<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5513461852761502717</id><updated>2024-08-30T10:52:01.918-07:00</updated><title type='text'>PENA</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://nusa1-chatarina.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5513461852761502717/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nusa1-chatarina.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>CHATARINA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17870738178476407607</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCszNfrIXQLEU-QGDavJJUg2aznr2-J9RIYzS41Dh4gpC1UemNjjj-w7XY1trj1IB8Xttu_TFQeSfd05psAQM_xQxhuWMQHYMO4jIjb3CAWtLzTOeYhKIZHb9VCd9kYgY/s220/531158_3348514251488_441585159_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5513461852761502717.post-5604112081283420669</id><published>2013-03-05T00:15:00.000-08:00</published><updated>2013-03-05T00:15:01.727-08:00</updated><title type='text'>MASUKNYA AGAMA KATOLIK DI INDONESIA</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;b&gt;Umat Katolik Perintis di Indonesia: 645 - 1500&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Agama Katolik untuk pertama kalinya masuk ke Indonesia pada bagian 
pertama abad ketujuh di Sumatera Utara. Fakta ini ditegaskan kembali 
oleh (Alm) Prof. Dr. Sucipto Wirjosuprapto. Untuk mengerti fakta ini 
perlulah penelitian dan rentetan berita dan kesaksian yang tersebar 
dalam jangka waktu dan tempat yang lebih luas. Berita tersebut dapat 
dibaca dalam sejarah kuno karangan seorang ahli sejarah Shaykh Abu Salih
 al-Armini yang menulis buku &quot;Daftar berita-berita tentang Gereja-gereja
 dan pertapaan dari provinsi Mesir dan tanah-tanah di luarnya&quot;. yang 
memuat berita tentang 707 gereja dan 181 pertapaan Serani yang tersebar 
di Mesir, Nubia, Abbessinia, Afrika Barat, Spanyol, Arabia, India dan 
Indonesia. &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Dengan terus dilakukan penyelidikan berita dari Abu Salih al-Armini kita
 dapat mengambil kesimpulan kota Barus yang dahulu disebut Pancur dan 
saat ini terletak di dalam Keuskupan Sibolga di Sumatera Utara adalah 
tempat kediaman umat Katolik tertua di Indonesia. Di Barus juga telah 
berdiri sebuah Gereja dengan nama Gereja Bunda Perawan Murni Maria 
(Gereja Katolik Indonesia seri 1, diterbitkan oleh KWI)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Awal mula: abad ke-14 sampai abad ke-18&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dan selanjutnya abad ke-14 dan ke-15 entah sebagai kelanjutan umat di 
Barus atau bukan ternyata ada kesaksian bahwa abad ke-14 dan ke-15 telah
 ada umat Katolik di Sumatera Selatan.&lt;br /&gt;
Kristen Katolik tiba di Indonesia saat kedatangan bangsa Portugis, yang 
kemudian diikuti bangsa Spanyol yang berdagang rempah-rempah. &lt;br /&gt;
Banyak orang Portugis yang memiliki tujuan untuk menyebarkan agama 
Katolik Roma di Indonesia, dimulai dari kepulauan Maluku pada tahun 
1534. Antara tahun 1546 dan 1547, pelopor misionaris Kristen, Fransiskus
 Xaverius, mengunjungi pulau itu dan membaptiskan beberapa ribu penduduk
 setempat. &lt;br /&gt;
Pada abad ke-16, Portugis dan Spanyol mulai memperluas pengaruhnya di 
Manado &amp;amp; Minahasa, salah satunya adalah menyebarkan agama Kristen 
Katolik namun hal tersebut tidak bertahan lama sejak VOC berhasil 
mengusir Spanyol &amp;amp; Portugis dari Sulawesi Utara. VOC pun mulai 
menguasai Sulawesi Utara, untuk melindungi kedudukannya di Maluku.&lt;br /&gt;
