<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4638318509697914334</id><updated>2024-11-01T00:36:30.776-07:00</updated><category term="Cerita Denok"/><category term="Cerpen"/><category term="Kisah Nyata"/><category term="Kisah Nyata Series"/><category term="Series"/><title type='text'>Cerita Ala Denok</title><subtitle type='html'>Cerita Ala Denok berisi kumpulan cerita, cerpen, dan series hasil karya Denok</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://denokcerpen.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4638318509697914334/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denokcerpen.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Denok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07287039355845334268</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixZ70BEOUkWaPU0s1ZLd5Bpcaqn_l-6PsQIUPJQnHDx0f-Q76Y71m7Z8pNtV1jOwBXbybWFh-xskh1utwC8-fxcJBHmdSeJNycY9rZaj9tS--TO-NVkJcvyiFeLPhj1w/s220/Denok+Sketch2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>10</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4638318509697914334.post-7820383660308094580</id><published>2014-01-14T08:28:00.000-08:00</published><updated>2014-01-23T01:46:35.644-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Denok"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerpen"/><title type='text'>Penjunan, Pengelana dan Gerabah Istimewa</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Di sebuah dusun hidup seorang penjunan. Laki-laki separuh baya ini memiliki kegemaran menciptakan berbagai jenis gerabah. Hampir seluruh perabotan di rumahnya merupakan hasil karyananya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setiap kali ingin menciptakan suatu bentuk gerabah, laki-laki ini sangat cermat memikirkannya mulai dari desain awal, sampai finishingnya. Dia merancang dengan seksama, tujuan dan fungsi dari setiap gerabah yang akan dibuatnya. Tidak itu saja bahkan dia juga sudah mempersiapkan tempat dimana gerabah tersebut akan diletakkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sebagai pencipta gerabah yang teliti dia sangat memperhatikan keadaan dan mengenali satu persatu karyanya. Laki-laki ini tidak pernah menjual karyanya tersebut kepada orang lain. Hanya orang-orang tertentu yang diberi kesempatan untuk memiliki gerabah buatan tangannya. Orang-orang tesebut haruslah orang yang dia percaya memiliki kegemaran yang sama dengannya, yang dipercaya mampu menjaga dan merawat karyanya sama seperti yang dia lakukan. Bahkan tidak jarang dia selalu berpesan ulang untuk menjaga karyanya dengan baik. Selain itu dia juga selalu berpesan lebih baik mengembalikan gerabah tersebut kepadanya jika sudah tidak dibutuhkan daripada disia-siakan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Demikianlah laki-laki ini menjalani kehidupannya. Semua garabah yang dikoleksinya tampak bergitu berbahagia tinggal bersama laki-laki tersebut. Masing-masing gerabah digunakan sebagaimana fungsinya sejak awal diciptakan. Ada ikatan antara si penjunan ini dengan setiap ciptaanya, karena begitu dekatnya mereka.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Suatu hari laki-laki ini tiba-tiba mengambil tanah liat dan mulai membentuk sebuah gerabah dengan bentuk yang sangat istimewa. Selain dibuat dengan bentuk yang istimewa gerabah ini juga dihiasi dengan lukisan yang sangat cantik sehingga menjadikannya sebagai &amp;nbsp;gerabah yang terindah diantara gerabah lainnya. Rupanya si penjunan sengaja membuat gerabah ini begitu istimewa dengan tujuan sebagai penghibur dirinya disaat dia jenuh, lelah atau sedih. Dia bisa merasa terhibur setelah melihat gerabah yang begitu indah ini. Sebagai ciptaan yang istimewa, si penjunan juga sudah menyediakan tempat yang istimewa untuknya, sebuah rak dengan ukiran yang indah telah disiapkan. Sebagai barang yang istimewa si penjunan berniat menempatkannya di sudut ruang tamu miliknya, yang berhadapan langsung dengan kursi santai tempat favoritnya menghabiskan waktu setelah berkerja hingga sesaat sebelum tidur.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa hari kemudian si penjunan kedatangan seorang pengelana. Pengelana ini hendak menumpang sehari dua hari sebelum melanjutkan perjalanannya. Dengan senang hati si penjunan menjamu pengelana tersebut. Tanpa ragu pengelanapun bertanya tentang banyaknya koleksi gerabah yang menghiasi setiap sudut rumah si penjunan. Pertanyaanpun terhenti saat matanya tertuju pada gerabah tercantik di sebuah rak istimewa di sudut ruang tamu. Iapun segera melangkah menghampiri dan mengamatinya dengan seksama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu dan seterusnya si pengelana tidak banyak bertanya hanya pandangan matanya tak bisa lepas dari gerabah istimewa itu. Si penjunanpun mengetahui bahwa si pengelana sedang jatuh hati pada gerabah istimewanya itu. Mengetahuinya si penjuan hanya tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak disadari rencana untuk tinggal satu, dua hari kini telah berlalu satu minggu. Selama itu pengelana tampak rajin membantu si penjunan mengerjakan pekerjaannya menciptakan gerabah. Kini tiba waktunya bagi si penjunan untuk mengantarkan gerabah yang telah dipesan sahabat lamanya beberapa waktu lalu. Si penjunan meminta si pengelana untuk menginap beberapa waktu lagi satidaknya sampai ia kembali. Tanpa pikir panjang si pengelana segera menyanggupinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat sendiri di rumah tersebut si pengelana sering kali mengamati dan mendekati gerbah istimewa di sudut ruang tamu itu. Kali ini ia memberanikan diri untuk membuka rak kaca tempat gerabah istimewa itu diletakkan. Dengan hati-hati dia membuka, lalu perlahan meraihnya dengan kedua tangannya, dan saat itu tiba-tiba terdengar suara kucing yang melintas diatas pelapon mengejar seekor tikus. Serentak si pengelana terkejut dan menyebabkan gerabah cantik itu terantuk dengan pinggiran rak tempatnya diletakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan was-was dan diliputi rasa bersalah mendalam si pengelanapun mengamati gerabah cantik itu dan tampak retakan halus di bagian yang terbentur tadi. Sambil panik si pengelana berusaha untuk menutupi retakan itu hal hasil retakannya semakin jelas, gerabah yang semula tampak begitu indah kini berubah. Setelah mengupayakan berbagai cara namun hasilnya tetap nihil dan malah semakin parah, pengelanapun mulai putus asa. Iapun merenung beberapa saat lalu bergegas merapikan barang bawaannya. Rupanya ia berniat pergi meninggalkan rumah si penjunan. Pikirnya ia harus segera pergi mengumpulkan uang yang banyak untuk dapat menebus kesalahannya itu. Setelah meletakan gerabah itu pada tempatnya dan berpamit iapun segera bergegas pergi, tanpa meninggalkan pesan apapun untuk si penjunan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keesokan harinya si penjunan tiba, sambil membawa beberapa buah tangan untuk si pengelana sebagai bentuk terima kasih karena telah membantunya menjaga rumah. Wajah cerianya seketika berubah menjadi wajah penuh tanda tanya ketika didapatinya rumah kosong tanpa penghuni dan tidak terkunci. Rasa binggung, cemas dan kesalpun menjadi satu, sambil terus memanggil dan mencari si pengelana di sekeliling rumah. satu jam berputar-putar dan tidak ditemukan juga, si penjunan menghentikan pencariannya. Ia kemudian menyelidiki adakah barang-barangnya yang hilang. Hasilnya semua barang tetap utuh pada tempatnya masing-masing, sampai ia mendekati gerabah kesayangannya. Ia tertegun sesaat melihat gerabah kesayangannya berubah menjadi buruk rupa. Dengan sedih hati ia mengambil gerabah itu dan perlahan mengelusnya sambil berkata apa yang sebenarnya terjadi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kebingungannya ia sangat menyayangkan tindakan yang diambil oleh si pengelana, andai saja ia bisa tetap tinggal dan memberitahu apa yang sebenarnya terjadi. Si penjunan sebenarnya telah berniat memberikan gerabah cantik itu kepada si pengelana asal saja dia mau berterusterang mengatakan isi hatinya dan bisa menyakinkannya jika ia sanggup menjaga dan merawat gerabah kesayangannya itu sebagaimana dia merawatnya. Si penjunan hanya bisa berasimsi bahwa si pengelana melakukan hal itu, sebab ia tidak yakin akan diberi kesempatan untuk memiliki gerabah cantik itu, kemudian merusaknya dan pergi sejauh-jauhnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denokcerpen.blogspot.com/feeds/7820383660308094580/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denokcerpen.blogspot.com/2014/01/penjunan-pengelana-dan-gerabah-istimewa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4638318509697914334/posts/default/7820383660308094580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4638318509697914334/posts/default/7820383660308094580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denokcerpen.blogspot.com/2014/01/penjunan-pengelana-dan-gerabah-istimewa.html' title='Penjunan, Pengelana dan Gerabah Istimewa'/><author><name>Denok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07287039355845334268</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixZ70BEOUkWaPU0s1ZLd5Bpcaqn_l-6PsQIUPJQnHDx0f-Q76Y71m7Z8pNtV1jOwBXbybWFh-xskh1utwC8-fxcJBHmdSeJNycY9rZaj9tS--TO-NVkJcvyiFeLPhj1w/s220/Denok+Sketch2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4638318509697914334.post-9103964828683405121</id><published>2013-09-20T20:59:00.000-07:00</published><updated>2014-01-23T01:45:37.904-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisah Nyata Series"/><title