<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Ceramah Singkat</title><description>Ceramah singkat adalah media berbagi contoh ceramah dalam bentuk naskah dan video</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Unknown)</managingEditor><pubDate>Mon, 2 Sep 2024 08:12:38 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">117</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://ceramahsingkat.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Ceramah singkat adalah media berbagi contoh ceramah dalam bentuk naskah dan video</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Dialog al-Waqidiy Menyangkut Ketuhanan Orang Nasrani</title><link>http://ceramahsingkat.blogspot.com/2020/06/dialog-al-waqidiy-menyangkut-ketuhanan.html</link><category>tafsir</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Tue, 23 Jun 2020 10:54:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6881818749366517075.post-2596548299195046305</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjleHUy9YXyLYPXHTvt3wRMuunQIgRJQXrg2502hncA6d1NG1QEaSSXTcs_6ztqowM_DtGyMFVAwb19rTfs5dBpKTM-8DMBoOnLVYFzrWabYk59-XTiVJLTLX30PEMKCILt_uCJxfyjucf6/s1600/Ceramahsingkat.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="225" data-original-width="390" height="184" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjleHUy9YXyLYPXHTvt3wRMuunQIgRJQXrg2502hncA6d1NG1QEaSSXTcs_6ztqowM_DtGyMFVAwb19rTfs5dBpKTM-8DMBoOnLVYFzrWabYk59-XTiVJLTLX30PEMKCILt_uCJxfyjucf6/s320/Ceramahsingkat.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Perdebatan soal keesaan Tuhan menjadi salah satu hal paling penting dalam sebuah keyakinan beragama. Karena perbedaan keesaan akan menyebabkan adanya perbedaan agama. Persoalan ketuhanan adalah persoalan pokok (ushul) tidak bisa ditawar-tawar. Berbeda dengan perbedaan dalam bidang cabang-cabang keimanan (furu') yang masih bisa menerima perbedaan antara satu dengan yang lain, seperti menyoal &lt;a href="https://ceramahsingkat.blogspot.com/2015/03/terminologi-poligami-dalam-berbagai.html"&gt;terminologi poligami&lt;/a&gt;, tapi soal keesaan Tuhan tidaklah demikian. Tulisan ini adalah membincang seputar &lt;a href="https://ceramahsingkat.blogspot.com/2020/06/dialog-al-waqidiy-menyangkut-ketuhanan.html"&gt;dialog al-Waqidiy menyangkut ketuhanan arang Nasrani&lt;/a&gt;.&amp;nbsp; Namun harus tetap dihormati keyakinan saudara kita yang belum memeluk agama Islam.Tulisan ini dimaksudkan untuk memperkokoh keimanan kita sebagai umat Islam dan sama sekali tidak ada tendensi untuk melemahkan kepercayaan agama lain. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di dalam Alquran Allah berfirman,&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
يَاأَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَلَا تَقُولُوا ثَلَاثَةٌ انْتَهُوا خَيْرًا لَكُمْ إِنَّمَا اللَّهُ إِلَهٌ وَاحِدٌ سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلًا &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, `Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.&lt;/i&gt; (QS. an-Nisa': 171)&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di dalam ayat tersebut di atas, nampak sifat orang nasrani yang berlebihan dalam beragama. Dalam hal ini, berlebihan dalam mengangkat hingga menganggap Isa sebagai anak Allah swt. Menurutnya keesaan tuhan terdiri dari tiga unsur, yaitu unsur anak, ibu dan roh kudus. Ayat tersebut di atas juga dijadikan sebagai bantahan atas kebenaran keyakinan mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam tafsir Abu Su'ud Juz 2, 159, diceritakan, pada suatu hari ada percakapan seorang dokter dari kaum Nasraniy dengan Imam Ali Husain bin al-Waqidiy. Dokter Nasraniy berkata kepada al-Waqidiy, sesungguhnya di dalam kitabmu (Alquran) menunjukkan bahwa Isa diciptakan dari ruh tuhan (&lt;i&gt;ruuh minhu&lt;/i&gt;)--sebagaimana tersebut dalam ayat di atas--. Mendengar hal itu, al-Waqidiy sepontan membantah, bahwa pemahana tersebut salah. Bila bagian dari ruh tersebut dianggap anak tuhan maka dunia ini juga anak tuhan, karena dunia seleuruhnya tercipta dari-Nya, sembari membaca ayat, &lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَسَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مِنْهُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir&lt;/i&gt;. (QS. al-Jatsiyah: 13)&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
di dalam ayat lain, Alquran menjelaskan bahwa yang dikandung oleh Maryam adalah melalui proses peniupan ruh ke dalam rahimnya.  &lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَالَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهَا مِنْ رُوحِنَا وَجَعَلْنَاهَا وَابْنَهَا ءَايَةً لِلْعَالَمِينَ&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh) nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam. (QS. al-Anbiya': 91)&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Frase min ruuhina dalam ayat tersebut, menurut mufsir, min di situ mempunyai fungsi&lt;i&gt; li tab'idh&lt;/i&gt; (sebagian), jadi yang ditiupkan adalah sebagian ruh Allah, bukan lantas Isa dimaknai sebagai anak Tuhan &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sesungguhnya penciptaan Isa as adalah bagian dari kebesaran Allah swt, menciptakan makhluk tanpa perantara seorang bapak. Kejadian serupa juga terjadi pada saat penciiptaan Adam as, bahkan Adam diciptakan tidak melalui perantara seorang Ibu maupun Bapak. Sekali lagi, hal itu harusnya dibaca sebagai keagungan penciptaan Allah swt.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjleHUy9YXyLYPXHTvt3wRMuunQIgRJQXrg2502hncA6d1NG1QEaSSXTcs_6ztqowM_DtGyMFVAwb19rTfs5dBpKTM-8DMBoOnLVYFzrWabYk59-XTiVJLTLX30PEMKCILt_uCJxfyjucf6/s72-c/Ceramahsingkat.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><georss:featurename xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">Yayasan Soebono Mantofani, Jl. Sumatera No.75, Jombang, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15414, Indonesia</georss:featurename><georss:point xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-6.2958728 106.7020698</georss:point><georss:box xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-37.0457388 65.3934758 24.4539932 148.0106638</georss:box></item><item><title>Memproteksi Dari Pendengaran dan Pandangan yang Diharamkan</title><link>http://ceramahsingkat.blogspot.com/2019/07/memproteksi-dari-pendengaran-dan.html</link><category>ceramah singkat</category><category>tasawuf</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Fri, 26 Jul 2019 08:39:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6881818749366517075.post-4667240064472728241</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCR4AuvEpr4XM__4JsIqdnf2Q5PRfWOJEQ063xuvGDtXa3Adt6nw97cexIGf9Kc-6GCC2vrnWas1EIOefQ9O0Ai_q4i6cdmMQ9aCrcUvcFxry_WXrQOqDKZAZbGwPX2W2RstR9heaFrBYp/s1600/pendengaran.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="200" data-original-width="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCR4AuvEpr4XM__4JsIqdnf2Q5PRfWOJEQ063xuvGDtXa3Adt6nw97cexIGf9Kc-6GCC2vrnWas1EIOefQ9O0Ai_q4i6cdmMQ9aCrcUvcFxry_WXrQOqDKZAZbGwPX2W2RstR9heaFrBYp/s1600/pendengaran.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Ada semacam kaidah tafsir, bahwa keteraturan penyebutan dalam rincian yang disampaikan oleh al Qur'an menunjukkan keteraturan penciptaan atau fungsinya. Maksudnya, yang disebut pertama adalah diciptakan lebih awal dibanding dengan yang disebutkan kemudian. Salah satunya dapat ditemui di dalam ayat dibawah ini adalah tentang &lt;a href="https://ceramahsingkat.blogspot.com/2019/07/memproteksi-dari-pendengaran-dan.html"&gt;pandengaran dan pandangan&lt;/a&gt;;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِنْ رُوحِهِ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ &lt;br /&gt;
Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya roh (ciptaan) -Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. (QS. al-Sajdah: 9)&lt;br /&gt;
Dalam ayat di atas, Allah mendahulukan pendengaran (sam’a) daripada penglihatan (abṣāra), dalam beberapa ayat yang lain secara konsisten mendahulukan pendengaran daripada penglihatan.  Apabila sebutan al-abshār di dahulukan, biasanya hal itu menunjukkan kecaman, seperti dalam firman-Nya QS. al-A’rāf: 179&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
وَلَقَدْ ذَرَأْناَ لِجَهَنَّمَ كَثِيْراً مِنَ الْجِنِّ وَاْلاِنْسِ لَهُمْ قُلُوْبٌ لاَ يَفْقَهُوْنَ بِهاَ وَلَهُمْ اَعْيُنٌ لاَ يُبْصِرُوْنَ بِهاَ وَلَهُمْ آذَانٌ لاَيَسْمَعُوْنَ بِهاَ اُولآئِكَ كاَلاَنْعَامِ بَلْ هُمْ اَضَلُّ  اُولآئِكَ هُمُ الْغَافِلُوْنَ  &lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;
Dan pasti akan Kami campakkan ke dalam neraka jahannam itu, kebanyakan dari golongan Jin dan manusia, mereka punya hati tetapi tidak dipergunakan untuk memahami ayat-ayat Allah, dan mereka punya mata tetapi tidak dipergunakan untuk melihat ayat-ayat Allah, dan mereka punya telinga, tetapi juga tidak dipergunakan untuk mendengar ayat-ayat Allah, mereka itu laksana binanatng, bahkan lebih sesat lagi, dan mereka itulah makhluk-makhluk  yang lalai (QS. al-A’raf ): 179).&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Pendengaran dianugerahkan agar dipergunakan untuk mendengar kalamullah, sunnah rasulillah dan aneka kebaikan lainnya. Mempergunakan telinga untuk mendengar keburukan termasuk menyalahi tujuan anugerah dan fungsi telinga itu sendiri. Al-Ghazali pernah menjelaskan, pembicaraan yang masuk ke ruang dengar bagaikan makanan yang masuk ke dalam rongga perut, ada yang memberi manfaat, adapula yang berdampak penyakit. Apabila makanan yang bergizi masuk ke dalam perut, maka akan berdampak positif terhadap kesehatan, sebaliknya, makanan kotor yang masuk ke dalam perut berdampak penyakit. Demikian pula dengan pendengaran, apabila yang didengar adalah kebaikan maka akan mengaibatkan kejernihan hati, sebaliknya, perkataan kotor akan berdampak keruh di dalam hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ أَكَّالُونَ لِلسُّحْتِ فَإِنْ جَاءُوكَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ أَوْ أَعْرِضْ عَنْهُمْ وَإِنْ تُعْرِضْ عَنْهُمْ فَلَنْ يَضُرُّوكَ شَيْئًا وَإِنْ حَكَمْتَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;
Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram. Jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (untuk meminta putusan), maka putuskanlah (perkara itu) di antara mereka, atau berpalinglah dari mereka; jika kamu berpaling dari mereka maka mereka tidak akan memberi mudharat kepadamu sedikitpun. Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) di antara mereka dengan adil, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil. (QS. al-Maidah: 42)&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Rupanya,  merupakan organ tubuh yang pertama kali berfungsi pada sat ia dilahirkan, begitupula pendengaran merupakan organ terakhir yang berfungsi menjelang kematian. Hal itu dapat diamati dari isyarat adanya perintah mengumandangkan azan di telinga bayi bagian kanan dan iqamah di bagian kirinya, pada saat si jabang bayi baru dilahirkan, isyarat lain sebagai akhir organ tubuh yang berfungsi dari pada penglihatan adalah adanya perintah menuntun orang-orang  jelang ajal tiba dengan kalimah thayyibah &lt;br /&gt;
Baik yang mendengar maupun yang berbicara keduanya bersekutu. Apabila perkataan baik, maka baik bagi yang berkata maupun yang mendengarnya akan memperoleh kebaikan, sebaliknya apabila perkataan tersebut berupa keburukan, maka baik yang mengatakan maupun yang mendengarkan keduanya bersekutu dalam perbuatan dosa. Pendengar yang pasif sekalipun, ia dijerat dengan kesalahan melakukan pembiaran terhadap perbuatan dosa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...... فَلَا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ إِنَّكُمْ إِذًا مِثْلُهُمْ إِنَّ اللَّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;
“…… maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam.” (QS. an-Nisā’: 140)&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Selain pendengaran, al Qur'an juga mengingatkan pentingnya menjaga pandangan. Pandangan yang tidak terjaga dengan baik, akan menimbulkan dampak kerugian yang besar dan membahayakan bagi diri sendiri dan orang lain. Salah satu ayatnya adalah: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;
“Katakanlah kepada orang-orang beriman (laki-laki) hendaknya menjaga pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka, karena yang demikian itu membersihkan jiwa mereka dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dengan apa yang mereka lakukan. Dan katakanlah kepada wanita perempuan hendaknya mereka menjaga pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka.” (An-Nur:30-31)&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam ayat tersebut, hendaklah setiap orang menahan pandangannya terhadap sesuatu yang tidak dihalalkan, perlakuan yang demikian ini akan memelihara kesucian jiwanya. Dalam tafsir al-Khazin, min pada frase min abshārihim dalam ayat tersebut, berfungsi sebagian (li-tab’īḍ) dalam arti sebagian pandangan yang tidak dihalalkan saja yang harus dijaga. Sedangkan untuk hal hal yang diperbolehkan justru diperintah. Ada keterkaitan erat antara pandangan dengan kejiwaan seseorang. Imam Ghazali menggambarkan pandangan sebagai makanan hati. Abu Aliyah berpendapat, semua tema menjaga kemaluan dalam al Qur'an menunjuk kepada larangan berbuat zina, kecuali dalam ayat di atas. Dalam ayat di atas menjaga kemaluan dalam arti menutupi aurat sehingga tidak nampak oleh pandangan orang lain.  &lt;br /&gt;
Dalam ayat di atas ada tiga pelajaran berharga. Pertama, mendidik orang mukmin untuk selalu menjaga pandangan terhadap hal hal yang di larang, Kedua, memberikan peringatan kepada orang mukmin, bahwa menjaga pandangan akan berakibat baik terkait dengan kesucian jiwa. Ketiga ancaman, sesungguhnya Allah swt maha mengetahui semua perbuatan hambanya.&lt;br /&gt;
Salah satu bentuk godaan yang bisa melalikan kepada keimanan adalah lahw al-hadis, sebagaimana al Qur'an lahw al-hadith seseorang yang &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ. وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِ ءَايَاتُنَا وَلَّى مُسْتَكْبِرًا كَأَنْ لَمْ يَسْمَعْهَا كَأَنَّ فِي أُذُنَيْهِ وَقْرًا فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ &lt;br /&gt;
Artinya: Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menarik bila kita tilik ulang sebab turunnya ayat di atas. Paling tidak ada dua riwayat. Manurut Imam al Qurthubi,  ayat ini turun berkaitan dengan an-Nadhr ibnu Harits sebab ia membeli buku-buku bangsa asing yang berisi kisah-kisah tentang Rustum dan Spandiar. Ia berdiam di Mekah. Kalau orang-orang quraisy mengatakan bahwa Muhammad berkata anu, dia tertawa lalu menceritakan kepada mereka kisah raja-raja persia. Ia mengatakan “Kisahku ini lebih baik daripada perkataan Muhammad!”. Hal ini dituturkan oleh al Kalibi.&lt;br /&gt;
Berdasarkan riwayat lain, dari Juwaibir meriwayatkan dari ibnu abbas bahwa ayat ini turun tentang an-Nadhr bin Harits. Ada yang mengatakan bahwa ia dulu membeli penyanyi-penyanyi wanita. Setiap kali ia menemukan seseorang yang hendak masuk islam, ia membawanya ke salah satu penyanyinya dan mengatakan “beri ia makan dan minum serta nyanyikan lagu untuknya!”. Ia berkata pula “ini lebih baik dari apa yang diserukan oleh Muhammad : shalat, puasa dan berperang membelanya”&lt;br /&gt;
Ayat di atas mencela orang orang yang melalaikan al Qur'an. Dalam ayat tersebut, mereka lebih memilih perkataan yang sia-sia (lahw al-ḥadīth). Adapun yang termasuk dalam perkataan sia-sia adalah setiap ucapan yang haram, batil, yang mendorong kepada kekafiran, kefasikan dan kemaksiatan, ucapan orang-orang yang menolak kebenaran, syubhat, ghibah (menggunjing orang lain), namimah (adu domba), dusta, mencaci-maki, nyanyian. Para ulama’ menafsirkan lahw al-ḥadīth dalam ayat tersebut adalah penyayi. Di dalam tafsir Ibn Kathir;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
عن أبي الصهباء البكري ، أنه سمع عبد الله بن مسعود - وهو يسأل عن هذه الآية: ( ومن الناس من يشتري لهو الحديث ليضل عن سبيل الله ) -فقال عبد الله: الغناء&lt;br /&gt;
Dari Abi al-Shahba` al-Bakriy, Dia mendengar Abdullah bin Mas’ud, dia ditanya tentang ayat wa min al-nāsi man yashtarī…. Kemudian Abdullah menjawab, nyanyian.&lt;br /&gt;
Dalam banyak riwayat, seperti dijumpai dalam Tafsir Thabari, mengutip riwayat dari Abu Yayamamah akan keharaman jual beli penyayi. Dalam hal ini penyanyi yang dapat melalaikan seseorang dari peringatan Allah swt. Dalam lanjutan ayat tersebut. Apabila mereka dibacakan ayat ayat Allah swt, seolah-olah ada penutup di telinganya.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCR4AuvEpr4XM__4JsIqdnf2Q5PRfWOJEQ063xuvGDtXa3Adt6nw97cexIGf9Kc-6GCC2vrnWas1EIOefQ9O0Ai_q4i6cdmMQ9aCrcUvcFxry_WXrQOqDKZAZbGwPX2W2RstR9heaFrBYp/s72-c/pendengaran.jpg" width="72"/><georss:featurename xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">Yayasan Soebono Mantofani, Jl. Sumatera No.75, Jombang, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15414, Indonesia</georss:featurename><georss:point xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-6.2958728 106.7020698</georss:point><georss:box xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-60.4993653 24.084882300000004 47.907619700000005 -170.6807427</georss:box></item><item><title>Menjaga Pendengaran Menggapai Kebeningan Hati </title><link>http://ceramahsingkat.blogspot.com/2017/09/menjaga-pendengaran-menggapai.html</link><category>ceramah singkat</category><category>tasawuf</category><author>noreply@blogger.com (Thesa)</author><pubDate>Fri, 15 Sep 2017 19:11:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6881818749366517075.post-4098290392949568936</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhv_bLH_v6Rubv8fbBbKo5-CsKRYcTxmuK9chKSLOd0-qLaHGqULZXwo7FwnHWsFjWupV8T-oRCAybpOyEuaoCa78QpRTBc9O8ifbFRgS-IqIMhCnAZrdjLAoYxb2sp1nrFwnhzK0KzuXU/s1600/ceramah+singkat+telinga.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="ceramah singkat" border="0" data-original-height="190" data-original-width="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhv_bLH_v6Rubv8fbBbKo5-CsKRYcTxmuK9chKSLOd0-qLaHGqULZXwo7FwnHWsFjWupV8T-oRCAybpOyEuaoCa78QpRTBc9O8ifbFRgS-IqIMhCnAZrdjLAoYxb2sp1nrFwnhzK0KzuXU/s1600/ceramah+singkat+telinga.jpg" title="" /&gt;&lt;/a&gt;Anggota tubuh berikutnya yang perlu dijaga selain mata adalah menjaga telinga dari mendengarkan keburukan. Pertama, Al-Ghazali menganggap orang yang mendekngar ada sekutu bagi orang yang berbicara, baik dan buruknya tema pembicaraan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ أَكَّالُونَ لِلسُّحْتِ فَإِنْ جَاءُوكَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ أَوْ أَعْرِضْ عَنْهُمْ وَإِنْ تُعْرِضْ عَنْهُمْ فَلَنْ يَضُرُّوكَ شَيْئًا وَإِنْ حَكَمْتَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram. Jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (untuk meminta putusan), maka putuskanlah (perkara itu) di antara mereka, atau berpalinglah dari mereka; jika kamu berpaling dari mereka maka mereka tidak akan memberi mudharat kepadamu sedikitpun. Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) di antara mereka dengan adil, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil. (QS. al-Maidah: 42)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalil ini menunjukkan larangan sesuatu yang haram diucapkannya maka haram pula mendengarkannya. Karena mendengarkannya sama dengan menyetujui tema yang dibicarakannya. Diam terhadap perbuatan ghibah adalah haram. Dalam ayat yang lain dijelaskan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ ءَايَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ إِنَّكُمْ إِذًا مِثْلُهُمْ إِنَّ اللَّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu di dalam Al Qur'an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam, (QS. an-Nisa`: 140).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pendek kata, orang yang berkata dan pendengarnya adalah berserikat dalam dosa, sebagaimana Rasul saw melarang ghibah dan mendengarkan ghiba. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kedua, Pengaruh pendengaran terhadap hati sama dengan pengaruh makanan terhadap perut, ada yang berbahaya adapula yang bermanfaat, ada yang menjadi gizi, sebaliknya adapula yang menimbulkan penyakit. Bahkan pengaruh hati itu lebih membekas terhadap hati daripada pengaruh makanan terhadap perut seseorang. Pengaruh makanan terhadap perut bisa hilang beberapa waktu, tetapi pengaruh ucapan bisa jadi akan membekas sepanjang hidup. Atas dasar itulah menjaga pendengaran adalah hal penting yang harus diperhatikan.&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhv_bLH_v6Rubv8fbBbKo5-CsKRYcTxmuK9chKSLOd0-qLaHGqULZXwo7FwnHWsFjWupV8T-oRCAybpOyEuaoCa78QpRTBc9O8ifbFRgS-IqIMhCnAZrdjLAoYxb2sp1nrFwnhzK0KzuXU/s72-c/ceramah+singkat+telinga.jpg" width="72"/><georss:featurename xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">Yayasan Soebono Mantofani, Jl. Sumatera No.75, Jombang, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15414, Indonesia</georss:featurename><georss:point xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-6.2958728 106.7020698</georss:point><georss:box xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-6.2959343 106.7019908 -6.2958112999999996 106.7021488</georss:box></item><item><title>Ujub Merusak Amal</title><link>http://ceramahsingkat.blogspot.com/2017/09/ujub-merusak-amal_10.html</link><category>aqidah</category><category>ceramah singkat</category><category>tasawuf</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Sun, 10 Sep 2017 14:13:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6881818749366517075.post-4840308863995052083</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdAa19-T1Ujnt5vLFrt2fprhkhx1yNtTATExwDmOPzL_iFAffhqleayLdRCzyFWg0PhkjNKmxxceG2zzOINfh_T6cKJh0VORIErxeSNSnX9F5bUnsdiZ3zt8Y-0VgDtCchB2BAG4UvWTHQ/s1600/ujub+ceramahsingkat.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="200" data-original-width="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdAa19-T1Ujnt5vLFrt2fprhkhx1yNtTATExwDmOPzL_iFAffhqleayLdRCzyFWg0PhkjNKmxxceG2zzOINfh_T6cKJh0VORIErxeSNSnX9F5bUnsdiZ3zt8Y-0VgDtCchB2BAG4UvWTHQ/s1600/ujub+ceramahsingkat.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selain riya’ faktor kedua yang merusak amal adalah ‘ujub atau membanggakan diri, ‘ujub adalah memandang hebat amal saleh yang kita lakukan, bisa jadi dengan cara menceritakan kepada orang lain atas dorongan nafsunya atau tidak. ‘ujub dipengaruhi oleh faktor dirinya dan orang lain, keduanya bisa saja terjadi secara bersamaan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kebalikan dari sifat ‘ujub adalah mengingat bahwa apa dilakukan oleh seorang hamba pada dasarnya kerena memperoleh pertolongan Allah (taufiq), hanya Dia (Allah) yang memuliakan dan memperbanyak pahala yang kita amalkan. Para ulama’ berpendapat, memunculkan ingatan terhadap pentingnya pertolongan Allah dalam beramal hukumnya wajib dalam rangka menolak ajakan ‘ujub, dan hukumnya menjadi sunnat bila tidak ada ajakan ‘ujub di dalam hati.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sifat ujub dijauhi karena dua hal; pertama, menghalangi kita dari taufiq (pertolongan Allah);&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
