<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Jam 3 Sore</title><description></description><managingEditor>noreply@blogger.com (Jam 3 Sore)</managingEditor><pubDate>Fri, 30 Aug 2024 11:51:04 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">45</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://ikshiddiq.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:category text="Religion &amp; Spirituality"><itunes:category text="Islam"/></itunes:category><itunes:category text="Games &amp; Hobbies"><itunes:category text="Hobbies"/></itunes:category><itunes:category text="Government &amp; Organizations"/><itunes:category text="Business"/><itunes:category text="Society &amp; Culture"><itunes:category text="Philosophy"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Dibayar Dengan Ikhlas</title><link>http://ikshiddiq.blogspot.com/2013/07/dibayar-dengan-ikhlas.html</link><author>noreply@blogger.com (Jam 3 Sore)</author><pubDate>Sun, 14 Jul 2013 21:46:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6168216668003872622.post-3129365598516668947</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;h5 class="uiStreamMessage userContentWrapper" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1,&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}"&gt;
&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;&lt;span class="userContent"&gt;Jadi pengajar pengajian anak-anak/remaja itu harus ikhlas. Apalagi 
kalau mengajar di sekitar masyarakat menengah ke bawah (secara ekonomi).
 Pun masyarakat yang tidak mengerti pendidikan agama atau "dunya" 
oriented. Ikhlas sajalah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Pernah (2006-2009) mengajar pengajian
 anak-anak/remaja saat kuliah di sebuah mesjid kecil di tengah lokasi 
kos-kosan mahasiswa (ini pun menjadi pengalaman banyak teman-teman 
mahasiswa yang aktif di LDK). Biasanya mengajarnya dari waktu maghrib 
sampai isya. jadwalnya tiap hari (bagi sebagian lain ada sistem piket 
tapi tidak bagi kami saat itu). Tidak peduli banyak tugas, besok mau 
ujian, atau lelah pulang kuliah, kami selalu berusaha meluangkan waktu 
untuk mengajar. Padahal hanya satu/dua orang tua yang menitipkan 
anak-anaknya untuk diajarkan ngaji. Sisanya (banyak) kami ajak untuk 
mengaji saja daripada nongkrong/main di jalan. &lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt; &lt;br /&gt; Apa yang kami dapatkan? alhamdulillah dapet IKHLAS (dan ucapan terima kasih dr beberapa orang tua saja)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Setahun belakangan sampai sekarang, mulai aktif membantu mengajar 
pengajian malam anak-anak di kampung halaman. Kadang-kadang jadi guru 
"serep" di Madrasah Diniyah Awaliyah (sekolah agama sore). Rata-rata 
pengajar-pengajrnya adalah orang-orang setengah pengangguran (wiraswasta
 pemula, buruh kontrak, dan bahkan hanya mengandalkan profesi mengajar).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Apa yang kami dapatkan? alhamdulillah dapet IKHLAS sebesar 50ribu 
rupiah/bulan utk guru MDA dan 15ribu rupiah/bulan utk guru pengajian 
malam. (Selidik punya selidik ternyata upah untuk pengajian malam 
didapat dari kencleng pengajian ibu-ibu yang dipungut secara ikhlas dan 
diberikan secara ikhlas)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Jadi jelas bahwa (secara ilmu ekonomi pastu) menjadi seorang pengajar agama itu tidak bisa dijadikan sebuah pekerjaan utama.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Tapi...&lt;br /&gt;
 Bagi kami (malu kalau ini dijadikan bahan keluhan atau berharap lebih 
dan tidak sepantasnya) yang menjadi tujuan utama adalah generasi penerus
 kami harus mendapat pendidikan yang seimbang. anak-anak harus dibekali 
ilmu-ilmu agama (ibadah dan akhlak). Bahwa kami merasa mendapatkan 
amanat (dari agama dan masyarakat) untuk membimbing, membina, dan 
mencetak generasi islami yang beriman dan bertaqwa. Bahwa, biarpun kami 
terkadang terdesak kebutuhan dapur, besar harapan kami semoga keikhlasan
 ini menjadi "cicilan" hingga mampu mendapatkan keridhoan Allah. Semoga 
generasi penerus kami pun mendapatkan ilmu-ilmu yang kami ajarkan saat 
ini, bahkan mendapatkan yang lebih baik.aamiinn&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Bahwa saya 
menemukan bahwa sangat banyak para pejuang di luar sana yang memiliki 
nasib perekonomian yang pas-pasan. Bukannya mereka tidak mampu bekerja 
di tempat yang lebih layak tapi mereka tidak memiliki (dan tidak 
mengambil) kesempatan untuk berada di posisi pekerjaan yang lebih baik 
secara ekonomi dan lebih nyaman. Dan mereka lebih memilih untuk mengabdi
 di jalan Allah, berdakwah di tengah umat, menyelamatkan generasi 
penerus islam, dengan ikhlas dan cuma IKHLAS.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Jam 3 Sore</title><link>http://ikshiddiq.blogspot.com/2013/07/jam-3-sore.html</link><author>noreply@blogger.com (Jam 3 Sore)</author><pubDate>Fri, 12 Jul 2013 16:31:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6168216668003872622.post-4089925525582700340</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;b&gt;2 tahun&lt;/b&gt; menjadi manusia setengah pengangguran dirasa cukup gagal alias nihil. Semua rencana tidak ada yang berjalan sesuai dengan harapan. Hanya satu rencana yang tidak diharapkan yang ternyata sukses berjalan dengan lancar. Ya. Kegagalan ini telah mampu direncanakan dengan tidak baik. Akhirnya saya kewalahan dan dikejar-kejar setoran Bank. Ah SIAL!! (istighfar man..!!) Astaghfirullohal'adzim...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesalahan paling mencolok dari kegagalan episode hidup ini adalah dari perencanaan yang tidak matang, wawasan yang masih sangat kurang, malas, dan terlalu gegabah.Terlalu banyak waktu yang terbuang sia-sia dalam episode ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tapi apakah 2 tahun ini benar-benar berjalan sia-sia?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak sepenuhnya. Ada sisi dunia lain yang perlu disapa dan diselami (lagi). Dunia yang lebih membutuhkan tenaga, pikiran, dan finansial yang cukup. Dunia "tua" yang mampu menyelamatkan kehidupan masa depan banyak generasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;....&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini kutatap langit Jam tiga sore. Selalu ada kesempatan kalau kita mau menyempatkan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pratulis</title><link>http://ikshiddiq.blogspot.com/2013/03/pratulis.html</link><author>noreply@blogger.com (Jam 3 Sore)</author><pubDate>Sat, 9 Mar 2013 21:21:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6168216668003872622.post-4818195306459572313</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: #020202; font-family: 'Segoe UI'; line-height: 20px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px;"&gt;
&lt;span style="background-color: white;"&gt;Sebelum menulis, mari kita simak tips menulis ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #020202; font-family: 'Segoe UI'; line-height: 20px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px;"&gt;
&lt;span style="background-color: white;"&gt;Banyak penulis yang bingung membedakan antara blurbs dan sinopsis buku. Blurbs adalah penjelasan singkat tentang isi di back cover buku yang telah terbit. Tujuannya jelas untuk menarik minat baca (dan keputusan membeli) pembaca, jadi dibuat semenarik dan semenggelitik mungkin. Sedangkan sinopsis adalah ringkasan cerita—rata-rata 1-2 halaman—yang disertakan bersama naskah untuk dikirimkan ke penerbit. Berbeda tujuannya dengan blurbs, yang membaca sinopsis ini adalah tim redaksi, jadi pastikan kamu menjelaskannya dengan ringkas tapi tetap detail.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #020202; font-family: 'Segoe UI'; line-height: 20px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px;"&gt;
&lt;span style="background-color: white;"&gt;Dan sekarang, kamu pun bertanya-tanya: bagaimana sih caranya meringkas cerita dari novel beratus-ratus halaman menjadi sinopsis?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #020202; font-family: 'Segoe UI'; line-height: 20px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px;"&gt;
&lt;span style="background-color: white;"&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pikirkan ide dasar novelmu&amp;nbsp;→ jelaskan perkembangannya di setiap bab&lt;br /&gt;Pertama-tama, sederhanakan ide cerita kamu jadi satu kalimat saja. Hindari deskripsi berbunga-bunga hanya supaya terdengar cool dan ‘dalam’. Daripada menulis ‘sebuah novel remaja tentang perihnya sebuah kehilangan itu’ akan lebih baik jika kamu menyebut ide dasar naskah kamu adalah tentang ‘seorang remaja cewek yang berusaha move on dari kesedihannya ditinggal mati pacar tiga tahunnya’.&lt;br /&gt;Setelah itu, yang harus kamu jelaskan adalah kronologis cerita per babnya. Fokus deskripsi per bab nggak harus membahas semua kejadian, hanya yang penting-penting saja. Ceritakan saja scene atau situasi yang berhubungan langsung dengan plot utama cerita—dan sub plot penting yang juga terjadi di bab yang sama.&lt;br /&gt;Kamu bisa memilih dua cara: 1) satu paragraf untuk setiap penjelasan satu bab, atau 2) sebutkan babnya dalam plot kamu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #020202; font-family: 'Segoe UI'; line-height: 20px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px;"&gt;
&lt;span style="background-color: white;"&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Cek kembali sinopsis yang kamu buat&lt;br /&gt;Seperti yang tadi sudah dijelaskan, sinopsis idealnya 1-2 halaman. &lt;br /&gt;Sah-sah saja kalau kamu menginginkan sinopsismu sedetail dan sejelas mungkin, tapi harap pertimbangkan siapa yang akan membacanya: editor. Dan yang dia inginkan adalah penjelasan ringkas dan poin-poin penting terkait dengan isi cerita. Kalau si editor butuh tahu lebih detail dan lebih jelas lagi, dia akan membaca naskah kamu sampai habis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #020202; font-family: 'Segoe UI'; line-height: 20px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px;"&gt;
&lt;span style="background-color: white;"&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Ingat-ingat prinsip sebab akibat&lt;br /&gt;Meskipun ringkas, bukan berarti sinopsismu jadi sulit dimengerti. Perhatikan alur penjelasan kamu dengan baik dan pastikan mengikuti logika.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #020202; font-family: 'Segoe UI'; line-height: 20px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px;"&gt;
&lt;span style="background-color: white;"&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Tetap harus menarik&lt;br /&gt;Pastikan baik-baik cara kamu menulis sinopsis. Sekali lagi ingat: yang membaca sinopsismu adalah editor. Dan tujuan sinopsismu adalah memastikan si editor tertarik membaca naskahmu lebih lanjut. Bisa dibilang, sinopsis adalah cara kamu mempresentasikan naskah. Meskipun ringkas, bukan berarti jadi tidak menarik untuk dibaca.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #020202; font-family: 'Segoe UI'; line-height: 20px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px;"&gt;
&lt;span style="background-color: white;"&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Bongkar semuanya—tak boleh ada rahasia di dalam sinopsis&lt;br /&gt;Hindari prinsip membuat blurbs dan malah membuat pertanyaan-pertanyaan tidak penting macam: bisakah A dan B bertemu kembali? Atau, Apakah A akhirnya mengetahui siapa yang menculik adik bungsunya?&lt;br /&gt;Jelaskan semuanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #020202; font-family: 'Segoe UI'; line-height: 20px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px;"&gt;
&lt;span style="background-color: white;"&gt;Contoh sinopsis buku:&lt;br /&gt;JUDUL&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; YOU ARE MY FUTURE (BUT WHY ARE YOU MY PAST TOO?)&lt;br /&gt;PENULIS&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Crystal&lt;br /&gt;TEBAL&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 80 halaman (32.123 kata)&lt;br /&gt;IDE DASAR&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: Tentang cowok yang jatuh cinta dengan orang yang pernah mempermalukannya waktu SMU dulu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #020202; font-family: 'Segoe UI'; line-height: 20px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px;"&gt;
&lt;span style="background-color: white;"&gt;Dua belas tahun lalu (2000—bab 1), Rizal (cowok pemalu dan kutu buku) jatuh cinta pada pandangan pertama dengan cewek dancer di sekolahnya yang bernama Nina. Sebenarnya, Nina juga merasakan hal yang sama, tapi cewek itu terlalu gengsi dengan reputasinya dan kemudian merancang adegan memalukan saat jam istirahat: menolak Rizal mentah-mentah. Cowok itu ditertawakan habis-habisan dan bahkan setelah berbulan-bulan sejak itu pun dia selalu merasa mual karena trauma setiap pagi—saat sadar harus siap-siap berangkat sekolah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #020202; font-family: 'Segoe UI'; line-height: 20px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px;"&gt;
&lt;span style="background-color: white;"&gt;Cut to kejadian kini (2012—bab 2), Rizal yang semasa remajanya dikenal berpenampilan cupu dan agak nerdy tumbuh jadi sosok menawan dan atletis. Bukan itu saja, setelah lulus kuliah, cowok itu berhasil mendapat pekerjaan mapan di sebuah perusahaan asing. Seperti ingin balas dendam pada masa lalunya yang pahit, Rizal senang gonta-ganti pacar dan sangat alergi pada komitmen. Tapi semuanya berubah sejak bertemu dengan Nina (Rizal mengenalnya dengan nama lengkapnya, Arina), staf baru di kantornya. Cewek itu juga berubah banyak secara fisik maupun penampilan hingga Rizal pun tidak mengenali cewek itu adalah teman sekelasnya yang dulu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #020202; font-family: 'Segoe UI'; line-height: 20px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px;"&gt;
&lt;span style="background-color: white;"&gt;Keduanya seperti cepat menemukan kecocokan satu sama lain. Rizal mulai mempertimbangkan untuk mencoba relationship serius dan Nina merasa cowok itu adalah sosok pacar yang dia idam-diamkan selama ini. Setelah berkencan beberapa kali (bab 4, bab 5), keduanya saling jatuh cinta. Meskipun beberapa kali sempat ada penghalang (Nina diganggu mantannya yang ternyata belum bisa menerima kenyataan bahwa hubungan mereka sudah berakhir—bab 6, tante Rizal yang sempat bermaksud menjodohkan keponakannya dengan putri teman arisannya—bab 8), hubungan keduanya malah semakin erat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #020202; font-family: 'Segoe UI'; line-height: 20px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px;"&gt;
&lt;span style="background-color: white;"&gt;Rizal semakin mantap dengan keputusannya. Merasa Nina berhasil membuat dia ‘insyaf’ jadi playboy, dia pun kemudian berencana untuk melamar cewek itu saat reuni kecil-kecilan (hanya teman-teman klub KIR saja—bab 10). Alasannya, karena dia ingin sekalian juga ‘tutup buku’ buat pengalaman pahit waktu dia dipermalukan saat SMU dulu. Namun yang terjadi justru di luar dugaan Rizal. Setengah jam sebelum rencana melamar Nina di hadapan teman-temannya, Nina bercerita tentang bagaimana shallow-nya dia waktu SMU dulu (cerita deh tentang gimana dia menolak cowok yang naksir dia—which is maksudnya adalah Rizal). Rizal langsung pucat dan buru-buru menghambur keluar dari venue acara. Dan malam itu juga, saat Nina menelepon Rizal (bertanya kenapa cowok itu tiba-tiba menghilang dari acara—bab 11), cowok itu malah ends up memutuskan hubungan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #020202; font-family: 'Segoe UI'; line-height: 20px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px;"&gt;
&lt;span style="background-color: white;"&gt;Nina yang sedih karena nggak mengerti kenapa tiba-tiba diputus sepihak begitu dan bingung harus bersikap seperti apa dengan kenyataan pahit ini, curhat ke teman baiknya, Karin. Karin, yang sejak bab pertama dijelaskan mengambil peranan sebagai ibu beruang yang sangat protektif ke Nina, jelas nggak terima teman baiknya diperlakukan seperti itu. Cewek itu langsung mencari tahu ke teman-teman Rizal. Akhirnya terbongkarlah bahwa masa lalu Rizal dan Nina bersinggungan di pengalaman pahit waktu SMU itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #020202; font-family: 'Segoe UI'; line-height: 20px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px;"&gt;
&lt;span style="background-color: white;"&gt;Nina kini marah dan memutuskan untuk konfrontasi langsung ke Rizal (bab 14). “Jawab, apa yang kamu cintai selama ini aku yang sekarang saja atau aku yang seutuhnya? Yang ternyata punya masa lalu buruk dan ada hubungannya dengan kamu?” Cowok itu tetap bersikeras dengan perasaannya. Dia bilang, masih belum bisa melupakan apa yang terjadi dua belas tahun lalu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #020202; font-family: 'Segoe UI'; line-height: 20px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px;"&gt;
&lt;span style="background-color: white;"&gt;Nina kecewa dan dengan suara gemetar bilang, “Dan here I am thinking, you are the man I want to spend my life with....” Rizal berujar pelan, “I’m sorry.” Nina menggeleng, “No. Actually, I’m the one who should say sorry. Maaf karena aku salah menilai kamu selama ini.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #020202; font-family: 'Segoe UI'; line-height: 20px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px;"&gt;
&lt;span style="background-color: white;"&gt;Meskipun mantap putus dengan Nina, Rizal tetap terlihat nggak bahagia. Cowok itu cerita ke sepupunya (dari tante yang menjodohkan dia dulu itu), dan dia malah dinasihati begini: “Waktu lo memutuskan buat melamar Arina—euh, Nina dulu, lo sendiri kan yang bilang mau tutup buku dari masa lalu penolakan memalukan waktu SMU itu. Lo bilang, masa lalu itu menghalangi kebahagiaan lo di masa depan.” “Lha, memang iya kan?” “Kalau begitu, lihat diri lo sekarang, nelangsa begini. Lo lagi berlari di tempat, Zal. Masa lalu lo jelas-jelas masih jadi batu sandungan buat masa depan lo.” Rizal terdiam (bab 15).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #020202; font-family: 'Segoe UI'; line-height: 20px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px;"&gt;
&lt;span style="background-color: white;"&gt;Setelah berpikir semalam suntuk (bab 16), cowok itu kemudian memutuskan untuk minta maaf ke Nina. Cewek itu tetap menolak, tapi Rizal nggak putus asa. Dia mengulangi proses nembak waktu dia SMU dulu. “Kita berdiri dengan posisi serupa seperti dua belas tahun lalu. Dan sekali lagi, di tangan kamulah keputusan untuk menentukan apa sejarah kita dulu akan berulang lagi malam ini....” Mata Nina merah, seperti mau menangis. “Aku nggak suka diintimidasi begini!” Rizal menggeleng. “Kamu salah. Yang aku lakukan sekarang simply hanya bermaksud untuk memperjuangkan cintaku ke kamu, Na.” Hati Nina melunak dan menerima permintaan maaf (plus lamaran) Rizal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #020202; font-family: 'Segoe UI'; line-height: 20px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px;"&gt;
&lt;span style="background-color: white;"&gt;Cerita ditutup dengan adegan pernikahan Nina dan Rizal (bab 17).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #020202; font-family: 'Segoe UI'; line-height: 20px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px;"&gt;
&lt;i&gt;(sumber:&amp;nbsp;http://gagasmedia.net)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Blog yang gak asik.. (Cheerr :D)</title><link>http://ikshiddiq.blogspot.com/2013/03/blog.html</link><author>noreply@blogger.com (Jam 3 Sore)</author><pubDate>Sat, 9 Mar 2013 18:07:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6168216668003872622.post-8259072747258613643</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Blog. Sebuah laman yang sangat buruk buat saya. Seorang yang sejak dulu tidak suka mencatat, menulis, bahkan membaca saat hidup di sekolahan. Yang saya kenal hanyalah keasikan berhitung, bereksperimen, aktif di organisasi, dan berpetualang. Hasilnya nilai di bidang sastra tidak cukup baik sedangkan di berhitung dan kegiatannya lainnya pun biasa-biasa saja. SIAL!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah untuk bisa memulai menulis di laman blog yang gak asik ini, saya perlu alasan lebih untuk menjadi "sesuatu" di bidang sastra ini. Setidaknya saya harus lebih dari sesuatunya Teteh Syahrini. Semua hal harus jelas visi dan misinya. Harus ada nilai dan manfaat buat pribadi dan para pembaca. Perlu juga sebuah katalis yang mampu memberikan efek reaksi yang cepat sehingga blog ini dapat dijadikan sebuah laman yang terarah dan tidak menjadi spam internet saja. Apalagi blog seperti ini belum tentu dibaca dan disenangi oleh orang-orang yang berlalu-lalang di dunia maya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hah..buat apa atuh saya nulis blog? dibaca juga belum tentu&lt;br /&gt;
Terus kalau dibaca pun emang suka? atau cuma terpaksa? atau ini semua gara-gara saya memang seorang pria yang menarik? Padahal saya ini hanya seorang laki-laki normal yang kurus dan tampan tapi sederhana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi terserahlah.. Saat ini setidaknya ada dia yang menyemangati sang kucing. Saya pun akan mencoba memulai menulis dengan bermodal sedikit kepedean tapi keputus-asaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang ada di ujung kaki siapa yang tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cheerr!!&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sejarah Pembangunan Ka'bah</title><link>http://ikshiddiq.blogspot.com/2012/12/sejarah-pembangunan-kabah.html</link><author>noreply@blogger.com (Jam 3 Sore)</author><pubDate>Sun, 2 Dec 2012 19:08:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6168216668003872622.post-1074226109851253803</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Terdapat 7 tahap pembangunan ka'bah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Dibangun oleh malaikat di Arsy dan di Bumi (tegak lurus dg ka'bah d bumi)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam satu riwayat disebutkan:&lt;br /&gt;
Para malaikat berkata,”Wahai Allah bukankah khalifah itu dari selain kami adalah yang selalu membuat kerusakan di bumi dan menumpahkan darah.’ Maka Allah pun marah terhadap mereka lalu mereka pun melarikan diri ke arsy, mengangkat kepala, jari jemari mereka mengisyaratkan ketundukan dan menangis karena takut akan kemurkaan-Nya. Mereka mengeilingi arsy sebanyak tiga kali.” Di dalam riwayat : “tujuh kali” mengaharapkan kridhoan Tuhan mereka dan Allah pun meredhoi mereka. Kemudian Allah berkata kepada mereka,”Bangunlah oleh kalian di bumi sebuah rumah yang menjadi tempat kembali setiap orang yang Aku murka terhadapnya dari makhluk-Ku dan dia mengelilinginya (thawaf) sebagaimana kalian lakukan terhadap arsy-Ku maka Aku akan mengampuninya sebagaimana Aku telah mengampuni kalian.” Lalu mereka pun membangun ka’bah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana caranya? Wallohu'alam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” (QS. Al-Imron:96)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Dibangun oleh Nabi Adam (Atas perintah Allah SWT) yang diteruskan oleh anaknya, Syst ra.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
waktu itu tanah Arab memang berupa tanah kosong dan tandus. Ka'bah pun dibangun hanya dengan tumpukan batu dan tanah berbentuk persegi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="http://bp3.blogger.com/_T6VmWHMumLs/Rwl_vhROidI/AAAAAAAAAHo/tqWdioOd0fQ/s320/Kurash+ka%27bah.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa di tanah mekkah? ada beberapa alasan pengetahuan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
cek link: http://ikshiddiq.blogspot.com/2012/12/inilah-rahasia-kabah-mekkah-kabah-rumah.html&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Dibangun Oleh Nabi Ibrahim AS dan anaknya, Nabi Isma'il AS. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS membangun kembali ka'bah yg sudah rusak dan tertutup pasir. Walaupun di tengah2 tanah kosong dan tandus, nyatanya di wilayah ka'bah keluar air zamzam yg tidak pernah habis sampai sekarang. padahal secara akal sehat tidak mungkin di tempat tandus seperti itu akan terdapat air. lebih istimewa lagi ternyata air zamzam (menurut penelitian) air terbaik di muka bumi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Dan (ingatlah), ketika kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah.” (QS. Al Hajj : 26)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
