<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" version="2.0">

<channel>
	<title>Catatan Sawali Tuhusetya</title>
	
	<link>http://sawali.info</link>
	<description>Tentang Dunia Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 May 2012 11:23:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>in</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/CatatanSawaliTuhusetya" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="catatansawalituhusetya" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><image><link>http://sawali.info</link><url>http://www.feedburner.com/fb/images/pub/fb_pwrd.gif</url><title>Catatan Sawali Tuhusetya</title></image><feedburner:emailServiceId xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">CatatanSawaliTuhusetya</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>XCloud: Inovasi dan Transformasi Bisnis Baru PT XL Axiata Tbk (XL)</title>
		<link>http://sawali.info/2012/05/14/xcloud-inovasi-dan-transformasi-bisnis-baru-pt-xl-axiata-tbk-xl/</link>
		<comments>http://sawali.info/2012/05/14/xcloud-inovasi-dan-transformasi-bisnis-baru-pt-xl-axiata-tbk-xl/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 11:20:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sawali Tuhusetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=7968</guid>
		<description><![CDATA[Persembahan XL Memajukan Negeri XL Luncurkan Layanan Komputasi Awan “XCloud” Dalam rangkaian program XL Memajukan Negeri, PT XL Axiata Tbk (XL) kembali melakukan inovasi dan transformasi bisnis baru dengan menyediakan layanan terbaik buat bangsa. Inovasi dan transformasi bisnis baru PT XL Axiata Tbk (XL) kali ini berupa layanan komputasi awan (cloud solution) bernama XCloud. Layanan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong><em>Persembahan XL Memajukan Negeri</em><br />
XL Luncurkan Layanan Komputasi Awan “XCloud”</strong></p>
<p>Dalam rangkaian program <em>XL Memajukan Negeri</em>, <a target="_blank" href="http://www.xl.co.id/" target="_blank">PT <strong>XL</strong> Axiata Tbk (<strong>XL</strong>)</a> kembali melakukan inovasi dan transformasi bisnis baru dengan menyediakan layanan terbaik buat bangsa. Inovasi dan transformasi bisnis baru PT <strong>XL</strong> Axiata Tbk (<strong>XL</strong>) kali ini berupa layanan komputasi awan (<em>cloud solution</em>) bernama <strong>XCloud</strong>. Layanan <strong>X</strong><strong>Cloud</strong><strong> </strong>telah<strong> </strong>diluncurkan di Jakarta pada tanggal 10 Mei 2012 yang juga ditandai dengan seminar mengenai komputasi Awan. Hal ini membuktikan keseriusan PT <strong>XL</strong> Axiata Tbk (<strong>XL</strong>) dalam ikut berkiprah memajukan Indonesia di tengah pesatnya kemajuan teknologi digital abad ke-21.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://i935.photobucket.com/albums/ad198/sawali64/XCloud_4.jpg" width="300" alt="XCloud" />Presiden Direktur <strong>XL</strong>, Hasnul Suhaimi mengatakan bahwa XL ingin menjadi salah satu penyedia jasa solusi komputasi awan yang terdepan di Indonesia. Meski saat ini sudah cukup banyak para pelaku bisnis komputasi awan, namun <strong>XL</strong> siap untuk terjun ke bisnis ini dengan membawa suatu visi yang dapat dikatakan berbeda. <strong>XL</strong> percaya bahwa dengan berkolaborasi dengan banyak pihak maka solusi yang akan dihasilkan dapat dimaksimalkan. Oleh karena itu, tegas Hasnul Suhaimi, <strong>XL</strong> bekerja sama bukan hanya dengan satu atau dua mitra, melainkan bekerja sama dengan beberapa mitra sekaligus.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://i935.photobucket.com/albums/ad198/sawali64/XCloud_3.jpg" width="300" alt="XCloud" />Untuk merealisasikan XCloud, <strong>XL</strong> bekerjasama dengan enam mitra bisnis, yaitu <em>Huawei, </em><em>Fujitsu, IBM, Intratech, Mandawani</em><em>, </em>dan<em> Microsoft</em>. <strong>XL</strong> percaya, berkolaborasi dengan banyak pihak akan menghasilkan manfaat yang lebih maksimal. Para mitra yang yang mengikat kerjasama dengan <strong>XL</strong> tersebut merupakan para pemimpin teknologi di bidang <em>information technology</em> (IT), baik pada skala nasional maupun internasional. Teknologi komputasi awan yang mereka miliki merupakan teknologi dengan tingkat keandalan tinggi dan telah diterapkan di banyak negara. Bersama-sama dengan <strong>XL</strong>, yang memiliki kekuatan antara lain di sisi <em>brand </em>dan jumlah pelanggan yang ada, sinergi dengan semua mitra diharapkan dapat menangkap peluang di bisnis komputasi awan ini.</p>
<p>Saat ini solusi yang ditawarkan oleh XCloud memiliki fokus pada area <em>P</em><em>ublic Infrastructure as a Services</em> (IaaS). Pada jenis layanan ini, <strong>XL</strong> menyiapkan layanan hosting, penyimpanan data, serta server melalui jaringan publik internet. Selain itu, XCloud juga siap menyediakan layanan <em>Software as a Services</em> (SaaS) bagi produk Microsoft Office 365, yang merupakan produk baru dari Microsoft. <strong>XL</strong> merupakan operator pertama yang ditunjuk oleh Microsoft untuk mempersiapkan layanan yang sangat inovatif ini.</p>
<p>Melalui XCloud, <strong>XL</strong> telah siap memenuhi kebutuhan para pelanggan yang cukup beragam. <strong>XL</strong> bahkan siap menyediakan layanan komputasi awan bagi pelanggan yang menginginkan datanya disimpan di Data Center yang memiliki kualitas kelas dunia sebagai komplemen dari data center di Indonesia. Bekerja sama dengan mitra yang ada, <strong>XL</strong> menyiapkan data center berlokasi di Singapura dengan standar kualitas Singapura Data Center, tempat di mana perusahaan-perusahaan raksasa seperti antara lain Amazon mempercayakan data mereka untuk disimpan.</p>
<blockquote><p><strong>XL</strong> juga siap bersaing dengan penyedia layanan komputasi awan yang menggunakan data center di Indonesia, dengan tarif yang sangat kompetitif. Kualitas sumber daya yang dimiliki <strong>XL</strong> juga dijamin dengan sertifikasi dari sejumlah vendor terkemuka. XCloud juga mendapatkan support arsitektur sistem IT yang handal, yang akan menjamin kualitas tinggi. Selain itu, tentu saja tersedia Service Center yang mumpuni yang diharapkan akan menghadirkan total solusi komputasi awan sesuai dengan keinginan para pelanggan.</p>
<p>Terdapat setidaknya empat manfaat yang dapat langsung dirasakan oleh pengguna layanan XCloud: simpel, cepat, fleksibel, dan biayanya dapat dikontrol. Manfaat-manfaat inilah yang diinginkan oleh pelanggan. Karena itu, acara ini juga ditandai dengan penyerahan sertifikat pelanggan korporate pertama XCloud kepada PT Berkat Inovasi Megah, produsen BIM-card yang dapat membuat kamera digital memiliki fasilitas koneksi <em>wifi</em> untuk mengirimkan dan menyimpan data di fasilitas XCloud.</p></blockquote>
<p><strong>Tentang Komputasi Awan</strong><br />
Menurut <a target="_blank" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komputasi_awan" target="_blank">wikipedia</a> komputasi awan (<em>cloud computing</em>) merupakan gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dan pengembangan berbasis Internet (awan). Awan (<em>cloud</em>) adalah metafora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan dalam diagram jaringan komputer. Awan (<em>cloud</em>) dalam <em>Cloud Computing</em> juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Ia adalah suatu metode komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan (<em>as a service</em>), sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet (di dalam “awan&#8221;) tanpa mengetahui apa yang ada di dalamnya atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya. <em>Cloud Computing</em> bisa juga dibilang sebagai sebuah paradigma di mana informasi secara permanen tersimpan di server di internet dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna (<em>client</em>), termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer tablet, notebook, komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor, dan lain-lain.</p>
<p>Komputasi&nbsp; awan&nbsp; merupakan&nbsp; tren&nbsp; baru&nbsp; di&nbsp; bidang komputasi terdistribusi di mana berbagai pihak dapat mengembangkan aplikasi dan layanan berbasis SOA (<em>Service Oriented Architecture</em>) di jaringan internet. Berbagai kalangan dapat menarik manfaat dari layanan komputasi awan ini, baik sebagai solusi teknologi maupun mendapatkan manfaat ekonomis darinya. Email yang tersedia dalam bentuk web-mail merupakan contoh yang sangat kecil dari teknologi cloud computing. Dengan menggunakan layanan email seperti Gmail dan Yahoo Mail, orang tidak perlu lagi menggunakan Outlook atau aplikasi desktop lainnya untuk email mereka. Membaca email dengan browser memungkinkan dilakukan di mana saja sepanjang ada koneksi internet.</p>
<p>Teknologi komputasi dan teknik pemrograman baru berubah demikian cepat dan dinamis. Tujuan dalam komputasi awan agaknya akan membuat teknologi menjadi sangat mudah bagi user dan menjadikannya sesederhana mungkin. Pesatnya pengembangan teknologi berbasis internet saat ini yang ditandai dengan “euforia” pemanfaatan <em>blogging</em> dan <em>microblogging</em> serta layanan&nbsp; jejaring&nbsp; sosial yang bertujuan untuk menemukan cara baru diharapkan mampu membantu individu dan berbagai komunitas bisnis untuk dapat berkomunikasi satu sama lain di arena komputasi awan.</p>
<p><strong>Tentang XL</strong><br />
<img class="alignleft" src="http://dailysocial.net/wp-content/uploads/2012/01/xl-logo.jpg" width="275" alt="XCloud" />Masuknya PT <strong>XL</strong> Axiata Tbk (<strong>XL</strong>) ke ranah bisnis komputasi awan kian membuktikan bahwa <strong>XL</strong> merupakan salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia. Perusahaan telekomunikasi yang mulai beroperasi secara komersial sejak 8 Oktober 1996 ini merupakan penyedia layanan seluler dengan jaringan yang luas dan berkualitas di seluruh Indonesia bagi pelanggan ritel (Consumer Solutions) dan solusi bagi pelanggan korporat (Business Solutions). XL merupakan satu-satunya operator yang memiliki jaringan serat optik yang luas. XL telah meluncurkan XL 3G pada 21 September 2006, layanan telekomunikasi seluler berbasis 3G pertama yang tercepat dan terluas di Indonesia. XL dimiliki secara mayoritas oleh Axiata Group Berhad (“Axiata Group”) melalui Axiata Investments (Indonesia) Sdn Bhd (66,6%) dan sisanya Emirates Telecommunications Corporation (Etisalat) melalui Etisalat International Indonesia Ltd (13,3%), serta publik (20,1%). Sebagai bagian dari Axiata Group bersama-sama dengan Robi (Bangladesh), HELLO (Cambodia), Idea (India), MTCE (Iran), Celcom (Malaysia), Multinet (Pakistan), M1 (Singapore), SIM (Thailand) dan Dialog (Sri Lanka), menjadi yang terbaik di wilayah Asia.</p>
