<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Cerita Dongeng Indonesia</title><description>Cerita Dongeng Indonesia adalah situs yang berisi cerita rakyat nusantara, kumpulan kisah dongeng anak bergambar indonesia, kumpulan cerita anak Indonesia, kumpulan cerita lucu bergambar, daftar cerita dan dongeng, fabel, hikayat, tips belajar, edukasi anak usia dini, PAUD, dan Balita.</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Edi Warsono)</managingEditor><pubDate>Sun, 8 Mar 2026 15:24:34 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">317</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>https://ceritadongeng-indonesia.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Cerita Dongeng Indonesia adalah situs yang berisi cerita rakyat nusantara, kumpulan kisah dongeng anak bergambar indonesia, kumpulan cerita anak Indonesia, kumpulan cerita lucu bergambar, daftar cerita dan dongeng, fabel, hikayat, tips belajar, edukasi an</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Dongeng Fabel Ayam Jago dan Jarum Emas Burung Elang</title><link>https://ceritadongeng-indonesia.blogspot.com/2015/08/dongeng-fabel-ayam-jago-dan-jarum-emas.html</link><category>Cerita Binatang</category><category>Cerita Dongeng</category><category>Dongeng</category><category>Dongeng Binatang</category><category>Dongeng Fabel</category><category>Fabel</category><category>Mendongeng</category><category>Sastra Dongeng</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Sat, 20 Nov 2021 02:00:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4936332059153645059.post-6036276328247586282</guid><description>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjb6WLPwCLEYD-KdUtZ5xADYAGh9xpRrMge6CyAQtN4L5U-WwA2aCp1fwrN9jyQ-qPVrBS9mhh835jSEx8_3SHYrgDHM9TXlxC3s6e2JmeQBlLsptNy6nvCJm60EkA3zv11ThAikN8HS1eB/s641/cerita+dongeng+indonesia-dongeng-fabel-ayam-jago-jantan-dan-jarum-emas-elang.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Dongeng Fabel Indonesia Ayam Jago dan Jarum Emas Burung Elang" border="0" data-original-height="420" data-original-width="641" height="210" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjb6WLPwCLEYD-KdUtZ5xADYAGh9xpRrMge6CyAQtN4L5U-WwA2aCp1fwrN9jyQ-qPVrBS9mhh835jSEx8_3SHYrgDHM9TXlxC3s6e2JmeQBlLsptNy6nvCJm60EkA3zv11ThAikN8HS1eB/w320-h210/cerita+dongeng+indonesia-dongeng-fabel-ayam-jago-jantan-dan-jarum-emas-elang.jpg" title="Dongeng Fabel Ayam Jago dan Jarum Emas Burung Elang" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salam jumpa lagi di Cerita Dongeng Indonesia bersama kami, Kak Edi yang selalu setia menuliskan dongeng untuk sobat baca. Kali ini kami akan menuliskan cerita tentang persahabatan ayam jago dan Burung Elang. 

Pada zaman dahulu kala, di hutan rimba hiduplah sepasang sahabat karib yang sangat baik. Mereka adalah ayam Jago dan burung Elang. Keakraban dan kedekatan mereka  hampir seperti keluarga, diantara mereka tak jarang saling membantu dan menolong satu sama lain. Pada suatu hari ketika si ayam jago sedang asik menikmati suasana pagi di dalam hutan, tanpa sepengetahuanya di balik semak-semak ada sekor singa yang sedang mengintai dan siap memangsanya. “Hupp…!!”  singa melompat hendak menerkam ayam jago, namun secara reflex Ayam jago bisa mengelak dari terkaman singa. Ia pun berlari sekuat tenaga untuk menyelamatkan diri, tapi singa itu terus mengejarnya. “Hai ayam jago !!! mau lari kemana kau?!!” teriak singa sambil terus berlari mengejar si jago.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;
&lt;/p&gt;&lt;div style="margin: 5px 10px 20px;"&gt;
&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;
&lt;b style="color: #274e13;"&gt;Baca Cerita Dongeng Ini Selengkapnya&lt;/b&gt; : &lt;input 0px="" 16px="" 55px="" color:="" font-size:="" margin:="" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'open'; }" padding:="" type="button" value="Buka" width:="" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="alt2" style="border: 0px inset; margin: 0px; padding: 0px; width: auto;"&gt;
&lt;div style="display: none;"&gt;
  
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Singa yang sedang kelaparan karena sudah beberapa hari tidak makan itu pun tak mau kehilangan mangsa yang sudah di depan mata. Sedangkan si ayam jago berusaha berlari lebih cepat, karena ayam tidak bisa terbang, dia pun hanya bisa berlari di tanah.
Ayam jago semakin terdesak, tentu saja kecepatan larinya tak bisa menandingi kecepatan singa. Tak butuh wktu lama, Singa pun mampu menangkap ayam jago. Dicengkeramnya erat-erat tubuh ayam jago, dia tidak mau mangsanya terlepas. “Hahahahahah…. Sekarang kau sudah aku tangkap. Aku akan menyantapmu. Sepertinya dagingmu sangat empuk dan lezat hai ayam !!!”. Kata singa sambil menyeringai memamerkan giginya yang tajam. Ayam pun gemetar ketakutan dan berusaha berontak mencoba melepaskan cengkeraman singa. Ia kibaskan sayapnya untuk memukul muka singa, namun perlawanan jago tidak berarti bagi singa yang kekar. “Lepaskan saya…!! Lepaskan !!” teriak jago pada singa. Namun cengkeraman singa malah makin erat, ia sudah mebuka mulutnya bersiap memakan si ayam Jago. Namun tiba-tiba sang elang datang dan menyerang singa itu secara bertubi-tubi hingga tubuh singa berdarah-darah penuh luka cakaran dan patukan Elang, Akhirnya singa itupun menyerah dan berlari kembali masuk ke dalam hutan rimba dengan membawa luka dan rasa sakit di sekujur tubuhnya. "Untungkah kamu cepat datang kawan.... Terimakasih elang sahabat ku. Kalau terlambat sedikit saja, mungkin aku sudah di mangsa oleh Singa itu". Kata ayam jago dengan nafas terengah-engah. "Sama-sama kawan. Bukankah sebagai sahabat kita memang harus saling menolong".Kata elang dengan ramah. "Tapi tidak selamanya kamu bisa menolong ku, Hari ini aku termasuk beruntung karena kau tepat waktu datangnya, coba tadi telat sedikit saja. Pasti aku sudah jadi almarhum sekarang". Kata ayam jago dengan wajah murung.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;"Sudahlah kawan. Tak usah murung begitu. Mungkin ucapan mu memang benar.Andai saja aku bisa melakukan sesuatu untuk membuat mu bisa merasa tenang,pasti akan aku lakukan".Kata elang coba menghibur. "Yah..Mungkin memang sudah takdir kawan. Aku ini cuma seekor ayam, takdir ku hanya bisa berjalan di atas tanah. Andai saja aku bisa terbang seperti mu, pasti tak ada lagi yang bisa mengganggu ku". Kata ayam setengah mengeluh. "Hmm..Kalau itu keinginan mu, mungkin aku bisa membantu".Jawab elang. "Benarkah kawan? Bagaimana caranya?". Tanya ayam Jago penasaran. "Bangsa burung mempunyai sebuah benda pusaka wasiat dari leluhur kami berupa jarum emas. Jarum itu kami gunakan untuk menyulam bulu di sayap-sayap kami agar kami bisa terbang tinggi. Tapi... Jarum itu tak bisa di pinjamkan pada semua binatang, Karena jarum itu adalah benda pusaka bangsa kami".Jawab elang. "Wahh... benarkah? Apa kau juga tak bisa meminjamkanya pada ku? Kita kan sahabat baik, masa kau tidak percaya padaku?". Tanya ayam coba membujuk Elang.

Sesaat, Elang terdiam tampaknya ia sedang berfikir, tapi setelah ayam terus merengek dan membujuknya...Akhirnya elangpun luluh dan berjanji, Bahwa esok ia akan datang lagi ke rumah ayam jago dan meminjamkan jarum emas itu. Hari sudah beranjak sore. mereka pun pulang kerumahnya masing-masing.

Keesokan harinya, ayam jago tampak sudah rapi duduk di teras rumah. Sesekali dia keluar dan melihat sekeliling. Tampaknya dia sedang menunggu kedatangan burung Elang. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tidak begitu lama, akhirnya burung elang tiba di rumah ayam Jago. Burung elang langsung duduk sambil mengeluarkan sesuatu dari balik sayapnya. "Nah gunakanlah jarum ini dengan bijak. Jaga baik-baik. Jangan sampai kamu hilangkan. Karena aku yang meminjamnya dari raja burung Elang. Jika sampai ada apa-apa pada jarum ini, maka bangsa elang yang akan menanggung aib dan di salahkan oleh semua bangsa burung. Dan ingat pesan ku, Setelah selesai kau pakai, simpanlah baik-baik sampai aku datang untuk mengambilnya. Jangan kau pinjamkan pada siapapun tanpa seijin ku". Kata elang berpesan pada Ayam Jago. "Aku paham kawan. Aku berjanji akan mengingat dan memenuhi semua pesanmu itu. Dan jarum ini akan ku jaga baik-baik". Jawab ayam jago Meyakinkan. "Baiklah kalau begitu. Jarum itu aku pinjamkan pada mu. Lima hari lagi aku akan datang untuk mengambilnya kembali".Kata elang kemudian terbang tinggi ke cakrawala. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah elang pergi, ayam jago pun cepat-cepat menyulam sayapnya dengan jarum emas. Dia tak sabar untuk segera dapat terbang seperti elang, kawannya. Namun baru setengah sayap yang di sulamnya, dia tak sabar untuk segera mencoba. Diapun menaruh jarum emas itu di atas batu, kemudian dia mencoba terbang naik ke atas pagar. "Ahaaa....Ahirnya aku bisa terbang sekarang !!!". Teriak ayam jago dengan bangganya. Walau hanya baru setinggi pagar, dia sudah sangat merasa bangga dan senang. Tiba-tiba si ayam betina datang. Dia sangat heran dan takjub melihat ayam jago yang bisa naik di atas pagar. "Hai ayam jago, bagaimana kau bisa naik setinggi itu?".Tanya si ayam betina penasaran. "Aku terbang untuk naik ke sini". Kata ayam jago membanggakan diri pada ayam betina. "Terbang???! Bagaimana bisa?". Tanya ayam betina semakin penasaran dan tidak percaya. "Tentu saja bisa. Aku menyulam sayap ku dengan jarum emas yang aku pinjam dari elang sahabat ku". Jawab ayam jaga sambil terus mengepakan sayapnya tanpa memperhatikan ayam betina. "Wah..Hebat. Apakah aku boleh meminjamnya juga agar aku bisa terbang sepertimu??". Kata ayam betina mencoba merayu. "Ya Tentu saja boleh. Ambilah jarum sakti itu di atas batu di sebelah mu. Lalu cepatlah terbang ke samping ku". Kata ayam jago dengan gembira. Dia telah lupa pada janjinya pada burung Elang.

Si ayam betina pun segera menyulam sayapnya. Karena tak sabar ingin segera bisa terbang seperti ayam jago, sebentar-sebentar dia terus mencoba terbang. Begitu dia lakukan berkali-kali sampai lupa akan jarum emas milik Elang. Dan akhirnya..Ayam betina pun bisa terbang ke atas pagar menyusul ayam jago. Mereka berduapun sangat senang dan gembira sekali. Setelah mereka puas bertengger, merekapun kembali turun untuk meneruskan menyulam agar bisa terbang sepenuhnya. Namun, Jarum emas yang mereka gunakan telah hilang entah kemana. Mungkin karena kibasan sayap ayam betina tadi, jarum itu jatuh kesela-sela bebatuan. "Wah celaka!! Kau taruh dimana jarum emas tadi?". Tanya ayam jago mulai panik. "Aku tak tahu, aku lupa menaruhnya..".Jawab ayam betina. "Kalau sampai jarum itu hilang, elang pasti akan sangat marah pada ku. Ayo kita segera mencarinya sama-sama". Kata ayam jago makin panik.

Mereka berdua pun segera mencari jarum itu, lama mereka mencari namun tetap tidak ditemukan. Mereka makin panik dan mulai mencakar-cakar tanah berharap jarum itu mereka temukan, siapa tahu jarum itu terselip dan tertimbun ke dalam tanah. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tapi sampai hari menjelang gelap, jarum itu tak mereka temukan. Dan pada esok hari merekapun kembali meneruskan pencarian. Tapi sampai hari kelima, jarum itu tetap tidak ditemukan. Sampai pada akhirnya Elang pun datang untuk mengambil jarum itu. Tapi setelah mendengar jarum itu telah hilang, elang sangat marah. Dia sangat murka karena ayam jago sahabatnya telah melanggar janji. Ayam jago telah meminjamkan jarum emas itu tanpa seijin sang elang, hingga membuat jarum itu hilang.

"Hai ayam jago!!!.. Aku percaya pada mu, tapi kau menghianati kepercayaan ku. Apakah kau tak sadar? Karena kecerobohanmu, bangsa elang akan menanggung akibatnya. Selama kau belum menemukan dan mengembalikannya padaku, anak cucu dan keturunanmu tidak akan aman dari ancaman bangsaku". Kata elang yang kemudian terbang dengan membawa amarah. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan sejak saat itulah, sampai sekarang elang selalu menyambar anak-anak ayam dan ayam juga selalu mencakar-cakar tanah ketika mereka mencari makan. Berharap mungkin mereka bisa menemukan jarum emas yang pernah mereka hilangkan. Dan kebiasaan itu terus ke anak cucu ayam sampai saat ini. &lt;/p&gt;

&lt;b&gt;Baca juga Kumpulan Dongeng Fabel lainnya&lt;/b&gt; &lt;a href="https://ceritadongeng-indonesia.blogspot.com/2015/08/kumpulan-dongeng-fabel-bergambar-lengkap.html" target="_blank"&gt;DISINI&lt;/a&gt; 
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;

  
&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Nah, Demikian tadi sobat dongeng, cerita tentang persahabat yang berakhir dengan permusuhan anatar Ayam dan burung Elang. Semoga kita dapat mendapatkan pelajaran dari dongeng fabel diatas ya. Sampai jumpa di cerita dongeng fabel laiya yang tentunya makin menarik untuk sobat dongeng baca bersama keluarga di rumah, wassalam.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;



&lt;div style="background-color: #cee3f6; border: 1px solid rgb(204, 204, 204); height: auto; margin: 10px 0px; padding: 10px; text-align: justify; width: auto;"&gt;
&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pesan Moral Cerita Dongeng Fabel Ayam Jago dan Jarum Emas Burung Elang&lt;/b&gt; adalah : Jangan pernah mengkhiati kepercayaan yang diberikan kepada kita, karena itu akan membuat orang lain kecewa dan tak mempercayai kita lagi. Berusahalah menjadi orang yang mampu mengemban amanah. Dan Jangan pernah mengambil atau meminjamkan sesuatu tanpa seijin pemiliknya.
&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjb6WLPwCLEYD-KdUtZ5xADYAGh9xpRrMge6CyAQtN4L5U-WwA2aCp1fwrN9jyQ-qPVrBS9mhh835jSEx8_3SHYrgDHM9TXlxC3s6e2JmeQBlLsptNy6nvCJm60EkA3zv11ThAikN8HS1eB/s72-w320-h210-c/cerita+dongeng+indonesia-dongeng-fabel-ayam-jago-jantan-dan-jarum-emas-elang.jpg" width="72"/><georss:featurename xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">Jl. Cikabuyutan Tim., Hegarsari, Kec. Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat 46322, Indonesia</georss:featurename><georss:point xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-7.3804007000000009 108.5437049</georss:point><georss:box xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-35.690634536178848 73.3874549 20.929833136178843 143.6999549</georss:box></item><item><title>Burung Bangau dan Seekor Ketam</title><link>https://ceritadongeng-indonesia.blogspot.com/2014/11/burung-bangau-dan-seekor-ketam.html</link><category>Cerita Binatang</category><category>Cerita Dongeng</category><category>Dongeng</category><category>Dongeng Binatang</category><category>Dongeng Fabel</category><category>Fabel</category><category>Sastra Dongeng</category><author>noreply@blogger.com (Edi Warsono)</author><pubDate>Thu, 18 Nov 2021 02:09:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4936332059153645059.post-8760588882437066746</guid><description>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSm7LihE22LPyh23TyGSp45KWNfZA6UJaNP_PYrwOzqWJVQ_ZdXiXttDCP2zEOL44G8UspPwE0PRFiEvino-djdRXY_ySzgYA0RH4kpW1tTgzGWcFw-3gL__HYj9f0O8ojunit8iqr9jbD/s400/dongeng+fabel+indonesia+burung+bangau+dan+seekor+ketam.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Bangau dan Kepiting" border="0" data-original-height="395" data-original-width="400" height="316" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSm7LihE22LPyh23TyGSp45KWNfZA6UJaNP_PYrwOzqWJVQ_ZdXiXttDCP2zEOL44G8UspPwE0PRFiEvino-djdRXY_ySzgYA0RH4kpW1tTgzGWcFw-3gL__HYj9f0O8ojunit8iqr9jbD/w320-h316/dongeng+fabel+indonesia+burung+bangau+dan+seekor+ketam.jpg" title="Dongeng fabel Indonesia bangau dan ketam" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Halo adik-adik yang manis, salam jumpa lagi dengan Kak Edi di &lt;a href="https://ceritadongeng-indonesia.blogspot.com/2014/11/kasuari-dan-dara-mahkota.html" target="_blank"&gt;Cerita Dongeng Indonesi&lt;/a&gt;&lt;a href="https://ceritadongeng-indonesia.blogspot.com/2014/11/kasuari-dan-dara-mahkota.html" target="_blank"&gt;a&lt;/a&gt;. Kali ini kakak akan mendongeng tentang kisah Burung Bangau dan ketam/Kepiting. Ceritanya begini, Pada zaman dahulu diceritakan terdapat sebuah danau atau tasik yang sangat indah. Airnya sungguh jernih dan di dalamnya ditumbuhi oleh bunga teratai yang berbunga sepanjang masa. Suasana di sekitar danau tersebut sungguh indah. Pepohonan yang tumbuh di sekitarnya hidup dengan subur dan rindang. Banyak kawanan burung yang tinggal di kawasan tasik tersebut. Salah satunya adalah burung bangau. Di dalam danau/ tasik itu hidup bermacam-macam ikan dan hewan lain. Selain ikan, hidup juga seekor kepiting atau ketam.
Ikan-ikan kecil di tasik tersebut sangat jinak dan mudah ditangkap. Setiap hari burung bangau sentiasa menunggu di tepi tasik untuk menagkap ikan yang lengah.
Beberapa tahun kemudian burung bangau semakin tua. Ia tidak lagi gesit menangkap ikan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;div style="margin: 5px 10px 20px;"&gt;
&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;
&lt;b style="color: #274e13;"&gt;Baca Cerita Dongeng Ini Selengkapnya&lt;/b&gt; : &lt;input 0px="" 16px="" 55px="" color:="" font-size:="" margin:="" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'open'; }" padding:="" type="button" value="Buka" width:="" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="alt2" style="border: 0px inset; margin: 0px; padding: 0px; width: auto;"&gt;
&lt;div style="display: none;"&gt;

&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bahkan tidak jarang ia tidak memperoleh ikan satupun untuk dimakan. Ia berkata dalam hati “Kalau begini terus, aku bisa mati kelaparan kerana tidak mampu lagi untuk menangkap ikan. Aku mesti mencari jalan supaya aku dapat memperoleh makanan dengan mudah”.
  
Burung bangau mendapat ide dan berpura-pura duduk termenung dengan perasan sedih di tepi tasik. Seekor
  mati.” Katak mengangguk- ngangukkan kepalanya sebagai tanda sepakat dengan perkataan bangau tadi. Tanpa membuang waktu katak terus melompat ke dalam tasik untuk menceritakan hal tersebut kepada kawan-kawan yang lain.

Berita bencana kemarau telah tersebar ke seluruh tasik begitu cepat dan semua penghuni tasik berkumpul ditempat dimana bangau berada. Mereka riuh menanyakan kepada bangau akan kebenaran berita tersebut. 
  
Seekor ikan gabus bertanya kepada bangau “Apakah persiapanmu  untuk membantu kami semua?” Burung bangau berkata “Aku ada satu cara, tetapi aku khawatir kamu semua tidak setuju.” “cepat katakan saja” kata Gabus seolah-olah tidak sabar lagi mendengarnya. Bangau berkata ” Tidak jauh dari sini ada sebuah tasik yang besar dan airnya dalam, aku percaya tasik tersebut tidak akan kering walaupun  kemarau yang panjang.” “Bisakah engkau membawa kami ke sana” tanya ketam yang berada di situ. “Aku bisa membawa kamu seekor demi seekor karena aku sudah tua dan tidak berdaya membawa kamu lebih daripada itu” kata burung bangau lagi.. Mereka pun setuju dengan pendapat burung bangau.

Burung bangau mulai mengangkut seekor demi seekor ikan dari tasik tersebut, tetapi ikan- ikan tersebut tidak dipindahkan ke tasik yang dikatakannya. Malahan ia membawa ikan-ikan tersebut ke batu besar yang berada di tepi tasik dan dimakannya ikan itu dengan lahap sekali karena ia belum makan selama beberapa hari. Setelah ikan yang dibawanya dimakan habis, ia terbang lagi untuk mengangkut ikan yang lain. Begitulah seterusnya sampai akhirnya tiba giliran ketam.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;

  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Oleh karena ketam mempunyai capit ia hanya bergantung pada leher burung bangau dengan menggunakan capitnya. Ketika hampir sampai ke tasik, ketam melihat ke bawah dan melihat tulang-tulang ikan berserakan di atas batu besar. Melihat hal tersebut ketammerasa cemas dan berfikir di dalam hatinya “Matilah aku kali ini dimakan oleh burung bangau.” Lalu ia memikirkan sesuatu untuk menyelamatkan dirinya dari bangau yang jahat dan rakus tersebut. Setelah tiba di atas batu besar ketam masih lagi berpegang pada leher bangau sambil berkata “Dimanakah tasik yang engkau katakan itu dan kenapa engakau membawa aku di sini?” Bangau pun tertawa terbahak-bahak lalu berkata “Kali ini telah tiba saatnya engkau menjadi makananku hay ketam !!.” Dengan perasaan marah ketam menjepit leher bangau dengan lebih kuat lagi menyebabkan bangau sukar untuk bernafas, sambil merayu minta di lepaskan, ia berjanji akan mengantar ketam kembali ke tasik tersebut. Ketam tidak mempedulikan rayuan bangau malah ia menjepit lebih kuat lagi sehingga leher bangau terputus dua dan bangau pun almarhum.

Ia bersyukur karena selamat dari kekejaman bangau, ia berjalan menuju ke tasik sambil membawa kepala bangau. Setibanya di tasik, kawan-kawannya masih setia menunggu giliran masing-masing. Setelah melihat ketam sudah kembali dengan membawa kepala bangau mereka heran, ketam lalu menceritakan apa yang terjadi pada ikan-ikan yang dibawa bangau. Semua binatang di tasik tersebut merasa gembira sebab mereka dan tidak menjadi makanan burung bangau yang tamak dan mementingkan diri sendiri. Mereka mengucakpan terima kasih kepada ketam karena telah menyelamatkan mereka semua.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
 
&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Itulah tadi adik-adik, cerita tentang bangau dan seekor ketam. Adik –adik tidak bloeh meniru sifat burung bangau yang jahat dan licik. Demi kepentingan dirinya ia berbohong pada kawan-kawan hewan lainnya. Kita tidak boleh bohong kepada teman atau siapapun. Karena berbohong sangat dilarang oleh agama, berbuatlah jujur kepada siapapun. Tokoh antagonis?tokoh jahat dalam cerita dongeng diatas adalah burung Bangau, sedangkan Ketam adalah tokoh Protagonis/tokoh baik dalam cerita tersebut. Semoga kita bisa mengambil hikmah dan bisa mencontoh perbuatan baik dalam dongeng yang kakak hadirkan ya. Sampai jumpa di cerita dongeng Indonesia selanjutnya. Wassalam.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
  Cerita Dongeng Indonesia memuat dengan lengkap unsur-unsur dan kaidah baku dalam menyajikan cerita dan dongeng, meliputi unsur Intrinsik Cerita Dongeng yaitu meliputi Tema Cerita Dongeng, Amanat/Pesan Moral Cerita Dongeng, Alur Cerita/Plot Cerita Dongeng, Perwatakan/Penokohan Cerita Dongeng, Latar/Setting Cerita Dongeng, serta Sudut pandang Cerita Dongeng. dan kadang disertai  unsur Ekstrinsik Cerita atau Dongeng.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Baca juga Cerita Dongeng Fabel seru lainnya &lt;a href="https://ceritadongeng-indonesia.blogspot.com/2015/08/kumpulan-dongeng-fabel-bergambar-lengkap.html" target="_blank"&gt;DISINI &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSm7LihE22LPyh23TyGSp45KWNfZA6UJaNP_PYrwOzqWJVQ_ZdXiXttDCP2zEOL44G8UspPwE0PRFiEvino-djdRXY_ySzgYA0RH4kpW1tTgzGWcFw-3gL__HYj9f0O8ojunit8iqr9jbD/s72-w320-h316-c/dongeng+fabel+indonesia+burung+bangau+dan+seekor+ketam.jpg" width="72"/><georss:featurename xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">Jl. Hamara Efendi, Hegarsari, Kec. Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, Indonesia</georss:featurename><georss:point xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-7.3722916 108.5439909</georss:point><georss:box xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-40.292593409312524 73.3877409 25.548010209312526 143.70024089999998</georss:box></item><item><title>Buaya Yang Serakah</title><link>https://ceritadongeng-indonesia.blogspot.com/2014/11/buaya-yang-serakah.html</link><category>Cerita Binatang</category><category>Cerita Dongeng</category><category>Dongeng</category><category>Dongeng Binatang</category><category>Dongeng Fabel</category><category>Fabel</category><author>noreply@blogger.com (Edi Warsono)</author><pubDate>Thu, 18 Nov 2021 00:44:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4936332059153645059.post-8318803828018175070</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdD3x1THIWip47H9e3d1i-OyYzbuNkFkpQJTEnUyGqy3k6dKlexRIWwaTYGA1kk_fH3aI4IFhYuC_BJjvH0V-Z-Xn0m9t493z-gm__qJxKQibJEJQcoSZTGFFZqAuzeX4AtWrVhCgJtnAD/s615/cerita+dongeng+fabel+buaya+yang+serakah+banget.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Buaya Yang Serakah" border="0" data-original-height="615" data-original-width="489" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdD3x1THIWip47H9e3d1i-OyYzbuNkFkpQJTEnUyGqy3k6dKlexRIWwaTYGA1kk_fH3aI4IFhYuC_BJjvH0V-Z-Xn0m9t493z-gm__qJxKQibJEJQcoSZTGFFZqAuzeX4AtWrVhCgJtnAD/w254-h320/cerita+dongeng+fabel+buaya+yang+serakah+banget.jpg" title="Dongeng Fabel Bergambar Buaya Yang Serakah" width="254" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Halo adik-adikku yang manis, Salam jumpa lagi dengan Kak Edi dari Cerita Dongeng Indonesia. Nah, kali ini Kakak melalu blog Cerita Dongeng Indonesia akan mendongeng tentang kisah Fabel Buaya yang Serakah. Ayo diantara adik-adik da yang pernah ke kebun binatang melihat Buaya belum?. Kalau belum, Mari kita mulai saja ya dongengnya.
Kisahnya begini adik-adik,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dulu, di sebuah sungai ada seekor buaya yang sedang mencari makan. Sudah tiga hari ia tidak mencari mangsa. Sebelumnya ia mendapatkan seekor anak babi yang gemuk. Lalu ia tertidur pulas selama tiga hari karena kekenyangan.

Kali ini, Buaya sudah bersiap mencari mangsa lagi, dibukanya lebar-lebar moncongnya di sungai, ia menanti kalau ada ikan besar yang lewat. Tetapi sudah lama ia menunggu mangsanya tak kunjung datang. Tidak berapa lama muncul seekor ikan gurame di dekat moncongnya. 
&lt;div style="margin: 5px 10px 20px;"&gt;
&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;
&lt;b style="color: #274e13;"&gt;Baca Cerita Dongeng Ini Selengkapnya&lt;/b&gt; : &lt;input 0px="" 16px="" 55px="" color:="" font-size:="" margin:="" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'open'; }" padding:="" type="button" value="Buka" width:="" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="alt2" style="border: 0px inset; margin: 0px; padding: 0px; width: auto;"&gt;
&lt;div style="display: none;"&gt;  
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Hai buaya! Kelihatannya kau lapar sekali!” sapa ikan gurame persis di depan mulutnya yang ternganga.
“Kebetulan sekali kamu datang. Perutku lapar sekali karena belum diisi.” ucap buaya dengan gembira. “Wahai buaya, kalau kau makan aku, pasti kau cepat lapar lagi. Bukankah dagingku tidak seberapa besar? Tetapi kalau kau ingin mendapat mangsa yang lebih besar lagi, diujung sana ada seekor itik yang sedang berenang. Tentu daging itik itu lebih besar dan lebih lezat daripada dagingku?” ujar ikan gurame memberi saran.
Buaya diam sejenak dan berpikir. Terbayanglah seekor itik yang besar dibandingkan dengan seekor ikan gurame. Buaya akhirnya mengikuti saran ikan gurame. Setibanya di dekat itik berada, ia langsung memburunya. Itik berlari ke darat untuk menghindari serangan buaya.&amp;nbsp;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Buaya terus mengejar, dan itik terdesak di sudut sebuah pohon. “Hay itik! Mau lari ke mana kamu?” gertak buaya.
“Jangan buaya! Janganlah kau mangsa aku, dagingku tidaklah seberapa besar. Kalau kau makan dagingku, pasti kau akan cepat lapar.” seru itik memohon. “Tetapi kalau kau ingin mangsa yang lebih besar dari aku, aku dapat menunjukkan di mana tempatnya.” “Tidak, aku sudah lapar sekali. Dagingmu kurasa cukup lumayan untuk mengisi perutku yang kosong ini.” ujar buaya yang sudah merasa lapar sekali. “Tunggu, tunggu dulu! Kalau kau ingin mangsa yang besar, di hutan sebelah sana ada seekor kambing yang besar dan gemuk. Bukankah daging kambing lebih lezat jika dibandingkan dengan dagingku?” usul itik.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Buaya tampak diam, rupanya dia sedang berfikir. “Baiklah, kalau begitu tunjukkan aku di mana kambing itu berada sekarang. Sebab aku sudah tak kuat lagi menahan lapar.” Buaya menyetujui usul itik, karena ingin mendapatkan mangsa yang lebih besar lagi. Itik berjalan menuju hutan dan buaya mengikuti dari belakang. Sampailah di hutan yang dimaksud. Di sana terlihat seekor kambing yang memakan rumput dan daun-daunan. Tubuh kambing itu lumayan besar dan kelihatan sehat dan segar. Perlahan-lahan ia mendekati kambing, sedangkan itik diam-diam menyelinap pergi menyelamatkan diri.
“Hai kambing! Sedang apa kau?” tanya buaya membuat kambing terkejut. “Aku sedang makan, memangnya ada apa?” jawab kambing sambil berhenti mengunyah rumput. “Aku juga mau makan.” ucap buaya sambil membuka moncongnya lebar-lebar. “Kalau begitu mari kita makan bersama. Rumputnya masih banyak jangan khawatir. Ayo kita makan!” ajak kambing itu. “Bodoh! Aku tidak suka makan rumput!” sahut buaya geram. “Lantas, kamu biasanya memakan apa?” tanya kambing lagi. “Aku suka makan daging. Mungkin dagingmu juga enak kalau kusantap. Alangkah lezatnya dagingmu.” kata buaya sambil membuka mulutnya.
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt; 
“Tunggu dulu! Kalau kau ingin mangsa yang lebih besar dan lebih lezat, aku dapat menunjukkannya. Di hutan sebelah sana ada seekor gajah yang besar sekali. Bila kau dapat memangsangnya, kau pasti akan tahan beberapa hari tidak makan. Konon kabarnya daging gajah itu empuk dan sangat lezat rasanya.” bujuk kambing.
  &lt;br /&gt;
Buaya pun diam dan membayangkan betapa besar dan lezatnya daging gajah, Ia pun menyetujui bujukan kambing, “Baiklah, sekarang tunjukkan aku di mana tempatnya?” seru buaya. “Baik, akan aku tunjukkan tempatnya, tapi aku tidak dapat mengantarkanmu karena aku belum selesai makan.” ucap kambing berdalih. “Ya, cepat tunjukkan saja arahnya.”
“Di sebelah barat sana di sana ada telaga. Disitulah tempat gajah-gajah berkumpul.” seru kambing.
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt; 
Buaya berlalu meninggalkan kambing untuk mencari gajah. Di tengah perjalanan ia bertemu dengan seekor kerbau. Lantas bertanya pada kerbau yang sedang berkubang itu. “Hai kerbau! Tahukah kau di mana tempatnya gajah berada? Kalau kau tahu tolong tunjukkan kepadaku,” sapa buaya pada kerbau. “Ada apa kau mencarinya?” tanya kerbau.

