<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433305999846514824</id><updated>2024-09-11T08:20:03.508-07:00</updated><category term="cerita dewasa"/><category term="cerita 17+"/><category term="cerita panas"/><category term="cerita mesum"/><category term="cerita seks"/><category term="cerita 18+"/><category term="cerita esek-esek"/><category term="cerita porno"/><category term="cerita sex"/><category term="hot"/><category term="kisah seks"/><category term="cerita becek"/><category term="nafsu birahi"/><category term="cewe sexy"/><category term="cerita perawan"/><category term="hasrat seks"/><category term="mahmud"/><category term="oral seks"/><category term="merem melek"/><category term="mesum online"/><category term="cerita bokep"/><category term="cerita janda kembang"/><category term="cerita lendir"/><category term="bokep indonesia"/><category term="cerita nikmat"/><category term="seks pembantu polos"/><category term="gairah sex"/><category term="tante"/><category term="adegan panas"/><category term="godaan seks"/><category term="cerita selingkuh"/><category term="esek-esek"/><category term="maniak seks"/><category term="cerita tante"/><category term="gairah muda"/><category term="sange"/><category term="horny"/><category term="posisi seks"/><category term="gangbang"/><category term="perkosa"/><category term="anal seks"/><category term="birahi"/><category term="cerita abg"/><category term="cewe bispak"/><category term="doyan seks"/><category term="masturbasi"/><category term="orgasme"/><category term="seks bergilir"/><category term="selingkuh"/><category term="sepong"/><category term="18+"/><category term="binal"/><category term="daun muda"/><category term="foursome"/><category term="hiperseks"/><category term="seks gilir"/><category term="semok"/><category term="threesome"/><category term="bispak"/><category term="bohai"/><category term="cerita threesome"/><category term="foreplay"/><category term="swingers"/><category term="bos genit"/><category term="cerita gadis desa"/><category term="doggystyle"/><category term="hasrat"/><category term="jilat klitoris"/><category term="klimaks"/><category term="onani"/><category term="perjaka"/><category term="sekretaris seksi"/><category term="web bokep"/><category term="anal"/><category term="ayah bejat"/><category term="gigolo"/><category term="janda kembang"/><category term="lugu"/><category term="malam pengantin"/><category term="mimpi basah"/><category term="perawan lugu"/><category term="permainan jari"/><category term="seks babysitter"/><category term="suster polos"/><title type='text'>Cerita Dewasa Online</title><subtitle type='html'>Cerita Panas, Cerita Basah, Mesum Online, Esek-Esek, Cerita Hot, Merem Melek, Kisah Seks, Cerita Dewasa 17+</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Karla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15414855962408796804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>78</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><blogger:adultContent>true</blogger:adultContent><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433305999846514824.post-238462850747302896</id><published>2021-05-16T14:59:00.003-07:00</published><updated>2021-05-16T17:32:01.382-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="binal"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita becek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita bokep"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita dewasa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="doyan seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="janda kembang"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kisah seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mesum online"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="oral seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="posisi seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sepong"/><title type='text'>Dobel Nikmat Saat Tugas Kerja</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLkKWBhPOv5O0a5cV99Hzd3fHFJ4IIqXpdx4gtHqnfEwV_JyUDq1nz-Bjq05WPqbga5KEN1EbJ5gJlnw8h33ivQOXn-fFG8XMHI6D2Fbbcf5-Ee9svu5G6_CmmVjTwVmJ_eZPdsMtSEBo/s1200/featured-img-of-post-204082.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Dobel Nikmat Saat Tugas Kerja&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;800&quot; data-original-width=&quot;1200&quot; height=&quot;266&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLkKWBhPOv5O0a5cV99Hzd3fHFJ4IIqXpdx4gtHqnfEwV_JyUDq1nz-Bjq05WPqbga5KEN1EbJ5gJlnw8h33ivQOXn-fFG8XMHI6D2Fbbcf5-Ee9svu5G6_CmmVjTwVmJ_eZPdsMtSEBo/w400-h266/featured-img-of-post-204082.jpg&quot; title=&quot;Dobel Nikmat Saat Tugas Kerja&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;bukuceritadewasaonline&lt;/a&gt; - Hari ini adalah hari pertamaku tinggal di kota Bandung. Karena tugas kantorku, aku terpaksa tinggal di Bandung selama 5 hari dan weekend di Jakarta. Di kota kembang ini, aku menyewa kamar di rumah temanku. Menurutnya, rumah itu hanya ditinggali oleh Ayahnya yang sudah pikun, seorang perawat dan seorang pembantu. “Rumah yang asri” gumamku dalam hati. Halaman yang hijau, penuh tanaman dan bunga yang segar dikombinasikan dengan kolam ikan berbentuk oval. Aku mengetuk pintu rumah tersebut beberapa kali sampai pintu dibukakan. Sesosok tubuh semampai berbaju serba putih menyambutku dengan senyum manisnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;“Pak Rafi ya..”.&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ya.., saya temannya Mas Anto yang akan menyewa kamar di sini. Lho, kamu kan pernah kerja di tetanggaku?”, jawabku terkejut. Perawat ini memang pernah bekerja pada tetanggaku di Bintaro sebagai baby sitter.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Iya…, saya dulu pengasuhnya Aurelia. Saya keluar dari sana karena ada rencana untuk menikah lagi. Saya kan dulu janda Pak.., tapi mungkin belum jodoh.., ee dia nya pergi sama orang lain.., ya sudah, akhirnya saya kerja di sini..”, Mataku memandangi sekujur tubuhnya. Uti (nama si perawat itu) secara fisik memang tidak pantas menjadi seorang perawat. Kulitnya putih mulus, wajahnya manis, rambutnya hitam sebahu, buah dadanya sedang menantang dan kakinya panjang semampai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kedua matanya yang bundar memandang langsung mataku, seakan ingin mengatakan sesuatu. Aku tergagap dan berkata,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ee.., Mbak Uti, Bapak ada?”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Bapak sedang tidur. Tapi Mas Anto sudah nitip sama saya. Mari saya antarkan ke kamar..”. Uti menunjukkan kamar yang sudah disediakan untukku. Kamar yang luas, ber-AC, tempat tidur besar, kamar mandi sendiri dan sebuah meja kerja. Aku meletakkan koperku di lantai sambil melihat berkeliling, sementara Uti merunduk merapikan sprei ranjangku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tanpa sengaja aku melirik Uti yang sedang menunduk. Dari balik baju putihnya yang kebetulan berdada rendah, terlihat dua buah dadanya yang ranum bergayut di hadapanku. Ujung buah dada yang berwarna putih itu ditutup oleh BH berwarna pink. Darahku terkesiap. Ahh…, perawat cantik, janda, di rumah yang relatif kosong. Sadar melihat aku terkesima akan keelokan buah dadanya, dengan tersipu-sipu Uti menghalangi pemandangan indah itu dengan tangannya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Semuanya sudah beres Pak…, silakan beristirahat..”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ee…, ya.., terima kasih”, jawabku seperti baru saja terlepas dari lamunan panjang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sore itu aku berkenalan dengan ayah Anto yang sudah pikun itu. Ia tinggal sendiri di rumah itu setelah ditinggalkan oleh istrinya 5 tahun yang lalu. Selama beramah-tamah dengan sang Bapak, mataku tak lepas memandangi Uti. Sore itu ia menggunakan daster tipis yang dikombinasikan dengan celana kulot yang juga tipis. Buah dadanya nampak semakin menyembul dengan dandanan seperti itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di rumah itu ada seorang pembantu berumur sekitar 17 tahun. Mukanya manis, walaupun tidak secantik Uti. Badannya bongsor dan montok, Ani namanya. Ia yang sehari-hari menyediakan makan untukku. Hari demi hari berlalu. Karena kepiawaianku dalam bergaul, aku sudah sangat akrab dengan orang-orang di rumah itu. Bahkan Ani sudah biasa mengurutku dan Uti sudah berani untuk ngobrol di kamarku. Bagi janda muda itu, aku sudah merupakan tempat mencurahkan isi hatinya. Begitu cepat keakraban itu terjadi hingga kadang-kadang Uti merasa tidak perlu mengetuk pintu sebelum masuk ke kamarku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sampai suatu malam, ketika itu hujan turun dengan lebatnya. Aku, karena sedang suntuk memasang VCD porno kesukaanku di laptopku. Tengah asyik-asyiknya aku menonton tanpa sadar aku menoleh ke arah pintu, astaga…, Uti tengah berdiri di sana sambil juga ikut menonton. Rupanya aku lupa menutup pintu dan ia tertarik akan suara-suara erotis yang dikeluarkan oleh film produksi Vivid interactive itu. Ketika sadar bahwa aku mengetahui kehadirannya, Uti tersipu dan berlari ke luar kamar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Mbak Uti..”, panggilku seraya mengejarnya ke luar. Kuraih tangannya dan kutarik kembali ke kamarku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Mbak Uti…, mau nonton bareng? Ngga apa-apa kok..”. kataku&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ah, ngga Pak…, malu aku..”, katanya sambil melengos.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Lho.., kok malu.., kayak sama siapa saja.., kamu itu.., wong kamu sudah cerita banyak tentang diri kamu dan keluarga.., dari yang jelek sampai yang bagus.., masak masih ngomong malu sama aku?”, kataku seraya menariknya ke arah ranjangku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Yuk kita nonton bareng yuk..”,&amp;nbsp; Aku mendudukkan Uti di ranjangku dan pintu kamarku ku kunci. Dengan santai aku duduk di samping Uti sambil mengeraskan suara laptopku. Adegan-adegan erotis yang diperlihatkan ke 2 bintang porno itu memang menakjubkan. Mereka bergumul dengan buas dan saling menghisap. Aku melirik Uti yang sedari tadi takjub memandangi adegan-adegan panas tersebut. Terlihat ia berkali-kali menelan ludah. Nafasnya mulai memburu dan buah dadanya terlihat naik turun.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku memberanikan diri untuk memegang tangannya yang putih mulus itu. Uti tampak sedikit kaget, namun ia membiarkan tanganku membelai telapak tangannya. Terasa benar bahwa telapak tangan Uti basah oleh keringat. Aku membelai-belai tangannya seraya perlahan-lahan mulai mengusap pergelangan tangannya dan terus merayap ke arah ketiaknya. Uti nampak pasrah saja ketika aku memberanikan diri melingkarkan tanganku ke bahunya sambil membelai mesra bahunya. Namun ia belum berani untuk menatap mataku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sambil memeluk bahunya, tangan kananku kumasukkan ke dalam daster melalui lubang lehernya. Tanganku mulai merasakan montoknya pangkal buah dada Uti. Kubelai-belai seraya sesekali kutekan daging empuk yang menggunung di dada bagian kanannya. Ketika kulihat tak ada reaksi dari Uti, secepat kilat kusisipkan tanganku ke dalam BH-nya…, kuangkat cup BH-nya dan kugenggam buah dada ranum si janda muda itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ohh.., Pak…, jangan..”, bisiknya dengan serak seraya menoleh ke arahku dan mencoba menolak dengan menahan pergelangan tangan kananku dengan tangannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Sshh…, ngga apa-apa Mbak…, ngga apa-apa..”, bujukku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Nanti ketauanhh..”, jawabnya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Nggaa…, jangan takut..”, kataku seraya dengan sigap memegang ujung puting buah dada Uti dengan ibu jari dan telunjukku, lalu kupelintir-pelintir ke kiri dan kanan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ooh.., hh.., Pak.., Ouh.., jj.., jjanganhh.., ouh..”, Uti mulai merintih-rintih sambil memejamkan matanya. Pegangan tangannya mulai mengendor di pergelangan tanganku. Saat itu juga, kusambar bibirnya yang sedari tadi sudah terbuka karena merintih-rintih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ouhh.., mmff.., cuphh.., mpffhh..”, Dengan nafas tersengal-sengal Uti mulai membalas ciumanku. Kucoba mengulum lidahnya yang mungil, ketika kurasakan ia mulai membalas sedotanku. Bahkan ia kini mencoba menyedot lidahku ke dalam mulutnya seakan ingin menelannya bulat-bulat. Tangannya kini sudah tidak menahan pergelanganku lagi, namun kedua-duanya sudah melingkari leherku. Malahan tangan kanannya digunakannya untuk menekan belakang kepalaku sehingga ciuman kami berdua semakin lengket dan bergairah, momentum ini tak kusia-siakan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2021/05/dobel-nikmat-saat-tugas-kerja.html&quot;&gt;Dobel Nikmat Saat Tugas Kerja&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara Uti melingkarkan kedua tangannya di leherku, akupun melingkarkan kedua tanganku di pinggangnya. Aku melepaskan bibirku dari kulumannya dan aku mulai menciumi leher putih Uti dengan buas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aahh..Ouhh..” Uti menggelinjang kegelian dan tanganku mulai menyingkap daster di bagian pinggangnya. Kedua tanganku merayap cepat ke arah tali BH-nya dan, “tasss..” terlepaslah BH-nya dan dengan sigap kualihkan kedua tanganku ke dadanya. Saat itulah kurasakan betapa kencang dan ketatnya kedua buah dada Uti. Kenikmatan meremas-remas dan mempermainkan putingnya itu terasa betul sampai ke ujung sarafku, penisku yang sedari tadi sudah menegang terasa semakin tegang dan keras.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rintihan-rintihan Uti mulai berubah menjadi jeritan-jeritan kecil terutama saat kuremas buah dadanya dengan keras. Uti sekarang lebih mengambil inisiatif. Dengan nafasnya yang sudah sangat terengah-engah, ia mulai menciumi leher dan mukaku. Ia bahkan mulai berani menjilati dan menggigit daun telingaku ketika tangan kananku mulai merayap ke arah selangkangannya. Dengan cepat aku menyelipkan jari-jariku ke dalam kulotnya melalui perut, langsung ke dalam celana dalamnya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Walaupun kami berdua masih dalam keadaan duduk berpelukan di atas ranjang, posisi paha Uti saat itu sudah dalam keadaan mengangkang seakan memberi jalan bagi jari-jemariku untuk secepatnya mempermainkan kemaluannya. Hujan semakin deras saja mengguyur kota Bandung. Sesekali terdengar suara guntur bersahutan. Namun cuaca dingin tersebut sama sekali tidak mengurangi gairah kami berdua di saat itu. Gairah seorang lajang yang memiliki libido yang sangat tinggi dan seorang janda muda yang sudah lama sekali tidak menikmati sentuhan lelaki.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Uti mengeratkan pelukannya di leherku ketika jemariku menyentuh bulu-bulu lebat di ujung vaginanya. Ia menghentikan ciumannya di kupingku dan terdiam sambil terus memejamkan matanya. Tubuhnya terasa menegang ketika jari tengahku mulai menyentuh vaginanya yang sudah terasa basah dan berlendir itu. Aku mulai mempermainkan vagina itu dan membelainya ke atas dan ke bawah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ouuhh Pak.., ouhh.., aahh.., g..g.ggelliiihh…”. Uti sudah tidak bisa berkata-kata lagi selain merintih penuh nafsu ketika clitorisnya kutemukan dan kupermainkan. Seluruh badan Uti bergetar dan bergelinjang. Ia nampak sudah tak dapat mengendalikan dirinya lagi.Jeritan-jeritannya mulai terdengar keras. Sempat juga aku kawatir dibuatnya. Jangan-jangan seisi rumah mendengar apa yang tengah kami lakukan. Namun kerasnya suara hujan dan geledek di luar rumah menenangkanku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Benda kecil sebesar kacang itu terasa nikmat di ujung jari tengahku ketika aku memutar-mutarnya. Sambil mempermainkan clitorisnya, aku mulai menundukkan kepalaku dan menciumi buah dadanya yang masih tertutupi oleh daster. Seolah mengerti, Uti menyingkapkan dasternya ke atas, sehingga dengan jelas aku bisa melihat buah dadanya yang ranum, kenyal dan berwarna putih mulus itu bergantung di hadapanku. Karena nafsuku sudah memuncak, dengan buas kusedot dan kuhisap buah dada yang berputing merah jambu itu. Putingnya terasa keras di dalam mulutku menandakan nafsu janda muda itupun sudah sampai di puncak. Uti mulai menjerit-jerit tidak karuan sambil menjambak rambutku. Sejenak kuhentikan hisapanku dan bertanya, &lt;a href=&quot;https://taplink.cc/official.ituvip&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;slot online&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Enak Mbak?”.Sebagai jawabannya, Uti membenamkan kembali kepalaku ke dalam ranumnya buah dadanya. Jari tengahku yang masih mempermainkan clitorisnya kini kuarahkan ke lubang vagina Uti yang sudah menganga karena basah dan posisi pahanya yang mengangkang. Dengan pelan tapi pasti kubenamkan jari tengahku itu ke dalamnya dan,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Auuhh.., P.Paak.., hh”. Uti menjerit dan menaikkan kedua kakinya ke atas ranjang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Terrusshh.., auhh..”. Kugerakkan jariku keluar masuk di vaginanya dan Uti menggoyangkan pingggulnya mengikuti irama keluar masuknya jemariku itu. Aku menghentikan ciumanku di buah dada Uti dan mulai mengecup bibir ranum janda itu. Matanya tak lagi terpejam, tapi memandang sayu ke mataku seakan berharap kenikmatan yang ia rasakan ini jangan pernah berakhir. Tangan kiriku yang masih bebas, membimbing tangan kanan Uti ke balik celana pendekku. Ketika tangannya menyentuh penisku yang sudah sangat keras dan besar itu, terlihat ia agak terbelalak karena belum pernah melihat bentuk yang panjang dan besar seperti itu.Uti meremas penisku dan mulai mengocoknya naik turun naik turun.., kocokan yang nikmat yang membuatku tanpa sadar melenguh,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ahh.., Mbaak.., enaknya.., terusin..”. Saat itu kami berdua berada pada puncaknya nafsu. Aku yakin bahwa Mbak Uti sudah ingin secepatnya memasukkan penisku ke dalam vaginanya. Ia tidak mengatakannya secara langsung, namun dari tingkahnya menarik penisku dan mendekatkannya ke vaginanya sudah merupakan pertanda. Namun, di detik-detik yang paling menggairahkan itu terdengar suara si Bapak tua berteriak,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Utiii…, Utiii..”. Kami berdua tersentak, kukeluarkan jemariku dari vaginanya, Uti melepaskan kocokannya dan ia membenahi pakaian dan rambutnya yang berantakan. Sambil mengancingkan kembali BH-nya ia keluar dari kamarku menuju kamar Bapak tua itu. Sialan!, kepalaku terasa pening.Begitulah penyakitku kalau libidoku tak tersalurkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beberapa saat lamanya aku menanti siapa tahu janda muda itu akan kembali ke kamarku. Tapi nampaknya ia sibuk mengurus orang tua pikun itu, sampai aku tertidur. Entah berapa lama aku terlelap, tiba-tiba aku merasa napasku sesak. Dadaku serasa tertindih suatu beban yang berat. Aku terbangun dan membuka mataku. Aku terbelalak, karena tampak sesosok tubuh putih mulus telanjang bulat menindih tubuhku. “Mbak Uti?”, Tanyaku tergagap karena masih mengagumi keindahan tubuh mulus yang berada di atas tubuhku. Lekukan pinggulnya terlihat landai, dan perutnya terasa masih kencang. Buah dadanya yang lancip dan montok itu menindih dadaku yang masih terbalut piyama itu. Seketika, rasa kantukku hilang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mbak Uti tersenyum simpul ketika tangannya memegang celanaku dan merasakan betapa penisku sudah kembali menegang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kita tuntaskan ya Mbak?”,kataku sambil menyambut kuluman lidahnya. Sambil dalam posisi tertindih aku menanggalkan seluruh baju dan celanaku. Kegairahan yang sempat terputus itu, mendadak kembali lagi dan terasa bahkan lebih menggila. Kami berdua yang sudah dalam keadaan bugil saling meraba, meremas, mencium, merintih dengan keganasan yang luar biasa. Mbak Uti sudah tidak malu-malu lagi menggoyangkan pinggulnya di atas penisku sehingga bergesekan dengan vaginanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak lebih dari 5 menit, aku merasakan bahwa nafsu syahwat kami sudah kembali berada dipuncak. Aku tak ingin kehilangan momen lagi. Kubalikkan tubuh Uti, dan kutindih sehingga keempukan buah dadanya terasa benar menempel di dadaku. Perutku menggesek nikmat perutnya yang kencang, dan penisku yang sudah sangat menegang itu bergesekan dengan vaginanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Mbak.., buka kakinya.., sekarang kamu akan merasakan sorganya dunia Mbak..”, bisikku sambil mengangkangkan kedua pahanya. Sambil tersengal-sengal Uti membuka pahanya selebar-lebarnya. Ia tersenyum manis dengan mata sayunya yang penuh harap itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ayo Pak.., masukkan sekarang…”, Aku menempelkan kepala penisku yang besar itu di mulut vagina Uti. Perlahan-lahan aku memasukkannya ke dalam, semakin dalam, semakin dalam dan,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“aa.., Aooohh.., paakh….., aahh..”, rintihnya sambil membelalakkan matanya ketika hampir seluruh penisku kubenamkan ke dalam vaginanya. Setelah itu, “Blesss…”, dengan sentakan yang kuat kubenamkan habis penisku diiringi jeritan erotisnya,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ahh.., besarnyah.., ennnakk ppaak..”.Aku mulai memompakan penisku keluar masuk, keluar masuk. Gerakanku makin cepat dan cepat. Semakin cepat gerakanku, semakin keras jeritan Uti terdengar di kamarku. Pinggul janda muda itu pun berputar-putar dengan cepat mengikuti irama pompaanku. Kadang-kadang pinggulnya sampai terangkat-angkat untuk mengimbangi kecepatan naik turunnya pinggulku. Buah dadanya yang terlihat bulat dalam keadaan berbaring itu bergetar dan bergoyang ke sana ke mari. Sungguh menggairahkan!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Dobel Nikmat Saat Tugas Kerja&lt;/a&gt;, Tiba-tiba aku merasakan pelukannya semakin mengeras. Terasa kuku-kukunya menancap di punggungku. Otot-ototnya mulai menegang. Nafas perempuan itu juga semakin cepat. Tiba-tiba tubuhnya mengejang, mulutnya terbuka, matanya terpejam,dan alisnya merengut “aahh..”. Uti menjerit panjang seraya menjambak rambutku dan penisku yang masih bergerak masuk keluar itu terasa disiram oleh suatu cairan hangat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari wajahnya yang menyeringai, tampak janda muda itu tengah menghayati orgasmenya yang mungkin sudah lama tidak pernah ia alami itu. Aku tidak mengendurkan goyangan pinggulku, karena aku sedang berada di puncak kenikmatanku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Mbak.., goyang terus Mbak.., aku juga mau keluar..”. Uti kembali menggoyang pinggulnya dengan cepat dan beberapa detik kemudian, seluruh tubuhku menegang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Keluarkan di dalam saja pak”, bisik Uti,&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aku masih pakai IUD”. Begitu Uti selesai berbisik, aku melenguh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Mbak.., aku keluar.., aku keluarr…., aahh..”, dan…, “Crat.., crat.., craat”, kubenamkan penisku dalam-dalam di vagina perempuan itu. Seakan mengerti, Uti mengangkat pinggulnya tinggi-tinggi sehingga puncak kenikmatan ini terasa benar hingga ke tulang sumsumku. Kami berdua terkulai lemas sambil memejamkan mata, pikiran kami melayang-layang entah ke mana. Tubuhku masih menindih tubuh montok Uti.Kami berdua masih saling berpelukan dan akupun membayangkan hari-hari penuh kenikmatan yang akan kualami sesudah itu di Bandung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejak kejadian malam itu, kesibukan di kantorku yang luar biasa membuatku sering pulang larut malam. Kepenatanku selalu membuatku langsung tertidur lelap. Kesibukan ini bahkan membuat aku jarang bisa berkomunikasi dengan Uti. Walaupun begitu, sering juga aku mempergunakan waktu makan siangku untuk mampir ke rumah dengan maksud untuk melakukan seks during lunch. Sayang, di waktu tersebut ternyata Ayah Anto senantiasa dalam keadaan bangun sehingga niatku tak pernah kesampaian.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun suatu hari aku cukup beruntung walaupun orang tua itu tidak tidur. Aku mendapat apa yang kuinginkan. Ceritanya sebagai berikut: Uti diminta oleh Ayah Anto untuk mengambil sesuatu di kamarnya. Melihat peluang itu, aku diam-diam mengikutinya dari belakang. Kamar ayah Anto memang tidak terlihat dari tempat di mana orang tua itu biasa duduk. Sesampainya di kamar kuraih pinggang semampai perawat itu dari belakang. Uti terkejut dan tertawa kecil ketika sadar siapa yang memeluknya dan tanpa basa-basi langsung menyambut ciumanku dengan bibirnya yang mungil itu sambil dengan buas mengulum lidahku. Ia memang sudah tidak malu-malu lagi seperti awal pertemuan kami. Janda cantik itu sudah menunjukkan karakternya sebagai seorang pecinta sejati yang tanpa malu-malu lagi menunjukkan kebuasan gairahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kadang aku tidak mengerti, kenapa suaminya tega meninggalkannya. Namun analisaku mengatakan, suaminya tak mampu mengimbangi gejolak gairah Uti di atas ranjang dan untuk menutupi rasa malu yang terus menerus terpaksa ia meninggalkan perempuan muda itu untuk hidup bersama dengan perempuan lain yang lebih ‘low profile’.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0mezqdgH-E4Iy2oppxjvBDaUYtVHHF_WWbVFwpj76JsmW32vk0b69W5n_hKLpyhHkwKpSnZsLfx-4q7ePO7erB6XPQiasKKF7CO4vy-aQCfr43tBGllYCFeRhF6E4QNYbbr_g3tkQBiQ/s420/hd-melody-marks-9.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Dobel Nikmat Saat Tugas Kerja&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;420&quot; data-original-width=&quot;300&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0mezqdgH-E4Iy2oppxjvBDaUYtVHHF_WWbVFwpj76JsmW32vk0b69W5n_hKLpyhHkwKpSnZsLfx-4q7ePO7erB6XPQiasKKF7CO4vy-aQCfr43tBGllYCFeRhF6E4QNYbbr_g3tkQBiQ/w286-h400/hd-melody-marks-9.jpg&quot; title=&quot;Dobel Nikmat Saat Tugas Kerja&quot; width=&quot;286&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Aku memang belum sempat menanyakan pada Uti bagaimana ia menyalurkan kebutuhan biologisnya di saat menjanda. Aku berpikir, bawa masturbasi adalah jalan satu-satunya. Kami berdua masih saling berciuman dengan ganas ketika dengan sigap aku menyelipkan tanganku ke balik baju perawatnya yang putih itu. Sungguh terkejut ketika aku sadar bahwa ia sama sekali tidak memakai BH sehingga dengan mudahnya kuremas buah dada kanannya yang ranum itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kok ngga pakai BH Mbak..?” Sambil menggelinjang dan mendesah, ia menjawab sambil tersenyum nakal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Supaya gampang diremas sama kamu..”. Benar-benar jawaban yang menggemaskan! Kembali kukulum bibir dan lidahnya yang menggairahkan itu sambil dengan cepat kubuka kancing bajunya yang pertama, kedua, dan ketiga. Lalu tanpa membuang waktu kutundukkan kepalaku, dengan tangan kananku kukeluarkan buah dada kanannya dan kuhisap sedemikian rupa sehingga hampir setengahnya masuk ke dalam mulutku. Uti mulai mengerang kegelian,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ouhh.., geli Mas.., geliii.., ahh..”. Sejak kejadian malam itu, ia memang membiasakan dirinya untuk memanggilku Mas. Sambil menggelinjang dan merintih, tangan kanan Uti mulai mengelus-elus bagian depan celana kantorku. Penisku yang terletak tepat di baliknya terasa semakin menegang dan menegang. Jari-jari lentik perempuan itu berusaha untuk mencari letak kepala penisku untuk kemudian digosok-gosoknya dari luar celana. Sensasi itu membuat nafasku semakin memburu seperti layaknya nafas kuda yang tengah berlari kencang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seakan tak mau kalah darinya, tangan kiriku berusaha menyingkap rok janda muda itu dan dengan sigap kugosokkan jari-jemariku di celana dalamnya. Tepat diatas vaginanya, celana dalam Uti terasa sudah basah. Sungguh hebat! Hanya dalam beberapa menit saja, ia sudah sedemikian terangsangnya sehingga vaginanya sudah siap untuk dimasuki oleh penisku. Tanpa membuang waktu kuturunkan celana dalam tipis yang kali ini berwarna hitam, kudorong tubuh montok perawat itu ke dinding, lalu kuangkat paha kanannya sehingga dengkulnya menempel di pinggangku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan sigap pula kubuka ritsluiting celanaku dan kukeluarkan penisku yang sudah sangat tegang dan besar itu. Uti sudah nampak pasrah. Ia hanya bersender di dinding sambil memejamkan matanya dan memeluk bahuku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Utiii.., mana minyak tawonnya.., kok lama betuul…”. Suara orang tua itu terdengar dengan keras. Sungguh menjengkelkan. Uti sempat terkejut dan nampak panik ketika kemudian aku berbisik,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tenang Mbak.., jawab aja.., kita selesaikan dulu ini.., kamu mau kan?” Ia mengangguk seraya tersenyum manis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Sebentar Pak..”, teriaknya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Minyak tawonnya keselip entah ke mana.., ini lagi dicari kok…”. Ia tertawa cekikikan, geli mendengar jawaban spontannya sendiri. Namun tawanya itu langsung berubah menjadi jeritan erotis kecil ketika kupukul-pukulkan kepala penisku ke selangkangannya. Perlahan-lahan kutempelkan kepala penisku itu di pintu vaginanya. Sambi kuputar-putar kecil kudorong pinggulku perlahan-lahan. Uti ternganga sambil terengah-engah,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aahh.., aahh.., ouhh.., Mas.., besar sekali.., pelan-pelan Mas..pelan-pelanhh..”, dan, “aa…”. Uti menjerit kecil ketika kumasukkan seluruh penisku ke dalam vaginanya yang becek dan terasa sangat sempit dalam posisi berdiri ini. Aku menyodokkan penisku maju mundur dengan gerakan yang percepatannya meningkat dari waktu ke waktu. Tubuh Uti terguncang-guncang, buah dadanya bergayut ke kiri dan kanan dan jeritannya semakin menjadi-jadi. Aku sudah tak peduli kalau ayah Anton sampai mendengarkan jeritan perempuan itu, nafsuku sudah naik ke kepala. Janda muda ini memang memiliki daya pikat seks yang luar biasa.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2021/05/dobel-nikmat-saat-tugas-kerja.html&quot;&gt;Dobel Nikmat Saat Tugas Kerja&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Walaupun ia hanya seorang perawat, namun kemulusan dan kemontokan badannya sungguh setara dengan perempuan kota jaman sekarang. Sangat terawat dan nikmat sekali bila digesek-gesekkankan di kulit kita. Gerakan pinggulku semakin cepat dan semakin cepat.Mulutku tak puas-puasnya menciumi dan menghisap puting buah dadanya yang meruncing panjang dan keras itu. Buah dadanya yang kenyal itu hampir seluruhnya dibasahi oleh air liurku. Aku memang sedang nafsu berat. Aku merasakan bahwa sebentar lagi aku akan orgasme dan bersamaan dengan itu juga tubuh Uti menegang. Kupercepat gerakan pinggulku dan tiba-tiba,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“aahh.., Mas.., Masss…, aku keluarrr.., aahh”, Jeritnya. Saat itu juga kusodokkan penisku ke dalam vagina janda muda itu sekeras-kerasnya dan,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Craat.., craatt.., craat”. “Ahh…, Mbaak”, erangku sambil meringis menikmati puncak orgasme kami yang waktunya jatuh bersamaan itu. Kami berpelukan sesaat dan Uti berbisik dengan suara serak. “Mas.., aku ngga pernah dipuasin laki-laki seperti kamu muasin saya.., kamu hebat..”.Aku tersenyum simpul.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;baca juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2021/03/cewe-ketagihan-gak-cukup-satu.html&quot;&gt;Cewe Ketagihan Gak Cukup Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Mbak., aku masih punya 1001 teknik yang bisa membuat kamu melayang ke surga ke-7.., ngga bosan kan kalo lain waktu aku praktekkan sama kamu?”. Perlahan Uti menurunkan paha kanannya dan mencabut penisku dari vaginanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Bosan? Aku gila apa.., yang beginian ngga akan membuatku bosan.., kalau bisa tiap hari aku mau Mas..”. Benar-benar luar biasa libido perempuan ini, beruntung aku mempunyai libido yang juga luar biasa besarnya. Sebagai partner seks, kami benar-benar seimbang. Setelah kejadian siang itu, aku dan Uti seperti pengantin baru saja. Tak ada waktu luang yang tak terlewatkan tanpa nafsu dan birahi. Walaupun demikian, aku tekankan pada Uti, bahwa hubungan antara aku dan dia, hanyalah sebatas hubungan untuk memuaskan nafsu birahi saja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku dan dia punya hak untuk berhubungan dengan orang lain. Uti si janda muda yang sudah merasakan kenikmatan seks bebas itu tentu saja menyetujuinya. Suatu hari, Uti masuk ke dalam kamarku dan ia berkata,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Mas, aku akan mengambil cuti selama 1 bulan. Aku harus mengurusi masalah tanah warisan di kampungku..”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Lha.., kalau Mbak pulang, siapa yang akan mengurusi Bapak?”, tanyaku sambil membayangkan betapa kosongnya hari-hariku selama sebulan ke depan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Mas Anto bilang, akan ada adik Bapak yang akan menggantikan aku selama 1 bulan.., namanya Mbak Ine.., dia ngga kimpoi.., umurnya sudah hampir 40 tahun.., orangnya baik kok.., cerewet.., tapi ramah..”. Yah apa boleh buat, aku terpaksa kehilangan seorang teman berhubungan seks yang sangat menggairahkan. Hitung-hitung cuti 1 bulan.., atau kalau berpikir positif.., its time to look for a new partner!!!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hari ini adalah hari ke lima setelah kepergian Uti. Mbak Ine, pengganti sementara Uti, ternyata adalah adik ipar ayah Anto. Jadi, adik istri si bapak tua itu. Mbak Ine adalah seorang perempuan Sunda yang ramah. Wajahnya lumayan cantik, kulitnya berwarna hitam manis, badannya agak pendek dan bertubuh montok. Ukuran buah dadanya besar. Jauh lebih besar dari Uti dan senantiasa berdandan agak menor. Wanita yang berumur hampir 40 tahun itu mengaku belum pernah menikah karena merasa bahwa tak ada laki-laki yang bisa cocok dengan sifatnya yang avonturir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini ia bekerja secara freelance di sebuah stasiun televisi sebagai penulis naskah. Kemampuan bergaulku dan keramahannya membuat kami cepat sekali akrab. Lagi-lagi, kamarku itu kini menjadi markas curhatnya Mbak Ine. &lt;a href=&quot;https://taplink.cc/official.ituvip&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;agen slot&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Panggil saya teh Ine aja deh..”, katanya suatu kali dengan logat Bandungnya yang kental.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kalau gitu panggil saya Rafi aja ya teh.., ngga usah pake pak pak-an segala..”, balasku sambil tertawa. Baru 5 hari kami bergaul, namun sepertinya kami sudah lama saling mengenal. Kami seperti dua orang yang kasmaran, saling memperhatikan dan saling bersimpati. Persis seperti cinta monyet ketika kita remaja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat itu seperti biasa, kami sedang ngobrol santai dari hati ke hati sambil duduk di atas ranjangku. Aku memakai baju kaos dan celana pendek yang ketat sehingga tanpa kusadari tekstur penis dan testisku tercetak dengan jelas. Bila kuperhatikan, beberapa kali tampak teh Ine mencuri-curi melirik selangkanganku yang dengan mudah dilihatnya karena aku duduk bersila. Aku sengaja membiarkan keadaan itu berlangsung. Malah kadang-kadang dengan sengaja aku meluruskan kedua kakiku dengan posisi agak mengangkang sehingga cetakan penisku makin nyata saja di celanaku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Dobel Nikmat Saat Tugas Kerja&lt;/a&gt; - Sesekali, ditengah obrolan santai itu, tampak teh Ine melirik selangkanganku yang diikuti dengan nafasnya yang tertahan. Kenapa aku melakukan hal ini? Karena libidoku yang luar biasa, aku jadi tertantang untuk bisa meniduri teh Ine yang aku yakini sudah tak perawan lagi karena sifatnya yang avonturir itu. Dan lagi, dari sifatnya yang ramah, ceria, cerewet dan petualang itu, aku yakin di balik tubuh montok perempuan setengah baya tersimpan potensi libido yang tak kalah besar dengan Uti. Juga, gayanya dalam bergaul yang mudah bersentuhan dan saling memegang lengan sering membuat darahku berdesir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apalagi kalau aku sedang dalam keadaan libido tinggi. Saat ini, teh Ine mengenakan daster berwarna putih tipis sehingga tampak kontras dengan warna kulitnya yang hitam manis itu. Belahan buah dadanya yang besar itu menyembul di balik lingkaran leher yang berpotongan rendah di bagian dada. Dasternya sendiri berpola terusan hingga sebatas lutut sehingga ketika duduk, pahanya yang montok itu terlihat dengan jelas. Aku selalu berusaha untuk bisa mengintip sesuatu yang terletak di antara kedua paha teh Ine. Namun karena posisi duduknya yang selalu sopan, aku tak dapat melihat apa-apa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bukan main! Ternyata seorang wanita berusia 40-an masih mempunyai daya tarik sexual yang tinggi. Terus terang, baru kali ini aku berani berfantasi mengenai hubungan seks dengan teh Ine. Sementara ia bercerita tentang masa mudanya, pikiranku malah melayang dan membayangkan tubuh teh Ine sedang duduk di hadapanku tanpa selembar benangpun. Alangkah menggairahkannya. Aku seperti bisa melihat dengan jelas seluruh lekuk tubuhnya yang mulus tanpa cacat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tanpa sadar, penisku menegang dan cairan madzi di ujungnya pun mulai keluar. Celanaku tampak basah di ujung penisku, dan cetakan penis serta testisku semakin jelas saja tercetak di selangkangan celanaku. Membesarnya penisku ternyata tak lepas dari perhatian teh Ine. Tampak jelas terlihat matanya terbelalak melihat ukuran penisku yang membesar dan tercetak jelas di celana pendekku. Obrolan kami mendadak terhenti karena beberapa saat teh Ine masih terpaku pada selangkanganku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kunaon teh..?”, tanyaku memancing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Eh.., enteu.., kamu teh mikirin apa sih…?”, katanya sambil tersenyum simpul.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Mikirin teh Ine teh.., entah kenapa barusan saya membayangkan teh Ine nggak pakai apa-apa.., aduh indahnya teh..”, tiba-tiba saja jawaban itu meluncur dari mulutku. Aku sendiri terkejut dengan jawabanku yang sangat terus terang itu dan sempat membuatku terpaku memandang wajah teh Ine. Wajah teh Ine tampak memerah mendengar jawabanku itu. Napasnya mendadak memburu. Tiba-tiba teh Ine bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu. Ia menutup pintu kamarku dan menguncinya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Leherku tercekat, dan kurasakan jantungku berdegup semakin kencang. Dengan tersenyum dan sorot mata nakal ia menghampiriku dan duduk tepat di hadapan selangkanganku. Aku memang sedang dalam posisi selonjor dengan kedua kaki mengangkang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Fi, kamu pingin sama teteh..? Hmm?”, Desahnya seraya meraba penis tegangku dari luar celana. Aku menelan ludah sambil mengangguk perlahan dan tersenyum. Entah mengapa, aku jadi gugup sekali melihat wajah teh Ine yang semakin mendekat ke wajahku. Tanpa sadar aku menyandarkan punggungku ke tembok di ujung ranjang dan teh Ine menggeser duduknya mendekatiku sambil tetap menekan dan membelai selangkanganku. Nafas teh Ine yang semakin cepat terasa benar semakin menerpa hidung dan bibirku. Rasa nikmat dari belaian jemari teh Ine di selangkanganku semakin terasa keujung syaraf-syarafku. Napasku mulai memburu dan tanpa sadar mulutku mulai mengeluarkan suara erangan-erangan. Dengan lembut teh Ine menempelkan bibirnya di atas bibirku. Ia memulainya dengan mengecup ringan, menggigit bibir bawahku, dan tiba-tiba.., lidahnya memasuki mulutku dan berputar-putar di dalamnya dengan cepat. Langit-langit mulutku serasa geli disapu oleh lidah panjang milik perempuan setengah baya yang sangat menggairahkan itu. Aku mulai membalas ciuman, gigitan, dan kuluman teh Ine.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFE_tkuqlfvHkSAj2Ehu5g82f9UqAVhHU_BjWFrCT-DaG8yDvkzLpL5vJPnL3MyhyYv2DdoVApD389EEVo8VhK_7-uUfaaCyJ4WjSiUY5mLZCv-2ifjBYCjPDeeeKyyiu8knVeHz_oSRM/s1200/x-art_casey_and_jason_13.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Dobel Nikmat Saat Tugas Kerja&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;800&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFE_tkuqlfvHkSAj2Ehu5g82f9UqAVhHU_BjWFrCT-DaG8yDvkzLpL5vJPnL3MyhyYv2DdoVApD389EEVo8VhK_7-uUfaaCyJ4WjSiUY5mLZCv-2ifjBYCjPDeeeKyyiu8knVeHz_oSRM/w266-h400/x-art_casey_and_jason_13.jpg&quot; title=&quot;Dobel Nikmat Saat Tugas Kerja&quot; width=&quot;266&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Sambil berciuman, tangan kananku kuletakkan di buah dada kiri teh Ine. Uh.., alangkah besarnya.., walaupun masih ditutupi oleh daster, keempukan dan kekenyalannya sudah sangat terasa di telapak tanganku. Dengan cepat kuremas-remas buah dada teh Ine itu,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Emph.., emph..”, rintihnya sambil terus mengulum lidahku dan menggosok-gosok selangkanganku. Mendadak teh Ine menghentikan ciumannya. Ia menahan tanganku yang tengah meremas buah dadanya dan berkata,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Fi, sekarang kamu diam dulu yah.., biar teteh yang duluan..”. Tiba-tiba dengan cepat teh Ine menarik celana pendekku sekalian dengan celana dalamku. Saking cepatnya, penisku yang menegang melejit keluar. Sejenak teh Ine tertegun menatap penisku yang berdiri tegak laksana tugu monas itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Gusti Rafi.., ageung pisan..”, bisiknya lirih. Dengan cepat teh Ine menundukkan kepalanya, dan seketika tubuhku terasa dialiri oleh aliran listrik yang mengalir cepat ketika mulut teh Ine hampir menelan seluruh penisku. Terasa ujung penisku itu menyentuh langit-langit belakang mulut teh Ine. Dengan sigap teh Ine memegang penisku sementara lidahnya memelintir bagian bawahnya. Kepala teh Ine naik turun dengan cepat mengiringi pegangan tangannya dan puntiran lidahnya. Aku benar-benar merasa melayang di udara ketika teh Ine memperkuat hisapannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku melirik ke arah kaca riasku, dan di sana tampak diriku terduduk mengangkang sementara teh Ine dengan dasternya yang masih saja rapi merunduk di selangkanganku dan kepalanya bergerak naik turun. Suara isapan, jilatan dan kecupan bibir perempuan montok itu terdengar dengan jelas. Kenikmatan ini semakin menjadi-jadi ketika kurasakan teh Ine mulai meremas-remas kedua bola testisku secara bergantian. Perutku serasa mulas dan urat-urat di penisku serasa hendak putus karena tegangnya. Teh Ine tampak semakin buas menghisapi penisku seperti seseorang yang kehausan di padang pasir menemukan air yang segar. Jari-jemarinyapun semakin liar mempermainkan kedua testisku. “Slurrp.., Cuph.., Mphh..”. Suara kecupan-kecupan di penisku semakin keras saja.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2021/05/dobel-nikmat-saat-tugas-kerja.html&quot;&gt;Dobel Nikmat Saat Tugas Kerja&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nafsuku sudah naik ke kepala. Aku berontak untuk berusaha meremas kedua buah dada montok dan besar milik wanita lajang berusia setengah baya itu, namun tangan teh Ine dengan kuat menghalangi tubuhku dan iapun semakin gila menghisapi dan menjilati penisku.Aku mulai bergelinjang-gelinjang tak karuan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Teh Ine.., teeeh…, gantian dongg.., please.., saya udah ngga kuaat…, aahh.., sss..”, erangku seakan memohon. Namun permintaanku tak digubrisnya. Kedua tangan dan mulutnya semakin cepat saja mengocok penisku. Terasa seluruh syaraf-syarafku semakin menegang dan menegang, degup jantungku berdetak semakin kencang.. napaskupun makin memburu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Oohh…, Teh Ine.., Teh Ineee…, aahh….”, Aku berteriak sambil mengangkat pinggulku tinggi-tinggi dan, “Crat.., craat.., craat”, aku memuncratkan spermaku di dalam mulut teh Ine. Dengan sigap pula teh Ine menelan dan menjilati spermaku seperti seorang yang menjilati es krim dengan nikmatnya. Setiap jilatan teh Ine terasa seperti setruman-setruman kecil di penisku. Aku benar-benar menikmati permainan ini.., luar biasa teh Ine,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Enak Fi..? Hmm?”, teh Ine mengangkat kepalanya dari selangkanganku dan menatapku dengan senyum manisnya, tampak di seputar mulutnya banyak menempel bekas-bekas spermaku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Fuhh nikmatnya sperma kamu Fi..” Bisiknya mesra seraya menjilat sisa-sisa spermaku di bibirnya. “Obat awet muda ya teh..”, kataku bercanda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Yaa gitulah…, antosan sekedap nya? Biar teteh ambilkan minum buat kamu”. Oh my God.., benar-benar seorang wanita yang penuh pengabdian, dia belum mengalami orgasme apa-apa tapi perhatiannya pada pasangan lelakinya luar biasa besar, sungguh pasangan seks yang ideal! Kenyataan itu saja membuat rasa simpati dan birahiku pada teh Ine kembali bergejolak. Teh Ine kembali dari luar membawa segelas air.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Minum deh.., biar kamu segeran..”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Nuhun teh.., tapi janji ya abis ini giliran saya muasin teteh..”. Aku meneguk habis air dingin buatan teh Ine dan saat itu pula aku merasakan kejantananku kembali. Birahiku kembali bergejolak melihat tubuh montok teh Ine yang ada di hadapanku. Aku meraih tangan teh Ine dan dengan sekali betot kubaringkan tubuhnya yang molek itu di atas ranjang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Eeehh.., pelan-pelan Fi..”, teriak teh Ine dengan geli.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Teteh mau diapain sih… “, lanjutnya manja. Tanpa menjawab, aku menindih tubuh montok itu, dan sekejap kurasakan nikmatnya buah dada besar itu tergencet oleh dadaku. Juga, syaraf-syaraf sekitar pinggulku merasakan nikmatnya penisku yang menempel dengan gundukan vaginanya walaupun masih ditutupi oleh daster dan celana dalamnya. Kupandangi wajah teh Ine yang bundar dan manis itu. Kalau diperhatikan, memang sudah terdapat kerut-kerut kecil di daerah mata dan keningnya. Tapi peduli setan! Teh Ine adalah seorang wanita setengah baya yang paling menggairahkan yang pernah kulihat. Pancaran aura sexualnya sungguh kuat menerangi sanubari lelaki yang memandangnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Teteh mau tau apa yang ingin saya lakukan terhadap teteh?”, Kataku sambil tersenyum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Saya akan memperkosa teteh sampai teteh ketagihan”. Lalu dengan ganas, aku memulai menciumi bibir dan leher teh Ine. Teh Inepun dengan tak kalah ganasnya membalas ciuman-ciumanku.Keganasan kami berdua membuat suasana kamarku menjadi riuh oleh suara-suara kecupan dan rintihan-rintihan erotis. Dengan tak sabar aku menarik ritsluiting daster teh Ine, kulucuti dasternya, BH-nya, dan yang terakhir.., celana dalamnya. Wow.., sebuah gundukan daging tanpa bulu sama sekali terlihat sangat menantang terletak di selangkangan teh Ine. My God.., alangkah indahnya vagina teh Ine itu.., tak pernah kubayangkan bahwa ia mencukur habis bulu kemaluannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kamu juga buka semua dong Fi”, rengeknya sambil menarik baju kaosku ke atas. Dalam sekejap, kami berdua berdua berpelukan dan berciuman dengan penuh nafsu dalam keadaan bugil! Sambil menindih tubuhnya yang montok itu, bibirku menyelusuri lekuk tubuh teh Ine mulai dari bibir, kemudian turun ke leher, kemudian turun lagi ke dada, dan terus ke arah puting susu kirinya yang berwarna coklat kemerah-merahan itu. Alangkah kerasnya puting susunya, alangkah lancipnnya.., dan mmhh.., seketika itu juga kukulum, kuhisap dan kujilat puting kenyal itu.., karena gemasnya, sesekali kugigit juga puting itu. &lt;a href=&quot;https://taplink.cc/official.ituvip&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;slot pulsa&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Auuhh.., Fi.., gellii.., sss.., ahh”, rintihnya ketika gigitanku agak kukeraskan. Badan montoknya mulai mengelinjang-gelinjang ke sana kemari.., dan mukanya menggeleng-geleng ke kiri dan ke kanan. Sambil menghisap, tangan kananku merayap turun ke selangkangannya. Dengan mudah kudapati vaginanya yang besar dan sudah sangat becek sekali. Akupun dengan sigap memain-mainkan jari tenganku di pintu vaginanya. “Crks.., crks.., crks”, terdengar suara becek vagina teh Ine yang berwarna lebih putih dari kulit sekitarnya. Ketika jariku mengenai gundukan kecil daging yang mirip dengan sebutir kacang, ketika itu pula wanita setengah baya itu menjerit kecil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ahh.., geli Fi.., gelli”, Putaran jariku di atas clitoris teh Ine dan hisapanku pada kedua puting buah dadanya makin membuat lajang montok berkulit hitam manis itu semakin bergelinjang dengan liar. “Fi.., masukin sekarang Fi.., sekarang.., please.., teteh udah nggak tahan..ahh..”. Kulihat wajah teh Ine sudah meringis seperti orang kesakitan. Ringisan itu untuk menahan gejolak orgasmenya yang sudah hampir mencapai puncaknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Dobel Nikmat Saat Tugas Kerja&lt;/a&gt;, Dengan sigap kuarahkan penisku ke vagina montok milik teh Ine.., kutempelkan kepala penisku yang besar tepat di bawah klitorisnya, kuputar-putarkan sejenak dan teh Ine meresponnya dengan mengangkangkan pahanya selebar-lebarnya untuk memberi kemudahan bagiku untuk melakukan penetrasi.., saat itu pula kusodokkan pantatku sekuat-kuatnya dan, “Blesss”, masuk semuanya! “Aahh….” Teh Ine menjerit panjang..,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Besar betul Fi.., auhh…., besar betuull…, duh gusti enaknya.., aahh..”.Dengan penuh keganasan kupompa penisku keluar masuk vagina teh Ine. Dan iapun dengan liarnya memutar-mutar pinggulnya di bawah tindihanku. Astaga.., benar-benar pengalaman yang luar biasa! Bahkan keliaran teh Ine melebihi ganasnya Mbak Uti.., luar biasa! Kedua tubuh kami sudah sangat basah oleh keringat yang bercampur liur. Kasurkupun sudah basah di mana-mana oleh cairan mani maupun lendir yang meleleh dari vagina teh Ine, namun entah kekuatan apa yang ada pada diri kami…, kami masih saling memompa, merintih, melenguh, dan mengerang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bunyi ranjangku pun sudah tak karuan.., “Kriet.., kriet.., krieeet”, sesuai irama goyangan pinggul kami berdua. Penisku yang besar itu masih dengan buasnya menggesek-gesek vagina teh Ine yang terasa sempit namun becek itu. Setelah lebih dari 15 menit kami saling memompa, tiba-tiba kurasakan seluruh tubuh teh Ine menegang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Fi.., Fi.., Teteh mau keluar..”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Iya teh, saya juga.., kita keluar sama-sama teh…”, Goyanganku semakin kupercepat dan pada saat yang bersamaan kami berdua saling berciuman sambil berpelukan erat.., aku menancapkan penisku dalam-dalam dan teh Ine mengangkat pinggulnya tinggi-tinggi…, “Crat.., crat.., crat.., crat”, kami berdua mengerang dengan keras sambil menikmati tercapainya orgasme pada saat yang bersamaan. Kami sudah tak peduli bila seisi rumah akan mendengarkan jeritan-jeritan kami, karena aku yakin teh Ine pun tak pernah merasakan kenikmatan yang luar biasa ini sepanjang hidupnnya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ahh.., Fi.., kamu hebaat.., kamu hebaathh.., hh.., Teteh ngga pernah ngerasain kenikmatan seperti ini”. “Saya juga teh.., terima kasih untuk kenikmatan ini..”, Kataku seraya mengecup kening teh Ine dengan mesra.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Mau tau suatu rahasia Fi?”, tanyanya sambil membelai rambutku,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Teteh sudah lima tahun tidak bersentuhan dengan laki-laki.., tapi entah kenapa, dalam 5 hari bergaul dengan kamu.., teteh tidak bisa menahan gejolak birahi teteh.., ngga tau kenapa.., kamu itu punya aura seks yang luar biasa..”. Teh Ine bangkit dari ranjangku dan mengambil sesuatu dari kantong dasternya.Sebutir pil KB.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Seperti punya firasat, teteh sudah minum pil ini sejak 3 hari yang lalu..”, katanya tersenyum,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Dan akan teteh minum selama teteh ada di sini..”, Teh Ine mengerdipkan matanya padaku dengan manja sambil memakai dasternya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Selamat tidur sayang…”, Teh Ine melangkah keluar dari kamarku. Teh Ine memang luar biasa. Ia bukan saja dapat menggantikan kedudukan Uti sebagai partner seks yang baik, tetapi juga memberi sentuhan-sentuhan kasih sayang keibuan yang luar biasa. Aku benar-benar dimanja oleh wanita setengah baya itu. Fantasi seksualnya juga luar biasa. Mungkin itu pengaruh dari pekerjaannya sebagai penulis cerita drama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Coba bayangkan, ia pernah memijatku dalam keadaan bugil, kemudian sambil terus memijat ia bisa memasukkan penisku ke dalam vaginanya, dan aku disetubuhi sambil terus menikmati pijatan-pijatannya yang nikmat. Ia juga pernah meminta aku untuk menyetubuhinya di saat ia mandi pancuran di kamar mandi dan kami melakukannya dengan tubuh licin penuh sabun. Dan yang paling sensasional adalah.., Sore itu aku sudah berada di rumah. Karena load pekerjaan di kantorku tidak begitu tinggi, aku sengaja pulang cepat.Selesai mandi aku duduk di meja makan sambil menikmati pisang goreng buatan teh Ine. Perempuan binal itu memang luar biasa, ia melayaniku seperti suaminya saja. Segala keperluan dan kesenanganku benar-benar diperhatikan olehnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seperti biasa, aku mengenakan baju kaos buntung dan celana pendek longgar kesukaanku dan (seperti biasa juga) aku tidak menggunakan celana dalam. Kebiasaan ini kumulai sejak adanya teh Ine di rumah ini, karena bisa dipastikan hampir tiap hari aku akan menikmati tubuh sintal adik ipar ayah si Anto itu. Sore itu sambil menikmati pisang goreng di meja makan, aku bercakap-cakap dengan ayah Anto. Orang tua itu duduk di pojok ruangan dekat pintu masuk untuk menikmati semilirnya angin sore kota Bandung. Jarak antara aku dengannya sekitar 6 meter. Sambil bercakap-cakap mataku tak lepas dari teh Ine yang mondar mandir menyediakan hidangan sore bagi kami.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Entah ke mana PRT kami saat itu. Teh Ine mengenakan celana pendek yang ditutupi oleh kaos bergambar Mickey Mouse berukuran ekstra besar sehingga sering tampak kaos itu menutupi celana pendeknya yang memberi kesan teh Ine tidak mengenakan celana. Aku berani bertaruh perempuan itu tidak menggunakan BH karena bila ia berjalan melenggang, tampak buah dadanya bergayut ke atas ke bawah, dan di bagian dadanya tercetak puting buah dadanya yang besar itu. Tanpa sadar batang penisku mulai membesar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah selesai dengan kesibukannya, teh Ine duduk di sebelah kiriku dan ikut menikmati pisang goreng buatannya. Kulihat ia melirik ke arahku sambil memasukkan pisang goreng perlahan-lahan ke dalam mulutnya. Sambil mengerdipkan matanya, ia memasukkan dan mengeluarkan pisang goreng itu dan sesekali menjilatnya. Sambil terus berbasa basi dengan orang tua Anto, aku menelan ludah dan merasakan bahwa urat-urat penisku mulai mengeras dan kepala penisku mulai membesar. Tiba-tiba kurasakan jari-jemari kanan teh Ine menyentuh pahaku. Lalu perlahan-lahan merayap naik sampai di daerah penisku. Dengan gemas teh Ine meremas penis tegangku dari luar celanaku sehingga membuat cairan beningku membuat tanda bercak di celanaku. Setelah beberapa lama meremas-remas, tangan itu bergerak ke daerah perut dan dengan cepat menyelip ke dalam celana pendekku. Aku sudah tidak tahu lagi apa isi percakapan orang tua Anto itu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2021/05/dobel-nikmat-saat-tugas-kerja.html&quot;&gt;Dobel Nikmat Saat Tugas Kerja&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beberapa kali ia mengulangi pertanyaannya padaku karena jawabanku yang asal-asalan. Degup jantungku mulai meningkat. Jemari lentik itu kini sudah mencapai kedua bolaku. Dengan jari telunjuk dan tengah yang dirapatkan, perempuan lajang itu mengelus-elus dan menelusuri kedua bolaku.., mula-mula berputar bergantian kiri dan kanan kemudian naik ke bagian batang.., terus bergerak menelusuri urat-urat tegang yang membalut batang kerasku itu,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“sss…, teteh..”. Aku berdesis ketika kedua jarinya itu berhenti di urat yang terletak tepat di bawah kepala penisku.., itu memang daerah kelemahanku.., dan perempuan sintal ini mengetahuinya.., kedua jemarinya menggesek-gesekkan dengan cepat urat penisku itu sambil sesekali mencubitnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“aahh…”, erangku ketika akhirnya penisku masuk ke dalam genggamannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kenapa Rafi?”, Orang tua yang duduk agak jauh di depanku itu mengira aku mengucapkan sesuatu. “E.., ee…, ndak apa-apa Pak..”, Jawabku tergagap sambil kembali meringis ketika teh Ine mulai mengocok penisku dengan cepat.Gila perempuan ini! Dia melakukannya di depan kakaknya sendiri walaupun tidak kelihatan karena terhalang meja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Saya cuma merasa segar dengan udara Bandung yang dingin ini..”, Jawabku sekenanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ooo begitu.., saya pikir kamu sakit perut.., habis tampangmu meringis-meringis begitu..”, Orang tua itu terkekeh sambil memalingkan mukanya ke jalan raya. Begitu kakaknya berpaling, teh Ine dengan cepat merebahkan kepalanya ke pangkuanku sehingga dari arah ayah Anto, teh Ine tak tampak lagi. Dengan cepat tangannya memelorotkan celanaku sehingga penisku yang masih digenggamnya dengan erat itu terasa dingin terterpa angin. Sejenak perempuan itu memandang penis besarku itu.., ia selalu memberikan kesempatan pada matanya untuk menikmati ukuran dan kekokohannya. Kemudian teh Ine menjulurkan lidahnya dan mulai menjilat mengelilingi lubang penisku.., kemudian ia memasukkan ujung lidahnya ke ujung lubang penisku dan mengecap cairan beningku.., lalu lidahnya diturunkan lagi-lagi ke urat di bawah penisku.Aku mulai menggelinjang-gelinjang tak karuan, walaupun dengan hati-hati takut ketahuan oleh kakak teh Ine yang duduk di depanku. Tanganku mulai meraba-raba buah dadanya yang besar itu dan meremasnya dengan gemas,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“sss.., teeehh..”, desisku agak keras ketika perempuan itu dengan kedua bibirnya menyedot urat di bawah kepala penisku itu.., sementara tangannya meremas-remas kedua bolaku…, aawwww nikmatnya…, aku begitu terangsang sehingga seluruh pori-pori kulitku meremang dan mukaku berwarna merah. Aku sudah dalam tahap ingin menindih dan sesegera mungkin memasukkan penisku ke dalam vagina perempuan ini tapi semua itu tak mungkin kulakukan di depan kakaknya yang masih duduk di depanku menikmati lalu lalang kendaraan di depan rumahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tiba-tiba bibir teh Ine bergerak dengan cepat ke kepala penisku.., sambil terus kupermainkan putingnya kulihat ia membuka mulutnya dengan lebar dan tenggelamlah seluruh penisku ke dalam mulutnya.Aku kembali mendesis dan meringis sambil tetap duduk di meja makan mendengarkan ocehan orang tua Anto yang kembali mengajakku berbincang. Mulut teh Ine dengan cepat menghisap dan bergerak maju mundur di penisku. Tanganku menarik dasternya ke atas dari arah punggung sehingga terlihatlah pantatnya yang mulus tidak ditutupi oleh selembar benangpun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku ingin menjamah vaginanya, ingin rasanya kumasukkan jari-jariku dengan kasar ke dalamnya dan kukocok-kocok dengan keras tapi aku sudah tak kuat lagi. Jilatan lidah, kecupan, dan sedotan teh Ine di penisku membuat seluruh syarafku menegang. Tiba-tiba kujambak rambut teh Ine dan kutekan sekuat-kuatnya sehingga seluruh penisku tenggelam ke dalam mulutnya. Kurasakan ujung penisku menyentuh langit-langit tenggorokan teh Ine dan, “Creeet…, creeett…, creeettt”, menyemburlah cairan maniku ke mulut teh Ine.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ahh…, aahh.., aahh.., tetteeehh…”, Aku meringis dan mendesis keras ketika cairan maniku bersemburan ke dalam mulut teh Ine. Perempuan itu dengan lahap menjilati dan menelan seluruh cairanku sehingga penisku yang hampir layu kembali sedikit menegang karena terus-terusan dijilat. Aku memejamkan mataku.., gilaa.., permainan ini benar-benar menakjubkan. Ada rasa was-was karena takut ketahuan, tapi rasa was-was itu justru meningkatkan nafsuku. Teh Ine memandang penisku yang sudah agak mengecil namun tetap saja dalam posisi tegak. &lt;a href=&quot;https://taplink.cc/official.ituvip&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;game slot&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Luar biasa…”, Bisiknya,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Siap-siap nanti malam yah?” Katanya sambil bangkit dan beranjak ke dapur. Aku cukup kagum dengan prestasi yang kucapai di rumah ini. Baru 2 bulan di Bandung, aku sudah bisa meniduri 2 orang wanita yang sudah lama tidak pernah menikmati sentuhan lelaki. Dan wanita-wanita itu, aku yakin akan selalu termimpi-mimpi akan besar dan nikmatnya gesekan penisku di dalam vagina mereka.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/feeds/238462850747302896/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2021/05/dobel-nikmat-saat-tugas-kerja.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/238462850747302896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/238462850747302896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2021/05/dobel-nikmat-saat-tugas-kerja.html' title='Dobel Nikmat Saat Tugas Kerja'/><author><name>Karla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15414855962408796804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLkKWBhPOv5O0a5cV99Hzd3fHFJ4IIqXpdx4gtHqnfEwV_JyUDq1nz-Bjq05WPqbga5KEN1EbJ5gJlnw8h33ivQOXn-fFG8XMHI6D2Fbbcf5-Ee9svu5G6_CmmVjTwVmJ_eZPdsMtSEBo/s72-w400-h266-c/featured-img-of-post-204082.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433305999846514824.post-4367591936112568796</id><published>2021-03-21T12:15:00.006-07:00</published><updated>2021-03-21T13:05:19.262-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita becek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita dewasa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita lendir"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita perawan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita threesome"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="doggystyle"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="gairah muda"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="horny"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kisah seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="merem melek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="oral seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sange"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="seks gilir"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sepong"/><title type='text'>Cewe Ketagihan Gak Cukup Satu</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9AC94A2f_NKfaxidVi8JBHznhrCArPa0RTB1lkg3GPz0nFOXHl_vWXmYIH7D4-k2Q1vC6Ibt8jGHGuKw7tGyBTaf4aFxKM-aev8V9LyIGYmQWEw658dDJKGxuyL_alhVOpgQCUM1OYpY/s973/255685.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cewe Ketagihan Gak Cukup Satu&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;547&quot; data-original-width=&quot;973&quot; height=&quot;225&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9AC94A2f_NKfaxidVi8JBHznhrCArPa0RTB1lkg3GPz0nFOXHl_vWXmYIH7D4-k2Q1vC6Ibt8jGHGuKw7tGyBTaf4aFxKM-aev8V9LyIGYmQWEw658dDJKGxuyL_alhVOpgQCUM1OYpY/w400-h225/255685.jpg&quot; title=&quot;Cewe Ketagihan Gak Cukup Satu&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;bukuceritadewasaonline&lt;/a&gt; - Aku adalah gadis berusia 19 tahun. Kawan-kawan mengatakan aku cantik, tinggi 170, kulit putih dengan rambut lurus sebahu. Aku termasuk populer diantara kawan-kawan, pokoknya ’gaul abis’. Namun demikian aku masih mampu menjaga kesucianku sampai.. Suatu saat aku dan enam orang kawan Ani (19), Susan (20), Kevin (22), Dimas (22), John (23) dan Erick (20). menghabiskan liburan dengan menginap di villa keluarga Erick di Puncak. Ani walaupun tidak terlalu tinggi (160) memiliki tubuh padat dengan kulit putih, sangat sexy apalagi dengan ukuran payudara 36b-nya, Ani telah berpacaran cukup lama dengan Kevin. Diantara kami bertiga Susan yang paling cantik, tubuhnya sangat proporsi tidak heran kalau sang pacar, Dimas, sangat tergila-gila dengannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;span&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;Sementara aku, Erick dan John masih ’jomblo’. Erick yang berdarah India sebenarnya suka sama aku, dia lumayan ganteng hanya saja bulu-bulu dadanya yang lebat terkadang membuat aku ngeri, karenanya aku hanya menganggap dia tidak lebih dari sekedar teman. Acara ke Puncak kami mulai dengan ’hang-out’ di salah satu kafe terkenal di kota kami. Larut malam baru tiba di Puncak dan langsung menyerbu kamar tidur, kami semua tidur dikamar lantai atas.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Udara dingin membuatku terbangun dan menyadari hanya Ani yang ada sementara Susan entah kemana, rasa haus membuatku beranjak menuju dapur untuk mengambil minum. Sewaktu melewati kamar belakang dilantai bawah, telingaku menangkap suara orang yang sedang bercakap-cakap. Kuintip dari celah pintu yang tidak tertutup rapat, ternyata Dimas dan Susan. Niat menegur mereka aku urungkan, karena kulihat mereka sedang berciuman, awalnya kecupan-kecupan lembut yang kemudian berubah menjadi lumatan-lumatan. Keingintahuan akan kelanjutan adegan itu menahan langkahku menuju dapur. Adegan ciuman itu bertambah ’panas’ mereka saling memagut dan berguling-gulingan, lidah Dimas menjalar bagai bagai ular ketelinga dan leher sementara tangannya menyusup kedalam t-shirt meremas-remas payudara yang menyebabkan Susan mendesah-desah, suaranya desahannya terdengar sangat sensual.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Disibakkannya t-shirt Susan dan lidahnya menjalar dan meliuk-liuk di putingnya, menghisap dan meremas-remas payudara Susan. Setelah itu tangannya mulai merayap kebawah, mengelus-elus bagian sensitif yang tertutup cd. Dimas berusaha membuka penutup terakhir itu, tapi sepertinya Susan keberatan. Lamat-lamat kudengar pembicaraan mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Jangan Mas” tolak Susan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kenapa sayang” tanya Dimas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aku belum pernah.. gituan”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Makanya dicoba sayang” bujuk Dimas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Takut Mas” Susan beralasan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ngga apa-apa kok” lanjut Dimas membujuk&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tapi Mas”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Gini deh”, potong Dimas, “Aku cium aja, kalau kamu ngga suka kita berhenti”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Janji ya Mas” sahut Susan ingin meyakinkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Janji” Dimas meyakinkan Susan. Dimas tanpa membuang-buang waktu, ia membuka t-shirt dan celana pendeknya dan kembali menikmati bukit kenikmatan Susan yang indah itu, perlahan mulutnya merayap makin kebawah.. kebawah.. dan kebawah. Ia mengecup-ngecup gundukan diantara paha sekaligus menarik turun celana dalam Susan. Dengan hati-hati Dimas membuka kedua paha Susan dan mulai mengecup kewanitaannya disertai jilatan-jilatan. Tubuh Susan bergetar merasakan lidah Dimas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Agghh.. Mas.. oohh.. enakk.. mas”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mendengar desahan Susan, Dimas semakin menjadi-jadi, ia bahkan menghisap-hisap kewanitaan Susan dan meremas-remas payudaranya dengan liar. Hentakan-hentakan &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2021/03/cewe-ketagihan-gak-cukup-satu.html&quot;&gt;birahi&lt;/a&gt; sepertinya telah menguasai Susan, tubuhnya menggelinjang keras disertai desahan dan erangan yang tidak berkeputusan, tangannya mengusap-usap dan menarik-narik rambut Dimas, seakan tidak ingin melepaskan kenikmatan yang ia rasakan. Susan semakin membuka lebar kedua kakinya agar memudahkan mulut Dimas melahap kewanitaannya. Kepalanya mengeleng kekiri-kekanan, tangannya menggapai-gapai, semua yang diraih dicengkramnya kuat-kuat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Susan sudah tenggelam dan setiap detik belalu semakin dalam ia menuju ke dasar lautan birahi. Dimas tahu persis apa yang harus dilakukan selanjutnya, ia membuka CD nya dan merangkak naik keatas tubuh Susan. Mereka bergumul dalam ketelanjangan yang berbalut birahi. Sesekali Dimas di atas sesekali dibawah disertai gerakan erotis pinggulnya, Susan tidak tinggal diam ia melakukan juga yang sama. Kemaluan mereka saling beradu, menggesek, dan menekan-nekan. Melihat itu semua membuat degup jantung berdetak kencang dan bagian-bagian sensitif di tubuhku mengeras.. Aku mulai terjangkit virus birahi mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dimas kemudian mengangkat tubuhnya yang ditopang satu tangan, sementara tangan lain memegang kejantanannya. Dimas mengarahkan kejantanannya keselah-selah paha Susan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Jangan Mas, katanya cuma cium aja” sergah Susan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Rileks San” bujuk Dimas, sambil mengosok-gosok ujung penisnya di kewanitaan Susan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tapi.. Mas.. oohh.. aahh” protes Susan tenggelam dalam desahannya sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Nikmatin aja San”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ehh.. akkhh.. mpphh” Susan semakin mendesah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Gitu San.. rileks.. nanti lebih enak lagi”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“He eh Mas.. eesshh”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Enak San..?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ehh.. enaakk Mas”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku benar-benar ternganga dibuatnya. Seumur hidup belum pernah aku melihat milik pria yang sebenarnya, apalagi adegan ’live’ seperti itu. Tidak ada lagi protes apalagi penolakan hanya desahan kenikmatan Susan yang terdengar. &lt;a href=&quot;http://www.ituvipwd.com&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;mesin slot&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aku masukin ya San” pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dimas langsung menekan pinggulnya, ujung kejantanannya tenggelam dalam kewanitaan Susan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aakhh.. Mas.. eengghh” erang Susan cukup keras, membuat bulu-bulu ditubuhku meremang mendengarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dimas lebih merunduk lagi dengan sikut menahan badan, perlahan pinggulnya bergerak turun naik serta mulutnya dengan rakus melumat payudara Susan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Teruss.. Mas.. enak banget.. ohh.. isep yang kerass sayangg” Susan meracau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aku suka sekali payudara kamu San.. mmhh”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aku juga suka kamu isep Mas.. ahh” Susan menyorongkan dadanya membuat Dimas bertambah mudah melumatnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bukan hanya Susan yang terayun-ayun gelombang birahi, aku yang melihat semua itu turut hanyut dibuatnya. Tanpa sadar aku mulai meremas-remas payudara dan memainkan putingku sendiri, membuat mataku terpejam-pejam merasakan nikmatnya. Dimas tahu Susan sudah pada situasi ’point of no return’, ia merebahkan badannya menindih Susan dan memeluknya seraya melumat mulut, leher dan telinga Susan dan.. kulihat Dimas menekan pinggulnya, dapat kubayangkan bagaimana kejantanannya melesak masuk ke dalam rongga kenikmatan Susan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Auuwww.. Mas.. sakiitt” jerit Susan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Stop.. stop Mas”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Rileks San… supaya enak nanti” bujuk Dimas, sambil terus menekan lebih dalam lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Sakit Mas.. pleasee.. jangan diterusin”&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2021/03/cewe-ketagihan-gak-cukup-satu.html&quot;&gt;Cewe Ketagihan Gak Cukup Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terlambat.. seluruh kejantanan Dimas telah terbenam di dalam rongga kenikmatan Susan. Beberapa saat Dimas tidak bergerak, ia mengecup-ngecup leher, pundak dan akhirnya payudara Susan kembali jadi bulan-bulanan lidah dan mulutnya. Perlakuan Dimas membuat birahi Susan terusik kembali, ia mulai melenguh dan mendesah-desah, lama kelamaan semakin menjadi-jadi. Bagian belakang tubuh Dimas yang mulai dari punggung, pinggang sampai buah pantatnya tak luput dari remasan-remasan tangan Susan. Dimas memahami sekali keadaan Susan, pinggulnya mulai digerakan memutar perlahan sekali tapi mulutnya bertambah ganas melahap gundukan daging Susan yang dihiasi puting kecil kemerah-merahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Uhh.. ohh.. Mas” desah kenikmatan Susan, kakinya dibuka lebih melebar lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dimas tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dipercepat ritme gerakan pinggulnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Agghh.. ohh.. terus Masss” Susan meracau merasakan kejantanan Dimas yang berputar-putar di kewanitaannya, kepalanya tengadah dengan mata terpejam, pinggulnya turut bergoyang. Merasakan gerakannya mendapat respon Dimas tidak ragu lagi untuk menarik-memasukan batang kemaluannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aaauugghh.. sshh.. Mass.. ohh.. Mass” Susan tak kuasa lagi menahan luapan kenikmatan yang keluar begitu saja dari mulutnya. Pinggul Dimas yang turun naik dan kaki Susan yang terbuka lebar membuat darahku berdesir, menimbulkan denyut-denyut di bagian sensitifku, kumasukan tangan kiri kebalik celana pendek dan CD. Tubuhku bergetar begitu jari-jemariku meraba-raba kewanitaanku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ssshh.. sshh” desisku tertahan manakala jari tengahku menyentuh bibir kemaluanku yang sudah basah, sesaat ’life show’ Dimas dan Susan terlupakan. Kesadaranku kembali begitu mendengar pekikan Susan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Adduuhh.. Mas.. nikmat sekalii” Susan terbuai dalam birahinya yang menggebu-gebu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Nikmati San.. nikmati sepuas-puasnya”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ssshh.. ahh.. ohh.. ennaak Mas”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Punya kamu enaakk sekalii San.. uugghh”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ohh.. Mass.. aku sayang kamu.. sshh” desah Susan seraya memeluk, pujian Dimas rupanya membuat Susan lebih agresif, pantatnya bergoyang mengikuti irama hentakan-hentakan turun-naik pantat Dimas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Enaak San.. terus goyang.. uhh.. eenngghh” merasakan goyangan Susan Dimas semakin mempercepat hujaman-hujaman kejantanannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ahh.. aahh.. Mass.. teruss.. sayaang” pekik Susan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semakin liar keduanya bergumul, keringat kenikmatan membanjir menyelimuti tubuh mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Mass.. tekan sayangg.. uuhh.. aku mau ke.. kelu.. aarrghh” erang Susan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dimas menekan pantatnya dalam-dalam dan tubuh keduanya pun mengejang. Gema erangan kenikmatan mereka memenuhi seantero kamar dan kemudian keduanya.. terkulai lemas. Dikamar aku gelisah mengingat-ingat kejadian yang baru saja kulihat, bayang-bayang Dimas menyetubuhi Susan begitu menguasai pikiranku. Tak kuasa aku menahan tanganku untuk kembali mengusap-usap seluruh bagian sensitif di tubuhku namun keberadaan Ani sangat mengganggu, menjelang ayam berkokok barulah mataku terpejam. Dalam mimpi adegan itu muncul kembali hanya saja bukan Susan yang sedang disetubuhi Dimas tetapi diriku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jam 10.00 pagi harinya kami jalan-jalan menghirup udara puncak, sekalian membeli makanan dan cemilan sementara Ani dan Kevin menunggu villa. Belum lagi 15 menit meninggalkan villa perutku tiba-tiba mulas, aku mencoba untuk bertahan, tidak berhasil, bergegas aku kembali ke villa. Selesai dari kamar mandi aku mencari Ani dan Kevin, rupanya mereka sedang di ruang TV dalam keadaan.. bugil. Lagi-lagi aku mendapat suguhan ’live show’ yang spektakuler. Tubuh Ani setengah melonjor di sofa dengan kaki menapak kelantai, Kevin berlutut dilantai dengan badan berada diantara kedua kaki Ani, Mulutnya mengulum-ngulum kewanitaan Ani, tak lama kemudian Kevin meletakkan kedua tungkai kaki Ani dibahunya dan kembali menyantap ’segitiga venus’ yang semakin terpampang dimukanya. Tak ayal lagi Ani berkelojotan diperlakukan seperti itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ssshh.. sshh.. aahh” desis Ani.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Oohh.. Vin.. nikmat sekalii.. sayang”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Gigit.. Vin.. pleasee.. gigitt”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Auuwww.. pelan sayang gigitnyaa”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melengkapi kenikmatan yang sedang melanda dirinya satu tangan Ani mencengkram kepala Kevin, tangan lainnya meremas-remas payudara 36b-nya sendiri serta memilin putingnya. Beberapa saat kemudian mereka berganti posisi, Ani yang berlutut di lantai, mulutnya mengulum kejantanan Kevin, kepalanya turun naik, tangannya mengocok-ngocok batang kenikmatan itu, sekali-kali dijilatnya bagai menikmati es krim. Setiap gerakan kepala Ani sepertinya memberikan sensasi yang luar biasa bagi Kevin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aaahh.. aauugghh.. teruss sayangg” desah Kevin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ohh.. sayangg.. enakk sekalii”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suara desahan dan erangan membuat Ani tambah bernafsu melumat kejantanan Kevin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ohh.. Anii.. ngga tahann.. masukin sayangg” pinta Kevin. Ani menyudahi lumatannya dan beranjak keatas, berlutut disofa dengan pinggul Kevin berada diantara pahanya, tangannya menggapai batang kenikmatan Kevin, diarahkan kemulut kewanitaannya dan dibenamkan. “Aaagghh” keduanya melenguh panjang merasakan kenikmatan gesekan pada bagian sensitif mereka masing-masing. Dengan kedua tangan berpangku pada pahanya Ani mulai menggerakan pinggulnya mundur maju, karuan saja Kevin mengeliat-geliat merasakan batangnya diurut-urut oleh kewanitaan Ani. Sebaliknya, milik Kevin yang menegang keras dirasakan oleh Ani mengoyak-ngoyak dinding dan lorong kenikmatannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suara desahan, desisan dan lenguhan saling bersaut manakala kedua insan itu sedang dirasuk kenikmatan duniawi. Tontonan itu membuat aku tidak dapat menahan keinginanku untuk meraba-raba sekujur tubuhku, rasa gatal begitu merasuk kedalam kemaluanku. Kutinggalkan ’&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;live show&lt;/a&gt;’ bergegas menuju kamar, kulampiaskan birahiku dengan mengesek-gesekan bantal di kewanitaanku. Merasa tidak puas kusingkap rok miniku, kuselipkan tanganku kedalam CD-ku membelai-belai bulu-bulu tipis di permukaan kewanitaanku dan.. akhirnya menyentuh klitorisku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aaahh.. sshh.. eehh” desahku merasakan nikmatnya elusan-elusanku sendiri, jariku merayap tak terkendali ke bibir kemaluanku, membuka belahannya dan bermain-main ditempat yang mulai basah dengan cairan pelancar, manakala kenikmatan semakin membalut diriku tiba-tiba pintu terbuka.. Ani! masih dengan pakaian kusut menerobos masuk, untung aku masih memeluk bantal, sehingga kegiatan tanganku tidak terlihat olehnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ehh Sus.. kok ada disini, bukannya tadi ikut yang lain?” sapa Ani terkejut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Iya nii.. balik lagi.. perut mules”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aku suruh Kevin beli obat ya”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ngga usah Ani.. udah baikan kok”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Yakin Sus?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Iya ngga apa-apa kok” jawabku meyakinkan Ani yang kemudian kembali ke ruang tengah setelah mengambil yang dibutuhkannya, sirna sudah birahiku karena rasa kaget. Malam harinya selesai makan kami semua berkumpul diruang tengah, Erick langsung memutar VCD X-2. Adegan demi adegan di film mempengaruhi kami, terutama kawan-kawan pria, mereka kelihatan gelisah. Film masih setengah main Ani dan Kevin menghilang, tak lama kemudian disusul oleh Susan dan Dimas. Tinggal aku, John dan Erick, kami duduk dilantai bersandar pada sofa, aku di tengah. Melihat &lt;a href=&quot;http://www.ituvipwd.com&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;adegan film&lt;/a&gt; yang bertambah panas membuat birahiku terusik. Rasa gatal menyeruak di kewanitaanku mengelitik sekujur tubuh dan setiap detik berlalu semakin memuncak saja, aku jadi salah tingkah. John yang pertama melihat kegelisahanku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kenapa Sus, gelisah banget horny ya” tegurnya bercanda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ngga lagi, ngaco kamu John” sanggahku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kalau horny bilang aja Sus.. hehehe.. kan ada kita-kita” Erick menimpali.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Rese’ nih berdua, nonton aja tuh” sanggahku lagi menahan malu. John tidak begitu saja menerima sanggahanku, diantara kami ia paling tinggi jam terbangnya sudah tentu ia tahu persis apa yang sedang aku rasakan. John tidak menyia-nyiakannya, bahuku dipeluknya seperti biasa ia lakukan, seakan tanpa tendensi apa-apa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Santai Sus, kalau &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2021/03/cewe-ketagihan-gak-cukup-satu.html&quot;&gt;horny&lt;/a&gt; enjoy aja, gak usah malu.. itu artinya kamu normal” bisik John sambil meremas pundakku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cewe Ketagihan Gak Cukup Satu&lt;/a&gt; - Remasan dan terpaan nafas John saat berbisik menyebabkan semua bulu-bulu di tubuhku meremang, tanpa terasa tanganku meremas ujung rok. John menarik tanganku meletakkan dipahanya ditekan sambil diremasnya, tak ayal lagi tanganku jadi meremas pahanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Remas aja paha aku Sus daripada rok” bisik John lagi.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6c8c5eQkC7QlIrQaqHMtB9vYKrYI3hqHE61ZkDC1IgGZkJgcJ-vi8j_eacRvgUNXZMzD2tJc-n4DUEq-fePDgoO0HPWBxVtIOU-qhMZEft5fYf83rvtZYC8xTN2MD2Nc-Kp8U8cRdbYg/s1112/12_01DMECXFSYG9JG03KVK6V11CW3.1024x0.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cewe Ketagihan Gak Cukup Satu&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1112&quot; data-original-width=&quot;740&quot; height=&quot;640&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6c8c5eQkC7QlIrQaqHMtB9vYKrYI3hqHE61ZkDC1IgGZkJgcJ-vi8j_eacRvgUNXZMzD2tJc-n4DUEq-fePDgoO0HPWBxVtIOU-qhMZEft5fYf83rvtZYC8xTN2MD2Nc-Kp8U8cRdbYg/w426-h640/12_01DMECXFSYG9JG03KVK6V11CW3.1024x0.jpg&quot; title=&quot;Cewe Ketagihan Gak Cukup Satu&quot; width=&quot;426&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Kalau sedang bercanda jangankan paha, pantatnya yang ’geboy’ saja kadang aku remas tanpa rasa apapun, kali ini merasakan paha John dalam remasanku membuat darahku berdesir keras.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ngga usah malu Sus, santai aja” lanjutnya lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Entah karena bujukannya atau aku sendiri yang menginginkan, tidak jelas, yang pasti tanganku tidak beranjak dari pahanya dan setiap ada adegan yang ’wow’ kuremas pahanya. Merasa mendapat angin, John melepaskan rangkulannya dan memindahkan tangannya di atas pahaku, awalnya masih dekat dengkul lama kelamaan makin naik, setiap gerakan tangannya membuatku merinding. Entah bagaimana mulainya tanpa kusadari tangan John sudah berada dipaha dalamku, tangannya mengelus-elus dengan halus, ingin menepis, tapi rasa geli-geli enak yang timbul begitu kuatnya, membuatku membiarkan kenakalan tangan John yang semakin menjadi-jadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Sus gue suka deh liat leher sama pundak kamu” bisik John seraya mengecup pundakku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku yang sudah terbuai elusannya karuan saja tambah menjadi-jadi dengan kecupannya itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Jangan John” namun aku berusaha menolak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kenapa Sus, cuma pundak aja kan” tanpa perduli penolakanku John tetap saja mengecup, bahkan semakin naik keleher, disini aku tidak lagi berusaha ’jaim’.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“John.. ahh” desahku tak tertahan lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Enjoy aja Sus” bisik John lagi, sambil mengecup dan menjilat daun telingaku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ohh Sus” aku sudah tidak mampu lagi menahan, semua rasa yang terpendam sejak melihat ’live show’ dan film, perlahan merayapi lagi tubuhku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku hanya mampu tengadah merasakan kenikmatan mulut John di leher dan telingaku. Erick yang sedari tadi asik nonton melihatku seperti itu tidak tinggal diam, ia pun mulai turut melakukan hal yang sama. Pundak, leher dan telinga sebelah kiriku jadi sasaran mulutnya. Melihat aku sudah pasrah mereka semakin agresif, tangan John semakin naik hingga akhirnya menyentuh kewanitaanku yang masih terbalut CD. Elusan-elusan di kewanitaanku, remasan Erick di payudaraku dan kehangatan mulut mereka dileherku membuat magma birahiku menggelegak sejadi-jadinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Agghh.. Johnnn.. Rickkk… ohh.. sshh” desahanku bertambah keras.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;baca juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2021/01/garap-pembantu-baruku-yang-sekal.html&quot;&gt;Garap Pembantu Baruku yang Sekal&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Erick menyingkap tang-top dan braku bukit kenyal 34b-ku menyembul, langsung dilahapnya dengan rakus. John juga beraksi memasukan tangannya kedalam CD meraba-raba kewanitaanku yang sudah basah oleh cairan pelicin. Aku jadi tak terkendali dengan serangan mereka tubuhku bergelinjang keras.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Emmhh.. aahh.. ohh.. aagghh” desahanku berganti menjadi erangan-erangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mereka melucuti seluruh penutup tubuhku, tubuh polosku dibaringkan dilantai beralas karpet dan mereka pun kembali menjarahnya. Erick melumat bibirku dengan bernafsu lidahnya menerobos kedalam rongga mulutku, lidah kami saling beraut, mengait dan menghisap dengan liarnya. Sementara John menjilat-jilat pahaku lama kelamaan semakin naik.. naik.. dan akhirnya sampai di kewanitaanku, lidahnya bergerak-gerak liar di klitorisku. Bersamaan dengan itu Erick pun sudah melumat payudaraku, putingku yang kemerah-merahan jadi bulan-bulanan bibir dan lidahnya. Diperlakukan seperti itu membuatku kehilangan kesadaran, tubuhku bagai terbang diawang- awang, terlena dibawah kenikmatan hisapan-hisapan mereka. Bahkan aku mulai berani punggung Erick kuremas-remas, kujambak rambutnya dan merengek-rengek meminta mereka untuk tidak berhenti melakukannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aaahh.. Johnnn.. Rickkk.. teruss.. sshh.. enakk sekalii”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Nikmatin Sus… nanti bakal lebih lagi” bisik Erick seraya menjilat dalam-dalam telingaku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mendengar kata ’lebih lagi’ aku seperti tersihir, menjadi hiperaktif pinggul kuangkat-angkat, ingin John melakukan lebih dari sekedar menjilat, ia memahami, disantapnya kewanitaanku dengan menyedot-nyedot gundukan daging yang semakin basah oleh ludahnya dan cairanku. Tidak berapa lama kemudian aku merasakan kenikmatan itu semakin memuncak, tubuhku menegang, kupeluk Erick-yang sedang menikmati puting susu-dengan kuatnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aaagghh.. Johnn.. Rickk.. akuu.. oohh” jeritku keras, dan merasakan hentak-hentakan kenikmatan didalam kewanitaanku. Tubuhku melemas.. lungai. John dan Erick menyudahi ’hidangan’ pembukanya, dibiarkan tubuhku beristirahat dalam kepolosan, sambil memejamkan mata kuingat-ingat apa yang baru saja kualami. Permainan Erick di payudara dan John di kewanitaanku yang menyebarkan kenikmatan yang belum pernah kualami sebelumnya, dan hal itu telah kembali menimbulkan getar-getar birahi diseluruh tubuhku. Aku semakin tenggelam saja dalam bayang-bayang yang menghanyutkan, dan tiba-tiba kurasakan hembusan nafas ditelingaku dan rasa tidak asing lagi.. hangat basah.. Ahh.. bibir dan lidah Erick mulai lagi, tapi kali ini tubuhku seperti di gelitiki ribuan semut, ternyata Erick sudah polos dan bulu-bulu lebat di tangan dan dadanya menggelitiki tubuhku.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Begitupun John sudah bugil, ia membuka kedua pahaku lebar-lebar dengan kepala sudah berada diantaranya. Mataku terpejam, aku sadar betul apa yang akan terjadi, kali ini mereka akan menjadikan tubuhku sebagai ’hidangan’ utama. Ada rasa kuatir dan takut tapi juga menantikan kelanjutannya dengan berdebar. Begitu kurasakan mulut John yang berpengalaman mulai beraksi.. hilang sudah rasa kekuatiran dan ketakutanku. Gairahku bangkit merasakan lidah John menjalar dibibir kemaluanku, ditambah lagi Erick yang dengan lahapnya menghisap-hisap putingku membuat tubuhku mengeliat-geliat merasakan geli dan nikmat dikedua titik sensitif tubuhku.“Aaahh.. Johnn.. Rickk… nngghh.. aaghh” rintihku tak tertahankan lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;John kemudian mengganjal pinggulku dengan bantal sofa sehingga pantatku menjadi terangkat, lalu kembali lidahnya bermain di kemaluanku. Kali ini ujung lidahnya sampai masuk kedalam liang kenikmatanku, bergerak-gerak liar diantara kemaluan dan anus, seluruh tubuhku bagai tersengat aliran listrik aku hilang kendali. Aku merintih, mendesah bahkan menjerit-jerit merasakan kenikmatan yang tiada taranya. Lalu kurasakan sesuatu yang hangat keras berada dibibirku.. kejantanan Erick! Aku mengeleng-gelengkan kepala menolak keinginannya, tapi Erick tidak menggubrisnya ia malah manahan kepalaku dengan tangannya agar tidak bergerak.“Jilat.. Sus” perintahnya tegas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku tidak lagi bisa menolak, kujilat batangnya yang besar dan sudah keras membatu itu, Erick mendesah-desah merasakan jilatanku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aaahh.. Suss.. jilat terus.. nngghh” desah Erick.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Jilat kepalanya Sus” aku menuruti permintaannya yang tak mungkin kutolak.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2021/03/cewe-ketagihan-gak-cukup-satu.html&quot;&gt;Cewe Ketagihan Gak Cukup Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lama kelamaan aku mulai terbiasa dan dapat merasakan juga enaknya menjilat-jilat batang penis itu, lidahku berputar dikepala kemaluannya membuat Erick mendesis desis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ssshh.. nikmat sekali Suss.. isep sayangg.. isep” pintanya diselah-selah desisannya. Aku tak tahu harus berbuat bagaimana, kuikuti saja apa yg pernah kulihat di film, kepala kejantanannya pertama-tama kumasukan kedalam mulut, Erick meringis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Jangan pake gigi Suss.. isep aja” protesnya, kucoba lagi, kali ini Erick mendesis nikmat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ya.. gitu sayang.. sshh.. enak.. Sus”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melihat Erick saat itu membuatku turut larut dalam kenikmatannya, apalagi ketika sebagian kejantanannya melesak masuk menyentuh langit-langit mulutku, belum lagi kenakalan lidah John yang tiada henti-hentinya menggerayangi setiap sudut kemaluanku. Aku semakin terombang-ambing dalam gelombang samudra birahi yang melanda tubuhku, aku bahkan tidak malu lagi mengocok-ngocok kejantanan Erick yang separuhnya berada dalam mulutku. Beberapa saat kemudian Erick mempercepat gerakan pinggulnya dan menekan lebih dalam batang kemaluannya, tanganku tak mampu menahan laju masuknya kedalam mulutku. Aku menjadi gelagapan, ku geleng-gelengkan kepalaku hendak melepaskan benda panjang itu tapi malah berakibat sebaliknya, gelengan kepalaku membuat kemaluannya seperti dikocok-kocok. Erick bertambah beringas mengeluar-masukan batangnya dan..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aaagghh.. nikmatt.. Sus… aku.. kkeelluaarr” jerit Erick, air maninya menyembur-nyembur keras didalam mulutku membuatku tersedak, sebagian meluncur ke tenggorokanku sebagian lagi tercecer keluar dari mulutku. Aku sampai terbatuk-batuk dan meludah-ludah membuang sisa yang masih ada dimulutku. John tidak kuhiraukan aku langsung duduk bersandar menutup dadaku dengan bantal sofa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Gila Erick.. kira-kira dong” celetukku sambil bersungut-sungut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Sorry Sus.. ngga tahan.. abis isepan kamu enak banget” jawab Erick dengan tersenyum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Udah Sus jangan marah, kamu masih baru nanti lama-lama juga bakal suka” sela John seraya mengambilkan aku minum dan membersihkan sisa air mani dari mulutku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;John benar, aku sebenarnya tadi menikmati sekali, apalagi melihat mimik Erick saat akan keluar hanya saja semburannya yang membuatku kaget. John membujuk dan memelukku dengan lembut sehingga kekesalanku segera surut. Dikecupnya keningku, hidungku dan bibirku. Kelembutan perlakuannya membuatku lupa dengan kejadian tadi. Kecupan dibibir berubah menjadi lumatan-lumatan yang semakin memanas kami pun saling memagut, lidah John menerobos mulutku meliuk-liuk bagai ular, aku terpancing untuk membalasnya. Ohh.. sungguh luar biasa permainan lidahnya, leher dan telingaku kembali menjadi sasarannya membuatku sulit menahan desahan-desahan kenikmatan yang begitu saja meluncur keluar dari mulutku. John merebahkan tubuhku kembali dilantai beralas karpet, kali ini dadaku dilahapnya puting yang satu dihisap-hisap satunya lagi dipilin-pilin oleh jari-jarinya. Dari dada kiriku tangannya melesat turun ke kewanitaanku, dielus-elusnya kelentit dan bibir kemaluanku. Tubuhku langsung mengeliat-geliat merasakan kenakalan jari-jari John.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ooohh.. mmppff.. ngghh.. sshh” desisku tak tertahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Teruss.. Johnn.. aakkhh”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku menjadi lebih menggila waktu John mulai memainkan lagi lidahnya di kemaluanku, seakan kurang lengkap kenikmatan yang kurasakan, kedua tanganku meremas-remas payudaraku sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ssshh.. nikmat Johnn…mmpphh” desahanku semakin menjadi-jadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tak lama kemudian John merayap naik keatas tubuhku, aku berdebar menanti apa yang akan terjadi. John membuka lebih lebar kedua kakiku, dan kemudian kurasakan ujung kejantanannya menyentuh mulut kewanitaanku yang sudah basah oleh cairan cinta.“Aauugghh.. Johnn.. pelann” jeritku lirih, saat kepala kejantanannya melesak masuk kedalam rongga kemaluanku.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4n02yV7KYiEdqABhKP3UaW0Vg0qc1krmOOBZ5PHSpsPe7V0GCUrXFcR8-mKgDdUOAy9FRu6-yij3GI9N3rWvmD-oh_HL7zQwDiP1EgLq_WAvQaQPg6KS_lCyvkRcOmX2pVpsA2d0pNhk/s450/32298061_46ed77e5-f262-41fb-925a-d04cf51bfe0d_1280_1920.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cewe Ketagihan Gak Cukup Satu&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;450&quot; data-original-width=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4n02yV7KYiEdqABhKP3UaW0Vg0qc1krmOOBZ5PHSpsPe7V0GCUrXFcR8-mKgDdUOAy9FRu6-yij3GI9N3rWvmD-oh_HL7zQwDiP1EgLq_WAvQaQPg6KS_lCyvkRcOmX2pVpsA2d0pNhk/s16000/32298061_46ed77e5-f262-41fb-925a-d04cf51bfe0d_1280_1920.jpg&quot; title=&quot;Cewe Ketagihan Gak Cukup Satu&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;John menghentikan dorongannya, sesaat ia mendiamkan kepala kemaluannya dalam kehangatan liang kewanitaanku. Kemudian-masih sebatas ujungnya-secara perlahan ia mulai memundur-majukannya. Sesuatu yang aneh segera saja menjalar dari gesekan itu keseluruh tubuhku. Rasa geli, enak dan entah apalagi berbaur ditubuhku membuat pinggulku mengeliat-geliat mengikuti tusukan-tusukan John.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ooohh.. Johnn.. sshh.. aahh.. enakk Johnn” desahku lirih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku benar-benar tenggelam dalam kenikmatan yang luar biasa akibat gesekan-gesekan di mulut kewanitaanku. Mataku terpejam-pejam kadang kugigit bibir bawahku seraya mendesis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Enak.. Sus” tanya John berbisik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“He ehh Johnn.. oohh enakk.. Johnn.. sshh”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Nikmatin Sus.. nanti lebih enak lagi” bisiknya lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ooohh.. Jonn.. ngghh”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2021/03/cewe-ketagihan-gak-cukup-satu.html&quot;&gt;Cewe Ketagihan Gak Cukup Satu&lt;/a&gt;, John terus mengayunkan pinggulnya turun-naik-tetap sebatas ujung kejantanannya-dengan ritme yang semakin cepat. Selagi aku terayun-ayun dalam buaian birahi, tiba-tiba John menekan kejantanannya lebih dalam membelah kewanitaanku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Auuhh.. sakitt Johnn” jeritku saat kejantanannya merobek selaput darahku, rasanya seperti tersayat silet, John menghentikan tekanannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Pertama sedikit sakit Sus.. nanti juga hilang kok sakitnya” bisik John seraya menjilat dan menghisap telingaku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Entah bujukannya atau karena geliat liar lidahnya, yang pasti aku mulai merasakan nikmatnya milik John yang keras dan hangat didalam rongga kemaluanku. John kemudian menekan lebih dalam lagi, membenamkan seluruh batang kemaluannya dan mengeluar-masukannya. Gesekan kejantanannya dirongga kewanitaanku menimbulkan &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;sensasi&lt;/a&gt; yang luar biasa! Setiap tusukan dan tarikannya membuatku menggelepar-gelepar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ssshh.. ohh.. ahh.. enakk Johnn.. empphh” desahku tak tertahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ohh.. Sus.. enak banget punya kamu.. oohh” puji John diantara lenguhannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Agghh.. terus Johnn.. teruss” aku meracau tak karuan merasakan nikmatnya hujaman-hujaman kejantanan John di kemaluanku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peluh-peluh birahi mulai menetes membasahi tubuh. Jeritan, desahan dan lenguhan mewarnai pergumulan kami. Menit demi menit kejantanan John menebar kenikmatan ditubuhku. Magma birahi semakin menggelegak sampai akhirnya tubuhku tak lagi mampu menahan letupannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Johnn.. oohh.. tekan Johnnn.. agghh.. nikmat sekali Johnn” jeritan dan erangan panjang terlepas dari mulutku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tubuhku mengejang, kupeluk John erat-erat, magma birahiku meledak, mengeluarkan cairan kenikmatan yang membanjiri relung-relung kewanitaanku. Tubuhku terkulai lemas, tapi itu tidak berlangsung lama. Beberapa menit kemudian John mulai lagi memacu gairahku, hisapan dan remasan didadaku serta pinggulnya yang berputar kembali membangkitkan birahiku. Lagi-lagi tubuhku dibuat mengelepar-gelepar terayun dalam kenikmatan duniawi. Tubuhku dibolak-balik bagai daging panggang, setiap posisi memberikan sensasi yang berbeda. Entah berapa kali kewanitaanku berdenyut-denyut mencapai &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2021/03/cewe-ketagihan-gak-cukup-satu.html&quot;&gt;klimaks&lt;/a&gt; tapi John sepertinya belum ingin berhenti menjarah tubuhku. Selagi posisiku di atas John, Erick yang sedari tadi hanya menonton serta merta menghampiri kami, dengan berlutut ia memelukku dari belakang. Leherku dipagutnya seraya kedua tangannya memainkan buah dadaku. Apalagi ketika tangannya mulai bermain-main diklitorisku membuatku menjadi tambah meradang. Kutengadahkan kepalaku bersandar pada pundak Erick, mulutku yang tak henti-hentinya mengeluarkan desahan dan lenguhan langsung dilumatnya. Pagutan Erick kubalas, kami saling melumat, menghisap dan bertukar lidah. Pinggulku semakin bergoyang berputar, mundur dan maju dengan liarnya. Aku begitu menginginkan kejantanan John mengaduk-aduk seluruh isi rongga kewanitaanku yang meminta lebih dan lebih lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aaargghh.. Sus.. enak banget.. terus Sus… goyang terus” erang John.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Erangan John membuat gejolak birahiku semakin menjadi-jadi, kuremas buah dadaku sendiri yang ditinggalkan tangan Erick.. Ohh aku sungguh menikmati semua ini. Erick yang merasa kurang puas meminta merubah posisi. John duduk disofa dengan kaki menjulur dilantai, Akupun merangkak kearah batang kemaluannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Isep Suss” pinta John, segera kulumat kejantanannya dengan rakus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ooohh.. enak Sus… isep terus”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bersamaan dengan itu kurasakan Erick menggesek-gesek bibir kemaluanku dengan kepala kejantanannya. Tubuhku bergetar hebat, saat batang kemaluan Erick-yang satu setengah kali lebih besar dari milik John-dengan perlahan menyeruak menembus bibir kemaluanku dan terbenam didalamnya. Tusukan-tusukan kejantanan Erick serasa membakar tubuh, birahiku kembali menggeliat keras. Aku menjadi sangat binal merasakan sensasi &lt;a href=&quot;http://www.ituvipwd.com&quot;&gt;erotis&lt;/a&gt; dua batang kejantanan didalam tubuhku. Batang kemaluan John kulumat dengan sangat bernafsu. Kesadaranku hilang sudah naluriku yang menuntun melakukan semua itu.“Sus.. terus Suss.. gue ngga tahan lagi.. Aaarrgghh” erang John.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku tahu John akan segera menumpahkan cairan kenikmatannya dimulutku, aku lebih siap kali ini. Selang berapa saat kurasakan semburan-semburan hangat sperma John.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aaagghh.. nikmat banget Sus.. isep teruss.. telan Sus” jerit John, lagi-lagi naluriku menuntun agar aku mengikuti permintaan John, kuhisap kejantananya yang menyemburkan cairan hangat dan.. kutelan cairan itu. Aneh! Entah karena rasanya, atau &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2021/03/cewe-ketagihan-gak-cukup-satu.html&quot;&gt;sensasi seksual&lt;/a&gt; karena melihat John yang mencapai klimaks, yang pasti aku sangat menyukai cairan itu. Kulumat terus itu hingga tetes terakhir dan benda keras itu mengecil.. lemas. John beranjak meninggalkan aku dan Erick, sepeninggal John aku merasa ada yang kurang. Ahh.. ternyata dikerjai dua pria jauh lebih mengasikkan buatku. Namun hujaman-hujaman kemaluan Erick yang begitu bernafsu dalam &lt;a href=&quot;http://www.ituvipwd.com&quot;&gt;posisi doggy&lt;/a&gt; dapat membuatku kembali merintih-rintih. Apalagi ditambah dengan elusan-elusan ibu jarinya dianusku. Bukan hanya itu, setelah diludahi Erick bahkan memasukan Ibu jarinya ke lubang anusku. Sodokan-sodokan dikewanitaanku dan Ibu jarinya dilubang anus membuatku mengerang-erang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ssshh.. engghh.. yang keras Rickkk. mmpphh”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Enak banget Rickk.. aahh.. oohh”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mendengar eranganku Erick tambah bersemangat menggedor kedua lubangku, Ibu jarinya kurasakan tambah dalam menembus anusku, membuatku tambah lupa daratan. Sedang asiknya menikmati, Erick mencabut kejantanan dan Ibu jarinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Erickk… kenapa dicabutt” protesku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Masukin lagi Rickk…. pleasee” pintaku menghiba.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cewe Ketagihan Gak Cukup Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai jawaban aku hanya merasakan ludah Erick berceceran di lubang anusku, tapi kali ini lebih banyak. Aku masih belum mengerti apa yang akan dilakukannya. Saat Erickkk mulai menggosok kepala penisnya dilubang anus baru aku sadar apa yang akan dilakukannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Erick.. pleasee.. jangan disitu” aku menghiba meminta Erick jangan melakukannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Erick tidak menggubris, tetap saja digosok-gosokannya, ada rasa geli-geli enak kala ia melakukan hal itu. Dibantu dengan sodokan jarinya dikemaluanku hilang sudah protesku. Tiba-tiba kurasakan kepala kemaluannya sudah menembus anusku. Perlahan namun pasti, sedikit demi sedikit batang kenikmatannya membelah anusku dan tenggelam habis didalamnya.“Aduhh sakitt Rick… akhh..!” keluhku pasrah karena rasanya mustahil menghentikan Erick.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Rileks Sus… seperti tadi, nanti juga hilang sakitnya” bujuknya seraya mencium punggung dan satu tangannya lagi mengelus-elus klitorisku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Separuh tubuhku yang tengkurap disofa sedikit membantuku, dengan begitu memudahkan aku untuk mencengkram dan mengigit bantal sofa untuk mengurangi rasa sakit. Berangsur-angsur rasa sakit itu hilang, aku bahkan mulai menyukai batang keras Erick yang menyodok-nyodok anusku. Perlahan-lahan perasaan nikmat mulai menjalar disekujur tubuhku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aaahh.. aauuhh.. oohh Rickkk”erang-erangan birahiku mewarnai setiap sodokan penis Erick yang besar itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Erick dengan buasnya menghentak-hentakan pinggulnya. Semakin keras Erick menghujamkan kejantananya semakin aku terbuai dalam kenikmatan. John yang sudah pulih dari ’istirahat’nya tidak ingin hanya menonton, ia kembali bergabung. Membayangkan akan dijarah lagi oleh mereka menaikan tensi gairahku. Atas inisiatif John kami pindah kekamar tidur, jantungku berdebar-debar menanti permainan mereka. John merebahkan diri terlentang ditempat tidur dengan kepala beralas bantal, tubuhku ditarik menindihinya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sambil melumat mulutku-yang segera kubalas dengan bernafsu-ia membuka lebar kedua pahaku dan langsung menancapkan kemaluannya kedalam vaginaku. Erick yang berada dibelakang membuka belahan pantatku dan meludahi lubang anusku. Menyadari apa yang akan mereka lakukan menimbulkan getaran birahi yang tak terkendali ditubuhku. Sensasi sexual yang luar bisa hebat kurasakan saat kejantanan mereka yang keras mengaduk-aduk rongga kewanitaan dan anusku. Hentakan-hentakan milik mereka dikedua lubangku memberi kenikmatan yang tak terperikan. Erick yang sudah lelah berlutut meminta merubah posisi, ia mengambil posisi tiduran, tubuhku terlentang diatasnya, kejantanannya tetap berada didalam anusku. John langsung membuka lebar-lebar kakiku dan menghujamkan kejantanannya dikemaluanku yang terpampang menganga. Posisi ini membuatku semakin menggila, karena bukan hanya kedua lubangku yang digarap mereka tapi juga payudaraku. Erick dengan mudahnya memagut leherku dan satu tangannya meremas buah dadaku, John melengkapinya dengan menghisap puting buah dadaku satunya. Aku sudah tidak mampu lagi menahan deraan kenikmatan demi kenikmatan yang menghantam sekujur tubuhku. Hantaman-hantaman John yang semakin buas dibarengi sodokan Erick, sungguh tak terperikan rasanya. Hingga akhirnya kurasakan sesuatu didalam kewanitaanku akan meledak, keliaranku menjadi-jadi.