<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Perempuan Langit</title><description></description><managingEditor>noreply@blogger.com (Perempuan Langit)</managingEditor><pubDate>Fri, 14 Feb 2025 16:38:42 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">255</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://akuperempuanlangit.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Ketika Yang Tersisa Hanyalah Air Mata</title><link>http://akuperempuanlangit.blogspot.com/2017/04/ketika-yang-tersisa-hanyalah-air-mata.html</link><category>Catatan Hati</category><category>Catatan Kecil</category><category>Puisi</category><author>noreply@blogger.com (Nunna)</author><pubDate>Sat, 22 Apr 2017 12:13:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1935449949930141257.post-6629386387528797121</guid><description>
Hey kamu...
Iya kamu...

Kamu yang dulu datang lagi dalam hidupku
dengan janji tuk tak lagi menghadirkan air mata di wajahku
dengan janji untuk selalu menggenggam tanganku di saat saat terburuk dan terbaik kita
dengan keyakinan mengambil tanggung jawab atas namaku di dunia ini

Iya kamu...

Kamu yang begitu aku bela disaat seisi dunia meragukan hubungan kita yang terajut kembali
Kamu yang selalu</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kubisikkan Rinduku Pada Buih Ombak</title><link>http://akuperempuanlangit.blogspot.com/2017/04/kubisikkan-rinduku-pada-buih-ombak.html</link><category>Catatan Hati</category><category>Catatan Kecil</category><category>Puisi</category><author>noreply@blogger.com (Nunna)</author><pubDate>Thu, 13 Apr 2017 16:01:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1935449949930141257.post-4599377294490596819</guid><description>Kali ini aku menekuri jejak jejak kenangan kita
Tapi kali ini hanya ada aku
Kali ini tangan ini tak lagi ada dalam genggaman tanganmu

Mereka selalu berkata
"Jangan tinggalkan apapun selain kenangan"
Dan bersamamu, kita berdua benar benar melakukannya
Di kota ini, di pulau ini...
Di setiap titik yang kujejaki saat ini
Gambaran kita muncul seperti proyeksi kumparan seluloid

Saat hanya tanganku </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sesaat Sebelum Tiada </title><link>http://akuperempuanlangit.blogspot.com/2017/04/sesaat-sebelum-tiada.html</link><category>Catatan Hati</category><category>Catatan Kecil</category><category>Puisi</category><author>noreply@blogger.com (Nunna)</author><pubDate>Thu, 13 Apr 2017 15:49:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1935449949930141257.post-7702090806717433651</guid><description>Apa yang mungkin terjadi padaku
saat ku tercerabut dari sisimu?
Kosong?
Sepi?
Gamang?
Katakanlah itu semua terjadi padaku saat ini
tapi kalikan sakitnya 100x
Berlebihan kah?
Sepertinya tidak...
Karena hidup denganmu membuatku tahu banyak hal dan rasa
Dan saat semua itu hilang meski hanya sementara
Entah mengapa rasanya begitu kosong
Tak kurasakan tawa yang tulus
Tak kutemukan sedih yang terlalu
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Aku Cuma Punya Hati - Song Lyrics</title><link>http://akuperempuanlangit.blogspot.com/2016/12/aku-cuma-punya-hati-song-lyrics.html</link><category>Lagu</category><author>noreply@blogger.com (Nunna)</author><pubDate>Tue, 20 Dec 2016 11:32:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1935449949930141257.post-6101605178373753529</guid><description>
dulu saat ku siap mati untukmukamu tak pernah menganggap aku hidupdulu saat semua ingin ku pertaruhkankamu tak pernah percaya cinta sejatiku

aku cuma punya hatitapi kamu mungkin tak pakai hati

kamu berbohong aku pun percayakamu lukai ku tak pedulicoba kau pikir dimana ada cinta seperti ini

kau tinggalkan aku ku tetap di sinikau dengan yang lain ku tetap setiatak usah tanyakan apa aku cuma </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>RAHASIAMU</title><link>http://akuperempuanlangit.blogspot.com/2016/12/rahasiamu.html</link><category>Catatan Kecil</category><category>Puisi</category><author>noreply@blogger.com (Nunna)</author><pubDate>Thu, 8 Dec 2016 09:00:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1935449949930141257.post-7099054514308533687</guid><description>
Luka seperti apa yang kau simpan
Kebencian sebesar apa yang kau tutupi
Sehingga yang kau beri hanya diam dan kebekuan

