<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-3225688425252525829</atom:id><lastBuildDate>Fri, 13 Jan 2012 16:20:45 +0000</lastBuildDate><title>Keluarga Aditya dari Desa Tamblang</title><description /><link>http://clanmannax.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Komang Aditya)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/ClanMannaxDesaTamblangsingaraja-Bali" /><feedburner:info uri="clanmannaxdesatamblangsingaraja-bali" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3225688425252525829.post-2078934585309207875</guid><pubDate>Wed, 31 Dec 2008 07:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-31T00:17:22.531-08:00</atom:updated><title>Tangkas Kori Agung (Arya Kanuruhan)</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_yg_mnfPO4ZY/SVsqhxIL-3I/AAAAAAAAAck/9pn8jPgzEtI/s1600-h/3bulanan+fabian.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_yg_mnfPO4ZY/SVsqhxIL-3I/AAAAAAAAAck/9pn8jPgzEtI/s320/3bulanan+fabian.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285865347261135730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Putra dari Arya Kanuruhan yang kedua adalah Kiyayi Tangkas yang sering pula disebut Pangeran Tangkas. Beliau berlugas ( mendapat tugas ) dari raja sebagai Rakryan Apatih, karena Kiyayi Tangkas sangat bakti kepada Dalem, sehingga Pangeran Tangkas dipergunakan sebagai Rakryan Patih tedeng aling aling raja. Kesetiaan Pangeran Tangkas terhadap raja maka segala perintah raja tidak pernah ditolaknya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tersebutlah Pangeran Tangkas diperintahkan oleh Raja untuk memegang tampuk pemerintahan di wilayah Kertalangu oleh karena pemegang wilayah Kertalangu ( keturunan Arya Demung Wangbang) meninggalkan wilayah tersebut karena mereka dikalahkan oleh semut. Untuk mengisi dan mengamankan wilayah Kertalangu ditempatkannyalah Pangeran Tangkas disana.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Di Kertalangu inilah akhimya Pangeran Tangkas tinggal menetap. Pangeran Tangkas, beliau mempunyai seorang putra, yang bemama Kiyayi Tangkas Dimade. Karena dimanjakan akibatnya Tangkas Dimade akhimya buta mengenai huruf sandi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu hari ada seorang yang dianggap salah oleh raja dan menurut sesana ( hukum ) orang ini harus dihukum mati. Orang yang salah ini diutus oleh raja ( Dalem ) untuk membawa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; ke Badung ( Kertalangu ). Adapun isi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; ini adalah&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pa - pa - &lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;nin&lt;/span&gt; - &lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;nga&lt;/span&gt; - tu - sc - li - ba - nc - te -&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;tih&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam tulisan rahasia tersebut diatas, Dalem bermaksud membunuh orang yang membawa surat ini, akan tetapi setelah Sang membawa surat tiba di Kertalangu, maka Pangeran Tangkas saat ini tidak berada di rumah, karena beliau pergi ke tegalan mencari burung, oleh sebab itulah anaknya didekati oleh utusan tersebut, dan Tangkas Dimade yang sedang bekerja di sawah lalu diberikan surat tersebut karena Tangkas Dimade tidak bisa membaca hurup sandi maka surat yang diberikan oleh utusan tersebut diterima dcmikian saja. Setelah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tersebut diterima maka utusan tersebut pergi dengan cepat. Pada saat ayahnya tiba di rumah maka ayahnya didekatinya serta diaturkan &lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt; tersebut kepada ayahnya dan dengan segera &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tersebut di baca isinya, berkatalah ayahnya kepada putranya Tangkas Dimade. ; ” Anakku Tangkas, apakah dosa yang kamu buat terhadap Dalem ? karena isi &lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt; ini menyebutkan bahwa ayah membunuh bagi ia yang membawa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; ini. Siapakah yang membawa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; ini ‘ Apakah dosamu terhadap Dalem ?, dan bingunglah ayahnya berpikir - pikir mengenai hal tersebut. Berkatalah putra beliau : ” Ya ayahku sama sekali saya tidak merasa din bersalah terhadap Dalem, sedikitpun saya tidak merasakannya, bersalah terhadap beliau sesungsungan kita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mendengar ucapan putranya itu menangislah ayahnya, sambil menasehati anaknya ” Jika demikian halnya, tetapkanlah pendirianmu sebagai tanda bakti pada raja ( Dalem ), bila kamu benar, hai ini merupakan jalan utama yang ditunjukkan kepadamu untuk menuju ke jalan sorga Banyak lagi nasehat - nasehat yang diberikan kepada anaknya dalam rangka menghadapi kematian itu. Sehingga hati anaknya mempunyai keikhlasan untuk siap mati dibunuh oleh ayahnya.Tak beberapa lama tersebarlah berita di seluruh wilayah Kertalangu bahwa Tangkas Dimade akan dibunuh oleh ayahnda. Sehingga banyaklah warga desa Kertalangu datang berianya mengenai hal ikhwal terjadinya musibah tersebut. Sebelum anaknya dibunuh maka disuruhlah Tangkas Dimade melakukan persembahyangan, setelah itu dilaksanakannyalah Upacara mejaya - jaya dengan diberikan puja oleh Pendeta Ciwa dan Buddha.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setelah selesai upacara mejaya - jaya maka diantarlah putranya menuju setra tempat pembunuhan, di dalam perjalanan menuju ke setra, Tangkas Dimade diiringi oleh isak tangis sepanjang jalan, karena Tangkas Dimade sangat sopan dalam pergaulan, dan masih jejaka, dan sedang senangnya hidup.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setelah tiba di kuburan, disuruhlah Tangkas Dimade melakukan persembahyang tempat pembakaran jenasah, untuk memohon tempat yang layak bagi dirinya kepada Sanghyang Dharma. Setelah selesai melakukan persembahyangan, maka ayah Pangeran Tangkas mengambil keris lalu menusuk putranya yang tercinta, hanya satu kali tusukan, robohlah Tangkas Dimade pada saat itu juga.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Diceritrakan kembali orang yang membawa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tersebut kini telah tiba diistana Dalem di Gelgel, lalu menghaturkan sembah kepada raja dengan mengatakan : Maafkan hamba ratu Dalem, bahwa segala perintah yang tuanku berikan kepada hamba, hamba telah laksanakan dan kini hamba telah kembali dengan selamat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Melihat kejadian ini maka terkejutlah Dalem (raja ) dan beliau berkata&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;-Hai kamu utusanku, apa sebabnya kamu cepat kembali ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;-Siapakah yang kamu berikan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; perintahku itu ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Katakanlah dengan cepat !&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bersembah sujudlah utusan tersebut, lalu berkata : Maafkan hamba tuanku, &lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt; perintah tuanku telah hamba berikan kepada putra dari Ki Pangeran Tangkas, akan tetapi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tersebut hamba haturkan saat putra beliau berada di tengah sawah. Oleh sebab Pangeran Tangkas beliau tidak ada di rumah, dan setelah itu hamba balik kembali ke istana, itulah sebabnya hamba dengan cepat tiba kembali.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mendengar uraian yang disampaikan itu maka sangat terkejutlah sang raja dan segera mengutus seorang utusan untuk lari dengan cepat ke Kertalangu (Badung) untuk mencegah pembunuhan yang dilakukan oleh Pangeran Tangkas, walaupun bagaimana cepatnya utusan menunggang kuda, akan tetapi kecepatan ini sudah terlambat dimana utusan ini telah melihat sendiri mayat putra Pangeran Tangkas telah terbunuh. Terccnganglah utusan raja karena terlambat clan segera kembali ke Gelgel. lalu melaporkan hal ini kepada Sang raja, setelah menenma laporan beliau menjadi dian, dan berkata dalam hati beliau ” Oh Tangkas engkau bunuh puteramu sendiri- yang tidak ada bersalah sama sekali karena baktimu kepadaku“.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tersebutlah Pangeran Tangkas sekarang telah di tinggalkan mati olch putra ueiiau, beliau lama tidak mau menghadap kepada Dalem karena sedih hati beliau, waiaupun Dalem telah berkali-kali memanggil beliau untuk menghadap, akan tetapi perintah Dalem tidak diperhatikan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Melihat hal semacam ini berpikir-pikirlah Dalem dan akhimya diutuslah seorang utusan untuk menghadap kepada Pangeran Tangkas di Kertalangu ( Badung ), untuk meminta dengan sangat agar Pangeran Tangkas datang untuk menghadap raja. Pada saat inilah pertama kali Pangeran Tangkas datang ke Puri Gelgel. Pada saat tibanya Pangeran Tangkas di istana Gelgel, raja sedang mengadakan rapat dengan para Maha Menteri, Patih, dan lain - lainnya. Melihat Pangeran Tangkas datang maka raja meninggalkan rapat, lalu menerima kedatangan Pangeran Tangkas, serta dengan cepat raja berkata : Mariiah engkau dekat padaku Tangkas IBerdatang sembahlah Tangkas, Maafkan hamba orang yang hina dina ini duduk di bawah Tuanku ! Mendengar ucapan Pangeran Tangkas ini dengan nada sedih, berkatalah kembali Sang Raja : ” Hai kamu Kiyayi Tangkas, bangunlah kamu, dan janganlah kamu duduk di bawah, mariiah engkau dekat denganku !. Karena perintah raja yang tegas ini maka bangunlah Pangeran Tangkas dari tempat duduknya terbawah, dan berdatang sembah mendekati raja.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dengan mendekatnya Pangeran Tangkas kepada raja, maka mulailah raja berkata kembali kepada Pangeran Tangkas, dengan lembut, dan kata beliau ( raja ) sebagaiberikut:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;” Hai Kiyayi Tangkas, aku ingin bertanya kepadamu, apakah yang menyebabkan kamu lama tidak menghadap kepada rajamu 7Apakah hai (ersebut disebabkan karena anakmu yang mati yang disebabkan perintahku yang kurang tegas itu padamu ? Mendengar pertanyaan raja ini, menyautlah Pangeran Tangkas : ” Maafkanlah hamba tuanku, hamba lakukan itu semua karena bakti hamba kepada sungsungan hamba yaitu Tuarvku sendiri “. Mendengar ucapan. Pangeran Tangkas itu terketuk hati Sang raja, karena mengenang bahwa keturunan itu adalah yang amat penting dalam ajaran agama , karena itulah beiiau berpikir - pikir lalu bersabda:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hai kamu Pangeran Tangkas, janganlah karena kejadian tersebut engkau menjadi sedih, karena hal tersebut sudah berlalu, dan tidak akan bisa kembali lagi, lupakanlah itu semua! Akan telapi untuk meneruskan keturunanmu itu agar Tangkas jangan menjadi lenyap, maka kini aku akan memberikan kepadamu seorang istriku yang sedang hamil, dan umur kandungannya baru 2 ( dua ) bulan, istriku inilah engkau harus ambil, untuk meneruskan keturunanmu. sehingga keturunan Tangkas tidak putus akan tetapi ada yang ku minta kepadamu adalah:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Janganlah kamu menghilangkan (anyapuh) persanggamaan yang telah dilakukan olehku sendiri !&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Apabila anak itu telah lahir kemudian, maka anak tersebut kamu beri nama&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;dan panggil dengan nama &lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Ki Pangeran Tangkas Kori Agung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ‘&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dari hal tersebut di atas maka Tangkas ialu berkata : Maafkanlah hamba Tuanku Dewa Bhatara, apabila hamba mengambil istri Tuanku, maka hamba akan terkutuk. sehingga hamba kena itulah ” dan hamba disebut langgana oieh seluruh jagat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kemudian berkatalah Sang raja kembali’: ” Hai kamu Tangkas janganlah kamu berpikir demikian, ini adalah perintahku dan engkau hanya melaksanakan “&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Karena hal ini merupakan perintah Sang raja, maka istri raja, kemudian diambii oleh Tangkas, lalu di bawa ke Badung, dan sampai di Badung, maka diadakannya suatu upacara perkawinan yang sangat besar, dengan mengundang banyak keluarga&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setelah upacara selesai maka lama kelamaan lahirlah seorang putra laki yang sangat tampan dan gagah perkasa yang diberi nama PANGERAN TANGKAS KORI AGUNG . Oleh karena itu gembiralah wilayah Kertalangu kembali.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Di dalam beberapa sumber menyebutkan bahwa istri raja yang dianugrahkan, kepada Kiyayi Tangkas pada masa mudanya bernama Ni Luh Kayu Mas, yang berasal dari keluarga Bendesa Mas. Lahirlah putra raja yang bemama Pangeran Tangkas Kori Agung di tengah - tengah keluarga Tangkas, maka secara biologis beliau adalah putra raja atau putra dalem. Akan tetapi secara adat, beliau adalah pewaris langsung dari keluarga Tangkas. Setelah Pangeran Tangkas Kori Agung menjadi remaja putra dan beliau sering datang dan menghadap Dalem di Gelgel. Melihat hal ini akbimya Sang raja meminta kepada Pangeran Tangkas Kori Agung, untuk kawin dan mengawini putri dari keturunan Arya Kepasekan, dengan tujuan agar kesatuan rakyat &lt;st1:place st="on"&gt;Bali&lt;/st1:place&gt; dan keturunan dan Jawa tetap terpelihara, oieh karena Patih Arya Kepasekan adalah patih Bali yang merupakan keturunan langsung dari Arya Kepasekan yang pernah datang ke Mojopahit untuk menghadap kepada Patih Gajah Mada, bersama dengan pembesar Bali lainnya, seperti: Arya Pasek dan Patih Ulung untuk penobatan raja Bali, demi amannya Bali, dari pembrontakan - pembrontakan orang yang tidak puas terhadap Mojopahit. Berkat usaha dari ketiga Maha Patih Bali inilah akhimya Dalem Sri Kresna Kepakisan diorbitkan untuk menjadi raja di &lt;st1:place st="on"&gt;Bali&lt;/st1:place&gt;, oleh Patih Gajah Mada. Untuk mengenang jasa leluhur dari Arya Kepasekan ini maka diharuskannyalah Pangeran Tangkas Kori Agung, kawin dengan putrinya. Perkawinan antara Pangeran Tangkas Kori Agung dengan Putri Arya Kepasekan, lahirlah seorang putri yang bernama Gusti Ayu Tangkas Kori Agung&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;Unluk melanjutkan keturunan dan Pangeran Tangkas Kori Agung dan mempererat hubungan dengan Pasek Gelgel. karena Pasek Gelgel berada di Gelgel yang merupakan pusat ibu &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; kerajaan Gelgel dan Puri juga berada di Gelgel. Untuk itu demi amannya Puri dikawinkannyalah Gusti Ayu Tangkas Kori Agung dengan Gusti Agung Pasek Gelgel.&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Menurut Babad Pasek yang diterjemahkan olch I Gusti Bagus Sugriwa, penerbit Toko Buku Balimas, tahun 1982, halaman 82, maka dijelaskanlah status perkawinan ini sebagai berikut&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hai anakku Gusti Agung Pasok Gelqel, karena engkau suka kepadaku, kini bapak menyerahkan diri kepadamu, oleh karena bapak tidak mempunyai keturunan layi (tidak beranak laki - laki) kini ada seorang anakku perempuan, saudara sepupu olehmu, apabila kamu suka, bapakberilah kepadamu, Gusti Ayu. Danlagi ada harta benda bapak, yaitu isi rumah tangga serba sedikit, pelayan 200 orang, semuanya itu anakku menguasainya. Pendeknya engkau menjadi anak angkatku. Kemudian bapak pulang ke alam baka, supaya anakku menyelesaikan jenazahku. Yang penting permintaanku ialah agar kamu melakukan upacara sebagai Bapak kandungmu sendiri, Dan peringatanku kepadamu, oleh karena dahulu ada permintaan Pangeran Mas kepada leluhur kita yaitu supaya jangan putus turunan - turunan kita dengan sebutan Bendesa; Sebab supaya mudah oleh beliau kelak mengingati turunan - turunan beliau bila ada lahir dan beliau. Kini oleh karena bapak memang berasal dari sana, sebab itu bapak minta kepadamu bila kemudian ada anugrah Tuhan kepadamu terutama kepada bapak, ada anakmu lahir dari sepupumu Ni Luh Tangkas, supaya ada juga yang memakai sebutan Bcndesa Tangkas itu sampai kemudian supaya mudah leluhur kita mengingati turunan turunannya nanti di Sorga. ” ( Babad Pasek oleh 1 Gusti Bagus Sugriwa, Halaman 82, Tahun; 1982 ).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Demikianlah kata - kata yang dikeluarkan oleh Pangeran Tangkas Kori Agung, lalu Ki Gusti Pasek Geigel berunding dengan saudara - saudara sepupu dan mindonnya, akhimya diserujui oleh semuo saudara - saudara Pasek, sehingga akhimya terjadilah perkawinan sesuai dengan permintaan Pangeran Tangkas Kori Agung.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jadi status perkawinan ini adalah I Gusti Pasek Gelgel selaku sentana yang kawin dengan I Gusti Ayu Tangkas Kori Agung, diupacarai sangat meriah, di rumah Tangkas Kon Agung, yang Juga hadir dalam perjamuan itu semua keluarga 1 Gusti Pasek Geigel, di samping tamu yang lainnya. Dari Perkawinan antara Gusti Ayu Tangkas Kori Agung dengan Gusti Pasek Gelgel, maka dikaruniai 4 ( empat ) orang putra dengan nama yaitu:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Anak yang pertama bernama Pangeran Tangkas Kori Agung.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anak kedua Bendesa Tangkas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anak ketiga Pasek Tangkas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anak ke empat, Pasek Bendesa Tangkas Kori Agung.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Demikianlah keturunan Tangkas, yang melanjutkan keluarga Tangkas seterusnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Karena keluarga Tangkas terus berkembang dan sangat erat hubungannya dengnn raja dan masyarakat. Maka keluarga Tangkas mendapat tugas - tugas dari raja sebagai berikut:&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tangkas Kori Agung adalah pengawal terdepan dari raja lebih - lebih&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bendesa Tangkas yang merupakan pengawal setia dari raja Dalem Bekung dan ikut berperang melawan Kryan Batan jeruk, yang berontak sehingga Dalem terkepung, dimana Tangkas sebagai pengawal raja terdepan, dengan susah payah berperang dengan pasukan Batan Jeruk,yang akhirnya pemberontakan Batan Jeruk dapat dipadamkan, dan Batan Jeruk meninggal di Bunutan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Karena jasanya sebagai pengawal terdepan dari raja maka Tangkas diberikan tanda jasa oleh raja berupa:&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;  &lt;/span&gt;a.Tangkas tidak boleh dihukum mati.