“Aaagghh.. ouuhh.. Johnnn.. Rickkk.. tekaann” jerit dan erangku tak karuan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan tak berapa lama kemudian tubuhku serasa melayang, kucengkram pinggul John kuat-kuat, kutarik agar batangnya menghujam keras dikemaluanku, seketika semuanya menjadi gelap pekat. Jeritanku, lenguhan dan erangan mereka menjadi satu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aduuhh.. Johnn.. Rickk.. nikmat sekalii”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aaarrghh.. Suss… enakk bangeett”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keduanya menekan dalam-dalam milik mereka, cairan hangat menyembur hampir bersamaan dikedua lubangku. Tubuhku bergetar keras didera kenikmatan yang amat sangat dahsyat, tubuhku mengejang berbarengan dengan hentakan-hentakan dikewanitaanku dan akhirnya kami.. terkulai lemas. Sepanjang malam tak henti-hentinya kami mengayuh kenikmatan demi kenikmatan sampai akhirnya tubuh kami tidak lagi mampu mendayung. Kami terhempas kedalam mimpi dengan senyum kepuasan. Dihari-hari berikutnya bukan hanya Erick dan John yang memberikan kepuasan, tapi juga pria-pria lain yang aku sukai. Tapi aku tidak pernah bisa meraih kenikmatan bila hanya dengan satu pria.. aku baru akan mencapai kepuasan bila ’dijarah’ oleh dua atau tiga pria sekaligus.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2kwT6y-KeYNq_pFACkjANXvspm0UsiY6igH7oI4h0Q0rGh9yRwrcXy6EWdVstxy3v3knx4dcOdRbZgEEgevmsAJOM3_B7SDNBx9x2D-YxXFufMXdoRvNwVYk6WEI87MFwXKoaD1H5ktI/s728/ituvip728.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cewe Ketagihan Gak Cukup Satu&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;90&quot; data-original-width=&quot;728&quot; height=&quot;78&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2kwT6y-KeYNq_pFACkjANXvspm0UsiY6igH7oI4h0Q0rGh9yRwrcXy6EWdVstxy3v3knx4dcOdRbZgEEgevmsAJOM3_B7SDNBx9x2D-YxXFufMXdoRvNwVYk6WEI87MFwXKoaD1H5ktI/w640-h78/ituvip728.jpg&quot; title=&quot;Cewe Ketagihan Gak Cukup Satu&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/feeds/4367591936112568796/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2021/03/cewe-ketagihan-gak-cukup-satu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/4367591936112568796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/4367591936112568796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2021/03/cewe-ketagihan-gak-cukup-satu.html' title='Cewe Ketagihan Gak Cukup Satu'/><author><name>Karla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15414855962408796804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9AC94A2f_NKfaxidVi8JBHznhrCArPa0RTB1lkg3GPz0nFOXHl_vWXmYIH7D4-k2Q1vC6Ibt8jGHGuKw7tGyBTaf4aFxKM-aev8V9LyIGYmQWEw658dDJKGxuyL_alhVOpgQCUM1OYpY/s72-w400-h225-c/255685.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433305999846514824.post-2155146094145307363</id><published>2021-01-07T04:57:00.007-08:00</published><updated>2021-01-07T05:10:40.385-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="bokep indonesia"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita 17+"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita becek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita panas"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="doggystyle"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="esek-esek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="horny"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kisah seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mesum online"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="nafsu birahi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="posisi seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="seks pembantu polos"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="semok"/><title type='text'>Garap Pembantu Baruku yang Sekal</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeMQKeYO_aHC2uLgM7AleqUHUV86AZPsuNiLe5IQJl9UY9H76-bPq9OmnWsaZXl1v5DXIX8C6qOI62SqzNl89n7uoOlBymrUuZ_vWS5vS9Bgc23UdVXIGT84duP6QprTHN-ANTlHtEEjU/s474/th.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;355&quot; data-original-width=&quot;474&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeMQKeYO_aHC2uLgM7AleqUHUV86AZPsuNiLe5IQJl9UY9H76-bPq9OmnWsaZXl1v5DXIX8C6qOI62SqzNl89n7uoOlBymrUuZ_vWS5vS9Bgc23UdVXIGT84duP6QprTHN-ANTlHtEEjU/w320-h240/th.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;bukuceritadewasaonline&lt;/a&gt; - Hari Minggu siang ini aku sedang santai membaca buku John Perkins tentang the Convession of Economic Hitman, ketika aku mendengar suara mobil istriku berhenti didepan garasi. Suaranya yang nyaring itu, terdengar ketika ia memanggil pembantuku untuk membuka pintu garasi. Aku melongokkan kepalaku kearah garasi ketika dia masuk dengan membawa beberapa kantung belanjaan.&lt;/p&gt;&lt;span&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;“Inah, masukkan barang-barang ini ke kulkas segera ya..” perintahnya kepada pembantuku. Inah adalah pembantuku satu-satunya, setelah kemarin Warni minta ijin untuk berhenti karena mau dikawinkan oleh kedua orang tuanya.. Tak lama kemudian istriku datang menghampiriku yang sedang santai membaca sambil nonton acara TV..&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Pah ini pembantu baru yang gantiin si Warni, aku baru ambil dari yayasan di Depok. Namanya Siti pah,” jelas istriku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dibelakangnya berjalan dengan kepala tertunduk si pembantu baru ini. Sosok tubuhnya cukup tinggi, dengan wajah yang mencerminkan gadis dari desa dan perawakan yang cukup bagus. Yang membuat aku agak memberikan perhatian lebih lama adalah bongkahan daging yang sangat menonjol didadanya itu. Aku memang gak bisa menahan diri jika melihat buah dada yang membusung seperti itu. Wah enak nih kalau bisa meremas dan mengulum buah dada seperti itu, pikirku..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Umurnya baru 20 pa, tapi dia udah pengalaman jadi TKW ke Arab,” jelas istriku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ini bapak ya Ti, kamu mesti layani Bapak dengan baik lho..”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Iya bu, saya akan lakukan,” jawabnya sambil tetap menundukkan kepalanya, sehingga membuatku lebih leluasa untuk mengamati tonjolan buah dadanya yang bulat itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ya sudah sana, kamu bantu Inah di belakang. Yang penting kamu kerja yang baik.” kataku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Iya pak, terima kasih saya boleh kerja disini..” sahutnya sambil membalikkan badan dan berjalan kearah dapur. Sempat aku perhatikan perawakannya dari belakang, ternyata dia punya pantat yang cukup bundar dan sekal, paha dan betisnya sangat bagus bentuknya walau kulitnya tidak terlalu putih. Ini jenis &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2021/01/garap-pembantu-baruku-yang-sekal.html&quot;&gt;body&lt;/a&gt; yang sangat membangkitkan selera nafsu birahiku. Tak terasa &quot;adikku&quot; sudah mulai bangun dan menggeliat ketika membayangkan pembantu baruku tanpa sehelai benang ditubuhnya.. Aaaargghh….!!!&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2021/01/garap-pembantu-baruku-yang-sekal.html&quot;&gt;Garap Pembantu Baruku yang Sekal&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pekerjaanku sebagai konsultan lepas untuk beberapa perusahaan membuatku lebih sering berada dirumah dan mengerjakan segala sesuatunya dirumah. Aku keluar rumah ketika ada klien atau mitra yang harus kutemui, selebihnya aku lebih senang menghabiskan waktuku dengan bermain bersama anak-anakku. Sehari-hari setelah mengantar anak-anakku kesekolah, aku kembali kerumah dan mulai mengerjakan tugas-tugasku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku sedang diruang kerjaku menulis analisa tentang perusahaan telekomunikasi A yang merupakan kompetitor dari klien utamaku, ketika Siti melewatiku dengan membawa peralatan pembersih,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Permisi pak, mau bersihin kamar dan kamar mandi Bapak..” jelasnya lirih sambil menundukkan kepalanya. Kupandangi wajahnya yang masih tetap menunduk dan kemudian turun kedadanya yang membusung, padat dan tegak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kamu umur berapa sih Ti?” tanyaku sambil tetap tidak melepaskan pandanganku dari dadanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Saya mau 21 tahun pak, tahun ini,” jawabnya sambil masih tetap menundukkan kepalanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kamu udah kawin ya,” tebakku sambil bersuara agak tegas, walau ngakunya pada istriku masih gadis. “Jangan bohong kamu sama aku ya..” tegasku. Dia makin menundukkan kepalanya dan kemudian menjawab lemah,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Sudah pak, tapi jangan bilang ibu ya pak, saya sangat butuh banget kerjaan ini pak. Anak saya sangat perlu uang untuk beli susu dia pak..”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ya sudah, sana.. Tapi kerja yang baik dan nurut disini ya, sama aku.. Jangan bantah.. Tolong klosetnya jangan lupa kamu gosok yang bersih, ya Ti..” kataku, sambil tak lepas menatap dadanya yang nampak lebih membusung hari ini dengan kaus oblong putih yang agak kekecilan itu..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Makasih pak, saya akan nurut bapak, tapi jangan bilang ibu ya pak..” pintanya lirih. He….he…he.. ada kartu truf nih buat aku untuk muasin si kecil yang sudah mulai tegak.. Oke untuk hari ini kamu aku biarkan lolos dari incaranku, sambil mulai memikirkan cara untuk dapat menikmati tubuhnya, terutama dadanya sang sangat tegak, padat dan sekal itu..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pagi itu aku sedang mengetik kerjaan didepan komputer ketika Siti lewat untuk membersihkan kamarku.. Hemmhh.. Masiih dengan kaus yang agak ketat, dadanya tampak sangat membusung dan menggairahkan..&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Maaf pak mau bersihkan kamar dan kamar mandi bapak..” pintanya sambil masih menunduk..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ya sudah sana,” jawabku sambil tak lepas menatap buah dadanya yang indah..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku melanjutkan pekerjaanku sambil memikirkan cara yang tepat untuk menikmati buah dada pembantu baruku ini.. Ketika ku dengar dia memasuki dan membersihkan kamar mandiku, aku segera bangkit dan menyusul masuk ke kamar mandi.. &lt;a href=&quot;http://www.ituvipwd.com&quot;&gt;slot online&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ti tolong kamu potongi bulu rambut yang ada ditelingaku ini ya.. Hati-hati tapi, jangan sampai luka..” kataku. Dengan hati-hati dia mulai memotongi rambut di telingaku dan dengan sengaja kuangkat sikuku, sambil berpura-pura meringis kesakitan, hingga menyentuh tonjolan didadanya..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia agak mundur sedikit, tapi kembali sikuku mengejar buah dada yang kesat itu. Wah masih padat dan kenyal sekali, sehingga adikku mulai tegak.. Ketika kusuruh dia pindah kekuping kiriku, sekarang dengan telapak tanganku kananku kusentuh, kutekan dan mulai kuremasi buah dada yang sudah beberapa hari ini menghantuiku.. Dia menjauhkan tubuhnya dan berhenti memotong rambut kupingku.. “Paakk, jangan pak..” pintanya lemah..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi aku segera menghardiknya “Ayo, lanjutkan motongnya!!!” Dengan takut-takut dia melanjutkan kegiatannya dengan hati-hati dan kembali aku menjulurkan telapak tanganku untuk meremas dadanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Garap Pembantu Baruku yang Sekal&lt;/a&gt;, Meski dia berusaha menghindar tapi aku malah berusaha untuk memasukkan tanganku kebalik kaus ketatnya dan akhirnya berhasil kusentuh dan kuremas dengan nikmat buah dadanya yang sebagian lagi masih tersembunyi dibalik BHnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Pakk, jangan pakk.. nanti dimarahin ibu pakk…” pintanya lirih sambil berusaha lari keluar kamar mandi.. Karena takut nanti dia berteriak, akhirnya ku biarkan di keluar dari kamar mandi.. Ughh… ini buah dada yang terkenyal dan terpadat yang pernah kurasakan… Awas kamu nanti Ti, janjiku pada diriku sendiri.. Aku harus bisa menikmati lebihhh…..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Biasanya anak-anak memang tidak tidur bersama aku dan istriku.. Siti setiap malam tidur dikamar tidur anakku dan menemani mereka ketika mereka tidur dikamar itu.. Tapi malam itu anak-anak tidur dikamarku, jam 21.00 mereka sudah terlelap dikeloni oleh istriku. Aku masih didepan komputer, ketika kudengar suara langkah kaki Siti menaiki tangga dan masuk kekamar anakku..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ah.. malam ini aku harus menikmati lagi kenyalnya buah dada si Siti pikirku.. Tiga jam kemudian, setelah yakin istriku lelap dalam tidurnya, aku mengendap-endap mendekati kamar anakku dan menempelkan kupingku kepintu.. Aku yakin Siti sudah tidur, karena dari dalam kamar anakku hanya suara desis AC saja yang terdengar.. Kunci pintu kamar anakku memang sengaja aku sembunyikan, sehingga dengan leluasa aku masuk dan segera menutup kembali pintu..&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6ZNKpeGBfsbnvEabp787czszddLKnY3votDtlb0QPhJubmzcDkjTiaKR8I5fybX28dVeNv9ikR_62pNVveEXhr3QGpqNY_GL87hVFcsgxcTL5TNg1pH8_FK4CjI5tHE8tm4b5s1inEM4/s981/w_93395a10bfc2f744e18b5b8b97d51c3f_01DNQ7ZAXZXCR124QCHSRY807E.1024x0.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;981&quot; data-original-width=&quot;683&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6ZNKpeGBfsbnvEabp787czszddLKnY3votDtlb0QPhJubmzcDkjTiaKR8I5fybX28dVeNv9ikR_62pNVveEXhr3QGpqNY_GL87hVFcsgxcTL5TNg1pH8_FK4CjI5tHE8tm4b5s1inEM4/w278-h400/w_93395a10bfc2f744e18b5b8b97d51c3f_01DNQ7ZAXZXCR124QCHSRY807E.1024x0.jpg&quot; width=&quot;278&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Kulihat Siti tidur dengan nyenyaknya dan dada yang membusung itu nampak dengan jelas dibalik setelan dasternya yang longgar.. &lt;a href=&quot;http://www.ituvipwd.com&quot;&gt;tembak ikan&lt;/a&gt; - Kucoba untuk membuka kancing atas dasternya, ternyata dia tidak mengenakan BH malam ini.. Waaahh…. pucuk dicinta ulam tiba, pikir ku.. Setelah lima kancing terbuka semua, maka menyembullah buah dada yang bulat dan tegak.. Aku yakin ukurannya tidak kurang dari 36c dan yang membuatku tambah terangsang karena buah dadanya tetap tegak kencang walau dia dalam posisi telentang.. Kutangkupkan telapak tangan ku pelan-pelan diatas dada indah itu dan pelan-pelan aku mulai meremasnya.. Wahhh adikku sudah mengeras dengan cepatnya dan nafsuku makin tak tertahan..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Segera kuhentikan remasanku, ketika dia bergerak hendak pindah posisi walau masih dalam keadaan tidur. Ternyata posisinya malah makin membuatku spaneng.. Sekarang dia telentang sepenuhnya dan kedua kakinya membuka agak lebar, dengan buah dadanya membusung tegak tanpa tertutupi daster atasnya yang telah kubuka kancingnya.. Aku sudah tak dapat menahan lagi nafsuku yang memuncak, segera ku posisikan kedua lututku diantara kedua pahanya dan kutindih dia seraya mulutku tanpa basa-basi lagi segera mengulum dan mengisapi buah dadanya..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Siti terbangun tapi masih belum sadar apa yang terjadi dan ketika kesadarannya pulih, keadaan sudah terlambat karena buah dadanya sudah sepenuhnya tenggelam dalam kuluman mulutku dan kedua tanganku segera menahan kedua tangannya yang hendak mendorong kepalaku.. Ahhhhh memang enak benar susu pembantu baruku ini.. Benar-benar kenyal dan padat sekali, pantas tetap tegak walau dia dalam &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;posisi telentang&lt;/a&gt; dan tanpa penyangga apapun.. Inilah buah dada yang selama ini kuidam-idamkan.. Mulutku tak henti mengulum dan mengisap susu Siti, putingnya kekecap-kecap dengan lidahku..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Awalnya Siti masih berusaha memberontak, tapi ketika kukunci pinggangnya dengan pinggangku yang berada diantara kedua pahanya dan kedua tangannya kutahan dengan tanganku, akhirnya dia pasrah dan mengendurkan pemberontakannya.. Aku makin menggila dan mulutku makin gencar menghajar kedua buah dadanya bergantian.. Nampaknya dia tak bisa menghindar dari rangsangan yang timbul dari kuluman dan isapanku pada kedua buah dadanya, sebab matanya muai memejam dan dia seakan menggigit bibirnya sendiri menahan rangsangan itu.. Nafsuku juga makin memuncak melihat ekspresi wajahnya yang mencoba menahan rangsangan yang timbul dan akhirnya aku coba untuk menarik celana pendek longgar yang dia kenakan sedikit..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia menahan tanganku yang mencoba menarik turun celana pendeknya, tapi segera kutingkatkan serangan mulut dan lidahku pada buah dada yang membuncah itu. Dari susunya yang kanan, aku berpindah lagi kekiri dan terus tidak berhenti, sambil kembali aku berusaha menarik turun celana pendeknya.. Akhirnya dengan masih tetap menindihnya aku berhasil menarik turun celana pendek sekaligus celana dalamnya hingga ke pergelangan kakinya dan akhirnya lepaslah celana itu dari tubuhnya.. Yeessss….. terpampanglah tubuh bugil pembantu baruku tetap dibawah tindihanku dan masih juga mulut dan tangan ku bergantian menghajar kedua buah dadanya tanpa henti..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;baca juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2020/03/cerita-dewasa-rejeki-nomplok-pendaki.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Rejeki Dobel Pendaki Gunung&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kuhentikan sebentar kegiatanku dengan masih dalam posisi dimana aku duduk diantara bentangan pahanya yang sudah telanjang dan mulai aku melepaskan kaus dan celana pendek dan celana dalam hingga akhirnya aku dalam keadaan telanjang bulat.. Siti nampak kaget dan agak ketakutan melihat kelakuanku, tapi dia tak bisa berbuat apa-apa karena aku masih tetap mengunci posisinya dibawahku.. Aku mulai lagi mengulum susu Siti bergantian kiri kanan, sambil menindihnya aku mulai menempatkan kontolku tepat diatas vaginanya..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sambil meningkatkan seranganku pada susunya, kontolku yang sudah mengeras dengan sempurna kutekankan pada mulut vaginanya..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Paakkk….jangaaann paaakkk….” keluh Siti agak lirihhh.. Nafsuku yang sudah diubun-ubun membuatku gelap mata dan tak menghiraukan desah lirihnya.. Kupegang kontolku dengan tangan kananku dan mulai kutekankan kemulut vaginanya pelan-pelan..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aaahhhh …..sakiiiittt paaakkkkk..” jerit Siti lirih dengan berusaha menggeser pinggangnya kekiri menghindari tekanan kontolku dimulut vaginanya..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Udah Ti jangan gerak-gerak lagi…” bujukku pelan, sambil kembali menempatkan kontolku pada posisi yang tepat dimulut vaginanya dan kembali kutekan hingga masuk kepalanya saja..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Addduuuhhh paakk… sakkiiitt paakk..” Kembali Siti hendak menggeser pinggangnya dan segera aku menahannya sambil sedikit membentaknya dengan galak&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Diaamm aja kamu Ti…” Dengan ketakutan akhirnya dia menghentikan usahanya untuk menggeser pinggangnya dan dengan nikmatnya kembali aku menekankan kepala kontolku kedalam mulut vaginanya.. Yeeessss…. mulai masuk setengahnya, rasanya luar biasa enaakkk..&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2021/01/garap-pembantu-baruku-yang-sekal.html&quot;&gt;Garap Pembantu Baruku yang Sekal&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kulihat dia memejamkan kedua matanya dan gigi atasnya menggigit bibir bawahnya menahan sakit dan nikmat ketika kontolku yang berdiameter 5 cm dan panjang 16cm mulai menyeruak makin kedalam… Akhirnya dengan sentakan yang agak kuat akhirnya kontolku masuk sepenuhnya kedalam vagina Siti… Ahhhh.. Benar-benar nikmattt cengkraman vagina Siti, dia mengejan menahan rasa sakit ketika seluruh batang kontolku masuk menghunjam kedalam vaginanya… Rasa-rasanya seperti dipijat dan disedot-sedot.. Akhirnya pelan-pelan aku mulai menggerakkan kontolku mundur separo, berhenti sedetik dan mulai maju lagi hingga habis tenggelam dalam cengkeraman nikmat vagina Siti..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kutingkatkan pelan-pelan kecepatan gerakan maju-mundurku dan nampaknya Siti mulai merasakan nikmat yang luar biasa ketika batang kontolku menggesek bagian dalam vaginanya.. Rasa sakit ketika kontolku yang besar habis tenggelam dalam vaginanya, mulai tergantikan dengan rasa nikmat tadi… Mulai kupacu keras dan cepat hunjaman batang kontolku kedalam vaginanya..&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0iJ9GXW6pHIAfoRKkHG-qslonruxVZEoGkDyW7q1UHdiwpxI6DFRwcMuE78htqg-9xnOmXHi1OgMNamA6JgZRqm61owfmmzdAVPEv8xS2oLHVg46QuHT5IRUfSWar3IpltjaIPr80U98/s382/16545_12.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;382&quot; data-original-width=&quot;300&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0iJ9GXW6pHIAfoRKkHG-qslonruxVZEoGkDyW7q1UHdiwpxI6DFRwcMuE78htqg-9xnOmXHi1OgMNamA6JgZRqm61owfmmzdAVPEv8xS2oLHVg46QuHT5IRUfSWar3IpltjaIPr80U98/w314-h400/16545_12.jpg&quot; width=&quot;314&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;”Adduhh… ppaaakkk…” desahnya lirih yang makin meningkatkan nafsuku, sehingga sambil tetap mengayunkan batangku kembali kedua susunya menjadi bulan-bulanan mulut dan tanganku..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aaahhhh ….. ini bener-bener enak Ti…” kataku…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah lebih 15 menit aku mengayun dengan kecepatan yang bervariasi, akhirnya kuhentikan ayunanku dan kulepaskan kontolku dari cengkeraman vaginanya yang luar biasa peret…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ayo kamu telungkup dan agak nungging Tii..” perintahku agak galak, sambil membantunya telungkup dan menarik agak keatas pantatnya yang sekal, indah dan membulat itu.. Kuposisikan kembali kontolku yang masih keras kearah mulut vaginanya, dan “…bblleesss…” suara itu mengiringi amblesnya lagi batang kontolku kedalam vagina Siti.. Dan kembali rasa seperti disedot dan dicengkeram otot-otot vagina Siti yang kencang dan masih sempit itu melanda seluruh rangsang syarafku.. Mungkin dia kembali mengejan untuk menahan rasa sakit yang masih terasa dari sodokanku kedalam vaginanya…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pelan kembali kuayun pinggangku kedepan dan kebelakang, sambil tanganku menahan dan meremas pantat Siti yang bulat, sekal, dan padat itu.. Pemandangan itu membuat nafsuku makin kuat, apalagi ketika melihat susunya terayun-ayun tegas mengikuti ayunan pinggangku ke pantat sekalnya, serta erangannya ketika aku menekan habis batang kontolku kedalam vaginanya.. &lt;a href=&quot;http://www.ituvipwd.com&quot;&gt;kasino online&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aaahhhhh….aahhhhh…. paak sudaaahhh…. paakkk….” erangnya lirih… Justru erangannya menambah nafsuku untuk menghajar dengan cepat dan kuat pantat dan vaginanya dan kembali kuremas-remas susunya dari arah belakang… Luaaarrrr…biaaassaa……… ..!!!!!!!!!!!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah lebih dari dua puluh menit aku menghajar pantat dan vaginanya dari belakang, sambil meremas-remas susunya yang indah, aku lepaskan lagi batang kontolku dari cengkeraman vaginanya yang masih erat dan kuat pelan-pelan.. AAHhhhh.. benar-benar nikmat.. Kembali ku balikkan tubuh Siti telentang dan kuangkat kakinya sedikit keatas, kembali kudekatkan batang kontolku yang masih keras kemulut vaginanya… Siti sudah benar-benar pasrah dan membiarkan aku mengatur seluruh posisinya dalam persetubuhan ini, walau masih terdengar kembali erangan lirihnya memintaku menyudahi &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2021/01/garap-pembantu-baruku-yang-sekal.html&quot;&gt;permainan nikmat&lt;/a&gt; ini..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Paakk….suudaaahh ..paakkk..”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kuacuhkan permintaannya, dan kembali kuhantamkan batang kontolku kedalam vagina peret dan seret itu.. Ayunanku semakin cepat dan kadang bervariasi dengan ayunan pelan, tiada henti dengan diiringi erangan dan desahannya bercampur dengan suara indah beradunya pangkal kontolku menghantam pangkal pahanya “..plookkkhh…ploookkkhhh…” Pemandangan ayunan tegas kedua susu Siti, seirama dengan ayunan pinggangku, membuat nafsuku memuncak cepat..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apalagi cengkeraman otot vagina dan raut wajahnya yang mengejan menahan rasa sakit dan rangsangan yang timbul, membuatku tak dapat menahan lagi untuk meremasi dan mengulumi kembali kedua susunya.. Kadang kugigit kecil karena tak mampu menahan rasa nikmat dan gemasku atas kekenyalan susunya.. Akhirnya setelah lebih dari 20 menit dalam &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;posisi MOT&lt;/a&gt;, rangsangan itu memuncak dan kepala kontolku terasa luuaar biiaasssaa nikmat..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Garap Pembantu Baruku yang Sekal&lt;/a&gt; - Gerakan ayunanku semakin cepat dan akhirnya aku tak dapat menahan lebih lama lagii, persis ketika air maniku sampai diujung mulut kontolku, segera kutarik keluar dan kumuntahkan air maniku diatas perut, dada busung dan sebagian wajahnya..”croott..crooot…cr oottttt…crrrooottt thhh ….”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Aaahhhh….. niikmmaaaaaaatttttt……” erangku tak dapat menahan rasa luar biasa yang timbul ketika air maniku keluar deras menyemprot perut, dada, dan wajahnya… Setelah habis &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2021/01/garap-pembantu-baruku-yang-sekal.html&quot;&gt;air mani&lt;/a&gt;ku keluar, aku rebahkan diriku disamping tubuh Siti yang lemah tergolek telentang setelah kugarap hampir satu jam penuh..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia segera menarik selimut yang tergeletak disampingnya dan menutupi tubuh telanjangnya dengan selimut itu.. Sepintas sempat kulihat dia menitikkan air mata dan suara tangis yang ditahannya beradu dengan napasnya yang tersengal.. &lt;a href=&quot;http://www.ituvipwd.com&quot;&gt;depo pulsa&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Udah Ti, gak usah nangis segala..” kataku, seraya mengenakan celana dalam dan pakaianku.. Dia berusaha menahan tangisnya dan segera kutinggalkan kamar anakku kembali ke kamar kerja untuk mematikan komputer dan masuk kekamar tidurku..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kulihat istri dan anakku masih tertidur dengan nyenyaknya, kala kulihat jam telah menunjukkan pukul 1.. Kurebahkan diriku disamping anakku dan kucoba untuk tidur.. Tapi kenikmatan yang baru saja kurasakan masih membayang jelas dalam pikiranku, dan menghalangiku untuk segera tidur.. Kapan-kapan aku harus mengulanginya lagi, pikirku…&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/feeds/2155146094145307363/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2021/01/garap-pembantu-baruku-yang-sekal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/2155146094145307363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/2155146094145307363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2021/01/garap-pembantu-baruku-yang-sekal.html' title='Garap Pembantu Baruku yang Sekal'/><author><name>Karla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15414855962408796804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeMQKeYO_aHC2uLgM7AleqUHUV86AZPsuNiLe5IQJl9UY9H76-bPq9OmnWsaZXl1v5DXIX8C6qOI62SqzNl89n7uoOlBymrUuZ_vWS5vS9Bgc23UdVXIGT84duP6QprTHN-ANTlHtEEjU/s72-w320-h240-c/th.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433305999846514824.post-3366990386757885214</id><published>2020-08-26T00:30:00.001-07:00</published><updated>2020-08-26T00:42:43.624-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="adegan panas"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="bokep indonesia"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita 17+"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita abg"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita bokep"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita esek-esek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita lendir"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita nikmat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita panas"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="daun muda"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kisah seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="lugu"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mesum online"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sepong"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="threesome"/><title type='text'>Cerita Dewasa Rejeki Dobel Pendaki Gunung</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-bYU_EOT__GEoV0jfO6aqkFBvq4gcjkmmSXvxswbEaEtVLoEWeC-mvqvGXHO1hh2OrPFD33WSp83UA8-AfaNYwTkdRulIEfMOkr-cjUtHLCZOZcUretE2AkcpWbvtjqa68l9G1Ui_VuM/s800/erseawaaw_e5cac3d6-6f66-4c15-a5bb-caf397c796f4_1024x1024.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Rejeki Dobel Pendaki Gunung&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;511&quot; data-original-width=&quot;800&quot; height=&quot;256&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-bYU_EOT__GEoV0jfO6aqkFBvq4gcjkmmSXvxswbEaEtVLoEWeC-mvqvGXHO1hh2OrPFD33WSp83UA8-AfaNYwTkdRulIEfMOkr-cjUtHLCZOZcUretE2AkcpWbvtjqa68l9G1Ui_VuM/w400-h256/erseawaaw_e5cac3d6-6f66-4c15-a5bb-caf397c796f4_1024x1024.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Rejeki Dobel Pendaki Gunung&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;bukuceritadewasaonline&lt;/a&gt; - Namaku Son, mahasiswa semester III, tinggiku 168 cm dan berat 58 kg.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Kejadian ini terjadi pada waktu aku melakukan pendakian gunung Lawu bersama teman-temanku. Lokasiku saat itu berada dekat base camp pertama kearah pendakian gunung Lawu. Aku sedang beristirahat sendirian dis***** Tadi malam aku bersama teman-temanku 5 orang sudah melakukan pendakian menuju puncak Lawu dan telah berhasil mencapai puncak Lawu jam 6 pagi tadi.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Sekarang dalam perjalanan pulang, sementara teman-temanku sudah pada turun gunung semua. Kuputuskan untuk beristirahat sebentar di base camp pertama ini sambil mendirikan tenda, biar nanti agak sorean aku turun sendiri menuju pos kami yang dekat dengan rumah penduduk sekitar gunung Lawu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sore itu pukul 15.10 WIB, aku baru saja selesai menyeduh kopi instanku, ketika tiba-tiba dari arah semak belukar arah barat muncul 2 orang cewek dengan baju dan kondisi acak-acakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Halo Mas?” sapa salah satu cewek itu padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2020/03/cerita-dewasa-rejeki-nomplok-pendaki.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Rejeki Dobel Pendaki Gunung&lt;/a&gt;, Cewek yang kutaksir berusia 18 tahun kelihatannya anak SMA, rambutnya pendek seperti aktris Agnes Monica. Sedangkan temannya yang satu berambut panjang sebahu mirip-mirip bintang sinetron Bunga lestari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Halo juga” jawabku menyembunyikan kekagetanku karena munculnya yang tiba-tiba, sempat terpikir ada setan atau penunggu gunung ini yang mau menggodaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Loh, dari mana, kok berduaan aja?” tanyaku coba berbasa-basi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Iya, kita tadi misah dari rombongan, terus nyasar..” jawab cewek itu sambil duduk di depanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Boleh minta minum gak? Kita haus sekali, sudah 5 jam kita jalan muter-muter gak ketemu jalan sama orang” lanjutnya kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aneh juga pikirku, padahal perasaanku dari tadi pagi, sering sekali aku berpapasan dengan orang-orang atau rombongan pecinta alam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Ada juga air putih, tuh di botol atau mau kopi, sekalian aku buatin?” jawabku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cewek yang berbicara denganku tadi ini tidak menjawab pertanyaanku, tapi langsung menghampiri botol minum yang kutunjukan dan segera meminumnya dengan terburu-buru, sedangkan temannya yang satu lagi hanya memperhatikan dan kemudian meminta botol minumku dengan santun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuperhatikan saja tingkah mereka, cewek-cewek muda ini cakep juga khas ABG kota, tapi saat itu mukanya kotor oleh debu dan keringat, kaosnya cuma ditutupi jaket kain, celana jeans dan sepatu olah raga warna hitam, ini sih mau piknik bukan mau naik gunung, abis gak bawa bekal atau peralatan sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka minum terus sampai puas kemudian tiduran disamping kompor parafin yang sedang kugunakan untuk memasak air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Mas namanya siapa?” tanya cewek yang berambut pendek&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Namaku Adek sedangkan ini temenku Lina” katanya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Namaku Son” jawabku pendek sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Ada makanan gak, Mas? Adek laper banget nih..” tanya Adek tanpa basa basi kepadaku yang sedang memperhatikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Ada juga mie kalo mau, sekalian aja masak mumpung airnya mendidih” jawabku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ternyata Adek tidak mau masak sendiri, dia terus berbaring dan minta tolong padaku untuk dimasakin mie.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Wah kamu ini manja banget ya? Kenal aja barusan tapi udah nyuruh-nyuruh?” godaku pada Adek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Tolong deh Mas.. Adek capek banget” “Nanti gantian deh..” rayu Adek padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Gantian apa ya? Emang nanti kamu mau masak mie lagi? Bayarnya pake pijet aja ya?” godaku lebih lanjut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Maunya tuh.. tapi bereslah..” jawab Adek cuek sambil memejamkan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuperhatikan Lina, tapi dia ternyata diam saja dan hanya mengangguk kecil ketika kutawarkan mie. Sementara aku masak mie instan, Adek kemudian bercerita kisahnya sampai dia dan Lina tersesat berduaan di tengah gunung Lawu. Adek berangkat bersama serombongan pecinta alam SMAnya jam 10 siang tadi. Rencananya malam nanti Adek dan rombongan akan mendaki gunung Lawu, tapi waktu menuju base camp kedua, perut Lina sakit, sehingga Adek menemani Lina mencari tempat untuk buang hajat, tetapi setelah selesai ternyata mereka tertinggal dan terpisah dari rombongan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mienya siap segera saja pancinya kuberikan pada mereka untuk segera disantap. Masih saja Adek protes kok tidak ada piringnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Emangnya ini di warung” kataku cuek sambil tersenyum kearah Lina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lina hanya tersenyum tipis dengan bibir gemetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Kamu sakit ya Lin?” tanyaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Nggak Mas hanya kedinginan” katanya pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Butuh kehangatan tuh Mas Son” potong Adek sekenanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wah kaget juga aku mendengar celoteh Adek yang terkesan berani. Kuperhatikan keadaan sekitar yang sudah mulai berkabut dan langit gelap sekali waduh jangan-jangan sudah mau hujan. Segera saja kubereskan peralatanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Masih pada kuat jalan nggak?” tanyaku pada 2 orang cewek abg itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Nanti kalau disini hujan, bisa basah semua.. Mending kalo masih bisa jalan kita cepat turun agar nggak kehujanan” lanjutku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Rejeki Dobel Pendaki Gunung&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
Baru saja selesai aku bicara, tiba-tiba ada kilatan petir disusul dengan suaranya yang keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Duer!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disusul dengan tiupan angin yang kencang membawa rintik-rintik air hujan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Nah lo.. benerkan, telat deh kalo kita mau nekat turun sekarang” kataku sambil mematikan kompor parafinku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Ya udah, cepet masuk tenda sana, cuaca lagi nggak bersahabat nih, bakal hujan deres disini!” perintahku sambil membereskan peralatanku yang lain karena hujan sudah mulai turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku, Adek, dan Lina segera berdesak-desakan di dalam tenda kecil parasut, sementara hujan semakin deras disertai bunyi angin yang keras, segera aku memasang lampu kemah kecil yang biasa kubawa kalau aku naik gunung. Lumayanlah cahayanya cukup untuk menerangi di dalam tenda. Sementara kurasa hari menjelang maghrib dan hujan masih saja turun walau tidak deras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adek dan Lina duduk meringkuk berdampingan dihadapanku sambil tangannya mendekap kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Kamu masuk aja ke sleeping bag itu, kelihatannya kok kamu kedinginan sekali” saranku pada Lina yang mulai menggigil kedinginan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Tapi copot sepatunya” lanjutku kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lina diam saja, tapi menuruti saranku. Akhirnya Adek dan Lina tiduran berhimpitan di dalam sleeping bag sambil berpelukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuperhatikan saja tingkah mereka berdua,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Hei kalian pada ngomong dong, jangan diem aja. Jadi serem nih suasananya” ucapku pada Adek dan Lina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Mas Son gak kedinginan..” tanya Lina tiba-tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Ya dingin to, siapa juga yang nggak kedinginan di cuaca seperti ini?” jawabku apa adanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Kalian enak berduan bisa berpelukan gitu.. gak adil” kataku mencoba bercanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Ya Mas Son sini to, kita berpelukan bertiga” kata Adek pendek, tak ada nada bercanda dalam nada omongannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Waduh, gak salah denger nih?” pikirku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak akan ada kesempatan kedua kalau hal ini kutanyakan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Ya udah, kalian geser dong. aku mau di tengah biar hangat” kataku cuek sambil membuka resleting sleeping bagku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak sempat kuperhatikan ekspresi Lina atau Adek karena keadaannya yang remang-remang. Aku merebahkan diri diantara dua cewek yang baru kukenal ini, tak ada kata-kata atau komentar apapun, kulingkarkan kedua tanganku kepada Adek di sebelah kiri dan Lina disebelah kanan. Walau awalnya aku merasa canggung tapi setelah kunikmati dan merasakan dua tubuh hangat mendekapku dan akupun merasa nyaman sekali. Kepala Adek dan Lina bersamaan rebah di dadaku. Kurasakan deru nafas yang memburu dari keduanya dan dariku juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Badan Mas Son hangat ya Lin?” kata Adek pelan seraya tangannya melingkar kebawah dadaku dan kakinya naik menimpa kakiku, barangkali Adek lagi membayangkan aku seperti gulingnya kalau dia pas lagi mau tidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Iya tadi Lin takut sekali, sekarang dipeluk sama Mas Son, Lin jadi nggak takut lagi” jawab Lina pelan sambil mengusap kepalanya di dadaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Samar-samar tercium bau wangi dari rambutnya. Kemudian darahku terasa terkesiap saat lutut Adek entah disengaja atau tidak menyenggol burungku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Ehm..” aku hanya bisa berdehem kecil ketika kurasa hal itu ternyata mendorong birahiku naik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waduh, pikiranku langsung ngeres, rugi juga ya kalau kesempatan selangka seperti ini kusia-siakan, minimal harus ngelaba sesuatu nih..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iseng-iseng tangan kiriku yang masih leluasa kuberanikan memeluk tubuh Adek mulai meraba-raba kebagian daerah buah dada Adek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Ehm..” Adek ternyata hanya berdehem pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akupun mulai berani meningkatkan aksiku lebih lanjut, aku mencoba meremas lembut susunya. Ternyata Adek hanya diam, dia hanya mendongakkan mukanya menatapku, sambil tangannya juga meraba-raba dan mengelus-elus dadaku. Kucoba mencium rambutnya lalu kukecup kening Adek, sementara tanganku terus meremas-remas susunya dengan tempo agak cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Aah.. Mas Son” suara Adek terdengar lirih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Ada apa Dek?” tanyaku pelan melihat Lina sudah mulai curiga dengan aktivitas yang kulakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Kamu masih kedinginan ya?” kataku lagi sambil menggeser tubuhnya agar lebih naik lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara tanganku jadi lebih leluasa menelusup ke dalam balik jaketnya dan membuka pengait BHnya yang masih tertutup dengan kaos luarnya. Adek hanya diam saja saat kulakukan hal itu, bahkan saat tanganku sudah sempurna merengkuh susunya dibalik BHnya. Dia menggigit kecil dadaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Ah.. Mas Son..” katanya parau dengan tidak memperdulikan ekspresi Lina yang kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat kupermainkan puting susunya, tiba-tiba Adek bangkit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Mas Son, Adek ma.. masih kedinginan” kata Adek dengan bergetar sambil menghadapkan mukanya ke wajahku sehingga jarak muka kami begitu dekat.&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHx9mOnXZS7ToMLr35kzTGTLu2UdMLYV9NUSvB6XL0qnrEW-YJmde2jI23laTQfsSRyNDL2SILI5yfQYLSAKChcPCPn3fz1gHlsXlwPaD98iHutRpQ_3lPJVmvhsLx5B7xgnsMS_elOFo/s404/10526_04.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Rejeki Dobel Pendaki Gunung&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;404&quot; data-original-width=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHx9mOnXZS7ToMLr35kzTGTLu2UdMLYV9NUSvB6XL0qnrEW-YJmde2jI23laTQfsSRyNDL2SILI5yfQYLSAKChcPCPn3fz1gHlsXlwPaD98iHutRpQ_3lPJVmvhsLx5B7xgnsMS_elOFo/s16000/10526_04.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Rejeki Dobel Pendaki Gunung&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;
Kurasakan nafasnya memburu mengenai wajahku. Aku hanya bisa diam tercekat ketika Adek mulai menciumi mukaku dengan tidak beraturan, mungkin karena gelap hampir semuanya kena diciumnya. Kurasakan lagi kaki Adek sudah melakukan gerakan yang teratur menggesek-gesek burungku naik dan turun. Tanpa sadar akupun membalas ciuman Adek, hingga akhirnya bibir kami bertaut. Dengan penuh nafsu Adek mengulum bibirku sambil lidahnya terjulur keluar mencari lidahku. Setelah didapatnya lidahku, dihisapnya dengan kuat sehingga aku sulit bernafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Gila nih, cewek ABG sudah pintar &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;french kiss&lt;/a&gt;” ucapku dalam hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2020/03/cerita-dewasa-rejeki-nomplok-pendaki.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Rejeki Dobel Pendaki Gunung&lt;/a&gt;, Tanpa sadar tangan kananku mencengkram pundak Lina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Mas sakit Mas pundak Lina” kata Lina tiba-tiba yang menghentikan aktivitasku dengan Adek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Oh maaf Lin” jawabku dengan terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuperhatikan ekspresi Lina yang bengong melihatku dengan Adek. Tapi rasa tidak enakku segera hilang karena ternyata Adek tidak menghentikan aktivitasnya, dia tampaknya cuek aja dengan Lina, seakan menganggap Lina tidak ada. Adek terus menciumi telinga dan leherku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Mas Son, Adek jadi pengen.. Adek jadi BT, birahi tinggi” kata Adek lirih di telingaku sambil tangannya sudah bergerilya mengusap-usap kontolku yang masih tertutup rapat oleh celana jeansku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Waduh.. bagaimana ini” pikirku dalam hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiranku serasa buntu. Kupandangi wajah Lina yang kaku melihat polah tingkah Adek yang terus mencumbuku. Lina pun bangkit dari rebahannya sambil beringsut menjauh dari badanku. Tak sempat ku berkata lagi, Adek yang sudah birahi tinggi tanpa ampun menyerangku dengan ganasnya, dicumbunya seluruh wajah dan leherku, malah kini posisinya menaiki tubuhku dan berusaha membuka bajuku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku yakin walau suasananya remang-remang, Lina pasti melihat jelas semua aktivitas kami, bahkan dengan kaos dan BH Adek yang sudah tersingkap keatas dan tanganku yang sedang meremas-remas susu Adek, sekarang jelas terpampang di depan mata Lina. Kepalang tanggung, segera saja kurengkuh tubuh kecil Adek dan kuhisap puting payudaranya yang kecil dan berwarna merah kecoklatan itu secara bergantian dengan posisi adek diatas tubuhku. Pentil itu tampak sudah tegak mengacung karena pemiliknya sudah dilanda &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2020/03/cerita-dewasa-rejeki-nomplok-pendaki.html&quot;&gt;nafsu birahi&lt;/a&gt; yang sangat tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Ah.. ah.. Mas Son..” gumam Adek lirih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Enak Mas, terus.. jangan dijilat terus, tapi disedot.. aah..” lanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aktivitas ini kuteruskan dengan mengelus dan meraba pantat Adek yang sejajar dengan kontolku. Kuremas pantat Adek sambil menggesek-gesekan kontolku pada daerah kemaluan Adek yang masih terbungkus dengan celana jeans yang dikenakannya. Kujilati semua yang ada di dada Adek, bahkan kugigit kecil puting mancung itu yang membuat Adek melenguh panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Aaahh.. sshh..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;baca juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2020/02/misi-nikmati-dua-perawan-molek.html&quot;&gt;Misi Nikmati Dua Perawan Molek&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aksiku ternyata membuat Adek blingsatan, dikulumnya bibirku dan diteruskan ke leherku sambil berusaha membuka semua bajuku, nampaknya Adek mau balas dendam melancarkan aksi yang sama dengan yang kulakukan tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar saja, begitu bajuku terbuka semua, Adek segera menghisap putingku dan menggigit-gigit putingku dengan ganas. Kurasakan sensasi yang luar biasa yang membuat kontolku semakin tersiksa karena tidak bisa bangun terhalang oleh celana jeansku. Saat itu bisa kuperhatikan Lina di samping kiriku yang sedang menatap nanar aktivitas kami, kulihat tangan kanannya dijepitkan pada dua belah pahanya, entah sedang terangsang atau sedang kedinginan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa kata, kuberanikan tangan kananku mengelus paha Lina sambil berusaha meraih tangan Lina. Lina hanya diam saja, bahkan semakin terpaku saat melihat aksi Adek yang terus mencumbu bagian bawah pusarku. Aku yang merasa sangat geli hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalaku ke kiri dan ke kanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Aah.. Dek, jangan dijilat di daerah situ terus.. ge..li se..ka..li..” ujarku dengan nafas tersengal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa sadar aku sudah meremas tangan Lina dan Lina pun kurasa juga membalas remasan tanganku. Tapi kejadian demi kejadian berlangsung begitu cepat, Adek seolah sudah tidak peduli lagi, dia langsung membuka ikat pinggangku diteruskan dengan membuka resleting celana jeansku. Aku hanya bisa pasrah menerima nasibku saat itu, keperhatikan tingkah Adek sambil tanganku tetap memegang tangan Lina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat resleting celanaku sudah terbuka, Adek meraih kontolku yang masih terbungkus celana dalamku, lalu dielusnya sebentar kemudian ditariknya sampai selutut celana jeansku berikut celana dalamku juga. Tanpa banyak kata, Adek hanya memperhatikan sebentar kontolku kemudian mencium dan menjilat permukaan kontolku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Aah..” aku hanya bisa mengeluarkan kata itu saat Adek mulai mengulum kontolku dan mengisapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Aargh .. Dek, enak sekali Dek” erangku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Gila nih anak, baru SMA sudah selihai ini, aku tak habis pikir” gumamku dalam hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Adek masih asik berkaraoke dengan kontolku, kulihat sekilas ke Lina, ternyata dia sedang memperhatikanku dengan pandangan yang tidak kumengerti artinya. Kemudian seperti ada dorongan lain kutarik tangan Lina sehingga tubuhnya rebahan lagi disampingku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Lin, aku ingin cium bibir kamu” bisikku perlahan di telinga Lina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Rejeki Dobel Pendaki Gunung&lt;/a&gt;, Saat itu Lina diam saja sambil tetap menatapku. Kutarik wajahnya mendekat dengan wajahku dan segera kulumat bibir Lina yang mungil itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Eemh ..” suara yang terdengar dari mulut Lina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada perlawanan yang berarti dari Lina, Lina diam saja tak membalas ciumanku, entah karena pasrah atau tidak tahu caranya berciuman. Kurasakan getaran birahi yang luar biasa saat kontolku terus dipermainkan oleh Adek sementara konsentrasiku terarah pada Lina yang pasrah. Segera saja aku menciumi dada Lina yang masih terbungkus oleh bajunya sementara tanganku yang satu mengelus-elus selangkangan Lina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Aah.. ah..” Lina mulai bereaksi panas saat kusibak bajunya sehingga aku bisa menjilati permukaan susu yang masih tertutup oleh BHnya yang berwarna pink.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Ya diajari tuh Lina, Mas Son.. sudah gede tapi belum bisa bercinta” kata Adek tiba-tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaget juga aku mendengar teguran itu, kuperhatikan Adek tenyata dia sudah tidak menghisap kontolku lagi, tapi sedang membuka celana jeans lalu celana dalamnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Adek masukkin ya Mas” kata Adek pelan tanpa menunggu persetujuanku sambil mengarahkan kontolku ke lubang kawinnya yang tampak olehku disuburi bebuluan jembut keriting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pelan tapi pasti Adek membimbing kontolku untuk masuk penuh ke dalam tempiknya. Kurasakan rasa hangat menjalar dari kontolku ke seluruh tubuhku. Tempik Adek yang sudah basah oleh lendir pelumasnya memudahkan kontolku masuk ke dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Ah.. burung Mas Son gede.. terasa penuh di tempik Adek” katanya mendesis sambil menggoyangkan pantatnya dan memompanya naik turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Ah.. ash.. ah.. enak sekali Mas Son” kata Adek parau sambil mencumbu dadaku lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku yang menerima perlakuan demikian tentu saja tidak terima, kuangkat badan Adek dan mendekatkan teteknya ke mulutku sambil terus memompa dari bawah mengimbangi goyangan Adek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Huuf.. uh..uh.. aah.. terus Mas” erang Adek memelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kujilati terus dan mengisap puting Adek bergantian kiri dan kanan, sementara Adek menerima perlakuanku seperti kesetanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Ayo Mas.. Son.. terus.. ayo .. teruuss.. Adek mau dapet ni..” katanya bernafsu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak beberapa lama kemudian, dengan kasar Adek mencium dan mengulum bibirku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Eeemhp.. aaah..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian Adek terkulai lemas di dadaku, sementara aku yang masih memompa dari bawah hanya didiamkan Adek tanpa perlawanan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Aaa.. berhenti dulu Mas Son, istirahat sebentar, Adek sudah dapat Mas Son” kata Adek lirih mendekapku dengan posisinya masih di atasku dan kontolku masih di dalam liang senggamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kurasakan detak jantung Adek yang bergemuruh di dadaku dan nafasnya yang ngos-ngosan mengenai leherku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Makasih ya Mas Son, enak sekali rasanya” kata Adek pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku yang belum mendapatkan &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;orgasme&lt;/a&gt;, hanya bisa melirik ke arah Lina yang saat itu ada di sampingku, ternyata tangannya sedang meremas-remas teteknya sendiri dibalik BH berendanya yang sudah terbuka. Segera saja kutarik Lina mendekatiku dan menyuruhnya agar ia berposisi push up mendekatkan teteknya kemulutku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Aah .. Mas Son..” kata Lina pelan saat tetek kanannya kuhisap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu Adek bangkit dari posisi semula dan mencabut tempiknya dari kontolku, kemudian berbaring di sisi kiriku sambil merapikan kaosnya. Aku yang kini leluasa berusaha bangkit sambil mencopot celana jeansku yang masih menempel di lututku. Kuterus meremas-remas tetek Lina sambil mengulum bibir Lina yang kini posisinya berbaring di bawahku. Berbeda dengan yang tadi, kini Lina mulai agresif membalas kulumanku bahkan bibirnya menjulur-julur minta diisap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kubimbing tangan Lina untuk memegang kontolku yang masih tegang dan basah karena cairan kawin dari tempik Adek. Semula seakan ragu, tapi kini Lina mengenggam erat kontolku dan seperti sudah alami Lina mengocok kontolku waktu lidahku bermain di bawah telinganya dan lehernya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Aah .. Mas Son.. geli ..” hanya itu komentar dari bibir Lina yang seksi itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan lidahku mulai bermain di seluruh dada Lina, dari leher sampai gundukan teteknya kujilati semua dan kugigit kecil pentil susu Lina yang berwarna kemerahan dan sudah tampak tegang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Aargh.. aah ..” Lina mulai menggelinjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lina diam saja waktu kubuka ikat pinggangnya dan kubuka kancing celana jeansnya. Kuperhatikan Lina masih memejamkan matanya dan melenguh terus saat kucumbu bagian pentilnya, sementara tangan kanannya tetap menggenggam erat kontolku, dan tangan kirinya menekan-nekan kepalaku, sesekali menjambak rambutku. Kemudian tanganku menelusup ke dalam balik celana dalam Lina waktu kancing celana jeans Lina sudah terbuka, kurasakan sambutan hangat bulu-bulu jembut yang masih jarang diatas tempiknya. Kuelus-elus sebentar permukaan liang kawinnya, lalu jari-jariku tak ketinggalan bermain menekan-nekan tempiknya yang sudah basah oleh lendir kawinnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Ah.. Mas.. Son .. aah” suara Lina semakin terdengar parau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku segera mengalihkan cumbuan ke daerah perut Lina dan menurun menuju tempiknya. Kubuka celana dalam berenda yang juga berwarna pink itu tanpa melihat reaksi Lina dan segera menciumi permukaan tempik Lina yang masih ditumbuhi bulu-bulu jembut halus yang jarang-jarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Ah.. jangan Mas Son .. ah..” kata Lina mendesis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDg0ei1F8RI5B6NoDOkJv62ck4nG86gRlFR_QRD6B1OdmYZpoAgaOk2YKStDwKOLmg2l_XG890haK9uSSgqi6JxMXVfkY03QSt1CW1zL60hqg6ykaCoTEKESd4OdNh2zw0znzlBBunJlU/s1536/07_01DN29NHE8EVC0Z35YE5MACHV8.1024x0.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Rejeki Dobel Pendaki Gunung&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1536&quot; data-original-width=&quot;1001&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDg0ei1F8RI5B6NoDOkJv62ck4nG86gRlFR_QRD6B1OdmYZpoAgaOk2YKStDwKOLmg2l_XG890haK9uSSgqi6JxMXVfkY03QSt1CW1zL60hqg6ykaCoTEKESd4OdNh2zw0znzlBBunJlU/w261-h400/07_01DN29NHE8EVC0Z35YE5MACHV8.1024x0.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Rejeki Dobel Pendaki Gunung&quot; width=&quot;261&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;
Tentu saja kubiarkan sikap yang menolak tapi mau itu. Lidahku sudah mencapai permukaan tempiknya lalu kujilati yang segera membuatnya menggelinjang dan dengan mudah aku menurunkan celana jeansnya sampai sebatas pahanya. Kujilati terus tempik Lina sampai kedalam-dalam sehingga pertahanan Lina akhirnya jebol juga, pahanya semula yang mengapit kepalaku mulai mengendur dan mulai terbuka mengangkang, sehingga aku pun leluasa mencopot seluruh celana jeans dan celana dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2020/03/cerita-dewasa-rejeki-nomplok-pendaki.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Rejeki Dobel Pendaki Gunung&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
”Aah .. argh ..” desis Lina pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Posisiku saat itu dengan Lina seperti &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2020/03/cerita-dewasa-rejeki-nomplok-pendaki.html&quot;&gt;posisi 69&lt;/a&gt;, walau Lina tidak mengoral kontolku aku tidak peduli tetap menjilati tempiknya dengan ganas dan tanpa ampun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Aah.. Mas .. truss.. ahhh .. enaak.. Mas .. aah ..” teriak Lina tidak jelas, sampai akhirnya pahanya menjepit erat kepalaku dan kontolku terasa sakit digenggam erat oleh Lina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Aaah.. Mas ..” teriakan terakhir Lina bersamaan dengan sedikit cairan birahi yang menyemprot dari dalam tempiknya kedalam mulutku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rupanya Lina sudah mendapat orgasme pertamanya walau dengan lidahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Aah.. enak sekali.. Mas Son .. sudah ya Mas Son..” kata Lina pelan sambil tergolek lemah dan pasrah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akupun menghentikan aktivitasku dan mengambil nafas dulu karena mulutku jadi pegal-pegal kelamaan asyik mengoral tempiknya. Aku berbaring di tengah dua cewek ini dengan posisi yang terbalik dengan mereka, kepalaku berada diantara kaki-kaki mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baru sebentar aku mengambil nafas, kurasakan kontolku sudah ada yang memegang lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Mas main sama Adek lagi ya? Adek jadi nafsu ngeliat Mas Son main sama Lina” kata Adek tiba-tiba yang sudah bangkit dan kini tangannya sedang memegang kontolku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak sempat menjawab karena Adek sudah mengulum kontolku lagi, bahkan kini pantatnya beralih ke wajahku, menyorongkan tempiknya kemulutku untuk minta dioral juga seperti tadi aku dengan Lina. Posisiku dengan Adek kini 69 betulan tapi dengan posisiku yang di bawah. Kujilati tempik Adek dengan lidah yang menusuk-nusuk kedalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Eeemph .. emmph ..” Adek tak bisa mendesah bebas karena mulutnya penuh dengan kontolku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lama kami bermain dengan posisi itu, sampai akhirnya kuhentikan karena aku tidak tahan dengan isapan Adek yang luar biasa itu dan kalau dibiarkan terus akibatnya kontolku bisa muntah-muntah di dalam mulut Adek. Aku bimbing agar Adek berbaring di samping Lina sedangkan aku di atasnya mulai mencumbu lagi dari teteknya dengan menggesek-gesekan kontolku ke permukaan tempiknya yang dipenuhi oleh bulu-bulu jembut yang berwarna hitam pekat itu. Adek seperti mengerti, kemudian membimbing kontolku untuk masuk ke dalam lubang kawinnya. Akupun bangkit sambil mengarahkan kontolku siap untuk menghujam l&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;ubang senggama&lt;/a&gt; Adek. Pelan tapi pasti kumasukan kontolku mulai dari kepala hingga semuanya masuk ke dalam tempiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Aaah .. Mas Son ..” desis Adek sambil menggoyang pantatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kurasakan seret sekali tempiknya, beda sekali dengan yang tadi gesekan itu terasa nikmat menjalar di setiap centi dari kontolku dengan sesekali terasa denyutan pelan dari liang kemaluannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Mas yang keras dong goyangnya.. terasa sekali mentok” kata Adek sambil melingkarkan tangannya ke leherku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akupun jadi semangat memompa tubuh ranum yang mungil di udara dingin seperti ini terasa hangat tapi tidak berkeringat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Aah.. ah.. terus Mas .. terusss.. ah.. ah ..” lanjutnya keenakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin sekitar 5 menit aku menggoyang Adek, sampai kemudian aku tidak tahan melihat teteknya yang bergoyang indah dengan puting kecil menantang. Akupun mengulum puting Adek sambil meremas-remasnya dengan gemas, sementara pompaan kontolku telah diimbangi goyangan Adek yang bisa kupastikan goyangan ngebor ala Inul tidak ada apa-apanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Ma.. Mas .. Adek mau dapet laggii.. bareeng yaa.. ah.. ah..” desis Adek histeris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku jadi terangsang sekali mendengar lenguhan Adek yang merangsang itu, kuteruskan aksiku dengan menjilat dan mencium dada, ketiak, leher, telinga dan pipi Adek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Aaarg ..” erangnya keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adek mengulum bibirku sambil memejamkan matanya. Nampaknya Adek telah mendapat orgasmenya yang kedua, sementara tubuhnya menegang sebentar dan kemudian melemas walau aku masih memompanya. Aku segera mencabut kontolku dan mengocoknya sebentar untuk menumpahkan pejuku ke perut Adek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Crut.. crut..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pejuku keluar banyak membasahi perut Adek dan mengenai teteknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Aaah..” akupun melenguh puas saat hasratku telah tersalurkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adek mengusap-usap pejuku di perutnya kemudian membersihkan dengan tisu yang diambil dari celananya, sedangkan Lina mendekat dan melihat aksi Adek, kemudian membantu membersihkan pejuku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Baunya seperti santan ya?” komentar Lina sambil mencium tisunya yang penuh dengan pejuku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Ya udah. Semua dibereskan dulu” kataku memberi perintah kepada dua cewek yang baru saja bermain cinta denganku .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Kita istirahat dulu ya sambil tiduran, nanti kalo sudah nggak hujan kita putuskan mau turun ke bawah atau bermalam disini ya” lanjutku kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya akupun tertidur kelelahan dengan dua cewek yang mendekapku. Entah mimpi apa aku semalam bisa terjebak dalam situasi seperti ini.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/feeds/3366990386757885214/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2020/03/cerita-dewasa-rejeki-nomplok-pendaki.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/3366990386757885214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/3366990386757885214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2020/03/cerita-dewasa-rejeki-nomplok-pendaki.html' title='Cerita Dewasa Rejeki Dobel Pendaki Gunung'/><author><name>Karla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15414855962408796804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-bYU_EOT__GEoV0jfO6aqkFBvq4gcjkmmSXvxswbEaEtVLoEWeC-mvqvGXHO1hh2OrPFD33WSp83UA8-AfaNYwTkdRulIEfMOkr-cjUtHLCZOZcUretE2AkcpWbvtjqa68l9G1Ui_VuM/s72-w400-h256-c/erseawaaw_e5cac3d6-6f66-4c15-a5bb-caf397c796f4_1024x1024.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433305999846514824.post-5674962042082162049</id><published>2020-02-28T00:58:00.000-08:00</published><updated>2020-02-28T01:07:10.477-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="18+"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita becek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita bokep"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita dewasa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita mesum"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita perawan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="daun muda"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="gangbang"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="hasrat seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mesum online"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="nafsu birahi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="perkosa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="seks gilir"/><title type='text'>Misi Nikmati Dua Perawan Molek</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPSf9sn0c9And9NKc0KErxjA4B746EME1ER3TQ-zZm7Y2NUzVPcCZueXpJ8Eausi35GasHI0e6ZH1OKlYM0leEsrMf5f1ewwiU4zs5u_lLzjP7AtF8YPBbhunhVhlS5mV1ztyn-sD48ow/s1600/PicsArt_11-09-08.30.25.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Misi Nikmati Dua Perawan Molek&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;394&quot; data-original-width=&quot;700&quot; height=&quot;225&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPSf9sn0c9And9NKc0KErxjA4B746EME1ER3TQ-zZm7Y2NUzVPcCZueXpJ8Eausi35GasHI0e6ZH1OKlYM0leEsrMf5f1ewwiU4zs5u_lLzjP7AtF8YPBbhunhVhlS5mV1ztyn-sD48ow/s400/PicsArt_11-09-08.30.25.jpg&quot; title=&quot;Misi Nikmati Dua Perawan Molek&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Misi Nikmati Dua Perawan Molek&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; - Tomi adalah seorang mandor buruh sebuah pabrik yang usianya bisa dibilang sudah paruh baya. Garment di kawasan Bandung. Dia bekerja sebagai seorang pengawas buruh dibagian produksi. Perangainya cukup sangar sikapnya pun tegas terhadap para buruh-buruh yang bekerja disitu. Dia tidak pelit dengan kata-kata kasar dan caci maki terhadap para buruh yang melakukan kesalahan. Bagi para buruh tidak ada pilihan lain selain bekerja dibawah tekanan mandor Tomi karena memang mencari pekerjaan lain sangatlah sulit.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Tomi diangkat oleh perusahaan sebagai seorang mandor karena dia memiliki latar belakang kehidupan yang keras, memang dia adalah seorang preman disebuah kawasan yang rawan kriminal di Bandung. Dengan harapan kedudukan Tomi sebagai mandor buruh, maka para buruh akan segan dan takut terhadap perusahaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini ada seorang mahasiswi yang kebetulan sedang tugas magang di pabrik itu namanya Ani, usianya masih 19 tahun dan dia adalah seorang mahasisiwi Fakultas Teknik Industri pada sebuah perguruan tinggi negeri yang terkenal di kota Bandung. Ani cukup lincah dalam bekerja, gadis cantik itu pintar dan rajin dalam melakukan tugas-tugasnya. Dia memiliki wajah yang imut-imut dan cantik sekali seperti mojang-mojang Bandung umumnya yang memiliki kulit putih bersih. Selama bekerja magang di pabrik itu, Tomi sering memperhatikan Ani. Potongan tubuhnya sintal padat proporsional dengan tinggi tubuhnya yang sekitar 160-an cukup membuat Tomi tertarik perhatiannya kepada Ani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan Ani memang lain dibandingkan dengan gadis-gadis lainnya. Ani lebih senang menggunakan celana jeans dan baju yang ketat seperti umumnya penampilan seorang mahasiswi sehingga lekuk-lekuk tubuhnya terlihat jelas. Hal itulah yang membuat para lelaki dipabrik itu sering memandangi kemolekan tubuh Ani. Begitu pun dengan Tomi yang selalu mencuri-curi pandang melihat keindahan dan kemolekan tubuh Ani. Hal ini tidak disadari oleh Ani karena dia lebih serius untuk menyelesaikan tugas-tugasnya selama magang di pabrik itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesekali Tomi menyempatkan diri untuk memasang muka ramah dan bercakap-cakap dengan Ani hanya sekedar menukmati kecantikan wajah gadis tersebut. Padahal dengan karyawati atau buruh wanita yang lainnya boro-boro dia memasang muka ramah yang ada selalu tampang sangar yang diperlihatkannya dan ucapan-ucapan yang jauh dari keramahan. Singkat kata Tomi telah jatuh hati berat kepada Ani, mahasiswi cantik itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada suatu hari menjelang berakhirnya masa kerja magang Ani di pabrik itu, Tomi memberanikan diri untuk mengutarakan isi hatinya. Sore hari itu ditemuinya Ani disebuah kantin di pabrik itu, dengan rasa percaya diri dan nekat dia utarakan keinginannya untk menjadi pacar serta pendamping hidup Ani. Namun, pada akhirnya keadaan berubah dan merupakan titik balik perasaan Tomi, dari rasa cintanya kepada Ani berubah 180 derajat menjadi benci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cinta Tomi ditolak mentah-mentah oleh Ani. Dengan alasan selain perbedaan agama, usia yang terpaut jauh dimana Tomi saat ini telah berusia 38 tahun sedangkan Ani baru 19 tahun selain itu juga terdapat beberapa sifat Tomi yang tidak cocok dengan Ani. Seperti diketahui latar belakang Tomi adalah seorang preman, pemabok dan penjudi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak itu hati Tomi menjadi panas, kesal dan marah atas jawaban dari Ani. Didalam hatinya tiba-tiba muncul rasa dendam terhadap Ani. Dan dia pun merencanakan akan berbuat sesuatu terhadap Ani, “Hmmm… tunggu tanggal mainnya gadis sombong… puih !!!” batinnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seminggu kemudian, pada sebuah malam disebuah lorong yang gelap tampak sekelompok orang berjalan mengendap-endap. Mereka ada Tomi berserta beberapa anggota kelompok premannya. Mereka adalah Asep, Ujang, Cecep dan Dadang, tampang-tampang mereka lusuh-lusuh dan kumal-kumal, tampang khas para preman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sstt… sebentar lagi dia lewat kesini”, bisik Tomi kepada kawan-kawannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ok… kita tunggu aja boss…”, balas Ujang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Boss… gue udah engga tahan nihh… udah pingin nyodok tuh cewek”, bisik Dadang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sstt… sabar… boy… sabarr… semua pasti dapat tanda tangan… hihihi…”, balas Tomi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pokoknya gue duluan yang kasih pelajaran tuh cewek…”, lanjut Tomi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malam itu mereka memang tengah menghadang Ani pada suatu tempat didekat tempat kost Ani. Tempat penghadangan itu memang sepi dan hanya terdapat beberapa rumah kosong saja dan sebuah lapangan luas yang mengelilingi rumah kost Ani. Sehingga Tomi dan kawan-kawannya merasa cocok dengan tempat itu sebagai lokasi penghadangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ani memang lebih memilih untuk tinggal disebuah rumah kost yang sepi, agar supaya dia bisa lebih serius dalam belajar. Seminggu lamanya sejak Ani tidak lagi magang di pabrik itu, Tomi menyibukkan diri dengan mencari data-data diri Ani serta mengamati kegiatan-kegiatan Ani sehari-hari. Termasuk membuntutinya pulang-pergi dari kost-kostannya menuju kekampus sehingga dia tahu betul kegiatan serta route-route pulang-pergi Ani. Hingga akhirnya dipilihlah tempat itu sebagai tempat yang ideal dalam menghadang korbannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah itui dia…”, ujar Tomi sambil menunjuk ke sebuah bayangan yang mendekat ke arah mereka berkumpul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak salah lagi, tepat pukul 7 malam pasti tuh cewek lewat sini” lanjut Tomi sambil tersenyum melihat sasarannya mendekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sejenak Tomi agak bimbang karena bayangan yang mendekat itu ternyata ada dua sosok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi setelah diamati secara mendalam ternyata kedua-duanya adalah sosok bayangan wanita dan diyakini salah satu bayangan itu adalah Ani dan satu lagi juga sosok wanita. Maka tanpa keraguan lagi dia pun mulai memutuskan untuk menjalankan operasi penyergapan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah itu dia pengantin wanitaku…”, gumam Tomi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ok… jalan kan tugas masing-masing ! awas jangan sampai luput…”, perintah Tomi kepada teman-temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada dua boss, yang satunya gimana nih ?”, tanya Asep.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah sikat aja…”, jawab Tomi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa dikomando lagi Asep, Cecep dan Dadang bergerak menuju kearah gadis itu berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka pun menghadang Ani beserta temannya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ani pun nampak kebingungan mendapati dirinya dihampiri oleh empat lelaki yang tidak dikenalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2020/02/misi-nikmati-dua-perawan-molek.html&quot;&gt;Misi Nikmati Dua Perawan Molek&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Tomi hanya mengamati dari jarak sekitar 10 meter, suasana hening sejenak. Dari tempat Tomi berdiri sayup-sayup terdengar pembicaraan serius diantara Asep dan Ani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa detik kemudian suasana berubah, secepat kilat Ani diringkus oleh Cecep dan Dadang&amp;nbsp;yang memiliki tubuh tegap sedangkan temannya diringkus oleh Asep dan Ujang. Ani serta temannya mencoba melawan dan meronta-ronta akan tetapi beberapa pukulan dilayangkan oleh Cecep dan Dadang&amp;nbsp;dan akhirnya Ani pun pingsan. Setelah itu tubuh tak berdaya itu dibopong oleh Cecep.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu teman Ani yang juga meronta ronta dibekap dan dipukuli oleh Ujang hingga akhirnya tak sadarkan diri pula, lantas tubuhnya digendong oleh Asep.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Beres semuanya boss…”, ujar Asep kepada Tomi yang kemudian keluar dari persembunyiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Good… good…, ayo lekas kita bawa ke rumah kosong itu”, perintah Tomi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penghadangan pun berjalan dengan sukses, sasaran telah dilumpuhkan dan kini siap “diproses”. Didalam rumah kosong itu tubuh Ani dan temannya dibaringkan disebuah dipan kayu. Kedua tangannya Ani diikat kebelakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah lampu diruangan itu dinyalakan, kelima orang yang telah dirasuki nafsu itu pun menggumam terkagum-kagum melihat kecantikan dan kemolekan tubuh Ani yang tengah tergolek pingsan. Dia menggunakan kaos lengan panjang serta jeans birunya yang ke semuanya berukuran ketat sehingga kemolekan tubuhnya terlihat jelas. Ternyata Tomi mengenali sosok wanita satunya yang juga ikut dilumpuhkan tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah gue inget ini kan si Dina, temannya Ani… wah… wah… sial sekali nasibnya”, ujar Tomi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dina memang teman akrab Ani, usianya lebih muda dari Ani yaitu 16 tahun dan masih duduk dibangku kelas 2 SMU. Dina adalah keponakan dari pemilik kost dimana Ani tinggal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dina juga memiliki wajah yang manis, tubuhnya mungil namun padat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“OK jatah gue si Ani… ini pengantin gue, yang satunya boleh elo sikat”, balas Tomi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ok sekarang elu-elu pada nyingkir deh, silahkan elo bikin pesat sendiri sama si Dina itu dan jangan ganggu malam pengantin gue, OK!”, ujar Tomi kepada teman-temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sip boss… kita bikin pesta sendiri”, ujar Asep. Dan menyingkarlah ke-4 teman-teman Tomi sambil membopong Dina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmmm… sayangku… mari kita nikmati malam pengantin kita sayang…”, bisik Tomi kepada Ani yang tengah pingsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan senyum kemenangan Tomi memandangi gadis itu yang tengah tergeletak di sebuah dipan kayu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akhirnya aku dapatkan kau…” ujarnya dalam hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua tangannya bergerak meraba payudara gadis itu. Mulanya pelan-pelan hingga lama kelamaan semakin keras, bahkan kini kedua tangannya dengan ganas meremas-remas payudara Ani yang kala terlentang terlihat membukit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0X1BiHUzMOIR0fu9OGkxoWaobEM_5r-Koas8olpXM6AmVylHfQM7OfBRsAwF5erqSdH9HPZegZYDUMEpOY4htwaBk-1JPdZ0w5JrXEYMOD6CQ_Gd0i5e2VfcVssy1i-rJ2_aG5mYTyPY/s1600/3607233_15_o_01DN3ZTRC37SS7GVBFEFVYMD8G.1024x0.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Misi Nikmati Dua Perawan Molek&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1173&quot; data-original-width=&quot;800&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0X1BiHUzMOIR0fu9OGkxoWaobEM_5r-Koas8olpXM6AmVylHfQM7OfBRsAwF5erqSdH9HPZegZYDUMEpOY4htwaBk-1JPdZ0w5JrXEYMOD6CQ_Gd0i5e2VfcVssy1i-rJ2_aG5mYTyPY/s400/3607233_15_o_01DN3ZTRC37SS7GVBFEFVYMD8G.1024x0.jpg&quot; title=&quot;Misi Nikmati Dua Perawan Molek&quot; width=&quot;272&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah puas meremas-remas payudara Ani, kini Tomi mengeluarkan pisau lipatnya yang memang selalu dibawanya kemana-mana sebagai senjata. Dengan kasarnya kemudian Tomi merobek-robek baju kaos lengan panjang Ani, hingga tinggal bh putihnya saja yang menutupi kedua payudaranya. Namun akhirnya diputuskannya tali bh itu dan dicampakannya bh itu kelantai sehingga kini terlihatlah kedua gundukan indah payudara Ani. Setelah itu serta merta dengan bernafsu dikulumnya dan dijilat-jilatnya kedua payudara itu dengan sesekali digigit-gigitnya kedua puting payudara itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puas dengan bagian payudara kini Tomi melepas celana jeans yang dikenakan Ani, sreett… sekali tarik terlihatlah bagian bawah dari Ani dengan celana dalamnya yang berwarna putih. Kedua mata Tomi kembali terbelalak melihat pemandangan indah itu, diusap-usapnya kedua paha putih Ani juga gundukan dipangkal pahanya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedang asyik asyiknya mengusap-usap gundukan kemaluan Ani, tiba-tiba terdengar suara kegaduhan dari ruang sebelah. Tomi pun menghentikan aktifitasnya lalu bangkit seraya berlari mendekati arah suara itu. Sesampainya disuatu ruangan asal muasal suara itu, matanya kembali terbelalak melihat &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;pemandangan erotis&lt;/a&gt; yang tengah terjadi diruangan itu. Jantungnya berdetak keras, birahinya memuncak melihat pemandangan diruangan itu. Diruangan itulah Tomi melihat Dina yang rupanya telah sadar tengah “dibantai” oleh Asep, Ujang, Dadang&amp;nbsp;dan Cecep.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh Dina yang dengan posisi merangkak nampak tengah disodomi dari belakang oleh Asep yang memiliki badan yang jauh lebih besar daripada Dina. Asep dengan sangat keras dan kasarnya mengocok-ngocok batang kemaluannya didalam lobang anus Dina. Mula-mula Dina meraung-raung ampun-ampunan karena kesakitan, namun teriakan-teriakannya tidak berlangsung lama karena kemudian dimulut Dina telah tertanam batang kemaluan Ujang. Ujang memposisikan dirinya didepan Dina, setelah berhasil menyumpalkan batang kemaluannya didalam mulut Dina kemudian dengan tangan kirinya yang memegang kepala Dina dia paksa kepala Dina untuk bergerak maju mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ujang dan Asep nampak sangat menikmati keadaan itu, mereka mendesah-desah merasakan nikmatnya bagian-bagian tubuh Dina itu. Tak berapa lama kemudian mereka pun berejakulasi. Asep menyemburkan spermanya didalam lubang anus Dina dan sejenak kemudian Ujang memuntahkan cairan spermanya didalam mulut Dina. Nampak Dina megap-megap dibuatnya di saat harus menelan cairan sperma Ujang yang cukup banyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu kedua orang tadi menyingkir dan posisinya digantikan oleh Cecep. Cecep ini baru berusia 23 tahun, namun perawakannya besar dan tinggi, batang kemaluannyapun nampak telah mengacung membesar dan siap menelan mangsa. Kini Cecep bersiap-siap menyetubuhi Dina, direntangkannya tubuh Dina yang kepayahan itu dan langsung ditindihnya. “Oouugghhh…”, Dina melengking disaat kemaluan Cecep yang besar itu melesak kedalam liang vaginanya. Pemandangan ini sudah cukup untuk membangkitkan birahi Tomi dia pun berjalan meninggalkan ruangan pembantaian Dina itu dan kembali menghampiri Ani pasangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba Ani terbangun dan membuka mata, Ani kaget mendapati kedua tangannya terikat dan keadaan tubuhnya hanya tinggal celana dalam. Dan lebih kaget lagi ketika dihadapannya melihat Tomi tertawa terkekeh-kekeh menyaksikan dirinya yang tak berdaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rasain deh lu, makanya jadi cewek jangan sombong. Jadi terpaksa elu gua kerjain deh?” Tomi berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kepaksa, malam ini elo harus bisa memuaskan gue, kekasih elo” lanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Misi Nikmati Dua Perawan Molek - Ani semakin takut karena dia tahu apa yang akan terjadi pada dirinya, badannya mulai gentar, mukanya memucat. Air matanya mulai meleleh seiring dengan kata-kata ampunan yang keluar dari bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pak Tomi… ampun pak… jangan sakiti aku…”, pintanya sambil terisak-isak. Permohonannya ini nampaknya semakin membuat Tomi terangsang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu persatu dilepaskannya baju dan celananya hingga akhirnya telanjang bulat. Badan Tomi nampak gemuk dengan perut yang membuncit, beberapa gambar tatto nampak menghiasi tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemaluannya nampak telah menegang keras, ukuran juga besar dengan ujungnya yang telah basah. Ani semakin merintih-rintih ketakutan, dia pejamkan matanya sambil terus menangis. Dia sadar akan diperkosa, Tomi kemudian bergerak mendekati Ani dan meraih kepala Ani. Belum sempat berteriak, mulut Ani tiba-tiba dijejali dengan batang kemaluannya yang sudah menegang dan membuat gadis itu tersedak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ani berusaha terus menutup mulutnya namun setelah jempol dan jari telunjuk Tomi menutup lobang hidung Ani, diapun membuka mulutnya sebagai reaksi karena kekurangan oksigen. Langsung mendapat kesempatan itu dihujamkannya batang kemaluannya kedalam mulut Ani. Dia tak bisa berbuat apa-apa karena Tomi memegang kepala gadis itu. Rasa mual membuat Ani hampir muntah dan berusaha melepaskan kemaluan Tomi di mulutnya. Tomi gerak-gerakkan batang kemaluannya di mulut gadis itu, maju-mundur dan diputar-putar didalam rongga mulut Ani. Selama sepuluh menit Tomi menjejali mulut gadis itu dengan batang kemaluannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puas dengan itu kemudian Tomi mengeluarkan kemaluannya dari mulut gadis itu. Ani langsung mencoba berteriak tapi Tomi cepat-cepat membekap mulutnya dan berkata, “Diem lu, jangan berteriak atau gue bunuh kamu?”, sambil menempelkan pisau lipatnya. Ani terdiam karena takut ancaman itu dan hanya bisa menangis sampai gadis itu kelelahan dan lemas. Setelah sejenak menikmati wajah Ani, kini Tomi menurunkan celana dalam putih Ani dan melemparkannya ke lantai, Ani pun hanya bisa pasrah tanpa perlawanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gile, memek elo bagus banget… waw indah sekali…?” bisik Tomi kepada Ani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang gadis seusia Ani memiliki kemaluan yang indah, masih perawan, bulu-bulunya pun tipis dan halus-halus tumbuh rapih berjajar disekitar lobang vaginanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua tangan Tomi kembali meremas-remas payudara gadis itu. Ani menjerit-jerit ketika Tomi memijat-mijat puting susunya. Kembali Ani berteriak lagi, kembali pula Tomi ancam Ani “Lu bisa diem ngga…!?”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang, Lu harus nyobain kontol gue ini…pasti nikmat.?” Tomi berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita jadikan malam ini sebagai malam pengantin kita, hahaha…”, sambungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangaaan pak… oouuhh… jangaaan, …ampuunn pakk… ? Ani memelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Tomi tak peduli dengan ucapan gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diapun jongkok didepan Ani, dia angkat pahanya dan melebarkannya. Kepala Tomi menunduk memperhatikan kemaluannya Ani yang ditumbuhi bulu-bulu tipis, kepalanya bergerak dan mulutnya mulai menjilati kemaluan gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendapatkan perlakuan itu badan Ani langsung menggeliat-geliat suaranya terengah-engah merasakan kemaluannya kegelian karena dijilati. Hanya suara erangan gadis itu saja yang terdengar, “Ehhmmhh… engghh… ouuhhh… oohh… sst”. Sementara mulut Tomi terus menjilati kemaluan Ani, tangannya bergerak ke atas dan memijat-mijat payudara Ani serta mempermainkan puting susu gadis itu.. Ani menggeliat antara sakit, geli dan takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;baca juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2020/01/di-goda-anak-ibu-kost-yang-aduhai.html&quot;&gt;Di Goda Anak Ibu Kost Yang Aduhai&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba Ani mengangkat pinggulnya dan mendesah lemah, rupanya gadis itu telah &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2020/02/misi-nikmati-dua-perawan-molek.html&quot;&gt;orgasme&lt;/a&gt;. Dari vagina gadis itu keluar cairan. Ketika melihat bibir vagina gadis itu telah basah, cepat-cepat Tomi mengarahkan kontolnya yang sudah menegang dan mendekatkannya ke bibir vagina gadis itu. Sambil memegang pinggul gadis itu, Tomi melesakkan batang kemaluannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan…”Aahhh… sssakittt… oouughhh… a.. ammpunn… pak.. oouhhh…”, Ani merintih tajam tubuhnya menegang kaku menahan rasa sakit dipangkal pahanya. Walaupun dengan susah payah akhirnya Tomi berhasil menanamkan batang kemaluannya masuk amblas ke dalam lubang kemaluan Ani. Ani menjerit kesakitan, badannya meregang kesakitan. Sejenak Tomi merasakan kenikmatan hangatnya lobang kemaluan Ani dan merasakan denyut-denyut dinding kemaluan Ani serasa memijat-mijat batang kemaluannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya Tomi pun mulai mengerakkan kemaluannya maju mundur. Tangannya memegang pundak gadis itu sedang mulutnya menciumi bibir dan pipi Gadis itu. Ani mendesah-desah dan mengerang-erang membuat Tomi semakin bergairah dan mempercepat gerakan memaju-mundurkan kemaluannya itu. “Oohh… oouufffh… ooouuh… aahh… sst”, Ani mengerang-ngerang. Tubuh keduanya telah dibanjiri oleh peluh seolah-olah mereka sedang mandi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puas dengan posisi itu kini Tomi mencabut kemaluannya dan membalikkan tubuh Ani. Dan memposisikan tubuh telanjang gadis itu seperti anjing. Dari arah belakang kembali Tomi menghujamkan kontolnya yang kini ke dalam liang dubur gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aaakhhh…!!!”, Ani kembali memekik kesakitan, badannya kembali mengejang keras menahan sakit yang teramat sangat ketika liang anusnya dibobol oleh kemaluan Tomi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah tertanam, Tomi kembali memompa dengan gerakan yang semakin cepat. Kedua tangan Tomi yang besar semakin kasar meremas-remas susu gadis itu. Ani semakin mengerang-ngerang kesakitan. Tapi Tomi tak peduli. Terus saja Tomi maju mundurkan pinggulnya dengan cepat. Sadar dirinya akan mencapai klimaks, Tomi mencabut batang kemaluannya dari lobang dubur Ani. Setelah itu dihempaskannya tubuh Ani hingga kembali terlentang. Kembali Tomi menancapkan batang kemaluannya didalam liang vagina Ani yang telah dibasahi oleh cairan kewanitaannya yang bercampur darah perawannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bless…batang kemaluan Tomi menghujam masuk tanpa kesulitan, kembali digenjotnya tubuh Ani dengan cepat dan kasar, sampai-sampai dada Tomi menghantam-hantam wajah Ani yang meringis-ringis kesakitan. Kini Tomi menggoyang tubuh Ani dengan hebat hingga tubuh Ani terbanting-banting disodok oleh Tomi. Sampai akhirnya saat yang ditunggu-tunggu oleh Tomi, kini tubuh Tomi mengejang, wajahnya menyeringai menengadah keatas, otot-ototnya mengeras dan akhirnya dia menyemprotkan spermanya di vagina gadis itu, Croottt… crrottt… crrottt… jumlahnya banyak sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oogghhh… ahh…”, Tomi memekik puas sambil terus menyemprotkan spermanya memenuhi rongga vagina Ani sambil kedua tangannya mencengkram erat pinggul Ani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Misi Nikmati Dua Perawan Molek&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Ani pun tiba-tiba mendesah panjang… “ooouuuuhhgggg…”, sambil menerima tumpahan sperma Tomi yang melimpah ruah itu hingga meluber keluar dari sisi-sisi rongga kemaluannya badannya pun mengejang dan bergetar, sepertinya dia pun mengalami ejakulasi sesuatu yang baru dialaminya seumur hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgx8DCbM_xVeaIuW35N78oRa8S7WcYIwF8dm-o-GLnLEW3VU4zE8vfQhZRSj8iOK7kBUNr6KmySg3oK5Z3lLm7tW3q2fg75IWjZ2jsH1S2ywHiGlFLQR-HUM6AXbqsZMM5L1O6cDQNCNIg/s1600/376260_10big_01DMF65Q8NZ04Y08HZZ5AFSXNF.1024x0.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Misi Nikmati Dua Perawan Molek&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;980&quot; data-original-width=&quot;682&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgx8DCbM_xVeaIuW35N78oRa8S7WcYIwF8dm-o-GLnLEW3VU4zE8vfQhZRSj8iOK7kBUNr6KmySg3oK5Z3lLm7tW3q2fg75IWjZ2jsH1S2ywHiGlFLQR-HUM6AXbqsZMM5L1O6cDQNCNIg/s400/376260_10big_01DMF65Q8NZ04Y08HZZ5AFSXNF.1024x0.jpg&quot; title=&quot;Misi Nikmati Dua Perawan Molek&quot; width=&quot;277&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa detik kemudian setelah sama-sama mengalami orgasme tubuh kedua insan itupun melemas, tubuh Tomi jatuh menindih tubuh Ani. Kini hanya suara nafas kedua insan itu yang saling memburu menghiasi akhir dari pergumulan itu. Setelah diam selama 15 menit, Tomi kemudian bangkit dari atas tubuh Ani serta melepaskan kontolnya, “Ooohhh…”, Ani mendesah panjang disaat Tomi mencabut batang kemaluannya yang beberapa menit lamanya mengisi rongga kemaluannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sayang… gimana rasanya ? enak kan ?”, tanya Tomi kepada Ani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anipun diam seribu bahasa dan memalingkan wajahnya dari pandangan Tomi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo sini sayang ada lagi tugas buat kamu…”, ujar Tomi serta meraih dan mengangkat kepala gadis itu untuk kemudian memaksa Ani menjilati batang kemaluan Tomi yang masih basah oleh sperma dan darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anehnya Ani hanya pasrah dan menuruti saja perintah Tomi tadi secara perlahan-lahan diraihnya betang kemaluan Tomi yang kembali menegang itu dan kemudian dijilat-jilat serta dikulumnya batang kemaluan Tomi bak makan permen sampai bersih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah selesai dan merasa puas, Tomi bangkit dan membiarkan tubuh Ani yang telanjang itu terjatuh lemas. Tomi bergerak mendekati Ani yang masih lemah dan membisikkan kata-kata mesra di telinganya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Kamu hebat sayang… aku cinta sama kamu”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena dilihat Ani terkulai lemas dan sepertinya tertidur karena kecapaian, maka Tomi memutuskan untuk meninggalkannya dulu. Tomi ingin melihat kegiatan di ruangan lain dimana tadi terjadi pembantaian itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesampainya diruangan yang ditujunya mata Tomi terbelalak ketika melihat pemandangan yang ada diruangan itu. Teman-temannya nampak tidur tiduran sambil melepas lelah setelah membantai Dina yang tubuh telanjang Dina nampak tergeletak dengan posisi telentang dilantai, kedua kakinya mengangkang lebar dengan lutut tertekuk. Setelah diamati dari dekat oleh Tomi ternyata kondisi Dina sangat mengenaskan dia telah diperkosa secara buas oleh teman-temannya, mulutnya dipenuhi oleh cairan sperma yang mengental sampai meluber disekitar mulut dan pipinya. Rupanya oleh teman-temannya Tomi, Dina dipaksa melakukan &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;oral sex&lt;/a&gt; dan mereka telah menumpahkan spermanya didalam mulut Dina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya nampak sayu serta nafasnya terdengar pelan terengah-engah. Kuturunkan tatapan mataku keseputar payudaranya yang berukuran tidak begitu besar, disitu terdapat banyak bekas-bekas gigitan dan salah satu putingnya nampak berdarah, disitu juga terdapat tumpahan sperma yang telah mengering. Dan akhirnya kutatap kemaluan gadis itu, kondisinya rusak parah, kemaluannya sudah memerah dan membengkak, banyak ceceran darah dan sperma didaerah itu. Tomi menggeleng-gelangkan kepalanya melihat kondisi Dina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba Asep bangkit dia menyalakan rokoknya dan kemudian menyelipkannya dibibir kemaluan Dina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tomi dan Asep pun tertawa terbahak-bahak, “Kasihan dia sudah bekerja keras memuasin kita-kita orang ini, aku kasih dia rokoklah”, ujar Asep.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh sebentar gwe mau kencing dulu”, ujar Asep berjalan meninggalkan ruangan pembantaian Dina sambil mengakhiri tawanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diruangan itu pula Tomi bergerak kearah tumpukan pakaian Dina yang berserakan dilantai, dia rupanya tertarik dengan tas punggung Dina. Dengan rasa penasaran dia buka-buka isi tas Dina, membaca buku hariannya, membuka-buka dompet Dina, memerika ponsel milik Dina, kurang lebih 5 menit lamanya dia buka-buka itu semua. Sedang asyik-asyiknya dia membuka-buka buku Dina, tiba-tiba dia dikejutkan dengan teriakan diruangan samping. Serta merta dia berlari menuju kearah situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali mata Tomi terbelalak serta menggeleng-gelengkan kepalanya tatkala melihat Asep ternyata tengah asyik menyetubuhi Ani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sss… sorry.. b.. boss.. gwe kagak tahan… lihat cewek cantik ini…”, ujar Asep sambil terus memompakan kemaluannya didalam kemaluan Ani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oouuhhh… aaahhh… jj… jangann… kasar… kassarr… oohh… oohh…”, Ani kembali merintih-rintih sambil tubuhnya terhempas-hempas sebagai akibat sodokan-sodokan keras Asep.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“D.. diem… luh… rasain… aja.. kontol gue… inii… aakkhh… akhh.. fuck ! ohh… fuck…!!”, ujar Asep sambil terus menggenjot tubuh Ani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akhh… oouhhh… oh… a.. ampunn… oohh…”, Ani merintih-rintih dengan tubuh yang terhempas-hempas wajahnya meringis menahan rasa ngilu diselangkangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepuluh menit lamanya tubuh Ani disetubuhi oleh Asep, hingga akhirnya Asep memuntahkan spermanya di lubang kemaluan Ani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asep terlihat sangat puas sekali dan dia pun kemudian menjatuhkan dirinya disisi Ani yang kembali tubuhnya melemas. Waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam saat mereka tersadar akan waktu yang semakin mepet, tidak terasa sekian lamanya mereka mengerjain kedua gadis itu serasa waktu berlalu cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba birahi Tomi bangkit kembali, didekatinya kembali tubuh Ani yang tertidur kerena kecapaian itu dan dibangunkannya Ani dari tidurnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hoeii bangunnn…”, bentak Tomi kepada Ani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oohhh…”, Ani pun terbangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sayangku… layanin aku lagi ya…”, bisik Tomi dengan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pedangku udah bangkit lagi nih…gara-gara kamu sih yang menggairahkan sekali…”, lanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mimik wajah Ani pun berubah menjadi cemas, matanya mulai berkaca-kaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pak.. Tomi… Ani udah engga kuat pak… rasanya sakittt… sekali… jangann… pak.. tolong…”, ujar Ani dengan suara yang lirih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Peduli setan “, balas Tomi seraya memposisikan dirinya diatas tubuh Ani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ooohhh… oohh…”, Ani mendesah panjang tatkala Tomi menanamkan kembali kemaluannya didalam lobang kemaluannya. Kembali tubuh Ani digenjot, disetubuhi secara kasar oleh Tomi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2020/02/misi-nikmati-dua-perawan-molek.html&quot;&gt;Misi Nikmati Dua Perawan Molek&lt;/a&gt; - Ani hanya bisa pasrah, air matanya berlinangan, tubuhnya lemah hanya mengikuti irama gerakan dari Tomi yang tengah menyodok-nyodokkan kemaluannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan setelah beberapa menit lamanya Tomi kembali berejakulasi dilobang kemaluan Ani cairan hangatnya menyembur membasahi rahim Ani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa puas nampak di raut wajah Tomi, “Hahaha…akhirnya aku berhasil mendapatkanmu gadis cantik”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gue mau tanya ke elu yang terakhir kalinya, mau engga elu jadi istri gue hah ?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ani hanya diam membisu sambil menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalo elu engga mau, gue suruh temen-temen gue perkosa elu sampai mati !”, ancam Tomi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Inget memek elu udah gue siram ama &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;peju&lt;/a&gt; gue, dan sebentar lagi elu hamil”, ujar Tomi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kurang lebih setengah jam lamanya Tomi “merayu” Ani, kadang terdengar bentakan-bentakan, kadang Tomi menampar wajah Ani, kadang dengan kata-kata halus, yang jelas Tomi terus meneror hati Ani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rupanya bujuk rayu dari Tomi tak membuahkan hasil sementara waktu sudah menunjukkan pukul 2 dinihari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya Tomi mempersilahkan teman-temannya untuk “mencicipi” tubuh Ani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rasain tuh kontol-kontolnya temen-temen gue biar mampus elu, cewek sombong !”, ujar Tomi dengan mencibir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa membuang waktu lagi keempat teman Tomi mulai menjamah tubuh Ani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mulai memperlakukan Ani seperti Dina, mulai dengan Dadang&amp;nbsp;yang langsung menyodomi Ani setelah itu vagina Ani kembali dihajar oleh kemaluan milik Ujang, juga mulut Ani dipaksa mengulum batang kemaluannya Cecep dan setelah berejakulasi menelan spermanya, terakhir ketika Ani telah kepayahan Asep kembali menyetubuhi Ani. Kini keadaan Ani tidak jauh beda dengan Dina, seluruh wajah badan dan kemaluannya yang telah membengkak penuh dengan cairan sperma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini waktu telah menunjukkan pukul 4 pagi, seluruh pemerkosa tadi telah berpakaian lengkap dan rapi. Sebelum mereka pergi, mereka menggotong tubuh Ani untuk disatukan dengan Dina. Kedua tubuh yang tak berdaya itu kini tergolek lemah, keduanya diposisikan terlentang sejajar dengan kondisi tubuh mereka yang telanjang bulat. Sebelum pergi Tomi mengecup kening Ani dan Asep kembali menyelipkan sebatang rokok yang menyala dikemaluan Ani juga Dina. Dengan diiringi tawa serta canda kelima pemerkosa itu pergi meninggalkan rumah kosong tempat dimana tubuh Ani dan Dina tergolek pingsan.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/feeds/5674962042082162049/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2020/02/misi-nikmati-dua-perawan-molek.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/5674962042082162049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/5674962042082162049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2020/02/misi-nikmati-dua-perawan-molek.html' title='Misi Nikmati Dua Perawan Molek'/><author><name>Karla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15414855962408796804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPSf9sn0c9And9NKc0KErxjA4B746EME1ER3TQ-zZm7Y2NUzVPcCZueXpJ8Eausi35GasHI0e6ZH1OKlYM0leEsrMf5f1ewwiU4zs5u_lLzjP7AtF8YPBbhunhVhlS5mV1ztyn-sD48ow/s72-c/PicsArt_11-09-08.30.25.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433305999846514824.post-2861669496802481582</id><published>2020-01-16T13:07:00.000-08:00</published><updated>2020-01-16T13:17:07.994-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="adegan panas"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita 17+"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita abg"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita becek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita dewasa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita mesum"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita panas"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cewe bispak"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="horny"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kisah seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="merem melek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="selingkuh"/><title type='text'>Di Goda Anak Ibu Kost Yang Aduhai</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0732UjgoJ5olYYRoeXN1ZC0jbXY5FvnkErzxNzQ-_fbWtdhgK1xcSRldPCzRB0XDySFlyPMdblfb7NRs362IrFdgypj6qhNUEXm-fu2plMurynis_BlGS9uQBOn7Bw1m_Kv2b3cjgH_I/s1600/1610315-couple-pasangan-pasutri-780x390.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Di Goda Anak Ibu Kost Yang Aduhai&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;390&quot; data-original-width=&quot;780&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0732UjgoJ5olYYRoeXN1ZC0jbXY5FvnkErzxNzQ-_fbWtdhgK1xcSRldPCzRB0XDySFlyPMdblfb7NRs362IrFdgypj6qhNUEXm-fu2plMurynis_BlGS9uQBOn7Bw1m_Kv2b3cjgH_I/s400/1610315-couple-pasangan-pasutri-780x390.jpg&quot; title=&quot;Di Goda Anak Ibu Kost Yang Aduhai&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Di Goda Anak Ibu Kost Yang Aduhai&lt;/a&gt; - Aku duduk di tingkat akhir suatu perguruan tinggi teknik di kota Jakarta, Wajahku ganteng, badanku tinggi dan tegap, mungkin karena aku selalu berolahraga seminggu tiga kali. Teman-temanku bilang, kalau aku bermobil pasti banyak cewek yang dengan suka hati menempel padaku. Aku sendiri sudah punya pacar.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Kami pacaran secara serius, baik orang tuaku maupun orang tuanya sudah setuju kami nanti menikah. Tempat kos-ku dan tempat kos-nya hanya berjarak sekitar 700 m. Aku sendiri sudah memegang kunci kamar kosnya. Walaupun demikian bukan berarti aku sudah berpacaran tanpa batas dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam masalah pacaran, kami sudah saling cium-ciuman, gumul-gumulan dan remas-remasan. Namun semua itu kami lakukan dengan masih berpakaian. Toh walaupun hanya begitu, kalau “voltase’-ku sudah amat tinggi, aku dapat ‘muntah” juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah seorang yang menjaga keperawanan sampai dengan menikah, karena itu dia gak mau berhubungan sex sebelum menikah. Aku menghargai prinsipnya tersebut. Karena aku belum pernah pacaran sebelumnya, maka sampai saat itu aku belum pernah merasakan vagina perempuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pacarku seorang anak bungsu, selain kolokan dia juga seorang penakut, sehingga sampai jam 10 malam minta ditemani. Sehabis mandi sore, aku pergi ke kosnya. Sampai dia berangkat tidur aku belajar atau menulis tugas akhir dan dia belajar atau mengerjakan tugas-tugas kuliahnya di ruang tamu. Kamar kos-nya sendiri berukuran cukup besar, yakni 3mX6m.&lt;br /&gt;
Kamar sebesar itu disekat dengan triplex menjadi ruang tamu dengan ukuran 3mX2.5m dan ruang tidur dengan ukuran 3mX3.5m. Lobang pintu di antara kedua ruang itu hanya ditutup dengan kain korden.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bu kost-nya mempunyai empat anak, semua perempuan. Semua manis-manis sebagaimana kebanyakan perempuan Sunda. Anak yang pertama sudah menikah, anak yang kedua duduk di kelas 3 SMA, anak ketiga kelas I SMA, dan anak bungsu masih di SMP. Menurut desas-desus yang sampai di telingaku, menikahnya anak pertama adalah karena hamil duluan. Kemudian anak yang kedua pun sudah mempunyai prestasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama panggilannya Ika. Dia dikabarkan sudah pernah hamil dengan pacarya, namun digugurkan. Menurut penilaianku, Ika seorang &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2020/01/di-goda-anak-ibu-kost-yang-aduhai.html&quot;&gt;playgirl&lt;/a&gt;. Walaupun sudah punya pacar, pacarnya kuliah di suatu politeknik, namun dia suka mejeng dan menggoda laki-laki lain yang kelihatan keren. Kalau aku datang ke kos pacarku, dia pun suka mejeng dan bersikap genit dalam menyapaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
