<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Celoteh Ala Denok</title><description>Celotehku tanpa suara hanya berisi rangkaian kata dengan sejuta makna, tentang Rasa, Cinta, Perjuangan dan Pengorbanan di dunia ini dibawah pengawasan Sang Pencipta yang Esa adanya.</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Denok)</managingEditor><pubDate>Fri, 1 Nov 2024 02:04:13 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">54</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://denokceloteh.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Celotehku tanpa suara hanya berisi rangkaian kata dengan sejuta makna, tentang Rasa, Cinta, Perjuangan dan Pengorbanan di dunia ini dibawah pengawasan Sang Pencipta yang Esa adanya.</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Kehidupan Seperti Menapaki Anak Tangga</title><link>http://denokceloteh.blogspot.com/2014/08/kehidupan-seperti-menapaki-anak-tangga.html</link><category>Celoteh</category><category>Celotehku</category><category>Curhatku</category><category>Dasar</category><author>noreply@blogger.com (Denok)</author><pubDate>Thu, 28 Aug 2014 21:55:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4772481739637285278.post-3091555992899500786</guid><description>
Semoga kamu masih ingat aku pernah mengatakan bahwa kehidupan ini seperti saat kita sedang menapaki anak tangga, dimana kita sedang tidak berada pada anak tangga yang sama. Untuk dapat bersama, harus ada yang mengalah entah yang satu mengejar naik dan yang lebih tinggi menunggu, atau sepakat bertemu di tengah yang satu menurun dan yang lain naik. Sampai saat ini aku masih tidak tahu apakah kamu </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Antara Diam dan Pulau Bali</title><link>http://denokceloteh.blogspot.com/2014/08/antara-diam-dan-pulau-bali.html</link><category>Puisiku</category><author>noreply@blogger.com (Denok)</author><pubDate>Wed, 20 Aug 2014 04:50:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4772481739637285278.post-7761578733620228835</guid><description>
Dalam diam ini kusimpan semua tangisku

Dalam diam ini kusembunyikan semua luka-lukaku

Dalam diam ini kubungkam rinduku

Dalam diam ini kuselipkan serpihan hatiku



Diam diantara canda tawa

Diam diantara gemuruh ombak

Diam diantara hembusan angin&amp;nbsp;

Diam diantara hati yang dingin



Tiada nada

Tiada suara

Nyanyian rindu mengalun lirih

Mengantarkan lamunanku ke masa lalu



Semua masih</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Jangan Ambil Mimpiku</title><link>http://denokceloteh.blogspot.com/2014/07/jangan-ambil-mimpiku.html</link><category>Curhatku</category><author>noreply@blogger.com (Denok)</author><pubDate>Mon, 14 Jul 2014 16:44:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4772481739637285278.post-8586874706439447199</guid><description>
Hidup di bumi ini penuh ketidakpastian. Tapi dalam ketidakpastian selalu ada kesempatan yang bisa kita pilih. Dalam setiap pilihan ada resiko baik dan buruk yang selalu akan membuntuti. Kita hanya perlu memiliki Iman dan keberanian menentukan pilihan lalu menjalani pilihan kita itu sambil tetap tersenyum.



Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kisah Dibalik Angka 03032014</title><link>http://denokceloteh.blogspot.com/2014/03/kisah-dibalik-angka-03032014.html</link><category>Kenangan</category><author>noreply@blogger.com (Denok)</author><pubDate>Mon, 3 Mar 2014 08:44:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4772481739637285278.post-5619641620071116864</guid><description>
Bangun pagi di hari ini terasa berbeda, ada sukacita dan damai sejahtera di hati. Pujian syukurpun lalu mengalun baik dari hati maupun mulutku seharian ini. Terima Kasih Bapa. :) Aku merasa beban yang aku pikul selama ini akhirnya bisa aku lepaskan, jadi terasa ringan sekali.



Semua ini berawal dari kejadian pada tanggal yang sama di tahun lalu (03*03*2013). Hari kelahiran orang special di </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mirip "Pengelana" Bukan Makassar Tapi Korea</title><link>http://denokceloteh.blogspot.com/2014/02/mirip-pengelana-bukan-makassar-tapi.html</link><category>Kenangan</category><author>noreply@blogger.com (Denok)</author><pubDate>Wed, 26 Feb 2014 05:00:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4772481739637285278.post-4725566021535502122</guid><description>


Pengelana kupikir kita akan bisa bertemu lagi hari ini. Sebenarnya minggu ini adalah minggu terakhirku berada di kota ini. Semakin kecil harapan akan berjumpa denganmu lagi. Entah ini pantas atau tidak tapi aku sangat ingin bicara denganmu, lebih tepatnya aku hanya ingin mendengarmu mengatakan sesuatu sambil melihatmu, itu saja. 