type='text'>Kisah Alvian Si Anak Yatim Piatu (Part I)</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berikut adalah kisah Anak Yatim Piatu yang bernama Alvin. Kisah ini dimulai ketika seorang wanita muda yang sedang hamil tua, melahirkan di sebuah Rumah Sakit Bersalin di daerah Jawa Timur. Wanita itu datang seorang diri ke rumah sakit lalu melahirkan seorang anak laki-laki. Entah apa sebabnya selesai melahirkan, ibu muda itu melarikan diri dan meninggalkan anaknya. Tak lama kemudian terdengarlah tangisan bayi dari arah kamar bayi. Tangisan dari bayi yang ditinggalkan ibu muda tadi berhasil mencuri perhatian pasangan Oma dan Opa yang sedang berbincang dengan Kepala Rumah Sakit di ruangan yang tidak begitu jauh dari kamar bayi. Pasangan tua itupun meminta ijin kepala Rumah Sakit untuk melihat asal tangisan itu. Akhirnya diketahuilah sejarah bayi malang itu. Merasa iba, Oma dan Opa tersebut mengadopsi si bayi kecil dan memberi nama Alvin. Sejak hari itu Alvin tinggal bersama Oma dan Opa yang mengadopsinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Alvin tumbuh menjadi seorang anak laki-laki dengan warna kulit sawo matang, berambut ikal dan bermata sendu. Ternyata Alvin bukanlah satu-satunya anak yatim piatu yang tinggal bersama Oma dan Opa itu. Belakangan diketahui bahwa Oma dan Opa yang mengadopsinya, adalah seorang kaya yang dermawan, mereka berdua mengadopsi beberapa anak Yatim Piatu mengajak mereka tinggal bersama di rumahnya yang cukup besar dan luas, merawat, membesarkan dan menyekolahkan mereka. Tidak saja anak yatim piatu mereka juga menjadi orang tua asuh bagi beberapa anak yang berasal dari keluarga yang kurang mampu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Saat Alvin berusia 1 tahun, datanglah pasangan muda menemui Oma dan Opa ini. Mereka hendak mengadosi seorang anak sebagai pelengkap rumah tangga mereka. Dan satu-satu anak Yatim Piatu yang tersisa hanyalah Alvin, sebab yang lain sudah diadopsi orang lain dan sebagian kembali kepada orang tuanya setelah menyelesaikan sekolah. Hal tersebut dikarenakan Oma dan Opa yang semakin lanjut usia dan merasa tidak sanggup lagi merawat anak-anak. Singkat cerita Alvin diadopsi oleh pasangan muda tersebut. Sejak kepergian Alvin, Oma dan Opa hanya tinggal berdua saja. Merasa kesepian akhirnya mereka memutuskan untuk hidjrah ke Bali tinggal bersama anak, menantu dan cucu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Empat tahun kemudian, pasangan muda tadi mencari Oma dan Opa yang kini berada di Bali. Mereka datang bersama Alvin yang sudah berusia 5 tahun. Adapun tujuan mereka adalah untuk mengembalikan Alvin sebab saat itu bisnis mereka sedang terancam bangkrut akibat krisis ekonomi yang sedang melanda dunia termasuk Indonesia kala itu. Mereka khawatir tidak dapat membiayai semua kebutuhan Alvin terlebih Alvin sudah harus mulai bersekolah. Tak punya pilihan lain Oma dan Opa itupun menerima dan mengajak Alvin tinggal bersama mereka di Bali.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada tahun pertama keberadaan Alvin bersama Oma dan Opa disambut baik oleh seluruh anggota keluarga. Merasa kondisi tubuhnya yang sudah mulai melemah, Oma pun berpesan kepada anak perempuannya untuk melanjutkan apa yang sudah dia lakukan selama ini yaitu mengadopsi dan menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yang hidupnya kurang beruntung. Selain itu Oma juga menitipkan si kecil Alvin agar tetap bisa terus sekolah sampai dewasa nantinya. Tak ingin mengecewakan, Sang Anakpun segera mengadopsi Alvin dan seorang anak lagi untuk dijadikan anak angkat dan mengangkat beberapa anak asuh sekalipun sudah memiliki dua orang anak kandung. Anak kandung pertamanya seorang wanita sudah menikah dan menetap bersama suaminya di Amerika Serikat. Sedangkan Anak kandung keduanya, laki-laki baru saja menikah dan dikaruniai seorang cucu laki-laki. Tak lama setelah berpesan demikian Oma menutup usia dan berselang beberapa tahun kemudian Opa pun menyusul.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Waktu kepergian Oma dan Opa, Alvin masih tergolong anak kecil yang belum bisa mengerti apa-apa. Dia hanya tau sekarang Ayah dan Ibunya adalah menantu dan putri dari Oma dan Opa yang sudah meninggal itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tiga bulan setelah kepergian Opa terjadi perubahan besar dalam kehidupan keluarga baru Alvin. Ibu dan Ayah yang dulu semasa Oma dan Opa hidup dikenal sangat baik dan memperlakukan anak-anak Asuh yang tinggal disana dengan penuh kasih sayang kini berubah. Semua anak-anak diperlakukan tidak lebih dari seorang pembantu. Mereka bahkan tidak segan-segan melemparkan kata-kata makian dan juga bogem mentah kepada anak-anak disana jika mereka melakukan kesalahan sekalipun kesalahan sepele. Alvin yang juga termasuk didalamnya menjadi shock atas perubahan besar itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tahun berganti tahun, Alvin kecil tumbuh menjadi seorang remaja. Peristiwa-peristiwa berat yang dialaminya sejak kecil bahkan mungkin sejak dalam kandungan membuat Alvin menjadi seorang remaja dengan pribadi yang tidak utuh. Dia menjadi remaja yang keras dan suka melawan. Sikap Alvin yang seperti ini menjadikannya sebagai satu-satunya anak yang paling sering dijadikan bulan-bulanan dari kenakalan anak-anak dalam rumah itu. Bahkan tidak jarang Alvin juga dijadikan sasaran pelampiasan kemarahan Sang Majikan yaitu Ayah dan Anak laki-lakinya. Cacian, pukulan, tendangan menjadi santapan Alvin sehari-hari. Memar, lebam, benjol, mata bengkak sudah biasa buat Alvin.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kehidupan keras tersirat jelas dalam raut wajah Alvin. Mata yang penuh kebencian dan sorot mata yang kosong membuat Alvin dijauhi teman-teman sebayanya. Tinggallah game online yang menjadi satu-satunya teman bagi Alvin. Tidak berteman sekalipun tinggal dalam lingkungan yang selalu ramai dengan orang membuat Alvin sering berhayal. Hayalan Alvin membuatnya terkenal sebagai remaja pembohong baik dalam lingkungan rumah maupun lingkungan sekolah. Meski demikian prestasi Alvin di sekolah masih tergolong baik bahkan dia memperoleh nilai baik dalam bahasa Inggris.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Saat ini Alvin duduk di bangku SMA kelas tiga. Meski tetap keras namun kini Alvin mulai berfikir tentang masa depanya. Alvin berencana setelah tamat sekolah untuk keluar dari rumah itu dan mencari kerja serta menjalani kehidupan yang mandiri. Keinginan tersebut pun disampaikanya kepada Anak laki-laki yang saat ini berkuasa di rumah itu. Keinginan Alvin disambut baik dan Anak tersebut menambahkan bahwa saat Alvin pergi saat itu juga dia akan dikeluarkan dari KK keluarga tersebut. Alvin juga tidak akan dibantu dalam pembuatan KTP. Tidak mengerti pentingnya KK dan KTP, Alvin pun tidak terlalu mempedulikannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bagaimanakah kisah Alvin selanjutnya? Jadikah Alvin malaksanakan niatnya? berhasilkah Alvin menyelesaikan sekolahnya?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
To be continue.....&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denokcerpen.blogspot.com/feeds/9103964828683405121/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denokcerpen.blogspot.com/2013/09/kisah-alvian-si-anak-yatim-piatu-part-i.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4638318509697914334/posts/default/9103964828683405121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4638318509697914334/posts/default/9103964828683405121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denokcerpen.blogspot.com/2013/09/kisah-alvian-si-anak-yatim-piatu-part-i.html' title='Kisah Alvian Si Anak Yatim Piatu (Part I)'/><author><name>Denok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07287039355845334268</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixZ70BEOUkWaPU0s1ZLd5Bpcaqn_l-6PsQIUPJQnHDx0f-Q76Y71m7Z8pNtV1jOwBXbybWFh-xskh1utwC8-fxcJBHmdSeJNycY9rZaj9tS--TO-NVkJcvyiFeLPhj1w/s220/Denok+Sketch2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4638318509697914334.post-3929699897239920103</id><published>2013-09-04T06:35:00.003-07:00</published><updated>2014-01-23T01:44:37.678-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Denok"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Series"/><title type='text'>Belajar Mandiri | Kisah Burung Parkit Kecil</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Di sebuah hutan tropik yang tenang dan begitu sejuk, hiduplah berbagai jenis binatang dengan rukun dan damai. Berbagai jenis binatang, mulai dari binatang melata sampai binatang yang terbang di udara dan berbagai jenis tanaman mulai dari tanaman merambat sampai pada pohon dengan batang yang besar hidup saling berdampingan dalam hutan tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Dalam ekosistem tersebut hidup pulalah keluarga burung parkit. Keluarga ini memiliki dua orang anak yang begitu lucu dan penurut. Keluarga ini juga hidup begitu rukun antara anggota keluarganya. Mereka saling menyayangi satu dengan yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam keluarga ini semua mengambil peranan sesuai dengan prosinya masing-masing. Ayah burung parkit mengajarkan kedua anaknya untuk dapat hidup mandiri dimanapun kelak mereka akan berada. Berbagai pengalaman dan pengetahuan dibagi dan diajarkan sang ayah kepada kedua anaknya itu, sebagai bekal bagi mereka suatu saat nanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara sang ibu