Aku benci jeda di antara kita
Aku benci diammu

Tak bisakah kau sekedar meledakkan amarahmu
Atau mungkin aku hanya takut
Jika ternyata lukamu dan amarahmu

Ternyata karnaku

Perempuan Langit, Surabaya 2016</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tak Berjejak</title><link>http://akuperempuanlangit.blogspot.com/2016/12/tak-berjejak.html</link><category>Catatan Hati</category><category>Catatan Kecil</category><category>Puisi</category><author>noreply@blogger.com (Nunna)</author><pubDate>Thu, 8 Dec 2016 08:20:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1935449949930141257.post-1712968044740698701</guid><description>
Lepas Subuh itu aku menantikan secercah cahaya
yang menyeruak di antara debur ombak
Cahaya yang menyibak jejak langkah demi langkah
yang kau tinggalkan semalam

Namun...
Hingga terik ini menusuk kulit tak kutemukan jejak itu
Jejakmu...
Mereka hilang seperti dirimu...

Kau datang dan pergi dalam diam
Hanya meninggalkan bayangan hitam
Bahkan dalam pekat malam, bayangmu jauh lebih pekat

Sepekat </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Perempuan...</title><link>http://akuperempuanlangit.blogspot.com/2016/04/perempuan.html</link><category>Catatan Hati</category><category>Puisi</category><author>noreply@blogger.com (Nunna)</author><pubDate>Wed, 20 Apr 2016 10:00:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1935449949930141257.post-5138554530805795046</guid><description>


Perempuan...Ia diajarkan untuk memiliki hati seluas samuderaYang memiliki ribuan sediaan ruang untuk menyimpan kata maaf dari mereka yang menyakitinyaYang memiliki jutaan senyum bagi mereka yang ia sayangi



Perempuan...Ia diajarkan untuk menjadi rumah yang nyaman untuk pulangTempat yang teduh untuk kembaliHingga ia dapat begitu saja memeluk hangat mereka dulu pergi dan jejakkan luka padanya
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhd3EN4pFvGL-y3jt349sKQE4TsIedy6X99_nlhLPoAxXjgmR6POyujgihv8Nc78Q2U7OsPWZ0tSjQHrohiHeQNCzDH3norcNUzCz__dYiSaebYj8tRoBEMZAxDFaIn16C6QKw_Gtl6yR4/s72-c/19662_1225831879056_4191612_n.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Ia Masih Menunggunya... </title><link>http://akuperempuanlangit.blogspot.com/2015/11/ia-masih-menunggunya.html</link><category>Puisi</category><author>noreply@blogger.com (Nunna)</author><pubDate>Sun, 22 Nov 2015 03:03:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1935449949930141257.post-5530211117226976907</guid><description>Perempuan itu masih menunggu lelakinya...
Menunggu lelakinya menunaikan janji untuk bertemu dengannya
Menunggu lelakinya menunaikan janji untuk membasuh air matanya
Menunggu lelakinya menunaikan janji untuk menghilangkan resah dan rindunya
Menunggu lelakinya menunaikan janji menghapus sedihnya...
Ia masih menunggunya 
Bahkan di penghujung malam
Saat lelakinya datang tak sebahagia dahulu
Ia masih </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgN774eZuS1TGEeAFd9SXLImqkuuEfAKxQgkD8oskCTfJByGwt8_OoZElUPYrcTldSueZWv8Q59MW8v0NjBDusGMxvxgJ7UAsznguTjqadmpUz8Z8wR_B_Trc_NLwyzTtLwibgkSrM-2h4/s72-c/UHsnYsJNqIw4GY_uJofPv_nF0Y73W3RAnQLbA4Gd0pJgfB2XKQxrrtk9k9COMsM3WEp5mEMvDvnYIYn9KLA0kSZBxXSW6_MsDBbVqG0f%25253Dw470-h313-nc.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Hello Nove : Kulewatkan Hujan Pertamamu</title><link>http://akuperempuanlangit.blogspot.com/2015/11/hello-nove-kulewatkan-hujan-pertamamu.html</link><category>Catatan Kecil</category><author>noreply@blogger.com (Nunna)</author><pubDate>Tue, 3 Nov 2015 12:52:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1935449949930141257.post-3326084894479237940</guid><description>


