<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;DUcHQ3c-eCp7ImA9WhVUF0g.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-643697286673093681</id><updated>2012-05-23T14:10:32.950+07:00</updated><category term="Puisi" /><category term="Activities" /><category term="Reflection" /><category term="Sejarah" /><category term="wisata" /><category term="Research" /><category term="bedah film" /><category term="My Notes" /><category term="Karaeng Galesong" /><category term="Article" /><category term="urusan kuliah" /><category term="ikami sulsel" /><category term="Uncategorized" /><category term="kabar" /><category term="Popular" /><category term="Religion" /><title>Alternative Road</title><subtitle type="html">Everyone is Meant to Make a Difference</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://chengxplore.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://chengxplore.blogspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>Cheng Prudjung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03932155262964597384</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_7Y4frbrIS4A/S1VOeDG9uUI/AAAAAAAAAYY/zliayXfpJds/S220/mash+muda+dl.jpg" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>163</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/ChengXplore" /><feedburner:info uri="chengxplore" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><link rel="license" type="text/html" href="http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/" /><logo>http://creativecommons.org/images/public/somerights20.gif</logo><feedburner:emailServiceId>ChengXplore</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><entry gd:etag="W/&quot;CkIEQnk-fip7ImA9WhVVFEg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-643697286673093681.post-8953494359037311578</id><published>2012-05-08T11:15:00.000+07:00</published><updated>2012-05-08T11:15:03.756+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-05-08T11:15:03.756+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="urusan kuliah" /><title>Rekrutmen Anggota Partai Politik (.ppt)</title><content type="html">Ijinkanlah saya, sebagai owner blog ini membagikan presentasi berjudul &lt;b&gt;Rekrutmen Anggota Partai Politik&lt;/b&gt;. Presentasi ini merupakan tugas kuliah Sistem Politik Indonesia, dirangkum dari beberapa sumber. Silahkan dimanfaatkan sebaik mungkin, &lt;i&gt;toh&lt;/i&gt; file ini diupload untuk kepentingan referensial saja. Dalam &lt;i&gt;powerpoint&lt;/i&gt; ini disampaikan bagaimana perekrutan politik yang dilakukan oleh partai-partai di Indonesia secara umum. Semoga bermanfaat, khusuusnya bagi mereka yang ingin bergabung ke sebuah partai politik dengan jalan formal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Rekrutmen Anggota Partai Politik&lt;/b&gt;

&lt;iframe height="480" src="https://docs.google.com/viewer?authuser=0&amp;amp;srcid=0Bwjx8vmvR-LnQ1Ewai1xOU5peTA&amp;amp;pid=explorer&amp;amp;a=v&amp;amp;chrome=false&amp;amp;embedded=true" width="540"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kunjungi juga;
www.kalsumedia.co.nr&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/643697286673093681-8953494359037311578?l=chengxplore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/STMUfd50CJOHFSMHJXm9E7aVVYw/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/STMUfd50CJOHFSMHJXm9E7aVVYw/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/STMUfd50CJOHFSMHJXm9E7aVVYw/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/STMUfd50CJOHFSMHJXm9E7aVVYw/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ChengXplore/~4/SUPq2dTluQo" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://chengxplore.blogspot.com/feeds/8953494359037311578/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://chengxplore.blogspot.com/2012/05/rekrutmen-anggota-partai-politik-ppt.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/8953494359037311578?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/8953494359037311578?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ChengXplore/~3/SUPq2dTluQo/rekrutmen-anggota-partai-politik-ppt.html" title="Rekrutmen Anggota Partai Politik (.ppt)" /><author><name>Cheng Prudjung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03932155262964597384</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_7Y4frbrIS4A/S1VOeDG9uUI/AAAAAAAAAYY/zliayXfpJds/S220/mash+muda+dl.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://chengxplore.blogspot.com/2012/05/rekrutmen-anggota-partai-politik-ppt.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A08BSHk5cSp7ImA9WhVVFEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-643697286673093681.post-7509961119333874267</id><published>2012-05-02T20:03:00.002+07:00</published><updated>2012-05-08T11:04:19.729+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-05-08T11:04:19.729+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="My Notes" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="urusan kuliah" /><title>Tempat Prostitusi dan Masjid itu Berdekatan; Kamu Kemana?</title><content type="html">Refleksi perkuliahan &lt;b&gt;Komunikasi Strategi Dakwah. Tempat Prostitusi dan Masjid Berdekatan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sore ini, seperti biasa, jadwal perkuliahan Komunikasi Strategi Dakwah bersama pak Jamroji. Saya sebenarnya kurang bersemangat dengan mata kuliah ini, nyatanya di beberapa pertemuan sebelumnya, 30 menit pertama kuhabiskan dengan tidur, melepaskan lelah mengikuti kuliah sejak jam 9.30 hingga 14.30. Untungnya hari ini konsentrasiku pada perkuliahan cukup baik, walaupun sejam sebelum masuk ke dalam ruangan yang sangat tidak inspiratif itu, kantuk telah menderaku. Bukan karenaurusan tempat prostitusi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah apa yang jadi pokok bahasan pada perkuliahan hari ini, saya tidak memperhatikan betul. Hanya gambar-gambar yang tampil di slide yang kuingat hingga kini, ada gambar Sinta dan Jojo, Norman Kamaru (mantan Briptu), Ariel dan Luna Maya dan seorang anggota DPR yang sedang mengintip gadjetnya, semuanya merupakan gambar &lt;i&gt;screenshot&lt;/i&gt; dari situs youtube. Sang dosen mungkin ingin meunjukkan betapa media internet merupakan media yang berperan besar dalam mempopularitaskan seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dakwah tentu saja perlu popularitas!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti biasa, pada perkuliahan ini, saya asik mendengarkan ocehaan sang dosen, telingaku terjaga untuk mencari kata kunci dari ribuan kata yang digunakan untuk memahamkan ide sang komunikator kepada audiensnya. Tak sengaja, terlintas di benakku sebuah statemen yang menjadi judul catatan ini: &lt;b&gt;Tempat Prostitusi dan Masjid itu Berdekatan&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-9yXj23IDdj4/T6EwUPsIyBI/AAAAAAAAA8E/VeVoORkvBec/s1600/berinternet.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="298" src="http://1.bp.blogspot.com/-9yXj23IDdj4/T6EwUPsIyBI/AAAAAAAAA8E/VeVoORkvBec/s320/berinternet.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Anda percaya? terserah! cuma saya merasa bahwa tempat prostitusi dan tempat beribadah itu berdekatan, teman-teman mungkin belum pernah bertemu masjid yang kenyataannya seperti ini, atau tempat/lokasi prostitusi yang bersebelahan dengan masjid. Malah tak ada pagar diantaranya, hanya tembok bangunan itu mungkin atau hanya persepsi kitalah yang memisahkannya, saking dekatnya; menjadikan masjid sebagai tempat prostitusi dan sebaliknya pun bisa. &lt;i&gt;Alamakkkkk&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya sendiri belum pernah menyaksikan kenyataan yang begitu. Tapi jika kita sedikit saja ingin memikirkan, maka di suatu dunia, kenyataan itu ada. Dunia mana yang saya maksud? tentu saja dunia maya, belantara internet, realitas virtual atau bagaimanalah khalayak menyebut medium ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, apa yang mendasari statemen saya ini? walaupun awalnya hanya terlintas begitu saja, namun setelah dihubung-hubungkan dengan beberapa rasionalisasi dengan acuan teori, sepertinya betul juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kondisinya begini, pernahkah teman-teman membuka google tanpa niat atau sengaja mencari suatu kata kunci (&lt;i&gt;keyword&lt;/i&gt;) di mesin pencari tersebut? atau jika memanfaatkan google dengan sengaja, apa yang memotifasi? jawabannya tentu saja mencari situs dengan konten yang dibutuhkan. Disini, kita berperan sebagai khalayak, komunikan, konsumen yang memanfaatkan konten-konten yang tersedia di internet untuk kepentingan kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain, ada orang atau kelompok yang berperan sebagai komunikator yang fokus pada kegiatan dakwah, internet dimanfaatkan sebagai medium komunikasi, beragam situs siap dikunjungi, konten-konten dakwah pun sangat banyak tentunya. Namun, sebagai komunikan yang ingin kegiatan dakwahnya sukses, cukupkah membuat situs dan mengisinya dengan konten-konten dakwah? mendapatkan peringkat tertinggi di google untuk kata kunci yang diinginkan?. Jawaban saya tidak!!!.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang konsumen yang tidak memiliki motivasi mengunjungi situs berkonten dakwah sangat sulit untuk berkunjung atau tersesat di situs dakwah. Hal ini dipengaruhi oleh kebebasan memilih dan kesadarannya dalam mengkonsumsi media, sebagaimana &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.chengxplore.blogspot.com/2012/05/teori-uses-and-gratification-asumsi-dan.html"&gt;teori &lt;i&gt;Uses and Gratification&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; yang dipopulerkan oleh Blumler and Katz.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Olehnya itu saya menganggap bahwa &lt;b&gt;tempat prostitusi dan masjid&lt;/b&gt; sebenarnya berdekatan (di dunia internet), bahkan saling bersebelahan, yang memisahkan hanyalah motivasi konsumen atau pengguna media saja. Para audiens (konsumen kontent media online) bebas memilih, apakah ia akan mengunjungi &lt;b&gt;tempat prostitusi&lt;/b&gt; dengan kata kunci tertentu atau ke masjid. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah cerita, sebenarnya pengalaman pribadi. Pada suatu kala, seorang meminta kepada saya &lt;i&gt;link download&lt;/i&gt; sebuah ebook bertema islami, lalu saya berikan, dia komplain kepada saya. Pasalnya sederhana, situs web dimana ebook tersebut ku&lt;i&gt;hosting&lt;/i&gt; menampilkan iklan dengan gambar seorang wanita seksi untuk menarik perhatian pengunjung. Dia berkomentar; kok ebook-nya disimpan di situs yang "begituan". Sempat kujelaskan bahwa gambar yang tampil tersebut adalah iklan yang ditampilkan secara acak, menggunakan sistem generator, namun sayangnya dia tidak mau mengerti. Dikiranya situs tersebut berbau "&lt;b&gt;prostitusi&lt;/b&gt;". &lt;i&gt;hohohoho&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengalaman ini boleh jadi dasar bahwa situs dakwah dan situs beraroma maksiat tanpa kita sadari sebenarnya bersebelahan, kondisi inilah yang kemudian kuistilahkan tempat prostitusi dan masjid. Hanya persoalan popularitas dan kemudahan akses untuk menggapainya saja yang membedakan. Semakin populer dan semakin mudah kata kunci sebuah situs, maka semakin mudah pula seorang &lt;i&gt;netter&lt;/i&gt; menemukan situs tersebut, belum lagi&amp;nbsp; jika kita mengembangkan jaringan, dimana alamat &lt;i&gt;url&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;link&lt;/i&gt;) situs tertentu tersebar, baik melalui iklan maupun metode lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, jika anda berada di persimpangan jalan, sebenarnya cukup lorong kecil, dimana 1 langkah menentukan tujuan anda. Misalnya kiri adalah &lt;b&gt;tempat prostitusi&lt;/b&gt; (kemaksiatan) dan kanan adalah dakwah, mana yang anda pilih?. Hal tersebut sama saja ketika situs google telah terbuka di layar &lt;i&gt;personal computer &lt;/i&gt;kita, malah ketika koneksi internet tersambung, kita selalu berhadapan dengan persimpangan demi persimpangan, mau kemana anda?.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kunjungi juga;
www.kalsumedia.co.nr&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/643697286673093681-7509961119333874267?l=chengxplore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ha6mvPx125WMtguxxAjQtWSGA6A/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ha6mvPx125WMtguxxAjQtWSGA6A/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ha6mvPx125WMtguxxAjQtWSGA6A/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ha6mvPx125WMtguxxAjQtWSGA6A/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ChengXplore/~4/ugH0DZaFbyU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://chengxplore.blogspot.com/feeds/7509961119333874267/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://chengxplore.blogspot.com/2012/05/tempat-prostitusi-dan-masjid-itu.html#comment-form" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/7509961119333874267?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/7509961119333874267?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ChengXplore/~3/ugH0DZaFbyU/tempat-prostitusi-dan-masjid-itu.html" title="Tempat Prostitusi dan Masjid itu Berdekatan; Kamu Kemana?" /><author><name>Cheng Prudjung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03932155262964597384</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_7Y4frbrIS4A/S1VOeDG9uUI/AAAAAAAAAYY/zliayXfpJds/S220/mash+muda+dl.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-9yXj23IDdj4/T6EwUPsIyBI/AAAAAAAAA8E/VeVoORkvBec/s72-c/berinternet.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://chengxplore.blogspot.com/2012/05/tempat-prostitusi-dan-masjid-itu.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEMCQ385eCp7ImA9WhVWGUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-643697286673093681.post-337615339046083333</id><published>2012-04-29T19:40:00.000+07:00</published><updated>2012-05-02T19:41:02.120+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-05-02T19:41:02.120+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="urusan kuliah" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah" /><title>Teori Uses and Gratification; Asumsi dan Sejarahnya</title><content type="html">&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-88YBbulK2K0/T6ErAh2K64I/AAAAAAAAA74/J17LiW8qaoM/s1600/siklus+teori+uses+and+gratification+copy.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-88YBbulK2K0/T6ErAh2K64I/AAAAAAAAA74/J17LiW8qaoM/s320/siklus+teori+uses+and+gratification+copy.jpg" width="263" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;sumber: communicationsinsider.weebly.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Dalam kajian komunikasi massa, teori mutakhir yang banyak digunakan untuk menjelaskan perilaku khalayak atas pilihan dan kepuasan dalam konsumsi media adalah teori &lt;i&gt;Uses and Gratification&lt;/i&gt;. Teori ini membahas khalayak yang asumsikan sebagai sebuah perilaku aktif dimana dia dengan sadar memilih dan mengkonsumsi media tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
McLeod dan Backer (dalam Baran dan Davis, 2000) menyebutkan bahwa seseorang berdasarkan ketertarikan masing-masing akan memilih media mana yang akan dikonsumsinya dan mendapatkan timbal balik berupa pemenuhan kebutuhan yang diinginkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada awalnya menurut Blumler (dalam Pedersen &amp;amp; Ling, 2003:11), teori u&lt;i&gt;ses and gratifications&lt;/i&gt; ini ditujukan untuk penelitian media yang berbasis kepada media dan komunikasi massa. Akan tetapi seiring dengan perkembangan teknologi dan kegiatan berkomunikasi, teori digunakan untuk meneliti penggunaan &lt;b&gt;internet&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Uses and Gratification Theory&lt;/i&gt;; dari Tradisionalisme ke Modernisasi Media &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam kasus perkembangan media tradisional ke media baru. &lt;i&gt;Uses and gratifications&lt;/i&gt; sangat penting posisinya untuk memetakan kecenderungan media baru yang menjadi suplemen atau bahkan menggantikan posisi media tradisional di dalam masyarakat (Baran &amp;amp; Davis, 2009:238).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada dasarnya, &lt;i&gt;uses and gratifications&lt;/i&gt; selalu membawa pendekatan 
mutakhir teori pada tahap awal setiap media komunikasi massa baru (Baran
 &amp;amp; Davis, 2009:237). Thomas Ruggiero (2000, dalam Baran &amp;amp; Davis,
 2009:237-238) merumuskan 3 karakteristik dari komunikasi berbasis 
komputer (&lt;b&gt;internet&lt;/b&gt;) yang harus diteliti oleh peneliti &lt;i&gt;uses and gratifications&lt;/i&gt;, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;1) Interactivity&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Bermakna
 suatu kondisi dimana individu dalam setiap proses komunikasi memiliki 
kontrol dan dapat mengubahperan dalam proses tersebut (komunikator – 
komunikan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;2) Demassification&lt;/i&gt;Adalah peluang dari 
individu pengguna media untuk memilih dari menu yang amat 
luas/bervariasi. Tidak seperti media tradisional lainnya, &lt;b&gt;internet&lt;/b&gt; dalam
 hal ini mengijinkan tiap penggunanya untuk menyesuaikan pesan sesuai 
dengan kebutuhan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;3) Asynchroneity&lt;/i&gt;Bermakna bahwa 
pesan yang dibawa oleh media &lt;b&gt;internet&lt;/b&gt; dapat menghubungkan komunikator 
dan komunikan pada waktu yang berbeda, namun mereka tetap dapat 
berinteraksi secara nyaman. Seorang individu dapat mengirim, menerima 
dan menyimpan sebuah pesan sekehendaknya. Untuk media televisi, 
asynchroneity bermakna individu dapat menyimpan sebuah tayangan televisi
 untuk kemudian ditontonnya kembali pada waktu yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Asumsi Teori&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ada beberapa asumsi yang mendasari teori ini, anatara lain adalah ;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Khalayak merupakan sekelompok konsumen aktif yang secara sadar menggunakan media sehubungan dengan pemenuhan kebutuhan personal maupun kebutuhan sosial yang diubah menjadi motif-motif tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.  Pemilihan media dan isinya merupakan sebuah tindakan yang beralasan serta memiliki tujuan dan kepuasan tertentu sesuai dengan inisiatif khalayak (bebas).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Seluruh  faktor yang ada pada formasi khalayak aktif seperti motif, gratifikasi yang diharapkan dan gratifikasi yang diterima secara prinsip dapat diukur karena khalayak memiliki kesadara diri yang memadai mengenai penggunaan media, kepentingan dan motivasinya sehingga dapat menjadi bukti bagi peneliti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Media massa bersaing dengan sumber-sumber lain untuk dapat memenuhi kebutuhan audiens.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai makhluk sosial, motif manusia terbentuk dari lingkungan sosialnya. Lingkungan sosial ini antara lain terdiri dari karakteristik demografis, kelompok-kelompok sosial yang diikuti dan karakteristik personal seseorang. Littlejohn (2002) menjelaskan bahwa dalam perspektif &lt;i&gt;uses and gratifications&lt;/i&gt;, khalayak yang dengan sadar memiliki kebutuhan-kebutuhan tertentu berusaha memenuhi kebutuhannya dengan menggunakan media atau dengan cara lain. Selain sadar dengan kebutuhan-kebutuhannya, khalayak pun dapat menyadari apakah cara yang digunakan untuk memenuhi motif-motif ini bisa memuaskannya atau tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun proses internal yang dialami oleh seorang khalayak dalam mencari gratifikasi (kepuasan) dari media adalah sebagai berikut (Kim &amp;amp; Rubin, 1997 dalam Miller, 2002:244-245): &lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, seorang khalayak akan melakukan proses seleksi (&lt;i&gt;selectivity&lt;/i&gt;). Gratifikasi yang diinginkannya akan disesuaikan dengan media yang akan digunakannya. Seseorang yang ingin beristirahat setelah capek bekerja seharian, tentu akan memilih mendengarkan musik-video ketimbang melihat dialog/debat di televisi. &lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;,  selanjutnya yang dilakukan adalah proses memperhatikan (&lt;i&gt;attention&lt;/i&gt;). Pada proses ini, individu khalayak akan mengalokasikan usaha kognitifnya untuk mengkonsumsi media. Seseorang yang pelatih sepakbola tentu akan lebih teliti dalam membaca tabloid Bola, ketimbang seseorang yang sekedar membaca untuk mengisi waktu luang. Ketiga, proses terakhir adalah proses keterlibatan (&lt;i&gt;involvement&lt;/i&gt;). Pada proses ini seorang khalayak akan terlibat lebih dalam secara personal dengan media tersebut, bahkan juga memiliki “hubungan spesial” dengan karakter media tersebut. Proses ini seringkali juga disebut sebagai “&lt;i&gt;para-social interaction&lt;/i&gt;”. Misalnya, para penonton sepakbola level maniak, biasanya akan mampu merasakan ketegangan meski hanya menonton dari layar televisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-GQxY4sPeAgc/T6EpqIWId9I/AAAAAAAAA7w/s_shUQWT2Qk/s1600/uses+and+gratifications+theory.gif" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-GQxY4sPeAgc/T6EpqIWId9I/AAAAAAAAA7w/s_shUQWT2Qk/s320/uses+and+gratifications+theory.gif" width="314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Audiens yang bebas memilih.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b&gt;Sejarah Teori &lt;i&gt;Uses and Gratification&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Penelitian tentang teori &lt;i&gt;uses and gratifications&lt;/i&gt; sebetulnya sudah dimulai sejak tahun 1940an ketika para peneliti tertarik untuk mengetahui mengapa audiens memiliki pola penggunaan media yang berbeda-beda (Wimmer dan Dominick, 1987).  Penelitian tentang &lt;i&gt;uses and gratifications&lt;/i&gt; di awal hanya berupa penelitian deskriptif yang berusaha untuk mengklasifikasikan respons khalayak terhadap penggunaan media ke dalam beberapa ketegori (Berelson, Lazarsfeld, &amp;amp; McPhee, 1954; Katz &amp;amp; Lazarsfeld, 1955; Lazarsfeld, Berelson, &amp;amp; Gaudet, 1948; Merton, 1949 dalam Ruggerio, 2000).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kritik yang disampaikan oleh Elliott (1974), Swanson (1977), serta Lometti, Reeves, and Bybee (1977) yang mengungkit bahwa teori &lt;i&gt;uses and gratifications&lt;/i&gt; ini memiliki empat masalah konseptual yakni ketidakjelasan kerangka konseptual, konsep mayor yang kurang tepat, penjelasan teori pendukung yang membingungkan dan kegagalan dalam memperhitungkan persepsi audiens terhadap konten media (Ruggerio, 2000:4). Beberapa contoh penelitian dari periode ini antara lain penelitian Rosengreen (1974) yang menyatakan bahwan beberapa kebutuhan dasar beinteraksi dengan karakteristik personal dan lingkungan sosial seseorang akan menghasilkan beberapa permasalahan dan beberapa solusi. Masalah dan solusi yang ditimbulkan ini merupakan bagian dari perbedaan motif untuk pencarian gratifikasi yang muncul dari penggunaan media atau aktivitias lain. Secara bersamaan penggunaan media atau aktivitas lain dapat menghasilkan gratifikasi (atau non-gratifikasi) yang memiliki efek terhadap seseorang atau masyarakat yang akhirnya menciptakan proses yang baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun 1980 dan 1990an banyak penelitian yang mulai menganalisa penemuan-penemuan dari penelitian terpisah dan menganggap bahwa penggunaan media massa sebagai sebuah komunikasi terintegrasi sekaligus fenomena sosial (Rubin dalam Ruggerio, 2000:7). Contoh-contoh yang mendukung penelitian pada tahun-tahun ini adalah penelitian yang dilakukan Eastman (1979) yang menganalisa hubungan antara penggunaan media televisi dengan gaya hidup audiens, Ostman and Jeffers (1980) menguji hubungan antara motivasi penggunaan televisi dengan gaya hidup khalayak dan genre telvisi untuk mprediksikan motivasi menonton. Bantz’s (1982) melakukan studi komparatif antara motivasi penggunaan media secara umum dan menonton program televisi tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1980-an pula Windahl (dalam Ruggerio, 2000:6) mengemukakan terdapat perbedaan mendasar antara pendekatan efek secara tradisional dan pendekatan teori uses and gratifications dimana penelitian tentang efek sebelumnya selalu berangkat dari perspektif media massa, namun pada penelitian &lt;i&gt;uses and gratifications&lt;/i&gt; peneliti berangkat dari perspektif khalayak. Windahl percaya untuk menggabungkan dua pendekatan ini dengan mencari persamaan dari keduanya dan menamai penggabungan ini dengan istilah &lt;i&gt;conseffects&lt;/i&gt;. Berbeda dengan Webster dan Wakshlag (dalam Ruggerio:2000) yang berupaya untuk meningkatkan validitas dari determinan struktural dengan cara menggabungkan perbedaan perspektif antara &lt;i&gt;uses and gratifiactions&lt;/i&gt; dengan model pemilihan. Pendekatan ini melihat perubahan antara struktur program, pilihan konten media dan kondisi menonton dalam proses pemilihan program. Penelitian lain juga dilakukan oleh Dobos yang menggunakan model &lt;i&gt;uses and gratifications&lt;/i&gt; untuk mengamati kepuasan penggunaan dan pemilihan media  dalam sebuah organisasi yang dapat mempredikasikan pemilihan saluran telvisi  dan kepuasan dengan teknologi komunikasi tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak bisa dipungkiri dengan adanya perkembangan baru teknologi yang menyuguhkan khalayak dengan banyaknya pilihan media, analisa motivasi dan kepuasan menjadi komponen yang paling krusial dalam penelitian khalayak (Ruggerio, 2000). Setiap kali teknologi komunikasi baru tumbuh, dalam hal ini komunikasi massa, para peneliti kemudian berlomba-lomba untuk mengaplikasikan pendekatan uses and geratifications ini terhadap medium baru tersebut.Contohnya adalah Donohew, Palmgreen, and Rayburn (1987) yang mengeksplorasi bagaimana kebutuhan untuk beraktivasi berkorelasi dengan faktor-faktor sosial dan psikologis yang berdampak pada gratifikasi yang didapatkan oleh pemirsa televisi kabel. Walker and Bellamy (1991) meneliti tentang hubungan antara penggunaan pengendali televise jarak jauh dengan ketertaikan audiesn terhadap program tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lin (1993) melakukan studi untuk mengetahui jika kepuasaan penggunaan VCR, frekuensi dan durasi penggunaan VCR dan komunikasi antarpersonal tentang VCR berhubungan dengan tiga fungsi VCR yakni hiburan, teknologi pengganti televisi dan utilitas social. Jacobs (1995) menguji hubungan antara karakteristik sosiodemografis khalayak dan kepuasan menonton pada pemirsa televise kabel. Perse dan Dunn (1998) meneliti tentang penggunaan computer dan bagaimana kepemilikan CD-Rom dan fasilitas &lt;b&gt;internet&lt;/b&gt; dapat berpenganruh tentang kegunaan komputer. Matthias Rickes, Christian von Criegern, Sven Jöckel (2006) meneliti tentang gratifikasi yang didapatkan dari penggunaan situs-situs &lt;b&gt;internet&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benang merah tentang penerapan teori &lt;i&gt;uses and gratifications&lt;/i&gt; dalam media ini diungkapkan oleh Williams, Phillips, &amp;amp; Lum pada tahun 1985 (dalam Ruggerio, 2000) bahwa setiap peneliti ingin mengetahui apakah media baru dapat memenuhi kebutuhan khalayak yang sama dengan media konvesional yang telah diuji sebelumnya. Ruggerio (2000) sendiri menganggap bahwa dengan banyak pilihan media di masyarakat maka perlu diteliti alasan khalayak untuk terus mengkonsumsi media tertentu dan gratifikasi apa yang mereka dapatkan dari penggunaan media tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Referensi:&lt;br /&gt;