Hari ini tepat pukul 12.20 am, sesaat sebelum aku tertidur,</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRWRPDyo_qXpq4JDB9v8ai-NB43tXiUtxANM48jUR41yv9NWykOJCeBEmlDGbEQUnwwr6lLo_GITIj39umu8WRLJkX3E8mcJFagFCr9R29EUp3eGuKWFQErqwkwQE9uVqgHu8Brzb8rVs/s72-c/Gambar+Mirip+Pengelana+Korea+Bukan+Makassar.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Surat Untuk Bapa di Surga</title><link>http://denokceloteh.blogspot.com/2014/01/surat-untuk-bapa-di-surga.html</link><category>Curhatku</category><author>noreply@blogger.com (Denok)</author><pubDate>Sat, 25 Jan 2014 20:35:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4772481739637285278.post-8200707277105868569</guid><description>
Bapa...

Terima kasih untuk tetap mengasihiku dan menjadikanku anak kesayanganMu. Maafkan aku yang belum bisa mengertikan jalan pikiran dan rencanaMu dalam hidupku. Meskipun demikian aku selalu percaya rancanganMu adalah rancangan sempurna yang terbaik dan untuk mendatangkan kebaikan dalam hidupku.&amp;nbsp;



Bapa...

Terima kasih sudah bersabar memberikanku kesempatan untuk terus belajar </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Masihlah Dia Pemilik Hati Ini</title><link>http://denokceloteh.blogspot.com/2014/01/masihlah-dia-pemilik-hati-ini.html</link><category>Puisiku</category><author>noreply@blogger.com (Denok)</author><pubDate>Thu, 23 Jan 2014 09:28:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4772481739637285278.post-7242002809557714134</guid><description>Apa gerangan yang terjadi dengan relung hatiku
Perpisahan itu telah lama terjadi 
Komunikasipun tak ada setelahnya
T'lah kupastikan tak ada miliknya yang tertinggal

Selanjutnya...
Pendatang barupun bermunculan
Memberi berbagai jenis penawaran 
Ada juga yang hendak mampir kedalamnya


Maaf...
Tidak pernah bermaksud&amp;nbsp;
Mimbiarkan pintu ini tertutup
Hanya tidak tau bagaimana harus membukanya

</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tubuh Tanpa Jiwa</title><link>http://denokceloteh.blogspot.com/2014/01/tubuh-tanpa-jiwa.html</link><category>Puisiku</category><author>noreply@blogger.com (Denok)</author><pubDate>Sat, 18 Jan 2014 08:40:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4772481739637285278.post-4023174914067019486</guid><description>Mamandang bintang berselubung awan kelam
Pesonanya tak nampak di langit malam
Enggan aku menyapa sekelilingku
Aku pulang mencari senyuman

Hampa...
Hanya penuh kesia-siaan
Lalu dimanakah damai itu ada?
Dimanakah senyum manis itu tersimpan?

Tanya...
Hanya tersisa tanya
Tanpa jawaban
Sebab tubuhku memang disini tapi tidak jiwaku</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hati Memang Penipu</title><link>http://denokceloteh.blogspot.com/2014/01/hati-memang-penipu.html</link><category>Curhatku</category><author>noreply@blogger.com (Denok)</author><pubDate>Thu, 16 Jan 2014 23:00:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4772481739637285278.post-9219444483641117687</guid><description>
Ehm... Hari ini tebukti lagi kalo hati itu penipu! :(

Seharian hati ini tidak tenang memikirkan orang yang mungkin tidak pernah mengingatku atau mungkin tidak penah menganggapku ada.