Hello Nove...&amp;nbsp;

Kamu tahu jika aku selalu menantikan perjumpaan denganmu

Karena saat kita bertemu,&amp;nbsp;

sepahit apapun perjalananku&amp;nbsp;

semua luruh saat kita bertemu&amp;nbsp;

Kamu menggantinya dengan senyum dan debar dada yang berbeda



Hello Nove...&amp;nbsp;

Seperti aku merindukan hujan di bulan Juni

Aku selalu menantikan perjumpaan dengan hujan pertamamu

karna saat itulah kau </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZ9wN-bS0HstlGuVIuBHf_ducW7JChkVhgkBzXr0MZnmeJHNSrACLgGZfSqh1DKWw3vudRob0GlKGhj26Gmc3VzFuqEOZj68X7KictLRBSaty1BMO_2x3a3oR2bYQn-DpJmf2GutvnjPk/s72-c/Hujan-Ilustrasi.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hello November, Apa Kabarmu?</title><link>http://akuperempuanlangit.blogspot.com/2015/11/hello-november-let-start-new-day.html</link><category>Catatan Hati</category><category>Catatan Kecil</category><author>noreply@blogger.com (Nunna)</author><pubDate>Sun, 1 Nov 2015 00:56:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1935449949930141257.post-1558156428105614051</guid><description>
November....

Apa kabarmu? 
Ratusan hari kita tak pernah bertemu
Masihkah kau sedingin dahulu?
Masihkah kau menawarkanku letup letup berbeda di dada?

Aku selalu merindukan saat saat bertemu denganmu
Hujan dan tanah basah
Aroma kebahagiaan yang semerbak di setiap ujung jalan
Selalu memberiku alasan untuk tersenyum

November...
Aku merindukanmu 
Sama halnya merindukannya
Aku merindukan janjinya </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEho3n7fPhGd0G3k34VKCoPKtLOIMiNaCUQsc2vEn5Gr05apNJbTn4wGNjexIydjh_7AXAX0UT56WX7tULoBm8F29v-8nlbwWUMZKBN00jeNpG0OvqvSwvETs9RHbyQAGGBXh2f02WzYaBs/s72-c/images%252520%2525287%252529.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sabtu Malam yang Menyakitkan</title><link>http://akuperempuanlangit.blogspot.com/2015/10/sabtu-malam-yang-menyakitkan.html</link><category>Catatan Hati</category><category>Catatan Kecil</category><category>Puisi</category><author>noreply@blogger.com (Nunna)</author><pubDate>Sat, 24 Oct 2015 23:12:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1935449949930141257.post-2507256952891681597</guid><description>
Terbangun dengan tubuh dan mata memanas dan menyadari kau tak ada di sisiku, itu menyakitkan

Rasanya aku ingin terus terlelap dan bermimpi, 
agar tubuh ini terus kau dekap dalam mimpi

Aah... Mengapa malam minggu&amp;nbsp; selalu menjadi kelabu

Berjalan dalam riuhnya lalu lalang manusia
Dan menyadari kau tak ada menggenggam tanganku, itu menyakitkan...

