq3V7vQhvlaa4m_lLA2_bxtdXsiIpZkM0U4Cprl2h8Q1uXo2bArzzsqz8zY/s320/Ibu-Anak.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;hasCaption&quot;&gt;Kisah Nyata Mengharukan: Mom Love You Forever&lt;br /&gt;
[This is a true story of Mother’s Sacrifice during the Japan Earthquake. In English and Bahasa Indonesia]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
” If you can survive, you must remember that I love you.”&lt;br /&gt;
&quot;Jika kau bisa selamat, kau harus ingat bahwa ibu mencintaimu.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah kisah nyata dari pengorbanan seorang Ibu saat Jepang dilanda  tsunami beberapa bulan yang lalu. Setelah tsunami menghantam, para  penyelamat mendatangi rumah seorang ibu yang telah porak poranda. Tim  melihat tubuhnya berada di antara reruntuhan. Tapi ada yang aneh dengan  pose jenazah ibu yang kepala dan punggungnya telah patah itu. Jenazah  tampak sedang melindungi sesuatu di balik tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan  segala kesulitan yang ada, pemimpin regu penyelamat mencoba  menyelamatkan dan berharap agar nyawa ibu muda itu dapat diselamatkan.  Tapi, badan &amp;amp; muka ibu yang pucat itu mengisyaratkan bahwa ia telah  tiada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian pemimpin regu melanjutkan pencarian ke  gedung-gedung yang runtuh di sekitar rumah ibu muda itu. Tapi tak lama  kemudian, untuk beberapa alasan, pemimpin regu penyelamat kembali lagi  ke rumah ibu muda itu. Dia mencoba lagi menunduk dan menggapai jenazah  ibu itu yang terhimpit diantara reruntuhan bangunan. Hanya beberapa saat  setelah itu, dia melihat ada seorang anak bayi di pelukan ibu muda itu.  Pemimpin regu pun berteriak &quot;There is a child..there is a child..!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seluruh tim bekerja bersama. Dengan perlahan dan penuh hati-hati,  mereka memindahkan reruntuhan diantara jenazah ibu muda itu. Ada bayi  berusia 3 bulan disana sedang tertutupi oleh jenazah ibunya dan  dilindungi oleh selimut bercorak bunga-bunga. Dapat dipastikan, ibu itu  tewas karena hendak melindungi anak bayinya. Saat rumahnya runtuh,  sepertinya ia menggunakan tubuhnya untuk melindungi anak bayinya. Anak  bayi itu sedang tertidur saat pemimpin regu penyelamat mengangkatnya  dari reruntuhan. Saat ia membuka selimut anak bayi itu, ada sebuah  handphone. Di handphone itu ada pesan yang bertuliskan ,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b style=&quot;color: red;&quot;&gt;” If you can survive, you must remember that I love you.”&lt;br /&gt;
&quot;Jika kau bisa selamat, kau harus ingat bahwa ibu mencintaimu.&quot;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://catatankecilonline.blogspot.com/2012/04/mom-love-you-forever.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-2EUFROkd6rGK5XQ93zM-Q_2pvAqtg8kEKXWIchsc5vSny1EJ36jYXdkbL4XVZ5dQrOnGwfJuiIOkGycPwq3V7vQhvlaa4m_lLA2_bxtdXsiIpZkM0U4Cprl2h8Q1uXo2bArzzsqz8zY/s72-c/Ibu-Anak.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6747436728866758747.post-4352145297266375941</guid><pubDate>Mon, 06 Feb 2012 01:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-06T08:04:54.029+07:00</atom:updated><title>Jadikan Penghinaan Itu Jadi Cambuk</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2ITPMYEilueQkI7NclKVI3tRRRq9Ch88Ub6l78AbGKYcLKZuAXoI4GAQDgEeA6zJN1BAgUrtkCsmcVIK0KYcjj5GbaBwqeBLU6VRwGHNiQQrqk0jx13J0kOmOVVLZ7wdjlg9Y0i40kjI/s1600/segelas.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;216&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2ITPMYEilueQkI7NclKVI3tRRRq9Ch88Ub6l78AbGKYcLKZuAXoI4GAQDgEeA6zJN1BAgUrtkCsmcVIK0KYcjj5GbaBwqeBLU6VRwGHNiQQrqk0jx13J0kOmOVVLZ7wdjlg9Y0i40kjI/s320/segelas.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Ada
 seorang pemuda miskin yang tinggal di negara Arab. Dia bekerja sebagai 
pekerja rendahan di salah satu perusahaan minyak terkemuka di sana. Hari
 demi hari dia lalui dengan bekerja keras sebagai buruh. Gajinya tidak 
seberapa, hanya cukup untuk makan sehari-hari. Suatu hari, dia merasa 
sangat kehausan. Dia melihat ada botol minum di meja, ia pun bergegas 
mengambilnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Sebelum
 botol itu menyentuh bibirnya, dia tersentak karena teriakan seorang 
insinyur. “Hei, jangan kau minum air itu, air ini khusus untuk 
insinyur.” kata insinyur tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Betapa
 sakit hatinya mendengar teriakan insinyur itu. Dia merasa terhina, 
hanya karena dia seorang pekerja rendahan, dia tak bisa minum segelas 
air itu. Hinaan yang dia terima itu akhirnya membuatnya termotivasi 
untuk bekerja keras memenuhi kebutuhan hidupnya. Selain bekerja, dia 
juga bersekolah di malam harinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Tingkat
 pendidikan yang dia sandang saat itu hanya lulusan SD, dia pun 
melanjutkan pendidikan ke tingkat SMP dan SMA. Kerapkali meski mengalami
 kelelahan, dia tetap berjuang. Sampai suatu hari, dia lulus sebagai 
siswa SMA. Perusahaan pun terkesan dengan kerja kerasnya. Ia pun 
mendapatkan beasiswa ke Amerika. Tidak hanya S1 tapi juga hingga S2.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Singkat
 kata, ia lulus menyandang gelar S2 lulusan universitas di Amerika. Ia 
dipanggil kembali oleh perusahaan minyak dimana dia mengabdikan diri 
selama ini, dia ditugaskan mengganti posisi wakil direktur yang saat itu
 kosong, jabatan tertinggi yang bisa diduduki oleh orang lokal pada saat
 itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Kini
 dia menjadi atasan dari insinyur yang pernah melarangnya minum air. 
Insinyur inipun berkata padanya, “Aku ingin mengajukan liburan. Aku 
berharap Anda tidak mengaitkan kejadian air di masa lalu dengan 
pekerjaan resmi ini. Aku berharap Anda tidak membalas dendam atas 
kekasaran dan keburukan perilakuku di masa lalu.” katanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Apa
 kata pekerja rendahan yang kemudian menjadi wakil direktur ini? “Aku 
ingin berterima kasih padamu dari lubuk hatiku yang paling dalam karena 
kau melarang aku minum saat itu. Benar, dulu aku benci padamu. Tapi 
kamulah penyebab kesuksesanku hingga aku bisa sesukses sekarang ini.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Kita
 dapat belajar dari kisah ini bahwa hinaan yang dia dapatkan, dia 
jadikan batu lompatan untuk lebih tinggi lagi. Hal ini membuat kita 
menyadari bahwa setiap hinaan, kesulitan, cobaan, atau halangan yang 
kita dapatkan membuat kita harus dapat melompat lebih tinggi. Suatu 
sikap yang harus dipelajari dari orang ini juga adalah bahwa kerja 
keras, kesabaran, dan sikap positif dapat membuat seseorang maju.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Sumber: berbagai sumber &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://catatankecilonline.blogspot.com/2012/02/jadikan-penghinaan-itu-jadi-cambuk.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2ITPMYEilueQkI7NclKVI3tRRRq9Ch88Ub6l78AbGKYcLKZuAXoI4GAQDgEeA6zJN1BAgUrtkCsmcVIK0KYcjj5GbaBwqeBLU6VRwGHNiQQrqk0jx13J0kOmOVVLZ7wdjlg9Y0i40kjI/s72-c/segelas.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6747436728866758747.post-960908411275277516</guid><pubDate>Tue, 17 Jan 2012 04:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-17T11:17:33.896+07:00</atom:updated><title>3 Cara Hindari Pengeluaran Tak Terkendali</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Setiap 
orang pasti mempunyai keinginan untuk menyimpan uang/menabung untu 
kepentingan masa depan. Namun tak sedikit yang terus-menerus dihantui 
kegagalan dalam mengelola keuangan. Beth Kobliner, penulis buku &lt;i&gt;Get a Financial Life&lt;/i&gt;&lt;i&gt; punya &lt;/i&gt;jurus ampuh untuk meredam keinginan anda mengeluarkan uang dan lebih banyak menabung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Berhentilah berusaha menabung&lt;/b&gt;.
 Ketika Anda berusaha menyisihkan uang dari gaji pada akhir bulan untuk 
menjadi tabungan, yang sering terjadi Anda malah menghabiskan seluruh 
gaji itu sehingga tidak ada sisa untuk ditabung. Untuk itu, Kobliner 
menganjurkan agar Anda bersikap tegas dengan segera mengalihkan sebagian
 uang begitu diterima. Salah satu caranya adalah dengan memiliki 
asuransi yang harus dibayar setiap bulan. Dengan adanya &quot;pengeluaran 
wajib&quot; seperti ini, Anda tidak akan mencoba untuk mengeluarkannya secara
 tidak bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Gunakan uang tunai.&lt;/b&gt; 
 Studi yang dilakukan oleh peneliti dari MIT menemukan, orang-orang 
lebih rela membayar dengan kartu kredit daripada tunai. Artinya, begitu 
mereka memegang sejumlah uang dalam bentuk tunai, otomatis mereka akan 
lebih berhati-hati dalam menghabiskannya. Karenanya, Kobliner 
menganjurkan untuk menggunakan kartu kredit hanya untuk pengeluaran yang
 besar. &quot;Sementara untuk keperluan sehari-hari, gunakan uang tunai,&quot; 
tambah Kobliner.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt; &lt;b&gt;3. Sedang &lt;i&gt;bad mood&lt;/i&gt;? Di rumah saja!&lt;/b&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
 Survei membuktikan, orang akan lebih banyak mengeluarkan uang di saat 
suasana hatinya sedang buruk. Karenanya, apabila Anda baru saja 
bertengkar dengan pasangan, atau sedih karena dapat teguran keras dari 
atasan di kantor, berdiamlah diri di rumah pada akhir minggu. 