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;  &lt;/span&gt;b.Tidak boleh dirampas artha bendanya.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;  &lt;/span&gt;c.Bila Tangkas harus dihukum mati, maka hukuman mati dapat dilakukan dengan&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;  &lt;/span&gt;   hukuman buangan selama satu bulan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;  &lt;/span&gt;d.Bebas pajak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;  &lt;/span&gt;e.Bila Tangkas harus kena denda lainnya, harus dihapuskan. Jasmat kataku, bila hakim &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;  &lt;/span&gt;   berani melanggar, semoga terkutuk oleh Tuhan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;  &lt;/span&gt;f.Melakukan upacara yang ada di Besakih.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3225688425252525829-2078934585309207875?l=clanmannax.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ClanMannaxDesaTamblangsingaraja-Bali/~4/5ZBiZ538rQQ" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ClanMannaxDesaTamblangsingaraja-Bali/~3/5ZBiZ538rQQ/tangkas-kori-agung-arya-kanuruhan.html</link><author>noreply@blogger.com (Komang Aditya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_yg_mnfPO4ZY/SVsqhxIL-3I/AAAAAAAAAck/9pn8jPgzEtI/s72-c/3bulanan+fabian.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>5</thr:total><feedburner:origLink>http://clanmannax.blogspot.com/2008/12/tangkas-kori-agung-arya-kanuruhan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3225688425252525829.post-4819926977005886705</guid><pubDate>Fri, 26 Dec 2008 00:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-25T16:38:11.153-08:00</atom:updated><title>Kerajaan Buleleng</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_yg_mnfPO4ZY/SVQnTBx277I/AAAAAAAAAcc/7s1Wbiu4Avc/s1600-h/buleleng.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 145px; height: 180px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_yg_mnfPO4ZY/SVQnTBx277I/AAAAAAAAAcc/7s1Wbiu4Avc/s320/buleleng.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283891470660988850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kerajaan Buleleng adalah suatu kerajaan di &lt;st1:place st="on"&gt;Bali&lt;/st1:place&gt; yang didirikan sekitar pertengahan abad ke-17 dan jatuh ke tangan Belanda pada tahun 1849. Kerajaan ini dibangun oleh I Gusti Anglurah Panji Sakti dari Wangsa Kepakisan dengan cara menyatukan seluruh wilayah wilayah Bali Utara yang sebelumnya dikenal dengan nama Den Bukit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;I Gusti Anglurah Panji Sakti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;I Gusti Anglurah Panji Sakti, yang sewaktu kecil bernama I Gusti Gde Pasekan adalah putra I Gusti Ngurah Jelantik dari seorang selir bernama Si Luh Pasek Gobleg berasal dari Desa Panji wilayah Den Bukit. I Gusti Panji memiliki kekuatan supra natural dari lahir. I Gusti Ngurah Jelantik merasa khawatir kalau I Gusti Ngurah Panji kelak akan menyisihkan putra mahkota. Dengan cara halus I Gusti Ngurah Panji yang masih berusia 12 tahun disingkirkan ke Den Bukit, ke desa asal ibunya, Desa Panji.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;I Gusti Ngurah Panji menguasai wilayah Den Bukit dan menjadikannya Kerajaan Buleleng, yang kekuasaannya pernah meluas sampai ke ujung timur pulau Jawa (Blambangan). Setelah I Gusti Ngurah Panji Sakti wafat pada tahun 1704, Kerajaan Buleleng mulai goyah karena putra-putranya punya pikiran yang saling berbeda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sejarah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kerajaan Buleleng tahun 1732 dikuasai Kerajaan Mengwi namun kembali merdeka pada tahun 1752. Selanjutnya jatuh ke dalam kekuasaan raja Karangasem 1780. Raja Karangasem, I Gusti Gde Karang membangun istana dengan nama Puri Singaraja. Raja berikutnya adalah putranya bernama I Gusti Paang Canang yang berkuasa sampai 1821.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Perlawanan terhadap Belanda&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pada tahun 1846 Buleleng diserang pasukan Belanda, tetapi mendapat perlawanan sengit pihak rakyat Buleleng yang dipimpin oleh Patih / Panglima Perang I Gusti Ketut Jelantik. Pada tahun 1848 Buleleng kembali mendapat serangan pasukan angkatan laut Belanda di Benteng Jagaraga. Pada serangan ketiga, tahun 1849 Belanda dapat menghancurkan benteng Jagaraga dan akhirnya Buleleng dapat dikalahkan Belanda. Sejak itu Buleleng dikuasai oleh pemerintah kolonial Belanda.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3225688425252525829-4819926977005886705?l=clanmannax.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ClanMannaxDesaTamblangsingaraja-Bali/~4/fmsDe_Vfjeg" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ClanMannaxDesaTamblangsingaraja-Bali/~3/fmsDe_Vfjeg/kerajaan-buleleng.html</link><author>noreply@blogger.com (Komang Aditya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_yg_mnfPO4ZY/SVQnTBx277I/AAAAAAAAAcc/7s1Wbiu4Avc/s72-c/buleleng.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://clanmannax.blogspot.com/2008/12/kerajaan-buleleng.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3225688425252525829.post-3080042456425047707</guid><pubDate>Fri, 26 Dec 2008 00:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-25T16:28:28.867-08:00</atom:updated><title>Masuknya Agama Hindu</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_yg_mnfPO4ZY/SVQlEiyL-WI/AAAAAAAAAcM/QRJiIMaybL8/s1600-h/lempuyang_luhur_michis0806_a.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_yg_mnfPO4ZY/SVQlEiyL-WI/AAAAAAAAAcM/QRJiIMaybL8/s320/lempuyang_luhur_michis0806_a.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283889022799444322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Berakhirnya zaman prasejarah di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; ditandai dengan datangnya bangsa dan pengaruh Hindu. Pada abad-abad pertama Masehi sampai dengan lebih kurang tahun 1500, yakni dengan lenyapnya kerajaan Majapahit merupakan masa-masa pengaruh Hindu. Dengan adanya pengaruh-pengaruh dari &lt;st1:country-region st="on"&gt;India&lt;/st1:country-region&gt; itu berakhirlah zaman prasejarah &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; karena didapatkannya keterangan tertulis yang memasukkan bangsa &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; ke dalam zaman sejarah. Berdasarkan keterangan-keterangan yang ditemukan pada prasasti abad ke-8 Masehi dapatlah dikatakan bahwa periode sejarah Bali Kuno meliputi kurun waktu antara abad ke-8 Masehi sampai dengan abad ke-14 Masehi dengan datangnya ekspedisi Mahapatih Gajah Mada dari Majapahit yang dapat mengalahkan Bali. Nama Balidwipa tidaklah merupakan nama baru, namun telah ada sejak zaman dahulu. Hal ini dapat diketahui dari beberapa prasasti, di antaranya dari prasasti Blanjong yang dikeluarkan oleh Sri Kesari Warmadewa pada tahun 913 Masehi yang menyebutkan kata "Walidwipa". Demikian pula dari prasasti-prasasti Raja Jayapangus, seperti prasasti Buwahan D dan prasasti Cempaga A yang berangka tahun 1181 Masehi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Di antara raja-raja &lt;st1:place st="on"&gt;Bali&lt;/st1:place&gt;, yang banyak meninggalkan keterangan tertulis yang juga menyinggung gambaran tentang susunan pemerintahan pada masa itu adalah Udayana, Jayapangus , Jayasakti, dan Anak Wungsu. Dalam mengendalikan pemerintahan, raja dibantu oleh suatu Badan Penasihat Pusat. Dalam prasasti tertua 882 Masehi–-914 Masehi badan ini disebut dengan istilah "panglapuan". Sejak zaman Udayana, Badan Penasihat Pusat disebut dengan istilah "pakiran-kiran i jro makabaihan". Badan ini beranggotakan beberapa orang senapati dan pendeta Siwa dan Budha.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Di dalam prasasti-prasasti sebelum Raja Anak Wungsu disebut-sebut beberapa jenis seni yang ada pada waktu itu. Akan tetapi, baru pada zaman Raja Anak Wungsu, kita dapat membedakan jenis seni menjadi dua kelompok yang besar, yaitu seni keraton dan seni rakyat. Tentu saja istilah seni keraton ini tidak berarti bahwa seni itu tertutup sama sekali bagi rakyat. Kadang-kadang seni ini dipertunjukkan kepada masyarakat di desa-desa atau dengan kata lain seni keraton ini bukanlah monopoli raja-raja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam bidang agama, pengaruh zaman prasejarah, terutama dari zaman megalitikum masih terasa kuat. Kepercayaan pada zaman itu dititikberatkan kepada pemujaan roh nenek moyang yang disimboliskan dalam wujud bangunan pemujaan yang disebut teras piramid atau bangunan berundak-undak. Kadang-kadang di atas bangunan ditempatkan menhir, yaitu tiang batu monolit sebagai simbol roh nenek moyang mereka. Pada zaman Hindu hal ini terlihat pada bangunan pura yang mirip dengan pundan berundak-undak. Kepercayaan pada dewa-dewa gunung, laut, dan lainnya yang berasal dari zaman sebelum masuknya Hindu tetap tercermin dalam kehidupan masyarakat pada zaman setelah masuknya agama Hindu. Pada masa permulaan hingga masa pemerintahan Raja Sri Wijaya Mahadewi tidak diketahui dengan pasti agama yang dianut pada masa itu. Hanya dapat diketahui dari nama-nama biksu yang memakai unsur nama Siwa, sebagai contoh biksu Piwakangsita Siwa, biksu Siwanirmala, dan biksu Siwaprajna. Berdasarkan hal ini, kemungkinan agama yang berkembang pada saat itu adalah agama Siwa. Baru pada masa pemerintahan Raja Udayana dan permaisurinya, ada dua aliran agama besar yang dipeluk oleh penduduk, yaitu agama Siwa dan agama Budha. Keterangan ini diperoleh dari prasasti-prasastinya yang menyebutkan adanya mpungku Sewasogata (Siwa-Buddha) sebagai pembantu raja.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3225688425252525829-3080042456425047707?l=clanmannax.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ClanMannaxDesaTamblangsingaraja-Bali/~4/IABBiqZXGwQ" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ClanMannaxDesaTamblangsingaraja-Bali/~3/IABBiqZXGwQ/masuknya-agama-hindu.html</link><author>noreply@blogger.com (Komang Aditya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_yg_mnfPO4ZY/SVQlEiyL-WI/AAAAAAAAAcM/QRJiIMaybL8/s72-c/lempuyang_luhur_michis0806_a.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://clanmannax.blogspot.com/2008/12/masuknya-agama-hindu.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3225688425252525829.post-366967404515966872</guid><pubDate>Thu, 02 Oct 2008 00:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-01T18:00:39.108-07:00</atom:updated><title>Sejarah Agama Hindu</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_yg_mnfPO4ZY/SOQcH8e9p4I/AAAAAAAAAY0/brcOLOE7tR4/s1600-h/trimurti2.jpg"&gt;&lt;img style="text-align: justify;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; " src="http://3.bp.blogspot.com/_yg_mnfPO4ZY/SOQcH8e9p4I/AAAAAAAAAY0/brcOLOE7tR4/s320/trimurti2.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5252353988241500034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Munculnya Peradaban Lembah &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dimulai dari tahun 2500-1700 SM.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Didirikan oleh bangsa Troya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Meluas dari lembah sungai indus ke lembah sungai Ghaggar-hakra, lembah sungai Gangga, Gujarat, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Delhi&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dan bagian utara Afganistán.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Peradaban sungai indus sendiri berpusat di &lt;st1:city st="on"&gt;Mohenjo-daro&lt;/st1:city&gt; dan Harappa (yang sekarang adalah &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Pakistan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;) dan Dholavira.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Peradaban ini ada sebelum adanya kitab-kitab agama Hindu (weda)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Peradaban Mohenjodaro dan &lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Harappa&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dua &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; ini diperkirakan ditempati oleh bangsa Dravida&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Memiliki tata &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang cukup sempurna, dimana telah ada sistem irigasi yang bagus, pembangkit listrik dan tempat pusat pemerintahan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tingkat kepadatan penduduk di masing-masing &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; itu pernah mencapai 30 hingga 40 ribu penduduk.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; ini dibagi menjadi 2 bagian, bagian administratif dan bagian pemerintahan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Bagian pemerintahan: pusat pemerintahan masing-masing &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, terletak terpisah dari pemukiman penduduk.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Bagian administratif: daerah pemukiman penduduk, dimana terjadi kegiatan ekonomi disana.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Masyarakat pada masa itu sudah mulai mengenal teknologi sederhana, dibuktikan dengan adanya penggunaan kapak, barang-barang dari perunggu, alat pemintal dan penenun wol dan cotton.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mereka juga pernah menjalankan perdagangan antarabangsa dengan bandar Ur di Mesopotamia. [ditemukannya benda-benda dari India di Mesopotamia].&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Masyarakat pada saat itu sangat mudah berasimilasi atau menerima kebudayaan baru dari luar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Sistem Kepercayaan Sebelum Invasi Bangsa Arya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Masyarakat ini memiliki kepercayaan animisme.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mereka menyembah binatang, terutama lembu yg. dianggap suci dan batu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Penemuan topeng dan patung membuktikan bahwa masyarakat &lt;st1:place st="on"&gt;Indus&lt;/st1:place&gt; menyembah Dewa Siva(Pashupati) dan Dewi Shakti (Mother Goddess) yang bermuka tiga. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Penemuan sebutir batu hitam digelar 'lingga' yang menyerupai Dewa Siva.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mereka tidak membuat kuil, sebaliknya upacara keagamaan akan diadakan di rumah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mereka menjalankan ritual pemakaman dan pembakaran mayat dijalankan dan abu mayat akan dibuang ke sungai.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Hingga tahun 1500 SM, kedatangan Bangsa Arya akan membawa masuk ajaran polytheisme.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Kehancuran Peradaban Mohenjodaro dan &lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Harappa&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mulai terjadi penurunan peradaban sekitar tahun 1800 SM.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Belum diketahui pasti penyebab penurunan ini, tetapi diperkirakan karena adanya bencana alam dan perubahan iklim.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kedatangan Bangsa Arya ke mohenjodaro dan harappa pada saat terjadi penurunan kebudayaan pada tahun 1500 SM.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Dominasi Bangsa Arya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Bangsa Arya adalah bangsa nomaden yang berasal dari &lt;st1:place st="on"&gt;Asia&lt;/st1:place&gt; tengah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Bangsa Arya memasuki &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;India&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; melalui Celah Khaibar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pada saat kedatangannya, Bangsa Arya langsung dapat mengambil alih pusat pemerintahan di sekitar sungai indus, yamuna dan sungai gangga.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Hal itu terjadi karena sifat alami masyarakat pada saat itu adalah sangat terbuka terhadap kebudayaan luar, mereka dapat dengan mudah menerima budaya baru dan berasimilasi dengannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ditambah dengan kemunduran peradaban yang terjadi pada masa itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Jadilah Bangsa Arya mendirikan peradaban baru di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tidak keterangan yang jelas tentang nasib bangsa-bangsa yang tempatnya di ambil alih oleh Bangsa Arya &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt; yang mengatakan mereka berpindah tempat seiring dengan kedatangan Bangsa Arya dan pergeseran aliran-aliran sungai di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;India&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; juga yang mengatakan bahwa mereka tidak sama sekali berpindah, mereka malah bekerja sama dengan Bangsa Arya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt; juga yang mengatakan bahwa mereka akhirnya tinggal di bukit-bukit di bagian utara &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;India&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Peninggalan Peradaban Mohenjodaro dan &lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Harappa&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Reruntuhan perkotaan yang tertata sangat teratur dengan sistem irigasi yang nyaris sempurna. Dengan tata &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;a. Rumah-rumah dibangun di tepi jalan raya. Semua pintu rumah menghadap ke jalan &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;    &lt;/span&gt;raya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;b. Jalan-jalan di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; teratur dan lurus. Lebar jalan 10 meter dan dibuat semacam trotoar&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;  &lt;/span&gt;sekitar 0,5 meter. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;c. Wilayah &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dibagi menjadi blok-blok berbentuk bujur sangkar atau persegi panjang. &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;    &lt;/span&gt;Blok-blok terbagi menjadi lorong-lorong yang saling memotong sehingga udara leluasa &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;    &lt;/span&gt;bertiup. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;d. Adanya saluran air yang mengalir di bawah jalan dan langsung menuju ke sungai. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;e. Kamar-kamar di rumah penduduk dilengkapi jendela yang lebar sehingga sirkulasi &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;    &lt;/span&gt;udara lancar. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;f. Saluran pembuangan limbah dari kamar mandi dan jamban dihubungkan langsung &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;    &lt;/span&gt;dengan jaringan saluran umum. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;g. Bangunan yang terdapat di dalam benteng bermacam-macam yaitu; kolam pemandian &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;    &lt;/span&gt;umum dilengkapi pipa-pipa air, gudang gandum, tempat bermusyawarah dan tempat &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;    &lt;/span&gt;pemujaan. Selain itu ada tempat peleburan logam dan tempat menenun kain. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tulisan bercorak piktografis&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Patung-patung yang menunjukkan adanya pemujaan terhadap dewa atau dewi tertentu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Vedic Period&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dimulai sejak kedatangan Bangsa Arya ke &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;India&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Bangsa Arya lah yang dipercaya sebagai bangsa yang pertama kali membawa kitab suci weda (berisikan lagu-lagu pemujaan kepada dewa-dewi, pengorbanan-pengorbanan untuk dewa-dewi dan ramalan-ramalan masa depan).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pada tahun 800 SM, Bangsa Arya telah dapat mengambil alih pemerintahan di bagian utara &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;India&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pada masa inilah sistem kasta dikenal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;1. Brahmana (pendeta)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;2. Ksatria (bangsawan)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;3. Waisya (petani dan pedagang)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;4. Sudra (pelayan dan pesuruh)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Isi Kitab Weda&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pada masa itu, kitab weda yang merupakan kitab suci agama Hindu berisikan lebih banyak informasi tentang Bangsa Arya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dewa-dewi utama dalam agama Hindu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ritual- ritual keagamaan (meliputi ritual kelahiran, pernikahan, kematian).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tradisi-tradisi masyarakat &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;India&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; pada masa itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Cerita dan literatur-literatur kuno (seperti Mahabrata dan Upanishads).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Cerita Mahabrata&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sebuah karya sastra kuno yang konon ditulis oleh Begawan Byasa atau Vyasa dari &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;India&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Buku ini terdiri dari delapan belas kitab, maka dinamakan Astadasaparwa (asta = 8, dasa = 10, parwa = kitab).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dikumpulkan semenjak abad ke-4 sebelum Masehi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kisah konflik para Pandawa &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dengan saudara sepupu mereka sang seratus Korawa, mengenai sengketa hak pemerintahan tanah negara Astina.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Puncaknya adalah perang Bharatayuddha di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;medan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Kurusetra dan pertempuran berlangsung selama delapan belas hari.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ditulis dalam bahasa Sansekerta&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Menceritakan perang, yang dipercaya merupakan perang nuklir, dengan bukti:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;1.&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt; &lt;/span&gt;Arkeolog menemukan banyak sekali puing-puing yang telah menjadi batu hangus di atas hulu sungai. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;2.&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt; &lt;/span&gt;Batu yang besar-besar pada reruntuhan ini dilekatkan jadi satu, permukaannya menonjol dan cekung tidak merata. Jika ingin melebur bebatuan tersebut, dibutuhkan suhu paling rendah 1.800 C, hanya pada ledakan nuklir baru bisa mencapai suhu yang demikian.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;3.&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt; &lt;/span&gt;Di dalam hutan primitif di pedalaman &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;India&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, orang-orang juga menemukan lebih banyak reruntuhan batu hangus.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;4.&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt; &lt;/span&gt;Tembok &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang runtuh dikristalisasi, licin seperti kaca, lapisan luar perabot rumah tangga yang terbuat dari batuan di dalam bangunan juga telah dikacalisasi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;5.&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt; &lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; ahli menemukan bahwa pada puing-puing maupun sisa-sisa tengkorak manusia yang ditemukan di Mohenjodaro mengandung residu radio-aktif yang hanya bisa dihasilkan lewat ledakan Thermonuklir skala besar. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;6.&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt; &lt;/span&gt;Dalam sebuah seloka mengenai Mahabrata, diceritakan dengan kiasan sebuah senjata penghancur massal yang akibatnya mirip sekali dengan senjata nuklir masa kini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Perang di Kurukshetra (Dalam Kisah Mahabrata)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Waktu terjadinya perang telah dicoba dihitung dengan menggunakan banyak cara, mulai dari perhitungan bulan, hingga analisa radiokarbon, tetapi masih belum dapat dipastikan waktu terjadinya perang tersebut:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;1. Dr. S. Balakrishna menyatakan bahwa perang tersebut terjadi tahun 2559 SM dengan &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;    &lt;/span&gt;memperhitungkan gerhana bulan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;2. Prof. I.N. Iyengar memperkirakan perang tersebut terjadi tahun 1478 SM dengan &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;    &lt;/span&gt;memperhitungkan gerhana dan garis lurus planet Saturnus+Jupiter. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;3. Dr. B.N. Achar menyatakan bahwa perang tersebut terjadi tahun 3067 SM dengan &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;    &lt;/span&gt;memperhitungkan posisi planet-planet yang dicantumkan dalam Mahabharata.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Perang di Kurukshetra (Dalam Kisah Mahabrata)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dengan perang ini, dapat dibuktikan bahwa pada masa itu, masyarakat sudah mengenal strategi perang yang baik, dengan adanya:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;a. Pembagian divisi militer dan persenjataan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;b. Formasi militer&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;c. Aturan perang, diantaranya:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tidak boleh membunuh atau melukai prajurit yang tidak bersenjata. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tidak boleh membunuh atau melukai prajurit yang dalam keadaan tidak sadar. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tidak boleh membunuh atau melukai seseorang atau binatang yang tidak ikut berperang. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tidak boleh membunuh atau melukai prajurit dari belakang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Agama Buddha&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Agama Buddha adalah agama yang benar-benar berasal dari &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;India&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dilambangkan dengan patung Sang Buda yang duduk bersila di atas bunga teratai, bertapa untuk bisa mencapai kesucian. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Banyak mengajarkan norma-norma untuk saling mengasihi sesama manusia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sangat berkembang di masa Dinasti Maurya, walaupun bukan agama kerajaan pada masa itu, AShoka membangun banyak kuil yang memiliki arsitektur yang indah sebagai tempat mengajarkan agama Buda.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Lambang dari negara &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;India&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; (berbentuk singa) diambil dari salah satu pilar yang ada pada kuil buatan Ashoka tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Zaman Kerajaan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mulai pada abad ke-7 SM, banyak daerah-daerah di India yang berkembang dan bersatu, kemudian membentuk banyak kerajaan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mencakup wilayah dari &lt;st1:country-region st="on"&gt;Afghanistan&lt;/st1:country-region&gt; hingga &lt;st1:place st="on"&gt;Bihar&lt;/st1:place&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mulai diajarkan cara-cara menulis pada masyaarakat di kuil-kuil.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pada masa itu, kepercayaan Hindu yang sangat berkembang pada vedic period, sempat berkembang menjadi beberapa agama lain.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kuil-kuil pada masa itu dijadikan sekolah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Terbagi menjadi 2 agama, Buda dan Jainisme.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pusat pemerintahan pada masa itu terletak di bagian timur lembah sungai Gangga (yang sekarang di kenal dengan nama bihar).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kerajaan pertama yang cukup besar bernama Kerajaan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Magadha&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; (yang terus bertahan sampai abad ke-4 SM).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Kerajaan Maurya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kerajaan ini berawal pada abad ke-6 SM. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Awalnya merupakan kerajaan-kerajaan kecil&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kerajaan-kerajaan di India Utara pada masa ini menghadapi ancaman serangan dari orang Yunani.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kemudian bersatu dibawah pimpinan Chandragupta Maurya untuk mengatasi masalah ini setelah berhasil mengalahkan Kerajaan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Magadha&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Penyatuan ini menghasilkan pembentukkan Kerajaan Maurya yang terbentang dari Teluk &lt;st1:place st="on"&gt;Bengal&lt;/st1:place&gt; ke Pergunungan Hindu Kush. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ibu kotanya terletak di Pataliputra. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Puncak perluasan Kerajaan Maurya tercapai di bawah pimpinan Asoka (273-232 SM) yaitu oleh Maharaja Maurya teragung.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kerajaan ini meliputi hampir seluruh &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;India&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; kecuali bagian selatan yang dipimpin oleh Bangsa Dravida. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kematian Asoka pada tahun 232 SM melemahkan Kerajaan Maurya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kerajaan kecil mengambil alih pemerintahan dan akhirnya kerajaan ini benar-benar jatuh pada tahun 185 SM.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Kerajaan-Kerajaan Setelah Kerajaan Maurya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sebenarnya, pada tahun 180 SM, Bangsa Yunani sudah mulai menguasai sedikit bagian Barat Laut &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;India&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Setelah kehancuran Kerajaan Maurya, mulailah raja yunani, Menander, memperluas kekuasaaanya ke bagian utara &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;India&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Terjadi pengambil alihan kekuaasan oleh Kerajaan Sunga, yang merupakan kerajaan terkuat setelah hancurnya Kerajaan Maurya pada 185 SM (pengambilan kekuasaan ini belum dapat mencakup seluruh bagian &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;India&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;). &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Beribu &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; di bagian utara &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;India&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Yang kemudian berpindah lagi ke Dinasti Andhra pada tahun 28 SM, setelah berhasil mengalahkan Kerajaan Sunga.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Memindahkan ibu kotanya ke bagian selatan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;India&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Kerajaan-Kerajaan Setelah Kerajaan Maurya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kemudian selama ± 4 abad (hingga abad ke-3 M) ada beberapa pembagian kekuasaan di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;India&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;a. Bagian selatan dan tengah dikuasai oleh Dinasti Andhra.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;b. Bagian tenggara dikuasai oleh Maha-Meghavahanas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;c. Bagian barat daya dan sedikit bagian selatan dikuasai oleh Chola dan Pandya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemegang kekuasaan terluas terakhir&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;adalah Kushanas yang berasal dari Asia Tengah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kerajaannya meluas dari Afhanistan hingga bagian timur Uttar Pradesh, termasuk di dalamnya Gujarat dan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;India&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; bagian tengah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dia pun turut mengembangkan ajaran Buddha di India.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dia dikenal sebagai 1 dari 4 orang dalam agama Buddha yang mengembangkan ajaran Buddha Mahayana.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pada masanya, Buddha menyebar hingga Asia tengah, Asia Tenggara dan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;China&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pada masanya pula, barang-barang seni &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;India&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; (terutama patung Buddha) meluas ke berbagai tempat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Peninggalan Kebudayaan &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;India&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt; Kuno&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kepercayaan:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;1. Hindu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;2. Buddha&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;3. Jainisme&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sastra :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;1. Cerita Mahabrata yang sangat terkenal bahkan dianggap suci oleh penganut ajaran &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;    &lt;/span&gt;Hindu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;2. Cerita Ramayana.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Peninggalan Kebudayaan &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;India&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt; Kuno&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;n&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;a. Seni arsitektural, dengan ciri-ciri yang menonjol:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;1. Bangunannya memiliki skala yang besar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;2. Dapat dikatakan bersifat gigantik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;3. Menggunakan corak dan hiasan yang bersifat sangat mendetail dengan gambar hewan,&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;  &lt;/span&gt;tumbuhan, manusia atau monster yang memiliki makna-makna khusus.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;4. Bangunan yangdibuat memiliki kubah yang bertingkat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;5. Biasanya bangunan menggunakan material yang berasal dari batu corbelet.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3225688425252525829-366967404515966872?l=clanmannax.