<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8386962472183400765</id><updated>2024-12-19T10:18:43.091+07:00</updated><category term="Refleksi Hidup"/><category term="Kesaksian Hidup"/><category term="Renungan Harian"/><category term="Matius"/><category term="Renungan Sahabat"/><category term="Ibrani"/><category term="Kisah Para Rasul"/><category term="Yohanes"/><category term="2 Korintus"/><category term="Amsal"/><category term="Filipi"/><category term="Khotbah Pendeta"/><category term="Lukas"/><category term="Galatia"/><category term="Mazmur"/><category term="Roma"/><category term="Yakobus"/><category term="1 Korintus"/><category term="1 Tesalonika"/><category term="Efesus"/><category term="Markus"/><category term="Titus"/><category term="1 Petrus"/><category term="1 Raja-raja"/><category term="1 Samuel"/><category term="1 Timotius"/><category term="2 Samuel"/><category term="Daniel"/><category term="Hakim-hakim"/><category term="Kejadian"/><category term="Kolose"/><category term="Rut"/><category term="Yeremia"/><category term="Yesaya"/><category term="Yoel"/><title type='text'>Catatan Dari Meja Pendeta</title><subtitle type='html'>Kumpulan Khotbah dan Renungan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13051343719901617193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcDd9kqiZkBXe1tuuaF6TJMkZ1nQbv-czDOzdtu_1fLAtQXGTylEMTyz-kvmd39mWDUks-609M36KTuXsbl4fXWSgKBHjJJlVZrVolDF3fx84Wz50FmjgPDYrTtBHAjA/s220/578310_371480026238583_1911221596_n%25255B1%25255D.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>62</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8386962472183400765.post-855104925681651770</id><published>2015-11-26T02:47:00.001+07:00</published><updated>2015-11-26T02:48:12.367+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="1 Raja-raja"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan Sahabat"/><title type='text'>Renungan Sahabat: Daud (4) Dosa Dan Pertobatan</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
RENUNGAN SAHABAT: DAUD (4) TENTANG DOSA DAN PERTOBATAN&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&quot;Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap Tuhan Allahmu dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkanNya..&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1 Raja 22:3.a) OBSERVE WHAT THE LORD YOUR GOD REQUIRES, WALK IN HIS WAYS&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjW_gZ1YsVXEzG4Pm75svj3nmClTsC89OnGJnyEkMG8iAJGmabF-OteZ6rUIzW2TThcejYBiDfTTyYw226cLI3SVQLAcHSZtDc6ZQ-SkCeIP20_Nqo1LJJg4HCUahzDnLTc9mEx_zkW2qAr/s1600/david-and-bathsheba-1-1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjW_gZ1YsVXEzG4Pm75svj3nmClTsC89OnGJnyEkMG8iAJGmabF-OteZ6rUIzW2TThcejYBiDfTTyYw226cLI3SVQLAcHSZtDc6ZQ-SkCeIP20_Nqo1LJJg4HCUahzDnLTc9mEx_zkW2qAr/s1600/david-and-bathsheba-1-1.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Daud tinggal di istana, sementara pasukannya berperang melawan bani Amon di kota Raba. Dari sotoh rumahnya Daud melihat seorang wanita cantik bersuami sedang mandi, bernama Batsyeba. Timbul keinginan Daud tidur dengan Batsyeba. Mereka berbuat zinah. Suami Batsyeba sedang ikut berperang. Daud memanfaatkan kesempatan untuk berhubungan dengan istri Uria itu selagi suaminya tidak ada. Daud berbuat dosa dihadapan Allah. Batsyeba hamil. Dosa beranak dosa. Daud minta kepada Yoab panglimanya agar Uria ditempatkan di barisan depan pertempuran supaya cepat mati. Kemudian Daud mengawini Batsyeba, dan wanita itu melahirkan seorang anak laki-laki. Apa yang sudah diperbuat Daud suatu kekejian dan jahat dimata Tuhan Allah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Allah melalui nabi Natan memberitahukan dosa ini kepada Daud. Perbuatan itu sebagai penghinaan dan nista bagi Tuhan. Allah akan membalaskan kejahatan ini. Daud sadar dan menyesal: &quot;Aku sudah berdosa kepada Tuhan&quot; kata Daud. Daud tidak dihukum mati oleh Tuhan, tapi anak laki-laki yang dilahirkan Batsyeba bagi Daud itu akan mati. Benarlah anak laki-laki itu lahir, sakit dan mati.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Daud sungguh menyesal dengan kejahatan dan dosa yang telah diperbuatnya kapada Batsyeba dan Uria suaminya yang mati terbunuh. Daud berdoa &amp;amp; berpuasa mohon pengampunan kepada Allah. Dia menyesali dosa-dosanya dan bertobat. Tuhan Allah mengampuni Daud. Dan Allah memberi seorang anak laki-laki dari Batsyeba bagi Daud yang kemudian diberi nama Salomo.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Daud sudah tua. Dia rindu untuk membuat Bait Suci bagi Allah. Tapi Allah tidak berkenan, Tuhan tidak mengizinkan Daud karena tangan Daud &quot;penuh darah&quot;. Tapi nanti yang akan membangun Bait Allah adalah Salomo anaknya.
Keturunan Daud selain Salomo si putra mahkota/pangeran, Adonia anaknya juga ingin menjadi raja Israel. Dia didukung oleh Yoab dan imam Abyatar. Tapi Salomo didukung Daud ayahnya, Benaya, nabi Natan imam Zadok, Simei &amp;amp; Rei dua pahlawan perang Daud.
Daud mengurapi Salomo menjadi raja menggantikannya, seuai dengan janjinya kepada Tuhan Allah Israel.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Salomo menjadi raja dan kawin dengan anak Firaun raja Mesir. Kemudian Salomo membangun Rumah Tuhan, dan Tembok sekeliling Yerusalem yang sudah dirancang Daud ayahnya. Salomo membakar korban bakaran dan melakukan doa syukur kepada Allah atas penyertaanNya. Allah berkenan atas Salomo dan berfirman: &quot;Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu&quot;. Salomo tidak minta yang lain kecuali minta kepada Allah &quot;HATI YANG PENUH HIKMAT &amp;amp; PENGERTIAN&quot; Dan Allah mengabulkannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hikmat Salomo nampak jelas di mata rakyat dan para pejabat istananya. Pada persidangan 2 orang ibu yg memperebutkan seorang bayi nampak Salomo penuh hikmat dalam memutuskan perkara. Seolah-olah dia mau memotong bayi itu dengan pedang, menjadi 2 bagian. Ibu yang palsu setuju saja dibagi 2, tapi ibu yang asli jelas-jelas tak mau bayinya dipotong untuk dibagi. Dia lebih baik menyerahkan kepada ibu lainnya. Dengan demikian Salomo tahu kepada siapa bayi itu diberikan. Sedangkan yang mengaku sebagai ibu bayi itu,  tapi yg palsu diberi hukuman oleh raja Salomo.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kerajaan Israel jaya dan kaya raya di bawah Salomo, luas wilayahnya dari sungai Efrat sampai negeri-negeri orang Filistin kemudian sampai ke tapal batas Mesir. Bait Suci, Tembok Yerusalem dan Istana Salomo berdiri megah. Dibangun dengan ratusan ribu pekerja, kayu-kayu pilihan (Aras, Sanobar, Cendana) dari Libanon. Beberapa bagian penting dilapisi dengan emas.
Allah berjnji akan datangnya Raja yang besar dan sangat besar KuasaNya, yaitu AnakNya sendiri dan meminta agar rakyat Israel selalu setia dan hidup sesuai dengan kehendak Allah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Renungan Sahabat. Kita sungguh berbahagia bahwa janji Allah sudah digenapi dengan datangnya Anak Allah yaitu Yesus Kristus Juruselamat kita, Raja Damai kita. Dia datang ke dunia sesuai janjiNya kepada Daud hamba Allah yang taat itu. Walaupun Daud sudah berbuat dosa dan tangannya &quot;penuh darah&quot; tapi dia sungguh menyesal dan bertobat. Pertobatannya diterima Allah dan dia memperoleh pengampunan. Kita juga yang tak luput dari kesalahan dan dosa, perlu menghampiri Allah dalam Yesus Kristus untuk memohon pengampunan dosa seperti dalam Doa Bapa Kami yang diajarkan oleh Tuhan Yesus, &quot;Ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami sudah mengampuni orang yang bersalah kepada kami&quot;. Halleluya...GOD BLESS.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
by Wokman Saragih &lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/feeds/855104925681651770/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2015/11/renungan-sahabat-daud-4-tentang-dosa-dan-pertobatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/855104925681651770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/855104925681651770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2015/11/renungan-sahabat-daud-4-tentang-dosa-dan-pertobatan.html' title='Renungan Sahabat: Daud (4) Dosa Dan Pertobatan'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13051343719901617193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcDd9kqiZkBXe1tuuaF6TJMkZ1nQbv-czDOzdtu_1fLAtQXGTylEMTyz-kvmd39mWDUks-609M36KTuXsbl4fXWSgKBHjJJlVZrVolDF3fx84Wz50FmjgPDYrTtBHAjA/s220/578310_371480026238583_1911221596_n%25255B1%25255D.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjW_gZ1YsVXEzG4Pm75svj3nmClTsC89OnGJnyEkMG8iAJGmabF-OteZ6rUIzW2TThcejYBiDfTTyYw226cLI3SVQLAcHSZtDc6ZQ-SkCeIP20_Nqo1LJJg4HCUahzDnLTc9mEx_zkW2qAr/s72-c/david-and-bathsheba-1-1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8386962472183400765.post-7048448229876474861</id><published>2015-11-26T02:24:00.001+07:00</published><updated>2015-11-26T02:24:30.223+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="2 Samuel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan Sahabat"/><title type='text'>Renungan Sahabat: Daud (3) Bermazmur Dan Berjuang </title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Renungan Sahabat: Daud (3) Bermazmur Dan Berjuang&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&quot;Peperangan antara keluarga Saul dan keluarga Daud berlarut-laru, Daud kian lama kian kuat..&quot;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2 Samuel 3:1) THE WAR BETWEEN THE HOUSE OF SAUL AND THE HOUSE OF DAVID LASTED A LONG TIME, DAVID GREW STRONGER &amp;amp; STRONGER&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhj0HBlreksQcyNXhyphenhyphenz-VLADiOJzR-0zk41qYBNJ6hQh40J19NraZ9vagvFO2QjGaMwXuPGdb4Ot1kEwfDhZvxfHWfCYJv6whn1H2urDMLuPRIxE6ETK3rZdlRf1CxQJ5PeQtuuhdLQT0/s400/king-david.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhj0HBlreksQcyNXhyphenhyphenz-VLADiOJzR-0zk41qYBNJ6hQh40J19NraZ9vagvFO2QjGaMwXuPGdb4Ot1kEwfDhZvxfHWfCYJv6whn1H2urDMLuPRIxE6ETK3rZdlRf1CxQJ5PeQtuuhdLQT0/s400/king-david.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Daud dalam hidupnya dekat dengan Allah, senang dengan musik rebana, seruling, kecapi, Puji-pujian dan Tari-tarian untuk memuliakan Allah. Sebagai saksi ada 150 Pasal Mazmur di Alkitab yang sebagian besar ditulis oleh Daud sendiri, baik ketika menghadapi kesulitan, kebahagiaan, kemenangan, minta pertolongan, sakit, kerinduan, penyembahan, doa dan ungkapan syukur. Dalam  keadaan apapun, kapan dan dimanapun dia berada tak lepas dengan doa dan puji-pujian. Doa syukur Daud dalam masa pergumulan/perjuangan, dimulai syukur dengan berkata &quot;Siapakah aku ini ya Tuhan Allah dan siapakah keluargaku sehingga Engkau membawa akau sampai sedemikian ini? (2 Samuel 7:18). Kemudian Daud menyanyikan nyanyian ratapan karena Saul dan Yontahan mati di medan pertempuran (2 Samuel 1:17-27). Dan ketika Daud terlepas dari cengkeraman musuh ia berkata: &quot;Ya Tuhan, bukit batuku, kubu pertahananku, penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku, tempat pelarianku, Juru Selamatku; Engkau menyelamatkan aku dari kekerasan&quot; (2 Samuel 22:2-3). Pada Mazmur 119 tentang &quot;Bahagianya orang yang hidup menurut Taurat Tuhan&quot; Daud menulis panjang lebar tentang Tuhan Allah. Ayat 105 berbunyi: &quot;FirmanMu itu Pelita bagi kakiku dan Terang bagi jalanku&quot;. Selanjutnya Mazmur 23 tentang Tuhan adalah Gembalaku yang baik, bunyi ayat 1-2 adalah: &quot;Tuhan adalah Gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau. Ia membimbing aku ke air yg tenang&quot;.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Perjuangan hidup yang dialami Daud sangat luar biasa. Awalnya sebagai gembala ternak, ia berjuang menjaga kambing dombanya dari ancaman binatang buas seperti Singa, Beruang dan binatang buas lainnya. Dia menjaga ternaknya dan mau bergumul melawan binatang-binatang buas itu dan dia menang. Daud sangat pemberani.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Demikian pula ketika diangkat sebagai tentara Saul, Daud berani melawan si raksasa Goliat panglima Filistin yang berpakaian dari besi, dapat dikalahkan dan mati oleh Daud. Allah selalu menyertai kemana Daud pergi berperang. Acapkali luput dari sergapan musuh juga kejaran Saul karena Allah bersamanya. Kesulitan demi kesulitan, masalah dan masalah terus mengikuti Daud. Hidup berpindah-pindah, dari Rama ke Nayat pindah ke Nob, terus pindah lagi ke Gat. Dari Gat ke Gunung Adulam. Kemudian ke Mizpa. Lari lagi ke hutan Keret. Pergi ke Kehila untuk berperang. Pergi berperang dengan orang-orang Filistin di gurun Zig. Lari ke Koreza di bukit Hakila. Pindah lagi ke gurun En-Gedi. Hidup yang berjuang, hidup berpindah-pindah, hidup dalam pengejaran seperti pemberontak. Tapi Daud sabar, tabah, tegar dan dia takut akan Tuhan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ketika Daud menjadi rajapun tak lepas dari masalah dalam hidupnya. Absalom anaknya memberontak terhadap dirinya. Daud berjuang di luar istana dengan tetap mengingat Tuhan Allahnya. Seluruh hidupnya ditulis dalam Alkitab. Daud yang bermazmur dan Daud yang berjuang dalam hidupnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Renungan sahabat, apakah dalam hidup ini kita bisa lepas dari masalah/persoalan? Apakah kita berusaha sendiri megatasinya atau melibatkan Tuhan? Apakah kita berkerinduan memuji Tuhan walaupun dalam susah maupun senang? Dapatkah kita SEPERTI DAUD? GOD BLESS.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
by Wokman Saragih &lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/feeds/7048448229876474861/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2015/11/renungan-sahabat-daud-3-bermazmur-dan-berjuang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/7048448229876474861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/7048448229876474861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2015/11/renungan-sahabat-daud-3-bermazmur-dan-berjuang.html' title='Renungan Sahabat: Daud (3) Bermazmur Dan Berjuang '/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13051343719901617193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcDd9kqiZkBXe1tuuaF6TJMkZ1nQbv-czDOzdtu_1fLAtQXGTylEMTyz-kvmd39mWDUks-609M36KTuXsbl4fXWSgKBHjJJlVZrVolDF3fx84Wz50FmjgPDYrTtBHAjA/s220/578310_371480026238583_1911221596_n%25255B1%25255D.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhj0HBlreksQcyNXhyphenhyphenz-VLADiOJzR-0zk41qYBNJ6hQh40J19NraZ9vagvFO2QjGaMwXuPGdb4Ot1kEwfDhZvxfHWfCYJv6whn1H2urDMLuPRIxE6ETK3rZdlRf1CxQJ5PeQtuuhdLQT0/s72-c/king-david.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8386962472183400765.post-952761035665388421</id><published>2015-11-25T00:59:00.000+07:00</published><updated>2015-11-25T00:59:03.961+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hakim-hakim"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan Sahabat"/><title type='text'>Renungan Sahabat: SIMSON HAKIM ISRAEL </title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Renungan Sahabat: SIMSON HAKIM ISRAEL&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&quot;Jika kepalaku dicukur, maka kekuatanku akan lenyap dari padaku.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(Hakim-hakim 16:17)
IF MY HEAD WERE SHAVED MY STRENG WOULD BE LEAVE ME&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3v0xdOhEUk0Y_PXKOmTCMVnUIDaNCJnHEA6dS-b8LnyaVA7nCEXsTTmBlmJdXAPUDfdeptaoYT7exy9aIglk7zzaWT-atoTSEkNni4NacVvq0WWGJtUXiiigX9VKk4VgTUEkyRsEDe_fo/s320/600-Samson-Pillars00006.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3v0xdOhEUk0Y_PXKOmTCMVnUIDaNCJnHEA6dS-b8LnyaVA7nCEXsTTmBlmJdXAPUDfdeptaoYT7exy9aIglk7zzaWT-atoTSEkNni4NacVvq0WWGJtUXiiigX9VKk4VgTUEkyRsEDe_fo/s320/600-Samson-Pillars00006.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
SIMSON memerintah sebagai hakim Israel 20 tahun lamanya. Ia seorang nazir Allah yang lahir dari keluarga Manoah. Simson tumbuhnya besar dan kuat sekali. Mulut singa dia robek seperti anak kambing saja. Ribuan orang Fiistin sudah dibunuhnya. Tapi yang paling besar adalah ketika Filistin mengadakan perayaan korban kepada dewa Dagon di Gaza dan Simson ada di sana untuk dipermalukan karena mata sdh dicungkil dan tubuh terikat erat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kekuatan Simson diberikan Allah dari rambutnya yang lebat dan panjang dan tak boleh dicukur. Selama rambutnya tetap dijaga, maka segala cara dan alat yang digunakan untuk mengalahkannya pasti gagal.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Delila teman wanita Simson beberapa kali menjebaknya dengan Tali busur, tali rami baru, dan sebagainya tapi Simson memutuskannya dengan mudah. Hanya dengan rahang keledai Simson membunuh 1000 orang Filistin. 
Akibat bujuk rayu &amp;amp; cinta buta Simson kepada Delila, Simson melupakan Tuhan Allah. Dia memberitahu kelemahannya. Simson diikat, mata di cungkil, dipertontonkan kepada orang banyak di sebuah gedung besar dan banyak orang berkumpul untuk melihatnya. Simson berdoa mohon ampun kepada Allah dan minta kekuatan: &quot;Tuhan Allah, buatlah aku kuat supaya ku balaskan orang-orang Filistin itu. Tuhan Allah memberikannya kekuatan untuk merobohkan tiang gedung raksasa itu dengan tangan kanan dan kirinya. Robohlah gedung itu menimpa raja-raja kota dan orang Filistin yang berkumpul di situ. Simson mati bersama mereka. Sangat fantastis. Kemudian keluarga Simson mengambil jazad Simson dan dikuburkan di Israel dalam kubur Manoreh, ayahnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Renungan Sahabat. Allah memberi kita bermacam-macam talenta. Pakai talenta tersebut dengan sbaik-baiknya. Jangan disalah-gunakan atau diselewengkan untuk hal-hal yang memalukan dan membuat kesedihan bagi Tuhan. Masing-masing kita diberi kekuatan dan potensi. Galilah potensi itu menjadi potensi yang efektif. Jalankan untuk pekerjaan yang baik, indah dan berguna bagi pekerjaan Tuhan dan kesejahteraan serta kebaikan sesama. GOD BLESS.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
by Wokman Saragih &lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/feeds/952761035665388421/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2015/11/renungan-sahabat-simson-hakim-israel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/952761035665388421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/952761035665388421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2015/11/renungan-sahabat-simson-hakim-israel.html' title='Renungan Sahabat: SIMSON HAKIM ISRAEL '/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13051343719901617193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcDd9kqiZkBXe1tuuaF6TJMkZ1nQbv-czDOzdtu_1fLAtQXGTylEMTyz-kvmd39mWDUks-609M36KTuXsbl4fXWSgKBHjJJlVZrVolDF3fx84Wz50FmjgPDYrTtBHAjA/s220/578310_371480026238583_1911221596_n%25255B1%25255D.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3v0xdOhEUk0Y_PXKOmTCMVnUIDaNCJnHEA6dS-b8LnyaVA7nCEXsTTmBlmJdXAPUDfdeptaoYT7exy9aIglk7zzaWT-atoTSEkNni4NacVvq0WWGJtUXiiigX9VKk4VgTUEkyRsEDe_fo/s72-c/600-Samson-Pillars00006.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8386962472183400765.post-7389243996514580178</id><published>2015-11-25T00:44:00.003+07:00</published><updated>2015-11-25T00:44:56.336+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan Sahabat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Rut"/><title type='text'>Renungan Sahabat:  RUT, NAOMI &amp; BOAS</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Renungan Sahabat:  RUT, NAOMI &amp;amp; BOAS&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&quot;Bangsamulah bangsaku &amp;amp; Allahmulah Allahku&quot;.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(Rut 1:16.b) Your people will be my people N your Lord my Lord&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVlQ_akyxsQrJw_4TiMkqb3cx-x6rbuFoN6p5_Jg-ybSEY2EP7EgZFlCdKpZd6XOnSoHfn9mZZ2sRe95uHtyXb9pDQJd6umny6q3ujFmpD7t2SYDOtOeFMgAUUYTYQ3NVx6uG_Oa15ouU/s400/Orpa,+Naomi,+dan+Rut.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVlQ_akyxsQrJw_4TiMkqb3cx-x6rbuFoN6p5_Jg-ybSEY2EP7EgZFlCdKpZd6XOnSoHfn9mZZ2sRe95uHtyXb9pDQJd6umny6q3ujFmpD7t2SYDOtOeFMgAUUYTYQ3NVx6uG_Oa15ouU/s400/Orpa,+Naomi,+dan+Rut.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
RUT &amp;amp; Orpa dua bersaudara menantu Naomi dari anak-anaknya laki-laki Mahlon &amp;amp; Kilyon, ketika mereka imigrasi ke Moab karena ada kelaparan di Betlehem. Mahlon &amp;amp; Milyon mati di Moab menyusul ayahnya Elimelekh yang meninggal lebih dulu di Moab.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Naomi mau kembali ke Betlehem tanah leluhurnya dan minta kedua menantunya tidak ikut dengannya. Setelah dibujuk terus Orpa kembali ke orang tuanya. Namun Naomi tidak mau, dia tetap keras ikut mertuanya itu ke Efrata di Betlehem. Kata Rut: &quot;Dimana engkau bermalam di situlah juga aku bermalam, bangsa mulah bangsaku &amp;amp; Allahmulah Allahku.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Boas, saudara Naomi dari Elimelekh suaminya, adalah orang kaya baik hati, petani Gandum dan jelai di Betlehem. Dia sebagai &quot;Penebus&quot; bagi keluarga Elimelekh. Dia membeli tanah Naomi dan dengan demikian secara adat Yahudi mesti menikahi Rut untuk melanjutkan keturunan bagi Elimelekh. Berkatalah Boas kepada tua-tua Israel : &quot;Kamulah pada hari ini menjadi saksi bahwa segala milik Elimelekh &amp;amp; segala milik Kilyon dan Mahlon aku beli dari tangan Naomi&quot;.
Kawinlah Boas dengan Rut  dan Tuhan memberkati mereka dan lahirlah Obed. Obed inilah yang kemudian menjadi ayah Isai, ayahnya Daud raja Israel. Jadi Boas dan Rut adalah kakek dan nenek buyut raja Daud.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Renungan Sahabat. Kita menyaksikan bahwa Tuhan Allah memperhatikan hati yang tulus seperti Rut.
Dia bukan orang Israel tapi mau mengakui Allah sebagai Tuhannya. Dari perkawinan Rut dan Boas inilah Allah berencana terhadap Israel, yaitu lahir Obed, kakek raja Daud, raja Israel. Kesalehan, ketulusan, keikhlasan, kesetiaan dan cinta merupakan sesuatu yang bernilai dihadapan Tuhan. Marilah kita melakukannya. GOD BLESS.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
by Wokman Saragih &lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/feeds/7389243996514580178/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2015/11/renungan-sahabat-rut-naomi-boas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/7389243996514580178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/7389243996514580178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2015/11/renungan-sahabat-rut-naomi-boas.html' title='Renungan Sahabat:  RUT, NAOMI &amp; BOAS'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13051343719901617193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcDd9kqiZkBXe1tuuaF6TJMkZ1nQbv-czDOzdtu_1fLAtQXGTylEMTyz-kvmd39mWDUks-609M36KTuXsbl4fXWSgKBHjJJlVZrVolDF3fx84Wz50FmjgPDYrTtBHAjA/s220/578310_371480026238583_1911221596_n%25255B1%25255D.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVlQ_akyxsQrJw_4TiMkqb3cx-x6rbuFoN6p5_Jg-ybSEY2EP7EgZFlCdKpZd6XOnSoHfn9mZZ2sRe95uHtyXb9pDQJd6umny6q3ujFmpD7t2SYDOtOeFMgAUUYTYQ3NVx6uG_Oa15ouU/s72-c/Orpa,+Naomi,+dan+Rut.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8386962472183400765.post-1857738909900943513</id><published>2015-11-24T00:54:00.001+07:00</published><updated>2015-11-25T00:45:30.035+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="1 Samuel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan Sahabat"/><title type='text'>Renungan Sahabat: DAUD Si Gembala, Pejuang</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Renungan Sahabat: DAUD I, 
DAUD Si Gembala, Pejuang yang dikejar-kejar&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&quot;Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh Tuhan atas Daud&quot; (1 Samuel 16:13.b)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
[AND FROM THAT DAY ON THE SPIRIT OF THE LORD CAME UPON DAVID IN POWER]&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4TtOxnVGkyeV6ayNsdUQO0WsL0C4bevmjHGrOHpiJvA__ooKSdDvfSosUuqdFlBWi-o9kqejvEuljeeuUfVhGVFYftp3gC9MX_zpFajSnxPlgIeULHYdeim7HjhQh2oTVEbuIoF_Fkqs/s320/nabi-daud.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4TtOxnVGkyeV6ayNsdUQO0WsL0C4bevmjHGrOHpiJvA__ooKSdDvfSosUuqdFlBWi-o9kqejvEuljeeuUfVhGVFYftp3gC9MX_zpFajSnxPlgIeULHYdeim7HjhQh2oTVEbuIoF_Fkqs/s320/nabi-daud.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Allah memberi perintah hakim Samuel untuk mencari raja Israel yg baru menggantikan Saul, dan mengurapinya. Saul dianggap tak taat kepada Allah. Samuel pergi ke Betlehem untuk upacara pengorbanan, disitu tinggalah Isai ayah Daud yang punya 7 anak laki-laki. Samuel minta agar Isai ikut hadir di acara tersebut dengan anak-anaknya. Isai membawa anaknya yg bagus fisiknya yaitu; ELIAB, ABINADAP, SIMEA, NATANEEL, RADAI dan OZEM. Daud tidak ikut serta karena sedang menggembalakan ternaknya di padang. Daud, si gembala yg suka bermain musik Seruling n Kecapi. Parasnya elok tapi fisiknya tak setinggi dan tak setegap saudaranya yang lain. Ketika anak-anak Isai disuruh Samuel maju satu-persatu ke depan, Allah berkata kepada Samuel tidak cocok dengan ke enam anak Isai tadi. &quot;Apakah ada anak laki-lakimu yg lain?&quot; tanya Samuel. &quot;Ada satu lagi&quot; kata Isai. Daud nama anak bungsunya itu, tapi sedang di padang menggembalakan ternak. Dia anak pemberani. Daud sering melawan binatang-binatang buas seperti Singa dan Beruang atau binatang buas lain yg akan memangsa ternaknya. Daud suka musik Kecapi dan seruling. Dia menggembalakan ternak sambil main Kecapi atau seruling. Daud dipanggil ke acara tersebut dan Allah berkenan kepadanya. Samuel mengurapi Daud si gembala itu dan Roh Allah tinggal di atasnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Raja Saul mencari orang yang pandai musik untuk menghiburnya di istana. Atas izin Isai ayahnya Daud bekerja di istana Saul untuk bermain musik Kecapi menghibur raja. Raja Saul merasa senang dan terhibur dengan permainan musik Kecapi Daud. Saul merasa lega dan nyaman sepanjang Daud bersamanya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ketika pecah perang antara Israel dan Filistin, masing-masing mengedepankan para pasukan dan para perwira perangnya. Panglima Filistin seperti raksasa, GOLIAT namanya memakai pakaian dan topi besi. Prajurit dan perwira Israel ketakutan dan tak ada yang berani maju kedepan melawan Goliat ini. Berhari-hari, berminggu-minggu Israel hanya diam menunggu sedangkan tentara musuh menertawakannya. Goliat mengumpat-umpat dan menghujat Allah Israel. Sementara itu Daud sedang di rumah Isai ayahnya. Dia disuruh membawa bahan makanan untuk kakak-kakanya di medan perang. Kakak-kakaknya kaget melihat Daud datang. Daud ikut mendengarkan umpatan-umpatan dan hujatan Goliat terhadap Allah Israel. Orang mengabarkan bahwa barangsiapa dapat mengalahkan Goliat akan diberi hadiah dari kerajaan. Hadiah itu berupa harta kekayaan yg besar, bebas dari pajak-pajak Israel dan akan dijadikan menantu raja.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Daud maju menantang Goliat. Dia tidak senang karena Goliat menghujat Allah Israel. Katanya &quot;Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku melawanmu dengan nama Tuhan Semesta Alam Allah Israel.” Daud mengeluarkan umban dan batu umbannya. Apa yang terjadi? Batu itu meluncur ke kepala Goliat dan mengenai tepat di jidatnya. Daud berhasil membunuh dan mengalahkan Goliat. Barisan tentara Filistin lari tunggang langgang dan habis-habisan diserang tentara Israel. Kemenangan besar bagi Israel.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kemudian Daud selalu ikut berperang dengan Israel dan Allah memberkati pasukan Israel karena Daud. Peperangan selalu diakhiri dengan kemenangan pihak Israel. Selanjutnya Daud diangkat sebagai Kepala prajurit Israel. Kesuksesan Daud membuat Saul cemburu dan dia membenci Daud. Saul ingkar janji, Merab yang akan dijodohkan dengan Daud disuruh kawin dengan orang lain, sedangkan sebagai gantinya dengan Mikhal. Inipun dengan syarat agar Daud mengalahkan 100 orang Filistin. Daud dengan mudah melaksanakan tugas ini.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Saul semakin benci kepada Daud karena dimata rakyat nama Daud semakin populer. &quot;Kalau Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, Daud berlaksa-laksa (berpuluh-puluh ribu) musuh. Beberapa kali Saul hendak membunuh Daud dengan tombaknya, tapi Daud selamat dan lari ke pengasingan sebagai orang yang dikejar-kejar (buronan) Saul. Tapi Yonatan anak Saul, sahabat Daud sering menolong Daud.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Daud diburu Saul, kemana Daud bersembunyi Saul mencarinya dan memasang mata-mata untuk mendapatkan Daud. Pertama kali Daud lari ke Rama ke tempat Samuel yang mengurapinya. Kemudian pindah ke Nayat, dan lari lagi ke tmpat Ahimelekh di Nob. Pergi lagi pindah ke Gat ke tmpat Akhis raja Gat. Dari Gat pindah ke Gua Adulam bersembunyi, kemudian ke Mizpa daerah Moab. Dari Moab lari lagi ke hutan Keret karena Saul terus memburunya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ketika Filistin menyerang Kehila menjarah harta penduduknya, Daud dengan pasukannya pergi ke sana atas izin Allah. Daud berperang dengan Filistin dan menang. Daud kemudian ke padang gurun Zig. Pindah lagi ke Koresa di bukit Hakhila. Saul tak henti-hentinya mengejar Daud kemanapun Daud berada. Daud lari lagi ke gurun Maon. Kemudian pindah lagi, lari ke gunung daerah En-Gedi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Daud sebenarnya punya beberapa kesempatan untuk membunuh Saul tapi tak dilakukannya, karena Daud menghormati Saul yang diurapi Tuhan sebagai raja Israel. Kesempatan membunuh Saul terjadi di bukit Hakhila maupun di En-Gedi. Selanjutnya raja Saul mati ketika berperang dengan Filistin. Dia mati bersama dengan Yonathan anaknya, teman karib Daud. Juga mati dalam peperangan dengan Filistin yaitu Abinadap dan Malkisuan anak-anaknya Saul. Selanjutnya Daud diangkat sebagai raja di Hebron. Sedangkan Israel diperintah oleh ISYIBOSET anak Saul. Kelak kemudian Daud mempersatukan Isarel dan dia sebagai rajanya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Renungan Sahabat. Pertanyaan: Apa hubungan antara cerita Daud dengan Rut? Pernahkah hidup saudara mengalami persoalan yang bertubi-tubi? Segala persoalan seperti memburu kita. Bagaimana kita menyikapinya? GOD BLESS.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
BERSAMBUNG...(DAUD 2)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
by Wokman Saragih &lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/feeds/1857738909900943513/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2015/11/renungan-sahabat-daud-i-daud-si-gembala-pejuang-yang-dikejar-kejar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/1857738909900943513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/1857738909900943513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2015/11/renungan-sahabat-daud-i-daud-si-gembala-pejuang-yang-dikejar-kejar.html' title='Renungan Sahabat: DAUD Si Gembala, Pejuang'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13051343719901617193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcDd9kqiZkBXe1tuuaF6TJMkZ1nQbv-czDOzdtu_1fLAtQXGTylEMTyz-kvmd39mWDUks-609M36KTuXsbl4fXWSgKBHjJJlVZrVolDF3fx84Wz50FmjgPDYrTtBHAjA/s220/578310_371480026238583_1911221596_n%25255B1%25255D.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4TtOxnVGkyeV6ayNsdUQO0WsL0C4bevmjHGrOHpiJvA__ooKSdDvfSosUuqdFlBWi-o9kqejvEuljeeuUfVhGVFYftp3gC9MX_zpFajSnxPlgIeULHYdeim7HjhQh2oTVEbuIoF_Fkqs/s72-c/nabi-daud.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8386962472183400765.post-6517987319312295109</id><published>2015-11-24T00:05:00.001+07:00</published><updated>2015-11-24T00:06:24.355+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisah Para Rasul"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan Sahabat"/><title type='text'>Renungan Sahabat: Filipus dan Sida-sida Etiopia</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Renungan Sahabat: &lt;/b&gt;FILIPUS &amp;amp; SIDA SIDA ETIOPIA.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&quot;Bagaimana aku dapat mengerti kalau tidak ada yang membimbing aku?&quot;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(Kisah 8:31) HOW CAN I, UNLESS SOMEONE GUIDES ME?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9_Upw8HEnsa0F2IE7wwa2iV29ezFnRRaDhlBBvFqShx88p9gbcap2sfhzShSw1FpKqhjM2xf7ZJhUuy889XKarTO5C28tO5eTa0tEjZAGgurju6KA1D6hQFZ14JgwXd9AywaUswI7-mEa/s1600/sida-sida.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9_Upw8HEnsa0F2IE7wwa2iV29ezFnRRaDhlBBvFqShx88p9gbcap2sfhzShSw1FpKqhjM2xf7ZJhUuy889XKarTO5C28tO5eTa0tEjZAGgurju6KA1D6hQFZ14JgwXd9AywaUswI7-mEa/s1600/sida-sida.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Filipus, satu di antara 7 murid baru yang dipilih oleh jemaat mula-mula di Yerusalem. Dia terkenal baik, penuh Roh &amp;amp; hikmat. Setelah kematian Stefanus, penganiayaan terhadap jemaat marak sekali di motori Saulus, yang melakukan &quot;sweeping&quot; rumah ke rumah menangkap, menyeret orang untuk dijebloskan ke dalam penjara.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Filipus pergi ke Samaria. Banyak tanda-tanda mujizat yang dilakukan Filipus di sana, termasuk melakukan penyembuhan terhadap orang-orang sakit. Penduduk Samaria bersukacita, banyak yang bertobat dan dibaptis oleh Filipus. Mengetahui berita bahwa di Samaria banyak yang menerima Firman Allah, Rasul Petrus dan Yohanes kemudian pergi ke Samaria. Mereka hadir di sana agar orang-orang menerima Roh Kudus.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Seorang Malaikat Tuhan lalu datang kepada Filipus meminta agar ia pergi ke Selatan, melalui jalan dari Yerusalem ke Gaza. Ketika dalam perjalanan, bertemulah Filipus dengan Sida-sida Etiopia yang baru dari ibadah di Yerusalem. Ia adalah Pejabat kepala perbendaharaan Etiopia yang hendak pulang. Di dalam keretanya dia membaca kitab Nabi Yesaya tetapi tidak tahu artinya. Filipus mendekati kereta itu. &quot;Bagaimana aku mengerti, tentang siapakah Nabi ini berkata demikian, tentang dirinya atau orang lain? tanya Sida-sida itu. Filipus menjelaskan arti nats itu, sampai penjelasan perihal Injil Tuhan Yesus. Sida-sida sangat puas dengan penjelasan Filipus. Dia ingin dibaptis. &quot;Apakah tuan percaya dengan segenap hati? kata Filipus. &quot;Ya aku percaya bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah &quot; jawab Sida-sida.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Renungan Sahabat. Kita takjub dengan hikmat Filipus. Tuhan Allah telah memberi kasih karunia keselamatan tidak hanya kepada bangsa Israel saja tapi juga kepada bangsa-bangsa lain. Penganiayaan kepada jemaat mula-mula tidak menghentikan &quot;syiar&quot; Injil tapi justru Tuhan pakai sebagai &quot;hembusan angin&quot; pekabaran Injil ke seluruh dunia. Dapatkah kita menjadi &quot;Filipus-filipus baru&quot; yang siap dipakai Tuhan untuk Pelebaran KerajaanNya? GOD BLESS.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
by &lt;b&gt;Wokman Saragih &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/feeds/6517987319312295109/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2015/11/renungan-sahabat-tentang-filipus-sida-sida-etiopia.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/6517987319312295109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/6517987319312295109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2015/11/renungan-sahabat-tentang-filipus-sida-sida-etiopia.html' title='Renungan Sahabat: Filipus dan Sida-sida Etiopia'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13051343719901617193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcDd9kqiZkBXe1tuuaF6TJMkZ1nQbv-czDOzdtu_1fLAtQXGTylEMTyz-kvmd39mWDUks-609M36KTuXsbl4fXWSgKBHjJJlVZrVolDF3fx84Wz50FmjgPDYrTtBHAjA/s220/578310_371480026238583_1911221596_n%25255B1%25255D.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9_Upw8HEnsa0F2IE7wwa2iV29ezFnRRaDhlBBvFqShx88p9gbcap2sfhzShSw1FpKqhjM2xf7ZJhUuy889XKarTO5C28tO5eTa0tEjZAGgurju6KA1D6hQFZ14JgwXd9AywaUswI7-mEa/s72-c/sida-sida.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8386962472183400765.post-4970110514034622742</id><published>2015-09-08T15:32:00.001+07:00</published><updated>2015-09-08T15:32:33.768+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Markus"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Matius"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Refleksi Hidup"/><title type='text'>Cita-cita Menjadi Besar</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4VnvOj6458WenH3aIFUMCoWcMDYpZ8ShK7q808w739oczWiy4nQSgYl8KRbSKJuJoMoMhLX0Rzz7lAg8Vxmb9YydmyxwHk5BpSlgnGBN8ww8mRuzrMcmKht1vz9N0XMSpi5SKo4bxoe6S/s1600/cita+cita+menjadi+besar.jpg&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;em&gt;Hana Karuna&lt;/em&gt; |&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setiap orang mempunyai cita-cita. 