Mendengarkan musik favorit sambil membaca buku adalah cara yang 
&quot;ekonomis&quot; untuk meredam emosi negatif, daripada berjalan-jalan ke mal 
dan menghabiskan uang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;

&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;Sumber :  Redbook - kompas career&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://catatankecilonline.blogspot.com/2012/01/3-cara-hindari-pengeluaran-tak.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6747436728866758747.post-2215383812079087544</guid><pubDate>Tue, 17 Jan 2012 04:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-17T11:21:31.829+07:00</atom:updated><title>Aku Terpaksa Menikahi dan Menjadi Istrinya</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhm5vKhVELxcJNkNSLb_DCwFSjdMCbrPixwNTLDkevWAUGNmkWLkR4yCvEkeXBr6DwRvmGp9Z1SkhgU6yMQ-pkvGlJHcqFo8dZp9NgaxdGMKrff6c92LcdWSA2YrMc7t-Wre2Jd_lzpvss/s1600/husband+and+wife.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhm5vKhVELxcJNkNSLb_DCwFSjdMCbrPixwNTLDkevWAUGNmkWLkR4yCvEkeXBr6DwRvmGp9Z1SkhgU6yMQ-pkvGlJHcqFo8dZp9NgaxdGMKrff6c92LcdWSA2YrMc7t-Wre2Jd_lzpvss/s320/husband+and+wife.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir 
sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah 
benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua,
 membuatku membenci suamiku sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun menikah terpaksa,
 aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap 
hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan 
semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul 
keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan 
dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena 
menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri 
satu-satunya mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika menikah, aku menjadi istri yang 
teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga 
memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani 
tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku 
menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. 
Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku 
bahagia dengan menuruti semua keinginanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di rumah kami, 
akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit
 saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya 
yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia 
meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas
 lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk 
menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di 
kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa 
memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga 
berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, 
tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB 
dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam 
sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia 
membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari 
empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah 
kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku 
mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang 
sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil 
lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam 
akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu berlalu 
hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti 
pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah
 menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan 
sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia 
mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya 
menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang 
mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan
 tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan 
perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ke 
kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. 
Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya 
dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun 
akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga 
beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan 
waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam
 kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang 
tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan 
kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun 
betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di 
rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak 
menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang 
terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan 
bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan 
aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya
 kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.”
 Katanya menjelaskan dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan marah, aku 
mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai 
bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih 
kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya 
padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku 
menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu 
jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir
 dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si 
empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan 
mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa 
malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku
 gengsi untuk berhutang dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujan turun ketika aku melihat 
keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi 
jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone 
suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal 
biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai
 merasa tidak enak dan marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teleponku diangkat setelah 
beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, 
terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa 
saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang,
 ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu 
segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, ia memberitahu bahwa 
suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah 
sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima 
kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku 
menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon 
mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat 
seputih kertas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga
 tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya 
diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku 
tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan 
segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat 
ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan 
menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena 
kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan 
kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan
 kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada 
airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah 
ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi 
kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu
 menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap 
wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi 
dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah
 ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh 
perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama 
kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. 
Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap 
berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku 
padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis 
tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, 
airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam 
mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti 
menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang 
telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku 
teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir 
tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang 
kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi 
terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen 
mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku 
sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak
 pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak 
disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie
 instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia 
mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak 
untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak 
perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan 
masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari 
karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi 
permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau 
jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat pemakaman, 
aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya 
hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun 
sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa 
sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia
 karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan 
dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah 
kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak 
di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku
 duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku 
membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku 
makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk 
saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah 
ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap
 ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak 
bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan 
menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan 
berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi 
sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. 
Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi 
kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku 
begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku
 tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap 
tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu 
aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, 
sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau 
kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan 
mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan 
kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru 
menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan 
normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih 
di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak 
bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang
 membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat 
meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin 
meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang 
dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak 
baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus 
dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan 
begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. 
Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah 
menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk 
bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus 
kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan
 tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya
 selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah 
yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan
 setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya 
bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. 
Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya 
ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun 
menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh 
uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah 
bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja 
atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan 
kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi 
bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. 
Semuanya selalu diatur oleh dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebingunganku terjawab 
beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia 
membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. 
Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku 
dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang 
membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;background-color: #f3f3f3;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Istriku Liliana tersayang,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena 
harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf 
karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah 
memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak 
adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Seandainya 
aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau 
kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah 
menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak 
ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan 
tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan 
mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat 
hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu 
untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. 
Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang 
lebih baik dariku.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan 
karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu 
dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak
 yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan 
disana melihatnya. Oke, Buddy!&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Aku terisak membaca surat itu, 
ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas 
suamiku kalau ia mengirimkan note.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Notaris memberitahu bahwa 
selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari
 hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari 
hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil 
meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa 
menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga 
ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir
 tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. 
Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan 
mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun 
meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi 
putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami 
bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya
 Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku 
merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah 
pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan 
segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan 
belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun 
persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah 
mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada
 ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada 
suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi 
menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas
 darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya 
yang begitu tulus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
..................................&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Sumber : http://bundaiin.blogdetik.com, forum adsense-id&lt;/span&gt;</description><link>http://catatankecilonline.blogspot.com/2012/01/aku-terpaksa-menikahi-dan-menjadi.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhm5vKhVELxcJNkNSLb_DCwFSjdMCbrPixwNTLDkevWAUGNmkWLkR4yCvEkeXBr6DwRvmGp9Z1SkhgU6yMQ-pkvGlJHcqFo8dZp9NgaxdGMKrff6c92LcdWSA2YrMc7t-Wre2Jd_lzpvss/s72-c/husband+and+wife.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6747436728866758747.post-4605840666943053532</guid><pubDate>Sun, 04 Dec 2011 21:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-05T04:59:01.411+07:00</atom:updated><title>Ungkapan Cinta Terakhir</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkQ1R0rYtenQ8cUrPOAEO0kkhTtEHZTx7YeZjy8w4GwvHs70Kj8y9s_UfzG70ljYXed_TuJUmCtTtZpB4gKPZNSSjFwVcHzbxOY3vpAIR-1jT2bqfOvw_BDdQXuW719Ggumnys-TIDaj8/s1600/Love-UB1212.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;205&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkQ1R0rYtenQ8cUrPOAEO0kkhTtEHZTx7YeZjy8w4GwvHs70Kj8y9s_UfzG70ljYXed_TuJUmCtTtZpB4gKPZNSSjFwVcHzbxOY3vpAIR-1jT2bqfOvw_BDdQXuW719Ggumnys-TIDaj8/s320/Love-UB1212.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Suami
 Carol tewas dalam kecelakaan mobil tahun lalu. Jim, yang baru berumur 
lima puluh dua tahun, sedang mengemudikan mobil ke rumah, dari 
kantornya. Yang menabraknya adalah seorang remaja yang mabuk berat. Jim 
tewas seketika. Remaja itu masuk ruang gawat darurat, namun tidak sampai
 dua jam di sana.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Ironisnya lagi, hari itu hari ulang tahun Carol yang kelima puluh, dan Jim sudah membeli dua tiket pesawat ke Hawaii.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Ia ingin memberi kejutan untuk istrinya. Tapi ia justru tewas gara-gara seorang pengemudi mabuk.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;“Bagaimana kamu bisa mengatasi itu?” tanyaku pada Carol, setahun kemudian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Mata Carol basah oleh air mata.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Kupikir
 aku sudah salah bicara, tapi dengan lembut ia meraih tanganku dan 
berkata, “Tidak apa-apa. Aku ingin menceritakan padamu. Ketika aku dan 
Jim menikah, aku berjanji bahwa setiap pagi, sebelum dia berangkat, aku 
mesti mengatakan bahwa aku mencintainya. Dia juga membuat janji yang 
sama. Akhirnya hal itu menjadi semacam gurauan di antara kami.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;“Ketika
 anak-anak mulai lahir, sulit untuk menepati janji itu. Aku ingat aku 
suka lari ke mobilnya sambil berkata, ‘Aku mencintaimu’, dengan gigi 
terkatup rapat kalau aku sedang marah. Kadang aku mengemudi ke kantornya
 untuk menaruh catatan kecil di mobilnya. Hal itu menjadi tantangan yang
 lucu. Banyak kenangan kami tentang kebiasaan mengucapkan cinta ini 
setiap hari, sepanjang kehidupan perkawinan kami,” lanjutnya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;“Pada
 pagi Jim meninggal, ia menaruh kartu ulang tahun di dapur, lalu pergi 
diam-diam ke mobilnya. Kudengar mesin mobilnya dinyalakan. Jangan 
coba-coba kabur, ya, pikirku. Aku lari dan menggedor jendela mobilnya, 
sampai ia membukanya. ‘Hari ini, pada ulang tahunku yang kelima puluh, 
Bapak James E. Garrett, aku, Carol Garrett, ingin menyatakan bahwa aku 
mencintaimu.’ Karena itulah aku bisa tabah menghadapi peristiwa itu. 