Rasanya aku ingin menarikmu dalam gelap
Dan </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiN7EKEtznqASI_QJC8EGhFnYDzn4w_BHXPZY4iRxc0YDrTriYvvmYOW4PT6-KAEOYK1mxI4-QoY2q5_LO0j6wq3NstBcEGDje-7kdrQ2GT4wUSiQPpGMq5sRnXGXMLENoqc7Tr_TgxVrk/s72-c/IMG_20150915_014124.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Karma ini Menyakitkan</title><link>http://akuperempuanlangit.blogspot.com/2015/09/karma-ini-menyakitkan.html</link><category>Catatan Hati</category><author>noreply@blogger.com (Nunna)</author><pubDate>Wed, 9 Sep 2015 00:32:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1935449949930141257.post-8223854749548838681</guid><description>Kata orang karma itu tak ada
Hanya... 
Apa yang kau tabur itu yang kau tuai
Itu karma...
Dan melepasmu adalah dosa terbesarku
Bukan pada saat aku memilikimu
Sejenak ku pikir ini terbaik bagimu
Tapi mungkin saat itu aku terlalu pongah
Untuk bilang ini terbaik untukku
Dan, titik saat kini ku miliki semuanya
Semuanya... Tapi bukan kamu
Semuanya... Namun tak bisa memelukmu
Semuanya... 
Mungkin </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8LUw4z3_bT8jIgZmvFaNPPOrIzJRZ7ZLMgE6PinEFTeWRsmqlZ8-5rvZ1yJ66lGGpL2DNPdAPGz22TtTCITCxUGYjxCVg78C42Gh6IbuCD7hFC7fzTH4TAbkOwdJQKOPYHVGHzyGbH2M/s72-c/images.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Rumahmu</title><link>http://akuperempuanlangit.blogspot.com/2015/08/rumahmu.html</link><category>Catatan Hati</category><category>Catatan Kecil</category><author>noreply@blogger.com (Nunna)</author><pubDate>Mon, 31 Aug 2015 15:47:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1935449949930141257.post-65789310298608818</guid><description>Dan aku akan selalu menjadi rumahmu untuk pulang
Akan selalu kujaga pintu ini terbuka dan menerangi setiap langkah jalan menujunya...
Hingga gelap sepekat apapun tak akan membuatmu tersesat
Untuk kembali padaku
Rumahmu...
Gambar diambil dari http://neslihans.deviantart.com/art/waiting-for-you-141006560
    </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKvrzZEBaW5mPNgqrm9XVkRESxreur-I7TJVxVE9vS72QjEAq5pOgzo248sjd5GSqrpQB1uCLQNoCET4jb5LYQ0Abwqhkw0wyN577PtuWStkdnCw-GISllUIIy1BgEkXqs_SfEU-UgwGk/s72-c/5BftygeyqVaG-yhMzctFGV0RyTC67jCyXloDR6ZtUrl1McNIWGKbyJlXqp_yM2f7W9UpeejHMHKNhlKl8XGdR4tbqQOmX1_qpmF1Wc1BuimPE3ZkzQXULZIvbxnuHxHsKilpM6ONqc_Op0ghnA%25253Dw384-h384-nc.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Apa Harus Sebegini Sakitnya?</title><link>http://akuperempuanlangit.blogspot.com/2015/08/apa-harus-sebegini-sakitnya.html</link><category>Catatan Hati</category><category>Catatan Kecil</category><category>Catatan Renungan</category><author>noreply@blogger.com (Nunna)</author><pubDate>Tue, 25 Aug 2015 14:50:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1935449949930141257.post-2025372586654734120</guid><description>Sayang....