As-Suddiy mengatakan bahwa tatkala Allah swt memerintahkan Ibrahim dan Ismail agar membangun sebuah rumah lalu mereka berdua tidak mengetahui dimana tempat akan dibangunnya hingga Allah mengirimkan angin, ada yang menyebutkan angin itu adalah al khajuj yang memiliki dua sayap sementara kepalanya berbentuk ular. Lalu ular itu membersihkan daerah sekitar ka’bah sebagai tempat dibangunnya rumah pertama. Keduanya pu mengikutinya dengan membawa alat penggali dan melakukan penggalian sehingga mereka berdua berhasil meletakkan pondasinya, sebagaimana firman Allah swt&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mereka berdua meletakkan dasar-dasarnya maka dibangunlah rukun-rukunnya. Dan Ibrahim mengatakan kepada Ismail,”Wahai anakku, carikanlah untukku batu hitam dari daerah India, dahulunya ia adalah batu yakut yang paling putih. Dahulu batu itu dibawa oleh Adam as tatkala diturunkan ke bumi dari surga namun kemudian berubah warnanya menjadi hitam karena dosa-dosa manusia. Ismail pun membawa sebuah batu namun ia mendapatkan batu hitam itu sudah berada disalah satu sudut. Ia pun bertanya kepada ayahnya,”Wahai ayahku siapa yang mendatangkan batu itu kepadamu?’ Ibarahim menjawab,”Dia adalah yang lebih rajin darimu.” Maka mereka berdua membangunnya dan sambil berdoa,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="http://bp2.blogger.com/_T6VmWHMumLs/Rwl35RROicI/AAAAAAAAAHg/uTtNz564RE4/s320/Lembah+masjid+haram.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui". (QS. Al Baqoroh : 127)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Dibangun oleh orang-orang Quraisy dan Rasulullah SAW.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada usia Rasulullah saw mencapai tiga puluh lima tahun, orang-orang Quraisy sepakat untuk merenovasi ka’bah. Ka’bah adalah susunan batu-batu yang lebih tinggi dari badan manusia, sekitar sembilan hasta yang dibangun sejak masa Ismail tanpa memiliki atap sehingga banyak pencuri yang mengambil barang-barang berharga yang disimpan didalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lima tahun sebelum tahun kenabian, Mekah dilanda banjir besar sehingga meluap ke Masjidil Haram dan dikhawatirkan sewaktu-waktu akan dapat meruntuhkan ka’bah. Orang-orang Quraisy merasa bimbang antara merenovasi atau membiarkannya seperti apa adanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya al Walid bin al Mughirah al Makhzumiy mengawali perobohan bangunan ka’bah lalu diikuti oleh orang-orang setelah mereka mengetahui tidak terjadi sesuatupun menimpa al Walid. Mereka terus bekerja merobohkan setiap bangunan ka’bah hingga sampai rukun Ibrahim. Setelah itu mereka siap membangunnya kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatkala pembangunan sampai di bagian Hajar Aswad, mereka saling berselisih tentang siapa yang berhak mendapat kehormatan meletakkan Hajar Aswad itu ditempatnya semula. Perselisihan ini terus berlangsung selama empat atau lima hari, tanpa ada keputusan. Bahkan perselisihan itu semakin meruncing dan hampir saja menjurus kepada pertumpahan darah di tanah suci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abu Umayyah bin al Mughirah al Makhzumiy datang dan menawarkan solusi dengan menyerahkan urusan ini kepada siapa pun yang pertama kali masuk lewat pintu masjid. Mereka menerima cara ini. Allah menghendaki orang yang berhak atasnya adalah Rasulullah saw. Tatkala mengetahui hal itu, mereka berbisik-bisik,”Inilah al Amin. Kami ridho kepadanya, inilah dia Muhammad.” Selanjutnya Nabi Muhammad lah yang meletakkan posisi Hajar Aswad di samping ka'bah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang Qiraisy kehabisan dana dari penghasilan mereka, maka mereka menyisakan di bagian utara, kira-kira enam hasta, yang kemudian disebut al Hijr atau al Hathim. Mereka membuat pintunya lebih tinggi dari permukaan tanah, agar tidak bisa dimasuki kecuali oleh orang yang memang ingin melewatinya. Setelah bangunan ka’bah mencapai ketinggian lima belas hasta, mereka memasang atap dengan disangga enam sendi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah jadi, ka’bah itu berbentuk segi empat, yang keinggiannya kira-kira mencapai lima belas hasta, panjang sisinya di tempat Hajar Aswad dan sebaliknya adalah sepuluh meter. Hajar Aswad itu sendiri diletakkan dengan ketinggian satu setengah meter dari permukaan pelataran untuk thawaf. Sisi yang ada pintunya dan sebaliknya setinggi dua belas meter. Adapun pintunya setinggi dua meter dari permukaan tanah, di sekeliling luar ka’bah ada pagar dari bagian bawah ruas-ruas bangunan, di bagian tengahnya dengan ketinggian seperempat meter dan lebarnya kira-kira sepertiga meter. Pagar ini dinamakan Asy Syadzarawan. Namun kemudian orang-orang Quraisy meninggalkannya. (ar Rakhiqul Makhtum hal 84 – 85)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Pada masa Abdullah bin Zubeir.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abdullah bin Zubeir memutuskan perenovasian ka’bah seperti yang diinginkan Rasulullah saw ketika beliau masih hidup. Dia pun merobohkannya dan membangun kembali serta menambahkan bagian yang masih kurang ketika orang-orang Quraisy kehabisan dana dari enam hasta menjadi sepuluh hasta. Dia juga menjadikan ka’bah memiliki dua pintu, satu di sebelah timur dan lainnya di sebelah barat sehigga orang yang memasukinya dari satu pintu dan keluar di pintu yang lainnya. Dia menjadikannya dalam bentuk yang paling baik dan megah sehingga seperti yang disifatkan Nabi saw sebagaimana diberitakan oleh Aisyah ra ibu orang-orang beriman yang juga bibinya.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;6. Pada masa Abdul Malik bin Marwan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada masa Abdul Malik bin Marwan ini al Hajjaj bin Yusuf ats Tsaqofiy menulis surat kepadanya atas apa yang diperbuat Abdullah bin Zubeir dengan ka’bah, tentang perenovasian dan penambahan bagian ka’bah, dia mengira bahwa hal itu adalah hasil fikiran dan ijtihadnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Abdullah bin Malik membalas suratnya agar mengembalikan ka’bah seperti sedia kala. Al Hajjaj pun merobohkan bagian utaranya dan mengeluarkan al Hijr sebagaimana yang telah dibangun orang-orang Quraisy serta menjadikan ka’bah memiliki satu pintu saja yang lebih ditinggikan serta menutup pintu yang lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatkala Abdul Malik bin Marwan mendapatkan hadits Aisyah maka ia pun menyesali perbuatannya sehingga mengatakan,”Kami sangat berkeinginan mengembalikan seperti orang yang membangun sebelumnya.” Maksudnya Abdullah bin Zubeir. Lalu ia pun bermusyawarah dengan Imam Malik dalam permasalahan ini dan beliau pun mencegahnya agar kemuliaan ka’bah tidak lenyap. Dan dikahwatatirkan setiap raja akan melakukan perobohan sebagaimana yang dilakukan orang-orang sebelumnya sehingga dapat menodai kehormatan ka’bah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;7. Pada masa Kekhilafahan Utsmani tahun 1040 H.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatkala Mekah dilanda banjir besar yang menenggalamkan Masjidil Haram maka Muhammad Ali Pasya—Gubernur Mesir saat itu—memerintahkan para arsiteknya yang ahli dan para pekerjanya agar merobohkan ka’bah dan merenovasi kembali. Pembangunan itu memakan waktu setengah tahun penuh dan memakan biaya yang sangat mahal hingga rampung pembangunannya &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img align="left" alt="Kabah. (Foto: google)" border="0" class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/resized/images/stories/2011/1berita/2_tekno/kabah_200_200.jpg" title="Kabah. (Foto: google)" /&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikianlah awal mula pembangunan ka’bah hingga hari ini yang tetap kokoh dan menggetarkan setiap orang yang melihatnya dan mengembalikan kebesarannya kepada Allah swt Yang Maha Agung lagi Maha Mulia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wallahu A’lam&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://bp3.blogger.com/_T6VmWHMumLs/Rwl_vhROidI/AAAAAAAAAHo/tqWdioOd0fQ/s72-c/Kurash+ka%27bah.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Inilah Rahasia Ka'bah Mekkah </title><link>http://ikshiddiq.blogspot.com/2012/12/inilah-rahasia-kabah-mekkah-kabah-rumah.html</link><author>noreply@blogger.com (Jam 3 Sore)</author><pubDate>Sun, 2 Dec 2012 18:38:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6168216668003872622.post-9118320877379341934</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="box-center" id="blog_view_image_post" style="padding-bottom: 20px;"&gt;
&lt;a href="http://kampus.unikom.ac.id/s/userassets/10507276/blog_images/image_9e3f3ca0327389be6cf8ba5589c22f53.jpg"&gt;&lt;img alt="Inilah Rahasia Ka'bah Mekkah Yang Disembunyikan Oleh Sebagian Media Internasional [FAKTA ILMIAH]" height="120" src="http://kampus.unikom.ac.id/s/userassets/10507276/blog_images/thmb_9e3f3ca0327389be6cf8ba5589c22f53.jpg" style="background: none repeat scroll 0% 0% rgb(255, 255, 255); border: 1px solid rgb(204, 204, 204); padding: 1px;" width="160" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;Ka'bah, rumah Allah dimana sejuta ummat Islam merindukan berkunjung&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt; dan &lt;/span&gt;menjadi
 tamu - tamu Allah Sang Maha Pencipta. Kiblatnya (arah) ummat Islam 
dalam melaksanakan shalat, dari manapun semua ibadah shalat menghadap ke
 kiblat ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp; &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;"&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ebeadd; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', 'Trebuchet MS', Verdana, Helvetica, Arial, sans-serif; line-height: 18.200000762939453px;"&gt;Allah telah menjadikan Ka’bah, rumah suci itu sebagai pusat bagi manusia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ebeadd; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', 'Trebuchet MS', Verdana, Helvetica, Arial, sans-serif; line-height: 18.200000762939453px;"&gt;." (QS. Al-Ma’idah: 97)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;img alt="1" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiLo4KXQZ5Psr52wdiYCL1WJ_4JN_gK-M3WxNLsGCYbuHM-YypL2lQRIRYAMLzKz3NkVQ7oUPSVJSVX8d5lU_OcNLhZI_W-9M0EkxgzxfB78u2JxfprWvdOiBrQ21LHhR-oxmP_2MOXGo/s1600/8.jpg" style="height: 335px; width: 500px;" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;Istilah
 Ka'bah adalah bahasa al quran dari kata "ka'bu" yg berarti "mata kaki" 
atau tempat kaki berputar bergerak untuk melangkah. QS al-Ma'idah 5:6 
dalam Al-quran menjelaskan istilah itu dengan "Ka'bain" yg berarti 'dua 
mata kaki'&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt; dan &lt;/span&gt;ayat
 QS al-Ma'idah 5:95-96 mengandung istilah 'ka'bah' yang artinya nyata 
"mata bumi" atau "sumbu bumi" atau kutub putaran utara bumi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;Neil
 Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet 
Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt; dan &lt;/span&gt;mengambil
 gambar planet Bumi, dia berkata, "Planet Bumi ternyata menggantung di 
area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;img alt="1" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8m0I-lFzxzBOZBykw967iYCR1gGt9fYmYNmHEfq4U0mJYWlRZ6ps1w6TpzbXdS2mHlPsfiIdUp9CJx4-F6Z2o7pRVmnE3WTYBnFoamirlle7NFsfkhL30R0ICzXzjZ3fR_F-6umRQmqo/s1600/kaabah-sebagai-baitullah1.png" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;Para
 astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam 
radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi 
sayangnya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada 
alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;Setelah
 melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat 
di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka'bah. Yang mengejutkan adalah 
radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini 
terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut 
masih berlanjut terus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt; dan &lt;/span&gt;menghubungkan antara Ka'bah di planet Bumi dengan Ka'bah di alam akhirat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="1" src="http://samudro.files.wordpress.com/2009/08/magnet-bumi.jpg?w=300&amp;amp;h=164" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="1" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgg_AcojXnk1VQeYHy26c1g1t-tsdzyaFc1iotNE3RV3-LBHrUs9NOqXkx9sz5ItNHj4eDzJsFHmJ-a1IUfMq2LkgG7iDloFJ3h49KzEAKNyWwu997gkOtNkH1WY-0naXW1Nyj_70GvGMe/s1600/mecca+center+of+world.jpg" style="height: 500px; width: 500px;" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;Makkah Pusat Bumi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;Prof.
 Hussain Kamel menemukan suatu fakta mengejutkan bahwa Makkah adalah 
pusat bumi. Pada mulanya ia meneliti suatu cara untuk menentukan arah 
kiblat di kota-kota besar di dunia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;Untuk tujuan ini, ia menarik garis-garis pada peta,&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt; dan &lt;/span&gt;sesudah itu ia mengamati dengan seksama posisi ketujuh benua terhadap Makkah&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt; dan &lt;/span&gt;jarak masing-masing. Ia memulai untuk menggambar garis-garis sejajar hanya untuk memudahkan proyeksi garis bujur&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt; dan &lt;/span&gt;garis lintang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;Setelah dua tahun dari pekerjaan yang sulit&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt; dan &lt;/span&gt;berat itu, ia terbantu oleh program-program komputer untuk menentukan jarak-jarak yang benar&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt; dan &lt;/span&gt;variasi-variasi yang berbeda, serta banyak hal lainnya. Ia kagum dengan apa yang ditemukan, bahwa Makkah merupakan pusat bumi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;Ia menyadari kemungkinan menggambar suatu lingkaran dengan Makkah sebagai&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt; titik &lt;/span&gt;pusatnya,&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt; dan &lt;/span&gt;garis luar lingkaran itu adalah benua-benuanya.&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt; Dan &lt;/span&gt;pada
 waktu yang sama, ia bergerak bersamaan dengan keliling luar benua-benua
 tersebut. (Majalah al-Arabiyyah, edisi 237, Agustus 1978).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;Gambar-gambar
 Satelit, yang muncul kemudian pada tahun 90-an, menekankan hasil yang 
sama ketika studi-studi lebih lanjut mengarah kepada topografi 
lapisan-lapisan bumi&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt; dan &lt;/span&gt;geografi waktu daratan itu diciptakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;Telah
 menjadi teori yang mapan secara ilmiah bahwa lempengan-lempengan bumi 
terbentuk selama usia geologi yang panjang, bergerak secara teratur di 
sekitar lempengan Arab. Lempengan-lempengan ini terus menerus memusat ke
 arah itu seolah-olah menunjuk ke Makkah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;Studi
 ilmiah ini dilaksanakan untuk tujuan yang berbeda, bukan dimaksud untuk
 membuktikan bahwa Makkah adalah pusat dari bumi. Bagaimanapun, studi 
ini diterbitkan di dalam banyak majalah sain di Barat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;Allah Azza wa Jalla berfirman di dalam al-Qur'an al-Karim sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;'Demikianlah
 Kami wahyukan kepadamu Al Qur'an dalam bahasa Arab supaya kamu memberi 
peringatan kepada Ummul Qura (penduduk Makkah)&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt; dan &lt;/span&gt;penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya..' (QS asy-Syura 26: 7)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;Kata 'Ummul Qura' berarti induk bagi kota-kota lain,&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt; dan &lt;/span&gt;kota-kota di sekelilingnya menunjukkan Makkah adalah pusat bagi kota-kota lain,&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt; dan &lt;/span&gt;yang lain hanyalah berada di sekelilingnya. Lebih dari itu, kata ummu (ibu) mempunyai arti yang penting di dalam kultur Islam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;Sebagaimana
 seorang ibu adalah sumber dari keturunan, maka Makkah juga merupakan 
sumber dari semua negeri lain, sebagaimana dijelaskan pada awal kajian 
ini. Selain itu, kata 'ibu' memberi Makkah keunggulan di atas semua kota
 lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;Makkah atau Greenwich ?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;Berdasarkan pertimbangan yang seksama bahwa Makkah berada tengah-tengah bumi sebagaimana yang dikuatkan oleh studi-studi&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt; dan &lt;/span&gt;gambar-gambar
 geologi yang dihasilkan satelit, maka benar-benar diyakini bahwa Kota 
Suci Makkah, bukan Greenwich, yang seharusnya dijadikan rujukan waktu 
dunia. Hal ini akan mengakhiri kontroversi lama yang dimulai empat 
dekade yang lalu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;Ada
 banyak argumentasi ilmiah untuk membuktikan bahwa Makkah merupakan 
wilayah nol bujur sangkar yang melalui kota suci tersebut,&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt; dan &lt;/span&gt;ia
 tidak melewati Greenwich di Inggris. GMT dipaksakan pada dunia ketika 
mayoritas negeri di dunia berada di bawah jajahan Inggris. Jika waktu 
Makkah yang diterapkan, maka mudah bagi setiap orang untuk mengetahui 
waktu shalat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div id="cke_pastebin"&gt;
&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;Berdasarkan pertimbangan yang seksama bahwa Makkah berada tengah-tengah bumi sebagaimana yang dikuatkan oleh studi-studi&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt; dan &lt;/span&gt;gambar-gambar
 geologi yang dihasilkan satelit, maka benar-benar diyakini bahwa Kota 
Suci Makkah, bukan Greenwich, yang seharusnya dijadikan rujukan waktu 
dunia. Hal ini akan mengakhiri kontroversi lama yang dimulai empat 
dekade yang lalu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;Ada banyak argumentasi ilmiah , membuktikan bahwa Makkah merupakan wilayah nol bujur sangkar yang melalui kota suci tersebut,&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt; dan &lt;/span&gt;ia
 tidak melewati Greenwich di Inggris. GMT dipaksakan pada dunia ketika 
mayoritas negeri di dunia berada di bawah jajahan Inggris. Greenwich di 
UK adalah tempat asal Greenwich Mean Time (GMT) sejak tahun 1884. GMT ka&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt;dan&lt;/span&gt;g
 disebut Greenwich Meridian Time karena diukur dari garis Greenwich 
Meridian Line di Institut Observatoru (the Royal Observatory) di 
Greenwich. Greenwich adalah patokan zona-zona waktu dunia yang saat ini 
masih digunakan.&amp;nbsp;nah, ini tambahan dari saya, Imam Ja’far bersabda: 
Ka’bah diberi nama Ka’bah karena ia adalah pusat dunia.(wasail syiah- 
kalo ga salah, tapi yang pasti ana pernah menemukan ini)&amp;nbsp;wahai umat 
islam harusnya penghitungan waktu kita, bukan dari greenwich, tapi dari 
ka’bah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin"&gt;
&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;Bayangkan jika&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt; titik &lt;/span&gt;nol
 nya bukan dari greenwich tapi dari ka’bah,?!! Jelas penghitungan waktu 
kita tidak seperti sekarang. lebih dalam lagi, persoalan sholat jumat. 
jika hari ini kita sholat Jumat di Indonesia sementara di Arab saudi 
masih hari Kamis dalam hitungan GMT, padahal kita dilarang mendahului 
Imam. maka harusnya mulai sekarang kita sholat jumatnya hari sabtu dalam
 hitungan GMT.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin"&gt;
&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;GMT merupakan perhitungan waktu yang digagas oleh para penjajah /neo imperialis pada zaman dahulu, apabila sudah tidak sesuai&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt; dan &lt;/span&gt;ditemukan
 fakta-fakta baru harusnya kita berubah ke arah yang benar. &amp;nbsp;Seperti 
halnya Teori Evolusi yang sudah sangat banyak dibantah para ahli 
kebenaranya. &amp;nbsp;Tetapi hal yang sulit untuk kita sebagai manusia adalah 
mengakui kebenaran&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt; dan &lt;/span&gt;merubah ke arah yang benar....&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;Makkah adalah Pusat dari lapisan-lapisan langit&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;Ada beberapa ayat&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt; dan &lt;/span&gt;hadits nabawi yang menyiratkan fakta ini. Allah berfirman, '&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;"Hai golongan jin&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt; dan &lt;/span&gt;manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt; dan &lt;/span&gt;bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan." (QS ar-Rahman 55:33)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;Kata aqthar adalah bentuk jamak dari kata 'qutr' yang berarti diameter,&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt; dan &lt;/span&gt;ia mengacu pada langit&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt; dan &lt;/span&gt;bumi yang mempunyai banyak diameter.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;Dari ayat ini&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt; dan &lt;/span&gt;dari
 beberapa hadits dapat dipahami bahwa diameter lapisan-lapisan langit 
itu di atas diameter bumi (tujuh lempengan bumi). Jika Makkah berada di 
tengah-tengah bumi, maka itu berarti bahwa Makkah juga berada di 
tengah-tengah lapisan-lapisan langit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="cke_pastebin" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;Selain
 itu ada hadits yang mengatakan bahwa Masjidil Haram di Makkah, tempat 
Ka'bah berada itu ada di tengah-tengah tujuh lapisan langit&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt; dan &lt;/span&gt;tujuh bumi (maksudnya tujuh lapisan pembentuk bumi)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiLo4KXQZ5Psr52wdiYCL1WJ_4JN_gK-M3WxNLsGCYbuHM-YypL2lQRIRYAMLzKz3NkVQ7oUPSVJSVX8d5lU_OcNLhZI_W-9M0EkxgzxfB78u2JxfprWvdOiBrQ21LHhR-oxmP_2MOXGo/s72-c/8.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>1 hari, 2 motor, 6jt250rb</title><link>http://ikshiddiq.blogspot.com/2012/11/selasa-13-nopember-2012-man-dimana-jadi.html</link><author>noreply@blogger.com (Jam 3 Sore)</author><pubDate>Mon, 26 Nov 2012 21:43:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6168216668003872622.post-1659540493051964144</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Selasa, 13 Nopember 2012&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Man dimana? &lt;i&gt;jadi moal?" &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"jadi. ku abi diantosan di bumi."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Hari ini saya punya janji dengan Bapak untuk mencari tunggangan baru, Vespa. Sekitar jam setengah 10 pagi kami sudah berada di rumah seberang bengkel Pepen, Leuwianyar. Pepen mengenalkan kami kepada seorang kakek usia 90-an yang ingin menjual vespanya. Badannya masih sangat bugar untuk seusianya. Karena saya pikir usianya sekitar 75 tahun. Kami tidak sempat memperkenalkan nama masing-masing, Kami cukup panggil beliau Abah dan beliau menyebut kita Cep (saya) dan Ujang (bapak). Abah mempersilahkan kami masuk dan diperlihatkannya vespa yg terparkir di ruang tengah rumah. &lt;br /&gt;
"Tah ieu vespa nu abah mah. Orisinil keneh barangna."&lt;br /&gt;
Vespa Super tahun 1974. Warna coklat. Kepala kotak. Mesin masih handal dan bersih. Jok agak sobek di ujung sisi bawah. Surat-surat lengkap dan masih. Bodi jadi kekurangannya. Cat dasar banyak yang sudah terkelupas di beberapa bagian. Keropos di bagian bawah bodi, Kap mesin belakang penyok. Katanya bekas jatuh saat dipakai anaknya. &lt;i&gt;"Urut labuh ka sawah.hehehe" &lt;/i&gt;celetuk Abah. &lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Hoyong sabaraha Bah?"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Naon? sing tarik ngomongna. ceuli abah geus goblog. heu heu"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"HOYONG SABARAHA BAH?"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Dua satengah."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"HIJI SATENGAH W BAH. KUMAHA"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Moal dipasihkeun. hoyong dua langkung."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Kami agak berat. Anggaran untuk beli vespa tidak lebih dari 3,5juta. Kalau kami ambil vespa Abah untuk beli saja sudah 2,5 juta. Ditambah perbaiki bodi dan beli ban serep sekitar 1,2juta. Jadi jumlah 3,7juta. Jelas itu bukan harga ideal untuk vespa dalam kondisi seperti itu. kami harus cari yang lain.&lt;br /&gt;
Pak Pepen sudah punya penjual lain. Dikenalkannya kami kepada orang Ciamis&lt;br /&gt;
Kali ini Vespa P150S tahun 1980. Warna biru nepi. Mesin masih bagus. Surat-surat lengkap dan masih berlaku. Bodi masih cukup mulus. Lampu sen mati, Tidak ada kunci leher. Secara umum jelas vespa ini lebih unggul dari vespa super Abah.&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Hoyong sabaraha Kang?"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Hoyong 3 langkung."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Manawi tiasa 2,5"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Moal dipasihkeun."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Ari langkungna sabaraha.?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"mangga we lah 300."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"tos w dipaskeun 3."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Moal. kedah aya langkungna."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Tawar menawar harga terus berlanjut. Alot dan berliku. "Deal!" Harga Vespa P150S mentok di Rp. 3.250.000. Surat kelengkapan vespa akan diambil ke rumah. Jam 2 siang baru bisa diambil. Selanjutnya kami menuju transaksi berikutnya. Dealer Honda Anugrah Motor , Kawalu.&lt;br /&gt;
Scoopy putih coklat menjadi sasaran transaksi kali ini. Dengan DP 3jt kita ditawai angsuran 500ribu. Jelas kami harus mendapatkan harga yang lebih murah mengingat kemampuan dompet kami. Akhirnya dengan strategi negosiasi dan diplomasi yang panjang, angsuran mentok 480ribu per bulan selama 3 tahun.&lt;br /&gt;
"Deal!".&lt;br /&gt;
Jelas kami tidak mengharapkan dalam 1 hari harus membeli 2 motor dengan harga 3nam juta dua ratus lima puluh ribu rupiah. Hari itu menjadi hari terboros &lt;i&gt;saumur-umur&lt;/i&gt;.&amp;nbsp; Benar-benar tidak biasa dan di luar kebiasaan. &lt;i&gt;Ngahuleng rada ngadegdeg. Asa hirup dinunuh paeh dirampes. pasrah sumerah kana takdir nu geus ditulis.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Man engke wengi kumpul di Cihideung. kangge persiapan enjing. siap?"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Siap Bah."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Teringat kembali besok punya janji dan punya hajat "hijrah".&lt;br /&gt;
