<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><!-- generator="wordpress/2.2.1" --><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">
<channel>
	<title>Comments for HypnoParenting.com - Pusat Terapi Keluarga</title>
	<link>http://www.hypnoparenting.com/id</link>
	<description>Pusat Terapi Keluarga</description>
	<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 09:39:00 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2.1</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/CommentsForHypnoparentingcom" type="application/rss+xml" /><feedburner:browserFriendly></feedburner:browserFriendly><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><item>
		<title>Comment on Inikah nasib semua Ibu Rumah Tangga ? by “Menjadi Ibu” « Egoiste Rinda</title>
		<link>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/inikah-nasib-semua-ibu-rumah-tangga/#comment-307</link>
		<author>“Menjadi Ibu” « Egoiste Rinda</author>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2008 14:08:17 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/inikah-nasib-semua-ibu-rumah-tangga/#comment-307</guid>
		<description>[...] Inikah nasib semua Ibu Rumah Tangga ? Oleh sukarto July 12, 2007 Sumber Cerita : Aku Baik-Baik Saja - Buku Chicken Soup for the Parent’s Soul Menjadi ibu adalah pengalaman paling penuh emosi dalam hidup seseorang. Seorang ibu menjadi anggota semacam mafia wanita - Janet Suzman Rumah berantakan, piring-piring kotor.Aku terlalu tua untuk ini, umurku tiga puluh lebih !Mobil tidak bersih, rambutku kusut,Dan aku sudah membelanjakan uang belanja minggu depan. Pakaian kotor harus dicuci, anak-anak terlalu jorok,Dan aku tak pernah punya waktu santai untuk berandai-andai.Untuk semua pekerjaanku, waktuku tidak pernah cukup,Pekerjaan tak pernah selesai, selalu ada yang belum beres. Aku mengaca dan apa yang kulihat ?Seorang wanita asing bertampang kusut, dimanakah diriku dulu yang cantik ?Semakin bergegas aku, semakin ketinggalan aku.Hari ini adalah esok, dan aku belum bisa mengejarnya. Anak-anakku cepat menjadi besar,Aku merindukan masa kanak-kanak mereka yang hilang demi adu cepat itu.Aku bekerja dan membersihkan rumah dan memasak, dan aku berkata“Belajar dan bersihkan kamar kalian !” tak ada waktu untuk bermain. Yah, entah mengapa, Tuhan memilih AKU untuk mengasuh tiga anak-anakNYA ini ?Aku hanya seorang manusia dan seorang ibu rumah tangga, tapi kenyataannya aku ini juga seorang sopir, koki, tukang kebun, guru, wasit dari pertengkaran anakku dan perawat yang pandai menyembuhkan luka. Kadang-kadang, aku lupa bahwa jauh di dalam diriku,Ada seorang wanita dengan bermacam-macam perasaan dan tadi malam,wanita itu menangis.Dia lelah, kesepian dan merasa tidak dihargai.Dia ingin melihat bunga mekar dari biji yang ditanamnya. Kemudian di tengah kekacauan dalam kecepatan y ang membingungkan,Anak-anakku memandangku dan tepat ketika aku membutuhkannya,mereka berkata “Ibu, aku sayang ibu” dan … aku merasa BAIK-BAIK SAJA ! [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[&#8230;] Inikah nasib semua Ibu Rumah Tangga ? Oleh sukarto July 12, 2007 Sumber Cerita : Aku Baik-Baik Saja - Buku Chicken Soup for the Parent’s Soul Menjadi ibu adalah pengalaman paling penuh