“Aku ingin sekali memakan dagingnya. Kata kambing, daging gajah itu empuk dan lezat rasanya.” Jawab buaya. “Baiklah kalau begitu, mari aku antarkan ke tempat gajah itu berada.” Ajak kerbau. Tibalah mereka di dekat telaga. Ada beberapa ekor anak gajah yang sedang minum air telaga. Kerbau pergi setelah menunjukkan tempatnya.

“Benar kata kambing. Gajah itu memang besar-besar. Aku pasti akan kenyang apabila dapat memakan seekor saja. Aku dapat tidur beberapa hari kemudian.” Seru buaya dengan perasaan gembira melihat mangsanya yang cukup besar-besar. Lalu didekatinya seekor anak gajah yang sedang minum itu.
&lt;br /&gt;
  
“Hai gajah! cepat minumnya, karena aku akan segera memangsamu. Perutku sudah tak kuat lagi menahan lapar.” ucap buaya kepada anak gajah. Anak gajah itu kaget mendengar ancaman buaya, lalu berteriak memanggil induknya. Tidak lama kemudian beberapa ekor gajah besar datang ke tempat itu. “Ada apa anakku?” Adakah yang mengganggumu?” tanya salah satu gajah yang paling besar. “Ya, aku diganggu oleh buaya itu. Katanya dia akan memangsaku.” Seru anak gajah sambil menangis. “Apa? Kau ingin memangsa anakku?” kata gajah besar dengan marah. “Oh, rupanya ada yang lebih besar lagi. Kalau begitu kau saja yang kumangsa, supaya perutku kenyang!” seru buaya yang serakah itu. “Cobalah kalau dapat, wahai buaya yag serakah!”
&lt;br /&gt;
Buaya lalu menyerang gajah besar. Moncongnya yang panjang dengan gigi-giginya yang tajam menyerang gajah besar. Gajah besar melompat dan menginjak perut buaya. Dengan belalainya yang panjang ia melilit moncong buaya itu. Ketika ekor buaya ingin menyambar tubuh gajah besar, kaki gajah besar menghadangnya lalu menginjaknya. Buaya jadi tak dapat berkutik, karena moncong dan ekornya tidak dapat bergerak. Sedang kaki-kaki gajah besar terus menginjak-injak tubuh buaya hingga tak bernapas lagi. Buaya pun akhirnya mati tanpa sempat mengisi perutnya yang lapar.
&lt;br /&gt; 
&lt;br /&gt;Demikianlah tadi adik-adik, cerita dongeng tentang Buaya yang serakah, akibat keserakahannya ia malah mati tanpa sempat makan mangsanya. Adik-adik tidak boleh meniru watak buaya ya, karena serakah adalah sifat yang tercela. Sifat serakah sangat merugikan diri sendiri dan juga orang lain.
Tokoh dalam cerita dongeng fabel diatas adalah Buaya, Ikan, Itik, Kambing, Kerbau dan Gajah. Sedangkan latar dari cerita dongeng tersebut adalah sebuah hutan yang terdapat aliran sungai. Semoga adik-adik bisa mengambil hikmah dan manfaat dari dongeng kakak kali ini ya. Sampai jumpa di dongeng selanjutnya.&amp;nbsp;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
  
  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cerita Dongeng Indonesia memuat dengan lengkap unsur-unsur dan kaidah baku dalam menyajikan cerita dan dongeng, meliputi unsur Intrinsik Cerita Dongeng yaitu meliputi Tema Cerita Dongeng, Amanat/Pesan Moral Cerita Dongeng, Alur Cerita/Plot Cerita Dongeng, Perwatakan/Penokohan Cerita Dongeng, Latar/Setting Cerita Dongeng, serta Sudut pandang Cerita Dongeng. dan kadang disertai  unsur Ekstrinsik Cerita atau Dongeng.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Baca Juga Cerita Dongeng Fabel lainnya &lt;a href="https://ceritadongeng-indonesia.blogspot.com/2015/08/kumpulan-dongeng-fabel-bergambar-lengkap.html" target="_blank"&gt;DISINI &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdD3x1THIWip47H9e3d1i-OyYzbuNkFkpQJTEnUyGqy3k6dKlexRIWwaTYGA1kk_fH3aI4IFhYuC_BJjvH0V-Z-Xn0m9t493z-gm__qJxKQibJEJQcoSZTGFFZqAuzeX4AtWrVhCgJtnAD/s72-w254-h320-c/cerita+dongeng+fabel+buaya+yang+serakah+banget.jpg" width="72"/><georss:featurename xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">Jl. Tentara Pelajar No.437, Pataruman, Kec. Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat 46321, Indonesia</georss:featurename><georss:point xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-7.3801851 108.5379891</georss:point><georss:box xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-43.741964585699968 38.225489100000004 28.981594385699971 178.8504891</georss:box></item><item><title> Buaya dan Burung Penyanyi</title><link>https://ceritadongeng-indonesia.blogspot.com/2014/11/buaya-dan-burung-penyanyi.html</link><category>Cerita Binatang</category><category>Cerita Dongeng</category><category>Dongeng</category><category>Dongeng Binatang</category><category>Dongeng Fabel</category><category>Fabel</category><category>Intrinsik Dan Ekstrinsik</category><category>Mendongeng</category><category>Sastra Dongeng</category><author>noreply@blogger.com (Edi Warsono)</author><pubDate>Wed, 17 Nov 2021 23:22:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4936332059153645059.post-6979672185885599120</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDFfsCKie3QAudnbsgK_3HAU9fU_tnxvf3r2CrhgPEtAOar7w-D32-p-jH7uHmUPjWbfXt5ZXmgQGIwPmh6c2oIZzJS8Iq6JRrzyNQcC5_IFqsyHpIHsLlvMSbYI5w_hnaRWmOsrsZjZuE/s741/buaya+dan+burung+penyanyi.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Buaya dan Burung Penyanyi" border="0" data-original-height="741" data-original-width="616" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDFfsCKie3QAudnbsgK_3HAU9fU_tnxvf3r2CrhgPEtAOar7w-D32-p-jH7uHmUPjWbfXt5ZXmgQGIwPmh6c2oIZzJS8Iq6JRrzyNQcC5_IFqsyHpIHsLlvMSbYI5w_hnaRWmOsrsZjZuE/w266-h320/buaya+dan+burung+penyanyi.jpg" title="Cerita Dongeng Fabel Buaya dan Burung Penyanyi" width="266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Salam jumpa lagi dengan Kak Edi, adik-adik apa kabarnya hari ini?. Pasti sedang bahagia dan tetap ceria bukan?. Baiklah kali ini Kakak melalui blog &lt;a href="https://ceritadongeng-indonesia.blogspot.com/p/dongeng-fabel-indonesia.html" target="_blank"&gt;Cerita Dongeng Indonesia&lt;/a&gt; akan mendongeng tentang kisah Buaya dan Burung Penyanyi. Adik-adik sudah siap?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Ceritanya begini adik-adik, Pada zaman dulukala, di suatu pagi yang cerah, Burung Penyanyi berkunjung ke rumah Buaya, sahabatnya. Mereka adalah dua sahabat karib sejak lama sekali. Burung Penyanyi datang untuk menjenguk buaya yang beberapa hari ini selalu terlihat sedih, entah apa yang sedang dialami buaya. 

“Hai sahabatku… apa kabarmu hari ini? Kau akhir-akhir ini tampak murung aku lihat”. Sapa Burung penyanyi pada Buaya. “Kabarku lagi kurang baik, saya sangat sedih dengan keadaanku yang seperti ini”. Jawab buaya dengan muka lesu. “Kamu ini kenapa sih?, ayo berceritalah padaku apa yang kamu rasakan?”. Tanya burung pada Buaya. “Ee,,, Anu… ee.. anu” Buaya tampak ragu untuk bercerita. “Ayo katakanlah jangan ragu, aku kan sahabatmu, ceritakanlah unek-unekmu biar lepas beban di fikiran kamu”. Bujuk burung pada sahabatnya itu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;“Kamu kan tahu sendiri kawan, aku ini suaranya sangat jelek, padahal aku sangat ingin bisa bernyanyi dengan suara merdu, agar bisa menghibur  banyak orang seperti kamu”. Buaya akhirnya bercerita tentang masalahnya pada burung penyanyi. “Ohhh… hehehehe… rupanya karena itu toh, kamu jadi murung akhir-akhir ini?”.  “Tidak usah risaukan itu kawan, kamu tidak usah harus bisa bernyanyi kalau untuk menghibur orang lain”. Kata burung berusaha menghibur Buaya. “Benarkah katamu itu kawan, lalu bagaimana caranya?’’. Tanya Buaya penasaran.
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 5px 10px 20px;"&gt;
&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;
&lt;b style="color: #274e13;"&gt;Baca Cerita Dongeng Ini Selengkapnya&lt;/b&gt; : &lt;input 0px="" 16px="" 55px="" color:="" font-size:="" margin:="" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'open'; }" padding:="" type="button" value="Buka" width:="" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="alt2" style="border: 0px inset; margin: 0px; padding: 0px; width: auto;"&gt;
&lt;div style="display: none;"&gt;

&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kamu masih tetap bisa menghibur orang lain bersamaku, saya yang bernyanyi sedangkan kamu bagian membuat gelembung air, kita lakukan bersama-sama pasti akan menciptakan irama yang indah untuk didengar”. Kata Burung penyanyi menjelaskan pada Buaya.  “Wahhh… bagus juga idemu kawan, baiklah besok kita kumpulkan kawan yang lain untuk mendengarkan kita bernyanyi”. Kata Buaya tampak gembira dan bersemangat.

Keesokan hariya, Burung penyanyi rupanya sudah mengundang kawan-kawan penghuni hutan untuk berkumpul di tepian sungai tempat tinggal buaya. “Hari ini kita akan mencoba bernyanyi untuk menghibur kalian”. Kata Burung penyanyi pada kawan-kawannya. Disitu ada gajah, kancil, kelinci, kuda zebra, kambing dan banyak lagi yang datang. Mereka tampak antusias ingin mendengarkan burung penyanyi melantunkan lagunnya. “Kali ini saya bernyanyi akan ditemani sahabat baikku, Buaya”. Imbuh burng penyanyi menjelaskan. Buaya tampak senang sekali mendengar kata-kata burung penyanyi. Buaya pun memasukan moncongnya kedalam air dan meniupkan gelembung-gelembung air menciptakan suara mirip kodok. Sementara sang burung penyanyi melantunkan cuitannya yang indah mengiringi alunan suara gelembung yang diciptakan oleh moncong buaya. Terciptalah lantunan irama dinamis yang indah didengar dan semua binatang yang hadirpun sangat terhibur dan bersorak sorai memberi semangat pada burung dan Buaya. Buaya tampak senang sekali dan sejak saat itulah mereka berdua sering bernyanyi bersama. Buaya kini selalu tampak ceria dan riang gembira, dia tidak pernah terlihat murung lagi. 

Nah, itu tadi dongeng fabel tentang persahabatn Burung Penyanyi dab Buaya, mereka saling melengkapi satu sama lain. Adik-adik harus mencontoh perilaku mereka dalam kehidupan sehari-hari. Hidup rukun walau berbeda.

Cerita diatas memiliki unsur intrinsik berupa latar dan tokoh, Tokoh utamanya adalah Burung Penyanyi dan Buaya. Latar cerita di sebuah hutan yang terdapat sungai tempat tinggal buaya. 

Pesan Moral : Dalam berteman, kita wajib saling melengkapi satu sama lain. Walau keahlian kita berbeda, akan sangat bermakna kalau kita bisa menyatukan perbedaan itu dalam sebuah persahabatan. Hiburlah teman yang sedang bersedih, jangan menertawakannya.

Ikuti terus ya tulisan cerita dongeng dari kakak, sampai jumpa lagi di cerita dongeng fabel lainya… wassalam.
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;
  
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Cerita Dongeng Indonesia memuat dengan lengkap unsur-unsur dan kaidah baku dalam menyajikan cerita dan dongeng, meliputi unsur Intrinsik Cerita Dongeng yaitu meliputi Tema Cerita Dongeng, Amanat/Pesan Moral Cerita Dongeng, Alur Cerita/Plot Cerita Dongeng, Perwatakan/Penokohan Cerita Dongeng, Latar/Setting Cerita Dongeng, serta Sudut pandang Cerita Dongeng. dan kadang disertai  unsur Ekstrinsik Cerita atau Dongeng.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Baca Juga Cerita Dongeng Fabel Lainnya &lt;a href="https://ceritadongeng-indonesia.blogspot.com/p/dongeng-fabel-indonesia.html" target="_blank"&gt;DISINI&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDFfsCKie3QAudnbsgK_3HAU9fU_tnxvf3r2CrhgPEtAOar7w-D32-p-jH7uHmUPjWbfXt5ZXmgQGIwPmh6c2oIZzJS8Iq6JRrzyNQcC5_IFqsyHpIHsLlvMSbYI5w_hnaRWmOsrsZjZuE/s72-w266-h320-c/buaya+dan+burung+penyanyi.jpg" width="72"/><georss:featurename xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">Jl. Cikabuyutan Tim., Hegarsari, Kec. Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat 46322, Indonesia</georss:featurename><georss:point xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-7.3804007000000009 108.5437049</georss:point><georss:box xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-40.300702509312529 73.3874549 25.539901109312524 143.6999549</georss:box></item><item><title>Akhir Riwayat Sang Lutung</title><link>https://ceritadongeng-indonesia.blogspot.com/2014/11/akhir-riwayat-sang-lutung.html</link><category>Cerita Binatang</category><category>Cerita Dongeng</category><category>Dongeng</category><category>Dongeng Binatang</category><category>Dongeng Fabel</category><category>Fabel</category><category>Mendongeng</category><category>Sastra Dongeng</category><author>noreply@blogger.com (Edi Warsono)</author><pubDate>Sat, 13 Nov 2021 00:16:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4936332059153645059.post-6798343288104296944</guid><description>&lt;div div="" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifo0bJVwPBKIkP7VXaGsk8243cRgRMMUB50tp8MMQP4BN90CCtL5BFGRGnxKQjgW60VzBcKl0ZxShUikNQqRcvYZECYPo0MvReFEimgON42ck14jzuv-DKSR-XAHEK5cE3reAfFHLN-Ke4/s982/akhir_kisah_sang_lutung_cerita_dongeng_Indonesia.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="kisah sang Lutung" border="0" data-original-height="982" data-original-width="758" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifo0bJVwPBKIkP7VXaGsk8243cRgRMMUB50tp8MMQP4BN90CCtL5BFGRGnxKQjgW60VzBcKl0ZxShUikNQqRcvYZECYPo0MvReFEimgON42ck14jzuv-DKSR-XAHEK5cE3reAfFHLN-Ke4/w247-h320/akhir_kisah_sang_lutung_cerita_dongeng_Indonesia.jpg" title="Dongeng Akhir Kisah Sang Lutung" width="247" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Hai adik-adik yang pintar dan manis, bagaimana kabarnya hari ini? Tentu sedang sangat baik dan bahagia bukan?. Jumpa lagi dengan Kak Edi nih. Kali ini Kakak akan mendongeng tentang Kisah Riwayat Sang Lutung. Ikutin terus ya dongeng kak Edi di blog ini, blog &lt;b&gt;Cerita Dongeng Indonesia&lt;/b&gt; &lt;b&gt;Portal Edukasi&lt;/b&gt; yang berisi tentang Kumpulan Dongeng Anak Bergambar Indonesia, Cerita Rakyat Indonesia, Cerita Binatang atau Fabel, Hikayat, Legenda Indonesia, Dongeng Asal Usul dan Cerita Rakyat Nusantara.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span&gt;Ceritanya begini adik-adik, Pada zaman dulukala, di suatu pagi yang cerah, Seekor lutung (kera hitam) tampak berjalan dengan terseok-seok sambil menahan sakit di sekujur tubuhnya. Akibat jatuh dari sebatang pohon, tubuhnya menjadi lemah tak bertenaga. Ia tampak sangat lapar, sementara hutan tempat yang biasa menyediakan makanan masih jauh. Dengan memaksa diri, ia tiba di tepi sebuah sungai. Ia minum dengan rakusnya. “Kenapa kamu tampak lemas dan pucat lutung? Kamu sakit atau kenapa?” tegur seekor ayam Jantan besar yang kebetulan sedang mencari makan di  tepi sungai itu. “Ya, saya memang sedang tidak sehat, ayam. tolong bawa aku ke hutan di seberang sungai ini,” pinta lutung memelas. Ayam hutan itu pun merasa iba dan setuju, ia pun terbang membawa lutung yang berpegangan erat di kakinya yang kokoh.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 5px 10px 20px;"&gt;
&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;
&lt;b style="color: #274e13;"&gt;Baca Cerita Dongeng Ini Selengkapnya&lt;/b&gt; : &lt;input 0px="" 16px="" 55px="" color:="" font-size:="" margin:="" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'open'; }" padding:="" type="button" value="Buka" width:="" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="alt2" style="border: 0px inset; margin: 0px; padding: 0px; width: auto;"&gt;
&lt;div style="display: none;"&gt;

&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span&gt;Sesampainya di dalam hutan, lutung tak mau melepaskan kaki ayam hutan. Ia bahkan mencabuti semua bulu ayam hutan yang berwarna kuning keemasan itu. Sang ayam hutan pingsan karena kesakitan. Dia sudah mati, pikir lutung. Kemudian bangkai ayam hutan disembunyikannya di balik rerimbunan semak belukar, lalu ia segera beranjak pergi mencari kayu bakar di dalam hutan.

Sementara sang Ayam Hutan yang sedari tadi pingsan kemudian sadar. Dia menangis tersedu-sedu sedih sebab kehilangan semua bulunya. “Heyy, kenapa badanmu, siapa yang telah mencabuti bulu-bulumu yang lebat itu?” tanya seekor kambing dengan heran. Ayam hutan menceritakan semua yang terjadi padanya. Alangkah marahnya si kambing mendengar cerita dari sang ayam, ia sangat geram terhadap perlakuan si lutung. “Kurang ajar betul si lutung!” Biarlah nanti aku yang memberi pelajaran pada si lutung itu. Sembunyilah kau di balik pohon besar itu,” ujar kambing sambil menunjuk sebuah pohon besar yang tidak jauh dari tempat itu. Ayam hutan pun menurutinya. Tak berselang lama, tampak dari kejauhan si lutung datang dengan membawa kayu bakar. Melihat ada kambing disitu, lutung menanyakan di mana si ayam hutan pada Kambing Kambing yang sudah geram pun mengattakan kalau si ayam sudah pergi, rupanya dia berusaha membohongi si lutung. “Ayam hutan itu rupanya belum mati, ia berenang ke tengah laut,” kata kambing. “ahh masa sih?’’ Lutung tampak tidak percaya. Ia lalu meminta kambing untuk mengantarnya ke gundukan batu karang di tengah laut, di mana ia mengira si ayam hutan bersembunyi. Dengan ramah kambing bersedia mengantarnya. Tanpa pikir panjang lutung naik ke punggung kambing yang kemudian berenang ke gundukan batu karang di tengah laut. Akan tetapi, setelah lutung loncat ke gundukan batu karang itu, segera kambing meninggalkannya. “Semoga kau betah dan berdoalah agar tidak disergap ikan hiu” ujar kambing sambil terkekeh puas membalaskan sakit hati si ayam akibat perbuatan si lutung.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span&gt;Lutung ketakutan dan hanya bisa duduk di puncak batu karang sambil menangis. “Mengapa kamu menangis?” tegur seekor kepiting tua. “Aku heran, bagaimana kau dapat ke sini.” Aku naik sampan, kemudian sampanku terbalik dan aku terdampar disini,” jawab lutung berbohong. Karena kasihan, kepiting pun mengantarkan lutung ke tepi.

“Bagaimana kau dapat berenang dengan cepat sekali?” tanya lutung. “Dengan kayuhan kaki-kakiku,” jawab kepiting tanpa curiga. Ketika tiba di pantai, lutung ingin melihat kaki kepiting. Tanpa curiga kepitingpun setuju dan segera tubuhnya dibalikkan oleh lutung. Ternyata lutung segera meninggalkan kepiting dalam keadaan terbalik. Ia bermaksud mencari harimau, karena hanya harimaulah  yang dapat mengeluarkan daging kepiting besar dari kulitnya yang keras seperti baja itu.

Sementara kepiting menangis dan berteriak-teriak minta tolong. “Mengapa kamu?” tanya seekor bebek yang mendekat. kepiting lalu menceritakan pengalamannya. Bebek pun menjadi sangat marah terhadap lutung yang tak tahu membalas budi itu. Ia bersama sahabatnya si tikus lalu menggali pasir di bawah badan kepiting, dengan harapan apabila air pasang naik penyu dapat membalikkan tubuhnya dengan mudah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span&gt;Sementara menunggu kedatangan lutung, tikus-tikus itu menutupi tubuh kepiting dengan tubuh mereka sendiri. Dan menari-nari sambil bersayir : “Lalalala…lalalal..lala…Mari kita ikut gembira ria … bersama sang lutung yang jenaka … yang berhasil menipu Raja Rimba … yang mengira betul ada kepiting, padahala hanya kita yang ada…” Lutung yang datang bersama harimau sangan heran, dimanakah kepiting? Mendengar syair tikus-tikus, harimau pun menjadi marah karena merasa ditipu oleh lutung. “Mana kepiting besar gemuk dengan banyak daging yang kau katakan itu?” geramnya. Lutung yang ketakutan akan kemarahan harimau berusaha lari sekuat tenaga, namun karena kakainya yang masih sakit dia tidak bias lari jauh. Dengan mudah si lutung itu pun diterkam oleh sang Harimau dan dibawanya masuk kedalam hutan. Si lutung pun mati menjadi santapan harimau dan keluarganya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
  
  &lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span&gt;Nah begitulah adik-adik sekalian, dongeng tentang si lutung yang tidak tau balas budi telah usai. Semoga adik-adik terhibur dan bisa memetik hikmah dari dongeng yang kaka bacakan ya. 
Dongeng ini memiliki tema persahabatan, dengan latar sebuah hutan belantara dan pantai sebagai &lt;b&gt;unsur intrinsik&lt;/b&gt;nya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;Pesan moral&lt;/b&gt; yang dapat kita petik adalah jangan pernah memeperdaya sahabat sendiri, jangan curang dan sebagai manusia yang hidup bersama tentu kitaharus saling tolong menolong. Dan sudah seharusnya pula kita tau balas budi jika telah ditolong oleh orang lain.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;h3&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Adik-adik juga bisa membaca lebih banyak lagi dongeng Fabel/Cerita Binatang dengan &lt;a href="https://ceritadongeng-indonesia.blogspot.com/p/dongeng-fabel-indonesia.html" target="_blank"&gt;KLIK DISINI&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span&gt;Semoga adik-adik dan sahabat dongeng semua terhibur dan bisa menjadikan blog ini sebagai bahan referensi untuk mendongeng dimasa mendatang. Sampai jumpa lagi di dongeng menarik lainnya ya, salam dongeng dari Kak Edi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;Cerita Dongeng Indonesia memuat dengan lengkap unsur-unsur dan kaidah baku dalam menyajikan cerita dan dongeng, meliputi unsur Intrinsik Cerita Dongeng yaitu meliputi Tema Cerita Dongeng, Amanat/Pesan Moral Cerita Dongeng, Alur Cerita/Plot Cerita Dongeng, Perwatakan/Penokohan Cerita Dongeng, Latar/Setting Cerita Dongeng, serta Sudut pandang Cerita Dongeng. dan kadang disertai  unsur Ekstrinsik Cerita atau Dongeng.
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifo0bJVwPBKIkP7VXaGsk8243cRgRMMUB50tp8MMQP4BN90CCtL5BFGRGnxKQjgW60VzBcKl0ZxShUikNQqRcvYZECYPo0MvReFEimgON42ck14jzuv-DKSR-XAHEK5cE3reAfFHLN-Ke4/s72-w247-h320-c/akhir_kisah_sang_lutung_cerita_dongeng_Indonesia.jpg" width="72"/><georss:featurename xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">Banjar, Kec. Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, Indonesia</georss:featurename><georss:point xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-7.3706874 108.5342487</georss:point><georss:box xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-40.290989209312528 73.3779987 25.549614409312525 143.6904987</georss:box></item><item><title>Akibat Kucing Yang Serakah</title><link>https://ceritadongeng-indonesia.blogspot.com/2016/06/akibat-kucing-yang-serakah.html</link><category>Cerita Binatang</category><category>Cerita Dongeng</category><category>Dongeng</category><category>Dongeng Binatang</category><category>Dongeng Fabel</category><category>Edukasi</category><category>Fabel</category><category>Mendongeng</category><category>Sastra Dongeng</category><author>noreply@blogger.com (Edi Warsono)</author><pubDate>Wed, 10 Nov 2021 00:28:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4936332059153645059.post-2976556016038524147</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizfODmlWUuI4Sus-tmsy4wcmipVOxibJoLrkr7TQWUxJu3B_78IYJxntOHD2usfapXRrVdkerPh-9iP_fHT1_MImFn9SdzRDHNguY2N5V8S1sPcFLcmtS9DSgjgS7KqMD_gIqg3fzBGmeS/s1600/dongeng-fabel-akibat-kucing-serakah.png" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Fabel Akibat Kucing Yang Serakah" border="0" height="180" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizfODmlWUuI4Sus-tmsy4wcmipVOxibJoLrkr7TQWUxJu3B_78IYJxntOHD2usfapXRrVdkerPh-9iP_fHT1_MImFn9SdzRDHNguY2N5V8S1sPcFLcmtS9DSgjgS7KqMD_gIqg3fzBGmeS/s320/dongeng-fabel-akibat-kucing-serakah.png" title="Akibat Kucing Yang Serakah" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Cerita Dongeng Indonesia&lt;/b&gt; adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang cerita Dongeng Fabel Akibat Kucing Yang Serakah, Dongeng Anak Indonesia, Dongeng Nusantara, Cerita Binatang, Fabel&lt;/div&gt;