.....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pukul 20.00 WIB &lt;br /&gt;
Vespa P150S warna biru meluncur ke lokasi pertemuan. Hanya ada Abah Oyo, Mang Yana, Saya dan "seseorang" (lupa namanya). hanya memastikan kesiapan hari esok.&lt;br /&gt;
&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>"PRIA SEJATI??"</title><link>http://ikshiddiq.blogspot.com/2012/09/ternyata-pria-sejati-itu-pria-bego-gak.html</link><author>noreply@blogger.com (Jam 3 Sore)</author><pubDate>Fri, 14 Sep 2012 23:11:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6168216668003872622.post-6666042929392657745</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://www.gophoto.it/view.php?i=https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhug4JKiEFDaS194L3_2FaYSn-1GCjXCPE-q4j_oVgHNYYFTneS-UiVAtOBUbDewSNgXqQwCrNYmBuOmOONSMQFqtKDGBSYP-Fe70ft-y8OutvZLbpTqcNWjlBe6pnvZNTZri9pSbCmFg/s1600/pria+sejati.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhug4JKiEFDaS194L3_2FaYSn-1GCjXCPE-q4j_oVgHNYYFTneS-UiVAtOBUbDewSNgXqQwCrNYmBuOmOONSMQFqtKDGBSYP-Fe70ft-y8OutvZLbpTqcNWjlBe6pnvZNTZri9pSbCmFg/s1600/pria+sejati.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Ternyata Pria Sejati itu Pria bego, gak normal, dan kemungkinan besar Pria Penipu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;"Pria sejati bukanlah yang punya banyak wanita..."&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Seorang pria jelas punya banyak wanita di hidupnya. Mulai dari Ibu, Nenek Istri, adik perempuan, sepupu, Teman perempuan, dan bahkan Oomnya yang yang murtad dan udah operasi kelamin. #eh&lt;br /&gt;
Lain hal kalau pria sejati adalah pria mandul yang terbuang, yang hidup berdua di pulau terpencil bareng istrinya. &lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;"... Tetapi dia -pria- yang mampu menolak banyak wanita hanya demi seorang wanita yang dicintainya."&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kata-kata ini bikin pria sejati menjadi pria berdosa. Kenapa tidak?! Pria sejati harus menolak wanita lain demi SEORANG wanita. Bayangkan saat "Si Pria Sejati." harus memilih antara ibu atau kekasihnya. Pasti dia langsung bikin status fb/bbm "AKU GALAU BEUD &lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;T_T&lt;/span&gt;.". Apalagi saat "Pria Sejati" kudu milih antara istrinya dengan istri-istri simpanannya. Atau selingkuhannya. Bayangin juga kau dia dapet anak perempuan. Jalan satu-satunya buat miliki banyak perempuan dan gak nolak banyak perempuan cuma satu. Kayaknya Olga paling tahu jawabanya. hehee Piss&lt;br /&gt;
Lain hal kalau pria sejati itu Pria Hemaprodit. Karena pepatah bisa ditambahkan "..dan seorang laki-laki yang dicintainya." Saya yakin dia akan tetap menjadi seorang pria sejati. Hweekks&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
MASIH MINAT DAPET "PRIA SEJATI"???&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhug4JKiEFDaS194L3_2FaYSn-1GCjXCPE-q4j_oVgHNYYFTneS-UiVAtOBUbDewSNgXqQwCrNYmBuOmOONSMQFqtKDGBSYP-Fe70ft-y8OutvZLbpTqcNWjlBe6pnvZNTZri9pSbCmFg/s72-c/pria+sejati.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hidup ini harus (diterima dengan) adil</title><link>http://ikshiddiq.blogspot.com/2012/09/hidup-ini-harus-diterima-dengan-adil.html</link><author>noreply@blogger.com (Jam 3 Sore)</author><pubDate>Thu, 13 Sep 2012 23:03:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6168216668003872622.post-1641196846149920860</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Malam ini saya dapet hiburan FTV &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=-7-N39cF4Ok&amp;amp;feature=youtu.be"&gt;"Miranda"&lt;/a&gt; dari &lt;a href="http://radityadika.com/"&gt;Raditya DIka&lt;/a&gt; dapet recomended link dari pesbuknya &lt;a href="https://www.facebook.com/restiana.ayunita"&gt;Resiana Ayunita&lt;/a&gt;. Kocak banget. Jadi inget pas saya SD.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu itu, pas kelas 4 SD (1997-1998), lagi semangat-semangatnya belajar. Apalagi dapet guru yang asik banget. tapi gak asik buat mereka yang -waktu kita kecil cuma tahu istilah- bodoh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namanya Bu khodijah. Saat beliau mulai berbicara, gayanya seperti motivator muda yang sedang menyulut semangat peserta training. Suaranya lantang dan jelas. Mudah dimengerti dan sangat bersahabat. Anak-anak saling berlomba saat beliau mengajukan pertanyaan. Memberi pahala kepada yang pintar dan memberi dosa kepada yang bodoh. Saat saya paling cepat -secepat mobil elp- dalam menjawab soal matematika, saya selalu disebut anak dengan otak komputer. Dan saat saya salah menjawab soal. beliau bilang otak komputer saya lagi error (tapi saya tetap bangga karna otak saya tetep komputer. hehee)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernah (di beberapa waktu dan berulang) ada satu temanku yang sangat kesulitan mengerti pelajaran matematika. Temanku itu disuruh untuk mengerjakannya di depan kelas -langsung dikerjakan di depan papan tulis&amp;nbsp; Walaupun sudah dijelaskan beberapa kali, dia masih saja tidak mengerti. Dia hanya terdiam terpaku mamandang pemandangan buruk -soal matematika- di hadapannya. Dia begitu betah dan lama berdiri di depan sana sambail menghadap papan hitam angker -baginya. Tiba-tiba, setelah sekian lama kami menunggu (feat Ridho Rhoma), kami mulai mendengar sayup-sayup suara isak tangis yang tertahan. kepalanya mulai tertunduk di depan papan tulis ratapan. Tangannya gemetar memgang kapur putih yang menempel di papan namun tidak bergerak. Di depan tanda sama dengan "=" hanya terdapat tanda noda abstrak kecil yang tergores secara tidak sengaja disbabkan getaran jiwa yang getir. Kami (tidak begitu) iba dan terharu melihatnya. Kami yang memperhatikannya pun tidak mengerti. Benar-benar tidak mengerti apa yang sedang dia lakukan di depan sana. Mengapa dia (seringkali) begitu mampu kuat bertahan berdiri lama di depan sana. Padahal kami yang duduk saja sudah tidak tahan, lelahdan bosan. Yang kami mengerti cuma dua hal. Dia tidak bisa karena dia memang malas dan kami ingin situasi yang gak penting inicepat berakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasilnya? Di akhir tahun pelajaran dia harus tinggal kelas bersama dua temanku yang lain. Sedangkan kebanyakan dari kami mulai bernajak naik ke kasta satu kelas yang lebih tinggi. Bersiap menghadapi tantangan kelas 5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidup ini memang harus (diterima dengan) adil teman. Saat kita ingin naik level, kemampuan kita pun harus ditingkatkan. Dan saat kita tak mampu meinngkatkan kemampuan, kita harus rela mengulangi level lagi dari awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Terus apa relefansinya FTVnya Dika dengan cerita ini?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Gak ada dan gak usah dicari hubungannya. cukup!&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>"Sing aya dina kaihlasan". </title><link>http://ikshiddiq.blogspot.com/2012/09/sing-aya-dina-kaihlasan.html</link><author>noreply@blogger.com (Jam 3 Sore)</author><pubDate>Fri, 7 Sep 2012 00:57:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6168216668003872622.post-4956517174824239616</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Aslm. Dengan tdk mengurangi rasa hormat, diberitahukan kpd slrh pengurus yayasan, DKM, Majlis ta'lim. Spya bisa hadir nanti malam (jum'at) ba'da isya tempat madrasah aula. Trim's Wslm.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Dari:P'amang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;13:12 06/09/12&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Saya masih punya banyak waktu buat membereskan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;proposal bisnis (yang gak beres-beres)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;. Padahal para investor sudah menunggu dari minggu lalu. Tapi ... sepertinya terlalu banyak alasan. Bereskan saja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Ba'da Ashar. Mamah masih belum pulang dari Bandung. Kata Peupeu kondisi Mamah sudah mendingan. Kayaknya besok pulangnya. Cucian masih teremdam dalam pewangi sejak pukul 2 siang. Tapi cuaca Tasik mulai mendung. Sudah rindu rupanya langit pada bumi. Saya juga rindu rintiknya hujan di telapak tangan. Namun hujan tak kunjung datang sampai mega mulai mengintip. Rendaman cucian lupa diangkat dari cucian pun (terpaksa) harus dicuci ulang gara-gara jadi bau. Nasib Proposal bisnis?? Ah sudahlah..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Ba'da maghrib. Peci masih lekat di kepala. Perut sudah mulai lapar. Terpikir ingin makan makanan yang beda. Biar lancar dapat inspirasi. Jadi ingat martabak siram di simpang lima yang katanya (teman) enak. Langsung saja gas kuda besi Supra Fit menuju lokasi ditemani Hiban. Bungkus 5, makan di rumah. Hasilnya: &lt;i&gt;katipu cuy!&lt;/i&gt; Ini &lt;i&gt;mah&lt;/i&gt; bukan martabak tapi omlet daging. Saus asam manisnya enggak enak. Mending disiram saus cabe biasa sama kecap. Lidah saya lidah sunda. Benar-benar enggak cocok. Rugi sudah keluar Rp. 37.500,- plus parkir Rp. 1.000,-. Kecewa tapi ...yah telan saja lah,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Ba'da isya, Peserta raoat sudah kumpul di teras mesjid. Rupanya rapat akan dilaksanakan di kantor DKM. Santai sejenak habiskan rokok dan rapat dimulai.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Aki Amang Sa'dudin, Wa KH. Nunung Nazini, Mang Asep Nida ZD S.Ag, Wa Undang Miftah, Mang Wawan Sofwan, Wa Nandang S.Pd. Iman Kurnia Sidiq. Subhanallah...Beberapa hal detail tentang pendidikan, DKM, dan sosial&amp;nbsp; telah disepakati dan telah diputuskan untuk bersama-sama, bahu-mebahu, membangunkan kembali Pesantren dengan satu tujuan &lt;i&gt;"&lt;u&gt;Sing aya dina kaihlasan&lt;/u&gt;".&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Bismillahirrahmanirrahim..&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>3 caturwulan, 3 cerita, 1 janji</title><link>http://ikshiddiq.blogspot.com/2012/08/3-caturwulan-3-cerita-1-janji.html</link><author>noreply@blogger.com (Jam 3 Sore)</author><pubDate>Fri, 3 Aug 2012 00:48:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6168216668003872622.post-6806976731261756881</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Masa yang paling aneh saat saya masih duduk di bangku SD adalah saat&amp;nbsp;kelas 3 dengan 3 cerita dalam 3 caturwulan.&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Caturwulan I:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Saya cukong penjahat Gorgom.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Saat pertama menginjak kelas 3, harapan untuk berada di puncak pendidikan sudah TKO duluan. Apalagi gurunya. Haduh firasat buruk. Menurut desas-desus yang tidak bisa dipertanggung jawabkan dan lebih mistis dari acara uka-uka dikatakan bahwa Guru R (sebut saja Pak Romli) suka ngasih pelajaran yang susah, galak, berbadan tegap, dan berkumis. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah yang terjadi saudara-saudara???&lt;br /&gt;
Benar dugaan saya, di caturwulan pertama raport menunjukan bahwa saya rengking 14. Saya mulai benci pendidikan. Masa bodo dengan kasta!! overdomseh!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, (secara mengada-ngada) saya telah berubah menjadi pengikut setia Gorgom untuk menjadi musuh bebuyutan Ksatria Baja Hitam dan berambisi untuk menjadi cukong penghancur pendidikan anak-anak.HAHAHAHAHAHAHA (menakutkan bukan?!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, di 2 caturwulan terakhir saja telah meng-KO Ksatria Baja Hitam dengan meraih rengking 18 dan .... berapa ya? haaahh pokonya sukses jadi penjahat.HAHAHAHAHAHAHA&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;CAturwulan II:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Abi nu pang wanina!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Cung saha nu wani ngagetok si Misbah?"&amp;nbsp;ceuk badak teuing saha da bisa saha wae (Sebut w Mr. Iyus)&lt;br /&gt;
"Abi!" Ceuk hiji budak nu balaga jiga pejuang.&lt;br /&gt;
Pletak!!.eta pejuang meuni ngeunah ngagetok si Misbah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Cung saha nu wani ngagetok si Dali?"&lt;br /&gt;
"Abi!" Pejuangna nambahan sabab sumanget hayang ngilui ngagetok si Dali.&lt;br /&gt;
" ****** !! nyeri bel!!"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Cung saha nu wani ngagetok si Cikur?"&lt;br /&gt;
"Abi!" Eta pejuang beuki nambahan sabab sumanget hayang ngilui ngagetok si Dali.&lt;br /&gt;
Eta si cikur diudag-udag ku kabeh budak lalaki nu ngadadak ngiluan jadi pejuang. Pletak!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Cung nu wani noel si Melin!."&lt;br /&gt;
"Abi!" Muncul hiji pejuang nu ges rada ngarti soal harim.&lt;br /&gt;
Beretek eta budak lumpat trus noel Melin. (Geulis cuy)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Cung nu pang wanina?!"&lt;br /&gt;
"Abi!" Ceuk budak nu pang begangna, buuk pirang, jeung pang culunna.&lt;br /&gt;
"Porosotkeun calanana!"&lt;br /&gt;
Heup!! eta budak naek ka luhur meja, Sret!! Eta budak nyaan morosotkeun calanana. Jaba eta bangku awewe, Jaba teu diselempak. Puguh we ting jarerit bakat ku reuwas eta barudak awewe. Budak lalaki mah ting balakatak we nyeungseurikeun kawanian eta budak begung. Aghh..Meuni polos pisan eta budak. Hadoh...dasar budak!&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;(catatan: silahkan translet sendiri. tanya petugas Linmas terdekat)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Caturwulan III:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Janji.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah terlalu banyak hukuman yang kami terima selama kelas 3 ini. Namun sepertinya kami sudah terlanjur menjadi antek-anteknya Gorgom. Sangat sulit dihentikan dan dibikin jera atas segala kreatifitas ilegal kami. Kami jadi kelas paling berisik di muka bumi bagian babakan. &amp;nbsp;Kami selalu punya inisiatif untuk berkresi secara sepontan. &amp;nbsp;Bahkan saking kreatifnya , kami telah melakukan pelanggaran masal satu kelas. (sepele sih, tapi mengingat kami tidak pernah jera..ya gitu deh)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begini ringkas ceritanya.... (jreng..jreng...!!!)&lt;br /&gt;
......saat itu Pak romli sedang ke luar kelas dan melarang kami keluar kelas. tapi kami semua malah keluar menikmati dinamika alam. Sebagian lagi asik jajan di kantin, sebagian sedang berburu ular di sawah, dan sebagian lagi ... entahlah. Saat Pak Romli kembali, Dia marah besar. Seolah-olah tubuhnya pun ikut membesar seperti ultraman seven tapi berkumis. Kami semua dihukum: berdiri di depan kelas dan dipukul kakinya satu-satu. dan ditugaskan membuat jpernyataan tegas yang merubah jalan hidup kami (ini menjadi pertama kalinya dalam hidup kami membuat pernyataan resmi): "KAMI MINTA MAAF DAN BERJANJI UNTUK TIDAK AKAN NAKAL LAGI."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, entah itu janji asli atau sekedar janji polos anak-anak tanpa kenal jera. Kenakalan kami mulai terdegradasi. Janji itu telah menutup pintu kenakalan dan membuka pintu lain yang lebih menarik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terima Kasih Pak Romli.:)&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Preman angkot</title><link>http://ikshiddiq.blogspot.com/2012/07/andai-saya-jadi-preman-angkot.html</link><author>noreply@blogger.com (Jam 3 Sore)</author><pubDate>Sun, 8 Jul 2012 22:34:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6168216668003872622.post-4859644418686628654</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
Andai saya jadi preman angkot. Inilah trayek yang akan saya kuasai.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
HWAHAHAHAHAHAHAHAA&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaqY4TYhzx6WKoCrNAxvHujRlEhh25vGFMyn2V5PwO_Wmwtt2eqSBS00A3q-7BoiKRKFQEGAoeB8NDZE_FkxvIQ3HW03_ETcSYy3pJWSTHlVy9elOlaxg5OqC0w7rpa0n-NN2zXvKfhQ/s1600/project+kaos+baru+2.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="640" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaqY4TYhzx6WKoCrNAxvHujRlEhh25vGFMyn2V5PwO_Wmwtt2eqSBS00A3q-7BoiKRKFQEGAoeB8NDZE_FkxvIQ3HW03_ETcSYy3pJWSTHlVy9elOlaxg5OqC0w7rpa0n-NN2zXvKfhQ/s640/project+kaos+baru+2.gif" width="426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;Stress boy?!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaqY4TYhzx6WKoCrNAxvHujRlEhh25vGFMyn2V5PwO_Wmwtt2eqSBS00A3q-7BoiKRKFQEGAoeB8NDZE_FkxvIQ3HW03_ETcSYy3pJWSTHlVy9elOlaxg5OqC0w7rpa0n-NN2zXvKfhQ/s72-c/project+kaos+baru+2.gif" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Menelisik Strategi Pengemis Blok M Meraup Rp 15 Juta Sebulan! (Copas Kompas)</title><link>http://ikshiddiq.blogspot.com/2012/07/menelisik-strategi-pengemis-blok-m.html</link><author>noreply@blogger.com (Jam 3 Sore)</author><pubDate>Sat, 7 Jul 2012 17:08:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6168216668003872622.post-2627228080441402193</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Percaya tidak percaya ini hasil investigasi Kompas.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;br style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Anda tertarik jadi pengemis? Ini sungguh temuan paling menarik tentang pengemis di Blok M, Jakarta. Melihat tampang memelas para pengemis membuat kita sering merogoh uang Rp 1,000 atau Rp 500. Para pengemis berkeliaran di tempat-tempat tertentu yang ramai. Khususnya tempat makan di pinggiran jalan.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;img alt="1341128089220274013" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/07/1341128089220274013.jpg" /&gt;&amp;nbsp;&lt;br style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Mari kita tengok sosok pengemis ini. Perempuan ini berusia sekitar 45 tahunan. Berpakaian kumuh dan berkerudung kumuh pula. Namun dia sehat wal afiat. Dia selalu membawa mangkuk plastik untuk mengemis. Tak lupa dia juga menggendong tas yang juga tidak bagus. Namun jangan salah. Tampang dan penampilan itu mengecoh. Soal penghasilan luar biasa.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;br style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Kalau Anda bergaji Rp. 10,000,000,- juta. Anda masih kalah dengan pengemis elit cerdas ini. Mari kita hitung penghasilannya. Menurut petugas parkir di Bulungan di samping Blok M Plaza, pengemis itu penghasilan per harinya tidak kurang dari Rp 500,000,- sampai Rp 700,000,- per hari. Saya pertama kali mendengar tidak percaya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;br style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Namun pedagang gulai pinggir jalan malam hari di sekitar Blok M Plaza mengiyakan pernyataan tukang parkir itu. Saya penasaran menelusuri dan mengikuti dan menelusuri cara kerja pengemis kaya tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;br style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Pagi hari itu saya sudah siap mengamati Pengemis Wanita ini. Saya sudah tiba pukul 05:00 di sekitar tempat parkir Bus Damri Bandara yang mangkal di dekat Blok M Plaza. Dengan muka memelas dia mulai menerima uang dari para dermawan bis Damri. Rata-rata penaik taksi yang akan ke Bandara akan memberi uang kecil Rp 1,000,-. Saya memakai kamera video untuk mengamati agar dari jarak jauh sekitar 200-300 meter saya bisa melihat secara dekat. Kadang saya berjalan mendekati dia. Tidak ada rasa curiga dari dia.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;br style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Selama sekitar 5 jam saya membuntuti pengemis itu. Sekitar pukul 10.00 Pengemis itu pergi ke tukang bakso menukarkan uang hasil usahanya. Yang dia tukarkan Rp. 65.000, ditukar dengan uang lima puluhan ribu, satu uang 10 ribuan dan satu uang 5 ribuan. Setelah menukarkan, di sekitar itu pula banyak orang makan. Tampak dalam hitungan menit tiga orang memberikan uang seribuan.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;br style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Saya ikuti pengemis itu pergi ke Taman Blok M. Ternyata dia istirahat sejenak di sana. Setelah itu dia berjalan ke arah Pasaraya Blok M. Di dekat pinggiran jalanan ke Gramedia banyak tempat makan di sana. Mulai pukul 12:00 sampai pukul 14:00 dia beroperasi di sana. Dari para pengunjung tempat makanan kaki lima itu ternyata pengemis itu mengeruk puluhan ribu rupiah dari para pekerja dan pengunjung warung atau gerobak makanan.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;br style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Saya juga capek mengamati dia. Saya juga perlu makan. Maka saya istirahat makan. Tak lupa pengemis itu minta uang kepada saya. Agar tak mencurigakan aku kasih dia uang Rp 1,000,-. Dia pergi ke warung kaki lima lainnya mengeruk uang dari pengunjung tempat makan.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;br style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Tak lupa saya menanyakan pada para pedagang makanan. Komentarnya sungguh mencengangkan saya. Kalau mau tukar uang receh ya ke pengemis itu. Banyak pedagang menukarkan uang ribuan pada pengemis itu. Langganan menukar uang juga datang dari karyawan toko minimarket, khusus untuk uang recehan Rp 500, 200 dan 100.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;br style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Saya iseng menanyakan ke minimarket yang dimaksud di sekitar Blok M yang menjadi langganan penukaran uang pengemis itu. Benar, dalam sehari tidak kurang dari Rp 200 ribu uang receh ditukar dengan dua lembar uang seratus ribuan.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;br style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Saya kembali membuntuti. Ternyata dia ada di sekitar Bus Damri lagi. Di tempat itu ada satu lagi pengemis lainnya. Laki-laki seumur perempuan itu. Sampai sekitar pukul 18:00 operasi pengemis itu ada di sekitaran Bus Damri, warung kali-lima dekat jembatan penyeberangan. Lalu ke sekitar depan dan samping SMA 70.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;br style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Sejak pukul 15:00 sampai dengan pukul 22:00 saya amati pengemis itu rata-rata setiap 2 menit mendapatkan 1 lembar uang seribu rupiah. Yang memberikan adalah para penikmat makanan malam seperti ayam bakar, gulai dan pekerja yang beristirahat dan pulang kerja.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;br style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Dari amatan saya, yang menjadi target diminta atau diemisi adalah: para pelanggan nasi gulai Blok M. Karakter penikmat makan ini selalu memberi kepada pengemis. Pelanggan ayam bakar yang berseberangan dengan penjaja gulai juga penyumbang setia pengemis itu. Juga para pekerja seks dan pasangannya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;br style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Tampaknya pengemis itu memiliki kemampuan strategi dalam mengemis dalam menentukan sasaran. Yang paling sering memberi uang kepada pengemis ternyata pasangan muda. Juga keluarga suami istri dan anak. Hampir semua pasangan dan kelompok serta suami-istri apalagi bersama anaknya, akan memberikan uang selembar ribuan. Mungkin para pasangan - laki-laki - malu kalau tak memberi pada pengemis. Laki-laki yang sendirian makan jarang memberi uang pada pengemis.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;br style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Sampai pukul 02:00 dini hari saya mencatat tidak kurang 400 orang memberikan uang kepada pengemis itu. Daerah operasi pengemis itu cuma sekitaran Blok M Plaza.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;br style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Akhirnya saya temui tukang parkir di Bulungan yang tiga hari sebelumnya menyampaikan berita tentang pengemis berpenghasilan &lt;span style="background-color: white;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Rp 15,000,000,- per bulan.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;Dan ternyata benar adanya!&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;b&gt;Siapa tertarik menjadi pengemis? Daripada bekerja pakai dasi mendapat gaji Rp. 6 juta? Ternyata Jakarta luar biasa!&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;br style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;"&gt;source:&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13.600000381469727px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;a href="http://sosbud.kompasiana.com/2012/07/01/menelisik-strategi-pengemis-blok-m-meraup-rp-15-juta-sebulan/"&gt;http://sosbud.kompasiana.com/2012/07/01/menelisik-strategi-pengemis-blok-m-meraup-rp-15-juta-sebulan/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>"Kampanye oh kampanyee.."</title><link>http://ikshiddiq.blogspot.com/2012/07/tasik-lagi-rame-kampanye-nih.html</link><author>noreply@blogger.com (Jam 3 Sore)</author><pubDate>Thu, 5 Jul 2012 22:42:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6168216668003872622.post-9206834003280139598</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Tasik lagi "rame" kampanye nih. tergantung ente dah mu maknai "rame" gimana. oke cuy?!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Cuma yg pengen saya bahas adalah tentang komentar teman baik saya (yg statusnya mahasiswa) yg jadi korban kemacetan kampanye. Kalau temen baik saya baca blog ini., damai ya? jangan marah dulu. mending baca dulu sampe beres. baru deh nilai. okey? hehehe &lt;b&gt;:-D&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ini ungkapannya di status pesbuk (ID rahasia, bisi comel)&lt;br /&gt;
&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1,&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}" style="font-weight: normal;"&gt;