emosi dalam hidup seseorang. Seorang ibu menjadi anggota semacam mafia wanita - Janet Suzman Rumah berantakan, piring-piring kotor.Aku terlalu tua untuk ini, umurku tiga puluh lebih !Mobil tidak bersih, rambutku kusut,Dan aku sudah membelanjakan uang belanja minggu depan. Pakaian kotor harus dicuci, anak-anak terlalu jorok,Dan aku tak pernah punya waktu santai untuk berandai-andai.Untuk semua pekerjaanku, waktuku tidak pernah cukup,Pekerjaan tak pernah selesai, selalu ada yang belum beres. Aku mengaca dan apa yang kulihat ?Seorang wanita asing bertampang kusut, dimanakah diriku dulu yang cantik ?Semakin bergegas aku, semakin ketinggalan aku.Hari ini adalah esok, dan aku belum bisa mengejarnya. Anak-anakku cepat menjadi besar,Aku merindukan masa kanak-kanak mereka yang hilang demi adu cepat itu.Aku bekerja dan membersihkan rumah dan memasak, dan aku berkata“Belajar dan bersihkan kamar kalian !” tak ada waktu untuk bermain. Yah, entah mengapa, Tuhan memilih AKU untuk mengasuh tiga anak-anakNYA ini ?Aku hanya seorang manusia dan seorang ibu rumah tangga, tapi kenyataannya aku ini juga seorang sopir, koki, tukang kebun, guru, wasit dari pertengkaran anakku dan perawat yang pandai menyembuhkan luka. Kadang-kadang, aku lupa bahwa jauh di dalam diriku,Ada seorang wanita dengan bermacam-macam perasaan dan tadi malam,wanita itu menangis.Dia lelah, kesepian dan merasa tidak dihargai.Dia ingin melihat bunga mekar dari biji yang ditanamnya. Kemudian di tengah kekacauan dalam kecepatan y ang membingungkan,Anak-anakku memandangku dan tepat ketika aku membutuhkannya,mereka berkata “Ibu, aku sayang ibu” dan … aku merasa BAIK-BAIK SAJA ! [&#8230;]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on DVD502 - Tangki Cinta Anak by Apa Bahasa Cinta Anak Anda ? | PAUD SERUNI OnTheNet</title>
		<link>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/dvd502-tangki-cinta-anak/#comment-306</link>
		<author>Apa Bahasa Cinta Anak Anda ? | PAUD SERUNI OnTheNet</author>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 07:38:04 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/dvd502-tangki-cinta-anak/#comment-306</guid>
		<description>[...] saya sudah menjelaskan secara detil mengenai bahasa cinta ini di DVD Tangki Cinta Anak Saya akan menjelaskan bahasa cinta ini satu per satu lebih detil dalam artikel-artikel [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[&#8230;] saya sudah menjelaskan secara detil mengenai bahasa cinta ini di DVD Tangki Cinta Anak Saya akan menjelaskan bahasa cinta ini satu per satu lebih detil dalam artikel-artikel [&#8230;]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Apa Yang Salah Dengan Diri Saya ? by Rinda Puspasari</title>
		<link>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/apa-yang-salah-dengan-diri-saya/#comment-305</link>
		<author>Rinda Puspasari</author>
		<pubDate>Mon, 17 Mar 2008 07:25:29 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/apa-yang-salah-dengan-diri-saya/#comment-305</guid>
		<description>Saya sependapat dengan pak Ariesandi. Saya mungkin belum punya pengalaman dalam mendidik anak, karena anak saya masih 5 bulan. Tapi untuk pengalaman saya sebagai anak, saya juga pernah mengalami perasaan "tertekan" itu.