Ingatkah kau pada kisah Sri Rama?
masih ingat bagaimana ia meragukan kesucian Dewi Shinta?
masih terekam jelas pada memorimu bagaimana Dewi Shinta rela tubuhnya dijilat api untuk membuktikan kesuciannya

Sayang....
kalau hingga detik ini kamu meragukanku
meragukan kesungguhanku
meragukan cintaku
perlukah aku berlaku layaknya Dewi Shinta?
perlukah aku menyediakan tubuhku pada jilatan </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDH3NJUUHpifvpkNje_4bA_6uJqcljELxKzahsn9k8ONSBDFNJ59A8Rys-95eQiJKv8iw0OukQN-LlZDyrsTVZE0fhW3qfCUP_ZdDff1njjLfLmXn-fo-WkTxxGjzhZ5UaYvG9aLeScEs/s72-c/vrCzeY53B4_vL-iyUUHF0tLcVeP3aBhSmubI0dZWfeU6Yvp_7u4rMwHnNM-5n42dCwWSLpkeDH0ji3NJb_e51KyjsMRFVhTCuW3yzxNqc97lMLewtAUaqlTJbA%253Dw470-h313-nc.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Bukan Aku yang Kau Rindukan?</title><link>http://akuperempuanlangit.blogspot.com/2015/08/bukan-aku-yang-kau-rindukan.html</link><category>Catatan Hati</category><category>Puisi</category><author>noreply@blogger.com (Nunna)</author><pubDate>Sat, 22 Aug 2015 21:19:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1935449949930141257.post-5066143918926263716</guid><description>Entah mengapa kemarau malam ini&amp;nbsp;
Begitu dingin
Bahkan hembusan ringan anginnya begitu menusukku
Makin kueratkan dekapan tanganku di dada
Berdiri di sisi jalan ini, malam ini
Sesekali kupandang persimpangan jalan itu
Dan masih tak kutemukan siluet tubuhmu&amp;nbsp;

Aku menunggumu...
Sama seperti malam kemarin
Aku menunggumu pulang
Dingin malam ini tak lagi terasa dilawan rasa rindu

Aku </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDtwcZXO-K4wSawuN7j5n2MzS56fRDeY26t_naWchFa-arR9GMMdaVzNLBG04bQJKgd7CjX0TOF_PCVaPvgBcs4O3jOiD_4EmJVRG_bWE6w8uNelwgawtNZ1Zqr1_HZj1S03rSs-GHauA/s72-c/UHsnYsJNqIw4GY_uJofPv_nF0Y73W3RAnQLbA4Gd0pJgfB2XKQxrrtk9k9COMsM3WEp5mEMvDvnYIYn9KLA0kSZBxXSW6_MsDBbVqG0f%253Dw470-h313-nc.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Dia yang Tak Pernah Mengucap Cinta Padaku</title><link>http://akuperempuanlangit.blogspot.com/2015/07/dia-yang-tak-pernah-mengucap-cinta.html</link><category>Catatan Hati</category><category>Catatan Kecil</category><author>noreply@blogger.com (Nunna)</author><pubDate>Sun, 26 Jul 2015 17:26:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1935449949930141257.post-4539313172991254026</guid><description>Dia...
Iya dia... 
Dia yang menemaniku menari saat hujan senja kemarin
Dia yang memelukku dalam diam
Dia yang meraih tanganku dan mendekatkan ke dadanya
Dia...
Iya dia...
Dia yang selalu menyamakan langkahnya untuk sejajar denganku
Dia yang meraih tubuhku saat akan terjatuh
Dia yang menyediakan pundaknya untukku bersandar
Dia...
Iya dia...
Dia yang membuatku menggila karna rindu
Dia yang </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Yogya</title><link>http://akuperempuanlangit.blogspot.com/2015/07/yogya.html</link><category>Catatan Hati</category><category>Catatan Kecil</category><author>noreply@blogger.com (Nunna)</author><pubDate>Fri, 24 Jul 2015 15:37:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1935449949930141257.post-661943266475867094</guid><description>Kamu...
Selalu menjadi rumah untuk pulang
Selalu menjadi obat membasuh luka
Selalu menjadi ceruk untuk mengubur kenangan buruk
Kamu...
Selalu punya cara menerimaku kembali
Selalu punya alasan untuk membuatku tersenyum
Selalu punya cerita indah untuk ku bawa pergi
Kamu...
Yogya. 
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Firasat</title><link>http://akuperempuanlangit.blogspot.com/2015/07/firasat.html</link><category>Catatan Hati</category><category>Catatan Kecil</category><category>Puisi</category><author>noreply@blogger.com (Nunna)</author><pubDate>Wed, 22 Jul 2015 22:10:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1935449949930141257.post-1780843649360568695</guid><description>
Gelisah dan rasa sesak di dada.
Aku menyebutnya firasat... 
Mungkin kau bahasakan berbeda
Tapi yah...