&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;"Kampanye oh kampanyee.. pelanggaran dibolehin pas lagi kampanye..&lt;br /&gt; anak d bwh umur ikut kampanye? boleh :D&lt;br /&gt; penumpang over kapasitas,&lt;br /&gt; pengemudi mtr tanpa helm, anak2 pula..&lt;br /&gt; sampah dimana mana nyebar.. indah banget tasik resik.. &lt;br /&gt; Gada cara lain y..&lt;br /&gt; maaf pa, saya awam soal politik :)"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h6&gt;
&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1,&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}" style="font-weight: normal;"&gt;




&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;trus saya komen gini:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;
&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1,&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}" style="font-weight: normal;"&gt;




&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="commentBody" data-jsid="text"&gt;kalau awam baiknya tak usah komen.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;&lt;b&gt;"&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;
&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1,&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}" style="font-weight: normal;"&gt;




&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;eh dia komen lagi,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;
&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1,&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}" style="font-weight: normal;"&gt;




 &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="commentBody" data-jsid="text"&gt;"tp saya punya haak untuk brbicara.. sbg mahasiswa yg kjebak macet.. sbg masyarakat bukan sbg ahli politik."&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;
&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1,&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}" style="font-weight: normal;"&gt;




&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="commentBody" data-jsid="text"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="commentBody" data-jsid="text"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Wah...harus dijelasin nih biar gak salah paham. | &lt;span style="color: red;"&gt;Jadi gimana boy?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;
&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1,&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}" style="font-weight: normal;"&gt;




&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="commentBody" data-jsid="text"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Nah..ternyata eh ternyata dan amat disayangkan tidak semua masyarakat kita secerdas mahasiswa. Bahkan mereka yg mengaku mahasiswa atau lebih jauh lagi mereka yg mengaku berpendidikan pun sama tak cerdasnya. Saya? Saya juga masih sangat mentah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;
&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1,&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}" style="font-weight: normal;"&gt;




&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="commentBody" data-jsid="text"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Tapi setidaknya yang harus dipahami adalah tidak ada korelasinya menyalahkan politik dengan pelanggaran lalu lintas, anak-anak, dan sampah dimana2. ini tentang sosial.cuy. Nah lho? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;
&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1,&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}" style="font-weight: normal;"&gt;




&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="commentBody" data-jsid="text"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;1. lalu lintas&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;
&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1,&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}" style="font-weight: normal;"&gt;




&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="commentBody" data-jsid="text"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Di hari-hari biasa, saat tidak kampanye,&amp;nbsp; pun ternyata banyak yg melanggar lalu lintas kn? &lt;br /&gt;Banyak yg tidak pake helm juga kan? Di hari biasa saja polisi tak mampu mengontrol seluruh masyarakat. Apalagi saat kampanye. Wuidih......Cuma beda di kuantitas. Kebetulan pas kampanye keluarnya bareng2. Yang langgar juga bareng-bareng. Nah lho? gimana hayoh ngaturnya? Apa para politisi kudu ngatur satu-satu? Polisi pun menyadari soal ini. maka yg jd prioritas adalah &lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;AMAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;
&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1,&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}" style="font-weight: normal;"&gt;


&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="commentBody" data-jsid="text"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Ini mah soal budaya masyarakat emang lebih banyak yg wataknya pelanggar lalu lintas&lt;/span&gt;, &lt;/b&gt;bukan soal gak paham politik. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;
&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1,&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}" style="font-weight: normal;"&gt;


&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="commentBody" data-jsid="text"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;2. Sampah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;
&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1,&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}" style="font-weight: normal;"&gt;




&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="commentBody" data-jsid="text"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Yakin di hari-hari biasa sedikit org yg buang sampah sembarangan? Coba deh tengok tempat keramaian seperti pasar rakyat, Lap. Dadaha, Cihideung, dll (kecuali mall. punya klining servis cuy) banyak sampah kn? apalagi saat kampanye? Hayoh gimana? Apa para politisi kudu mungutin sampah satu-satu? Nah lho?1&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;
&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1,&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}" style="font-weight: normal;"&gt;




&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="commentBody" data-jsid="text"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;sama dg poin 1. Budaya bersih masyarakat yg masih sangat kurang. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Buktinya negeri kita nih sering kebanjiran gara-gara sampah. bukan gara-gara kampanye.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;
&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1,&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}" style="font-weight: normal;"&gt;




&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="commentBody" data-jsid="text"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;3. Anak-anak&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;
&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1,&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}" style="font-weight: normal;"&gt;




&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="commentBody" data-jsid="text"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Adakah yg lebih menarik saat ini selain kampanye bagi anak-anak? Apalagi anak-anak sering merengek pengen ikut pawai. jiwa penasaran dan ktertarikan akan sesuatu yg baru mengalahkan segalanya. ya kan? &lt;br /&gt;Bagaimana org tua? Bagi sebagian banyak org tua, kampanye adalah hiburan gratis bagi mereka. apalagi bagi mereka dari kelas menengah ke bawah dan sangat bawah. Maka bagi org tua, dari pada anaknya nangis ditinggal kampanye atau khawatir dititipkan ke org lain malah gak tahu mau nitip kemana, mending (diajak) ikut kampanye. apalagi dapet uang bensin ya kan?:Lumayan cuy, biar knalpot bisa ngebul buat nganter istri ke pasar. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;
&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1,&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}" style="color: #b45f06; font-weight: normal;"&gt;




&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="commentBody" data-jsid="text"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Keinginan anak sulit untuk dicegah dan kampanye adalah hiburan alternatif bagi manusia dari dunia kelas ocot.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;
&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1,&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}" style="font-weight: normal;"&gt;




