<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Cerita SERAM / HOROR</title><description>cerita seram / horor, cerita seram horor, cerita seram, cerita hantu, cerita horor, urban legend, cerita menakutkan, cerita mengerikan, cerita dedemit, kisah hantu, kisah seram, kisah horor, kisah menakutkan, kisah mengerikan, </description><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><pubDate>Fri, 24 Apr 2026 17:40:27 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">537</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://ceritaseramhoror.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>cerita seram / horor, cerita seram horor, cerita seram, cerita hantu, cerita horor, urban legend, cerita menakutkan, cerita mengerikan, cerita dedemit, kisah hantu, kisah seram, kisah horor, kisah menakutkan, kisah mengerikan, </itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>PENUNGGU RUMAH</title><link>http://ceritaseramhoror.blogspot.com/2017/06/penunggu-rumah.html</link><category>Cerita Seram</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 23 Jun 2017 02:00:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2134247401412084897.post-2806334584814831808</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhGPhihP6zv3iN1x_tl68UbBRcbYvxkwOaa-7HTz271ylAaGFFVOoEjJoxu_c7fJQXVHXCORSWarWO1MNBGbs826Bvc76QPsXRkq1wG2FYJsSib88hh66cGBtv_Hl8nkINDyMrSgX5xtU/s1600/hantu-pengantin.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="399" data-original-width="721" height="177" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhGPhihP6zv3iN1x_tl68UbBRcbYvxkwOaa-7HTz271ylAaGFFVOoEjJoxu_c7fJQXVHXCORSWarWO1MNBGbs826Bvc76QPsXRkq1wG2FYJsSib88hh66cGBtv_Hl8nkINDyMrSgX5xtU/s320/hantu-pengantin.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;Kemarin malam aku bermimpi tentang seorang hantu anak laki-laki yang berada di rumahku, hantu anak laki-laki ini adalah salah satu makhluk penunggu di ruang tamuku. Hantu itu telah berkata padaku bahwa, hantu yang sering terlihat dalam mimpimu adalah nyata dan sepertinya dia ingin merasakan suatu hal yang sama seperti apa yang aku lakukan sehari-hari di rumah, dan ia juga mengatakan bahwa setiap hantu penunggu rumah sangat menyukai tempat-tempat yang tenang jauh dari segala keramain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;tempat-tempat yang tenang itu seperti dikamar, dikamar mandi, dibawah tempat tidur, didalam lemari dan lain- lain, sehingga mereka kadang sering muncul tanpa disengaja dan terlihat oleh kita, mereka juga tidak mempunyai niat untuk menakut- nakuti seluruh anggota keluarga dirumah, tetapi mereka hanya ingin melakukan hal-hal yang sama seperti apa yang kita lakukan sehari-hari dirumah seperti menonton televisi, makan bersama, bermain bersama, berdoa bahkan kegiatan lainya yang biasa kita lakukan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;Aku juga sering melihat kehadiranya terutama disaat sedang mematikan televisi, ketika aku melihat kebelakang nampak tilas bayangan seseorang kemudian tiba-tiba menghilang dalam hitungan detik, aku juga berpikir mungkin ini hanya halusinasi saja, tetapi kejadian ini sering aku alami setiap malam, kemudian saat aku pergi ke kamar mandi untuk buang air, aku juga dapat merasakan bayangkan aneh yang lenyap tiba-tiba saat aku membuka pintu kamar mandi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;Dan aku sangat yakin pada mereka, bahwa hantu penghuni rumah tidak mengganggu kita selama kita tidak mengganggu mereka, karena mereka juga bagian dari keluarga kita dalam satu rumah, dan kenapa kita sangat takut akan penampakan mereka? Karena kita belum pernah melihat wujud mereka sebelumnya, dan seandainya kalau mereka terlihat dan terus terlihat oleh kita khususnya dalam kehidupan sehari-hari, aku sangat yakin sekali kita tidak merasa takut akan penampakan dari mereka, karena mereka sudah sering terlihat oleh kita, tetapi sayangnya, hal itu tidak terwujud karena dunia mempunyai dua sisi kehidupan, dua kehidupan itu adalah kehidupan nyata dan kehidupan roh, dan kita sangat jauh berbeda dengan mereka.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;Mereka juga mencintai kebersihan dirumah, karena kita sering membersihkan rumah setiap harinya, dan aku juga berpendapat bahwa wujud dari hantu penunggu rumah adalah cermin dari rumah itu sendiri. Banyak orang mengatakan bahwa hantu itu hanyalah sebuah halusinasi yang kita ciptakan karena takut akan sesuatu maka terjadilah sesuatu yang kita takutkan itu, seperti contoh akibat dari halusinasi setelah menonton film horor, disaat tidur kita bermimpi dikejar hantu, ternyata itu semua hanyalah bunga tidur, oleh sebab itu sebelum tidur kita harus berdoa agar kita bisa terbangun lagi keesokan harinya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;Dan ada juga orang yang mengatakan bahwa ada hantu penunggu rumah yang jahil dan tidak menyukai kehadiran kita, mungkin itu adalah akibat dari apa yang kita lakukan pada mereka, entah apakah itu yang membuat mereka tidak suka dengan kehadiran kita dirumah, kesimpulan dariku tentang mereka adalah bahwa selama kita tidak mengganggu mereka, mereka juga tidak akan mengganggu kita, karena hidup ini ada sebab dan akibat. Kita hidup di dunia ini tidak sendiri tetapi ada makhluk lain yang juga hidup dengan dunia yang berbeda. Tetapi ingat kita tidak boleh sampai terpedaya oleh mereka dan kita tetap berpegang teguh kepada agama yang kita percaya masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhGPhihP6zv3iN1x_tl68UbBRcbYvxkwOaa-7HTz271ylAaGFFVOoEjJoxu_c7fJQXVHXCORSWarWO1MNBGbs826Bvc76QPsXRkq1wG2FYJsSib88hh66cGBtv_Hl8nkINDyMrSgX5xtU/s72-c/hantu-pengantin.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">255</thr:total></item><item><title>DINDING</title><link>http://ceritaseramhoror.blogspot.com/2017/06/dinding.html</link><category>Cerita Seram</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 23 Jun 2017 01:52:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2134247401412084897.post-480289837315396474</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqTDigskQlGNObUjVoIRxWAmvBj6iQol0eep8VPhGFGBT-kclIhDhSgwQnsaxR9b4NDnNM_d62vC4mRa1is5YQBq0Bv14R7rV43iWQY2W2RKnwvJNvNBxWDtMcPH1y2WckNWwlAXz79GU/s1600/e7149ed4a12b2af6dbdb78f76484a0e1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="430" data-original-width="669" height="205" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqTDigskQlGNObUjVoIRxWAmvBj6iQol0eep8VPhGFGBT-kclIhDhSgwQnsaxR9b4NDnNM_d62vC4mRa1is5YQBq0Bv14R7rV43iWQY2W2RKnwvJNvNBxWDtMcPH1y2WckNWwlAXz79GU/s320/e7149ed4a12b2af6dbdb78f76484a0e1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Aku dan istriku baru pindah ke apartemen baru.&lt;br /&gt;Apartemen itu termasuk kecil; hanya ada dapur,satu&lt;br /&gt;kamar tidur,satu kamar mandi, dan ruang keluarga.&lt;br /&gt;Semua bagian ruangan juga termasuk kecil, Kami tidak begitu memusingkan hal ini karna harga sewanya lumayan murah. Aku dan istriku tidak punya cukup uang untuk menyewa apartemen lain lagi, jadi kami berusaha membuat kami merasa nyaman di apartemen baru kami ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Satu hal teraneh disini adalah dinding bagian kiri seperti berongga, seperti ada ruang didalamnya. Sedangkan dinding sebelah kanan terbuat dari beton yang kokoh. Aku tidak menyadari hal ini saat pertama kali kami pindah. Tetangga kami sangat&lt;br /&gt;individual sekali. Ketika kami pindah, satu-satunya&lt;br /&gt;tetangga yang beramah tamah pada kami adalah&lt;br /&gt;pasangan White. Pasangan itu tinggal tepat di sebelah apartemen kami,dan mereka adalah pasangan tua (kakek-nenek). Mereka sangat baik. Ketika pertama kali kami datang, mereka membawakan kami hadiah “welcome to the building”, yang mana selalu mereka&lt;br /&gt;lakukan pada setiap penghuni baru apartemen. Mereka memberi kami beberapa potong pie apel yang sangat lezat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Sekitar lima atau enam bulan setelah aku dan&lt;br /&gt;istriku pindah, datang seorang pria yang baru pindah juga, yang kamarnya tepat disebelah kamar kami. Aku ingat pertama kali kami bertemu. Saat itu, aku baru pulang dari membeli bahan-bahan makanan, dan ketika aku menaiki tangga, secara tidak sengaja aku menabrak seseorang dibelakangku. “Maaf, permisi tuan...” Tapi aku tidak tahu siapa nama pria ini. Gedung apartemen kami sangat kecil, jadi sangat memungkinkan seseorang mengetahui sesorang lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Pria yang aku tabrak itu kira-kira berusia setengah&lt;br /&gt;baya. Mungkin 50 tahunan. Dia agak sedikit aneh, kurasa. Diwajahnya banyak kerutan karna usia,&lt;br /&gt;kulitnya putih pucat, dan rambut panjang hitamnya&lt;br /&gt;yang berminyak tidak terawat. Dia kelihatan tidak&lt;br /&gt;begitu sehat dan perlu ke dokter. Matanya berwarna&lt;br /&gt;ungu gelap, aku belum pernah melihat mata seperti itu sepanjang hidupku. “Peters” pria itu tersenyum lebar. Giginya sangat menjijikkan, seperti tidak pernah dibersihkan sehingga kotorannya terlihat membusuk disela-sela giginya. Aku&lt;br /&gt;dapat mencium bau busuknya dari tempatku, yang&lt;br /&gt;mana seperti bau busuk dari sisa daging yang telah&lt;br /&gt;membusuk. Tapi, diluar penampilanannya yang 'menakutkan', dia cukup baik.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
“Senang bertemu anda, pak Peters. Namaku Matt.&lt;br /&gt;Apakah kau baru di apartemen ini?” tanyaku. Senyum tuan Peters menjadi makin lebar. Seperti ditarik dari sisi telinga kiri sampai ke telinga kanannya. Aku heran, bagaimana bisa manusia bisa tersenyum selebar itu. “Ya, saya baru pindah, dan tinggal tepat disebelah kamarmu.” Dia berkata ketika kami berdua melangkah naik kelantai atas.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Ketika kami sampai dilantai atas, pak Peters melangkah dengan cepat ke pintu, membukanya, dan menutupnya segera. Itu sangat aneh, pikirku. Dia sangat cepat. Aku menghela nafas. “Bagus, sekarang aku punya tetangga yang aneh”gerutuku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Jam menunjukkan pukul 4 sore. Sandra, istriku, masih berada ditempat kerjanya. Dia seorang hair stylist, dan aku seorang chef di restoran Italia lokal. Tapi kini restoran itu telah tutup. Aku meletakkan belanjaanku ke meja dapur dan mulai untuk menatanya. Aku tidak belanja banyak, hanya&lt;br /&gt;beberapa liter susu, mentega, daging asap, dan sekotak cereal.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Kemudian, aku mendapat sms sari temanku,&lt;br /&gt;Tyler. “Bro, aku akan memberimu permainan baru&lt;br /&gt;'The Red Dead Redemption', dan kau harus datang kesini untuk mengambilnya dan kita bisa bermain&lt;br /&gt;bersama.” Begitulah isi pesannya. Sebenarnya&lt;br /&gt;sekarang aku bukan lagi seorang pecandu game, tapi Tyler adalah teman terdekat ku yang aku punya saat ini, aku tidak ingin mengecewakannya. Kami sudah berteman sejak disekolah menengah. Aku dulu punya Xbox 360, Tyler dan aku akan bermain bersama sepanjang waktu.&lt;br /&gt;Aku tidak mempunyai agenda atau sesuatu yang&lt;br /&gt;menarik untuk ku lakukan hari ini, jadi aku membalas pesan Tyler mengatakan kalau aku akan pergi ketempatnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Ketika aku hendak pergi, aku mendengar suara gaduh yang keras berasal dari dinding. Aneh&lt;br /&gt;sekali, karna itu terdengar begitu jelas. Aku mendekati sisi kiri dinding dan kuketuk halus dinding itu dengan jariku. Dinding itu seperti mempunyai rongga, seperti kayu. Lalu aku ke sisi sebelah kanan, aku mengulang mengetuk dindingnya, tapi dinding bagian ini adalah dinding yang padat, tidak berongga. Aku heran mengapa tukang bangunan yang membangun tempat ini membuat satu bagian dinding berongga dan bagian lainnya kokoh.&lt;br /&gt;Tapi aku kira itu berasal dari kamarnya pak Peters.&lt;br /&gt;Mungkin saja dia sedang berbenah apartemen barunya, batinku. Tapi, apakah itu benar? Dia tidak membawa apapun ketika aku melihatnya tadi. Aku mengangkat bahu ku, tidak tahu. Lalu segera pergi menemui Tyler.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Aku kembali ke apartemen sekitar pukul 5 dengan&lt;br /&gt;game baruku, dan aku senang ketika aku kembali&lt;br /&gt;suara gaduh dari pak Peters itu tidak terdengar lagi.&lt;br /&gt;Aku tidak peduli apa yang dia dikerjakan, selama tidak benar-benar mengganggu. Aku menghidupkan game-ku dan memasang headset. Aku punya headset yang sangat bagus, headset nya menangkap suara dengan sempurna. Aku dan Tyler bemain online, jadi kami bisa bermain dari rumah masing-masing. Kami bermain hampir 3 jam. Sebenarnya aku ingin bermain lebih lama, tapi Sandra akan pulang sekitar pukul 8. Aku&lt;br /&gt;memberitahu Tyler aku harus berhenti main sekarang, dan aku menawarkan padanya kalau kami bisa bermain lagi besok setelah pekerjaanku selesai.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Tyler tidak mempunyai pekerjaan, tapi dia memang tidak butuh pekerjaan, aku rasa. Ayahnya adalah seorang yang kaya yang mempunyai beberapa perusahaan minyak atau semacamnya, aku lupa persisnya. Tapi setahuku, ayahnya memanjakannya, memberikan dia uang berapa banyakpun yang dia minta, untuk melakukan hal-hal yang tidak berguna sama sekali.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Aku menghentikan permainan, dan beranjak dari kursi untuk memberikan Sandra sebuah pelukan hangat. Kami berbincang banyak hal, apa saja yang kami lewati hari ini. Kemudian aku teringat pak Peters. “Apakah kau tahu seseorang yang baru pindah disebelah kita?”tanyaku. Sandra berkata kalau dia tidak tahu. Aku merasa aneh dia tidak mengetahui pak Peters. Aku memutuskan untuk bertanya pada pasangan White besok pagi. Mereka mengetahui semua orang di gedung apartemen ini. Mereka mungkin sudah memanggang pie apel dan siap diberikan pada pak Peters.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Aku tidak bisa tidur nyenyak semalaman. Aku&lt;br /&gt;bermimpi aneh tentang pak Peters. Dalam mimpiku dia berdiri diatas tempat tidurku, istriku ada disampingku juga. Pak Peters tersenyum mengerikan. Aku hendak melakukan sesuatu; membangunkan istriku, berlari dalam ketakutan, atau yang lainnya. Tapi aku mengurungkan niatku ketika pak Peters meletakkan telunjuknya ke bibirku dan dengan tenang mengatakan “Shhh” dengan lembut, dengan suara yang ramah. Aku merasa itu bukan seperti mimpi. Semuanya begitu jelas, aku masih mengingat semuanya dengan baik.&lt;br /&gt;Tapi tidak mungkin juga itu nyata.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&amp;nbsp;Setelah tak bisa tidur semalaman, aku ingin mandi dan berniat sarapan. Aku mendengar lagi suara gaduh didinding pak Peters, tapi kali ini terdengar lebih pelan, dan.. Lebih mengerikan. Selesai mandi, aku kedapur untuk sarapan. Aku mendapati bahan-bahan yang ku beli kemarin dikulkas. Ada beberapa liter susu, mentega dan daging asap. Untuk cereal, aku letakkan di lemari. Tapi setelah aku cek, tak ada cereal disana. Aku melihat kesekeliling dapur, berharap aku secara tidak sengaja salah menempatkannya. Sandra bangun dan mendapatiku sedang kalut mencari sekotak cereal tadi. “Sandra, apa kau melihat cereal?” Aku bertanya padanya sambil terus menggeledah lemari-lemari dapur.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
“Tidakkah kau meletakkannya disini?” jawabnya&lt;br /&gt;sambil menunjuk tempat dimana aku dengan yakin&lt;br /&gt;menempatkan cereal itu disana kemarin.“Ya, aku&lt;br /&gt;bersumpah menaruhnya disana kemarin, tapi kemana itu sekarang? Tolong beri tahu aku kalau kau telah mengambilnya” kataku. Sandra menyangkal tuduhanku. Dan sepertinya tidak terlalu peduli perihal hilangnya cereal itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Apa yang terjadi? Pencuri masuk?&lt;br /&gt;Tidak. Apakah pencuri mencuri beberapa kotak cereal? Ya, sudahlah. Aku mencoba melupakan kejadian aneh itu. “Aku kira beberapa kotak cereal itu mempunyai sepasang kaki dan berjalan keluar” gumamku. Seperti rencanaku sebelumnya, setelah Sandra pergi bekerja, aku pergi ke kamar apartemen pasangan Whites dan mengetuk pintunya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Aku disambut oleh pak Whites “Hey, nak. Apa kabarmu pagi ini?” Dia bertanya dengan gaya khasnya yang ramah. “ Hey pak White. Aku baik-baik saja, terima kasih. Tapi aku datang kesini ingin menanyakan seseorang. Apakah kau sudah mendengar tentang tuan Peters?”tanyaku.&lt;br /&gt;Tuan White mengerutkan dahi ketika aku bertanya&lt;br /&gt;tentang itu. “Ok, Maaf. Aku tidak mengenalnya, Nak. Aku tidak tahu tentang dia, siapa dia?” tanyanya. “Dia baru saja pindah ke kamar sebelah kita. Aku&lt;br /&gt;heran jika kau tak tahu siapa dia. Kalian pasti akan tahu bila ada seseorang yang baru saja pindah ke&lt;br /&gt;apartemen ini” kataku lagi. Pak White tersenyum dan berkata, “baiklah, kita akan kesana dan melihatnya kalau kau mau.” Aku berfikir sejenak, lalu menerima tawarannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Aku dan pak Whites berjalan ke apartemen pak Peters, dan pak Whites mengetuk pintunya. Kami berdiri disana beberapa menit, yang ada&lt;br /&gt;hanya kesunyian. Aku merasa aneh dengan tidak&lt;br /&gt;adanya jawaban dari dalam. Kami tidak mendengar&lt;br /&gt;keributan bahkan suara apapun dari dalam ruangan. “Hmm.. Dia pasti tidur.” Tebak pak Whites. Aku rasa itu masuk akal juga.“Baiklah, bagaimana jika kita datang lagi nanti, ketika dia sudah bangun?” Aku bertanya pada pak Whites dan dia menyetujui ajakanku dan mengatakan bahwa dia akan memanggangkan kue pie untuk pak Peters. Lalu kami berpisah. Aku pulang ke kamar dan menjalani&lt;br /&gt;hariku seperti biasa. Aku mengganti pakaianku, dan kemudian sarapan sebelum aku kembali ke kamar tuan Whites.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Aku membuka kulkas, kali ini aku tidak menemukan susu. Aku mulai terasa terganggu. Apakah Sandra sedang mengerjaiku? Aku memutuskan untuk berbicara padanya ketika dia pulang nanti.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Setelah selesai sarapan dan merapikan rumah, aku&lt;br /&gt;kembali lagi ke apartemen pak Whites. Aku mengetuk pintunya dan mendapati sesuatu yang tak ku duga sama sekali. Ny. Whites membuka pintu, air mata mengalir di pipinya dan matanya merah. “Hello, Matt.” Sapanya disela tangisnya. Aku merasa heran, sehingga menanyakan padanya apa yang terjadi.“George yang malang, George sayangku.” katanya. Kini aku tahu, pria yang aku dan Sandra kenal sebagai pak Whites, ternyata bernama depan Goerge. “Apa yang terjadi padanya?” tanyaku.“Dia pergi! Dia menghilang!” Ny. Whites berkata dengan tersedu-sedu. Pikiranku menyimpulkan satu kesimpulan; pak Peters.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;“Ikuti aku sekarang” aku berkata pada Ny. Whites.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Aku segera menuju ke apartemen pak Peters. Meninju pintunya “Pak Peters! Buka pintunya sekarang juga!”. Sekali lagi, tetap hanya kesunyian yang terdengar. Sangat sunyi dan sepi. Ny. White datang berlari menyusulku.“Kau sudah memanggil polisi dan melaporkan tentang pak Whites?” aku bertanya. Dia mengangguk.“Mereka sedang dalam perjalanan sekarang dan aku telah memberitahu apa yang telah terjadi. Sekarang, mengapa kau membuat kegaduhan disini? Siapa pak Peters?” Aku menjelaskan semuanya padanya, wajahnya terlihat cemas.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Ny.White dan aku menunggu polisi datang, tapi sebelum mereka datang, aku melihat Sandra berjalan dilorong.“Apa yang sedang terjadi?” Dia bertanya pada kami. Aku memberi tahu semuanya padanya. Dari beberapa galon susu yang hilang sampai hilangnya pak Whites. Lalu, kami hanya saling berdiam diri, masih menunggu polisi datang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Polisi akhirnya sampai ke apartemen, aku&lt;br /&gt;menceritakan semuanya. Dua polisi itu saling pandang, dan mengetuk pintu, juga tak ada jawaban. Mereka pergi ke manajer gedung untuk mendapatkan informasi lebih, tapi manajer gedung mengatakan bahwa tidak ada seseorang yang bernama Peters di apartemen. Kedua polisi dan manajer kembali ke apartemen membawa serta kunci master bersama mereka. Mereka membuka pintu. Ketika pintu terbuka, yang ada hanyalah 'kosong'. Itu hanya ruangan yang kosong.&lt;br /&gt;Kami semua berjalan masuk, bingung, terlebih lagi aku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Kemudian, aku ingat sesuatu. Aku berjalan ke dinding, dan mengetuknya dengan tinjuku. Ruangan berongga itu menimbulkan suara. Aku memanggil semua orang yang ada disitu, dan menunjukkan fakta tentang dinding yang berongga. Hal itu membuat kedua polisi itu bergerak lebih cepat. Polisi itu berdiskusi, dan kami semua menunggu keputusan mereka. Akhirnya mereka memutuskan untuk meruntuhkan dinding tersebut, lalu meminta bantuan dari anggota polisi lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Singkatnya, beberapa polisi lainnya datang ke&lt;br /&gt;apartemen untuk segera membantu melaksanakan apa yang sudah menjadi keputusan mereka. Dan apa yang aku lihat kemudian akan merubah hidupku selamanya. Itu merupakan pemandangan yang sangat mengerikan. Pak Peters berbaring santai disamping mayat pak Whites yang perutnya rusak parah dan hancur berantakan. Seolah-olah pak Peters menggunakan giginya untuk menggigit dan mengunyah robekan besar diperut pak Whites, dan kemudian menggunakan jarinya mengaduk-ngaduknya isinya. Tapi ada bagian yang lebih menakutkan , yaitu dalam perut yang terbuka itu, terdapat susu, cereal, dan darah. Ya, itu&lt;br /&gt;barang-barangku yang hilang. Selain itu, tentu saja ada banyak darah. Darah pada semua bagian tubuh mereka berdua. Ny.White tidak tahan melihatnya, dia menjadi histeris, dan mulai muntah. Beberapa dari polisi pun juga muntah. Bahkan aku juga merasa begitu, tapi aku tahan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Sesuatu yang seram lainnya adalah senyumnya.&lt;br /&gt;Senyum yang sama seperti pertama kali aku&lt;br /&gt;melihatnya, senyum yang membentang dari ujung&lt;br /&gt;telinga satu ke ujung telinga lainnya. Polisi mengambil senjatanya dan membidikkannya ke&lt;br /&gt;arah pak Peters. Tapi, pak Peters hanya tersenyum dan memandang lurus kemataku. Tatapannya membuat bulu kudukku meremang. Dia bangun dan melangkahi mayat pak Whites, matanya tak pernah lepas dariku. Senyumnya tetap sangat lebar. Polisi membawa pak Peters keluar dari apartemen, dan&lt;br /&gt;memborgolnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Mayat pak Whites pun dibawa keluar dari dinding berongga. Ny.White menangis sepanjang&lt;br /&gt;jalan. Aku benar-benar prihatin padanya.&lt;br /&gt;Aku melihat Sandra, tidak tahu apa yang akan&lt;br /&gt;kulakukan. Semua itu terjadi beberapa waktu lalu. Dan berita terakhir yang kudengar tentang pak Peters adalah dia dijatuhi hukuman mati.&lt;br /&gt;Dan aku rajin mengunjungi seorang terapis setelah&lt;br /&gt;menghadapi peristiwa yang sangat berat, aku&lt;br /&gt;berkonsultasi seminggu sekali.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Perlu kau ketahui, ketika aku sedang menulis tulisan&lt;br /&gt;ini, ada seseorang diluar sana sedang memperhatikanku. Jika kau mendengar suara atau&lt;br /&gt;kegaduhan didinding atau diatapmu atau kau&lt;br /&gt;mendengar suara gaduh lainnya di rumahmu, kau&lt;br /&gt;mungkin merasa tidak perlu memeriksanya, karna itu mungkin saja hanya suara-suara biasa. Tapi, setelah kejadian ini, aku tidak akan membiarkanku mendengar suara-suara yang seperti itu lagi. Jika aku mendengar, aku akan langsung memeriksanya. Aku merasa sangat perlu berhati-hati sekarang. Aku masih paranoid.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Aku ingat suatu malam sekitar jam 3 pagi; aku mendengar suara gaduh di dapurku. Aku bangun&lt;br /&gt;seperti yang selalu kulakukan, tapi kali ini berbeda. Aku melihat pak Peters tersenyum ke arah ku dalam&lt;br /&gt;keremangan cahaya, giginya meneteskan seperti&lt;br /&gt;cairan merah berlendir. Tapi ketika aku menghidupkan lampu, pak Peters sudah lenyap entah kemana. Aku tak tahu bagaimana ini bisa terjadi padaku. Aku tidak percaya pada hal supranatural atau apapun, tapi sekarang aku melihat dia. Dia sekarang berdiri&lt;br /&gt;disana, melihat ke arahku. Tersenyum dengan senyum yang mengerikan seperti biasa.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