membesarkan kedua anaknya dengan perhatian dan kasih sayang yang tulus sehingga kedua anaknya bisa belajar mengetahui arti sayang yang tulus dari kedua orang tuanya dan anak-anak itu tumbuh sebagai anak-anak dengan kepribadian yang matang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak sulung keluarga parkit adalah seekor betina. Saat ini tumbuh sebagai parkit muda yang dikaruniai dengan bulu yang elok. Di hutan tersebut parkit muda lumayan terkenal dan menjadi salah satu primadona. Kendati demikian parkit muda tidak pernah menjadi sombong atau hal tersebut tidak dapat menahannya untuk tetap tinggal di hutan itu. Parkit muda memiliki suatu pengharapan untuk dapat menjadi seekor burung parkit yang mandiri suatu hari kelak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama dihutan parkit muda membekali dirinya dengan berbagai pengetahuan dan melatih dirinya lebih keras sebab dia sadar bahwa kehidupan diluar hutan yang jauh dari orang tua dan keluarganya pasti akan lebih berat lagi. Parkit juga menyadari akan keelokan yang dia miliki yang bisa saja suatu saat akan membawanya kedalam bahaya, baik itu bahaya dimangsa sesama burung atau diburu oleh manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini parkit muda sudah dapat terbang dengan lancar dan sudah saatnya untuk dia menjalani kehidupan diluar hutan seperti apa yang didambanya selama ini. Ada kekhawatiran tersendiri dalam hati orang tua parkit muda saat harus melapas kepergian anak sulungnya itu. Tapi mereka memberikan satu kepercayaan yang besar yang menjadi semangat dan kekuatan tersendiri bagi parkit muda, yaitu bahwa suatu saat dia dapat menjadi seekor parkit muda seperti yang didambakannya selama ini (orang tuanya mendukung segala yang dia ingin lakukan) dan kepercayaan bahwa dia dapat menjaga dirinya dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada hari yang sudah ditetapkan kedua orang tua dan adik si parkitpun melepaskan kepergiannya. Mereka berpesan: &lt;i&gt;&quot;Kami akan selalu ada untukmu saat sayap kecilmu mulai lelah dan kehilangan arang ingatlah ada kami disini&quot;.&lt;/i&gt;&amp;nbsp;Dengan mantap parkit muda mengepakan sayapnya dan terbang meninggalkan hutan, untuk menempuh perjalanan baru dalam hidupnya.&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denokcerpen.blogspot.com/feeds/3929699897239920103/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denokcerpen.blogspot.com/2013/09/belajar-mandiri-kisah-burung-parkit.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4638318509697914334/posts/default/3929699897239920103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4638318509697914334/posts/default/3929699897239920103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denokcerpen.blogspot.com/2013/09/belajar-mandiri-kisah-burung-parkit.html' title='Belajar Mandiri | Kisah Burung Parkit Kecil'/><author><name>Denok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07287039355845334268</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixZ70BEOUkWaPU0s1ZLd5Bpcaqn_l-6PsQIUPJQnHDx0f-Q76Y71m7Z8pNtV1jOwBXbybWFh-xskh1utwC8-fxcJBHmdSeJNycY9rZaj9tS--TO-NVkJcvyiFeLPhj1w/s220/Denok+Sketch2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4638318509697914334.post-3159362174070082368</id><published>2013-09-01T21:44:00.000-07:00</published><updated>2014-01-23T01:42:24.923-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Denok"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerpen"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisah Nyata"/><title type='text'>Harga Sebuah Janji</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kisah ini di mulai saat sepasang kekasih memutuskan untuk mengikat Janji Suci, Seumur hidup bersama sampai maut memisahkan. Hari itu menjadi hari bersejarah bagi mereka berdua. Janji suci itu diikat di hadapan Tuhan melalui seorang hambaNya, disaksikan kedua belah orang tua, keluarga, dan handai tolan. Keduanya tampak bahagia. Sejak saat itu mereka resmi dihadapan Tuhan dan Pemerintah sebagai pasangan suami istri. Jiwa berkelana yang besar yang dimiliki sang suami membuat mereka mengambil keputusan untuk memulai pengembaraan mereka meninggalkan orang tua dan sanak saudara. Selalu bersama apapun yang terjadi itulah janji mereka. Bermodal beberapa keping uang di tangan merekapun berangkat tanpa ada tujuan yang jelas. Dengan berat keluarga pun melepas kepergian mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Beberapa saat setelah kepergiannya, mereka masih tetap menjalin komunikasi kepada keluarga. Namun ketika bulan berganti bulan dan tahun pun silih berganti mereka tak kunjung berkirim kabar kepada keluarga lagi. Berbagai asumsipun mulai bermunculan diantara anggota keluarga, sampai akhirnya sang Ibu berkata &quot;Jangan risaukan mereka, jika kalian sayang dan peduli dengan mereka silahkan doakan mereka agar tetap berada dalam lindungan Sang Pencipta.&quot; Seluruh anggota keluarga mulai dari ayah, ibu, kakak, adik, dan keponakan dari yang besar sampai yang kecil memanjatkan doa demi doa yang senantiasa di pohonkan kepada Pencipta agar Beliau senantiasa menyertai dan memelihara mereka dan jika Beliau ijinkan bolehlah mereka datang kembali suatu saat nanti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Delapan belas tahun setelah kepergian mereka, disuatu pagi yang sedikit gerimis tiba-tiba terdengar suara motor berhenti di depan rumah. Sang Ibu keluar untuk melihat. Tampak 2 motor abang ojek yang sedang menurunkan penumpang yaitu seorang ibu, seorang anak perempuan dan seorang anak laki-laki. Ketika sang Ibu mendekat anak-anak itu serentak memanggil Ibu itu dengan sebutan Nenek. Ibu itu sangat bahagia melihat anaknya kembali setelah 18 tahun pergi tanpa kabar berita. Sambil melangkah masuk si Ibu mulai menanyakan kemana suamimu? dan berapa banyak anakmu?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah beristirahat dan bercakap-cakap diketahui bahwa mereka pulang karena masa berlaku visa mereka telah habis. Suami dan anak pertama mereka masih tertahan di Negeri Jihran, karena masa berlaku visa mereka baru habis 6 bulan berikkutnya. Suaminya berjanji akan menyusul setelah 6 bulan. Berpegang pada janji itu sang Istri dan kedua anak mereka sementara tinggal di rumah sang Ibu, mereka berencana tinggal selama 6 bulan setidaknya sampai sang suami kembali. Selain itu anak-anak juga harus melanjutkan sekolah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Enam bulan pun berlalu namun sang suami tak kunjung datang, suratpun mulai dikirim. Berbagai upaya dilakukan untuk bisa mendapatkan informasi keberadaan suaminya. Kesukaan hidup yang nomaden membuat sulit melacak keberadaan sang suami. Melihat semua upaya yang sudah dilakukan tidak mendatangkan hasil, keluarga meminta sang istri untuk pasrah dan berserah penuh pada Pencipta serta memfokuskan diri pada kelangsungan hidupnya dan kedua anaknya yang semakin beranjak dewasa.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tahun-tahun berlalu sang suami tetap tak ada &amp;nbsp;kabar berita, saat anak-anak sudah lulus sekolah menengah atas sang istri memutuskan untuk ikut program transmigrasi ke daerah Sulawesi. Bersama kedua anaknya mereka mengadu nasib disana. Hidup dengan status gantung dan jauh dari keluarga bukanlah hal yang mudah. Menjaga dan mengasuh dua orang anak yang mulai tumbuh dewasa juga bukan hal yang mudah. Harga yang mahal harus dibayar untuk itu semua, mulai dari air mata, peluh yang keluar atas setiap karya, rasa sesak di dada, rindu yang tak terperi, semuanya dibungkus dalam sikap tegar yang palsu. Merapuh namun selalu tampak baik-baik saja di depan keluarga dan anak-anak.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dua puluh tahun berlalu sang istri masih tetap seperti yang dulu, bertahan dalam posisi yang sama karena sebuah janji yang pernah terucap. Tak peduli berapa harga yang telah dibayar dia tetap memohon dan berharap suaminya kan datang suatu saat nanti. Kini tibalah giliran sang anak perempuan yang dilamar oleh seorang pemuda. Ingin melihat anaknya bahagia, restupun diberikan. Tanpa di dampingi oleh seorang suami sang istripun menikahkan anak gadisnya dengan pemuda itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setahun kemudian sang anak melahirkan seorang cucu perempuan. Kebahagian tampak sekilas di balik wajah sang istri yang mulai dipenuhi dengan guratan halus tanda usia semakin bertambah. Sejak ditinggal menikah oleh anak perempuannya, sang istri hidup berdua saja dengan anak lelakinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tak ada firasat apa pun sebelumnya, tiba-tiba datang kabar dari seorang sanak saudara yang memberitahu keberadaan sang suami. Kabar itu mengatakan jika sang suami sudah kembali namun tidak memiliki keberanian untuk berkunjung ke rumah ibu, sebab membawa dua orang anak hasil pernikahannya dengan wanita lain selama tinggal di negeri jihran. Sedangkan anak sulung mereka dinyatakan meninggal akibat kecelakaan kerja. Mendengar kabar itu semua, sang istri hanya tersenyum dan berucap &quot; Tolong sampaikan saat ini saya ada di Sulawesi jika ingin menemui saya dan anak-anak silahkan datang ke mari.&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tidak semua orang menganggap Janji adalah sesuatu yang berharga ada sebagian orang yang menggangap janji adalah sekedar ucapan tanpa ada harganya sama sekali. Enatah itu dilakukan karena tidak memiliki keberanian dalam membayar harga yang mahal atas sebuah janji atau ada unsur kesengajaan di dalamnya. Untuk itu pikirkanlah matang-matang sebelum berjanji. Dan jika janji sudah terlanjur terucap bersikap jantanlah untuk membayar harga dari janji tersebut. Oleh sebab itu banyak orang yang mengatakan &quot;Janji adalah Hutang yang harus dibayar pada waktunya&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
