<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" version="2.0">

<channel>
	<title>Cinema Poetica</title>
	<atom:link href="https://cinemapoetica.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml"/>
	<link>https://cinemapoetica.com/</link>
	<description>Kritik film dan apresiasi budaya sinema</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Feb 2026 05:08:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://cinemapoetica.com/wp-content/uploads/2014/10/cropped-CP_site-identity-1-32x32.png</url>
	<title>Cinema Poetica</title>
	<link>https://cinemapoetica.com/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">50430897</site>	<item>
		<title>Yang Alternatif, Yang Dominan: Film Indonesia di Panggung Sinema Dunia</title>
		<link>https://cinemapoetica.com/yang-alternatif-yang-dominan-film-indonesia-di-panggung-sinema-dunia/</link>
					<comments>https://cinemapoetica.com/yang-alternatif-yang-dominan-film-indonesia-di-panggung-sinema-dunia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cinema Poetica]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 12:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Esai]]></category>
		<category><![CDATA[Karsa]]></category>
		<category><![CDATA[festival]]></category>
		<category><![CDATA[film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[sinema dunia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cinemapoetica.com/?p=25864</guid>

					<description><![CDATA[Ada persentase besar film-film Indonesia yang menerima rekognisi internasional dari festival-festival yang mungkin namanya belum pernah kita baca di media massa. Banyak juga yang tidak berupa kemenangan di festival, melainkan penayangan di ruang alternatif atau galeri seni dan museum, atau bahkan, dijadikan bahasan di acara-acara akademis. Keragaman bentuk rekognisi ini perlu ditelusuri dan dimaknai secara lebih utuh dan saksama.]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://cinemapoetica.com/yang-alternatif-yang-dominan-film-indonesia-di-panggung-sinema-dunia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">25864</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Panji Tengkorak: Mereka-reka yang Dekat dengan Kita</title>
		<link>https://cinemapoetica.com/panji-tengkorak-mereka-reka-yang-dekat-dengan-kita/</link>
					<comments>https://cinemapoetica.com/panji-tengkorak-mereka-reka-yang-dekat-dengan-kita/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Michael HB Raditya]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2026 14:15:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Karya]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[bioskop]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[film Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cinemapoetica.com/?p=25854</guid>

					<description><![CDATA[Panji Tengkorak berupaya menunjukkan keindonesiaan di dalamnya. Ia tak hanya tertuang dalam cerita, tetapi lebih dari itu. Mereka dengan jitu menciptakan karakter-karakter yang dicitrakan sebagai nusantara—tentang kita, dekat dengan kita, di sekitar kita, di sekeliling kita.]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://cinemapoetica.com/panji-tengkorak-mereka-reka-yang-dekat-dengan-kita/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">25854</post-id>	</item>
		<item>
		<title>20 Tahun Film “Tentang Dia”: Membingkai Keintiman Sapphic di Indonesia 2000an</title>
		<link>https://cinemapoetica.com/20-tahun-film-tentang-dia-membingkai-keintiman-sapphic-di-indonesia-2000an/</link>
					<comments>https://cinemapoetica.com/20-tahun-film-tentang-dia-membingkai-keintiman-sapphic-di-indonesia-2000an/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Catra Wardhana]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2025 05:36:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Karya]]></category>
		<category><![CDATA[Retrospeksi]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[film Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cinemapoetica.com/?p=25818</guid>

					<description><![CDATA[Dua dekade lebih setelah perilisannya, Tentang Dia ternyata masih memicu perdebatan, setidaknya yang terjadi di satu sudut kecil internet berupa unggahan TikTok. Apakah ini film lesbian? Atau hanya kisah persahabatan ambigu? Film ini mungkin tak pernah mengaku sebagai film queer. Tapi seperti banyak hal dalam hidup, tak semua yang penting harus diucapkan untuk bisa dirasakan.]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://cinemapoetica.com/20-tahun-film-tentang-dia-membingkai-keintiman-sapphic-di-indonesia-2000an/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">25818</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jumbo Menghadirkan Kampung, Membicarakan Selingkarnya</title>
		<link>https://cinemapoetica.com/jumbo-menghadirkan-kampung-membicarakan-selingkarnya/</link>
					<comments>https://cinemapoetica.com/jumbo-menghadirkan-kampung-membicarakan-selingkarnya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Michael HB Raditya]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2025 07:41:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Karsa]]></category>
		<category><![CDATA[Sketsa]]></category>
		<category><![CDATA[bioskop]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[film Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cinemapoetica.com/?p=25802</guid>