_SELESAI_&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqTDigskQlGNObUjVoIRxWAmvBj6iQol0eep8VPhGFGBT-kclIhDhSgwQnsaxR9b4NDnNM_d62vC4mRa1is5YQBq0Bv14R7rV43iWQY2W2RKnwvJNvNBxWDtMcPH1y2WckNWwlAXz79GU/s72-c/e7149ed4a12b2af6dbdb78f76484a0e1.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">80</thr:total></item><item><title>KAMERA CCTV</title><link>http://ceritaseramhoror.blogspot.com/2017/06/kamera-cctv.html</link><category>Cerita Seram</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 23 Jun 2017 01:44:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2134247401412084897.post-919478651734306543</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiKWWskLcmjF92aJChCZsuLNaDuwqtFMn1Qcd5_ao-hk3zhFOqz9YuHEcP9ODmSc8j7D33CQwrRP0CwfOxmGsOtTqAt0-O78TBThrOHx2Fi2P9cnhC1Rc79Y415ELefzjrCf5pAZTOHJA/s1600/cctv-cameras-800x537.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="537" data-original-width="800" height="214" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiKWWskLcmjF92aJChCZsuLNaDuwqtFMn1Qcd5_ao-hk3zhFOqz9YuHEcP9ODmSc8j7D33CQwrRP0CwfOxmGsOtTqAt0-O78TBThrOHx2Fi2P9cnhC1Rc79Y415ELefzjrCf5pAZTOHJA/s320/cctv-cameras-800x537.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Ada dua orang remaja pria yang bersahabat karib,&lt;br /&gt;mereka bersahabat sejak mereka sekolah. Karena&lt;br /&gt;kebutuhan ekonomi dan untuk menambah uang saku mereka berdua bekerja part time disebuah toserba kecil yang buka selama 24 jam. Mereka mulai bekerja sejak tengah malam dan shift berakhir pada jam 7 pagi keesokan harinya. Karena dua remaja ini bekerja pada malam hari dimana&lt;br /&gt;sedikit pelanggan yang datang, mereka berdua&lt;br /&gt;seringkali merasa bosan. Mereka lebih sering duduk&lt;br /&gt;dibelakang meja kasir, ngobrol, menonton film atau&lt;br /&gt;bermain game di ipad mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Pada suatu malam mereka seperti biasanya duduk&lt;br /&gt;dibelakang meja kasir, mengobrol dan makan makanan kecil. Monitor kamera keamanan ada di belakang meja kasir, dan posisi membelakangi meja kasir, dan selang beberapa waktu mereka tidak melihat apa apa. Karena pengunjung tiap malam selalu sepi bahkan nyaris tidak ada, mereka mengecek monitor ini sesekali saja. Layar&lt;br /&gt;monitor ini terbagi menjadi empat, merekam empat&lt;br /&gt;bagian dari toserba tersebut yaitu; parkiran, lorong&lt;br /&gt;makanan, kasir dan rak majalah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Ketika salah satu penjaga toko melirik ke monitor, dia melihat ada seorang wanita yang berdiri menghadap rak majalah memunggungi kamera. Wanita ini memiliki rambut panjang yang lebat dan terlihat sangat lurus dan berkilau sampai pada pinggangnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
“aneh” katanya dalam hati “aku tidak mendengar suara pintu toserba terbuka sebelumnya, bagaimana bisa dia berada disana” Namun dia tidak begitu memperdulikan hal ini dan&lt;br /&gt;kembali asyik menonton film di ipadnya. Namun&lt;br /&gt;sesuatu yang aneh terjadi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Satu setengah jam berikutnya dan ketika dia melirik ke monitor lagi, wanita ini masih ada disana. Dia tidak menunjukan tanda tanda bahwa dia bergerak atau berpindah tempat, atau melakukan hal lainnya. Dia hanya berdiri disana, dan tampak tertunduk seperti sedang melihat majalah. Penjaga toserba ini kemudian merasa kesal juga “wanita ini pasti sedang berusaha untuk membaca majalah secara gratisan!”&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Dia kemudian mengamati gambar di monitor, mencoba mengamati wanita ini lebih jelas, namun dari layar monitor tampak terlihat bahwa tangan wanita ini kosong. Dia hanya berdiri disana, seperti menatap lurus kearah majalah yang tersusun rapi dirak. “hey” penjaga toko ini kemudian berbisik kepada rekannya. “apakah kau pikir wanita ini hendak mencuri sesuatu?” Temannya berpikiran sama dengannya dan menganggukkan kepala.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Perilaku wanita ini nampak sangat mencurigakan, kemudian dua remaja penjaga toserba ini keluar dari ruang dibelakang meja kasir untuk menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi dan berencana untuk menangkap basah wanita ini jika benar dia memang punya niat untuk mencuri sesuatu. Salah satu dari mereka pergi mengendap endap lewat lorong samping kiri dan satu yang lainya dari sisi&lt;br /&gt;sebelah kanan, namun ketika mereka mengintip pada arah rak majalah, mereka sungguh terkejut, karena wanita tersebut sudah tidak ada ditempat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
“kemana perginya teletubies???” kata salah satu dari mereka berusaha untuk melawak untuk mencairkan suasana yang membuat mereka sedikit merinding. “kemanapun wanita itu pergi… seharusnya dia berpapasan dengan kita tadi” Begitu dia menyelesaikan kalimatnya, mereka berdua mendengar suara guyuran air dari arah kamar kecil. “apa apaan ini?” kata pelayan kedua “bagaimana caranya dia bisa sampai dikamar mandi?” Dua pelayan ini kemudian memeriksa monitor kamera keamanan lagi, namun ketika mereka melihat monitor, wanita itu sudah ada di depan rak majalah lagi, berdiri tertunduk, sama seperti sebelumnya. “wahhh… dia benar benar secepat kilat” kata salah satu pelayan bingung. “terlalu cepat…” sahut temannya lagi. Berpikir bahwa pasti ada kerusakan dengan kamera&lt;br /&gt;keamanan, mereka berdua kembali ke rak majalah,&lt;br /&gt;dan lagi… mereka tidak menemukan siapapun disana.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Keringat dingin mulai menetes. Mereka saling&lt;br /&gt;berpandangan dan mulai merasa ketakutan, tanpa&lt;br /&gt;banyak kata lagi mereka segera menuju ke ruang dibelakang kasir lagi. Kali ini ketika mereka mengecek monitor lagi, kamera keamanan menunjukan bahwa tidak ada siapapun di&lt;br /&gt;depan rak majalah. “dia pergi” kata salah satu pelayan sambil menghela nafas lega dan memalingkan wajahnya kearah temannya. “tunggu… jangan bergerak sedikitpun….” Bisik&lt;br /&gt;temannya tiba tiba. Mereka berdua terdiam terpaku, menatap kearah layar monitor. “ada apa?” tanya pelayan satunya. Dan temannya menjawab dengan suara bergetar dan berbisik nyaris tak terdengar “jangan menoleh kebelakangmu” Pelayan pertama merasa bingung, namun merasa&lt;br /&gt;tegang juga melihat kelakuan temannya ini. Dia hanya melihat bayangan dirinya dan temannya terpantul di layar monitor. Dan kemudian dia menyadarinya….. tepat diantara wajah mereka di pantulan layar dia melihat wajah orang ketiga. Sebuah wajah yang sangat pucat…. Wajah dari seorang wanita. Mereka berdua terlalu ketakutan sehingga tidak mampu untuk bersuara apalagi berteriak.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Mereka hanya berdiri disana, terpaku diselimuti horror yang sangat mengerikan, bulu kuduk serasa berdiri semua dan mereka tidak berhenti gemetar. Namun beberapa menit kemudian wajah wanita itu menghilang. “kupikir dia sudah benar benar pergi sekarang” kata salah satu pelayan. Dengan gugup dia menoleh perlahan dari balik bahunya…. Dan memang tidak ada siapapun disana. Namun temannya ini masih tampak sangat ketakutan.&lt;br /&gt;Keringat dingin masih terus saja mengalir dari&lt;br /&gt;wajahnya. “kupikir belum” katanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Mereka berdua kemudian melihat ke arah layar monitor lagi. Dan mereka melihat lagi wanita itu…. berdiri disana dalam keadaan seperti sebelumnya. Dan perlahan lahan kepalanya berputar menghadap tepat kearah kamera… perlahan… sangat perlahan sehingga akhirnya benar benar menghadap kamera, namun yang menghadap kamera hanya kepalanya saja sedangkan badannya masih tetap menghadap kearah rak buku. Dan perlahan lahan pula wanita ini mulai tersenyum… senyuman melebar menjadi sebuah seringai. Namun seringai ini demikian lebarnya hingga Npnampak mulutnya menjadi sangat lebar…&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Mulutnya nampak sobek dari ujung telinga kiri sampai ujung telinga kanan. Dari tangannya wanita itu kini terlihat memegang sebilah pisau. Dan lewat sudut yang tidak mungkin pula kemudian wanita ini tampak seperti mengiriskan pisau itu ke lehernya sendiri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Melihat pemnadangan horror yang mengerikan ini&lt;br /&gt;mereka berdua tanpa pikir panjang lagi segera&lt;br /&gt;mengambil langkah seribu. Mereka berlari terbirit birit tanpa pernah menoleh kebelakang lagi. Mereka hanya berhenti berlari ketika sampai dirumah mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; display: inline; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-top: 6px;"&gt;
Keesokan harinya, dua remaja ini segera menghadap pemilik toserba dan mengundurkan diri dari pekerjaannya. Saat ini toko tersebut tidak buka 24 jam lagi. Toko ini tutup menjelang tengah malam dan baru dibuka lagi saat pukul 7 pagi.&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiKWWskLcmjF92aJChCZsuLNaDuwqtFMn1Qcd5_ao-hk3zhFOqz9YuHEcP9ODmSc8j7D33CQwrRP0CwfOxmGsOtTqAt0-O78TBThrOHx2Fi2P9cnhC1Rc79Y415ELefzjrCf5pAZTOHJA/s72-c/cctv-cameras-800x537.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">62</thr:total></item><item><title>PERKEMAHAN BERHANTU</title><link>http://ceritaseramhoror.blogspot.com/2017/06/perkemahan-berhantu.html</link><category>Cerita Seram</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 23 Jun 2017 01:39:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2134247401412084897.post-2399877140968275864</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdmSnXqZSfatUYO3P-nlWg7kFRbgbGjEiquk8jCkOLZlxLOPKufZP0UeLqZ0z0vEHVByfVtgQQWh6SWsmfSDAeZ-AfDHgf_37m1t6KMZYi6WbwzvRTEbQkv6mRBfsos-he3QexBEg3VOA/s1600/Brandon-Medrano-Upper-Peninsula-Winter-Wonderland-CampTrend.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1000" data-original-width="1500" height="213" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdmSnXqZSfatUYO3P-nlWg7kFRbgbGjEiquk8jCkOLZlxLOPKufZP0UeLqZ0z0vEHVByfVtgQQWh6SWsmfSDAeZ-AfDHgf_37m1t6KMZYi6WbwzvRTEbQkv6mRBfsos-he3QexBEg3VOA/s320/Brandon-Medrano-Upper-Peninsula-Winter-Wonderland-CampTrend.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Untuk mengisi hari libur maka Dony mengajak teman teman kuliahnya untuk pergi berkemah ke suatu tempat yang belum pernah ia jelajahi sebelumnya. Dony hanya mendapat sedikit informasi mengenai lokasi yang katanya terkenal angker itu. Oleh sebab itu Dony yang dikenal para sahabatnya adalah sang petualang sejati merasa sangat tertantang dengan hal itu. Namun yang membuat hati Dony kecewa ialah dari sekian banyak temannya,hanya dua orang yang mau ikut bersamanya. Alasannya karena takut dan jauh. Tapi tidak apalah menurut Dony,karena tekadnya sudah bulat dan ia beranggapan sejauh mana sih keangkeran daerah itu?&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Singkat cerita maka Dony,Bram dan Vivi pun berangkat dengan membawa perlengkapan dan perbekalan masing masing didalam ransel mereka sambil mengayuh sepeda dengan semangat. Mereka bertiga melalui jalan yang sangat terjal dan berliku liku. Jalan aspal yang sangat hitam itu sedikit ditutupi kabut dan terdapat pohon pohon pinus yang menjulang tinggi disekelilingnya. Udaranya sangat sejuk dan dingin menusuk tulang. Dan tepat pukul 6 sore mereka tiba dilokasi dengan rasa letih yang luar biasa.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
''cihuyy.. akhirnya sampai juga'' ujar Vivi dengan girang sambil menyandarkan sepedanya disebuah pohon pinus yang sangat besar dan tinggi. Dony dan Bram tidak mau ketinggalan,mereka berteriak sekuat tenaga untuk melepas rasa ria nya sehingga memecah kesunyian hutan itu. Burung burung gagak yang dari tadi bertengger diatas pohon pun berhamburan terbang keatas langit karena teriakan mereka. Mereka pun bergegas mencari tempat yang cocok untuk memancangkan kemah. Setelah kemah siap didirikan mereka langsung mempersiapkan segala sesuatunya,termasuk membuat api unggun.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Mereka dengan sangat asyik menikmati dinginnya malam itu sambil bernyanyi nyanyi memainkan gitar disekeliling api unggun. Tidak ada tanda tanda sama sekali yang menunjukkan tempat itu angker. Namun tiba tiba Vivi menjerit ketakutan setelah dilihatnya didalam api unggun,batok batok kelapa yang mereka bakar itu ternyata tengkorak manusia,begitu banyak jumlahnya. Dan kayu kayu itu juga terlihat seperti tulang belulang manusia. Dengan sigap Dony pun menutup mulut Vivi yang dari tadi terus menerus menjerit histeris. Memang benar bahwa tempat itu tempat pembantaian massal.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Suasana semakin mencekam. Mereka bertiga ketakutan dan merasa merinding. Mata Dony melirik kesana kemari melihat sekelilingnya. Pohon pohon pinus yang terlihat gelap itu tiba tiba berdesis dan bergoyang ditiup kencangnya angin. Udaranya semakin dingin. Mereka putuskan untuk memadamkan api dan masuk kedalam kemah. Karena mereka merasakan kengerian yang sangat maka Dony pun juga memadamkan lampu yang ada didalam kemah. Sehingga suasana terlihat gelap gulita. Angin yang berhembus semakin kencang sehingga membuat tenda kemah bergoyang goyang. Vivi semakin ketakutan saja dan Bram terus berusaha menenangkannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
''Don,memang benar tempat ini dulu tempat pembunuhan ya?'' tanya Bram berbisik. ''aku juga kurang tahu '' jawab Dony. Tidak berapa lama angin berhenti bertiup. Disertai ada hal yang aneh terjadi diluar. Terdengar suara riuh seperti orang orang ngobrol satu dengan yang lain,kira kira 10 meter jaraknya dari kemah dan semakin lama semakin jelas terdengar. Dony dan Bram memberanikan diri untuk melihat melalui celah celah tenda. Mata mereka berputar putar melihat keluar. Tapi tidak ada seorangpun terlihat diluar sana. Seketika itu juga Dony mencium aroma busuk yang sangat menusuk hidungnya dan pandangannya menjadi gelap,seperti ada yang menghalangi. Ada orang yang bersandar didinding kemah. Ia pun menyingkirkan wajahnya yang dari tadi menempel didinding. Ia sangat kaget,siapakah itu?&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
''Don,Don kamu lihat gak?'' kata Bram sambil menelan air liurnya dalam dalam. ''apa itu?'' tanyanya sambil menyingkirkan wajah Bram dan menempelkan matanya dicelah celah tempat Bram melihat tadi. Dony melihat ada orang orang menyalakan api unggun mereka dan duduk mengelilinginya. Kira kira sepuluh orang jumlahnya. Api itu memperlihatkan wajah wajah mereka sangat jelas. Sungguh sangat menakutkan,karena wajah wajah itu terlihat hancur. Terkelupas dan banyak dilumuri darah,pucat dan pandangan yang kosong. ''gawat Bram,sepertinya mereka itu arwah arwah korban pembantaian'' kata Dony sambil terus memandangi lewat celah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Dony dan Bram bergerak ketengah tengah dan saling pandang. Mereka tidak tahu harus berbuat apa. Mereka melihat tubuh Vivi sudah tertutup selimut sangkin takutnya. Lalu Dony melihat lagi arwah arwah itu melalui celah. Namun tidak ada lagi. Sementara api unggun tetap menyala. Kemana mereka?&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Dony semakin gusar dan cemas. Ia bergegas melihat sekeliling melalui celah celah sekeliling tenda. Tetap arwah arwah itu tidak terlihat jejaknya. Mereka semakin bingung dan kuatir. Apakah mereka benar benar sudah pergi atau ada sesuatu yang ingin mereka rencanakan. Ternyata benar,tiba tiba ada sosok tangan yang terlihat pucat kebiruan masuk melalui bawah kemah dan menarik kaki Vivi yang dari tadi berada dipojok. Dengan sigap,Bram menarik tubuh Vivi dan dibantu oleh Dony. Vivi menjerit jerit sekuat tenaga. Tangan itu terlihat sangat kuat dan mereka saling tarik menarik,sehingga tubuh Vivi pun terbelah menjadi dua bagian tepat dipinggangnya. Darah segar pun muncrat membasahi dinding dan Vivi pun tewas seketika dengan usus dan isi perutnya terburai.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Dony dan Bram pun lesu tercengang melihat jasad Vivi,seakan ini hanyalah sebuah mimpi. Kemudian,dari arah luar api unggun terlihat sangat marak. Ternyata mahluk mahluk itu memanggang bagian tubuh Vivi tadi hingga gosong. Bram terlihat menangis dan kembali tangan mahluk itu masuk,kali ini jumlahnya banyak dan menangkap kedua kaki Bram. Lalu mereka mengikat tubuhnya dan menusukkan kayu panjang dari lubang anusnya sampai tembus melalui mulut. Bram meronta kesakitan dan mahluk itu memanggangnya hidup hidup dan beramai ramai. Dony yang tidak tahan melihatnya langsung lari terbirit birit meninggalkan tempat itu. Ia mengambil sepeda dan mengayuhnya sekuat tenaga. Dibelakang,mahluk itu mengejarnya namun akhirnya Dony selamat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; display: inline; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-top: 6px;"&gt;
Setiba ia disebuah desa,ia heran mengapa orang orang melihatinya dengan ketakutan dan menjauhinya. Dony tidak terlalu menghiraukannya dan tetap saja mengayuh sepedanya dengan pelan dan semakin serasa berat. ''hey.. yang kamu bawa itu manusia atau bukan?'' tanya seorang warga di pagi pagi buta itu. Dony heran dan melihat kebelakang,ia melihat dua mahluk yang tak lain adalah arwah Vivi dan Bram sedang duduk dibangku belakang sepeda sambil melotot marah kearah Dony.&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdmSnXqZSfatUYO3P-nlWg7kFRbgbGjEiquk8jCkOLZlxLOPKufZP0UeLqZ0z0vEHVByfVtgQQWh6SWsmfSDAeZ-AfDHgf_37m1t6KMZYi6WbwzvRTEbQkv6mRBfsos-he3QexBEg3VOA/s72-c/Brandon-Medrano-Upper-Peninsula-Winter-Wonderland-CampTrend.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">69</thr:total></item><item><title>TEMAN BARU MISTERIUS</title><link>http://ceritaseramhoror.blogspot.com/2017/06/teman-baru-misterius.html</link><category>Cerita Seram</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 23 Jun 2017 01:33:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2134247401412084897.post-6423026277524050559</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgs9o_anC1HzKKdajo6NKa-OjH5HGoW2wY6JRe7ruFDLunKVLLr3c3w1S5E69MHfTBzpoTnQS42y4cb-5l-rlv2cXMsXhs1atG_AUSQKtbT-2prowQTM0duLjeixPe_2FdHELhl_j81zx0/s1600/shutterstock_109731770.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="851" data-original-width="1280" height="212" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgs9o_anC1HzKKdajo6NKa-OjH5HGoW2wY6JRe7ruFDLunKVLLr3c3w1S5E69MHfTBzpoTnQS42y4cb-5l-rlv2cXMsXhs1atG_AUSQKtbT-2prowQTM0duLjeixPe_2FdHELhl_j81zx0/s320/shutterstock_109731770.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Aku baru saja pulang dari acara penghiburan dirumah teman kuliahku yang kini belum tahu dimana keberadaannya. Orang tuanya sangat sedih dan terpukul dengan kejadian itu. Sudah beberapa personil kepolisian dikerahkan untuk mencarinya namun semuanya sia sia. Mau tidak mau polisi harus membuat statusnya menjadi DPO.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Kulihat jam tanganku sudah pukul 7 malam,tapi bus yang ingin kutumpangi tidak muncul muncul juga. Sementara ibu sudah beberapa kali menghubungiku untuk segera pulang. Selang beberapa menit,kulihat seorang lelaki sebayaku berhenti tepat didepanku. Ia menawarkan tumpangan kepadaku namun aku heran ternyata masih ada orang jaman sekarang yang mau menolong orang lain. Tanpa basa basi aku langsung saja naik keatas motornya. Katanya ia mengenalku,tapi kapan? Aku bingung dan merasa tidak pernah bertemu dengannya sebelumnya. Tapi biarlah,aku hanya meng-iya kan semua omongannya,yang penting aku sudah dapat tumpangan dan ingin bertemu dengan ibuku secepatnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Disepanjang jalan aku mencium aroma tidak sedap yang berasal dari badannya,namun ia terus berbicara panjang lebar mengenai sisi kehidupannya yang serba suram. Aku sangat terbawa kedalam ceritanya yang terlalu hiper meskipun suaranya terdengar serak serak basah. Tanpa kusadari kami berhenti disebuah rumah yang sangat besar dan mewah. ''lohh.. kita dimana ini?'' tanyaku heran. ''tenang aja,gak usah takut. ini rumahku,singgah sebentar bisakan?'' jawabnya. ''tapi gak lama kan? soalnya ibuku udah nunggu'' sahutku cemas sambil melihat jam tanganku yang sudah menunjukkan pukul 10 malam. ''iya'' jawabnya sambil membukakan pintu dan kami pun masuk kedalam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Ia lantas menyalakan semua lampu dan kulihat rumah itu kosong melompong seperti tidak berpenghuni tapi terlihat bersih. Ada banyak kamar kamar desekeliling lorong yang terbentang lurus menuju dapur. Kulihat juga ada banyak foto foto wajah orang yang menghiasi dinding rumah yang berwarna putih itu. Setelah kutanya,ia tinggal sendiri dan kedua orang tuanya sudah lama meninggal. Namun mengapa begitu banyak foto yang terpampang didinding itu? Mengenai hal itu aku segan menanyakannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