Cita-cita sangat menentukan arah hidup kita. Cita-cita merupakan salah 
satu unsur paling penting yang membentuk masa depan dan karakter kita. 
Dari kecil, kita akan ditanya apakah yang menjadi cita-cita kita dan 
anak-anak akan didorong untuk mempunyai cita-cita yang besar seperti 
menjadi doktor, pilot atau insinyur. Rata-rata orang mau menjadi orang 
yang berhasil dan dikenal. Demi mencapai cita-cita, banyak yang bekerja 
keras di dunia yang penuh saingan dengan menghalalkan segala cara untuk 
bisa sampai ke puncak.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Para murid Yesus, tidak terkecuali. 
Sekalipun telah meninggalkan dunia dan mengikuti Yesus, mereka belum 
menanggalkan keinginan untuk menjadi besar. Hanya saja sekarang mereka 
beraspirasi untuk menjadi besar di dalam Kerajaan Allah. Mereka 
mempertengkarkan hal itu sesama mereka (Mrk.9:34), menanyakannya secara 
langsung kepada Yesus (Mat.18:1), dan ketika tidak terbendung lagi, 
tidak malu-malu memintanya secara langsung kepada Yesus (Mrk.10:35-37). 
Apakah Yesus marah dengan cita-cita mereka ini? Ternyata tidak. Yesus 
tidak pernah menunjukkan kemarahan tetapi malah memberikan kunci 
bagaimana untuk dapat menjadi besar di Kerajaan Allah kepada mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;Apa Kunci pada Kebesaran?&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Apakah jalan atau kunci untuk menjadi 
besar? Keahlian, talenta dan kualitas apa yang dibutuhkan untuk kita 
menjadi besar? Apakah dengan membaca Alkitab sepuluh pasal setiap hari 
dan berdoa beberapa kali sehari? Tentu saja membaca Alkitab dan berdoa 
setiap hari merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan rohani. 
Namun, menurut Yesus apakah itu jalan menuju kebesaran?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;padding-left: 30px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;em&gt;Siapa saja yang 
ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan 
siapa saja yang ingin menjadi yang pertama di antara kamu, hendaklah ia 
menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, 
melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawanya menjadi tebusan 
bagi banyak orang.&lt;/em&gt; (Mat 20:26-28)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;Dengan menjadi Pelayan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jawaban Yesus sangatlah tidak diduga. 
Rahasia untuk menjadi besar itu sama sekali tidak mengesankan. Yesus 
memberitahu para muridnya bahwa cara untuk mencapai kebesaran di dalam 
Kerajaan Allah adalah dengan menjadi pelayan dan melayani.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Adakah orang di dunia ini yang 
bercita-cita untuk menjadi seorang hamba atau pelayan? Itulah hal 
terakhir yang ingin kita lakukan. Dan Yesus memberitahu kita bahwa untuk
 menjadi yang terbesar di dalam Kerajaan Allah adalah dengan menjadi 
pelayan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Menjadi seorang pelayan adalah pekerjaan
 yang sama sekali tidak membutuhkan keahlian. Tidak memerlukan talenta 
maupun bakat luarbiasa. Tidak perlu pendidikan tinggi dan pelatihan 
profesional. Untuk menjadi seorang guru, dokter, insinyur dan manajer 
kita perlu bersusah payah belajar sampai ke tingkat perguruan tinggi. 
Namun apakah yang perlu dipersiapkan untuk menjadi seorang pelayan?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Menjadi seorang hamba itu sebetulnya 
sangatlah mudah. Kita tidak membutuhkan keahlian apa pun. Tidak perlu 
keterampilan apa pun. Kita semua punya kesempatan untuk menjadi seorang 
pelayan. Tidak semua dari kita mempunyai kesempatan untuk menjadi 
Presiden atau Dokter. Tidak semua mempunyai kesempatan untuk berkhotbah,
 memimpin pujian, bermain musik atau memegang jabatan tinggi di gereja. 
Namun hal yang cukup spektakuler adalah kita semua mempunyai kesempatan 
untuk menjadi yang terbesar di dalam Kerajaan Allah. Peluang ini terbuka
 untuk kita semua. Siapa pun bisa menjadi yang terbesar di dalam 
Kerajaan Surga. Menjadi terbesar di dalam Kerajaan Surga tidak berada di
 luar jangkauan kita.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Namun apa yang menghadang kita dari 
menjadi yang terbesar? Yang menghadang kita adalah keinginan kita untuk 
menjadi somebody. Kita semua ingin menjadi sesuatu. Di dunia ini, siapa 
pun yang berada di dalam posisi pelayan ingin keluar dari posisi itu. 
Kebanyakan pelayan berada di posisi itu karena terpaksa. Tetapi ajaran 
Yesus adalah kalau kamu mau menjadi yang terbesar kamu harus menjadi 
yang pelayan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;Melayani Sesama, bukan Allah!&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kalau kebesaran itu kita capai dengan 
melayani Allah, hal ini masih tidak menjadi masalah. Namun perhatikan 
apa yang dikatakan oleh Yesus – “Siapa saja yang ingin menjadi besar di 
antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayan&lt;em&gt;&lt;strong&gt;mu&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, dan siapa saja yang ingin menjadi yang pertama di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba&lt;em&gt;&lt;strong&gt;mu.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;”&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kita akan menjadi besar hanya jika kita 
melayani sesama, bukannya Allah. Sebagai hamba Allah, kita seringkali 
merasa besar karena bos kita adalah Allah, Pencipta langit dan bumi. 
Namun kalau kita adalah “pelayanmu”, artinya sangatlah berbeda. Ini 
berarti, kita bukan siapa-siapa yang harus melayani orang lain yang bisa
 saja di mata kita bukan siapa-siapa atau malah berada di bawah kita! 
Kebanyakan orang tidak mempunyai masalah untuk melayani Allah, tetapi, 
apakah kita rela menjadi pelayan bagi sesama? Kita dengan bangga 
menyebut diri sebagai “hamba Allah” atau “hamba Kristus”, tetapi adakah 
yang memperkenalkan dirinya sebagai “hambamu”?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sesungguhnya kita tidak akan pernah 
secara langsung dapat melayani Allah yang tidak kelihatan itu. Oleh 
karena itu, setiap pelayanan kita kepada Allah adalah kepada sesama. 
Dengan kata lain, kita hanya melayani Allah dengan melayani sesama 
manusia.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Lalu, siapa yang paling besar di antara 
kita? Orang yang paling banyak melayani. Pelayan yang paling besar 
adalah yang paling besar di antara kita. Di mata Allah, yang paling 
besar adalah yang melayani lewati tindakan sebagai seorang pelayan, hal 
yang justru tidak ingin dilakukan oleh orang ‘besar’. Yang paling besar 
adalah yang paling banyak melayani, yakni seorang hamba.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Apa sifat seorang pelayan sejati? 
Pelayan sejati adalah orang yang berada di posisi yang paling bawah. Dia
 tahu dia bukan siapa-siapa dan karena itu tidak mudah tersinggung. 
Ketika dimarahi dia juga tidak bereaksi. Tugasnya hanya melayani. Itulah
 ciri seorang hamba/pelayan. Tidak banyak keluhan atau berbantah-bantah.
 Pelayan yang baik juga tidak menuntut untuk dihargai. Dia hanya 
mengharapkan yang terbaik untuk orang yang dilayaninya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;Saat Melayani Kita Paling Serupa dengan Kristus&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hal yang ketiga adalah, waktu kita 
melayani, kita paling serupa dengan Kristus. Karena Anak Manusia tidak 
datang untuk dilayani tetapi untuk melayani dan untuk memberikan nyawa 
bagi banyak orang. Jadi di saat kita menjadi pelayan bagi sesama, adalah
 saat kita paling serupa dengan Yesus. Karena Yesus, walaupun adalah 
sang Mesias, telah merendahkan dirinya untuk melayani, dan justru karena
 ini Allah mengangkatnya setinggi-tingginya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jadi, tangkaplah dengan baik konsep ini.
 Di dalam kerajaan Allah, jalan ke atas adalah jalan ke bawah. The way 
up is the way down. Tentu saja, ke atas itu adalah tindakan dari Allah 
sendiri. Allah yang mengangkat kita ke atas. Di bagian kita, kita hanya 
perlu turun ke bawah untuk diangkat ke atas. Di dalam kehidupan Anda, 
jika Anda membutuhkan campurtangan Allah dalam kehidupan Anda, jika Anda
 perlu Allah untuk mengangkat Anda di saat Anda sedang sangat terpuruk, 
Anda hanya perlu merendahkan diri Anda. Pikirkanlah bagaimana untuk 
melayani, bagaimana hidup Anda dapat menjadi berkat bagi orang lain. Dan
 Anda akan mulai merasakan bahwa Allah akan campur tangan dalam 
kehidupan Anda dan mengangkat Anda.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sudah sangat jelas, apa kuncinya untuk 
menjadi yang terbesar di dalam Kerajaan Allah. Dan hal ini sama sekali 
tidak berada di luar jangkauan kita. Pertanyaannya hanya satu: Apakah 
kita rela? Apakah kita mau? Apakah kita mau melepaskan kepentingan 
pribadi dan memberikan perhatian kepada kepentingan Allah. Apakah kita 
ingin menjadi seorang pelayan?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sumber: Cahaya Pengharapan Ministries www.cahayapengharapan.org&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/feeds/4970110514034622742/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2015/09/cita-cita-menjadi-besar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/4970110514034622742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/4970110514034622742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2015/09/cita-cita-menjadi-besar.html' title='Cita-cita Menjadi Besar'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13051343719901617193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcDd9kqiZkBXe1tuuaF6TJMkZ1nQbv-czDOzdtu_1fLAtQXGTylEMTyz-kvmd39mWDUks-609M36KTuXsbl4fXWSgKBHjJJlVZrVolDF3fx84Wz50FmjgPDYrTtBHAjA/s220/578310_371480026238583_1911221596_n%25255B1%25255D.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4VnvOj6458WenH3aIFUMCoWcMDYpZ8ShK7q808w739oczWiy4nQSgYl8KRbSKJuJoMoMhLX0Rzz7lAg8Vxmb9YydmyxwHk5BpSlgnGBN8ww8mRuzrMcmKht1vz9N0XMSpi5SKo4bxoe6S/s72-c/cita+cita+menjadi+besar.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8386962472183400765.post-8381236672584360193</id><published>2015-09-08T11:10:00.000+07:00</published><updated>2015-09-08T11:10:22.126+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ibrani"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesaksian Hidup"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Matius"/><title type='text'>Cara Yesus Menyembuhkan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEip_i8pe9Ak_W1auHMRY28Ie8P9qrWq9V70ROjKR55bCHCV82zVfrDcH3SSMApKKidi8237RSLrJurcruo13yXcjR0UYCDrrHvvilC1daGt33brDdSy8kdH_fUeel-ZrN3kOAvB3Fa5bRs/s1600/yesus-menyembuhkan-orang-lumpuh-mrk-2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEip_i8pe9Ak_W1auHMRY28Ie8P9qrWq9V70ROjKR55bCHCV82zVfrDcH3SSMApKKidi8237RSLrJurcruo13yXcjR0UYCDrrHvvilC1daGt33brDdSy8kdH_fUeel-ZrN3kOAvB3Fa5bRs/s1600/yesus-menyembuhkan-orang-lumpuh-mrk-2.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;i&gt;Rick Warren &lt;/i&gt;|&lt;i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Banyak dari kita benar-benar 
membutuhkan kesembuhan dari luka hati, keputusasaan dan kebiasaan buruk 
kita. Dan jalan menuju kesembuhan itu hanya ada satu, yakni kesembuhan 
cara Yesus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Ini adalah salah satu dari 
spesialisasi Yesus. Malahan, pelayanan Yesus sendiri bisa dibagi menjadi
 tiga bagian yang sejajar – pengajaran, khotbah dan penyembuhan. Matius 
9:35 menyebutkan, “&lt;i&gt;Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan 
desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil 
Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan&lt;/i&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Di dalam Khotbah di Bukit – suatu 
khotbah yang paling agung dalam sejarah – Yesus menyediakan delapan 
jalan untuk mendapatkan kesembuhan dan kebahagiaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Bagaimana Dia melakukannya? Jika 
Anda perhatikan perikop di dalam Alkitab di mana ada empat orang yang 
mengangkut kawan mereka yang lumpuh kepada Yesus ( Matius 9, Markus 2, 
dan Lukas 5), Anda bisa lihat tiga tindakan yang sering menjadi bagian 
dari cara Yesus menyembuhkan orang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li class=&quot;forTexts&quot;&gt;&lt;b&gt;Yesus meredakan ketakutan kita.&lt;/b&gt; Ucapan Yesus
 yang pertama terhadap si orang lumpuh di dalam bagian ini adalah, 
“Percayalah. ” Dia tidak berkata, “Beraninya kamu meminta!” atau, “Apa 
yang kau kerjakan?” atau, “Bagaimana kamu bisa sampai di sini?” Ucapan 
Yesus yang pertama bersifat membangkitkan semangat. Dan banyak yang 
membutuhkan ucapan semacam itu di dalam gereja di tengah dunia yang 
selalu melukai ini.
&lt;br /&gt;
Allah telah memakai pelayanan &lt;i&gt;Celebrate Recovery &lt;/i&gt;(Perayaan 
Pemulihan) kita di Saddleback (Gereja yang digembala oleh Rick Warren) 
untuk membawakan harapan kepada banyak orang selama 17 tahun terakhir 
ini. Salah satu pesan yang digemakan oleh pelayanan ini adalah, “Jangan 
menyerah, bersemangatlah.”&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Orang yang terluka perlu tahu bahwa ketika mereka datang kepada 
Yesus, maka Dia tidak akan mencela mereka. Mereka perlu tahu bahwa tak 
seorangpun – entah itu orang tua, pasangan, anak ataupun pendeta – yang 
pernah mengasihi mereka sama seperti Yesus. Kasih Yesus tidak didasarkan
 pada apa yang telah kita perbuat, kasih itu dilandasi pada apa yang 
telah Dia perbuat.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Sebenarnya, Yesus tahu apa yang kita rasakan. Ibrani 4:15 berkata, “&lt;i&gt;Sebab
 Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut 
merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia 
telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa&lt;/i&gt;.” Dia tahu segala sesuatu tentang kita, dan Dia masih mengasihi kita.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Ketika ada orang yang datang ke gereja kami dalam kesesakan, mereka 
mengira bahwa mereka akan mendapatkan penghakiman dari Allah ataupun 
gereja. Mereka mengira bahwa mereka akan mendengar bahwa mereka layak 
menerima semua itu. Mereka mengira bahwa mereka akan diperhadapkan 
dengan dosa-dosa mereka. Mereka tidak mengira bahwa mereka akan 
mendengar bahwa Yesus peduli dengan apa yang mereka rasakan. Yesus 
berkata bahwa Dia datang bukan untuk menghakimi dunia melainkan untuk 
menyelamatkannya. Penghakiman itu masih di masa depan. Jika Anda ingin 
memiliki pelayanan yang seperti Kristus, janganlah berfokus pada 
tindakan menghakimi dan mengecam dunia melainkan pada tindakan 
menyelamatkan dunia. Tanggapan awal Yesus terhadap kebiasaan buruk, luka
 hati dan keputusasaan saya adalah kasih. Dan tanggapan semacam itu 
harus kita miliki juga.&lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;forTexts&quot;&gt;&lt;b&gt;Dia hadapi kita dengan sikap bersahabat.&lt;/b&gt; 
Perhatikan bahwa Yesus tidak pernah menyembunyikan diri dari orang yang 
membutuhkan kesembuhan. Dia tangani masalah orang tersebut, namun dengan
 cara yang bersahabat. Dia sebut orang itu sebagai ‘saudara’, sekalipun 
Dia belum pernah bertemu dengan orang itu sebelumnya. Saya menyukai 
fakta bahwa Yesus disebut sebagai ‘Sahabat orang-orang berdosa.’ Saya 
mendapat kritikan terutama karena kebiasaan saya berkumpul dengan 
orang-orang yang memiliki kepercayaan yang berbeda dengan saya. Hal ini 
tidak jadi masalah buat saya. Di dalam hati ini, saya adalah seorang 
penginjil. Saya habiskan sebagian besar waktu saya dengan&amp;nbsp; 
bercakap-cakap dengan orang-orang yang tidak sependapat dengan saya. 
Seorang penginjil tidak seharusnya menghabiskan waktunya dengan 
orang-orang percaya – ini bukanlah penginjilan.
&lt;br /&gt;
Orang-orang Farisi mengira bahwa dengan menyebut Yesus sebagai 
‘sahabat orang-orang berdosa’ maka hal itu sudah mempermalukan Dia. 
Tetapi Yesus justru menjadikan sebutan itu sebagai ciri-Nya. Saya ingin 
menjadi seperti Yesus. Saya ingin agar orang lain berkata, “Rick Warren 
itu adalah sahabat orang-orang berdosa.” Itu adalah sebagian dari makna 
menjadi seperti Yesus.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Yesus juga melindungi kehormatan seseorang bahkan saat orang itu 
sedang diperhadapkan dengan dosa-dosanya. Perhatikan bahwa Yesus tidak 
pernah mengumumkan apa penyebab kelumpuhan orang itu. Terserah kepada 
orang itu saja apakah akan mengakuinya secara terbuka atau tidak. Dia 
tidak mengumumkan secara luas tentang dosa-dosa apa saja yang telah Dia 
ampuni, Dia tidak berusaha untuk mempermalukan orang yang bersangkutan. 
Yesus tahu bahwa saatnya akan tiba ketika orang itu sendiri akan memberi
 kesaksian secara terbuka. (Pelayanan kita yang terbesar seringkali 
berawal dari luka hati, kebiasaan buruk dan keputusasaan kita.) Namun 
Yesus membiarkan agar orang itu sendiri yang memberikan kesaksian suatu 
saat nanti, yakni jika dia sudah siap.&lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;forTexts&quot;&gt;&lt;b&gt;Yesus menantang iman kita.&lt;/b&gt; Yesus menyuruh si
 orang lumpuh itu untuk melakukan hal yang menurut orang itu mustahil. 
“Bangunlah, angkatlah kasurmu dan berjalanlah.” Orang ini telah menjadi 
cacat dan tak bisa bergerak di sepanjang hidupnya. Mengapa Yesus 
menyuruh dia untuk melakukan hal yang menurut orang ini mustahil? Yesus 
ingin agar orang ini menunjukkan imannya. Yesus berkata di dalam Matius 
9:29, “&lt;i&gt;Jadilah kepadamu menurut imanmu&lt;/i&gt;.”
&lt;br /&gt;
Iman jauh berbeda dengan pemikiran. Iman itu juga jauh berbeda dengan
 rasa percaya. Iman adalah tindakan. Orang lumpuh itu tidak akan 
menunjukkan iman jika dia sekadar berharap bahwa dia akan bisa berdiri. 
Kepercayaan itu akan menjadi iman ketika dia benar-benar bisa berdiri. 
Setiap kali Allah menyuruh Anda untuk mengerjakan hal yang mustahil, 
maka Dia akan memberi Anda kekuatan untuk melakukannya.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Kita semua seperti orang yang lumpuh ini. Kita memiliki keterbatasan 
di beberapa bidang dan lumpuh di beberapa bidang lainnya lagi. Anda 
mungkin dilumpuhkan oleh kekuatiran dan keraguan. Anda mungkin 
dilumpuhkan oleh ketidakmampuan mengambil keputusan. Yang jelas, Anda 
dilumpuhkan oleh suatu penyebab. Allah ingin memerdekakan Anda. Dia 
ingin memerdekakan jemaat di gereja-gereja Anda juga. Namun sebelumnya, 
Dia akan mengawalinya dari Anda, Dia akan menantang Anda untuk melakukan
 sesuatu hal yang tak pernah terbayangkan akan bisa Anda kerjakan. 
Dibutuhkan sesuatu hal yang jauh melebihi keyakinan yang selama ini 
sanggup Anda bayangkan. Namun Dia akan ada di sisi Anda untuk membantu 
Anda mengambil langkah awal itu – sampai dengan langkah terakhir 
tersebut.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Saat Yesus menyembuhkan kita, maka Dia akan selalu meminta kita mengambil langkah iman. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;(Diterjemah dan diedit seperlunya &lt;i&gt;dari The Healing Model of Jesus&lt;/i&gt; oleh Rick Warren)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/feeds/8381236672584360193/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2015/09/cara-yesus-menyembuhkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/8381236672584360193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/8381236672584360193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2015/09/cara-yesus-menyembuhkan.html' title='Cara Yesus Menyembuhkan'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13051343719901617193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcDd9kqiZkBXe1tuuaF6TJMkZ1nQbv-czDOzdtu_1fLAtQXGTylEMTyz-kvmd39mWDUks-609M36KTuXsbl4fXWSgKBHjJJlVZrVolDF3fx84Wz50FmjgPDYrTtBHAjA/s220/578310_371480026238583_1911221596_n%25255B1%25255D.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEip_i8pe9Ak_W1auHMRY28Ie8P9qrWq9V70ROjKR55bCHCV82zVfrDcH3SSMApKKidi8237RSLrJurcruo13yXcjR0UYCDrrHvvilC1daGt33brDdSy8kdH_fUeel-ZrN3kOAvB3Fa5bRs/s72-c/yesus-menyembuhkan-orang-lumpuh-mrk-2.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8386962472183400765.post-5045406765390711302</id><published>2015-08-07T06:23:00.000+07:00</published><updated>2015-08-07T06:24:43.869+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="1 Timotius"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Efesus"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Filipi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Galatia"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ibrani"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisah Para Rasul"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Refleksi Hidup"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Roma"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Yoel"/><title type='text'>Aku Punya Impian!</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;header class=&quot;cs-blog-header&quot;&gt;&lt;i&gt;Pendeta Eric Chang&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/header&gt;&lt;header class=&quot;cs-blog-header&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/header&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
“Aku punya impian (I have a dream)!”&amp;nbsp; Apakah 
kata-kata ini kedengarannya tidak asing lagi bagi anda?&amp;nbsp; Ini adalah 
kata-kata terkenal dari Pdt. Martin Luther King.&amp;nbsp; Seorang aktivis 
Amerika keturunan Afrika, beliau menyampaikan pidato yang menggebu-gebu 
ini sewaktu berkampanye melawan diskriminasi ras di Amerika.&amp;nbsp; Demi 
impian itu beliau harus menyerahkan nyawanya dengan dibunuh.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdv43t4mmXbg-kFu2IK-BhgwhYbktQLBF7YZ3hA6E73hbNFAjqgF3UoyIh52BJi021alccijxNXBAZoIFMXtXdV3cxKld0MEwwAjYYm0rNIIkhHcCA4UQ_h7B4YroLGiz6knr2KZscNtQL/s1600/Aku+Punya+Impian.jpg&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Apakah anda mempunyai impian?&amp;nbsp; Apakah impian anda 
itu?&amp;nbsp; Apakah anda siap mati demi impian anda seperti Pdt. Martin Luther 
King?&amp;nbsp; Ketika saya berkunjung ke Amerika, saya merasakan hal yang luar 
biasa melihat banyak sekali kota-kota dimana jalan-jalannya diberi nama 
Martin Luther King.&amp;nbsp; Kelihatannnya impian beliau itu mempunyai dampak 
yang besar terhadap masyarakat Amerika.&amp;nbsp; Beliau telah menjadi suatu 
lambang pengharapan, seorang idola bagi masyarakat Amerika.&amp;nbsp; Karena 
impian beliau itulah sekarang ini orang-orang Amerika keturunan Afrika 
mempunyai status dan posisi yang jauh lebih baik di Amerika.&amp;nbsp; Apakah 
impian itu begitu berharganya sehingga pantas untuk mengorbankan nyawa? 