Sesaknya dada ini tak datang karena sekedar gelisah
Bukan pula karna rindu
Atau romansa menggebu

Dan apa yang kusebut firasat ini Tak pernah tiba di masa yang salah
Tak pernah hadir bagi pertanda yang nisbi

Apa masih kau tepis terus firasat ini?
Jumawamu membuat sesaknya dadaku kian menjadi
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Aku Masih Mencintainya (Dear June #9)</title><link>http://akuperempuanlangit.blogspot.com/2015/07/aku-masih-mencintainya-dear-june-9.html</link><category>Catatan Hati</category><category>Catatan Kecil</category><category>Puisi</category><author>noreply@blogger.com (Nunna)</author><pubDate>Tue, 21 Jul 2015 20:06:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1935449949930141257.post-2600183979947416216</guid><description>
June...
Mengapa gelap sekali di sini
Apa aku sudah mati June?

sepertinya tidak?
dada ini masih sakit June 
tubuhku basah
karna air mata dan darah
nyeri sekali rasanya June
koyakannya lebih sakit dari sembilu
lubangnya menganga lebih dari terjangan peluru

aku tahu aku belum mati
tapi aku tak lagi bisa menari June
semua syaraf dan sendiku lumpuh
hanya ada rasa sakit ini saja June

semua gelap...</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tarian Penuh Luka (Dear June #8)</title><link>http://akuperempuanlangit.blogspot.com/2015/07/tarian-penuh-luka-dear-june-8.html</link><category>Catatan Hati</category><category>Catatan Kecil</category><category>Puisi</category><author>noreply@blogger.com (Nunna)</author><pubDate>Tue, 21 Jul 2015 20:03:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1935449949930141257.post-8608260566680153451</guid><description>
- apa yang terjadi?
- mengapa tarianmu menggila?
- mengapa kau menari dengan hentakan rancak tapi dari matamu berderai air mata?
- hentikan tarianmu! duri dan semak ini melukai kaki telanjangmu
- tak kau rasakankah perih itu wahai perempuan? sementara telapakmu telah basah dan memerah

jangan hentikan June
jangan hentikan aku
jangan hentikan tarianku atau tangisku
jangan June... 
biarkan duri </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Jangan Hentikan Aku (Dear June #7)</title><link>http://akuperempuanlangit.blogspot.com/2015/07/jangan-hentikan-aku-dear-june-7.html</link><category>Catatan Hati</category><category>Catatan Kecil</category><category>Puisi</category><author>noreply@blogger.com (Nunna)</author><pubDate>Tue, 21 Jul 2015 20:01:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1935449949930141257.post-7509132960149114035</guid><description>
jangan hentikan aku June 
jangan hapus air mataku
jangan tahan aku
ada yang mengoyak di dalam tubuhku June
ada yang siap meledak

air mataku tlah lama terbendung
gelisahku sudah lama menggelayut
laksana awan hitam yang terus membayang di belakang langkahku