lka memang mojang Sunda yang amat aduhai. Usianya akan 18 tahun. Tingginya 160 cm. Kulitnya berwarna kuning langsat dan kelihatan licin. Badannya kenyal dan berisi, pinggangnya ramping. Buah dadanya padat dan besar membusung. Pinggulnya besar melebar dengan indahnya juga pantatnya membusung dengan montoknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk gadis seusia dia, mungkin toket dan pinggul yang sudah terbentuk sedemikian indahnya karena terbiasa dinaiki dan digumuli oleh pacarnya. Paha dan betisnya bagus dan mulus. Lehernya jenjang. Matanya bagus. Hidungnya mungil dan sedikit mancung. Bibirnya mempunyai garis yang sexy dan sensual, sehingga kalau memakai lipstik gak perlu membuat garis baru, tinggal mengikuti batas bibir yang sudah ada. Rambutnya lebat yang dipotong dengan indahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sore itu sehabis mandi aku ke kos pacarku seperti biasanya. Di teras rumah tampak Ika sedang mengobrol dengan dua orang adiknya. Ika mengenakan baju atas ‘you can see’ dan rok span yang pendek dan ketat sehingga lengan, paha dan betisnya yang mulus itu dipertontonkan dengan jelasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mas Rey, ngapel ke Mbak Dina? Wah… sedang nggak ada tuh. Tadi pergi sama dua temannya. Katanya mau bikin tugas,” sapa Ika dengan centilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“He… masa?” balasku.&lt;br /&gt;
“Iya… Sudah, ngapelin Ika sajalah Mas Rey,” kata Ika dengan senyum menggoda. Edan! Cewek Sunda satu ini benar-benar menggoda hasrat. Kalau mau mengajak beneran aku gak menolak nih, he-he-he…&lt;br /&gt;
“Ah, neng Ika macam-macam saja…,” tanggapanku sok menjaga wibawa. “Kak Dai belum datang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Di Goda Anak Ibu Kost Yang Aduhai&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Pacar Ika namanya Daniel, namun Ika memanggilnya Kak Dai. Mungkin Dai adalah panggilan akrab atau panggilan masa kecil si Daniel. Daniel berasal dan Bogor. Dia ngapeli anak yang masih SMA macam minum obat saja dan pulang kuliah sampai malam hari. Lebih hebat dan aku, dan selama ngapel waktu dia habiskan untuk ngobrol. Atau kalau setelah waktu isya, dia masuk ke kamar Ika. Kapan dia punya kesempatan belajar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wah… dua bulan ini saya menjadi singgel lagi. Kak Dai lagi kerja praktek di Riau. Makanya carikan teman Mas Rey buat menemani Ika dong, biar Ika gak kesepian… Tapi yang keren lho,” kata Ika dengan suara yang amat manja. Edan si playgirl Sunda ini. Dia bukan tipe orang yang ngomong begitu bukan sekedar bercanda, namun tipe orang yang suka nyerempet-nyerempet hat yang berbahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Neng Ika ini… Nanti Kak Dainya ngamuk dong.”&lt;br /&gt;
“Kak Dai kan gak akan tahu…”&lt;br /&gt;
Aku kembali memaki dalam hati. Perempuan Sunda macam Ika ini memang enak ditiduri. Enak digenjot dan dinikmati kekenyalan bagian-bagian tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengeluarkan kunci dan membuka pintu kamar kos Dina. Di atas meja pendek di ruang tamu ada sehelai memo dari Dina. Sambil membuka jendela ruang depan dan ruang tidur, kubaca isi memo tadi. ‘Mas Reyby, gue ngerjain tugas kelompok bersama Niken dan Wiwin. Tugasnya banyak jadi gue malam ini gak pulang. Gue tidur di rumah Wiwin. Di kulkas ada jeruk ambil saja. Soen sayang, Dina’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengambil bukuku yang sehari-harinya kutinggal di tempat kos Di. Sambil menyetel radio dengan suara perlahan, aku mulai membaca buku itu. Biarlah aku belajar di situ sampai jam sepuluh malam. Sedang asyik belajar, sekitar jam setengah sembilan malam pintu diketok dan luar. Tok-tok-tok… Kusingkapkan korden jendela ruang tamu yang telah kututup pada jam delapan malam tadi, sesuai dengan kebiasaan pacarku. Sepertinya Ika yang berdiri di depan pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mbak Di… Mbak Dina…,” terdengar suara Ika memanggil-manggil dan luar. Aku membuka pintu.&lt;br /&gt;
“Mbak Dina sudah pulang?” tanya Ika.&lt;br /&gt;
“Belum. Hari ini Dina gak pulang. Tidur di rumah temannya karena banyak tugas. Ada apa?”&lt;br /&gt;
“Mau pinjam kalkulator, Mas Rey. Sebentar saja. Buat bikin pe-er.”&lt;br /&gt;
“Ng… bolehlah. Pakai kalkulatorku saja, asal cepat kembali.”&lt;br /&gt;
“Beres deh Mas Rey. Ika berjanji,” kata Ika dengan genit. Bibirnya tersenyum manis dan pandangan matanya menggoda menggemaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuberikan kalkulatorku pada Ika. Ketika berbalik, kutatap tajam-tajam tubuhnya yang aduhai. Pinggulnya yang melebar dan montok itu menggial ke kiri-kanan, seolah menantang diriku untuk meremas-remasnya. Sialan! K0ntolku jadi berdiri. Si ‘boy-ku ini responsif sekali kalau ada cewek cakep yang enak digenjot. Sepeninggal Ika, sesaat aku gak dapat berkonsentrasi. Namun kemudian kuusir pikiran yang gak-gak itu. Kuteruskan kembali membaca textbook yang menunjang penulisan tugas sarjana itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tok-tok-tok! Baru sekitar lima belas menit pintu kembali diketok.&lt;br /&gt;
“Mas Rey… Mas Rey…,” terdengar Ika memanggil lirih.&lt;br /&gt;
Pintu kubuka. Mendadak k0ntolku mengeras lagi. Di depan pintu berdiri Ika dengan senyum genitnya. Bajunya bukan atasan ‘you can see’ yang dipakai sebelumnya. Dia menggunakan baju yang hanya setinggi separuh dada dengan ikatan tali ke pundaknya. Baju tersebut berwarna kuning muda dan berbahan mengkilat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dadanya tampak membusung dengan gagahnya, yang ujungnya menonjol dengan tajam dan batik bajunya. Sepertinya dia gak memakai BH. Juga, bau harum sekarang terpancar dan tubuhnya. Tadi, bau parfum harum semacam ini gak tercium sama sekali, berarti datang yang kali ini si Ika menyempatkan diri memakai parfum. Kali ini bibirnya pun dipolesi lipstik pink.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini kalkulatornya, Mas Rey,” kata Ika manja, membuyarkan keterpanaanku.&lt;br /&gt;
“Sudah selesai. Neng Ika?” tanyaku basa-basi.&lt;br /&gt;
“Sudah Mas Rey, namun boleh Ika minta diajari Matematika?”&lt;br /&gt;
“O, boleh saja kalau sekiranya bisa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa kupersilakan Ika menyelonong masuk dan membuka buku matematika di atas meja tamu yang rendah, ruang tamu kamar kos pacarku itu tanpa kursi. Hanya digelari karpet tebal dan sebuah meja pendek dengan di salah satu sisinya terpasang rak buku. Aku pun duduk di hadapannya, sementara pintu masuk tertutup dengan sendirinya dengan perlahan. Memang pintu kamar kos pacarku kalau mau disengaja terbuka harus diganjal potongan kayu kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini Mas Rey, Ika ada soal tentang bunga majemuk yang gak tahu cara penyelesaiannya.” Ika mencari-cari halaman buku yang akan ditanyakannya. Menunggu halaman itu ditemukan, mataku mencari kesempatan melihat ke dadanya. Amboi! Benar, Ika gak memakai bra. Dalam posisi agak menunduk, kedua gundukan toketnya kelihatan sangat jelas. Sungguh padat, mulus, dan indah. K0ntolku terasa mengeras dan sedikit berdenyut-denyut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2020/01/di-goda-anak-ibu-kost-yang-aduhai.html&quot;&gt;Di Goda Anak Ibu Kost Yang Aduhai&lt;/a&gt; - Halaman yang dicari ketemu, Ika dengan centilnya membaca soal tersebut. Soalnya cukup mudah. Aku menerangkan sedikit dan memberitahu rumusnya, kemudian Ika menghitungnya. Sambil menunggu Ika menghitung, mataku mencuri pandang ke buah dada Ika. Uhhh… ranum dan segarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kok sepi? Mamah, Ema, dan Nur sudah tidur?” tanyaku sambil menelan ludah. Kalau bapaknya gak aku tanyakan karena dia bekerja di Cirebon yang pulangnya setiap akhir pekan.&lt;br /&gt;
“Sudah. Mamah sudah tidur jam setengah delapan tadi. Kemudian Erna dan Nur berangkat tidur waktu Ika bermain-main kalkulator tadi,” jawab Ika dengan tatapan mata yang menggoda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasratku mulai naik, kenapa gak kusetubuhi saja si Ika mumpung sepi. Orang-orang di rumahnya sudah tidur. Kamar kos sebelah sudah sepi dan sudah mati lampunya, berarti penghuninya juga sudah tidur. Kalau kupaksa dia meladeni hasratku, tenaganya gak akan berarti dalam melawanku. Tetapi mengapa dia akan melawanku? jangan-jangan dia ke sini justru ingin bersetubuh denganku. Soal tanya Matematika, itu hanya sebagai alasan saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukankah dia menyempatkan ganti baju, dari atasan you can see ke atasan yang memamerkan separuh toketnya? Bukankah dia datang lagi dengan menyempatkan gak memakai bra? Bukankah dia datang lagi dengan menyempatkan memakai parfum dan lipstik? Apa lagi artinya kalau gak menyodorkan diri? Tiba-tiba Ika bangkit dan duduk di sebelah kananku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mas Rey… ini benar nggak?” tanya Ika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada kekeliruan di tengah jalan saat Ika menghitung. Antara konsentrasi dan menahan nafsu yang tengah berkecamuk, aku mengambil pensil dan menjelaskan kekeliruannya. Tiba-tiba Ika lebih mendekat ke arahku, seolah mau memperhatikan hal yang kujelaskan dan jarak yang lebih dekat. Akibatnya… gumpalan daging yang membusung di dadanya itu menekan lengan tangan kananku. Terasa hangat dan lunak, namun ketika dia lebih menekanku terasa lebih kenyal. Dengan sengaja lenganku kutekankan ke toketnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ih… Mas Rey nakal deh tangannya,” katanya sambil merengut manja. Dia pura-pura menjauh.&lt;br /&gt;
“Lho, yang salah kan Neng Ika duluan. Buah dadanya menyodok-nyodok lenganku,” jawabku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
lka cemberut, dia mengambil buku dan kembali duduk di hadapanku. Dia terlihat kembali membetulkan yang kesalahan, namun menurut perasaanku itu hanya berpura-pura saja. Aku merasa semakin ditantang. Kenapa aku gak berani? Memangnya aku &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2020/01/di-goda-anak-ibu-kost-yang-aduhai.html&quot;&gt;impoten&lt;/a&gt;? Dia sudah berani datang ke sini malam-malam sendirian. Dia menyempatkan pakai parfum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sengaja memakai baju atasan yang memamerkan gundukan toket. Dia sengaja gak pakai bra. Artinya, dia sudah mempersilakan diriku untuk menikmati kemolekan tubuhnya. Tinggal aku yang jadi penentunya, mau menyia-siakan kesempatan yang dia berikan atau memanfaatkannya. Kalau aku menyia-siakan berarti aku band!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun bangkit, aku berdiri di atas lutut dan mendekatinya dari belakang. Aku pura-pura mengawasi dia dalam mengerjakan soal. Padahal mataku mengawasi tubuhnya dari belakang. Kulit punggung dan lengannya benar-benar mulus, tanpa goresan sedikitpun. Karena padat tubuhnya, kulit yang kuning langsat itu tampak licin mengkilap walaupun ditumbuhi oleh bulu-bulu rambut yang halus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian aku menempelkan k0ntolku yang menegang ke punggungnya. Ika sedikit terkejut ketika merasa ada yang menempel punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ih… Mas Rey jangan begitu dong…,” kata Ika manja.&lt;br /&gt;
“Sudah… udah-udah… Aku sekedar mengawasi pekerjaan Neng Ika,” jawabku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
lka cemberut. Namun dengan cemberut begitu, bibir yang sensual itu malah tampak menggemaskan. Sungguh sedap sekali bila dikulum-kulum dan dilumat-lumat. Ika berpura-pura meneruskan pekerjaannya. Aku semakin berani. K0ntolku kutekankan ke punggungnya yang kenyal. Ika menggelinjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gak tahan lagi tubuh Ika kurengkuh dan kurebahkan di atas karpet. Bibirnya kulumat-lumat, sementara kulit punggungnya kuremas-remas. Bibir Ika mengadakan perlawanan, mengimbangi kuluman-kuluman bibirku yang diselingi dengan permainan lidahnya. Terlihat bahkan dalam masalah ciuman Ika yang masih kelas tiga SMA sudah sangat mahir, bahkan mengalahkan kemahiranku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa saat kemudian ciumanku berpindah ke lehernya yang jenjang. Bau harum terpancar dan kulitnya. Sambil kusedot-sedot kulit lehernya dengan hidungku, tanganku berpindah ke buah dadanya. Buah dada yang gak dilindungi bra itu terasa kenyal dalam remasan tanganku. Kadang-kadang dari balik kain licin baju atasannya, putingnya kutekan-tekan dan kupelintir-pelintir dengan jari-jari tanganku. Puting itu terasa mengeras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mas Rey Mas Rey buka baju saja Mas Rey…,” rintih Ika. Tanpa menunggu persetujuanku, jari-jari tangannya membuka ikat pinggang dan risleteng celanaku. Aku mengimbangi, tali baju atasannya kulepas dan baju tersebut kubebaskan dari tubuhnya. Aku terpana melihat kemulusan tubuh atasnya tanpa penutup sehelai kain pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;baca juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2019/10/cerita-dewasa-petualangan-mahmud.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Petualangan Mahmud&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buah dadanya yang padat membusung dengan indahnya. Ditimpa sinar lampu neon ruang tamu, toketnya kelihatan amat mulus dan licin. Putingnya berdiri tegak di ujung gumpalan toket. Putingnya berwarna pink kecoklat-coklatan, sementara puncak bukit toket di sekitarnya berwarna coklat tua dan sedikit menggembung dibanding dengan permukaan kulit toketnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Celana panjang yang sudah dibuka oleh Ika kulepas dengan segera. Menyusul kemeja dan kaos singlet kulepas dan tubuhku. Kini aku cuma tertutup oleh celana dalamku, sementara Ika tertutup oleh rok span ketat yang mempertontonkan bentuk pinggangnya yang ramping dan bentuk pinggulnya yang melebar dengan bagusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ika pun melepaskan rok spannya itu, sehingga pinggul yang indah itu kini hanya terbungkus celana dalam minim yang tipis dan berwarna pink. Di daerah bawah perutnya, celana dalam itu gak mampu menyembunyikan warna hitam dari jembut lebat Ika yang terbungkus di dalamnya. Juga, beberapa helai jembut Ika tampak keluar dan lobang celana dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
lka memandangi dadaku yang bidang. Kemudian dia memandang ke arah k0ntolku yang besar dan panjang, yang menonjol dari balik celana dalamku. Pandangan matanya memancarkan nafsu yang sudah menggelegak. Perlahan aku mendekatkan badanku ke badannya yang sudah terbaring pasrah. Kupeluk tubuhnya sambil mengulum kembali bibirnya yang hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Di Goda Anak Ibu Kost Yang Aduhai&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Ika pun mengimbanginya. Dia memeluk leherku sambil membalas kuluman di bibirnya. Toketnya pun menekan dadaku. Toket itu terasa kenyal dan lembut. Putingnya yang mengeras terasa benar menekan dadaku. Aku dan Ika saling mengulum bibir, saling menekankan dada, dan saling meremas kulit punggung dengan penuh nafsu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8WMXCwpbqqXP-w1dkrme4uabi-3F5wJp6JzoDgb287-FhdDOvrcsbyz7UFeI3-P8k5DHji7kGX_DBQRIQV6ixBcozFX44h0FnzMCnAY0fCEtBpIz5o4joB9qiMtuKpk9F7pJw17Gd7hc/s1600/6-p7iiuuh_01DPP87X31GS2P22M7141M8SYY.640x0.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Di Goda Anak Ibu Kost Yang Aduhai&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;800&quot; data-original-width=&quot;533&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8WMXCwpbqqXP-w1dkrme4uabi-3F5wJp6JzoDgb287-FhdDOvrcsbyz7UFeI3-P8k5DHji7kGX_DBQRIQV6ixBcozFX44h0FnzMCnAY0fCEtBpIz5o4joB9qiMtuKpk9F7pJw17Gd7hc/s400/6-p7iiuuh_01DPP87X31GS2P22M7141M8SYY.640x0.jpg&quot; title=&quot;Di Goda Anak Ibu Kost Yang Aduhai&quot; width=&quot;266&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Ciumanku berpindah ke leher Ika. Leher mulus yang memancarkan keharuman parfum yang segar itu kugumuli dengan bibir dan hidungku. Ika mendongakkan dagunya agar aku dapat menciumi segenap pori-pori kulit lehernya.&lt;br /&gt;
“Ahhh… Mas Rey… Ika sudah menginginkannya dari kemarin… Gelutilah tubuh Ika… puasin Ika ya Mas Rey…,” bisik Ika terpatah-patah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menyambutnya dengan penuh antusias, kini wajahku bergerak ke arah toketnya. Toketnya begitu menggembung dan padat. namun berkulit lembut. Bau keharuman yang segar terpancar dan pori-porinya. Agaknya Ika tadi sengaja memakai parfum di sekujur toketnya sebelum datang ke sini. Aku menghirup kuat-kuat lembah di antara kedua bukit toketnya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian wajahku kugesek-gesekkan di kedua bukit toket itu secara bergantian, sambil hidungku terus menghirup keharuman yang terpancar dan kulit toket. Puncak bukit toket kanannya pun kulahap dalam mulutku. Kusedot kuat-kuat toket itu sehingga daging yang masuk ke dalam mulutku menjadi sebesar-besarnya. Ika menggelinjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mas Rey… ngilu… ngilu…,” rintih Ika.&lt;br /&gt;
Gelinjang dan rintihan Ika itu semakin membangkitkan hasratku. Kuremas bukit toket sebelah kirinya dengan gemasnya, sementara puting toket kanannya kumainkan dengan ujung lidahku. Puting itu kadang kugencet dengan tekanan ujung lidah dengan gigi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian secara mendadak kusedot kembali toket kanan itu kuat-kuat. sementara jari tanganku menekan dan memelintir &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;puting toket&lt;/a&gt; kirinya. Ika semakin menggelinjang-gelinjang seperti ikan belut yang memburu makanan sambil mulutnya mendesah-desah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aduh mas Reyy… ssshh… ssshhh… ngilu mas Reyy… ssshhh… geli… geli…,” cuma kata-kata itu yang berulang-ulang keluar dan mulutnya yang merangsang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku gak puas dengan hanya menggeluti toket kanannya. Kini mulutku berganti menggeluti toket kiri. sementara tanganku meremas-remas toket kanannya kuat-kuat. Kalau toket kirinya kusedot kuat-kuat. tanganku memijit-mijit dan memelintir-pelintir puting toket kanannya. Sedang bila gigi dan ujung lidahku menekan-nekan puting toket kiri, tanganku meremas sebesar-besarnya toket kanannya dengan sekuat-kuatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mas Reyy… kamu nakal…. ssshhh… ssshhh… ngilu Mas Reyy… geli…” Ika gak henti-hentinya menggelinjang dan mendesah manja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2020/01/di-goda-anak-ibu-kost-yang-aduhai.html&quot;&gt;Di Goda Anak Ibu Kost Yang Aduhai&lt;/a&gt; - Setelah puas dengan toket, aku meneruskan permainan lidah ke arah perut Ika yang rata dan berkulit amat mulus itu. Mulutku berhenti di daerah pusarnya, aku pun berkonsentrasi mengecupi bagian pusarnya. Sementara kedua telapak tanganku menyusup ke belakang dan meremas-remas pantatnya yang melebar dan menggembung padat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua tanganku menyelip ke dalam celana yang melindungi pantatnya itu. Perlahan-lahan celana dalamnya kupelorotkan ke bawah. Ika sedikit mengangkat pantatnya untuk memberi kemudahan celana dalamnya lepas. Dan dengan sekali sentakan kakinya, celana dalamnya sudah terlempar ke bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat berikutnya, terhamparlah pemandangan yang luar biasa merangsangnya. Jembut Ika sungguh lebat dan subur sekali. Jembut itu mengitari &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2020/01/di-goda-anak-ibu-kost-yang-aduhai.html&quot;&gt;bibir vagina&lt;/a&gt; yang berwarna coklat tua. Sambil kembali menciumi kulit perut di sekitar pusarnya, tanganku mengelus-elus pahanya yang berkulit licin dan mulus. Elusanku pun ke arah dalam dan merangkak naik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampailah jari-jari tanganku di tepi kiri-kanan bibir luar vaginanya. Tanganku pun mengelus-elus vaginanya dengan dua jariku bergerak dan bawah ke atas. Dengan mata terpejam, Ika berinisiatif meremas-remas toketnya sendiri. Tampak jelas kalau Ika sangat menikmati permainan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan kusibak bibir vagina Ika dengan ibu jari dan telunjukku mengarah ke atas sampai kelentitnya menongol keluar. Wajahku bergerak ke vaginanya, sementara tanganku kembali memegangi toketnya. Kujilati kelentit Ika perlahan-lahan dengan jilatan-jilatan pendek dan terputus-putus sambil satu tanganku mempermainkan puting toketnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Au Mas Rey… shhhhh… betul… betul di situ mas Rey… di situ… enak mas… shhhh…,” Ika mendesah-desah sambil matanya merem-melek. Bulu alisnya yang tebal dan indah bergerak ke atas-bawah mengimbangi gerakan merem-meleknya mata. Keningnya pun berkerut pertanda dia sedang mengalami kenikmatan yang semakin meninggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku meneruskan permainan lidah dengan melakukan jilatan-jilatan panjang dari lubang anus sampai ke kelentitnya. Karena gerakan ujung hidungku pun secara berkala menyentuh vagina Ika. Terasa benar bahkan dinding vaginanya mulai basah. Bahkan sebagian cairan vaginanya mulai mengalir hingga mencapai lubang anusnya, sesekali pinggulnya bergetar. Di saat bergetar itu pinggulnya yang padat dan amat mulus kuremas kuat-kuat sambil ujung hidungku kutusukkan ke lobang vaginanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mas Reyy… enak sekali mas Rey…,” Ika mengerang dengan kerasnya. Aku segera memfokuskan jilatan-jilatan lidah serta tusukan-tusukan ujung hidung di vaginanya. Semakin lama vagina itu semakin basah saja. Dua jari tanganku lalu kumasukkan ke lobang vaginanya. Setelah masuk hampir semuanya, jari kubengkokkan ke arah atas dengan tekanan yang cukup terasa agar kena ‘&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;G-spot&lt;/a&gt;’-nya. Dan berhasil!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Auwww… mas Rey…!” jerit Ika sambil menyentakkan pantat ke atas. sampai-sampai jari tangan yang sudah terbenam di dalam vagina terlepas. Perut bawahnya yang ditumbuhi bulu-bulu jembut hitam yang lebat itu pun menghantam ke wajahku. Bau harum dan bau khas cairan vaginanya merasuk ke sel-sel syaraf penciumanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku segera memasukkan kembali dua jariku ke dalam vagina Ika dan melakukan gerakan yang sama. Kali ini aku mengimbangi gerakan jariku dengan permainan lidah di kelentit Ika. Kelentit itu tampak semakin menonjol sehingga gampang bagiku untuk menjilat dan mengisapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kelentit itu aku gelitiki dengan lidah serta kuisap-isap perlahan, Ika semakin keras merintih-rintih bagaikan orang yang sedang mengalami sakit demam. Sementara pinggulnya yang amat aduhai itu menggeliat ke kiri-kanan dengan sangat merangsangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mas Rey… mas Rey… mas Rey…,” hanya kata-kata itu yang dapat diucapkan Ika karena menahan kenikmatan yang semakin menjadi-jadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Permainan jari-jariku dan lidahku di vaginanya semakin bertambah ganas. Ika sambil mengerang-erang dan menggeliat-geliat meremas apa saja yang dapat dia raih. Meremas rambut kepalaku, meremas bahuku dan meremas toketnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mas Rey… Ika sudah gak tahan lagi… Masukin k0ntol saja mas Rey… Ohhh… sekarang juga mas Rey…! Sshhh. . . ,“ erangnya sambil menahan nafsu yang sudah menguasai segenap tubuhnya.&lt;br /&gt;
Namun aku gak perduli. Kusengaja untuk mempermainkan Ika terlebih dahulu. Aku mau membuatnya &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;orgasme&lt;/a&gt;, sementara aku masih segar bugar. Karena itu lidah dan wajahku kujauhkan dan vaginanya. Kemudian kocokan dua jari tanganku di dalam vaginanya semakin kupercepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gerakan jari tanganku yang di dalam vaginanya ke atas-bawah, sampai terasa ujung jariku menghentak-hentak dinding atasnya secara perlahan-lahan. Sementara ibu jariku mengusap-usap dan menghentak-hentak kelentitnya. Gerakan jari tanganku di vaginanya yang basah itu sampai menimbulkan suara crrk-crrrk-crrrk-crrk crrrk… Sementara dan mulut Ika keluar pekikan-pekikan kecil yang terputus-putus:&lt;br /&gt;
“Ah-ah-ah-ah-ah…”&lt;br /&gt;
Sementara aku semakin memperdahsyat kocokan jari-jariku di vaginanya, sambil memandangi wajahnya. Mata Ika merem-melek, sementara keningnya berkerut-kerut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Crrrk! Crrrk! Crrek! Crek! Crek! Crok! Crok! Suara yang keluar dan kocokan jariku di vaginanya semakin terdengar keras. Aku mempertahankan kocokan tersebut. Dua menit sudah si Ika mampu bertahan sambil mengeluarkan jeritan-jeritan yang membangkitkan nafsu. Toketnya tampak semakin kencang dan licin, sedang putingnya tampak berdiri dengan tegangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2020/01/di-goda-anak-ibu-kost-yang-aduhai.html&quot;&gt;Di Goda Anak Ibu Kost Yang Aduhai&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai akhirnya tubuh Ika mengejang hebat. Pantatnya terangkat tinggi-tinggi. Matanya membeliak-beliak. Dan bibirnya yang sensual itu keluar jeritan hebat, “Mas Reeeyy …!“ Dua jariku yang tertanam di dalam vagina Ika terasa dijepit oleh dindingnya dengan kuatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seiring dengan keluar masuknya jariku dalam vaginanya dari sela-sela celah antara tanganku dengan bibir vaginanya terpancarlah semprotan cairan vaginanya dengan kuatnya. Prut! Prut! Pruttt! Semprotan cairan tersebut sampai mencapai pergelangan tanganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa detik kemudian Ika terbaring lemas di atas karpet. Matanya memejam rapat. Tampaknya dia baru saja mengalami orgasme yang begitu hebat. Kocokan jari tanganku di vaginanya pun kuhentikan. Kubiarkan jari tertanam dalam vaginanya sampai jepitan dinding vaginanya terasa lemah. Setelah lemah. jari tangan kucabut dan vaginanya. &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cairan vagina&lt;/a&gt; yang terkumpul di telapak tanganku pun kubersihkan dengan kertas tissue.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketegangan k0ntolku belum juga mau berkurang. Apalagi tubuh telanjang Ika yang terbaring diam di hadapanku itu benar-benar aduhai. seolah menantang diriku untuk membuktikan kejantananku pada tubuh mulusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun mulai menindih kembali tubuh Ika, sehingga k0ntolku yang masih di dalam celana dalam tergencet oleh perut bawahku dan perut bawahnya dengan enaknya. Sementara bibirku mengulum-kulum kembali bibir hangat Ika, sambil tanganku meremas-remas toket dan mempermainkan putingnya. Ika kembali membuka mata dan mengimbangi serangan bibirku. Tubuhnya kembali menggelinjang-gelinjang karena menahan rasa geli dan ngilu di toketnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah puas melumat-lumat bibir. wajahku pun menyusuri leher Ika yang mulus dan harum hingga akhirnya mencapai belahan dadanya. Wajahku kemudian menggeluti belahan toketnya yang berkulit lembut dan halus, sementara kedua tanganku meremas-remas kedua belah toketnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segala kelembutan dan keharuman belahan dada itu kukecupi dengan bibirku. Segala keharuman yang terpancar dan belahan toket itu kuhirup kuat-kuat dengan hidungku, seolah gak rela apabila ada keharuman yang terlewatkan sedikitpun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kugesek-gesekkan memutar wajahku di belahan toket itu. Kemudian bibirku bergerak ke atas bukit toket sebelah kiri. Kuciumi bukit toket yang membusung dengan gagahnya itu. Dan kumasukkan puting toket di atasnya ke dalam mulutku.&lt;br /&gt;
Kini aku menyedot-sedot puting toket kiri Ika. Kumainkan puting di dalam mulutku itu dengan lidahku. Sedotan kadang kuperbesar ke puncak bukit toket di sekitar puting yang berwarna coklat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… ah… mas Rey… geli… geli …,“ mulut indah Ika mendesis-desis sambil menggeliatkan tubuh ke kiri-kanan. bagaikan desisan ular kelaparan yang sedang mencari mangsa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memperkuat sedotanku. Sementara tanganku meremas-remas toket kanan Ika yang montok dan kenyal itu. Kadang remasan kuperkuat dan kuperkecil menuju puncak bukitnya, dan kuakhiri dengan tekanan-tekanan kecil jari telunjuk dan ibu jariku pada putingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mas Rey… hhh… geli… geli… enak… enak… ngilu… ngilu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku semakin gemas. Toket aduhai Ika itu kumainkan secara bergantian, antara sebelah kiri dan sebelah kanan. Bukit toket kadang kusedot besarnya-besarnya dengan tenaga isap sekuat-kuatnya, kadang yang kusedot hanya putting susunya dan kucepit dengan gigi atas dan lidah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belahan lain kadang kuremas dengan daerah tangkap sebesar-besarnya dengan remasan sekuat-kuatnya, kadang hanya kupijit-pijit dan kupelintir-pelintir kecil puting yang mencuat gagah di puncaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… mas Rey… terus mas Rey… terus… hzzz… ngilu… ngilu…” Ika mendesis-desis keenakan. Hasratnya tampak sudah kembali tinggi. Matanya kadang terbeliak-beliak. Geliatan tubuhnya ke kanan-kini semakin sening fnekuensinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai akhirnya Ika gak kuat melayani senangan-senangan keduaku. Dia dengan gerakan cepat memelorotkan celana dalamku hingga turun ke paha. Aku memaklumi maksudnya, segera kulepas celana dalamku. Jan-jari tangan kanan Ika yang mulus dan lembut kemudian menangkap k0ntolku yang sudah berdiri dengan gagahnya. Sejenak dia memperlihatkan rasa terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Edan… mas Rey, edan… K0ntolmu besar sekali… K0ntol pacar-pacarku dahulu dan juga k0ntol kak Dai gak sampai sebesar in Edan… edan…,” ucapnya terkagum-kagum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil membiarkan mulut, wajah, dan tanganku terus memainkan dan menggeluti kedua belah toketnya, jan-jari lentik tangan kanannya meremas-remas perlahan k0ntolku secara berirama, seolah berusaha mencari kehangatan dan kenikmatan di hiatnya menana kejantananku. Remasannya itu mempenhebat vohtase dan rasa nikmat pada batang k0ntolku.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/feeds/2861669496802481582/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2020/01/di-goda-anak-ibu-kost-yang-aduhai.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/2861669496802481582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/2861669496802481582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2020/01/di-goda-anak-ibu-kost-yang-aduhai.html' title='Di Goda Anak Ibu Kost Yang Aduhai'/><author><name>Karla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15414855962408796804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0732UjgoJ5olYYRoeXN1ZC0jbXY5FvnkErzxNzQ-_fbWtdhgK1xcSRldPCzRB0XDySFlyPMdblfb7NRs362IrFdgypj6qhNUEXm-fu2plMurynis_BlGS9uQBOn7Bw1m_Kv2b3cjgH_I/s72-c/1610315-couple-pasangan-pasutri-780x390.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433305999846514824.post-702492385431124463</id><published>2019-10-15T12:35:00.000-07:00</published><updated>2019-10-15T12:52:11.245-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="anal seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="bokep indonesia"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita 17+"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita becek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita bokep"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita lendir"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita selingkuh"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita tante"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kisah seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mahmud"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mesum online"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="oral seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sange"/><title type='text'>Cerita Dewasa Petualangan Mahmud</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_tLGlvPg-3wR18u4ZCpHTBZEYMoI4WTig_FceiCtnGTAhx0AQxvylV-44f8CMgcylPdBEVlnGMfwz9JpuoSDMIEa_8EYUGWbrjlDjNunT6_P7Q9GUN4GUkY2lzZsVfm8fL0mBhjNRDK4/s1600/vlcsnap-2019-10-05-00h26m58s037_01DPC3AAJ02KS3S3PA0V537276.1024x0.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Petualangan Mahmud&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;540&quot; data-original-width=&quot;1024&quot; height=&quot;210&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_tLGlvPg-3wR18u4ZCpHTBZEYMoI4WTig_FceiCtnGTAhx0AQxvylV-44f8CMgcylPdBEVlnGMfwz9JpuoSDMIEa_8EYUGWbrjlDjNunT6_P7Q9GUN4GUkY2lzZsVfm8fL0mBhjNRDK4/s400/vlcsnap-2019-10-05-00h26m58s037_01DPC3AAJ02KS3S3PA0V537276.1024x0.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Petualangan Mahmud&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Petualangan Mahmud&lt;/a&gt; - Ditanganku saat itu ada hasil pemeriksaan USG yang menunjukkan gambar janin berumur 10 minggu yang sehat. Keputusanku untuk di USG sebenarnya bukan untuk melihat janin ini tetapi untuk memeriksa perutku karena beberapa minggu ini aku merasa sering mual-mual dan tidak sembuh-sembuh dengan obat-obatan biasa.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Aku tidak menyangka hubungan badanku dengan Ferry akan membuatku hamil dengan cepat, padahal hubungan badan pertamaku dengan Ferry baru menginjak bulan ke-3. Namaku Yunita, seorang dokter di Bandung yang sedang mengambil spesialisasi mata saat cerita ini terjadi. Umurku saat itu sekitar 36 tahun dan berstatus janda cerai dengan satu anak perempuan ABG.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mantan suamiku juga dokter ahli penyakit dalam yang belakangan aku ketahui punya kelainan sex, yaitu &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;biseks&lt;/a&gt; (suka perempuan dan laki-laki). Sehingga karena tidak tahan akhirnya aku minta cerai setelah ayahku meninggal. Perceraian dan kehilangan ayah membuat aku menjadi gamang, apalagi bagiku ayahku adalah segala-galanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegamanganku itu rupanya terbaca dan dimanfaatkan oleh dokter NL, seorang dokter senior yang sangat dihormati di kotaku yang juga sekaligus menjadi dosen pembimbing program spesialisku. Dengan pendekatan kebapakannya dia akhirnya bisa membawaku ke ranjangnya tanpa banyak kesulitan. Affair kami awalnya berlangsung cukup panas karena kami punya banyak kesempatan bersama untuk melakukannya di manapun kami ingin, seperti di tempat praktek, di rumah sakit, di rumah dokter NL (saat ada istrinya) bahkan di dalam pesawat kecil (dokter NL ini adalah juga seorang pilot).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena alasanku berhubungan dengannya adalah untuk mengisi kekosongan sosok seorang ayah, maka aku pada awalnya tidak begitu peduli dengan kualitas hubungan seks yang aku dapat yaitu jarangnya aku mendapat orgasme. Hubungan kami inipun tidak pernah membuatku sampai hamil walaupun kami sering melakukannya pada periode suburku tanpa pengaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena perbedaan umur yang cukup jauh, pelan-pelan aku mulai ada rasa bosan setiap kali berhubungan badan dengan pembimbingku ini. Apalagi kedekatanku dengan dokter NL ini membuatku mulai dijauhi oleh teman-teman kuliahku yang secara tidak langsung mulai menghambat program spesialisasiku. Akhirnya pada suatu acara reuni kecil-kecilan SMAku, aku bertemu lagi dengan sahabat-sahabat lamaku, termasuk Ferry.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dan Ferry sebenarnya sewaktu di SMA bersahabat sangat dekat sehingga beberapa teman menganggap kami pacaran. Tapi setelah lulus SMA, Ferry memilih untuk berpacaran dengan sahabatku yang lain yang kemudian menjadi istrinya. Kalau sebelumnya aku lebih sering berhubungan dengan istrinya Ferry, bahkan kedua anak kami juga bersahabat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi setelah acara reuni itu, aku juga menjadi sering bekomunikasi kembali dengan Ferry, baik lewat telepon maupun SMS. Akhirnya Ferry menjadi teman curhatku, termasuk masalah affairku dengan dokter NL dan entah kenapa aku menceritakannya dengan detail sampai ke setiap kejadian. Ferry adalah pendengar yang baik dan dia sama sekali tidak pernah langsung menghakimi apa yang telah kulakukan, terutama karena tahu persis latar belakangku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komunikasiku dengan Ferry sebagian besar sepengetahuan istrinya, walaupun detailnya hanya menjadi rahasia kami berdua. Kalau aku sudah suntuk teleponan, kadang-kadang dia mengajakku jalan-jalan untuk ngobrol langsung sehingga pelan-pelan aku mulai bisa melupakan affairku dengan dokter NL dan mencoba membina hubungan yang baru dengan beberapa laki-laki yang dikenalkan oleh teman-temanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayangnya aku sering kurang merasa sreg dengan mereka, terutama karena mereka tidak bisa mengerti mengenai jam kerja seorang dokter yang sedang mengambil kualiah spesialisnya. Lagi-lagi kalau ada masalah dengan teman-teman priaku ini aku curhat kepada Ferry yang sebagai anak seorang dokter Ferry memang juga bisa memahami kesulitanku dalam mengatur waktu dengan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga pada suatu siang aku mengajak Ferry untuk menemaniku ke rumah peristirahatan keluargaku di Lembang yang akan dipakai sebagai tempat reuni akbar SMAku. Aku ingin minta saran Ferry tentang bagaimana pengaturan acaranya nanti disesuaikan dengan fasilitas yang tersedia di sana. Seperti biasa sepanjang jalan kita banyak ngobrol dan bercanda, tapi entah kenapa obrolan dan canda kita berdua kali ini sering menyinggung seputar pengalaman dan fantasi dalam &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2019/10/cerita-dewasa-petualangan-mahmud.html&quot;&gt;hubungan seks&lt;/a&gt; masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali-sekali kita juga bercanda mengenai “perabot” kita masing-masing dan apa saja yang suka dilakukan dengan “perabot” itu saat bersetubuh. Entah kenapa dari obrolan yang sebenarnya lebih banyak bercandanya ini membuat aku mulai sedikit terangsang, putingku kadang-kadang mengeras dan vaginaku mulai terasa sedikit berlendir. Waktu aku lirik celananya Ferry juga terlihat lebih menonjol yang mungkin karena penisnya juga berereksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam pikiranku mulai terbayangkan kembali beberapa hubungan badan di masa lalu yang paling berkesan kenikmatannya. Tanpa terasa akhirnya kami sampai di rumah peristirahatan keluargaku, perhatianku jadi teralihkan untuk memberi pesan-pesan kepada mamang penjaga rumah dan tukang kebun yang ada di sana untuk mempersiapkan rumah tersebut sebelum akhirnya membawa Ferry berkeliling rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2019/10/cerita-dewasa-petualangan-mahmud.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Petualangan Mahmud&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti waktu SMA dulu, obrolan kami kadang-kadang diselingi dengan saling bergandengan tangan, saling peluk dan rangkul atau sekedar mengelus-elus kepala dan pipi. Setelah selesai berkeliling kami kembali ke ruang tengah yang mempunyai perapian yang biasa dipakai menghangatkan ruangan dari udara malam Lembang yang cukup dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sana Ferry kembali memeluk pinggangku dengan kedua tangannya dari depan sehingga kami dalam posisi berhadapan. Pelukannya itu aku balas dengan memeluk leher dan bahunya sehingga kami terlihat seperti pasangan yang sedang berdansa.&lt;br /&gt;
“Mmmmpppphhhh ……” Ferry tiba-tiba memangut bibirku lalu mengulumnya dengan hangat dan lembut. Walaupun saat itu aku benar-benar kaget, tapi entah kenapa aku merasa senang karena dicium oleh orang yang aku anggap sangat dekat denganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan jantungku berdebar aku kemudian memberanikan diri untuk membalas ciumannya sehingga kami berciuman cukup lama dengan diselingi permainan lidah ringan.&lt;br /&gt;
“Ahhh…….” Tanpa sadar aku mendesah saat ciuman perdana kami itu akhirnya berakhir. Sesaat setelah bibir kami lepas, aku masih memejamkan mata dengan muka sedikit menengadah dan bibir yang setengah terbuka untuk menikmati sisa-sisa ciuman tadi yang masih begitu terasa olehku. Aku baru tersadar setelah Ferry menaruh telunjuknya dibibirku yang sedang terbuka dan memandangku dengan lembut sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian dia menarik kepalaku ke dadanya sehingga sekarang kami saling berpelukan dengan eratnya. Jantungku semakin berdebar dan nafasku mulai tidak teratur, ciuman tadi telah membangkitkan “kebutuhanku” akan kehangatan belaian laki-laki. Tanpa menunggu lama, aku mengambil inisiatif untuk melanjutkan ciuman kami dengan memangut bibir Ferry lebih dulu setelah melakukan beberapa kecupan kecil pada lehernya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini aku menginginkan ciuman yang lebih “panas” sehingga tanpa sadar aku memangut bibirnya lebih agresif. Ferry langsung membalasnya dengan lebih ganas dan agresif, lidahnya langsung menjelahi mulutku, membelit lidahku dan bibirnya melumat bibirku. Ciuman yang bertubi-tubi dan berbalasan membuat tubuh kami berdua akhirnya kehilangan keseimbangan hingga jatuh terduduk di atas sofa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan Ferry mulai bergerilya meremas-remas buah dadaku, mula-mulai masih dari luar baju kaosku tapi tak lama kemudian tangannya sudah masuk ke dalam kaosku. Kedua cup-BHku sudah dibuatnya terangkat ke atas sehingga kedua buah dadaku dengan mudah dijangkaunya langsung. Jari-jarinya juga dengan sangat lihai dalam mempermainkan puting buah dadaku.&lt;br /&gt;
Bibir Ferry juga mulai menciumi leher dan kedua kupingku sehingga menimbulkan rasa geli yang amat sangat. Terus terang dengan aksi Ferry itu aku menjadi sangat terangsang dan membangkitkan keinginanku untuk bersetubuh. Maklum sejak putus dengan dosen pembimbingku praktis aku tidak pernah lagi tidur dengan laki-laki lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku saat itu sudah sangat berharap Ferry segera memintaku untuk bersetubuh dengannya atau meningkatkan agresifitasnya ke arah persetubuhan. Aku rasakan vaginaku sudah sangat basah dan aku mulai sulit berpikir jernih lagi karena dikendalikan oleh birahi yang semakin memuncak. Sebaliknya Ferry kelihatan masih merasa cukup dengan mencium meremas buah dadaku saja yang membuat aku semakin tersiksa karena semakin terbakar oleh nafsu berahiku sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Fer, kamu mau ga &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;ML&lt;/a&gt; sama aku sekarang ?” Kata-kata itu meluncur begitu saja dengan ringan dari mulutku di mana dalam kondisi biasa sangat tidak mungkin aku berani memulainya. Hanya dengan melihat Ferry menjawabnya dengan anggukan sambil tersenyum, aku langsung meloncat dari sofa dan berdiri di hadapan Ferry sambil melepas kaos atas dan BHku dengan terburu-buru. Melihat itu, Ferry membantuku dengan melepas kancing dan risleting celana jeansku sehingga memudahkanku untuk mempelorotkannya sendiri ke bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ferry sekali lagi membantuku dengan menarik celana dalamku sampai terlepas hingga membuat tubuhku benar-benar telanjang bulat tanpa ada lagi yang menutupi. Tanpa malu-malu, aku kemudian menubruk Ferry di sofa untuk kemudian duduk dipangkuannya dengan posisi kedua kakiku mengangkangi kakinya. Kami lalu berciuman lagi dengan ganasnya sambil kedua tangan Ferry mulai meraba-raba dan meremas-remas tubuh telanjangku sebelah bawah..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akkhhhhhh ….” Aku menjerit pendek saat Ferry memasukkan jari tangannya ke dalam &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2019/10/cerita-dewasa-petualangan-mahmud.html&quot;&gt;liang senggama&lt;/a&gt; dari vaginaku yang sudah mengangkang di pangkuannya. Tanpa menunggu lama mulut Ferry juga langsung menyambar putting payudaraku membuat badanku melenting-lenting kenikmatan yang sudah lama tidak kunikmati. Ferry semakin agresif dengan memasukkan dua jarinya untuk mengocok-ngocok liang senggamaku yang membuat gerakan badanku semakin liar.&lt;br /&gt;
Gerakanku yang sudah makin tidak terkendali rupanya membuat Ferry kewalahan, lalu dengan perlahan dia mendorongku untuk rebah di karpet tebal yang terhampar di bawah sofa. Kemudian dengan tenang Ferry mulai membuka bajunya satu persatu sambil mengamati tubuh telanjangku dihadapannya yang menggelepar gelisah oleh birahiku yang sudah sangat memuncak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Petualangan Mahmud&lt;/a&gt;, Melihat Ferry memandangiku seperti itu, apalagi dengan masih berpakaian lengkap, tiba-tiba aku menjadi sangat malu sehingga aku raih bantal terdekat untuk menutupi muka dan dadaku sedangkan pahaku aku rapatkan supaya kemaluanku tidak terlihat Ferry lagi. Sesaat kemudian aku merasakan Ferry membuka pahaku lebar-lebar dan tanpa menunggu lama-lama kurasakan penisnya mulai melakukan penetrasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BLESSSSSS ……kurasakan penis Ferry meluncur dengan mulus memasuki liang senggamaku yang sudah becek sampai hampir menyentuh leher rahimku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uhhhhhhmmmm ….” Aku mengeluarkan suara lenguhan dari balik bantal menikmati penetrasi pertama dari penis sahabatku yang sudah aku kenal lebih dari 20 tahun.&lt;br /&gt;
“Katanya tadi mau ngajak ML ….” Kata Ferry sambil mengambil bantal yang kupakai menutupi mukaku sambil tersenyum menggoda.&lt;br /&gt;
“Sok atuh dimulai saja ….” Jawabku sekenanya dengan muka memerah karena masih malu CROK … CROK … CROK …CROK …. CROK … ayunan penis Ferry langsung menimbulkan bunyi-bunyian dari cairan vaginaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ferry mengait kedua kakiku dengan tangannya sehingga mengangkang dengan sangat lebar untuk membuatnya lebih leluasa menggerakkan pinggulnya dalam melakukan penetrasi selanjutnya.&lt;br /&gt;
“Ferry oo…..ohhhh…ahhhhh….. nikmat sekali …Ferry oo….” Aku mulai meracau kenikmatan. Kedua kakiku kemudian dipindah ke atas bahu Ferry sehingga pinggulku lebih terangkat, sedangkan Ferry sendiri badannya sekarang menjadi setengah berlutut.&lt;br /&gt;
Posisi ini membuat sodokan penis Ferry lebih banyak mengenai bagian atas dinding liang senggamaku yang ternyata mendatangkan kenikmatan luar biasa yang belum pernah aku dapat dari laki-laki yang pernah meniduriku sebelumnya.&lt;br /&gt;
“Adduuhhh …. enak sekali … ooohhh…. … kontolnya ….feerr…..kontolmu enak sekaliii …” aku mulai meracau dengan pilihan bahasa yang sudah tidak terkontrol lagi. Aku lihat posisi Ferry kemudian berubah lagi dari berlutut menjadi berjongkok sehingga dia bisa mengayun penisnya lebih panjang dan lebih bertenaga. Badanku mulai terguncang-guncang dengan cukup keras oleh ayunan pinggul Ferry.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhh1_RUllxSTGWh329IxubPyLCM8GqSZh1R-uzIh5JKDHaYJ9JvrCDxKYjiZdjKa-IAmD-l5UDYZUdwPB_a6SoXm-FisxrL4WDoPq9Vh6-Zt0KzO7YGTj5eCrsUX_SJe5bT6J3qkGs0B3c/s1600/w_adc8a3ffd6b42aa469f6d901e1123e32_01DNQ7Z8562QJABKTQBC6MWX1G.1024x0.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Petualangan Mahmud&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;983&quot; data-original-width=&quot;683&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhh1_RUllxSTGWh329IxubPyLCM8GqSZh1R-uzIh5JKDHaYJ9JvrCDxKYjiZdjKa-IAmD-l5UDYZUdwPB_a6SoXm-FisxrL4WDoPq9Vh6-Zt0KzO7YGTj5eCrsUX_SJe5bT6J3qkGs0B3c/s400/w_adc8a3ffd6b42aa469f6d901e1123e32_01DNQ7Z8562QJABKTQBC6MWX1G.1024x0.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Petualangan Mahmud&quot; width=&quot;277&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Ayunan penisnya yang panjang dan dalam seolah-olah menembus sampai ke dalam rahimku secara terus menerus sampai akhirnya aku mulai mencapai orgasmeku.&lt;br /&gt;
“ferrryy ….. aaaak …kkk…kuu…udd…da…aahh…mmaau… dddaaapaaat …” kata-kataku jadi terputus-putus karena guncangan badanku. Ferry merespon dengan mengurangi kecepatan ayunan penisnya sambil menurunkan kakiku dari bahunya. “Aaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhh …….” Akhirnya gelombang orgasmeku datang bergulung-gulung, bola mataku terangkat sesaat ke arah atas sehingga tinggal putih matanya saja dan kedua tanganku meremas-remas buah dadaku sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ferry memberikan kecupan-kecupan kecil saat nafasku masih terengah-engah sambil tetap memaju mundurkan dengan pelan penisnya yang masih keras menunggu aku siap kembali karena dia sendiri belum sampai &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2019/10/cerita-dewasa-petualangan-mahmud.html&quot;&gt;ejakulasi&lt;/a&gt;. Setelah nafasku mulai teratur, aku peluk Ferry lalu kami berciuman dengan penuh gairah dan kepuasan untuk babak ke satu ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yunita, aku boleh minta masuk dari belakang ?” Bisiknya ditelingaku&lt;br /&gt;
“Tentu saja sayang, kamu boleh minta apa saja dari aku …” Aku menjawab sambil tersenyum manis padanya. Ferry dengan hati-hati bangun dari atas tubuhku sampai berlutut, kemudian dengan pelan-pelan dia cabut penisnya dari vaginaku.&lt;br /&gt;
“Uhhhhhhhh ….” Aku medesah karena merasa geli bercampur nikmat saat penisnya dicabut.&lt;br /&gt;
Aku lihat penis Ferry masih mengacung keras dan sedikit melengkung ke atas, batang penisnya yang penuh dililit urat-urat terlihat sangat basah oleh cairan vaginaku. Karpet yang tepat di bawah selangkanganku juga sangat basah oleh cairanku yang langsung mengalir ke karpet tanpa terhalang bulu-bulu kemaluanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vaginaku memang hanya berbulu sedikit seperti anak-anak gadis yang baru mau puber, itupun hanya ada di bagian atas dekat perutku, sehingga aku tidak perlu repot-repot lagi mencukurnya.&lt;br /&gt;
“Ayo Ta, balikkan tubuh kamu” Pinta Ferry padaku setelah berhasil mengangkat tubuhku sendiri, aku lalu membalikkan badan untuk mengambil posisi menungging sebagai persiapan melakukan persetubuhan &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2019/10/cerita-dewasa-petualangan-mahmud.html&quot;&gt;doggy style&lt;/a&gt; sesuai permintaannya tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku rasakan Ferry mendekat karena penisnya sudah terasa menempel di belahan pantatku dekat liang anus. Posisi kedua kakiku dia betulkan sedikit untuk mempermudahnya melakukan penetrasi. BLESSSSS ………………… untuk kali kedua penisnya masuk ke dalam liang senggamaku dengan mulus “OOOOOHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH …………” Aku melenguh dengan kerasnya mengikuti masuknya penis tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kurasakan penis Ferry mulai bergerak maju mundur, bukan hanya karena gerakan pinggulnya saja tapi juga karena dengan tangannya Ferry juga menarik dan mendorong pinggulku sesuai dengan arah gerakan penisnya dia sehingga aku seperti “ditabrak-tabrak” oleh penisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aaaarkkkhhh….aaaarrrrrkkkkkhhhh ….aaarrrkkkhhh “ Aku terus-terusan mengerang kenikmatan PLEK … PLEK … PLEK … PLEK … terdengar suara pantatku yang beradu dengan pahanya Ferry. “AUUUUUHHHHHHH…..AHHHHHHHHH …..OOOUUUUUUUHHHHH” Aku mulai melolong-lolong dengan kerasnya. TREK … tiba-tiba kudengar suara pintu yang dibuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Neng Yunita … ada apa Neng ?” Aku mendengar suara penjaga rumahku bertanya dengan suara gugup. Rupanya dia dikagetkan saat mendengar lolonganku tadi yang membawanya datang kemari, tapi akhirnya menjadi lebih kaget lagi setelah melihat majikannya sedang disetubuhi oleh tamunya.&lt;br /&gt;
Lagi pula siapa yang menyangka kami akan nekat bersetubuh siang hari bolong di ruang keluarga yang terbuka dan masih ada penghuni rumah lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2019/10/cerita-dewasa-petualangan-mahmud.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Petualangan Mahmud&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
“Ga ada apa-apa kok Pak, saya sedang mijetin Neng Yunita nih …” Kudengar Ferry menjawab dengan tenang tanpa ada nada kaget atau gugup seolah-olah tidak terjadi apa-apa, bahkan tanpa menghentikan pompaan penisnya. Hanya kecepatannya saja dikurangi sehingga tidak terdengar lagi bunyi-bunyian heboh yang berasal dari beradunya kemaluan-kemaluan kami.&lt;br /&gt;
“Ahhhh …aaaahhh …auhhhhh …” Aku tetap tidak mampu menahan erangan nikmatku walaupun aku sangat kaget kepergok sedang bersetubuh oleh Mamang penjaga rumah yang sudah mengenalku sejak kecil.&lt;br /&gt;
“Aa..aduh punten Neng Yunita … punten Agan … Mamang tidak tahu Agan-agan sedang sibuk begini, Mamang tadi takut ada apa-apa denger suara Neng Yunita seperti menjerit” Lanjutnya dengan muka pucat setelah sadar apa yang dilihatnya.&lt;br /&gt;
“Ya sudah Pak, Neng Yunita juga ga apa-apa kok” Kudengar jawaban Ferry “Yaaa Mmmaammang … sayaa gaaaa apa-apa ko..ok….dududddduuuhhhh….ahhhhh ….shhhhh “ Aku coba bantu menjawab tanpa melihat ke arahnya tapi malah jadi bercampur desahan karena aku benar-benar sedang dalam kendali kenikmatan dari gerakan penis Ferry.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nuhun upami kitu mah, mangga atuh Neng … mangga Agan … mangga lajengkeun deui, Mamang mah mau ke belakang lagi” kata Mamang sebelum kemudian berlalu menghilang di balik pintu. PLEK … PLEK … PLEK …PLEK …PLEK …Ferry kembali menggenjot penisnya dengan kecepatan penuh&lt;br /&gt;
“Addduuuuhh….duhhh…terussss….terrruussss …..arrrrkkkkhhhh “ Aku kembali menjerit-jerit dan bahkan mungkin lebih keras lagi dari sebelumnya CROK … CROK …CROK … CROK….CROK …cairan vaginaku mulai membanjir lagi, sebagian ada mengalir turun lewat kedua pahaku sebagian lagi ada yang naik melalui belahan pantatku karena terpompa oleh penis Ferry.&lt;br /&gt;
Kepergok oleh penjaga rumah sedang bersetubuh memang menegangkan, tapi sekaligus membuat aku semakin terangsang setelah melihat sendiri Ferry bisa mengatasinya dengan tenang.&lt;br /&gt;
“Geliiiiii …. Aduuuhh…geli sekaliiiii….uuuhhhhhh ….oohhhhhh….Ferry….geliii …“ Teriakku saat jari-jari Ferry mulai mempermainkan liang duburku yang telah basah oleh cairan dari vaginaku. “Sakkkiiiiit ….addudduuuh …. Sakitt….aarrrkkkhhhhh ….” Jeritku ketika Ferry malah memasukkan jari tangannya ke dalam liang duburku setelah dilumasi cairan vaginaku terlebih dahulu. Saking sakitnya aku sampai mencoba mengulurkan tangan kananku ke arah duburku untuk menepis tangannya tapi tidak berhasil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;baca juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2019/10/cerita-dewasa-fantasi-hot-suami-istri.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Fantasi HOT Suami Istri&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi seperti waktu pertama kali vaginaku diperawani oleh mantan suamiku dulu, rasa sakit itu lama-lama hilang dan berganti menjadi rasa nikmat yang sangat berbeda. Walaupun tidak senikmat penis Ferry yang ada di liang senggamaku, tapi tambahan gerakan jarinya di liang duburku mulai membuatku semakin bergairah. Tiba-tiba kurasakan gerakan Ferry menjadi tidak teratur lagi, penisnya seperti berdenyut-denyut di dalam liang senggamaku sedangkan nafasnya seperti ditahan-tahan. Mungkin Ferry akan ejakulasi ? Memikirkan hal itu, aku menjadi tambah bergairah menuju orgasmeku yang kedua.&lt;br /&gt;
“Yun… Yunita…sepertinya aku sudah akan keluarrrr ….“ Kata Ferry dengan sedikit tertahan.&lt;br /&gt;
“T…ttung…ggguu sebentar lagi Fer …. Yunita juga sss … sudah …hhhaampir dapppatt lagi” Aku berharap bisa orgasme barengan pada saat Ferry ejakulasi, saat itu tangan kananku sudah kupakai menggesek-gesek klitorisku sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahhhhh …” aku menjerit tertahan saat Ferry mencabut tangannya dari liang duburku Ferry sekarang memakai kedua tangannya itu untuk menahan pinggulku sambil menekan-nekankan penisnya yang berdenyut makin kencang.&lt;br /&gt;
“Yunitaaaa …ga bisa aku tahan lagi …. aaaarrkkkkhhhhhhhhhhhhhhhh” Ferry mengerang tertahan saat ejakulasi SSSSSRRRRTTT….SSSSRRRTTTT….SSSSRRRRT…cccrrtt…cccrr r…cccrrtt… aku merasakan ada tiga kali semburan kuat dalam liang senggamaku diikuti belasan semburan kecil.&lt;br /&gt;
Semburan air mani yang hangat akhirnya membuat aku juga segera mendapatkan orgasmeku yang kedua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ferryoo…. Nikmat sekali ….aaaakkkkhhhhh ……duuuuhhh …. benar-benar kamu nikmat” aku mulai meracau dengan suara pelan karena sudah sangat lemas. Walaupun penis Ferry masih terasa keras setelah ejakulasi, badanku sudah terlalu lemas untuk bisa menahan tubuhku sendiri dalam posisi menungging. Aku pasrah saja ketika Ferry membalikkan badanku tanpa melepaskan penisnya dari tubuhku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun kami bersetubuh cukup lama, tapi tidak banyak keringat yang keluar dikarenakan udara Lembang yang cukup sejuk, tapi aku lihat tubuh Ferry tetap agak berkilat oleh keringatnya sendiri. Kami kemudian berciuman dan berpelukan lagi dengan mesra, tidak pernah terlintas dalam pikiranku sampai pagi tadi sebelum berangkat ke sini bahwa aku akan bersetubuh dengan sahabat dekatku sendiri. Tapi aku hampir tidak ada rasa menyesal telah melakukannya, padahal waktu aku pertama kali disetubuhi dosen pembimbingku ada rasa menyesal yang cukup dalam. “Yunita, kamu bisa menikmatinya sayang ?” Ferry berbisik di telingaku.&lt;br /&gt;
“Enak sekali To, baru kali ini aku merasakan nikmat yang luar biasa ” Jawabku dengan lembut&lt;br /&gt;
“ Terima kasih ya To” Ferry membalasnya dengan kembali memangut bibirku dengan lembut di sisi lain aku merasakan Ferry mulai menggerakkan penisnya maju mundur lagi walaupun masih dengan perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Petualangan Mahmud&lt;/a&gt;, Saat itu aku sudah sangat kelelahan dengan persetubuhan dua babak tadi sehingga tidak siap untuk melanjutkan ke babak berikutnya.&lt;br /&gt;
“To, aku udah kecapean sekarang … kalau kamu masih mau lagi, kita lanjutkan setelah aku istirahat sebentar. Boleh kan ya sayang ?” Aku coba menolak Ferry melanjutkan niatnya dengan sehalus mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
Ferry rupanya bisa mengerti dan menghentikan gerakan penisnya, sebagai gantinya aku melakukan kontraksi pada otot-otot vaginaku untuk “meremas-remas” penis Ferry yang masih keras saja sampai sekarang walaupun sudah berejakulasi. Dia kelihatannya sangat menikmatinya sampai akhirnya berejakulasi lagi walaupun semprotannya jauh lebih lemah dan lebih sedikit dari yang pertama.&lt;br /&gt;
“Uuuuuuuuhhhhhh ….” Aku kembali melenguh saat Ferry menarik penisnya yang mulai melunak. Kami kemudian melanjutkan obrolan kami tanpa mengenakan pakaian dulu, tapi aku tetap menutup badanku dengan selimut yang disediakan dekat perapian karena walau bagaimanapun aku masih ada sedikit perasaan risih bertelanjang bulat di depan sahabat laki-lakiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMi2B9qZL746kIoHAJkWqlIwjblvPZj0B6GOtHtb_P-z1WFPNXjDM4CbvXUwYdW6T__JqpKU2qhPwL_VPkLRuaCCC8ZXBUWK9w8t1oZXr8D_a22u3-uYnOBQUwUZ7pSzC-TcMtkKxDkRY/s1600/Hot_Asian_Girls_250313_003.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Petualangan Mahmud&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;657&quot; data-original-width=&quot;533&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMi2B9qZL746kIoHAJkWqlIwjblvPZj0B6GOtHtb_P-z1WFPNXjDM4CbvXUwYdW6T__JqpKU2qhPwL_VPkLRuaCCC8ZXBUWK9w8t1oZXr8D_a22u3-uYnOBQUwUZ7pSzC-TcMtkKxDkRY/s400/Hot_Asian_Girls_250313_003.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Petualangan Mahmud&quot; width=&quot;323&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Ferry ternyata sangat kaget waktu mengetahui aku tidak memakai kontrasepsi dan sangat menyesal sudah mengeluarkan spermanya di dalam tubuhku. Aku coba tenangkan dirinya bahwa akulah yang menginginkan dia berejakulasi di dalam tubuhku, lagi pula selama ini baik mantan suamiku maupun dosen pembimbingku selalu mengeluarkannya di dalam dan aku hanya bisa hamil di tahun pertama pernikahan kami. Aku juga ceritakan bahwa baru dengan Ferry aku bisa dua kali mengalami orgasme dalam sekali bersetubuh sampai aku merasa kepayahan, padahal sebelumnya hanya kadang-kadang saja bisa sampai orgasme.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ferry bilang bahwa dia selalu berusaha mendahulukan pasangan-pasangannya mendapat orgasme duluan, minimal sekali, sebelum dia berejakulasi. Waktu aku balik tanya memangnya sudah pernah meniduri berapa wanita, dia hanya nyengir saja. Sekejap ada perasaan cemburu mengetahui bahwa aku bukan perempuan satu-satunya selain istrinya yang dia tiduri, tapi aku berusaha redam perasaan itu karena tujuan hubungan kami bukan seperti itu. Ferry kemudian memintaku untuk bersedia melakukan variasi hubungan anal dengannya, aku sempat kaget dan menolak permintaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apalagi bila mengingat sakitnya liang duburku waktu dia memasukkan jari tangannya, apalagi kalau penisnya yang besar dan keras itu ? Tapi waktu aku melihat pandangan memohonnya, hatiku menjadi luluh dan bilang ke dia bahwa aku tidak mau sering-sering melakukannya karena takut bentuk anusku berubah drastis. Kami kemudian sempat tertawa-tawa waktu membahas tentang peristiwa tertangkap basah oleh Mamang penjaga rumah sedang bersetubuh secara langsung akibat lolongan dan jeritan erotisku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memang dikenal oleh orang lain sebagai orang yang kalem sehingga kalau sampai menjeri-jerit tentu saja akan mengagetkan mereka. Aku yakinkan Ferry bahwa akan bisa mengatasi Mamang penjaga rumah supaya tidak menceritakan kejadian ini kepada keluargaku atau orang lain. Aku cuma menyesal Mamang itu sudah melihat tubuh telanjangku dalam posisi dan ekspresi yang sangat merangsang pikiran laki-laki. Setelah hampir dua jam beristirahat, aku berkata kepada Ferry bahwa aku belum melihat bentuk persisnya penis dia saat ereksi karena ketika tadi sedang ereksi hampir selalu berada dalam vaginaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ferry balas menjawab bahwa dia juga tidak sempat memperhatikan dengan teliti bentuk vaginaku, oleh karena itu dia mengajak aku untuk langsung melakukan &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;foreplay&lt;/a&gt; saja dengan posisi 69. Dengan sedikit tersipu aku sempat balik bertanya tentang apa yang dimaksud posisi 69 karena soal teknik seks aku sangat awam. Akhirnya kami mulai melakukan &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2019/10/cerita-dewasa-petualangan-mahmud.html&quot;&gt;posisi 69&lt;/a&gt; itu dengan aku berada di atas karena benar-benar ingin melihat biangnya rasa nikmatku tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ternyata memang diameter penisnya Ferry sangat besar saat ereksi walaupun biasa saja panjangnya. Tetapi yang istimewa adalah tonjolan urat-urat pembuluh darah yang mengelilinginya seperti ulir sekrup yang membuat gesekan pada dinding vaginaku lebih terasa nikmat. Tak lama kemudian kami mulai bergumul lagi dengan birahi yang lebih panas karena melakukannya dengan kesadaran penuh bukan lagi karena reaksi spontan seperti sebelumnya. Aku mengambil posisi di atas dia sehingga bisa mengendalikan bagian mana saja dari liang senggamaku yang ingin di sentuh penisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan Ferry sendiri selain meremas buah dadaku dan menghisap putingnya, juga mempermainkan kelentitku dengan jari-jarinya. Akhirnya aku mencapai orgasme pertama yang sangat nikmat sekaligus lelahkan untuk babak ke dua ini. Ferry kemudian menagih janjiku untuk berhubungan secara anal sesaat setelah orgasme pertamaku, sehingga aku kembali dalam posisi menungging. Sekarang penis Ferry langsung masuk ke liang duburku setelah dibasahi dulu dengan cairan vaginaku yang menetes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku benar-benar merasa kesakitan yang luar biasa saat penisnya masuk ke dalam lubang duburku yang ototnya masih kaku. Bahkan aku sempat menjerit-jerit kesakitan sebelum akhirnya mulai merasakan nikmatnya hubungan anal bahkan bisa sampai mendapat orgasme walaupun tidak hebat penetrasi di vagina. Setelah orgasme keduaku pada anal, Ferry kembali menyetubuhiku secara konvensional sampai aku mencapai orgasme ketiga padahal Ferry belum juga mendapat ejakulasinya .&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2019/10/cerita-dewasa-petualangan-mahmud.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Petualangan Mahmud&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu aku benar-benar sudah kepayahan menerima serbuannya sehingga akhirnya aku terpaksa memohon untuk berhenti karena vaginaku sudah seperti hampir mati rasa. Dengan penuh pengertian Ferry menghentikan aktivitasnya walaupun terlihat ada rasa kecewa di matanya. Karena hari sudah menjelang malam, setelah beristirahat sebentar sambil berciuman, kami bersiap-siap untuk kembali ke Bandung. Sebelum pulang aku berwanti-wanti kepada Mamang penjaga rumah supaya tidak perlu bercerita tentang apa yang dilihatnya karena kami melakukannya sebagai orang dewasa yang saling membutuhkan dan saling suka satu sama lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Mamang bilang dia mengerti sebagai janda tentunya aku butuh laki-laki yang menemani saat kesepian. Dalam perjalanan pulang aku menawarkan ke Ferry untuk melakukan &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;seks oral&lt;/a&gt; di mobil sambil berjalan sampai dia bisa ejakulasi. Aku menawarkan itu karena merasa bersalah telah menyia-nyiakan sahabatku yang telah memberikan kenikmatan yang bertubi-tubi ditambah beberapa petualangan seks yang sangat baru buatku termasuk juga petualangan kepergok Mamang yang mendebarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ferry tentu saja menyambutnya dengan antusias dan dia memintaku untuk melepas BHku supaya sambil di oral dia bisa membalas dengan permainan tangannya pada buah dadaku. Dengan nekat aku lalu mencopot BHku saat mobil berjalan yang artinya aku harus melepas kaosku dahulu sebelum melepaskan BHnya itu. Sebuah mobil sempat memberi lampu jauh saat aku bertelanjang dada, aku tidak tahu apakah pengemudinya sempat melihat kondisiku saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sabar aku mulai melakukan &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2019/10/cerita-dewasa-petualangan-mahmud.html&quot;&gt;seks oral&lt;/a&gt; sedangkan Ferry mengemudikan mobil Audi A4 Triptroniknya hanya dengan satu tangan saja karena tangan kirinya dipakai untuk memainkan buah dadaku. Aku sempat bergurau bahwa penisnya dia sangat “yummie” sehingga tidak membosankan untuk dikulum dimulut atau digesek-gesek di vagina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang aku mengerti kenapa Ferry mau bersusah-susah memainkan buah dadaku sambil mengemudi karena ternyata rangsangannya pada buah dadaku itu membuatku banyak melakukan gerakan spontan pada mulutku saat mengulum penisnya yang membuatnya merasa lebih nikmat. Walaupun aku sudah berusaha maksimal, tapi Ferry belum saja berejakulasi padahal sudah dekat rumahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika mobilnya sudah berhenti di depan pintu pagar rumahku, Ferry tiba tiba menekan kepalaku dengan kedua tangannya sampai batang penisnya amblas menyodok masuk ke kerongkonganku dan ….&lt;br /&gt;
CRUT…CRUT…CRUT …CRUT … penisnya memuntahkan air mani yang sangat banyak yang terpaksa aku telan langsung ke perutku “Aaaaahhhh ….” Kudengar suara Ferry mengerang nikmat Aku coba berontak karena hampir tidak bisa bernafas, tapi Ferry hanya melonggarkan sedikit tekanan tangannya Crut …crut …crut …crut … masih ada beberapa semprotan lagi yang keluar dari penisnya berceceran di dalam rongga mulutku, malah ada beberapa yang menempel di bibir, pipi dan hidungku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku bangun dari pangkuan Ferry, aku lihat si Bibi sedang membuka pintu pagar dan anakku menunggu di pintu garasi. Dengan terburu-buru aku menyambar tisu yang disodorkan oleh Ferry yang sedang tersenyum nakal. Aku hanya sempat menghapus mukaku sekenanya karena takut anakku datang mendekat dan melihat penisnya Ferry yang tetap mengacung setelah ejakulasi. Saat aku turun dari mobil malah aku lupa membawa BHku yang ada di jok belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu aku mencium anakku, dia sempat berkomentar kenapa mamanya lengket-lengket dan mulutnya rada ada bau amis. Ferry memang memberiku banyak &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;petualangan seks&lt;/a&gt; yang tidak pernah aku bayangkan sampai umurku yang bisa dibilang matang ini walaupun frekuensi pertemuan kami tidak terlalu sering.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku hanya berhubungan badan dengan dia saat aku benar-benar membutuhkannya atau karena Ferry memang memintanya. Aku ingin tetap hubungan kami hanya sebagai sahabat karena hubungan persahabatanku dengan Ferry jauh lebih berharga dari pada kebutuhanku mencari pasangan hidup.&lt;br /&gt;
Setiap kali berhubungan badan aku selalu memaksanya untuk ejakulasi di dalam, aku tidak mau ejakulasinya di luar ataupun memakai kondom walaupun dia sangat khawatir karena merasa spermanya sangat subur. Akhirnya kekhawatiran Ferry terbukti karena kemudian aku hamil, bahkan sampai mencapai usia 10 minggu janin yang aku kandung. Awalnya aku tidak percaya sampai diperiksa oleh temanku sesama dokter dengan menggunakan alat USG. Karena hubunganku dengan Ferry belum mencapai 3 bulan, berarti janin itu berasal dari &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2019/10/cerita-dewasa-petualangan-mahmud.html&quot;&gt;hubungan seks&lt;/a&gt; kami yang awal-awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan umur kandungan yang sudah besar, akhirnya aku minta tolong temanku untuk merekomendasikan dokter koleganya di luar kota untuk membantu menggugurkannya. Aku tidak mau di kuret di kotaku karena dapat menimbulkan kehebohan besar. Dengan pengalaman ini akhirnya aku berinisiatif pasang IUD sehingga Ferry tetap bisa leluasa berejakulasi di dalam tubuhku seperti keinginanku. Petualanganku dengan Ferry akhirnya terhenti setelah dua tahun ketika ada dokter yang melamarku dan memboyongku ke luar kota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukannya aku tidak ingin setia pada suamiku yang baru, tapi sebenarnya aku sering merindukan belaian keintiman khas Ferry mengingat dasar hubungan seks kami yang istimewa. Walaupun dia selalu menjawab komunikasi dariku, tapi dia tidak pernah lagi memintaku untuk melayaninya seperti yang dulu dia lakukan kalau dia sedang membutuhkan seks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Padahal tinggal dia minta, aku pasti pergi ke kotanya dengan cara apapun hanya untuk melayani kebutuhannya. Tapi kalau kebetulan aku tahu dia sedang ada di kotaku, Ferry tidak pernah menolak kunjunganku ke hotelnya untuk melepas rindu akan siraman air maninya.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/feeds/702492385431124463/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2019/10/cerita-dewasa-petualangan-mahmud.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/702492385431124463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/702492385431124463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2019/10/cerita-dewasa-petualangan-mahmud.html' title='Cerita Dewasa Petualangan Mahmud'/><author><name>Karla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15414855962408796804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_tLGlvPg-3wR18u4ZCpHTBZEYMoI4WTig_FceiCtnGTAhx0AQxvylV-44f8CMgcylPdBEVlnGMfwz9JpuoSDMIEa_8EYUGWbrjlDjNunT6_P7Q9GUN4GUkY2lzZsVfm8fL0mBhjNRDK4/s72-c/vlcsnap-2019-10-05-00h26m58s037_01DPC3AAJ02KS3S3PA0V537276.1024x0.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433305999846514824.post-3308008782226842786</id><published>2019-10-08T17:09:00.000-07:00</published><updated>2019-10-08T17:25:24.426-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="bokep indonesia"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita 17+"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita bokep"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita mesum"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita panas"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita tante"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="esek-esek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="gairah muda"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="hasrat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="horny"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mahmud"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="merem melek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sange"/><title type='text'>Cerita Dewasa Fantasi HOT Suami Istri</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFcPMoMTtP8flKePYQexehVXI6iXR4S0zl9J1EK4PwnD9rGN3OqqHwR0CoXMwhnPzxxQHiCaDq_RpwLTJR-_wROWAd7UOV5mEwHHiagoX0WBB6Gyo50c9k3z1IRJfgycscvXPuisL-2HM/s1600/ljubavnici.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Fantasi HOT Suami Istri&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;662&quot; data-original-width=&quot;1046&quot; height=&quot;252&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFcPMoMTtP8flKePYQexehVXI6iXR4S0zl9J1EK4PwnD9rGN3OqqHwR0CoXMwhnPzxxQHiCaDq_RpwLTJR-_wROWAd7UOV5mEwHHiagoX0WBB6Gyo50c9k3z1IRJfgycscvXPuisL-2HM/s400/ljubavnici.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Fantasi HOT Suami Istri&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;bukuceritadewasaonline&lt;/a&gt; - “Percayakah kau bahwa dalam kehidupan seseorang disadari atau tidak dia pasti pernah mempunyai suatu fantasi mengenai kehidupan seksualnya”, kata suamiku pada suatu saat ketika kami sedang bermesraan di tempat tidur.&lt;br /&gt;
“Aku tidak mengerti maksudmu?” jawabku.&lt;br /&gt;
“Begini.. apakah dia itu seorang pria atau seorang wanita, apakah dia dalam status sebagai seorang suami atau sebagai seorang istri, suatu ketika dia akan pernah mengkhayal atau setidak-tidaknya pernah mempunyai suatu ungkapan imajinasi mengenai keinginan seksualnya yang dia harapkan”, kata suamiku selanjutnya.&lt;br /&gt;
“Ooo.. maksudmu suatu khayalan mengenai keinginan seksual?”&lt;br /&gt;
“Ya…!”&lt;br /&gt;
“Mungkin saja ada…”&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;“Kalau begitu apabila boleh aku tahu, apa yang menjadi fantasimu?”&lt;br /&gt;
“Ah, aku tidak pernah merasa mempunyai fantasi mengenai itu”&lt;br /&gt;
“Nah, itulah masalahnya… kau bukan tidak mempunyai fantasi tetapi tidak menyadari adanya fantasi tersebut. Seperti yang aku katakan tadi fantasi tersebut sebenarnya terdapat pada semua orang, perbedaannya hanyalah disadari atau tidak adanya fantasi tersebut oleh seseorang itu”&lt;br /&gt;
“Tetapi aku memang tidak pernah merasa atau memikirkan hal itu, apalagi mengkhayalkannya!”&lt;br /&gt;
“Boleh saja seseorang mengatakan bahwa dia tidak mempunyai suatu fantasi seksual, akan tetapi hal ini bukan berarti dia tidak dapat berfantasi. Hanya saja ungkapan-ungkapan apa yang menjadi imajinasinya serta bagaimana dia mewujudkan fantasinya, antara satu orang dengan lainnya akan sangat berbeda. Hal ini tergantung dari pengaruh sifat pribadi, taraf tingkat hidupnya, serta latar belakang pengalaman dan pendidikannya serta lingkungan sosial di sekitarnya.”&lt;br /&gt;
“Misalnya apa..?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2019/10/cerita-dewasa-fantasi-hot-suami-istri.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Fantasi HOT Suami Istri&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, misalnya contoh yang paling umum bagi setiap orang, dia selalu mempunyai idola mengenai tipe lawan jenisnya”&lt;br /&gt;
“Ah, itu kan biasa, apalagi untuk anak-anak muda. Kalau sekarang sih bukan waktunya lagi”&lt;br /&gt;
“Tapi hal itu tidak terbatas pada saat remaja saja, bisa saja secara tidak disadari hal itu terjadi sampai seseorang itu sudah dalam kehidupan perkawinan. Misalnya.. mungkin saja suatu saat seseorang mempunyai pikiran atau bayangan bagaimana kiranya kalau melakukan hubungan seks dengan orang yang menjadi idola kita, mungkin dia seorang bintang film atau penyanyi pop yang menjadi pujaan kita. Atau secara umum bagi wanita senang apabila suaminya memakai kumis atau celana jeans. Demikian juga bagi pria, misalnya senang apabila istrinya berambut panjang atau memakai gaun warna tertentu”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah kamu tambah membingungkan saja.. hal itu kan memang wajar-wajar saja apabila seseorang mempunyai keinginan seperti itu”&lt;br /&gt;
“Memang betul sekali.. karena fantasi seksual itu memang suatu yang wajar. Adanya suatu fantasi seksual dalam diri seseorang menurut Dr Andrew Stanway, seorang pakar seksualogi dalam bukunya, “The Joy of Sexual Fantasy” adalah merupakan suatu hal yang normal. Fantasi seksual menurut dia adalah merupakan suatu bagian yang kompleks dari pengalaman seseorang, akan tetapi memang oleh kebanyakan ahli masih mempertanyakan apakah fantasi tersebut merupakan bagian dari suatu mimpi atau merupakan bagian dari suatu pengalaman nyata. Fantasi seksual secara umum berfungsi untuk menyalurkan keinginan alam bawah sadar seksual seseorang menjadi suatu kenyataan dalam suatu bentuk yang dapat diterima. Fantasi seksual secara tidak langsung sebenarnya juga merupakan salah satu mekanisme pembangkit gairah seksual seseorang, karena fantasi seksual menyalurkan sejumlah besar informasi yang tersembunyi di antara alam sadar dan alam bawah sadar seseorang yang berhubungan dengan kegairahan seksnya. Oleh karena itu kadang kala fantasi seks tersebut dapat secara tiba-tiba melanda diri seseorang. Apabila hal tersebut terjadi maka secara tidak disadari seseorang akan mencari penyaluran sampai kepada batas-batas alam kesadarannya. Oleh karena itu pula sangatlah penting bagi kita untuk menyadari dan memahami adanya fantasi tersebut sehingga dapat menyalurkannya sampai kepada batas-batas alam kesadaran kita secara lebih terarah… kalau tidak mungkin saja seseorang itu akhirnya bertindak yang aneh-aneh”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh tiba-tiba kok kamu jadi seorang ahli psikologi, dalam masalah seksualogi lagi, kapan kamu belajarnya?”&lt;br /&gt;
“Kapan aku belajarnya itu tidak penting… yang penting sekarang mau tidak kamu mengatakan atau mengingat-ingat kira-kira apa yang menjadi fantasimu?”&lt;br /&gt;
“Begini saja.. sekarang kamu saja dahulu yang mengatakan apakah kamu juga mempunyai fantasi tersebut, kamu ingin berhubungan seks dengan siapa? Nah ayo katakan!”&lt;br /&gt;
“Eh, jangan marah dulu, ya tentunya ada fantasiku itu tapi bukan seperti apa yang kamu katakan!”&lt;br /&gt;
“Jadi seperti apa?”&lt;br /&gt;
“Kalau aku katakan apakah kamu tidak marah?”&lt;br /&gt;
“Mengapa harus marah!”&lt;br /&gt;
“Baiklah.. memang selama ini aku merasakan adanya suatu fantasi seks yang membayang dalam diriku, akan tetapi fantasi seks yang kurasakan merupakan sebuah fantasi yang ganjil dan luar biasa”, kata suamiku. Kemudian dia diam sejenak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo katakanlah… aku akan mendengarkannya, apa yang kamu maksud dengan ganjil dan luar biasa!” desakku agak penasaran.&lt;br /&gt;
“Yah karena fantasi yang kurasakan mungkin akan sangat sulit dipahami karena berkisar kepada masalah hubungan seks antara kamu sebagai istriku dengan laki-laki lain sebagai pihak ketiga….”&lt;br /&gt;
“Aku tidak jelas akan maksudmu?”&lt;br /&gt;
“Begini secara jelasnya… fantasi tersebut berupa suatu keinginan dalam diriku bahwa aku ingin sekali menyaksikan istriku melakukan hubungan badan dengan laki-laki lain!”&lt;br /&gt;
“Apa…! Aku harus melakukan hubungan seks dengan laki-laki lain?!”&lt;br /&gt;
“Ya kira-kira begitu! Apakah hubungan itu dilakukan hanya oleh kamu berduaan saja dengan laki-laki lain tersebut dan aku hanya ikut menyaksikannya, atau hubungan seks tersebut dilakukan bersama-sama secara bertiga, yaitu antara kamu dengan laki-laki lain itu dan aku sendiri secara bergantian, atau paling tidak aku ingin melakukan hubungan seks dengan kamu sebagai istriku sambil disaksikan oleh laki-laki lain”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memang aneh kedengarannya.. dan siapa laki-laki lain yang kamu maksudkan itu?”&lt;br /&gt;
“Siapa saja.. asal sehat dan kamu senang menerimanya”&lt;br /&gt;
“Ah, itu fantasi gila namanya!” jawabku agak terhenyak.&lt;br /&gt;
“Nah, katanya kamu tidak akan marah tapi sekarang marah”, kata suamiku.&lt;br /&gt;
“Bagaimana tidak akan marah… hal itu kan tidak mungkin.. bayangkan saja apa kata orang kalau mereka tahu aku melakukan hubungan seks dengan laki-laki lain!”&lt;br /&gt;
“Ya jangan sampai orang tahu..”&lt;br /&gt;
“Oke, taruhlah orang tidak tahu, tapi kita kan terlibat dalam suatu lembaga yang disebut lembaga perkawinan.”&lt;br /&gt;
“Ya betul, memangnya kenapa?”&lt;br /&gt;
“Kamu tahu tidak apa artinya itu? Yaitu dimana hubungan seks dengan orang lain di luar pasangan dalam perkawinan kita dianggap sebagai suatu penyelewengan, apalagi kalau itu dilakukan oleh seorang wanita yang berstatus sebagai istri, maka hal ini akan dianggap suatu kesalahan yang sangat besar sekali!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Justru itulah sekarang aku bertanya kepadamu, karena aku tahu hal itu sangat susah untuk diwujudkan kalau hanya aku saja yang berkeinginan, akan tetapi sebaliknya hal itu tentu juga sangat mudah dapat dilakukan apabila kita berdua sepakat. Nah, kalau kesepakatan ini ada, maka hal ini berarti juga tidak ada penyelewengan!”&lt;br /&gt;
“Tidak ada penyelewengan yang bagaimana maksudmu?!”&lt;br /&gt;
“Ya sebagaimana yang kamu katakan tadi!”&lt;br /&gt;
“Aku tidak mengerti maksudmu?”&lt;br /&gt;
“Begini, kita harus lihat dahulu apa sih definisi dari suatu penyelewengan, yaitu suatu perbuatan yang menyimpang dari suatu tujuan atau maksud. Jadi penyelewengan dalam perkawinan artinya juga suatu perbuatan yang menyimpang dari suatu tujuan atau maksud dalam perkawinan. Karena dalam perkawinan itu terlibat kepentingan dari dua orang maka pengertian penyelewengan dalam perkawinan dapat diartikan sebagai suatu perbuatan pengkhianatan, yaitu perbuatan yang dilakukan oleh salah satu pasangan hidupnya secara diam-diam tanpa diketahui apalagi disetujui oleh pasangan lainnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Fantasi HOT Suami Istri&lt;/a&gt; - “Jadi apa hubungannya dengan yang kamu maksudkan tidak ada penyelewengan di sini?”&lt;br /&gt;
“Ya seperti yang aku katakan tadi, bahwa untuk melaksanakan fantasiku itu, aku telah sepakat dan bahkan telah memberikan izin kepadamu sebagai suami untuk melakukan hubungan seks dengan orang lain, jadi sudah barang tentu unsur penyelewengan tadi tidak berlaku lagi karena kita sama-sama menyetujui, bahkan dengan restu suami!”&lt;br /&gt;
“Nah, sekarang kamu juga telah jadi pokrol bambu! Bikin argumentasi seenaknya saja! Masalahnya kan bukan sampai disitu saja, tapi ada konsekwensi yang lain, terutama untuk aku!”&lt;br /&gt;
“Misalnya apa?”&lt;br /&gt;
“Taruhlah aku mau melakukan hal itu, maka ada suatu konsekuensi yang akan aku tanggung, yaitu apabila terjadi sesuatu hal terhadap perkawinan kita dan terjadi perpecahan, maka kamu akan dapat saja berkata kepada orang lain bahwa hal itu disebabkan karena kesalahan dariku. Kamu dapat saja mengatakan aku telah menyeleweng berkali-kali dengan laki-laki lain dan orang lain tidak akan percaya bahwa kesemuanya itu sebenarnya kamu yang mengaturnya. Demikian juga seandainya laki-laki lain yang kamu beri kesempatan untuk berhubungan seks denganku pada suatu saat menceritakan pengalamannya tersebut kepada orang lain, maka akan hancurlah diriku. Karena walaupun bagaimana orang lain tidak akan percaya bahwa kesemuanya itu justru atas permintaanmu sebagai suami, semua orang akan menuduhku sebagai seorang istri yang serong”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akan tetapi sungguh mati selama ini tidak pernah terlintas dalam benakku untuk berbuat seperti itu. Aku meminta istriku untuk melakukan hubungan seks dengan laki-laki lain bukan bertujuan karena ingin memojokkanmu suatu waktu guna kepentinganku sendiri, akan tetapi malahan sebaliknya yaitu agar kehidupan perkawinan kami tetap bergairah dan langgeng. Karena aku akan mendapat kepuasan lahir dan batin hanya dari istriku yang sekarang. Sehingga istriku yang sekarang ini benar-benar merupakan teman hidup bagiku karena dia merupakan ibu dari anak-anakku, temanku berdiskusi dan menumpahkan perasaan serta sekaligus merupakan teman berkencan dalam menyalurkan hasrat seks!” kata suamiku agak terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah diam sejenak selanjutnya dia berkata, “Mengenai kemungkinan laki-laki itu akan bercerita kepada orang lain memang ada, akan tetapi apabila memang hal itu terjadi, maka akan sangat mudah sekali ditangkal karena justru orang lain tidak akan percaya kepada cerita dia. Apalagi bila aku memberikan kesaksian bahwa kesemuanya itu hanyalah karangan dia semata-mata sehingga hal itu benar-benar merupakan suatu fitnah saja”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxqpd0RWra-5Rq8GoqFnyF5IBEBoikUP6qwFbbbSS7ZmBIzuOf0Fb7N2BmkARvMKkEOtxPmZ2pvCgJeezCFSqd-LGk_tjt7GE-6mqVmZfnSHzilyqPjo91pH1Hu1DjgJk6JPJOfc_SuXM/s1600/w_b4461f2bb2bb71048539e5e1c234d153_01DNQ7Z412RTK23VN89V5ZB9DE.1024x0.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Fantasi HOT Suami Istri&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;981&quot; data-original-width=&quot;683&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxqpd0RWra-5Rq8GoqFnyF5IBEBoikUP6qwFbbbSS7ZmBIzuOf0Fb7N2BmkARvMKkEOtxPmZ2pvCgJeezCFSqd-LGk_tjt7GE-6mqVmZfnSHzilyqPjo91pH1Hu1DjgJk6JPJOfc_SuXM/s400/w_b4461f2bb2bb71048539e5e1c234d153_01DNQ7Z412RTK23VN89V5ZB9DE.1024x0.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Fantasi HOT Suami Istri&quot; width=&quot;277&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah kalau begitu, yang penting kini aku juga ingin tahu mengapa sih kau mempunyai fantasi seperti itu?”&lt;br /&gt;
“Entahlah, aku sendiri tidak tahu mengapa mempunyai fantasi seperti itu. Tapi yang jelas aku merasakan adanya suatu rangsangan gairah birahi yang hebat apabila aku melihat ada seseorang laki-laki yang tertarik dan memperhatikan bagian tubuhmu yang secara tidak sengaja terbuka.”&lt;br /&gt;
“Misalnya…”&lt;br /&gt;
“Ya, misalnya ketika kita berlibur di pantai. Saat itu kau mengenakan pakaian renang. Dan aku tahu saat itu ada beberapa laki-laki memperhatikan bentuk tubuhmu. Mula-mula memang aku agak merasa cemburu, akan tetapi lama-kelamaan hal itu menimbulkan semacam suatu imajinasi dalam diriku. Apalagi apabila aku melihat kau bertelanjang bulat di kamar.”&lt;br /&gt;
“Lha, memangnya kenapa? Aku kan bertelanjang bulat di kamar sendiri dan yang lihat hanya kamu sendiri saja?”&lt;br /&gt;
“Justru itu yang merangsang imajinasiku.”&lt;br /&gt;
“Kalau begitu aku tidak akan berbuat itu lagi!” kataku.&lt;br /&gt;
“Eh, jangan salah sangka. Aku senang melihat itu semua. Malahan kalau kau mau, boleh saja kau berkeliaran dalam rumah dengan bertelanjang bulat seperti yang kau lakukan di kamar, karena terus terang hal itu membangkitkan rasa birahiku. Aku merasa nikmat memperhatikanmu berkeliaran di kamar dengan berpolos bugil. Dan dalam keadaan itu pula kadang-kadang aku berpikir apakah laki-laki lain juga akan bangkit birahinya apabila melihat keseluruhan bentuk tubuh istriku ini. Dan bagaimanakah seandainya tubuh istriku yang segar berisi itu dinikmati pula oleh laki-laki lain. Imajinasi itu akhirnya menimbulkan suatu kenikmatan seksual yang lain bagiku. Apalagi bila aku membayangkan bahwa ternyata laki-laki tersebut memang sangat terangsang oleh keindahan tubuh istriku dan berusaha untuk menikmatinya di tempat tidur. Imajinasiku itu selanjutnya terus berkembang yaitu apakah istriku ini kira-kira juga tertarik untuk merasakan hubungan seks dengan laki-laki lain dan bagaimanakah kiranya sikap istriku ketika melayani laki-laki lain tersebut. Apakah dia juga akan menjadi sangat lebih bergairah? Dan apakah dia akan mendapatkan kepuasan seks yang lebih besar lagi?” bisik suamiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia menambahkan, “Kenikmatan seksual yang kurasakan akan menjadi lebih hebat lagi apabila aku terus membayangkan bagaimana istriku dengan tubuhnya yang dalam keadaan polos bugil bergumul dengan hebat dengan tubuh laki-laki tersebut yang juga berada dalam keadaan berpolos bugil. Terlebih lagi apabila aku membayangkan bahwa ternyata ukuran alat kejantanan laki-laki tersebut jauh lebih besar dari pada ukuran alat kejantananku sendiri, dan istriku benar-benar sangat tergiur akan kehebatan alat kejantanan itu, sehingga ketika laki-laki itu menindihkan tubuhnya ke tubuh istriku dan memasukkan alat kejantanannya ke liang istriku, aku menyaksikan istriku menjadi bergelinjang dengan hebat merasakan alat kejantanan tersebut tertanam dalam-dalam di liang senggamanya. Kemudian aku pun membayangkan bagaimana ketika laki-laki tersebut mulai mengayunkan tubuhnya di atas tubuh istriku dan istriku menjadi tambah hebat bergelinjang sambil menggoyang-goyangkan pinggulnya mengimbangi gerakan turun-naiknya alat kejantanan laki-laki tersebut yang memberikan suatu kenikmatan lain daripada yang pernah dirasakannya dari alat kejantananku sendiri. Selanjutnya aku pun membayangkan bagaimana ekspresi istriku dan laki-laki itu ketika mencapai dan melepaskan puncak ejakulasi bersama dengan penuh kepuasan”, kata suamiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2019/10/cerita-dewasa-fantasi-hot-suami-istri.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Fantasi HOT Suami Istri&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, sangat mengerikan sekali fantasimu.”&lt;br /&gt;
“Tapi ini kan baru fantasi… apabila menjadi kenyataan mungkin tidak mengerikan lagi, tapi… mengasyikan!” kata suamiku sambil tertawa.&lt;br /&gt;
“Tidak lucu ah!” kataku sambil memukul punggungnya.&lt;br /&gt;
“Eh, jangan jadi sewot! Diberi kesempatan enak malah marah. Jarang kan suami yang sebaik itu yang mengizinkan istrinya boleh main dengan laki-laki lain. Malahan bukan itu saja kadang-kadang aku juga sering membayangkan bagaimana rasanya apabila aku mempunyai seorang istri yang hiperseks atau seorang istri yang senang menyeleweng dengan laki-laki lain.”&lt;br /&gt;
“Apa maksudmu dengan itu..? Jadi kau tuduh aku ini pernah menyeleweng?!” jawabku agak tersinggung.&lt;br /&gt;
“Bukan itu maksudku, tapi itu adalah kelanjutan dari ungkapan imajinasi fantasi seksualku, seperti yang kukatakan tadi, aku kan ingin sekali melihat istriku melakukan hubungan seks dengan laki-laki lain, sehingga hal itu menimbulkan semacam imajinasi lanjutan dalam diriku mengenai type istri yang bagaimana yang kira-kira kuinginkan, atau paling tidak, aku kira-kira ingin mempunyai seorang istri yang berpandangan sangat bebas mengenai masalah hubungan seks, tidak posesif dan memandang masalah hubungan seks dengan laki-laki lain atau sebaliknya bukan merupakan suatu masalah yang tabu melainkan sesuatu yang wajar dan dapat dinikmati bersama”, kata suamiku selanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bilang saja terus terang kau yang mau melakukan hubungan seks dengan wanita lain!. Kalau begitu carilah type istri sebagaimana yang kamu idamkan… karena bagiku tidak mungkin melakukan hal tersebut! Kalau mau, kau lakukan sendiri saja! Jangan ajak-ajak orang!” kataku bertambah ketus.&lt;br /&gt;
“Nah, lagi-lagi marah. Ini kan semua baru gagasan. Siapa tahu kau mau?” balas suamiku.&lt;br /&gt;
“Mau apanya? Lagi pula sekiranya aku mau melakukan hal itu, aku lakukan saja sendiri secara diam-diam”, kataku dengan hati yang agak mendongkol.&lt;br /&gt;
“Bukan itu maksudku… aku sama sekali tidak bermaksud untuk mencari istri lain, akan tetapi justru kamulah yang aku inginkan menjadi type istri sebagaimana yang aku idamkan”, kata suamiku.&lt;br /&gt;
“Jadi aku harus menyeleweng dan melakukan hubungan seks dengan laki-laki lain, begitu maksudmu?”&lt;br /&gt;
“Ada benarnya dan ada tidaknya”, kata suamiku.&lt;br /&gt;
“Benar dan tidak bagaimana?”&lt;br /&gt;
“Benarnya memang aku ingin melihat kamu melakukan hubungan seks dengan laki-laki lain, tidak benarnya adalah hal itu bukan berarti kamu harus menyeleweng, karena seperti yang aku katakan tadi kesemuanya itu berdasarkan persetujuan dan permintaanku sebagai suami, jadi unsur penyelewengan di sini sekali lagi aku katakan sama sekali tidak ada… tapi apabila kau lakukan secara diam-diam maka itu baru namanya penyelewengan”, kata suamiku.&lt;br /&gt;
“Benar-benar kamu tidak menyesal apabila aku melakukan hubungan seks dengan laki-laki lain?” kataku menegaskan.&lt;br /&gt;
“Malahan sebaliknya… karena hal itu justru aku rasakan sebagai penambah semangat dan gairahku terhadapmu. Mungkin kau merasakan bagaimana keadaanku selama ini, aku merasa kehilangan gairah dalam bercinta dan merasa sangat lelah sekali. Hal ini disebabkan aku merasakan fantasi itu sedemikian membebani diriku”, kata suamiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini aku tahu bahwa masalah yang dihadapi suamiku selama ini adalah beban psikologis. Fantasi seksualnya telah membebani pikiran suamiku sedemikian hebatnya sehingga mempengaruhi kualitas hubungan seksual kami sebagai suami-istri. Memang aku merasakan akhir-akhir ini suamiku sering menjadi gelisah sendiri dan tidak tahu apa yang harus diperbuat dan merasa sangat letih sekali baik fisik maupun mental. Hal tersebut berpengaruh juga terhadap kualitas hubungan seks kami. Aku merasakan gairah suamiku menjadi agak menurun. Suamiku sering mengalami prematur ejakulasi dan telah mencapai puncak ejakulasi hanya dalam beberapa detik saja begitu dia melakukan penetrasi, bahkan kadang-kadang telah orgasme sebelum sempat melakukan persetubuhan sama sekali. Oleh karena itu suamiku mulai rajin mengkonsumsi vitamin dan makanan yang dapat meningkatkan potensi laki-laki, akan tetapi sejauh itu hal tersebut sama sekali tidak membantu.&lt;br /&gt;
Di lain keadaan hal ini membawa dampak juga terhadap diriku. Secara terus terang aku pun terkadang merasa kurang mendapat kepuasan dalam hubungan suami istri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;baca juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/11/cerita-dewasa-lembur-dengan-bos-cantik.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Lembur Dengan Bos Cantik&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuakui selama ini aku juga sering mengalami gejolak birahi yang tiba-tiba muncul, terutama di pagi hari apabila malamnya kami melakukan hubungan intim dan suamiku tidak dapat melakukannya secara sempurna. Hal ini dimaklumi oleh suamiku karena dia tahu bagaimana kualitas hubungan suami-istri kami belakangan ini. Oleh karena itu suamiku membeli sebuah alat vibrator. Suamiku mengatakan alat itu mungkin secara tidak langsung dapat membantu kami untuk mendapatkan kepuasan dalam hubungan suami istri. Pada mulanya aku memakai alat itu sebagai simulator sebelum kami berhubungan badan. Akan tetapi lama kelamaan secara diam-diam aku sering pergunakan alat tersebut sendirian di pagi hari untuk menyalurkan hasrat kewanitaanku yang aku rasakan semakin meluap-luap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRuehZyd1eckp0pSiKQ_Mir1KqLEkmwRG_9XWGa-OkIh9WvcKYlqlS1JhJ2Y3r_M8UHyOrm2vbVyLmNhbRkAN6neCyxd_RZfw_qi6b7p6V2i_KZvmvQQmcBv8C1ywwB0st7ArrVnm9L90/s1600/6914_05.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Fantasi HOT Suami Istri&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;400&quot; data-original-width=&quot;300&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRuehZyd1eckp0pSiKQ_Mir1KqLEkmwRG_9XWGa-OkIh9WvcKYlqlS1JhJ2Y3r_M8UHyOrm2vbVyLmNhbRkAN6neCyxd_RZfw_qi6b7p6V2i_KZvmvQQmcBv8C1ywwB0st7ArrVnm9L90/s400/6914_05.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Fantasi HOT Suami Istri&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Rupanya fantasi seksual suamiku tersebut bukan hanya merupakan sekadar fantasi saja akan tetapi dia sangat bersikeras untuk dapat mewujudkannya menjadi suatu kenyataan. Selama ini suamiku terus membujukku agar aku mau membantunya dalam melaksanakan fantasinya. Apabila aku menolaknya atau tidak mau membicarakan hal tersebut, tidak jarang akhirnya kami terlibat dalam suatu pertengkaran yang hebat. Malahan bukan itu saja. Gairah seks-nya pun semakin bertambah turun. Hal ini lama-kelamaan membuatku menjadi agak khawatir juga, aku takut suamiku akan menderita impotensi. Aku berpikir bahwa aku harus membantu suamiku walaupun konsekuensi yang aku khawatirkan akan terjadi. Oleh karena itu aku mengalah dan berjanji akan membantunya sepanjang aku dapat melakukannya dan kutegaskan kepada suamiku bahwa aku mau melakukan hal itu hanya untuk sekali ini saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku telah mengundang Syamsul untuk makan malam di sini malam ini”, kata suamiku di suatu hari sabtu. Aku agak terkesiap mendengar kata-kata suamiku itu. Aku berfirasat bahwa suamiku akan memintaku untuk mewujudkan niatnya bersama dia, karena Syamsul adalah salah seorang yang sering disebut-sebut oleh suamiku sebagai salah satu orang yang katanya cocok untuk diriku dalam melaksanakan fantasi seksual-nya dan kebetulan saat itu semua anak-anak sedang libur bersama kawan-kawannya ke luar kota sehingga tinggal aku dan suamiku saja yang berada di rumah.&lt;br /&gt;
Memang selama ini sudah ada beberapa nama kawan-kawan suamiku maupun kenalanku sendiri yang disodorkan kepadaku yang dianggap cocok untuk melakukan hubungan seks denganku, salah seorangnya adalah Syamsul. Akan tetapi sejauh ini aku masih belum menanggapi secara serius tawaran dari suamiku tersebut dan juga kebetulan kami tidak mempunyai kesempatan yang baik untuk itu. Syamsul adalah salah seorang kawan dekatnya dan aku pun kenal baik dengan dia. Secara terus terang memang kuakui juga penampilan Syamsul tidak mengecewakan. Bentuk tubuhnya pun lebih kekar dan atletis dari tubuh suamiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Fantasi HOT Suami Istri&lt;/a&gt; - Aku berpikir tidak ada lagi gunanya aku berargumentasi dengan suamiku. Kehendaknya agar aku melakukan hubungan seks dengan laki-laki lain sedemikian kuat. Hal itu sebenarnya membuatku agak tersinggung juga. Karena hal ini hanya biasa dilakukan oleh seorang wanita penghibur atau dengan kata lain seorang pelacur dan suamiku menghendaki aku melakukan hal seperti itu walaupun dengan alasan lain. Namun mengingat kehendak suamiku itu merupakan suatu akibat dari gejala psikologi, maka aku kesampingkan masakah harga diri itu. Aku hanya berpikir bagaimana aku dapat membantu suamiku mengatasi masalahnya. Selain itu aku pun mengharap bahwa dengan aku penuhinya fantasi seksualnya itu malam ini, maka suamiku tidak akan lagi mempunyai fantasi semacam itu karena secara psikologis keinginannya telah tercapai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Syamsul datang, aku sedang merapikan wajahku dan memilih gaun yang agak seksi sebagaimana anjuran suamiku agar aku terlihat menarik. Dari cermin rias di kamar tidurku, kudapati gaun yang kukenakan terlihat agak ketat melekat di tubuhku sehingga bentuk lekukan tubuhku terlihat dengan jelas. Buah dadaku kelihatan menonjol membentuk dua buah bukit daging yang indah. Sambil mematut-matutkan diri di muka cermin akhirnya aku jadi agak tertarik juga memperhatikan penampilan keseluruhan bentuk tubuhku. Kudapati bentuk keseluruhan tubuhku masih tetap ramping dan seimbang, tidak dipenuhi oleh lemak sebagaimana ibu-ibu rumah tangga lainnya yang seumurku. Buah dadaku yang subur juga kelihatan masih sangat kenyal dan padat berisi. Demikian pula bentuk pantatku kelihatan agak menonjol penuh dengan daging yang lembut namun terasa kenyal. Ditambah lagi kulitku yang memang putih bersih tanpa adanya cacat keriput di sana-sini membuat bentuk keseluruhan tubuhnya menjadi sangat sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat penampilan keseluruhan bentuk tubuhku itu secara terus terang timbul naluri kewanitaanku bahwa aku bangga akan bentuk tubuhku. Oleh sebab itu aku berpikir pantas saja suamiku mempunyai imajinasi yang sedemikian terhadap laki-laki yang memandang tubuhku karena bentuk tubuhku ini memang menggiurkan selera kaum pria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah makan malam suamiku dan Syamsul duduk mengobrol di taman belakang rumahku dengan santai sambil menghabiskan beberapa kaleng bir yang dicampur dengan arak ginseng dari Cina. Tidak berapa lama aku pun ikut duduk minum bersama mereka. Malam itu benar-benar hanya tinggal kami bertiga saja di rumah. Kedua pembantuku yang biasa menginap, tadi siang telah kuberikan istirahat untuk pulang ke rumah masing-masing. Ketika hari telah menjelang larut malam dan udara mulai terasa dingin tiba-tiba suamiku berbisik kepadaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku telah bicara dengan Syamsul mengenai rencana kita. Dia setuju dan malam ini dia akan menginap di sini!. Tapi walaupun demikian kau tidak perlu memaksakan diri untuk melakukan hubungan seks dengannya apabila memang suasana hatimu memang belum berkenan, kuserahkan keputusan itu sepenuhnya kepadamu!” bisik suamiku selanjutnya. Mendengar bisikan suamiku itu aku diam saja. Aku tidak menunjukkan sikap yang menolak atau menerima. Aku merasa sudah berputus asa bahkan aku merasa benar-benar nekat menantang kemauan suamiku itu. Aku mau lihat bagaimana reaksinya nanti bila aku benar-benar bersetubuh dengan laki-laki lain. Apakah dia nanti tidak akan menyesal bahwa istrinya telah dinikmati orang lain? Atau setidak-tidaknya seluruh bagian tubuh istrinya yang sangat rahasia telah dilihat dan dinikmati oleh laki-laki lain. Apalagi bila dalam rahimku nanti akan tersebar benih laki-laki lain selain dari benih suamiku sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak berapa lama kemudian aku masuk ke kamar dan siap untuk pergi tidur. Secara demonstratif aku memakai baju tidur nylon yang tipis tanpa BH sehingga buah dadaku terlihat membayang di balik baju tidur itu. Ketika aku keluar kamar, baik suamiku maupun Syamsul agak terhenyak untuk beberapa saat. Akan tetapi mereka segera dapat menguasai dirinya kembali dan suamiku langsung berkata kepadaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Syamsul baru saja cerita bahwa dia telah mempelajari pijat refleksi Siatzu. Aku rasa kau harus coba! Apa benar dia bisa! Kau mau kan…?” tanya suamiku kepadaku.&lt;br /&gt;
“Boleh saja…!” jawabku sambil agak merapatkan leher baju tidurku sehingga siluet puting susuku kini tercetak dengan lebih jelas.&lt;br /&gt;
“Ah sebenarnya aku tidak terlalu mahir…!” kata Syamsul, “Tapi bila mau dicoba boleh saja. Nanti setelah pijat Siatzu, saya juga akan memberikan pijatan dengan tehnik kucing mandi”, katanya lagi.&lt;br /&gt;
“Oo ya… tehnik apa itu?” aku bertanya agak heran.&lt;br /&gt;
“Susah diterangkan sekarang, nanti saja deh kalau pijat refleksinya sudah selesai.”&lt;br /&gt;
“Ayo..!” kata suamiku dengan wajah yang berseri-seri dan semangat yang tinggi suamiku mengajak kami segera masuk ke kamar tidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan berpura-pura tenang aku segera merebahkan diri bertelungkup di atas tempat tidur untuk siap dipijit. Sebenarnya aku tetap masih merasa risih tubuhku dijamah oleh seorang laki-laki lain apalagi aku dalam keadaan hanya memakai sehelai baju tidur nylon yang tipis dan tanpa BH. Akan tetapi kupikir aku harus berusaha tetap tenang agar keinginan suamiku dapat terwujud dengan baik.&lt;br /&gt;
Mula-mula Syamsul memijit sekitar bagian punggungku dengan lembut kemudian secara perlahan-lahan terus turun ke bawah menelusuri bagian pinggulku. Sementara itu aku terus berusaha sekuat tenaga menekan perasaan risih dan malu dengan melepaskan pikiranku dari kedua hal tersebut dan berusaha menikmati pijitan Syamsul itu yang sebenarnya lebih tepat dikatakan rabaan dan sentuhan di tubuhku. Rupanya usahaku itu berhasil dengan baik, akan tetapi lama-kelamaan secara tidak langsung aku jadi terbawa oleh semacam arus sensasional yang menjalar dalam tubuhku. Apalagi ketika tangan Syamsul tiba pada bagian belahan pantatku yang gempal lembut kemudian meremas-remas dengan halus pinggul serta daging pantatku yang hanya ditutupi oleh gaun tidur nylon yang tipis maka terasa adanya suatu gejolak hangat dalam diriku. Aku menjadi pasrah dan benar-benar mulai menikmati pijitannya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2019/10/cerita-dewasa-fantasi-hot-suami-istri.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Fantasi HOT Suami Istri&lt;/a&gt; - Selanjutnya kurasakan tangan Syamsul mulai lebih berani lagi menyentuh tubuhku dengan sentuhan-sentuhan yang semakin lama semakin nakal. Bahkan dia kini berusaha membuka baju tidurku dan menelanjangi diriku dengan seenaknya sampai aku benar-benar dalam keadaan bertelanjang bulat tanpa ada lagi sehelai benang pun yang menutupi tubuhku. Aku hanya dapat memejamkan mata dan pasrah saja menahan perasaan malu bercampur gejolak dalam diriku ketika tubuhku ditelanjangi di hadapan suamiku sendiri. Kemudian dia menelentangi tubuhku dan menatap dengan penuh selera tubuhku yang telah berpolos bugil sepuas-puasnya. Aku benar-benar tidak dapat melukiskan betapa perasaanku saat itu. Seumur hidupku, aku belum pernah bertelanjang bulat di hadapan laki-laki lain apalagi dalam situasi seperti sekarang ini. Aku merasa sudah tidak ada lagi rahasia tubuhku yang tidak diketahui Syamsul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak berapa lama kemudian tiba-tiba kurasakan Syamsul mulai melumat bibirku dalam suatu adegan cium yang panjang dan berapi-api. Selanjutnya ketika bibir kami terlepas Syamsul berbisik kepadaku bahwa sekarang saatnya dia akan melakukan tehnik pijitan kucing mandi. Berbarengan dengan itu dia mulai menjilati seluruh tubuhku yang telanjang dengan lidahnya bagaikan seekor kucing yang sedang memandikan anaknya. Aku berpikir jadi inilah yang dia maksudkan dengan tehnik kucing mandi. Aku menjadi menggelinjang, entah karena apa. Tapi yang terang aku merasakan seluruh pembuluh darah di tubuhku menjadi bergetar dan aku terlambung dalam suatu kenikmatan yang belum pernah kurasakan selama ini. Apalagi sambil menjilati tubuhku dia juga meremas dan menghisap buah dadaku dengan lahap, menjilati liang kewanitaanku dengan rakusnya dan sementara itu suamiku hanya menonton saja dengan asyiknya seperti orang dungu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suamiku kelihatan benar-benar menikmati adegan tersebut, tanpa berkedip dia menyaksikan bagaimana tubuh istrinya digarap dan dinikmati habis-habisan oleh laki-laki lain. Sebagai seorang wanita normal keadaan ini mau tidak mau akhirnya membuatku terbenam juga dalam suatu arus birahi yang hebat. Jilatan-jilatan Syamsul di bagian tubuhku yang sensitif membuatku bergelinjang dengan dahsyat menahan arus birahi yang belum pernah kurasakan selama ini.&lt;br /&gt;