Di sini kelihatan jelas kalau kematian Pdt. Martin Luther King merupakan
 faktor yang berpengaruh kuat di dalam penggenapan impian tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Impian Anda Menentukan Hidup Anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Impian anda menentukan arah hidup anda.&amp;nbsp; Jika anda tidak mempunyai 
impian, ini berarti anda tidak mempunyai arah hidup.&amp;nbsp; Jika impian anda 
adalah agar dapat memiliki rumah dan mobil yang bagus, hal itu akan 
menjadi segala-galanya di dalam hidup anda.&amp;nbsp; Bila pada akhirnya anda 
memiliki rumah dan mobil tersebut, anda tidak akan mempunyai impian 
lagi.&amp;nbsp; Impian anda telah terkabul dan berakhir.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Saya ingin membicarakan mimpi-mimpi anda yang indah 
itu.&amp;nbsp; Dan saya juga ingin membicarakan kenyataan hidup yang keras yang 
dapat merubah impian indah menjadi impian buruk.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sebagai orang-orang Kristen, kita harus menjadi 
tukang mimpi.&amp;nbsp; Allah menjanjikan kita menjadi tukang mimpi di saat Dia 
memberikan Roh Kudus kepada kita.&amp;nbsp; &lt;i&gt;“Kemudian dari pada itu akan 
terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan RohKu ke atas semua manusia, maka 
anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang 
tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat 
penglihatan-penglihatan”&amp;nbsp; &lt;/i&gt;(Yoel 2:28, Kisah Para Rasul 2:17).&amp;nbsp; Yang 
menjadi beban pikiran bagi saya adalah kenyataan begitu sedikitnya orang
 Kristen yang mempunyai penglihatan atau mimpi.&amp;nbsp; Allah mengilhamkan 
mimpi kepada kita.&amp;nbsp; Tidak ada hal yang lebih menjenuhkan atau 
membosankan selain daripada orang Kristen yang tidak mempunyai 
penglihatan atau impian.&amp;nbsp; Mereka adalah orang-orang Kristen tanpa Roh 
Allah.&amp;nbsp; Bila orang-orang tidak mempunyai penglihatan, Alkitab berkata, 
orang-orang tersebut binasa.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Mengapa Impian Kita Gagal?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Namun di dalam kenyataan hidup yang keras ini, mimpi indah dapat 
berubah menjadi mimpi buruk.&amp;nbsp; Ambil sebuah contoh misalnya negara Cina 
saat ini.&amp;nbsp; Cina sekarang ini adalah sebuah negara tanpa penglihatan 
(visi).&amp;nbsp; Pada satu masa lalu mereka pernah mempunyai impian komunisme 
sosialisme yang ideal bagi negara mereka.&amp;nbsp; Tetapi sekarang impian ideal 
itu telah berubah menjadi impian buruk.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Meskipun kita harus menjadi tukang mimpi, kita perlu
 mempunyai pengertian jelas akan kerasnya kenyataan hidup jikalau kita 
ingin mewujudkan impian kita.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Mengapa impian kita gagal?&amp;nbsp; Impian itu gagal karena 
kita tidak bisa bertahan menghadapi tantangan kekerasan hidup.&amp;nbsp; Inilah 
yang disebut dosa dalam hati kita.&amp;nbsp; Dosa selalu merubah impian indah 
menjadi impian buruk.&amp;nbsp; Kita mengetahui hal ini melalui pengalaman kita 
sendiri.&amp;nbsp; Di dalam pernikahan, kedua mempelai memulai hidup baru mereka 
dengan memasuki sebuah impian yang indah.&amp;nbsp; Lihatlah cara mereka 
memandang satu sama lain, cara mereka tersenyum dikala 
berbincang-bincang satu sama lain.&amp;nbsp; Upacara pemberkatan pernikahan di 
gereja, alunan musik organ, rangkaian bunga-bunga, pengantin wanitanya 
dengan gaun putih, pengantin prianya dengan jas hitam yang elegan – 
benar-benar sebuah impian!&amp;nbsp; Saya telah memimpin banyak upacara 
pemberkatan pernikahan, dan saya selalu berdoa, “Semoga mimpi ini tidak 
akan berakhir.”&amp;nbsp; Tetapi dengan tidak tersangka sama sekali, mereka 
seolah-olah terbangun dari mimpinya dan mulai bertengkar serta 
berkelahi.&amp;nbsp; Tidak lama kemudian pasangan yang sama itu datang kepada 
saya untuk konseling perkawinan.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Bagaimanakah Sebuah Impian Indah Berubah Menjadi Impian Buruk?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Apa yang terjadi dengan mimpi indah tersebut yang sekarang telah 
menjadi mimpi buruk?&amp;nbsp; Suatu kali saya dipanggil malam-malam oleh 
sepasang suami-istri yang meminta konseling perkawinan.&amp;nbsp; Selama dua jam 
saya mendengarkan impian indah mereka yang sekarang telah menjadi impian
 buruk.&amp;nbsp; Sang istri tidak berhenti-hentinya menangis.&amp;nbsp; Benar-benar mimpi
 yang buruk!&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tetapi anda berkata hidup kekristenan itu sendiri 
adalah sebuah mimpi buruk.&amp;nbsp; Ada mimpi indah apa lagi yang tersisa di 
dalam hidup itu?&amp;nbsp; Kita mempunyai Allah yang kudus dan benar yang 
memperhatikan setiap gerak-gerik kita, yang siap untuk menghukum&amp;nbsp; setiap
 kali kita gagal.&amp;nbsp; Setiap hari kita bergumul dengan dosa, seringkali 
tanpa kemenangan.&amp;nbsp; Jika hal ini belum menjadi mimpi buruk, sedikitnya 
hal ini sudah cukup untuk membuat kita sakit kepala.&amp;nbsp; Pada akhirnya, 
kita harus merangkak ke hadapan Allah dan memohon berulang-ulang, 
“Ampuni aku, ampuni aku, ampuni aku.”&amp;nbsp; Sepertinya seluruh hidup 
kekristenan kita itu penuh dengan kesalahan.&amp;nbsp; Jadi bila kita baca Filipi
 4:4 dan 1 Timotius 6:17 yang terdapat di dalam kedua pesan yang lalu, 
dimana Paulus membicarakan tentang kesukacitaan dan Allah yang memberi 
kita segalanya untuk dinikmati, kelihatannya hal tersebut adalah hal 
kekristenan yang berbeda yang kita tidak mengerti sama sekali.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Dosa Menghancurkan Impian Kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Dosalah yang menghancurkan impian kita.&amp;nbsp; Kalau kita lihat kata 
“dosa” ini,&amp;nbsp; kita tidak boleh melihatnya seolah-olah Allah selalu ingin 
mengingatkan kita bahwa kita adalah orang-orang berdosa dan mengancam 
kita dengan kengerian neraka.&amp;nbsp; Kadang-kadang kita membayangkan Allah itu
 seperti ayah kita sendiri, yang bisa jadi seorang yang sangat keras dan
 tidak masuk akal.&amp;nbsp; Tetapi Allah tidaklah demikian.&amp;nbsp; Sebaliknya, kita 
harus memandang hal ini dari segi kasihNya untuk kita sebagai 
keinginanNya untuk menyelamatkan kita dari dosa.&amp;nbsp; Dia ingin kita 
mengerti kasihNya, dan dengan penuh kasih Dia memberitahu kita, “Aku 
mengasihimu, Aku ingin memberitahukan kasihKu kepadamu.”&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dosa merusak kualitas hidup kita.&amp;nbsp; Dosa 
menghilangkan kesukacitaan meskipun dosa dapat memberikan kesenangan 
sementara (Ibrani 11:25).&amp;nbsp; Kalau dosa tidak mampu memberikan kesenangan 
kepada kita, tak ada&amp;nbsp; seorangpun yang akan berdosa.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Manusia melakukan 
sesuatu karena mereka sedang mencari kualitas hidup yang lebih baik.&amp;nbsp; 
Jadi kalau dosa bisa memberi sedikit kesenangan meskipun hanya untuk 
sementara saja, mengapa tidak?&amp;nbsp; Tetapi anda harus memikirkan 
konsekuensinya lebih jauh lagi.&amp;nbsp; Anda menginginkan kesukacitaan jangka 
panjang, bukan kesenangan jangka pendek.&amp;nbsp; Demi kesenangan karena 
mendapatkan sesuatu dengan cuma-cuma, banyak orang yang mencuri di 
toko-toko.&amp;nbsp; Di Kanada saja, kasus pencurian toko memakan biaya $2,4 
milyar setahun.&amp;nbsp; Dapatkah anda bayangkan hal ini?&amp;nbsp; Ini bukan hanya 
sejuta dollar ataupun seribu juta&amp;nbsp; (semilyar) dollar.&amp;nbsp; Ini adalah 2,4 
milyar dollar!&amp;nbsp; Satu milyar ada 9 nol-nya!&amp;nbsp; Betul-betul tidak masuk 
akal.&amp;nbsp; Kalau dipukul rata ini berarti 83 dollar untuk setiap laki-laki, 
perempuan dan anak-anak di Kanada.&amp;nbsp; Ini berarti anda dan saya membayar 
jauh lebih banyak daripada 83 dollar setahun (karena anak-anak tidak 
perlu membayar) untuk barang-barang yang dicuri oleh orang lain.&amp;nbsp; Jadi 
dosa tidak hanya disinggung di dalam gereja saja.&amp;nbsp; Dosa adalah mereka 
para pencuri toko di Kanada, dan pada akhirnya kitalah yang 
membayarnya.&amp;nbsp; Ada beberapa pencuri toko yang tertangkap dan akibatnya 
masa depan mereka hancur oleh karena catatan kriminal mereka.&amp;nbsp; Dosa 
macam inilah yang mengubah impian indah menjadi impian buruk bagi setiap
 orang.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dosa memutuskan tali perkawinan.&amp;nbsp; Perkawinan yang 
hancur membawa penderitaan kepada kedua belah pihak dan anak-anak serta 
keluarga.&amp;nbsp; Hal apakah yang menghancurkan sebuah perkawinan?&amp;nbsp; Sikap yang 
menuntut, egois, atau dosa-dosa yang lain menghancurkan perkawinan.&amp;nbsp; 
Untuk pasangan&amp;nbsp; yang saya sebut diatas tadi dimana sang istri menangis 
sampai dua jam lebih, sang suami berkali-kali menegaskan, “Aku punya 
hak!&amp;nbsp; Akulah suaminya, jadi aku punya hak!”&amp;nbsp; Saya merasa capai mendengar
 perkataan itu, jadi saya beberkan persoalan dengan dirinya: 
keegoisannya yang bukan main.&amp;nbsp; Dimatanya, istrinya tidak mempunyai hak 
apapun.&amp;nbsp; Saya tidak mengerti mentalitas seperti ini dimana suami dan 
istri bertengkar demi hak mereka masing-masing.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Apakah Mimpi Ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Apakah mimpi ini?&amp;nbsp; Saya adalah seorang yang sangat praktis.&amp;nbsp; Bila 
kita membicarakan pembangunan sebuah gereja, kita harus mempunyai sebuah
 impian, sebuah konsep.&amp;nbsp; Benar kita harus bekerja-sama, tetapi apa 
tujuannya?&amp;nbsp; Jika kita ingin membangun struktur yang indah, terlebih 
dahulu kita harus bisa melihat struktur tersebut di dalam pikiran kita.&amp;nbsp;
 Kita harus mempunyai konsep yang jelas di dalam hati kita.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kita dipanggil untuk membangun gereja sebagai suatu 
masyarakat baru.&amp;nbsp; Sayangnya, apabila kita merenungkan kata “gereja” 
sekarang ini, yang terpikir adalah sebuah bangunan, atau sekelompok 
manusia, besar ataupun kecil.&amp;nbsp; Kita tidak memikirkan gereja sebagai 
suatu masyarakat baru yang dirancang oleh Allah.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kita lihat negara Cina, contohnya, kita melihat 
bahwa negara Cina sudah tidak lagi mempunyai impian untuk menjadi 
masyarakat baru.&amp;nbsp; Jikalau negara Cina tidak mempunyai impian, negara itu
 akan musnah.&amp;nbsp; Kalau kita peduli dengan negara Cina, kita harus membawa 
kembali sebuah impian bagi negara itu.&amp;nbsp; Sewaktu saya beberapa kali 
berkunjung ke negara Cina, hati saya terasa sangat berat.&amp;nbsp; Kebanyakan 
orang di Cina sudah tidak lagi mempunyai tujuan, terutama di kalangan 
kaum muda yang masih mempunyai suatu idealisme.&amp;nbsp; Beberapa mahasiswa yang
 berbincang-bincang dengan saya di sana sepertinya sudah tidak 
berpengharapan lagi atas masa depan studi mereka.&amp;nbsp; Hal ini mengandung 
beberapa arti.&amp;nbsp; Arti pertama, bagi para kaum muda, negara Cina sudah 
kehilangan arah.&amp;nbsp; Orang-orang tidak tahu lagi mereka sedang menuju ke 
arah mana.&amp;nbsp; Arti kedua, penghasilan seorang tamatan akademis sangatlah 
kecil.&amp;nbsp; Penghasilan seorang pedagang kecil-kecilan atau penjual kaos 
baju di jalanan malah jauh lebih besar.&amp;nbsp; Jadi apa gunanya studi itu?&amp;nbsp; 
Lagi pula, kelihatannya tak ada lagi seorangpun yang peduli melakukan 
sesuatu bagi negara mereka.&amp;nbsp; Korupsi yang meraja-lela menghancurkan 
segala impian yang masih tersisa.&amp;nbsp; Mungkin orang-orang Komunis ini 
dulunya mempunyai suatu impian masyarakat baru.&amp;nbsp; Tetapi sekarang mereka 
telah kehilangan impian tersebut.&amp;nbsp; Setiap dari mereka menggunakan 
posisinya untuk menjadi kaya.&amp;nbsp; Jikalau hal ini terus berlangsung, 
tahukah anda apa yang akan terjadi dengan negara Cina kita?&amp;nbsp; Kita yang 
duduk santai diluar negeri berkata, “Kita tidak bisa melakukan 
apa-apa.”&amp;nbsp; Ini tidak benar.&amp;nbsp; Ada yang bisa kita lakukan jika kita 
mempunyai impian.&amp;nbsp; Itulah sebabnya saya berkata bahwa Allah kita adalah 
Allah yang memberi impian.&amp;nbsp; Di hari Pentakosta, Yoel 2 dipenuhi 
(sebenarnya tercatat di Kisah Para Rasul 2) – pencurahan Roh.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Sudahkah Anda Tangkap Visi Itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Apakah anda telah menerima Roh itu?&amp;nbsp; Apakah anda telah menangkap 
visiNya?&amp;nbsp; Oleh karena visi tersebut anda mampu menahan segala macam 
penderitaan.&amp;nbsp; Itu adalah unsur yang penting dalam visi seorang Kristen.&amp;nbsp;
 Seorang Kristen menyadari kenyataan hidup yang keras itu, tetapi ia 
maju terus dan mampu mengatasi semuanya.&amp;nbsp; Bila seorang Kristen selalu 
jatuh setiap kali menghadapi masalah, kita tahu orang itu tidak 
mempunyai visi.&amp;nbsp; Sayangnya, terlalu banyak orang seperti itu ada di 
dalam gereja.&amp;nbsp; Untuk menjadi seorang prajurit Kristus dan mampu menahan 
segala macam penderitaan, anda harus mempunyai impian dimana anda siap 
untuk mati demi impian itu.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Saya berdoa agar anda dapat menangkap impian 
tersebut bila Roh Allah datang ke atas anda.&amp;nbsp; Penderitaan akan selalu 
ada, karena dosa dan mereka yang mendukung dosa akan menentang anda 
kemanapun anda pergi.&amp;nbsp; Bersiap-siaplah untuk hal ini dimana bila anda 
mempunyai impian, beberapa dari musuh terbesar anda adalah orang-orang 
Kristen sendiri.&amp;nbsp; Ini akan menjadi keterkejutan paling besar di dalam 
hidup anda, karena mereka yang mempunyai impian selalu ditentang oleh 
mereka yang tidak mempunyai impian.&amp;nbsp; Mereka akan menertawakan anda.&amp;nbsp; 
Mereka akan menentang anda.&amp;nbsp; Di dalam Perjanjian Lama kita lihat Yusuf, 
seorang tukang mimpi besar.&amp;nbsp; Karena mimpi-mimpinya, bahkan 
saudara-saudaranya sendiri ingin membunuhnya.&amp;nbsp; Hanya campur tangan 
Allahlah yang menyelamatkan nyawanya.&amp;nbsp; Mencengangkan, bukan?&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sewaktu para Komunis masih mempunyai impian, dan hal ini sudah lama berselang, mereka bersedia melakukan &lt;i&gt;Long March&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;
 Mereka menahan segala macam penderitaan.&amp;nbsp; Banyak yang mengorbankan 
nyawa mereka demi impian itu.&amp;nbsp; Tetapi sekarang impian itu telah musnah.&amp;nbsp;
 Tak ada seorangpun yang bersedia untuk menderita segala apapun.&amp;nbsp; 
Sekarang adalah saat korupsi.&amp;nbsp; Dengan cara yang sama, bila gereja tidak 
mempunyai impian lagi, korupsi merembes ke dalam gereja.&amp;nbsp; Maka akan 
terjadi kekurangan kasih, bahkan juga pertentangan atas kebenaran.&amp;nbsp; 
Itulah kenyataan keras yang dihadapi setiap pemimpi.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Dosa Menghancurkan Impian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Dosa ada di dalam dunia.&amp;nbsp; Betapa mengerikannya kuasa dosa!&amp;nbsp; 
Baru-baru ini di dalam siaran berita, saya mendengar kabar tentang 
seorang anak yang menyewa seorang pembunuh untuk membunuh kedua 
orang-tuanya sendiri demi harta warisan.&amp;nbsp; Dia ingin menikmati kesenangan
 dosa dengan menggunakan harta warisan orang-tuanya.&amp;nbsp; Tetapi dia hanya 
dapat menikmati harta warisan tersebut dalam waktu singkat saja karena 
sekarang dia akan menghabiskan hampir seluruh sisa hidupnya di penjara 
dimana dia akan mempunyai banyak waktu untuk merenungkan tindakan keji 
yang telah dia lakukan.&amp;nbsp; Hasrat egois untuk bersenang-senang begitu 
kuatnya sampai-sampai nyawa orang-tuanya sendiripun dikorbankan.&amp;nbsp; Rasa 
kasih dan hormat antara orang-tua dengan anak-anaknya adalah prinsip 
yang penting agar impian kita bisa terwujud, tetapi dosa akan 
menghancurkan setiap prinsip dan kualitas hidup.&amp;nbsp; Anda kira dosa 
hanyalah suatu konsep theologi di dalam Alkitab?&amp;nbsp; Bukan, dosa adalah 
kenyataan hidup: anak membunuh orang-tua, orang-tua membunuh anak.&amp;nbsp; 
Sungguh mengerikan!&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Karena itu, untuk mewujudkan sebuah impian, kita 
harus mempunyai kekuatan untuk menguasai dosa.&amp;nbsp; Dan dosa haruslah 
menjadi hal pertama yang kita kuasai, karena dosa ada di dalam setiap 
dari kita.&amp;nbsp; Biarlah kita menjadi orang-orang yang praktis.&amp;nbsp; Bagaimana 
kita dapat mempunyai impian yang realistis, jikalau kita tidak dapat 
menjalin hubungan rumah-tangga sendiri dengan harmonis.&amp;nbsp; Saya hanya tahu
 sejumlah kecil saja rumah-tangga&amp;nbsp; yang harmonis.&amp;nbsp; Bagi kebanyakan 
pasangan suami-istri, yang ada hanyalah ketegangan terus-menerus.&amp;nbsp; 
Jikalau perkawinan kita tidak lain daripada suatu kesengsaraan yang 
mendalam, bagaimana akan ada kesukacitaan untuk sebuah impian indah?&amp;nbsp; 
Jikalau kuasa Allah tidak cukup untuk menangani kesulitan di dalam 
perkawinan, bagaimanakah kuasa itu akan cukup untuk medirikan sekelompok
 masyarakat baru?&amp;nbsp; Kita hanya berbicara omong kosong saja.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Saya seorang pemimpi, tetapi saya juga seorang 
realis.&amp;nbsp; Saya menyadari sepenuhnya kesulitan-kesulitan di muka.&amp;nbsp; Kita 
mengetahui kenyataan dosa, tetapi kita mempunyai kekuatan untuk 
menguasainya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Isi dari Mimpi Kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Apakah impian kita?&amp;nbsp; Apakah prinsip daripada masyarakat baru ini?&amp;nbsp; 
Apakah yang sedang kita bangun bersama?&amp;nbsp; Marilah kita mulai dengan 
melihat prinsip yang sangat dasar yang ditemukan di Roma 15:1-5:&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Kita yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang 
yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri.&amp;nbsp; Setiap
 orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi 
kebaikannya untuk membangunkannya.&amp;nbsp; Karena Kristus juga tidak mencari 
kesenanganNya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: “Kata-kata cercaan 
mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai Aku.”&amp;nbsp; Sebab segala sesuatu
 yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, 
supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan 
penghiburan dari Kitab Suci.&amp;nbsp; Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan
 dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan 
kehendak Kristus Yesus.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Saya ingin anda memperhatikan penggunaan dari 
ungkapan “mencari kesenangan” di ayat-ayat ini.&amp;nbsp; Ungkapan ini tertulis 
di ayat pertama, “jangan kita &lt;i&gt;mencari kesenangan&lt;/i&gt; kita sendiri”, dan di ayat kedua, “kita harus &lt;i&gt;mencari&lt;/i&gt; &lt;i&gt;kesenangan &lt;/i&gt;sesama kita”, dan di ayat ketiga, “Kristus juga tidak &lt;i&gt;mencari kesenangan&lt;/i&gt;Nya
 sendiri”.&amp;nbsp; Kemudian muncul kata “penghiburan” di ayat keempat dan 
kelima.&amp;nbsp; Ayat-ayat ini menolong kita untuk mengerti bahwa tujuan mencari
 kesenangan sesama kita adalah untuk menghibur dan membangun orang 
lain.&amp;nbsp; Sekarang mari kita bayangkan suatu masyarakat dimana 
orang-orangnya tidak lagi mempedulikan kesenangan mereka, tetapi selalu 
memikirkan bagaimana caranya untuk menghibur dan membangun orang lain.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Cobalah terapkan hal ini ke dalam kehidupan 
perkawinan kita.&amp;nbsp; Kenapa perkawinan menjadi hancur?&amp;nbsp; Kenapa sebuah 
perkawinan yang diawali dengan masa pacaran sampai ke bulan madu 
berjalan begitu baik kemudian dengan sangat cepat berubah menjadi 
buruk?&amp;nbsp; Jawabannya sangat mudah.&amp;nbsp; Rahasianya ada disini, mudah tetapi 
betul.&amp;nbsp; Kita tidak boleh berpikir bahwa kebenaran itu harus penuh dengan
 komplikasi untuk menjadi benar.&amp;nbsp; Kebenaran adalah hal yang mudah akan 
tetapi penerapannya sulit sekali.&amp;nbsp; Anda lihat saja, sebelum kita 
menikah, kita berusaha untuk menyenangkan pasangan kita.&amp;nbsp; Kita selalu 
bertanya: “Apa yang kamu ingin lakukan?&amp;nbsp; Kamu ingin pergi kemana?&amp;nbsp; 
Sukakah kamu dengan ini atau itu?”&amp;nbsp; Kedua belah pihak selalu mencoba 
untuk menyenangkan satu sama lain.&amp;nbsp; Ah, betapa manisnya saat kita 
memasuki jenjang perkawinan!&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tetapi apa yang terjadi setelah pernikahan?&amp;nbsp; Begitu 
selesai berbulan madu, mulai terjadi perubahan pokok di dalam prinsip 
kita.&amp;nbsp; Sekarang kamulah yang harus menyenangkan saya!&amp;nbsp; Berdasarkan 
prinsip ini, setiap hubungan manusia akan retak.&amp;nbsp; Hal yang sama berlaku 
di dalam hubungan antara orang-tua dengan anak-anaknya.&amp;nbsp; Kita memanggil 
persoalan ini dengan nama yang keren seperti “generasi gap”, akan tetapi
 persoalannya sebenarnya tidak berbelit-belit.&amp;nbsp; Orang-tua menuntut 
anak-anaknya untuk menyenangkan mereka, karena mereka adalah orang-tua.&amp;nbsp;
 Di sisi yang lain, anak-anak itu berpikir :”Kenapa saya harus 
menyenangkan kalian jikalau kalian tidak menyenangkan saya terlebih 
dahulu?”&amp;nbsp; Itulah sebabnya hubungan manusia bisa menjadi begitu tegang.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Apa yang terjadi bila kita mengikuti prinsip 
“menyenangkan sesama”? &amp;nbsp;Apabila dua sejoli menikah, mereka seharusnya 
mempunyai impian bersama.&amp;nbsp; Jikalau impian tersebut hanya berpusat kepada
 hal-hal untuk mencari kesenangan bersama, impian itu kurang berarti.&amp;nbsp; 
Tetapi jika mereka mempunyai tujuan dan arah hidup bersama, maka dengan 
bersama-sama mereka akan menghasilkan sesuatu bagi Allah.&amp;nbsp; Dengan 
demikian pernikahan tersebut mempunyai tujuan dan impian didalamnya.&amp;nbsp; 
Tetapi tujuan itu harus dibagi bersama.&amp;nbsp; Kalau hanya satu pihak saja 
yang mempunyai impian, pernikahan itu tidak akan sukses.&amp;nbsp; “Mencari 
kesenangan” bukan berarti memuji-muji atau menyanjung orang lain.&amp;nbsp; Ini 
bukan berarti mengatakan hal-hal yang mereka suka dengar untuk 
“menyenangkan” hati mereka.&amp;nbsp; Ini berarti menghibur sesama untuk maju 
terus mencapai tujuan bersama tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Masalah Yang Sama Di Dalam Gereja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Sama halnya dengan masalah yang timbul di gereja.&amp;nbsp; Kita mempunyai 
tuntutan terhadap satu sama lain.&amp;nbsp; Kita menuntut&amp;nbsp; bahwa sebagai seorang 
Kristen, ia harus jauh lebih mengerti, ia harus begini dan begitu.&amp;nbsp; Ia 
kurang rohaniah.&amp;nbsp; Ia tidak mencapai standar Allah menurut pengertian 
saya.&amp;nbsp; Sebagai akibat dari tuntutan tersebut, kita memberi tekanan 
kepada sesama.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tetapi impian itu sebenarnya adalah untuk memberi 
inspirasi kepada orang-orang.&amp;nbsp; Dimana ada impian, orang-orang akan 
tertarik.&amp;nbsp; Anda tidak perlu memaksa mereka.&amp;nbsp; Jika diberi motivasi, 
orang-orang akan dengan senang hati melakukannya.&amp;nbsp; Namun bila impian itu
 musnah, anda bisa saja memarahi orang-orang tersebut setiap hari, 
tetapi tidak akan ada gunanya.&amp;nbsp; Malahan masalahnya akan menjadi lebih 
buruk.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Saya waktu dulu pernah menjadi seorang pelatih tim 
sepak-bola.&amp;nbsp; Sebagai seorang pelatih, kalau tidak memaksa para pemainnya
 dengan keras ia dapat mendorong mereka secara halus.&amp;nbsp; Ia dapat memberi 
kecaman keras agar mereka bisa bermain dengan lebih baik, atau 
sebaliknya ia dapat mendorong mereka dengan menunjukkan bagaimana cara 
bermain yang lebih baik agar bisa menang.&amp;nbsp; Ia memberikan suatu impian 
kepada mereka, dan kemudian mendorong mereka untuk mencapainya.&amp;nbsp; Itu 
adalah suatu cara yang berbeda, dan pengaruh dari dorongan yang 
membangun itu sungguh hebat!&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Secara pribadi saya sendiri harus lebih banyak 
belajar tentang hal ini.&amp;nbsp; Saya adalah seorang yang sangat pelit dalam 
memberikan pujian.&amp;nbsp; Tahun lalu, seusai kebaktian gereja, saya berkata 
kepada salah seorang rekan kerja saya bahwa dia telah memberikan khotbah
 yang sangat baik.&amp;nbsp; Ia begitu terkesiapnya sampai-sampai mulutnya hampir
 terbuka lebar.&amp;nbsp; Dia menjawab, “Komentar seperti ini sungguh sangat 
sulit datang darimu.”&amp;nbsp; Sesudah itu saya merenungkan pernyataanya, dan 
saya merasa insaf.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Saya menyadari kalau di tahun-tahun belakangan ini 
saya memberikan sedikit sekali pujian.&amp;nbsp; Mungkin hal ini karena saya 
sedang mencoba untuk meninggikan standar rekan-rekan kerja kami.&amp;nbsp; Tetapi
 saya belum cukup memberikan dorongan yang membangun dan itulah 
kekurangan saya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Masyarakat Baru Berdasarkan Kasih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Hanya atas satu butir ini saja, bayangkanlah suatu masyarakat baru 
berdasarkan impian yang telah Allah berikan kepada kita.&amp;nbsp; Misalnya, 
bagaimanakah seharusnya masyarakat baru ini memelihara orang-orang 
miskin ditengah-tengah kita?&amp;nbsp; Di Hong Kong, kami mencoba melakukannya di
 gereja-gereja kami.&amp;nbsp; Di masyarakat barat, pemerintahlah yang 
melakukannya.&amp;nbsp; Pemerintah-pemerintah Kristen ini, yang Kristen dinamanya
 saja, telah mengambil alih ide daripada masyarakat baru yang ada di 
dalam Alkitab.&amp;nbsp; Setiap hal yang dulunya dikerjakan oleh gereja (seperti 
rumah-sakit, rumah yatim-piatu, rumah jompo) untuk memenuhi macam-macam 
kebutuhan, sekarang dikerjakan oleh pemerintah-pemerintah Kristen itu.&amp;nbsp; 
Akan tetapi di Hong Kong tidaklah demikian.&amp;nbsp; Jadi di gereja-gereja kami,
 kami memperhatikan orang-orang miskin dan jompo di tengah-tengah kami.&amp;nbsp;
 Kami menolong mereka yang dalam kesulitan dan memelihara para janda.&amp;nbsp; 
Tak ada seorangpun di gereja kami yang akan kelaparan.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jadi masyarakat baru ini bukanlah suatu angan-angan 
belaka.&amp;nbsp; Kami mempedulikan siapa saja yang membutuhkan pertolongan.&amp;nbsp; 
Kadang-kadang ada orang yang memerlukan uang untuk melanjutkan studi 
mereka, dan kami akan mencoba untuk menolong mereka.&amp;nbsp; Orang-orang sakit 
akan dijenguk dan dirawat.&amp;nbsp; Setiap kebutuhan di gereja akan dipenuhi.&amp;nbsp; 
Pada saat Roh Kudus turun ke atas gereja di Yerusalem di Kisah Rasul 2, 
masyarakat baru itu dengan segera berfungsi.&amp;nbsp; Mereka yang kaya memberi 
dengan penuh kedermawanan untuk memastikan agar mereka yang miskin tidak
 kekurangan.&amp;nbsp; Setiap orang hidup berkecukupan.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Mencari kesenangan sesama kita berarti memikul beban
 mereka, tidak peduli apakah itu penyakitnya, kesunyian hatinya, ataupun
 banyak masalah lainnya, seperti yang dikatakan di Galatia 6:2: 
“Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu!”&amp;nbsp; Inilah konsep masyarakat 
baru itu, yaitu peduli satu terhadap yang lain.&amp;nbsp; Apabila anda termasuk 
ke dalam masyarakat ini, masalahnya bukanlah tentang berapa banyak yang 
dapat anda peroleh, tetapi berapa banyak yang dapat anda berikan.&amp;nbsp; 
Jikalau setiap orang mencoba untuk memberi, kita akan memperoleh dengan 
penuh berkelimpahan.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Kekuasaan Untuk Mengerjakan Semua Ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Agar supaya bisa melakukan semuanya ini, harus ada suatu kuasa untuk
 mengubah hati manusia.&amp;nbsp; Kuasa itu adalah kuasa kebangkitan, seperti 
yang dikatakan di Efesus 1:19-20.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Dan betapa hebat kuasaNya bagi kita yang percaya,
 sesuai dengan kekuatan kuasaNya, yang dikerjakanNya di dalam Kristus 
dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di 
sebelah kananNya di sorga.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kuasa untuk membangkitkan Yesus dan kuasa untuk 
membangkitkan anda dan saya dari antara orang mati, itulah kehebatan 
dari kuasa tersebut.&amp;nbsp; Paulus tidak hanya membicarakan tentang masa 
depan, tetapi juga tentang masa kini.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Untuk mewujudkan impian ini anda
 harus mempunyai kuasa untuk mengubah hati manusia, dari seseorang yang 
ingin diberi kesenangan untuk diri sendiri ke seseorang yang ingin 
memenuhi kebutuhan orang lain.&amp;nbsp; Saya pernah dihampiri beberapa orang 
Kristen yang ingin mempersembahkan uang mereka untuk Kerajaan Allah.&amp;nbsp; 
Uang ini bukan dalam jumlah yang kecil, tetapi jumlah yang melebihi 
$100.000 uang Kanada.&amp;nbsp; Bagaimana mungkin?&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hal ini adalah karena kuasa Allah yang ajaib: 
mengubah kita dari seseorang yang hanya mencari apa yang bisa kita 
peroleh ke seseorang yang mencari apa yang bisa kita beri.&amp;nbsp; Orang-orang 
Kristen tersebut tidak peduli banyak akan mobil-mobil bagus dan 
pakaian-pakaian mewah yang dapat mereka peroleh.&amp;nbsp; Mereka mempunyai 
impian yang berbeda, dan kuasa kebangkitan itu telah mengubah mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bagaimana dengan anda?&amp;nbsp; Apakah impian anda?&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sumber: Cahaya Pengharapan Ministries www.cahayapengharapan.org &lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/feeds/5045406765390711302/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2015/08/aku-punya-impian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/5045406765390711302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/5045406765390711302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2015/08/aku-punya-impian.html' title='Aku Punya Impian!'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13051343719901617193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcDd9kqiZkBXe1tuuaF6TJMkZ1nQbv-czDOzdtu_1fLAtQXGTylEMTyz-kvmd39mWDUks-609M36KTuXsbl4fXWSgKBHjJJlVZrVolDF3fx84Wz50FmjgPDYrTtBHAjA/s220/578310_371480026238583_1911221596_n%25255B1%25255D.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdv43t4mmXbg-kFu2IK-BhgwhYbktQLBF7YZ3hA6E73hbNFAjqgF3UoyIh52BJi021alccijxNXBAZoIFMXtXdV3cxKld0MEwwAjYYm0rNIIkhHcCA4UQ_h7B4YroLGiz6knr2KZscNtQL/s72-c/Aku+Punya+Impian.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8386962472183400765.post-3745605492808842658</id><published>2015-08-07T06:19:00.002+07:00</published><updated>2015-08-07T06:19:24.965+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Filipi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisah Para Rasul"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Refleksi Hidup"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Yesaya"/><title type='text'>Untuk Apakah Anda Hidup?</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;header class=&quot;cs-blog-header&quot;&gt;&lt;i&gt;Pendeta Eric Chang&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/header&gt;&lt;header class=&quot;cs-blog-header&quot;&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBdy44I9E43z9sqykkv0XsSG-89ubMMtKEh2D74trmx_4DOSyWWMhad1yS73fw17S1O6UBtfnU93rcsUM2i7ovYyl86qGmgnY4IIMfCG2CB1HNOKb_VHKC2NzrAmzOhAVD80hEJ1GTfPNw/s1600/Untuk+Apakah+Anda+Hidup.jpg&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/i&gt;&lt;i&gt;