ثَلاَثٌ مُهْلِكاَتٌ شُحٌّ مُطاَعٌ وَهَوًى مُتَّبَعٌ وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tiga perkara yang membinasakan, kikir yang ditaati, hawa nafsu yang dituruti dan kagumnya seseorang terhadap diri sendiri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kedua, merusak amal shalih. Isa as mengatakan:”berapa banyak lentera yang dipadamkan oleh angin dan berapa banyak amal shalih yang dirusak oleh ‘ujub. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bagaimana proses ‘ujub bisa menghalangi diterimanya amal, ada perbedaan pendapat dalam hal ini, ulama’ Muhammad bin Shabir berpendapat, sifat ‘ujub itu sedang menunggu proses batalnya amal, jika ia bertaubat sebelum meninggal maka amal perbuatannya diterima oleh Allah. Ulama’ lain berpendapat, yang hilang tambahan pahalanya saja. Apakah orang ‘alim bisa lupa dengan anugerah dan pertolongan dari Allah atas pebuatan amalnya: al-Ghzali menjelaskan ada tiga hal:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
a. Mereka tenggelam dalam ujub selamanya, bagi orang Alim yang berkeyakinan bahwa apa yang mereka lakukan adalah semata mata karena usahanya sendiri, bukan disebabkan pertolongan dari Allah (taufiq) &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
b. Orang yang selalu mengingat, bahwa apa yang mereka lakukan adalah semata mata karena pertolongan dari Allah swt, melalui perenungan mendalam sehingga mereka mampu melakukan amal kebaikan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
c. Mereka yang menggabungkan keduanya, terkadang menyadari pertolongan Allah, tetapi terkadang melupakannya sehingga jath pada perbuatan ‘ujub. Hal itu terjadi karena kurang upayanya dalam berusaha menjauhi sikap ujub.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selain riya’ dan ‘ujub, perusak amal lainnya adalah sifat munafik, mencampuradukkan niat dalam beramal, mengungkit kebaikan yang telah dilakukan, perbuatan yang menyebabkan kesusahan orang lain, menunjukkan jalan perbuatan yang melahirkan penyesalan, menyesali amal yang sudah dilakukan, lesu dan malas, takut dicela orang lain. Semua perbuatan tersebut harus dihindari sejauh mungkin.&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdAa19-T1Ujnt5vLFrt2fprhkhx1yNtTATExwDmOPzL_iFAffhqleayLdRCzyFWg0PhkjNKmxxceG2zzOINfh_T6cKJh0VORIErxeSNSnX9F5bUnsdiZ3zt8Y-0VgDtCchB2BAG4UvWTHQ/s72-c/ujub+ceramahsingkat.jpg" width="72"/><georss:featurename xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">Yayasan Soebono Mantofani, Jl. Sumatera No.75, Jombang, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15414, Indonesia</georss:featurename><georss:point xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-6.2958728 106.7020698</georss:point><georss:box xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-6.2959343 106.7019908 -6.2958112999999996 106.7021488</georss:box></item><item><title>Sombong atau Takabbur</title><link>http://ceramahsingkat.blogspot.com/2017/08/sombong-atau-takabbur.html</link><category>ceramah singkat</category><category>tafsir</category><category>tasawuf</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Sun, 20 Aug 2017 12:39:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6881818749366517075.post-1120022237875731020</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0HsxneO2UO83-qrYuNfavH-I3wOFPiCqj5tTqf9MtqkXBdm2rZaTzAc7-i8fB76iuGNV6WNHm8UMj56o5thT_Cnxr72MmanDtz24ym4jwEhyphenhyphen89hwswFl6S-ID8484hV-5l1jirKHVJtHY/s1600/sombonggg.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Sombong atau Takabbur" border="0" data-original-height="200" data-original-width="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0HsxneO2UO83-qrYuNfavH-I3wOFPiCqj5tTqf9MtqkXBdm2rZaTzAc7-i8fB76iuGNV6WNHm8UMj56o5thT_Cnxr72MmanDtz24ym4jwEhyphenhyphen89hwswFl6S-ID8484hV-5l1jirKHVJtHY/s1600/sombonggg.jpg" title="" /&gt;&lt;/a&gt;Term Sombong (&lt;i&gt;takabbur&lt;/i&gt;) dalam pelbagai bentuknya disebut di dalam al Qur'an kurang lebih sebanyak 69 kali, tersebar di 32 surat. 25 Makkiyyah dan 7 Madaniyyah;  &lt;i&gt;kabura, yakburu, kabbir, takabarra, istikbāra, istikbāran, tastakbir, takbīran, mutakabbir, kibrun&lt;/i&gt; dan lain-lain. Mempunyai arti sombong atau penolakan terhadap kebenaran. Rasulullah saw, pernah ditanya oleh seorang sahabat, "Seseorang tentu senang kalau pakaiannya bagus…dst. Apakah itu sombong?" Rasulullah saw menjawab:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ ، الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Buya Hamka dalam tafsir al-Azhar, takabbur bermaksud membesarkan diri melupakan asal usul siapa penciptanya, hal itu mengakibatkan seseorang terasa besar dan perkasa padahal tidak lebih dari makhluk melata di bumi yang terbuat dari tanah menjadi mani kemudian menjadi manusia, Hamka membagi takabbur menjadi dua; 1) takabbur benar, misalnya dalam rangka mennjaga kehormatan, al-kisah Imam Malik enggan mendatangi Khalifah al-Mansur karena berprinsip “Ilmu itu didatangi bukan mendatangi”, 2) Takabbur yang tidak benar, adalah menggunakan sifat takabbur menganggap dirinya lebih istimewa dari orang lain.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ayat-ayat yang berbicara tentang takabbur dapat dipetakan menjadi dua, Makiyah dan Madaniyah. Dalam surat makiyah dapat ditemui dalam bentuk kisah kisah terdahulu, seperti kisah kaum Nabi Syu’aib, kesombongan Fir’aun dan seterusnya,  dapat dilihat dalam Surat al-A’raf: 88, Yunus: 78, al- Mukminun: 46, al-Qashas: 39, al- ‘Ankabut: 39, Gafir:27, Fussilat: 15. Ungkapan takabbur lainnya scara garis besar bermakna peng-agungan kepada Allah misalnya dalam Q.S. Al-Israa: 111, QS. Al-Hasyr: 23, QS. Al- Jaasiyah: 37). Pengungkapan kedua model tersebut diharapkan menjadi pelajaran bagi pembaca al Qur'an. Ambil satu contoh &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
ثُمَّ أَرْسَلْنَا مُوسَى وَأَخَاهُ هَارُونَ بِآيَاتِنَا وَسُلْطَانٍ مُبِينٍ. إِلَى فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِ فَاسْتَكْبَرُوا وَكَانُوا قَوْمًا عَالِينَ &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kemudian Kami utus Musa dan saudaranya Harun dengan membawa tanda-tanda (kebesaran) Kami, dan bukti yang nyata, kepada Fir`aun dan pembesar-pembesar kaumnya, maka mereka ini takabur dan mereka adalah orang-orang yang sombong. (QS. al-Mu’miūn:45-46)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adapun dalam kelompok ayat Madaniyah, sombong menunjuk pada arti meolak perintah Allah, tidak beriman kepada kitab-kitab dan utusan-utusan Allah, misalnya dalam QS. Al-Baqarah: 34, 87, enggan menyembah Allah disertai sikap menyombongkan diri Q.S. An- Nisa: 172- 173. Salah satunya;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (QS. Al-Baqarah: 34)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dari kedua pemetaan di atas dapat dipahami, bahwa ayat-ayat Makiyah konsep sombong lebih fokus kepada makna mentauhidkan Allah dengan cara mengagungkan-Nya. Sedangkan ayat Madaniyah lebih bersifat tekhnis yang dititik beratkan dalam aspek pencegahan sifat sombong. Sifat sombong dikecam oleh al Qur'an salah satunya dalam surat al-Isra’: 37 &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan  janganlah  kamu  berjalan  di  muka  bumi  ini  dengan sombong, karena Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di dalam Tafsir al-Maraghi dikutipkan riwayat Yahya Ibn Jabir melalui Gudaif Ibn Haris menceritakan, “pada suatu hari aku duduk di majlis Abdullah ibn Amr ibn Ash, kemudian aku mendengar ia mengatakan, sesungguhnya kuburan itu berkata kepada hamba Allah apabila ia dikubur didalamnya, ‘Hai anak Adam, apa yang membuatmu lalai kepadaku? Tidakkah kamu mengetahui bahwa aku adalah rumah terasing? Dan tidaklah kamu mengatahui bahwa aku adalah rumah yang haq (pasti)? Sesungguhnya kamu dahulu berjalan disekitarku dengan sikap yang angkuh dan sombong!” orang yang sombong berdampak jauh dari petunjuk Allah, &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.co.id/2015/01/implikasi-sombong.html"&gt;implikasi sombong&lt;/a&gt; mengakibatkan terkunci mati hatinya, dibenci oleh Allah dan menjadi penghuni neraka, Allah berfirman:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
سَأَصْرِفُ عَنْ ءَايَاتِيَ الَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَإِنْ يَرَوْا كُلَّ ءَايَةٍ لَا يُؤْمِنُوا بِهَا &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat (Ku), mereka tidak beriman kepadanya.… (QS. al-A’raf: 146)  &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sufyan bin Uyainah memberi komentar, ayat tersebut dimaksudkan Allah akan melepaskan diri mereka dari pemahaman terhadap Al-Qur’an dan memalingkannya dari tanda-tanda kebesaran Allah. Bila demikian, maka orang sombong akan terkunci hatinya. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي ءَايَاتِ اللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطَانٍ أَتَاهُمْ كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ وَعِنْدَ الَّذِينَ ءَامَنُوا كَذَلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلَى كُلِّ قَلْبِ مُتَكَبِّرٍ جَبَّارٍ &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
(Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang. (QS. al-Mukmin:35)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Balasan Bagi Orang Sombong&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَنْ تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَاخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ الصَّاغِرِينَ &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
"Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka ke luarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina" (QS. al-A’rāf: 13)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
As-Suyuthi di dalam Tafsir Jalalain menjelaskan, Allah menyuruh iblis untuk bersujud, namun membangkang seraya berkata “Aku lebih baik dari padanya, Engkau ciptakan aku dari api sedangkan dia engkau ciptakan dari tanah”, Allah mengusir Iblis keluar dari surga karena surga tak layak dihuni orang sombong, Rasul saw bersabda;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
"Tidak masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan meski sebutir atom."(HR. Muslim dari Abdullah bin Mas'ud ra)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Penyembuhannya tentu tidak mudah, salah satu terapinya adalah dilakukan dengan cara metode dzikir, mengingat hukum-hukum Allah, banyak belajar mengambil peringatan dan hikmah dengan tujuan meningkatkan perenungan agar memperoleh ketenangan. Az-Zahrani mengusulkan adanya terapi mental dengan cara mempertebal keimanan, ibadah, Shalat, istighfar dan taubat dan masih banyak lagi tawaran meminimalisir perbuatan sombong. &lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0HsxneO2UO83-qrYuNfavH-I3wOFPiCqj5tTqf9MtqkXBdm2rZaTzAc7-i8fB76iuGNV6WNHm8UMj56o5thT_Cnxr72MmanDtz24ym4jwEhyphenhyphen89hwswFl6S-ID8484hV-5l1jirKHVJtHY/s72-c/sombonggg.jpg" width="72"/><georss:featurename xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">Yayasan Soebono Mantofani, Jl. Sumatera No.75, Jombang, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15414, Indonesia</georss:featurename><georss:point xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-6.2958728 106.7020698</georss:point><georss:box xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-6.2959343 106.7019908 -6.2958112999999996 106.7021488</georss:box></item><item><title>Tahun Baru Bingkai Perjalanan Waktu</title><link>http://ceramahsingkat.blogspot.com/2017/01/membingkai-tahun-baru-dalam-tema-ceramah.html</link><category>ceramah singkat</category><category>renungan</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Tue, 3 Jan 2017 12:31:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6881818749366517075.post-6368240679467004360</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlerUP1Q3fgZujwOUwxmb_NbdEuRKZw6JgclsCvk0FUF9V6D7st7ObPZzDZXpE4753euhO_GYaJQLOZUYrH3Jnu1EJ9l0hOmRSRm6tpko6HVv-wQECXsxGzaLNJgqy0C6r4QGicPcD3g28/s1600/index.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlerUP1Q3fgZujwOUwxmb_NbdEuRKZw6JgclsCvk0FUF9V6D7st7ObPZzDZXpE4753euhO_GYaJQLOZUYrH3Jnu1EJ9l0hOmRSRm6tpko6HVv-wQECXsxGzaLNJgqy0C6r4QGicPcD3g28/s1600/index.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/"&gt;Ceramah singkat&lt;/a&gt; kali ini bertepatan dengan akhir tahun 2016 yang berarti bersamaan dengan menyongsong tahun baru 2017 sengaja admin situs ini membagikan sebuah renungan dan membingkai tahun baru dalam tema ceramah singkat ini berharap besar supaya menjadi pelajaran dan refleksi akhir tahun yang bermanfaat bagi pembacanya, sekaligus menjadi sebuah pengetahuan yang bermanfaat. Untuk mengawalinya akan kami mulai dari sebuah renungan bahwa manusia tak bisa melepaskan dirinya dari ruang dan waktu. Sudah kita yakini bersama bahwa manusia tidak akan mampu melepaskan diri dari gerak waktu. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada hakekatnya antara waktu yang satu dan waktu yang lain adalah berbeda, tidak ada waktu yang sama walaupun secara ontologisnya  mengalami kesamaan, hari ini dengan hari esok berbeda, meskipun ada kesamaan dalam jam, begitupula 31 Desember tahu 2016 berbeda dengan tanggal 31 Desember 2015, meskipun ada kesamaannya tanggalnya tetapi ada kesamaan dalam tahunnya, hal ini menunjukkan bahwa Desember tahun ini tidak sama dengan Bulan Desember tahun yang lali. Demikialah hukum waktu itu berlaku sepanjang waktu. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Manusia yang selalu berada dalam lini waktu tertentu secara hitungan dengan tahun baru ini menunjukkan pertambahan angka atau dengan kata lain, Seiring bertambahnya tahun, bertambah pula usia seseorang bila dilihat dari titik kelahiran, begitupula sebaliknya, bertambahnya tahun yang juga berarti bertambahnya usia manusia, hakikatnya adalah berkurangnya kesemoatan hidup di dunia bila dilihat dari titik kematiannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Rentang waktu dimana manusia hidup di dalamnya disebut dengan usia, usia yang paling baik adalah usia yang di dalamnya penuh degnan kebaikan, sebaliknya usia yang paling buruk adaah usia yang didalamya berupa perbuatan buruk. Sebagaimana sabda Rasul saw: &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
حدثناأبو حفص عمر يا رسول الله إي الناس خيرقال : مَنْ طَالَ عُمْرُهُ وحسن عمله فأي الناس شر قال من طال عمره وسأي عمله (حسن صحيح) (رواه الترمذي)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Umar Abu Hafs Menceritakan, Wahai Rasul saw, siapakah yang paling baik, Rasul saw menjawab: ”orang yang paling baik adalah, orang yang panjang usianya dan baik amalnya”, lalu siapakah yang paling buruk,: ”orang yang paling buruk adalah orang yang panjang usianya dan buruk perbuatannya”. (HR. Tirmidzi)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kandungan hadits di atas nampak jelas bahwa harga sebuah usia bukan terletak pada singkat atau lama-nya perjalanan hidup, melainkan terletak, seberapa banyak waktu tersebut dipergunakan untuk mengkoleksi sebuah kebaikan, begitupula sebalikan. Hal senada juga disampaikan dalam firman Allah swt yang berbunyi:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
وَلَتَجِدَنَّهُمْ أَحْرَصَ النَّاسِ عَلَى حَيَاةٍ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ أَلْفَ سَنَةٍ وَمَا هُو بِمُزَحْزِحِه مِنَ َ الْعَذَابِ أَنْ يُعَمَّرَ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا يَعْمَلُونَ. (البقرة :96)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (QS. Al-Baqarah: 96)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Garis tepi usia di dunia adalah kematian, kematian menandai seseorang telah memasuki dimensi waktu yang baru kekal dan hakiki. Di sana semua akan tampak koleksi kebaikan kita, di sana akan terbalas perbuatan buruk seseorang. Meskipun fenomena kematian adalah garis tepi kehidupan tetapi Jangan takut akan datangnya kematian, karena kematian merupakan proses menuju kebahagiaan yang abadi, Abul Fatih Muhammad as- Syahrastani dalam kitabnya al milal wa an-nihal meminjam bahasanya Socrates, beliau mengatakan “Ketika aku meneliti rahasia hidup, kutemukan maut, dan ketika kutemukan maut, karena itu kita harus prihatin dengan kehidupan dan bergembira dengan kematian, karena hidup ini untuk mati, dan mati untuk hidup selama-lamanya”  &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dengan keyakinan secara total kepada Allah dan melakukan kehidupan sesuai dengan prosedur yang telah dituangkan dalam kitabullah, maka jalan kehidupan menuju kebahagiaan sesuai dengan yang cita-citakan akan terbentang luas. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Demikianlah salah satu cara membingkai tahun baru dalam ceramah yang bisa disampaikan diacara acara &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.co.id/2014/10/refleksi-1436-h-berprestasi-dan.html"&gt;refleksi tahun baru&lt;/a&gt; pada di tahun baru ini, rekfleksi ini tidak berniat untuk menggurui atau menggiring sebuah opini melainkan memaknainya dalam perspektif usia sebagai sebuah media untu mengais kebaikan dan bila salah dalam mengelolanya maka waktu bagaikan pedang yang akan memotong tuannya. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Semoga bermanfaat &lt;i&gt;amin ya rabbal 'alamin. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlerUP1Q3fgZujwOUwxmb_NbdEuRKZw6JgclsCvk0FUF9V6D7st7ObPZzDZXpE4753euhO_GYaJQLOZUYrH3Jnu1EJ9l0hOmRSRm6tpko6HVv-wQECXsxGzaLNJgqy0C6r4QGicPcD3g28/s72-c/index.jpg" width="72"/><georss:featurename xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">Yayasan Soebono Mantofani, Jl. Sumatera No.75, Jombang, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15414, Indonesia</georss:featurename><georss:point xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-6.2958728 106.7020698</georss:point><georss:box xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-37.0457388 65.3934758 24.4539932 148.0106638</georss:box></item><item><title>Problem Rizki Sebagai Rintangan Menuju Allah</title><link>http://ceramahsingkat.blogspot.com/2016/07/problem-rizki-sebagai-rintangan-menuju.html</link><category>ceramah singkat</category><category>filsafat</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Tue, 26 Jul 2016 06:31:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6881818749366517075.post-4194919436635929310</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnUCgWY0UhP8Wu2GrI1U4yFYqBeXuShXx4D1ApXkTWf_M1tEl6O2HTIKWPuErpt_kBNG8l5ktHWVnq1XyL07fit6mygBLO9lpwbSW_9s7ke-X0PwA_vePHMhcwVDgtNM-9ThKqw9COjMDz/s1600/rizki+m+wiyono.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnUCgWY0UhP8Wu2GrI1U4yFYqBeXuShXx4D1ApXkTWf_M1tEl6O2HTIKWPuErpt_kBNG8l5ktHWVnq1XyL07fit6mygBLO9lpwbSW_9s7ke-X0PwA_vePHMhcwVDgtNM-9ThKqw9COjMDz/s1600/rizki+m+wiyono.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Untuk mendekatkan diri kepada Allah selain perbuatan berupa hasad (iri hati) seperti yang telah diposting dan dikemas dalam blog ini dengan judul &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.co.id/2016/07/penderitaan-bagi-orang-hasad.html"&gt;penderitaan bagi orang hasad&lt;/a&gt; , hal lain yang tak kalah pentingnya dan sudah dipastikan menjadi problem adalah persoalan rizki, karena rizki dijadikan sebagai bagian dari penopang kehidupan di dunia, maka alangkah pentingnya membahas &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/2016/07/problem-rizki-sebagai-rintangan-menuju.html"&gt;problem rizki sebagai Rintangan Menuju Allah&lt;/a&gt;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