Karena aku tahu bahwa kata-kata terakhir yang kuucapkan pada Jim adalah 
‘Aku mencintaimu,’” ungkapnya sambil tersenyum simpul.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pesan kisah:&lt;/b&gt;
 Pakailah lidah bibir kita untuk mengucapkan kata-kata yang manis, yang 
sedap untuk didengar telinga orang lain, terkhususnya lagi kepada 
orang-orang yang kita kasihi. Perkatakan lah hal-hal yang positif pada 
saat kita bertemu dengan mereka karena dengan begitu kita sedang 
memberkati hidup mereka dan meninggalkan kesan baik yang nantinya akan 
mereka tularkan kepada orang lain yang mereka temui di dalam keseharian 
mereka.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih” (Kolose 4:6)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Sumber : &lt;/b&gt;  inspirationalstories.com/bm, jawaban.com&lt;/span&gt;</description><link>http://catatankecilonline.blogspot.com/2011/12/ungkapan-cinta-terakhir.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkQ1R0rYtenQ8cUrPOAEO0kkhTtEHZTx7YeZjy8w4GwvHs70Kj8y9s_UfzG70ljYXed_TuJUmCtTtZpB4gKPZNSSjFwVcHzbxOY3vpAIR-1jT2bqfOvw_BDdQXuW719Ggumnys-TIDaj8/s72-c/Love-UB1212.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6747436728866758747.post-5720308855157965335</guid><pubDate>Sun, 04 Dec 2011 14:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-05T04:27:04.834+07:00</atom:updated><title>Toples</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_odGtQlgbZ1qu9O6mqVObxT4iGkhMWeIfN6WTxAHW8oCLJRm-_XI2tTXCxoosln35mSfyKOTrQfuIQ9ptLWBkrFOgJCecp6yvIdVYsEba1OKAatphmFzG7bY7SS8ueZ_lAjYUeHINNrI/s1600/profesor1.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;232&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_odGtQlgbZ1qu9O6mqVObxT4iGkhMWeIfN6WTxAHW8oCLJRm-_XI2tTXCxoosln35mSfyKOTrQfuIQ9ptLWBkrFOgJCecp6yvIdVYsEba1OKAatphmFzG7bY7SS8ueZ_lAjYUeHINNrI/s320/profesor1.gif&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Profesor berdiri di depan kelas filsafat. Saat kelas
dimulai, dia mengambil toples kosong dan mengisi dengan bola-bola golf.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Kemudian berkata kepada murid-muridnya, apakah toples sudah
penuh…?&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Mereka setuju…!&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Kemudian dia menuangkan batu koral kedalam&amp;nbsp; toples, menguncang dengan ringan. &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Batu-batu koral mengisi tempat yang kosong di antara
bola-bola golf.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Kemudian dia bertanya kepada murid-muridnya, apakah toples
sudah penuh ?&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Mereka setuju …!&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Selanjutnya dia menabur pasir ke dalam toples. Tentu saja
pasir menutupi semuanya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Profesor sekali lagi bertanya apakah toples sudah penuh..??&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Para murid berkata, “Yes” …!!&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Kemudian dia menuangkan segelas air ke dalam toples, dan
secara efektif mengisi ruang kosong di antar pasir.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Para murid tertawa…&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
“Sekarang …saya ingin kalian memahami bahwa toples ini
mewakili kehidupanmu.”&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: magenta;&quot;&gt;
“Bola-bola golf adalah hal yang penting : Tuhan, keluarga,
anak-anak, kesehatan, teman-teman”.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
“Jika yang lain hilang dan hanya tinggal mereka, maka
hidupmu masih tetap penuh”.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: magenta;&quot;&gt;“Batu-batu koral adalah hal-hal lain, seperti pekerjaanmu,
rumah dan mobil”&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: magenta;&quot;&gt;
“Pasir adalah hal-hal yang sepele.”&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
“Jika kalian pertama kali memasukkan pasir ke dalam toples,
maka tidak akan tersisa ruang untuk batu-batu koral ataupun bola-bola golf…&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Hal yang sama akan terjadi dalam hidupmu.”&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
“Jika kalian menghabiskan energi untuk hal-hal sepele,
kalian tidak akan mempunyai ruang untuk hal-hal yang penting buat kalian.”&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
“Jadi sediakan perhatian untuk hal-hal yang penting untuk
kebahagianmu.”&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
“Bermainlah dengan anak-anakmu.”&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
“Luangkan waktu untuk check up kesehatan.”&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
“Ajak pasanganmu untuk keluar makan malam.”&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
“Berikan perhatian terlebih dahulu kepada bola-bola golf.”&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Hal-hal yang benar-benar penting. Atur prioritasmu. Baru
yang terakhir, urus pasirnya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
“Salah satu murid mengangkat tangan dan bertanya, “air
mewakili apa?”&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
“Profesor tersenyum, “Saya senang kamu bertanya.”&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
“Itu untuk menunjukan kepada kalian, sekalipun hidupmu
tampak sudah penuh, tetapi selalu tersedia tempat untuk &lt;span style=&quot;color: magenta;&quot;&gt;segelas air bersama
sahabat….&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://catatankecilonline.blogspot.com/2011/12/toples.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_odGtQlgbZ1qu9O6mqVObxT4iGkhMWeIfN6WTxAHW8oCLJRm-_XI2tTXCxoosln35mSfyKOTrQfuIQ9ptLWBkrFOgJCecp6yvIdVYsEba1OKAatphmFzG7bY7SS8ueZ_lAjYUeHINNrI/s72-c/profesor1.gif" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6747436728866758747.post-8472240988137985725</guid><pubDate>Fri, 25 Nov 2011 16:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-10-16T08:26:58.197+07:00</atom:updated><title>Peringatan Yang Punya Hidung</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9Qcn1Z-VWhFee2iUJaYnIVMoaOoTIq7SoG8K4Mg0NuR2Ct2b6secgioNlVTBMQrGc1a6kHrAB-DZy8odtf-EKH3GzItLRWtZbfLLTopP9LaEuvp7kRsbiw5QwyeoeQKcw9WrZTIZugvk/s1600/hidung.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;150&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9Qcn1Z-VWhFee2iUJaYnIVMoaOoTIq7SoG8K4Mg0NuR2Ct2b6secgioNlVTBMQrGc1a6kHrAB-DZy8odtf-EKH3GzItLRWtZbfLLTopP9LaEuvp7kRsbiw5QwyeoeQKcw9WrZTIZugvk/s200/hidung.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
Gara-gara sering masuk &lt;b style=&quot;background-color: red; color: white;&quot;&gt;kerumah walet&lt;/b&gt;
 tanpa pakai masker dan jarang membersihkan lobang hidung. Akhirnya 
operasi mengeluarkan ulat-ulat yang bersarang dilobang hidung&amp;nbsp; &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;center&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: right;&quot;&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&#39;allowfullscreen&#39; webkitallowfullscreen=&#39;webkitallowfullscreen&#39; mozallowfullscreen=&#39;mozallowfullscreen&#39; width=&#39;320&#39; height=&#39;266&#39; src=&#39;https://www.youtube.com/embed/23HolR90vCA?feature=player_embedded&#39; frameborder=&#39;0&#39;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/center&gt;
</description><link>http://catatankecilonline.blogspot.com/2011/11/peringatan-yang-punya-hidung.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9Qcn1Z-VWhFee2iUJaYnIVMoaOoTIq7SoG8K4Mg0NuR2Ct2b6secgioNlVTBMQrGc1a6kHrAB-DZy8odtf-EKH3GzItLRWtZbfLLTopP9LaEuvp7kRsbiw5QwyeoeQKcw9WrZTIZugvk/s72-c/hidung.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6747436728866758747.post-1793578255354471139</guid><pubDate>Mon, 21 Nov 2011 13:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-21T21:03:17.287+07:00</atom:updated><title>Tindakan Ini Dilarang Keras Dilakukan Istri Kepada Suami !</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Kelanggengan
 sebuah rumah tangga tidak ditentukan oleh salah satu pihak saja. Perlu 
adanya kerjasama yang harmonis antara suami dan istri untuk membuat 
bahtera pernikahan mereka tetap kuat dan kokoh. Demi mewujudkan hal ini,
 masing-masing pihak perlu memperhatikan sikap dan perilakunya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9L7i_wHmpzjKWhnlXYKHMQIKRRI1-aV40TruY2EwITSCLKZqdFCKXc9tZ_Y8GhD3o_XPDbPu1-e9v6ZsMCGeVNBKZIJj_a_q1UsngC0BQj75bkdV-T65YbXMyqDccEJ-8MesprCxYVbo/s1600/husband-wife.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;214&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9L7i_wHmpzjKWhnlXYKHMQIKRRI1-aV40TruY2EwITSCLKZqdFCKXc9tZ_Y8GhD3o_XPDbPu1-e9v6ZsMCGeVNBKZIJj_a_q1UsngC0BQj75bkdV-T65YbXMyqDccEJ-8MesprCxYVbo/s320/husband-wife.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Pernyataan
 ‘pasangan kita harus menerima diri kita apa adanya’ janganlah dijadikan
 sebagai alasan pembenaran kita tidak mau mengubah tindakan kita. Ketika
 kita mengetahui bahwa apa yang kita lakukan adalah tidak baik, tak ada 
salahnya untuk memperbaiki tingkah laku kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Sebagaimana
 diketahui, kaum wanita (istri) merupakan makhluk yang lebih ekspresif 
dibanding kaum pria (suami). Segala apa yang mereka rasakan akan segera 
mereka tuangkan dalam bentuk kata-kata dan mereka pun pada saat itu pun 
ingin melihat respon dari orang yang diajak berinteraksi. Sikap ini 
ternyata kurang baik khususnya saat ingin menjalin komunikasi dengan 
suami.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Bagi
 pria, rentetan pertanyaan dan respon segera yang diingini oleh 
pasangannya merupakan sebuah bentuk teror bagi dirinya. Ia akan merasa 
terdesak dan tidak memiliki pilihan. Jika sudah begini maka pria 
biasanya akan menjawab se-kenanya saja atau malah memilih diam seribu 
bahasa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Tentu
 sang istri tidak menginginkan respon “asal-asalan” ini. Ia mau pasti 
suaminya menjawab dengan sungguh-sungguh. Lalu bagaimana agar sang suami
 tidak beranggapan Anda meneror dirinya dan mau untuk memberikan respon 
yang benar? Jawabannya sederhana bertanyalah pada saat suasana hati dan 
keadaan fisik dia sedang bagus.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Apabila
 Anda melihat bahwa suami Anda sedang senang dan fisiknya tidak lelah, 
mulailah untuk mengungkapkan apa keluh kesah Anda. Utarakan dengan jelas
 dan padat apa yang menjadi ketidaknyamanan di hati Anda. Jangan 
bertanya dengan sistem pertanyaan beranak pinak karena itu akan membuat 
dia jengkel nantinya dan mencap Anda sebagai seorang detektif/polisi 
yang sedang melakukan interogasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Satu
 hal lagi, ucapkan terima kasih kepada suami Anda pada saat dia telah 
selesai menjawab pertanyaan Anda atau membuat hati Anda tentram. Hal ini
 akan membuat dia merasa tersanjung dan takkan menolak untuk merespon 
atau menjawab pertanyaan-pertanyaan/kegusaran hati Anda di keesokan atau
 kemudian- kemudian hari.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2&gt;

&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Sumber :  Jawaban.Com&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;</description><link>http://catatankecilonline.blogspot.com/2011/11/tindakan-ini-dilarang-keras-dilakukan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9L7i_wHmpzjKWhnlXYKHMQIKRRI1-aV40TruY2EwITSCLKZqdFCKXc9tZ_Y8GhD3o_XPDbPu1-e9v6ZsMCGeVNBKZIJj_a_q1UsngC0BQj75bkdV-T65YbXMyqDccEJ-8MesprCxYVbo/s72-c/husband-wife.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6747436728866758747.post-8851166509865369619</guid><pubDate>Thu, 17 Nov 2011 23:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-18T06:09:04.308+07:00</atom:updated><title>Contoh Yang Baik</title><description>&lt;br /&gt;