*http://meopinion.wordpress.com/2010/09/27/teori-uses-and-gratifications/&lt;br /&gt;
*http://zulfiifani.wordpress.com/2010/10/12/teori-"uses-and-gratifications"/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kunjungi juga;
www.kalsumedia.co.nr&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/643697286673093681-337615339046083333?l=chengxplore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/q4FMyUEGcMokm0MoaKKHKC6xkzY/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/q4FMyUEGcMokm0MoaKKHKC6xkzY/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/q4FMyUEGcMokm0MoaKKHKC6xkzY/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/q4FMyUEGcMokm0MoaKKHKC6xkzY/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ChengXplore/~4/ClFOOnBLrgY" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://chengxplore.blogspot.com/feeds/337615339046083333/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://chengxplore.blogspot.com/2012/05/teori-uses-and-gratification-asumsi-dan.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/337615339046083333?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/337615339046083333?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ChengXplore/~3/ClFOOnBLrgY/teori-uses-and-gratification-asumsi-dan.html" title="Teori Uses and Gratification; Asumsi dan Sejarahnya" /><author><name>Cheng Prudjung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03932155262964597384</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_7Y4frbrIS4A/S1VOeDG9uUI/AAAAAAAAAYY/zliayXfpJds/S220/mash+muda+dl.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-88YBbulK2K0/T6ErAh2K64I/AAAAAAAAA74/J17LiW8qaoM/s72-c/siklus+teori+uses+and+gratification+copy.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://chengxplore.blogspot.com/2012/05/teori-uses-and-gratification-asumsi-dan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkEBRHYyeCp7ImA9WhVXGUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-643697286673093681.post-4176432357009656087</id><published>2012-04-21T11:05:00.000+07:00</published><updated>2012-04-21T12:04:15.890+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-04-21T12:04:15.890+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="My Notes" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Reflection" /><title>Hidup tak Selalu Manis, Daeng Te’ne !!!</title><content type="html">Beberapa hari berlalu, kesal di hati masih mekar. Perkiraanku, kekesalannya hanya sehari itu saja, lepas beban dengan banyak berseloroh di berbagai tempat. Saya cukup tenang dan tetap berpembawaan santai menanggapi banyak keluh kekesalannya, &lt;i&gt;toh&lt;/i&gt; besok rutinitas akan menghapus hal-hal buruk, pikirku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ternyata tidak! Simpatiku dirongrong oleh ocehan-ocehannya yang bagiku terlalu analitis, sehingga banyak aspek yang dihidden untuk mengambil keputusan, semacam menanggalkan objektifitas akibat deru emosi yang merasuk. Mana mungkin ada konspirasi, pikirku setelah menerima SMS dari Dg. Te’ne saat bersiap dengan kenyataan; apakah kami akan melakukan pesta makan-makan besar atau tidak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-lytgYTX4V9A/T5IvDk46wKI/AAAAAAAAA7Y/Xb0ZGZ5cjl4/s1600/pohon-kehidupan.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="284" src="http://2.bp.blogspot.com/-lytgYTX4V9A/T5IvDk46wKI/AAAAAAAAA7Y/Xb0ZGZ5cjl4/s320/pohon-kehidupan.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Ini hati !!!&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Soal konspirasi ini, sebenarnya masuk akal bagiku. Jelas ada kemungkinan hal tersebut terjadi pada sebuah ajang kompetisi, saya lumayan memahami dunia &lt;b&gt;komunitas &lt;i&gt;blogger&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, sehingga cukup memberi perhatian dengan hal tersebut, tapi apakah bisa seperti itu? Terjebak dengan pertanyaan ini, saya memutuskan untuk tidak memperdulikan persoalan konspirasi ini lagi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dg. Te’ne berkelakar melalui blognya (klik: &lt;a href="http://linguafranca.info/"&gt;&lt;b&gt;lingua franca&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;), dia menuliskan refleksinya atas kompetisi yang dia anggap menyakitinya hingga berhari-hari, namun karena ada beberapa makhluk yang berulah misterius di dashboard wordpress-nya, dia menghapus catatan tersebut, tepatnya unpublish. Aih, apa yang dia tuliskan perlu dia sampaikan, tidak mempublikasikan melalui blognya, facebook (klik: &lt;a href="http://www.facebook.com/notes/ika-farihah-hentihu/lomba-blog/10150749267584939"&gt;Lomba Blog&lt;/a&gt;) selalu sedia menampung catatan apa saja. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Twitter, dia berkicau. Nyaris tak keruan sampai-sampai ku-RT dengan kicauan yang lebih tidak keruan lagi, ekting jahilku mode on. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Aih&lt;/i&gt;, hidup tidak selalu manis, Dg. Te’ne! Kau harus betul-betul menyadari ini. Walaupun saya yakin kau mengetahui perihal ini, tapi bagiku; kau belum mengerti betul, bahwa manisnya hidup saat kekecewaan itu menyayat nurani, ketika suatu cita dibentur kendala, atau ketika cinta tak pernah dibauri oleh apa-apa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tabe’ Daeng. Saya sepertinya harus jujur disini, biarlah kusakiti hatimu, tanggung menurutku, kau sudah kepalang hancur dengan kenyataan-kenyataan yang kemarin-kemarin itu. Jadi begini; sederhana saja! Tahukah kau bagaimana orang-orang Makassar memberi nama? Jika ajaran Islam, nama adalah doa, orang-orang Makassar tidak sepernuhnya demikian, nama (&lt;i&gt;pakdaengang&lt;/i&gt;) adalah wujud halus dari perangai atau tampilan seseorang (walaupun hanya perangai haluslah yang disebutkan), tidak semata sebagai sebuah doa (asal kata &lt;i&gt;pakdaengang&lt;/i&gt; adalah &lt;i&gt;pakdoangang&lt;/i&gt; yang berarti doa), setidaknya begitulah yang kupahami. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikirlah sendiri Daeng, kenapa si dia menamaimu Te’ne! Refleksikan sendiri, &lt;i&gt;toh&lt;/i&gt; hidup kau yang punya. Cuma bagiku, sahabatmu ini, kau terlalu baik dalam hidup ini, terlalu “&lt;i&gt;something&lt;/i&gt;”, &lt;i&gt;aih&lt;/i&gt; entah bagaimana mengatainya, kau tidak bersih murni (ci’nong), kau tidak baik (baji’), tapi kau ada diantaranya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayang, kau sepertinya belum mengerti banyak, bahwa tabiat sangat berwarna. Jika kau mencintai Makassar, jangan sekaligus dengan-orang-orangnya! &lt;i&gt;Ahhh&lt;/i&gt; saya macam orang-orang yang sudah beruban saja berkata seperti ini. Tapi di mataku, kau begitu! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maafkan kata-kataku Daeng, setahuku orang Makassar tidak pernah sibuk mengeluh, kau akan dicela jika tak habis perkara setetes hingga berhari-hari karena sibuk mengeluh. Begitu keluarga kecilku membimbingku, kesahmu tak boleh tumbuh subur dan menjalar hingga ke orang lain, kau perlu setetes keringat untuk membasuh kesal itu, seperti zam-zam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kau sudah tau apa yang ingin kusampaikan? Jika belum, ingat saja tempo hari, berbulan-bulan yang lalu saat kuajak kau ke Galesong sekali lagi, datang bukan sebagai pelancong tapi sebagai Dg. Te’ne. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh, saya ingin kau tahu Makassar tidak dari buku yang menjadi pijakan imajinasimu untuk melontar bayang-bayang setinggi mungkin, sesenang dan semanis mungkin. Saya ingin mengajakmu mengenal makassar dengan seluruh indramu, memahaminya dengan baik, seburuk apapun kenyataannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kau hidup kepalang manis, Daeng. Saya menebaknya dari sosok hingga perangaimu, entah sebenarnya seperti apa. Disamping itu, kau juga penuh dengan misteri, nyaris sama dengan kisah-kisang sang Karaeng yang kita minati bersama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kau bukan orang Makassar, Daeng. Sekalipun kau punya &lt;i&gt;Pakdaengang&lt;/i&gt;! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin lebih tepatnya belum, kukatakan belum sebenarnya hanya untuk memperhalus, takut kau akhirnya tumbang, takut jikalau semangatmu sirna, takut jika sinar matamu terhambur dan karam di laut hanya karena mendengar meriam Anak Makassar berdentum. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maafkan diriku terlampau lancang begini, Daeng. Perlu kau tahu, kekecewaanku terhadapmu tak bisa ditawar saat sms-mu yang pesimis itu kuterima, kemampuan menulismu anjlok? Apa kau tak ingin menulis lagi, Daeng? Kenapa kau biarkan rasa kesal merubuhkan semangat menulis itu? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin ini yang terakhir, Daeng. Tak apalah kau mengecewakanku, tulisan inilah obatnya, sekaligus wujud dari kekesalanku atas sakit hati yang tidak bisa kau buang itu, coba ikuti saran orang tuaku; &lt;i&gt;&lt;b&gt;Buang jauh-jauh ke lautan, Nak!&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Kesal yang dikeluh itu memalukan, Daeng. Mana mungkin kau menghabiskan hidupmu hanya untuk mengeluh, memenuhi hatimu dengan dendam dan menggunakan kepalamu hanya untuk memikirkan hal yang sudah lewat? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingat, Daeng! Kau tak butuh bahu seperti yang kau katakan padaku lewat twitter subuh tadi. Kau butuh dirimu sendiri, sayangnya mungkin “dirimu sendiri” itu sedang tersesat di rimba keluh kesah.  Kau pasti sudah tahu bagaimana menemukannya jika begitu: Musnahkan keluh kesah!.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-XcVyqCVZRGM/T5Ivf2pwhoI/AAAAAAAAA7g/iwFWWodHklc/s1600/menikmati-hidup.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-XcVyqCVZRGM/T5Ivf2pwhoI/AAAAAAAAA7g/iwFWWodHklc/s1600/menikmati-hidup.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Masalah itu terasa berat untuk dilalui karena kita lupa tersenyum!! | Doc cheng prudjung&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kunjungi juga;
www.kalsumedia.co.nr&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/643697286673093681-4176432357009656087?l=chengxplore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/emhCWEZEutyPmBmP8dyx0xjT1MU/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/emhCWEZEutyPmBmP8dyx0xjT1MU/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/emhCWEZEutyPmBmP8dyx0xjT1MU/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/emhCWEZEutyPmBmP8dyx0xjT1MU/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ChengXplore/~4/oSaXEBkfdN4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://chengxplore.blogspot.com/feeds/4176432357009656087/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://chengxplore.blogspot.com/2012/04/hidup-tak-selalu-manis-daeng-tene.html#comment-form" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/4176432357009656087?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/4176432357009656087?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ChengXplore/~3/oSaXEBkfdN4/hidup-tak-selalu-manis-daeng-tene.html" title="Hidup tak Selalu Manis, Daeng Te’ne !!!" /><author><name>Cheng Prudjung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03932155262964597384</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_7Y4frbrIS4A/S1VOeDG9uUI/AAAAAAAAAYY/zliayXfpJds/S220/mash+muda+dl.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-lytgYTX4V9A/T5IvDk46wKI/AAAAAAAAA7Y/Xb0ZGZ5cjl4/s72-c/pohon-kehidupan.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://chengxplore.blogspot.com/2012/04/hidup-tak-selalu-manis-daeng-tene.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUMNQnc-fSp7ImA9WhVXFUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-643697286673093681.post-6721259936616551056</id><published>2012-04-14T14:45:00.002+07:00</published><updated>2012-04-16T16:11:33.955+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-04-16T16:11:33.955+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Uncategorized" /><title>Pelantikan Bupati Mesuji di Rutan</title><content type="html">&lt;div style="text-align: center;"&gt;Sebagai empunya blog 'Alternative Road'&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;Saya mengucapkan SELAMAT DAN SUKSES atas pelantikan Pasangan Bupati &amp;amp; Wakil Bupati Mesuji. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bpk. KHAMMAMIK&lt;/b&gt; &amp;amp; &lt;b&gt;Bpk. ISMAIL ISHAK&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Di Rumah Tahanan (Rutan) Menggala, Kab. Tulang Bawang pada hari Jum'at, 13 April 2012.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda membuktikan bahwa penjahat, di negeri ini, punya masa depan yang gemilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img height="300" src="http://lh5.ggpht.com/-in_a3N4oP8M/T4krB4vUe0I/AAAAAAAAA7M/oA6ugOfae7E/DSC00445.png" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="400" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Screenshor berita di harian Kompas.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kunjungi juga;
www.kalsumedia.co.nr&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/643697286673093681-6721259936616551056?l=chengxplore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8xkR8ETh8DC1knZZ4kxVzyBl3Dg/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8xkR8ETh8DC1knZZ4kxVzyBl3Dg/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8xkR8ETh8DC1knZZ4kxVzyBl3Dg/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8xkR8ETh8DC1knZZ4kxVzyBl3Dg/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ChengXplore/~4/TTcX8NgB11c" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://chengxplore.blogspot.com/feeds/6721259936616551056/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://chengxplore.blogspot.com/2012/04/pelantikan-bupati-mesuji.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/6721259936616551056?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/6721259936616551056?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ChengXplore/~3/TTcX8NgB11c/pelantikan-bupati-mesuji.html" title="Pelantikan Bupati Mesuji di Rutan" /><author><name>Cheng Prudjung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03932155262964597384</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_7Y4frbrIS4A/S1VOeDG9uUI/AAAAAAAAAYY/zliayXfpJds/S220/mash+muda+dl.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://lh5.ggpht.com/-in_a3N4oP8M/T4krB4vUe0I/AAAAAAAAA7M/oA6ugOfae7E/s72-c/DSC00445.png" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://chengxplore.blogspot.com/2012/04/pelantikan-bupati-mesuji.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUQBRXw4fSp7ImA9WhVXE04.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-643697286673093681.post-6881738286059233383</id><published>2012-04-14T00:15:00.000+07:00</published><updated>2012-04-14T00:15:54.235+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-04-14T00:15:54.235+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="My Notes" /><title>Dari Warung Kopi Hingga ke Blog</title><content type="html">&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Yq4loFhf0_Q/T4hc5GZAnEI/AAAAAAAAA6o/1sgUnd3iKPc/s1600/starbak.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-Yq4loFhf0_Q/T4hc5GZAnEI/AAAAAAAAA6o/1sgUnd3iKPc/s1600/starbak.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Warkop dan ide kreatif&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
Ini bukan ulasan soal warung kopi (warkop) atau soal kopi dan sekitarnya, ini juga bukan soal blog secara teknis. Ini (catatan) soal pelampiasan hasrat yang dulu dimediasi oleh warkop, namun sekarang beralih kepada blog. Warkop memang selalu punya cerita, namun blog adalah tempat bercerita yang baik, sekalipun tak ada yang mengomentari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak tahun 2007, awal kedatangan saya di Malang, ngopi adalah aktifitas yang berpengaruh bagi perkembangan diriku, utamanya dalam produksi ide dan pengelolaan kamar-kamar pengetahuan dalam otak melalui diskusi santai disana. Walaupun demikian berpengaruh, saya tidak bergantung pada warung kopi semata, disana hanya ada kata-kata yang melayang, menempel di dinding menjadi saksi bisu, atau tandas bersama secangkir kopi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamarku masih menjadi ruang kontemplatif, kurangnya kebutuhan (walaupun keinginan banyak) membuatku hemat dalam membelanjakan uang jajan yang dikirimkan orang tua, ini membuatku punya kesempatan untuk menghamburkan uang jajan di toko-toko buku, jadilah kamarku perpustakaan yang tidak terurus = banyak teman yang mengambil tanpa mengembalikan bukuku dengan mudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan buku-buku itu, saya mendandani penampilan dengan beragam wawasan, di warkoplah panggungku. Beragam tema didiskusikan, dari curhat sampai menyusun strategi aksi terjadi disana. Saya sendiri memanfaatkan forum diskusi cair tersebut untuk menyampaikan kembali apa yang kubaca dengan cara dan sudut pandangku sendiri, dengan begitu 'pelajaran'ku dikamar tidak mengendap di kepala dan akhirnya kadaluarsa karena tidak didaur ulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara seperti itu, membaca dan mendiskusikan, adalah metode yang terbaik bagiku. Metode belajar seperti ini mulai kuamalkan sejak duduk di kelas 1 SMA. Namun saat itu, saya lebih banyak menyampaikan wawasanku dengan metode debat sehingga otakku dilatih untuk berfikir cepat mengelola 'kamar-kamar' informasi di otak untuk melahirkan suatu argumentasi, pledoi atau apologi sekaligus, toh intinya saya harus mempertahankan apa yang kukatakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beranjak menjadi mahasiswa (di Malang), debat mulai saya tinggalkan dengan kesadaran bahwa berdebat itu mengebiri akal sehat dan orisinilitas ilmu pengetahuan. Saya pun rajin berdiskusi, walaupun kala itu, banyak percikan ide yang menarik saat diskusi yang tidak saya tuliskan sehingga diskusi saat itu seperti ungkapan pepatah; "Tong kosong nyaring bunyinya".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Ia-Vbt3H3-A/T4hdnxdkfxI/AAAAAAAAA64/a73CFJkZICg/s1600/pendidikan-anak.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="237" src="http://3.bp.blogspot.com/-Ia-Vbt3H3-A/T4hdnxdkfxI/AAAAAAAAA64/a73CFJkZICg/s320/pendidikan-anak.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Santai, diskusi &amp;amp; berkembang bersama&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Bertahun-tahun tradisi diskusi di warung kopi terjaga, mulailah lahir kata-kata seperti; "Di warung kopi itu sepertinya ide kita lebih gampang keluar". Teman-teman yang sumpek dengan suasana kamar berusaha menggali ide di warung kopi, mereka yang merencanakan membincang suatu perkara dalam jumlah peserta yang sedikit memilih warung kopi. Banyak pendapat, suasana santai di warkop mempengaruhi lahirnya inspirasi. Hingga saat ini, saya setuju dengan argumen ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayang, beberapa tahun belakangan saya mulai membatasi diri dengan warung kopi, alasannya cukup dramatis, di warkop tak ada lagi yang bisa didiskusikan selain mengulangi diskusi dahulu kala. Regenerasi (hadirnya mahasiswa angkatan baru) mempengaruhinya, setelah menjadi kakak untuk mahasiswa tiga angkatan, suasana diskusi mulai menjadi hambar, bahkan nyaris tak 'berbentuk' diskusi, melainkan belajar. Siapa yang tua dan berwawasan diantara kita menjadi pembicara, sisanya akan bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya sering terjebak dalam kondisi tersebut, seakan-akan menjadi tetuah yang nyaris tak terbantahkan. Jebakan ini pelan-pelan merusak diriku karena pelan-pelan merasa benar dan bebas berargumentasi apa saja, atau paling tidak 'mengemas' diriku dengan 'penampilan tahu banyak hal' di hadapan teman-teman yang culun. Memang ada yang seangkatan, bahkan kadang lebih tua dariku, namun akselerasi belajar kami berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penceramah, dan tukang doktrin bukanlah tipeku, saya merasa hidup sebagai pembelajar dan teman berbagi. Saya bukan kamus atau buku panduan, namun hanya buku catatan biasa yang memediasi pikiran-pikiran empunya untuk menyampaikan apa yang difikirkannya. Saya tidak mengalamu ekstase saat menyampaikan ide besar, melainkan ketika melihat keberagaman ide yang dilontarkan dengan cerdas dan mengagetkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Warkop nyaris bukan tempat bagi orang sepertiku. Bukan karena warkop dan menunya yang tidak memuaskan, melainkan teman semeja yang kadang tak membawa otak dan mulutnya kesana, hanya telinga dan uang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain warkop, forum diskusi juga mulai gersang. Beberapa organisasi dan komunitas yang kuikuti sepertinya sedang tidur dan terjebak dalam dunia mimpi pada tingkat yang sekian, sehingga mereka merasa bahwa kehidupan yang dijalaninya adalah kenyataan yang sesungguhnya. Ataukah organisasi dan komunitas ini masih tetap bahkan lebih aktif melakukan diskusi tanpa menginformasikannya kepadaku? atau malah mereka sudah bosan dengan diskusi dan mengembangkannya pada tataran aksi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang jelas, saya rindu berdiskusi. &lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Melanjutkan 'itu' di blog&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Untung saja saya punya sedikit kemampuan menulis, disamping itu saya tidak terlalu terbelakang dalam hal penggunaan teknologi inormasi seperti komputer ples internet, sehingga kegiatan blogging menjadi alternatif disamping warkop dan fungsinya sebagai medium yang mempertemukan mulut dengan mulut dan telinga dengan telinga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Ads0fIF3dsY/T4hdkc_twKI/AAAAAAAAA6w/VwmjKo-5mSk/s1600/blog+is+dead%5B2%5D.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="192" src="http://4.bp.blogspot.com/-Ads0fIF3dsY/T4hdkc_twKI/AAAAAAAAA6w/VwmjKo-5mSk/s320/blog+is+dead%5B2%5D.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Pertanyaannya, apakah menulis di blog itu memiliki kesamaan dengan diskusi?. Pikirku; memang tak sama secara teknis tapi hakikatnya sama, walaupun catatan di blog tak dikomentari seorang pun. Bagiku, sudah sejak dulu, menulis adalah obat! dia adalah teman berbincang saat sendiri. Menulis adalah berbicara dengan diri sendiri dan alam bebas, dengan kegiatan itu, saya bebas memandang suatu objek dari berbagai sudut pandang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan menulis, paling tidak endapan wawasan baru tak tenggelam ditekan waktu. Percik pemikiran selalu saja punya kesempatan untuk dituliskan dan mengaktualisasikan dirinya sebagai buah pikiran yang eksis, apalagi keristalisasi pemahaman melalui menulis dapat ditinjau jika suatu kala ada wawasan baru dari buku (baik yang baru maupun koleksi lama yang dibaca ulang), dari kilas kenyataan yang ditangkap oleh mataku dan terekam di kepala, atau gelembung ide yang biasanya memunculkan dirinya tanpa dipanggil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Dari Blog hingga Warkop&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
(Saya bingung menulis bagian ini)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aktifitas menulis di blog banyak memberikan pengalaman baru, tulisan di blog mengantarku bertemu banyak orang. Warkop kembali berfungsi sebagai fasilitas yang mempertemukan saya dengan teman-teman baru itu. Tak jarang konten blogku menjadi obrolan di warkop sehingga saya punya kesempatan kembali untuk berbagi wawasan dan menikmati keberagaman sudut pandang dalam melihat suatu objek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak sering memang, namun rasanya sudah cukup!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain teman diskusi baru, ada juga beberapa teman yang berkomentar; "Ooo, kamu yah Cheng Prudjung". Setelah berkomentar demikian, dia akan melanjutkannya dengan testimoni terhadap catatan-catatan di blog, seperti bertemu fans rasanya *uhuk*.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga sekarang, kerinduan akan forum dan suasana diskusi kulampiaskan dengan menulis di blog. Tulisan yang teman-teman baca ini hadir karena rasa rindu telah mengkristal. Ada banyak hal dariku yang perlu mulut, telinga dan kepala untuk menikmati kembali ekstase keberagaman.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kunjungi juga;