Selama masa VOC, banyak praktisi paham Katolik Roma yang jatuh, dalam 
hal kaitan kebijakan VOC yang mengkritisi agama itu. Yang paling tampak 
adalah di Sulawesi Utara, Flores dan Timor Timur.&lt;br /&gt;
Pada tahun 2006, 3% dari penduduk Indonesia adalah Katolik, lebih kecil 
dibandingkan para penganut Protestan. Mereka kebanyakan tinggal di Papua
 dan Flores.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikySsdSnTtYHg8YnN_kRoC4LOwi2-dlqOVlinYb6jOs-340YSxe43oPOpZDe4TBRkShNjktgnOKlgoqyrsLazx-UXMrjtGGuIMhAGJraMk-rP4MeIVfhILV4sDZCGuvsYIkRuSXd3msGE/s1600/220px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Kerk_in_Nainggolan_TMnr_10016596.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikySsdSnTtYHg8YnN_kRoC4LOwi2-dlqOVlinYb6jOs-340YSxe43oPOpZDe4TBRkShNjktgnOKlgoqyrsLazx-UXMrjtGGuIMhAGJraMk-rP4MeIVfhILV4sDZCGuvsYIkRuSXd3msGE/s1600/220px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Kerk_in_Nainggolan_TMnr_10016596.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Agama_di_Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&amp;nbsp;http://kotabarus.blogspot.com/2011/09/barus-umat-katolik-tertua-di-indonesia.html&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nusa1-chatarina.blogspot.com/feeds/5604112081283420669/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nusa1-chatarina.blogspot.com/2013/03/masuknya-agama-katolik-di-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5513461852761502717/posts/default/5604112081283420669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5513461852761502717/posts/default/5604112081283420669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nusa1-chatarina.blogspot.com/2013/03/masuknya-agama-katolik-di-indonesia.html' title='MASUKNYA AGAMA KATOLIK DI INDONESIA'/><author><name>CHATARINA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17870738178476407607</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCszNfrIXQLEU-QGDavJJUg2aznr2-J9RIYzS41Dh4gpC1UemNjjj-w7XY1trj1IB8Xttu_TFQeSfd05psAQM_xQxhuWMQHYMO4jIjb3CAWtLzTOeYhKIZHb9VCd9kYgY/s220/531158_3348514251488_441585159_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikySsdSnTtYHg8YnN_kRoC4LOwi2-dlqOVlinYb6jOs-340YSxe43oPOpZDe4TBRkShNjktgnOKlgoqyrsLazx-UXMrjtGGuIMhAGJraMk-rP4MeIVfhILV4sDZCGuvsYIkRuSXd3msGE/s72-c/220px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Kerk_in_Nainggolan_TMnr_10016596.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5513461852761502717.post-6073737116207416924</id><published>2011-10-11T21:15:00.001-07:00</published><updated>2011-10-11T21:15:55.403-07:00</updated><title type='text'>Kayu Salib Yesus</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
Pada tahun 326, ibu dari Kaisar Konstantin, yang bernama&amp;nbsp; St. Helena 
(80 
thn) melakukan perjalanan ke Yerusalem untuk membersihkan daerah kubur 
Yesus. Ia 
menerima wahyu bahwa ia akan menemukan kubur Yesus, dan Salib-Nya. Tugas
 ini 
dilakukan dengan bantuan dari St. Macarius, uskup di kota itu. 
Orang-orang 
Yahudi menyembunyikan Salib &lt;span class=&quot;searchterm2&quot;&gt;Yesus&lt;/span&gt; di 
semacam 
sumur dan ditimbuni oleh batu-batu, agar para beriman tak dapat 
menghormati 
Salib itu. Hanya sedikit orang Yahudi yang mengetahui tempat Salib itu 
dikuburkan, salah satunya bernama, Yudas, yang didorong oleh inspirasi 
ilahi, 
menunjukkan kepada para penggali letak dari &lt;span class=&quot;searchterm1&quot;&gt;Salib&lt;/span&gt;
 