Tidak berapa lama kemudian Syamsul berdiri di hadapanku melepaskan celananya sehingga dia juga kini berada dalam keadaan bertelanjang bulat. Saat itu pula aku dapat menyaksikan ukuran alat kejantanan Syamsul yang telah menjadi tegang ternyata memang jauh lebih besar dan panjang dari ukuran alat kejantanan suamiku. Bentuknya pun agak berlainan. Ukuran alat kejantanan Syamsul hampir sebesar lengan bayi dan bentuknya agak membengkok ke kiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian dia menyodorkan alat kejantanannya tersebut ke hadapan wajahku. Secara reflek aku segera menggenggam alat kejantanannya dan terasa hangat dalam telapak tanganku. Aku tidak pernah membayangkan selama ini bahwa aku akan pernah memegang alat kejantanan seorang laki-laki lain di hadapan suamiku. Oleh karena itu aku melirik kepada suamiku. Kulihat dia semakin bertambah asyik menikmati bagian dari adegan itu tanpa memikirkan perasaanku sebagai istrinya yang sedang digarap habis-habisan oleh seorang laki-laki lain. Dalam hatiku tiba-tiba muncul kembali perasaan geramku terhadap suamiku, sehingga dengan demonstratif kuraih alat kejantanan Syamsul itu ke dalam mulutku menjilati seluruh permukaannya dengan lidahku kemudian kukulum dan hisap sehebat-hebatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasa sudah kepalang basah maka aku akan nikmati alat kejantanan itu dengan sepuas-puasnya sebagaimana kehendak suamiku. Kuluman dan hisapanku itu membuat alat kejantanan Syamsul yang memang telah berukuran besar menjadi bertambah besar lagi. Di lain keadaan dari alat kejantanan Syamsul yang sedang mengembang keras dalam mulutku kurasakan ada semacam aroma yang khas yang belum pernah kurasakan selama ini. Aroma itu menimbulkan suatu rasa sensasional dalam diriku dan liang kewanitaanku mulai terasa menjadi liar hingga secara tidak sadar membuatku bertambah gemas dan semakin menjadi-jadi menghisap alat kejantanan itu lebih hebat lagi secara bertubi-tubi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuluman dan hisapanku yang bertubi-tubi itu rupanya membuat Syamsul tidak tahan lagi. Dengan keras dia menghentakkan tubuhku dalam posisi telentang di atas tempat tidur. Aku pun kini semakin nekad dan pasrah untuk melayaninya. Aku segera membuka kedua belah pahaku lebar-lebar. Berbarengan dengan itu kurasakan alat kejantanannya kini menghimpit dengan tepat di liang surgaku dan selanjutnya secara perlahan-lahan langsung memasuki dengan mudah ke dalam liang kenikmatanku yang telah menganga lebar dan licin dengan cairan birahi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku agak terlonjak sejenak ketika merasakan alat kejantanan Syamsul itu menerobos ke dalam liang kemaluanku dan menyentuh leher rahimku. Aku terlonjak bukan karena alat kejantanan itu merupakan alat kejantanan dari seorang laki-laki lain yang pertama yang kurasakan memasuki tubuhku selain alat kejantanan suamiku, akan tetapi lebih disebabkan aku merasakan alat kejantanan Syamsul memang terasa lebih istimewa daripada alat kejantanan suamiku, baik dalam ukuran maupun ketegangannya. Selama hidupku memang aku tidak pernah melakukan hubungan seks dengan laki-laki lain selain suamiku sendiri dan keadaan ini membuatku berpikiran lain. Aku tidak menyangka ukuran alat kejantanan seorang laki-laki sangat berpengaruh sekali terhadap kenikmatan seks seorang wanita. Oleh karena itu secara refleks aku mengangkat kedua belah pahaku tinggi-tinggi dan menjepit pinggang Syamsul erat-erat untuk selanjutnya aku mulai mengoyang-goyangkan pinggulku mengikuti alunan gerakan tubuh Syamsul.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/feeds/3308008782226842786/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2019/10/cerita-dewasa-fantasi-hot-suami-istri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/3308008782226842786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/3308008782226842786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2019/10/cerita-dewasa-fantasi-hot-suami-istri.html' title='Cerita Dewasa Fantasi HOT Suami Istri'/><author><name>Karla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15414855962408796804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFcPMoMTtP8flKePYQexehVXI6iXR4S0zl9J1EK4PwnD9rGN3OqqHwR0CoXMwhnPzxxQHiCaDq_RpwLTJR-_wROWAd7UOV5mEwHHiagoX0WBB6Gyo50c9k3z1IRJfgycscvXPuisL-2HM/s72-c/ljubavnici.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433305999846514824.post-2428014508533939406</id><published>2018-11-12T13:20:00.000-08:00</published><updated>2018-11-12T13:27:16.346-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="adegan panas"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="anal seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="bos genit"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita 17+"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita 18+"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita becek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita bokep"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita dewasa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita tante"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="doyan seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="foreplay"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="gairah sex"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="klimaks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mesum online"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="nafsu birahi"/><title type='text'>Cerita Dewasa Lembur Dengan Bos Cantik</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhW5ErhLIhS8PyRfYP_SBADzKFeaiyKVsqYtzV8fyHOnVy4E1iY-ON7_GcHuG9kDMgfX6Ob-ttLMKi9V0tJqNWcWfcHUf9b6ukrbfuz7HPJXzXcfJ2VmdfdGW69oEqsy68DAn8ZoQ3Ntjw/s1600/Couple-Sexe.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Lembur Dengan Bos Cantik&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;640&quot; data-original-width=&quot;960&quot; height=&quot;266&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhW5ErhLIhS8PyRfYP_SBADzKFeaiyKVsqYtzV8fyHOnVy4E1iY-ON7_GcHuG9kDMgfX6Ob-ttLMKi9V0tJqNWcWfcHUf9b6ukrbfuz7HPJXzXcfJ2VmdfdGW69oEqsy68DAn8ZoQ3Ntjw/s400/Couple-Sexe.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Lembur Dengan Bos Cantik&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;bukuceritadewasaonline&lt;/a&gt; - &quot;Ayohh tutup pintunya,&quot; bisik Liza, dengan terengah dan mendesah. Aku segera bergegas, menutup pintu dengan tangan kanan, sementara jemari tangan kiriku sibuk mencoba mengeluarkan dua lembar bulu bawah Liza dari rongga mulutku, sebagai hasil pemanasan berupa &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/11/cerita-dewasa-lembur-dengan-bos-cantik.html&quot;&gt;cunnilingus&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Gila juga, kami bercumbu di kantor. Liza, tepatnya Ibu Liza Permatasari (nama samaran) yang oleh kalangan dekatnya dipanggil sebagai Sari, adalah bossku. Di kantor kecil ini lelaki cuma aku dan pesuruh, satpam cukup dari pengelola kompleks ruko. Lima belas staf lainnya adalah cewek, lajang semua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malam telah merambat, saat ini sudah pukul 20.45. Liza membatalkan kepulangannya.&lt;br /&gt;
“Kamu gila. Udah basah dan nikmat gini masa harus pulang. Belum tuntas nih”, katanya, ketika aku menggodanya, sambil memainkan klit-nya dan berpura-pura mengingatkan bahwa hari sudah malam, kemacetan sudah berkurang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka kalimat susulan yang terlontar dari mulut mungilnya adalah permintaan untuk menutup pintu. Artinya, sekalian mengunci pintu. Para staff sudah pulang, office boy sudah pulang. Pintu front office di lantai bawah sudah dikunci, lampu yang menyala cuma dikurangi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/11/cerita-dewasa-lembur-dengan-bos-cantik.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Lembur Dengan Bos Cantik&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
Kini kuhampiri Liza (tanpa panggilan “Ibu”, karena ini acara intim, bukan dinas) yang masih mengangkangkan kedua kakinya di sofa dekat meja kerjanya. Pakaiannya masih utuh, blazernya masih terpakai tapi seluruh kancing blus sudah terbuka dan bra pembungkus bukit kembar 36B sudah tidak menyangga isinya, hanya menggantung di atas bukit. Rok mini sudah tersingkap paling atas, melingkar tergulung di pinggangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Celana dalam? Oh, segitiga mungil berenda itu berada di lutut kanan Liza. Liza yang mengangkang, alangkah seksi-nya! Paha dan perut putih mulus itu melingkungi segitiga lebat keriting, yang memayungi labia majora dan minora merah basah. Basah karena lelehan kelenjar bertholin dari vaginanya dan juga karena cairan salivaku. Klit-nya yang berdiameter 1 cm dan panjang 3 cm tampak mengeras. Inilah pesona lajang kesepian, seorang wanita karir berusia 35 tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin ini peristiwa ke-15 dalam hubungan kami, yakni percumbuan di kantornya. Aku bisa bilang begitu karena seminggu dua kali kami petting, Rabu dan Jumat dan hal itu sudah berlangsung hampir 3 bulan, tentu saja tersela oleh kalender palang merah, bukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku kembali membungkuk atau mungkin bersila, mulutku tanpa permisi langsung menyergap vagina segar dan &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;klitoris&lt;/a&gt; menegang itu. Labianya kurentangkan dengan jari lalu lidahku kutembuskan ke liang, bergerak kanan-kiri-atas-bawah, memutar-mutar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Auuwww…”, desah Liza tertahan. Aku semakin nakal. Satu jariku masuk ke liang, maju-mundur, berputar-putar.&lt;br /&gt;
“Kamu gilaa…”, desahnya. Itu tak cukup. Kini jempolku ganti masuk liang vaginanya, sementara ujung jempolku melesak ke lubang duburnya, yang sebelumnya sudah aku olesi dengan cairan vagina agar sedikit licin.&lt;br /&gt;
“Gilaa!” teriaknya, semoga satpam tak mendengar. Liza segera meraih kepalaku, untuk dia benamkan ke pusat kewanitaannya. Aku gelagapan, susah bernafas tapi dia tak peduli. Pinggulnya bergerak liar, agar vulva lajangnya bisa mengerjai seluruh mukaku. Akhirnya aku kehabisan nafas.&lt;br /&gt;
“Lizaa aahh….”, desahku, sambil mundur menjauhkan kepala dan mukaku yang basah oleh hajaran vaginanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan panggil aku Liza, saat ini aku bukan bossmu panggil aku Sari saja”, desisnya. Muka, leher, dan dadanya mulai berkilat oleh peluh. Ternyata AC tak mampu membendung keringat si lajang yang sedang direbus oleh birahi, aku sendiri merasa gerah. Lalu aku raih remote control AC di meja, aku turunin suhunya, Sari terpejam-pejam, terengah-engah. Tidak seperti biasanya kali ini dia belum orgasme oleh oral dan jariku, selama ini kami bercumbu tanpa penetrasi penis. Setelah dia klimaks, biasanya giliranku untuk menguras muatanku, dengan mengocok sendiri yang kemudian aku tumpahkan ke lembaran tissu yang aku ambil dari meja Sari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terserah kamu, pokoknya aku mau puas total”, desah Sari, masih dengan mengangkang di sofa. Aku berdiri di depannya, dengan terburu-buru kulepas bajuku. Dasi sudah sejak tadi tercampakan ke karpet lalu kulepas pantalonku, dengan kilat celana dalamku pun lepas. Tapi ah…, masih ada yang mengganjal. Maka sepatu pantofelku itu seperti aku tendangkan, tergeletak ke bawah mejanya. Kaos kakiku pun dengan segera terlepas dan tercampak entah ke mana. Kini aku bugil di depannya dengan penis teracung ke atas, Liza melihat penisku terus. Selama ini dia hanya memandang belum pernah memegang, maka ketika aku mengocok penisku pada setiap akhir percumbuan dia seperti menikmati pria telanjang dari jarak dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pemandangan yang kontras. Aku sudah bugil, dia masih tergolek mengangkang di sofa dengan pakaian yang lengkap, meski acak-acakan. Aku semakin mendekatinya, dia terbelalak ketika sadar penisku sudah sekian cm dari mukanya. Sudah kepalang tanggung, birahiku sudah mendidih sekian lama hanya menahan diri. Lantas kusorongkan penisku ke wajahnya, mengenai pipi. Lalu kena hidungnya, matanya, keningnya lalu bibirnya yang kini terkatup rapat. “Sari, gantian dong”, bisikku meminta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia buka sedikit mulutnya, ujung penisku melesak masuk sekitar dua cm terasa mulut yang hangat. Ketika mulutnya ternganga sedikit, penisku kudorong. “Blep!” masuklah separuh penis ke mulut si cantik langsing yang mirip artis Yenny Farida di masa mudanya itu. Dengan cepat dia menyesuaikan diri agar tak tersedak, lantas naluri kewanitaannya pun bekerja dia menjilati penisku. Mulanya dengan posisi menyamping, penisku terpalang horizontal di mulutnya seperti sate yang akan disantap. Kemudian posisi menjulur, ‘senjata terkokang’ itu dijilat dan dihisap seperti es lolly. Oh nikmat dan bahagianya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieS-2wu39ZFSrUWpZvtJOIHi4tWicq6x7JH6dlyX5kSitVZdfaI3tZafHj7jHXJQR0Sjyp0ME7QjZkiLfiCKuXSm0xyRzwH1JTubdyfIuxtHLbXbIvE3si7xXAoHH2e-86qQ77i9quGaQ/s1600/moonhug.com-moonhug.com-885-030-qhs-3600-5400.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Lembur Dengan Bos Cantik&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1600&quot; data-original-width=&quot;1097&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieS-2wu39ZFSrUWpZvtJOIHi4tWicq6x7JH6dlyX5kSitVZdfaI3tZafHj7jHXJQR0Sjyp0ME7QjZkiLfiCKuXSm0xyRzwH1JTubdyfIuxtHLbXbIvE3si7xXAoHH2e-86qQ77i9quGaQ/s400/moonhug.com-moonhug.com-885-030-qhs-3600-5400.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Lembur Dengan Bos Cantik&quot; width=&quot;273&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Ternyata sambil melakukan jilatan di penisku, tangan kiri Sari mengusap-usap vaginanya sendiri. Ketika dia berhenti sejenak dalam mengoral, jemari kiri yang mengkilat oleh cairan vagina itu dia hisap dan jilat. Begitu berulang kali, akhirnya aku tidak tahan. Kalau menuruti nafsu, keinginanku sih biar muncrat dan tumpah sekalian seluruh maniku ke mulut dan wajahnya. Akan tetapi dia kan belum puas, kasihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Lembur Dengan Bos Cantik&lt;/a&gt;, Maka kucabut penisku dari genggaman tangan serta hisapan dan jilatan mulutnya. Tapi ah…, dua atau tiga tetes maniku telanjur keluar, langsung menetes di lidahnya. Dengan sigap dia tarik lidah itu dan tampaknya dia mencicipi rasa benda yang baru dikenal dalam hidupnya, cairan sperma. Untunglah aku bisa menahan diri, kucekik penisku dengan jempol dan telunjukku agar mani tak membanjir, sekaligus agar batangku tetap ereksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami sama-sama mengambil nafas. Lantas kuhampiri Sari, kupeluk, kugendong lalu kurebahkan di meja kerjanya yang luas. Dengan lembut dan pelan kuciumi lehernya, sementara tanganku melepas blazer, blus dan branya. Payudara putih bersih nan kenyal, dengan puting kemerahan yang mengeras, alangkah indahnya. Kucium dan jilati kedua bukit itu berikut puncaknya, kunikmati aroma khas yang memancar dari lipatan bawah payudaranya agak kecut tapi merangsang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bossku itu seolah tak merasakan kerasnya meja kerjanya yang berkaca. Dia terus merem-melek, meleguh, terengah, mendesis. Apalagi ketika aku menciumi dan menjilati ketiaknya yang licin bersih, ketiak wangi yang mulai bercampur keringat. Oh.., indahnya. Oh…, merangsangnya. Sementara itu tangan kananku merenggut rok mini itu, sehingga dia kini telanjang bulat, sedikit kedinginan oleh hembusan hawa AC. Kuraba vulva itu bulu kemaluan yang lebat, rimbun, dan hangat itu rupanya telah sedikit mengering oleh hembusan AC. Begitu pun bibir vaginanya, namun klitorisnya masih mengeras. Ketika kupijat lembut klitorisnya, Sari melenguh, “Aouhh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini mulutku menjelajahi pusar dan perutnya, Sari mengaduh-aduh. Tanganku mengambil buku telepon, kuganjalkan ke pantatnya. Dengan lidah terjulur kudekatkan mulutku ke vaginanya, tanpa menempel lalu berhenti. Aku diam saja, Sari tak sabar. “Terlalu! Kamu terlalu. Ayoh aku udah kebelet nih”, dia seperti berteriak. Kedua tangannya merenggangkan vulva selebar-lebarnya, sementara kakinya mengangkang lurus menyamping seperti gadis plastik sirkus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihat sebuah demonstrasi otot vagina yang dahsyat! Tangan Sari sudah tidak menjereng vaginanya tapi kakinya masih ngangkang lurus menyamping. Astaga! Vagina itu bergerak-gerak, kembang kempis, menggembung mengerut. Dinding vagina nan merah seolah mau melotot keluar, untuk kemudian mengerut sehingga dinding merah mengkilat itu tersembunyi sebagian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan klitorisnya tetap mengeras seperti teracung, menagih jilatan. Aku jadi semakin gila, kusosor vagina itu. Kumainkan mulut dan lidahku, menggarap bibir vagina dan klitoris. Kujejalkan lidahku ke liang hangat saat membuka diri. Wuhh…, banjir cairan vagina menyembur, aku jilati liang vaginanya yang merupakan sumber dari cairan itu. Rasanya asin, aku ingin menguras cairan lajang yang 7 tahun lebih tua dariku itu. Kedua tanganku merentangkan kakinya, lalu aku mengoral vaginanya habis-habisan. Akhirnya Sari berteriak tertahan, “Aku sampe puncak!”. Dia menjambak rambutku, membenamkan wajahku ke vaginanya, sehingga aku gelagapan dan hampir tersedak oleh banjirnya cairan vaginanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;baca juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/11/cerita-dewasa-sepupuku-yang-menggoda.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Sepupuku Yang Menggoda&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun kian bernafsu. Kugendong Sari, kupindahkan ke selembar karpet tambahan yang menyerupai bulu kambing, di atas karpet dasar, di pinggir sofa.&lt;br /&gt;
“Ibu Liz, Liza, Sari…, aku nggak tahan. Kalo aku memperkosa kamu gimana?”, tanyaku, menahan nafsu sambil berposisi seperti menindih, tapi tubuhku tak menempel di tubuhnya karena tanganku masih menyangga badanku.&lt;br /&gt;
“Nggak usah memperkosa segala. Malam ini kita bisa bersetubuh, sayang”, katanya sambil meraih bahuku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh pucuk di cinta, vagina mendamba, klitoris menagih. Kucium keningnya, matanya, hidungnya. Tapi pantatku masih seperti mengambang di atas tubuhnya, sehingga penisku pun menggantung menganggur, belum menyentuh kewanitaannya. Akhirnya aku pun capai, pantatku turun. Sari langsung mengangkang. Tapi ah, tidak, tidak. Aku mau main-main dulu, ini kan persetubuhan pertama kami. Maka penisku kini cuma kugesek-gesekan ke bulu kemaluan, klitoris dan vaginanya. Dia terpejam nikmat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gilaa, aku sukaa”, bisiknya. Lama-kelamaan kurasakan gesekan penisku seperti mengenai bidang licin. Rupanya cairan vaginanya belum habis, terus membanjir. Hilang sudah rasa permukaan bibir vagina yang merangsang penisku. Sementara gesekan bulu kemaluan pun semakin licin karena bulu super lebat yang membentuk segitiga, menyerupai celana dalam, itupun sudah basah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/11/cerita-dewasa-lembur-dengan-bos-cantik.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Lembur Dengan Bos Cantik&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Aku beringsut, kuambil blus silk Sari kuusapkan ke vaginanya untuk mengeringkan cairan. Dia sendiri pun tak peduli blus bagus itu buat mengepel vagina, kini vagina itu mengering. Aku menindihnya tapi masih bertumpu pada tangan kananku. Sementara tangan kiriku memegang penis untuk dimainkan di vaginanya, dia melenguh nikmat tapi lama-lama aku capai juga. Oh Sari yang cantik, dia akhirnya punya inisiatif. Dibiarkannya aku menindihnya tapi kini giliran tangannya yang memegang penisku.&lt;br /&gt;
“Pakai buat masturbasi Liza Sari sayang”, bisikku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAWZba6EIqnBJmUi9HuuWAKoywhVAKQr1vz_LITHYgLHnSnIMUj4r7Jx-GLU3O7hKjVTWaVD123sz708azCUJHnYwese_LCHyZ2DYKMi0AwddhmW3nCFTP7Eh0rQa0pJlvptXId8RR6nM/s1600/Ni_Ye_Teng_120318_014.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Lembur Dengan Bos Cantik&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;834&quot; data-original-width=&quot;560&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAWZba6EIqnBJmUi9HuuWAKoywhVAKQr1vz_LITHYgLHnSnIMUj4r7Jx-GLU3O7hKjVTWaVD123sz708azCUJHnYwese_LCHyZ2DYKMi0AwddhmW3nCFTP7Eh0rQa0pJlvptXId8RR6nM/s400/Ni_Ye_Teng_120318_014.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Lembur Dengan Bos Cantik&quot; width=&quot;267&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Wow! Nikmatnya penis dipegang jemari lentik dan dipakai untuk &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/11/cerita-dewasa-lembur-dengan-bos-cantik.html&quot;&gt;onani vagina&lt;/a&gt;. Aku merasa terbang menumpang concorde. Hampir tak ingat apa-apa, ketika tiba-tiba kurasakan “Blessszzhh…” Penisku sudah masuk. Lancar sekali, meski dalam jepitan, karena vaginanya memang licin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu pikir aku tahan? Nggak, aku udah birahi banget. Lima tahun nggak bersetubuh setelah putus pacaran, tiga bulan cuma petting. Sekarang kepalang basah, kita bersetubuh saja”, bisiknya.&lt;br /&gt;
Kubenamkan penisku dalam vagina yang menjepit itu, aku diam saja. Pinggul Sari di bawah berputar-putar, naik turun, maju mundur, geser kanan-kiri. Aku merasa termanjakan. Sampai akhirnya kurasakan maniku mulai mendidih, seperti ruap soda dalam botol yang dikocok. Aku beringas, kupompa vaginanya dengan penisku. Kutekan selangkangannya dengan bagian bawah tubuhku, kuputar pinggulku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sari, kita hitung yuk. Kita hitung sampe 10 lalu puncak bareng ya?”, bisikku.&lt;br /&gt;
“Sepuluh, seratus, seribu, sama saja. Aku sudah memasuki pintu klimaks…”&lt;br /&gt;
“Satu, dua, tigaa…”, aku menghitung.&lt;br /&gt;
“Empaattt, Limaa burung, enam spermaa….”, lanjutnya dengan terengah.&lt;br /&gt;
“Tujuh itil, delapan jembut….”, aku menimpali.&lt;br /&gt;
“Sembilann… Auwwwwww! Aku klimaks! Gila! Mana manimu! Ayo dong cepetan! Udah lima tahun vaginaku nganggur nggak ngerasain sosokan burung dan semprotan mani!” geram Sari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah keajaiban. Tiba-tiba maniku seperti tertahan tapi penisku kian mengeras, sampai kulit penis ini agak perih, mungkin lecet sedikit. Kupompa vagina Sari dalam orgasmenya, kurasakan vaginanya menyempit sementara cairan hangat kurasakan menyembur dari celah liang yang terjejali oleh penis. Terdengar suara “prepettt…” Aku tidak tahu, cairan ini dari vagina atau dari lubang kencingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, tubuhnya mengejang, matanya terbelalak lalu terpejam dan dia pun memelukku erat. Kudengar isak tertahan. “Aku nikmat. Aku lega. Aku bahagia”, bisiknya. Air mata membasahi kelopaknya. Kucabut penisku masih tegang. Aku juga ingin orgasme tapi aku kasihan kalau harus menyetubuhi dia terus. Pasti vaginanya capai atau malah lecet, karena barusan tadi kurasakan bulu kemaluan ikut masuk ke liangnya bersama penisku. Karena setiap kali kami bercumbu, bulu kemaluannya banyak yang rontok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berdiri di sampingnya, kukocok penisku. Pelan, pelan, lalu cepat, cepat, cepat, akhirnya ah…, tak tahan. Aku pejamkan mataku, sambil mengocok penis. “Blap!” kurasakan penisku masuk lubang, yang ada giginya. Ya! Kubuka mataku. Penisku masuk ke mulutnya, kulepaskan genggamanku. Dia sudah bersimpuh di depanku, mengulum penis, tangannya mulai mengocok penisku, terkadang lidahnya menjilati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Awas Sari, nanti muncrat ke mulut lho!”, aku memperingatkan.&lt;br /&gt;
“Biarin, ini untuk pertama kalinya aku minum isi burung”, katanya menantang.&lt;br /&gt;
“Oh ya?”, tanyaku.&lt;br /&gt;
“Iya. Ayo, kuras manimu, pejantanku!”, ajaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Lembur Dengan Bos Cantik&lt;/a&gt;, Kini aku kocok sendiri penisku. Ketika titik didih sudah mendekat, genggamanku aku lepas. Tangan Sari segera menyambar, dengan lima kocokan maniku pun muncrat. &#39;Crat! Crat! Crat! Craatt!&#39; Mulutnya telat mengantisipasi, mungkin karena belum pengalaman. Dalam sepersekian detik maniku menyembur pipinya, hidungnya, keningnya, lehernya, lalu, “Slep!”, penisku masuk ke mulutnya dengan mani terus membanjir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kulumannya penisku terus dia kocok, lama-lama aku gemetar dalam lautan nikmat. Aku terduduk, penisku tercabut dari mulutnya. Kulihat si cantik ini mukanya berlepotan cairan putih kental, bibirnya berleleran sperma. Dia belum terampil menelan semua sperma, sehingga ada sisa yang tumpah keluar. Yang pasti dia tampak semakin cantik, mungkin aku pun jadi mencintainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih bossku sayang. Ini bukan yang terakhir kan?”, tanyaku sambil mengusap rambutnya.&lt;br /&gt;
“Tentu… Kamu mau sama aku meski aku lebih tua?”, jawabnya dengan mesra.&lt;br /&gt;
“Iya. Aku menyayangimu, aku pingin mengeksplorasi semua pesona kewanitaanmu”, kataku.&lt;br /&gt;
“Masih banyak waktu, lain kali kamu ke studio apartemenku. Apa yang akan kamu lakukan kepadaku Sabtu malam besok?”.&lt;br /&gt;
“Aku ingin mencoba anusmu, bossku sayang…”&lt;br /&gt;
Aduh! Dia mencubit lenganku, lalu pahaku, lalu penisku.&lt;br /&gt;
“Sakittttt boss!” kataku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tak mempedulikan. Setelah cubitannya lepas, dia pun bangkit lalu membungkuk dengan menghadapkan pantat ke wajahku, yang masih terduduk di karpet dengan kaki terjulur, sambil kedua tanganku menyangga tubuhku. Jemarinya merentang anus yang merah dan dikitari bulu halus lurus yang panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Anusku masih perawan, boleh juga sih kita coba Sabtu besok”, katanya.&lt;br /&gt;
Tiba-tiba pemandangan gelap. Kurasakan bau aneh, khas tapi sedap. Astaga! Anus yang terentang jari itu sudah menempel ke hidungku. Awas, anus itu nanti menerima pembalasanku, dengan elusan penis dan tetesan maniku, sementara jariku bermain di klitoris dan vulvanya. Tunggu saatnya tiba, boss cantikku!</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/feeds/2428014508533939406/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/11/cerita-dewasa-lembur-dengan-bos-cantik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/2428014508533939406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/2428014508533939406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/11/cerita-dewasa-lembur-dengan-bos-cantik.html' title='Cerita Dewasa Lembur Dengan Bos Cantik'/><author><name>Karla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15414855962408796804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhW5ErhLIhS8PyRfYP_SBADzKFeaiyKVsqYtzV8fyHOnVy4E1iY-ON7_GcHuG9kDMgfX6Ob-ttLMKi9V0tJqNWcWfcHUf9b6ukrbfuz7HPJXzXcfJ2VmdfdGW69oEqsy68DAn8ZoQ3Ntjw/s72-c/Couple-Sexe.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433305999846514824.post-2216779699291219644</id><published>2018-11-03T00:39:00.000-07:00</published><updated>2018-11-03T00:44:32.166-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="binal"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="birahi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita 18+"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita esek-esek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita panas"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita perawan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita selingkuh"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cewe bispak"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="daun muda"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="esek-esek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="gairah muda"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="gairah sex"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="godaan seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mesum online"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="nafsu birahi"/><title type='text'>Cerita Dewasa Sepupuku Yang Menggoda</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgISstk20TM5f4efsbBV48Lxpux9pCdX03X7NVTKebRJYd7fBMHuPOR2NjTylvofHZnXlzWuCjc9mluJzz65RT0D7zWgS9BoXfThNgj0hu18Fy-mmWMiGCc7Jq0bAhdYrTaiAbpwTg80yY/s1600/180213-couples-good-sex-cheat-01.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Sepupuku Yang Menggoda&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;410&quot; data-original-width=&quot;618&quot; height=&quot;265&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgISstk20TM5f4efsbBV48Lxpux9pCdX03X7NVTKebRJYd7fBMHuPOR2NjTylvofHZnXlzWuCjc9mluJzz65RT0D7zWgS9BoXfThNgj0hu18Fy-mmWMiGCc7Jq0bAhdYrTaiAbpwTg80yY/s400/180213-couples-good-sex-cheat-01.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Sepupuku Yang Menggoda&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;bukuceritadewasaonline&lt;/a&gt; - Aku kembali bertemu Nana, ia kini sudah berkeluarga dan sejak menikah tinggal di Palembang. Untuk suatu urusan keluarga, ia bersama anaknya yang masih berusia 6 tahun pulang ke Yogya tanpa disertai suaminya. Nana masih seperti dulu, kulitnya yang putih, bibirnya yang merah merekah, rambutnya yang lebat tumbuh terjaga selalu di atas bahu.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Meski rambutnya agak kemerahan namun karena kulitnya yang putih bersih, selalu saja menarik dipandang, apalagi kalau berada dalam pelukan dan dielus-elus. Perjumpaan di Yogya ini mengingatkan peristiwa sepuluh tahun lalu ketika ia masih kuliah di sebuah perguruan tinggi ternama di Yogya. Selama kuliah, ia tinggal di rumah bude, kakak ibunya yang juga kakak ibuku. Rumahku dan rumah bude agak jauh dan waktu itu kami jarang ketemu Nana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengenalnya sejak kanak-kanak. Ia memang gadis yang lincah, terbuka dan tergolong berotak encer. Setahun setelah aku menikah, isteriku melahirkan anak kami yang pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/11/cerita-dewasa-sepupuku-yang-menggoda.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Sepupuku Yang Menggoda&lt;/a&gt;, Hubungan kami rukun dan saling mencintai. Kami tinggal di rumah sendiri, agak di luar kota. Sewaktu melahirkan, isteriku mengalami pendarahan hebat dan harus dirawat di rumah sakit lebih lama ketimbang anak kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh repot harus merawat bayi di rumah. Karena itu, ibu mertua, ibuku sendiri, tante (ibunya Nana) serta Nana dengan suka rela bergiliran membantu kerepotan kami. Semua berlalu selamat sampai isteriku diperbolehkan pulang dan langsung bisa merawat dan menyusui anak kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari-hari berikutnya, Nana masih sering datang menengok anak kami yang katanya cantik dan lucu. Bahkan, heran kenapa, bayi kami sangat lekat dengan Nana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau sedang rewel, menangis, meronta-ronta kalau digendong Nana menjadi diam dan tertidur dalam pangkuan atau gendongan Nana. Sepulang kuliah, kalau ada waktu, Nana selalu mampir dan membantu isteriku merawat si kecil. Lama-lama Nana sering tinggal di rumah kami, isteriku sangat senang atas bantuan Nana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampaknya Nana tulus dan ikhlas membantu kami, apalagi aku harus kerja sepenuh hari dan sering pulang malam. Bertambah besar, bayi kami berkurang nakalnya. Nana mulai tidak sering mampir ke rumah, isteriku juga semakin sehat dan bisa mengurus seluruh keperluannya. Namun suatu malam ketika aku masih asyik menyelesaikan pekerjaan di kantor, Nana tiba-tiba muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa Na, malam-malam begini.”&lt;br /&gt;
“Mas Danu, tinggal sendiri di kantor?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, Dari mana kamu?”&lt;br /&gt;
“Sengaja kemari.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nana mendekat ke arahku, berdiri di samping kursi kerja. Nana terlihat mengenakan rok dan T-shirt warna kesukaannya, pink. Tercium olehku bau parfum khas remaja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa, Nana?”&lt;br /&gt;
“Mas.. aku pengin seperti Mbak Tari.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pengin? Pengin apanya?” Nana tidak menjawab tetapi malah melangkahkan kakinya yang putih mulus hingga berdiri persis di depanku. Dalam sekejap ia sudah duduk di pangkuanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nana, apa-apaan kamu ini..” Tanpa menungguku selesai bicara, Nana sudah menyambarkan bibirnya di bibirku dan menyedotnya kuat-kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir yang selama ini hanya dapat kupandangi dan bayangkan, kini benar-benar mendarat keras. Kulumannya penuh nafsu dan nafas halusnya menyeruak. Lidahnya dipermainkan cepat dan menari lincah dalam rongga mulutku, ia mencari lidahku dan menyedotnya kuat-kuat. Aku berusaha melepaskannya namun sandaran kursi menghalangi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari itu, terus terang ada rasa nikmat setelah berbulan-bulan tidak berhubungan intim dengan isteriku. Nana merenggangkan pagutannya dan katanya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mas, aku selalu ketagihan Mas. Aku suka berhubungan dengan laki-laki, bahkan beberapa dosen telah kuajak beginian. Tidak bercumbu beberapa hari saja rasanya badan panas dingin, aku belum pernah menemukan laki-laki yang pas.” jelas Nana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuangkat tubuh Nana dan kududukkan di atas kertas yang masih berserakan di atas meja kerja, aku bangkit dari duduk dan melangkah ke arah pintu ruang kerjaku. Aku mengunci dan menutup kelambu ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Na.. Kuakui, aku pun kelaparan. Sudah empat bulan tidak bercumbu dengan Tari.” jawabku.&lt;br /&gt;
“Jadikan aku Mbak Tari, Mas. Ayo,” kata Nana sambil turun dari meja dan menyongsong langkahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgV1mUslZA7OncVgD-mQICZvPbyIth6c_kxNgMserpRwZ-v7idyWiQpqjIfF7M3_M783fQMnO_fNSW2EzyP1iJPM8q9f5KNH6BUC0D2xdrUCOpU_eDYAX0WL-gRBJ5Xp_hwNT-nH28NxNQ/s1600/moonhug.com-moonhug.com-886-026-2rt-3600-5400.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Sepupuku Yang Menggoda&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1600&quot; data-original-width=&quot;1096&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgV1mUslZA7OncVgD-mQICZvPbyIth6c_kxNgMserpRwZ-v7idyWiQpqjIfF7M3_M783fQMnO_fNSW2EzyP1iJPM8q9f5KNH6BUC0D2xdrUCOpU_eDYAX0WL-gRBJ5Xp_hwNT-nH28NxNQ/s400/moonhug.com-moonhug.com-886-026-2rt-3600-5400.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Sepupuku Yang Menggoda&quot; width=&quot;273&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memelukku kuat-kuat sehingga dadanya yang empuk sepenuhnya menempel di dadaku. Terasa pula penisku yang telah mengeras berbenturan dengan perut bawah pusarnya yang lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nana merapatkan pula perutnya ke arah kemaluanku yang masih terbungkus celana tebal. Nana kembali menyambar leherku dengan kuluman bibirnya yang merekah bak bibir artis terkenal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aliran listrik seakan menjalar ke seluruh tubuh, aku semula ragu menyambut keliaran Nana. Namun ketika kenikmatan tiba-tiba menjalar ke seluruh tubuh, menjadi mubazir belaka melepas kesempatan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu amat bergairah, Nana..” bisikku lirih di telinganya.&lt;br /&gt;
“Hmm.. iya.. Sayang..” balasnya lirih sembari mendesah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sebenarnya menginginkan Mas sejak lama.. ukh..” serunya sembari menelan ludahnya.&lt;br /&gt;
“Ayo, Mas.. teruskan..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya Sayang. Apa yang kamu inginkan dari Mas?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semuanya,” kata Nana sembari tangannya menjelajah dan mengelus batang kemaluanku. Bibirnya terus menyapu permukaan kulitku di leher, dada dan tengkuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan kusingkap T-Shirt yang dikenakannya. Kutarik perlahan ke arah atas dan serta merta tangan Nana telah diangkat tanda meminta T-Shirt langsung dibuka saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaos itu kulempar ke atas meja, kedua jemariku langsung memeluknya kuat-kuat hingga badan Nana lekat ke dadaku. Kedua bukitnya menempel kembali, terasa hangat dan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Sepupuku Yang Menggoda&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Jemariku mencari kancing BH yang terletak di punggungnya. Kulepas perlahan, talinya, kuturunkan melalui tangannya. BH itu akhirnya jatuh ke lantai dan kini ujung payudaranya menempel lekat ke arahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melorot perlahan ke arah dadanya dan kujilati penuh gairah. Permukaan dan tepi putingnya terasa sedikit asin oleh keringat Nana, namun menambah nikmat aroma gadis muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan Nana mengusap-usap rambutku dan menggiring kepalaku agar mulutku segera menyedot putingnya. “Sedot kuat-kuat Mas, sedoott..” bisiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;baca juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-belaga-jadi-dukun.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Belaga Jadi Dukun Nikmatnya&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memenuhi permintaannya dan Nana tak kuasa menahan kedua kakinya. Ia seakan lemas dan menjatuhkan badan ke lantai berkarpet tebal, ruang ber-AC itu terasa makin hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mas lepas..” katanya sambil telentang di lantai. Nana meminta aku melepas pakaian, Nana sendiri pun melepas rok dan celana dalamnya. Aku pun berbuat demikian namun masih kusisakan celana dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nana melihat dengan pandangan mata sayu seperti tak sabar menunggu. Segera aku menyusulnya, tiduran di lantai. Kudekap tubuhnya dari arah samping sembari kugosokkan telapak tanganku ke arah putingnya. Nana melenguh sedikit kemudian sedikit memiringkan tubuhnya ke arahku, sengaja ia segera mengarahkan putingnya ke mulutku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mas sedot Mas.. teruskan, enak sekali Mas.. enak..” Kupenuhi permintaannya sembari kupijat-pijat pantatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanganku mulai nakal mencari selangkangan Nana. Rambutnya tidak terlalu tebal namun datarannya cukup mantap untuk mendaratkan pesawat “cocorde” milikku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kumainkan jemariku di sana dan Nana tampak sedikit tersentak. “Ukkh.. emm.. hss.. terus.. terus,” lenguhnya tak jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara sedotan di putingnya kugencarkan, jemari tanganku bagaikan memetik dawai gitar di pusat kenikmatannya. Terasa jemari kanan tengahku telah mencapai gumpalan kecil daging di dinding atas depan vaginanya, ujungnya kuraba-raba lembut berirama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lidahku memainkan puting sembari sesekali menyedot dan menghembusnya, jemariku memilin klitoris Nana dengan teknik petik melodi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nana menggelinjang-gelinjang, melenguh-lenguh penuh nikmat. “Mas.. Mas.. ampun.. terus, ampun.. terus ukhh..” Sebentar kemudian Nana lemas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun itu tidak berlangsung lama karena Nana kembali bernafsu dan berbalik mengambil inisiatif, tangannya mencari-cari arah kejantananku. Kudekatkan agar gampang dijangkau, dengan serta merta Nana menarik celana dalamku. Bersamaan dengan itu melesat keluar pusaka kesayangan Tari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/11/cerita-dewasa-sepupuku-yang-menggoda.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Sepupuku Yang Menggoda&lt;/a&gt;, Akibatnya, memukul ke arah wajah Nana. “Uh.. Mas.. apaan ini,” kata Nana kaget. Tanpa menunggu jawabanku, tangan Nana langsung meraihnya. Kedua telapak tangannya menggenggam dan mengelus penisku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4rtvsWsPiIpx-2g3-K5BnA1k3kGurPd_3FVx_LiFFnsCmsGhuP9SFhH0UH9NPkEd4aDs4VpRcH6kxVUmTXbYkxfVfNfbGdcx4T7naygCNHkz2SqIj23UH2QvYzyhyphenhyphenOsMn_KsEo61Nv_E/s1600/Wang_Si_Chun_210518_014.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Sepupuku Yang Menggoda&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;815&quot; data-original-width=&quot;560&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4rtvsWsPiIpx-2g3-K5BnA1k3kGurPd_3FVx_LiFFnsCmsGhuP9SFhH0UH9NPkEd4aDs4VpRcH6kxVUmTXbYkxfVfNfbGdcx4T7naygCNHkz2SqIj23UH2QvYzyhyphenhyphenOsMn_KsEo61Nv_E/s400/Wang_Si_Chun_210518_014.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Sepupuku Yang Menggoda&quot; width=&quot;273&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
“Mas.. ini asli?”&lt;br /&gt;
“Asli, 100 persen,” jawabku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nana geleng-geleng kepala lalu lidahnya menyambar cepat ke arah permukaan penisku yang berdiameter 6 cm dan panjang 19 cm itu, sedikit agak bengkok ke kanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di bagian samping kanan terlihat menonjol aliran otot keras. Bagian bawah kepalanya, masih tersisa sedikit kulit yang menggelambir. Otot dan gelambiran kulit itulah yang membuat perempuan bertambah nikmat merasakan tusukan senjata andalanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mas, belum pernah aku melihat penis sebesar dan sepanjang ini.”&lt;br /&gt;
“Sekarang kamu melihatnya, memegangnya dan menikmatinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alangkah bahagianya Mbak Tari.”&lt;br /&gt;
“Makanya kamu pengin seperti dia, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nana langsung menarik penisku. “Mas, aku ingin cepat menikmatinya. Masukkan, cepat masukkan.”&lt;br /&gt;
Nana menelentangkan tubuhnya, pahanya direntangkannya. Terlihat betapa mulus putih dan bersih.&lt;br /&gt;
Diantara bulu halus di selangkangannya, terlihat lubang vagina yang mungil. Aku telah berada di antara pahanya. Exocet-ku telah siap meluncur, Nana memandangiku penuh harap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cepat Mas, cepat..”&lt;br /&gt;
“Sabar Nana. Kamu harus benar-benar terangsang, Sayang..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun tampaknya Nana tak sabar, belum pernah kulihat perempuan senafsu Nana. Dia tak ingin dicumbui dulu sebelum dirasuki penis pasangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cepat Mas..” ajaknya lagi. Kupenuhi permintaannya, kutempelkan ujung penisku di permukaan lubang vaginanya, kutekan perlahan tapi sungguh amat sulit masuk, kuangkat kembali namun Nana justru mendorongkan pantatku dengan kedua belah tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pantatnya sendiri didorong ke arah atas. Tak terhindarkan, batang penisku bagai membentur dinding tebal. Namun Nana tampaknya ingin main kasar. Aku pun, meski belum terangsang benar, kumasukkan penisku sekuat dan sekencangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski perlahan dapat memasuki rongga vaginanya, namun terasa sangat sesak, seret, panas, perih dan sulit. Nana tidak gentar, malah menyongsongnya penuh gairah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan paksakan, Sayang..” pintaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terus. Paksa, siksa aku. Siksa.. tusuk aku. Keras.. keras jangan takut Mas, terus..” Dan aku tak bisa menghindar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kulesakkan keras hingga separuh penisku telah masuk. Nana menjerit, “Aouwww.. sedikit lagi..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan aku menekannya kuat-kuat. Bersamaan dengan itu terasa ada yang mengalir dari dalam vagina Nana, meleleh keluar. Aku melirik, darah.. darah segar. Nana diam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nafasnya terengah-engah, matanya memejam. Aku menahan penisku tetap menancap. Tidak turun, tidak juga naik. Untuk mengurangi ketegangannya, kucari ujung puting Nana dengan mulutku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski agak membungkuk, aku dapat mencapainya. Nana sedikit berkurang ketegangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa saat kemudian ia memintaku memulai aktivitas. Kugerakkan penisku yang hanya separuh jalan, turun naik dan Nana mulai tampak menikmatinya. Pergerakan konstan itu kupertahankan cukup lama, makin lama tusukanku makin dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nana pasrah dan tidak sebuas tadi, ia menikmati irama keluar masuk di liang kemaluannya yang mulai basah dan mengalirkan cairan pelicin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Sepupuku Yang Menggoda&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Nana mulai bangkit gairahnya menggelinjang dan melenguh dan pada akhirnya menjerit lirih, “Uuuhh.. Mas.. uhh.. enaakk.. enaakk.. Terus.. aduh.. ya ampun enaknya.. ” Nana melemas dan terkulai. Kucabut penisku yang masih keras, kubersihkan dengan bajuku. Aku duduk di samping Nana yang terkulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nana, kenapa kamu?”&lt;br /&gt;
“Lemas, Mas. Kamu amat perkasa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu juga liar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nana memang sering berhubungan dengan laki-laki, namun belum ada yang berhasil menembus keperawanannya karena selaput daranya amat tebal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun perkiraanku, para lelaki akan takluk oleh garangnya Nana mengajak senggama tanpa pemanasan yang cukup. Gila memang anak itu, cepat panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak kejadian itu, Nana selalu ingin mengulanginya. Namun aku selalu menghindar, hanya sekali peristiwa itu kami ulangi di sebuah hotel sepanjang hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nana waktu itu kesetanan dan kuladeni kemauannya dengan segala gaya, Nana mengaku puas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah lulus, Nana menikah dan tinggal di Palembang. Sejak itu tidak ada kabarnya. Dan, ketika pulang ke Yogya bersama anaknya, aku berjumpa di rumah bude.&lt;br /&gt;
“Mas Danu, mau nyoba lagi?” bisiknya lirih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku hanya mengangguk.&lt;br /&gt;
“Masih gede juga?” tanyanya menggoda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, tambah gede dong.”&lt;br /&gt;
Dan malamnya, aku menyambangi di hotel tempatnya menginap. Pertarungan pun kembali terjadi dalam posisi sama-sama telah matang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mas Danu, Mbak Tari sudah bisa dipakai belum?” tanyanya.&lt;br /&gt;
“Belum, dokter melarangnya,” kataku berbohong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan, Nana pun malam itu mencoba melayaniku hingga kami sama-sama terpuaskan.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/feeds/2216779699291219644/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/11/cerita-dewasa-sepupuku-yang-menggoda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/2216779699291219644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/2216779699291219644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/11/cerita-dewasa-sepupuku-yang-menggoda.html' title='Cerita Dewasa Sepupuku Yang Menggoda'/><author><name>Karla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15414855962408796804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgISstk20TM5f4efsbBV48Lxpux9pCdX03X7NVTKebRJYd7fBMHuPOR2NjTylvofHZnXlzWuCjc9mluJzz65RT0D7zWgS9BoXfThNgj0hu18Fy-mmWMiGCc7Jq0bAhdYrTaiAbpwTg80yY/s72-c/180213-couples-good-sex-cheat-01.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433305999846514824.post-658594492446421274</id><published>2018-10-27T22:17:00.000-07:00</published><updated>2020-03-02T05:46:27.652-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita 17+"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita 18+"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita becek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita bokep"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita esek-esek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita nikmat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita panas"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="foreplay"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="godaan seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="hasrat seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="merem melek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mesum online"/><title type='text'>Cerita Dewasa Belaga Jadi Dukun Nikmatnya</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxiOT7O6JvBKR4rGhDAZwaJYtDEqShCWp6mWxyaGc_EaHyTL2fGovT-tephSN3p55Uob5TaGM-w2qY9cqioXtb2qEz1zVBbKHEnKSgyYQiQWL2aCJOoewhPQd0ehdB1crqdFPXIps8zd0/s1600/Beautiful-passionate-couple-having-sex-on-bed.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Belaga Jadi Dukun Nikmatnya&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;409&quot; data-original-width=&quot;615&quot; height=&quot;265&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxiOT7O6JvBKR4rGhDAZwaJYtDEqShCWp6mWxyaGc_EaHyTL2fGovT-tephSN3p55Uob5TaGM-w2qY9cqioXtb2qEz1zVBbKHEnKSgyYQiQWL2aCJOoewhPQd0ehdB1crqdFPXIps8zd0/s400/Beautiful-passionate-couple-having-sex-on-bed.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Belaga Jadi Dukun Nikmatnya&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;bukuceritadewasaonline&lt;/a&gt; - Pernah berpikir untuk jadi dukun? Sejak kecil saya tidak membayangkan punya niat menggeluti profesi yang rentan dengan dosa itu. Jadi kalau mendadak saya mandah dianggap dukun, pasti ada sesuatu yang luar biasa sedang terjadi dengan diri saya. Sesuatu yang hebat, sekaligus.., Ceritanya begini…&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Saya punya tetangga, sepasang suami istri yang kelihatan hidup cukup bahagia. Punya rumah lumayan besar dan dua pembantu. Tapi ada yang kurang dengan suami istri bernama Irawan dan Retno itu, seorang anak. Padahal, mereka bilang dengan saya sudah menikah lebih dari 15 tahun. Usia keduanya sekitar 36 tahun, cukup berumur. Tapi lantaran tidak punya anak, Retno sang istri yang berwajah manis dan bertubuh sintal itu, tetap saja menarik. Bahkan sangat menarik, sehingga bagi saya yang masih lajang meski sudah 30 tahun ini, wanita itu punya magnit sensasi yang kadang menggetarkan. &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Aura sensual&lt;/a&gt; yang merangsang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaan ini timbul sesudah kami mengobrol bertiga. Sang istri yang berlesung pipit itu, kadang tertawa dengan nada suara yang entah bagaimana, membuat saudara saya yang di dalam celana ini berdenyut-denyut. Sialan betul. Kok itu malah tidak terjadi ketika pacar saya kadang memegang anu saya jika boncengan sepeda motor. Karena itu, secara iseng, suatu hari di depan suaminya sendiri, saya mengatakan, “Mbak Retno (begitu saya memanggilnya) punya bakat bagus bermain drama.” Eh ternyata dimasa remajanya, wanita ini memang suka pentas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya tadi sudah bilang sejak kecil apalagi sekarang amit-amit, saya tidak pernah terpikir untuk jadi dukun. Namun lucunya, mungkin karena sedang bersiasat untuk diam-diam kadang mencari cara menyanjung Mbak Retno, yang jujur saja memang saya kagumi. Saya sering membuat semacam ramalan plus pemikiran-pemikiran yang cendrung futuristik mengenai tetangga saya ini. Misalnya, saya katakan bahwa bentuk jari Mbak Retno menggambarkan dia sebagai wanita yang mudah tersinggung, ekslusif, punya kemauan keras, tetapi gampang terseok oleh orang-orang yang bermulut manis. Dia akan hidup bahagia jika menggeluti bisnis mode atau busana. Sedang suaminya yang punya tahi lalat di leher, serta di punggung tangan kanan, saya katakan tidak cocok bekerja di bidang percetakan dan sering merasa dirinya menyimpan banyak penyakit. Dia nantinya akan menjadi pemimpin di sebuah perusahaan properti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lha hebatnya (asbun saya itu), ternyata mengena di hati keduanya. Setidaknya, begitu awalnya yang saya ketahui. Sampai kemudian saya sadar, itu boleh jadi bagian dari strategi yang mungkin juga disusun pasangan yang sangat menyukai saya, karena mereka anggap menarik dan humoris ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-belaga-jadi-dukun.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Belaga Jadi Dukun Nikmatnya&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu sore, Mas Irawan bicara serius dengan saya. Entah dapat bisikan dari mana, Si Suami yang sebenarnya ganteng tapi suka ketawa cekikikan seperti Leak ini, menyampaikan sesuatu yang akhirnya membuat jantung saya kontan bagai diguncang gempa.&lt;br /&gt;
“Dik Boby.., jangan tersinggung ya.. kalau Saya punya kecurigaan, bahwa Adik ini punya kemampuan supernatural tersembunyi. Soalnya, apa yang Adik katakan tentang Saya maupun Dik Retno selalu saja tepat. Dan menurut Istri saya, Dik Boby memiliki pengaruh tersembunyi yang sangat kuat. Dik Boby ini punya kemampuan sebagai Dukun..?”&lt;br /&gt;
“Dukun..? Ya Tuhan..! Mas Irawan jangan main-main…” kata saya dengan terbelalak.&lt;br /&gt;
“Adik jangan pura-pura tidak tahu. Terus terang saja, Saya dan Istri saya perlu bantuan Adik. Khususnya Istri saya, untuk masalah yang sedang dihadapi Istri saya sekarang. Kami sudah ke dokter tapi masih tetap juga gagal untuk memperoleh anak. Saya pikir dukun mungkin salah satu alternatif ketimbang tidak mengusahakan apa-apa, siapa tahu Istri saya mendadak jadi subur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataan ini, sejenak menghentikan niat saya untuk mati-matian menyangkal dugaan konyolnya itu. Hubungan antara kata-kata dukun dengan istrinya itu, secara reflek membangkitkan pikiran kotor saya yang menarik, sangat menarik, sekaligus menggairahkan.&lt;br /&gt;
“Maaf Dik Boby… Saya dan Dik Retno, entah bagaimana, sekarang ini punya keyakinan, jika Adik mau memandikan Istri saya, maka kami kemungkinan akan memperoleh sebuah harapan baru. Ini agak konyol dan mungkin tidak masuk akal untuk orang-orang sekelas kita. Tapi pada saat kita dihadapkan kepada jalan buntu, kadang kita juga dituntut untuk memikirkan cara lain yang agak aneh agar bisa menemukan jalan lain yang sangat kita butuhkan. Iya kan..?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasanya itu tetap tidak nyambung. Tapi memandikan istrinya yang sintal itu, wow… Ini membuat jantung saya mendadak bagai diguncang gempa berskala tinggi.&lt;br /&gt;
“Maksud Mas Irawan.., Saya harus memandikan Mbak Retno..?”&lt;br /&gt;
“Kamu memang malu jika ada aku, jangan. Tidak begitu, kamu nanti hanya berduaan dengan Dik Retno. Tak usah sungkan, kita sudah seperti bersaudara. Dik Retno juga sudah setuju. Yang penting, keinginan kami ini bisa Dik penuhi. Kami sangat berharap. Percayalah, kita harus bisa saling membantu karena Dik Boby, saya anggap sudah seperti saudara sendiri.”&lt;br /&gt;
“Seperti bersaudara..? Lalu Istrimu diminta dimandikan oleh si Saudaramu yang sedang menyimpan pikiran kotor ini..? Edan betul nih orang, belum tahu dia. Saya ini bukan Malaikat, saya adalah makhluk yang penuh nafsu.” pikir saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yah setelah berbasa-basi, bersilat lidah dan saya bersikap sok alim, akhirnya rencana bodoh-bodoh pintar alias konyol dan seperti tidak masuk akal ini disepakati akan dilaksanakan pada malam Minggu nanti. Saya akan memandikan Retno Cyntia Arumdaning yang &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-belaga-jadi-dukun.html&quot;&gt;sintal&lt;/a&gt; menggairahkan itu di dalam kamar mandi, tanpa kehadiran suaminya. Apa itu tidak bikin celana saya kontan sesak, karena penghuninya menggeliat bangun dengan garang..?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayalah Sang Dukun agar saya tidak kelihatan konyol, karena datang ke rumah suami istri itu dengan celana yang menyiratkan penghuninya lagi bangun secara kurang ajar, maka saya sengaja memakai celana dalam agak ketat. Sehingga kalau saudara kecil saya ini nanti terus saja berdiri, maka dari luar, tetap akan tampak seperti tidak ada masalah apa-apa. Tenang, tentram. Meski ini kasus bagai api dalam sekam. Di luar tenang, di dalam bergejolak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mas Irawan kemudian menyuruh saya dan Mbak Retno yang kelihatan sangat malu dan gugup, bahkan agak gemetar, masuk ke dalam kamar mandi. Sedang Irawan sendiri, mengatakan akan menunggu di kamar tamu.&lt;br /&gt;
“Atau nanti Saya akan keluar sebentar untuk cari makanan kecil..,” ujarnya dengan wajah sungguh-sungguh. Saya mencoba berbasa-basi dengan memaksanya ikut masuk ke dalam, tapi lelaki itu secara tegas menolak. Jantung saya benar-benar berdebar-debar kencang dan penis saya sakit, karena seperti dipaksa tetap berada di dalam sebatang koteka, padahal dia lagi mekar-mekarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi saya memandikan Mbak Retno tetap masih harus dengan pakaian kan..?” tanya saya berpura-pura menolak jika wanita ini telanjang, padahal otak kurang ajar saya bertentangan dengan itu.&lt;br /&gt;
“Saya pakai sarung…” kata wanita manis yang sepasang buah dada montoknya terkadang saya hayalkan sambil ber&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;masturbasi&lt;/a&gt; ria itu, mewakili suaminya menjawab. Saya memandangnya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kami masuk ke dalam kamar mandi, Irawan menutup pintu itu dari luar.&lt;br /&gt;
“Saya percaya dengan Dik Boby, saya sudah anggap Adik seperti saudara sendiri. Sekarang saya mau ke pasar, beli makanan kecil untuk nanti. Kira-kira satu jam mungkin…” katanya.&lt;br /&gt;
“Bah gila betul orang itu. Ini nantinya bakal jadi apa..? Konyol betul saudara saya yang satu itu.” batinku.&lt;br /&gt;
“Apa saya memandikan Mbak dengan pakaian begini..?” tanya saya kepada Mbak Retno yang terlihat terus berusaha menghindari tatapan saya karena malu.&lt;br /&gt;
“Terserah Mas saja. Tapi apa nanti tidak basah..?”&lt;br /&gt;
“Oh betul juga..,” kata saya sambil membuka baju dan celana panjang saya dengan nafas sesak serta tubuh bagai meriang panas karena nafsu yang meradang naik. Untungnya, Mbak Retno memilih membelakangi saya, sehingga tidak melihat betapa bagian depan celana dalam ketat saya seperti menyembunyikan sebuah senter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4NyKtsLseIXNm2IrG6A07JVUkA4wJZSZp3Nq9mkoN7VGQQaA3AbWl5wIVLU4_oPA4FIz64Vv_XY1NAp6pyHT16JybDxuG9npeXF25fajdZBJWirrdFE8-DEvScs7Kw1wIa9LgQQhSiiY/s1600/Sayoko_Ohashi_270413_009.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Belaga Jadi Dukun Nikmatnya&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;773&quot; data-original-width=&quot;560&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4NyKtsLseIXNm2IrG6A07JVUkA4wJZSZp3Nq9mkoN7VGQQaA3AbWl5wIVLU4_oPA4FIz64Vv_XY1NAp6pyHT16JybDxuG9npeXF25fajdZBJWirrdFE8-DEvScs7Kw1wIa9LgQQhSiiY/s400/Sayoko_Ohashi_270413_009.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Belaga Jadi Dukun Nikmatnya&quot; width=&quot;288&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita sintal itu kemudian duduk di atas sebuah bangku kecil yang tampaknya memang sudah disediakan di dalam WC yang cukup luas dan mewah itu. Mbak Retno hanya mengenakan sarung yang dikenakan dari atas payudaranya yang montok.&lt;br /&gt;
“Maaf kalau saya agak gugup Mbak..?” kata saya dengan suara rada gemetar. Mbak Retno mengangguk. Posisi duduknya, saya arahkan menghadap ke kaca besar di depan.&lt;br /&gt;
“Saya minta Mbak memejamkan mata dan menghayati proses ini, sambil berdoa semoga apa yang Mbak inginkian tercapai..!” tambah saya sambil mengambil gayung di samping bak dan mulai menyiram tubuh sintal itu, baru sekarang saya bisa menyaksikannya secara dekat. Bau harum tubuhnya yang merangsang, membuat badan saya semakin panas dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Belaga Jadi Dukun Nikmatnya&lt;/a&gt;, Siraman demi siraman saya lakukan, sehingga sekujur tubuh yang menggairahkan itu benar-benar basah kuyup. Lalu saya mulai mengusap-usap bahunya, sentuhan tangan saya kelihatannya membuat Mbak Retno agak tersentak. Dia kemudian menggeleng dan mengatakan tidak apa-apa, ketika saya minta maaf. Matanya terus dipejamkan, sehingga saya bisa meyaksikan kondisinya yang luar biasa menggairahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya lupa, apakah mengusap dan memijat tubuh sintal ini juga menjadi kesepakatan saya dengan Mas Irawan. Yang pasti, saya melakukannya. Entah berapa menit, sampai kemudian sarung wanita itu terlepas. Mbak Retno menutupi kedua buah dadanya yang montok itu, namun kemudian dia melengguh saat tangan saya menyelusup dari belakang menggantikan tangan itu. Tubuhnya bergetar, saya tidak tahu bagaimana persisnya perasaan wanita ini. Dan saya juga lupa memperhitungkan, apakah ada kemungkinannya dia menjerit memanggil suaminya, jika ulah saya berlanjut semakin gila. Pokoknya otak saya sudah susah dipakai, karena gairah yang dalam beberapa waktu terakhir ini, saya terus lampiaskan dengan berswalayan sejak Irawan mengajukan permintaannya yang membuat saya bagai dapat durian Bangkok runtuh ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang saya dalam posisi mendekap Mbak Retno dari belakang, sambil meremas-remas buah dadanya yang basah dan licin, karena saya beri sabun.&lt;br /&gt;
“Saya ingin mempersiapkan payudara ini untuk menyambut kedatangan anak Mbak…” bisik saya dengan konyol. Dan sama konyolnya, Mbak Retno mengangguk percaya.&lt;br /&gt;
“Selain Mas Irawan, pernah ada yang meremas ini Mbak..?” bisik saya lagi.&lt;br /&gt;
Mbak Retno menggeleng. Saya menempelkan mulut saya di belakang telinga wanita yang berbau harum itu. Secara sengaja menghembuskan nafas di sana, membuat mata wanita ini semakin kuat dipejamkan, namun mulutnya terbuka menahan geli yang merangsang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Angkat kedua tangan Mbak ke atas, berpegang di rambut saya…”&lt;br /&gt;
Wanita itu menurut dan saya menyaksikan ketiaknya yang tanpa bulu, karena habis dicukur. Tangan saya pelan-pelan turun ke bawah. Wanita ini kelihatan meregang dan menekuk tubuhnya ke belakang, sehingga sepasang buah dadanya yang besar kian menonjol ke depan, bukan main. Saya semakin menyadari, bahwa acara mandi dukun ini akan berubah total menjadi mandi kucing dan selanjutnya menjadi mandi pengantin lalu kawin anjing atau entah apa istilahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;baca juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-selingkuh-dengan-anak.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Selingkuh Dengan Anak Angkat&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan saya sekarang berada di dalam celana pendek Mbak Retno. Mengusap, menggosok, meremas lalu mengorek ke bagian dalamnya. Terutama (seperti sudah kewajiban) mengait-ngait klitorisnya.&lt;br /&gt;
“Aaahhh…” Mbak Retno bagai terpekik.&lt;br /&gt;
Tangan kiri saya dengan giat mengusapi buah dada dan ketiaknya, sedang tangan kanan merangsang bagian bawah tubuh wanita ini. Seluruh kemampuan dan pengalaman yang ada, saya kerahkan untuk membangkitkan voltase nafsu wanita ini setinggi-tingginya.&lt;br /&gt;
“Mbak mau ya..?” bisik saya. Wanita itu tidak menyahut, meskipun saya mengetahui dengan yakin kalau dia sangat menginginkan acara ini berkembang lebih jauh. Tapi mungkin agar seolah tidak sampai merasa kehilangan harga diri (meski kalau mau diginiin di mana harga dirinya?), dia tidak menyahut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya kembali bertanya dan dia justru terpekik kecil saat jari tengah saya merasuk sangat dalam ke liang vaginanya, nafasnya menderu kencang. Terengah-engah, bagai kuda beban menghela muatan yang sangat berat. Tangannya dengan kuat menarik rambut saya, membuat saya sekejap ingat dengan jambakan tangan Ibu saya di masa kecil, ketika suatu hari ketahuan nakal mengintip kakak Ipar saya yang lagi bersetubuh dari balik lubang kunci. Perangsangan itu berlangsung cukup lama, tak apa. Suaminya kan lagi tidak ada di rumah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-belaga-jadi-dukun.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Belaga Jadi Dukun Nikmatnya&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Saya berusaha mengangkat tubuh Mbak Retno agar berdiri, dia melakukan itu dengan agak susah payah. Jelas, wanita ini menjadi lemah karena nafsu yang menggelora. Sekarang dia benar-benar dalam kondisi polos ketika sarung dan celana dalamnya sudah saya lepaskan di lantai. Dia menatap saya lewat kaca di depan dengan mata sayu. Dia juga pasti merasakan penis saya yang tegang dari balik celana saya yang menempel ketat di pantatnya. Saya mengangkat tangan kanannya ke atas dan memintanya berpegangan di rambut saya, sedang tangannya yang lain saya biarkan bebas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7gDBfav7-wrwnbNNWJzqdhRfjuFQK9UafJHWVb4FqHXRmUDvESm-lTlhnL-P32AoQf89Sugj99uLZBGZO3uSXp6t7YvIuBf_FBwg8GAfdYM13_6IL89DQuMet4ClasOKTNyQRsS9v67w/s1600/Luvian_Ben_Neng_130214_039.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Belaga Jadi Dukun Nikmatnya&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;775&quot; data-original-width=&quot;533&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7gDBfav7-wrwnbNNWJzqdhRfjuFQK9UafJHWVb4FqHXRmUDvESm-lTlhnL-P32AoQf89Sugj99uLZBGZO3uSXp6t7YvIuBf_FBwg8GAfdYM13_6IL89DQuMet4ClasOKTNyQRsS9v67w/s400/Luvian_Ben_Neng_130214_039.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Belaga Jadi Dukun Nikmatnya&quot; width=&quot;275&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Pelan-pelan, kedua tangan saya menyusuri kedua buah dadanya yang montok.&lt;br /&gt;
“Saya tak pernah menyaksikan payudara yang begini merangsang…” gombal saya.&lt;br /&gt;
Wanita ini menggigil ketika kedua ujung putingnya saya pelintir dengan lembut.&lt;br /&gt;
“Mbak mau main dengan saya..?” Mbak Retno tidak menyahut. Sebagai jawaban, sebelah tangannya secara pelan merayap ke belakang. Saya sadar, apa yang dicarinya. Selesai sudah, sekarang tidak perlu ada kepura-puraan lagi. Tidak perlu ada acara mandi-mandian lagi, saya segera menanggalkan celana pendek saya. Saudara kecil kebanggaan saya yang sekeras gada Hansip dengan kepalanya yang lebar berkilat itu segera mendongak muncul dengan lega melihat dunia, Mbak Retno segera menangkapnya meremas gemetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begini besar Mas..?” bisiknya tanpa sadar.&lt;br /&gt;
“Akan menjadi lebih besar jika masuk ke dalam punyamu…” jawab saya tidak kalah mesum.&lt;br /&gt;
Saya segera membalikkan tubuh wanita itu, lalu mencium bibirnya. Tangan saya dengan sibuk meremas buah dada dan vaginanya, sementara punya saya diremas dan kadang dikocok-kocoknya. Saya mengangkat tubuh wanita sintal itu dan mendudukkannya ke bibir meja toilet. Sebelah kakinya, saya pijakkan ke bangku kecil yang didudukinya tadi, sedang kaki yang lainnya menginjak bak mandi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya berlutut dan mulai melakukan salah satu kegiatan seks yang saya sukai, &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-belaga-jadi-dukun.html&quot;&gt;cunnilingus&lt;/a&gt;. Menjilat, mengigit-gigit kecil, mengisap serta memutar-mutarkan lidah dan berusaha dimasukkan sedalam-dalamnya ke liang vagina wanita ini yang tidak berbau, kecuali semerbak oleh aroma merangsang yang ditimbulkan dari cairan pembersih wanita yang mungkin tadi dipakainya.&lt;br /&gt;
“Maaasss…” Mbak Retno merintih. Berpegangan di meja toilet itu dengan tubuh gemetar dan tersentak-sentak setiap lidah saya merangsang bagian paling peka di vaginanya. Hanya sekitar dua menit tiba-tiba wanita ini bergerak gelisah, pahanya mengangkang semakin lebar. Tangan saya cepat menangkap buah dadanya, lalu memeras lebih keras serta menghisap klitorisnya dengan gerakan cepat. Itu pola saya jika mengetahui lawan saya bakal &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;orgasme&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaasss.., Maaasss.., Mas Boby.., aku.. aku, ooohhh… ooohhh…” desahnya tak karuan.&lt;br /&gt;
Mbak Retno tiba-tiba menggeliat dengan keras, sehingga saya perlu tenaga ekstra untuk menahan gerakan liar tubuhnya. Kepalanya beberapa kali terlempar ke belakang lalu dengan kasar vaginanya disorongkan ke depan untuk memaksa lidah saya masuk lebih dalam. Gelombang orgasme itu berlangsung sekitar sepuluh detik, saya cepat merangkul tubuh wanita yang sintal itu. Mbak Retno menyembunyikan wajahnya di balik telinga saya, saya sendiri tidak tahu bagaimana perasaannya. Yang jelas, sekarang saya akan memulai permainan sesungguhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajahnya saya tatap dengan mesra. Setelah memuji kecantikannya, saya mulai menciumi bibirnya lalu lehernya. Kemudian menyusur turun ke buah dadanya yang tadi telah saya siram dengan air untuk menghilangkan busa sabun yang melengket disana, wanita ini tiba-tiba mendorong tubuh saya. Meminta saya duduk di meja toilet lalu menciumi penis saya yang sudah hampir mencapai tingkat kekerasan tertingginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita ini benar-benar ahli dalam hal mengisap penis lelaki. Dan setiap saya mengerang menahan nikmat, dia juga ikut mengerang, mungkin karena sangat terangsang mendengar erangan nikmat saya. Dia memasukkan kepala penis saya ke dalam mulutnya. Tidak ada gerakan kepalanya yang turun naik, yang ada hanyalah sedotan yang dia lakukan secara demikian ahli, sehingga saya merasakan gabungan berbagai rasa nikmat yang menggeletar sampai ke ubun-ubun. Saya menggigil dan membungkuk untuk menahan sensasi luar biasa itu. Berjuang untuk tidak sampai ambrol. Malu lah awak yang sudah dianggap dukun ini, kalau jadi Edy Tansil yang tidak sabar untuk keluar, padahal urusan di penjara belum lagi selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Belaga Jadi Dukun Nikmatnya&lt;/a&gt;, Saya biarkan wanita itu merangsang penis saya. Jilatannya pelan-pelan menurun ke bawah, terus ke bawah seraya tangannya menarik kemudian mengangkat sebelah paha saya ke atas. Itu membuat saya akhirnya membungkuk di depan toilet, saya membelakanginya. Astaga! Wanita itu mulai menjilati anus saya dengan sangat ahli, saya segera berbalik dan ganti memposisikan dirinya seperti itu. Sekarang jilatan saya menggilas seluruh permukaan punggungnya sebelum turun ke pantat, Mbak Retno membentangkan kedua belah kakinya serta mengangkat pinggulnya lebih tinggi ke atas. Posisi itu membuat anusnya terbuka, saya segera menjilatinya dengan rakus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aaahhh…” Wanita itu merintih. Pinggulnya semakin tinggi dinaikkan dan sasaran saya berganti ke vaginanya yang merekah merah.&lt;br /&gt;
“Mas Boby.., cepat masukkan.., masukkan Mas… Ayo..!” Dia menggeliat-geliat tidak sabar.&lt;br /&gt;
Tanpa diminta dua kali penis saya yang memang sudah tidak sabar, segera saya arahkan ke bibir vaginanya. Begitu saya tekan, dia menjerit karena nikmat. Kemudian semuanya saya benamkan sekaligus.&lt;br /&gt;
“Maaasss.., kenapa begini enak..? Punya Mas enak sekali. Betul Mas. Ini enak sekali. Ayo Mas cepat masukkan lebih dalam lagi..!” Penisku kutekan lebih dalam lagi. Mbak Retno berpegangan dengan kuat di toilet. Pinggulnya yang besar itu kuremas dengan kasar lalu tembakan gencar penisku mulai berlangsung. Mata Mbak Retno terbeliak, dia menatapku dari depan cermin. Aku kian bersemangat memompa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aduh Mas, enaknya… Enak sekali Mas Boby…”&lt;br /&gt;
“Bagaimana dengan Mas Irawan..?” tanyaku dengan nafas memburu.&lt;br /&gt;
“Punya Mas lebih enak lagi… Aku tidak tahan.., punya Mas mengaduk-aduk punyaku di dalam. Dalam sekali Mas, aku keenakan..,” dia mencerocos dengan kalimat porno itu secara tidak sadar.&lt;br /&gt;
Hal ini membuatku tambah bersemangat memacu, Mbak Retno semakin tinggi mengangkat pinggulnya. Bagian dalam vaginanya terus berdenyut-denyut dan semakin berkontraksi menangkap penisku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mbak Retno tiba-tiba menjerit dengan tubuh mengejang, dia kembali orgasme. Saya tidak menghentikan gerakan dan terus memompanya. Kemudian saya membalikkan tubuhnya lalu mendudukkannya di atas paha saya yang sudah terlebih dahulu duduk di atas kursi kecil itu. Dengan tergesa-gesa, penisku kumasukkan ke dalam vaginanya. Sekarang dia yang saya gerakkan secara ritmis mundur-maju, bibir kucium dan kedua buah dadanya kuremas penuh nafsu. Gerakannya semakin lama semakin cepat, gairahnya kembali bangkit. Kali ini dia sendiri yang secara bersemangat membuat gerakan. Kadang-kadang dia mengambil posisi yang membuat penisku masuk sangat dalam ke dasar mulut rahimnya. Mulutnya langsung ternganga antara menahan rasa agak nyeri dan nikmat yang menggila.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah mau keluar Mbak..!” kataku dengan nafas memburu.&lt;br /&gt;
“Aku juga Mas Boby… Aku juga… Ayo, sekarang Mbak hitung, Mbak hitung sampai sepuluh..!”&lt;br /&gt;
Dia berkata dengan mata melotot serta terengah-engah, hitungan itu segera dilakukannya. Saya mengatur tempo antar bilangan itu dengan titik orgasme saya dan tepat pada hitungan ke delapan, gerakan Mbak Retno berubah semakin liar dan gila. Sangat cepat dan kasar. Kami saling berpagut berciuman, saling menggeram. Lalu merasakan nikmat luar biasa itu datang bagai gemuruh gelombang yang saling beriringan, mendebur menghantam serta menghanyutkan. Usai sudah.&lt;br /&gt;
“Saya tidak memandikan Mbak..,” bisikku kemudian.&lt;br /&gt;
Mbak Retno tertawa kecil, “Mas Irawan juga tidak akan tahu. Kita ngomong aja tak terjadi apa-apa. Mas Boby harus bersikap wajar..!” pesannya.&lt;br /&gt;
“Ya… Kita harus saling bersandiwara”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa hari setelah peristiwa itu, saya semakin sadar bahwa sandiwara itu hanya prilaku bodoh. Nonsenlah kalau Mas Irawan tidak tahu apa yang akan terjadi antara seorang &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-belaga-jadi-dukun.html&quot;&gt;wanita bahenol&lt;/a&gt; yang hanya mengenakan sarung, dengan pemuda lajang di dalam sebuah kamar mandi berduaan. Apa lagi si pemuda diijinkan menyentuh tubuh si wanita. Saya kira, keyakinannya tentang masalah dukun itu hanyalah siasat belaka. Mas Irawan kemungkinan memang mandul, tetapi ingin punya anak, meski itu dari bibit atau sperma orang lain dan orang yang dipilih itu adalah saya. Lalu saya sendiri, menyambut kesempatan itu dengan antusias, meski tidak soal harus dianggap dukun. Kalau jadi dukun yang keenakan, bagi saya itu sih tidak jadi soal.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/feeds/658594492446421274/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-belaga-jadi-dukun.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/658594492446421274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/658594492446421274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-belaga-jadi-dukun.html' title='Cerita Dewasa Belaga Jadi Dukun Nikmatnya'/><author><name>Karla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15414855962408796804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxiOT7O6JvBKR4rGhDAZwaJYtDEqShCWp6mWxyaGc_EaHyTL2fGovT-tephSN3p55Uob5TaGM-w2qY9cqioXtb2qEz1zVBbKHEnKSgyYQiQWL2aCJOoewhPQd0ehdB1crqdFPXIps8zd0/s72-c/Beautiful-passionate-couple-having-sex-on-bed.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433305999846514824.post-2695786030551027620</id><published>2018-10-24T22:40:00.000-07:00</published><updated>2018-10-24T22:45:06.660-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="anal seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ayah bejat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="binal"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita 17+"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita 18+"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita dewasa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita esek-esek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita selingkuh"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="daun muda"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="foreplay"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mesum online"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="oral seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sepong"/><title type='text'>Cerita Dewasa Selingkuh Dengan Anak Angkat</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhYQS5ge2iMYCRNHkZJyTukB2M9YOdjdkQK0Cf-JOn245umKe2dyqr-fq7zw-o2k06fJuwaQRdwfrclLRhS_wU_d0MeikmuBUA_RfB9pJaesKsrCNH0DZQRZkcfmO0IzN97eUisIwvzCI/s1600/59283e13820ad01d008b4583-750-563.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Selingkuh Dengan Anak Angkat&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;563&quot; data-original-width=&quot;750&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhYQS5ge2iMYCRNHkZJyTukB2M9YOdjdkQK0Cf-JOn245umKe2dyqr-fq7zw-o2k06fJuwaQRdwfrclLRhS_wU_d0MeikmuBUA_RfB9pJaesKsrCNH0DZQRZkcfmO0IzN97eUisIwvzCI/s400/59283e13820ad01d008b4583-750-563.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Selingkuh Dengan Anak Angkat&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;bukuceritadewasaonline&lt;/a&gt; - Aku dan Laras baru selesai mandi bersama dan akan berganti pakaian, saat ponselku berdering, ternyata telepon dari isteriku yang tadi berangkat ke Australia.&lt;br /&gt;
“Dari siapa Yah…?” tanya Laras sambil memakai bh.&lt;br /&gt;
“Bunda” jawabku&lt;br /&gt;
“Terus Laras gimana, Yah…?” tanya Laras nampak khawatir. Aku memberi isyarat agar dia tenang.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Setelah tekan tombol ‘yes’ aku aktifkan speaker-phone agar Laras bisa mendengar pembicaraan kami. Dalam kondisi sekarang ini aku tidak ingin Laras merasa aku merahasiakan sesuatu dari dia. Bagaimanapun hari ini adalah hari pertama aku selingkuh dengan Laras, aku tidak ingin mengacaukan saat-saat seperti ini. Laras kembali memakai seragam sekolahnya walaupun&lt;br /&gt;
agak kusut.&lt;br /&gt;
“Sore Bun, nginap dimana?” tanyaku&lt;br /&gt;
“Di Causeway 353 Hotel” jawab isteriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berbasa-basi dengan istriku, aku memberi tau kalau aku bersama Laras. Dari dulu istriku ingin mempunyai anak perempuan tapi tidak mau hamil lagi. Laras yang sering datang ke rumah di luar jadwal pertemuan anak asuhku membuat Laras dan isteriku menjadi sangat dekat. Mungkin bagi Laras, kami adalah orang tuanya, sedangkan bagi isteriku, dia seperti mendapatkan anak perempuan kandung. Isteriku sudah sering mengusulkan agar Laras tidur di rumah saja supaya bisa mengawasi Laras sampai rencana kami mengirim Laras ke Australia untuk kuliah terlaksana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh iya, Bun. Ini ada Laras” kataku lagi sambil meraih tangan Laras.&lt;br /&gt;
Laras tadinya menolak tapi aku segera memberi isyarat agar dia tenang dan wajar.&lt;br /&gt;
“Laras…? Hei… apa kabar Sayang…?” tanya isteriku pada Laras&lt;br /&gt;
“Baik Bunda…”&lt;br /&gt;
Lumayan lama Laras bicara dengan isteriku, berkali-kali Laras melirik minta persetujuanku untuk&lt;br /&gt;
menjawab pertanyaan isteriku. Ternyata benar dugaanku, isteriku merasa senang setelah tahu ada Laras di rumah. Salah satu pesannya kepada Laras adalah mengawasi dan menjaga menu makananku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-selingkuh-dengan-anak.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Selingkuh Dengan Anak Angkat&lt;/a&gt;, Akhirnya isteriku memberi tahu Laras kalau setelah lulus nanti, kami berencana mengirim Laras ke Australia untuk kuliah disana. Dia juga minta Laras pindah ke rumah kami, sejenak Laras bengong tak percaya sampai aku ikut bicara meyakinkan Laras.&lt;br /&gt;
“Makasih Ayah” kata Laras setelah telepon ditutup sambil memelukku dengan erat dan menciumi wajahku.&lt;br /&gt;
“Laras tak pernah membayangkan kalau bisa kuliah ke luar negeri” lanjutnya&lt;br /&gt;
“Itu karena usaha Laras sendiri. Ayah lihat Laras nilai rapotnya sangat bagus, jadi sayang kalau hanya&lt;br /&gt;
kuliah disini.” Jawabku.&lt;br /&gt;
“Sekarang kita makan dulu untuk merayakan berita gembira ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku angkat telepon antar ruang dan bicara dengan Ayu untuk menanyakan apakah pakaian Laras sudah dikirim dari rumah asuh. Ternyata pakaian Laras sudah sampai dan diletakkan di ruang keluarga. Aku suruh Laras mengambil tasnya, setelah Laras berganti pakaian kami berangkat menuju mall yang baru di buka di jalan Pemuda, mall dengan hotel ini cukup megah. Setelah makan di salah satu cafe, aku ajak Laras berbelanja pakaian, sepatu dan kosmetik. Laras bingung ketika memilih, rupanya dia baru pertama kali mengenal baju, parfum dan lain-lain yang harganya di atas satu juta rupiah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama ini penghuni rumah asuh ku hanya dibelikan pakaian yang sederhana, walaupun bukan murahan. Harganya tidak sampai tiga ratus ribu satu stel. Kosmetik yang dibelikan isteriku mereka hanya merek lokal, jadi harganya tidak terlalu mahal. Akhirnya aku bantu dia memilih barang-barang yang akan dibelinya, salah satunya adalah lingerie dengan tali di bahu. Aku bayangkan Laras pasti sangat seksi memakai lingerie ini. Ketika membayar belanjaan Laras, aku baru tahu, dia membeli lotion untuk vagina juga. Aku tersenyum ketika Laras terlihat malu ketika aku ketahui dia membeli lotion vagina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir jam sembilan malam kami sampai di rumah. Satpam yang membukakan gerbang memberi tahu kalau para pembantu dan tukang kebun sedang asyik nonton TV di paviliun belakang, sehingga kedatangan kami tidak mereka sadari. Kami langsung ke kamar tidurku.&lt;br /&gt;
“Laras boleh tanya sama Ayah?” kata Laras tiba-tiba.&lt;br /&gt;
“Boleh. Kenapa?”&lt;br /&gt;
“Apa Bunda nggak marah, kalau tahu Ayah menghabiskan uang banyak buat Laras?”&lt;br /&gt;
“Kenapa mesti Bunda marah, Sayang? Laras dengar sendiri di telepon tadi, Bunda juga sayang sama Laras. Ayah dan Bunda tidak punya anak perempuan, itu sebabnya Bunda ingin Laras tinggal di sini, bukan di rumah asuh… Ayah sama Bunda sudah lama ingin mengangkat Laras menjadi anak secara resmi. Hanya karena rumah asuh itu dikelola Bunda, agak sulit prosedurnya. Akhirnya Ayah sama Bunda memutuskan agar Laras tinggal disini, resmi sebagai anak atau tidak sudah tidak penting lagi” kataku menjelaskan.&lt;br /&gt;
“Iya sih, tapi…” kata-kata Laras terhenti. Aku tersenyum dan tetap diam menunggu Laras melanjutkan kata-katanya.&lt;br /&gt;
“Kita sudah seperti suami isteri… Ayah, Laras sudah mengkhianati Bunda” kata Laras lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada keraguan dan penyesalan nampak di nada suaranya.&lt;br /&gt;
“Sudahlah Laras, semuanya sudah kita lakukan dengan penuh kesadaran. Kita menikmati hari ini dengan penuh gairah dan kenikmatan. Bunda juga menyuruh Laras tidur di sini untuk menemani Ayah.” kataku untuk menenangkannya.&lt;br /&gt;
“Kalau nanti Laras tinggal disini, pasti Bunda juga akan membelikan Laras baju, sepatu dan lain-lain. Nah, sekarang Laras istirahat dulu. Besok Ayah antar ke sekolah.” lanjutku. Laras menjawab dengan anggukan kepalanya sambil tersenyum yang dipaksakan lalu segera menyiapkan buku-buku pelajaran buat sekolah besok. Selesai menyiapkan buku dan seragamnya, Laras minta ijin untuk ke kamar mandi. Kali ini dia wanti-wanti agar aku tidak ikut.&lt;br /&gt;
“Iya deh… Ayah tunggu disini” aku tertawa mengiyakan. Aku tahu, Laras pasti akan menggunakan lotion vaginanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Awas kalau ayah ngintip. Nanti nggak dikasi yang asyik-asyik…” kata Laras sambil melotot lucu.&lt;br /&gt;
Setelah keluar dari kamar mandi, aku minta aras untuk memakai lingerie yang baru aku belikan. Aku duduk di sofa untuk mengamati Laras melepas pakaiannya dan mengambil lingerie barunya, Laras menatapku sambil tersenyum. Nampaknya dia menyukai lingerie yang aku belikan, tangannya meraih karet spandek celana dalamnya. Dengan gerakan matanya, Laras minta pendapatku apakah melepas celana dalam atau tetap dipakai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memberi isyarat agar dia melepas celana dalam dan branya, karena lingerie itu terdiri dari rok&lt;br /&gt;
pendek dan G-string. Laras memenuhi permintaanku, bra dan celana dalamnya dilepaskan lalu memakai lingerie barunya. Setelah memakai lingerie, aku minta Laras memakai make up yang tadi aku belikan. Dia hanya menyapukan bedak di wajahnya lalu mengoleskan lipstik tipis di bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku benar-benar terpesona setelah Laras memakai lingerie barunya serta berdandan tipis seperti ini, dia nampak sangat cantik dan seksi. Lingerie itu berbentuk terusan yang terbuat dari broklat pink&lt;br /&gt;
transparan. Lingerie itu hanya menutup tubuh Laras mulai dari puting payudaranya sampai pangkal paha. Ada dua utas tali di bahu kanan dan kiri untuk menahan lingerie itu agar tidak terlepas, lingerie itu memamerkan lekukan tubuh Laras dengan sempurna dan tidak terkesan norak. Bagian atas menampakkan bahu laras yang lembut dan agak bidang, nampak seksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Payudaranya yang terlihat bagian atasnya nampak menonjol dan terangkat, payudara seorang gadis yang baru mekar. Sedangkan bagian bawahnya memperlihatkan kedua paha dan kakinya yang panjang dan bersih mulus, Laras mendekati aku dengan bergaya seperti peragawati. Badannya lenggak-lenggok sengaja memancing birahiku, yang sudah bangkit sejak dia melepaskan pakaiannya. Setelah kira-kira satu meter di depanku lenggokan tubuh Laras makin erotis. Gerakannya gemulai, pinggulnya bergerak dengan seksi, tangannya memegang rambutnya lalu diangkat ke atas. Kembali Laras meliukkan tubuhnya dengan tangan tetap menahan rambutnya. Aku benar-benar gemas dan terangsang menikmati gerakan Laras. kemudian tangannya memegang payudaranya lalu memijit dan meremas payudaranya sendiri, sambil sesekali mendesah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayah… Laras cantik kan…?” tanya Laras sambil terus meremas payudaranya.&lt;br /&gt;
“Ayah suka Laras berpakaian seperti ini…? Ayah juga suka Laras memakai make up…?” godanya&lt;br /&gt;
“Kamu cantik sekali Sayang.” Aku memujinya. Bukan untuk merayunya tapi aku benar-benar tulus waktu mengatakannya.&lt;br /&gt;
“Benar-benar cantik, juga seksi. Dengan lingerie ini, keindahan tubuh Laras benar-benar&lt;br /&gt;
tampak” lanjutku&lt;br /&gt;
“Ah, Ayah bisa aja…” jawab Laras sambil duduk di pangkuanku dengan manja.&lt;br /&gt;
“Laras jadi malu nih…” lanjutnya dan dengan manja kedua tangannya memeluk leherku&lt;br /&gt;
“Lho, kenapa…?” tanyaku&lt;br /&gt;
“Masa Laras dibilang seksi…” kata Laras sambil mendekatkan kepalaku di payudaranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku segera menggigit puting Laras dari luar lingerie. Tanganku aku lingkarkan di pinggangnya dan&lt;br /&gt;
menyibakkan lingerienya bagian belakang dari bawah untuk meraih pantatnya.&lt;br /&gt;
“Aahh… Ayah suka nakal sih…?” kata Laras di sela desahan nafasnya yang mulai memburu. Kepalaku diremas sambil diciumi.&lt;br /&gt;
“Tapi Laras suka kan…?” kataku menggodanya. Dia hanya tertawa menggoda.&lt;br /&gt;
“Suka banget…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berdiri sambil mengangkat tubuh Laras, dia aku gendong lalu berjalan mengitari kamarku yang&lt;br /&gt;
berukuran lima kali tujuh meter persegi. Sambil berjalan, aku senandungkan lagu Everything I Do, I Do It for You yang dinyanyikan Bryan Adam. Tangan Laras melingkar di leherku, bergayut manja. Aku berjalan sambil mengayun-ayunkan tubuh Laras seperti menina-bobokan seorang gadis kecil. Nampaknya dia menikmati sekali ayunan tanganku, matanya setengah terpejam dengan mulut merekah. Aku dekatkan mulutku ke bibirnya lalu perlahan aku gigit bibirnya lalu aku hisap dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Selingkuh Dengan Anak Angkat&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
“Aahh…” Laras mendesah ketika lidahku menjilat langit-langit mulutnya. Kami berciuman sambil aku menggendong tubuh Laras, desahan dan erangan Laras bersaing dengan suara kecupan bibirku pada bibirnya lalu kami saling lumat dan saling hisap. Aku bawa Laras ke tempat tidurku dan&lt;br /&gt;
aku baringkan dia, sementara lidahku terus menghisap dan mengait lidahnya. Aku ingin mencoba suasana baru dalam persetubuhanku dengan Laras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan aku buka tali lingerie yang mengikat bahunya dengan mulutku, sesekali mulutku mengecup&lt;br /&gt;
pundaknya sambil lidahku menjilat-jilat pundak Laras yang lunak tapi kenyal itu. Tali terlepas tapi&lt;br /&gt;
lingerie itu masih melekat pada tubuh Laras, kembali mulutku menurunkan sedikit lingerienya sampai dadanya terbuka lalu aku kulum putingnya. Lidahku berputar dan mengait puting Laras yang sudah bertambah kenyal dan sekitar puting itu berubah berbintil-bintil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nafsuku sudah mendekati puncak, aku ingin menikmati Laras dengan cara lain. Aku berubah menjadi liar dan kasar, kasar namun tidak sampai membuat Laras merasa sakit. Aku ingin memuaskan nafsuku dengan caraku sendiri, dengan penuh semangat dan cepat aku cium leher Laras. Melihat kekasaranku, Laras agak terkejut. Aku semakin liar dan rakus menetek payudaranya, rupanya Laras ikut terbawa suasana. Nafasnya terengah-engah terdengar di sela-sela erangannya.&lt;br /&gt;
“Sshh… Ayah… aahh… sshh”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tak kalah liar dia merengkuh kepalaku dan mencari-cari bibirku, lalu melumat bibirku sambil&lt;br /&gt;
memasukkan lidahnya ke dalam mulutku. Kupeluk Laras dengan erat sambil beradu lidah, kami saling hisap dan saling sedot sambil saling mengait-kaitkan lidah dengan penuh nafsu dan liar. Aku menumpukan berat badanku pada tubuh Laras, sehingga tubuh kami saling melekat dengan erat. Kulepas ciumanku pada bibir Laras lalu aku susuri leher Laras, kemudian berpindah ke payudaranya kembali. Dengan kasar aku cium dan aku hisap payudara dan putingnya, Laras menggelinjang seperti ingin berontak melepaskan diri dari pelukanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tahu Laras tidak ingin aku yang mengendalikan permainan, Laras menginginkan dia yang mengendalikan permainan seperti tadi siang. Laras ternyata memang tipe wanita agresif, selalu ingin menguasai permainan seks yang dilakukan. Dalam setiap berhubungan sex, wanita seperti dia tidak hanya ingin dibuat orgasme dan dipuaskan, tapi juga ingin memuaskan pasangannya. Wanita seperti dia juga dengan mudah muncul birahinya, seperti waktu melihat aku telanjang dada tadi siang. Tapi aku tak peduli, aku tidak memberi kesempatan kepadanya untuk bertindak lebih jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku masih ingin mengendalikan permainan ini, kedua tanganku meremas-remas payudara Laras. Mulutku menyusuri perutnya yang rata dan kenyal, lidahku merayap dipermukaan kulit perutnya yang halus dan licin karena ludahku. Kecupan dan jilatan lidahku makin cepat, liar dan kasar. Aku merangkak mundur sehingga bibirku menyentuh perut bawahnya, tepat di atas vagina lalu aku jilat dan aku kecup sambil menghisapnya. Laras melenguh dan menggelinjang, aku ingin memberi tanda pada perut bagian bawah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera aku kecup lalu kusedot dengan kuat sambil menggigit pelan, Laras mengerang ketika aku menghisap dan menggigit perutnya. Beberapa saat kemudian, nampak bercak merah karena pembuluh darah di bagian itu melebar. Lima buah cupang aku letakkan berjajar membentuk huruf V di perut Laras. Setelah puas memberi cupang di perut bagian bawah aku melepaskan lingerienya, tidak dengan tanganku tapi tetap dengan mulut dan gigiku. Ada sensasi lain yang aku rasakan ketika bibirku menyentuh kulitnya saat melepas lingerie itu. Sensasi lain dengan kalau aku sekedar mencium seluruh tubuhnya. Sensasi sentuhan bibirku pada kulit Laras saat melepas lingerie juga dirasakan Laras, berkali-kali suara lenguhan dan desisan kami bersahut-sahutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian pula saat melepas G-string yang melekat di selakangannya, bibir ku pun bersentuhan dengan vagina Laras. Kami kembali merintih, mengerang dan mendesah. Setelah seluruh tubuh Laras terbuka, dengan cepat aku pagut vagina Laras yang sudah basah berlendir. Lidahku dengan mantap menjilat dan bergetar pada klitorisnya, lalu vagina Laras aku hisap dan aku kilik-kilik dengan lidahku. Vaginanya mengeluarkan aroma berbeda dari tadi siang atau tadi sore, itu karena Laras memakai lotion untuk vagina yang dia beli di mall. Aroma wangi menyusup hidungku membuat&lt;br /&gt;
aku makin bersemangat untuk mengulum vagina dan klitorisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJvD0OY4D1gUFJorDhV7UnXcVcYBnn_XygZkaHz5Sz1g_2TN4OdvsoMl-42id6U-HrC-pyEY03QMTfErZCmBVNb86wuJRQfcjf3ozNh4NYomoYu4_ZbhJtBmeliOtFGvc6HMUHcZ2j5yU/s1600/i.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Selingkuh Dengan Anak Angkat&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;703&quot; data-original-width=&quot;532&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJvD0OY4D1gUFJorDhV7UnXcVcYBnn_XygZkaHz5Sz1g_2TN4OdvsoMl-42id6U-HrC-pyEY03QMTfErZCmBVNb86wuJRQfcjf3ozNh4NYomoYu4_ZbhJtBmeliOtFGvc6HMUHcZ2j5yU/s400/i.png&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Selingkuh Dengan Anak Angkat&quot; width=&quot;302&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh… sshh” hanya itu kata-kata yang berkali-kali keluar dari mulut Laras, tak ada yang lain.&lt;br /&gt;
Laras benar-benar menikmati permainanku, badannya menggelinjang bergerak seperti ular yang menari karena mendengar tiupan seruling. Lidahku aku gerakkan dengan cepat menyentuh bibir vagina Laras bagian dalam, sambil sesekali aku masukkan dan aku gerakkan di dalam lubang vaginanya yang sangat sempit. Sesekali pula aku sedot saat kurasakan lendir vaginanya meleleh keluar sambil memasukkan klitorisnya ke dalam mulutku. Lalu aku masukkan hidungku ke dalam vaginanya. Sambil aku tekan, hidungku aku gesekkan di dalam lubang vagina Laras, sementara itu lidahku menjilat kulit antara anus dan vaginanya.&lt;br /&gt;
“Auw…sshh… Ayaahh…” Laras menjerit saat lidahku menjilat kulit antara anus dan vaginanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejenak dia bergetar, lalu Laras mengangkat badannya seperti akan duduk. Mulutnya mendesis dan mengerang.&lt;br /&gt;
“Ssshh… Laras diapain Yah… ?” tanya Laras di sela-sela desisan bibirnya.&lt;br /&gt;
“Aahh… nikmat bangeettt…” katanya lagi lalu kembali terlentang dan bergerak liar. Aku tak menjawab, aku lebih peduli dengan vagina dan klitoris Laras. Lebih peduli pada kulit antara anus dan vaginanya. Aku terus menjilat dan menghisap, membiarkan Laras menikmati setiap rangsangan yang aku berikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua kaki Laras aku angkat dan aku lipat di perutnya dengan posisi membuka, sehingga pantatnya&lt;br /&gt;
terangkat dan vagina serta anusnya nampak sangat jelas. Lendir yang meleleh tampak cukup banyak dan deras. Vaginanya tampak berkedut-kedut pelan, klitorisnya menonjol ke depan seperti penis kecil yang sedang ereksi. Sedangkan anusnya yang berkerut ikut berkedut pula, anusnya basah mengkilat karena terkena lelehan cairan vaginanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tusukkan hidungku ke lubang anus Laras lalu aku goyangkan sambil aku tekan. Tercium bau khas anus bercampur wangi lotion vagina membuatku nyaman untuk terus menjilat dan memasukkan lidahku. Mungkin bagi orang lain jijik menjilat anus partner seksnya, tapi bagiku bau itu menimbulkan sensasi tersendiri, apalagi bercampur dengan lotion vagina. Lidahku dengan cepat menari mengorek anus Laras. Bibirku mengecup dan dan menjepit kerut-kerut anusnya kuat-kuat. Tak kuduga, Laras dengan cepat mencapai orgasme yang pertama malam ini. Tubuhnya meliuk-liuk tak terkendali lalu mengejang dengan kuat, mulutnya mendesis-desis.&lt;br /&gt;
“Aahh… Ayah… Laras dapet lagi… aahh…” Laras berteriak kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-selingkuh-dengan-anak.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Selingkuh Dengan Anak Angkat&lt;/a&gt;, Tangan Laras mencengkeram kepalaku lalu rambutku diremas, aku berhenti sejenak mengamati Laras. Mata Laras terpejam dengan nafasnya terengah-engah, kedua betis dan pahanya menjepit kepalaku ketika aku susupkan kembali di antara kedua pahanya. Aku teruskan jilatanku pada anusnya, namun tidak secepat dan sekaras tadi. Perlahan dan lembut seluruh permukaan lidahku aku oleskan ke anusnya beberapa kali, lalu aku ganti menghisap lembut dan pelan klitorisnya. Aku ingin Laras dapat menikmati orgasmenya sepanjang mungkin. Aku merangkak menindih Laras, dengan lembut dan pelan aku kecup payudaranya. Laras memelukku lalu mencium bibirku, dia agak kaget mencium bau anusnya yang masih menempel di bibir dan lidahku, lalu tersenyum sambil memejamkan mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayah nggak jijik mencium dan menjilat anus Laras?”&lt;br /&gt;
“Enggak tuh…” jawabku. Laras menjawab dengan memelukku lalu mencium bibirku dengan ganas.&lt;br /&gt;
“Kalau gitu Laras juga enggak jijik.”&lt;br /&gt;
“Enggak jijik apa?”&lt;br /&gt;
“Ada deh… eh tapi Ayah nakal terus…?”&lt;br /&gt;
“Nakal gimana Sayang?”&lt;br /&gt;
“Laras inginnya Ayah yang ejakulasi, bukan Laras yang orgasme duluan”&lt;br /&gt;
“Ya sudah… sekarang terserah Laras.” kataku lalu berbaring di samping kanannya sambil menyusupkan tangan kiriku di bawah kepalanya, lalu memeluknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan Laras bangkit lalu menindih tubuhku lalu dengan ganas dan liar dia mencium sekujur tubuhku. Leherku basah kuyup karena jilatannya, hebat sekali gadis ini. Tujuh kali orgasme dalam sehari masih memiliki tenaga dan nafsu yang luar biasa dalam berhubungan sex. Mau tak mau aku membandingkan dengan isteriku yang hanya mampu bertahan dua kali orgasme sekali bersetubuh, kemudian menunggu dua atau tiga hari baru berhubungan sex lagi. Tapi Laras benar-benar tinggi stamina dan nafsunya. Laras tetap saja masih liar, menjilat-jilat tubuhku dan meremas putingku dengan bibirnya. Putingku digigit-gigit dan dihisap bergantian kiri dan kanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara, penisku yang sudah tegang sejak mengamati Laras berganti pakaian dengan lingerie,&lt;br /&gt;
dimasukkan kedalam vaginanya. Laras memang tidak menggoyangkan pantatnya untuk mengocok penisku tapi gerakannya waktu menjilat dan mengisap tubuhku membuat pantatnya juga bergerak, sehingga penisku serasa dipilin dan dipijat vagina Laras. Ingin aku mengimbangi gerakan Laras, tapi setiap aku merespon, Laras melarangku.&lt;br /&gt;
“Ayah diam dulu ya… biar Laras yang muasin Ayah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;baca juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-istriku-kenikmatan-digarap.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Istriku Kenikmatan Digarap&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya aku diam menikmati permainannya yang semakin agresif dan liar, aku hanya menggeliat dan mendesis nikmat. Laras memundurkan badannya, sehingga penisku terlepas dari vagina, namun bibir dan lidahnya tetap menjilat dan meremas kulit dada dan perutku. Bibir dan lidah Laras diseret dan bergeser di permukaan kulitku, lalu berhenti dan berputar-putar di tempat, diseret dan bergeser lagi, berkali-kali. Perpindahan lidah dan bibir Laras makin ke bawah ke aras penisku. Ketika sampai di pangkal penisku, lidahnya menekan dan menari-nari membasahi batang penisku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian lidah Laras mengitari selakanganku sebelah kiri dan kanan lalu berhenti di bagian bawah menjilat, mengecup dan memijat scrotumku dengan lembut sehingga aku melayang dibuatnya. Tiba-tiba Laras menjadi liar ketika dengan penuh nafsu, penisku dilahapnya lalu dihisap dan dipuntir dengan lidahnya.&lt;br /&gt;
“Ssshh… Laras… sshh…” aku mendesis dan mengerang.&lt;br /&gt;
“Nikmat kan Yah…?” kata Laras ketika berhenti menghisap penisku.&lt;br /&gt;
“Iyyyaa… Terusin Sayang… aahh” aku minta Laras untuk meneruskan aksinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, tanpa kusuruh pun Laras pasti terus mengulum dan mengocok penisku dengan mulut dan&lt;br /&gt;
lidahnya. Karena begitu selesai mengucapkan kata-kata itu, Laras dengan sigap langsung mengulum&lt;br /&gt;
penisku kembali dengan intensitas lebih tinggi. Tangannya menggenggam pangkal penisku sambil digerakkan seolah sedang memutar gas sepeda motor dibarengi dengan gerakan mengocok dengan erat dan mantap namun lembut, sehingga penisku terasa nikmat sekali. Beberapa saat kemudian, aku sudah hampir ejakulasi. Laras mempercepat kocokannya dan memperkuat hisapannya, namun tiba-tiba dilepaskannya penisku dari mulutnya. Bibirnya menyusuri pangkal pahaku, lalu berputar-putar di pahaku bagian dalam. Kakiku kemudian diangkat sehingga tubuh dan kakiku membentuk sudut sembilan puluh derajat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian Laras meneruskan jilatannya sambil menyeret lidahnya dipermukaan kulit paha belakangku, lalu pantatku menjadi sasaran lidahnya. Giginya mengigit-gigit pelan pantatku dibarengi dengan hisapan dan jilatan lidahnya, Laras tidak berhenti di pantatku. Belahan pantatku pun ikut dijilat, dikecup dan dihisapnya. Anusku juga tak lepas dari korekan dan pijatan lidah Laras, sementara tangannya terus mengosok penisku.&lt;br /&gt;
“Uhh… ssshh” hanya itu kata-kata yang mampu aku ucapkan menikmati jilatan, hisapan dan kecupan Laras di anusku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baru kali ini seumur hidupku pantatku dijilat orang, apalagi sekarang dijilat dan dihisap gadis muda&lt;br /&gt;
yang cantik seperti Laras. Aku benar-benar puas atas permainan Laras, lama sekali dia menjilat anusku sampai-sampai aku kembali hampir ejakulasi. Penisku yang ada dalam kocokan Laras terasa berkedut hebat, tapi dia berhenti mengocok penisku dan menjauhkan mulutnya dari anusku.&lt;br /&gt;
“Laras… Masukin penis Ayah ke dalam…” kata-kataku terhenti.&lt;br /&gt;
Aku berharap agar Laras segera mengulum penisku, namun lagi-lagi Laras membuat aku semakin penasaran. Laras malah menjilat betisku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-selingkuh-dengan-anak.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Selingkuh Dengan Anak Angkat&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
“Sabar Ayah… ejakulasinya nanti dulu ya…” kata Laras sambil tersenyum mengejek. Aku makin penasaran, segera aku raih kepala Laras dan aku sodorkan ke penisku, namun Laras mengelak&lt;br /&gt;
dengan gesit.&lt;br /&gt;
“Eit… sabar dong… Ayah nikmatin aja dulu seperti siang tadi Laras menikmati permainan Ayah… hihihi…” kata Laras sambil tertawa. Rupanya dia ingin membalas, ketika tadi siang orgasmenya aku tunda sampai beberapa kali.&lt;br /&gt;
Selesai berkata begitu, lidahnya lincah menari menyusuri betis belakangku lalu lipatan lututku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jilatan Laras terus turun ke arah telapak kakiku. Memang, geli dan nikmat rasanya, namun tentu saja&lt;br /&gt;
lebih nikmat jika Laras mengisap penisku, bukan betis, lipatan lutut atau telapak kakiku. Kekecewaan&lt;br /&gt;
karena ejakulasiku yang tertunda dua kali membuat penisku sedikit mengendur, walapun masih cukup keras untuk masuk ke vagina Laras. Rupanya Laras tahu kalau penisku jadi sedikit mengendur.&lt;br /&gt;
Laras berhenti menjilat telapak kakiku, lalu merangkak menindih tubuhku. Tubuhnya dengan ketat&lt;br /&gt;
menghimpit tubuhku. Payudaranya melesak karena menekan dadaku, sedangkan vagina dan klitorisnya digesek-gesekkan di penisku, kembali penisku ereksi dengan sempurna. Tegang, keras, dan kekar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sekali gerakan pinggulku, ujung penisku sudah menempel di mulut lubang vagina Laras. Aku angkat pantatku agar penisku segera melesak kedalamnya, namun vagina Laras benar-benar sempit sehingga aku kesulitan dan gagal memasukkan penisku. Nafsuku benar-benar memuncak, ingin segera terpuaskan.&lt;br /&gt;
“Ayah… kok enggak sabaran sih…?” kata Laras sambil tertawa ketika aku gagal memasukkan penisku.&lt;br /&gt;
“Dibilang nanti ya nanti dong… Ayah sabar ya…” katanya lagi&lt;br /&gt;
“Laras… ayo dong… Ayah udah nggak tahan, Sayang…” kini aku yang merengek minta segera dipuaskan oleh Laras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjU6oiNZEJvaLpxB10lyGILsyq3Yqw0lws83gIEb9eU_n-2FuPDrM8clbmxcz8wzLgnkl2CCLvt3PdVojKoDRLb20oPUdpurAFxujujL5RLVqXW8_BMSvrZi0xEiuwUKKXJN1O-wr1IfUE/s1600/Hot_Pick_Fumina_Suzuki_071012_2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Selingkuh Dengan Anak Angkat&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;783&quot; data-original-width=&quot;560&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjU6oiNZEJvaLpxB10lyGILsyq3Yqw0lws83gIEb9eU_n-2FuPDrM8clbmxcz8wzLgnkl2CCLvt3PdVojKoDRLb20oPUdpurAFxujujL5RLVqXW8_BMSvrZi0xEiuwUKKXJN1O-wr1IfUE/s400/Hot_Pick_Fumina_Suzuki_071012_2.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Selingkuh Dengan Anak Angkat&quot; width=&quot;285&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Laras menjawab permintaanku dengan mengulum putingku. Bibir dan lidahnya kembali menjilat-jilat&lt;br /&gt;
dadaku, leherku dan melumat bibirku. Penisku yang sudah hampir meledak terjepit vaginanya. Laras&lt;br /&gt;
menggerakkan pantatnya, penisku pun dikocok bibir vaginanya. Bibir vagina dan klitoris Laras yang&lt;br /&gt;
basah terasa hangat mengocok, menjepit dan meremas penisku. Aku hampir gila diperlakukan Laras seperti ini.&lt;br /&gt;
“Uh… ssshh…” Laras mendesis sambil menggigit bibir bawahnya sambil memejamkan matanya erat-erat. Rupanya gesekan penisku di klitoris dan vaginanya telah membuat Laras terangsang hebat dan tak mampu membendung nafsunya sendiri. Nampak sekali gerakan Laras sudah tak teratur, akhirnya Laras mengendurkan pelukannya. Penisku diraihnya lalu dikocok sebentar sebelum dimasukkan ke dalam vaginanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan susah payah, akhirnya setengah penisku amblas ke dalam vagina Laras. Laras berusaha&lt;br /&gt;
memasukkan semua penisku ke dalam vaginanya dengan menduduki penisku, lalu mengangkat pantatnya dan menekannya ke bawah.&lt;br /&gt;
“Ayaahh… ssshh… aahh” Laras mendesah dan mengerang ketika akhirnya penisku masuk semuanya ke dalam vaginanya. Dengan pelan dan lembut Laras bergerak memutar pinggulnya, putaran dan goyangan Laras membuat penisku terasa dipijat dan diremas. Lalu aku merasakan sesuatu yang belum aku rasakan selama bersetubuh dengan Laras atau dengan isteriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasakan penisku disedot dengan kuat beberapa kali lalu seperti dikocok biasa, kemudian disedot lagi beberapa kali, lalu biasa lagi… Aku tatap mata Laras yang terpejam menikmati persetubuhan yang kami lakukan. Aku merasa melayang, berkali-kali sedotan vagina Laras membuatku segera menuju ejakulasi. Aku berusaha menahan, karena Laras saat ini belum menunjukkan tanda-tanda akan orgasme. Tiba-tiba Laras mencabut penisku dari vaginanya, lalu duduk sambil tangannya meremas dan mengocok penisku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan buru-buru dikeluarin Ayah… Ayah tadi janji sama Laras…” katanya&lt;br /&gt;
“Janji apa sayang…” aku benar-benar lupa apa yang sudah aku janjikan kepada Laras.&lt;br /&gt;
“Masa lupa Yah…” jawab Laras tanpa memberi penjelasan apa janjiku, Laras mengulurkan kedua tangannya menyuruh aku bangkit. Setelah aku duduk, Laras membelakangi aku dan nungging.&lt;br /&gt;
“Dari belakang Yah… Laras ingin disetubuhi dari belakang” jawabnya&lt;br /&gt;
“Oh… Laras… kamu bukan gadis kelas 3 SMA… kamu benar-benar wanita. Wanita dewasa yang matang dan selalu ingin mencoba yang baru…” kataku dalam hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menunggu lebih lama segera aku merangkak mendekati Laras dan memegang pantatnya, dengan pelan aku masukkan penisku ke dalam vaginanya. Laras menyambut penisku dengan tidak sabar, dihentakkannya pantatnya ke belakang dengan keras dan cepat. Vagina Laras yang sudah sangat basah dan agak melebar karena terangsang hebat, serta posisi doggy ini membuat penisku tak terlalu sulit memasuki vaginanya. Setelah masuk semuanya Laras memutar pantatnya, penisku serasa dipilin-pilin, diremas dan dipijat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Selingkuh Dengan Anak Angkat&lt;/a&gt;, “Ahh… Ayaahh…. Nikmat sekali… aahh ssshh” Laras menjerit. Aku raih payudara Laras yang bergoyang-goyang karena gerakannya untuk mengocok penisku. Kuremas dan kupilin putingnya, sambil terus bergerak maju mundur mengocok penisku di dalam vagina Laras. Dengan posisi doggy ini membuat tulang vagina Laras yang bagian depan mengesek batang penisku bagian bawah. Nikmat dan nikmat, itu yang aku rasakan ketika penisku keluar masuk dalam vagina Laras yang bergerak dan berputar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah kenapa aku yang tadi sudah hampir ejakulasi kini aku merasa sangat segar dan kuat, tak sedikit pun tanda-tanda aku akan segera ejakulasi. Mungkin karena dengan &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-selingkuh-dengan-anak.html&quot;&gt;posisi doggy&lt;/a&gt; ini aku merasa dapat mengendalikan persetubuhan, bukan dikendalikan oleh Laras sehingga aku masih mampu bertahan. Apalagi aku melihat Laras menikmati persetubuhan dengan gaya yang pertama dia lakukan. Aku makin merasa nyaman dan mampu bertahan untuk tidak ejakulasi dengan cepat, dengan mantap dan kencang aku sodokkan penisku ke dalam vagina Laras. Tubuh Laras tergundang-guncang&lt;br /&gt;