Definisi Rizki&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam al Qur'an banyak sekali ayat yang menyebutkan tentang rizki. Misalnya Allah pemberi rizki yang baik (QS. al-Hajj:58), Allah melapangkan dan menyempitkan rizki hambanya (QS. Az-Zumar:52), Allah memberikan riizki yang tidak di duga-duga (QS. at-Thalaq:3), juga memerintahkan memakan dari rizki yang baik (QS. (QS. al-Maidah:88) Allah juga menyebutkan hujan sebagai sumber rizki (QS. Qaf:11), dan masih banyak lagi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dari sekian ayat tersebut dapat diambil pengertian, rizki adalah, segala sesuatu yang halal dan bermanfaat, baik dhahir maupun bathin, pendek kata, rizki mencakup semua pemberian Allah yang halal dan manfaat, karenanya butuh panduan untuk menggunakan dan mendistribusikannya kepada kebaikan sesuai dengan perintahnya. Namun tulisan ini tidak membahas lebih detail cara memanfaatkan rizki tersebut, karena hal itu sudah lumrah, bahwa sesuatu yang mendatangkan kemashlahatan adalah sebagai sebuah kebaikan. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tak jarang seorang yang sedang menempuh perjalanan menuju pendekatan diri kepada Allah (salik) disibukkan dengan urusan rizki, karenanya untuk memangkas pemikiran tersebut maka dibutuhkan satu solusi yaitu tawakkal. Yang beraarti berserah diri kepada Allah dengan segenap kemampuannya setelah melakukan berbagai usaha. Rizki tidak perlu dilihat nominalnya tetapi yang perlu dilihat adalah nilai guna dan manfaatnya, untuk itu para ulama’ terutama Imam Ghazali memberikan solusi untuk mengatasi rizki tersebut dengan tawakkal dengan berbagai pertimbangan seperti di bawah ini.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
a) Rizki disertakan dalam kehidupan makhluknya&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ.... &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali).... (QS. Ar-Ruum:40)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kekuasaan Allah sangat nampak sekali dalam ayat tersebut di atas, bahwa kuasa menghidupkan dan mematikan yang berarti pula kuasa untuk memberikan penghidupan, namun kadangkala manusia serakah dan tak mau bersyukur. Dunia dan isinya ini tentu sudah terukur untuk bisa menghidupi semua yang hidup di atas permukaan bumi, tetapi rasanya bumi dan isinya tidak cukup untuk satu orang yang serakah &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
b) Allah menjanjikan rizki &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.(QS. Adz-Dzariyat:58)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kuasa rizki ada di tangan-Nya, bagi seorang salik tidak perlu lagi ada kekhawatiran persoalan rizki ini, ada banyak contoh dan pengalaman bahwa rizki tidak selamanya berbading dengan keringat atau tenaga yang kita keluarkan, faktanya banyak orang orang yang tidak begitu mengeluarkan tenaga, tetapi mendapatkan nominal lebih banyak daripada orang yang bermandikan peluh setiap harinya. Gaji seorang direktur perusahaan tentu berbeda dengan gaji kuli bangunan, padahal kerigat dan tenaganya lebih banyak yang ia keluarkan daripada seorang direktur. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
c) Tidak cukup berjanji, Bahkan Allah menanggung rizki makhluknya&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا.... &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya,…. (QS. Huud:6)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Atas dasar pertimbangan di atas itulah,  sikap tawakkal dan mental qona’ah perlu dibentuk agar tidak menghalangi perjalanan menuju pendekatan diri kepada Allah. Adapun perintah untuk bertawakkal sudah jelas menjadikan salah satu solusi penting bagi seorang salik atas dasar ayat:  &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهِ وَكَفَى بِهِ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan bertawakkallah kepada Allah Yang Hidup (Kekal) Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya, (QS. Al Furqan:58)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ini tidak menjadi salah satu solusi, melainkan masih ada solusi lain yang ditawarkan oleh Imam Ghazali, ikutilah selalu update blog ini, dengan memasukkan email untuk menjadi subsciber, kami akan mengirimkan postingan ke email anda. Terimakasih dari admin &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/"&gt;ceramah singkat&lt;/a&gt;, semoga bermanfaat   &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnUCgWY0UhP8Wu2GrI1U4yFYqBeXuShXx4D1ApXkTWf_M1tEl6O2HTIKWPuErpt_kBNG8l5ktHWVnq1XyL07fit6mygBLO9lpwbSW_9s7ke-X0PwA_vePHMhcwVDgtNM-9ThKqw9COjMDz/s72-c/rizki+m+wiyono.jpg" width="72"/><georss:featurename xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">Yayasan Soebono Mantofani, Jl. Sumatera No.75, Jombang, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15414, Indonesia</georss:featurename><georss:point xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-6.2958728 106.7020698</georss:point><georss:box xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-6.3590043 106.6213888 -6.2327413 106.7827508</georss:box></item><item><title>Penderitaan Bagi Orang Hasad </title><link>http://ceramahsingkat.blogspot.com/2016/07/penderitaan-bagi-orang-hasad.html</link><category>ceramah singkat</category><category>tasawuf</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Sun, 24 Jul 2016 08:17:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6881818749366517075.post-4049621770318921487</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYisCxir9e2bOUGmiv0FaXSgsIRWbh-xfIemgNXiyJZYddUbks_I_HwD1ywBKde49B1EZG5Fa4MvHX_yd20AasNYequjN_Sse2m0P1kKhQVQpxbkxSqxvpmTxDCwh9bv7uWtaLUJV8fy2w/s1600/ceramah+singkat.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Penderitaan bagi orang hasad" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYisCxir9e2bOUGmiv0FaXSgsIRWbh-xfIemgNXiyJZYddUbks_I_HwD1ywBKde49B1EZG5Fa4MvHX_yd20AasNYequjN_Sse2m0P1kKhQVQpxbkxSqxvpmTxDCwh9bv7uWtaLUJV8fy2w/s1600/ceramah+singkat.jpg" title="penderitaan orang hasad" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/"&gt;Ceramah singkat&lt;/a&gt;, dalam bahasa Indonesia hasad berarti dengki &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
yaitu perbuatan tercela berupa iri terhadap kenikmatan yang di dapat oleh orang lain contoh perbuatan hasad adalah seperti yang dilakukan oleh Abu Lubaid ketika dia iri hati atas keberhasilan dakwah Nabi saw, silahkan anda baca tafsiran surat la mu’awidzatain untuk merujuknya kembali. Perbuatan hasud ini secara tidak langsung seolah olah tidak setuju dan tidak menghargai kemahadilan atas pembagian nikmat oleh Allah kepada hambanya. Secara definisi hasud adalah: &lt;/div&gt;
الحسد : يَتَمَنَّى زَوَالَ النِّعْمَةِ عَلَى الْمُسْلِمِ &lt;br /&gt;
Hasad dipandanag oleh agama sebagai perbuatan yang dapat membakar kebaikan, sebagaimana gambaran hadits Nabi saw, di bawah ini:&lt;br /&gt;
وَلا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi Para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.&lt;/i&gt;” (QS. an Nisa': 32)&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/2016/07/penderitaan-bagi-orang-hasad.html"&gt;Penderitaan bagi orang hasad&lt;/a&gt;,, antara lain :&lt;br /&gt;
1. Merusak amal kebaikan &lt;br /&gt;
عنْ أَبِي هُرَيْرَةَ:أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ &lt;br /&gt;
Dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda:” Ketahuilah bahwa hasud itu memakan pahala amal baik, sebagaimana api memakan kayu bakar”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Perbuatan maksiat dan keburukan&lt;br /&gt;
قال وهب بن منبه : للحاسد ثلاث علامات يتملق إذاشهد ويغتاب إذاغاب ويشمت بالمصيبة إذانزلت&lt;br /&gt;
Tanda-tanda orang hasud;  1. Cari perhatian jika bila bertemu 2. Membicarakan kejelakan orang lain bila berpisah, 3. Bergembira bila musibah menimpa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Sengsara dan mengalami kesusahan&lt;br /&gt;
كما قال إبن السمك : لم أرظالما أشبه بالمظلوم من الحاسد نفس دائم وعقل هائم وغم لازم &lt;br /&gt;
Ibn Samak ra: aku tidak melihat orang menganiaya, serupa dengan orang yang teraniaya seperti orang hasud, hidup yang berlangsung, pikirannya gelisah, dan kesedihan terus menerus&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Penyebab matinya hati &lt;br /&gt;
قال سفيان الثور : عليك بطول الصمت تملك الورع ولاتكن حريصا على الدنيا تكن حافظا ولاتكن طعانا تنج من ألسن الناس ولاتكن حاسدا تكن سريع الفهم &lt;br /&gt;
Diamlah niscaya engkau akan memiliki sifat wara’, jangan menjadi orang yang rakus duniawi niscaya engkau terjaga, janganlah menjadi pem-fitnah niscaya engkau aman dari omongan orang lain dan jangan menjadi orang hasud niscaya mempercepat pemahaman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Terhalang dari pertolongan Allah &lt;br /&gt;
قال حاتم الأصم : لضغين غير ذى الدين والعائب غير عابد والنمام غير مأمون والحسود غير منصور &lt;br /&gt;
Hatim al’ashom ra berkata: Sungguh, dengki itu orang yang tak beragama, orang yang biasa mencela tidak akan bisa menjadi ahli ibadah, peng-adu-domba itu tidak akan aman, orang hasud tidak punya penolong  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYisCxir9e2bOUGmiv0FaXSgsIRWbh-xfIemgNXiyJZYddUbks_I_HwD1ywBKde49B1EZG5Fa4MvHX_yd20AasNYequjN_Sse2m0P1kKhQVQpxbkxSqxvpmTxDCwh9bv7uWtaLUJV8fy2w/s72-c/ceramah+singkat.jpg" width="72"/><georss:featurename xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">Yayasan Soebono Mantofani, Jl. Sumatera No.75, Jombang, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15414, Indonesia</georss:featurename><georss:point xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-6.2958728 106.7020698</georss:point><georss:box xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-6.3590043 106.6213888 -6.2327413 106.7827508</georss:box></item><item><title>Haji Bagaikan Napak Tilas Kematian</title><link>http://ceramahsingkat.blogspot.com/2016/07/haji-bagaikan-napak-tilas-kematian.html</link><category>ceramah singkat</category><category>renungan</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Tue, 19 Jul 2016 19:52:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6881818749366517075.post-3384037174658530798</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhS-nIzDi1eIm0wXlhXp_pouC4b2-DtWEbW6RUg50zDOWYnRATQI0qlQ8CyRsHTyGrkSPtJB64W7fXaTjGif6Br9095dZz-ynX_0UuH4W_LHhIkzeKJO0wJCeLTO6TRcC4rqS7rTSxOgrX-/s1600/ceramahsingkat.....jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhS-nIzDi1eIm0wXlhXp_pouC4b2-DtWEbW6RUg50zDOWYnRATQI0qlQ8CyRsHTyGrkSPtJB64W7fXaTjGif6Br9095dZz-ynX_0UuH4W_LHhIkzeKJO0wJCeLTO6TRcC4rqS7rTSxOgrX-/s1600/ceramahsingkat.....jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/"&gt;Ceramahsingkat&lt;/a&gt;. Islam dibangun di atas lima pilar dasar yang saling berkaitan antara pilar satu dengan pilar lainnya hingga membentuk sebuah bangunan keagamaan yang kokoh lagi indah, lima pilar tersebut disebut dalam sebuah hadits yang tak asing lagi di ruang dengar kita, sebagaimana hadits Rasul saw.&lt;/div&gt;
عن أبي عبدالرحمن عبدالله بن عمر بن الخطاب رضي الله عنهما قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: ((بني الإسلام على خمسٍ: شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدًا رسول الله، وإقام الصلاة، وإيتاء الزكاة، وحج البيت، وصوم رمضان))؛ رواه البخاري ومسلمٌ&lt;br /&gt;
Dari Abu Abdirrahman Abdullah bin Umar bin al-Khaththab ra, ia mengatakan, "Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, 'Islam dibangun di atas lima perkara: persaksian bahwa tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji ke Baitullah, dan berpuasa Ramadhan." (HR. al-Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sekilas kita baca dari urutannya, haji lebih didahulukan daripada puasa, hal itu tidak menunjukkan bahwa haji harus didahulukan daripada puasa, karena pada kenyataannya kewajiban melaksanakan ibadah puasa lebih dulu daripada perintah wajibnya haji bagi yang mampu.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ibadah haji adalah perjalanan yang wajib dilakukan oleh setiap orang mukmin yang mampu, mampu dalam hal ekonomi, kesehatan dan aman dalam perjalanannya, melaksanakan ibadah haji merupakan salah satu pilar agama penyempurna, bila syahada adalah pondasi dasarnya, kemudian sholat adalah tiang agama, zakat sebagai jendela, puasa sebagai pagernya, tapi haji diumpamakan sebagai atap bangunan agama yang telah kita bangun. Orang yang mempunyai harta belimpah, mobil dan kendaraan mewah, pagar yang rapat tetap saja akan terancam oleh cuaca apabila tidak ada atapnya, begitu pula dengan orang yang mampu tetapi tidak melaksanaka ibadah haji, kehidupannya akan terancam dari serangan prilaku setan dan akan rusak apa yang telah dikumpulkan&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Makna lain dari haji adalah, sebagai perjalanan kematian yang wajib dilakukan oleh setiap orang baik dalam kondisi senang maupun terpaksa. Ada perenungan yang menarik yang disampaikan oleh Imam Ghazali, pada saat berpisah dengan sanak famili dan keluarga, seolah olah kita menghadapi sakaratul maut, berpamitan kesana kemari dan memohon iringan doa dari keluarga, ia juga meninggalkan semua harta yang selama ini ia kumpulkan dan menemani sepanjang hari dalam hidupnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada saat keluar dari negerinya, menuju ke tanah suci ia naik pesawat atau kendaraan lain bagaikan naik peti jenazah, pasrah tidak ada yang bisa membantu kecuali dirinya sendiri, semua keluarga tidak bisa mengikutinya secara bebas, hanya isak tangis dan hati pilu saat berpisah dengannya. Barang bawaan yang ia bawa bagaikan bekal untuk menghadap kepada Allah, pengetahuan pada saat manasik adalah modal pentinga dalam beribadah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setelah sampai tanah yang kita tuju, entah Birali atau Jeddah, kemudian bersiap memakai baju ihram, serba putih yang tak berjahit, terasa sekali hidmahnya kepada Allah, seolah bagaikan mayat yang dimasukkan di liang lahat, dan semakin dekat terasa akhirat pada saat itu, begitu kendaraan berjalan menuju arafah, seolah kita dibangkitkan kembali oleh Allah, dalam keadaan yang sama sama khusyu’ dan tidak ada suara semaunya atau canda tawa, semua hanya bisa mengandalkan doa dan ampunan sesuai dengan yang ia dapatkan pada saat di negaranya masing masing.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Tentaunya hal ini tidak hanya berlaku untuk ibadah haji melainkan berlaku untuk ibadah ibadah lainnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhS-nIzDi1eIm0wXlhXp_pouC4b2-DtWEbW6RUg50zDOWYnRATQI0qlQ8CyRsHTyGrkSPtJB64W7fXaTjGif6Br9095dZz-ynX_0UuH4W_LHhIkzeKJO0wJCeLTO6TRcC4rqS7rTSxOgrX-/s72-c/ceramahsingkat.....jpg" width="72"/><georss:featurename xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">Yayasan Soebono Mantofani, Jl. Sumatera No.75, Jombang, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15414, Indonesia</georss:featurename><georss:point xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-6.2958728 106.7020698</georss:point><georss:box xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-6.3590043 106.6213888 -6.2327413 106.7827508</georss:box></item><item><title>Haji Nishab, Nasab dan Nasib</title><link>http://ceramahsingkat.blogspot.com/2016/07/haji-nishab-nasab-dan-nasib.html</link><category>ceramah singkat</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Sun, 17 Jul 2016 01:14:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6881818749366517075.post-3127698295547993742</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipCNuSkLR9_3Mamh-45qIAl1090bzYnlhk2br9uTMB3-HSwA8RdJhtT4IDcEKyD5WShqAkWKj9ELHGxaIemaZeWgUQNq5ty_3N_wVmVjDnLBUIwzWHLKDVyUlBv_af2dTl0BZobdjTOxJS/s1600/haji+nisab.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="200" data-original-width="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipCNuSkLR9_3Mamh-45qIAl1090bzYnlhk2br9uTMB3-HSwA8RdJhtT4IDcEKyD5WShqAkWKj9ELHGxaIemaZeWgUQNq5ty_3N_wVmVjDnLBUIwzWHLKDVyUlBv_af2dTl0BZobdjTOxJS/s1600/haji+nisab.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Sesekali admin ceramahsingkat memposting humor-humor yang berkaitan dengan haji, biar tidak stres memikirkan kehidupan yang kian rumit dan biaya hidup terus melangit. Biasanya ada beberapa ustadz yang memakai guyonan ini sebagai refresh atas tema tema tentang walimatus safar. Ketahuilah bahwa orang orang yang naik haji itu dibagi menjadi tiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pertama, Haji Nishab, yaitu orang yang naik haji karena jerih payahnya sendiri, membanting tulang siang dan malam bekerja dan menabung untuk ongkos ONH, Kedua, Kedua, Haji Nasab, yaitu orang yang berangkat haji, dimana biasanya ditaggung oleh keluarganya, entah ayah, ibu atau saudaranya atau bahkan mungkin mertuanya yang kaya raya. Ketiga, Haji Nasib, yaitu orang yang berangkat haji atas biaya kantornya, yang biasanya melalui proses undian, ya kayak mimin ini huahaha&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Banyak orang yang gagal berangkat haji, karena uang yang ditabung tidak kunjung bertambah, yang ada malah terus berkurang, maka seorang ustadz menyarankan bersabar, tetapi salah satu jama’ah ada yang ngotot dan bersikeras untuk meminta doa agar cepat bisa melunasi ONH dan ia bisa berangkat pergi haji, dengan nada yang sedikit rendah sang ustadz kemudian memberikan beberapa saran &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Gampang. Baca saja surat Yaa Siin 1000 X setiap malam Jumat selama 40 hari. Dan masih belum bisa berangkat juga, silahkan lanjutkan dengan membaca surat yang lain yaitu surat a; hajj. 1000 X setiap malam Jumat selama 40 hari, rupanya si Jama’ah ini masih saja ngotot dan ngeyel, sembari serius dia berseloroh. “Kalau masih gagal juga, Ustaz?” ustadz gampang saja jawabnya: “Buka deh surat – surat tanah. Ambil saja 1000 meter persegi. Cepet dah pergi,” akhirnya si Jama’ah ini ikutan ngakak.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Biasanya orang yang tidak mengerti selalu saja bertanya, dan terkadang ada hal hal yang tidak wajar dianggap sebagai sebuah keanehan, salah satunya adalah pada saat foto pasport, yang dikehendaki oleh pemerintah sebagaimana aturan yang berlaku adalah foto 80% kepala, karena ada seorang jama’ah yang merasa aneh, akhirnya bertanya ke petugas.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mengapa harus 80 % kepala?”. Tanya sang calon haji, &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan santai petugas itu menjawab sekenanya, “justru pak, kalau 80% kaki maka tidak diketahui kaki siapa itu”. Kemudian si calonhaji ini hanya bengong sembari berkata, “ Ooohh..iya ya pak”. Akhirnya mau dia difoto 80% kepala </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipCNuSkLR9_3Mamh-45qIAl1090bzYnlhk2br9uTMB3-HSwA8RdJhtT4IDcEKyD5WShqAkWKj9ELHGxaIemaZeWgUQNq5ty_3N_wVmVjDnLBUIwzWHLKDVyUlBv_af2dTl0BZobdjTOxJS/s72-c/haji+nisab.jpg" width="72"/><georss:featurename xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">Yayasan Soebono Mantofani, Jl. Sumatera No.75, Jombang, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15414</georss:featurename><georss:point xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-6.2958748 106.7019902</georss:point><georss:box xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-6.4221418 106.5406287 -6.1696078 106.8633517</georss:box></item><item><title>Sombong dan Efek Dominonya</title><link>http://ceramahsingkat.blogspot.com/2016/04/sombong-dan-efek-dominonya.html</link><category>ceramah singkat</category><category>tafsir</category><category>tasawuf</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Wed, 27 Apr 2016 13:04:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6881818749366517075.post-7493015388962020831</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGN8q0P5fws-vkccuD9eBRCWv52S8GptxEC8w94kwrnxRheTWo0Z3PSbnxfWJ7mMu4legRV2SoQkAeYcNrjTZ1A0tZZznUMCVvFSeuYbrzt2tcCFQSwSE58TYV4hfW4_zopgIWcL7o3S_6/s1600/ceranah+singkat.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGN8q0P5fws-vkccuD9eBRCWv52S8GptxEC8w94kwrnxRheTWo0Z3PSbnxfWJ7mMu4legRV2SoQkAeYcNrjTZ1A0tZZznUMCVvFSeuYbrzt2tcCFQSwSE58TYV4hfW4_zopgIWcL7o3S_6/s1600/ceranah+singkat.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