<p>Semoga agenda “Persembahan XL Memajukan Negeri” melalui inovasi dan transformasi bisnis baru berupa layanan <strong>X</strong><strong>Cloud</strong><strong> </strong>membuat PT <strong>XL</strong> Axiata Tbk (<strong>XL</strong>) makin dicintai para pelanggan dan mampu memberikan nilai tambah bagi kemajuan bangsa Indonesia di tengah kancah peradaban global. ***</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sawali.info/2012/05/14/xcloud-inovasi-dan-transformasi-bisnis-baru-pt-xl-axiata-tbk-xl/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lomba Penulisan Artikel Guraru dengan Hadiah Menarik</title>
		<link>http://sawali.info/2012/05/11/lomba-penulisan-artikel-guraru-dengan-hadiah-menarik/</link>
		<comments>http://sawali.info/2012/05/11/lomba-penulisan-artikel-guraru-dengan-hadiah-menarik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 May 2012 06:52:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sawali Tuhusetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[guru kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[guru menulis]]></category>
		<category><![CDATA[lomba menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=7961</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai sosok yang berdiri di garda terdepan dalam dunia pendidikan, guru merupakan profesi yang dinamis. Ia (baca: guru) mesti lentur dan adaptif terhadap setiap perubahan yang terjadi. Sikap lentur dan adaptif terhadap perubahan itu jelas akan memiliki imbas yang cukup besar terhadap suasana pembelajaran di kelas. Guru akan memiliki banyak alternatif dalam mengelola kelas yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a target="_blank" href="http://guraru.org/news/2012/05/09/499/lomba_penulisan_artikel_guraru_quotpemanfaatan_teknologi_untuk_ruang_kelas_yang_kreatif.html" target="_blank"><img class="alignright" src="http://s3-ap-southeast-1.amazonaws.com/img.salsil.com/guraru.org/uploads/files/2011/10/26/4/Banner-GURARU-Writing-Contest-5.gif" alt="lomba artikel" width="200" /></a><span style="float: left; font-size: 100px; line-height: 70px; padding-top: 2px; font-family: Times,serif,Georgia; color: #cc0000;">S</span>ebagai sosok yang berdiri di garda terdepan dalam dunia pendidikan, guru merupakan profesi yang dinamis. Ia (baca: guru) mesti lentur dan adaptif terhadap setiap perubahan yang terjadi. Sikap lentur dan adaptif terhadap perubahan itu jelas akan memiliki imbas yang cukup besar terhadap suasana pembelajaran di kelas. Guru akan memiliki banyak alternatif dalam mengelola kelas yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Sikap lentur dan adaptif terhadap perubahan itu tampak pada upaya sang guru dalam memanfaatkan piranti Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).</p>
<blockquote><p>Melalui pemanfaatan TIK di ruang kelas, peserta didik akan memperoleh pengalaman belajar yang menarik sehingga mereka mampu mengkonstruksi pengetahuan dan konsep-konsep baru. Pemanfaatan TIK juga akan membuat atmosfer kelas menjadi lebih cair, dinamis, dan dialogis yang ditandai dengan intensifnya interaksi dan komunikasi antara guru dan peserta didik. Kelas akan terbebas dari suasana monoton dan menegangkan. Guru tidak lagi memosisikan diri sebagai satu-satunya sumber belajar, tetapi sebagai fasilitator dan motivator yang mampu merangsang “adrenalin” peserta didik menjadi generasi masa depan yang cerdas dan kritis.</p></blockquote>
<p>Abad XXI yang ditandai dengan “loncatan” kemajuan TIK yang demikian pesat merupakan momen yang tepat bagi guru berdaya sentuh literasi TIK untuk berkiprah meningkatkan mutu pembelajaran. Piranti TIK bisa dioptimalkan fungsinya untuk aktivitas pembelajaran di kelas. Nah, Anda memiliki ide dan pengalaman menarik tentang pemanfaatan TIK dalam pembelajaran? Akan menjadi sebuah wacana menarik apabila ide dan pengalaman tersebut Anda tuangkan dalam bentuk artikel, kemudian ikut-sertakan dalam Lomba Penulisan Artikel Guru Era Baru (Guraru) yang digelar oleh <a target="_blank" href="http://guraru.org/" target="_blank">Acer Guru Era Baru (Guraru)</a> dalam rangka memuliakan martabat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2012.</p>
<p>Berikut adalah beberapa informasi penting tentang lomba tersebut.</p>
<ol>
<li>Tema Lomba &#8220;Pemanfaatan Teknologi untuk Ruang Kelas yang Kreatif”, dengan topik yang bisa dipilih: (a) Pemanfaatan Teknologi untuk Pendidikan; (b) Menciptakan Suasana yang Kondusif dan Menyenangkan Dalam Proses Belajar Mengajar; atau Penggunaan Alat Peraga dalam Proses Belajar Mengajar.</li>
<li>Tulisan bisa berupa opini, pemikiran atau pengalaman peserta yang berkaitan dengan topik. Penyajian yang menarik dan kreatif (bergaya tulisan populer dan/atau disertai gambar/video) menjadi nilai tambah.</li>
<li>Artikel harus asli, bukan penulisan ulang, bukan jiplakan dari sumber lain dan belum pernah dipublikasikan di media massa.</li>
<li>Artikel terdiri dari 400-1000 kata dan dimuat di website Guraru.org pada periode 09 Mei 2012 – 09 Juni 2012 dengan tag &#8220;Lomba Artikel Guraru”.</li>
<li>Peserta boleh mengirim lebih dari 1 artikel.</li>
<li>Aspek yang dinilai: (a) Judul dan konten artikel sejalan dengan tema lomba; (b) Struktur artikel dan kreativitas penyajian tulisan; (c) Juri memberikan penilaian berdasarkan ide/konten (70%), popularitas artikel (20%) dan aktivitas member di website Guraru (10%).</li>
<li>Pengumuman Pemenang: 18 Juni 2012</li>
<li>Hadiah: (a) Pemenang I: Notebook Acer TravelMate + sertifikat; (b) Pemenang II: Notebook Acer TravelMate + sertifikat; (c) Pemenang III: Notebook Acer TravelMate + sertifikat; (d) Sepuluh finalis: Merchandise &amp; buku dr Acer Guraru + sertifikat.</li>
</ol>
<p>Informasi lomba selengkapnya bisa dibaca <a target="_blank" href=" http://guraru.org/news/2012/05/09/499/lomba_penulisan_artikel_guraru_quotpemanfaatan_teknologi_untuk_ruang_kelas_yang_kreatif.html" target="_blank">di sini</a>!</p>
<p>Tunggu apalagi? Segera gabung &amp; tuliskan opini dan pengalaman anda! Ikuti juga update mengenai Lomba Penulisan Artikel Guraru di website <a target="_blank" href="http://guraru.org/" target="_blank">www.guraru.org</a> , <a target="_blank" href="http://facebook.com/guraru" target="_blank">Facebook fan page Guru Era Baru (Guraru)</a> dan Twitter <a target="_blank" href="http://twitter.com/guraruID" target="_blank">@guraruid</a></p>
<p><strong>Nah, Selamat berlomba!</strong><em></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sawali.info/2012/05/11/lomba-penulisan-artikel-guraru-dengan-hadiah-menarik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mimpi Generasi Emas Indonesia dan Imbas Budaya Politik Lokal</title>
		<link>http://sawali.info/2012/05/01/mimpi-generasi-emas-indonesia-dan-imbas-budaya-politik-lokal/</link>
		<comments>http://sawali.info/2012/05/01/mimpi-generasi-emas-indonesia-dan-imbas-budaya-politik-lokal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 May 2012 15:54:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sawali Tuhusetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[mutu pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[otonomi daerah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=7955</guid>
		<description><![CDATA[(Refleksi Hardiknas 2 Mei 2012) Tema Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini adalah Bangkitnya Generasi Emas Indonesia. Sebuah tema futuristik yang menyajikan imaji kebangkitan anak bangsa di bawah bayang-bayang pelangi nusantara yang pluralis dan multikultural. Tema ini sekaligus juga menyiratkan “kehendak politik” untuk membangun optimisme di tengah kompleksitas persoalan bangsa yang hingga kini masih silang-sengkarut. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>(Refleksi Hardiknas 2 Mei 2012)</strong></p>
<p><span style="float: left; font-size: 100px; line-height: 70px; padding-top: 2px; font-family: Times,serif,Georgia; color: #cc0000;">T</span>ema Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini adalah Bangkitnya Generasi Emas Indonesia. Sebuah tema futuristik yang menyajikan imaji kebangkitan anak bangsa di bawah bayang-bayang pelangi nusantara yang pluralis dan multikultural. Tema ini sekaligus juga menyiratkan “kehendak politik” untuk membangun optimisme di tengah kompleksitas persoalan bangsa yang hingga kini masih silang-sengkarut. Aroma korupsi begitu menyengat di setiap lapis dan lini birokrasi. Panggung-panggung sosial dan politik sarat dengan darah dan air mata. Hukum yang seharusnya menjadi tempat untuk menemukan keadilan dan kebenaran ternodai oleh perilaku busuk para “mafioso”.</p>
<p><img class="alignright" src="http://matanews.com/wp-content/uploads/Karikatur-050511-Otonomi-Daerah2.jpg" alt="otoda" width="275" />Saat ini –meminjam istilah Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Sunaryo Kartadinata&#8211; telah terjadi anomie, yakni kehilangan pegangan moral dan nilai budaya. Beberapa aturan hukum dan norma sosial kehilangan daya paksanya dan terkesan saling bertentangan sehingga memicu konflik dan menimbulkan kebingungan. Akibatnya perilaku main hakim sendiri dan berbagai tindakan melecehkan hukum mencuat ke permukaan menyertai beragam tindak kekacauan dan perilaku menyimpang. Seiring dengan itu, gejala demoralisasi juga merajalela di kalangan masyarakat. Mentalitas masyarakat di perkotaan dibentuk oleh budaya pop dan dibuai irasionalitas iklan yang serba instan dan hedonistik. Sementara itu, di pedesaan, otoritas dan sumber kewibawaan tradisional hancur sehingga generasi muda meniru model dan sumber nilai dari luar. Sebagian mahasiswa, buruh dan kaum muda lebih memilih berkomunikasi dengan batu dan bom molotov ketimbang memajukan nalar dan akal sehat.</p>
<blockquote><p>Kondisi semacam itu diperparah dengan makin menguatnya budaya politik lokal yang bergaya neo-feodalistik. Penguasa lokal bagaikan adipati yang memiliki otoritas tunggal untuk mengendalikan laju kekuasaan. Para pejabat bawahan bagaikan “abdi dalem” yang harus manut dan sendika dhawuh terhadap titah sang adipati. Demikian juga para pejabat yang diberi kewenangan untuk mengatur rumah tangga Dinas Pendidikan. Budaya politik patron-client kembali menyeruak. Penguasa lokal menjadi sumber kekuasaan, sementara para pejabat membuat lingkaran politik untuk melindungi kepentingan politik penguasa. Dalam situasi demikian, bongkar-pasang pejabat Dinas Pendidikan menjadi fenomena yang lumrah terjadi. Imbasnya, “grand-design” dunia pendidikan di tingkat lokal mengalami proses stagnasi akibat frekuensi pergantian pejabat yang begitu tinggi; kian jauh dari kesan visioner dan sekadar untuk memenuhi “selera” penguasa di tingkat lokal. Para pejabat profesional di tingkat lokal sudah mengalami metamorfosis menjadi pejabat politik.</p></blockquote>