&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hai adik-adik,masih semangat untuk membaca dongeng kan ? kali ini kaka akan mendongeng tentang kisah kucing yang memiliki sifat jelek yaitu sifat serakah, kalian jangan menirunya ya. mari kita mulai bercerita. Hari itu masih sangat pagi, matahari pun belum menampakkan diri. Hewan-hewan masih banyak yang tidur dengan pulasnya. Namun di kejauhan nampak seekor kucing berjalan tergopoh-gopoh. Ia berjalan sambil membawa seember susu yang diletakkan di punggungnya. Sesekali ia menoleh ke kiri dan ke kanan. Sepertinya ia takut ada teman yang mengikutinya. "Syukurlah tidak ada yang melihatku," kata si kucing dalam hati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika si kucing merasa tubuhnya capek ia berniat untuk istirahat. Ia mencari tempat yang aman dari pengamatan teman-temannya. Namun langkahnya tiba-tiba terhenti manakala ia berjumpa dengan seekor Kancil yang sedang memeluk sebatang pohon bambu. Si kancil berkali-kali mencoba menggigit pohon bambu, seolah-olah hendak memecahkan batang bambu, namun dilepaskan lagi. Setelah usahanya gagal, si kancil nampak bersedih dan menangis. "Hu hu hu hu....gagal lagi usahaku," demikian rintih si kancil di hadapan si kucing.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin: 5px 10px 20px; text-align: left;"&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="color: #274e13;"&gt;Baca Cerita Dongeng Ini Selengkapnya&lt;/b&gt; : &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'open'; }" style="font-size: 16px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Buka" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 0px inset; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify; width: auto;"&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;div&gt;Si kucing merasa iba dan ikut bersedih melihat si Kancil menangis tersedu-sedu. Lalu ia berusaha menyapanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Hei, kenapa kamu bersedih dan menangis, Kancil?" tanya si Kucing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Kancil tidak menjawab, bahkan tangisannya semakin menjadi-jadi. "Huuuhuuuuhuuuhuuuuu." Sebenarnya tangisan si kancil di hadapan si kucing hanya pura-pura saja. Dia berniat memberi pelajaran si kucing yang terkenal serakah dan suka mencuri susu milik teman-temannya. Si kancil jengkel setiap kali mendengar laporan akan kecurangan si kucing kepada teman-temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Wah, si kancil benar-benar bersedih, nih," pikir si kucing. Kemudian si kucing meletakkan ember yang berisi susu di bawah pohon. Dan si kancil masih memegang erat-erat batang pohon bambunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Hei, Kancil...kenapa kamu bersedih ? Bolehkan aku tahu permasalahanmu?"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Heeemmm....wah senang sekali apabila kamu bisa membantuku, Kucing," jawab si kancil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Iya...tapi apa masalahnya?"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Begini, kawan," kata si Kancil mulai menyusun siasat. "Malam tadi aku mendapat batang bambu ajaib yang jatuh dari langit. Meskipun bambu ini tidak mempunyai akar namun lihatlah daun-daunnya nampak hijau segar. Pasti di dalamnya ada air ajaib di 6 ruasnya yang membuat daun-daun bambu ini nampak masih hijau segar. Pasti air ajaib itu bisa membuat kita awet muda dan sakti. Oleh karena itu, aku berusaha memecahkannya. Namun usahaku gagal. Aku sedih, kawan."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Wah, ada air ajaib yang bisa membuat awet muda? Aku harus bisa merebutnya dari tangan si Kancil," pikir si Kucing. "Dasar si Kancil bodoh. Seharusnya membuka batang bambu dengan benda runcing seperti cakarku ini. Mana bisa memecah batang bambu dengan giginya."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Begini saja, Cil," kata si kucing. "Bagaimana kalau batang bambumu ini aku tukar dengan setengah ember susuku?"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Hahhh! Ditukar dengan Setengah ember susu? Ogah yaaaa....enak aja satu batang bambu ajaib ditukar setengah ember susu. Kamu tidak adil. Kamu mau enaknya sendiri. Kamu serakah," kata si Kancil sambil terus memeluk batang bambunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Tapi susu ini masih segar dan lezat lho....kamu tinggal minum saja...enakkk, Cil. Daripada kamu kesulitan memecahkan batang bambu itu? Serahkan saja padaku. Kamu bisa menimati setengah ember susu ini"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Ogaaaahhhh.....gak mauuuu....tidak sudiiii....Sekali tidak mau ya tetap tidak mau," kata si Kancil pura-pura bertahan dan menganggap bahwa batang bambunya benar-benar sakti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Kalau begitu...bagaimana kalau aku minta hanya setengah saja batang bambumu dan kita tukar dengan setengah ember susuku. Nah...adil kan?"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Ogaaahhh...enak saja bambu ini dipotong separo...kesaktiannya bisa hilang, Cing!"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Kucing makin penasaran dengan sikap si Kancil. Dirinya harus bisa memiliki batang bambu itu bagaimanapun caranya agar dirinya bisa tetap awet muda dan sakti. Kalau dirinya sakti tentu ia bebas berbuat apa saja kepada teman-temannya. Ia bebas memiliki susu milik siapapun tanpa takut terhadap teman-temannya. Dan akhirnya ia nekat ingin menukar seember susunya dengan batang bambu yang dimiliki si Kancil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Begini saja, Cil. Bagaimana kalau batang bambumu itu aku tukar dengan seember susuku ini?"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si kancil pura-pura keberatan dengan usul si kucing. Padahal dalam hati ia merasa bahwa kali ini si kucing akan menemui batunya. Kali ini si Kucing akan menerima ganjaran akan keserakahan dan kelicikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Kalau itu maumu, aku sih setuju-setuju saja, Cing. Tapi kamu ikhlas nggak menukar susumu dengan batang bambu ini?" tanya si Kancil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Ikhlas, Cil. Ayo mana batang bambumu!" kata si kucing tidak sabar ingin memiliki batang bambu milik si kancil. Dan ia akan segera memecahkannya agar bisa segera meminum air ajaib yang ada di tiap ruasnya. "Aku akan menjadi Kucing Sakti dan senantiasa awet muda. Asyiiikkkk," kata si kucing senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian si kancil melepaskan batang bambunya. Setelah Ia meraih seember susu milik si Kucing, lalu ia pergi meninggalkan si kucing sendirian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Horeeee....aku akan menjadi kucing sakti.iiiii!" teriak si kucing. Kemudian ia mengeluarkan cakar-cakarnya. Batang bambu yang ada dihadapannya dicakar-cakar berkali-kali agar bisa pecah. Ia terus berusaha memecahkannya. Akhirnya, setelah dengan perjuangan yang keras ia berhasil memecahkan batang bambu di hadapannya. Namun ternyata air sakti yang diharap-harapkannya ternyata tidak ada. Ia hanya mendapati ruas-ruas bambunya kosong tidak ada apa-apanya. Sedangkan daun bambu yang masih hijau disebabkan pohon bambu masih baru dipotong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Haahhhh! Sialan...mana air sakti itu!!???" teriak si kucing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Dasar si Kancil pembohong...aku telah ditipunya. Aku telah ditipunya....," kata si Kucing sambil bergegas lari mengejar si kancil yang telah membawa seember susunya. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #cee3f6; border: 1px solid rgb(204, 204, 204); height: auto; margin: 10px 0px; padding: 10px; text-align: justify; width: auto;"&gt;Cerita Dongeng Indonesia memuat dengan lengkap unsur-unsur dan kaidah baku dalam menyajikan cerita dan dongeng, meliputi unsur Intrinsik yaitu meliputi Tema, Amanat/Pesan Moral, Alur Cerita/Plot, Perwatakan/Penokohan, Latar/Setting, dan Sudut pandang. dan kadang disertai unsur Ekstrinsik Cerita. Untuk belajar memahami itu semua, coba adik-adik tebak dari cerita diatas temanya apa, tokohnya siapa dan settingnya dimana, ayo siapa yang tahu?.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizfODmlWUuI4Sus-tmsy4wcmipVOxibJoLrkr7TQWUxJu3B_78IYJxntOHD2usfapXRrVdkerPh-9iP_fHT1_MImFn9SdzRDHNguY2N5V8S1sPcFLcmtS9DSgjgS7KqMD_gIqg3fzBGmeS/s72-c/dongeng-fabel-akibat-kucing-serakah.png" width="72"/></item><item><title>Cerita Dongeng Legenda Putri Limaran</title><link>https://ceritadongeng-indonesia.blogspot.com/2016/06/cerita-dongeng-legenda-putri-limaran.html</link><category>Cerita Dongeng</category><category>Cerita Rakyat</category><category>Legenda</category><category>Mendongeng</category><category>Sastra Dongeng</category><author>noreply@blogger.com (Edi Warsono)</author><pubDate>Tue, 9 Nov 2021 00:13:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4936332059153645059.post-6114794684880909274</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXGYR97Lzadq7Sb0vGchrijauUB1IMXQiTq2EgT2WvllT5OVCrtZZ9RBEyM3jmfzCZptsfj4tWrAcw1DbPBZbThKkCz0PB9zRlisGNYi8aEkn58d7_jf5zDL5vOBBpR-EkIt-z2XRSPhqO/s1600/legenda-putri-limaran.png" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Cerita Dongeng Legenda dari Jawa Tengah Putri Limaran" border="0" height="222" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXGYR97Lzadq7Sb0vGchrijauUB1IMXQiTq2EgT2WvllT5OVCrtZZ9RBEyM3jmfzCZptsfj4tWrAcw1DbPBZbThKkCz0PB9zRlisGNYi8aEkn58d7_jf5zDL5vOBBpR-EkIt-z2XRSPhqO/s320/legenda-putri-limaran.png" title="Cerita Dongeng Legenda dari Jawa Tengah Putri Limaran" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
  &lt;b&gt;Cerita Dongeng Indonesia&lt;/b&gt; adalah Portal Edukasi yang memuat artikel
  tentang Cerita Dongeng Legenda dari Jawa Tengah Putri Limaran, Dongeng Anak
  Indonesia, Cerita Rakyat Legenda Masyarakat Indonesia, Dongeng Nusantara,
  Cerita Binatang, Fabel, Hikayat, Dongeng Asal Usul, Kumpulan Kisah Nabi,
  Kumpulan Cerita Anak Indonesia, Cerita Lucu,Tips Belajar, Edukasi Anak Usia
  Dini, PAUD, dan Balita.
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
  Tersebutlah seorang putri yang cantik jelita. Putri Limaran namanya, ia adalah permaisuri raja yang rupawan. Walaupun
  berpenampilan sederhana namun tetap memiliki kecantikan yang luar biasa. Ia
  memiliki kegemaran membatik dan seni sulam.
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
  Pada suatu hari ketika Limaran sedang mengandung, raja berpamitan untuk pergi
  berburu. berhari-hari sang raja tidak kunjung pulang dari hutan. Untuk mengisi
  kekosongan waktu Limaran melakukan kegiatan sesuai kegemarannya. Ia sangat
  suka membatik di tempat yang tenang.
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
  Suatu ketika sang puteri sedang membatik diatas pohon di tepian tasik atau danau kecil,
tepat di bawahnya seorang peri buruk rupanya sedang berkaca di air danau. Si peri Buruk rupa tampak tersenyum-senyum melihat bayangan
  cantik di air telaga tanpa menyadari adanya sang puteri yang ada diatas pohon. Ia menyangka bayangan itu adalah wajahnya "Alangkah ayu rupawan wajahku" katanya dalam hati.
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin: 5px 10px 20px;"&gt;
  &lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;
    &lt;b style="color: #00000;"&gt;Baca Cerita Dongeng Ini Selengkapnya&lt;/b&gt; :
    &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'open'; }" style="color: black; font-size: 16px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Buka" /&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div class="alt2" style="border: 0px inset; margin: 0px; padding: 0px; width: auto;"&gt;
    &lt;div style="display: none;"&gt;
      &lt;div style="text-align: justify;"&gt;
        Namun apa yang terjadi ketika ia tertawa dan bayangan itu
        tetap membisu, ia dongakkan kepalanya keatas. dilihatny6a putri cantik
        sedang duduk diatas papan yang terpasang diatas pohon, ia menyadarai
        bahwa bayangan itu bukan dirinya. Bersamaan dengan itu sang putri
        melihat ke bawah. Sang putri sangat terkejut melihat peri yang buruk
        rupa berada dibawahnya, sehingga canting yang dipegangnya jatuh ke
        tanah.&lt;br /&gt;
        &lt;br /&gt;
        Limaran berkata "hai peri, bila engkau mau menolongku mangambilkan
        canting itu, engkau akan aku ajak ke istana menjadi pelayanku".
        Mendengar kata Limaran sang peri buruk rupa merasa sangat gembira, lalu
        diambilnya canting yang jatuh dan diberikannya pada Limaran.&lt;br /&gt;
        &lt;br /&gt;
        Sesuai dengan janji Limaran, maka si Buruk menjadi pembantu
        Limaran. Karena siburuk mampu menunjukan perangai yang baik, maka ia
        dangat dipercaya oleh sang putri. Namun dibalik itu semua, hati si Buruk
        diliputi rasa iri dengan sang Putri. Ia
        berfikir, "Alangakah bahagianya bila aku dapat menjadi permaisuri
        seperti sang Putri." Maka ia selalu mencari kesempatan untuk
        menyingkirkan majikannya itu.&lt;br /&gt;
        &lt;br /&gt;
        Kesempatan itu akhirnya tiba, ketika limaran hamil tua. Raja pergi
        berburu di hutan yang jauh dari istana, karena itu pada saat Limaran
        melahirkan Raja tidak ada di sampingnya. Kesempatan itu tidak disia-siakan
        oleh si Buruk. Dengan berdalih mau menolong, Limaran dapat diperdaya.
        Limaran mati saat melahirkan. Tubuhnya kemudian dikubur di halaman istana dan
        bayi limaran diasuh dan disusui oleh si Buruk.&lt;br /&gt;
        &lt;br /&gt;
        Setelah bebulan-bulan lamanya, sang Raja kembali ke istana dengan hati bahagia
        karena mendengar putranya telah lahir, namun betapa terkejutnya ketika
        raja mengetahui bahwa permaisurinya telah tiada. seketika wajahnya
        menjadi muram, si Buruk berusaha menghibur namun tidak berhasil.&lt;br /&gt;
        &lt;br /&gt;
        Hari demi hari keadaan raja semakin memburuk. Dia sudah tidak
        mempedulikan lagi keadaan sekelilingnya. Kerjanya hanya termenung
        menunggui pusara permaisuri yang kini ditumbuhi bunga melati yang harum.
        hati si buruk semakin jengkel, maka ketika sang Raja tidak ada disana
        bunga melati itu dicabut dan dibuang jauh-jauh. Raja semakin
        kehilangan.&lt;br /&gt;
        &lt;br /&gt;
        Ajaib, ditempat pembuangan bunga melati itu tumbuh pohon maja yang
        berbuah hanya satu. ketika buah itu matang mengundang selera seorang
        juru masak untuk memetiknya lalu dibawanya pulang. Aneh, buah itu dapat
        berbicara dan menjelma menjadi seorang putri cantik jelita. Juru masak
        dapat mengenalinya, ia dalah Limaran permaisuri Raja. Limaran meminta
        ijin juru masak untuk boleh tinggal di rumahnya. Juru masak yang
        kebetulan adalah seorang janda tidak merasa keberatan bahkan dengan
        senang hati ia menerimanya. Selama tinggal di rumah juru masak, sang
        Putri selalu memperhatikan keperluan putranya. Ia membuat baju-baju bayi
        yang disulam indah serta membuat makanan kesukaan Raja. tentu sang raja
        menjadi bertanya-tanya siapakah gerangan yang mampu membuat makanan
        kegemarannya. Rupanya tidak mudah untuk mengetahui karena juru masak
        tidak mau berterus terang ketika ditanya. namun akhirnya rahasia itu
        terbongkar ketika sang Raja diam-diam mengikuti juru masak yang pulang
        kerumahnya. Pertemuan sang Raja dengan permaisuri sangat mengharukan.
        Sang putri lalu menceritakan semua peristiwa yang telah menimpanya. sang
        raja berjanji akan menghukum si Buruk setimpal dengan kesalahannya.&lt;br /&gt;
        &lt;br /&gt;
        Si buruk rupa pun kemudian dihukum mati, mayatnya dikubur di belakang
        istana. Karena kejahatannya, maka diatas kuburnya tumbuh bunga bangkai
        yang berbau busuk.&lt;br /&gt;
        &lt;br /&gt;
        Pesan moral Dongeng : Janganlah menjadi orang yang iri dengki terhadap orang lain, niscaya hidupnya tidak akan bahagia dan 
        akan celaka.
      &lt;/div&gt;
    &lt;/div&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;center&gt;
    &lt;a href="https://api.whatsapp.com/send?phone=6285647928145&amp;amp;text=Halo%20gan,%20Saya%20Ingin%20Request%20Dongeng%20Bisakah%20Anda%20Membantu?" target="_blank"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimpquOj95S0WpvaTlNS3mkaKc-6X-w699oZheXRXLpIAAmENCCeYl8JUUhQ9wNq6AWi8hdKMlpSAD2dV2wgxwgFBr7IMjpLX7usL3uXaFSA15k4XXjMvnWNWJGSPyumcQ2Lf9mBnctLOmH/s1600/cerita-dongeng-indonesia-animasi.gif" style="max-width: auto;" /&gt;&lt;/a&gt;
  &lt;/center&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;div style="background-color: #cee3f6; border: 1px solid rgb(204, 204, 204); height: auto; margin: 10px 0px; padding: 10px; text-align: justify; width: auto;"&gt;
    Cerita Dongeng Indonesia memuat dengan lengkap unsur-unsur dan kaidah baku
    dalam menyajikan cerita dan dongeng, meliputi unsur Intrinsik yaitu meliputi
    Tema, Amanat/Pesan Moral, Alur Cerita/Plot, Perwatakan/Penokohan,
    Latar/Setting, dan Sudut pandang. dan kadang disertai unsur Ekstrinsik
    Cerita. Untuk belajar memahami itu semua, coba adik-adik tebak dari cerita
    diatas temanya apa, tokohnya siapa dan settingnya dimana, ayo siapa yang
    tahu?.
  &lt;/div&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXGYR97Lzadq7Sb0vGchrijauUB1IMXQiTq2EgT2WvllT5OVCrtZZ9RBEyM3jmfzCZptsfj4tWrAcw1DbPBZbThKkCz0PB9zRlisGNYi8aEkn58d7_jf5zDL5vOBBpR-EkIt-z2XRSPhqO/s72-c/legenda-putri-limaran.png" width="72"/></item><item><title>Raja Bijaksana dan Tiga Rakyatnya</title><link>https://ceritadongeng-indonesia.blogspot.com/2016/06/raja-bijaksana-dan-tiga-rakyatnya.html</link><category>Cerita Dongeng</category><category>Dongeng</category><category>Edukasi</category><category>Mendongeng</category><category>Sastra Dongeng</category><author>noreply@blogger.com (Edi Warsono)</author><pubDate>Sun, 5 Jun 2016 16:15:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4936332059153645059.post-7053982850953249805</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoOJxiCuafDbnkfIQR0upyRnBICN6ItmJaEZWbkGo8q9O6WfMu0T0Jr2lyotDGaMQFhojx8mTS7YblXcUk7ADc-I_FGPRUdMxwpdXBRPoNK5uh5SxLDvdsOOYume9iVJIz11PcJFESxiGW/s1600/dongeng-raja-bijaksana-dan-tiga-rakyatnya.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="198" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoOJxiCuafDbnkfIQR0upyRnBICN6ItmJaEZWbkGo8q9O6WfMu0T0Jr2lyotDGaMQFhojx8mTS7YblXcUk7ADc-I_FGPRUdMxwpdXBRPoNK5uh5SxLDvdsOOYume9iVJIz11PcJFESxiGW/s320/dongeng-raja-bijaksana-dan-tiga-rakyatnya.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Cerita Dongeng Indonesia&lt;/b&gt; adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang cerita Dongeng Raja Bijaksana dan Tiga Rakyatnya. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kali ini, kakak akan mendongeng tentang kisah seorang raja yang baik hati. apakah adik-adik sudah siap untuk mendengarkannya? Baiklah mari kita mulai membaca dongengnya. Dahulu kala, Ada sebuah kerajaan dipimpin seorang raja yang bijaksana dan adil. Dia enggan menggunakan kekayaan kerajaan untuk kepentingan pribadi dan keluarganya. Seluruh harta kekayaan kerajaan digunakan untuk memakmurkan rakyatnya. Sehingga tidak heran, seluruh rakyat senantiasa menaruh hormat dan kagum kepada sang raja dan keluarganya. Dan tidak heran seluruh titah raja senantiasa dipatuhi dan dilaksanakan dengan ikhlas oleh rakyatnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Suatu hari, baginda raja ingin menguji kesetiaan rakyatnya. Maka diutuslah seorang hulubalang untuk memanggil 3 orang rakyat yang telah dipilih secara acak oleh sang raja. Tidak lama kemudian, datanglah 3 orang rakyat yang dimaksud. Ketiga rakyat yang dipanggil sang raja beranggapan bahwa tentu sang raja akan memberi hadiah yang istimewa kepada mereka, karena sang raja begitu dermawan kepada rakyatnya.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin: 5px 10px 20px;"&gt;
&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;
&lt;b style="color: #274e13;"&gt;Baca Cerita Dongeng Ini Selengkapnya&lt;/b&gt; : &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'open'; }" style="font-size: 16px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Buka" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="alt2" style="border: 0px inset; margin: 0px; padding: 0px; width: auto;"&gt;
&lt;div style="display: none;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
"Assalamu'alaikum, rakyatku," sapa sang raja kepada ketiga rakyatnya yang telah berada di hadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Walaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh, paduka. Kami bertiga menghaturkan salam hormat," jawab ketiganya serentak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Hemmm...terima kasih kalian telah memenuhi undanganku. Aku memanggil kalian karena ingin memberi tugas untuk mengambilkan buah-buahan yang ada di wilayah kerajaan ini. Apa kalian mau mengerjakannya?"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Waaah... dengan senang hati hamba akan mengerjakannya, paduka," jawab ketiganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baginda raja senang mendengar jawaban yang tulus dan kesanggupan rakyatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu sang raja memerintahkan seorang prajurit mengambilkan 3 buah keranjang besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Nah, masing-masing dari kalian harus memenuhi keranjang tersebut dengan aneka macam buah-buahan yang ada di wilayah kerajaan ini. Bila tugas kalian telah selesai maka bawalah buah-buahan tersebut ke hadapanku. Kalian mengerti?"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga rakyatnya mengangguk-anggukkan kepala tanda mengerti. Lalu mereka pergi dengan membawa keranjangnya masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ternyata, ketiga rakyatnya memiliki pemikiran yang berbeda terhadap tugas yang diembannya. Ada yang menganggap bahwa tugas sang raja adalah suatu kehormatan baginya, sehingga dia harus melaksanakan dengan senang hati dan penuh keikhlasan serta berusaha mempersembahkan aneka macam buah berkualitas kepada raja mereka. Rakyat kedua menganggap perintah itu biasa saja, sang raja tentu tidak akan memperhatikan dan tidak mungkin akan menghitung buah yang dia kumpulkan. Bukankah sang raja telah makmur dan kaya-raya, tentu tugas ini hanya sekedar menguji kesetiaan saja. Oleh karena itu, ia sembarangan memetik buah-buahan untuk sang raja. Buah-buahan mentah maupun yang sudah hampir busuk dia masukkan ke keranjang. Bahkan dia menata buah ke dalam keranjang juga sembarangan, tidak tertata. Selain itu. agar keranjangnya nampak menarik di hadapan sang raja maka dia sengaja menaruh buah-buahan yang segar dan masak di lapisan atas keranjangnya. Dan rakyat yang ketiga beranggapan bahwa tugas dari sang raja adalah sebuah penghinaan baginya. Dia sudah merasa hidupnya enak, kaya. semua serba ada tetapi sekarang disuruh mengambilkan buah buat si raja. Bukankah kalau sang raja ingin makan buah-buahan tinggal beli di pasar semua tentu ada. "Harta kerajaan khan banyak," pikir rakyat ketiga ini. Oleh karena itu, dia sengaja melaksanakan perintah raja dengan penuh kemalasan dan sembarangan. Dia ingin secepatnya memenuhi keranjangnya agar segera bisa mengakhiri pekerjaannya. Oleh karrena itu, dia mengisi keranjangnya dengan buah-buahan yang asal petik saja. Tidak peduli buah masak ataupun buah masih muda ia masukkan ke keranjangnya. Dia senantiasa bekerja dengan ngedumel. Menggerutu. Tidak ikhlas dalam mengerjakan tugas. Apapun jenis buah yang ada di hadapannya dia masukkan ke dalam keranjang. Bahkan buah-buahan yang beracunpun dia masukkan keranjangnya juga. Dia sengaja melakukan hal itu karena ingin membalas kesewenang-wenangan sang raja kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sore hari, ketiga rakyatnya telah mengisi seluruh keranjangnya dengan bermacam-macam buah-buahan sesuai dengan yang dipesan sang raja. Mereka bersama-sama menghadap sang raja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Wah...kalian memang benar-benar rakyatku yang setia dan taat terhadap perintah raja. Aku kagum dengan ketaatan kalian. Nah..karena bekal kalian sudah banyak maka aku perintahkan kepada para prajurit untuk membawa kalian menempati pulau-pulau terpencil yang telah disiapkan kerajaan. Pulau itu dihadiahkan kepada kalian bertiga. Disana tidak ada makanan secuilpun. Oleh karena itu, selama di pulau tersebut kalian hanya dibekali dengan sekeranjang buah-buahan yang telah kalian kumpulkan," demikian perintah sang raja. Lalu para prajurit membawa mereka menyeberangi pulau untuk ketiga rakyatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Betapa terkejutnya ketiga rakyatnya mendengar titah sang raja. Sang raja memang telah menguji keikhlasan rakyatnya dalam mengabdi kepada rajanya. Perintah raja harus dilaksanakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Jadi semua buah ini untuk hamba paduka?!" kata mereka. Dan ketiga rakyatnya menyambut keputusan raja dengan raut wajah yang berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rakyat yang benar-benar ikhlas bekerja dan berusaha mempersembahkan kualitas terbaik dalam pengabdiannya maka akan merasakan kenikmatan dengan jerih payahnya untuk dirinya sendiri. Sementara rakyat yang menganggap biasa saja perintah sang raja maka akan menyesal karena tidak serius dan asal-asalan melaksanakan perintah sang raja. Sedangkan rakyatnya yang merasa perintah sang raja adalah sebuah penghinaan baginya dan melakukan tugas sembarangan maka akhirnya akan merasakan betapa sengsaranya hidup dengan bekal yang tidak berkualitas dan bekal yang terkesan asal-asalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Sebenarnya Aku tidak butuh dengan hasil pekerjaan kalian karena aku sudah kaya dan tidak membutuhkan semua itu. Aku memerintahkan kalian mengerjakan tugas karena aku ingin melihat sampai sejauh mana kualitas dan ketulusan pengabdian kalian kepadaku," kata sang raja sambil menatap ketiga rakyatnya yang berjalan pergi bersama para prajurit menuju pulau terpencil bagi ketiganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pesan moral cerita :&lt;br /&gt;
Tuhan itu maha kaya dan Maha bijaksana. Dia memerintahkan makhluknya untuk beribadah sebenarnya untuk melihat sejauh mana kualitas pengabdian kita kepada-Nya. Semua nilai ibadah yg kita kerjakan sebenarnya hasilnya untuk peningkatan kadar kualitas kita sendiri di hadapan-Nya.  &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: #cee3f6; border: 1px solid rgb(204, 204, 204); height: auto; margin: 10px 0px; padding: 10px; text-align: justify; width: auto;"&gt;
Cerita Dongeng Indonesia memuat dengan lengkap unsur-unsur dan kaidah baku dalam menyajikan cerita dan dongeng, meliputi unsur Intrinsik yaitu meliputi Tema, Amanat/Pesan Moral, Alur Cerita/Plot, Perwatakan/Penokohan, Latar/Setting, dan Sudut pandang. dan kadang disertai unsur Ekstrinsik Cerita. Untuk belajar memahami itu semua, coba adik-adik tebak dari cerita diatas temanya apa, tokohnya siapa dan settingnya dimana, ayo siapa yang tahu?.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoOJxiCuafDbnkfIQR0upyRnBICN6ItmJaEZWbkGo8q9O6WfMu0T0Jr2lyotDGaMQFhojx8mTS7YblXcUk7ADc-I_FGPRUdMxwpdXBRPoNK5uh5SxLDvdsOOYume9iVJIz11PcJFESxiGW/s72-c/dongeng-raja-bijaksana-dan-tiga-rakyatnya.jpg" width="72"/></item><item><title>Kisah Si Burung Bayan dan Si Penggetah</title><link>https://ceritadongeng-indonesia.blogspot.com/2016/06/kisah-si-burung-bayan-dan-si-penggetah.html</link><category>Cerita Binatang</category><category>Cerita Dongeng</category><category>Dongeng</category><category>Fabel</category><category>Legenda</category><author>noreply@blogger.com (Edi Warsono)</author><pubDate>Sun, 5 Jun 2016 15:59:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4936332059153645059.post-2310235366595362458</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4KpstovAGSVXV-mDKeoMSDWUzzfBPRo47cuubvokpewQjoCa-dGaiqdynfvTr3eus0jbQ-YVgWifu3fS2IQzoDbu7GpVzI-iUIqTDrxm81srouJ47UEuHzVoAv2GDteiwibCb_z_3LQvh/s1600/cerita-dongeng-burung-bayan-dan-si-penggetah.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="cerita burung bayan cerita dongeng indonesia" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4KpstovAGSVXV-mDKeoMSDWUzzfBPRo47cuubvokpewQjoCa-dGaiqdynfvTr3eus0jbQ-YVgWifu3fS2IQzoDbu7GpVzI-iUIqTDrxm81srouJ47UEuHzVoAv2GDteiwibCb_z_3LQvh/s320/cerita-dongeng-burung-bayan-dan-si-penggetah.jpg" title="cerita burung bayan" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Cerita Dongeng Indonesia &lt;/b&gt;adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang cerita Dongeng Kisah Si Burung Bayan dan Si Penggetah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adik-adik ada yang suka burung tidak? bicara soal burung, kakak kali ini akan mendongeng tentang kisah seekor burung dan seorang pemburu burung, begini ceritanya. Pada zaman dahulu, Tersebutlah seorang lelaki yang dikenal dengan nama si Penggetah. Si penggetah ini diambil dari keseharian lelaki itu sebagai penangkap burung dengan menggunakan getah. Si Penggetah sangat mahir dalam pekerjaannya. Burung-burung hasil tangkapannya kemudian dijual, dan uang hasil penjualan digunakan untuk kehidupan sehari-hari.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Si penggetah sudah sangat lama menjalani pekerjaanya tersebut, namun masih ada yang mengganjal dalam hatinya. Ratusan burung telah berhasil dia tangkap, namun dia belum berhasil menangkap burung bayan yang terkenal dapat berbicara seperti manusia. Oleh karena itu pada hari yang telah dia tentukan, dia berangkat ke hutan yang terkenal tempat bersarangnya burung bayan. “ Jika nanti aku berhasil menangkap burung Bayan, aku akan mengurungnya dengan sangkar emas. Aku juga akan merawatnya dengan baik.” Janji si Penggetah dalam hati. Sambil menaburkan getah pada batang pohon yang diduga tempat persinggahan Burung bayan.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin: 5px 10px 20px;"&gt;
&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;
&lt;b style="color: #274e13;"&gt;Baca Cerita Dongeng Ini Selengkapnya&lt;/b&gt; : &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'open'; }" style="font-size: 16px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Buka" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="alt2" style="border: 0px inset; margin: 0px; padding: 0px; width: auto;"&gt;