www.kalsumedia.co.nr&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/643697286673093681-6881738286059233383?l=chengxplore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/PfmAmFsRIhSX1QFTCBAeIgmr9u4/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/PfmAmFsRIhSX1QFTCBAeIgmr9u4/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/PfmAmFsRIhSX1QFTCBAeIgmr9u4/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/PfmAmFsRIhSX1QFTCBAeIgmr9u4/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ChengXplore/~4/bdbI_UOtvFg" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://chengxplore.blogspot.com/feeds/6881738286059233383/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://chengxplore.blogspot.com/2012/04/dari-warung-kopi-hingga-ke-blog.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/6881738286059233383?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/6881738286059233383?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ChengXplore/~3/bdbI_UOtvFg/dari-warung-kopi-hingga-ke-blog.html" title="Dari Warung Kopi Hingga ke Blog" /><author><name>Cheng Prudjung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03932155262964597384</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_7Y4frbrIS4A/S1VOeDG9uUI/AAAAAAAAAYY/zliayXfpJds/S220/mash+muda+dl.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-Yq4loFhf0_Q/T4hc5GZAnEI/AAAAAAAAA6o/1sgUnd3iKPc/s72-c/starbak.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://chengxplore.blogspot.com/2012/04/dari-warung-kopi-hingga-ke-blog.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0MHRno9eSp7ImA9WhVXEEU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-643697286673093681.post-2753878769433406656</id><published>2012-04-11T03:23:00.000+07:00</published><updated>2012-04-11T03:23:57.461+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-04-11T03:23:57.461+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Activities" /><title>Sekali Lagi; Ulang Tahun</title><content type="html">&lt;h3&gt;Maaf saya bukan penipu, teman-teman saja yang terlalu mudah mempercayai Facebook perihal informasi tanggal lahir yang kucantumkan disana, tanya dulu kek!.&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-dqjq36zoCB0/T4SV811yB9I/AAAAAAAAA6c/q-L49UElb2M/s1600/sekali+lagi;+ulang+tahun.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-dqjq36zoCB0/T4SV811yB9I/AAAAAAAAA6c/q-L49UElb2M/s1600/sekali+lagi;+ulang+tahun.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Satus Facebook; "Sy lg ultah ya? *bingung&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
Sejak awal menggunakan Facebook, saya sudah kepikiran untuk tidak mencantumkan inormasi tanggal lahir yang valid, malah beberapa kali gonta-ganti sampai ada kawan yang akhirnya menyadari, "Kok ulang tahunmu sampai tiga kali dalam sebulan?". Saya tertawa cekikikan membaca komentarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belakangan, intensitas mengganti inormasi tanggal lahir di Facebook mulai kukurangi untuk mengecoh, hahaha. Seringkali pada ulang tahun semu yang diumumkan Facebook berbuah ucapan selamat dan doa. Seorang teman baru saja bertanya lewat Twitter, "Ulang tahunmu banyak amat, Cheng. Tiga kali sehari kah?". Jawabanku sederhana, "Biar banyak orang yang sering doain aku sukses!".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan lainku sederhana saja, mempermainkan hari ulang tahun yang disakralkan banyak orang. Keluargaku sangat kaku persoalan ulang tahun. Sejak kecil, ulang tahun bagiku adalah hal yang terlarang, bagaimana tidak setiap kali kutanyai Ibuku soal ulang tahun, dia berulang kali menjawab bahwa ulang tahun itu budaya orang Kristen (baca: non-muslim). Jawaban ini tak sepenuhnya kupercayai, karena banyak juga teman-teman muslim yang merayakan ulang tahun, tapi apa kata Ibu harus dituruti. Jadilah saya anak yang "terbelakang" tidak pernah hadir di setiap acara ulang tahun teman, soal pesta ulang tahun, masa duduk di bangku Sekolah Dasar adalah yang manis mungkin, karena setelah jenjang pendidikan itu, ulang tahun pasti adalah KERUSUHAN!.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena tidak pernah ikut acara pesta ulang tahun, saya tidak pandai dalam memilih dan menyerahkan hadiah yang pas buat seseorang. Bukan hanya hadiah ulang tahun, tapi hadiah apa saja, misalnya saat seseorang sahabat karib menerima prestasi gemilang. Oia, ini juga alasan bagi tean-teman yang sering menuntut dan mengeluh kenapa saya tidak pernah bawa oleh-oleh dari daerah-daerah yang kukunjungi, padahal mereka sering membawakan buah tangan padaku. Maaf, saya tidak biasa yang beginian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, saya bukan orang yang pelit. Saya menuruni sifat kedermawanan sang Bapak. Beberapa teman kuberikan sesuatu, misalnya buku, baju, atau benda lain, tapi siatnya bukan hadiah melainkan kenang-kenangan, atau sekadar pemberian semata. Soal ini, saya selalu merasa senang saat melihat ekspresi wajah orang yang keberikan sesuatu, entah dia senang atau berpura-pura senang. Saya suka!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lanjut cerita, belakangan Ibuku mulai berubah. Entah apa yang mempengaruhinya, dia mulai mengucapkan "Selamat ulang tahun", dan kutau jika dia ada tabungan yang cukup, pasti ada hadiah dibalik ucapan selamatnya. Sayangnya, saya sudah terlanjur mati rasa dengan ulang tahun, setiap ucapan selamat dan hadiahnya tidak pernah betul-betul "Nyantol di hatiku", malah keheranan. Kok bisa!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terakhir, ibuku mempelopori acara ulang tahunku di rumah Makassar, sebuah kue tart dipersiapkan, ukurannya jumbo. Nah, ada cerita lucu disini, lebih tepatnya menggelikan. Kue tart yang sebenarnya akan jadi surprise bagiku terbongkar juga akibat adik-adikku yang cerewet, kue yang diamankan di atas lemari dan ditumpukin kain lawas memang tidak tampak sebagai benda aneh di rumah. Celakanya, adikku yang paling kecil memanggilku, "Kak Ahmad, siniki dule, ada yang mo sa kasi liatkanki", ajaknya merayu!.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Apa?". Tanyaku penasaran.&lt;br /&gt;
"Ka sinimeki dulu, dehhh!". Tanganku di tarik masuk ke kamar orang tuaku, disana dia menunjuk ke kain lawas yang menutupi sekotak kue tart. Si anak bungsu ini membisikiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-czPh2OZ19rI/T4SV7b42WWI/AAAAAAAAA6Y/4uA8FwBJcnQ/s1600/PNS+gitu+loh.png" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-czPh2OZ19rI/T4SV7b42WWI/AAAAAAAAA6Y/4uA8FwBJcnQ/s320/PNS+gitu+loh.png" width="259" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;PNS &lt;i&gt;style&lt;/i&gt; | Poto pas hari ultah.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Saking bersemangatnya, dia berlari (sambil loncat-loncat) keluar masuk kamar-kamar memberitahukan kepada warga "Pondok Fitriah" bahwa ada yang berulang tahun hari ini. "Sudami belli mama hadia", katanya membuat rumah makin seru. Ibuku diam saja mendengarnya, &lt;i&gt;toh&lt;/i&gt; dia telah merancang ini menjadi sebuah surprise, mungkin dia sedang ekting 'pura-pura' gak sadar bahwa anak tercintanya (*hatsyahhhhh) berulang tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari itu, tak ada yang bisa bersabar menunggu malam hari, karena hari itulah kue tart pertama dalam keluargaku akan dinikmati (Ingat Andrea Hirata) bersama. Saya malah merasa asing malam itu, kulihat keluargaku senang dan ibuku mempercayai ekting surpriseku (hahahaha, ekting balasan!), sementara saya sendiri kikuk, apa yang memotivasi sang Ibu ini merayakan ulang tahun?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, itulah teman beberapa cerita. Saya sebenarnya merasa berdosa juga kepada mereka yang mengucapkan selamat dan berdoa untuk kesuksesanku pada hari ulang tahun palsu. Tapi serius, saya tidak pernah merasa bahwa doa di hari ulang tahun dan pada tahun baru lebih makbul dibandingkan hari biasa yang lain. Makanya saya juga tak pernah berdoa kepada teman-teman karena motivasi ulang tahun atau apalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk ulang tahun palsuku tahun ini, saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman warga al-Kautsar 58 yang sekali lagi tertipu. Saya menghargai semangat teman-teman dalam menyemarakkan hari ulang tahun manusia kuno ini, menjadi objek ketawaan saat dikerjain di hari ulang tahun itu menyenangkan, karena bagiku, tak ada yang lebih seru dan lucu dibandingkan mentertawai orang-orang yang tertawa!. &lt;i&gt;Hahahaha&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kunjungi juga;
www.kalsumedia.co.nr&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/643697286673093681-2753878769433406656?l=chengxplore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/EiKjFnjHsHrSsJr7x6Od9p0AX0U/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/EiKjFnjHsHrSsJr7x6Od9p0AX0U/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/EiKjFnjHsHrSsJr7x6Od9p0AX0U/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/EiKjFnjHsHrSsJr7x6Od9p0AX0U/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ChengXplore/~4/Z3j2WDwTV8s" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://chengxplore.blogspot.com/feeds/2753878769433406656/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://chengxplore.blogspot.com/2012/04/sekali-lagi-ulang-tahun.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/2753878769433406656?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/2753878769433406656?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ChengXplore/~3/Z3j2WDwTV8s/sekali-lagi-ulang-tahun.html" title="Sekali Lagi; Ulang Tahun" /><author><name>Cheng Prudjung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03932155262964597384</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_7Y4frbrIS4A/S1VOeDG9uUI/AAAAAAAAAYY/zliayXfpJds/S220/mash+muda+dl.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-dqjq36zoCB0/T4SV811yB9I/AAAAAAAAA6c/q-L49UElb2M/s72-c/sekali+lagi;+ulang+tahun.png" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://chengxplore.blogspot.com/2012/04/sekali-lagi-ulang-tahun.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUMARHwzcCp7ImA9WhVXGUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-643697286673093681.post-1120184247011205295</id><published>2012-04-08T05:45:00.001+07:00</published><updated>2012-04-21T12:50:45.288+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-04-21T12:50:45.288+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Activities" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="wisata" /><title>Pariwisata Sulawesi Selatan; Kami Ada dan Mengesankan!</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em; text-align: center;"&gt;
&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-W8oydq57pxo/T4C-cbw0UgI/AAAAAAAAA5o/FgRQF_g-zG0/s1600/banner-south-sulawesi-tourism-3.png" /&gt;&lt;/div&gt;
“Kalau di Makassar ada apa &lt;i&gt;aja&lt;/i&gt;, Cheng?”, tanya Juanita, seorang penggila wisata asal Bandung, saat perjalanan kembali ke kota Malang setelah berplesir di Pulau Sempu. Saya terdiam beberapa saat untuk menyusun jawaban atas pertanyaan teman yang gila wisata alam ini. Dia dan 4 teman lainnya pasti penasaran dengan jawabanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya betul-betul kesulitan berbicara soal pariwisata Sulawesi Selatan (Sulsel), utamanya Makassar sebagai ibukota provinsi dan ikon yang biasanya digunakan untuk merepresentasikan Sulsel "diluar", apalagi kepada seorang yang sudah mengunjungi beberapa tempat wisata yang &lt;i&gt;aduhai&lt;/i&gt; seperti Pantai Pangandaran, Cukang Taneuh yang lebih akrab ditelinga dengan nama &lt;i&gt;Green Canyon&lt;/i&gt;, Pulau Komodo, dan tentu saja Bali, terakhir mereka menikmati pantai Segara Anakan di Pulau Sempu, kabupaten Malang, bersama saya (sebagai pemandu).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kondisiku dalam menyusun jawaban diperparah lagi oleh sopir kami yang berasal dari Bali, umurnya yang masih muda membuatnya menggebu-gebu berbicara soal Kampung Halamannya, apalagi dia tinggal di kecamatan Gerokgak, pintu gerbang untuk menyeberang ke pulau Menjangan, destinasi wisata bawah laut andalan Bali yang menjadi favorit turis mancanegara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya kukatakan pada mereka; Jika senang dengan wisata kuliner, Makassar tujuan yang bagus! Kalau bicara soal wisata pantai, pulau dan taman bawah laut, Makassar punya kesan tersendiri yang &lt;i&gt;gak&lt;/i&gt; kalah mengesankan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawabanku menarik perhatian mereka, utamanya tentang pulau dan taman bawah laut. Kuceritakanlah pengalamanku mengunjungi pulau Lumu-lumu dan Langkai betahun-tahun silam. Pada mereka kusampaikan bahwa, teman-teman akan terkejut saat tiba ke pulau Lumu-lumu, salah satu pulau terluar di Kota Makassar yang berpenghuni, berjarak 28 km dari kota Makassar. Disana ada terumbu karang (warga lokal menyebutnya pulau karang) yang berdekatan dengan pulau Lumu-lumu. Saat air laut sedang surut, pulau karang ini menyatu dengan pulau Lumu-lumu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-z04f-8MjO7U/T3_yYoQOmqI/AAAAAAAAA3w/_jeObZZdTYw/s1600/pulau+langkai.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-z04f-8MjO7U/T3_yYoQOmqI/AAAAAAAAA3w/_jeObZZdTYw/s320/pulau+langkai.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Landscape Pulau Langkai, Makassar | zizuzan.blogspot.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Keindahan taman bawah laut di pulau karang masih terjaga. Saat berkunjung kesana, saya hanya diberikan kacamata kayu oleh teman untuk menikmati taman laut yang indah, beragam ikan karang yang mungil seperti menyapa "Selamat datang" padaku, pokoknya soal keindahan; kita punya nilai sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar sejam perjalanan dari pulau Lumu-lumu menggunakan &lt;i&gt;jolloro&lt;/i&gt; (Kapal kayu tradisional bermotor) ke arah barat, kita bisa menikmati keindahan pulau Langkai, 36 km dari kota Makassar. Pantai pasir putihnya menyilaukan mata saat matahari sedang terik, deretan pohon kelapa dan jejeran perahu yang tambat di bibir pantai menghadirkan kesan tersendiri. Langkai punya keindahan khas yang natural, belum lagi biota lautnya yang kaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&lt;i&gt;Wah&lt;/i&gt;, di Makassar ada pulau seperti itu &lt;i&gt;yah&lt;/i&gt;, Cheng?”. Tanya Nita, sapaan akrab Juanita, dengan semangat. 4 teman Nita lainnya lebih banyak diam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baru tau?”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, taunya cuma Pantai Losari &lt;i&gt;aja&lt;/i&gt;, sama itu, Taka Bonerate yah?”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Toraja juga bagus &lt;i&gt;yah&lt;/i&gt;, Cheng?", sahut Monika yang sedari tadi hanya jadi pendengar saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&lt;i&gt;Oww&lt;/i&gt;, datang saja ke Makassar sekali-sekali, kalau perlu biar saya pandu lagi keliling Sulsel, asal waktu libur kuliah biar saya sekalian pulang kampung, &lt;i&gt;hehehe&lt;/i&gt;”. Jawabku dengan aksen Makassar yang cukup kental.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-A-VPtsvzVGw/T3_ySfES4qI/AAAAAAAAA3o/rxwj_NGrLpI/s1600/morray+eel+pulau+langkai.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-A-VPtsvzVGw/T3_ySfES4qI/AAAAAAAAA3o/rxwj_NGrLpI/s1600/morray+eel+pulau+langkai.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Kehidupan bawah laut Pulau Langkai: &lt;b&gt;Morray Eel&lt;/b&gt; | Sumber foto: zizuzan.blogspot.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-KcU_ClKSR2Y/T3_ydsg-VnI/AAAAAAAAA34/aehFdfgCKLI/s1600/sea+creature+pulau+langkai.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-KcU_ClKSR2Y/T3_ydsg-VnI/AAAAAAAAA34/aehFdfgCKLI/s1600/sea+creature+pulau+langkai.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Kehidupan bawah laut Pulau Langkai: &lt;b&gt;Sea Creature&lt;/b&gt; | Sumber foto: zizuzan.blogspot.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-AM3iHN4IFHY/T3_yltN1YRI/AAAAAAAAA4A/9V6D2tBeNEs/s1600/udang+mantis+pulau+langkai.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-AM3iHN4IFHY/T3_yltN1YRI/AAAAAAAAA4A/9V6D2tBeNEs/s1600/udang+mantis+pulau+langkai.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Kehidupan bawah laut Pulau Langkai: &lt;b&gt;Udang Mantis&lt;/b&gt; | Sumber foto: zizuzan.blogspot.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa saat kemudian, obrolan kami didominasi oleh Iboy, sang sopir yang fasih menjelaskan tempat-tempat pariwisata di Bali, utamanya pulau Menjangan. Saya sendiri sibuk memikirkan penjelasanku tentang pariwisata Makassar yang masih asing bagi mereka. Entah apa yang diketahui dan difikirkan Nita serta keempat temannya tentang pariwisata Makassar. Sedangkal itukah informasinya tentang kota &lt;i&gt;anging mammiri&lt;/i&gt;? sementara dia mengaku sering &lt;i&gt;browsing&lt;/i&gt; di internet untuk mendapatkan informasi baru tentang destinasi wisata alam yang "gila".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kupikir hanya persoalan promosi saja. &lt;i&gt;Toh&lt;/i&gt;, pariwisata membutuhkan promosi yang bagus agar penggila wisata mengetahui dan tertarik untuk mengunjunginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Belajar dari Pulau Sempu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Soal promosi, Pulau Sempu mungkin bisa memberikan pelajaran yang menarik. Pulau ini adalah wilayah konservasi, bukan kawasan wisata. Namun, banyak orang datang berkunjung, baik dari Malang maupun dari daerah lain, seperti teman-teman yang kupandu ini berasal dari Bandung. Saking banyak dan makin seringnya dikunjungi, beberapa warga desa Sendang Biru menyiapkan perahu kayu untuk penyeberangan, bahkan sudah menjadi salah satu mata pencaharian bagi mereka, warga yang memiliki rumah di sekitar pantai mengais rejeki dengan membuka warung ikan bakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat menyeberang dari pantai Sendang Biru ke teluk Semut, saya menyempatkan diri berbincang dengan pemandu yang disewa guna memudahkan perjalanan. Kami membutuhkannya karena diantara 12 orang (teman-teman Nita yang kupandu, 5 diantaranya &lt;i&gt;camping&lt;/i&gt; di pantai Segara Anakan, termasuk Nita), tak ada yang mengetahui jalur &lt;i&gt;trekking&lt;/i&gt; dari teluk Semut ke pantai Segara Anakan selain saya. Kutanyakan pada pemandu yang berumur kira-kira 40 tahun ini, berapa orang yang datang minggu ini?, dia menjawab ada 500an orang. Kutanyakan lagi apakah ada turis yang datang?, “Iya, kemarin ada beberapa”, Jawabnya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang pemandu ini menceritakan bahwa ia telah beberapa kali memandu reporter televisi nasional yang datang meliput pulau sempu, ia sendiri menyatakan bahwa pulau sempu ini bukan kawasan wisata, namun karena banyaknya pengunjung yang menulis tentang pulau Sempu di internet, sehingga pulau ini dikenal banyak orang. Saya sependapat dengan sang pemandu ini, Pulau Sempu tak pernah dipromosikan oleh pihak pengelola apalagi dikembangkan dengan memperbaikin jalur treking dan fasilitas MCK di beberapa lokasi penting (alasannya tentu karena kawasan konservasi), hanya saja informasi tentangnya bertebaran di internet, baik berupa catatan perjalanan pada website atau blog pribadi maupun mempublokasikan foto/video melalui media (online) sosial sehingga banyak orang yang terdorong membuktikan keindahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin: 5px 20px 20px;"&gt;
&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;
&lt;b&gt;Wiken di Pulau Sempu&lt;/b&gt;: &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Tutup'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Lihat'; }" style="font-size: 11px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Lihat" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;
&lt;div style="display: none;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Gp6ilFLqtS4/T4Czd2Q2cHI/AAAAAAAAA5A/4RrJM33NJ94/s1600/segara+anakan-sempu.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-Gp6ilFLqtS4/T4Czd2Q2cHI/AAAAAAAAA5A/4RrJM33NJ94/s1600/segara+anakan-sempu.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Karang di Pantai Segara Anakan - Pulau Sempu&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-svVHJgMu6LY/T4CzZUHeoTI/AAAAAAAAA44/vpTIYqpxxSw/s1600/segara+anakan-sempu-1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-svVHJgMu6LY/T4CzZUHeoTI/AAAAAAAAA44/vpTIYqpxxSw/s1600/segara+anakan-sempu-1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Pemandangan Pantai Segara Anakan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-TG3lygMwpfc/T4C1X_LYZiI/AAAAAAAAA5Q/8Etp43ml3rM/s1600/tebing+segara+anakan-sempu.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-TG3lygMwpfc/T4C1X_LYZiI/AAAAAAAAA5Q/8Etp43ml3rM/s1600/tebing+segara+anakan-sempu.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tebing yang membatasi pantai dengan samudra di Pulau Sempu&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin: 5px 20px 20px;"&gt;
&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;
&lt;b&gt;Kawasan Konservasi&lt;/b&gt;: &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Tutup'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Lihat'; }" style="font-size: 11px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Lihat" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;
&lt;div style="display: none;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-QuaN-cKzj3A/T4C8WaUz3UI/AAAAAAAAA5g/1B2R_2WD1PE/s1600/Resort+Konservasi+Wilayah+Pulau+Sempu.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-QuaN-cKzj3A/T4C8WaUz3UI/AAAAAAAAA5g/1B2R_2WD1PE/s1600/Resort+Konservasi+Wilayah+Pulau+Sempu.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Wisata Sulsel dari Mulut ke Mulut&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beda pulau Sempu, beda pula pulau-pulau indah di Sulsel. Kita perlu menuntut, kenapa kawasan&amp;nbsp; wisata di Sulsel kurang dikenal?, kondisi ini perlu disadari bahwa pariwisata Sulsel masih menjadi hal asing bagi wisatawan domestik, apalagi dibandingkan dengan pulau Sempu yang bukan kawasan wisata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-eDiLqmv7cME/T4CdvwbpDcI/AAAAAAAAA4Y/qDfqcyC0j0k/s1600/Word_of_Mouth.png" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-eDiLqmv7cME/T4CdvwbpDcI/AAAAAAAAA4Y/qDfqcyC0j0k/s1600/Word_of_Mouth.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Sumber gambar: wordofmouth.co.uk&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Bagi saya, promosi menggunakan berbagai media memang sangat perlu, apalagi media berskala nasional, namun strategi promosi &lt;i&gt;word of mouth&lt;/i&gt; adalah jalan yang baik dalam menginformasikan potensi wisata Makassar dan Sulsel secara umum. Bentuk promosi &lt;i&gt;Word of Mouth&lt;/i&gt; (WoM) dapat berupa pembicaraan secara langsung (&lt;i&gt;diretcly communication&lt;/i&gt;) maupun melalui media komunikasi yang merepresentasikan pribadi atau diri seseorang, seperti website, blog hingga media (online)sosial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti pulau Sempu, pariwisata Sulsel perlu dukungan catatan perjalanan dan publikasi foto atau video melalui media sosial yang dilakukan oleh wisatawan itu sendiri. Soal kekuatan pesannya, tentu saja kuat karena catatan perjalanan atau publikasi foto/video merupakan refleksi atas sajian pariwisata yang mereka nikmati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maksimalisasi strategi promosi WoM tentu saja tidak mudah karena promotor pariwisata adalah pengunjung/wisatawan itu sendiri, maka perlu dibangun suatu konsep dan sistem yang realistis dalam usaha ini. Misalnya mengembangkan sarana dan prasarana kawasan wisata, mulai dari tersedianya akses informasi dan kemudahan transportasi menuju lokasi wisata, pengemasan kawasan wisata yang menyenangkan dan tentunya memiliki karakteristik sendiri, hingga kesiapan masyarakat sekitar dalam menerima tamu dan menjaga lingkungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, kunjungan wisata perlu dipancing dengan menyebarkan paket promo wisata secara nasional dengan memberikan kesempatan bagi beberapa orang dari berbagai kota/daerah untuk mengunjungi kawasan wisata di Sulsel dengan biaya yang lebih  murah &lt;b style="background-color: #ffd966;"&gt;(apalagi gratis)&lt;/b&gt;. Jepang pernah mengamalkan strategi seperti ini karena kunjungan wisatanya menurun hingga 50% pasca Tsunami, Badan Pariwisata Jepang menyediakan 10.000 tiket pesawat gratis bagi  orang asing yang mau datang mengunjungi negeri indah tersebut (Baca: &lt;a href="http://chengxplore.blogspot.com/2011/10/berlibur-ke-jepang-yuk-ada-10000-tiket.html"&gt;Berlibur ke Jepang, yuk!&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-oB7AAxMltls/T4CfOhEGr0I/AAAAAAAAA4o/AFBEVwd62RU/s1600/word-of-mouth-marketing.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-oB7AAxMltls/T4CfOhEGr0I/AAAAAAAAA4o/AFBEVwd62RU/s1600/word-of-mouth-marketing.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Sumber gambar: coreography.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, apalagi yang perlu ditunggu, biarkan pariwisata Sulsel menegaskan keberadaannya, mencetak kesan yang indah dan &lt;b style="color: red;"&gt;BERTERIAK&lt;/b&gt; melalui mulut para penggila wisata.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Produksi Simbol dan Mengabadikan Kesan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian ini sebagai suplemen saja, Pemirsa! Walaupun muatannya sangat penting dalam mempromosikan pariwisata Sulsel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya kita menyadari, bahwa perjalan wisata tanpa buah tangan tentu saja tidak lengkap. Namun bagi saya, dalam konteks pariwisata Sulsel, buah tangan dianggap hal sepele padahal dia mengandung pesan komunikasi tersendiri bagi wisatawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-caddTd6yVnM/T4DBBXqcjyI/AAAAAAAAA54/l_4-I2M8Qi0/s1600/souvenir+kupu-kupu+bantimurung.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-caddTd6yVnM/T4DBBXqcjyI/AAAAAAAAA54/l_4-I2M8Qi0/s320/souvenir+kupu-kupu+bantimurung.JPG" width="212" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Souvenir Kupu-kupu khas Bantimurung&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Bayangkan saja, jika di sudut ruang tamu dipajang miniatur rumah tongkonan&amp;nbsp; yang dibeli saat berkunjung ke Tana Toraja, atau miniatur perahu Phinisi yang dibeli sebagai kenang-kenangan saat berplesir ke Tanjung Bira di Bulukumba. Tamu melihat dan tertarik dengan ciri khasnya mungkin bertanya tentang muasal dari bende tersebut, maka berceritalah tuan rumah perihal bagaimana dia menikmati akhir pekan atau menghabiskan liburan di Tana Toraja atai Tanjung Bira. Disinilah buah tangan berungsi sebagai kenangan, sebuah simbolisasi dari pengalaman dan rangkuman kesan yang dialaminya saat menikmati suguhan khas lokasi wisata tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayangnya, industri keratif dan kerajinan di Sulsel belum dimaksimalkan. Olehnya itu perlu pengembangan sumber daya manusia pada sektor produuksi kerajinan, mulai dari pernak-pernik, souvenir, miniatur hingga kerajinan tekstil seperti kain sutera. Efeknya bisa diperhatikan, Tana Toraja banyak dikenal karena produksi souvenir dengan moti khas serta miniatur rumah tongkonan, Sengkang-Wajo dikenal dengan industri sarung suteranya, dan Bantimurung, Maros dengan souvenir kupu-kupu dalam rupa-rupa kemasan. Sayangnya beberapa daerah lain dengan potensi pariwisata yang berkelas belum menunjukkan karakteristik budayanya melalui suatu simbol, kecuali foto pengunjung di lokasi wisata tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jogja akan selalu dikenang melalui kaos Dagadu, Pekalongan dengan batiknya&amp;nbsp; yang dingin, daerah Puncak di Bogor dengan Kerajinan Bunga dari kayu, Malang dengan boneka Singa, bali dengan brand Jogger Jelek. Lalu kampung kita punya apa? &lt;span style="background-color: #ffd966; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;huruf G?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin: 5px 20px 20px;"&gt;