<p>Fenomena gaya neo-feodalistik dalam dunia pendidikan yang (nyaris) menggejala di setiap daerah pasca-otonomi jelas akan berdampak besar terhadap upaya mewujudkan tema Bangkitnya Generasi Emas Indonesia. Di tengah situasi anomali budaya politik yang semacam itu, salahkah bangsa kita “bermimpi” memiliki “generasi emas”?</p>
<p>Kita sangat mengapresiasi langkah Mendikbud, Mohammad Nuh, yang memiliki “kehendak politik” untuk menanam investasi generasi emas mulai tahun ini yang konon dikaitkan dengan rencana besar Kemdikbud untuk mempersiapkan generasi emas 100 tahun Indonesia merdeka (2045). Secara demografis, negeri ini memang memiliki potensi besar untuk menjadi negara besar yang dihuni oleh generasi cerdas, unggul, dan kreatif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2011, jumlah penduduk Indonesia tahun 2010 yang berusia muda jauh lebih banyak ketimbang yang berusia tua. Dalam data itu terlihat, jumlah anak kelompok usia 0-9 tahun sebanyak 45,93 juta, sedangkan anak usia 10-19 tahun berjumlah 43,55 juta jiwa. Pada tahun 2045 nanti, mereka yang usia 0-9 tahun akan berusia 35-45 tahun, sedangkan yang usia 10-20 tahun berusia 45-54 tahun. Bukankah ini sebuah potensi bangsa yang layak menjadi modal sosial untuk menggapai mimpi besar itu?</p>
<p>Meski demikian, mimpi besar tanpa diimbangi upaya serius untuk memperbaiki kultur bangsa hanya menumbuhkan obsesi berlebihan. Realitas budaya politik lokal yang cenderung neo-feodalistik dengan gaya interaksi patron-client dalam dunia pendidikan akan menjadi penghambat serius dalam melahirkan “generasi emas”. Dalam konteks demikian, perlu sentuhan reformasi kultural di negeri ini melalui perbaikan sistem dan suprastruktur yang mendukung terciptanya penguasa lokal yang berkarakter dan visioner. Realitas sosial yang pluralis dan multikultural membutuhkan sentuhan pengelolaan penguasa lokal yang sarat dengan wisdom dan keteladanan.</p>
<p>Jika hajatan Pilkada gagal melahirkan penguasa lokal yang berkarakter dan visioner, tidak ada salahnya proses rekruitmen sang penguasa dipilih melalui proses fit and proper test dengan mempertimbangkan rekam jejak calon penguasa lokal selama berkiprah dalam ranah pemerintahan. Buat apa uang rakyat dihambur-hamburkan untuk pentas Pilkada kalau kenyataannya hanya melahirkan koruptor-koruptor baru yang abai terhadap dunia pendidikan? Jika siklus semacam ini terus berlanjut, mana mungkin bangsa yang besar ini mampu mewujudkan mimpi “generasi emas”? ***</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sawali.info/2012/05/01/mimpi-generasi-emas-indonesia-dan-imbas-budaya-politik-lokal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>43</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komunitas Budaya sebagai Katalisator Kebudayaan</title>
		<link>http://sawali.info/2012/04/28/komunitas-budaya-sebagai-katalisator-kebudayaan/</link>
		<comments>http://sawali.info/2012/04/28/komunitas-budaya-sebagai-katalisator-kebudayaan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Apr 2012 04:54:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sawali Tuhusetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kearifan Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=7952</guid>
		<description><![CDATA[Komunitas Budaya sebagai Katalisator Kebudayaan *) Oleh Sawali Tuhusetya Kelambanan kolektif kita, ujar Taufiq Ismail suatu ketika, akan diterjang tanpa ampun oleh kencang lajunya peradaban milenium yang akan datang ketika batas-batas geografis dan berbagai sekat peraturan sudah diangkat orang. Kita yang terkenal lambat, lamban, lalai, dan lengah, akan tergeser, tergusur, tergasak, dan kemudian tergeletak di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>Komunitas Budaya sebagai Katalisator Kebudayaan *)</strong></p>
<p align="center"><strong>Oleh Sawali Tuhusetya</strong></p>
<p>Kelambanan kolektif kita, ujar Taufiq Ismail suatu ketika, akan diterjang tanpa ampun oleh kencang lajunya peradaban milenium yang akan datang ketika batas-batas geografis dan berbagai sekat peraturan sudah diangkat orang. Kita yang terkenal lambat, lamban, lalai, dan lengah, akan tergeser, tergusur, tergasak, dan kemudian tergeletak di pinggir jalan raya peradaban dunia.</p>
<p>Sebuah ”warning” yang layak kita renungkan ketika masyarakat di berbagai belahan dunia sudah hidup bersama dalam satu atap di sebuah ”perkampungan global”. Pernyataan itu juga mengingatkan betapa pentingnya kita secara kolektif untuk memberikan perhatian yang lebih serius dan intens terhadap persoalan kesenian dan kebudayaan. Tujuannya? Agar jatidiri dan kepribadian bangsa yang kuyup akan nilai–nilai keluhuran budi bisa terevitalisasi dan teraktualisasi dalam tataran praksis kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan kata lain, jangan sampai kita terjebak dan latah dalam kelancungan slogan moral dan keagungan budi yang kehilangan basis estetika dan kulturalnya.</p>
<p>Modernisasi, harus diakui, telah banyak membawa dampak perekonomian dan perindustrian yang terus menunjukkan grafik naik. Sudah tak terbilang lagi jumlah kelompok maupun perorangan yang mampu mengaksesnya dengan capaian tingkat kesejahteraan dan taraf hidup yang lebih baik. Meski demikian, modernisasi dinilai juga telah membawa dampak munculnya manusia berkarakter pembangkang, oportunis, munafik, hedonistik, bermoral lemah, megalomaniak, maupun schizopronik; terjadi ketimpangan antara kata dan perbuatan.</p>
<p>Manusia-manusia berkarakter semacam itu konon akan mudah tergelincir ke dalam kubangan kemanjaan nafsu dan selera hidup yang tega tertawa ngakak di atas derita dan bangkai sesamanya. Tatanan hidup tak jauh berbeda dengan siklus kehidupan hukum rimba; makhluk yang lemah dan tak berdaya akan menjadi santapan yang empuk bagi mereka yang kuat dan berkuasa. Dengan kata lain, bingkai kehidupan telah tereduksi oleh peradaban bar-bar, sadis, keras, dan lepas dari kontrol nilai kemanusiaan.</p>
<p>Iklim modernisasi yang bergitu terbuka dalam menawarkan nilai-nilai baru yang dinamis dan progresif, agaknya tak berdaya dalam membangun peradaban yang lebih cerah, bermartabat, dan terhormat. Sikap latah dalam memburu gengsi dan kemaruk dalam menumpuk-numpuk harta, disadari atau tidak, telah melumpuhkan kepekaan sosial dan nurani kemanusiaan, bahkan cenderung menghalalkan segala cara dalam menuntaskan ambisi. Yang lebih mencemaskan, modernisasi dinilai juga telah membuka peluang terhadap meningkatnya kekerasan pada (hampir) semua jenjang, lapis, dan lini masyarakat. Pemerkosaan, pembunuhan, dan berbagai aksi kekerasan seakan-akan sudah menjadi fenomena yang lumrah terjadi di atas panggung kehidupan sosial.</p>
<p>Arus modernisasi dan globalisasi memang mustahil ditolak kehadirannya. Yang diperlukan adalah kesigapan kita untuk bersikap adaptif dan lentur agar nilai-nilai modern, global, dan mondial semacam itu bisa bersinergi dengan nilai-nilai jatidiri dan kepribadian bangsa. Oleh karena itu, diperlukan sikap sensitif dan jejaring antarkomunitas budaya yang kuat untuk menyentuh dimensi kesenian dan kebudayaan sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam dinamika pembangunan karakter bangsa.</p>
<p>Setidaknya, ada dua argumen yang bisa dikemukakan. Pertama, untuk membentengi bangsa dari gerusan nilai-nilai global dan mondial agar jatidiri dan kepribadian bangsa yang sudah teruji lewat sejarah peradaban yang panjang tetap menampilkan entitasnya. Hal ini tak terlepas dari esensi seni dan budaya itu sendiri sebagai elemen humaniora yang mampu menumbuhkan kepekaan nurani, nilai kesalehan hidup (baik individu maupun sosial), dan makna kearifan hidup. Melalui seni dan budaya, mata hati kita akan makin terbuka terhadap persoalan-persoalan kebangsaan sehingga mampu melihat setiap persoalan secara jernih; tidak mudah terjebak dan tergelincir dalam jalan hidup yang mengedepankan otot dan kekerasan.</p>
<p>Kedua, menjadikan ”paket” kesenian dan kebudayaan tak hanya sebatas sebagai bagian dari mata rantai industri yang menjanjikan keuntungan materiil, tetapi juga menjadikannya sebagai ikon peradaban bangsa yang santun, terhormat, dan bermartabat. Dalam skala mikro, para pelaku seni dan budaya agaknya perlu sigap menangkap momen-momen globalisasi dengan menciptakan karya-karya monumental dan representatif yang mampu menembus batas-batas geografis, tak sekadar menjadi karya <em>masterpiece</em> di negeri sendiri. Lobi kesenian dan kebudayaan antarbangsa pun perlu dibuka dan dihidupkan.</p>
<p align="center">***</p>
<p>Dalam konteks demikian, kehadiran komunitas dan kantong-kantong budaya menjadi penting dan urgen sebagai katalisator kebudayaan yang memiliki dua fungsi. <em>Pertama</em>, penguat ketahanan dan identitas kebudayaan. Sudah lama negeri kita dikenal sebagai sebuah bangsa yang kaya budaya. Keragaman budaya dengan corak multikultur-nya sudah menjadi <em>brand </em>yang mengagumkan. Banyak negeri lain yang merasa iri dengan kekayaan multikultur nusantara. Hampir setiap daerah memiliki nilai-nilai kearifan lokal yang diekspresikan secara kreatif dalam produk-produk budaya yang indah dan eksotis, hingga membentuk mozaik budaya yang memiliki daya pikat dan daya pesona tersendiri. Pada titik inilah sebuah komunitas budaya yang sekaligus sebagai salah satu pemangku kebudayan bisa mengambil peran di garda terdepan.</p>
<p><em>Kedua, </em>menciptakan ruang dan atmosfer kebudayaan yang mampu memicu “adrenalin” para pelaku budaya dalam menghasilkan produk-produk budaya yang eksotis dan mengagumkan. Melalui jejaring antarkomunitas budaya yang kuat, para pelaku budaya bisa bersinergi dan berkolaborasi dalam melahirkan karya-karya “masterpeice”, termasuk dalam mempromosikan produk budaya ke ruang-ruang publik. Sebagai sebuah produk budaya, hasil-hasil kesenian dan kebudayaan akan ikut menjadi faktor penentu terhadap kedaulatan bangsa dan negara. Jangan sampai terjadi, produk-produk budaya yang indah dan eksotis gagal menjadi salah satu ikon pencerah peradaban akibat sikap abai, lalai, lamban, dan salah urus secara kolektif. Komunitas Budaya perlu kembali ke “khittah”-nya sebagai katalisator peradaban yang mengambil peran terdepan untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai kearifan lokal melalui produk budaya yang dihasilkan para awak komunitas.</p>
