<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-6967767751371728648</atom:id><lastBuildDate>Wed, 04 Sep 2024 20:07:51 +0000</lastBuildDate><category>Tugas Kuliah</category><category>Gunadarma</category><category>Softskill</category><category>Catatanku</category><category>Artikel Unik</category><category>Blog</category><category>Puisi</category><category>Tips and Tricks</category><category>Games</category><category>Blogging Challenge</category><category>Cheats</category><category>Laporan Akhir</category><category>ODL</category><category>Award</category><category>Motivasi</category><category>Widget</category><category>Band</category><category>Alat musik</category><category>Profil</category><category>Social Networking</category><category>Uncategorized</category><category>Cerpen</category><category>Video</category><title>Cuma Ingin Tahu</title><description>Cheat Game | Tips Trik Blog | Puisi | Artikel Unik</description><link>http://cuma-ingintahu.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>122</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6967767751371728648.post-3910447589573363489</guid><pubDate>Thu, 15 Jun 2017 06:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-06-15T13:46:47.104+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gunadarma</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Softskill</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tugas Kuliah</category><title>Perbedaan Standar Etika Profesi IT di Indonesia dengan Luar Negeri</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Perbedaan Standar Etika Profesi IT di Indonesia dengan Luar Negeri &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;- Selamat siang, pada kese,patan kali ini saya akan membahas tentang &lt;u&gt;Perbedaan Standar Etika Profesi IT di Indonesia dengan Luar Negeri.&lt;/u&gt; Artikel ini dibuat untuk memenuhi tugas softskill mata kuliah &quot;Etika Profesi Teknologi Informasi&quot;. Langsung saja kita masuk ke pembahasan mengenai &lt;u&gt;Perbedaan Standar Etika Profesi IT di Indonesia dengan Luar Negeri.&lt;/u&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;u&gt; &lt;/u&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Kebetulan saya mendapatkan jurnal yang sesuai dengan apa yang akan kita bahas, jurnal milik kakak kelas beda jurusan. Jurnal ini sebelumnya di upload di Academia.edu namun saya upload ulang di dropbox saya karena academia.edu membutuhkan akun untuk membaca jurnal tersebut, jadi saya hanya mempermudah saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
Definisi Profesi&lt;/h3&gt;
Semua profesional dalam melaksanakan pekerjaannya harus sesuai dengan apa yang disebut standar (ukuran) profesi. Jadi, bukan hanya tenaga pekerjaan yang harus bekerja sesuai dengan standar profesi. Pengembangan profesi yang lain pun memiliki standar profesi yang ditentukan oleh masing-masing bidangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Standar profesi IT disetiap Negara pasti berbeda-beda sesuai dengan ketentuan dari Negara masing-masing. Menurut Schein E. H (1962), Profesi merupakan suatu kumpulan atau kesatuan pekerjaan yang membangun suatu kesatuan norma yang sangat khusus yang berasal dari perannya yang khusus di masyarakat. Menurut Hughes,E.C (1963), Profesi merupakan suatu keahlian dalam mengetahui segala sesuatu dengan lebih baik dibandingkan orang lain. Sedangkan menurut Winsley (1964) Profesi adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan badan ilmu sebagai dasar untuk pengembangan teori yang sistematis guna menghadapi banyak tantangan baru, memerlukan pendidikan dan pelatihan yang cukup lama, serta memiliki kode etik dengan fokus utama pada pelayanan. Komalawati memberikan batasan yang dimaksud dengan standar profesi adalah pedoman yang harus digunakan sebagai petunjuk dalam menjalankan profesi secara baik. (Komalawati, 2002: 177).&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut pembahasan tentang perbedaan standar profesi di Indonesia dengan Luar Negeri :&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;
&lt;iframe height=&quot;500&quot; src=&quot;https://docs.google.com/viewer?srcid=0ByCJUFEmDXkfblNGRHhZUmFpcHc&amp;amp;pid=explorer&amp;amp;chrome=false&amp;amp;embedded=true&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&amp;nbsp;&lt;/center&gt;
&lt;center&gt;
&amp;nbsp;&lt;/center&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Sumber : &lt;i&gt;http://www.academia.edu/7329803/Perbandingan_Standar_Profesi_IT_di_Indonesia_dan_di_Negara_Lain &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://cuma-ingintahu.blogspot.com/2017/06/perbedaan-standar-etika-profesi-it-di.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6967767751371728648.post-3344328816118142025</guid><pubDate>Sun, 30 Apr 2017 09:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-04-30T16:59:32.732+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gunadarma</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Softskill</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tugas Kuliah</category><title>Keterbatasan UU No. 36 Dalam Mengatur Keamanan Berkomunikasi</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Keterbatasan UU No. 36 Dalam Mengatur Keamanan Berkomunikasi &lt;/i&gt;- Pada artikel kali ini saya akan membahas tentang&amp;nbsp;&lt;u style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Keterbatasan UU No. 36 Dalam Mengatur Keamanan Berkomunikasi.&lt;/u&gt;&amp;nbsp;Artikel ini dibuat untuk memenuhi tugas softskill mata kuliah &quot;Etika Profesi Teknologi Informasi&quot;. Langsung saja kita masuk ke pembahasan mengenai&amp;nbsp;&lt;u style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Keterbatasan UU No. 36 Dalam Mengatur Keamanan Berkomunikasi.&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;u style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Undang-Undang No. 36 Tahun 1999 yang brisikan azas dan tujuan telekomunikasi, penyelenggaraan telekomunikasi, penyidikan, sangsi administrasi dan ketentuan pidana. Namun kita perlu mengetahui juga adakah keterbatasan UU telekomunikasi tersebut dalam mengatur penggunaan teknologi informasi. Kemudian &amp;nbsp;Dalam UU No.36/1999 Pasal 3, disebutkan bahwa “Telekomunikasi diselenggarakan dengan tujuan untuk mendukung persatuan dan kesatuan bangsa, meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata, mendukung kehidupan ekonomi dan kegiatan pemerintahan, serta meningkatkan hubungan antar bangsa”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu dalam UU No.36/1999 Pasal 26 tersebut juga disebutkan bahwa &quot;Setiap penyelenggara jaringan telekomunikasi dan atau penyelenggara jasa telekomunikasi wajib membayar biaya hak penyelenggaraan telekomunikasi yang diambil dari presentase pendapatan&quot;. Mengenai susunan dan besaran tarif penyelenggaraan jaringan dan jasa telekomunikasi yang dimaksud dalam UU 36/1999 ditetapkan berdasarkan formula yang diatur dalam PP No.52/2000 dan PERMEN KOMINFO No. 12/2006 sebagai peraturan pelaksana UU tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut saya, harus terdapat batasan dalam penggunaan teknologi informasi, karena penggunaan teknologi informasi sangat berpengaruh besar pada suatu negaraapabila digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Contohnya pada masa sekarang ini adalah begitu banyaknya jurnalis blog yang memposting suatu berita kebohongan (hoax) maupun berita yang memcah belah kesatuan negara kita dan penindakan terhadap penulis jurnalis blog belumlah tegas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesimpulannya adalah &lt;b&gt;&lt;u&gt;Keterbatasan UU No. 36 Dalam Mengatur Keamanan Berkomunikasi&lt;/u&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;adalah lemahnya implementasi penindakan pada pengguna yang menyalahgunakan Teknologi Informasi. Kebanyakan dari mereka masih berulang kali menyebarkan suatu berita yangdapat meresahkan netizen. Imbasnya adalah terjadinya perpecahan pada masyarakat NKRI.&lt;/div&gt;
</description><link>http://cuma-ingintahu.blogspot.com/2017/04/keterbatasan-uu-no-36-dalam-mengatur.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6967767751371728648.post-234238561744799663</guid><pubDate>Wed, 29 Mar 2017 15:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-03-29T22:55:38.949+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gunadarma</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Softskill</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tugas Kuliah</category><title>Isu Akurasi Berita pada Jejaring Sosial</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Isu Akurasi Berita pada Jejaring Sosial &lt;/i&gt;- Pada artikel kali ini saya akan membahas tentang &lt;u&gt;Isu Akurasi Berita pada Jejaring Sosial.&lt;/u&gt;&amp;nbsp;Artikel ini dibuat untuk memenuhi tugas softskill mata kuliah &quot;Etika Profesi Teknologi Informasi&quot;. Langsung saja kita bahas satu per satu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h4 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
ETIKA DALAM SISTEM INFORMASI&lt;/h4&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Masalah etika juga mendapat perhatian dalam pengembangan dan pemakaian sistem informasi. Masalah ini diidentifikasi oleh Richard Mason pada tahun 1986 yang mencakup privasi, akurasi, properti, dan akses, yang dikenal dengan akronim &lt;b&gt;PAPA&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pengertiannya masing-masing sebagai berikut :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;1. Privasi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Privasi menyangkut hak individu untuk mempertahankan informasi pribadi dari pengaksesan oleh orang lain yang tidak diberi izin unruk melakukannya.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;2. Akurasi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Akurasi terhadap informasi merupakan faktor yang harus dipenuhi oleh sebuah sistem informasi. Ketidak akurasian informasi dapat menimbulkan hal yang mengganggu, merugikan, dan bahkan membahayakan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;3. Properti&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Perlindungan terhadap hak properti yang sedang digalakkan saat ini yaitu dikenal dengan sebutan HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual). Di Amerika Serikat, kekayaan intelektual diatur melalui tiga mekanisme, yaitu hak cipta (copyright), paten, dan rahasia perdagangan (trade secret).&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;4. Akses&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Fokus dari masalah akses adalah pada penyediaan akses untuk semua kalangan. Teknologi informasi diharapkan tidak menjadi halangan dalam melakukan pengaksesan terhadap informasi bagi kelompok orang tertentu, tetapi justru untuk mendukung pengaksesan untuk semua pihak.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Berikut ini adalah contoh kasus dari&amp;nbsp;&lt;u style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Isu Akurasi Berita pada Jejaring Sosial&lt;/u&gt;&amp;nbsp;:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;br /&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;h4 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Kasus Penyebaran Foto Palsu Korban Kecelakaan Pesawat Sukhoi&lt;/b&gt;&lt;/h4&gt;
&lt;div&gt;
Yogi Semtani (22) seorang mahasiswa angkatan 2009 menyebarkan foto korban Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Jawa Barat beberapa waktu lalu yang ternyata foto tersebut 100% &amp;nbsp;palsu. Sejumlah foto korban Sukhoi yang beredar marak di jejaring sosial itu dipastikan palsu. Karena foto-foto tersebut diambil dari satu website berbasis di Brazil pada kecelakaan pesawat Airblue pada 2010 silam di Pakistan. Yogi sendiri mengaku mendapatkan foto palsu tersebut dari telepon seluler &amp;nbsp;ibunya yang kemudian disebarkannya lewat &amp;nbsp;akun twitter miliknya. Foto fiktif itu mengambarkan dua korban pesawat Sukhoi dengan tubuh yang mengenaskan. Salah satu berkebangsaan asing dan seorang lagi warga negara Indonesia dengan tubuh tampak gosong.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Beredarnya foto ini menyebabkan banyak keluarga dan kerabat korban merasa terganggu dan marah. Foto korban pesawat Sukhoi yang membuat heboh dan beredar di jejaring sosial dan Blackberry 100% palsu. Ini disampaikan pakar telematika, Roy Suryo dalam jumpa pers di Rumah Sakit Polri. Menurut Roy, penyebar foto pertama berinisial, YS yang menyebarkannya melalui akun Twitter. Namun akun Twitter itu sejak tanggal 12 Mei sudah dihapus. Foto itu sendiri diambil dari satu website berbasis di Brazil pada kecelakaan pesawat Airblue pada 2010 di Pakistan. Beredarnya foto-foto itu sangat menyentak hati bukan hanya bagi publik, tapi juga bagi keluarga korban. Pada 15 Mei 2012 lalu Mabes Polri menetapkan Yogi sebagai tersangka pengunggah foto palsu.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Ia mengaku sebagai orang pertama yang mengunduh foto korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 di media sosial Twitter, yang ternyata palsu. Polisi menetapkan Yogi sebagai tersangka dan menjeratnya dengan pasal manipulasi dokumen elektronik yang diatur dalam Pasal 35 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ancaman hukumannya, sebagaimana diatur dalam Pasal 51 ayat (1), penjara paling lama 12 tahun atau ditambah denda paling banyak Rp 12 milyar. Penetapan status tersangka itu, menurut Kabid Penum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar, karena foto yang diunggah adalah foto kejadian di tempat lain. &quot;Dia meresahkan masyarakat, terutama keluarga korban pesawat Sukhoi.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Kepada Jennar Kiansantang dari Gatra, Yogi bercerita, foto itu diperoleh dari pesan BlackBerry Messenger yang dikirim ibunya, Lies Anggriyani, Foto itu dikirim berikut ucapan belasungkawa atas musibah tabrakan pesawat Sukhoi di Gunung Salak, Bogor. Yogi tak berpikir panjang ketika memutuskan mengunggah foto itu lewat &amp;nbsp; akun Twitter@yogie _samtani miliknya. Pada keterangan foto itu, dia menulis, &#39;&#39;Korban pilot Alm. Sukhoi.Turut berdukacita&#39;&#39;.&#39;&#39;Saya upload sebagai simbol belasungkawa,&#39;&#39;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Hanya dalam hitungan menit, twit Yogi dirubung pengguna Twitter. Rata-rata, mereka menyatakan turut berdukacita. Tapi, dua jam kemudian, twit-nya mulai menuai komentar bernada menghujat. &quot;Muncul kata-kata binatang,&quot; kata Yogi. Kian malam, komentar-komentar itu makin mengganas. Bahkan ada yang mengancam akan melaporkan Yogi ke polisi karena menyebarkan foto palsu. Followers Yogi yang semula hanya 47 orang bertambah menjadi 180-an.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Merasa tersudut, Yogi menghapus foto itu dari akun Twitter-nya. Tapi usahanya tak menyurutkan banjir makian. &quot;Padahal, saya sudah minta maaf di Twitter,&quot; tutur Yogi. Karena semakin tertekan, ia menghapus permanen akun Twitter @yogie_samtani itu pukul 22.00.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Esoknya, ketika berselancar di internet, Yogi kaget karena namanya muncul dalam berita media online nasional. Ia disebut sebagai pengunggah foto palsu korban Sukhoi. &quot;Tidak ditulis inisial lagi, tapi nama lengkap,&quot; Bahkan Mabes Polri turun tangan mengusut kasus foto palsu itu. Yogi jadi tak bisa berkonsentrasi mengikuti ujian di kampus hari itu.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Bagi pengamat telematika Abimanyu Wachjoehidajat, tindakan Yogi menggugah foto yang disebut sebagai korban pesawat Sukhoi itu bukanlah perbuatan iseng. Tindakan itu, menurut dia, lebih cenderung pada keinginan Yogi untuk dianggap sebagai penyampai informasi tercepat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Sedangkan soal materi yang diunggah, Abimanyu menilai sebagai pemalsuan data dan informasi. Pemalsuan semacam itu, &amp;nbsp;memang bisa dijerat dengan Pasal 35 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 yang kini disangkakan pada Yogi. Namun, ia memandang, dalam kasus ini tak cuma Yogi yang bisa dijerat. Pihak-pihak yang meneruskannya juga dapat dikenai hukuman.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Perbuatan mengunggah foto palsu itu, kata Abimanyu, pasti akan berakibat buruk pada masyarakat. Soalnya, sebagian masyarakat mudah percaya pada informasi yang beredar dengan cepat tanpa mengecek kebenarannya.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Yogi samtani(YS) pengunggah foto palsu yang disebut korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 mengaku menyesal telah melakukan tindakan itu. Dia meminta maaf &amp;nbsp;kepada seluruh masyarakat, terutama keluarga korban.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
“Saya meminta maaf sebesar besarnya atas semua yang saya rugikan dan atas perbuatan tidak menyenangkan. Saya meminta maaf sebesar besarnya kepada masyarakat Indonesia dan keluarga korban,” kata Yogi di mabes Polri, Jakarta,Rabu(16/5/2012).&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
***&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kesimpulan :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam era informasi yang serba cepat ini kita juga harus mampu menyaring kebenaran suatu informasi, harus kita tinjau juga kredibilitas media sumber berita tersebut sebelum kita bagikan lagi. Apabila kita merasa ragu terhadap kebenaran suatu berita, alangkah baiknya kita tidak perlu menyebarkan berita tersebut. Apalagi di era sekarang ini hoax sangat merajalela serta adanya ancaman UU ITE.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div&gt;
Pasal 35 Nomor 11 tahun 2008 UU ITE&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan manipulasi penciptaan, perubahan, penghilangan, pengrusakan informasi elektronik dan atau dokumen elektronik dengan tujuan agar informasi elektronik tersebut diangap seolah-olah data yang otentik”&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Pasal 51 ayat (1)&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&quot;Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam pasal 35 dipidana dengan penjara paling lama 12 tahun dan atau denda paling banyak Rp 12 miliar”.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Jadi berhati-hatilah dalam menyebarkan suatu informasi. ^^&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Sumber :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;i&gt;http://coret0894.blogspot.co.id/2015/03/kasus-pelanggaran-it-yang-terjadi-5.html&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;i&gt;http://putrimaynur.blogspot.co.id/2015/11/etika-dalam-sistem-informasi-privasi.html&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://cuma-ingintahu.blogspot.com/2017/03/isu-akurasi-berita-pada-jejaring-sosial.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6967767751371728648.post-1250860476685367019</guid><pubDate>Fri, 06 Jan 2017 06:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-01-06T13:33:50.673+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gunadarma</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Softskill</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tugas Kuliah</category><title>Layanan Telematika</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Layanan Telematika&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; - Setelah sebelumnya kita telah membahas tentang &lt;a href=&quot;http://cuma-ingintahu.blogspot.co.id/2017/01/arsitektur-telematika.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Arsitektur Telematika&lt;/a&gt;, kali ini kita akan membahas tentang &lt;b&gt;Layanan Telematika&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjM54D0GYWTfuFcloLkCGm41cNVb_Zds7NxMZyFusDKsFQ-SGD6Fj1QwYtRqNwVVW91G9H3TBMHTpHPgF-itdJVvaA9MBZVn5OGwpHuVB9ippjKBGLdgijqzo44cLL-TYSGU3Jb0jO2gcs/s1600/widespread-is-4g-technology.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Layanan Telematika&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;179&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjM54D0GYWTfuFcloLkCGm41cNVb_Zds7NxMZyFusDKsFQ-SGD6Fj1QwYtRqNwVVW91G9H3TBMHTpHPgF-itdJVvaA9MBZVn5OGwpHuVB9ippjKBGLdgijqzo44cLL-TYSGU3Jb0jO2gcs/s200/widespread-is-4g-technology.jpg&quot; title=&quot;Layanan Telematika&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Layanan telematika merupakan sebuah layanan yang dilakukan melalui jaringan telekomunikasi, yaitu layanan yang disediakan melalui perpaduan antara komunikasi, media dan teknologi informasi. Berikut penjelasan berbagai macam layanan telematika yang terdiri dari :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h4 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
a. Layanan Telematika di Bidang Informasi&lt;/h4&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Layanan yang pertama adalah layanan informasi. Layanan ini memberikan kemudahan untuk mengakses berbagai informasi yang dibutuhkan sebagai penunjang keputusan, memberikan wawasan sehingga dapat menggunakan informasi untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi. Contoh dari layanan telematika di bidang informasi :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Laporan Cuaca (Weather) layanan yang memberikan laporan tentang informasi cuaca.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bursa Efek Jakarta (Jakarta Stock Exchange) layanan memberikan informasi yang lebih lengkap tentang perkembangan bursa kepada publik.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h4 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
b. Layanan Telematika di Bidang Keamanan&lt;/h4&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Layanan yang kedua adalah layanan keamanan. Layanan yang memberikan fasilitas keamanan untuk menjaga suatu data dan informasi pada jaringan sehingga berjalan pada tempatnya. Contoh dari layanan telematika di bidang keamanan :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Antivirus &amp;nbsp;memberikan keamanan untuk menangkal dari serangan virus.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Internet Security mengamankan komputer dari ancaman akses koneksi lewat internet.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h4 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
c. Layanan Telematika Context Aware &amp;amp; Event Based&lt;/h4&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Context-awareness merupakan kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan yaitu data dasar user, lokasi user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user. Contoh dari layanan telematika context aware &amp;amp; event based :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Location-based service &amp;nbsp;mencari data lokasi dimana posisi keberadaan user sekarang berada.&lt;/div&gt;
&lt;h4 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