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ClanMannaxDesaTamblangsingaraja-Bali/~4/_uTgI5L3ssk" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ClanMannaxDesaTamblangsingaraja-Bali/~3/_uTgI5L3ssk/sejarah-agama-hindu.html</link><author>noreply@blogger.com (Komang Aditya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_yg_mnfPO4ZY/SOQcH8e9p4I/AAAAAAAAAY0/brcOLOE7tR4/s72-c/trimurti2.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://clanmannax.blogspot.com/2008/10/sejarah-agama-hindu.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3225688425252525829.post-2835273725459109597</guid><pubDate>Sat, 30 Aug 2008 01:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-08-29T19:23:26.987-07:00</atom:updated><title>Tujuan Manusia Menurut Agama Hindu</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_yg_mnfPO4ZY/SLiu-u8J7yI/AAAAAAAAAVA/oGWIp5E-Jjs/s1600-h/yama.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5240130559221034786" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_yg_mnfPO4ZY/SLiu-u8J7yI/AAAAAAAAAVA/oGWIp5E-Jjs/s320/yama.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Catur Purusartha&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Dhrama Tujuan manusia menurut agama Hindu disebut Catur Purusartha (empat tujuan akhir). Tujuan hidup yang pertama adalah dharma. Sebagaimana telah dijelaskan didepan, dharma berarti agama atau kewajiban. Pertama-tama manusia haruslah menjadi manusia beragama. Beragama berarti hidup bermoral. Hidup bermoral merupakan landasan bagi tujuan tujuan hidup berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Artha&lt;/strong&gt; &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Tujuan hidup kedua adalah Artha. Artha artinya materi atau secara sempit disebut uang, secara luas artha diartikan sebagai keberhasilan atau kesuksesan. Untuk hidupnya manusia memerlukan materi. Tanpa materi bagaimana kita menyelenggarakan kehidupan rumah tangga, pendidikan dan kewajiban- kewajiban agama? Tapi materi atau kesuksesan itu harus dicapai berdasarkan landasan agama dan dipergunakan sesuai dengan moral agama.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kama&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tujuan hidup yang ketiga adalah Kama. Kama dalam arti sempit dimaksudkan kesenangan karena aktivitas seksual. Aktivitas seksual pertama-tama berfungsi sebagai prokreasi (regenerasi dan penerusan keturunan). Kedua aktivitas seksual berfungsi rekreasi (re=kembali, kreasi=menciptakan), peneguhan (kembali) hubungan cinta kasih antara suami dan isteri. Sekali lagi, kama harus dilandasi oleh dharma. Hubungan seksual itu harus dilakukan dalam kerangka perkawinan yang sah. Dalam arti luas kama juga mencakup kesenangan-kesenangan yang lain, misalnya yang ditimbulkan oleh keindahan dan seni.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Keseimbangan Jiwa dan Raga&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Sebagaimana dikatakan dalam bahasan sebelumnya (Atman : Jiwa yang Kekal), manusia terdiri dari dua aspek yang saling melingkupi, yaitu badan dan jiwa. Masing-masing aspek ini, memiliki kebutuhan-kebutuhan tertentu. Artha dan kama (lebih) merupakan tujuan dari raga dan badan kita. Sedangkan dharma dan moksha merupakan tujuan dari jiwa kita.&lt;br /&gt;Jadi kebutuhan raga dan jiwa kita harus dipenuhi secara seimbang. Agama Hindu sama sekali tidak mengajarkan pemeluknya untuk mengabaikan dunia. Tapi agama Hindu juga tidak mengajarkan kita hanya memikirkan dunia. Tujuan kita yang tertinggi yaitu moksha dicapai melalui perjalanan kita dalam kehidupan didunia ini. Jadi dapat dikatakan ketiga tujuan di atas, yaitu dharma, artha dan kama, merupakan tangga bagi tujuan hidup yang terakhir yaitu moksha. Bagaimana kita memperoleh ketiga tujuan ini, bagaimana kita mempergunakan artha dan kama akan menentukan apakah kita akan mencapai tujuan tertinggi itu atau tidak.&lt;br /&gt;Surga adalah Persinggahan Sementara.&lt;br /&gt;Dalam agama Hindu surga merupakan persinggahan sementara. Menurut Swami Dayananda Saraswati, surga adalah pengalaman liburan. Seperti seorang pergi ke Hawai atau ke Bali untuk bersenang-senang sebentar membelanjakan uangnya dan kemudian kembali ke rumahnya.&lt;br /&gt;Bagavad Gita mengatakan : "Setelah menikmati surga yang luas, mereka kembali kedunia ini sesuai ajaran kitab suci. Demi kenikmatan mereka datang dan pergi".&lt;br /&gt;Surga adalah kesenangan sementara (pleasure). Sedangkan kebahagiaan yang sejati (Joy atau happiness) adalah Moksha.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Apakah Moksha?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menurut Radhakrisnan moksha adalah kelepasan, lepas dari ikatan panca indera dan prinbadi, kepicikan dan keterikatan. Moksha merupakan hasil dari perluasan pribadi dan kebebasan atau kemerdekaan.&lt;br /&gt;K. B. Bahadur menjelaskan moksha adalah kemerdekaan dan kebebasan, terlepasnya jiwa dari rangkaian kelahiran dan kematian. Moksha merupakan tujuan tertinggi setiap orang.&lt;br /&gt;Moksha adalah hidup tak terbatas, pengetahuan tak terbatas dan kebahagiaan tak terbatas. Pembebasan manusia dari segala keterbatasan. Moksha disebut juga jivan-mukti, atau kebahagiaan jiwa yang tiada terbatas. 7). Dalam Upanishad dikatakan moksha adalah persatuan jiwa (roh) dengan Tuhan (Brahman) ibarat sungai yang mengalir ke laut dan kemudian bersatu dengan laut. Upanishad mengatakan : "Temukan kebahagiaan pada kelepasan" (Isa Upanishad); "Tuhan yang Esa yang tak terbatas adalah sumber kebahagiaan (yang terbatas)". (Chandogya Upa). "Moksha atau kebebasan adalah tinggal dalam wujud-Nya yang abadi (Maha). Apa yang dimaksud dengan pernyataan- pernyataan diatas?, Ia tampak sebagai ramuan-ramuan abstrak? Sulit bagi kita untuk membayangkan kebahagiaan yang dimaksudkan dalam moksha.&lt;br /&gt;Di dunia ini kita merasa bahagia bila karir kita sukses. Hubungan suami istri dan hidup rumah tangga kita tidak mengalami gangguan. Anak-anak kita sehat dan cerdas. Apakah ada kebahagiaan tanpa kesenangan seksual, kenikmatan lidah karena memakan buah atau minuman arak yang lesat? Kenikmatan seksual dan kenikmatan lidah karena makanan atau minuman bersifat badani. Karena itu bersifat sementara. Kenikmatan seksual hanya terasa selama aktivitas seksual itu berlangsung. Setelah aktivitas ini selesai, habis juga kenikmatan itu. Kenikmatan karena makanan dan minuman juga terjadi hanya selama kegiatan makan dan minum itu berlangsung. Setalah kegiatan ini selesai, habis juga kesenangannya. Kebahagiaan yang sejati dan abadi tidak tergantung kepada aktivitas badani. Ia bersifat spiritual yang disebabkan oleh kehadiran Yang Suci.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pengalaman Orang-orang yang Pernah "Mati".&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Dokter Raymond A. Moody, Jr, seorang psikiater telah mengadakan penelitian tentang orang-orang yang pernah dinyatakan mati kemudian hidup kembali (near death experience atau mati suri). Pengalaman- pengalaman dari orang- orang yang pernah mengalami kematian seperti ini dikumpulkannya dalam bukunya yang terkenal "Life After Life" telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi "Hidup Sesudah Mati", diterbitkan oleh PT Gramedia.&lt;br /&gt;Seseorang sedang menghadapi maut, pada saat ia mencapi puncak krisis fisiknya, ia mendengar ia dinyatakan mati oleh dokternya. Pada saat itu ia merasa dirinya bergerak dengan cepat melalui suatu terowongan yang gelap dan panjang. Setelah itu ia merasa tiba-tiba berada di luar jasadnya, tapi masih tetap dalam lingkungn yang sama. Ia melihat jasadnya dari satu jarak, seolah-olah ia seorang penonton. Ia menyaksikan usaha-usaha (dokter dan perawat) untuk menghidupkannya kembali. Tak lama kemudian ia melihat arwah saudara- saudara dan kawan-kawannya yang sudah meninggal, dan suatu mahluk cahaya yang penuh kehangatan dan cinta kasih belum pernah ditemuinya muncul dihadapannya. Sebelumnya mahluk tersebut meminta ia menilai kehidupannya dan membantunya dengan menunjukkan kilasan kejadian-kejadian penting dalam hidupnya secara tiba-tiba. Pada suatu saat ia merasa sampai pada satu batas dan ia harus kembali.Tapi ia tak ingin kembali. Di tempat baru ini ia ditemui oleh rasa gembira cinta dan kedamaian yang meluap-luap. Meskipun demikian, entah bagaimana ia bersatu kembali dengan jasadnya, dan ia hidup.&lt;br /&gt;Inilah pengalaman dari orang-orang yang pernah mengalami kematian lalu hidup lagi:&lt;br /&gt;"Semua rasa sakit musnah" "Ada rasa damai dan tenang yang mutlak. Tak ada rasa takut sama sekali" "Setelah aku kembali, aku terus menerus menangis selama kurang lebih seminggu karena aku harus hidup di dunia ini setelah aku melihat dunia yang satu lagi".&lt;br /&gt;Berikut ini kita kutipkan pernyataan-pernyataan mereka secara lengkap.&lt;br /&gt;"Pada saat terluka aku merasakan suatu perasaan sakit yang sangat hebat. Tapi kemudian semua rasa sakit lenyap. Hari terasa dingin, namun demikian sementara saya berada dalam tempat gelap itu saya merasakan kehangatan dan suatu perasaan senang tiada taranya yang pernah saya alami sebelumnya".&lt;br /&gt;Seorang wanita yang bernafas kembali setelah serangan jantung menuturkan:&lt;br /&gt;"Saya mengalami perasaan yang sangat menyenangkan. Saya tidak merasakan perasaan lain kecuali kedamaian, kesenangan, hanya ketenangan. Saya merasa semua kesulitan saya hilang dan saya berkata kepada diri saya sendiri". "Alangkah tenang dan damainya, dan saya tidak merasa sakit sama sekali".&lt;br /&gt;Seorang laki-laki yang lain menceritakan:&lt;br /&gt;"Saya merasa kesunyian dan damai yang amat menyenangkan. Pengalaman itu sangat indah, dan saya merasakan kedamaian dalam hatiku".&lt;br /&gt;Seorang pria yang "mati" setelah terluka dalam perang vietnam mengatakan ia merasakan : "suatu perasaan lega yang luar biasa.Tak ada rasa sakit dan aku belum pernah merasa begitu santai. Aku merasa ketentraman dan semua begitu indah".&lt;br /&gt;Seorang wanita menuturkan :&lt;br /&gt;"Saya menunggu tante saya yang sudah tua selama sakitnya yang terakhir. Saya membantu merawatnya dan pada waktu itu semua anggota keluarga berdo'a untuk kesembuhannya. Nafasnya berhenti beberapa kali tapi kemudaian ia hidup lagi. Akhirnya satu hari ia melihat saya dan berkata: "Joan, saya sudah ada di dunia sana, dan disana indah sekali. Saya ingin tinggal disana, tapi saya tidak bisa selama kamu berdoa agar saya kembali kesini bersama kalian. Doa kalian membuat saya tetap tinggal di sini. Tolonglah jangan berdoa lagi". Kami semua memenuhi permintaannya berhenti berdoa, dan tak lama kemudian ia meninggal".&lt;br /&gt;Dalam bagian lain Dr. Raymond A. Moody, Jr. menjelaskan:&lt;br /&gt;Bahkan mereka yang sebelumnya memiliki keyakinan tradisional tentang kehidupan sesudah mati tampaknya mulai sedikit berubah dengan keyakinannya semula setelah mereka mengalami "kematian" itu. Sesungguhnya dalam semua laporan yang saya kumpulkan tidak seorangpun dari mereka melukiskan gambaran mithological tentang apa yang terdapat pada kehidupan di dunia setelah mati itu. Tidak seorangpun menjelaskan surga para kartunis yang gerbangnya penuh permata, jalan-jalan yang dibuat dari emas, dan malaikat-malaikat bersayap yang memainkan harpa, tidak ada neraka dengan api berkobar-kobar dan setan-setan dengan garpu penyiksa.&lt;br /&gt;Allan Pring yang pernah mendapat pengalaman melihat "dunia lain" mengatakan : "Disana tidak ada seks, uang atau apapun yang berbau nafsu".&lt;br /&gt;Jika tidak ada neraka, lalu bagaimana dengan konsep ganjaran dan hukuman yang diajarkan oleh agama-agama? Apakah semua orang, tanpa memperhatikan perbuatannya di dunia ini akan memperoleh kebahagiaan di akhirat?.&lt;br /&gt;Kemungkinan orang-orang yang pernah mengalami "kematian" yang diselidiki oleh Dr. Raymond A. Moody adalah orang-orang yang pada umumnya telah berbuat baik di dunia. Sebab dalam buku itu juga diceritakan bahwa orang-orang yang mencoba bunuh diri, "mati" lalu hidup kembali mengalami keadaan yang sama sekali tidak menyenangkan.&lt;br /&gt;Penjelasan lainnya adalah bahwa orang-orang yang melakukan perbuatan-perbuatan buruk, akan mendapat penderitaan dalam kelahirannya kembali di dunia ini. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3225688425252525829-2835273725459109597?l=clanmannax.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ClanMannaxDesaTamblangsingaraja-Bali/~4/CvhQyRdp4nc" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ClanMannaxDesaTamblangsingaraja-Bali/~3/CvhQyRdp4nc/tujuan-manusia-menurut-agama-hindu.html</link><author>noreply@blogger.com (Komang Aditya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_yg_mnfPO4ZY/SLiu-u8J7yI/AAAAAAAAAVA/oGWIp5E-Jjs/s72-c/yama.bmp" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://clanmannax.blogspot.com/2008/08/tujuan-manusia-menurut-agama-hindu.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3225688425252525829.post-8963118737210537506</guid><pubDate>Sat, 02 Aug 2008 07:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-08-02T00:25:08.585-07:00</atom:updated><title>Menemukan Kebahagiaan dalam Diri</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_yg_mnfPO4ZY/SJQLGyoSRPI/AAAAAAAAATY/I_OkRbWTiD4/s1600-h/berpikir.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5229817278581851378" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_yg_mnfPO4ZY/SJQLGyoSRPI/AAAAAAAAATY/I_OkRbWTiD4/s320/berpikir.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setiap orang memiliki pendapat dan definisi yang berbeda tentang kebahagiaan. Untuk lebih memudahkan saya mencoba untuk membagi ke dalam 3 macam tipe manusia yang mendefinisikan arti bahagia.Tipe I adalah orang yang mengatakan bahwa dirinya akan merasa bahagia jika apa yang telah lama diinginkannya dapat tercapai. Biasanya orang tipe I ini mengapresiasikan kebahagiaan dengan banyaknya benda – benda material yang dapat dimiliki (materialism). Misalnya orang tipe I ini akan merasa bahagia jika ia dapat memiliki sebuah rumah mewah dan megah dan tinggal di dalamnya, atau ia akan merasa bahagia jika dapat memiliki banyak mobil mewah. Dengan kata lain manusia tipe I ini akan merasa bahagia jika ia memiliki banyak uang sehingga bisa membeli apa pun yang ia inginkan.Sedangkan manusia dengan tipe II adalah mereka yang merasa bahagia jika mereka dapat meraih kesuksesan. Kesuksesan yang diperolehnya ini bisa berupa kesuksesan dalam studi maupun karier. Manusia bertipe II ini tidak terlalu menilai kesuksesan ini dengan banyaknya materi yang diperoleh, tetapi lebih memfokuskan diri untuk meraih keberhasilan (achievements) dalam segala bidang yang ditekuninya. Di samping itu ada juga manusia yang merasa bahagia jika ia dapat bersama dengan seseorang yang ia cintai, atau dengan kata lain telah menemukan cinta sejatinya dan membentuk keluarga yang bahagia (loving and fulfilling relationship). Manusia dengan ciri seperti ini saya masukkan ke dalam tipe III.Selain ketiga tipe manusia yang baru saja saya sebutkan di atas, masih ada lagi tipe manusia lain yang mendefinisikan arti bahagia. Namun sebagian besar, manusia mengatakan bahwa ia akan merasa bahagia jika telah mendapatkan hal-hal tersebut di atas.Mengapa Kebahagiaan Sulit Didapatkan ?Di dunia ini, kita banyak menjumpai orang yang merasa tidak bahagia. Setelah ditelusuri, orang – orang tersebut memiliki alasan yang berbeda-beda mengapa mereka merasa tidak bahagia. Ada yang mengatakan bahwa mereka tidak bahagia karena mereka selalu hidup dalam kekurangan, ada pula yang merasa tidak bahagia karena belum menemukan pasangan hidup yang tepat, ada pula yang tidak dapat menemukan kebahagiaan dalam keluarganya karena tidak adanya keharmonisan dalam keluarga tersebut. Atau dengan kata lain mereka tidak berhasil mendapatkan apa yang mereka dambakan atau impikan.Selain itu, kita juga banyak menemukan orang yang tidak pernah puas dengan apa yang telah diperoleh atau dimilikinya, sehingga apabila orang tersebut telah berhasil meraih sesuatu, ia tidak pernah sempat untuk menikmati kebahagiaan dengan apa yang telah diperolehnya itu dan kemudian membuat target baru untuk dicapainya, dan begitu seterusnya. Dan orang ini akan selalu merasa cemas apabila tujuan berikutnya tidak tercapai. Hal lain mengapa manusia tidak dapat merasakan kebahagiaan adalah karena manusia cenderung untuk merenungi nasib buruk yang telah menimpanya dan tidak mau berbuat sesuatu untuk memperbaikinya. Mereka terlalu terpaku pada hal yang telah berlalu dan tidak dapat melupakan masa lalunya yang pahit. Padahal jika ia mau mencoba untuk keluar dari masa lalunya yang kelam, ia kemungkinan besar masih dapat menemukan kebahagiaan.Satu hal lagi yang tidak kalah pentingnya adalah kecenderungan manusia untuk berbuat mengikuti kata hati dan hawa nafsunya yang sering menjerumuskan manusia ke dalam dosa dan menyebabkan manusia itu terjerumus dalam lembah kesedihan.Dosa manusia saya kelompokkan menjadi 7 macam yang merupakan dosa bawaan yang pada dasarnya terdapat dalam diri setiap pribadi. Dosa-dosa tersebut yaitu hawa nafsu, serakah, egois, iri hati,mudah tergoda, suka menyimpan dendam, dan emosional.Semua perbuatan dosa tersebut seringkali membuat manusia tidak dapat merasakan kebahagiaan dalam dirinya.