<blockquote><p>Di tengah era kesejagatan ketika dunia menjadi sebuah perkampungan global, agaknya hanya bangsa yang memiliki kepekaan dan kecanggihan budaya yang akan tampil sebagai bangsa yang terhormat dan bermartabat. Dalam situasi demikian, pemerintah perlu memberikan ruang berkesenian dan berkebudayaan yang lebih bebas dan leluasa bagi kreativitas kaum seniman dan budayawan, tidak lagi dipasung oleh kecurigaan-kecurigaan yang kurang menguntungkan. Berikan hak bagi kaum seniman untuk bergerak mencari ruang berkreasi, mencari publik, dan melakukan kolaborasi lewat paduan estetika yang memikat dan memesona. Tak perlu lagi ada kebijakan pelarangan dan pemberangusan karya-karya seni kaum seniman dan budayawan.</p></blockquote>
<p>Yang tidak kalah penting adalah semangat dan energi para awak komunitas budaya. Membangun sebuah komunitas budaya memang bukan hal yang sulit. Yang sering jadi persoalan justru ketika memberdayakan sebuah komunitas agar tidak terjebak sekadar simbol dan papan nama semata. Dibutuhkan energi ganda untuk memberdayakannya. Secara internal, mereka perlu terus berkarya dan menggembleng diri dalam melahirkan produk-produk budaya yang indah dan eksotis. Secara eksternal, mereka perlu menjadi bagian dari “masyarakat kebudayaan” melalui jejaring kebudayaan yang kuat sehingga memiliki daya dan posisi tawar yang diperhitungkan.</p>
<p>Sanggupkah para awak komunitas budaya melakukannya? Sebuah peluang dan tantangan kreatif yang butuh dijawab dengan aksi. Nah, salam budaya! ***</p>
<p>*) &nbsp;&nbsp; Disajikan dalam “Temu Budaya Kendal”, Sabtu, 28 April 2012, di Pondok Maos Guyup, Boja, Kendal</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sawali.info/2012/04/28/komunitas-budaya-sebagai-katalisator-kebudayaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>XL School &amp; Campus Community: Program Kepedulian XL terhadap Dunia Pendidikan</title>
		<link>http://sawali.info/2012/04/18/xl-school-campus-community-program-kepedulian-xl-terhadap-dunia-pendidikan/</link>
		<comments>http://sawali.info/2012/04/18/xl-school-campus-community-program-kepedulian-xl-terhadap-dunia-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Apr 2012 11:51:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sawali Tuhusetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[mutu pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=7945</guid>
		<description><![CDATA[Persembahan XL Memajukan Negeri XL Targetkan 2.500 Sekolah Manfaatkan XL Edusolutions Dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) disebutkan bahwa sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global sehingga perlu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>Persembahan XL Memajukan Negeri</strong><br />
<strong> XL Targetkan 2.500 Sekolah Manfaatkan XL Edusolutions</strong></p>
<p><a target="_blank" href="http://www.xl.co.id/" target="_blank"><img class="alignright" src="http://dailysocial.net/wp-content/uploads/2012/01/xl-logo.jpg" alt="XL" width="275" /></a><span style="float: left; font-size: 100px; line-height: 70px; padding-top: 2px; font-family: Times,serif,Georgia; color: #cc0000;">D</span>alam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang <em>Sistem Pendidikan Nasional</em> (Sisdiknas) disebutkan bahwa sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan. Untuk mewujudkan sistem pendidikan nasional yang semacam itu jelas bukan perkara mudah.</p>
<p>Seiring dengan dinamika peradaban yang terus melaju ke aras global, dunia pendidikan kita makin rumit dan kompleks. Dalam konteks demikian, dibutuhkan sinergi dan kemitraan yang kuat antarkomponen bangsa sehingga secara bertahap dan berkelanjutan mampu mewujudkan sistem pendidikan nasional yang tangguh dan berkualitas. Para peserta didik yang kelak akan menjadi generasi masa depan negeri ini perlu mendapatkan perhatian yang lebih serius dan intens sehingga benar-benar menjadi anak negeri yang cerdas, baik secara intelektual, emosional, spiritual, sosial, maupun kinestetik. Untuk mewujudkan generasi masa depan yang cerdas, jaringan infrastruktur, termasuk di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), perlu dibangun secara merata, sehingga kesenjangan generasi desa-kota bisa diminimalisir. Dengan demikian, anak-anak bangsa yang kini tengah gencar menuntut ilmu di bangku pendidikan yang tersebar di seantero negeri mendapatkan kesempatan dan peluang yang sama dalam mengakses berbagai informasi dan komunikasi yang sangat diperlukan dalam mengembangkan potensi dirinya.</p>
<p>Di tengah atmosfer dunia pendidikan yang semacam itu, kita sungguh bersyukur, ada beberapa pihak swasta yang peduli untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa dengan menyediakan berbagai fasilitas yang memudahkan anak-anak negeri ini dalam mengakses berbagai informasi dan komunikasi yang sangat dibutuhkan untuk menumbuhkembangkan potensi dirinya. Salah satu perusahaan telekomunikasi yang memiliki kepedulian terhadap persoalan tersebut adalah <a target="_blank" href="http://www.xl.co.id/" target="_blank">PT XL Axiata (XL)</a>. Sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia, XL tak hanya sekadar mengutamakan aspek bisnis. Upaya mencerdaskan kehidupan bangsa juga menjadi salah satu misi yang diemban sebagai “Persembahan XL Memajukan Negeri” yang memiliki kepedulian tinggi terhadap nasib pendidikan anak negeri.</p>
<p><strong>Program </strong><strong><em>XL School &amp; </em></strong><strong><em>Campus Community</em></strong> PT XL Axiata (XL) tidak hanya sekadar membidik potensi pasar yang ada, tetapi juga berusaha mendorong dunia pendidikan Indonesia dan mendorong kemajuan prestasi mereka. Untuk itu, XL memperkenalkan Layanan <strong>XL Edusolutions, </strong>yakni solusi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berupa XL Sifoster dan <em>free </em>WiFi di sekolah dan perguruan tinggi yang telah menjadi partner XL dan bergabung dalam program <em>XL School &amp; </em><em>Campus Community. </em>Hingga tahun ini, sedikitnya 1.000 sekolah dan kampus telah mendapatkan <em>XL Sifoster</em>, dan lebih dari 185 sekolah dan kampus mendapatkan <em>free WiFi</em>. Inovasi lainnya adalah 3 <em>in 1 Card, </em>yakni program kerja-sama dengan perbankan untuk menghadirkan kartu multi-manfaat: Kartu Absensi, Kartu ATM, dan Kartu Pelajar.</p>
<blockquote><p>VP Enterprise and Community XL, Titus Dondi, mengatakan bahwa program <em>XL School &amp; </em><em>Campus Community</em> merupakan bagian dari &#8220;Persembahan XL Memajukan Negeri&#8221; yang didesain sedemikian rupa sehingga selain bisa mengelola komunitas pelajar dan anak-anak muda untuk tujuan retensi pelanggan, sekaligus juga bisa menjadi sarana bagi XL untuk ikut membina dan berpartisipasi dalam pengembangan dunia pendidikan indonesia. Berbagai program pengembangan prestasi terus dilakukan di seluruh Indonesia.</p></blockquote>
<p>Lebih lanjut, Titus Dondi, menyatakan bahwa Program <em>XL Youth &amp; Campus Community</em> telah diluncurkan sejak 1 Mei 2010. Program tersebut meliputi <em>Educations Development: </em>Program pengembangan pendidikan, Try Out, Workshop, Kuliah Umum, XL Visit dll.; <em>Creativity Development: </em>Program pengembangan kreativitas pelajar: Kompetisi Mading Online, Kompetisi Olah-Raga, Pensi, Bintang Pelajar dll. <em>Information Technology Development: </em>Solusi XL untuk dunia pendidikan Indonesia, instalasi gratis Layanan Teknologi Informasi dan Komunikasi di sekolah dan kampus se-Indonesia.</p>
<p>XL Sifoster (Sistem Informasi Sekolah Terpadu) merupakan layanan digital yang terintegrasi melalui <em>platform </em>internet dan SMS. Fungsinya adalah untuk memberikan informasi dari sekolah dan kampus dengan cepat kepada pelajar dan orang tua siswa. Kurang lebih 1.000 sekolah dan kampus se-lndonesia telah terpasang XL Sifoster. Sampai akhir 2012 ditargetkan dapat terpasang di 2.500 sekolah/kampus se-lndonesia.</p>
<p><strong>XL <em>Free </em>Wi Fi</strong><strong></strong><br />
Sementara itu, untuk XL <em>free </em>Wi Fi berupa <em>free </em>Internet Hot Spot dengan kecepatan <em>up to </em>1 Mbps untuk akses internet di laptop atau <em>smartphone </em>di sekolah/kampus. Instalasi gratis Wi Fi ini dapat dipasang di perpustakaan, laboratorium komputer, maupun lokasi lain yang diinginkan di area sekolah/kampus. Hingga saat ini, free Wi Fi telah terpasang di sedikitnya 185 sekolah dan kampus. Diharapkan sampai akhir 2012 akan terpasang, di 500 lokasi sekolah/kampus. XL membuka diri bagi sekolah/kampus yang ingin juga bergabung dalam Program <em>XL School Campus Community </em>dengan mengirimkan email ke youth@xl.co.id.</p>
<p>Program terobosan inovatif yang dilakukan XL yang demikian tinggi kepeduliannya terhadap dunia pendidikan jelas layak diapresiasi. Perusahaan telekomunikasi yang mulai beroperasi secara komersial sejak 8 Oktober 1996 ini merupakan penyedia layanan seluler dengan jaringan yang luas dan berkualitas di seluruh Indonesia bagi pelanggan ritel (Consumer Solutions) dan solusi bagi pelanggan korporat (Business Solutions). XL merupakan satu-satunya operator yang memiliki jaringan serat optik yang luas. XL telah meluncurkan XL 3G pada 21 September 2006, layanan telekomunikasi seluler berbasis 3G pertama yang tercepat dan terluas di Indonesia. XL dimiliki secara mayoritas oleh Axiata Group Berhad (“Axiata Group”) melalui Axiata Investments (Indonesia) Sdn Bhd (66,6%) dan sisanya Emirates Telecommunications Corporation (Etisalat) melalui Etisalat International Indonesia Ltd (13,3%), serta publik (20,1%). Sebagai bagian dari Axiata Group bersama-sama dengan Robi (Bangladesh), HELLO (Cambodia), Idea (India), MTCE (Iran), Celcom (Malaysia), Multinet (Pakistan), M1 (Singapore), SIM (Thailand) dan Dialog (Sri Lanka), menjadi yang terbaik di wilayah Asia.</p>
<p>Semoga agenda “Persembahan XL Memajukan Negeri” melalui program <em>XL School &amp; </em><em>Campus Community</em><em> </em>benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh para kandidat intelektual di negeri ini sehingga kelak mereka mampu menjadi generasi masa depan yang cerdas dan sanggup menghadapi tantangan zaman sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global. ***</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sawali.info/2012/04/18/xl-school-campus-community-program-kepedulian-xl-terhadap-dunia-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>42</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membaca Ida Nursanti Basuni Pasca-100 Hari “Kepulangannya”</title>
