<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">
<channel>
	<title>Comments for Seputar Dunia Teknik Sipil</title>
	
	<link>http://duniatekniksipil.web.id</link>
	<description>Obrolan ringan seputar dunia struktur sipil</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Sep 2010 11:52:47 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/CommentsForSeputarDuniaTeknikSipil" /><feedburner:info uri="commentsforseputarduniatekniksipil" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><item>
		<title>Comment on Beamax – Analisis Balok Sederhana Yang Sangat Praktis by Iwan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/CommentsForSeputarDuniaTeknikSipil/~3/DBiykPaaVBo/</link>
		<dc:creator>Iwan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 00:00:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://duniatekniksipil.web.id/?p=1165#comment-981</guid>
		<description>Haturnuhun Juragan atas infonya.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Haturnuhun Juragan atas infonya&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://duniatekniksipil.web.id/1165/beamax-analisis-balok-sederhana-yang-sangat-praktis/#comment-981</feedburner:origLink></item>
	<item>
		<title>Comment on Tanya Jawab : Pelat Stiffener dan Pengaku Lateral pada ETABS by Budi</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/CommentsForSeputarDuniaTeknikSipil/~3/yPTwJ7nREGA/</link>
		<dc:creator>Budi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Sep 2010 02:07:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.duniatekniksipil.web.id/?p=722#comment-980</guid>
		<description>Selamat pagi,

Mohon penjelasan agan yang baik, saya Budi  dari bengkel las ada yang minta dibuatkan kandang sapi dengan kuda-kuda baja WF 150 sementara gordeng nanti pakai CNP 125 dan atap dari asbes gelombang biar tidak karat tiang 4 meter dibawah pakai kolom dan disambung 2 m ketasa dengan wf 200.

Lokasi tanah padat dengan ukuran total lebar 36 m' dengan jarak kolom ke kolom 6 m'  tinggi kuda-kua lebih kurang  4m (atau sebaiknya berapa agar aman)

Titik asa NOC ke tiang berjarak 15 m' sedangkan , jadi ada over stek menggantung lebih kurang 3 m. Menginta keterbatasan dana owner hanya ingin model wf 150. Yang saya tanyakan bagaimana model connection spand tersebut kalau numpang diatas tiang WF 200 jadi memikul bukan menempel di saping w 200 kuat tidak ? sehingga span WF 150 saya sambung langsung dari noc sampai over stek 19 m' 

Terima kasih banyak penjelasanya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat pagi,</p>
<p>Mohon penjelasan agan yang baik, saya Budi  dari bengkel las ada yang minta dibuatkan kandang sapi dengan kuda-kuda baja WF 150 sementara gordeng nanti pakai CNP 125 dan atap dari asbes gelombang biar tidak karat tiang 4 meter dibawah pakai kolom dan disambung 2 m ketasa dengan wf 200.</p>
<p>Lokasi tanah padat dengan ukuran total lebar 36 m&#8217; dengan jarak kolom ke kolom 6 m&#8217;  tinggi kuda-kua lebih kurang  4m (atau sebaiknya berapa agar aman)</p>
<p>Titik asa NOC ke tiang berjarak 15 m&#8217; sedangkan , jadi ada over stek menggantung lebih kurang 3 m. Menginta keterbatasan dana owner hanya ingin model wf 150. Yang saya tanyakan bagaimana model connection spand tersebut kalau numpang diatas tiang WF 200 jadi memikul bukan menempel di saping w 200 kuat tidak ? sehingga span WF 150 saya sambung langsung dari noc sampai over stek 19 m&#8217; </p>
<p>Terima kasih banyak penjelasanya.</p>
]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://duniatekniksipil.web.id/722/tanya-jawab-pelat-stiffener-dan-pengaku-lateral-pada-etabs/#comment-980</feedburner:origLink></item>
	<item>
		<title>Comment on Desain Balok Beton Bertulang (2) by Agung</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/CommentsForSeputarDuniaTeknikSipil/~3/ymzn-2iP2hc/</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 03:57:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://duniatekniksipil.wordpress.com/?p=276#comment-979</guid>
		<description>d=597 mm
b=500 mm
fys=235 MPa
fc'=30.326 MPa
phi=0.75
Vu=129142.166 N