					<description><![CDATA[Jumbo tidak menyerabut kehidupan masyarakat Indonesia dari akarnya. Dimulai dengan hal sederhana, Jumbo menarasikan lingkungan Don tinggal dan seperti apa lingkungannya dicitrakan. Kampung menjadi sesuatu yang penting dihadirkan dalam mengartikulasikan apa itu Indonesia ke khalayak, ke anak-anak. Bukan cuma kemewahan kota, kecakapan teknologi, dan mitos pembangunan yang melelahkan sekaligus menjadikan warga bulan-bulanan.]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://cinemapoetica.com/jumbo-menghadirkan-kampung-membicarakan-selingkarnya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">25802</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Smong Aceh: Duka yang Tak Selesai dan Segala Ketangguhan Itu</title>
		<link>https://cinemapoetica.com/smong-aceh-duka-yang-tak-selesai-dan-segala-ketangguhan-itu/</link>
					<comments>https://cinemapoetica.com/smong-aceh-duka-yang-tak-selesai-dan-segala-ketangguhan-itu/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Raisa Kamila]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2025 09:52:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Karya]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[dokumenter]]></category>
		<category><![CDATA[festival]]></category>
		<category><![CDATA[film Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cinemapoetica.com/?p=25786</guid>

					<description><![CDATA[Apakah setiap narasi bencana harus berujung pada kesiapsiagaan? Mungkin sudah saatnya kita memperluas makna “resiliensi”. Bukan sekadar pulih dan bangkit, tapi juga berani mengakui apa yang belum selesai. Dalam konteks itu, film seperti Smong Aceh bisa menjadi ruang penting—jika ia bersedia untuk sedikit lebih jujur.]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://cinemapoetica.com/smong-aceh-duka-yang-tak-selesai-dan-segala-ketangguhan-itu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">25786</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jatuh Cinta Seperti di Film-film: Memilih Mawas, Menolak Malas</title>
		<link>https://cinemapoetica.com/jatuh-cinta-seperti-di-film-film-memilih-mawas-menolak-malas/</link>
					<comments>https://cinemapoetica.com/jatuh-cinta-seperti-di-film-film-memilih-mawas-menolak-malas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Raksa Santana]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jul 2024 07:41:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Karya]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[bioskop]]></category>
		<category><![CDATA[festival]]></category>
		<category><![CDATA[film Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cinemapoetica.com/?p=25736</guid>

					<description><![CDATA[Yandy Laurens pada akhirnya menawarkan bentuk romantis yang lebih dewasa, sesuai dengan latar belakang usia karakter dalam filmnya. Yang romantis adalah yang didiskusikan, bukan juga gestur-gestur megah. Romantis adalah bercerita secara terbuka, menemani belanja, mendampingi saat kerja, dan berbagai tindakan sederhana lainnya—hal-hal kecil yang sejatinya membentuk porsi terbesar dalam setiap hubungan.]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://cinemapoetica.com/jatuh-cinta-seperti-di-film-film-memilih-mawas-menolak-malas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">25736</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gejala dan Agenda Perfilman untuk Pemilu 2024</title>
		<link>https://cinemapoetica.com/gejala-dan-agenda-perfilman-untuk-pemilu-2024/</link>
					<comments>https://cinemapoetica.com/gejala-dan-agenda-perfilman-untuk-pemilu-2024/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Adinda Zakiah]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Feb 2024 04:09:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Esai]]></category>
		<category><![CDATA[Karsa]]></category>
		<category><![CDATA[budaya sinema]]></category>
		<category><![CDATA[film Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cinemapoetica.com/?p=25677</guid>