		<link>http://sawali.info/2012/04/17/membaca-ida-nursanti-basuni-pasca-100-hari-kepulangannya/</link>
		<comments>http://sawali.info/2012/04/17/membaca-ida-nursanti-basuni-pasca-100-hari-kepulangannya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Apr 2012 17:07:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sawali Tuhusetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Esai]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi puisi]]></category>
		<category><![CDATA[kreativitas pengarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=7938</guid>
		<description><![CDATA[Balai Kesenian Remaja (BKR) Kendal, Sabtu (14 April 2012) pukul 19.30 WIB. Suasana tampak syahdu dan mengharu-biru. Puluhan penyair muda dan pencinta sastra Kendal serasa tak sanggup membendung sentakan rasa haru yang tiba-tiba saja menyelinap di rongga dada. Lirik-lirik puisi yang indah dan eksotis serasa mengalirkan sesuatu yang gaib. Singkawang (Kalimantan Barat) yang secara sosial [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" src=" http://4.bp.blogspot.com/_8I-zoWkpl84/S3zsnPNJAfI/AAAAAAAAA5o/mkvLlKGCVO8/S1600-R/n1470619308_8138.jpg" alt="mimpi sang dare" width="250" /><span style="float: left; font-size: 100px; line-height: 70px; padding-top: 2px; font-family: Times,serif,Georgia; color: #cc0000;">B</span>alai Kesenian Remaja (BKR) Kendal, Sabtu (14 April 2012) pukul 19.30 WIB. Suasana tampak syahdu dan mengharu-biru. Puluhan penyair muda dan pencinta sastra Kendal serasa tak sanggup membendung sentakan rasa haru yang tiba-tiba saja menyelinap di rongga dada. Lirik-lirik puisi yang indah dan eksotis serasa mengalirkan sesuatu yang gaib. Singkawang (Kalimantan Barat) yang secara sosial dan geografis sangat berjarak dengan Kendal (Jawa Tengah) tiba-tiba hadir dengan segala geliat kultural dan dinamika peradabannya. Secara bergantian publik sastra yang tumpah dalam Hajatan Kebun Sastra #14 itu membacakan puisi yang sarat dengan warna lokal Singkawang.</p>
<p>Begitulah suasana hajatan bertajuk “Menafsir Kelelahan: Setangkup Doa atas 100 Hari Berpulangnya Kawan Tercinta: Ida Nursanti Basuni” yang digagas penyair Farhan Satria itu. Syahdu dan mengharukan. Sebagian besar yang hadir memang secara biologis tak mengenal siapa itu Ida Nursanti Basuni. Namun, secara “ideologis” kepenyairan, almarhumah terasa sanggup memperpendek jarak ruang dan waktu. Nilai-nilai kearifan lokal Singkawang dengan segala geliat peradabannya terasa begitu universal untuk ditafsirkan. Meski dia telah berpulang ke haribaan-Nya, 6 Januari 2012 silam, roh kreativitas Ida Nursanti Basuni terasa mengalirkan bahasa “universal” yang senantiasa sanggup menawarkan ruang-ruang penafsiran baru.</p>
<blockquote><p>Aku ingat lelap kenangan<br />
bertahun lampau<br />
Ramadhan kesepuluh<br />
yang terasa amat panjang<br />
di serambe’<br />
Uma’ membisik kata<br />
yang tak mampu kujamah<br />
lewat terawang mata.<br />
“Sannong, hati Ma’ risau.<br />
pendaringan kita tinggal antah.<br />
walau Ma’ tahu kesulitan<br />
ini dari Allah Ta’ala jua<br />
ada nikmat tak terhingga di sebaliknya.”<br />
&#8230;.<br />
(“Tujuh Likur dengan Dzikirmu, Ma’”)</p></blockquote>
<p>Begitulah almarhumah men-trasendensi-kan sikap religiusnya. Ma’ dijadikan sebagai medium kepasrahannya terhadap kehendak Sang Khalik. Tak terlalu nyinyir dan latah. Kebajikan hidup dalam menafsirkan sang takdir tak diekspresikan dengan mengumbar ayat-ayat kitab suci. Dengan bahasa yang sederhana, lirik-lirik penyair yang meninggal dalam usia amat muda (29 tahun, lahir 7 November 1983) itu tak hendak berbicara dan terjebak dalam sesuatu yang absurd dan utopis. Hidup kesehariannya yang akrab dengan Singkawang yang damai telah melahirkan sejumlah puisi yang terkumpul dalam antologi Mimpi Sang Dare. Gaya tuturnya yang khas dan kaya personifikasi setidaknya telah menjadi sumber inspirasi bagi para penyair muda Kendal untuk terus mengeksplorasi talentanya dalam bertutur lewat puisi.</p>
<table>
<tbody>
<tr>
<td><img src="http://i935.photobucket.com/albums/ad198/sawali64/mengenangidanursanti5.jpg" alt="Mengenang Ida" width="270" /></td>
<td><img src="http://i935.photobucket.com/albums/ad198/sawali64/mengenangidanursanti6.jpg" alt="Mengenang Ida" width="270" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table>
<tbody>
<tr>
<td><img src=" http://i935.photobucket.com/albums/ad198/sawali64/mengenangidanursanti7.jpg" alt="Mengenang Ida" width="270" /></td>
<td><img src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc7/s720x720/581138_429366630423906_100000517196660_1603957_2054694111_n.jpg" alt="Mengenang Ida" width="270" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table>
<tbody>
<tr>
<td><img src="http://i935.photobucket.com/albums/ad198/sawali64/mengenangidanursanti.jpg" alt="Mengenang Ida" width="270" /></td>
<td><img src="http://i935.photobucket.com/albums/ad198/sawali64/mengenangidanursanti4.jpg" alt="Mengenang Ida" width="270" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: center;"><strong>Suasana ketika Hajatan &#8220;Mengenang 100 Hari Kepulangan Ida Nursanti Basuni berlangsung di Balai Kesenian Remaja (BKR), Sabtu, 14 April 2012</strong></p>
<p>Publik sastra Kendal agaknya memiliki cara tersendiri dalam mengapresiasi karya-karya (almarhumah) Ida Nursanti Basuni yang dianggap telah menjadi sahabat “ideologis”-nya dalam berproses kreatif. Tak cukup hanya membacakan karya-karyanya yang ekspresif, diskusi pun digelar sebagai salah satu upaya untuk lebih mendekatkan “roh” kreativitasnya kepada publik sastra Kendal.</p>
<p>Maka, tak heran jika hajatan yang sengaja didesain bersahaja itu, secara tidak langsung berupaya “menghidupkan” roh kreativitas Ida Nursanti Basuni untuk terus diikuti jejaknya agar atmosfer penciptaan teks-teks puisi yang kental dengan warna lokal tetap terjaga.</p>
<p>Selamat jalan, Ida, semoga kamu menemukan kedamaian dan ketentraman di sisi-Nya! Meski kau telah tiada, proses kreativitasmu akan tetap terabadikan dan memfosil dalam “tahta” kesusastraan Indonesia mutakhir lewat karya-karyamu! ***</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sawali.info/2012/04/17/membaca-ida-nursanti-basuni-pasca-100-hari-kepulangannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jadi Nominator Kompetisi Blog Internasional “The BOBs”?</title>
		<link>http://sawali.info/2012/04/07/jadi-nominator-kompetisi-blog-internasional-the-bobs/</link>
		<comments>http://sawali.info/2012/04/07/jadi-nominator-kompetisi-blog-internasional-the-bobs/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Apr 2012 13:00:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sawali Tuhusetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[blog pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[kompetisi blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=7929</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh tak terduga, blog ini masuk 11 nominator Kompetisi Blog Internasional “The BOBs”. Informasi ini saya peroleh berdasarkan “kicauan” Mas @deteksi dan Mas @enda di twitter beberapa hari yang lalu. &#8220;Check apakah blog kamu masuk dalam nominasi blog Indonesia terbaik The BOBs 2012 &#8211;&#62; http://ow.ly/a5YID&#8221; Begitulah tweet Mas @enda. Saya pun iseng mengklik tautannya di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" src="http://i935.photobucket.com/albums/ad198/sawali64/twitbobbs.jpg" alt="tweet" width="300" /><span style="float: left; font-size: 100px; line-height: 70px; padding-top: 2px; font-family: Times,serif,Georgia; color: #cc0000;">S</span>ungguh tak terduga, blog ini masuk 11 nominator Kompetisi Blog Internasional “The BOBs”. Informasi ini saya peroleh berdasarkan “kicauan” Mas <a target="_blank" href="https://twitter.com/#!/deteksi" target="_blank">@deteksi</a> dan Mas <a target="_blank" href="https://twitter.com/#!/enda" target="_blank">@enda</a> di twitter beberapa hari yang lalu.</p>
<blockquote><p>&#8220;Check apakah blog kamu masuk dalam nominasi blog Indonesia terbaik The BOBs 2012 &#8211;&gt; <a target="_blank" href="https://thebobs.com/indonesia/category/2012/best-blog-indonesian-2012" target="_blank">http://ow.ly/a5YID</a>&#8221; </p></blockquote>
<p>Begitulah tweet Mas <a target="_blank" href="https://twitter.com/#!/enda" target="_blank">@enda</a>. Saya pun iseng mengklik tautannya di <a target="_blank" href="http://thebobs.com/indonesia/category/2012/best-blog-indonesian-2012/" target="_blank">sini</a>. Ternyata blog ini termasuk salah satu dari 11 nominator blog terbaik dari Indonesia versi The BOBs 2012. Karena masih penasaran, saya coba browsing di google. <a target="_blank" href="http://salingsilang.com/" target="_blank">salingsilang.com</a> ternyata sudah memublikasikannya jauh-jauh hari.</p>
<p><a target="_blank" href="http://thebobs.com/indonesia/category/2012/best-blog-indonesian-2012/" target="_blank"><img class="aligncenter" src="http://i935.photobucket.com/albums/ad198/sawali64/screenthebobs.png" alt="the bobs" width="550" /></a></p>
<p>Mengutip publikasi <a target="_blank" href="http://salingsilang.com/baca/kompetisi-blog-internasional-the-bobs-kembali-digelar" target="_blank">salingsilang.com</a>, <a target="_blank" href="http://thebobs.com/" target="_blank">The BOBs</a> merupakan sebuah kompetisi blog bertaraf Internasional yang sudah digelar sebanyak delapan kali. Kompetisi ini diselenggarakan oleh <a target="_blank" href="http://www.dw.de/dw/home/0,,266,00.html" target="_blank">Deutsche Welle</a>, lembaga penyiaran internasional dari Jerman.&nbsp;Pada tahun 2012, The BOBs akan memberikan penghargaan untuk <a target="_blank" href="http://thebobs.com/indonesia/tentang-kami/kategori/" target="_blank">17 kategori</a>: enam kategori utama dan 11 kategori bahasa. Kategori bahasa akan dipilih berdasarkan&nbsp;<em>votting</em>&nbsp;<em>online</em>.&nbsp;Menariknya, bahasa Indonesia menjadi salah satu kategori yang akan diperlombakan.</p>
<p>The BOBs diharapkan bisa menggambarkan <a target="_blank" href="http://thebobs.com/indonesia/tentang-kami/kriteria/" target="_blank">kriteria</a> sebuah blog yang dibutuhkan di berbagai negara. Perbedaan topik dan gaya bahasa menjadi pembeda karakter blog di masing-masing negara. Untuk itu, pihak penyelenggara The BOBs memilih dewan juri dari berbagai negara dan mengadakan penghargaan berdasarkan kategori bahasa.</p>