&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="commentBody" data-jsid="text"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;Terus bagaimana tentang hak bicara? Apalagi mahasiswa? kena macet lagi? gak paham politik lagi?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;nah lho.. Seharusnya sebagai mahasiswa kurang tepat melontarkan hal seperti itu. Kalau seperti itu mah hak individu pribadi yg merasa dirugikan (macet) oleh hak individu lain&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; (ikut kampanye), sama-sama punya hak. tapi gak terima sama kondisinya dan bingung mau nyalahin siapa. Apalagi sebut status sebagai mahasiswa. Waduh....gak tertarik sih sah-sah saja tapi baiknya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;mulai sedikit memahami dan menganalisis gejala sosial di lingkungan masyarakat saat ini dan mulai (sedikit) memahami politik. Malu donk ngaku mahasiswa tapi tidak memahami politik (sedikit saja).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;
&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1,&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}" style="font-weight: normal;"&gt;




&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="commentBody" data-jsid="text"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;ingat. &lt;b&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;MahaSiswa = siswa yang memiliki gelar tuhan (maha).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; Jadi ya harus belajar arif. Kerjanya bukan cuma belajar iptek dan ngerengek doang. Belajar yang laen juga. Termasuk politik. Belajar peka juga tentang sosial dan budaya. jangan malah jadi antisosial juga gak paham budaya. Kalau mau marah atas nama pribadi sih boleh saja. tapi gak gitu juga kali. Apalagi bawa status mahasiswa. Agak berat cuy. heu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;
&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1,&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}" style="font-weight: normal;"&gt;




&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="commentBody" data-jsid="text"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;kita harus mulai sedikit cerdas mana kelicikan politik, pelanggaran hukum, kebrobokan moral, antisosial,&amp;nbsp; kesalahan adat-budaya, dll jangan kaya zionis yg mulai menyamakan kejahatan muslim=kejahatan teroris. ngeri cuy.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;
&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1,&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}" style="font-weight: normal;"&gt;




&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="commentBody" data-jsid="text"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Yuk ah belajar bareng. (saya juga masih cetek cuy) mudah-mudahan kita bisa belajar dari pengalaman-pengalaman pribadi dan org lain agar kita gak ngulang kesalahan kita (dan org lain) yg kemaren serta bisa tumbuh jadi manusia yg bijaksana. aamiinn..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;
&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1,&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}" style="font-weight: normal;"&gt;