maju mundur karena goyanganku, kedua tanganku memegang dan pantat Laras. Empat jari tangan kanan dan kiri meremas pantat Laras, sedangkan jempolku aku selipkan di belahan pantatnya, mengorek dan mengelus anusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayah… nikmat sekali…” kata Laras sambil menoleh ke belakang dan berusaha melihat apa yang aku lakukan terhadap anusnya.&lt;br /&gt;
“Iya… Sayang… Ayah juga merasa nikmat…”&lt;br /&gt;
“Jempol ayah… sshh… aahh… Jempol ayah…” Laras mendesiskan kata-kata dengan cepat sambil terengah-engah.&lt;br /&gt;
“Hmmm…? Kenapa… ? Nikmat kan…?”&lt;br /&gt;
“Iya… aahh… ssshh…” Laras makin mendesis dengan mata melotot. “Masukin Ayah… Masukin penis Ayah di anus Laras… Cepat Ayaahh…” Laras berteriak kesetanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rupanya dia ingin melakukan anal seks. Laras benar-benar gadis yang luar biasa di bidang seks. Dia&lt;br /&gt;
nampaknya selalu ingin mencoba hal-hal yang baru. Sedangkan aku, ini pertama kali aku melakukan anal sex. Aku belum pernah memikirkan untuk melakukan anal sex, sementara isteriku juga tak pernah meminta. Memang kami melakukan hubungan sex dengan berbagai macam gaya tapi yang namanya anal sex belum pernah kami coba lakukan. Kami tidak pernah mengeksplor anus waktu melakukan foreplay. Sejenak aku ragu, tapi Laras kembali meminta untuk melakukan anal sex.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan aku lepaskan penisku dari vagina Laras.&lt;br /&gt;
“Kenapa berhenti Ayah…?” tanya Laras&lt;br /&gt;
“Kalau gitu cepat masukin penis Ayah dalam anus Laras…” kata Laras sambil meremas dan mengocok vagina serta klitorisnya sendiri. Aku turun dari tempat tidur untuk mengambil botol lubricant gel yang biasa aku gunakan untuk bersetubuh dengan isteriku. Karena dia sudah mengalami menopause, lubricant gel ini sangat menolong untuk membuat vagina isteriku basah. Kelenjar yang mengeluarkan cairan vaginanya tidak produktif lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami gunakan lubricant gel agar isteriku tidak kesakitan waktu bersetubuh, dengan demikian isteriku&lt;br /&gt;
dapat menikmati persetubuhan yang kami lakukan. Kuminta Laras untuk nungging lagi, perlahan aku elus anus Laras sambil sedikit-demi sedikit aku masukkan jariku agar otot-otot anusnya mengembang. Aku tahu, Laras akan kesakitan karena anusnya dimasuki penisku untuk yang pertama kali. Bagaimana pun juga otot anus berbeda elastisitasnya dengan otot vagina yang lebih mudah melebar saat dimasuki penis. Aku mencium dan menjilat anus Laras dengan lahap guna memberi rangsangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan jilatanku, aku berharap Laras akan merasa nikmat sehingga pada saat aku lakukan &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;penetrasi&lt;/a&gt;, Laras tidak akan begitu kesakitan.&lt;br /&gt;
“Aahh… aahh… sshh… Ayah… cepat masukin dong…” Laras merintih dan merengek agar aku cepat-cepat memasukkan penisku. Rupanya Laras benar-benar penasaran untuk menikmati anal sex.&lt;br /&gt;
“Iya Sayang…” jawabku sambil terus menjilat dan mengorek anus Laras dengan lidahku.&lt;br /&gt;
“Sabar sebentar… tunggu sampai anus Laras bener-bener siap menerima penis Ayah.”&lt;br /&gt;
“Auw… ssshh nikmat. Ayah… masukin sekarang dong…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak mau langsung memasukkan penisku ke dalam vagina Laras, aku tidak ingin dia terlalu kesakitan karena pertama kali melakukan anal seks. Aku meraih botol lubricant gel lalu memasang tabung aplikatornya. Perlahan aku tusukkan tabung aplikator ke dalam anus Laras sambil menekan botol itu.&lt;br /&gt;
“Ups… sshh ya… gitu dong Ayah… penisnya dimasukin”&lt;br /&gt;
Laras tidak menyadari kalau yang aku masukkan kedalam anusnya bukan penis melainkan aplikator. Setelah cukup gel yang masuk ke dalam anus Laras, aku tuang dan aku oleskan pada telunjuk tangan kananku. Kemudian telunjukku yang basah karena lubricant gel perlahan-lahan aku tusukkan ke dalam anus Laras, aku tarik sedikit, lalu aku tusukkan lebih dalam lagi.&lt;br /&gt;
“Ahh… terusin Yah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan perlahan aku kocok jariku di anus Laras, sementara tanganku yang lain meremas vagina Laras. Klitorisnya aku pilin-pilin dan pencet dengan lembut dengan jempolku, sedangkan dua jariku memasuki lubang vaginanya lalu bergerak keluar masuk di dalam vaginanya. Dua lubang sumber kenikmatan seksual Laras aku korek, aku tusuk-tusuk. Pantatnya aku jilat dan aku gigit-gigit pelan. Laras terus merintih dan mendesah menikmati setiap remasan, kocokan dan gigitanku. Anus Laras sudah siap sekarang, karena jariku dengan leluasa dapat keluar masuk memompa anusnya. Perlahan penisku yang sudah sangat keras dan tegang aku tempelkan di pantatnya. Jariku terus mempompa anus dan vaginanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kok belum masuk sih…? Tadi yang masuk apa dong Yah…” tanya Laras setelah tahu penisku belum menyentuh anusnya. Perlahan telunjuk kananku aku lepas dari anus Laras, kembali aku tuang lubricant gel lalu aku oleskan di penisku. Perlahan penisku aku coba masukkan ke dalam anusnya. Susah sekali memasukkan penisku, walau pun lubrikan gel cukup membantu. Laras mengerti kesulitanku lalu menoleh ke belakang.&lt;br /&gt;
“Sshh… Aahh… Susah masuknya ya Yah?” tanya Laras lalu dia merendahkan bahunya dan membuka lebar-lebar pahanya sehingga posisinya semakin nungging, pantatnya dan anus membuka lebih lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-selingkuh-dengan-anak.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Selingkuh Dengan Anak Angkat&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
“Sabar ya Sayang…” kataku. “Agak sakit nanti pada awalnya”&lt;br /&gt;
“Iya… Yah… nanti pasti sakit, tapi sesudah itu jadi nikmat” kata Laras sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
Aku paksa penisku agar bisa masuk ke dalam anus Laras dengan mendorongnya kuat-kuat.&lt;br /&gt;
“Auw…” Laras menjerit kesakitan saat seperempat bagian penisku berhasil memasuki lubang anusnya.&lt;br /&gt;
“Sakit sekali Yah…”&lt;br /&gt;
Aku berhenti sejenak untuk membiarkan otot anusnya melebar secara alami agar tidak terlalu menyakitkan bagi Laras.&lt;br /&gt;
“Kenapa berhenti Ayah…?” tanya Laras sambil menggoyangkan pantatnya.&lt;br /&gt;
“Supaya Laras tidak kesakitan…” jawabku.&lt;br /&gt;
“Terusin dong yah…” kata Laras lalu mendorong mundur sehingga penisku tertekan dan melesak beberapa senti lagi ke dalam anusnya. Akibatnya sungguh luar biasa bagiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pantat Laras yang berputar membuat penisku serasa dijepit dengan ketat oleh benda yang kenyal sambil diremas-remas. Nikmat. Sungguh nikmat!&lt;br /&gt;
“Aahh…” kami mengerang hampir bersamaan.&lt;br /&gt;
“Sakit Sayang?” tanyaku mendengar Laras merintih&lt;br /&gt;
“Sakit sedikit … tapi nikmat sekali, Ayah” kata Laras. Kemudian Laras dengan semangat menggoyangkan pantatnya.&lt;br /&gt;
Mendengar desahan dan erangan Laras yang dapat merasakan nikmat saat penisku bergoyang karena gerakan pantatnya, aku tarik penisku keluar sedikit lalu aku masukkan lagi dengan pelan tapi mantap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah tiga empat kali penisku keluar masuk, aku tekan dengan sedikit keras sehingga penisku melesak sepenuhnya ke dalam anus Laras.&lt;br /&gt;
“Auw…” Laras kembali menjerit&lt;br /&gt;
“Sakit Sayang…?”&lt;br /&gt;
“Enggak…” kata Laras sambil dengan semangat dia memutar pantatnya mengimbangi gerakan maju mundur yang aku lakukan. “Ahh… Nikmat sekali Ayah… sshh… aahh… sshh…”&lt;br /&gt;
Aku membungkuk untuk meraih klitoris Laras lalu memilin dengan dua jariku, sementara tanganku yang lain meremas-remas payudaranya. Kami mengerang bersahut-sahutan. Belum lima menit, tubuh Laras mengejang sambil mengerang keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayaahh… auw… aahh…” teriakan Laras mengagetkan aku. Laras meliukkan badannya, pantatnya disodok-sodokkan ke belakang dengan keras dan cepat.&lt;br /&gt;
“Kenapa Sayang…?” aku bertanya karena mengira dia kesakitan.&lt;br /&gt;
“Laras…aahh…ssshh… Laras orgasme lagi….”&lt;br /&gt;
Aku tak menduga Laras sudah orgasme. Rupanya benar informasi yang aku baca, anal sex lebih nikmat baik bagi perempuan maupun laki-laki. Dengan anal sex, penis terjepit lebih kencang sedangkan bagi wanita, sodokan penis di dalam anus dapat dengan mudah mendorong otot-otot usus besar menekan G-spot. Itu sebabnya kenikmatan yang ditimbulkan luar biasa, demikian pula Laras. Hari pertama melakukan persetubuhan disertai dengan &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;anal sex&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini rupanya yang menyebabkan Laras dengan mudah memperoleh puncak kenikmatan. Laras ambruk tersungkur di atas tempat tidur sehingga penisku terlepas dari anusnya. Sebenarnya aku juga hampir ejakulasi, kalau saja Laras dapat bertahan lebih lama sedikit lagi. Laras membalik tubuhnya hingga terlentang, nafasnya memburu terengah-engah sedangkan matanya terpejam.&lt;br /&gt;
“Nikmat sekali Ayah…” katanya lalu diam tidak bergerak sampai beberapa saat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayah bener-bener hebat…” katanya lagi.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/feeds/2695786030551027620/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-selingkuh-dengan-anak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/2695786030551027620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/2695786030551027620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-selingkuh-dengan-anak.html' title='Cerita Dewasa Selingkuh Dengan Anak Angkat'/><author><name>Karla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15414855962408796804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhYQS5ge2iMYCRNHkZJyTukB2M9YOdjdkQK0Cf-JOn245umKe2dyqr-fq7zw-o2k06fJuwaQRdwfrclLRhS_wU_d0MeikmuBUA_RfB9pJaesKsrCNH0DZQRZkcfmO0IzN97eUisIwvzCI/s72-c/59283e13820ad01d008b4583-750-563.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433305999846514824.post-6856255049200305358</id><published>2018-10-21T02:16:00.000-07:00</published><updated>2018-10-21T02:25:33.046-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="adegan panas"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="binal"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita 17+"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita becek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita lendir"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita mesum"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita porno"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita selingkuh"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="doyan seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="hiperseks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mahmud"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="nafsu birahi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="oral seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="seks bergilir"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tante"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="threesome"/><title type='text'>Cerita Dewasa Istriku Kenikmatan Digarap</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDoXqEueSuoCgJEnxVOqrxW2Tg87qxpNYMqGN0dIEyuRbHaUa3NMIAvZ5ZgedCVUI4ZrF9iZoFnc_nd7SD1qgE_TSycQujM06_U6uRX2bDi0KCFkIWwa0j_qOWmZVGAu-xYBuHiJsSsm4/s1600/27-034931-how_to_improve_your_sex_drive.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Istriku Kenikmatan Digarap&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;540&quot; data-original-width=&quot;1080&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDoXqEueSuoCgJEnxVOqrxW2Tg87qxpNYMqGN0dIEyuRbHaUa3NMIAvZ5ZgedCVUI4ZrF9iZoFnc_nd7SD1qgE_TSycQujM06_U6uRX2bDi0KCFkIWwa0j_qOWmZVGAu-xYBuHiJsSsm4/s400/27-034931-how_to_improve_your_sex_drive.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Istriku Kenikmatan Digarap&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;bukuceritadewasaonline&lt;/a&gt; - Kisah yang aku ceritakan ini merupakan cerita yang benar-benar terjadi padaku dan istriku, cerita seks yang tak pernah terlupa karena kekejian pemerkosaan mereka. Istriku terduduk merunduk dengan kedua kakinya yang terkangkang lebar, Pak Kadir menyingkapkan rok klok hitam ketat di pinggul istriku sehingga selangkangan istriku yang berbulu kemaluan lebat terpampang sudah….&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Otakku masih berpikir, mengapa Mbah Wondo dengan mudahnya menyetubuhi istriku tanpa takut, yang rupanya bukan sekedar mantan bromocorah yang selalu menggauli nyonya rumah yang dirampoknya, tapi lebih dari itu, Mbah Wondo juga seorang dukun… dimana salah satu yang digauli oleh Mbah Wondo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingatanku kembali kepada dr. Thomas dokter muda perawakan hitam kekar dan dr.Tan tua, dokter botak beruban tua, yang terkekeh-kekeh setelah memeriksa istriku dimana saat aku melihat mereka menggilir istriku yang malam itu tak mengenakan BH dan celana dalam dibalik rok klok hitam ketat di pinggul dan bloues nya. Kenapa aluran kencing istriku meradang dan demam tinggi, istriku rupanya telah digilir empat satpam kekar dan muda seperti dikatakan oleh Pak Kadir, boss istriku tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eeeeeeeeegggggghhhhhhhzzzzzzz …….. “ kudengar istriku mendesis-desis dan merintih dan mataku melihat nanar ke selangkangan istriku yang terbuka jelas berbulu kemaluan lebat itu. Dimana Pak Kadir tengah menjejali liang vagina istriku yang basah oleh lendir vagina dengan dildo bergerigi pink sebesar botol sprite 200 ml ujungnya berambut jabrik halus ..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aaaampuuuuuun …… Paaaaak Kadir …….. “ istriku mengerang saat dengan kasar Pak Kadir menyodok-nyodokan dildo bergerigi pink sebesar botol sprite 200 ml ujungnya berambut jabrik halus itu ke liang vagina istriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aduuugghh … aduuugghh … aaaampuuuuuun …… Paaaaak Kadir …….. “ istriku mengerang lagi.&lt;br /&gt;
“Enak mana dildo ini atau kontol satpam atau kontol Mbah Wondo, Jeng Marni ?” tanya Pak Kadir&lt;br /&gt;
“Zzzuuuudaaaccgghh ….. Paaaaak Kadir …….. aaaampuuuuuun …… “ istriku terus merintih.&lt;br /&gt;
“Loh gak mau jawab?” sergah Pak Kadir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aduuugghh … aaaampuuuuuun …… Zzzuuuudaaaccgghh ….. “ istriku merintih kembali saat Pak Kadir menghujam dalam-dalam dildo bergerigi pink itu di liang vagina istriku yang langsung membuat kedua mata istriku terbelalak dan terbalik-balik ….&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Klik klik” kudengar suara terkunci dan kulihat dildo bergerigi pink itu telah menghujam dalam-dalam di liang vagina istriku dan Pak Kadir mengikat dildo itu dengan tali yang terbelit di kedua lipatan paha padat istriku dengan kunci sehingga tak mungkin dildo itu terlepas dari liang vagina istriku….&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kulihat hanya pangkal dildo bergerigi pink itu menonjol keluar dari liang vagina istriku dan Pak Kadir menekan tombol remote control. Dan suatu pemandangan yang sangat aneh, kedua mata istriku terbelalak dan terbalik-balik, tubuh sexy istriku bergetar hebat kemudian menggelinjang, meliuk-liuk seperti cacing kepanasan, menggeliat, mengejang-ngejang, menggelepar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-istriku-kenikmatan-digarap.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Istriku Kenikmatan Digarap&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua tangan istriku menggapai-ngapai sekelilingnya, kemudian istriku menggeram dan merengek seperti orang menangis ….&lt;br /&gt;
“Ngngngngngngngzzzzzzz…….. “ istriku merengek seperti orang menangis dan mengejan panjang, pantat bahenol istriku tersentak-sentak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Paaaaak Kadir …….. ngngngngngngngzzzzzzz …….. “ istriku mengejan panjang kembali ketika&lt;br /&gt;
dildo bergerigi pink sebesar botol sprite tengah bereaksi di dalam liang vagina istriku dengan pasti bergetar, meliuk-liuk. Kedua lelaki tua itu meremas-remas kedua payudara montok istriku sambil menciumi wajah istriku yang terus meliuk-liuk seperti cacing kepanasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tuaaaan Maaarkuuuussszzzzz ….. Paaaaak Kadir …….. akuuu … keluaaaaar teruuussss …paaaaaaaghhhhzzzz ……” istriku mendesis-desis dan menggeram. Kedua jari-jari tangan istriku mencengkeram kuat lengan kedua lelaki tua itu, pantat bahenol istriku tak pernah berhenti tersentak-sentak, istriku bermandikan keringat.&lt;br /&gt;
“Zzzuuuudaaaccgghh ….. Paaaaak Kadir …….. aku keluaaar lebiiih tujuuuuh kaliiii…… akuuu leemaaazzzz Paaaaak Kadir …….. aaaampuuuuuun …… “ istriku memohon mengiba…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rupanya Pak Kadir merasa kasihan dengan istriku dan menekan tombol remote control menghentikan dildo yang bergetar, meliuk-liuk, kemudian gerakan menyodok-nyodok dan rambut jabriknya bergetar hebat kemudian seolah gerakan rambut jabriknya melemah menegang di liang vagina istriku …..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pak Kadir menyingkapkan rok klok hitam ketat di pinggul istriku dan melepas kunci dan tali yang mengikat dildo bergerigi pink sebesar botol sprite itu… Kulihat lendir vagina istriku seperti istriku mengompol karena banyaknya saat Pak Kadir mencabut dildo bergerigi pink itu dari liang vagina istriku yang ternganga lebar …..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu Pak Kadir menyimpan dildo bergerigi pink itu, tiba-tiba kudengar pintu rumahku diketuk keras keras dari luar… Kulihat wajah kedua lelaki tua itu pucat…..&lt;br /&gt;
Tuan Markus hanya sempat menutup blouse istriku sehingga kedua payudara montok istriku tak terkuak keluar. Sedangkan rok klok hitam ketat di pinggul sempat menutupi selangkangan istriku dimana kedua kaki istriku masih terkangkang lebar ….&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yaaaa…..” kudengar suara istriku yang bermandikan keringat menjawab lemah… Pintu terbuka&lt;br /&gt;
“Ada apa ini…?” kudengar suara yang kukenal, suara Sukerto, pemuda kekar kepala gundul berkulit hitam yang dikenal brengsek, karena sering mengganggu ibu-ibu di kampung sebelah….&lt;br /&gt;
“Nggak ada apa-apa mas Sukerto …” kata istriku lemah menatap pemuda kekar berkepala gundul berkulit hitam.&lt;br /&gt;
“Pulang kamu tua bangka!!” bentaknya kepada kedua lelaki tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yaa .. yaaa.. kami mengantar Jeng Marni saja kok mas…” kata Pak Kadir tergagap-gagap.&lt;br /&gt;
“Mas Sukerto yang sopan, beliau bos ku…” kata istriku&lt;br /&gt;
“Pergi!!” kulihat kedua mata Sukerto melotot…&lt;br /&gt;
Kedua lelaki tua itu pun bergegas pergi…. dan kudengar suara mobil menderu menjauh…&lt;br /&gt;
“Ada apa Tante Marni?” kudengar suara Sukerto lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhku pun panas dingin, memang Sukerto pemuda kekar berkepala gundul berkulit hitam itu sangat brengsek…. sering aku dengar Sukerto mengganggu ibu-ibu di kampungnya. Pernah sekali aku melihat Sukerto menyusupkan tangan kekar nya di seragam PKK Bu Tarno, yang mempunyai payudara sangat montok, saat acara akan menyanyikan lagu PKK di penutupan 17 agustusan. Bahkan malam itu Sukerto menarik lepas BH Bu Tarno, sehingga Bu Tarno tak mengenakan BH saat di panggung….&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu aku menuju pulang tanpa sengaja aku mendengar perbincangan, di semak belukar&lt;br /&gt;
“Sudah Kerto… jangan ganggu istriku …”&lt;br /&gt;
“Diam kamu Pak Tarno… kutusuk kau nanti…. Mmmm.. susu istrimu masih kenyal.. sreep sreep …”&lt;br /&gt;
“Apa arti namaku Tarno?” kata Sukerto sekenanya tanpa kata &#39;pak&#39;&lt;br /&gt;
“Sudah Kerto, aku gak tahu…” jawab Pak Tarno&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sukerto… Sueneng wanita setengah tuo he he… suka sama wanita setengah baya… gitu Tarno” jawab Sukerto. Posisiku jauh dan dari kejauhan kulihat kepala Bu Tarno mengangguk-angguk. Rupanya Bu Tarno tengah mengulum dan menyedot-nyedot batang kemaluan Sukerto di depan suaminya, sementara itu kedua tangan kekar Sukerto terus meremas-remas payudara montok Bu Tarno….&lt;br /&gt;
“Berapa ronde Tante Marni ?” tanya Sukerto membuat aku tersadar dan kulihat Sukerto sudah duduk di samping istriku yang lunglai sehabis dikerjain oleh dildo bergerigi pink milik Pak Kadir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudmu apa Sukerto ?” istriku balik bertanya&lt;br /&gt;
“Nggak usah bohong Tante Marni….. tubuh Tante Marni bermandikan keringat, lagi pula tuch…. puting susu Tante Marni masih menegang…. bandot tua tadi cuman sempat menutup satu kancing baju Tante Marni….” katanya semakin mendekat ke istriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sukerto……..” istriku mendesah-desah saat kedua tangan kekar Sukerto meremas-remas payudara montok istriku yang masih terbungkus blousenya yang hanya terkancing satu ….&lt;br /&gt;
“Jangaaaan Sukerto …….. “ istriku mendesah-desah dan Sukerto mencium leher istriku sehingga istriku menegadahkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau cantik Tante Marni… sexy…..” desis Sukerto&lt;br /&gt;
Aku tak tahu, entah istriku benar-benar kecapaian atau istriku sudah terangsang kembali, yang jelas istriku hanya diam saat jari-jari tangan lelaki yang besar-besar itu melepas satu kancing yang tersisa dan terkuaklah kedua payudara montok istriku….&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Istriku Kenikmatan Digarap&lt;/a&gt;, Baru kutahu, istriku terangsang karena kedua puting susu hitam sebesar kelingking istriku sudah menegang dan mencuat kencang diantara jari-jari tangan Sukerto yang besar-besar itu meremas-remas kedua payudara montok istriku ….&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tante Marni terangsang, kan?“ tanya Sukerto dan jari telunjuk dan ibu jari yang besar kasar itu memencet, memelintir sambil menarik narik kedua puting.&lt;br /&gt;
“Sukerto …….. aduuugghh … “ istriku mendesah-desah karena begitu kuatnya jari telunjuk dan ibu jari yang besar kasar Sukerto memencet, memelintir sambil menarik-narik kedua puting istriku.&lt;br /&gt;
“Sakit Tante Marni ?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aduuugghh … aduuugghh … “ istriku merintih setiap saat jari telunjuk dan ibu jari yang besar kasar Sukerto memencet, memelintir sambil menarik narik kedua puting susu istriku dengan kasar…..&lt;br /&gt;
“Sakit Tante Marni….. tapi enak…?“ Istriku hanya mengaduh dan merintih setiap jari telunjuk dan ibu jari yang besar kasar Sukerto memencet, memelintir sambil menarik-narik kedua puting susu istriku.&lt;br /&gt;
“Puting susu Tante Marni tambah gede ….” bisik Sukerto dan kulihat kedua puting susu istriku semakin besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sukerto….. “ istriku mengerang saat jari-jari tangan lelaki yang besar-besar itu menyentil kedua puting susunya layaknya orang tua menyentil telinga anak kecil yang nakal….&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir tebal hitam Sukerto mulai beraksi menyedot-nyedot kedua payudara montok istriku bergantian sehingga meninggalkan bekas pagutan-pagutan merah di permukaan kedua payudara montok istriku.&lt;br /&gt;
“Aku haus Tante Marni …” dan bibir tebal hitam Sukerto mencaplok payudara montok kiri istriku dan menyedot-nyedotnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aaaaggh air susu Tante Marni keluar…..“ dan bagaikan seorang bayi kehausan, pemuda kekar berkepala gundul berkulit hitam menghisap-hisap payudara montok kiri istriku dengan ganasnya…..&lt;br /&gt;
Sementara itu, tangan kekar kanan Sukerto menyusup di balik rok klok hitam ketat di pinggul istriku mengobok-obok selangkangan istriku sehingga rok klok hitam ketat di pinggul istriku tersingkap.&lt;br /&gt;
“Oooooggghhhhhzzz ….. “ istriku mendesis-desis saat kulihat jari telunjuk dan ibu jari yang besar kasar sebelah kanan Sukerto berhasil memencet, memelintir sambil menarik-narik kelentit istriku sehingga istriku mengangkangkan kedua kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aduuugghh… Sukerto…….. aduuugghh… aduuugghh… Sukerto…….. “ istriku merintih setiap jari telunjuk dan ibu jari kasar Sukerto memencet, memelintir sambil menarik-narik kelentit istriku dengan kasarnya…&lt;br /&gt;
Istriku semakin mengangkangkan kedua kakinya sehingga Sukerto semakin mudah memainkan kelentit istriku ….&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Enak Tante Marni? katakan, sayang…” bisik pemuda kekar berkepala gundul berkulit hitam itu sambil menciumi wajah istriku yang terangsang berat.&lt;br /&gt;
“Oooooooooggghhhhhzzz ….. …” istriku mendesis-desis karena jari telunjuk dan jari tengah yang besar kasar kanan Sukerto kini mengelus-elus bibir vagina istriku sehingga bunyi kecepak lendir vagina istriku terdengar olehku. Sedangkan jari telunjuk dan ibu jari kiri Sukerto ganti memencet, memelintir sambil menarik-narik kelentit istriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sukerto …….. “ istriku mendengus-dengus, pantat bahenol bergetar hebat….&lt;br /&gt;
“Mmmmmmpppppppffzzzz …….. “ istriku kembali mendesis-desis saat jari telunjuk dan jari tengah yang besar kasar kanan Sukerto secara bersamaan menjejali liang vagina istriku dan mulai mengocok liang vagina istriku yang melenguh panjang dan kedua mata istriku terbelalak dan terbalik-balik merasakan jari Sukerto mengorek-ngorek liang vagina istriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sukerto …….. aaaampuuuuuun …… Eeeeeeeeegggggghhhhhhhzzzzzzz…….. “ istriku mendesah-desah saat jari telunjuk dan jari tengah Sukerto mengorek kemudian menekuk dan menggaruk liang vagina istriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sukerto …….. taaanteeee gaaak sangguuuup…. taaanteeeee…. ngngngngngngngzzzzzzz….. “ istriku mengejan panjang dan tubuh sexy istriku bermandikan keringat itu pun meliuk-liuk seperti cacing kepanasan dan mengejang-ngejang saat orgasme pertamanya dengan pemuda kekar berkepala gundul berkulit hitam…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sukerto langsung merunduk dan bibir tebal hitam nya menyedot-nyedot kelentit dan bibir vagina istriku yang dengan serta merta mengkangkangkan kedua kakinya lebar-lebar… istriku mengesek-gesek kan selangkangan nya ke bibir tebal hitam Sukerto dan dengan sigap Sukerto semakin menyedot-nyedot bibir vagina dan kelentit istriku yang terangsang hebat…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua ibu jari tangan kekar Sukerto membuka lebar bibir vagina istriku dan kulihat lidah panjang Sukerto menjilati bibir vagina dalam istriku.&lt;br /&gt;
“Eeeeeeeeegggggghhhhhhhzzzzzzz…….. Eeeeeeeeegggggghhhhhhhzzzzzzz …….. “ istriku mendesis-desis mengangkangkan kedua kakinya sambil mengangkat-angkat pantat bahenol sambil mengesek-gesek kan bibir vagina nya ke bibir tebal hitam dan lidah panjang Sukerto yang semakin liar menjilati bibir vagina dalam istriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-istriku-kenikmatan-digarap.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Istriku Kenikmatan Digarap&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
“Heeeeeggghhhhzzzz …….” istriku mendesah-desah saat lidah panjang kasar Sukerto menjejali liang vagina istriku dan jari-jari tangan istriku memeluk kepala gundul Sukerto menekan dan mengesek-gesekan bibir vagina dan kelentit nya ke bibir tebal hitam Sukerto dimana lidah panjang kasar Sukerto semakin menembus masuk ke liang vagina istriku dan kepala gundul itu pun menyodok-nyodok ke depan menghujam dalam-dalam lidah panjang kasar nya di liang vagina istriku…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sukerto …….. Tante Marniiiii … mau laaagiiiii …..ngngngngngngngzzzzzzz …….. “ istriku mengejan panjang menyemburkan air maninya kembali…..dan “sroop … srooop” kudengar mulut Sukerto menghisap-hisap lendir vagina istriku yang membuat istriku melenguh panjang dan menggeram tak karuan dengan tubuh bermandikan keringat dan mengejang-ngejang disertai gemeletuk gigi istriku menahan kenikmatan orgasme dan kegelian yang amat sangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Istriku mengejan panjang dua kali lagi… sebelum tubuhnya limbung ke samping kiri…. Melihat istriku terkapar lemas, Sukerto pun berdiri dan membuka resleting celana jins nya dan jari-jari tangan lelaki yang besar-besar itu merogoh ke dalam dan mengeluarkan batang kemaluan seperti botol sprite berurat sebesar cacing tanah yang menegang kaku dengan kepala jamur terbelah dengan lubang kencing yang besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari-jari tangan kanan lelaki yang besar-besar itu memegang batang kemaluan nya dan jari-jari tangan kiri lelaki yang besar-besar itu membuka lebar-lebar bibir vagina istriku dan mengarahkan kepala itu ke bibir vagina istriku yang ternganga lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sukerto mengesek-gesek kan kepala yang besar ke liang vagina luar istriku dan kemudian menjejalkan ke liang vagina istriku kuat-kuat sehingga istriku merengek seperti orang menangis merasakan desakan kepala jamur terbelah dengan lubang kencing yang besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sukerto mengangkangkan kedua kaki istriku lebar-lebar dan kulihat bibir vagina istriku menggelembung meremas batang kemaluan Sukerto,&lt;br /&gt;
“Heeeeeggghhhhzzzz……. “ istriku mendesis-desis saat Sukerto menjejalkan batang kemaluannya ke dalam liang vagina istriku yang terkapar lunglai dengan kedua kakinya terkangkang lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Istriku hanya mencengkeram kuat kedua pergelangan tangan Sukerto yang menekan kedua kaki istriku yang terkangkang lebar dan kedua mata istriku terbelalak dan terbalik-balik saat Sukerto menghujam dalam-dalam batang kemaluan nya ke dalam liang vagina istriku disertai gemeletuk gigi istriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa Tante Marni ?” bisik Sukerto mendekatkan wajahnya ke wajah istriku dan Sukerto melumat bibir istriku dan tubuh kekar itu menindih tubuh sexy nan mungil istriku yang bermandikan keringat … Sukerto kemudian menggoyang kan pantat sekal hitam nya diantara paha padat istriku yang terkangkang lebar dan kudengar istriku merintih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rintihan istriku berubah mengerang saat Sukerto semakin menggoyang dan mengesek-gesekkan pantat sekal hitam nya,&lt;br /&gt;
“Aaaampuuuuuun…… Sukerto…….. aaaampuuuuuun…… “ istriku mengerang&lt;br /&gt;
“Kenapa Tante Marni ? kenapa, sayang…” bisik Sukerto yang semakin menggila mengesek-gesek kan selangkangan nya ke selangkangan istriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Zzzuuuudaaaccgghh….. Zzzzaaakiiiiiiit…….” istriku merintih keras saat Sukerto semakin mengesek-gesek selangkangan nya ke selangkangan istriku&lt;br /&gt;
“Kenapa Tante Marni ?”&lt;br /&gt;
“rreezzzletiiing clanamuuuu Sukerto …….. “ istriku mengerang dan baru kutahu karena resleting celana jins Sukerto mengesek-gesek bibir vagina istriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Biar Tante Marni gak pake celana dalam besok heheheh ..” Sukerto terkekeh-kekeh…&lt;br /&gt;
Malam itu, Sukerto tak pernah melepas batang kemaluannya dari liang vagina istriku dimana releting celana jins Sukerto terus mengesek-gesek bibir vagina istriku hingga terluka…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, Sukerto menghisap-hisap kedua payudara montok istriku maupun leher istriku sehingga meninggalkan pagutan-pagutan merah di leher dan payudara montok istriku. Bahkan Sukerto bukan saja memencet, memelintir sambil menarik-narik kedua puting istriku dengan jari-jari tangan lelaki yang besar-besar itu tetapi juga menggigit kedua putingnya hingga istriku mengerang, melenguh panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun tertidur setelah aku mengocok batang kemaluan ku melihat adegan istriku tersiksa dalam kenikmatan birahi. Pagi harinya, aku terbangun dan kulihat istriku yang sudah memakai seragam blazer berleher rendah dan rok klok hitam ketat di pinggul duduk di kursi panjang dengan wajah pucat pasi dan menggigit bibirnya…&lt;br /&gt;
“Sudahhh bangun, mas..?” tanyanya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yaa… kok melamun?” tanyaku&lt;br /&gt;
“Maaf aku lupa… kita besok pindah rumah ya, mas… Aku dapat rumah di daerah sana…” katanya sambil menyebut perumahan baru yang memang cukup mewah dari rumahku sekarang…&lt;br /&gt;
“Ya, kalau sudah dapat…” kataku ….&lt;br /&gt;
“Terima kasih, mas…” katanya berseri-seri..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari pun berlalu, tapi petualangan istriku tetap berlanjut….&lt;br /&gt;
Istriku berpamitan saat aku mandi dan aku pun iseng untuk melihat…. Istriku berjalan tertatih-tatih keluar rumah dan aku pun yakin pagi itu istriku tak mengenakan BH dan celana dalam nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUnhwBhGYkfv7rRdmXHKtCJtnp924-rx09DBy6Fj6u_A2_KNcsNJfRmHXe-bUKBTAWV4K4HmMOjej2NCyAf7jURek-Veefwvp9dpH-f8jflHnZbmsz2CZIMWB_Pr6kaLKLwK04M_4Wd1Y/s1600/Li_Meng_Tian_44.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Istriku Kenikmatan Digarap&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;750&quot; data-original-width=&quot;496&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUnhwBhGYkfv7rRdmXHKtCJtnp924-rx09DBy6Fj6u_A2_KNcsNJfRmHXe-bUKBTAWV4K4HmMOjej2NCyAf7jURek-Veefwvp9dpH-f8jflHnZbmsz2CZIMWB_Pr6kaLKLwK04M_4Wd1Y/s400/Li_Meng_Tian_44.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Istriku Kenikmatan Digarap&quot; width=&quot;263&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun berangkat bekerja dan karena malamnya aku hanya tidur sebentar, tak ayal lagi, badanku meriang sehingga aku minta ijin untuk pulang setengah hari…. Aku terpaksa memakai angkutan umum untuk pulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasa aneh saat ku sampai ke rumah, kembali kulihat bayang-bayang Mbah Wondo terkekeh-kekeh di pintu samping rumahku dan menghilang…&lt;br /&gt;
Aku mengira istriku bekerja hari itu tapi kulihat sepeda butut, milik pemulung kecil yang sering kutemui akhir-akhir ini mengintip istriku berganti pakaian dari jendela nako samping rumah dengan alasan mengambil barang-barang bekas…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Istriku Kenikmatan Digarap&lt;/a&gt;, Siang itu, aku masuk rumah dengan mudah karena pintu rumah tak terkunci… aku melepas sepatuku, perasaan aneh kembali muncul saat kulihat bayangan Mbah Wondo memanggilku ke arah belakang rumah. Rumah dalam keadaan sepi dan aku pun dengan hati-hati melangkah saat mendekati kamar yang belakang yang dulu dipakai pembantuku. Benar.. hatiku terkesiap saat aku melihat dari pintu tengah….&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemulung kecil tengah mengintip kamar pembantu dan dengan mengendap-endap pemulung kecil masuk ke kamar pembantu dan menutup pintu dengan hati-hati. Aku mendekati kamar yang tidak tertutup rapat dan kulihat istriku tidur di ranjang pembantu berukuran kecil itu dan kulihat pemulung kecil itu jongkok tepat dibawah istriku tidur. Posisi istriku yang tidur dengan meregangkan kedua kaki nya, membuat pemulung kecil itu jongkok sambil menatap tajam di selangkangan istriku yang aku yakin tak memakai celana dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keyakinanku kini pun terjadi, saat dengan mengendap-endap pemulung kecil itu naik dari bawah ranjang dengan perlahan-lahan meraih dan menyingkapkan daster kaos ketat yang mencetak lekuk tubuh istriku bagian bawah. Kulihat mata kecil itu pun menatap nanar ke selangkangan istriku yang ditumbuhi bulu kemaluan lebat, kulihat tubuh pemulung kecil itu bergetar, menelan ludah beberapa kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kecil itu pun dengan gemetaran mendekat ke selangkangan istriku dan jari-jari tangan kecil itupun meraba bulu kemaluan lebat istriku dan karena tak ada reaksi dari istriku, maka jari-jari tangan pemulung kecil itupun mulai mengelus-elus selangkangan istriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba istriku meregangkan kedua kaki nya dan menekuknya sehingga kedua kaki istriku terkangkang lebar dan pemulung kecil itupun bisa melihat jelas bibir vagina istriku dan kini dengan keberaniannya pemulung kecil itu pun meraba-raba bibir vagina istriku dengan jari telunjuk nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Istriku tak bereaksi dalam tidurnya saat itu, karena malam harinya istriku telah disetubuhi Sukerto pemuda kekar berkepala gundul berkulit hitam itu entah berapa kali sampai esok pagi kutemui istriku melamun dan pucat pasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemulung kecil itu pun dengan berani membuka bibir vagina istriku dengan jari-jari tangan nya.&lt;br /&gt;
Awalnya jari-jari tangan pemulung kecil itu mengelus-elus bibir vagina istriku kemudian menggosok-gosok bibir vagina istriku dan tak lama kemudian bunyi kecepak lendir vagina istriku terdengar “cek cek cek” Maka pemulung kecil itu semakin berani dimana tubuh kecil itu naik ke ranjang dimana istriku tidur tertelentang dengan kedua kakinya yang terkangkang lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari-jari tangan pemulung kecil menguak bibir vagina istriku dan jari telunjuk dan ibu jari kiri mungil itu dengan beraninya memelintir dan memencet kelentit istriku sementara itu, jari telunjuk, jari tengah dan jari manis nya menggosok-gosok bibir vagina istriku ….&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pantat bahenol istriku bergetar hebat, kedua tangan istriku hanya menggapai-gapai dan mengangkangkan kedua kakinya lebar-lebar tanpa terbangun. Dengan instingnya pemulung kecil itu memasukkan jari tengah mungilnya dan mulai mengocok liang vagina istriku menggelinjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena istriku hanya mendesis-desis dan mendesah-desah maka pemulung kecil itu pun dengan keberaniannya menjejali liang vagina istriku dengan jari telunjuk, jari tengah dan jari manis nya, mulai mengocok liang vagina istriku dengan 3 jari-jari kecilnya dan mengobok-obok liang vagina istriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nafas istriku mendengus-dengus dan tubuh istriku bermandikan keringat saat secara bersamaan jari telunjuk dan ibu jari kanan pemulung kecil itu memencet, memelintir sambil menarik-narik kelentit istriku. Sedangkan jari telunjuk, jari tengah dan jari manis pemulung kecil itu menggaruk liang vagina istriku bahkan aku sangat heran saat jari telunjuk, jari tengah dan jari manis pemulung kecil itu tertekuk sambil ditarik keluar dari liang vagina istriku berulang-ulang yang membuat istriku menggelepar dan tubuh istriku meliuk-liuk seperti cacing kepanasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama kemudian kudengar istriku yang bermandikan keringat dan tertidur itupun menggeram dan akhirnya mengejan panjang saat orgasme pagi hari itu. Tubuh istriku lunglai dan kedua kakinya semakin terkangkang lebar dan pemandangan selangkangan istriku yang basah oleh lendir vagina nya membuat pemulung kecil itu beringas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemulung kecil itu pun memeluk kedua paha padat istriku dan jari-jari tangan nya membuka lebar bibir vagina istriku yang basah oleh lendir vaginanya, kepala pemulung kecil itu pun terbenam di selangkangan istriku dan tanpa ampun bibir kecil itupun menciumi bibir vagina istriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lidah pemulung kecil itu pun menjilati bibir vagina istriku yang membuat pantat bahenol istriku bergetar hebat dan istriku pun melenguh saat mulut kecil itu menyedot-nyedot kelentit istriku dan bibir vagina istriku bergantian “srooop srooop” suara mulut pemulung kecil menyedot-nyedot kelentit dan bibir vagina istriku yang membuat kedua kaki istriku terkangkang lebar dan terkatup menyepit kepala pemulung kecil itu dengan pantat bahenol istriku bergetar hebat dan menggelinjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat-saat mendekati orgasme kedua nya istriku pun terbangun, kedua mata istriku terbelalak dan terbalik-balik dan begitu istriku sadar kedua matanya menatap nanar ke selangkangan nya yang tengah digarap oleh pemulung kecil itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Appaaaaa yaaaang kamuu lakukaaan Ekooooo…….” istriku merintih karena antara akan marah dan orgasme kedua nya begitu dekat. Seketika kedua tangan istriku yang akan menempeleng Eko berubah mencengkeram kuat dan mengesek-gesek kan kepala kecil itu ke selangkangan istriku sebelum istriku mengejan panjang dan pantat bahenol istriku terangkat-angkat bergetar hebat saat orgasme kedua istriku meledak pagi itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamuuuuuuuuuu naaakaaaaaaaal Ekooooo……. “ istriku mengerang dan mengejan panjang sebelum tubuh istriku tertelentang lunglai dengan kedua kakinya terkangkang lebar di ranjang. Melihat istriku terkapar lunglai dan melihat bibir vagina ternganga lebar, Eko, pemulung kecil itupun memelorotkan celana kolor dekilnya dan mulut istriku ternganga lebar melihat batang kemaluan belum disunat berkulup tebal berdiri menegang kaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Istriku yang dalam posisi tertelentang dengan kedua tangannya di atas kepalanya dan kedua kaki istriku terkangkang lebar kecapain membuat Eko leluasa untuk menindih istriku.&lt;br /&gt;
“Jaaaangaaaaan naaaak….. kaaauuuuu maazziiihhh Eeeeeeeeegggggghhhhhhhzzzzzzz……..” istriku mendesis-desis saat kepala jamur berkulup belum sunat itu sudah menjejali liang vagina istriku yang ternganga lebar dan dengan tenaga mudanya, Eko, pemulung kecil itu menyodokan batang kemaluan nya ke dalam liang vagina istriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;baca juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-pertemanan-berakhir.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Pertemanan Berakhir Kenikmatan&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oooooggghhhhhzzz ….. Ekooooo……. “ istriku mendesah&lt;br /&gt;
“Kenapa Bu Marni ?” bisik Eko&lt;br /&gt;
“Zzzuuuudaaaccgghh ….. Zaaangaaaaaaan ………..Zzzzaaakiiiiiiit ……. “ istriku merintih&lt;br /&gt;
“Kok sakit Bu Marni ? Kebesaran yaaaaa?” Eko mendesis sambil terus menyodok-nyodokan batang kemaluannya ke dalam liang vagina istriku yang membuat bibir vagina istriku menggelembung besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-istriku-kenikmatan-digarap.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Istriku Kenikmatan Digarap&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamuuuuu anaaaaak keciiiiil kooook …. beeeezaaaaaaar anumuuuu…” istriku mulai meracau&lt;br /&gt;
“Apaku yang besar, Bu Marni .?”&lt;br /&gt;
“Aaaanuumuuuu beeezaaaaar ……Ekooooo…….“&lt;br /&gt;
“Apakuuu Bu Marni…. ayooo ngomong…. Bu Marni atauu tak keraskan !!!“ kata pemulung kecil itu sangat berani, karena mengetahui istriku terangsang hebat….&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bilang kontol Eko besar, Bu Marni …” kata Eko menyuruh istriku&lt;br /&gt;
“Oooooggghhhhhzzz ….. kooooontolooolmuuu beeeezaaaaar …. naaaaaagggghhhhzzz …..” tak ku sangka istriku merintih seperti itu pada pemulung kecil yang memang mempunyai batang kemaluan seperti botol sprite 200cc belum disunat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Besar mana dengan punya bapak, Bu Marni ?” tanya pemulung kecil itu semakin berani&lt;br /&gt;
“Bbeeeeezzzzzzaaaaaaar kooooontooooolmuuuuuu Ekooooo……. “ istriku menjawab dengan mendesis-desis karena Eko mulai mengocok mengeluar masukkan batang kemaluannya di dalam liang vagina istriku yang terbuka maksimal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aduuugghh … aduuugghh … Ekooooo……. “&lt;br /&gt;
“Kenapa Bu Marni ….&lt;br /&gt;
“Enaaaagghhhhkkkk…… koontollmu enaaaagghhhhkkkk…… booonggooolmuuuu enaaaagghhhhkkkk…… Ekooooo……. “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak seperti biasanya yang pernah kulihat, istriku bereaksi atas keluar masuk nya batang kemaluan si pemulung kecil. Istriku meraih kedua lututnya sehingga kedua kakinya terkangkang sangat lebar&lt;br /&gt;
“Bonggooolmu menuuusuuuuggghh mulut rahim ibuuuuu… geeeenjooooot Ekooooo……. “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ayal lagi, Eko pun mengocok batang kemaluannya menggenjot keluar masuk dengan cepatnya, yang membuat kedua mata istriku terbelalak dan terbalik-balik merasakan genjontan batang kemaluan milik Eko.&lt;br /&gt;
“Ekooooo……. itiiiil ibuuuuu…. tempiiiik ibuuuu iiikuuut kamuuu gezzeeek-gezzzeeeghhh Ekooooo……. “ Tubuh istriku pun bermandikan keringat menggelinjang, pantat bahenol istriku bergoyang memutar.&lt;br /&gt;
“Iiiiiibuuuuuu keluaaaaaaar saaaaayaaaaangg……… ngngngngngngngzzzzzzz …….. “ istriku menggeram keras dan pantat bahenol istriku tersentak-sentak. Siang itu mencapai orgasme yang meledak-ledak sementara itu, Eko menghujam dalam-dalam batang kemaluannya di dalam liang vagina istriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kulihat istriku memeluk erat pemulung kecil itu layaknya kekasihnya, dimana kedua kaki istriku mengapit pantat kerempeng pemulung kecil itu. Sedangkan pantat bahenol istriku sesekali tersentak-sentak sisa dari kenikmatan orgasmenya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemulung kecil itu merasakan empuknya kedua payudara montok istriku yang masih terbalut daster kaos ketat yang mencetak lekuk tubuh istriku dan kedua jari-jari tangan mungil itu mulai mengerayangi kedua payudara montok istriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ekooooo…. “ istriku mendesis-desis saat Eko mulai meremas-remas kedua payudara montok istriku dan kulihat kedua puting nya telah mencuat kencang dari balik daster kaos ketat yang mencetak lekuk tubuh istriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eeeeeeeeegggggghhhhhhhzzzzzzz …….. “ istriku mendesis-desis kembali dan tubuh istriku menggelinjang saat jari-jari tangan Eko mengelus-elus kedua puting istriku yang mencuat kencang.&lt;br /&gt;
“Kenapa Bu Marni ?” tanya Eko&lt;br /&gt;
“Enaaak Ekooooo……. “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgN7vKMwNmnvYZpLYnFc6N_D8S2owJl8ITKapxDBcwiuurMmXB2NhhovzjcjTKL1aaNLr6SrRu-0m8tJU2a4PH0FSB77F_f8e2EjD5-_9yYS2ZpGOCSadqqzPSTtNlVfI_WSFI6xmbGWJc/s1600/moonhug.com-moonhug.com-886-029-i8z-3599-5399.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Istriku Kenikmatan Digarap&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1600&quot; data-original-width=&quot;1096&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgN7vKMwNmnvYZpLYnFc6N_D8S2owJl8ITKapxDBcwiuurMmXB2NhhovzjcjTKL1aaNLr6SrRu-0m8tJU2a4PH0FSB77F_f8e2EjD5-_9yYS2ZpGOCSadqqzPSTtNlVfI_WSFI6xmbGWJc/s400/moonhug.com-moonhug.com-886-029-i8z-3599-5399.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Istriku Kenikmatan Digarap&quot; width=&quot;273&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ayal lagi Eko memelintir dan memencet kedua puting istriku yang langsung mendesah-desah keenakan.&lt;br /&gt;
“Enaaaagghhhhkkkk…… Ekooooo……. “ dan istriku menggoyangkan pantat bahenol nya dan Eko bereaksi mengeluar masukkan batang kemaluannya di dalam liang vagina istriku.&lt;br /&gt;
“Oooooggghhhhhzzz ….. Ekooooo……. itiiiiil ibuuuuu Oooooggghhhhhzzz ….. teeempiiiik ibuuuuuu kamu gezzeeek gezzzeeeghhh pakeee kooontttooolmuuu …. kontoolmu gedeeee …Ekooooo……. kuuuluuupmuuuu bikiiin toroooook ibuuuu gateeel ……” racauan istriku menjadi-jadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Booonggoooolmuuuuu menuuuuzzzzuk mulut rahim ibuuuu… Ekooooo……. ibuuuu … Oooooggghhhhhzzz ….. keluuuaaaaaaar …… ngngngngngngngzzzzzzz …….. “ pantat bahenol istriku tersentak-sentak kembali saat mencapai orgasme nya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini Eko tak berhenti menggenjot keluar masuk batang kemaluannya dengan cepatnya di liang vagina istriku yang sudah bermandikan keringat dan Eko menyusupkan kedua tangannya ke daster kaos ketat yang mencetak lekuk tubuh istriku dan mengeluarkan kedua payudara montok istriku dari daster kaos ketat istriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oooooggghhhhhzzz ….. “ istriku mengerang saat mulut mungil Eko mencaplok payudara montok kanan istriku dan Eko kaget sesaat merasakan air susu memancar deras di mulut kecilnya. Eko menyedot-nyedot payudara montok kanan istriku yang menggeliat tak karuan sementara itu. Eko menggenjot keluar masuk batang kemaluannya dengan cepatnya, bahkan menghujam dalam-dalam batang kemaluannya yang membuat kedua mata istriku terbelalak merasakan kepala jamur berkulup belum sunat Eko menyodok-nyodok mulut rahim istriku.&lt;br /&gt;
“Ngngngngngngngzzzzzzz …….. “ istriku kembali&amp;nbsp;mengerang dan pantat bahenol istriku tersentak-sentak kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eko tak berhenti menggenjot keluar masuk batang kemaluannya di dalam liang vagina istriku, Eko semakin menghujamkan dalam-dalam batang kemaluannya di dalam liang vagina istriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, mulut Eko sudah mengulum dan menyedot-nyedot payudara montok kiri istriku sampai akhirnya air susu istriku habis. Eko kemudian menarik pantat bahenol istriku hingga kedua kaki istriku terjuntai ke lantai dan selangkangan istriku tepat di tepi ranjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak mengerti, maksud pemulung kecil itu, rupanya Eko menghujam dalam-dalam batang kemaluannya di dalam liang vagina istriku, kedua tangan kecil itu dengan kuat menekan sambil meremas-remas kedua pantat bahenol istriku sehingga kepala jamur berkulup belum sunat nya sampai ke dasar mulut rahim istriku.&lt;br /&gt;
Istriku tak pernah berhenti mengerang dan mengejan panjang, entah berapa kali sampai tubuh istriku tak lagi menggelinjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Istriku Kenikmatan Digarap&lt;/a&gt;, Eko, pemulung kecil itu berhasil membuat istriku merengek seperti orang menangis mencapai multiple orgasme.&lt;br /&gt;
“Bu Marniiiiiiiiiii….. Ekooooo……. mauu pipiiiiiiiizzzzz…….” dan kemudian kulihat pantat kerempeng Eko tersentak-sentak menyemburkan air maninya ke dalam liang vagina istriku dan tubuh kecil itu menindih istriku yang lunglai kehabisan tenaga melayani pemulung kecil itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku kemudian ke kamarku tiduran…&lt;br /&gt;
“Oooh bapak sudah pulang… saya mohon pamit, pak…” katanya enteng seolah pemulung kecil itu tak menyetubuhi istriku sampai lemas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun sejak itu menunggu saat pemulung kecil itu di sekitar perumahan tapi aku tak pernah mendapati, sampai suatu hari saat aku kembali dari kerja yang kurencanakan lembur akhirnya batal karena bossku harus ke kantor pusat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sore itu hujan deras begitu aku sampai rumahku. Aku terkejut saat pintu depan terkunci, sehingga aku masuk melalui pintu samping yang memang ku bawa kuncinya karena memang rencanaku lembur. Aku tersadar di muka pintu rumahku, ada sebuah becak mangkal tanpa tukang becaknya, kutahu itu becak Pak Jono, lelaki tua berumur 60 tahunan yang biasa mangkal di depan rumahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku selalu melihat mata Pak Jono, lelaki tua berumur 60 tahunan itu selalu nanar saat istriku memakai daster kaos ketat yang mencetak lekuk tubuhnya saat istriku berbelanja di tukang sayur tua yang lewat setiap dua hari sekali. Begitu aku membuka pintu, kudapati sepeda butut Eko bersandar di dinding samping rumah karena hujan lebat maka tak suara membuka kunci pintu tak terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melepas sepatu, aku berjingkat mendekati kelambu yang memisahkan ruang tamu dan keluarga dan kudapati pemandangan yang biasa. Tampak istriku duduk di kursi panjang masih memakai rok klok hitam ketat di pinggul dan blouse kerjanya.. duduk diantara Pak Jono, tukang becak tua lelaki tua berumur 60 tahunan di sebelah kanan istriku, jari-jari tangan lelaki yang besar-besar dan keriput itu tengah meremas-remas payudara montok istriku yang terbungkus blouse.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangaaaaan Pak Jonooooooo ……..” kudengar istriku merintih menghiba.&lt;br /&gt;
“Loch kenapa ?? Jeng Marni nggak mauuu.. haaah …???!!!!” Pak Jono menghardik&lt;br /&gt;
“Zaaangaaaaaaan ……….. “ istriku mendesah-desah saat jari-jari tangan lelaki yang besar-besar dan keriput itu menyusup paksa ke blouse istriku, sementara itu tangan kiri Pak Jono memeluk erat tubuh istriku yang meronta-ronta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan Eko telah jongkok di bawah istriku duduk tangan kecil kanannya telah menyusup ke rok klok hitam ketat di pinggul istriku.&lt;br /&gt;
“Iiiih Bu Marni gak pakai celana dalam kalau bekerjaa….” kata Eko pemulung kecil itu dan menyingkapkan rok klok hitam ketat di pinggul istriku sehingga selangkangan istriku yang ditumbuhi bulu kemaluan lebat pun terpampang. Kulihat jari-jari tangan Eko telah mengelus-elus selangkangan istriku yang membuat istriku menggelinjang dan meregangkan kedua kaki nya sehingga tanpa menunggu lagi Eko menggosok-gosok bibir vagina istriku.&lt;br /&gt;
“Ekooooo……. “ istriku hanya mendesis-desis dan dengan sigap Eko mengangkangkan kedua kaki istriku dengan menekan kedua kaki istriku ke samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kulihat jelas kedua ibu jari Eko membuka lebar-lebar bibir vagina istriku dan dengan antusias pemulung kecil itu menyorongkan bibir tebal hitam nya dan menciumi vagina istriku.&lt;br /&gt;
“Ekooooo……. “ istriku mendesah-desah kembali saat pemulung kecil itu menjilati bibir vagina istriku, pantat bahenol istriku bergetar hebat dan bergoyang memutar, terangkat-angkat bergetar hebat sehingga bibir vagina istriku semakin mengesek-gesek ke bibir tebal hitam Eko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Istriku pun tak kuasa mempertahankan diri dari Pak Jono yang berusaha terus membuka kancing-kancing blouse nya karena merasakan lidah Eko semakin gencar menjilati bibir vagina istriku bahkan kulihat mulut Eko menghisap-hisap bibir vagina istriku dan kelentit istriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pak Jono tukang becak tua lelaki tua berumur 60 tahunan itupun berhasil melepas kancing-kancing blouse istriku dan dengan kasar jari-jari tangan lelaki yang besar dan keriput itu menarik BH istriku hingga putus dan terkuaklah kedua payudara montok istriku yang kedua putingnya sudah menegang kaku menandakan nafsu istriku sudah memuncak, karena mulut Eko menyedot-nyedot vagina istriku yang terbuka lebar-lebar dan memencet, memelintir sambil menarik-narik kelentit istriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aduuugghh … Ekooooo……. Pak Jonooooooo …….. “ istriku mendesis-desis tak karuan Pak Jono pun meremas-remas kedua payudara montok istriku dengan ganasnya. Mungkin baru kali ini Pak Jono tukang becak tua lelaki tua berumur 60 tahunan itu merasakan tubuh wanita yang status sosialnya jauh di atas kehidupannya.&lt;br /&gt;
“Jeng Marni susu mu montok, pentilmu besaar …” ungkapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oooooggghhhhhzzz….. Pak Jonooooooo…….. “ istriku mendesah-desah saat jari telunjuk dan ibu jari yang kasar Pak Jono memencet, memelintir sambil menarik-narik kedua puting susu istriku yang menegang kaku.. Sementara itu, jari telunjuk, jari tengah dan jari manis Eko sudah mengobok-obok liang vagina istriku sehingga istriku semakin mengangkangkan kedua kakinya, Eko kemudian naik ke kursi panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mbah Jonooo sedot…. susu Bu Marni keluar….” katanya langsung mengulum dan menyedot-nyedot payudara montok kiri istriku. Sementara itu, jari-jari Eko terus mengocok, mengobok-obok, menggaruk dan bahkan juga jari-jari Eko tertekuk sambil ditarik keluar mengorek-ngorek liang vagina istriku yang mengerang, menggeram, merengek seperti orang menangis dengan kedua mata istriku terbelalak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua lelaki berbeda umur jauh itu berpesta pora pada tubuh istriku yang bermandikan keringat dan mendengus-dengus. Pak Jono, tukang becak tua lelaki tua berumur 60 tahunan dan Eko, pemulung kecil menghisap-hisap, mengulum dan menyedot-nyedot kedua payudara montok istriku. Sementara itu, jari-jari tangan mereka menggosok-gosok bibir vagina dan kelentit istriku dan juga mengobok-obok, menggaruk dan mengorek-ngorek liang vagina istriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-istriku-kenikmatan-digarap.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Istriku Kenikmatan Digarap&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Istriku hanya bisa merintih, melenguh panjang, menggeram, menggelinjang dan merengek seperti orang menangis dan kedua mata istriku terbelalak dan terbalik-balik, nafasnya mendengus-dengus dengan tubuh bermandikan keringat mengejang meliuk-liuk seperti cacing kepanasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu gencarnya kedua lelaki itu merangsang istriku hanya hitungan menit istriku mengejan panjang “Eeeeeeeeegggggghhhhhhhzzzzzzz …….. “ dan pantat bahenol istriku tersentak-sentak saat orgasme pertamanya meledak dan suara istriku yang melenguh panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh istriku yang mulai lunglai itupun direbahkan ke kursi panjang dan Pak Jono mengangkangkan kedua kaki istriku dan menempatkan tubuhnya diantara kedua kaki istriku yang terkangkang lebar dan dikeluarkannya batang kemaluan yang sudah menegang kaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari-jari tangan Eko pun menguak lebar bibir vagina istriku yang sudah basah oleh lendir vagina nya sehingga Pak Jono langsung mengarahkan kepala jamur batang kemaluan berurat ke liang vagina istriku yang terbuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uuuuggghhhccchhhzzz …….” istriku melenguh saat dirasakannya kepala jamur batang kemaluan berurat Pak Jono, tukang becak tua lelaki tua berumur 60 tahunan itu menjejali liang vagina istriku yang membuat bibir vagina istriku menggelembung besar oleh desakan batang kemaluan berurat Pak Jono.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kulihat baru kali ini liang vagina istriku terbuka maksimal oleh jejalan kepala jamur Pak Jono yang hampir sebesar bola tenis itu sehingga kedua mata istriku terbalik ke belakang sehingga bagian putihnya saja yang kelihatan saking besarnya kepala jamur Pak Jono disertai desisan parau istriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pluk” kudengar suara mengatupnya bibir vagina istriku yang dilepas Eko dan Pak Jono menekan masuk batang kemaluannya ke dalam liang vagina istriku dengan pelan tapi secara pasti bibir vagina istriku terikut masuk yang membuat pantat bahenol istriku bergetar hebat dan istriku menggeram keras&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pak Jonooooooo …….. aaaampuuuuuun …… Uuuuggghhhccchhhzzz ……. “&lt;br /&gt;
“Kenapa Jeng Marni .?”&lt;br /&gt;
“Zzzuuuudaaaccgghh ….. Pak Jonooooooo ……... rasanyaaa nggaaaak muuuaaat…”&lt;br /&gt;
“Apanya yang nggak muat, lonteku? Ayo katakan atau…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heeeeeggghhhhzzzz ……. “ istriku mendesah begitu berat seolah punggungnya digebuk saat Pak Jono menggenjot kuat menjejalkan batang kemaluannya ke dalam liang vagina istriku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lagiii Jeng Marni ?”&lt;br /&gt;
“Aaaampuuuuuun …… Pak Jonooooooo …….. “&lt;br /&gt;
“Katakan yang nggak muat tadi apa haah!!” hardik Pak Jono&lt;br /&gt;
“Tooooroookkuuuu…. Pak Jonooooooo…….. “ meluncurlah kata-kata dari mulut istriku yang seharusnya keluar dari mulut lonte, cabo atau pelacur..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Naaaghh gitu, Jeng Marni …pelacurku …. heh heh …” kata Pak Jono terkekeh-kekeh.&lt;br /&gt;
“Rasakan Jeng Marni ..” kata Pak Jono menyodok-nyodokan kembali dengan lembut batang kemaluannya ke dalam liang vagina istriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eeeeeeeeegggggghhhhhhhzzzzzzz …….. enaaaagghhhhkkkk…… Pak Jonooooooo …..“ tak kunyana istriku mengatakan kenikmatannya disetubuhi Pak Jono, tukang becak tua lelaki tua berumur 60 tahunan itu.&lt;br /&gt;
“Bener, Jeng Marni yang cantik… enaknya gimana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yaaaghh Pak Jonooooooo…….. enaaaagghhhhkkkk…… koontoolmuuu nggaaak raataaa…. biiiikiiin toooorooookkuuu gaaateeel… Eeeeeeeeggggghhhhhhzzzzzz….. teeeempiiiikkuuuu… Pak Jonoooooo….. maaazzzuuuuk teeerliiipaaat-liiipaaaat.. Ooooggghhhhzzz….. akuuu keluaaaaaaarrrrrr ggggggghhhhhhh……. ngngngngngngngzzzzzzz…….. “ tubuh sexy istriku berkelojot tak karuan..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pantat bahenol istriku tersentak-sentak memeluk tubuh tukang becak tua berumur 60 tahunan saat orgasme kedua istriku meledak. Eko, pemulung kecil itu rupanya mengocok batang kemaluannya menyodorkan ke mulut istriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mmmmpppzzzhh …. glek glek glek ….” istriku pun tak dapat menolak Eko menjejali saat mulut istriku dengan batang kemaluannya yang menyemburkan air maninya ke mulut istriku dan karena istriku baru saja orgasme tak ayal lagi istriku menelan air mani pekat Eko… yang selama ini istriku tak mau melakukan padaku dengan alasan jijik…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulut istriku berlepotan air mani Eko&lt;br /&gt;
“Jilati sampai bersih, Bu Marni …” perintah Eko, mulanya istriku enggan…. tapi begitu Pak Jono kembali menjejali dengan mantap liang vagina istriku yang terbuka lebar dengan batang kemaluannya maka istriku menjilati batang kemaluan Eko dengan mata terpejam. Tubuh istriku bermandikan keringat itu pun menggelepar kembali merasakan batang kemaluan Pak Jono menggaruk dinding liang vagina istriku diserati tergeseknya bibir vagina dan kelentit nya…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam waktu singkat, bersihlah batang kemaluan Eko dari air maninya dan Eko pun tertidur di lantai. Kini hanya Pak Jono yang sedang menindih istriku menjejali liang vagina istriku dengan batang kemaluannya…&lt;br /&gt;
“Jeng Marni aku pengen Jeng Marni berhias…” kata Pak Jono&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayoo Pak Jono …. kontolmu enaak ….” tak kunyana istriku mengatakan itu. Pak Jono mengangkat kaki kanan istriku kemudian memutar tubuh bagian bawah istriku hingga istriku terbaring miring ke kiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aduuugghh … Pak Jonooooooo …….. tooooroookkuuuu gaaateeel ….” istriku merintih saat memutar tubuhnya karena batang kemaluan Pak Jono yang masih terhujam di liang vagina istriku itu berputar di liang vagina istriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ngngngngngngngzzzzzzz …….. akuuu keluaaaaarr… ggghhhhhhh …….”&amp;nbsp;istriku mengejan panjang dan pantat bahenol istriku tersentak-sentak kembali saat orgasmenya yang ke tiganya tercapai…&lt;br /&gt;
Tukang becak tua berumur 60 tahunan itu memeluk tubuh istriku dari belakang karena mereka berposisi doggy style… Batang kemaluan Pak Jono menyodok liang vagina istriku dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini Pak Jono menarik tubuh istriku yang setengah telanjang hingga berdiri…&lt;br /&gt;
“Ayoo jalan, Jeng Marni …” perintah Pak Jono.&lt;br /&gt;
“Aduuugghh … tooroookkuuu gateeel Pak Jonooooooo …….. “ istriku mendesis-desis saat kedua kaki istriku yang terkangkang lebar karena batang kemaluan Pak Jono tetap menjejali liang vagina istriku sehingga istriku berjalan dengan kedua kakinya terkangkang lebar dan menungging-nungging.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lebih dari lima langkah, istriku pun terhuyung.. tubuhnya menungging-nungging dan kedua tangan istriku memegang bingkai pintu kamarku kemudian mengejan panjang, “Pak Jonooooooo …….. akuuu keluaaaaaaaarrrrrrrggggggghhhhhhh ……. ….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Istriku Kenikmatan Digarap&lt;/a&gt;, Pak Jono memegang lipatan paha istriku sambil menyodok-nyodokan batang kemaluannya menghujam dalam-dalam ke liang vagina istriku yang tengah tersentak-sentak oleh orgasme ke empatnya…. “enaaaagghhhhkkkk…… Pak Jonooooooo …….. “ istriku merintih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini dengan tertatih-tatih istriku yang liang vagina nya masih dijejali batang kemaluan Pak Jono, menuju kursi meja riasnya di kamar pengantinku…. Baru kali ini seorang lelaki, yang masuk kamar pribadiku dan istriku dimana dan yang masuk adalah tukang becak tua berumur 60 tahunan yang status sosialnya jauh di bawah kehidupanku. Dengan umurnya jauh dari umurku tetapi lelaki tua berumur 60 tahunan itulah yang telah membuat istriku orgasme lebih banyak saat aku bersenggama dengan istriku ….&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun secepatnya masuk kamar sebelah kamar pengantinku dan menguncinya kemudian aku naik ke almari dimana terdapat ventilasi yang bisa melihat seluruh isi kamar pengantinku. Kuintip dari ventilasi, Pak Jono duduk di kursi rias dengan memangku istriku yang mana batang kemaluan tukang becak tua itu masih menjejali liang vagina istriku.&lt;br /&gt;
“Jeng Marni lihat tempikmu menggelembung. besok jembutmu dipotong gundul ya Jeng Marni…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya Pak Jono apa maumu…. kalau aku pindah rumah Pak Jono ikut yaaa…”&lt;br /&gt;
“Pasti Jeng Marni …” kata Pak Jono sambil menggoyang pantat kerempeng bergelambir nya&lt;br /&gt;
“Aku puas Pak Jonooooooo…….. kontolmu enak sekaliiii…. akuuu gaak puaaazz zama zzuamiikuuu Pak Jonooooooo….. Oooooggghhhhhzzz….. Pak Jono.. Pak Jonooooooo….. akuuu keluaaaaaaaarrrrrrrggggggghhhhhhh……. ngngngngngngngzzzzzzz…….. “ istriku merengek seperti orang menangis saat orgasme kelimanya meledak….&lt;br /&gt;
“Enak, lonteku…..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yaa Pak Jonooooooo ……..&lt;br /&gt;
“Suamimu sudah rapuh banyak yang “menggarap” dia….”&lt;br /&gt;
“Iyaa Pak Jono …. di rumah baru kita tidur bertigaaa… Eeeeeeeeegggggghhhhhhhzzzzzzz…… “ istriku mendesis-desis saat jari-jari tangan lelaki yang besar-besar itu memencet, memelintir sambil menarik-narik kelentit istriku. Bersamaan dengan memencet, memelintir sambil menarik-narik puting istriku dan pantat kerempeng bergelambir Pak Jono pun bergoyang memutar sehingga batang kemaluannya mengobok-obok, menggaruk dan mengesek-gesek dinding liang vagina istriku dan erangan istriku terdengar kembali saat orgasme keenamnya meledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena akan terjatuh, akhirnya aku turun dari almari hanya kudengar erangan bersahutan antara istriku dan Pak Jono beberapa menit kemudian dan sepi. Aku terjaga pagi harinya saat istriku merintih memanggil-manggil nama Eko dan istriku mengerang dua kali, sedangkan ketiganya erangan istriku bersahutan dengan erangan Eko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar pukul 7 pagi aku terbangun dan dengan pelan kubuka kunci kamar.. sepi… begitu aku lihat ke ranjang pengantinku… kulihat istriku dengan pakaian acak-acakan tertelentang setengah telanjang.&lt;br /&gt;
Aku masuk perlahan-lahan dan aroma air mani sangat kuat menyengat…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bersimpuh.. seperti Eko pertama kali menyetubuhi istriku… aku jongkok sambil mengocok batang kemaluan ku sambil melihat lelehan air mani Pak Jono dan Eko dari liang vagina istriku yang tertidur kelelahan sehabis melayani dua lelaki berbeda umur jauh…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah bagaimana nanti, saat pindah rumah baru…. Akankah Pak Jono akan menuntut janji istriku untuk tidur bertiga atau bereempat, aku, istriku, Pak Jono, tukang becak tua berumur 60 tahunan dan Eko, pemulung kecil? Aku memang suami istriku, sedangkan kedua lelaki berbeda umur jauh itu? Mereka pasti minta layanan sex istriku.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/feeds/6856255049200305358/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-istriku-kenikmatan-digarap.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/6856255049200305358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/6856255049200305358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-istriku-kenikmatan-digarap.html' title='Cerita Dewasa Istriku Kenikmatan Digarap'/><author><name>Karla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15414855962408796804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDoXqEueSuoCgJEnxVOqrxW2Tg87qxpNYMqGN0dIEyuRbHaUa3NMIAvZ5ZgedCVUI4ZrF9iZoFnc_nd7SD1qgE_TSycQujM06_U6uRX2bDi0KCFkIWwa0j_qOWmZVGAu-xYBuHiJsSsm4/s72-c/27-034931-how_to_improve_your_sex_drive.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433305999846514824.post-5250026068397778548</id><published>2018-10-07T20:12:00.000-07:00</published><updated>2018-10-07T20:31:26.431-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="adegan panas"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="bokep indonesia"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita 17+"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita 18+"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita dewasa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita sex"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="foursome"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="gairah muda"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="godaan seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kisah seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="posisi seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sange"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="seks bergilir"/><title type='text'>Cerita Dewasa Pertemanan Berakhir Kenikmatan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmq9urj4Nj7EAAVetZjWmh3-WSIpLVK0ZB8g-glDDZl-1knGBbRtVK0oaYxcRVYuG8ROl3II8EZ9h2mbE1eCCr8H1-q5n9GRaY5P64WBu8_5WfgKPp4fBJs0N7YfRAJMRaX8aHbAlxJeE/s1600/moonhug.com-moonhug.com-883-032-o3g-3600-5400.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Pertemanan Berakhir Kenikmatan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1096&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;273&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmq9urj4Nj7EAAVetZjWmh3-WSIpLVK0ZB8g-glDDZl-1knGBbRtVK0oaYxcRVYuG8ROl3II8EZ9h2mbE1eCCr8H1-q5n9GRaY5P64WBu8_5WfgKPp4fBJs0N7YfRAJMRaX8aHbAlxJeE/s400/moonhug.com-moonhug.com-883-032-o3g-3600-5400.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Pertemanan Berakhir Kenikmatan&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;bukuceritadewasaonline&lt;/a&gt; - Pengalaman terjadi ketika saya baru saja lulus SMA dan sedang persiapan mendaftarkan diri ke perguruan tinggi. Saya termasuk pria yang bertampang lumayan, cukup pintar dan berperawakan sedang. Panggil saja saya, Budi. Selama di SMA, saya mempunyai kelompok teman yang selalu bermain bersama 4 anak laki-laki dan 7 anak perempuan.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Sebagian besar teman-teman saya melanjutkan ke perguruan tinggi di luar negeri karena memang sekolah saya termasuk sekolah elite di kota J yang menghasilkan siswa siswi dengan hasil lulusan yang cukup baik. Karena saya berasal dari keluarga ekonomi menengah, pilihan sekolah ke LN menjadi tidak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari kelompok kami hanya tersisa 3 teman perempuan dan saya. Kami bingung mau melanjutkan ke mana, tetapi akhirnya kami memutuskan untuk ke kota B yang mempunyai beberapa universitas swasta dan negeri yang cukup terkenal. Saya, Rika, Nova dan Jenni memutuskan untuk mendaftar bersama ke kota B.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sinilah petualangan kami dimulai. Kami berkumpul bersama di rumah Jenni dan orang tuanya meminjamkan mobil mereka untuk kami pakai. Kami memang sering pergi berkelompok dengan meminjam mobil orang tua dan kadang sampai menginap beberapa hari di luar kota. Jadi pada saat kami pergi, orang tua teman-temanku tanpa curiga mengijinkan putri-putri mereka berangkat ke kota B dan menginap tiga malam di sana. Sekalian liburan kata kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perjalanan ke kota B berjalan lancar dan kami menghadapi ujian masuk dengan kepercayaan tinggi. Maklum, kami semua termasuk berotak encer. Sore hari kami setelah selesai ujian masuk, kami segera mencari penginapan yang terkenal dengan daerah sejuknya di sekitar kota B. Kami menyelesaikan administrasi dan segera masuk ke kamar.&lt;br /&gt;
&quot;Wah! Ternyata kamarnya besar juga yah! Ada ruang tamunya lagi&quot; kataku.&lt;br /&gt;
&quot;Budi, kamu tidur di sofa aja yah! Kita berdua ambil ranjangnya!&quot; sahut Nova.&lt;br /&gt;
&quot;Yah curang, kan baru kali ini saya menginap bareng perempuan dalam satu kamar! Siapa tahu.&quot; komplainku.&lt;br /&gt;
&quot;Maunya..&quot; kata Jenni sambil mendorong diriku ke arah sofa. Kami semua menjatuhkan pantat di sofa sambil melepas lelah. Setelah berbincang selama setengah jam mengenai soal-soal ujian masuk tadi siang, kami pun bergantian mandi menyegarkan badan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-pertemanan-berakhir.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Pertemanan Berakhir Kenikmatan&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Kami pun memesan makan malam dari room service karena kami terlalu lelah untuk keluar mencari makan. Rika akan menyusul besok pagi dan ketemuan di kota B, dia sudah menghadapi ujian masuk seminggu lalu. Pilihan universitasnya berbeda. Oh iya, saya belum menjelaskan penampilan teman-teman saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rika : Gadis ini pemalu dengan badan kecil yang sangat indah. Saya tahu ini karena Rika sangat suka memakai baju yang menunjukkan lekuk badannya. Dadanya berukuran sedang saja, 34B (saya tahu setelah melihat BH nya dan BH yang lain nanti). Kecil-kecil imut merupakan kesan yang diberikannya, senyumnya manis sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nova: Gadis ini juga berbadan kecil tetapi dengan dada yang terlihat jauh lebih besar daripada milik Rika, 34C ukuran BHnya. Mulutnya kecil dengan bibir tipis yang memberikan senyum menggoda, hampir semua anak laki-laki di sekolahku mengejar dia. Manis dengan dada besar, siapa yang tidak tertarik?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jenni: Gadis bertubuh jangkung yang senang memakai kaos longgar dan berjiwa bebas. Asyik diajak bertukar pikiran, pintar dan sedikit tomboi. Senang sekali olahraga dan sangat jago bermain volley. Paling enak jadi lawan mainnya di lapangan, posisiku sebagai tosser sering membuatku berada di depan net dan berhadapan muka dengan Jenni. Posisi siap menerima bola dan kaos longgarnya sering mengganggu konsentrasiku di lapangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jenni : &quot;Mau ngapain nih? Baru jam 6 sore kita dah selesai makan malam.&quot;&lt;br /&gt;
Nova : &quot;Kita main kartu aja yuk&quot;&lt;br /&gt;
Budi : &quot;Memangnya bawa?&quot;&lt;br /&gt;
Nova : &quot;Bbawa kok. Rika, ayo dikeluarin. Kita main poker aja. Pakai uang bohongan aja. Biar seru ada taruhannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami pun bermain selama satu jam ketika Nova menyeletuk,&lt;br /&gt;
Nova : &quot;Tidak seru nih.. bosan.. gimana kalau dibuat lebih seru?&quot;&lt;br /&gt;
Budi : &quot;Maksud kamu, Nov?&quot;&lt;br /&gt;
Nova : &quot;Strip poker !!&quot;&lt;br /&gt;
Budi : &quot;Gila kamu, Nov!&quot;&lt;br /&gt;
Nova : &quot;Kaga berani?&quot;&lt;br /&gt;
Saya lagi terpatung dengan keberanian ide Nova.&lt;br /&gt;
Jenni : &quot;Siapa takut? Berani kok walau ada Budi!&quot;&lt;br /&gt;
Pipi saya jadi memerah dan berasa panas. Ada rasa malu juga. Glek.. saya menelan ludah.. Ada kemungkinan dua gadis muda cantik akan telanjang di depanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nova : &quot;Berani tidak, Bud? Diam aja. Malu yah telanjang di depan cewek-cewek?&quot;&lt;br /&gt;
Wah, otakku langsung berputar cepat. Harus memikirkan semua kemungkinan, jangan sampai saya kalah dan tidak melihat gadis-gadis telanjang.&lt;br /&gt;
Budi : &quot;Berani dong! Tapi nanti kalian curang, kaga berani buka beneran!&quot;&lt;br /&gt;
Nova : &quot;Kalo ada yang kaga berani buka, kita semua yang paksa buka! Setuju tidak?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita semua menganggukkan kepala menandakan persetujuan. Jantungku makin berdebar kencang dan kelaminku mulai mengeras karena kemungkinan kejadian di depan mata.&lt;br /&gt;
Budi : &quot;Ya udah.. Aturannya gimana nih Nov?&quot;&lt;br /&gt;
Nova : &quot;Kita semua punya modal 1000. Taruhannya setiap kelipatan 10 dan paling besar 100. Kalau modal 1000 habis, gadaikan pakaian dengan harga 500. Setuju?&quot;&lt;br /&gt;
Kami semua setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Budi : &quot;Kita main sampai kapan? Sampai satu orang bugil atau sampai semua bugil?&quot;&lt;br /&gt;
Nova : &quot;Sampai semua bugil dong! Biar adil!!&quot;&lt;br /&gt;
Jenni: &quot;Ok deh. Tapi kasihan Budi dong. Dia kan paling cuma punya 3 potong baju, maksudnya cuma kaos, celana dan celana dalam. Kita cewek-cewek kan kelebihan BH.&quot;&lt;br /&gt;
Nova : &quot;Iya yah, ya udah biar adil, kita semua lepas BH deh.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nova langsung dengan cekatan melepas BH merah mudanya tanpa melepaskan kaos dan melemparkan BHnya ke mukaku. Harumnya BH langsung memenuhi hidungku, tanpa kusadari BH kedua pun mendarat di mukaku. Ini milik Jenni, BH dengan warna cream kulit.&lt;br /&gt;
&quot;Hahahahaha&quot; kami pun tertawa bersama.&lt;br /&gt;
Nova : &quot;Ayo mulai! Sudah adil kan, Bud?&quot;&lt;br /&gt;
Kita masing-masing cuma punya 3 modal.&lt;br /&gt;
Budi : &quot;Sebentar.. pakaian yang sudah ditanggalkan bisa dipakai lagi ga?&quot;&lt;br /&gt;
Nova : &quot;Hmm TIDAK BOLEH! Yang sudah lepas, tidak boleh dipakai lagi!&quot;&lt;br /&gt;
Budi : &quot;Kalau yang sudah bugil kalah lagi gimana? Kan modalnya habis!!&quot;&lt;br /&gt;
Nova : &quot;Banyak nanya yah kamu, Bud! Gimana Jen?&quot;&lt;br /&gt;
Jenni : &quot;Boleh dipegang-pegang deh sama yang menang. Dipegang-pegang selama 1 menit!&quot;&lt;br /&gt;
Wah asyik nih peraturannya tetapi otakku sudah mulai pindah ke kelamin nih..&lt;br /&gt;
&quot;Pegang doang kaga seru ah, gimana kalo dadanya dihisap-hisap!&quot; kataku&lt;br /&gt;
Nova :&quot;Ih kamu, Bud. Mau dong!!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara manisnya sambil melirik nakal ke arahku! Jenni dan Nova tertawa terbahak-bahak. Nova : &quot;Tapi kalau kamu yang sudah bugil dan kalah gimana, Bud? Saya hisap tititnya yah!!&quot;&lt;br /&gt;
Jenni : &quot;Wah saya juga mau hisap titit Budi!&quot;&lt;br /&gt;
Benar-benar tidak disangka! 3 tahun bersama di SMA, saya tidak menyangka teman-temanku ini nakal juga. Permainan pun dimulai, keahlianku bermain strip poker di komputer ternyata sangat bermanfaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Pertemanan Berakhir Kenikmatan&lt;/a&gt;, Jenni segera kehilangan modal awal sehingga harus menggadaikan modal berikutnya. Jenni hendak membuka celananya, tetapi dicegah oleh Nova.&lt;br /&gt;
Nova : &quot;Wah kaga boleh sendiri yang nentuin buka celana. Budi, mau suruh Jenni buka apa?&quot; Wow, thanks Nova! Aku teringat kalau mereka sudah lepas BH, tentunya dengan melepas kaos, dada Jenni akan terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Budi : &quot;Tentu saja kaos dong.&quot; Kapan lagi bisa lihat payudara dari dekat! Jenni dengan malu-malu mulai melepas kaosnya dan dengan segera menutupi puting payudaranya dengan satu tangan. Saya terkesima dengan pandangan indah di depan mata. Animasi strip poker di permainan komputer tidak seindah pemandangan di depan mata.&lt;br /&gt;
Nova : &quot;Jen.. mana boleh ditutupin dadanya. Buka dong!&quot; Nova menggaet tangan penutup payudara Jenni dengan segera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jenni sedikit memberontak sambil memerah wajahnya. Tangan Jenni tertarik, memperlihatkan payudara terbuka dan menggantung indah di depan wajahku. Glek.. saya menelan ludah.&lt;br /&gt;
Jenni : &quot;Bud, tutup mulut dong.. Masa sampai menganga terbuka gitu melihat dada gue.&quot;&lt;br /&gt;
Jenni dan Nova tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini membuat Jenni jadi relaks dan pasrah dadanya terpampang jelas. Wah kalo mereka serius kayak gini, mendingan saya kalah saja. Mengingat kalau kalah terus, tititku akan dihisap selama 1 menit setiap kekalahan. Hahahaha.. otakku kotor juga. Maka dilanjutkanlah permainan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera saya menjadikan diri telanjang. Celana dalam saya buka perlahan-lahan memperlihatkan titit yang sudah mengeras sejak tadi. Saat itu, Nova, dengan payudara montoknya pun tinggal celana dalam saja. Kedua gadis ini memperhatikan celana dalamku dengan seksama sambil menahan napas menunggu tititku seluruhnya terlihat.&lt;br /&gt;
Nova : &quot;Wah sudah keras yah, Bud! Bagus lho bentuknya!&quot;&lt;br /&gt;
Budi : &quot;Gimana tidak keras ngelihat dua pasang payudara yang bagus-bagus!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rupa-rupanya Nova sudah tidak tahan lagi. Aku langsung ditabraknya dan tititku langsung dipegangnya, dengan gemas Nova mulai mengocok tititku sambil sesekali dijilatnya. Tentu saja saya tidak tinggal diam, tanganku mulai meremas-remas payudara Nova yang cukup besar. Tidak cukup dengan remasan, akhirnya aku meraup payudara kiri dan mulai menghisapnya.&lt;br /&gt;
&quot;Ahh.. Enak banget, Bud! Terus hisap..&quot; pinta Nova&lt;br /&gt;
Sambil menghisap payudara Nova, tanganku mulai melepaskan celana dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena saya tidak mau melepaskan hisapan, tentu saja melepaskan celana dalam jadi lebih sulit. Nova membantu dengan melepaskan celana dalamnya sendiri. Tititku yang menjadi lepas dari pegangan Nova, langsung disambut Jenni dengan kulumannya. Mimpi apa semalam dua gadis sudah mengulum tititku. Kami pun pindah ke ranjang, saya berbaring di ranjang dengan titit menjulang tinggi. Nova melanjutkan memberikan payudaranya untuk saya hisap dan Jenni kembali mengulum tititku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan saya mulai bergerilya ke vagina Nova. Basah. Licin. Saya pun mulai menggesekkan jari ke klitorisnya, licin sekali. Nova pun mendesah dengan kenikmatan yang dialaminya di bawah. Jenni yang melihat Nova mengalami kenikmatan, mengubah posisi pantatnya ke sebelah mukaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Badan jenjangnya memang membuat posisi hampir 69 tersebut sangat mudah terjadi. Tanganku pun menggosok vagina Jenni yang juga sudah sangat basah. Tangan kiri di vagina Jenni, tangan kanan di vagina Nova. Kukocok keduanya dengan kelembutan yang lama-lama bertambah cepat, Jenni dan Nova blingsatan dibuatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2mX1OmSj-YTsPBeb4O0l3zNIa0Q40lcSZp4_j5UAtmp1QgPr0SAgEa1XVJFsv_bPEPGL-kSN4rCZU-9mSA9payZxPWlFxzt68dsoPo3bl2Y9n_QvizpbraHXIP9wp1uqZEKYOyMej2gA/s1600/1924756_02410_1280c.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Pertemanan Berakhir Kenikmatan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;225&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2mX1OmSj-YTsPBeb4O0l3zNIa0Q40lcSZp4_j5UAtmp1QgPr0SAgEa1XVJFsv_bPEPGL-kSN4rCZU-9mSA9payZxPWlFxzt68dsoPo3bl2Y9n_QvizpbraHXIP9wp1uqZEKYOyMej2gA/s400/1924756_02410_1280c.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Pertemanan Berakhir Kenikmatan&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Jenni berguncang hebat sampai melepaskan hisapan di tititku dan mengeluarkan lenguhan panjang yang sangat seksi, Nova menyusul dengan teriakan yang tidak kalah seksinya. Keduanya terjatuh di kiri kananku dengan lemasnya, aku yang sudah tegangan tinggi tidak mau tinggal diam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-pertemanan-berakhir.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Pertemanan Berakhir Kenikmatan&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menghampiri Nova dan membuka lebar-lebar selangkangannya, terlihat vagina bersih yang sangat indah. Bulu-bulu halusnya sangat seksi, aku mulai menggesekkan kepala tititku ke vagina Nova. Ah.. licin dan enak. Belum pernah aku merasakan kenikmatan seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nova yang mulai merasakan kenikmatan, mulai bereaksi dengan menggerak-gerakkan pinggulnya mengikuti irama gesekan. Nova semakin meracau,&lt;br /&gt;
&quot;Oohhh aahhh ohh.. my God.. Enak banget Bud, Terus Bud Enak.. ahhh aahhHHH.. AAAHHHHHH Gila.. enak banget Titit lu Bud!! Gue dah sampe nih baru digesek aja dah enak gini yah, Bud gimana kalo dimasukin yah? Masukin deh Bud..&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Serius lu, Nov? Lu mau gue perawanin? Gue sih dah nafsu banget nih.&quot; kataku kaget.&lt;br /&gt;
&quot;Iya Bud, Gue pengen ngerasain titit lu di dalam gue, di luar aja dah enak apalagi di dalam.&quot; Aku tidak pikir panjang lagi.. langsung berusaha merangsek ke dalam vagina Nova.&lt;br /&gt;
&quot;Oww.. pelan-pelan Bud.. Sakit tahu!!&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Ok, Nov.. gue pelan-pelan nih&quot; Pelan-pelan kepala titit gue mulai terbenam di vagina Nova, terasa mentok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku yang tidak pengalaman berpikir kok tidak dalam yah?&lt;br /&gt;
&quot;Nov, udah masuk belom sih?&quot; Nova yang mulai meringis menahan sakit, &quot;&lt;br /&gt;
&quot;Kayaknya sih belom deh tapi terusin aja.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Lu yakin, Nov? Kayaknya lu kesakitan gitu.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Terus aja, Bud. Gue pokoknya mau titit lu di dalam gue.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Ya udah kalo gitu.. Gue terusin nih.. &quot; Dengan tiga sodokan keras yang disertai rintihan Nova, akhirnya tititku masuk juga sepenuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Wah.. Nova kayaknya titit gue dah masuk semua nih&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Iya.. Bud, sambil menahan sakit diam dulu, Bud.. jangan digerakin dulu.. gue masih rada sakit..&quot; Ahh.. nikmatnya vagina perawan.. tititku berasa banget diremas-remas oleh vagina sempit Nova. Tanpa kusadari, aku mulai menggerakkan pelan-pelan pantatku. Keluar masuk secara perlahan, Nova pun mulai bernafas secara teratur dan mulai menikmati kocokan lembut di vaginanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Pelan-pelan yah Bud, masih sakit tapi dah mulai enak nih vagina gue berasa penuh banget diisi titit lu&quot; Jenni yang dari tadi menonton menunjukkan ekspresi tidak percaya.&lt;br /&gt;
&quot;Gila lu berdua.. beneran ngentot yah?&quot; Jenni pun mendekati TKP dan memperhatikan dengan seksama.&lt;br /&gt;
&quot;Gila.. gila.. titit lu beneran masuk ke vaginanya Nova, Bud!&quot; pekik Jenni&lt;br /&gt;
&quot;Iya Jen.. Enak banget vagina Nova.. gue bisa ketagihan ngentot nih.&quot; Tiba-tiba ada keinginan yang luar biasa untuk segera sampai.. kupercepat goyanganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;baca juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-malam-pertama-dengan.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Malam Pertama Dengan Istriku&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nova pun semakin mendesah menggila.&lt;br /&gt;
&quot;Ahhh Ohhh Ahhh Ohhh Bud.. gue mau sampe lagi nih&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Barengan Nov.. gue juga mau sampe..&quot; Di kepalaku tidak teringat lagi pelajaran Biologi, kalau sperma ketemu sel telur akan menghasilkan zygot yang akan berkembang menjadi bayi.&lt;br /&gt;
&quot;Ayo.. Bud kita bbaaareeennggg.&quot; Croootttt.. croottt.. croottt... Tiga kali aku menyemprotkan mani ke rahim Nova.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahh ini perasaan yang luar biasa kenikmatan berhubungan badan dengan seorang gadis muda yang cantik, beda banget sama masturbasi. Hubungan langsung lebih nikmat, aku langsung terjatuh lemas di sebelah Nova. Jenni yang melihat pertunjukkan langsung bagaimana bereproduksi mulai mendekati tititku lagi dan menghisapnya dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nafasku yang tersengal-sengal perlahan-lahan menjadi teratur seraya menikmati hisapan-hisapan Jenni. Dikocoknya perlahan tapi pasti membuat tititku menjadi tegang kembali.&lt;br /&gt;
&quot;Bud, jangan dimasukin yah. Ini pengen gue gesek-gesek ke vagina.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Iya, Jen.&quot; Jenni pun mengambil posisi WOT dan mulai menggesek-gesek vaginanya di atas tititku. &quot;Enak banget, Jen&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-pertemanan-berakhir.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Pertemanan Berakhir Kenikmatan&lt;/a&gt;, Goyangan lembut Jenni membuat payudaranya bergoyang-goyang secara anggun, pemandangan yang sangat indah. Jenni merupakan salah satu wanita impianku. Tinggi, berdada montok, atletis, senang bercanda dan baik hati. Sekarang dia sedang menggesekkan kelaminnya dengan kelaminku. Ah.. kepengen masukin deh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera kubalikkan posisi sehingga aku sekarang di atas, kakinya kubuka lebar-lebar. Terlihat vagina yang sangat indah. Bahkan lebih indah daripada punya Nova. Mulus, hampir tanpa bulu. Warnanya pink dan telah basah mengkilap. Tititku langsung berkedut-kedut melihatnya. Kuarahkan tititku ke vaginanya.&lt;br /&gt;
&quot;Bud, jangan dimasukkin yah!&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Kenapa Jen? Sudah tidak tahan nih&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Jangan Bud jangan sekarang.&quot; suaranya lembut meluluhkan hati. Entah kenapa aku berhenti memaksakan kepala tititku. Akhirnya aku hanya menggesek-gesekkan kepala tititku di muka vagina Jenni.&lt;br /&gt;
&quot;Ah iya Bud.. Begitu saja gesek saja terus, Ahh Ahhh&quot; Jenni mulai lebih relaks dan lebih melebarkan posisi kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat itu, aku semakin cepat menggesekkan titit. Semakin cepat gesekan, semakin keras desahan Jenni.&lt;br /&gt;
&quot;OOhhhh AHhhhh.. enak Bud Teruss.. Terusss.. Lebih cepat lagi Tee..teeeruussss. AHHHHHH.&quot; Jenni mendapatkan orgasmenya dan cukup banyak cairannya yang keluar, kasur menjadi basah sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihat Jenni mengalami orgasme yang sangat seksi sampai aku terdiam terkesima. Jenni cantik sekali, aku benar-benar terpesona.. Sepertinya aku jatuh cinta dengan Jenni, Nova yang telah cukup beristirahat dan melihat Jenni telah lemas mengambil alih situasi. Dipegangnya tititku dan dikocoknya perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tititku yang masih belum puas dengan Jenni membuat otakku segera beralih ke Nova dan menyuruhku untuk melampiaskannya ke Nova, lagi pula tititku bisa coblos ke dalam Nova. Dengan segera kubalikkan Nova dan kucoba &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-pertemanan-berakhir.html&quot;&gt;doggy style&lt;/a&gt; di sebelah Jenni yang masih terbaring lemas. Ternyata doggy style memberikan sensasi yang berbeda, rasanya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.. Hanya nikmat..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjG4x_PElUceI6PxfqGdGxtRShn6NTTJBRDmLPg2N-seihUQShmIdOWSd-U_zm1KZFyzRvIr1wdjFpmzYQBGQya32s0jPproTMSyPt8hFJxQWtTHbQN96c6DM22zF83rprLYmFr7V8_ePU/s1600/Sayoko_Ohashi_270413_012.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Pertemanan Berakhir Kenikmatan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;768&quot; data-original-width=&quot;560&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjG4x_PElUceI6PxfqGdGxtRShn6NTTJBRDmLPg2N-seihUQShmIdOWSd-U_zm1KZFyzRvIr1wdjFpmzYQBGQya32s0jPproTMSyPt8hFJxQWtTHbQN96c6DM22zF83rprLYmFr7V8_ePU/s400/Sayoko_Ohashi_270413_012.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Pertemanan Berakhir Kenikmatan&quot; width=&quot;291&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun Nova yang sedang aku sodok, tatapanku tidak lepas dari Jenni. Jenni membuka matanya dan menatapku dengan penuh kemesraan, senyumnya yang manis membuat hatiku bingung. Di sini aku sedang jatuh cinta dengan Jenni, tetapi tititku sedang menikmati pelayanan Nova dan Jenni tersenyum kepadaku. Ah bingung.. Aku pun tersenyum balik ke Jenni sambil semakin keras menyodok Nova.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sodokan kerasku yang terus bertubi-tubi dari belakang membuat Nova tidak dapat menahan diri lagi dan dia mendapatkan orgasme lagi. Aku memperlambat sodokanku agar Nova bisa menikmati orgasmenya. Jenni bangun dan memberikan payudaranya ke mukaku.&lt;br /&gt;
&quot;Hisap Bud! Biar lu tambah seru!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah.. nikmatnya tetek Jenni.. Kenyal tetapi kencang. Tentu saja akibat tetek Jenni yang nikmat, goyanganku ke Nova semakin bertambah cepat.&lt;br /&gt;
&quot;Gila lu Bud, enak banget sih dientot dari belakang sama lu, gue.. mauuuuu.. Ahhhhh&quot; Nova pun orgasme lagi. Aku pun tidak tahan nikmatnya menghisap tetek Jenni sambil doggy ke Nova dan akhirnya.. croott croott dua kali aku semburkan spermaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Bud enak banget disemprot elu, Rasanya nikmat.. kayak mandi air hangat.. tapi ini rasanya di dalam.&quot; Posisi kami belum berubah.. aku masih menancapkan titit ke dalam vagina Nova sambil terus menyemprotkan sisa-sisa sperma dan mulutku terus mengulum, menghisap dan menggigit-gigit payudara Jenni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Enak yah Bud, isap tetek gue dan ngentotin Nova&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Iya Jen! Cuma impian bisa threesome kayak gini tapi gue bisa ngerasain kejadian benernya.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Udah dong Bud, cabut titit lu. Pegel nih nungging melulu&quot; timpal Nova.&lt;br /&gt;
Kucabut tititku tetapi pandanganku terus menatap mata Jenni, kelihatannya aku benar-benar jatuh cinta. Malam itu kami tidur bertiga dalam keadaan bugil. Jenni di kananku, Nova di kiriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Tok tok tok..&quot;&lt;br /&gt;
Pintu kamar hotel diketuk. Nova yang telah bangun lebih dulu membuka pintu dan Rika terlihat telah sampai diantar oleh orangtuanya.&lt;br /&gt;
&quot;Eh.. Rika, Bokap Nyokap lu mana?&quot; Nova panik&lt;br /&gt;
&quot;Tenang Nova, mereka cuma mengantarku kok.. tadi langsung jalan lagi ke kota C.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Wah lega.. gue pikir mereka mau masuk ke dalam.&quot; jawab Nova&lt;br /&gt;
&quot;Memangnya kenapa Nov? Eh lu kok kaga pake BH?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Itu dia Rik.. takut ketahuan.. Gue kemaren berhasil nih&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Berhasil apaan sih, lu?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Pertemanan Berakhir Kenikmatan&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Gue kasih perawan gue ke Budi!!&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Haahh?? Yang bener lu? Jenni juga? Kita semua kan memang kepengen banget dientot Budi!!&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Jenni belum.. masih perawan dia.. kayaknya takut.. tapi udah main juga sama si Budi, cuma belum dimasukin aja.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Gue jadi horny nih, Nov. Budi di mana? Mau gak yah dia?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Masih tidur tuh.. lu bangunin aja.. laki-laki kalo dikasih perawan mana ada yang nolak.&quot; &quot;Hahahaha.. bener juga lu!&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Tuh lihat, Rika. Ada yang menonjol di selimut, dia masih telanjang lho. Kita kemaren tidur begitu gayanya.&lt;br /&gt;
&quot;Jenni mana, Nov? Kok kaga ada?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Lagi di kamar mandi. Tuh lu urus si Budi aja, pagi-pagi dah tegak gitu. Lu hisap aja dulu tititnya.&quot; Rika pun menghampiri ranjang dan segera menarik selimut sehingga tititku terbuka dengan leluasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku yang masih tidur tidak sadar apa yang sedang terjadi hanya mengetahui kalau tititku mengalami kenikmatan. Perlahan-lahan kubuka mataku berpikir Nova atau Jenni sedang mengulum si junior. &quot;Hah? Rika? Ngapain lu?&quot; tanyaku tanpa berusaha melepaskan diri. Lagi enak kok masa melarikan diri. Betul gak?&lt;br /&gt;
&quot;Mmlammggii hissmmmaaapp mttiimmtiitttmm mmlu&quot; Jawab Rika dengan tidak melepaskan muatan di mulutnya. Hahahaha.. Nova tertawa geli sambil berkata,&lt;br /&gt;
&quot;Lanjutin aja Rik, si Budi kaga nolak tuh.. cuma ngeliatin lu sambil merem melek gitu.&quot; Jenni yang mendengar tertawanya Nova, segera melongok keluar dan cukup kaget melihat Rika sedang mengulum tongkat kenikmatanku.&lt;br /&gt;
&quot;Eh.. Rika baru sampe langsung sarapan aja nih&quot; tukas Jenni dengan nada yang menunjukkan kekagetan. Jenni keluar dari kamar mandi sambil masih mengeringkan rambutnya, body Jenni memang luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak bisa melepaskan pandangan dari tubuh langsing dengan payudara yang sempurna itu. &quot;Budi.. jangan ngeliatin gue aja dong.. Rika dah nafsu tuh puasin gih kayak lu puasin kita berdua kemarin. Iya gak Nov?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Iya Jen.. Ayo Bud.. Puasin Rika.. Perkosa dia.. hahahaha..&quot; timpal Nova&lt;br /&gt;
&quot;Kaga usah diperkosa.. orang gue mau secara sukarela kok&quot; timpal Rika. Mendengar jawaban Rika, aku segera beraksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kucium bibirnya dan kami melewatkan beberapa menit melampiaskannya sambil bertukar air liur. Rika badannya kecil sehingga dengan mudah kuangkat dari tepi ranjang dan meletakkannya di ranjang. Kudekati Rika dan menciumnya lagi, kali ini tanganku tidak tinggal diam. Payudara Rika aku pijat dan remas-remas halus. Kaos ketatnya segera kubuka memperlihatkan tetek mungil yang kencang, pentilnya telah keras menjulang ke atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pentil yang bagus dan segera kulumat.&lt;br /&gt;
&quot;Ohh.. enak banget Bud.. terus Bud.. aahhh.. ahhh..&quot; Rika meracau kenikmatan. Hisapan dan kulumanku pun bertambah keras, tititku sudah sangat kencang sekali. Dengan sedikit agak kasar kulepaskan semua pakaian yang masih melekat di Rika. Wow.. ternyata Rika mempunyai bulu jembut yang sangat lebat. Lebat tapi terlihat sangat rapi dan terawat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kudekati vaginanya dan tercium wangi vagina yang merangsang, tapi Jenni punya lebih wangi. Ah.. Jenni lagi.. ini ada gadis yang sukarela memberikan perawannya, kok masih mikirin perempuan lain. Kulirik Jenni dan kulihat dia tersenyum penuh pengertian. Kujilat vagina Rika sambil terus melihat Jenni. Jenni pun tersenyum terus dan memberikan anggukkannya seakan-akan mengerti kalau aku sedang bertanya bolehkan aku menjilat memek perempuan lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ohh.. oohhh enak banget Bud.. baru dijilat aja gue dah kayak gini..&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Suruh Budi ngentotin elu, Rik. Pelan-pelan yah Bud.. Kemaren gue cukup sakit lho&quot; Nova menghangatkan suasana.&lt;br /&gt;
&quot;Iya Bud.. masukin dong buruan.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Yakin lu, Rik?&quot; Aku bertanya kepada Rika tetapi tatapanku kembali ke Jenni. Jenni pun mengangguk kembali, aku pun segera membuka lebar selangkangan Rika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vagina Rika terlihat sangat imut, karena memang Rika orangnya cukup kecil. Tinggi badannya hanya di bawah bahuku sedikit. Perlahan-lahan aku dorong tititku ke dalam vagina Rika, Rika yang sudah sangat basah hanya bisa mendesah. Kepala tititku sudah masuk sepenuhnya tetapi seperti ketemu tembok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Siap Rika? Ini dah di depan selaput dara nih. Tinggal gue sodok masuk&quot; Entah kenapa sekali lagi aku melirik ke Jenni dan Jenni pun tersenyum kembali. Senyum yang sangat manis.&lt;br /&gt;
&quot;Iya Bud.. sodok aja.. perkosa gue.. bikin gue hamil.. gue mau anak dari lu.&quot; Rika sudah lupa daratan. Kupegang pinggul Rika dengan erat dan kudorong dengan penuh kekuatan. Blesss.. masuk sudah. Rika menitikkan air mata menahan sakit.&lt;br /&gt;
&quot;Lanjut Rik?&quot; tanyaku&lt;br /&gt;
&quot;Iya Bud. Dah mulai terbiasa nih. Rasanya penuh banget vagina gue&quot; jawab Rika&lt;br /&gt;
Proses menyetubuhi Rika pun segera berlangsung. Keluar.. masuk, keluar masuk.. pelan-pelan tetapi pasti vagina Rika semakin basah.&lt;br /&gt;
&quot;Gila.. Enak.. banget. Tahu gini dari kemaren gue ikutan nginep.&quot; Rika semakin larut dalam kenikmatan.&lt;br /&gt;
&quot;Ohh.. ooohh.. enak aahh.. terus.. Bud.. yang cepat.. Bud!&quot; lanjut Rika. Dan kuturuti kemauannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semakin cepat aku menggoyang Rika, payudaranya pun semakin liar tergoncang-goncang.&lt;br /&gt;
&quot;Bareng yah Rika.. gue juga dah mau nyemprot..&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Ayo Bud.. bikin gue hamil.. semprot yang banyak AAARRRHHHH&quot; Kami berdua pun orgasme luar biasa. Vagina Rika memeras semua sperma yang ada di tititku. Kucabut tititku dan terlihat tetesan darah perawan merembesi sprei. Noda darah perawan Rika dan Nova terlihat bersebelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-pertemanan-berakhir.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Pertemanan Berakhir Kenikmatan&lt;/a&gt;, Wah aku harus membeli sprei ini dari hotel, kenang-kenangan pikirku. Jenni menghampiriku dan menciumku di bibir dengan ciuman yang sangat lembut, tiba-tiba ada perasaan bersalah di hatiku. Sepertinya Jenni tahu karena dia bilang,&lt;br /&gt;
&quot;Tidak apa-apa Bud. Kita semua memang ingin menikmati titit lu.&quot; dan kemudian dia menciumku lagi. Ciuman yang penuh mesra.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nova mengganggu ciuman kami dengan mengambil tititku dan menghisapnya. Jenni mengganguk kembali dan merebahkan tubuhku, Nova terus menikmati permainannya di bawah. Jenni menduduki kepalaku dan memberikan vaginanya untuk kuhisap. Ah.. nikmatnya memek Jenni. Kujilat dan kujilat terus sambil kami terus bertatapan mata. Aku benar-benar jatuh cinta, pagi itu aku digilir tiga perempuan cantik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jenni tetap hanya meminta digesek-gesek saja. Nova dan Rika berhasil membuatku menyemprotkan sperma di dalam mereka sebanyak dua kali. Kami baru selesai ketika kami sudah kelelahan dan kelaparan, sudah waktunya makan siang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami berempat berhasil masuk universitas di kota B dan sepakat untuk mengontrak rumah untuk tinggal bersama, orang tua kami tidak ada yang curiga. Mereka pun setuju mengontrak rumah, lebih enak daripada kos-kosan. Bisa masak dan cuci baju sendiri, tidak takut ada barang yang hilang. Empat tahun kuliah, sehari pasti minimal sekali aku menyetubuhi salah satu dari tiga wanita cantik tersebut. Dengan Jenni, selalu hanya gesek-gesek. Dengan Rika dan Nova, tentunya celup-celup dong. Tidak ada yang hamil karena kami menghitung kalendar dengan sangat disiplin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesudah lulus pun kami masih sering berkumpul untuk bermain, Nova bertemu dengan suaminya di tempat kerja. Rika bertemu dengan suaminya di kuliah S2, Jenni akhirnya menjadi isteriku. Perawannya baru diberikan pas malam pernikahan, kami berdua punya dua orang anak. Jenni sering mengundang Nova dan Rika untuk bermalam di rumah kami. Saking seringnya, aku berhasil menghamili Nova dan Rika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak kedua Nova dan anak ketiga Rika mirip sekali denganku, untung suami mereka tidak pernah ada yang curiga. Alasannya karena sering bergaul denganku, jadi mirip deh anaknya.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/feeds/5250026068397778548/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-pertemanan-berakhir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/5250026068397778548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/5250026068397778548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-pertemanan-berakhir.html' title='Cerita Dewasa Pertemanan Berakhir Kenikmatan'/><author><name>Karla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15414855962408796804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmq9urj4Nj7EAAVetZjWmh3-WSIpLVK0ZB8g-glDDZl-1knGBbRtVK0oaYxcRVYuG8ROl3II8EZ9h2mbE1eCCr8H1-q5n9GRaY5P64WBu8_5WfgKPp4fBJs0N7YfRAJMRaX8aHbAlxJeE/s72-c/moonhug.com-moonhug.com-883-032-o3g-3600-5400.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433305999846514824.post-7396781334958032812</id><published>2018-10-05T23:52:00.001-07:00</published><updated>2018-10-05T23:55:32.752-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita 17+"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita 18+"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita becek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita bokep"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita dewasa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita esek-esek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita panas"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita perawan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="gairah muda"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="hasrat seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="malam pengantin"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mesum online"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="perjaka"/><title type='text'>Cerita Dewasa Malam Pertama Dengan Istriku</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIH3N9Pumn635iFnhwsbOGexYO-z0eeaD-yEnWrGOSklr6lcCsp4SMT7OwZbeLXTNfL27qXiUhvSfLScx1XLqpBKwMj-jj2SUs5O-hyyEMAyaXQr8_YFDYRPIavEUd2H1iSP9h8AYSYu8/s1600/full.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Malam Pertama Dengan Istriku&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;686&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIH3N9Pumn635iFnhwsbOGexYO-z0eeaD-yEnWrGOSklr6lcCsp4SMT7OwZbeLXTNfL27qXiUhvSfLScx1XLqpBKwMj-jj2SUs5O-hyyEMAyaXQr8_YFDYRPIavEUd2H1iSP9h8AYSYu8/s400/full.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Malam Pertama Dengan Istriku&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;bukuceritadewasaonline&lt;/a&gt; - Aku hisap dalam-dalam rokok yang baru aku beli tadi bersama temanku sambil duduk santai di depan teras rumahnya, ditemani segelas kopi yang tinggal setengah di cangkirku. Sebenarnya aku tidak suka merokok dan minum kopi, aku lakukan itu jika ada masalah yang sangat pelik. Ya, seperti sekarang ini. Masalahku sudah aku ceritakan pada sahabat terbaikku tadi, sekarang dia sedang merenung di depanku. Entah memikirkan solusi atau apa, yang penting masalahku tidak aku pendam sendiri. Lebih baik membaginya dengan teman agar tidak terlalu berat dan siapa tahu ada solusinya.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Sambil menunggu temanku bicara, aku ceritakan dulu masalahku. Tujuh hari yang lalu, aku baru menikah dengan seorang gadis yang kamu semua pasti mengenalnya, namanya Meyda Sefira. Salah satu artis berjilbab yang bermain sebagai Husna di film Ketika Cinta Bertasbih yang diambil dari salah satu judul novel terkenal karya Habiburrahman El Shirazy.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-malam-pertama-dengan.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Malam Pertama Dengan Istriku&lt;/a&gt;, Kami bisa menikah karena aku dijodohkan dengannya, Meyda adalah anak dari teman karib ayahku. Kalau tidak, bagaimana mungkin Meyda yang sudah jadi artis, mau sama aku yang pegawai biasa ini. Ayah Meyda banyak menolong keluargaku ketika keluargaku mengalami kesulitan, tentu dengan alasan balas budi kedua orang tuaku memaksaku untuk menyetujui perjodohan ini, apalagi yang mencetuskan ide itu adalah ayah Meyda. Ia percaya kalau aku bisa membimbing dan menjadi imam yang baik bagi anak gadisnya yang cantik ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya jadilah kami menikah, diam-diam tanpa banyak publisitas. Hanya dihadiri oleh sanak saudara dan keluarga dekat, Meyda tidak ingin karirnya di dunia hiburan jadi terhambat karena pernikahan ini. Ok, aku bisa mengerti. Yang jadi masalahnya adalah ketika kami sudah resmi menjadi sepasang suami-istri. Meyda selama seminggu ini menghindariku ketika berada di tempat tidur, tepatnya dia menghindar untuk melakukan hal yang lumrah dilakukan oleh sepasang suami-istri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apalagi kalau bukan bersetubuh, menunaikan sunnah rasul. Tiga hari awal dia beralasan datang bulan, itu masih aku terima karena dia memang tidak melakukan sholat. Hari berikutnya dia sholat, ketika aku utarakan hal itu, dia beralasan masih belum bersih, capek, sakit perut dan alasan lain yang mampu membuatku terdiam. Aku memang tidak suka memaksa pada seorang perempuan, tapi apakah dia tahu kalau aku sangat tersiksa dengan perlakuannya itu. Bayangkan, tidur berdua dengan salah satu perempuan tercantik di negeri ini tapi tidak bisa ngapa-ngapain, sungguh sangat membebani pikiran. Ketika aku tanya lebih jauh, dia hanya diam tidak menjawab dan ujung-ujungnya menangis. Aku jadi makin tidak tega memaksanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin… dia laki-laki,” ujar temanku setelah merenung lama.&lt;br /&gt;