Eko Pratomo Suyatno, siapa yang tidak kenal lelaki bersahaja ini? Namanya sering muncul di koran, televisi, di buku-buku investasi dan keuangan. Dialah salah seorang dibalik kemajuan industri reksadana di Indonesia dan juga seorang pemimpin dari sebuah perusahaan investasi reksadana besar di negeri ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8m9yN6YS05I-1ykzoLMgfL-9187q8tx1f1OvJxoOIgMsgjawiBfLIAXsLQ_MxN3mYcycIpcMlnTo38RUc9_h6Vo1Jc5zpOPUvwkipK2XI_lfJsDNgcK7T1wBkZ9mLbiBPRT1i646cnEw/s1600/pak-eko1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8m9yN6YS05I-1ykzoLMgfL-9187q8tx1f1OvJxoOIgMsgjawiBfLIAXsLQ_MxN3mYcycIpcMlnTo38RUc9_h6Vo1Jc5zpOPUvwkipK2XI_lfJsDNgcK7T1wBkZ9mLbiBPRT1i646cnEw/s1600/pak-eko1.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam posisinya seperti sekarang ini, boleh jadi kita beranggapan bahwa pria ini pasti super sibuk dengan segudang jadwal padat. Tapi dalam note ini saya tidak akan menyoroti kesuksesan beliau sebagai eksekutif. Karena ada sisi kesehariannya yang luar biasa!!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Usianya sudah tidak terbilang muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, tapi Pak Suyatno masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari isinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya melahirkan anak yang ke empat. tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Suyatno sendirian memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. Dia letakkan istrinya di depan TV agar istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya sudah tidak dapat bicara tapi selalu terlihat senyum. Untunglah tempat berkantor Pak Suyatno tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa menanggapi lewat tatapan matanya, namun begitu bagi Pak Suyatno sudah cukup menyenangkan. Bahkan terkadang diselingi dengan menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun. Dengan penuh kesabaran dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak- anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada suatu hari…saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya– karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama keluarga masing-masing– Pak Suyatno memutuskan dirinyalah yang merawat ibu mereka karena yang dia inginkan hanya satu ‘agar semua anaknya dapat berhasil’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kalimat yang cukup hati-hati, anak yang sulung berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu.” Sambil air mata si sulung berlinang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini, kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”. Si Sulung melanjutkan permohonannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Anak-anakku…Jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan kalian….*sejenak kerongkongannya tersekat*… kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini ?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya seperti sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit.” Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anaknya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno, merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno..dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Pak Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa-apa….disaat itulah meledak tangisnya dengan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disitulah Pak Suyatno bercerita : “Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 anak yang lucu-lucu..Sekarang saat dia sakit karena berkorban untuk cinta kami bersama… dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit…” Sambil menangis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
” Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya hanya dapat bercerita kepada Allah di atas sajadah..dan saya yakin hanya kepada Allah saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya…”BAHWA CINTA SAYA KEPADA ISTRI, SAYA SERAHKAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dear my friends, that’s a true story from someone who taugh me about the important of investment three years ago. I wish i could be someone like him…to give all attention to family..i believe family is our precious thing..more than money or gold.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
dari berbagai sumber&lt;br /&gt;</description><link>http://catatankecilonline.blogspot.com/2011/11/contoh-yang-baik.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8m9yN6YS05I-1ykzoLMgfL-9187q8tx1f1OvJxoOIgMsgjawiBfLIAXsLQ_MxN3mYcycIpcMlnTo38RUc9_h6Vo1Jc5zpOPUvwkipK2XI_lfJsDNgcK7T1wBkZ9mLbiBPRT1i646cnEw/s72-c/pak-eko1.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6747436728866758747.post-523237388030001198</guid><pubDate>Wed, 09 Nov 2011 17:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-10T00:07:24.681+07:00</atom:updated><title>AKAN KUGENDONG ENGKAU SAMPAI AJAL TIBA</title><description>&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;,tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
Suatu malam ketika aku kembali ke rumah, istriku menghidangkan makan malam untukku, sambil memegang tangannya aku berkata;&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;“Saya ingin mengatakan sesuatu kepadamu.”&lt;/strong&gt;&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Istriku lalu duduk disamping sambil menemaniku menikmati makan malam dengan tenang. Dari raut wajah dan matanya kutahu dia sedang memendam luka batin yang membara.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
Tiba-tiba aku tidak tahu harus memulai percakapan dari mana. Kata-kata rasanya berat keluar dari mulutku. Akan tetapi aku harus membiarkan istriku mengetahui apa yang sedang kupikirkan. Aku ingin sebuah perceraian diantara kami. Aku lalu memberanikan diri untuk membicarakannya dengan tenang. Nampaknya dia tidak terganggu sama sekali dengan pembicaraanku, dia malah balik dan bertanya kepadaku dengan tenang,&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;tapi mengapa?&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
Aku menolak menjawabnya. Ini membuatnya sungguh marah kepadaku. Dia membuang&lt;strong&gt;&lt;em&gt;choptiks&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;di tangannya dan mulai berteriak kepadaku, “&lt;strong&gt;engkau bukan seorang laki-laki sejati&lt;/strong&gt;.” Malam itu kami tidak saling bertegur sapa. Dia terus menangis dan menangis. Aku tahu bahwa dia ingin mengetahui alasan dibalik keinginanku untuk bercerai. Tetapi aku dapat memberinya sebuah jawaban yang memuaskan;&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;“Dia telah menyebabkan kasih sayangku hilang terhadap Jane (wanita simpananku). Aku tidak mencintainya lagi. Aku hanya kasihan kepadanya.”&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
Dengan sebuah rasa bersalah yang dalam, aku membuat sebuah pernyataan persetujuan untuk bercerai bahwa dia dapat memiliki rumah kami, mobil dan 30% dari keuntungan perusahaan kami. Dia sungguh marah, merobek kertas itu. Wanita yang telah menghabiskan 10 tahun hidupnya bersamaku kini telah menjadi orang asing di rumah kami, khususnya di hatiku. Aku meminta maaf untuknya, untuk waktunya yang telah terbuang selama 10 tahun bersamaku, untuk semua usaha dan energy yang diberikan kepadaku tapi aku tidak dapat menarik kembali apa yang telah kukatakan kepada Jane bahwa aku sungguh mencintainya. Akhirnya dia menangis dengan suara keras di hadapanku yang mana Aku sendiri berharap melihat terjadi padanya. Bagiku tangisannya tidak mempunyai makna apa-apa. Keinginanku untuk bercerai di hati dan pikiranku telah bulat dan aku harus melakukannya saat itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
Hari berikutnya, ketika saya kembali ke rumah sedikit larut kutemukan dia sedang menulis sesuatu di atas meja di ruang tidur kami. Aku tidak makan malam tapi langsung pergi tidur karena rasa ngantuk yang tak tertahankan akibat rasa capai sesudah seharian bertemu dengan Jane, wanita idamanku saat itu. Ketika terbangun kulihat dia masih duduk di samping meja itu sambil melanjutkan tulisannya. Aku tidak menghiraukannya dan kembali meneruskan tidurku.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
Pagi harinya dia menyerahkan syarat-syarat perceraian yang telah ditulisnya sejak semalam kepadaku; Dia tidak menginginkan sesuatupun dariku, tetapi hanya membutuhkan waktu sebulan sebelum percerain untuk saling memperlakukan sebagai suami-istri dalam arti sebenarnya. Dia memintaku dalam sebulan itu kami berdua harus berjuang untuk hidup normal layaknya suami-istri. Alasannya sangat sederhana; “&lt;strong&gt;Putra kami akan menjalani ujian dalam bulan itu sehingga dia tidak ingin mengganggunya dengan rencana perceraian kami.”&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
Aku menyetujui syarat-syarat yang dia berikan. Akan tetapi dia juga meminta beberapa syarat tambahan sebagai berikut; Dalam rentang waktu sebulan itu, aku harus mengingat kembali bagaimana pada permulaan pernikahan kami, aku &amp;nbsp;harus menggendongnya sambil mengenang kembali saat pesta pernikahan kami. Dia memintaku untuk menggendongnya selama sebulan itu dari kamar tidur sampai di muka pintu depan setiap pagi. Aku pikir dia sudah gila. Akan tetapi, biarlah kucoba untuk membuat hari-hari terakhir kami menjadi indah untuk memenuhi permintaannya kepadaku demi meluluskan perceraian kami.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
Aku menceritakan kepada Jane (wanita simpananku) tentang syarat-syarat yang ditawarkan oleh istriku. Jane tertawa terbahak-bahak mendengarnya dan berpikir bahwa itu adalah sesuatu yang aneh dan tak bermakna. Terserah saja apa yang menjadi tuntutannya tapi yang pasti dia akan menghadapi perceraian yang telah&amp;nbsp; kita rencanakan, demikian kata Jane.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
Kami tak lagi berhubungan badan layaknya suami-istri selama waktu-waktu itu. Sehingga sewaktu aku menggendongnya keluar menuju pintu rumah kami pada hari pertama, kami tidak merasakan apa-apa. Putra kami melihatnya dan bertepuk tangan dibelakang kami, sambil berkata,&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;wow…papa sedang menggendong mama.&lt;/strong&gt;&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Kata-kata putra kami sungguh membuat luka di hatiku.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
Dari tempat tidur sampai di pintu depan aku menggendong dan membawanya sambil tangannya memeluk eratku. Dia menutup mata sambil berkata pelan;&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;“Jangan beritahukan perceraian ini kepada putra kita&lt;/strong&gt;.” Aku&amp;nbsp; menurunkannya di depan pintu. Dia lalu pergi ke depan rumah untuk menunggu bus yang akan membawanya ke tempat kerjanya. Sedangkan aku mengendarai mobil sendirian ke kantorku.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
Pada hari kedua, kami berdua melakukannya dengan lebih mudah. Dia merapat melekat erat di dadaku. Aku dapat mencium dan merasakan keharuman tubuh dan pakaianya. Aku menyadari bahwa aku tidak memperhatikan wanita ini dengan saksama untuk waktu yang sudah agak lama. Aku menyadari bahwa dia tidak muda lagi seperti dulu. Ada bintik-bintik kecil di raut wajahnya, rambutnya mulai beruban! Perkawinan kami telah membuatnya seperti itu. Untuk beberapa menit aku mencoba merenung tentang apa yang telah kuperbuat kepadanya selama perkawinan kami.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