By Denok (diangkat dari kisah nyata)&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denokcerpen.blogspot.com/feeds/3159362174070082368/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denokcerpen.blogspot.com/2013/08/harga-sebuah-janji.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4638318509697914334/posts/default/3159362174070082368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4638318509697914334/posts/default/3159362174070082368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denokcerpen.blogspot.com/2013/08/harga-sebuah-janji.html' title='Harga Sebuah Janji'/><author><name>Denok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07287039355845334268</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixZ70BEOUkWaPU0s1ZLd5Bpcaqn_l-6PsQIUPJQnHDx0f-Q76Y71m7Z8pNtV1jOwBXbybWFh-xskh1utwC8-fxcJBHmdSeJNycY9rZaj9tS--TO-NVkJcvyiFeLPhj1w/s220/Denok+Sketch2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4638318509697914334.post-557595820034466277</id><published>2013-08-13T00:00:00.000-07:00</published><updated>2015-02-03T22:56:10.319-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Denok"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerpen"/><title type='text'>Jangan Salahkan Kucing</title><content type='html'>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhY8aK8NNTLwVntk7b5Kyp0Exzzj6s2Q91co5DaGr2z84OtA4alGlOnkLIEHaKcvGP0Brkv7X2t3lDl-K5PvDgMvsLuHXXpByxQXAX9K55BJ1sG3szarQ47P04TJ-sN26aK8GQpBaonjUkC/s1600/Anak+Kucing.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;kucing image, gambar kucing, kucing lucu&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhY8aK8NNTLwVntk7b5Kyp0Exzzj6s2Q91co5DaGr2z84OtA4alGlOnkLIEHaKcvGP0Brkv7X2t3lDl-K5PvDgMvsLuHXXpByxQXAX9K55BJ1sG3szarQ47P04TJ-sN26aK8GQpBaonjUkC/s320/Anak+Kucing.jpg&quot; height=&quot;265&quot; title=&quot;Cerita Jangan Salahkan Kucing&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://denokdesign.blogspot.com/2013/08/kucing-khilaf.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Jangan Salahkan Kucing&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Di sebuah dusun kecil hidup seorang Kakek. Kakek ini hanya ditemani oleh seekor ikan mas yang lucu dan imut. Kakek sangat menyayangi si ikan mas, karena itu satu-satunya peninggalan istri tercinta yang sudah meninggal beberapa tahun silam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakek dan si ikan hidup bahagia. Rasa sayang Kakek yang besar membuat Kakek merawat dan menjaga si ikan dengan sebaik-baiknya. Kakek selalu memperhatikan kesehatan si ikan melebihi dirinya sendiri. Merasakan pemeliharaan yang luar biasa si ikan pun hanya bisa berserah penuh sama si Kakek.&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Suatu malam yang sunyi senyap dan sedikit menyeramkan karena petir yang terus-menerus menggelegar, terdengar suara lirih dari balik jendela. Semakin lama suara itu semakin keras, tak sanggup menahan rasa penasaran Kakek pun segera bergegas menghampiri asal suara itu. Didapatilah seekor anak kucing malang yang kehilangan induknya, dengan tampang kumal dan wajah memelas si kucing berharap mendapat sedikit iba dari Sang Kakek. Setelah menimbang-nimbang beberapa saat lamanya akhirnya si Kakek memutuskan untuk mengambil anak kucing itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Anak kucing itu dimandikan, dikeringkan, lalu di beri makan. Melihat kehadiran si anak kucing, si ikan mas merasa sedikit kurang nyaman. Ada rasa takut dalam hati si ikan tapi ikan mas percaya bahwa Kakek tak akan memberikan sesuatu yang membahayakan hidupnya.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah selesai makan si anak kucing tampak mengantuk, dan Kakek pun segera menyediakan tempat tidur yang hangat buat anak kucing itu. Malam itu pun berlalu dengan damai.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Keesokan harinya Kakek bangun pagi-pagi sekali, pergi ke pasar membeli susu untuk si anak kucing. Saat anak kucing terbangun semangkok susu sudah tersedia, anak kucing itu pun merasa sangat senang. Sejak saat itu si anak kucing menjadi bagian dari anggota rumah Kakek.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hampir sebulan tinggal bersama, si anak kucing tidak mengetahui bahwa ada ikan mas yang imut dan lucu, yang juga tinggal bersama mereka. Hal itu dikarenakan Kakek menempatkan si ikan mas dalam sebuah akuarium yang diletakan di kamar pribadinya. Kakek merahasiakan keberadaan si ikan mas karena khawatir si anak kucing akan membahayakan nyawa ikan mas kesayangannya itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah sebulan berlalu akhirnya Kakek memperkenalkan si anak kucing dengan si ikan mas. Kakek terpaksa melakukannya karena Kakek harus pergi sebentar ke kota untuk menengok cucunya yang baru lahir. Kakek berpesan pada anak kucing agar menjaga si ikan mas dengan baik.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Malam sebelum berangkat ke kota Kakek mengulangi pesannya kembali kepada si anak kucing. Bahkan pagi harinya, sesaat sebelum berangkat Kakek mengulang untuk ketiga kalinya agar si anak kucing menjaga si ikan mas dengan baik. Kali ini si anak kucing menjawab dengan sangat tegas dan lantang “Baik Kek. Tidak usah khawatir”&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Selepas Kakek pergi si anak kucing bermain seperti biasa sambil sesekali menengok ikan mas ke kamar Kakek dari pagi sampai sore keadaan aman-aman saja. Setelah selesai makan si anak kucing mulai berpikir bagaimana cara menjaga si ikan mas karena matanya mulai mengantuk. Si anak kucing kemudian menghampiri si ikan mas dan berkata boleh kah aku tidur di dekatmu? Sesuai dengan pesan Kakek aku harus menjagamu. Si ikan mas hanya menjawab tapi kamu tidak akan melakukan apapun kan? Dengan cepat si anak kucing menjawab tentu saja tidak aku hanya akan tidur. Akhirnya si ikan mas memperbolehkan si kucing tidur di dekat akuarium. Awalnya si ikan mas merasa tidak nyaman dan takut, tapi karena percaya dengan Kakek yang menugaskan si anak kucing menjaganya maka si ikan mas pun akhirnya tidur. Si ikan mas tidur dengan pulas tapi si anak kucing sedikit gelisah. Mungkin karena khilaf si anak kucing akhirnya sukses memakan habis si ikan mas. Entah karena rasa bersalah atau takut di usir, pagi itu si kucing langsung berlari pergi meninggalkan rumah Kakek.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Betapa terkejut dan menyesalnya Si Kakek ketika tiba di rumah, ia tidak menemukan apapun selain ekor si ikan mas kesayangannya yang mengambang di dalam akuarium. Sekalipun Kakek sangat bersedih kehilangan ikan mas kesayangannya, tapi Kakek masih saja peduli dengan si anak kucing. Seharian itu dari mulai tiba di rumah sampai larut malam Kakek masih mencari si anak kucing, tapi tidak ditemukan juga. Karena malam semakin larut Kakek memutuskan untuk kembali pulang dan melanjutkannya lagi esok hari. Si anak kucing yang sedari tadi mengamati Kakek mencarinya dengan khawatir menjadi semakin merasa bersalah dan tidak punya tempat untuk dituju. Setelah mengetahui Kakek tertidur pulas si anak kucing dengan mengendap-endap mendekati jendela kamar Kakek dan tidur tepat di sisi jendela itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Keesokan harinya si anak kucing terbangun dan terperanjak ketika sadar ternyata dirinya berada di tempat tidurnya dan semangkuk susu segar sudah tersaji persis di hadapannya. Anak kucing merasa malu hanya bisa menunduk tak kuasa menatap wajah Kakek yang bersahaja sembari mengucapkan salam. Mendapat pengampunan yang besar dari Kakek, si anak kucing akhirnya menyadari akan kelemahannya dan sejak saat itu tidak mau lagi bermain-main dengan kelemahannya. Dia tidak pernah mencoba mendekat dengan ikan manapun, sebab tidak mau melakukan khilaf untuk kedua kalinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;By Denok&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denokcerpen.blogspot.com/feeds/557595820034466277/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denokcerpen.blogspot.com/2013/08/jangan-salahkan-kucing.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4638318509697914334/posts/default/557595820034466277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4638318509697914334/posts/default/557595820034466277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denokcerpen.blogspot.com/2013/08/jangan-salahkan-kucing.html' title='Jangan Salahkan Kucing'/><author><name>Denok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07287039355845334268</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixZ70BEOUkWaPU0s1ZLd5Bpcaqn_l-6PsQIUPJQnHDx0f-Q76Y71m7Z8pNtV1jOwBXbybWFh-xskh1utwC8-fxcJBHmdSeJNycY9rZaj9tS--TO-NVkJcvyiFeLPhj1w/s220/Denok+Sketch2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhY8aK8NNTLwVntk7b5Kyp0Exzzj6s2Q91co5DaGr2z84OtA4alGlOnkLIEHaKcvGP0Brkv7X2t3lDl-K5PvDgMvsLuHXXpByxQXAX9K55BJ1sG3szarQ47P04TJ-sN26aK8GQpBaonjUkC/s72-c/Anak+Kucing.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4638318509697914334.post-6619604385801584386</id><published>2013-08-03T00:00:00.000-07:00</published><updated>2015-02-03T22:59:04.375-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Denok"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerpen"/><title type='text'>Semut Yang Egois!