Yach aku sudah menghapus nomornya dari kontakku. Dorongan hati yang kuat membuat aku memberanikan diri mencari kontaknya di website. Setelah menemukannya hati dan logika kembali beradu.&amp;nbsp;



Terasa sangat </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hujan Menjalang Tahun Baru 2014</title><link>http://denokceloteh.blogspot.com/2013/12/hujan-menjalang-tahun-baru-2014.html</link><category>Curhatku</category><author>noreply@blogger.com (Denok)</author><pubDate>Tue, 31 Dec 2013 23:55:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4772481739637285278.post-3906253914549323260</guid><description>
Tepat pukul 22.00 wita, daerah Sanur-Bali dilanda hujan yang cukup deras. Padahal sekitar 2 jam lagi waktunya menyambut tahun 2014.&amp;nbsp;



Ehm... Sedang mengingat-ingat kebodohan apa yang sudah aku lakukan di tahun 2013 ini agar tidak mengulanginya di tahun depan. Mengenang setiap kejadian manis dan pahit yang sudah terjadi di tahun 2013. Pernah menjalani hari bersamamu tetap akan menjadi hal </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kejutan di Awal Hariku</title><link>http://denokceloteh.blogspot.com/2013/12/kejutan-di-awal-hariku.html</link><category>Curhatku</category><author>noreply@blogger.com (Denok)</author><pubDate>Sun, 29 Dec 2013 18:00:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4772481739637285278.post-4484316168153796717</guid><description>
Yach hari ini aku terbangun karena handphonku berdering. Sambil mengumpulkan nyawa aku menjawabnya, tenyata sebuah ajakan sarapan pagi dari seorang penggemar lama. Ehm.. Aku memberikan julukan seperti itu hanya sebagai gurauan saja. Sarapan yang bisa dibilang sangat telat karena terlalu siang. Itu kesalahanku yang bangun siang dan mandi agak lama.&amp;nbsp;



Sedikit kisah tentang orang ini, kalo </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hadiah Ulang Tahun Specialku</title><link>http://denokceloteh.blogspot.com/2013/12/hadiah-ulang-tahun-specialku.html</link><category>Kenangan</category><author>noreply@blogger.com (Denok)</author><pubDate>Sun, 8 Dec 2013 05:16:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4772481739637285278.post-2594631296130519794</guid><description>
Dua hari setelah hari ulang tahunku di tahun ini aku mendapat hadiah spesial dari seorang yang pernah menjadi yang termuah dihati. Berbulan-bulan tak dapat sapa apalagi kabar darinya, membuat aku bekesimpulan dia sudah melupakanku.



Banyak asumsi yang bisa ditarik dari semua tindakan misteriusnya. Mungkin bagi dia apa yang sudah dialakukan adalah tindakan keren dan hebat. Tapi andai saja dia </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kala Hati Dan Logika Bertempur</title><link>http://denokceloteh.blogspot.com/2013/10/kala-hati-dan-logika-bertempur.html</link><category>Curhatku</category><author>noreply@blogger.com (Denok)</author><pubDate>Tue, 8 Oct 2013 00:00:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4772481739637285278.post-1352221857835991616</guid><description>
Tarik nafas panjang lalu hembuskkan perlahan. Hufft... sedikit lega. Yach belakang ini aku seperti sedang berada dalam sebuah medan pertempuran. Tepatnya pertempuran antara hati dan logikaku. Pertempuran dimana hati selalu berpihak padanya dan seakan tutup mata dengan semua fakta yang ada. Sementara logikaku sebaliknya terus memaksa aku untuk berfikir ulang dan lebih mengarahkan aku untuk </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Aku yang Tesakiti</title><link>http://denokceloteh.blogspot.com/2013/10/aku-yang-tesakiti.html</link><category>Puisiku</category><author>noreply@blogger.com (Denok)</author><pubDate>Sun, 6 Oct 2013 00:00:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4772481739637285278.post-5543046165848596272</guid><description>Mulutku boleh diam tak berucap tentangmu
Telingaku boleh tak mendengar kabarmu,
Mataku boleh tak melihat wajahmu,
Kakiku boleh tertahan tak berlari ke arahmu,
Pikirankupun boleh berusaha untuk melupakanmu,

Tapi apa yang dilakukan hatiku?
Dia terus berDOA untukmu
Memohon pada Pencipta kita
Dalam diam tanpa suara, dengan tulus dan penuh KASIH

Untuk keselamtanmu,
Agar tubuhmu &amp;nbsp;selalu sehat
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sayang Itu Bukan Karena Tapi Sekalipun</title><link>http://denokceloteh.blogspot.com/2013/10/sayang-itu-bukan-karena-tapi-sekalipun.html</link><category>Curhatku</category><author>noreply@blogger.com (Denok)</author><pubDate>Thu, 3 Oct 2013 00:00:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4772481739637285278.post-2273443683789841512</guid><description>
Aku bukan perempuan yang terlalu memahami masalah cinta, sayang dan sejenisnya. Aku cuma tau sayang aku ke kamu itu bukan KARENA tapi SEKALIPUN.