&lt;br /&gt;Bahagia vs Tidak Bahagia Berikut saya akan coba untuk memaparkan beberapa kisah orang yang berbahagia terlebih dahulu. Kisah pertama adalah kisah tentang seorang pria yang sejak muda selalu berusaha menemukan kebahagiaan dari dalam dirinya dengan cara melalui meditasi. Untuk itu ia mencari tempat-tempat yang sepi dan kemudian mendalami kemampuan meditasinya. Sejalan dengan berlalunya waktu, kemampuan meditasinya meningkat sampai suatu saat ia berhasil menemukan kebahagiaan sempurna ketika sedang bermeditasi di bawah pohon Budhis dan mendapatkan pencerahan. Orang tersebut dikenal dengan nama Budha Gautama yang kemudian menjadi pelopor lahirnya agama Budha. Kisah yang lain adalah kisah seorang pria yang setiap harinya sibuk dengan pekerjaannya. Siang malam ia bekerja dengan keras, seringkali ia merelakan waktu istirahatnya, merelakan waktu rekreasi bersama dengan istri dan anak-anaknya dan kurang perhatian terhadap kehidupan sosial di lingkungan sekitarnya. Sehingga yang ia fokuskan adalah hanya pada pekerjaannya. Pada suatu ketika, pria tersebut mendapatkan kecelakaan pada saat ia sedang mengendarai mobilnya ke tempat kerjanya. Kecelakaan tersebut melukai kedua belah matanya dan membuat pria tersebut buta seumur hidupnya. Setelah menjadi buta, ia tidak dapat bekerja dengan keras lagi seperti sebelumnya. Ia lalu banyak menggantungkan hidupnya pada pertolongan orang lain, terutama pertolongan istri dan anak-anaknya. Istrinya merasa kasihan kepadanya dan merawatnya dengan penuh kasih sayang. Begitu pula dengan anak-anaknya juga memberikan perhatian yang mendalam kepada ayahnya. Sang pria baru merasakan betapa besar kasih istri dan anak-anak kepadanya setelah ia buta dan tidak dapat mengerjakan apa-apa. Ia baru menyadari akan kurangnya perhatian dan kasih sayang yang ia berikan kepada istri dan anak-anaknya selama ini. Dengan keadaannya tersebut, ia baru dapat merasakan hidupnya lebih berarti dan menemukan kebagiaan dalam hidupnya. Hikmah yang dapat diambil dari cerita singkat tersebut adalah bahwa kita seringkali tidak dapat merasakan arti hidup ini, sampai kita kehilangan sesuatu yang berharga dari dalam diri kita. Kisah berikut yang tidak kalah menariknya adalah kisah seorang nelayan yang pekerjaannya mencari ikan. Dalam melakukan pekerjaannya, ia selalu mengerjakannya dengan santai dan tidak menggunakan cara-cara canggih untuk menangkap ikan. Ia selalu menangkap ikan dengan menggunakan pancingan yang ia miliki sambil menikmati apa yang dikerjakannya. Pada suatu saat ada seorang dari kota yang dalam hidup sehari-harinya bekerja keras mencari nafkah pergi berlibur dengan memancing. Pada saat ia sedang memancing, ia bertemu dengan sang nelayan. Sang nelayan sedang memancing sambil berbaring santai tanpa beban, sedangkan si pemancing memancing dengan agresif. Kemudian orang kota tersebut bertanya kepada sang nelayan mengapa ia bisa begitu santainya memancing padahal profesinya adalah sebagai nelayan, sedangkan dirinya yang saat itu sedang berlibur saja memancing dengan penuh agresivitas. Kemudian sang nelayan tersebut bertanya balik kepada orang kota itu mengapa bekerja begitu keras di kota. Si orang kota tersebut kemudian menjawab: ”Untuk mencari uang sebanyak-banyaknya, sehingga dapat menikmati hidup”. Lalu sang nelayan menjawab, ”Jadi Anda bekerja dengan keras dengan tujuan utama menikmati hidup? Untuk apa bekerja dengan keras kalau saat ini saja saya sudah dapat menikmati hidup. Saya selalu menikmati perkerjaan saya dan hidup saya.”Hikmah yang dapat ditarik dari kisah yang ketiga ini adalah bahwa banyak orang yang berpikir terlalu jauh untuk dapat menikmati hidup. Hal yang sangat sederhana untuk dapat menikmati hidup adalah dengan menikmati setiap pekerjaan yang kita lakukan. Setelah membaca kisah-kisah orang yang bahagia, sekarang saya akan coba untuk menceritakan beberapa kisah orang yang hidupnya tidak bahagia.Kisah pertama adalah tentang seseorang yang hidupnya selalu diisi dengan kerja keras, mencari uang dan uang. Itulah tujuan hidupnya, uang yang telah diperolehnya digunakan untuk berinvestasi lagi, dan lagi. Jarang Ia mau mengeluarkan uang tersebut untuk keperluan dirinya, apalagi orang lain. Sehingga orang tersebut hanya bekerja untuk melipatgandakan uang yang dimilikinya. Ia jarang sekali menikmati hari-hari yang dilaluinya bersama anak istrinya. Ia juga tidak bisa menikmati apa yang telah diperolehnya karena ia selalu merasa tidak pernah puas. Orang yang demikian adalah orang yang menyedihkan, karena walaupun sebenarnya ia kaya raya, namun sebenarnya jiwanya miskin sekali. Berikut adalah kisah seorang anak yang selalu cemas akan masa depan dan menunda diri untuk dapat menikmati hidup. Pada saat ia lulus Sekolah Dasar, ia berkata pada dirinya sendiri bahwa ia baru akan dapat menikmati hidup kalau ia telah lulus SMP. Dan pada saat ia lulus SMP, ia berkata bahwa ia baru akan dapat menikmati hidup kalau sudah lulus SMU. Dan begitu ia lulus SMU, ia berkata pada dirinya lagi bahwa ia baru akan dapat menikmati hidup jika telah menjadi sarjana. Setelah ia sarjana, ia masih belum dapat menikmati hidup dan merasa bahwa ia baru akan dapat menikmati hidup jika ia sudah sukses dalam pekerjaan dan menikah. Tidak lama kemudian ia menemukan cinta sejatinya dan menikah. Setelah menikah dan punya anak, ia berkata lagi pada dirinya, bahwa ia baru akan dapat menikmati hidup apabila telah berhasil membesarkan anak-anaknya. Sebelum ia berhasil membesarkan anak-anaknya, ia telah meninggal dunia karena mengalami kecelakaan pesawat terbang. Akhirnya anak tersebut telah meninggal tanpa dapat menikmati hidup yang telah lama ia jalani. Kebahagiaan yang SejatiBanyak orang yang sukar untuk mendapatkan kebahagiaan karena mereka berusaha untuk mencari kebahagiaan external, yaitu kebahagiaan yang dirasakan apabila mereka berhasil mendapatkan atau meraih sesuatu yang di luar dirinya. Sesuatu tersebut bisa berupa harta benda duniawi, ketenaran, nama baik, harga diri, kekuasaan, dsb. Apabila seseorang mendefinisikan kebahagiaan seperti ini, maka kebahagiaan yang didapat adalah kebahagiaan semu dan bersifat sementara. Biasanya kebahagiaan tersebut berlangsung dalam tempo yang singkat. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa kebahagiaan dapat digali dari dalam diri tiap-tiap pribadi atau disebut juga dengan kebahagiaan internal. Apabila seseorang telah berhasil menemukan kebahagiaan internalnya, maka orang tersebut akan selalu merasakan bahagia dalam hidupnya, apa pun yang terjadi dalam hidupnya. Kebahagiaan internal ini tercapai apabila kita dapat selalu merasakan ketenangan, kedamaian, dan suka cita dalam segala situasi. Orang yang telah menemukan kebahagiaan internal biasanya dapat selalu menerima kenyataan yang terjadi dalam hidupnya dengan besar hati. Cara Menemukan Kebahagiaan SejatiLangkah pertama yang dapat kita lakukan dalam usaha menemukan kebahagiaan internal adalah dengan menyadari setiap pekerjaan yang kita lakukan. Pada saat kita sedang mengerjakan tugas-tugas penting, sadarilah apa yang sedang kita kerjakan saat itu, fokuskan pikiran pada apa yang kita kerjakan. Pada saat kita makan sadarilah bahwa saat itu kita sedang makan, pada saat kita sedang bernapas sadarilah udara yang keluar dan masuk dari hidung kita. Bawalah diri kita termasuk pikiran kita untuk menyadari apa yang terjadi saat ini (present time), jangan membiarkan diri kita selalu hanyut ke dalam kesenangan maupun kesedihan masa lalu, karena semuanya itu telah berlalu dari hidup kita. Satu detik yang baru saja berlalu telah menjadi kenangan dan menjadi masa lalu (past time). Jangan pula kita selalu membiarkan diri kita terhanyut ke dalam angan-angan yang jauh di luar realitas kita (future time). Hal ini bukan berarti kita tidak boleh bermimpi atau berangan-angan untuk masa depan kita. Jika kita mempunyai suatu rencana untuk masa depan, bayangkan dalam beberapa saat, kemudian tulislah tujuan kita tersebut dan tulis juga langkah-langkah yang harus kita tempuh sebagai usaha kita meraih tujuan yang selalu kita angan-angankan. Kemudian lakukan tindakan/action sesuai dengan apa yang telah kita tulis tersebut, sehingga kita tidak selalu terhanyut ke dalam angan-angan kita dan tidak dapat menemukan angan-angan tersebut di dalam realitas hidup kita sekarang. Setelah kita menjalankan langkah demi langkah yang telah ditulis, dan sebagian dari langkah yang telah kita tuliskan tersebut sudah tercapai, barulah kita bayangkan kembali cita-cita kita ke arah yang lebih tinggi. Dengan membayangkan cita-cita yang kita tuju sambil membuat blue print dan kemudian kita jalankan, maka cita-cita yang kita tuju akan lebih mudah untuk dicapai dan kita tidak akan merasa kecewa setelah kita selesai berangan-angan dan kembali ke realitas hidup, karena sebagian dari angan-angan kita sudah mulai tercapai. Namun apabila kita tidak membuat perencanaan dalam mencapai tujuan hidup kita seperti yang selalu kita angan-angankan, maka kita akan selalu terbawa hanyut ke dalam angan-angan kita, karena apa yang kita rasakan dalam realitas hidup tidak seindah apa yang kita bayangkan dalam kacamata imajinasi kita.Satu hal yang tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan agar kita dapat menggali kebahagiaan yang tersimpan dalam diri kita adalah dengan selalu mengucap syukur atas segala kejadian yang menimpa diri kita. Jangan selalu membanding-bandingkan kehidupan kita dengan kehidupan orang lain yang menurut kita lebih baik dari kehidupan yang kita jalani saat ini. Kita tidak akan pernah tahu apakah orang yang kita anggap lebih “baik” itu benar-benar merasakan kebahagiaan dalam hidupnya. Bisa saja ia sedang berada dalam kecemasan karena memiliki utang yang sangat besar dan sedang bersiap-siap untuk melarikan diri, atau bisa saja orang tersebut tidak dapat merasakan kebahagiaan meskipun orang tersebut kaya raya, karena hubungan antaranggota keluarganya sudah tidak harmonis lagi. Jika kita baru saja mengalami hal yang paling buruk dalam hidup kita, dan merasa kita adalah orang yang paling tidak beruntung dalam hidup ini, dan kita tidak tahu apa yang harus kita syukuri, syukurilah udara yang masih dapat kita hirup dan embuskan, syukurilah bahwa kita masih memiliki hidup ini, yang artinya kita masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki hidup kita. Orang yang paling gagal dalam hidupnya adalah orang yang sudah tidak memiliki kesempatan lagi untuk memperbaiki keadaan dirinya, alias orang tersebut sudah meninggal. Jadi selama kita masih hidup selalu syukuri apa yang terjadi di dalam diri kita. Hal yang sangat sederhana, bukan? Namun seringkali orang lupa akan hal ini. Bahagia adalah suatu perasaan, sesuatu yang sifatnya emosional. Perasaan bahagia ini timbul dari dalam diri kita karena kita secara fisik dengan menggunakan kelima indra kita telah mengalami suatu kejadian yang menurut diri kita sendiri menyenangkan hati dan pikiran kita. Kelima indra kita tersebut berpusat pada otak kita, otak kitalah yang mengirimkan rasa sakit yang diterima dari tangan kita yang terluka, otak kita jugalah yang mengirimkan bau wangi-wangian kepada kita. Sehingga perasaan bahagia tersebut dapat kita timbulkan apabila kita mampu mengendalikan pikiran kita. Dengan mengendalikan pikiran, maka seluruh indra yang kita miliki juga dapat kita kendalikan. Apabila seluruh pikiran dan indra kita bisa kita kendalikan, maka hasrat dan keinginan kita juga dapat kita kendalikan, sehingga rasa bahagia dapat kita kendalikan.Di samping itu kita juga harus menyadari bahwa hidup ini adalah suatu sirkulasi. Ada saat kita merasa sedih karena kehilangan seseorang yang paling kita cintai, namun dengan berlalunya waktu, perasaan sedih tersebut akan hilang, dan ada pula saatnya kita merasa senang karena menemukan seseorang yang mencintai diri kita. Dengan demikian perlu kita sadari bahwa semua hal sedih akan berlalu, dan begitu pula semua hal yang menyenangkan juga akan berlalu. Sehingga jika pada saat ini kita merasa senang, sadarilah bahwa kesenangan itu baru saja berlalu, dan jika pada saat ini kita merasa sedih karena suatu kejadian menimpa kita, sadari juga bahwa kejadian tersebut telah berlalu. Selama ini kita selalu menginginkan masalah-masalah yang membuat kita stress dan sedih untuk berlalu dari hadapan kita, namun kita jarang menyadari bahwa segala hal dan kejadian yang membuat kita senang juga sudah dan akan berlalu. Jadi senang dan sedih pasti akan berlalu. Kalau kita pernah mendengar ada sebuah judul lagu yang berbunyi Badai pasti berlalu, seharusnya ditambahkan menjadi “Badai pasti berlalu, Angin sejuk pun pasti berlalu”. Sikap yang Harus DibentukSabar adalah sikap pertama yang perlu kita bina, apabila kita ingin mencoba menggali kebahagiaan yang tersimpan dalam diri kita. Kita harus sabar apabila ada tujuan dalam hidup kita yang belum tercapai, kita juga harus sabar apabila masalah menerjang kita, kita harus sabar dalam usaha kita untuk mengendalikan pikiran kita, dsb. Semua yang kita kerjakan dan usahakan membutuhkan waktu untuk diproses, dan untuk itu dibutuhkan kesabaran.Besar hati merupakan sikap kedua yang harus turut dibentuk dalam diri kita. Kita harus bisa dengan besar hati menerima semua kejadian buruk yang menimpa kita, kita juga harus berbesar hati dalam menerima kenyataan pahit yang menjadikan keadaan kita jauh berbeda dari yang kita impikan. Dengan memiliki sikap yang satu ini dalam pribadi kita masing-masing, maka kita telah memiliki 50% power (kekuatan) untuk menggali kebahagiaan.Sikap berikut yang tidak kalah pentingnya adalah tabah. Kita harus selalu tabah dalam melewati masa-masa sulit yang kita alami. Sebenarnya masa sulit itu datangnya tiba-tiba dan tanpa kita rasakan telah terjadi. Perhatikan kata telah yang saya miringkan! Kata tersebut menunjukkan bahwa kejadian tersebut sebenarnya telah berlalu, dan membuat kita merasa sedih dan susah sebenarnya adalah diri kita sendiri yang tidak mau menerima kenyataan dengan besar hati dan tabah. Jadi perasaan kita inilah yang menciptakan rasa sedih. Sikap yang menurut saya juga berperan dalam membentuk potensi kita untuk menemukan kebahagiaan adalah tidak mudah putus asa. Apabila kita mengalami suatu kegagalan yang membuat kita sedih, maka kita harus yakini bahwa kegagalan itu telah berlalu, dan perasaan gagal tersebut jangan kita pendam terus. Kita harus berusaha lebih baik lagi untuk mencapai tujuan kita dan menghapuskan perasaan sedih yang meliputi hati kita.Ringkasan dari artikel ini adalah: carilah, galilah dan temukanlah kebahagiaan dalam diri Anda sendiri. Jangan selalu mencari kebahagiaan eksternal, karena kebahagiaan eksternal tersebut sifatnya sementara. Semoga dengan membaca artikel singkat ini, Anda dapat menemukan kebahagiaan sejati dalam diri Anda ! Terima Kasih.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3225688425252525829-8963118737210537506?l=clanmannax.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ClanMannaxDesaTamblangsingaraja-Bali/~4/TlsPsOex1KY" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ClanMannaxDesaTamblangsingaraja-Bali/~3/TlsPsOex1KY/menemukan-kebahagiaan-dalam-diri.html</link><author>noreply@blogger.com (Komang Aditya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://bp3.blogger.com/_yg_mnfPO4ZY/SJQLGyoSRPI/AAAAAAAAATY/I_OkRbWTiD4/s72-c/berpikir.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://clanmannax.blogspot.com/2008/08/menemukan-kebahagiaan-dalam-diri.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3225688425252525829.post-2978414717232353867</guid><pubDate>Wed, 30 Jul 2008 01:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-07-29T18:35:04.858-07:00</atom:updated><title>Lawar Bali</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_yg_mnfPO4ZY/SI_FJ6ykMKI/AAAAAAAAASo/z_LFWInV12M/s1600-h/lawar.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5228614466591273122" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_yg_mnfPO4ZY/SI_FJ6ykMKI/AAAAAAAAASo/z_LFWInV12M/s320/lawar.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lawar adalah makanan tradisional Bali yang sudah sangat terkenal di daerah Bali, karena disamping digunakan sebagai sajian dan hidangan juga telah dijual secara luas di rumah-rumah makan dengan merek lawar Bali. Lawar adalah salah satu jenis lauk pauk yang dibuat dari daging yang dicincang, sayuran, sejumlah bumbu-bumbu dan kelapadan terkadang di beberapa jenis lawar diberikan unsur yang dapat menambah rasa dari lawar itu ialah darah dari daging itu sendiri, darah tersebut dicampurkan dengan bumbu-bumbu tertentu sehingga menambah lezat lawar tersebut. Lawar sendiri tidak dapat bertahan lama makanan ini jika didiamkan di udara terbuka hanya bertahan setengah hari.&lt;br /&gt;Penamaannya bervariasi, biasanya berdasarkan jenis daging yang digunakan atau jenis sayurannya. Bila yang digunakan daging babi maka lawar yang dihasilkan disebut lawar babi., demikian juga bila yang digunakan sayur nangka, maka lawarnya diberi nama lawar nangka. Ada juga pemberian namanya berdasarkan warna lawarnya yaitu lawar merah bila warna lawarnya merah, lawar putih bila warna lawarnya putih dan ada lawar yang bernama lawar padamare, yaitu sejenis lawar yang dibuat dari campuran beberapa jenis lawar. Lawar disajikan sebagai teman nasi bersama jenis lauk-pauk lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3225688425252525829-2978414717232353867?l=clanmannax.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ClanMannaxDesaTamblangsingaraja-Bali/~4/JWAB8_d_ex8" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ClanMannaxDesaTamblangsingaraja-Bali/~3/JWAB8_d_ex8/lawar-bali.html</link><author>noreply@blogger.com (Komang Aditya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://bp0.blogger.com/_yg_mnfPO4ZY/SI_FJ6ykMKI/AAAAAAAAASo/z_LFWInV12M/s72-c/lawar.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://clanmannax.blogspot.com/2008/07/lawar-bali.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3225688425252525829.post-4209934753147521040</guid><pubDate>Tue, 29 Jul 2008 22:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-07-29T18:29:59.565-07:00</atom:updated><title>Penjor</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_yg_mnfPO4ZY/SI-fa_K6P9I/AAAAAAAAASg/ZwEY-E1NylY/s1600-h/penjor_05.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5228572978383044562" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_yg_mnfPO4ZY/SI-fa_K6P9I/AAAAAAAAASg/ZwEY-E1NylY/s320/penjor_05.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hari Galungan identik juga dengan Penjor. Biasanya disetiap rumah di bali menjelang Hari Raya Galungan terdapat penjor,sama halnya dengan di kampung halaman saya yaitu desa Tamblang. Penjor adalah simbul Gunung Agung&lt;br /&gt;segala pala bungkah - pala gantung dan sajen pada sanggah penjor, melambangkan persembahan terhadap Bhatara di Gunung Agung (Bhatara Giri Putri). Seperti kita ketahui, Gunung adalah sumber dari kesuburan dan akhirnya ke kemakmuran.&lt;br /&gt;Hanya penjor yang menggunakan unsur lengkap (sanggah, padi, pala bungkah dan sebagainya) dapat dipergunakan dalam upacara keagamaan menurut fungsinya.&lt;br /&gt;Penjor untuk dekorasi (bukan Upacara keagamaan) tidak diperbolehkan mempergunakan unsur- unsur tersebut di atas, tetapi hanya menggunakan hiasan- hiasannya saja (bila dengan sampian hendaknya tanpa porosan).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3225688425252525829-4209934753147521040?l=clanmannax.