Pada hari yang ke empat, ketika aku menggendongnya, aku merasa sebuah perasaan kedekatan/keintiman yang mulai kembali merebak di relung hatiku yang paling dalam. Inilah wanita yang telah memberi dan mengorbankan 10 tahun kehidupannya untukku. Pada hari keenam dan ketujuh, aku mulai menyadari bahwa kedekatan kami sebagai suami-istri mulai tumbuh kembali di hatiku. Aku tidak mau mengatakan perasaan seperti ini kepada Jane (wanita yang akan kunikahi setelah perceraian kami). Aku pikir ini akan lebih baik karena aku hanya ingin memenuhi syarat yang dia minta agar nantinya aku bisa menikah dengan wanita yang sekarang aku cintai, si Jane.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
Aku memperhatikan ketika suatu pagi dia sedang memilih pakaian yang hendak dia kenakan. Dia mencoba beberapa darinya tapi tidak menemukan satu pun yang cocok untuk tubuhnya. Dia lalu sedikit mengeluh, semua pakaianku terasa terlalu besar untuk tubuhku sekarang. Aku kemudian menyadari bahwa dia semakin kurus, dan inilah alasannya mengapa aku dapat dengan mudah menggendongnya pada hari-hari itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
Tiba-tiba kenyataan itu sangat menusuk dalam di hati dan perasaanku…Dia telah memendam banyak luka dan kepahitan hidup di hatinya. Aku lalu mengulurkan tanganku dan menyentuh kepalanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
Tiba-tiba putra kami muncul pada saat it dan berkata, “&lt;strong&gt;Papa, sekarang waktunya untuk menggendong dan membawa mama.”&lt;/strong&gt;&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Baginya, menggendong dan membawa ibunya keluar menjadi sesuatu yang penting dalam hidupnya. Istriku mendekati putra kami dan memeluk erat tubuhnya penuh keharuan. Aku memalingkan wajahku ke arah yang berlawanan karena takut situasi istri dan putraku akan mempengaruhi dan mengubah keputusanku untuk bercerai pada saat-saat akhir memenuhi syarat-syaratnya. Aku lalu mengangkatnya dengan kedua tanganku, berjalan dari kamar tidur kami, melalui ruang santai sampai ke pintu depan. Tangannya melingkar erat di leherku dengan lembut dan sangat romantis layaknya suami-istri yang hidupnya penuh kedamaian dan harmonis satu dengan yang lain. Aku pun memeluk erat tubuhnya; dan ini seperti moment hari pernikahan kami 10 tahun yang lalu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
Akan tetapi tubuhnya yang sekarang ringan membuatku sedih. Pada hari terakhir, ketika aku menggendongnya dengan kedua lenganku aku merasa sangat berat untuk menggerakkan &amp;nbsp;walaupun cuma selangkah ke depan. Putra kami telah pergi ke sekolah. Aku memeluk eratnya sambil berkata, aku tidak pernah memperhatikan selama ini bahwa hidup perkawinan kita telah kehilangan keintiman/keakraban satu dengan yang lain. Aku mengendarai sendiri kendaraan ke kantorku….melompat keluar dari mobilku tanpa mengunci pintunya. Aku sangat takut jangan sampai ada sesuatu yang membuatku mengubah pikiranku. Aku naik ke lantai atas. Jane membuka pintu dan aku berkata kepadanya,&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;Maaf, Jane, Aku tidak ingin menceraikan istriku.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
Jane memandangku penuh tanda tanya bercampur keheranan, dan kemudian menyentuh dahiku dengan jarinya. Apakah badanmu panas? Dia berkata. Aku mengelak dan mengeluarkan tangannya dari dahiku.&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;Maaf, Jane, aku tidak akan bercerai.&lt;/strong&gt;&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;Hidup perkawinanku terasa membosankan karena dia dan aku tidak memakna secara detail setiap moment kehidupan kami, bukan karena kami tidak saling mencintai satu sama lain.&lt;/strong&gt;&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;Sekarang aku menyadari bahwa sejak aku menggendong dan membawanya setiap pagi, dan terutama kembali mengingat kenangan hari pernikahan kami aku memutuskan untuk tetap akan menggendongnya sampai hari kematian kami tak terpisahkan satu dari yang lain&lt;/strong&gt;. Jane sangat kaget mendengar jawabanku. Dia menamparku dan kemudian membanting pintu dengan keras dan mulai meraung-raung dalam kesedihan bercampur kemarahan terhadapku. Aku tidak menghiraukannya. Aku menuruni tangga dan mengendarai mobilku pergi menjauhinya. Aku singgah di sebuah tokoh bunga di sepanjang jalan itu, aku memesan bunga untuk istriku. Gadis penjual bunga bertanya apa yang harus kutulis di kartunya. Aku tersenyum dan menulis;&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;“Aku akan menggendongmu setiap pagi sampai kematian menjemput.”&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
Petang hari ketika aku tiba di rumah, dengan bunga di tanganku, sebuah senyum indah di wajahku, aku berlari kecil menaiki tangga rumahku, hanya untuk bertemu dengan istiriku dan menyerahkan bunga itu sambil merangkulnya untuk memulai sesuatu yang baru dalam perkawinan kami, tapi apa yang kutemukan?&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;Istriku telah meninggal di atas tempat tidur yang telah kami tempati bersama selama 10 tahun pernikahan kami&lt;/strong&gt;. Istriku telah berjuang melawan kanker ganas yang telah menyerangnya berbulan-bulan tanpa pengetahuanku karena kesibukanku untuk menjalin hubungan asmara dengan Jane. Istriku tahu bahwa dia akan meninggal dalam waktu yang relatif singkat akibat kanker ganas itu, dan ia ingin menyelamatkanku dari apapun pandangan negatif yang mungkin lahir dari putra kami sebagai reaksi atas kebodohanku sebagai seorang suami dan ayah, terutama rencana gila dan bodohku untuk menceraikan wanita yang telah berkorban selama sepuluh tahun mempertahankan pernikahan kami dan demi putra kami…&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;----sekurang-kurangnnya, di mata putra kami – aku adalah seorang ayah yang penuh kasih dan sayang….&lt;/strong&gt;demikianlah makna dibalik perjuangan istriku.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnwMKIlaYLOxDP3TkTM6HD0ltda0XK6cYrKVtNevr8sqKrtpk4dhXejJorznkaU7pZ5lZ30j8SjnQJxQg5DbXp4xWC76aaDRubXCUGGGR3dpvtbI1BqEseRvxmPGF9URTddSO58F5bPJE/s1600/ajal.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;245&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnwMKIlaYLOxDP3TkTM6HD0ltda0XK6cYrKVtNevr8sqKrtpk4dhXejJorznkaU7pZ5lZ30j8SjnQJxQg5DbXp4xWC76aaDRubXCUGGGR3dpvtbI1BqEseRvxmPGF9URTddSO58F5bPJE/s320/ajal.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;,tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;,tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
Sekecil apapun dari peristiwa atau hal dalam hidup sangat mempengaruhi hubungan kita. Itu bukan tergantung pada uang di bank, mobil atau kekayaan apapun namanya. Semuanya ini bisa menciptakan peluang untuk menggapai kebahagiaan tapi sangat pasti bahwa mereka tidak bisa memberikan kebahagiaan itu dari diri mereka sendiri. Suami-istrilah yang harus saling memberi demi kebahagiaan itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
Karena itu, selalu dan selamanya jadilah teman bagi pasanganmu dan buatlah hal-hal yang kecil untuknya yang dapat membangun dan memperkuat hubungan dan keakraban di dalam hidup perkawinanmu. Milikilah sebuah perkawinan yang bahagia. Kamu pasti bisa mendapatkannya, kawan!&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;em&gt;Jika engkau tidak ingin membagi cerita ini, pasti tidak akan terjadi sesuatu padamu di hari-hari hidupmu.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;em&gt;Akan tetapi, kita engkau mau membagi cerita ini kepada sahabat kenalanmu, maka satu hal yang pasti bahwa Tuhan sedang menggunakanmu untuk &amp;nbsp;menyelamatkan perkawinan orang lain, terutama mereka yang sekarang mengalami masalah dalam pernikahan mereka.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;Salam dan doa seorang sahabat untuk para sahabat yang menikah maupun&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;yang berencana untuk menikah,&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;***Duc in Altum***&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;,tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;,tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin: 0px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://catatankecilonline.blogspot.com/2011/11/akan-kugendong-engkau-sampai-ajal-tiba.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnwMKIlaYLOxDP3TkTM6HD0ltda0XK6cYrKVtNevr8sqKrtpk4dhXejJorznkaU7pZ5lZ30j8SjnQJxQg5DbXp4xWC76aaDRubXCUGGGR3dpvtbI1BqEseRvxmPGF9URTddSO58F5bPJE/s72-c/ajal.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6747436728866758747.post-4847977383359618633</guid><pubDate>Wed, 09 Nov 2011 15:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-10T00:08:26.749+07:00</atom:updated><title>Antivirus Paling Handal Sejagad Raya</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoScGfGBY-bzoDwQ847QzBdjX-3QuD_jT59HlT5s3vTcLesWbavPullIRkLybNVau6voyNp4mXrS_01MlfBaa57BegkA9lzIIrAwEsXFEE2w8cKA3G2mvsz4sM6f8OEkDFxOR7DZKjRJ8/s1600/commander-mobile-anti-virus-4.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoScGfGBY-bzoDwQ847QzBdjX-3QuD_jT59HlT5s3vTcLesWbavPullIRkLybNVau6voyNp4mXrS_01MlfBaa57BegkA9lzIIrAwEsXFEE2w8cKA3G2mvsz4sM6f8OEkDFxOR7DZKjRJ8/s1600/commander-mobile-anti-virus-4.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Customer Service (CS) &lt;b&gt;»&lt;/b&gt; Ya, ada yang bisa saya bantu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pelanggan (P) &lt;b&gt;»&lt;/b&gt; Baik, setelah saya pertimbangkan, saya ingin menginstal cinta kasih. Bisakah anda memandu saya menyelesaikan prosesnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
CS &lt;b&gt;»&lt;/b&gt; Ya, saya dapat membantu anda. Anda siap melakukannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
P &lt;b&gt;» &lt;/b&gt;Baik, saya tidak mengerti secara teknis, tetapi saya siap untuk menginstalnya sekarang. Apa yang harus saya lakukan dahulu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
CS &lt;b&gt;»&lt;/b&gt; Langkah pertama adalah membuka HATI anda. Tahukan anda di mana HATI anda?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
P &lt;b&gt;»&lt;/b&gt; Ya, tapi ada banyak program yang sedang aktif. Apakah saya tetap bisa menginstalnya sementara program-program tersebut aktif?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
CS &lt;b&gt;»&lt;/b&gt; Program apa saja yang sedang aktif?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
P &lt;b&gt;»&lt;/b&gt; Sebentar, saya lihat dulu, Program yang sedang aktif adalah SAKITHATI.EXE, MINDER.EXE, DENDAM.EXE dan BENCI.COM.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
CS &lt;b&gt;»&lt;/b&gt;
 Tidak apa-apa. CINTA-KASIH akan menghapus SAKITHATI.EXE dari system 
operasi Anda. Program tersebut akan tetap ada dalam memori anda, tetapi 
tidak lama karena akan tertimpa program lain. CINTA-KASIH akan menimpa 
MINDER.EXE dengan modul yang disebut PERCAYADIRI.EXE. Tetapi anda harus 
mematikan BENCI.COM dan DENDAM.EXE. Program tersebut akan menyebabkan 
CINTA-KASIH tidak terinstal secara sempurna. Dapatkah anda mematikannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
P &lt;b&gt;»&lt;/b&gt; Saya tidak tahu cara mematikannya. Dapatkah anda memandu saya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
CS &lt;b&gt;»&lt;/b&gt;
 Dengan senang hati. Gunakan Start menu dan aktifkan MEMAAFKAN.EXE. 