Yach sederhana sekali. Setelah mengenalmu aku jadi mengerti bahwa untuk sayang sama seseorang kita tidak perlu alasan (KARENA) tapi sebaliknya (SEKALIPUN). Entah bagaimana dengan kamu.

Inilah SAYANGku ke kamu:

Sekalipun kelakukan kamu dibilang </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Belajar Hidup Lebih Benar </title><link>http://denokceloteh.blogspot.com/2013/09/belajar-hidup-lebih-benar.html</link><category>Dasar</category><author>noreply@blogger.com (Denok)</author><pubDate>Mon, 30 Sep 2013 00:00:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4772481739637285278.post-6174019008430972738</guid><description>
Hari ini aku belajar hidup lebih Benar, dimulai dari memperoleh hikmat yang Benar, berpegang pada didikan, waspada mejaga hati dan menjauh dari kejahatan.&amp;nbsp;



Jika dibandingkan hikmat dan harta, keduanya sama-sama berharga, bedanya hikmat tidak akan mencelakakan seseorang namun bisa memelihara hidup seseorang sedangkan harta dapat mencelakakan nyawa seseorang.&amp;nbsp;




Berpegang pada </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mutiara dan Babi</title><link>http://denokceloteh.blogspot.com/2013/09/mutiara-dan-babi.html</link><category>Dasar</category><author>noreply@blogger.com (Denok)</author><pubDate>Sat, 28 Sep 2013 00:00:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4772481739637285278.post-4831774334188490326</guid><description>


Mungkin inilah yang seharusnya dilakukan jika ternyata kita salah dalam mempercayakan sesuatu kepada seseorang. Saat hal itu terjadi sangatlah manusiawi jika kita masih sedikit berharap ada itikad baik dari orang tersebut untuk mengembalikan jika itu barang atau setidaknya mengatakan atau melakukan tindakan yang menunjukan bahwa ada penyesalan karena tidak bisa dipercaya atau terpaksa menjadi </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8EoQyJyfWfkV7zlQsFZQpjEVybsIkeVhJYlS1HdgGwj7D4QvnO10ZmAYlsE-3tN1Jp8EiGYZpAZsvfTUWMYdD9yJ3du-pfT2I53X3Rb8F_4sV92WxD0lf3QmLeYXXSZClIBQHU272yew/s72-c/Gambar+Babi.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bacaan Bagus Saat Lagi Duduk Santai</title><link>http://denokceloteh.blogspot.com/2013/09/bacaan-bagus-saat-lagi-duduk-santai.html</link><category>Dasar</category><author>noreply@blogger.com (Denok)</author><pubDate>Fri, 27 Sep 2013 08:00:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4772481739637285278.post-2366780896862818223</guid><description>
Abis baca ini: "Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi. Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara belimpah-limpah. Besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya. Seperti air mencerminkan wajah demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu." (FT).



Setelah direnungan memang benar adanya. Yach dalam menjalani hubungan </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tuntutan VS Penghargaan #Mengenangmu Sejenak</title><link>http://denokceloteh.blogspot.com/2013/09/tuntutan-vs-penghargaan-mengenangmu.html</link><category>Kenangan</category><author>noreply@blogger.com (Denok)</author><pubDate>Tue, 17 Sep 2013 00:00:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4772481739637285278.post-7360114515274429401</guid><description>
Entahlah ini tuntutan atau hanya sekedar penghargaan untukmu. Sebenarnya selain belajar mempercayaimu aku juga belajar terbuka denganmu, sekaligus menguji apakah apa yang aku pikirkan dan rasakan ini sama dengan yang kamu pikirkan dan rasakan. Motivasinya hanya ingin mengenalmu.



Jujur aku binggung harus bersikap bagaimana saat kamu menyatakan Nyaman denganku? Harus senang atau biasa aza. </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sejatinya Aku Tidak Pernah Percaya Padamu</title><link>http://denokceloteh.blogspot.com/2013/09/sejatinya-aku-tidak-pernah-percaya.html</link><category>Dasar</category><author>noreply@blogger.com (Denok)</author><pubDate>Mon, 16 Sep 2013 00:00:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4772481739637285278.post-2573951554140067884</guid><description>
Pribadi yang paling aku percaya adalah Penciptaku. Dia satu-satunya yang paling mengenalku bahkan melebihi diriku sendiri sebab Dia yang menciptakanku. Dia selalu hadir dalam setiap masalah hidupku pertolonganNya selalu on time. PenyertaanNya nyata terbukti dari Dia selalu mengirimkan orang-orang bahkan yang tidak pernah aku kenal sebelumnya untuk menyatakan penyertaanNya. Itu sebabnya aku </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hubungan dan Komitmen Kita yang Berbeda</title><link>http://denokceloteh.blogspot.com/2013/09/hubungan-dan-komitmen-kita-yang-berbeda.html</link><category>Dasar</category><author>noreply@blogger.com (Denok)</author><pubDate>Sat, 14 Sep 2013 00:00:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4772481739637285278.post-7726222687588027492</guid><description>
Pertama mengenalmu, aku menilaimu sebagai orang yang aneh (bukan saja penampilan tapi lebih kepada cara bicaramu, cara pandangmu dan sikapmu). Lebih lanjut mulai menyadari perbedaan diantara kita. Salah satu buktinya meskipun kita sudah bekomunikasi langsung dengan menggunakan bahasa kesatuan RI saja, masih banyak misscom-nya, apalagi lewat pesan elektronik.