Kadang kita orangtua hanya berfokus pada keinginan kita dalam mendidik anak, sampai harapannya tercapai dan lebih sering mengabaikan ataupun menyepelekan apa yang ada dalam hati dan perasaan anak. Menganggap orangtua lebih tahu banyak asam garam dalam mendidik dan juga tentang hidup, akibatnya anak menjadi tertekan. Tertekan karena tak bisa berbuat apa-apa. Dia ingin melawan namun tak tahu caranya harus bagaimana. Tindakannya menuruti perintah orangtua tidak sesuai dengan apa yang ada dalam pikiran dan hatinya. Akhirnya karena perasaannya tak pernah dapat tanggapan dari orangtuanya, anak menjadi konflik. Konflik memang bisa dalam berbagai bentuk, ada yang menjadi mulai berani berbohong, rewel, nakal ataupun bermasalah dalam pelajaran. Anak sebenarnya sama seperti kita orangtua, kita perlu mengungkapkan suatu perasaan apalagi bila itu berupa sebuah emosi negatif yang harusnya kita coba tanggapi dan bantu untuk memecahkan.Seperti halnya istilah "curhat" kepada sahabat atau teman pada jaman sekarang, nah anak kecil pun perlu curhat, namun mereka tidak tau caranya, oleh karenanya kita perlu mengarahkan atau membantu mereka melepaskan unek-unek atau perasaannya. Dengan begitu kita bisa menjadi "teman" bagi mereka.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sependapat dengan pak Ariesandi. Saya mungkin belum punya pengalaman dalam mendidik anak, karena anak saya masih 5 bulan. Tapi untuk pengalaman saya sebagai anak, saya juga pernah mengalami perasaan &#8220;tertekan&#8221; itu.<br />
Kadang kita orangtua hanya berfokus pada keinginan kita dalam mendidik anak, sampai harapannya tercapai dan lebih sering mengabaikan ataupun menyepelekan apa yang ada dalam hati dan perasaan anak. Menganggap orangtua lebih tahu banyak asam garam dalam mendidik dan juga tentang hidup, akibatnya anak menjadi tertekan. Tertekan karena tak bisa berbuat apa-apa. Dia ingin melawan namun tak tahu caranya harus bagaimana. Tindakannya menuruti perintah orangtua tidak sesuai dengan apa yang ada dalam pikiran dan hatinya. Akhirnya karena perasaannya tak pernah dapat tanggapan dari orangtuanya, anak menjadi konflik. Konflik memang bisa dalam berbagai bentuk, ada yang menjadi mulai berani berbohong, rewel, nakal ataupun bermasalah dalam pelajaran. Anak sebenarnya sama seperti kita orangtua, kita perlu mengungkapkan suatu perasaan apalagi bila itu berupa sebuah emosi negatif yang harusnya kita coba tanggapi dan bantu untuk memecahkan.Seperti halnya istilah &#8220;curhat&#8221; kepada sahabat atau teman pada jaman sekarang, nah anak kecil pun perlu curhat, namun mereka tidak tau caranya, oleh karenanya kita perlu mengarahkan atau membantu mereka melepaskan unek-unek atau perasaannya. Dengan begitu kita bisa menjadi &#8220;teman&#8221; bagi mereka.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Anak Saya Kurang Bisa Berkonsentrasi by sumartoto</title>
		<link>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/kurang-konsentrasi/#comment-304</link>
		<author>sumartoto</author>
		<pubDate>Mon, 17 Mar 2008 06:19:00 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/kurang-konsentrasi/#comment-304</guid>
		<description>Assalamu 'alaikum wr wb..
Anak saya kelas 3 SMP saat ini, dia susah sekali jika untuk konsentrasi dalam belajar, dan nilai dia sangat buruk, kami orangtua stress menghadapi dia. dan tidak tahu bagaimana solusinya, kami sudah coba ke phsycologi, dan dites IQ ternyata IQnya diatas normal..Bagaimana caranya agar bisa hipnotis dia agar bisa konsentrasi belajar dan nilainya jadi baik...Saya tinggal di jogja, apabila dikota saya ada ...tolong berikan alamat atau solusinya....Atas tanggapannya, saya sampaikan terima kasih yang tak terhingga.
Wassalam.