''tunggu disini sebentar ya,jangan kemana mana,aku mau kedapur dulu'' katanya sambil menepuk bahuku. Lalu,aku pun duduk dilantai dan menyandarkan tubuhku didinding. Perhatianku tidak pernah lepas dari foto foto itu. Sambil menunggu temanku tadi,aku pun bangkit berdiri dan mendekati wajahku kearah foto foto itu. Ku perhatikan satu persatu wajah wajah itu dengan serius. Aku sama sekali tidak mengenal mereka. Mungkin mereka semua adalah keluarga teman baruku tadi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Sambil terus memandangi,tiba tiba bulu kudukku berdiri sendiri. Aku menyadari ternyata dari tadi aku merasakan ada sebuah foto yang seakan selalu memperhatikan gerak gerakku. Tidak salah lagi,sebuah foto yang ada dipaling ujung dari deretan foto foto itu terlihat kedua bola matanya melotot tajam melihatku. Tampak sangat menyeramkan dan aku pun ketakutan dan berhenti memandang lalu memutar balik tubuhku dan kembali duduk dilantai sambil menundukkan kepalaku. ''apa itu? atau hanya halusinasiku saja?'' pikirku dalam hati. Lama sekali temanku itu dari dapur,kataku merengut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Akhirnya dengan sedikit keberanian,ku buka sebelah mataku melalui celah celah jari tanganku. Kuintip foto tadi,ternyata ia masih melototiku sangat tajam. Lebih lama lagi kulihat,tiba tiba wajahnya terlihat menangis dan kedua matanya mengeluarkan darah. Aku spontan kaget,jantungku berdegup kuat. Aku menyadari bahwa itu seperti wajah temanku yang hilang beberapa waktu yang lalu. ''ada apa ini? kenapa fotonya ada disini?'' tanyaku sangat heran. Ku intip lagi foto itu,matanya bergerak gerak seakan ada sesuatu yang ingin disampaikannya kepadaku. Dan foto foto yang lain pun ikut memperlihatkan wajahnya yang menangis dan sangat menyeramkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Aku beranjak dari posisiku dan melangkah pelan pelan melintasi lorong untuk menuju dapur. Aku ingin mengetahui apa yang sedang dilakukannya. Sesekali ku tempelkan ujung jariku dipintu pintu kamar itu,namun terkunci. Terus aku melangkah dan tibalah aku diujung lorong dan bersebelahan dengan dapur. Aku mendengar suara pisau yang sedang di asah asah dan sesekali terdengar suara erangan. Lantas aku mengintip melalui lubang kunci dan aku tidak bisa melihat apa apa. Yang terlihat hanya warna putih dan sesekali berkedip. Aku keringat dingin setelah menyadari bahwa ia juga mengintipku lewat lubang yang sama. Aku pun berlari sekuat tenaga dan aku menyadari kalau dia itu bukan manusia,setan atau apalah sejenisnya. Kubuka semua pintu untuk keluar tapi terkunci dan ku dobrak tapi sia sia. Kali ini habislah aku,pikirku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Aku putuskan untuk sembunyi didalam salah satu kamar,siapa tahu ada yang tidak terkunci. Ternyata benar,ada kamar yang letaknya ditengah lorong tidak terkunci. Aku pun dengan cepat masuk dan mengunci pintu lalu sembunyi didalam sebuah peti kayu yang ada didalam lalu menutupnya. Aku sungguh sangat sangat ketakutan. Berarti dia yang membunuh temanku dan juga orang orang yang ada didalam foto foto itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Tiba tiba didalam keheningan,aku mendengar suara langkah kaki berjalan menelusuri lorong. Suara itu terdengar semakin mendekat kearahku dan terhenti tepat didepan kamar tempat aku sembunyi. Dan ia berusaha membuka pintunya 'BRAKKK...' pintu itu pun terbuka. Aku sangat gemetaran dan menggigil. ''tolong aku Tuhan.. tolong aku Tuhan'' aku terus berdoa didalam peti yang terasa panas dan gelap itu. Aku terus memejamkan kedua mataku lalu peti itu dibukanya 'SRETTT... BRAKKK..' aku merasakan kepalaku diangkatnya lalu membawa pergi dan kulihat tubuhku tanpa kepala didalam peti sudah bersimbah darah dan kaku. Sungguh sakit kurasakan dileherku. Diletakkannya kepalaku diatas meja dan memotretku,lalu aku pun tewas setelah mahluk itu merebus kepalaku didalam sebuah periuk besar.&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgs9o_anC1HzKKdajo6NKa-OjH5HGoW2wY6JRe7ruFDLunKVLLr3c3w1S5E69MHfTBzpoTnQS42y4cb-5l-rlv2cXMsXhs1atG_AUSQKtbT-2prowQTM0duLjeixPe_2FdHELhl_j81zx0/s72-c/shutterstock_109731770.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">51</thr:total></item><item><title>DARAH MAYAT</title><link>http://ceritaseramhoror.blogspot.com/2017/06/darah-mayat.html</link><category>Cerita Seram</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 23 Jun 2017 01:29:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2134247401412084897.post-998953058445907346</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmM28QroldN13veCIbLUc6UgRRBZi63grk_SW-6nZDede_bdH7wQsR0Psfp6yiSezo4iYmKweIniVig1FnSQXUyAzwfVp1i6VIjAjpZMEgmAxh9QOaGgqE7StkdTr6jW_3Rbwm7LxyN-A/s1600/22LENIN-jumbo.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="716" data-original-width="1024" height="223" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmM28QroldN13veCIbLUc6UgRRBZi63grk_SW-6nZDede_bdH7wQsR0Psfp6yiSezo4iYmKweIniVig1FnSQXUyAzwfVp1i6VIjAjpZMEgmAxh9QOaGgqE7StkdTr6jW_3Rbwm7LxyN-A/s320/22LENIN-jumbo.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Semakin hari keadaan Jeffry bukan malah semakin membaik,justru keadaannya semakin parah dan tidak terkendalikan lagi. Hari harinya dihabiskannya didalam sebuah ruangan besi yang terkunci sangat rapat. Ia terus meronta ronta seperti orang gila yang mengamuk. Orang tuanya sangat stres menghadapi ini semua. Tidak ada seorang dokter pun yang mengetahui apa penyebabnya. Suatu hari ayahnya baru sadar bahwa tiga bulan yang lalu ada seorang kakek yang mau mendonorkan darahnya kepada Jeffry karena waktu itu Jeffry kritis akibat kecelakaan motor. Jadi kalau tidak ada orang yang mau mendonorkan darahnya kepadanya maka Jeffry akan mati. Apakah itu penyebabnya atau tidak,itulah yang ingin diselidiki oleh ayah Jeffry.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Dengar dengar cerita orang katanya kakek itu tinggal tidak jauh dari area pemakaman yang terletak dipinggir sungai. Akhirnya malam itu juga tepatnya pukul 8 malam si ayah pun pergi untuk menemuinya. Di kayuhnya sepedanya sekuat tenaga dan ia merasakan malam itu sangat dingin sekali.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Setibanya ia dipinggir sungai,ia melihat sebuah gubuk tua yang tampak sedikit reot diseberang tepi sungai. Tidak ada perumahan disekelilingnya. Lampu yang ada didalamnya masih menyala. Tidak salah lagi pasti itulah rumah si kakek itu. Sebelum ia menuju gubuk itu,tidak ada salahnya ia memperhatikan gerak gerik si kakek terlebih dahulu. Dengan keadaan yang sedikit basah,si ayah pun turun dari atas sepeda dan menyandarkan sepeda itu disebuah pohon lalu jongkok. Ia mengendap endap melalui semak semak sambil tiarap diatas tanah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Tidak berapa lama ia melihat si kakek dari kejauhan datang dari arah tempat pemakaman menuju gubuknya. Ada sesuatu benda berwarna putih diseret seretnya,tidak salah lagi itu adalah sebuah goni. Bukan,bukan goni,melainkan terlihat seperti kain kafan. Apakah itu pocong? Benar,benar sekali,itu adalah pocong dan ada sosok mayat didalamnya. Ya ampun,dengan seketika si ayah pun merinding melihatnya. Berarti kakek itu baru saja menggali sebuah makam dan mengambil mayatnya. Lalu si kakek membukanya,ternyata mayat itu masih utuh. Sepertinya mayat itu baru saja dikuburkan oleh keluarganya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Apa yang akan dilakukannya? Si ayah terus mengamatinya dengan hati hati sehingga sesekali ia menelan air liurnya dalam dalam. Dan sambil memukuli nyamuk yang hinggap ditubuhnya. Mayat itu digantung oleh si kakek diatas ranting pohon,dengan posisi kaki diatas dan kepala dibawah. Diambilnya pisau dan dengan sangat hati hati ia menyayat nyayat dan menyembelih mayat itu lalu mengambil sebuah selang panjang dan mengalirkan darahnya kedalam sebuah plastik yang sudah diletakkannya tepat dibawah mayat itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Ya Tuhan,untuk apa dia melakukan ini semua? Pikir si ayah. Mungkin karena sangkin takutnya,secara tidak sengaja si ayah menyenggol sebuah batu dan jatuh kedalam air sungai. 'BYURRR..' si kakek terkejut dan menolehkan pandangannya kearah si ayah. Dan si ayah dengan cepat menundukkan kepalanya tepat menempel ditanah. Sepertinya kakek itu sudah mengetahuinya. Karena dilihatnya,kakek itu tidak ada lagi ditempatnya tadi dan mayat itu masih tetap tergantung. Si ayah pun ketakutan yang membuatnya keringat dingin. Ia berniat meninggalkan tempat itu,dan ketika ia keluar dari persembunyiannya dan berbalik badan,kakek itu sudah berdiri tepat didepannya. Mukanya terlihat marah. ''apa yang kau lakukan disini,ha?'' katanya sambil bersiap menusukkan pisau ke perut si ayah. ''ti tidak kek,tidak ada'' jawabnya gemetar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Dengan spontan kakek itu melayangkan pisaunya kearahnya dan dengan cepat pula si ayah mengelak lalu lari tunggang langgang. Sesampainya dirumah,si ayah menceritakan kepada warga semua yang baru saja dilihatnya. Warga terheran heran,ternyata darah yang mengalir ditubuh Jeffry adalah darah mayat. Oleh sebab itu Jeffry sangat bertingkah sangat aneh. Warga pun menjadi geram dan ingin cepat cepat mengusir kakek itu,bila perlu membunuhnya. ''kita bakar saja gubuknya'' kata seorang warga yang dari tadi sudah berkumpul ramai sambil membawa bawa obor. ''iya iya,kita bakar saja,bila perlu orangnya juga harus dibakar. sudah banyak keluarga kita mati karena tingkahnya'' kata warga.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Akhirnya malam itu juga tepatnya pukul 11 malam,mereka beramai ramai mendatangi gubuk kakek itu. Namun si kakek tidak ada. Setelah membuka pintu gubuk,mereka mencium aroma busuk sangat menyengat keluar dari dalam. Lalat lalat berhamburan dan memperlihatkan begitu banyak mayat yang sudah terlihat membusuk dan lisut kehabisan darah. Mereka semua muntah muntah karena tidak tahan. Lalu mereka membuka sebuah tong besar yang ada disamping gubuk dan alangkah terkejutnya mereka setelah melihat banyak gumpalan darah yang sudah berbau amis.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Tidak pikir panjang,warga pun membakar gubuk itu. Setelah itu mereka berusaha mencari keberadaan kakek jahanam itu. Tidak berapa lama datanglah seseorang pemuda misterius yang tidak dikenal menghampiri mereka. Pemuda itu terlihat sangat pucat dan loyo. Dia mengatakan bahwa kakek itu sebenarnya sudah lama meninggal. ''ya,dia sudah lama mati.. dia juga sudah mencuri darah yang ada ditubuh kami'' kata pemuda itu dengan suara yang kurang jelas sambil memperlihatkan seluruh tubuhnya yang dipenuhi tusukan bekas selang. Dan semua warga tercengang ketakutan.&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmM28QroldN13veCIbLUc6UgRRBZi63grk_SW-6nZDede_bdH7wQsR0Psfp6yiSezo4iYmKweIniVig1FnSQXUyAzwfVp1i6VIjAjpZMEgmAxh9QOaGgqE7StkdTr6jW_3Rbwm7LxyN-A/s72-c/22LENIN-jumbo.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">61</thr:total></item><item><title>TEROR SAUDARA KEMBAR </title><link>http://ceritaseramhoror.blogspot.com/2017/06/teror-saudara-kembar.html</link><category>Cerita Seram</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 23 Jun 2017 01:23:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2134247401412084897.post-3354684601531503809</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgW8yWZkJxVVnCPUcvoDMmDWJeMidjRzK5lAGI2HhD_apeCktTcMuuIqVBj8XJ63rax_bSz-gJS_7RIICwUR3uqx_KB6cAmUNVhJT5DXWuDMv0VazyBkRhX1SSlguVTJU9UNGmwSfSpcFM/s1600/twin-boys.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="419" data-original-width="557" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgW8yWZkJxVVnCPUcvoDMmDWJeMidjRzK5lAGI2HhD_apeCktTcMuuIqVBj8XJ63rax_bSz-gJS_7RIICwUR3uqx_KB6cAmUNVhJT5DXWuDMv0VazyBkRhX1SSlguVTJU9UNGmwSfSpcFM/s320/twin-boys.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Bobs yang berusia 15 tahun terlihat sangat sedih atas kepergian saudara kembarnya,Boby. Saudaranya itu telah meninggal akibat suatu kecelakaan bus yang mereka tumpangi sewaktu pulang sekolah,sementara Bobs selamat. Bobs yang dulunya periang kini menjadi pendiam dan kebanyakan murung. Maklumlah,dulu mereka selalu kompak dan bersama kemanapun mereka pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu malam,ketika Bobs tidur,ia bermimpi didatangi arwah Boby dan ingin mencekiknya. Wajah Boby terlihat sangat pucat dan dipenuhi darah,juga kedua matanya melotot. Bobs berteriak teriak minta tolong kepada ibunya. Dengan sigap Bobs pun terbangun dan duduk,lalu dilihatnya badannya sudah keringat dingin. Ia sangat ketakutan malam itu. Dia mendengar anjing terus menggonggong dari arah luar. Ia pun merinding ketakutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian Bobs menyalakan lampu kamar dan bergegas berjalan menuju kamar ibunya. Ia mengetuk ngetuk pintu dan mencoba membangunkan ibunya tapi gagal. Ia melihat jam dinding sudah pukul 2 dini hari. Dari tadi suara longlongan anjing itu semakin lama semakin kuat terdengar. Bobs merasa terganggu,dan ia membuka jendela dan berusaha mengusir anjing anjing itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu juga ia melihat diluar ditengah tengah kegelapan samar samar seperti ada seseorang sedang jongkok membelakanginya. Orang itu berpakaian seperti pakaian sekolah dan rambutnya acak acakan. Ah,mungkin itu hanya orang gila yang kebetulan lewat sini,pikir Bobs dalam hati. Lalu ia menutup jendela tanpa menghiraukannya dan pergi ke toilet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia membasuh wajahnya supaya terlihat lebih segar. Saat itu juga sekilas ia melihat kearah cermin yang ada didepannya,ada seseorang yang lewat dibelakangnya. Hembusan anginnya sangat terasa. Bajunya pas seperti baju orang yang dilihatnya diluar tadi. Langkahnya begitu cepat. Bobs pun merinding dan tercengang. Siapa itu ya? Tanyanya dalam hati sambil melihat kebelakangnya. Lalu ia mematikan kran air dan berlari seribu langkah kekamarnya dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Keesokan paginya bobs menceritakan semua kejadian itu kepada ibunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun ibunya tidak mempercayainya dan ibunya mengira itu hanya halusinasi Bobs. Tapi Bobs tetap bersikeras,ia menjelaskan bahwa itu adalah arwah Boby yang gentayangan. Ibunya tetap sangat tidak percaya akan perkataan anaknya itu sambil berlalu meninggalkan Bobs. Bobs terlihat sangat bingung dan ia pun pergi kedapur untuk sarapan. Sewaktu Bobs makan,ia sungguh sangat merasakan kehadiran Boby disampingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hawanya tiba tiba terasa dingin. Kursi makan yang ada disebelah Bobs bergerak dengan sendirinya,seperti ada yang menariknya. Lalu sendok,piring dan gelas yang ada diatas meja perlahan lahan bergeser seperti ingin ikut sarapan. Hembusan udara yang sangat dingin pun terasa menyentuh pundak Bobs. Ia hanya tercengang ketakutan melihatnya dan ia tidak berani lama lama membuka matanya. Jantungnya berdetak kencang. Bobs berpikir bahwa itu pasti arwah Boby yang ingin selalu dekat dengannya kemanapun ia pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak berapa lama,Bobs pelan pelan pergi dari tempat itu dan ia merasakan arwah Boby juga perlahan mengikutinya dari belakang. Sungguh mengerikan. Ketika didalam kelas,Bobs merasakan bangku kosong yang ada disebelahnya,dulunya tempat duduk Boby,bergerak pelan. Bobs tahu bahwa arwah Boby pasti selalu mengikutinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan para siswa juga sengaja tidak mau menduduki bangku itu. Sesekali arwah Boby memperlihatkan wujud aslinya. Ketika itu sewaktu guru sedang mengajar,Bobs terkejut setelah melihat arwah Boby berjalan jalan didekat guru sambil memperlihatkan wajah yang seram dan dilumuri darah dan terus melotot kearah Bobs. Tapi para siswa dan guru tidak bisa melihatnya. Juga sewaktu jam istirahat,Boby melihat seseorang yang kurang jelas terlihat wajahnya,mondar mandir kebingungan diaula sekolah. Tapi teman teman yang lain tetap tidak bisa melihatnya. Hiii...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepulang sekolah,Bobs kembali menceritakannya kepada ibunya,namun lagi lagi si ibu tidak percaya. Dan malamnya Bobs tiba tiba jatuh sakit. Tubuhnya sangat panas dan demam tinggi. Ibunya sangat kuatir bercampur bingung. Dipeluknya tubuh Bobs dan panasnya semakin lama semakin tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ibunya putuskan untuk memanggil taxi dan membawa anaknya itu ke rumah sakit. Disepanjang perjalanan Bobs yang duduk disebelah ibunya terlihat gelisah. Sesekali ibunya meminta sang supir untuk mempercepat laju taxinya. Malam itu terasa sangat dingin. ''maaf ya nak,sekarang ibu baru percaya'' kata ibunya sambil terus memeluk erat tubuh Bobs. ''sebenarnya apakah kalian selama ini bertengkar?'' tanya ibu kepada Bobs yang dari tadi memandangi gelapnya hutan yang sedang mereka lewati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara yang terbata bata maka Bobs pun bercerita ''iya bu,aku baru menyadari sekarang. sewaktu sebelum kecelakaan itu terjadi,kami berdua sempat mengobrol. Boby selalu bertanya kepadaku 'kak setiap hari ibu selalu menyuruh kita untuk memakaikan baju yang sama,lalu kalau kita pergi selalu sama sama,makan sama sama,tidur sama,ini itu sama,semua sama,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
jadi kalau mati sama gak kak? ayo kak Bobs jawab aku,jawab aku......'. bu,begitulah pertanyaannya kepadaku bu,dia terus memaksaku untuk menjawabnya,namun saat itu aku hanya diam tidak menjawabnya,dan saat itu juga BRAAKKK.... kecelakaan pun terjadi bu..'' begitulah cerita Bobs yang membuat ibunya meneteskan air mata. Sementara taxi terus melaju sangat kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu juga,taxi yang mereka tumpangi oleng dan menabrak sebuah pohon besar,kecelakaan itu sangat mengerikan. Taxinya ringsek berat,sang supir tewas dan kepalanya pecah,Bobs juga tewas dengan kepala remuk berlumur darah. Namun ibunya hanya luka ringan. Dalam keadaan setengah sadar ibunya melihat samar samar,Bobs dan Boby berdiri didekatnya saling bergandengan tangan sambil memperlihatkan wajah yang sangat sangat mengerikan dan tertawa.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgW8yWZkJxVVnCPUcvoDMmDWJeMidjRzK5lAGI2HhD_apeCktTcMuuIqVBj8XJ63rax_bSz-gJS_7RIICwUR3uqx_KB6cAmUNVhJT5DXWuDMv0VazyBkRhX1SSlguVTJU9UNGmwSfSpcFM/s72-c/twin-boys.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">37</thr:total></item><item><title>Mancing Dimalam Suro</title><link>http://ceritaseramhoror.blogspot.com/2017/06/mancing-dimalam-suro.html</link><category>Cerita Seram</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 23 Jun 2017 01:17:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2134247401412084897.post-4687313453525919445</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKf5afOq3truKUbIne-4X5x9N4THK3_YAQm9NTLjhZFh0gM6DQQHySdDEL0ENa3BLmEl-DekI0PmDoyU6YlXOOpfTzgpS8tFBUXeIMXrK7ZQE2sejDG-l9tVupvwKvEj30QLj61AjR4Ak/s1600/edit-5196.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="881" data-original-width="1500" height="187" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKf5afOq3truKUbIne-4X5x9N4THK3_YAQm9NTLjhZFh0gM6DQQHySdDEL0ENa3BLmEl-DekI0PmDoyU6YlXOOpfTzgpS8tFBUXeIMXrK7ZQE2sejDG-l9tVupvwKvEj30QLj61AjR4Ak/s320/edit-5196.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;Aku kan Punya Hobby mancing. Singkat kata aku dapat informasi dari seorang temen bahwa di sungai Plampeyan “nama sebuah Sungai di kec.Jatinom, kab.klaten” banyak ikannya. Nah mendapat info kaya gitu, aku yang emang Hobbynya Mancing tertarik untuk mencoba. Setelah berembug dengan 2 org temen yang Laen “Bukan temen yang ngasih Info”, akhirnya kita sepakat untuk pergi mancing malam jum’at. Aq lupa pasnya malam jum’at apa tapi yang jelas tuch malam jum’at juga bertepatan dgn malam satu suro.!! Setelah hari yang telah disepakati n mempersiapkan perlengkapan yang di butuhkan, sktr pkl 19.00 wib akhirnya kita bertiga berangat juga ke sungai Plampeyan. perjalanan sktr 45 menit akhirnya sampai juga ke tempat tujuan. Awalnya sech tidak ad yang aneh.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;Makanya tanpa berpikir panjang kita bertiga langsung memarkirkan motor ditanah lapang diatas tebing, yang kebetulan untuk menuju lokasi kita mancing. Kita hrs menuruni tebing setinggi 3-4 m. Setelah beberapa jam tdk mendapat sambaran, kita sepakat untuk pindah lokasi masih di sungai yang sama. Akhirnya kita jalan mencari lokasi laen. Dari sini baru keliatan anehnya. Setiap kita pindah tempat anehnya koq kita bertiga bisa kembali lg ke tempat semula. kita coba lagi sampai 1-2 kali dan masih tetep sama “kembali ke tempat semula”pdahal perasaan kita tuch jalan udah lurus menyusuri sungai.!! so kita bertiga jadi kebingungan, disaat kita lg bingung….&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;tiba2 terdengar suara seperti orang lg mandi. Alhasil kita bertiga semakin tambah bingung dan takut juga “Ada orang malam2 mandi di sungai”. Di tengah ketakutan kita, Aq memberanikan diri mencari sumber suara tersebut, dan tak lama setelah aq mencari akhirnya ketemu juga. Aq melihat seorang Cewek lagi mandi di sungai di bawah pohon waru. dlm hatiku udah mengatakan, wah…ini sech bukan cewek betulan.. dan bener dugaanku, mungkin merasakan keberadaanku tuch cewek menoleh kearahku.. dengan PDnya memperliatkan gigi taringnya yang panjang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;Aq langsung lari kearah temen2ku dan mengajak mereka pulang. Menyadari ketidak beresan yang terjadi temen2 ku pun langsung mengiyakan ajakanku itu, dan kita bertiga langsung menuju ke tempat motor kita parkir tadi. untuk menuju tempat motor yang kita parkir, kita harus naek lagi tebing yang tingginya 3-4m tadi. Sesampainya diatas kita tambah di kejutkan dengan pemandangan yang tidak umum “ingat kan ceritaku tadi, yang aq bilang tanah lapang,ternyata adalah Tanah kuburan” dan apesnya lg “Ya emank gak di tengah sech” tapi motor kita lumayan jauh masuk ke dlm kuburan itu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;Bayangin aja “jalan aja kita susah, harus belok2 biar gak nabrak kijing. Ap bisa kita bw tuch motor keluar semulus masuknya cos tuch kuburan penuh Kijing ditambah dengan rasa takut yang sangat amat”. Akhirnya kita lari tanpa memperdulikan lg motor menuju desa terdekat. Setelah sampai di desa kita bertemu dengan penduduk yang sedang ronda. setelah kita menceritakan semuanya akhirnya kita dibantu oleh penduduk mengambil motor yang kita tinggal td.!! Dari cerita penduduk sekitar emank tuch kuburan angker,sering jail ma pendatang. Sebelom aq ma temen2 ku, katanya ada juga tukang bakso yang gerobaknya sampai di tengah2 kuburan gitu “Ntar kali laen aq ceritain kisah tukang bakso yang ku dengar dari penduduk sekitar”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;&amp;nbsp;Setelah motor kita ambil dengan bantuan penduduk sekitar n kita udah agak tenangan, Aq ma temenku pamit’an ma penduduk sekitar n akhirnya kita pulang dengan selamat sampai dirumah.!! Dari kejadian itu aq gak berani lagi mancing malam hari…..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKf5afOq3truKUbIne-4X5x9N4THK3_YAQm9NTLjhZFh0gM6DQQHySdDEL0ENa3BLmEl-DekI0PmDoyU6YlXOOpfTzgpS8tFBUXeIMXrK7ZQE2sejDG-l9tVupvwKvEj30QLj61AjR4Ak/s72-c/edit-5196.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">62</thr:total></item><item><title>GELAP</title><link>http://ceritaseramhoror.blogspot.com/2017/06/gelap.html</link><category>Cerita Seram</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 23 Jun 2017 01:12:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2134247401412084897.post-4843846058191461867</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEha66b7MC-3jQ0pmRdU1CFpkvyA9jmS_IOigDt7AjbGkScTb7w-feAS2U90NrO2mUP9EgTecQTNZaTGitPXpJvqR91i6zqO1PmhJyH7fFQW9_N4uO4ir5iejn17he5lnewrlVO7xKs8fyI/s1600/Anime-fantasi-gelap-setan-zombie-undead-horor-menakutkan-menyeramkan-okultisme-ravens-sutra-kain-seni-dinding-poster.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="600" data-original-width="900" height="213" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEha66b7MC-3jQ0pmRdU1CFpkvyA9jmS_IOigDt7AjbGkScTb7w-feAS2U90NrO2mUP9EgTecQTNZaTGitPXpJvqR91i6zqO1PmhJyH7fFQW9_N4uO4ir5iejn17he5lnewrlVO7xKs8fyI/s320/Anime-fantasi-gelap-setan-zombie-undead-horor-menakutkan-menyeramkan-okultisme-ravens-sutra-kain-seni-dinding-poster.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Sepintas tidak ada yang istimewa dari temanku ini, Emily begitulah orang2 memanggilnya, rambutnya ikal bewarna merah maron, matanya coklat terang, kulitnya putih mungkin lebih tepatnya putih pucat, dia pendiam dan tertutup, banyak juga cowok tertarik padanya, namun mereka mundur karena Emily tidak memberi sinyal apapun. Aku mengenalnya dua bulan lalu, ia satu universitas denganku, dan kamipun satu jurusan, satu hal yang aneh, Emily sangat takut sekali dengan suasana gelap, dan dia selalu menghindar dari kegelapan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Pernah suatu ketika kami ada kuliah malam, tiba2 listrik padam, spontan Emily berteriak2 dan menjerit ketakutan, ia mencengkram lenganku dengan kuat. Semua yang ada diruangan panik dan berusaha menenangkannya, saat listrik kembali menyala aku melihat ada luka cakar di lenganku, mungkin itu adalah bekas cakarannya yang begitu ketakutan, rasanya cukup perih, tapi mau gimana dia melakukannya tidak sengaja.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Setelah beberapa bulan pertemananku, pada suatu senja aku mengajak Emily untuk bermain di rumahku, karena juga ada tugas dari universitas yang kami kerjakan. Karena hari sudah terlalu larut aku menawarinya untuk menginap di rumahku, dan ia tidak keberatan, singkat cerita akhirnya kamipun beranjak untuk tidur. Aku terkejut karena tiba2 Emily menjerit cukup keras, ternyata gelap sekali listrik mati, aku berusaha menenangkannya aku mencari lilin namun saat aku menemukan lilin ia sudah berada di pintu depan dengan segera aku memanggilnya tapi ia justru berlari keluar ke arah jalanan, dan entah dari mana datangnya sebuah truk melaju dengan kencangya, seketika itu juga ia menubruk tubuh Emily, hingga ia terpental beberapa meter.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