d. Layanan Perbaikan Sumber&lt;/h4&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Layanan perbaikan sumber yang dimaksud adalah layanan perbaikan dalam sumber daya manusia (SDM). SDM telematika adalah orang yang melakukan aktivitas yang berhubungan dengan telekomunikasi, media, dan informatika sebagai pengelola, pengembang, pendidik, dan pengguna di lingkungan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat pada umunya. Konsep pengembangan sumber daya manusia di bidang telematika ditujukan untuk meningkatkan kualitas, kuantitas dan pendayagunaan SDM telematika dengan tujuan untuk mengatasi kesenjangan digital, kesenjangan informasi dan meningkatkan kemandirian masyarakat dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif dan optimal.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Sumber :&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;http://coretaneta.blogspot.co.id/2014/11/layanan-telematika.html&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://cuma-ingintahu.blogspot.com/2017/01/layanan-telematika.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjM54D0GYWTfuFcloLkCGm41cNVb_Zds7NxMZyFusDKsFQ-SGD6Fj1QwYtRqNwVVW91G9H3TBMHTpHPgF-itdJVvaA9MBZVn5OGwpHuVB9ippjKBGLdgijqzo44cLL-TYSGU3Jb0jO2gcs/s72-c/widespread-is-4g-technology.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6967767751371728648.post-780263397122687110</guid><pubDate>Fri, 06 Jan 2017 06:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-01-06T13:23:15.250+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gunadarma</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Softskill</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tugas Kuliah</category><title>Arsitektur Telematika</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Arsitektur Telematika &lt;/i&gt;-&amp;nbsp;Kali ini kita akan membahas tentang arsitektur telematika. Setelah kita sebelumnya sudah membahas tentang &lt;a href=&quot;http://cuma-ingintahu.blogspot.co.id/2016/10/konsep-pengembangan-sistem-informasi.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Konsep Pengembangan Informasi&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pengertian Arsitektur Telematika&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Menurut kamus istilah arsitektur dapat diartikan sebagai struktur desain komputer dan semua rinciannya, seperti sistem sirkuit, chip, bus untuk ekspansi slot, BIOS dan sebagainya. Tiga elemen utama sebuah arsitektur, masing-masing sering dianggap sebagai arsitektur, adalah:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Arsitektur sistem pemrosesan, menentukan standar teknis untuk hardware, lingkungan sistem operasi, dan software aplikasi, yang diperlukan untuk menangani persyaratan pemrosesan informasi perusahaan dalam spektrum yang lengkap. Standar merupakan format, prosedur, dan antar muka, yang menjamin bahwa perlengkapan dan software dari sekumpulan penyalur akan bekerja sama.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Arsitektur telekomunikasi dan jaringan, menentukan kaitan di antara fasilitas komunikasi perusahaan, yang melaluinya informasi bergerak dalam organisasi dan ke peserta dari organisasi lain, dan hal ini juga tergantung dari standar yang berlaku.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Arsitektur data, sejauh ini merupakan yang paling rumit diantara ketiga arsitektur di atas, dan termasuk yang relatif sulit dalam implementasinya, menentukan organisasi data untuk tujuan referensi silang dan penyesuaian ulang, serta untuk penciptaan sumber informasi yang dapat diakses oleh aplikasi bisnis dalam lingkup luas.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sedangkan kepanjangan dari &quot;Telematika&quot; sendiri adalah Telekomunikasi dan Informatika. Istilah telematika sering dipakai untuk sarana komunikasi jarak jauh melalui media elektromagnetik. Kemampuannya adalah mentransmisikan sejumlah besar informasi dalam sekejap, dengan jangkauan seluruh dunia, dan dalam berbagai cara, yaitu dengan perantaan suara (telepon, musik), huruf, gambar dan data atau kombinasi-kombinasinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sehingga dapat diartikan, Arsitektur Telematika adalah sebuah aplikasi yang secara logic berada diantara lapisan aplikasi (application layer dan lapisan data dari sebuah arsitektur layer – layer TCP/IP) yang dapat meningkatkan hubungan jaringan komunikasi dengan teknologi informasi.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Arsitektur Telematika (Client &amp;amp; Server)&lt;/h3&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Arsitektur itu sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu dari sisi client dan sisi server. client-server merupakan sebuah paradigma dalam teknologi informasi yang merujuk kepada cara untuk mendistribusikan aplikasi ke dalam dua pihak, yiatu pihak client dan pihak server. 15 tahun sejak diperkenalkan client-server telah menjadi pilihan dalam arsitektur aplikasi. Client-server diaplikasikan pada aplikasi mainframe yang sangat besar untuk membagi beban proses loading antara client dan server. Berikut penjelasan nya&lt;/div&gt;
&lt;h4 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;1. Arsitektur Telematika Dari Sisi Client&lt;/b&gt;&lt;/h4&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Arsitektur Client merujuk pada pelaksanaan atau penyimpanan data pada browser (atau klien) sisi koneksi HTTP. JavaScript adalah sebuah contoh dari sisi klien eksekusi, dan cookie adalah contoh dari sisi klien penyimpanan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Karakteristik Klien :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Memulai terlebih dahulu permintaan ke server.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menunggu dan menerima balasan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Terhubung ke sejumlah kecil server pada waktu tertentu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berinteraksi langsung dengan pengguna akhir, dengan menggunakan GUI.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;h4 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;2. Arsitektur Telematika Dari Sisi Server&lt;/b&gt;&lt;/h4&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sebuah eksekusi sisi server adalah server Web khusus eksekusi yang melampaui standar metode HTTP itu harus mendukung. Sebagai contoh, penggunaan CGI script sisi server khusus tag tertanam di halaman HTML; tag ini memicu tindakan terjadi atau program untuk mengeksekusi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Karakteristik Server:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Selalu menunggu permintaan dari salah satu klien.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melayani klien permintaan kemudian menjawab dengan data yang diminta ke klien.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebuah server dapat berkomunikasi dengan server lain untuk melayani permintaan klien.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jenis-jenisya yaitu : web server, FTP server, database server, E-mail server, file server, print server. Kebanyakan web layanan ini juga jenis server.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kolaborasi Arsitektur Telematika Sisi Client &amp;amp; Server&lt;/h3&gt;
&lt;h4 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;1. Standalone (One-tier)&lt;/b&gt;&lt;/h4&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada arsitektur ini semua pemrosesan dilakukan pada mainframe. Kode aplikasi, data dan semua komponen sistem ditempatkan dan dijalankan pada host. Seperti terlihat pada gambar.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSg5qgGL7GH0drGwcWgrbE1NhiaybL2I59YP9UIBJPyPtcwgl4cwg58ogJ-AExwAZeM7kIqwSxfgnf2zXrP9RfUDa8j40KRZO1RJFX6vCc7KuNmiyERrqsH2d4JJEFTK1rzfzoKxEtcLM/s1600/one-tier.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Arsitektur Telematika, one tier, stand alone&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;244&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSg5qgGL7GH0drGwcWgrbE1NhiaybL2I59YP9UIBJPyPtcwgl4cwg58ogJ-AExwAZeM7kIqwSxfgnf2zXrP9RfUDa8j40KRZO1RJFX6vCc7KuNmiyERrqsH2d4JJEFTK1rzfzoKxEtcLM/s320/one-tier.PNG&quot; title=&quot;Arsitektur Telematika&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Pada Arsitektur Single-Tier, semua komponen produksi dari sistem dijalankan pada komputer yang sama. Beberapa sifat dari Single-Tier antara lain :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Sederhana dan alternatifnya sangat mahal.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membutuhkan sedikit perlengkapan untuk dibeli dan dipelihara.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kelemahan pada keamanan dari arsitektur ini yaitu rendahnya dan kurangnya skalabilitas.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div&gt;
&lt;h4&gt;
&lt;b&gt;2. Client/Server (Two-tier)&lt;/b&gt;&lt;/h4&gt;
&lt;div&gt;
Dalam model client/server, pemrosesan pada sebuah aplikasi terjadi pada client dan server. Client/server adalah tipikal sebuah aplikasi two-tier dengan banyak client dan sebuah server yang dihubungkan melalui sebuah jaringan. Aplikasi ditempatkan pada komputer client dan mesin database dijalankan pada server jarak-jauh. Aplikasi client mengeluarkan permintaan ke database yang mengirimkan kembali data ke client-nya.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOtuiU9rpzj93F5MoUmZeBOfWfbkLcstZUGsZBYNLuStUfSkUfVH_khFW9qxNBlROMtqL-b1kCnNawWfqQRbBdm_41MkHsVkXKGrMkrDwJTJ3XSTYYzX2iHLNv93ZsqglDSK7b3s_4gr4/s1600/two-tier.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Arsitektur Telematika, tne tier, client, server&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;252&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOtuiU9rpzj93F5MoUmZeBOfWfbkLcstZUGsZBYNLuStUfSkUfVH_khFW9qxNBlROMtqL-b1kCnNawWfqQRbBdm_41MkHsVkXKGrMkrDwJTJ3XSTYYzX2iHLNv93ZsqglDSK7b3s_4gr4/s320/two-tier.PNG&quot; title=&quot;Arsitektur Telematika&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;h4&gt;
&lt;b&gt;3. Three-Tier / Multi-Tier&lt;/b&gt;&lt;/h4&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Model three-tier atau multi-tier dikembangkan untuk menjawab keterbatasan pada arsitektur client/server. Dalam model ini, pemrosesan disebarkan di dalam tiga lapisan (atau lebih jika diterapkan arsitektur multitier). Lapisan ketiga dalam arsitektur ini masing-masing menjumlahkan fungsionalitas khusus. Yaitu :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Layanan presentasi (tingkat client)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Layanan bisnis (tingkat menengah)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Layanan data (tingkat sumber data)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Layanan presentasi atau logika antarmuka pengguna ditempatkan pada mesin client. Logika bisnis dikeluarkan dari kode client dan ditempatkan dalam tingkat menengah. Lapisan layanan data berisi server database. Setiap tingkatan dalam model three-tier berada pada komputer tersendiri, seperti pada gambar berikut :&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivW11FSlU2TfUa3Rh_h0ZIFHl-vJchNmxQCUYJZTCPg1J7UV20dJQ9fw3lAU3Iong7J3cCJelJ2O8duNM2pMAbvjPKVC5p58YQGSOalXDxk4Z9v2C8QlUiIocZYd3yppgUGMXxC0_yENk/s1600/three-tier.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Arsitektur Telematika, three tier, multi tier&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;230&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivW11FSlU2TfUa3Rh_h0ZIFHl-vJchNmxQCUYJZTCPg1J7UV20dJQ9fw3lAU3Iong7J3cCJelJ2O8duNM2pMAbvjPKVC5p58YQGSOalXDxk4Z9v2C8QlUiIocZYd3yppgUGMXxC0_yENk/s320/three-tier.PNG&quot; title=&quot;Arsitektur Telematika&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
Konsep model three-tier adalah model yang membagi fungsionalitas ke dalam lapisan-lapisan, aplikasiaplikasi mendapatkan skalabilitas, keterbaharuan, dan keamanan.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
Sumber :&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;i&gt;http://ryanstiawanlagi.blogspot.co.id/2016/11/arsitektur-telematika.html&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;i&gt;http://vansa.tk/tulisan/arsitektur-telematika/&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://cuma-ingintahu.blogspot.com/2017/01/arsitektur-telematika.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSg5qgGL7GH0drGwcWgrbE1NhiaybL2I59YP9UIBJPyPtcwgl4cwg58ogJ-AExwAZeM7kIqwSxfgnf2zXrP9RfUDa8j40KRZO1RJFX6vCc7KuNmiyERrqsH2d4JJEFTK1rzfzoKxEtcLM/s72-c/one-tier.PNG" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6967767751371728648.post-5026913388710904858</guid><pubDate>Mon, 17 Oct 2016 06:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-10-17T13:53:13.448+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gunadarma</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Softskill</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tugas Kuliah</category><title>Konsep Pengembangan Sistem Informasi</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Konsep Pengembangan Sistem Informasi &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;- Setelah sebelumnya kita membahas tentang &lt;a href=&quot;https://cuma-ingintahu.blogspot.co.id/2016/10/definisi-telematika-dan-pemanfaatan.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Definisi Telematika dan Pemanfaatan Telematika&lt;/a&gt; selanjutnya kita akan membahas tentang Konsep Pengembangan Sistem Informasi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Definisi Sistem Informasi&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sistem adalah kumpulan bagian-bagian atau subsistem-subsistem yang disatukan dan dirancang untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan informasi diartikan sebagai hasil pengolahan data yang digunakan untuk suatu keperluan, sehingga penerimanya akan mendapat rangsangan untuk melakukan tindakan. Data adalah fakta yang jelas lingkup, tempat dan waktu-nya. Data diperoleh dari sumber data primer atau sekunder dalam bentuk berita tertulis atau sinyal elektronis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa pendapat yang menjelaskan definisi sistem, yaitu :&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Menurut (wiki, 2008) “Pengertian sistem diambil dari asal mula sistem yang berasal dari bahasa Latin (systema) dan bahasa Yunani (sustema) yang memiliki pengertian bahwa sutatu sistem merupakan suatu kesatuan yang didalamnya terdiri dari komponen atau elemen yang berhubungan satu dengan yang lainnya, yang berfungsi untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi”.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menurut (Stoa, 2008) “Pengertian dari sistem merupakan gabungan dari keseluruhan langit dan bumi yang saling bekerja sama yang&amp;nbsp; membentuk suatu keseluruhan dan apabila salah satu unsur tersebut hilang atau tidak berfungsi, maka gabungan keseluruhan tersebut tidak dapat lagi kita sebut suatu sistem”.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menurut (Kerz, 2008) “Sistem yaitu gabungan dari sekelompok komponen baik itu manusia dan/atau bukan manusia (non-human) yang saling mendukung satu sama lain serta diatur menjadi sebuah kesatuan yang utuh untuk mencapai suatu tujuan, sasaran bersama atau hasil akhir”.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menurut (Hart, 2005) “Sistem mengandung dua pengertian utama yaitu: (a) Pengertian sistem yang menekankan pada komponen atau elemennya yaitu sistem merupkan&amp;nbsp; komponen-komponen atau subsistem-subsistem yang saling berinteraksi satu sama lain, dimana masing-masing bagian tersebut dapat bekerja secara sendiri-sendiri (independent) atau bersama-sama serta saling berhubungan membentuk satu kesatuan sehingga tujuan atau sasaran sistem tersebut dapat tercapai secara keseluruhan (b) Definisi yang menekankan pada prosedurnya yaitu merupakan suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelasaikan suatu sasaran tertentu”.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;Terdapat berbagai&amp;nbsp; macam pengertian Sistem Informasi menurut beberapa ahli, diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Sistem informasi (Information System) adalah sekumpulan komponen yang saling berhubungan, mengumpulkan atau mendapatkan, memproses, menyimpan dan mendistribusikan informasi untuk menunjang pengambilan keputusan dan pengawasan dalam suatu organisasi serta membantu manajer dalam mengambil keputusan (Kent, 2008).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengertian dari sistem informasi menurut Komunitas Mahasiswa Sistem Informasi di Yogykarta memaparkan bahawa Sistem informasi adalah sebuah aplikasi komputer yang digunakan untuk mendukung operasi dari suatu organisasi serta merupakan aransemen dari orang, data dan proses yang terjadi di dalamnya yang berinteraksi satu sama lain dalam menudukung dan memperbaiki organisasi serta mendukung dalam pemecahan masalah dan kebutuhan pembuat keputusan (KAMI, 2008).&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;Sumber informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal datum atau data item. Terdapat beberapa definis mengenai data dari para ahli, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Data merupakan deskripsi dari suatu kejadian yang kita hadapi serta menggambarkan kesatuan nyata yang terjadi pada saat tertentu (Prabu, 2006).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Data merupakan kumpulan objek-objek beserta atributnya yang menunjukan karakteristik dari objek tersebut (Phil, 2006).&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;Informasi tanpa adanya data maka informasi tersebut tidak akan terbentuk. Begitu pentingnya peranan data dalam terjadinya suatu informasi yang berkualitas. Keakuratan data sangat mempengaruhi terhadap keluaran informasi yang akan terbentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan sistem informasi sering disebut proses pengembangan sistem (System Development). Terdapat beberapa definisi mengenai pengembangan sistem informasi diantaranya adalah :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Aktifitas untuk menghasilkan sistem informasi berbasis computer untuk menyelesaikan permasalahan (problem) organisasi atau memanfaatkan kesempatan (opportunities) yang timbul.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kumpulan kegiatan para analis sistem, perancang, dan pemakai yang mengembangkan dan mengimlementasikan sistem informasi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tahapan kegiatan yang dilakukan selama pembangunan sistem informasi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Proses merencanakan, mengembangkan, dan mengimplementasikan sistem informasi dengan menggunakan metode, teknik, dan alat bantu pengembangan tertentu.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;Pengembangan sistem merupakan penyusunan suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada. Sistem Informasi secara teknis dapat didefinisikan sebagai sekumpilan komponen yang saling berhubungan, mengumpulkan atau mendapatkan, memproses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi untuk menunjang pengambilan keputusan dan pengawasan dalam suatu organisasi. Selain menunjang proses pengambilan keputusan, koordinasi, dan pengawasan, sistem informasi juga dapat membantu manajer dan karyawan menganalisis permasalahan, menggambarkan hal-hal yang rumit, dan menciptakan produk baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat beberapa pendapat yang menjelaskan mengenai definisi dari pengembangan sistem, diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Pengembangan sistem merupakan suatu proyek yang harus melalui suatu proses pengevaluasian seperti pelaksanaan proyek lainnya. (Amsa, 2008)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengembangan sistem dapat berarti menyusun sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau untuk memperbaiki sistem yang sudah ada. (KAMI, 2008)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengembangan sistem adalah metode/prosedur/konsep/aturan yang digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi atau pedoman bagaimana dan apa yang harus dikerjakan selama pengembangan sistem (algorithm). Metode adalah suatu cara, teknik sistematik untuk mengerjakan sesuatu (dinu, 2008). &lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kualitas Informasi&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kualitas informasi (quality of information), menurut Prabu, 2006, di antaranya ditentukan oleh beberapa hal, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Relevan (Relevancy)&lt;/b&gt;, dalam hal ini informasi yang diterima harus memberikan manfaat bagi pemakainya. Kadar relevancy informasi antara orang satu dengan yang lainnya berbeda-beda tergantung kepada kebutuhan masing-masing pengguna informasi tersebut. How is the message used for problem solving (decision masking)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akurat (Accurate)&lt;/b&gt;, yaitu berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan. Selain itu informasi yang didapatkan tidak boleh bias atau menyesatkan bagi penggunanya, serta harus dapat mencerminkan dengan jelas maksud dari informasi tersebut. Ketidak akuratan data terjadi karena sumber dari informasi tersebut mengalami gangguan dalam penyampaiannya baik hal itu dilakukan secara sengaja maupun tidak sehingga menyebabkan data asli tersebut berubah atau rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komponen keakuratan suatu informasi di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Completeness; Are necessary message items present? Hal ini dapat berarti bahwa informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kelengkapan yang baik, karena bila informasi yang dihasilkan sebagian-sebagian tentunya akan memengaruhi dalam pengambilan keputusan atau menentukan tindakan secara keseluruhan, sehingga akan berpengaruh terhadap kemampuannya untuk mengontrol atau memecahkan suatu masalah yang terjadi dalam suatu organisasi tersebut.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Correctness; Are message items correct?&amp;nbsp; maksudnya bahwa informasi yang diterima kebenarannya tidak perlu diragukan lagi. Kebenaran dari informasi tersebut harus dapat dipertanggung jawabkan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Security; Did the message reach all or only the intended systems users?&amp;nbsp; Informasi yang diterima harus terjamin keamanan datanya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Time Lines (Tepat waktu); Informasi yang dibutuhkan oleh si pemakai tidak dalam hal penyampaiannya tidak boleh terlambat (usang) karena informasi yang usang, maka informasi tersebut tidak mempunyai nilai yang baik dan kualitasnya pun menjadi buruk sehingga tidak berguna lagi. Jika informasi tersebut digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan, maka akan berakibat fatal sehingga salah dalam pengambilan keputusan tersebut. Kondisi tersebut mengakibatkan mahalnya nilai suatu informasi, sehingga kecepatan untuk mendapatkan, mengolah serta mengirimnya memerlukan teknologi terbaru.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Economy (Ekonomis); What level of resources is needed to move information through the problem-solving cycle?.&amp;nbsp; Kualitas dari Informasi yang digunakan dalam pengambilan keputusan juga&amp;nbsp; bergantung pada nilai ekonomi yang terdapat di dalamnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Efficiency (Efisien); What level of resources is required for each unit of information output?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Reliability (dapat dipercaya); Informasi yang didapatkan oleh pemakai harus dapat dipercaya, hal ini menentukan terhadap kualitas informasi serta dalam hal pengambilan keputusan setiap tingkatan manajemen.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Nilai Informasi&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Fungsi informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan terkadang diperlukan dengan proses yang cepat dan tidak terduga. Hal itu mengakibatkan penggunaan informasi hanya berdasarkan perkiraan-perkiraan serta informasi yang apa adanya. Dengan perlakukan seperti ini mengakibatkan keputusan yang diambil tidak sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu untuk memperbaiki keputusan yang telah diambil maka pencarian informasi yang lebih tepat perlu dilakukan. Suatu informasi memiliki nilai, karena informasi tersebut dapat menjadikan keputusan yang baik serta menguntungkan (memiliki nilai informasi yang tepat). Besarnya nilai informasi yang tepat dapat didapatkan dari perbedaan hasil yang diperoleh dari keputusan yang baru dengan hasil keputusan yang lama dikurangi dengan biaya untuk mendapatkan informasi tersebut. Penghitungan atas informasi yang tepat memberikan banyak manfaat di antaranya untuk menghilangkan pemborosan biaya yang dilakukan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan tersebut (Sofa, 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Gordon B. Davis; “nilai informasi dikatakan sempurna apabila perbedaan antara kebijakan optimal, tanpa informasi yang sempurna dan kebijakan optimal menggunakan informasi yang sempurna dapat dinyatakan dengan jelas”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai suatu informasi dapat ditentukan berdasarkan sifatnya. Tentang 10 sifat yang dapat menentukan nilai informasi, yaitu sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Kemudahan dalam memperoleh; Informasi memperoleh nilai yang lebih sempurna apabila dapat diperoleh secara mudah. Informasi yang penting dan sangat dibutuhkan menjadi tidak bernilai jika sulit diperoleh.