jangan hentikan aku June... 
aku ingin mereka tahu
aku ingin ia tahu
aku kecewa berlarat larat
aku terluka terlalu dalam
aku gamang tak </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Aku Masih Pengantinnya (Dear June #6)</title><link>http://akuperempuanlangit.blogspot.com/2015/07/aku-masih-pengantinnya-dear-june-6.html</link><category>Catatan Hati</category><category>Catatan Kecil</category><category>Puisi</category><author>noreply@blogger.com (Nunna)</author><pubDate>Tue, 21 Jul 2015 19:55:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1935449949930141257.post-5736385709217218732</guid><description>
June... 
aku benci bertemu denganmu saat resah
mungkin kau akan bertanya 
gundah macam lagi yang menggoyahkan kekukuhanku... 

Dia June... Dia... 
Dia yang membuatku goyah

Ia ada tapi tak teraba June
laksana angin yang menghempas tubuhku senja kemarin
anginpun masih bisa kurasakan belaiannya... 

Tapi ia... 
Begitu dingin serupa menara di kutub utara
dia ada tapi entah mengapa aku tak dapat </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Merindu Langit (Dear June #5)</title><link>http://akuperempuanlangit.blogspot.com/2015/07/merindu-langit-dear-june-5.html</link><category>Catatan Hati</category><category>Catatan Kecil</category><category>Puisi</category><author>noreply@blogger.com (Nunna)</author><pubDate>Tue, 21 Jul 2015 19:52:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1935449949930141257.post-8458364610937201915</guid><description>
Dear June...

aku merindunya June 
merindukan Langitku
dia yang dulu kutepiskan dari langkahku
ya June... 
dia kutepiskan...
bukan karna aku tak inginkannya
tak mencintainya...
kutepiskan ia karna aku tak ingin dia luruh lebur bersamaku
aku tak ingin dia hancur jika memeluk erat tubuhku

aku merindunya June...
sangat... 
merindukan ia yang pasti telah bahagia di sana
merindukan ia yang tak lagi </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kekasih Terasing (Dear June #4)</title><link>http://akuperempuanlangit.blogspot.com/2015/07/kekasih-terasing-dear-june-4.html</link><category>Catatan Hati</category><category>Catatan Kecil</category><category>Puisi</category><author>noreply@blogger.com (Nunna)</author><pubDate>Tue, 21 Jul 2015 19:50:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1935449949930141257.post-5811788779814941117</guid><description>
June... 

Air mata ini luruh lagi malam ini
Sama seperti malam itu June... 
Saat aku harus melepasnya pergi

Kau tahu kan June rasa sakit itu
Karna kau juga pasti pernah rasakannya
Tapi June... 
Kali ini lebih menyakitkan 

Apa yang lebih menyakitkan dari merasa terasing dari sang terkasih?
Bisakah kau jawab aku June?

Tak lagi ku kenal tawanya?
Tak lagi ku tahu diamnya?
Kami menjeda dalam </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Aku Takut Kehilangannya June (Dear June #3)</title><link>http://akuperempuanlangit.blogspot.com/2015/07/aku-takut-kehilangannya-june-dear-june-3.html</link><category>Catatan Hati</category><category>Catatan Kecil</category><category>Puisi</category><author>noreply@blogger.com (Nunna)</author><pubDate>Tue, 21 Jul 2015 19:45:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1935449949930141257.post-2005147520794853805</guid><description>
June... 
Tahukah kamu aku begitu mencintainya
Bukan June... Bukan cinta yang menggebu
Bukan pula cinta yang membutakan...

Tapi cinta yang melepaskan... 
membebaskan...

Pernakah kau mendengar kisahku 
di saat saat itu June
Saat pagi pun terasa kelam
Saat tak ada alasan lain untuk hidup selain dia
dan saat itu
Seakan tercerabut semua...
nyawaku
ruhku
percayaku
imanku
hidupku

Berat June...
berat</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>