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ClanMannaxDesaTamblangsingaraja-Bali/~4/8npGZumaY5Y" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ClanMannaxDesaTamblangsingaraja-Bali/~3/8npGZumaY5Y/penjor.html</link><author>noreply@blogger.com (Komang Aditya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://bp2.blogger.com/_yg_mnfPO4ZY/SI-fa_K6P9I/AAAAAAAAASg/ZwEY-E1NylY/s72-c/penjor_05.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://clanmannax.blogspot.com/2008/07/penjor.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3225688425252525829.post-6583513044600800186</guid><pubDate>Tue, 29 Jul 2008 22:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-07-29T15:50:35.732-07:00</atom:updated><title>Memaknai Hari Raya Galungan dan Kuningan</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_yg_mnfPO4ZY/SI-eqkrJfDI/AAAAAAAAASY/4p--7gWtwb0/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5228572146636782642" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_yg_mnfPO4ZY/SI-eqkrJfDI/AAAAAAAAASY/4p--7gWtwb0/s320/images.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;GALUNGAN merupakan hari Pewedalan jagat, yang akan dirayakan pada hari Rabu keliwon wuku Dungulan, kita melakukan pemujaan pada Tuhan atas terciptanya Jagat dengan segala Isinya oleh Sang Hyang Widhi. Persembahan dan pemujaan terhadap Sang Hyang widhi, dilakukan dengan hati yang tulus dan penuh kesucian, guna memohon kebahagiaan hidup dan agar dapat menjauhkan diri dari Awidya atau kegelapan. Sehari sebelum Galungan disebut dengan Penampahan, maka mulai saat ini segala nafsu harus dihilangkan dari badan sebelum menyambut hari suci besoknya yaitu Galungan. Manusia dilahirkan dalam keadaan Awidya atau kegelapan, yaitu sifat nafsu murka, irihati, congkak, angkara. Semua sifat ini disimbulkan sebagai Sang Kala Tiga, yang diberi gelar yaitu: Pertama, Sang Bhuta Galungan yang berusaha menyerang dan menggoda kita pada hari Minggu atau Penyekeban. Yang Kedua, yaitu Sang Bhuta Dungulan, yang berusaha menyerang atau menggoda kita pada hari Senin atau Penyajaan. Dan yang Ketiga, adalah Sang Bhuta Amangkurat, yang berusaha menyerang kita pada hari Selasa atau hari Penampahan Galungan. Dan kita juga berusaha lebih kuat lagi untuk mengalahkan godaan-godaan itu. Dan kesadaran umat akan kekuatan suci dibangun dengan "Abhayakala" yaitu melakukan upacara Penyucian diri dari kegelapan atau kala tiga itu. Yang bertujuan untuk membebaskan diri dari pengaruh-pengaruh Sang Kala Tiga. Dan untuk mengharmoniskan kesejahteraan bhuwana agung dan bhuwana alit. Kita memohon pembersihan dan pensucian dari Hyang Widhi Melalui upacara. Dan upacara ini diakhiri dengan "ngayab dan natab". yaitu menghaturkan dan memohon bersama-sama agar dilimpahkan karunia berupa keselamatan untuk semua anggota keluarga, agar kemudian lebih dapat meningkatkan kesatuan pribadinya serta mampu menaklukkan dan menguasai segala macam godaan, baik yang datang dari luar maupun yang timbul dari dalam diri kita sendiri. Hal inilah yang disebut dengan kemenangan Dharma Melawan Adharma. Tujuan hidup kita sebagai umat Hindu adalah untuk memperoleh kesejahteraan hidup di dunia dan kebahagiaan hidup di akhirat, dan tujuan hidup itu dalam ajaran agama Hindu direalisasikan melalui ajaran Catur Purusa Artha yaitu empat tujuan hidup manusia yang terdiri dari Dharma/Kebenaran, Artha/harta benda untuk mensejahterakan kehidupannya, kama/keinginan atau nafsu dan moksa yang merupakan tujuan akhir dari hidup manusia. Dengan demikian, tujuan hidup dalam ajaran agama Hindu dapat kita klasifikasikan menjadi dua yaitu tujuan secara duniawi dan tujuan secara rohani. Dalam hal ini keempat tujuan itu merupakan satu kesatuan dan selalu ditunjang oleh Dharma. Harta yang diperlukan untuk menunjang kehidupan, jika diperoleh tanpa berdasarkan dharma, maka harta itu tidak akan berarti, demikian juga halnya dengan kama, dan Dharma pulalah yang menjadi landasan hidup untuk mencapai moksa yang merupakan kemerdekaan atau kelepasan/terbebasnya manusia dari ikatan duniawi dan kelahiran kembali. Terkait dengan tujuan hidup manusia dalam ajaran agama Hindu yaitu untuk mencapai kebebasan/kemerdekaan yaitu merdekanya roh dari samsara, maka dalam pelaksanaan hari raya Galungan dan kuningan yang mengandung makna kemerdekaan atau kelepasan. Sedangkan untuk mencapai kemerdekaan, pada umumnya didahului oleh suatu pertempuran atau peperangan dan pertarungan. Ada dua mitologi yang dihubungkan dengan perayaan Galungan dan Kuningan sekaligus dengan peperangannya untuk mencapai kemenangan atau kemerdekaan. Kedua mitologi itu adalah peperangan antara raja Mayadanawa melawan Bhatara Indra dan pewarah-warah Bhatari Durga kepada Sri Jaya Kasunu. Dalam Lontar Jaya Kasunu diceritrakan bahwa sebelum pemerintahan raja Sri Jaya Kasunu, perayaan Galungan dan Kuningan pernah tidak dilaksanakan, oleh karena raja-raja pada jaman itu kurang memperhatikan upacara keagamaan. Hal tersebut dapat mengakibatkan kehidupan rakyat sangat menderita dan umur raja-raja sangat pendek-pendek.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3225688425252525829-6583513044600800186?l=clanmannax.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ClanMannaxDesaTamblangsingaraja-Bali/~4/aW45GipLbV4" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ClanMannaxDesaTamblangsingaraja-Bali/~3/aW45GipLbV4/memaknai-hari-raya-galungan-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Komang Aditya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://bp0.blogger.com/_yg_mnfPO4ZY/SI-eqkrJfDI/AAAAAAAAASY/4p--7gWtwb0/s72-c/images.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://clanmannax.blogspot.com/2008/07/memaknai-hari-raya-galungan-dan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3225688425252525829.post-6066589254353111004</guid><pubDate>Sat, 05 Jul 2008 12:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-07-05T05:22:21.899-07:00</atom:updated><title>Reinkarnasi</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_yg_mnfPO4ZY/SG9nOk8HSJI/AAAAAAAAARQ/3iArXASwxSg/s1600-h/Reinkarnasi.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5219503993277335698" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_yg_mnfPO4ZY/SG9nOk8HSJI/AAAAAAAAARQ/3iArXASwxSg/s320/Reinkarnasi.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam agama Hindu, filsafat reinkarnasi mengajarkan manusia untuk sadar terhadap kebahagiaan yang sebenarnya dan bertanggung jawab terhadap nasib yang sedang diterimanya. Selama manusia terikat pada siklus reinkarnasi, maka hidupnya tidak luput dari duka. Selama jiwa terikat pada hasil perbuatan yang buruk, maka ia akan bereinkarnasi menjadi orang yang selalu duka. Dalam filsafat Hindu dan Buddha, proses reinkarnasi memberi manusia kesempatan untuk menikmati kebahagiaan yang tertinggi. Hal tersebut terjadi apabila manusia tidak terpengaruh oleh kenikmatan maupun kesengsaraan duniawi sehingga tidak pernah merasakan duka, dan apabila mereka mengerti arti hidup yang sebenarnya&lt;br /&gt;Dalam filsafat agama Hindu, reinkarnasi terjadi karena jiwa harus menanggung hasil perbuatan pada kehidupannya yang terdahulu. Pada saat manusia hidup, mereka banyak melakukan perbuatan dan selalu membuahkan hasil yang setimpal. Jika manusia tidak sempat menikmati hasil perbuatannya seumur hidup, maka mereka diberi kesempatan untuk menikmatinya pada kehidupan selanjutnya. Maka dari itu, munculah proses reinkarnasi yang bertujuan agar jiwa dapat menikmati hasil perbuatannya yang belum sempat dinikmati. Selain diberi kesempatan menikmati, manusia juga diberi kesempatan untuk memperbaiki kehidupannya (kualitas).&lt;br /&gt;Jadi, lahir kembali berarti lahir untuk menanggung hasil perbuatan yang sudah dilakukan. Dalam filsafat ini, bisa dikatakan bahwa manusia dapat menentukan baik-buruk nasib yang ditanggungnya pada kehidupan yang selanjutnya. Ajaran ini juga memberi optimisme kepada manusia. Bahwa semua perbuatannya akan mendatangkan hasil, yang akan dinikmatinya sendiri, bukan orang lain.&lt;br /&gt;Yang bisa berinkarnasi itu bukanlah hanya jiwa manusia saja. Semua jiwa mahluk hidup memiliki kesempatan untuk berinkarnasi dengan tujuan sebagaimana di atas (menikmati hasil perbuatannya di masa lalu dan memperbaiki kulaitas hidupnya).&lt;br /&gt;&lt;a id="Proses_reinkarnasi" name="Proses_reinkarnasi"&gt;&lt;/a&gt;Proses reinkarnasi&lt;br /&gt;Pada saat jiwa lahir kembali, roh yang utama kekal namun raga kasarlah yang rusak, sehingga roh harus berpindah ke badan yang baru untuk menikmati hasil perbuatannya. Pada saat memasuki badan yang baru, roh yang utama membawa hasil perbuatan dari kehidupannya yang terdahulu, yang mengakibatkan baik-buruk nasibnya kelak. Roh dan jiwa yang lahir kembali tidak akan mengingat kehidupannya yang terdahulu agar tidak mengenang duka yang bertumpuk-tumpuk di kehidupan lampau. Sebelum mereka bereinkarnasi, biasanya jiwa pergi ke sorga atau ke neraka.&lt;br /&gt;Dalam filsafat agama yang menganut faham reinkarnasi, neraka dan sorga adalah suatu tempat persinggahan sementara sebelum jiwa memasuki badan yang baru. Neraka merupakan suatu pengadilan agar jiwa lahir kembali ke badan yang sesuai dengan hasil perbuatannya dahulu. Dalam hal ini, manusia bisa bereinkarnasi menjadi makhluk berderajat rendah seperti hewan, dan sebaliknya hewan mampu bereinkarnasi menjadi manusia setelah mengalami kehidupan sebagai hewan selama ratusan, bahkan ribuan tahun. Sidang neraka juga memutuskan apakah suatu jiwa harus lahir di badan yang cacat atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;a id="Akhir_proses_reinkarnasi" name="Akhir_proses_reinkarnasi"&gt;&lt;/a&gt;Akhir proses reinkarnasi&lt;br /&gt;Selama jiwa masih terikat pada hasil perbuatannya yang terdahulu, maka ia tidak akan mencapai kebahagiaan yang tertinggi, yakni lepas dari siklus reinkarnasi. Maka, untuk memperoleh kebahagiaan yang abadi tersebut, roh yang utama melalui badan kasarnya berusaha melepaskan diri dari belenggu duniawi dan harus mengerti hakikat kehidupan yang sebenarnya. Jika tubuh terlepas dari belenggu duniawi dan jiwa sudah mengerti makna hidup yang sesungguhnya, maka perasaan tidak akan pernah duka dan jiwa akan lepas dari siklus kelahiran kembali. Dalam keadaan tersebut, jiwa menyatu dengan Tuhan (Moksha). &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3225688425252525829-6066589254353111004?l=clanmannax.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ClanMannaxDesaTamblangsingaraja-Bali/~4/rUnwP_te9AU" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ClanMannaxDesaTamblangsingaraja-Bali/~3/rUnwP_te9AU/reinkarnasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Komang Aditya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://bp2.blogger.com/_yg_mnfPO4ZY/SG9nOk8HSJI/AAAAAAAAARQ/3iArXASwxSg/s72-c/Reinkarnasi.gif" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://clanmannax.blogspot.com/2008/07/reinkarnasi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3225688425252525829.post-2803421435787971939</guid><pubDate>Tue, 13 May 2008 12:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-06-06T20:25:14.013-07:00</atom:updated><title>Wejangan Kresna</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_yg_mnfPO4ZY/SCmNuy-tOaI/AAAAAAAAAP4/CNkZrgvQK5c/s1600-h/krisna.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199843079874230690" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_yg_mnfPO4ZY/SCmNuy-tOaI/AAAAAAAAAP4/CNkZrgvQK5c/s320/krisna.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Krishna:Apa yang kusampaikan kepadamu bukanlah hal baru;sudah berulang kali kusampaikan di masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arjuna:Apa maksudmu dengan masa lalu? Kapan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Krishna:Dari masa ke masa, di setiap masa.Sesungguhnya kita semua telah berulang kali lahir dan mati,aku mengingat setiap kelahiran dan kematian.Kau tidak, itu saja bedanya.&lt;br /&gt;Setiap kali keseimbangan alam terkacaukan,dan ketakseimbangan mengancam keselarasan alam,maka “Aku” menjelma dari masa ke masa,untuk mengembalikan keseimbangan alam.&lt;br /&gt;“Aku” ini bersemayam pula di dalam dirimu,bahkan di dalam diri setiap makhluk hidup,segala sesuatu yang bergerak maupun tak bergerak.Menemukan “Sang Aku” ini merupakan pencapaian tertinggi.&lt;br /&gt;Dengan menemukan jati diri, Sang Aku Sejati,segala apa yang kau butuhkan akan kauperoleh dengan sangat mudah.Berkaryalah dan Keberadaan akan membantumu.&lt;br /&gt;Sesuai dengan sifat dasar masing-masing,Manusia dibagi dalam 4 golongan utama.Walau pembagian seperti itu,Tidak pernah mempengaruhi Sang Jiwa Agung.&lt;br /&gt;Para Pemikir bekerja dengan berbagai pikiran mereka.Para Satria membela negara dan bangsa.Para Pengusaha melayani masyarakat dengan berbagai cara.Para Pekerja melaksanakan setiap tugas dengan baik.&lt;br /&gt;Berada dalam kelompok manapun,bekerjalah selalu sesuai kesadaranmu.Jangan memikirkan keberhasilan maupun kegagalan.Terima semuanya dengan penuh ketenangan.&lt;br /&gt;Bila kau bekerja sesuai dengan kodratmu,tidak untuk memenuhi keinginan serta harapan tertentu,maka walau berkarya sesungguhnya kau melakukan persembahan.Dan, kau terbebaskan dari hukum sebab akibat.&lt;br /&gt;Tuhan yang kau sembah, juga adalah Persembahan itu sendiri.Dalam diri seorang penyembahpun, Ia bersemayam.Berkaryalah dengan kesadaran ini,dan senantiaasa merasakan kehadiran-Nya.&lt;br /&gt;Banyak sekali cara persembahan -Ada yang menghaturkan sesajen dalam berbagai bentuk.Ada pula yang menghaturkan kesadaran hewani pada“Sang Aku” - sejati yang bersemayam di dalam diri.&lt;br /&gt;Bila kau mempersembahkan kenikmatan dunia pada pancaindera,maka kau menjadi penyembah pancaindera.Bila kau mengendalikan pancaindera,maka kau menyembah Kesadaran Murni di dalam diri.&lt;br /&gt;Ada yang mempersembahkan harta, ada yang bertapa,Ada yang berkorban, ada yang menjauhkan diri dari dunia,Ada yang sibuk mempelajari kitab suci, ada yang berpuasa.Apapun yang kau lakukan, lakukanlah dengan kesadaran!&lt;br /&gt;Lakoni hidupmu seolah kau sedang melakukan persembahan.Berkarya dengan penuh kesadaran, itulah Pengabdian.Cara-cara lain hanya bersifat luaran.&lt;br /&gt;Terlebih dahulu, raihlah kesadaran diri.Bila kau tidak mengetahui caranya,Belajarlah dari mereka yang telah sadar.Untuk itu hendaknya kau berendah hati.&lt;br /&gt;Orang yang sadar tidak pernah bingung.Pandangannya meluas, penglihatannya menjernih,ia yakin dengan apa yang dilakukannya,Sehingga meraih kedamaian yang tak terhingga nilainya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arjuna:Bila Pengendalian Diri dan Penemuan Jati Dirimerupakan tujuan hidup,maka untuk apa melibatkan diri dengan dunia?Aku sungguh tambah bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krishna:Pengendalian Diri dan Penemuan Jati Dirimemang merupakan tujuan tertinggi.Namun, kau harus berkarya untuk mencapainya.Dan, berkarya sesuai dengan kodratmu.&lt;br /&gt;Bila kau seorang Pemikir,kau dapat menggapai Kesempurnaan Diridengan cara mengasahkesadaranmu saja.&lt;br /&gt;Bila kau seorang Pekerja,kau harus menggapainya lewat Karya Nyata,dengan menunaikan kewajibanmu,serta melaksanakan tugasmu.&lt;br /&gt;Dan, kau seorang Pekerja,kau hanya dapat mencapai Kesempurnaan Hiduplewat Kerja Nyata.Itulah sifat-dasarmu, kodratmu.&lt;br /&gt;Sesungguhnya tak seorang pun dapatmenghindari perkerjaan.Seorang Pemikir pun sesungguhnya bekerja.Pengendalian Pikiran – itulah pekerjaannya.&lt;br /&gt;Bila pikiran masih melayang ke segala arah,apa gunanya duduk diam dan menipu diri?Lebih baik berkarya dengan pikiran terkendali.Bekerjalah tanpa pamrih!&lt;br /&gt;Hukum Sebab Akibat menentukan hasilperbuatan setiap makhluk hidup.Tak seorang pun luput darinya,kecuali ia berkarya dengan semangat menyembah.&lt;br /&gt;Alam Semesta tercipta “dalam”semangat Persembahan.Dan, “lewat” Persembahan pulasegala kebutuhan manusia terpenuhi.&lt;br /&gt;Bila kau menjaga kelestarian lingkungan,lingkungan pun pasti menjaga kelestarianmu.Raihlah kebahagiaan tak terhingga dengansaling “menyembah” – membantu dan melindungi.&lt;br /&gt;Bila kau hanya berkarya demi kepentingan pribadi,tak pernah berbagi dan tak peduliterhadap alam yang senantiasa memberi;maka seseungguhnya kau seorang maling.&lt;br /&gt;Berkaryalah dengan semangat “menyembah”.Persembahkan hasil pekerjaanmu pada Yang Maha Kuasa.Dan, nikmati segala apa yang kau perolehdari-Nya sebagai Tanda Kasih-Nya!&lt;br /&gt;Apa yang kau makan, menentukan kesehatan dirimu.Dan, makanan berasal dari alam sekitarmu.Bila kau menjaga kelestarian alam,kesehatanmu pun akan terjaga – inilah Kesadaran.&lt;br /&gt;Waspadai setiap tindakanmu.Bertindaklah dengan penuh kesadaran.Inilah Persembahan,yang dapat mengantarmu pada Kepuasan Diri.&lt;br /&gt;Bila kau puas dengan diri sendiri,dan tidak lagi mencari kepuasaandari sesuatu di luar diri,maka kau akan berkarya tanpa pamrih.&lt;br /&gt;Sesungguhnya seorang Pekerja tanpa Pamrihsudah tak terbelenggu oleh dunia.Jiwanya bebas, namun ia tetap bekerja,supaya orang laind apat mencontohinya.&lt;br /&gt;Sesungguhnya tak ada sesuatu yang harus “Ku”-lakukan.Namun, “Aku” tetap bekerja demi Keselarasan Alam.Bila “Aku” berhenti bekerja, banyak yang akan mencontohi tindakan-“Ku”,dan “Aku” akan menjadi sebab bagi kacaunya tatanan masyarakat.&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa segala sesuatu terjadi atas Kehendak-Nya.Tak seorang pun dapat menghindari pekerjaan,kau akan didorong untuk menunaikan kewajibanmu.Maka, janganlah berkeras kepala – bekerjalah!&lt;br /&gt;Terpicu oleh hal-hal di luar,panca-indera pun bekerja sesuai dengan kodrat mereka.Janganlah kau terlibat dalam permainan itu.Jadilah saksi, kau bukan panca-indera.&lt;br /&gt;Berkat pengendalian diri bila inderamutak terpicu lagi oleh hal-hal luaran,hendaknya kau tidak membingungkan merekayang belum dapat melakukan hal itu.Biarlah mereka menghindaripemicu di luar untuk mengendalikan diri.&lt;br /&gt;Berkayalah demi “Aku” dengankesadaranmu terpusatkan pada-”Ku”,bebas dari harapan dan ketamakan -itulah Persembahan, Pengabdian.&lt;br /&gt;Para bijak berkarya sesuai dengan sifat mereka,kodrat serta kemampuan mereka.Demikian mereka terbebaskan dari rasa gelisah,dan mencapai kesempurnaan hidup.