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sifat luas dan kelengkapannya; Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila mempunyai lingkup atau cakupan yang luas dan lengkap. Informasi sepotong dan tidak lengkap menjadi tidak bernilai, karena tidak dapat digunakan secara baik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketelitian (accuracy); Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila mempunyai ketelitian yang tinggi/akurat. Informasi menjadi tidak bernilai jika tidak akurat, karena akan mengakibatkan kesalahan pengambilan keputusan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecocokan dengan pengguna (relevance); Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Informasi berharga dan penting menjadi tidak bernilai jika tidak sesuai dengan kebutuhan penggunanya, karena tidak dapat dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketepatan waktu; Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila dapat diterima oleh pengguna pada saat yang tepat. Informasi berharga dan penting menjadi tidak bernilai jika terlambat diterima (usang), karena tidak dapat dimanfaatkan pada saat pengambilan keputusan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kejelasan (clarity); Informasi yang jelas akan meningkatkan kesempurnaan nilai informasi. Kejelasan informasi dipengaruhi oleh bentuk dan format informasi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Fleksibilitas/keluwesannya; Nilai informasi semakin sempurna apabila memiliki fleksibilitas tinggi. Fleksibilitas informasi diperlukan oleh para manajer/pimpinan pada saat pengambilan keputusan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dapat dibuktikan; Nilai informasi semakin sempurna apabila informasi tersebut dapat dibuktikan kebenarannya. Kebenaran informasi bergantung pada validitas data sumber yang diolah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak ada prasangka; Nilai informasi semakin sempurna apabila informasi tersebut tidak menimbulkan prasangka dan keraguan adanya kesalahan informasi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dapat diukur; Informasi untuk pengambilan keputusan seharusnya dapat diukur agar dapat mencapai nilai yang sempurna.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Prinsip Pengembangan Sistem&lt;/h3&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal besar, maka setiap investasi modal harusmempertimbangkan dua hal berikut ini:&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Semua alternatif yang ada harus diinvestigasikan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Investasi yang terbaik harus bernilai&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tahapan kerja dan tugas-tugas yang baru dilakukan dalam proses pengembangan sistem&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Proses pengembangan sistem tidak harus urut&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jangan takut membatalkan proyek&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dokumentasi harus ada untuk&amp;nbsp; pedoman dalam pengembangan sistem&amp;nbsp; &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Alasan diperlukan Pengembangan Sistem Informasi&lt;/h3&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Adanya masalah yang timbul dari sistem yang lama&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk meraih kesempatan – kesempatan dalam berbagai hal&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Adanya instuksi dari pimpinan atau adanya peraturan dari pemerintah&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Faktor-faktor yang Memengaruhi Pengembangan Sistem Informasi&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;1) Teknologi Eksternal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem informasi eksternal adalah komponen-komponen teknologi di luar&amp;nbsp; perusahaan/organisasi itu sendiri yang dalam hal ini sebagai penyedia informasi yang dibutuhkan manajemen dalam melakukan aktivitas bisnis. Teknologi eksternal memiliki faktor seperti ilmu pengetahuan, dan teknologi yang berkembang dalam lingkungan eksternal organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2) Bisnis Eksternal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;pasar (market)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;pelanggan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;perusahaan-perusahaan lain : (baik para pesaing atau rekanan perusahaan) yang memiliki komponen bisnis dan sistem informasinya masing-masing.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;pemerintah (sebagai penyusun kebijakan-kebijakan/policy dan peraturan)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;perangkat hukum, dan lain sebagainya.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3) Teknologi Internal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem informasi internal adalah komponen-komponen pendukung perusahaan yang dalam hal ini sebagai penyedia informasi yang dibutuhkan manajemen dalam melakukan aktivitas bisnis sehari-hari. Meliputi:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Software&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hardware&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Aplikasi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Infrastruktur&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;4) Bisnis Internal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis internal memiliki komponen-komponen yang diperlukan untuk menjalankan perusahaan, seperti:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;struktur organisasi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;infrastruktur (asset)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;proses&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;sumber daya manusia&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;budaya perusahaan (corporate culture), dan lain sebagainya.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h3&gt;
Tahap Pengembangan Sistem Informasi&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pengembangan sistem informasi manajemen dilakukan melalui beberapa tahap, di mana masing-masing langkah menghasilkan suatu yang lebih rinci dari tahap sebelumnya. Tahap awal dari pengembangan sistem umumnya dimulai dengan mendeskripsikan kebutuhan pengguna dari sisi pendekatan sistem rencana stratejik yang bersifat makro, diikuti dengan penjabaran rencana stratejik dan kebutuhan organisasi jangka menengah dan jangka panjang, lazimnya untuk periode 3 – 5 tahun. Masukan (input) utama yang dibutuhkan dalam tahap ini mencakup:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kebutuhan strategis organisasi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Aspek legal pendukung organisasi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masukan kebutuhan dari pengguna&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Analisa kompetensi akan memberikan gambaran yang lengkap mengenai efektivitas organisasi yang dapat dilihat dari 4 hal yaitu: sumberdaya, infrastruktur, produk layanan/jasa dan kepuasan pelanggan/masyarakat yang dilayani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Tahap Perencanaan (Planning)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap ini merupakan suatu rangkaian kegiatan sejak ide pertama yang melatarbelakangi pelaksanaan pengembangan sistem tersebut dilontarkan. Dalam tahap perencanaan pengembangan sistem harus mendapatkan perhatian yang sama besarnya dengan merencanakan proyek-proyek besar lainnya, seperti perencanaan pengadaan perangkat jaringan teknologi informasi, rencana membangun gedung kantor 15 tingkat. Keuntungan-keuntungan yang diperoleh jika proyek pengembangan sistem informasi direncanakan secara matang, mencakup:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Ruang lingkup proyek dapat ditentukan secara jelas dan tegas. Unit organisasi, kegiatan ataun sistem yang mana yang akan dilibatkan dalam pengembangan ini? unit mana yang tidak dilibatkan? Informasi ini memberikan perkiraan awal besarnya sumber daya yang diperlukan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dapat mengidentifikasi wilayah/area permasalahan potensial. Perencanaan akan menunjukkan hal-hal yang mungkin bisa terjadi suatu kesalahan, sehingga hal-hal demikian dapat dicegah sejak awal.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dapat mengatur urutan kegiatan. Banyak sekali tugas-tugas terpisah dan harus berjalan secara bersamaan/paralel yang diperlukan untuk pengembangan sistem. Tugas-tugas ini diatur dalam urutan logis berdasarkan prioritas informasi dan kebutuhan untuk efisiensi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tersedianya sarana pengendalian. Tingkat pengukuran kinerja harus dipertegas sejak awal.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;2. Tahap Analisis (Analysis)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua aspek yang menjadi fokus tahap ini, yaitu aspek bisnis atau manajemen dan aspek teknologi. Analisis aspek bisnis mempelajari karakteristik organisasi yang bersangkutan. Tujuan dilakukannya langkah ini adalah untuk mengetahui posisi atau peranan teknologi informasi yang paling sesuai dan relevan di organisasi dan mempelajari fungsi-fungsi manajemen dan aspek-aspek bisnis terkait yang akan berpengaruh atau memiliki dampak tertentu terhadap proses desain, konstruksi, dan implementasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama tahap analisis, sistem analis terus bekerjasama dengan manajer, dan komite pengarah SIM terlibat dalam titik-titik yang penting mencakup kegiatan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Menetapkan rencana penelitian sistem&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengorganisasikan tim proyek&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mendefinisikan kebutuhan informasi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mendefinisikan kriteria kinerja sistem&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyiapkan usulan rancangan sistem&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyetujui atau menolak rancangan proyek pengembangan sistem&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Keluaran dari proses analisis di kedua aspek ini adalah masalah-masalah penting yang harus segera ditangani, analisis penyebab dan dampak permasalahan bagi organisasi, beberapa kemungkinan skenario pemecahan masalah dengan kemungkinan dan dampak risiko serta potensinya, dan pilihan alternatif solusi yang direkomendasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Tahap Perancangan (Design)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Pada tahap ini, tim teknologi informasi bekerja sama dengan tim bisnis atau manajemen melakukan perancangan komponen-komponen sistem terkait. Tim teknologi informasi akan melakukan perancangan teknis dari teknologi informasi yang akan dibangun, seperti sistem basis data, jaringan komputer, teknik koversi data, metode migrasi sistem, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, secara paralel dan bersama-sama tim bisnis atau manajemen, dan tim teknologi informasi akan melakukan perancangan terhadap komponen-komponen organisasi yang terkait, seperti: yang akan berpengaruh atau memiliki dampak tertentu terhadap proses desain, konstruksi, dan implementasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Tahap Pembangunan Fisik/Konstruksi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan desain yang telah dibuat, konstruksi atau pengembangan sistem yang sesungguhnya (secara fisik) dibangun. Tim teknis merupakan tulang punggung pelaksanaan tahap ini, mengingat semua hal yang bersifat konseptual harus diwujudkan dalam suatu konstruksi teknologi informasi dalam skala yang lebih detail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semua tahapan yang ada, tahap konstruksi inilah yang biasanya paling banyak melihatkan sumber daya terbesar, terutama dalam hal penggunaan SDM, biaya, dan waktu. Pengendalian terhadap manajemen proyek pada tahap konstruksi harus diperketat agar penggunaan sumber daya dapat efektif dan efisien. Bagaimanapun, hal ini akan berdampak terhadap keberhasilan proyek sistem informasi yang diselesaikan secara tepat waktu. Akhir dari tahap konstruksi biasanya berupa uji coba atas sistem informasi yang baru dikembangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Tahap Implementasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap implementasi merupakan tahap yang paling kritis karena untuk pertarna kalinya sistem informasi akan dipergunakan di dalam organisasi. Ada berbagai pendekatan untuk implementasi sistem yang baru didesain. Pekerjaan utama dalam implementasi sistem biasanya mencakup hal-hal sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Merencanakan waktu yang tepat untuk implementasi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengumumkan rencana implementasi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mendapatkan sumberdaya perangkat keras dan lunak&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyiapkan database&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyiapkan fasilitas fisik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memberikan pelatihan dan workshop&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyiapkan saat yang tepat untuk cut over (peralihan sistem)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyiapkan saat yang tepat untuk cut over (peralihan sistem)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;Pemberian pelatihan harus diberikan kepada semua pihak yang terlibat sebelum tahap implementasi dimulai. Selain untuk mengurangi risiko kegagalan, pemberian pelatihan juga berguna untuk menanamkan rasa memiliki terhadap sistem baru yang akan diterapkan. Dengan cara ini, seluruh jajaran pengguna akan dengan mudah menerima sistem tersebut dan memeliharanya dengan baik di masa-masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;6. Tahap Pasca Implementasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan sistem informasi biasanya di akhiri setelah tahap implementasi dilakukan. Namun, ada satu tahapan lagi yang harus dijaga dan diperhatikan oleh manajemen, yaitu tahap pasca implementasi. Kegiatan yang dilakukan di tahap pasca implementasi adalah bagaimana pemeliharaan sistem akan dikelola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya sumber daya yang lain, sistem informasi akan mengalami perkembangan di kemudian hari. Hal-hal seperti modifikasi sistem, berpedoman ke sistem lain, perubahan hak akses sistem, penanganan terhadap fasilitas pada sistem yang rusak, merupakan contoh dari kasus-kasus yang biasanya timbul dalam pemeliharaan sistem. Di sinilah diperlukan dokumentasi yang memadai dan pemindahan pengetahuan dari pihak penyusun sistem ke pengguna untuk menjamin terkelolanya dengan baik proses-proses pemeliharaan sistem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perspektif manajemen, tahap pasca-implementasi adalah berupa suatu aktivitas di mana harus ada personil atau divisi yang dapat melakukan perubahan atau modifikasi terhadap sistem informasi sejalan dengan perubahan kebutuhan bisnis yang dinamis.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Sumber :&lt;br /&gt;https://intanandini209.wordpress.com/2014/12/21/makalah-pengembangan-sistem-informasi/&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://cuma-ingintahu.blogspot.com/2016/10/konsep-pengembangan-sistem-informasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6967767751371728648.post-1661033546486129866</guid><pubDate>Mon, 17 Oct 2016 05:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-10-17T13:54:59.291+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gunadarma</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Softskill</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tugas Kuliah</category><title>Definisi Telematika dan Pemanfaatan Telematika</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Definisi Telematika dan Pemanfaatan Telematika&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; - Di kesempatan kali ini saya akan membahas tentang Definisi Telematika dan Pemanfaatan Telematika untuk memenuhi tugas softskill. Langsung saja kita mulai pembahasan Definisi Telematika dan Pemanfaatan Telematika.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Definisi Telematika&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kata telematika berasal dari kata dalam bahasa Prancis, yaitu &quot;&lt;i&gt;&lt;b&gt;telematique&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&quot;. Telematika menunjuk pada hakikat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media, dan informatika. Dalam Pengantar pada Mata Kuliah Hukum Telematikan Fakultas Hukum Universitas Indonesia, dinyatakan bahwa istilah telematika merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi telekomunikasi, media, dan informatika yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Konvergensi telematika kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan digital atau the net.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Kerangka Kebijakan Pengembangan dan Pendayagunaan Telematika di Indonesia, disebutkan bahwa teknologi telematika merupakan singkatan dari teknologi komunikasi, media, dan onformatika. Senada dengan pendapat pemerintah, telematika diartikan sebagai singkatan dari tele = telekomunikasi, ma = multimedia, dan tika = informatika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengacu kepada penggunaan dikalangan masyarakat telematika Indonesia (MASTEL), istilah telematika berarti perpaduan atau pembauran (konvergensi) antara teknologi informasi (teknologi komputer), teknologi telekomunikasi, termasuk siaran radio maupun televisi dan multimedia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam perkembangannya, teknologi telematika ini telah menggunakan kecepatan dan jangkauan transmisi energi elektromagnetik, sehingga sejumlah besar informasi dapat ditransmisikan dengan jangkauan, menurut keperluan, sampai seluruh dunia, bahkan ke seluruh angkasa, serta terlaksana dalam sekejap. Kecepatan transmisi elektromagnetik adalah (hampir) 300.000 km/detik, sehingga langsung dikirim begitu sampai, memungkinkan orang berdialog langsung, atau komunikasi interaktif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut, maka dapat disarikan pemahaman tentang telematika sebagai berikut.&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Telematika adalah sarana komunikasi jarak jauh melalui media elektromagnetik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kemampuannya adalah mentransmisikan sejumlah besar informasi dalam sekejap, dengan jangkauan seluruh dunia, dan dalam berbagai cara, yaitu dengan perantaan suara (telepon, musik), huruf, gambar dan data atau kombinasi-kombinasinya. Teknologi digital memungkinkan hal tersebut terjadi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jasa telematika ada yang diselenggarakan untuk umum (online, internet), dan ada pula untuk keperluan kelompok tertentu atau dinas khusus (intranet).&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa telematika merupakan teknologi komunikasi jarak jauh, yang menyampaikan informasi satu arah, maupun timbal balik, dengan sistem digital&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pemanfaatan Telematika di Bidang Pendidikan&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Menurut Miarso (2004) terdapat sejumlah pilihan alternatif pemanfaatan di bidang pendidikan, yaitu : &lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Perpustakaan Elektronik, perpustakaan yang biasanya berisi arsip-arsip buku dengan dibantu dengan teknologi informasi dan internet dapat dengan mudah mengubah konsep perpustakaan yang pasif menjadi agresif dalam berinteraksi dengan penggunanya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Surat Elektronik (email), dengan aplikasi sederhana seperti email maka seorang dosen, pengelola, orang tua dan mahasiswa dapat dengan mudah berhubungan. Dalam kegiatan di luar kampus mahasiswa yang menghadapi kesulitan dapat bertanya lewat email. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ensiklopedia, sebagian perusahan yang menjajakan ensiklopedia saat ini telah mulai bereksperimen menggunakan CD ROM untuk menampung ensiklopedia sehingga diharapkan ensiklopedia di masa mendatang tidak hanya berisi tulisan dan gambar saja, tapi juga video, audio, tulisan dan gambar, dan bahkan gerakan. Dan data informasi yang terkandung dalam ensklopedia juga telah mulai tersedia di internet. Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan maka data dan informasi yang terkandung dalam ensiklopedi elektronik dapat diperbaharui. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sistem Distribusi Bahan Secara Elektronis (digital), dengan adanya sistem ini maka keterlambatan serta kekurangan bahan belajar bagi warga belajar yang tinggal di daerah terpencil dapat teratasi. Bagi para guru SD yang mengikuti penyetaraan D2, sarana untuk mengakses program ini tidak menjadi masalah karena mereka dapat menggunakan fasilitas yang dimiliki kantor pos yang menyediakan jasa internet. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tele-edukasi dan Latihan Jarak Jauh dalam Cyber System, pendidikan dan pelatihan jarak jauh diperlukan untuk memudahkan akses serta pertukaran data, pengalaman dan sumber daya dalam rangka peningkatan mutu dan keterampilan professional dari SDM di Indonesia. Pada gilirannya jaringan ini diharapkan dapat menjangkau serta dapat memobilisasikan potensi masyarakat yang lain, termasuk dalam usaha, dalam rangka pembangunan serta kelangsungan kehidupan ekonomi di Indonesia, baik yang bersifat pendidikan formal maupun nonformal dalam suatu “cyber system”. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengelolaan Sistem Informasi, ilmu pengetahuan tersimpan dalam berbagai bentuk dokumen yang sebagian besar tercetak dalam bentuk buku, makalah atau laporan informasi semacam ini kecuali sukar untuk diakses, juga memerlukan tempat penyimpanan yang luas. Beberapa informasi telah disimpan dalam bentuk disket atau CD ROM, namun perlu dikembangkan lebih lanjut sistem agar informasi itu mudah&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Sumber :&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;http://raydraxler.blogspot.co.id/2016/10/definisi-telematika-dan-pemanfaatan.html&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://cuma-ingintahu.blogspot.com/2016/10/definisi-telematika-dan-pemanfaatan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6967767751371728648.post-5687532101332831181</guid><pubDate>Mon, 25 Apr 2016 19:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-04-26T02:31:21.088+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gunadarma</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Softskill</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tugas Kuliah</category><title>Contoh Resensi Buku &quot;Sepatu Dahlan&quot;</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Contoh Resensi Buku &quot;Sepatu Dahlan&quot;&lt;/b&gt; &lt;/i&gt;- Pada artikel kali ini saya akam membahas &lt;b&gt;Contoh Resensi Buku &quot;Sepatu Dahlan&quot;&lt;/b&gt;, pengertian dari resensi itu sendiri serta apa saja manfaat yang di peroleh dengan adanya suatu resensi. Mari kita ulas satu demi satu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pengertian Resensi&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Apakah kalian tahu apa yang di maksud dengan &lt;u&gt;&lt;b&gt;Resensi&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Resensi berasal dari bahasa Belanda resentie dan bahasa Latin recensio, recensere atau juga revidere yang memiliki arti mengulas kembali.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;u&gt;Resensi adalah suatu penilaian terhadap sebuah karya&lt;/u&gt;. Karya yang dinilai dapat berupa buku, karya seni film dan drama. Menulis resensi terdiri dari kelebihan, kekurangan dan informasi yang diperoleh dari buku dan disampaikan kepada masyarakat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3&gt;