Aktifkan program ini sesering mungkin sampai BENCI.COM dan DENDAM.EXE 
terhapus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
P &lt;b&gt;»&lt;/b&gt; OK, sudah. CINTA-KASIH mulai terinstal secara otomatis. Apakah ini wajar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
CS &lt;b&gt;»&lt;/b&gt; Ya, anda akan menerima pesan bahwa CINTA-KASIH akan terus diinstal kembali dalam HATI anda. Apakah anda melihat pesan tersebut?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
P &lt;b&gt;»&lt;/b&gt; Ya. Apakah sudah selesai terinstal?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
CS &lt;b&gt;»&lt;/b&gt;
 Ya, tapi ingat bahwa anda hanya punya program dasarnya saja. Anda perlu
 mulai menghubungkan HATI yang lain agar untuk mengupgradenya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
P &lt;b&gt;»&lt;/b&gt; Oops. Saya mendapat pesan error. Apa yang harus saya lakukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
CS &lt;b&gt;»&lt;/b&gt; Apa pesannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
P &lt;b&gt;»&lt;/b&gt; ERROR 412 - PROGRAM NOT RUN ON INTERNAL COMPONENT&quot;. apa artinya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
CS &lt;b&gt;»&lt;/b&gt;
 Jangan kuatir, itu masalah biasa. Artinya, program CINTA-KASIH diset 
untuk aktif di HATI eksternal tetapi belum bisa aktif dalam HATI 
internal anda. Ini adalah salah satu kerumitan pemrograman, tetapi dalam
 istilah non-teknis ini berarti anda harus men-&quot;CINTA-KASIH&quot;-i mesin 
anda sendiri sebelum men-&quot;CINTA-KASIH&quot;-i orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
P &lt;b&gt;»&lt;/b&gt; Lalu apa yang harus saya lakukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
CS &lt;b&gt;»&lt;/b&gt; Dapatkan anda klik pulldown direktori yang disebut &quot;PASRAH&quot;?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
P &lt;b&gt;»&lt;/b&gt; Ya, sudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
CS &lt;b&gt;»&lt;/b&gt;
 Bagus. Pilih file-file berikut dan salin ke direktori &quot;MYHEART&quot; 
MEMAAFKAN-DIRI-SENDIRI.DOC, dan MENYADARI-KEKURANGAN.TXT. sistem akan 
menimpa file-file konflik dan mulai memperbaiki program-program yang 
salah. Anda juga perlu mengosongkan Recycle Bin untuk memastikan 
program-program yang salah tidak muncul kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
P &lt;b&gt;»&lt;/b&gt; Sudah. 
Hei! HATI saya terisi file-file baru. SENYUM.MPG aktif di monitor saya 
dan menandakan bahwa DAMAI.EXE dan KEPUASAN.COM dikopi ke HATI. Apakah 
ini wajar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
CS &lt;b&gt;»&lt;/b&gt; Kadang-kadang. Orang lain mungkin perlu waktu
 untuk mendownloadnya. Jadi CINTA-KASIH telah terinstal dan aktif. Anda 
harus bisa menanganinya dari sini. Ada satu lagi hal yang penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
P &lt;b&gt;»&lt;/b&gt; Apa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
CS &lt;b&gt;»&lt;/b&gt; &lt;b&gt;CINTA-KASIH
 adalah freeware. Pastikan untuk memberikannya kepada orang lain yang 
anda temui. Mereka akan share kepada orang lain dan seterusnya sampai 
anda akan menerimanya kembali.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;adsense-id&amp;nbsp;&lt;/b&gt; &lt;a class=&quot;username offline popupctrl&quot; href=&quot;http://www.adsense-id.com/forums/member.php/52655-deargodiouz&quot; id=&quot;yui-gen21&quot; title=&quot;deargodiouz is offline&quot;&gt;&lt;b&gt;deargodiouz&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt; &lt;/b&gt;</description><link>http://catatankecilonline.blogspot.com/2011/11/antivirus-paling-handal-sejagad-raya.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoScGfGBY-bzoDwQ847QzBdjX-3QuD_jT59HlT5s3vTcLesWbavPullIRkLybNVau6voyNp4mXrS_01MlfBaa57BegkA9lzIIrAwEsXFEE2w8cKA3G2mvsz4sM6f8OEkDFxOR7DZKjRJ8/s72-c/commander-mobile-anti-virus-4.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6747436728866758747.post-2742305184422429044</guid><pubDate>Sat, 05 Nov 2011 17:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-06T00:25:53.468+07:00</atom:updated><title>Penipuan Transaksi Online Mengunakan Metode Seller dan Buyer</title><description>Online seller/buyer, &lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;color: red;&quot;&gt;Wajib BACA !!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Kronologis :&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
P = Penipu&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
K1 = Korban ke-1&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
K2 = Korban ke-2&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
‘P’ membeli barang seharga Rp 150.000 ke ‘K1’, otomatis dia
meminta rekening ‘K1’ untuk melakukan pembayaran sebesar Rp 150.000. Kemudian
pada saat yg bersamaan ‘P’ menjual barang lain ke ‘K2’ seharag Rp 650.000.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Disini ‘P’ bukannya ngasih no.rek dia ke ‘K2’ tapi malah
ngasih no.rek punyanya ‘K1’.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Akhirnya ‘K2’ transfer ke ‘K1’ yang dikira no rek si ‘P’.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Nah kemuadian si’P’ telpon ‘K1’ bilang bahwa dia kelebihan transfer
Rp. 500.000&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
(yg harusnya transfer Rp 150.000 malah masuk Rp 650.000)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Si ‘K1’ setuju untuk mengembalikan Rp 500.000 uang yang dianggapnya kelebihan pembayaran dari si ‘P’ ke dia.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Tapi si ‘P’ ngasih norek Calon Korban berikutnya misal ‘K3’&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Dalam artian dia transaksi juga dengan orang lain ‘K3’&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Akhirnya si ‘K1’ transfer ke Norek K3 yang dikira Norek
punya ‘P”&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Jadi si ‘P’ putar uang hasil penipuan buat beli barang terus
menerus….&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Caranya cerdas memang karena sama sekali TIDAK PERLU PUNYA
NOREKENING..!&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Jadi si ‘P’ transaksi selama ini pake rekening orang lain
diputar-putar buat beli-beli barang&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Nah ‘K2’ bingung dong barangnya tidak datang2&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Dilaporlah ke bank BCA sebagai tindak penipuan.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Tapi yang dilaporin itu Norek punya ‘K1’ karena memang ‘K2”
transfer ke norek milik ‘K1’.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Tapi ‘K1’ tidak tahu apa-apa soal penipuan …karena dia
anggap itu uang hasil transaksi dengan ‘P’&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Diblokirlah norek ‘K1’ oleh Bank BCA, karena memang yang
dilaporin norek punya ‘K1’&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
‘K1’ mencoba ngontak no HP si ‘P’ tpi sudah diduga… HP-nya
udah tidak aktif&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Akhirnya ‘K1’ harus ganti Rp 650.000 ke ‘K2’ supaya norek
nya tdk diblokir&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Sedang si ‘P’ lolos begitu saja.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiR3qW2UyCnEvYWANQTDHsVbn1eZSHvYCXtqZf9cybKZ6XIvmsylMztP_-Fl2ZqNDPRlzLHYYGA9K8FVexIXPhQ-p1W-_w0Qpj10Nqc4CHAh27ki6iXuMD5rQs0eIBXGh4ZklTb82Jsmi4/s1600/transaksi+online.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiR3qW2UyCnEvYWANQTDHsVbn1eZSHvYCXtqZf9cybKZ6XIvmsylMztP_-Fl2ZqNDPRlzLHYYGA9K8FVexIXPhQ-p1W-_w0Qpj10Nqc4CHAh27ki6iXuMD5rQs0eIBXGh4ZklTb82Jsmi4/s1600/transaksi+online.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;color: red; font-size: large;&quot;&gt;HATI-HATI yg suka transaksi online&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://catatankecilonline.blogspot.com/2011/11/penipuan-transaksi-online-mengunakan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiR3qW2UyCnEvYWANQTDHsVbn1eZSHvYCXtqZf9cybKZ6XIvmsylMztP_-Fl2ZqNDPRlzLHYYGA9K8FVexIXPhQ-p1W-_w0Qpj10Nqc4CHAh27ki6iXuMD5rQs0eIBXGh4ZklTb82Jsmi4/s72-c/transaksi+online.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6747436728866758747.post-2240611369793869477</guid><pubDate>Fri, 04 Nov 2011 10:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-04T17:39:10.640+07:00</atom:updated><title>Ilmu Memancing</title><description>Alkisah, di tepi sebuah sungai, tampak beberapa orang yang sedang 
memancing. Di antara para pemancing di sana, terdapat dua orang yang 
terkenal karena kepandaiannya memancing sehingga setiap hari ikan hasil 
tangkapan mereka berdua selalu berhasil memenuhi ember yang mereka bawa.
 Penduduk di sekitar situ pun sangat mengagumi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekelompok anak muda mendatangi si pemancing ingin berguru kepada 
mereka. Saat mendengar maksud dan tujuan para pemuda itu, diam-diam si 
pemancing pertama pergi menghindar mereka sambil menggerutu, &quot;Enak saja 
anak-anak muda itu mau berguru kepadaku. Ilmuku tidak akan kubagikan 
percuma kepada mereka karena toh tidak ada untungnya bagiku. Lebih baik 
waktuku kumanfaatkan sebaik-baiknya, untuk lebih berkonsentrasi 
mendapatkan ikan sebanyak-banyaknya.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRDQ2g0SgROM5S450sXEgJqc61QX-qn5nDZ9oe1cHsftTKlbzn1e9oyrwzX-zFbvuCS_PBsawTCyWxg4Q_c8_YwCCH_C3bPlyyr8uBLIVfFzFANuVvZchlS1ADh5MgvXF2tWDIkjLxR6E/s1600/memancing.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRDQ2g0SgROM5S450sXEgJqc61QX-qn5nDZ9oe1cHsftTKlbzn1e9oyrwzX-zFbvuCS_PBsawTCyWxg4Q_c8_YwCCH_C3bPlyyr8uBLIVfFzFANuVvZchlS1ADh5MgvXF2tWDIkjLxR6E/s1600/memancing.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;Sedangkan pemancing kedua
 dengan ramah membalas sapaan para pemuda yang datang menghampirinya. 