“ Emilyyyyyyyyyyyyyyy” aku berteriak dan segera menghampirinya, darah sudah mengucur dari mulut dan kepalanya, aku memeluknya, beberapa detik setelah itu aku kehilangannya untuk selamanya.&lt;br /&gt;Setahun setelah kejadian itu, aku sering bermimpi tentang Emily, bahkan aku juga merasa seolah2 ia selalu mengikutiku kemanapun aku pergi, aku berusaha untuk mencari tau tentang Emily. Setelah semua data tentangnya aku dapatkan aku langsung menuju alamatnya ternyata Emily dibesarkan di sebuah panti asuhan. Menurut informasi yang aku dapatkan saat itu umur Emily baru 5 tahun, ia mempunyai seorang ibu yang depresi karena dikhianati suaminya. Lalu ibu Emily sering tertawa2 sendiri, kadang juga ibunya memukul Emily dan lebih parahnya lagi ibunya sering mengurung Emily di dalam kamar dan lupa untuk mengeluarkannya. Barulah beberapa hari ia ingat, sering terjadi hal seperti itu, kadang teriakan dan tangisannya membuat para tetangga iba.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Hingga pada suatu malam ibunya kembali mengurungya, Emily menjerit, ibunya seolah berubah menjadi suatu makhluk yang mengerikan, ia menyeringai kepada Emily hingga keesokan paginya para tetangga terkejut karena ibu Emily ditemukan meninggal dengan tubuh membiru, darahnya seolah disedot habis dari tubuhnya, matanya melesak jauh kedalam, terlihat sekali ia menahan sakit teramat sangat saat menjelang kematiannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Akibatnya Emily dikirim kepanti asuhan, beberapa tahun setelah itu Emily diadopsi oleh keluarga Wallker, entah apa yang terjadi satu tahun kemudian pasangan suami istri setengah baya itu ditemukan meninggal dirumahnya, dengan kondisi yang sama persis dengan ibu Emily dahulu didalam sebuah gudang, namun karena tidak ada bukti Emily tidak dijadikan tersangka.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Pada akhirnya Emily dikembalikan ke panti asuhan, dan sampailah ia memasuki Universitas kemudian bertemu denganku, hingga akhirnya kemalangan menimpa dirinya. Oh Emily kasian sekali dirimu kemalangan demi kemalangan selalu menimpamu, maafkan aku tak bisa menjagamu.&lt;br /&gt;Setelah kurasa cukup akupun kembali pulang, tak lupa sebelum pulang aku mampir dimakam Emily menghadiakannya seikat bunga lili putih bunga favoritnya, aku sampai di rumah setelah pukul 22;00, akupun langsung membersihkan diri dan tidur,&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;Entah telah berapa lama aku tertidur, tiba2 aku terbangun karena ada suara aneh memanggilku Emaaa..Emaaa saat aku membuka mataku aku mendapatkan diriku berada dalam gelap, aku mencoba mempertajam pengelihatanku, tiba2 mataku menangkap sesuatu dalam keremangan, ya sesosok tubuh hitam berdiri disudut kamarku, liurnya menetes2, atau lebih tepatnya itu adalah darah yang berbau sangat busuk, matanya jauh tersembunyi kedalam, lehernya panjang seperti tidak ada tulangnya ya lehernya seperti terkulai tanpa penyangga nyaris menyentuh perutnya, dan ia menyeringai padaku,saat ku tajamkan lagi pengelihatanku itu adalah sosok Emily namun dalam sosok lain, lalu yang aku rasa hanya takut dan rasa sakit yang tiada tara, kemudian hanya ada GELAP.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; display: inline; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-top: 6px;"&gt;
S E LE S A I.&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEha66b7MC-3jQ0pmRdU1CFpkvyA9jmS_IOigDt7AjbGkScTb7w-feAS2U90NrO2mUP9EgTecQTNZaTGitPXpJvqR91i6zqO1PmhJyH7fFQW9_N4uO4ir5iejn17he5lnewrlVO7xKs8fyI/s72-c/Anime-fantasi-gelap-setan-zombie-undead-horor-menakutkan-menyeramkan-okultisme-ravens-sutra-kain-seni-dinding-poster.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">42</thr:total></item><item><title>APARTEMENT</title><link>http://ceritaseramhoror.blogspot.com/2017/06/apartement.html</link><category>Cerita Seram</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 23 Jun 2017 01:08:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2134247401412084897.post-1164000790392319023</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5VnzyODbCSHZXVgbWmy3GJycli3aSGRlniKrxWx6S7Yg5x07ouqqs3qxI7c5pcoPtuNge1WZPeIreb3g9KpGtD9wZhXnNdvW9T2k8c8vhvsY6Q0IafKT4L4TMPcdRBJujQ5_sRZlOlhM/s1600/unnamed.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="387" data-original-width="646" height="191" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5VnzyODbCSHZXVgbWmy3GJycli3aSGRlniKrxWx6S7Yg5x07ouqqs3qxI7c5pcoPtuNge1WZPeIreb3g9KpGtD9wZhXnNdvW9T2k8c8vhvsY6Q0IafKT4L4TMPcdRBJujQ5_sRZlOlhM/s320/unnamed.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px;"&gt;
“Hufft.... capeknya habis bersih-bersih, ya aku baru saja pindah ke apartemen ini, apartemen ini lumayan sih, walaupun kecil namun cukup bersih, namun ada beberapa sudut yang perlu ditata ulang”.Aku bergumam dalam hati, habis bersih2 aku mencoba melepas penat sejenak, kusingkapkan tirai jendela sedikit tiba2 mataku menangkap sesuatu, ya ada bayangan di seberang sana, bayangannya samar2, tepatnya diseberang kamar apartemenku yang hanya dipisahkan bangunan kosong atau tepatnya lapangan kecil, mungkin untuk tempat olahraga.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Tiba-tiba bayangan itu menghilang aq mencoba mencari2nya dengan pandanganku, aku sembunyikan wajahku dibalik tirai, setelah 20 menit berlalu bayangan itu tak kunjung muncul, aku tertawa geli, kenapa aku menjadi seorang penguntit disini, jika ada yang melihatku, betapa malunya aku, sudahlah aku beranjak untuk segera mandi, dan setelah itu aku mencoba tidur.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Hari-hari aku lalui seperti biasa, tidak ada yang yang salah, namun pada minggu ke tiga aku di apartemen ini terjadi keanehan, sebelum aku tidur aku mencoba memandang ke kamar diserang sana, kembali mataku menangkap bayangan itu namun lenyap seketika, aku bergidik ngeri lalu aku memutuskan untuk beranjak tidur karena besok aku bekerja.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Entah berapa lama aku tertidur, akupun terbangun, aku meraih jam wekker yang selalu aku taruh dimeja kecil di sebelah ranjangku, aku tidak menemukannya, akupun mencoba mencari phoneku yang biasanya aku taruh di bawah bantalku, sekali lagi akupun tidak menemukannya, namun ada yang aneh aku membaui sesuatu baunya amis sekali, dan..... ditanganku ada cairan yang begitu lengket aku rasa.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Apa ini kenapa piyama tidurku juga lembab, dan kenapa ruangan gelap sekali, aku selalu membiarkan bohlam 5 watt menyala jika aku tidur, aku mencari saklar lampu aku menemukannya, saat lampu hidup...........,,,,,,,,,, aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa dimana ini, ini bukan dikamarku, kenapa banyak darah di sekujur tubuhku, aku menatap ke luar jendela, oh tuhan bukankah diseberang sana adalah kamar apartemenku, ada boneka pinokio besar yang aku gantungkan di kusen pintunya, berarti aku sekarang berada di kamar apartemen yang,,,,,,,,,aku tak sempat lagi berpikir aku berlari keluar sekuat tenagaku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Sampailah aku di kamarku, aku segera mencuci darah itu, dan gaun tidur yang bukan milikku yang berlumuran darah itu aku buang,karena seingatku tadi aku tidur dengan piyama, tapi tidak ada luka yang aku temukan sedikitpun di tubuhku, aku pergi kekamar melihat jam wekker yang menunjukkan pukul 03;15 dinihari, aku bergidik ngeri mengingat kejadian yang baru saja menimpaku, akupun terduduk lemah diranjangku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Masih terlalu pagi namun aku mendengar suara ribut2 di luar, setelah aku mencoba mencari tahu ternyata semalam terjadi pembunuhan sadis terhadap seorang pria aku melihat ke tempat pria itu terbaring, persendian tulang2nya seperti sengaja dihancurkan, lehernya patah dan kepalanya tertekuk ke bahu kirinya, dan parahnya lagi semua tubuhnya penuh luka sayatan dengan mata mendelik, aku bergidik ngeri takut sekali, nyaris muntah, ada polisi di situ , tiba2 aku sadar dengan darah disekujur tubuhku semalam, aku langsung menjauh dari sana dan berlari kekamarku, jujur aku takut membayangkan hal terburuk akan terjadi dalam hidup ku, aku segera mengunci pintu kamar.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;Beberapa hari setelah itu aku mendengar desas desus bahwa polisi masih menyelidiki kasus tersebut&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Beberapa hari setelah itu pada malam harinya, akupun terbangun dari tidurku aku berada di pojok ruangan yang gelap, saat aku menyalakan lampu ternyata aku kembali berada di kamar apartemen diseberang kamarku, aku kembali menemukan diriku berlumuran darah, akupun berlari keluar dan menuju kamarku sehingga aku nyaris tersungkur di depan pintu kamar ku, aku langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan darah yang berada di sekujur tubuhku, dan lagi-lagi aku mengenakan gaun waktu itu, bukankah aku sudah membuangnya?&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Bukankah aku sudah membuang gaunnya......................, aku terkulai lemas, aku takut mencoba untuk tidur, ya aku masih takut jika aku terbangun nanti dan aku kembali menemukan diriku di kamar itu, hingga aku terkejut mendengar sirine polisi yang meraung2 ternyata polisi itu menuju kamar apartemen seberang empat kamar dari kamar itu ditemukan lagi tubuh pria korban pembunuhan, yang ini lebih parah, selain luka sayatan diseluruh tubuhnya jantungnyapun seolah dicabut dari rongga dadanya, dan tergeletak begitu saja disamping tubuhnya yang sudah membiru.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Akupun berlari ke kamarku, untuk beberapa hari kedepan aku tidak masuk bekerja, aku mengurung diri dikamarku, mencoba untuk tidak tertidur, aku lakukan apa saja untuk membuat mataku tetap terjaga, namun aku kalah pada hari keempat aku menemukan diriku kembali berlumuran darah di kamar yang sama pada kejadian-kejadian sebelumnya, di depanku ada tubuh seorang pria berlumuran darah, darahnya mengalir kesetiap sudut ruangan, matanya mendelik, dan,,,,, antara perut dan pingganggnya ada celah besar, sepertinya bagian itu mau lepas, ususnya kelihatan, ditanganku ada pisau besar bergerigi, aku membuang pisau itu aku menjerit histeris, kemudian hanya gelap yang aku lihat, saat aku bangun aku sudah berada di kantor polisi, semua yang ada diruangan itu hanya diam menatapku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Dua hari aku diintrogasi dan aku tak menjawab apapun, karena aku memang tak tahu apa yang harus aku jawab, lalu tak lama seorang dari mereka berkata padaku,&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
“ Nona, kami tidak bisa percaya dan mengerti semua ini, dalam minggu ini terjadi beberapa kasus pembunuhan yang sadis dan mengerikan disekitar apartement yang anda tempati, dari ketiga kasus pembunuhan itu korban dibunuh dengan senjata yang sama, dan pada korban terkhir ada anda disitu dengan pisau ditangan anda, berlumuran darah, itu adalah pisau yang dipakai untuk membunuh para korban, keanehannya adalah tidak ditemukan sidik jari anda pada pisau itu, jadi kami tidak bisa menetapkan anda sebagai tersangka, tapi tolong ceritakan kepada kami kenapa anda berada di situ ?”.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Aku tidak merespon apa-apa karena tidak ada yang bisa aku jelaskan. Karena memang tidak ada yang bisa aku katakan,,,,. Dua minggu setelah kejadian itu aku mendapat panggilan dari polisi, aku segera memenuhi panggilan itu, dikantor polisi aku bertemu seorang pria yang tangannya terborgol, pria itu terlihat pucat dan ketakutan, wajahnya terlihat tirus, matanya cekung mungkin sudah beberapa hari tidak tidur, bahkan mungkin tidak makan sepertinya ia sedang menahan rasa takut yang dalam, dari seorang polisi aku ketahui bahwa ia mengaku tiga korban itu adalah temannya, dia takut hal yang sama terjadi padanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Pria itu bercerita dua hari sebelum aku pindah keapartement itu, mereka membunuh seorang wanita yang sedang hamil muda, di kamar apartemen di seberang kamarku, awalnya mereka hendak memperkosa wanita itu namun ia terus meronta dan melawan, karena kesal mereka menyumpal mulutnya lalu memukulnya, wanita itu pingsan karena takut dan hendak menghilangkan saksi mereka membunuhnya lalu memutilasi tubuhnya, dan potongan tubuhnya mereka simpan dibelakang lemari sebelumnya mereka sempat menyemennya, saat itu suami wanita itu pulang, dan karena mereka kalut merekapun membacok suaminya lalu melakukan hal yang sama pada suami wanita itu, kejadiannya pukul 03;15 dinihari.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Terselesaikanlah sudah misteri apartement itu, aku bernafas lega, aku kembali pulang ke apartementku, dan aku mencoba tidur, saat aku terbangun, kembali aku memenemukan diriku dikamar seberang ini, dengan tubuh berlumuran darah, aku berlari ke kamarku, aku membersihkan diri, dan karena didera rasa takut dan capek aku kembali tertidur, sebelum aku tidur aku melihat jarum jam menunjukkan pukul 03;15 dinihari.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Pagi harinya aku terbangun saat aku menghidupkan TV dan memutar chanel lokal, ada berita telah terjadi pembunuhan di sebuah penjara korbannya seorang pria, semua tubuhnya ditemukan luka sayatan, matanya mendelik, serta kepalanya nyaris putus dari lehernya, tidak diketahui siapa pelakunya, tidak seorangpun mendengar dan melihat kejadian itu, polisipun tak bisa berbuat apa-apa.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Akupun hanya bisa terdiam, malam harinya saat aku beranjak untuk tidur aku memandang jauh ke kamar itu, di sana aku melihat seorang wanita cantik dan ia seolah tersenyum padaku, matanya menyiratkan terima kasih, ya terima kasih karena dendamnya sudah terbalaskan melalui ragaku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; display: inline; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-top: 6px;"&gt;
S E L E S A I.&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5VnzyODbCSHZXVgbWmy3GJycli3aSGRlniKrxWx6S7Yg5x07ouqqs3qxI7c5pcoPtuNge1WZPeIreb3g9KpGtD9wZhXnNdvW9T2k8c8vhvsY6Q0IafKT4L4TMPcdRBJujQ5_sRZlOlhM/s72-c/unnamed.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">44</thr:total></item><item><title>BABY SITTER KEJI</title><link>http://ceritaseramhoror.blogspot.com/2017/06/baby-sitter-keji.html</link><category>Cerita Seram</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 23 Jun 2017 01:02:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2134247401412084897.post-4121483363176394201</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiG92h68ZXDm5BOBYlg1P3aMmGKS41k_XZlx8rV09nG2z6pbkJF9NBm5JJ1k78GqqihFRtkbIU08aiHFuhevnBseZTrvxo4GsodFARjr7-UA1oZUMCfyUGqqo9OHzRk0wq_Zko7L77HCCw/s1600/danur.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="980" data-original-width="1492" height="210" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiG92h68ZXDm5BOBYlg1P3aMmGKS41k_XZlx8rV09nG2z6pbkJF9NBm5JJ1k78GqqihFRtkbIU08aiHFuhevnBseZTrvxo4GsodFARjr7-UA1oZUMCfyUGqqo9OHzRk0wq_Zko7L77HCCw/s320/danur.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Karena pekerjaanku yang selalu sibuk dikantor dan ditambah lagi istriku yang selalu pulang malam karena menyelesaikan S2 nya,mau tidak mau kami harus mempekerjakan seorang baby sitter untuk mengurus bayi kami yang masih berusia 1 tahun. Namun yang membuat diriku heran ialah mengapa tubuh bayi kami semakin hari semakin kurus seperti tidak terurus. Mukanya pucat dan kulit tubuhnya keriput kebiruan. Ada apa ya? Kenyataannya ia baik baik saja dan tidak ada tanda tanda penyakit yang menyerangnya. Tapi kami sudah coba membawanya ke medis dan paranormal,namun sia sia. Aku semakin mencurigai baby sitter itu dan aku putuskan memasang CCTV disetiap sudut ruangan rumah kami untuk mengetahui apa sebenarnya yang dilakukannya terhadap bayi kami.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Jam sudah menunjukkan angka 10 malam saat aku tiba dirumah. Kulihat baby sitter itu sudah tertidur dikamar belakang,kulihat juga bayi dan istriku sudah tertidur pulas dikamar dan tertutup selimut dari kaki sampai leher. Pelan pelan ku ambil semua memori CCTV tadi dan aku pun menuju kamarku. Ku buka melalui laptop dan aku pun mulai men-skip perlahan demi perlahan video itu. Kulihat mengapa dari tadi baby sitter itu selalu jongkok sambil membelakangi kamera CCTV yang ada didapur? Apa yang sedang dilakukannya? Kulihat rambutnya yang panjang itu tampak acak acakan. Mataku terus melotot memandangi gelagatnya. Sudah 1 jam aku menunggu didepan laptop namun ia tidak juga bergerak dari posisinya dan tetap saja jongkok membelakangi kamera. Malampun semakin larut dan aku sudah mulai ngantuk. Dengan mata yang sayup sayup kutatap terus kearah layar,aku melihat ia sudah mulai bergerak.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Setelah ia berbalik,ternyata dari tadi yang ada dipelukannya hanyalah boneka miliknya. Tapi boneka itu tidak tampak seperti biasanya. Wajah boneka itu tampak menyeramkan. Matanya sayup kekuningan tanpa mengenakan pakaian,alias bugil. Ia terus memain mainkannya sambil melempar lemparkannya ke udara dan menangkapnya kembali dan tertawa tawa. Aku sebentar terhenyak setelah kulihat air berwarna merah terpercik percik keluar dari mulut baby sitter itu. Apa itu? Apa itu darah? Tidak mungkin. Dia pasti baru saja minum anggur yang ada di kulkas.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Tidak berapa lama kuperhatikan lagi istriku tiba tiba datang menghampirinya dan tampak marah marah kepadanya. Istriku menamparnya dan ia tidak terima dan balik menampar istriku. Mereka berkelahi,ya mereka berkelahi sambil bergerak jauh dari dapur,seperti mengarah keluar dan menjauhi jangkauan kamera lalu tidak tampak. Boneka tadi terbuang begitu saja diatas lantai. Ada apa ya? Apa yang terjadi? Aku niatkan untuk membangunkan istriku,tapi nanti dulu pikirku. Aku ingin melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Kulihat tidak berapa lama baby sitter itu kembali kedapur tanpa ada istriku. Kemana istriku? Apa dia membunuhnya? Tidak mungkin,nyatanya istriku ada didekatku dan tidur dengan nyenyak bersama bayiku yang ada disampingnya. Lalu kualihkan lagi wajahku menatap layar,namun lagi lagi baby sitter itu tidak tampak. Kemana dia? Sesaat ia kembali lagi ke dapur sambil ada sesuatu yang diseret seretnya. Apa itu? Mengapa ia membawa sebuah goni yang berisi ke dalam dapur? Ia tampak kelelahan karena goni itu serasa berat baginya dan ia pun membuka isinya. Aku spontan terkejut,itu kan tubuh istriku? Dimana kepalanya? Ia telah membunuhnya,ia telah membunuhnya. Seketika itu juga ia menebas leher boneka itu dengan kapak sampai putus dan menggelinding. Ternyata boneka itu adalah bayi kami yang sudah&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Aku pun ketakutan dan beranjak dari kursiku. Aku dengan cepat menarik selimut bayi dan istriku. Aku terdiam terperanga dan tiba tiba tubuhku lemas tak berdaya. Sendi sendiku seperti mau lepas rasanya. Itu hanya kepala mereka yang teronggok pucat dan leher yang dilumuri darah,tidak ada tubuh. Ternyata tubuh mereka diganti menjadi bantal guling. Aku berteriak sejadi jadinya. Ketika aku berbalik,aku terkejut setelah melihat baby sitter itu berdiri tepat dibelakangku sambil mengeluarkan gigi taringnya yang panjang. Dia melotot kearahku dan juga menunjukkan kukunya yang panjang dan berusaha mencekikku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Aku pun mengelak untuk lari keluar rumah dan tiba tiba mahluk itu menarik bajuku dari belakang dan koyak. Aku segera berlari keluar dan meminta bantuan kepada warga. Namun setelah kami ramai ramai masuk ke dalam rumah,ia tidak ada,sudah pergi. Kemana dia?&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; display: inline; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-top: 6px;"&gt;
'BAMMMM...' ternyata mahluk itu lari keluar dari arah belakang sambil mencampakkan kedua tubuh bayi dan istriku dihadapan kami. Lalu keesokan harinya kami menguburkan jasad mereka.&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiG92h68ZXDm5BOBYlg1P3aMmGKS41k_XZlx8rV09nG2z6pbkJF9NBm5JJ1k78GqqihFRtkbIU08aiHFuhevnBseZTrvxo4GsodFARjr7-UA1oZUMCfyUGqqo9OHzRk0wq_Zko7L77HCCw/s72-c/danur.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">17</thr:total></item><item><title>Bocah Petaka</title><link>http://ceritaseramhoror.blogspot.com/2017/06/bocah-petaka.html</link><category>Cerita Seram</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 23 Jun 2017 00:55:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2134247401412084897.post-6264472488131467291</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHHYSXCM9FRxYxA6Z3kTr4JhFpMLeMLqMpP4WPQk7c1TXOKgSIoViRP_uP01LItr3303Q793CZp3t3PJw0Cs72x-MVXUC0912M5besmsPRcnelEOe0KzFoLpkIt0jpmFBSjfkNMxl3udk/s1600/Black-eyed-child-phenomena.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="818" data-original-width="676" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHHYSXCM9FRxYxA6Z3kTr4JhFpMLeMLqMpP4WPQk7c1TXOKgSIoViRP_uP01LItr3303Q793CZp3t3PJw0Cs72x-MVXUC0912M5besmsPRcnelEOe0KzFoLpkIt0jpmFBSjfkNMxl3udk/s320/Black-eyed-child-phenomena.jpg" width="264" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Kulihat jam dinding sudah pukul 10 malam,seisi kantor pun sudah tampak kosong. Dengan tergesa gesa aku pun beranjak dari meja kerjaku dan pergi pulang menggunakan sepeda motor. Baru dua hari aku ditugaskan didaerah ini,oleh karenanya aku belum tahu betul mencari jalan potong supaya cepat sampai rumah. Lagi lagi aku harus melewati jalan aspal panjang yang begitu gelap dan menakutkan itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Selama diperjalanan sesekali aku merasa menggigil karena udara saat itu sangat dingin,ditambah lagi hujan yang rintik rintik mulai turun. Aku pun semakin memacu motorku secepat yang aku mampu. Aku tidak berani melihat sekelilingku karena pohon pohon tebu yang tumbuh menjulang disekeliling jalan terlihat goyang goyang karena ditiup angin,sehingga tampak sangat menyeramkan. Sesekali juga aku mengusap usap kaca helmku yang sudah mulai basah supaya pandanganku tidak terganggu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Namun disaat yang bersamaan 'BRAAKKK...' aku menabrak sesuatu yang rasanya seperti suatu benda yang sangat besar. Aku tidak sempat untuk menghindar. Kuhentikan laju motorku lalu kutoleh ke belakang ternyata seorang anak kecil kira kira usia belasan tahun. ''ya ampun...'' sahutku dengan takut. Kepalanya pecah berlumur darah sambil terbaring diatas aspal dan menggelepar gelepar kesakitan. Kaki dan tangannya juga patah. Aku tidak berani kembali ke belakang untuk menyelamatkannya karena bisa bisa aku malah dimassa oleh orang orang yang lewat dilintasan itu. Maka aku putuskan untuk segera pergi meninggalkannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Semakin kupacu motorku yang sudah ringsek bagian depannya. Semoga tidak ada seorangpun yang melihat kejadian ini,pikirku. Tidak berapa lama aku pun melihat sebuah warung yang masih buka dipinggir jalan. Karena sangkin takutnya maka aku pun berhenti dan menaruh motorku didalam semak semak dan berjalan ke dalam warung. Kulihat warung sangat sepi sambil mendudukkan tubuhku disebuah kursi kayu panjang,lalu memesan segelas kopi hangat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
''sepi ya bu'' kataku kepada yang empunya warung sambil meneguk kopi. Ibu itu cuma diam sambil sibuk mengurusi warungnya. Aku pun terdiam. Kulihat ibu itu seperti sedang banyak masalah,apalagi ditambah wajahnya yang kusut. Tubuhnya kurus dan rambutnya juga tampak sangat acak acakan. Ia tiba tiba memandangku tajam dan mulai membuka mulutnya ''ia nak,semenjak putraku satu satunya pergi warung terlihat sepi''. ''kemana bu?'' tanyaku semangat sambil terus meneguk kopiku yang mulai terasa dingin. ''jauh nak,ibu pun kurang tahu. katanya dia mau kembali,tapi nyatanya sekarang..'' balasnya sambil mulai menitikkan air mata dan sesekali ketawa. ''sabar ya bu,dia pasti kembali'' gumamku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Lalu ibu itu beranjak dari duduknya dan pergi kearah belakang warung sambil membawa sepucuk bunga yang baunya sangat menusuk hidungku. Tidak berapa lama,ia kembali dan masuk kekamarnya. Dalam keheningan,aku teringat dengan seorang bocah naas tadi. Sesekali kuperhatikan kearah jalan siapa tahu ada orang yang mencari cariku. Malampun semakin dingin ditambah dengan hujan yang sudah mulai deras.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