</title><content type='html'>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8pIfkAD94bqgIi4dZmBTnS4Q9RSMZEqcYVc-QTTs8X3xtfH1A9RFKMqn28uHNw_-boGB_Ufy4figQcrRS8KzWJF5LiPw6giza7CbLZv4Xv2idyeKFgJkQG-oKdnGfZFT0umGskVNMZyeb/s1600/Gambar+Semut+Nakal.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;semut egois image, gambar semut&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8pIfkAD94bqgIi4dZmBTnS4Q9RSMZEqcYVc-QTTs8X3xtfH1A9RFKMqn28uHNw_-boGB_Ufy4figQcrRS8KzWJF5LiPw6giza7CbLZv4Xv2idyeKFgJkQG-oKdnGfZFT0umGskVNMZyeb/s200/Gambar+Semut+Nakal.jpg&quot; height=&quot;190&quot; title=&quot;Cerita Semut Egois&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://denokdesign.blogspot.com/2013/07/semut-egois.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Semut Yang Egois&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Diceritakan suatu ketika ada seekor semut muda yang belajar berkelana bersama ayah dan koloninya. Ini merupakan perjalanan pertama bagi si semut muda karena sebelumnya dia hanya berdiam di sarang saja bersama ibu dan adik-adiknya. Segala sesuatu yang dilihatnya selama dalam perjalanan adalah sesuatu yang baru, tak jarang membuat si semut terlena. Hingga suatu ketika si semut kehilangan jejak ayah dan koloninya. Si semut panik dan berusaha semampunya untuk dapat menemukan ayah dan koloninya, tapi karena kurang pengalaman si semut pun semakin jauh dan tersesat di suatu tempat terasing.&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah mencari cukup lama dan sudah menempuh perjalanan yang jauh si semut muda pun mulai putus asa. Si semut mulai merasa lapar, haus, merasa terasing dan tak berkawan. Dengan sisa tenaga yang masih tersisa si semut tetap berusaha bertahan hidup, sambil tertatih si semut berusaha mencari dan menemukan sesuatu yang dapat di makan. Tiba-tiba mulai terdengar suara canda tawa riang gembira, dengan langkah gontai si semut pun berusaha mencari sumber suara itu, tapi semakin mendekat suara canda itupun semakin hilang. Ternyata suara itu berasal dari canda tawa para permen dalam sebuah toples kaca. Saat si semut tiba di dekat toles suara canda itu tidak terdengar lagi karena hanya masih tersisa satu permen saja. Aroma permen yang begitu manis membuat si semut muda bertambah lapar dan segera bergegas masuk kedalam toples kaca.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Beberapa waktu kemudian si semut muda berhasil masuk kedalam toples dan bertemu dengan si permen. Melihat paras ayu si permen si semut pun jatuh hati dan lupa dengan rasa laparnya. Si semut memutar otak kecilnya untuk bisa membuka pembicaraan dengan si permen. Percakapan pun dimulai dan mereka mulai akrab satu sama lain.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Si permen merasa nyaman dengan semut yang sekarang menemaninya. Rasa nyaman diantara mereka berdua membuat si semut dan permen mulai membuka diri dan mulai membahas hal-hal yang bersifat pribadi. Si semut mulai bercerita bagaimana dia bisa sampai di dalam toples. Rasa iba pun muncul di hati si permen dan semakin bertambah ketika terdengar suara alarm dari perut si semut. Tak tega melihat semut yang hampir sekarat si permen mengijinkan semut untuk menghisap manis dari tubuhnya. Setalah si semut kenyang si permen mulai memberi tau si semut agar berhati-hati karena sang empunya sangat tidak suka dengan semut. Entah apa yang ada di kepala si semut tiba-tiba semut berkata “Ngak usah diusir. Kalo manisnya sudah hilang, semutnya juga akan pergi sendiri.” Si permen terperanjak kaget dan semakin shock ketika si semut langsung bergegas pergi meninggalkan permen seorang diri, tanpa basa-basi sedikitpun.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Permen gak bisa berbuat dan berkata-kata lagi. Hanya bisa menyesali diri. Betapa egoisnya semut itu! Harapan kecil permen adalah bisa di bawa semut kemanapun semut pergi, karena permen dengan rasa hambar tidak akan ada gunanya lagi selain di buang ditempat sampah oleh sang empunya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Demikian cerita ini di buat berdasarkan status FB seorang teman (waktu itu) “Ngak usah diusir. Kalo manisnya sudah hilang, semutnya juga akan pergi sendiri”&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;By Denok&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denokcerpen.blogspot.com/feeds/6619604385801584386/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denokcerpen.blogspot.com/2013/08/semut-yang-egois.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4638318509697914334/posts/default/6619604385801584386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4638318509697914334/posts/default/6619604385801584386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denokcerpen.blogspot.com/2013/08/semut-yang-egois.html' title='Semut Yang Egois!'/><author><name>Denok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07287039355845334268</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixZ70BEOUkWaPU0s1ZLd5Bpcaqn_l-6PsQIUPJQnHDx0f-Q76Y71m7Z8pNtV1jOwBXbybWFh-xskh1utwC8-fxcJBHmdSeJNycY9rZaj9tS--TO-NVkJcvyiFeLPhj1w/s220/Denok+Sketch2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8pIfkAD94bqgIi4dZmBTnS4Q9RSMZEqcYVc-QTTs8X3xtfH1A9RFKMqn28uHNw_-boGB_Ufy4figQcrRS8KzWJF5LiPw6giza7CbLZv4Xv2idyeKFgJkQG-oKdnGfZFT0umGskVNMZyeb/s72-c/Gambar+Semut+Nakal.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4638318509697914334.post-310974472374502478</id><published>2013-07-27T02:13:00.000-07:00</published><updated>2014-01-23T01:35:01.000-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Denok"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerpen"/><title type='text'>Kapal Pantira dan Kapten Enik </title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tersebut sebuah nama dari seorang anak muda yang memiliki semangat membara dan cita-cita yang setinggi langit. Dia adalah Jarot. Pergi meninggalkan orang tua, keluarga dan sanak saudara di kampung untuk mengembara ke negeri seberang menggapai cita-cita.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dengan modal semangat dan beberapa keping uang ditangan anak muda ini berangkat. Sampai di negeri seberang ia segera melakukan survei singkat atas apa yang dia butuhkan agar bisa mencapai cita-citanya itu. Setelah melakukan survei Jarot kemudian mulai berhitung dan menyusun rencana untuk bisa menjadi seorang Kapten kapal dalam waktu singkat, yang merupakan cita-cita terbesarnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak hanya mengingatnya dalam hati Jarot pun menuliskan cita-citanya dalam sebuah resolusi yang ingin dia capai dalam tahun ini. Semangatnya yang menyala-nyala membuatnya terbakar dan bergegas mengambil beberapa usaha sebagai langkah awal. Salah satu dari usahanya itu adalah mencari rekanan yang bisa membantunya untuk mendapatkan sebuah kapal.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Singkat cerita Jarot bertemu dengan seorang gadis yang memiliki sebuah kapal yang belum pernah digunakan berlayar. Tanpa basa-basi Jarot segera menghampiri gadis itu dan menanyakan tentang kapal tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Awalnya sang gadis sedikit enggan menceritakan tentang asal usul kapal tersebut. Tapi setelah melihat Jarot yang berapi-api dan begitu bersemangat, berhasil meyakinkanya kembali bahwa mereka akan bisa berlayar bersama suatu saat nanti. Setelah berfikir beberapa waktu, gadis itupun bergabung bersama Jarot dalam misinya untuk mengarungi samudera raya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tapi sebelum bisa berlayar masih ada beberapa hal yang harus dibenahi dalam kapal itu. Selain itu mereka juga harus mencari orang-orang yang bersedia berlayar bersama mereka yang bisa membantu mereka melayani para penumpang nantinya. Tidak itu saja mereka juga harus menyiapkan segala kebutuhan selama berlayar.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Kendati mereka telah berusaha sekuat tenaga namun kapal tersebut belum juga siap untuk berlayar. Persediaan dana Jarotpun mulai menipis. Seiring dana yang menipis, semangat Jarotpun ikut menipis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara, gadis tersebut berhasil mencari dua orang yang bisa dipekerjakan untuk membantu pekerjaan mereke. Semakin banyak yang membantu pekerjaan tersebut, maka si gadis berharap pekerjaan akan cepat selesai. Dengan demikian mereka akan semakin cepat berlayar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa berfikir macam-macam gadis tersebut bersama dua orang tenaga lainnya bekerja mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing sesuai dengan pembagian tugas yang diberikan oleh Jarot. Tanpa disadari sesungguhnya Jarot sudah menjadi Kapten kapal bagi dua orang dan gadis tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah apa yang ada di kepala Jarot, beberapa hari kemudian Jarot mengatakan rencananya untuk kembali ke desanya. Mulai dari alasan Ayahnya sakit, kemudian Ibunya yang selalu mencemaskannya hingga alasan saudara sepupu yang hendak menikah, dijadikannya alasan untuk dapat kembali ke desa. Melihat gelagat Jarot yang semakin aneh sang gadis akhirnya melepaskan Jarot untuk kembali ke desanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jarotpun pergi meninggalkan semua pekerjaan yang baru saja dimulai, tanpa berfikir bagaimana dengan keadaan selanjutnya dari dua pekerja baru dan gadis tersebut Jarot hanya berlalu tanpa memberitahu kapan ia akan kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama kepergian Jarot gadis dan dua pekerja lainnya tetap melakukan aktivitas seperti biasanya. Sampai sebulan berlalu sang gadis mencoba menghubungi Jarot untuk menanyakan bagaimana selanjutnya tapi sayang Jarot tidak pernah berhasil dihubungi. Ada sedikit kekecewaan di hati sang gadis dan juga kecemasan mengenai keadaan Jarot. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak melakukan apapun selain mencoba menghubungi Jarot. Setelah dua bulan berlalu, dan tanpa kabar berita dari jarot si gadis berhasil menyelesaikan kapal tersebut dan memberanikan diri menjadi Kapten untuk berlayar bersama dua pekerjanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu hanya berharap Jarot akan bangga suatu saat jika ia melihat bahwa kapal yang mereka rakit bersama akhirnya bisa juga berlayar kendati ingin sekali menjadikan Jarot sebagai Kaptennya. Demikianlah sang gadis yang sama sekali tidak pernah berfikir menjadi seorang kapten kini harus melakoni hal tersebut sebab tidak ingin mengecewakan para pekerjanya dan tidak ingin usahanya selama ini menjadi sia-sia. Gadis itu bernama Enik, yang selanjutnya dikenal dengan nama Kapten Enik. Dan kapal yang mereka buat diberinama Panrita. &lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denokcerpen.blogspot.com/feeds/310974472374502478/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denokcerpen.blogspot.com/2013/07/kapal-pantira-dan-kapten-enik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4638318509697914334/posts/default/310974472374502478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4638318509697914334/posts/default/310974472374502478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denokcerpen.blogspot.com/2013/07/kapal-pantira-dan-kapten-enik.html' title='Kapal Pantira dan Kapten Enik '/><author><name>Denok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07287039355845334268</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixZ70BEOUkWaPU0s1ZLd5Bpcaqn_l-6PsQIUPJQnHDx0f-Q76Y71m7Z8pNtV1jOwBXbybWFh-xskh1utwC8-fxcJBHmdSeJNycY9rZaj9tS--TO-NVkJcvyiFeLPhj1w/s220/Denok+Sketch2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4638318509697914334.post-1856951005614955060</id><published>2013-07-25T06:53:00.000-07:00</published><updated>2014-01-23T01:34:58.485-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Denok"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerpen"/><title type='text'>Ambisi Si Buta</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Di pagi yang cerah tampak seorang sosok laki-laki melintas di depan rumah seorang wanita yang bernama Sesil. Laki-laki tersebut nampak kebingungan. Merasa iba Sesilpun menghampiri laki-laki tersebut. Sesil mendapati laki-laki itu adalah seorang buta yang hendak menyeberang namun tidak ada seorangpun yang membantunya. Dengan sabar Sesil membantu laki-laki tersebut menyeberang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah menyeberangkan jalan Sesil pun kembali ke rumahnya, untuk melanjutkan pekerjaannya. Sesil memiliki kios kecil di depan rumahnya. Kios tersebut menjual berbagai jenis makanan, mulai dari jajanan basah sampai jajanan kering. Hari-hari Sesil dihabiskan untuk menjaga kiosnya itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Malam hari ketika suasana semakin sepi, Sesil pun hendak menutup kiosnya. Sesaat kemudian terdengar suara minta tolong dari arah seberang jalan. Sesil menghentikan pekerjaannya dan mulai melangkah untuk melihat lebih dekat asal suara tersebut. Tampaklah sosok laki-laki buta yang tadi pagi dibantunya menyeberang dan sekarang ingin menyeberang kembali. Menoleh kekanan dan kekiri tak ada seorangpun yang melintas. Kemudian Sesil menuntun laki-laki tersebut untuk menyeberang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sama seperti tadi pagi tak ada ucapan sepatah katapun, apa lagi terima kasih, laki-laki tersebut berlalu meninggalkan Sesil. Merasa sedikit aneh Sesilpun kembali ke kios dan melanjutkan pekerjaannya menutup kios, lalu kembali ke rumah yang berjarak tidak lebih 200 meter dari kios tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keesokan harinya pada jam yang sama laki-laki buta itu kembali tampak kebingungan hendak menyeberang, Sesil yang melihat laki-laki itu, tidak bertindak apapun selain mengamati dari tempatnya berdiri. Tak selang beberapa lama terdengar suara &quot;Hey, kamu bisakah membantuku menyeberang seperti kemarin?&quot; Sesil tersenyum dan mendekat, tanpa berkata apapun Sesil hanya menggandeng laki-laki tersebut dan menyeberangkannya. Sampai diseberang Sesil segera menyeberang kembali dan laki-laki tersebut berlalu begitu saja seperti sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini Sesil menerima undangan temannya yang berulang tahun jadi Sesil agak cepat menutup kiosnya dan pergi ke pesta ulang tahun temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jam 9.30 malam, Sesil tiba di rumah, sebelum masuk kedalam Sesil melihat sebentar ke seberang jalan, tampak suasana begitu sepi hanya satu dua kendaraan saja yang masih melintas. Sesilpun melangkahkan kakinya dan membuka pintu pagar rumahnya. Saat hendak menutup pintu pagar terdengar suara langkah kaki disertai bunyi tongkat, disusul suara &quot;Kiosnya masih buka? saya mau beli makanan kecil.&quot; Sesil menengok dan melihat sosok laki-laki tengah berdiri di depan kiosnya. Sesil berkata &quot;Makanan ringan apa?&quot; laki-laki itu menyebutkan beberapa jenis makanan. Sesil masuk ke dalam kios lewat pintu belakang dan mengambil makanan sesuai dengan permintaan laki-laki itu. Sesil menghampiri laki-laki yang tengah duduk di bangku yang ada di depan kiosnya, sambil menyerahkan makanan yang sudah di masukan ke dalam kantong plastik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laki-laki itu bertanya &quot;Berapa?&quot; sambil mengeluarkan sejumlah uang dari dalam saku celananya. Sesil menyebutkan jumlahnya dan mengambil uang sebanyak jumlah yang dia sebutkan dari tangan laki-laki itu. Setelah mengambil uang tersebut Sesil bermaksud untuk kembali ke rumahnya namun laki-laki itu berucap lagi &quot;Bisakah saya meminta segelas air?&quot; Tanpa bicara Sesil melangkah masuk dan membawa seteko air bersama gelas. Melihat laki-laki tersebut sedang makan Sesil meletakan teko dan gelas di atas meja lalu duduk di sebelah laki-laki itu. Tiba-tiba laki-laki itu berkata &quot;Nama saya Eman, kamu siapa?&quot; Sesil tersenyum dan berkata &quot;Sesil&quot;. Pembicaraanpun dimulai. Sejak malam itu Sesil dan Eman semakin dekat satu dengan yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari-hari selanjutnya Sesil yang biasanya hanya membantu Eman menyeberang jalan kini, Sesilpun membantu Eman menyiapkan makan mulai dari sarapan, makan siang maupun makan malam. Sesil melakukan hal itu dengan senang hati karena memasak adalah salah satu dari hobinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu hari Eman mengajak Sesil untuk berjalan-jalan di taman kota, yang terletak tidak jauh dari tempat tinggal Sesil. Sambil berjalan Eman banyak bercerita tentang perjalanan hidupnya, asal keluarganya, dan bagaimana kisahnya sampai ditempat ini. Ada beberapa kisah Eman yang membuat Sesil terharu, ada juga beberapa yang membuatnya ragu. Sesil senang mengetahui Eman sekilas tampak bersikap apa adanya dan terkesan tidak mengada-ada. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan tapi pasti Eman mulai menyatakan perasaannya dimulai dari menyatakan kekagumannya, perasaan nyamannya pada Sesil. Dan lebih lanjut Eman juga menyatakan Sesil sebagai sosok yang komplit. Mengetahui itu Sesil hanya bisa tersenyum. Baik Sesil maupun Eman mulai memupuk rasa saling menyayangi diantara mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mulai terbuka satu sama lain, Eman mulai menceritakan perjalanan cintanya menghampiri hati demi hati. Sesil hanya mendengarkannya bercerita dan mulai menggali dan menguji perasaannya terhadap Eman. Eman bercerita tentang asal usul tongkat yang biasa menemaninya selama ini. Ternyata tongkat itu adalah tongkat milik mantan kekasihnya yang sama-sama buta. Selain itu Eman juga menceritakan asal usul topi rajutan yang biasa dipakainya ternyata itu juga hasil karya dari mantan kekasihnya. Tidak itu saja Eman juga dengan bangga menunjukan berbagai kenangannya bersama mantan-mantan kekasihnya terdahulu yang masih tersimpan rapi. Mendengar semuanya Sesil hanya bisa tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesil mengambil kesimpulan bahwa Eman adalah sosok laki-laki yang tidak mampu berdiri sendiri selalu hidup dari bayang-bayang masa lalunya dan setumpuk kenangan dengan mantan-mantannya. Sesil hanya menguji perasaannya dan seberapa tulus rasa sayangnya terhadap Eman. Sesil sangat mengetahui betapa berambisinya Eman untuk dapat hidup normal. Meskipun ada beberapa cara yang ditempuh Eman tidak sesuai dengan prinsip Sesil, namun selalu saja ada permakluman yang membuat Sesil semakin mengasihi Eman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai suatu ketika, saat sedang duduk-duduk santai di depan kios Eman tiba-tida berkata &quot;Ingin sekali menikahimu&quot;. Sesil menimpali &quot;lalu?