Aku langsung batuk-batuk mendengarnya, segera kubuang rokok di tanganku ke taman di sebelah rumah temanku itu.&lt;br /&gt;
“Seperti berita di tv,” lanjut temanku, tidak peduli dengan keterkejutanku.&lt;br /&gt;
“Itu tidak mungkin, kau tahu sendiri kan bagaimana dia. Wajahnya manis dan sikapnya feminim. Kau juga sempat terpana ketika melihatnya untuk pertama kali,” sergahku.&lt;br /&gt;
“Bisa saja dia operasi plastik ke Korea… kau lihat kan, aktor dan aktris Korea wajahnya sama-sama cantik, sulit dibedakan mana laki-laki dan mana perempuan,” temanku meminum kopinya sebelum melanjutkan, “Apalagi, orang tuanya kaya raya, itu mudah dilakukan. Artis-artis kita juga banyak yang melakukannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tidak mungkin, aku kenal Meyda sejak kecil,” bantahku. Memang benar, aku kenal istriku sejak dia baru lahir, dulu kami tinggal bersebelahan. Setelah aku lulus SMA, keluargaku pindah ke kota ini, sementara Meyda masih kelas 2 SMP saat itu. Aku bisa melihat tonjolan di tubuhnya yang mulai tumbuh, bahkan aku pernah merasakannya saat dia lewat di sebelahku dan tanpa sengaja dadanya menyenggol lenganku, rasanya kenyal dan lembut. Setelah aku tinggal disini, kami jadi jarang sekali bertemu, hanya pada saat lebaran saja kami bisa bertatap muka.&lt;br /&gt;
“Kalau dia bukan laki-laki…” kata temanku menggantung kalimatnya, dia berlagak seperti detektif sebelum melanjutkan, “berarti dia tidak perawan, dia takut kamu kecewa nantinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi-lagi temanku ini memberikan fakta yang tidak mungkin. Aku kenal betul sifat Meyda, dia gadis sholehah, selalu berkerudung dan berpakaian rapi untuk menutupi semua auratnya. Bahkan saat bermain film-pun, ia tidak mau menanggalkan identitasnya itu, aku bangga kepadanya. Apalagi kata orang tuanya, dia tidak pernah pacaran, semua pria yang menyatakan cinta padanya ditolak mentah-mentah. Belum lagi kata-kata orang tuanya yang membuatku sangat senang luar biasa, cinta pertama Meyda adalah aku!!&lt;br /&gt;
“Itu tidak mungkin,” kali ini bantahanku mengandung sedikit keraguan. Sudah banyak artis melakukan perzinahan, khususnya para pendatang baru. Mereka melakukannya demi sebuah peran, bukan tidak mungkin Meyda adalah salah satu dari mereka. Gadis berkerudung belum menjamin akhlaknya suci, bisa saja gadis yang tidak berkerudung namun berpakaian sopan akhlaknya lebih suci dari mereka yang berkerudung. Bukan memvonis atau apa, tetapi aku pernah melihat kenyataannya. Di dunia yang sudah ‘edan’ ini, apa pun bisa terbalik dengan mudahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu sangat yakin?” tanya temanku yang menyadari ada keraguan di wajahku.&lt;br /&gt;
“Aku yakin,” kataku.&lt;br /&gt;
Lagi-lagi temanku merenung, seperti mencari kata-kata yang dapat merontokkan kepercayaanku tentang kesucian Meyda.&lt;br /&gt;
“Bisa saja dia tidak mau tapi dipaksa,” ujar temanku, tepat disaat aku hendak mengambil satu batang rokok. “dia diperkosa,” nada temanku sedikit berbisik ketika mengatakannya dan mampu membuat satu batang rokok di tanganku lepas jatuh ke lantai.&lt;br /&gt;
Pemerkosaan, bukan hal yang luar biasa di negeri ini. Setiap hari pasti ada saja beritanya di tv dan di koran, dan masih banyak lagi yang belum diberitakan atau mungkin belum terungkap. Pelakunya pun mulai dari berbagai kalangan, dari anak-anak sampai kakek-kakek, dari orang miskin sampai orang kaya, dari penduduk biasa sampai para pejabat. Bahkan ada pula dalam satu keluarga, dan yang paling parah dengan hewan atau mayat.&lt;br /&gt;
“Kalau begitu keadaannya, aku masih menerimanya,” kataku lemah, seakan tidak rela hal itu terjadi pada istriku. Bukannya lelaki yang baik itu akan mendapatkan perempuan yang baik juga? Tetapi seingatku, aku belum pernah memperkosa lalu kenapa aku mendapatkan istri yang telah diperkosa. Apa ayahku yang melakukan itu sehingga berimbas kepadaku? Atau kakek? Ah, entahlah… yang aku tahu mereka orang baik, tidak mungkin melakukan hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti biasa, Meyda menyibukkan diri di dapur dengan mencuci piring setelah makan malam. Sementara aku menunggunya di kamar sambil duduk bersandar di sisi tempat tidur dengan buku di tangan. Setelah Meyda selesai, dia masuk ke kamar dan langsung tidur di sebelahku dengan memunggungiku, seperti biasanya.&lt;br /&gt;
“Mey…” ujarku pelan seraya meletakkan buku di atas meja kecil di sebelah tempat tidur.&lt;br /&gt;
“Iya, kak,” jawab Meyda tanpa merubah posisinya. Dia memang selalu memanggilku dengan kakak dan itu yang membuatku tidak tega memaksanya.&lt;br /&gt;
“Aku ingin bicara,” setelah aku berkata demikian, Meyda bangkit dari tidurnya dan duduk, tapi masih belum menatapku.&lt;br /&gt;
“Kamu duduk disini,” aku meletakkan bantal di sebelahku agar dia bersandar disana.&lt;br /&gt;
“Kamu katakan sejujurnya, apa yang membuatmu menghindari hal yang lumrah dilakukan oleh sepasang suami-istri itu?” aku tanyakan itu tepat setelah Meyda duduk di sampingku. Dia masih menundukkan kepala, membuatku sulit melihat ekspresi wajahnya karena tertutup rambut hitam panjangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia masih terdiam, hanya bunyi bibir terbuka saja yang terdengar. Aku yakin bibir mungil itu pasti belum pernah tersentuh oleh laki-laki, masih terjaga untuk orang yang sangat tepat, tetapi benarkah hal itu telah dirampas?&lt;br /&gt;
“Katakan saja yang sejujurnya, aku pasti akan menerimanya dengan ikhlas,” kataku lagi, aku sudah mempersiapkan diriku untuk mendengar pengakuannya yang mungkin sangat menyakitkan.&lt;br /&gt;
Meyda mengangkat kepalanya, dia berusaha menatapku tapi tidak bisa, dia terlihat sangat takut. “Aku… aku… sebenarnya…” katanya terbata-bata.&lt;br /&gt;
“Katakan saja,” ujarku pelan.&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu cara melakukannya!!!” kata Meyda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Malam Pertama Dengan Istriku&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tercengang, aku masih belum bisa menangkap maksud dari kata-kata Meyda barusan.&lt;br /&gt;
“Aku takut kakak kecewa padaku karena aku tidak tahu betul tentang hal itu, jadi aku…”&lt;br /&gt;
Aku menghentikan kalimatnya dengan menempelkan jari telunjukku di bibirnya. Perlakuanku itu membuatnya menatap lurus ke arahku. Polos sekali dia, karena hal itu dia menghindariku. Betapa lugunya istriku ini, aku langsung mendekapnya dalam pelukan. Aku rasa sekarang saatnya untuk membuktikan teori dari buku Kamasutra yang pernah aku beli beberapa tahun lalu, tetapi belum pernah aku praktekkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kupandangi wajah Meyda yang manis, juga kulit tubuhnya yang putih dan mulus, hidungnya tampak kecil mancung lucu sekali, sedang rambutnya lurus panjang sebahu. Tubuhnya walau pun agak kecil tapi tidak kurus dan keliatan seksi sekali, dan yang bikin aku gemas adalah gundukan bulat di dadanya yang kelihatan agak besar dibanding tubuhnya yang kecil sehingga sedikit mendesak belahan baju tidurnya.&lt;br /&gt;
Meyda agak kaget waktu kupeluk, tapi kelihatan tidak menolak. Dia sedikit salah tingkah sewaktu merasa dirinya kuperhatikan. Untung saja dia tidak tahu pikiranku yang sudah ngeres, kalo tahu bisa-bisa dia lari terbirit-birit. Tenang, aku harus sabar dan pelan-pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil tersenyum manis kubisiki dia. “Kakak juga belum pernah,” kataku seramah mungkin.&lt;br /&gt;
Meyda mendelik kaget, mungkin tidak menyangka kalau aku akan berkata seperti itu. “Eeh… i-iya, kak.” sahutnya gugup.&lt;br /&gt;
“Kita sama-sama tidak tahu caranya, jadi mari sama-sama belajar.” kataku pura-pura polos.&lt;br /&gt;
“Eh, i-itu… i-iya, kak…” jawab Meyda makin gugup dan salah tingkah.&lt;br /&gt;
“Kakak janji tidak akan menyakiti kamu..” kataku terus memanfaatkan kesempatan.&lt;br /&gt;
“Emm… i-iya, kak.” jawab Meyda sedikit malu. Wajahnya yang cantik sekarang jadi agak memerah, namun jadi makin manis saja kelihatannya. Bibirnya yang merah dan mungil tersenyum malu sambil memperlihatkan giginya yang putih sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu kok kelihatannya malu-malu sih, memangnya tidak suka ya aku bicarain ini?” pancingku.&lt;br /&gt;
“Ooh… t-tidak kok, kak.” jawabnya sambil tersenyum manis. Sudah makin berani dia. ’Bagus,’ pikirku.&lt;br /&gt;
”Mmm… jadi mau dong kalau kakak meminta sekarang?” pancingku kemudian.&lt;br /&gt;
“Eee…” dia tidak menjawab, tapi senyumnya jadi semakin manis sementara kedua tangannya saling meremas dan diluruskan ke bawah, tersipu malu.&lt;br /&gt;
“Kok cuma eee aja… ya udah kalau tidak mau, kakak tidak akan…”&lt;br /&gt;
“Mau kok, kak. Tapi…” ia memotong ucapanku, sambil tersenyum manis tentunya.&lt;br /&gt;
”Tapi apa?” tanyaku sembari kupegang lembut genggaman tangannya, terasa halus dan sangat mulus sekali. Saat kuremas-remas, terasa ia agak ragu, namun akhirnya membalas pelan. Lumayan, mulai ada sedikit kemajuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nanti kalau aku bilang sakit, kakak harus berhenti ya…” tanyanya makin berani.&lt;br /&gt;
“Iya, tentu saja. Kakak janji!” sahutku.&lt;br /&gt;
Meyda tersenyum, lalu kemudian mengangguk. ”Baiklah, kak, kalau begitu silahkan lakukan!” katanya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
Melihat ulahnya yang menggemaskan itu, aku segera memeluk tubuhnya yang mungil tapi seksi dan dengan sedikit bernafsu segera kusosor pipinya yang putih mulus dengan bibirku. Meyda sedikit terkejut melihat ulahku, ia segera menepiskan pipinya dari bibirku. Aku jadi kaget.&lt;br /&gt;
”Kenapa, Mey?” tanyaku tak mengerti.&lt;br /&gt;
“Kakak kok gitu sih…” dia memandangku sambil melotot, seakan menghakimiku. ”Katanya tadi tidak nyakitin, tapi kok kasar gitu?” tuduhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku segera menarik nafas untuk mengendalikan diri, sambil tersenyum manis kuraih tangannya dan kutatap wajah manisnya yang masih kelihatan cemberut. ”Maafin kakak, Mey. Kakak tidak sengaja…” bisikku di telinganya. ”Itu tadi wujud kasih sayangku sama kamu…” lanjutku.&lt;br /&gt;
“Ini pengalaman pertama bagiku, kak… jadi tolong buat agar jadi berkesan,” kata Meyda, seakan tetap merajuk kepadaku. Ia menarik lepas tangannya dari genggamanku dan berpaling ke kiri. Badannya yang hanya setinggi bahuku digoyangkan kesal, membuat payudaranya yang bulat jadi kelihatan bergoyang indah.&lt;br /&gt;
”Iya, Mey… maafin kakak,” sahutku sambil tak berkedip bentuk payudaranya yang walaupun tidak seberapa besar namun terlihat cukup bulat, bentuknya seperti buah apel tapi tentu saja berukuran lebih besar. Baju tidurnya yang tipis membuat bh-nya yang mungil terpampang jelas, juga bawahannya yang ketat berwarna putih. Pokoknya baju dan celana yang ia kenakan benar-benar seksi dan terus terang justru sangat merangsang nafsuku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku segera merangkulnya kembali, kupandangi wajahnya dari samping. Seolah-olah masih marah, Meyda mengatupkan bibirnya, tapi justru makin menambah keranuman dan keseksiannya. Mm… ingin rasanya aku mengecup dan mengulumnya, tapi mengingat ia masih cemberut, segera kuurungkan niatku. Aku tidak ingin membuat Meyda jadi lebih marah lagi, bisa-bisa malam ini aku tidak dapat merasakan kehangatan tubuhnya.&lt;br /&gt;
“Meyda sayang…” rayuku kembali.&lt;br /&gt;
“Kakak boleh tidak cium bibir kamu?” tanyaku menggodanya.&lt;br /&gt;
“Iih… kakak apaan sih,” Meyda merajuk, tapi tidak kelihatan marah, membuatku jadi makin berani, juga bernafsu.&lt;br /&gt;
“Meyda sayang… terus terang, malam ini kakak kepingin banget. Kakak pingin memberikan rasa kasih sayang kakak sama kamu… kamu mau kan?” tanpa aku sadari, kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulutku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Antara kaget dan heran dengan ucapanku, mata Meyda membelalak kaget, mukanya yang manis malah jadi kelihatan lucu. Bibirnya yang mungil merah merekah tampak basah memerah.&lt;br /&gt;
”Kaakk…” hanya kata itu yang ia ucapkan, selanjutnya ia hanya memandangku lama tanpa berkata apa-apa. Aku segera mengambil inisiatif dengan menggenggam erat kedua tangannya.&lt;br /&gt;
“Mey, percayalah… apapun yang kakak lakukan nanti, itu adalah bentuk rasa cinta dan kasih sayang Kakak sama kamu…” Selesai berkata begitu, langsung kudekatkan mulutku ke wajahnya.&lt;br /&gt;
Dengan cepat kukecup bibirnya yang mungil dengan lembut. Ah, terasa begitu hangat dan lembab, juga nikmat dan sangat manis sekali. Hidung kami saling bersentuhan, bisa kudengar nafas Meyda yang sedikit kaget, namun sama sekali tidak berontak. Segera kulanjutkan dengan mengulum bibir bawahnya, kusedot sedikit. Mm… terasa sangat halus dan mulus. Baru pertama kali ini aku mengecup bibir perempuan, yang asyiknya perempuan itu sangat cantik seperti Meyda. Enak sekali ternyata…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lima detik kemudian, kutarik mulutku dari bibir Meyda. Aku ingin melihat reaksinya, ternyata saat kukecup tadi ia memejamkan kedua matanya. Dengan sorot mata redup Meyda memandangku, tatapannya sedikit aneh, namun wajah manisnya kelihatan begitu mempesona. Bibir mungilnya yang tadi kukecup masih setengah terbuka, terlihat begitu merah dan basah merekah.&lt;br /&gt;
“Bagaimana, Sayang… mau dilanjutkan?” rayuku dengan nafas memburu akibat menahan nafsu. Tanpa kusadari batang penisku sudah tegang tak terkira, terjepit di celana. Mulai terasa sedikit sakit, tapi terpaksa kutahan sekuat tenaga. Meyda cuma terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuberanikan diri untuk menggerakkan tanganku, yang tadinya hanya meremas jemari tangan, kini mulai meraba ke atas menelusuri pergelangan tangan dan terus ke atas hingga sampai di lengan. Bahu Meyda kuremas-remas lembut sambil kupandangi gundukan bulat menantang yang ada di depan dadanya. Beha putih yang ia kenakan kelihatan penuh terisi oleh daging lunak yang sangat merangsang. Mmm… jemari tanganku gemetar menahan desakan keinginan untuk menjamah dan meremasnya. Kulirik Meyda, ternyata dia masih memandangku dengan penuh keraguan, namun kuyakin ia tahu kalau aku sudah dilanda oleh nafsu birahi yang menggelora… Siap untuk menerkam dirinya… menjamah tubuhnya… meremas payudaranya… dan pada akhirnya akan menyetubuhinya sampai puas…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Mey,” bisikku sambil berusaha tetap tersenyum, salah satu tanganku kuturunkan ke bawah untuk menggerayangi pinggulnya yang padat menantang. Kususupkan ke belakang lalu kuusap pelan belahan pantatnya yang bundar dan kuremas gemas. Wow, begitu lunak dan hangat kurasa.&lt;br /&gt;
“Ahh… kak,” Meyda merintih pelan saat jemari tanganku bergerak semakin menggila, kini aku menelusup ke pangkal pahanya yang padat berisi dan mulai mengelus-elus gundukan bukit kecil yang ada disana… bukit kemaluannya. Selama beberapa saat kuusap-usap perlahan benda itu dari luar celana dalamnya, sebelum dua detik kemudian kupaksa dua jariku masuk ke belahannya yang mulus dan indah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-malam-pertama-dengan.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Malam Pertama Dengan Istriku&lt;/a&gt;, Kini gundukan kemaluan Meyda telah berada dalam genggaman tanganku. Dia menggelinjang kecil saat jemari tanganku mulai meremas perlahan, terasa sangat empuk dan hangat sekali. Sambil terus menggesek, kembali kudekatkan mulutku ke bibir mungilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Aku ingin tubuhmu, Mey…” bisikku diantara desahan nafas yang semakin&amp;nbsp; memburu.&lt;br /&gt;
”Hhh… lakukan, kak… tubuh Meyda milik kakak seutuhnya malam ini…” sahutnya.&lt;br /&gt;
Hatiku bersorak girang seakan tak percaya, senang bercampur haru. Aku tak pernah menyangka bahwa hari ini akan tiba, saat dimana aku memperawani seorang gadis. Bukan gadis sembarangan, karena dia adalah Meyda Safira, salah satu artis tercantik di Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secepat kilat bibir mungilnya yang hangat kukecup kembali dan lekas kukulum nikmat. Kuhayati dan kurasakan sepenuh hati betapa lembut dan nikmatnya daging merah itu. Hidung kami bersentuhan mesra, kudengar dengus nafas Meyda yang kencang memburu saat aku terus mengecup dan mengulum bibirnya cukup lama. Kuhisap habis bau harum nafasnya yang begitu sejuk mengisi rongga paru-paruku. Kujulurkan lidahku dan kumainkan di dalam mulutnya, persis seperti yang diintruksikan oleh kamasutra. Dengan mesra Meyda membalas, ia menggigit lembut dan mengulum lidahku dengan bibirnya. Ah, terasa sangat manis dan begitu nikmat. Kedua lidah kami terus bersentuhan, hangat dan basah. Tanpa bosan kukecup dan kukulum bibir atas dan bawahnya secara bergantian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgoDzLYMW7V-1vZhjaZ3k77CHtwbKVI0kEKBqEKwjICR3kv8C3bmm2K3He65FyoDtg-h0FeR88tbAw8b4hJSOHQeDMz_cbsJ156vlK8X0O01PtWli6Q22Q7NX6X0SD8h0EnVKfs3L3RUI/s1600/Jin_Mei_Xin_070113_044.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Malam Pertama Dengan Istriku&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;800&quot; data-original-width=&quot;438&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgoDzLYMW7V-1vZhjaZ3k77CHtwbKVI0kEKBqEKwjICR3kv8C3bmm2K3He65FyoDtg-h0FeR88tbAw8b4hJSOHQeDMz_cbsJ156vlK8X0O01PtWli6Q22Q7NX6X0SD8h0EnVKfs3L3RUI/s400/Jin_Mei_Xin_070113_044.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Malam Pertama Dengan Istriku&quot; width=&quot;218&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Terdengar suara kecipakan saat mulut kami saling beradu, tak kusangka Meyda bisa membalas semua lumatanku dengan begitu bergairah pula.&lt;br /&gt;
“Ah, Mey… kamu pintar juga!” pujiku tanpa curiga.&lt;br /&gt;
Mukanya yang manis kelihatan sayu dan tatapan matanya tampak mesra, sambil tersenyum manis ia menyahut,&lt;br /&gt;
“Mm… Mey hanya menuruti naluri, kak.” sahutnya polos.&lt;br /&gt;
“Tapi kok pintar sekali?” godaku. Meyda tersenyum malu, wajahnya berubah jadi merah.&lt;br /&gt;
”T-tidak tahu, kak…” ia menundukkan mukanya.&lt;br /&gt;
“Tidak apa-apa, itu tandanya kamu bisa menikmati.” aku tersenyum lega karena tidak perlu repot-repot membimbingnya nanti. Jemari tanganku yang masih berada di selangkangannya mulai bergerak menekan gundukan bukit kemaluannya, kuusap-usap pelan ke atas dan ke bawah.&lt;br /&gt;
”Auw, kak!!” Meyda memekik kecil dan mengeluh lirih, kedua pelupuk matanya dipejamkan rapat-rapat, sementara mulutnya yang mungil meringis lucu. Wajahnya yang manis nampak sedikit berkeringat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuraih kepalanya dalam pelukanku dan kubisikkan kata-kata mesra di telinganya. Kucium rambutnya yang panjang sebahu.&lt;br /&gt;
“Enak, sayang, kuusap-usap begini?” tanyaku penuh nafsu.&lt;br /&gt;
“Hhh… i-iya, kak.” sahutnya polos. Terlihat dia sudah mulai kepingin juga. Jemari tanganku yang nakal kini bukan cuma mengusap, tapi juga mulai meremas gemas gundukan bukit kemaluannya.&lt;br /&gt;
“Ahh… sakit, kak… auw!” Meyda memekik kecil, tubuhnya terutama pinggulnya menggelinjang keras. Kedua pahanya yang tadi menjepit pergelangan tanganku kini direnggangkan.&lt;br /&gt;
Kuangkat wajahnya ke arahku, kulihat matanya masih terpejam rapat, namun mulutnya sedikit terbuka. Kurengkuh tubuhnya agar lebih merapat ke badanku lalu kembali kukecup dan kucumbu bibirnya dengan penuh nafsu.&lt;br /&gt;
“Ehm… kak!” Meyda meraih pinggangku dan memeganginya kuat-kuat. Kini jemari tanganku bergerak merayap ke atas, mulai dari pangkal paha terus ke atas, menelusuri pinggangnya yang kecil ramping tapi padat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;baca juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-menaruh-benih-di-istri.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Menaruh Benih di Istri Tetangga&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku baru berhenti saat kurasakan ujung jemariku sudah berada di kaki bukit buah dadanya. Dari balik baju tidurnya, bisa kurasakan betapa padat gundukan daging itu. Kuelus perlahan, sebelum mulai mendakinya tak lama kemudian.&lt;br /&gt;
”Uhh… kak!” Meyda merintih saat kuremas pelan gundukan buah dadanya. Terasa sangat padat dengan sedikit campuran rasa empuk dan kenyal yang sangat menggiurkan.&lt;br /&gt;
“Auw, pelan-pelan, kak…” bisiknya parau, bibirnya tampak basah akibat cumbuanku tadi.&lt;br /&gt;
Kini secara bergantian jemari tanganku meremas kedua buah dadanya dengan lebih lembut, Meyda menatapku dengan senyumnya yang mesra. Ia membiarkan tanganku menjamah dan meremas-remas kedua buah dadanya sampai puas. Hanya sesekali ia merintih dan mendesah lembut bila aku meremas susunya sedikit keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami saling berpandangan mesra, kutatap sepuasnya wajah manisnya, sampai akhirnya aku sudah tak kuat lagi menahan desakan batang penisku yang sudah ngaceng berat.&lt;br /&gt;
“Ughh…” aku meloncat berdiri. Meyda yang tadinya sedang menikmati remasanku pada buah dadanya, jadi ikutan kaget.&lt;br /&gt;
“Eh, kenapa, kak?” tanyanya.&lt;br /&gt;
“A-anu, punya kakak sakit nih…” sahutku sambil buru-buru membuka celana. Aku tak peduli meski Meyda kelihatan malu, toh dia akan melihat juga pada akhirnya.&lt;br /&gt;
Celana panjangku melorot ke bawah, juga celana dalamku. Meyda yang tak menyangka aku akan berbuat demikian, hanya memandangku dengan terbelalak kaget. Apalagi saat melihat batang penisku yang sudah ngaceng berat, yang begitu tegang dan mengacung ke atas, dengan urat-urat di permukaannya tampak menonjol keluar semua.&lt;br /&gt;
“Iihh! Kakak jorok!” dia menjerit kecil sambil memalingkan mukanya ke samping. Meyda menutupkan kedua telapak tangan ke wajahnya yang cantik.&lt;br /&gt;
”Hehehe…” aku terkekeh. Melihat tubuhnya yang masih memakai baju dan celana panjang, aku jadi gemas pingin melucutinya sampai bugil. Ah, ingin rasanya segera menyetubuhinya, tapi aku berusaha menahan diri. Itu tidak adil, kami harus sama-sama menikmati permainan ini. Aku tidak mau Meyda merasa rugi dan ujung-ujungnya kapok tidak mau mengulangi lagi. Kalau begitu kan, aku sendiri yang rugi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-malam-pertama-dengan.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Malam Pertama Dengan Istriku&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Tugasku sekarang adalah merangsangnya sampai siap. Karena bagaimana pun dia kan masih perawan, pasti sangat sakit saat melakukan untuk yang pertama kali. Aku harus bisa meminimalisir hal itu, ini adalah tantangan buatku, benar-benar detik-detik yang mendebarkan dan menegangkan. Satunya perjaka dan satunya perawan. Sama-sama belum punya pengalaman seks selain dari buku kamasutra jadul…&lt;br /&gt;
“Mey, takut apa sih… kok mukanya ditutup gitu?” tanyaku menggoda.&lt;br /&gt;
“I-itu… p-punya kakak…” sahutnya lirih.&lt;br /&gt;
“Lho, memang kenapa? Kamu tidak pernah lihat alat kelamin cowok?” sahutku geli.&lt;br /&gt;
Meyda mengangguk.&lt;br /&gt;
“Mey belum pernah, i-ini yang pertama.” sahutnya masih sambil menutup muka. Gila! Dia benar-benar lugu dan perawan.&lt;br /&gt;
“Yah, tidak apa-apa. Ayo coba sini, punya kakak kamu pegang. Ini kan milik kamu juga.” kataku nakal.&lt;br /&gt;
“Ah, tidak mau. Malu… jorok…” sahutnya.&lt;br /&gt;
“Tidak usah malu, kakak yang telanjang aja tidak malu sama kamu. Tadi kakak sudah pegang punya Mey, sekarang ganti giliran Mey yang pegang punya kakak…” sahutku sembari kuraih kedua tangannya yang masih menutupi muka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada mulanya Meyda menolak, namun setelah kurayu-rayu dan sedikit kupaksa akhirnya dia mau juga. Kedua tangannya segera kubimbing ke arah selangkanganku. Meyda memang mau memegangnya, namun kedua matanya masih terpejam rapat, sama sekali tidak mau melihat. Meski begitu, itu sudah cukup membuat&amp;nbsp; jantungku berdegup kencang. Bagaimana pun inilah pertama kali aku telanjang di depan perempuan sambil mempertontonkan alat vital, apalagi sampai dipegang-pegang segala. Seperti mimpi rasanya, apalagi saat tahu kalau yang melakukannya adalah Meyda Safira, salah satu artis cantik yang tubuhnya pasti diidam-idamkan banyak pria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meyda mulai mengusap kepala penisku. Pada mulanya jemari tangannya hendak ditarik lagi saat pertama kali menyentuh, namun karena kupegangi dengan kuat, akhirnya ia hanya pasrah saja.&lt;br /&gt;
“Aah… terus, Mey, pegang batangnya dengan kedua tanganmu!” rayuku penuh nafsu.&lt;br /&gt;
“Iih, keras sekali, kak…” bisik Meyda sambil tetap memejamkan mata. Wajahnya yang manis kelihatan tegang dan sedikit berkeringat.&lt;br /&gt;
“Iya, itu tandanya kakak sayang sekali sama kamu. Aah…” aku mengerang nikmat saat tiba-tiba saja Meyda meremas kuat batang penisku.&lt;br /&gt;
“Gimana, kak, enak?” tanyanya dengan jemari tangan terus meremas kuat.&lt;br /&gt;
“Ohh… jangan dilepas… terus seperti itu…” erangku lirih. Meyda yang semula agak gugup, kini mulai sedikit mengerti. Jemari tangannya yang tadi merenggang, kini mulai bergerak pelan untuk mengusap batang penisku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Ahhh…” aku melenguh nikmat. Kulihat Meyda sudah mulai berani menatap rudal saktiku sambil terus meremas pelan, aku tak tahu apa yang ada dalam pikirannya. Dan aku tak peduli, yang penting aku merasa nikmat dengan kocokannya. Dalam hati aku membatin, pake tangan aja sudah begini nikmat, apalagi dijepit pake vagina, bisa-bisa aku pingsan karena saking enaknya. Meyda memandangku sambil tersenyum, wajahnya tak lagi malu-malu seperti tadi. Bahkan dengan penuh semangat ia mulai mengusap-usap penisku maju mundur… setelah itu digenggam dan diremasnya seperti tadi, lalu dikocok-kocok kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya Meyda semakin bersemangat begitu melihatku melenguh nikmat, ia tertawa kecil saat melihatku yang hanya bisa mendelik setengah gelisah karena saking nikmatnya. Kedua tangannya bergerak maju-mundur makin cepat, membuatku jadi semakin tak terkendali. Ini kalo dibiarkan bisa-bisa air maniku muncrat duluan, jadi aku segera berbisik kepadanya,&lt;br /&gt;
“Mey, hentikan… kakak tidak tahan, mau keluar!”&lt;br /&gt;
“Iih…” dengan kaget Meyda segera melepaskan remasan tangannya dan beringsut cepat ke sebelahku, sementara pandangan matanya tetap terarah ke batang penisku yang masih menegang penuh. Mungkin ia mengira air maniku akan muncrat membasahinya kalau dia tidak cepat-cepat pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Antara geli dan nikmat, aku segera mengatur nafas agar birahiku sedikit menurun. Wuih, hampir saja terjadi banjir lokal.&lt;br /&gt;
“Tidak jadi, Mey, hehe…” bisikku lirih sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
“Kok tidak jadi?” tanya Meyda polos.&lt;br /&gt;
”Buat nanti aja,” Kuraih tubuh sintalnya yang berada di sampingku dan kupeluk mesra. Meyda menggelinjang manja saat kurapatkan badanku ke tubuhnya yang mungil sehingga buah dadanya yang bundar montok terasa menekan dadaku yang bidang. Hmm, enaaak…&lt;br /&gt;
Kepalaku menunduk untuk mencari-cari bibirnya saat Meyda merangkulkan kedua lengannya ke pundakku. Wajahnya yang amat manis terlihat begitu dekat, apalagi saat mulai kukecup bibir mungilnya, Meyda&amp;nbsp; membalasnya dengan begitu rakus. Kami mulai saling melumat gemas, begitu lama dan panas hingga Meyda megap-megap tak lama kemudian karena kehabisan nafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhq2_nmGsNqKM5ZA65lyUhAwP1XwZzziCipqquARYbeLfS-OC8yt4SGSUPgSqKHlIBe2OB03da5N5174ik78QZq1vtZZKWmkAszQaDV61ZV9d6apX5mnzlfwjGvCJyiJUnNF1or2CRXzZ8/s1600/Luvian_080214_028.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Malam Pertama Dengan Istriku&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;775&quot; data-original-width=&quot;533&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhq2_nmGsNqKM5ZA65lyUhAwP1XwZzziCipqquARYbeLfS-OC8yt4SGSUPgSqKHlIBe2OB03da5N5174ik78QZq1vtZZKWmkAszQaDV61ZV9d6apX5mnzlfwjGvCJyiJUnNF1or2CRXzZ8/s400/Luvian_080214_028.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Malam Pertama Dengan Istriku&quot; width=&quot;275&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara bibir kami masih terus bertaut mesra, jemari tanganku kembali menggerayangi bagian bawah tubuhnya. Kuremas gemas bulatan bokongnya sambil kuusap-usap mesra, kurasakan betapa kenyal dan padatnya daging montok itu. Meyda merintih lirih dalam cumbuanku saat kurapatkan bagian bawah tubuhnya ke depan, sehingga mau tak mau batang penisku yang masih ngaceng berat jadi terdesak ke perutnya. Untung saja Meyda memakai baju tidur yang lembut sehingga tidak sampai melukai penisku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Malam Pertama Dengan Istriku&lt;/a&gt;, Mulai kugesekkan-gesekkan penisku disana, tapi baru 10 kali gerakan, Meyda tiba-tiba tertawa kecil. “Mey, apaan sih kok ketawa?” tanyaku heran sambil lidahku menjilati bagian atas bibirnya yang basah oleh air liur.&lt;br /&gt;
”Habisnya kakak sih… kan geli digesekin kaya gitu,” sahutnya sambil terus tertawa kecil.&lt;br /&gt;
Waduh, dasar perawan tulen. Tidak tahu kalau aku sudah nafsu setengah mati, malah ngajak becanda. Segera kurengkuh tubuhnya kembali ke dalam pelukanku dan Meyda pun tak menolak saat aku menyuruhnya untuk meremas alat vitalku seperti tadi. Mulai kurasakan jemari tangannya mengusap dan mengelus-elus rudal patriot kejantanan dengan lembut sambil sesekali diremasnya dengan penuh kemesraan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menggelinjang nikmat, ”Arghh… terus, sayang!” bisikku mesra.&lt;br /&gt;
Wajah kami saling berdekatan, Meyda memandangku sambil tersenyum manis. “Enak ya, kak?” tanyanya penasaran. Aku mengangguk dan kukecup bibirnya yang nakal itu dengan penuh nafsu. Meyda membalas sambil memejamkan mata, namun kurasakan jemari tangannya semakin gemas saja mempermainkan batang penisku, bahkan mulai mengocok cepat seperti tadi. Aku tak tahan, rasanya jadi pingin muncrat lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itulah, Meyda menyuruhku untuk membuka baju, ”Basah, kak, kena keringat.” katanya. Segera kucopot kancing kemejaku satu persatu lalu kulemparkan baju itu sekenanya ke samping, entah jatuh dimana. Kini aku benar-benar polos dan telanjang bulat di hadapannya. Kulihat Meyda masih tetap mengocok batang penisku sambil wajahnya memandangku tersenyum manis. Kini aku tahu caranya mengontrol nafsu, tanpa sengaja Meyda telah menunjukkannya. Aku tidak boleh mengkonsentrasikan pikiranku pada kenikmatan ini, aku harus memikirkan hal lain. Melepas baju seperti tadi misalnya, terbukti sangat manjur untuk menunda ejakulasiku. Kini aku bisa memperlambat permainan seks yang mendebarkan ini. Awas kau Meyda, aku sudah pintar sekarang!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mey, suka tidak sama alat kelamin kakak?” tanyaku nakal. Sambil tetap mengocok batang penisku, Meyda menjawab dengan polos,&lt;br /&gt;
“Suka sih… tapi pasti sakit kalau dimasukin ke punyanya Mey,” ujarnya tanpa malu-malu lagi.&lt;br /&gt;
”Tenang, nanti kakak akan pelan-pelan.” sahutku. ”Ngomong-ngomong, boleh tidak kakak melihat punya Mey?” kataku nakal.&lt;br /&gt;
Meyda mendelik sambil melepaskan tangannya dari penisku, dia segera menutupi selangkangannya dengan malu-malu.&lt;br /&gt;
“Jangan, kak… Mey malu!” sahutnya. Tingkahnya membuatku makin gemas dan bernafsu saja. “Ayolah, Mey… kakak penasaran nih,” desakku, lalu dengan cepat berjongkok di depannya. Kuraih pinggulnya yang seksi dan kudekatkan ke mukaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada mulanya Meyda agak memberontak dan menolak, namun saat kupandang wajahnya sambil tersenyum tulus, akhirnya ia menyerah pasrah.&amp;nbsp; Jemari tanganku segera bergerak menarik celana tidurnya hingga terlepas. Mukaku yang persis berada di depan selangkangannya kini bisa melihat gundukan bukit kemaluan yang masih terbungkus celana dalam putih bersih, tampak sangat menonjol dan mumpluk sekali. Pasti bakal sangat nikmat sekali rasanya. Meyda menatapku sambil tersenyum, wajahnya tampak memerah menahan malu. Tanpa meminta persetujuannya, dengan gemetar kutarik ke bawah celana dalamnya. Begitu terlepas, bau alat kelamin yang sangat harum langsung menyergap hidungku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alamak, indahnya bukit kecil itu. Bentuknya menggembung sedikit memerah, dengan bagian tengah dibelah oleh bibir tipis yang masih tampak rapat. Di bagian atasnya, semak belukar yang tampak rimbun tampak tumbuh subur menyembunyikan biji kecil yang masih tidak kuketahui dimana rimbanya. Aku hanya bisa melongo menyaksikan semua itu, tanpa terasa kedua tanganku gemetar melihat pemandangan yang baru pertama kalinya ini.&lt;br /&gt;
“Ohh, Mey… indahnya!!” hanya itu kalimat yang sanggup kuucapkan untuk menggambarkan perasaanku. Aku baru tersadar saat kulihat Meyda mulai membuka baju tidurnya, ”Mey,” kupanggil namanya, karena belum hilang rasa kagetku melihat keindahan selangkangannya, ia sudah akan menyuguhiku keindahan lain dari tubuhnya yang sintal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tersenyum manis, Meyda terus mempreteli kancing bajunya dan melemparkan kaos itu begitu saja ke lantai saat sudah terlepas. Selanjutnya ia meraih ke belakang untuk membuka kait bh-nya, padahal masih terbungkus bh saja payudaranya sudah nampak begitu indah, apalagi kalau sudah dilepas.&lt;br /&gt;
Jawabannya kuperoleh tak lama kemudian saat bh-nya juga jatuh ke lantai, pukk… aku langsung melongo dan jatuh terduduk menyaksikan sesosok bidadari yang telanjang di depanku. Buah dada Meyda ternyata memang berbentuk bulat seperti buah apel, besarnya kira-kira dua kali bola tenis, warnanya putih bersih dengan puting kecil kemerahan menghiasi bagian puncaknya yang ranum. Aku tak pernah mengira kalau kecantikannya akan ditambah oleh keindahan tubuh yang sangat sempurna, sungguh sangat luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mey, k-kamu…” aku tak sanggup mengucapkan kata-kata, hanya batang penisku yang semakin ngaceng berat yang menunjukkan kalau aku masih hidup. Masih tetap tersenyum, Meyda mengulurkan kedua tangannya kepadaku dan mengajakku berdiri. Kini rasanya kami seperti Adam dan Hawa yang baru saja dipertemukan setelah sekian lama berpisah, sama-sama telanjang dan sama-sama saling menginginkan.&lt;br /&gt;
“Kak, Mey sudah siap… Mey akan serahkan semua milik Mey sebagai bukti pengabdian Mey kepada kakak.” bisiknya di telingaku. Aku terharu, kurangkul tubuhnya yang telanjang begitu mesra.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Badanku langsung seperti kesetrum saat kulit telanjang kami saling bersentuhan. Apalagi ketika payudara Meyda yang bulat dan padat menekan lembut permukaan dadaku. ”Aah…” tak terasa aku jadi merintih nikmat. Jemari tanganku segera mengusap punggungnya yang telanjang, begitu halus dan mulus kurasakan, membuatku jadi tak sanggup menahan gejolak birahiku. Dengan penuh nafsu segera kuraih tubuh sintal Meyda dan kurebahkan diatas kasur. Suasana dalam kamar kelihatan gelap karena memang aku sengaja menutup semua gorden agar tidak kentara dari luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jantungku berdegup kencang saat mulai menaiki tubuh sintalnya, Meyda memandangku tetap dengan senyumnya yang manis. Aku merayap ke atas tubuhnya yang bugil dan menindihnya, tak sabar untuk segera memasuki lorong vaginanya.&lt;br /&gt;
“Buka pahamu, Mey… kakak ingin menyetubuhimu sekarang.” bisikku penuh nafsu. Buah dadanya kelihatan sangat kencang dan bundar dengan puting mungil yang berwarna coklat kemerahan. Aku segera menjamahnya sambil menusukkan batang penisku ke celah bukit kemaluannya. Kurasakan liang vaginanya begitu hangat dan lunak.&lt;br /&gt;
”Ahh…” suaraku bergetar saat ujung penisku mulai mengelusi permukaannya, sebelum selanjutnya menelusup diantara celahnya yang sempit.&lt;br /&gt;
“Mey, kakak masukkan sekarang yah… nanti kalo sakit, bilang…” bisikku sambil mulai mendorong pelan.&lt;br /&gt;
“Pelan-pelan, kak…” sahutnya pasrah. Dia memeluk pinggangku sambil memejamkan kedua matanya seolah menungguku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tusukanku yang pertama gagal, aku tidak dapat melihat celah vaginanya karena posisi tubuhku yang memang tidak memungkinkan untuk itu, tapi aku terus berusaha… kucoba untuk menelusup lewat celah bagian atas, namun setelah kutekan, ternyata jalan buntu.&lt;br /&gt;
“Agak ke bawah, kak…” Meyda memberi petunjuk.&lt;br /&gt;
Kutekan agak ke bawah, ”Disini?” tanyaku.&lt;br /&gt;
”Ahh… kurang ke bawah dikit!” sahutnya.&lt;br /&gt;
Aku turunkan lagi.&lt;br /&gt;
”Hmm… yah disitu, tekan disitu, kak.” perintahnya.&lt;br /&gt;
Aku pun mendorong. Benar, mulai terasa masuk sedikit.&lt;br /&gt;
”Auw! Pelan-pelan, kak… sakiiit!!!” Meyda memekik kecil sambil menggeliat kesakitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera kupegangi pinggulnya agar tidak banyak bergerak. Dengan keberhasilanku menemukan celah vaginanya, tugasku kini jauh lebih mudah. Aku pun mulai menekan lagi, kali ini lebih pelan. Meski begitu, tetap saja Meyda merintih kesakitan.&lt;br /&gt;
”Hhgg… sakit, kak!” pekiknya.&lt;br /&gt;
Tapi aku tidak ingin menyerah, sambil mencium bibirnya agar ia terdiam, kupaksa kepala penisku untuk menelusup lebih dalam lagi. Terasa sangat sempit dan basah disana.&lt;br /&gt;
“Tahan, Mey… kakak masukin lagi,” bisikku penuh konsentrasi. Mulai kurasakan kenikmatan saat kepala penisku berhasil menerobos masuk dan langsung terjepit kuat di liang vagina Meyda.&lt;br /&gt;
“Auw, Kak… sakiiiiit…” lagi-lagi Meyda menjerit, tubuhnya menggeliat penuh kesakitan. Aku berusaha menentramkannya dengan mengecup kembali bibir mungilnya yang basah memerah, kulumat dengan perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-malam-pertama-dengan.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Malam Pertama Dengan Istriku&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
”Tahan, sayang… baru kepalanya yang masuk,” jelasku. ”Kakak tekan lagi ya?” aku bertanya, dan tanpa menunggu jawaban kutusukkan penisku lebih dalam. Jleebb…&lt;br /&gt;
”Auw!” Meyda berusaha menggigit bibir untuk meredam teriakannya.&lt;br /&gt;
“Tahan, sayang…” bisikku. Meyda hanya mengangguk perlahan, matanya lalu dipejamkan rapat-rapat sambil kedua tangannya memegangi punggungku kuat-kuat. Agak kubungkukkan badanku ke depan agar pantatku bisa lebih leluasa menekan ke bawah. Aku menahan napas sambil memajukan pinggulku kembali tapi mentok, aku seperti membentur sesuatu. Semakin kutekan, semakin terasa menghalangi. Apakah ini selaput dara-nya? Meyda memandangku dan mengangguk, seperti membenarkan apa yang kupikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kukecup lagi bibirnya dan kudorong pinggulku semakin kuat. Ayo, aku tidak boleh kalah. Setelah beberapa kali usaha, serta diiringi teriakan Meyda yang semakin keras, akhirnya aku pun berhasil. Creek… kurasakan seperti ada sesuatu yang robek di liang vagina Meyda. Dan selanjutnya, seperti sudah bisa diduga, penisku pun bisa meluncur masuk dengan begitu mudahnya.&lt;br /&gt;
”KAKAK!!!” Meyda menjerit saat keperawanannya kurenggut, sementara aku melenguh nikmat merasakan jepitan vaginanya yang begitu kencang dan kuat. Dinding-dindingnya terasa hangat dan licin saat membungkus batangku, namun cengkeramannya begitu dahsyat, seakan-akan tidak ingin punyaku keluar dengan utuh. Di sela-sela tautan alat kelamin kami, kulihat beberapa tetes darah mengalir keluar membasahi sprei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menarik sedikit batangku, lalu kembali menekan…&lt;br /&gt;
”Hhggh… kak!!” Meyda kembali menjerit kesakitan, namun aku tak peduli. Aku sudah merasa enak, tanggung kalau harus berhenti sekarang.&lt;br /&gt;
”Maafkan kakak, Mey… tahan sebentar ya?” bisikku di telinganya. Tidak menjawab, Meyda memejamkan matanya semakin rapat. Sementara sebutir air mata kulihat menetes di sudut kelopaknya. Aku harus cepat, kalo tidak istriku yang cantik ini akan terlalu lama menderita. Maka segera kupegang pinggul Meyda dan mulai kugoyang pinggulku perlahan-lahan.&lt;br /&gt;
“Ooh…” aku merintih keenakan, mataku mendelik menahan jepitan ketat vagina Meyda yang luar biasa. Sementara Meyda hanya merintih-rintih sambil memandangku sayu. Bibirnya bergetar, seperti ingin berucap sesuatu, namun tidak jadi dan akhirnya malah tersenyum kepadaku.&lt;br /&gt;
“Kak, Mey sudah tidak perawan lagi sekarang.” bisiknya lirih sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
”Tidak apa-apa,” kutatap dengan bangga istri tercintaku itu, ”Kakak sekarang juga tidak perjaka lagi,” balasku mesra. Kami sama-sama tersenyum. Kuusap mesra wajah Meyda yang masih terlihat menahan sakit setiap kali menerima tusukanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gimana rasanya, kak, enak?” bisiknya mesra, rupanya dia sudah mulai bisa menerima kehadiran penisku di rongga vaginanya.&lt;br /&gt;
“Enak, Mey… nikmat sekali… ouhh… selangit pokoknya,” sahutku sambil mencium bibirnya dengan penuh nafsu dan Meyda membalas tak kalah nikmatnya. Kami saling berpagutan lama sekali sambil pinggulku terus bergoyang pelan menyetubuhinya.&lt;br /&gt;
”Kak, ugh…” Meyda merintih dalam cumbuanku, beberapa kali ia sempat menggigit bibirku, namun sama sekali tak kupedulikan. Aku hanya merasakan betapa liang vaginanya yang hangat dan lembut itu menjepit kuat batang penisku, seakan mengenyotnya. Ketika batangku kegerakkan semakin cepat, terasa daging vaginanya seolah mencengkeram lebih kuat, nikmatnya sungguh sangat luar biasa. Aku sampai mendesis panjang karena saking enaknya.&lt;br /&gt;
”Aaahhhhh…” jeritku, air mani mulai kurasakan sudah mendesak ingin muncrat keluar. Betapapun kutahan dan kualihkan, tetap tidak bisa. Terpaksa aku harus merelakannya untuk menyemprot duluan.&lt;br /&gt;
”Mey, kakak mau keluar…” bisikku di telinga Meyda.&lt;br /&gt;
Dia membuka matanya dan menatapku,&lt;br /&gt;
”Keluarin aja, kak… di dalam punya Mey, tidak apa-apa.” sahutnya. Aku pun tidak sanggup bertahan lagi. Dengan satu teriakan keras, aku meledak. Spermaku menyembur berhamburan di liang vagina Meyda yang kini sudah tidak perawan lagi.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/feeds/7396781334958032812/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-malam-pertama-dengan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/7396781334958032812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/7396781334958032812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-malam-pertama-dengan.html' title='Cerita Dewasa Malam Pertama Dengan Istriku'/><author><name>Karla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15414855962408796804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIH3N9Pumn635iFnhwsbOGexYO-z0eeaD-yEnWrGOSklr6lcCsp4SMT7OwZbeLXTNfL27qXiUhvSfLScx1XLqpBKwMj-jj2SUs5O-hyyEMAyaXQr8_YFDYRPIavEUd2H1iSP9h8AYSYu8/s72-c/full.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433305999846514824.post-3392822647478061545</id><published>2018-10-03T04:24:00.000-07:00</published><updated>2018-10-03T04:38:00.468-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita 17+"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita becek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita bokep"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita dewasa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita esek-esek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita mesum"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita selingkuh"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="godaan seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kisah seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mimpi basah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="nafsu birahi"/><title type='text'>Cerita Dewasa Menaruh Benih di Istri Tetangga</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiThet75YpMmHNSOewPKNKdf5sVJQg7hnizireKe3PczZd3YQxLg_1BXHEbk7gbnN96qthkY8dA9s5RZgygqG1LOmIK3ru4_dNZzeBa383C3tgeCcNcIpXzPhMN_8GXcqEVN6CGIYf4-Ac/s1600/An_Rui_Tian_31.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Menaruh Benih di Istri Tetangga&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;504&quot; data-original-width=&quot;800&quot; height=&quot;251&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiThet75YpMmHNSOewPKNKdf5sVJQg7hnizireKe3PczZd3YQxLg_1BXHEbk7gbnN96qthkY8dA9s5RZgygqG1LOmIK3ru4_dNZzeBa383C3tgeCcNcIpXzPhMN_8GXcqEVN6CGIYf4-Ac/s400/An_Rui_Tian_31.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Menaruh Benih di Istri Tetangga&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;bukuceritadewasaonline&lt;/a&gt; - Sudah bertahun-tahun kegiatan ronda malam di lingkungan tempat tinggalku berjalan dengan baik, setiap malam ada satu grup terdiri dari tiga orang. Sebagai anak muda yang sudah bekerja aku dapat giliran ronda pada malam minggu.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Pada suatu malam minggu aku giliran ronda, tetapi sampai pukul 23.00 dua orang temanku tidak muncul di pos perondaan. Aku tidak peduli mau datang apa tidak, karena aku maklum tugas ronda adalah sukarela sehingga tidak baik untuk dipaksa-paksa. Biarlah aku ronda sendiri tidak ada masalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena memang belum mengantuk, aku jalan-jalan mengontrol kampung. Biasanya kami mengelilingi rumah-rumah penduduk. Pada waktu sampai di samping rumah Pak Tadi, aku melihat kaca nako yang belum tertutup. Aku mendekati untuk melihat apakah kaca nako itu kelupaan ditutup atau ada orang jahat yang membukanya. Dengan hati-hati kudekati, tetapi ternyata kain korden tertutup rapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kupikir kemarin sore pasti lupa menutup kaca nako, tetapi langsung menutup kain kordennya saja. Mendadak aku mendengar suara aneh, seperti desahan seseorang. Kupasang telinga baik-baik, ternyata suara itu datang dari dalam kamar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kudekati pelan-pelan dan darahku berdesir, ketika ternyata itu suara orang bersetubuh dengan penuh gairah. Nampaknya ini kamar tidur Pak Tadi dan istrinya. Aku lebih mendekat lagi, suaranya dengusan nafas yang memburu dan gemerisik dan goyangan tempat tidur lebih jelas terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ssshh… hhemm… uughh… ugghh&quot;, terdengar suara dengusan dan suara orang seperti menahan sesuatu. Jelas itu suara Bu Tadi yang ditindih suaminya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdengar pula bunyi kecepak-kecepok, nampaknya penis Pak Tadi sedang mengocok liang vagina Bu Tadi dengan penuh gairah. Aduuh, darahku naik ke kepala, penisku sudah berdiri keras seperti kayu. Aku betul-betul iri membayangkan Pak Tadi menggumuli istrinya, alangkah nikmatnya menyetubuhi Bu Tadi yang cantik dan bahenol itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oohh, sshh buuu, aku mau keluar, sshh…. ssshh..” terdengar suara Pak Tadi tersengal-sengal. Suara kecepak-kecepok makin cepat dan kemudian berhenti. Nampaknya Pak Tadi sudah ejakulasi dan pasti penisnya dibenamkan dalam-dalam ke dalam vagina Bu Tadi. Selesailah sudah persetubuhan dengan penuh gairah itu, aku pelan-pelan meninggalkan tempat itu dengan kepala berdenyut-denyut dan penis yang kemeng karena tegang dari tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-menaruh-benih-di-istri.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Menaruh Benih di Istri Tetangga&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak malam itu, aku jadi sering mengendap-endap mengintip kegiatan suami-istri itu di tempat tidurnya. Walaupun nako tidak terbuka lagi, namun suaranya masih jelas terdengar dari sela-sela kaca nako yang tidak rapat benar. Aku jadi seperti detektip partikelir yang mengamati kegiatan mereka di sore hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biasanya pukul 21.00 mereka masih menonton siaran TV dan sesudah itu mereka mematikan lampu dan masuk ke kamar tidurnya, aku mulai melihat situasi apakah aman untuk mengintip mereka. Apabila aman, aku akan mendekati kamar mereka. Kadang-kadang mereka hanya bercakap-cakap sebentar, terdengar bunyi gemerisik (barangkali memasang selimut) lalu sepi. Pasti mereka terus tidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi apabila mereka masuk kamar, bercakap-cakap, terdengar ketawa-ketawa kecil mereka, jeritan lirih Bu Tadi yang kegelian (barangkali dia digelitik, dicubit atau diremas buah dadanya oleh Pak Tadi), dapat dipastikan akan diteruskan dengan persetubuhan. Dan aku pasti mendengarkan sampai selesai, rasanya seperti kecanduan dengan suara-suara Pak Tadi dan khususnya suara Bu Tadi yang keenakan disetubuhi suaminya dengan penuh gairah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari-hari selanjutnya berjalan seperti biasa. Apabila aku bertemu Bu Tadi juga biasa-biasa saja, namun tidak dapat dipungkiri, aku jadi jatuh cinta sama istri Pak Tadi itu. Orangnya memang cantik, dan badannya padat berisi sesuai dengan seleraku. Khususnya pantat dan buah dadanya yang besar dan bagus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menyadari bahwa hal itu tidak akan mungkin, karena Bu Tadi istri orang. Kalau aku berani menggoda Bu Tadi pasti jadi masalah besar di kampungku, bisa-bisa aku dipukuli atau diusir dari kampungku. Tetapi nasib orang tidak ada yang tahu, ternyata aku akhirnya dapat menikmati keindahan tubuh Bu Tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada suatu hari aku mendengar Pak Tadi opname di rumah sakit, katanya operasi usus buntu. Sebagai tetangga dan masih bujangan, aku banyak waktu untuk menengoknya di rumah sakit dan yang penting aku mencoba membangun hubungan yang lebih akrab dengan Bu Tadi. Pada suatu sore, aku menengok di rumah sakit bersamaan dengan adiknya Pak Tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sore itu, mereka sepakat Bu Tadi akan digantikan adiknya menunggu di rumah sakit karena Bu Tadi sudah beberapa hari tidak pulang. Aku menawarkan diri Bu Tadi untuk pulang bersamaku, mereka setuju saja dan malah berterima kasih. Terus terang kami sudah menjalin hubungan lebih akrab dengan keluarga itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sehabis mahgrib aku bersama Bu Tadi pulang. Dalam mobilku kami mulai mengobrol, mengenai sakitnya Pak Tadi, katanya seminggu lagi sudah boleh pulang. Aku mulai mencoba untuk berbicara lebih dekat lagi, atau katakanlah lebih kurang ajar. Inikan kesempatan bagus sekali untuk mendekati Bu Tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bu, maaf yaa.. ngomong-ngomong Bu Tadi sudah berkeluarga sekitar 3 tahun kok belum diberi momongan yaa”, kataku hati-hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, itulah Dik Budi. Kami kan hanya lakoni. Barangkali Tuhan belum mengizinkan”, jawab Bu Tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi anu toh bu… anuu.. bikinnya khan jalan terus.” godaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ooh apa, ooh. kalau itu sih iiiya Dik Budi” jawab Bu Tadi agak kikuk. Sebenarnya kan aku tahu, mereka setiap minggunya minimal 2 kali bersetubuh dan terbayang kembali desahan Bu Tadi yang keenakan. Darahku semakin berdesir-desir, aku semakin nekat saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi, kok belum berhasil juga yaa bu?” lanjutku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, itulah, kami berusaha terus. Tapi ngomong-ngomong kapan Dik Budi nikah. Sudah kerja, sudah punya mobil, cakep lagi. Cepetan dong, nanti keburu tua lhoo”, kata Bu Tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eeh, benar nih Bu Tadi. Aku cakep niih. Ah kebetulan, tolong carikan aku Bu. Tolong carikan yang kayak Ibu Tadi ini lhoo”, kataku menggodanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lho, kok hanya kayak saya. Yang lain yang lebih cakep kan banyak. Saya khan sudah tua, jelek lagi”, katanya sambil ketawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Menaruh Benih di Istri Tetangga&lt;/a&gt;, Aku harus dapat memanfaatkan situasi. Harus, Bu tadi harus aku dapatkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eeh iya Bu.. Kita kan nggak usah buru-buru nih. Di rumah Bu Tadi juga kosong, kita cari makan dulu yaa. Mauu yaa bu, mau yaa”, ajakku dengan penuh kekhawatiran jangan-jangan dia menolak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi nanti kemaleman lo Dik”, jawabnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aah, baru jam tujuh. Mau ya Buu”, aku sedikit memaksa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yaa, gimana yaa… ya deh terserah Dik Budi. Tapi jangan malam-malam lho.” Bu Tadi setuju. Batinku bersorak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami berhenti di warung bakmi yang terkenal. Sambil makan kami terus mengobrol, jeratku semakin aku persempit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eeh, aku benar-benar tolong dicarikan istri yang kayak Bu Tadi dong Bu, benar nih.. Soalnya begini bu.. tapii, eeh nanti Bu Tadi marah sama saya. Nggak usaah aku katakan saja deh”, kubuat Bu Tadi penasaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Emangnya kenapa siih.” Bu tadi memandangku penuh tanda tanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi janji nggak marah lho.” kataku memancing, dia mengangguk kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Anu bu… tapi janji tidak marah lho yaa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bu Tadi, terus terang aku terobsesi punya istri seperti Bu Tadi. Aku benar-benar bingung dan seperti orang gila kalau memikirkan Bu Tadi. Aku menyadari ini nggak betul, Bu Tadi kan istri tetanggaku yang harus aku hormati. Aduuh, maaf, maaf sekali bu. aku sudah kurang ajar sekali”, kataku menghiba. Bu Tadi melongo, memandangiku. sendoknya tidak terasa jatuh di piring. Bunyinya mengagetkan dia, dia tersipu-sipu, tidak berani memandangiku lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai selesai kami jadi berdiam-diaman, kami berangkat pulang. Dalam mobil aku berpikir, ini sudah telanjur basah. Katanya laki-laki harus nekat untuk menaklukkan wanita. Dengan nekat nya kupegang tangannya dengan tangan kiriku, sementara tangan kananku memegang setir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di luar dugaanku, Bu Tadi balas meremas tanganku. Batinku bersorak, aku tersenyum penuh kemenangan. Tidak ada kata-kata, batin kami, perasaan kami telah bertaut. Pikiranku melambung, melayang-layang. Mendadak ada sepeda motor menyalib mobilku, aku kaget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Awaas! hati-hati!” Bu Tadi menjerit kaget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aduh nyalib, kok nekat amat siih”, gerutuku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Makanya kalau nyetir jangan macam-macam”, kata Bu tadi. Kami tertawa. Kami tidak membisu lagi, kami ngomong, ngomong apa saja. Kekakuan cair sudah. Sampai di rumahnya aku hanya sampai pintu masuk lalu pamit pulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJHZ6DbTqHmwFd3gHoi8VNEkJbjX69yg5e9SCp5WVLJdOw5l7lyI69Bz5nzUPkiVhXAQV7TW7EA4DH4bjsZsv3tE_M-oVCkQo2x4ltRg4K8ee9LGRM6o7GYg00_sUBFx79d4RbAiblLyY/s1600/Meng_Na_230714_027.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Menaruh Benih di Istri Tetangga&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;777&quot; data-original-width=&quot;533&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJHZ6DbTqHmwFd3gHoi8VNEkJbjX69yg5e9SCp5WVLJdOw5l7lyI69Bz5nzUPkiVhXAQV7TW7EA4DH4bjsZsv3tE_M-oVCkQo2x4ltRg4K8ee9LGRM6o7GYg00_sUBFx79d4RbAiblLyY/s400/Meng_Na_230714_027.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Menaruh Benih di Istri Tetangga&quot; width=&quot;273&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Di rumah aku mencoba untuk tidur, tidak bisa. Nonton siaran TV, tidak nyaman juga. Aku terus membayangkan Bu Tadi yang sekarang sendirian, hanya ditemani pembantunya yang tua di kamar belakang. Ada dorongan sangat kuat untuk mendatangi rumah Bu Tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berani nggaak, berani nggak. Mengapa nggak berani. Entah setan mana yang mendorongku, tahu-tahu aku sudah keluar rumah. Aku mendatangi kamar Bu Tadi. Dengan berdebar-debar, aku ketok pelan-pelan kaca nakonya, “Buu Tadi, aku Budi”, kataku lirih. Terdengar gemerisik tempat tidur, lalu sepi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Mungkin Bu Tadi bangun dan takut, bisa juga mengira aku maling. “Aku Budi”, kataku lirih. Terdengar gemerisik. Kain korden terbuka sedikit, nako terbuka sedikit. “Lewat belakang!” kata Bu Tadi. Aku pun menuju ke belakang ke pintu dapur.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu terbuka, aku masuk, pintu tertutup kembali. Aku nggak tahan lagi, Bu Tadi aku peluk erat-erat, kuciumi pipinya, hidungnya, bibirnya dengan lembut dan mesra, penuh kerinduan. Bu Tadi membalas memelukku, wajahnya disusupkan ke dadaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku nggak bisa tidur”, bisikku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga”, katanya sambil memelukku erat-erat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melepaskan pelukannya, aku dibimbingnya masuk ke kamar tidurnya. Kami berpelukan lagi, berciuman lagi dengan penuh gairah. “Buu, aku kangen bangeeet. Aku kangen”, bisikku sambil terus menciumi dan membelai punggungnya. Gairah kami semakin menggelora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ditariknya ke tempat tidur, Bu Tadi membaringkan dirinya. Tanganku menyusup ke buah dadanya yang besar dan empuk, aduuh nikmat sekali, kuelus buah dadanya dengan lembut, kuremas pelan-pelan. Bu Tadi menyingkapkan dasternya ke atas, dia tidak memakai BH. Aduh buah dadanya kelihatan putih dan menggunung. Aku nggak tahan lagi, kuciumi, kukulum pentilnya, kubenamkan wajahku di kedua buah dadanya, sampai aku nggak bisa bernapas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara tanganku merogoh kemaluannya yang berbulu tebal. Celana dalamnya kupelorotkan dan Bu Tadi meneruskan dengan kaki ke bawah sampai terlepas dari kakinya. Dengan sigap aku melepaskan sarung dan celana dalamku, penisku langsung tegang tegak menantang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-menaruh-benih-di-istri.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Menaruh Benih di Istri Tetangga&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Bu Tadi segera menggenggamnya dan dikocok-kocok pelan dari ujung penisku ke pangkal pahaku. Aduuh, rasanya geli dan nikmat sekali. Aku sudah nggak sabar lagi. Aku naiki tubuh Bu Tadi, bertelekan pada siku dan dengkulku. Kaki Bu Tadi dikangkangkannya lebar-lebar, penisku dibimbingnya masuk ke liang vaginanya yang sudah basah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Digesek-gesekannya di bibir kemaluannya, makin lama semakin basah, kepala penisku masuk, semakin dalam, semakin… dan akhirnya blees, masuk semuanya ke dalam kemaluan Bu Tadi. Aku turun-naik pelan-pelan dengan teratur. Aduuh, nikmat sekali. Penisku dijepit kemaluan Bu Tadi yang sempit dan licin. Makin cepat kucoblos, keluar-masuk, turun-naik dengan penuh nafsu dan gairah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aduuh, Dik Budi, Dik Budii… enaak sekali, yang cepaat.. teruus”, bisik Bu Tadi sambil mendesis-desis, kupercepat lagi dengan penuh gairah. Suaranya vagina Bu Tadi kecepak-kecepok, menambah semangatku. “Dik Budiii aku mau muncaak… muncaak, teruus… teruus”, Aku juga sudah mau keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku percepat dan penisku merasa akan keluar. Kubenamkan dalam-dalam ke dalam vagina Bu Tadi sampai amblaas. Pangkal penisku berdenyut-denyut, spermaku muncrat-muncrat di dalam vagina Bu Tadi. Kami berangkulan kuat-kuat, napas kami berhenti. Saking nikmatnya dalam beberapa detik nyawaku melayang entah kemana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selesailah sudah. Kerinduanku tercurah sudah, aku merasa lemas sekali tetapi puas sekali. Kucabut penisku dan berbaring di sisinya. Kami berpelukan, mengatur napas kami. Tiada kata-kata yang terucapkan, ciuman dan belaian kami yang berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dik Budi, aku curiga, salah satu dari kami mandul. Kalau aku subur, aku harap aku bisa hamil dari spermamu. Nanti kalau jadi aku kasih tahu, yang tahu bapaknya anakku kan hanya aku sendiri kan. Dengan siapa aku membuat anak”, katanya sambil mencubitku. Malam itu pertama kali aku menyetubuhi Bu Tadi tetanggaku. Beberapa kali kami berhubungan dengan penuh gairah sampai aku menikah dengan wanita lain. Bu Tadi walau pun cemburu tapi dapat memakluminya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;baca juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/09/cerita-dewasa-goyang-3-tante-semok.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Goyang 3 Tante Semok&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keluarga Pak tadi sampai saat ini hanya mempunyai satu anak perempuan yang cantik. Apabila di kedepankan, Bu Tadi sering menciumi anak itu, sementara matanya melirikku dan tersenyum-senyum manis. Tetanggaku pada meledek Bu Tadi, mungkin waktu hamil Bu Tadi benci sekali sama aku. Karena anaknya yang cantik itu mempunyai mata, pipi, hidung dan bibir yang persis seperti mata, pipi, hidung dan bibirku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti telah anda ketahui hubunganku dengan Bu Tadi istri tetanggaku yang cantik itu tetap berlanjut sampai kini, walaupun aku telah berumah tangga. Namun dalam pernikahanku yang sudah berjalan dua tahun lebih, kami belum dikaruniai anak. Istriku tidak hamil-hamil juga walaupun penisku kutojoskan ke vagina istriku siang malam dengan penuh semangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebetulan istriku juga mempunyai &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;nafsu seks&lt;/a&gt; dan gairah yang besar, baru disentuh saja nafsunya sudah naik. Biasanya dia lalu melorotkan celana dalamnya, menyingkap pakaian serta mengangkangkan pahanya agar vaginanya yang tebal bulunya itu segera digarap dengan penuh gairah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di mana saja, di kursi tamu, di dapur, di kamar mandi, apalagi di tempat tidur, kalau sudah nafsu dan bergairah, ya aku masukkan saja penisku ke vaginanya. Istriku juga dengan penuh gairah menerima coblosanku. Aku sendiri terus terang setiap saat melihat istriku selalu nafsu saja deh, memang istriku benar-benar membuat hidupku penuh semangat dan gairah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi karena istriku tidak hamil-hamil juga aku jadi agak kawatir. Kalau mandul, jelas aku tidak. Karena sudah terbukti Bu Tadi hamil dan anakku yang cantik itu sekarang menjadi anak kesayangan keluarga Pak Tadi. Apakah istriku yang mandul? Kalau melihat fisik serta haidnya yang teratur, aku yakin istriku subur juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah aku kena hukuman karena aku selingkuh dengan Bu Tadi? aah, mosok. Nggak mungkin itu. Apakah karena dosa? Waah, mestinya ya memang dosa besar. Tapi karena menyetubuhi Bu Tadi itu enak dan nikmat, apalagi dia juga senang, maka hubungan gelap itu perlu diteruskan, dipelihara, dan dilestarikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengatur perselingkuhanku dengan Bu Tadi, kami sepakat dengan membuat kode khusus yang hanya diketahui kami berdua. Apabila Pak Tadi tidak ada di rumah dan benar-benar aman, Bu Tadi memadamkan lampu di sumur belakang rumahnya. Biasanya lampu 5 watt itu menyala sepanjang malam, namun kalau pada pukul 20.00 lampu itu padam, berarti keadaan aman dan aku dapat mengunjungi Bu Tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena dari samping rumahku dapat terlihat belakang rumah Bu Tadi jadi dengan mudah aku dapat menangkap tanda tersebut. Tetapi pernah tanda itu tidak ada sampai 1 atau 2 bulan, bahkan 3 bulan. Aku kadang-kadang jadi agak jengkel dan frustasi (karena kangen) dan aku mengira juga Bu Tadi sudah bosan denganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-menaruh-benih-di-istri.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Menaruh Benih di Istri Tetangga&lt;/a&gt;, Tetapi ternyata memang kesempatan itu benar-benar tidak ada, sehingga tidak aman untuk bertemu. Pada suatu hari aku berpapasan dengan Bu Tadi di jalan dan seperti biasanya kami saling menyapa baik-baik. Sebelum melanjutkan perjalanannya, dia berkata, “Dik Budi, besok malam minggu ada keperluan nggak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kayaknya sih nggak ada acara kemana-mana. Emangnya ada apa?” jawabku dengan penuh harapan karena sudah hampir satu bulan kami tidak bermesraan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nanti ke rumah yaa!” katanya dengan tersenyum malu-malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Emangnya Pak Tadi nggak ada?” kataku. Dia tidak menjawab, cuma tersenyum manis dan pergi meneruskan perjalanannya. Walaupun sudah biasa, darahku pun berdesir juga membayangkan pertemuanku malam minggu nanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti biasa malam minggu adalah giliran ronda malamku. Istriku sudah tahu itu, sehingga tidak menaruh curiga atau bertanya apa-apa kalau pergi keluar malam itu. Aku sudah bersiap untuk menemui Bu Tadi. Aku hanya memakai sarung (tidak memakai celana dalam) dan kaos lengan panjang biar agak hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan memang kalau tidur aku tidak pernah pakai celana dalam tetapi hanya memakai sarung saja. Rasanya lebih rileks dan tidak sumpek, serta penisnya biar mendapat udara yang cukup setelah seharian dipepes dalam celana dalam yang ketat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu menunjukkan pukul 22.00. Lampu belakang rumah Bu Tadi sudah padam dari tadi. Aku berjalan memutar dulu untuk melihat situasi apakah sudah benar-benar sepi dan aman. Setelah yakin aman, aku menuju ke samping rumah Bu Tadi. Aku ketok kaca nako kamarnya. Tanpa menunggu jawaban, aku langsung menuju ke pintu belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijJ9uKhmUL2f8LefcQLKAR-T2jhhSyKf1XtMkHVjcNng39t3pIoGDXqNY3xvXzlTz8gRtBIOKYuZ4z2a04JIYSO4RRNlgA6zBd9VqAIRMGgMJJWyCaieJJ6yQ0HaTFr7RpTm8KtJP-SLA/s1600/Hot_Asian_220214_002.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Menaruh Benih di Istri Tetangga&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;776&quot; data-original-width=&quot;533&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijJ9uKhmUL2f8LefcQLKAR-T2jhhSyKf1XtMkHVjcNng39t3pIoGDXqNY3xvXzlTz8gRtBIOKYuZ4z2a04JIYSO4RRNlgA6zBd9VqAIRMGgMJJWyCaieJJ6yQ0HaTFr7RpTm8KtJP-SLA/s400/Hot_Asian_220214_002.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Menaruh Benih di Istri Tetangga&quot; width=&quot;273&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak berapa lama terdengar kunci dibuka. Pelan pintu terbuka dan aku masuk ke dalam, pintu ditutup kembali. Aku berjalan beriringan mengikuti Bu Tadi masuk ke kamar tidurnya. Setelah pintu ditutup kembali, kami langsung berpelukan dan berciuman untuk menyalurkan kerinduan kami dengan penuh gairah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami sangat menikmati kemesraan itu, karena memang sudah hampir satu bulan kami tidak mempunyai kesempatan untuk melakukannya. Setelah itu, Bu Tadi mendorongku, tangannya di pinggangku dan tanganku berada di pundaknya. Kami berpandangan mesra, Bu tadi tersenyum manis dan memelukku kembali erat-erat. Kepalanya disandarkan di dadaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Paa, sudah lama kita nggak begini”, katanya lirih. Bu Tadi sekarang kalau sedang bermesraan atau bersetubuh memanggilku Papa. Demikian juga aku selalu membisikkan dan menyebutnya Mama kepadanya. Nampaknya Bu Tadi menghayati betul bahwa Nia, anaknya yang cantik itu bikinan kami berdua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pak Tadi sedang kemana sih Maa”, tanyaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sedang mengikuti piknik karyawan ke Pangandaran. Aku sengaja nggak ikut dan hanya Nia saja yang ikut. Tenang saja, pulangnya baru besok sore”, katanya sambil terus mendekapku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maa, aku mau ngomong nih”, kataku sambil duduk bersanding di tempat tidur. Bu Tadi diam saja dan memandangku penuh tanda tanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maa, sudah dua tahun lebih aku berumah tangga, tetapi istriku belum hamil-hamil juga. Kamu tahu, mustinya secara fisik, kami tidak ada masalah. Aku jelas bisa bikin anak, buktinya sudah ada kan. Aku nggak tahu kenapa kok belum jadi juga. Padahal bikinnya tidak pernah berhenti, siang malam”, kataku agak melucu. Bu Tadi memandangku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Menaruh Benih di Istri Tetangga&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
“Pa, aku harus berbuat apa untuk membantumu. Kalau aku hamil lagi, aku yakin suamiku tidak akan mengijinkan adiknya Nia kamu minta menjadi anak angkatmu. Toh anak kami kan baru dua orang nantinya dan pasti suamiku akan sayang sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untukku sih memang seharusnya bapaknya sendiri yang mengurusnya. Tidak seperti sekarang, keenakan dia. Cuma bikin doang, giliran sudah jadi bocah orang lain dong yang ngurus”, katanya sambil merenggut manja. Aku tersenyum kecut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan-jangan ini hukuman buatku ya Maa, Aku dihukum tidak punya anak sendiri. Biar tahu rasa begitu”, kataku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya sabar dulu deh Paa, mungkin belum pas saja. Spermamu belum pas ketemu sama telornya Rina (nama istriku). Siapa tahu bulan depan berhasil”, katanya menghiburku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya mudah-mudahan. Tolong didoain yaa…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Enak saja. Didoain? Mestinya aku kan nggak rela Papa menyetubuhi Rina istrimu itu. Mustinya Papa kan punyaku sendiri, aku monopoli. Nggak boleh punya Papa masuk ke perempuan lain kan. Kok malah minta didoain. Gimana siih”, katanya manja dan sambil memelukku erat-erat. Benar juga, mestinya kami ini jadi suami-istri, dan Nia itu anak kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maa, kalau kita ngomong-ngomong seperti ini, jadinya nafsunya malah jadi menurun lho. Jangan-jangan nggak jadi main nih”, kataku menggoda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iiih, dasar”, katanya sambil mencubit pahaku kuat-kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Makanya jangan ngomong saja. Segera saja Mama ini diperlakukan sebagaimana mestinya. Segera digarap doong!” katanya manja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami berpelukan dan berciuman lagi dengan penuh gairah. Tentu saja kami tidak puas hanya berciuman dan berpelukan saja. Kutidurkan dia di tempat tidur, kutelentangkan. Bu Tadi nurut saja. Pasrah saja mau diapain. Dia memakai daster dengan kancing yang berderet dari atas ke bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kubuka kancing dasternya satu per satu mulai dari dada terus ke bawah. Kusibakkan ke kanan dan ke kiri bajunya yang sudah lepas kancingnya itu. Menyembullah buah dadanya yang putih menggunung (dia sudah tidak pakai BH). Celana dalam warna putih yang menutupi vaginanya yang nyempluk itu aku pelorotkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku benar-benar menikmati keindahan tubuh istri gelapku ini. Saat satu kakinya ditekuk untuk melepaskan celana dalamnya, gerakan kakinya yang indah, vaginanya yang agak terbuka, aduh pemandangan itu sungguh indah. Benar-benar membuatku menelan ludah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah yang ayu, buah dada yang putih menggunung, perut yang langsing, vagina yang nyempluk dan agak terbuka, kaki yang indah agak mengangkang, sungguh mempesona. Aku tidak tahan lagi. Aku lempar sarungku dan kaosku entah jatuh dimana. Aku segera naik di atas tubuh Bu Tadi. Kugumuli dia dengan penuh gairah. Aku tidak peduli Bu Tadi megap-megap keberatan aku tindih sepenuhnya. Habis gemes banget, nafsu banget sih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uugh jangan nekad tho. Berat nih”, keluh Bu Tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bertelekan pada telapak tanganku dan dengkulku. Penisku yang sudah tegang banget aku paskan ke vaginanya. Terampil tangan Bu Tadi memegangnya dan dituntunnya ke lubang vaginanya yang sudah basah. Tidak ada kesulitan lagi, masuklah semuanya ke dalam vaginanya. Dengan penuh semangat kukocok vagina Bu Tadi dengan penisku. Bu Tadi semakin naik, menggeliat dan merangkulku, melenguh dan merintih. Semakin lama semakin cepat, semakin naik, naik, naik ke puncak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Teruuus, teruus paa.. sshh… ssh…” bisik Bu Tadi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maa, aku juga sudah mau… keluaarr”,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang dalam paa… yang dalamm. Keluarin di dalaam Paa… Paa… Adduuh Paa nikmat banget Paa…, ouuch..”, jeritnya lirih yang merangkulku kuat-kuat. Kutekan dalam-dalam penisku ke vaginanya. Croot, cruuut, crruut, keluarlah spermaku di dalam rahim istri gelapku ini. Napasku seperti terputus, kenikmatan luar biasa menjalar keseluruh tubuhku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-menaruh-benih-di-istri.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Menaruh Benih di Istri Tetangga&lt;/a&gt;, Bu Tadi menggigit pundakku, dia juga sudah mencapai puncak. Beberapa detik dia aku tindih dan dia merangkul kuat-kuat. Akhirnya rangkulannya terlepas, kuangkat tubuhku. Penisku masih di dalam, aku gerakkan pelan-pelan, aduh geli dan ngilu sekali sampai tulang sumsum. Vaginanya licin sekali penuh spermaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kucabut penisku dan aku terguling di samping Bu Tadi. Bu Tadi miring menghadapku dan tangannya diletakkan di atas perutku. Dia berbisik, “Paa, Nia sudah cukup besar untuk punya adik. Mudah-mudahan kali ini langsung jadi ya paa. Aku ingin dia seorang laki-laki. Sebelum Papa tadi mengeluh Rina belum hamil, aku memang sudah berniat untuk membuatkan Nia seorang adik. Sekalian untuk test apakah Papa masih joos apa tidak. Kalau aku hamil lagi berarti Papa masih joosss. Kalau nanti pengin menggendong anak, ya gendong saja Nia sama adiknya yang baru saja dibuat ini.” Dia tersenyum manis. Aku diam saja. menerawang jauh, alangkah nikmatnya bisa menggendong anak-anakku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malam itu aku bersetubuh lagi. Sungguh penuh cinta kasih, penuh kemesraan. Kami tuntaskan kerinduan dan cinta kasih kami malam itu. Dan aku menunggu dengan harap-harap cemas, jadikah anakku yang kedua di rahim istri gelapku ini?</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/feeds/3392822647478061545/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-menaruh-benih-di-istri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/3392822647478061545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/3392822647478061545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/10/cerita-dewasa-menaruh-benih-di-istri.html' title='Cerita Dewasa Menaruh Benih di Istri Tetangga'/><author><name>Karla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15414855962408796804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiThet75YpMmHNSOewPKNKdf5sVJQg7hnizireKe3PczZd3YQxLg_1BXHEbk7gbnN96qthkY8dA9s5RZgygqG1LOmIK3ru4_dNZzeBa383C3tgeCcNcIpXzPhMN_8GXcqEVN6CGIYf4-Ac/s72-c/An_Rui_Tian_31.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433305999846514824.post-345025910943566281</id><published>2018-09-28T01:10:00.001-07:00</published><updated>2018-09-28T01:11:56.128-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita 17+"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita dewasa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita esek-esek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita lendir"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita tante"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="foursome"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="gigolo"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kisah seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="merem melek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="nafsu birahi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="oral seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="seks gilir"/><title type='text'>Cerita Dewasa Goyang 3 Tante Semok</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOixpsTH1kSsLbwVr7Ec0aBPjaWA0ZD07wUE-VBdzVYgdS4N4cXZgld2sZahVrkWY2xab4IGmTjZoEgI5U4ms3MWeVC4p1gSjelGaWCejnwxgheZJx9XPgs5x_Q3l-BOkmkDHSWOGL00U/s1600/1472792581967.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Goyang 3 Tante Semok&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;349&quot; data-original-width=&quot;620&quot; height=&quot;225&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOixpsTH1kSsLbwVr7Ec0aBPjaWA0ZD07wUE-VBdzVYgdS4N4cXZgld2sZahVrkWY2xab4IGmTjZoEgI5U4ms3MWeVC4p1gSjelGaWCejnwxgheZJx9XPgs5x_Q3l-BOkmkDHSWOGL00U/s400/1472792581967.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Goyang 3 Tante Semok&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;bukuceritadewasaonline&lt;/a&gt; - Namaku dedi, umur 24 tahun. Aku seorang gigolo di kota Bandung, aku akan menceritakan pengalamanku melayani sekaligus 4 pelangganku dalam semalam. Aku menggeluti profesi ini sudah 4 tahun dan sejak itu aku mempunyai pelanggan tetap namanya Tante Mira (bukan nama asli), dia seorang janda tidak mempunyai anak, tinggal di Bandung, orangnya cantik, putih, payudaranya besar walaupun sudah kendor sedikit, dia keturunan tionghoa. Dia seorang yang kaya, memiliki beberapa perusahaan di Bandung dan Jakarta dan memiliki saham di sebuah hotel berbintang di Bandung.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Sabtu pukul 7 pagi, HP-ku berbunyi dan terdengar suara seorang wanita dan kulihat ternyata nomor HP Tante Mira.&lt;br /&gt;
“Hallo Sayang.. lagi ngapain nich.. udah bangun?” katanya.&lt;br /&gt;
“Oh Tante.. ada apa nich, tumben nelpon pagi-pagi?” kataku.&lt;br /&gt;
“Kamu nanti sore ada acara nggak?” katanya.&lt;br /&gt;
“Nggak ada Tante.. emang mo ke mana Tante?” tanyaku.&lt;br /&gt;
“Nggak, nanti sore anter Tante ke puncak yach sama relasi Tante, bisa khan?” katanya.&lt;br /&gt;
“Bisa tante.. aku siap kok?” jawabku.&lt;br /&gt;
“Oke deh Say.. nanti sore Tante jemput kamu di tempatmu”, katanya.&lt;br /&gt;
“Oke.. Tante”, balasku, dengan itu juga pembicaraan di HP terputus dan aku pun beranjak ke kamar mandi untuk mandi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/09/cerita-dewasa-goyang-3-tante-semok.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Goyang 3 Tante Semok&lt;/a&gt;, Sore jam 5, aku sudah siap-siap dan berpakaian rapi karena Tante Mira akan membawa teman relasinya. Selang beberapa menit sebuah mobil mercy new eye warna hitam berkaca gelap berhenti di depan rumahku. Ternyata itu mobil Tante Mira, langsung aku keluar menghampiri mobil itu sesudah aku mengunci seluruh pintu rumah dan jendela.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun langsung masuk ke dalam mobil itu duduk di jok belakang, setelah masuk mobil pun bergerak maju menuju tujuan. Di dalam mobil, aku diperkenalkan kepada dua cewek relasinya oleh tante, gila mereka cantik-cantik walaupun umur mereka sudah 40 tahun, namanya Tante Lisa umurnya 41 tahun kulitnya putih, payudaranya besar, dia merupakan istri seorang pengusaha kaya di Jakarta dan Tante Meri 39 tahun, payudaranya juga besar, kulitnya putih, juga seorang istri pengusaha di Jakarta. Mereka adalah relasi bisnis Tante Mira dari Jakarta yang sedang melakukan bisnis di Bandung dan diajak oleh Tante Mira refreshing ke villanya di kawasan Puncak. Keduanya keturunan Tionghoa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam mobil, kami pun terlibat obrolan ngalor-ngidul dan mereka diberitahu bahwa aku ini seorang gigolo langganannya dan mereka juga mengatakan ingin mencoba kehebatanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selang beberapa menit obrolan pun berhenti dan kulihat Tante Lisa yang duduk di sebelahku, di jok mobil belakang, tangannya mulai nakal meraba-raba paha dan selangkanganku. Aku mengerti maksudnya, kugeser dudukku dan berdekatan dengan Tante Lisa, lalu tangan Tante Lisa meremas batang kemaluanku dari balik celana. Dengan inisatifku sendiri, aku membuka resleting celana panjangku dan mengeluarkan batang kemaluanku yang sudah tegak berdiri dan besar itu. Tante Lisa kaget dan matanya melotot ketika melihat batang kemaluanku besar dan sudah membengkak itu. Tante Lisa langsung bicara kepadaku,&lt;br /&gt;
“Wow.. Ded, kontol kamu gede amat, punya suamiku aja kalah besar sama punya kamu..” katanya.&lt;br /&gt;
“Masa sich Tante”, kataku sambil tanganku meremas-remas payudaranya dari luar bajunya.&lt;br /&gt;
“Iya.. boleh minta nggak, Tante pengen ngerasain kontol kamu ini sambil dikocok-kocok dan diremas-remas, lalu dibelai mesra?” katanya.&lt;br /&gt;
“Boleh aja.. kapan pun Tante mau, pasti Dedi kasih”, kataku yang langsung disambut Tante Lisa dengan membungkukkan badannya lalu batang kemaluanku dijilat-jilat dan dimasukan ke dalam mulutnya, dengan rakusnya batang kemaluanku masuk semua ke dalam mulutnya sambil disedot-sedot dan dikocok-kocok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tante Meri yang duduk di jok depan sesekali menelan air liurnya dan tertawa kecil melihat batang kemaluanku yang sedang asyik dinikmati oleh Tante Lisa. Tanganku mulai membuka beberapa kancing baju Tante Lisa dan mengeluarkan kedua payudaranya yang besar itu dari balik BH-nya lalu kuremas-remas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Goyang 3 Tante Semok&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
“Tante.. susu tante besar sekali.. boleh Dedi minta?” tanyaku.&lt;br /&gt;
Tante Lisa hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, lalu tanganku mulai meremas-remas payudaranya. Tangan kiriku mulai turun ke bawah selangkangannya dan aku mengelus-ngelus paha yang putih mulus itu lalu naik ke atas selangkangannya. Dari balik CD-nya jariku masuk ke dalam liang kewanitaannya. Saat jariku masuk, mata Tante Lisa merem melek dan mendesah kenikmatan, “Akhhh.. akhhhh.. akhhh.. terus sayang..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAbkFN1yRSAIU3EDeATFUhXF6dd96X8CqEf3IoP8e-GyxHJoKcxG2raHROn3fhbsG0uSMOKPdt3fC5Md5JZE4pTah-mB0RxFdFsUlS0TMOq6d6M8CS3rQfqGpKzKhSD9yCXCs57Ua3bt0/s1600/2612073.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Goyang 3 Tante Semok&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;530&quot; data-original-width=&quot;430&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAbkFN1yRSAIU3EDeATFUhXF6dd96X8CqEf3IoP8e-GyxHJoKcxG2raHROn3fhbsG0uSMOKPdt3fC5Md5JZE4pTah-mB0RxFdFsUlS0TMOq6d6M8CS3rQfqGpKzKhSD9yCXCs57Ua3bt0/s400/2612073.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Goyang 3 Tante Semok&quot; width=&quot;323&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa lama kemudian, aku sudah tidak tahan mau keluar.&lt;br /&gt;
“Tante… Dedi mau keluar nich..” kataku.&lt;br /&gt;
“Keluarin di mulut Tante aja”, katanya.&lt;br /&gt;
Selang beberapa menit, “Crooot.. crooot.. crottt..” air maniku keluar, muncrat di dalam mulut Tante Lisa, lalu Tante Lisa menyapu bersih seluruh air maniku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;baca juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/09/cerita-dewasa-kugoda-istri-temanku-bohai.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Kugoda Istri Temanku Bohai&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian aku pun merubah posisi. Kini aku yang membungkukkan badanku dan mulai menyingkap rok dan melepaskan CD warna hitam yang dipakainya. Setelah CD-nya terlepas, aku mulai mencium dan menjilat liang kewanitaannya yang sudah basah itu. Aku masih terus memainkan liang kewanitaannya sambil tanganku dimasukkan ke liang senggamanya dan tangan kiriku meremas-remas payudara yang kiri dan kanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepuluh menit kemudian, aku merubah posisi lagi, kini Tante Lisa ku pangku dan kuarahkan batang kemaluanku masuk ke dalam liang senggamanya. “Blesss.. blessss.” batang kemaluanku masuk ke dalam liang kewanitaannya dan Tante Lisa menggelinjang kenikmatan. Ku naik-turunkan pinggul Tante Lisa dan batang kemaluanku keluar masuk dengan leluasa di liang kewanitaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu jam kemudian, kami berdua sudah tidak kuat menahan orgasme, kemudian kucabut batang kemaluanku dari liang kewanitaannya, lalu kusuruh Tante Lisa untuk mengocok dan melumat batang kemaluanku dan akhirnya, “Crooot.. crott.. croottt..” air maniku muncrat di dalam mulut Tante Lisa. Seketika itu juga kami berdua terkulai lemas, kemudian aku pun tertidur di dalam mobil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/09/cerita-dewasa-goyang-3-tante-semok.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Goyang 3 Tante Semok&lt;/a&gt;, Sesampainya di villa Tante Mira sekitar jam 8 malam lalu mobil masuk ke dalam pekarangan villa, kami berempat keluar dari mobil. Tante Mira memanggil penjaga villa lalu menyuruhnya untuk pulang dan disuruhnya besok sore kembali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami berempat pun masuk ke dalam villa, karena lelah dalam perjalanan aku langsung menuju kamar tidur yang biasa kutempati saat aku diajak ke villa Tante Mira. Begitu aku masuk ke dalam kamar dan hendak tidur-tiduran, aku terkejut ketika ke 3 tante itu masuk ke dalam kamarku dalam keadaan telanjang bulat tanpa sehelai benang pun yang menempel di tubuhnya. Kemudian mereka naik ke atas tempat tidurku dan mendorongku untuk tiduran lalu mereka berhasil melucuti pakaianku hingga bugil. Batang kemaluanku diserang oleh Tante Meri dan Tante Mira, sedangkan Tante Lisa kusuruh dia mengangkang di atas wajahku lalu mulai menjilati dan menciumi liang kewanitaan Tante Lisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ganasnya mereka berdua secara bergantian menjilati, menyedot dan mengocok batang kemaluanku, hingga aku kewalahan dan merasakan nikmat yang luar biasa. Kemudian kulihat Tante Meri sedang mengatur posisi mengangkang di selangkanganku dan mengarahkan batang kemaluanku ke liang kewanitaannya, “Blesss.. bleeesss..”. Batang kemaluanku masuk ke dalam liang kewanitaan Tante Meri, lalu Tante Meri menaik turunkan pinggulnya dan aku merasakan liang kewanitaan yang hangat dan sudah basah itu. Aku terus menjilat-jilat dan sesekali memasukkan jariku ke dalam liang kewanitaan Tante Lisa, sedangakan Tante Mira meremas-remas payudara Tante Meri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa jam kemudian, Tante Meri sudah orgasme dan Tante Meri terkulai lemas dan langsung menjatuhkan tubuhnya di sebelahku sambil mencium pipiku. Kini giliran Tante Mira yang naik di selangkanganku dan mulai memasukan batang kemaluanku yang masih tegak berdiri ke liang senggamanya, “Bleesss.. bleesss..” batang kemaluanku pun masuk ke dalam liang kewanitaan Tante Mira. Sama seperti Tante Meri, pinggul Tante Mira dinaik-turunkan dan diputar-putar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setengah jam kemudian, Tante Mira sudah mencapai puncak orgasme juga dan dia terkulai lemas juga, langsung kucabut batang kemaluanku dari liang kewanitaan Tante Mira. Kusuruh Tante Lisa untuk berdiri sebentar dan aku mengajaknya untuk duduk di atas meja rias yang ada di kamar itu lalu kubuka lebar-lebar kedua pahanya dan kuarahkan batang kemaluanku ke liang kewanitaannya.&lt;br /&gt;
“Blesss.. .bleeess..” batang kemaluanku masuk ke dalam liang kewanitaan Tante Lisa. Kukocok-kocok maju mundur batang kemaluanku di dalam liang kewanitaan Tante Lisa dan terdengar desahan hebat, “Akhhh.. akhhh.. akhhh.. terus sayang.. enak..” Aku terus mengocok senjataku, selang beberapa menit aku mengubah posisi, kusuruh dia membungkuk dengan gaya doggy style lalu kumasukan batang kemaluanku dari arah belakang. “Akhhh.. akhhh..” terdengar lagi desahan Tante Lisa. Aku tidak peduli dengan desahan-desahannya, aku terus mengocok-ngocok batang kemaluanku di liang kewanitaannya sambil tanganku meremas-remas kedua buah dada yang besar putih yang bergoyang-goyang menggantung itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasakan liang kewanitaan Tante Lisa basah dan ternyata Tante Lisa sudah keluar. Aku merubah posisi, kini Tante Lisa kusuruh tiduran di lantai, di atas karpet dan kubuka lebar-lebar pahanya dan kuangkat kedua kakinya lalu kumasukkan batang kemaluanku ke dalam liang kewanitaannya, “Blesss.. blessss.. blessss..” batang kemaluanku masuk dan mulai bekerja kembali mengocok-ngocok di dalam liang kewanitaannya. Selang beberapa menit, aku sudah tidak tahan lagi, lalu kutanya ke Tante Lisa, “Tante, aku mau keluar nich.. di dalam apa di luar?” tanyaku.&lt;br /&gt;
“Di dalam aja Sayang..” pintanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Goyang 3 Tante Semok&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, “Crottt.. crooottt.. croottt..” air maniku muncrat di dalam liang kewanitaan Tante Lisa, kemudian aku jatuh terkulai lemas menindih tubuh Tante Lisa sedangkan kejantananku masih manancap dengan perkasanya di dalam liang kewanitaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami berempat pun tidur di kamarku, keesokan harinya kami berempat melakukan hal yang sama di depan TV dekat perapian, di kamar mandi, maupun di dapur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila ada tante-tante atau cewek-cewek yang kesepian atau butuh kehangatan dan kejantanan seorang pria atau ada yang mau mencoba kejantananku, bisa menghubungiku.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/feeds/345025910943566281/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/09/cerita-dewasa-goyang-3-tante-semok.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/345025910943566281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/345025910943566281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/09/cerita-dewasa-goyang-3-tante-semok.html' title='Cerita Dewasa Goyang 3 Tante Semok'/><author><name>Karla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15414855962408796804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOixpsTH1kSsLbwVr7Ec0aBPjaWA0ZD07wUE-VBdzVYgdS4N4cXZgld2sZahVrkWY2xab4IGmTjZoEgI5U4ms3MWeVC4p1gSjelGaWCejnwxgheZJx9XPgs5x_Q3l-BOkmkDHSWOGL00U/s72-c/1472792581967.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433305999846514824.post-8668892361140077747</id><published>2018-09-01T16:22:00.000-07:00</published><updated>2018-09-01T16:30:02.585-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="bokep indonesia"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita 17+"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita becek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita dewasa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita nikmat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="godaan seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="hasrat seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="horny"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kisah seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mahmud"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="merem melek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mesum online"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="oral seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="selingkuh"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="web bokep"/><title type='text'>Cerita Dewasa Kugoda Istri Temanku Bohai</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLAko7KMwIcYULUI_Oi_Pl9ucqo7mS7Dqlq9ygqlDewQOKmXzzRJbWeYHC_LLy8EvLfjmPairZE6m2wAvUtbD_bZBg_uLBaG-szVaIeZeXNZVxC5Q1mcoMagquCrLJEYSAZZdQI5nNpRk/s1600/Li_Fan_Nude_8.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Kugoda Istri Temanku Bohai&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;405&quot; data-original-width=&quot;800&quot; height=&quot;202&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLAko7KMwIcYULUI_Oi_Pl9ucqo7mS7Dqlq9ygqlDewQOKmXzzRJbWeYHC_LLy8EvLfjmPairZE6m2wAvUtbD_bZBg_uLBaG-szVaIeZeXNZVxC5Q1mcoMagquCrLJEYSAZZdQI5nNpRk/s400/Li_Fan_Nude_8.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Kugoda Istri Temanku Bohai&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Kugoda Istri Temanku Bohai&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/09/cerita-dewasa-kugoda-istri-temanku-bohai.html&quot;&gt;bukuceritadewasaonline&lt;/a&gt; - Dia memang seorang wanita yang cukup menarik, umurnya lebih tua dua tahun dariku dan dia adalah istri teman kantorku, Lani namanya. Memiliki tinggi badan yang lebih kecil dariku, sekitar 160 cm dan memiliki kulit yang bisa dibilang lebih putih daripada orang-orang Indonesia kebanyakan, tapi dia bukanlah keturunan chinese.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Di kantor aku merupakan satu-satunya keturunan chinese, tinggi badan sekitar 172 dan tidak gemuk, yah, wajar lah. Di kantor ini aku menduduki jabatan sebagai wakil kepala akunting. Aku sebenarnya tergolong baru bekerja di perusahaan ini, baru sekitar satu tahun dan aku sudah cukup akrab dengan salah satu pegawai yang bernama Roni. Aku pernah diajak berkunjung ke rumahnya di daerah Jakarta Utara, disinilah awalnya perkenalan aku dengan Lani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pandangan pertama, aku memang sudah menyadari kecantikan Lani namun pikiran itu aku buang jauh-jauh karena menyadari bahwa dia adalah istri teman aku. Pembicaraan di rumah Roni berlangsung cukup lama dan cukup akrab sekali. Roni tinggal bertiga dengan pembantunya dan istrinya, aku sendiri sempat makan malam di rumah mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harus aku akui, sambutan mereka di rumahnya benar-benar membuat aku merasa betah dan ingin berlama-lama terus disitu tapi aku pun akhirnya harus pulang juga ke rumah. Setelah pertemuan itupun sikap aku terhadap Roni dan sebaliknya pun biasa-biasa saja, tidak ada istimewanya. Sampai suatu minggu sore jam 3an handphoneku berbunyi, ternyata dari rumah Roni. Aku pikir Roni yang menghubungi karena perlu sesuatu, ternyata yang kedengaran adalah suara wanita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Halo, ini Hari ya?”, kata suara disana.&lt;br /&gt;
“Ya, ini siapa ya?”, jawabku.&lt;br /&gt;
“Aku Lani, istri Roni. Masih inget ga?”&lt;br /&gt;
“Oh, iya, masih inget. Aku kira siapa..? ada apa nih Lan?”&lt;br /&gt;
“Gini Har, aku ingin ketemu dengan kamu. Boleh aku ke rumah kamu? Kamu lagi sendirian di rumah?”&lt;br /&gt;
“Boleh aja, dulu aku pernah ke rumah kamu, sekarang boleh aja kalian main ke rumah aku. Kalian datang berdua?”&lt;br /&gt;
“Nggak, aku datang sendiri saja. Roni sedang pergi dengan temannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sempet bengong juga aku mendengar pernyataan itu. Ada apa gerangan? Mau apa Lani ke rumah aku sendirian sore-sore begini? Banyak pikiran campur aduk di otakku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Halo.. halo.. haloo.. Hari, kamu masih disitu?”&lt;br /&gt;
“Eh.. oh.. iya Lan.. Oke, kamu boleh ke rumahku kok sekarang. Aku cuman bingung aja mau siapin makanan apa buat kamu.”&lt;br /&gt;
“Ngga perlu repot-repot lagi Har, biasa aja. Aku berangkat yah sekarang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jarak antara rumahku dengan rumah Roni memang cukup jauh, rumahku terletak di daerah Jakarta Barat sedangkan Roni di Jakarta Utara. Perlu waktu sekitar 45 menit untuk sampai ke rumahku jika dari Jakarta Utara. Rumahku tidak terlalu besar memiliki halaman depan yang cukup untuk satu mobil, aku memelihara sepasang anjing jenis ukuran yang tidak bisa besar. Rumahku memiliki 4 ruangan kamar, satu kamar terletak di loteng rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya ini adalah rumah orang tuaku, namun mereka saat ini sedang pergi keluar negeri sehingga tinggallah aku sendiri di rumah dengan seorang pembantu yang tidak menginap. Pmbantuku ini hanya datang pada pagi dan sore hari setelah aku pulang kerja dan pada hari sabtu atau minggu, dia datang pagi hari untuk membersihkan rumah. Sedangkan anjing-anjingku aku sengaja sediakan makan dan minumnya berlebih di tempatnya supaya mereka tidak kehausan dan kelaparan jika aku pergi kerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah membersihkan rumah seadanya, aku menunggu kedatangan Lani sambil menonton televisi. Sambil menunggu, pikiranku tidak bisa konsen ke TV. Banyak pikiran yang berkecamuk dalam otakku mengenai kedatangan Lani yang sendirian ke rumahku. Sekitar setengah jam menunggu akhirnya terdengar suara mobil di depan rumah. Aku segera keluar untuk melihat; ternyata memang Lani yang datang sendirian. Langsung saja aku persilahkan dia masuk, begitu melihat ada tamu, langsung saja anjingku pada ribut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ehh.. kamu pelihara anjing ya, lucu bangeet”, kata Lani sambil mendekati anjingku lalu mengelusnya.&lt;br /&gt;
“Iya. Kamu suka anjing juga”&lt;br /&gt;
“Suka banget”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Kugoda Istri Temanku Bohai&lt;/a&gt;, Kemudian aku persilahkan Lani masuk dan duduk di ruang tamu sementara aku menyiapkan minuman untuk dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu kok tidak datang bersama Roni? Biasanya kemana-mana berdua melulu?”&lt;br /&gt;
“Memangnya harus sama dia terus kalau kemana-mana?”&lt;br /&gt;
“Iya dong, apalagi kamu sekarang datang ke rumahku, kalau ketauan sama dia kan, ntar gimana jadinya nanti?”&lt;br /&gt;
“Ah.. sudahlah, hal kayak begituan biar aku yang urus dengan Roni”, Kata Lani lebih lanjut.&lt;br /&gt;
“Gini Har, aku ingin ngobrol-ngobrol sama kamu nih tentang masalah bisnis.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami pun berbicara masalah bisnis, ternyata dia kerumahku untuk berbicara mengenai bisnis baru yang akan dirintisnya dan meminta bagaimana pendapat aku dari segi akunting dan manajemennya. Pembicaraan tersebut berlangsung kurang lebih selama satu jam. Sambil berbicara konsentrasiku agak terganggu karena duduk bersebelahan dengan Lani dan hampir berdekatan. Kadang-kadang kalau sedang bicara bertatapan ingin sekali rasanya mencium bibirnya soalnya hanya berjarak sekitar 45 cm.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu Lani berpakaian cukup sederhana, hanya mengenakan kaos dan celana jeans. Namun aku suka sekali apabila melihat perempuan yang berpenampilan seperti itu. Sedangkan aku sendiri tadinya hanya memakai celana hawaii dan kaos tapi setelah kedatangan Lani, aku langsung mengganti dengan celana panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya pembicaraan mengenai bisnis pun selesai, kami pun bersandar lega di sofa yang kami duduki. Sekarang otakku benar-benar sudah gak karuan deh, pengin rasanya untuk mencium Lani tapi bagaimana caranya? Otakku memutar dengan keras dan akhirnya aku mengambil keputusan untuk mencoba menyenggol tubuhnya. Tanganku dengan sengaja aku bentangkan kedepan badan dia seakan-akan aku sedang meregangkan otot dan menyentuh tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu cape ya Har setelah ngomongin bisnis?”, kata Lani.&lt;br /&gt;
“Iya nih, kalo dipijit enak nih kayaknya”, pancingku.&lt;br /&gt;
“Sini biar aku pijitin”, kata Lani sambil memegang punggungku.&lt;br /&gt;
“Ntar dulu ah, mao nyalain musik dulu”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun mulai menyalakan musik, maksudnya supaya suasananya nyaman. Kemudian aku mulai duduk membelakangi Lani dan ia mulai memijit punggungku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gimana har? Enak gak pijitanku?”, kata Lani disamping telingaku.&lt;br /&gt;
“Enaak..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjy4_wUxrRVgVaySo-cv4eYFBX0f3mpbCUj5jQ2OBnbzqX8JdgAXIwkLu_pBm0h8zH4f0sV26xtVQYsWSeunHph9llf7eeEliQKd4ckDsLLFJEiOfAawhqXPdlY2wmN3PSjEpPHIwezJMU/s1600/Sayoko_Ohashi_270413_028.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Kugoda Istri Temanku Bohai&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;766&quot; data-original-width=&quot;560&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjy4_wUxrRVgVaySo-cv4eYFBX0f3mpbCUj5jQ2OBnbzqX8JdgAXIwkLu_pBm0h8zH4f0sV26xtVQYsWSeunHph9llf7eeEliQKd4ckDsLLFJEiOfAawhqXPdlY2wmN3PSjEpPHIwezJMU/s400/Sayoko_Ohashi_270413_028.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Kugoda Istri Temanku Bohai&quot; width=&quot;291&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun memalingkan wajah menghadap Lani maksudnya ingin bicara sesuatu tapi karena wajah kita berdekatan seperti itu, aku lupa tidak tau mau omongin apa. Situasi saat itu sempat hening sebentar, lalu entah siapa yang mulai, kami pun berciuman dengan penuh hasrat. Langsung aku membalikkan badan dan memeluk tubuh Lani dan membaringkan dia di sofa, Lani hanya diam saja diperlakukan seperti itu. Sepertinya dia menikmati banget ciuman ini, aku tidak mendengar suara apapun dari Lani, hanya..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mmh.. urm.. ss..” Itulah yang terdengar pada waktu kami ciuman. Aku menciumi bibirnya dengan sangat lembut meskipun aku sebenarnya bernapsu banget. Dengan lembut aku mainkan lidahnya, bibirnya. Aku memainkan lidahku didalam mulutnya, kadang-kadang aku tarik lidahnya dengan gigiku saat ada di dalam mulutku. Sambil berciuman aku melihat matanya, ternyata dia menciumku sambil memeramkan matanya, sungguh pemandangan yang menambah laju birahiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/09/cerita-dewasa-kugoda-istri-temanku-bohai.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Kugoda Istri Temanku Bohai&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Aku terus menciumi bibirnya, kadang ciumanku lari ke kupingnya serta lehernya. Sengaja aku tidak terlalu napsu menciumi lehernya supaya tidak meninggalkan bekas yang bisa mencurigakan. Demikian juga dengan Lani, ia menciumi seluruh wajah dan leherku dengan bibirnya, saat itu perasaan geli seakan-akan ingin memeluk Lani erat-erat sungguh tak tertahankan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejenak kemudian kami menghentikan cumbuan kami karena handphone Lani berbunyi,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu angkat dulu deh, siapa tahu suami kamu”, kataku sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
“Oke”, jawabnya tersenyum pula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Lani mengangkat telpon dan memang benar dari Roni suaminya. Begitu tau dari suaminya, aku langsung mendekati dia, maksudnya untuk mendengarkan pembicaraan mereka dan membantu kalau-kalau Lani tidak bisa jawab. Tapi aku tiba-tiba berubah pikiran dan mendekati Lani dan memeluk dia dari belakang sambil menjilati kupingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lani sempat berbalik dan memelototi aku tapi aku tidak perduli, aku tetap memeluk dia dan menjilati lehernya. Tanganku pun mulai menyusup ke dalam kaosnya dan lebih dalam lagi menyusup ke dalam BH-nya, aku pun bisa menjamah putingnya. Begitu aku merasakan putingnya, aku pun mulai memainkannya dengan jari-jari tanganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu Lani sudah tidak bisa mencegahku lagi, dia pun mulai menikmatinya dan malahan dia membuka kaosnya dan duduk di sofa kembali. Semua itu dilakukan sambil ia berbicara dengan suaminya di telpon. Lani memberikan alasan bahwa dia sedang jalan-jalan di sebuah gallery busana, aku juga segera melepaskan baju dan celana panjangku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;baca juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-kelonin-bibi-di-saat.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Kelonin Bibi di Saat Paman Pergi&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Lani sudah duduk di sofa, aku pun mulai menciumi payudaranya, aku meremas-remas payudara Lani dengan napsu, aku jilatin putingnya dan kadang aku gigit putingnya dengan bibirku. Aku lalu melihat ke wajah Lani.. wahh.. wajah yang pasrah tapi dia masih melihat ke aku sambil memberi isyarat bahwa dia lagi telpon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya dia sudah tidak tahan lagi ingin melepas semuanya tapi karena ia masih nelpon maka ia terpaksa menahan semua gejolak tersebut. Aku tau bahwa saat ini dia sedang berusaha sekuat tenaga untuk tidak berteriak atau pun mendesah karena rangsanganku; yang Lani bisa lakukan adalah menggeliat-geliat tidak keruan berbaring di atas sofa di bawah tubuhku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kemudian telpon sudah selesai, Lani langsung mengeluarkan gejolak yang tertahan dari tadi,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aahkk.. Harrii..”, teriak Lani.&lt;br /&gt;
“Gila kamu ya Har, itu tadi kan si Roni, kalau aku kebablasan tadi gimana coba?”, katanya memarahi tapi dengan nada menggoda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku cuma tersenyum saja, “Tapi kamu suka kan Lan?”&lt;br /&gt;
“Iya sih..”, lanjutnya tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu kami pun melanjutkan kegiatan yang tertunda itu, aku mulai membuka celana jeansku dan celana jeans Lani beserta dengan celana dalamnya. Aku menciumi paha Lani yang bagian kiri dan meremas pahanya yang kanan, aku jilatin sambil terus bergerak ke bagian selangkangannya. Selama itu juga tubuh Lani tidak bisa diam, selalu bergerak dan mendesah. Sampai akhirnya aku menjilati pas di memeknya Lani. Aku terus melakukan kegiatan ini dengan penuh napsu, aku memainkan itilnya sambil kadang-kadang aku hisap dalam-dalam dan aku kulum dengan bibirku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Kugoda Istri Temanku Bohai&lt;/a&gt;, Selama aku melakukan ‘serangan’ kepada Lani, dia terus berteriak, mendesah dan menekan kepalaku kuat-kuat seakan-akan tidak mau membiarkan kepalaku pindah dari selangkangannya. Suara yang ditimbulkan oleh Lani membuat aku tambah bergairah dalam melakukan kegiatanku tersebut. Aku menjilati memek Lani makin liar, aku permainkan memeknya sampai dalam dengan lidahku dan jari-jari tanganku juga mulai masuk ke dalamnya sampai akhirnya.. aku merasakan kaki Lani menjepit kepalaku dan tangannya menekan kepalaku sangat kuat serta pinggulnya terlihat menggelinjang dengan dahsyat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aahh, Harii, uhh” jeritnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ternyata Lani sudah mencapai klimaksnya yang pertama dalam permainan ini, aku melihat sebentar ke arah Lani dan dia menatapku sambil tersenyum,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu hebat Hari, aku suka sekali”, katanya.&lt;br /&gt;