					<description><![CDATA[Tulisan ini mencoba melihat gejala, kebutuhan, dan arah kebijakan perfilman, kebudayaan, dan ekonomi kreatif dalam sepuluh tahun terakhir. Berbagai amatan ini menjadi landasan untuk menelaah agenda ketiga pasangan calon untuk sektor-sektor terkait.]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://cinemapoetica.com/gejala-dan-agenda-perfilman-untuk-pemilu-2024/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">25677</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Konferensi Freedom Film Network: Sensor Film Malaysia untuk Siapa?</title>
		<link>https://cinemapoetica.com/konferensi-freedom-film-network-sensor-film-malaysia-untuk-siapa/</link>
					<comments>https://cinemapoetica.com/konferensi-freedom-film-network-sensor-film-malaysia-untuk-siapa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Shadia Pradsmadji]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jan 2024 06:39:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Loka]]></category>
		<category><![CDATA[Reportase]]></category>
		<category><![CDATA[Asia]]></category>
		<category><![CDATA[budaya sinema]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cinemapoetica.com/?p=25669</guid>

					<description><![CDATA[Dalam edisi perdana konferensi ini, Freedom Film Network berkolaborasi dengan Content Forum mengangkat tema Content Creation, Choice, and Control in the Digital Age. Konferensi ini turut diikuti oleh lembaga-lembaga Malaysia yang berkepentingan dalam urusan penyensoran film seperti Lembaga Penapisan Filem (setara Lembaga Sensor Film di Indonesia), FINAS, dan MCMC.]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://cinemapoetica.com/konferensi-freedom-film-network-sensor-film-malaysia-untuk-siapa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">25669</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Like &amp; Share: Yang Tidak Tertangkap Layar dari Rekaman KBGO</title>
		<link>https://cinemapoetica.com/like-share-yang-tidak-tertangkap-layar-dari-rekaman-kbgo/</link>
					<comments>https://cinemapoetica.com/like-share-yang-tidak-tertangkap-layar-dari-rekaman-kbgo/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Permata Adinda]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Apr 2023 21:27:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Karya]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[bioskop]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[streaming]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cinemapoetica.com/?p=25639</guid>

					<description><![CDATA[Like &#038; Share tidak mengambil jalan aman, tapi justru membuka sebuah percakapan sulit. Lisa dan Sarah jadi paket lengkap karakter yang rentan kena stigma. Film ini membuka pertanyaan-pertanyaan tentang pemahaman soal consent, grooming, dan sederetan percakapan lain. Dan, tak semua penonton mungkin siap menjawabnya. ]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://cinemapoetica.com/like-share-yang-tidak-tertangkap-layar-dari-rekaman-kbgo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">25639</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Before, Now &amp; Then (Nana): Bertahan Karena Mimpi, Bermimpi Karena Tahan</title>
		<link>https://cinemapoetica.com/before-now-then-nana-bertahan-karena-mimpi-bermimpi-karena-tahan/</link>
					<comments>https://cinemapoetica.com/before-now-then-nana-bertahan-karena-mimpi-bermimpi-karena-tahan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Raksa Santana]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Sep 2022 15:33:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Karya]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[festival]]></category>
		<category><![CDATA[film Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cinemapoetica.com/?p=25610</guid>

					<description><![CDATA[Kamila Andini kerap menciptakan visual surreal dari emosi yang riil. Dalam Before, Now, &#038; Then (Nana), visual surreal hadir pada tempat sejatinya: mimpi. Sepanjang film, mimpi dan bayangan Nana digambarkan nyata, sementara keresahan yang menyebabkannya dihadirkan secara lisan.]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://cinemapoetica.com/before-now-then-nana-bertahan-karena-mimpi-bermimpi-karena-tahan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">25610</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>