&lt;div style="display: none;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada saat kesokan harinya si Penggetah memeriksa hasil pekerjaannya kemarin. Dia sangat bergembira setelah mendapati seekor burung Bayan terjebak dalam getah buatannya. Si Penggetah lantas membersihkan bulu-bulu burung Bayan yang masih ditempeli getah. Seraya memasukan baurung bayan hasil tangkapannya, si Penggetah berujar pelan.” Sesungguhnya aku telah berjanji jika berhasil menangkapmu, maka aku akan memasukan kedalam sangkar emas dan memeliharamu dengan baik. Namun saat ini aku sangat sulit melaksanakan janjiku karena kondisiku sangat miskin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara tidak terduga, burung Bayan itu menukas ucapan si Penggetah.” Jika engkau memang menghendaki emas, tampunglah kotoranku. Percayalah, kotoranku itu kelak akan berubah menjadi emas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski awalnya ragu, namun si Penggetah melaksanakan nasihat si burung Bayan. Dia menampung kotoran si burung bayan dan menyimpannya. Kejaiban terjadi, pada saat esok hari nya kotoran si Burung bayan berubah menjadi butiran-butiran emas. Si Penggetah lantas mengumpukan butiran-butiran emas tersebut. Sampai dirasanya cukup, dia menjual butiran-butiran emas itu dan membeli sebuah sangkat emas besar untuk si burung Bayan. Si penggetah tidak melupakan janjinya pada si burung Bayan, dia juga membeli makanan dan buah-buahan yang sangat disukai si burung bayan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berita mengenai Burung Bayan ajaib yang dimiliki si Penggetah dalam waktu singkat langsung menyebar. Kabar keberadaan burung Bayang yang kotorannya dapat berubah menjadi emaspun sampai ke telinga Raja Helat yang merupakan raja yang berkuasa di wilayah si Penggetah tinggal. Raja Helat sangat rakus dan kejam orangnya. Jika dia menginginkan sesuatu, maka apa yang diingikan tersebut harus menjadi miliknya. Dia tidak akan segan-segan merampas dan menggunakan kekerasan untuk mewujudkan setiap keinginannya. Tidak berapa lama setelah mendengar kabar tersebut, Raja Helat langsung memerintahkan hulubalangnya yaitu Bujang Selamat untuk merampas Burung Bayan ajaib itu dari tangan si Penggetah. “ Minta burung bayan itu agar dapat kumiliki, namun jika pemiliknya menolak, rampas saja dengan kekerasan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bujang Selamat lantas berangkat menuju gubug tempat dimana Si Penggetah tinggal. Sesuai perintah raja Helat, Bujang Selamat meminta si Penggetah menyerahkan Burung Bayan miliknya kepada Raja Helat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesungguhnya Si Penggerah sangat enggan menyerahkan Burung Bayan tersebut kepada Bujang Selamat, namun untuk menolakpun dia tidak memiliki keberanian. Dia tahu hukuman berat yang sedang menunggunya jika dia menolak keinginan Raja Helat. Dai pun memberikan usul.” Bagaimana jika kamu tanya sendiri saja perihal keinginan Sri Baginda kepada Burung Bayan peliharaanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bujang Selamat setuju dengan usula dari Si Penggetah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wahai Burung Bayan.” Kata si Penggetah.” Tentu engkau sudah mendengar pembicaran aku dengan Hulubalang istana ini. Sekarang jawablah, apakah engkau bersedia menjadi peliharaan Raja Helat atau tidak. “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Burung Bayan menatap bujang Selamat lekat-lekat sebelum menjawab.” Bujang Selamat, jika Raja Helat mampu memenuhi syarat-syarat yang kuajukan, aku bersedia dengan suka rela menjadi peliharaan Raja Helat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Syarat apa yang engkau kehendaki?” Tanya Bujang Selamat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Syarat yang kuajukan sangat mudah.” Ucap burung Bayan.” Aku akan bercerita tentang berbagai kisah. Aku ingin Raja Helat dan keluarganya mendengarkan ceritaku sampai selesai. Sebelum ceritaku berakhir, aku tidak boleh berpindah kepemilikan. Sampaikan kepada Raja Helat mengenai permintaanku ini. Jika Raja Helat bersedia, maka aku juga akan bersedia pula menjadi peliharaanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bujang Selamat segera melaporkan persyaratan yang diajukan Burung Bayan kepada Raja Helat. Mendengar cerita hulubalangnya, Raja Helat tanpa berpikir panjang segera menyetujui persyaratan itu. Raja helat berpendapat syarat yang diajukan Burung Bayan sangat mudah. Burung Bayan pun lantas dibawa ke Istana kerajaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dihadapan Raja Helat dan keluarganya burung Bayan mulai bercerita. Sangat menarik ternyata cerita yang disampaikan si Burung Bayan. Raja Helat dan keluarganya yang mendengar seperti disihir untuk terus mendengarkan kisah-kisah yang diceritakan si Burung Bayan. Mereka ingin terus mendengarkan cerita itu sampai selesai. Melihat antusiasme Raja Helat dan keluarganya, Si Burung Bayan kembali mengajukan syarat.” Hendaknya Paduka membayar cerita hamba ini dengan segantang emas murni, makanan dan minuman untuk ku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Segantang emas murni?” bola mata Raja Helat membesar, sifat aslinya yang kikir terlihat jelas diwajahnya.” Aku harus membayar ceritamu dengan segantang emas murni, makanan dan juga minuman untukmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar.” Jawab Si burung Bayan. “ Sesuai perjanjian kita sebelumnya, jika hamba belum selesai bercerita, maka hamba tidak boleh berpindah pemilik. Untuk cerita hamba ini paduka harus membayar kepada pemilik hamba yaitu si Penggetah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raja Helat terpaksa memenuhi permintaan si burung Bayan. Segantang emas memang jumlahnya sangat banyak bagi rakyat, namun bagi Raja Helat jumlah itu sedikit jika dibandingkan dengan hartanya yang disimpan di gudang istana. Gudang kerajaan sangat banyak menyimpan emas, makanan dan minuman. Itu didapatkan dari pajak kepada rakyat yang sangat tinggi. Semua harta dan makanan itu ditimbun hanya untuk kesejahteraan dirinya dan keluarganya. Sama sekali tidak terpikir olehnya mengenai kesejahteraan Rakyat yang dipimpinnya. Karena dia berpikir bahwa hartanya tidak akan habis untuk membayar seluruh cerita si burung Bayan, Raja Helatpun memberikan permintaan si Burung Bayan kepada Si penggetah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Penggetah yang merasa harta yang diberikan kepadanya bukalah haknya, melainkan hak seluruh rakyat miskin yang selama ini mebayar pajak tinggi untuk kerajaan. Oleh karena itu si Penggetah justru membagikan kembali harta dan makanan yang diterimanya kepada rakyat yang ada dikerajaan tersebut. ]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diluar dugaan Raja Helat, Si Burung Bayan benar-benar cerdik. Ceritanya tidak hanya menarik, namun juga panjang dan terus bersambung. Raja Helat dan keluarganya seperti terkena candu untuk terus mendengarkan cerita dari si Burung Bayan. Setiap kali menyelesaikan satu bagian dari cerita panjuangnya, si Burung Bayan meminta bayaran segantang emas murni, makanan dan minuman. Raja Helat terus memenuhi permintaan tersebut. Karena cerita itu terus berkembang, hingga berbulan-bulan kemudian cerita itu belum juga selesai. Telah berpuluh-puluh gantang emas diberikan Raja Helat kepada si Penggetah, disamping berkarung karung makanan, buah-buahan dan minuman. Raja Helat tidak menyadari bahwa gudang penyimpanan hartanya semekin lama semakin kosong. Sampai akhirnya tibalah saat dimana seluruh harta Raja Helat yang disimpan digudangnya habis. Raja Helat yang kikir saat ini tidak memiliki harta. Rakyat yang selama ini dibantu oelh si Penggetah jadi tahu perilaku buruk Raja mereka yang suka menimbun harta untuk dirinya sendiri. Mereka melihat Raja Helat tidak pernah memikirkan kesejahteraan mereka. Rakyat yang marah akhirnya bersatu padu dengan perajurit dan hulubalang kerajaan untuk menggulingkan kekuasaan Raja Helat dan keluarganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rakyat, hulubalang dan para perajurit sepakat untuk mengangkat si Penggetah menjadi raja mereka menggantikan Raja Helat yang kikir dan kejam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bertahtalah si penggetah selaku Raja. Dia mengangkat Si Burung Bayan menjadi penasehat kerajaan. Karena saran dan nasihat si Burung Bayan yang cerdas dan bijak, si Penggetah dapat menjalankan kerajaan itu dengan baik. Kesejahteraan Rakyat senantiasa menjadi prioritas utama, dia tidak pernah menumpuk kekayaan seperti yang dilakukan oleh Raja Helat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segenap Rakyat kerajaan dapat hidup dengan tenang, damai dan sejahtera dalam pemerintahan si penggetah. Sementara si Penggetah pun hidup berbahagia bersama si burung Bayan yang tetap ditunjuknya selaku penasihat kerajaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pesan Moral dari Cerita Anak Indonesia Kisah Si Burung Bayan dan Si Penggetah adalah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekejaman dan keserakahan penguasa akan ditumbangkan oleh kekuatan rakyat yang dipimpin oleh penguasa. Hanya penguasa yang senantiasa memikirkan dan mengusahakan kesejahteraan rakyatnya saja yang akan dicintai oleh rakyatnya. Pesan moral lainnya adalah jangalan berlaku kikir dan kejam, karena kebahagiaan sejati akan didapatkan dari kedermawanan dan kasih sayang. &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: #cee3f6; border: 1px solid rgb(204, 204, 204); height: auto; margin: 10px 0px; padding: 10px; text-align: justify; width: auto;"&gt;
Cerita Dongeng Indonesia memuat dengan lengkap unsur-unsur dan kaidah baku dalam menyajikan cerita dan dongeng, meliputi unsur Intrinsik yaitu meliputi Tema, Amanat/Pesan Moral, Alur Cerita/Plot, Perwatakan/Penokohan, Latar/Setting, dan Sudut pandang. dan kadang disertai unsur Ekstrinsik Cerita. Untuk belajar memahami itu semua, coba adik-adik tebak dari cerita diatas temanya apa, tokohnya siapa dan settingnya dimana, ayo siapa yang tahu?.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4KpstovAGSVXV-mDKeoMSDWUzzfBPRo47cuubvokpewQjoCa-dGaiqdynfvTr3eus0jbQ-YVgWifu3fS2IQzoDbu7GpVzI-iUIqTDrxm81srouJ47UEuHzVoAv2GDteiwibCb_z_3LQvh/s72-c/cerita-dongeng-burung-bayan-dan-si-penggetah.jpg" width="72"/></item><item><title>Cerita Dongeng Fabel Putri Tikus</title><link>https://ceritadongeng-indonesia.blogspot.com/2016/01/cerita-dongeng-fabel-putri-tikus.html</link><category>Cerita Binatang</category><category>Cerita Dongeng</category><category>Dongeng</category><category>Dongeng Binatang</category><category>Dongeng Fabel</category><category>Fabel</category><author>noreply@blogger.com (Edi Warsono)</author><pubDate>Mon, 25 Jan 2016 08:59:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4936332059153645059.post-7299297757175729169</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhy74nB_-Wj1ZgrE0n-svdvKxZ8M2NQPOfov3iVVihodppSAHJ4dbULqwIbcZFMCnPJ3m_XKfCpZCgt8Kp1hsRSzKvEuHktjmF6Vzc0mYKz2kgZQsOSiizi_hEvyCOltK-aIiWqaHHigAhG/s1600/putri+tikus.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Cerita Dongeng Anak Legenda Putri Tikus" border="0" height="223" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhy74nB_-Wj1ZgrE0n-svdvKxZ8M2NQPOfov3iVVihodppSAHJ4dbULqwIbcZFMCnPJ3m_XKfCpZCgt8Kp1hsRSzKvEuHktjmF6Vzc0mYKz2kgZQsOSiizi_hEvyCOltK-aIiWqaHHigAhG/s320/putri+tikus.jpg" title="Cerita Dongeng Anak Legenda Putri Tikus" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Cerita Dongeng Indonesia adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang cerita Cerita Dongeng Fabel Putri Tikus.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
Pada zaman dahulu kala, di sebuah kerajaan hiduplah seorang Raja dengan ketiga Putranya. Ketiga Putranya kini sudah tumbuh menjadi dewasa. Karena ketiga Pangeran sudah dewasa, Raa sangat berharap mereka segera menikah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
Suatu hari, Raja menyuruh ketiga Pangeran untuk pergi mengembara&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;. Dengan begitu mereka dapat mencari seorang istri. Akhirnya, Pangeran sulung, meminta restu sang Raja. Namun, di tengah perjalanan. Pangeran Sulung melihat seekor Tikus. Tikus berlari kesana kemari, Tikus itu terlihat berbeda dari Tikus lainnya.  akhirnya, Tikus berlari menghampiri kaki Kuda yang di naiki Pangeran Sulung, Pangeran Sulung berusaha supaya Kudanya tidak menginjak si Tikus, namun, Tikus tidak mau pergi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="margin: 5px 10px 20px;"&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;p&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b style="color: #274e13;"&gt;Baca Cerita Dongeng Ini Selengkapnya&lt;/b&gt; : &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'open'; }" style="margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Buka" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 0px inset; margin: 0px; padding: 0px; width: auto;"&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;p&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
‘’ Hei, Tikus. Pergilah! Jangan sampai kau, di injak oleh Kudaku!’’ teriak Pangeran Sulung.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
‘’ Jangan injak aku Pangeran tampan. Ajaklah aku ke Istana, dan jadikan aku tunanganmu.’’ Kata si Tikus.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
Cerita Dongeng Anak Dunia Legenda Putri Tikus&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
‘’ Hahaa. Apa yang kau katakana? Aku harus membawamu dan menjadikanmu sebagai tunanganku? Itu tidak mungkin.!’’ Jawab Pangeran Sulung, ia langsung pergi dan mempercepat kudanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
Tidak lama kemudian, Pangeran Sulung memberikan kabar ke pada Raja, ia sudah bertemu dengan Putri cantik dari kerajaan tetangga.  Setelah mendapat kabar baik, Pangeran Kedua langsung pergi mengembara. Sama persis seperti Pangeran Sulung, ia bertemu seekor Tikus. Tikus memohon untuk di jadikan tunangannya. Pangeran Kedua tidak meghiraukan dan langsung pergi dengan cepat. Pangeran Kedua pun berhasil bertemu dengan Putri dari kerajaan lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
Akhirnya, Pangeran Bungsu meminta restu Raja untuk segera pergi mengembara dan membawa Putri cantik. Namun, di tengah perjalanan ia pun bertemu dengan seekor Tikus sama seperti kedua kakaknya. Si Tikus pun memohon dengan sangat sedih. Agar Pangeran Bungsu membawanya ke istana dan menjadikannya sebagai tunangan. Pangeran Bungsu merasa sangat kasihan melihat si Tikus memohon. Ia bersedia menerima si Tikus.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
Tikus, langsung mengajak Pangeran untuk melihat tempat tinggal yang di huninya. Tikus berlari mendahului Pangeran Bungsu untuk menunjukkan jalan. Hatinya sangat gembira. Pangeran Bungsu menaiki Kuda dan mengikuti dari belakang dan sampailah di sebuah batu yang sangat besar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
‘’ Pangeran, disilah tempat tinggalku. Tunggulah sebentar’’ kata Tikus masuk kedalam liang kecil.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
Pangeran Bungsu sangat penasaran. Ia langsung turun dari Kudanya dan menghampiri liang Tikus terebut. Tiba-tiba terpancarlah sinar kearah Pangeran Bungsu. Setelah ia menunggu cukup lama. Akhirnya, keluarlah si Tikus dan menyerahkan cincinnya kepada Pangeran Bungsu. Cincin itu sangat indah, Pangeran pun sangat terkejut melihat cincin yang indah dan belum pernah di lihatnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
Pangeran Bungsu segera kembali ke Istananya. Ia pun menunjukan cincin dari Tikus. Namun, ia sama sekali tidak mau menceritakan dari mana asal Putri yang menjadi pilihannya. Semua orang dalam istana terkejut melihat keindahan cincin yang ia kenakan. Cincin kedua kakaknya tidak seindah cincin yang di miliki Pangeran Bungsu. Setelah beberapa saat. Raja memanggil ketiga Putranya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
‘’ Anak-anakku, aku ingin ingin sekali memakan roti buatan calon-calon menantuku. Pergilah dan Tolong sampaikan pesanku ini kepada calon istri kalian!’’ kata Raja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
Pangeran Bungsu sangat kebingungan. Ia berpikir bagaimana cara Tikus tunangannya membuatkan roti untuk Raja. Akhirnya, ia memutuskan untuk menceritakan apa permintaan ayah. Pangeran Bungsu langsung pergi menemui si Tikus dan memanggilnya. Ia menanyakan apakah Tikus sanggup membuatkan roti.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
‘’ Pangeran, apakah hanya itu permintaan Raja? Tidak usah khawatir Pangeran, besok pagi roti yang di inginkan Raja akan aku siapkan.’’&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
Pangeran segera kembali ke istana dan sangat berharap Tikus tunangannya benar-benar dapat membuatkan roti. Keesokan harinya, Pangeran Bungsu segera kembali ke rumah Tikus. Ia melihat Tikus sudah menunggunya dan roti pesanan Raja. Pangeran Bungsu segera membawa roti tersebut ke istana.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
Raja pun langsung mencicipi roti buatan calon-calon menantunya. Kedua kakaknya membawa roti yang rasanya biasa. Namun, Roti yang paling lezat, adalah roti buatan Tikus calon istri dari Pangeran Bungsu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
‘’ Aku sudah memcicipi roti buatan calon istri kalian. Sekarang, aku ingin tahu, apakan mereka dapat membuatkan minuman yang enak untukku.’’ Kata Raja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
Ketiga Pangeran langsung pergi menemui calon istrinya masing-masing untuk memberitahukan permintaan Raja yang kedua. Si tikus pun menyuruh Pangeran Bungsu untuk kembali keesokan harinya. Keesokan harinya Pangeran Bungsu kembali, dan ia melihat sebuat pot emas dan di hiasi batu-batu mulia, sudah siap. Ketika tutup pot di buka, terciumlah bau yang sangat wangi dan segar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
Raja pun langsung mencicipi minuman itu. Namun, Raja tidak pernah minum minuman sesegar dan seenak buatan si Tikus. Raja sangat bahagia. ‘’ Kalian bertiga, sudah berhasil mendapatkan calon istri yang baik. Namun, Putra Bungsu tunanganmu lah yang terbaik. Roti dan minuman buatannya sangat enak.’’ Kata sang Raja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
Akhirnya, Raja meminta ketiga Putranya untuk membawa calon istrinya ke istana. Raja ingin sekali melihat wajah calon menantunya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
Pangeran Bungsu pun mulai kebingungan. ‘’ sekarang, apa yang harus aku lakukan? Bagaimana mungkin aku membawa Tikus ke istana.’’ Pangeran Bungsu langsung pergi menemui Tikus dan mengabarkan untuk membawanya ke istana.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
‘’ Tikus, sejujurnya aku sangat khawatir, bagaimana caranya aku membawamu ke istana.’’ Kata Pangera Bungsu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
‘’ Jangan khawatir Pangeran. Semuanya akan berakhir dengan baik. Namun, Pangeran harus menuruti semua yang aku katakana. Siapkan satu kulit telur, enam ekor kumbang, dan dua ekor lalat.’’ Jawab si Tikus.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
‘’ Ikatka keenam ekor kumbang pada kulit telur tersebut, kemudia pasangkan ke dua ekor lalat dalam kulit telur, satu di depan dan di belakangku. Aku akan berada paling belakang, dan saat aku tiba di istana nanti, tirukan apa yang kedua kakak Pangeran lakukan kepada calon istrinya. Semuanya akan berakhir dengan baik.’’ Sambungnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
Pangeran Bungsu menuruti apa yang dikatakan si Tikus. Hatinya pun sedikit ragu dan khawatir apa yang akan terjadi. Tidak lama kemudian, Tikus duduk di dalam kulit telur dan berangkatlah mereka keistana. Pengeran Bungsu melihat kedua kakaknya menggendong dan mencium calon istrinya. Pangeran Bungsu pun melakukan peris seperti kakaknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
Tanpa di duga, tiba-tiba, seorang Putri cantik berada dalam gendongan Pangeran Bungsu dan kendaraan yang di naiki Tikus berubah menjadi sebuah kereta indah. lengkap dengan pengawalnya. Mereka pun masuk ke dalam istana. Semua orang yang berada dalam istana sangat terpesona melihat kecantikan Putri Tikus. Setelah mengenalkan calon istri dari ketiga Pangeran. Putri-putri tersebut kembali ke istana masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
Pangeran Bungsu mengantarkan Putri Tikus kembali rumahnya. Batu tempat tinggalnya berubah menjadi istana yang indah dan megah. Ternyata Putri terkena kutukan penyihir jahat, sehingga istananya berubah menjadi batu dan ia berubah menjadi Tikus.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
Akhirnya, Putri dan Pangeran Bungsu menikah, dan hidup sangat bahagia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
Pesan moral dari Cerita Dongeng Anak Dunia : Legenda Putri Tikus adalah jangan melihat orang lain ndari penampilan luarnya saja. Setiap orang memilki kelebihan yang mungkin kita tidak tahu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
Bagaimana adik-adik, apakah kalian suka dengan kisah dongeng anak kali ini? Jika kalian suka jangan lupa baca kisah menarik lainnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="background-color: #cee3f6; border: 1px solid rgb(204, 204, 204); height: auto; margin: 10px 0px; padding: 10px; text-align: justify; width: auto;"&gt;&lt;p&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;Cerita Dongeng Indonesia&lt;/b&gt; memuat dengan lengkap unsur-unsur dan kaidah baku dalam menyajikan cerita dan dongeng, meliputi unsur Intrinsik yaitu meliputi Tema, Amanat/Pesan Moral, Alur Cerita/Plot, Perwatakan/Penokohan, Latar/Setting, dan Sudut pandang. dan kadang disertai unsur Ekstrinsik Cerita. Untuk belajar memahami itu semua, coba adik-adik tebak dari cerita diatas temanya apa, tokohnya siapa dan settingnya dimana, ayo siapa yang tahu?.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhy74nB_-Wj1ZgrE0n-svdvKxZ8M2NQPOfov3iVVihodppSAHJ4dbULqwIbcZFMCnPJ3m_XKfCpZCgt8Kp1hsRSzKvEuHktjmF6Vzc0mYKz2kgZQsOSiizi_hEvyCOltK-aIiWqaHHigAhG/s72-c/putri+tikus.jpg" width="72"/></item><item><title>Dongeng Fabel Burung Hantu dan Belalang</title><link>https://ceritadongeng-indonesia.blogspot.com/2015/10/dongeng-fabel-burung-hantu-dan-belalang.html</link><category>Cerita Binatang</category><category>Cerita Dongeng</category><category>Dongeng</category><category>Dongeng Binatang</category><category>Dongeng Fabel</category><category>Fabel</category><category>Mendongeng</category><category>Sastra Dongeng</category><author>noreply@blogger.com (Edi Warsono)</author><pubDate>Mon, 26 Oct 2015 22:56:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4936332059153645059.post-7825986023369746185</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXXhG8RwHCrjifu7AETJ5ci5FKvg9w5WArR0im-C9q7Qsdlru-Fx1h8n3vtcG6VqCEuCoAiy87sm0Hw0svFKGOClcaKQo4yUULEcbn6ra37uG8UGpD244sHzi0aR1ggQla7OuhHn_vhDeD/s1600/cerita-dongeng-fabel-burung-hantu-dan-belalang.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Dongeng Fabel Burung Hantu dan Belalang" border="0" height="263" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXXhG8RwHCrjifu7AETJ5ci5FKvg9w5WArR0im-C9q7Qsdlru-Fx1h8n3vtcG6VqCEuCoAiy87sm0Hw0svFKGOClcaKQo4yUULEcbn6ra37uG8UGpD244sHzi0aR1ggQla7OuhHn_vhDeD/s320/cerita-dongeng-fabel-burung-hantu-dan-belalang.jpg" title="Dongeng Fabel Burung Hantu dan Belalang" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Cerita Dongeng Indonesia&lt;/b&gt; adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang cerita Dongeng Fabel Burung Hantu dan Belalang, Dongeng Anak Indonesia, Cerita Rakyat Legenda Masyarakat Indonesia, Dongeng Nusantara, Cerita Binatang, Fabel, Hikayat, Dongeng Asal Usul, Kumpulan Kisah Nabi, Kumpulan Cerita Anak Indonesia, Cerita Lucu,Tips Belajar, Edukasi Anak Usia Dini, PAUD, dan Balita. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jaman dahulu, di sebuah hutan hidup Seekor burung hantu tua. Suatu ketika ia keluar dari sarangnya karena merasa terganggu mendengar seekor belalang bernyanyi dengan sangat berisik.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
"Kau tak punya sopan santun ya? Setidaknya hormatilah aku, karena usiaku. Biarkan aku tidur tenang," kata burung hantu tua kepada belalang, "Diamlah atau pergilah segera!"&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin: 5px 10px 20px;"&gt;
&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;
&lt;b style="color: #274e13;"&gt;Baca Cerita Dongeng Ini Selengkapnya&lt;/b&gt; : &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'open'; }" style="font-size: 16px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Buka" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="alt2" style="border: 0px inset; margin: 0px; padding: 0px; width: auto;"&gt;
&lt;div style="display: none;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Belalang mengacuhkan ucapan burung hantu tua. Soalnya, belalang merasa berhak untuk tetap di tempat sambil terus bernyanyi. Yang ada malah belalang bernyanyi lebih keras. Memekakkan telinga.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Burung hantu tua tahu tak berguna berdebat dengan belalang. Tubuh rentanya membuatnya sulit bergerak cepat. Karena itu, dia berkata baik-baik kepada belalang, "Baiklah, ketimbang berdebat lebih baik aku mengalah. Mari kunikmati nyanyianmu di sini, sekarang juga. Oiya, aku memiliki banyak makanan dan minuman di sarangku. Bila kamu sudah selesai bernyanyi kemarilah. Nikmati makanan dan minuman ini bersamaku."&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Belalang itu mengikuti ucapan burung hantu tua. Sewaktu berada dalam jarak yang cukup, burung hantu tua segera menerkam belalang. Mati dimakanlah belalang bodoh. &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: #cee3f6; border: 1px solid rgb(204, 204, 204); height: auto; margin: 10px 0px; padding: 10px; text-align: justify; width: auto;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Cerita Dongeng Indonesia &lt;/b&gt;memuat dengan lengkap unsur-unsur dan kaidah baku dalam menyajikan cerita dan dongeng, meliputi unsur Intrinsik yaitu meliputi Tema, Amanat/Pesan Moral, Alur Cerita/Plot, Perwatakan/Penokohan, Latar/Setting, dan Sudut pandang. dan kadang disertai unsur Ekstrinsik Cerita. Untuk belajar memahami itu semua, coba adik-adik tebak dari cerita diatas temanya apa, tokohnya siapa dan settingnya dimana, ayo siapa yang tahu?.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXXhG8RwHCrjifu7AETJ5ci5FKvg9w5WArR0im-C9q7Qsdlru-Fx1h8n3vtcG6VqCEuCoAiy87sm0Hw0svFKGOClcaKQo4yUULEcbn6ra37uG8UGpD244sHzi0aR1ggQla7OuhHn_vhDeD/s72-c/cerita-dongeng-fabel-burung-hantu-dan-belalang.jpg" width="72"/></item><item><title>Cerita Legenda Asal Usul Banjarnegara</title><link>https://ceritadongeng-indonesia.blogspot.com/2015/09/cerita-legenda-asal-usul-banjarnegara.html</link><category>Cerita Rakyat</category><category>Legenda</category><author>noreply@blogger.com (Edi Warsono)</author><pubDate>Sun, 13 Sep 2015 09:25:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4936332059153645059.post-4164418134129954935</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhu-OYdMgAdEfb1FhYSL1iLcRfANVKm909mMNkRuiZKZ2MM19GKFn5VxFbSH6IiGPD6Oa3KQA-aHEnic6ZGfF3Lpm2PNn2PA80JVYY3dNzT0qn7jWbbajNwLT6s49RY6x985hyh_0vVNzp0/s1600/cerita-legenda-rakyat-asal-usul-banjarnegara.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Cerita Dongeng Indonesia adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang Cerita Legenda Asal Usul Banjarnegara, Cerita Rakyat Jawa Tengah" border="0" height="226" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhu-OYdMgAdEfb1FhYSL1iLcRfANVKm909mMNkRuiZKZ2MM19GKFn5VxFbSH6IiGPD6Oa3KQA-aHEnic6ZGfF3Lpm2PNn2PA80JVYY3dNzT0qn7jWbbajNwLT6s49RY6x985hyh_0vVNzp0/s320/cerita-legenda-rakyat-asal-usul-banjarnegara.jpg" title="Cerita Dongeng Indonesia adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang Cerita Legenda Asal Usul Banjarnegara, Cerita Rakyat Jawa Tengah" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Cerita Dongeng Indonesia&lt;/b&gt; adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang &lt;b&gt;Cerita Legenda Asal Usul Banjarnegara&lt;/b&gt;, Cerita Rakyat Jawa Tengah, Dongeng Anak Indonesia, Cerita Rakyat Legenda Masyarakat Indonesia, Dongeng Nusantara, Cerita Binatang, Fabel, Hikayat, Dongeng Asal Usul, Kumpulan Kisah Nabi, Kumpulan Cerita Anak Indonesia, Cerita Lucu,Tips Belajar, Edukasi Anak Usia Dini, PAUD, dan Balita.  &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Kota Banjarnegara&lt;/b&gt; terletak di antara Kota Wonosobo di sebelah timur dan Kota Purbalingga di sebelah barat. Sebelah selatan berbatasan dengan Kota Kebumen dan di sebelah utara berbatasan dengan Kota Batang dan Pekalongan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adalah Kyai Maliu, seorang tokoh agama kharismatik yang sangat dihormati. Sudah berhari-hari Kyai Maliu menyusuri hutan, gunung, dan lembah. Namun, tempat yang dicari belum ditemui. Rasa lelah dan haus tidak dihiraukan. Hanya satu yang dicari, yaitu suatu tempat yang cocok untuk mendirikan sebuah pondok.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin: 5px 10px 20px;"&gt;
&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;
&lt;b style="color: #274e13;"&gt;Baca Cerita Dongeng Ini Selengkapnya&lt;/b&gt; : &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'open'; }" style="font-size: 16px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Buka" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="alt2" style="border: 0px inset; margin: 0px; padding: 0px; width: auto;"&gt;
&lt;div style="display: none;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sampailah Kyai Maliu di suatu tempat yang menarik hatinya. “Keindahan alam sekitar kali Merawu ini sangat mengesankan. Apa ini tempat yang saya cari selama ini?” demikian hatinya bertanya. Tanah di sekitar Kali Merawu berundak dan berbanjar sepanjang aliran sungai. Di sekitarnya berdiri pegunungan Kendeng yang indah dan berhawa sejuk. Maka, segerta dibangunnya pondok yang indah menghadap Kali Merawu. Tempat itu sekarang berada di sekitar jembatan Clangap.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kyai Maliu berperangai baik dan jujur. Selain itu ia juga tekun bekerja dan berdisiplin tinggi. Karenanya, ia sangat berwibawa dan disegani banyak orang. Tidak mengherankan kalau segala perilakunya menjadi anutan warga di sekitanya. Waktu demi waktu terus berjalan dan akhirnya daerah sekitar pondok Kyai Maliu menjadi desa baru yang indah, bersih, dan teratur.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada suatu hari Kyai Ageng Maliu mengumpulkan semua warganya di padepokannya. “Bapak-bapak, Ibu-ibu, dan Saudara semua, terima kasih kalian sudi mendatangi undangan saya,” berkatalah Kyai Maliu dihadapan warga yang diundangnya. Kemudian lanjutnya, “Apa kalian kerasan tinggal di tempat ini?” Semua warga menjawab sudah betah dan nyaman tinggal di tempat baru tersebut. “Baik, terima kasih. Namun, ada suatu hal akan saya sampaikan kepada kalian.” “Sesuatu apa, Kyai?” tanta seorang warga. “Kalian tahu tempat ini belum bernama. Nah, maksud undangan saya kepada kalian adalah untuk bermusyawarah menetapkan nama yang cocok untuk desa kita ini.”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kemudian musyawarah menentukan nama desa dilaksanakan. Banyak yang mengusulkan nama dengan alasan masing-masing. Karena banyak perdebatan, maka Kyai Maliu juga mengusulkan sebuah nama, yaitu Banjar. Alasannya, selain tempatnya indah, tanah-tanahnya berundak dan berbanjar. “Aku setuju Kyai….” jawab sesorang. “Aku juga setuju Kyai….” jawab yang lainnya hampir serempak. Atas dasar musyawarah warga hari itu juga, Kyai Maliu diangkat menjadi petinggi dan kemudian dikenal sebagai Kyai Ageng Maliu Petinggi Banjar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kyai Ageng Maliu terkenal sebagai pemimpin yang memiliki rasa asah, asih, dan asuh sehingga sangat dicintai oleh rakyatnya. Penduduk desa Banjar sangat giat dalam bekerja di sawah-sawah. Tidak heran kalau rakyatnya hidup makmur dalam hal sandang, pangan, dan papan. Dibawah kepemimpinannya desa Banjar berhasil menjadi desa yang mandiri dan berswasembada pangan. Bahkan desa Banjar pada saat itu sempat menjadi lumbung padi untuk daerah- daerah di sekitarnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kehidupan beragama juga tumbuh dengan subur dan menjiwai segenap aspek kehidupan rakyatnya. Masjid-masjid selain digunakan sebagai tempat ibadah salat juga digunakan untuk bermusyawarah dalam memecahkan segala urusan desa. Mulai dari menentukan kapan waktu yang cocok untuk menanam padi, perawatan, dan memanen. Semuanya dikerjakan dengan gotong royong dan penuh rasa kekeluargaan. Tidak heran kalau pada waktu itu desa Banjar terkenal hingga luar daerah dan mengundang perhatian para ulama besar yang sedang melaksanakan dakwah Islam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Suatu hari, datanglah tiga orang tamu ke pondok Kyai Ageng Maliu. “Wa’alaikum salam….” Kyai Ageng Maliu menjawab salam tamunya seraya menuju ke pintu. Dilihatnya tiga orang tamu yang dipastikan bukan berasal dari daerah Banjar. Cara berpakaian dan tutur katanya setidaknya bisa dijadikan alasan. “Mari Kisanak, silakan masuk….!” ucap Kyai Ageng Maliu sambil menjabat tangan ketiga tamunya satu per satu. “Terima kasih Kisanak telah menerima kami dengan baik. Oh ya, perkenalkan, saya adalah Giri Wasiyat dari Gresik. Sedangkan kedua ini adalah saudaraku, Kangmas Prapen dan Dimas Giri Pit. Kami bertiga adalah putra Rama Sunan Giri dari Gresik.” “Allahuakbar…. saya kedatangan tamu agung rupanya….” “Jangan berlebihan Kisanak. Saya sudah tahu bahwa Kisanak petinggi desa ini. Santri-santri yang belajar di pondok sangat banyak. Untuk itu kami bertiga menyempatkan datang kemari untuk saling bertukar pengalaman.” “Jangan berkata begitu Pangeran. Kalau saya berani berdakwa itu hanya berbekal niat. Namun, saya yakin kalau Pangeran bertiga selain bekal niat juga telah memiliki ilmu agama yang mumpuni.” “Di mata Allah kita itu sama. Segala ilmu adalah milik Allah. Kita hanya dipinjami, itupun sangat terbatas. Namun demikian, jika ilmu yang sedikit ini diamalkan untuk orang lain, maka jadilah ilmu yang bermanfaat, demikian Rama Sunan Giri pernah berwasiat menirukan sabda Nabi Muhammad.”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Semenjak kedatangan tamu dari Gresik, hampir setiap malam diadakan pengajian umum. Rakyat desa Banjar benar-benar merasa beruntung dapat menimba ilmu keagamaan secara luas dari seorang ulama besar secara langsung. Kyai Ageng Maliu banyak berguru kepada Kyai Ageng Giri Wasiyat. Kyai Ageng Maliu sendiri adalah orang yang cerdas, jujur, disiplin, dan taat beribadah. Tidak heran kalau Kyai Ageng Giri Wasiyat sangat tertarik akan sikap terpuji Kyai Ageng Maliu, tuan rumah sekaligus santrinya itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Untuk memperkokoh persahabatan dan sebagai penghargaan atas kebaikan Kyai Ageng Maliu, beliau berdua sepakat akan menghadiahkan putrinya, Nyai Barep, kepada Kyai Ageng Maliu sebagai istrinya. Terjadilah pernikahan dan Nyai Barep resmi menjadi istri Kyai Ageng Maliu. Selepas kepergian Sunan Giri Pit dan Pangeran Giri Wasiyat, Kyai Ageng Maliu bersama istrinya tetap meneruskan dakwah membina warga desa Banjar dalam bidang keagamaan dan pertanian.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Desa Banjar berkembang sangat pesat. Selain sebagai pusat penyebaran agama, juga tempat bertemunya para pedagang. Karena sebagai tempat perniagaan maka desa itu semakin ramai dan berpenduduk banyak. Akhirnya desa itu berkembang menjadi sebuah kota atau tepatnya disebut kadipaten.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Semula Kadipaten Banjar berlokasi di sebelah timur kali Merawu, kemudian pindah ke sebelah barat kali Merawu dan kemudian dikenal dengan nama Banjar Watu Lembu. Selanjutnya pusat pemerintahan dipindahkan dari Banjar Watu Lembu ke sebelah selatan kali Merawu yang sekarang menjadi Kota Banjarnegara. Lokasi pusat pemerintahan di daerah pesawahan yang cukup lebar (Banjar), dan dinamakan Banjarnegara. Banjarnegara berasal dari dua kata yaitu Banjar yang artinya sawah atau lebar dan negara yang artinya kota. Jadi dahulu kala kota Banjarnegara didirikan di daerah pesawahan yang cukup lebar dan datar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Legenda ini menceritakan asal mula kota Banjarnegara yang berasal dari kata banjar yang berarti sawah/tempat yang luas dan Negara yang berarti kota.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Pesan Moral dari&amp;nbsp; Cerita Legenda Asal Usul Banjarnegara&lt;/b&gt; adalah : Bahwa setiap pemimpin yang baik yang memerhatikan kehidupan rakyatnya akan senantiasa dicintai rakyatnya pula. Maka tidak mengherankan bahwa tempat yang semula hanya berdiri sebuah pondok akhirnya menjadi desa hingga kemudian menjadi berkembang menjadi sebuah kadipaten (kabupaten). Hal ini menunjukkan bahwa Ki Ageng Maliu berhasil menjadi seorang pemimpin yang baik.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Cerita Dongeng Indonesia&lt;/b&gt; memuat dengan lengkap unsur-unsur dan kaidah baku dalam menyajikan cerita dan dongeng, meliputi unsur Intrinsik yaitu meliputi Tema, Amanat/Pesan Moral, Alur Cerita/Plot, Perwatakan/Penokohan, Latar/Setting, dan Sudut pandang. dan kadang disertai unsur Ekstrinsik Cerita. Untuk belajar memahami itu semua, coba adik-adik tebak dari &lt;b&gt;Cerita Legenda Asal Usul Banjarnegara &lt;/b&gt;diatas temanya apa, tokohnya siapa dan settingnya dimana, ayo siapa yang tahu?.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhu-OYdMgAdEfb1FhYSL1iLcRfANVKm909mMNkRuiZKZ2MM19GKFn5VxFbSH6IiGPD6Oa3KQA-aHEnic6ZGfF3Lpm2PNn2PA80JVYY3dNzT0qn7jWbbajNwLT6s49RY6x985hyh_0vVNzp0/s72-c/cerita-legenda-rakyat-asal-usul-banjarnegara.jpg" width="72"/></item><item><title>Cerita Legenda Asal Usul Kalibening</title><link>https://ceritadongeng-indonesia.blogspot.com/2015/09/cerita-legenda-asal-usul-kalibening.html</link><category>Cerita Rakyat</category><category>Legenda</category><author>noreply@blogger.com (Edi Warsono)</author><pubDate>Sat, 12 Sep 2015 00:32:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4936332059153645059.post-5922716323460488092</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhksG3LipuzwwPoYKfQvQh1LA7UWhiK2lnu6kdA4vunfNwVyIbc6D4rTQznZ6kOSYf8n-fA8iqi7KQUMfh7IOO-A-5j1A77pG4xsRxI5HEWk5U_rcv_WdL-W-DkKqxjGhzYzWvCHlbjwizo/s1600/cerita-rakyat-asal-usul-kali-bening-banjarnegara.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Cerita Dongeng Indonesia adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang Cerita Legenda Asal Usul Kali Bening Banjarnegara Jawa Tengah" border="0" height="206" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhksG3LipuzwwPoYKfQvQh1LA7UWhiK2lnu6kdA4vunfNwVyIbc6D4rTQznZ6kOSYf8n-fA8iqi7KQUMfh7IOO-A-5j1A77pG4xsRxI5HEWk5U_rcv_WdL-W-DkKqxjGhzYzWvCHlbjwizo/s320/cerita-rakyat-asal-usul-kali-bening-banjarnegara.jpg" title="Cerita Dongeng Indonesia adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang Cerita Legenda Asal Usul Kali Bening Banjarnegara Jawa Tengah" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span id="goog_1007855247"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_1007855248"&gt;&lt;/span&gt;Cerita Dongeng Indonesia&lt;/b&gt; adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang Cerita Legenda Asal Usul Kali Bening Banjarnegara Jawa Tengah, Dongeng Anak Indonesia, Cerita Rakyat Legenda Masyarakat Indonesia, Dongeng Nusantara, Cerita Binatang, Fabel, Hikayat, Dongeng Asal Usul, Kumpulan Kisah Nabi, Kumpulan Cerita Anak Indonesia, Cerita Lucu,Tips Belajar, Edukasi Anak Usia Dini, PAUD, dan Balita.  &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di &lt;b&gt;Kabupaten Banjarnegara&lt;/b&gt; terdapat satu wilayah bernama &lt;b&gt;Kalibening&lt;/b&gt; yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kajen Pekalongan. Kondisi geografis yang dikelilingi bukit di setiap penjuru membuat Kalibening menjadi dataran tinggi di Kabupaten Banjarnegara yang rutin diterjang banjir ketika musim penghujan tiba. Menurut penduduk setempat secara turun temurun, nama Kalibening diangkat dari kisah sepasang suami istri yang berakhir tragis. Konon pada zaman dahulu kala sebelum ada nama Kalibening, hiduplah sepasang suami istri yang bernama Argo Wilis dan istrinya yang bernama Aning Welas.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin: 5px 10px 20px;"&gt;