<p>Dewan juri The BOBs terdiri dari para <em>blogger</em>, aktivis internet dan pakar dunia jejaring dari 11 negara. Menurut situs <a target="_blank" href="http://thebobs.com/indonesia/" target="_blank">The BOBs</a> para juri akan berkumpul pada awal Mei di Berlin, Jerman untuk memilih blog terbaik dalam enam kategori utama. Pada tahun ini Enda Nasution, <em>blogger</em> yang juga Chief Operating Officer&nbsp;(COO)&nbsp;PT. Saling Silang mewakili Indonesia sebagai dewan juri.</p>
<p>Enam kategori utama, akan ditentukan oleh dewan juri dari 11 blog nominasi di masing-masing kategori bahasa. Penghargaan bergengsi dari The BOBs adalah Special Topic Award. Tahun ini pihak penyelenggara memilih tema Budaya dan Pendidikan, selaras dengan topik utama Deutsche Welle Global Media Forum 2012.</p>
<p>Pendaftaran untuk kompetisi ini dibuka sejak 13 Februari sampai 13 Maret 2012. <em>Netizen</em> bisa mendaftarkan blog-nya atau menominasikan blog yang mereka anggap pantas untuk bersaing di ajang ini.<em>Voting online</em> untuk kategori bahasa akan berlangsung pada 2 April sampai 2 Mei 2012. Pemenang akan diumukan pada 2 Mei 2012.</p>
<p>Masih mengutip publikasi salingsilang.com, dari tanggal 2 April sampai 2 Mei 2012 yang akan datang, <em>netizen</em> di seluruh dunia berkesempatan memilih blog favorit untuk menjadi pemenang pilihan pengguna. Dalam kompetisi yang ke delapan kalinya ini, telah terdaftar sekitar 3.200 blog, proyek dan inisiatif web dalam 11 kategori bahasa dan enam kategori utama. Dewan juri internasional telah menominasikan masing-masing 11 kandidat dalam setiap kategorinya. Total&nbsp;187 nominator telah terdaftar, dalam 17 kategori yang dapat dilihat selengkapnya di <a target="_blank" href="http://www.thebobs.com/">www.thebobs.com</a>.</p>
<p>Kategori utama lainnya adalah <em>Best Blog</em>, <em>Best Video Channel</em>, <em>Best Use of Technology for Social Good</em>, <em>Best Social Activism Campaign</em> dan <em>Reporters Without Borders Award</em>. Bahasa yang ikut dalam kompetisi adalah Bahasa Arab, Bengali, Cina, Indonesia, Inggris, Jerman, Perancis, Persia, Portugis, Rusia dan Spanyol.</p>
<p>Adapun 11 nominator blog terbaik dari Indonesia, antara lain: (1) <a target="_blank" href="http://daenggassing.com" target="_blank">Daeng Gassing</a>; (2) <a target="_blank" href="http://www.sittirasuna.com/" target="_blank">Una Vida Escrita de la Una</a>; (3) <a target="_blank" href="http://www.greenpressreport.com/" target="_blank">GreenPress Blog</a>; (4) <a target="_blank" href="http://arsavin666.blogspot.com" target="_blank">Sosial &amp; Budaya</a>; (5) <a target="_blank" href="http://junantoherdiawan.com" target="_blank">Life is a journey</a>; (6) <a target="_blank" href="http://dhioradanbintang.blogspot.com" target="_blank">Wordsmith</a>; (7) <a target="_blank" href="http://bloggerpapua.blogspot.com" target="_blank">Komunitas Blogger Papua</a>; (8) <a target="_blank" href="http://gurukreatif.wordpress.com" target="_blank">Guru Kreatif</a>; (9) <a target="_blank" href="http://faizuz.com" target="_blank">Blog Pendidikan</a>; (10) <a target="_blank" href="http://sawali.info" target="_blank">Catatan Sawali Tuhusetya</a>; dan (11) <a href="http://protespublik.com" target="_blank">Protespublik.com</a></p>
<p>Penghargaan&nbsp;<em>Special Topic Award</em>&nbsp;tahun ini berfokus pada budaya dan pendidikan, yang merupakan topik utama&nbsp;<em>Deutsche Welle Global Media Forum 2012</em>. Dalam kategori ini, DW akan memilih blog, portal atau proyek video yang mengetengahkan tema tentang hak atas pendidikan, proyek pendidikan dan yang mengupayakan terjalinnya dialog antar budaya. Pemenang kategori utama pilihan juri akan menerima penghargaan pada tanggal 26 Juni 2012 dalam acara Global Media Forum (GMF) di Bonn, Jerman. Tema konferensi tiga hari ini adalah &#8220;<em>Budaya. Pendidikan. Media – Membangun Kehidupan yang Layak di Masa Depan</em>.&#8221;</p>
<p>Sungguh, saya benar-benar tidak tahu, siapakah yang telah mendaftarkan blog saya dan siapa yang telah menominasikannya, karena saya sendiri merasa tidak pernah mendaftarkannya. Meski demikian, siapa pun yang telah mendaftarkan dan menominasikan blog saya, saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada saudara atau sahabat yang telah berbaik hati itu. Walaupun saat ini hanya mendapatkan suara 1% dan berada di urutan ke-9, hal ini sudah merupakan kebanggaan dan kehormatan buat saya.</p>
<p>Berikut adalah pengumuman jadwal secara resmi dari The BOBs.</p>
<p align="center"><strong>Pembukaan kompetisi The BOBs – Deutsche Welle Blog Awards</strong></p>
<p>Pendaftaran blog untuk diikutsertakan dalam The BOBs ke-8 dibuka mulai tanggal 13 Februari sampai 12 Maret 2012. Blog yang berhak didaftarkan adalah blog yang ditulis dalam salah satu dari 11 bahasa dalam The BOBs (Arab, Bengali, Cina, Jerman, Inggris, Perancis, Indonesia, Persia, Portugis, Rusia atau Spanyol) dan yang dapat dikategorikan dalam salah satu dari 17 <a target="_blank" href="http://thebobs.com/indonesia/tentang-kami/kategori/">kategori</a> kompetisi.</p>
<p>Berapa seringnya satu blog didaftarkan tidak berpengaruh pada peluang untuk menang. Dewan juri lah yang memutuskan blog finalis yang akan diikutsertakan dalam tahap akhir.</p>
<p>Mulai tanggal 13 Maret sampai 2 April 2012, dewan juri internasional akan memeriksa dan menilai seluruh blog-blog yang didaftarkan dan menentukan blog finalis: 11 blog dalam setiap kategorinya. Dari blog finalis ini akan ditentukan blog pemenang dalam setiap kategori.</p>
<p>Seperti tahun-tahun sebelumnya, dalam ajang The BOBs kali ini juga akan diputuskan blog pemenang pilihan juri dan user. Dewan juri akan menentukan blog pemenang dalam enam kategori utama melaui rapat dewan juri. Dan user internet juga dapat memberikan suaranya bagi salah satu dari 11 blog finalis dalam setiap kategorinya.</p>
<p><strong>Voting Online</strong><br />
Dari tanggal 2 April sampai 2 Mei 2012, user internet dapat memberikan suaranya untuk menentukan blog pemenang pilihan user. Dalam waktu 24 jam, setiap user hanya diperkenankan untuk memberikan satu suara untuk setiap kategori dan bahasa. Blog pemenang pilihan user adalah blog finalis yang mendapatkan suara terbanyak.</p>
<p><strong>Rapat Dewan Juri di Berlin</strong><br />
Dewan juri internasional akan berkumpul di Berlin pada tanggal 1 Mei 2012. Blog pemenang pilihan juri dalam enam kategori utama akan diputuskan lewat proses pemungutan suara dalam beberapa tahapan.</p>
<p><strong>Pengumuman Pemenang</strong><br />
Seluruh pemenang pilihan juri dan user akan diumumkan pada tanggal 2 Mei di situs The BOBs. Seluruh pemenang kategori utama pilihan juri akan diundang untuk menghadiri acara penghargaan di Bonn, Jerman.</p>
<p><strong>Penghargaan Pemenang</strong><br />
Penghargaan kepada para pemenang kategori utama pilihan juri akan digelar dalam acara Deutsche Welle Global Media Forums di Bonn, pada tanggal 26 Juni 2012.</p>
<p><a target="_blank" href="http://thebobs.com/indonesia/category/2012/best-blog-indonesian-2012/" target="_blank"><img class="alignleft" src="https://thebobs.com/banner/bobs_300x250.png" width="300" height="250" alt="the bobs" /></a>Selanjutnya, senyampang masih ada waktu, kalau memang blog ini dinilai layak untuk dipilih sebagai pemenang, silakan Sampeyan berikan suara untuk blog Catatan Sawali Tuhusetya <a target="_blank" href="http://thebobs.com/indonesia/category/2012/best-blog-indonesian-2012/">di sini</a> dengan terlebih dahulu login melalui akun <a target="_blank" href="https://twitter.com/" target="_blank">twitter</a> atau <a target="_blank" href="https://www.facebook.com/" target="_blank">facebook</a>. Namun, setelah melalui banyak pertimbangan, blog ini ternyata dinilai kurang layak “berbicara” dalam ajang bergengsi itu, silakan berikan suara Sampeyan pada blog lain yang pasti juga memiliki kekhasan tersendiri dan lebih pantas menjadi pemenang.</p>
<p>Nah, salam kreatif dan salam budaya! ***</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sawali.info/2012/04/07/jadi-nominator-kompetisi-blog-internasional-the-bobs/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>89</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peran dan Inovasi XL di Tengah Gelombang Informasi</title>
		<link>http://sawali.info/2012/04/03/peran-dan-inovasi-xl-di-tengah-gelombang-informasi/</link>
		<comments>http://sawali.info/2012/04/03/peran-dan-inovasi-xl-di-tengah-gelombang-informasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2012 20:34:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sawali Tuhusetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[jejaring sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=7917</guid>
		<description><![CDATA[Memberikan Layanan Setting Internet Otomatis Abad XXI harus diakui telah melahirkan gelombang informasi yang begitu dahsyat. Arus informasi bisa demikian deras dan cepat mengalir melalui serat-serat piranti teknologi komunikasi serba canggih. Dunia bagaikan perkampungan global. Informasi apa pun bisa demikian cepat diakses dari berbagai belahan dunia. Kemajuan teknologi di bidang informasi dan komunikasi benar-benar telah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>Memberikan Layanan <em>Setting</em> Internet Otomatis</strong></p>
<p><img class="alignright" src="http://i935.photobucket.com/albums/ad198/sawali64/XL1.jpg" alt="samsung" width="200" /><span style="float: left; font-size: 100px; line-height: 70px; padding-top: 2px; font-family: Times,serif,Georgia; color: #cc0000;">A</span>bad XXI harus diakui telah melahirkan gelombang informasi yang begitu dahsyat. Arus informasi bisa demikian deras dan cepat mengalir melalui serat-serat piranti teknologi komunikasi serba canggih. Dunia bagaikan perkampungan global. Informasi apa pun bisa demikian cepat diakses dari berbagai belahan dunia. Kemajuan teknologi di bidang informasi dan komunikasi benar-benar telah membuat dunia seolah tanpa batas.</p>
<blockquote><p>Kemajuan teknologi di bidang informasi dan komunikasi agaknya juga telah memberikan pengaruh besar terhadap pola dan gaya interaksi umat manusia. Jarak dan luas wilayah komunikasi telah menembus batas dimensi ruang dan waktu. Manusia masa kini tak cukup hanya berkomunikasi secara sosial di dunia nyata, tetapi juga telah jauh merambah berinteraksi secara virtual melalui media internet. Tak berlebihan kalau jumlah pengguna internet di dunia meningkat cukup tajam. Sebagai bagian dari masyarakat global, Indonesia pun mengalami fenomena serupa.</p></blockquote>