itu. Yudas ini kemudian menjadi seorang Santo, dengan nama Cyriacus.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

Dalam penggalian terdapat tiga salib yang ditemukan. Menurut salah 
satu 
tradisi, untuk menentukan yang mana dari salib itu adalah Salib Tuhan &lt;span class=&quot;searchterm2&quot;&gt;Yesus&lt;/span&gt;, maka konon St. Macarius memerintahkan
 ketiga 
salib itu untuk dibawa ke sisi tempat tidur seorang perempuan yang sakit
 parah 
dan hampir meninggal. Persentuhan dengan kedua salib itu,&amp;nbsp; tidak 
memberikan 
akibat apapun kepada perempuan itu, sedangkan persentuhan dengan salib 
yang 
ketiga di mana diyakini sebagai Salib Kristus, mengakibatkan perempuan 
tersebut 
langsung sembuh. St. Helena-pun mengenali salib yang ketiga ini sebagai 
Salib 
Kristus melalui mukjizat: yaitu dengan menyentuhkan Salib Kristus ini 
dengan 
seorang pria yang telah wafat, dan ia dapat hidup kembali. Hal ini 
dituliskan 
dalam surat St. Paulinus kepada Severus, tertulis dalam Breviary di 
Paris. Namun 
demikian, menurut tradisi St. Ambrose, Salib Kristus dikenali di antara 
tiga 
&lt;span class=&quot;searchterm1&quot;&gt;salib&lt;/span&gt; itu, sebab terdapat naskah yang 
masih 
terpaku disana (yang bertuliskan INRI tersebut).&lt;br /&gt;

Setelah penemuan ini, maka St. Helena dan Konstantin membangun sebuah
 
basilika yang megah di Kubur &lt;span class=&quot;searchterm2&quot;&gt;Yesus&lt;/span&gt; yang
 Kudus 
(&lt;em&gt;Holy Sepulchre&lt;/em&gt;). Tepat di tempat ditemukannya Salib itu, 
dibangun 
sebuah atrium basilika. Sebuah bagian dari &lt;span class=&quot;searchterm1&quot;&gt;Salib&lt;/span&gt;
 
Kristus ini tetap berada di Yerusalem, yang diselubungi relikwiari dari 
perak; 
sedangkan bagian lainnya, dengan paku-pakunya dikirim kembali ke Kaisar 
Konstantin, dan bagian inilah yang kemudian diletakkan di dalam patung 
Konstantin yang berada di Konstantinopel. Paku-paku yang lain kemudian 
disimpan 
di ketedral Monza.&lt;br /&gt;

Referensi tertulis yang paling awal tentang Salib ini diperoleh dari 
St. 
Cyril dari Yerusalem dalam tulisannya “Catecheses” (P.G., XXXIII, 468, 
686, 776) 
yang ditulis tahun 348, sekitar 20 tahun setelah Salib ini ditemukan 
oleh St. 
Helena. Salib ini kemudian sempat dibawa lari oleh Raja Persia, Chosroes
 
(Khusrau), yang dikalahkan oleh Raja Heraclius II. Kemudian &lt;span class=&quot;searchterm1&quot;&gt;Salib&lt;/span&gt; ini dibawa dalam kemenangan ke 
Konstantinopel dan 
pada tahun 629 ke Yerusalem. Namun kemudian, Heraclius dikalahkan oleh 
kaum 
muslim dan tahun 647 Yerusalem ditaklukkan oleh mereka.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

Pada tgl 14 September 1241, St. Louis dari Perancis membawa fragment 
dari 
Salib Suci ini yang diterimanya dari Templars. Fragmen ini lolos dari 
penghancuran di jaman revolusi dan masih disimpan di Paris. Terdapat 
juga bagian 
Salib yang lain berserta dua buah paku, yang diberikan oleh Ratu Anna 
Gonzaga 
kepada biaraSaint-Germain-des-Prés. Segera setelah ditemukannya &lt;span class=&quot;searchterm1&quot;&gt;Salib&lt;/span&gt; &lt;span class=&quot;searchterm2&quot;&gt;Yesus&lt;/span&gt; 
ini, maka 
kayunya dipotong-potong menjadi relikwi dan disebarkan ke seluruh dunia.
 Hal ini 
kita ketahui dari tulisan-tulisan dari St. Ambrosius, St. Paulinus Nola,
 
Sulpicius Severus, Rufinus, dst. Banyak bagian disimpan di Santa Croce 
di 
Gerusalemme, Roma, dan di Notre Dame, Paris (cf. &lt;a href=&quot;http://www.newadvent.org/cathen/13117b.htm&quot;&gt;Rohault de Fleury&lt;/a&gt;,
 