sebelum menulis ini, kami sarankan pula untuk melihat konten sejenis yang kami beri judul &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/2015/01/implikasi-sombong.html"&gt;implikasi sombong&lt;/a&gt;, Selain &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/2014/10/dengki.html"&gt;dengki&lt;/a&gt;, panjang angan-angan (thulul amal), dan tergesa gesa dalam beramal (isti’jal) yang ber-impact tidak sempurnanya sebuah perbuatan, adalah sombong juga bisa menggagalkan seseorang dalam memperbaiki kejernihan hati untuk mendapat cahaya dari Tuhan (nur ilahiy). Sombong menjadi tameng masuknya kebenaran dalam hati, dari segi maknanya sombong dapat dilacak dari HR. Muslim, &lt;i&gt;al kibru bathrul haq wa ghomthin naas&lt;/i&gt; (sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain). Perbuatan sombong sangat merugikan, bahkan Iblis yang asal muasalnya sebagai makhluk Tuhan terpatuh hingga menyamai malaikat, menjadi nista karena perbuatan sombongnya. Fakta tersebut terabadikan di dalam Al Qur'an;    &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ (البقرة: 34) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Memperpendek pembahasan dalam tulisan di ruang yang sangat terbatas ini, Sombong bisa menggerakkan sifat buruk lainnya atau dengan kata lain sesuai dengan judul tulisan ini, yaitu efek domino sifat sombong , Pertama, hirmaan al haq tertutupnya pintu kebaikan, karena merasa dirinya paling utama kebenarannya, berprasangka dirinya superior dalam prinsip sedangkan orang lain inferior, selain itu juga, sombong mempunyai imbas kebutaan hati (umyu al-Qalb). Hati yang terkunci akan memegang prinsipnya dengan berdalih apa saja demi kemenangan bukan kebenara, pelaku sombong sebagai budak nafsuny, bukan dipertuan hati dan akalnya. Kesombongan pada akhirnya akan menang ala dirinya sendiri, bukan kemenangan yang bersifat sejati. Dalam hal ini Allah berfirman;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي ءَايَاتِ اللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطَانٍ أَتَاهُمْ كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ وَعِنْدَ الَّذِينَ ءَامَنُوا كَذَلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلَى كُلِّ قَلْبِ مُتَكَبِّرٍ جَبَّار(الغافر : 35)ٍ &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
(Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang.  &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kedua, Murka Allah, sifat sombong mendatangkan murka Allah, tak pantas dengan titel dan keahlian apapun untuk mengantarkan seseorang bersifat sombong, apalagi yang lemah, krisis skill dan keilmuan, secara ekonomi kekurangan dan bentuk fisik pas-pasan, karena semua usaha untuk mencapai titel dan skill atau bekerja untuk memperoleh harta dan merawat jasmaniyahnya, jika didapuk-kan akan berkhir pada mata rantai ‘berkat pertolongan Allah swt’, karenanya pantas dan layak mendapat murka Allah, bukankah semua itu hasil pemberian Allah, dan sombong adalah menyombongkan diri kepada Allah. Kesombongan baik ditampakkan maupun disembunyikan baik berupa ucapan, penampilan, perbuatan maupun di dalam hati, tetap saja tercela dan tidak disukai oleh Allah swt. Yang pantas dan layak untuk sombong adalah Allah, sombong bak selendang berenda bagi Tuhan dengan segala keahlian dan kekuasaannya. Jadi baik secara lahiriyah maupun terbersit di dalam hati, sifat sombong tetap saja dibenci.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;لَا جَرَمَ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ(النحل:23)&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.(QS. an-Nahl: 23)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ketiga, kesombongan akan melahirkan perbuatan-perbuatan keji lain. Dari segi sudut obyek sasaran yang disombongi, sifat sombong dibenci oleh manusia karena meremehkan dan menganggap rendah orang lain, sehingga dalam kancah sosial memantik kebencian sekelilinya, sedang dilihat dari sudut teologis, perbuatan sombong dibenci oleh Allah karena menyamai Allah, bukan persoalan sama atau tidaknya dalam  kepada   paling  nya Kesombongan termasuk&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pendek kata, sombong akan menggagalkan upaya salik untu kmendekati Allah, juga &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/2016/04/sombong-dan-efek-dominonya.html"&gt;sifat sombong dan efek dominonya&lt;/a&gt; akan memuncuklkan sifat buruk lainnya,bahkan surga diharamkan peruntukkannya bagi orang orang yang sombong sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh HR Muslim. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam hadits yang lain&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّىعم: لا يَدْخُلُ النَّارَ أَحَدٌ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةِ خَرْدَلٍ مِنْ إِيمَانٍ، وَلَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ أَحَدٌ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةِ خَرْدَلٍ مِنْ كِبْرِيَاءَ ( أخرجه مسلم)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dari Abdullah bin Mas’ud ra, berkata:” Rasulullah saw bersabda:”seseorang tidak masuk neraka yang didalam hatinya ada sebiji atom keimanan dan seseorang tidak masuk surga yang di dalam hatinya ada sebiji atom kesombongan”. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tulisan ini tidak lain adalah sebagai penyambung tulisa sebelumnya yang ditulis dalam bab dengki, sebagai upaya menghindari durhaka kepada Allah swt. Semoga bermanfaat &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGN8q0P5fws-vkccuD9eBRCWv52S8GptxEC8w94kwrnxRheTWo0Z3PSbnxfWJ7mMu4legRV2SoQkAeYcNrjTZ1A0tZZznUMCVvFSeuYbrzt2tcCFQSwSE58TYV4hfW4_zopgIWcL7o3S_6/s72-c/ceranah+singkat.jpg" width="72"/><georss:featurename xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">Yayasan Soebono Mantofani, Jl. Sumatera No.75, Jombang, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15414, Indonesia</georss:featurename><georss:point xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-6.2958728 106.7020698</georss:point><georss:box xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-6.2959963 106.7019123 -6.2957493 106.7022273</georss:box></item><item><title>Pilar Sakina dalam Rumah Tangga</title><link>http://ceramahsingkat.blogspot.com/2016/04/pilar-sakina-dalam-rumah-tangga.html</link><category>ceramah singkat</category><category>kajian fiqh</category><category>tafsir</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Fri, 8 Apr 2016 00:32:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6881818749366517075.post-2313909882312283696</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdQuD5ER5109KsKksBnxZnd6cfAvRrLHP_Cp6hyhH43pA7U25RwV3Yg24UxrjI4-eRhTPR3lAiY1D1dyhg7FtvHNwWrDDnha5JzgBoJ8cZLBG6SmcsWmvcCfhECx2aqplGUAOuouVbRaqB/s1600/contoh+ceramah+singkat.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdQuD5ER5109KsKksBnxZnd6cfAvRrLHP_Cp6hyhH43pA7U25RwV3Yg24UxrjI4-eRhTPR3lAiY1D1dyhg7FtvHNwWrDDnha5JzgBoJ8cZLBG6SmcsWmvcCfhECx2aqplGUAOuouVbRaqB/s1600/contoh+ceramah+singkat.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/"&gt;CeramahSingkat&lt;/a&gt;. Mayoritas hidup berkeluarga bukan sekedar pilihan, melainkan sudah menjadi sebuah kebutuhan setiap individu, pria maupun wanita, karena secara kodrati manusia membutuhakan pernikahan, bahkan dalam sebuah penelitian seseorang yang menikah lebih memungkin untuk hidup lebih lama, karena ada dukungan moral dari pendamping hidupnya dan terpenuhi kebutuhan biologisnya dengan nyaman dan tenang serta lebih mantab dalam bertindak, ambil contoh bahwa alkohol lebih banyak menyerang seseorang diwaktu mudanya daripada masa tua.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Untuk itu mewujudkan keluarga bahagia adalah sebuah keniscayaan yang tak terbantahkan oleh siapapun. Ada beberapa pilar pepnentu keutuhan rumah tangga, antara lain;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, berumah tangga atas dasar cinta dan kasih sayang, kedua unsur itu menjadi menu utama dalam tegaknya binaan rumah tangga, dengan cinta ia rela berkorban dan dengan sayang perasaan menjadi tak terbatas oleh materi, tetapi secara psikis rela berkorban demi kasih sayang yang telah tertanam di dalam hati&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَمِنْ ءَايَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ&lt;/span&gt;. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir&lt;/i&gt;.QS. 30:21)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ayat diatas ada dua kata kunci terkait dengan faktor pilar pertama ini, yaitu mawaddh dan rahmah, para ulama’ memaknai mawaddah cinta yang sangat dalam, sedangkan rahmah adalah kasih sayang, cinta dan kasih sayang tentu sangat berbeda meskipun bisa jadi dalam wujud pengorbanannya sama. Cinta lebih kepada materi, bisa jadi seseorang menikah karena kecantikan, harta atau tahta calon pasangan hidupnya, tetapi yang peru di ingat adalah, semuanya akan berakhir tatkala wujud materi yang dia cintai sirna, hal ini berbeda dengan rasa sayang yang lebih menitikberatkan pada kesukaan seseorang dari segi psikis. Sehingga menimbulkan kesetiaan yang unlimited&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, pernikahan yang dilakukan atas dasar saling membutuhkan, kedua pasangan adalah dua insan yang diberi karakter sama oleh Allahm yaitu saling membutuhkan dan rasa cinta kepada lain jenisnya, melalui firmannya dengan jelas Allah berfirman, bahwa manusia diciptakan oleh Allah berpasang pasangan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ&lt;/span&gt;. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;isteri-isteri kamu; mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka.&lt;/i&gt;.( QS. 2:187)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
keduanya digambarkan oleh Allah bagaikan pakaian, apa yang ada didalam pakaian adalah seonggok tubuh yang sangat mahal harganya, hingga ditutupi agar orang lain tidak melihatnya, apalagi menyentuh dan memilikinya. Begitu pula hubungan suami isteri bagaikan pakaian yang saling menutupi aib dan cacat yang ada diatara keduanya, disamping itu juga saling memberi atas tubuh yang sangat mahal harganya itu tadi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;, pasangan suami isteri sebagai perhiasan, bila kedua pasangan mempunyai dasar yang kuat dan sama sama menganggap personal rumah tangga adalah hiasan, suami adalah hiasan isteri begitupula sebaliknya, maka keduanya tidak akan saling mencampakkan, justru malah sebaliknya akan saling merawat, kita bisa membuat analogi, bahwa setiap orang akan sangat menyayangi perhiasannya. ia akanmerawat dan tak pernah terpikir untuk mencampakkannya meskipun dalam perawatannya membutuhkan pengorbanan yang tidak sederhana. Sudah masyhur, bahwa sebaik baik perhiasan adalah wanita shalihah. Masih ada beberapa yang tak tercover di dalam tulisan singkat tentang &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/2016/04/pilar-sakina-dalam-rumah-tangga.html"&gt;pilar sakinah dalam rumah tangga&lt;/a&gt;, tetapi pilar di atas menempati posisi kunci yang harus diperhatikan. &lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdQuD5ER5109KsKksBnxZnd6cfAvRrLHP_Cp6hyhH43pA7U25RwV3Yg24UxrjI4-eRhTPR3lAiY1D1dyhg7FtvHNwWrDDnha5JzgBoJ8cZLBG6SmcsWmvcCfhECx2aqplGUAOuouVbRaqB/s72-c/contoh+ceramah+singkat.jpg" width="72"/><georss:featurename xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">Jombang, Ciputat, South Tangerang City, Banten, Indonesia</georss:featurename><georss:point xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-6.2953921999999993 106.70282500000008</georss:point><georss:box xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-6.3269581999999991 106.66248450000008 -6.2638262 106.74316550000007</georss:box></item><item><title>Cinta Harta Melebihi Segalanya</title><link>http://ceramahsingkat.blogspot.com/2016/04/cinta-harta-melebihi-segalanya.html</link><category>ceramah singkat</category><category>renungan</category><category>tafsir</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Thu, 7 Apr 2016 07:22:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6881818749366517075.post-1812928361238084188</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjg-8J8AXaJsOZq8XVpYXax1skZ626SWGq6E2yvsERb1lR8DBFF1uhiY46HbhqoqcfRk9J7_XhOkS9nEc5PWJq7piOnK9JQaj45mQy9xjU4uHX8juabzeKugt5S7lM5fSEmg6RDA7_ZhsuZ/s1600/ceramah+singkat++.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Ceramah singkat adalah blog berbagi contoh ceramah dalam bentuk naskah ceramah dan videonya" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjg-8J8AXaJsOZq8XVpYXax1skZ626SWGq6E2yvsERb1lR8DBFF1uhiY46HbhqoqcfRk9J7_XhOkS9nEc5PWJq7piOnK9JQaj45mQy9xjU4uHX8juabzeKugt5S7lM5fSEmg6RDA7_ZhsuZ/s1600/ceramah+singkat++.jpg" title="ceramah singkat" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam sebuah cuplikan proposal thesis tertulis kalimat yang di duga oleh Pak Dosen kualitasnya 'kurang' ilmiah dan terlalu cepat men-generalisir kesimpulan (&lt;i&gt;tasri’ut ta’miim&lt;/i&gt;) sehingga keilmiahan thesis kurang indah, cuplikan tersebut lengkapnya adalah sebagai berikut: &lt;/div&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;“Fakta telah berbicara bahwa kecondongan manusia mencintai harta mengalahkan kecintaan terhadap keluarga, wanita maupun tahta, seseorang mencintai harta tidakk terbatas usia, dari kecil, dewasa dan orang tua ”. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kemudian dalam tulisan tersebut, disematkan footnote yang merujuk kepada, QS. al Munafiqun: 9, QS. al Kahfi: 46, QS. al Isra’:6. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Melalui tulisan pendek ini, saya hendak menjelaskan bahwa yang dimaksud tulisan tersebut di atas adalah, semua orang baik anak anak maupun orang dewasa lebih mencintai harta, bahwa dibanding gebyar duniawi lainnya termasuk keluarga, sebagai ilustrasi sederhana, anak balita laki laki dia tidak suka dengan wanita, tetapi si balita sudah sudah suka dengan harta, tentu bukan dalam arti uang gepokan atau bongkahan berlian, tetapi nalurinya memiliki mainan dan makanan adalah bagian dari bukti kecintaan terhadap harta, bukan?. Begitupula dengan orang tua renta sebut saja usia 90 tahun, ia tak butuh lagi wanita penghibur atau tahta, tetapi kecintaannya terhadap harta tetap saja melekat dalam hatinya, dengan motif ingin meninggalkan banya harta kepada keturunannya sebagai warisannya. Nah, saya kira tak berlebihan bila Dr. Musa Sahiin menafsirkan bahwa semua orang mempunyai kecondongan yang berlebih terhadap harta. Adapun tulisan lengkapnya adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbxOsQp-4W1N7aCoKyHeqsF1YZoC8gjx7p3JAbTWWtkEWOiO4egzx6Go6b6iSR4fd3YeQKIrgGZ6G7nK_pqOtgCLGhyphenhypheniYy8kZO4hh9BGZ3wAyyZlR1g1FK3Ec_rb4UM3W75-jQjAtiEPe-/s1600/musa+sahiin1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbxOsQp-4W1N7aCoKyHeqsF1YZoC8gjx7p3JAbTWWtkEWOiO4egzx6Go6b6iSR4fd3YeQKIrgGZ6G7nK_pqOtgCLGhyphenhypheniYy8kZO4hh9BGZ3wAyyZlR1g1FK3Ec_rb4UM3W75-jQjAtiEPe-/s1600/musa+sahiin1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kutipan tulisan di atas merupakan hasil perasan dari tulisan &lt;i&gt;al māl fil al Qur'an wa as-Sunnah&lt;/i&gt; h. 56 karya Dr. Musa Syahin seorang tenaga pengajar di Universitas Al Azhar Kairo, ketika menjelaskan panjang lebar surat Ali Imran: 14 tentang perhiasan dunia yang tersebut, Namun sayang sekali Pak Dosen yang tak perlu saya sebut namanya di sini, menurut saya juga terlalu cepat dalam mengambil kesimpulan tanpa meminta konfirmasi terlebih dahulu penjabaran arti cuplikan di atas kepada penulisnya, sehingga komentar bahwa tulisan di atas terkesan seperti bahasa-bahasa paparan khutbah, adalah sebuah komentar yang terburu buru dalam pula. Tapi saya perlu angkat topi tinggi-tinggi sebagai bentuk penghormatan atas masukan yang diberikan, oleh Pak Dosen, karena dengan demikian saya akanlebih berhati hati dalam memilih sajian narasi dan diksi untuk menjelaskan gagasan, belum lagi bila mengingat singkatnya tulisan itu saya buat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Akhirnya, hanya bisa berdoa semoga bermanfaat untuk kita semua amiin. &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjg-8J8AXaJsOZq8XVpYXax1skZ626SWGq6E2yvsERb1lR8DBFF1uhiY46HbhqoqcfRk9J7_XhOkS9nEc5PWJq7piOnK9JQaj45mQy9xjU4uHX8juabzeKugt5S7lM5fSEmg6RDA7_ZhsuZ/s72-c/ceramah+singkat++.jpg" width="72"/><georss:featurename xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">South Tangerang, South Tangerang City, Banten, Indonesia</georss:featurename><georss:point xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-6.2956800586821826 106.70883190541826</georss:point><georss:box xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-6.2976530586821822 106.70631040541826 -6.2937070586821831 106.71135340541827</georss:box></item><item><title>Dahsyatnya Siksa Abu Lahab</title><link>http://ceramahsingkat.blogspot.com/2016/03/dahsyatnya-siksa-abu-lahab.html</link><category>ceramah singkat</category><category>kisah inspiratif</category><category>tafsir</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Wed, 9 Mar 2016 09:18:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6881818749366517075.post-3283397850734228274</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgliYUnJC7fIO58LbXB_zNucaO5-nBz9r-0Ejd2Un4d0Z2P2LG5_llSpcl5fAStCSYxcaIuXaoH_TcUXfEktxouHbAjwOicUn9vf17frlVNxvOwYf44cYRHfnSQUvZL0B2rRbtKaCs0WFuc/s1600/contoh-ceramah.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgliYUnJC7fIO58LbXB_zNucaO5-nBz9r-0Ejd2Un4d0Z2P2LG5_llSpcl5fAStCSYxcaIuXaoH_TcUXfEktxouHbAjwOicUn9vf17frlVNxvOwYf44cYRHfnSQUvZL0B2rRbtKaCs0WFuc/s1600/contoh-ceramah.jpg" title="Contoh tema ceramah" /&gt;&lt;/a&gt;Salah satu tokoh tercela dalam panggung sejarah kehidupan yang terabadikan dalam al Qur'an adalah Abu Lahab, dinobatkan sebagai penentang keras terhadap dakwah Nabi Muhammad saw, ia termasuk masih kerabat sendiri, secara nasab Abu Lahab adalah pamannya sendiri atau saudara dari ayah Nabi Muhammad saw yaitu Abdullah. Tidak seperti paman lainnya yang justru membantu dan melindungi seperti Hamzah ra. Abu Lahab berbeda dengan Abu Lahab plus isterinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Abu Lahab adalah nama julukan (&lt;i&gt;alam laqab&lt;/i&gt;) nama aslinya adalah Abdul ‘Uzza bin Abdul Muthalib, masih sedarah dengan Ayahanda Nabi Muhammad saw itu sendiri yaitu Abdullah. Ia tergolong tokoh kaum kafir Quraisy yang sangat disegani dan ditakutim sebagai pelajaran bagi ummat ummat setelahnya karena saking istimewa buruknya ia hingga diceritakan dalam satu surat penuh. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ. مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam ayat tersebut Allah menyebutkan ‘kedua tangan’ Abu Lahab, isyarat bahwa totalitas yang dilakukan oleh Abu Lahab dalam menentang dakwah Nabi saw berakibat sedikitpun amal perbuatannya tidak bermanfaat bagi dirinya di dunia dan masa depan akhiratnya. Isterinya se-ide dengan Abu lahab, tugas isterinya sebagai pihak penyebar isu dan fitnah yang dilancarkan kepada dakwah islamiyah, hakekatnya bukan menolong melainkan justru memperbesar kobaran api neraka jahannam yang akan membakar Abu Lahab termasuk diri isterinya sendiri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lebih jauh bila kita lihat perdalam diksi &lt;i&gt;aghna&lt;/i&gt; yang disebut dalam bentuk kata kerja lampau memberikan pengertian, Abu Lahab tidak butuh pertolongan yang bisa menyelamatkan karena akan sia sia, saking &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/2014/10/dengki.html"&gt;dengki&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/2014/02/d-u-r-h-k-a.html"&gt;durhaka&lt;/a&gt; -nya dalam menentang ajaran tauhid yang disebarkan oleh pasangan keluarga pamannya itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Siksa pedih yang diterima sangat mengerihkan, sebagaimana firman Allah dalam ayat selanjutnya: “&lt;i&gt;Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) isterinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut&lt;/i&gt;. (QS. al-Lahab: 3-5), isteri yang semestinya menjadi belahan jiwa, kepadanya apapun rela dikorbankan, justru digambarkan sebagai seorang istri yang tersiksa bersama sama, sama sekali harta dan usahanya tidak berguna, bahkan sang isteri seolah memperbesar kobaran api neraka, laksana pembawa kayu bakar yang menuangkan ke dalam nyala api yang sedang sengit-sengitnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tidak hanya itu, isteri Abu Lahab nama aslinya adalah Arwa justru malah dihinakan dengan memakai kalung dari sabut, sejenis tali kuat yang dipakai orang Yaman. Keadaan ini mengesankan adanya penistaan keadaan dari semestinya. Wajarnya leher menjadi tempat perhiasan sejenis emas atau berlian, sebagai bentuk penghinaan siksanya, justru leher isterinya dikalungi sejenis tali saja yang kuat mencekik leher.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Surat al-Lahab sedemikian istimewa dalam menggambarkan dahsatnya siksa Abu Lahab,  kalau kita cermati, kedua tokoh pelaku dalam surat al-Lahab tidak disebutkan nama aslinya, menurut Mutawalli Sya’rawi, bila sebuah tokoh nama aslinya memberikan isyarat kemungkinan adanya pengulangan dalam sejarah-sejarah hidup berikutnya. Atas dasar pijakan pendapat tersebut, kita mesti mengambil pelajaran dan mengantisipasi sejak dini agar tidak terjebak dengan sifat identiknya Abu Lahab. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Latar belakang turunnya surat al-Lahab (&lt;i&gt;asbabun nuzul&lt;/i&gt;), suatu hari di waktu pagi di dekat bukit Shafa, Rasulullah saw mengumpulkan orang banyak, kemudian berkata:”Seandainya aku menyampaikan kepadamu bahwa akan ada musuh yang menyerang di pagi atau sore hari, apakah kamu akan mempercayaiku?”, mereka menjawab:”Kami tidak pernah mengetahui kamu berbohong.” Nabi kemudian menjelaskan tentang ancaman hari akhir, spontan Abu Lahab berkata:”binasalah engkau sepanjang hari!, Apakah untuk itu engkau mengumpulkan kami. (Tafsir Al Mishbah: XV, 2007) Kemudian turunlah surat al-Lahab. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/2016/03/dahsyatnya-siksa-abu-lahab.html"&gt;Dahsyatnya siksa Abu Lahab&lt;/a&gt; sebagai penentang ajaran tauhid terlihat nyata dipenghujung hayatnya, ia meniggal diserang penyakit lepra, hingga tiga hari mayatnya tidak ada satupun yang berani menguburkannya karena takut tertulari penyakitnya, kemudian mereka sepakat dengan kayu panjang mendorong mayat Abu Lahab ke liang kuburnya. Sungguh sebuah pelajaran berharga bagi kita yang membaca dan memahami al Qur'an secara mendalam.&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgliYUnJC7fIO58LbXB_zNucaO5-nBz9r-0Ejd2Un4d0Z2P2LG5_llSpcl5fAStCSYxcaIuXaoH_TcUXfEktxouHbAjwOicUn9vf17frlVNxvOwYf44cYRHfnSQUvZL0B2rRbtKaCs0WFuc/s72-c/contoh-ceramah.jpg" width="72"/><georss:featurename xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">Yayasan Soebono Mantofani, Jl. Sumatera No.75, Jombang, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15414, Indonesia</georss:featurename><georss:point xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-6.2958728 106.7020698</georss:point><georss:box xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-58.8209823 24.084882300000004 46.2292367 -170.6807427</georss:box></item><item><title>Gerhana Matahari 2016 Perspektif Quran</title><link>http://ceramahsingkat.blogspot.com/2016/03/gerhana-matahari-2016-perspektif-quran.html</link><category>ceramah singkat</category><category>filsafat</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Sat, 5 Mar 2016 13:00:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6881818749366517075.post-5639695286319987825</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYC4we2ZgVxfk8jLRwgjXkXx8p6BOlEmdO2SWqI7eHXCtoZabQLmVoufzZN4WbVBqfBYZYTev0RV0cFTFgsrG7MHu1hBWhpeQNDlaZ0XQmFc1mXLTk5bJaqd-m7nEjax_P-2sWk-MXK6P6/s1600/Ceramahsingkat.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Ceramah singkat adalah media berbagi contoh ceramah dalam bentuk naskah dan video" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYC4we2ZgVxfk8jLRwgjXkXx8p6BOlEmdO2SWqI7eHXCtoZabQLmVoufzZN4WbVBqfBYZYTev0RV0cFTFgsrG7MHu1hBWhpeQNDlaZ0XQmFc1mXLTk5bJaqd-m7nEjax_P-2sWk-MXK6P6/s1600/Ceramahsingkat.gif" title="ceramah singkat" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;Setting&lt;/i&gt; tata surya sudah &lt;i&gt;by design&lt;/i&gt; dari Allah tertata sedemikian canggih, bahwa menurut informasi kalam-Nya, Matahari dan Rembulan beredar sesuai garis edarnya masing masing, termasuk matahari. Akan tetapi peredaran matahari tidak seperti planet lain yang justru mengelilingi matahari. &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/2016/03/gerhana-matahari-2016-perepektif-quran.html"&gt;Gerhana Matahari 2016 perspektif Quran&lt;/a&gt; maupun kajian fisika tidak lain adalah karena peredaran tersebut yang mendorong terciptanya Gerhana Total maupun sebagian. Diyakininya secara teologis bahwa matahari juga beredar dengan memijakkan pedomannya pada ayat di bawah ini.  &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ. وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّى عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ. لَا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya&lt;/i&gt;. (QS. Yaasin: 38-40)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Panorama langit pagi yang biasanya terang benderang bertabur sinar mentari, akan tampak berbeda di tanggal 9 maret 2016 berubah panorama gelap kebiruan, pasalnya terjadi gerhana matahari total, yang dapat disaksikan di 11 propinsi di Indonesia.  keunikannya adalah, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimatan Barat, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Bengkulu, Sumatera Barat. Di kota Maba Halmahera suasana malam akan bertahan sampai 3 menit.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Gerhana matahari terjadi karena letak bumi-bulan-matahari berada pada garis yang sejajar, sehingga piringan matahari tertutup oleh bulan dan menyebabkan sinar matahari terhalang oleh bulan. Gerhana matahari total ini menjadi pandangan istimewa karena hanya terjadi setiap 350 tahun sekali, Penulis pernah merasakan gelapnya gerhana matahari di Gresik Jawa Timur ketika masih kecil, dan saat ini bisa menyaksikan di daerah dengan koordinat yang berbeda, walaupun tidak total seperti 12 propinsi di atas, masih bersyukur karena Sumatera Selatan merupakan lintasan gerhana matahari total adalah daerah terdekat dengan Ibukota Jakarta sehingga saya masih ‘kecipratan’ menjadi sakasi panorama matahari sabitnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Waktu Gerhana Matahari Total&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adapun perlintasan yang dilalu gerhana matahari total diperkirakan dari samudera Hindia sampai Hawai, kemudian diindonesia dimulai dari mentawai dan terus merambat di wilayah wilayah lain,  Adapun waktu dilaluinya gerhana matahari total, dalam sebuah situs terpercaya disebutkan sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style="text-align: left;"&gt;Mentawai, 06.20 WIB, &lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: left;"&gt;Palembang, 07.20 WIB, &lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: left;"&gt;Bangka Belitung, 07.21 WIB&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: left;"&gt;Tanjung Pandan, 07.22 WIB&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: left;"&gt;Sampit, 07.27 WIB&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: left;"&gt;Palangkaraya, 07.28 WIB&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: left;"&gt;Balikpapan, 08.33 WITA&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: left;"&gt;Palu, 08.33 WITA&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: left;"&gt;Poso, 08.38 WITA&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: left;"&gt;Luwuk, 08.41 WITA&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: left;"&gt;Ternate, 09.51 WIT&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: left;"&gt;Halmahera, 09.45 WIT&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada dasarnya gerhana matahari tidak berbahaya, asalkan mengerti cara mengamatinya, memang..!, cahaya matahari yang berlebihan akan merusak mata dan menyebabkan kebutaan permanen. Namun sayang sekali bila gerhana matahari ini terlewatkan begitu saja. Kita akan kehilangan momentum kebesaran ayat kauniyah ini, oleh karena itu harus mengerti caranya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Cara Aman menyaksikan Gerhana Matahari&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sinar matahari bisa merusak dan menyebabkan kebutaan permanent, tetapi sayang sekali bila fenomena alam ini dilewatkan begitu saja. Oleh karena itu kita harus mengerti cara aman untuk menyaksikannya. Gunakan alat peredam sinar matahari atau optik khusus seperti biokuler kacamata khusus, hal ini harus dipersiapkan jauh hari seperti alat. Jangan pernah melihat dengan mata langsung, karena justru cahaya yang tak nampak itulah yang merusak mata kita, karena sinar ultravioletnya ganas ketika tidak bersamaan dengan sinar mahatari karena itu gunakan alat yang benar benar aman dan amati sebagai bentuk pengamalan ayat tentang perintah mempelajari ayat kauniyah Allah swt. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Peredaran Bumi, Bulan, Matahari dan Bintang gumintang sebagai manzilah tidak lain adalah salah satu kebesaran ciptaan Allah swt, bumi dengan adanya matahari dan rembulan mejadi tahu tentang waktu. Mereka beredar di manzilah manzilah yang diakui  ada 12 manzilah atau bintang yaitu;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Aqrab (Scorpio), &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Asad (Leo), &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Caus (Sagitarius), &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dalwu (Aquarius), dan &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hamal (Aries), &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hut (Pisces)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jadyu (Capricorn), &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jauza’ tauaman (Gemini), &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mizan (Libra), &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;saratan (cancer), &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Saur (Taurus), &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sumbulah (Virgo), &lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ayat lain yang disinyalir sebagai ayat tentang gerhana adalah, ayat yang menyebutkan giliran siang dan malam yang tidak salaing mendahului, artinya tidak mungkin terjadi siang hingga malam tidak kebagian jatah, pun demikian tidak akan terjadi malam hingga siang tidak kebagian cahaya terangnya, adapun panorama gelap 9 maret yang akan datang adalah hanya disebabkan kesejajaran antara garis edar bumi dan rembulan yang sejajar dengan posisi matahari, sehingga cahaya siang dterhalang oleh rembulan. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Walau bagaimanapun tidak ada yang mistis dalam terjadinya gerhana baik matahari maupun rembulan, gerhana matahari total 2016 ini adalah sebagai tanda kekuasaan Allah, bukan sebab lain yang bersifat mistis dan mengada-ada, seperti yang santer beberapa bulan lalu soal &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/2015/04/gerhana-bulan-merah-darah-dan-mitosnya.html"&gt;gerhana bulan merah darah dan mitosnya&lt;/a&gt;, sebagaimana sabda Rasul saw. “&lt;i&gt;Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua ayat-ayat Allah tidak terjadi gerhana karena kematian atau kehidupan siapapun&lt;/i&gt;” (Al-Bukhari).  Semoga kita bisa memetik pelajaran yang banyak dari ayat kauniyan ini…&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYC4we2ZgVxfk8jLRwgjXkXx8p6BOlEmdO2SWqI7eHXCtoZabQLmVoufzZN4WbVBqfBYZYTev0RV0cFTFgsrG7MHu1hBWhpeQNDlaZ0XQmFc1mXLTk5bJaqd-m7nEjax_P-2sWk-MXK6P6/s72-c/Ceramahsingkat.gif" width="72"/><georss:featurename xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">Yayasan Soebono Mantofani, Jl. Sumatera No.75, Jombang, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15414, Indonesia</georss:featurename><georss:point xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-6.2958728 106.7020698</georss:point><georss:box xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-6.3590043 106.6213888 -6.2327413 106.7827508</georss:box></item><item><title>Bahaya Makan Berlebihan</title><link>http://ceramahsingkat.blogspot.com/2015/04/bahaya-makan-berlebihan.html</link><category>ceramah singkat</category><category>renungan</category><category>tasawuf</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Mon, 13 Apr 2015 13:55:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6881818749366517075.post-252940856977890521</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAgoV3-_BQQ6yzlAL_pdvWoL9zpPW8wA71nqhJJDBtMV43l-Ceq9b_zpF8Ko49uZzE5K8EpYhcH8pX34fy0GcDIGD5cIHI7fmxDl_RrF-V-VVSkHUDTUJ36zB3k_ffsFyrG9tf8v_bjRKE/s1600/bahaya+makan+berlebihan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAgoV3-_BQQ6yzlAL_pdvWoL9zpPW8wA71nqhJJDBtMV43l-Ceq9b_zpF8Ko49uZzE5K8EpYhcH8pX34fy0GcDIGD5cIHI7fmxDl_RrF-V-VVSkHUDTUJ36zB3k_ffsFyrG9tf8v_bjRKE/s1600/bahaya+makan+berlebihan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Berlebihan dalam hal makan sangat tidak dianjurkan dalam ajaran agama Islam, terlebih lagi makanan yang diharamkan, makanan yang halal akan dihisab sedangkan makanan yang haram akan mendatangkan adzab. Bahaya berlebihan makanan membahayakan kesehatan terlebih sangat membahayakan kondisi spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah swt.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/"&gt;ceramah singkat&lt;/a&gt; ini akan diperdalam pembicaraannya dalam kasus &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/2015/04/bahaya-makan-berlebihan.html"&gt;bahaya makan berlebihan&lt;/a&gt; terhadap kinerja spirtualitas dalam mendekatkan diri kepada Allah swt. Ditemukan di dalam kitab minhajul abidin karya Imam Ghazali, paling tidak ada 10 bahaya berlebihan makan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Pertama,&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
إن فى كثرة الأكل قسوة القلب&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sesungguhnya dalam berlebihan makan ada hati yang keras, &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/"&gt;Bahaya makan berlebihan&lt;/a&gt; menyebabkan hati menjadi keras dan hilangnya sinar hati dari petunjuk Allah. Kehilangan sinar hati dari petunjuk Allah adalah kerugian besar bagi seorang mukmin, karena dengan hilangnya petunjuk yang menciptakan hidup ‘nyasar’ dari rel agama yang benar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Perut yang diisi makanan berlebihan bagaikan memanaskan bejana di atas tungku, sedang di atas bejana yang dipanaskan tadi ada sebuah benda, bila tungku dinyalakan terus menerus maka benda yang berada di atas bejana akan gelap karena asapnya dan bahkan bisa menggosongkan benda tersebut. Kayu sebagai bahan bakar tungku itu adalah makanan sedangkan bejana diserupakan perut dan hati berada di atas perut tersebut. Pada akhirnya hati menjadi gelap dan keruh begitula itulah analogi filosofis hati yang keras karena makan berlebihan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Kedua,&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
إن فى كثرة فتنة الأعضاء وهيجها وأنبعاثها للفضول والفساد&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
sesungguhnya banyak makan menyebabkan penyakit bagi anggota tubuh, gerak yang dihasilkannya dan berlebihan serta kerusakan yang ditimbulkannya. Abu Ja’far berpendapat, bila perut dalam keadaan kenyang maka anggota tubuh menjadi lapar, sebaliknya perut lapar (puasa). Maksud dari ungkapan tersebut, bila perut lapar maka anggota tubuh lainnya mudah terjaga dari aktifitas yang tidak perlu atau dengan kata lain sudah kenyang, sebaliknya perut yang berlebihan makan akan menjadikan anggota tubuh lain lapar dan mencari aktifitas yang tidak berkualitas&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Terlebih lagi bila sumber makanan itu diperoleh dari usaha yang haram. Makanan dan perut laksana benih dan media tanam, makanan yang haram akan menumbuhkan perbuatan yang haram, begitu pula sebaliknya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
إن فى كثرة الأكل قلة الفهم والعلم &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Banyak makan menyebabkan sedikit pemahaman dan pengetahuan, ada unkapan &lt;i&gt;innal bathnah yudzhibna fathonah&lt;/i&gt; (perut menghilangkan kecerdasan). Yang dimaksud di sini adalah perut yang berlebihan makanan. Imam Ad Darani ra, seringkali mencegah makan bila ia punya tujuan ukhrawiy hingga tercapai tujuannya. Keempat, Sesungguhnya banyak makan mengurangi ibadah, makan berlebihan membuat badan menjadi bera diajak beribadah, mengantuk dan lain sebagainya. Hal ini tentu sangat logis   &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Kelima&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
إن فى كثرة الأكل فقد حلاوة العبادة &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berlebihan makan menghilangkan rasa manisnya beribadah, Dalam hal ini Abu Bakar as-Shiddiq mengaku tidak pernah makan sampai kenyang selma beliau masuk Islam karena khawatir rasa manisnya dalam beribadah berkurang. Oleh karena itu Rasulullah memuji Abu Bakar ra bukan dari segi banyaknya sholat dan puasa, tetapi ia mempunyai sesuatu yang sedikit saja untuk dirinya. Senada dengan pengakuan Ad-Darani ra, bahwa ia lebih manis dalam beribadah bila dalam keadaan perut dan punggungnya menempel (bc. lapar)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Keenam&lt;/i&gt;, Banyak makan dikhawatirkan akan terjatuh dalam perkara makan yang syubhat, karena kebiasan makan yang banyak menjadi terbiasa untuk rakus, dalam kondisi demikian sistem filterisasi menjadi berkurang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Ketujuh&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;إن فيه شغل القلب والبدن بتخصيله&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Banyak makan membuat sibuknya hati dan badan dalam menghasilkannya. Bila kita merenung maka akan kita dapati orang yang butuh makan banyak akan menjadikan dirinya sengsara, sengsara memikirkan banyaknya kebutuhan untuk makan tentu berpengaruh juga dalam usaha memperolehnya, bila sudah memperoleh makan, maka selanjutnya adalah sibuk, memasak kemudian membersihkan wadahnya, tidak sebanding dengan waktu yang dipakai untuk memakan makanan yang telah diusahakan tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Malik bin Dinar, seorang tokoh sufi terkenal merasa malu bila bolak-balik ke kamar kecil karena buang kotoran atau buang air kecil akibat makanan yang dimakan, hingga beliau berandai-andai, seandainya Allah menciptakan makanannya dari kerikil dimana sekali hisab nutrisinya bisa cukup hingga akhir ajal tiba tentu waktu yang dipakai ibadah bisa lebih lama.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Kedelapan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
ما يناله من أمور الأخرة وشدة سكرات الموت&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tidak memperoleh kebaikan dalam urusan akhirat dan memperberat sakaratul maut.  Diriwayatkan bahwa beratnya sakaratul maut berbanding terbalik dengan banyaknya mengenyam kenikmatan duniawi, semakin banyak merasakan kenikmatan duniawi, maka semakin berat sakaratyul mautnya. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Kesembilan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