ini sy coba hitung sesuai petunjuk dari Kang Admin
phiVc = 0.75*1/6*fc'^0.5*b*d = 205476.38 N
0.5phiVc = 102738.19 N ----&gt; Vu&gt;0.5phiVc
bd/3 = 99500 (satuannya apa ya? sy asume N aja, haha..) ---&gt; Vu&gt;bd/3
setelah ini sy coba hitung Vs dengan prosedur 3.2
Vs = (Vu - phiVc)/phi ----&gt; hasilnya mineus (negatif.red) Kang..
setelah itu saya berhenti menghitung Kang :D (stuck mode:on)

ini hasil summary details dr SAP nya (ordinary)
Vu=129142.166 N
PhiVc=204740.654 N
PhiVn=281918.85 N
PhiVs=77178.196 N

mohon pencerahannya Kang Admin..
hatur nuhun Kang...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>d=597 mm<br />
b=500 mm<br />
fys=235 MPa<br />
fc&#8217;=30.326 MPa<br />
phi=0.75<br />
Vu=129142.166 N</p>
<p>ini sy coba hitung sesuai petunjuk dari Kang Admin<br />
phiVc = 0.75*1/6*fc&#8217;^0.5*b*d = 205476.38 N<br />
0.5phiVc = 102738.19 N &#8212;-&gt; Vu&gt;0.5phiVc<br />
bd/3 = 99500 (satuannya apa ya? sy asume N aja, haha..) &#8212;&gt; Vu&gt;bd/3<br />
setelah ini sy coba hitung Vs dengan prosedur 3.2<br />
Vs = (Vu &#8211; phiVc)/phi &#8212;-&gt; hasilnya mineus (negatif.red) Kang..<br />
setelah itu saya berhenti menghitung Kang :D (stuck mode:on)</p>
<p>ini hasil summary details dr SAP nya (ordinary)<br />
Vu=129142.166 N<br />
PhiVc=204740.654 N<br />
PhiVn=281918.85 N<br />
PhiVs=77178.196 N</p>
<p>mohon pencerahannya Kang Admin..<br />
hatur nuhun Kang&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://duniatekniksipil.web.id/276/desain-balok-beton-bertulang-2/#comment-979</feedburner:origLink></item>
	<item>
		<title>Comment on Desain Balok Beton Bertulang (2) by admin</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/CommentsForSeputarDuniaTeknikSipil/~3/1DKpb8OEbp4/</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 11:44:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://duniatekniksipil.wordpress.com/?p=276#comment-978</guid>
		<description>ooo.. ada kesalahpahaman di sini.
Vn itu belum tentu sama dengan Vu/phi. 

Kalo kasus ordinary, SAP2000 ngitungnya gini (kalo ga salah)
- hitung phi*Vc
- jika Vu lebih kecil dari 0.5*phi*Vc, maka Vs = 0. Kalo Vs = 0, Vn = Vc. Sementara Vu &lt; 0.5phiVc atau Vu &lt; 0.5phiVn
- jika Vu lebih besar dari 0.5*phi*Vc, tapi lebih kecil dari b*d/3, maka gunakan tulangan minimum. Trus hitung Vs, kemudian Vn = Vs + Vc. Bisa dipastikan juga phi*Vn tidak sama dengan Vu
- selain kasus di atas, Vu akan sama dengan phi*Vn