“Mémoire”, 45-163; Gosselin, Notice historique sur la Sainte Couronne et
 les 
autres Instruments de la Passion de Note-Dame de Paris”, Paris, 1828; 
Sauvage, 
“Documents sur les reliques de la, Vrai Croix“, Rouen, 1893).&lt;br /&gt;

Penyebaran bagian-bagian dari kayu Salib Yesus ini menyebabkan 
dibuatnya 
sejumlah besar salib-salib, sejak dari abad ke-4 dan seterusnya, dan 
banyak di 
antaranya masih ada sampai sekarang. Sejak abad awal inilah maka dimulai
 devosi 
untuk menghormati salib pada hari Jumat Agung, yang dimaksudkan bukan 
untuk 
menghormati kayu salib, tetapi untuk menghormati &lt;span class=&quot;searchterm2&quot;&gt;Yesus&lt;/span&gt; yang pernah tergantung di kayu &lt;span class=&quot;searchterm1&quot;&gt;salib&lt;/span&gt; itu.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

Baru-baru ini dibuka perbendaharaan di Sancta Sanctorum dekat 
Lateran, dimana 
disimpan benda-benda yang berkaitan dengan kayu Salib Suci, yang 
memberikan 
pengetahuan tentang salib-salib yang mengandung partikel kayu Salib &lt;span class=&quot;searchterm2&quot;&gt;Yesus&lt;/span&gt; itu, dan gereja-gereja yang dibangun 
di abad ke-5 
dan 6 untuk menghormatinya. Benda yang terkenal yang ditemukan adalah 
salib 
votive dari abad ke 5, yang padanya terpasang batu-batu permata,kotak 
kayu 
berbentuk salib dengan penutup geser yang bertuliskan, “terang dan 
hidup” dan 
salib yang diberi ornamen enamel cloisonnes . Salib votive adalah benda 
yang 
paling penting sebab ini berasal pada masa yang sama dengan salib di 
jaman 
Justin II yang disimpan di basilika St. Petrus, yang mengandung relikwi 
dari 
Salib Suci yang dipasang di batu permata. Ini diyakini sebagai &lt;span class=&quot;searchterm1&quot;&gt;salib&lt;/span&gt; yang tertua dalam bentuk logam berharga
 (De Waal 
in “Römische Quartalschrift”, VII, 1893, 245 sq.; Molinier, “Hist. 
générale des 
arts; L’orfèvrerie religieuse et civile”, Paris, 1901, vol. IV, pt. I, 
p. 
37).&lt;br /&gt;