''hanya ini yang ditinggalkannya'' kata ibu itu sambil keluar dari kamarnya. Ia memperlihatkanku sebuah baju berwarna merah. Ku raih baju itu dari genggamannya dan kuperhatikan lebih seksama,sepertinya itu bekas darah. Dan baunya sangat amis. Aku bingung dan ketakutan. Tanganku gemetaran. Tiba tiba ibu itu merampas kembali baju itu dari tanganku. Ibu itu semakin menangis sejadi jadinya sambil kembali lagi masuk kedalam kamarnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Campur aduk yang ada dipikiranku kini. Ku beranikan diriku untuk melangkah perlahan lahan menuju arah belakang warung itu. Karena aku ingin tahu kemana ibu itu menaruh bunga yang dibawanya tadi. Tidak ada cahaya sama sekali dibelakang dan seketika tubuhku merinding hebat. Aku pun mulai mencium aroma bunga tadi. Perlahan aku pun berjalan menelusuri area gelap itu. Samar samar aku melihat sebuah gundukan tanah yang kurang terawat. Semakin kuarahkan pandanganku kearahnya. Ternyata sebuah makam yang terdapat diatasnya batu nisan putih. Yang membuat jantungku berdetak kencang ialah meninggalnya sudah lama,lima tahun yang lalu. Aku pun berlari meninggalkan area itu dan keringat dingin membasahi tubuhku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Aku kembali ke tempat dudukku tadi sambil meneguk kembali kopiku. ''berarti putra ibu ini sudah lama meninggal. tapi kenapa dia katakan pergi? gawat,ibu ini pasti tidak waras'' sahutku dalam hati. ''tapi,apa mungkin putranya itu bocah yang kutabrak tadi? tidak,tidak mungkin,ini pasti tidak mungkin....'' sahutku lagi. Aku pun mengenakan jaketku dan bersiap untuk pergi pulang. ''hey nak,jangan pulang dulu. saya masih mau cerita'' kata ibu itu sambil keluar dari kamarnya. Kulihat wajahnya semakin kusam. Aku pun kembali ketempat dudukku tadi dan merogoh dompetku untuk segera membayar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
''tapi nak,saya sangat senang. dengar dengar,orang yang membawa pergi putraku itu katanya sudah cacat karena sebuah kecelakaan. tangan dan kakinya putus'' kata ibu itu sambil tertawa. Aku sejenak terdiam lalu pergi tanpa menghiraukan ucapannya. Ku starter motorku dan kudengar ibu itu masih bicara sambil berteriak dan melambai lambaikan tangannya kearahku ''HATI HATI DIJALAN YA NAK...!!'' Aku pun tidak berani melihat wajahnya dan ku gas motorku sekuat tenaga berlalu dari hadapannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; display: inline; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-top: 6px;"&gt;
Tiba tiba 'BRAAKKK..' aku pun terjatuh dari motor setelah berusaha mengelakkan seorang bocah yang seketika menyebrang ditengah jalan, wajahnya mirip dengan bocah yang kutabrak tadi. Lokasinya tidak jauh dari warung tadi. Aku pun mengerang kesakitan. Kulihat darah berceceran dimana mana,tangan dan kakiku tidak lagi melekat ditubuhku. Bocah tadi tertawa tawa kegirangan sambil memperlihatkan wajahnya yang mengerikan.&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHHYSXCM9FRxYxA6Z3kTr4JhFpMLeMLqMpP4WPQk7c1TXOKgSIoViRP_uP01LItr3303Q793CZp3t3PJw0Cs72x-MVXUC0912M5besmsPRcnelEOe0KzFoLpkIt0jpmFBSjfkNMxl3udk/s72-c/Black-eyed-child-phenomena.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">12</thr:total></item><item><title>Miko</title><link>http://ceritaseramhoror.blogspot.com/2017/06/miko.html</link><category>Cerita Seram</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 23 Jun 2017 00:48:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2134247401412084897.post-8788759948802748100</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYjSaFcVIISE8pKgMWUCqt8PKENcc15O5ugD-kFpHgdMk6WOxz0ybmrJo_Tb2cnPrHW2jsz7NYVkn-By_iOOFmPQrAu0Iu1uNpxLxFxJiujg8RqazurZYvULv4E6nQcWtod2VmzHmf3ms/s1600/sadako1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="534" data-original-width="950" height="179" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYjSaFcVIISE8pKgMWUCqt8PKENcc15O5ugD-kFpHgdMk6WOxz0ybmrJo_Tb2cnPrHW2jsz7NYVkn-By_iOOFmPQrAu0Iu1uNpxLxFxJiujg8RqazurZYvULv4E6nQcWtod2VmzHmf3ms/s320/sadako1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Mendengar kisah muntilasi memang sering kita dengar ,tapi bagaimana kalau melihat proses muntilasi secara langsung_&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
pagi itu aku bersama 3 teman'ku pergi kegunung untuk menenangkan pikiran ,tapi sesampainya dijalan setapak menuju gunung ,temanku (sebut saja dia miko) miko mendengar jeritan seseorang Tapi anehnya cuma miko yg mendengar jeritan itu_&lt;br /&gt;
miko :"sepertinya suara itu dari arah sana deh ,gimana kalo kita kesana saja_"** miko yg dulu agak penakut menjadi pemberani seperti ini_&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
aku :"ngga' ah ,nanti kita malah kesasar lagi_!"&lt;br /&gt;
jefri :"iya ,nanti kita kesasar ,sebaik'nya jgn deh_" Miko pun menuruti kata" kami ,tapi wajah miko terlihat masih penasaran_&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
sesampainya diatas gunung kami beristirahat sejenak ,lagi² miko mendengar suara itu dan kali ini dia pergi menuju sumber suara itu sendirian_&lt;br /&gt;
30 menit tlah berlalu ,miko blum datang juga ,dan kamipun sepakat untuk menyusul miko_ Tak lama kami berjalan ,kami pun menemukan miko terbaring&lt;br /&gt;
ditanah dengan penuh luka disekujur tubuh'nya_&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
miko :"jangan pergi kesana ,jangan pergi kesana_!!"**sambil menunjuk sebuah rumah yg terlihat sudah lama tak dibersihkan_&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
tapi jefri mengajak'ku untuk pergi melihat rumah itu_ Kemudian aku dan jefri pergi menuju rumah itu ,miko kami serahkan kepada teman kami yg lain_&lt;br /&gt;
sesampainya dihalaman rumah itu ,aku berkata ;&lt;br /&gt;
aku :"sebaiknya kita melihat rumah itu dari belakan aja dech_"&lt;br /&gt;
jefri :"iya yan ,aku juga berfikir begitu_"&lt;br /&gt;
aku dan jefri pun pergi kebelakang rumah itu_ Hari sudah hampir malam ,setibanya diblakang rumah itu aku dan jefri mendengar suara orang yg sedang disiksa_ akupun mengintip dari lubang kecil yg ada dipintu ,ternyata memang benar ,ada 2 orang yg berlumuran darah tanpa tangan dan kaki ,orang itu tampak sangat kesakitan_ aku tidak tega melihatnya_&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Setelah melihat kejadian itu ,aku dan jefri pergi ketempat miko dirawat_ sesampainya ditempat miko dirawat ,akupun langsung bertanya kepada miko ;&lt;br /&gt;
aku :"ko ,tadi yg bikin kamu luka kyak gini siapa_?"&lt;br /&gt;
miko :"aku juga ga' tau yan ,tiba" aja ada yg nutup mulut aku dari blakan dan aku langsung dibius_&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Akhirnya kami sepakat untuk menggrebek rumah itu ,tapi yg ikut cuma aku ,jefri ,sama restu_&lt;br /&gt;
jam menunjukkan pukul 8.45 malam_&lt;br /&gt;
kami ber-3 langsung menuju rumah itu_&lt;br /&gt;
kami sampai dirumah itu pukul 9.00_&lt;br /&gt;
kami masuk dari pintu samping yg terbuka ,sesampainya didalam tiba" lampu mati_&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Lampu kembali menyala ,tapi yg ada diruangan itu cuma aku sendiri_ aku pun berjalan sambil memanggil" ke-2 temanku itu_&lt;br /&gt;
sa'at kubuka salah satu ruangan yg ada dirumah itu ,aku terkejut melihat jasad" muntilasi_&lt;br /&gt;
aku langsung berlari untuk keluar ,tapi pintu sudah terkunci_ aku pun mencari jalan lain_&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Sampai disebuah ruangan aku sangat terkejut lagi melihat tubuh jefri tidak utuh lagi_ aku langsung berlari sampai aku berhenti didepan pintu&lt;br /&gt;
sebuah ruangan ,didalam ruangan itu aku melihat restu sedang dimuntilasi ,aku sangat ketakutan sampai kaki'ku sangat berat untuk digerakkan_ Tiba" aku mendengar suara kaki seseorang sedang&lt;br /&gt;
mendekat ,seperti suara kaki puluhan orang_&lt;br /&gt;
aku terus berlari ,tapi akhirnya aku tertangkap_&lt;br /&gt;
aku dibawa kesebuah ruangan dan aku melihat pisau yg sangat besar berada dimeja didalam ruangan itu_&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Aku mencoba melarikan diri ,tapi itu sia sia_&lt;br /&gt;
tali yg mengikatku sangat kuat_&lt;br /&gt;
sampai akhirnya aku melihat sesosok wanita berjubah putih mendekatiku ,dan dia menyelamatkan ku ,ketika aku mau&lt;br /&gt;
berterima kasih kepada wanita itu ,wanita itu sudah&lt;br /&gt;
menghilang entah kemana_ ketika aku keluar ruangan_ Aku melihat tangan dan kaki berserakan dilantai yg basah karna darah_&lt;br /&gt;
aku langsung berlari sampai didepan rumah itu ,aku melihat rumah itu dari luar seperti ada yg menghantui rumah itu_ bagaimana tidak ,ratusan orang sudah dimuntilasi didalam&lt;br /&gt;
rumah itu_&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Aku pun langsung pergi kekota dekat gunung itu ,ternyata miko sudah ada dikantor polisi ,akupun langsung menceritakan apa yg kulihat kepada polisi_&lt;br /&gt;
tpi sa'at para polisi mencari rumah itu ,rumah itu sudah terbakar hangus oleh api ,"bagaimana bisa rumah itu terbakar hangus dalam waktu 10 menit"ucapku Tiba" kami melihat asap berbentuk seseorang mirip wanita yg menyelamat kan ku dari maut_&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
aku dan miko pun pulang dgn membawa kabar buruk ini ,jefri dan restu sudah tiada_&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; display: inline; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-top: 6px;"&gt;
***&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYjSaFcVIISE8pKgMWUCqt8PKENcc15O5ugD-kFpHgdMk6WOxz0ybmrJo_Tb2cnPrHW2jsz7NYVkn-By_iOOFmPQrAu0Iu1uNpxLxFxJiujg8RqazurZYvULv4E6nQcWtod2VmzHmf3ms/s72-c/sadako1.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">15</thr:total></item><item><title>BULAN MADU KELABU</title><link>http://ceritaseramhoror.blogspot.com/2017/06/bulan-madu-kelabu.html</link><category>Cerita Seram</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 23 Jun 2017 00:38:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2134247401412084897.post-9202238559275701516</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDSPBANuo9AcPn5B5VlxRScKuHE4VkL33uHWk3lGGM7Kd57CWZYO0q61rims3rsPgpHnz8ncM_KvtclSJirGI_BFDmtcZlr9ISkSUJIVDkhWXIfdnb9ccqsSqZUt5srSQiquMER7iaQhc/s1600/Hantu-Mu-onna.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="354" data-original-width="500" height="226" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDSPBANuo9AcPn5B5VlxRScKuHE4VkL33uHWk3lGGM7Kd57CWZYO0q61rims3rsPgpHnz8ncM_KvtclSJirGI_BFDmtcZlr9ISkSUJIVDkhWXIfdnb9ccqsSqZUt5srSQiquMER7iaQhc/s320/Hantu-Mu-onna.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Setelah empat tahun kami berpacaran,akhirnya kami menikah. Aku dan Dina putuskan untuk berbulan madu di sebuah daerah yang cukup indah. Sepanjang perjalanan kulihat wajah Dina sangat berseri seri. Setelah lima jam berada di udara akhirnya kami sampai juga di lokasi. Kami pun memesan sebuah kamar di hotel berbintang empat yang ada di kota itu. Ku rebahkan tubuhku diatas kasur yang sangat empuk itu dan kulihat jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Kulihat Dina tidak merasa kelelahan,namun tidak denganku. Aku merasa cukup lelah sepanjang perjalanan tadi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
''yang,yukk...'' ucap Dina sambil memeluk tubuhku tiba tiba. ''aku capek sayang.. aku ngantuk..'' balasku sambil mengelus elus rambut istriku itu. ''aku belikan jamu ya..'' katanya lagi dengan semangat sambil melentik lentikkan ujung jari telunjuknya di ujung bibirku. Aku sejenak terdiam,lalu secepat kilat Dina beranjak pergi keluar untuk membelikan jamu kuat untukku. ''hati hati sayang,ini udah malam'' sahutku spontan sambil kumatikan lampu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Aku seketika cemas,mengapa sudah satu jam Dina tidak kembali kembali. Tidak mungkin lama,sementara toko jamu ada didepan hotel. Ada apa dengannya? Aku hubungi ponselnya,namun tidak aktif. Aku semakin gelisah tidak karuan sambil mondar mandir. Ku niatkan diriku untuk mencarinya diluar,namun pintu terkunci,ternyata tadi Dina menguncinya dari luar. Dan aku kembali gelisah. Tidak berapa lama pintu pun terbuka,ternyata Dina.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
''dari mana sih,lama sekali.. aku kuatir tahu..'' tanyaku membentaknya. Dina hanya diam tertunduk sambil berdiri digaris pintu. ''lain kali jangan begitu lagi ya sayang, ya udah masuklah kedalam..'' sahutku lagi. Seketika bau yang sangat wangi terhirup oleh hidungku ketika Dina lewat didepanku. Tidak seperti biasanya. Aku tau sekarang,rupanya tadi Dina selain membeli jamu ia juga sempatkan membeli parfum. Romantis juga istriku ini,pikirku dalam hati.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
''maafin aku ya say,aku tadi khilaf..'' kataku membujuk sambil membelai rambutnya yang terurai panjang itu. Aku heran mengapa yang tadi rambutnya terikat,namun sekarang terurai. Aku tidak terlalu memikirkannya,yang penting malam ini akan terasa sangat spesial bagi kami. Kulihat ia hanya mengangguk anggukkan kepalanya sambil tetap menunduk. ''oya,jadi gak nihh..??'' tanyaku pelan. Ia tetap diam sambil duduk disampingku. Aku pun segera mengambil bungkusan jamu yang tadi sudah diletakkannya diatas meja lalu meminumnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Lalu kurebahkan tubuhnya,pelan pelan kubuka pakaiannya satu persatu dan begitu juga pakaianku. Sesaat kulihat sepintas kedua bola mata Dina berwarna kuning kemerahan. Kulit tubuhnya berbercak bercak dan dingin. Tapi aku tidak terlalu menghiraukannya,mungkin ia letih. Akhirnya kami pun bugil. Supaya tambah romantis,aku pun bergegas memadamkan semua lampu kamar dan suasana pun menjadi gelap.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Tiba tiba ponselku yang dari tadi terletak diatas meja berdering. ''apa benar ini Bapak Ari?''. ''ya benar,siapa ya?''. ''saya resepsionis hotel ini pak. maaf pak tadi pihak kami menemukan bahwa ibu sedang berada didalam lift,dan ia dalam keadaan meninggal,kemungkinan ia diperkosa lalu dibunuh oleh orang yang tidak kita kenal,jadi kami harapkan bapak segera turun ke lobi,trima kasih''.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Aku pun merinding ketakutan sambil menjatuhkan ponsel yang ada digenggamanku. Ku telan air liurku dalam dalam. Jantungku berdetak kuat. ''ya ampun Dina...'' jeritku dalam hati sambil menutup mulutku. Aku pun menangis. ''jadi,jadi dia siapa?? ya ampun.. tidak,pasti resepsionis itu salah. ya dia pasti salah. tapi ada benarnya juga'' sahutku. Aku tidak berani menoleh kearah wanita yang kini ada didalam kamarku.Aku tahu dia pasti hantu. Aku seakan tidak mampu beranjak dari posisiku. Aku tidak berani menyalakan lampu,ku paksakan diriku mengendap endap sambil merangkak untuk sembunyi entah dimana pun itu. Tidak tahu lagi apa yang harus kulakukan saat itu. Kini aku sadar,mengapa dari tadi wanita hantu itu terlihat aneh sewaktu ia masuk kedalam kamar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Seketika aku merasakan hantu wanita itu bangkit dan bergerak kearahku. Hawanya terasa sangat dingin,apalagi saat itu tubuhku bugil. Aku semakin takut dan terus menyudutkan tubuhku dibawah meja. 'SRETT.. SRETT..' suaranya seperti terseret seret. Semakin lama semakin jelas dan dekat. 'SRETT.. SRETT..'. Aku ingin teriak tapi takut. Aku semakin menutup mataku dan terus menunduk. Kini telingaku bergeming hebat,kurasakan hantu itu tepat berada disebelahku. Tubuhku basah karena keringat dingin. Perlahan aku rasakan rambutku dielus elusnya. Tangannya tampak sangat kasar dan bau amis. Sesekali ia mengenduskan nafasnya kewajahku. ''kamu sudah mati Dina,kamu sudah mati..'' jeritku dalam hati berulang ulang. Hantu itu masih saja disitu. Kali ini dia berusaha memelukku,dan tiba tiba lampu menyala...&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
''yang yang,bangun yang.. ini jamunya..'' aku mendengar istriku Dina sambil menggoyang goyangkan tubuhku. ''lohh.. aku ketiduran ya?'' tanyaku sambil mengusap usap kedua mataku. Ternyata semua itu hanyalah mimpi. Aku pun lega. ''tapi kamu kok wangi sekali say?'' tanyaku heran sambil Menatap Wajah Dina yang Pucat PASI serta mencium aroma wangi yang berasal dari tubuh Dina.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
END&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDSPBANuo9AcPn5B5VlxRScKuHE4VkL33uHWk3lGGM7Kd57CWZYO0q61rims3rsPgpHnz8ncM_KvtclSJirGI_BFDmtcZlr9ISkSUJIVDkhWXIfdnb9ccqsSqZUt5srSQiquMER7iaQhc/s72-c/Hantu-Mu-onna.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">17</thr:total></item><item><title>Teror Dari Tetangga Baru'ku</title><link>http://ceritaseramhoror.blogspot.com/2017/06/teror-dari-tetangga-baruku.html</link><category>Cerita Seram</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 23 Jun 2017 00:27:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2134247401412084897.post-6453933886284946864</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjfsOTXOERC7Qx_C62yM-WCzURwNe4fj5ttOMNCZYHLMwL5L3ed4ykPxTsTtrjo-lseyJlGImhmOxgBAi9FYOTdjL7kjY915b2skmqkX7tuEPejn4IBfHS6v9TLiKlcFh8R9u8G6Ir7Y8/s1600/hipwee-Legenda-Sumiati-oleh-SegiEmpat.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="350" data-original-width="574" height="195" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjfsOTXOERC7Qx_C62yM-WCzURwNe4fj5ttOMNCZYHLMwL5L3ed4ykPxTsTtrjo-lseyJlGImhmOxgBAi9FYOTdjL7kjY915b2skmqkX7tuEPejn4IBfHS6v9TLiKlcFh8R9u8G6Ir7Y8/s320/hipwee-Legenda-Sumiati-oleh-SegiEmpat.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Kemarin ada keluarga yg baru pindah disamping&lt;span class="text_exposed_show" style="display: inline; font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;rumah'ku ,mereka tampak sangat aneh ,bahkan&lt;br /&gt;waktu aku menyapa ,mereka tidak membalas&lt;br /&gt;sapa'an,ku_ malam pun tiba ,tak sengaja aku melihat keluar jendela ,dan aku melihat salah satu anak mereka ,pandangan'nya kosong wajah'nya tampak sangat pucat ,dan tak lama kemudian ibu memanggil ku untuk makan malam ,tapi sa'at aku menoleh ke arah jendela lagi ,dia sudah tidak ada_&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="text_exposed_show" style="background-color: white; color: #1d2129; display: inline; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px;"&gt;
&lt;div style="font-family: inherit; margin-bottom: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: inherit; margin-bottom: 6px;"&gt;
Jam menunjuk'kan pukul 9.00 malam ,tapi rumah&lt;br /&gt;tetanggaku itu sudah gelap tanpa cahaya sedikitpun_ jam 10.30 malam aku bersiap untuk tidur_ Tapi sa'at aku ingin menutup jendela ,aku melihat ada orang didepan rumah ku .aku mencoba&lt;br /&gt;menyapanya ,tapi dia tidak menjawab atau pun&lt;br /&gt;bergerak_ aku penasaran dgn orang itu lalu membuka pintu_ Aneh'nya sa'at aku membuka pintu ,tidak ada siapa2 diluar_&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: inherit; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: inherit; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
"cepat sekali dia"*kata'ku dalam hati_&lt;br /&gt;keesokan harinya ,ayah dan ibu pergi keluar kota ,jadi aku hanya sendiri dirumah_ waktu aku keluar rumah ,aku tidak melihat tanda2 kehidupan dirumah itu ,rumah itu sangat sepi_ Aku merasa ada kertas yg ku injak ,aku pun mengambilnya dan membaca tulisannya ,dikertas itu tertulis kata "MATI" ,tulisan itu berwarna merah dan baunya sangat amis ,seperti bau darah . aku langsung membuang kertas itu ketempat sampah dan masuk kedalam kamarku_ Menjelang malam ,aku mendengar suara tangisan&lt;br /&gt;dari ruang tamu ,aku lalu pergi keruang tamu ,tapi&lt;br /&gt;tidak ada siapa" disana ,yg kulihat hanyalah tisu" yg&lt;br /&gt;berwarna merah karna darah_&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: inherit; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: inherit; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Malampun tiba ,aku menelpon temanku untuk&lt;br /&gt;menginap dirumah'ku .jam menunjukkan pukul 9.00&lt;br /&gt;malam ,temanku tidak dtng juga .30 menit kemudian&lt;br /&gt;dia pun dtng ,tapi wajahnya tampak pucat ,;&lt;br /&gt;aku :"kamu sakit An?" andi tdk menjawab . pukul 11.00 malam hp'ku berbunyi ,ternyata yg&lt;br /&gt;menelpon adalah andi_ Andi :"ma'af gw ga' bisa kerumah lo ,gw lagi dirumah saudara gw dikampung_" aku sangat terkejut dan langsung mematikan hp ku_ "lalu siapa yg dikamarku"*tanyaku dlm hati_ waktu aku masuk kekamar ,tdk ada siapa" disana ,hanya ada coretan didinding yg bertuliskan kata "MATI"_ Aku'pun tidur didapur krna tdk berani tidur dikamarku sendiri_&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: inherit; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: inherit; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
pagi tiba ,aku sangat terkejut melihat kamarku hancur tertimpa rumah tetanggaku yg runtuh ."untung aku tidur didapur"*ucapku_&lt;br /&gt;waktu aku melihat puing" reruntuhan kamarku ,aku melihat sebuah surat yg bertuliskan : "Mungkin kami tidak bisa membunuhmu ,tapi kami&lt;br /&gt;akan terus menggentayangi rumahmu_"&lt;br /&gt;tulisan itu ditulis dgn darah_ satu minggu kemudian ,aku dan keluargaku pindah dari rumah itu_&lt;br /&gt;dirumah baruku ,aku mendapat tetangga baru lagi ,mereka seperti tetangga yg tinggal disamping&lt;br /&gt;rumahku dulu_&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjfsOTXOERC7Qx_C62yM-WCzURwNe4fj5ttOMNCZYHLMwL5L3ed4ykPxTsTtrjo-lseyJlGImhmOxgBAi9FYOTdjL7kjY915b2skmqkX7tuEPejn4IBfHS6v9TLiKlcFh8R9u8G6Ir7Y8/s72-c/hipwee-Legenda-Sumiati-oleh-SegiEmpat.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">15</thr:total></item><item><title>Jin Sekolah</title><link>http://ceritaseramhoror.blogspot.com/2017/06/jin-sekolah.html</link><category>Cerita Seram</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 23 Jun 2017 00:24:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2134247401412084897.post-4857276432605928014</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOaIaU4tHucg9z5vu5UsQp10QzdqP5Qr4gl_LCFe1oriHdjfqENXEc4geYVYWwJgsx3QuYGVFYIeg-ukQAvE4wX1wGrDq9fq6gjKKB4C-BMrZtKq3wT0Tv1j_qO0SIeSxYfmolnQE1684/s1600/image.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="446" data-original-width="609" height="234" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOaIaU4tHucg9z5vu5UsQp10QzdqP5Qr4gl_LCFe1oriHdjfqENXEc4geYVYWwJgsx3QuYGVFYIeg-ukQAvE4wX1wGrDq9fq6gjKKB4C-BMrZtKq3wT0Tv1j_qO0SIeSxYfmolnQE1684/s320/image.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Langsung Aja ini nyatta Lo! Darri TasikMalaya..&lt;br /&gt;
Dulu waktu Aku masiih SD , di SD ku banyak skalii&lt;br /&gt;
kejadian yg aneh" Wajar lh SD ku itu Berada d&lt;br /&gt;
Pedaleman tapi gx dalem" amt cuman d kelilingi ama bnyak Kebuun... Dan d kebun atas SD aku Ada&lt;br /&gt;
Perumahan .. Dn di Pinggir Jalan Dekat SD ku juga ada perumahan. Tapi kejadian ini wktu aku masih berumur 10 thn Loo, dn ini bukan cerita Pribadi aku..&lt;br /&gt;
"ada salah satu Guruku yg Tinggal d Perumahan dekat SD ku (d perumahan pinggir jalan SD ku).. kebetulan juga Dia Ponakan'y Ibu Aku, nah, gini cerita'y .. Semenjak Dia Menikah, dn Dia tinggal d Perumahan dkat SD aku,! sesekali dia seriing melakukan hal yg aneh" , Nama'y Ibu Rossi (nama samaran) ,dia tinggal Bersama Suami'y, nm'y pk'endang (nma smaran) dn&lt;br /&gt;
belum punya Anak .. Setelah 2thn Dia tinggal d&lt;br /&gt;
Perumahan Itu, Dia sering Kesurupan, dn ngilang entah kmna, kta'y sii di Bawa jiin .&lt;br /&gt;
.waktu itu dia abis pulang ngajar dari SD, dn dia du"k d depan rumah nungguin Suami'y pulang habis kerja ..&lt;br /&gt;
Sampai larut Malam suami'y belum Pulang" jga,, dan&lt;br /&gt;