&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;
&lt;b style="color: #274e13;"&gt;Baca Cerita Dongeng Ini Selengkapnya&lt;/b&gt; : &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'open'; }" style="font-size: 16px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Buka" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="alt2" style="border: 0px inset; margin: 0px; padding: 0px; width: auto;"&gt;
&lt;div style="display: none;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dikisahkan, Pada suatu hari, Argo Wilis pergi mengembara seorang diri ke daerah Pekalongan. Ia terpaksa meninggalkan istri tercintanya di rumah sendirian. Kepergian Argo Wilis tentu membuat perasaan Aning Welas sedih, karena harus hidup seorang diri. Seperginya Argo Wilis, Aning Welas melalu hari harinya dengan hampa. Bercocok tanam sendiri dan kemana mana selalu sendiri. Tak ayal banyak pemuda yang hendak menggoda Aning Welas yang berparas cantik. Akan tetapi Aning welas menunjukan kesetiaan yang tinggi terhadap Argo Wilis, suami tercintanya. Tak satupun godaan dari pemuda yang berusaha merayunya di perhatikan.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tak terasa hari berganti bulan, bulan berganti tahun, dan Argo Wilis pun pulang dari pengembaraannya. Dengan diliputi rasa kangen mendalamterhadap istrinya, Argo Wilis pulang dengan penuh keceriaan. Jarak yang jauh seolah tak berarti apa apa baginya. Ia terus dengan semangat menapaki jalan berlumpur menuju Kalibening. Setibanya di Kalibening, ia bergegas menuju rumahnya dan berharap segera bertemu dengan istri tercinta yang sangat dirindukannya. Akan tetpi, harapan yang ada diperkirakannya tak sesuai dengan kenyataan. Argo Wilis begitu kaget ketika dari kejauhan Nampak Aning Welas sedang berbicara berdua dengan seorang laki-laki. Rasa kangenyang selalu membayangi langkahnya seketika berubah menjadi cemburu buta. Akal sehatnya tak lagi berfugsi. Yang ada dipikirannya hanyalah cemburu yang berkecamuk. Tanpa berpikir panjang Argo Wilis lngsung menemui istrinya yang sedang berdua dengan lelaki tersebut. Seketika Argo Wilis marah besar, dan menuduh jika istrinya selingkuh dengan laki laki tersebut. Aning Welas berusaha menjelaskan tetapi tak pernah didengarkan olehnya. Cemburu yang telah berkecamuk menutup mata hati Argo Wilis.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Aning Welas telah berusaha menjelaskan dan meyakinkan apa yang sebenarnya terjadi, tetapi tetap tak dipercaya oleh Argo Wilis, maka Aning Welas segera pergi ke sungai yang tepat berada di sebelah rumahnya. Ia berusahamembuktikan kepada suaminya, bahwa tuduhannya itu tidak benar. Aning Welas bersumpah serapah kepada Argo Wilis bahwa dirinya akan melompat ke dalam sungai yang airnyaberwarna kecoklatan untuk membuktikan ucapannya. “ kakang, aku akan melompat ke sungai yang sedang banjir ini. Jika air ini berubah menjai jenih (bahasa jawa : bening ), maka ucapanku benar. Akan tetapi jika setelah aku melompat ke sungai airnya tetap keruh, maka ucapanku bohong, akulah yang salah dan tidak setia. Berarti apa yang  dituduhkan kakang kepadaku benar adanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tak lama dari kata terakhir itu, Aning Welas langsung melompat ke sungai yang arusnya sangat deras. “byurrrr..” tubuh semampai Aning Welas meluncur ke sungai, dan seketika itu juga air sungai yang tadinya keruh berubah menjadi jernih atau bening. Argo Wilis kaget bukan main, terpana dan tercengang melihat peristiwa tersebut. Dengan sekuat tenaga, Argo Wilis berusaha mencari kberadaan istrinya. Akan tetapi derasnya air sugai membuat ia kesulitan mencari tubuh istrinya. Aning Welas terinta tak bisa ditemukan. Argo Wilis sangat menyesal atas tuduhannya kepada istrinya yang sebenarnya sangat setia itu. Namun begitulah, penyesalan selalu datang di akhir. Kini Aning Welas, istri tercintanya telah tiada. Ia telah pergi untuk selamanya bersama derasnya arus sungai yang telah berubah jadi jernih itu. Dari peristiwa itulah kemudian daerah tersebut dinamai Kalibening. Kali berarti sungai, dan bening bermakna jernih. &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Cerita Dongeng Indonesia&lt;/b&gt; memuat dengan lengkap unsur-unsur dan kaidah baku dalam menyajikan cerita dan dongeng, meliputi unsur Intrinsik yaitu meliputi Tema, Amanat/Pesan Moral, Alur Cerita/Plot, Perwatakan/Penokohan, Latar/Setting, dan Sudut pandang. dan kadang disertai unsur Ekstrinsik Cerita. Untuk belajar memahami itu semua, coba adik-adik tebak dari &lt;b&gt;Cerita Legenda Asal Usul Kalibening&lt;/b&gt; diatas temanya apa, tokohnya siapa dan settingnya dimana, ayo siapa yang tahu?.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhksG3LipuzwwPoYKfQvQh1LA7UWhiK2lnu6kdA4vunfNwVyIbc6D4rTQznZ6kOSYf8n-fA8iqi7KQUMfh7IOO-A-5j1A77pG4xsRxI5HEWk5U_rcv_WdL-W-DkKqxjGhzYzWvCHlbjwizo/s72-c/cerita-rakyat-asal-usul-kali-bening-banjarnegara.jpg" width="72"/></item><item><title>Cerita Legenda Asal Usul Ajibarang</title><link>https://ceritadongeng-indonesia.blogspot.com/2015/09/cerita-legenda-asal-usul-ajibarang.html</link><category>Cerita Rakyat</category><category>Legenda</category><category>Sejarah Kerajaan Nusantara Indonesia</category><author>noreply@blogger.com (Edi Warsono)</author><pubDate>Sat, 12 Sep 2015 00:18:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4936332059153645059.post-5552993844611960081</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjTPCnYbjF-NTkmAV7lEgah5Htlz6RhyphenhyphenKhNraXfvA82wX1R6dF2Yapi9_7Nei2CouzSph9cJVyxT05ZTciPrbmOuWPNCdBLbsIdcc-7nwk1ivpyclOnTWI7jBZeU3NULZPaaMcms4cEz8J/s1600/cerita-rakyat-legenda-asal-mula-ajibarang.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Cerita Dongeng Indonesia adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang Cerita Legenda Asal Usul Ajibarang-cerita Rakyat Banyumas Jawa Tengah" border="0" height="171" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjTPCnYbjF-NTkmAV7lEgah5Htlz6RhyphenhyphenKhNraXfvA82wX1R6dF2Yapi9_7Nei2CouzSph9cJVyxT05ZTciPrbmOuWPNCdBLbsIdcc-7nwk1ivpyclOnTWI7jBZeU3NULZPaaMcms4cEz8J/s320/cerita-rakyat-legenda-asal-mula-ajibarang.jpg" title="Cerita Dongeng Indonesia adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang Cerita Legenda Asal Usul Ajibarang-cerita Rakyat Banyumas Jawa Tengah" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Cerita Dongeng Indonesia&lt;/b&gt; adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang Cerita Legenda Asal Usul Ajibarang menurut berbagai sumber, Cerita Rakyat Banyumas Jawa Tengah, Dongeng Anak Indonesia, Cerita Rakyat Legenda Masyarakat Indonesia, Dongeng Nusantara, Cerita Binatang, Fabel, Hikayat, Dongeng Asal Usul, Kumpulan Kisah Nabi, Kumpulan Cerita Anak Indonesia, Cerita Lucu,Tips Belajar, Edukasi Anak Usia Dini, PAUD, dan Balita.  &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Alkisah, Kala itu Negeri Galuh Pakuan sedang dilanda cobaan berat. Musim kemarau yang berkepanjangan menimbulkan kesengsaraan rakyat. Wabah penyakit dan tindak kriminal meningkat. Sementara punggawa dan hulu balang belum mampu menghadapinya. Arya Munding Wilis yang menjadi Adipati kala itu memang sedang diuji. Belum selesai mengatasi kesulitan yang satu timbul masalah yang lain. dalam kesedihan menghadapi negeri yang sedang terancam itu, isterinya yang sedang hamil menginginkan daging kijang berwarna putih. demi cintanya kepada Sang Isteri, berangkatlah Sang Adipati Munding Wilis dengan Kuda Dawuk Ruyung kesayangannya. Hanya ditemani dua pengawalnya, berhari-hari Sang Adipati tak mengenal lelah dalam mencari buruannya itu. Namun sudah sampai sebulan belum juga nampak hasilnya.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin: 5px 10px 20px;"&gt;
&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;
&lt;b style="color: #274e13;"&gt;Baca Cerita Dongeng Ini Selengkapnya&lt;/b&gt; : &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'open'; }" style="font-size: 16px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Buka" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="alt2" style="border: 0px inset; margin: 0px; padding: 0px; width: auto;"&gt;
&lt;div style="display: none;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ketika mereka berburu kearah timur menyusuri Sungai Citandui sampailah Sang Adipati beserta dua pengawalnya di suatu grumbul. ternyata Adipati beserta dua pengawalnya itu sampai di sebuah perkampungan para brandal yang sering mengacau di seluruh kadipatennya. di Grumbul Gunung Mruyung tersebut sang adipati terpojok dan dirampok oleh dedengkot grumbul itu yaitu Abulawang. seluruh bawaan bahkan kuda sang Adipati dirampas dan sang dedengkot mengancam akan merampok dan menghancurkan kadipatennya. Adipati yang sedang kecewa karena tidak mendapat buruannya pulang dengan kesedihan yang lebi mendalam ke kadipatennya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sampainya di kadipaten, kesedihan sang Adipati terobati karena putera yang ditungu tungu sudah lahir kedunia. Semakin gembiralah ia setelah ditunjukkan adanya tanda hitam di lengan kiri bayi itu, yang konon merupakan "toh wisnu". Artinya bayi ini kelak akan menjadi seorang yang besar yang berbudi luhur dan bijaksana.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ternyata kegembiraan di Kadipaten itu tak berlangsung lana. Pada malam keempat kelahiran sang jabang bayi. Perampok gerombolan dari gunung mruyung dedengkot abulawang bener bener datang dan menghancurkan Kadipaten. Prajurit dan pengawal tidak bisa melawan gerombolan tersebut. Semua barang dirampok dan Kadipaten dibakar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Untunglah sang Adipati dan Gusti putri selamat. namun nasib bayi yang ditunggui oleh dua orang emban tidak demikian. bayi itu dibawa oleh salah seorang perampok ke Gunung Mruyung tempat markas mereka. Adipati dan gusti putri lemas, bahkan gusti putri pingsan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Suatu Ketika, adipati Munding Wilis dan istrinya menyamar sebagai petani kecil, pergi meninggalkan Kadipaten. semula mereka bertekad ke gunung mruyung, tempat perkampungan para perampok pemberontak untuk mencari bayinya. Namun niatnya diurungkan karena terlalu bahaya, merekapun berjalan ke arah lain.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bayi yang masih merah itu, sudah sampi di Gunung Mruyung. Bertahun tahun Bayi tersebut tumbuh menjadi pemuda gagah dan tampan, sifatnya baik berbeda dengan orang tua angkatnya yang perampok. pemuda itu dinamai Jaka Mruyung. Karena tidak senang dengan sikap dan tingkah laku orang tuanya makadia pergi meninggalkan Gunung Mruyung.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jaka mRuyung pergi dengan Kuda Dawuk Ruyung,yang dimiliki orang tua angkatnya, kuda tersebut sebenarnya adalah kuda milik ayah kandungya adipati Wilis. Jaka Mruyung tiba disuatu kampung di kawasan "Dayeuhluhur" dan bertemu seorang kakek. Ternyata kakek tersebut bukan kakek sembarangan. Dia adalah Ki Meranggi, seorang bekas prajurit sakti Kerajaan Majapahit dan kini menjadi seorang MRanggi (pembuat rangka keris). Jaka mruyung mengabdi di rumah Ki Meranggi, dan selama pengabdiannya dia banyak mendapat pengalaman yaitu baca, tulis, membuat keris dan ilmu keprajuritan serta kedigdayaan. semua ilmu dikuasainya dalam empat tahun. Pada tahun ke enam, Jaka Mruyung seolah mendapat Ilham agar meneruskan perjalan ke Timur, dan disana dia menermukan pohon pakis aji dan kelak hutan pakis aji tersbut ditebangi dan dijadikan negeri. Jaka mruyung pun pamit dan berpesan pada Ki Meranggi agar pedukuhan ini sepeninggalnya kelak diberi nama Dukuh Penulisan karena ditempat inilah dia belajar menulis.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setelah menempuh perjlanan jauh, sampailah dia di perbatasan Kadipaten Kuta negara. Ditempat itu iapun melepas lelahnya. Sambil memuji Kebesaran TUhan ia menyaksikan keindahan lam sekitarnya. Si Dawuk Ruyung, kudanya yang sudah tua itu makan rumput sekenya-kenyanya. Jaka mruyung memandang rumput hijau itu bagaikan permadani yang Gumelar (digelar dalam bahas Jawa). Tempat itu kemudian nantinya disebut DUkuh Gumelar. Di tempat ini dia bertemu dengan pemuda dari Dukuh Cilangkap. Dari pemuda ini dia akhirnya tahu letak Hutan Pakis Haji yang ada dalam ilhamnya. Stelah dia melakukan prjalanan dan singgah sejenak di Dukuh Cilangkap, dia terus memburu keluar, ke Hutan Pakis Aji. Hutan tersebut ternyata berada di Selatan Kuta negara dan sebelah timur Dukuh Cilangkap.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sementara itu, perjalanan Adipati Munding Wilis dan istrinya yang menyamar menjadi Ki Sandi tiba di DUkuh Penulisan, Daerah Daeyuhluhur . Kebetulan keduanya singgah pula di rumah Ki Meranggi. Mereka bertukar pengalaman. Langkah gembiranya kedua tamu mendengar cerita Ki Meranggi, merka yakin yang diceritakan Ki MEranggi itu ciri-ciri anaknya( dengan Toh WIsnu di Tanggannya). mereka semakin gembira karena Ki Meranggi juga mengatakan kemana arah peginya anak mereka Jaka Mruyung. Semenjak Pergi dari Negerinya Galuh Pakuan, Adipati Wilis dan Istrinya memang selalu bedoa agar bisa dipertemukan dengan anaknya. Dan Memang sudah digariskan mereka berdua pun sampai di Dukuh Cilangkap dan bertemu dengan orang tua Tlangkas ,pemuda yang pernah memberikan petunjuk kepada Jaka Mruyung.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ki Sandi alias Adipati Wilis pun tambah gembira karena harapanya semakin dekat terkabul. Sedang Jaka Mruyung kini sudah sampai di kaki bukit sebelah barat Hutan Pakis Aji. di sebelah situ ia terus ke Selatan dan menyebarangi Kali yang airnya Racak-racak, kali itu kemudian dinamai Kali Racak. dipinggir bukit itu ia melihat pohon yang berbuah sangat banyak, lalu ia bertanya pada orang yang lewat, Apa nama buah itu pak??orang itu malah menjawab dengn basa sunda, "Ie mah Gondangamis" artinya ini buah gondang yang manis. Kelak tempat itu menjadi Desa Gondangamis.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dari situ dia terus menyusuri pinggiran hutan ke timur. ternyata tempat yang disinggahinya banyak dihuni burung Jalak. tempat Itu nantinya diberi nama Pejalakan. lalu dia sampai dibelokan kali datar, dia menemukan sebuah kedung, diatasnya banyak burung serwiti, Kedung itu kemudia di beri Nama Kedung Serwiti. setelah mengelilingi Hutan Pakis aji, sampailah dia dipinggiran utara, ia melihat orang-orang sedang membuat tambak ikan. Jaka Mruyung segera meminta Bantuan orang-irang untuk bersam-sama membabat hutan Pakis Aji. Kelak Dusun itu menjadi Dusun Tambakan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di tengah hutan muncul Ular Raksasa, namun berhasil dibunuh oleh Jaka Mruyung dan orang-orangnya dan dibakar. namun akibatnya hutan Pakis aji menjadi terbakar, kebakaran begitu hebatnya sehingga membuat resah kadipaten Kutanegara. Jaka Mruyung sang biang keladi pun ditangkap dan dihukum disekitar Kadipaten. Pada Masa hukumannya itu ternyata Jaka Mruyung yang tampan, sopan, baik hati di sukai oleh putri kedua sang Adipati yaitu Putri Pandanayu. setelah beberapa lama,Jaka Mruyung pun dibebaskan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kemudian dia mengikuti sayembara di Kadipaten Kutanegara tersebut. Sayembara itu untuk mencari Senopati Utama yang baru. Jaka mruyung ikut sayembara, dengan kesaktiannya dia memenangkan banyak pertarungan dan pada akhirnya dia harus melawan musuh terkuat yaitu Duta dari Kadipaten Kutaliman, bernaman Ki Kentol. Perseteruan antara Jaka Mruyung dan Ki Kentol Yang berlarut larut, nantinya menjadi momok yaitu siapa saja Pejabat yang datang ke Kutaliman pasti akan lengser. Jaka Mruyung yang memenangkan sayembara dijadikan Senopati Utama dan dinikahkan dengan putri kedua Adipati yaitu Pandanayu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berita tersebut ahirnya sampai ke Tlangkas dan orang tuanya. dan kemudian sampai ke telinga tamu mereka Ki Sandi yang tak lain adalah Adipati Munding Wilis ayah Jaka MRuyung., Raja atau Adipati Besar dari Galuh Pakuan. Adipati lalu membuka jati dirinya. dan menemui Adipati Kutanegara. Betapa senangnya Adipati Kuta negara, ternyata calon mantunya adalah anak Adipati Besar dari Galuh Pakuan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Haru dan Bahagia pun berkecamuk diantara mereka. Acara Pernikahan segera dilakukan, namun di saat berlangsung nya pernikahan terjadi kehebohan. Hal ini kaerna putri pertama Adipati Kutanegara yaitu Dewi Pandansari minggat, karena malu telah dilangkahi. DIa bertapa disebuah kali, dia bertapa merendam, yang tentu saja tubuhnya yang indah itu tidak ditutupi oleh apapun. Tidak Heran Banyak Lelaki berdatangan ingin melihat i. Putri lalu berkata pada biyung embannya agar disampaikan ke ayahnya, supaya Kali tersebut dinamai Kali Luwih laki, yang kemudian berubah menjadi Kali Wilaki. Dewi Pandansaru, maaf Pandansari itupun meninggal dikali, dan dikuburkan disawah. Kuburan itu terkenal dengan sebutan Kuburan Pandansari.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bertahun tahun dari kejadian itu, Adipati Kutanegara, Adipati Nglangak itupun semakin lanjut usia. Jaka mruyung pun menggantikannya dan diangkat sebagai adipati Kuta negara. Namun Jaka Mruyung yang tinggal di Kadipaten Kutanegara itu tidak Kerasan di kadipaten Kutanegara. Dia Menginginkan pindah, lalu dia pun teringat ilham yang diperolehnya saat dia muda. Dia kemudian pindah ke Hutan yang telah ia Babat yaitu Hutan Pakis Aji. Hutan yang kini menjadi Ibukota Kadipaten Kutanegara itupun lalu disebut AJIBARANG dan Kadipaten tersebut disebut Kadipaten AJIBARANG.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Versi Lain Asal Usul Nama Ajibarang&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Perjalanan Dari Mataram&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Diawali dari mangkatnya Raden Mas Rangsang yang bergelar Panembahan Agung Senopati Ing Alaga Ngabdurrahman atau yang masyhur disebut dengan Sultan Agung Hanyakrakusuma pada tahun 1645, tepat enam tahun setelah berhasil menaklukan Blambangan tahun 1939. Sultan Agung telah berhasil melakukan ekspansi ke deluruh daerah di Jawa dan Madura (kecuali Banten dan Batavia) dan beberapa daerah luar Pulau Jawa, seperti ; Palembang, Jambi dan Banjarmasin. Mangkatnya Sultan Agung membuat sang putra mahkota Pangeran Arum didaulat untuk memimpin Mataram, dengan gelar Sunan Amangkurat I. Sejak kepemimpinannya, wilayah Mataram berangsur-angsur menyempit karena aneksasi yang dilakukan oleh Belanda. Perpecahan tersebut disamping atas peran Belanda, juga akibat adanya kegusaran masyarakat atas ekspansi yang dilakukan oleh Mataram yang menjelang mangkatnya Sultan Agung. Pemberontakan-pemberontakan terhadap kekuasaan raja banyak dilakukan, antara lain dari ; keturunan Sunan Tembayat, keturunan Kadilangu, Wangsa Kajoran, keturunan Panembahan Rama dan Panembahan Giri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Atas gencarnya aksi pemberontakan tersebut, mengakibatkan posisi Sunan Amangkurat I terpojok (yang dalam versi ini diindikasikan menjalin kerjasama dengan VOC - Verenidge Indische Oast Compagnie, sebuah organisasi monopoli perdagangan milik Belanda di Batavia) sehingga ia berinisiatif untuk menyelamatkan diri dan hendak meminta bala bantuan kepada Gubernur Jenderal De Cock.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Penamaan Ajibarang&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Perjalanan Sunan Amangkurat I dikawal para prajurit keratin dengan mengambil route perjalanan Kedu-Banyumas-Tegal untuk kemudian singgah di Kadipaten Carbon atau Caruban atau Cirebon. Singkat cerita, sesampainya di suatu daerah barat Banyumas, Rombongan Gusti Sunan kehabisan perbekalan. Kemasygulannya bertambah setelah ia harus menerima kenyataan bahwa ia harus kehilangan puluhan prajuritnya yang ma ti akibat jarak tempuh perjalanan secara infanteri dengan medan yang berat dan sangat jauh.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di daerah tersebut, abdi setia Sunan Amangkurat I, bernama Kyai Pancurawis yang juga bertindak sebagai sais kereta kencananya, kemudian berusaha menjual barang-barang bawaan yang masih tersisa demi untuk kemudian ditukar atau dibelikan kembali dengan bahan-bahan makanan pokok sebagai perbekalan untuk meneruskan perjalanan yang masih jauh. Usaha Kyai Pancurawis beserta para Ponggawanya ternyata berhasil. Baik barang yang memiliki nilai jual tinggi ataupun rendah semuanya terjual dan tertukar habis sehingga berhasil mendapatkan perbekalan yang dikehendaki.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bukan main senangn ya hati Gusti Sunan melihat usaha abdi-abdinya. Sebagai wujud rasa syukurnya, ia menamakan daerah tersebut dengan AJIBARANG, yang berarti barang apapun yang dijual didaerah tersebut “ana ajine” atau ada harganya. &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Cerita Dongeng Indonesia&lt;/b&gt; memuat dengan lengkap unsur-unsur dan kaidah baku dalam menyajikan cerita dan dongeng, meliputi unsur Intrinsik yaitu meliputi Tema, Amanat/Pesan Moral, Alur Cerita/Plot, Perwatakan/Penokohan, Latar/Setting, dan Sudut pandang. dan kadang disertai unsur Ekstrinsik Cerita. Demikian tadi Cerita Legenda Asal Usul Ajibarang yang bisa kami sajikan, semoga bermanfaat dan atas segala kekurangan dan kekurang akuratannya kami mohon maaf.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjTPCnYbjF-NTkmAV7lEgah5Htlz6RhyphenhyphenKhNraXfvA82wX1R6dF2Yapi9_7Nei2CouzSph9cJVyxT05ZTciPrbmOuWPNCdBLbsIdcc-7nwk1ivpyclOnTWI7jBZeU3NULZPaaMcms4cEz8J/s72-c/cerita-rakyat-legenda-asal-mula-ajibarang.jpg" width="72"/></item><item><title>Cerita Legenda Asal-Usul Baturaden</title><link>https://ceritadongeng-indonesia.blogspot.com/2015/09/cerita-legenda-asal-usul-baturaden.html</link><category>Babad Banyumas</category><category>Cerita Rakyat</category><category>Legenda</category><author>noreply@blogger.com (Edi Warsono)</author><pubDate>Thu, 10 Sep 2015 17:37:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4936332059153645059.post-1418172671413971509</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiI1CHPMljQ2fkyPqsL5B1DjNp_pgQirATGB_ICpRnmtTa35nyDpoMbf1dInEahZocYU-XNekgh5cL_BjtVBBPvgagn5K3-dKYbMWYyAacRqt-STDpwKP6al0pFZGtfBmhfHWETQ0vvdP6/s1600/cerita-legenda-asal-usul-baturaden.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Cerita Dongeng Indonesia adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang Cerita Legenda Asal- usul Baturaden, Dongeng Anak Indonesia, Cerita Rakyat Banyumas Jawa Tengah, Cerita Rakyat Legenda Masyarakat Indonesia, Dongeng Nusantara" border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiI1CHPMljQ2fkyPqsL5B1DjNp_pgQirATGB_ICpRnmtTa35nyDpoMbf1dInEahZocYU-XNekgh5cL_BjtVBBPvgagn5K3-dKYbMWYyAacRqt-STDpwKP6al0pFZGtfBmhfHWETQ0vvdP6/s320/cerita-legenda-asal-usul-baturaden.jpg" title="Cerita Dongeng Indonesia adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang Cerita Legenda Asal- usul Baturaden, Dongeng Anak Indonesia, Cerita Rakyat Banyumas Jawa Tengah, Cerita Rakyat Legenda Masyarakat Indonesia, Dongeng Nusantara" width="264" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Cerita Dongeng Indonesia&lt;/b&gt; adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang Cerita Legenda Asal- usul Baturaden, Dongeng Anak Indonesia, Cerita Rakyat Banyumas Jawa Tengah, Cerita Rakyat Legenda Masyarakat Indonesia, Dongeng Nusantara, Cerita Binatang, Fabel, Hikayat, Dongeng Asal Usul, Kumpulan Kisah Nabi, Kumpulan Cerita Anak Indonesia, Cerita Lucu,Tips Belajar, Edukasi Anak Usia Dini, PAUD, dan Balita.  &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang pemuda tampan bernama Suta. Sehari-hari Suta bekerja sebagai seorang kacung di Kadipaten Kutaliman, Banyumas, Jawa Tengah. Tugasnya adalah merawat sekaligus membersihkan kandang kuda milik Adipati Kutaliman. Oleh karena dia adalah seorang baik dan jujur, maka selama bekerja tidak pernah mendapatkan masalah yang berarti.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Suatu ketika, selepas bekerja mengurus kuda-kuda milik Adipati Kutaliman, Suta memutuskan berkeliling kadipaten mencari suasana baru. Namun karena wilayah kadipaten sangatlah luas, maka dia hanya dapat mencapai satu lokasi saja. Keesokan harinya diulangi lagi perjalanan menuju ke lokasi lain. Begitu seterusnya hingga hampir seluruh wilayah Kadipaten Kutaliman berhasil didatangi.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin: 5px 10px 20px;"&gt;
&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;
&lt;b style="color: #274e13;"&gt;Baca Cerita Dongeng Ini Selengkapnya&lt;/b&gt; : &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'open'; }" style="font-size: 16px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Buka" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="alt2" style="border: 0px inset; margin: 0px; padding: 0px; width: auto;"&gt;
&lt;div style="display: none;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada perjalanannya yang terakhir, dia mendengar suara jeritan seorang perempuan. Ketika didatangi, tampaklah olehnya ada seekor ular sangat besar yang sedang membuka mulut lebar-lebar dan siap memangsa seorang perempuan di hadapannya. Perempuan itu dibelit dengan kuat sehingga wajahnya tampak pucat pasi karena aliran darah tersumbat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Meskipun sangat takut, Suta memberanikan diri mendekati Sang ular. Dengan berbekal sebilah pedang kusam dia segera menyabetkannya ke arah tubuh Sang ular. Tetapi karena Suta tidak pandai berkelahi, perlu butuh waktu lama untuk dapat menaklukkan ular tersebut. Dan, setelah sang ular mati, tubuh sang perempuan pun terlepas dengan sendirinya. Dia segera jatuh tergolek dalam keadaan pingsan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tidak lama kemudian seorang emban datang dan membopong perempuan itu ke sisi pendopo. Suta lalu mendekati dan bertanya para Sang emban, "siapakah perempuan ini, Bi?" "Dia adalah puteri dari Adipati Kutaliman," jawab emban singkat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mendengar penjelasan itu, Suta sangat terkejut karena perempuan yang telah dia tolong ternyata adalah anak dari majikannya sendiri. Selama ini Suta hanya mendengar bahwa Sang Adipati memiliki seorang puteri yang cantik jelita, tetapi dia sendiri belum pernah bertemu atau melihatnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sejak peristiwa tersebut, keduanya pun sering bertemu untuk hanya sekedar berbincang-bincang santai. Lama-kelamaan, timbullah rasa sayang dan cinta di antara mereka hingga akhirnya Suta memberanikan diri datang pada Adipati Kutaliman untuk melamar puteri kesayangannya. Sang Adipati yang sudah mendengar kabar tentang kedekatan puteri kesayangannya dengan si pengurus kuda tentu saja menjadi terkejut. Dia tidak menyangka kalau kedekatan itu ternyata bukan hanya sebatas teman. Maka ketika Suta selesai mengutarakan niat, dengan sangat marah Adipati berkata, "Engkau ini hanyalah seorang kacung. Sungguh tidak pantas bila disandingkan dengan puteriku! Pengawal, tangkap orang ini dan masukkan ke penjara bawah tanah!"&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sang puteri yang mendengarkan percakapan Ayahandanya dengan Suta dari balik tirai tentu saja menjadi sedih. Dia tidak menyangka kalau Ayahanda akan sangat marah terhadap Suta hingga memasukkannya ke penjara bawah tanah yang lembab, pengap, dan gelap. Padahal, penjara itu hanya dikhususkan bagi orang-orang yang melakukan kejahatan luar biasa sehingga sangat jarang diberi makan dan minum.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Agar sang kekasih dapat segera keluar dari penjara, malam harinya Sang Puteri langsung meminta bantuan emban kepercayaannya mencuri kunci untuk membuka pintu sel tempat Suta dikurung. Sementara itu, dia menunggu bersama kudanya di salah satu sudut Kadipaten yang jarang didatangi orang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Singkat cerita, Sang emban pun melaksanakan tugasnya dengan mengelabuhi penjaga penjara. Tetapi ketika berhasil membuka pintu sel, dia mendapati Suta tengah terbaring lemah dalam kondisi menggigil karena kekurangan pasokan makanan dan minuman. Sang emban yang membawa sedikit bekal segera memberi Suta makan dan minuman agar tubuhnya kuat kembali. Selain itu, dia juga memberi pakaian agar ketika keluar dari penjara dapat langsung membaur dengan penduduk.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setelah berpakaian layaknya penduduk kebayakan, Suta bersama emban lalu berjalan mengendap agar dapat keluar keluar dari penjara tanpa diketahui oleh penjaga. Sesampainya di sudut Kadipaten, Suta dan Sang Puteri segera menaiki kuda dan pergi ke arah selatan menuju lereng Gunung Selamet, sementara Sang emban kembali ke kediaman Adipati Kutaliman.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Keesokannya, menjelang tengah hari mereka memutuskan untuk beristirahat di tepi sebuah sungai sambil memulihkan tenaga. Tempat itu berhawa sejuk serta memiliki panorama alam yang sangat indah sehingga membuat Sang Puteri takjub dan ingin menetap. Ternyata Suta pun demikian dan mereka sepakat untuk menetap serta membina rumah tangga di sana. Dan, seiring berjalannya waktu, tempat mereka menetap dan beranak-pinak tersebut oleh masyarakat sekitar kemudian dinamakan Baturaden. Kata "batu" berarti "batur atau pembantu" dan "raden" berarti "bangsawan". Jadi, Baturaden dapat diartikan sebagai tempat menetapnya seorang batur/pembantu/rewang keluarga bangsawan dan seorang bangsawan untuk membina sebuah rumah tangga yang bahagia hingga akhir hayat.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Cerita Dongeng Indonesia &lt;/b&gt;memuat dengan lengkap unsur-unsur dan kaidah baku dalam menyajikan cerita dan dongeng, meliputi unsur Intrinsik yaitu meliputi Tema, Amanat/Pesan Moral, Alur Cerita/Plot, Perwatakan/Penokohan, Latar/Setting, dan Sudut pandang. dan kadang disertai unsur Ekstrinsik Cerita. Untuk belajar memahami itu semua, coba adik-adik tebak dari &lt;b&gt;Cerita Legenda Asal- usul Baturaden&lt;/b&gt; diatas temanya apa, tokohnya siapa dan settingnya dimana, ayo siapa yang tahu?.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiI1CHPMljQ2fkyPqsL5B1DjNp_pgQirATGB_ICpRnmtTa35nyDpoMbf1dInEahZocYU-XNekgh5cL_BjtVBBPvgagn5K3-dKYbMWYyAacRqt-STDpwKP6al0pFZGtfBmhfHWETQ0vvdP6/s72-c/cerita-legenda-asal-usul-baturaden.jpg" width="72"/></item><item><title>Cerita Legenda Babad Banyumas</title><link>https://ceritadongeng-indonesia.blogspot.com/2015/09/cerita-legenda-babad-banyumas.html</link><category>Babad Banyumas</category><category>Cerita Rakyat</category><category>Legenda</category><author>noreply@blogger.com (Edi Warsono)</author><pubDate>Thu, 10 Sep 2015 00:50:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4936332059153645059.post-401302560059595445</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikr9VAfFbftuFHVjF4hyTVUM6q_x6ADreTlJPLQd4OMnvrGAproOFwGFHXaeGrIiPv112yUzze5oSCPgvHJqAfgks523XYSu9n5ZxfMhR9eAQ_TjmOzEykQ8iW00xVhJqaRp6HMhJcHK3A/s1600/legenda-babad-banyumas-asal-mula.jpeg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Cerita Dongeng Indonesia adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang Cerita Legenda Babad Banyumas dan Asal Usul Banyumas, Dongeng Anak Indonesia, Makna Kata Banyumas, Cerita sejarah Kerajaan-Kerajaan di kabupaten Banyumas, Cerita Rakyat Legenda Masyarakat Indonesia, Dongeng Nusantara, Cerita Binatang, Fabel, Hikayat, Kumpulan Kisah Nabi, Kumpulan Cerita Anak Indonesia, Cerita Lucu,Tips Belajar, Edukasi Anak Usia Dini, PAUD, dan Balita." border="0" height="175" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikr9VAfFbftuFHVjF4hyTVUM6q_x6ADreTlJPLQd4OMnvrGAproOFwGFHXaeGrIiPv112yUzze5oSCPgvHJqAfgks523XYSu9n5ZxfMhR9eAQ_TjmOzEykQ8iW00xVhJqaRp6HMhJcHK3A/s320/legenda-babad-banyumas-asal-mula.jpeg" title="Cerita Dongeng Indonesia adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang Cerita Legenda Babad Banyumas dan Asal Usul Banyumas, Dongeng Anak Indonesia, Makna Kata Banyumas, Cerita sejarah Kerajaan-Kerajaan di kabupaten Banyumas, Cerita Rakyat Legenda Masyarakat Indonesia, Dongeng Nusantara, Cerita Binatang, Fabel, Hikayat, Kumpulan Kisah Nabi, Kumpulan Cerita Anak Indonesia, Cerita Lucu,Tips Belajar, Edukasi Anak Usia Dini, PAUD, dan Balita." width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;Cerita Dongeng Indonesia&lt;/b&gt; adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang Cerita Legenda Babad Banyumas dan Asal Usul Banyumas, Sejarah Berdirinya Kabupaten Banyumas, Dongeng Anak Indonesia, Makna Kata Banyumas, Cerita sejarah Kerajaan-Kerajaan di kabupaten Banyumas, Cerita Rakyat Legenda Masyarakat Indonesia, Dongeng Nusantara, Cerita Binatang, Fabel, Hikayat, Kumpulan Kisah Nabi, Kumpulan Cerita Anak Indonesia, Cerita Lucu,Tips Belajar, Edukasi Anak Usia Dini, PAUD, dan Balita.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;Sejarah Banyumas&lt;/b&gt; tidak dapat dipisahkan dengan &lt;b&gt;sejarah Galuh Kuno&lt;/b&gt; (dibangun jauh sebelum abad ke-5 Masehi). Krajaan tersebut dibangun di sekitar Gunung Slamet namun setelah itu dipindahkan ke Garut - Kawali (abad 6-7 Masehi) terus membentuk dan melanjutkan pemerintahan di kerajaan Galuh Kawali.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 5px 10px 20px;"&gt;