&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;
&lt;b&gt;Suplemen&lt;/b&gt;: &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Tutup'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Lihat'; }" style="font-size: 11px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Lihat" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="alt2" style="background-color: #ffe599; border: 1px inset; color: #cc0000; margin: 0px; padding: 6px; text-align: center;"&gt;
&lt;div style="display: none;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-NIjHVcRP1Yg/T4DA8iC1huI/AAAAAAAAA5w/79eZNJ-g8TE/s1600/kelebihang+G.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-NIjHVcRP1Yg/T4DA8iC1huI/AAAAAAAAA5w/79eZNJ-g8TE/s1600/kelebihang+G.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Sekadar intermezo ala kadarnya.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kunjungi juga;
www.kalsumedia.co.nr&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/643697286673093681-1120184247011205295?l=chengxplore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/VuUVuQcx7jwHCF4hZj5Dfr0v1Z8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/VuUVuQcx7jwHCF4hZj5Dfr0v1Z8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/VuUVuQcx7jwHCF4hZj5Dfr0v1Z8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/VuUVuQcx7jwHCF4hZj5Dfr0v1Z8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ChengXplore/~4/gBGlGCun2l4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://chengxplore.blogspot.com/feeds/1120184247011205295/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://chengxplore.blogspot.com/2012/04/pariwisata-sulawesi-selatan-kami-ada.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/1120184247011205295?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/1120184247011205295?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ChengXplore/~3/gBGlGCun2l4/pariwisata-sulawesi-selatan-kami-ada.html" title="Pariwisata Sulawesi Selatan; Kami Ada dan Mengesankan!" /><author><name>Cheng Prudjung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03932155262964597384</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_7Y4frbrIS4A/S1VOeDG9uUI/AAAAAAAAAYY/zliayXfpJds/S220/mash+muda+dl.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-W8oydq57pxo/T4C-cbw0UgI/AAAAAAAAA5o/FgRQF_g-zG0/s72-c/banner-south-sulawesi-tourism-3.png" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://chengxplore.blogspot.com/2012/04/pariwisata-sulawesi-selatan-kami-ada.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Dk8NQn07eip7ImA9WhVRGEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-643697286673093681.post-2812022618642246919</id><published>2012-03-22T01:40:00.034+07:00</published><updated>2012-03-28T02:01:33.302+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-03-28T02:01:33.302+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Article" /><title>Hari Air Sedunia; Bumi Haus Air, Katanya.</title><content type="html">&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-sy0x0qXgGe8/T3ILJZM8PrI/AAAAAAAAA3g/pc01ET7v4vA/s1600/waterdrop_embossed.gif" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-sy0x0qXgGe8/T3ILJZM8PrI/AAAAAAAAA3g/pc01ET7v4vA/s320/waterdrop_embossed.gif" width="280" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Manfaatkan air sebaik mungkin yuk !!!&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Tulisan ini terinspirasi dari tulisan Hefni Effendi, Dosen Departemen Manajemen Sumber Daya Perairan, PIK-ITB, yang diterbitka di Kompas bertepatan dengan peringatan hari air sedunia, 22 Maret. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain tergugah oleh opini tersebut, (Dibandingkan tulisan opini lainnya seperti Khalisah Khalid yang menulis tentang “Menggugat Hak atas Air”, diterbitkan di Kompas pada edisi yang sama), sebelumnya saya pernah membaca suatu catatan yang menyentil kesadaran bahwa bertahun-tahun kedepan, air untuk konsumsi akan sangat sulit ditemukan, sehingga wajah manusia yang berumur 20 tahun akan sama dengan wajah kakek-nenek yang berumur tiga kali lipat lebih tua, hal tersebut karena manusia sangat jarang minum atau unsure air dalam dirinya sangat sedikit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketergugahan saya akan tulisan Hefni Effendi berjudul “Bumi Haus Air” ini dikarenakan penyampaian datanya yang semakin menegaskan bahwa sentilan yang pernah kubaca sebelumnya itu menjadi suatu ancaman, beberapa generasi mendatang wajib beradaptasi; hidup dengan minimnya ketersediaan air. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana mungkin bumi haus air? Bukankan pada penampakan citra satelit, bumi ini diselimuti air?”. Tulisan Hefni, mencoba membantai tulisannya sendiri lalu kemudian menjawabnya perlahan. “Betul, tetapi 97,3 persen berupa air laut dan sisanya, kurang dari tiga persen, adalah air tawar”. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membaca lead tulisan itu saja, saya sendiri melai membagun refleksi, sebegitu sedikitkah air tawar yang tersedia untuk kehidupan kita? Saya teringat kembali pengalaman sejak melakukan pendampingan terhadap peternak sapi perah di desa Waturejo, Ngantang, kabupaten Malang. Betapa ketersediaan air menjadi keluhan para peternak secara khusus. Kebutuhan air sebenarnya tidak sepenuhnya untuk konsumsi, misalnya keperluan minum, memasak atau urusan MCK. Akan tetapi kebutuhan produksi, misalnya pengairan lahan rumput gajah, kebersihan ternak dan kandangnya, dll. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="344" src="http://www.youtube.com/embed/U26Na9Xa5Ug?fs=1" width="459"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persoalan kebutuhan air, FAO Water di tahun 2012 menunjukkan bahwa, segelas susu membutuhkan 200 liter air, sepotong irisan roti secara merata membutuhkan 40 liter air, sebutir telur membutuhkan 135 liter air, sebiji tomat membutuhkan 13 liter air. Luar biasa! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, sekarang mari kita bedah lagi, sekitar 2,7 persen air tawar yang tersedia di bumi, 2,1 persen masih dalam bentuk salju di  dua kutub. Sementara air yang dimanfaatkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan produksi hanya 0,5 persen yaitu air yang menempati danau, sungai maupun air tanah. Sementara untuk kebutuhan konsumsi manusia tentu saja semakin kecil yakni 0,003 persen saja. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepuluh tahun yang lalu, keprihatinan akan semakin kurangnya ketersediaan air untuk konsumsi manusia sudah mulai dibicarakan, bahkan menjadi rekomendasi pada KTT Bumi pada tahun 1992 di Rio de Janeiro, Brazil. Dalam Konferensi tersebut, upaya global untuk mengkompromikan kepentingan pembangunan dan lingkungan (developmentalist and environmentalist) dituangkan dalam komitmen yang mengikat (legally binding). Adapun komitmen yang mengikat itu adalah; &lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Konvensi keanekaragaman hayati (&lt;i&gt;Convention on biological diversity&lt;/i&gt;) &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Konvensi kerangka PBB tentang perubahan iklim (&lt;i&gt;United nation framework convention on climate change&lt;/i&gt;). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Konventi tentang mengatasi degradasi lahan (&lt;i&gt;convention to combat desertification&lt;/i&gt;. &lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
Penetapan hari air sedunia dilakukan setahun setelah KTT bumi di Rio de Janeiro tersebut dilaksanakan. Untuk tahun ini, tema peringatan hari air sedunia adalah “Air dan Ketahanan Pangan”. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu beberapa data tersebut di atas masih membutuhkan penerjemahan, kita butuh melihat lingkungan di sekeliling kita, syur jika kita hidup di daerah dengan jumlah ketersediaan air bersih yang memadai, namun bagaimana jika sebaliknya?.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-6brBqNon2FE/T3ILBp6AEjI/AAAAAAAAA3Y/bILeOuWPEIc/s1600/air+tercemar.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-6brBqNon2FE/T3ILBp6AEjI/AAAAAAAAA3Y/bILeOuWPEIc/s1600/air+tercemar.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Air sungai yang tercemar di kota besar menjadi salah satu masalah yang belum tuntas&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
Perlu ada kesadaran global dan tindakan yang sifatnya lokalistik (&lt;i&gt;think globaly, act localy&lt;/i&gt;), misalnya membudayakan hemat air dalam lingkungan keluarga dan mengajar orang-orang disekitar untuk lebih memperhatikan kebersihan lingkungan yang tentu saja berdampak pada tersedianya air bersih. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara lebih rinci untuk mengatasi krisis air bersih paya penyelamatan lingkungan, termasuk di antaranya  penyelamatan sumber-sumber air, harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan. Upaya penyelamatan lingkungan demi mengatasi krisis air bersih dapat dilakukan melalui: &lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menggalakkan gerakan hemat air. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menggalakkan gerakan menanam pohon seperti one man one tree (selama daur hidupnya pohon mampu menghasilkan 250 galon air). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Konservasi lahan, pelestarian hutan dan daerah aliran sungai (DAS). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pembangunan tempat penampungan air hujan seperti situ, embung, dan waduk sehingga airnya bisa dimanfaatkan saat musim kemarau. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mencegah seminimal mungkin air hujan terbuang ke laut dengan membuat sumur resapan air atau lubang resapan biopori. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengurangi pencemaran air baik oleh limbah rumah tangga, industri, pertanian maupun pertambangan. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengembangan teknologi desalinasi untuk mengolah air asin (laut) menjadi air tawar. &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kunjungi juga;
www.kalsumedia.co.nr&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/643697286673093681-2812022618642246919?l=chengxplore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/RnIfo_QftsFPHK2j2TcTCEURCBQ/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/RnIfo_QftsFPHK2j2TcTCEURCBQ/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/RnIfo_QftsFPHK2j2TcTCEURCBQ/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/RnIfo_QftsFPHK2j2TcTCEURCBQ/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ChengXplore/~4/71i_KcBi8us" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://chengxplore.blogspot.com/feeds/2812022618642246919/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://chengxplore.blogspot.com/2012/03/hari-air-sedunia-bumi-haus-air-katanya.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/2812022618642246919?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/2812022618642246919?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ChengXplore/~3/71i_KcBi8us/hari-air-sedunia-bumi-haus-air-katanya.html" title="Hari Air Sedunia; Bumi Haus Air, Katanya." /><author><name>Cheng Prudjung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03932155262964597384</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_7Y4frbrIS4A/S1VOeDG9uUI/AAAAAAAAAYY/zliayXfpJds/S220/mash+muda+dl.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-sy0x0qXgGe8/T3ILJZM8PrI/AAAAAAAAA3g/pc01ET7v4vA/s72-c/waterdrop_embossed.gif" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://chengxplore.blogspot.com/2012/03/hari-air-sedunia-bumi-haus-air-katanya.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkIDQ30-eyp7ImA9WhVSGUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-643697286673093681.post-3296409776102108547</id><published>2012-03-17T05:51:00.003+07:00</published><updated>2012-03-17T06:29:32.353+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-03-17T06:29:32.353+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Activities" /><title>Orang Mandar di Bali; Bukti Perantau Ulung Sulawesi</title><content type="html">&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-22n4hqQNWBo/T2PBBAMUnhI/AAAAAAAAA3M/gTNcMPdzIdE/s1600/warga+mandarsari.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-22n4hqQNWBo/T2PBBAMUnhI/AAAAAAAAA3M/gTNcMPdzIdE/s320/warga+mandarsari.jpg" width="219" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Bersama pak Ali, warga kampung Mandar&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Mandar adalah salah satu suku (sulawesi barat) yang identik dengan laut, walaupun suku lainnya di Sulsel (dan Sulbar) juga identik dengan laut dan segala aktifitas disana, suku atau orang-orang Mandarlah yang sebenarnya dikenal sebagai orang laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai orang laut, mandar memiliki alat transportasi khas, yakni Sandeq:  jenis perahu layar bercadik  yang telah lama digunakan melaut oleh nelayan Mandar. Bentuknya yang pipih, dengan lebar berkisar  1,5 - 2 meter dan panjang 6 - 9 meter menjadikan lebih lincah dan lebih  cepat dibandingkan dengan perahu layar lainnya. Salah satu keunggulan Sandeq (sekaligus bukti kepiawaian orang Mandar dalam mempertaruhkan hidup di laut) yakni dia bisa berlayar melawan arah angin, yaitu dengan teknik berlayar zigzag (dalam bahasa Mandar disebut sebagai "Makkarakkayi").&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Identitas suku Mandar sebagai orang laut tidak hanya ditunjukkan oleh transportasi khasnya saja, akan tetapi dengan kebiasaannya berlayar ke tempat jauh dan merantau. Jangan kaget jika banyak kampung Mandar tersebar di Nusantara. Salah satu kampung Mandar yang bisa anda dapati dengan mudah, mengingat banyak orang Indonesia bercita-cita mengunjungi Bali, jika kawan-kawan mengunjungi pulau Dewata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terletak sejauh 20km dari pelabuhan Gilimanuk ke arah timur, kampung Mandar atau dusun Mandarsari sangat mudah dijumpai. Masyarakat di Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, sudah akrab dengan kampung ini, keberadaan orang-orang Mandar di kecamatan Gerokgak secara umum, menambah khasanah multikulturalisme yang terbingkai dengan erat dan damai disana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-yCz_uHZAct0/T2PAwhmLREI/AAAAAAAAA20/3jnjGNqJSJ4/s1600/sandeq+cat+air.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-yCz_uHZAct0/T2PAwhmLREI/AAAAAAAAA20/3jnjGNqJSJ4/s1600/sandeq+cat+air.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Sketsa perahu Sandeq | sumber : kedaiseniuwake.blogspot.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Sebenarnya, masyarakat Gerokgak, khususnya desa Sumberkima dan desa Pejarakan tidak asing lagi dengan orang-orang yang berasal dari pulau Sulawesi yang secara geografis tepat berada di sebelah utara dari kecamatan tersebut. Ada banyak orang Bugis, Makassar, apalagi Mandar, yang mencari nakah di pulau ini, walaupun saya tidak mendapatkan kisaran angka (kecuali di kampung Mandar yang saat ini mencapai 300 lebih Kepala Keluarga), namun beberapa hal membuat saya yakin keakraban orang-orang Gerokgak dengan para pendatang dari Sulawesi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai perantau (bukan asal perantau), orang-orang Mandar yang hidup dengan tetap mempertahankan rumpunnya mungkin adalah salah satu ciri budaya merantaunya. Selain di Sumberkima, ada lagi beberapa kampung mandar yang tersebar di luar daerah mandar itu sendiri, di Sulawesi Barat. Selain hidup dalam satu rumpun, mereka juga tetap mempertahankan budaya seperti bahasa. Pak Ali, salah satu warga kampung Mandar yang saya temui mengaku bahwa bahasa Mandar masih digunakan secara turun temurun di dusun tersebut, bahkan dia sendiri yang lahir dan besar di Bali, masih tetap bisa berbahasa Mandar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain bahasa, jenis perahu (baik jolloro dan perahu penangkap ikan) tetap mempertahankan cirinya, yakni ramping dan seimbang (perahu Sulawesi dikenal sebagai alat transportasi laut yang lincah dan cepat). Bukan hanya itu, budaya fisik yang masih bertahan adalah rumah panggung (kayu) yang hingga kini masih berdiri dan menunjukkan identitas budayanya, walaupun beberapa keluarga tidak lagi menggunakan rumah panggung karena ketersediaan kayu yang tidak lagi memenuhi kebutuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu ancaman perantau adalah putusnya hubungan atau sislsilah keluarga antara keluarga di tanah rantau dengan keluarga di kampung asal. Warga kampung Mandar di Sumberkima, Bali ini menyimpan Lontara yang menunjukkan silsilah mereka. Seperti halnya pak Ali yang mengakui bahwa telah tiga generasi keluarganya di Mandarsari tidak pernah pulang ke Sulbar, sehingga dengan berpandu pada Lontara keluarganya, dia datang ke Sulbar untuk mencari dan bersilaturahmi kembali dengan keluarganya disana.&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-7l-detbnnVw/T2PA5BWS_pI/AAAAAAAAA28/CBK1YYmNgqU/s1600/rumah+panggung+kampung+mandar.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-7l-detbnnVw/T2PA5BWS_pI/AAAAAAAAA28/CBK1YYmNgqU/s1600/rumah+panggung+kampung+mandar.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Rumah Panggung dengan atap genteng | Hingga saat ini rumah adat masih bisa dijumpai di dusun Mandarsari, Sumberkima, Buleleng, Bali. Rumah panggung dan bahasa Mandar terus mengukuhkan eksistensi rumpun mandar di Bali.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-L9EdxisAo68/T2PA_D0CYGI/AAAAAAAAA3E/yvq4idY76NE/s1600/rumah+panggung+mandarsari+bali.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-L9EdxisAo68/T2PA_D0CYGI/AAAAAAAAA3E/yvq4idY76NE/s1600/rumah+panggung+mandarsari+bali.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Rumah Panggung dengan latar belakang pohon kelapa&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Secara umum, warga dusun Mandarsari menggantungkan hidupnya dari hasil laut, walaupun anda juga yang memanfaatkan lahan untuk meraup rejeki dari buah kelapa. Di laut, orang Mandar dan warga desa Sumberkima dan Pejarakan utamanya bekerja sebagai nelayan ikan hias. Setiap pagi mereka akan bertemu dengan laut, mengadu nasib dengan menyelami laut berkedalaman 6-10 meter. Nelayan ikan hias dibedakan dalam tiga kategori, yaitu nelayan/penyelam pinggiran, nelayan/penyelam tengah (kedalaman di atas 10 meter, teknik penyelaman biasanya menggunakan kompresor), dan nelayan sebrang yakni para nelayang yang mendatangi suatu daerah diluar wilayah bali untuk melakukan penyelaman dan menangkap ikan hias.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mandar, &lt;i&gt;oh&lt;/i&gt; Mandar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pelan-pelan, Mandar menjadi begitu asing di kepalaku, bias sesosok pemuda (mungkin Muhammad Ridwan Alimuddin) semakin terang datang dengan "Orang Mandar Orang Laut". Setelah Sumberkima, saya ingin ke Pulau Masalembo, menikmati suasana kampung Mandar disana. Semoga!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kunjungi juga;
www.kalsumedia.co.nr&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/643697286673093681-3296409776102108547?l=chengxplore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/kBxNkQgq-DdjsOwoyaKPqyYGRmw/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/kBxNkQgq-DdjsOwoyaKPqyYGRmw/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/kBxNkQgq-DdjsOwoyaKPqyYGRmw/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/kBxNkQgq-DdjsOwoyaKPqyYGRmw/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ChengXplore/~4/szXrqiaSMks" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://chengxplore.blogspot.com/feeds/3296409776102108547/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://chengxplore.blogspot.com/2012/03/orang-mandar-di-bali-bukti-perantau.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/3296409776102108547?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/3296409776102108547?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ChengXplore/~3/szXrqiaSMks/orang-mandar-di-bali-bukti-perantau.html" title="Orang Mandar di Bali; Bukti Perantau Ulung Sulawesi" /><author><name>Cheng Prudjung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03932155262964597384</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_7Y4frbrIS4A/S1VOeDG9uUI/AAAAAAAAAYY/zliayXfpJds/S220/mash+muda+dl.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-22n4hqQNWBo/T2PBBAMUnhI/AAAAAAAAA3M/gTNcMPdzIdE/s72-c/warga+mandarsari.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://chengxplore.blogspot.com/2012/03/orang-mandar-di-bali-bukti-perantau.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CU4GSXs9fip7ImA9WhVSFkg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-643697286673093681.post-4553761538204211353</id><published>2012-03-13T22:52:00.000+07:00</published><updated>2012-03-13T22:52:08.566+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-03-13T22:52:08.566+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Article" /><title>Politik Pencitraan Rusak Citra Politik</title><content type="html">&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-9F4IfAkpb84/T19rpGDblrI/AAAAAAAAA2I/YzbGDRPrXRw/s1600/sby-citra-buku.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-9F4IfAkpb84/T19rpGDblrI/AAAAAAAAA2I/YzbGDRPrXRw/s1600/sby-citra-buku.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Politik Citra lewat buku sekolah | Sumber gambar: arsip.monitorindonesia.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Politik bisa dimaknai sebagai drama kehidupan yang didalamnya berlangsung permainan simbol. Dalam studi komunikasi politik, gejala politik juga bisa dilihat sebagai tindakan yang sangat simbolik. Karena itu, simbol-simbol yang digunakan dalam kehidupan politik dari suatu komunitas politik misalnya tidak bisa dipisahkan dari budaya dan perilaku politik itu sendiri. Dalam perkembangannya politik telah menjadi bagian dari drama publik yang menggunakan teater (Baca juga artikel saya berjudul: &lt;a href="http://chengxplore.blogspot.com/2011/12/teater-dan-politik-adalah-seni_28.html"&gt;Teater dan Politik adalah Seni&lt;/a&gt;) berita untuk mementaskan peran yang dimainkan oleh para aktor politik. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam hal ini, politik sebagai permainan tanda benar-benar telah mengubah watak kehidupan politik dalam masyarakat mutakhir. Pertarungan politik lebih banyak sebagai pertarungan citra di ruang publik. Kerja politisi menjadi lebih banyak berurusan dengan kerja memperbaiki “penampakan luar” atau “presentasi diri”. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah era politik citra. Bagi Yasraf Amir Piliang (2006), kata “citra” kini juga merujuk ke suatu kesan publik yang dibentuk dan difabrikasi (dibuat-buat), yang diciptakan dengan bantuan teknik visual. Di dalam dunia politik abad citra, orang lebih banyak melihat ketimbang berpikir. Aktivitas melihat mendominasi kehidupan politik, ketimbang aktivitas memikirkan. Dunia kesadaran politik lebih didominasi durasinya oleh kesadaran melihat citra, gambar, tayangan dan informasi politik, ketimbang durasi berpikir, merenung atau refleksi tentang makna politik itu. Kesadaran yang melihat (menonton, mendengar, menyaksikan) disebabkan bentuk pembingkaian pikiran oleh mekanisme (teknologis) dari apa yang dilihat, telah membingkai manusia menjadi sekadar melihat dan menyembunyikan kesempatan untuk berpikir (terhadap apa yang dilihat). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam abad informasi, sebagaimana pandangan Sontag (2003), citra fotografis (foto, televisi, internet) bukanlah citra cermin yang telanjang dari realitas. Ia selalu citra yang dipilih seseorang untuk suatu maksud dan tujuan tertentu. Mengambil foto berarti membingkai, dan membingkai sekaligus berarti meminggirkan. Meminggirkan berarti menyembunyikan realitas atau kebenaran lain dan mereduksinya sebagai realitas dan kebenaran yang dikonstruksi dalam dunia citra. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini komunikasi politik elite lebih menggunakan strategi komunikasi politik berorientasi massa (mass poitical communication), yang bersifat emosional ketimbang menggunakan strategi komunikasi politik yang berorientasi warga (civil poitical communication) yang lebih rasional. Karena itulah politik di era mediasi menggunakan trik, manajemen dan bahkan manipulasi citra untuk membentuk persepsi publik atas suatu isu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iklan politik lebih berorientasi citra (image-oriented), daripada berorientasi persoalan (issue oriented). Citra lebih penting dari substansi. Citra telah menggantikan pengalaman dan wacana sebagai cara untuk memahami dunia sosial. Kini kita hidup dalam dunia citra yang spektakuler dan menakjubkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah citra dapat menjual sabun, tisu toilet, selebriti, politisi atau partai politik. Para politisi dipasarkan layaknya sabun mandi. Citra telah menjadi lebih menarik daripada yang asli, bahkan telah menjadi yang asli itu sendiri. Iklan mendorong pengharapan yang berlebihan oleh karena ia lebih dramatis dan hidup dari realitas itu sendiri. Realitas tidak bisa cocok dengan citra. Iklan menyajikan citra-citra dan kemudian membu`tnya tampak seperti yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-7Sb6-uTWqP8/TqdHzYsnSQI/AAAAAAAAAgg/Gsajc5dmwIs/s1600/politik+citra+sby.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://3.bp.blogspot.com/-7Sb6-uTWqP8/TqdHzYsnSQI/AAAAAAAAAgg/Gsajc5dmwIs/s400/politik+citra+sby.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Sampai kapan, citramu bertahan dalam politik?&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Politik Citra dan Kesadaran Kritis &lt;/b&gt;Politik sebagai bisnis pertunjukan bersandar sepenuhnya pada budaya visual. Semua karya visual bisa dibaca sebagai teks yang menawarkan berbagai rentang ruang penafsiran. Publik tidak terlibat dalam pembentukan citra itu, dan mereka juga tidak didorong untuk berkomunikasi tentang citra itu. Itulah sebabnya penting untuk mendiskusikan citra dan kebenarannya guna mendorong mereka menjadi konsumen citra berita yang kritis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Catatan :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Postingan ini adalah tulisan Hadisaputra berjudul "Gizi Buruk &amp;amp; Politik Citra" yang diterbitkan melalui blognya: catatan-hadi.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kunjungi juga;