&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="commentBody" data-jsid="text"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;
&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1,&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}" style="font-weight: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="commentBody" data-jsid="text"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Makasih..&lt;br /&gt;iman, pamit&lt;br /&gt;#Assalamu'alaikum wr wb&lt;br /&gt;#marhaban ya Rhomadhon&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Galautozoa 25th</title><link>http://ikshiddiq.blogspot.com/2012/05/galautozoa-25th.html</link><author>noreply@blogger.com (Jam 3 Sore)</author><pubDate>Thu, 3 May 2012 00:45:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6168216668003872622.post-4036466597377353372</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;a href="https://encrypted-tbn2.google.com/images?q=tbn:ANd9GcS2dAyQugORFsQfaczahCplvTN9j9zstssAmMobGDiPeQBVGTiu" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://encrypted-tbn2.google.com/images?q=tbn:ANd9GcS2dAyQugORFsQfaczahCplvTN9j9zstssAmMobGDiPeQBVGTiu" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tiba-tiba pengen nulis blog lagi. Padahal akhir-akhir ini pikiran saya ka ditu ka dieu teu pararuguh. gara-gara masalah jodoh. Tentang cinta. Antara seorang lelaki dengan beberapa orang wanita ataupun seorang wanita (Nah lho??!!). Mungkin saya lagi ketularan bakteri galautozoa saja. Lekas sembuh meng!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sampai usia 25 tahun ini saya masih saja ngacung kebingungan tentang memperlakukan cinta pra-nikah. Bagaimana orang lain bisa begitu mudah memperlakukan cinta sedangkan saya selalu kaku saat disajikan berbagai macam menu cinta? (halah) Apa orang lain terlalu menjual murah cinta yang dengan seenaknya mengobral kata-kata cinta? Lebih jauh lagi, bagaimana orang bisa menjual materinya untuk sesuatu yang bernama cinta? bahkan mengobral gratis tubuhnya untuk sekeping cinta? bahkan berbagi aib yang belum tentu bisa dijaga kerahasiaannya. Bahkan kekuasaan pun terjual bangkrut hanya demi cinta!&amp;nbsp;Maka, berapakah harga cinta? Apa sudah setara dengan harga bala-bala? Ini tidak logis.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Apa saya&amp;nbsp;(yang ditakdirkan menjadi manusia aneh tapi keren)&amp;nbsp;yang terlalu menjual mahal cinta sehingga saya menjadi sangat berhati-hati mengungkapkannya?atau malah bingung? bahkan saya selalu saja murinding asa ngareuy setiap kali bersentuhan dengan manusia spesies hawa ini. Apalagi kalau bersinggungan dengan daerah tertentu. Asa kumaha gitu. Bahkan saya tidak mengerti bagaimana seorang wanita bisa memeluk pria yang bukan muhrimnya begitu menggemaskan tanpa risih dan malu. Padahal saya selalu berpendapat bahwa seorang wanita itu (tanpa bermaksud mendeskreditkan wanita) adalah sesosok makhluk halus (hatinya), menjaga rapat kemaluannya (pemalu), sensitif (layaknya arus listrik, belum disentuhpun sudah terasa energinya), mahal (lebih mahal dari sebungkus mobil saat boke), dan selalu memperlakukan dirinya bak putri raja yang terhormat. Maka saat saya melihat sesosok wanita yang begitu mudah memeluk seorang pria yang (katanya pacar) dicintainya, maka timbul pernyataan sekaligus pertanyaan dari lubuk hati paling luar. Wanita ini sangat murahan. Tidak koheren dengan kenaikan harga BBM dunia saat ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://encrypted-tbn3.google.com/images?q=tbn:ANd9GcQ-Nw3sUhhXhwmw4OIVziudTOK6bWGTJ1Z_rMxjd_sivL614HUhIQ" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://encrypted-tbn3.google.com/images?q=tbn:ANd9GcQ-Nw3sUhhXhwmw4OIVziudTOK6bWGTJ1Z_rMxjd_sivL614HUhIQ" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Apa kata Ruhut??!!&lt;/b&gt;&lt;a href="https://encrypted-tbn3.google.com/images?q=tbn:ANd9GcQ-Nw3sUhhXhwmw4OIVziudTOK6bWGTJ1Z_rMxjd_sivL614HUhIQ" imageanchor="1"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Akhirnya, dari hasil pemikiran sendiri yang sok tahu dengan asumsi IQ + EQ + SQ = terbatas, telah dismpulkan bahwa "&lt;b&gt;Cara tebaik untuk mencintai seorang wanita dengan utuh dan berkualitas adalah bukan dengan menjadikannya seorang pacar tapi menjadikannya seorang istri. Untuk kehidupan yang terhormat dan lebih baik di dunia dan akhirat."&lt;/b&gt;&lt;a href="https://encrypted-tbn3.google.com/images?q=tbn:ANd9GcRk4JX-nsgBO41Su-OEYLhOSvgcxs5xraadk_zGBSFvLYtFVKuh" imageanchor="1"&gt;&lt;img border="0" src="https://encrypted-tbn3.google.com/images?q=tbn:ANd9GcRk4JX-nsgBO41Su-OEYLhOSvgcxs5xraadk_zGBSFvLYtFVKuh" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Salam hangat terdahsyat untuk seluruh keluarga Ind&lt;span style="color: red;"&gt;one&lt;/span&gt;sia.&lt;br /&gt;
iman, pamit!&amp;nbsp;&lt;img src="https://encrypted-tbn2.google.com/images?q=tbn:ANd9GcTRLt89hFz49C-wZfrUSLYS6ozMMAxxLgZ2HYn0dY7ZOhFJGdOo" /&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Apakah Anak-ku harus rangking 1?</title><link>http://ikshiddiq.blogspot.com/2012/03/apakah-anak-ku-harus-rangking-1.html</link><author>noreply@blogger.com (Jam 3 Sore)</author><pubDate>Sat, 10 Mar 2012 19:25:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6168216668003872622.post-7696381927637717842</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Si Ranking 23: “Aku ingin menjadi orang yang bertepuk tangan di tepi&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;jalan”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di kelasnya terdapat 50 orang murid, setiap kali ujian, anak perempuanku&lt;br /&gt;
tetap mendapat ranking ke-23. Lambat laun membuat dia mendapatkan nama&lt;br /&gt;
panggilan dengan nomor ini, dia juga menjadi murid kualitas menengah yang&lt;br /&gt;
sesungguhnya. Sebagai orangtua, kami merasa nama panggilan ini kurang enak&lt;br /&gt;
didengar,namun ternyata anak kami &amp;nbsp;menerimanya dengan senang hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suamiku mengeluhkan ke padaku, setiap kali ada kegiatan di perusahaannya&lt;br /&gt;
atau pertemuan alumni sekolahnya, setiap orang selalu memuji-muji “Superman&lt;br /&gt;
cilik” di rumah masing-masing, sedangkan dia hanya bisa menjadi pendengar&lt;br /&gt;
saja. Anak keluarga orang, bukan saja memiliki nilai sekolah yang menonjol,&lt;br /&gt;
juga memiliki banyak keahlian khusus. Sedangkan anak kami rangking nomor 23&lt;br /&gt;
dan tidak memiliki sesuatu pun untuk ditonjolkan. Dari itu, setiap kali&lt;br /&gt;
suamiku menonton penampilan anak-anak berbakat luar biasa dalam acara&lt;br /&gt;
televisi, timbul keirian dalam hatinya sampai matanya begitu bersinar-sinar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian ketika dia membaca sebuah berita tentang seorang anak berusia 9&lt;br /&gt;
tahun yang masuk perguruan tinggi, dia bertanya dengan hati kepada anak&lt;br /&gt;
kami: “Anakku, kenapa kamu tidak terlahir sebagai anak dengan kepandaian&lt;br /&gt;
luar biasa?” Anak kami menjawab: “Itu karena ayah juga bukan seorang ayah&lt;br /&gt;
dengan kepandaian yang luar biasa”. Suamiku menjadi tidak bisa berkata&lt;br /&gt;
apa-apa lagi, saya tanpa tertahankan tertawa sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pertengahan musim, semua sanak keluarga berkumpul bersama untuk&lt;br /&gt;
merayakannya, sehingga memenuhi satu ruangan besar di sebuah restoran.&lt;br /&gt;
Topik pembicaraan semua orang perlahan-lahan mulai beralih kepada anak&lt;br /&gt;
masing-masing. Dalam kemeriahan suasana, anak-anak ditanyakan apakah&lt;br /&gt;
cita-cita mereka di masa mendatang? Ada yang menjawab akan menjadi pemain&lt;br /&gt;
piano, bintang film atau politikus, tiada seorang pun yang terlihat takut&lt;br /&gt;
mengutarakannya di depan orang banyak, bahkan anak perempuan berusia 4½&lt;br /&gt;
tahun juga menyatakan bahwa kelak akan menjadi seorang pembawa acara di&lt;br /&gt;
televisi, semua orang bertepuk tangan mendengarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak perempuan kami yang berusia 15 tahun terlihat sangat sibuk sekali&lt;br /&gt;
sedang membantu anak-anak kecil lainnya makan. Semua orang mendadak&lt;br /&gt;
teringat kalau hanya dia yang belum mengutarakan cita-citanya kelak. Di&lt;br /&gt;
bawah desakan orang banyak, akhirnya dia menjawab dengan sungguh-sungguh:&lt;br /&gt;
Kelak ketika aku dewasa, cita-cita pertamaku adalah menjadi seorang guru&lt;br /&gt;
TK, memandu anak-anak menyanyi, menari lalu bermain-main. Demi menunjukkan&lt;br /&gt;
kesopanan, semua orang tetap memberikan pujian, kemudian menanyakan akan&lt;br /&gt;
cita-cita keduanya. Dia menjawab dengan besar hati: “Saya ingin menjadi&lt;br /&gt;
seorang ibu, mengenakan kain celemek bergambar Doraemon dan memasak di&lt;br /&gt;
dapur, kemudian membacakan cerita untuk anak-anakku dan membawa mereka ke&lt;br /&gt;
teras rumah untuk melihat bintang”. Semua sanak keluarga tertegun&lt;br /&gt;
dibuatnya, saling pandang tanpa tahu akan berkata apa lagi. Raut muka&lt;br /&gt;
suamiku menjadi canggung sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepulangnya kami kembali ke rumah, suamiku mengeluhkan ke padaku, apakah&lt;br /&gt;
aku akan membiarkan anak perempuan kami kelak menjadi guru TK?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah kami tetap akan membiarkannya menjadi murid kualitas menengah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebetulnya, kami juga telah berusaha banyak. Demi meningkatkan nilai&lt;br /&gt;
sekolahnya, kami pernah mencarikan guru les pribadi dan mendaftarkannya di&lt;br /&gt;
tempat bimbingan belajar, juga membelikan berbagai materi belajar untuknya.&lt;br /&gt;
Anak kami juga sangat penurut, dia tidak lagi membaca komik lagi, tidak&lt;br /&gt;
ikut kelas origami lagi, tidur bermalas-malasan di akhir minggu tidak&lt;br /&gt;
dilakukan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagai seekor burung kecil yang kelelahan, dia ikut les belajar sambung&lt;br /&gt;
menyambung, buku pelajaran dan buku latihan dikerjakan terus tanpa henti.&lt;br /&gt;
Namun biar bagaimana pun dia tetap seorang anak-anak, tubuhnya tidak bisa&lt;br /&gt;
bertahan lagi dan terserang flu berat. Biar sedang diinfus dan terbaring di&lt;br /&gt;
ranjang, dia tetap bersikeras mengerjakan tugas pelajaran, akhirnya dia&lt;br /&gt;
terserang radang paru-paru. Setelah sembuh, wajahnya terlihat semakin&lt;br /&gt;
kurus. Akan tetapi ternyata hasil ujian semesternya membuat kami tidak tahu&lt;br /&gt;
mau tertawa atau menangis, tetap saja rangking 23. Kemudian, kami juga&lt;br /&gt;
mencoba untuk memberikan penambah gizi dan rangsangan hadiah, setelah&lt;br /&gt;
berulang-ulang menjalaninya, ternyata wajah anak perempuanku kondisinya&lt;br /&gt;
semakin pucat saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apalagi, setiap kali akan menghadapi ujian, dia mulai tidak bisa makan dan&lt;br /&gt;
tidak bisa tidur, terus mencucurkan keringat dingin, terakhir hasil&lt;br /&gt;
ujiannya malah menjadi nomor 33 yang mengejutkan kami. Aku dan suamiku&lt;br /&gt;
secara diam-diam melepaskan aksi tekanan, dan membantunya tumbuh normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia kembali pada jam belajar dan istirahatnya yang normal, kami&lt;br /&gt;
mengembalikan haknya untuk membaca komik, mengijinkannya untuk berlangganan&lt;br /&gt;
majalah “Humor anak-anak” dan sejenisnya, sehingga rumah kami menjadi&lt;br /&gt;
tenteram damai kembali. Kami memang sangat sayang pada anak kami ini, namun&lt;br /&gt;
kami sungguh tidak memahami akan nilai sekolahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhir minggu, teman-teman sekerja pergi rekreasi bersama. Semua orang&lt;br /&gt;
mempersiapkan lauk terbaik dari masing-masing, dengan membawa serta suami&lt;br /&gt;
dan anak untuk piknik. Sepanjang perjalanan penuh dengan tawa dan guyonan,&lt;br /&gt;
ada anak yang bernyanyi, ada juga yang memperagakan karya seni pendek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak kami tiada keahlian khusus, hanya terus bertepuk tangan dengan sangat&lt;br /&gt;
gembira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sering kali lari ke belakang untuk mengawasi bahan makanan. Merapikan&lt;br /&gt;
kembali kotak makanan yang terlihat sedikit miring, mengetatkan tutup botol&lt;br /&gt;
yang longgar atau mengelap wadah sayuran yang bocor ke luar. Dia sibuk&lt;br /&gt;
sekali bagaikan seorang pengurus rumah tangga cilik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika makan terjadi satu kejadian di luar dugaan. Ada dua orang anak&lt;br /&gt;
lelaki, satunya adalah bakat matematika, satunya lagi adalah ahli bahasa&lt;br /&gt;
Inggris. Kedua anak ini secara bersamaan berebut sebuah kue beras yang di&lt;br /&gt;
atas piring, tiada seorang pun yang mau melepaskannya, juga tidak mau&lt;br /&gt;
saling membaginya. Walau banyak makanan enak terus dihidangkan, mereka sama&lt;br /&gt;
sekali tidak mau peduli. Orang dewasa terus membujuk mereka, namun tidak&lt;br /&gt;
ada hasilnya. Terakhir anak kami yang menyelesaikan masalah sulit ini&lt;br /&gt;
dengan cara yang sederhana yaitu lempar koin untuk menentukan siapa yang&lt;br /&gt;
menang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika pulang, jalanan macet dan anak-anak mulai terlihat gelisah. Anakku&lt;br /&gt;
membuat guyonan dan terus membuat orang-orang semobil tertawa tanpa henti.&lt;br /&gt;
Tangannya juga tidak pernah berhenti, dia mengguntingkan banyak bentuk&lt;br /&gt;
binatang kecil dari kotak bekas tempat makanan, membuat anak-anak ini terus&lt;br /&gt;
memberi pujian. Sampai ketika turun dari mobil bus, setiap orang&lt;br /&gt;
mendapatkan guntingan kertas hewan shio-nya masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika mendengar anak-anak terus berterima kasih, tanpa tertahankan pada&lt;br /&gt;
wajah suamiku timbul senyum bangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selepas ujian semester, aku menerima telpon dari wali kelas anakku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama-tama mendapatkan kabar kalau nilai sekolah anakku tetap kualitas&lt;br /&gt;
menengah. Namun dia mengatakan ada satu hal aneh yang hendak&lt;br /&gt;
diberitahukannya, hal yang pertama kali ditemukannya selama lebih dari 30&lt;br /&gt;
tahun mengajar.&lt;br /&gt;
Dalam ujian bahasa ada sebuah soal tambahan, yaitu siapa teman sekelas yang&lt;br /&gt;
paling kamu kagumi dan alasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain anakku, semua teman sekelasnya menuliskan nama anakku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasannya pun sangat beragam : antusias membantu orang, sangat memegang&lt;br /&gt;
janji, tidak mudah marah, enak berteman, dan lain-lain, paling banyak&lt;br /&gt;
ditulis adalah optimis dan humoris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wali kelasnya mengatakan banyak usul agar dia dijadikan ketua kelas saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memberi pujian: “Anak anda ini, walau nilai sekolahnya biasa-biasa&lt;br /&gt;
saja, namun kalau bertingkah laku terhadap orang, benar-benar nomor satu”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya bercanda pada anakku, kamu sudah mau jadi pahlawan. Anakku yang sedang&lt;br /&gt;
merajut selendang leher terlebih menundukkan kepalanya dan berpikir&lt;br /&gt;
sebentar, dia lalu menjawab dengan sungguh-sungguh: “Guru pernah mengatakan&lt;br /&gt;
sebuah pepatah, ketika pahlawan lewat, harus ada orang yang bertepuk tangan&lt;br /&gt;
di tepi jalan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia pun pelan-pelan melanjutkan: “Ibu, aku tidak mau jadi Pahlawan aku mau&lt;br /&gt;
jadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan.” Aku terkejut mendengarnya&lt;br /&gt;
dan mengamatinya dengan seksama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tetap diam sambil merajut benang wolnya, benang warna merah muda&lt;br /&gt;
dipilinnya bolak balik di jarum, sepertinya waktu yang berjalan di&lt;br /&gt;
tangannya mengeluarkan kuncup bunga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam hatiku pun terasa hangat seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada ketika itu, hatiku tergugah oleh anak perempuan yang tidak ingin&lt;br /&gt;
menjadi pahlawan ini. Di dunia ini ada berapa banyak orang yang&lt;br /&gt;
bercita-cita ingin menjadi seorang pahlawan, namun akhirnya menjadi seorang&lt;br /&gt;
biasa di dunia fana ini.&lt;br /&gt;
Jika berada dalam kondisi sehat, jika hidup dengan bahagia, jika tidak ada&lt;br /&gt;
rasa bersalah dalam hati, mengapa anak-anak kita tidak boleh menjadi&lt;br /&gt;
seorang biasa yang baik hati dan jujur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika anakku besar nanti, dia pasti menjadi seorang isteri yang berbudi&lt;br /&gt;
luhur, seorang ibu yang lemah lembut, bahkan menjadi seorang teman kerja&lt;br /&gt;
yang gemar membantu, tetangga yang ramah dan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apalagi dia mendapatkan ranking 23 dari 50 orang murid di kelasnya, kenapa&lt;br /&gt;
kami masih tidak merasa senang dan tidak merasa puas?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih ingin dirinya lebih hebat dari orang lain dan lebih menonjol lagi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu bagaimana dengan sisa 27 orang anak-anak di belakang anakku? Jika kami&lt;br /&gt;
adalah orangtua mereka, bagaimana perasaan kami?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Anakmu bukan milikmu.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Mereka putra putri sang Hidup yang rindu pada diri sendiri,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Mereka ada padamu, tapi bukan hakmu.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Berikan mereka kasih sayangmu, tapi jangan sodorkan bentuk pikiranmu,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Sebab mereka ada alam pikiran tersendiri.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Patut kau berikan rumah untuk raganya,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tapi tidak untuk jiwanya,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan, yang tiada dapat kau&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;kunjungi meski dalam mimpi.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kau boleh berusaha menyerupai mereka,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Namun jangan membuat mereka menyerupaimu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Pun tidak tenggelam di masa lampau.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kaulah busur, dan anak-anakmulah Anak panah yang meluncur.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Sang Pemanah Maha Tahu sasaran bidikan keabadian.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Dia merentangmu dengan kekuasaan-Nya,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Meliuklah dengan suka cita dalam rentangan tangan Sang Pemanah,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Sebagaimana pula dikasihiNya busur yang mantap.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
- Khalil Gibran&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Posted on 7 Februari 2012&lt;br /&gt;
by &lt;a href="http://annasahmad.wordpress.com/2012/02/07/rangking-satu/"&gt;annasahmad&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Teruntuk sahabat</title><link>http://ikshiddiq.blogspot.com/2012/03/teruntuk-sahabat.html</link><author>noreply@blogger.com (Jam 3 Sore)</author><pubDate>Fri, 2 Mar 2012 19:51:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6168216668003872622.post-2631167563606478907</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;b style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;Kisah Seekor Kerang&lt;/b&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="photo_right" style="background-color: white; clear: right; color: #333333; float: right; line-height: 16px; max-width: 180px; padding-bottom: 5px; padding-left: 10px; padding-right: 0px; padding-top: 2px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/14755_1227593327677_1164365214_30656464_7402005_a.jpg" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; max-width: 493px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;span class="caption"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;Malam ini angin berhembus lembut, permukaan laut tenang ,ada sedikit cahaya rembulan menerobos masuk ke dasar laut dimana seekor kerang sedang duduk menikmati suasana temaram dan tenang. Gelombang lembut di dasar laut sana membawa pasir-pasir menari mengikuti arus bermain.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;Sebutir pasir masuk ke dalam tubuh kerang, membuat sang kerang kaget.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;"Heiii, siapakah kau gerangan?" sang kerang bertanya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;"Aku adalah pasir, gelombang lautlah yang membawa aku ketempatmu. Siapakah kau?" tanya sang pasir.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;"Aku kerang, penghuni dasar lautan ini."&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;Demikianlah perkenalan sang kerang dengan butir pasir tersebut. Perkenalan tersebut pada awalnya hampa rasanya, mungkin hanya ibarat setitik buih lautan besarnya. Sampai suatu saat, sang dewi rembulan melihat persahabatan yang hampa tersebut. Sang dewi berkata,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;"wahai kerang tidakkah kau dapat lebih mencurahkan rasa persahabatanmu pada butir pasir lembut tersebut, dia begitu kecil dan lembut.Mulai sekarang biar aku mengajarkan bagaimana rasa persahabatan itu agar hidupmu lebih berarti."&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;Dengan lembut sang dewi mengajarkan, tidak sia-sia apa yang diajarkan sang dewi rembulan, persahabatan antara sang kerang dengan butir pasir lembut tersebut berbuah hasil. Ada canda, ada tawa, mereka berbagi masalah.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;Persahabatan itu telah merubah butir pasir lembut tersebut menjadi sebutir mutiara muda yang berwarna putih. Warna putih tersebut merupakan warisan sang dewi rembulan kepada mereka.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;Disuatu siang yang terik, pada saat mereka sedang berbagi rasa di dasar laut yang berselimut pasir putih.Tiba-tiba mereka mendengar seruan.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;"hai sahabat, apa yang sedang kalian lakukan?"&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;Sang kerang menjawab "siapakah engkau gerangan ?"&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;"Wahai kerang tidakkah engkau mengenali aku? aku Surya, dewa penguasa matahari yang menyinari seluruh bumi di siang hari. Aku melihat persahabatanmu dan mutiara muda itu tulus sekali."&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;Sang kerang menjawab,"itu merupakan hasil didikan dewi rembulan yang lembut dan penuh cinta kasih.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;"Kalau begitu, biar aku lengkapi ajaran sang dewi, biar aku ajarkan kepada kalian tentang hangatnya cinta", jawab sang matahari.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;Seiring terbit dan tenggelamnya mentari, sang raja surya memupuk sang kerang dan mutiara muda dengan perasaan cinta. Jatuh cintalah sang kerang dengan mutiara muda itu. Mutiara muda itu sekarang menjadi sebutir mutiara putih bersih dan berkilau mewarisi sifat sang dewa surya, dan dibalut dengan cinta sang kerang, indah sekali.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;Hidup sang kerang dan butir mutiara itu indah sekali, cinta mereka tulus, berbagai duka, suka, mereka lalui bersama. Tidak ada hari-hari seindah hari-hari yang mereka lalui.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;Suatu hari seekor ikan yang lewat berkata kepada sang butir mutiara&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;"wahai mutiara elok,tahun depan Raja dari kerajaan di sebarang sana akan mengadakan pemilihan mutiara terindah, tidakkah kau tertarik untuk mengikutinya, rupamu elok, aku yakin raja akan memilihmu" kata sang ikan&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;"Benarkah begitu?" tanya sang mutiara.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;"Aku akan menyampaikan kabar gembira ini pada sang kerang saudaraku ", sambung sang mutiara.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;Mulai saat itu sang mutiara rajin mempercantik diri, sang kerang juga memberinya semangat dan dorongan.Namun sang kerang tidak menyadari, keinginan besar sang mutiara untuk menang telah merubah sikap sang mutiara.