&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b style="color: #274e13;"&gt;Baca Cerita Dongeng Ini Selengkapnya&lt;/b&gt; : &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'open'; }" style="margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Buka" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="alt2" style="border: 0px inset; margin: 0px; padding: 0px; width: auto;"&gt;
&lt;div style="display: none;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;Kerajaan Galuh Purba&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
Kerajaan Galuh Purba adalah sebuah kerajaan kuno yang dibangun imigran/pendatang dari Kutai, Kalimantan sebelum agama Hindu masuk di Kutai. Keturunan Galuh Kuno lalu melanjutkan Pemerintahan kerajaan di Garut - Kawali (Ciamis) yang sudah memiliki budaya Sunda, dan kemudian terjadi kawin silang dengan keturunan kerajaan Kalingga (Jawa Tengah). Campuran Darah (pernikahan) juga terjadi pada masa kerajaan Galuh Kawali menjadi kerajaan Galuh Pajajaran karena banyak terjadi pernikahan antara kerabat istana Galuh Pajajaran dengan kerabat kerajaan Majapahit (Jawa), dari perkawinan itulah yang membentuk Banyumas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
Sejarah Banyumas juga tidak dapat dipisahkan dengan sejarah Kerajaan Galuh Kawali yang daerahnya lebih dari separuh wilayah Jawa Tengah sekarang (kemungkinan meliputi Kedu dan Purwodadi), dan wilayah Banyumas. Sejarah Banyumas juga tidak bisa lepas dari Joko Kahiman Raden (putra Raden Banyak Cotro, cucu Pangeran Baribin) yang mempunyai sifat ksatria.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
Sejarah Banyumas juga tidak dapat dipisahkan dengan sejarah Kabupaten-kabupaten dan kerajaan-kerajaan di wilayah Banyumas dan sekitarnya, antara lain : Kabupaten Pasir Luhur, Kabupaten Wirasaba, Kabupaten Bonjok dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
Sejarah Banyumas juga tidak dapat dipisahkan dengan sejarah Kerajaan besar di Jawa Tengah dan Jawa Barat antara lain : Kerajaan Tarumanegara, Kerajaan Kalingga, Kerajaan Pajajaran, Kerajaan Mataram, Kesultanan Demak, Kesultanan Pajang dan lain-lain. Sejarah Banyumas juga tidak dapat dipisahkan dengan legenda dan mitos di kalangan Banyumasan: Raden Kamandaka, Wijayakusuma, Batutulis, Jatijajar dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;Makna Kata Banyumas&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
Kosakata Banyumas memiliki makna yang luas dan dalam. Kata-kata pertamanya adalah: Air, adalah harta yang memiliki keunggulan antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Air mengalir: aliran, stabil, tidak berhenti sebelum habis, tidak pernah menerjang benda-benda yang menghalangi. Misalnya jika ada batu atau pohon yang menghadang dia akan menyisi/menyingkir. Interpretasi bisa hidup rukun dalam harmoni dan mengalah yang  penting tetap objektif. Banyumili/air mengalir juga lincah dan gesit, semua pasti dilewati sampai tujuannya tercapai. Tujuannya adalah bahwa tempat yang paling dasar, paling prinsip, laut adalah sumber kehidupan. Banyumili berarti bahwa jika Anda ingin menjadi seorang pemimpin harus seperti air, tampak tidak memiliki kekuatan, tetapi punya manfaat dasar untuk hidup, memiliki kekuatan yang luar biasa, kuat dalam prinsip, manfaat bagi lingkungan dan kehidupan manusia , dan siapa saja yang membutuhkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Dan kata kedua adalah emas. Simbol benda yang berharga dan memiliki nilai jual yang tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
Cerita sejarah Kerajaan-Kerajaan di kabupaten Banyumas umumnya dimulai dari Kerajaan Majapahit (abad XIII) padahal jauh sebelumnya (abad V), sudah ada Kerajaan Galuh Purba yang menguasai wilayah ini. Kerajaan Galuh Purba diduga punya Kerajaan-Kerajaan bawahan yang umurnya bisa saja lebih tua.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
Wilayah kabupaten Banyumas menjadi bagian kerajaan-kerajaan lain tidak melalui perang atau penaklukan, melainkan kabupaten-kabupaten dan pemimpin-pemimpinnya (para adipati) tunduk pada kerajaan-kerajaan itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
Abad XIII tahun 1293 M, Raden Wijaya membangun Kerajaan Majapahit, akhirnya wilayah kabupaten Banyumas juga menjadi bagian kerajaan Majapahit sampai Abad XV utau tahun 1520 M pada saat Majapahit runtuh. Pada saat itu sebagian kerabat keraton mengungsi ke kerajaan Pajajaran sampai akhirnya ada kawin campur antara keturunan keraton Majapahit dengan kerabat keraton Pajajaran yaitu antara Raden Baribin dengan Dyah Ayu Ratu Pamekas. Salah satu putranya yaitu Raden Banyak Cotro ayahanda R. Joko Kahiman.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;Sejarah Berdirinya Kabupaten Banyumas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
Riwayat singkat Kabupaten Banyumas dari berbagai sumber. Kabupaten Banyumas berdiri pada tahun 1582, tepatnya pada hari Jum’at Kliwon tanggal 6 April 1582 Masehi, atau bertepatan tanggal 12 Robiul Awwal 990 Hijriyah. Kemudian ditetapkan dengan Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Daerah Tingkat II Banyumas Nomor 2 tahun 1990.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
Keberadaan sejarah Kabupaten Banyumas tidak terlepas dari pendirinya yaitu Raden Joko Kahiman yang kemudian menjadi Bupati yang pertama dikenal dengan julukan atau gelar ADIPATI MARAPAT (ADIPATI MRAPAT). Riwayat singkatnya diawali dari jaman Pemerintahan Kesultanan PAJANG, di bawah Raja Sultan Hadiwijaya. Kisah pada saat itu telah terjadi suatu peristiwa yang menimpa diri (kematian) Adipati Wirasaba ke VI (Warga Utama ke I) dikarenakan kesalahan paham dari Kanjeng Sultan pada waktu itu, sehingga terjadi musibah pembunuhan di Desa Bener, Kecamatan Lowano, Kabupaten Purworejo (sekarang) sewaktu Adipati Wirasaba dalam perjalanan pulang dari pisowanan ke Paiang. Dari peristiwa tersebut untuk menebus kesalahannya maka Sultan Pajang, memanggil putra Adipati Wirasaba namun tiada yang berani menghadap.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
Kemudian salah satu putra menantu memberanikan diri menghadap, dengan catatan apabila nanti mendapatkan murka akan dihadapi sendiri, dan apabila mendapatkan anugerah/kemurahan putra-putra yang lain tidak boleh iri hati. Dan ternyata diberi anugerah diwisuda menjadi Adipati Wirasaba ke VII. Semenjak itulah putra menantu yaitu R. Joko Kahiman menjadi Adipati dengan gelar ADIPATI WARGA UTAMA II. Kemudian sekembalinya dari Kasultanan Pajang atas kebesaran hatinya dengan seijin Kanjeng Sultan, bumi Kadipaten Wirasaba dibagi menjadi empat bagian diberikan kepada iparnya. Yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Wilayah Banjar Pertambakan diberikan kepada Kyai Ngabei Wirayuda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Wilayah Merden diberikan kepada Kyai Ngabei Wirakusuma.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Wilayah Wirasaba diberikan kepada Kyai Ngabei Wargawijaya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Wilayah Kejawar dikuasai sendiri dan kemudian dibangun dengan membuka hutan Mangli dibangun pusat pemerintahan dan diberi nama Kabupaten Banyumas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
Karena kebijaksanaannya membagi wilayah Kadipaten menjadi empat untuk para iparnya itulah maka dijuluki Adipati Marapat (dibagi empat).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;Siapakah Raden Joko Kahiman?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
R. Joko Kahiman adalah putra R. Banyaksasro dengan ibu dari Pasir Luhur. R. Banyaksosro adalah putra R. Baribin seorang pangeran Majapahit yang karena suatu kesalahan maka menghindar ke Pajajaran yang akhirnya dijodohkan dengan Dyah Ayu Ratu Pamekas putri Raja Pajajaran. Sedangkan Nyi Banyaksosro ibu R. Joko Kahiman adalah putri Adipati Banyak Galeh (Mangkubumi II) dari Pasir Luhur semenjak kecil&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
R. Joko Kahiman diasuh oleh Kyai Sambarta dengan Nyai Ngaisah yaitu putrid R. Baribin yang bungsu. Dari sejarah terungkap bahwa R. Joko Kahiman adalah merupakan SATRIA yang sangat luhur untuk bisa diteladani oleh segenap warga Kabupaten Banyumas khususnya karena mencerminkan :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Sifat altruistis yaitu tidak mementingkan dirinya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Merupakan pejuang pembangunan yang tangguh, tanggap dan tanggon.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pembangkit jiwa persatuan kesatuan (Majapahit, Galuh Pakuan, Pajajaran) menjadi satu darah dan memberikan kesejahteraan ke kepada semua saudaranya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
Dengan demikian tidak salah apabila MOTO DAN ETOS KERJA UNTUK Kabupaten Banyumas SATRIA. Candra atau surya sengkala untuk hari jadi Kabupaten Banyumas adalah “BEKTINING MANGGALA TUMATANING PRAJA” Hari jadi Kabupaten Banyumas adalah tahun 1582.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;Cerita Dongeng Indonesia&lt;/b&gt; memuat dengan lengkap unsur-unsur dan kaidah baku dalam menyajikan cerita dan dongeng, meliputi unsur Intrinsik yaitu meliputi Tema, Amanat/Pesan Moral, Alur Cerita/Plot, Perwatakan/Penokohan, Latar/Setting, dan Sudut pandang. dan kadang disertai unsur Ekstrinsik Cerita. Itu tadi sedikit gambaran sejarah singkat Cerita Legenda Babad Banyumas, semoga bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikr9VAfFbftuFHVjF4hyTVUM6q_x6ADreTlJPLQd4OMnvrGAproOFwGFHXaeGrIiPv112yUzze5oSCPgvHJqAfgks523XYSu9n5ZxfMhR9eAQ_TjmOzEykQ8iW00xVhJqaRp6HMhJcHK3A/s72-c/legenda-babad-banyumas-asal-mula.jpeg" width="72"/></item><item><title>Dongeng Fabel Kancil dan Kecoak</title><link>https://ceritadongeng-indonesia.blogspot.com/2015/09/dongeng-fabel-kancil-dan-kecoak.html</link><category>Cerita Binatang</category><category>Cerita Dongeng</category><category>Dongeng</category><category>Dongeng Binatang</category><category>Dongeng Fabel</category><category>Fabel</category><category>Mendongeng</category><category>Sastra Dongeng</category><author>noreply@blogger.com (Edi Warsono)</author><pubDate>Wed, 9 Sep 2015 23:40:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4936332059153645059.post-2525435703148027029</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxT8WzpdGv8z9kg4OmGWUAJgpIlm5DG-QOA-OG4rG78ed_YQeSUGylowXjaP_4zORRyMAbkJZEJ2Xq-kAyNBsCXXmgxFQzsxz9QNsKU_Xdhh3dcXUAqbtYrjxzP3pVyEx08EvEswS6l8QW/s1600/dongeng-fabel-kancil-dan-kecoak.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Cerita Dongeng Indonesia adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang cerita Dongeng Fabel Kancil dan Kecoak" border="0" height="254" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxT8WzpdGv8z9kg4OmGWUAJgpIlm5DG-QOA-OG4rG78ed_YQeSUGylowXjaP_4zORRyMAbkJZEJ2Xq-kAyNBsCXXmgxFQzsxz9QNsKU_Xdhh3dcXUAqbtYrjxzP3pVyEx08EvEswS6l8QW/s320/dongeng-fabel-kancil-dan-kecoak.png" title="Cerita Dongeng Indonesia adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang cerita Dongeng Fabel Kancil dan Kecoak" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Cerita Dongeng Indonesia&lt;/b&gt; adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang cerita Dongeng Fabel Kancil dan Kecoak, Dongeng Anak Indonesia, Cerita Rakyat Legenda Masyarakat Indonesia, Dongeng Nusantara, Cerita Binatang, Fabel, Hikayat, Dongeng Asal Usul, Kumpulan Kisah Nabi, Kumpulan Cerita Anak Indonesia, Cerita Lucu,Tips Belajar, Edukasi Anak Usia Dini, PAUD, dan Balita.  &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada suatu hari Kancil bertemu dengan seekor kecoa yang mengadu karena dirinya selalu diburu petani di rumahnya karena dianggap mengganggu. Sambil menangis terisak-isak Si Kecoa menceritakan dirinya diutus teman-temannya berjalan jauh masuk ke dalam hutan semata-mata untuk minta petunjuk Sang Kancil yang tersohor sangat bijaksana dan cerdik. Setelah menempuh perjalanan yang panjang, akhirnya kecoak bertemu dengan kancil. Kecoak pun menceritakan maksudnya dan cerita panjang lebar pada Kancil.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin: 5px 10px 20px;"&gt;
&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;
&lt;b style="color: #274e13;"&gt;Baca Cerita Dongeng Ini Selengkapnya&lt;/b&gt; : &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'open'; }" style="font-size: 16px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Buka" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="alt2" style="border: 0px inset; margin: 0px; padding: 0px; width: auto;"&gt;
&lt;div style="display: none;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Hiks...hiks....begitulah Sang Kancil, aku selama ini diburu-buru oleh Pak Tani dan keluarganya tiap kali ada di dapur dan di ruang makan mereka. Padahal kami hanya mencari makan di sana, tidak berniat mengganggu sama sekali” . Sang Kancil tersenyum menenangkan hati Kecoa, lalu menjawab pertanyaan Kecoa dengan kalimat singkat. “Masuklah ke rumahku. Baca buku tentang biologi kecoa, lalu baca buku tentang rumah petani. Setelah itu datang lagi padaku”.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Begitulah akhirnya Si Kecoa selama satu minggu penuh menginap di rumah Kancil untuk membaca buku-buku tentang kehidupan kecoa dan tentang rumah petani. Dia bekerja keras memahami dan mencatat point-point penting dari buku yang dibacanya. Kebetulan dia pernah diajar Sang Kancil tentang cara membaca dan memahami buku dengan cepat. Seminggu kemudian dia kembali menghadap Sang Kancil dengan muka muram.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Wahai Sang Kancil yang bijaksana. Saya telah membaca buku-buku tentang kecoa dan tentang rumah petani di rumahmu. Tapi aku tidak tahu apa gunanya bagiku?. Aku tidak paham bagaimana buku-buku itu bisa mengatasi masalahku sebagai sekelompok kecoa yang dikejar-kejar petani”. Sang Kancil lalu menjawab dengan sabar atas kegagalan Si Kecoa menemukan jalan keluar bagi masalah yang dihadapinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Tahukah kamu apakah yang suka dimakan kecoa?” “Mirip dengan makanan manusia dan hewan peliharaan. Tapi selama ini aku cukup puas dengan makanan sisa di kamar makan, di dapur dan tempat cuci piring” “Selain di dapur ada di mana lagi makananmu tersedia di rumah petani?”. Kemudian Kecoa diam sejenak sambil membuka-buka catatannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Hmmmm....menurut buku tentang rumah petani,mereka memiliki tempat sampah untuk membuang sisa makanan. Itu bisa jadi sumber makanan bagiku” “Lalu mengapa Petani mengejar-ngejar kamu?” “Menurut buku, kecoa dianggap sebagai tempat menempelnya bakteri yang mungkin membahayakan manusia. Jadi Pak Tani takut bakteri yang menempel di permukaan tubuhku akan berpindah kemana-mana dan membuat keluarganya sakit” “Nah itu jawabannya. Pergilah pulang dan berpikirlah. Kamu pasti tahu jawaban atas masalahmu”.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dengan penuh tanda tanya Kecoa terpaksa pulang kembali ke rumahnya. Dia malu untuk bertanya-tenya lagi, secara dia sudah dianggap mampu mencari jawaban sendiri. Sambil berjalan pulang Si Kecoa berpikir keras, berusaha menghubung-hubungkan pertanyaan Sang Kancil dengan resep agar tidak dikejar-kejar petani. Sampai akhirnya dia menemukannya. Si Kecoa meloncat-loncat kegirangan atas penemuan jawaban itu. Rasanya tak sabar lagi untuk menemui teman-temannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Ahaay....! Aku tahu jawabannya!!. Teman-teman kita harus pindah dari dapur dan kamar makan ke tempat sampah Pak Tani yang ada jauh di dalam kebun. Pak Tani membuat gubuk tanpa dinding untuk menimbun sampah dan dibuat kompos. Tempat itu cukup hangat untuk kecoa yang suka sekali tempat hangat. Kita harus pindah ke situ!. Paling tidak di situ berkuranglah frekuensi kita diburu oleh Pak Tani, karena mereka jarang berada lama di sana” teriak Kecoa pada teman-temannya saat dia telah dekat dengan rumah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Begitulah adik-adik, Rupanya dengan bijak Sang Kancil tidak langsung memberi jawaban atas masalah para kecoa karena dia tidak ingin membuat kecoak sakit hati dengan mengatakan kalau Kecoak memang penuh bakteri dan tidak seharusnya dekat dengan manusia. Kancil percaya, Si Kecoa cukup cerdas untuk mencari sendiri jawaban atas masalah yang dihadapinya. &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Cerita Dongeng Indonesia&lt;/b&gt; memuat dengan lengkap unsur-unsur dan kaidah baku dalam menyajikan cerita dan dongeng, meliputi unsur Intrinsik yaitu meliputi Tema, Amanat/Pesan Moral, Alur Cerita/Plot, Perwatakan/Penokohan, Latar/Setting, dan Sudut pandang. dan kadang disertai unsur Ekstrinsik Cerita. Untuk belajar memahami itu semua, coba adik-adik tebak dari cerita Dongeng Fabel Kancil dan Kecoak diatas temanya apa, tokohnya siapa dan settingnya dimana, ayo siapa yang tahu?.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxT8WzpdGv8z9kg4OmGWUAJgpIlm5DG-QOA-OG4rG78ed_YQeSUGylowXjaP_4zORRyMAbkJZEJ2Xq-kAyNBsCXXmgxFQzsxz9QNsKU_Xdhh3dcXUAqbtYrjxzP3pVyEx08EvEswS6l8QW/s72-c/dongeng-fabel-kancil-dan-kecoak.png" width="72"/></item><item><title>Membentuk Moral Anak Melalui Dongeng</title><link>https://ceritadongeng-indonesia.blogspot.com/2015/09/membentuk-moral-anak-melalui-dongeng.html</link><category>Edukasi</category><category>Mendongeng</category><category>PAUD</category><category>Pendidikan Balita</category><category>TK</category><author>noreply@blogger.com (Edi Warsono)</author><pubDate>Wed, 9 Sep 2015 17:54:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4936332059153645059.post-7433381120334467430</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwTYrCEzAhDKGjGrB6q1Y6a4ecP4aTwznyT-2899dxqjXCTfr0GrCJ7M7ZDH9urK8slKMrtkdcElAgRrnhtlwDv4jbmbtVVb6uI23xoyvfw8RBMJmpCXQXb-ja_d_wofddgQMvquIcqutV/s1600/teknik-mendongeng-Cara-dan-Strategi-Mendongeng.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Cerita Dongeng Indonesia adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang Cara Membentuk Moral Anak Melalui Mendongeng Sebagai Cara Efektif Penyuluhan Dini, Cara dan Strategi Mendongeng, Dongeng Anak Indonesia" border="0" height="179" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwTYrCEzAhDKGjGrB6q1Y6a4ecP4aTwznyT-2899dxqjXCTfr0GrCJ7M7ZDH9urK8slKMrtkdcElAgRrnhtlwDv4jbmbtVVb6uI23xoyvfw8RBMJmpCXQXb-ja_d_wofddgQMvquIcqutV/s320/teknik-mendongeng-Cara-dan-Strategi-Mendongeng.jpg" title="Cerita Dongeng Indonesia adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang Cara Membentuk Moral Anak Melalui Mendongeng Sebagai Cara Efektif Penyuluhan Dini, Cara dan Strategi Mendongeng, Dongeng Anak Indonesia" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Cerita Dongeng Indonesia&lt;/b&gt; adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang Cara Membentuk Moral Anak Melalui Mendongeng Sebagai Cara Efektif Penyuluhan Dini, Cara dan Strategi Mendongeng,&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Dongeng Anak Indonesia, Cerita Rakyat Legenda Masyarakat Indonesia, Dongeng Nusantara, Cerita Binatang, Fabel, Hikayat, Dongeng Asal Usul, Kumpulan Kisah Nabi, Kumpulan Cerita Anak Indonesia, Cerita Lucu,Tips Belajar, Edukasi Anak Usia Dini, PAUD, dan Balita.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Era globalisasi&lt;/b&gt; sangat berdampak pada gaya hidup, cara berpikir, dan berperilaku manusia, khususnya anak-anak. Peran orang dewasa, baik orangtua, guru, dan semua individu sangat diperlukan dalam mempersiapkan anak-anak tumbuh menjadi pribadi baik dan berkembang utuh melalui komunikasi yang baik dan efektif . Salah satu media komunikasi yang efektif dalam membentuk moral anak adalah dengan mendongeng, sebagai bentuk penyuluhan dini seperti diucapkan oleh Bapak Sapto Waluyo Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Tata Kelola Pemerintahan dan Hubungan Masyarakat pada kegiatan Pengembangan Kapasitas Tenaga Penyelenggara Penyuluhan Sosial.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 5px 10px 20px;"&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;b style="color: #274e13;"&gt;Baca Cerita Dongeng Ini Selengkapnya&lt;/b&gt; : &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'open'; }" style="font-size: 16px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Buka" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 0px inset; margin: 0px; padding: 0px; width: auto;"&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“&lt;b&gt;Dongeng adalah Nasihat&lt;/b&gt;”, memiliki arti Dongeng sebagai cara memberikan nasihat kepada anak sehingga anak mau mendengarkan dan menurut apa yang dikatakan orangtua, guru, maupun teman. Mendongeng merupakan rangkaian  tutur kata yang dijadikan sarana alat bantu komunikasi, dengan muatan nilai-nilai positif, dan pesan moral yang akan lekat terpatri dalam ingatan anak. Mendongeng termasuk aktivitas berkomunikasi yang mudah dan murah. Mendongeng pada anak bisa dilakukan kapan dan di mana saja, Dongeng membuat nyaman, tenang sekaligus senang untuk membantu anak dalam berimajinasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan mendengarkan dongeng, anak tidak merasa dinasihati oleh orangtua maupun guru.Kegiatan mendongeng memiliki muatan atau esensi sebagai berikut: Mendongeng membuat anak lebih menghargai martabat bangsa, menghormati budaya dan tradisi sehingga dapat membentuk anak menjadi pribadi yang berwawasan nusantara.Mendongeng selain menjadi media penyuluhan dini dan media ajar, juga merupakan gelanggang pewarisan tradisi bercerita dan berkisah secara lisan di tengah arus globalisasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terciptanya Keterampilan anak dalam berbahasa.Membentuk pola berfikir anak perihal gagasan-gagasan cerita, alur dan jalan cerita, konflik dan penyelesaian serta relevansinya. Mengasah kreativitas, daya pikir  dan imajinasi anak melalui visualisasi cerita yang didengarkan sehingga anak dapat membayangkan seperti apa tokoh-tokoh maupun situasi yang muncul dari dongeng.Membangun motivasi dan keyakinan personal dalam berelasi antar sesama manusia serta relasi manusia dengan Sang Pencipta.Membantu perkembangan psikologis dan kecerdasan emosional anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, mendongeng merupakan media yang efektif untuk menanamkan etika dan berbagai nilai seperti kejujuran, rendah hati, empati, kerja keras, serta kesetiakawanan sosial.Kegiatan mendongeng sebagai penyuluhan dini pada anak-anak sangatlah mudah dan menyenangkan. Namun sayangnya, tidak semua orang tua atau pendidik dapat melakukan kegiatan mendongeng. Hal ini dikarenakan pendidik merasa tidak bisa mendongeng. Ada beberapa &lt;b&gt;teknik-teknik mendongeng yang efektif&lt;/b&gt;. Tidak perlu menjadi pendongeng yang profesional untuk dapat diterima oleh anak-anak, cukup mengetahui beberapa teknik mendongeng agar komunikasi dan kedekatan emosional dapat terbentuk. Antara lain:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Rangkaian kata dan efek suara kreatif&lt;/b&gt;, Lafal ucapan harus menarik, keras dan jelas. Intonasi suara mengikuti alur cerita, kapan harus   bersuara  keras atau lembut. Suara boleh dibuat berbeda-beda antar tokoh. Salah satu yang paling disukai anak-anak adalah menirukan suara.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Gerak tubuh dan mimik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Gerak tangan, kaki atau anggota tubuh lain disesuikan dengan alur cerita. Ekspresi dan mimik wajah mempunyai peranan penting untuk dapat menampilkan dongeng yang menarik dan tidak membosankan. Ekspresi marah, bahagia, sedih atau bingung dapat ditunjukkan melalui mimik wajah.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pilih dongeng sesuai dengan usia Anak&lt;/b&gt;                                    Pemilihan jenis cerita dongeng disesuaikan dengan usia anak agar mudah diterima dan dipahami anak. Jangan takut untuk berimprovisasi untuk membuat dongeng menjadi lebih menarik. Perlu diperhatikan dalam pengemasan dongeng dibuat secara singkat, padat dan tepat.    &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Gunakan alat peraga.                                                                &lt;/b&gt;Untuk dapat lebih membangun daya imajinasi anak, bisa menggunakan alat peraga, berupa boneka tangan, boneka, atau alat-alat lain yang ada dalam cerita dongeng. Perhatikan Konsentrasi anak                                                    Tingkat konsentrasi anak terbatas. Anak cenderung cepat bosan dengan cerita yang terlalu panjang  dan alur cerita yang datar.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ciptakan partisipasi anak&lt;/b&gt; dan keaktifannya dengan memberi pertanyaan di sela-sela cerita, sehingga melatih anak untuk dapat menyimak informasi yang disampaikan dalam dongeng.Kegiatan mendongeng harus disesuaikan dengan kebutuhan psikologi perkembangan anak. Bila dongeng yang diberikan tidak sesuai dengan kebutuhan usia mereka, maka dongeng yang disampaikan akan sia-sia, bahkan dikhawatirkan akan menimbulkan reaksi yang negatif dari anak, misalnya apatis atau bahkan mencemooh isi cerita. Oleh karena itu, berikanlah dongeng yang tidak hanya mengandung unsur edukatif saja, tetapi juga dongeng yang bersifat inspiratif serta menghibur.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;Berikut ini strategi mendongeng yang disesuaikan dengan perkembangan anak&lt;/b&gt;:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Di dalam kandungan&lt;/b&gt;. Banyak penelitian yang membuktikan bahwa mendongeng pada anak merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat. Ketika sang ibu memberikan cerita pada si anak dan mengusap perut, janin akan memberikan reaksi berupa tendangan. Meskipun bayi belum bisa memahami betul apa yang diceritakan, tapi dengan perubahan ekspresi dan intonasi dapat memancingnya untuk mengeksplorasi lebih lanjut dongeng yang diceritakan. Jadi ketika janin berfungsi indera pendengarannya dalam kandungan, sejak itu janin sudah dapat merasakan kasih sayang orangtuanya lewat pemberian dongeng. Sehingga anak merasakannya meski belum memahami.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Bayi usia 6 bulan hingga anak usia 2 tahun.&lt;/b&gt;                                 Ketika anak berusia enam bulan, meskipun anak belum sepenuhnya mengerti tentang dongeng, namun anak dapat belajar memahaminya dari ekspresi sang ibu. Pada usia satu tahun, anak sudah dapat mengerti dan menangkap isi dari dongeng itu. Hingga pada usia dua tahun anak mulai menghapal dan mampu mengulanginya lagi. Walaupun anak usia dua tahun belum bisa berfantasi karena kemampuan bahasa masih terbatas.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Anak usia 2 tahun - 4 tahun&lt;/b&gt;.                                                                                                                       Anak usia 2 tahun sampai 4 tahun sedang berada dalam fase pembentukan. Banyak sekali konsep baru yang harus dipelajarai pada masa-masa ini. Anak sangat suka mempelajari manusia dan kehidupan. Itulah sebabnya anak senang meniru tingkah laku orang dewasa. Ia biasanya mengungkapkan dengan bermain peran.Pada usia ini anak sudah pandai berfantasi, yang mencapai puncaknya pada usia empat  tahun. Para ahli percaya bahwa usia 2 tahun sampai  4 tahun adalah masa penuh fantasi dan serba mungkin (magic) sehingga masa ini cukup ideal bagi orangtua untuk menceritakan dongeng-dongeng yang agak panjang. Pada usia ini anak juga mulai mengagumi dan suka membayangkan dirinya sebagai tokoh tertentu didalam dongeng yang diceritakan. Dongeng yang diceritakan akan berbicara langsung dengan alam bawah sadar anak.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Anak usia 4 tahun -  7 tahun.&lt;/b&gt;     Ketika anak berada pada usia 4 tahun sampai 7 tahun, orangtua dapat   memperkenalkan dongeng-dongeng yang lebih kompleks. Anak mulai menyukai cerita-cerita tentang terjadinya suatu benda dan bagaimana cara kerja sesuatu. Pada tahap inilah orangtua mendorong minat anak. Interaksi yang penuh kasih sayang selama mendongeng akan terjalin indah dan membekas begitu dalam di sanubarinya. Anak berada pada usia sekolah ini juga lebih menyukai cerita tentang masa kecil orangtuanya atau neneknya. Biasanya anak sangat menikmati cerita tentang momen-momen yang tidak terlupakan. Semua itu akan mendorong anak untuk mendapatkan perbandingan dan pelajaran jika anak sendiri mengalami hal yang serupa. Dari sinilah orangtua dapat membagi pengalaman dengan anak, menanamkan budi pekerti dan nilai-nilai luhur serta melatih berpikir rasional dan praktis dalam menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Anak usia 7 tahun - 12 tahun&lt;/b&gt;. Ketika anak berada pada usia 7 tahun sampai 12 tahun, lebih menyukai cerita-cerita tokoh heroik, penuh tantangan dan bahaya, cerita misterius, dan sifatnya lebih realistis. Pada usia ini, dapat diberikan dongeng tentang sejarah yang menampilkan jiwa patriotisme, sikap kepahlawanan yang di cerminkan oleh tokoh-tokoh heroik yang ada dalam cerita.    Dunia anak adalah dunia yang penuh dengan imajinasi. Anak yang cerdas adalah anak paling kuat daya imajinasinya.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Melalui metode mendongeng diberikan  berbagai stimulus yang dapat merangsang anak untuk bisa bermain dengan kekuatan imajinasinya. Kegiatan mendongeng juga mampu merekatkan hubungan emosional orangtua dengan anak. Anak bisa tumbuh menjadi pribadi menyenangkan dan kemampuan interaksi bertambah. Mereka mudah beradaptasi dan mendapat teman baru. Efek mendongeng sangat memengaruhi perilaku anak dalam bertindak. Anak yang tumbuh dari suasana kerekatan baik dengan orangtua akan menentukan pola asuh anak ketika menjadi orangtua. Pola asuh orangtua yang baik membuat anak menjadi orangtua mewariskan pola asuh baik kepada anaknya kelak. Mari kita budayakan dongeng sebagai penyuluhan dini pada anak-anak yang bisa menjembatani kedekatan emosional orang tua dengan anak.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Cerita Dongeng Indonesia&lt;/b&gt; memuat dengan lengkap unsur-unsur dan kaidah baku dalam menyajikan cerita dan dongeng, meliputi unsur Intrinsik yaitu meliputi Tema, Amanat/Pesan Moral, Alur Cerita/Plot, Perwatakan/Penokohan, Latar/Setting, dan Sudut pandang. dan kadang disertai unsur Ekstrinsik Cerita. Sekarang kita tahu tentang &lt;b&gt;Cara Membentuk Moral Anak Melalui Mendongeng Sebagai Cara Efektif Penyuluhan Dini, Teknik Mendongeng juga Cara dan Strategi Mendongeng&lt;/b&gt;, semoga bermanfaat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwTYrCEzAhDKGjGrB6q1Y6a4ecP4aTwznyT-2899dxqjXCTfr0GrCJ7M7ZDH9urK8slKMrtkdcElAgRrnhtlwDv4jbmbtVVb6uI23xoyvfw8RBMJmpCXQXb-ja_d_wofddgQMvquIcqutV/s72-c/teknik-mendongeng-Cara-dan-Strategi-Mendongeng.jpg" width="72"/></item><item><title>Dongeng Fabel Laba-Laba Pembohong</title><link>https://ceritadongeng-indonesia.blogspot.com/2015/09/dongeng-fabel-laba-laba-pembohong.html</link><category>Cerita Binatang</category><category>Cerita Dongeng</category><category>Dongeng</category><category>Dongeng Binatang</category><category>Dongeng Fabel</category><category>Fabel</category><category>Mendongeng</category><category>Sastra Dongeng</category><author>noreply@blogger.com (Edi Warsono)</author><pubDate>Wed, 9 Sep 2015 17:28:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4936332059153645059.post-5822290983842487290</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjESMDI5UO4WZKfBWIV5insTH-fq4ZO4GW9y8ZHN4KXYKnlU-mCsgsXUAqtT-iS5cEvb4T4Iud-iCxtSpEPDVCB0zMtJc3MI_wun0kX6WezRxkk7xk9LxcmNd8bvNb-1e_zhJ6ftYHoHz5p/s1600/fabel-dongeng-laba-laba-pembohong.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Cerita Dongeng Indonesia adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang cerita Dongeng Fabel Laba-Laba Pembohong" border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjESMDI5UO4WZKfBWIV5insTH-fq4ZO4GW9y8ZHN4KXYKnlU-mCsgsXUAqtT-iS5cEvb4T4Iud-iCxtSpEPDVCB0zMtJc3MI_wun0kX6WezRxkk7xk9LxcmNd8bvNb-1e_zhJ6ftYHoHz5p/s200/fabel-dongeng-laba-laba-pembohong.jpg" title="Cerita Dongeng Indonesia adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang cerita Dongeng Fabel Laba-Laba Pembohong" width="156" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Cerita Dongeng Indonesia &lt;/b&gt;adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang cerita Dongeng Fabel Laba-Laba Pembohong, Dongeng Anak Indonesia, Dongeng Penghantar Tidur, Dongeng Pendek, Cerita Rakyat Legenda Masyarakat Indonesia, Dongeng Nusantara, Cerita Binatang, Fabel, Hikayat, Dongeng Asal Usul, Kumpulan Kisah Nabi, Kumpulan Cerita Anak Indonesia, Cerita Lucu,Tips Belajar, Edukasi Anak Usia Dini, PAUD, dan Balita.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu hari di sebuah hutan berbukit-bukit, angin beristirahat setelah sekian lama bertiup. Di puncak bukit, dibalik batu besar, angin tertidur panjang. Sementara itu, para binatang mulai merindukan angin. Merekapun mengirimkan laba-laba untuk mencari angin. Tidak lama, laba-laba menemukan angin dan membangunkannya. Angin tidak suka tidurnya diganggu olah laba-laba. Anginpun mengusir laba-laba dan kembali tidur.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin: 5px 10px 20px;"&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;b style="color: #274e13;"&gt;Baca Cerita Dongeng Ini Selengkapnya&lt;/b&gt; : &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'open'; }" style="font-size: 16px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Buka" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 0px inset; margin: 0px; padding: 0px; width: auto;"&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena laba-laba berjalan dengan perlahan, butuh waktu yang lama baginya turun dari bukit. Dalam perjalanannya, dia bertemu lalat yang juga dikirim untuk mencari angin. Laba-laba berbohong kepada lalat dengan mengatakan bahwa ia telah menemukan angin dan berhasil membujuknya. Padahal, sebenarnya angin mengusir laba-laba. Mendengar berita bagus itu, lalat pulang lebih dulu dan berencana mengakui bahwa ia yang terlebih dulu bertemu angin, bukannya laba-laba. Ia berharap akan mendapatan pujian dari para binatang.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rencana berjalan lancar. Ia tiba di bawah sebelum laba-laba. Dengan berbohong, lalat menceritakan perjalanan beratnya untuk menemukan angin. Para binatang merayakan keberhasilan lalat dan memuji lalat setinggi langit. Sementara, saat laba-laba pulang, ia diusir oleh para binatang karena tidak berhasil menemukan angin. Sejak saat itulah laba-laba dan lalat menjadi musuh. Laba-laba sengaja membuat jebakan untuk membunuh dan memakan lalat. Sementara itu, angin sudah bangun dari tidur dan mulai bertiup kembali.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pesan Moral dari Dongeng Fabel Laba-Laba Pembohong&lt;/b&gt; adalah : Jangan suka berbohong kepada teman atau siapa pun, Jika kita berbohong akan dijauhi teman. Belajarlah jujur walau itu tidak enak bagi kita. sifat jujur adalah mulia dan disukai Tuhan. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Cerita Dongeng Indonesia&lt;/b&gt; memuat dengan lengkap unsur-unsur dan kaidah baku dalam menyajikan cerita dan dongeng, meliputi unsur Intrinsik yaitu meliputi Tema, Amanat/Pesan Moral, Alur Cerita/Plot, Perwatakan/Penokohan, Latar/Setting, dan Sudut pandang. dan kadang disertai unsur Ekstrinsik Cerita. Untuk belajar memahami itu semua, coba adik-adik tebak dari cerita &lt;b&gt;Dongeng Fabel Laba-Laba Pembohong&lt;/b&gt; diatas temanya apa, tokohnya siapa dan settingnya dimana, ayo siapa yang tahu?.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjESMDI5UO4WZKfBWIV5insTH-fq4ZO4GW9y8ZHN4KXYKnlU-mCsgsXUAqtT-iS5cEvb4T4Iud-iCxtSpEPDVCB0zMtJc3MI_wun0kX6WezRxkk7xk9LxcmNd8bvNb-1e_zhJ6ftYHoHz5p/s72-c/fabel-dongeng-laba-laba-pembohong.jpg" width="72"/></item><item><title>Cara Agar Anak Gemar Menbaca</title><link>https://ceritadongeng-indonesia.blogspot.com/2015/09/cara-agar-anak-gemar-menbaca.html</link><category>Edukasi</category><category>PAUD</category><category>Pendidikan Balita</category><category>TK</category><author>noreply@blogger.com (Edi Warsono)</author><pubDate>Wed, 9 Sep 2015 17:11:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4936332059153645059.post-5884562175285060636</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTeQ5zylj8CRSn003YWHB24A-Hz3M2QIQ_xJkweLBzF5v_KMxH4sUI1_hLAP4OA8t_TFgtLwGUy6VKpAOpA8i3-1sfQa4zLecmWtVCWPoW_N7uHIA1dAUgzdtYqsPjrFxLxYSCIAjIQD_-/s1600/tips-mudah-agar-anak-gemar-membaca.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Cerita Dongeng Indonesia adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang Tips Mudah dan Cara Agar Anak Gemar Menbaca, Dongeng Anak Indonesia, Cerita Rakyat Legenda Masyarakat Indonesia" border="0" height="160" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTeQ5zylj8CRSn003YWHB24A-Hz3M2QIQ_xJkweLBzF5v_KMxH4sUI1_hLAP4OA8t_TFgtLwGUy6VKpAOpA8i3-1sfQa4zLecmWtVCWPoW_N7uHIA1dAUgzdtYqsPjrFxLxYSCIAjIQD_-/s320/tips-mudah-agar-anak-gemar-membaca.jpg" title="Cerita Dongeng Indonesia adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang Tips Mudah dan Cara Agar Anak Gemar Menbaca, Dongeng Anak Indonesia, Cerita Rakyat Legenda Masyarakat Indonesia" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Cerita Dongeng Indonesia&lt;/b&gt; adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang Tips Mudah dan Cara Agar Anak Gemar Menbaca, Dongeng Anak Indonesia, Cerita Rakyat Legenda Masyarakat Indonesia, Dongeng Nusantara, Cerita Binatang, Fabel, Hikayat, Dongeng Asal Usul, Kumpulan Kisah Nabi, Kumpulan Cerita Anak Indonesia, Cerita Lucu,Tips Belajar, Edukasi Anak Usia Dini, PAUD, dan Balita.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Banyak cara agar &lt;b&gt;Anak-anak kita belajar gemar/suka membaca sejak usia dini&lt;/b&gt;. Tentu kita sebagai orang tua harus memiliki banyak trik agar putra-putri kita merasa senang dan tidak merasa terbebani dengan metode pembelajaran tersebut. Berikut ini macam-macam cara agar anak suka membaca sejak dini, yaitu :&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin: 5px 10px 20px;"&gt;