www.kalsumedia.co.nr&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/643697286673093681-4553761538204211353?l=chengxplore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/vMgzEy5-J2CLsNnaw4aGkTLH5LQ/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/vMgzEy5-J2CLsNnaw4aGkTLH5LQ/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/vMgzEy5-J2CLsNnaw4aGkTLH5LQ/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/vMgzEy5-J2CLsNnaw4aGkTLH5LQ/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ChengXplore/~4/VTY4jxfN1ow" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://chengxplore.blogspot.com/feeds/4553761538204211353/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://chengxplore.blogspot.com/2012/03/politik-pencitraan-rusak-citra-politik.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/4553761538204211353?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/4553761538204211353?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ChengXplore/~3/VTY4jxfN1ow/politik-pencitraan-rusak-citra-politik.html" title="Politik Pencitraan Rusak Citra Politik" /><author><name>Cheng Prudjung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03932155262964597384</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_7Y4frbrIS4A/S1VOeDG9uUI/AAAAAAAAAYY/zliayXfpJds/S220/mash+muda+dl.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-9F4IfAkpb84/T19rpGDblrI/AAAAAAAAA2I/YzbGDRPrXRw/s72-c/sby-citra-buku.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://chengxplore.blogspot.com/2012/03/politik-pencitraan-rusak-citra-politik.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D04ESXk7fip7ImA9WhVREE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-643697286673093681.post-4247222631759644206</id><published>2012-03-12T18:30:00.004+07:00</published><updated>2012-03-18T08:58:28.706+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-03-18T08:58:28.706+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="My Notes" /><title>Apa Kabar Galesong ??? Saya Rindu!</title><content type="html">&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Me6SCm-6V1A/T13bhaLoD3I/AAAAAAAAA2A/QUtUrcS3ee8/s1600/Foto0299.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-Me6SCm-6V1A/T13bhaLoD3I/AAAAAAAAA2A/QUtUrcS3ee8/s320/Foto0299.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Narsis sebelum pulang ke rumah.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Di waktu luang seperti ini, tak banyak objek bisa jadi bahan pikiran. Google nyaris tak bermanfaat saking labilnya nalarku memproduksi kata. Saat membuka google, kadang saya hanya bisa terdiam sambil salah tingkah, si google seperti sesosok primadona desa yang kecantikannya setara dengan bidadari yang dimitoskan sangat menggairahkan. Dengan kepala yang nyaris kosong, saya dan si google hanya bisa saling bertatap pandang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kadang terbersit di kepalaku untuk mengetikkan "Galesong" atau kata kunci yang dekat dengan Galesong, namun halaman yang kutemukan hanya itu dan itu saja. Untung saja ada beberapa tulisan menarik yang pantas dibaca berkali-kali di kabargalesong.org, namun kadang tetap saja tidak mampu melunasi kerinduanku pada kampung Galesong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya bukan seorang anak yang lahir di Galesong, melainkan di kota Makassar saat masih bernama Ujung Pandang. Kedua orang tuaku dan orang tua dari orang tua-orangtuanya orang tua, dan seterusnyalah yang berasal dari Galesong. Hanya saja saya dibesarkan disana, pelan-pelan mentalku dibentuk oleh petuah dan realitas yang kusaksikan langsung di Galesong. Kedua nenek-kakekku (dari ayah dan ibu) bisa dibilang berseberangan. Di satu sisi, nenek-kakek dari ibuku adalah manusia dengan karakter yang halus, penuh dengan pesan agama, di pihak lain nenek-kakek dari bapakku adalah pribadi yang keras, ulet dan lebih realistis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari nenek-kakek yang berpribadi halus itu, saya dituntun dengan petuah dan ragam nasehat, pun semua nasehat itu tersaring oleh agama, sehingga akar budaya Makassar yang menetap di Galesong tidak tertancap begitu dalam padaku, apalagi keluarga dari pihak ibuku adalah aktifis Muhammadiyah tulen, kakekku sendiri adalah tokoh Muhammadiyah yang dikenal luas di Galesong. Di pihak lain, nenek-kakekku dari pihak bapak, mereka mengajariku dengan kerja keras tanpa ampun, kakekku memberika instruksi dengan semena-mena tanpa penjelasan, sehingga kadang saya sendiri merasa bodoh dengan diriku yang terus saja diserang dengan cemoohan dan bentakan keras: "&lt;i&gt;Apa gau antu kau!, Haiiiii' battalaki tallasaka punna kamma anne!&lt;/i&gt;", jika tidak berkata seperti itu, mungkin seperti ini: "&lt;i&gt;O kadong'e. Limpuruki bukungku ancinikko anjama!, Kuasai karaeng Alla Ta'ala&lt;/i&gt;".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belum lagi jika cemooh dan bentakan itu dilontarkan di ruang terbuka, pekaragan rumah atau di sawah, sehingga bukan hanya telingaku dan telinganya saja yang menerima kata-kata perih ini. Untuk kakek yang mendidikku dengan kerja keras ini, selalu saja kupupukkan dendam dalam hatiku untuknya, walaupun kadang saya rindu dengan sosoknya dan diam-diam menuruni karakternya. Belum pernah kutemukan sosok besar, kasar, keras dan tidak pandang bulu selain dari kakekku ini, warga kampung dimana dia bermukim pun mengakui keuletan dan kemandiriannya dalam bekerja keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Galesong, saya dididik dengan dua dunia yang saling bertentangan. Diantara saudaraku, baik kandung maupun sanak famili seperti sepupu, hanya saya yang mengalami didikan dua kutub berlawanan ini. Adik-adikku mulai tidak diperdulikan oleh mereka, sehingga adik-adik yang lucu ini lebih bebas memanfaatkan waktu luang untuk bermain, atau malah tidak datang mengunjungi kedua nenek-kakek dari bapak atau ibuku. Perbedaanku dengan adik-adikku yang lain memang kentara, saya bersikap lebih tenang dibandingkan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
Walaupun Galesong dikenal sebagai daerah pesisir dengan pelaut handalnya, bahkan disinilah prajurit kerajaan Gowa-Tallo dididik untuk menjadi kesatria. Saya tidak akrab dengan laut, saking tidak akrabnya saya masih belum mahir berenang, bukan karena tidak paham akan teknik mengapung dilaut, tetapi rasa takut yang lebih besar sehingga saat kakiku tidak berpijak pada benda keras saat berada di dalam air, jantungku berdegup kencang. Kemampuanku bersikap tenang setenang-tenangnya, bahkan dalam kondisi emosional yang tinggi pun, tidak bermanfaat saat saya di laut, atau di kolam yang melebihi batas tinggi badanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Betapa memalukan diriku mengaku sebagai Putra Galesong dengan ketakutan pada laut yang luar biasa besarnya. Kemampuanku di ladang/sawah juga tidak seberapa, bahkan nyaris tidak mengerti apa-apa tentang sawah dan pengelolaannya, saya memang tidak pernah tinggal di Gelesong untuk satu musim tanam hingga panen, sehingga untuk mengamati proses para petani menggarap sawahnya, tidak bisa kuikuti dengan baik. Hanya saat libur saja, saya punya kesempatan tinggal di Galesong dalam waktu yang lama sehingga saya bisa tahu apa yang harus kulakukan setiap harinya, kecuali ada perintah dari atasan (kakek dari bapak) untuk menyelesaikan "masalah" di sawah karena perhitungan atau insting petaninya yang menyatakan begitu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-vZMfLFroMYU/T13bYKAcX0I/AAAAAAAAA14/mpLJ7YoBPgs/s1600/Foto0297.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/-vZMfLFroMYU/T13bYKAcX0I/AAAAAAAAA14/mpLJ7YoBPgs/s400/Foto0297.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Menggulung tali setelah mattoja' (menanam benih kacang hijau)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Galesong; Sawah dan Para Petaninya di Mario.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Semakin beranjak dewasa, semakin saya mencintai sawah dengan segala suasananya, mulai warna sawah dari hitam, warna lumpur, hijau, kuning, hingga hitam lagi. Suasananya di pagi hari dimana embun mulai diuapkan oleh hangat matahari, siang dengan teriknya dan sore dengan adzan ashar hingga langit menjingga yang pelan-pelan menjadi merah yang merona, lalu bergradasi menjadi ungu dan perlahan redup seiring kumandang adzan magrib.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sore harilah suasana yang paling kusuka, ketika para wanita menggiring sekawanan itik kembali ke kandang, saat anak-anak tertawa riang dengan sepedanya atau sekedar berkaki telanjang dan saling kejar-kejaran, sekawanan ibu-ibu dan remaja yang membaur membincangkan cerita, dan laki-laki dewasa hingga renta yang berjalan meninggalkan sawah sambil memikul cangkul, kesan kelelahan di wajahnya tersebunyi karena topi petaninya (saraung) belum lepas dari kepala. Sebelum betul-betul meninggalkan sawah, mereka akan singgah di selokan yang lumayan besar (agang je'ne) untuk membersikah lumpur di badan, saling sapa meramaikan suasana sore.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Betapa indahnya Galesong. Di bumi, mata disilaukan oleh atraksi warna sawah yang berubah-ubah mengikuti proses pengolahannya (masa bajak sawah, masa penanaman benih, saat padi dewasa, saat padi menguning, musim panen hingga pembakaran jerami). Sementara di lagit, mata dimanjakan oleh gradasi warna ketika udara/oksigen disusupi sinar matahari yang jumawa di sore hari. Walaupun Mario bukan daerah pesisir, saya diam-diam menikmati sunset, nyaris di setiap hari jika saya berada disana, saat sunset itulah galesong begitu seksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Dan Apa Kabar Galesong?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Saya rindu pada sawah, rindu pada para petani dan keluarganya, rindu pada pedagang sayur yang penuh kesabaran mempertahannya kesegaran warna hijau pada berlembar-lembar daun sawi, atau menunggu hingga bentuk dan warna ungu pada terong (bo'dong-bo'dong) sempurna. Saya rindu pada penjual tape singkong (Pabalu poteng) yang melintas di depan rumah dengan aroma tape yang khas. Rindu pada permainan kuda-kudaan menggunakan pelepah daun pisang, permainan ini walaupun nampaknya biasa saja, tapi penuh resiko bagiku. Kakekku akan sangat marah jika pohon pisangnya kurusak hanya untuk membuat kuda-kudaan atau mobil-mobilan dari pohon pisang, masih terang kata-katanya; "&lt;i&gt;Anak tena bua-bua'na, sangging ammanrakiaji apa-apa&lt;/i&gt;". Betapa kenangan ini begitu sangat manis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Apa kabar Galesong?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Masihkan ikan torani (juku tuing-tuing) jadi menu andalan keluarga sederhana? masihkan ia menumbuhkan kebahagiaan saat makan bersama keluarga? Tak lepas dari ingatanku bagaimana ikan torani dan musim mangga begitu indah. Ikan torani adalah steak atau dendeng bagi orang Galesong, sementara mangga bagi mereka layaknya apel atau strawberi bagi orang Amerika. Kedua perpaduan ini, bagiku, tak akan digantikan oleh menu apapun, bahkan coto Makassar sekalipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oia, semangka (mandike) masih menjadi pelepas dahaga kan disana? sungguh saya rindu pada buah itu. Saat masih kanak-kanak, buah inilah yang paling bertanggung jawab jika pakaianku kotor, saat memakannya, airnya akan meleleh hingga ke baju, jika tidak meleleh, kami pasti menggunakan baju untuk membersihkan atau mengeringkan mulut yang basah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada lagi, belalang (katimbang). Di musim panen timur, banyak belalang layak konsumsi (berwarna kuning keemasan atau yang berwarna hijau dengan tubuh lebih panjang, entah nama jenisnya apa, orang tuaku cuma mengajari sacar menikmatisa setelah dibakar di tungku, tak pernah dia jelaskan belalang itu bermerek apa) bertebaran di pucuk-pucuk padi yang siap panen. Saat masih kecil aku biasa mengkonsumsinya, saban sore saat waktu bekerja di sawah agak lowong, bapakku pasti punya kesempatan untuk menangkapnya (mungkin bagi dirinya sekalian hiburan untuk mengenang masa kecilnya), jika bukan bapakku, maka pengembala kerbau (pakolaki tedong) kakekku yang membawa ke rumah. Sekarang, serangga ini semakin terasing, saya ragu apakah adik-adikku pernah menikmati kelezatannya atau menikmati aromanya saja jika tidak berani memakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Betapa indahnya hidup sebagai anak petani, dan betapa rindunya diriku pada Galesong. Galesong bagi anak petani yang merantau sepertiku adalah muara semangat, disanalah kulminasi keindahan hidup kupelajari, dari lekuk realitas paling sempit hingga pada acara pertunjukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun budaya Makassar ala galesong tidak ditanamkan padaku, kehidupan nyata ternyata mengajariku pelan-pelang (sori kelebihan huruf G). Masih kuingat pesan bapakku saat saya masih duduk di bangku sekolah dasar, waktu itu saya tergolong anak yang pengecut (dipengaruhi oleh ibu yang pelan-pelan menakutiku dengan mitologi atau khalayan yang rapuh, bodohnya; saya mempercayainya). "&lt;i&gt;Bilangko; anak Galesonga!&lt;/i&gt;", kata ayahku suatu kala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpandu pada kata-kata itu, pelan-pelan keberanianku kupupuk, kerendahan diri ibukulah yang membuatku tetap menjaga sikap agar tak terlalu angkuh dan menunjukkan otot saat bergaul, apalagi keluarga dari ibuku cenderung diplomatis, sehingga saya selalu bersikap hidup tanpa musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Galesong adalah simbol pembentukan karakterku, dalam waktu yang singkat, saya dibentuk dalam dua dunia yang saling berlawan sekaligus, untungnya sampai sekarang saya tidak mengalami &lt;i&gt;split personality&lt;/i&gt;, kebingungan dengan jati diri dan penentuan sikap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oia, hampir terlupakan (sebenarnya banyak sekali kenangan masa kecil yang telah ranum di benakku, tapi yang tak kuungkapkan disini akan kusampaikan pada lain kesempatan). &lt;i&gt;Jumpai'&lt;/i&gt;, entah disebut apa dalam bahasa indonesia. &lt;i&gt;Jumpai&lt;/i&gt; adalah tumbuhan liar yang kerap dijadikan sayur, rasanya pahit namun pahitnya berbeda dengan sayur pare. Tak banyak yang bisa kudeskripsikan tentang sayuran ini, saya tidak mahir. Pokoknya sayuran inilah semangat hidup sederhana keluarga kami, baik dari bapak maupun ibu. Sayuran ini selalu mengingatkanku pada kondisi ekonomi keluarga yang sering jadi keluhan, bukan hanya karena pahitnya sehingga sayuran ini kusimbolkan demikian, tapi karena tempat dia tumbuh, kondisinya dan "status sosialnya"; tumbuh tanpa disengaja dan tak pernah dianggap eksistensinya, hingga untuk membuat sayur ini, nenekku sepertinya tidak pernah meniatkan untuk membuat sayur demikian, jadi asal-asalan saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya rindu dengan Galesong! Betapapun setan mempengaruhiku bahwa surga lebih indah dibandingkan Galesong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Notes: Mohon maaf bagi pembaca yang kesulitan dengan kalimat kutipan dalam bahasa Makassar di atas, terjemahannya tidak dilampirkan (atau mungkin belum) untuk mempertahankan cita rasa emosional yang dikandung dalam kalimat kutipan tersebut. &lt;b&gt;Sekali lagi mohon maaf!&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kunjungi juga;
www.kalsumedia.co.nr&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/643697286673093681-4247222631759644206?l=chengxplore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/LUr1uZrsnIVpgkqG7bZ0jiduLuM/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/LUr1uZrsnIVpgkqG7bZ0jiduLuM/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/LUr1uZrsnIVpgkqG7bZ0jiduLuM/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/LUr1uZrsnIVpgkqG7bZ0jiduLuM/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ChengXplore/~4/gPvy0oszq9I" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://chengxplore.blogspot.com/feeds/4247222631759644206/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://chengxplore.blogspot.com/2012/03/apa-kabar-galesong-saya-rindu.html#comment-form" title="4 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/4247222631759644206?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/4247222631759644206?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ChengXplore/~3/gPvy0oszq9I/apa-kabar-galesong-saya-rindu.html" title="Apa Kabar Galesong ??? Saya Rindu!" /><author><name>Cheng Prudjung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03932155262964597384</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_7Y4frbrIS4A/S1VOeDG9uUI/AAAAAAAAAYY/zliayXfpJds/S220/mash+muda+dl.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-Me6SCm-6V1A/T13bhaLoD3I/AAAAAAAAA2A/QUtUrcS3ee8/s72-c/Foto0299.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>4</thr:total><feedburner:origLink>http://chengxplore.blogspot.com/2012/03/apa-kabar-galesong-saya-rindu.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0MMQ3Yyfyp7ImA9WhVSFUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-643697286673093681.post-2740688186823588078</id><published>2012-03-12T07:15:00.001+07:00</published><updated>2012-03-12T07:18:02.897+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-03-12T07:18:02.897+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Uncategorized" /><title>Tidak Bisa Mendownload Aplikasi dari Android Market? Ini Solusinya!</title><content type="html">Selama dua bulan, androidku tidak diisi lagi oleh aplikasi-aplikasi yang langsung disedot dari android market, pusing juga rasanya, hape android di tangan nyaris stagnan bahkan tidak berguna layaknya hape canggih karena aplikasi yang ada itu-itu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalahnya adalah hape androidku (Sony Ericsson Xperia x10 MiniPro) tidak bisa mendownload aplikasi dari market (android), setiap kali mendownload aplikasi, status yang tertulis hanya "Starting Download" itupun statusnya bisa dilihat di halaman aplikasi yang di download di market, bukan di header atau pemberitahuan (sejajar dengan jam dan status batrei) sebagaimana biasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin berbeda dengan masalah yang dihadapi banyak teman-teman yang dalam proses downloadnya memang terjadi kesalahan, misalnya download tidak berhasil, dll. Persoalan yang terjadi pada hape Androidku disebabkan karena kesalahan saat melakukan uninstal aplikasi system melalui Root Explorer. Tanpa kusadari, ternyata saya menghapus komponen penting yang menunjang berjalannya aplikasi android market dan aplikasi google lainnya di hp android.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya kebingungan mencari tutorial di google, yang kutemukan malah solusi untuk persoalan berbeda, walaupun kasusnya sama yaitu aplikasi android market tidak berjalan sebagaimana mestinya. namun saat kucari solusi dengan menggunakan kata kunci dalam bahasa inggris, kutemukan juga solusinya dari seorang pengguna android yang mengalami hal serupa denganku, atau dia melakukan kesalahan lebih awal dariku dan membagikan solusinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, bagi teman-teman yang mengalami kejadian serupa. Hal ini berarti ada (salah satu atau bahkan semuanya) komponen gtalk yang terhapus, baik itu &lt;b&gt;gtalk.apk, gtalkservice.apk, &lt;/b&gt;maupun &lt;b&gt;gtalkprovider.apk &lt;/b&gt;olehnya itu solusinya adalah menginstal kembali file tersebut. Untuk mendapatkan ketiga file tersebut, silahkan download disini : &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/18840524/Gtalk.zip.html"&gt;gtalk.apk&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; (berisi tiga file apk yang dibutuhkan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lakukan proses instalasi seperti biasanya. Ekstrak dulu file zip tersebut lalu pindahkan ke hp android kamu dan installah menggunakan aplication installer. Jika ada pemberitahuan bahwa aplikasi tersebut sudah ada, jangan hiraukan, timpa saja (begitu yang saya lakukan). dalam mendownload ketiganya, sebaiknya dengan urutan gtalkprovider.apk &amp;gt;&amp;gt; gtalkservice.apk &amp;gt;&amp;gt; gtalk.apk&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selamat mencoba dan semoga berhasil !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kunjungi juga;
www.kalsumedia.co.nr&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/643697286673093681-2740688186823588078?l=chengxplore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/A7zzzCfaJwrLwYE2sL7U0hJ7pJ4/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/A7zzzCfaJwrLwYE2sL7U0hJ7pJ4/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/A7zzzCfaJwrLwYE2sL7U0hJ7pJ4/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/A7zzzCfaJwrLwYE2sL7U0hJ7pJ4/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ChengXplore/~4/y8pP612HwgY" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://chengxplore.blogspot.com/feeds/2740688186823588078/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://chengxplore.blogspot.com/2012/03/tidak-bisa-mendownload-aplikasi-dari.html#comment-form" title="7 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/2740688186823588078?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/2740688186823588078?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ChengXplore/~3/y8pP612HwgY/tidak-bisa-mendownload-aplikasi-dari.html" title="Tidak Bisa Mendownload Aplikasi dari Android Market? Ini Solusinya!" /><author><name>Cheng Prudjung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03932155262964597384</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_7Y4frbrIS4A/S1VOeDG9uUI/AAAAAAAAAYY/zliayXfpJds/S220/mash+muda+dl.jpg" /></author><thr:total>7</thr:total><feedburner:origLink>http://chengxplore.blogspot.com/2012/03/tidak-bisa-mendownload-aplikasi-dari.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkQFRng7eip7ImA9WhVSFEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-643697286673093681.post-3970234248867321278</id><published>2012-03-12T03:29:00.002+07:00</published><updated>2012-03-12T03:38:37.602+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-03-12T03:38:37.602+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Activities" /><title>Bawalah KTP saat ke Bali atau Rasakan Sendiri Akibatnya!</title><content type="html">Sebelum saya punya KTP baru, saya akan berpikir panjang untuk datang lagi ke Bali. Ini bukan trauma, hanya saja perjalanan yang kurencanakan akan berjalan baik akhirnya terganggu dengan urusan KTP (Kartu Tanda Penduduk). &lt;b style="background-color: #ffd966;"&gt;Untuk masuk ke Bali, anda perlu memiliki dan membawa KTP&lt;/b&gt;, jika tidak, mungkin kita akan punya pengalaman yang sama, berurusan dengan penjaga di pos pemeriksaan KTP di Pelabuhan Gilimanuk atau diselamatkan oleh Tukang Ojek. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak 2009 sebenarnya namaku sudah tidak terdaftar lagi pada KK (kartu keluarga) keluarga di Makassar, pasalnya pada sensus penduduk sebelum Pemilu 2009, saya tidak didaftarkan masuk sebagai anggota keluarga, alasan orang tuaku mungkin karena saya sedang merantau ke Malang jadi seharusnya tak usah "dihitung". Akibatnya, status kependudukan saya mulai tidak jelas saat itu, tidak terdata pada instansi catatan sipil manapun, baik di Makassar maupun di Malang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tahun 2010 baru kusadi kondisi itu saat ingin memperpanjang masa aktif KTP, data saya tidak bisa diakses karena tidak terdaftar, masalah ini kemudian diselesaikan dengan meminta &lt;i&gt;form&lt;/i&gt; pembuatan KTP (dimulai lagi seperti proses pembuatan KTP pertama kali), namun sebelum sampai pada proses pendaftaran atau pembuatan data kependudukan di kantor kecamatan, kusarankan pada orang tuaku untuk mengambilkan surat pindah saja, waktu itu kupikir bahwa membuat KTP dengan status kependudukan atau warga Malang lebih mudah, sehingga kebutuhan-kebutuhan yang kuinginkan di malang dapat dengan mudah kupenuhi, misalnya menjadi anggota di perpustakaan kota, dll. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbitlah surat pindah tersebut, celakanya &lt;i&gt;mud&lt;/i&gt; saya mengurus pembuatan KK dan KTP hilang, akibatnya tentu saja status kependudukan saya semakin tidak jelas. Untung saja saya masih punya SIM (Surat Izin Mengemudi), sehingga jika dimintai tanda pengenal/identitas, SIM itulah yang kusodorkan. Kebiasaan memanfaatkan SIM sebagai pengganti KTP juga membuatku makin acuh pada KTP dan tidak lagi menganggap persyaratan menunjukkan kartu identitas sebagai masalah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Bali, KTP adalah KTP, entah bagaimana aturan tertulis yang sebenarnya. Walaupun anda punya SIM yang masih aktif, ataupun surat jalan, atau KTP tetapi sudah tidak aktif, anda akan tetap kesulitan menginjakkan kaki di Bali, kecuali pelabuhan Gilimanuk. Hal ini kuketahui saat seorang tukang ojek naik ke bus yang kutumpangi dan mengumumkan agar penumpang yang tidak membawa KTP (aktif) agar turun demi keamanan, dia mengancam jika tidak maka akan mendapatkan masalah; salah satunya diprintahkan untuk kembali alias tidak boleh melangkahkan kaki lebih jauh dari pelabuhan Gilimanuk. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-AAK6F72FTMI/T10I38NJdLI/AAAAAAAAA1w/PHvBb9CmB-w/s1600/POS-KTP-OKAY.gif" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="293" src="http://4.bp.blogspot.com/-AAK6F72FTMI/T10I38NJdLI/AAAAAAAAA1w/PHvBb9CmB-w/s400/POS-KTP-OKAY.gif" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Pos Pemeriksaan KTP di Pelabuhan Gilimanuk | Sumber foto: beritabali.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Sang tukang ojek memperjelas informasinya bahwa: KTP tidak aktif, surat jalan dan SIM tidak dipakai. Mendengar itu, saya mulai tegang, namun kuanggap bercanda hingga kukonirmasi kepada teman dudukku selama perjalanan, katanya SIM tidak bisa digunakan. Astaga, saya makin tegang tapi berusaha tetap tenang karena menganggap ini hanya sejenis sambutan Bali terhadapku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat bersiap untuk turun dari bus, seorang penumpang berusaha membisikiku agar member tukang ojek uang sebesar 15 ribu saja. Saya mengangguk sambil turun dari bus, sesekali menyesali ketidak akuratan informasi yang kurangkum sejak masih di Malang soal KTP. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="background-color: #cfe2f3;"&gt;Sebelum berangkat ke Bali, beberapa beberapa asal Bali yang kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang, kutanyai apakah saya bisa datang ke Bali tanpa KTP tapi dengan SIM? Mereka semua menyatakan bisa, walaupun diantaranya mengaku tidak tahu dan meneruskan dengan saran dicoba saja. Informasi ini memang sempat membuatku was-was, toh saya sudah membiasakan diri untuk melengkapi dan memastikan informasi-informasi yang kubutuhkan dalam perjalanan, baik tariff transportasi, lokasi tempat-tempat penting, suasana, dll. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Akhirnya, saya mengikuti tukang ojek keluar dari kapal feri yang baru saja sandar di pelabuhan Gilimanuk, sekitar pukul 01.30 WITA. Saat sampai di sepeda motornya, saya langsung bertanya padanya berapa harga yang harus saya bayar. Aksi tawar menawarpun berlangsung. Kejadiannya cukup lama, kakiku sendiri sampai pegal-pegal berdiri mempertahankan tawaran harga yang kuinginkan. Saya harus membayar lebih mahal dari yang kukira, walaupun sebenarnya jasa ojek sama sekali tidak kubutuhkan, hanya saja dengan menggunakan ojek itu, saya bisa melewati pos penjagaan setelah si tukang ojek bersalaman dengan seorang penjaga di pos pemeriksaan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana pengalaman mengunjungi banyak tempat di Indonesia (umumnya Jawa), saya menggunakan kemampuan menawar tukang ojek, referensi harga yang dibisikkan penumpang bus tadi membuatku bertahan keras di harga itu. Parahnya, tukang ojek ini berjibaku mempertahankan penawarannya. Ketika kucoba melawan lebih keras dengan mendebati tawaran harganya, dia hanya membela diri dengan ancaman konyol: sebelum saya (tiba di Gilimanuk) ada lima orang yang dipulangkan atau dikembalikan karena tidak membawa KTP. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kulawan lagi dia, aku meludah saat dia mengancamku dan menunjukkan sikap tidak respek atas ancamannya. Kukatakan padanya untuk tidak usah mengancam dengan cerita konyol seperti itu. Proses tawar-menawar harga berlangsung makin sengit, saya sendiri tidak lagi punya bahan apa-apa untuk tetap saling berdebat. Kuperhatikan dua orang politi berjaga di sebuah pos (entah temapt itu sebenarnya apa), ada dorongan untuk melobi langsung kepada petugas pemeriksa KTP yang berjada pada sisi lain dari tempatku berdiri, sayangnya saya tidak punya modal informasi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Usaha tawar-menawar mentok, kuhubungi temanku untuk menyelesaikan urusan yang kualami, setelah beberapa kali kubiarkan dia saling tawar menawar harga, akhirnya saya bisa lolos memasuki Bali, plus sampai di tujuan dengan jasa ojek dari tukang ojek yang tadi. Kejadian saling-tawar menawar di pelabuhan Gilimanuk membuatku tidak semangat mengajak sang tukang ojek ngobrol lepas. Pelabuhan Gilimanuk kutinggalkan pukul 03.00 WITA lewat beberapa menit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di satu waktu, pengalaman ini kutertawakan. Samapai sekarang saya masih belum tahu seperti apa aturan ini sebenarnya, apakah memang kartu pengenal lainnya tidak bisa digunakan untuk mengganti KTP, lalu bagaimana proses sebenarnya yang dilakukan oleh pendatang atau pengunjung yang tidak membawa KTP?. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ahhh&lt;/i&gt;, Betapa KTP sangat penting untuk orang-orang yang hilir mudik (datang) ke pelabuhan Gilimanuk, entah bagaiaman di bandara Ngurah Rai, Bali. Bagi anda yang kebelet mengunjungi Bali sementara tidak memiliki KTP atau KTP anda sudah tidak aktif lagi, bersiaplah berhadapan dengan tukang ojek, jika tidak sebaiknya anda beranikan diri melobi langsung kepada petugas pemeriksaan. Dari beberapa cerita yang kubaca dari forum Kaskus, banyak yang datang ke Bali dalam kondisi bermasalah (Tidak bawa KTP, KTP sudah tidak aktif atau &lt;i&gt;mati&lt;/i&gt;, dll). Solusinya, mereka tetap menemui petugas jaga dan menjalani proses, sayang saya kurang mengerti proses formalnya bagaimana karena beberapa cerita berbeda, ada yang KTP lamanya dibolongin, ada yang menendatangani surat pernyataan, ada juga yang harus membayar baru bisa lolos. Lain kali, saat ke Bali, saya akan coba langsung bertemu dengan petugas pemeriksaannya saja, skalian wawancara dadakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh iya, ada juga Kaskuser yang menceritakan pengalamannya menyaksikan seorang &lt;i&gt;ibu-ibu&lt;/i&gt; ditahan di pos pemeriksaan, nih saya kutip langsung saja:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;div&gt;Originally Posted by &lt;b&gt;djoibunedindan&lt;/b&gt;      &lt;a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?p=359583764#post359583764" rel="nofollow"&gt;&lt;img alt="View Post" border="0" class="inlineimg" src="http://static.kaskus.us/images/buttons/viewpost.gif" title="View Post" /&gt;&lt;/a&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: italic;"&gt;Sharing aja yah Gan, kebetulan pas  tgl 26 kmaren ane k Bali via bis, jdi semua penumpang suruh turun dari  bis buat cek KTP gtu, nah ada kejadian yg agan maksud juga, ada ibu2  (ibu apa nenek ya,umurny d atas 50th) KTPny uda kadaluarsa, eh dia  ditahan d pelabuhan g boleh lanjutin perjalanan, padahal ni ibu2(nenek  juga) baru nempuh perjalanan dari palembang, baru d ijinin masuk k Bali  klo ada sodaranya yg berKTP bali datang jemput, kasian ane Gan, dasar si  bis g mau rugi ywd maen tggl aja, si ibu serombongan gtu, yg ane heran  temen2 serombonganny g ada yg mau nemenin d pelabuhan, ga tau deh tuh  nasib si ibu, smpe skrg ane masih kepikiran gan. &lt;br /&gt;
&lt;div align="right"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://img.kaskus.us/images/kaskusmobile_hp.gif" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;Pengalaman ini, menambah lagi koleksi cerita perjalananku mengunjungi banyak tempat, sungguh Indonesia ini luas dan kaya akan karakter manusia, walaupun semangatnya satu; masalah bisa diselesaikan dengan lobi (bahasa kerennya = diplomasi) dan “jabak tangan”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kunjungi juga;
www.kalsumedia.co.nr&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/643697286673093681-3970234248867321278?l=chengxplore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_nHL233MoQUq7etCXzTTKH2Y2k8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_nHL233MoQUq7etCXzTTKH2Y2k8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_nHL233MoQUq7etCXzTTKH2Y2k8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_nHL233MoQUq7etCXzTTKH2Y2k8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ChengXplore/~4/-2IacjSNolo" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://chengxplore.blogspot.com/feeds/3970234248867321278/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://chengxplore.blogspot.com/2012/03/bawalah-ktp-saat-ke-bali-atau-rasakan.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/3970234248867321278?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/3970234248867321278?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ChengXplore/~3/-2IacjSNolo/bawalah-ktp-saat-ke-bali-atau-rasakan.html" title="Bawalah KTP saat ke Bali atau Rasakan Sendiri Akibatnya!" /><author><name>Cheng Prudjung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03932155262964597384</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_7Y4frbrIS4A/S1VOeDG9uUI/AAAAAAAAAYY/zliayXfpJds/S220/mash+muda+dl.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-AAK6F72FTMI/T10I38NJdLI/AAAAAAAAA1w/PHvBb9CmB-w/s72-c/POS-KTP-OKAY.gif" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://chengxplore.blogspot.com/2012/03/bawalah-ktp-saat-ke-bali-atau-rasakan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEYASHc8fSp7ImA9WhVSE0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-643697286673093681.post-8437195337430131295</id><published>2012-03-10T16:20:00.002+07:00</published><updated>2012-03-10T16:35:49.975+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-03-10T16:35:49.975+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Uncategorized" /><title>Buatlah Satatus Facebook yang Bermanfaat !!!</title><content type="html">&lt;i&gt;Plisss&lt;/i&gt;, cobalah buat status yang bermanfaat untuk teman-teman kamu di Facebook. Saya sendiri kadang merasa risih melihat daftar berita (news feed) di beranda atau home facebook, alasannya karena saat itu ada beberapa, biasanya malah banyak status tak penting yang berseliweran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di status Facebook mereka ditulis ino tetang dirinya yang lagi mandilah, capeklah, laperlah, sendiri di rumahlah trus butuh teman, dll. &lt;i&gt;Ahhh&lt;/i&gt;, tidak adakah pikiran penting yang terlintas di kepala mereka dan pikiran itu pantas untuk dibagikan kepada yang lain selain: &lt;span style="background-color: #b4a7d6;"&gt;Ngantuk, bubuk dulu ahh #Hoammmzzzz&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Dcciap6QIkY/T1seqpkezqI/AAAAAAAAA1o/hEdHXp2QPmo/s1600/status+fb.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-Dcciap6QIkY/T1seqpkezqI/AAAAAAAAA1o/hEdHXp2QPmo/s1600/status+fb.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="background-color: #ffd966;"&gt;Salah satu contoh | Pembuat status dan komentator yang bikin &lt;/span&gt;&lt;i style="background-color: #ffd966;"&gt;gemezzzz&lt;/i&gt;&lt;span style="background-color: #ffd966;"&gt; ....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
Cobalah berikan teman-temanmu kalimat-kalimat inspiratif, jika kau tak punya carilah di internet, tanyakan pada google, kutiplah kutipan atau quotation orang-orang yang menginspirasi dan memberikan motivasi, kecuali kamu punya inormasi yang lebih menarik, walaupun sedang makan; &lt;span style="background-color: #f4cccc;"&gt;Duh, di rumah gak ada makanan nih, terpaksa makan mie lagi.. Tolongggg sendoknya ketelen.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kadang di waktu suntuk saya betul-betul emosi dan langsung menindak teman di facebook yang menjengkelakan, sudah jelek, facebookan, update statusnya yang tidak jelas lagi; &lt;span style="background-color: #6aa84f;"&gt;Disini dingin bget, pengen pipis tyuz jadina....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lama-lama saya juga ikutan gila membuat posting yang tidak jelas begini. &lt;i&gt;Arggghhhhhhhhhh&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Buatlah status facebook yang bermanfaat, buat teman-teman facebook merasa mendapatkan inspirasi atau motivasi setelah membaca status facebook kamu. &lt;i&gt;Ayuk&lt;/i&gt; !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kunjungi juga;
www.kalsumedia.co.nr&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/643697286673093681-8437195337430131295?l=chengxplore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/vyyLtY_mIJTxPFrEu9LZ2SoybW8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/vyyLtY_mIJTxPFrEu9LZ2SoybW8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/vyyLtY_mIJTxPFrEu9LZ2SoybW8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/vyyLtY_mIJTxPFrEu9LZ2SoybW8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ChengXplore/~4/k25pknMayZE" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://chengxplore.blogspot.com/feeds/8437195337430131295/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://chengxplore.blogspot.com/2012/03/buatlah-satatus-facebook-yang.html#comment-form" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/8437195337430131295?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/8437195337430131295?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ChengXplore/~3/k25pknMayZE/buatlah-satatus-facebook-yang.html" title="Buatlah Satatus Facebook yang Bermanfaat !!!" /><author><name>Cheng Prudjung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03932155262964597384</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_7Y4frbrIS4A/S1VOeDG9uUI/AAAAAAAAAYY/zliayXfpJds/S220/mash+muda+dl.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-Dcciap6QIkY/T1seqpkezqI/AAAAAAAAA1o/hEdHXp2QPmo/s72-c/status+fb.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://chengxplore.blogspot.com/2012/03/buatlah-satatus-facebook-yang.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0EMQnwyeyp7ImA9WhVSEk4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-643697286673093681.post-1084640670076175357</id><published>2012-03-09T02:41:00.000+07:00</published><updated>2012-03-09T02:41:23.293+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-03-09T02:41:23.293+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Activities" /><title>Obrolan Lepas bersama Nelayan Ikan Hias Bali</title><content type="html">&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-C-FTWMEVKs8/T1kH7gQlWWI/AAAAAAAAA1I/Njfq396fVY0/s1600/di+t4+pengepul+ikan+hias.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-C-FTWMEVKs8/T1kH7gQlWWI/AAAAAAAAA1I/Njfq396fVY0/s1600/di+t4+pengepul+ikan+hias.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Penulis di lokasi pengepulan ikan hias.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Siang itu, cuaca panas seperti biasanya, siang juga pelan-pelan berlalu seperti biasa, suasana desa yang tenang, angin sepoi dan beberapa masyarakat desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali tampak sibuk dengan urusan masing-masing. Beberapa diantaranya tersenyum padaku sambil menyapa; "Kepanasan, yaa?". &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar jam 2 siang, beberapa orang mulai berdatangan, mereka (seperti) kompak bergantian datang ke tempat ini, kebetulan siang itu saya duduk di bale bambu disamping tempat pengepulan ikan hias yang dikumpulkan langsung dari para penyelam (nelayan ikan hias). Saat seorang nelayan ikan hias selesai mengepulkan sendiri ikan hias tangkapannya, pihak pengepul akan memeriksa; menuliskan nama atau jenis ikan dan jumlahnya lalu akhirnya dihargai sesuai dengan harga kesepakatan, atau harga umum yang berlaku di pasaran. Setelah seorang pergi, datanglah nelayan ikan hias lainnya menyetorkan hasil tangkapan mereka pagi tadi, setidaknya begitu yang kusaksikan, hari itu tak ada dua atau lebih penyelam ikan hias yang berpapasan disini, bertemu dan saling berbagi keluh dan tawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa nelayan ikan hias di desa ini (nelayan atau penyelam di Desa Pejarakan merupakan salah satu penyumbang Ikan Hias yang populer di Bali )sempat beristirahat, duduk dengan santai sambil bersandar di tiang atap bale-bale. Saya ikut beberapa pembicaraan dengan mereka, baik tentang pekerjaan mereka, tentang ikan hias, tentang pengalaman-pengalaman masa muda, tentang kampung mereka dan tentang Indonesia. Berpotong-potong senyum diumbar, tawa terdengar begitu saja saat memikirkan kembali nasib, mengingat kembali pengalaman, menaksir masa depan desa dan laut mereka, apalagi ketika mulai membicarakan Indonesia, nada tawa dan kesan senyum mulai berubah; mentertawai negeri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-WogrtOPXzzc/T1kH_VQ-drI/AAAAAAAAA1Q/yw3ojzYHlYo/s1600/penyepul+dan+nelayan+ikan+hias.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-WogrtOPXzzc/T1kH_VQ-drI/AAAAAAAAA1Q/yw3ojzYHlYo/s1600/penyepul+dan+nelayan+ikan+hias.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Pengepul memeriksa jenis ikan yang baru saja dikumpulkan oleh nelayan ikan hias.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
Beberapa nelayan telah datang dan menyetorkan ikan hias tangkapannya siang itu. Ketika matahari mulai beranjak makin ke ufuk barat, seorang anak mudah berjalan dengan santai sambil melempar senyum lebar padaku, Ahmad Rusli (28), penyelam/nelayan ikan hias yang hari-harinya menebar jaring diantara karang, mengusir dan memaksa ikan hias berbagai jenis yang bersembunyi untuk keluar dan terperangkap di jaringnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemuda berkulit coklat dengan kesan sederhana ini adalah warga dusun Banyuwedang, Pejarakan, Bali. Desa ini bersebelahan (berada di sebelah barat) dengan desa Pejarakan. Siang itu, setelah menyerahkan ikan hias hasil tangkapannya kepada pengepul, dia menyempatkan diri untuk menghabiskan waktu sejenak. Sebenarnya tidak sejenak, karena saat kuajak ngobrol (sebenarnya wawancara) kami keasyikan dengan peran kami, Rusli sebagai narasumber yang banyak menceritakan pengalaman dan pendapatnya, saya sendiri sebagai pendengar kemudia yang lainnya penonton yang memperhatikan saja obrolan-obrolan kami dengan ikut berkomentar sekali-kali. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Umumnya para nelayan ikan hias di desa pejarakan, Bali, tidak memiliki aktifitas penting lagi setelah ikan hias tangkapannya diserahkan ke pengepul. Hal inilah yang memudahkan Rusli bisa duduk dan ngobrol berlama-lama bersama saya. Selain Rusli, ada nelayan ikan hias lain yang mengaku bahwa setelah datang dari menyelam dan menyerahkan ikan hias hasil tangkapannya ke pengepul, dia hanya pulang ke rumah dan menghabiskan waktu dengan keluarga, kecuali saat ada kegiatan masyarakat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darinya, banyak informasi kudapatkan, tidak sekadar tentang cerita-cerita penyelaman laut, nama-nama jenis ikan dan harganya, pengalaman melaut di daerah lain, biasanya disebut dengan penyelam sebrang (nyembrang). Oia, para penyelam ini dibagi ke dalam 3 kategori yakni penyelam pinggiran yaitu nelayan yang melakukan penyelaman di daerah pinggiran saja, kedalaman laut hingga 10 meter, sementara itu ada juga penyelam tengah laut yang lekaukan penyelaman hingga kedalaman 60 meter. Nah, ada juga penyelam sebrang, mereka ini adalah para nelayan yang melaut hingga ke daerah lain untuk menangkap ikan hias, Rusli sendiri pernah mengunjungi Selat Makassar, sesuai dengan tuturannya, dia pernah melaut hingga ke Papua. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ImBH5krSgP8/T1kHza9tsBI/AAAAAAAAA04/MC6B3v-AG5g/s1600/bersama+ali+cruz.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-ImBH5krSgP8/T1kHza9tsBI/AAAAAAAAA04/MC6B3v-AG5g/s1600/bersama+ali+cruz.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Penulis foto bersama Rusli (Ali Cruz) dan ikan hias tangkapannya.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Sambil menggerakkan tangan dan melempar pandangan kosong ke kanan sesekali, Rusli juga menceritakan tentang perjalanan hidupnya. Ia lahir dari keluarga sederhana, ayahnya juga adalah seorang penyelam/nelayan ikan hias, dari ayahnyalah kemampuan menyelam dan (teknik) menangkap ikan hias mulai dia pelajari. Saat itu, dia duduk di kelas 5 SD, Ayahnya mengejaknya menyelam, kian hari kemampuannya jelas makin terasah, apalagi mereka adalahan keluarga pesisir yang hari-harinya dihabiskan bersama laut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mulai mahir, pelan-pelan Rusli mulai mencoba menangkap ikan hias dan mencoba menjualnya kepada pengepul, betapa bahagianya Rusli remaja saat mulai bisa menikmati uang dari hasil jerih payahnya sendiri, sayangnya kebahagiaan itu membutakan matanya; jalur pendidikannya macet saat duduk di kelas 1 tingkat SMA. “Saya sampai semester dua, kelas satu SMA”, ungkap Rusli sambil tersenyum. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Soal pendidikan, Ali Cruz, sapaan akrabnya, mengakui ingin sekali kembali belajar, sambil tersenyum dan menundukkan kepala dia menyatakan penyesalannya tidak menyelesaikan sekolah karena dibuai pikiran “Ahhh, ngapain sekolah kan saya sudah bisa pegang uang sendiri”. Dari nada bicaranya, kesan keinginan besar untuk belajar itu tercitra, tangannya bergerak seperti ingin menggenggam atau menepis sesuatu saat mengatakannya, walaupun pada akhir katanya soal pendidikan dia kembali pesimis dan merasa tua atau terlambat. Mungkin belum disadarinya bahwa ilmu pengetahuan tidak memandang umur dan kehidupan manusia, siapa yang mencarinya toh akan mendapatkannya, tentu dengan jalan dan perjuangan yang berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-DOaCnLfFD54/T1kIDIp8-tI/AAAAAAAAA1Y/acdm_xYtXVw/s1600/salah+satu+jenis+ikan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-DOaCnLfFD54/T1kIDIp8-tI/AAAAAAAAA1Y/acdm_xYtXVw/s320/salah+satu+jenis+ikan.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Salah satu jenis ikan hias (lupa namanya), jenis ini dihargai Rp 500/ekor&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Pemuda dengan tubuh langsing ini menjalani hidupnya sehari-hari bersama seorang istri bernama Nur Hikmah (28), keluarga lain dan teman-teman sekampung, dengan penghasilan antara Rp 25.000 – Rp 50.000 sehari dari hasil penangkapan ikan hias, dia hidup dengan murah senyum. Pendapatan hariannya ditentukan oleh jenis ikan yang ditangkapnya, semakin sulit suatu jenis ikan hias ditemukan dan ditangkap maka makin mahal juga harganya. Sementara itu, jenis ikan hias yang bisa ditemukan saat menyelam tentu saja beragam, “Sesuai dengan keberuntungan, kalau beruntung dapat ikan bagus, kalau tidak ya bisa tidak sama sekali”, tutur Rusli sambil menikmati sebatang rokok. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain menjadi nelayan ikan hias, Rusli bekerja sebagai &lt;i&gt;tourist guide&lt;/i&gt; sekaligus &lt;i&gt;trainer&lt;/i&gt; untuk wisata snorkeling di pulau Menjangan, salah satu primadona wisata Bali yang dikenal dengan keindahan taman bawah lautnya. Di musim tertentu, saat tamu asing banyak berkunjung ke Bali, dia memanfaatkan kepiawaian atau keakrabannya dengan dunia di dalam air kepada para wisatawan. Pekerjaan hariannya sebagai nelayan ikan hias memudahkan usahanya menyenangkan para tamu, dia telah akrab dengan banyak jenis ikan dan terumbu karang, sehingga dia punya banyak nama dan pertunjukan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di kesempatan lain, saat Rusli menunjukkan dokumentasi berupa foto-foto saat memandu wisatawan asing, kutemukan sebuah wajah yang taka sing bagiku; Richard Gere. Darikulah dia menyadari telah memandu seorang actor dunia yang membintangi film-film terkenal, salah satunya Hachiko. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada yang menyangka dia dikenal sebagai pemain sepak bola yang handal, saat menyinggung tentang sepak bola, seorang penonton ikut berkomentar dan menyatakan bahwa Rusli masuk Timnas. Seorang lainnya tertawa kecil lalu melanjutkan, Timnas Desa Pejarakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat kutanyai tentang harapannya pada kehidupan masa depan, wajahnya lirih sambil mengakui bahwa dia tak punya harapan lagi, dia tinggal menjalani hidup saja. “Mau punya harapan apa, saya cuma bisa menyelam”. Pikiran inilah muara kesederhanaan hidupnya, harapannya yang kosong memaksanya memenjara rasa ingin dalam jeruji keterbatasan kemampuannya, sehingga dia cukup bekerja untuk menikmati hidup tanpa ada banyak tekanan diri akibat dorongan rasa ingin yang kadang juga memaksa; saya harus bekerja keras dan sukses, bisa beli rumah, punya mobil mewah, wisata ke luar negeri, dll. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun untuk Bali, khususnya bagi para nelayan ikan hias di Bali, dia memiliki harapan besar agar alam tetap lestari, “Saya harap tidak ada yang merusak terumbu karang, biar laut dan isinya sehat”. Tentu saja menjaga lingkungan tetap sehat dan indah adalah tugas semua orang, dan kepentingan semua orang, bahkan generasi akan datang yang sama sekali belum teramalkan untuk hadir sebagai manusia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Sj4x9WOe7y4/T1kH4qOA--I/AAAAAAAAA1A/jxPoSRMt1Pk/s1600/di+bale+bambu.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-Sj4x9WOe7y4/T1kH4qOA--I/AAAAAAAAA1A/jxPoSRMt1Pk/s1600/di+bale+bambu.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Foto bersama di balai bambu&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
Rusli yang siang itu mengenakan kaos berwarna hijau muda banyak menginspirasi. Perjalananku ke Bali, tepatnya di Pejarakan terasa kurang saat mengenal sosok muda ini, keinginan untuk tinggal dalam waktu lama untuk ikut menikmati kegiatan penyelaman, mengagumi keindahan bawah laut Bali, berkenalan dengan berbagai jenis ikan dan mengumpulkan jutaan inspirasi, semakin besar, saya mulai kena serangan sindrom kangen Bali, bukan karena dunia pariwisatanya, tapi karena orang-orang dan alamnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sore datang perlahan, kecerahan matahari mulai redup seketika ia disembunyikan bukit di barat, dan kami tidak harus menghabiskan sore dengan ngobrol.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kunjungi juga;