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;Sampai suatu hari mutiara tersebut berkata kepada sang kerang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;"wahai saudaraku kerang, perlombaan itu hampir tiba saatnya, aku ingin keluar sebagai pemenang, aku ingin mencapai cita-citaku, adalah lebih baik mulai saat ini kau menjadi temanku saja, bukan seorang saudaraku bahkan kekasihku. Aku ingin mencurahkan seluruh perhatianku untuk lomba itu, aku tidak mau terganggu" .&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;Kata-kata tersebut melukai perasaan sang kerang, air mata jatuh&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;"kenapa kau melakukan ini padaku, aku menyayangimu dengan segenap hatiku, tidakkah engkau tau perasaanku, aku memang tidak mudah mengungkapkan perasaanku, aku kaku laksana kulitku yang keras, tapi mengapa ?.. ?"&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;"Kerang yang baik,untuk apa engkau menangis, aku akan tetap menjadi temanmu, aku tetap akan menjaga hubungan kita" kata sang mutiara&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;Akhirnya tiba waktu perlombaan tersebut,sang raja langsung jatuh hati kepada butir mutiara tadi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;"Inilah mutiara terindah yang pernah aku jumpai, aku memilihnya" kata sang raja.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;Akhirnya mutiara tersebut bersanding menjadi liontin sang raja. Setiap hari sang raja mengaguminya. Sang mutiara telah melupakan sang kerang, sang mutiara asik melayani sang raja.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;Tinggallah sang kerang yang kembali duduk di keheningan di dasar laut sana, sepi,hampa hidup sang kerang itu. Setiap hari ia menunggu sang angin menyampaikan kabar dari sang mutiara, satu hari, dua hari,seminggu tidak ada kabar dari sang mutiara.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;"Biarlah aku menitip pesanku pada sang angin untuk mutiaraku" pikir sang kerang. "Wahai angin,sampaikan rasa rinduku pada mutiaraku yang ada di negeri seberang sana" pekik sang kerang. Sang angin menyampaikan pesan tersebut. Namun apa kata sang mutiara indah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;"angin, sampaikan kepada sang kerang, jangan ganggu aku, aku sibuk sekali melayani sang raja, dan sampaikan juga padanya untuk mencari mutiara lain saja".&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;Kabar ini membuat sang kerang sedih,namun dalam kesedihannya rasa sayang sang kerang terhadap sang mutiara mengalahkan rasa kecewanya,ia tetap berdoa pada Ilahi agar sang mutiara berbahagia.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;=======================================&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;Sahabatku..&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;dalam kehidupan nyata ini, sering kali persahabatan yang sudah lama terjalin dengan baik berakhir dengan cara yang tidak diharapkan. tanpa ada komunikasi dan terlalu segan untuk menyapa. Padahal awalnya kita saling mendukung dan melengkapi, melewati suka dan duka bersama, saling mendoakan dan berjuang bersama.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;Kita seringkali melupakan sahabat-sahabat kita seiring dengan semakin bertambahnya kesibukan dan bertambahnya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 16px;"&gt;sahabat-sahabat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;&amp;nbsp;baru. Telalu menikmati dan terlena akan kesenangan dari semua hal-hal baru.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;Sahabatku terbaik..&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;Sadarkah kita telah melupakan sebagian sahabat-sahabat baik kita di masa lalu?&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;Pernahkah merasakan kerinduan mereka akan kehangatan kita?&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;Mungkinkah mereka skit hatinya karna terupakan oleh kita?&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;Apakah anda memilih menjadi kerang tersebut atau mutiara indah tersebu ?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;Terserah anda...&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;Saudaraku..&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;Sapalah sahabat-sahabat baik kita walaupun hanya satu kata.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;Satu kata sapaan mampu memberikan jutaan kehangatan persahabatan..&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;=======================================&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;Kirimkan cerita ini pada orang-orang yang kamu anggap sahabat, kekasih, atau orang-orang yang kamu anggap berarti dalam hidupmu, hanya sebagai sebuah bahan renungan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Konspirasi uang Rp. 1.000 (Keep smile)</title><link>http://ikshiddiq.blogspot.com/2012/03/konspirasi-uang-rp-1000-keep-smile.html</link><author>noreply@blogger.com (Jam 3 Sore)</author><pubDate>Thu, 1 Mar 2012 20:10:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6168216668003872622.post-1910899745919878392</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 16px;"&gt;iseng-iseng buka &lt;i&gt;note&lt;/i&gt; saya di pesbuk. Ternyata nemu (lagi) naskah konspirasi tentang uang Rp. 1.000 yang ngajari kita buat tetep senyum. Ayo buktikan!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;b style="background-color: white; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 16px;"&gt;Hayoo kluarin duit seribuannya, perhatikan gambarnya..!&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="background-color: white;"&gt;Pasti pada tau duit ini kaaan !!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="" class="photo_img img" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/7129_1155816573303_1164365214_30479210_3354224_n.jpg" style="background-color: white; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #333333; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; max-width: 493px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="background-color: white;"&gt;ternyata pemerintah Indonesia punya &lt;/span&gt;&lt;i style="background-color: white;"&gt;sense of humor&lt;/i&gt;&lt;span style="background-color: white;"&gt; juga&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="background-color: white;"&gt;Perhatiin klo kancing yang bawah ada tanda&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="" class="photo_img img" src="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/7129_1155817053315_1164365214_30479211_7086156_n.jpg" style="background-color: white; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #333333; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; max-width: 493px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="background-color: white;"&gt;ini setelah di-scan &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white;"&gt;1200dpi..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="" class="photo_img img" src="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/7129_1155817253320_1164365214_30479212_484022_n.jpg" style="background-color: white; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #333333; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; max-width: 493px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="background-color: white;"&gt;Mungkin pesan dari pemerintah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;"keep smile"&amp;nbsp;walau cuma seceng di kantong..^_^&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Memberi Tanpa Pertimbangan</title><link>http://ikshiddiq.blogspot.com/2012/02/memberi-tanpa-pertimbangan.html</link><author>noreply@blogger.com (Jam 3 Sore)</author><pubDate>Mon, 27 Feb 2012 07:37:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6168216668003872622.post-4651259705768254009</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;
Memenuhi kerinduan saya untuk menulis kembali Catatan Si Iboy yang telah sekian lama mengendap, Dalam kesempatan ini saya hanya ingin berbagi tanpa ada maksud untuk menggurui. Dimulai dengan memberi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
================================================&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Memberi Tanpa Pertimbangan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/40614_1440552611526_1164365214_31163169_7778673_a.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/40614_1440552611526_1164365214_31163169_7778673_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cobalah di suatu pagi yang cerah kita bangun dan mulai berniat untuk memberi. Dimulai dengan sesuatu yang kecil yang mungkin kita anggap remeh. Satu hal yang pernah saya coba sesuatu yang sangat sederhana adalah mengumpulkan beberapa uang receh yang tercecer di sana-sini (kembalian jajan, ketemu di jalan, dll) hanya untuk satu tujuan: "diberikan".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat kita berada di bis kota yang panas atau ber-ac, lalu datang pengamen bernyanyi yang kadang merdu tapi kebanyakan fals dan tak karuan. Atau kita sedang di mobil AC yang sejuk dan nyaman, lalu datang sepasang tangan kecil atau seorang yang tua dan kumuh mengetuk meminta-minta. Tak peduli bagaimana pendapat orang-orang tentang kemalasan, kemiskinan, dan lain sebagainya. Tak perlu banyak pikir untuk beralasan. Dengan segera saya berikan satu dua keping untuk mereka. Awalnya ada rasa enggan, kesal, atau pun skeptis. Tapi saya berusaha menekan perasaan itu sambil tetap memberikan uang receh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukankah tak ada seorang pun di dunia ini yang bercita-cita menjadi seorang pengemis, pengamen, atau apapun itu? Saat ini saya hanyalah sedang &lt;b&gt;berlatih&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;untuk memberi.&lt;/b&gt; Mengulurkan tangan dengan jumlah yang tiada berarti. Meringankan tangan untuk belajar bersedekah. Merasakan sesuatu mengalir dari dalam hati melalui telapak tangan dan ujung jari. Sesuatu yang bernama kasih sayang.Memberi tanpa pertimbangan bagai menyingkirkan batu penghambat arus sungai. Arus sungai adalah kasih sayang dalam diri, hati kita. Sedangkan batu adalah kepentingan yang berpusat pada diri sendiri (egois, suudzon, dll).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;"Sesungguhnya bukan uang receh atau berlian yang kita berikan, tapi kasih sayang itu tidak terletak di tangan, melainkan di hati".&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Surat Putus Cinta (english version)</title><link>http://ikshiddiq.blogspot.com/2012/02/surat-putus-cinta-english-version.html</link><author>noreply@blogger.com (Jam 3 Sore)</author><pubDate>Tue, 21 Feb 2012 19:08:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6168216668003872622.post-3789391088805216200</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="background-color: white;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Intermezo dapet dari tetangga. cekidot!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;--------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Mbak Sum bermaksud mutusin pacarnya Robby (bule).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Akan tetapi dia tidak berani bertemu muka dengan kekasihnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Mbak Sum menulis surat dengan berbekal kamus Inggris dan pengetahuan yang pas-pasan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;(di culik dari sebelah)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Berikut isi suratnya:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Hi Robby, together this letter I give know you.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;(hai Robby, bersama surat ini aku memberitahumu)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;I Want cut connection us.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;(saya ingin memutuskan hubungan kita)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;I think very cook cook all.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;(saya pikirkan masak-masak semuanya)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;I know love my only clap half hand.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;(saya tahu cintaku hanya bertepuk sebelah tangan)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Correctly I have see you play fire with a women entertainment at town with my eyes head alone&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;(sebenarnya saya telah lihat kamu bermain api dengan wanita penghibur di kota dengan mata kepala saya sendiri)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;You always ask sorry back back river.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;(kau selalu meminta maaf berulang kali)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;River that I forgive you, but this river, I you corect corect hurt my liver.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;(Kali itu aku maafkan kamu, tapi kali ini kau benar benar menyakiti hatiku)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;You eyes drop tears crocodile.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;(matamu mencucurkan air mata buaya)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;You correct correct a man crocodile land.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;(kau benar-benar lelaki buaya darat)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;So I cut connection and pull body from love triangle this.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;(jadi, saya putuskan hubungan ini dan menarik diri dari cinta segitiga ini)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;I cry night-night until no there is eye water more thinking about your body.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;(saya menangis bermalam-malam sampai tidak ada lagi air mata memikirkan dirimu)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;I not want sick my liver for 2 river.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;(saya tidak mau sakit hati untuk kedua kalinya)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Safe walk Robby&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;(selamat jalan Robby)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;From your fruit liver,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;(Dari buah hatimu)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Sumiati Lion on the table at Mountain South.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;(Sumiati Singodimejo di Gunung Kidul)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sebenarnya kita..</title><link>http://ikshiddiq.blogspot.com/2012/02/blog-post.html</link><author>noreply@blogger.com (Jam 3 Sore)</author><pubDate>Mon, 20 Feb 2012 17:30:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6168216668003872622.post-1734574056351291098</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;
"...tidak ada manusia yang sempurna..."&lt;br /&gt;
"...manusia tempatnya salah...."&lt;br /&gt;
"...aku bukanlah malaikat...."&lt;br /&gt;
"...aku cuma manusia biasa...."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adalah untaian ungkapan-ungkapan pembenaran atas sebuah kekhilafan, kesalahan, kebodohan, dosa...&lt;br /&gt;
Sebuah bukti tindakan pengecut dari seorang manusia yang (sepertinya terlihat) cerdas dan bijaksana&lt;br /&gt;
Padahal mereka ingin melarikan diri, mengelak, dan menghindar dari ketidakmampuan&lt;br /&gt;
Padahal mereka tidak ingin disalahkan dan disudutkan&lt;br /&gt;
Padahal mereka&lt;b&gt; ingkar!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya." (Q.S. At-Tin : 4)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rizki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (Q.S. Al-Isra’ :70)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergukan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Meraka itulah orang-orang yang lalai.” (Q.S. Al-A’raf : 179)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi..&lt;br /&gt;
Kenapa kita masih mengelak bahwa kita adalah makhluk yang sempurna?&lt;br /&gt;
Bukankah kita telah dilimpahkan ilmu yang mampu dicerna akal untuk berpikir?!&lt;br /&gt;
Bukankah kita telah diberikan hati untuk memahami?!&lt;br /&gt;
Bukankah kita telah memiliki spirit untuk senatiasa berjuang?!&lt;br /&gt;
Bukankah kita telah mendapakan keluasan dan kesempatan untuk memilih?!&lt;br /&gt;
Bukankah kita telah menerima amanat kekuasaan untuk menjadi khalifah di muka bumi?!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita memang memiliki keterbatasan&lt;br /&gt;
Tapi itu tak mampu membatasi mimpi dan kesabaran kita&lt;br /&gt;
Kita memang memiliki kekurangan&lt;br /&gt;
Tapi itu telah dilengkapi dengan hadirnya kelebihan sahabat di sekitar kita&lt;br /&gt;
Kita memang memiliki kelemahan&lt;br /&gt;
Tapi itu telah ditopang oleh kekuatan doa dan spirit cinta di hati kita&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka..&lt;br /&gt;
Saat kita bersalah.&lt;br /&gt;
Melakukan dosa dan kebodahan hidup&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;AKUI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Bahwa kita memang salah&lt;br /&gt;
Bahwa kita memang lalai&lt;br /&gt;
Bahwa kita memang bodoh&lt;br /&gt;
Bahwa kita memang tidak mampu&lt;br /&gt;
Tanpa argumentasi dan segala pembenaran&lt;br /&gt;
Bertaubatlah yang sebenar-benarnya.&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya" (Q.S.. At-Tahriim : 8)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini ...&lt;br /&gt;
Berbekal ilmu yang kita dapatkan di hari kemarin&lt;br /&gt;
Untuk cita-cita dan harapan di esok hari&lt;br /&gt;
Hari ini kita melangkah dengan pasti&lt;br /&gt;
Berjanji akan melakukan yang terbaik&lt;br /&gt;
Demi setiap senyuman orang yang kita sayangi&lt;br /&gt;
Untuk setiap orang yang kita jumpai sepanjang hari&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi ...&lt;br /&gt;
Apakah kamu masih merasa tidak sempurna?&lt;br /&gt;
Jangan mengelak kawan.&lt;br /&gt;
Kita mampu&lt;br /&gt;
Kita Bisa&lt;br /&gt;
Kita tidak sendiri&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Karena KITA memang makhluk yang sempurna&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Perbaikan Diri</title><link>http://ikshiddiq.blogspot.com/2012/02/perbaikan-diri.html</link><author>noreply@blogger.com (Jam 3 Sore)</author><pubDate>Fri, 17 Feb 2012 19:56:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6168216668003872622.post-867569254886940589</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;
Mari kita merendahkan hati kita untuk belajar dari hal yg paling dekat, paling jauh, paling besar, paling berat, paling ringan, dan paling tajam seperti yg diajarkan Imam Ghazali kepada muridnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;"6 jawaban dari 6 pertanyaan"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya.&lt;br /&gt;
Lalu Imam Al Ghozali bertanya : &lt;b&gt;Pertama, "Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?"&lt;/b&gt;. Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "Mati". Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (Ali Imran ;185)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang &lt;b&gt;kedua. "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?".&lt;/b&gt; Murid-muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah masa lalu. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan&lt;br /&gt;
perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Imam Ghozali meneruskan dengan pertanyaan yang &lt;b&gt;ketiga. "Apa yang paling besar di dunia ini?" &lt;/b&gt;Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "Nafsu" (Al A'Raf : 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan &lt;b&gt;keempat adalah, "Apa yang paling berat di dunia ini?"&lt;/b&gt;. Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban kalian benar, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah "memegang AMANAH" (Al Ahzab : 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan yang &lt;b&gt;kelima adalah, "Apa yang paling ringan di dunia ini?".&lt;/b&gt; Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan Solat. Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan sholat, gara-gara meeting kita tinggalkan solat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lantas pertanyaan &lt;b&gt;keenam adalah, "Apakah yang paling tajam di dunia ini?"&lt;/b&gt;. Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang… Benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah "lidah manusia". Karena melalui lidah, Manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Iman Bicara Cinta</title><link>http://ikshiddiq.blogspot.com/2012/02/iman-berbicara-tentang-cinta.html</link><author>noreply@blogger.com (Jam 3 Sore)</author><pubDate>Fri, 17 Feb 2012 09:07:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6168216668003872622.post-8964279908867683038</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 14px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Mereka yang tidak menyukainya, menyebutnya tanggung jawab,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah hayalan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Mereka yang mencintai, menyebutnya takdir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;Allah selalu mengetahui yang terbaik,&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;dan mengijinkan kesusahan terjadi dalam hidup kita, untuk menguji kita.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;Bahkan Allah pun mengijinkan sakit hati, supaya hikmah-Nya bisa tertanam dalam sampai ke hati.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Allah mengambil sesuatu,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Ia telah siap memberi yang lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;Kenapa harus menunggu?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Karena ....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;..walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin salah jalan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;..walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin berlalu begitu saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;..walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Jika ingin berlari, belajarlah merangkak dan berjalan dahulu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dan bernafas dahulu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dan menghargai dahulu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, daripada memilih apa yang ada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, daripada memuaskan diri dengan apa yang ada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Perlu kau ketahui bahwa Bunga tidak mekar dalam waktu semalam,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Sebuah kota tidak dibangun dalam sehari,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Cinta yang agung akan terus tumbuh selama kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Allah pun menciptakan semesta melalui proses panjang dan bertahap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;dalam proses, Ia menyimpan hikmah-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dan penantian atas nama keridhoan Allah, tidaklah sia-sia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal. (keimanan, keikhlasan, keberanian, dan harapan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Saat cinta hadir...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Kita tahu, kita tak perlu menunggu lagi. Kita telah mendapat restu dariNYa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Perlakkukankanlah cinta dengan santun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dampingi cinta dengan keikhlasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Landasi cinta dengan islam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;kelak kita akan tahu, bahwa cinta indah tak tersakiti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Pada akhirnya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Allah Yang Maha Kasih dalam segala hikmah-Nya, meminta kita berserah sepenuhnya dalam kehendakNya karena alasan yang penting.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;"Tak ada yang abadi...&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;kecuali cinta-Nya"&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="uiHeader uiHeaderBottomBorder mbm" style="background-color: white; border-bottom-color: rgb(170, 170, 170); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0.5em;"&gt;
&lt;div class="clearfix uiHeaderTop" style="zoom: 1;"&gt;
&lt;h2 class="uiHeaderTitle" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: none; outline-width: initial; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" tabindex="0"&gt;