Orangtua yg kebingungan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu &#8216;alaikum wr wb..<br />
Anak saya kelas 3 SMP saat ini, dia susah sekali jika untuk konsentrasi dalam belajar, dan nilai dia sangat buruk, kami orangtua stress menghadapi dia. dan tidak tahu bagaimana solusinya, kami sudah coba ke phsycologi, dan dites IQ ternyata IQnya diatas normal..Bagaimana caranya agar bisa hipnotis dia agar bisa konsentrasi belajar dan nilainya jadi baik&#8230;Saya tinggal di jogja, apabila dikota saya ada &#8230;tolong berikan alamat atau solusinya&#8230;.Atas tanggapannya, saya sampaikan terima kasih yang tak terhingga.<br />
Wassalam.<br />
Orangtua yg kebingungan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Inikah nasib semua Ibu Rumah Tangga ? by kamilia</title>
		<link>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/inikah-nasib-semua-ibu-rumah-tangga/#comment-303</link>
		<author>kamilia</author>
		<pubDate>Sat, 15 Mar 2008 13:04:03 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/inikah-nasib-semua-ibu-rumah-tangga/#comment-303</guid>
		<description>membaca artikel tersebut serasa mewakili perasaan semua ibu rumah tangga, rencana-rencana seorang ibu yang terpaksa pending karena alasan anak dan keluarga, terkesan klise sepertinya, tapi kadang hal tersebut begitu membuat tertekan bagi seorang ibu yang ingin mengejar rencana-rencana tersebut, akan tetapi ada kebahagiaan tersendiri ketika melihat anak-anak terurus, sehat dan perhatian suami, meski itu hanya ucapan "dik masakanmu enak.."melihat begitu lahapnya mereka makan. thanks for this article...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>membaca artikel tersebut serasa mewakili perasaan semua ibu rumah tangga, rencana-rencana seorang ibu yang terpaksa pending karena alasan anak dan keluarga, terkesan klise sepertinya, tapi kadang hal tersebut begitu membuat tertekan bagi seorang ibu yang ingin mengejar rencana-rencana tersebut, akan tetapi ada kebahagiaan tersendiri ketika melihat anak-anak terurus, sehat dan perhatian suami, meski itu hanya ucapan &#8220;dik masakanmu enak..&#8221;melihat begitu lahapnya mereka makan. thanks for this article&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Inikah nasib semua Ibu Rumah Tangga ? by Rinda Puspasari</title>
		<link>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/inikah-nasib-semua-ibu-rumah-tangga/#comment-301</link>
		<author>Rinda Puspasari</author>
		<pubDate>Wed, 12 Mar 2008 08:01:32 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/inikah-nasib-semua-ibu-rumah-tangga/#comment-301</guid>
		<description>..."Pakaian kotor harus dicuci, anak-anak terlalu jorok,
Dan aku tak pernah punya waktu santai untuk berandai-andai.
Untuk semua pekerjaanku, waktuku tidak pernah cukup,
Pekerjaan tak pernah selesai, selalu ada yang belum beres.

Aku mengaca dan apa yang kulihat ?
Seorang wanita asing bertampang kusut, dimanakah diriku dulu yang cantik ?
Semakin bergegas aku, semakin ketinggalan aku.
Hari ini adalah esok, dan aku belum bisa mengejarnya."...


Apakah cerita diatas benar merupakan ungkapan jujur dari seorang ibu?Setelah saya membacanya, seolah mewakili seluruh rasa yang saya rasa selama ini. Saya ibu baru dengan bayi berusia 4 bulan. Melepaskan karir dan memilih tanpa bantuan orangtua,pembantu atau pengasuh saya menangani seluruh kegiatan dan peran saya sebagai istri dan ibu. Memastikan seluruhnya sesempurna mungkin bagi suami dan anak saya. 
Namun,selama ini saya selalu mengira saya bukanlah ibu yang baik karena perasaan-perasaan seperti di atas itu kerap muncul dibenak saya. Atas segala perasaan saya itu, banyak yang bilang saya mengalami baby blues-lah, tidak siap jadi ibu-lah, egois-lah,harus menerima konsekuensi menjadi istri dan ibu tanpa harus punya pikiran seperti itu. 

Mengapa tidak banyak saya mendengar seperti ungkapan perasaan diatas? Salahkah?Dosakah?

Menurut saya dengan mengungkapkan perasaan itu, saya hanya ingin jujur dan tidak terus menerus membohongi diri atau sekedar menghibur diri dengan, pikiran-pikiran, menjadi ibu dan istri adalah tugas mulia, atau.."semua akan sirna tatkala melihat wajah damai anak-anak dalam lelap tidurnya, sentuhan lembut suami di akhir hari.." .