Salib ini yang mengandung relikwi &lt;span class=&quot;searchterm1&quot;&gt;Salib&lt;/span&gt;
 Suci 
pertama kali ditemukan oleh Paus Sergius I (687-701) di sakristi 
basilika St. 
Petrus (cf. Duchesne, Lib. Pont., I, 347, s.v. Sergius) yang disimpan di
 kotak 
perak yang terkunci.&lt;br /&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nusa1-chatarina.blogspot.com/feeds/6073737116207416924/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nusa1-chatarina.blogspot.com/2011/10/kayu-salib-yesus.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5513461852761502717/posts/default/6073737116207416924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5513461852761502717/posts/default/6073737116207416924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nusa1-chatarina.blogspot.com/2011/10/kayu-salib-yesus.html' title='Kayu Salib Yesus'/><author><name>CHATARINA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17870738178476407607</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCszNfrIXQLEU-QGDavJJUg2aznr2-J9RIYzS41Dh4gpC1UemNjjj-w7XY1trj1IB8Xttu_TFQeSfd05psAQM_xQxhuWMQHYMO4jIjb3CAWtLzTOeYhKIZHb9VCd9kYgY/s220/531158_3348514251488_441585159_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5513461852761502717.post-1696287104911921200</id><published>2011-10-11T21:14:00.000-07:00</published><updated>2011-10-11T21:14:03.160-07:00</updated><title type='text'>Salam Maria (Bahasa Jawa)</title><content type='html'>&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 12px; line-height: 19px;&quot;&gt;Sembah bekti kawula, Dèwi Maria, kekasihing Allah.&lt;br /&gt;Pangéran nunggil ing panjenengan dalem.&lt;br /&gt;Sami-sami wanita Sang Dèwi pinuji piyambak,&lt;br /&gt;saha pinuji ugi wohing salira Dalem, Sri Yésus.&lt;br /&gt;Dèwi Maria, Ibuning Allah, kawula tiyang dosa sami nyuwun pangèstu dalem,&lt;br /&gt;samangké tuwin bénjing dumugining pejah.&lt;br /&gt;Amin.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nusa1-chatarina.blogspot.com/feeds/1696287104911921200/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nusa1-chatarina.blogspot.com/2011/10/salam-maria-bahasa-jawa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5513461852761502717/posts/default/1696287104911921200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5513461852761502717/posts/default/1696287104911921200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nusa1-chatarina.blogspot.com/2011/10/salam-maria-bahasa-jawa.html' title='Salam Maria (Bahasa Jawa)'/><author><name>CHATARINA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17870738178476407607</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCszNfrIXQLEU-QGDavJJUg2aznr2-J9RIYzS41Dh4gpC1UemNjjj-w7XY1trj1IB8Xttu_TFQeSfd05psAQM_xQxhuWMQHYMO4jIjb3CAWtLzTOeYhKIZHb9VCd9kYgY/s220/531158_3348514251488_441585159_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5513461852761502717.post-4149425318291049892</id><published>2011-10-11T21:11:00.000-07:00</published><updated>2011-10-11T21:11:46.423-07:00</updated><title type='text'>Bapa Kami Bahasa Jawa</title><content type='html'>&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 12px; line-height: 19px;&quot;&gt;Kanjeng Rama ing swarga&lt;br /&gt;mugi asma Dalem kaluhurna&lt;br /&gt;kraton Dalem kawiyarna&lt;br /&gt;ing donya inggih kalampahana&lt;br /&gt;karsa Dalem kados ing swargi&lt;br /&gt;abdi dalem sami nyadhong paring Dalem rejeki ing sapunika&lt;br /&gt;sakathahing lepat nyuwun pangapunten Dalem&lt;br /&gt;déné kawula inggih ngapunten dhateng sesami&lt;br /&gt;abdi dalem nyuwun lepat saking panggodha&lt;br /&gt;saha tinebihna saking piawon&lt;br /&gt;Amin.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 12px; line-height: 19px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 12px; line-height: 19px;&quot;&gt;Versi Lain :&lt;br /&gt;Rama kawula ing swarga&lt;br /&gt;Asma Dalem kaluhurna&lt;br /&gt;Karaton Dalem mugi rawuha&lt;br /&gt;Karsa Dalem kalampahana&lt;br /&gt;wonten ing donya kados ing swarga&lt;br /&gt;kawula nyuwun rejeki kangge sapunika&lt;br /&gt;sakathahing lepat nyuwun pangapunten dalem&lt;br /&gt;kados dene anggen kawula ugi ngapunten dhateng sesami&lt;br /&gt;kawula nyuwun tinebihna saking panggodha&lt;br /&gt;saha linuwarna saking piawon&lt;br /&gt;Amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 12px; line-height: 19px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 12px; line-height: 19px;&quot;&gt;Referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Doa_Bapa_Kami_dalam_berbagai_bahasa#Bahasa_Jawa&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nusa1-chatarina.blogspot.com/feeds/4149425318291049892/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nusa1-chatarina.blogspot.com/2011/10/bapa-kami-bahasa-jawa.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5513461852761502717/posts/default/4149425318291049892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5513461852761502717/posts/default/4149425318291049892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nusa1-chatarina.blogspot.com/2011/10/bapa-kami-bahasa-jawa.html' title='Bapa Kami Bahasa Jawa'/><author><name>CHATARINA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17870738178476407607</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCszNfrIXQLEU-QGDavJJUg2aznr2-J9RIYzS41Dh4gpC1UemNjjj-w7XY1trj1IB8Xttu_TFQeSfd05psAQM_xQxhuWMQHYMO4jIjb3CAWtLzTOeYhKIZHb9VCd9kYgY/s220/531158_3348514251488_441585159_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>