“Masa sihh? Aku masih belum apa-apa nih”, jawabku sambil mencium bibirnya.&lt;br /&gt;
“Aku maenin yah kontolmu?”,&lt;br /&gt;
“Itu yang aku tunggu sayang”, bisikku di telinganya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka aku pun segera mengambil posisi duduk bersandar di sofa dan dia perlahan mulai jongkok di hadapanku. Mula-mula ia mengelus kontolku dengan tangannya, kontolku dielus olehnya dari bijinya sampai ke ujung kepala kontolnya lalu ia mulai menjulurkan lidahnya ke ujung kontolku. Begitu lidahnya menyentuh kontolku, aku merasa agak sedikit geli kemudian Lani langsung memasukkan seluruh kontolku ke dalam mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wah, perasaanku saat itu benar-benar nikmat sekali, urat-urat kontolku yang bergesekkan dengan bibir dan lidahnya memberikan suatu sensasi yang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Saat itu yang bisa aku lakukan hanyalah menggeliat-geliat kenikmatan sambil membelai-belai rambutnya Lani. Terkadang giginya Lani menyentuh salah satu bagian kontolku, sakit dikit sih, namun itu tidak mempengaruhi sensasi nikmat yang diberikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu kontolku benar-benar diberikan sensasi yang begitu dahsyat, titik-titik syaraf yang ada di seluruh kontolku tidak ada yang tidak tersentuh oleh bibir dan lidahnya Lani, benar-benar permainan yang membuat aku tidak dapat bertahan lama dan akhirnya aku mulai merasakan sesuatu yang mendorong dari dalam dan mengeluarkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh..” desahku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya itulah kata yang bisa keluar dari dalam mulutku saat semuanya tertumpah keluar, aku pun terbaring lemas namun terasa rileks banget dengan Lani bersandar di dadaku. Tidak ada kata yang keluar dari mulut kami berdua saat itu. Setelah diam selama sekitar 10 menit, Lani mulai meremas-remas kontolku lagi sambil memandangku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu mau lagi ya Lan?”&lt;br /&gt;
“Hmm..”, jawabnya sambil terus meremas kontolku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGFe6vZMaVfhqWVp4he9XjbvmwDJTZ5w4_xRZijnKfQl3GzZfuCQRhN4x1cio7T1maD0Xn-OocqY-87tWkSnX-4WK_KkWcEpIQz_xeS0Ejow_mKOFoKijA_1ApAIbFCe9hJcrty_uMLPQ/s1600/352100_62796-98921-topless-asian-beauty.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Kugoda Istri Temanku Bohai&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;736&quot; data-original-width=&quot;505&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGFe6vZMaVfhqWVp4he9XjbvmwDJTZ5w4_xRZijnKfQl3GzZfuCQRhN4x1cio7T1maD0Xn-OocqY-87tWkSnX-4WK_KkWcEpIQz_xeS0Ejow_mKOFoKijA_1ApAIbFCe9hJcrty_uMLPQ/s400/352100_62796-98921-topless-asian-beauty.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Kugoda Istri Temanku Bohai&quot; width=&quot;273&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Diberi rangsangan seperti itu, tidak berapa lama kemudian kontolku sudah mulai kekar berdiri lebih tegak daripada tadi. Menurut pengalamanku dan cerita teman-teman, kontol seorang lelaki akan lebih kekar pada ronde kedua daripada ronde pertama dan akan berlangsung lebih lama. Lani terus meremas-remas dan mengelus kontolku kemudian mengulumnya di dalam mulutnya, aku pun mulai mencari-cari daerah dada Lani untuk memainkan kembali tetenya. Begitu aku mendapatkannya, langsung aja aku membaringkan Lani di sofa kembali dan melanjutkan mengulum puting susunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aacchh..”, Lani menjerit keras-keras ketika aku menggigit-gigit putingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rambutku diacak-acak olehnya dan dia mendekap erat-erat kepalaku di dadanya sehingga aku agak kesulitan untuk bernapas. Setelah puas memainkan dadanya, aku pun kembali turun ke selangkangannya. Pertama-tama aku mainkan bulu-bulu yang mengitari selangkangannya, aku jilatin bibir memeknya dan aku mainkan itilnya. Saat itu, Lani sudah mendesah dan menggeliat-geliat tidak karuan. Aku sudah merasakan memeknya Lani sudah basah lagi dan sepertinya dia akan mencapai klimaksnya kembali, namun dengan segera aku menghentikan kegiatan menjilatku dan berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa Har..?”, tanyanya lemas.&lt;br /&gt;
“Ah, tidak”, jawabku tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian aku membuka selangkangannya dan mengarahkan kontolku ke lubang itu. Mula-mula aku mengusap-usapkan ujung kontolku ke bibir selangkangannya dan pelan-pelan aku masukkan kontolku ke memeknya Lani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aahh.. Har.. ayo..”, desah Lani.&lt;br /&gt;
“Aku masukkin yah sayang..”, kataku.&lt;br /&gt;
“Iyaah.. ohh.. c’mon honey..”&lt;br /&gt;
“Oke..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Zleeb..’ kontolku langsung aku masukkan ke dalam memek Lani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/09/cerita-dewasa-kugoda-istri-temanku-bohai.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Kugoda Istri Temanku Bohai&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
“Aacchh..”, teriak Lani.&lt;br /&gt;
“Gimana sayang..?”, kataku sambil menciumi bibirnya.&lt;br /&gt;
“Harr.. ochh.. yesshh.. teruskann..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian aku mulai menggerakkan kontolku dalam memeknya, aku putar, aku goyang dengan berbagai macam cara, pendek kata aku mencoba untuk memberikan kenikmatan pada Lani dengan kontolku itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harr.. ah.. enak bangett.. uhh..”, desah Lani sambil memandangku&lt;br /&gt;
“Enak yah Lan..?”&lt;br /&gt;
“Iyah.. ohh.. goyang terus.. Har..”,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami melakukannya dengan penuh gairah, kadang aku mengambil posisi di atasnya menindih badannya sambil memegang telapak tangannya di telentangkan kiri kanan, kadang juga dia yang di atas menindih tubuhku dan aku mendekap dia erat-erat sambil meremas-meremas pantatnya dan dia terus bergoyang kadang berirama kadang tidak. Sampai akhirnya kami sama-sama merasakan ada sesuatu yang keluar dari diri kami masing-masing. Perasaan itu benar-benar merupakan sensasi yang luar biasa bagi kami berdua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamipun terbaring lemas di sofa itu, Lani berbaring didekapan dadaku. Pengalaman ini sungguh-sungguh diluar dugaanku sebelumnya ternyata aku telah mengkhianati temanku dengan meniduri istrinya dan mungkin juga pikiran Lani sama denganku bahwa ia sudah mengkhianati suaminya hanya karena selingan belaka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lan, kamu menyesal sudah melakukannya denganku?”, tanyaku padanya.&lt;br /&gt;
“Sedikit sih ada perasaan menyesal, tapi aku tau kok kalau Roni itu sering selingkuh di belakangku”, jawabnya lagi.&lt;br /&gt;
“Jadi aku lakukan ini karena ingin membalasnya saja.” lanjutnya&lt;br /&gt;
“Ohh begitu”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak kusangka sama sekali, Roni yang aku kenal sebagai orang yang baik ternyata sudah menyakiti istrinya beberapa kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hari, kamu jangan marah ya dengan kelakuanku ini”&lt;br /&gt;
“Tentu aja tidak”, jawabku tersenyum.&lt;br /&gt;
“Kalau kamu butuh sesuatu lain hari aku bersedia kok bantu kamu.”&lt;br /&gt;
“Terima kasih ya”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu jugalah yang memisahkan kami hari itu, setelah membersihkan diri kemudian Lani pulang meninggalkanku yang penuh dengan pikiran, apa yang akan aku lakukan? Apakah aku akan terus berhubungan dengan Lani? Apakah aku akan berteman terus dengan Roni? Apakah yang akan terjadi kalau kami ketahuan Roni? Pusing aku memikirkan hal itu, akhirnya aku putuskan untuk menjalani saja semuanya sesuai dengan alurnya nanti, namun yang pasti aku menikmati masa-masa bersama Lani tadi sore.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan akhirnya akupun pergi tidur dengan lelap malam itu memimpikan kejadian yang mungkin akan terjadi hari-hari berikutnya dengan Lani atau dengan siapapun.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/feeds/8668892361140077747/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/09/cerita-dewasa-kugoda-istri-temanku-bohai.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/8668892361140077747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/8668892361140077747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/09/cerita-dewasa-kugoda-istri-temanku-bohai.html' title='Cerita Dewasa Kugoda Istri Temanku Bohai'/><author><name>Karla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15414855962408796804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLAko7KMwIcYULUI_Oi_Pl9ucqo7mS7Dqlq9ygqlDewQOKmXzzRJbWeYHC_LLy8EvLfjmPairZE6m2wAvUtbD_bZBg_uLBaG-szVaIeZeXNZVxC5Q1mcoMagquCrLJEYSAZZdQI5nNpRk/s72-c/Li_Fan_Nude_8.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433305999846514824.post-4265836574285807759</id><published>2018-08-30T17:56:00.000-07:00</published><updated>2018-08-30T17:57:33.982-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="birahi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="bohai"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita 17+"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita 18+"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita becek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita bokep"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita dewasa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita esek-esek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita lendir"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita mesum"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita panas"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita tante"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="gairah muda"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mahmud"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="nafsu birahi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sange"/><title type='text'>Cerita Dewasa Kelonin Bibi di Saat Paman Pergi</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2F75fugfkQuDjmX5fcP_vspXrQElCHuPbxVIrhsc7Zh4_h2r57e_wdVKXNwzoXQxsMs_jImhmuMk-n0c9u-axmwegJXR0Sr2tbKm8683fYsTn_3YeUo_NL5wroJ_PG6lzLb_XU-_uVos/s1600/214194_03big.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Kelonin Bibi di Saat Paman Pergi&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;682&quot; data-original-width=&quot;924&quot; height=&quot;293&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2F75fugfkQuDjmX5fcP_vspXrQElCHuPbxVIrhsc7Zh4_h2r57e_wdVKXNwzoXQxsMs_jImhmuMk-n0c9u-axmwegJXR0Sr2tbKm8683fYsTn_3YeUo_NL5wroJ_PG6lzLb_XU-_uVos/s400/214194_03big.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Kelonin Bibi di Saat Paman Pergi&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;bukuceritadewasaonline&lt;/a&gt; , “Ma…minta susu”&lt;br /&gt;
“Iya bentar!” teriak mamanya dari dalam kamar. Bocah kecil tersebut adalah anak dari mama yang disebut tadi, kita sebut saja namanya Ras. Ras merupakan istri dari abang mama saya, mengerti kan? Jadi saya seharusnya memanggilnya bibi, tapi karena suatu alasan dia kami panggil Mbak dan dia tidak keberatan kok dipanggil begitu. Suaminya saat itu bekerja di luar negeri dan dia ditinggal di rumah mertuanya yaitu nenek saya, suaminya telah lama pergi dan hanya pulang sekali dalam setahun.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Pada saat itu umur saya baru akan menginjak 17 tahun dan sekolah di salah satu perguruan swasta di kota saya dan pada saat itu sekolah kami sedang libur, jadi otomatis di rumah sepi karena semua penghuni rumah sudah keluar entah ke mana. Di rumah kami tinggal bersama nenek dan 5 orang sepupu saya yang tentu saja lebih kecil dari saya semuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-kelonin-bibi-di-saat.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Kelonin Bibi di Saat Paman Pergi&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Jam baru menunjukkan pukul 9.00 pagi, nenek saya sedang pergi ke pasar dan biasanya bila beliau ke pasar tidak pernah sebentar. Kelima sepupu saya sudah keluar dari tadi pagi jadi yang tinggal di rumah cuma saya dan Mbak Ras serta anaknya yang baru berumur 5 tahun. Saya dan Mbak Ras bisa dibilang sangat dekat, karena kami sering berbicara dan bercanda bersama. Jadi di antara kami berdua sangat terbuka. Namun pada saat itu saya tidak berani berbuat macam-macam kepadanya, tapi kalau berpikir macam-macam sih pasti ada, he he he.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ma, buatkan susu dong!” celoteh bocah tadi menagih janjinya tadi.&lt;br /&gt;
“Iya, nih tiap hari minum susu aja. Susu mahal tau!” mamanya menyodorkan sebotol susu kepada anaknya dan diterima anaknya dengan gembira tanda bahwa dia tidak mau mengerti tentang kemahalan susu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang anaknya setiap bangun tidur dan sebelum tidur selalu meminta susu. Kebetulan lagi pada saat itu saya baru selesai sarapan pagi dan timbul keisengan saya untuk bercanda kepada Mbak Ras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya juga minta susu dong Mbak!” kata saya sambil menyodorkan gelas kepadanya.&lt;br /&gt;
“Eh.. loe itu udah gede, itu kan susu buat anak-anak”, balas Mbak Ras.&lt;br /&gt;
“Lho, jadi kalau udah gede gak boleh minum susu?” tanya saya sambil pasang muka tak berdosa.&lt;br /&gt;
“Bukannya nggak boleh, tapi itukan susu buat anak-anak”, tegasnya sekali lagi.&lt;br /&gt;
“Jadi yang buat orang dewasa mana?” tantang saya kepadanya.&lt;br /&gt;
“Ini!” sambil menunjuk kepada buah dadanya yang sepertinya cukup besar dan padat itu.&lt;br /&gt;
Terang saja saya terkejut dan saya pun malu karena dia tidak biasanya bercanda sampai begitu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya saya tahu kalau dia itu sebenarnya sudah sangat haus dengan seks. Bayangkan saja selama hampir setahun tidak berhubungan dengan suaminya, siapa yang tahan dan argumen saya ini juga telah saya buktikan. Kebetulan kamar saya yang berada di lantai 2 tepat di atas kamar mandi, dan lantai 2 hanya berlantaikan papan jadi iseng-iseng saya melubangi papan itu biar bisa mengintip orang mandi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya sering mengintip Mbak Ras mandi dari lubang itu dan saya lihat bahwa Mbak Ras sangat sering merangsang dirinya sendiri di kamar mandi, misalnya dengan memijat-mijat dadanya sendiri dan mengelus-elus kemaluannya sendiri. Jadi dari itu saya mengambil kesimpulan kalau dia sering terangsang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kok bengong? mau minum susu nggak?” ucapnya membuyarkan lamunanku.&lt;br /&gt;
“Apa masih ada? anak Mbak kan udah lima tahun?” jawab saya menetralisir kekagetan saya.&lt;br /&gt;
“Gak tau dech.. kamu coba aja, hehehe… udah dech..” katanya sambil melewati saya menuju kamar mandi kemudian berbisik sekilas kepada saya.&lt;br /&gt;
“Pintu kamar mandi nggak Mbak kunci.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terang saja saya senang sekali, soalnya saya sering baca buku porno dan pernah berkhayal kalau saya melakukan hubungan badan dengan Mbak Ras dan sepertinya sekarang bisa terwujud. Saya membuka pintu kamar mandi perlahan dan saya lihat Mbak Ras sedang membelakangi saya menggantung pakaian yang akan dipakainya. Dengan perlahan juga saya tutup pintu kamar mandi dan menguncinya tanpa suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Kelonin Bibi di Saat Paman Pergi&lt;/a&gt;, Saya melihat Mbak Ras mulai membuka baju tidurnya tanpa membalikkan tubuhnya, sepertinya dia tidak sadar kalau saya sudah berada di dalam. Setelah baju dilepas kemudian tangan saya menuju ke pengait BH-nya bermaksud membantu membuka BH-nya. Dia kaget karena tiba-tiba ada orang di belakangnya namun setelah mengetahui bahwa yang di belakangnya adalah saya dia tersenyum dan membiarkan saya melanjutkan kegiatan saya. Setelah BH-nya terbuka saya kemudian melemparkannya ke tong tempat baju kotor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mbak, susunya boleh saya minum sekarang”, tagih saya kepadanya. Dia hanya mengangguk dan kemudian membalikkan badannya. Terlihatlah olehku dua buah tonjolan di dalamnya yang selama ini belum pernah saya lihat secara langsung, sebelumnya saya hanya mengintip. Kemudian dia menyodorkan dadanya kepada saya dan dengan cepat saya sambar dengan mulut saya, dia hanya mendesis tidak jelas. Lama saya menghisap dan menjilat kedua dadanya membuat dia terus menggelinjang dan menjambak rambut saya, dadanya kanan kiri secara bergantian menjadi korban keganasan lidah saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mbak Ras kemudian secara lembut membuka kaos saya dan tanpa saya sadari kaos saya sudah terlepas, mungkin karena keasyikan meminum susu alam. Sementara tangan saya yang kiri mulai meraba-raba perutnya sedangkan yang kanan mengusap-usap dadanya yang sebelah kanan. Sementara mulut saya dengan menjulurkan lidah keluar mempermainkan puting susu yang sebelah kiri yang membuat Mbak Ras semakin ngos-ngosan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan sebelah kiri saya mulai nakal dengan menyusupkan jari-jarinya ke celana tidurnya yang belum dibuka. Tangan mbak pun tidak mau kalah, dia pun mulai mencari-cari sesuatu di selangkangan saya dan setelah menemukannya dia pijat dengan lembut. Kemaluan saya yang merasakan ada rangsangan dari luar celana semakin meronta minta keluar. Mbak Ras yang sudah berpengalaman itu kemudian membuka resleting celana saya dan kemudian melorotkannya ke bawah dengan menggunakan kakinya karena dia tidak bisa membungkuk sebab dadanya sekarang masih berada dalam kekuasaan saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4jnnruj8awxxBp_ldZhtBQsKkRl5vF0qimG7a_6HPqrlkDNNi8-GgudOAHWKFYg9SUg8GwacJR57D7M2a9P24l4e_8DS7CXgSA2xzfxUShDdxtBsVYJwMbRmcdGPp1QuZlQuVJNK9Cns/s1600/moonhug.com-moonhug.com-882-033-7z7-3600-5400.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Kelonin Bibi di Saat Paman Pergi&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1600&quot; data-original-width=&quot;1095&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4jnnruj8awxxBp_ldZhtBQsKkRl5vF0qimG7a_6HPqrlkDNNi8-GgudOAHWKFYg9SUg8GwacJR57D7M2a9P24l4e_8DS7CXgSA2xzfxUShDdxtBsVYJwMbRmcdGPp1QuZlQuVJNK9Cns/s400/moonhug.com-moonhug.com-882-033-7z7-3600-5400.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Kelonin Bibi di Saat Paman Pergi&quot; width=&quot;271&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah CD saya dibuka, tangannya yang sekarang lebih nakal mulai mengocok perlahan batang kejantanan saya dan itu jelas saja membuat saya terbang tinggi, sebab baru kali ini batang kejantanan saya yang satu ini dipegang oleh tangan seorang wanita yang lembut. Mbak Ras makin menjadi ketika jilatan saya turun ke perutnya dan bermain di sekitar pusarnya dan kemudian dengan sekali tarik celana tidur yang dari tadi menghalangi pemandangan indah saya buka dan sekarang di depan saya berdiri seorang wanita hanya dengan celana dalam krem yang jika diperhatikan lebih seksama bisa dilihat transparan, tapi siapa yang sempat melihat ketransparanannya itu kalau sudah terangsang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jilatan saya turun agak ke bawah menuju ke kemaluannya yang ditumbuhi bulu-bulu yang rapi namun karena sudah basah terlihat acak-acakan. Saya menjilati liang kemaluannya dari luar CD-nya. Itu sengaja saya lakukan agar bisa lebih merangsangnya dan ternyata benar dia tidak sabar dan segera menurunkan CD-nya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya hanya tersenyum memandang ketidaksabarannya itu dan jilatan saya lanjutkan tetapi tetap belum menyentuh lubang kenikmatannya itu yang membuat dia blingsatan dengan menggerakkan pinggulnya ke kiri dan ke kanan yang bertujuan agar jilatan saya berlanjut ke liang kemaluannya. Saya lihat kemaluannya sudah banjir, karena tidak pernah merasakan cairan dari wanita maka jilatan saya pun merambah ke liang kemaluannya. Asin! tapi kok enak yah kata saya dalam hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-kelonin-bibi-di-saat.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Kelonin Bibi di Saat Paman Pergi&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Mbak Ras pun kembali mendesis keenakan, “Ahhh… terus Tango”, ujarnya. Lidah saya pun mulai bermain cepat. Tiba-tiba tubuh Mbak Ras mengejang dan diikuti dengan desahan panjang, “Ahhh… nikmat sekali Tango. Pemanasan kamu sungguh hebat.” Kemudian dia pun duduk di lantai kamar mandi dengan perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;baca juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-kunikmati-istri-tetangga.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Kunikmati Istri Tetangga Yang Impoten&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah puas dengan kemaluannya, saya kembali ke atas dan mencoba untuk melumat bibirnya. Bibir yang dari tadi mendesis tidak karuan itu kemudian melumat bibirku yang baru saja sampai di depannya. Lama kami saling melumat sambil tangan kanan saya memainkan puting susunya dan tangan yang satunya lagi mencari lubang kewanitaannya dan menekan-nekan klitorisnya yang jelas saja membuat lumatan bibirnya semakin menjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangannya pun tidak mau kalah, sambil berpagutan dia mencari kembali batang yang tadi sempat dilepasnya karena kenikmatan yang dia rasakan. Setelah ketemu, kemudian dia mulai menggerak-gerakkan tangannya mengocok kemaluanku yang sudah sangat tegang dan membesar sambil sesekali mengusap bagian kepalanya yang sudah mengeluarkan cairan bening kental.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian secara perlahan-lahan saya mendorong kepalanya ke belakang agar dia rebah ke lantai kamar mandi. Setelah dia rebah, Mbak Ras mendorong dada saya lembut yang membuat saya terduduk dan dia kemudian bangkit kembali. Saya terkejut, saya mengira dia telah sadar dengan siapa dia sedang bermain, namun dengan seketika keterkejutan saya hilang sebab dia kemudian dengan sikap merangkak memegangi kelamin saya dan kemudian dia malah memasukkan kelamin saya ke mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahh… terasa nikmat sekali sebab Mbak Ras sangat pandai memainkan kemaluan saya di dalam mulutnya. Saya bisa merasakan lidahnya bermain dengan lincahnya, saya juga merasakan kepala kemaluan saya dipermainkan dengan lidahnya yang lincah itu. Setelah bermain lama di bawah situ, mulutnya kemudian merambah ke atas menciumi perut, kemudian dada saya dan kemudian kembali ke mulut saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun karena saya tahu dia baru saja melepaskan mulutnya dari kemaluan saya, saya berusaha menghindar dari lumatan bibirnya dan mencoba agar dia tidak tersinggung dengan mencium pipinya dan kemudian telinganya. Tangan saya yang menganggur kemudian saya suruh bekerja lagi dengan mengusap-usap selangkangannya dan terdengar dia berbisik kepada saya, “Masukkan ahhh… sekarang yahhh, Mbak udahhh kepingin… banget.. nih… ahhh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Kelonin Bibi di Saat Paman Pergi&lt;/a&gt;, Saya kemudian mengambil inisiatif dengan mendorong Mbak Ras agar kembali rebah dan dengan perlahan dia menuruti kemauan saya dengan rebahan di lantai kamar mandi. Saya kemudian mengambil segayung air dan menyiramkan ke tubuhnya dan kemudian satu gayung lagi untuk disiramkan ke tubuh saya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kami berdua basah, tangan kanan saya kemudian meremas-remas dadanya sedangkan tangan kiri saya memegang kejantanan saya menuju ke lubang sejuta kenikmatan. Mbak Ras pun sudah siap menerima terjangan saya dengan membuka kedua kakinya agar memudahkan saya memasukinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeipLBuedApn9l7YByo3YsEbdXgUe3ViUpCZRtbzZIjBmugnYi95JXJ3oE-Mi1fUC-xm0o_sQvlf6mL2vxKYNxpfKy8F4zGTlYYXtS1rSafTVyTinDPM0cbdlfuOGaq7jfjdhk3vKpICc/s1600/YcOdObGbEeWeyJZq1Dp6y58K4ECKFu.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Kelonin Bibi di Saat Paman Pergi&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;597&quot; data-original-width=&quot;598&quot; height=&quot;396&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeipLBuedApn9l7YByo3YsEbdXgUe3ViUpCZRtbzZIjBmugnYi95JXJ3oE-Mi1fUC-xm0o_sQvlf6mL2vxKYNxpfKy8F4zGTlYYXtS1rSafTVyTinDPM0cbdlfuOGaq7jfjdhk3vKpICc/s400/YcOdObGbEeWeyJZq1Dp6y58K4ECKFu.png&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Kelonin Bibi di Saat Paman Pergi&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan perlahan tapi pasti saya mencoba untuk memasukkan kepunyaan saya yang dari tadi sudah tegak ke kemaluannya. Namun karena sudah lama dia tidak tersentuh laki-laki, membuat saya agak susah juga untuk menancapkannya. Beberapa kali saya arahkan batang saya, namun agak susah untuk berhasil dan setelah beberapa tusukan, akhirnya kelamin saya masuk dengan sukses ke selangkangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yah, cengkeraman liang kemaluannya sungguh nikmat, karena saat itu liang kemaluannya sangat sempit dan itu sudah membuat saya merem melek dan dengan gerakan pelan saya mulai menaik-turunkan pinggul saya. Saya melihat Mbak Ras mengerang kenikmatan sampai bola matanya hilang dan dia juga meggerak-gerakkan pinggulnya ke kiri dan ke kanan dengan maksud agar semua ruang di liang kemaluannya terjejali dengan kemaluanku yang sudah mulai memompa. Setiap pompaan membuat dia mendesah tidak karuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa menit, dia kemudian memelukku dengan erat dan membalikkan tubuhku dan tubuhnya. Kini dia sudah berada di atasku dan gantian dia yang menaik-turunkan pinggulnya mengejar kenikmatan yang tiada tara. Sementara itu tanganku yang sudah bebas kembali memainkan susunya dan mengusap-usap punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ssaayyaaa… udah ahhh… mau… keeeluar nihhh…” desahnya.&lt;br /&gt;
Mendengar desahannya yang begitu seksi saya semakin terangsang dan saya mulai merasakan ada sesuatu tenaga dalam yang ingin dikeluarkan dan semua sepertinya sudah terkumpul di kejantanan saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya juga udah mau keluar Mbak…!” desis saya mempercepat gerakan pinggul saya dari bawah.&lt;br /&gt;
“Tahann… sebenntaarr…” katanya.&lt;br /&gt;
“Biaaarrr… Mbak kee… luar dulu… ouhh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya pun mengerti untuk tidak mengeluarkannya di dalam, sebab dengan alasan apapun saya tidak mau sperma yang saya keluarkan ini menjadi anak dari rahim bibi saya. Saya berusaha untuk menahan, sesaat kemudian terasa cengkeraman di kelamin saya terasa kuat dan terasa hangat, tubuh Mbak Ras kembali mengejang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau saya tidak mencabut kemaluan saya dengan sedikit mendorong perut Mbak Ras, mungkin saya pun akan mengalami orgasme bersamaan dengan Mbak Ras. Untung saja saya sigap, sesaat kemudian Mbak Ras terkulai lemas di atas tubuh saya menikmati sisa-sisa kenikmatan. Paha saya terasa hangat karena pelumas yang keluar dari liang kemaluan Mbak Ras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya pun memeluknya dan membalikkan tubuhnya karena saya belum terpuaskan saya pun kembali merangsang Mbak Ras dengan jilatan di sekitar selangkangannya. Setelah berkisar 3 – 4 menit Mbak Ras kembali terangsang dan menyuruh saya memasukkan lagi kepunyaan saya ke dalam kemaluannya. Tanpa ba-bi-bu lagi, langsung saya tancapkan ke dalam kemaluannya. Kali ini lebih mudah karena kemaluan kami berdua memang telah licin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memompa beberapa menit, saya kembali merasakan gelombang kenikmatan dan dengan segera saya mencabutnya dan mengocok-ngocoknya dengan tangan sendiri. Namun tidak disangka, Mbak Ras kemudian menangkap kemaluan saya dan menggantikan tangan saya dengan tangannya dan kemudian memasukkan kemaluan saya ke dalam mulutnya. Ahhh… terasa sungguh nikmat, apalagi permainan lidahnya membuat saya tidak bisa bertahan lama dan akhirnya semua saya keluarkan di dalam kuluman mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-kelonin-bibi-di-saat.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Kelonin Bibi di Saat Paman Pergi&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi saya tidak melihat dia melepaskannya, dia seakan tidak mau melepaskan kemaluanku yang sedang muntah dan dia menghisap habis semua muntahannya tanpa sisa. Setelah saya merasakan pelumas dari dalam tubuh saya habis, batang kemaluan saya pun perlahan-lahan kembali mengecil. Melihat hal itu, Mbak Ras kemudian melepaskan batang kemaluan saya dan tersenyum kepada saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian dia berbisik, “Tango, terima kasih yah, Mbak udah lama nggak menikmatinya dari pamanmu, entar lain kali kalau ada kesempatan bisa kan kamu puasin Mbak lagi?” Dengan masih terduduk di lantai saya mengangguk sambil tersenyum nakal kepada Mbak Ras. Kemudian kami pun mandi sama-sama, saling membersihkan diri dan sesekali tangan saya bergerak nakal menyentuh payudaranya yang tadi pentilnya sempat mencuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kejadian pertama itu, kami pun sering melakukannya di hari Minggu atau hari-hari libur dimana keadaan rumah sedang sepi. Kadang di kamar mandi, kadang di kamarnya. Namun setelah beberapa bulan kami melakukannya, dia mendengar bahwa suaminya yang di luar negeri sudah menikah lagi dan dia pun memutuskan untuk kembali ke rumah orang tuanya di Jakarta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan setelah kepergiannya atau lebih tepatnya kepulangannya ke Jakarta saya tidak pernah mendengar kabarnya lagi sampai sekarang.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/feeds/4265836574285807759/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-kelonin-bibi-di-saat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/4265836574285807759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/4265836574285807759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-kelonin-bibi-di-saat.html' title='Cerita Dewasa Kelonin Bibi di Saat Paman Pergi'/><author><name>Karla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15414855962408796804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2F75fugfkQuDjmX5fcP_vspXrQElCHuPbxVIrhsc7Zh4_h2r57e_wdVKXNwzoXQxsMs_jImhmuMk-n0c9u-axmwegJXR0Sr2tbKm8683fYsTn_3YeUo_NL5wroJ_PG6lzLb_XU-_uVos/s72-c/214194_03big.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433305999846514824.post-852913193679303531</id><published>2018-08-25T10:42:00.000-07:00</published><updated>2018-08-25T10:47:06.253-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="bohai"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita 17+"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita becek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita dewasa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita mesum"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita panas"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita selingkuh"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="godaan seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="hasrat seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="horny"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kisah seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="onani"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="oral seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sange"/><title type='text'>Cerita Dewasa Kunikmati Istri Tetangga Yang Impoten</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgp9MZUCfexDZ66SFiAwMliNaEX_ChZkTU7FglE0dFZkcnmLM1VMbQjuxvP8e2vnkdhvvXFrBrZ-gIqFUfOkPl0PsaYV_h2tYIvdMKYr2sAPHj2HvUnGXumOwTooMjJ1kG1_Y_SjYD-BJg/s1600/Asian_Girls_Pics_111114_044.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Kunikmati Istri Tetangga Yang Impoten&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;355&quot; data-original-width=&quot;560&quot; height=&quot;252&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgp9MZUCfexDZ66SFiAwMliNaEX_ChZkTU7FglE0dFZkcnmLM1VMbQjuxvP8e2vnkdhvvXFrBrZ-gIqFUfOkPl0PsaYV_h2tYIvdMKYr2sAPHj2HvUnGXumOwTooMjJ1kG1_Y_SjYD-BJg/s400/Asian_Girls_Pics_111114_044.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Kunikmati Istri Tetangga Yang Impoten&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;bukuceritadewasaonline&lt;/a&gt; - Setelah 10 tahun menjalanì rumah tangga dan telah dìkarunìaì 2 anak, tentunya kadang tìmbul kejenuhan dalam rumah tangga. Untunglah karena kehìdupan kamì yang terbuka, kamì dapat mengatasì rasa jenuh ìtu termasuk dalam urusan sex tentunya.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Awal darì segalanya adalah cerìta darì ìstrìku di saat akan tìdur, yang mengatakan bahwa evì tetangga depan rumah ternyata mempunyaì suamì yang ìmpoten. Aku agak terkejut tìdak menyangka sama sekalì, karna dìlìhat darì postur suamìnya yang tìnggì tegap rasanya tidak mungkìn, memang yang aku tau mereka telah berumah tangga sekìtar lima tahun tapì belum dìkarunìaì seorang anak pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bener pah, tadi evì cerìta sendìrì sama mama” kata ìstrìku seolah menjawab keraguanku,&lt;br /&gt;
“Wah, kasìan banget ya mah, jadì dìa gak bìsa mencapaì kepuasan dong mah?” pancìngku&lt;br /&gt;
“Iya” sahut ìstrìku sìngkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-kunikmati-istri-tetangga.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Kunikmati Istri Tetangga Yang Impoten&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Pìkìran aku kembalì menerawang ke sosok yang dìcerìtakan ìstrìku, tetangga depan rumahku yang menurutku sangat cantìk dan seksì. Aku suka melìhatnya kala pagì dìa sedang berolahraga dì depan rumahku yang tentunya dì depan rumahku juga, kebetulan tempat tìnggalku berada dì cluster yang cukup elìte, sehìngga tìdak ada pagar dìsetìap rumah dan jalanan bìsa dìjadìkan tempat olahraga. Aku perkìrakan tìnggìnya 170an dan berat mungkìn 60an, tìnggì dan berìsì, kadang saat dìa olahraga pagì aku serìng mencurì pandang pahanya yang putìh dan mulus karena hanya mengenakan celana pendek. Pìnggulnya yang besar sungguh kontras dengan pìnggangnya yang rampìng dan yang serìng bìkìn aku pusìng adalah dìa selalu mengenakan kaos tanpa lengan, sehìngga saat dìa mengangkat tangan aku dapat melìhat tonjolan buah dadanya yang kelìatannya begìtu padat bergoyang mengìkutì gerakan tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu hal lagì yang membuat aku betah memandangnya adalah bulu ketìaknya yang lebat, ya lebat sekalì, aku sendìrì tìdak mengertì kenapa dìa tìdak mencukur bulu ketìaknya. Tapì jujur aja aku justru palìng bernafsu saat melìhat bulu ketìaknya yang hìtam, kontras dengan tonjolan buah dadanya yang sangat putìh mulus tapì ya aku hanya bìsa memandang saja karna bagaìmana pun juga dìa adalah tetanggaku dan suamìnya adalah teman aku. Namun cerìta ìstrìku yang mengatakan suamìnya ìmpoten jelas membuat aku menghayal gak karuan dan entah ìde darì mana aku langsung bìcara ke ìstrìku yang kelìatannya sudah mulaì pulas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mah” panggìlku pelan&lt;br /&gt;
“Hemm” ìstrìku hanya menggumam saja&lt;br /&gt;
“Gìmana kalau kìta kerjaìn evì”&lt;br /&gt;
“Hah?” ìstrìku terkejut dan membuka matanya&lt;br /&gt;
“Maksud papa?”&lt;br /&gt;
Aku agak ragu juga menyampaìkannya, tapì karna udah terlanjur juga akhìrnya aku ungkapkan juga ke ìstrìku,&lt;br /&gt;
“Ya, kìta kerjaìn evì, sampaì dìa gak tahan menahan nafsunya”&lt;br /&gt;
“Buat apa? dan gìmana caranya?” uber ìstrìku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu aku uraìkan cara-cara memancìng bìrahì evì, bìsa dengan seolah-olah gak sengaja melìhat, baìk melìhat senjata aku atau saat kami ml, ìstrìku agak terkejut juga. Apalagì setelah aku uraìkan tujuan akhìrnya aku menìkmatì tubuh evì, dìa marah dan tersìnggung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Papa sudah gìla ya, mentang-mentang mama sudah gak menarìk lagì!” ambek ìstrìku.&lt;br /&gt;
Tapì untunglah setelah aku berì penjelasan bahwa aku hanya sekedar fun aja dan aku hanya mengungkapkan saja tanpa bermaksud memaksa mengìyakan rencanaku, ìstrìku mulaì melunak dan akhìrnya kata-kata yang aku tunggu darì mulutnya terucap.&lt;br /&gt;
“Oke deh pah, kayanya sìh seru juga, tapì ìnget jangan sampaì kecantol dan jangan ngurangìn jatah mama” ancam ìstrìku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku seneng banget dengernya, aku langsung cìum kenìng ìstrìku. “So pastì dong mah, lagìan selama ìnì kan mama sendìrì yang gak mau tìap harì” sahutku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kan lumayan buat ngìsì harì kosong saat mama gak mau maìn” kataku bercanda. Istrìku hanya terdìam cemberut manja.. mungkìn juga membenarkan lìbìdoku yang terlalu tìnggì dan lìbìdonya yang cenderung rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keesokan pagìnya, kebetulan harì Sabtu harì lìbur kerja, setelah kompromì dengan ìstrìku, kamì menjalankan rencana satu, pukul 5.30 pagì ìstrìku keluar berolahraga dan tentunya bertemu dengan evì, aku mengìntìp mereka darì jendela atas rumah aku dengan deg-deg&#39;an. Setelah aku melìhat mereka ngobrol serìus aku mulaì menjalankan aksìku, aku yakìn ìstrìku sedang membìcarakan bahwa aku bernafsu tìnggì dan kadang tìdak sanggup melayanì.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sesuaì skenarìo aku harus berjalan dì jendela sehìngga mereka melìhat aku dalam keadaan telanjang dengan senjata tegang, tìdak sulìt buatku karena sedarì tadì melìhat evì berolahraga saja senjataku sudah menegang kaku. Aku buka celana pendekku hìngga telanjang, senjataku berdìrì menunjuk langìt-langit lalu aku berjalan melewatì jendela sambìl menyampìrkan handuk dì pundakku seolah-olah mau mandì. Aku yakìn mereka melìhat dengan jelas karena suasana pagì yang belum begìtu terang kontras dengan keadaan kamarku yang terang benderang, tapì untuk memastìkannya aku balìk kembalì berpura-pura ada yang tertìnggal dan lewat sekalì lagì.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesampaì dìkamar mandì, aku segera menyìram kepalaku yang panas akìbat bìrahìku yang naìk, hemm segarnya, ternyata sìraman aìr dìngìn dapat menetralkan otakku yang panas. Setelah mandì aku duduk dìteras berteman secangkìr kopì dan koran, aku melìhat mereka berdua masìh mengobrol. Aku mengangguk ke evì yang kebetulan melìhat aku sebagai pertanda menyapa, aku melìhat rona merah dìwajahnya, entah apa yang dìbìcarakan ìstrìku saat ìtu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Kunikmati Istri Tetangga Yang Impoten&lt;/a&gt;, Masìh dengan peluh bercucuran, ìstrìku yang masìh kelìatan seksì juga memberìkan jarì jempolnya ke aku yang sedang asìk baca koran, pastì pertanda bagus pìkìrku. Aku segera menyusul ìstrìku dan menanyakannya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gìmana mah?” kejarku, istrìku cuma mesem aja,&lt;br /&gt;
”Kok jadì papa yang nafsu sìh” candanya, aku setengah malu juga. Akhìrnya ìstrìku cerìta juga, katanya wajah Evì kelìatan horny saat dengar bahwa nafsu aku berlebìhan, apalagì pas melìhat aku lewat dengan senjata tegang dì jendela, roman mukanya berubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertìnya Evì sangat bernafsu pah” kata ìstrìku.&lt;br /&gt;
“Malah dìa bìlang mama beruntung punya suamì kaya papa, tìdak sepertì dìa yang cuma dìpuaskan oleh jarì-jari suamìnya aja”&lt;br /&gt;
“Oh” aku cuma mengangguk setelah tahu begìtu,&lt;br /&gt;
“Trus, selanjutnya gìmana mah? ” pancìng aku&lt;br /&gt;
“Yah terserah papa aja, kan papa yang punya rencana” aku terdìam dengan serìbu khayalan ìndah.&lt;br /&gt;
“Ok deh, kìta mìkìr dulu ya mah”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku kembalì melanjutkan membaca koran yang sempat tertunda, baru saja duduk aku melìhat suamì Evì berangkat kerja dengan mobìlnya dan sempat menyapaku,&lt;br /&gt;
“Pak, lagì santaì nìh, yuk berangkat dulu Pak” sapanya akrab. Aku menjawab sapaannya dengan tersenyum dan lambaìan tangan “pucuk dìcìnta ulam tìba” pìkìrku, ìnì adalah kesempatan besar. Evì dì rumah sendìrì, tapì gìmana caranya? aku memutar otak. Konsentrasìku tìdak pada koran tapì mencarì cara untuk memancìng gaìrah Evì dan menyetubuhìnya tapì gìmana? gìmana? gìmana?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedang asìknya mìkìr, tau-tau orang yang aku khayalìn ada dì depan mataku,&lt;br /&gt;
“Wah, lagì nyantaì nìh pak, Mbak Yenì ada pak?” sapanya sambìl menyebut nama ìstrìku.&lt;br /&gt;
“Eh Mbak Evì, ada dì dalam mbak, masuk aja” jawabku setengah gugup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Evì melangkah memasukì rumahku, aku cuma memperhatìkan pantatnya yang bahenol bergoyang seolah memanggìlku untuk meremasnya. Aku kembalì hanyut dengan pìkìranku, tapì keberadaan Evì dì rumahku jelas membuat aku segera beranjak darì teras dan masuk ke rumah juga. Aku ìngìn melìhat mereka, ternyata mereka sedang asìk ngobrol dì ruang tamu, obrolan mereka mendadak terhentì setelah aku masuk,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hayo, pagì-pagi sudah ngegosìp! pastì lagì ngobrolìn yang seru-seru nìh” candaku, mereka berdua hanya tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku segera masuk ke kamar dan merebahkan tubuhku, aku menatap langìt-langit kamar dan akhìrnya mataku tertuju pada jendela kamar yang hordengnya terbuka. Tentunya mereka bìsa melìhat aku pìkìrku, karena dì kamar posìsìnya lebìh terang darì dìruang tamu, pastinya mereka bìsa melìhat aku, meskìpun aku tìdak bìsa melìhat mereka mengobrol?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reflek aku bangkìt darì tempat tìdur dan menggeser sofa kesudut yang aku perkìrakan mereka dapat melìhat, lalu aku lepas celana pendekku dan mulaì mengocok senjataku. Ehmm sungguh nìkmat, aku bayangkan Evì sedang melìhatku ngocok dan sedang horny, senjataku langsung kaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapì tìba-tiba saja pìntu kamarku terbuka, ìstrìku masuk dan langsung menutup kembalì pìntu kamar,&lt;br /&gt;
“Pa, apa-apaan sìh pagì-pagi udah ngocok, darì ruang tamu kan kelìhatan” semprot ìstrìku&lt;br /&gt;
“Hah?, masa ìya?” tanyaku pura-pura bego.&lt;br /&gt;
“Evì sampaì malu dan pulang tuh” cerocosnya lagì, aku hanya terdìam. Mendengar evì pulang mendadak gaìrahku jadì drop, aku kenakan kembalì celanaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampaì sìang aku sama sekalì belum menemukan cara untuk memancìngnya, sampaì ìstrìku pergì mau arìsan aku cuma rebahan dì kamar memìkìrkan cara untuk menìkmatì tubuh evì,&lt;br /&gt;
”Pastì lagì mìkìrìn Evì nìh, bengong terus, awas ya bertìndak sendìrì tanpa mama” ancam ìstrìku. “mama mau arìsan dulu sebentar” lanjutnya, aku cuma mengangguk aja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibyEv3JBcveQlNIXQcPa6-I6JPo-we_sawIIoERK_kXyPO92lvJwHZZrR9Rb7zpAiJvfP5k2NhWd4PrPjvUGygNxQfIMsZdOCpn3YrbjdhZRewv4whDlNMMZczl7XSaR4deBgGvyzvgNQ/s1600/Sayoko_Ohashi_270413_015.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Kunikmati Istri Tetangga Yang Impoten&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;767&quot; data-original-width=&quot;560&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibyEv3JBcveQlNIXQcPa6-I6JPo-we_sawIIoERK_kXyPO92lvJwHZZrR9Rb7zpAiJvfP5k2NhWd4PrPjvUGygNxQfIMsZdOCpn3YrbjdhZRewv4whDlNMMZczl7XSaR4deBgGvyzvgNQ/s400/Sayoko_Ohashi_270413_015.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Kunikmati Istri Tetangga Yang Impoten&quot; width=&quot;291&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Lima menìt setelah ìstrìku pergì, aku terbangun karna dì depan rumah terdengar suara gaduh, aku keluar dan melìhat anakku yang lakì bersama teman-temannya ada dì teras rumah Evì dengan wajah ketakutan. Aku segera menghampìrìnya dan ternyata bola yang dìmaìnkan anakku dan teman-temannya mengenaì lampu taman rumah Evì hìngga pecah, aku segera mìnta maaf ke Evì dan berjanjì akan menggantìnya, anakku dan teman-temannya kusuruh bermaìn dì lapangan yang agak jauh darì rumah,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mbak evì, aku pamìt dulu ya, mau belì lampu buat gantììn” pamìtku.&lt;br /&gt;
“Eh gak usah pak, bìar aja, namanya juga anak-anak, lagìan aku ada lampu bekasnya yang darì developer dì gudang, kalau gak keberatan nantì tolong dìpasang yang bekasnya aja” katanya.&lt;br /&gt;
Aku lìhat memang lampu yang pecah sudah bukan standar dari developer, tapì otakku jadi panas melìhat cara bìcaranya dengan senyumnya dan membuat aku horny sendìrì.&lt;br /&gt;
“Kalau gìtu mbak tolong ambìl lampunya, nantì aku pasang” kataku&lt;br /&gt;
“Wah aku gak sampe pak, tolong ambìlìn dìdalam” senyumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-kunikmati-istri-tetangga.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Kunikmati Istri Tetangga Yang Impoten&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Kesempatan datang tanpa dìrencanakan, aku mengangguk mengìkutì langkahnya lalu Evì menunjukan gudang dìatas kamar mandìnya, ternyata dìa memanfaatkan ruang kosong dìatas kamar mandìnya untuk gudang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wah tìnggì mbak, aku gak sampe, mbak ada tangga?” tanyaku.&lt;br /&gt;
“Gak ada pak, kalau pake bangku sampe gak” tanyanya.&lt;br /&gt;
“Coba aja” kataku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Evì berjalan ke dapur mengambìl bangku, lambaìan pìnggulnya yang bulat seolah memanggìlku untuk segera menìkmatìnya. Meskìpun tertutup rapat, namun aku bìsa membayangkan kenìkmatan dì dalam dasternya. Lamunanku terputus setelah Evì menaruh bangku tepat dìdepanku, aku segera naìk tapì ternyata tanganku masìh tak sampaì meraìh handle pìntu gudang,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gak sampe mba” kataku. Aku lìhat evì agak kebìngungan,&lt;br /&gt;
“Dulu naruhnya gìmana mbak? ” tanyaku lagi.&lt;br /&gt;
“Dulu kan ada tukang yang naruh, mereka punya tangga”&lt;br /&gt;
“Kalau gìtu aku pìnjem tangga dulu ya mba sama tetangga”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;baca juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-bu-lurah-ngembat-perjaka.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Bu Lurah Ngembat Perjaka&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku segera keluar mencarì pìnjaman tangga tapì aku sudah merencanakan hal gìla, setelah dapat pìnjaman tangga alumìnìum, aku ke rumah dulu, aku lepaskan celana dalamku, hìngga aku hanya mengenakan celana pendek berbahan kaos, aku kembalì ke rumah Evì dengan membawa tangga,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhìrnya aku berhasìl mengambìl lampunya dan langsung memasangnya, tapì ternyata dudukan lampunya berbeda, lampu yang lama lebìh besar. Aku kembalì ke dalam rumah dan mencarì dudukan lampu yang lamanya tapi sudah aku acak-acak semua tetapì tìdak ketemu juga, aku turun dan memanggìl evì namun aku sama sekalì tak melìhatnya atau sahutannya saat kupanggìl,&lt;br /&gt;
“Pastì ada dìkamar” pìkìrku.&lt;br /&gt;
“Wah bìsa gagal rencanaku memancìngnya jìka Evì dìkamar terus” aku segera menuju kamarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun sebelum mengetuknya nìat ìsengku tìmbul, aku coba mengìntìp darì lubang kuncì dan ternyata…. aku dapat pemandangan bagus. Aku lìhat Evì sedang telanjang bulat dì atas tempat tìdurnya, jarì-jarinya meremas buah dadanya sendìrì, sedangkan tangan yang satunya menggesek-gesek klìtorìsnya. Aku gemetar menahan nafsu, senjataku langsung membesar dan mengeras, andaì saja tangan aku yang meremas buah dadanya… Sedang asìk-asiknya mengkhayal tìba-tiba Evì beranjak darì tempat tìdurnya dan mengenakan pakaìan kembalì, mungkìn dìa ìnget ada tamu. Aku segera larì dan pura-pura mencarì ke gudang, senjataku yang masìh tegang aku bìarkan menonjol jelas dì celana pendekku yang tanpa cd.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Loh, nyarì apalagì pak?” aku lìhat muka Evì memerah, ìa pastì melìhat tonjolan besar dì celanaku.&lt;br /&gt;
“Inì mbak, dudukannya laìn dengan lampu yang pecah” aku turun darì tangga dan menunjukkan kepadanya, aku pura-pura tìdak tahu keadaan celanaku, Evì tampak sedìkìt resah saat bìcara.&lt;br /&gt;
“Jadì gìmana ya pak? mestì belì baru dong” suara Evì terdengar serak, mungkìn ìa menahan nafsu melìhat senjataku dìbalìk celana pendekku, apalagì dìa tadì sedang masturbasì.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pura-pura berfìkìr, padahal dalam hatì aku bersorak karena sudah 60% Evì aku kuasaì tapì bener sìh aku lagì mìkìr, mìkìr gìmana cara supaya masuk dalam kamarnya dan menìkmatì tubuhnya yang begìtu sempurna??&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kayanya dulu ada pak, coba aku yang carì” suara Evì mengagetkan lamunanku, lalu ìa menaìkì tangga dan sepertìnya evì sengaja memancìngku. Aku dìbawah jelas melìhat paha gempalnya yang putìh mulus tak bercela dan ternyata Evì sama sekalì tìdak mengenakan celana dalam tapì sepertìnya evì cuek aja. Semakìn lama Evi dìatas aku semakìn tak tahan, senjataku sudah basah oleh pelumas pertanda sìap melaksanakan tugasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa menìt mencarì dan tìdak ada juga, Evì turun darì tangga tapì naas buat dìa ( Atau malah sengaja : ìa tergelìncìr darì anak tangga pertama, tìdak tìnggì tapì lumayan membuatnya hìlang keseìmbangan ). Aku reflek menangkap tubuhnya dan memeluknya darì belakang, hemmm sungguh nìkmat sekalì. Meskìpun masìh terhalang celana dalam ku dan dasternya tapì senjataku dapat merasakan kenyalnya pantat Evì dan aku yakìn Evì pun merasakan denyutan hangat dìpantatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Makasìh pak” Evì tersìpu malu dan aku pun berkata maaf berbarengan dengan ucapan makasìhnya.&lt;br /&gt;
“Gak papa kok, tapì kok tadì sepertì ada yang ngeganjel dìpantatku ya”?” sepertìnya Evì mulaì beranì, aku pun membalasnya dengan gurauan,&lt;br /&gt;
“Oh ìtu pertanda senjata sìap melaksanakan tugas” balasku.&lt;br /&gt;
“Tugas apa nìh?” Evì semakìn terpancìng. Aku pun sudah lupa janjì dengsn ìstrìku yang ga boleh bertìndak tanpa sepengetahuannya, aku sudah dìkuasaì nafsu,&lt;br /&gt;
“Tugas ìnì mbak!” kataku langsung merangkulnya dalam pelukanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Kunikmati Istri Tetangga Yang Impoten&lt;/a&gt;, Aku langsung melumat bìbìrnya dengan nafsu ternyata Evì pun dengan buas melumat bìbìrku juga, mungkìn ìa pun menunggu keberanìanku. Cìuman kamì panas membara, lìdah kamì salìng melìlìt sepertì ular. Tangan Evì langsung meremas senjataku, mungkìn baru ìnì dìa melìhat senjata yang tegang sehìngga Evì begìtu lìar meremasnya, aku balas meremas buah dadanya yang begìtu kenyal. Meskìpun darì luar ahlì bìsa pastììn bahwa Evì tìdak mengenakan bra, putìngnya langsung mencuat, aku pìlìn pelan putìngnya, tanganku yang satu meremas bongkahan pantatnya yang mulus, cumbuan kamì semakìn panas bergelora tapì tìba-tiba,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebentar mas!” Evì berlarì ke depan ternyata ìa menguncì pìntu depan, aku cuma melongo dìpanggìl dengan mas yang menunjukan keakraban,&lt;br /&gt;
“Sìnì mas!” ìa memanggìlku masuk kekamarnya. Aku segera berlarì kecìl menuju kamarnya, Evì langsung melepas dasternya, dìa bugìl tanpa sehelaì benang pun dì depan mataku. Sungguh keìndahan yang benar-benar luar bìasa, aku terpana sejenak melìhat putìh mulusnya badan Evì. Bulu kemaluannya yang lebat menghìtam kontras dengan kulìtnya yang bersìh, lekuk pìnggangnya sungguh ìndah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapì hanya sekejab saja aku terpana, aku langsung melepas kaos dan celana pendekku, senjataku yang darì tadì mengeras menunjuk keatas tapì ternyata aku kalah buas dengan Evì. Dìa langsung berjongkok dì depanku yang masìh berdìrì dan melumat senjataku dengan rakusnya, lìdahnya yang lembut terasa hangat menggelìtìk penìsku. Mataku terpejam menìkmatì cumbuannya, sungguh benar-benar lìar, mungkìn karna Evì selama ìnì tìdak pernah melìhat senjata yang kaku dan keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiMFROSwt3xoOmCbSKLSrHvjnKurRR94a6z7TnrGTN0G_mGhBiqRd9ds4ZOilUaLu3wVMtUkc1LWYjMppuuE6fZxqUfvK-KFhhXo2rwysNZy6ELCpilPbC5-u0OVoKcMLkuJ50LNP7RD_I/s1600/Asian_Girls_Pics_201114_030.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Kunikmati Istri Tetangga Yang Impoten&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;800&quot; data-original-width=&quot;533&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiMFROSwt3xoOmCbSKLSrHvjnKurRR94a6z7TnrGTN0G_mGhBiqRd9ds4ZOilUaLu3wVMtUkc1LWYjMppuuE6fZxqUfvK-KFhhXo2rwysNZy6ELCpilPbC5-u0OVoKcMLkuJ50LNP7RD_I/s400/Asian_Girls_Pics_201114_030.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Kunikmati Istri Tetangga Yang Impoten&quot; width=&quot;266&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Kadang ìa mengocoknya dengan cepat, alìran kenìkmatan menjalarì seluruh tubuhku, aku segera menarìknya keatas lalu mencìum bìbìrnya. Nafasnya yang terasa wangì memompa semangatku untuk terus melumat bìbìrnya, aku dorong tubuhnya yang aduhaì ke ranjangnya. Aku mulaì mengeluarkan jurusku, lìdahku kìnì menjalarì lehernya yang jenjang dan putìh, tanganku aktìf meremas-remas buah dadanya lembut, putìngnya yang masìh kecìl dan agak memerah aku pìlìn-pilin. Kìnì darì mataku hanya berjarak sekìan cuma ke bulu ketìaknya yang begìtu lebat, aku hìrup aromanya yang khas, sungguh wangì. Lìdahku mulaì menjalar ke ketìak dan melìngkarì buah dadanya yang benar-benar kenyal,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan saat lìdahku yang hangat melumat putìngnya Evì semakìn mendesah tak karuan, rambutku habìs dìjambaknya, kepalaku terus dìtekan ke buah dadanya. Aku semakìn semangat, tìdak ada sejengkal tubuh evì yang luput darì sapuan lìdahku, bahkan pìnggul pantat dan pahanya juga, apalagì saat lìdahku sampaì dì kemaluannya yang berbulu lebat, setelah bersusah payah memìnggìrkan bulunya yang lebat, lìdahku sampaì juga ke klìtorìsnya. Kemaluannya sudah basah, aku lumat klìtorisnya dengan lembut, Evì semakìn hanyut, tangannya meremas sprei pertanda menahan nìkmat yang aku berìkan. Lìdahku kìnì masuk ke dalam lubang kemaluannya, aku semakìn asìk dengan aroma kewanìtaan Evì yang begìtu wangì dan menambah bìrahìku,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapì sedang asìk-asiknya aku mencumbu vagìnanya, Evì tìba-tiba bangun dan langsung mendorongku terlentang lalu dengan sekalì sentakan pantatnya yang bulat dan mulus langsung berada dìatas perutku. Tangannya langsung menuntun senjataku lalu perlahan pantatnya turun, kepala kemaluanku mulaì menyeruak masuk kedalam kemaluannya yang basah. Namun meskìpun basah aku merasakan jepìtan kemaluannya sangat ketat, mungkìn karna selama ìnì hanya jarì saja yang masuk kedalam vagìnanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sentì demì sentì senjataku memasukì vagìnanya berbarengan dengan pantat Evì yang turun, sampaì akhìrnya aku merasakan seluruh batang senjataku tertanam dalam vagìnanya. Sungguh pengalaman ìndah, aku merasakan nìkmat yang luar bìasa dengan ketatnya vagìnanya meremas otot-otot senjataku. Evì terdìam sejenak menìkmatì penuhnya senjataku dalam kemaluannya tapì tak lama, pantatnya yang bahenol dan mulus mulaì bergoyang, kadang ke depan ke belakang, kadang keatas ke bawah, peluh sudah bercucuran dì tubuh kamì. Tanganku tìdak tìnggal dìam memberìkan rangsangan pada dua buah dadanya yang besar dan goyangan pìnggul Evì semakìn lama semakìn cepat dan tak&lt;br /&gt;
beraturan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senjataku sepertì dìurut dengan lembut, aku mencoba menahan ejakulasìku sekuat mungkìn dan tak lama berselang, aku merasakan denyutan-denyutan vagìna Evì dì batang senjataku semakìn menguat dan akhìrnya Evì berterìak keras melepas orgasmenya, gìgìnya menancap keras dìbahuku… Evì orgasme, aku merasakan hangat dì batang senjataku, akhìrnya tubuhnya yang sìntal terlungkup dìatas tubuhku, senjataku masìh terbenam dìdalam kemaluannya, aku bìarkan dìa sejenak menìkmatì sìsa-sisa orgasmenya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa menìt aku berbìsìk dìtelìnganya,&lt;br /&gt;
“Mba, langsung lanjut ya? aku tanggung nìh” Evì tersenyum dan bangkìt darì atas tubuhku, ìa duduk dìpìnggìr ranjang,&lt;br /&gt;
“Makasìh ya mas, baru kalì ìnì aku mengalamì orgasme yang luar bìasa” ìa kembalì melumat bìbìrku. Aku yang masìh terlentang menerìma cumbuan Evì yang semakìn lìar, benar-benar lìar. Seluruh tubuhku dìjìlatì dengan rakusnya, bahkan lìdahnya yang nakal menyedot dan menjìlat putìngku, sungguh nìkmat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alìran darahku sepertì mengalìr dengan cepat, akhìrnya aku ambìl kendalì dengan &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-kunikmati-istri-tetangga.html&quot;&gt;gaya konvensìonal&lt;/a&gt; aku kembalì memasukkan senjataku dalam kemaluannya, sudah agak mudah tapì tetap masìh ketat menjepìt senjataku. Pantatku bergerak turun naìk, sambìl lìdahku mengìsap buah dadanya bergantìan, aku lìat wajah Evì yang cantìk memerah pertanda bìrahìnya kembalì naìk. Aku atur tempo permaìnan, aku ìngìn sebìsa mungkìn memberìkan kepuasan lebìh kepadanya. Entah sudah berapa gaya yang aku lakukan dan entah sudah berapa kalì Evì orgasme, aku tidak menghìtungnya. Aku hanya ìnget terakhìr aku pake &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;gaya doggy&lt;/a&gt; yang benar-benar luar bìasa, pantatnya yang besar memberìkan sensasì tersendìrì saat aku menggerakkan senjataku keluar masuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-kunikmati-istri-tetangga.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Kunikmati Istri Tetangga Yang Impoten&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Dan memang aku benar-benar tak sanggup lagì menahan spermaku saat doggy, aku pacu sekencang mungkìn, pantat Evì yang kenyal bergoyang seìrama dengan hentakanku. Tapì aku masìh ìngat satu kesadaran,&lt;br /&gt;
“Mbak dìluar atau dìdalam?” tanyaku parau terbawa nafsu sambìl terus memompa senjataku. Evì pun menjawab dengan serak akìbat nafsunya,&lt;br /&gt;
”Dìdalam aja mas, aku lagì gak subur”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan tak perlu waktu lama, selang beberapa detìk setelah Evì menjawab aku hentakan keras senjataku dalam vagìnanya, seluruh tubuhku meregang kaku. Alìran kenìkmatan menuju penìsku dan memuntahkan laharnya dalam vagìna Evì, ada sekìtar sepuluh kedutan nìkmat aku tumpahkan kedalam vagìnanya sementara Evì aku lìhat menggìgìt sprei dìhadapannya, mungkìn ìa pun mengalamì orgasme yang kesekìan kalìnya.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/feeds/852913193679303531/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-kunikmati-istri-tetangga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/852913193679303531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/852913193679303531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-kunikmati-istri-tetangga.html' title='Cerita Dewasa Kunikmati Istri Tetangga Yang Impoten'/><author><name>Karla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15414855962408796804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgp9MZUCfexDZ66SFiAwMliNaEX_ChZkTU7FglE0dFZkcnmLM1VMbQjuxvP8e2vnkdhvvXFrBrZ-gIqFUfOkPl0PsaYV_h2tYIvdMKYr2sAPHj2HvUnGXumOwTooMjJ1kG1_Y_SjYD-BJg/s72-c/Asian_Girls_Pics_111114_044.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433305999846514824.post-3344357488440051386</id><published>2018-08-21T22:48:00.000-07:00</published><updated>2018-08-21T22:50:53.765-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita becek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita bokep"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita dewasa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita lendir"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita mesum"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita tante"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="gairah muda"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="hasrat seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kisah seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="merem melek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="nafsu birahi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="perjaka"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tante"/><title type='text'>Cerita Dewasa Bu Lurah Ngembat Perjaka</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijEN4Y13Uj4FiweB5Zd6UkGeTH5K0ohyLX6RZh05GMrMY0lGSRFHKJB9tNfpnF9fwH8D1RpqzX8dWx1NE92dR7KMVfW6dwzjzQQ36iohYVpf4UbsZIgMfM7AmACybdPFK_lDKkr3aIssc/s1600/Li_Fan_Nude_6.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Bu Lurah Ngembat Perjaka&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;422&quot; data-original-width=&quot;800&quot; height=&quot;210&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijEN4Y13Uj4FiweB5Zd6UkGeTH5K0ohyLX6RZh05GMrMY0lGSRFHKJB9tNfpnF9fwH8D1RpqzX8dWx1NE92dR7KMVfW6dwzjzQQ36iohYVpf4UbsZIgMfM7AmACybdPFK_lDKkr3aIssc/s400/Li_Fan_Nude_6.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Bu Lurah Ngembat Perjaka&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;bukuceritadewasaonline&lt;/a&gt; - Jangan sebut namaku Iwan kalau ngga bisa mendapatkan wanita.. heheheheheee maaf bukannya aku sombong tapi semua juga tau kalo ada tips dan trik untuk menggaet wanita di ranjang.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Umurku 20 Thn, tinggi badan 175, wajah kata emak sih ganteng banget. Bapakku juragan hasil bumi, pengepul besar hasil pertanian sedangkan emak mengelola toko di pasar. Karena bapak dan emak super sibuk maka terciptalah anak yang super alim dan ganteng. Iwan si anak juragan Darman, begitulah orang-orang menyebutku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-bu-lurah-ngembat-perjaka.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Bu Lurah Ngembat Perjaka&lt;/a&gt;, Selepas subuh bapak dan emak sudah ke pasar, tinggal aku sama dik Yanti anaknya mbok karti pembantu di rumah kami. Dari sinilah awal kenakalanku di mulai. Aku dan Yanti tumbuh bersama sekolah juga bersama, biaya sekolah semua dari bapak, mbok karti yang janda sudah tak mampu membiayai Yanti sekolah. Tapi sebagai gantinya sepulang sekolah Yanti wajib membantu si mboknya mengurusi kebutuhan kami sekeluarga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun gadis desa tapi kecantikan Yanti sangat mempesona, wajah dan tubuhnya warisan si mboknya ayu dan montok.. Sebenarya aku naksir Yanti, bapak tahu dan merestui tapi emak masih berwatak kolot.. Menginginkan anak mantu yang sederajat masih di berlakukan hukum bobot bibit bebet. Si mbok dan Yanti tak luput dari ancaman emak untuk jaga jarak denganku, namaku bukan Iwan kalo tidak nakal..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiap pagi aku selalu di bangunkan si mbok,&lt;br /&gt;
&quot;Mas Iwan, bangun dah siang.. sarapannya dah siap.. Ayo Mas bangun. nanti mbok di marahi bos e.. ( bos e sebutan buat emak )&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Huhh lagi males mbok.. ini kan hari minggu ntar sejam lagi bangunin yahhhh, Huoooaaaaammmm&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Eee.. mas Iwan ndak boleh gitu, sampean anak tunggal penerus keluarga. Jangan malas-malasan begitu&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku yang semalam begadang sampai larut dan kemasukan air surganya orang desa (arak) alhasil masih keok walaupun dah jam sembilan pagi. Tubuhku di goyang-goyang sama si mbok,&lt;br /&gt;
&quot;Ayo mas bangun&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Iya mbokkkkkk.. aaaahhhhhmmmmmm..&quot; Aku menguap dan membuka mata. Deeegggggg perasanku ndak karu-karuan, panas dingin baru kali ini seumur hidupku melihat si mbok hanya memakai kutang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku hanya bisa melongo dengan junior yang mengeras..&lt;br /&gt;
&quot;Ayo mas turun, dah di masakin air hangat sama Yanti.. gih buruan mandi..&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Bentar mbok.. masih ada pemandangan bagus nih.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Ee..ee dasar bocah nakal!! matanya jelalatan, tak bilangin bos e lho ya&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Jangan dong mbokkk.. pleaseeeeee&quot; Aku merayu dengan wajah pura-pura memelas&lt;br /&gt;
&quot;Ya udah buruan mandi keburu air nya dingin&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Mau nya di mandiin si mbok&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Apa masih kurang toh mas, dari kecil sampe sebelum sunat di mandiin si mbok.?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Hehehehehe sekarang beda mbok.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Justru sekarang mas Iwan ndak boleh mandi sama si mbok, si mbok takut kalo mas Iwan jadi nakal&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Aahh si mbokk.. aku kan gak nakal&quot; Aku terus merayunya dengan sedikit memaksa si mbok untuk memandikanku.. tapi gatot alias gagal total.&lt;br /&gt;
Sambil berlalu dari kamarku si mbok berbisik,&lt;br /&gt;
&quot;Mandinya sama Yanti aja ya mas, si mbok malu dah tua&quot; Aku melongo untuk kedua kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan langkah yang sangat malas aku berjalan ke kamar mandi belakang. Aku lebih suka mandi di kamar mandi belakang karena dari kecil terbiasa mandi di sana di mandikan oleh si mbok berdua dengan Yanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aaaahhhhhhhhmmmmmmmmmmmm.. Sialll masih ngantuk banget..&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Mas Iwan, mau mandi sama Yanti?&quot; tiba-tiba Yanti berkata. Karena masih ragu-ragu tak kupedulikan ajakan si Yanti. Begitu masuk ke kamar mandi otak kotorku bekerja dengan cepat,&lt;br /&gt;
&quot;Yan, kalo mau mandi masuk aja.. pintunya ngga di kunci&quot; kataku&lt;br /&gt;
&quot;Ya mas&quot; jawab Yanti&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak lama kemudian kreekk.. eehhhhh.. aku terkejut ternyata Yanti tidak main-main. Aku malu dan gugup, tubuhku panas dingin melihat Yanti melucuti pakaiannya. Terkesan lama banget untuk sekedar melepas babydoll, kulitnya langsat bersih, kencang dan.. Aduh toketnya montok, belahannya tercetak jelas dengan hiasan kalung liontin emas hadiah dari emak. Pas mantap seksi sekali, puting toketnya merah jambu, kecil sekali. Karena nafsu yang teramat besar aku nekat mendekapnya dari belakang dan menciumi pipinya. Toketnya terasa empuk dan kenyal di tanganku, aku meremasnya dengan kuat,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Duuhhhh Mas sakiiittt.. pelan-pelan maaasssssss&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Hhhhhhhhhhhh maaf Yan, aku mencintaimu&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Iya Mas..Yanti tahu, Yanti juga cinta sama Mas&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tatap matanya seolah meyakinkan cintaku kepadanya, mata Yanti lalu terpejam. Bibir tipisnya terbuka mengundangku untuk menciumnya, &quot;Hhhhmmmmmfffff&quot; Inilah ciuman pertamaku terkesan kaku. Bahagia sekali rasanya, perasaanku melambung tinggi ke atas awan..&lt;br /&gt;
&quot;Oooohhhhhhhhhhhhhhsssssss.. maaaassssss..&quot; desah Yanti. Tangan Yanti memegang penisku rasanya hangat geli-geli nikmat..&lt;br /&gt;
&quot;Massss.. hanya ini yang bisa Yanti berikan sebagai bukti Yanti cinta sama Mas.&quot; Sambil berciuman, perlahan penisku di kocok-kocok Yanti, membuat ku terasa dipermainkan nafsu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa nikmat di penisku membuat naluriku bekerja sendiri tanganku meremas-remas toket Yanti menciumi bibir tipisnya.. pipinya.. lehernya, kedua toketnya.. Karena tak tahan dengan nikmat di ujung penisku, aku langsung melumat dan menyedot puting toket Yanti..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Oooohhhhsssssss..&quot; nafasku menderu-deru, kupeluk Yanti kuciumi wajahnya dan kukatakan sayang padanya.. Acara mandi bersama pagi itu sangat berkesan bagi kami, saling bercanda saling meraba dan saling memuaskan diri. Ya walau pun sebatas itu tapi sangat membuatku bahagia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Udah yuk mas.. nanti si mbok marah-marah kalo Yanti gak membantu di dapur..&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Ayo deh, aku juga dah kedinginan nih..&quot; Begitu selesai berganti pakaian ku buka pintu kamar mandi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Bu Lurah Ngembat Perjaka&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Jleggg.. si mbok berdiri di depan kami dengan wajah memerah. Aku ngga tahu apakah marah atau bagaimana..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;YANTIII. masuk kamar !&quot; Air muka si mbok memerah.. Aku takut kalau dilaporkan sama bapak ato emak, takut menjadi aib keluarga. Kami takut dan serba salah, aku hanya menunduk tanpa bisa berkata apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si mbok pun berlalu mengejar Yanti yang sedang menangis. Samar-samar terdengar suara si mbok yang menasehati Yanti.. Aku makin serba salah, aku merenung di kamar sendirian mencari jawaban atas sikap si mbok. Di satu sisi si mbok seolah mengijinkan aku mandi dengan Yanti, satu sisi yang lain memarahi apa yang telah terjadi diantara aku dan Yanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7ABF-oO3UZaR0OVU7p4U1WlTjDVApyH8wKQ5jZAMjylw7eIuNI5LD6z3BAiHm_kR1mHD1dG1LC4tVOMqRF-KETWiPurKwzTpUQoPhR6r4Zb23ZWDy3LGepzHbz4Y7Bl4fa7OqrbGttSM/s1600/Hot_Asian_Girls_010413_005.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Bu Lurah Ngembat Perjaka&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;592&quot; data-original-width=&quot;536&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7ABF-oO3UZaR0OVU7p4U1WlTjDVApyH8wKQ5jZAMjylw7eIuNI5LD6z3BAiHm_kR1mHD1dG1LC4tVOMqRF-KETWiPurKwzTpUQoPhR6r4Zb23ZWDy3LGepzHbz4Y7Bl4fa7OqrbGttSM/s400/Hot_Asian_Girls_010413_005.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Bu Lurah Ngembat Perjaka&quot; width=&quot;361&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Bingung sekali..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Apa ya maunya si mbok tadi ? Aaaahhhh lebih baik aku main air di sungai ujung sana, siapa tahu bisa nembak burung atau ikan gabus.&quot;Pusing kepala ini mikir..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan semangat juang 45 .semangat yang tak mau ambil pusing, mau ada masalah, mau lapor ke bapak, mau di usir, ahhhh bodo amat. Pokoknya Iwan itu wajib di sini senang di sana senang&lt;br /&gt;
Wakakakakakakakakkakak..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil bersiul ku panggul senapan angin merk sharp, senapan angin murahan sih.. tapi lumayan ok. Satu desa cuman aku tok yang punya model beginian, ada teropong nya. 30 menit berlalu tanpa terlihat satu ekor burung pun, sudah jauh aku berjalan di pinggir sungai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aaaahhhhh hari ini sial banget.. ngga ada target yang bisa di tembak.. Anjriitttt. Mana udara panas lagi.. uuufffff sapa suruh siang-siang gini cari burung. Aku terus melangkah menuju sungai yang paling dalam, berharap banyak ikan gabus besar-besar, kalo nongol tinggal dorr kepalanya. Tapi ternyata nasib sial masih setia menemaniku. Akhirnya kuputuskan berenang di sungai sendirian, mandi untuk yang kedua kalinya..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Uuhhhh segarnyaa sungai ini jernih bersih dan segar airnya. Nunggu ibu-ibu mandi ato pulang ya kok jadi horny gini, membayangkan ibu-ibu mandi aja dah tegang. Uuuuffff pulang aja dah. Tak terasa terdengar suara adzan ashar karena hari mulai sore maka aku bergegas untuk pulang melewati jalan pintas, menerobos jalan setapak yang di penuhi alang-alang menuju kebun bu lurah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-bu-lurah-ngembat-perjaka.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Bu Lurah Ngembat Perjaka&lt;/a&gt;, Berharap nanti ketemu Yuyun anaknya bu lurah, Yuyun gadis desa yang diam-diam selalu melirik genit padaku. hhmmmmm akan ku manfaatkan jika SI PENIS PANJANG nya pas.. alias situasi kondisi toleransi pandangan serta jangkauan nya pas hehehehehehehehe.. Sambil cengar cengir, aku melangkah terus ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Byuuurrrrrrr!! adduuuhhh.. siaalllll!! siapa yang buang air comberan. Ya ampun kok sial terus begini.&lt;br /&gt;
Baunya seperti air rendaman cucian,busuk sekali.. Hoeeeggggg.. hoooeeeeeggg. Seketika itu aku muntah-muntah di tempat itu juga karena tadi pas berfikir mesum aku senyum-senyum dan tertawa sendiri, lalu bbbyyyuuuuurrrr ada air yang masuk ke mulut..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;baca juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-ayah-tiri-selingkuh.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Ayah Tiri Selingkuh Dengan Anak Tiri&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Siapa di situ? maaf ngga sengaja..&quot; Bu lurah keluar dengan terburu buru..&lt;br /&gt;
&quot;Ooo nak Iwan toh.. kenapa nak Iwan ada di dekat sumur saya tadi, ngintip ya?&quot; tanya bu lurah&lt;br /&gt;
&quot;Maap bu lurah, sumpah saya ndak ngintip tadi saya melamun.. ee tau-tau ada di sini..&quot; sergahku&lt;br /&gt;
&quot;Wooo ada perjaka melamun toh.. Ya udah mandi sana di dalam, nanti bajumu tak cucikan.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena tak tahan dengan bau yang menyengat aku melangkah ke bilik mandi bu lurah. Ku lepaskan kaosku dan celanaku,&lt;br /&gt;
&quot;Maaf bu, nitip kaos sama celana&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Iya taruh situ aja Wan.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung mandi dan tak berfikir apapun, berharap dengan mandi ketiga ini sialku juga luntur terbawa air.&lt;br /&gt;
&quot;Wan handuknya di gantungan, itu pakai saja.. baru di cuci kok.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Iya bu makasih.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu aku mengambil handuk, ada sesuatu yang jatuh dan tersangkut di tanganku.. BH.. Uuffff kok gede sekali, punya siapa ya? Apa bu lurah susunya sebesar kelapa..? Tak terasa penisku sudah tegang, hanya memegang bh saja.&lt;br /&gt;
&quot;Gilaaaaa benar ini, masak ku perkosa saja bu lurah?&quot; pikirku. Mumpung sepi, mumpung ada kesempatan dan mumpung bu lurah juga janda. Aku nekat mengintip bu lurah mencuci kaosku duduknya mengangkang terlihat pahanya besar gempal. Wahhhh pasti besar pula bokongnya..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wahhhh dasternya njeplak terkena air, lho putingnya kok kelihatan gitu.. alamak besarnya susu bu lurahku ini. Sambil mengintip bu lurah.. tanganku tak kuasa untuk tidak mengocok penisku.&lt;br /&gt;
&quot;Oooohhhhhhhhhssssss.. mmmmmmmm&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Nak Iwan mana celana dalamnya, masak gak pakai celana dalam&quot; tiba-tiba bu lurah memanggil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ddeeegggg kaget sekali aku,&lt;br /&gt;
&quot;Aa..aanu bu, aku.. ndak pernah pakai&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Lho kok ngga pakai celana dalam kenapa?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Anu bu, biar tambah besarrr..&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Coba sini ibu lihat dah seberapa besar..&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa sungkan bu lurah mendekati pintu kamar mandi dan langsung membukanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Astaga penismu gede sekali Wan, ibu pegang ya&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Aadddduuuuhhhhhhh bbbbuuuuu.. Ennnnaakkkkkkk kocokkkk bu..&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6mSiMZXveOMywcKV9Ahgvk7bo7CEwnaLa24ZzPEO8L50C78fR6fRwJKVVLR8IH27v_6xWEgHpyx6YxlE68VMzFMKCucP2uo8s00JcQjzgSDlhKYJhP3WeHqgXPO2KQb8By-ABmblXMhQ/s1600/Li_Meng_Tian_42.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Bu Lurah Ngembat Perjaka&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;753&quot; data-original-width=&quot;501&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6mSiMZXveOMywcKV9Ahgvk7bo7CEwnaLa24ZzPEO8L50C78fR6fRwJKVVLR8IH27v_6xWEgHpyx6YxlE68VMzFMKCucP2uo8s00JcQjzgSDlhKYJhP3WeHqgXPO2KQb8By-ABmblXMhQ/s400/Li_Meng_Tian_42.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Bu Lurah Ngembat Perjaka&quot; width=&quot;265&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Penisku bukan di kocok tapi di urut.. dari pangkal terus ke ujung, nikmat tapi sakit. Teruss begitu sampai merah kehitaman, darah seperti terkumpul di penisku dan wow terlihat keras.. besar.&lt;br /&gt;
&quot;Hhaahhhhhhhhffffsssssssss, Nikkkmaaatttttt.. nnnikkkmaaaattttttt bbbbbuuuuuuuu..&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Bu Lurah Ngembat Perjaka&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Bu lurah jongkok dan menjilati penisku, ku jambak rambutnya ku paksa menelan utuh batang penisku. Rasa nikmat yang tak tertahankan membuat tanganku bernaluri liar mencari sasaran empuk.&lt;br /&gt;
Toket bu lurah montok sekali.. mantap di tangan, ku remas-remas kiri kanan, kadang ku pilin-pilin putingnya..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;ooohhhh massssss.. kulum toketku massss.&quot; Dengan tergesa-gesa di buka dasternya, alamak besar sekali toketnya perutnya juga sudah besar untuk ukuran wanita 40 tahun. Dengan rakus kujilati puting bu lurah, sambil tanganku meremas-remas toket yang lainnya. Bu lurah mendesah keenakan, tangannya tak berhenti mengocok penisku..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian tangan bu lurah menuntun tanganku menuju selakangannya, menuju memeknya. Terasa besar dan empuk. Tapi loh kok halus licin, ngga ada bulunya. Karena penasaran ku lihat ke bawah terasa panas dingin gemetar badanku memegang memek lurahku ini, kemudian bu lurah mengangkat satu kakinya di bak mandi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Di ciummmm ddi ssiiiniiiii mmassss.. ddii jiiillaaatttttthhsssssss&quot; Kepalaku di paksa di selakangan bu lurah. mmmpphhhhhhh.. Terpaksa kujilati dan aku pun sangat menyukainya.&lt;br /&gt;
&quot;Mmmmpphhhhhhhhh.. niikkkmaaattttttt.. yyyyaaa pppaassss diiii sssiituuu massssss seeedddooottttt, Oooohhhhhh akkkkuuu nnyaaaammmppeeekkkk mmassss.. ssssshhhssssss&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ngga tahu senikmat apa yang di rasakan bu lurah, kakinya bergetar lalu jatuh di lantai. Dengan nafas yang masih tersenggal-senggal seperti habis lari maraton.. Wajahnya tampak ayu ke ibuan, lalu ku dekatkan penisku ke wajahnya..&lt;br /&gt;
&quot;Mmmpphhhhhh nikkkmaattt bbbuuuu.. Aaaahhhhh ooohhhhhhh ahhhhssss&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Sini masss ibu kasih yangg lebih nikmaatttt&quot;&lt;br /&gt;
Bu lurah berdiri membelakangiku dengan berrtumpu pada bak mandi tangan bu lurah memegang penisku dan mengarahkan pada memeknya. Terasa sangat basah licin dan sempit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ooohhhhhhhhhhh.. peellann masss. Dorong pelan-pelannn, sakiiiitttsss.. penismu bessaarrrrrrrrrr..&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Bleessssseeeesssddddhhhheeeeeeeggggggg&quot; Secara naluriah ku gerakkan penisku maju mundur, kadang cepat kadang lambat sambil tanganku meremas-remas toket bu lurah yang bergoyang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Oooohhhhhhh. mmmppphhhhhh. ooohhhhhhh nyaammmpeeeeeeee.. llllaaaagggiiii mmmaaassssss.&quot;&lt;br /&gt;
Penisku terasa di jepit dan diurut memek bu lurah, sangat nikmat luar biasa. Ku diamkan penisku beberapa saat menunggu nafas bu lurah kembali normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bleeeeessssssss.. Aku kocok penisku di dalam memek bu lurah dengan cepat. Aku ingin secepatnya meraih nikmatku..&lt;br /&gt;
&quot;Ooohhhhhh Ooohhhhhh Ooohhhhhh ..bbbuuu..meemmeekkkmuuu. niiikkmmaaattttt.. Ooohhhhhh aaakkuuu nggaaaaa kkkuaaat. Bbbuuuukkkkkkkk..&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Ccccrrrrruuuuuuttttttttt.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Hhhashas hhsahhshshs.&quot; Ku peluk bu lurah ku ciumi wajah dan bibirnya.&lt;br /&gt;
&quot;Makasih bu.. Nikmat sseekkaalllii&quot; kataku&lt;br /&gt;
&quot;Sama-sama masss.. aku juga.. 3 kali keluar, dapat perjaka ganteng pula..&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingin rasanya aku di dalam kamar mandi itu bersama bu lurah tapi sayup-sayup adzan magrib berkumandang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Bu aku pulang dulu&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Mas Iwan pakai bajunya anto saja, tuh di gantungan&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Iya bu.nitip baju yang tadi ya ?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Okeee.. asal mas Iwan harus bayar.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Kalo uang aku ngga punya bu, bayar pake penis saja ya bu ?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Hhuuuusssss ya udah cepetan kita keluar sebelum mak darni melihat kita di sini..&quot;&lt;br /&gt;
Krreeeettttt.&lt;br /&gt;
&quot;Aaah.. aman Mas Iwan cepet keluar.&quot; Aku pun celingak celingukan, aman batinku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-bu-lurah-ngembat-perjaka.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Bu Lurah Ngembat Perjaka&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian aku peluk lagi bu lurah aku mencium toketnya sekali lagi ngga nahan lihat montoknya. Karena asik dengan buah dada bu lurah aku tidak menyadari kalo ada orang yang mengintip dari dalam dapur. Tapi sekilas terlihat sandal kuning darni.&lt;br /&gt;
&quot;Aahhhh si darni.. Sialan mak darni&quot; batinku. Bu lurah tak kuberitahu.. aku takut jadi masalah besar pada janda tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun beranjak pulang lewat samping rumah bu lurah. Di tengah jalan aku ketemu Mak Darni dan berpapasan, Mak Darni berbisik,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Mas Iwan.. aku tahu apa yang terjadi di sumur tadi.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Terus kenapa mak&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Kalo mas Iwan gak bisa menutup mulut saya.. ya maaf kejadian ini akan sampai pada pak Darman berikut seluruh desa..&quot; ancam Mak Darni&lt;br /&gt;
&quot;Hhhaahhh.. apa maunya mak darni?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Saya ini janda.. miskin pula. Nah mas Iwan pikirkan caranya menutup mulut saya..!&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Aduh kacau ini&quot; batinku</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/feeds/3344357488440051386/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-bu-lurah-ngembat-perjaka.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/3344357488440051386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/3344357488440051386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-bu-lurah-ngembat-perjaka.html' title='Cerita Dewasa Bu Lurah Ngembat Perjaka'/><author><name>Karla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15414855962408796804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijEN4Y13Uj4FiweB5Zd6UkGeTH5K0ohyLX6RZh05GMrMY0lGSRFHKJB9tNfpnF9fwH8D1RpqzX8dWx1NE92dR7KMVfW6dwzjzQQ36iohYVpf4UbsZIgMfM7AmACybdPFK_lDKkr3aIssc/s72-c/Li_Fan_Nude_6.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433305999846514824.post-1823471604889067868</id><published>2018-08-12T05:33:00.000-07:00</published><updated>2018-08-12T05:36:46.663-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="adegan panas"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="bokep indonesia"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita 17+"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita 18+"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita abg"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita dewasa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita esek-esek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita lendir"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cewe bispak"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="gairah sex"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="hasrat seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="nafsu birahi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="oral seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sange"/><title type='text'>Cerita Dewasa Ayah Tiri Selingkuh Dengan Anak Tiri</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZQEyrnSf4f1qfK5P_sigLHEdt7hyphenhyphenMxbVuSIdPpwObmJSYz2TxoxfHbyA3j4gyJmeLV_6gd00O2oY8IHqa4f60YHMIkNYHr_GLOeacnqb-PzSvdFmPA_zGMYTrdxCy8JZmHnUzio-5piA/s1600/gettyimages-625489292.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Ayah Tiri Selingkuh Dengan Anak Tiri&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;900&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;225&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZQEyrnSf4f1qfK5P_sigLHEdt7hyphenhyphenMxbVuSIdPpwObmJSYz2TxoxfHbyA3j4gyJmeLV_6gd00O2oY8IHqa4f60YHMIkNYHr_GLOeacnqb-PzSvdFmPA_zGMYTrdxCy8JZmHnUzio-5piA/s400/gettyimages-625489292.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Ayah Tiri Selingkuh Dengan Anak Tiri&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;bukuceritadewasaonline&lt;/a&gt; - Setelah hidup menduda selama hampir 3 tahun, akhirnya aku mendapatkan istri kembali dan aku sangat bersyukur karena mendapatkan istri yang sangat cantik, putih mulus dan yang paling penting meski umurnya sudah kepala 4 namun dalam kehidupan seks dia sangat hebat. Kami berdua tinggal di sebuah apartemen di sekitar Jakarta Barat.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Ukurannya cukup lumayan sekitar 98 m3, dengan 3 kamar tidur dengan kamar mandi di dalam, serta living room yang cukup luas. Kami berdua memutuskan tinggal di apartemen karena memang kami hanya hidup berdua saja, 2 anakku dari perkawinan sebelumnya sudah berkeluarga semua, sedangkan 2 putri istriku dari perkawinan sebelumnya tinggal bersama ayahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kadang kedua putri istriku itu mampir dan menginap di apartemen kami, jadi memang 2 kamar yang tersisa kami peruntukkan untuk mereka atau tamu yang datang menginap. Putri sulung istriku sudah berkeluarga, jadi dia jarang menginap di apartemen kami. Jadi putri bungsu istriku lah yang sering menginap. Usianya 20 tahun, cantik dengan rambut di cat pirang, mulus dan sexy sekali. Nama putri bungsu istriku itu, Adelia dan kami sering panggil dengan sebutan Adel saja. Kedua putri istriku itu sampai sekarang masih memanggilku dengan sebutan om, bagiku itu tidak masalah sama sekali, meski aku sebenarnya ayah tiri mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti sudah kujelaskan di atas, &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-ayah-tiri-selingkuh.html&quot;&gt;kehidupan seks&lt;/a&gt; kami berdua masih sangat hot, kami seringkali melakukan hubungan seks ditiap sudut di apartemen kami, apabila aku sedang menonton Tv di sofa, tiba-tiba istriku akan jongkok dan menjilati kontolku, bahkan sampai lubang pantat pun tidak akan lepas dari jilatannya. Jika sedang tidak ada yang berkunjung ke apartemen kami, kami sering tidak memakai pakaian, hanya memakai pakaian dalam saja, bahkan istriku jarang memakai BH, jadi hanya bercelana dalam saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akupun juga sering mengganggu dia, jika dia sedang memasak di dapur, aku langsung menurunkan CDnya dan kujilati, kuemut memeknya yang tanpa bulu (istriku rajin waxing) dan klitorisnya yang bau khas wanita. Kedua toketnya pun ku remas, putingnya yang masih bewarna pink kupilin, kujilat dan kuhisap bak anak bayi yang menyusu pada ibunya, Jika sudah begini acara memasak pun jadi batal. Dia langsung meminta pindah tempat biasanya ke sofa. Kami melakukan gaya 69, kami saling jilat saling emut, sampai lubang pantat. Itu bisa kami lakukan selama 30 menit dan setelah itu, ngentot pun kami dimulai. Istriku paling suka posisi doggy style, karena posisi ini kontolku yang besar dan panjang, akan masuk semua sampai membentur dinding terdalam memeknya, jika sudah begitu, erangan nikmat dari mulut istriku akan keluar dengan keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Istriku, Tata namanya, jika sedang ngentot atau kujilati memeknya, pasti dia akan mengerang nikmat yang keras dan itu makin menambah gairah seks kami. Meski kadang-kadang aku khawatir juga teriakan nikmat kami terdengar oleh tetangga sebelah kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kisah ini mengenai putri tiriku Adelia, maka kupersingkat saja kisah seksku bersama istriku. Aku akan langsung menceritakan kejadian yang tidak terduga antara diriku dengan Adelia. Jika Adel berkunjung ke apartemen dan menginap, dia selalu berbusana seksi sekali, hanya mengenakan hot pants jeansnya yang khas anak muda, yang nyaris memperlihatkan bokongnya, montok dan terlihat kenyal, serta mengenakan kaos singlet ketat dan tipis, sehingga punggungnya yang putih mulus itu membuat pria mana pun akan ngiler abis bila melihatnya. Meski begitu, Adelia tetap memakai BH, sehingga putingnya hanya samar terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kejadian tidak terduga antara aku dan Adelia terjadi kira-kira 2 bulan yang lalu. Hari itu adalah hari Sabtu dimana aku tidak pergi ke kantor. Sebetulnya aku diajak istriku dan mertuaku pergi mengunjungi adik istriku yang tinggal di daerah Bogor. Namun karena AC kamar kami rusak dan perlu di service, maka putuskan untuk tidak ikut dan menunggui tukang service ac. Jadi hanya istri dan mertuaku saja yang pergi ke Bogor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-ayah-tiri-selingkuh.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Ayah Tiri Selingkuh Dengan Anak Tiri&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Singkat cerita, kurang lebih hampir 2 jam aku menunggui tukang service AC sampai selesai dan setelah itu aku mengisi waktu luangku untuk menonton film dvd yang jumat sore kemarin aku beli di point square. Setelah mandi dengan hanya memakai CD, aku duduk santai di sofa sambil menonton. Sedang asyik-asyiknya menonton tiba-tiba hpku berdering, ku lihat ternyata istriku yang menelpon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Halo Mah… ada apa Mah… ” sahutku,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pah maaf kayaknya aku pulangnya agak malem deh, karena Tia (nama adik istriku) ngajak kita jalan ke Bandung dulu mau shopping” kata istriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Week end gini mau ke Bandung?… apa gak macet jalannya Mah?” tanyaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yaaah mau gimana lagi, abisnya Tia maksa sih” jawab istriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya udah kalau gitu, ati-ati dijalan ya, salam buat Tia” pesanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke Pah, makasih ya” timpanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku meneruskan nonton film lagi, film yang aku tonton mengisahkan tentang suka duka kehidupan gladiator di jaman Roma kuno. Jadi di film ini penuh dengan adegan ngentot tanpa sensor, penuh dengan wanita-wanita tanpa busana, pokoknya membuat aku jadi horny. Sambil menonton mengelus-elus batang kontolku yang mulai mengeras, sayang sekali istriku gak ada ya jadinya aku cuma bisa nahan nafsuku ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin karena capek ditambah habis mandi, mataku gak bisa diajak kompak dan aku pun tertidur di sofa. Tidak tahu berapa lama aku tertidur, ketika perlahan aku membuka mata aku kaget bukan main ternyata Adel sudah di depan TV dan menonton film yang sedang aku tonton tadi. Seketika aku langsung menutup mataku kembali, aku bingung harus bagaimana, apalagi aku cuma memakai CD aja dan aku juga baru sadar kalau kepala kontolku agak tersembul (masih ngaceng rupanya). Dalam hatiku bertanya, “Kapan anak ini masuk, rupanya aku lupa mengunci pintu apartemen”. Aku masih bingung bagaimana caranya aku bangun dan memulai percakapan mengingat aku hanya memakai CD dengan kondisi ngaceng pula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya aku putuskan untuk bersandiwara seolah-olah baru bangun dan tak mengetahui keberadaan Adel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Waaaahhh…” aku menguap, aku berlagak merenggangkan badan seolah baru bangun tidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lho Adel…kapan kamu masuk, maaf ya om ketiduran jadi gak tau,” kataku sambil berlagak mengucek mata. Dan mengatur nafasku agar terlihat biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lumayan om, udah sejam an om. Om Tio lupa kunci pintu, jadi Adel bisa masuk deh…” kata Adel sambil melirik ke arah ku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tadinya mau aku bangunin, tapi gak jadi, kayaknya nyenyak banget, ya udah Adel diemin aja om” sahut Adel sambil tersenyum manis. “Iiihh anak ini kok makin cantik dan bikin nafsu aja” kataku dalam hati. Dan tidak sadar aku pukul kepalaku sendiri, “Heh jangan mikir macem-macem” batinku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa om? pusing ya?” katanya terheran-heran melihatku memukul kepalaku sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh nggak kok, om lupa aja ternyata cuma pakai CD aja dan ada kamu, bentar ya om pakai celana dan baju dulu” sahutku sambil berdiri dan mau beranjak dari sofa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Santai aja om, Adel gak papa kok” jawab Adel yang sangat mengejutkanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adel juga sering lihat kok, kalau om dan mama sering bercumbu cuma pakai daleman aja, jadi santai aja om, kan Adel anak om juga…” katanya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Waduh tau dari mana nih anak…” kataku dalam hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“O ya Del, Mamamu pergi ke tante Tia dengan Oma” kataku memberitahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgD8tXTBFCvDlnjekJiJfTyHs5BTCGqHKTLUGHX1XQF5raOuUe-c-3PFhQq67VFoW5anC0kVVvYYaHhz4f42TRkN30WLfPcxgQz-PMpOzmNZnPOo7ZKwBxPE5UWnDsGp7ceR0PVcgYrvvc/s1600/Asian_Babes_020414_024.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Ayah Tiri Selingkuh Dengan Anak Tiri&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;756&quot; data-original-width=&quot;560&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgD8tXTBFCvDlnjekJiJfTyHs5BTCGqHKTLUGHX1XQF5raOuUe-c-3PFhQq67VFoW5anC0kVVvYYaHhz4f42TRkN30WLfPcxgQz-PMpOzmNZnPOo7ZKwBxPE5UWnDsGp7ceR0PVcgYrvvc/s400/Asian_Babes_020414_024.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Ayah Tiri Selingkuh Dengan Anak Tiri&quot; width=&quot;296&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
“Adel tau kok om, tadi sebelum kesini Adel telpon mama dulu dan mama bilang ada om di apartemen, makanya Adel kesini” sahut Adel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekilas aku melihat waktu Adel ngomong, kulihat matanya sambil melirik ke arah kontolku, untuk menghilangkan ke grogianku aku langsung berdiri dan beranjak menuju ke dapur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Om mau bikin kopi, Adel mau dibikinin apa?” kataku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gak usah om, tadi Adel habis minum wine yang ada di meja dapur, gak papa kan om Adel minum winenya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya gak papa donk, kalau mau lagi om masih punya tuh ada di lemari dapur buka aja kalau kamu mau” jawabku sambil sibuk mengaduk kopi lumayan lama aku mengaduknya untuk menghilangkan rasa grogiku tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lama banget om bikin kopinya?” tanya Adel curiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar itu aku segera balik ke sofa lagi dan ketika aku baru duduk di sofa tiba-tiba Adel beranjak dari sofa di sisi kanan Tv, ke arah sofa yang menghadap TV dan duduk di sebelah aku. “Waduh makin kisruh nih jadinya aku” batinku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nonton dari samping gak enak om, Adel duduk disini gak papa kan om?” katanya. Aku tidak menjawab hanya mengangguk saja, grogi abissss.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Ayah Tiri Selingkuh Dengan Anak Tiri&lt;/a&gt;, Adegan di film sudah tak menarik lagi bagiku tapi mataku pura-pura menikmati setiap adegannya. Pikiranku sudah melayang gak karuan, bingung mesti ngapain, mana kontolku masih ngaceng aja. Ditambah duduk disamping gadis seksi yang cantik dan putih mulus, menambah keras batang kontolku. Apalagi saat itu Adel cuma memakai hot pants dan singlet tipis, yang membuatku jadi bernafsu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berusaha membuang pikiran nakalku, bagaimana pun Adel adalah anakku juga sekarang meski cuma anak tiri. Gak boleh terjadi apa-apa, demikian pikiranku coba membuang pikiran nakalku. Sesekali aku melirik ke arah Adel, tentunya tanpa sepengetahuan Adel. Sesekali Adel memijat-mijat betisnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;baca juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-istriku-kubagi-ke-temanku.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Istriku Kubagi ke Temanku&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa dengan betismu Del?” tanyaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Agak pegel nih om, kemarin lift kampus rusak jadi terpaksa naik turun menggunakan tangga darurat” jawab Adel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ooooh…” jawabku singkat dan tak menunjukan reaksi apapun, Tapi lagi-lagi Adel mengagetkanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Om capek ga?” tanya Adel sambil menoleh kearahku dengan posisi wajah dekat dengan wajahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gak tuh… kan abis tidur” jawabku tanpa menoleh, khawtir ketahuan grogiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau Adel minta tolong untuk mijit betis Adel mau gak?” tanya yang membuatku kaget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gak papa Del, sini om pijit” jawabku sekenanya karena sudah gak tahu harus bicara gimana lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan tanpa nasa basi lagi Adel langsung mengambil posisi tengkurap dengan kakinya ditumpangkan di pahaku. Betisnya yang putih mulus sekarang berada persis di atas kontolku yang sudah mengaceng dengan sempurna, jadi ketahuan Adel deh kondisi kontolku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan aku mulai menyentuh betisnya, mulai memijat. Benar-benar mulus betis ini. Mataku juga melirik ke arah paha dan bokongnya yang menyembul, duhhh gak tahan melihatnya. Karena sudah tidak konsen lagi, pijatan aku jadi berubah menjadi elusan, aku benar-benar terbius dengan kemulusan betis Adel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Om kok pijatannya berubah jadi elusan sih” kata Adel manja. Kaget aku mendengar perkataannya, segera aku kembali memijat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Paha sekalian ya om” pinta Adel. Aku semakin gugup, aku harus memijat paha mulusnya. Ku pijat perlahan kadang sambil ku elus, bahkan tanpa disuruh bokongnya yang indah itu juga kupijat dari luar celananya dan kutekan perlahan secara bergantian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Waah… enak sekali pijatan om” kata Adelia yang mulai terangsang dengan pijatan dan elusanku di paha dan di bokongnya. Seperti memberi sinyal, aku pun semakin berani dengan memasukkan jari tanganku disela-sela hotpantsnya, sekarang benar-benar menyentuh kulit bokongnya dan sesekali jari-jariku menyentuh lubang anusnya. Setiap kali ku sentuh Adelia bergelinjang dan ada kedutan kecil disekitar bokongnya, aku tahu sekarang Adelia sudah terangsang berat. Aku makin tidak perduli lagi dan sudah tidak malu-malu untuk menyentuh mengelus paha dan bokongnya, lubang anusnya kuusap dengan kedua jari telunjuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqVBo_9dP1kh2AUmrsGVOesiVpDmY3MfWCsCqDqZ65CyDxgpoCzQ82I7-s8Vx3f-XrCJhJj2TgJcu9-XUjnslRN7GsW3uBZb11Pjqr2kqFr_wuSC61HRrGfI-u3-4Lr7uLwWx0Yo84sVM/s1600/Huang_Ke_131114_015.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Ayah Tiri Selingkuh Dengan Anak Tiri&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;773&quot; data-original-width=&quot;533&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqVBo_9dP1kh2AUmrsGVOesiVpDmY3MfWCsCqDqZ65CyDxgpoCzQ82I7-s8Vx3f-XrCJhJj2TgJcu9-XUjnslRN7GsW3uBZb11Pjqr2kqFr_wuSC61HRrGfI-u3-4Lr7uLwWx0Yo84sVM/s400/Huang_Ke_131114_015.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Ayah Tiri Selingkuh Dengan Anak Tiri&quot; width=&quot;275&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
“Aaahhh… om geli om… enak om… terus om…” erangnya manja. Aku makin bersemangat, pikiranku hanya satu, ingin menjilat dan mengemut seluruh tubuh anak tiriku ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Ayah Tiri Selingkuh Dengan Anak Tiri&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Posisi Adel saat ini masih tengkurap. Tanpa ragu lagi aku memasukkan tanganku ke depan dan membuka kancing celana hotpantsnya, Adel diam saja, sambil terus mendesah. Lalu kuteruskan dengan menurunkan hotpantsnya. Adel tetap diam saja dengan perlakuanku. Lampu hijau benar-benar sudah menyala kataku dalam hati, aku senang sekali siang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini Adel sudah tidak memakai apa-apa lagi disekitar pangkal pahanya, terpampang paha dan bokong yang mulus di depanku dan siap dinikmati. Kuturunkan betisnya dari pahaku, aku beranjak ke sisi samping Adel dan berjongkok. Karena sudah tidak tahan, aku langsung menciumi paha Adel, kujilati, sambil tanganku memijat perlahan kedua bokongnya. Terus kujilati pahanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ssstthhh… aahhh… enak banget om…” desahnya. Jilatanku berpindah ke arah kedua bokongnya. Kujilat bokong indah ini, kugigit lembut dan kubuka bongkahan bokongnya, terpampang lubang anus yang indah, segera kujilati lubang tersebut. Sadar atau tidak, dia sekarang sedikit menungging, dengan posisi ini aku jadi bisa melihat memek Adel. Indah sekali, tanpa ditumbuhi bulu. Warnanya agak kemerahan, dengan segera aku jilati memek yang indah ini. Kuemut bibir memeknya yang masih perawan, bibir memek Adel tidak menggelambir, masih merekat erat, benar keruntuhan rejeki. Kujilati dan kukulum bibir memek Adel, pelan-pelan dengan jariku kubuka sedikit memeknya, lidahku mulai menjilati didinding memek Adel, kucari klitorisnya, kuemut dan kujilati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh Adel bergelinjang ke kiri dan ke kanan,&lt;br /&gt;
“Aaahhh..oommm…enak om terus omm…” desah Adel. Dari gerak tubuhnya yang semakin liar, aku tahu bahwa sedikit lagi Adel akan mencapai orgasmenya, aku makin semangat mengemut dan mengulum klitorisnya, kumasukkan lidahku ke dalam memeknya yang sudah basah bahkan sampai menetes. Kutelan habis cairan yang keluar dari lubang memeknya, terus kujilati kuemut, bahkan kusedot kuat klitorisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aaauuuhhh…aaahhhh….” teriak Adel dengan tubuh mengejang, Adel telah mencapai orgasmenya yang pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh Adel lalu melemas kemudian mendadak dia membalikkan tubuhnya sehingga posisinya menjadi terlentang, aku berdiri dan duduk di samping sofa. Kupandang tubuh dan wajah yang indah ini, mulus, putih tanpa noda, tanpa gundukan lemak, kencang sekali, tubuh khas wanita muda. Adel masih terpejam menikmati orgasme yang baru saja dia raih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak tahan melihat wajahnya yang cantik dan bibirnya yang indah, aku langsung menciumnya, kujilati seluruh wajahnya, lehernya dan berhenti di bibirnya, kukulum dan lidahku masuk ke dalam mulutnya. Adel pun membalas ciumanku, lidahku disedot dengan kedua tangannya melingkar di leherku seolah tidak mau melepaskan kepala ku. Kami saling menjilat dan saling menyedot.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanganku tidak tinggal diam kumasukkan ke dadanya yang masih tertutup BH, kupilin lembut putingnya. Tangan kiriku berusaha membuka kaitan BH Adel, klik.. berhasil. Sambil tetap mengulum bibirnya, kutarik ke atas kaos dan BHnya. Kini kedua toketnya yang kencang dan puting berwarna pink terpampang di depan mukaku, kuremas dan kupilin putingnya. Jilatanku turun ke arah kedua toketnya. Tanpa ragu langsung kuciumi, kujilati dengan rakus kedua toket dan putingnya bergantian. Sesekali kugigit lembut putingnya, gairah Adel kembali bangkit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Enak sekali om…aahhh…terus sedot puting Adel ommm…aaaahhh” desahan Adel yang semakin gak karuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya melenting ke atas, tanganku tidak mau tinggal diam. Sambil terus mengemut dan menjilat toketnya, tanganku turun ke selangkangannya. Kuremas lembut, jariku bermain di klitorisnya, kuusap-usap, sesekali kumasukkan jariku ke dalam lubang memeknya yang sudah basah sekali. Dua jariku tengah dan manis, masuk ke dalam memeknya, kudorong maju mundur secara perlahan dan lembut, takut Adel merasa sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasakan kalau kontolku seperti diremas-remas. Ternyata Adel sudah menurunkan celana dalamku dan sambil mendesah, tangannya meremas-remas kontolku, rasanya enakkk dan nikmat sekali. Tiba-tiba Adel mendorong kepalaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Om, ayo berdiri…” pintanya sambil tersenyum manis. Tanpa menunggu perintah lagi aku pun langsung berdiri. Kontolku berdiri dengan gagahnya, Adel lantas mengambil posisi duduk. Dan tanpa basa basi lagi, segera kontolku itu dijilatinya, dikulum-kulum, bahkan kontolku di masukkannya kedalam mulutnya, disedot kuat sekali. Benar-benar nikmat. Aku sudah lupa diri, sudah lupa bahwa Adel adalah anak tiriku….&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo sayang jilat terus…sedot yang kenceng yaaa…aaahhhh…nikmat sekali…” desahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-ayah-tiri-selingkuh.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Ayah Tiri Selingkuh Dengan Anak Tiri&lt;/a&gt;, Adel semakin semangat, kedua bijiku tak luput dari jilatannya. Bahkan sampai lubang anusku pun dijilatinya, aduhhhh nikmatnya. Adel kemudian menghentikan kegiatannya dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masukin sekarang yuk om…Adel udah gak tahan” rengek manjanya. Sebetulnya aku takut ngentot dengannya, takut dia hamil, wah bisa berabe. Melihat aku agak ragu, kemudian Adel menarikku sehingga aku terduduk dan dia lalu duduk di atasku. Kontolku dipegangnya dan di arahkan lubang memeknya. “Bleeesss…” akhirnya masuk juga kontolku ke dalam lubang memeknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aaaahhh…enak om…kontol om gede dan keras” rancu Adel. Adel mulai bergoyang maju mundur. Kami berpelukan erat, berciuman penuh nafsu. Kedua toketnya kuremas-remas. Adel pun seolah lupa kalau aku adalah ayah tirinya, dia sudah lupa menyebut aku dengan om dan berubah menjadi sayang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aduh sayang…..enak banget, aku sayang banget kamu….aku jadi jatuh cinta padamu…” kata Adel hilang kendali. Adel benar-benar sudah dipenuhi nafsu…..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nikmat banget sayaaang…aahhhh…” desahnya lagi. Kupeluk tubuhnya erat, kusedot kedua putingnya yang menggelantung dihadapanku. Kujilati lehernya, bibirnya, lidahnya semuanya tak luput dari jilatan dan emutanku. Tak lama kemudian Adel pun akhirnya mencapai orgasmenya untuk yang kedua kalinya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aaaaaahhh…sayaaang aku keluaaarrr…aaahhh…” teriaknya sambari tubuhnya mengejang. Aku dipeluknya erat sekali sehingga sulit bernafas. Adel memandangku sambil berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sayang kamu belum oragasme ya?” tanyanya, tanpa menjawab kucium bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kugoyang lagi yaaaa….” katanya. Adel kembali menggoyangkan bokongnya. Kontolku terasa seperti di remas-remas di dalam lubang memeknya, nikmat sekali. Setelah 15 menit berlalu akhirnya aku tak tahan juga,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku hampir keluar sayang, mau dikeluarin didalam atau diluar?” tanyaku sambil memeluknya.&lt;br /&gt;