Dan sekarang saya mengetahui, adalah hal yang manusiawi bila saya mengungkapkan pikiran diatas, tanpa harus merasa bersalah atau seolah saya tidak mencintai keluarga atau diri saya sebagai ibu dan juga istri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8230;&#8221;Pakaian kotor harus dicuci, anak-anak terlalu jorok,<br />
Dan aku tak pernah punya waktu santai untuk berandai-andai.<br />
Untuk semua pekerjaanku, waktuku tidak pernah cukup,<br />
Pekerjaan tak pernah selesai, selalu ada yang belum beres.</p>
<p>Aku mengaca dan apa yang kulihat ?<br />
Seorang wanita asing bertampang kusut, dimanakah diriku dulu yang cantik ?<br />
Semakin bergegas aku, semakin ketinggalan aku.<br />
Hari ini adalah esok, dan aku belum bisa mengejarnya.&#8221;&#8230;</p>
<p>Apakah cerita diatas benar merupakan ungkapan jujur dari seorang ibu?Setelah saya membacanya, seolah mewakili seluruh rasa yang saya rasa selama ini. Saya ibu baru dengan bayi berusia 4 bulan. Melepaskan karir dan memilih tanpa bantuan orangtua,pembantu atau pengasuh saya menangani seluruh kegiatan dan peran saya sebagai istri dan ibu. Memastikan seluruhnya sesempurna mungkin bagi suami dan anak saya.<br />
Namun,selama ini saya selalu mengira saya bukanlah ibu yang baik karena perasaan-perasaan seperti di atas itu kerap muncul dibenak saya. Atas segala perasaan saya itu, banyak yang bilang saya mengalami baby blues-lah, tidak siap jadi ibu-lah, egois-lah,harus menerima konsekuensi menjadi istri dan ibu tanpa harus punya pikiran seperti itu. </p>
<p>Mengapa tidak banyak saya mendengar seperti ungkapan perasaan diatas? Salahkah?Dosakah?</p>
<p>Menurut saya dengan mengungkapkan perasaan itu, saya hanya ingin jujur dan tidak terus menerus membohongi diri atau sekedar menghibur diri dengan, pikiran-pikiran, menjadi ibu dan istri adalah tugas mulia, atau..&#8221;semua akan sirna tatkala melihat wajah damai anak-anak dalam lelap tidurnya, sentuhan lembut suami di akhir hari..&#8221; .</p>
<p>Dan sekarang saya mengetahui, adalah hal yang manusiawi bila saya mengungkapkan pikiran diatas, tanpa harus merasa bersalah atau seolah saya tidak mencintai keluarga atau diri saya sebagai ibu dan juga istri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Seminar 3 Feb 2007 di Novotel Surabaya by tollah</title>
		<link>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/seminar-3-feb-2007-di-novotel-surabaya/#comment-300</link>
		<author>tollah</author>
		<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 04:37:53 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/seminar-3-feb-2007-di-novotel-surabaya/#comment-300</guid>
		<description>kami sangat terima kasih sekali dengan adanya artikel dari hypnoparenting ini. Selanjutnya mohon artikel-artikel tentang cara mendidik anak saat prenatal di muat dong?sebelumnya terimaksih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kami sangat terima kasih sekali dengan adanya artikel dari hypnoparenting ini. Selanjutnya mohon artikel-artikel tentang cara mendidik anak saat prenatal di muat dong?sebelumnya terimaksih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Apa Yang Salah Dengan Diri Saya ? by edi</title>
		<link>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/apa-yang-salah-dengan-diri-saya/#comment-299</link>
		<author>edi</author>
		<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 00:48:08 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/apa-yang-salah-dengan-diri-saya/#comment-299</guid>