&lt;/i&gt;
&lt;/header&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Karena hari ini kita akan mengadakan baptisan, saya 
akan membahas beberapa pertanyaan pokok tentang kehidupan kekristenan 
berdasarkan teks bacaan kita: Filipi 3 13-15.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa
 aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa 
yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang 
dihadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, 
yanitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.&amp;nbsp; Karena itu 
marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian.&amp;nbsp; Dan jikalau lain 
pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Allah juga 
kepadamu.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ayat-ayat di atas sudah tidak asing lagi bagi kita, 
seperti yang sering kita lihat tertulis di poster-poster dan penunjuk 
halaman buku.&amp;nbsp; Paulus mengatakan bahwa semua orang Kristen yang telah 
dewasa secara rohaniah berpikir seperti ini:&amp;nbsp; bahwa ia tidak menganggap 
dirinya telah tiba di tempat yang seharusnya, tetapi ia melupakan segala
 apa yang telah di belakangnya dan mengarahkan seluruh energinya kepada 
apa yang dihadapannya.&amp;nbsp; Saya ingin memberikan ayat-ayat ini kepada 
setiap dari pada kalian, terutama kepada orang yang dibaptis hari ini.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Apakah Tujuan Hidup Anda?&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Ini adalah prinsip yang sangat penting, dan kedengarannya cukup 
mudah.&amp;nbsp; Tetapi apakah artinya “melupakan apa yang telah di belakang”?&amp;nbsp; 
Apakah kita harus melupakan segala sesuatu yang telah terjadi di masa 
lalu?&amp;nbsp; Bagaimana dengan pelajaran-pelajaran penting yang bisa kita petik
 dari sejarah?&amp;nbsp; Jikalau artinya demikian, maka kita tidak perlu lagi 
mempelajari sebagian besar dari Perjanjian Lama karena kebanyakan dari 
kitab-kitab itu berkenaan dengan sejarah.&amp;nbsp; Kemudian, apakah artinya 
“mengarahkan diri kepada apa yang dihadapan”?&amp;nbsp; Apakah yang ada “di 
hadapan” itu?&amp;nbsp; Ungkapan ini mengarahkan kita kepada suatu sasaran di 
muka.&amp;nbsp; Apakah sasaran tersebut?&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jika saya bertanya apakah tujuan hidup anda, 
dapatkah anda menjawabnya?&amp;nbsp; Banyak orang Kristen yang tulus hatinya 
namun tidak bisa menjawab dengan tepat tujuan dari kehidupan kekristenan
 mereka itu.&amp;nbsp; Apakah untuk mengetahui lebih banyak akan Alkitab?&amp;nbsp; Apakah
 untuk melakukan misi penginjilan?&amp;nbsp; Apakah tujuan di hadapan kita itu 
yang semestinya kita capai dengan berlari-lari?&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Anda bisa lihat makna ayat-ayat di atas itu pada 
akhirnya tidak terlalu jelas.&amp;nbsp; Saya harap anda dapat memahami ayat-ayat 
tersebut sedikit lebih banyak lagi seusai mendengar pesan hari ini.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Pelajaran #1: Saddam Hussein&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Saya akan mencoba menjelaskan ayat-ayat di atas dengan menggunakan 
beberapa pokok berita utama yang terjadi baru-baru ini.&amp;nbsp; Allah 
seringkali berbicara kepada kita melalui berita-berita, jikalau kita 
mempunyai mata untuk melihat dan telinga untuk mendengar.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dua minggu yang lalu, kita mendengar berita bahwa 
sahabat kita Saddam Hussein sekali lagi muncul dengan ide barunya.&amp;nbsp; Anda
 mungkin berpikir setelah Perang Teluk yang membawa malapetaka itu dia 
akan dapat menarik beberapa pelajaran dari situ.&amp;nbsp; Ternyata tidak 
demikian, dia masih belum mengerti juga.&amp;nbsp; Sekarang dia ingin membuat 
kekacauan di bagian baratlaut dengan orang-orang Kurdistan.&amp;nbsp; Karena itu 
rudal-rudal dan pesawat-pesawat tempur sekali lagi beterbangan di atas 
Irak.&amp;nbsp; Bagaimana caranya untuk menolong dia belajar hal-hal dasar dari 
kehidupan?&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Akan tetapi bukankah hal yang sama juga terjadi di 
antara kebanyakan orang Kristen?&amp;nbsp; Saya melihat hal yang sama terjadi.&amp;nbsp; 
Orang-orang Kristen itu berulang kali mengalami pengalaman buruk karena 
melanggar Tuhan, tetapi mereka kelihatannya masih belum bisa menarik 
pelajaran dari pengalaman-pengalaman itu.&amp;nbsp; Mereka terus saja mengulangi 
kesalahan yang sama.&amp;nbsp; Kenapa?&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Pelajaran #2: Perceraian Ningrat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Kemudian sekitar 10 hari yang lalu, pokok berita yang lain muncul.&amp;nbsp; 
Kali ini&amp;nbsp; mengenai keluarga kerajaan Inggris: pengumuman resmi atas 
perceraian antara Putri Diana dan Pangeran Charles.&amp;nbsp; Setelah perceraian 
itu, Diana bukan lagi seorang putri, dan tidak lagi memegang gelar ‘Her 
Royal Highness’.&amp;nbsp; Dia turun pangkat dari keagungan tinggi menjadi 
seorang warga biasa saja.&amp;nbsp; Kenapa hal ini masih terjadi setelah 
pernikahan selama 15 tahun?&amp;nbsp; Ini adalah pertanyaan kedua untuk anda 
renungkan.&amp;nbsp; Apakah jawabannya mirip dengan jawaban untuk pertanyaan 
mengenai Irak?&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pernikahan Diana dan Charles – seperti cerita 
dongeng saja.&amp;nbsp; Lima belas tahun yang lalu, pernikahan tersebut 
mempesonakan seluruh dunia.&amp;nbsp; Gadis biasa yang cantik ini diangkat 
menjadi seorang putri, yang pada suatu hari nanti akan menjadi Ratu 
Inggris!&amp;nbsp; Ini adalah impian setiap gadis muda!&amp;nbsp; Suatu hal yang hanya 
dapat anda baca di dalam buku-buku cerita dongeng!&amp;nbsp; Dan sekarang impian 
itu telah menjadi kenyataan, di layar televisi, Diana telah menjadi 
seorang Putri, dan juga seorang bakal Ratu.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Selain itu, pria yang dia nikahi, bukanlah seorang 
raja buruk rupa, tetapi seorang pangeran yang tampan, seorang bakal Raja
 Inggris.&amp;nbsp; Pandanglah dia dalam pakaian seragam tentaranya, dengan 
kancing emas dan pita tanda jasa emas, dengan pedang disampingnya, dan 
wajah yang tampan, dengan rambut coklat berombak.&amp;nbsp; Sungguh-sungguh 
sebuah impian bagi setiap gadis!&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Lalu datang berita buruk: perceraian.&amp;nbsp; Tentu saja 
kita tidak merasa terlalu terkejut.&amp;nbsp; Kita tahu sudah bertahun-tahun 
perkawinan mereka bermasalah.&amp;nbsp; Tetapi ketika pengumuman perceraian itu 
akhirnya diberitahukan kepada umum, masih juga begitu menyedihkan.&amp;nbsp; Itu 
adalah akhir dari sebuah mimpi.&amp;nbsp; Tetapi kenapa?&amp;nbsp; Kenapa perkawinan 
antara dua orang dengan masa depan gemilang, yang mempunyai 
segala-galanya, harus berakhir dengan perceraian?&amp;nbsp; Bagaimana pendapat 
anda?&amp;nbsp; Apakah penyebabnya itu karena perbedaan karakter?&amp;nbsp; Tetapi setiap 
pasangan mempunyai perbedaan karakter.&amp;nbsp; Dua orang mana yang mempunyai 
identitas total?&amp;nbsp; Apakah perbedaan karakter itu berarti setiap pasangan 
harus berakhir dengan perpisahan?&amp;nbsp; Dengan seluruh sumber yang tersedia, 
dan tekanan pendapat umum, pasangan ningrat ini tetap tidak mampu 
membuat perkawinan mereka langgeng.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Pelajaran #3: Superman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Mari kita lihat pokok berita ke tiga yang berhubungan dengan 
Christopher Reeves.&amp;nbsp; Tahukah anda siapa dia?&amp;nbsp; Dio adalah Superman!&amp;nbsp; 
Dialah pria tampan, tinggi dan berotot yang memakai kaos biru, yang 
memerankan tokoh Superman itu.&amp;nbsp; Di dalam filem, dia merentangkan kedua 
lengannya dan terbang tinggi ke angkasa.&amp;nbsp; Bukankah anda senang kalau 
bisa terbang?&amp;nbsp; Superman!&amp;nbsp; Tetapi sekarang apa yang terjadi dengan 
Reeves?&amp;nbsp; Dia lumpuh dari leher ke bawah.&amp;nbsp; Dia terjatuh dari kuda dan 
lehernya patah.&amp;nbsp; Saya tidak bisa mengenalinya sewaktu melihat dia di TV 
pada saat dia dibawa ke atas podium dalam acara pengumpulan dana bagi 
orang-orang yang menderita luka tulang belakang.&amp;nbsp; Dia kelihatan begitu 
menyedihkan.&amp;nbsp; Duduk di atas kursi roda, dia harus didorong kemana-mana.&amp;nbsp;
 Bahkan dia juga tidak bisa bernafas sendiri dengan lancar, sehingga 
harus memakai selang yang disambungkan kemulutnya untuk memberi 
oksigen.&amp;nbsp; Dia sama sekali tidak kelihatan seperti Superman yang tampan 
di filem itu.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pelajaran apa yang bisa kita tarik dari sini?&amp;nbsp; Dari 
kebanggaan tinggi atas kondisi tubuhnya yang prima, dia sekarang 
hanyalah segumpal daging yang duduk di atas kursi roda.&amp;nbsp; Apa yang Allah 
ingin katakan kepada kita melalui semuanya in?&amp;nbsp; Ini bukanlah tentang 
Christopher Reeves sendiri.&amp;nbsp; Dia sendiri tidak melakukan hal yang 
jahat.&amp;nbsp; Tetapi sepertinya ada sebuah pesan didalamnya untuk seluruh umat
 manusia.&amp;nbsp; Manusia dapat berpikir bahwa ia dapat melakukan segala 
sesuatu dan memecahkan setiap persoalan.&amp;nbsp; Ia tidak lagi memerlukan 
Allah.&amp;nbsp; Manusia mampu melakukan segalanya, ia hanya perlu menjadi 
“super”.&amp;nbsp; Setelah mencapai status yang “super” ini, ia boleh melupakan 
Allah.&amp;nbsp; Tetapi sekarang, lihatlah Superman sendiri!&amp;nbsp; Dari seluruh 
bintang-bintang Hollywood, hal ini tidak terjadi kepada bintang-bintang 
yang lain selain Superman – apakah ini suatu kebetulan?&amp;nbsp; Superman tidak 
bisa menyelamatkan dirinya sendiri, apalagi menyelamatkan orang lain.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Egoisme Kita – Persoalan Pokok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Pelajaran yang sama dari ketiga berita di atas adalah tentang 
persoalan pokok manusia.&amp;nbsp; Persoalan kerohanian manusia adalah dirinya 
sendiri.&amp;nbsp; Apakah akar persoalan manusia?&amp;nbsp; Apakah akar persoalan di dalam
 diri anda?&amp;nbsp; Jika anda tidak menanganinya, anda tidak akan dapat 
memecahkan masalahnya.&amp;nbsp; Jika anda tidak mendiagnosa penyakitnya dengan 
tepat, anda tidak dapat menyembuhkannya.&amp;nbsp; Kalau anda salah mendiagnosa, 
anda mungkin bisa membunuh pasien anda dengan memberi perawatan yang 
salah.&amp;nbsp; Kalau perawatannya hanya berfokus kepada gejala-gejala 
penyakitnya saja, sumber penyakitnya masih belum terobati.&amp;nbsp; Persoalan 
pokoknya disini adalah apa yang disebut egoisme.&amp;nbsp; Egoisme adalah hal 
yang paling sulit ditangani.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kenapa Saddam Hussein ingin menelan Kuwait?&amp;nbsp; Segala 
yang dia lakukan adalah untuk membanggakan diri sendiri.&amp;nbsp; Dia bahkan 
membangun kembali kota purba Babel dengan mencetak namanya di atas 
setiap batu bata yang digunakan.&amp;nbsp; Dia ingin sejarah mengingatnya sebagai
 seorang penakluk Kuwait.&amp;nbsp; Dia mempunyai ambisi lebih besar selain 
daripada menaklukkan Kuwait.&amp;nbsp; Jikalau dia tidak dihentikan di sini, 
entah negara lain mana lagi yang akan dia telan.&amp;nbsp; Tetapi setelah 
mengalami kekalahan yang amat sangat, kita pikir dia sudah mendapatkan 
suatu pelajaran dari sini.&amp;nbsp; Ternyata tidak, tidak ada sesuatupun yang 
dapat menghentikan keegoisannya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Apa Yang Memotivasikan Anda?&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Tetapi apakah Saddam Hussein begitu berbeda dari kita?&amp;nbsp; Lihatlah 
hati anda: apa yang mendorong anda untuk melakukan apa yang anda 
lakukan?&amp;nbsp; Kalau bukan untuk kesenangan anda, kepuasan anda, kebanggaan 
anda, kenapa anda melakukannya?&amp;nbsp; Manusia selalu dimotivasikan oleh 
keinginan untuk memuaskan diri sendiri.&amp;nbsp; Kenapa pernikahan yang begitu 
indah seperti yang dimiliki oleh Diana dan Charles akhirnya hancur 
berantakan?&amp;nbsp; Egoisme yang bertentangan.&amp;nbsp; Kedua belah pihak tidak mau 
mengalah.&amp;nbsp; Bentrokan egoisme menghancurkan perkawinan.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Citra Superman itu begitu menarik karena kita sangat
 menginginkan kekuatan, agar dapat menaklukan kehendak lawan kita.&amp;nbsp; 
Sehingga sesudahnya kita dapat melakukan segalanya semau kita, 
mengerjakan segala apa yang kita pikir benar.&amp;nbsp; Perhatikan kata-kata 
ini:&amp;nbsp; apa yang &lt;u&gt;kita&lt;/u&gt; pikir benar.&amp;nbsp; Bahkan di dalam gereja juga ada
 bentrokan, karena di dalam gereja ada orang-orang yang menganggap diri 
mereka itu benar dan para pemimpin mereka yang salah.&amp;nbsp; Tetapi para 
pemimpinnya menganggap mereka lebih rohaniah dan oleh karena itu 
merekalah yang benar.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Egoisme adalah hal yang sangat pelik.&amp;nbsp; Kita bisa 
menyembunyikan motivasi kita yang sebenarnya di belakang kata-kata yang 
muluk.&amp;nbsp; Hal ini sangat menakutkan.&amp;nbsp; Tetapi di dalam kehidupan rohani, 
hal ini bukan hanya menakutkan, tetapi membinasakan.&amp;nbsp; “Aku tahu apa yang
 harus kamu lakukan karena aku lebih rohaniah darimu.”&amp;nbsp; Ini seperti 
contoh dimana seorang pria berkata kepada teman wanitanya, “Kamu harus 
menikah denganku karena aku tahu ini adalah kehendak Allah. &amp;nbsp;Aku telah 
lebih lama menjadi seorang Kristen daripadamu, jadi aku tahu lebih baik 
akan kehendak Allah daripadamu.”&amp;nbsp; Saya pribadi mengetahui sedikitnya dua
 kasus dimana hal ini betul-betul terjadi.&amp;nbsp; Seorang Kristen melakukan 
apa yang dia sendiri mau, tetapi menggunakan nama Allah untuk 
melakukannya.&amp;nbsp; Ini adalah hal terburuk yang kita dapat lakukan, akan 
tetapi sayangnya hal ini sudah umum terjado di gereja.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Melupakan Apa Yang Membuat Kita Bangga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Akan tetapi bagaimana semuanya ini berhubungan dengan teks di Filipi
 3:13-15?&amp;nbsp; Apa artinya kalau kita disuruh melupakan apa yang di 
belakang?&amp;nbsp; Apakah Saddam Hussein melakukan persis apa yang Paulus 
katakan kepada kita – melupakan pelajaran atas Kuwait, dan mengarahkan 
diri ke hadapan untuk mencapai tujuannya yaitu mendapatkan kebanggaan 
dirinya sendiri?&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sangatlah penting bagi kita untuk memahami konteks 
dari apa yang dikatakan oleh Paulus.&amp;nbsp; Dia tidak berkata bahwa kita harus
 melupakan pelajaran yang bisa kita tarik dari sejarah.&amp;nbsp; Akan tetapi apa
 yang harus kita lupakan adalah hal-hal yang dulunya kita hargai.&amp;nbsp; 
Paulus berkata bahwa hal-hal yang di waktu dulu memikat hatinya, 
sekarang dia anggap sebagai sampah.&amp;nbsp; Hal itu bukan lagi hal yang penting
 baginya.&amp;nbsp; Malahan sekarang Paulus mencari hal yang lain – agar dapat 
mengenal Yesus.&amp;nbsp; Dan agar supaya dapat mengenal Yesus, Paulus harus 
menganggap segala hal yang lain ada di belakangnya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hal-hal itu adalah hal-hal yang menyangkut egoisme, 
seperti fakta bahwa dia adalah seorang Farisi (Filipi 3:5; Kisah Para 
Rasul 23:6).&amp;nbsp; Menjadi seorang Farisi sekarang ini kedengarannya seperti 
suatu hal yang jelek, akan tetapi pada masa itu menjadi seorang Farisi 
adalah suatu hal yang sangat membanggakan.&amp;nbsp; Paulus berkata bahwa ia 
adalah seorang Ibrani asli, seorang Ibrani sejati.&amp;nbsp; Segala hal-hal yang 
patut dibanggakan itu sekarang telah menjadi sampah.&amp;nbsp; Di waktu dulu, 
hal-hal tersebut adalah kebanggaannya, tetapi sekarang hal-hal itu tidak
 berarti lagi.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bagaimana dengan kita?&amp;nbsp; Mungkin latar belakang 
keluarga kita membuat kita bangga.&amp;nbsp; Mungkin seluruh gelar-gelar akademis
 yang telah kita kumpulkan membuat kita bangga.&amp;nbsp; Sekarang segala hal 
tersebut harus kita tinggalkan, karena hal-hal ini membuat kita 
sombong.&amp;nbsp; Tidak ada hal yang lebih berbahaya selain daripada 
kesombongan.&amp;nbsp; Bahkan sedikit saja kesombongan akan membuat hati kita 
tidak murni lagi.&amp;nbsp; Pernahkan anda mencoba untuk berdoa tetapi Allah 
tidak mendengar doa anda?&amp;nbsp; Ingatlah bahwa hanya mereka yang suci hatinya
 yang akan melihat Allah.&amp;nbsp; Itulah sebabnya ada orang yang terus-menerus 
mengalami Allah dan ada orang yang tidak pernah mengalamiNya.&amp;nbsp; Dimanakah
 perbedaannya?&amp;nbsp; Ada orang yang telah mengatasi keegoisannya dan akan 
terus mengatasinya dengan lebih mendalam lagi, dan ada orang yang belum 
mampu mengatasinya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Baptisan, Awal Dari Kehidupan Rohani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Itulah rahasia kehidupan rohani.&amp;nbsp; Oleh sebab itu Paulus berkata 
bahwa setiap orang Kristen yang dewasa berpikir demikian, “Aku telah 
meninggalkan dan melupakan segala hal yang berkenaan dengan keakuanku.&amp;nbsp; 
Sekarang aku mengarahkan diri kepada hal-hal yang berkenaan dengan 
Allah.”&amp;nbsp; Jika itu mentalitas anda, Allah akan menjawab doa anda.&amp;nbsp; Saya 
mempunyai keyakinan penuh di dalam Allah saya bahwa Ia akan menjawab.&amp;nbsp; 
Keyakinan ini berdasarkan pengalaman yang sangat panjang.&amp;nbsp; Semenjak saya
 mengenal Tuhan di tahun 1953, sejauh yang dapat saya ingat selama 43 
tahun ini tidak ada satu doapun yang tidak dijawab oleh Allah.&amp;nbsp; 
Kadang-kadang saya harus menunggu untuk beberapa saat sebelum Dia 
menjawab, tetapi jawabannya pasti akan datang.&amp;nbsp; Kadang-kadang jawabannya
 datang begitu cepat, bahkan sebelum saya sempat ucapkan sudah dijawab.&amp;nbsp;
 Kadang juga Dia sudah menjawab sebelum saya minta.&amp;nbsp; Hal ini membuat 
saya terpana – saya belum meminta tetapi jawabannya sudah datang.&amp;nbsp; 
Itulah yang dikatakan oleh Yesaya dengan tepat, &lt;i&gt;“Sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya”&lt;/i&gt; (Yesaya 65:24).&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Inilah artinya baptisan: mulai saat ini anda akan 
melupakan apa yang di belakang: segala hal yang berkaitan dengan 
egoisme, ambisi egois anda, kesombongan egois anda.&amp;nbsp; Di saat anda turun 
ke dalam air untuk di baptis, masa yang lalu telah musnah.&amp;nbsp; Apa artinya 
“mati dengan Kristus”?&amp;nbsp; Ini berarti masa yang lalu telah musnah.&amp;nbsp; Apa 
artinya “dibangkitkan dari kematian”?&amp;nbsp; Ini berarti anda mengarahkan diri
 kepada tujuan yang baru.&amp;nbsp; Sekarang anda telah dibebaskan dari belenggu 
diri sendiri sehingga anda bisa menuju ke sesuatu yang baru.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Dibebaskan Dari Masa Lalu Kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Kita juga perlu melupakan beban-beban di masa lalu.&amp;nbsp; Memang benar 
masa lalu kadang menyakitkan: perbuatan-perbuatan orang lain yang salah 
terhadap anda.&amp;nbsp; Anda perlu mengampuni dan mencegah masa lalu untuk 
menjadi sebuah batu sandungan yang tergantung di leher anda. Di dalam 
pekerjaan saya, saya harus memberi banyak konseling kepada banyak orang,
 dan saya lihat banyak orang yang hidup dengan memikul sebuah beban masa
 lalu&amp;nbsp; yang besar.&amp;nbsp; Anda tidak dapat mengarahkan diri ke depan dengan 
memakai batu sandungan besar disekeliling leher anda yang membuat anda 
tercekik.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Yesus ingin membebaskan kita dari masa lalu.&amp;nbsp; Itulah
 sebabnya ada dua bagian di ayat ini: anda harus dibebaskan dari masa 
lalu agar anda bisa mengarahkan diri ke depan.&amp;nbsp; Kata MELUPAKAN di dalam 
bahasa aslinya ada di dalam bentuk “present participle” – yang berarti 
anda terus-menerus melupakan.&amp;nbsp; Anda juga harus terus-menerus mengarahkan
 diri dan berlari-lari ke muka, yang juga ada di dalam bentuk “present 
participle”.&amp;nbsp; Dalam bahasa Yunani, “berlari-lari”&amp;nbsp; adalah sebuah 
ungkapan yang sangat kuat yang tidak begitu jelas artinya dalam bahasa 
Inggris.&amp;nbsp; Gambarannya secara sederhana berarti sesuatu tentang 
permuridan.&amp;nbsp; Permuridan berarti mengikuti – Yesus di depan, saya di 
belakang.&amp;nbsp; Apa yang ada di belakang?&amp;nbsp; Saya sendiri.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Apa yang harus 
saya lupakan?&amp;nbsp; Saya sendiri.&amp;nbsp; Jika anda mampu melakukan hal ini, anda 
akan tahu apa arti kebebasan itu.&amp;nbsp; Dengan kata lain, permuridan adalah 
hal yang mustahil kecuali jika anda melupakan apa yang ada di belakang –
 egoisme anda.&amp;nbsp; Kemudian anda mengarahkan diri kepada Tuhan Yesus, untuk
 menjadi seperti Dia.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Kita Terlalu Mengikat Perhatian Kepada Egoisme Kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Saya terkadang harus menghadapi orang-orang yang menderita gangguan 
jiwa yang serius.&amp;nbsp; Saya mendapatkan ciri utama dari para penderita ini 
adalah perhatian mereka yang sangat terikat kepada egoismenya.&amp;nbsp; Mereka 
begitu terkurung di dalam egoisme mereka.&amp;nbsp; Satu gejala dari penyakit 
jiwa adalah peralihan perhatian ke dalam batin – obsesi total kepada 
egoisme.&amp;nbsp; Bagaimanakah situasi anda sekarang?&amp;nbsp; Menurut standar di atas, 
kebanyakan orang bisa dibilang mempunyai sedikit gangguan jiwa, mungkin 
tidak sampai ke titik obsesi, namun keadaan ini bisa berkembang menuju 
ke arah obsesi.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kalau anda berbincang-bincang dengan orang-orang 
yang demikian, mereka selalu membicarakan tentang diri mereka sendiri.&amp;nbsp; 
Mereka tidak dapat mengalihkan perhatian mereka kepada hal-hal lain.&amp;nbsp; 
Sebagai akibatnya mereka mulai kehilangan teman-teman mereka 
satu-persatu, dan akhirnya mereka merasa sangat kesepian.&amp;nbsp; Siapa yang 
sudi berbincang-bincang dengan seseorang yang terus-menerus membicarakan
 tentang dirinya sendiri?&amp;nbsp; Banyak orang yang mempunyai obsesi atas diri 
mereka sendiri tetapi mereka cukup pintar untuk tidak membicarakan diri 
mereka saja melainkan pekerjaan mereka, kesukaan mereka, hobi mereka, 
dan bahkan di dalam percakapan tentang kebanggaan negara mereka, hal ini
 mereka pandang sebagai satu aspek dari kebanggaan pribadi mereka juga.&amp;nbsp;
 Dari sini kita masih tetap bisa melihat obsesi total kepada egoisme.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ada seseorang di gereja yang datang kepada saya 
dengan membawa persoalannya.&amp;nbsp; Dia selalu membicarakan hal yang itu-itu 
saja, yaitu, “aku ini begini dan aku ini begitu”.&amp;nbsp; Hal ini sangat 
menjemukan pendengarnya.&amp;nbsp; Berbagai rekan kerja saya telah mencoba untuk 
menolongnya, tetapi hasilnya sia-sia saja.&amp;nbsp; Pokok pembicaraanya selalu 
berkisar seputar hal yang sama, karena sebenarnya dia senang sekali 
membicarakan persoalannya yang begitu dia benci.&amp;nbsp; Di sini terdapat 
hubungan cinta-benci (love-hate) atas dirinya.&amp;nbsp; Pada akhirnya semua 
rekan kerja saya menyerah, jadi dia kembali kepada saya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Saya berkata kepadanya, “Baiklah, aku akan 
memberikan satu instruksi dimana kamu harus mematuhi dengan sepenuhnya 
jikalau kamu ingin keluar dari situasi ini.&amp;nbsp; Mulai dari saat ini dan 
seterusnya, kamu dilarang untuk membicarakan tentang dirimu.&amp;nbsp; Kamu tidak
 boleh membicarakan tentang dirimu lagi.&amp;nbsp; Kamu tidak akan 
membicarakannya dengan siapapun, juga tidak dengan suamimu.”&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Mulutnya terbuka lebar, “Bagaimana aku dapat hidup 
tanpa sedikitpun menyinggung tentang diriku?”&amp;nbsp; Anda tahu apa yang 
terjadi?&amp;nbsp; Begitu dia berhenti membicarakan tentang dirinya, dia sembuh.&amp;nbsp;
 Dia telah bebas dari ikatan dirinya.&amp;nbsp; Dia belajar untuk melupakan 
dirinya.&amp;nbsp; Semenjak saat itu dia terus mentaati perintah yang saya 
berikan dan sekarang dia telah berubah menjadi seorang yang sangat 
menyenangkan.&amp;nbsp; Dahulu, tidak ada seorangpun yang ingin bercakap-cakap 
dengannya karena dia selalu mempedulikan dirinya saja.&amp;nbsp; Tetapi sekarang 
dia mempunyai banyak teman karena sekarang dia mempedulikan orang lain.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Tuhan, Nyalakanlah Aku!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Saya tadi menyebutkan bahwa kata “berlari-lari” di dalam bahasa 
Yunani mempunyai arti yang sangat kuat.&amp;nbsp; Sikap seperti ini 
(berlari-lari) jarang saya temui di dalam diri kebanyakan orang 
Kristen.&amp;nbsp; Sangat sedikit sekali orang Kristen yang memiliki intensitas 
yang demikian, suatu keluar-biasaan yang memberi daya tarik kepada orang
 lain.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
David Livingstone, seorang penjelajah terkenal di 
Afrika dan juga seorang hamba Allah, menulis di buku hariannya, “Aku 
tidak mempunyai anugerah intelek yang luar biasa, namun aku berketetapan
 hari ini untuk menjadi seorang Kristen yang luar biasa.”&amp;nbsp; Saya harap 
setiap dari kita akan berkata, “Aku berkeputusan, dengan kasih karunia 
Allah, untuk menjadi seorang Kristen yang luar biasa.”&amp;nbsp; Itu adalah satu 
tujuan hidup yang sangat berarti!&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kepada yang akan dibaptis hari ini, saya berkata, 
“Biarkanlah Tuhan menyalakan engkau!&amp;nbsp; Jadilah terang di dalam 
kegelapan!”&amp;nbsp; Saya rasa tidak ada artinya menjadi seorang Kristen kecuali
 jika anda menjadi seorang Kristen yang luar biasa demi Allah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sumber: Cahaya Pengharapan Ministries www.cahayapengharapan.org&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/feeds/3745605492808842658/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2015/08/untuk-apakah-anda-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/3745605492808842658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/3745605492808842658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2015/08/untuk-apakah-anda-hidup.html' title='Untuk Apakah Anda Hidup?'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13051343719901617193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcDd9kqiZkBXe1tuuaF6TJMkZ1nQbv-czDOzdtu_1fLAtQXGTylEMTyz-kvmd39mWDUks-609M36KTuXsbl4fXWSgKBHjJJlVZrVolDF3fx84Wz50FmjgPDYrTtBHAjA/s220/578310_371480026238583_1911221596_n%25255B1%25255D.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBdy44I9E43z9sqykkv0XsSG-89ubMMtKEh2D74trmx_4DOSyWWMhad1yS73fw17S1O6UBtfnU93rcsUM2i7ovYyl86qGmgnY4IIMfCG2CB1HNOKb_VHKC2NzrAmzOhAVD80hEJ1GTfPNw/s72-c/Untuk+Apakah+Anda+Hidup.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8386962472183400765.post-8268335797730274337</id><published>2015-04-28T13:57:00.000+07:00</published><updated>2015-04-28T13:58:06.887+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="1 Korintus"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisah Para Rasul"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lukas"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Matius"/><title type='text'>Puasa Kristiani - apakah yang dikatakan Alkitab?</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Soalan: Puasa Kristian - apakah yang dikatakan Alkitab?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9S4OJhjAnj8JHuCaL0zvr2AEMwN6xbfNPffCKVQczMPMN2-WPOkuuGtv_gpkPeglcU-Xx6yIM7t0H3kbyVUs32SLNCiSqjXygxKj9X3gAAbA_ia5K7n6bz6u7KONyFv4akMx4_Xy9zT0/s1600/puasa_Kristian.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9S4OJhjAnj8JHuCaL0zvr2AEMwN6xbfNPffCKVQczMPMN2-WPOkuuGtv_gpkPeglcU-Xx6yIM7t0H3kbyVUs32SLNCiSqjXygxKj9X3gAAbA_ia5K7n6bz6u7KONyFv4akMx4_Xy9zT0/s1600/puasa_Kristian.jpeg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jawaban: &lt;/b&gt;
Firman Tuhan tidak memberi perintah supaya orang Kristian berpuasa. 
Tuhan tidak meminta atau menuntutnya daripada orang-orang Kristian. Pada
 masa yang sama Alkitab menyatakan bahawa puasa itu baik dan 
menguntungkan. Dalam Kisah Para Rasul orang-orang percaya berpuasa 
sebelum mengambil keputusan-keputusan penting  (Kisah 13:4, 14:23). 
Puasa dan doa seringkali dikaitkan bersama (Lukas 2:37; 5:33). Terlalu 
sering, puasa berfokus kepada pengurangan makanan. Sebenarnya puasa 
bertujuan mengalihkan pandangan kita daripada perkara-perkara dunia 
untuk fokus sepenuhnya kepada Tuhan. Puasa merupakan cara untuk 
menyatakan kepada Tuhan dan diri sendiri bahawa kita bersungguh-sungguh 
dalam perhubungan dengan Dia. Berpuasa membantu kita untuk mendapatkan 
sudut pandangan baru dan memperbaharui kebergantungan kita kepada Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun hampir setiap peristiwa berpuasa dalam Alkitab merupakan 
penahanan diri terhadap makanan, terdapat cara lain juga untuk berpuasa.
 Apa yang kita lepaskan  seketika supaya dapat memberi perhatian dan 
fokus kepada Tuhan boleh dikira sebagai berpuasa (1 Korintus 7:1-5). 
Berpuasa perlu ditetapkan pada masa tertentu, terutama sekali apabila 
mehanan diri terhadap makanan. Masa yang diperpanjang tanpa makanan 
dapat memudaratkan tubuh. Berpuasa bukan bertujuan menyiksa tubuh, 
tetapi untuk mengarahkan semula perhatian kita kepada Tuhan. Berpuasa 
juga tidak boleh dijadikan salah satu kaedah untuk menurunkan berat 
badan. Tujuan berpuasa Alkitabiah bukan untuk mengurangkan berat badan 
melainkan untuk mendapatkan perhubungan lebih dalam dengan Tuhan. Semua 
orang dapat berpuasa, tetapi beberapa orang mungkin tidak dapat berpuasa
 dari makanan (Contoh, orang bepenyakit kencing manis). Semua orang 
dapat melepas sesuatu untuk seketika bagi mendekatkan diri kepada Tuhan.
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan mengalihkan pandangan daripada perkara dunia, kita dapat 
memberikan perhatian kepada Tuhan. Berpuasa bukan cara untuk mendapatkan
 Tuhan melakukan kehendak kita. Berpuasa mengubah kita, bukan mengubah 
Tuhan. Kita berpuasa juga bukan untuk kelihatan lebih rohani daripada 
orang lain. Berpuasa perlu dilakukan dalam roh yang rendah hati dan 
sikap hati yang penuh sukacita. Matius  6:16-18 berkata, &quot;Dan apabila 
kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka 
mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa.