&quot; Eman berkata lagi &quot;Andaikan bisa melihat pasti menikahimu&quot;, sambil tersenyum. Sesil terdiam sejenak dan suasanapun menjadi hening. Tak ada percakapan lagi selanjutnya mereka kembali ke rumah masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak pembicaraan itu Sesil terus memikirkan perkataan Eman. Setelah memikirkannya beberapa malam, malam terakhir Sesil merinci beberapa kemungkinan dari resiko yang harus dia tanggung atas keputusannya dan menguji dirinya sendiri apakah dia benar-benar sanggup menjalani resiko tersebut. Sesil tidak bertitik berat pada janji Eman yang akan menikahinya saat bisa melihat nanti, namun Sesil menyadari bahwa Eman sangat berambisi memiliki mata yang normal dan dapat melihat. Hal tersebut dapat diketahui dari bagaimana Eman mendapatkan tongkat untuk dapat sedikit membantunya tanpa memikirkan bagaimana kehidupan selanjutnya dari si pemilik tongkat setelah tongkat itu dibawa pergi olehnya. Namun satu hal yang Sesil ketahui adalah betapa besar rasa Sayangnya terhadap Eman dan sangat ingin melihat Eman bahagia saat ambisinya tercapai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesilpun mengambil keputusan untuk mendonorkan matanya kepada Eman. Rasa Sayangnya yang begitu mendalam terhadap Eman itulah mejadi landasannya mengambil sebuah keputusan yang besar dalam hidupnya. Sesil tidak memberitahu keluarganya atas keputusannya itu dan meminta pihak Rumah Sakit untuk merahasiakan identitasnya kelak. Dia hanya memberi tahu seorang temannya yang bersedia menemani mejalankan hidup selanjutnya setelah dia mendonorkan matanya. Ira adalah satu-satunya teman Sesil yang tidak menentang keputusannya dan mau membantunya kelak. Ira hanya bertanya &quot;Bagaimana jika dia meninggalkanmu setelah mengetahui kamu buta?&quot; Sesil hanya tersenyum dan menjawab &quot;itu adalah pilihannya yang menyatakan siapa sebenarnya dia.&quot; Tidak puas Ira lanjut bertanya &quot;Mengapa tidak memberitahu bahwa kamulah yang menjadi donor mata untuknya?&quot; Sesil menjawab &quot;Aku tau siapa dia, dan tidak mau menjadi bayang-bayang dalam perjalanan kisah cintanya dikemudian hari.&quot; Tak sanggup menahan perasaannya Ira langsung memeluk Sesil dan menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sehari setelah menyiapkan segala rencananya bersama Ira, seperti hari-hari biasanya Sesil melayani Eman sarapan pagi, lalu menyampaikan kabar gembira bahwa dia berhasil menemukan donor gratis untuk mata Eman. Setelah mendengarkan penjelasan dari Sesil, mereka menyusun rencana esok akan pergi ke Rumah Sakit untuk memeriksakan mata Eman sekaligus menentukan kapan hari akan melakukan donor mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keesokan harinya sesuai rencana, mereka pun berangkat menuju Rumah Sakit yang sudah diberitahu Sesil di hari sebelumnya. Setelah dilakukan observasi dan beberapa test maka ditetapkan satu minggu berikutnya untuk diadakan operasi donor mata untuk Eman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada hari yang telah ditetapkan Eman menjalani operasi tersebut. Sesil mengantarnya dan minta maaf jika selama proses penyembuhan nanti tidak bisa menemani sebab harus menjaga kiosnya. Dengan gembira Eman berkata &quot;Tidak apa, saat sudah bisa melihat nanti, akan menjemputmu, jangan terlalu khawatir.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebulan kemudian Eman dapat melihat dengan normal sebab operasinya berjalan dengan baik. Eman berusaha menanyakan siapa yang sudah mau menjadi donor mata untuknya, namun pihak Rumah Sakit tidak dapat mengatakannya atas permintaan si pendonor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eman begitu bahagia, diapun segera bergegas menemui Sesil di kiosnya. Betapa terkejutnya Eman saat mengetahui bahwa Sesil tenyata adalah seorang gadis buta. Tidak melanjutkan langkahnya Eman langsung memutar haluan dan pergi meninggalkan Sesil. Sesil yang sudah menduga hal tersebut hanya tersenyum, sesaat setelah mengetahui dari Ira sahabatnya yang membantunya mengurus kios sejak dia buta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah ambisi yang selalu saja membutakan mata hati seseorang sehingga sekalipun dia dapat melihat namun sesungguhnya dia tetaplah seorang yang buta. Ambisi membuat seseorang sulit bahkan tidak mampu mengucapkan terima kasih. Ambisi juga dapat membuat seseorang mengucapkan janji palsu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun kasih yang tulus dapat membuat seseorang melakukan pengorbanan demi kebahagian orang yang dikasihi. Kasih yang tulus bukanlah sesuatu yang murahan jadi jangan pernah sia-siakan pengorbanan seseorang yang dilandaskan dengan kasih yang tulus. Belajarlah menghagai dan belajarlah mengucapkan kata terima kasih karena itu tidak akan menguragi apapun. Sebaliknya kata terima kasih membuat hati kalian penuh rasa syukur dan sukacita. &lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denokcerpen.blogspot.com/feeds/1856951005614955060/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denokcerpen.blogspot.com/2013/07/ambisi-si-buta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4638318509697914334/posts/default/1856951005614955060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4638318509697914334/posts/default/1856951005614955060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denokcerpen.blogspot.com/2013/07/ambisi-si-buta.html' title='Ambisi Si Buta'/><author><name>Denok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07287039355845334268</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixZ70BEOUkWaPU0s1ZLd5Bpcaqn_l-6PsQIUPJQnHDx0f-Q76Y71m7Z8pNtV1jOwBXbybWFh-xskh1utwC8-fxcJBHmdSeJNycY9rZaj9tS--TO-NVkJcvyiFeLPhj1w/s220/Denok+Sketch2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4638318509697914334.post-3704616697944998232</id><published>2013-07-23T02:12:00.000-07:00</published><updated>2014-01-23T01:26:21.572-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerpen"/><title type='text'>Serigala Berbulu Domba</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Suatu hari di kisahkan seekor serigala jantan sedang berkunjung ke suatu tempat. Serigala ini awalnya hanya ingin liburan saja. Sambil berlibur serigala ini melihat-lihat sekeliling daerah yang baru dikunjunginya itu. Serigala merasa sangat senang berada di tempat yang baru ini meskipun tidak berkawan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Saat sedang berjalan-jalan seorang diri serigala melihat ada seekor domba betina yang tengah sibuk mengumpulkan makanan di sebuah hamparan padang rumput yang hijau. Domba ini tampak sedang asik melahap rumput hijau yang ada disekelilingnya tanpa mengetahui jika ada sepasang mata yang sedang mengawasi gerak-geriknya. Serigala merasa agak sedikit aneh karena domba betina ini tampak sendiri tidak seperti kebanyakan domba yang selalu berada bersama dengan kawanannya. Saat itu serigala hanya mengamati domba betina itu saja dan tidak bertindak apapun. Setelah merasa kenyang domba itu pun pergi meninggalkan tempat itu, demikian juga dengan serigala.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Setiba di rumah serigala masih teringat dengan domba betina yang ditemuinya dalam perjalanannya tadi. Serigala berharap keesokan harinya bisa bertemu kembali dengan si domba betina tersebut. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Keesokan harinya pagi-pagi sekali serigala segera bergegas menuju tanah lapang, tempat dia bertemu dengan domba betina yang sudah menawan hatinya itu. Serigala memutar otak kecilnya untuk dapat mendekati domba tersebut tanpa harus mendapat penolakan. Muncullah ide untuk menata bulunya agar tampak menyerupai domba dan memperkenalkan diri sebagai domba yang berasal dari negeri seberang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkat cerita serigalapun berhasil berkawan dengan domba tersebut. Tidak berhenti sampai disana, serigala ingin memiliki domba menjadi kepunyaannya. Dengan berbagai tipu muslihat hasilnya serigala berhasil membawa domba pergi berkunjung ke negerinya yang terletak sangat jauh dari asal domba itu. Dengan lugu domba mengikuti serigala pergi meninggalkan daerah asalnya menuju negeri seberang asal serigala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai di negeri tersebut, domba merasa senang dan kagum dengan daerah baru tersebut. segala sesuatu yang dilihatnya adalah sesuatu yang baru. Namun kekagumannya itu hanya bertahan beberapa saat saja. Hari-hari selanjutnya domba menghabiskan waktunya dengan hari-hari yang membosankan dan penuh dengan kejenuhan. Domba tidak memiliki aktivitas apapun selain dari berjalan-jalan. Domba tak berkawan pemandangan dan rumput hijau banyak terdapat di negeri tersebut tapi sedikit sekali ada kawanan domba, kalo pun ada domba tidak bisa masuk ke kawanan tersebut. Rasa sedih dan tertipu mulai merasuki hati domba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat domba yang semakin hari semakin bersedih serigala mulai membuat sesuatu yang dapat membuat domba merasa nyaman untuk tetap tinggal di daerah itu bersamanya. Serigala mulai membangun sebuah tempat tinggal yang sangat istimewa dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk menunjang semua kebutuhan domba. Serigala bahkan melakukan apapun yang diinginkan domba asal domba mau tetap tinggal bersamanya dan tidak berniat kembali ke negeri asalnya.