dia sendirian d Rumah,.. Selang bbrpa Jam Suami'y&lt;br /&gt;
dtang ..! Dn Ketika Suami'y Datang Bu.Rosi ,, sdang Du"k d Kasur sambil Menunduk, "bu, ibu lagi apa?&lt;br /&gt;
Pk.endang nnya. Dn Bu.rosi hnya diam sjja, pk.endang pun mulai khwatiir Lalu tngan dia merangkul istri'y , tetapi bu.Rosii malah trgeletak Pingsan. Dn pk.endang pun paniik, trus keluar Rumah memanggil Warga d Sebrang Jalan .. Wktu ittu kira" Pukul 22.00 , dn bnyak warga yg mg'hampiri rumah bu.Rossi ,, (wjar d Desaku Dulu klw ada yg sakiit, atw Piingsan, smpe kesurupan, warga pada ngmpul semua) .. Dn stlah ittu, bu.Rosi saddar, mata'y Melotot, dia ngamuk gk karuan, dn bberapa warga memegang kaki dn tangan bu.rossi..! Dia menunjuk ke arah suami'y dn brkata "awas Pa, awas pa,.." sesekali bu.Rosi mengeluarkan air mta'y,, kbetulan D Sana ada Ustadz.Mahmud dia ustad sekaligus org pintar d desaku.. Dia cOba nyadarin Bu.rossi ,, dn memegang kedua jempol kaki bu.Rosi , sambil merem gk tau baca" appa..! Dn stlah itu Bu.Rossi Pingsan laggi..' sleang bbrapa menit Bu.Rosi Sadar,, dn pk.ustad bicara pda para warga agar Pulang saja , karena ini suddah malam wktu mnunjukan Pukul 12 malam, stlah pra warga Pulang, pk.ustad , Bu.Rosi dn suami'y berbincang kjadian yg d&lt;br /&gt;
alami Bu.Rossi .. Bu.Rossi bilang, "taddi wktu aku&lt;br /&gt;
nungguin Bpa Pulang, Aku mau menutup Gordeng Kacca,kamar tetappi, ada sbuah Jempol yg sangatt&lt;br /&gt;
Besar menutupi kaca darri Luar.. Aku ktakuttan stalh&lt;br /&gt;
itu aku tdk ingat apa" lagi, dn stlah aku saddar, dia&lt;br /&gt;
brada prcis d blakang Bapa, Dia sngat Besar, dn Hittam dn smakin ku lihat dia smakin banyak.." lalu pak.Ustad mncritakan Kjadian Dulu, wktu SD ini belum d bangun, "Dulu, d Perumahan d Atas Kebun SD ini adalah Tempat , Penguburan Korban DI , dan d Kubur secara Sadis, dan d Tumpukan." mereka org" tdk Bersalah.." dn d Bunuh scara sadis, sperti d Mutilasi..&lt;br /&gt;
Dan Setelah bbrapa tahun dari kejadian ittu, d bwah perumahan ini (jarak'y cukup jauh) d bngunlah SD ini skitar Tahun 1996.an ,, Dulu sya juga prnah Mengalami hal yg sperti&lt;br /&gt;
kamu Bu, kta pk.ustad ,, tngah malam Aku mau ke&lt;br /&gt;
tempat Peternakan Bebek.ku tapi harus melewati&lt;br /&gt;
Sekolah Dasar ini, dn ku dengar, d Kelas" sperti bnyak skali, org yg sdang berbincang", ada yg nyanyii, yaaah sprti yg d lakukan siswa saat Lagi belajjar lah.. Tpi aku tdk takut, dn mlanjutkan saja prjlananku.." dn juga ada Nama'y Pk'Enoy, Waktu Dia sdang mncari rumputt buat Ternak'y Kerbau, dia d kejutkan Oleh, waniita cantiik, berambut panjang, dn memakai Baju Merah, dan Rok ckup pendek.. Dn pk'enoy mengikuti Dia, tetappi stlh dia ikuti ke blakang sekolah wanita itu mnghilang bgitu saja"....! Pak.Mahmud pun brhenti&lt;br /&gt;
berceritta, dan mnyarankan Agar Bu.Rosi dn pak&lt;br /&gt;
Endang, utk smntara, Pulang Dulu ke rumah yg ada d&lt;br /&gt;
Desa sebelah...! Dn ke.esokan hari'y bu.Rosi pindah, ke rumah mrtua'y,, tetappi, stlah Bu.Rossi Tinggal d&lt;br /&gt;
Rumah mertua'y hampir 2 hari dia, seriiing menghilang, bgtu sajja, dn stlah d Obatti Oleh parra&lt;br /&gt;
ustadd, Bu.Rosi d Mungkin.kan d bwa pergi Oleh Jiin&lt;br /&gt;
darri Perumahan SD kamiii,..! Dn stlah seminggu&lt;br /&gt;
Kemudian, Ulama darri Pesantren Desa kami, pergi ke Perumahan SD dan Memindahkan jin ittu, Ke Terjung (Huttan) d desaku yg jauh darrri kehidupan Warga... Dn alhamdulillah sampai sekarang gx ada laggi kejadian" aneh d SD d kampungku.....</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOaIaU4tHucg9z5vu5UsQp10QzdqP5Qr4gl_LCFe1oriHdjfqENXEc4geYVYWwJgsx3QuYGVFYIeg-ukQAvE4wX1wGrDq9fq6gjKKB4C-BMrZtKq3wT0Tv1j_qO0SIeSxYfmolnQE1684/s72-c/image.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">17</thr:total></item><item><title>SESEORANG DILUAR SANA</title><link>http://ceritaseramhoror.blogspot.com/2017/06/seseorang-diluar-sana.html</link><category>Cerita Seram</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 23 Jun 2017 00:18:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2134247401412084897.post-1513711220115122383</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFUeaDKGBts8HnhuY2RYb2oczdCjGvrDvHDVVvF-hTDyWN_177ApnP2u8Yw0979Zb2pNtQt2iYIVORwQLJRsZT0Y0rBc9bwpcIH0uZDJrSbQhvJ3Vfm-I9Oer9QPBY5CQGK9HgmkJz4J0/s1600/Scary-Girl-Credit-iStock-162548228-630x420-1-.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="420" data-original-width="630" height="213" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFUeaDKGBts8HnhuY2RYb2oczdCjGvrDvHDVVvF-hTDyWN_177ApnP2u8Yw0979Zb2pNtQt2iYIVORwQLJRsZT0Y0rBc9bwpcIH0uZDJrSbQhvJ3Vfm-I9Oer9QPBY5CQGK9HgmkJz4J0/s320/Scary-Girl-Credit-iStock-162548228-630x420-1-.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Malam ini udaranya dingin sekali. Hembusan angin diluar sangat kuat,sehingga menggoyang goyangkan gorden jendela. Gemuruh petir sudah mulai terdengar. Tiba tiba hujan pun turun dengan derasnya. Aku spontan beranjak dari kursiku dan meletakkan buku diatas meja yang dari tadi ku baca. Ku tutup semua pintu dan jendela. Lama sekali ayah dan ibu pulang,begitulah perkataan terus menerus yang ada di pikiranku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Saat akan ku tutup jendela yang terakhir,ku lihat diluar seperti ada seseorang dan sepertinya seorang wanita berdiri dibawah pohon tepat didepan gerbang. Cahaya petir sesekali memperlihatkan dirinya meskipun samar samar. Wanita itu sudah basah kuyup dan sangat menggigil kedinginan. Gaun panjang yang dikenakannya sangat putih. ''ngapain ada wanita disitu ya? hujan hujan lagi'' kataku dalam hati. Ku tatap terus wanita itu melalui balik jendela dan dia tidak beranjak sama sekali dari posisinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Ku niatkan diriku untuk menghampirinya sambil membawa payung. Sudi kiranya ia mau berteduh diteras rumahku. Hujan pun terlihat semakin deras dan angin semakin kencang bertiup,sehingga hampir saja menerbangkan payung yang ku bawa. Ku buka gerbang dengan cepat dan akhirnya sampailah aku tepat disamping wanita malang itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Aku sungguh terkejut setengah mati. Tiba tiba bulu kudukku merinding. Ternyata setelah kulihat,wajah wanita itu tidak ada. Wajahnya rata tidak memiliki mata,hidung dan mulut. Aku pun sontak berlari,namun kurasakan wanita itu menarik bajuku. Aku terus berusaha berlari supaya bajuku lepas dari tangannya. Aku tidak berani melihat ke belakang dan jantungku seperti mau copot rasanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Akhirnya aku berhasil juga lolos darinya. Aku masuk kembali kedalam rumah dan mengunci pintu rapat rapat. Ku sandarkan tubuhku dibalik pintu sambil menghilangkan rasa letihku yang sudah memuncak. ''rupanya hantu,ya ampun..'' sahutku pelan. Seketika ku niatkan lagi diriku untuk melihat hantu itu melalui jendela. Ku buka gorden pelan pelan sambil mengintip. Ternyata dia tidak ada di tempatnya tadi. ''kemana dia ya??'' kataku ketakutan. Ku putar putar bola mataku untuk mencari keberadaannya,namun tidak nampak juga. Aku semakin takut dan keringat dingin.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Dan apa yang terjadi? Aku berteriak sekuat tenagaku setelah kulihat hantu wanita itu tiba tiba muncul tepat didepan wajahku,hanya kaca jendela yang jadi pembatas wajah kami. Aku mencium bau busuk dari wajahnya. Aku pun berlari terbirit birit ke dalam kamar dan menutup seluruh tubuhku dengan selimut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Saat itu juga terdengar suara suara aneh didalam rumah. Aku semakin menciutkan tubuhku didalam pelukan selimut. Suara itu semakin lama semakin ribut,ternyata sepertinya hantu itu sudah masuk kedalam rumah. Ku dengar ia mengetuk pintu kamarku. Terus menerus ia mengetuknya,aku semakin menggigil ketakutan. Dan lama kelamaan ketukan itu pun hilang tidak terdengar lagi. Aku pun lega dan detak jantungku berangsur angsur normal.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Karena sangkin panasnya maka kubuka selimutku pelan pelan. Oh Tuhan,ternyata setelah kulihat ke langit langit kamar,hantu itu sudah merayap rayap seperti cicak sambil meneteskan air (yang entah dari mana asal air itu) dari atas dan mengenai wajahku. Kututup lagi selimutku sambil mengusap usap bekas air itu. Baunya ingin membuat aku muntah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Tidak berapa lama ku dengar sepertinya hujan sudah mulai reda dan kudengar ada orang yang memanggil manggil namaku dari luar sambil mengetuk ngetuk pintu. Aku baru sadar,ternyata ayah dan ibuku sudah pulang. Aku berlari tanpa berani melihat lagi ke langit langit kamar. ''ayah,ibu.. kaliankah itu?'' tanyaku sambil membuka pintu. Ternyata benar,mereka orang tua ku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; display: inline; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-top: 6px;"&gt;
''nak, kenapa ibu ini gak dikasi masuk dari tadi? dari tadi dia manggil manggil kamu lohh.. karena kamu gak dengar,jadi dia nungguin dibawah pohon aja.. lihat,kasian dia kan,jadi basah.. ibu ini pembantu baru kita'' kata ibuku yang dari tadi terlihat komat kamit dan entah siapa seorang ibu yang ia maksud. ''nak ayo kenalin,salam dia.. nak kok diam aja? ayo salam..'' kata ibuku lagi. ''ibu dan ayah kenapa sih? ibu pembantu yang mana dimaksud? dari tadi aku gak ada lihat siapa siapa selain kita bertiga..!!'' jelasku yang semakin merinding.&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFUeaDKGBts8HnhuY2RYb2oczdCjGvrDvHDVVvF-hTDyWN_177ApnP2u8Yw0979Zb2pNtQt2iYIVORwQLJRsZT0Y0rBc9bwpcIH0uZDJrSbQhvJ3Vfm-I9Oer9QPBY5CQGK9HgmkJz4J0/s72-c/Scary-Girl-Credit-iStock-162548228-630x420-1-.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">14</thr:total></item><item><title>Sadisnya Kakak ku</title><link>http://ceritaseramhoror.blogspot.com/2017/06/sadisnya-kakak-ku.html</link><category>Cerita Seram</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 23 Jun 2017 00:13:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2134247401412084897.post-5546421249448129962</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9tt8Jq6uWu9wXpq8wuCKwGc8t8-mSzjdhRZg0xwIDM_EmjBI5nlbBkFY56Of4zDfQQDnZ_fhBsnelwXCfFn6q8Hwmh37U8ZubMYU9Gk3knwej6etciqd4C5hvf94BnjxhfI0j5NZtFts/s1600/scary-movie-5-picture01.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="934" data-original-width="1400" height="213" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9tt8Jq6uWu9wXpq8wuCKwGc8t8-mSzjdhRZg0xwIDM_EmjBI5nlbBkFY56Of4zDfQQDnZ_fhBsnelwXCfFn6q8Hwmh37U8ZubMYU9Gk3knwej6etciqd4C5hvf94BnjxhfI0j5NZtFts/s320/scary-movie-5-picture01.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Dulu ada seOrang gadis Cantik, sopan, dan ramah dia&lt;br /&gt;bernama Fira, di anak org'kaya d desa'y&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
********&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
. Dia mmpunyai Teman brnama Ratih. Fira adlah anak org kaya ..! Ayah.y mempunyai Perusahaan Minyak trbesar d kota.. Dia bernama Pk.Bambang. mempunyai 2 org Anak dan 1 istrii, nama anak'y Fira&lt;br /&gt;dn Faris ... Kalau Fira, msih Smp.! Dn Faris dia sudah&lt;br /&gt;Dewasa dn mmbantu Pkerjaan ayah.y d kantOr..!&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
*********&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
.Sudah bbrapa Minggu Fira tdk klihatan keluar, atwpun sekOlah...! Ayah ibu'y pun bila keluar Rumah, suka mngndap".. Entah kenapa, wrga sekitar brtnya"....&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
**********&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
.Malam Harii Pk.Karmin sedang berpatrOli, dia&lt;br /&gt;seorang Hansip d sana..! Ketika dia melewati Rumah&lt;br /&gt;pk.Bambang ,, kta'y bulu kuduk'y merindiing, dn suara Burung Hantu, mengiringi angiiin malam yg sngat dingiin, sehingga pk.Karmin smakiiin takut brada d dpan Rumah pk.bambang!!&lt;br /&gt;.tetapi ketika pk.Karmin mo kabbuur, larii . Darii dalam trdngar Suara jerittan Anak Perempuan, dn Pk.Karmin mngira itu Fira.. Trlihat dari pintu pk.Bambang keluar,, dn mlihat pk.Karmin ada d gerbang, pk.bambangpun mg'hampiri pk.Karmin ,, dn mngjak'y ke dlam Rumah.&lt;br /&gt;Dn pk.Karmin tk menOlak'y ,, stlah ia brada d dlam&lt;br /&gt;Rumah, pk.karmin pun brtanya pda Pk.Bambang "pak, tdi dari luar sya mndngar suara jeritan anak bpa neng.Fira ! 'ia kenapa Pk??&lt;br /&gt;.pk Bambangpun mnjwab ,, "Dari tdi Fira tidur d Kamar'y , dn Sya tdk mndngar suara apapun d Rumah syah"..! Bbrapa Jam kemudian , Pk.Karmin pamit pulaang , krna sudah malam!!!&lt;br /&gt;,ketika pk.karmin berada d Gerbang Rumah&lt;br /&gt;pk.Bambang..! se'kiiilaas ada se'org wanita brbaju&lt;br /&gt;Hijau, mengagetkn'y ttpi wnita itu mg'hilang" dn pk.karmin pun lariii, ttpi ada yg menarik baju'y dri&lt;br /&gt;Blkang, pas pk.Karmin Nengok Naudubillaah, leher&lt;br /&gt;perempuan ittu patah dn muka'y Ratta.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
************&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
.esok'y Ratih dn tman"nya, akn mrencnakan&lt;br /&gt;menengOk fira, ttapi semua pgar rumah trkuncii, dn rumah Fira trlihat sepii...&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
**********&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Malam'y Lagii,, Ratiih dn ke dua teman'y habis pulang&lt;br /&gt;Ngajii, dn melwati rumah Fira, trlihat dari Kejauhan,&lt;br /&gt;kta Ratiih , ada yg mlambaikan Tangan, dri Arah&lt;br /&gt;Taman di Rumah Fira tetapi setelh bbrapa menit tngan itu menghiilang..! Ratih.pun mlnjutkn prjlanan'y sambil ngbrOl brsama 2 tman'y,,, Mereka mngobrOlkn kjadian yg tdi..! Tiba" mereka sdang asik ngbrOl, dri Atas Pohon Palem jatuh belatung, dn ktika mereka mlihat ke atas ,, ada seorang wanitta, yg anggota bdan'y d penuhi blatung dn darah.... Sontakk mereka br'tiga Lariii,&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
************&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
.stlh berada d Rumah, Ratih.pun tiduurr , dn d atas&lt;br /&gt;kasur'y ia menemukan Saputangan berwarna&lt;br /&gt;Kuniing, dn trdapat nama Fira Safira Herlambang .&lt;br /&gt;Dn itu adlh nama shbat'y Fira yg slma bbrapa minggu ini tdk prnh keluar Rumah, ratih pun mnyimpan'y ke dlm lmarii.. Swaktu dia tidurr,, dia bermimpi d datangi Fiira, "dia meminta agar Ratih mendatangi Rumah'y ", dn Fira sambil menangis mngatakan kta" ittu, bbrapa kali dia ucap Tolong",, tnpa Rasa Takut waktu ituu jm 1&lt;br /&gt;dini Hari, ttapi msih ada org" yg lagi nntOn bola d warung. Ratih berdiri d Gerbang rumah Firra, dn tnpa dia sadarrii, dia d rasuki aruah Fiira, dn dia bisa&lt;br /&gt;mmbyangkan semua'y...&lt;br /&gt;Dlm bayangan'y trlihat Fira tman'y mngenakan gaun&lt;br /&gt;cntik berwarna Hijau, dn dia pamiit ma Ka"nya klau&lt;br /&gt;Dia mau ke Rumah Pcar'y, ttapi ka"nya tdk mngijinkan'y, dn Fira.pun memaksa'y,, stlh ittu Kaka'y Menampar Firra, sampai fira trjatuh dn kepala'y mengenai sudut meja.. Kepala dn Hidung'y brdarah, dn sadis'y lagii Kaka'y ittu Memperkosa Fira dn mencekik fira,, ketika itu ayah dn ibu'y ke luar kotta .. Dn stlh puas Kaka'y memperkosa Fira, dia bwa pira ke Taman dgn cara membius'y dgn Saputangan yg ada d tngan Fira, dia mengubur'y hidup" d Taman dkat Pohon Delima.."&lt;br /&gt;. Sebelum Ratih sadar, Fira berkata pda Ratih, Tolong&lt;br /&gt;slamat.kan jasad.ku angkat jasad.ku kuburkan aku&lt;br /&gt;dgn layak, dn panggilkan warga sekitar sini supaya bisa membantumu. Ratih pun scra tiba" sadar, dn&lt;br /&gt;berlari ke warung utk memanggil org", awal'y org" itu tdk prcya akn kjadian ini, ttpi stlah Ratih bermOhon sambil mngeluarkan air mata, warga.pun prcya.. Dn mnggrbek Rumah pk.bambang, d ketuk lh pintu oleh pra warga dn keluarlh Pk.bambang dn Bu.bambang dri Rumah, warga.pun brtanya, Mana anak.mu Fiira , bpa dn bu.bambang gemetar dn saling lihatt, warga.pun memaksa tuk mngtakan dmna anak'y Fira, lalu pk.bambang brbicara "tnang, tnang aku akn crita kjadian ini anak.ku sudah mninggal dn d kuburkan d Taman, kami tdk mnyangka ank kami Faris s'kejam itu. kami tdk berani brtemu warga d sini, stlh kmatian&lt;br /&gt;Fira, krna kami tkut d usir dn d slahkn, Faris anak&lt;br /&gt;kami, stres saat ini dn dia mngurung diri d kamar..&lt;br /&gt;Wargapun, sgra pergi ke Taman , dn membOngkar&lt;br /&gt;kuburan Fira, dn trlihat ada Tulang Belulang, dn baju'y yg msih Utuh berwarna Hijau, srta gelang Mas'y yg brhurup F.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
****&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
fira pun d makam'kn scra layak, dn Faris d&lt;br /&gt;masukan ke rumah sakit jiwa.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; display: inline; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-top: 6px;"&gt;
.sekian&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9tt8Jq6uWu9wXpq8wuCKwGc8t8-mSzjdhRZg0xwIDM_EmjBI5nlbBkFY56Of4zDfQQDnZ_fhBsnelwXCfFn6q8Hwmh37U8ZubMYU9Gk3knwej6etciqd4C5hvf94BnjxhfI0j5NZtFts/s72-c/scary-movie-5-picture01.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">14</thr:total></item><item><title>Sang Jenderal</title><link>http://ceritaseramhoror.blogspot.com/2017/06/sang-jenderal.html</link><category>Urban Legend Dunia</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 23 Jun 2017 00:08:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2134247401412084897.post-8347469770988277867</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEIFqV54JTsT6yl6d3FQsuMBeekSQTcVU478x2xx6ebKcTMF8YdkwBlKZ0wykqYpz3Jl02P1fOxcJWVkjmKJVWYnurQDh9A9Q6nqtyZ8WMEzsXAN4zNX7F1hhYLWX5Qqb7pvfnrawgxok/s1600/230px-Admiral_Edward_C._Kalbfus.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="441" data-original-width="401" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEIFqV54JTsT6yl6d3FQsuMBeekSQTcVU478x2xx6ebKcTMF8YdkwBlKZ0wykqYpz3Jl02P1fOxcJWVkjmKJVWYnurQDh9A9Q6nqtyZ8WMEzsXAN4zNX7F1hhYLWX5Qqb7pvfnrawgxok/s320/230px-Admiral_Edward_C._Kalbfus.jpg" width="290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
kisah urban&lt;br /&gt;legend tentang seorang Jenderal yang&lt;br /&gt;kehilangan giginya di saat perang dan meminta&lt;br /&gt;kepada pihak medis untuk digantikan giginya&lt;br /&gt;yang hilang dengan menggunakan sebuah alat&lt;br /&gt;perangkap yang digunakan untuk menjebak seekor beruang, alat itu terbuat dari baja,&lt;br /&gt;runcing dan sangat tajam. Kisah yang mengerikan ini telah terjadi selama perang Vietnam. Ada seorang jenderal yang kepripadianya sangat keras dan kasar. Semua prajurit dibawahnya, sangat takut padanya, sehingga tidak ada satu orang pun yang berani berbicara kepadanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Saat itu malam hari di markasnya,&lt;br /&gt;pasukanya telah diserang secara&lt;br /&gt;tiba-tiba di markasnya. Ada seorang prajurit&lt;br /&gt;yang menyerang sang Jenderal dengan&lt;br /&gt;melemparkan sebuah granat tangan dan granat itu mendarat tepat di dekat sang Jenderal dan&lt;br /&gt;meledak saat itu juga. Jenderal itu terlempar jauh dan menabrak sebuah generator mesin&lt;br /&gt;baja, wajahnya terbentur oleh generator dan&lt;br /&gt;menghancurkan semua giginya. Setelah itu, perang pun telah berakhir dengan kekalahan dan kerugian dimana banyak para perajurit yang telah mati, kerusakan bangunan sebuah markas, dan penderitaan pun telah menimpa mereka seperti tidak adanya bantuan pertolongan, karena alat telekomunikasi yang terputus akibat&lt;br /&gt;perang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Ada beberapa petugas medis yang berhasil selamat dari perang itu dan segeralah para medis harus melakukan pengobatan terhadap para perajurit yang terluka khususnya untuk sang Jenderal, karena mereka harus segera melakukan operasi yang bersifat sangat darurat kepada Jenderal akibat luka serius yang dialaminya&lt;br /&gt;khususnya dibagian wajah dan di bagian&lt;br /&gt;giginya yang telah hancur, namun operasi ini&lt;br /&gt;pun mempunyai kendala seperti tanpa&lt;br /&gt;tersedianya alat-alat medis dan fasilitas kesehatan lainya, karena tidak adanya alat operasi, terpaksa para medis harus menggunakan alat apa pun yang ditemukanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Operasi itu berlangsung sangat kasar dan&lt;br /&gt;menyakitkan bagi Jenderal, tetapi dengan&lt;br /&gt;operasi itu, para medis telah berhasil menyelamatkan nyawa&lt;br /&gt;sang Jenderal. Namun, sayangnya ia mengalami cacat permanen terutama di bagian wajahnya. Para medis telah mengambil langkah alternatif mengganti giginya yang hancur dengan menggunakan sebuah alat Perangkap Beruang yang terbuat dari besi baja&lt;br /&gt;dan sangat runcing. Dua bulan telah berlalu, begitu juga dengan luka-luka sang Jenderal yang kian membaik dan sembuh, namun wajah sang Jenderal saat ini sangat mengerikan untuk dilihat, terutama&lt;br /&gt;di bagian gigi barunya yang tajam dan selalu&lt;br /&gt;mengeluarkan suara kertakan-kertakan yang menakutkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Saat ia mulai kembali ke markas&lt;br /&gt;dan mulai bekerja, ia pun telah menolak segala&lt;br /&gt;perawatan medis rutin yang seharusnya ia&lt;br /&gt;selalu check up selama cideranya, karena ia&lt;br /&gt;sudah merasa baik dan sehat dari cideranya&lt;br /&gt;maka ia menolaknya. Di markasnya, para perajuritnya kali ini sangat takut kepadanya&lt;br /&gt;bahkan sangat-sangat takut sekali apabila&lt;br /&gt;sang Jenderal marah di hadapan mereka. Lemahnya kualitas operasi telah menyebabkan&lt;br /&gt;infeksi di mulut sang Jenderal, dan kemudian&lt;br /&gt;suhu tubuhnya meningkat dan mengakibatkan demam di iringi dengan kejang-kejang sesaat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Saat itu ia merasa sangat menderita dan&lt;br /&gt;membuat ia menjadi sangat frustasi dan kemudian hilanglah pikiran akal sehatnya dan&lt;br /&gt;berubah menjadi gila. Saat itulah ia dijuluki&lt;br /&gt;sebagai Pria Tua Yang Bergigi Besi .&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Suatu hari ia telah berhasil menangkap&lt;br /&gt;tawanan perang, dan di saat tawanan perang itu&lt;br /&gt;di interogasi, sang Jenderal sering memainkan&lt;br /&gt;gigi-giginya yang tajam untuk mengancamnya.&lt;br /&gt;Bahkan sang Jenderal akan menggigitnya,&lt;br /&gt;merobek kulitnya hingga menjadi beberapa potongan daging dan melukainya hingga&lt;br /&gt;tawanan itu menderita dan berujung dengan&lt;br /&gt;kematian. Suatu malam, di kabarkan bahwa&lt;br /&gt;beberapa tahanan di sel telah menghilang&lt;br /&gt;secara misterius, dan keesokan harinya di sel&lt;br /&gt;mereka telah di temukan beberapa genangan darah di lantai sel.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Pada awalnya, para&lt;br /&gt;penjaga sel telah mengira bahwa para tahanan&lt;br /&gt;telah melarikan diri, tetapi kemudian ada&lt;br /&gt;saksi yang melihat bahwa ada seseorang yang&lt;br /&gt;telah membuka beberapa sel tahanan di tengah&lt;br /&gt;malam, dan orang itu sedang memakan hidup- hidup para tawanan sel lalu menjilati sisa-sisa&lt;br /&gt;tulang yang masih berlumuran darah dan&lt;br /&gt;membuah sisa bangkainya ke hutan, sungguh&lt;br /&gt;mengerikan! Karena perilakunya yang sangat&lt;br /&gt;mencurigakan, sang Jenderal pun menjadi buah&lt;br /&gt;bibir di markasnya dan ia mulai kehilangan kehormatanya dari pasukannya. Kemudian sang Jenderal pun telah diadili di&lt;br /&gt;ruang sidang militer dan di berikan pidana&lt;br /&gt;bahwa ia telah bersalah atas pembunuhan dan&lt;br /&gt;kanibalisme. Pengadilan menjatuhkan hukuman&lt;br /&gt;kepadanya penjara seumur hidup, tetapi&lt;br /&gt;setelah ia mendekam selama satu hari di sel, ia telah menghilang dari selnya dan telah berhasil&lt;br /&gt;melarikan diri ke hutan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Selama bertahun- tahun pihak militer telah berusaha untuk melacaknya di hutan, tetapi mereka tidak bisa&lt;br /&gt;menemukan jejaknya, ia sudah di cap sebagai&lt;br /&gt;tawanan yang melarikan diri. Di pihak militer pun telah membuat pengumuman di berbagai&lt;br /&gt;media dengan sebuah topik Peringatan : Pria tua bergigi besi telah menghilang dari sel,&lt;br /&gt;hidup atau mati segera hubungi kami! Namun sayangnya tindakan ini sama sekali tidak&lt;br /&gt;membuahkan hasil apapun, entahlah ia telah pergi kemana? dan tidak ada seorang pun yang&lt;br /&gt;tau keberadaanya, Warga pun sangat khawatir&lt;br /&gt;dengan tawanan itu karena dikabarkan&lt;br /&gt;tawanan itu adalah orang yang tidak waras dan seorang kanibalisme.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Dan sampai saat ini, sang&lt;br /&gt;Jenderal alias pria tua bergigi besi itu tidak berhasil di temukan dan menghilang secara&lt;br /&gt;misterius di hutan Vietnam.&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEIFqV54JTsT6yl6d3FQsuMBeekSQTcVU478x2xx6ebKcTMF8YdkwBlKZ0wykqYpz3Jl02P1fOxcJWVkjmKJVWYnurQDh9A9Q6nqtyZ8WMEzsXAN4zNX7F1hhYLWX5Qqb7pvfnrawgxok/s72-c/230px-Admiral_Edward_C._Kalbfus.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">28</thr:total></item><item><title>PACARKU SEORANG VAMPIRE</title><link>http://ceritaseramhoror.blogspot.com/2017/06/pacarku-seorang-vampire.html</link><category>Cerita Seram</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 23 Jun 2017 00:01:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2134247401412084897.post-4663131402838680219</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2GKOIZWFh9f2yM-iGbiphqvxrJdAQGZ1ySeZbp7NUgXekN0aYnY_JDGzB7md9KyCsnOCvyGNH0ZCW5ujhBz08iwFTvF3kwEfi7fs_iQTnb_yXV7fpOlRu4Jc15EBLbWijDz4b9i5EbZM/s1600/Vamped_Out.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="720" data-original-width="1280" height="180" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2GKOIZWFh9f2yM-iGbiphqvxrJdAQGZ1ySeZbp7NUgXekN0aYnY_JDGzB7md9KyCsnOCvyGNH0ZCW5ujhBz08iwFTvF3kwEfi7fs_iQTnb_yXV7fpOlRu4Jc15EBLbWijDz4b9i5EbZM/s320/Vamped_Out.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Waktu itu gw masih kelas 1 SMA. Inget banget waktu&lt;br /&gt;itu gw kenal dan deket sama temen sekelas gw&lt;br /&gt;namanya Adien. Gw ama adien selalu menghabiskan&lt;br /&gt;waktu bersama. Entah pagi itu aku ngerasa gak&lt;br /&gt;enaaaak banget. Di episode sebelumnya kan gw udah ngira pasti sesuatu buruk terjadi. Kali ini gw ga tau entah sakit atau apa ... Gw pun buka loker gw, tapi temen temen ngerumunin&lt;br /&gt;gw. "kalo mau minta tanda tangan ngantri ya"&lt;br /&gt;bentakku pada mereka yang mengerumuniku. Dan&lt;br /&gt;alangkah kagetnya ternyata ada tikus dengan&lt;br /&gt;berlumuran darah digantung di dinding lokerku. Beh&lt;br /&gt;akupun langsung lemas dan berlari ketakutan ...&lt;br /&gt;Malu campur kesel aja dipermalukan gitu. Lu kate gw&lt;br /&gt;ini kanibal ? Kanibal gini gw masih doyan ayam&lt;br /&gt;goreng ..&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