www.kalsumedia.co.nr&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/643697286673093681-1084640670076175357?l=chengxplore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/QwppMpwW4QXV91-f9HGHSzCUxzo/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/QwppMpwW4QXV91-f9HGHSzCUxzo/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/QwppMpwW4QXV91-f9HGHSzCUxzo/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/QwppMpwW4QXV91-f9HGHSzCUxzo/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ChengXplore/~4/JhtozCS2B0o" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://chengxplore.blogspot.com/feeds/1084640670076175357/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://chengxplore.blogspot.com/2012/03/obrolan-lepas-bersama-nelayan-ikan-hias.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/1084640670076175357?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/1084640670076175357?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ChengXplore/~3/JhtozCS2B0o/obrolan-lepas-bersama-nelayan-ikan-hias.html" title="Obrolan Lepas bersama Nelayan Ikan Hias Bali" /><author><name>Cheng Prudjung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03932155262964597384</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_7Y4frbrIS4A/S1VOeDG9uUI/AAAAAAAAAYY/zliayXfpJds/S220/mash+muda+dl.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-C-FTWMEVKs8/T1kH7gQlWWI/AAAAAAAAA1I/Njfq396fVY0/s72-c/di+t4+pengepul+ikan+hias.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://chengxplore.blogspot.com/2012/03/obrolan-lepas-bersama-nelayan-ikan-hias.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEcNQnkzfCp7ImA9WhVSEk4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-643697286673093681.post-1233493430025970710</id><published>2012-03-07T19:36:00.002+07:00</published><updated>2012-03-09T02:48:13.784+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-03-09T02:48:13.784+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Uncategorized" /><title>Mencari Inspirasi dari Sabang sampai Twitter</title><content type="html">&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-QWkID_QjujU/TzrCuuN6A-I/AAAAAAAAAzU/NzjlyK2drc4/s1600/%2540kataucheng.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="mencari inspirasi di twitter" border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-QWkID_QjujU/TzrCuuN6A-I/AAAAAAAAAzU/NzjlyK2drc4/s320/%2540kataucheng.jpg" width="227" /&gt;&lt;/a&gt;Saking susahnya mencari inspirasi, sebuah perusahaan Media Massa (awalnya bergerak di bidang jurnalistik televisi) membuah sebuah media cetak berupa koran. Slogan utamanya adalah kritik terhadap mereka yang hidup datar-datar saja tanpa genjotan inpirasi, sehingga otak atau ikiran seseorang seperti sebuah sedan mewah yang berjalan di atas aspal halus yang datar, jalannya juga lurusssss, sementara pemandangan nyaris itu-itu saja tanpa ada keberagaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah gambaran dari sebuah inspirasi, saking susahnya menemukan (kalaupun kita memang mencari) dibuatlah sebuah koran yang menjual "inspirasi" agar kita tidak banyak begong, meninggikan khayalan dan bayang-bayang dan mengesampingkan ide-ide kreatif yang mendorong sikap produktif. Sehingga pesan tersembunyi dari media tersebut; jika anda mencari inspirasi, berarti anda mencari media kami. Betulkah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pengertian Inspirasi; Bagi teman-teman yang masih bingung; &lt;a href="https://twitter.com/#%21/kataucheng"&gt;Apa sih Inspirasi itu&lt;/a&gt;???&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sementara itu, &lt;span style="background-color: #ffe599;"&gt;inspirasi sendiri adalah percikan ide-ide kreatif yang waktu dan tempatnya  jarang dikenali atau disadari, kecuali teman-teman sudah melatih-diri dengan pembiasaan.  Inspirasi adalah akibat-hasil dari proses pengembangan diri.  Inspirasi  merupakan penemuan momentum of “Aha”.&lt;/span&gt; Inspirasi dapat teman-teman munculkan  dengan ‘conditioning’. Caranya? Temukan momen khusus yang menjadi  kebiasaan untuk membuka dialog-diri, misalnya tengah malam atau di kamar  mandi, &lt;i&gt;hehehe&lt;/i&gt;.Metode mencari inspirasi yang disebutkan terakhir ini pasti sudah tidak asing. #tentu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oia, dalam mencari inspirasi tidak tak selamanya harus menyendiri atau membutuhkan suasana sepi. Keramaian, berinteraksi dengan banyak orang atau bersilaturahmi, membaca apa saja (termasuk membaca twit saya di twitter, hehehe) dan memperhatikan alam, foto atau objek unik lainnya. Kita hanya membutuhkan perangkat sederhana dalam mencari inspirasi tersebut; fikiran (refleksi), digunakan untuk mengaitkan suatu akibat dengan sebab atau sebab-akibat yang satu dengan seba-akibat yang lainnya sehingga lahir sebuah rangkaian, hampir samalah dengan rantai makanan yang pernah dipelajari di masa sekolahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya kok jadi sok sekali yah? tapi adakah yang salah dengan kata-kata atau argumentasiku di atas?.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-WnqKg777Dfg/T1dUoQGr0YI/AAAAAAAAA0o/ykkVVEVOu3w/s1600/piss+sby.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-WnqKg777Dfg/T1dUoQGr0YI/AAAAAAAAA0o/ykkVVEVOu3w/s1600/piss+sby.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Sumber inspirasi para koruptor??? | Sumber foto: surabayapagi.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;a href="https://twitter.com/#%21/kataucheng"&gt;&lt;b&gt;Mencari Inspirasi; Dari Sabang sampai Twitter&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; (Loh Merauke mana?)&lt;br /&gt;
Sejak bulan lalu, saya mulai berikir untuk memanfaatkan twitter sebagai media untuk mempopulerkan diri dengan membagikan percikan-percikan ideku kepada para follower &lt;a href="https://twitter.com/#%21/kataucheng"&gt;@kataucheng&lt;/a&gt; atau lebih luas lagi. Mengetahui bahwa imbas atau dampak penyampaian pesan melalui twitter sangatlah massif. Seorang teman yang memang rajin nge-twit pernah mendapatkan pengunjung blog hingga seribu lebih dalam sehari, padahal followernya cuma sedikit. Fasilitas retwit yang menjadi alasan, link blognya berhamburan kemana-mana di-RT oleh pengguna twitter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disanalah inspirasi coba kubagikan untuk saudara sebangsa, mencoba memantik pikiran mereka dan memercikkan ide-ide unik agar mereka menemukan jalan untuk sampai pada ide yang diinginkannya. Dengan twitter-twitter sederhanaku, hehehe. Saya mulai kepedean!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa banyak panjang lebar. Silahkan saja dicoba, follow &lt;a href="https://twitter.com/#%21/kataucheng"&gt;@kataucheng&lt;/a&gt; di twitter :D&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-zlWdKdd3-7I/T1dV4VMExTI/AAAAAAAAA0w/D9SE9TtWnRo/s1600/fb+custom.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="148" src="http://1.bp.blogspot.com/-zlWdKdd3-7I/T1dV4VMExTI/AAAAAAAAA0w/D9SE9TtWnRo/s400/fb+custom.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Baca juga: &lt;b&gt;&lt;a href="http://chengxplore.blogspot.com/2012/02/cara-mendapatkaan-banyak-follower-di.html"&gt;Cara Mempopulerkan diri lewat twitter&lt;/a&gt; !!&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kunjungi juga;
www.kalsumedia.co.nr&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/643697286673093681-1233493430025970710?l=chengxplore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/FqgwhcONmbMtfOSy0qDOfD52MmU/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/FqgwhcONmbMtfOSy0qDOfD52MmU/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/FqgwhcONmbMtfOSy0qDOfD52MmU/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/FqgwhcONmbMtfOSy0qDOfD52MmU/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ChengXplore/~4/knx3btLB47g" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://chengxplore.blogspot.com/feeds/1233493430025970710/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://chengxplore.blogspot.com/2012/03/mencari-inspirasi-di-twitter.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/1233493430025970710?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/1233493430025970710?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ChengXplore/~3/knx3btLB47g/mencari-inspirasi-di-twitter.html" title="Mencari Inspirasi dari Sabang sampai Twitter" /><author><name>Cheng Prudjung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03932155262964597384</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_7Y4frbrIS4A/S1VOeDG9uUI/AAAAAAAAAYY/zliayXfpJds/S220/mash+muda+dl.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-QWkID_QjujU/TzrCuuN6A-I/AAAAAAAAAzU/NzjlyK2drc4/s72-c/%2540kataucheng.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://chengxplore.blogspot.com/2012/03/mencari-inspirasi-di-twitter.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkIDSH0zeyp7ImA9WhVSEUg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-643697286673093681.post-1490528414936050433</id><published>2012-02-29T00:23:00.004+07:00</published><updated>2012-03-08T03:02:59.383+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-03-08T03:02:59.383+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Activities" /><title>Bali dan Jutaan Lapis Ketenangan</title><content type="html">&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-f9WAm99bfJg/TyB0v_u86mI/AAAAAAAAAwQ/8y6FW1Lxz_s/s1600/perantau.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/-f9WAm99bfJg/TyB0v_u86mI/AAAAAAAAAwQ/8y6FW1Lxz_s/s200/perantau.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Ketenangan | Ilustrasi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Tidak banyak memang aktifitas yang kulakukan ketika berkunjung ke Bali, tepatnya di desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali. Saya hanya memperhatikan gerak-gerik orang-orang secara diam-diam sambil menikmati suasana lingkungan dimana saya bermukim untuk sementara di Desa Pejarakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebetulan saja saya diundang untuk menjadi fasilitator pelatihan pembuatan blog bagi para guru, walaupun kenyataannya bukan hanya sekedar (profesi) guru yang ikut menjadi peserta, ada beragam profesi seperti &lt;i&gt;Tourist Guide&lt;/i&gt;, Karyawan di sebuah hotel, karyawan restoran, &lt;i&gt;Diver&lt;/i&gt;, bahkan Kepala Dusun pun ikut serta. Sehingga interaksi sosialku terfokuskan kepada mereka. Berbeda saat memfasilitasi sebuah kegiatan/pelatihan sebelumnya, saya pasti punya kesempatan untuk bergaul dengan masyarakat, menggali informasi dan menikmati kekerabatannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam posisi atau kondisi demikian, saya banyak belajar dari suasana di desa Pejarakan, desa yang secara geografis bertemu dengan laut di sebelah utara dan pegunungan di sebelah selatan. Secara umum, masyarakat disini banyak menggantungkan hidupnya pada laut, baik itu bertambak garam, menjadi nelayan ikan hias, hingga pemandu wisata laut (snorkeling dan diving), selain menggantungkan hidupnya kepada tuhan tentunya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara pribadi, saya cukup heran. Masyarakan Pejarakan adalah orang-orang yang tidak lagi asing dengan laut, akan tetapi kenapa mereka tidak “ribut", tidak seperti sebuah hukum bahwa suara atau nada bicara orang-orang yang hidup di daerah laut itu besar atau keras. Disini, hukum tersebut tidak berlaku, jika anda punya kesempatan untuk berkunjung ke daerah ini, silahhkan dievaluasi penilaian saya, bahwa di Pejarakan: ada jutaan lapis ketenangan. Tak ada ingar-bingar kecuali jalan raya yang melintas dari barat ke timur. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum dan keramah tamahannya sangat khas, saya suka dengan ciri khas tersebut, saat berkeliling kusempatkan memperhatikan symbol-simbol budayanya, yang paling menarik adalah gaya model ramput gadis-gadis bali yang menarik, rambut yang lurus dan panjang itu seperti dibagi menjadi tiga bagian; di bagian belakang rambut diikat biasa. Lalu di bagian depan dibuat kesamping, sementara disisi kanan dan kiri, di bagian depan telinga dibiarkan terurai ke bawah. Aduh saya kesulitan menggambarkannya, kosakata  saya masih kurang. Hahahaha &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pejarakan seakan menghipnotisku, saya begitu bebas dan terhibur dengan suasananya, ketenangannya membuatku berfikir bahwa masalah utama hidup di dunia adalah ingar-bingar. Belum lagi ketika berkenalaan dengan orang-orang yang hidup begitu sederhana, memiliki keinginan besar lalu berusaha dengan keras tanpa memperdulikan penilaian citra. Saya ingin berlama-lama disini, mencari rahasia ketentraman hidup seperti apa yang kurasakan, hidup berdampingan dengan orang-orang yang berbeda agama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketenangan itu tidak hanya bentukan alam: lautnya yang tenang, angin sepoi, panas yang tidak menyengat, minimnya suara bising yang menggemuruh, hingga hijaunya kebun dan hutan. Ketenangan itu datang dari manusia-manusianya, sederhana, ramah, toleran dan tidak saling membebani. Entah pada kenyataannya bagaimana, toh saya hanyalah tamu yang membuat penilaian setelah berada di Pejarakan selama beberapa hari saja. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat datang ke tempat ini, saran saya. Tak usah punya keinginan besar untuk menikmati keindahan bawah laut yang menjadi primadona pariwisata desa Pejarakan, umumnya di kecamatan Gerokgak. Nikmatilah ketenangannya, masyarakatnya, alamnya dan hal-hal diluar batas kata-kata untuk menyampaikan perasaan, mungkin anda akan sepakat bahwa di dunia masih ada tempat dimana ketenangan itu bisa kita nikmati, bahkan ribuan lapis hingga kita tidak tahu ketenangan yang dirasakan adalah lapisan yang mana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kunjungi juga;
www.kalsumedia.co.nr&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/643697286673093681-1490528414936050433?l=chengxplore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/736nGc1Jij5euewWSiYT9kUzwI4/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/736nGc1Jij5euewWSiYT9kUzwI4/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/736nGc1Jij5euewWSiYT9kUzwI4/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/736nGc1Jij5euewWSiYT9kUzwI4/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ChengXplore/~4/2pP6INB7_3w" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://chengxplore.blogspot.com/feeds/1490528414936050433/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://chengxplore.blogspot.com/2012/02/bali-dan-jutaan-lapis-ketenangan.html#comment-form" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/1490528414936050433?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/1490528414936050433?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ChengXplore/~3/2pP6INB7_3w/bali-dan-jutaan-lapis-ketenangan.html" title="Bali dan Jutaan Lapis Ketenangan" /><author><name>Cheng Prudjung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03932155262964597384</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_7Y4frbrIS4A/S1VOeDG9uUI/AAAAAAAAAYY/zliayXfpJds/S220/mash+muda+dl.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-f9WAm99bfJg/TyB0v_u86mI/AAAAAAAAAwQ/8y6FW1Lxz_s/s72-c/perantau.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://chengxplore.blogspot.com/2012/02/bali-dan-jutaan-lapis-ketenangan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkUHRHc7cSp7ImA9WhVTEE0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-643697286673093681.post-8492557603865987132</id><published>2012-02-23T20:37:00.001+07:00</published><updated>2012-02-23T20:37:15.909+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-23T20:37:15.909+07:00</app:edited><title>HARGA BBM NAIK! Kenapa Jadi Masalah</title><content type="html">&lt;div&gt;&lt;p&gt;berapa umur anda skarang????&lt;br&gt;
kenpa anda tidk siapkan diri anda dr dulu untuk hadapi 'HARGA BBM NAIK' ???&lt;br&gt;
andai sj, maka dompet anda tidk p'nah lg punya urusan dgn pemerintah .. jgn salahkan mreka. salhkan ketidak siapan anda untuk hidup sbagai manusia indonesia. seburuk apapun itu...&lt;/p&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kunjungi juga;
www.kalsumedia.co.nr&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/643697286673093681-8492557603865987132?l=chengxplore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9qqtfGd-2RpC75RTxNyvv0PbuK0/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9qqtfGd-2RpC75RTxNyvv0PbuK0/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9qqtfGd-2RpC75RTxNyvv0PbuK0/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9qqtfGd-2RpC75RTxNyvv0PbuK0/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ChengXplore/~4/iUYObnr_nNM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://chengxplore.blogspot.com/feeds/8492557603865987132/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://chengxplore.blogspot.com/2012/02/harga-bbm-naik-kenapa-jadi-masalah.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/8492557603865987132?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/8492557603865987132?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ChengXplore/~3/iUYObnr_nNM/harga-bbm-naik-kenapa-jadi-masalah.html" title="HARGA BBM NAIK! Kenapa Jadi Masalah" /><author><name>Cheng Prudjung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03932155262964597384</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_7Y4frbrIS4A/S1VOeDG9uUI/AAAAAAAAAYY/zliayXfpJds/S220/mash+muda+dl.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://chengxplore.blogspot.com/2012/02/harga-bbm-naik-kenapa-jadi-masalah.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEcCQ3o-eip7ImA9WhRaF08.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-643697286673093681.post-9189355127921923752</id><published>2012-02-20T14:07:00.004+07:00</published><updated>2012-02-20T14:14:22.452+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-20T14:14:22.452+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Uncategorized" /><title>Cara Mendapatkaan Banyak Follower di Twiiter dengan Cepat</title><content type="html">Siapa yang tak senang &lt;a href="http://twiends.com/me/kataucheng"&gt;mendapatkan jutaan follower di Twitter&lt;/a&gt;. Dengan jumlah follower yang banyak, kita bisa dianggap populer oleh masyarakat dunia maya. Oleh karenanya jumlah follower yang banyak merupakan target tersendiri bagi para &lt;i&gt;twittermania&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;twitwalking&lt;/i&gt;, dll.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apalagi kita bisa menjadi trensetter disana, wah pasti makin asik. Maka dari itu, memperbanyak follower twitter adalah hal yang utama dan pertama kali harus dilakukan agar akun Twitter kita hidup dan lebih hidup. Betapa mengasyikkannya memiliki banyak follower di twitter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, ingin memiliki banyak &lt;b&gt;follower di twitter?&lt;/b&gt; kini saya punya caranya. Walaupun banyak teori yang mengatakan untuk mendapatkan banyak follower twitter, kita perlu menulis tweet yang berkualitas. Tak hanya itu, kita juga harus sering share ide-ide keren sehingga banyak yang FF akun twitter kita. Tapi tahu gak atas dasar apa orang follow twitter anda? Nggak semuanya karena berharap konten, rata-rata mereka follow karena kenal dengan pemilik twitternya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, mari kita lebih fokus pada&amp;nbsp;proses mendapatkan follower yang banyak dalam waktu yang singkat (instant). Kamu tinggal bergabung dengan situs &lt;b&gt;&lt;a href="http://twiends.com/me/kataucheng"&gt;twiends.com&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; dan sisanya biarkan mereka yang bekerja mencarikan anda follower.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: #38761d;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #38761d;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Langkah-langkah Mendapatkan Follower Berlimpah secara Instant&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Nah, buat kamu (kalau saya sih biasa saja, sudah banyak followernya | &lt;a href="https://twitter.com/#%21/kataucheng"&gt;@kataucheng&lt;/a&gt; ) yang gak terkenal dan ngetweet-pun asal ngetweet saja, gimana bisa dapat follower twitter banyak? Gampang gan, mas bro, mbak sista, dkk.&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: #38761d;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;ol style="color: #38761d;"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;1. Gabung dengan twiends. &lt;a href="http://twiends.com/me/kataucheng"&gt;Klik disini kawan&lt;/a&gt;! &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;2. Biar cepet, gunakan tombol pendaftaran twitter aja. &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;3. Setelah masuk, anda tinggal klik follow orang-orang yang ngasih seed tinggi (ada di bawah foto mereka). Kalau saya sih biasanya follow orang-orang yang ngasih minimal 3 seed. Tapi kalau ndak ada ya udah 2 seed juga gpp. Kalau 1 saya buang deh hehehe… &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;4. Nah, di sebelah kanan ada jumlah seed yang anda miliki. Seed ini dipakai untuk nyari follower twitter. &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;5. Misalnya seed anda 100 dan anda setting 2 seed per follower, maka berarti anda akan mendapatkan 50 follower baru. &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;6. Begitu deh seterusnya terserah anda mau dapat berapa follower. &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="color: #38761d;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Mudah&amp;nbsp;kan? tak usah bekerja keras untuk dapat 100 lebih follower twitter dalam sehari. Dalam waktu sekejap, popularitas twitter kita pasti tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-w0dcktF2gbw/T0HwrfXp3eI/AAAAAAAAA0Y/tZLi60HHw_M/s1600/tambah-follower-twiiter.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-w0dcktF2gbw/T0HwrfXp3eI/AAAAAAAAA0Y/tZLi60HHw_M/s1600/tambah-follower-twiiter.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Mendapatkan banyak follower !!!&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kunjungi juga;
www.kalsumedia.co.nr&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/643697286673093681-9189355127921923752?l=chengxplore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/rK4gCVSza9tmq9agExPRpv9Ct6M/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/rK4gCVSza9tmq9agExPRpv9Ct6M/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/rK4gCVSza9tmq9agExPRpv9Ct6M/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/rK4gCVSza9tmq9agExPRpv9Ct6M/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ChengXplore/~4/6D4uaIO_hbg" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://chengxplore.blogspot.com/feeds/9189355127921923752/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://chengxplore.blogspot.com/2012/02/cara-mendapatkaan-banyak-follower-di.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/9189355127921923752?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/9189355127921923752?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ChengXplore/~3/6D4uaIO_hbg/cara-mendapatkaan-banyak-follower-di.html" title="Cara Mendapatkaan Banyak Follower di Twiiter dengan Cepat" /><author><name>Cheng Prudjung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03932155262964597384</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_7Y4frbrIS4A/S1VOeDG9uUI/AAAAAAAAAYY/zliayXfpJds/S220/mash+muda+dl.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-w0dcktF2gbw/T0HwrfXp3eI/AAAAAAAAA0Y/tZLi60HHw_M/s72-c/tambah-follower-twiiter.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://chengxplore.blogspot.com/2012/02/cara-mendapatkaan-banyak-follower-di.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEUBQns7eip7ImA9WhRaFko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-643697286673093681.post-1811222509529158570</id><published>2012-02-20T00:09:00.001+07:00</published><updated>2012-02-20T00:24:13.502+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-20T00:24:13.502+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Reflection" /><title>Jangan Anggap Saya Ngelantur !!!</title><content type="html">Pembicaraan dari hati ke hati dengan seorang teman membuatku sadar akan suatu kondisi bagaimana orang-orang memandangku, menilai dan menanggapi segala gerik kelakuanku. Walauapun penilaianku ini terlewat subjektif dan sangat spekulatif, tapi saya harus tetap melakukan spekulasi ini, karena pandangan, penilaian dan respon orang terhadapku sangatlah penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ZZXYupw3rKg/T0EsIP-iCUI/AAAAAAAAA0E/qTzWmgwUZMw/s1600/sketsa3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-ZZXYupw3rKg/T0EsIP-iCUI/AAAAAAAAA0E/qTzWmgwUZMw/s1600/sketsa3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Saya takut dianggap tukang ngelantur, heboh dalam memaparkan ide dan kelewat batas membuat poin capaian. Saya takut segala omongan dianggap kata-kata yang mati, tak bersayap sehingga tak bisa berpindah; dari warung kopi berlari jauh hingga ke sebuah istana. Saya takut dianggap pembual. Saya takut teman-teman di sekelilingku tidak sadar siapa yang ada di sisinya dan tak pernah berfikir untuk menjadi teman seorang "Raksasa", atau paling tidak teman dari seorang yang tidak hanya sekedar miskin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebuntuan nasibku sepertinya tersandung pada kenyataan yang seperti ini. Orang-orang terdekatkulah yang menghalangi jalanku menuju target yang kuinginkan, susahnya karena teman-teman yang kuharap menjadi pejuang untuk medan yang sama berfikir pesimis bahwa kata pasti lebih sembrono dibandingkan kerja. Kata bisa sampai ke langit tingkat ke tujuh, tapi kaki akan tetap berpijak di bumi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika di pikiran mereka sudah takut untuk berjuang melakukan perubahan, bekerja keras untuk kesuksesan orang dalam jumlah yang besar, lebih banyak daripada statistika angka. Maka tak ada lagi harapan untuk maju, disanalah kata-kata KEBEBASAN bersarang. Kesejahteraan dan hidup bahagia tidak lagi sebuah kenyataan, hanya ide bahkan sugesti semata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya malah lebih takut jika kata MERDEKA hanyalah media yang digunakan untuk membangun citra, sebatas citra. Dia tidak akan lebih dari sekadar fonem untuk mengekspresikan dunia pada dimensi lain yang tidak bisa mewujud pada kehidupan nyata, kehidupan yang nyata sepenuhnya untuk konteks manusia dimana dia hidup sekarang ini, betul-betul sekarang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlu diketahui, mana kata yang "bersayap" dan mana kata yang hanya benda mati. Sampai saat ini, yang kupahami dan yang kupegang teguh: sebuah kata merepresentasikan sebuah kenyataan, sehingga alat untuk mengukur suatu kenyataan, atau "ADA" adalah katanya, sehingga ketika kata untuk sebuah kenyataan ada, walaupun secara eksperimental kita tidak pernah mengalaminya, dia tetap ada; bukan di mulut, bukan di akal pikiran, bukan pada imajinasi, tetapi di dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Aih&lt;/i&gt;, saya takut orang-orang di sekitarku, teman-temanku masih menganggapku membual, masih menganggap mulutku ini punya otak untuk membangun imajinasinya sendiri. Tidak kawan, kuingin dapat kepercayaan dari kalian semua, bahwa sebetapa tidak seriusnya wajah saya dalam berkata-kata pasti kata itu akan hidup, pasti bersayap, dengannya kita akan sampai pada kata itu bersama-sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya tidak mau terus-terusan menjadi pecundang. Walaupun sekarang ini saya hidup sangat miskin sehingga kelihatannya tidak pantas menggapai target-target besar yang didorong oleh modal materi (uang) yang besar, saya masih tetap teguh untuk mengejar mimpiku: Hidup dan berjuang untuk orang banyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesungguhnya, untuk hidup dan berjuang demi kehidupan sendiri (pribadi) atau untuk keluarga; kaki, tangan, mulut, mata, dll tidaklah berguna. Kita bisa hidup cukup dengan perut dan kelamin saja. Tapi karena kita punya kaki untuk berjalan dan berpapasan dengan banyak orang, kita punya tangan untuk saling berjabak, kita punya mata dan otak untuk saling menatap dan mengingat rupa, kita punya mulut dan pikiran untuk saling berbagi, kita punya hati untuk saling mencinta, kita punya hidup untuk saling memahami muasal, kita punya telinga untuk saling mendengar jeritan, kita punya perut untuk saling berbagi koleksi dapur, kita punya kelamin untuk meramaikan dunia; agar kita bisa memberikan kesempatan untuk calon generasi berikutnya menikmati dunia yang telah kita pijak dan "hancurkan" sebelumnya. Kita punya kata-kata untuk saling percaya bahwa kita punya masa depan yang gemilang, bukan untuk kita semata, tapi untuk kita dan mereka. Semesta!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, saya terus saja takut, &lt;i&gt;ahhhh&lt;/i&gt; jangan sampai catatan ini hanya dianggap sebagai bualan saja, dia hanya menjadi pemantik sekali dan setelah itu mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika perlu, kawan. Saya akan datang lagi kepadamu untuk memperkenalkan diriku: Ahmad Husain, anak seorang petani !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kunjungi juga;