<p>Hasil riset <em>MarkPlus Insight</em> yang dirilis oleh Majalah <em>Marketeers</em> –sebagaimana dikutip <a target="_blank" href="http://tekno.kompas.com/read/2011/10/28/16534635/Naik.13.Juta..Pengguna.Internet.Indonesia.55.Juta.Orang" target="_blank">tekno.kompas.com</a>—menunjukkan bahwa jumlah pengguna Internet di Indonesia pada tahun 2011 sudah mencapai 55 juta orang. Dari jumlah tersebut, penetrasi mobile Internet di Indonesia mencapai 57 persen. Dari segi jumlah populasi, data dari <em>MarkPlus Insight</em> mengungkapkan bahwa pada tahun 2011 sudah ada 29 juta mobile Internet&nbsp;<em>user</em>&nbsp;di Indonesia. Dengan maraknya&nbsp;<em>gadget</em>&nbsp;baru yang berkembang dan ditunjang pula oleh semakin terjangkaunya harga paket&nbsp;<em>mobile</em>&nbsp;Internet yang ditawarkan oleh operator seluler, angka ini meningkat sebesar hampir 100 persen dari tahun sebelumnya, yaitu 16 juta orang.</p>
<p><strong>Jaringan Luas dan Berkualitas</strong><br />
Di tengah “euforia” penggunaan internet mobile semacam itu, secara jujur mesti diakui, XL merupakan salah satu operator seluler yang memiliki peran besar. Sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia yang beroperasi secara komersial sejak 8 Oktober 1996, XL merupakan penyedia layanan seluler dengan jaringan yang luas dan berkualitas di seluruh Indonesia bagi pelanggan ritel (<em>Consumer Solutions</em>) dan solusi bagi pelanggan korporat (<em>Business Solutions</em>).</p>
<p>Berkat berbagai terobosan dan inovasi yang terus dilakukan, XL telah berperan besar dalam meningkatkan kecerdasan masyarakat. Animo pengguna internet mobile kian meningkat, sehingga masyarakat menjadi “melek informasi” dan terhindar dari “mitos” gaptek (gagap teknologi). Jaringan XL yang luas dan berkualitas makin memudahkan dan “memanjakan” para pelanggan dalam mengakses berbagai informasi yang dibutuhkan.</p>
<p><strong><em>Setting</em> Internet Otomatis</strong><br />
Dalam upaya memberikan layanan terbaik kepada para pelanggan dalam mengakses informasi, saat ini XL telah mengembangkan inovasinya dalam hal layanan data dan internet. Peningkatan yang dilakukan XL mulai saat ini, antara lain:<br />
<strong></strong><strong>Setting Internet Otomatis</strong>: kartu XL sekarang sudah dilengkapi dengan fitur setting internet secara otomatis. Pelanggan hanya perlu masukkan kartu XL ke semua handphone atau tablet PC dan bisa langsung terkoneksi ke internet tanpa perlu setting APN, proxy dll. Hal ini saya buktikan ketika saya menggunakan kartu XL di dalam handphone Samsung Galaxy Ace Model GT-S5830 versi Android 2.3.6. Hanya dengan mengaktifkan jaringan data, handphone langsung terkoneksi otomatis dengan internet. Berikut ini screen shot-nya.</p>
<table>
<tbody>
<tr>
<td><img src="http://i935.photobucket.com/albums/ad198/sawali64/XL2.jpg" alt="XL" width="272" /></td>
<td><img src="http://i935.photobucket.com/albums/ad198/sawali64/XL4.jpg" alt="XL" width="272" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Kemudahan pelanggan XL dalam memanfaatkan jaringan internet secara otomatis ternyata juga bisa diterapkan untuk handphone yang terbilang “jadul” sekali pun. Hal ini saya buktikan ketika kartu XL saya masukkan ke dalam handphone Nokia 2700 classic. Karena layarnya terlalu kecil untuk internetan, saya gunakan Nokia “jadul” itu sebagai modem. Setelah dicolokkan melalui USB di laptop dengan menggunakan perangkat Nokia PC Suite, XL dengan mudah mendeteksi koneksi internet, tanpa harus melakukan setting APN atau proxy yang rumit dan ribet. Berikut screen shot-nya.</p>
<table>
<tbody>
<tr>
<td><img src="http://i935.photobucket.com/albums/ad198/sawali64/nokia4.jpg" alt="XL" width="272" /></td>
<td><img src="http://i935.photobucket.com/albums/ad198/sawali64/nokia3.jpg" alt="XL" width="272" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Nah, makin terbukti kalau XL memang cocok digunakan untuk internetan dengan menggunakan berbagai jenis handphone.</p>
<p><strong>Layanan Cek Sisa Kuota dan Masa Berlaku Internet</strong>: Pelanggan XL bisa melakukan pengecekan sisa kuota layanan data dan masa berlaku internet secara langsung dan <em>real time</em> dengan tiga cara, yaitu:</p>
<ol>
<li>SMS : ketik KUOTA kirim ke 868.</li>
<li>UMB (Ussd Menu Browser): tekan *123# di handset pelanggan, pilih pengaturan internet kemudian pilih cek kuota;</li>
<li>Web/WAP: masuk ke browser dan ketik alamat url&nbsp;<span style="text-decoration: underline;"><a target="_blank" href="http://xl.co.id/">http://xl.co.id</a></span>. Layanan ini tanpa perlu login.</li>
</ol>
<p>Berikut ini beberapa screen shot-nya!</p>
<table>
<tbody>
<tr>
<td><img src="http://i935.photobucket.com/albums/ad198/sawali64/XL5.jpg" alt="XL" width="272" /></td>
<td><img src="http://i935.photobucket.com/albums/ad198/sawali64/XL6.jpg" alt="XL" width="272" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table>
<tbody>
<tr>
<td><img src="http://i935.photobucket.com/albums/ad198/sawali64/XL7.jpg" alt="XL" width="272" /></td>
<td><img src="http://i935.photobucket.com/albums/ad198/sawali64/XL8.jpg" alt="XL" width="272" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Kemudahan pelanggan dalam melakukan pengecekan sisa kuota layanan data dan masa berlakunya koneksi internet, tentu akan sangat dipertimbangkan oleh pengguna operator seluler jenis apa pun. Kemudahan pengecekan sisa kuota bisa membuat pelanggan lebih nyaman dalam berselancar di dunia virtual, sehingga online bisa dilakukan setiap saat, tanpa dihinggapi rasa khawatir apabila tuntutan menggunakan internet menjadi sebuah kebutuhan. Berbagai kemudahan itu bisa kita dapatkan melalui XL.</p>
<p>Ya, ya, ya, <a target="_blank" href="https://twitter.com/xl123" target="_blank">@xl123</a>&nbsp;memang oke. Selain koneksi internet otomatis dan cek sisa kuota real time, pulsa juga irit banget.&nbsp;<a target="_blank" title="#XlaluBerbagi" href="https://twitter.com/#!/search/%23XlaluBerbagi" target="_blank">#XlaluBerbagi</a>. ***</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sawali.info/2012/04/03/peran-dan-inovasi-xl-di-tengah-gelombang-informasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dukungan XL terhadap Pengembangan Games Lokal Indonesia</title>
		<link>http://sawali.info/2012/03/27/dukungan-xl-terhadap-pengembangan-games-lokal-indonesia/</link>
		<comments>http://sawali.info/2012/03/27/dukungan-xl-terhadap-pengembangan-games-lokal-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Mar 2012 16:33:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sawali Tuhusetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[jejaring sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=7914</guid>
		<description><![CDATA[Luncurkan KotaGames, Social Games Berbasis WAP Siapa bilang pengembang games Indonesia tidak bisa bersaing dengan pengembang asing? Siapa pula yang bilang kalau games-games lokal bermutu rendah? Lihat saja games-games lokal yang bertaburan di dunia virtual. Karya-karya mereka bisa dibilang kreatif, inovatif, sekaligus imajinatif, yang sanggup “memanjakan” naluri bermain para gamer. Sebagai bentuk apresiasi, support, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Luncurkan KotaGames, Social Games Berbasis WAP</strong></p>
<p>Siapa bilang pengembang games Indonesia tidak bisa bersaing dengan pengembang asing? Siapa pula yang bilang kalau games-games lokal bermutu rendah? Lihat saja games-games lokal yang bertaburan di dunia virtual. Karya-karya mereka bisa dibilang kreatif, inovatif, sekaligus imajinatif, yang sanggup “memanjakan” naluri bermain para gamer. Sebagai bentuk apresiasi, support, dan optimalisasi potensi para pengembang game lokal, <a target="_blank" href="http://www.xl.co.id/" target="_blank">PT XL Axiata Tbk</a> (XL) tidak ragu untuk merangkul dan membantu memaksimalkan potensi mereka sehingga mampu ikut menikmati kejayaan industri kreatif yang diprediksi akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang. Saat ini, sudah ada lima pengembang games lokal yang bekerjasama dengan XL dan&nbsp; akan terus bertambah.</p>
<p>Dian Siswarini, <em>Direktur Teknologi, content, and New Business</em>, menyatakan bahwa XL melihat peluang yang sangat besar pada bisnis layanan games. Setidaknya saat ini di Indonesia terdapat sekitar 40 juta pengguna facebook, 20 juta FB gamers, belum lagi mobile game dan online game. Pada sisi yang lain, Indonesia juga memiliki potensi pengembang games yang cukup besar, bahkan prestasinya cukup dikenal di luar negeri. Ditegaskan lebih lanjut, XL membuka diri untuk bekerjasama dengan sebanyak mungkin pengembang games lokal yang potensial. XL akan membantu mereka me-<em>monetize</em> karya mereka dengan memanfaatkan jaringan XL, termasuk juga menjembatani transaksi antara publisher/CP dengan pengguna games/<em>on line games</em>.</p>
<p>Saat ini, partner layanan games yang bekerjasama dengan XL, antara lain tiga top game publisher yaitu <em>EA, Gameloft</em>, dan <em>Squarenix</em>. Sementara itu, partner lokal, antara lain <em>Toge Production, Agathe, Gamemachi, </em>dan<em> Credoland</em>. Tidak lama lagi, ratusan games produk/karya pengembang lokal bisa didapatkan pelanggan XL. <em>Toge Production</em> memiliki <em>Necronator 2</em>, <em>Planetaryconflict, NFECTONATOR</em> (yang mendapat award internasional), <em>Agathe </em>(al. <em>Football Saga, </em>dan<em> Nyanyi Yuk</em> – banyak meraih penghargaan), <em>Gamemachi</em> (al. <em>WAP game GameMachi</em>), dan <em>Credoland </em>(al. Games anak <em>Credoland</em>).</p>
<p><strong>Peluncuran KotaGames</strong><br />
<img class="alignleft" src="http://i935.photobucket.com/albums/ad198/sawali64/kotagames4-1.jpg" alt="kotagames" width="275" />Sebagai wujud keseriusan dalam memberikan apresiasi, support, dan optimalisasi potensi para pengembang game lokal, XL telah meluncurkan <em>KotaGames</em>, yaitu <em>Social Games</em> berbasis WAP yang di dalamnya terdapat banyak <em>Games</em>, seperti <em>oxter Fight, Club Wars,</em> dan sebagainya. Disebut sebagai <em>Social Games</em> karena pengguna bisa bermain dengan pemain lain dan meng-<em>update</em> ke <em>account</em> Facebook atau Twitter. Saat ini ada enam games di KotaGames dan terus akan bertambah. Untuk mengakses layanan ini, pelanggan cukup mengakses <a target="_blank" href="http://m.kotagames.com/" target="_blank">http://m.kotagames.com</a> melalui browser hape atau melalui code akses khusus pengguna XL dengan ketik *123*5888#.</p>