&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;
&lt;b style="color: #274e13;"&gt;Baca Cerita Dongeng Ini Selengkapnya&lt;/b&gt; : &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'open'; }" style="font-size: 16px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Buka" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="alt2" style="border: 0px inset; margin: 0px; padding: 0px; width: auto;"&gt;
&lt;div style="display: none;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Buat Perpustakaan Pribadi&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sediakanlah fasilitas perpustakaan pribadi di rumah anda, meskipun anda tahu kalau buah hati anda belum bisa baca. Buatlah dekorasi perpustakaan pribadi tersebut semenarik mungkin. Namun jangan satukan mainan dengan perpustakaan pribadi tersebut. Karena anak-anak biasanya lebih suka bermain daripada membaca. Hal ini bisa memacu kecintaan anak pada buku.&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Bacakan Dongeng&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Membacakan dongeng sangat besar manfaatnya bagi buah hati anda. Pilihlah buku-buku dongeng yang bermutu dan pantas buat dikonsumsi anak-anak. Pilihlah cerita yang menarik dan memiliki gambar dan warna yang “catching”, sehingga anak-anak pun akan penasaran dengan gambaran peristiwa yang termuat di dalam sebuah dongeng. Mendongenglah dengan gaya dan expresi yang menarik pula. Dengan begitu, anak-anak pun akan tertarik untuk membaca buku.&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Buat Poster Bergambar&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ajarkan  buah hati anda membuat sebuah poster bergambar. Gambar bisa  menyesuaikan dengan tokoh favorit buah hati anda. Bila buah hati anda  nge-fans dengan Spongebob. Mintalah buah hati anda untuk menggambar  Spongebob, dan meminta anak mendeskripsikan gambar tersebut. Misalnya….  “Spongebob sedang berenang.” Dan tempelkanlah poster tersebut di kamar  tidur sang anak, supaya setiap hari mereka bisa melihat dan membacanya.&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ajarkan Cara Menulis&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menulis dan membaca sangat erat hubungannya. Ajaklah buah hati anda untuk belajar menulis dari buku-buku yang menarik. Misalnya, mewarnai huruf dan gambar, dan masih banyak contoh-contoh buku belajar menulis dengan cara yang menarik, yang banyak tersedia di toko-toko buku.&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pasang Poster Huruf-huruf&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hal ini mungkin masih berhubungan dengan “Mengajarkan Cara Menulis.” Sebelum anak bisa membaca, mereka harus mengenal huruf-huruf. Supaya mereka bisa membaca, mereka harus mengenal macam-macam huruf. Dan supaya mereka bisa mengenal macam-maca huruf, anda bisa memasangkan poster-poster yang berisikan huruf-huruf dengan bentuk yang menarik.&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Nyanyi Lagu “AKU BISA BACA”&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Supaya buah hati anda suka dengan kegiatan membaca, anda bisa mengajarkan lagu AKU BISA BACA kepada buah hati anda. Selain bermanfaat untuk mengajarkan anak cara membaca, lagu ini juga bisa meningkatkan kecintaan anak pada kegiatan membaca.&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Berikan Hadiah Sebuah Buku&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tanamkan di dalam hati anak bahwa buku adalah sesuatu benda yang sangat berharga dan besar nilainya. Agar anak bisa lebih mencintai dan menghargai sebuah buku, anda bisa menjadikan buku sebagai hadiah di hari-hari special. Misalnya, sebagai kado ulang tahun, hadiah karena anak mendapat nilai raport yang bagus, dan lain-lain. Dan jangan lupa membungkus kado tersebut dengan hiasan-hiasan yang menarik.&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ikutkan anak menjadi anggota perpustakaan&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hal ini sangat bermanfaat bagi buah hati anda, supaya buah hati anda bisa mengenal bermaca-macam buku dengan biaya yang lebih murah. Dengan mengenal berbagai macam buku, anda pun tahu buku macam apa yang digemari buah hati anda. Dan kalau kita mengenal buku seperti apa yang digemari buah hati kita, maka kita pun akan tahu buku apa yang bisa kita belikan buat buah hati kita.&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Berikan Uang Jajan Buku&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pelitlah  dalam memberi uang jajan kepada buah hati kita, bila hanya untuk jajan  benda-benda yang tidak terlalu penting. Namun jangan pelit untuk  memberikan uang jajan kepada buah hati kita bila bertujuan untuk membeli  buku.&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Buat Jadwa Membaca&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Supaya buah hati kita memiliki sebuah kebiasaan dalam membaca buku, buatlah sebuah jadwal membaca buku buat buah hati anda. Misalnya, setiap jam 7 malam, buah hati kita harus membaca buku minimal 30 menit, atau dalam satu hari buah hati kita diminta untuk membaca minimal dua halaman buku.&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ajak Pergi ke Toko Buku&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Luangkan  waktu berbelanja anda untuk sekedar berkunjung ke toko buku, meskipun  anda tidak akan membeli buku. Hal ini sangat berguna agar buah hati kita  semakin mencintai toko buku, dan terbiasa mengunjungi toko buku.&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Mengerti buku yang sesuai dengan usia mereka.&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jangan  segan bertanya kepada petugas perpustakaan atau toko buku, untuk  menanyakan buku apa yang cocok dengan usia buah hati anda. Hal ini  sangat bermanfaat agar buku yang kita beli hanya menjadi alas duduk atau  alas tidur buah hati kita. Tidak mungkin seorang anak balita kita  belikan sebuah novel yang gambarnya jarang-jarang dan kurang menarik  kan?&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ajarkan Anak Untuk Membaca Sambil Bersuara&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tips ini hanya untuk anak sudah bisa membaca. Bila buah hati kita sudah bisa membaca, mintalah dia untuk membaca buku dengan bersuara.Tips ini juga sangat bermanfaat agar buah hati kita bisa mengerti isi buku yang dia baca. Hal ini juga akan sangat bermanfaat agar kita tahu sejauh mana kemapuan membaca buah hati kita. Kalau ada kesalahan-kesalahan pada saat mereka membaca, kita pun bisa cepat mengajarkannya cara membaca yang benar.&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Menjadi Teladan Membaca&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebelum anda mengajarkan buah hati anda, tanyakanlah pada diri anda sendiri, ”Sudahkah saya gemar membaca buku?”&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Cerita Dongeng Indonesia&lt;/b&gt; memuat dengan lengkap unsur-unsur dan kaidah baku dalam menyajikan cerita dan dongeng, meliputi unsur Intrinsik yaitu meliputi Tema, Amanat/Pesan Moral, Alur Cerita/Plot, Perwatakan/Penokohan, Latar/Setting, dan Sudut pandang. dan kadang disertai unsur Ekstrinsik Cerita. Sekarang kita tahu bagaimana &lt;b&gt;Tips/Trik dan cara mudah agar anak kita gemar membaca&lt;/b&gt;. Mulailah dari usia dini agar anak kita menjadi anak yang gemar membaca dan pintar.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTeQ5zylj8CRSn003YWHB24A-Hz3M2QIQ_xJkweLBzF5v_KMxH4sUI1_hLAP4OA8t_TFgtLwGUy6VKpAOpA8i3-1sfQa4zLecmWtVCWPoW_N7uHIA1dAUgzdtYqsPjrFxLxYSCIAjIQD_-/s72-c/tips-mudah-agar-anak-gemar-membaca.jpg" width="72"/></item><item><title>Manfaat Dongeng Bagi Anak</title><link>https://ceritadongeng-indonesia.blogspot.com/2015/09/manfaat-dongeng-bagi-anak.html</link><category>Cerita Dongeng</category><category>Dongeng</category><category>Edukasi</category><category>PAUD</category><category>Pendidikan Balita</category><category>TK</category><author>noreply@blogger.com (Edi Warsono)</author><pubDate>Wed, 9 Sep 2015 16:43:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4936332059153645059.post-4876643923296848633</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYFBAxIKcfNRJQxu91D_gHKxFky1jDM3lSra-7BFjv3KaGHs7uq0KoWwGXXl12RlcBFdF_rII5G92__Uel5zaISmmVt_-x2uE1mw2_XG1yo7J0QgbyAQLaHInw_n8v48n-Pl0EBUCim_6P/s1600/manfaat-dongeng-bagi+anak.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Cerita Dongeng Indonesia adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang Manfaat Dongeng Bagi Pertubuhan dan Perkembangan Anak, Dongeng Anak Indonesia, Cerita Rakyat Legenda Masyarakat Indonesia, Dongeng Nusantara, Cerita Binatang, Fabel, Hikayat, Dongeng Asal Usul, Kumpulan Kisah Nabi, Kumpulan Cerita Anak Indonesia, Cerita Lucu,Tips Belajar, Edukasi Anak Usia Dini, PAUD, dan Balita. " border="0" height="260" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYFBAxIKcfNRJQxu91D_gHKxFky1jDM3lSra-7BFjv3KaGHs7uq0KoWwGXXl12RlcBFdF_rII5G92__Uel5zaISmmVt_-x2uE1mw2_XG1yo7J0QgbyAQLaHInw_n8v48n-Pl0EBUCim_6P/s320/manfaat-dongeng-bagi+anak.jpg" title="Cerita Dongeng Indonesia adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang Manfaat Dongeng Bagi Pertubuhan dan Perkembangan Anak, Dongeng Anak Indonesia, Cerita Rakyat Legenda Masyarakat Indonesia, Dongeng Nusantara, Cerita Binatang, Fabel, Hikayat, Dongeng Asal Usul, Kumpulan Kisah Nabi, Kumpulan Cerita Anak Indonesia, Cerita Lucu,Tips Belajar, Edukasi Anak Usia Dini, PAUD, dan Balita. " width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Cerita Dongeng Indonesia&lt;/b&gt; adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang Manfaat Dongeng Bagi Pertubuhan dan Perkembangan Anak, Dongeng Anak Indonesia, Cerita Rakyat Legenda Masyarakat Indonesia, Dongeng Nusantara, Cerita Binatang, Fabel, Hikayat, Dongeng Asal Usul, Kumpulan Kisah Nabi, Kumpulan Cerita Anak Indonesia, Cerita Lucu,Tips Belajar, Edukasi Anak Usia Dini, PAUD, dan Balita.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penting untuk diketahui oleh setiap orang tua yang mencintai anaknya adalah betapa aktivitas membacakan dongeng kepada anak banyak sekali manfaatnya bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Diantaranya adalah memberikan teladan, motivasi positif kepada anak, mengajarkan anak untuk berkomunikasi, dan meningkatkan kecerdasan anak. Dengan membacakan dongeng sebelum tidur orang tua dapat memberikan contoh sikap-sikap perbuatan terpuji dan menghindari sikap atau perbuatan yang buruk dari cerita yang dibacakan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin: 5px 10px 20px;"&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;b style="color: #274e13;"&gt;Baca Cerita Dongeng Ini Selengkapnya&lt;/b&gt; : &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'open'; }" style="font-size: 16px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Buka" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 0px inset; margin: 0px; padding: 0px; width: auto;"&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendongeng adalah cara paling efektif untuk menanamkan gagasan atau pemikiran, nilai moral, budi pekerti serta konsep sebab akibat terutama pada anak. Pada saat orang tua membacakan atau menceritakan sebuah dongeng, biasanya sang anak berimajinasi sebagai tokoh dalam dongeng yang dituturkan atau diceritakan oleh orang tuanya tersebut. Nah, inilah kesempatan bagi orang tua untuk memberikan motivasi kepada sang anak tercinta melalui sebuah dongeng. Sedangkan untuk anak yang belum dapat berkomunikasi, orang tua dapat merangsang kemampuan berkomunikasi verbal sang anak dengan cara membacakan dongeng atau cerita yang mudah dimengerti oleh sang anak. Salah satu cara untuk meningkatkan kecerdasan anak ialah dengan mendongeng. Anak yang cerdas adalah anak yang mendapat stimulasi tepat sesuai dengan usianya, terutama pada usia keemasan atau golden age (usia 0-5 tahun). Usia keemasan anak ialah masa keemasan pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga pada masa ini anak membutuhkan pendampingan dari sosok yang dapat terus memantau pertumbuhan dan perkembangannya. Serta membutuhkan orang tua yang mampu memberikan stimulasi optimal dengan penuh kasih sayang. Dan salah satu bentuk stimulasi untuk mencerdaskan anak ialah dengan cara mendongeng.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak penelitian yang sudah dibuktikan bahwa aktivitas mendongeng pada anak memang banyak sekali manfaatnya. Jangankan sejak kecil atau bayi, bahkan pada saat sang anak masih dalam kandungan pun mendongeng sudah bisa dilakukan. Jadi kalau ada pertanyaam mulai kapan anak atau bayi bisa didongengi? Jawabannya adalah sejak indra pendengaran bayi mulai berfungsi di dalam kandungan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibarat sebuah gelombang radio, dengan bercerita kepada anak berarti orang tua mengirim sinyal pada buah hatinya. Yang harus ditekankan di sini adalah bahwa dongeng bisa mengembangkan kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan ketahanan mental pada anak. Berikut ini diuraikan tentang manfaat yang bisa diperoleh dari aktivitas mendongeng untuk mengaktifkan simpul-simpul syaraf pada anak, diantaranya :&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Mengaktifkan simpul-simpul syaraf &lt;/b&gt;: Banyak penelitian membuktikan, cerita-cerita yang didengar anak sejak bayi dapat mengaktifkan simpul-simpul syaraf di otaknya (myelin). Cara kerjanya sederhana. Seperti halnya senam otak, banyaknya informasi yang didapat anak dapat membuat otak si anak menjadi lebih aktif. Ini pun berimbas pada perkembangan Intelegen Quetion (IQ) pada sang anak.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Merangsang indra &lt;/b&gt;: Dongeng yang disampaikan dapat memberikan rangsangan pada indra sang bayi/anak, terutama indra pendengaran dan penglihatan. Sebagaimana telah dikemukakan bahwa 5 tahun pertama dalam kehidupan anak merupakan masa emas atau masa sedang giat-giatnya anak menyerap berbagai yang didengar dan dilihat. Jadi, walaupun belum dapat memberikan respon yang berarti, semua cerita yang diceritakan oleh orang tua akan ditangkap oleh indra pendengaran dan penglihatannya untuk kemudian direkam dalam memorinya. Kedua indra tersebut juga terlatih menangkap sedemikian banyak informasi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Perkembangan lebih cepat &lt;/b&gt;: Banyaknya informasi yang didapat oleh bayi atay anak bisa mengoptimalkan pertumbuhannya. Berangkat dari sini, jangan heran apabil bayi yang lebih sering didongengi menjadi lebih cepat tengkurap, merangkan dan sebagainya. Itu semua akibat perkembangan otaknya lebih optimal karena banyaknya rangsangan yang diterimanya. Perkembangan kemampuan ini tidak berhenti sampai di usia bayi saja. Setelah anak tumbuh lebih besar pun banyak manfaat yang masih terasa apabila dongeng sering diperdengarkan pada bayi. Paling tidak, karena perkembangan otaknya optimal, stimulus apa pun yang diajarkan padanya akan ditangkap lebih cepat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Lebih peka&lt;/b&gt; : Selain perkembangan kemampuan fisik dan intelektual, bayi-bayi yang sering mendengarkan orang tuannya bercerita diyakini akan tumbuh menjadi anak yang lebih peka. Seiring dengan pertambahan usianya, kepekaan ini akan mendukung sederet sikap positif lainnya, seperti rasa ingin tahu, percaya diri, sikap kritis, kamauan eksploratif, dan sebagainya. Dengan kata lain kecerdasan emosional, spiritual, dan ketahanan mentalnya kian terasah. Memang, tidak semua manfaat positif langsung terasa pada nakan sejak bayi karena ada sifat-sifat yang mungkin baru terlihat setelah si anak tumbuh besar.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Cerita Dongeng Indonesia &lt;/b&gt;memuat dengan lengkap unsur-unsur dan kaidah baku dalam menyajikan cerita dan dongeng, meliputi unsur Intrinsik yaitu meliputi Tema, Amanat/Pesan Moral, Alur Cerita/Plot, Perwatakan/Penokohan, Latar/Setting, dan Sudut pandang. dan kadang disertai unsur Ekstrinsik Cerita. Nah, sekarang kita sebgai orang tua sudah tahu betapa pentingnya Dongeng bagi anak-anak. Dari banyaknya &lt;b&gt;Manfaat Dongeng Bagi Anak&lt;/b&gt; tersebut, mari kita mulai menyukai dongeng sebagai media mendidik anak kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYFBAxIKcfNRJQxu91D_gHKxFky1jDM3lSra-7BFjv3KaGHs7uq0KoWwGXXl12RlcBFdF_rII5G92__Uel5zaISmmVt_-x2uE1mw2_XG1yo7J0QgbyAQLaHInw_n8v48n-Pl0EBUCim_6P/s72-c/manfaat-dongeng-bagi+anak.jpg" width="72"/></item><item><title>Pengertian Mitologi dan Cerita Legenda</title><link>https://ceritadongeng-indonesia.blogspot.com/2015/09/pengertian-mitologi-dan-cerita-legenda.html</link><category>Cerita Dongeng</category><category>Cerita Rakyat</category><category>Edukasi</category><author>noreply@blogger.com (Edi Warsono)</author><pubDate>Wed, 9 Sep 2015 16:23:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4936332059153645059.post-5030736089212669216</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjaAnVDmm6zYwWpKyFtrkaRnR74YxgVD9-DZ8YZf802gWBXPNocNiK8N3LIOB5jKn26VcCcqevXkgg6yycIAWe1eVNLvsNyICX1KUAknc8PcpxKH-noToIyISBU1zQ1ZDKykgJJcd0Kksa4/s1600/peta-pengertian-arti-cerita-dongeng-mitologi-legenda.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Cerita Dongeng Indonesia adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang Pengertian Mitologi dan Cerita Legenda, Dongeng Anak Indonesia, Cerita Rakyat Legenda Masyarakat Indonesia, Dongeng Nusantara, Cerita Binatang, Fabel, Hikayat, Dongeng Asal Usul, Kumpulan Kisah Nabi, Kumpulan Cerita Anak Indonesia, Cerita Lucu,Tips Belajar, Edukasi Anak Usia Dini, PAUD, dan Balita." border="0" height="140" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjaAnVDmm6zYwWpKyFtrkaRnR74YxgVD9-DZ8YZf802gWBXPNocNiK8N3LIOB5jKn26VcCcqevXkgg6yycIAWe1eVNLvsNyICX1KUAknc8PcpxKH-noToIyISBU1zQ1ZDKykgJJcd0Kksa4/s320/peta-pengertian-arti-cerita-dongeng-mitologi-legenda.gif" title="Cerita Dongeng Indonesia adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang Pengertian Mitologi dan Cerita Legenda, Dongeng Anak Indonesia, Cerita Rakyat Legenda Masyarakat Indonesia, Dongeng Nusantara, Cerita Binatang, Fabel, Hikayat, Dongeng Asal Usul, Kumpulan Kisah Nabi, Kumpulan Cerita Anak Indonesia, Cerita Lucu,Tips Belajar, Edukasi Anak Usia Dini, PAUD, dan Balita." width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Cerita Dongeng Indonesia &lt;/b&gt;adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang Pengertian Mitologi dan Cerita Legenda, Dongeng Anak Indonesia, Cerita Rakyat Legenda Masyarakat Indonesia, Dongeng Nusantara, Cerita Binatang, Fabel, Hikayat, Dongeng Asal Usul, Kumpulan Kisah Nabi, Kumpulan Cerita Anak Indonesia, Cerita Lucu,Tips Belajar, Edukasi Anak Usia Dini, PAUD, dan Balita.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Indonesia adalah sebuah negara yang paling banyak memiliki kebudayaan dan kepercayaan akan kisah-kisah mistik dan supranatural. Selain itu bangsa kita juga memiliki banyak cerita legenda yang dipercaya secara turun temurun. Berikut ini kami sajikan semua hal yang berkaitan dengan Arti Mitologi dan Legenda di Indonesia.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin: 5px 10px 20px;"&gt;
&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;
&lt;b style="color: #274e13;"&gt;Baca Cerita Dongeng Ini Selengkapnya&lt;/b&gt; : &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'open'; }" style="font-size: 16px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Buka" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="alt2" style="border: 0px inset; margin: 0px; padding: 0px; width: auto;"&gt;
&lt;div style="display: none;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mitologi adalah ilmu tentang kesusastraan yang mengandung konsep tentang dongeng suci, kehidupan para dewa, dan makhluk halus dalam suatu kebudayaan. Atau suatu cerita tentang kehidupan suatu bangsa pada masa lampau yang memiliki hubungan erat dengan para dewa dan para pahlawannya. Mitologi juga berarti cerita tentang asal mula alam semesta, manusia, dan bangsa yang diungkapkan dengan cara-cara gaib dan mengandung arti yang sangat dalam. Setiap suku bangsa yang berada di wilayah Indonesia memiliki mitologi. Cerita yang dimilikinya biasanya terkait dengan sejarah kehidupan masyarakat di suatu daerah, misalnya tentang awal mula masyarakat menempati daerah itu. Umumnya dimitoskan bahwa ada tokoh yang kuat dan sakti yang dulu memimpin masyarakat menempati daerah itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sedangkan Legenda adalah sebuah cerita rakyat pada masa lalu yang masih memiliki hubungan dengan peristiwa-peristiwa sejarah atau dengan dongeng-dongeng, seperti cerita tentang terbentuknya suatu negeri, danau, gunung, dan lain sebagainya. Legenda sebagai suatu cerita telah menjadi cerita rakyat dan setiap daerah di Indonesia memilikinya. Cerita ini diwariskan secara turun-temurun. Legenda biasanya berisi petuah atau petunjuk mengenai apa yang benar dan apa yang salah. Dalam legenda dimunculkan berbagai sifat dan karakter manusia dalam menjalani kehidupannya, yaitu sifat yang baik dan sifat yang buruk, sifat yang benar dan sifat yang salah, untuk kemudian dijadikan sebagai pedoman bagi generasi selanjutnya. Contoh legenda yang terkenal diantaranya adalah legenda Banyuwangi, Gunung Tangkuban Perahu, Danau Toba, dan lain-lain.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Cerita Dongeng Indonesia&lt;/b&gt; memuat dengan lengkap unsur-unsur dan kaidah baku dalam menyajikan cerita dan dongeng, meliputi unsur Intrinsik yaitu meliputi Tema, Amanat/Pesan Moral, Alur Cerita/Plot, Perwatakan/Penokohan, Latar/Setting, dan Sudut pandang. dan kadang disertai unsur Ekstrinsik Cerita. Nah, kini kita tahu pengertian dan arti dari Mitologi dan Legenda, semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi kita semua. Aamiin.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjaAnVDmm6zYwWpKyFtrkaRnR74YxgVD9-DZ8YZf802gWBXPNocNiK8N3LIOB5jKn26VcCcqevXkgg6yycIAWe1eVNLvsNyICX1KUAknc8PcpxKH-noToIyISBU1zQ1ZDKykgJJcd0Kksa4/s72-c/peta-pengertian-arti-cerita-dongeng-mitologi-legenda.gif" width="72"/></item><item><title>SDIT Uswatun Hasanah Kota Banjar Jawa Barat</title><link>https://ceritadongeng-indonesia.blogspot.com/2015/09/sdit-uswatun-hasanah-kota-banjar-jawa.html</link><category>Edukasi</category><category>Kota Banjar Jawa Barat</category><category>PAUD</category><category>Pendidikan Balita</category><category>Taman Kanal-Kanak</category><category>TK</category><author>noreply@blogger.com (Edi Warsono)</author><pubDate>Sat, 5 Sep 2015 00:02:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4936332059153645059.post-5097670087328699116</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3PM4CsmcPWW_kq1uFpde30qovfe8xDL8QKLBfvFmRgk-skRTj_bNVFztg_u-Tq-x9ZY09kyYL37Kjdm4L7WdMaf_NkhyphenhyphenWLA5qgHOsTrPVI43qXVb9unyDyQyqRTNFArqrMRMlRwXBfZiv/s1600/sdit-uswatun-hasanah-kota-banjar-jabar.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="SDIT Uswatun Hasanah Kota Banjar adalah Sekolah Dasar Islam Terpadu yang sudah terakreditasi dan banyak menorehkan banyak prestasi dari siswa siswinya." border="0" height="179" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3PM4CsmcPWW_kq1uFpde30qovfe8xDL8QKLBfvFmRgk-skRTj_bNVFztg_u-Tq-x9ZY09kyYL37Kjdm4L7WdMaf_NkhyphenhyphenWLA5qgHOsTrPVI43qXVb9unyDyQyqRTNFArqrMRMlRwXBfZiv/s320/sdit-uswatun-hasanah-kota-banjar-jabar.jpg" title="SDIT Uswatun Hasanah Kota Banjar adalah Sekolah Dasar Islam Terpadu yang sudah terakreditasi dan banyak menorehkan banyak prestasi dari siswa siswinya." width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;SDIT Uswatun Hasanah Kota Banjar&lt;/b&gt; adalah Sekolah Dasar Islam Terpadu yang sudah terakreditasi dan banyak menorehkan banyak prestasi dari siswa siswinya. Sebagai orang tua, kita tentu tidak akan ragu memasukan anak kita untuk belajar disana. Terlebih jika sudah mengetahui prestasi yang telah dihasilkan oleh SDIT ini. Baik prestasi Tingkat Daerah, Nasional maupun Internasional sudah pernah dihasilkan dari anak didik di Sekolah Dasar Islam Terpadu yang berlokasi tidak jauh dari Pusat Kota Banjar ini. Walaupun berlokasi dekat dengan pusat kota, namun suasana di SDIT ini sangat terlindung dari kebisingan. tepat berhimpitan dengan bekas Bioskop Kota banjar yang saat ini sedang dalam renovasi. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Alamat SDIT Uswatun Hasanah Kota Banjar &lt;/b&gt;Jawa Barat, Kota Banjar, Kecamatan Pataruman, Desa Hegarsari, Jln. Pegadean No. 91 memang sangat strategis dan representatif sebagi tempat pendidikan bagi putra putri anda yang ingin berp[restasi. Didukung oleh para pengajar yang sudah berpengalaman dan ramah, tentu akan memberikan suasana dan iklim belajar yang menyenangkan. Selain SDIT, disini juga ada Pendidikan setingkat TK yaitu &lt;b&gt;TKIT Uswatun Hasanah Kota Banjar - Jawa Barat&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;VISI dan Misi SDIT dan TKIT Uswatun Hasanah Kota Banjar&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;VISI :&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Membentuk dan meluluskan siswa-siswi yang Qurani dan berprestasi Akademik optimal&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;MISI&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Meningkatkan efektifitas pengelolaan sekolah Islam terpadu sehingga terwujud sekolah yang berkualitas dan suasana belajar yang menyenangkan.&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Melaksanakan pemberdayaan tenaga kependidikan.&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Melaksanakan pengembangan kurikulum sekolah Islam Terpadu.&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Menjalin kemitraan strategis membangun pendidikan Islam yang Professional.&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Membiasakan membaca Alquran.&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Membiasakan berperilaku akhlak mulia di sekolah dan rumah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membiasakan berbahasa Arab dan Inggris sederhana.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan pembelajaran berbasis ICT&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berikut ini kami sampaikan sebagian kecil catatan prestasi yang telah diraih oleh anak didik&amp;nbsp; SDIT Uswatun Hasanah Kota Banjar Jawa Barat.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin: 5px 10px 20px;"&gt;
&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;
&lt;b style="color: #274e13;"&gt;CATATAN PRESTASI SDIT Uswatun Hasanah Kota Banjar&lt;/b&gt; : &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'open'; }" style="font-size: 16px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Buka" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="alt2" style="border: 0px inset; margin: 0px; padding: 0px; width: auto;"&gt;
&lt;div style="display: none;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;PRESTASI SISWA TA 2009/2010&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;center&gt;
&lt;table border="1" style="width: 600px;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;No.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Jenis Prestasi&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Tingkat&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Tahun&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Peringkat&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;1&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Hafalan Al Qur’an&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kec. Pataruman&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2009&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara I&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;2&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Hafalan Al Qur’an&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kota Banjar&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2009&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara I&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;3&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Fashion Show&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kota Banjar&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2009&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara III&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;4&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Coret Bebas&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kota Banjar&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2009&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara II&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;5&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Hafalan Al Qur’an&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kec. Pataruman&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2010&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara I&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;6&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Hafalan Al Qur’an&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kota Banjar&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2010&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara I&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;7&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Peragaan Sholat Berjamaah&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kec. Pataruman&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2010&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara III&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;8&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Lomba Nasyid&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kec. Pataruman&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2010&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Harapan I&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/center&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;PRESTASI SISWA TA 2010/2011&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;center&gt;