&lt;br /&gt;Berkaryalah sesuai dengan kemampuan serta kewajibanmu.Janganlah engkau sekadar ikut-ikutan memilihsuatu pekerjaan yang tidak sesuai dengan sifat dasarmu,tidak sesuai dengan kemampuanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arjuna:Aku memahami semua itu,namun kadang tetap saja terpicuuntuk melakukan sesuatu yang tidak tepat.Bagaimana mengatasi hal itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krishna:Ketahuilah terlebih dahulu penyebabnya -yaitu “keinginan”, “ketamakan” dansifat dasar manusia yang membuatnya bekerja.Manusia tak dapat berhenti bekerja.&lt;br /&gt;Bila ia tidak bekerja tanpa pamrih,Ia akan bekerja untuk memenuhi keinginannya.Ketamakan melenyapkan kesadaran manusia,akhirnya ia binasa terbakar oleh api nafsunya sendiri&lt;br /&gt;Kunci keberhasilan manusia terletak pada pengedalian diri.Bila terkendali oleh pancaindera kau pasti binasa.Ketahuilah bahwa panca indera mengendalikan raga,namun pikiran menguasai pancaindera.&lt;br /&gt;Di atas pikiran adalah intelek,kemampuanmu untuk membedakan tindakanyang tepat dari yang tidak tepat – itulah Kesadaran.Bertindakalah sesuai dengan kesadaranmu.&lt;br /&gt;Dengan pengendalian diri dan bekerja sesuai dengan kesadaran,segala keinginan dan ketamakan dapat kau lampaui.Kemudian setiap pekerjaan menjadi persembahanpada “Sang Aku” yang bersemayam dalam diri setiap makhluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krishna:Kau tidak berperang untuk memperebutkan kekuasaan;kau berperang demi keadilan, untuk menegakkan Kebajikan.Janganlah kau melemah di saat yang menentukan ini.Bangkitlah demi bangsa, negeri, dan Ibu Pertiwi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arjuna:Dan, untuk itu aku harus memerangi keluarga sendiri?Krishna, aku bingung, tunjukkan jalan kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krishna:Kau berbicara seperti seorang bijak,namun menangisi sesuatu yang tak patut kau tangisi.Seorang bijak sadar bahwa kelahiran dan kematian,dua-duanya tak langgeng.&lt;br /&gt;Jiwa yang bersemayam dalam diri setiap insan,sungguhnya tak pernah lahir dan tak pernah mati.Badan yang mengalami kelahiran dan kematianibarat baju yang dapat kau tanggalkan sewaktu-waktudan menggantinya dengan yang baru.Perubahan adalah Hukum Alam – tak patut kau tangisi.&lt;br /&gt;Suka dan duka hanyalah perasaan sesaat,disebabkan oleh panca-inderamu sendiriketika berhubungan dengan hal-hal di luar diri.Lampauilah perasaan yang tak langgeng itu.&lt;br /&gt;Temukan Kebenaran Mutlakdi balik segala pengalaman dan perasaan.Kebenaran Abadi, Langgengdan Tak Termusnahkan.&lt;br /&gt;Segala yang lain diluar-Nyasesungguhnya tak ada – tak perlu kau risaukan.&lt;br /&gt;Temukan Kebenaran Abadi Itu,Dia Yang Tak Terbunuh dan Tak Membunuh.Dia Yang Tak Pernah Lahir dan Tak pernah Mati.Dia Yang Melampaui Segala dan Selalu Ada.&lt;br /&gt;Kau akan menyatu dengan-Nya,bila kau menemukan-Nya.Karena, sesungguhnya Ialah yang bersemayamdi dalam dirimu, diriku, diri setiap insan.&lt;br /&gt;Maka, saat itu pula kau akan terbebaskandari suka, duka, rasa gelisah dan bersalah.&lt;br /&gt;Kebenaran Abadi Yang Meliputi Alam Semesta,tak terbunuh oleh senjata seampuh apapun jua.Tak terbakar oleh api, tak terlarutkan oleh air,dan tidak menjadi kering karena angin.&lt;br /&gt;Sementara itu, wujud-wujud yang terlihat olehmumuncul dan lenyap secara bergantian.“Keberadaan” muncul dari “Ketiadaan”dan lenyap kembali dalam “Ketiadaan”.&lt;br /&gt;Jiwa tak berubah dan tak pernah mati;hanyalah badan yang terus-menerusmengalami kelahiran dan kematian.Apa yang harus kau tangisi?&lt;br /&gt;Badanmu lahir dalam keluarga para Satria,ia memiliki tugas untuk membela negara dan bangsa.Bila kau melarikan diri dari tanggungjawabmu,kelak sejarah akan menyebutmu pengecut.&lt;br /&gt;Bila kau gugur di medan perang,kau akan mati syuhda, namamu tercatat sebagai pahlawan.Dan, bila kau menang, rakyat ikut merayakanmenangnya Kebajikan atas kebatilan&lt;br /&gt;Sesungguhnya kau tak perlu memikirkankemenangan dan kekalahan.Lakukan tugasmu dengan baik.Berkaryalah demi kewajibanmu.&lt;br /&gt;Janganlah membiarkan pikiranmu bercabang,bulatkan tekadmu, dan denganketeguhan hati, tentukan sendirijalan apa yang terbaik bagi dirimu.&lt;br /&gt;Berkaryalah demi tugas dan kewajiban,bukan demi surga, apa lagi kenikmatan dunia.Janganlah kau merisaukan hasil akhir,tak perlu memikirkan kemenangan maupun kegagalan.&lt;br /&gt;Dengan jiwa seimbang,dan tak terikat pada pengalamansuka maupun duka,berkaryalah dengan penuh semangat!&lt;br /&gt;Bebaskan pikiranmu dari pengaruh luar;dari pendapat orang tentang dirimu,dan apa yang kau lakukan.Ikuti suara hatimu, nuranimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arjuna:Bagaimana Krishna,bagaimana mendengarkan suara hati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krishna:Bebas dari segala macam keinginan dan pengaruh pikiran,kau akan mendengarkan dengan jelas suara hatimu – itulah Pencerahan!&lt;br /&gt;Saat itu, kau tak tergoyahkan lagi oleh pengalaman duka,dan tidak pula mengejar pengalaman suka.Rasa cemas dan amarah pun terlampaui seketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krishna:Ia yang tercerahkan tidak menjadi girang karena memperoleh sesuatu;tidak pula kecewa bila tidak memperolehnya.Dirinya selalu puas, dalam segala keadaan.&lt;br /&gt;Pengendalian Diri yang sampurnamembuatnya tidak terpengaruh oleh pemicu-pemicu di luar.Ia senantiasa sadar akan Jati-Dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krishna:Keterlibatan panca-indera denganpemicu-pemicu di luarmenimbulkan kerinduan,kemudian muncul keinginan.&lt;br /&gt;Dan, bila keinginan tak terpenuhi,timbul rasa kecewa, amarah.Manusia tak mampu lagi membedakantindakan yang tepat dari yang tidak tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krishna:Seorang bijak yang tercerahkanterkendali panca-inderanya,maka ia dapat hidup di tengah keramaian dunia,dan tak terpicu oleh hal-hal diluar diri.&lt;br /&gt;Demikian dengan keseimbangan diri,ia menggapai kesadaran yang lebih tinggi.Jiwanya damai, dan ia punmemperoleh Kebahagiaan Kekal Sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krishna:Pengendalian Diri menjernihkan pandangan manusia,ia menggapai kesempunaan hidup.Saat ajal tiba, tak ada lagi kekhawatiran baginya,ia menyatu kembali dengan Yang Maha Kuasa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3225688425252525829-2803421435787971939?l=clanmannax.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ClanMannaxDesaTamblangsingaraja-Bali/~4/W8T-Z0cgcUM" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ClanMannaxDesaTamblangsingaraja-Bali/~3/W8T-Z0cgcUM/krishnaapa-yang-kusampaikan-kepadamu.html</link><author>noreply@blogger.com (Komang Aditya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://bp3.blogger.com/_yg_mnfPO4ZY/SCmNuy-tOaI/AAAAAAAAAP4/CNkZrgvQK5c/s72-c/krisna.bmp" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://clanmannax.blogspot.com/2008/05/krishnaapa-yang-kusampaikan-kepadamu.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3225688425252525829.post-2569970591469934265</guid><pubDate>Tue, 13 May 2008 12:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-13T05:35:54.635-07:00</atom:updated><title>Batari Durga</title><description>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_yg_mnfPO4ZY/SCmK4S-tOZI/AAAAAAAAAPw/Ki3OayHpTII/s1600-h/durga.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199839944548104594" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_yg_mnfPO4ZY/SCmK4S-tOZI/AAAAAAAAAPw/Ki3OayHpTII/s320/durga.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bharatayudha.multiply.com/photos/hi-res/35/3"&gt;&lt;/a&gt;Batari Durga pada mulanya bernama Dewi Pramoni. Ia sangat cantik jelita sehingga mabuk asmara dengan Batara Guru, karena dengan bermodal paras rupawan itu, Batara Guru akan jatuh cintan kepadanya. Suatu hari ia pergi bertapa mengingin kan mejnadi istri Batara Guru. Keinginan terkabul, tetapi hanya dalam lahirnya saja yaang terlaksana, sebab pada kakekatnya, jiwa Dewi Pramoni tidak dapat terwujud dalam kenyataan. Segala sesuatu telaha da kodrat kepastiannya yang gaib. Jasmaninya yang cantik menjadi permaisuri Batara Guru, sedangkan jiwanya harus menjelma kepada jasmani Dewi Umayi yang telah berubah menjadi raseksi. Sehingga antara Dewi Umayi dan Dewi pramoni saling bertukar raga. Jiwa Pramoni masuk ke dalam raga Umayi yang berujud raseksi,s ebaliknya jiwa Umayi menempati raga Dewi Pramoni yang cantik jelita.Dewi Umayi sebenarnya adalah putri hartawan dari negeri Merut yang dipersembahkan kpada batara Guru. Setelah berputera lima orang, suatu senja Batara Guru dan Dewi Umayi berpesiar dengan menaiki lembu Andini. Dalam tamasya terbang di angkasa, Sanghyang Guru timbul hasrat asmaranya ingin bersengama di atas punggu lembu Andini, tetapi Dewi Umayi menolak demi menjaga kehormatannya selaku ratu dari sekian bidadari di kahyangan. Penolakan Dewi Umayi semata-mata ingin menjaga kewibaan Batara Guru agar tidak melakukan hasrat asmaranya di sembarang tempat. Karena Batara Guru mekasa, maka Dewi Umayi menyabda bahwa hasrat suaminya itu melebihi hasratnya raksasa, seketika itu juga Batara Guru memiliki taring dan bergelar Sanghyang Randuwanda.Karena besarnya hawa nafsu rahsa Sanghyang Randuwanda, Dewi Umayi menghindar sehingga kama (sperma) meloncat jatuh ke dalam samodera, yang akhirnya beruah menjadi bola api raksasa, semakin lama bola api kejadiaan dari kama salah sasaran itu menjadi raksasa. Kelak bayir aksasa tersebut menimbulkan kegoncangan dan para dewa tak mampu menghadapinya. Oleh Sanghyang Guru, raksasa sakti tadi diberi nama Batara Kala.Dalam pengembaraannya di atas punggung lembu Andini, Batara guru tertararik dengan seorang wanita bernama Dewi Lokati, karena ia merasa dicampakkan oleh istriya. Batara Guru mendekati Dewi Lokati, namaun putri berparas jelita itu telah menjelma ke dalam butiran padi. Oleh Sanghyang Guru, butiran padi dipetik dan diserahkan kepada raja Purwacarita Prabu Sri maha Punggung atau Prabu Makukuhan agar ditanam.Benih padi yang ditanam raja Makukuhan telah berbuah. Sanghyang Guru kembali timbul asmaranya ingin menyantap padi jelmaan Dewi Lokawati, sehinga raja tribuwana tersebut beralih rupa menjadi seekor burung pipit putih dan terbang ke negeri Purwacarita. Melihat suaminya beralih rupa menjadi urung pipit, Dewi Umayi mngajak para bidadari seketi (1000,000) kurang satu uuntuk menyusup ke dalam tanaman padi. Para bidadari tadi beralih rupa menjadi rumput kejawan yang buahnya mirip dengan buah padi.Pada saat padi mulai menguning, buah rumput kejawan itupun telah mulai tua buahny. Buah rumpuh kejawan menutupi buat padi yang siap dipanen. Burung pipit meanjadi marah setiap hendak mematuk buah padi selalu dihangangi oleh buah rumput kejawaan, Akhirnya buah rumput itupun dipatuk dan digigitnya kaut-kuat, maka keduanya berubah menjadi Batara Guru dan Batari Umayi. Pada saat yang bersamaan datanglah Batara Kala yang selalu memeperhatikan Dewi Umayi. Batara Guru menjadi cemburu, dan Dewi Umayi menjadi pelampiasan amarahnya. "Kalau kau jatuh cinta dengan Batara Kala, jadilah raseksi saja." sabda Sanghyang Guru. Dewi Umayi seketika itu juga berubah menjadi raseksi yang menyeramkan.Suatu hari Batara Guru melihat wanita cantik yang tidak lain adalah Dewi Parwati, putri hartawan Umaran yang tercipta dari buah ranti. Perempuan yang cantik dan juga bernama Dewi Pramoni tadi diambil istri oleh batara Guru, tetapi hanya raganya saja. Jiwa Parwati dipindahkan ke dalam raga raseksi kejadian dari Dewi Umayi, sebaliknya jiwa Umayi diambil dan ditempatkan ke dalam tubuh Pramoni.Raseksi jelmaan Dewi Pramoni itu kemudian ditempatkan di hutan Setaganda mayit dan dijodohkand engan Batara Kala. Dia mendapat tugas merajai para gandarwa, setan dan makhluk halus yang jahat lainnya. Pada waktu itu pula Dewi Pramoni bergelar Batari Durga. Sedangkan perkawinannya dengan Batara Kala, Batari Pramoni menurunkan kala Yawana, Kala Durgangsa, Jaramaya, Ranumaya dan masih banyak lagi putra-putra yang lain.Watak Batari Durga sangat jahat karena ia mengemban tugas menggoda orang yang baik budi. Dalam pewayangan, bentuk atau wanda Batari Durga ini dinamakan wanda Rangkung. Sedangkan dalam cerita Sudamala, Batari Durga berhasil diruwat oleh Raden Sadewa, bungsu Pandawa. Ia kembali menjadi bidadari yang cantik dan pulang ke Tinjomaya, tempat bersemayamnya para bidadari kahyangan.(versi balai pustaka)xxx&lt;a href="http://bharatayudha.multiply.com/photos/hi-res/35/3"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://bharatayudha.multiply.com/photos/hi-res/35/3"&gt;&lt;/a&gt;Durga atau Durgā (Dewanagari दुर्गा) adalah sakti (=istri) Siwa. Dalam agama Hindu, Dewi Durga adalah ibu dari Dewa Ganesa dan Dewa Kumara (Kartikeya). Beliau kadangkala disebut Uma atau Parwati. Dewi Durga biasanya digambarkan sebagai seorang wanita cantik berkulit kuning yang mengendarai seekor harimau. Beliau memiliki banyak tangan dan memegang banyak tangan dengan posisi mudra, gerak tangan yang sakral yang biasanya dilakukan oleh para pendeta Hindu. Di Nusantara, Dewi ini cukup dikenal pula. Candi Prambanan di Jawa Tengah, misalkan juga dipersembahkan kepada Dewi ini. Dalam bahasa Sansekerta, durga berarti "yang tidak bisa dimasuki" atau "terpencil".(versi wikipedia)xxxnotes:Gedeng Permoni dalam versi pedalangan sunda Dewi Permoni katanya mantan istri Arjuna yang kemudian bertukar tubuh sama Dewi Uma yang jadi raksasi karena tidak puas punya suami manusia biasa kayak Arjuna tetapi pingin punya suami Dewa. Oleh Batara Guru kemudian Dewi Permoni dijodohin ke Batara Kala yg sama-sama berwujud raksasa. Konon setelah itu Dewi Permoni sering menyesali keputusannya bertukar tubuh &amp;amp; meninggalkan Arjuna sehingga kemudian sering membuat onar karena kepengen balik ke Arjuna. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3225688425252525829-2569970591469934265?l=clanmannax.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ClanMannaxDesaTamblangsingaraja-Bali/~4/_lsQGZY-Yy4" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ClanMannaxDesaTamblangsingaraja-Bali/~3/_lsQGZY-Yy4/batari-durga-pada-mulanya-bernama-dewi.html</link><author>noreply@blogger.com (Komang Aditya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://bp1.blogger.com/_yg_mnfPO4ZY/SCmK4S-tOZI/AAAAAAAAAPw/Ki3OayHpTII/s72-c/durga.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://clanmannax.blogspot.com/2008/05/batari-durga-pada-mulanya-bernama-dewi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3225688425252525829.post-1565235111994330345</guid><pubDate>Tue, 13 May 2008 12:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-13T05:33:42.861-07:00</atom:updated><title>Nilai Anak dalam Keluarga</title><description>&lt;div align="justify"&gt;SANG Hyang Candra trenggana pinaka dipa memadangi ri kalaning wengi, Sang Hyang Surya sedeng prebase pinake dipa memadangi ri bhumi mandala, Widya sastra sudharma dipanikanang tri bhuwana sumena prabaswara, Yan ring putera, suputera sadhu gunawan memadangi kula wandhu wandhana. Artinya: Bulan dan bintang sebagai pelita yang menerangi di malam hari, matahari yang sedang terbit sebagai pelita menerangi bhumi, ilmu pengetahuan dan sastra, sebagai pelita menerangi dunia secara sempurna. Di kalangan putera, putera utama (suputera) sebagai pelita menerangi seluruh keluarga. Dalam kehidupan sehari-hari, keluarga dan anak umumnya menjadi topik pembicaraan yang hangat apabila dua orang sahabat lama baru berjumpa. Jarang sekali dalam perjumpaan semacam itu antara dua orang sahabat membincangkan soal harta kekayaan, berapa punya mobil, berapa hektar punya tanah dan sebagainya. Mereka saling bertukar pengalaman membesarkan anak, cara menanamkan nilai-nilai agama, moral dan etika, menceritakan prestasi dan keunggulan anak mereka masing-masing. Hal tersebut membuktikan bahwa anak mempunyai nilai yang sangat amat penting dalam kehidupan seseorang atau suatu keluarga, melebihi nilai harta kekayaan. Nilai anak bagi orang tua dalam kehidupan sehari-hari dapat diketahui dari kenyataan bahwa anak menjadi tempat bersandar orang tua untuk mencurahkan cinta kasih yang tulus dan murni dan sebagai sumber kebahagiaan keluarga. Menurut ajaran agama Hindu, perkawinan bertujuan untuk memperoleh putera, terutama putera yang suputera (anak yang utama dan yang baik) untuk menyambung keturunannya. Nilai anak dalam tulisan ini dimaksudkan adalah peranan yang dimainkan oleh anak dalam kehidupan orang tua, saat orang tua masih hidup maupun setelah orang tua meninggal. Anak bagi orang tua yang masih hidup mempunyai peranan yang sangat strategis dari segi religius, sosial, ekonomi dan psikologis. Segi religius mengandung pengertian sebagai kewajiban membayar hutang kepada orang tua, karena dengan mempunyai anak, barulah segala macam kesulitan dan penderitaan yang pernah dialami orang tua dapat dirasakan. Segi sosial, anak terutama anak laki-laki yang sudah dewasa dapat menggantikan orang tuanya yang sudah lanjut usia untuk memenuhi kewajiban-kewajiban pada organisasi sosial keagamaan di masyarakat. Segi ekonomi, suami sebagai kepala keluarga bertanggung jawab untuk menghasilkan barang dan jasa yang akan dikonsumsi bersama. Kegiatan ini seringkali dibantu oleh istri dan anak-anak. Segi spikologis, disaat orang tua seharian bekerja tentu sangat melelahkan, namun rasa lelah itu akan terhapus dengan kehadiran anak yang sehat, lucu dan ceria. Dalam kitab Adiparwa diceritakan bahwa setelah mempunyai cuculah seseorang baru mencapai tujuan hidupnya, seperti diceritakan pertemuan si Jaratkaru dengan arwah leluhurnya yang hampir jatuh ke neraka. Pada pertemuan itu, arwah leluhurnya berkata: "Beginilah akibatknya mengapa saya putus hubungan dengan dunia atman, kini tergantung pada sebilah bambu, hampir jatuh ke neraka. Adanya sebilah bambu ini karena saya sebenarnya mempunyai seorang keturunan, Jaratkaru namanya, tetapi ia berkeinginan untuk tidak kawin (sukla brahmacari). Jaratkaru menjawab: "Ada jalan bagi tuan pergi ke sorga. Janganlah ragu dan takut, hamba akan berhenti menjalankan sukla brahmacari, hamba akan kawin dan memperoleh anak." Bila dikaji secara lebih mendalam seseorang yang telah mencapai tujuan hidupnya bukan semata-mata sudah memiliki keturunan (anak atau cucu), melainkan dalam konsep ajaran Suputra, seorang anak diharapkan mampu berpikir, berkata dan berbuat yang dapat membuat orang tua / keluarga bahagia lahir batin (gumawe sukanikang wwang atuha), baik orang tua yang masih hidup maupun orang tua yang sudah meninggal, sebagaimana yang diamanatkan "Di kalangan putera, putera utama (suputera) sebagai pelita menerangi seluruh keluarga&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3225688425252525829-1565235111994330345?l=clanmannax.