Manfaat Resensi Buku&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;1. Bahan Pertimbangan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Memberikan gambaran kepada para pembaca tentang suatu karya dan mempengaruhi mereka atas karya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Nilai Ekonomis&lt;/b&gt;Mendapatkan uang atau imbalan serta buku-buku yang diresensikan secara gratis dari penerbit buku apabila resensinya di muat di koran atau majalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Sarana Promosi Buku&lt;/b&gt;Buku yang di resensikan adalah buku baru yang belum pernah di resensi. Dengan demikian, resensi merupakan media untuk mempromosikan buku baru tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Pengembangan Kreativitas&lt;/b&gt;Semakin sering menulis, maka semakin terasah kebiasaan menulis untuk setiap individu. Hal ini dilakukan untuk mengembangkan kreativitas menulis.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3&gt;
Resensi Buku Sepatu Dahlan&lt;/h3&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWYBi4eswzxVY0uD0ruqKsmKQRcVHFVDgHG5r36CY_TO8leBuErXolxRC7Kl-5LSTcwpzK88AapZQQcxGul1fw8Vc0Uz_-MBFnNIZNTPJROxWaiuHUOnG3QxZZsiAhriuLYfq-mpby9RE/s1600/Sepatu-Dahlan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Contoh Resensi Buku &amp;quot;Sepatu Dahlan&amp;quot;&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWYBi4eswzxVY0uD0ruqKsmKQRcVHFVDgHG5r36CY_TO8leBuErXolxRC7Kl-5LSTcwpzK88AapZQQcxGul1fw8Vc0Uz_-MBFnNIZNTPJROxWaiuHUOnG3QxZZsiAhriuLYfq-mpby9RE/s320/Sepatu-Dahlan.jpg&quot; title=&quot;Contoh Resensi Buku &amp;quot;Sepatu Dahlan&amp;quot;&quot; width=&quot;212&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span id=&quot;goog_884553174&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;goog_884553175&quot;&gt;&lt;/span&gt;Judul&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :Sepatu Dahlan&lt;br /&gt;Penulis&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :Khrisna Pabichara&lt;br /&gt;Penerbit&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :Noura books ( PT Mizan Publika )&lt;br /&gt;Ketebalan Buku&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :392 hlm&lt;br /&gt;Panjang&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :21 cm&lt;br /&gt;Tahun Terbit&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :Mei 2012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;goog_884553179&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;goog_884553180&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;goog_884553181&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;goog_884553182&quot;&gt;&lt;/span&gt;Dalam setiap buku, novel dan lainnya terdapat resensi yang berisi tentang keunggulan dan kelemahan suatu buku. Adapun resensi novel “Sepatu Dahlan” yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karir Khrisna Pabichara sebagai penulis telah banyak melahirkan kumpulan cerita pendek, Mengawini Ibu: Senarai kisah yang menggetarkan (Kayla Pustaka, 2010). Dan novel Sepatu Dahlan adalah buku ke-14 yang dianggitnya. Selain menulis Khrisna Pabichara juga bekerja sebagai penyunting lepas dan aktif dalam berbagai kegiatan literasi. Dia bisa disapa dan diajak berbincang berbagai hal, terutama pernak-pernik #bahasaindonesia, lewat akun twitter-nya: @1bichara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel Sepatu Dahlan ini merupakan novel new release yang mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat. Dengan begitu novel Sepatu Dahlan ini menjadi novel best seller di gramedia seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alur cerita Sepatu Dahlan cukup sederhana. Dahlan Iskan &amp;lt; remaja kebon dalem . Sebuah kampung kecil dengan enam buah rumah atau sebut saja gubuk, yang letaknya saling berjauhan. Jika berjalan seratus atau dua ratus langkah ke arah timur, sungai kanal segera terlihat. Di sepanjang sungai itu banyak pepohonan yang besar-besar, seperti trembesi, angsana, jawi dan jati. Di sebelah barat dan selatan hanya ada tebu. Ya, ladang-ladang tebu terhampar sejauh mata memandang. Ada juga beberapa petak sawah yang ditanami padi atau jagung, tetapi tak seberapa dibanding tebu-tebu yang tingginya kini sudah nyaris dua setengah meter. Disanalah, di lading-ladang tebu itu, aku mengais rezeki. Dan dari sanalah kehidupan Dahlan Iskan berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini diawali dengan keadaan yang kritis karena ia terkena penyakit liver akut. Pada saat di bius beliau bermimpi akan masa lalunya. Dahlan Iskan merupakan anak kecil yang bersekolah di sekolah rakyat Takeran bersama teman [teman dekatnya Arif, Imran, Komaryah, Maryati, Kadir]. Ketika duduk di sekolah rakyat Dahlan tidak pernah merasakan bagaimana rasanya menggunakan sepatu. Ia berangkat ke sekolah dengan tidak menggunakan alas apapun, padahal Dahlan harus berjalan berkilo-kilo meter untuk sampai ke sekolahnya. Tapi Dahlan tidak pernah mengeluh akan keadaan yang dialaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, Dahlan memohon kepada bapaknya untuk berekolah di sekolah yang di inginkannya, yaitu SMP 1 Magetan. Tapi karena tidak ada uang akhirnya Dahlan melanjutkan ke Tsanawiyah Takeran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam novel ini terdapat beberapa masalah yang cukup rumit untuk di jalani seorang anak remaja. Dari mulai di tinggal pergi oleh ibunya, tidak dapat membeli makanan untuk makanan sehari-hari dan terpaksa mencuri tebu. Masalah-masalah itu terus datang menghampirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahlan mempunyai mimpi untuk memiliki sepatu dan sepeda agar mempermudahnya untuk pergi kemana-mana. Impiannya itu dia dapatkan ketika satu per satu prestasi yang dapat ia dapatkan. Dia mendapat kesempatan untuk mengajar voli kepada anak-anak juragan kaya. Dan penghasilan darisana ia gunakan untuk membeli sepatu dan sepeda. Sampai akhirnya ia tumbuh dewasa dan jatuh cinta kepada Aisha anak seorang mandor di kampungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada segi lain, novel ini berhasil melontarkan sesuatu yang patut direnungkan oleh pembacanya. Di samping itu, ceritanya cukup enak untuk dinikmati. Tanpa banyak tutur, Dahlan Iskan berhasil melukiskan adegan demi adegan dengan gaya ceritanya yang lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setting ceritanya sendiri memang kehidupan di kampung maka tidak mengherankan apabila sering muncul&amp;nbsp; gurauan-gurauan dan humor versi anak-anak kampung kebon dalem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel “Sepatu Dahlan” ini telah dikerjakan dengan keterampilan teknik bercerita, dengan gaya bahasanya yang lembut, serta dengan perasaan halus seorang lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya disebutkan bahwa apabila kita menjalani kemiskinan dengan benar, kita akan mendapatkan pelajaran yang sangat berharga.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
******&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sekian dari saya tentang artikel &lt;u&gt;&lt;b&gt;Contoh Resensi Buku &quot;Sepatu Dahlan&quot;&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;. Semoga artikel ini dapat memberi manfaat kepada Anda.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Sumber:&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;http://bangkudepan.com/contoh-resensi-buku/&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://cuma-ingintahu.blogspot.com/2016/04/contoh-resensi-buku-sepatu-dahlan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWYBi4eswzxVY0uD0ruqKsmKQRcVHFVDgHG5r36CY_TO8leBuErXolxRC7Kl-5LSTcwpzK88AapZQQcxGul1fw8Vc0Uz_-MBFnNIZNTPJROxWaiuHUOnG3QxZZsiAhriuLYfq-mpby9RE/s72-c/Sepatu-Dahlan.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6967767751371728648.post-1679706668019947516</guid><pubDate>Mon, 25 Apr 2016 18:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-04-26T01:54:13.683+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gunadarma</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Softskill</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tugas Kuliah</category><title>Pengertian Penalaran Deduktif</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Pengertian Penalaran Deduktif&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; - Selamat malam. Di kesempatan kali ini saya akan membahas tentang &lt;b&gt;Pengertian Penalaran Deduktif &lt;/b&gt;yang sebelumnya sudah sedikit di bahas di &lt;a href=&quot;http://cuma-ingintahu.blogspot.co.id/2016/03/pengertian-penalaran-deduktif-induktif.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;b&gt;Pengertian Penalaran Deduktif dan Induktif&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;. Oke langsung saja kita mulai.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Penalaran deduktif&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Metode ini diawali dari pembentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Faktor – faktor &lt;u&gt;penalaran deduktif&lt;/u&gt; :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Pembentukan Teori&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hipotesis&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Definisi Operasional&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Instrumen&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Operasionalisasi&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Variabel pada &lt;u&gt;penalaran deduktif&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;1. Silogisme Kategorial &lt;/b&gt;adalah silogisme yang terjadi dari tiga proposisi.&lt;br /&gt;Premis umum : Premis Mayor (My)&lt;br /&gt;Premis khusus : Premis Minor (Mn)&lt;br /&gt;Premis simpulan : Premis Kesimpulan (K)&lt;br /&gt;Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term mayor, dan predikat simpulan disebut term minor.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;2. Silogisme Hipotesis &lt;/b&gt;merupakan silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis.&lt;br /&gt;Konditional hipotesis : bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;3. Silogisme Alternatif&lt;/b&gt; yaitus silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif.&lt;br /&gt;Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternatif yang lain.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;4. Entimen&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Contoh &lt;u&gt;Kalimat Deduktif&lt;/u&gt; :&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
1. Burung adalah hewan berkaki dua (premis minor)&lt;br /&gt;2. Semua burung bisa terbang (kesimpulan)&lt;br /&gt;3. Burung adalah hewan (premis mayor)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Sumber :&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;http://bungamahasiswa.blogspot.co.id/2012/11/pengertian-penalaran-deduktif.html&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://cuma-ingintahu.blogspot.com/2016/04/pengertian-penalaran-deduktif.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6967767751371728648.post-8656629201926376234</guid><pubDate>Fri, 25 Mar 2016 14:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-03-25T21:59:05.120+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Catatanku</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Motivasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Puisi</category><title>Harapan Tak Sesuai Keinginan</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEii4GT9X6vx5WqNovq9GAc8mggdbCwGqqoSalKo7IkdXeJ_Qe69VjCebsxoLEnFl14pFBkdKByAikDmRbm6dx7QKAWMtyN08HTbnyqjsRSUobk9x6kqkYrNhmZ-SUAINz0yA6FbiA_CFyk/s1600/01-08-16-hope.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;hope, harapan, keinginan&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;235&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEii4GT9X6vx5WqNovq9GAc8mggdbCwGqqoSalKo7IkdXeJ_Qe69VjCebsxoLEnFl14pFBkdKByAikDmRbm6dx7QKAWMtyN08HTbnyqjsRSUobk9x6kqkYrNhmZ-SUAINz0yA6FbiA_CFyk/s320/01-08-16-hope.jpg&quot; title=&quot;hope&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span id=&quot;goog_392203142&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;goog_392203143&quot;&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Kadang apa yang kita harap, tak sesuai dengan keingininan&lt;br /&gt;Yang kita rasa dibutuhkan, tak sesuai dengan kenyataan&lt;br /&gt;Namun...&lt;br /&gt;Yang tak pernah terlintas dalam fikiran&lt;br /&gt;Itulah yang sangat kita butuhkan&lt;br /&gt;Sosok yang kita anggap sempurna&lt;br /&gt;Namun tak sempurna dalam kepribadian&lt;br /&gt;Sosok yang kita anggap jauh dari kata sempurna&lt;br /&gt;Namun itulah yang terbaik untuk kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup adalah sebuah pilihan&lt;br /&gt;Dan hidup adalah sebuah jawaban&lt;br /&gt;Setiap langkah yang kita lalui&lt;br /&gt;Disitulah terkadang hidup itu hadir&lt;br /&gt;Saat seseorang hadir&lt;br /&gt;Kadang kita tak pernah anggap mereka ada&lt;br /&gt;Namun tanpa kita sadari, saat sosok tersebut hilang&lt;br /&gt;Kita merasa hampa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebab dan akibat, ada resiko di setiap langkah&lt;br /&gt;Serta ada saat dimana kita di atas awan&lt;br /&gt;Dan kita pun terjatuh ke dasar bumi&lt;br /&gt;Bibir selalu dapat bertabir kata-kata indah&lt;br /&gt;Namun hati tetaplah nomor satu&lt;br /&gt;Kita dapat memenangkan segala hal&lt;br /&gt;Kitapun dapat berbohong kepada siapapun&lt;br /&gt;Namun hati dan ego selalu yang utama&lt;br /&gt;Dimana kita dapat mengalahkan ego&lt;br /&gt;Dimana kita dapat jujur akan hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangan ketakutan, trauma, masa lalu&lt;br /&gt;Hanyalah segala ujian&lt;br /&gt;Dan menghancurkan satu per satu&lt;br /&gt;Hari demi hari orang-orang dalam ketulusan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunjukkan dalam masa depan hal terbaru&lt;br /&gt;Meninggalkan segala masa lampau&lt;br /&gt;Walau kenangan takkan pernah terhapus&lt;br /&gt;Namun akan menjadi taman indah&lt;br /&gt;Yang mewarnai kehidupan&lt;br /&gt;Dan memberi segala pelajaran berharga&lt;br /&gt;Untuk kita di hari ke depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika suatu saat itu tiba&lt;br /&gt;Disitulah, ku selalu ingin semua tersenyum&lt;br /&gt;Jika suatu saat itu tiba&lt;br /&gt;Disitulah, ku ingin semua yang terbaik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati, Diri, Jiwa lelah ...&lt;br /&gt;Namun kesalahanku, pilihan, ego, emosi sesaatku&lt;br /&gt;Telah membuat semua harapan indah &lt;br /&gt;Pergi ...&lt;/div&gt;
</description><link>http://cuma-ingintahu.blogspot.com/2016/03/harapan-tak-sesuai-keinginan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEii4GT9X6vx5WqNovq9GAc8mggdbCwGqqoSalKo7IkdXeJ_Qe69VjCebsxoLEnFl14pFBkdKByAikDmRbm6dx7QKAWMtyN08HTbnyqjsRSUobk9x6kqkYrNhmZ-SUAINz0yA6FbiA_CFyk/s72-c/01-08-16-hope.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6967767751371728648.post-8407143498123734413</guid><pubDate>Thu, 24 Mar 2016 07:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-03-24T14:38:46.176+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gunadarma</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Softskill</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tugas Kuliah</category><title>Pengertian Penalaran Deduktif dan Induktif</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Pengertian Penalaran Deduktif dan Induktif&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; - Hai ! Apa kabar semuanya? Semoga baik. Di kesempatan kali ini saya akan mencoba membahas tentang &lt;u&gt;Pengertian Penalaran Deduktif dan Induktif&lt;/u&gt; dengan beberapa contoh yang di sadur dari beberapa sumber.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;h3&gt;
Pengertian Penalaran&lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi-proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar&lt;i&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ada dua metode yang di gunakan dalam menalar yaitu &lt;u&gt;deduktif dan induktif&lt;/u&gt;.&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;h3&gt;
Penalaran Deduktif&lt;/h3&gt;
Penalaran deduktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum. Proses penalaran ini disebut Deduksi. Kesimpulan deduktif dibentuk dengan cara deduksi. Yakni dimulai dari hal-hal umum, menuku kepada hal-hal yang khusus atau hal-hal yang lebih rendah proses pembentukan kesimpulan deduktif tersebut dapat dimulai dari suatu dalil atau hukum menuju kepada hal-hal yang kongkrit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Contoh :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status social.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Macam-macam penalaran deduktif diantaranya : &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Silogisme&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dengan fakta lain bahwa silogisme adalah rangkaian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat dan 1 kesimpulan. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Entimen&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Paragraf berpola deduktif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Letak kalimat utama di awal paragraf&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Diawali dengan pernyataan umum disusul dengan uraian atau penjelasan khusus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Diakhiri dengan penjelasan &lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;h3&gt;
Pengertian Penalaran Induktif&lt;/h3&gt;
Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan menjelaskan permasalahan-permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum. Paragraf Induktis sendiri dikembangkan menjadi beberapa jenis. Pengembangan tersebut yakni paragraf generalisasi, paragraf analogi, paragraf sebab akibat bisa juga akibat sebab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Contoh paragraf Induktif :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini remaja lebih menukai tari-tarian dari barat seperti breakdance, Shuffle, salsa (dan Kripton), modern dance dan lain sebagainya. Begitupula dengan jenis musik umumnya mereka menyukai rock, blues, jazz, maupun reff tarian dan kesenian tradisional mulai ditinggalkan dan beralih mengikuti tren barat. Penerimaan terhadap bahaya luar yang masuk tidak disertai dengan pelestarian budaya sendiri. Kesenian dan budaya luar perlahan-lahan menggeser kesenian dan budaya tradisional. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Macam-macam penalaran induktif diantaranya :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Generalisasi&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang diminati generalisasi mencakup ciri – ciri esensial, bukan rincian. Dalam pengembangan karangan, generalisasi dibuktikan dengan fakta, contoh, data statistik, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Contoh generalisasi:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jika ada udara, manusia akan hidup.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jika ada udara, hewan akan hidup.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jika ada udara, tumbuhan akan hidup.&lt;br /&gt;
∴ Jika ada udara mahkluk hidup akan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Macam-macam generalisasi :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Generalisasi sempurna&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penimpulan diselidiki. Generalisasi macam ini memberikan kesimpilan amat kuat dan tidak dapat diserang. Tetapi tetap saja yang belum diselidiki.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Generalisasi tidak sempurna&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Adalah generalisasi berdasarkan sebagian fenomena untuk mendapatkan kesimpulan yang berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diselidiki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ciri-ciri paragraf berpola induktif :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Letak kalimat utama di akhir paragraf&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Diawali dengan uraian/penjelasan bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan umum&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Paragraf induktif diakhiri dengan kesimpulan&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
Sekian pembahasan tentang &lt;i&gt;&lt;b&gt;Pengertian Penalaran Deduktif dan Induktif&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber :&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;https://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran&lt;br /&gt;https://rismarhaesa15.wordpress.com/2015/03/28/pengertian-penalaran-deduktif-dan-induktif-beserta-contoh-dan-ciri-cirinya/&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://cuma-ingintahu.blogspot.com/2016/03/pengertian-penalaran-deduktif-induktif.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6967767751371728648.post-1867404825671251339</guid><pubDate>Fri, 18 Mar 2016 15:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-03-18T22:47:21.920+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gunadarma</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tugas Kuliah</category><title>Hasil Uji Coba Koneksi Peer to Peer</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Hasil Uji Coba Koneksi Peer to Peer &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;- Selamat malam. Kali ini saya akan menjabarkan &lt;b&gt;Hasil Uji Coba Koneksi Peer to Peer&lt;/b&gt; yang merupakan kelanjutan dari artikel &lt;a href=&quot;http://Hasil Uji Coba Koneksi Peer to Peer&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;u&gt;Membuat Jaringan Komputer Sederhana&lt;/u&gt;&lt;/a&gt;. Tipe kabel LAN yang saya gunakan di dalam percobaan kali ini adalah tipe Cross Over.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada uji coba kali ini saya menggunakan satu laptop sebagai host dan sepuluh laprop lain sebagai client. Uji coba ini di lakukan secara bergantian serta menggunakan IP Address yang berbeda-beda.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berikut beberapa screenshoot hasil percobaan yang di lakukan : &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKbjk6b_BFC5BCtzINvfaEMpfg6teWXzEBIlQlkMsBJEcHhkSw24KyQQrFTZDJllmuZ5u2yXJU5uaCe2NoqB5GsaUQP71lPV-N4uFk58nkI6rPb3-Yp9ieKf1iYdk2ec8t4ReCZruaGzg/s1600/18-03-2016+19-30-35.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;tes lan cross over sukses&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;166&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKbjk6b_BFC5BCtzINvfaEMpfg6teWXzEBIlQlkMsBJEcHhkSw24KyQQrFTZDJllmuZ5u2yXJU5uaCe2NoqB5GsaUQP71lPV-N4uFk58nkI6rPb3-Yp9ieKf1iYdk2ec8t4ReCZruaGzg/s320/18-03-2016+19-30-35.jpg&quot; title=&quot;tes lan cross over sukses&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Koneksi Sukses 1&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRjveEl-QSCKm0_hT72wF6adqM3nf6rhtflA9K0bCRuj6CRh_O7Yn68hqndZzKcb-lM2P03-MBkSicYVvppDC5fI3JrYj717YjQLlNQdCF640ONzN3w6vpBOo-NnV2AJbhDaFnDxdM5_g/s1600/18-03-2016+19-33-06.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;tes lan cross over, sukses&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;166&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRjveEl-QSCKm0_hT72wF6adqM3nf6rhtflA9K0bCRuj6CRh_O7Yn68hqndZzKcb-lM2P03-MBkSicYVvppDC5fI3JrYj717YjQLlNQdCF640ONzN3w6vpBOo-NnV2AJbhDaFnDxdM5_g/s320/18-03-2016+19-33-06.jpg&quot; title=&quot;tes lan cross over&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Koneksi Sukses 2&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0rKMqCCVpH9VRQqFyUIhKr9cy72iPGeDlqCdwjxZj_sz48AlIHu0crFvCk5qmB_ofDhcOh43Co-WiX40o9UcVPxQihFQdlaOKytYQ86qgpuMeH9De6fOOYic-nX8kVckOa1mX_22x6VI/s1600/18-03-2016+19-19-09.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Request Time Out&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;140&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0rKMqCCVpH9VRQqFyUIhKr9cy72iPGeDlqCdwjxZj_sz48AlIHu0crFvCk5qmB_ofDhcOh43Co-WiX40o9UcVPxQihFQdlaOKytYQ86qgpuMeH9De6fOOYic-nX8kVckOa1mX_22x6VI/s320/18-03-2016+19-19-09.jpg&quot; title=&quot;Request Time Out&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Request Time Out&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah percobaan di lakukan satu persatu, maka di dapatkan hasil sebagai berikut :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3XzBIk3Ye2cGhDhyphenhyphenWyus5AqS-TlkKrV2ZhYx-ZhC_Cc3fwrP0XDb-m1jueSit3Ghw4VOJqz21FNbUpN6poakhfgbLVHs4o3eFPODwQkiKauJT5ki0Gr2jzgQYd10Mvtl73t1mnT7yoZQ/s1600/18-03-2016+22-36-18.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;tabel hasil uji coba&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;163&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3XzBIk3Ye2cGhDhyphenhyphenWyus5AqS-TlkKrV2ZhYx-ZhC_Cc3fwrP0XDb-m1jueSit3Ghw4VOJqz21FNbUpN6poakhfgbLVHs4o3eFPODwQkiKauJT5ki0Gr2jzgQYd10Mvtl73t1mnT7yoZQ/s320/18-03-2016+22-36-18.jpg&quot; title=&quot;tabel hasil uji coba&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Tabel Hasil Uji Coba&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Untuk model kabel yang Straight belum saya lakukan percobaan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sekian dari saya, semoga artikel ini dapat bermanfaat.&lt;/div&gt;