"lu manyun jelek tau" kata adien. Akupun menatap&lt;br /&gt;adien penuh iba. Adien pun memelukku di dalam&lt;br /&gt;kelas. "gw ngerasa bakal ada yang ngancem gw dien" kataku. Adien hanya merapikan rambutku dan&lt;br /&gt;menghapus air mataku "lu aman ama gw" sambil&lt;br /&gt;tersenyum . "dooooor" teriak irma dan alika dari belakang gw.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
"aku cari minum dulu ya" kata adien dan berlalu ... "lu ngerasa ada musuh yang benci ama elu?" kata&lt;br /&gt;alika. Aku pun hanya menggeleng ketakutan. "oiya&lt;br /&gt;hari ini angkatan kita ngadain party di kuburan china. Lu ikut ga ?" tawar alika. "apaan sih lu pada, norak tau ga ngadain party di kuburan!" kataku sedikit marah. "yah ela, lu tuh yang norak. Ini kan haloween day. Lu lupa?" kata irma. Akupun hanya mengangkat kedua bahuku. Ku lihat dari pintu kelas adien udah balik dan membawa 1 jus alpukat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
"ma, balik yuk, kelas kita ke lab nih sekarang. Gw tunggu jam 4 ya ta" ajak alika lalu pergi bersama irma. Akupun melihat tanggalan&lt;br /&gt;kelas. Rasa sedikit kuatir menyelimuti. "hey, gak usah kawatir. Gw nemenin elu kok ntar" kata adien sambil memberikan jus alpukat. "kok jus nya cuman 1?" kataku. "aku lagi diet khusus sayang." kata adien.&lt;br /&gt;Akupun hanya tertawa geli mendengar kata itu. "hey&lt;br /&gt;serius, kamu mau jadi pacar aku?" kata adien sambil&lt;br /&gt;memegang tanganku. Akupun hanya mengangguk .&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Jam pulang pun tiba. Aku ijin pulang duluan karna&lt;br /&gt;badanku serasa lemas sekali. Akupun tidur. "non, non atta, bangun non sudah jam 4 sore" kata bi&lt;br /&gt;ijah membangunkanku. Akupun bangun sambil&lt;br /&gt;bermalas malasan. Teleponku pun berdering. "hey sayang cepet keluar ya, aku nunggu kamu nih" suara seberang dari adien. Akupun langsung melotot dan bergumam. Darimana dia tau rumahku ? Akupun langsung mengecek lewat jendela. Adien pun melambaikan tangan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
"tapi aku udah ada janji ama irma ama alika" kataku. Terlihat dari parasnya dia sedikit kecewa. "hmm iya deh kita jalan" kataku mengalah. Akupun menutup telepon dan bergegas mandi karna mungkin ini kencan pertamaku .. Akupun menemui nya di koridor halaman. Adien memelukku dengan hangat. Lalu kami pun jalan. Di jalan aku menerima telepon dari alika. "halo lik maaf banget karna..." belum sempet aku lanjutin kata kataku, alika langsung menangis. "ta, cepet kesini ta. Please ta, irma kehabisan darah ta. Di lehernya ta, kayak ada gigitan beruang." kata alika dari seberang keliatan sangat ketakutan. "oke kamu dimana lik?" kataku mencoba menenangkan "di rumah sakit deket rumah lu" akupun menutup telepon. "dien, kayaknya kita harus balik deh ke rumah sakit" kataku dengan&lt;br /&gt;wajah sedikit pucat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
"hey sayang, kita kan ditunggu ama yang lainnya"&lt;br /&gt;kata adien. "lu bego atau stupid sih? Denger ya. Yang&lt;br /&gt;sakit kehilangan itu temen gw. Sahabat gw irma."&lt;br /&gt;kataku sambil menitikkan air mata. "hey habis kita&lt;br /&gt;pergi 15 menit aja kita langsung ke irma. Aku mau&lt;br /&gt;kenalin kamu sama temen temenku" kata adien sambil memelukku. Entah kenapa akupun&lt;br /&gt;menyanggupi nya. Adien terlihat senang dan&lt;br /&gt;merangkul ku sepanjang jalan. Aku merasa ada yang&lt;br /&gt;aneh. Semua orang menatapku tajam kala itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
"dien,lu ngerasa di pelototin orang orang ga sih?" kataku sambil melihat orang orang disekitarku yang melihat kami penuh marah. "ya karna mungkin sepanjang jalan gw ngerangkul elu dan terkesan sedikit frontal untuk orang indonesia." kata adien sembari mencium pipiku. "adien udah deh. Jangan bikin suasana tambah panas napa sih!" kataku sedikit marah. Adien hanya diam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Kami pun sampai di kuburan china. Alangkah&lt;br /&gt;kagetnya aku bukan kegembiraan yang kutemukan&lt;br /&gt;tapi malapetaka. Aku bukan melihat sekumpulan&lt;br /&gt;manusia party tapi sekumpulan manusia tak&lt;br /&gt;bernyawa berbaring. Hanya ada 2 orang yang tersisa. Lelaki dan perempuan. Akupun menjerit ketakutan. Histeris dan dipeluk ama adien ... "apa apaan ini dien ? Knapa semua orang jadi mayat?"&lt;br /&gt;kataku sembari di pelukan adien. Adien hanya diam.&lt;br /&gt;Dan mereka berdua menghampiri kami. "hey aku&lt;br /&gt;shinta dan ini roger." kata mereka. Akupun tak&lt;br /&gt;menjawab saking lemasnya dan pucatnya .&lt;br /&gt;"pacarlu dia dien? Gw pikir dia vampire juga" kata shinta. "yang jelas dia bukan makanan gw" kata&lt;br /&gt;adien.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Akupun langsung melepas pelukan adien&lt;br /&gt;sekuat tenaga. "apa maksudnya dien ?" kataku&lt;br /&gt;marah. "say dengerin dulu...." kata adien. Akupun&lt;br /&gt;langsung menamparnya. Tapi terkejutnya aku ketika&lt;br /&gt;wajahnya berubah jadi lendir dan tak bisa kulepaskan tanganku dari wajahnya. Dia pun melepaskan tanganku ...&lt;br /&gt;Akupun berlari keluar kuburan china dan entah&lt;br /&gt;mengapa adien lebih cepat dariku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
"kumohon kamu adalah orang yang aku tunggu. Malang wabah vampire atta. Dengerin aku, kamu akan aman sama aku dan temen temenku" kata adien sambil berlutut di&lt;br /&gt;hadapanku. Lagi lagi aku tak kuasa mengiyakan&lt;br /&gt;permintaan adien. Adien pun memelukku mesra&lt;br /&gt;sambil menangis. "dien, gak ada waktu lagi. Cepet&lt;br /&gt;kasih atta keabadian dan kita cabut ke jakarta." kata&lt;br /&gt;roger. "apa ? Keabadian ? Buat apa lu ngasih gw keabadian ? Gw ga butuh buat jadi seorang vampire&lt;br /&gt;kayak kalian bertiga." kataku dengan membentak.&lt;br /&gt;"gw tau apa maunya elu, tapi tolong kasih diri lu&lt;br /&gt;kemauan untuk menerima keabadian atta. Adien&lt;br /&gt;gamau kehilangan elu. Lagian elu udah jadi pacar&lt;br /&gt;adien. Kalo ga adien sendiri yang ngasih bakal kesiksa kalo dikasih orang lain" kata shinta.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Akupun hanya bisa menangis. "anter aku ke rumah sakit nemuin irma ama alika" kataku. Adien pun&lt;br /&gt;mengiyakan nya. Selama di jalan kami berdua tak&lt;br /&gt;melontarkan satu kata apapun. "maaf udah bikin lu gini" kata adien memulai&lt;br /&gt;percakapan. "sejak kapan malang ada wabah&lt;br /&gt;beginian?" kataku. "dari tadi semenjak ada yang&lt;br /&gt;naruh tikus di loker lu" kata adien. "apa artinya itu?"&lt;br /&gt;kataku sambil menatap adien. "artinya elu cewek&lt;br /&gt;yang bakal diincer keabadiannya." kata adien. "kalo pun itu bikin lu seneng, jangan bikin gw sengsara"&lt;br /&gt;kataku. Astaga. Apa yang aku ucap barusan. Ah&lt;br /&gt;sudahlah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Kamipun sampai di rumah sakit. Dan kulihat mayat&lt;br /&gt;dokter dan suster menyambutku di koridor rumah&lt;br /&gt;sakit. Akupun berlari tapi tanganku dicegah oleh&lt;br /&gt;adien. "lepasin gw. Lu ga bakal ngerti apa arti&lt;br /&gt;persahabatan di dunia elu" kataku. Adien pun&lt;br /&gt;melepaskan tanganku dan aku berlari mencari irma dan alika tapi terlambat . Mayat mereka sudah tergantung di dinding dinding&lt;br /&gt;rumah sakit .&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Akupun menjerit histeris. Menangis dan kecewa jadi&lt;br /&gt;satu. Darah mereka yang masih tercecer di lantai&lt;br /&gt;kuambil dan kubasuhkan di wajahku sambil&lt;br /&gt;menangis. "bagai... Bagaimana ... Na... Nasib.. Keluargaku... Di.. Di ... Adelaide..." gumamku sambil terisak. Lalu entah mengapa seseorang dari kejauhan menyerangku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
"adiiiiiieeeen" teriakku sambil kesakitan. Adien hanya berbisik "maaf atta, aku harus lakukan ini. Aku&lt;br /&gt;sayang kamu jadi aku harus kasih kamu keabadian" akupun marah tapi tak mampu berdiri. Dan semua&lt;br /&gt;seperti gelap . Semakin gelap dan gelap ....&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
"non non atta bangun non, udah jam 4 non" kata bi&lt;br /&gt;ijah membangunkanku. Akupun langsung tersentak&lt;br /&gt;bangun. "bibi... Bi ijah atta takut" kataku. "mungkin&lt;br /&gt;non hanya mimpi buruk mungkin" kata bi ijah. Namun kulihat di cermin bajuku berlumuran darah. "bibi,bajuku kok banyak darahnya bi?" kataku. "non kan habis malam pertama dengan den adien.&lt;br /&gt;Dan menghabiskan tawanan penjara lantai bawah.&lt;br /&gt;Akupun hanya tercengang. Bahwa ini bukan mimpi&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;END ....&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2GKOIZWFh9f2yM-iGbiphqvxrJdAQGZ1ySeZbp7NUgXekN0aYnY_JDGzB7md9KyCsnOCvyGNH0ZCW5ujhBz08iwFTvF3kwEfi7fs_iQTnb_yXV7fpOlRu4Jc15EBLbWijDz4b9i5EbZM/s72-c/Vamped_Out.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">9</thr:total></item><item><title>AKIBAT MASALAH DIPENDAM</title><link>http://ceritaseramhoror.blogspot.com/2017/06/akibat-masalah-dipendam.html</link><category>Cerita Seram</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 22 Jun 2017 23:50:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2134247401412084897.post-3973131803041326025</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsRiYX2rk8BpSAyMphmvhfh0D1iD-BYf-19yZOojyIEx70uxpGodFjI87Z77sKNKeAYjsdFxTdytTwODcs5S12tuLzJ5kjutnQB4YS_FIC_QKLSXPscAgbgWUY1toArSscwLb91B1psCg/s1600/1-4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="420" data-original-width="525" height="256" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsRiYX2rk8BpSAyMphmvhfh0D1iD-BYf-19yZOojyIEx70uxpGodFjI87Z77sKNKeAYjsdFxTdytTwODcs5S12tuLzJ5kjutnQB4YS_FIC_QKLSXPscAgbgWUY1toArSscwLb91B1psCg/s320/1-4.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Karena lokasi pekerjaanku yang jauh dari rumahku,sehingga memaksaku tuk mencari sebuah rumah kontrakan. Akhirnya setelah susah payah mencarinya,akhirnya aku mendapatkan sebuah rumah yang letaknya di ujung gang. Setelah kutanya kepada ibu yang empunya rumah,harganya tidak terlalu mahal karena ada seseorang yang juga mengontrak rumah itu. Jadi biayanya kami bagi dua. Kebetulan rumah itu memiliki dua buah kamar,sehingga seorang satu kamar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Singkat cerita,aku pun berkenalan dengan teman satu kontrakanku itu,namanya Dewi. Ternyata orangnya pendiam tidak terlalu banyak bicara. Namun setelah hari ke hari ku perhatikan sepertinya ia memiliki banyak masalah dan terlalu banyak mengurung diri didalam kamar. Aku coba untuk membongkar sisi kehidupannya tapi tidak bisa. Aku coba lagi untuk saling curhat dengannya,namun tetap gagal. Tapi ya sudahlah,emangnya aku pikirin. Sementara dia belum tentu mikirin diriku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Suatu pagi disaat aku bangun pagi dan kubuka pintu kamar,aku terkejut setelah kulihat ruang tamu berserakan. Kursi kursi dan meja tidak tertata dengan rapi,seperti ada orang yang bertamu tadi malam,tapi kenapa aku tidak tahu? Nyatanya aku sangat nyenyak tidur malamnya. Tidak seperti biasanya,pikirku. Mungkin teman teman Dewi yang datang bertamu,firasatku dalam hati. Sejenak ku alihkan pandanganku kearah kamar Dewi yang letaknya bersebelahan dengan kamarku. Lampu kamarnya mati. Kenapa Dewi belum bangun ya? Biasanya dia yang paling cepat bangun. Mungkin dia kelelahan,sahutku lagi. Ahh ya sudahlah,ngapain lagi ku campuri orang lain. Lalu aku pun berkemas untuk siap siap pergi bekerja.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Sore harinya setelah aku pulang kerja,iseng iseng ku perhatikan lagi kearah kamar Dewi. Lampu kamarnya masih mati. Mungkin dia belum pulang atau belum bangun ya? Tapi kenapa aku sangat penasaran dengannya? Apa mungkin karena dia orangnya pendiam? Ahh sudahlah,lupakan saja. Aku pun bergegas masuk kekamarku dan istirahat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Keesokan paginya lagi,setelah aku bangun. Kulihat ruang tamu berserakan seperti kapal pecah. Ada apa ya? Kalau memang ada keramaian, kenapa aku tidak terbangun tadi malam? Aku terus bertanya tanya dalam hati sambil kujalani perlahan lahan ruang tamu itu. Tiba tiba aku merasa ketakutan setelah kulihat ada rambut rambut berserakan dilantai,seperti orang yang baru bersisir. Rambutnya panjang panjang. Lalu kulihat lagi potongan potongan kuku yang panjang ada disudut ruangan. Seperti kuku seorang wanita. Apa mungkin Dewi ya? Tapi kok aneh? Tanyaku dalam hati.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Aku pun berlari kearah kamar Dewi dan menggedor gedor pintunya. ''wik wik bangun wik..'' panggilku sambil terus menggedor gedor pintu. Tapi tetap tidak ada sahutan darinya. Kuintip melalui lubang pintunya,tidak nampak karena gelap. Seketika bulu kudukku merinding dan aku pun melepaskan mataku yang dari tadi menempel dilubang itu,lalu aku berlari menemui ibu yang punya kontrakan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
''bu bu, apa tadi malam ada teman teman Dewi datang kerumah ini?'' tanyaku ngos ngosan. ''lohh,semalam pagi kan dia sms ibu,katanya dia pulang kampung.'' kata ibu itu. Aku seketika deg degan,darahku mengalir deras,mataku tidak berkedip. ''emang kenapa San?'' tanya ibu itu membuyarkan keheninganku. ''ohh,gak apa apa bu. makasi ya bu'' balasku sambil berlalu darinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Sepanjang hari aku terpikir terus mengenai keanehan itu,sehingga mengganggu konsentrasiku dalam bekerja. Malam harinya,ku niatkan diriku untuk begadang. Kumatikan semua lampu kecuali lampu kamarku. Sebenarnya apa yang telah terjadi. Kulihat jam sudah pukul 12 malam,sementara kupaksakan diriku untuk tidak tidur. Aku terus terjaga dikamarku. Tidak mungkin rumah ini berhantu, itulah yang selalu ada dipikiranku. Kulihat lagi jam sudah pukul 1 pagi. Udaranya pun semakin dingin terasa dan suasana terasa sunyi. Sepertinya mataku tidak kuasa lagi untuk melawan kantuk.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Tiba tiba aku terkejut setelah ku dengar lolongan anjing ramai terdengar dari arah belakang rumah. Aku sangat ketakutan. Saat itu juga terdengar suara gaduh didalam rumah. Suara langkah kaki yang berlari kesana kemari. Suara kursi yang diseret seret dan bantingan meja. Aku pun menarik selimut menutupui tubuhku. Memang benar rumah ini ada penunggunya. Seketika suara keributan itu berangsur angsur reda. Kulihat tubuhku sudah basah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Keesokan paginya seperti biasa lagi lagi kulihat seisi rumah berantakan. Jejak jejak kaki berwarna hitam mengotori seluruh lantai dan bau amis. Aku pun meminta nomor ponsel kepada ibu kontrakan. ''hallo,benar ini Dewi? hallo, hallo..'' tanyaku. Diangkat tapi tidak ada jawaban. ''hallo wik, ini Susan teman satu kontrakanmu'' tanyaku lagi. Tetap tidak ada suara yang menjawab. ''mungkin dia tidak dengar. coba nanti malam kamu hubungi lagi'' kata ibu kontrakan. ''i,iya bu'' balasku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Malam harinya lagi,ku hubungi ponsel Dewi. Sebenarnya aku ingin menyampaikan supaya kami cepat cepat pindah dari rumah ini. ''hallo Dewi..'' tanyaku sambil tidur tiduran diatas kasur. Lagi lagi diangkat tapi tidak dijawab. Yang terdengar hanya suara hening. Namun lama kelamaan karena suaraku yang semakin kuat,maka suaraku terdengar feedback dan seperti bergema. Sepertinya ponsel Dewi ada disekitarku tapi dimana ya? Setelah ku cek, sepertinya ponsel Dewi ada dikamarnya. Apa mungkin ponselnya tinggal?&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Karena penasaranku,maka aku keluar kamar dan menghampiri kamar Dewi. Seketika itu juga aku kaget setelah kulihat pintu kamarnya terbuka dan gelap. Aku berjalan pelan kearah kamarnya,dan bau busuk pun menyengat hidungku. Lalu kuhidupkan lampunya dan aku pun spontan menjerit setelah kulihat tubuh Dewi tergantung dengan seutas tali melilit dilehernya,matanya melotot dan lidahnya menjulur keluar. Ternyata ia nekat bunuh diri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; display: inline; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-top: 6px;"&gt;
Warga berhamburan keluar rumah dan beramai ramai menurunkan jasad Dewi yang sudah pucat dan kaku itu. Ternyata yang setiap malam membuat kengerian didalam rumah adalah arwah Dewi yang penasaran. Hiii....&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsRiYX2rk8BpSAyMphmvhfh0D1iD-BYf-19yZOojyIEx70uxpGodFjI87Z77sKNKeAYjsdFxTdytTwODcs5S12tuLzJ5kjutnQB4YS_FIC_QKLSXPscAgbgWUY1toArSscwLb91B1psCg/s72-c/1-4.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total></item><item><title>Teguran Pocong</title><link>http://ceritaseramhoror.blogspot.com/2017/06/teguran-pocong.html</link><category>Cerita Seram</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 22 Jun 2017 23:45:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2134247401412084897.post-1783632280360706628</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjG_70y82AtZiXz42Iijh-uIaRC8C_47Q7b8duKEeTP8mpwMwq1b53n46eZFi7AS77mzYsXV2zsC-S05ZK0g1TJOx4nhYj-5BMhrjsJdCk0DWkd2mOzv2ZQPApvZtjn5AGRGjYeMPY6n8w/s1600/pocong.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="429" data-original-width="800" height="171" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjG_70y82AtZiXz42Iijh-uIaRC8C_47Q7b8duKEeTP8mpwMwq1b53n46eZFi7AS77mzYsXV2zsC-S05ZK0g1TJOx4nhYj-5BMhrjsJdCk0DWkd2mOzv2ZQPApvZtjn5AGRGjYeMPY6n8w/s320/pocong.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="text_exposed_show" style="background-color: white; display: inline;"&gt;
&lt;div style="font-size: 14px; margin-bottom: 6px;"&gt;
&lt;span style="color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif;"&gt;ceritanya sih bukan real pengalamanku.ini diceritain ma tantenya temanku.diceritain waktu kami mau ketoko yg ada 1km dari rumah kami. ceritanya gini.tante itu cerita tentang keadaan kampung kami yg sepi.dulu banyak hewan hewan yg besar.spt ular, bidawang(sejenis penyu,tapi diair tawar n bisa ngegigit) eh setelah lama cerita timbul ngomongin cerita hantu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-size: 14px; margin-bottom: 6px;"&gt;
&lt;span style="color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-size: 14px; margin-bottom: 6px;"&gt;
&lt;span style="color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif;"&gt;ceritanya ada setengah km dari rumah kami. ditempat kami jalannya cuma 1 n lurus aja. rumah kami ada dipertengahan.0,5 km kearah samping kanan rumah.disitu ada pohon bambu. denger denger disitu sering ada bunyi orang mendecap.tapi gk ada siapa siapa.kemudian orang bilang " mungkin ada arwah penasaran yg kelaparan karna tidak pernah diselamati(diadakan kenduri tiap tahun)".dibagian ini menurut ku kurang seram.... nah dibagian ini yg menurutku seram.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-size: 14px; margin-bottom: 6px;"&gt;
&lt;span style="color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-size: 14px; margin-bottom: 6px;"&gt;
&lt;span style="color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif;"&gt;karna ada POCONG yg menegur orang.ceritanya gini ditempat kami kn ada sungai.nah orang orang dikampung kami banyak yg memiliki kelotok (kapal berukuran kecil) derita orang yg punya klotok adalah ketika musim hujan.klotok akan berisi air hujan.mau tidak mau terpaksa sang pemilik harus menimba air tsb.ketika itu ada orang sebut saja pak asan yg asyik menimba air diklotok kepunyaan pada malam hari.tiba tiba dia mendengar suara orang mendecap diiringi suara" ginii kah?"(mau dibantu).berasal dari langit. ketika pak asan mendongakkan kepala"huwaaa pocong" pak asan melihat ada pocong melayang setinggi pohon kelapa. pak asan pun langsung loncat dari kapal ketebing yg jaraknya 5m.pak asan terus berlari ke rumahnya n begitu tiba dipintu rumah.pak asan langsung jatuh pingsan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjG_70y82AtZiXz42Iijh-uIaRC8C_47Q7b8duKEeTP8mpwMwq1b53n46eZFi7AS77mzYsXV2zsC-S05ZK0g1TJOx4nhYj-5BMhrjsJdCk0DWkd2mOzv2ZQPApvZtjn5AGRGjYeMPY6n8w/s72-c/pocong.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">7</thr:total></item><item><title>PETAK UMPET MEMBAWA PETAKA</title><link>http://ceritaseramhoror.blogspot.com/2017/06/petak-umpet-membawa-petaka.html</link><category>Cerita Seram</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 22 Jun 2017 23:41:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2134247401412084897.post-5301346380216369868</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyogjgYZBfFrJFAg1WOW6_MJgI2QPxScjgGvecUIIJp0FC8B_3ljx7vaCdaDtmkI1P3N4wKaF2gFBJkCrRzXyAkZMuxp50sQ695R0ecCCu48Ihmwv5cE30KqBWht1OLWJD0iOebEcznt8/s1600/Un.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="498" data-original-width="466" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyogjgYZBfFrJFAg1WOW6_MJgI2QPxScjgGvecUIIJp0FC8B_3ljx7vaCdaDtmkI1P3N4wKaF2gFBJkCrRzXyAkZMuxp50sQ695R0ecCCu48Ihmwv5cE30KqBWht1OLWJD0iOebEcznt8/s320/Un.jpg" width="299" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Kami bertiga adalah anak pendatang baru didaerah ini. Suasananya terlihat sepi,hanya sedikit anak anak seusia kami yang berlalu lalang keluar rumah. Disela sela waktu,kami pun saling berkenalan satu dengan yang lain dan kelihatannya kami cepat akrab dan berbaur.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Suatu malam kami bertiga berkumpul disebuah lapangan volly yang sudah lama tidak digunakan lagi,sehingga terlihat sangat tidak terawat dan gersang. Disekelilingnya hanya ditumbuhi rumput ilalang yang tinggi. Hanya sebuah lampu yang meneranginya,itu pun redup redup. Sementara orang tua kami masing masing sedang tidak ada dirumah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