نقصان الثواب فى العقبى&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berkurangnya pahala di akhirat, karena telah mendapatkan kenikmatan duniawi sedemikian sehingga berkuranglah kenikmatan di akhirat. &lt;i&gt;Kesepuluh&lt;/i&gt; orang yang banyak makan kelak diakhirat dihisabnya lebih lama, karena lebih banyak yang ia pertanggung jawabkan di hadapan Allah swt, makan yang halal ada hisabnya sedangkan makanan yang haram ada adzabnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Demikian besar madharat yang didapat bagi orang makan berlebihan, padahal kesepuluh bahaya diatas tersebut adalah prihal makanan yang halal, tentu tidak bisa dibayangkan bagaimana dengan orang yang banyak makan harta yang haram. Makan dalam konteks ini tidak bisa hanya dinilai dari segi sesuatu yang masuk perut,tetapi semua kebutuhan, seperti pakaian, kendaraan, tempat tinggal dan lain lain. &lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAgoV3-_BQQ6yzlAL_pdvWoL9zpPW8wA71nqhJJDBtMV43l-Ceq9b_zpF8Ko49uZzE5K8EpYhcH8pX34fy0GcDIGD5cIHI7fmxDl_RrF-V-VVSkHUDTUJ36zB3k_ffsFyrG9tf8v_bjRKE/s72-c/bahaya+makan+berlebihan.jpg" width="72"/><georss:featurename xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">Yayasan Soebono Mantofani, Jl. Sumatera No.75, Jombang, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15414, Indonesia</georss:featurename><georss:point xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-6.2958728 106.7020698</georss:point><georss:box xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-37.0457388 65.3934758 24.4539932 148.0106638</georss:box></item><item><title>Gerhana Bulan Merah Darah dan Mitosnya</title><link>http://ceramahsingkat.blogspot.com/2015/04/gerhana-bulan-merah-darah-dan-mitosnya.html</link><category>ceramah singkat</category><category>filsafat</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Sun, 5 Apr 2015 00:59:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6881818749366517075.post-5167723486242801662</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_6_t51FnuH05LR5JHN1V9_tTlOTVVQ4ddmHAxXyrNYbcjG1YvUS22aOFWb9fC7Y7VPJUa_a2ipusqB9Xklg2yCar20mndqK8gNNQmGOiI89tWuCngHAuxxTqUU-qr4M42qXBrcf3_ZrOR/s1600/ceramah+gerhana+bulan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_6_t51FnuH05LR5JHN1V9_tTlOTVVQ4ddmHAxXyrNYbcjG1YvUS22aOFWb9fC7Y7VPJUa_a2ipusqB9Xklg2yCar20mndqK8gNNQmGOiI89tWuCngHAuxxTqUU-qr4M42qXBrcf3_ZrOR/s1600/ceramah+gerhana+bulan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kabar tersiar bahwa pada hari Sabtu, 4 April 2015 akan terjadi gerhana bulan merah darah (blood moon), ini termasuk salah satu fenomena unik yang jarang kita temui, mungkin karena keunikan tersebut sehingga membangkitkan adanya fenomena &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/2015/04/gerhana-bulan-merah-darah-dan-mitosnya.html"&gt;gerhana bulan merah darah dan mitosnya &lt;/a&gt;berkembang se antero dunia, sejatinya gerhana itu terjadi karena posisi bulan berada pada garis lurus dengan matahari sehingga sinar matahari yang mengenai bulan tertutup oleh bayangan bumi, fenomena ini bisa diamati dengan mata telanjang dan sama sekali tidak berbahaya, tentu langit harus dalam keadaan cerah, karena hal itu menjadi syarat mutlak untuk melihat rembulan.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Macam macam gerhana bulan diantaranya adalah gerhana bulan total dimana semua sisi rembulan dibayangi oleh bayangan inti bumi, fenomena ini bisa mencapai 1 jam 47 menit. Gerhana sebagian jika hanya sebagian bulan saja yang masuk ke daerah umbra Bumi, Gerhana bulan penumbral total Pada gerhana bulan jenis ini, bulan masuk ke dalam penumbra. Tetapi tidak ada bagian Bulan yang masuk ke umbra atau tidak tertutupi oleh penumbra. Pada kasus seperti ini, gerhana bulannya kita namakan gerhana bulan penumbral total.  Gerhana Bulan Penumbral Sebagian Dan gerhana bulan jenis terakhir ini, jika hanya sebagian saja dari Bulan yang memasuki penumbra, maka gerhana bulan tersebut dinamakan gerhana bulan penumbral sebagian.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzO-JF90Xz-P-kKRjhFj5Ow873xVszugAnHDTGyc9ecitpf05GPsR9tZY3P5dI6UjQ2QLOD9rekWLdsipwJ_al8Xfk3HIEgYMkYcbr49x4c9yMeFuXm6MLl2KDfYd-pEiVghlcGHfxnM6N/s1600/gerhana+bulan+sebagian.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzO-JF90Xz-P-kKRjhFj5Ow873xVszugAnHDTGyc9ecitpf05GPsR9tZY3P5dI6UjQ2QLOD9rekWLdsipwJ_al8Xfk3HIEgYMkYcbr49x4c9yMeFuXm6MLl2KDfYd-pEiVghlcGHfxnM6N/s1600/gerhana+bulan+sebagian.jpg" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;Gerhana sebagian &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1y8m47ibiMSt2ROq8wp2gguy3ayDxpcenNt5o9I5QLua1wELX9zHlhu_nhNBxU-3dnk1GVLpVTSmeykC-qrJhRqL4OpVM3Ph51Rm9mMB9qkVggYzMUJzOQmH_knJMLyfFqOnqXtPtO5Da/s1600/gerhana+bulan+total1.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1y8m47ibiMSt2ROq8wp2gguy3ayDxpcenNt5o9I5QLua1wELX9zHlhu_nhNBxU-3dnk1GVLpVTSmeykC-qrJhRqL4OpVM3Ph51Rm9mMB9qkVggYzMUJzOQmH_knJMLyfFqOnqXtPtO5Da/s1600/gerhana+bulan+total1.png" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;Gerhana Total &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiL9WjZ9Rn544wQUJ-Pm8LwBmmwklvza7_qBvSxEkQNEB6E2Qv-2EPs9phF_hTVaMrgnQoHU8RtutAF3qXgN0J2WKWVIjFWXolCCvBwU8TDfNEL9Erh-7Y0zRc27hPrK__gVNHpHJ1LPUB1/s1600/gerhana+bulan+total.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiL9WjZ9Rn544wQUJ-Pm8LwBmmwklvza7_qBvSxEkQNEB6E2Qv-2EPs9phF_hTVaMrgnQoHU8RtutAF3qXgN0J2WKWVIjFWXolCCvBwU8TDfNEL9Erh-7Y0zRc27hPrK__gVNHpHJ1LPUB1/s1600/gerhana+bulan+total.png" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;Gerhana bulan penumbral total &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Karena gerhana ini terjadi sebagai fenomena alam, maka sudah barang tentu sejak dahulu kala juga pernah terjadi, artinya bukan disebabkan ada fenomena sosial menyimpang atau angkara murka yang menyebabkan rembulan tertutup oleh penumbral bumi. Tidak seperti pada saat saya kecil yang ‘dipaksa’ meyakini bahwa gerhana adalah peristiwa rembulan dimakan oleh buto kala dan untuk mengembalikan rembulan yang dimakan tersebut rame rame diperintah memukul lumpang agar buto kala mengeluarkannya kembali hohohoho...,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ada juga yang mempercayai bahwa saat itu Yesus turun ke Bumi, berbeda pula dengan kepercayaan suku India yang mempercayainya gerhana disebabkan oleh adanya naga, dibelahan Amerika ada kepercayaan bahwa gerhana adalah tanda dari Tuhan dan mitos mitos lain yang berkembang diseluruh jagad raya ini. Entahlah apakah sampai saat ini masih ada kepercayaan yang demikian.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebagai hamba Allah yang mengimani bahwa seluruh kejadian Alam adalah atas kuasa-Nya termasuk dijadikannya matahari dan rembulan bahwa semua itu adalah bukti (ayat) kekuasan dan kemaha perkasaan Allah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَمِنْ آَيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
“&lt;i&gt;Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak sembah.&lt;/i&gt;” (QS. Fushilat: 41)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kepercayaan jahiliyah pada saat wafatnya Putra Rasulullah saw yang bernama Ibrahim bertepatan dengan terjadinya gerhana, mereka orang orang jahiliyyah mempercayai bahwa gerhana terjadi karena mengiring kematian putra Rasul saw, kepercayaan tersebut adalah tidak benar sebagaimana sabda Rasul saw;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;”Matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Kedua gerhana tersebut tidak terjadi karena kematian atau lahirnya seseorang&lt;/i&gt;.” (HR. Bukhari no. 1060 dan Muslim no. 904).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sini dapat kita pahami secara jelas bahwa, &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/2015/04/gerhana-bulan-merah-darah-dan-mitosnya.html"&gt;gerhana rembulan merah darah dan mitosnya&lt;/a&gt; adalah tidak benar, sama halnya dengan membandingkan, setiap pagi ayam berkokok, tetapi kita tentu meyakini bahwa pagi bukanlah disebabkan ayam berkokok..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_6_t51FnuH05LR5JHN1V9_tTlOTVVQ4ddmHAxXyrNYbcjG1YvUS22aOFWb9fC7Y7VPJUa_a2ipusqB9Xklg2yCar20mndqK8gNNQmGOiI89tWuCngHAuxxTqUU-qr4M42qXBrcf3_ZrOR/s72-c/ceramah+gerhana+bulan.jpg" width="72"/><georss:featurename xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">Yayasan Soebono Mantofani, Jl. Sumatera No.75, Jombang, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15414, Indonesia</georss:featurename><georss:point xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-6.2958728 106.7020698</georss:point><georss:box xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-37.0457388 65.3934758 24.4539932 148.0106638</georss:box></item><item><title>Terminologi Poligami dalam berbagai agama</title><link>http://ceramahsingkat.blogspot.com/2015/03/terminologi-poligami-dalam-berbagai.html</link><category>ceramah singkat</category><category>kajian fiqh</category><category>opini</category><category>tafsir</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Wed, 4 Mar 2015 12:50:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6881818749366517075.post-300812797121946093</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVrdidPIJ7wXfcRE-ouyRtFz0ESajEjTaw3jQDLXbEL8bJkJy_MzsbAN3antbTWmrGMzuARODTHcxZvGpUm5g3kKTnADeJXED8ZG6maHCBLK_HTomr6UDspWU78-kpoK4JyvDhTKqKV6K2/s1600/ceramah-singkat-Poligami.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVrdidPIJ7wXfcRE-ouyRtFz0ESajEjTaw3jQDLXbEL8bJkJy_MzsbAN3antbTWmrGMzuARODTHcxZvGpUm5g3kKTnADeJXED8ZG6maHCBLK_HTomr6UDspWU78-kpoK4JyvDhTKqKV6K2/s1600/ceramah-singkat-Poligami.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/"&gt;CERAMAH SINGKAT&lt;/a&gt;, Terminologi &lt;b&gt;poligami&lt;/b&gt; selalu menjadi perbincangan yang tak kunjung habis, semakin &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/2015/03/terminologi-poligami-dalam-berbagai.html"&gt;terminologi poligami dalam berbagai agama&lt;/a&gt; agama di dunia, dalam hal ini kami memasukkan agama ardhi sebagai sebuah kredo agama seperti hindu, budha, kristen dan terutama islam, karena penulis masih punya banyak tulisan yang berkaitan dengan &lt;b&gt;poligami&lt;/b&gt; dan akan kami posting di beberapa hari ke depan, ikuti kelanjutannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Poligami semakin digali semakin bermunculan efek sosial dan problematika keluarga yang muncul, terlebih lagi bila kedua belah pihak sudah mempunyai tanggung jawab keluarga, dapat dipastikan efek dominonya akan bermunculan untuk menyandinginya, tulisan ini bukan bermaksud menjadi tulisan yang berbau sarkasme tetapi melihatfakta yang terjadi di beberapa kasus &lt;b&gt;poligami&lt;/b&gt;, karena semua lintasan hidup manusia tentu berbeda antara individu satu dengan individu lainnya. mungkin atas dasar pertimbangan efek sosial dan keluarga inilah sehingga di beberapa negara &lt;b&gt;poligami&lt;/b&gt; dipuskan seperti Tunisia dan Turki&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Diakui atau tidak diakui ‘&lt;b&gt;poligami&lt;/b&gt;’ seolah-olah menjadi sebuah nama monster menakutkan bagi sebagian besar kaum hawa, karena itu &lt;b&gt;poligami&lt;/b&gt; harus mendapat ruang tersendiri untuk membicarakannya lebih detail namun dalam tulisan ini hanya sebatas memberikan muqaddimah pandangan agama agama di dunia tentang prinsip dasar yang dipakai sebagai batu pijakan kasus &lt;b&gt;poligami&lt;/b&gt;. Kami tidak tahu persis apa landasan &lt;b&gt;poligami&lt;/b&gt; agama-agama lain selain Islam, tetapi yang kami tahu dari beberapa sumber antara lain akan dikemukakan di bawah ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam soal keluarga hampir tidak ada yang bertentangan kecuali soal &lt;b&gt;poligami&lt;/b&gt; dan nikah beda agama, nikah beda agamapun mempunyai aturan tersendiri di dalam Islam, dan pada dasarnya pernikahan beda agama juga tidak di anjurkan. Hal itu dilakukan hanya semata mata sebagai alasan terakhir jika menemui jalan buntu. Pada mulanya arti Poligami adalah sistem perkawinan yang salah satu pihak memiliki atau mengawini beberapa lawan jenisnya dalam waktu yang bersamaan, bila istri memiliki beberapa pasangan biasanya lebih dikenal dengan nama poliandri, definisi ini sama halnya menurut antropologi sosial.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menurut pagangan hukum Hindu, &lt;b&gt;poligami&lt;/b&gt; adalah hal dilarang, biasanya hanya dilakukan oleh sebagian kecil penganutnya dari kasta tertentu saja denga alasan unsur politis dan strategis. Misalnya Manawa Dharmasastra Buku ke-3 (Tritiyo ‘dhayayah) ada pasal yang berbunyi "Asapinda ca ya matura, sagotra ca ya pituh, sa prasasta dwijatinam, dara karmani maithune." Artinya, Seorang gadis yang bukan sapinda dari garis-garis ibu, juga tidak dari keluarga yang sama dari garis bapak dianjurkan untuk dapat dikawini oleh seorang lelaki dwijati." Pengertiannya adalah perkawinan itu dianjurkan satu orang gadis mempunyai satu orang laki-laki (monogami) itupun dipilihkan suami iyang sudah dwijati (mapan dan mandiri).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kita tahu bahwa cerita maha bharata yang banyak diilhami agama Hindu memang banyak mengisahkan praktek poligami, sebut saja Prabu Pandhu Dewanata yang mempunyai isteri Dewi Madrim dan dewi Kunthi, atau Werkudara yang mempunyai isteri Dewi Nagagini, Dewi Arimbi dan Dewi Urang Ayu, tentu kisah ini kurang tepat jika dijadikan sebagai landasan &lt;b&gt;poligami&lt;/b&gt; secara umum. Mereka memiliki kasta tersendiri. Begitupula dalam agama Yahudi, meskipun tidak melarang namun sebagian penganutnya, kini berbagai kalangan dalam agama Yahudi  melarangnya&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lain lagi dengan Budha, yang tidak menegaskan relegiusitas boleh dan tidaknya berpoligami, Budha Gautama hanya memberikan nasehat tentang cara berumah tangga, tidak menyebutkan secara detail hukum berpoligami.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam Agama Islam yang paling sering dipakai landasan untuk berpoligami adalah QS. An Nisa’: 2&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلَّا تَعُولُوا. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam ayat tersebut di atas adalah ayat yang berkaitan dengan anak yatim yang kemudian berlanjut dengan menikah lebih dari satu, tentu ada makna implisit dari penyebutan anam yatim di sana, dan perlu dikaji ulang bahwa dalam surat an-Nisa ini beberapa ayat setelahnya masih berkaitan dengan pemeliharaan anak yatim sebelum membahas soal pembagian warisan. Poligami yang dilakukan oleh Rasul pada 8 Tahun usianya sebelum meninggal berpulang keharibaan-Nya adalah sebuah pernikahan yang berdimensi ibadah sosial untuk menaikkan derajat perempuan dikalangan Arab yang feodal pada masa itu, yang dinikahipun mayoritas adalah janda yang ditinggal suaminya meninggal dunia kecuali Aisyah ra.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam sebuah riwayat diceritakan, Nabi Muhammad saw marah besar ketika mendengar putrinya, Fatimah akan dimadu oleh Ali bin Abi Thalib. Ketika mendengar kabar itu, nabi pun langsung masuk ke masjid dan naik mimbar, lalu berseru: “Beberapa keluarga Bani Hasyim bin al-Mughirah meminta izin kepadaku untuk mengawinkan putri mereka dengan Ali bin Abi Thalib. Ketahuilah, aku tidak akan mengizinkan, sekali lagi tidak akan mengizinkan. Sungguh tidak aku izinkan, kecuali Ali bin Abi Thalib menceraikan putriku, kupersilakan mengawini putri mereka. Ketahuilah, putriku itu bagian dariku; apa yang mengganggu perasaannya adalah menggangguku juga, apa yang menyakiti hatinya adalah menyakiti hatiku juga”. (&lt;i&gt;Jami’ al-Ushul, juz XII, 162&lt;/i&gt;)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dasar inilah yang dipakai oleh kalangan agamawan untuk menentang praktik &lt;b&gt;poligami&lt;/b&gt;, Mahkamah Konstitusi sendiri menyatakan bahwa ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, menyatakan bahwa asas perkawinan adalah monogami, dan &lt;b&gt;poligami&lt;/b&gt; diperbolehkan dengan alasan, syarat, dan prosedur tertentu tidak bertentangan dengan ajaran Islam dan hak untuk membentuk keluarga. Yang harus diingat adalah, suami tidak boleh bersifat egoistik mementingkan mawadah untuk dirinya sendiri tanpa memperhatikan mawaddah orang lain (isteri), karena prinsip dasar keluarga bahagia adalah saling memiliki tanpa pamrih (mawaddah). Sampai di sini tulisan &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/2015/03/terminologi-poligami-dalam-berbagai.html"&gt;terminologi &lt;b&gt;poligami&lt;/b&gt; ditinjau dari berbagai agama&lt;/a&gt;, kami akan mempertajam pada postingan berikutnya tentang &lt;b&gt;poligami&lt;/b&gt; menurut agama Islam, karena selalu &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/2015/02/memberikan-peringatan-kepada-hati.html"&gt;memberikan peringatan kepada hati&lt;/a&gt; agar tetap istiqomah dan berjalan di rel agama yang sesungguhnya.. amiiiin. &lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVrdidPIJ7wXfcRE-ouyRtFz0ESajEjTaw3jQDLXbEL8bJkJy_MzsbAN3antbTWmrGMzuARODTHcxZvGpUm5g3kKTnADeJXED8ZG6maHCBLK_HTomr6UDspWU78-kpoK4JyvDhTKqKV6K2/s72-c/ceramah-singkat-Poligami.png" width="72"/><georss:featurename xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">Yayasan Soebono Mantofani, Jl. Sumatera No.75, Jombang, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15414, Indonesia</georss:featurename><georss:point xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-6.2958728 106.7020698</georss:point><georss:box xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-37.0457388 65.3934758 24.4539932 148.0106638</georss:box></item><item><title>Memberikan Peringatan Kepada Hati</title><link>http://ceramahsingkat.blogspot.com/2015/02/memberikan-peringatan-kepada-hati.html</link><category>aqidah</category><category>ceramah singkat</category><category>tafsir</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Mon, 23 Feb 2015 07:03:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6881818749366517075.post-8066826777110176951</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjV815csdR5GazKTMoXggX4APTyWs-E5p2BtJWuM9PqBnAABzaiNUPzkk1V1EVWZBGttmxm91Dq2LA-Qe1MiTxSX3TsDpy8syetq0c3e36kblK5PcgPeqN4NFotLLbvwEJsg6PTQ9PW5TKV/s1600/kematian.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjV815csdR5GazKTMoXggX4APTyWs-E5p2BtJWuM9PqBnAABzaiNUPzkk1V1EVWZBGttmxm91Dq2LA-Qe1MiTxSX3TsDpy8syetq0c3e36kblK5PcgPeqN4NFotLLbvwEJsg6PTQ9PW5TKV/s1600/kematian.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/"&gt;ceramah singkat&lt;/a&gt; Bila hati baik maka semua anggota tubuh akan dibawa kepada kebaikan, sebaliknya bila hati ini tidak baik maka sekujur tubuh akan berbuat kerusakan, begitulah isi hadits Nabi saw, atas dasar itulah menata hati menjadi aktifitas yang sangat vital dalam kaitannya dengan ibadah kepada Allah swt. Adapun caranya adalah dengan sesering mungkin &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/2015/02/memberikan-peringatan-kepada-hati.html"&gt;memberikan peringatan kepada hati&lt;/a&gt;, bentuk peringatannya adalah memerintahkan hati agar selalu berjalan di koridor agama yang benar, sesuai petunjuk Allah swt.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pertanyaan selanjutnya kepada adalah, benarkah kita sudah sering memperingatkan kepada hati untuk berbuat yang sebaik baiknyay secara fithrah, jawabnya jelas ‘tidak’, terbukti masih banyaknya kemungkaran yang terjadi, dan kebaikan yang masih ingin diakui oleh orang lain, demikian ini terjadi disebabkan terhalang oleh tabir yang merupakan bawaan sejak lahir, yakni ujian dan hiasan yang dibuat sedemikian rupa oleh Allah untuk menguji kemampuan setiap individu sufi dalam menjaga kefithrahan dirinya. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ&lt;/span&gt;. &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)&lt;/i&gt;. (Ali Imran: 14)&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dijadikan indah atau sebuat saja hiasan, hiasan adalah sesuatu yang menutupi barang aslinya, seumpama kecantikan, sesungguhnya kecantikan bukanlah dari perhiasan bedak, gincu dan lain sebagainya, karena bedak dan gincu tidak akan bertahan lama tapi hanya untuk sesaat saja, ketika perhiasan itu terkikis maka kecantikannya akan menjadi habis. Orang yang cerdas tentu orang yang tidak tertipu dengan hiasan, bisa membedakan antara hiasan dan hakekat aslinya, bukan sekedar bayangannya saja tetapi benda aslinya. Pendek kata hiasan tidak akan bisa bertahan lama.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hiasan tersebut bersifat menipu karena menutupi hakikat yang sebenarnya, hakekat sesungguhnya manusia adalah diciptakan dengan tabiat yang fithrah, berdasarkan hadits Nabi saw,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;كل مولود يولد على الفطرة فأبواه يهودانه أو ينصرانه أو يمجسانه&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Setiap anak dilahirkan dalam keadaan bersih (fithrah), maka kedua orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada dasarnya semua orang dengan fithrahnya ia menginginkan kehidupan yang selamat di dunia dan akhirat, jangankan berbuat baik hatta orang orang yang berbuat maksiat sekalipun pasti akan mengharapkan selamat. Seorang koruptor pun ingin selamat dari jeratan hukum, meskipun pada saat melakukan tindak korupsi ia sadar bahwa perbuatanya adalah salah, apalagi orang orang yang berbuat baik, tentu akan sangat berharap untuk mencapai keselamatan di dunia dan di akhirat. &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Keinginan selamat itu tidak lain adalah atas dasar dorongan fithrah yang diciptkan sejak lahir. Jadi pencitaannya manusia ini sejak lahir memang sudah bercampur aduk, pada saat bertemunya ruh dengan jasad, bercampur antara &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/2014/11/ruh.html"&gt;&lt;b&gt;ruh&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; yang fithrah dan nafsu. Untuk mengembalikannya kepada fithrah yang sesungguhnya maka kita harus berupaya semaksimal mungkin memberikan peringatan kepada hati agar selalu ingat kepada Allah (&lt;i&gt;dzikrullah&lt;/i&gt;) dalam setiap langkah. Terkait dengan campuran penciptaan tersebut, Allah berfirman di dalam QS. Al-Insan: 2;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;إِنَّا خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًا&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kalau kita merenungi awal penciptaan manusia berdasarkan ayat di atas,  maka kita akan menemukan penyebab tabir menuju fithrah seperti permulaan penciptaan Allah kepada manusia adalah bercampur dengan ujian, nafsu, syahwat. Campuran inilah yang membuat tabir hati menghalangi nur diri kepada Allah. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Oleh karena itu, silahkan kita memiliki apapun termasuk jabatan tapi semua itu adalah ujian dari Allah, silahkan kita mempunyai, silahkan kita bernafsu untuk memperkaya diri dan lain sebagainya atau cinta terhadap lawan jenis, tetapi jangan sekali kali penampakan lahiriyah tersebut tembus hingga menutupi hati yang asalnya bersih (fithrah) karena semua itu adalah hanya hiasan duniawiyah saja. Semoga manfaat dan kita bisa menjauhkan diri dari setiap yang merusak kejernihan hati, sehingga kita kembali kepada Allah dalam keadaan suci, intinya utnuk menciptakan kejernihan hati adalah dengan cara maksimalisasi &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/2015/02/memberikan-peringatan-kepada-hati.html"&gt;memberikan peringatan kepada hati&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjV815csdR5GazKTMoXggX4APTyWs-E5p2BtJWuM9PqBnAABzaiNUPzkk1V1EVWZBGttmxm91Dq2LA-Qe1MiTxSX3TsDpy8syetq0c3e36kblK5PcgPeqN4NFotLLbvwEJsg6PTQ9PW5TKV/s72-c/kematian.jpg" width="72"/><georss:featurename xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">Yayasan Soebono Mantofani, Jl. Sumatera No.75, Jombang, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15414, Indonesia</georss:featurename><georss:point xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-6.2958728 106.7020698</georss:point><georss:box xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-37.0457388 65.3934758 24.4539932 148.0106638</georss:box></item><item><title>Kelahiran Nabi Isa dan Kuasa Tuhan </title><link>http://ceramahsingkat.blogspot.com/2015/01/kelahiran-nabi-isa-dan-kuasa-tuhan.html</link><category>ceramah singkat</category><category>filsafat</category><category>tafsir</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Thu, 15 Jan 2015 06:00:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6881818749366517075.post-4971236843012193970</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhiC6UnGGP3XuVfLAHcuE2nFhK4jBwStssdoXTT_LkgO4i9XzhWhGM3j14AGS-cHP4mhpz2EKTcQ0-bjgjSYtcFIbjjJ9XFr-oGxtl7waC4GitQJaO_QtPP1Uh5XsB4kp86fKb6dSHRKQWI/s1600/ceramah+singkat.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhiC6UnGGP3XuVfLAHcuE2nFhK4jBwStssdoXTT_LkgO4i9XzhWhGM3j14AGS-cHP4mhpz2EKTcQ0-bjgjSYtcFIbjjJ9XFr-oGxtl7waC4GitQJaO_QtPP1Uh5XsB4kp86fKb6dSHRKQWI/s1600/ceramah+singkat.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/"&gt;CERAMAH SINGKAT&lt;/a&gt;, Pada dasarnya ayat yang satu dengan ayat yang lain adalah saling berhubungan &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/2015/01/kelahiran-nabi-isa-dan-kuasa-tuhan.html"&gt;kelahiran Nabi Isa dan Kuasa Tuhan&lt;/a&gt; sebagai salah satu bentuk ayat yang berhubungan dengan ayat ayat sebelumnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