</description><link>http://cuma-ingintahu.blogspot.com/2016/03/hasil-uji-coba-koneksi-peer-to-peer.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKbjk6b_BFC5BCtzINvfaEMpfg6teWXzEBIlQlkMsBJEcHhkSw24KyQQrFTZDJllmuZ5u2yXJU5uaCe2NoqB5GsaUQP71lPV-N4uFk58nkI6rPb3-Yp9ieKf1iYdk2ec8t4ReCZruaGzg/s72-c/18-03-2016+19-30-35.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6967767751371728648.post-6926713392834148676</guid><pubDate>Fri, 11 Mar 2016 13:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-03-11T20:59:28.294+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gunadarma</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tugas Kuliah</category><title>Tutorial Membuat Jaringan Komputer Sederhana</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Tutorial Crimping Kabel UTP/LAN - &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Di kesempatan kali ini saya akan membahas tentang &lt;b&gt;Tutorial Crimping Kabel UTP/LAN&lt;/b&gt; serta bagaimana cara untuk membuat jaringan peer to peer sederhana dengan menggunakan Kabel UTP/LAN.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Crimping itu apa? Crimping merupakan proses dimana sebuah kabel jaringan di proses agar mampu menjadi kabel jaringan yang utuh/sempurna.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Alat dan Bahan yang akan di gunakan adalah sebagai berikut :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
1. Kabel UTP/LAN&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3yIrrtvNwvhfj6bPx3nEJsmwkUmThwSj9-ABGXi9KPkqcvIpr9mWvkcMkR1zvaeIVSOrldPDEpYSL5VPKlqgYq4J-WQShRlXU8JJHonOOMl3g84hAKhsyFX4XNK_8tlhJAmqA-2BrCJA/s1600/c-1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;kabel utp, kabel lan, utp, lan&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3yIrrtvNwvhfj6bPx3nEJsmwkUmThwSj9-ABGXi9KPkqcvIpr9mWvkcMkR1zvaeIVSOrldPDEpYSL5VPKlqgYq4J-WQShRlXU8JJHonOOMl3g84hAKhsyFX4XNK_8tlhJAmqA-2BrCJA/s200/c-1.jpg&quot; title=&quot;kabel utp/lan&quot; width=&quot;131&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
2. Konektor RJ-45&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfzbbOQ5pDmJ0ACnddWg3whmp7a1e59mpRxLd9UACf8qodxR1ZUvMkdHJh6cZeRgAlihgRaqQjjNIKYh4FsE_yWJIdfLwT1TJ97N1-vRW519Jp-s6RCpZ525_0myxdl8-LVB_7PLFgM0E/s1600/c-2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;konektor rj-45, konektor, rj-45&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;150&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfzbbOQ5pDmJ0ACnddWg3whmp7a1e59mpRxLd9UACf8qodxR1ZUvMkdHJh6cZeRgAlihgRaqQjjNIKYh4FsE_yWJIdfLwT1TJ97N1-vRW519Jp-s6RCpZ525_0myxdl8-LVB_7PLFgM0E/s200/c-2.jpg&quot; title=&quot;konektor rj-45&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
3. Tang Crimping&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibRoJx4FEIi873RBIvDfRWEQOzAjdtqE10tmL4ATRMCM2gxvHWESA-FBBByawHnVF2xd7rA4hk38iUavuzxSXApDGg6_eKpVTvQRaxjAdnJGgucxXcK7JnZWDsa5oqrIdQOhvFUygO_Yk/s1600/c-3.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;tang crimping, crimping tools, crimping&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibRoJx4FEIi873RBIvDfRWEQOzAjdtqE10tmL4ATRMCM2gxvHWESA-FBBByawHnVF2xd7rA4hk38iUavuzxSXApDGg6_eKpVTvQRaxjAdnJGgucxXcK7JnZWDsa5oqrIdQOhvFUygO_Yk/s200/c-3.gif&quot; title=&quot;tang crimping&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
4. LAN Tester (opsional)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXhQuwSCLM80_pcNJ0meS3UIwgMAEn6UlEXCOdzGirKshmP81jQt4m2YUdUO_pUCGlEFBZ3RUZ0s8nBxwuzKqOLmjMnAQnDOCW3Dvke6FZmz2zkY2aRmmznvBhDKho8UDHMS4rh5TD1JE/s1600/c-4.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;lan tester, kabel tester&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;186&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXhQuwSCLM80_pcNJ0meS3UIwgMAEn6UlEXCOdzGirKshmP81jQt4m2YUdUO_pUCGlEFBZ3RUZ0s8nBxwuzKqOLmjMnAQnDOCW3Dvke6FZmz2zkY2aRmmznvBhDKho8UDHMS4rh5TD1JE/s200/c-4.jpg&quot; title=&quot;LAN tester&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Langkah-langkah pemasangan konektor RJ-45 pada kabel UTP/LAN :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
1. Kupas kulit kabel UTP/LAN dengan Crimping Tools atau pengupas kabel khusus.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiX9iCAjKeba4NTWTAFssIgnoKYNWZL5OfcQCUAxzSl061E1UI3A0TKxQpY9OW-aBNJ-LeCV5HWeS4-ccMDxyFp107ALHf7MWREtuLizq4jixkgNB6F37WxJIwHHOoWxkfPXw6CkwehrJ4/s1600/c-5.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;mengupas kabel utp, mengupas kabel lan&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;129&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiX9iCAjKeba4NTWTAFssIgnoKYNWZL5OfcQCUAxzSl061E1UI3A0TKxQpY9OW-aBNJ-LeCV5HWeS4-ccMDxyFp107ALHf7MWREtuLizq4jixkgNB6F37WxJIwHHOoWxkfPXw6CkwehrJ4/s320/c-5.jpg&quot; title=&quot;mengupas kabel utp&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
2. Pisahkan lilitan kabel UTP/LAN menjadi 8 bagian.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
3. Susunlah warna kabel dengan konfigurasi Cross Over kemudian potong ujung kabel tersebut dengan Tang Crimping.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHyaSEEZuUecjQuQ4OrpvumDhJ847UED24Xwu64mgCdM-PAW5jIe3f_XZXrXmSa38ALLaAjXHFylvqrQCyP6hvcWJL9adv5H3xkmdFjKEh8foPJ-gmqCMYrTiwedK6OK4nzeI-xQ2KlT8/s1600/crossover2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;crossover UTP&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHyaSEEZuUecjQuQ4OrpvumDhJ847UED24Xwu64mgCdM-PAW5jIe3f_XZXrXmSa38ALLaAjXHFylvqrQCyP6hvcWJL9adv5H3xkmdFjKEh8foPJ-gmqCMYrTiwedK6OK4nzeI-xQ2KlT8/s200/crossover2.jpg&quot; title=&quot;crossover UTP&quot; width=&quot;164&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
4. Masukkan ujung kabel yang telah di potong ke dalam lubang konektor RJ-45 secara bersamaan, lalu jepit konektor menggunakan tang crimping agar konektor terkunci.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEik1utNnH4CtjOVmEqgsqdZbPFMJq3PZVf9QOUeHW_tOVJC1Br6-2oQ6jneefv3DS9fKAtNLABccr8Dh9U-Uvq6fpweqiMc1Ssz92d-fHQgVa9o95P2KjYKr9saWLH8ys5_kyzZ0QrRM8g/s1600/crimping-tool3.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;192&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEik1utNnH4CtjOVmEqgsqdZbPFMJq3PZVf9QOUeHW_tOVJC1Br6-2oQ6jneefv3DS9fKAtNLABccr8Dh9U-Uvq6fpweqiMc1Ssz92d-fHQgVa9o95P2KjYKr9saWLH8ys5_kyzZ0QrRM8g/s320/crimping-tool3.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
5. Lakukan tes dengan LAN Tester, jika semua lampu indikator menyala berarti urutan pemasangan kabel sudah benar.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Setelah pembuatan kabel cross over selesai, selanjutnya adalah menghubungkan kedua PC/Laptop dengan cara :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
- Buka network connection (dari windows explorer klik kanan My Network Places -&amp;gt; Properties).&lt;br /&gt;- Klik kanan Local Area Connection, lalu pilih Properties -&amp;gt; Double klik Internet Protocol (TCP/IP).&lt;br /&gt;IP Address komputer 1 : 192.168.0.11 – Subnet Mask 255.255.255.0&lt;br /&gt;IP Address komputer 2 : 192.168.0.22 – Subnet Mask 255.255.255.0&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQdWBbU5Lg1mssc3bK7tUzU6Co5KNGjFytOjINMn2bE5dTSaGnAaHCwuD8pDqQGkwvI4AuYrX4E_jhIayXU8RgjBPVAby2GGMWmuZfOJFXkZDazeOUTCYhi_KQG2A948gwkJ5grEjbhGI/s1600/ipsetting.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;setting IP&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;316&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQdWBbU5Lg1mssc3bK7tUzU6Co5KNGjFytOjINMn2bE5dTSaGnAaHCwuD8pDqQGkwvI4AuYrX4E_jhIayXU8RgjBPVAby2GGMWmuZfOJFXkZDazeOUTCYhi_KQG2A948gwkJ5grEjbhGI/s320/ipsetting.jpg&quot; title=&quot;setting IP&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Anda dapat melakukan ping terhadap komputer 2 melalui komputer 1 di DOS lewat Start -&amp;gt; Run -&amp;gt; ketik cmd -&amp;gt; lalu ketik ping 192.168.0.22. Jika komputer 2 ingin melakukan ping komputer 1 caranya sama tinggal ganti dengan IP address komputer 1.&lt;br /&gt;Ping ini berfunsi untuk mengetahui berhasil tidaknya transfer data dari jaringan peer to peer yang telah kita buat tadi. Selain ping komputer 1 bisa membuka komputer 2 secara langsung di address bar windows explorer dengan mengetikan \\192.168.0.22 begitupun sebaliknya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Semoga artikel ini memberikan manfaat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Sumber : &lt;i&gt;http://putramuga.blogspot.co.id/2014/02/cara-membuat-jaringan-komputer.html&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-left: 0px; margin-right: auto; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://cuma-ingintahu.blogspot.com/2016/03/membuat-jaringan-komputer-sederhana.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3yIrrtvNwvhfj6bPx3nEJsmwkUmThwSj9-ABGXi9KPkqcvIpr9mWvkcMkR1zvaeIVSOrldPDEpYSL5VPKlqgYq4J-WQShRlXU8JJHonOOMl3g84hAKhsyFX4XNK_8tlhJAmqA-2BrCJA/s72-c/c-1.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6967767751371728648.post-571214278522855517</guid><pubDate>Tue, 26 Jan 2016 16:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-01-26T23:36:18.343+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gunadarma</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Softskill</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tugas Kuliah</category><title>Contoh Karya Ilmiah Tentang &quot;Sampah Plastik&quot;</title><description>&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;BAB I&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.1.Latar belakang masalah&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setiap hari kita mengkonsumsi makanan yang dibungkus oleh plastik, bungkus plastik tersebut biasanya hanya untuk sekali pakai saja, lalu dibuang, tanpa kita sadari hal inilah yang akan berakibat&amp;nbsp; buruk dimasa yang akan datang.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kita tidak sadar sudah berapa banyak sampah plastik yang kita hasilkan satiap harinya,bahkan sampah plastik sudah kita anggap wajar saja jika berserakan dimana-mana, kita tidak tau akibat dari sampah plastik yang kita buang bagi kesehatan dan lingkungan kita.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hampir disetiap tempat perbelanjaan kita mendapatkan plastik dan terkadang kita dapatkan itu dengan Cuma-Cuma.mungkin karna kita mendapatkannya secara mudah pulalah kita juga membuangnya secara mudah.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Atas dasar hal inilah penulis ingin mengangkat tema penulisan karya tulis ilmiah yang berjudul “Sampah Plastik dan Penanggulngannya”.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
1.2.Rumusan masalah&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Apa itu sampah plastik?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bagaimanakah polusi tanah oleh sampah plastik?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bagaimanakah dampak polusi tanah yang disebabkan oleh sampah plastik untuk masa yang akan datang jika dibiarkan terus menerus?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bagaimanakah penanggulangan polusi tanah yang disebabkan oleh sampah plastik?&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
1.3. Tujuan&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Mendeskripsikan sampah plastik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mendekripsikan dampak polusi tanah yang disebabkan sampah plastik dan dampaknya dimasa yang akan datang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mendeskripsikan pengendalian sampah plastik&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
1.4.Metode penelitian&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Penelitian langsung&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Studi pustaka&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Internet&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
1.5.Manfaat penelitian&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Meningkatkan kesadaran pembaca tentang bahaya sampah plastik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membangun kesadaran tentang penggunaan barang pengganti yang lebih ramah lingkungan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengetahui jenis-jenis plastik dan akibat yang ditimbulkan sampah plastik.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
BAB II&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;PEMBAHASAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;2.1.Sampah plastik&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Plastik adalah senyawa polimer alkena dengan bentuk molekul sangat besar. Istilah plastik, menurut pengertian kimia, mencakup produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik. Molekul plastik terbentuk dari kondensasi organik atau penambahan polimer dan bisa juga terdiri dari zat lain untuk meningkatkan performa atau nilai ekonominya. &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Plastik adalah senyawa polimer alkena dengan bentuk molekul sangat besar. Istilah plastik, menurut pengertian kimia, mencakup produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik. Molekul plastik terbentuk dari kondensasi organik atau penambahan polimer dan bisa juga terdiri dari zat lain untuk meningkatkan performa atau nilai ekonominya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Secara alamiah, terdapat beberapa polimer (pengulangan tidak terhingga dari monomer-monomer) yang digolongkan ke dalam kategori plastik. Secara fisik, plastik bisa dibentuk atau dicetak menjadi lembar film atau serat sintetik, yang disebabkan karena plastik juga bersifat &quot;malleable&quot; alias memiliki sifat bisa dibentuk atau ditempa.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam proses industri dan pabrikasi, plastik dibuat dalam jenis yang sangat banyak. Sifat-sifat bisa menerima tekanan, panas, keras juga lentur, dan bisa digabung dengan partikel lain semisal karet, metal, dan keramik. Sehingga wajar jika plastik bisa dipergunakan secara massa untuk banyak sekali keperluan. Bahkan keranjang belanja yang umum dibawa ibu-ibu ke pasar juga kini diganti plastik kresek yang berubah menjadi sampah begitu sampai di rumah.jenis-jenis plastik :&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;PET — Polyethylene Terephthalate. &lt;/i&gt;Biasanya, pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 1 di tengahnya dan tulisan PETE atau PET (polyethylene terephthalate) di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Mayoritas bahan plastik PET di dunia untuk serat sintetis (sekitar 60 %), dalam pertekstilan PET biasa disebut dengan polyester (bahan dasar botol kemasan 30 %) Botol Jenis PET/PETE ini direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI, Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;HDPE — High Density Polyethylene. &lt;/i&gt;Umumnya, pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 2 di tengahnya, serta tulisan HDPE (high density polyethylene) di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air minum, kursi lipat, dan lain-lain.HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya. HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi.Sama seperti PET, HDPE juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian, karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;V — Polyvinyl Chloride. &lt;/i&gt;Tertera logo daur ulang (terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di tengahnya, serta tulisan V — V itu berarti PVC (polyvinyl chloride), yaitu jenis plastik yang paling sulit didaur ulang.Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol.PVC mengandung DEHA yang dapat bereaksi dengan makanan yang dikemas dengan plastik berbahan PVC ini saat bersentuhan langsung dengan makanan tersebut karena DEHA ini lumer pada suhu -15oC. Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan. Sebaiknya kita mencari alternatif pembungkus makanan lain yang tidak mengandung bahan pelembut, seperti plastik yang terbuat dari polietilena atau bahan alami (daun pisang misalnya).&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;LDPE — Low Density Polyethylene. &lt;/i&gt;Tertera logo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya, serta tulisan LDPE– LDPE (low density polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic/dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek.Sifat mekanis jenis plastik LDPE adalah kuat, agak tembus cahaya, fleksibel dan permukaan agak berlemak. Pada suhu di bawah 60oC sangat resisten terhadap senyawa kimia. Daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, akan tetapi kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen.Plastik ini dapat didaur ulang, baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat, dan memiliki resistensi yang baik terhadap reaksi kimia. Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;PP — Polypropylene. &lt;/i&gt;Tertera logo daur ulang dengan angka 5 di tengahnya, serta tulisan PP – PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik, terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi.Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap. Carilah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;PS — Polystyrene.&lt;/i&gt; Tertera logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan PS-PS biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain.Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan.Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung.Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang.bila didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama.Bahan ini dapat dikenali dengan kode angka 6, namun bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga, dan meninggalkan jelaga.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;Other. &lt;/i&gt;Tertera logo daur ulang dengan angka 7 di tengahnya, serta tulisan OTHER&lt;br /&gt;– Other (SAN - styrene acrylonitrile, ABS - acrylonitrile butadiene styrene, PC - polycarbonate, Nylon). Dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
PC - Polycarbonate dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak batita (sippy cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula.Dianjurkan untuk tidak dipergunakan untuk tempat makanan ataupun minuman karena Bisphenol-A dapat berpindah ke dalam minuman atau makanan jika suhunya dinaikkan karena pemanasan.SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan. Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam proses industri dan pabrikasi, plastik dibuat dalam jenis yang sangat banyak. Sifat-sifat bisa menerima tekanan, panas, keras juga lentur, dan bisa digabung dengan partikel lain semisal karet, metal, dan keramik. Sehingga wajar jika plastik bisa dipergunakan secara massa untuk banyak sekali keperluan. Bahkan keranjang belanja yang umum dibawa ibu-ibu ke pasar juga kini diganti plastik kresek yang berubah menjadi sampah begitu sampai di rumah.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Limbah plastik memang sudah menjadi permasalahan lama yang dihadapi oleh kota-kota besar di negara berkembang khususnya Indonesia. Limbah plastik&amp;nbsp; selain berbahaya bagi lingkungan karena memerlukan waktu ratusan tahun untuk mengurai, juga beberapa jenis plastik yang belum menjadi sampah atau limbah pun telah dinyatakan berbahaya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