“Terserah sayang…aku juga mau keluar lagi….aaaahhh….” Dan tanpa bisa dicegah kami pun mencapai orgasme bersamaan, Adel kembali mecapai orgasmenya untuk yang ketiga kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami masih berpelukan dan posisi Adel masih duduk di atas pahaku. Kupandangi wajahnya yang cantik, kucium lembut bibirnya. Kami saling menatap, kembali kucium lembut bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Makasih sayang aku sayang kamu” kataku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sama-sama sayang, aku juga sangat sayang kamu….” sahut Adel lirih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami tidak tahu apa yang akan terjadi akibat hubungan ini. Seolah kami tidak perduli. Sekarang kami hanya ingin memanfaatkan waktu yang sangat berharga ini berdua saja.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/feeds/1823471604889067868/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-ayah-tiri-selingkuh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/1823471604889067868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/1823471604889067868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-ayah-tiri-selingkuh.html' title='Cerita Dewasa Ayah Tiri Selingkuh Dengan Anak Tiri'/><author><name>Karla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15414855962408796804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZQEyrnSf4f1qfK5P_sigLHEdt7hyphenhyphenMxbVuSIdPpwObmJSYz2TxoxfHbyA3j4gyJmeLV_6gd00O2oY8IHqa4f60YHMIkNYHr_GLOeacnqb-PzSvdFmPA_zGMYTrdxCy8JZmHnUzio-5piA/s72-c/gettyimages-625489292.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433305999846514824.post-1193025748627369130</id><published>2018-08-04T06:33:00.000-07:00</published><updated>2018-08-06T21:40:52.782-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita 17+"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita 18+"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita becek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita dewasa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita esek-esek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita lendir"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita mesum"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita nikmat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="hasrat seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="horny"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sange"/><title type='text'>Cerita Dewasa Istriku Kubagi ke Temanku</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUWImxK2HVrOrUgNuNXHHs5p-qhkvZE_JZDc9dfiGTmLvcgweChdLasiwc8NP4Jpg2lvzLKwN-ZhKShqG3N425q4VfcCiQEFq-a8a-QqTlpaX8J0Acj4DZ0rsOhmP4aBexK96hPts-BAs/s1600/best-sex-positions-641471.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Istriku Kubagi ke Temanku&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;413&quot; data-original-width=&quot;620&quot; height=&quot;266&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUWImxK2HVrOrUgNuNXHHs5p-qhkvZE_JZDc9dfiGTmLvcgweChdLasiwc8NP4Jpg2lvzLKwN-ZhKShqG3N425q4VfcCiQEFq-a8a-QqTlpaX8J0Acj4DZ0rsOhmP4aBexK96hPts-BAs/s400/best-sex-positions-641471.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Istriku Kubagi ke Temanku&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;bukuceritadewasaonline&lt;/a&gt; - Jam dipergelangan tanganku menunjukkan pukul 10 lewat 12, berarti sekitar 10 menit lagi pesawat yang ditumpangi Kiyat akan mendarat.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Minggu pagi itu aku sudah menunggu di bandara polonia menunggu kedatangan Kiyat kawanku saat di Jakarta dulu. Kiyat adalah seorang pemuda keturunan Chinese berusia 33 tahun sebaya denganku, hanya saja tubuhnya lebih tinggi dan besar daripada aku yang hanya 170 dengan berat 60 kg sementara dia 185 dan berat 90 kg. Di Jakarta kami bertetangga, rumah orangtuanya dan orang tuaku bersebelahan dan orang tuanya adalah mantan majikan dari istriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-istriku-kubagi-ke-temanku.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Istriku Kubagi ke Temanku&lt;/a&gt;, Yah istriku adalah mantan pembantu rumah tangga pada keluarga kiyat. Tetapi meski pun dia pembantu tetapi wajahnya sangat jelita dan bodynya sintal persis ayu azhari makanya aku pacarin dia, mirah namanya, saat ini berusia 27 tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2 bulan menjelang aku menikahinya, mirah berhenti bekerja dan setelah menikah kami merantau ke medan. Rupanya rezekiku memang disini, bisnis ku berkembang dan sekarang aku punya rumah sendiri yang lumayan megah serta mobil camry keluaran terbaru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiyat sahabatku ini kebetulan sedang ada bisnis di pekanbaru, setelah urusan selesai ia berniat mampir ke tempatku karena kebetulan tidak jauh hanya lk Â½ jam penerbangan. Aku menunggunya diruang kedatangan sambil merokok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak berselang lama kulihat sosok yang kukenal celingukan di pintu kedatangan, aku melambai, ia melihat dan tersenyum. Bergegas kami mendekat dan berangkulan, maklum sudah lima tahun kami berpisah. Diperjalanan menuju rumahku kami banyak bercerita tenatang masa lalu dan sekarang, rupanya ia masih betah melajang, belum ada yang cocok katanya. Akhirnya jam 11.30 kami sampai di rumahku, ia takjub memandangi rumahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Hebat kau sudah jadi orang kaya rupanya.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ah belum seberapa dibandingmu aku merendah.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Wah Mirah, sudah lama kita ngga ketemu gimana kabarmu? Sudah ada momongan?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Baik koh.. belum tuh.&quot; Sahut istriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Wah kalian payah masa udah lama kawin belum punya anak, gimana sih lu Son.&quot; sindirnya padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku hanya nyengir, &quot;Belum dikasih yat, yah sabar ajalah.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malamnya sekitar habis maghrib aku dan Kiyat keluar menikmati pemandangan kota Berastagi, sekitar jam 9 setelah puas berkeliling kami pun pulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diperjalanan saat lampu merah, didepan mobil kami berhenti sebuah motor tiger ditumpangi sepasang muda mudi. Yang membuat kami terbelalak adalah si perempuan yang berkaos putih dan bercelana jeans chatter, bawah kaos terangkat keatas sementara celana nya tertarik kebawah sehingga menampakkan belahan pantatnya yang mulus putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiyat terlongo menyaksikan sambil berdecak&lt;br /&gt;
&quot;Wuih. Ikutin Son&quot; serunya ketika lampu menyala hijau.&lt;br /&gt;
Kami pun membuntuti perlahan dibelakang motornya, namun ternyata di perempatan depan mereka berbelok arah sementara kami terus lurus,&lt;br /&gt;
&quot;yah&quot; kecewa Kiyat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Istriku Kubagi ke Temanku&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai dirumah kami menonton tv, sementara istriku pamit tidur. Saat asik menonton acara tv, Kiyat berbisik,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Son kita ke lokalisasi yuk,&quot; ajak Kiyat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ngapain lu, udeh malem nih&quot; sahutku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aduh ngaceng terus nih, gara-gara cewek tadi&quot; katanya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Haha..ha..&quot; aku tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba muncul fantasiku yang sangat lama kupendam dan pernah dua kali ku utarakan pada istriku dan istriku setuju, namun niat itu belum kami jalani karena masih ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Hm kucoba aja sekarang&quot; batinku.&lt;br /&gt;
&quot;Sebentar yat aku kekamar dulu&quot; pamitku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku masuk kamar, ternyata istriku belum tidur. Kuutarakan saja niat ku yang terpendam selama ini pada istriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Mam, kamu masih ingetkan tentang fantasi kita dahulu?&quot; pancingku.&lt;br /&gt;
&quot;Hmm.. ya kenapa ?&quot; sahut istriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#39;Gimana kalo kita lakukan aja sekarang?&quot; usulku.&lt;br /&gt;
&quot;Sekarang?.. dengan siapa ?&quot; Tanya Mirah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kiyat lagi kelimpungan, gara-gara liat pantat cewe dijalan, sekarang lagi konak Kasihan tuh kiyat..&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Tapi ..&quot; istriku ragu-ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ah sudah.. tak apa-apa&quot; rayuku. Istriku akhirnya setuju.&lt;br /&gt;
&quot;Nanti kalo dia masuk kamar, kamu pura-pura tidur, terus pamerin ini mu&quot; kataku menepuk memeknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu kuperosotkan cd nya.&lt;br /&gt;
&quot;Ih.. kok dibuka sekarang?&quot; kata Mirah.&lt;br /&gt;
&quot;Biar gampang&quot; sahutku. Aku pun keluar kamar menemui Kiyat di ruang keluarga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Wah.. istriku udeh tidur. Ngga bisa tuh Yat kita keluar&quot; pura-pura ku.&lt;br /&gt;
&quot;Terus gimana gue dong?&quot; wajah kiyat memelas campur belingsatan. Aku senyum&lt;br /&gt;
&quot;Begini aja,, kalo cewek diluar sana kan kotor, gimana kalo yang bersih aja&quot; kataku&lt;br /&gt;
&quot;Maksud lo?&quot; tanyanya. Aku membisikkan fantasiku kepada Kiyat.&lt;br /&gt;
&quot;Ahh gila lo, bisa dibejek gue ama bini lo.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjF0jQn_CKeUt58drveNRwALjClmHwumw25VpDpsnW3zy93A9iiTc9vspAZQ_mF9OE6Jds5iymDU7QdcHGkIDWMANcqkFbbi_LbbeWgCEJk2wZgj76RUZoAkeBGeOe15WANQm_Nx42ftH0/s1600/moonhug.com-moonhug.com-883-038-iq7-3600-5400.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Istriku Kubagi ke Temanku&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1600&quot; data-original-width=&quot;1098&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjF0jQn_CKeUt58drveNRwALjClmHwumw25VpDpsnW3zy93A9iiTc9vspAZQ_mF9OE6Jds5iymDU7QdcHGkIDWMANcqkFbbi_LbbeWgCEJk2wZgj76RUZoAkeBGeOe15WANQm_Nx42ftH0/s400/moonhug.com-moonhug.com-883-038-iq7-3600-5400.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Istriku Kubagi ke Temanku&quot; width=&quot;273&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Lo tenang aja, bini gue kalo tidur udeh kaya orang mati. Ada bom meledak disamping juga gak bakal bangun&quot; bujukku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ah.. serius lo?&quot; Kiyat tak yakin. Kutarik tangan Kiyat bangun dari kursi menuju kamar, kubuka pintu kamar. Kiyat terlongo melihat pemandangan didalam kamar, di ranjang Mirah yang pura-pura tidur, dasternya terangkat keatas sampai dada dan tidak mengenakan celana dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Otomatis selangkangannya yang berbulu lebat terpampang sementara sepasang buah dadanya yang&lt;br /&gt;
montok mengintip sedikit dari bawah daster yang tersingkap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Wah.. mulus banget bini lu, lebat lagi bulunya&quot; Kiyat menelan liurnya menyaksikan itu.&lt;br /&gt;
&quot;Udeh jangan lama-lama . buka pakaian lu&quot; kataku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;baca juga :&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-berpacu-kenikmatan.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Berpacu Kenikmatan Bersama Janda Seksi&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiyat segera membuka semua pakaiannya. aku tertegun melihat kontol Kiyat yang sudah sangat tegang besar dan panjangnya melebihi punyaku, berurat pula di sekelilingnya. Kiyat mendekati istriku yang sedang ngangkang mempertontonkan auratnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di elusnya memek istriku lalu diciuminya.&lt;br /&gt;
&quot;Wangi Son&quot; katanya. Dibukanya bibir kemaluan istriku, tampaklah bagian dalamnya yang berwarna pink. Dijilatinya bagian dalam bibir kemaluan istriku kanan dan kiri, kulihat istriku menahan gairahnya mendapat cumbuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Istriku Kubagi ke Temanku&lt;/a&gt;, Kiyat semakin dalam memasukkan lidahnya menjilati kacang istriku, istriku yang tak kuat mendesah perlahan. Kiyat tetap nekat menjilati memek istriku bahkan kini semua mulutnya terbenam di selangkangan istriku. Istriku bangun dan duduk tak kuasa menerima rangsangan itu, berpura-pura kaget .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Loh Koh Kiyat ngapain, loh udah telanjang. Ih.. gede amat barangnya&quot; kata istriku&lt;br /&gt;
Kiyat berdiri ditepi ranjang mempertontonkan barangnya yang mengacung bergerak-gerak, kulihat ukurannya melewati pusarnya. Wah kalo masuk ke memek istriku bisa mentok tuh ke rahimnya. Kiyat melangkah perlahan mendekati istriku dan berada diantara kedua paha istriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Koh.. mau ngapain&quot; pura-pura istriku. Kiyat hanya senyum sambil mengelus kedua paha istriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ih.. geli ah.. tuh ngacung-ngacung lagi barangnya&quot; kata istriku&lt;br /&gt;
Kiyat yang sudah tak tahan mendorong tubuh istriku ke kasur lalu menindihnya, mulutnya menciumi mulut istriku yang disambut istriku, lidah mereka saling melibat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kiri istriku meremas-remas batang kemaluan Kiyat yang semakin tegang. Kiyat melepas ciuman dimulut istriku, kedua tangannya melepas daster yang dipakai istriku lalu tangan kirinya menyelusup kebalik punggung Mirah melepas kaitan BH dan melepaskannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini istriku terbaring menelentang, kedua tangannya terentang mempertunjukkan ketiaknya yang bersih sementara dua bukit di dadanya yang berukuran 38 dengan puting merah dadu berguncang pelan akibat gerakan nya. Kiyat melongo berdecak kagum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Gila tau kaya gini bodi lu, dulu-dulu gue embat&quot; istriku tersenyum.&lt;br /&gt;
&quot;ekarang juga sama aja kok&quot; sahutnya.&lt;br /&gt;
Jemari kiyat memilin puting istriku bergantian dan meremas bukit yang mengkal tersebut lalu perlahan mulutnya menyusuri buah dada istriku dan melumatnya.&lt;br /&gt;
&quot;Akhh..&quot; desah istriku.&lt;br /&gt;
Kiyat merenggangkan kedua paha istriku dan memperhatikan gundukan kecil berbulu lebat, ditempelkannya batang kejantanannya dimulut kemaluan istriku, perlahan ditekan dan blesss masuklah batang kontolnya ke dalam benda kesayanganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan digoyangnya tubuh istriku yang montok, aku betul-betul horny melihat tersebut. Serasa mimpi, khayalanku terlaksana juga. Kontan saja kontolku pun mengacung tegang di dalam celana menyaksikan istriku melayani lelaki lain dihadapanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada lebih kurang 20 menit berlalu tubuh montok istriku yang putih mulus mulai di basahi keringat. Dalam posisi missionaries, badan istriku didekap erat oleh kiyat. Kedua tangan kiyat menyelusup lewat ketiak istriku, sesekali diangkat ketika mulut kiyat melumat buah dada dan puting istriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara kulihat bagian bawah kiyat merapat diselangkangan istriku, sesekali tampak merenggang memperlihatkan rambut rambut pada kemaluan mereka yang saat ini saling bertautan. Sesekali pula kulihat batang Kiyat yang kini mulai basah oleh lendir istriku terangkat lalu menghujam kembali ke lubang surga istriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba istriku melenguh,&lt;br /&gt;
&quot;Uhhh.. akhuu mauuu kelluarhh.. ohhh&quot; dan nampak merah padam muka istriku pertanda dia orgasme telah sampai. Sesaat mereka terdiam lalu istriku mendorong perlahan tubuh Kiyat menjauhi&lt;br /&gt;
selangkangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiyat mencabut kontolnya. Istriku mengambil kain di kasur dan mengelap cairan di memeknya. Setelah kering kembali telentang. Kiyat berujar kepadaku,&lt;br /&gt;
&quot;Wahh.. enak luh barangnya.. sedep betul Son bini lu, sori ya..&quot; katanya sambil cengengesan dan hendak memulai kembali kegiatan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcC0b8AMwoANchsUOiCOpsV4FXghH9tsUx2jZLb8NL4ILf0Y8tTHPuJzaEBfgZTsIghqfsMjXQ4z9RGAQPH43RLUXTJA76VjDhzvg1WvZFQGnKIunsqwRudbjd7Bj-yLrA2lGufUma4Ek/s1600/moonhug.com-moonhug.com-886-026-2rt-3600-5400.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Istriku Kubagi ke Temanku&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1600&quot; data-original-width=&quot;1096&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcC0b8AMwoANchsUOiCOpsV4FXghH9tsUx2jZLb8NL4ILf0Y8tTHPuJzaEBfgZTsIghqfsMjXQ4z9RGAQPH43RLUXTJA76VjDhzvg1WvZFQGnKIunsqwRudbjd7Bj-yLrA2lGufUma4Ek/s400/moonhug.com-moonhug.com-886-026-2rt-3600-5400.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Istriku Kubagi ke Temanku&quot; width=&quot;273&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-istriku-kubagi-ke-temanku.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Istriku Kubagi ke Temanku&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Diangkatnya kaki kanan istriku dan disampirkan dipundak Kiyat, lalu Kiyat memasukkan batangnya menerobos liang istriku. Setelah masuk semua, kembali digoyangkannya kemaluan istriku. Istriku menggoyangkan pantatnya mengimbangi gerakan Kiyat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama berselang Kiyat melenguh,&lt;br /&gt;
&quot;Ohh.. gue mau keluar sayang. Dimana..?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Didalam saja sayang, biar enak&quot; sahut istriku. Kiyat mendorong lebih dalam batangnya hingga masuk rahim istriku.&lt;br /&gt;
&quot;Aaw jangan dalem-dalem, masuk kerahim ntar&quot; kata istriku tapi Kyat tak perduli dia akan sampai, malah ditekan terus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Istriku berusaha mendorong pinggul Kiyat tapi Kiyat menekan terus dan ohhhh, rupanya ia sudah melepas spermanya didalam rahim istriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa saat Kiyat mencabut kontolnya yang belepotan sperma mereka, istriku ngedumel pelan. &quot;Koh Kiyat gimana sih udah dibilang jangan dalem-dalem eh malah ditekan, masuk deh kerahim nih.&quot; omel istriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kan biar lu cepet punya anak&quot; kata kiyat. Aku hanya mesem saja, istriku berlalu kekamar mandi&lt;br /&gt;
membersihkan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Thank you ya Son, elu udah kasih kesenangan buat gue&quot; Kiyat masih terengah-engah mengucapkan kepadaku. Aku kembali senyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun kontolku masih kenceng sekali, aku tak tahan dan membuka seluruh pakaianku, telanjang bulat. Ketika Mirah keluar dari kamar mandi langsung kudorong kekasur dan kusetubuhi. Kiyat berlalu kekamar mandi.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/feeds/1193025748627369130/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-istriku-kubagi-ke-temanku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/1193025748627369130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/1193025748627369130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-istriku-kubagi-ke-temanku.html' title='Cerita Dewasa Istriku Kubagi ke Temanku'/><author><name>Karla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15414855962408796804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUWImxK2HVrOrUgNuNXHHs5p-qhkvZE_JZDc9dfiGTmLvcgweChdLasiwc8NP4Jpg2lvzLKwN-ZhKShqG3N425q4VfcCiQEFq-a8a-QqTlpaX8J0Acj4DZ0rsOhmP4aBexK96hPts-BAs/s72-c/best-sex-positions-641471.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433305999846514824.post-3712672073456801680</id><published>2018-08-01T00:13:00.000-07:00</published><updated>2018-08-01T03:48:47.804-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="18+"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="adegan panas"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="birahi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita 17+"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita bokep"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita dewasa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita esek-esek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita janda kembang"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita nikmat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita panas"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="hasrat seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="masturbasi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="onani"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="oral seks"/><title type='text'>Cerita Dewasa Berpacu Kenikmatan Bersama Janda Seksi</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJMJyNaR4wWFBKoKH2SX4w_p7RGBHyt5vJapp8nzDd5geMn6jNzQmveDuVMzLDXFf4nITiDU2lWWUDgEzh6oxCxkLRDcpR-KT76zZAaWYwPWdaOXDlQGCd_Z6RogTNZHJD44btpAOuFY4/s1600/kt835.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Berpacu Kenikmatan Bersama Janda Seksi&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;343&quot; data-original-width=&quot;620&quot; height=&quot;221&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJMJyNaR4wWFBKoKH2SX4w_p7RGBHyt5vJapp8nzDd5geMn6jNzQmveDuVMzLDXFf4nITiDU2lWWUDgEzh6oxCxkLRDcpR-KT76zZAaWYwPWdaOXDlQGCd_Z6RogTNZHJD44btpAOuFY4/s400/kt835.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Berpacu Kenikmatan Bersama Janda Seksi&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;bukuceritadewasaonline&lt;/a&gt; - Tak pernah sekali pun terlintas dalam pikiranku kalau akhirnya aku harus menjadi seorang duda. Bagiku kehidupan perkawinan yang kulalui selama ini didasarkan atas rasa cinta. Aku mencintai istriku, begitu pula ia juga mencintaiku. Tapi ternyata cinta saja tak cukup untuk membina sebuah rumah tangga yang bahagia.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Menginjak tahun ketiga usia perkawinanku, keutuhan rumah tanggaku mulai goyah. Apalagi sejak kelahiran anak kami yang kedua yang hanya berselang setahun dengan anak kami yang pertama. Aku memang sepakat dengan istriku untuk berproduksi secepatnya dan akan sedikit repot di awal-awal tahun perkawinan untuk membesarkan anak-anak dan setelah itu kami baru akan konsentrasi untuk karir, cari uang dan tujuan hidup yang lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-berpacu-kenikmatan.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Berpacu Kenikmatan Bersama Janda Seksi&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Namun rupanya rencana tak berjalan seperti yang kami harapkan. Istriku terpaksa harus keluar dari kantornya yang bangkrut akibat krismon. Padahal kelahiran anak keduaku bagaimana pun cukup menambah pengeluaran kami. Sehingga aku terpaksa bekerja lebih keras, meskipun saat itu aku sudah menjadi wakil manajer di perusahaanku. Aku mulai kembali mengajar di beberapa perguruan dan akademi swasta, seperti yang pernah kulakukan pada saat belum berkeluarga dulu. Di sinilah masalah keluarga mulai muncul. Beberapa bulan menganggur, istriku mulai uring-uringan dan kelihatan tertekan. Sementara aku harus sering pulang larut malam, karena aku tidak hanya sibuk mengajar tetapi juga mulai aktif dipanggil sebagai pembicara di beberapa pertemuan-pertemuan bisnis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kondisi seperti itu berlangsung hampir satu tahun, entah sudah berapa puluh kali aku bertengkar dengan istriku. Dari masalah yang sepele hingga masalah yang berkaitan dengan urusan ranjang, istriku kurasakan mulai dingin dan tak jarang menolak bila kuajak berhubungan intim. Sikapnya juga mulai aneh. Beberapa kali aku menemui rumah dalam keadaan kosong karena istriku pergi dan menginap di rumah orang tuanya bersama anak-anakku. Kadang ia berada di sana selama satu minggu, meskipun aku sudah menyusulnya dan mengajaknya untuk pulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkat cerita, setelah kurang lebih satu setengah tahun kondisi seperti itu berlangsung terus menerus, istriku akhirnya meminta cerai. Aku kaget dan tak pernah menduga ia akan melakukan itu padaku, sulit bagiku untuk membujuk dan mengajaknya bicara secara baik-baik. Bahkan kedua orang tua kami sampai ikut campur mendamaikan. Akhirnya dengan berat hati aku harus berpisah dengan istri dan kedua anakku. Pupuslah sudah angan-anganku membentuk keluarga yang bahagia. Ada tiga bulan aku seperti orang linglung menghadapi cobaan itu aku stres berat, bahkan sempat hampir masuk rumah sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mendapatkan hak untuk menempati rumah kami tapi anak-anak ikut istriku yang kini tinggal dengan orang tuanya. Sesekali aku menemui mereka, karena anak-anakku masih kecil dan tetap perlu figur seorang ayah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kurang lebih setahun setelah perceraianku, aku mulai menjalin hubungan lagi dengan seorang wanita, Maryati namanya seorang janda tanpa anak. Perkenalan kami terjadi sewaktu aku terlibat dalam sebuah kepanitiaan temu bisnis yang diadakan sebuah perusahaan terkemuka di ibu kota. Pertemuan demi pertemuan dan pembicaraan-pembicaraan di telepon akhirnya berkembang menjadi acara kencan bagi kami berdua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa kesepian yang selama ini kualami seperti mendapat obatnya. Maryati memang seorang wanita yang menarik dan menyenangkan bagi siapa pun laki-laki yang mengenal dia. Entah kenapa ia memilihku, mungkin kami sama-sama berstatus cerai tapi ternyata ia punya alasan lain. Menurutnya ia menyukaiku karena aku orangnya kalem tapi terlihat matang dan menurutnya lagi, wajahku ganteng dan ia suka dengan laki-laki yang berkumis sepertiku. Komentar yang terakhir itu hampir sama dengan yang pernah disampaikan oleh mantan istriku waktu kami pacaran dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai laki-laki normal, terus terang di samping tertarik pada personalitasnya, aku juga tertarik secara seksual dengan Dik Mar (demikian aku biasa memanggil Maryati, sementara ia biasa memanggilku Mas Is, kependekan dari namaku, Iskandar). Selama menduda, kehidupan seksualku memang cukup menjadi suatu masalah bagiku. Karena aku bukan tipe yang bisa main dengan sembarang orang, karena aku takut dengan berbagai risiko yang nanti bisa menimpaku. Meskipun kuakui sekali dua kali aku terpaksa melacur tapi jarang sekali aku melakukannya dan bisa dihitung dengan jari. Itu pun kulakukan dengan penuh perhitungan dan hati-hati. Terus terang selama ini aku lebih banyak menyalurkan hasrat seksualku dengan cara onani sambil lihat BF atau &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;majalah porno&lt;/a&gt; yang kumiliki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka ketika aku mengenal Maryati dan semakin mengenalnya lebih jauh lagi, serta merasa yakin dengan siapa aku menjalin hubungan, aku tak sungkan-sungkan lagi menyatakan kesukaanku padanya. Statusnya yang janda secara psikologis membuatku lebih berani untuk berbicara dan bersikap lebih terbuka dalam beberapa hal yang sensitif, termasuk masalah seks. Dan seperti sudah kuduga semula, Maryati meresponku dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Berpacu Kenikmatan Bersama Janda Seksi&lt;/a&gt;, Kami pertama kali melakukan hubungan intim di sebuah hotel di daerah Puncak, aku yang mengajaknya. Meskipun semula ia menolak ajakanku dengan halus, tapi akhirnya aku berhasil mengajaknya bermalam di Puncak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagi itu kami berangkat dari Jakarta sekitar jam 9 pagi. Selama perjalanan kami mengobrol dan bercanda tentang berbagai hal, bahkan kadang-kadang menyerempet ke masalah-masalah yang intim, karena kami sadar bahwa kepergian kami ke Puncak memang untuk itu. Begitu tiba di dalam kamar hotel, tubuh Maryati langsung kudekap dan kuciumi ia dengan mesra. Ia membalasku dengan ciuman yang tak kalah hangatnya, cukup lama kami berciuman dalam posisi berdiri. Senjataku pun sudah lama berdiri sejak mulai masuk lobby hotel tadi, karena terus membayangkan kejadian yang bakal terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dadaku terasa berdegup keras sekali, kurasakan pula debaran jantung Maryati pada tanganku yang merayap-rayap di sekitar dadanya. Memang baru pertama kali inilah kami berbuat agak jauh, bahkan bisa dipastikan kami akan lebih jauh lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama ini kami hanya sebatas berciuman, itupun baru kami lakukan sebanyak dua kali dan dalam suasana yang tidak mendukung. Yang pertama terjadi di gedung bioskop dan yang kedua waktu aku mampir ke kantornya dan sempat masuk ke ruang kerjanya, sehingga pada kedua kesempatan itu kami tak leluasa untuk saling menjamah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi kali ini, kami bisa saling menyentuh, meremas dan melakukan apa saja dengan bebasnya. Tanganku berulang-ulang meremas gemas bongkahan pantatnya, karena bagian tubuhnya itulah yang selama ini paling kusukai tapi paling sulit kujamah. Sedangkan ia asyik menelusuri dadaku dan mengusap-usap bulu yang tumbuh lebat di sana. Barangkali bagian tubuhku itulah yang selama ini disukainya tapi sulit disentuhnya. Dia memang pernah mengomentari tentang bulu dadaku yang memang bisa terlihat jelas bila aku memakai kemeja biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siang itu kami akhirnya melakukan sesuatu yang sudah lama kami pendam, terus terang kami melakukannya dengan terburu-buru dan cepat. Bahkan pakaian tak sempat kami buka semua, Maryati masih mengenakan rok dan blusnya. Hanya saja blusnya sudah terbuka, demikian pula dengan BH-nya sudah terkuak dan menonjolkan isinya yang bulat padat itu. Sementara rok hitamnya sudah kutarik ke atas pinggangnya dan celana dalamnya sudah kulepas sejak dari tadi. Aku sendiri masih berpakaian lengkap, hanya beberapa kancing bajuku sudah terlepas bahkan ada yang copot direnggut oleh tangan Maryati. Sedangkan celana jeans dan celana dalamku tak sempat lagi kulepas, hanya ikat pinggang dan risletingnya saja yang kubuka. Sehingga batang kemaluanku bisa langsung kujulurkan begitu saja dari celana dalamku yang juga tak sempat kulepas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera Maryati kutelentangkan di atas ranjang dan aku langsung melakukan penetrasi. Tanpa ba bi bu lagi aku segera tancap gas, menusuk sedalam-dalamnya dan mulai menggenjotnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami berdua seperti balas dendam segera ingin mencapai puncak, suara erangan dan lenguhan terdengar bersahutan dengan nafas kami yang saling memburu. Kami benar-benar bermain agak liar, mungkin karena sudah lama saling memendam birahi. Sehingga saat itu kami lebih tepat disebut sedang bermain seks daripada bermain cinta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya permainan kami selesaikan dengan cepat, kami tak sempat melakukan variasi atau posisi gaya yang macam-macam. Cukup gaya konvensional saja, yang penting kami berdua bisa mencapai puncak kenikmatan. Maka begitu Maryati sudah mendapat orgasmenya, aku langsung menggenjotnya dengan semangat dan tak lama kemudian aku pun mengerang seiring dengan muncratnya cairan kenikmatan dari batang kemaluanku dalam tubuhnya, berkali-kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku lalu merebahkan badanku memeluk tubuh Maryati dengan nafas tersengal-sengal. Ia membalasku dengan mengusap-usap rambutku dan menciumi kepalaku, kami lalu berciuman dengan lumatnya.&lt;br /&gt;
“Aku mandi dulu ya Mas..” tiba-tiba Maryati melepas pagutannya dan beranjak dari posisi telentangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya aku masih ingin berdekapan, segera kuikuti langkahnya menuju kamar mandi. Kulihat ia mulai melepas sisa pakaiannya, aku memandangnya sambil bersandar pada pintu kamar mandi. Bibirnya terus tersenyum membalas pandanganku yang terus lekat selama ia melepas pakaiannya satu persatu. Sementara aku melongo menyaksikan &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-berpacu-kenikmatan.html&quot;&gt;striptease&lt;/a&gt; gratis di depanku, sampai akhirnya ia benar-benar bertelanjang bulat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baru kali ini aku melihat tubuhnya dalam keadaan benar-benar polos, selama ini aku hanya bisa membayangkan bagian-bagian tertentu dari tubuhnya. Kini aku bisa melihat semuanya terpampang jelas.&lt;br /&gt;
“Mau gabung?” katanya menggoda dan aku memang tergoda, langsung kucopot pakaianku yang sebagian besar sudah setengah terbuka lalu sengaja kusisakan celana dalam saja. Aku langsung menuju ke arahnya lalu kembali kami berciuman. Tangannya langsung meremas-remas milikku yang sudah agak lemas dan masih terbungkus celana dalam itu, sementara aku pun sibuk memainkan puting susunya dengan jari-jariku. Permainan seperti ini sebenarnya pernah kami lakukan, hanya bedanya kali ini kami melakukannya dalam keadaan tubuh telanjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mas..” bisiknya di sela-sela acara saling memagut dan meremas.&lt;br /&gt;
“Ya, sayang?” balasku.&lt;br /&gt;
“Sudah kuduga, punya Mas Iskandar pasti gede.”&lt;br /&gt;
“O ya?”&lt;br /&gt;
“Ya”, sambil tangannya meremas kuat milikku. Aku mengerang tertahan, enak.&lt;br /&gt;
“Aku juga sudah menduga..” kataku sambil mengarahkan jariku ke sela-sela pahanya.&lt;br /&gt;
“Apa?” tanyanya.&lt;br /&gt;
“Punya Dik Mar pasti legit..”&lt;br /&gt;
“Kayak apa sih yang dibilang legit itu?”&lt;br /&gt;
“Ya kayak tadi”, jawabku sambil menusukkan jari tengahku ke celah bibir kemaluannya. Terasa agak seret tapi lentur dan sedikit lengket, itulah legit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mulai terangsang, milikku pelan-pelan mengembang dan mengeras. “Mass.. hh..” ia mulai merintih ketika sambil tanganku bermain di bawah sana, mulutku juga mulai merambah telinga, leher dan berhenti di ujung buah dadanya yang telah mengeras. Jilatan dan isapan mulutku makin membuatnya merintih-rintih kenikmatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara tangannya kini sudah menelusup masuk ke celana dalamku dan meremas-remas isinya dengan gemas. Membuatku makin tegang dan ingin segera menyetubuhinya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mau lagi?” tanyaku agak berbisik. Ia mengangguk.&lt;br /&gt;
“Sekarang?” tanyaku lagi. Dan ia mengangguk lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Berpacu Kenikmatan Bersama Janda Seksi&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya kami melakukannya lagi di dalam kamar mandi. Bahkan kami tak sempat mandi lebih dahulu sesuai rencana semula. Tapi kali ini kami ingin bermain cinta, tidak semata-mata main seks seperti tadi. Semua berawal ketika ia melepaskan celana dalamku dan lalu memintaku untuk segera menusuknya, segera kuangkat dan kududukkan tubuhnya di atas meja wastafel. Lalu dalam posisi berdiri aku langsung menghujamkan kejantananku ke sela-sela pahanya yang segera dibukanya lebar-lebar. Kami berdua kembali bernafsu, bibir kami saling melumat dan tangannya langsung merangkulku erat-erat. Sementara pinggulku spontan menyentak-nyentak, mengayun dan menghujam dengan liarnya, gerakan yang sudah lama tak kulakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kurasakan Maryati pun sepertinya sudah lama tak menikmati permainan cinta seperti ini. Kedua kakinya melilit pinggangku dengan ketatnya, kedua tangannya terus mencakar punggungku bila dirasakannya aku menusuknya terlalu dalam. Kudengar mulutnya mendesis dan melenguh bergantian, aku sendiri hanya bisa mendengus dan menahan agar tak keluar terlalu cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mass Iss.. Mass Isshh..” ia mulai memangil-manggil namaku. Sepertinya ia sudah mau orgasme. Maka aku terus mempergencar gerakanku, kurengkuh kedua pantatnya dan kutekan ke depan sehingga membuat batang kemaluanku makin melesak dalam liang surganya. Berkali-kali kulakukan gerakan itu sehingga makin membuatnya meneriakkan namaku berulang-ulang. Akhirnya kurasakan badannya menggigil hebat dan mulutnya merintih panjang, orgasmenya datang. Cukup cepat menurutku, seperti waktu kami main di ranjang tadi. Ia ternyata memang cepat panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejenak aku menghentikan gerakanku, kubiarkan Maryati menikmati sendiri puncak birahinya. Aku mencoba membantu menambah kenikmatannya dengan cara menjepitkan jempol dan telunjukku pada kedua puting susunya dan melintirnya pelan-pelan. Bola matanya sayu menggantung, meresapi rasa nikmat yang tengah melanda sekujur tubuhnya. Tangannya mencengkeram erat bahu dan punggungku. Sementara kakinya makin kuat menjepit, sebelum akhirnya pelan-pelan mengendor. Nafasnya kini mulai satu-satu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Enak Dik?” tanyaku nakal.&lt;br /&gt;
“Enak.. Mas.. enak sekali..” jawabnya masih dengan nafas satu-satu.&lt;br /&gt;
“Mas Iskandar belum keluar?” lanjutnya sambil matanya melihat sebagian batang kemaluanku yang masih tertancap di jepitan pahanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Belum dong. Ini kan ronde kedua”, kataku sambil tersenyum. Sebenarnya aku tadi juga hampir muncrat. Meskipun ronde kedua, tapi aku agak tak kuat juga menahan laju birahiku yang sudah lama tak tersalurkan. Tapi untuk permainan kali ini aku berusaha menahan sekuatnya karena ini benar-benar pengalaman pertamaku bermain cinta dengannya, harus sip. Pelan-pelan pinggulku mulai kugoyang lagi. Kutatap matanya lekat-lekat sambil terus kugerakkan pinggul dan pantatku maju mundur. Ia kembali tersenyum merasakan gerakanku yang sengaja kubuat pelan tapi mantap. Diaturnya posisinya sehingga aku bisa melakukan tusukan lebih dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1XrUf4nNf4moU5dn-7k_aVFr5AGvhxSd4sPxdAnpwl9krwhlUYEpSYWcqtFp4Ddofb7roNgzBVqq93tOlyeZ_Z99A5C8zfILpXcR_GaNJhbq_AWc27VJnnYFqLveh46sjmh7drWcfz-Y/s1600/moonhug.com-moonhug.com-878-019-yg3-3600-54002.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Berpacu Kenikmatan Bersama Janda Seksi&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1600&quot; data-original-width=&quot;1095&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1XrUf4nNf4moU5dn-7k_aVFr5AGvhxSd4sPxdAnpwl9krwhlUYEpSYWcqtFp4Ddofb7roNgzBVqq93tOlyeZ_Z99A5C8zfILpXcR_GaNJhbq_AWc27VJnnYFqLveh46sjmh7drWcfz-Y/s400/moonhug.com-moonhug.com-878-019-yg3-3600-54002.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Berpacu Kenikmatan Bersama Janda Seksi&quot; width=&quot;273&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali kami berdua bekerja sama mencapai puncak kenikmatan. Kukocok-kocokkan terus batang kemaluanku dalam liang senggamanya. Sementara bibirku sibuk menelusuri telinga dan lehernya dengan ganas. Ia sampai menggelinjang ke sana ke mari karena kegelian. Punggungnya lalu terasa menegang ketika mulutku mampir ke buah dadanya dan mulai bermain-main di situ. Putingnya yang coklat dan menonjol besar itu kini menjadi bulan-bulanan lidah dan bibirku. Kubuat beberapa cupang merah di gundukan kedua bukit dadanya. Mulutnya memintaku untuk terus menyedot susunya dan aku melakukannya dengan senang hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertahananku akhirnya bobol ketika secara pelan-pelan kurasakan batang kemaluanku terasa dijepit oleh dinding yang makin menjepit dan berdenyut-denyut beberapa saat kunikmati sensasi itu, sensasi yang sudah lama tak pernah kurasakan. Tampaknya Maryati hampir mendapatkan orgasmenya yang kedua maka dengan perlahan-lahan penuh konsentrasi aku mulai mengayun pinggulku, mengayun dan terus mengayun dan akhirnya menjadi gerakan menyentak-nyentak yang makin lama makin kuat. Membuat tubuh Maryati terlonjak-lonjak, beberapa kali kutekan pantatku kuat-kuat ke depan, menusuk dan mengocok. Dan pada tusukan yang kesekian, mulailah muncul rasa geli yang berdesir-desir pada pangkal kemaluanku. Makin lama desiran itu makin kuat, makin geli, makin enak, makin nikmat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya aku tak kuat lagi menahan desakan cairan yang terasa mengalir dari kemaluanku yang kemudian meluncur sepanjang batang kemaluanku sampai akhirnya menyemprot kuat berkali-kali dari lubang kecil di ujung kepala kemaluanku. Cairan kental hangat itu makin melicinkan dinding liat milik Maryati sehingga memudahkan gerakan-gerakan yang mengiringi ejakulasiku dan gerakan-gerakan yang kubuat ternyata telah memicu kembali puncak birahi Maryati. Akhirnya yang terdengar adalah erangan kami berdua, saling bersahutan lalu diam. Tinggal suara dengusan nafas kami yang tersengal-sengal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami tadi tak sempat mandi sesuai rencana semula tapi tubuh kami kini benar-benar telah basah karena keringat, berdua kami berpelukan meresapi rasa nikmat yang sudah lama tak kami rasakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mau mencabut milikku tapi dengan gaya manja Maryati melarangku ia lalu malah menciumku dan memintaku untuk menggendongnya ke arah shower. Dililitkannya kedua kakinya pada pinggangku lalu dengan batang kemaluan masih terselip di selangkangannya, kugendong tubuhnya menuju shower selanjutnya kami pun mandi bersama. Malam harinya kami mengulang kembali kejadian siang itu dengan permainan yang lebih bergairah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitulah pengalaman pertamaku dengan Maryati, pengalaman pertamaku bermain cinta yang sebenarnya dengan seorang wanita yang kusukai sejak aku menduda setahun yang lalu. Hari-hari selanjutnya aku dan Maryati sudah bagaikan suami isteri yang sah saja, tak jarang ia menginap di rumahku atau sebaliknya. Hubungan kami sangat hangat dan mesra, bahkan menurutku lebih mesra dibandingkan dengan mantan istriku yang dulu (sebenarnya aku tak ingin membuat perbandingan, tapi itu sulit kuhindari dan memang demikianlah kenyataannya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu pertama kali kenal dengan Maryati, aku tak pernah mempunyai pikiran untuk menjadi orang terdekatnya. Terus terang aku memang menyukainya, tapi hanya berani sebatas mengaguminya saja. Apalagi waktu itu aku dengar ia sedang menjalin hubungan dengan manajer sebuah perusahaan asing, seorang ekspatriat. Jadi kupikir ia punya selera bule dan aku merasa tidak masuk dalam hitungannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai suatu ketika, pada suatu malam, sehabis kami bertemu dalam sebuah acara dinner party, ia memintaku untuk mengantarnya pulang. Kebetulan saat itu ia tidak bawa mobil karena sedang masuk bengkel. Sebagai teman dan juga sebagai lelaki, aku tentu saja tak bisa menolak permintaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama perjalanan menuju rumahnya, kami mengobrol kesana kemari. Saat masih berada di mobil, entah dalam konteks apa kami bicara, tiba-tiba kami terlibat dalam obrolan yang akhirnya kelak mengarah pada sebuah hubungan yang makin akrab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah Mas Is nggak pernah merasa kesepian?” itu pertanyaan pribadinya yang pertama kuingat. Pandangannya tetap lurus ke depan kaca mobil.&lt;br /&gt;
“Yah, namanya juga sendiri”, aku menjawab sekenanya, setelah sebelumnya agak gelagapan menerima pertanyaan yang agak sensitif itu.&lt;br /&gt;
“Memang kenapa?” aku mulai berani memancing.&lt;br /&gt;
“Ya tidak apa-apa, cuma nanya saja kok. Nggak boleh?”&lt;br /&gt;
“Boleh..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-berpacu-kenikmatan.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Berpacu Kenikmatan Bersama Janda Seksi&lt;/a&gt;, Beberapa menit kemudian kami saling terdiam.&lt;br /&gt;
“Dik Mar sendiri bagaimana?”&lt;br /&gt;
“Ya, sama..”&lt;br /&gt;
“Sama bagaimana?”&lt;br /&gt;
“Ya sama. Kadang-kadang merasa sepi juga..”&lt;br /&gt;
“Lho, katanya sedang dekat sama Mister..”&lt;br /&gt;
“Kata siapa?” katanya memotong seolah memprotes omonganku.&lt;br /&gt;
“Ya, saya hanya dengar-dengar saja.”&lt;br /&gt;
“Gosip itu Mas!”&lt;br /&gt;
“Bener juga nggak pa-pa kok.”&lt;br /&gt;
“Mas Is percaya?” Aku diam saja.&lt;br /&gt;
“Saya percaya, karena wanita cantik seperti Dik Mar pasti banyak yang suka dan mudah kalau mau cari teman.”&lt;br /&gt;
“Kalau asal cari teman sih memang gampang, tapi yang cocok? Sulit!”&lt;br /&gt;
“Masak nggak ada satu pun yang cocok? Memang cari yang seperti apa?”, pancingku mesra.&lt;br /&gt;
Maryati tertawa dan menyahut cepat, “Yang seperti Mas Iskandar!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tertawa meski agak terkejut juga dan sedikit GR dengan ucapannya, tapi aku lalu menganggap dia hanya bercanda dan aku pun lalu menanggapi dengan bercanda juga.&lt;br /&gt;
“Wah, saya sih jauh kalau dibandingkan sama Mister..”&lt;br /&gt;
“Tuh kan! Dibilang itu cuma gosip, nggak percaya!” ia memotong kalimatku.&lt;br /&gt;
“Iya deh, percaya..”&lt;br /&gt;
“Lagi pula, dia bukan tipe saya”, nadanya agak menurun.&lt;br /&gt;
“Saya lebih suka tipe laki-laki yang kalem, tenang.. tapi macho.. seperti Mas Is..” lanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini aku tidak lagi menganggap dia sedang bercanda, karena ia mengucapkan kalimat itu dengan nada yang terjaga dan kemudian menoleh ke arahku sambil tersenyum. Aku jadi nervous, aku ikut tersenyum dan spontan menghela nafas. Aku menoleh ke arahnya dan ia masih tersenyum tapi kini wajahnya agak tertunduk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dik..” aku mencoba memanggilnya, seolah ingin mendapat penegasan.&lt;br /&gt;
“Ya, Mas..” ia menjawab dan menatap ke arahku, lalu tersenyum. Dari sikap dan ekspresi wajahnya, aku berusaha meyakinkan diriku sendiri sebelum akhirnya kuberanikan diri untuk menggenggam tangannya dan ia diam saja, bahkan kemudian membalas remasan tanganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah peristiwa yang mengukuhkan hubunganku dengan Maryati. Malam itu aku hanya mengantarnya sampai depan pintu pagar saja, menjabat tangannya tak lebih dari itu. Tapi aku bahagia dan aku yakin ia juga bahagia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika sampai di rumah, aku langsung menelponnya. Ada kurang lebih satu jam lamanya kami ngobrol, saling mengungkapkan perasaan kami berdua selama ini. Selanjutnya kami rajin saling menelepon dan mengadakan pertemuan demi pertemuan, mulai dari makan siang, belanja, nonton atau jalan-jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pertama kali menciumnya waktu berada di bioskop tapi suasana waktu itu kurang mendukung untuk bercumbu secara total. Karena kami dalam posisi duduk berjejer, maka kami hanya bisa saling meraba, menyentuh dan sesekali berciuman. Bila aku memegang atau menyentuh bagian tertentu tubuhnya, ia akan diam saja demikian sebaliknya. Beberapa kali kami sempat berciuman, meski tak sempat lama tapi kami cukup menikmati kencan di bioskop saat itu. Bahkan tanganku sempat menelusup masuk ke celah roknya tapi hanya bisa mengelus-elus pahanya saja, karena saat itu rok yang dikenakan Maryati agak panjang. Sementara tangan Maryati relatif lebih bebas menyentuhku tapi ia benar-benar hanya menyentuh saja, meski sesekali memberi pijitan pada bagian depan celanaku yang menonjol karena isinya sedang menegang. Aku sebenarnya mengharap ia melakukannya lebih dari itu. Tapi lagi-lagi, suasana bioskop saat itu tak terlalu mendukung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baru pada kesempatan kedua kami sempat bercumbu cukup panas. Kesempatannya terjadi waktu aku berkunjung ke kantornya dan masuk ke ruangan kerjanya. Ketika itu ia minta ijin sebentar untuk ke toilet pribadinya, aku segera menyusulnya dan kami lalu berciuman di lorong menuju ke arah toilet itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami lalu berciuman dengan penuh gairah, saat itulah pertama kali aku benar-benar bisa merasakan kehangatan dan kelembutan bibirnya. Sudah lama kami tak melakukan percumbuan seperti ini sehingga nafas kami terdengar memburu dan kami berciuman dengan lahapnya. Dan karena suasananya agak mendukung, aku pun berani menjamah bagian-bagian tubuhnya yang sensitif terutama dada dan pantatnya yang selama ini hanya bisa kupandang. Maryati pun juga mulai berani meremas milikku yang sudah mengeras dari balik celana pantalon yang kukenakan. Aku lalu membalasnya dengan menekankan telapak tanganku ke celah pahanya yang tertutup rok kantor dan meremas bagian yang ada di sana. Meski begitu, kami tetap tak bisa leluasa untuk melakukan hal-hal yang lebih jauh. Karena bisa saja sewaktu-waktu ada karyawan yang akan masuk sementara kami dalam keadaan kusut masai. Jadi kami tetap harus menjaga semua ini tapi setidak-tidaknya kami bisa saling meluapkan kerinduan kami dengan bercumbu sambil saling menyentuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pertemuan di kantor itulah aku mencoba mengajaknya untuk suatu saat berkencan lebih jauh di suatu tempat yang lebih leluasa untuk melakukannya. Maryati tidak mengiyakan atau menolak ajakanku. Ia hanya menunjukkan sikap dan jawaban yang tampaknya masih hati-hati dan perlu waktu untuk memikirkannya dan aku menghargai sikapnya itu, sampai akhirnya aku berhasil membawanya pergi ke Puncak sebagaimana telah kuceritakan pada bagian pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini hubungan kami sudah semakin dekat, kencan lebih banyak kami lakukan di luar rumah. Karena bagaimana pun, status kami sebagai sebagai duda dan janda sedikit banyak pasti mendapat sorotan tersendiri di lingkungan kami masing-masing. Jadi aku dan Maryati harus bisa menjaga hubungan ini agar tak terlalu menyolok. Untuk itu aku lebih senang kalau Maryati saja yang bertandang ke rumahku, daripada aku yang harus ke rumahnya. Hal ini untuk menjaga kesan bagi diri Maryati sebagai seorang janda, di samping karena lingkunganku juga relatif lebih aman. Beberapa kali ia sempat menginap di rumahku, sementara aku baru dua kali menginap di rumahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Berpacu Kenikmatan Bersama Janda Seksi&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama kali Maryati kuajak ke rumahku adalah sehabis aku mengantarnya jalan-jalan membeli arloji, kira-kira seminggu setelah kejadian di Puncak. Berhubung waktu pulang hujan cukup lebat, aku harus mengambil jalan memutar yang cukup jauh menuju rumahnya untuk menghindari wilayah yang biasanya banjir. Kebetulan jalan yang harus kuambil melewati jalan menuju kompleks rumahku. Maka daripada tanggung, aku menyarankan Maryati untuk mampir sebentar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lama juga nggak pa-pa” katanya menggoda.&lt;br /&gt;
“Jangan ah.. Takut!” sahutku gantian menggodanya.&lt;br /&gt;
“Takut apa?”&lt;br /&gt;
“Takut tidak terjadi apa-apa.. ha.. ha.. ha..”&lt;br /&gt;
“Iiihh.. dasar!” sambil tangannya mencubit pahaku. Aku berteriak, meskipun cubitannya tidak sakit.&lt;br /&gt;
“Cubit yang lainnya dong..” aku menggodanya lagi.&lt;br /&gt;
“Maunya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tangannya kemudian terulur ke arah selangkanganku dan mulai menarik resleting celana jeans ku ke bawah. Masih dalam posisi menyetir, aku segera mengatur posisi dudukku agar ia bisa leluasa membuka celanaku. Dalam sekejap milikku sudah terjulur keluar dari celah atas celana dalamku, milikku mulai membesar tapi belum tegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Maryati lalu mulai beraksi meremas dan memijit-mijit, maka segera pula otot pejal kebanggaanku itu mulai bangun berdiri. Aku berusaha berkonsentrasi dengan setir mobil, apalagi di luar sana hujan makin lebat. Wiper yang bergerak-gerak seperti tak mampu menahan air hujan yang turun meleleh di kaca depan, sebagaimana aku tak dapat menahan rasa geli yang mulai muncul ketika tangan Maryati pelan-pelan mulai mengocok. Batangku dijepitnya hanya dengan menggunakan jempol dan jari tengahnya. Lalu dengan cara seperti itu ia membuat gerakan memijit dan mengocok bergantian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Digenggam dong..” kataku menuntut.&lt;br /&gt;
“Tadi katanya minta dicubit”, jawabnya sambil melakukan gerakan mencubit pelan pada pangkal kemaluanku yang kini sudah mengeras. Membuatku menggelinjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tersenyum mendengar jawabannya. Ya sudah, aku nikmati saja apa yang dilakukan. Bahkan aku kemudian menjulurkan tangan kiriku ke arah buah dadanya yang terbungkus blus tanpa kancing, sementara tangan kananku tetap memegang kemudi. Kurasakan buah dadanya sudah mengeras kencang, aku makin bernafsu meremasnya. Maka mulailah acara saling meremas dan memijit, di dalam mobil, di tengah hujan deras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;baca juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/07/cerita-dewasa-ml-dalam-keadaan-terikat.html&quot;&gt;Cerita Dewasa ML Dalam Keadaan Terikat&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampaknya Maryati mulai terangsang dengan gerayangan tanganku pada buah dadanya. Ia memintaku untuk melakukannya di bagian tubuhnya yang lain, ketika tangannya tiba-tiba menuntun jariku menuju ke sela-sela pahanya yang sengaja dibukanya agak lebar. Roknya sudah ia tarik ke atas sebatas pinggul. Maka jari-jari tangan kiriku pun segera beraksi di bagian depan celana dalamnya yang menyembul hangat dan sudah mulai lembab itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandanganku tetap harus ke depan, ke arah jalan yang mulai masuk ke kompleks rumahku. Sedangkan Maryati bisa dengan enaknya menggeliat-geliat sambil mendongakkan kepalanya menikmati gelitikan jariku pada bagian luar CD-nya tepat di bagian celah kemaluannya. Sementara tangan kanannya kini tak lagi memijit-mijit, tapi sudah menggenggam batang kemaluanku yang makin meradang karena terus dikocok-kocok olehnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menarik tanganku dari sela paha Maryati ketika mobil sudah mulai masuk ke jalan menuju rumahku. Maryati sempat mendesah ketika aku menghentikan aksiku. “Sudah sampai..” kataku memberi alasan sekaligus mengingatkan dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia segera membenahi pakaiannya dan kemudian gantian membereskan celanaku yang sudah setengah terbuka. Kemaluanku yang belum sepenuhnya lemas, agak sulit untuk dibungkus kembali.&lt;br /&gt;
“Bandel nih!” gerutu Maryati.&lt;br /&gt;
“Gede sih.. hehehe..” aku tertawa melihatnya kesulitan memasukkan batang kemaluanku kembali ke celana.&lt;br /&gt;
“Sudah biarin, nanti juga kan dikeluarin”, lanjutku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maryati lalu kusuruh turun duluan menuju teras. Aku kemudian memasukkan mobil ke garasi, membetulkan celanaku dan kemudian bergegas keluar garasi menuju teras menyusul Maryati yang rambut dan pakaiannya terlihat agak basah oleh air hujan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami lalu segera masuk ke dalam rumah, inilah pertama kali Maryati berkunjung ke kediamanku, ia agak sedikit canggung dan terlihat kurang nyaman ketika berada di ruang tamu. Apalagi kondisi tubuhnya agak basah oleh air hujan, blusnya yang basah menampakkan bagian gumpalan dadanya yang sedikit menyembul dari BH yang dikenakannya. Aku kembali terangsang melihat pemandangan itu, segera kupeluk tubuhnya dan kami pun lalu tenggelam dalam ciuman yang bergelora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Birahi kami memanas kembali, ciuman pun berkembang menjadi acara saling meremas, saling menekan, saling merangsang. Kami berdua lalu membantu melepaskan pakaian satu sama lain dan membiarkannya terserak di lantai ruang tamu, tubuh telanjang kami pun menempel makin lekat.&lt;br /&gt;
“Di sini saja..” katanya ketika aku akan menariknya untuk masuk ke kamar tidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami kemudian memilih sofa ruang tamu sebagai tempat main. Di luar hujan masih turun dengan derasnya, suara tempaan airnya menyamarkan desahan dan lenguhan yang keluar dari mulut kami berdua. Tubuh bugil kami bergelut dengan penuh gairah di atas sofa tamu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa saat kemudian Maryati meminta ijinku untuk melakukan oral seks, tentu saja kuijinkan. Ia memang senang dengan milikku yang katanya punyaku ukuran besar terutama di bagian kepalanya. Sehingga ia senang sekali melumat dan mengisap bagian kepala kemaluanku yang kini terlihat bulat membonggol dan tampak licin mengkilat akibat lumuran ludahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-berpacu-kenikmatan.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Berpacu Kenikmatan Bersama Janda Seksi&lt;/a&gt;, Selama ia melakukan permainan mulut, aku berusaha mengimbanginya dengan merangsang bibir kemaluannya dengan jariku. Saat itu posisiku setengah rebahan dan menyandarkan kepalaku pada sandaran sofa. Sedangkan Maryati berbaring miring setengah telungkup di samping pinggangku. Ia menggeliat ketika jari tengahku mulai menerobos masuk ke celah miliknya, sementara jempolku bermain-main pada klitorisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ouu..” jeritnya tertahan.&lt;br /&gt;
“Kenapa? enak?” tanyaku sambil menusukkan jari tengahku lebih dalam dan memutar lebih keras jempolku pada tonjolan kecil di atas bibir kemaluannya. Kembali mulutnya bersuara, tapi kali ini lebih riuh dan lebih mirip desisan. Sejenak mulutnya terlepas dari batang kemaluanku. Tapi sesaat kemudian ia menunduk kembali dan melumat habis pisang ambonku hampir ke pangkalnya dan mengisapnya sedemikian rupa sampai aku merinding kegelian. Pantatku sempat tersentak-sentak karena kenikmatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa? enak ya?” katanya sambil melirikku, lalu melanjutkan kulumannya kembali. Sepertinya Maryati ingin membalas atau mungkin ingin mengimbangi perbuatanku tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya kami tak sempat bicara sepatah kata pun karena terlalu serius untuk saling melakukan dan menikmati rangsangan. Mataku terpejam mencoba menikmati setiap hisapan mulut Maryati, sementara jari-jari tangan kananku terus asyik bermain-main di sekitar liang kewanitaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbeda dengan milikku, rambut yang tumbuh di sekitar kemaluan Maryati tak terlalu lebat, tapi tumbuhnya lebih halus dan rapi dan aku suka sekali mengusap-usapnya. Sedangkan rambut kemaluanku tentu saja lebih kasar dan lebat tumbuhnya hingga ke arah pusar, perut dan dada. Maryati juga suka mengusap-usap bulu-bulu yang tumbuh di sekitar tubuhku itu. Katanya, dengan kondisi seperti itu, aku seperti nyomet, demikian ia memplesetkan istilah monyet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siang itu akhirnya kami melakukannya sampai dua kali. Ronde pertama diawali ketika Maryati mulai bangkit dari posisi tengkurapnya, lalu mulai mengangkangi pinggulku dan kemudian menelusupkan batang kejantananku yang sudah tegang keras itu ke sela-sela pahanya. Dengan posisi antara duduk dan bersandar, aku mencoba membantunya dengan sedikit mengangkat pantatku ke atas. Maka sedikit demi sedikit amblaslah kepala kemaluanku ditelan mulut kecil yang ada di selangkangannya. Terasa sekali liang ketat namun lembut menjepit sepanjang batang kemaluanku. Rasanya hangat, lembut dan agak-agak terasa kesat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenikmatan semakin terasa ketika kepala kemaluanku yang sensitif itu menyentuh ujung dinding kemaluan Maryati. Sejenak Maryati memutar-mutar pinggulnya seolah merayakan pertemuan total itu, secara spontan kami berdua serempak memperdengarkan rintihan kenikmatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maryati pun tampaknya meresapi jejalan batang dan gesekan urat yang ada di sekujur kemaluanku. Mulutnya mendesis-desis seperti orang kepedasan, beberapa kali jarinya berusaha menyentuh bagian luar bibir kewanitaannya seperti mau menggaruk seolah kegelian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maryati kemudian mengatur posisi berlututnya sedemikian rupa dan beberapa saat kemudian ia mulai menggenjot tubuhnya naik turun. Makin lama genjotannya makin cepat, sehingga membuat buah dadanya tampak berayun-ayun di depan wajahku. Mulutku segera menangkap putingnya yang sudah mengeras itu dan segera melumatnya habis. Ia menjerit tertahan tapi aku tak mempedulikan dan bahkan makin asyik mengulum kedua bukit padatnya itu bergantian. Sementara di bawah sana pinggulku terus menyentak-nyentak mengimbangi genjotannya di atas tubuhku. Terasa sekali rasa nikmat menjalar di sekitar pangkal dan sekujur batang kemaluanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdRkeMIjTImz3rDD1_xilwWUqa3DCdZM1RJFmoS26O7QcaPwNm49a1QlC1cIwQutsNZIvQ7dhH0XIfA6ZKph1qkFq6n3jD3RjwlsovMA_Q_KAAbDz3gtnW5kVYg1zPhsgqVNga_hpwbd8/s1600/moonhug.com_2017-05-02_01-12-17.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa Berpacu Kenikmatan Bersama Janda Seksi&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1500&quot; data-original-width=&quot;1000&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdRkeMIjTImz3rDD1_xilwWUqa3DCdZM1RJFmoS26O7QcaPwNm49a1QlC1cIwQutsNZIvQ7dhH0XIfA6ZKph1qkFq6n3jD3RjwlsovMA_Q_KAAbDz3gtnW5kVYg1zPhsgqVNga_hpwbd8/s400/moonhug.com_2017-05-02_01-12-17.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa Berpacu Kenikmatan Bersama Janda Seksi&quot; width=&quot;266&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Suara hujan di halaman depan makin membuatku bergairah, entah sudah berapa lama kami dalam posisi seperti ini. Kami hanya bisa saling memperdengarkan rintihan dan desah kenikmatan. Tubuh Maryati pun terus meliuk dan menggeliat-geliat di atas tubuhku, kedua pahanya yang sejak tadi mengangkang dan bertumpu di jok sofa, mulai kuelus-elus dan ia menyukainya karena lenguh kenikmatannya makin kerap terdengar. Elusanku lalu bergeser ke bukit pantatnya tapi kini aku tak lagi mengelus, tanganku lebih sering meremas di bagian itu membuat Maryati makin menggelinjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami mengakhiri permainan ketika Maryati mulai menunjukkan tanda-tanda akan mencapai &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-berpacu-kenikmatan.html&quot;&gt;puncak birahi&lt;/a&gt;, aku segera mempergencar tusukan dan hentakanku dari bawah. Kedua tangannya sudah memeluk kepalaku sehingga membuat wajahku terbenam di belahan dadanya, kedua kakinya kini menjepit erat pinggangku. Sementara posisi bersandarku sudah agak merosot ke bawah. Beberapa menit kami masih sempat bertahan dalam posisi itu sambil terus berpacu menuju puncak kenikmatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mass.. Masshh.. Mass Isshh..”&lt;br /&gt;
“Dik Maarrhh.. oohh.. Dik..”&lt;br /&gt;
Kami saling memanggil nama masing-masing, entah apa maksudnya. Barangkali untuk menyatakan kemesraan atau untuk mencoba menahan rasa nikmat yang mulai sulit kami kendalikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa Berpacu Kenikmatan Bersama Janda Seksi&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika nada jeritan Maryati mulai terdengar agak keras, aku segera mengangkat tubuhnya, membalikkan dan membaringkannya ke badan sofa. Kini dalam posisi aku berada di atas, kugenjot tubuhnya habis-habisan sampai kami berdua akhirnya mencapai orgasme hampir bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengerang-ngerang ketika kurasakan air maniku mulai menyembur, ada sekitar empat kali aku menembakkan air maniku alirannya terasa sepanjang batang kemaluanku. Rasanya berdesir-desir nikmat. Maryati pun kulihat menikmati puncak birahinya wajahnya memerah dan matanya terpejam, sementara tubuhnya sesekali bergetar menahan rasa geli yang menjalar di seluruh tubuhnya. Aku segera melumat bibirnya dan kami pun melengkapi puncak kenikmatan ini dengan ciuman yang dalam dan lama, sesekali tubuh kami tersengal oleh sisa-sisa letupan kenikmatan yang belum sepenuhnya reda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara riuh hujan tak terdengar lagi hanya bunyi tetes-tetes air yang berdentang-dentang menimpa atap seng. Entah sejak kapan hujan mulai reda, kami terlalu sibuk untuk memperhatikannya. Kami masih berbaring di atas sofa, Maryati berbaring di atas tubuhku yang telentang. Tanganku mengusap-usap punggungnya yang masih bergerak-gerak halus seiring nafasnya, sementara tangannya bermain-main di sekitar bulu dada dan perutku yang masih basah oleh keringat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidur di sini ya..” kataku membujuknya.&lt;br /&gt;
“Tidur di sini? Di sofa ini?” tanyanya.&lt;br /&gt;
“Bukan. Maksudku Dik Mar malam ini nginep di rumahku”, jelasku.&lt;br /&gt;
“Oo.. Boleh.. Tapi hadiahnya apa?” sahutnya mulai manja.&lt;br /&gt;
“Hadiahnya?” tanyaku bingung. Aku terdiam sejenak dan kemudian kuraih tangannya lalu kuarahkan ke batang kemaluanku yang sudah mulai melemas, “Niih.. hadiahnya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tergelak dan kami lalu tertawa bersama. Tangannya kemudian meremas milikku, meremas dan terus meremas. Selanjutnya kami pun akhirnya kembali bergelut di atas sofa itu, mempersiapkan permainan berikutnya tapi untuk ronde kedua ini kami akan menyelesaikannya di kamar tidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah puas melakukan pemanasan di atas sofa di ruang tamu, kami lantas beranjak masuk ke kamar tidurku. Inilah pertama kali Maryati masuk ke sini, sebenarnya sudah lama aku ingin mengajaknya masuk ke ruangan ini tapi baru pada kesempatan inilah keinginanku kesampaian. Bahkan aku tidak hanya kesampaian membawanya masuk, tapi sebentar lagi aku juga kesampaian untuk menidurinya di atas kasur yang selama menduda ini hanya kupakai tidur sendirian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu pintu kamar tertutup, Maryati langsung memelukku dan kami berciuman dengan mesranya. Kulit tubuh kami yang sudah polos telanjang itu seolah telah menjadi konduktor yang saling mengirimkan panas birahi yang terus menggelegak. Batang kemaluanku yang tegang berat itu menempel ketat tepat di atas belahan kemaluannya mengacung ke arah pusarnya. Dengan posisi demikian kantong zakarku langsung bergesekan dengan rambut kemaluannya, rasanya geli. Apalagi Maryati terus menggesek-gesekkan bagian itu selama kami berciuman, ia tampak kesenangan menikmati permainan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Maryati paling senang ketika aku memeluknya dari belakang, tak henti-hentinya ia menggoyang-goyangkan pantatnya pada batang kemaluanku dan aku mengimbanginya dengan meremasi buah dadanya dari belakang sambil terus menciumi daerah telinga, leher dan bibirnya dari arah samping. Bercumbu dengan posisi begini memang mengasyikkan, batang kejantananku seperti meluncur-luncur di sela-sela garis pantatnya. Rasanya lembut dan geli, bagai dielus-elus dengan kain beludru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mass..” desahnya sambil membalikkan badannya dan kemudian melingkarkan tangannya ke leherku.&lt;br /&gt;
“Apa..?” kucengkeram kedua pinggulnya yang padat bulat itu.&lt;br /&gt;
“Siapa saja yang sudah pernah tidur di sini?” tanyanya mulai menggodaku. Aku agak heran dengan pertanyaannya yang rada menyelidik itu.&lt;br /&gt;
“Nggak ada”, jawabku pendek.&lt;br /&gt;
“Masak sih, nggak ada?”&lt;br /&gt;
“Iya..” aku berusaha meyakinkannya.&lt;br /&gt;
“Lha, istri Mas Is dulu tidur di mana?”&lt;br /&gt;
“Oo itu.. Ya, kalau dulu sih ini memang tempat tidur kami berdua. Tapi sejak pisah, ya nggak ada orang lain lagi yang pernah tidur di sini selain aku sendiri..”&lt;br /&gt;
“Beneer..?” nadanya mulai meledek.&lt;br /&gt;
“Sumpah..” balasku manja.&lt;br /&gt;
“Terus, kalau Mas Is lagi kepingin, mainnya di mana dong?”&lt;br /&gt;
“Kepingin apa?” tanyaku pura-pura bodoh.&lt;br /&gt;
“Ya, kepingin begituan..”&lt;br /&gt;
“Kalau lagi kepingin.. ya kadang-kadang mainnya di sini..”&lt;br /&gt;
“Lho? tadi katanya nggak ada orang lain yang tidur di sini selain istri Mas Is..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tertawa pendek menyadari kebingungan Maryati.&lt;br /&gt;
“Kalau mau main, memangnya harus ada orang lain?” kataku kemudian.&lt;br /&gt;
“Maksudnya?” ia makin kebingungan.&lt;br /&gt;
“Emangnya nggak bisa main sendiri..?”&lt;br /&gt;
“Idiih.. maksudnya..?” Maryati tak meneruskan kalimatnya, tapi matanya menatapku lucu dan tangannya lalu menggenggam milikku dan mengocok-ngocoknya. Seolah ingin memastikan bahwa perbuatan seperti itulah yang aku maksudkan dengan main sendiri, alias onani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-berpacu-kenikmatan.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Berpacu Kenikmatan Bersama Janda Seksi&lt;/a&gt;, Aku mengangguk membenarkan maksudnya, ia tertawa.&lt;br /&gt;
“Kok ketawa?” kataku sambil mendekap tubuhnya dengan gemas.&lt;br /&gt;
“Nggak kebayang deh..” jawabnya sambil masih cekikikan.&lt;br /&gt;
“Ya jangan dibayangin dong.”&lt;br /&gt;
“Kalau nggak boleh ngebayangin, boleh dong saya lihat Mas Is melakukan itu.”&lt;br /&gt;
“Hah?” kataku kaget.&lt;br /&gt;
Kini gantian aku yang tertawa mendengar permintaannya yang tidak biasa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama ini, sejak pisah dengan istriku pemenuhan kebutuhan seksualku memang lebih banyak kulakukan dengan cara onani saja, karena aku termasuk konservatif, nggak bisa main sembarangan, hati-hati dan penuh perhitungan. Melakukan onani bagiku lebih save dan cukup memuaskan, hampir semua laki-laki pasti pernah melakukan seks swalayan itu. Dulu waktu masih remaja aku juga sering melakukannya dan mendapatkan kepuasan dari situ. Bahkan ketika sudah menikah pun aku kadang-kadang juga masih melakukannya, terutama bila istriku dulu sedang berhalangan. Aku bisa minta dia membantuku beronani atau aku melakukannya sendiri tanpa dia. Apalagi setelah kami cerai, acara ngocok bisa kulakukan seminggu sekali, bahkan lebih kalau nafsuku lagi kencang-kencangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biasanya aku melakukannya menjelang tidur atau saat bangun tidur. Sudah alamiah, punya laki-laki kalau saat bangun tidur pagi hari biasanya dalam kondisi sedang ereksi. Kalau kebetulan saat itu voltage-ku juga sedang tinggi-tingginya, biasanya langsung kusalurkan dengan cara mengocok. Aku bisa melakukannya di atas tempat tidur atau di kamar mandi waktu mandi pagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau aku melakukannya menjelang tidur, biasanya sambil melihat majalah atau &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;film porno&lt;/a&gt; koleksiku atau hasil pinjaman. Tapi kalau melakukannya ketika bangun tidur atau di kamar mandi, aku cukup dengan berkhayal saja. Selama ini aku lebih banyak melakukan onani dengan tangan kering, karena keluarnya bisa agak lama. Tapi untuk sensasi, kadang-kadang aku pakai baby oil atau sabun kalau pas melakukannya di kamar mandi. Saya rasa yang terakhir itu (nyabun) biasa dilakukan oleh laki-laki, tentunya dilakukan dengan sembunyi-sembunyi dan kamar mandi memang tempat yang paling populer untuk beronani ria. Karena tempatnya aman, tertutup dan bisa telanjang dengan bebas, sehingga tak perlu takut dicurigai atau diketahui orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi kini, ada seorang wanita yang ingin menontonku melakukan onani di hadapannya. Gila! Aku sampai tertawa menanggapi permintaan Maryati yang nyeleneh itu. Tapi aku menghentikan tawaku begitu menyadari bahwa Maryati tampaknya serius memintaku melakukan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke”, kataku akhirnya, “Tapi janji, Dik Mar juga harus ikut melakukan itu di depan saya..”&lt;br /&gt;
“Nggak ah!” sergahnya cepat.&lt;br /&gt;
“Kenapa? Memang nggak pernah..?”&lt;br /&gt;
“Ihh.. pakai nanya lagi!” katanya sambil mencubitku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera kutangkap tangannya, kupeluk tubuhnya dan kami lalu kembali tenggelam dalam ciuman yang mesra dan bergairah. Sejenak kemudian aku melepas pelukanku dan membimbing tubuhnya berbaring di atas ranjang. Aku sendiri kemudian berbalik berjalan menuju kursi dekat meja kecil di seberang tempat tidur dan duduk santai di atasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dik..” kataku memberi isyarat pada Maryati yang tergolek di atas kasur di depanku. Aku kemudian memancing dia dengan mulai meremas-remas milikku sendiri yang sudah tegang itu. Beberapa saat kemudian Maryati pun mulai mengikuti perbuatanku. Jari-jarinya mulai terarah menuju selangkangannya, mulai menggelitik dan mengusap-usap miliknya sendiri. Maka dimulailah pertunjukan seks swalayan, kami berdua saling berpandangan dan saling mengamati perbuatan satu sama lain. Tubuh Maryati tampak telentang miring bersandar pada salah satu sikunya, posisi tubuhnya menghadap ke arahku sehingga aku bisa dengan leluasa melihat semua gerakan masturbasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Posisi dudukku sendiri sudah tidak tegak lagi, tapi sudah setengah bersandar. Kedua paha dan kakiku selonjor ke depan dan sengaja kubuka lebar-lebar. Aku memainkan milikku dengan gerakan bervariasi, mulai dari meremas, mengurut, memijat sampai gerakan mengocok. Sesekali aku juga merangsang buah pelirku dengan cara mengusap-usap dan meremas-remasnya. Seolah-olah aku ingin menunjukkan pada Maryati semua gerakan onani yang biasa kulakukan selama ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami berdua mulai saling terangsang oleh perbuatan kami masing-masing. Kalau selama ini aku beronani sambil &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-berpacu-kenikmatan.html&quot;&gt;nonton BF&lt;/a&gt; atau lihat gambar porno sambil mengkhayal hal-hal yang merangsang, kini aku melakukannya dengan bantuan obyek dan kejadian yang lebih nyata. Aku sampai kesulitan menahan keinginanku untuk tidak menyetubuhi Maryati karena sangat terangsang melihat segala gerakannya selama bermasturbasi itu, semua begitu nyata dan merangsang. Aku yakin Maryati pun merasakan hal yang sama selama melihat secara langsung seorang laki-laki beronani di hadapannya. Matanya kulihat mulai sayu tapi terus mengamati gerakan-gerakan tangan yang kubuat terhadap kemaluanku sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku hampir mencapai puncak, ketika kudengar mulut Maryati mulai merintih-rintih sambil menatapku dengan wajah seperti orang ingin menangis. Jari manis dan jari tengahnya tampak bergerak cepat mengusap dan menekan-nekan bagian atas bibir kemaluannya khususnya di bagian klitorisnya, ia mulai memanggil-manggil namaku dan tubuhnya mulai mengejang. Punggungnya kemudian melengkung dan kedua pahanya merapat menjepit tangannya sendiri yang terselip di selangkangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku semakin terangsang melihat pemandangan nyata di depanku, desiran-desiran mulai kurasakan pada pangkal kemaluanku sendiri dan aku semakin memperkuat kocokan tanganku sendiri sampai menimbulkan sedikit bunyi yang diakibatkan oleh bercampurnya keringat di telapak tanganku dan cairan bening yang mulai keluar dan meleleh dari lubang kecil di ujung kemaluanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi akhirnya aku tak tahan lagi begitu mendengar Maryati berteriak memekik dan aku segera loncat dari kursi dan menghambur ke arahnya, aku sudah tak tahan lagi dengan semua ini. Segera kubuka pahanya yang masih merapat itu dan tanpa ba bi Bu kutusukkan batang kemaluanku ke lubang yang sudah basah oleh cairan birahi itu. Maryati terpekik ketika seluruh kejantananku dengan cepat dapat menerobos dan menyelip masuk. Kurasakan di dalam sana milikku berdenyut-denyut oleh konstraksi dindingnya, menimbulkan rasa geli yang sangat nikmat. Rupanya orgasme Maryati datang bersamaan dengan hujaman rudalku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejenak aku diam menikmati pengaruh orgasme di tubuh Maryati pada batang kemaluanku lalu pelan-pelan aku mulai menggoyang dan mengayun pinggulku pelan dan pelan, berputar dan mengulir sesekali menyentak. Kunikmati sekali persetubuhan ini, sampai akhirnya aku mulai melakukan gerakan memompa dan menusuk-nusuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maryati tampak mulai menikmati genjotanku, ia menggeliat-geliat sambil melenguh dan sesekali tersenyum dengan mata terpejam. Seolah meresapi segala gerakan nikmat yang kuciptakan pada tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sendiri karena akibat onani tadi, sudah beberapa kali harus menahan desiran yang terus muncul dari pangkal selangkanganku. Biasanya ini tanda orgasmeku mau datang tapi aku merasa sayang untuk mengeluarkannya sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-berpacu-kenikmatan.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Berpacu Kenikmatan Bersama Janda Seksi&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah seperti membaca pikiranku, tiba-tiba Maryati memintaku untuk segera menyemprotkan cairan maniku yang sedari tadi kutahan.&lt;br /&gt;
“Keluarin Mass.. keluarin sekarang.. di luar saja..” ia merintih sambil menatapku sayu. Aku mengerti maksudnya maka segera kucabut batang kemaluanku dan dengan posisi mengangkangi perutnya, aku lalu melakukan onani di atas tubuhnya. Kukocok dan kukocok terus milikku dengan kuat, cairan kemaluan Maryati yang menempel di sekujur batang kemaluanku makin memperlancar gerakan tanganku. Kepala kemaluanku yang bulat mengkilat tampak tersengal-sengal dalam genggaman tanganku. Maryati pun tampak menikmati sekali atraksi yang sedang kulakukan di atas tubuhnya. Bahkan ia mulai meraba-raba kantung pelirku. Oh tidak, ia tak cuma meraba, tapi juga meremas-remas kantung bulat berkulit tebal itu. Membuat pinggul dan pantatku bergerak-gerak seiring remasan tangannya. “Ooohh, nikmat sekali..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menggeram tertahan, ketika akhirnya semprotan maniku yang pertama memancar dengan kuat. Langsung mengenai wajah Maryati. Tapi ia dengan senangnya merasakan sentuhan air kental hangat itu di pipinya. Matanya tak sedikit pun lepas dari kemaluanku yang sedang meradang memuntahkan semprotan-semprotan berikutnya. Semua memancar dan menyemprot tak hanya ke wajahnya, tapi juga bibir dan buah dada Maryati. Tangannya kulihat sibuk mengusap cairan putih kental itu dan meratakannya ke permukaan payudaranya, terakhir kulihat Maryati menjilat sisa spermaku yang ada di ujung jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku betul-betul puas dengan semua ini dan &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;puncak birahi&lt;/a&gt; ini telah membuat seluruh sendi tubuhku serasa dilolosi sehingga aku terpaksa harus menahan tubuhku agar tak roboh menjatuhi tubuh Maryati. Maka dengan bertumpu pada kedua telapak tanganku, pelan-pelan aku merundukkan tubuhku sehingga tubuhku merapat agak menindih dan membuat batang kemaluanku mendarat tepat di sela-sela kedua bukit buah dadanya. Rasa kenyal yang diciptakan membuatku bereaksi untuk menggeser-geserkan pisang ambonku di celah kedua bukit itu. Ah.. geli sekali rasanya. Geli yang nikmat, nikmat yang sangat. Beberapa kali tubuhku sampai tersentak-sentak oleh rasa geli yang muncul belakangan itu. Apalagi kedua telapak tangan Maryati kemudian menekan kedua pantatku ke bawah dan memutar-mutarnya. Aku hanya bisa melenguh menikmati bonus &lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-berpacu-kenikmatan.html&quot;&gt;orgasme&lt;/a&gt; yang diberikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Enak Mas?” kata Maryati ketika akhirnya aku rebah di sebelah kiri tubuhnya.&lt;br /&gt;
“Hhheehh..” aku hanya bisa mendesah dan membalas kecupan bibirnya.&lt;br /&gt;
“Mas Is seksi banget kalau lagi ngocok..”&lt;br /&gt;
“Hmm.. asal jangan djadikan tontonan rutin saja..” sahutku masih terengah.&lt;br /&gt;
“Kenapa?” tanyanya.&lt;br /&gt;
“Masak mau ngocok terus?” sahutku.&lt;br /&gt;
“Katanya sudah biasa..” katanya.&lt;br /&gt;
“Ya, tapi kan sekarang sudah ada Dik Mar”, kataku.&lt;br /&gt;
“Kalau saya sedang nggak ada, atau lagi berhalangan, gimana?” tanyanya.&lt;br /&gt;
“Tergantung..” sahutku seenaknya.&lt;br /&gt;
“Tergantung apa?” tanyanya lagi.&lt;br /&gt;
“Tergantung yang menggantung!” kataku.&lt;br /&gt;
“Iiihh..” tangan Maryati mencubit bagian tubuhku yang menggantung itu. Aku sampai berteriak tapi kemudian ia membelai-belai mesra buah pelirku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana kalau yang berhalangan saya?” aku lalu gantian bertanya.&lt;br /&gt;
“Hmm..” ia tampak berpikir.&lt;br /&gt;
“Ya, kalau dalam keadaan terjepit seperti itu ya harus bisa memanfaatkan kesempatan..” katanya.&lt;br /&gt;
“Kok, kesempatan?” tanyaku heran.&lt;br /&gt;
“Iya, yang sempit-sempit harus diberi kesempatan untuk tetap menjepit meskipun dalam keadaan terjepit..” jawabnya tenang sambil senyum-senyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tertawa ngakak mendengar balasannya yang cerdas itu. Segera kurengkuh pinggangnya dan kutindih tubuhnya sebelum ia sempat mengelak. Kutempelkan punyaku tepat di cekungan pangkal pahanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi, kapan lagi mau menjepit yang menggantung?” tanyaku bercanda sambil menekan milikku ke miliknya.&lt;br /&gt;
“Itu sih tergantung dari yang mau terjepit..” sahutnya kocak sambil sedikit menggoyangkan pinggulnya. Sialan, gerakannya membuatku berdesir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sore ini aku tak ingin terlalu menuruti hawa nafsu yang muncul. Maryati pun bukan type wanita yang menggebu-gebu nafsu seksnya. Bagi kami, yang penting adalah kualitas dalam bermain cinta, bukan kuantitas atau frekuensinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka sore itu juga, setelah selesai mandi, Maryati memintaku untuk mengantarnya pulang ke rumah. Selama di mobil kami ngobrol dan guyon-guyon mengenai hal-hal yang ringan. Tak ada lagi acara saling remas seperti siang tadi. Karena semuanya sudah tersalurkan.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/feeds/3712672073456801680/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-berpacu-kenikmatan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/3712672073456801680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/3712672073456801680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/08/cerita-dewasa-berpacu-kenikmatan.html' title='Cerita Dewasa Berpacu Kenikmatan Bersama Janda Seksi'/><author><name>Karla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15414855962408796804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJMJyNaR4wWFBKoKH2SX4w_p7RGBHyt5vJapp8nzDd5geMn6jNzQmveDuVMzLDXFf4nITiDU2lWWUDgEzh6oxCxkLRDcpR-KT76zZAaWYwPWdaOXDlQGCd_Z6RogTNZHJD44btpAOuFY4/s72-c/kt835.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433305999846514824.post-7550976723183197851</id><published>2018-07-24T02:06:00.000-07:00</published><updated>2018-07-24T02:08:20.480-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="bokep indonesia"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita 17+"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita 18+"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita dewasa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita lendir"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita nikmat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita porno"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita sex"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="esek-esek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="godaan seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="hasrat seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kisah seks"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="nafsu birahi"/><title type='text'>Cerita Dewasa ML Dalam Keadaan Terikat</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7NZza4QR2WHHvjhswZ1ulS_70dIwbThmXDvjSi6bDSuUBceTfoo96jtWL-1TTHCe6qXfoS3FOwHEZGHuu5Xb2U0iu3KxXmH_iffoJ92GiWFPXMXmv-wOuPj2FFoGsMh7vckEpxYOb7dI/s1600/sex-gespraeche.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa ML Dalam Keadaan Terikat&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;450&quot; data-original-width=&quot;960&quot; height=&quot;187&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7NZza4QR2WHHvjhswZ1ulS_70dIwbThmXDvjSi6bDSuUBceTfoo96jtWL-1TTHCe6qXfoS3FOwHEZGHuu5Xb2U0iu3KxXmH_iffoJ92GiWFPXMXmv-wOuPj2FFoGsMh7vckEpxYOb7dI/s400/sex-gespraeche.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa ML Dalam Keadaan Terikat&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;bukuceritadewasaonline&lt;/a&gt; - Perampokan bersenjata di bank siang itu membawa pengalaman traumatik bagi Aris Hendrawan (35), seorang pengusaha mutiara. Siang itu ia bersama istrinya Kristin (30) berada dalam bank tersebut untuk sebuah transaksi keuangan perusahaan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Suasana bank cukup ramai, bersama para nasabah lainnya Aris dan Kristin mengantri menunggu layanan kasir. Tiga kasir bank sibuk melayani nasabah, satu persatu. Lima orang lelaki berbusana serba hitam ditutup jaket kulit hitam tiba-tiba masuk ke ruang tunggu dan langsung mengeluarkan senjata api jenis pistol dan sebuah laras panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan ada yang bergerak.. semuanya diam !!! jangan membuat tindakan ceroboh atau kepala kalian akan pecah, teriak seorang lelaki yang memimpin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/07/cerita-dewasa-ml-dalam-keadaan-terikat.html&quot;&gt;Cerita Dewasa ML Dalam Keadaan Terikat&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Ini perampokan, pikir Aris. Suasana sempat kacau penuh teriakan dan para nasabah berhamburan, Aris mengikuti beberapa nasabah yang lari ke lantai dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kawanan rampok itu kemudian menyebar, dua orang masuk ke sisi kasir, sedangkan tiga lainnya sibuk mengacungkan senjata ke nasabah. Seorang lainnya mengejar nasabah yang lari ke lantai dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aris dan enam nasabah dilantai dua tak berkutik ditodong senjata, mulut mereka ditempel lakban, sementara para nasabah di lantai dasar juga sudah sepi tak berani bersuara. Kawanan rampok mengikat para nasabah. Ada yang tiga menjadi satu, ada yang dua menjadi satu dan semua mulut mereka ditempel lakban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari balkon dalam lantai dua, bisa melihat semua di lantai satu tapi ia mendadak khawatir karena tidak melihat Kristin istrinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang perampok menjaga di pintu, satpam yang berjaga di meja dalam juga tidak terlihat, hanya pakaiannya tergeletak di lantai, mungkin ia ditelanjangi rampok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua kawanan rampok naik ke lantai dua untuk memeriksa letak brangkas diantar seorang wanita kasir yang ditodong pistol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aris mencoba bergeser ke ujung balkon, ia mencari Kritin. Aris lega, ternyata Kristin berada di sebuah lorong sempit menuju toilet. Aris melihatnya terikat menjadi satu dengan seorang lelaki tegap, ia pasti satpam bank, karena hanya mengenakan celana kolor dan kaos dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh Kristin dan satpam itu terikat menyatu berhadapan dilakban melingkar dibagian pinggang dan dada. Tangan mereka juga diikat lakban ke belakang. Keduanya berbaring dilorong menyamping berhadapan, mulut masing-masing juga tertutup lakban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam suasana tegang itu, Aris melihat satpam dan Kristin terus berusaha melepas ikatan mereka dengan cara bergerak terus bersamaan untuk melonggarkan lilitan lakban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perampokan berjalan hampir satu jam, sampai akhirnya kawanan rampok berhasil kabur membawa jarahannya. Aris bersyukur, Kristin dan satpam bank akhirnya terlepas dari ikatan. Si satpam kemudian membantu nasabah lainnya sementara Kristin membuka ikatan Aris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untung kita nggak diapa-apakan ya ma.., kata Aris merangkul istrinya. Mereka kemudian pulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Kristin, perampokan di bank itu menimbulkan trauma sesaat tetapi berakhir dengan sensasi seks yang selama ini tak pernah ia bayangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terikat di lorong sempit dengan tubuh berdempetan berhadapan dengan lelaki lain membuat Kristin risih bukan kepalang, apalagi si lelaki hanya mengenakan kaos dalam dan celana kolor. Tapi perasaan itu terkubur lantaran takut yang dirasakannya melihat kawanan rampok bersenjata itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar tiga menit berbaring berhadapan seperti itu, Kristin melihat lelaki di depannya berhasil membuka lakban di mulutnya setelah beruang keras mendorong lakban itu dengan lidahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenang bu.. saya Partodi satpam di bank ini. Maaf pakaian saya tadi dilucuti rampok. Sepertinya sekarang mereka sedang membongkar brangkas dan tak mungkin kembali ke mari, ayo kita berusaha lepaskan ikatan ini bersama ya.., kata satpam Partodi. Kristin mengangguk saja dan berharap upaya mereka berhasil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa ML Dalam Keadaan Terikat&lt;/a&gt;, Partodi kemudian melepaskan lakban di mulut Kristin dengan cara menggigit sisi lakban dan menariknya. Kristin sempat terpekik merasakan perih bibirnya tertarik rekatan lakban, tapi kemudian berusaha tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terus bagaimana caranya, tanya Kristin menanyakan cara mereka melepaskan ikatan lakban di tubuh. Sepertinya sulit karena masing-masing tangan mereka terikat ke belakang dililit lakban, sementara lakban lainnya melilit rapat menyatukan bagian pinggang, perut mereka berdempetan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Partodi lalu menjelaskan pada Kristin bahwa sifat karet pada lakban dapat digunakan sebagai kesempatan mereka lolos dari ikatan. Caranya dengan terus bergerak agar lakban menjadi molor dan longar elastis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita masih punya kaki yang bebas bu. Saya akan membalik badan dan ibu harus berusaha berposisi di atas saya. Setelah itu kaki ibu bisa menjejak lantai mendorong ke arah atas tubuh saya mungkin akan berhasil, kata Partodi. Ia segera mengubah posisi mereka dari yang sebelumnya berbaring miring berhadapan, menjadi saling tindih, Kristin berada di atas. Ini dilakukan Partodi agar Kristis tidak merasa berat jika Partodi yang berada di atas, sebab bobot Partodi yang tinggi besar tentu akan menyesak Kristin bila tertindih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Posisi Kristin sudah di atas tubuh Partodi. Ia menuruti perintah Partodi dan mulai menggerakkan badannya ke arah atas tubuh Partodi dengan menjejakkan kaki di lantai. Tapi rok span yang dikenakannya menghalangi usaha Kristin menjejakkan kaki secara maksimal melantai, sebab ia harus lebih mengangkangkan kakinya agar bisa melewati kaki Partodi di bawah kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kristin terus berupaya dan akhirnya ia bisa mengangkangkan kaki lebih lebar, akibat gesekan tubuh mereka, rok Kristin naik sampai bongkahan pantatnya terlihat. Tapi tak apa, pikir Kristin, demi usahanya menjejak kaki ke lantai. Lagi pula Partodi tak mungkin melihat pantatnya karena ia berada di bawah Kristin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjukFVnoG9RLvv00BchfaMmTl6fKOXLFmdIoLIVv38kOCocPRGhSvXtOLpSnE9o8mGFc1KIuusOmLGLnAlxyqVKJQPhOU8a5dxFh9UNtDHD1fSgLZscWfRqYIJtiX2-x-vWeSUhMFR06zw/s1600/Asian_Girls_Photos_181214_044.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa ML Dalam Keadaan Terikat&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;686&quot; data-original-width=&quot;560&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjukFVnoG9RLvv00BchfaMmTl6fKOXLFmdIoLIVv38kOCocPRGhSvXtOLpSnE9o8mGFc1KIuusOmLGLnAlxyqVKJQPhOU8a5dxFh9UNtDHD1fSgLZscWfRqYIJtiX2-x-vWeSUhMFR06zw/s400/Asian_Girls_Photos_181214_044.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa ML Dalam Keadaan Terikat&quot; width=&quot;326&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Terus goyang bu.. sudah mulai longgar ikatannya, Partodi berbisik pada Kristin. Entah mengapa kata-kata goyang yang dibisikan Partodi membuat Kristin risih. Ia baru sadar gerakannya berusaha melepas ikatan terkesan menjadi gerakan yang erotis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia juga baru sadar kalau sejak tadi payudara 36D nya terus menggerus dada Partodi, dan gerakan demi gerakan yang menimbulkan gesekan di tubuh keduanya mulai mempengaruhi libido Kristin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Astaga.., bang Partodi. Apa ini..? kok terasa keras.. Tolong bang, abang nggak boleh terangsang.. ini dalam perampokan.., Kristin berbisik balik ke Partodi saat merasakan sesuatu benda mengeras hangat terasa di bawah pusar Kristin. Penis Partodi rupanya ereksi setelah beberapa lama merasakan gesekan tubuh Kristin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh.. ehh.. maaf bu.. saya sudah berusaha untuk mengabaikan rasanya tapi gesekan-gesekan itu mengalahkan pikiran saya bu. Maaf bu.. tapi saya pikir ini alami bagi lelaki, yang terpenting sekarang kita harus terus berusaha melepas ikatan ini bu.. sebelum perampok itu kembali ke mari, Partodi agak gugup dan malu menyadari Kristin mengetahui penisnya mulai bangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya sudah.. nggak apa-apa, asal bang Partodi jangan macam-macam ya.., kata Kristin. Ia sadar tak bisa menyalahkan Partodi. Dan lagi benar apa Partodi bahwa itu sangat alami dan Kristin juga merasakan hal yang sama, ada kenikmatan menjalari tubuhnya setiap kali gerakan bergesek ia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikirnya, perampokan bank yang menyebabkan mereka berdua berada dalam posisi terikat seperti itu, dan mereka harus bersama kompak melepaskan ikatan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kristin kembali memusatkan pikirannya pada upaya melepaskan lakban. Ia kembali menggerakan tubuhnya menggesek tubuh Partodi dari atas ke bawah dan sebaliknya dari bawah ke atas, agar ikatan lakban melonggar. Upayanya cukup berhasil, kini jarak gesekan sudah bisa lebih jauh menandakan lakban mulai longgar elastis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian perut Kristin sudah bisa menjangkau perut Partodi bagian atas, Kristin berusaha terus menjejak lantai agar tubuhnya terdorong naik lebih jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ehmm bu.. coba lagi ke bawah.. terus dorong lagi ke atas.. sudah mulai longgar lakbannya.., suara Partodi semakin parau. Tubuh Kristin yang terdorong ke atas membuat penis Partodi kehilangan sentuhan, sebab selangkangan Kristin kini sudah diatas melewati ujung penisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kristin setuju dengan Partodi, mungkin gerakan harus kembali ke bawah lalu kembali lagi ke atas sehingga ikatan lakban makin molor elastis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi gerakan ke bawah yang dilakukan Kristin justru membuat keadaan mereka berdua berubah. Pikiran masing-masing makin terpecah antara kenikmatan yang mulai dirasakan atau upaya melepas lakban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Enghhh.., Kristin melenguh kecil. Ia merasakan ujung penis Partodi menyentuh CD yang dipakainya. Penis Partodi yang sudah sangat tegang terdorong keluar dari balik celana kolornya, lantaran gesekan membuat kolornya melorot. Kini, setiap gerakan Kristin membuat koneksi ujung penis Partodi kian terasa mendorong-dorong CD Kristin. Rasa nikmat kekenyalan itu terasa semakin sering di bibir vagina Kristin yang terhalang CD.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/07/cerita-dewasa-ml-dalam-keadaan-terikat.html&quot;&gt;Cerita Dewasa ML Dalam Keadaan Terikat&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Kristin terus berupaya memecah pikirannya agar tetap konssntrasi bergerak demi melepas ikatan lakban, tapi semakin bergerak dan semakin gesekan terjadi membuat gairah seksualnya terdongkrak naik. Lama-lama ia merasakan Cdnya membasah oleh cairan vaginannya sendiri. Apalagi, dari bawah Partodi juga terus bergerak berusaha melepaskan ikatan lakban ditangannya yang tertindih ke belakang. Hal ini membuat erotisme tersendiri dirasakan Kristin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Enghh.. ahhss.., Kristin mendesah dan menghentikan gerakannya. Ia menyadari kini posisi sudah sangat gawat. Gerakan-gerakannya justru mengantar ujung penis Partodi mengakses bibir vaginanya lewat sisi kiri CD-nya. Kristin merasakan kepala penis Partodi sudah berada tepat di tengah bibir vaginanya yang basah dan sudah tidak terhalang CD yang kini melenceng ke samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hmm.. bu, kenapa berhenti.. sudah hampir lepas ikatannya nih.., Partodi terus bergerak berusaha melepas ikatan tangannya. Tapi ia juga merasakan penisnya sudah menyentuh kulit vagina Kristin secara langsung, karena sisi CD kristin yang membasah tergeser ke samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kristin berusaha mengembalikan konsentrasinya dan berusaha menjejak kaki ke lantai agar tubuhnya naik dan vaginanya menjauh dari penis Partodi. Namun upayanya gagal, kini ikatan lakban justru mengancing posisi itu, Kristin tak mungkin naik, hanya bisa turun ke bawah beberapa kali lalu naik lagi setelah ikatan melonggar kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kristin mulai putus asa. Ia harus bisa lebih cepat melepaskan ikatan lakban itu sebelum penis Partodi mengakses lebih jauh vaginanya. Pikiran sadarnya masih berjalan dan menyadari sesaat lagi ia akan disetubuhi Partodi, dalam keadaan terpaksa begitu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;baca juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/07/cerita-dewasa-puasin-istri-tetangga.html&quot;&gt;Cerita Dewasa Puasin Istri Tetangga&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konsentrasi Kristin gagal. Gerakan Partodi dari bawah membuat kepala penisnya mulai masuk membelah bibir vagina Kristin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ough.., Partodi tak kuasa menahan desah kenikmatan merasakan kepala penisnya menguak bibir vagina Kristin. Ia terus bergerak berusaha melepas ikatan ditangannya yang tertindih tubuh, tapi setiap gerakannya membuat kepala penisnya mulai bermain keluar masuk di bibir vagina Kristin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal itu memberi sensasi kenikmatan pada Kristin, ia masih berusaha diam diatas tubuh Partodi sampai ada kesempatan menjejak kaki agar vaginanya menjauh dari penis Partodi. Kristin akhirnya berspekulasi. Sekali gerakan ke bawah, lalu sekuat tenaga menjejak kaki ke lantai tentu akan membantunya menjauhkan vaginanya dari penis Partodi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Enghhsshh.. ahh.., bang jangan gerak duluhh.. ini nggak boleh terjadi bang, saya wanita bersuami dan abang pasti sudah beristri kan?. kata Kristin, wajahnya bersemu merah. Tubuh dan wajah Kristin serta kulitnya yang putih mirip dengan artis Mona Ratuliu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iya bu.. saya juga pikir begitu. Tapi bagaimana lagi, posisi kita sulit berubah selama ikatan ini.., jawab Partodi, ia juga menjadi serba salah dengan posisi itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/&quot;&gt;Cerita Dewasa ML Dalam Keadaan Terikat&lt;/a&gt;, Oke bang.. sekarang gini aja.. saya akan bergerak turun dan mungkin itu akan terjadi.. anu abang bisa masuk ke anu saya.. Tapi itu hanya sekali ya dan saya akan mendorong ke atas membuatnya lepas lagi. Setelah itu kita konsentrasi lagi untuk melepas lakban sialan ini.., kata Kristin dengan nafas berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iya.. iya. Terserah ibu. Tapi tolong saya jangan dilaporkan ke atasan saya apalagi polisi bu. Kalau kontol saya masuk ke memek ibu.. nanti saya dibilang memperkosa, Partodi polos ketakutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYCHdyIHMLQ7bPniG6irTghiVVuFJOSQW760dKSwVctnrhcjeGkUH6nJi2w2iIXPNOTxf1omtkKl_EuzFkv-Cwonax9LvXIxne-e-D7AnXkOnxIjNCO7tKfCV1T7x3i8pbfEoPE2Lc5o8/s1600/moonhug.com-moonhug.com-886-029-i8z-3599-5399.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita Dewasa ML Dalam Keadaan Terikat&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1600&quot; data-original-width=&quot;1096&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYCHdyIHMLQ7bPniG6irTghiVVuFJOSQW760dKSwVctnrhcjeGkUH6nJi2w2iIXPNOTxf1omtkKl_EuzFkv-Cwonax9LvXIxne-e-D7AnXkOnxIjNCO7tKfCV1T7x3i8pbfEoPE2Lc5o8/s400/moonhug.com-moonhug.com-886-029-i8z-3599-5399.jpg&quot; title=&quot;Cerita Dewasa ML Dalam Keadaan Terikat&quot; width=&quot;273&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Hnnggaak bang.. ini kan karena perampokan sialan itu, jadi bukan salah saya atau abang.. kita sama-sama berusaha keluar dari masalah ini kok.. sekarang abang diam ya.. saya akan berusaha. Ehmm enghhmmmpp ahssstt banngghh ahhhkksss, Kristin mengerakan tubuhnya bergeser ke bawah. Gerakan itu membuat bibir vaginanya yang sudah menjepit ujung penis Partodi menelan setengah penis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Partodi agak hitam kulitnya, tapi wajahnya manis seperti artis Anjasmara dan badannya kekar. Penis Partodi dirasakan Kristin lebih besar dan padat dari penis Aris suaminya. Kristin merasakan sensasi nikmat saat kepala penis Partodi terbenam di vaginanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayo bu.. dorong lagi ke atas biar lepas, Partodi khawatir karena kini penisnya sudah mulai menyetubuhi Kristin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iya bang.. hmmmpphh aahhss banghhsss.. emmpphh.. ahssss, Kristin berusaha menjejak kaki ke lantai agar tubuhnya terdorong ke atas dan penis itu lepas dari vaginanya, tapi keadaan tak berubah, ikatan lakban mengancing bagian pinggang mereka membuat Kristin tak mungkin menaikkan tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhhss.. bangghh.. gimana inihh.. ahsss.., Kristin kembali diam tak bergerak, separuh penis Partodi yang dirasanya membuat nafasnya semakin berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oke.. sekarang ibu diam saya biar tidak semakin masuk kontol saya. Saya akan berusaha melepas ikatan tangan saya bu.. engghhh, Partodi mengangkat pinggulnya dan pantatnya menjauh dari lantai agar tangannya bisa bergerak bebas, lalu berusaha melepas dua tangannya dari ikatan lakban. Peluh sudah membasahi tubuh keduanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Partodi melakukan itu beberapa kali, pinggul dan pantatnya yang terangkat menjauh dari lantai membuat akses penisnya masuk lebih dalam ke vagina Kristin. Kristin sudah pecah konsentrasi, kini pikirannya hanya merasakan kenikmatan separuh penis Partodi yang keluar masuk perlahan ke vaginanya mengikuti gerakan pinggul Partodi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhhss bangghhss ouhh.. akhhh.. ahkkk enghhhmm, Kristin semakin mendesah, kini pinggul Kristin melayani gerakan Partodi, ia malah berusaha agar penis Partodi terasa lebih dalam di vaginanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan Partodi sudah terlepas dari ikatan dan kini bebas. Tapi libido yang sudah tinggi membuat Partodi bukannya melepaskan ikatan lakban di pinggang mereka, ia justru membuka kancing-kancing baju Kristin dan meremasi payudara Kristin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Emmphhh banghhsss emmphhhhsss, Kristin semakin hilang kendali diperlakukan seperti itu, kini bibirnya menyambut bibir Partodi, mereka berkecupan sangat dalam dan cukup lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Partodi meloloskan susu Kristin dari Bra-nya dan mulai menghisapi payudara Kristin, lalu kedua tangannya mengarah ke bawah dan mengamit sisi CD Kristin agar penisnya mengakses jauh vagina Kristin. Saat itu penisnya sudah bisa masuk utuh ke vagina Kristin, tangannya menekan dan meremasi pantat Kristin membuat Kristin semakin mendesis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ouhgg.. ahhgg.. bu.., tangan saya sudah lepas.. kita bebasin dulu ikatannya atau bagaimana? ouhgg, Partodi bertanya sambil menahan kenikmatan digenjot Kristin. Ya pinggul Kristin sudah cukup lama menggenjot Partodi membuat penis Partodi bebas keluar masuk ke vagina Kristin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/07/cerita-dewasa-ml-dalam-keadaan-terikat.html&quot;&gt;Cerita Dewasa ML Dalam Keadaan Terikat&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Akhh banghh sshh.. terserah abanghhh sekaranghhh.. ouhss.., Kristin sudah sangat melayang merasakan kenikmatan penis Partodi, apalagi rangsangan Partodi secara liar di payudaranya membuatnya semakin hilang kendali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik buhh.. akhh.. kalau begituhh kita tuntaskan duluh.. ouhsss.., Partodi kemudian melepaskan ikatan tangan Kristin tapi membiarkan ikatan di pinnggang mereka tetap seperti semula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iyaahh banghh.. terusinnn duluhh akhhsss.. ouhh, tangan Kristin yang sudah bebas langsung merangkul leher Partodi dan keduanya kembali saling berpagutan, sementara gerakan pinggul Kristin semakin liar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih disatukan dengan ikatan di pinggang, Partodi membalik tubuh Kristin sehingga kini Kristin ditindihnya. Ia lalu menggenjot pantatnya membuat penisnya membobol vagina Kristin secara utuh. Cairan vagina Kristin menimbulkan bunyi keciplakan setiap kali berbenturan dengan pangkal penis Partodi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kristin merasakan gerakan Partodi makin keras dan makin cepat mengakses vaginanya, kenimatan mulai memuncak di klitorisnya seolah mengumpul panas hingga bongkahan pantatnya. Ia mengimbangi gerakan Partodi dengan menggoyang pinggulnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oughh.. banghhhss akhhsss.. sayaahhh banhgg akhhhsss say..ah.. sampaaiiihhh bangg.. hhsss ouhhhggg, Kristin merasakan klimaksnya memuncak, pertahanannya bobol dihantam penis Partodi yang terus menerus menghujam. Tubuhnya menegang merasakan kontraksi otot vaginanya berkedutan intens mengantar kenimatan puncak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aghh ahhh yehh buhhh akhhsss uhhhmmmpphhh.., Partodi membenamkan seluruh penisnya ke vagina Kristin dan melepas spermanya menyembur dinding rahim Kristin sambil bibirnya langsung melumat bibir Kristin. Tubuh keduanya seakan menegang bersamaan mencapi klimaks seksual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa saat setelah itu, Partodi lalu melepas ikatan lakban yang menyatukan pingang mereka. Mereka berdua lalu merapihkan busana masing-masing. Perampokan baru saja usai dan kawanan perampok sudah meninggalkan bank dengan barang jarahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Emm.. bu.. maafkan atas yang bausn terjadi bu. Saya hilaf engg..,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah.. sudah bang. Lupakan saja ya.. saya juga hilaf.., Kristin memotong pembicaraan Partodi. Keduanya lalu berkenalan lebih jauh dan berjanji untuk sama-sama menyimpan kejadian itu hanya di antara mereka berdua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keduanya lalu berpisah, Partodi menolong membebaskan nasabah bank di ruang tunggu, sementara Kristin mencari Aris suaminya yang terikat di lantai dua. Kristin menjaga rahasia bahwa apa yang dilihat Aris dari lantai dua tak seperti yang sesungguhnya terjadi dan dinikmati olehnya.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/feeds/7550976723183197851/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/07/cerita-dewasa-ml-dalam-keadaan-terikat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/7550976723183197851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/5433305999846514824/posts/default/7550976723183197851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bukuceritadewasaonline.blogspot.com/2018/07/cerita-dewasa-ml-dalam-keadaan-terikat.html' title='Cerita Dewasa ML Dalam Keadaan Terikat'/><author><name>Karla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15414855962408796804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7NZza4QR2WHHvjhswZ1ulS_70dIwbThmXDvjSi6bDSuUBceTfoo96jtWL-1TTHCe6qXfoS3FOwHEZGHuu5Xb2U0iu3KxXmH_iffoJ92GiWFPXMXmv-wOuPj2FFoGsMh7vckEpxYOb7dI/s72-c/sex-gespraeche.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>