www.kalsumedia.co.nr&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/643697286673093681-1811222509529158570?l=chengxplore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Iy5SK-oDjulQKYXqWDMgWZ4ArXs/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Iy5SK-oDjulQKYXqWDMgWZ4ArXs/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Iy5SK-oDjulQKYXqWDMgWZ4ArXs/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Iy5SK-oDjulQKYXqWDMgWZ4ArXs/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ChengXplore/~4/mt6kMTjeQ5k" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://chengxplore.blogspot.com/feeds/1811222509529158570/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://chengxplore.blogspot.com/2012/02/jangan-anggap-saya-ngelantur.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/1811222509529158570?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/1811222509529158570?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ChengXplore/~3/mt6kMTjeQ5k/jangan-anggap-saya-ngelantur.html" title="Jangan Anggap Saya Ngelantur !!!" /><author><name>Cheng Prudjung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03932155262964597384</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_7Y4frbrIS4A/S1VOeDG9uUI/AAAAAAAAAYY/zliayXfpJds/S220/mash+muda+dl.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-ZZXYupw3rKg/T0EsIP-iCUI/AAAAAAAAA0E/qTzWmgwUZMw/s72-c/sketsa3.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://chengxplore.blogspot.com/2012/02/jangan-anggap-saya-ngelantur.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0MAQ3g8eCp7ImA9WhRaFEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-643697286673093681.post-442991752519995283</id><published>2012-02-17T21:48:00.002+07:00</published><updated>2012-02-17T22:10:42.670+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-17T22:10:42.670+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Uncategorized" /><title>Blog Alternative Road Siap Pindah Rumah</title><content type="html">Sebenarnya udah lama saya punya niat untuk pindah domain alias pindah alamat alias pindah rumah dari Alternative Road ini. Niat itu kumodifikasi dengan memodifikasi rumah sehingga tampak baru, maka berubalah template blog dan nama atau judul blog ini.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-6pbjzhWBUdg/Tz5tnaTbwkI/AAAAAAAAAz8/wPl2b8Geul4/s1600/pindah-rumah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-6pbjzhWBUdg/Tz5tnaTbwkI/AAAAAAAAAz8/wPl2b8Geul4/s1600/pindah-rumah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;Tapi rasanya belum cukup, walaupun judul blog sudah menarik, template blog juga sudah sangat load friendly, mudah dibuka dan tidak ribet. Sebenarnya alamat blog ini yang jadi alasan utamanya, tengok saja: CHENGXPLORE sangat susah dieja. Aalamat blog yang susah dieja tentu saja berdampak kepada sosialisasinya ke taman-teman dengan harapan mereka akan berkunjung karena alamat rumah (blog) mudah dieja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan lainnya, sebenarnya ini alasan yang lebih mendasar lagi. Akun google yang menaungi blog ini sudah pincang karena tidak lagi bebas memanfaatkan segala fasilitas online yang disediakan oleh mister google. Akun Google Adsense yang kubuat dan diterima oleh Google diblokir karena aktifitas click yang curang. Dengan begitu, rasanya saya ingin pindah ke rumah baru saja. Menikmati hidup baru dan semangat baru tentunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rencananya, awal Maret nanti rumah baruku akan lounching, yaa dari sekarang saya coba mempersiapkan segala sesuatunya agar rumah baruku membawa berkah, lapang rejeki dan semakin populer. Oia, semoga rumah baruku nanti semakin panas menyemangati saya untuk terus menyampaiakn ide, informasi dan segala sesuatu yang mampu kubagikan disana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetap stay tune sebagai pembacaku yah.. hehehehe&lt;br /&gt;
Alamat rumah barunya akan diumumkan lewat blog ini kok !!! santai aj :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kunjungi juga;
www.kalsumedia.co.nr&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/643697286673093681-442991752519995283?l=chengxplore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/FLtR3xfidqKpHOu_mmGppVmOpHM/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/FLtR3xfidqKpHOu_mmGppVmOpHM/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/FLtR3xfidqKpHOu_mmGppVmOpHM/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/FLtR3xfidqKpHOu_mmGppVmOpHM/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ChengXplore/~4/EshWRGDSwIU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://chengxplore.blogspot.com/feeds/442991752519995283/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://chengxplore.blogspot.com/2012/02/blog-alternative-road-siap-pindah-rumah.html#comment-form" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/442991752519995283?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/442991752519995283?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ChengXplore/~3/EshWRGDSwIU/blog-alternative-road-siap-pindah-rumah.html" title="Blog Alternative Road Siap Pindah Rumah" /><author><name>Cheng Prudjung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03932155262964597384</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_7Y4frbrIS4A/S1VOeDG9uUI/AAAAAAAAAYY/zliayXfpJds/S220/mash+muda+dl.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-6pbjzhWBUdg/Tz5tnaTbwkI/AAAAAAAAAz8/wPl2b8Geul4/s72-c/pindah-rumah.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://chengxplore.blogspot.com/2012/02/blog-alternative-road-siap-pindah-rumah.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEUAQn49fCp7ImA9WhRaE04.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-643697286673093681.post-3318737771758915019</id><published>2012-02-16T01:57:00.000+07:00</published><updated>2012-02-16T01:57:23.064+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-16T01:57:23.064+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Uncategorized" /><title>Blog ini Kena Serangan Malware</title><content type="html">Beberapa hari yang lalu, seorang teman kusarankan untuk mengunjungi blog ini (&lt;a href="http://chengxplore.blogspot.com/"&gt;Alternative Road&lt;/a&gt;), katanya blogku diblog oleh antivirusnya atau browser yang dia gunakan, entah apa. Menanggapi itu, dia kusarankan untuk membukanya secara manual, tidak dengan mengklik link yang kuberikan secara langsung, atau dengan cara lain yaitu tidak mengacuhkan pemberitahuan malware tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malam ini, saya kaget, setelah mengakses blog ini menggunakan chrome melalui laptop teman, kejadian yang dialami temanku tadi kualami juga. Parahnya saya tidak bisa tidak mengacuhkan pemberitahuan tersebut. Saya mulai kebingungan, saat membuka browser Mozilla Firefox, blogku bisa dikunjungi tanpa adanya pemberitahuan malware.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aih, saya kok jadi takut bakal terjadi apa-apa dengan blogku. Bantu saya berdoa dan mencari tahu bagaimana membersihkan kembali blog yang terkena serangan malware dong. Semoga kita bisa menikmati blog ini bersama lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-jFWbmYADfW4/Tzv_c7qXUXI/AAAAAAAAAzk/xSrxpEGt0iQ/s1600/blogku+kena+malware.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-jFWbmYADfW4/Tzv_c7qXUXI/AAAAAAAAAzk/xSrxpEGt0iQ/s1600/blogku+kena+malware.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Penampakan "Warning" saat blogku dibuka melalui browser Chrome dari laptop teman (pinjaman).&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
BTW, saat teman-teman mengunjungi blog ku, ada "Warning" kayak ini gak yah ???? Plis komen/ laporannya dong !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kunjungi juga;
www.kalsumedia.co.nr&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/643697286673093681-3318737771758915019?l=chengxplore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/P4N9gO0AqjVsizJBOSft8WH7neE/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/P4N9gO0AqjVsizJBOSft8WH7neE/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/P4N9gO0AqjVsizJBOSft8WH7neE/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/P4N9gO0AqjVsizJBOSft8WH7neE/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ChengXplore/~4/1iqhSyHQEps" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://chengxplore.blogspot.com/feeds/3318737771758915019/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://chengxplore.blogspot.com/2012/02/blog-ini-kena-serangan-malware.html#comment-form" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/3318737771758915019?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/3318737771758915019?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ChengXplore/~3/1iqhSyHQEps/blog-ini-kena-serangan-malware.html" title="Blog ini Kena Serangan Malware" /><author><name>Cheng Prudjung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03932155262964597384</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_7Y4frbrIS4A/S1VOeDG9uUI/AAAAAAAAAYY/zliayXfpJds/S220/mash+muda+dl.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-jFWbmYADfW4/Tzv_c7qXUXI/AAAAAAAAAzk/xSrxpEGt0iQ/s72-c/blogku+kena+malware.png" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://chengxplore.blogspot.com/2012/02/blog-ini-kena-serangan-malware.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUQDQ3o6eip7ImA9WhRaEkg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-643697286673093681.post-6642967637292940090</id><published>2012-02-15T03:59:00.000+07:00</published><updated>2012-02-15T04:02:52.412+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-15T04:02:52.412+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="urusan kuliah" /><title>Politik; Konsep-Konsep Ilmu Politik</title><content type="html">&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-AHIA68KPsco/TzrLr-W50hI/AAAAAAAAAzc/33Em9mnxkgY/s1600/the-politik.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-AHIA68KPsco/TzrLr-W50hI/AAAAAAAAAzc/33Em9mnxkgY/s1600/the-politik.jpg" alt="Konsep Ilmu Politik"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Ilustrasi | Konsep Ilmu Politik&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Banyak yang menempatkan &lt;a href="http://chengxplore.blogspot.com/2012/02/fungsi-partai-politik-dan-hambatannya.html"&gt;politik&lt;/a&gt; pada posisi yang terpinggirkan dengan pemikiran bahwa &lt;b&gt;politik &lt;/b&gt;(terapan) membentuk suatu batas, kekuasaan dan kebijakan atas orang-orang dalam area geografis tertentu yang akhirnya hanya menguntungkan sebagian kelompok saja. Sederhananya, &lt;b&gt;politik &lt;/b&gt;merupakan jalan mengambil kesempatan orang lain untuk sejahtera atau berkuasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini, saya mengutarakn &lt;b&gt;konsep-konsep pokok dalam ilmu politik&lt;/b&gt; untuk memancing lahirnya diskusi. Dengan konsep ini, kita bisa mengerti bahwa politik tidak hanya dipahami sebagai sebuah kajian strategis yang praktis (misalnya sistem kepartaian atau politik praktis), melainkan sebuah ilmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada lima konsep pokok dalam ilmu politik, yaitu:&lt;br /&gt;
1. &lt;b&gt;Negara&lt;/b&gt; (&lt;i&gt;state&lt;/i&gt;); menurut Miriam Budiarjo Negara adalah suatu organisasi dalam suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan yang ditaati moleh rakyatnya. Menurut &lt;b&gt;Thomas Aquinas:&lt;/b&gt; Negara merupakan lembaga sosial manusia yang paling tinggi dan luas yang berfungsi menjamin manusia memenuhi kebutuhan-kebutuhan fisiknya yang melampaui kemampuan lingkungan sosial lebih kecil seperti desa dan kota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. &lt;b&gt;Kekuasaan&lt;/b&gt; (&lt;i&gt;power&lt;/i&gt;); menurut Miriam Budiarjo kekuasan adalah kemampuan seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. &lt;b&gt;Pengambilan Keputusan&lt;/b&gt; (&lt;i&gt;decision making&lt;/i&gt;); menurut Miriam Budiarjo keputusan adalah membuat pilihan diantara beberapa alternatif, sedangkan istilah &lt;a href="http://chengxplore.blogspot.com/2011/12/teater-dan-politik-adalah-seni_28.html"&gt;pengambilan keputusan&lt;/a&gt; menunjukkan pada proses yang terjadi sampai keputusan itu tercapai. Pengambilan keputusan sebagai konsep pokok dari politik menyangkut keputusan-keputusan yang diambil secara kolektif dan yang mengikat seluruh masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. &lt;b&gt;Kebijakan&lt;/b&gt; (&lt;i&gt;policy&lt;/i&gt;); menurut Miriam Budiarjo kebijakan adalah suatu kumpulan keputusan yang diambil oleh seorang pelaku atau oleh kelompok politik dalam usaha memilih tujuan-tujuan dan cara-cara untuk mencapai tujuan-tujuan itu. Pada prinsipnya pihak yang membuat kebijakan itu mempunyai kekuasaan untuk melaksanakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. &lt;b&gt;Pembagian&lt;/b&gt; (&lt;i&gt;distribution&lt;/i&gt;); yang dimaksud dengan pembagian adalah pembagian dan penjatahan niali-nilai dalam masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baca juga artikel lainnya;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://chengxplore.blogspot.com/2012/02/fungsi-partai-politik-dan-hambatannya.html"&gt;Fungsi Partai Politik dan Hambatannya&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://chengxplore.blogspot.com/2011/12/teater-dan-politik-adalah-seni_28.html"&gt;Teater dan Politik adalah Seni&lt;/a&gt; ??? &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kunjungi juga;
www.kalsumedia.co.nr&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/643697286673093681-6642967637292940090?l=chengxplore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ElFu1K4vKVANkjfXhVYUSSv3-KA/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ElFu1K4vKVANkjfXhVYUSSv3-KA/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ElFu1K4vKVANkjfXhVYUSSv3-KA/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ElFu1K4vKVANkjfXhVYUSSv3-KA/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ChengXplore/~4/M55wu3991Og" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://chengxplore.blogspot.com/feeds/6642967637292940090/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://chengxplore.blogspot.com/2012/02/politik-konsep-konsep-ilmu-politik.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/6642967637292940090?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/6642967637292940090?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ChengXplore/~3/M55wu3991Og/politik-konsep-konsep-ilmu-politik.html" title="Politik; Konsep-Konsep Ilmu Politik" /><author><name>Cheng Prudjung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03932155262964597384</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_7Y4frbrIS4A/S1VOeDG9uUI/AAAAAAAAAYY/zliayXfpJds/S220/mash+muda+dl.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-AHIA68KPsco/TzrLr-W50hI/AAAAAAAAAzc/33Em9mnxkgY/s72-c/the-politik.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://chengxplore.blogspot.com/2012/02/politik-konsep-konsep-ilmu-politik.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0UMSH0yeSp7ImA9WhRaEU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-643697286673093681.post-2263685671354023226</id><published>2012-02-13T16:07:00.002+07:00</published><updated>2012-02-13T16:28:09.391+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-13T16:28:09.391+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Activities" /><title>Catatan Hujan untuk Kesekian Kalinya</title><content type="html">&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-2aZynFb6kjU/TzjVOIVBYuI/AAAAAAAAAyw/-ymYZ6sr1wg/s1600/lumpur.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-2aZynFb6kjU/TzjVOIVBYuI/AAAAAAAAAyw/-ymYZ6sr1wg/s1600/lumpur.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Lumpur akibat luapan air sungai&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Tuhan dengan hujannya adalah bukti kasih sayang, dia menyiram bumi yang dahaga dengan kesegaran air laut yang disuling melalui langit. Namun, kasih sayang itu berbeda tipis dengan kemurkaan, kasih sayang tuhan hanyalah kemurkaan yang tertunda. Hari itu, entah hujan yang membasahi bumi ditujukan untuk membuktikan kasih sayang atau murka, yang jelas manusia-manusia yang sering melupakan tuhan bergembira ria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Al-kautsar 58 adalah surga (Rumahku surgaku), baik bagi mahasiswa asal Sulsel maupun para maling yang selalu berhasil meraup keuntungan di rumah ini. Hari itu tak ada yang menyangka hujan lebat berbuah petaka bagi 4 kamar yang ditinggal penghuni aslinya, plus 1 ruang keluarga yang terlah banyak berjasa mengikat persaudaraan para perantau asal Sulsel di Malang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan deras, luapan air dari sungai yang melintasi Jl. Tlogo Al-Kautsar mengamuk, menyerang masuk ke dalam rumah tanpa ketuk pintu. Dalam hitungan detik, lantai berubin putih tergenang oleh air berwarna coklat yang kotor, tak sedikit kerugian yang disebabkannya: kasur, pakaian yang terserak di lantai, kardus dan isinya, dokumen organisasi, PC dan printer, bahkan Laptop menjadi korbannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lorong Parmindo seketika menjadi sungai, air tidak mengalir seperti wanita bernama ayu yang jalan dengan lenggang dan tingkah yang kemayu, tanpa tawaran damai dia menjadi murid sungai Brantas yang membelah Kampus UMM. Beberapa orang keluar dari rumah, menghibahkan tubuhnya diguyur hujan yang tak bermata, mereka mencari selamat dengan menghalau air berwarna coklat masuk ke dalam rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kondisi rumah Al-Kautsar 58 begitu mengenaskan. Jika dia adalah manusia, pastilah matanya memerah karena marah. Berbeda dengan penghuninya, walaupun awalnya kebingungan dan sempat kesal, senyum sumringah akhirnya tersungging. Tanpa pikir panjang, hujan hari itu menjadi hiburan, mengubah mahasiswa perantau yang telah berumur lapuk menjadi kana-kanak yang tak kenal sakit akibat air hujan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lorong Parmindo yang menjadi sungai dadakan tidak lagi mengesalkan, namun menyenangkan. Sungai yang melintas sepanjang Jl. Tlogo Al-Kautsar tidak lagi menjadi cemoohan, beberapa mahasiswa terjun ke dalamnya dan menikmati luapannya. Ahhh, mirip dengan makna jalannya: Al-Kautsar, sungai itu seperti sungai di surga, dan airnya yang berwarna coklat bak susu yang mengalir disurga, mirip sekali dengan penggambaran surga di kitab suci sebagian besar mahasiswa yang ngekos di Al-Kautsar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebut saja Fahri (bukan artisnya Ayat-ayat Cinta), Rikar, Taslim dan Riga, mereka adalah penghuni (surga) Al-Kautsar yang tak melewatkan momen yang menyenangkan ini, hujan bagi mereka adalah berkah, bukti bahwa kasih sayang tuhan datang kepada mereka siang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-J-hJL9bZNrA/TzjXNFZm5KI/AAAAAAAAAy4/6qcRNIpdjss/s1600/banjir.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-J-hJL9bZNrA/TzjXNFZm5KI/AAAAAAAAAy4/6qcRNIpdjss/s1600/banjir.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Kamarnyaa fahri setelah evakuasi kasur dkk&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
"Biarmi kamarku korban, yang penting kita senang-senang dulu, selesaipi hujan baru dibersihkan rumah", ungkap Fahri setelah hujan deras berganti gerimis yang baik hati sementara keganasan luapan air mulai mengiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak banyak yang bisa menikmati hujan seperti anak-anak ini, batang pohon pisang yang beberapa waktu lalu ditebang pemiliknya digotong dan dijadikan mainan, sayang sekali hanya sebatang saja, andaikata ada beberapa, bermain sampan pasti menjadi permainan menarik bagi mereka dan tontonan yang memnggelikan bagi kami yang memilih menikmati hujan dengan cara lain, masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kasih sayang dan kemurkaan sang pencipta berbeda tipis, seharusnya hujan yang mengakibatkan meluapnya air sungai membuat mereka berkeluh hati dan berkesah semangat karena rumah menjadi kotor, sementara itu banyak barang yang nyaris jadi korban, belum lagi Arif yang beberapa menit sebelum hujan deras turun menyapu dan mengepel lantai hingga kinclong, kualitasnya dalam membersihkan lantai seperti pembantu kelas profesional yang tak diragukan lagi geriknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan itulah hujan, seperti air yang tumpah dari langit, dari telaga Al-Kautsar di surga pada tingkat tertentu. Dia menjadi sumber kebahagiaan bagi orang-orang dengan hati yang tenang, tidak memperdulikan kesulitan kondisi dan larut di dalamnya, toh dalam kekesalan, dalam kesulitan menjalani hidup, kita perlu perasaan senang dan bahagian, seperti hujan yang datang menyapa bumi dengan ikhlasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin: 5px 20px 20px;"&gt;
&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;
&lt;b&gt;Ini dia dokumentasinya :p&lt;/b&gt;: &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Tutup'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Lihat'; }" style="font-size: 11px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Lihat" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;
&lt;div style="display: none;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ypBI29z9itw/TzjRjQ4bu7I/AAAAAAAAAx4/Y5oG0Gid2Ug/s1600/1329042729995.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-ypBI29z9itw/TzjRjQ4bu7I/AAAAAAAAAx4/Y5oG0Gid2Ug/s1600/1329042729995.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Kondisi Rumah al-Kautsar yang digenangi luapan air sungai akibat hujan deras

&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-JMwvvZ1ujPA/TzjRkP6cm4I/AAAAAAAAAyA/pSqfGlP8o2A/s1600/1329042741762.jpg" imageanchor="1"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-JMwvvZ1ujPA/TzjRkP6cm4I/AAAAAAAAAyA/pSqfGlP8o2A/s1600/1329042741762.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Ucheng da Rikar berusaha menghalau air agar tidak masuk ke rumah.
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Rnd4ZrV6vNs/TzjRlQjFKlI/AAAAAAAAAyI/j9EZzXBFCKU/s1600/1329042773410.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-Rnd4ZrV6vNs/TzjRlQjFKlI/AAAAAAAAAyI/j9EZzXBFCKU/s1600/1329042773410.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Vina (Maya) Memanfaatkan momen dengan berpose.
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Yh0o0YfPWCQ/TzjRnAw_2_I/AAAAAAAAAyQ/LOkWtJNdlK4/s1600/1329042805634.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-Yh0o0YfPWCQ/TzjRnAw_2_I/AAAAAAAAAyQ/LOkWtJNdlK4/s1600/1329042805634.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Rikar dan Ucheng bekerjasama membuat jebakan, sapatau ada ikan didapat.
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-3IBopSqsZKs/TzjRonF-XmI/AAAAAAAAAyY/IAENJOD7mU0/s1600/1329043108777.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-3IBopSqsZKs/TzjRonF-XmI/AAAAAAAAAyY/IAENJOD7mU0/s1600/1329043108777.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Fahri pura-pura kedinginan.
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-nwWvqylE-MU/TzjRpwPafJI/AAAAAAAAAyg/gC-tAtwGHK8/s1600/1329043232282.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-nwWvqylE-MU/TzjRpwPafJI/AAAAAAAAAyg/gC-tAtwGHK8/s1600/1329043232282.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Rikar sang penakluk hujan. Persiapan audisi untuk bintang iklan Mijon.
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-nvp5bf6JRYY/TzjRrdBmt6I/AAAAAAAAAyo/wV2WLIFeUeY/s1600/1329043271319.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-nvp5bf6JRYY/TzjRrdBmt6I/AAAAAAAAAyo/wV2WLIFeUeY/s1600/1329043271319.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Taslim menikmati hujan
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin: 5px 20px 20px;"&gt;
&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;
&lt;b&gt;Video: Melawan Arus&lt;/b&gt;: &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Tutup'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Lihat'; }" style="font-size: 11px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Lihat" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;
&lt;div style="display: none;"&gt;
Nantikan update videonya !!!
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kunjungi juga;
www.kalsumedia.co.nr&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/643697286673093681-2263685671354023226?l=chengxplore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/TnD80bJZJGrUE-ZdwWLH23SGMyo/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/TnD80bJZJGrUE-ZdwWLH23SGMyo/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/TnD80bJZJGrUE-ZdwWLH23SGMyo/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/TnD80bJZJGrUE-ZdwWLH23SGMyo/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ChengXplore/~4/obbs3D6HgB8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://chengxplore.blogspot.com/feeds/2263685671354023226/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://chengxplore.blogspot.com/2012/02/catatan-hujan-untuk-kesekian-kalinya.html#comment-form" title="5 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/2263685671354023226?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/643697286673093681/posts/default/2263685671354023226?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ChengXplore/~3/obbs3D6HgB8/catatan-hujan-untuk-kesekian-kalinya.html" title="Catatan Hujan untuk Kesekian Kalinya" /><author><name>Cheng Prudjung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03932155262964597384</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_7Y4frbrIS4A/S1VOeDG9uUI/AAAAAAAAAYY/zliayXfpJds/S220/mash+muda+dl.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-2aZynFb6kjU/TzjVOIVBYuI/AAAAAAAAAyw/-ymYZ6sr1wg/s72-c/lumpur.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>5</thr:total><feedburner:origLink>http://chengxplore.blogspot.com/2012/02/catatan-hujan-untuk-kesekian-kalinya.html</feedburner:origLink></entry></feed>