Sempat ragu menerimamu dengan </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Benar, Kita Memang Berbeda.</title><link>http://denokceloteh.blogspot.com/2013/09/benar-kita-memang-berbeda.html</link><category>Dasar</category><author>noreply@blogger.com (Denok)</author><pubDate>Fri, 13 Sep 2013 00:00:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4772481739637285278.post-6024220299313992809</guid><description>
Sungguh sangat pandai dalam beralibi, duhai Pengelana. Setelah mengucapkan KOMITMEN lalu berfikir ulang kembali (entah benar atau sekedar alibi) kemudian menyatakan baru menyadari kalo ternyata BERBEDA. Inikah sikap seorang yang katanya berdarah RAJA? Atau kamu mau bersembunyi dibalik kata "Khilaf", lagi? 



Semakin ke sini semakin tampak jelas perbedaan diantara kita. Mengetahuinya aku hanya </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Perbedaan Kita Dalam Memandang dan Menilai Sesuatu yang Sama</title><link>http://denokceloteh.blogspot.com/2013/09/perbedaan-kita-dalam-memandang-dan.html</link><category>Dasar</category><author>noreply@blogger.com (Denok)</author><pubDate>Thu, 12 Sep 2013 00:00:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4772481739637285278.post-5264458419945374924</guid><description>




Ini salah satu landasan yang membedakan kita.

Pengertian yang berbeda membuat kita memiliki cara pandang yang berbeda.

Cara pandang yang berbeda menjadikan kita melihat hal yang sama namun seakan-akan berbeda, sebab dibungkus dengan tujuan dan kepentingan yang berbeda.

Untuk itu sangat diperlukan memiliki pengertian yang BENAR agar dapat melihat dengan BENAR kemudian dapat melakukan hal </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kenyataan Antara Aku, Kamu dan DIA Dalam Kisah Kita</title><link>http://denokceloteh.blogspot.com/2013/09/kenyataan-antara-aku-kamu-dan-dia-dalam.html</link><category>Dasar</category><author>noreply@blogger.com (Denok)</author><pubDate>Wed, 11 Sep 2013 00:00:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4772481739637285278.post-7923776739856057849</guid><description>
Tak mampu berucap saat ada tangan terbuka memberiku sebuah dekapan hangat, sebagai bentuk PENGAMPUNAN.

Hanya kucuran air mata yang tak tertahan mengalir semakin deras ketika kudengar suara lembut berucap AKU MENGASIHIMU. 

Semua bentuk tuduhan dan rasa bersalah yang mengintimidasiku selama ini seketika lenyap saat mengetahui kesalahanku sudah DIAMPUNI.

Hati yang hancur dan kekecewaan mendalam </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bapaku Tak Pernah SALAH</title><link>http://denokceloteh.blogspot.com/2013/09/bapaku-tak-pernah-salah.html</link><category>Puisiku</category><author>noreply@blogger.com (Denok)</author><pubDate>Tue, 10 Sep 2013 00:00:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4772481739637285278.post-7269122215214975671</guid><description>Bapa Kau Tak pernah SALAH
Saat ku terluka
Saat ku tersakiti
Saat ku terlupakan

Bapa Kau Tak pernah SALAH
Sebab Kau Bapa yang menyembuhkan setiap luka
Sebab Kau Bapa yang mengobati setiap kesakitan
Sebab Kau Bapa yang selalu ada untukku

Bapa Kau Tak pernah SALAH
Saat air mata ini harus terus mengalir
Saat dada ini terasa begitu sesak
Saat pedih dan perihnya perasaanku

Bapa Kau Tak pernah SALAH
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>