 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.Tetapi
 apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya
 jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya
 oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat 
yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sumber: http://www.gotquestions.org/Melayu/Kristian-puasa.html&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/feeds/8268335797730274337/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2015/04/puasa-kristian-apakah-yang-dikatakan-alkitab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/8268335797730274337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/8268335797730274337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2015/04/puasa-kristian-apakah-yang-dikatakan-alkitab.html' title='Puasa Kristiani - apakah yang dikatakan Alkitab?'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13051343719901617193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcDd9kqiZkBXe1tuuaF6TJMkZ1nQbv-czDOzdtu_1fLAtQXGTylEMTyz-kvmd39mWDUks-609M36KTuXsbl4fXWSgKBHjJJlVZrVolDF3fx84Wz50FmjgPDYrTtBHAjA/s220/578310_371480026238583_1911221596_n%25255B1%25255D.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9S4OJhjAnj8JHuCaL0zvr2AEMwN6xbfNPffCKVQczMPMN2-WPOkuuGtv_gpkPeglcU-Xx6yIM7t0H3kbyVUs32SLNCiSqjXygxKj9X3gAAbA_ia5K7n6bz6u7KONyFv4akMx4_Xy9zT0/s72-c/puasa_Kristian.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8386962472183400765.post-3019299604719501514</id><published>2015-04-20T08:56:00.001+07:00</published><updated>2015-04-20T08:57:32.565+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="2 Korintus"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Amsal"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Galatia"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesaksian Hidup"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mazmur"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Yeremia"/><title type='text'>Kemerdekaan Sejati</title><content type='html'>&lt;i&gt;Shirly J. George&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnoIKHv-LePC2S2Q_P8l50y1pouOFuJX9hv8pNxAYe5SuXKcEt0JhH4e3Ny7gtQMO5H8AlCji7IRe3Q2GZ-U-5MHp-StvZwnr3IFRqzFnnpLTgno-hymGYFLNhEUVJu9kl9x2QoHe0GtEc/s1600/kemerdekaan_sejati.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnoIKHv-LePC2S2Q_P8l50y1pouOFuJX9hv8pNxAYe5SuXKcEt0JhH4e3Ny7gtQMO5H8AlCji7IRe3Q2GZ-U-5MHp-StvZwnr3IFRqzFnnpLTgno-hymGYFLNhEUVJu9kl9x2QoHe0GtEc/s1600/kemerdekaan_sejati.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Melihat kembali ke dalam hidup saya, tidaklah mungkin untuk saya menemukan Tuhan, kalau Dia tidak berkarya dalam hidup saya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya lahir di dalam keluarga yang beragama Buddha dan bersifat netral terhadap Keristenan. Sahabat baik saya sejak berusia 7 tahun adalah seorang Kristen. Sejak kecil sahabat ini tanpa henti-henti akan memberitahu saya tentang kebaikan Allah. Dia sering memberitahu saya bahwa saya harus percaya pada Yesus dan menerimanya sebagai Juruselamat. Karena hal ini dia lakukan secara terus menerus, saya mulai merasa jengkel. Makin dia memberitakan tentang Kekristenan kepada saya, semakin saya memberontak dan tidak senang dengan topik itu. Suatu hari, saya tidak dapat mengendalikan emosi saya dan meledak dalam amarah dan memberitahunya untuk tidak lagi membagikan dengan saya tentang agamanya. Saya berkata, &quot;Saya orang Buddha, saya punya Tuhan saya sendiri, kenapa kamu terus memberitahu saya tentang Tuhan kamu?? Saya tidak berminat dengan Tuhan kamu!!&quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak itu, dia tidak lagi berusaha untuk membagikan dengan saya tentang Tuhannya. Namun, kami tetap bersahabat hanya saja topik agama merupakan topik yang sensitif. Kami bisa bercerita tentang apa saja kecuali masalah agama. Di tahun 2004, teman saya dibaptis dan saya berusia 18 tahun pada waktu itu. Dia mengundang saya ke gerejanya untuk menyaksikan acara baptisannya. Saat saya pertama kali menginjakkan kaki ke gedung gereja, saya hampir tersandung dan jatuh. Jadi kesimpulan saya adalah, Gereja itu tempat yang sial bagi saya, karena pertama kali masuk sudah hampir terjatuh. Tetapi sekarang saat saya memandang kembali, apakah mungkin sebenarnya saya sudah hampir jatuh tetapi Allah yang menopang saya dan mencegah saya dari jatuh? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar satu tahun setelah itu, sahabat baik saya ini memberikan kepada saya satu Alkitab. Ada orang yang membagi-bagikan secara gratis di depan sekolah. Sahabat saya mengambil beberapa dan memberikan satu kepada saya. Dengan nada keras saya memberitahunya untuk memberikan kepada orang lain saja karena saya tidak mungkin akan membacanya. Namun dia bersikeras saya harus mengambilnya dan meminta saya untuk membaca catatan yang dia tuliskan di halaman depan Alkitab itu. Dengan tulisannya yang cantik, dia menulis, &quot;Di saat kesusahan, kebingungan dan apa saja, bukalah Alkitab dan Anda akan menemukan segala jawaban bagi persoalan Anda.&quot; Dia mencatatkan satu referensi ayat di situ. Saya bahkan tidak peduli untuk menyimak ayat tersebut. Saya terpaksa membawa pulang Alkitab itu tetapi saya dengan sengaja menempatkan di tempat yang paling tinggi di rak buku karena saya tahu saya tidak akan pernah membacanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan perkiraan kita. Sekitar satu setengah bulan setelah itu, sesuatu terjadi di dalam keluarga saya. Sebelum saya melanjutkan, biarlah saya menjelaskan tentang latar belakang keluarga saya. Keluarga saya sangat akrab dengan kuasa kegelapan karena kakek dan ayah saya mempraktikkan ilmu gelap. Mereka mengklaim ilmu yang mereka praktikkan itu dapat membantu dan menyembuhkan orang. Tentu saja, semua hal itu berhubungan dengan dunia roh. Selalu ada harga yang perlu dibayar saat kita memanfaatkan kekuatan dari roh-roh ini. Hari yang kami takuti di dalam keluarga kami adalah tanggal ke-15 setiap bulan menurut kalendar lunar. Di hari bulan purnama itu, Ayah saya itu tidak lagi ayah saya. Di luar hari itu, ayah saya seorang yang pengasih dan penyayang, tetapi khas untuk hari ke-15 setiap bulan, dia bukan dirinya sendiri. Semua anggota keluarga sangat takut akan tanggal ke-15 itu. Tetapi dengan berjalannya waktu, kami menjadi terbiasa, namun tentu saja kami masih agak ketakutan. Kami tahu kami tidak bisa berbuat apa-apa kecuali menerimanya saja. Jadi satu setengah bulan setelah saya menerima Alkitab dari sahabat saya, tanggal ke-15 menurut kalendar lunar itu tiba. Kali itu, lain dari biasa, ayah saya mengamuk besar. Ibu dan saudara saya semuanya dipukul kecuali saya. Bisa dikatakan saya aman dari kekerasan fisik tetapi siksaan emosional itu jauh lebih parah dari siksaan fisik. Setelah ayah saya selesai mengamuk, saya duduk di dalam kamar saya merasa sangat tidak berdaya dan tidak tahu apa yang dapat saya lakukan. Yang saya rasakan adalah saya sedang berada di bawah perbudakan, terpenjara di dalam rumah saya sendiri dan tidak ada apa-apa yang dapat saya lakukan melainkan untuk bertahan melewatinya. Saya lagi di SMA pada waktu itu dan saya tidak sabar untuk menyelesaikan sekolah saya dengan nilai yang bagus agar dapat melanjutkan kuliah ke tempat yang jauh dari keluarga saya. Saya tidak dapat melapor ke polisi atas kekerasan yang telah terjadi karena apa yang terjadi bukanlah sesungguhnya salah ayah saya. Dia sedang kerasukan oleh roh-roh jahat dan dia sendiri tidak dapat mengendalikan dirinya sendiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat saya sedang duduk sendirian di kamar, merasa putus asa tiba-tiba saya teringat dengan apa yang dituliskan oleh sahabat saya di Alkitab yang dia berikan kepada saya. Saya teringat pada kata-kata yang ditulisnya, tentang saya dapat menemukan jawaban kepada persoalan saya kalau saya membaca Alkitab. Jadi saya mengambil kursi dan mendiri di atasnya untuk mengambil Alkitab yang berada jauh di atas rak buku saya. Setelah memegang Alkitab di tangan saya, saya masih agak ragu-ragu apakah saya harus membacanya. Akhirnya saya memberanikan diri untuk membukanya dan membaca kembali tulisan sahabat saya dan kali ini saya menyimak ayat yang  dituliskan di bawah. Ayat itu diambil dari Yeremia 33.3, “Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.&quot; Ayat ini mendorong saya untuk terus membolak balik Alkitab. Sambil saya membolak balik halaman Alkitab itu, saya bertanya pada Tuhan asing ini di bagian mana saya dapat menemukan jawaban bagi persoalan saya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alkitab yang diberikan kepada saya itu mempunyai terjemahan Bahasa Inggris dan Indonesia. Saya membolak balik secara acak dan tangan saya terhenti di terjemahan bahasa Indonesia yang mempunyai kalimat &quot;tidak ada lagi perhambaan&quot;. Kata perhambaan berarti tidak lagi diperbudak. Ayat itu di Galatia 4. Keempat kata itu membuat saya tersentak, karena itulah yang sedang saya cari. Saya mendambakan pelepasan dari perhambaan kepada siksaan emosional, dan sangat rindu untuk dilepaskan dari kehidupan yang dipenuhi oleh air mata. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ternyata Tuhan sahabat saya ini dapat melepaskan saya dari ikatan yang membelenggu saya, dari ikatan yang sedang memperbudak saya. Saya tidak tahu apa yang terjadi, tetapi secara mendadak saya merasa bebas. Saya merasa sudah menemukan jawaban yang sedang saya cari. Saya berlutut di dalam kamar dan menangis. Buat pertama kali di dalam hidup, saya mencurahkan isi hati kepada Allah sahabat saya ini. Di waktu itu, saya tidak tahu bagaimana orang Kristen berdoa, yang terjadi adalah air mata saya mengalir terus dan saya berlutut di sana. Saya merasakan Tuhan telah melepaskan belenggu yang merantai saya dan ikatan yang saya rasakan dalam hati sudah dileraikan. Ayat itu  yang menyentuh saya itu adalah ayat di Galatia 4.7,  &quot;Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.&quot; Saya menerima janji bahwa saya dapat menjadi anak Allah dan Allah akan melindungi saya. Saya tidak perlu takut lagi pada ayah saya saat dia kerasukan dan menyiksa kami. Terdapat suatu pelepasan yang sejati. Suatu kemerdekaan yang saya rasakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keesokan harinya saya ke sekolah dan menceritakan pengalaman saya kepada sahabat saya. Sahabat saya sangat takjub dengan apa yang sudah Tuhan kerjakan. Di antara semua teman-teman yang dia mau jangkau, saya termasuk yang berada di akhir daftarnya. Dia telah mengenal saya selama 12 tahun dan dia sudah tahu cara saya berfungsi, jadi tak pernah terlintas di pikirannya saya akan tiba pada pengenalan akan Allah. Sahabat saya sangat terhibur dengan apa yang telah Tuhan kerjakan. Dia mulai membawa saya untuk ke gerejanya dan membantu saya untuk lebih mengenal Allah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu setengah tahun setelah itu kami memulai kuliah di tempat yang sama dan tinggal bersama dua teman baru yang menghadiri gereja yang sama. Dua teman baru ini mengadakan studi Pendalaman Alkitab di rumah dan lewat studi itu, Firman Allah menjadi sangat jelas bagi saya. Mata saya seolah-olah dicelikkan untuk melihat bahwa Alkitab bukan hanya naskah dengan huruf-huruf yang tertulis tetapi terkandung di dalamnya kata-kata itu kehidupan. Buat pertama kali, saya melihat Alkitab seperti surat cinta dari Allah kepada kita. Saya sangat menghargai setiap pelajaran di dalam Pendalaman Alkitab itu. Firman saya terima membawa saya ke suatu titik balik dalam kehidupan saya. Saya menjadi mau mencari Allah dengan lebih intens dan serius. Lewat pencarian saya itu, Allah menjadi semakin nyata dalam kehidupan saya. Saya mulai melihat dosa-dosa saya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di saat saya membuka hati saya, Allah mulai mengubah saya. Sekalipun saya belum dengan total menyerahkan diri saya kepada-Nya, namun Allah mulai bekerja di dalam diri saya. Saya merasakan Allah memimpin saya langkah demi langkah namun di waktu yang bersamaan Dia memberikan saya kebebasan untuk membuat pilihan, apakah saya mau menyerahkan hidup saya kepada-Nya atau tidak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya di tahun 2011, saya tidak lagi dapat menyangkal kenyataan dan realitas Allah di dalam hidup saya. Saya menyerahkan hidup saya lewat baptisan kepada Allah. Tentu saja perjalanannya tidak sederhana; Allah banyak menginsafkan saya akan dosa-dosa saya dan terdapat bagian-bagian di dalam kehidupan saya yang harus saya tangani. Saya harus jujur di hadapan Tuhan untuk membereskan semua permasalahan saya. Tetapi di sepanjang proses itu saya mengalami kuasa Allah. Hal-hal yang saya pikir tidak dapat saya lakukan, hal yang bahkan saya rasakan mustahil itu, saya mampu melakukannya dengan kekuatan dan hikmat dari Allah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu hal yang terdengar sepele tetapi sebenarnya merupakan suatu masalah yang serius adalah saya tipe orang yang tidak suka ditegur. Kesombongan saya membuat saya tidak dapat menerima koreksi. Terdapat seorang teman yang akan menegur saya kalau saya berbuat salah. Namun sekalipun saya tahu saya salah tetapi saya tidak dapat menerimanya. Saya mulai jengkel dan kesal dengan teman ini. Saya tidak menerima opini dan pendapat dia. Orang lain bisa melihat sikap saya yang tidak mengasihi terhadap teman ini. Namun, entah bagaimana saat saya diinsafkan oleh Allah tentang masalah ini saya mendapat kekuatan untuk mengatasinya. Bukannya merasa jengkel, saya malah merasa bersyukur karena mempunyai teman seperti dia. Saya mulai bisa menerima, mengasihi dan mempedulikannya. Dulunya dia orang yang tidak saya senangi tetapi sekarang malah menjadi sahabat baik yang bisa saling membagi. Kami berdua sangat terkesan dengan apa yang telah Allah kerjakan dalam hati kami. Setelah baptisan, saya melihat dengan jelas bahwa semua tegurannya adalah demi kebaikan saya. Dia menegur saya demi kebaikan saya. Kawan memukul dengan cinta, tetapi musuh merangkul dengan bisa. (Ams 27:6 BIS). Tidak mudah untuk memberitahu seseorang kesalahannya. Walaupun sakit tetapi kebenaran tetap harus disampaikan demi kebaikan orang itu. Tergantung kita apakah mau mendengar kebenaran yang menyakitkan atau dusta yang menyenangkan. Persahabatan yang dibangun di dalam Tuhan sangatlah berbeda dari persahabatan dunia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut saya, hal ini walaupun terlihat sepele tetapi merupakan suatu transformasi hati yang nyata. Ini hanya mungkin karena Allah yang berkarya dalam hati saya. Allah mulai berkerja di dalam hidup saya. Yang saya alami bukan lagi persoalan agama, tetapi jauh lebih dari itu.  Sekarang adalah persoalan mengenal Allah Yahweh dan mempunyai suatu hubungan dengan-Nya. Lewat hubungan yang hidup ini, saya diubahkan terus menerus. Kekuatan untuk mengatasi kelemahan menjadi semakin bertambah dan pribadi saya mulai diubahkan. Saya merasakan kebebasan untuk berbuat baik dan menginginkan yang baik. Berdasarkan pengalaman saya sendiri, saya ingin menghimbau orang yang sedang mencari untuk mempunyai keberanian untuk mengecapi dan melihat sendiri siapa Allah itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengecapi dan Anda menemukan Allah itu tidak baik, Anda bisa saja melupakan semua urusan ini dan melanjutkan kehidupan Anda sesuai keinginan Anda. Setidaknya berikan Allah kesempatan dan Anda akan melihat betapa bedanya kehidupan Anda nanti. Saya mengalami transformasi. Barangsiapa yang telah menyerahkan hidup mereka kepada Allah, telah mengalami hal yang sama. Seolah-olah terjadi suatu kelahiran yang baru. (Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang – 2 Korintus 5:17 ITB) Hal ini dapat Anda alami sendiri. Berikan Allah kesempatan untuk menunjukkan bahwa Dia sangat mempedulikan Anda. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya bersyukur kepada Allah untuk penghargaan dan kesempatan untuk berjalan bersama Dia. Walaupun berjalan di jalan Allah tidak selalunya mudah, tetapi dengan penyertaan-Nya kita akan dapat bertahan sampai kesudahannya. Saya tinggalkan ayat ini untuk Anda: &quot;Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! (Mzm 34:8 ITB)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
Sumber: Cahaya Pengharapan Ministries www.cahayapengharapan.org</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/feeds/3019299604719501514/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2015/04/kemerdekaan-sejati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/3019299604719501514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/3019299604719501514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2015/04/kemerdekaan-sejati.html' title='Kemerdekaan Sejati'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13051343719901617193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcDd9kqiZkBXe1tuuaF6TJMkZ1nQbv-czDOzdtu_1fLAtQXGTylEMTyz-kvmd39mWDUks-609M36KTuXsbl4fXWSgKBHjJJlVZrVolDF3fx84Wz50FmjgPDYrTtBHAjA/s220/578310_371480026238583_1911221596_n%25255B1%25255D.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnoIKHv-LePC2S2Q_P8l50y1pouOFuJX9hv8pNxAYe5SuXKcEt0JhH4e3Ny7gtQMO5H8AlCji7IRe3Q2GZ-U-5MHp-StvZwnr3IFRqzFnnpLTgno-hymGYFLNhEUVJu9kl9x2QoHe0GtEc/s72-c/kemerdekaan_sejati.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8386962472183400765.post-8681840184268508735</id><published>2015-04-20T08:33:00.001+07:00</published><updated>2015-04-20T08:34:55.845+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesaksian Hidup"/><title type='text'>Tindakan Kasih Sederhana Yang Mengubah Hidup</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Joseph Kim&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;in&quot;&gt;Saya lahir dan dibesarkan di Korea 
  Utara. Meskipun keluarga saya senantiasa berjuang melawan kemiskinan, 
  namun saya selalu dikasihi dan diperhatikan terlebih dahulu karena saya 
  adalah anak terakhir dan satu-satunya anak laki-laki dari dua bersaudara 
  dalam keluarga. Ketika kelaparan hebat melanda pada tahun 1994, saya 
  berumur empat tahun. Saya dan kakak perempuan saya keluar mencari kayu 
  bakar dari pukul lima pagi dan pulang setelah tengah malam. Saya 
  berkeliling di jalan-jalan untuk mencari makanan, dan saya ingat saya 
  melihat seorang anak kecil yang digendong di punggung ibunya sedang 
  makan keripik dan saya merasa ingin mencuri keripik itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgK7yGHMpy3HHiLJB1B7YZ00kzQks-gRp8BDJcI0Cy_wz3slHSbuP5DV13mHJVyP3S7acZXUUKGsxMQwqtsH1fRcMYL3hMi9xXXJNlfUiUgpTyCnQTbkS8XvgLNE5SujGvD9Xiu-F8Vblo4/s1600/Tindakan_kasih_yang_sederhana_dapat_mengubah_hidup.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgK7yGHMpy3HHiLJB1B7YZ00kzQks-gRp8BDJcI0Cy_wz3slHSbuP5DV13mHJVyP3S7acZXUUKGsxMQwqtsH1fRcMYL3hMi9xXXJNlfUiUgpTyCnQTbkS8XvgLNE5SujGvD9Xiu-F8Vblo4/s1600/Tindakan_kasih_yang_sederhana_dapat_mengubah_hidup.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;in&quot;&gt;Kelaparan adalah aib. Kelaparan 
  adalah keputusasaan. Seorang anak kecil yang lapar tidak akan berpikir 
  tentang politik dan kebebasan. Pada ulang tahun saya yang ke-9, orang 
  tua saya sama sekali tidak dapat memberi saya makan. Meskipun demikian, 
  sebagai anak kecil saya dapat merasakan beratnya beban di hati mereka. 
  Pada saat itu, lebih dari satu juta orang-orang Korea Utara meninggal 
  karena kelaparan dan tahun 2013 ayah saya menjadi salah satu yang 
  meninggal karena kelaparan. Saya melihat ayah saya menjadi kurus dan 
  lemah, kemudian meninggal.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;in&quot;&gt;Di tahun yang sama pada suatu hari 
  ibu saya menghilang, lalu kakak saya mengatakan bahwa dia hendak pergi 
  ke China untuk mendapatkan uang dan dia akan kembali secepatnya dengan 
  membawa uang dan makanan. Karena kami tidak pernah berpisah dan saya 
  pikir kami akan kembali bersama lagi selamanya, saya sama sekali tidak 
  memeluk dia ketika dia pergi. Itu adalah kesalahan terbesar yang pernah 
  saya buat selama hidup saya. Namun sekali lagi, saya tidak tahu bahwa 
  itu akan menjadi perpisahan yang sangat panjang. Sejak saat itu saya 
  tidak pernah melihat ibu atau kakak saya lagi. Tiba-tiba saya menjadi 
  yatim piatu dan tuna wisma.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;in&quot;&gt;Kehidupan sehari-hari saya menjadi 
  sangat berat, tetapi sangat sederhana. Tujuan saya adalah menemukan 
  sepotong roti berdebu di tempat sampah. Namun itu bukan cara untuk 
  bertahan hidup. Saya menyadari bahwa mengemis bukanlah solusinya. Lalu 
  saya mulai mencuri makanan dari gerobak makanan di pasar ilegal. 
  Kadang-kadang saya melakukan pekerjaan kecil sebagai ganti makanan. 
  Sekali saya pernah bekerja selama dua bulan di tambang batu bara di 
  musim dingin, berada 33 meter di bawah tanah tanpa perlindungan apa pun 
  selama 16 jam per hari. Saya tidak luar biasa. Banyak yatim piatu lain 
  yang bertahan hidup dengan cara seperti ini, atau lebih buruk. Ketika 
  saya tidak dapat tidur karena sangat kedinginan atau sangat kelaparan, 
  saya berharap esok paginya kakak saya akan kembali dan membangunkan saya 
  dengan makanan kesukaan saya. Harapan itu membuat saya bertahan hidup. 
  Saya tidak bermaksud bermimpi muluk. Maksud saya, harapan itu yang 
  membuat saya percaya bahwa sampah berikutnya adalah roti, meskipun 
  biasanya bukan. Namun jika saya tidak mempercayainya, saya tidak akan 
  berusaha, kemudian saya akan mati. Harapan membuat saya hidup.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;in&quot;&gt;Setiap hari saya berkata kepada 
  diri saya sendiri, tidak peduli seberat apa pun keadaannya, saya harus 
  hidup. Setelah tiga tahun menunggu kakak saya kembali, saya memutuskan 
  pergi ke China untuk mencari sendiri kakak saya. Saya menyadari saya 
  tidak dapat bertahan lebih lama lagi dengan cara seperti ini. Saya tahu 
  bahwa perjalanan ini akan berbahaya, tetapi saya mempertaruhkan hidup 
  saya dengan cara baik. Saya dapat mati karena kelaparan seperti ayah 
  saya di Korea Utara, atau setidaknya saya dapat berusaha untuk hidup 
  yang lebih baik dengan melarikan diri ke China. Saya mempelajari bahwa 
  banyak orang mencoba menyeberangi perbatasan ke China di malam hari 
  supaya tidak terlihat. Para penjaga perbatasan Korea Utara kerap kali 
  menembak dan membunuh orang-orang yang berusaha menyeberangi perbatasan 
  tanpa ijin. Para prajurit China akan menangkap dan mengirim kembali 
  orang-orang Korea Utara, dan mereka akan menghadapi hukuman berat. Saya 
  memutuskan untuk menyeberangi perbatasan pada siang hari. Pertama, 
  karena saya masih di bawah umur dan saya takut gelap. Kedua, karena saya 
  tahu saya sudah mengambil risiko, dan karena tidak banyak orang yang 
  menyeberangi perbatasan pada siang hari, saya pikir saya dapat 
  menyeberangi perbatasan tanpa terlihat oleh siapa pun.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;in&quot;&gt;Saya memutuskan pergi ke China pada 
  tanggal 15 Februari 2006. Saya berumur 16 tahun. Saya pikir di China 
  keadaan akan lebih baik karena ada lebih banyak makanan di sana. Saya 
  pikir akan ada lebih banyak orang yang akan menolong saya. Namun 
  kehidupan di China lebih berat daripada di Korea Utara karena saya tidak 
  bebas. Saya selalu kuatir akan tertangkap dan dikirim pulang. Secara 
  ajaib, beberapa bulan kemudian saya bertemu dengan seseorang yang 
  menjalankan sebuah tempat perlindungan bawah tanah untuk orang-orang 
  Korea Utara, dan diijinkan untuk tinggal di sana, dan untuk pertama 
  kalinya setelah bertahun-tahun saya makan secara reguler. Pada akhir 
  tahun itu seorang aktivis menolong saya meloloskan diri dari China dan 
  pergi ke Amerika Serikat sebagai pengungsi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;in&quot;&gt;Saya pergi ke Amerika tanpa 
  mengerti bahasa Inggris sepatah kata pun, tetapi pekerja sosial saya 
  berkata kepada saya bahwa saya harus melanjutkan pendidikan saya di SMU. 
  Waktu di Korea Utara, saya adalah murid yang bodoh. Saya hampir tidak 
  lulus Sekolah Dasar. Saya ingat saya berkelahi di sekolah sehari lebih 
  dari sekali. Buku dan perpustakaan bukan tempat bermain saya. Ayah saya 
  berusaha sangat keras memotivasi saya untuk bersekolah, tetapi tidak 
  berhasil. Pada satu titik ayah saya menyerah. Dia berkata, &quot;Kamu bukan 
  anak saya lagi.&quot; Saya berumur sebelas atau dua belas tahun tetapi itu 
  sangat melukai saya. Meskipun demikian, motivasi belajar saya tidak 
  berubah sebelum dia meninggal. Jadi di Amerika, agak menggelikan ketika 
  mereka berkata saya harus melanjutkan pendidikan saya di SMU. Saya 
  bahkan belum pernah masuk SMP. Saya memutuskan untuk bersekolah hanya 
  karena mereka berkata demikian, tanpa berusaha keras. Namun suatu hari, 
  saya pulang dan ibu angkat saya membuat &lt;i&gt;chicken wing&lt;/i&gt; untuk makan 
  malam. Selama makan malam saya ingin makan lebih dari satu potong &lt;i&gt;
  chicken wing&lt;/i&gt;, tetapi saya menyadari bahwa tidak cukup untuk semua 
  orang, sehingga saya memutuskan untuk tidak mengambil lebih. Ketika saya 
  melihat piring saya, sepotong &lt;i&gt;chicken wing&lt;/i&gt; terakhir ada di piring 
  saya. Ayah angkat saya memberikan bagiannya kepada saya. Saya sangat 
  senang. Saya menatapnya di sebelah saya, dia hanya menatap saya balik 
  dengan sangat hangat, tanpa berkata sepatah kata pun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;in&quot;&gt;Tiba-tiba saya ingat ayah kandung 
  saya. Tindakan kasih sederhana dari ayah angkat saya mengingatkan saya 
  akan ayah saya yang suka membagi makanannya kepada saya ketika dia 
  lapar, bahkan ketika dia sangat kelaparan. Saya merasa tercekik melihat 
  saya memiliki begitu banyak makanan di Amerika, tetapi ayah saya 
  meninggal karena kelaparan. Satu-satunya harapan saya malam itu adalah 
  memasak makanan untuk ayah saya dan malam itu saya juga berpikir apa 
  lagi yang dapat saya lakukan untuk menghormatinya. Jawabannya adalah 
  saya berjanji pada diri saya sendiri untuk belajar giat dan memperoleh 
  pendidikan terbaik di Amerika untuk menghargai pengorbanannya. Saya 
  bersekolah sungguh-sungguh dan untuk pertama kalinya dalam hidup saya, 
  saya menerima penghargaan akademik untuk nilai yang sangat baik, dan 
  saya masuk dalam daftar dekan mulai dari semester pertama di SMU.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;in&quot;&gt;Sepotong &lt;i&gt;chicken wing&lt;/i&gt; 
  mengubah hidup saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;in&quot;&gt;Harapan bersifat pribadi. Harapan 
  adalah sesuatu yang tidak dapat diberikan oleh seseorang. Anda harus 
  memilih untuk percaya pada harapan. Anda harus membuatnya sendiri. Di 
  Korea Utara, saya membuatnya sendiri. Harapan membawa saya ke Amerika. 
  Tetapi di Amerika saya tidak tahu harus berbuat apa karena saya memiliki 
  kebebasan yang sangat berlimpah. Ayah angkat saya memberi sebuah arah 
  tujuan saat makan malam itu. Dia memotivasi dan memberi saya sebuah 
  tujuan di Amerika.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;in&quot;&gt;Saya tidak datang oleh diri saya 
  sendiri. Saya memiliki harapan, tetapi harapan itu saja tidak cukup. 
  Banyak orang yang menolong saya di sepanjang jalan untuk mencapai ke 
  sini. Orang-orang Korea Utara berjuang keras untuk bertahan hidup. 
  Mereka memaksa diri mereka sendiri untuk bertahan, memiliki harapan 
  untuk bertahan, tetapi mereka tidak dapat mewujudkannya tanpa bantuan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;in&quot;&gt;Ini pesan saya untuk Anda. 
  Milikilah harapan untuk diri Anda sendiri, tetapi juga saling membantu. 
  Hidup mungkin berat untuk semua orang, di mana pun Anda berada. Ayah 
  angkat saya tidak bermaksud untuk mengubah hidup saya. Dengan cara yang 
  sama, Anda mungkin mengubah hidup seseorang dengan tindakan kasih yang 
  paling sederhana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;in&quot;&gt;Sepotong roti dapat memuaskan 
   rasa lapar Anda, dan memiliki harapan akan membawa roti kepada Anda 
   untuk bertahan. Tetapi saya percaya bahwa tindakan kasih dan 
   kepedulian Anda juga dapat menyelamatkan kehidupan Joseph yang lain 
   dan mengubah ribuan Joseph yang lain yang masih memiliki kasih untuk 
   bertahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;hr color=&quot;#000000&quot; style=&quot;margin-left: 0px; margin-right: 0px;&quot; width=&quot;98%&quot; /&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;in&quot;&gt;Pesan Joseph untuk kakak 
  perempuannya yang tidak dijumpainya lebih dari satu dekade.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;in&quot;&gt;Nuna, saya tidak berjumpa denganmu 
  lebih dari sepuluh tahun. Saya hanya ingin mengatakan bahwa saya 
  merindukanmu dan saya mengasihimu dan tolong kembali kepada saya dan 
  tetap hidup. Saya belum putus harapan untuk berjumpa denganmu. Saya akan 
  hidup dengan bahagia dan belajar giat hingga saya bertemu denganmu dan 
  saya berjanji saya tidak akan menangis lagi. Ya, saya akan menunggu 
  bertemu denganmu dan jika kamu tidak dapat menemukanku, aku akan mencari 
  kamu. Dan saya berharap bertemu denganmu suatu hari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;in&quot;&gt;Pesan singkat untuk ibu Joseph:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;in&quot;&gt;Saya tidak menghabiskan cukup waktu 
  dengan Ibu, tetapi saya tahu Ibu tetap mengasihi saya dan Ibu mungkin 
  masih berdoa untuk saya dan memikirkan saya. Saya hanya ingin berterima 
  kasih karena telah&amp;nbsp; membawa saya ke dalam dunia. Terima kasih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;in&quot;&gt;(Diterjemahkan dari TED Talks oleh 
  CPM)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sumber: Cahaya Pengharapan Ministries www.cahayapengharapan.org&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/feeds/8681840184268508735/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2015/04/tindakan-kasih-yang-sederhana-dapat-mengubah-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/8681840184268508735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/8681840184268508735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2015/04/tindakan-kasih-yang-sederhana-dapat-mengubah-hidup.html' title='Tindakan Kasih Sederhana Yang Mengubah Hidup'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13051343719901617193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcDd9kqiZkBXe1tuuaF6TJMkZ1nQbv-czDOzdtu_1fLAtQXGTylEMTyz-kvmd39mWDUks-609M36KTuXsbl4fXWSgKBHjJJlVZrVolDF3fx84Wz50FmjgPDYrTtBHAjA/s220/578310_371480026238583_1911221596_n%25255B1%25255D.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgK7yGHMpy3HHiLJB1B7YZ00kzQks-gRp8BDJcI0Cy_wz3slHSbuP5DV13mHJVyP3S7acZXUUKGsxMQwqtsH1fRcMYL3hMi9xXXJNlfUiUgpTyCnQTbkS8XvgLNE5SujGvD9Xiu-F8Vblo4/s72-c/Tindakan_kasih_yang_sederhana_dapat_mengubah_hidup.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8386962472183400765.post-6218417477810940434</id><published>2014-11-06T01:22:00.001+07:00</published><updated>2014-11-06T01:23:24.033+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesaksian Hidup"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lukas"/><title type='text'>Kesaksian John Newton Pengarang Syair Amazing Grace</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada tahun 1748 sebuah kapal dagang  mengalami bencana dahsyat dalam pelayarannya ke Inggris. Ketika itu badai mengamuk kencang mengguncang seluruh awak kapal serta barang-barang bawaan mereka, semua orang yang berada di atas kapal tersebut panik dan banyak diantaranya pasrah menerima kematian sebab bencana topan diatas air laut itu tampaknya tidak memberi harapan pada kapal mereka untuk selamat dan segera akan menenggelamkan mereka ke dasar laut. Ditengah keadaan yang sulit, John Newton seorang pemuda asal Inggris yang juga berada diatas kapal tersebut menjadi sangat ketakutan. Ia menganggap dirinya seperti Yunus yang sedang berlayar membawa &#39;dosa&#39; . Tak heran karena perdagangan budak kulit hitam dari Afrika adalah menjadi lahan bisnisnya selama ini. Ia kerap kali berlayar ke Afrika mencari pemuda-pemuda cakap dan menjual mereka ke Inggris untuk dijadikan budak. Di tengah malam dalam kapal yang berguncang keras tersebut akhirnya ia keluar lalu berdoa memohon kepada Allah agar menyelamatkannya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsT5MVACuudkWmh5NB2zbsREe-szRrIzxkeF1yONbxIRuNHNTDZD5FLTcOyN37ed5NIG0UoTDnvalUgJIWS8VNwq7tu24h5p56qvsDsofNqk1KgymEkincOcY-WzOg4KoJ-6QaSYMGQqaW/s1600/Cerita+Dibalik+Lagu+Amazing+Grace.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsT5MVACuudkWmh5NB2zbsREe-szRrIzxkeF1yONbxIRuNHNTDZD5FLTcOyN37ed5NIG0UoTDnvalUgJIWS8VNwq7tu24h5p56qvsDsofNqk1KgymEkincOcY-WzOg4KoJ-6QaSYMGQqaW/s1600/Cerita+Dibalik+Lagu+Amazing+Grace.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Seperti mujizat, tak lama kemudian laut menjadi tenang seketika itu juga, dan kapal yang berada dalam bahaya itupun akhirnya selamat dari tengah badai topan yang mengamuk serta kembali berlayar dengan tenang. Peristiwa ini lalu menjadi awal titik balik pertobatan John Newton dari dunia perdagangan budak, perjudian dan dari seorang pemabuk berat. 6 tahun kemudian John Newton benar-benar memilih jalannya untuk menyerahkan diri menjadi pelayan Tuhan dengan meninggalkan dunianya yang lama dan belajar ilmu teologi Kristen untuk menjadi seorang Pendeta.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Perjumpaannya dengan kuasa Tuhan dalam badai kapal tersebut akhirnya melahirkan sebuah lagu sederhana namun sangat terkenal dari masa ke masa. Lagu indah sebagai luapan syukur hatinya atas anugerah Allah. Lagu indah yang telah menjadi penghiburan bagi banyak orang disaat sukar dan gentar.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Lagu “Amazing Grace” adalah salah satu lagu pujian yang diciptakan oleh John Newton pada tahun 1779, atas dasar kesaksiannya sebagai seorang yang pernah mengalami ajaibnya anugerah Tuhan yang telah menyelamatkan hidupnya diatas kapal yang hampir tenggelam.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pendeta John Newton tetap berkotbah di sepanjang hidupnya sekalipun pada masa tuanya ia menjadi buta secara fisik, dan meninggal dunia pada bulan Desember tahun 1807. Dalam keadaannya yang buta ia memberikan kesaksian keselamatannya yang lebih berharga dari apapun yang dahulu ia miliki. Ia berkata, &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
“Dulu aku buta namun sekarang aku melihat”. Karena ia telah menerima anugerah Allah yang menyelamatkan jalan hidupnya menuju terang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Di waktu yang sama, lewat lagu indah “Amazing Grace” karya John Newton itu pula terciptalah sejarah baru bagi Kerajaan Inggris. Lagu indah tersebut telah begitu mengetuk pintu hati William Wilberforce seorang anggota parlemen Inggris dan juga ‘anak rohani’ dari John Newton untuk berjuang menghapuskan perdagangan budak kulit hitam yang memalukan di negaranya. Atas dasar anugerah Allah yang besar, dengan penuh keberanian dan dengan lantang Wilberforce menyatakan dalam kampanyenya bahwa,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
“Ingatlah...Tuhan menciptakan semua manusia sama.”&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Melalui perjuangan panjang Wilberforce, pada bulan Agustus tahun 1833 parlemen Inggris akhirnya menetapkan untuk menghapuskan segala bentuk perbudakan dari Kerajaan Inggris.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jika Anda mendengar lagu “Amazing Grace” (Ajaib Benar Anugerah) maka kita dapat merasakan betapa besarnya rasa syukur yang terucap dari pengarangnya atas anugerah Allah yang bersedia menyelamatkan siapapun juga yang mau datang dan berserah pada-Nya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sebuah lagu yang menjadi pujian kepada Allah dan juga lagu yang telah mengawali lahirnya sebuah sejarah baru bagi dunia.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;Amazing Grace&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Amazing grace&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
How sweet the sound That saved a wretch like me! I once was lost, but now am found; Was blind, but now I see. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Twas grace that taught my heart to fear,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
And grace my fears relieved &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
How precious did that grace appear&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
The hour I first believed.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Through many dangers, toils, and snares &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
I have already come &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&#39;Tis grace that brought me safe thus far,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
And grace will lead me home.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Ajaib benar anugerah…&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Pembah’ru hidupku…&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Ku hilang buta bercela...&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Oleh-Nya kusembuh...&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Ketika insaf, &#39;ku cemas,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
sekarang &#39;ku lega&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Syukur, bebanku t&#39;lah lepas&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
berkat anugerah!&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Di jurang yang penuh jerat&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
terancam jiwaku;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
anugrah kupegang erat&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dan aman pulangku.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Kudapat janji yang teguh,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
kuharap sabda-Nya&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dan Tuhanlah perisaiku&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
tetap selamanya.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Baca Selengkapnya: &lt;a href=&quot;http://www.majalahpraise.com/amazing-grace-%28sangat-besar-anug%E2%80%99rahnya%29-oleh-john-newton-%281725-1807%29-401.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://www.majalahpraise.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: http://mataairyangsegar.blogspot.com</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/feeds/6218417477810940434/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2014/11/kesaksian-john-newton-pengarang-syair-amazing-grace.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/6218417477810940434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/6218417477810940434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2014/11/kesaksian-john-newton-pengarang-syair-amazing-grace.html' title='Kesaksian John Newton Pengarang Syair Amazing Grace'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13051343719901617193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcDd9kqiZkBXe1tuuaF6TJMkZ1nQbv-czDOzdtu_1fLAtQXGTylEMTyz-kvmd39mWDUks-609M36KTuXsbl4fXWSgKBHjJJlVZrVolDF3fx84Wz50FmjgPDYrTtBHAjA/s220/578310_371480026238583_1911221596_n%25255B1%25255D.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsT5MVACuudkWmh5NB2zbsREe-szRrIzxkeF1yONbxIRuNHNTDZD5FLTcOyN37ed5NIG0UoTDnvalUgJIWS8VNwq7tu24h5p56qvsDsofNqk1KgymEkincOcY-WzOg4KoJ-6QaSYMGQqaW/s72-c/Cerita+Dibalik+Lagu+Amazing+Grace.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8386962472183400765.post-5269231518940829315</id><published>2014-09-21T07:51:00.001+07:00</published><updated>2014-09-21T07:51:26.564+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="2 Korintus"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesaksian Hidup"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Yohanes"/><title type='text'>Pemberian Spesial dari Tuhan (Kesaksian Hidup)</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;forTitle&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;oleh Pearl B.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;ES-VE&quot;&gt;Saya 
  bersama suami dan anak saya yang berumur 10 bulan berangkat meninggalkan 
  Jakarta menuju Singapura pada bulan Juli 1990. Kami adalah orang asing 
  di negara asing dan kami tidak mengenali siapa pun di sana. Tiga bulan 
  setelah menetap di Singapura, saya menemukan diri saya hamil, suatu hal 
  yang tidak kami rencanakan tetapi saya yakin itu rencana Tuhan bagi 
  kami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;ES-VE&quot;&gt;
  Mendekati bulan ketujuh, saya merasa tidak enak badan dan diberitahu 
  doktor bahwa bayi saya akan dilahirkan lebih awal dari yang 
  diperkirakan. Dan itulah yang terjadi, anak saya dilahirkan prematur. 