2.2.Polusi tanah oleh sampah plastik&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami.pencemaran tanh selalu berhubungan dengan sampah plastik karna sebagian dari polutor tanah adalah sampah. Karena sifatnya yang sulit untuk diuraikan inilah plastik menjadi polutor tanah yang paling sering dijumpai dan berbahaya. Plastik sangat mudah didapatkan karna harganya yang sangat murah dan sangat mudah untuk mendapatkannya. Bahkan di pasar-pasar tradisional kita bisa mendapatkan kantong kresek dengan Cuma-Cuma yang diberikan oleh pedagang. Atau bisa didapatkan dengan harga yang sangat murah.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sampah plastik ini sering kita abaikan karna keberadaannya yang kita anggap sudah wajar. Akibatnya, jika kita lihat secara kasat mata saja plastik-plastik tersebut sudah berserakan hampir di setiap inci lingkungan kita.jika hal ini dibiarkan terus menerus maka akan menyebabkan penumpukan dan kurang sedap di pandang mata.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dikota-kota besar sampah-sampah plastik sudah tidak terkendali lagi,bahkan untuk membeli gorengan pun kita juga harus menggunakan kantong plastik,dan kantong plastik yang digunakan pun juga hanya untuk sekali pakai saja lalu setelah itu dibuang. Hal-hal kecil seperti ini lah yang mendukung penumpukan sampah plastik, apalagi jika dibuang disembarang tempat.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Makanan-makanan ringan pun semunya sudah dibungkus menggunakan plastik, bahkan jenis plastiknya pun berbeda dari kantong kresek biasa, plastik pembungkusnya biasanya lebih kuat dan berwarna menarik, plastik dianggap lebih praktis dan ekonomis, tapi kita tidak menyadari seberapa besar kita telah menyumbang untuk meningkatkan polusi tanah dilingkungan kita, bukan hanya di tanah di sungai dan dilautpun juga banyak sampah plastik yang ditemui.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Diperkirakan, 500 juta hingga satu miliar kantong plastik digunakan di dunia tiap tahunnya. Jika sampah-sampah ini dibentangkan maka, dapat membukus permukaan bumi setidaknya hingga 10 kali lipat! Coba anda bayangkan begitu fantastisnya sampah plastik yang sudah terlampau menggunung di bumi kita ini. Dan tahukah anda? Setiap tahun, sekitar 500 milyar – 1 triliyun kantong plastik digunakan di seluruh dunia. Diperkirakan setiap orang menghabiskan 170 kantong plastik setiap tahunnya&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Plastik merupakan salah satu bahan terpraktis yang ditemui pada zaman globalisasi ini, tak heran sekarang hampir semua kegiatan yang kita lakukan menggunakan plastik.sebagian besar sampah plastik adalah plastik sekali pakai, yaitu hanyadigunakan untuk sekali pakai saja, setelah itu dibuang dan menjadi sampah.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tidak dapat dipungkiri penggunaan plastik dan kantong plastik memang terus mengalami&amp;nbsp; peningkatan dari tahun ke tahun.alhasil, jumlah sampah plastik pun ikut bertambah. Data dari Deputi Pengendalian Pencemaran Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH) menyebutkan, setiap individu rata-rata menghasilkan 0,8 kilogram sampah dalam satu hari di mana 15 persennya adalah plastik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan asumsi ada sekitar 220 juta penduduk di Indonesia, maka sampah plastik yang tertimbun mencapai 26.500 ton per hari; sedangkan jumlah timbunan sampah nasional diperkirakan mencapai 176.000 ton per hari.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sementara data KLH 2007 menunjukkan, volume timbunan sampah di 194 kabupaten dan kota di Indonesia mencapai 666 juta liter atau setara 42 juta kilogram, di mana komposisi sampah plastik mencapai 14 persen atau 6 juta ton. Berdasarkan data KLH 2008, dari total timbunan sampah nasional, jumlah sampah yang diolah dengan dikompos atau didaur ulang hampir 5 persen atau setara 12.800 ton per hari. Dari total jumlah sampah tersebut, 2 persen atau 204,16 ton per hari di antaranya adalah sampah organik &quot;biodegradable&quot; yang potensial menghasilkan metan. Menurut Kepala Bidang Pengelolaan Sampah KLH Ujang Solihin Sidik,setiap tahun lebih dari 11 miliar bungkus mie instan menjadi sampah plastik tidak bernilai ekonomis sehingga tidak didaur ulang.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ujang menjelaskan, gaya hidup kaum urban yang banyak memakai plastik menyebabkan persentase sampah nonorganik dibandingkan dengan sampah organik yang mudah diurai alam semakin bertambah di kawasan perkotaan. Total volume sampah 14 kota metro rata-rata mencapai 5.364 meter kubik per hari. Sementara itu total volume sampah 12 kota besar mencapai 1.843 meter kubik per hari, di mana volume sampah nonorganik cenderung terus bertambah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.3.Dampak sampah plastik&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sudah umum dipahami plastik hampir mustahil diurai secara alami, sekalipun itu plastik tipis yang ringan sekali. Untuk bisa diurai mengandalkan bantuan alam, diperlukan waktu hampir 1.000 tahun agar molekul dan partikel plastik itu bisa menyatu dengan tanah atau air walaupun plastik itu berasal dari polimerasi.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan yaitu jika proses pembakaranya tidak sempurna,sampah plastik akan menghasilkan asap beracun berupa senyawa dioksin yang justru berbahaya bagi kesehatan.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kalau dioksin ini terhirup oleh sistem pernapasan manusia maka akan dapat memicu beragam penyakit seperti kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf, serta memicu depresi. Seperti sudah banyak diketahui, keberadaan sampah plastik juga dapat mengakibatkan banjir, mengganggu kesuburan tanah, dan mengganggu pemandangan. Gangguan kesehatan dapat pula terjadi dari plastik yang digunakan untuk membungkus makanan, apalagi makanan yang masih panas.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bila komponen plastik terdegradasi maka akan terjadi migrasi zat-zat yang berbahaya dari komponen-komponen penyusun plastik. Makanan akan terkontaminasi oleh zat-zat tersebut sehingga jika terkonsumsi akan terakumulasi dalam tubuh, menjadi toksin dan menyebabkan kanker serta gangguan pada hati&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sejak proses produksi hingga tahap pembuangan, sampah plastik mengemisikan gas rumah kaca ke atmosfer. Kegiatan produksi plastik membutuhkan sekitar 12 juta barel minyak dan 14 juta pohon setiap tahunnya. Proses produksinya sangat tidak hemat energi. Pada tahap pembuangan di lahan penimbunan sampah (TPA), sampah plastik mengeluarkan gas rumah kaca.&lt;br /&gt;
Kantong plastik juga penyebab banjir, karena menyumbat saluran-saluran air, tanggul. Sehingga mengakibatkan banjir bahkan yang terparah merusak turbin waduk. Diperkirakan, 500 juta hingga satu miliar kantong plastik digunakan di dunia tiap tahunnya. Jika sampah-sampah ini dibentangkan maka, dapat membukus permukaan bumi setidaknya hingga 10 kali lipat. Coba anda bayangkan begitu fantastisnya sampah plastik yang sudah terlampau menggunung di bumi kita ini. Dan tahukah anda, Setiap tahun, sekitar 500 milyar – 1 triliyun kantong plastik digunakan di seluruh dunia. Diperkirakan setiap orang menghabiskan 170 kantong plastik setiap tahunnya.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Lebih dari 17 milyar kantong plastik dibagikan secara gratis oleh supermarket di seluruh dunia setiap tahunnya. Kantong plastik mulai marak digunakan sejak masuknya supermarket di kota-kota besar.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pencemaran tanah juga dapat memberikan dampak terhadap ekosistem. Perubahan kimiawi tanah yang radikal dapat timbul dari adanya bahan kimia beracun/berbahaya bahkan pada dosis yang rendah sekalipun. Perubahan ini dapat menyebabkan perubahan&amp;nbsp; metabolisme dari mikroorganisme endemik dan antropoda yang hidup di lingkungan tanah tersebut. Akibatnya bahkan dapat memusnahkan beberapa spesies primer dari rantai makanan, yang dapat memberi akibat yang besar terhadap predator atau tingkatan lain dari rantai makanan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bahkan jika efek kimia pada bentuk kehidupan terbawah tersebut rendah, bagian bawah piramida makanan dapat menelan bahan kimia asing yang lama-kelamaan akan terkonsentrasi pada makhluk-makhluk penghuni piramida atas. Banyak dari efek-efek ini terlihat pada saat ini, seperti konsentrasi DDT pada burung menyebabkan rapuhnya cangkang telur, meningkatnya tingkat kematian anakan dan kemungkinan hilangnya spesies tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sejak proses produksi hingga tahap pembuangan, sampah plastik mengemisikan gas rumah kaca ke atmosfer. Kegiatan produksi plastik membutuhkan sekitar 12 juta barel minyak dan 14 juta pohon setiap tahunnya. Proses produksinya sangat tidak hemat energi. Pada tahap pembuangan di lahan penimbunan sampah (TPA), sampah plastik mengeluarkan gas rumah kaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.4.Penanggulangan sampah plastik&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pengelolaan sampah adalah pengumpulan, pengangkutan, pemrosesan, pendaur-ulangan atau pembuangan dari material sampah. Kalimat ini biasanya mengacu pada material sampah yg dihasilkan dari kegiatan manusia, dan biasanya dikelola untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan atau keindahan. Pengelolaan sampah juga dilakukan untuk memulihkan sumber daya alam . Pengelolaan sampah bisa melibatkan zat padat, cair, gas atau radioaktif dengan metoda dan keahlian khusus untuk masing masing jenis zat.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Praktek pengelolaan sampah berbeda beda antara Negara maju dan negara berkembang , berbeda juga antara daerah perkotaan dengan daerah pedesaan , berbeda juga antara daerah perumahan dengan daerah industri. Pengelolaan sampah yg tidak berbahaya dari pemukiman dan institusi di area metropolitan biasanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, sedangkan untuk sampah dari area komersial dan industri biasanya ditangani oleh perusahaan pengolah sampah.&lt;br /&gt;
Metode pengelolaan sampah berbeda beda tergantung banyak hal, diantaranya tipe zat sampah, tanah yang digunakan untuk mengolah dan ketersediaan area.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berbagai upaya menekan penggunaan kantong plastik pun dilakukan oleh beberapa Negara. Salah satunya dengan melakukan upaya kampanye untuk menghambat terjadinya pemanasan global. Sampah kantong plastik telah menjadi musuh serius bagi kelestarian lingkungan hidup. Jika sampah bekas kantong plastik itu dibiarkan di tanah, dia akan menjadi polutan yang signifikan. Kalau dibakar, sampah-sampah itu pun akan secara signifikan menambah kadar gas rumah kaca di atmosfer.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Ada dua jenis remediasi tanah, yaitu in-situ (atau on-site) dan ex-situ (atau off-site). Pembersihan on-site adalah pembersihan di lokasi. Pembersihan ini lebih murah dan lebih mudah, terdiri dari pembersihan, venting (injeksi), dan bioremediasi.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pembersihan off-site meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman. Setelah itu di daerah aman, tanah tersebut dibersihkan dari zat pencemar. Caranya yaitu, tanah tersebut disimpan di bak/tanki yang kedap, kemudian zat pembersih dipompakan ke bak/tangki tersebut. Selanjutnya zat pencemar dipompakan keluar dari bak yang kemudian diolah dengan instalasi pengolah air limbah. Pembersihan off-site ini jauh lebih mahal dan rumit.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun (karbon dioksida dan air). Menurut Dr. Anton Muhibuddin, salah satu mikroorganisme yang berfungsi sebagai bioremediasi adalah jamur vesikular arbuskular mikoriza (vam).&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sampah plastik menjadi salah satu sumber kegiatan ekonomi. Plastik dikumpulkan para pemulung dan dijual ke pengumpul. Di tingkat pengumpul plastik sampah dipisahkan dan sebagian diolah menjadi bubuk plastik dan berupa bongkahan yang selanjutnya dijual ke pabrik daur ulang.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sebenarnya masalah limbah plastik bagi pelaku bisnis atau pengusaha (entrepreneur) adalah peluang yang dapat dikembangkan. Hal ini dibuktikan dengan munculnya beberapa industri baik skala kecil atau besar untuk mendaur ulang plastik baik secara langsung diproduksi ulang menjadi produk baru atau benar-benar didaur ulang menjadi bahan baku (raw material). Sudah pasti ini akan membawa dampak positif bagi lingkungan, selain itu industri daur ulang plastik tentu akan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sudah saatnya kita harus mulai mengikuti jejak negara-negara yang telah melakukan pengelolaan daur ulang sampah secara maju dan modern. Seperti di Jepang misalnya, daur ulang dilakukan secara besar-besaran dengan melibatkan seluruh masyarakat, didukung dan diperkuat dengan adanya undang-undang lingkungan. Para konsumen dalam hal ini masyarakat bertanggung jawab untuk memilah-milah sampah mereka masing-masing. Mereka harus memisahkan antara sampah basah dan sampah kering.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Untuk sampah kering dipisah lagi menjadi sampah plastik, kaleng atau besi, dan kertas, sedangkan pemerintah akan bertanggung jawab mengorganisir sampah-sampah itu untuk diserahkan ke pabrik pendaur ulang yang telah ditunjuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tips berikut mungkin dapat dilakukan untuk mengumpulkan limbah plastik untuk didaur ulang :&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selain memisahkan limbah plastik, cobalah cari informasi jenis-jenis plastik yang dapat didaur ulang. Industri daur ulang plastik biasanya hanya menerima botol plastik yang terbuat dari PET (#1) dan HDPE (#2) dan biasanya kemasan plastik (terutama botol plastik) termasuk dalam golongan tersebut. &lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apabila sampah berbentuk botol plastik Isi air lagi dan pakai kembali walaupun jangan terlalu banyak isi ulang. Kira-kira 5 kali pakai masih oke. Untuk yang biasa minum di mobil, siapkan selalu botol yang sudah diisi penuh agar tidak usah beli lagi.jika telah selesai masa pakainya maka kosongkan dan cuci botol plastik. Lepas tutup dan label botol karena bersifat kontaminan. Remuk botol agar hemat tempat. &lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pastikan tas plastik kosong dan bersih. Plastik yang terkena kontak langsung dengan makanan sebaiknya dipisahkan dari plastik yang akan di daur ulang.karna jika bersentuhan langsung dengan makanan akan menyebabkan makanan yang ada di dalam plastik akan terkontaminasi. &lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gunakan tas plastik lebih dari sekali. Masing-masing jenis tas plastik dapat digunakan kembali untuk hal yang berbeda-beda. Misalkan kantong plastik biasa atau biasa di sebut kresek, bisa digunakan kembali untuk tempat meletakkan barang yang tidak terlalu besar, dan plastki-plastik belanjaan yang besar bisa dipakai lagi untuk berbelanja. &lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kembalikan kemasan plastik untuk di daur ulang. Beberapa produsen mengadakan program yang menyarankan customer-nya untuk mengembalikan kemasan plastiknya untuk didaur ulang dengan konpensasi tertentu (contah kemasan oli, handphone, botol plastik dll). Seperti program e-waste yang dilakukan oleh salah satu produsen handphone.mereka membuat casing handphone dari bahan-bahan plastik bekas, selain bisa melestarikan lingkungan, juga bisa menghasilkan nilai ekonomis yang tinggi. &lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Belilah produk-produk yang lebih tahan lama dan lebih besar untuk mengurangi frekuensi membuang kemasan atau membeli lagi. Misal membeli shampo atau deterjen dengan konsentrasi yang lebih tinggi atau lebih besar. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bawalah tas belanja sendiri saat berbelanja ke supermarket. Gunakan tas belanja yang didapat sebelumnya. Kurangi penggunaan kantong plastik sekarang juga dan gunakan tas kain setiap kali berbelanja. Jika hanya membeli sedikit, masukan barang belanjaan ke dalam tas. Ingatkan orang rumah atau teman kamu untuk selalu m&lt;/div&gt;
embawa tas kain saat belanja.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Saat ini berbagai Negara mulai melarang dan merespon terhadap bahaya penggunaan kantong plastik, seperti di Kenya dan Uganda malah sudah secara resmi melarang penggunaan kantong plastik. Sejumlah Negara mulai mengurangi penggunaan kantong plastik diantaranya Filipina, Australia, Hongkong, Taiwan, Irlandia, Skotlandia, Prancis, Swedia, Finlandia, Denmark, Jerman, Swiss, Tanzania, Bangladesh, dan Afrika Selatan. Singapura, sejak April 2007 berlangsung kampanye ‘Bring Your Own Bag’ (bawa langsung kantong anda sendiri), digelar oleh The National Environment Agency (NEA). Dan Pemerintahan China juga telah mengeluarkan rancangan undang-undang (RUU) mengatasi kantong plastik. Dan reaksi yang telah disiapkan antara lain pelarangan penggunaan tas plastik di Departement Store.Para pembeli akan dikenakan bayaran untuk kantong plastik dan akan diberlakukan standardisasi produksi tas plastik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya hal-hal diatas tampak kecil, remeh dan mungkin terkesan merepotkan. Tetapi coba kita bayangkan jika kita benar-benar melakukannya, pasti dampak positif yang luar biasa dapat terjadi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3&gt;
BAB III&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;b&gt;PENUTUP&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
3.1 Simpulan&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal kita sudah banyak tercemar oleh sampah plastik. Plastik adalah senyawa alkena dengan molekul yang sangat besar.sampah plastik terbagi menjadi 7 tipe yaitu: PET, HDPE, V, LDPE, PP, PS, Other. Sampah ini sangat mudah didapatkan dimana-mana dan berakibat buruk dimasa yang akan datang baik bagi lingkungan maupun bagi kesehatan. Pencemaran tanah merupakan salah satu akibat dari sampah plastik.penanggulangan sampah plastik dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dai membiasakan diri dengan tidak membuang sampaj plastik secara sembarangan dan memakai bahan lain selain plastik sampai dengan melakukan remediasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.2 Saran&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah mengetahui kondisi lingkungan sekitar tempat tinggal penulis, hendaknya pembaca yang juga tinggal di lingkungan yang sama dengan penulis tergerak hatinya untuk melestarikan lingkungan dan tidak membuang sampah secara sembarangan terutama sampah plastik. Karena lingkungan ini adalah lingkungan kita yang penting untuk dijaga kelestariannya untuk meningkatkan kualitas hidup kita. Sebaiknya kita mengurangi pemakaian kantong plastik dan menggantinya dengan bahan lain yang lebih ramah lingkungan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3&gt;
DAFTAR PUSTAKA&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Brown R.lester dkk.1999.menyelamatkan planet bumi.Jakarta : yayasan obor Indonesia.&lt;br /&gt;
http://www.harianpelita.com&lt;br /&gt;
http://bisniskeuangan.kompas.com/&lt;br /&gt;
http://gusdiwanto.multiply.com&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber :&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;http://fadilla-azhar.blogspot.co.id/2011/06/karya-ilmiah-tentang-sampah-plastik.html&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;
</description><link>http://cuma-ingintahu.blogspot.com/2016/01/contoh-karya-ilmiah-tentang-sampah.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6967767751371728648.post-2748906661429999761</guid><pubDate>Tue, 26 Jan 2016 15:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-01-26T22:39:11.835+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gunadarma</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Softskill</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tugas Kuliah</category><title>Pengertian dan Contoh Paragraf Deduktif dan Induktif</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Pengertian dan Contoh Paragraf Deduktif dan Induktif&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; - Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang&amp;nbsp;pengertian paragraf Deduktif dan Induktif beserta dengan masing-masing contohnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Paragraf&lt;/b&gt; adalah kumpulan kata yang saling berangkai membentuk satu kesatuan gagasan atau topik yang terdiri dari gagasan utama dan gagasan penjelas. Berdasarkan letak gagasan utamanya, paragraf dapat dikelompokkan dalam tiga jenis paragraf yaitu &lt;b&gt;paragraf deduktif, induktif, dan campuran.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Paragraf Deduktif&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Paragraf deduktif adalah paragraf yang dikembangkan dengan pola deduksi, yaitu memaparkan hal umum terlebih dahulu kemudian menjabarkan hal – hal khusus. Dengan kata lain paragraf ini meletakkan gagasan utamanya pada kalimat utama di awal paragraf. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Paragraf 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Junk food atau disebut juga dengan makanan sampah sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh kita. &lt;/u&gt;&lt;/b&gt;Junk food sangat tidak sehat karena proses pengolahannya yang tidak baik. Menurut pakar kesehatan, makanan yang digoreng memiliki kandungan gula dan garam yang banyak. Bahkan makanan – makanan ini mengandung kolesterol yang sangat tinggi yang akan membahayakan kesehatan. Contohnya pada makanan burger yang terlihat seperti makanan sehat memiliki kalori lebih dari 1.200 kalori. Kalori-kalori tersebut dapat mengendap di dalam darah dan membuat darah tersumbat sehingga akan menyebabkan penyakit jantung coroner bahkan stroke. Jika makanan ini terus – menerus dikonsumsi, maka tubuh kita akan semakin rentan terkena penyakit – penyakit tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paragraf 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Kesehatan merupakan suatu hal yang paling berharga di dunia ini. &lt;/u&gt;&lt;/b&gt;Tanpa kesehatan, manusia akan sangat kesulitan. Meskipun kita memiliki uang yang sangat banyak, semua itu tidak ada gunanya jika kita sedang sakit. Bahkan orang – orang rela untuk menukar segala harta benda yang dimilikinya agar menjadi sehat kembali. Kesehatan menjadi sangat berharg karena biayanya yang mahal. Bahkan muncul jargon – jargon nyeleneh di masyarakat seperti “sehat itu mahal”, “orang miskin tidak boleh sakit”, dan lain – lain. Meskipun pemerintah telah mengadakan program BPJS, Askes, dan lain – lain, tetap saja tidak bisa membuat kesehatan menjadi murah. Hal ini sangatlah wajar karena harga obat – obatan yang beredar sangatlah mahal, dan juga biaya untuk menjadi seorang dokter atau perawat amat sangat mahal. Semua biaya - biaya tersebut pada akhirnya dibebankan kepada pasien sehingga biaya pengobatan menjadi sangat mahal. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Paragraf 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Olahraga yang teratur adalah cara yang paling baik dan murah dalam menjaga kesehatan tubuh kita. &lt;/b&gt;&lt;/u&gt;Tubuh yang tetap bergerak akan menghasilkan energi yang cukup hasil dari pembakaran atau oksidasi makanan yang ada di dalam tubuh. Energi ini akan dipakai untuk menunjang aktifitas kita sehari – hari. Selain menghasilkan energy, proses pembakaran tersebut juga akan menghasilkan glukosa yang merupakan cadangan energy. Glukosa ini akan disimpan dalam bentuk otot sehingga tubuh kita akan menjadi proposioanal. Disamping menghasilkan energi dan membentuk massa otot, olahraga juga bisa membakara lemak yang menumpuk di badan sehingga tubuh kita akan memiliki berat badan yang proposional. Namun, berolahragalah dengan teratur dan jangan sampai berlebihan karena malah akan merusak tubuh kita.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;h3&gt;
Paragraf Induktif&lt;/h3&gt;