<p>Hanya dengan membayar Rp550 (sudah termasuk PPN), pelanggan XL bisa menikmati game-game menarik dalam KotaGames selama 24 jam sehari dan sudah termasuk akan mendapatkan akses free GPRS ketika mengakses KotaGames, plus mendapatkan 1.000 Kgold. Kgold adalah mata uang (virtual credits) yang ada di dalam KotaGames yang berguna untuk membeli <em>virtual items</em> untuk pengembangan karakter/tokoh yang dimainkan. Layanan KotaGames dapat diakses melalui operator lain, tetapi fitur seperti penukaran pulsa telepon dengan Kgold atau <em>virtual credit</em> dan Tariff Hemat RP550 hanya tersedia bagi pelanggan XL. Tarif yang dikenakan bukan merupakan tarif berlangganan.</p>
<p>Pelanggan mulai bisa mengakses KotaGames sejak Februari 2012. Sudah ada lebih dari 50 ribu pelanggan XL yang memainkannya. KotaGames memang menghadirkan kemudahan bagi pelanggan untuk bermain games karena tidak memerlukan download ataupun instalasi apa pun. Karena KotaGames tidak mengenakan mekanisme berlangganan, maka tidak perlu melakukan UNREG apabila tidak ingin menikmati layanan ini lagi. Syarat dan ketentuan mengenai layanan ini bisa didapatkan melalui <a target="_blank" href="http://m.kotagames.com/">http://m.kotagames.com</a>.</p>
<p><strong>Tentang XL</strong><br />
<img class="alignleft" src="http://dailysocial.net/wp-content/uploads/2012/01/xl-logo.jpg" alt="XL" width="275" />XL adalah salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia. Mulai beroperasi secara komersial sejak 8 Oktober 1996, XL saat ini adalah penyedia layanan seluler dengan jaringan yang luas dan berkualitas di seluruh Indonesia bagi pelanggan ritel (Consumer Solutions) dan solusi bagi pelanggan korporat (Business Solutions). XL merupakan satu-satunya operator yang memiliki jaringan serat optik yang luas. XL telah meluncurkan XL 3G pada 21 September 2006, layanan telekomunikasi seluler berbasis 3G pertama yang tercepat dan terluas di Indonesia. XL dimiliki secara mayoritas oleh <em>Axiata Group Berhad</em> (“<em>Axiata Group</em>”) melalui <em>Axiata Investments</em> (Indonesia) <em>Sdn Bhd</em> (66,6%) dan sisanya <em>Emirates Telecommunications Corporation </em>(Etisalat) melalui <em>Etisalat International Indonesia Ltd</em> (13,3%), serta publik (20,1%). Sebagai bagian dari <em>Axiata Group</em> bersama-sama dengan <em>Robi</em> (Bangladesh), <em>HELLO </em>(Cambodia), <em>Idea</em> (India), <em>MTCE</em> (Iran), <em>Celcom</em> (Malaysia), <em>Multinet</em> (Pakistan), <em>M1 </em>(Singapore), <em>SIM</em> (Thailand), dan <em>Dialog</em> (Sri Lanka), menjadi yang terbaik di wilayah Asia. ***</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sawali.info/2012/03/27/dukungan-xl-terhadap-pengembangan-games-lokal-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mendinamiskan Komunitas Sastra Kendal</title>
		<link>http://sawali.info/2012/03/25/mendinamiskan-komunitas-sastra-kendal/</link>
		<comments>http://sawali.info/2012/03/25/mendinamiskan-komunitas-sastra-kendal/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Mar 2012 09:50:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sawali Tuhusetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Esai]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi sastra]]></category>
		<category><![CDATA[sastra Kendal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=7905</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu, 24 Maret 2012, bertempat di Balai Kesenian Remaja (BKR), Kompleks GOR Bahureksa Kendal, Kebun Sastra yang dikomandani penyair Kelana, menggelar diskusi sastra dengan mengangkat tajuk “Rekonstruksi Sastra Kendal”. Ada empat narasumber yang dihadirkan, yakni Bambang Dwiyono (Sekda Pemkab Kendal), Sawali Tuhusetya, Bahrul Ulum A. Malik (penggiat Komunitas Plataran Sastra Kaliwungu/PSK), dan Heri Candra Santosa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="float: left; font-size: 100px; line-height: 70px; padding-top: 2px; font-family: Times,serif,Georgia; color: #cc0000;">S</span>abtu, 24 Maret 2012, bertempat di Balai Kesenian Remaja (BKR), Kompleks GOR Bahureksa Kendal, Kebun Sastra yang dikomandani penyair Kelana, menggelar diskusi sastra dengan mengangkat tajuk “Rekonstruksi Sastra Kendal”. Ada empat narasumber yang dihadirkan, yakni Bambang Dwiyono (Sekda Pemkab Kendal), Sawali Tuhusetya, Bahrul Ulum A. Malik (penggiat Komunitas Plataran Sastra Kaliwungu/PSK), dan Heri Candra Santosa (penggiat Komunitas Lereng Medini Boja). Kelana sendiri bertindak sebagai moderator.</p>
<p>Dalam diskusi yang dihadiri sekitar 30-an penggiat sastra dari komunitas sastra Kendal, seperti Komunitas Lereng Medini (Boja), Bongkar (Sukorejo), Rumah Diksi (Brangsong), Plataran Sastra Kaliwungu (PSK), Komunitas Kebun Sastra (Kendal), dan beberapa penyair Batang (Edi S. Febri, dkk.) itu terungkap tentang pasang surut dan dinamika sastra Kendal dari masa ke masa. Harus diakui, Kendal termasuk kota kecil yang telah melahirkan banyak sastrawan kondang. Sebut saja nama Ahmadun Y. Herfanda, Nung Runua, Gunoto Sapari, atau Prie GS. Mereka adalah sastrawan kelahiran Kendal yang dikenal cukup produktif dalam melahirkan karya-karya sastra berkelas, baik cerpen, puisi, maupun novel, pada zamannya.</p>
<table>
<tbody>
<tr>
<td><img src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/s720x720/527147_414075815286321_100000517196660_1557066_185171689_n.jpg" alt="rekonstruksi sastra" width="270" /></td>
<td><img src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/s720x720/544515_414076345286268_100000517196660_1557069_702485582_n.jpg" alt="rekonstruksi sastra" width="270" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table>
<tbody>
<tr>
<td><img src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/s720x720/526765_414076728619563_100000517196660_1557071_1353451483_n.jpg" alt="rekonstruksi sastra" width="270" /></td>
<td><img src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/s720x720/561878_414079015286001_100000517196660_1557080_2131875427_n.jpg" alt="rekonstruksi sastra" width="270" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: center;">(Screenshot diskusi berkat jasa baik Mas Akar Jerami. Matur nuwun, Mas)</p>
<p>Namun, agaknya Kendal tergolong kota yang kurang “ramah” dalam menghidupi para sastrawannya untuk terus berkarya di “rumah” sendiri. Akibat tuntutan perubahan dan dinamika zaman yang terus berlangsung, para sastrawan Kendal lebih memilih kota lain untuk berkarya dan berkreativitas. Ahmadun Y. Herfanda dan Nung Runua di Jakarta, sedangkan Gunoto Sapari dan Pri GS di Semarang. Praktis, sepeninggal mereka, sastra Kendal dalam keadaan tiarap. Hampir tak ada event-event kegiatan sastra yang bisa dibanggakan. Masih beruntung, Kendal memiliki kelompok Teater Semut yang masih terus eksis pentas dan menggelar event “Gelar Budaya” tahunan. Setidaknya, sastra Kendal tidak sampai “mati suri”.</p>
<blockquote><p>Tahun 1996-an, ketika saya datang dan mulai menetap di kota Bahureksa, saya terpaksa harus “lari” ke Semarang untuk menuntaskan “naluri” bersastra. Semarang terbilang kota yang mengakrabkan saya pada ranah sastra. Di kota Lumpia itu saya bisa bersilturahmi dan ngobrol apa saja dengan Budi Maryono, Gunawan Budi Susanto (Putu), S. Prasetyo Utomo, Triyanto Triwikromo, Basa Basuki, Yudiono KS, Nurdien HK, dan beberapa sastrawan lain. Simpang Lima atau kawasan Jalan Pemuda sesekali jadi tempat obrolan sambil “nyrutup” teh poci khas Tegal, hingga larut malam. Atmosfer seperti itu sulit saya dapatkan di Kendal hingga beberapa tahun lamanya.</p></blockquote>
<p>Baru sekitar 2009-an sastra di Kendal mulai menggeliat. Kehadiran penyair Kelana dan Slamet Priyatin, harus diakui, telah membuat peta sastra Kendal berubah. Berbagai event sastra rutin digelar, baik dalam bentuk diskusi maupun pentas. Karya-karya penyair muda dibedah bareng-bareng; diapresiasi dan dikritisi, hingga “adrenalin” para penyair muda potensial bisa terus terpacu dan terasah. Kemudian, puisi-puisi terbaik karya penyair-penyair muda diabadikan dalam bentuk “bunga rampai”, meski harus diterbitkan secara mandiri. Yang tak bisa dilupakan, tentu saja peran Sigid Susanto. Sastrawan yang kini menetap di Perancis itu setiap tahun meluangkan waktu pulang ke kampung halaman (Boja), lantas menggelar event “Apresiasi Sastra” selama beberapa hari dengan mengundang para sastrawan “berkelas” dari berbagai kota, bahkan manca negara. Para penulis muda, penggiat, dan pencinta sastra diundang untuk hadir, lantas berbaur bersama dalam suasana santai dan akrab bersama sastrawan-sastrawan hebat. F. Rahardi, Agus Noor, Wayan Sunarto (Penyair Bali), Shiho Sawai (Jepang), Thomas Blarer (Swiss), Aguk Irawan Mn., Tien Suwartinah (Pontianak), Adi Toha, Ahmad Tohari, Saut Situmorang, dan beberapa sastrawan lain pernah singgah di kota ini.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a target="_blank" href="http://www.rumahdiksibuletin.blogspot.com/" target="_blank"><img src="http://i935.photobucket.com/albums/ad198/sawali64/buletinrumahdiksi.jpg" alt="blog guru" width="400" /></a><p class="wp-caption-text">Rumah Diksi Buletin #7/ Maret 2012</p></div>
<p>Sastra Kendal kian menggeliat ketika bermunculan berbagai komunitas sastra yang cukup eksis dalam menggelar event-event sastra “bergengsi”. Komunitas Lereng Medini (Boja), Bongkar (Sukorejo), Rumah Diksi (Brangsong), Plataran Sastra Kaliwungu (PSK), atau Komunitas Kebun Sastra (Kendal) yang dikomandani masing-masing oleh Heri CS, Setia Naka Andrian, Bahrul Ulum, dan Kelana, terbilang gigih dan visioner dalam berkiprah mendinamiskan sastra Kendal melalui kantong sastra yang dikelolanya. Bahkan, Setia Naka Andrian, punya nyali besar “melompat dengan tradisi” dengan menerbitkan buletin sastra secara rutin yang bisa diunduh secara gratis di <a target="_blank" href="http://www.rumahdiksibuletin.blogspot.com/" target="_blank">Rumah Diksi</a>.</p>
<p>Tentu, komunitas sastra saja tidak cukup. Para penggiat komunitas dengan “ideologi” dan visinya masing-masing perlu terus mengobarkan semangat dan passion berkarya, dengan tak henti-hentinya menggelar event-event sastra untuk menciptakan atmosfer kreativitas bagi para penulis muda agar proses regenerasi tidak “kepaten obor”. Bahkan, jika memungkinkan, dari Komunitas Sastra bergerak dan melaju ke dalam ranah “Sastra Komunitas” sehingga akan bermunculan karya-karya “masterpiece” dan eksotis yang memiliki kekhasan dan tampil beda. Mudah-mudahan “mimpi” itu bisa terwujud, sehingga sastra Kendal bisa terus eksis dalam peta sastra Indonesia mutakhir. ***</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sawali.info/2012/03/25/mendinamiskan-komunitas-sastra-kendal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