&lt;table border="1" style="width: 600px;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;No.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Jenis Prestasi&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Tingkat&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Tahun&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Peringkat&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;1&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Pengetahuan Sejarah Perjuangan Bangsa (Pi)&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kec. Pataruman&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2010&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara I&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;2&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Masak Rimba (Pa)( LT II PRAMUKA )&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kec. Pataruman&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2010&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara I&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;3&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Peta Pita(Pa)( LT II PRAMUKA )&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kec. Pataruman&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2010&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara I&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;4&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Peta Lapangan (Pa)(LT II PRAMUKA)&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kec. Pataruman&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2010&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara III&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;5&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Renang  Tingkat SD&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kec. Pataruman&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2010&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara II&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;6&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Tahfidz (Pa) Tingkat SD&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kec. Pataruman&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2010&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara I&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;7&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Tahfidz (Pa) Tingk SD&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kec. Pataruman&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2010&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara III&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;8&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Tahfidz (Pa) Tingk SD&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kec. Pataruman&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2010&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara I&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;9&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Tahfidz (Pa) Tingk SD&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kota Banjar&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2010&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara I&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;10&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Karate&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Provinsi Jawa Tengah&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2010&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara III&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;11&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kaligrafi  (Pi)&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kec. Pataruman&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2010&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara III&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;12&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Pildacil (Pi)&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kec. Pataruman&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2010&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Harapan I&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;13&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Melukis Dekoratif&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kota Banjar&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2010&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Harapan II&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;14&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Renang&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Priangan Timur&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2010&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara I&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;15&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Hifdzil Qur’an&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kota Banjar&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2010&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara I&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;16&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Membaca Sajak (Pa)&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kec. Pataruman&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2010&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara I&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;17&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Renang (Pi)&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kec. Pataruman&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2010&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara II&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;18&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Karate (Pi&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kec. Pataruman&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2010&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara I&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;19&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Karate (Pi)&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kec. Pataruman&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2010&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara II&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/center&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;PRESTASI SISWA TA 2011/2012&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;center&gt;
&lt;table border="1" style="width: 600px;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;No.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Jenis Prestasi&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Tingkat&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Tahun&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Peringkat&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;1&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Olimpiade Matematika  &lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kec. Pataruman&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2011&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara I&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;2&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Olimpiade Matematika&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kota Banjar&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2011&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara II&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;3&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Renang Gaya Dada 50m&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Priangan Timur&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2011&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Medali Emas&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;4&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Renang Gaya Dada 100m&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Priangan Timur&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2011&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Medali Emas&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;5&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Renang Gaya Bebas 50m&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Priangan Timur&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2011&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Medali Emas&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;6&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Renang Gaya Bebas 100m&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Priangan Timur&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2011&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Medali Emas&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;7&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Renang Gaya Punggung 50m&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Priangan Timur&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2011&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Medali Emas&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;8&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Karate Club  BKC&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Provinsi Jawa Barat&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2011&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara III&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;9&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Musabaqoh Tilawah Qur’an&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kec. Pataruman&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2012&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara I&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;10&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Hifdzil Qur’an (Pa)&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kec. Pataruman&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2012&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara II&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;11&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Hifdzil Qur’an (Pi)&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kec. Pataruman&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2012&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara II&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;12&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Gerakan dan Bacaan Sholat&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kec. Pataruman&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2012&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara III&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;13&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Lomba Cerdas Cermat SMPN I &lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kota Banjar&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2012&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Harapan I&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;14&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Lomba Cerdas Cermat Daarul Huda &lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kota Banjar &lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2012&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara III&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;15&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Pidato Bhs. Sunda Daarul Huda Competition &lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kota Banjar&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2012&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara III&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;16&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Hifdzil Qur’an (Pa)&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kota Banjar&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2012&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara III&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;18&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Hifdzil Qur’an (Pi) &lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kota Banjar&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2012&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara III&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;19&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Calistung Tk Kls 2 &lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kec. Pataruman&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2012&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara III&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;20&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Calistung Tk Kls 2 &lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kota Banjar&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2012&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara I&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;21&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Maca Sajak (Pi) &lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kec. Pataruman&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2010&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara I&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;22&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Maca Sajak (Pa)&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kec. Pataruman&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2012&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara II&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;23&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Tenis Lapangan&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kec. Pataruman&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2012&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara I&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;24&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Tenis Lapangan&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kota Banjar&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2012&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara I&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;25&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Renang OOSN (Pi) &lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kec. Pataruman&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2012&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara I&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;26&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Renang OOSN (Pa)&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kec. Pataruman&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2012&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara II&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;27&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Renang OOSN (Pi) &lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kota Banjar&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2012&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara II&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/center&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan Masih banyak lagi prestasi dalam rentang Tahun Ajaran 2012/2013 dan TA 2013/2014 yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu disini. Untuk Tahun Ajaran 2014 kemarin, &lt;b&gt;SDIT Uswatun Hasanah Kota Banjar&lt;/b&gt; Jawa Barat juga menorehkan kembali prestasinya. Diantaranya sebagai berikut : &lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;PRESTASI SISWA TA 2014/2015&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;center&gt;
&lt;table border="1" style="width: 600px;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;No.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Jenis Prestasi&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Tingkat&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Tahun&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Peringkat&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;1&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Saintika&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kota Banjar&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2014&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara III&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;2&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Story Telling&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Kota Banjar&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2014&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Harapan III&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;3&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Renang (Pi)&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Priangan Timur&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2009&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara III&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td style="text-align: center;"&gt;4&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Coret Bebas&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Priangan Timur&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;2009&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;Juara I&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/center&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;SDIT Uswatun Hasanah Kota Banjar Jawa Barat, Kota Banjar, Kecamatan Pataruman&lt;/b&gt;, Desa Hegarsari, Jln. Pegadean No. 91. Membuka Penerimaan Siswa Baru (PSB)TA 2015/2016 dengan ketentuan sebagai berikut : WAKTU PENDAFTARAN Gelombang 1        : Januari- Maret, Gelombang 2        : April- Juni, Gelombang 3        : Juli- September.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
TEMPAT PENDAFTARAAN : SDIT USWATUN HASANAH        : Dusun Gudang RT.02 RW. 02 No. 91 Kelurahan Hegarsari-Kecamatan Pataruman-Kota Banjar&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3PM4CsmcPWW_kq1uFpde30qovfe8xDL8QKLBfvFmRgk-skRTj_bNVFztg_u-Tq-x9ZY09kyYL37Kjdm4L7WdMaf_NkhyphenhyphenWLA5qgHOsTrPVI43qXVb9unyDyQyqRTNFArqrMRMlRwXBfZiv/s72-c/sdit-uswatun-hasanah-kota-banjar-jabar.jpg" width="72"/></item><item><title>Dongeng Fabel Kuda dan Anjing</title><link>https://ceritadongeng-indonesia.blogspot.com/2015/09/dongeng-fabel-kuda-dan-anjing.html</link><category>Cerita Binatang</category><category>Cerita Dongeng</category><category>Dongeng</category><category>Dongeng Binatang</category><category>Dongeng Fabel</category><category>Fabel</category><category>Mendongeng</category><category>Sastra Dongeng</category><author>noreply@blogger.com (Edi Warsono)</author><pubDate>Wed, 2 Sep 2015 02:06:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4936332059153645059.post-7701963608676801950</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiecxYbznbfI00yhpGSxbT1GA_oVoooAIi0ZT6OxjdXsWLq8DIICv1aOmCXuX-THsIyTsurrbFDc1fuNmIF88LyTNVkyAUXxupTRPvacEct7mid16negd40iC_fLZAORMY5hIqTQWNXAHtl/s1600/dongeng-fabel-anjing-dan-kuda.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Cerita Dongeng Indonesia adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang cerita Dongeng Fabel Kuda dan Anjing, Dongeng Anak Indonesia, Cerita Rakyat Legenda Masyarakat Indonesia, Dongeng Nusantara, Cerita Binatang, Fabel," border="0" height="220" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiecxYbznbfI00yhpGSxbT1GA_oVoooAIi0ZT6OxjdXsWLq8DIICv1aOmCXuX-THsIyTsurrbFDc1fuNmIF88LyTNVkyAUXxupTRPvacEct7mid16negd40iC_fLZAORMY5hIqTQWNXAHtl/s320/dongeng-fabel-anjing-dan-kuda.jpg" title="Cerita Dongeng Indonesia adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang cerita Dongeng Fabel Kuda dan Anjing, Dongeng Anak Indonesia, Cerita Rakyat Legenda Masyarakat Indonesia, Dongeng Nusantara, Cerita Binatang, Fabel," width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Cerita Dongeng Indonesia&lt;/b&gt; adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang cerita &lt;b&gt;Dongeng Fabel Kuda dan Anjing&lt;/b&gt;, Dongeng Anak Indonesia, Cerita Rakyat Legenda Masyarakat Indonesia, Dongeng Nusantara, Cerita Binatang, Fabel, Hikayat, Dongeng Asal Usul, Kumpulan Kisah Nabi, Kumpulan Cerita Anak Indonesia, Cerita Lucu,Tips Belajar, Edukasi Anak Usia Dini, PAUD, dan Balita.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Zaman dahulu, anjing memang sudah bersahabat dengan kuda. Mereka kemana-mana selalu bersama, jika kuda sedang makan rumput di padang, anjing menunggu sambil tiduran. Demikian juga jika anjing sedang makan, kuda pun duduk sambil mengunyah – ngunyah rumput. Meskipun begitu, anjing sering usil pada kuda. Namun Kuda adalah binatang yang sabar. Walau diusik dengan keusilan anjing, ia tetap saja tersenyum.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin: 5px 10px 20px;"&gt;
&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;
&lt;b style="color: #274e13;"&gt;Baca Cerita Dongeng Ini Selengkapnya&lt;/b&gt; : &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'open'; }" style="font-size: 16px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Buka" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="alt2" style="border: 0px inset; margin: 0px; padding: 0px; width: auto;"&gt;
&lt;div style="display: none;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Hai, kuda ! Aku mendengar manusia menuduh kawannya. Manusia itu mengatakan bahwa senyum kawannya itu seperti senyum kuda.” Kata Anjing. Kuda tidak menjawab . Ia hanya tersenyum . “Apakah senyummu itu menarik atau menjijikan ?” Tanya anjing menggoda kuda . “Manusia memang ada-ada saja yang diceritakan, mereka pandai mencaci, tetapi mereka sendiri tetap jahat.” Kata kuda, yang merasa dirinya juga tersinggung dengan ucapannya itu. “Hai anjing ! aku juga sering mendengar manusia menuduh sesamanya. Katanya senyum manusia itu seperti anjing. Apa ya, kira-kira makudnya ?” Balas kuda.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Anjing yang merasa terpukul lalu menjawab. “Ah, sama saja dengan katamu tadi bahwa manusia suka mencaci, menjelek-jelekkan orang lain. Padahal mereka sendiri lebih jelek. Bukankah mereka itu yang membunuh dan membakar anjing ? Senyum anjing dibakar adalah senyum penderitaan bukanlah senyum kegembiraan.”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Suatu ketika, anjing mengundang kuda agar datang ke rumahnya. Ia hendak mengadakan pesta, kuda datang tanpa curiga. Sambil membawa bingkisan dedak padi bercampur garam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ketika kuda tiba di rumah anjing, persiapan pesta telah siap. Kambing, kerbau, dan lembu juga hadir.”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Saudara-saudara, acara pesta akan kita mulai, saya harap saudara – saudara duduk dengan tertib.” kata anjing. “Mbek, ……. Sejak nenek moyangku belum pernah duduk, susah juga nih !” kata Kambing. “Saya juga belum pernah duduk, tapi kita harus menghormati tuan rumah.” Kata Kuda juga. “Uh…..betul-betul terlalu, masak kita disuruh duduk ! apakah anjing tidak tahu bahwa kita tidak dapat duduk ?” Ucap lembu kesal merasa dipermainkan. “Saya jadi serba salah mana mungkin saya dapat duduk seperti anjing !” kata kerbau.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Anjing yang sejak tadi di dapur menyediakan makanan, diam-diam mendengarkan keluhan para tamunya tersebut, ia pun tertawa dalam hati. “Tahu rasa kalian !” kata anjing dalam hati sambil berjalan menuju ke ruang tamu. “Silakan duduk dengan enak, saudara – saudara ! Mengapa kelihatan gelisah ? apa ruang tamu ini kurang serasi ?” kata anjing sambil menyodorkan makanan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mereka terdiam sambil terus mencoba duduk. Kambing duduk dengan kaki belakang selonjor. Kaki depan ditopangnya. Punggungnya terasa pegal, mau patah. Kuda juga begitu. Kerbau berkali-kali terguling karena kaki depannya sulit menopang perutnya yang besar, lembu melenguh-lenguh menahan napasnya yang terasa sesak. Akhirnya tamu – tamu itu memberontak dan marah-marah. Apalagi ketika mereka mendengar anjing tertawa terbahak – bahak di dapur.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Kurang ajar, kau ! Berani mempermainkan kami !” bentak kuda sambil menyepak anjing dengan kaki belakangnya. Hadirin beramai – ramai hendak menghajar anjing. Akan tetapi, anjing dapat melarikan diri. Dengan terpincang – pincang, anjing lari terbirit – birit meninggalkan tamunya. Rumah anjing itu diobrak-abrik hingga berantakan. Sejak saat itu persahabatan mereka menjadi retak. Itulah sebabnya, anjing selalu menggonggong jika bertemu dengan kuda, kambing, lembu, atau kerbau.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Cerita Dongeng Indonesia&lt;/b&gt; memuat dengan lengkap unsur-unsur dan kaidah baku dalam menyajikan cerita dan dongeng, meliputi unsur Intrinsik yaitu meliputi Tema, Amanat/Pesan Moral, Alur Cerita/Plot, Perwatakan/Penokohan, Latar/Setting, dan Sudut pandang. dan kadang disertai unsur Ekstrinsik Cerita. Untuk belajar memahami itu semua, coba adik-adik tebak dari cerita &lt;b&gt;Dongeng Fabel Kuda dan Anjing&lt;/b&gt; diatas temanya apa, tokohnya siapa dan settingnya dimana, ayo siapa yang tahu?.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiecxYbznbfI00yhpGSxbT1GA_oVoooAIi0ZT6OxjdXsWLq8DIICv1aOmCXuX-THsIyTsurrbFDc1fuNmIF88LyTNVkyAUXxupTRPvacEct7mid16negd40iC_fLZAORMY5hIqTQWNXAHtl/s72-c/dongeng-fabel-anjing-dan-kuda.jpg" width="72"/></item><item><title>Cerita Legenda Ular Dandaung</title><link>https://ceritadongeng-indonesia.blogspot.com/2015/08/cerita-legenda-ular-dandaung.html</link><category>Cerita Rakyat</category><category>Dongeng</category><category>Legenda</category><category>Mendongeng</category><author>noreply@blogger.com (Edi Warsono)</author><pubDate>Mon, 31 Aug 2015 02:52:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4936332059153645059.post-3288502514878833187</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSJmmVj8NlrKU3UMNfjhn-GdVkS42YtsmDJllK1G4tfoZhtUWeog2VVZ1QxLnw22s7okujoVZ3w47CTbIq-rwXM6fMfGHHl_E9eANRi5A9MHbqbskobytPmb0eHpUYg14IUg7sYtT7g8Wf/s1600/cerita-rakyat-legenda-ular-dandaung.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Cerita Dongeng Indonesia adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang Cerita Dongeng Legenda Ular Dandaung Cerita Rakyat dari Kalimantan Selatan, Dongeng Bahasa Sunda, Dongeng Anak Indonesia, Cerita Masyarakat Indonesia, Dongeng Nusantara, Cerita Binatang, Fabel." border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSJmmVj8NlrKU3UMNfjhn-GdVkS42YtsmDJllK1G4tfoZhtUWeog2VVZ1QxLnw22s7okujoVZ3w47CTbIq-rwXM6fMfGHHl_E9eANRi5A9MHbqbskobytPmb0eHpUYg14IUg7sYtT7g8Wf/s320/cerita-rakyat-legenda-ular-dandaung.gif" title="Cerita Dongeng Indonesia adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang Cerita Dongeng Legenda Ular Dandaung Cerita Rakyat dari Kalimantan Selatan, Dongeng Bahasa Sunda, Dongeng Anak Indonesia, Cerita Masyarakat Indonesia, Dongeng Nusantara, Cerita Binatang, Fabel." width="314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Cerita Dongeng Indonesia&lt;/b&gt; adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang Cerita Dongeng Legenda Ular Dandaung Cerita Rakyat dari Kalimantan Selatan, Dongeng Bahasa Sunda, Dongeng Anak Indonesia, Cerita Masyarakat Indonesia, Dongeng Nusantara, Cerita Binatang, Fabel.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada zaman dahulu kala, ada sebuah kerajaan besar dan termasyhur di wilayah Kalimantan Selatan. Letak kerajaan tersebut diapit dua buah gunung dan dialiri sebuah sungai yang cukup besar. Tanahnya sangat subur dan hasil kekayaan alamnya pun melimpah ruah sehingga kehidupan rakyatnya sangat makmur. Kerajaan itu dipimpin oleh seorang raja yang adil dan bijaksana. Beliau mempunyai permaisuri dan tujuh putri yang cantik jelita. Kekayaan alam yang dimiliki bukan untuk kepentingan keluarga Raja, melainkan untuk kesejahteraan rakyat. Rakyat mengolah lahan pertanian sesuai dengan hak yang mereka miliki. Tidak pernah terjadi sengketa antar penduduk. Mereka benar-benar hidup rukun dan damai.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin: 5px 10px 20px;"&gt;
&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;
&lt;b style="color: #274e13;"&gt;Baca Cerita Dongeng Ini Selengkapnya&lt;/b&gt; : &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'open'; }" style="font-size: 16px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Buka" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="alt2" style="border: 0px inset; margin: 0px; padding: 0px; width: auto;"&gt;
&lt;div style="display: none;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Namun disuasana tenang damai tersebut, tiba-tiba masyarakat digegerkan dengan kemunculan burung besar. "Ada burung raksasa!... Ada burung raksasa!!!", teriak penduduk negeri yang melihat burung raksasa itu memecah ketenangan. Mereka tidak tahu darimana asalnya burung raksasa yang tiba-tiba datang mengamuk itu. Burung raksasa itu sangat menakutkan, paruhnya besar dan tajam mengkilat. Sekali mematuk manusia langsung menemui ajal. Cakarnya dapat langsung mencengkeram puluhan orang dan dibuat tak berdaya. Kepakan sayapnya membuat hampir seluruh wilayah negeri menjadi gelap gulita. Seluruh rakyat negeri itu menjadi panik dan ketakutan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
"Tenang semua !... Kita harus melawan burung raksasa itu?" kata Mahapatih kepada Raja. Raja pun segera mengirim ribuan prajurit tangguhnya, tentara pilihan untuk meringkus burung raksasa itu. Bermacam senjata diarahkan ke tubuh burung raksasa itu, namun semua usaha sia-sia. Bahkan burung raksasa itu semakin membabi buta, mengamuk bagai banteng terluka. Tak seorang prajurit pun yang selamat, demikian pula dengan nasib penduduk negeri. Sawah dan ladang menjadi porak poranda. Keadaan negeri yang rukun dan damai itu, bagaikan kalah perang dan hancur binasa.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Melihat kerajaan yang sudah luluh lantak dan tak ada lagi rumah, sawah, maupun harta benda yang tersisa, semuanya itu membuat rakyat yang masih tersisa menjadi sangat tersiksa. Maka dengan sisa kekuatan yang ada, prajurit dan rakyat yang sempat melarikan diri bahu membahu menyusun kekuatan dan mengumpulkan senjata apa saja untuk melawan burung raksasa yang jahat itu. Berkat kekompakan dan kerjasama antara prajurit dan rakyat yang mati-matian melawan burung raksasa, akhirnya burung raksasa kelelahan dan menghentikan serangannya. Rakyat bersyukur kepada Tuhan untuk sementara terhindar dari serangan burung raksasa tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Namun, beberapa hari kemudian mereka kembali dikejutkan oleh kedatangan seekor ular raksasa. Ular itu mendatangi istana kemudian ia membuka mulutnya lebar-lebar dan menjulurkan lidah berbisa dihadapan keluarga Raja yang sangat ketakutan. "Jangan takut Baginda raja, hamba tidak akan membunuh Baginda dan keluarga, asalkan Baginda sudi mengabulkan permohonan hamba," kata ular itu sambil mendesis.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mendengar ucapan ular raksasa yang memberi tanda tidak akan membahayakan keluarganya, Raja memberanikan diri berkata pada ular raksasa. "Siapakah engkau sebenarnya hai ular? Dan apa keinginanmu ?," tanya Raja. "Nama hamba Ular Dandaung," jawab ular raksasa dengan penuh hormat. "Hamba ingin memperistri salah seorang putri Baginda," lanjutnya. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tentu saja keluarga Raja terperanjat kaget bukan kepalang. Bahkan putri sulung dan kelima adiknya menjerit ketakutan sambil merangkul ibundanya. Namun, Raja tetap berusaha tenang dan berusaha menguasai keadaan agar jangan sampai suasana menjadi kacau. Raja berpikir sejenak sambil mengatur nafas. Beliau ingin mencari jalan keluar yang terbaik, sebab bila beliau salah langkah, pasti jiwa mereka terancam. "Aku tidak menolak, tetapi juga tidak menerima permintaanmu," kata Raja setengah kebingungan. "Aku harus bertanya kepada putri-putriku," tambahnya. Mendengar jawaban Raja, mata Ular Dandaung bersinar-sinar seperti mengharapkan kepastian dari salah seorang putri Raja.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Namun putri-putri Raja dari yang sulung sampai putri keenam tidak mau menerima pinangan Ular Dandaung. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
"Aku tidak mau kawin dengan ular yang menjijikkan !,". "Cuih !. Lebih baik aku mati, daripada kawin dengannya", begitulah kata-kata yang keluar dari putri-putri Raja. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada akhirnya, Putri Bungsu pun menjawab, "Aku bersedia menjadi istrinya," ucapnya pelan, sambil bersimpuh di depan ayahandanya. Beberapa hari kemudian, Putri Bungsu dan Ular Dandaung diumumkan sebagai suami istri yang sah. Tentu saja banyak ejekan maupun cemooh dari keenam kakaknya, namun ia jawab dengan senyuman manis.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada suatu malam, Putri Bungsu tiba-tiba terbangun dan terkejut melihat yang berada di sampingnya bukan Ular Dandaung, melainkan seorang pemuda yang tampan dan gagah perkasa berbusana Raja. "Jangan terkejut Putri, aku ini suamimu. Kau telah menolongku bebas dari kutukan," kata Ular Dandaung meyakinkan. Setelah Putri Bungsu tenang, Ular Dandaung kemudian bercerita bahwa ia dikutuk karena kesalahannya. Ia akan terbebas dari kutukan apabila dapat memperistri seorang putri raja, dan ia berhasil. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Melihat kejadian itu, keenam kakak Putri Bungsu menyesal. Namun apalah daya, nasi telah menjadi bubur. Ular Dandaung ternyata seorang yang sakti mandraguna. Melihat kerajaan mertuanya porak poranda ia langsung turun tangan. Ia segera mencari Burung Raksasa. Terjadilah pertempuran hebat. Ular Dandaung mengerahkan segala kesaktiannya dan akhirnya berhasil membinasakan burung raksasa tersebut. Sejak saat itu, kerajaan tersebut menjadi aman dan tenteram.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Pesan Moral Cerita Legenda Ular Dandaung&lt;/b&gt; adalah : Setiap kejadian buruk yang menimpa kita, pasti akan ada hikmahnya. Jangan melihat sesuatu dari tampilan luarnya, apa yang tampak buruk pada lahirnya belum tentu buruk pada isinya.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Cerita Dongeng Indonesia&lt;/b&gt; memuat dengan lengkap unsur-unsur dan kaidah baku dalam menyajikan cerita dan dongeng, meliputi unsur Intrinsik yaitu meliputi Tema, Amanat/Pesan Moral, Alur Cerita/Plot, Perwatakan/Penokohan, Latar/Setting, dan Sudut pandang. dan kadang disertai unsur Ekstrinsik Cerita. Untuk belajar memahami itu semua, coba adik-adik tebak dari &lt;b&gt;Cerita Legenda Ular Dandaung&lt;/b&gt; diatas, ber tema apa, tokohnya siapa dan settingnya dimana, ayo siapa yang tahu?.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSJmmVj8NlrKU3UMNfjhn-GdVkS42YtsmDJllK1G4tfoZhtUWeog2VVZ1QxLnw22s7okujoVZ3w47CTbIq-rwXM6fMfGHHl_E9eANRi5A9MHbqbskobytPmb0eHpUYg14IUg7sYtT7g8Wf/s72-c/cerita-rakyat-legenda-ular-dandaung.gif" width="72"/></item></channel></rss>