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ClanMannaxDesaTamblangsingaraja-Bali/~4/vBot8NlB4go" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ClanMannaxDesaTamblangsingaraja-Bali/~3/vBot8NlB4go/nilai-anak-dalam-keluarga.html</link><author>noreply@blogger.com (Komang Aditya)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://clanmannax.blogspot.com/2008/05/nilai-anak-dalam-keluarga.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3225688425252525829.post-5671064236486703725</guid><pubDate>Sat, 10 May 2008 03:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-09T20:36:18.150-07:00</atom:updated><title>Agama Hindu</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia.&lt;br /&gt;Agama Hindu (&lt;/span&gt;&lt;a title="Bahasa Sanskerta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Sanskerta"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Bahasa Sanskerta&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;: Sanātana Dharma सनातन धर्म "Kebenaran Abadi"&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;), dan Vaidika-Dharma ("Pengetahuan Kebenaran") adalah sebuah &lt;/span&gt;&lt;a title="Agama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Agama"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;agama&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; yang berasal dari &lt;/span&gt;&lt;a title="Anak benua India" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Anak_benua_India"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;anak benua India&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;. Agama ini merupakan lanjutan dari agama Weda (&lt;/span&gt;&lt;a title="Brahmanisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Brahmanisme"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Brahmanisme&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;) yang merupakan kepercayaan bangsa Indo-Iran (&lt;/span&gt;&lt;a title="Arya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arya"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Arya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;). Agama ini diperkirakan muncul antara tahun 3102 SM sampai 1300 SM dan merupakan agama tertua di dunia yang masih bertahan hingga kini.&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; Agama ini merupakan agama ketiga terbesar di dunia setelah agama &lt;/span&gt;&lt;a title="Kristen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kristen"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Kristen&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;a title="Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Islam&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; dengan jumlah umat sebanyak hampir 1 &lt;/span&gt;&lt;a title="Milyar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Milyar"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;milyar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; jiwa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Penganut agama Hindu sebagian besar terdapat di &lt;/span&gt;&lt;a title="Anak benua India" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Anak_benua_India"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;anak benua India&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;. Di sini terdapat sekitar 90% penganut agama ini. Agama ini pernah tersebar di &lt;/span&gt;&lt;a title="Asia Tenggara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia_Tenggara"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Asia Tenggara&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; sampai kira-kira &lt;/span&gt;&lt;a title="Abad ke-15" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-15"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;abad ke-15&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, lebih tepatnya pada masa keruntuhan &lt;/span&gt;&lt;a title="Majapahit" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Majapahit"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Majapahit&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;. Mulai saat itu agama ini digantikan oleh agama Islam dan juga Kristen. Pada masa sekarang, mayoritas pemeluk agama Hindu di Indonesia adalah masyarakat &lt;/span&gt;&lt;a title="Bali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bali"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Bali&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, selain itu juga yang tersebar di pulau &lt;/span&gt;&lt;a title="Jawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Jawa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;a title="Lombok" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lombok"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Lombok&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, Kalimantan (Suku Dayak Kaharingan), Sulawesi (Toraja dan Bugis - Sidrap).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a name="Etimologi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Etimologi&lt;br /&gt;Dalam &lt;/span&gt;&lt;a title="Bahasa PeResia (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bahasa_PeResia&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;bahasa PeResia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, kata Hindu berakar dari kata &lt;/span&gt;&lt;a title="Sindhu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sindhu"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Sindhu&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; (&lt;/span&gt;&lt;a title="Bahasa Sanskerta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Sanskerta"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Bahasa Sanskerta&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;).&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Dalam &lt;/span&gt;&lt;a title="Regweda (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Regweda&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Regweda&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a title="Bangsa Arya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bangsa_Arya"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;bangsa Arya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; menyebut wilayah mereka sebagai Sapta Sindhu (wilayah dengan tujuh sungai di barat daya &lt;/span&gt;&lt;a title="Anak benua India" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Anak_benua_India"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;anak benua India&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, yang salah satu sungai tersebut bernama &lt;/span&gt;&lt;a title="Sungai Indus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sungai_Indus"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;sungai Indus&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;). Hal ini mendekati dengan kata Hapta-Hendu yang termuat dalam &lt;/span&gt;&lt;a title="Zend Avesta (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Zend_Avesta&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Zend Avesta&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; (Vendidad: Fargard 1.18) — sastra suci dari kaum &lt;/span&gt;&lt;a title="Zoroaster" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Zoroaster"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Zoroaster&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; di &lt;/span&gt;&lt;a title="Iran" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iran"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Iran&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;. Pada awalnya kata Hindu merujuk pada masyarakat yang hidup di wilayah &lt;/span&gt;&lt;a title="Sungai Sindhu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sungai_Sindhu"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;sungai Sindhu&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a id="Keyakinan_dalam_Hindu" name="Keyakinan_dalam_Hindu"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Keyakinan dalam Hindu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hindu seringkali dianggap sebagai &lt;/span&gt;&lt;a title="Agama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Agama"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;agama&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; yang beraliran &lt;/span&gt;&lt;a title="Politeisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Politeisme"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;politeisme&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; karena memuja banyak &lt;/span&gt;&lt;a title="Dewa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dewa"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Dewa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, namun tidaklah sepenuhnya demikian. Dalam agama Hindu, &lt;/span&gt;&lt;a title="Dewa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dewa"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Dewa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; bukanlah &lt;/span&gt;&lt;a title="Tuhan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tuhan"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Tuhan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; tersendiri. Menurut umat Hindu, Tuhan itu Maha Esa tiada duanya. Dalam salah satu ajaran &lt;/span&gt;&lt;a title="Filsafat Hindu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat_Hindu"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;filsafat Hindu&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a title="Adwaita (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Adwaita&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Adwaita Wedanta&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; menegaskan bahwa hanya ada satu kekuatan dan menjadi sumber dari segala yang ada (&lt;/span&gt;&lt;a title="Brahman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Brahman"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Brahman&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;), yang memanifestasikan diri-Nya kepada manusia dalam beragam bentuk.&lt;br /&gt;Dalam Agama Hindu ada lima keyakinan dan kepercayaan yang disebut dengan &lt;/span&gt;&lt;a title="Sradha" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sradha"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Pancasradha&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;. Pancasradha merupakan keyakinan dasar umat Hindu. Kelima keyakinan tersebut, yakni:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="Brahman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Brahman"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Widhi Tattwa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; – percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan segala aspeknya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="Atman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atman"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Atma Tattwa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; – percaya dengan adanya jiwa dalam setiap makhluk&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="Karmaphala" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karmaphala"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Karmaphala Tattwa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; – percaya dengan adanya hukum sebab-akibat dalam setiap perbuatan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="Samsara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Samsara"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Punarbhawa Tattwa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; – percaya dengan adanya proses kelahiran kembali (reinkarnasi)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="Moksa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Moksa"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Moksa Tattwa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; – percaya bahwa kebahagiaan tertinggi merupakan tujuan akhir manusia &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3225688425252525829-5671064236486703725?l=clanmannax.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ClanMannaxDesaTamblangsingaraja-Bali/~4/zYMvycVCp5s" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ClanMannaxDesaTamblangsingaraja-Bali/~3/zYMvycVCp5s/agama-hindu.html</link><author>noreply@blogger.com (Komang Aditya)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://clanmannax.blogspot.com/2008/05/agama-hindu.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3225688425252525829.post-1020483497188289733</guid><pubDate>Fri, 09 May 2008 04:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-08T21:11:20.342-07:00</atom:updated><title>Hukum Alam Tak Akan Pernah Berhenti</title><description>&lt;div align="justify"&gt;Yato va imani bhutani jayante. Yena jatani jivanti. Yatprasanty abhisam visanti. Tad vijinasasva, tad brahmeti ( Taittriya Upanisad III. 1)Artinya : Dari mana semua yang ada ini lahir. Dengan apa yang lahir ini hidup, kemana mereka masuk ketika kembali, ketahuilah, bahwa itu Tuhan.&lt;br /&gt;Atas semua itu, Tuhan mempunyai hukum tersendiri di luar kuasa hukum manusia, itulah hukum alam. Hukum ini di dalam Weda disebut Rta. Hukum alam tidak mampu ditentang manusia, sebab hukum ini sifatnya abadi dan berlaku universal.Bila manusia berhadapan dengan hukum alam, maka manusia hanya dapat bertahan, tetapi tidak kuasa melawannya. Hal itu disebabkan kemampuan manusia sangat terbatas untuk bertahan terhadap hukum alam, dan pertahanannya bersifat sementara. Apabila tenaga manusia telah habis, maka kembali manusia di bawah kuasa hukum ini. Siapakah yang kuasa atas hukum alam ini, jawabannya hanya satu yaitu Tuhan. Karena kekuasaan Tuhan atas hukum alam inilah Tuhan disebutkan sebagai Rtawan. Jadi, semua kehendak Tuhan, manusia dan seluruh alam ini tidak mampu membantahnya. Bila manusia lapar, manusia hanya bisa menahan lapar, tetapi tidak kuasa menghilangkan lapar tanpa makan. Untuk serasi dengan hukum alam, maka manusia harus makan yang patut dimakan. Jika manusia tidak makan, maka ia kena hukum lapar sehingga jatuh sakit. Lapar itu hukum alam yang tidak kuasa dibantah. Bagaimana pun hebatnya manusia itu, apakah ia seorang sakti mandraguna, berkuasa, berwibawa semuanya tunduk dengan hukum lapar itu. Tidak pernah disaksikan seorang manusia yang sakti, seorang, manusia sebagai pemimpin yang berkuasa atas semua benua, dia tidak pernah lapar dan tidak makan. Demikian juga dengan hukum alam yang disebut Tsunami itu. Manusia tidak kuasa melawannya. Jika Tuhan menghendaki terjadinya Tsunami dan menerjang kampung, kota, bangunan dengan segala isinya, maka tidak ada kekuatan manusia yang mampu manandingi ganasnya gelombang pasang dahsyat menerpa alam.Manusia harus sadar bahwa Tuhan sebagai pencipta, pemelihara dan pelebur alam ini selalu berjalan tanpa pernah berhenti. Di dalam konsep Bhagawagita, Tuhan tidak pernah berhenti berkerja dan tidak pernah akan berhenti. Sedetik saja Tuhan berhenti berkerja, maka alam raya ini akan hancur lebur, termasuk melebur alam ini dengan bencana alam.Hukum alam telah mengatur semua alam ini di bawah kuasa Tuhan. Tuhan di dalam Mandukya Upanisad I.7. diibaratkan seperti laba-laba yang mengeluarkan dan menarik benangnya (yathorna nabhih srjate ghaanate ca). Demikianlah alam ini ini muncul dan kembali ke asalnya ( sangkan Paraning dumadi ). Beliaulah asal semua yang ada ini dan kepada-Nya-lah semua ini kembali.Bencana alam seperti Tsunami adalah proses Tuhan mengembalikan ( melebur ) alam ke asalnya, sebab di dunia ini semuanya dibatasi oleh waktu yang ditentukan Tuhan. Di dunia ini semua ciptaan Tuhan melalui proses Trikona (utpati, stiti, dan pralina ). Lalu apakah yang harus dilakukan manusia ketika terjadi proses ini, apakah hanya pasrah? Kepasrahan saja tidak menyelesaikan masalah, namun yang harus dilakukan manusia harus ‘mulat sarira’ bahwa kematian itu tidak ada yang bisa menebaknya dan di dunia ini yang selalu dipupuk adalah perbuatan baik (subha karma ) yang membawa keharmonisan bagi diri sendiri dan juga orang lain. Melalui perbuatan itulah manusia yang selamat dari amukan bencana, harus tergerak hatinya untuk membantu saudara-saudaranya yang menjadi korban keganasan alam itu. Tsunami bukanlah hukuman Tuhan, tetapi Tsunami adalah proses alam semesta yang digerakan oleh hukum alam.Maka, manusia yang dahulunya telah menanamkan karma baik sebelum mengalami kematian, niscaya akan membuahkan karma yang baik. Bagaimana halnya dengan manusia yang lebih dahulu meninggal dan belum sempat berbuat baik? Itulah yang patut dipikirkan oleh manusia yang masih hidup agar tidak menteladaninya. Dalam konsep Hindu hidup ini hanyalah sementara saja ( kadi kedeping kilat ), bagai kilatan petir hanya sebentar. Sangat sayang apabila tidak dipergunakan untuk memperbaiki hidup. Termasuk membantu sesama, seperti jalan yang diamanatkan dalam kitab suci Weda sebagai jalan mulia dilandasi Dharma (anresangsya muktianing Dharma). Dengan peduli dan mendahulukan kepentingan kemanusiaan, manusia telah menanam buah karma yang baik dan akan dipetik oleh si penanam itu sesuai dengan kadar ketulusan atau keiklasannya saat memberikan bantuan.Semoga semua atma mereka yang meninggal akibat bencana alam diterima di haribaan Tuhan sesuai dengan karmanya masing-masing.OM Swargantu, moksantu, sunyantu, murcantu ya namah swaha. N Ketua PHDI Bali Made Sudiana&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3225688425252525829-1020483497188289733?l=clanmannax.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ClanMannaxDesaTamblangsingaraja-Bali/~4/exBZ4ek15c4" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ClanMannaxDesaTamblangsingaraja-Bali/~3/exBZ4ek15c4/hukum-alam-tak-akan-pernah-berhenti.html</link><author>noreply@blogger.com (Komang Aditya)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://clanmannax.blogspot.com/2008/05/hukum-alam-tak-akan-pernah-berhenti.html</feedburner:origLink></item></channel></rss>