&quot;Kalian ingin belajar memancing? Silakan saja. Bapak dengan senang hati 
akan mengajari kalian.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan selanjutnya, setiap hari, dan 
berhari-hari kemudian, dengan tekun dan gembira masing-masing anak 
mempelajari teknik-teknik memancing, mencari, dan memasang umpan di mata
 kail untuk menarik perhatian ikan memakan umpan, berlatih konsentrasi, 
dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena gembira dengan ilmu yang didapat, para 
murid itu membuat kesepakatan bahwa setiap sepuluh ikan hasil tangkapan 
mereka, akan disisihkan satu ekor untuk guru mereka sebagai tanda 
ungkapan rasa terima kasih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Berkat kebaikan dan kemurahan 
hati si pemancing dengan membagikan ilmu kepada orang-orang lain, maka 
di kemudian hari si pemancing tidak perlu harus memancing ikan setiap 
hari.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasil tangkapan yang disisihkan oleh para muridnya 
ternyata mampu menunjang kehidupannya di kemudian hari, sepanjang sisa 
hidupnya. Sedangkan pemancing yang lainnya, sepanjang hidupnya harus 
tetap melakukan pekerjaan memancing sendiri karena tanpa memancing dia 
tidak bisa menghidupi dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sahabat yang Bijaksana!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti nyala api sebuah lilin, walaupun memberikan api kepada 
lilin-lilin yang lain, dia tidak berkurang sinarnya. Bahkan di saat 
sumbu lilin yang lain menempel padanya, saat itulah apinya menyala lebih
 terang. Dengan memberi, ternyata sedikitpun tidak ada yang berkurang 
dari yang dipunyainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Seperti seorang guru, setiap hari 
membagi ilmu kepada begitu banyak murid tanpa kehilangan sedikitpun ilmu
 yang dia punyai, bahkan pada kisah pemancing tadi, dengan membagi ilmu 
memancingnya, dia mendapatkan keuntungan sepanjang hidupnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 
Berbahagialah mereka yang mau memberi tanpa mengharapkan balasan karena 
sesungguhnya hukum alam selalu memberi imbalan atas setiap perbuatan 
baik tanpa perlu kita memintanya. Maka pada saat kita bisa mempunyai 
kesempatan untuk memberi, berilah! Karena dari sisi lain kita pasti akan
 mendapatkan sesuatu, bahkan di luar dugaan kita.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Andriewongso&lt;/span&gt;</description><link>http://catatankecilonline.blogspot.com/2011/11/ilmu-memancing.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRDQ2g0SgROM5S450sXEgJqc61QX-qn5nDZ9oe1cHsftTKlbzn1e9oyrwzX-zFbvuCS_PBsawTCyWxg4Q_c8_YwCCH_C3bPlyyr8uBLIVfFzFANuVvZchlS1ADh5MgvXF2tWDIkjLxR6E/s72-c/memancing.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6747436728866758747.post-3668979272277509708</guid><pubDate>Thu, 03 Nov 2011 16:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-03T23:30:03.689+07:00</atom:updated><title>Manusia seperti Sebuah BUKU....</title><description>Manusia seperti Sebuah BUKU....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Cover Depan = Tanggal Lahir&lt;br /&gt; Cover Belakang = Tanggal Kematian.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Tiap lembarnya, adalah tiap hari dalam hidup kita dan apa yg kita lakukan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Ada buku yg tebal, ada buku yg tipis. Ada buku yg menarik dibaca, ada yg sama sekali tidak menarik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sekali tertulis, tidak akan pernah bisa di&#39;edit&#39; lagi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Tapi hebatnya,&lt;br /&gt; seburuk apapun halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman selanjutnya yg putih bersih, baru dan tiada cacat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sama dengan hidup kita, seburuk apapun kemarin,&lt;br /&gt; Tuhan selalu menyediakan hari yang baru untuk kita.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Kita selalu diberi kesempatan baru untuk melakukan sesuatu yg benar dalam hidup kita setiap harinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Kita selalu bisa memperbaiki kesalahan kita dan melanjutkan alur cerita
 kedepannya sampai saat usia berakhir, yang sudah ditetapkanNYA.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Terima kasih Tuhan untuk hari yg baru ini..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Syukurilah apa yang kita nikmati hari ini....&lt;br /&gt; dan isilah halaman buku kehidupanmu dengan hal-hal yg baik semata.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Dan jangan pernah lupa, untuk selalu memohon bimbingan-NYA, tentang apa yang harus ditulis tiap harinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Supaya pada saat halaman terakhir buku kehidupan kita selesai, kita dapati diri ini sebagai pribadi yg berkenan kepadaNYA.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Dan buku kehidupan itu layak untuk dijadikan teladan bagi anak-anak kita dan siapapun setelah kita nanti.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Selamat menulis di buku kehidupanmu,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Menulislah dengan tinta cinta dan kasih sayang, serta pena kebijaksanaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Aku berdoa dan berharap :&lt;br /&gt; &quot;Semoga Tuhan selalu menyertai setiap langkah kita&quot;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; ..........karena.........&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; ‎​Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa : langit itu selalu biru, bunga selalu mekar, dan mentari selalu bersinar..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Tapi ketahuilah bahwa Tuhan-mu selalu&lt;br /&gt; memberi pelangi di setiap badai, senyum di setiap air mata, berkah di setiap cobaan,&lt;br /&gt; dan jawaban di setiap do&#39;a.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Amin ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;adsense-id/tohamark&lt;/span&gt;</description><link>http://catatankecilonline.blogspot.com/2011/11/manusia-seperti-sebuah-buku.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6747436728866758747.post-7742417629817158583</guid><pubDate>Mon, 31 Oct 2011 15:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-10-31T22:59:54.041+07:00</atom:updated><title>Murid SD dan gurunya</title><description>&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, Tahoma, Calibri, Geneva, sans-serif;&quot;&gt;Anto yang duduk dibangku SD ditanya Bu Fanny, Gurunya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, Tahoma, Calibri, Geneva, sans-serif;&quot;&gt;Bu Fanny : Anto, ada 5 bebek yang lagi mencari makan disawah. Kalo ditembak pemburu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, Tahoma, Calibri, Geneva, sans-serif;&quot;&gt;kena satu yang tinggal berapa ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, Tahoma, Calibri, Geneva, sans-serif;&quot;&gt;Setelah berpikir sejenak,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, Tahoma, Calibri, Geneva, sans-serif;&quot;&gt;si Anto menjawab “Ga ada sisanya bu ”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, Tahoma, Calibri, Geneva, sans-serif;&quot;&gt;Bu Fanny bertanya “kenapa ga ada sisanya ?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, Tahoma, Calibri, Geneva, sans-serif;&quot;&gt;Si Anto menjawab” yang lain terbang semua karena kaget”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, Tahoma, Calibri, Geneva, sans-serif;&quot;&gt;Bu Fanny tersenyum bijak dan berkata “yah, sebetulnya bukan itu jawabannya. tapi saya suka cara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, Tahoma, Calibri, Geneva, sans-serif;&quot;&gt;berpikir kamu ”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, Tahoma, Calibri, Geneva, sans-serif;&quot;&gt;Si Anto tidak mau kalah ” boleh saya yang tanya bu guru ?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, Tahoma, Calibri, Geneva, sans-serif;&quot;&gt;Bu Fanny ” boleh”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, Tahoma, Calibri, Geneva, sans-serif;&quot;&gt;Si Anto ” ada tiga wanita makan eskrim, satu makanya dikunyah2, yang satu digigit2 dan yg terakhir dijilat2. pertanyaannya wanita mana yang sudah menikah ?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, Tahoma, Calibri, Geneva, sans-serif;&quot;&gt;Tanpa berpikir panjang Bu Fanny menjawab ” sudah pasti yang menjilat2 eskrimnya”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, Tahoma, Calibri, Geneva, sans-serif;&quot;&gt;Si Anto senyum2 dan berkata ” sebetulnya yang sudah menikah yang menggunakan cincin kawin bu……. tapi saya suka cara berpikir ibu “&lt;/span&gt;</description><link>http://catatankecilonline.blogspot.com/2011/10/murid-sd-dan-gurunya.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6747436728866758747.post-4080799197158261507</guid><pubDate>Thu, 27 Oct 2011 18:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-10-28T01:28:58.200+07:00</atom:updated><title>Powerful Inspirational true story...Don&#39;t give up!</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&#39;allowfullscreen&#39; webkitallowfullscreen=&#39;webkitallowfullscreen&#39; mozallowfullscreen=&#39;mozallowfullscreen&#39; width=&#39;320&#39; height=&#39;266&#39; src=&#39;https://www.youtube.com/embed/kZlXWp6vFdE?feature=player_embedded&#39; frameborder=&#39;0&#39;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://catatankecilonline.blogspot.com/2011/10/powerful-inspirational-true-storydont.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6747436728866758747.post-4843896750473729347</guid><pubDate>Thu, 27 Oct 2011 16:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-10-27T23:56:33.319+07:00</atom:updated><title>Cinta</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&#39;allowfullscreen&#39; webkitallowfullscreen=&#39;webkitallowfullscreen&#39; mozallowfullscreen=&#39;mozallowfullscreen&#39; width=&#39;320&#39; height=&#39;266&#39; src=&#39;https://www.blogger.com/video.g?token=AD6v5dwmcSpenZf7ft5YanyCSyjhr41KNZG3xLFQVXh33UFa7Z9PWOMiBx2PHtJE8-kgpDl2G1XnzXaUE47se6tN6A&#39; class=&#39;b-hbp-video b-uploaded&#39; frameborder=&#39;0&#39;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://catatankecilonline.blogspot.com/2011/10/cinta.