dan saling mengikat, begitupula antara surat yang satu dengan surat yang lain mempunyayi keterkaitan pula yang erat dan mengikat, di bawah ini akan ada paparan tentang &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kisah natalitas Nabi Isa as diabadikan di dalam QS. Maryam juga di dalam surat Ali Imran. Dalam susunan mushaf Utsmani Surat Maryam termasuk surat ke-19, dalam surat tersebut di permulaan surat memuat kisah lahirnya Nabi Yahya as putra Nabi Ishaq as, dimana Nabi Yahya dilahirkan dari seorang ibu yang sudah memasuki usia senja dan mandul, peristiwa tersebut menurut pertimbangan akal manusia tak mungkin terjadi. Namun hal itu tidak mengherankan lagi karena setelah usai memuat kisah lahirnya Nabi Yahya kemudian berlanjut dengan kisah lahirnya Nabi Isa tanpa seorang bapak, di sinilah kelahiran Nabi Isa dan Kuasa Tuhan bertindak&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Seolah-olah ayat tersebut ingin menunjukkan kepada pembacanya pada waktu itu dan masa mendatang bahwa Allah maha kuasa atas segala yang dikehendakinya. Lahir dari seorang ibu yang memasuki usia senja lagi mandul merupakan peristiwa fenomenal, namun hal itu belumlah seberapa fenomenalnya dengan seorang bayi yang dilahirkan Maryam bernama Isa as tanpa seorang Ayah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Allah berfirman QS. Maryam 19-20&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Ia (Jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci". Maryam berkata: "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!"&lt;br /&gt;
&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kuasa tuhan tidak terbendung oleh kehendak serta tak terbatas oleh akal pikiran manusia, Tuhan Allah swt mempunyai kuasa yang benar benar diluar batas jangkauan manusia, untuk menjelaskannya agar ada kesinambungan maka bacalah ayat per ayat agar menemukan titik terang yang disampaikan oleh Al Quran, tanpa mengkaji secara detail, mustahil menumakan pesan inti ajaran Qur’an&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Fenomena dalam masyarakat kita ini dengan banyaknya artikel di media (bc. Mbah google) membuat banyak orang yang hanya tahu lapisan kulit luarnya pengetahuan saja namun minim pengetahuan intinya. Untuk memahami kesinambungan ayat demi ayat tersebut, para ulama’ ahli ilmu tafsir memuat bahasan tersendiri dalam bahasan tanasubul ayat (hubungan ayat). Begitupula yang terjadi hubungan surat per-surat di dalam Al Qur’an yang diracik oleh ahli ilmu tafsir dengan nama tanassubus suwar (hubungan surat) di dalam al Qur’an.   &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhiC6UnGGP3XuVfLAHcuE2nFhK4jBwStssdoXTT_LkgO4i9XzhWhGM3j14AGS-cHP4mhpz2EKTcQ0-bjgjSYtcFIbjjJ9XFr-oGxtl7waC4GitQJaO_QtPP1Uh5XsB4kp86fKb6dSHRKQWI/s72-c/ceramah+singkat.jpg" width="72"/><georss:featurename xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">Yayasan Soebono Mantofani, Jl. Sumatera No.75, Jombang, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15414, Indonesia</georss:featurename><georss:point xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-6.2958728 106.7020698</georss:point><georss:box xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-37.0457388 65.3934758 24.4539932 148.0106638</georss:box></item><item><title>Implikasi Sombong terhadap Proyek Perbaikan Hati</title><link>http://ceramahsingkat.blogspot.com/2015/01/implikasi-sombong.html</link><category>ceramah singkat</category><category>tasawuf</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Tue, 13 Jan 2015 06:00:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6881818749366517075.post-4092067884395414885</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzfsFfRDG91J-MxS86gxnpTdioTv8Udxikx-ALEdvC-0eD806eSFZRhn1kj5k1_ZglIJjxBtRyni1jRV51X_U0EQXuP2kZCNB87Zs1Rv88XOHpC2NCl634L_LYfRmkagfU63a5sibPwyFc/s1600/sombong.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzfsFfRDG91J-MxS86gxnpTdioTv8Udxikx-ALEdvC-0eD806eSFZRhn1kj5k1_ZglIJjxBtRyni1jRV51X_U0EQXuP2kZCNB87Zs1Rv88XOHpC2NCl634L_LYfRmkagfU63a5sibPwyFc/s1600/sombong.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Ada empat hal yang bisa menghambat bahkan mampu menggagalkan proyek perbaikan hati, menurut Imam Ghazali dalam&lt;i&gt; minhajul abidin&lt;/i&gt; empat hal tersebut adalah sombong, panjang angan-angan, iri hati atau &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/2014/10/dengki.html"&gt;dengki&lt;/a&gt; dan tergesa-gesa. Pada kesempatan kali ini, admin &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/"&gt;ceramah singkat&lt;/a&gt; akan membahas tentang implikasi sombong. Sifat sombong tidak berdiri sendiri tetapi mempunyai efek domino yang melahirkan beberapa sifat lainnya. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adapun definisi sombong dapat terwakili dengan cuplikan hadits Nabi saw alkibr bathrul haq wa ghamtun naas Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain, dalam hadits potongan hadits tersebut sombong bisa dilihat dari dua sudut pandang, Sombong kepada khaaliq dan sombong kepada makhluq, sombong kepada khaaliq berarti melakukan penolakan terhadap kebenaran yang hadir dihadapannya dan sombong kepada makhluq berarti memandang dirinya paling baik dibanding dengan orang lain.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sombong adalah sifat yang merusak, salah satu kegagalan Iblis meraih derajat mulia di hadapan Allah meskipun awalnya termasuk dalam kategori makhluk yang hebat dalam ibadahnya juga disebabkan kesombongannyan pada saat penciptaan Adam as Iblis enggan menjalankan perintah Allah untuk bersujud menghormat kepada Nabi Adam as, akhirnya iblis menjadi makhluk &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/2014/02/d-u-r-h-k-a.html"&gt;durhaka&lt;/a&gt; kisah ini terabadikan dalam QS. Al Baqarah: 34 &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sombong akan membangkitkan sifat tercela lainnya sebagai efek domino dari sikap sombongnya itu; &lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, Tertutupnya kebaikan (&lt;i&gt;khirman al haq&lt;/i&gt;) sehingga hatinya buta tidak mampu melihat kebaikan dari orang lain, orang yang mengidap penyakit sombong akan melihat orang lain rendah, sehingga berita kebaikan yang dibawa orang lain dianggap sebagai berita yang salah, kurang berkualitas karena hatinya telah terkunci mati oleh kesombongan, Allah berfirman; &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي ءَايَاتِ اللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطَانٍ أَتَاهُمْ كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ وَعِنْدَ الَّذِينَ ءَامَنُوا كَذَلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلَى كُلِّ قَلْبِ مُتَكَبِّرٍ جَبَّار&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;(Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang&lt;/i&gt;.(QS. Al Ghofir: 35)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, dibenci Allah (&lt;i&gt;al baghdhu min Allah&lt;/i&gt;) karena sifat tercela, kebencian Allah terhadap hambanya yang berlaku sombong secara eksplisit muncul dalam beberapa ayat diantaranya adalah,  &lt;i&gt;Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong&lt;/i&gt;.(QS. An Nahl:32). Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa,  Nabi Musa as dalam munajatnya menanyakan kepada Tuhannya, siapakah orang yang paling dibenci oleh Allah, salah satunya adalah orang yang hatinya bercokol sifat sombong.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;, siksaan (&lt;i&gt;an-nikaal&lt;/i&gt;) bagi penyandang sifat sombong dunia dan akhirat, di dunia ia dibenci sesamanya atas arogansi dan egosinya, karena memandang dirinya paling benar, sehingga orang lain merasa diremehkan dan tidak dihargai sepenuhnya sebagai manusia sempurna, kurang apresiatif, ego sentris serta predikat lain yang tersemat dalam dirinya. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Biasanya semua kebaikan yang dihadirkan ke hadapannya adalah kebenaran nomor dua (&lt;i&gt;second trully&lt;/i&gt;). Perasaan paling benar dan membanggakan diri ini amat tercela, mengingat faktanya manusia adalah makhluk yang lemah, yang berhak sombong hanyalah Allah, nah hamba Allah yang bersifat sombong sudah berarti seolah melakukan persaingan dengan Tuhan dalam sebuah hadits yang sangat populer disebutkan bahwa kesombongan adalah pakaian Tuhan, siapa yang hendaknya merebutnya maka Allah akan memasukkan ke dalam neraka Jahannam.  &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Keempat&lt;/i&gt;, ditempatkan di Neraka, dalam sebuh hadits dinyatakan, bahwa seseorang terhambat masuk neraka bila di dalam hatinya masih ada keimanan, sebaliknya seseorang akan tertahan masuk surga apabila di dalam kesombongan, meskipun kesombongan tersebut sekecil apapun&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّىعم: لا يَدْخُلُ النَّارَ أَحَدٌ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةِ خَرْدَلٍ مِنْ إِيمَانٍ، وَلَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ أَحَدٌ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةِ خَرْدَلٍ مِنْ كِبْرِيَاءَ ( أخرجه مسلم&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Demikianlah empat &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/2015/01/implikasi-sombong.html"&gt;implikasi sombong&lt;/a&gt;, semoga bermanfaat untuk kita semua, sebagai pribadi yang terkadang berbolak baliknya hati, terkadang siang tawadhu' di sore harinya justru sebaliknya. Hindarilah sebisa mungkin sifat sombong dan peliharalah kebersihan &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/2014/11/ruh.html"&gt;ruh&lt;/a&gt; ini dengan segala daya dan upaya&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzfsFfRDG91J-MxS86gxnpTdioTv8Udxikx-ALEdvC-0eD806eSFZRhn1kj5k1_ZglIJjxBtRyni1jRV51X_U0EQXuP2kZCNB87Zs1Rv88XOHpC2NCl634L_LYfRmkagfU63a5sibPwyFc/s72-c/sombong.jpg" width="72"/><georss:featurename xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">Yayasan Soebono Mantofani, Jl. Sumatera No.75, Jombang, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15414, Indonesia</georss:featurename><georss:point xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-6.2958728 106.7020698</georss:point><georss:box xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-37.0457388 65.3934758 24.4539932 148.0106638</georss:box></item><item><title>Tugas manusia dan makhluk Allah lainya</title><link>http://ceramahsingkat.blogspot.com/2014/12/tugas-manusia-dan-makhluk-allah-laiinya.html</link><category>ceramah singkat</category><category>tafsir</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Wed, 31 Dec 2014 17:45:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6881818749366517075.post-5678699489649466269</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsXLFiLC-anktyC9sdUZyzNip88_GXsdjV0oHfAZ6O29qJ1gemgaJkb0ejqST9jy3544Ut0qJ6DWoRqQlqz5mSYV1ZTfuaGFFe9x4nZd2dBr_ExxJ-OPOJvMUoeLBi5W4mm4vNSUQ54L91/s1600/ceramah+ceramah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsXLFiLC-anktyC9sdUZyzNip88_GXsdjV0oHfAZ6O29qJ1gemgaJkb0ejqST9jy3544Ut0qJ6DWoRqQlqz5mSYV1ZTfuaGFFe9x4nZd2dBr_ExxJ-OPOJvMUoeLBi5W4mm4vNSUQ54L91/s1600/ceramah+ceramah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Mempertegas kehidupan manusia dalam &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/"&gt;ceramah singkat&lt;/a&gt; kali ini adalah ingin mengajak untuk merenungi firman Allah tentang &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/2014/12/tugas-manusia-dan-makhluk-allah-laiinya.html"&gt;tugas manusia dan tugas makhluk Allah lainnya&lt;/a&gt; selain manusia (bc. alam) , namun sebelumnya tentu tidak hanya sebatas dua ayat dibawah ini, karena ayat tentang tugas makhluk Allah tersebar di dalam al Quran sangat banyak sekali, diantaranya dua ayat yang kami maksud adalah &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ. مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ. إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dari kedua ayat tersebut diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwa manusia diciptakan bukanlah bebas sebebasnya akan tetapi tugas utamanya adalah beribadah kepada Allah, sedangkan bekal untuk aktivita hidupnya telah ditanggung oleh Allah. Tidak dibenarkan manusia berpandangan bahwa kehidupannya diciptakan di alam persada adalah bebas seperti anak kecil yang berbuat semaunya,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lebih jauh jika kita perhatikan, semua makhluk Allah dari yang besar hingga yang kecil masing-masing mempunyai kepada Allah, hewan diciptakan ada yang diberi tugas berkembang biak kemudian dagingnya dipakai untuk memenuhi kebutuhan hajat manusia, atom tunduk mengitari intinya, pepohonan berbuah dan buahnya dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia. Semua mempunyai tugas sesuai dengan yang di titahkan oleh sang maha pencipta. Mereka memahami sistem kepatuhannya kepada Allah swt. Sebagaimana friman Allah&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُسَبِّحُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالطَّيْرُ صَافَّاتٍ كُلٌّ قَدْ عَلِمَ صَلَاتَهُ وَتَسْبِيحَهُ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِمَا يَفْعَلُونَ &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan&lt;/i&gt;.(QS. an-Nuur:42)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya merupakan petunjuk bagi manusia bahwa semua makhluk ciptaannya mengetahui bagaimana ber-patuh kepada tuhannya, sebagai modal untuk patuh kemudian Allah menanggung jatah keberlangsungan hidupnya. Begitu pula manusia Rizki adalah tanggungan Allah, sedangkan tugas utama manusia adalah ibadah. Dengan kata lain, tugas manusia adalah beribadah, sedangkan tugas Allah adalah memberikan penghidupan (rizki), di sini rizki harus dipahami sekedar yang kita pakai untuk membalut aurat dan makanan sekedar untuk menegakkan tulang iga agar kuat untuk menunaikan perintah beribahdah, itulah yang disebut dengan rizki madhmun (rizki yang ditanggung)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata&lt;/i&gt; (Lauh Mahfuzh).(QS. Huud:6)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adapun untuk hal lain, seperti kendaraan, makanan sesuai dengan selera, kebutuhan aksesoris hidup lainnya, tentu Allah akan membedakan antara makhluk yang satu dengan makhluk lainnya, antara manusia yang satu dengan manusia lainnya, rizki yang dibagikan sedemikian rupa sesuai dengan tingkat kesungguhannya disebut dengan rizki maqsuum (rizki yang dibagikan)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَاللَّهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ فِي الرِّزْقِ فَمَا الَّذِينَ فُضِّلُوا بِرَادِّي رِزْقِهِمْ عَلَى مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَهُمْ فِيهِ سَوَاءٌ أَفَبِنِعْمَةِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ&lt;/span&gt;. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebahagian yang lain dalam hal rezki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezkinya itu) tidak mau memberikan rezki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rezki itu. Maka mengapa mereka mengingkari ni`mat Allah?&lt;/i&gt; (QS. An-Nahl: 71)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dari penjelasalan &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/"&gt;ceramah singkat&lt;/a&gt; di atas dapat kita simpulkan bahwa semua makhluk mempunyai tugas masing masing untuk patuh kepada Allah melalui cara mereka masing masing.  Segala yang diciptakan oleh Allah baik di langit maupun di bumi, matahari, bintang, gunung, pohon dan termasuk manusia mempunyai tugas untuk patuh terhadap aturan Allah, sebagaimana firman Allah swt.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.(QS. Al-Hajj: 19)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Perbedaan yang mencolok antara &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/2014/12/tugas-manusia-dan-makhluk-allah-laiinya.html"&gt;tugas manusia dan makhluk Allah lainnya selain manusia&lt;/a&gt;, jika tugas untuk benda dan hewan adalah tugasnya bersifat pasti (idhthiroriy) sedang tugas manusia bersifat pilihan (ikhtiyariy). Manusia yang diberikan tugas ibadah bisa saja memilih sebagai hamba Allah yang membangkang dan melanggar sesuai dengan dorongan nafsunya.&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsXLFiLC-anktyC9sdUZyzNip88_GXsdjV0oHfAZ6O29qJ1gemgaJkb0ejqST9jy3544Ut0qJ6DWoRqQlqz5mSYV1ZTfuaGFFe9x4nZd2dBr_ExxJ-OPOJvMUoeLBi5W4mm4vNSUQ54L91/s72-c/ceramah+ceramah.jpg" width="72"/><georss:featurename xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">Yayasan Soebono Mantofani, Jl. Sumatera No.75, Jombang, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15414, Indonesia</georss:featurename><georss:point xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-6.2958728 106.7020698</georss:point><georss:box xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-37.0457388 65.3934758 24.4539932 148.0106638</georss:box></item><item><title>Ruh</title><link>http://ceramahsingkat.blogspot.com/2014/11/ruh.html</link><category>ceramah singkat</category><category>filsafat</category><category>renungan</category><category>tafsir</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Wed, 26 Nov 2014 06:25:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6881818749366517075.post-1832643085888187813</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhX7JDc3F1EcwgfxrgXFSZPnCNEl1iU6QqyMgXkwc0nqDQklaiuYtD7lu7vHhv8h2EKTJtBWXzWTf3knM7mDB7CCs-WX8LDaaHnNJ78lkvamRdR12n6Qq6lDsmb2Kzrjzh1Q4mEnj_jYtgR/s1600/ceramah+singkat+ruh.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhX7JDc3F1EcwgfxrgXFSZPnCNEl1iU6QqyMgXkwc0nqDQklaiuYtD7lu7vHhv8h2EKTJtBWXzWTf3knM7mDB7CCs-WX8LDaaHnNJ78lkvamRdR12n6Qq6lDsmb2Kzrjzh1Q4mEnj_jYtgR/s1600/ceramah+singkat+ruh.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/"&gt;Ceramah singkat&lt;/a&gt; Mendiskusikan &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/2014/11/ruh.html"&gt;ruh&lt;/a&gt; sampai saat ini akan menjadi masalah yang terus berkembang dan masih saja misterius, mungkin hal seperti ini akan terjadi selamanya, atau barangkali otak kita tidak dipersiapkan untuk mencapai titik pembahasan detail untuk menjelaskannya dan bisa jadi memang seharusnya misterius kemudian perlu diyakini saja tidak usah dibuktikan secara faktual, cukup hanya dalam alam ide saja bukan dialam nyata, karena memang ruh bukan barang yang nyata. Namun bukan berarti berhenti untuk mengali informasi tentang ruh tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pertanyaan yang paling mendasar adalah, fisik atau tubuh manusia itu apakah hanya seonggok daging bongkahan yang disusun sedemikian rupa dan didirikan oleh susunan rangka terbuat dari tulang belulang, didalamnya ada immateri yang menggerakkannya yang disebut dengan ruh? Pertanyaan dasar ini harus dicarikan dalih yang menguatkannya&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam diri manusia ada dua dimensi yang tak terpisahkan antara jasad dan ruh, keduanya apabila terpisah maka akan menjadi sesuatu yang sangat berbeda dalm bentuk maupun fisiknya, kedua dimens tersebut sejalan dengan firman Allah&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِنْ رُوحِهِ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya ruh (ciptaan) -Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur&lt;/i&gt;. (QS. Sajdah: 9) &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam ayat diatas seteleh Allah meniupkan ruhnya ke dalam jasad kemudian dilanjutkan dengan penciptaan anggota badan, hal ini tentu menunjuk kepada penggunaan penglihatan, pendengaran yang terjadi setelah ruh itu ditiupkan, begitulah pendapat sebagian mufassir, seolah-olah ayat tersebut memberikan pengertian bahwa sumber penggeraknya adalah ruh, ibarat mobil maka sopir adalah ruhnya sopir yang mengggerakan laju cepat dan tidaknya sebuah mobil, bila ruh tidak ada maka mobilpun tidak bisa bergerak, &lt;i&gt;wallahu a’lam bis shawab  &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam filsafat Islam, badan berperan sebagai kendaraan ruh, aktifitas yang dilakukan oleh anggota badan hakikatnya bersumber dari ruh seperti melihat, mendengar, mencium dan mencecap rasa sedangkan yang berbentuk fisik berupa mata, telinga, hidung, lidah hanya sekedar alat perantara untuk mengetahui masalah-masalah ini. Oleh karena itu fisik bisa dibantu dan diganti dengan yang lain berbeda dengan hakikat ruh yang bersifat abadi. Seandainya ada seseorang yang pandangannya terganggu karena pergeseran retina maka ia bisa dibantu dengan kacamata untuk merekayasa pergeseran retina tersebut, seseorang yang mengalami masalah pendengaran bisa dibantu dengan alat bantu dengar, hal ini berbeda dengan ruh yang apabila telah hilang berpisah maka tidak ada yang bisa menggantikannya. Itulah gambaran hubungan antara ruh dan jasad&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ&lt;/span&gt;. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan) Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.&lt;/i&gt; (QS. Al Hijr: 29)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam kedua ayat diatas, ada kata “ruh ku”, kata tersebut tentu pemahamannya adalah bukan ruh Allah karena Allah tidak butuh dengan ruh, akan tetapi penyandaran kata ‘ruh’ dan ‘aku’ hanyalah sebuah penyandaran untuk mengagungkan, seperti halnya kita menyebut baitullah (rumah Allah), Syahrullah (bulannya Allah) kesemua ini disebut untuk memulyakan danmembesarkannya agar mendapat perhatian yang lebih dari mustami’ atau orang yang membacanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ada ayat lain yang mengisyaratkan tentang wujudnya ruh: &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا. فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا&lt;/span&gt;. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;dan nafs (jiwa, ruh) dan penyempurnaan (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(QS. As-Syams:7-8)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam ayat di atas ruh memiliki pemahaman sehingga diberikan ilham pemahaman atas kebaikan dan keburukan. Mengingat pada manusia tidak terdapat satupun anggota badan yang bisa memahami sesuatu selain &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/2014/11/ruh.html"&gt;ruh&lt;/a&gt;,  maka yang layak memiliki pemahaman adalah kekuatan selain materi yang disebut oleh al-Quran dengan ruh atau nafs. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