Paragraf induktif adalah suatu paragraf yang dikembangkan dengan pola induksi, yaitu dengan cara menjabarkan hal – hal khusus terlebih dahulu dan kemudian disimpukan menjadi suatu hal yang umum. Dengan kata lain, paragraf deduksi adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak pada akhir paragraf. Pola paragraf ini biasanya dipakai dalam paragraf generalisasi, sebab – akibat, akibat – sebab, dan analogi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Paragraf 1&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada era persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif seperti saat ini. Seseorang yang menguasai Bahasa Inggris otomatis akan memiliki peluang yang lebih besar di dunia kerja. Sebaliknya, orang yang tidak memiliki kemampuan Bahasa Inggris peluangnya akan semakin kecil untuk memasuki dunia kerja khususnya untuk dapat diterima sebagai karyawan. &lt;b&gt;&lt;u&gt;Itulah kenapa penguasaan Bahasa Inggris sangat diperlukan untuk menambah kompetensi di dunia kerja.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Paragraf 2&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Semua orang tua tentu berharap kelak anaknya menjadi orang sukses. Indikator kesuksesan biasanya dilihat dari pekerjaan. Oleh sebab itu, banyak orang tua memilih pendidikan yang tepat agar anaknya dapat bersaing di dunia kerja. &lt;u&gt;&lt;b&gt;Pendidikan yang tepat memang akan membuat peluang kerja di masa depan semakin terbuka jelas.&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Paragraf 3&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Merokok bisa menyebabkan gangguan pernafasan, seperti bronkitis, asma, dan lainnya. Hal ini dikarenakan asap yang masuk ke dalam tubuh sangatlah berbahaya. Selain menyebabkan gangguan pada pernafasan, merokok juga bisa menyebabkan kanker paru – paru. Kandungan tar yang ada pada rokok akan memicu sel – sel kanker pada paru – paru untuk berkembang. Terlebih lagi, merokok juga bisa menyebabkan kecanduan.&amp;nbsp; Nikotin yang ada pada rokok akan mempengaruhi otak untuk terus mengkonsumsi rokok, sehingga membuat perokok susah untuk menghentikannya. &lt;u&gt;&lt;b&gt;Oleh karena itu, merokok sangatlah berbahaya bagi kesehatan manusia.&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Keterangan :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kata-kata yang di beri garis bawah merupakan kalimat utama/pokok dari paragraf tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sekian pembahasan tentang &lt;i&gt;&lt;b&gt;Pengertian dan Contoh Paragraf Deduktif dan Induktif&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sumber :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;http://www.berpendidikan.com/2015/05/pengertian-dan-contoh-paragraf-induktif-terlengkap.html&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;http://www.kelasindonesia.com/2015/05/5-contoh-paragraf-deduktif-tentang-kesehatan.html&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;http://www.prbahasaindonesia.com/2015/05/pengertian-beserta-contoh-paragraf-deduktif-induktif-dan-campuran-lengkap.html&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://cuma-ingintahu.blogspot.com/2016/01/pengertian-dan-contoh-paragraf-deduktif.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6967767751371728648.post-565659451340532211</guid><pubDate>Wed, 13 Jan 2016 04:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-01-13T11:10:28.433+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gunadarma</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Softskill</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tugas Kuliah</category><title>Paradigma</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Paradigma &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;- Paradigma adalah model utama, pola atau metode (untuk meraih beberapa jenis tujuan). Seringkali paradigma merupakan sifat yang paling khas atau dasar dari sebuah teori atau cabang ilmu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Unsur-unsurnya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Asumsi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Asumsi adalah anggapan atau pendapat yang menjadi titik tolak seorang. asumsi bisa dikatakan sebagai dugaan, pikiran yang dianggap benar untuk sementara sebelum ada kepastian. Dalam hal menentukan asumsi itu ada hal-hal yang harus diperhatikan yaitu : asumsi harus operasional, harus menyatakan sebenarnya, harus dinyatakan tersurat.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;2. Nilai&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam cara memandang sesuatu pasti kita mempunyai nilai. nilai yang menjadi sumber dari sumber hukum, metode, dan penerapan ilmu yang menentukan sifat, ciri, dan karakter ilmu pengetahuan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;3. Model&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Paradigma juga memiliki model, yaitu kualitatif dalam proses ini merupakan sesuatu yang lebih penting dibanding dengan &#39;hasil&#39; yang diperoleh. Dalam penelitian kualitatif adalah saat model humanistik, yang menempatkan manusia sebagai subyek utama dalam peristiwa sosial/budaya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;4. Penelitian dan Pengkajian&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya ialah meneliti dan mengkaji masalah yang ada, penelitian disini adalah cara pengamatan dan mempunyai tujuan untuk mencari jawaban permasalahan dan hasil temuan. Pengkajian adalah proses atau penelaahan dalam penyelidikan (pelajaran yang mendalam).&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;5. Konsep-Konsep Pokok&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Konsep-konsep pokok dari paradigma sendiri adalah suatu ide atau gambaran mental, yang dinyatakan dalam suatu kata atau simbol. konsep dinyatakan sebagai bagian dari pengetahuan yang dibangun dari berbagai macam karakteristik.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;6. Metode Penelitian&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;- fakta : hasil pengamatan yang objektid dapat dilakukan verifikasi oleh siapapun. fakta seringkali diyakini oleh orang banyak(umum) sebagai hal yang sebenarnya, baik karena mereka telah mengalami kenyataan-kenyataan dari dekat maupun karena mereka dianggp telah melaporkan pengalaman orang lain yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;- realita : sesuatu yang kita benarkan, benar apa yang kita yakini, apa yang kita persepsikan dan benar itulah realita yang kita miliki.&lt;br /&gt;- data : dalam penelitian pasti ada sumber data dan metode pengumpulan data. dimana sumber data tersebut terbagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder. data primer adalah data yang diperoleh peneliti secara langsung dan data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti dari sumber yang sudah ada.&lt;br /&gt;metode pengumpulan data ini merupakan faktor penting demikeberhasilan penelitian, karena berkaitan dengan bagaimana cara mengumpulkan data, siapa sumbernya dan apa alat yang digunakan.&lt;br /&gt;metode kualitatif terdiri dari fakta dan realita sedangkan kuantitatif terdiri dari data.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;7. Metode Analisis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;metode Analisis : Analisis Data Kuantitatif dan Kualitatif,&lt;br /&gt;Analisis Data Kuantitatif adalah kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul, menggunakan statistik.&lt;br /&gt;Analisis Data Kualitatif adalah kegiatan data yang diperoleh berbagai sumber dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang bermacam-macam dan dilakukan secara terus menerus. Dilakukan sebelum memasuki lapangan, selama dilapangand an setelah selesai dilapangan.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;8. Hasil Analisis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hasil Analisisnya adalah penafsiran hasil analisis tersebut, yaitu untuk menarik kesimpulan dengan cara membandingkan hipotesis yang telah dirumuskan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sumber :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;wikipedia.com&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;http://bambangindrayana.blogspot.co.id/2013/03/filsafat-paradigma-ilmu-pengetahuan-dan.html&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://cuma-ingintahu.blogspot.com/2016/01/paradigma.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6967767751371728648.post-7664426614965399247</guid><pubDate>Mon, 23 Nov 2015 04:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-11-23T11:42:58.121+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gunadarma</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Softskill</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tugas Kuliah</category><title>Perbedaaan Ilmu, Pengetahuan dan Bahasa</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Perbedaaan Ilmu, Pengetahuan dan Bahasa&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; - Kita sering mendengar atau membaca istilah &quot;Ilmu Pengetahuan&quot;, namun apakah kita tahu bahwa kedua kata tersebut memiliki perbedaaan makna dan arti kata? Antara ilmu dan pengetahuan sama-sama memiliki persamaan mempelajari sesuatu. Namun ada beberapa perbedaan mendasar antara Ilmu dan Pengetahuan. Diantaranya seperti berikut :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
1. Perbedaan dari asal kata&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Misal kedua kata ini kita konversikan ke bahasa Inggris maka Ilmu berasal dari kata science sedangkan pengetahuan berasal dari kata knowledge.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dapat diartikan bahwa ilmu memiliki sistem yang telah terukur dari sebuah pengetahuan yang telah terklasifikasi dan dapat dipertanggungjawabkan akan kebenarannya. Sedangkan pengetahuan merupakan sebuah pengetahuan yang belum tersusun secara sistematis seperti layaknya ilmu, baik pengetahuan mengenai fisik ataupun metafisika.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
3. Pengetahuan memiliki informasi yang bersifat dan berdasarkan akan akal sehat atau commonsense, sedangkan sebuah ilmu tahapannya lebih tinggi dari sebuah akal sehat. Karena ilmu telah memiliki metode serta mekanisme untuk membuktikan informasi yang berdasarkan akal sehat tersebut&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
4. Jika bisa menganalogikan antara ilmu dan pengetahuan, maka ilmu bisa dianalogikan dengan sebuah sapu lidi yang telah terikat dan tersusun rapi dengan potongan yang seragam. Akan tetapi, pengetahuan jika dianalogikan masih berupa sapu lidi yang belum jadi. Masih berupa lidi yang belum diolah, belum disusun dan dirapikan serta masih berserakan, sehingga dibutuhkan sebuah metode untuk merangkumnya menjadi sebuah kesatuan sapu lidi yang apik.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
5. Perbedaan selanjutnya adalah untuk ilmu karena telah memiliki metode dalam membuktikan kebenarannya maka ilmu bersifat lebih objektif, berbanding terbalik dengan pengetahuan yang bersifat subjektif karena masih berdasarkan dari akal sehat manusia.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pengertian Ilmu (science)&lt;/b&gt; dibagi kedalam unsur-unsur yang terkandung didalamnya yaitu :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
1. &lt;b&gt;Teoritis &lt;i&gt;(theoretical)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; adalah pikiran atau pola pikir yang mendasarkan semuanya dari teori-teori yang ada sebagai landasan tindakannya. Menjadikan sebuah atau beberapa teori sekaligus yang punya keterkaitan sebagai landasan berfikir dan bersikap dalam menyingkapi atau menghadapi masalah.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
2. &lt;b&gt;Penelitian&lt;/b&gt; &lt;i&gt;&lt;b&gt;(research)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; merupakan suatu penyelidikan yang atau usaha yang sistematis dan terorganisasi untuk menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban yang bertujuan untuk penemuan, pembuktian dan pengembangan. Fungsinya adalah untuk memahami masalah, memcahkan masalah dan mengantisipasi masalah.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
3. &lt;b&gt;Metode&lt;/b&gt; &lt;i&gt;&lt;b&gt;(method) &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;yaitu jalan atau cara yang harus dilalui untuk mencapai tujuan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Ontologi&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; yang memberikan pertanyaan (Apa). &lt;i&gt;Ontologi&lt;/i&gt; adalah ilmu yang membahas tentang hakikat yang ada, yang berbentuk konkrit maupun abstrak. &lt;i&gt;Ontologi&lt;/i&gt; biasanya dihubungkan dengan metafisika yaitu cabang ilmu filsafat yang berbicara mengenai keberadaaan dan eksitensi&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Epistemologi&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; yang memberikan pertanyaan (Bagaimana, Kenapa). &lt;i&gt;Epistemologi &lt;/i&gt;diperoleh manusia melalui akal, indra dan menyimpulkan pertanyaan-pertanyaan hasil observasi yang disimpulkan dalam suatu pernyataan yang lebih umum.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Aksiologi &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;yang memberikan pertanyaan (Untuk apa) dimana hal ini untuk mempertanyakan bagaimana manusia menggunakan ilmunya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
4. &lt;b&gt;Dinamis&lt;/b&gt; &lt;i&gt;&lt;b&gt;(dynamic)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;, disini ilmu bersifat dinamis karna kehidupan manusia berlangsung selalu berubah-ubah.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Hipotesa&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; yaitu dugaan/ pernyataan sementara yang diungkapkan yang menjadi jawaban dari sebuah permasalahan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Sintesa &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;yaitu jawaban atau kesimpulan atas pertentangan yang dibuat antara tesis dan antitesa sehingga menjadi satu hal utuh yang merupakan hasil ilmiah yang baru.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Antitesa&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; adalah hasil sebuah riset ilmiah yang menggambarkan keterbaikan atau sangkalan atas tesis yang yang ada sebelumnya dengan maksud menyeluruhkan tesis itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pengertian pengetahuan (knowledge)&lt;/b&gt; dibagi kedalam unsur-unsur yang terkandung didalamnya yaitu&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
1. &lt;b&gt;Statis&lt;/b&gt;, bahwa seseorang dengan kecerdasan statis mendapatkan pengetahuan dengan cara menerimanya, menghafalnya, menyimpannya,&amp;nbsp; dan mengumpulkannya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
2. &lt;b&gt;Konkrit&lt;/b&gt; yakni benar-benar, selanjutnya Aplikatif yaitu dapat diaplikasikan, dipergunakan, dilaksanakan dan dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Dapat dilihat langsung oleh panca indra dan dapat diambil dari pengalaman orang lain atau diri sendiri.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Bahasa&lt;/b&gt; dalam pengertian sederhana adalah untuk menyampaikan sesuatu yang terlintas didalam hati, namun lebih jauh bahasa adalah alat untuk berinteraksi, alat informasi atau alat untuk berkomunikasi. Dalam arti lain adalah alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau perasaan. Bahasa dapat ditinjau dari masa prakebudayaan dan kebudayaan sedangkan tulisan dalam masa prasejarah dan sejarah. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;- http://perbedaanterbaru.blogspot.co.id/2015/07/perbedaan-ilmu-dan-pengetahuan-dalam.html&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;- http://annamollen.tk/ &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://cuma-ingintahu.blogspot.com/2015/11/perbedaaan-ilmu-pengetahuan-dan-bahasa.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6967767751371728648.post-1723948654995722922</guid><pubDate>Fri, 12 Jun 2015 08:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-06-12T15:13:34.586+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gunadarma</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Softskill</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tugas Kuliah</category><title>Soal Elastisitas Permintaan, Penawaran dan Silang</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Soal Elastisitas Permintaan, Penawaran dan Silang&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; - Kali ini tugas softskill untuk mencari soal tentang Elastisitas Permintaan, Penawaran dan Silang beserta jawabannya. Berikut ini adalah soalnya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
Elastisitas Penawaran&lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada saat harga Rp. 5.000,00 per unit, jumlah barang yang ditawarkan 20 unit. Kemudian harga turun menjadi Rp. 4.500,00 perunit dan jumlah barang yang ditawarkan menjadi 10 unit. berdasarkan data tersebut besarnya koefisien elastisitas penawarannya adalah....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari data diatas diketahui :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
P1 = 5.000&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Q1 = 20&lt;br /&gt;
P2 = 4.500&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Q2 = 10 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langkah pertama kita menentukan perubahan jumlah penawaran dan harga&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
∆Q = Q2 -Q1 = 10-20 = -10&lt;br /&gt;
∆P = 4.500 - 5.000 = -500 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langkah selanjutnya, kita masukan data-data diatas kedalam rumus elastisitas :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; P1&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ∆Q&lt;br /&gt;
Es = ---- . ------&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Q1&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ∆P&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 5.000&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; -10&lt;br /&gt;
Es = ------- . ------&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 20&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; -500&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Es = 5&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=======&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nilai Es = 5 &amp;gt; 1, menunjukan penawaran elastis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
Elastisitas Permintaan &lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Rumus : &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOSLMaDeJkBqRit-71QOVxiIvrl-2E4E8qsx-pd8ybB2VcuCPo6qLzP5StkFgo9PD9HvHeqNA0VssV6oxL1FDB7EvG_GqxqnY9BGoTF-cwnWcQLU4GZUrdzMssbgFrAFXzWTSO2bxSUaQ/s1600/D1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Rumus Elastisitas Permintaan &quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOSLMaDeJkBqRit-71QOVxiIvrl-2E4E8qsx-pd8ybB2VcuCPo6qLzP5StkFgo9PD9HvHeqNA0VssV6oxL1FDB7EvG_GqxqnY9BGoTF-cwnWcQLU4GZUrdzMssbgFrAFXzWTSO2bxSUaQ/s1600/D1.jpg&quot; title=&quot;Rumus Elastisitas Permintaan &quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada saat harga Rp400,00 jumlah barang yang diminta 30 unit, kemudian harga turun menjadi Rp360,00 jumlah barang yang diminta 60 unit. Hitunglah besar koefisien elastisitasnya!&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_x5f2DVqh9IVew0Y-jT7ClcaD9xLgkShOruYdPIzCPuM3K7W5hwHnI4O91Q2EWa_-ByIP23N2RKi-IrpqhraR8_1KVMZtBgh_B0P1gFd72dZj61LfdbQTrpB2iGo8zu_PLaipoKCtAtw/s1600/j.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Soal Elastisitas Permintaan&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;177&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_x5f2DVqh9IVew0Y-jT7ClcaD9xLgkShOruYdPIzCPuM3K7W5hwHnI4O91Q2EWa_-ByIP23N2RKi-IrpqhraR8_1KVMZtBgh_B0P1gFd72dZj61LfdbQTrpB2iGo8zu_PLaipoKCtAtw/s400/j.png&quot; title=&quot;Soal Elastisitas Permintaan&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Elastisitas Silang&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Harga rumah rata-rata naik dari Rp. 100 juta menjadi Rp. 110 juta, sedangkan permintaan&amp;nbsp; ruko toko mengalami peningkatan dari 200 unit menjadi 300 unit. Berapa nilai elastisitas silangantara mobil dengan sepeda motor dan bagaimana hubungan kedua barang tersebut dapatdihitung sebagai berikut.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0lPeKdY1hANGHFEBuZ9NFM9Nz7H-z0trexGxWZqCuwX7oWIpdhhOr1V4N0g5shFOKE3GiFnMRkM0jPNTLRFfcAAgPUZ3dDOHvrqaafKTsLI8vEGnCm9JALkTwG0in7RIu2NVy62cukUw/s1600/6-12-2015+3-07-24+PM.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Soal Elastisitas Silang&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;156&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0lPeKdY1hANGHFEBuZ9NFM9Nz7H-z0trexGxWZqCuwX7oWIpdhhOr1V4N0g5shFOKE3GiFnMRkM0jPNTLRFfcAAgPUZ3dDOHvrqaafKTsLI8vEGnCm9JALkTwG0in7RIu2NVy62cukUw/s400/6-12-2015+3-07-24+PM.png&quot; title=&quot;Soal Elastisitas Silang&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sumber :&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;http://azies27.blogspot.com/2011/04/contoh-pengukuran-elastisitas-silang.html&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;http://www.plengdut.com/2013/01/elastisitas-permintaan-dan-elastisitas.html&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;http://smapeunaron.pas.sch.id/elastisitas.htm&lt;/i&gt;</description><link>http://cuma-ingintahu.blogspot.com/2015/06/soal-elastisitas-permintaan-penawaran.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOSLMaDeJkBqRit-71QOVxiIvrl-2E4E8qsx-pd8ybB2VcuCPo6qLzP5StkFgo9PD9HvHeqNA0VssV6oxL1FDB7EvG_GqxqnY9BGoTF-cwnWcQLU4GZUrdzMssbgFrAFXzWTSO2bxSUaQ/s72-c/D1.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6967767751371728648.post-6536062657358552123</guid><pubDate>Fri, 12 Jun 2015 07:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-06-12T14:19:20.401+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gunadarma</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Softskill</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tugas Kuliah</category><title>Struktur Pasar</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Struktur Pasar&lt;/b&gt; &lt;/i&gt;- Struktur pasar merupakan penggolongan pasar berdasarkan strukturnya. Dibagi kedalam beberapa bagian yaitu:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pasar persaingan sempurna&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jenis pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang banyak dan produk yang dijual bersifat homogen. Persaingan akan terjadi apabila penjual dan pembeli dalam jumlah besar mengadakan saling hubungan secara aktif dengan maksud memaksimumkan keuntungan dan kepuasan atas dasar harga-harga yang ditentukan oleh penawaran dan permintaan. Contoh produknya seperti beras,gandum, dan kentang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pasar persaingan sempurna memiliki ciri-ciri :&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Jumlah penjual dan pembeli banyak&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Barang yang dijual bersifat homogen&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penjual bersifat mengambil harga (price taker)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Posisi tawar komsumen kuat&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sulit memperoleh keuntungan di atas rata-rata&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sensitif terhadap perubahan harga&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mudah untuk masuk dan keluar dari pasar &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pasar persaingan tidak sempurna&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Terdiri atas :&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pasar monopoli:&lt;/b&gt; Hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pasar oligopoli:&lt;/b&gt; Pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memosisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktik oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk ke dalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga di antara pelaku usaha yang melakukan praktik oligopoli menjadi tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki capital intensive yang tinggi, seperti, industri semen, industri mobil, dan industri kertas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Undang-undang No. 5 Tahun 1999, oligopoli dikelompokkan ke dalam kategori perjanjian yang dilarang, padahal umumnya oligopoli terjadi melalui keterkaitan reaksi, khususnya pada barang-barang yang bersifat homogen atau identik dengan kartel, sehingga ketentuan yang mengatur mengenai oligopoli ini sebaiknya digabung dengan ketentuan yang mengatur mengenai kartel&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pasar duopoli: &lt;/b&gt;Memiliki karakteristik yang sama dengan oligopoli, namun pada Pasar duopoli hanya ada dua perusahaan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pasar persaingan monopolistik:&lt;/b&gt; Bentuk pasar di mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pasar monopsoni:&lt;/b&gt; adalah keadaan dimana satu pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan/atau jasa dalam suatu pasar komoditas.Kondisi Monopsoni sering terjadi didaerah-daerah Perkebunan dan industri hewan potong (ayam), sehingga posisi tawar menawar dalam harga bagi petani adalah nonsen. Perlu diteliti lebih jauh dampak fenomena ini, apakah ada faktor-faktor lain yang menyebabkan Monopsoni sehingga tingkat kesejahteraan petani berpengaruh.&lt;br /&gt;Salah satu contoh monopsoni juga adalah penjualan perangkat kereta api di Indonesia. Perusahaan Kereta Api di Indonesia hanya ada satu yakni KAI, oleh karena itu, semua hasil produksi hanya akan dibeli oleh KAI.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pasar oligopsoni&lt;/b&gt; adalah keadaan dimana dua atau lebih pelaku usaha 
menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang 