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6747436728866758747.post-9106031235628439299</guid><pubDate>Wed, 26 Oct 2011 08:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-10-26T15:28:43.381+07:00</atom:updated><title>7 Makanan Pembersih Hati</title><description>&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: white; font-family: arial, verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva;&quot;&gt;Hati bisa digambarkan sebagai organ detoksifikasi tubuh. Hati adalah organ terpenting kedua dalam tubuh yang melakukan berbagai tugas, jadi sangat penting bagi kita untuk merawatnya. Beberapa fungsi hati termasuk mengatur lemak, menyeimbangkan hormon, dan membantu poencernaan. Terdapat berbagai makanan yang dapat membantu fungsi hati agar dapat berjalan dengan baik. Berikut adalah beberapa di antaranya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva;&quot;&gt;&lt;strong&gt;1. Wortel&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva;&quot;&gt;Wortel masuk ke dalam daftar ini karena wortel kaya akan beta-karoten. Wortel membantu mengatur kadar gula darah dan mengurangi peradangan dalam tubuh. Wortel merupakan sumber energi yang baik dan dapat dimasukkan ke dalam diet dengan mudah. Saat mengkonsumsi makanan pembersih hati, sangatlah penting untuk memilih yang segar dan organik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva;&quot;&gt;&lt;strong&gt;2. Bawang Putih&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva;&quot;&gt;Bawang putih bertindak untuk membersihkan dan memperkuat darah. Bawang putih mengandung allicin dan selenium yang tinggi, yang dapat membantu membersihkan hati. Bawang putih tidak hanya membantu fungsi hati, tetapi ginjal juga. Bawang putih bertindak untuk mengaktifkan enzim hati yang pada gilirannya membersihkan racun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva;&quot;&gt;&lt;strong&gt;3. Lemon&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva;&quot;&gt;Makanan pembersih hati seperti lemon dapat dikonsumsi dalam bentuk jus. Lemon jus kaya akan vitamin C, mengandung antioksidan, dan merupakan makanan alkalising yang kuat. Lemon juga bertindak untuk membersihkan kandung empedu, ginjal, saluran pencernaan, dan paru-paru. Tambahkan setengah lemon jus ke dalam secangkir air panas untuk mendapatkan pencernaan yang lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva;&quot;&gt;&lt;strong&gt;4. Sayuran Berdaun Hijau&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva;&quot;&gt;Sayuran berdaun hijau merupakan makanan yang sangat baik bagi pembersihan hati. Sayuran berdaun hijau merupakan tanaman tinggi klorofil yang bertindak untuk menyerap racun dari aliran darah. Masukkan sayuran berdaun hijau seperti bayam, sawi, dan arugula ke dalam diet Anda. Sayuran berdaun hijau juga merupakan sumber serat yang dapat dikonsumsi dalam bentuk dimasak, dijus atau mentah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva;&quot;&gt;&lt;strong&gt;5. Ubi Bit&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva;&quot;&gt;Bit mengandung zat kimia yang disebut betaine yang dapat merangsang sel-sel hati. Betaine juga melindungi saluran hati dan empedu, serta memainkan peranan penting dalam pencernaan makanan. Bit merupakan sumber yang kaya dari berbagai vitamin dan mineral. Bit tidak hanya membantu dalam pembersihan hati, ginjal dan kandung empedu, tetapi juga membantu menstabilkan gula darah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva;&quot;&gt;&lt;strong&gt;6. Susu Thistle&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva;&quot;&gt;Susu ekstrak thistle dapat mencegah dan memperbaiki kerusakan hati. Susu ini berisi antioksidan yang berfungsi sebagai pemblokir racun. Sebagai perkenalan susu thistle ke dalam diet Anda, kapsul susu thistle juga tersedia untuk dikonsumsi. Kapsul ini dapat dikonsumsi setiap hari selama jangka waktu tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva;&quot;&gt;&lt;strong&gt;7. Teh Dandelion&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva;&quot;&gt;Teh dandelion memiliki sifat antioksidan dan merupakan pembersih darah. Teh ini adalah obat herbal yang telah digunakan selama berabad-abad. Akar dandelion merangsang aliran empedu dan bertindak sebagai tonik untuk hati. Teh dandelion dapat memiliki sifat baik sebagai pencegahan maupun reparatif. Cobalah untuk mengganti cangkir kopi harian Anda dengan beberapa cangkir teh dandelion.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva;&quot;&gt;Salah satu metode pembersihan hati yang paling penting adalah dengan meminum banyak air. Anda tidak harus mengkonsumsi semua makanan di atas, tetapi menyadari makanan apa yang bekerja terbaik untuk tubuh Anda selalu berguna untuk menambah pengetahuan Anda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; font-size: 12px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifmJtrb7oQP2tGGXo_rrq214YxLOqntDqKpUYu_n8SfEhhtLOzLfz7mRH_XLpNO538Jbif86YekFotocaggktqwfIIBiybAcQXetomiZgj8FAnv_bk17TYr_oTF7ASL5a76W9KGgxBjBY/s1600/Makanan-Hati_main.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;205&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifmJtrb7oQP2tGGXo_rrq214YxLOqntDqKpUYu_n8SfEhhtLOzLfz7mRH_XLpNO538Jbif86YekFotocaggktqwfIIBiybAcQXetomiZgj8FAnv_bk17TYr_oTF7ASL5a76W9KGgxBjBY/s320/Makanan-Hati_main.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-size: 12px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://catatankecilonline.blogspot.com/2011/10/7-makanan-pembersih-hati.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifmJtrb7oQP2tGGXo_rrq214YxLOqntDqKpUYu_n8SfEhhtLOzLfz7mRH_XLpNO538Jbif86YekFotocaggktqwfIIBiybAcQXetomiZgj8FAnv_bk17TYr_oTF7ASL5a76W9KGgxBjBY/s72-c/Makanan-Hati_main.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6747436728866758747.post-2236144233911381463</guid><pubDate>Tue, 25 Oct 2011 06:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-10-25T13:44:30.667+07:00</atom:updated><title>Mari Perkuat Otak Kita Dengan 10 Cara Ini</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span&gt;Menjadi
 orang pintar ternyata bukan hal yang terjadi karena spontan. Selain 
faktor genetik ada beberapa cara yang digunakan agar kecerdasan Anda 
meningkat. Bila penasaran, Anda dapat mengikuti 10 langkah alternatif 
yang disarankan berikut ini :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;1. Olahraga.&lt;/strong&gt;
 Dipercaya dapat meningkatkan kapasitas otak selama beberapa tahun, 
namun para ilmuwan menemukan bukti baru yang menunjukkan hubungan 
latihan dengan kesehatan fisik dan mental. Sebuah studi dari Universitas
 Cambridge menyatakan joging beberapa kali dalam seminggu dapat 
merangsang otak. Dengan berjalan selama beberapa hari, ratusan ribu 
sel-sel otak baru akan tumbuh&amp;nbsp; yang akan berefek pada pembentukan dan 
ingatan akan kenangan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span&gt;Sehingga
 dapat meningkatkan kemampuan untuk mengingat kenangan tanpa kebingungan
 pada tugas-tugas kognitif dan bisa memerlambat kerusakan mental di usia
 tua.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;2. Tidur Siang. &lt;/strong&gt;Ilmuwan
 menduga bahwa tidur siang memiliki dampak signifikan pada kapasitas 
memori otak. Penelitian terakhir menemukan bahwa tidur selama satu jam 
di sore hari meningkatkan daya kerja otak dan secara dramatis 
meningkatkan kemampuannya untuk mempelajari fakta-fakta baru dan tugas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span&gt;Para
 peneliti menemukan, mereka yang tetap terjaga sepanjang hari cenderung 
lebih sulit&amp;nbsp; mempelajari tugas baru, sehingga para ahli berasumsi bahwa 
dampak jangka panjang dari tidur siang adalah mencegah penyakit mental 
degeneratif.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;3. Makanan Kaya Magnesium.&lt;/strong&gt;
 Makanan kaya magnesium seperti bayam dan brokoli dipercaya bisa 
meningkatkan memori dan kekuatan otak makanan. Penelitian terbaru, yang 
diterbitkan dalam &lt;em&gt;Journal Neuron&lt;/em&gt; menemukan, peningkatan magnesium di otak dapat membantu proses belajar baik orang usia muda dan tua.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;4. Berjemur.&lt;/strong&gt;
 Para ilmuwan telah menemukan bahwa berjemur bisa meningkatkan 
kecerdasan Anda dan mencegah demensia. Asupan vitamin D bisa didapat 
dari berjemur, tapi vitamin D juga dapat ditemukan dalam minyak minyak 
ikan. Yang dapat meningkatkan kemampuan menjaga otak tetap aktif dalam 
kondisi puncak seperti usia Anda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;5. Memotong rumput.&lt;/strong&gt;
 Para peneliti menyatakan, bahan kimia yang ditemukan saat menyabit 
rumput tidak hanya dapat mengurangi stres dan membuat orang lebih 
bahagia, tapi juga bisa mencegah penurunan mental pada usia tua.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;6. Seks dan Cokelat.&lt;/strong&gt;
 Buku karangan Simon Wootton dan Terry Horne telah mengklaim bahwa 
mengonsumsi dark chocolate meningkatkan seks, dan mengikuti tradisi 
Skandinavia, yang memilih memiliki daging dingin untuk sarapan dapat 
meningkatkan kekuatan otak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;7. Mempelajari musik sedari muda.&lt;/strong&gt;
 Sebuah studi menunjukkan bahwa anak-anak muda yang mengambil pelajaran 
musik menunjukkan perkembangan otak yang lebih maju dan memori meningkat
 dibandingkan dengan mereka yang tidak mengambil musik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;8. Berbicara dengan bayi And.a&lt;/strong&gt;
 Para ahli menyatakan bahwa ibu yang berbicara dengan bayi dapat 
membantu otak anak mereka berkembang lebih baik. Peneliti dari 
Northwestern University di Illinois menemukan bahwa kata-kata memainkan 
peran penting dalam perkembangan otak anak-anak bahkan sebelum mereka 
mulai berbicara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;9. Bermain tetris&lt;/strong&gt;
 Sebuah studi yang dilakukan ilmuwan Amerika menemukan bahwa teka-teki 
klasik (permainan tetris) mungkin juga memiliki dampak positif pada 
kekuatan otak Anda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span&gt;Hasil
 riset menunjukkan walaupun permainan ini relatif sederhana dibandingkan
 dengan permainan komputer yang canggih saat ini, latihan yang teratur 
dapat meningkatkan daya pikir. Setelah bermain selama setengah jam 
setiap hari selama periode tiga bulan, otak mengalami &#39;perubahan 
struktural&#39; di daerah yang terkait dengan gerakan, berpikir kritis, 
penalaran, bahasa dan pengolahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;10. &quot;Thinking Cap&lt;/strong&gt;&quot;
 Saat ini, para ilmuwan telah mengembangkan sebuah produk bernama 
&quot;Thinking Cap&quot; yang diharapkan perangkat ini mampu meningkatkan 
kemampuan otak untuk belajar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span&gt;Kemampuan
 otak untuk mempelajari tugas baru&amp;nbsp; meningkat secara signifikan ketika 
sebuah getaran magnetik diarahkan ke korteks premotor, daerah otak yang 
persis di belakang dahi. Teknik ini dapat digunakan tidak hanya untuk 
meningkatkan kemampuan intelektual, tetapi juga untuk membantu mereka 
yang kesulitan belajar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Sumber : jawaban.com&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;</description><link>http://catatankecilonline.blogspot.com/2011/10/mari-perkuat-otak-kita-dengan-10-cara.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item></channel></rss>