  Saat dilahirkan, saya hampir tidak mendengar suara tangisannya. Doktor 
  kemudian memberitahu kami bahwa paru-parunya belum berkembang 
  sepenuhnya, dan terdapat infeksi di paru-parunya yang membuatnya tidak 
  dapat bernapas dengan normal. Bayi itu harus dirawat secara khusus dan 
  biayanya $1000 dolar per hari. Saat saya menjenguknya di ruangan 
  perawatan intensif, kelihatan begitu banyak selang yang dipasang melalui 
  hidung dan mulutnya, dan ia menangis dalam kesakitan. Saya begitu rindu 
  untuk meggendong bayi itu tetapi saya hanya diizinkan untuk membelai 
  kepalanya. Rasa takut mulai menghantui saya, dan saya mulai ragu, 
  &quot;Apakah anak saya akan bertahan melewati cobaan ini?&quot;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;ES-VE&quot;&gt;
  Siang dan malam saya berseru kepada Tuhan, memohon agar Ia menyelamatkan 
  bayi saya. Seminggu berlalu dan doktor akhirnya berhasil menyembuhkan 
  infeksi di paru-parunya dan ia diizinkan untuk dipindahkan ke inkubator. 
  Itulah pertama kali sejak ia dilahirkan saya dapat menggendong anak 
  saya. Kata-kata tidak dapat menggambarkan betapa sukacitanya hati saya 
  pada momen itu. Saya begitu yakin Tuhan mendengarkan seruan hati saya 
  dan saya begitu bersyukur kepada Dia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;ES-VE&quot;&gt;Pada 
  waktu itu, kami masih belum menggabungkan diri dengan gereja lokal dan 
  sedang mencari sebuah gereja di mana kami dapat bersekutu bersama jemaat 
  Tuhan. Di samping itu, kami juga mencari kehendak Tuhan bagi kami di 
  Singapura. Kami memang sering menghadiri sebuah gereja yang agak besar, 
  dengan jemaat sekitar 400 orang, tetapi tidak ada yang mengenal kami di 
  situ. Kami tidak mendapatkan dukungan dari gereja dan yang dapat kami 
  lakukan hanyalah berdoa agar Tuhan akan berbelas kasihan kepada kami dan 
  membantu kami melewati waktu-waktu sulit itu. Sesungguhnya Allah sangat 
  baik kepada kami dan akhirnya setelah menunggu lama, harinya tiba di 
  mana kami dapat membawa bayi kami pulang ke rumah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;ES-VE&quot;&gt;Pada 
  waktu itu ia kelihatan begitu kecil. Tubuhnya kurus sekali, yang 
  kelihatan hanyalah tulang-tulang yang dibaluti kulit. Hati saya begitu 
  terguris melihat penderitaan dan rasa sakit yang harus ia alami. 
  Bagaimanapun saya bersyukur kepada Tuhan karena mengizinkan dia untuk 
  hidup. Tuhan tahu sebanyak mana yang dapat saya tanggung dan Ia tidak 
  akan membiarkan saya diuji melampaui apa yang dapat saya tanggung. Bayi 
  itu memberikan begitu banyak sukacita kepada kami sekeluarga dan saya 
  bersyukur kepada Tuhan karena mengizinkan saya untuk mengalami 
  kasih-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpEXQFSaAkWDX5K-3bOBDN0tlBRMvuevO4rYNcPUt0zgvrZ-9jAuMqcwXzwUtM85pBZlUSdtQoNNSUnUQzTS4fdHVNrGbQlcMcktIRvkf1nq09m2MRVh_oVJ5Et6SerV6PPbUFlf2viG7e/s1600/bayi+prematur+dengan+kelainan+autis.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpEXQFSaAkWDX5K-3bOBDN0tlBRMvuevO4rYNcPUt0zgvrZ-9jAuMqcwXzwUtM85pBZlUSdtQoNNSUnUQzTS4fdHVNrGbQlcMcktIRvkf1nq09m2MRVh_oVJ5Et6SerV6PPbUFlf2viG7e/s1600/bayi+prematur+dengan+kelainan+autis.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;FR&quot;&gt;Kami 
  menamainya &quot;Brendon&quot;, anak yang sangat lucu, manis dan matanya sangat 
  besar. Kebanyakan orang yang memandangnya pasti akan mengagumi wajah 
  yang begitu lucu. Brendon anak yang pendiam dan jarang memberikan kami 
  masalah. Pada ulang tahunnya yang ketiga, sesuatu hal yang tak diduga 
  terjadi. Saya bersyukur kepada Tuhan untuk campurtangan-Nya di waktu 
  yang tepat, kami menemukan anak kami sepertinya tidak seperti anak-anak 
  yang lain. Seorang psikolog mengkofirmasikan kepada kami bahwa Brendon 
  mempunyai masalah psikologis yang disebut autisme. Sebelum itu kami 
  belum pernah mendengar tentang penyakit ini. Setelah menerima banyak 
  penjelasan kami terkejut saat mengetahui bahwa penyakit ini tidak dapat 
  diobati. Seorang autis hidup di dalam dunianya sendiri; ia tidak dapat 
  bersosialisasi dengan orang lain dan mungkin juga tidak akan dapat 
  berkomunikasi dengan orang lain. Kami diberitahu bahwa ia mungkin harus 
  mendaftar di sekolah khusus untuk mengikuti program interventif, yang 
  biayanya mencapai $1600 dolar per bulan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;FR&quot;&gt;
  Seolah-olah satu mimpi yang indah tiba-tiba ambruk hancur berkecai.
  &lt;/span&gt;Pada saat itu saya langsung menangis, momen yang paling hitam 
  dalam hidup saya. Saya pulang dalam keadaan hancur, untuk waktu yang 
  lama, saya terus menatapi wajah anak saya, tidak saya temukan sedikit 
  pun tanda bahwa ia abnormal. Brendon anak yang sangat cakap dan roman 
  wajahnya tidak ada yang kelihatan tidak normal. Tidaklah mungkin anak 
  saya autis. Saya menangis di hadapan Tuhan. Saya tidak dapat menerima 
  fakta bahwa anak saya autis. Begitu banyak pertanyaan dan keraguan yang 
  timbul di dalam benak saya. Selama dua minggu saya resah dan tidak dapat 
  makan. Saya masih ingat, suami saya juga mengalami depresi. Anak 
  perempuan kami, Sharon, waktu itu berumur 5 tahun dan masih terlalu muda 
  untuk mengetahui apa yang sedang terjadi.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bagaimanapun, saya 
  bersyukur kepada Tuhan bahwa saya menemukan gereja Christian Disciples 
  Church pada tahun itu (1994). Saya sedang mengalami pergumulan yang 
  sangat berat, bergulat di antara kehendak Tuhan dan kehendak saya 
  sendiri, dan saya tidak dapat memahami mengapa Tuhan memberikan saya 
  tiga tahun yang sangat indah membesarkan anak saya yang lucu, dan 
  kemudian menemukan bahwa ia bukan anak yang normal. Terlalu sakit bagi 
  saya untuk menerima hal yang sedang terjadi. Saya tidak dapat tunduk 
  kepada kehendak Tuhan pada waktu itu karena saya tidak memahami kehendak 
  Tuhan bagi saya. &lt;span lang=&quot;ES-VE&quot;&gt;Saya mau meninggalkan iman Kristen 
  saya dan kembali ke cara hidup lama saya. Saya menyalahkan diri saya 
  atas apa yang terjadi kepada Brendom karena saya melahirkan dia. Di sisi 
  yang lain, saya tidak mengerti mengapa Allah yang Pengasih akan 
  mendatangkan begitu banyak penderitaan ke atas umat yang Ia kasihi. 
  Terlalu sulit untuk melihat bahwa Ia Tuhan yang Pengasih yang tidak akan 
  menelantarkan kami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;ES-VE&quot;&gt;Saya 
  dengan sungguh-sungguh berdoa kepada Tuhan untuk menyingkapkan 
  kehendak-Nya kepada saya dan Ia melakukannya. Saya membaca sebuah 
  artikel di dalam satu buletin, yang menulis tentang satu kisah mengenai 
  para malaikat Tuhan berdiskusi dengan Tuhan tentang kepada siapa yang 
  harus diberikan bayi yang spesial ini? Jawaban Tuhan adalah bayi yang 
  spesial ini harus diberikan kepada orang yang dapat menghujaninya dengan 
  kasih dan yang kepedulian yang spesial. Pada saat itu juga, saya 
  mengerti bahwa Brendon adalah pemberian yang spesial dari Tuhan dan Ia 
  akan memampukan saya dan suami saya untuk membesarkan dia sesuai dengan 
  kehendak Dia. Roh Tuhan memimpin saya untuk mempelajari kisah kehidupan 
  Ayub. Ayub menderita bukan karena ia berbuat dosa, tetapi semua hal yang 
  jahat yang terjadi di atas hidupnya berada di dalam pengendalian Tuhan. 
  Walaupun ia menderita, tetapi ia tidak menyalahkan Tuhan. firman Tuhan 
  berbicara langsung ke dalam hati saya pada waktu itu dan saya diangkat 
  oleh kuasa kasih Tuhan. Saya begitu terharu dengan kepedulian Tuhan ke 
  atas keadaan saya dan saya tahu bahwa Ia begitu memedulikan saya. 
  Seperti kata-kata-Nya di Roma 8:28, &quot;Kita tahu sekarang, bahwa Allah 
  turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi 
  mereka ...yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;ES-VE&quot;&gt;Saya 
  bersyukur kepada Tuhan karena memberikan saya pencerahan. Saya 
  memutuskan untuk mengikut Tuhan tidak kira apa yang terjadi. Jauh di 
  dalam lubuk hati saya, saya percaya bahwa kasih karunia Tuhan, kuasa dan 
  kekuatan-Nya akan memampukan saya untuk terus maju. Seperti yang Paulus 
  katakan di Fil. 4,13, &quot;Segala sesuatu dapat kulakukan melalui Kristus 
  yang menopangku.&quot; Saya bertekad untuk menjalani hidup yang berkemenangan 
  dengan kekuatan-Nya. Tetapi, saya belum sepenuhnya mematikan manusia 
  lama dan saya terus menerus bergumul dengan pemikiran bahwa penyakit 
  autis Brendon adalah karena saya telah berbuat dosa. Saya dengan penuh 
  kesungguhan berdoa untuk mendapatkan kepastian dari Tuhan. Sekali lagi 
  Tuhan mendengar seruan hati saya dan Ia mengutus seorang hamba-Nya ke 
  rumah saya pada suatu hari. Ia adalah seorang misionaris dan ia 
  mendoakan seluruh keluarga kami pada kunjungan itu. Lewat doa itu, saya 
  dan suami saya memperoleh kepastian dari Tuhan bahwa bukanlah kesalahan 
  kami bahwa kami diberikan anak yang autis. Seolah-olah kami sedang 
  mendengarkan suara Tuhan berbicara langsung ke dalam hati kami dan kami 
  begitu terharu saat Roh Kudus menjamah hati kami. Itulah pertama kali 
  saya melihat suami saya menangis. Kami bersyukur kepada Tuhan untuk 
  jaminan&amp;nbsp; atas kasih-Nya bagi kami dan bahwa Ia akan menopang kami dan 
  menuntun kami melewati setiap badai dalam kehidupan kami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;ES-VE&quot;&gt;
  Setelah doa itu saya dapat merasakan bahwa Tuhan telah mengangkat semua 
  beban saya. Ia telah mengubah tangisan saya menjadi sukacita; terdapat 
  damai di dalam batin saya, hal yang sudah lama tidak saya alami. &lt;/span&gt;
  Saya berulang kali menaikkan pujian dan syukur kepada Dia. Ia adalah 
  Gembala baik yang telah menuntun saya keluar dari lembah kekelaman. Saya 
  dapat merasakan kasih Allah menyelubungi saya. Walaupun hati saya masih 
  tidak pasti bagaimana membesarkan anak ini, tetapi saya bertekad untuk 
  menyerahkan seluruh keluarga saya kepada Tuhan. Saya tahu Tuhan yang 
  sedang memegang kendali dan hanya Dia yang tahu apa yang ada di depan 
  kami, karena masa depan kami di tangan-Nya. Saya tahu bahwa jalan di 
  depan tidaklah mudah, tetapi jauh di dalam lubuk hati saya, saya yakin 
  bahwa kasih karunia dan kekuatan Tuhan cukup untuk membawa saya 
  melewatinya. Seperti yang dijanjikan di 2 Ko. 12:9, &quot;Cukuplah kasih 
  karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi 
  sempurna.&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kami dengan segera 
  mendaftarkan anak kami ke sekolah khusus. Pada waktu itu, ia sama sekali 
  tidak dapat berbicara dan mempunyai masalah perilaku sangat parah. Di 
  beberapa bulan yang pertama, gurunya harus secara pribadi melatihnya 
  untuk duduk dan memberi perhatian pada pelajaran yang diberikan. 
  Brendon&amp;nbsp; mempunyai rentang waktu perhatian yang sangat singkat dan ia 
  akan terlena dalam dunianya sendiri dan tidak dapat memahami satu pun 
  kata yang diajarkan guru. Ia bahkan tidak tahu namanya sendiri. Kami 
  berusaha dengan keras untuk mengajarkan kepadanya kata &quot;tunggu&quot; dan 
  berbulan-bulan diperlukan sebelum ia memahami arti kata itu.
  &lt;span lang=&quot;ES-VE&quot;&gt;Saya teringat perasaan frustrasi dan amarah saat ia 
  bertingkah di tempat-tempat umum. Mata dari semua arah terarah pada kami 
  seolah-olah kami orang tua yang sama sekali tidak tahu bagaimana 
  mendisplin anak kami. Setiap saat anak saya tidak dapat menunggu dan tak 
  terkendali, saya berseru kepada Tuhan, tetapi Tuhan kelihatannya begitu 
  jauh and Ia tidak datang membantu saya. Saya begitu penuh dengan amarah 
  karena saya merasa saya diuji melampaui kemampuan saya untuk 
  menanggungnya namun firman Tuhan berkata bahwa kita tidak akan diuji 
  melampaui kemampuan kita dan Ia akan memberikan jalan keluar. ( 1 Ko. 
  10:13) Tetapi di manakah pertolongan-Nya? Di manakah jalan keluarnya? 
  Saya sama sekali tidak dapat mengucap syukur kepada Tuhan. Setiap kali 
  hal itu terjadi, hati saya berdosa, saya menjadi marah dengan Tuhan. 
  Saya telah gagal dalam memahami apa yang sedang Tuhan ajarkan pada saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;ES-VE&quot;&gt;
  Dalam banyak keadaan, saya kehilangan kendali dan saya tidak dapat 
  menerima peri laku anak saya yang bermasalah itu. Saya hilang kesabaran 
  dalam berhubungan dengan dia karena ia tidak dapat memahami bahkan 
  sepatah pun dari perkataan saya. Disebabkan ketidak-mampuan dia dalam 
  memahami, ia sama sekali tidak dapat menurut perintah. Pernah sekali 
  saya begitu marah sehingga saya merotannya: Saya melempar kursi kecil ke 
  lantai sehingga kursi itu hancur berkecai. Saya masih ingat, Brendon 
  menangis karena kesakitan. Saya merangkulnya dan saya juga menangis 
  bersama-sama dengannya. Saya memberitahu Tuhan bahwa saat saya merotan 
  anak saya, secara fisik ia sakit tetapi rasa sakit saya bahkan jauh 
  lebih lagi, seolah-olah ada pisau tajam yang menusuk menembusi hati 
  saya. Saya tahu saya sudah gagal dan telah jatuh ke dalam pencobaan. 
  Saya berulang kali memohon pengampunan dari Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;ES-VE&quot;&gt;
  Melalui pimpinan Roh Kudus, saya ikut serta dalam program pelatihan di 
  gereja. Saya mulai memahami apa artinya komitmen. Saya mempelajari 
  tentang pentingnya komitmen total dan tentang bagaimana saya harus 
  menjalani satu kehidupan di mana saya berdiam di dalam Kristus setiap 
  waktu (Yoh. 15), karena di luar Kristus kita tidak dapat berbuat apa-apa 
  (Yoh.15:5). Saya tahu saya sedang menelusuri satu jalan&amp;nbsp; yang sangat 
  sukar dan saya harus berani. Dengan kekuatan saya sendiri, tidak mungkin 
  saya dapat melakukan apa-apa. Hanya oleh kekuatan Tuhan saya mampu 
  menang di atas setiap pergumulan rohani. Saya bertekad untuk mencari 
  Tuhan sekali pun saya telah berulang kali gagal dalam pencobaan. Ia 
  adalah penguasa dan kita adalah hamba-Nya. Saya berhenti menuntut bahwa 
  Tuhan harus seolah-olah menjadi hamba saya dan melakukan apa saja buat 
  saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;ES-VE&quot;&gt;
  Seperti yang saya katakan tadi, anak saya sama sekali tidak dapat 
  berbicara. Kami berkonsultasi kepada seorang ahli terapi wicara. Kami 
  meminta bantuan dari ahli ilmu jiwa dan banyak lagi konsultan pakar 
  dalam banyak bidang. Akhirnya saya menyadari bahwa saya sedang mencari 
  ke merata tempat di dunia untuk mendapatkan solusi bagi masalah anak 
  saya. Kami sudah mengeluarkan biaya yang begitu tinggi untuk mendapatkan 
  sedikit penghiburan bahwa kami sedang berbuat sesuatu untuk anak kami. 
  Saya berkonsultasi kepada begitu banyak guru tentang cara yang terbaik 
  untuk mengajar anak saya dan saya meluangkan hampir seluruh waktu saya 
  untuk menyiapkan materi untuk mengajarnya. Yang saya harapkan adalah 
  saya dapat membuat ia &quot;normal&quot;. Kami mengalami begitu banyak kekecewaan 
  karena anak kami masih sama sekali tidak dapat berbicara dan tidak ada 
  perkembangan yang berarti.&amp;nbsp; Pada saat itulah Tuhan menyingkapkan 
  Diri-Nya kepada saya sekali lagi. Tuhan bertanya kepada saya, &quot;Mengapa 
  kamu mencari mukjizat penyembuhan bagi anak kamu di dalam dunia ini? 
  Akulah jawabannya.&quot; Saya tersentak. Sesungguhnya, saya telah ditarik ke 
  dalam dunia, berpikir bahwa penyelesaian kepada masalah saya dapat 
  ditemukan di dunia. &lt;/span&gt;Pada kenyataannya, jawaban itu ada di dalam 
  Dia, karena masa depan ada di tangan-Nya dan Ia-lah yang memegang 
  kendali ke atas segala sesuatu.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sesungguhnya, Tuhan 
  senantiasa baik.&amp;nbsp; Ia tahu keadaan rohani saya pada saat itu. Saya secara 
  pelahan-lahan sedang dibawa arus dunia dan semakin menjauh dari Dia, 
  namun pada saat yang bersamaan saya pikir saya sedang berada di jalur 
  yang&amp;nbsp; benar. Bagaimanapun Tuhan tidak meninggalkan saya. Ia memampukan 
  saya melihat bahwa saya harus menyerahkan segalanya kepada Dia dan 
  sepenuhnya berkomitmen kepada Dia. Saya menyadari bahwa komitmen saya 
  kepada Dia harus 100%; tidak ada komitmen yang sebagian yang akan dapat 
  menyelamatkan saya. Saya menyesali segala yang telah saya lakukan dan 
  saya bertobat di hadapan Tuhan sekali lagi. Saya mulai mengalami 
  transformasi yang dihasilkan dari kuasa Tuhan. Yang saya maukan pada 
  waktu itu adalah semakin mengenal Dia dan memahami kehendak-Nya yang 
  sempurna dalam hidup saya. Saya menyerahkan anak dan keluarga saya ke 
  dalam tangan-Nya, saya tahu Tuhan akan menyediakan segala kebutuhan 
  sesuai dengan kehendak dan waktu-Nya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;ES-VE&quot;&gt;Saya 
  telah belajar pentingnya kejujuran yang total di hadapan Tuhan. Saya 
  memberitahu Tuhan bahwa adalah di luar kemampuan saya untuk memahami 
  anak saya. Saya memohon kepada Tuhan untuk menunjukkan kepada saya 
  bagaimana berkomunikasi dengan dia. Secara ajaib, anak saya tiba-tiba 
  mengerti apa artinya kata &quot;tunggu&quot; dan ia mengenal namanya sendiri. Hati 
  saya begitu dipenuhi sukacita walaupun yang ia tahu hanya satu kata. 
  Bagi saya itu sudah cukup untuk menyakinkan saya bahwa Allah itu mampu. 
  Itu satu mukjizat! Sejak dari waktu itu, saya tidak lagi meluangkan 
  semua waktu saya menyediakan materi pengajaran dan saya mengakui di 
  hadapan Tuhan bahwa saya tidak mempunyai kemampuan untuk mengajar anak 
  saya. Saya meminta Tuhanlah yang mengajar anak saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;ES-VE&quot;&gt;
  Dengan berjalannya waktu, kami diberitahu bahwa adalah tidak mungkin 
  bagi dia untuk dapat berbicara, dan kami harus mengajarnya bahasa 
  isyarat agar kami dapat berkomunikasi dengan dia. Sejak saya 
  mempercayakan anak saya kepada Tuhan, saya tidak lagi mendengarkan 
  pendapat orang lain dan memutuskan untuk mengikuti arahan dari Tuhan. 
  Pada tahun 1996, Tuhan mempersiapkan anak saya untuk perawatan spesial 
  yang dipanggil &quot;Tomatis Treatment&quot; yang membantunya untuk dapat 
  mengucapkan kata-kata. &lt;/span&gt;Ada orang tua yang mendaftarkan anak 
  mereka untuk perawatan ini dan hasilnya nol. Sangatlah ajaib melihat 
  satu lagi mukjizat dalam kehidupan anak saya. Ia mulai dapat mengucapkan 
  kata-kata walaupun masih belum jelas. &lt;span lang=&quot;ES-VE&quot;&gt;Pada bulan Mei, 
  1997, ia buat pertama kalinya dapat menyebut kata &quot;Mami&quot;. Saya begitu 
  terharu; saya menangis di depan Tuhan karena terlalu sukacita. Itulah 
  hadiah Hari Bunda yang paling berharga pada tahun itu. Sekali lagi, 
  Tuhan telah mengubah duka saya menjadi sukacita. Tak terucapkan perasaan 
  saya pada waktu itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;ES-VE&quot;&gt;Buat 
  pertama kali pada tahun itu juga anak saya mulai makan bersama kami. 
  Selama bertahun-tahun ia hanya mau makan kentang. Ia hanya akan makan 
  kentang goreng dan itu saja, makanan yang lain ditolaknya. Tuhan sangat 
  bermurah hati karena Ia melindunginya. Walaupun hanya makan kentang, 
  Brendon sehat dan kuat. Teman-teman dan keluarga kami tertanya-tanya apa 
  yang dimakannya karena ia terlihat sangat sehat dan kuat. Kami tahu itu 
  hanya karena kasih karunia, cinta dan rahmat Tuhan ke atas anak saya, 
  karena sekalipun dietnya tidak seimbang ia sehat. Pada tahun itu, Tuhan 
  menghapuskan takutnya akan makanan baru dan ia mulai dapat duduk di meja 
  makan dan makan bersama kami. Saya menanti selama empat tahun untuk saat 
  di mana anak kami dapat duduk dan makan bersama kami.&amp;nbsp; Itu satu lagi 
  mukjizat! Wow! Saya sesungguhnya bersyukur kepada Tuhan karena akhirnya 
  kami sekeluarga dapat duduk bersama dan makan bersama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;ES-VE&quot;&gt;
  Sepanjang tahun itu, saya dapat melihat bagaimana Tuhan menyediakan 
  guru-guru untuk memenuhi kebutuhan anak saya. Beberapa kali kami 
  menemukan guru-guru yang tidak mampu mengajarnya. Di situlah iman kami 
  diuji. Kami harus memandang pada Tuhan untuk pertolongan-Nya dan Ia 
  tidak gagal menunjukkan kasih dan kesetiaan-Nya. Ia mengeluarkan 
  guru-guru itu dan menugaskan guru yang baru untuk mengajar dia. Kami 
  melihat tangan Tuhan bekerja.&amp;nbsp; Ia mengerjakan segala sesuatu dengan 
  begitu indah. Lebih dari itu, saya melihat bahwa anak saya berkembang 
  dengan baik tanpa saya harus meluangkan waktu untuk mengajar dia. Itu 
  sesungguhnya sesuatu yang luar biasa! Lewat cara yang berbeda-beda, 
  Tuhan mengajarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;ES-VE&quot;&gt;
  Tidak lama setelah itu kami melihat bagaimana Tuhan memampukan anak saya 
  untuk berkomunikasi kepada kami melalui tulisan. Pada tahun 1999, kami 
  menemukan bahwa Brendon memiliki karunia ingatan yang luar biasa 
  (photographic memory) terhadap kata-kata. Hanya dengan sekilas pandang 
  ia dapat mencetak kembali kata yang dilihatnya, tidak kira seberapa 
  panjang kata itu. Walaupun ia hanya dapat mengucapkan beberapa kata 
  tetapi ia dapat berkomunikasi dengan kami lewat tulisan. Kami bersyukur 
  kepada Tuhan untuk karunia yang diberikan kepada anak kami. Ia sangat 
  berbakat dalam melukis. Ia akan dengan teliti mencermati lingkungannya 
  dan melukiskan apa yang dilihatnya dengan jelas. Sekalipun secara mental 
  ia punya kekurangan tetapi Tuhan sangatlah baik kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;ES-VE&quot;&gt;Satu 
  tahun setelah itu, Tuhan membuka pita suaranya dan ia dapat berbicara. 
  Ia dengan jelas dapat merangkai satu kalimat pendek. Kami mengajarnya 
  berdoa dan memuji Tuhan. Keinginan hati saya adalah agar anak saya akan 
  tahu bahwa terdapat seorang Pribadi yang telah selama ini secara terus 
  menerus membantunya, memampukan dia untuk melakukan hal-hal yang tidak 
  mungkin di mata dunia. Saya berdoa juga pada hari di mana ia dapat 
  menyaksikan dengan mulutnya sendiri bahwa Tuhan itu nyata.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;ES-VE&quot;&gt;
  Sudah hampir 7 tahun sejak kami menemukan masalah psikologis anak saya. 
  Kehidupan rumah tangga kami tidaklah mudah. Saya dan suami mengalami 
  kasih yang sangat unik dan khusus dari Tuhan, yang mendorong kami untuk 
  mengasihi anak kami. Kami telah menjadi saluran kasih Tuhan kepada anak 
  kami. Tanpa kasih karunia dan kekuatan dari Tuhan, kami tidak akan mampu 
  melewati semua kesusahan selama 7 tahun ini. Kami juga bersyukur karena 
  Tuhan memberikan kepada kami seorang putri yang dapat setiap waktu 
  bersabar dengan adiknya. Walaupun ia harus banyak berkorban dan tidak 
  dapat menikmati masa kecil seperti teman-temannya yang lain, namun ia 
  tidak pernah mengeluh dan menyalahkan adiknya. Saya kagum melihat 
  pekerjaan Tuhan di dalam hatinya. Sekalipun ia masih begitu muda tetapi 
  ia dapat memahami dan menanggung semuanya. Saya dapat melihat karya 
  Tuhan dalam hidupnya juga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;ES-VE&quot;&gt;
  Setelah mengalami realitas Tuhan dalam begitu banyak kesempatan, saya 
  memahami mengapa Tuhan menempatkan saya dalam situasi yang sulit ini. 
  Saya mengalami bagaimana Tuhan menguatkan iman saya lewat setiap 
  pencobaan. Secara rohani saya sangat bertumbuh. Jika masalah psikologis 
  anak saya dapat disembuhkan melalui cara dunia, saya pasti sudah 
  menyelesaikan semua masalah saya dengan kekuatan saya sendiri. Sangatlah 
  benar firman Tuhan, seperti yang dikatakan Paulus di 2 Ko.12:9, &lt;i&gt;
  &quot;karena kekuatan disempurnakan dalam kelemahan... Sebab itu terlebih suka 
  aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku&lt;/i&gt;.&quot; 
  Di saat kita lemahlah kita menjadi saluran kuasa Tuhan, di mana 
  kuasa-Nya dapat dimanifestasi melalui kita agar dunia tahu bahwa Ia 
  adalah Tuhan yang nyata dan hidup.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;ES-VE&quot;&gt;
  Dalam menutup sharing ini, saya dan suami saya mau memberikan segala 
  kemuliaan, hormat dan pujian kepada Tuhan kami yang adalah Raja segala 
  raja dan Tuhan segala tuhan. &lt;/span&gt;Amin.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Sumber: Cahaya Pengharapan Ministries www.cahayapengharapan.org&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/feeds/5269231518940829315/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2014/09/pemberian-spesial-dari-tuhan-kesaksian-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/5269231518940829315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/5269231518940829315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2014/09/pemberian-spesial-dari-tuhan-kesaksian-hidup.html' title='Pemberian Spesial dari Tuhan (Kesaksian Hidup)'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13051343719901617193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcDd9kqiZkBXe1tuuaF6TJMkZ1nQbv-czDOzdtu_1fLAtQXGTylEMTyz-kvmd39mWDUks-609M36KTuXsbl4fXWSgKBHjJJlVZrVolDF3fx84Wz50FmjgPDYrTtBHAjA/s220/578310_371480026238583_1911221596_n%25255B1%25255D.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpEXQFSaAkWDX5K-3bOBDN0tlBRMvuevO4rYNcPUt0zgvrZ-9jAuMqcwXzwUtM85pBZlUSdtQoNNSUnUQzTS4fdHVNrGbQlcMcktIRvkf1nq09m2MRVh_oVJ5Et6SerV6PPbUFlf2viG7e/s72-c/bayi+prematur+dengan+kelainan+autis.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8386962472183400765.post-1354379677330591338</id><published>2014-09-16T07:05:00.001+07:00</published><updated>2014-09-16T07:06:53.023+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Filipi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan Harian"/><title type='text'>Mempersiapkan Masa Lalu - Renungan Harian</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Baca: &lt;b&gt;Filipi 1:3-11&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu. (Filipi 1:3)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 1.3em;&quot;&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;br /&gt;Daniel 4-6&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 1.3em;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 1.3em;&quot;&gt;Pernahkah
 kita membuka-buka album foto lama? Ingatan dan komentar apa yang muncul
 pada waktu kita menelusuri wajah demi wajah? Tentu ada nama dan wajah 
yang menimbulkan rasa kangen dan kenangan baik. Namun, tak jarang pula 
kita punya catatan buruk untuk teman tertentu dan berharap jangan sampai
 berjumpa lagi dengannya. Pernahkah kita berpikir akan komentar 
teman-teman kita apabila mereka melihat foto kita? Foto kita membawa 
kenangan baik atau buruk?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3ksqcbTFDh0TKKzsTVtGWT8KCRYTo8Bhhn6W1h24kVCHyN-NI-pkK9W_H-eSMR8WniwAgvVfRZXdtyYrew5CUOGE2aY7AA3zfYL37BhDxAbK9e9AAKmDo9baasGa_pD2-AmR6rrlBiBAB/s1600/masa+lalu+dipersimpangan+jalan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3ksqcbTFDh0TKKzsTVtGWT8KCRYTo8Bhhn6W1h24kVCHyN-NI-pkK9W_H-eSMR8WniwAgvVfRZXdtyYrew5CUOGE2aY7AA3zfYL37BhDxAbK9e9AAKmDo9baasGa_pD2-AmR6rrlBiBAB/s1600/masa+lalu+dipersimpangan+jalan.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 1.3em;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 1.3em;&quot;&gt;Setiap
 kali Paulus mengingat jemaat Filipi, muncullah ucapan syukurnya. Ketika
 ia berdoa untuk mereka, ia berdoa dengan sukacita. Jelas sekali Paulus 
memiliki kenangan indah tentang hidup dan pekerjaan pelayanan jemaat 
Filipi. Ia melihat karya Allah yang sangat kuat di dalam jemaat ini. 
Tentu Filipi bukanlah jemaat yang tanpa cela. Namun, ketidaksempurnaan 
mereka rasanya seperti tertutup dengan menonjolnya hal-hal baik yang 
tidak mudah dilupakan. Jemaat Filipi menjadi berkat khusus bagi Paulus, 
bahkan ketika mereka telah terpisah jarak dan waktu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 1.3em;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 1.3em;&quot;&gt;Reaksi
 dan kometar apa yang kita ingin dengar setiap kali orang mengingat nama
 atau wajah kita? Apakah kita rindu membuat orang terus mengingat karya 
Allah melalui hidup kita? Kalau kita rindu orang memiliki kenangan baik 
dan bersyukur kepada Allah atas hidup kita kelak, sekaranglah waktu 
untuk memulainya. Ingat, hari-hari yang kita lewati sekarang ini akan 
menjadi “masa lalu” di kemudian hari. Maka, mulailah mempersiapkan masa 
lalu sejak sekarang, agar kelak menjadi kenangan indah.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 1.3em;&quot;&gt;—PBS&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
BILA KITA MERINDUKAN KEHIDUPAN BAIK YANG AKAN DIKENANG,&lt;br /&gt;
MULAILAH MERENDANYA SEJAK SEKARANG&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Sumber: [Petrus Budi Setyawan] -- www.renunganharian.net&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/feeds/1354379677330591338/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2014/09/mempersiapkan-masa-lalu-renungan-harian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/1354379677330591338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/1354379677330591338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2014/09/mempersiapkan-masa-lalu-renungan-harian.html' title='Mempersiapkan Masa Lalu - Renungan Harian'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13051343719901617193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcDd9kqiZkBXe1tuuaF6TJMkZ1nQbv-czDOzdtu_1fLAtQXGTylEMTyz-kvmd39mWDUks-609M36KTuXsbl4fXWSgKBHjJJlVZrVolDF3fx84Wz50FmjgPDYrTtBHAjA/s220/578310_371480026238583_1911221596_n%25255B1%25255D.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3ksqcbTFDh0TKKzsTVtGWT8KCRYTo8Bhhn6W1h24kVCHyN-NI-pkK9W_H-eSMR8WniwAgvVfRZXdtyYrew5CUOGE2aY7AA3zfYL37BhDxAbK9e9AAKmDo9baasGa_pD2-AmR6rrlBiBAB/s72-c/masa+lalu+dipersimpangan+jalan.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8386962472183400765.post-6133415088120473196</id><published>2014-09-16T06:44:00.001+07:00</published><updated>2014-09-16T07:01:07.507+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Refleksi Hidup"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Yakobus"/><title type='text'>Jangan Menilai Buku dari Sampulnya</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Redaktur&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Tetapi jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat 
  dosa - Yakobus 2.9&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Di suatu hari yang dingin di bulan Mei, saya sedang 
  makan siang bersama dua teman di sebuah restoran kecil. Posisi kursi 
  saya menghadap sebuah jendela besar. Sambil menikmati obrolan ringan 
  saya melihat di seberang jalan ada seorang yang membawa sebuah papan 
  dengan kata-kata &quot;Aku akan bekerja untuk makanan&quot;. Pria gelandangan itu 
  juga memanggul sebuah tas yang besar kemungkinan mengandung semua harta 
  yang dimilikinya di dunia.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfC2zLkhWZ2LgUsCp8zGnviqlsfgt3eUuk1cYxg0vOp_pMYQmPgpHxxrNJNIyIxq4UXCfldox9DwHlyD7FoYfoxNTWKnbqwa4KPyN5ML1cM6mgQW5_Msm7qL1i8i5hnHrl93q37bTM9rtv/s1600/382986_521316181273218_958706273_n.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfC2zLkhWZ2LgUsCp8zGnviqlsfgt3eUuk1cYxg0vOp_pMYQmPgpHxxrNJNIyIxq4UXCfldox9DwHlyD7FoYfoxNTWKnbqwa4KPyN5ML1cM6mgQW5_Msm7qL1i8i5hnHrl93q37bTM9rtv/s1600/382986_521316181273218_958706273_n.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kedua teman saya juga berhenti menyantap hidangan 
  yang tadinya terasa enak dan&amp;nbsp; bergabung dengan saya untuk mengamati 
  sosok yang membuat kami merasa sedih dan sulit untuk percaya. Walaupun 
  setelah itu kami melanjutkan makan siang kami tetapi gambaran tentang 
  pria itu terus berputar di dalam pikiran saya. Selesai makan kami 
  meninggalkan tempat itu dan melanjutkan dengan kegiatan masing-masing.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ada beberapa hal yang perlu saya selesaikan di 
  kota. Sepanjang siang itu saat saya berkeliling kota, dengan setengah 
  hati saya melihat ke sepanjang jalanan mencari-cari pria asing itu. 