		<description>Kasus yang dialami ibu An, mirip-mirip dengan anak saya (juga kelas 1). Terkadang jika dipanggil, bergaya santai seolah gak mendengar dan mulai berani berbohong. Mamanya sudah nggak bisa ngadepin lagi, tetapi kemarin saya coba meminta pendapatnya tentang apa maunya supaya dia selalu jujur dan bagaimana seharusnya orang tua bersikap ke dia. Setelah dia jawab, saya coba turuti kemauannya. Setiap ada apa-apa di sekolah saya coba cross chek ke guru dan teman-temannya,  e e e baru seminggu jalan dengan baik (dia jujur dan konsentrasi), sekarang kok balik lagi penyakitnya??? Pusing juga saya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kasus yang dialami ibu An, mirip-mirip dengan anak saya (juga kelas 1). Terkadang jika dipanggil, bergaya santai seolah gak mendengar dan mulai berani berbohong. Mamanya sudah nggak bisa ngadepin lagi, tetapi kemarin saya coba meminta pendapatnya tentang apa maunya supaya dia selalu jujur dan bagaimana seharusnya orang tua bersikap ke dia. Setelah dia jawab, saya coba turuti kemauannya. Setiap ada apa-apa di sekolah saya coba cross chek ke guru dan teman-temannya,  e e e baru seminggu jalan dengan baik (dia jujur dan konsentrasi), sekarang kok balik lagi penyakitnya??? Pusing juga saya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Seminar Jakarta : Rahasia Membuat Anak Ketagihan Belajar by Lusi</title>
		<link>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/seminar-jakarta-rahasia-membuat-anak-ketagihan-belajar/#comment-298</link>
		<author>Lusi</author>
		<pubDate>Tue, 26 Feb 2008 16:41:49 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/seminar-jakarta-rahasia-membuat-anak-ketagihan-belajar/#comment-298</guid>
		<description>Kapan diadakan lg seminar spt ini?dan adakah terapis spt ini di jakarta yg menerima klien?dan adakah jg layanan spt konsultasi pernikahan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kapan diadakan lg seminar spt ini?dan adakah terapis spt ini di jakarta yg menerima klien?dan adakah jg layanan spt konsultasi pernikahan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Inikah nasib semua Ibu Rumah Tangga ? by Harijanto, H.</title>
		<link>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/inikah-nasib-semua-ibu-rumah-tangga/#comment-297</link>
		<author>Harijanto, H.</author>
		<pubDate>Fri, 22 Feb 2008 04:03:34 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/inikah-nasib-semua-ibu-rumah-tangga/#comment-297</guid>
		<description>Bila kita hitung-hitung, berapa kilometer perjalanan sang ibu tiap hari di rumah ? Bolak balik dari dapur - cuci - km tidur - belanja - anak kencing - njemur pakaian - nyiapin makan - dst. Kalau niat itu dilakukan lillahi ta'ala, insya Allah itu termasuk salah satu jihad fi sabilillah. Memang terkadang pula muncul ucapan yang emosional yang tidak disadari. Namun itulah variasi hidup. Peran mulianya luar biasa. Suami kadang cuma marah-marah minta dilayani trima matengnya. Kemuliaan ibu 3 x bapak. Perasaannya 9 x perasaan bapak. Di telapak kakinya ada surga. Tapi kenapa di neraka banyak ibu-ibu ? Ibu yang mana ? Semoga bukan ibu-ibu kita dan bukan ibu pertiwi. Ibu jari kali. Wassalam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bila kita hitung-hitung, berapa kilometer perjalanan sang ibu tiap hari di rumah ? Bolak balik dari dapur - cuci - km tidur - belanja - anak kencing - njemur pakaian - nyiapin makan - dst. Kalau niat itu dilakukan lillahi ta&#8217;ala, insya Allah itu termasuk salah satu jihad fi sabilillah. Memang terkadang pula muncul ucapan yang emosional yang tidak disadari. Namun itulah variasi hidup. Peran mulianya luar biasa. Suami kadang cuma marah-marah minta dilayani trima matengnya. Kemuliaan ibu 3 x bapak. Perasaannya 9 x perasaan bapak. Di telapak kakinya ada surga. Tapi kenapa di neraka banyak ibu-ibu ? Ibu yang mana ? Semoga bukan ibu-ibu kita dan bukan ibu pertiwi. Ibu jari kali. Wassalam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