(kalau masih penasaran, silahkan dipost angka-angka Vu, Vc, dan Vs nya)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ooo.. ada kesalahpahaman di sini.<br />
Vn itu belum tentu sama dengan Vu/phi. </p>
<p>Kalo kasus ordinary, SAP2000 ngitungnya gini (kalo ga salah)<br />
- hitung phi*Vc<br />
- jika Vu lebih kecil dari 0.5*phi*Vc, maka Vs = 0. Kalo Vs = 0, Vn = Vc. Sementara Vu &lt; 0.5phiVc atau Vu &lt; 0.5phiVn<br />
- jika Vu lebih besar dari 0.5*phi*Vc, tapi lebih kecil dari b*d/3, maka gunakan tulangan minimum. Trus hitung Vs, kemudian Vn = Vs + Vc. Bisa dipastikan juga phi*Vn tidak sama dengan Vu<br />
- selain kasus di atas, Vu akan sama dengan phi*Vn</p>
<p>(kalau masih penasaran, silahkan dipost angka-angka Vu, Vc, dan Vs nya)</p>
]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://duniatekniksipil.web.id/276/desain-balok-beton-bertulang-2/#comment-978</feedburner:origLink></item>
	<item>
		<title>Comment on Desain Balok Beton Bertulang (2) by Agung</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/CommentsForSeputarDuniaTeknikSipil/~3/K330oXs8eGg/</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 11:11:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://duniatekniksipil.wordpress.com/?p=276#comment-977</guid>
		<description>wah, tebakan Kang Admin sama dengan kebanyakan kasus2 yang pernah sy hitung :p

Kang, sy faham kl Phi*Vn harus lebih besar dari Vu dan Vn = Vc + Vs
karena yang kita cari adalah luas tulangan, berarti kl ngacu k prosedur di atas:
-hitung Vn, 
-kemudian hitung Vc, 
-lalu dapat Vs, 
-lalu baru dapat tulangan kan Kang.. 

yang sy bingung adalah Vn hasil SAP2000 tidak sama dengan hasil dari rumus yang biasa digunakan (Vn = Vu/phi) ---&gt; komentar no 5 halaman 2
saya penasaran dengan rumus yang digunakan SAP2000 nya Kang
ini terjadi pada perhitungan yang bukan SRPMK

kalau pada yang SRPMK sih sy bersyukur karena phi*Vn nya = Vu ----&gt; Vn=Vu/phi
jadi ga perlu repot2 ubek2 ACI untuk cari2 kemungkinan rumus yang dgunakannya.

Kang Admin, lagi2 terima kasih pisan buat respon2nya, banyak pencerahan yang saya dapat...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, tebakan Kang Admin sama dengan kebanyakan kasus2 yang pernah sy hitung :p</p>
<p>Kang, sy faham kl Phi*Vn harus lebih besar dari Vu dan Vn = Vc + Vs<br />
karena yang kita cari adalah luas tulangan, berarti kl ngacu k prosedur di atas:<br />
-hitung Vn,<br />
-kemudian hitung Vc,<br />
-lalu dapat Vs,<br />
-lalu baru dapat tulangan kan Kang.. </p>
<p>yang sy bingung adalah Vn hasil SAP2000 tidak sama dengan hasil dari rumus yang biasa digunakan (Vn = Vu/phi) &#8212;&gt; komentar no 5 halaman 2<br />
saya penasaran dengan rumus yang digunakan SAP2000 nya Kang<br />
ini terjadi pada perhitungan yang bukan SRPMK</p>
<p>kalau pada yang SRPMK sih sy bersyukur karena phi*Vn nya = Vu &#8212;-&gt; Vn=Vu/phi<br />
jadi ga perlu repot2 ubek2 ACI untuk cari2 kemungkinan rumus yang dgunakannya.</p>
<p>Kang Admin, lagi2 terima kasih pisan buat respon2nya, banyak pencerahan yang saya dapat&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://duniatekniksipil.web.id/276/desain-balok-beton-bertulang-2/#comment-977</feedburner:origLink></item>
</channel>
</rss><!-- Dynamic page generated in 0.328 seconds. --><!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2010-09-02 20:53:32 -->