''dari pada bengong bengong mendingan kita main petak umpet yuk'' ajakku kepada Ayu dan Dini. ''yuk,yuk.. seru tuhh,tapi ini kan udah malam '' jawab mereka. ''gak apalah,sekali sekali kok '' balasku. ''tapi kita cuma bertiga ya,kurang seru'' sahut Dini. Sejenak kami hening dan saat itu juga ada seseorang seusia kami juga yang melintas tidak jauh dari lokasi kami. ''eh,itu ada teman kita. sepertinya orang baru juga'' kataku. ''iya,kita ajak aja supaya tambah ramai'' balas Ayu. ''iya,iya,betul tuhh'' timpal Dini kegirangan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Singkat cerita,kami pun memanggilnya dan berkenalan. Namanya Selvi,orangnya agak kurusan seperti tidak dirawat oleh orang tuanya. Kulihat tatapannya kosong. Disaat kami berjabat tangan dengannya,tangannya begitu dingin seperti baru memegang es. Mukanya selalu murung seperti anak yang broken-home. Begitu banyak luka luka lebam disekujur tubuhnya. Kami coba untuk bertanya tanya seputar keluarganya,tapi dia hanya bungkam. Ya sudahlah,mungkin dia lagi banyak masalah kali,sahutku dalam hati.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Akhirnya kami berempat sepakat untuk bermain. Kebetulan kali ini yang kena tugas mencari adalah Selvi,si anak malang itu. Kami bertiga pun berpencar mencari tempat persembunyian yang kira kira aman dari jangkauan Selvi,supaya ia susah mencari keberadaan kami. Sementara Selvi terus menghitung satu sampai sepuluh,tapi yang membuatku heran suaranya serak dan begitu pelan. Tapi ya sudahlah,namanyapun anak sengsara,hehe.. Opss.. maafin diriku Selvi yang telah menghina dirimu,sahutku dalam hati sambil aku terus mencari cari kira kira dimana ya tempat sembunyi yang aman.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Dan sepertinya Selvi telah selesai menghitung,kali ini dia pasti sedang mencari kami. Sementara Ayu dan Dini juga pasti sudah menemukan tempat persembunyian mereka masing masing. Disaat aku mengendap endap,aku mendengar suara orang sedang menangis sambil tertawa tidak jauh dari tempatku. Semakin lama suara itu semakin jelas ditelingaku. Aku penasaran dan berusaha menemukannya. Sungguh aku sangat terkejut,samar samar kulihat ternyata seorang ibu yang sedang jongkok dan disampingnya ada gundukan tanah. Ngapain malam malam gini ada orang disini? Sahutku pelan. Ibu itu seperti orang gila. Bajunya compang camping dan rambutnya yang panjang tampak berantakan. Semakin kudekatkan diriku,ada sesuatu yang ada dipelukannya. Aku semakin takut,namun kudekatkan lagi pandanganku kearahnya, ya Tuhan ternyata itu adalah batu nisan yang sengaja dicabutnya dari sebuah kuburan yang disampingnya. Ya ampun tanpa kusadari ternyata aku telah memasuki lahan kuburan. Aku pun merinding seketika tapi tetap kuberanikan diriku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
''bu,apa yang ibu lakukan disini?'' tanyaku sambil memegang bahunya. Dia hanya bertambah menangis dan sesekali tertawa. Seketika itu juga dia melemparkan batu nisan itu tepat didepanku dan ia pun lari secepat kilat dan tertawa tawa meninggalkanku. Aku heran dan kuperhatikan nisan itu ternyata atas nama SELVI. Seakan aku tidak percaya dan dengan penasaran kulihat lagi tanggal lahirnya dan tanggal meninggalnya. Ternyata cocok,usianya seumur dengan kami. Aku terperanga,mataku tidak berkedip dan tubuhku kaku. Aku pun berlari untuk mencari Ayu dan Dini,ingin memberitahukan hal ini kepada mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Aku sudah berada ditengah tengah lapangan sambil memanggil manggil Ayu dan Dini. Sejenak aku berpikir untuk minta pertolongan warga,namun mereka belum pasti mengenalku,jadi kuurungkan niatku itu. Semakin kukuatkan volume suaraku memanggil manggil mereka,tapi sia sia. Kucoba lagi dan sesekali aku diam, dalam keheningan kudengar gesekan gesekan rumput ilalang sepertinya ada seseorang yang keluar dari persembunyiannya. Mudah mudahan itu Ayu dan Dini. Aku berlari kecil sambil sembunyi dibalik tumpukan papan ditepi lapangan. Kutatap terus kearah ilalang itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Aku sadar bahwa ternyata Selvi itu sudah meninggal,dan tadi itu sudah tentu hantunya,hiii... Semoga saja mereka tidak apa apa,pikirku. Semakin ku perjelas pandanganku,ternyata yang keluar bukan Ayu ataupun Dini,melainkan seekor musang,busyeett dahh.. Sejenak aku tertawa dalam hati. Suasana kembali hening dan sunyi,tiba tiba kudengar jeritan dan ternyata Ayu yang sedang berlari tergopoh gopoh ketengah tengah lapangan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Aku pun memanggilnya pelan dan mengajaknya sembunyi denganku. ''Tina,tina, se,selvi hantu tin..'' katanya sambil menatapku sambil ketakutan. Ia keringat dingin. ''sssttt... i,iya yu.. aku udah tahu. Dini,dini mana dini?'' tanyaku sambil menutup mulut Ayu. ''a,aku gak tahu'' sahutnya. Kami pun sejenak terdiam. Udara semakin sangat terasa dingin dan sepertinya semua orang sudah pada tidur.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Sudah setengah jam kami menunggu tapi Dini tidak muncul muncul juga. Kami semakin kuatir dan cemas sambil terus merapatkan tubuh kami dibalik tumpukan papan. Kami tatap terus sekeliling kami siapa tahu Dini sudah keluar dari persembunyiannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
''kamu kentut ya yu?'' tanyaku sambil menutup hidungku. ''apa? gak kok, ada ada aja sihh'' balasnya. ''jadi siapa? kamu cium bau gak?'' tanyaku semakin ketakutan. ''i,iya sih.. nanti kamu yang kentut?'' tanya Ayu balik. ''gak ada kok'' balasku merinding. ''jadi siapa???'' tanya kami berdua serentak sambil melihat kebelakang. ''waaaaa.... hantuuuu...!!!'' kami berteriak sekuat tenaga. Ternyata arwah Selvi dari tadi sudah berada dibelakang kami sambil jongkok. Matanya putih semua dan mukanya pucat menatap kami tajam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Kami pun berlari sambil berpegangan tangan kearah rumput ilalang itu. Kami terjatuh karena menginjak sesuatu dan kami lihat ternyata itu adalah tubuh Dini. Ya,Dini sudah meninggal secara mengenaskan. Tubuhnya penuh luka bekas cakaran dan darah berceceran dimana mana. Matanya melotot tajam. Kami pun menjerit sejadi jadinya sambil berlari kearah rumah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Keesokan harinya jasad Dini dikebumikan tepat disamping kuburan Selvi. Kata warga,dulunya Selvi sering disiksa oleh orang tuanya sehingga ia meninggal. Dan kini ibunya gila dan setiap malam menangis dan ketawa ketawa disamping kuburan anaknya itu. Dan setelah kami sekeluarga pindah dari daerah itu,dengar dengar ibunya Dini pun ikut gila dan setiap malam menangis disamping kuburan Dini. Jadi ibu Selvi dan ibu Dini setiap malam bersama sama kekuburan untuk meratapi anak anak mereka yang telah tiada. Hiiii....&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
*Admin jadi merinding nehh... Hiiii...*&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; display: inline; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-top: 6px;"&gt;
SELESAI&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyogjgYZBfFrJFAg1WOW6_MJgI2QPxScjgGvecUIIJp0FC8B_3ljx7vaCdaDtmkI1P3N4wKaF2gFBJkCrRzXyAkZMuxp50sQ695R0ecCCu48Ihmwv5cE30KqBWht1OLWJD0iOebEcznt8/s72-c/Un.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">6</thr:total></item><item><title>MY INBOX</title><link>http://ceritaseramhoror.blogspot.com/2017/06/my-inbox.html</link><category>Cerita Seram</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 22 Jun 2017 23:34:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2134247401412084897.post-8579955273249214156</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBcY4PwszaAZG64ZHZC0Qf4EEUXFvrlcXxFag5gf1aKuHRSxyydjehK_g4KyTo-4wiGGOrvSQGaiDILei2MdhwaU40NSVCsOyK1AbcTWdiyT-owcShHO9yCRkEBrDnokcJMai-XC8cjIU/s1600/5797208fa964f_scary-phone.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="423" data-original-width="640" height="211" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBcY4PwszaAZG64ZHZC0Qf4EEUXFvrlcXxFag5gf1aKuHRSxyydjehK_g4KyTo-4wiGGOrvSQGaiDILei2MdhwaU40NSVCsOyK1AbcTWdiyT-owcShHO9yCRkEBrDnokcJMai-XC8cjIU/s320/5797208fa964f_scary-phone.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
kejadian itu terjadi pada tanggal 12 6 2013.&lt;br /&gt;namaku adalah RUDI.&lt;br /&gt;q sangat mencintai facebook dan q bisa&lt;br /&gt;menghabiskan waktu berjam-jam di akun facebookku yg bernama rudi van houtten.&lt;br /&gt;kjadian itu terjadi d suatu malam. waktu mnunjukkan pukul 21.00 dan q sedang sendiri&lt;br /&gt;d dlam rumah.&lt;br /&gt;ayah dan ibuku pergi makan malam dan q menolak&lt;br /&gt;ajakan untuk ikut bersama mereka.&lt;br /&gt;tak lama stelah mreka pergi q sgera membuka akun&lt;br /&gt;facebook pribadiku dg nama rudi van houtten. q yg terkenal d sekolah dan dumay sudah biasa&lt;br /&gt;mendapatkan pemberitahuan dan permintaan&lt;br /&gt;pertemanan yg menumpuk.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
segera q tinggalkan berandaku dan membuka&lt;br /&gt;permintaan pertemana.&lt;br /&gt;ada sebuah akun fb yg tak q kenal dan tanpa foto dg&lt;br /&gt;username younglover55.&lt;br /&gt;segera q confirm dan q tanyakan darimana dya tau&lt;br /&gt;akun pribadiku ini d inboxnya. dya mngatakan bahwa dya adalah teman satu&lt;br /&gt;sekolahku namun tidak satu kelas.&lt;br /&gt;inilah beberapa pesan yg dya kirimkan dala&lt;br /&gt;inboxku....&lt;br /&gt;. younglover : sbentar q ingin mlihat fotomu d profil.&lt;br /&gt;hehe . younglover : kamu sungguh benar2 tampan!!! he..&lt;br /&gt;. rudi vh : makasih pujiannya.!!!&lt;br /&gt;. younglover : kamu punya rambut yg indah!!!&lt;br /&gt;. rudi vh : haha. kmu berlebihan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
young lover : kau juga punya mata yg sngat indah,&lt;br /&gt;really i like your eyes!!&lt;br /&gt;. rudi vh : ok!! makasih banyak. q juga suka smua&lt;br /&gt;pujianmu!!&lt;br /&gt;. younglover : kau punya hidung yg indah, sangat&lt;br /&gt;menarik!!! . rudi vh : hmm. so swett!! hehe&lt;br /&gt;. young lover : kau pun punya leher yg menawan!&lt;br /&gt;. rudi vh : ok! q q sngat terpesona saat ini!&lt;br /&gt;. younglover : kau punya tubuh yg mempesona!!&lt;br /&gt;. rudi vh : errg!! ok q bosan!! hehe&lt;br /&gt;. younglover : kau punya hati yg sangat indah! . rudi vh : ok ok ok!!! sudah cukup pujian darimu, q&lt;br /&gt;benar2 bosan!!&lt;br /&gt;. younglover : dan kau pasti juga punya organ2 tubuh&lt;br /&gt;yg sangat indah pula.&lt;br /&gt;. rudi vh : kau sangat aneh kali ni!&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
younglover : q hanya ingin melihat organ2 itu... q&lt;br /&gt;sangat penasaran!!&lt;br /&gt;. rudi vh : kau benar2 aneh, q tak mngerti apa yg kau&lt;br /&gt;katakan!! apakah ini lelucon darimu? sungguh q tidak&lt;br /&gt;takut.!!&lt;br /&gt;. younglover : q hanya ingin memotong tubuhmu perlahan, membuka dan melihat k dalam... bolehkah??&lt;br /&gt;. rudi vh : berhenti mengirim pesan d inboxku!!&lt;br /&gt;. younglover : dan meraba mereka satu persatu dg&lt;br /&gt;tangan indahku!! pasti menyenangkan.&lt;br /&gt;. rudi vh : sungguh bila kau tk brhenti mngirimiku&lt;br /&gt;pesan, q akan mnelpon polisi!! ini ancaman keras dariku!&lt;br /&gt;. young lover : dan q akan mnciumi ususmu dg penuh&lt;br /&gt;kasih sayang. bukankah itu romantis??&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
rudi vh : tinggalkan q sendiri!!&lt;br /&gt;. younglover : dan q ingin mengambil organ it satu&lt;br /&gt;persatu!! bolehkan?&lt;br /&gt;. rudi vh : you are fu*k!! enyah dariku!&lt;br /&gt;. younglover : dan stelah q mengambilnya, q akan&lt;br /&gt;membelainya dg lembut! bukankah it indah! . rudi vh : kau benar2 SAKIT!&lt;br /&gt;. younglover : q akan betah bermain-main berjam-jam&lt;br /&gt;dg isi perutmu itu. pasti menyenangkan!!&lt;br /&gt;. rudi vh : berhenti bermain2 dnganku, sungguh q&lt;br /&gt;akan memblokirmu skarang jga!!&lt;br /&gt;. younglover : rudi! . younglouer : rudi!&lt;br /&gt;. younglover : rudi!&lt;br /&gt;. younglover : rudi!&lt;br /&gt;. younglover : rudi!&lt;br /&gt;. rudi vh : you are crazzyyy!!! apa sebenernya&lt;br /&gt;maumu???&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
rudi vh : apa sbenarnya maumu???&lt;br /&gt;. younglover : darahmu d skujur tubuhku!!&lt;br /&gt;. rudi vh : kau seorang psiko yg tidak waras, enyah&lt;br /&gt;kau dariku!!&lt;br /&gt;. younglover : hemmz, dari awal q bisa melihatmu dg&lt;br /&gt;jelas... . rudi vh : itu tidak mungkin, enyahlah kau segera&lt;br /&gt;dariku..&lt;br /&gt;. younglover : q bisa melihatmu rudi, sungguh..&lt;br /&gt;. rudi vh : hah?? benarkah??? itu tdak mungkin..&lt;br /&gt;. younglover : benar, q sedang melihatmu sekarang..&lt;br /&gt;. rudi vh : you ar freak!! brhentilah brsikap sprt pecundang!!! siapa kau??&lt;br /&gt;. younglover : dor!!!! q melihatmu sekarang..&lt;br /&gt;. rudi vh : dasar pecundan!!! q tak mungkin&lt;br /&gt;mmpercayaimu!!&lt;br /&gt;. younglover : q bnar2 bisa mlihatmu q bisa&lt;br /&gt;membuktikannxa.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
rudi vh : pergilah kau, q bnar2 bosan padamu&lt;br /&gt;pecundang!!&lt;br /&gt;. younglover : akan q buktikan!!&lt;br /&gt;. rudi vh : ok!! jika kau bnar tau, dimana q skarang??&lt;br /&gt;. younglover : di dalam rumahmu!!&lt;br /&gt;. rudi vh : smua juga tau soal itu pecundang... dasar bodoh!!&lt;br /&gt;. younglover : kau sdang chatting d dpan laptopmu..&lt;br /&gt;. rudi vh : ????&lt;br /&gt;. younglover : kau sedang duduk d sofa bukan??&lt;br /&gt;. rudi vh : omg sh*tt, kau benar2 bisa menebaknya,&lt;br /&gt;kau pasti juga seorang peramal!! . younglover : q bukan peramal bodoh!!!&lt;br /&gt;skarang tanyakan padaku dimana aku sekarang!!!&lt;br /&gt;. younglover : tanyakan padaku dimana q sekarang!!!&lt;br /&gt;. younglover : tanyakan padaku dimana q skarang!!&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
younglover : tanyakan padaku dimana q skarang,&lt;br /&gt;rudi!!&lt;br /&gt;. younglover : tanyakan padaku dimana q skaranp,&lt;br /&gt;rudi!!&lt;br /&gt;. younglover : tanyakan padaku dimana q skarang,&lt;br /&gt;rudi!!!! . younglover : tanyakan padaku dimana q skarang,&lt;br /&gt;rudi!!&lt;br /&gt;. rudi vh : OMG, tolong tinggalkan q sendiri, please!!. q&lt;br /&gt;bnar2 takut skarang!&lt;br /&gt;. younlover : tanyakan padaku dan q akan berhenti&lt;br /&gt;mengirim pesan!! . rudi vh : ok!! tapi kau akan meninggalkanku. og!!&lt;br /&gt;. rudi vh : dimana kau sekarang??&lt;br /&gt;. younglover : q d belakangmu!!&lt;br /&gt;. younglover : chatting d dpan laptop..&lt;br /&gt;. youngloveq : q d belakang sofamu, di pojok dekat&lt;br /&gt;meja!!! . young lover : datanglah padaku sayang!!!&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
q tatap tempat yg dya katakan.&lt;br /&gt;persis sprt yg dya katakan, ada sesosok manusia dg&lt;br /&gt;laptop d dpannya.&lt;br /&gt;dya kurus dan jangkung.&lt;br /&gt;dya punya tangan yg aneh dan amat panjang.&lt;br /&gt;dia melihatku, oh tidak!!! dya tidak benar2 melihatku karna dia tak mempunyai mata maupun wajah!!&lt;br /&gt;q ktakutan q coba berlari dan membuka pintu.&lt;br /&gt;tapi tidak! pintu itu tak bisa terbuka seperti ada yg&lt;br /&gt;menghalangi!!&lt;br /&gt;dia semakin dekat.&lt;br /&gt;semakin dekat. semakin dekat dan benar2 datang padaku. "arrgg" dan semua menjadi gelap!!!&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; display: inline; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-top: 6px;"&gt;
dan kalian tau keadaanku skarang??&lt;br /&gt;kalian ingin tau??&lt;br /&gt;kalian yakin ingin tau??? q dan si jangkung alias younglover sedang&lt;br /&gt;menatapmu sekarang.&lt;br /&gt;dan q rasa kamu cocok mnjadi teman kami.&lt;br /&gt;maukah kamu temaniku??&lt;br /&gt;maukah??&lt;br /&gt;maukah?? maukah??&lt;br /&gt;maukah??&lt;br /&gt;maukah??&lt;br /&gt;q yakin kamu mau!!&lt;br /&gt;q kesepian di sini!!&lt;br /&gt;q kan bersiap2 mngirim pesan d inboxmu!! oh tidak!! q kan mengirim pesan d akhir kisah ini!!&lt;br /&gt;q mohon padamu jangan selesaikan membaca&lt;br /&gt;kisahku.&lt;br /&gt;atau kau kan mmbaca pesan dariku dan q akan&lt;br /&gt;menjemputmu. q kan menjemputmu.&lt;br /&gt;q kan menjemputmu.&lt;br /&gt;.inilah pesanku&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;. .&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;. .&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;TAMAT&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBcY4PwszaAZG64ZHZC0Qf4EEUXFvrlcXxFag5gf1aKuHRSxyydjehK_g4KyTo-4wiGGOrvSQGaiDILei2MdhwaU40NSVCsOyK1AbcTWdiyT-owcShHO9yCRkEBrDnokcJMai-XC8cjIU/s72-c/5797208fa964f_scary-phone.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total></item><item><title>HANTU ANTI RIBUT</title><link>http://ceritaseramhoror.blogspot.com/2017/06/hantu-anti-ribut.html</link><category>Cerita Seram</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 22 Jun 2017 23:27:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2134247401412084897.post-1453188913877051460</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUklAmMjgdJHDey41Dsoj3LlZ-l3esQ3dmU3dqrnD-8fBoPSnJaLdTNT_pZyl5DGaXsa63lDscRS1Mm2ivFeAbOC76_uheE64p_LjSwVLLCIpVqCmtelKr8BqYMFWvrxZF_HwBiDT0YdY/s1600/Danur.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="341" data-original-width="740" height="147" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUklAmMjgdJHDey41Dsoj3LlZ-l3esQ3dmU3dqrnD-8fBoPSnJaLdTNT_pZyl5DGaXsa63lDscRS1Mm2ivFeAbOC76_uheE64p_LjSwVLLCIpVqCmtelKr8BqYMFWvrxZF_HwBiDT0YdY/s320/Danur.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Roy yang sudah tamat SMU akhirnya diijinkan orang tuanya untuk melanjutkan pendidikannya dikota. Pekerjaan orang tuanya yang hanya seorang petani, mau tidak mau Roy harus mencari sebuah rumah kontrakan yang harganya pas-pasan. Ketika itu juga ia memutuskan untuk pergi ke kota untuk mencari sebuah rumah yang sesuai keinginannya. Yang pastinya tidak terlalu jauh dari lokasi kampusnya. Disaat ia melintas disebuah jalan,tiba2 Roy terpana melihat sebuah rumah yang sungguh lumayan besar tapi tidak terawat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disekelilingnya ditumbuhi pohon2 rambutan yang sangat rimbun. ''Wahh.. Besar juga rumah ini.. Tapi pasti harganya mahal..'' bisiknya dalam hati. ''Sudahlah lupakan saja rumah itu,ayah pasti tidak punya uang untuk mengontraknya'' ucapnya. Sejenak,datang seorang ibu2 yang dari tadi memperhatikan Roy,dan menghampirinya. ''Mau cari rumah ya nak?'' tanya ibu tersebut. ''Iya,benar bu..'' sahut Roy. ''Rumah ini murah loh nak..''sahut ibu itu sambil menunjuk rumah yang dari tadi dilihat Roy.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Apa benar?'' heran Roy. Singkat cerita,akhirnya Roy mau mengontrak rumah itu. Mumpung lagi murah pikirnya. Akan tetapi tetap saja ia merasa heran kenapa rumah yang sebesar itu harganya murah sekali. Tibalah waktu untuk berkemas,memindahkan barang2nya masuk kedalam rumah itu. Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Sementara Roy hampir saja selesai membereskan barang2nya. Akhirnya tepat pukul 8:25 malam selesai juga ia akan pekerjaannya. Hatinya sangat riang,senyuman kecil terlihat dari bibirnya. Diistirahatkannya tubuhnya sejenak. Suasana heningpun tercipta. Yang terdengar hanya suara jangkrik didalam gelapnya rimbunan pohon rambutan yang ada disekeliling rumah itu. ''Sepi ya..'' ucapnya setengah suara. Dia lihat gitar yang telah dibawanya. Dan ia coba untuk mainkan. ''Dari pada sepi,lebih baik nyanyi ah..'' bisiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditariknya kursi yang ada diruang tamu,hendak dibawanya ke teras rumah. ''Lohh.. Kok berat ya..'' sambil menarik kursi itu sekuat tenaga. Gitar yang dari tadi digenggamannya tiba2 terjatuh. ''jreenngggg....'' suara gitar itu. Dan tiba2 saja kursi yang ditariknya menjadi ringan. ''Kenapa ya??'' herannya sambil merasakan ada sesuatu yang aneh. Roy menganggap itu hanya kebetulan saja. Bernyanyi2lah Roy diteras rumah itu dengan riangnya dengan diselingi alunan suara gitar nan merdu. Suasana dirumah itupun berubah menjadi riuh mengalahkan sunyinya malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak berapa lama tiba2 ada sesuatu berwarna putih lewat ditengah2 pepohonan rambutan itu. ''Wuuusssshhhh...''. Bulu kuduk Roy saat itu juga berdiri. Jantungnya berdetak tak karuan. Tangannya berhenti memainkan gitar. Pandangannya tertuju ke arah suara itu. Tapi tidak ada lagi. Sudah lenyap. Suasana sunyinya malam pun kembali. ''Apa itu??'' bisiknya. Dia lihat jam dinding,ternyata sudah pukul 12 malam. Malam semakin dingin yang ditemani semilirnya angin bertiup. Longlongan anjing pun terdengar dari belakang rumah itu. Semakin lama semakin ribut. Roy yang dari tadi ada di teras hanya mampu terpaku. Dan niat untuk masuk kedalam rumah pun diurungnya,sangkin takutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa basa-basi dilanjutnya main gitar. ''Emangnya aku takut..''teriaknya sambil memberanikan dirinya bermain gitar kembali. ''jreenngggg.. Jreennggg..'' alunan gitarnya. ''Byuurrrr..'' tiba2 suara air jatuh dikamar mandi. Alangkah terkejutnya Roy mendengarnya. ''Wuuussshhh..'' tiba2 angin bertiup kencang diatas rumah itu. Keringat mengucur dengan derasnya membasahi seluruh pakaian Roy. Seketika itu juga dari kegelapan tampak seseorang berpakaian putih compang-camping datang menuju ke arahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semakin dekat,semakin jelas wajah orang itu. Jantung Roy pun semakin berdetak kencang. Aliran darah tidak karuan. ''Siapa ya??'' rintihnya. Ternyata muka orang itu tidak memiliki mulut. Yang ada cuma sepasang mata berwarna merah dibalut oleh kulit yang terkelupas. Rambut acak2an yang terurai panjang. ''Hantuuuuu...'' teriak Roy sambil membuang gitarnya begitu saja dan berlari kekamarnya. Dikuncinya pintu kamar rapat2,lalu masuk selimut. Suara bantingan gitar pun terdengar ''gubbrraakkkk''. Seakan hantu itu marah kepada Roy.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Ya Tuhan,lindungilah aku..'' ujar Roy lemah. Keringatpun membanjiri kasurnya. Jam sudah menunjukkan pukul 1 pagi. Lalu tertidurlah Roy dalam ketakutannya. Keesokan paginya ia mendatangi tetangganya yang bernama Pak Usman. ''Permisi Pak..'' kata Roy. ''Iya..'' sahut Pak Usman. ''Apa benar rumah itu berhantu ya pak?'' tanya Roy sambil menunjuk kearah rumah kontrakannya. ''Kok tau nak?''jawab Pak Usman. ''Iya saya orang baru disini. Semalam waktu saya main gitar tiba2 aja makhluk itu datang ganggu'' sahut Roy terbata2. ''Iya nak dulu dirumah itu tinggal 2 orang bersaudara. Kakaknya perempuan meninggal karena ditusuk pisau oleh adiknya. Ditusuknya kedalam mulut hingga tenggorokan,hingga meninggal ditempat'' jelas Pak Usman. ''Kenapa Pak ??'' tanya Roy heran. ''Dengar2 kakaknya itu selalu marah kepada adiknya yang selalu ribut karena main gitar. Dia gak suka dengan keributan.Karena tidak tahan selalu diomelin,maka timbullah amarah adiknya yang berujung kepada kematian kakaknya'' jelas Pak Usman. ''Ooo...'' sahut Roy sambil mengelus2 bulu tangannya yang dari tadi berdiri. Saat itu juga Roy pindah dari rumah itu. /SELESAI/</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUklAmMjgdJHDey41Dsoj3LlZ-l3esQ3dmU3dqrnD-8fBoPSnJaLdTNT_pZyl5DGaXsa63lDscRS1Mm2ivFeAbOC76_uheE64p_LjSwVLLCIpVqCmtelKr8BqYMFWvrxZF_HwBiDT0YdY/s72-c/Danur.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total></item></channel></rss>