  Tetapi saya juga khawatir jika saya bertemu dengan dia lagi, saya harus 
  berbuat sesuatu.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah selesai berbelanja beberapa barang di toko 
  saya kembali ke mobil untuk pulang ke kantor. Tetapi jauh di lubuk hati 
  saya, Roh Tuhan terus berbicara, &quot;Jangan pulang dulu, setidaknya buatlah 
  satu lagi putaran di lapangan kota.&quot; Jadi dengan hati yang sedikit berat 
  saya mengarahkan mobil ke arah pusat kota sekali lagi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kali ini saya melihatnya. Ia sedang berdiri di 
  tangga gereja, sedang membongkar isi tasnya. Saya berhenti dan memandang 
  ke arahnya. Perasaan saya berkecamuk, ada dorongan untuk berbicara 
  dengannya, namun di sisi lain, saya juga mau meneruskan perjalanan. 
  Tempat parkir yang kosong di sudut jalan seolah-olah adalah semacam 
  tanda dari Tuhan: undangan untuk memarkir kenderaan saya. Lalu saya 
  memarkir dan mendekati pengunjung baru ke kota kecil ini.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Sedang mencari pendeta?&quot; saya bertanya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Tidak juga,&quot; jawabnya, &quot;hanya istirahat.&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Sudahkah Anda makan hari ini?&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Oh, Saya makan sesuatu tadi pagi.&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Apakah Anda bersedia makan siang bersama saya?&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Apakah Anda punya pekerjaan yang dapat saya 
  lakukan?&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Tidak ada pekerjaan. Saya tinggal di kota lain, 
  tapi setiap hari ke sini untuk bekerja, tapi saya mau mengajak Anda 
  untuk makan siang bersama.&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Baiklah, &quot; ia menjawab dengan sebuah senyuman.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Waktu ia sibuk mengemas barang-barangnya. Saya 
  berbasa-basi, &quot;Mau ke mana?&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;St Louis.&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Dari mana?&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Oh, dari banyak tempat; tetapi kebanyakannya 
  Florida.&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Sudah berapa lama Anda berjalan?&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Empat belas tahun,&quot; jawabnya.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  Kami kembali ke restoran tempat saya makan tadi. Waktu ia menanggalkan 
  jaketnya, terlihat baju kaus warna merah dengan tulisan, &quot;Yesus adalah 
  Kisah yang Tidak Pernah ada akhirnya.&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berbicara dengannya saya dikagetkan dengan 
  kefasihan dan kejelasan caranya berkomunikasi. Walaupun umurnya hanya 38 
  tahun tapi raut wajahnya terlihat lebih tua dari itu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Daniel mula menceritakan kisahnya. Hidup lalunya 
  agak kacau, ia telah membuat banyak pilihan yang salah dan telah 
  membayar harga untuk itu. Empat belas tahun yang lalu dalam perjalanan 
  melintasi Amerika ia berhenti di pantai di Daytona. Ia menawarkan untuk 
  membantu sekelompok orang yang sedang memasang tenda besar dan 
  peralatan. Pikirnya pasti akan di adakan konser musik tetapi ternyata 
  malam itu ada kebaktian pemulihan. Di dalam kebaktian itu ia melihat 
  hidupnya dengan jelas. Lalu ia memberikan diri kepada Tuhan. &quot;Tidak ada 
  yang sama setelah itu,&quot; katanya, &quot;Saya merasa Tuhan sedang memberitahu 
  saya untuk terus berjalan, dan itulah yang saya lakukan sepanjang 14 
  tahun ini.&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Pernah memikirkan untuk berhenti?&quot; saya bertanya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Oh, ya kadang kadang, saat saya kewalahan. Tapi 
  Tuhan telah memberikan saya panggilan ini. Saya menyebarkan Alkitab. 
  Itulah yang ada di dalam tas saya. Saya bekerja untuk membeli makanan 
  dan Alkitab, dan saya memberinya sesuai dengan pimpinan Roh.&quot;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Saya duduk di situ tersentak. Teman gelandangan 
  saya itu bukan gelandangan. Ia sedang menjalankan suatu misi dan sengaja 
  memilih untuk hidup seperti itu. &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Saya akhirnya bertanya, &quot;Bagaimana rasanya?&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Apa?&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Berjalan masuk ke kota memanggul semua 
  barang-barang di dalam tas dan mempamerkan tanda itu?&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Oh, pada awalnya agak memalukan. Orang akan melotot 
  dan berkomentar. Pernah juga ada yang melemparkan sisa roti ke arah saya 
  dan membuat saya merasa tidak diterima. Tetapi di akhir semuanya ini, 
  saya merasa begitu kecil karena menyadari bahwa Tuhan sedang memakai 
  saya untuk menyentuh kehidupan dan mengubah konsep-konsep orang tentang 
  gelandangan seperti saya.&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ini termasuk saya. Konsep saya sedang diubahkan. 
  Selesai makan Daniel mulai mengumpulkan barangnya sekali lagi.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Di luar pintu, ia berhenti sejenak dan berbalik 
  menghadap saya, &quot;Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah 
  Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab 
  ketika Aku lapar, kamu memberi aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi 
  Aku minum, ketika Aku seorang asing kamu memberi Aku tumpangan&quot;.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Saya merasa seperti sedang berdiri di atas tanah 
  kudus. &quot;Apakah Anda memerlukan satu lagi Alkitab?&quot; saya bertanya. Ia 
  memberitahu saya terjemahan yang paling digemarinya. Terjemahan itu 
  tidak terlalu berat dan mudah dibawa. &quot;Saya tidak pasti apakah kami 
  memiliki itu, tapi marilah mampir ke gereja dan kita lihat.&quot; Saya 
  berhasil menemukan sebuah Alkitab yang cocok untuk teman baru saya dan 
  ia kelihatannya sangat bersyukur.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dua jam setelah itu saya menghantarnya ke tempat 
  kita bertemu tadi. Hujan gerimis mulai turun. &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Kapan kali terakhir seseorang memeluk Anda?&quot; saya bertanya. &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &quot;Sudah sangat lama,&quot; jawabnya. Lalu di sudut jalan yang sibuk dan di 
  bawah hujan gerimis kami berpelukan dan jauh di dalam hati, saya merasa 
  saya telah diubahkan.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Daniel melanjutkan perjalanannya. &quot;Jika Anda 
  melihat sesuatu yang mengingatkan Anda kepada saya, apakah Anda akan 
  mendoakan saya?&quot; teriaknya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Pasti,&quot; saya menjawab, &quot;Tuhan berkati!&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Itulah kali terakhir saya melihatnya. Malam itu, 
  saat saya mau pulang, saya melihat sepasang sarung tangan tua di rem 
  tangan mobil saya. Saya memegangnya dan memikirkan tentang Daniel yang 
  kedinginan tanpa sarung tangannya. Lalu saya teringat, &quot;Jika Anda 
  melihat sesuatu yang mengingatkan Anda tentang saya, apakah Anda akan 
  mendoakan saya?&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hari ini sarung tangan itu ada di atas meja kantor 
  saya. Sarung tangan itu membantu saya untuk melihat dunia dan orang di 
  dalamnya dengan cara yang baru dan berdoa untuk Daniel.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
(Artikel di atas diterjemah dan dirangkum dari tulisan Pendeta Richard 
  Ryan, pendeta pembantu di Old Capitol United Methodist Church di 
  Corydon, Indiana. Pendeta Ryan menulisnya satu hari setelah pertemuannya 
  dengan Daniel di tahun 1993. Artikel itu pertama kali muncul di majalah 
  The Corydon Democrat 1995 dan di banyak terbitan yang lain, termasuk &lt;i&gt;
  A Third Serving of Chicken Soup for the Soul&lt;/i&gt;. Sejak itu banyak orang 
  telah mengunjungi Pendeta Ryan untuk melihat sarung tangan yang 
  kelihatan yang sangat biasa itu.)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Sumber: Cahaya Pengharapan Ministries www.cahayapengharapan.org&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/feeds/6133415088120473196/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2014/09/jangan-menilai-buku-dari-sampulnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/6133415088120473196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/6133415088120473196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2014/09/jangan-menilai-buku-dari-sampulnya.html' title='Jangan Menilai Buku dari Sampulnya'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13051343719901617193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcDd9kqiZkBXe1tuuaF6TJMkZ1nQbv-czDOzdtu_1fLAtQXGTylEMTyz-kvmd39mWDUks-609M36KTuXsbl4fXWSgKBHjJJlVZrVolDF3fx84Wz50FmjgPDYrTtBHAjA/s220/578310_371480026238583_1911221596_n%25255B1%25255D.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfC2zLkhWZ2LgUsCp8zGnviqlsfgt3eUuk1cYxg0vOp_pMYQmPgpHxxrNJNIyIxq4UXCfldox9DwHlyD7FoYfoxNTWKnbqwa4KPyN5ML1cM6mgQW5_Msm7qL1i8i5hnHrl93q37bTM9rtv/s72-c/382986_521316181273218_958706273_n.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8386962472183400765.post-1864251190203901792</id><published>2014-04-05T19:25:00.000+07:00</published><updated>2014-04-05T19:26:04.517+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="1 Korintus"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Amsal"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kejadian"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mazmur"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Refleksi Hidup"/><title type='text'>Cara Hidup dan Panggilan Rohani Wanita Kristen</title><content type='html'>Ia dinamakan perempuan...&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkIV2MdHNus3O1EzMweIgMQ7GLN6khQ6K7dE-cQA_n-Jwps91xsrVJOcQpt9fR4T3bqY9rNKM4tldlCq7mRzNuWdYxgox44w_o17EmP-40xO5vGj0zdqyesxMuGz2gS-aNioeOTavyQSo/s1600/Lukas7-36%E2%80%9350.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkIV2MdHNus3O1EzMweIgMQ7GLN6khQ6K7dE-cQA_n-Jwps91xsrVJOcQpt9fR4T3bqY9rNKM4tldlCq7mRzNuWdYxgox44w_o17EmP-40xO5vGj0zdqyesxMuGz2gS-aNioeOTavyQSo/s1600/Lukas7-36%E2%80%9350.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;WANITA dan PANGGILAN ILLAHINYA (KEJADIAN  2 : 18 – 25)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;1. PANGGILAN WANITA SEBAGAI WANITA&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
- Ciptaan Tuhan yang diciptakan menurut gambar dan rupa Tuhan&lt;br /&gt;
- Diciptakan untuk menjadi pasangan pria&lt;br /&gt;
- Diciptakan menjadi satu dengan pria (suami – istri) dalam perbedaannya&lt;br /&gt;
- Diciptakan untuk menjadi penolong&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;2. PANGGILAN WANITA KRISTEN  MEMBANGUN DIRI (MAZMUR 128:3)&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
- Persekutuan Pribadi Dengan TUHAN ( IMAN )&lt;br /&gt;
- Belajar Firman ALLAH Secara Utuh ( PENGETAHUAN )&lt;br /&gt;
- Belajar Mengenal, Menggali Potensi Diri ( PERTUMBUHAN )&lt;br /&gt;
- Belajar Melalui Kehidupan Bersama Suami ( KEDEWASAAN )&lt;br /&gt;
- Menjadi Pokok Anggur Yang Subur ( KEBANGGAAN )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;3. PANGGILAN WANITA KRISTEN MENGUDUSKAN SUAMI ( 1 KORINTUS 7:14)&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
- Menguduskan Suami Yang Tidak Kudus ( PERTOBATAN )&lt;br /&gt;
- Menolong Suami Mengenal TUHAN ( PERTUMBUHAN )&lt;br /&gt;
- Menolong Suami Bertumbuh Dalam Iman ( PELAYANAN )&lt;br /&gt;
- Menjaga Kelanjutan Kekudusan Anak-Anak ( PERSEKUTUAN )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;4. PANGGILAN WANITA KRISTEN MENOLONG SUAMI DALAM RELASI HORIZONTAL (AMSAL 19:14)&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
- Menolong Suami Menemukan Potensi Diri ( PRIBADI )&lt;br /&gt;
- Menolong Suami Mengaktualisasi Peran ( POSISI )&lt;br /&gt;
- Menolong Suami Membangun Karya ( PEKERJAAN )&lt;br /&gt;
- Menolong Suami Memelihara Persatuan ( PERSEKUTUAN )&lt;br /&gt;
- Menolong Suami Dalam Ketegangan ( PENGHIBURAN )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;5. PANGGILAN WANITA KRISTEN MENOLONG SUAMI DALAM RELASI VERTIKAL ( AMSAL 31:30)&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
- Menolong Suami Menjadi Imam Dalam Keluarga.( REPOSISI )&lt;br /&gt;
- Mengingatkan Suami Bersekutu Dengan Tuhan ( PENGINGAT )&lt;br /&gt;
- Menolong Suami Membalance Kerja dan Spiritual ( PENYEIMBANG )&lt;br /&gt;
- Mendampingi Suami Dalam Kegiatan Rohani ( PENDAMPING )&lt;br /&gt;
- Mendukung Suami Dalam Pelayanan ( PENDUKUNG )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tips Bagi Wanita dalam Memenuhi PanggilanNya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
Jangan pernah berkata aku tak mampu, tapi Katakanlah : Tuhan Tolong aku di panggilanku&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jangan pernah berkata, ini terlalu berat,tapi Katakanlah : Tuhan kuatkan aku memikulnya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jangan pernah berkata, mengapa begini,tapi Katakanlah : Tuhan aku akan menjalaninya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jangan pernah berkata ini bukan jodohku,tapi Katakanlah : Ajar aku bertanggungjawab atas  pilihanku diwaktu lampau dan harapan didepan&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;b&gt;Wanita Manager Luar Biasa (Amsal 31:10-31)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;MANAJEMEN  PENGELOLAAN&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
1.  MEMANAGE DIRI (Amsal 31ay.29-31)&lt;br /&gt;
a. Tahu Keunggulan Dirinya.&lt;br /&gt;
b. Menyadari Kekurangannya.&lt;br /&gt;
c. Penampilan Serasi, Enak Berkomunikasi&lt;br /&gt;
d. Memelihara Diri, Tak mengganggu Ekonomi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.  MEMANAGE RUMAH (ay.13-15)&lt;br /&gt;
a. Mampu Bekerja Dengan Tangannya&lt;br /&gt;
b. Mampu Membagi Tugas Pelayannya&lt;br /&gt;
c. Menguasai Situasi Dan Isi Rumahnya&lt;br /&gt;
d. Menyediakan Makanan Yang Cukup&lt;br /&gt;
e. Membuat Orang Betah Dirumah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.  MEMANAGE KEUANGAN (ay.16-18)&lt;br /&gt;
a. Tahu Kondisi Keuangan Rumah&lt;br /&gt;
b. Bijak Mengelola Keuangan (in/out)&lt;br /&gt;
c. Mampu Mencari Tambahan, Tanpa Mengabaikan Urusan Rumah.&lt;br /&gt;
d. Bisa Membantu Suami (ekonomi), Tanpa Kehilangan Peran Istri Dan Ibu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;MANAJEMEN  RELASI&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
1.  RELASI DENGAN SUAMI (ay.11-12)&lt;br /&gt;
a. Bisa Dipercaya Suami.&lt;br /&gt;
b. Dipuji Dan Diandalkan Suami.&lt;br /&gt;
c. Mampu Membina Relasi Dengan mertua&lt;br /&gt;
d. Kompak Dengan Ipar Dan Keluarga Besar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.  RELASI DENGAN ANAK (ay.26-28)&lt;br /&gt;
a. Dibanggakan Anak&lt;br /&gt;
b. Mengajar Dengan Hikmat, Jadi Sahabat&lt;br /&gt;
c. Mengamati Pergaulan Anak&lt;br /&gt;
d. Mengenal Teman-Teman Anaknya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.  RELASI DENGAN MASYARAKAT (ay.20-23)&lt;br /&gt;
a. Memiliki Kepedulian Sosial Yang Tinggi (Kuantitas)&lt;br /&gt;
b. Murah hati, Suka Menolong (Kualitas).&lt;br /&gt;
c. Bergaul Tanpa Membedakan Strata&lt;br /&gt;
d. Dikenal Lingkungan, Harum Namanya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sumber: [Steidy Suwuh] -- http://meidysuwuh.wordpress.com/2010/03/28/10-teladan-yesus-sebagai-pemimpin/&lt;/b&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/feeds/1864251190203901792/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2014/04/cara-hidup-dan-panggilan-rohani-wanita-kristen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/1864251190203901792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/1864251190203901792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2014/04/cara-hidup-dan-panggilan-rohani-wanita-kristen.html' title='Cara Hidup dan Panggilan Rohani Wanita Kristen'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13051343719901617193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcDd9kqiZkBXe1tuuaF6TJMkZ1nQbv-czDOzdtu_1fLAtQXGTylEMTyz-kvmd39mWDUks-609M36KTuXsbl4fXWSgKBHjJJlVZrVolDF3fx84Wz50FmjgPDYrTtBHAjA/s220/578310_371480026238583_1911221596_n%25255B1%25255D.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkIV2MdHNus3O1EzMweIgMQ7GLN6khQ6K7dE-cQA_n-Jwps91xsrVJOcQpt9fR4T3bqY9rNKM4tldlCq7mRzNuWdYxgox44w_o17EmP-40xO5vGj0zdqyesxMuGz2gS-aNioeOTavyQSo/s72-c/Lukas7-36%E2%80%9350.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8386962472183400765.post-4182682002769027067</id><published>2014-04-05T19:02:00.000+07:00</published><updated>2014-04-05T19:04:00.585+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="1 Petrus"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kolose"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Markus"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Matius"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan Harian"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Yohanes"/><title type='text'>4 Gaya Hidup Orang Kristen</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;GAYA HIDUP ORANG KRISTEN&amp;nbsp; YANG TELAH MENERIMA KUASA KEBANGKITAN:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ketika seseorang mengenal Yesus dengan benar, maka hidupnya pasti akan 
terus-menerus berubah dan menjadi Kristen sejati. Artinya kalau dulunya 
hanya Kristen biasa-biasa saja, setelah mengalami kuasa kebangkitan 
Yesus, maka hidupnya menjadi luar biasa. Mengapa demikian? Jawabannya 
adalah “karena kuasa kebangkitan yang hebat itu telah mengerjakan 
sesuatu yang ajaib dalam dirinya” (Efesus 1:19). Kuasa itu sungguh hebat
 sehubungan dengan kuasa kebangkitan ini, maka minimal ada empat ciri 
gaya hidup orang yang telah mengalami kuasa kebangkitan.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEzzJuzhYdzUcpMQEXzb-A3D4FdDkn5zXc275nbk4J-c2ITWcqWxzpHFqGb7n8jtRmHmCY0diN1t2jjJFGMnOj289CA-SmN3Kago8Oq9YqO3WSnW6qKWA_dRAn7GhsQYCA68Agh-CCVDpK/s1600/Gaya+hidup+orang+kristen.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEzzJuzhYdzUcpMQEXzb-A3D4FdDkn5zXc275nbk4J-c2ITWcqWxzpHFqGb7n8jtRmHmCY0diN1t2jjJFGMnOj289CA-SmN3Kago8Oq9YqO3WSnW6qKWA_dRAn7GhsQYCA68Agh-CCVDpK/s1600/Gaya+hidup+orang+kristen.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;
Orang yang mengalami kuasa kebangkitan akan menjadikan Yesus sebagai 
tujuan hidupnya (Kolose 3:1-4). Sering kali kita kecewa, putus asa, dan 
stres. Itu karena Yesus bukan tujuan utama dalam hidup, tetapi 
sebaliknya perkara-perkara dunia ini semata yang menjadi tujuan. Yesus 
berkata, “Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka 
semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Matius 6:33). Apa yang menjadi 
tujuan hidup kita sangat penting, karena hal itu akan menentukan 
kualitas pelayanan dan masa depan seseorang.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Orang yang mengalami kuasa kebangkitan akan menjadikan Yesus sebagai 
fokus penyembahan. Setelah Yesus berkata kepada Tomas, “Taruhlah jarimu 
di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke 
dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan 
percayalah.” Tomas menjawab Dia: “Ya, Tuhanku dan Allahku!” (Yohanes 
20:27-28). Gereja dan pendeta yang besar bukanlah pusat penyembahan 
kita, tetapi Yesus adalah Tuhan yang hidup, yang harus menjadi pusat 
penyembahan orang percaya, hanya Dia yang layak menerima pujian dan 
hormat. Ketika Yesus ditinggikan dalam diri seseorang, maka 
perkara-perkara ajaib akan Tuhan adakan dalam diri dan pelayanannya 
(Yohanes 12:32).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Orang yang mengalami kuasa kebangkitan akan menjadikan Yesus sebagai 
pusat pengharapan (1 Petrus 1:3-6). Situasi dan keadaan dunia yang kita 
hadapi hari-hari ini tidak menentu dan selalu berubah-ubah, namun jangan
 takut dan cemas karena Yesus adalah pengharapan bagi orang percaya, 
yang setiap saat siap sedia menolong tatkala kita berseru kepada-Nya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Orang yang mengalami kuasa kebangkitan akan menjadikan Yesus pusat 
pemberitaan mereka (Markus 12:32). Tuhan Yesuslah yang harus kita 
perbincangkan dalam dunia yang gelap ini. Jangan percakapkan kekurangan 
orang lain, kekurangan gereja lain, atau denominasi lain, itu hanya 
menghabiskan waktu dan energi semata. Mari percakapkan Yesus yang penuh 
berkat dan cinta itu kepada setiap pribadi, agar suatu saat nanti setiap
 lutut akan bertelut dan setiap lidah akan mengaku Yesus Kristus adalah 
Tuhan bagi kemuliaan Allah Bapa. Ketahuilah bahwa kita semua saksi 
Tuhan, jangan terjebak dengan masalah-masalah pribadi dan rutinitas yang
 hanya menghambat kita untuk pergi menjangkau yang belum terjangkau. 
Ketika Petrus berkata, “… biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu 
untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia” (Matius 17:4b). 
Namun, Yesus mengajak mereka turun gunung karena masih banyak yang harus
 dikerjakan, artinya masih banyak jiwa-jiwa yang harus diselamatkan.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
TUHAN YESUS MEMBERKATI!&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Sumber: [Meidysuwuh Blog] -- http://meidysuwuh.wordpress.com/category/renungan&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/feeds/4182682002769027067/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2014/04/4-gaya-hidup-kristen-yang-telah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/4182682002769027067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/4182682002769027067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2014/04/4-gaya-hidup-kristen-yang-telah.html' title='4 Gaya Hidup Orang Kristen'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13051343719901617193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcDd9kqiZkBXe1tuuaF6TJMkZ1nQbv-czDOzdtu_1fLAtQXGTylEMTyz-kvmd39mWDUks-609M36KTuXsbl4fXWSgKBHjJJlVZrVolDF3fx84Wz50FmjgPDYrTtBHAjA/s220/578310_371480026238583_1911221596_n%25255B1%25255D.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEzzJuzhYdzUcpMQEXzb-A3D4FdDkn5zXc275nbk4J-c2ITWcqWxzpHFqGb7n8jtRmHmCY0diN1t2jjJFGMnOj289CA-SmN3Kago8Oq9YqO3WSnW6qKWA_dRAn7GhsQYCA68Agh-CCVDpK/s72-c/Gaya+hidup+orang+kristen.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8386962472183400765.post-1737448453309864379</id><published>2014-04-03T14:47:00.001+07:00</published><updated>2014-04-03T14:53:43.022+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisah Para Rasul"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Refleksi Hidup"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Yakobus"/><title type='text'>Budaya Barat, Timur atau &#39;Budaya&#39; Tuhan?</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Baru-baru ini di New York Times, diberitakan tentang 
  seorang ibu yang berusia 73 tahun yang ingin pindah untuk tinggal 
  bersama anaknya karena tertarik dengan properti yang baru dibelinya. Si 
  anak bersama pacarnya sangat keberatan karena ingin menikmati kehidupan 
  mereka berdua sendirian. Tetapi setelah rapat keluarga si anak akhirnya 
  menyetujui ibunya untuk pindah ke rumahnya tetapi dengan satu syarat. 
  Sang ibu hanya diizinkan untuk tinggal bersama mereka ketika usianya 
  mencapai 80 tahun, berarti ibunya harus menunggu 7 tahun lagi sebelum ia 
  diperbolehkan untuk pindah ke kediamannya. Sementara itu, jika sang ibu 
  yang sekarang tinggal sekitar 23 menit dari rumahnya, ingin 
  mengunjunginya, sang ibu harus terlebih dahulu menelpon untuk meminta 
  izin. Wah, saya tidak dapat bayangkan apa yang akan terjadi jikalau saya 
  memberikan syarat-syarat ini kepada orang tua saya! Umur sudah 73 tahun 
  tapi masih harus menunggu hingga 80 tahun! Dan harus menelpon dulu 
  sebelum mampir. Saya kira sangat sulit bagi masyarakat timur menerima 
  hal demikan tetapi sang ibu ini, kelihatannya menyambut baik syarat 
  anaknya dan sudah agak senang karena anaknya mau menerimanya untuk 
  tinggal bersama, sekalipun ia masih harus menunggu 7 tahun lagi.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxtJ7xc2dBndhyHcMZAv9hve0OFY2ZAKZEK0AO1wddqnZ4ORUAHa098ICM6oelVC3nLr-79kXftLhCVdBf_nAlSeYrA3744hC0a5_sznOK48vWELy2HFC4a_41P37RNzJIOcQEIjTFUqac/s1600/Budaya+Barat.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxtJ7xc2dBndhyHcMZAv9hve0OFY2ZAKZEK0AO1wddqnZ4ORUAHa098ICM6oelVC3nLr-79kXftLhCVdBf_nAlSeYrA3744hC0a5_sznOK48vWELy2HFC4a_41P37RNzJIOcQEIjTFUqac/s1600/Budaya+Barat.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Peristiwa di atas menunjukkan satu kontras yang 
  sangat mencolok di antara budaya orang timur (Asia?) dengan budaya orang 
  Barat. Jika dibuat satu survei tentang apakah perlakuan demikian dapat 
  diterima, saya yakin hasilnya sangat berbeda tergantung di mana survei 
  tersebut dijalankan. Rata-rata orang Asia akan menemukan hal demikian 
  tidak dapat diterima dan persentase orang yang dapat menerima hal 
  tersebut pasti lebih tinggi di kalangan masyarakat yang berbudaya 
  &quot;barat&quot;.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sebagai seorang percaya, ada kalanya kita sangat 
  dipengaruhi oleh latar belakang budaya dalam menilai suatu hal. Kalau 
  tidak berhati-hati kita bisa saja &quot;menghakimi&quot; sesama orang percaya 
  bukan berdasarkan standar dari Tuhan tetapi menurut tolok ukur budaya. 
  Dalam menaati Alkitab sekalipun, kita harus dapat memilah apa yang 
  merupakan prinsip (nomos) dari Tuhan dan apa yang merupakan budaya orang 
  Yahudi. Ketidakmampuan untuk memilah di antara keduanya bisa saja 
  membuat kita menaati apa yang sebetulnya hanya merupakan hal yang 
  bersifat eksternal. Karena ini, apakah kita lebih mengagumi budaya 
  barat, timur atau timur tengah, sebagai orang percaya, kita haruslah 
  memastikan bahwa semua dasar pernilaian dan juga cara kita menjalani 
  kehidupan kita didasarkan pada kitab pedoman hidup yang diberikan Tuhan 
  bukan pada pengaruh budaya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam hal hidup bersama umpamanya. Alkitab 
  menggambarkan kepada kita satu masyarakat yang hidup dalam satu hubungan 
  sosial dengan tingkat keakraban yang sangat tinggi. Kita tahu bahwa 
  masyarakat Kristen yang pertama secara khususnya bermula setelah Roh 
  Kudus dicurahkan di hari Pentakosta seperti yang digambarkan di &amp;nbsp;Kitab 
  Para Rasul pasal 2. Di ayat 46, masyarakat Kristen yang pertama ini 
  digambarkan sebagai orang yang dengan tekun dan sehati berkumpul 
  tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Secara bergilir mereka juga makan 
  bersama di rumah masing-masing, dengan penuh gembira dan dengan tulus 
  hati. Dari sini jelaslah bahwa rencana Tuhan bagi masyarakat Kristen 
  adalah satu kehidupan dengan tingkat interaksi yang sangat tinggi dan 
  bukan masyarakat yang individulistik. Dan memang tidak dapat dipungkiri 
  bahwa masyarakat modern yang telah dipengaruhi budaya barat lebih 
  condong ke pola kehidupan yang individualistik. Satu contoh yang kecil 
  adalah setahu saya tidak ada frase dalam bahasa Inggris yang dapat 
  menerjemahkan arti dari kata &quot;gotong royong&quot; dengan tepat. Apakah 
  mungkin ini adalah karena konsep &quot;gotong royong&quot; ini memang satu hal 
  yang asing bagi masyarakat barat?&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tetapi apakah ini berarti sebagai masyarakat yang 
  berbudaya timur, kita dapat memberi selamat kepada diri sendiri karena 
  merasa kita kurang individualistik dibandingkan dengan masyarakat yang 
  berbudaya barat, dan karena itu kita &quot;lebih baik&quot;? Pada kenyataannya 
  kita masih jauh dari &quot;budaya&quot; Alktabiah atau menurut standar Alkitab.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Di pasal 2 Kitab Para Rasul yang dikutip tadi, di 
  ayat-ayat 44 hingga 46, melukiskan bagi kita bukan saja satu masyarakat 
  sosial yang tidak individualistik tetapi dikatakan bahwa semua orang 
  yang telah percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah 
  kepunyaan bersama. Wah, ini benar-benar mencengangkan! Semua kepunyaan 
  mereka adalah kepunyaan bersama!! Itu berarti tidak ada tembok yang 
  memisahkan yang berpunya dan yang tidak berpunya. Barangmu juga adalah 
  barangku. Tidak ada yang akan kekurangan, semuanya saling membagi.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Apakah hal ini dapat dilakukan oleh manusia yang 
  pada dasarnya lebih mengutamakan diri sendiri? Kalau semua menjadi milik 
  bersama berarti barang kita pasti akan cepat habis dan malah tidak akan 
  pernah cukup untuk memenuhi kebutuhan semua orang. Makanya di ayat 45 
  kita diberitahu bahwa selalu ada saja di antara mereka yang menjual 
  harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan 
  keperluan masing-masing.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Wah, cara Tuhan ingin kita bermasyarakat ini terlalu 
  tidak manusiawi. Kita harus berani jujur - ayat 44 dan 45 itu bukan saja 
  sulit tetapi sebetulnya &lt;b&gt;mustahil&lt;/b&gt; untuk dilakukan! Dan ternyata 
  Tuhan juga sependapat. Ia jauh-jauh hari sudah memberitahu kita di 
  Matius 19 - memang bagi manusia hal ini tidak mungkin(berarti mustahil), 
  tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin (ayat 26). &lt;b&gt;Segala sesuatu&lt;/b&gt; 
  adalah mungkin, berarti tidak ada hal yang mustahil. Jika demikian, 
  dengan berkata bahwa hal ini tidak mungkin, bukankah secara tidak 
  langsung kita sedang berkata Tuhan sudah berbohong kepada kita?&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Namun yang nyata adalah orang-orang percaya di Kisah 
  Para Rasul pasal 2 itu sudah membuktikan bahwa adalah mungkin untuk 
  hidup dalam kemustahilan. Bagaimana yang mustahil dapat menjadi mungkin 
  dalam hidup mereka? Fokus utama Kisah Para Rasul pasal 2 adalah Roh 
  Kudus. Mereka mampu melakukan hal yang mustahil itu bukan karena mereka 
  hebat tetapi karena Allah. Inilah penggenapan Matius 19 ayat 26, bagi 
  manusia hal ini mustahil tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin. Apa 
  yang gagal dilakukan oleh orang kaya muda itu (yaitu menjual segala 
  miliknya), berhasil dilakukan oleh jemaat gereja mula-mula.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Semoga ini menjadi satu inspirasi bagi kita bahwa 
  kehidupan yang dijalani lewat kuasa Roh Kudus senantiasa akan dapat 
  mengerjakan hal-hal yang bagi manusia tidak mungkin. Dan tidak kira 
  apakah latar belakang kita, yang pasti kita adalah warga kerajaan 
  surgawi, dan hanyalah &quot;hukum&quot; Raja dari Kerajaan surgawi yang berlaku 
  bagi kita. Apakah hukum Raja itu atau yang disebut sebagai &lt;i&gt;the royal 
  law&lt;/i&gt; oleh rasul Yakobus? Rasul Yakobus menulis di kitab Yakobus pasal 
  2, ayat 8 bahwa &lt;i&gt;hukum raja (yang diterjemahkan ITB sebagai hukum 
  utama)&lt;/i&gt; adalah, &quot;Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri&quot;. 