-----------------------------------------------&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Rekomendasi ceramah singkat kepada anda untuk membaca juga&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/2013/11/ditantang-maut.html"&gt;di tantang maut&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/2012/12/hidup-adalah-penyesalan.html"&gt;hidup adalah penyesalan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhX7JDc3F1EcwgfxrgXFSZPnCNEl1iU6QqyMgXkwc0nqDQklaiuYtD7lu7vHhv8h2EKTJtBWXzWTf3knM7mDB7CCs-WX8LDaaHnNJ78lkvamRdR12n6Qq6lDsmb2Kzrjzh1Q4mEnj_jYtgR/s72-c/ceramah+singkat+ruh.JPG" width="72"/></item><item><title>Sepertiga Kehidupan Manusia</title><link>http://ceramahsingkat.blogspot.com/2014/11/sepertiga-kehidupan-manusia.html</link><category>aqidah</category><category>ceramah singkat</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Fri, 21 Nov 2014 08:07:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6881818749366517075.post-6641281563996836207</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRidR2Z3cSR2CieMREJRfgEMnrNscEAVwYsxCt1ZZPmmY4qA0l1b__bGaA0yR6ijNQisJgvbeN5SxEHQsiwyFieVub3eQivLhyphenhyphenzbMY8IAaN2SfVQyjDTIWPlBw7blldxCdKNv52tQJxHpY/s1600/ceramah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRidR2Z3cSR2CieMREJRfgEMnrNscEAVwYsxCt1ZZPmmY4qA0l1b__bGaA0yR6ijNQisJgvbeN5SxEHQsiwyFieVub3eQivLhyphenhyphenzbMY8IAaN2SfVQyjDTIWPlBw7blldxCdKNv52tQJxHpY/s1600/ceramah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/"&gt;Ceramah Singkat&lt;/a&gt; Ada riwayat yang mengatakan bahwa Luqman al-Hakim berwasiat kepada anak-&lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/2014/11/sepertiga-kehidupan-manusia.html"&gt;sepertiga kehidupan manusia&lt;/a&gt; &amp;nbsp;didistribusikan ; sepertiga untuk Allah, sepertiga untuk dirinya dan sepertiga lagi untuk cacing tanah”. Nasehat di atas kelihatannya sangat simpel tetapi menacakup semua kehidupan dalam istilah manthiqy disebut  jami’ mani’ isi kehidupan secara keseluruhan ini tercakup dalam nasehat tersebut, sepertiga untuk Allah adalah ruhnya, sepertiga untuk manusia adalah amalnya. Dan sepertiga untuk cacing tanah adalah jasadnya setelah mati. &lt;/div&gt;
anaknya: ”wahai anakku...! sesungguhnya dalam kehidupan ini, &lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Secara lengkap dan penjabarannya tentang sepertiga kehidupan manusia adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;عن لقمان الحكيم أنه قال لإبنه&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;: يابني إن الناس ثلاثة أثلاث ثلث لله وثلث لنفسه وثلث للدوده, فأماما هو لله فروحه , وأماماهو لنفسه فعمله , وأماماهوللدود فجسمه  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Sepertiga untuk Allah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam pesan tersebut juga mengandung makna, bahwa Allah tidak menghendaki apapun kecuali kembalinya ruh (penghidupan) kepada Allah setelah menjalankan perannya sebagai khalifatullah dengan bersih, kebersihan ruh ini diminta untuk bersih seperti pada saat Allah meniupkannya kedalam diri manusia semenjak di kandungan usia 120 hari, Syukur-syukur jika bisa berpulang ke haribaannya dengan membawa banyak amal perbuatan. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِنْ رُوحِهِ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya roh (ciptaan) -Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. (QS. As-Sajdah: 9)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Allah tidak menuntut apa yang engkau pakai, perhiasan sekelas apapun bagi Allah adalah sama tidak ada bedanya. Allah hanya menuntut kembalinya ruh dalam keadaan bersia seperti sedia kala. Kalau kita renungkan tentu sangat wajar sekali jika Allah hanya menuntut kembalinya kesucian ruh bukan perhiasan atau pakaiannya, karena pada saat lahir Allah tidak menyertakan pakaian dan perhiasan. Walaupun seiring perjalanan hidupnya kemudian Dia-lah Yang Maha Memberi makan, minum dan pakaian, tugas utama manusia adalah menghamba kepada Allah dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sumber yang mendorong manusia untuk berbuat baik adalah kejernihan hatinya, karena itulah Nabi bersabda, bahwa Allah tidak melihat secara fisik tetapi melihat hati hamba-Nya. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ صَخْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى أَجْسَامِكُمْ وَلاَ إِلَى صُوَ رِكُمْ ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Diriwayatkan dari Abu Hurairah Abdirrahman bin Syahrin radhiyallahu ‘anhu, ‘Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuh kalian dan tidak pula kepada rupa kalian, tetapi Dia melihat kepada hati kalian.” (HR. Muslim)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Sepertiga untuk Diri&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Isi nasehat yang kedua adalah sepertiga untuk dirimu, yaitu amalmu. Dalam panggung kehidupan ini  milik pribadi yang hakiki yang dapat dinikmati dan menemani seorang hamba hingga menghadap kepada Allah adalah amal perbuatannya. Harus diyakini bahwa di alam ‘sana’ tidak kenal rekayasa sedikitpun, semua hamba Allah disetting sedemikian sehingga menjadi pribadi yang sanat jujur tidak mampu berbohong sedikitpun, karena yang berbicara tidak lagi lisan tetapi semua yang ada di sekeliling kita akan menjadi saksi &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Alat komunikasi berupa lisan yang dipakai saat ini di akhirat akan dikunci dan anggota tubuh lainnya menjadi saksi, saat itulah amal perbuatan di dunia menjadi bagian dari diri kita, yang membela dan mengantarkan kepada kebahagiaan sejati nan abadi. Amal yang baik akan dibalas dengan kebaikan sebaliknya amal yang buruk akan dibalas dengan siksaan, hal ini bersifat pasti, Allah berfirman&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ&lt;/span&gt;. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. (QS. Yaasin: 65)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Sepertiga untuk Cacing Tanah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adapun sepertiga dari kehidupan ini adalah untuk cacing tanah, yaitu jasad kita, kita bekerja setiap hari untuk merawat fisik agar tetap sehat dengan nutrisi yang seimbang, tetapi pada saatnya nanti setelah pulang keharibaannya dan seonggok badan ditidurkan di dalam tanah untuk selamanya ia akan menjadi santapan cacing tanah. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Harga fisik ketika hidup yang sedemikian mahalnya, seperti jantung, ginjal, usus dan organ fisiologi lainnya, ketika telah berpisah dari ruhnya seketika berubah menjadi murah dan hanya menjadi bahan rebutan bagi cacing tanah, dalam arti tampan dan kemolekan hanya menjadi hiasan duniawi saja, apalah artinya sekeping wajah ia hanya menjadi hiasan yang bersifat sementara dan tidak lama.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Coba lihatlah Bilal bin Rabbah dengan kulitnya yg hitam, lihat pula Amr bi Jamuh dengan kakinya &amp;nbsp;pincang, Abdullah bin Ummi Maktum dengan kebutaan penglihatan. Mereka mulia di sisi Rabbnya, Rasulullah mengakui keutamaan mereka. Bukan karena tampannya atau cantiknya rupa, bukan pula karena sempurna anggota badannya. Namun semuanya karena kesetiaan pada ikrar syahadat yang diucapkan, kepatuhan pada aturan syariat, melaksanakan kewajiban tanpa keengganan, dan ketaqwaan yang menghunjam sanubari tanpa lekang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Oleh karena itu tak ada sediktipun yang patut dibanggakan dalam kehidupan ini bila orientasinya kepada fisik, karena hidup yang sesungguhnya adalah non-fisik, hidup yang abadi adalah hidup sesudah kematian dan kehidupan untuk alam sesudahnya, itulah &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/2014/11/sepertiga-kehidupan-manusia.html"&gt;sepertiga kehidupan manusia.  &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRidR2Z3cSR2CieMREJRfgEMnrNscEAVwYsxCt1ZZPmmY4qA0l1b__bGaA0yR6ijNQisJgvbeN5SxEHQsiwyFieVub3eQivLhyphenhyphenzbMY8IAaN2SfVQyjDTIWPlBw7blldxCdKNv52tQJxHpY/s72-c/ceramah.jpg" width="72"/><georss:featurename xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">Yayasan Soebono Mantofani, Jl. Sumatera No.75, Jombang, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15414, Indonesia</georss:featurename><georss:point xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-6.2958728 106.7020698</georss:point><georss:box xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-37.0457388 65.3934758 24.4539932 148.0106638</georss:box></item><item><title>Anak Yatim Menjadi Orang Hebat</title><link>http://ceramahsingkat.blogspot.com/2014/11/anak-yatim-menjadi-orang-hebat.html</link><category>ceramah singkat</category><category>kisah inspiratif</category><category>tasawuf</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Thu, 13 Nov 2014 01:38:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6881818749366517075.post-8519059616444924760</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjy9ET0MNvgAv85wRU6brYk7XHhg43pk0fL7748szR3coYMXTP6Mj1TOKJYPBWFiAgW6Io5IvXvzHG3NmwFcvorQlkv0Ecv2vJ8BVuZ4mYZDypwnEHtf-698nFIFKoYHy41kFHoyxjUP09l/s1600/ceramah+dan+kultum.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="ceramah singkat" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjy9ET0MNvgAv85wRU6brYk7XHhg43pk0fL7748szR3coYMXTP6Mj1TOKJYPBWFiAgW6Io5IvXvzHG3NmwFcvorQlkv0Ecv2vJ8BVuZ4mYZDypwnEHtf-698nFIFKoYHy41kFHoyxjUP09l/s1600/ceramah+dan+kultum.jpg" title="ceramah singkat" /&gt;&lt;/a&gt;Admin &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/"&gt;ceramah singkat&lt;/a&gt; kali ini akan mengemukakan fakta bahwa &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/2014/11/anak-yatim-pun-bisa-menjadi-orang-hebat.html"&gt;anak yatim menjadi orang hebat&lt;/a&gt;, terkenal dan ternama di dunia. Mungkin kita bisa katakan paling malang di dunia ini adalah anak yatim, karena anak yatim statusnya tidak tergantikan, meskipun telah mendapatkan bapak pengganti, yang pasti akan berbeda dengan bapak biologis aslinya, dari kasih sayangnya, ketulusan hingga tanggapan sang anak terhadap status ayah ‘penggantinya’ itu sendiri, namun bukan berarti status tersebut jadi penghalang kesuksesan anak tersebut, di bawah ini adalah fakta bahwa anak yatim pun bisa menjadi orang hebat. Mungkin kalau dari kalangan Nabi kita sudah bayak tahu, termasuk nabiyullah agung Nabi Muhammad saw, yang sudah yatim semenjak beliau masih di kandungan Ibunda Siti Aminah&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
1. Imam Muhammad bin Idris Syafi’i&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Salah satu fakta yang membuat mata ini terbelalak dan cakrawala pikiran kita tercengang adalah apabila membaca sejarah biografi Imam Syafi’i, Beliau adalah yatim berkepribadian teguh dan berprinsip kuat dimana tahun lahirnya bersamaan dengan tahun wafatnya Imam Abu Hanifah (la-hanafiy) yaitu tahun 150 dan wafat tahun 204 H, di lahirkan di Ghuzzah atau sekarang dikenal dengan jalur Gaza Palestina. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nama lengkapnya Abu Abdillah Muhammad bin Idris bin Abbas bin Utsman bin Syafi’i bin as-Saib bin Ubaid bin Abdu Yazid bin Hisyam bin al-Mutallib bin Abdu Manaf bin Qushaiy bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luaiy bin Ghalib al-Qurasyi asy-Syafi’i. Nasabnya bertemu dengan Rasulullah Saw. pada Abdu Manaf.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ayahnya meninggal ketika ia belum genap berusia dua tahun, kemudian hijrah ke tanah leluhurnya yaitu Makkah, dengan modal hafalan yang kuat dan kegigihannya sejak usia 5 tahun ia sudah hafal al Qur’an, seungguh sebuh prestasi yang sangat mengagumkan, kecerdasannya yang sangat luar biasa itu ia pun mampu menghafal banyak syair Arab dan menguasai berbagai disiplin ilmu pengetahuan agama, tak heran jika diawal usia baligh yaitu 15 tahun ia sudah menjadi mufti d makkah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di Makkah, Imam Syafi’i berguru ilmu fiqih kepada mufti kota suci itu, Muslim bin Khalid az-Zanji. Karena ketekunannya, semua ilmu fiqih dilalapnya dengan cepat. Ia juga cerdas dan benar-benar seorang yang berbakat menjadi mufti. Sekali lagi ini merupakan pencapaian yang sangat luar biasa, meski demikian ia tidak lekas puas, kemudian ia melanjutkan menuntut ilmu ke madinah, pada masa itu terdengar seorang alim pendiri Madzhab Maliki yakni Imam Malik bin Anas, kemudian ia berguru kepadanya, ia menghafal al-Muwaththa’, kitab tebal yang berisi ribuan hadits disusun oleh Imam Malik, dalam tempo sembilan hari ia hafalkan. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setelah menyerap ilmu dari Imam Malik, lantas pergi ke Yaman dan kemudian ke Baghdad mennimba ilmu ke Muhammad bin Hasan asy-Syaibani, ulama besar madzhab Hanafi dan murid langsung Imam Nu’man bin Tsabit al-Hanafi (Imam Abu Hanifah). Saking cerdasnya itulah sehingga Imam Ahmad bin Hanbal, murid Imam Syafi’i saat di Makkah memberikan testimoni, “Beliau adalah orang yang paling faqih dalam al-Quran dan as-Sunnah. Tidak seorang pun yang pernah memegang pena dan tinta (ilmu) melainkan Allah memberinya di leher asy-Syafi’i.”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
2. Imam Ahmad bin Hanbal al-Mubajjal&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Imam Ahmad bin Hanbal lahir pada bulan Rabi’ul Awwal tahun 780 H di Baghdad. Ketika masih kanak-kanak, ia sudah ditinggal sang ayah selamanya. Sejak itu, dibawah asuhan Ibunya ia belajar dengan tekun berbagai disiplin ilmu pengetahuan agama, menghafal Qur’an dan hadits dan pada saat menginjak usia 20 tahun rihlah ‘ilmiyahnya di mulai dari Mesir menuju Kuffah, Makkah, Madinah, Syam, Yaman, dan kembali ke Baghdad.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Status yatim justru memecu dan membuat keteguhan hatinya menjadi bertambah wal hasil ia menjadi pribadi yang kuat dan berpendirian teguh, terbukti pada saat berhadapan dengan Khalifah al-Makmun al-Abbasi tahun 212 H yang menganut faham Mu’tazilah memaksaka Ibn Hambal untuk mengakui mengakui bahwa al-Quran adalah makhluk, namun pendiriannya tetap kokoh tidak goyah sedikitpun. Meskipun ia harus dipenjara karena berlainan dengan penguasa pada waktu itu. Sejak itu pula ia harus rela mendekam di penjara.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
3. Imam Sufyan Ats-Tsauri&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Anak Yatim pun bisa menjadi orang hebat itulah kata yang tepat, diantaranya lagi adalah Abu Abdillah Sufyan bin Sa’id bin Masruq bin Habib bin Rafi’. Ayahnya meninggal pada saat beliau masih berusian 9 tahun, Ia lahir di Kuffah pada tahun 97 H/715 M. Kakeknya termasuk salah satu tabi’in terkemuka dan ikut bersama Sayyidina Ali bin Abi Thalib dalam Perang Jamal. Ayah Sufyan adalah salah satu ulama Kuffah. Hal ini yang mungkin menjadikan Imam Sufyan ats-Tsauri sudah menuntut ilmu ketika dirinya masih belia.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ayahnya meninggal dunia ketika ia belum genap berusia sembilan tahun. Di bawah pengasuhan ibunya tidak lantas anak ini menjadi minder tetapi dengan arahan yang tepat kelak ia tumbuh menjadi ualam’ besar di Kuffah, terbukti pada suatu hari, ibunya menjual hasil tenunannya seharga 10 dirham kemudian uangnya diberikan kepada Sufyan Tsauri untuk menuntut ilmu seraya berpesan; “Putraku, ini ada uang sepuluh dirham. Pergi dan gunakanlah uang ini untuk belajar hadits di masjid. Kemudian perhatikan, jika kamu melihat apa yang kamu pelajari memiliki pengaruh terhadap akal, hati dan perbuatanmu, datanglah kemari lagi. Nanti akan Ibu beri uang sepuluh dirham lagi untuk kamu gunakan menuntut ilmu. Namun, jika kamu tidak menemukan pengaruh tersebut, tinggalkan saja ilmu itu, karena ilmu tidak bersedia ikut kecuali dengan orang yang ikhlas, tulus dan sungguh-sungguh.”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sejak kecil, Sufyan sangat bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan sangat menonjol di dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan, terutama di bidang hadits dan fiqih, sehingga namanya melambung dalam dunia Islam khususnya, sejajar dengan ulama’ sekaliber Imam Malik sebagai ulama’-nya penduduk Madinah, Imam Abdurhman al-Auza’i di Syam, Imam Sufyan ats-Tsauri adalah ulama’nya penduduk Kuffah. Jumlah hadits yang diriwayatkan Imam Sufyan tak kurang dari 30 ribu hadits.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Diceritakan oleh Yahya bin Yaman, ia telah meriwayatkan 20 ribuan hadits yang melalui Sufyan ats-Tsauri. Sedangkan dalam bidang fiqh Sufyan Tsauri terkenal dengan kemampuan berijtihadnya yang banyak mengandalkan logika qiyas, beliau sangat berhati hati dalam memutuskan masalah, tak jarang orang orang harus menunggu lama dalam meminta fatwanya karena saking hati-hatinya, yang pasti tidak seperti &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/2014/03/ustad-badrol.html"&gt;ustadz badrol&lt;/a&gt; yang terkesan lebih dekat dengan dunia infotainmen ketimbang keilmuan dan keulamaannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selain tokoh-tokoh di atas, masih banyak yang menunjukkan kisah bahwa &lt;a href="http://ceramahsingkat.blogspot.com/2014/11/anak-yatim-pun-bisa-menjadi-orang-hebat.html"&gt;anak yatim menjadi orang hebat&lt;/a&gt; misalnya Imam Bukhari, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dan para pakar ilmu-ilmu Islam lainnya.&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjy9ET0MNvgAv85wRU6brYk7XHhg43pk0fL7748szR3coYMXTP6Mj1TOKJYPBWFiAgW6Io5IvXvzHG3NmwFcvorQlkv0Ecv2vJ8BVuZ4mYZDypwnEHtf-698nFIFKoYHy41kFHoyxjUP09l/s72-c/ceramah+dan+kultum.jpg" width="72"/><georss:featurename xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">Yayasan Soebono Mantofani, Jl. Sumatera No.75, Jombang, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15414, Indonesia</georss:featurename><georss:point xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-6.2958728 106.7020698</georss:point><georss:box xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-37.0457388 65.3934758 24.4539932 148.0106638</georss:box></item></channel></rss>