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat segala sesuatu yang telah dibuat dan dilakukan serigala, domba merasa tidak tega meninggalkan serigala. Seiring berjalannya waktu domba pun mulai menyanyangi serigala tadi, tanpa sadar sebenarnya dia sedang terperdaya oleh serigala. Domba menyakini semua yang dikatakan serigala kepadanya adalah suatu kebenaran termasuk juga bahwa dia adalah domba yang berasal dari negeri yang berbeda sehingga memiliki bentuk fisik yang sedikit berlainan dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekilas mereka tampak hidup bahagia, baik serigala maupun domba. Melihat sikap domba yang mulai mempercayainya, serigala mulai mengajukan beberapa peraturan, pertama serigala mulai melarang domba untuk berhubungan dengan kawanannya di negeri asalnya. selanjutnya serigala tidak memperbolehkan domba untuk pergi keluar rumah sendiri kecuali bersamanya. Semakin hari peraturan serigala semakin bertambah dan menyadarkan domba bahwa serigala bermaksud untuk mengurungnya dalam sebuah rumah dengan segala kemewahan yang diberikan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun suatu kebohongan di tutupi akhirnya kebenaran pasti akan terungkap. Dan saat kebenaran terungkap domba sudah terlanjur jatuh hati, lalu memutuskan untuk tetap hidup bersama dengan serigala, menjaga dan merawatnya seperti yang sudah dilakoni selama ini, sebagai sebuah takdir hidup. Domba selalu berharap bahwa serigala yang bersamanya ini tidak sama dengan serigala lainnya, yang hanya ingin memangsanya suatu saat nanti. Dengan sedikit harapan domba memohon ada belas kasihan dihati serigala untuk tidak menyantapnya dan memperhitungkan semua yang telah dia lakukan untuk serigala selama ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun serigala tetaplah serigala saat perutnya masih terasa kenyang dia akan tidak menyantap domba tapi saat rasa lapar melanda domba harus pasrah dan bersiap menjadi santapan serigala. :)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denokcerpen.blogspot.com/feeds/3704616697944998232/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denokcerpen.blogspot.com/2013/07/serigala-berbulu-domba.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4638318509697914334/posts/default/3704616697944998232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4638318509697914334/posts/default/3704616697944998232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denokcerpen.blogspot.com/2013/07/serigala-berbulu-domba.html' title='Serigala Berbulu Domba'/><author><name>Denok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07287039355845334268</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixZ70BEOUkWaPU0s1ZLd5Bpcaqn_l-6PsQIUPJQnHDx0f-Q76Y71m7Z8pNtV1jOwBXbybWFh-xskh1utwC8-fxcJBHmdSeJNycY9rZaj9tS--TO-NVkJcvyiFeLPhj1w/s220/Denok+Sketch2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4638318509697914334.post-4596201034850493292</id><published>2013-07-21T01:00:00.000-07:00</published><updated>2015-02-03T22:53:48.948-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Denok"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerpen"/><title type='text'>Seorang Pengelana dengan Berjuta Cinta</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDN09q8pm4kgNiADw41pDqJ6F9tYQAQGZGYhc7wHnwF4Ni_4wZhymEoRSxcGgnjTNoh1_dqQOGouzpYqKRNnGo_U4AfLhTLtYrImhZ2zct6f3ekYTEP2qLUbFnoncMhyphenhyphenTzVr5p2_xz10yk/s1600/Sampul+Facebook+Seorang+Pengelana+Dengan+Berjuta+Cinta.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;sampul facebook pengelana, pengelana image, sampul pesbuk pengelana cinta&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDN09q8pm4kgNiADw41pDqJ6F9tYQAQGZGYhc7wHnwF4Ni_4wZhymEoRSxcGgnjTNoh1_dqQOGouzpYqKRNnGo_U4AfLhTLtYrImhZ2zct6f3ekYTEP2qLUbFnoncMhyphenhyphenTzVr5p2_xz10yk/s1600/Sampul+Facebook+Seorang+Pengelana+Dengan+Berjuta+Cinta.jpg&quot; height=&quot;118&quot; title=&quot;Seorang Pengelana dengan Berjuta Cinta&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://denokdesign.blogspot.com/2013/06/seorang-pengelana-dengan-berjuta-cinta.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Seorang Pengelana dengan Berjuta Cinta&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Inilah kisah seorang pengelana yang tak bertujuan jelas hanya mengejar rasa NYAMAN.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berkelana melalui berbagai jalan, menghampiri hati demi hati.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Singgah sesaat untuk segera berlalu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Menores secuplik kenangan dan bekas luka mendalam dalam setiap hati yang ditinggalkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Pandai merangkai kata dan berucap janji untuk mencapai rasa NYAMAN.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Menjalani kelana tanpa tujuan hanya mengejar menjadi seorang dengan berjuta cinta.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Memiliki cita yang besar namun asa yang kecil.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Memiliki ingin yang tinggi namun daya juang yang kerdil.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Semangat berkobar diawal dan semakin padam seturut rasa NYAMAN yang memudar.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setiap langkah yang dilalui serasa tanpa perhitungan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sering menyakiti dan selalu merasa tersakiti.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Nafsu dan keegoisan memenuhi hati dan pikirannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Selalu tak puas dengan apa yang didapat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Membuatnya tak mengerti kata bersyukur dan berterima kasih.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bagai tak punya Rasa, Pengelana ingin berkuasa.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berharap menjadi Raja dan memerintah diatas tahta.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bergelimang harta dan hidup NYAMAN menjadi dambaannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tipu dayapun dilancarkannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Saat siasat busuk tercium.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pengelana segera berlalu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tak berani menanggung resiko dan malu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berkelana ke tempat yang jauh. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sebagai pelarian jika ia sesungguhnya merapuh.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kumis tipis penanda jika ia sungguh lelaki. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Mata bulat menyakinkan kalo dia pemberani.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Namun nyatanya tidaklah demikian.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tak lebih dari seorang banci.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Rupa manis menutupi hati yang begis.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Wajah sedu menutupi laku yang sadis.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Semuanya tak lebih dari mengemis&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Meminta sesuatu yang gratis.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Tanpa bersalah Pengelana terus melangkah.&lt;br /&gt;
Mencari hati yang bisa dijadikan korban berikutnya&lt;br /&gt;
Tak pernah menyesal atas kesalahan yang telah diperbuat.&lt;br /&gt;
Pengelana menjadi semakin bejat. &lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Demikianlah perjalanan sang Pengelana.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tak akan ada akhirnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sampai dia sadar akan hatinya yang selama ini tengah kosong.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Penuh penyesalan dan kesedihan yang mendalam.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Saat usia semakin senja, Pengelana berharap.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ada seorang yang bisa menerima dan mencintainya dengan tulus.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tinggallah kenangan dari masa lalu yang indah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Andai waktu bisa diputar kembali&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Mungkin ini tidak akan terjadi &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Penyesalan mendalam karena tak mampu mengucapkan maaf.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Duka yang tak terperi karena sering beralih.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hidup kelam seorang diri, Pengelanapun bersusah hati.&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denokcerpen.blogspot.com/feeds/4596201034850493292/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denokcerpen.blogspot.com/2013/07/seorang-pengelana-dengan-berjuta-cinta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4638318509697914334/posts/default/4596201034850493292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4638318509697914334/posts/default/4596201034850493292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denokcerpen.blogspot.com/2013/07/seorang-pengelana-dengan-berjuta-cinta.html' title='Seorang Pengelana dengan Berjuta Cinta'/><author><name>Denok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07287039355845334268</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixZ70BEOUkWaPU0s1ZLd5Bpcaqn_l-6PsQIUPJQnHDx0f-Q76Y71m7Z8pNtV1jOwBXbybWFh-xskh1utwC8-fxcJBHmdSeJNycY9rZaj9tS--TO-NVkJcvyiFeLPhj1w/s220/Denok+Sketch2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDN09q8pm4kgNiADw41pDqJ6F9tYQAQGZGYhc7wHnwF4Ni_4wZhymEoRSxcGgnjTNoh1_dqQOGouzpYqKRNnGo_U4AfLhTLtYrImhZ2zct6f3ekYTEP2qLUbFnoncMhyphenhyphenTzVr5p2_xz10yk/s72-c/Sampul+Facebook+Seorang+Pengelana+Dengan+Berjuta+Cinta.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>