  Jadi apakah kita berbudaya barat atau timur, di mata Tuhan tidak ada 
  yang lebih unggul dari budaya kasih.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sumber: Cahaya Pengharapan Ministries www.cahayapengharapan.org&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/feeds/1737448453309864379/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2014/04/budaya-barat-timur-atau-budaya-tuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/1737448453309864379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/1737448453309864379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2014/04/budaya-barat-timur-atau-budaya-tuhan.html' title='Budaya Barat, Timur atau &#39;Budaya&#39; Tuhan?'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13051343719901617193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcDd9kqiZkBXe1tuuaF6TJMkZ1nQbv-czDOzdtu_1fLAtQXGTylEMTyz-kvmd39mWDUks-609M36KTuXsbl4fXWSgKBHjJJlVZrVolDF3fx84Wz50FmjgPDYrTtBHAjA/s220/578310_371480026238583_1911221596_n%25255B1%25255D.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxtJ7xc2dBndhyHcMZAv9hve0OFY2ZAKZEK0AO1wddqnZ4ORUAHa098ICM6oelVC3nLr-79kXftLhCVdBf_nAlSeYrA3744hC0a5_sznOK48vWELy2HFC4a_41P37RNzJIOcQEIjTFUqac/s72-c/Budaya+Barat.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8386962472183400765.post-4909821318826478220</id><published>2014-04-03T14:39:00.000+07:00</published><updated>2014-04-03T14:52:36.626+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesaksian Hidup"/><title type='text'>&#39;Setan Asing&#39; menjadi Wanita Kue</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Lottie Moon melayani sebagai misionaris selama 39 tahun di Propinsi Shantung, China, tepatnya di Tungchow dan Pingtu. Sulit untuk menggambarkan keadaan di kota kecil di China pada tahun 1873, saat Lottie pertama kali menginjakkan kaki di kota itu. Lottie sudah terbiasa dengan kehidupan yang serba mewah karena dilahirkan di dalam keluarga pemilik tanah yang kaya raya di bagian Selatan Amerika Serikat, namun sekarang ia harus beradaptasi dengan lingkungan yang sama sekali baru dan asing. Baik  dari segi bahasa, budaya, makanan ataupun cara pemikiran, semuanya terasa sangat asing baginya. Adiknya Edmonia Moon tiba di China satu tahun sebelumnya dan ia mengalami &#39;culture shock&#39; atau kekagetan terhadap kebudayaan yang begitu luar biasa sehingga mengalami &#39;emotional breakdown&#39; atau gangguan secara emosi dan histeris. Adiknya akhirnya harus dipulangkan. Tidak semua orang, misionaris sekalipun, yang dapat bertahan di China pada tahun 1800an.
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6bA0X70IKD0rUTtmAzTSh-UuMbP4bu6DBrnHMkEzMeSJCZqT_tvQtYKvUklr8TKKuzNeLHeAQ564SlJktVKdT2ELgFq3fttjFV7D1uJt4aIGpt3kJhoTsAVFHNaiXuVK77BE528lEXqA/s1600/cookie.lady.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6bA0X70IKD0rUTtmAzTSh-UuMbP4bu6DBrnHMkEzMeSJCZqT_tvQtYKvUklr8TKKuzNeLHeAQ564SlJktVKdT2ELgFq3fttjFV7D1uJt4aIGpt3kJhoTsAVFHNaiXuVK77BE528lEXqA/s400/cookie.lady.jpg&quot; height=&quot;323&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Lottie, semuanya itu tidak menjadi masalah. Dengan penuh semangat Lottie memulai studi bahasa serta mendalami sejarah dan budaya China. Dari segi pakaian dan tutur kata, ia berusaha untuk menjadi sama seperti orang-orang yang ingin dijangkaunya. Dalam waktu yang singkat ia telah dapat menguasai bahasa China secara lisan dan beberapa minggu setelah tiba di Tungchow, ia telah melakukan kunjungan dari rumah ke rumah untuk membagikan buku kecil berisi Injil kepada para wanita. Pada waktu itu, badan misi yang mengutusnya tidak mengizinkan wanita untuk mengajar kaum pria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam bahasa China, orang asing terutamanya orang kulit putih, disebut dengan sebutan &quot;setan asing&quot;, tetapi Lottie berhasil membuat anak-anak di kotanya memanggilnya &quot;wanita kue&quot; (cookie lady) dengan selalu menyediakan kue-kue manis yang dibagikan kepada anak-anak. Setelah memakannya kuenya, anak-anak seringkali akan mengajaknya ke rumah mereka dan dari situ Lottie memiliki kesempatan untuk membagikan Injil dengan ibu dari anak-anak tersebut. Selain dari penginjilan, Lottie memulai sebuah sekolah di rumahnya khusus untuk anak-anak perempuan. Dari Tungchow, Lottie mulai melakukan perjalanan misi ke pendalaman dan dalam waktu yang singkat berhasil membawa banyak orang untuk mengenal Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak dari antara orang yang diinjilinya adalah buta huruf. Di suatu kota bernama Huanghsien, Lottie meminta bantuan seorang sarjana Konfusius, Li Show Ting, untuk membacakan Alkitab kepada orang Kristen yang baru bertobat. Walaupun pada awalnya Li tidak percaya tetapi karena hari demi hari ditugaskan membaca Alkitab, ia akhirnya mengakui kebenaran Injil. Sewaktu ia mengaku percaya, saudara-saudara kandungnya menganiayanya dengan memukul dan mencabik-cabik rambutnya,  tetapi ia tetap teguh dengan imannya. Saudara Li di kemudian hari menjadi seorang penginjil yang terkenal dan dikabarkan telah membaptis lebih dari 10,000 orang selama pelayanannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lottie Moon berkerja siang dan malam demi pengabaran Injil. Dalam waktu 6 bulan ia telah berhasil mengunjungi sekitar 139 desa. Selama 14 tahun ia tidak pernah pulang ke Amerika untuk cuti. Walaupun berat, tetapi ia tahu itulah harga yang harus dibayarnya karena ketika itu misionaris yang berangkat ke ladang misi tidak pernah berpikir untuk pulang. Banyak yang disebabkan oleh penyakit dan kekurangan gizi meninggal di tempat pelayanan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun bagi Lottie, hal yang paling berat baginya adalah masalah kesepian. Dalam suratnya ia pernah menulis, &quot;Biarlah tidak ada misionaris yang akan mengalami kesepian seperti yang aku alami.&quot; Selama bertahun-tahun, Lottie harus melayani sendirian tanpa teman kerja. Namun demikian Lottie sempat menjalin kembali hubungannya dengan seorang profesor di sekolah teologia di Amerika yang pernah melamarnya sebelum ia memutuskan untuk ke ladang misi. Tetapi pada waktu itu Lottie menolak lamarannya. Pada tahun 1882, setelah berada di China selama 9 tahun, ia menulis surat kepada keluarganya bahwa ia telah bertunangan dan akan menikah pada tahun itu. Tetapi akhirnya entah apa alasannya, pertunangannya dengan professor Crawford Toy dibatalkan. Beberapa tahun kemudian, keponakan dari Lottie pernah bertanya apakah ia pernah jatuh cinta. Lottie menjawab, &quot;Ya, tetapi Tuhan memiliki prioritas yang terutama atas hidupku, dan karena keduanya berkonflik, sangatlah jelas mana yang harus diutamakan.&quot; Walaupun ia mengaku tidaklah mudah hidup sendiri tetapi Lottie tidak pernah mau mundur dari jalan yang sudah dipilihnya. Tahun-tahun setelah itu diwarnai penganiayaan yang dahsyat, perang dan bencana kelaparan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1890, sewaktu Jemaat di Shaling dianiaya, Lottie langsung menuju ke tempat itu dan berkata kepada kepala penganiaya di situ, &quot;Jika Anda mencoba untuk memusnahkan gereja ini, Anda harus membunuh saya terlebih dahulu. Yesus memberikan Diri-Nya bagi kami orang percaya. Sekarang saya siap untuk mati bagi Dia.&quot; Dapat dibayangkan betapa anehnya situasi pada saat itu, seorang wanita bertubuh kecil dengan tinggi badan di bawah 130 cm mencoba menghadang massa yang sedang mengamuk. Ada yang berusaha untuk membunuhnya tetapi dapat dihalang oleh yang lain. Lottie tidak pernah meninggalkan Jemaat yang sedang dianiaya, ia berada bersama mereka sampai penganiayaan itu berhenti. Salah seorang Jemaat, Dan Ho-Bang diikat ke batang kayu dan dipukul oleh kerabatnya setelah ia menolak untuk menyembah leluhurnya. Tetapi tidak kira apa yang dilakukan ke atasnya ia tetap menolak. Seperti yang selalu terjadi setelah penganiayaan, banyak orang yang bertobat termasuk orang yang menganiaya karena mereka melihat ketabahan dan kesetiaan orang-orang percaya. Dan Jemaat di Shaling, menjadi yang gereja yang kuat dan melakukan banyak penginjilan ke daerah sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Revolusi China bermula di musim gugur tahun 1911, Lottie yang sudah berusia 71 tahun pada waktu itu menolak untuk mengevakuasi diri namun malah berangkat menuju zona perang. Ia ingin memulai pelayanan medis untuk menangani korban perang di kota Huanghsien. Periode itu merupakan permulaan dari kelaparan yang berkepanjangan, diiringi oleh tersebarnya berbagai wabah penyakit. Pada waktu itu dana misi sudah tidak lagi tersedia dan Lottie harus menggunakan uangnya sendiri untuk menopang pelayanan. Lottie telah melihat dirinya sebagai orang China, tidak ada lagi tembok yang memisahkan dia dari orang yang dilayaninya. Melihat orang yang kelaparan dan tidak memiliki cukup dana untuk membantu, Lottie sendiri seringkali mengalami kelaparan bersama-sama dengan orang-orang Kristen yang ada di sekitarnya. Pada musim panas tahun 1912, fisiknya mulai melemah. Saat dibawa ke rumah sakit Baptis yang baru dibangun di China, doktor yang merawatnya menyimpulkan bahwa Lottie yang berat badannya hanya 24kg mengalami kelaparan yang sungguh parah. Diputuskan bahwa  Lottie harus segera dibawa pulang ke Amerika. Pada tanggal 12 December 1912 ditemani oleh seorang perawat, Lottie meninggalkan China dari pelabuhan di Shanghai. Tetapi dua belas hari kemudian, saat kapal sedang berlabuh di Kobe, Jepang, Lottie menghembuskan nafasnya yang terakhir, satu hari sebelum natal 1912.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semangat dan pengorbanan Lottie Moon tetap dikenang sampai hari ini lewat Lottie Moon Christmas Offering yang diselenggarakan setiap tahun oleh gereja-gereja Southern Baptist di Amerika Serikat. Dana yang terkumpul sejak pertama kali diselenggarakan telah mencapai miliaran rupiah yang semuanya dipakai untuk mendanai misi pelayanan. Sembilan puluh lima tahun setelah Lottie meninggalkan dunia ini, setiap tahun menjelang Natal namanya tetap dapat membangkitkan semangat umat Kristen untuk turut mengambil bagian dalam pengabaran Injil di seluruh dunia.
&lt;br /&gt;
Sumber: Cahaya Pengharapan Ministries www.cahayapengharapan.org&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/feeds/4909821318826478220/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2014/04/setan-asing-menjadi-wanita-kue.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/4909821318826478220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/4909821318826478220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2014/04/setan-asing-menjadi-wanita-kue.html' title='&#39;Setan Asing&#39; menjadi Wanita Kue'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13051343719901617193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcDd9kqiZkBXe1tuuaF6TJMkZ1nQbv-czDOzdtu_1fLAtQXGTylEMTyz-kvmd39mWDUks-609M36KTuXsbl4fXWSgKBHjJJlVZrVolDF3fx84Wz50FmjgPDYrTtBHAjA/s220/578310_371480026238583_1911221596_n%25255B1%25255D.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6bA0X70IKD0rUTtmAzTSh-UuMbP4bu6DBrnHMkEzMeSJCZqT_tvQtYKvUklr8TKKuzNeLHeAQ564SlJktVKdT2ELgFq3fttjFV7D1uJt4aIGpt3kJhoTsAVFHNaiXuVK77BE528lEXqA/s72-c/cookie.lady.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8386962472183400765.post-2154309720505386674</id><published>2013-07-10T22:32:00.000+07:00</published><updated>2013-07-10T22:32:00.607+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Refleksi Hidup"/><title type='text'>Kerja Adalah Sebuah Kehormatan</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Seorang pemuda yang sedang lapar pergi menuju restoran jalanan dan ia 
pun menyantap makanan yang telah dipesan. Saat pemuda itu makan 
datanglah seorang anak kecil laki-laki menjajakan kue kepada pemuda 
tersebut, “Pak, mau beli kue, Pak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirl_GnGnYMSwhcmL1Q8_OQkGe8P0WgqnEh6DNSb1qCSE9eitaNiN0jHotsC0AQ_xv4MQ-QtA_Ws7_Uf2V9n0J3uzJEJSUrmVWecetiU3YhvX6QC9DvsM-fjyMCSNoSgMu2Z81649aSZC4/s1600/anak+penjual+kue.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirl_GnGnYMSwhcmL1Q8_OQkGe8P0WgqnEh6DNSb1qCSE9eitaNiN0jHotsC0AQ_xv4MQ-QtA_Ws7_Uf2V9n0J3uzJEJSUrmVWecetiU3YhvX6QC9DvsM-fjyMCSNoSgMu2Z81649aSZC4/s1600/anak+penjual+kue.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Dengan ramah pemuda yang 
sedang makan menjawab “Tidak, saya sedang makan”. Anak kecil tersebut 
tidaklah berputus asa dengan tawaran pertama. Ia tawarkan lagi kue 
setelah pemuda itu selesai makan, pemuda tersebut menjawab “tidak dik, 
saya sudah kenyang”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah pemuda itu membayar kekasir dan 
beranjak pergi dari warung kaki lima, anak kecil penjaja kue tidak 
menyerah dengan usahanya yang sudah hampir seharian menjajakan kue 
buatan bunda. Mungkin anak kecil ini berpikir “Saya coba lagi tawarkan 
kue ini kepada bapak itu, siapa tahu kue ini dijadikan oleh-oleh buat 
orang dirumah”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah sebuah usaha yang gigih membantu 
ibunda untuk menyambung kehidupan yang serba pas-pasan ini. Saat pemuda 
tadi beranjak pergi dari warung tersebut anak kecil penjaja kue 
menawarkan ketiga kali kue dagangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pak mau beli kue saya?”, 
pemuda yang ditawarkan jadi risih juga untuk menolak yang ketiga 
kalinya, kemudian ia keluarkan uang Rp. 1.500,00 dari dompet dan ia 
berikan sebagai sedekah saja. “Dik ini uang saya kasih, kuenya nggak 
usah saya ambil, anggap saja ini sedekahan dari saya buat adik”. Lalu 
uang yang diberikan pemuda itu ia ambil dan diberikan kepada pengemis 
yang sedang meminta-minta. Pemuda tadi jadi bingung, lho ini anak 
dikasih uang kok malah dikasih kepada orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kamu 
berikan uang tersebut, kenapa tidak kamu ambil?” Anak kecil penjaja kue 
tersenyum lugu menjawab, “Saya sudah berjanji sama ibu dirumah ingin 
menjualkan kue buatan ibu, bukan jadi pengemis, dan saya akan bangga 
pulang kerumah bertemu ibu kalau kue buatan ibu terjual habis. Dan uang 
yang saya berikan kepada ibu hasil usaha kerja keras saya. Ibu saya 
tidak suka saya jadi pengemis”. Pemuda tadi jadi terkagum dengan 
kata-kata yang diucapkan anak kecil penjaja kue yang masih sangat kecil 
buat ukuran seorang anak yang sudah punya etos kerja bahwa “kerja itu 
adalah sebuah kehormatan”, kalau dia tidak sukses bekerja menjajakan 
kue, ia berpikir kehormatan kerja dihadapan ibunya mempunyai nilai yang 
kurang, dan suatu pantangan bagi ibunya, anaknya menjadi pengemis, ia 
ingin setiap ia pulang kerumah ibu tersenyum menyambut kedatangannya dan
 senyuman bunda yang tulus ia balas dengan kerja yang terbaik dan 
menghasilkan uang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian pemuda tadi memborong semua kue yang 
dijajakan lelaki kecil, bukan karena ia kasihan, bukan karena ia lapar 
tapi karena prinsip yang dimiliki oleh anak kecil itu &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;“kerja adalah sebuah kehormatan”&lt;/span&gt; ia akan mendapatkan uang kalau ia sudah bekerja dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penulis : Ruddy Suryadharma&lt;br /&gt;
Sumber : http://groups.yahoo.com/group/Tauziyah/message/19176&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/feeds/2154309720505386674/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2013/07/kerja-adalah-sebuah-kehormatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/2154309720505386674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/2154309720505386674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2013/07/kerja-adalah-sebuah-kehormatan.html' title='Kerja Adalah Sebuah Kehormatan'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13051343719901617193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcDd9kqiZkBXe1tuuaF6TJMkZ1nQbv-czDOzdtu_1fLAtQXGTylEMTyz-kvmd39mWDUks-609M36KTuXsbl4fXWSgKBHjJJlVZrVolDF3fx84Wz50FmjgPDYrTtBHAjA/s220/578310_371480026238583_1911221596_n%25255B1%25255D.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirl_GnGnYMSwhcmL1Q8_OQkGe8P0WgqnEh6DNSb1qCSE9eitaNiN0jHotsC0AQ_xv4MQ-QtA_Ws7_Uf2V9n0J3uzJEJSUrmVWecetiU3YhvX6QC9DvsM-fjyMCSNoSgMu2Z81649aSZC4/s72-c/anak+penjual+kue.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8386962472183400765.post-7483942188865495254</id><published>2013-07-08T07:00:00.000+07:00</published><updated>2013-07-08T07:00:14.819+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Refleksi Hidup"/><title type='text'>Semua Berawal Dari Satu</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jumlah satu itu sedikit atau banyak? Tergantung satu apa? Satu rupiah 
sedikit. Satu juta rupiah banyak. Satu menit sebentar. Satu hari 
lumayan. Satu tahun waktu yang lama. Apalagi satu abad. Satu butir nasi 
apalah artinya. Satu piring nasi barulah namanya makan. Satu bakul nasi 
jatah 4 atau 5 orang. Sekali lagi, tergantung satu apa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada 
masanya, satu talenta bukan jumlah yang sedikit. Bahkan sesungguhnya, 
sangat besar. Talenta adalah satuan (berat) uang Yunani yang tertinggi 
nilainya. Dengan satu talenta saja, orang sudah bisa membeli 200 ekor 
lembu! Masing-masing hamba memang diberi jumlah talenta yang berbeda. 
Tetapi yang paling sedikit pun tetap berjumlah besar. Jadi, tidak ada 
alasan untuk memendamnya. Tidak ada alasan untuk berkata &quot;tidak cukup&quot;. 
Bagaimana kalau masih dipendam juga? Tidak ada penyebab lain lagi, 
selain kenyataan bahwa ia adalah &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;hamba yang malas&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;!. Ia mengira jumlah satu itu sedikit dan tak ada artinya memiliki hanya satu talenta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita pun sering begitu. Mengira satu itu kecil! Apalah artinya? Padahal tidak. &lt;br /&gt;
Satu senyuman memulai sebuah persahabatan. &lt;br /&gt;
Satu nyanyian ikut mencipta suasana romantis. &lt;br /&gt;
Satu tepukan di pundak mampu memompa semangat. &lt;br /&gt;
Satu bintang dapat memandu pelaut. &lt;br /&gt;
Satu hak- suara sanggup mengubah wajah suatu bangsa. &lt;br /&gt;
Satu langkah menjadi awal sebuah perjalanan panjang. &lt;br /&gt;
Satu kata mengawali sebuah doa. &lt;br /&gt;
Satu orang diri Anda berharga di mata-Nya. &lt;br /&gt;
Satu
 orang beriman bisa menghantar 10, 100, bahkan 1.000 orang untuk 
mengenal Tuhan. Satu peran menjadikan sebuah pelayanan lengkap. Jadi, 
mengapa tidak mulai dari yang satu itu?&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiazOCiqNc6sLyVd3s8e6hol67XZVvsQAqzO-svwJYkAACwPC0l336c4pPcla4rUyBpezE-8F1e1qdO0OUAx_qDY_MBWb4GNTnREC7vRo1UMh2m9Ht-qkydDczNJe-JBhzN23mumJ0UuUs/s400/tumblr_lk820fDrWt1qjvvu4o1_500.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiazOCiqNc6sLyVd3s8e6hol67XZVvsQAqzO-svwJYkAACwPC0l336c4pPcla4rUyBpezE-8F1e1qdO0OUAx_qDY_MBWb4GNTnREC7vRo1UMh2m9Ht-qkydDczNJe-JBhzN23mumJ0UuUs/s1600/tumblr_lk820fDrWt1qjvvu4o1_500.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;SEMUA ANGKA LAIN BERAWAL DARI ANGKA SATU, SEMUA MIMPI BESAR DIMULAI OLEH SATU TINDAKAN KECIL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penulis : Pipi Agus Dhali&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/feeds/7483942188865495254/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2013/07/semua-berawal-dari-satu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/7483942188865495254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/7483942188865495254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2013/07/semua-berawal-dari-satu.html' title='Semua Berawal Dari Satu'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13051343719901617193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcDd9kqiZkBXe1tuuaF6TJMkZ1nQbv-czDOzdtu_1fLAtQXGTylEMTyz-kvmd39mWDUks-609M36KTuXsbl4fXWSgKBHjJJlVZrVolDF3fx84Wz50FmjgPDYrTtBHAjA/s220/578310_371480026238583_1911221596_n%25255B1%25255D.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiazOCiqNc6sLyVd3s8e6hol67XZVvsQAqzO-svwJYkAACwPC0l336c4pPcla4rUyBpezE-8F1e1qdO0OUAx_qDY_MBWb4GNTnREC7vRo1UMh2m9Ht-qkydDczNJe-JBhzN23mumJ0UuUs/s72-c/tumblr_lk820fDrWt1qjvvu4o1_500.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8386962472183400765.post-7828473222471553875</id><published>2013-07-07T22:54:00.002+07:00</published><updated>2013-07-07T22:54:15.789+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Refleksi Hidup"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Yohanes"/><title type='text'>Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan?</title><content type='html'>&lt;i&gt;...Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. ~ I Yoh.5:14&lt;/i&gt;&lt;div class=&quot;forTexts&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Janji Tuhan adalah semua permintaan kita pasti akan Ia kabulkan jika kita meminta menurut kehendak-Nya. Hal ini jelas tertera di 1 Yohanes 5:14, Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya... Berarti jika kita meminta sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya, doa kita 100% akan dikabulkan. Itu janji dan jaminan yang telah diberikan dalam Kitab Suci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, syarat yang harus dipenuhi untuk doa kita dijawab hanyalah satu yaitu harus meminta sesuai dengan kehendak-Nya. Maka pertanyaan yang penting di sini adalah apa itu kehendak Tuhan? Atau bagaimana kita tahu apa kehendak-Nya? Bagaimana kita mencari kehendak Dia? Apakah pernah ada orang yang mewujudkan janji ini sebagai satu realitas di dalam kehidupannya? Adakah orang yang begitu mengenal kehendak Tuhan sehingga setiap hal yang ia doakan itu sesuai dengan kehendak-Nya dan karena itu setiap doanya dikabulkan tanpa ada satu pun yang tidak terkabul?&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhA_-g_rv1zlGMxZ0aij8zEXftPUmBLOHKZQW87e6VYFR2_xsbIJOB09LN28iSfkKYVgdVEYQcUaRTxWsswOsSk0Zdbp0EgjY8gWHhDxjmrdOD1vTQ09FQVsRqBuXgi9W2IxBFp1GBN6NKu/s1600/Bagaimana+Mengetahui+Kehendak+Tuhan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;261&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhA_-g_rv1zlGMxZ0aij8zEXftPUmBLOHKZQW87e6VYFR2_xsbIJOB09LN28iSfkKYVgdVEYQcUaRTxWsswOsSk0Zdbp0EgjY8gWHhDxjmrdOD1vTQ09FQVsRqBuXgi9W2IxBFp1GBN6NKu/s400/Bagaimana+Mengetahui+Kehendak+Tuhan.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
George Mueller, raksasa iman yang hidup di Inggris di tahun 1800an, menulis di akhir hayatnya bahwa hampir 100% dari semua doa yang pernah dipanjatnya kepada Tuhan terjawab. Mueller adalah seorang yang sangat teliti dalam membuat catatan, setiap hal yang ia pinta dari Tuhan akan ia catatkan. Ia mengenal Tuhan selama 69 tahun dan 10 bulan dan dalam jangka waktu itu lebih dari 50,000 doanya yang  terjawab.  Sebelum ia meninggal, ia menulis bahwa hanya satu dari semua doa di sepanjang hidupnya yang belum terjawab. Dan doa itu adalah mengenai seorang yang Mueller doakan agar ia memberikan diri kepada Tuhan, saat Mueller meninggal pada usia 93 tahun, doa ini masih belum dikabulkan. Tetapi setelah kematian Mueller, orang ini akhirnya bertobat dan memberikan diri kepada Kristus. Jadi Mueller meninggal dunia tanpa mengetahui bahwa sebenarnya 1oo% dari semua hal yang pernah ia pinta dari Tuhan telah dikabulkan.  Satu rekod yang saya kira sangat sulit untuk ditandingi.  Berdasarkan rekodnya yang 100% kita harus menyimpulkan bahwa semua yang Mueller doakan itu pastilah sesuai dengan kehendak Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;
Selanjutnya kita mau bertanya bagaimanakah Mueller tahu apa itu kehendak 
  Tuhan? Henry Blackaby dalam bukunya &lt;i&gt;Experiencing God&lt;/i&gt; mengutip 
  dari George Mueller yang menyebutkan beberapa hal yang membantunya. 
  Mueller menyimpulkan cara ia masuk ke dalam satu hubungan intim dengan 
  Tuhan dan bagaimana ia belajar untuk mendengar suara Tuhan:&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Langkah awal adalah memastikan hati saya dalam kondisi di mana saya 
  sama sekali tidak mempunyai kehendak diri dalam hubungan dengan hal yang 
  didoakan. 90% dari masalah kebanyakan orang bermula di sini. 90% dari 
  kesulitan sudah teratasi saat hati kita siap untuk melakukan apa yang 
  akan menjadi kehendak-Nya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setelah melakukan ini, saya tidak membiarkan perasaan atau kesan 
  sederhana yang memutuskan. Jika demikian saya besar kemungkinan akan 
  disesatkan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Saya mencari kehendak Roh Allah melalui, atau dalam hubungan dengan 
  firman Tuhan. Roh dan Firman harus disatukan. Jika saya memandang kepada 
  Roh tanpa Firman, saya membuka diri kepada penyesatan juga. Jika Roh 
  Kudus memimpin kita, Ia akan melakukannya sesuai dengan Kitab Suci dan 
  tidak pernah akan bertentangan dengan Kitab Suci.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selanjutnya, saya akan mempertimbangkan keadaan atau situasi yang 
  telah Tuhan atur. Hal ini seringkali dengan jelas menunjukkan kehendak 
  Tuhan seiring dengan Firman dan Roh-Nya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Saya meminta Tuhan dalam doa untuk menyingkapkan kehendak-Nya 
  kepada saya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dengan demikian, 1. melalui doa kepada Tuhan 2. studi akan 
firman Tuhan, dan 3. renungan, saya tiba kepada satu keputusan sesuai 
dengan 
  kemampuan dan pengetahuan terbaik saya, dan jika setelah itu saya 
merasa 
  damai, dan damai itu terus ada setelah dua atau tiga kali saya berdoa 
  kepada Tuhan, saya akan menjalankannya.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;margin-left: .5in; text-autospace: none; text-indent: -.25in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-autospace: none;&quot;&gt;
George Mueller juga 
  berkata bahwa hal-hal yang akan membuatkan keliru dalam mengenal 
  kehendak Tuhan adalah saat:&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Hatinya kurang jujur&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kurangnya ketulusan di hadapan Tuhan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak sabar menanti jawaban dari Tuhan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lebih memilih nasihat manusia ketimbang pernyataan dari Kitab Suci&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Saat kita membaca bagaimana Mueller mencari kehendak Tuhan, dapat kita simpulkan bahwa mencari kehendak Tuhan itu bukanlah satu metode yang dapat kita terapkan tanpa terlebih dahulu kita menangani siapa kita dan juga sikap hati kita di hadapan Tuhan. Para penulis kisah hidup Mueller menyimpulkan bahwa Mueller memiliki dua atribut yang menonjol. Pertama, ia senantiasa menjaga agar hati nuraninya bersih, tak ternoda dan ia juga tidak akan mengikuti jalan yang ia tahu berlawanan dengan pemikiran Allah. Kedua, kesukaannya yang utama adalah Kitab Suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali seperti yang dikatakan Mueller, hal yang membuat kita tidak dapat mengenal atau mengetahui kehendak Tuhan adalah karena kita dibutakan atau dikuasai oleh kehendak diri. Selagi kita masih berpegang pada kehendak diri, selama itulah kita tidak akan mengetahui apa itu kehendak Tuhan. Kehendak Tuhan hanyalah diketahui oleh orang yang hidupnya sepenuhnya berpusat pada Tuhan dan tidak lagi berpusat pada diri dan kepentingannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkatnya saya kira dapatlah kita simpulkan bahwa kehendak Tuhan itu tidak akan diketahui oleh semua orang melainkan orang yang penyerahannya kepada Tuhan adalah total, di mana kehidupannya adalah sesuai dengan firman Tuhan. Itulah janji Yesus, &quot;Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya... Yoh 15:7&quot;.&lt;div class=&quot;forTexts&quot; style=&quot;text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Sumber: Cahaya Pengharapan Ministries www.cahayapengharapan.org&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/feeds/7828473222471553875/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2013/07/bagaimana-mengetahui-kehendak-tuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/7828473222471553875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/7828473222471553875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2013/07/bagaimana-mengetahui-kehendak-tuhan.html' title='Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan?'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13051343719901617193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcDd9kqiZkBXe1tuuaF6TJMkZ1nQbv-czDOzdtu_1fLAtQXGTylEMTyz-kvmd39mWDUks-609M36KTuXsbl4fXWSgKBHjJJlVZrVolDF3fx84Wz50FmjgPDYrTtBHAjA/s220/578310_371480026238583_1911221596_n%25255B1%25255D.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhA_-g_rv1zlGMxZ0aij8zEXftPUmBLOHKZQW87e6VYFR2_xsbIJOB09LN28iSfkKYVgdVEYQcUaRTxWsswOsSk0Zdbp0EgjY8gWHhDxjmrdOD1vTQ09FQVsRqBuXgi9W2IxBFp1GBN6NKu/s72-c/Bagaimana+Mengetahui+Kehendak+Tuhan.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8386962472183400765.post-4808116728725836226</id><published>2013-07-07T22:48:00.000+07:00</published><updated>2013-07-07T22:48:11.269+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Matius"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mazmur"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan Harian"/><title type='text'>Melepaskan Pengampunan - Renungan Harian</title><content type='html'>Baca: &lt;b&gt;Matius 18:21-35&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai ia melunasi utangnya. (Matius 18:30)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bacaan Alkitab Setahun:&lt;br /&gt;
Mazmur 72-77&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada zaman itu, orang yang tidak mampu membayar utang dapat menanggung akibat yang buruk. Orang yang meminjaminya uang dapat menangkapnya dan memaksa dia bekerja untuk membayar utang itu sampai lunas. Orang yang berutang itu juga dapat dipenjarakan atau keluarganya dijual sebagai budak untuk membantu membayar utangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang
 berutang sepuluh ribu talenta (senilai 60 juta dinar atau sekitar Rp&amp;nbsp; 3
 triliun) itu juga harus siap menerima hukuman karena tidak mampu 
melunasi utang. Orang itu memohon-mohon, agar raja mau bersabar 
kepadanya. Raja tergerak hatinya. Bukan hanya menunda pelunasan utang 
itu, ia bahkan membebaskan dan menghapuskan seluruh utang itu (ay. 27). 
Tetapi, orang itu kemudian menunjukkan sikap bengis kepada kawan yang 
berutang “hanya seratus dinar (senilai sekitar Rp 5 juta)” kepadanya. 
Sekalipun kawan itu memohon kesabarannya, ia menolak dan menjebloskan 
orang itu ke dalam penjara sampai mampu melunasi utang (ay. 30). Tragis,
 bukan?&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgajy2a672SigtxMxM5ih8_n4xqPw3DboSLjlgGPYHOsHerVemlury84u1HlMwBUWXn4pmkB19ghl02ccVwO605_HuYDTiKHHJE3PIhE6Q7Ju8taPI4k_0kTBZEuUROZU-c9Ld7FNuGUvgD/s1600/pengampunan-shake-hand.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;160&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgajy2a672SigtxMxM5ih8_n4xqPw3DboSLjlgGPYHOsHerVemlury84u1HlMwBUWXn4pmkB19ghl02ccVwO605_HuYDTiKHHJE3PIhE6Q7Ju8taPI4k_0kTBZEuUROZU-c9Ld7FNuGUvgD/s400/pengampunan-shake-hand.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kita mengasihi seseorang seperti Kristus mengasihi 
kita, kita akan bersedia mengampuninya. Jika kita sudah mengalami kasih 
karunia Allah, kita akan meneruskannya kepada orang lain. Dengan 
menyadari bahwa Yesus telah mengampuni utang dosa kita sepenuhnya, kita 
memiliki motivasi yang kuat untuk mengampuni kesalahan dan pelanggaran 
orang lain. Bila kita tidak mengampuni orang lain, berarti kita 
menempatkan diri di atas dan di luar hukum kasih Kristus. Jadi, 
bersediakah kita mengampuni siapa saja yang telah melukai hati kita?–SYS&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
YESUS TELAH MEMBAYAR LUNAS DOSA DAN PELANGGARAN KITA.&lt;br /&gt;
APAKAH KITA MENERUSKAN KARUNIA ALLAH INI UNTUK ORANG LAIN?&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sumber: [  ] -- www.renunganharian.net&lt;/b&gt; </content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/feeds/4808116728725836226/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2013/07/melepaskan-pengampunan-renungan-harian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/4808116728725836226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8386962472183400765/posts/default/4808116728725836226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanpendeta.blogspot.com/2013/07/melepaskan-pengampunan-renungan-harian.html' title='Melepaskan Pengampunan - Renungan Harian'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13051343719901617193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcDd9kqiZkBXe1tuuaF6TJMkZ1nQbv-czDOzdtu_1fLAtQXGTylEMTyz-kvmd39mWDUks-609M36KTuXsbl4fXWSgKBHjJJlVZrVolDF3fx84Wz50FmjgPDYrTtBHAjA/s220/578310_371480026238583_1911221596_n%25255B1%25255D.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgajy2a672SigtxMxM5ih8_n4xqPw3DboSLjlgGPYHOsHerVemlury84u1HlMwBUWXn4pmkB19ghl02ccVwO605_HuYDTiKHHJE3PIhE6Q7Ju8taPI4k_0kTBZEuUROZU-c9Ld7FNuGUvgD/s72-c/pengampunan-shake-hand.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>