&lt;span style="color: #1c2a47; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 14px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>... yang digagalkan</title><link>http://ikshiddiq.blogspot.com/2012/02/pra-nikah-yang-digagalkan.html</link><author>noreply@blogger.com (Jam 3 Sore)</author><pubDate>Mon, 6 Feb 2012 20:52:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6168216668003872622.post-3108196856457815075</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Pernah saya berdoa tentang masa depan. Saya berharap bahwa saya tidak ingin menjalani hubungan pra-nikah. Alasannya karena tidak ingin ribet dengan segala aturan yang gak jelas dan gak penting. Alasan yang paling logis dan berdasar hukum tetap adalah pacaran itu haram. mendekati zina. (QS.&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: white; font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Al Isra 32)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Hasilnya?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ol style="text-align: left;"&gt;
&lt;li&gt;sekali gagal mengalami hubungan pra-nikah dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. (awalnya sih emang gak niat. tapi karna kasian dan "sok pahlawan" jadinya ya jadi)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;2 kali ditolak. padahal mah serius. (&lt;i&gt;bae lah da teu nyeuri hate ieuh. kabujeng ikhlas. hehee..:&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;D&lt;/span&gt;)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Beberapa kali tidak mampu mengungkapkan perasaan pada wanita yang disuka. padahal udah dibikin naskahnya. Allah bikin saya speachless cuy! malah cuma bisa senyum-senyum dan bikin candaan yang garing. #&lt;i&gt;hadoh&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Ibrohnya?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ol style="text-align: left;"&gt;
&lt;li&gt;Benar saya pernah berdosa menyakiti perasaan perempuan (sampai sakit fisik cuy. kasian banget).&amp;nbsp;Tobat saya. sampai sempat trauma gak mau nyentuh perempuan lagi.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ternyata doanya terkabul cuy. Setelah saya bertobat, Allah selalu berhasil mengagalkan niat saya buat ngejalani hubungan pra-nikah. Mungkin karna saya memang belum siap, atau belum pantas, atau belum waktunya untuk berumah tangga, atau emg bukan jodonya.. (&lt;i&gt;alhamdulillah yah..sesuatu..&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;:&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;D)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Setiap kali gagal, &lt;b&gt;saya ikhlas&lt;/b&gt; (benar-benar ikhlas. Alhamdulillah). Berkah dari rentetan "empedu" yang disuapin secara paksa (dan bijaksana) oleh Allah melalui kehidupan. (&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;ah santei we lah&lt;/i&gt;.).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Akhirnya&amp;nbsp;1 hal yang pasti yang harus saya lakukan:&amp;nbsp;&lt;b&gt;"Saya harus terus meningkatkan kualitas saya sebagai Imam."&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div&gt;
Kudu hati-hati nih ama nafsu. &lt;i&gt;Na'udzubillahi minasysyaitoonirrojiim..&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;i&gt;Jazzakalloh..&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;-Meng-&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Obrolan 25</title><link>http://ikshiddiq.blogspot.com/2012/01/obrolan-25.html</link><author>noreply@blogger.com (Jam 3 Sore)</author><pubDate>Mon, 30 Jan 2012 21:06:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6168216668003872622.post-1877228723856319190</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;
Obrolan singkat hari ini dengan Bibi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibi "Eits, aya nu ulang taun eum.."&lt;br /&gt;
Uing "Hehee"&lt;br /&gt;
Bibi "Nanaonan atuh?"&lt;br /&gt;
Uing "Ah te nanaonan. Nu puguh mah ngantosan maot."&lt;br /&gt;
Bibi "Hihihihihii." uing oge jadi seuri. &lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;:D&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Astaghfirullahhal'adzim...3x)&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>