dan/atau jasa dalam suatu pasar komoditas.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Struktur_pasar &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://cuma-ingintahu.blogspot.com/2015/06/struktur-pasar.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6967767751371728648.post-704568339234742801</guid><pubDate>Fri, 12 Jun 2015 07:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-06-12T14:06:29.789+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gunadarma</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Softskill</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tugas Kuliah</category><title>Teori Fungsi Produksi</title><description>&lt;h3&gt;
Pengertian Definisi Produksi&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Secara umum, produksi dapat diartikan sebagai kegiatan optimalisasi dari faktor-faktor produksi seperti, tenaga kerja, modal, dan lain-lainnya oleh perusahaan untuk menghasilkan produk berupa barang-barang dan jasa-jasa. Secara teknis, kegiatan produksi dilakukan dengan mengombinasikan beberapa input untuk menghasilkan sejumlah output. Dalam pengertian ekonomi, produksi didefinisikan sebagai usaha manusia untuk menciptakan atau menambah daya atau nilai guna dari suatu barang atau benda untuk memenuhi kebutuhan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh produksi adalah menanam padi, menggiling padi, mengangkut beras, memperdagangkan beras, dan menjual nasi dan makanan. Contoh yang lebih modern adalah produksi pembuatan benang, produksi pembuatan kain, produksi pembuatan baju, memperdagangkan baju, produksi pembuatan kendaraan bermotor, dan produksi pembuatan computer dan sebagainya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3&gt;
Tujuan produksi&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bedasarkan pada kepentingan produsen, tujuan produksi adalah untuk menghasilkan barang yang dapat memberikan laba. Tujuan tersebut dapat tercapai, jika barang atau jasa yang diproduksi sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa sasaran kegiatan produksi adalah melayani kebutuhan masyarakat atau untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat secara umum.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3&gt;
Fungsi Produksi/Persamaan Produksi&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kegiatan produksi melibatkan dua variabel yang mempunyai hubungan fungsional atau saling memengaruhi, yaitu:&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;berapa output yang harus diproduksi, dan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;berapa input yang akan dipergunakan.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dengan demikian, yang disebut fungsi produksi adalah hubungan fungsional atau sebab akibat antara input dan output. Dalam hal ini input sebagai sebab, dan output sebagai akibat. Atau input sebagai variabel bebas dan output sebagai variabel tak bebas. Input produksi dikenal juga dengan factor-faktor produksi, dan ouput produksi dikenal juga dengan jumlah produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi produksi merupakan suatu fungsi atau persamaan yang menyatakan hubungan antara tingkat output dengan tingkat penggunaan input-input. Hubungan antara jumlah output Q&amp;nbsp; dengan jumlah input yang dipergunakan dalam produksi X1, X2, X3, … Xn,&amp;nbsp; secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Q = f (X1, X2, X3, … Xn)&lt;br /&gt;Q = output&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
X = input&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ketika input-input produksi terdiri dari capital, labour, resources dan technology maka persamaan produksi menjadi sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Q = f (C, L, R, T)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Q =&amp;nbsp; Quantity, atau jumlah barang yang dihasilkan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
f&amp;nbsp; = Fungsi, atau simbol persamaan fungsional&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
C = Capital, atau modal atau sarana yang digunakan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
L = Labour, tenaga kerja&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
R = Resources, sumber daya alam&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
T = Technology, teknologi dan kewirausahaan&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Persamaan tersebut menjelaskan bahwa output dari suatu produksi merupakan fungsi atau dipengaruhi atau akibat dari input. Artinya setiap barang yang dihasilkan dari produksi akan tergantung pada jenis/macam dari input yang digunakan. Perubahan yang terjadi pada input akan menyebabkan terjadinya perubahan pada output.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam&amp;nbsp; ilmu ekonomi, Teori produksi dibedakan menjadi teori Produksi dengan Satu Input Variabel dan teori produksi dua input variable.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3&gt;
Teori Produksi Dengan Satu Input Variabel&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dengan mengamsumsikan beberapa input dianggap&amp;nbsp; konstan dalam jangka pendek&amp;nbsp; dan hanya satu faktor produksi&amp;nbsp; yaitu tenaga yang dapat berubah, maka fungsi produksinya dapat ditulis sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Q = f(L)&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Persamaan produksi ini menjadi sangat sederhana kerana hanya melibatkan tenaga kerja untuk mendapatkan tingkat produksi suatu barang tertentu. Artinya, factor produksi yang dapat berubah dan mempengaruhi tingkat produksi adalah hanya jumlah tenaga kerja. Jika perusahaan berkeinginan untuk menambah Tingkat produksi, maka perusahaan hanya dapat menambah jumlah tenaga kerja.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3&gt;
Teori Produksi Dengan Dua Input Variabel&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jika factor produksi yang dapat berubah adalah jumlah tenaga kerja dan jumlah modal atau sarana yang digunakan, maka fungsi produksi dapat dinyatakan sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Q = f(L, C)&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada fungsi produksi ini diketahui, bahwa tingkat produksi dapat berubah dengan merubah factor tenaga kerja dan atau jumlah modal.&amp;nbsp; Perusahaan mempunyai dua alternative jika berkeinginan untuk menambah tingkat produksinya. Perusahaan dapat meningkatkan produksi dengan menambah tenaga kerja, atau menambah modal atau menambah tenaga kerja dan modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pustaka:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ahman, H., E., Rohmana, Y., 2007,”Ilmu Ekonomi Dalam PIPS”, Edisi Kedua, Cetakan Pertama, Penerbit Universitas Terbuka, Jakarta.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sukirno, S, 2011, “Mikroekonomi Teori Pengantar”, PT Raja Grafindo Persada, Edisi Ketiga, Cetatakan Ke 26, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Artikel ini dikutip dari : http://ardra.biz/ekonomi/ekonomi-mikro/teori-fungsi-produksi/&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://cuma-ingintahu.blogspot.com/2015/06/teori-fungsi-produksi.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6967767751371728648.post-5004874023066612856</guid><pubDate>Fri, 12 Jun 2015 06:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-06-12T13:55:02.897+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gunadarma</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Softskill</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tugas Kuliah</category><title>Peran dan Perilaku Konsumen/Produsen</title><description>&lt;h3&gt;
Perilaku Konsumen&lt;/h3&gt;
&lt;h4&gt;
Pengertian Konsumen&lt;/h4&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Konsumen adalah orang atau badan yang melakukan kegiatan konsumsi, yaitu kegiatan menggunakan, mengurangi dan atau menghabiskan nilai guna barang dan jasa.&lt;/div&gt;
&lt;h4&gt;
Faktor yang mempengaruhi konsumsi&lt;/h4&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kegiatan konsumsi yang dilakukan oleh konsumen ayau masyarakat dipengaruhi oleh :&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Tingkat harga barang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tingkat pendapatan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selera&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kebiasaan atau pola hidup konsumen&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketersediaan barang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lingkungan social budaya&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h4&gt;
Prinsip Konsumsi&lt;/h4&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Prinsip ekonomi konsumen menyatakan “dengan pengorbanan tertentu diharapkan akan memperoleh hasil maksimal atau dengan pengorbanan sekecil-kecilnya, diharapkan akan memperoleh hasil tertentu”.&lt;/div&gt;
&lt;h4&gt;
Perilaku Konsumtif&lt;/h4&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Perilaku konsumtif memiliki cirri-ciri sebagai berikut :&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Memiliki sikap boros dalam membelanjakan dana tanpa memperhatikan nilai guna barang yang dibeli.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membeli barang tanpa memperhatikan skala prioritas kebutuhan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mementingkan selera dan keinginan bukan kebutuhan hidupnya.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;h4&gt;
Peran Konsumen&lt;/h4&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Konsumen atau rumah tangga konsumsi berperan dalam mengonsumsi barang dan jasa, menyediakan faktor-faktor produksi, membayar iuran pajak, dan menerima balas jasa atas penyediaan factor produksi.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;h3&gt;
Perilaku Produsen&lt;/h3&gt;
&lt;h4&gt;
Pengertian Produsen&lt;/h4&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Produsen adalah orang atau badan yang melakukan proses produksi, yaitu kegiatan menghasilkan atau menambah nilai guna barang dan jasa bagi pemenuhan kebutuhan hidup manusia.&lt;/div&gt;
&lt;h4&gt;
Perluasan Produksi&lt;/h4&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Perluasan produksi dilakukan untuk meningkatkan barang dan jasa bermutu tinggi sehingga pemenuhan kebutuhan tercapai. Perluasan produksi dapat dilakukan melalui beberapa cara, antara lain intensifikasi, ekstensifikasi, diversifikasi, dan spesialisasi.&lt;/div&gt;
&lt;h4&gt;
Hukum Penambahan Hasil yang Semakin Berkurang&lt;/h4&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hukum penambahan hasil yang semakin berkurang (the law of diminishing returns) dikemukakan oleh David Ricardo. Bunyi hokum tersebut adalah “jika ada (paling sedikit) satu input yang tetap (missal tanah) dikombinasikan dengan satu input variable (missal tenaga kerja) yang setiap kali ditambah dengan satu unit, output akan bertambah juga, mula-mula akan bertambah hingga pada titik tertentu tambahan hasil akan semakin menurun (diminishing returns).&lt;/div&gt;
&lt;h4&gt;
Perilaku Produsen yang Beretika&lt;/h4&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Produsen dalam melakukan kegiatan ekonomi perlu memperhatikan beberapa hal seagai berikut,&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Memberikan keuntungan bagi pemilik perusahaan atau stakeholders.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memberikan sumbangan social.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mematuhi aturan yang berlaku.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menjaga kelestarian lingkungan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menghindari kegiatan operasional&amp;nbsp; yang tidak etis.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h4&gt;
Peran Produsen&lt;/h4&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam perekonomian produsen memiliki peran antara lain memproduksi barang dan jasa, mengombinasi faktor-faktor produksi, membayar jasa kepada pemilik factor produksi serta menjadi agen pembangunan nasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sumber : http://ekonom-muda.blogspot.com/2012/11/peran-dan-perilaku-konsumenprodusen.html&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://cuma-ingintahu.blogspot.com/2015/06/peran-dan-perilaku-konsumenprodusen.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6967767751371728648.post-6122067266472149329</guid><pubDate>Fri, 12 Jun 2015 06:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-06-12T14:36:25.389+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Blog</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Catatanku</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Uncategorized</category><title>Happy 100th Blog Posts to Me</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyrmB_jKFeC-Bh1gxbhHxzm4QpubSCixBiBFsKfJru9GVE6ftD1JcD91vXeHX6Y4R5ZUHLXw_5fezJobkIDRaFDrVAvjMusVR-JPsi-RWvP30QbnnzFOlJSLw3z-UiWaICrQNaD-2gwl4/s1600/Happy+100th+Posts.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Happy 100th Blog Posts&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyrmB_jKFeC-Bh1gxbhHxzm4QpubSCixBiBFsKfJru9GVE6ftD1JcD91vXeHX6Y4R5ZUHLXw_5fezJobkIDRaFDrVAvjMusVR-JPsi-RWvP30QbnnzFOlJSLw3z-UiWaICrQNaD-2gwl4/s1600/Happy+100th+Posts.jpg&quot; title=&quot;Happy 100th Blog Posts to Me&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Happy 100th Blog Posts to Me&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; - Mungkin sudah lama saya tidak mengisi blog saya ini karena kesibukan kuliah. Dan ternyata jumlah posting di &lt;a href=&quot;http://cuma-ingintahu.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Cuma Ingin Tahu&lt;/a&gt; sudah mencapai 100 post, yihaa!! Walaupun saya tidak seaktif blogger lain namun saya tetap berusaha untuk menghidupkan blog kesayangan saya yang satu ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini rangkuman kronologi blog saya :&lt;br /&gt;
- &lt;a href=&quot;http://cuma-ingintahu.blogspot.com/2010/10/my-profile.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Profil Saya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=&quot;http://cuma-ingintahu.blogspot.com/2013/11/day-1-siapakah-admin-cuma-ingin-tahu.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Profil Terbaru&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;
- &lt;a href=&quot;http://cuma-ingintahu.blogspot.com/2014/10/sedikit-kisah-hidupku.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Otobiografi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=&quot;http://cuma-ingintahu.blogspot.com/2011/07/sekilas-tentang-cuma-ingin-tahu.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Sekilas tentang Cuma Ingin Tahu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=&quot;http://cuma-ingintahu.blogspot.com/2013/10/sekilas-tentang-cuma-ingin-tahu-2.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Sekilas tentang Cuma Ingin Tahu #2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=&quot;http://cuma-ingintahu.blogspot.com/2013/10/pagerank-pertama-cuma-ingin-tahu.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Page Rank Pertama Cuma Ingin Tahu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yah mungkin hanya itu beberapa posting nostalgia tentang blog ini.&lt;br /&gt;
Terima kasih sudah mau mampir di blog sederhana ini. ^_^ </description><link>http://cuma-ingintahu.blogspot.com/2015/06/happy-100th-blog-posts-to-me.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyrmB_jKFeC-Bh1gxbhHxzm4QpubSCixBiBFsKfJru9GVE6ftD1JcD91vXeHX6Y4R5ZUHLXw_5fezJobkIDRaFDrVAvjMusVR-JPsi-RWvP30QbnnzFOlJSLw3z-UiWaICrQNaD-2gwl4/s72-c/Happy+100th+Posts.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6967767751371728648.post-4202160119970801970</guid><pubDate>Mon, 11 May 2015 09:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-11T16:14:08.510+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gunadarma</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Softskill</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tugas Kuliah</category><title>Penetapan dan Faktor yang Mempengaruhi Harga</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Penetapan dan Faktor yang Mempengaruhi Harga&lt;/i&gt; - Bauran pemasaran&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;&lt;i&gt;marketing mix&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; merupakan konsep dasar dalam pemasaran, didalamnya memuat tentang tahapan-tahapan pemasaran suatu produk atau jasa. Tahapan-tahapan dalam bauran pemasaran. Secara umum dikenal dengan istilah ‘4P’ yakni, Produk, Price, Place dan Promotion.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi banyak perusahaan yang kurang memperhatikan penetapan harga dengan baik. Kesalahan yang paling umum adalah sebagai berikut :&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Terlalu berorientasi biaya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Harga kurang sering direvisi untuk mengambil keuntungan dari perubahan pasar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Harga ditetapkan secara independen dari bauran pemasaran lainnya dan bukannya sebagai unsur intrinsik dari strategi penentuan posisi pasar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Harga kurang cukup bervariasi untuk berbagai macam produk, segmen pasar, dan saat pembelian.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;h4&gt;
&lt;b&gt;HARGA DAN PENETAPAN HARGA&lt;/b&gt;&lt;/h4&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pengertian harga yaitu suatu nilai tukar dari produk barang atau pun jasa yang umumnya dinyatakan dalam satuan moneter (Rupiah, Dollar, Yen dll)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam dunia bisnis harga mempunyai banyak nama, sebagai contoh dalam dunia perdagangan produk disebut harga, dalam dunia perbankan disebut bunga, atau dalam bisnis jasa akuntansi, konsultan disebut fee, biaya transportasi taxi, telepon disebut tariff sedangkan dalam dunia asuransi disebut premi.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Menurut Kotler (2001:439)&lt;/b&gt; Harga adalah sejumlah uang yang dibebankan atas suatu produk atau jasa, atau jumlah dari nilai tukar konsumen atas manfaat-manfaat karena memiliki atau menggunakan produk atau jasa tersebut.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Monroe (1990)&lt;/b&gt; menyatakan bahwa harga merupakan pengorbanan ekonomis yang dilakukan pelanggan untuk memperoleh produk atau jasa. Selain itu harga adalah salah satu faktor penting bagi konsumen dalam mengambil keputusan untuk melakukan transaksi atau tidak.&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berdasarkan definisi harga diatas maka dapat disimpulkan harga adalah sejumlah uang yang harus dikeluarkan oleh konsumen untuk mendapatkan produk atau jasa yang dibelinya guna memenuhi kebutuhan maupun keinginannya dan umumnya dinyatakan dalam satuan moneter (Rupiah, Dollar, Yen dll).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan penetapan harga adalah suatu proses untuk menentukan seberapa besar pendapatan yang akan diperoleh atau diterima oleh perusahan dari produk atau jasa yang di hasilkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penetapan harga telah memiliki fungsi yang sangat luas di dalam program pemasaran. Menetapkan harga berarti bagaimana mempertautkan produk kita dengan aspirasi sasaran pasar, yang berarti pula harus mempelajari kebutuhan, keinginan, dan harapan konsumen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam penetapan harga, produsen harus memahami secara mendalam besaran sensitifitas konsumen terhadap harga. Menurut Roberto pada buku Applied Marketing Research, bahwa dari hasil penelitian menyebutkan isu utama yang berkaitan dengan sensitifitas harga yaitu; elasitas harga dan ekspektasi harga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan pengertian dari elasitas harga adalah:&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Konsumen cenderung memberikan respon yang lebih besar atas setiap rencana kenaikan dibandingkan dengan kenyataan pada saat harga tersebut naik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Konsumen akan lebih sensitive terhadap penurunan harga dibandingkan dengan kenaikan harga.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Elastisitas konsumen akan berkurang ketika melakukan shopping dengan teman atau dipengaruhi oleh sales person.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain harga dan penetapan harga adalah suatu proses yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk memberikan nilai suatu produk atau jasa dengan mengkalkulasikan terlebih dahulu segala macam faktor biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh keuntungan serta mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan selain harga.&lt;/div&gt;
&lt;h4 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
TUJUAN PENETAPAN HARGA&lt;/h4&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Dalam teori ekonomi klasik, setiap perusahaan selalu berorientasi pada seberapa besar keuntungan yang akan diperoleh dari suatu produk atau jasa yang dimilikinya, sehingga tujuan penetapan harganya hanya berdasarkan pada tingkat keuntungan dan perolehan yang akan diterimanya. Namun di dalam perkembangannya, tujuan penetapan harga bukan hanya berdasarkan tingkat keuntungan dan perolehannya saja melainkan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan non ekonomis lainnya.&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut adalah tujuan penetapan harga yang bersifat ekonomis dan non ekonomis :&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Memaksimalkan Laba&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Penetapan harga ini biasanya memperhitungkan tingkat keuntungan yang ingin diperoleh. Semakin besar marjin keuntungan yang ingin didapat, maka menjadi tinggi pula harga yang ditetapkan untuk konsumen. Dalam menetapkan harga sebaiknya turut memperhitungkan daya beli dan variabel lain yang dipengaruhi harga agar keuntungan yang diraih dapat maksimum.&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Meraih Pangsa Pasar&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Untuk dapat menarik perhatian para konsumen yang menjadi target market atau target pasar maka suatu perusahaan sebaiknya menetapkan harga yang serendah mungkin. Dengan harga turun, maka akan memicu peningkatan permintaan yang juga datang dari market share pesaing atau kompetitor, sehingga ketika pangsa pasar tersebut diperoleh maka harga akan disesuaikan dengan tingkat laba yang diinginkan.&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Return On Investment (ROI) / Pengembalian Modal Usaha&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setiap usaha menginginkan tingkat pengembalian modal yang tinggi. ROI yang tinggi dapat dicapai dengan jalan menaikkan profit margin serta meningkatkan angka penjualan.&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Mempertahankan Pangsa Pasar&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ketika perusahaan memiliki pasar tersendiri, maka perlu adanya penetapan harga yang tepat agar dapat tetap mempertahankan pangsa pasar yang ada.&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Tujuan Stabilisasi Harga&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam pasar yang konsumennya sangat sensitif terhadap harga, bila suatu perusahaan menurunkan harganya, maka para pesaingnya harus menurunkan pula harga mereka. Kondisi seperti ini yang mendasari terbentuknya tujuan stabilisasi harga dalam industri-industri tertentu (misalnya minyak bumi). Tujuan stabilisasi dilakukan dengan jalan menetapkan harga untuk mempertahankan hubungan yang stabil antara harga suatu perusahaan dan harga pemimpin industri (industry leader).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Menjaga Kelangsungan Hidup Perusahaan&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Perusahaan yang baik menetapkan harga dengan memperhitungkan segala kemungkinan agar tetap memiliki dana yang cukup untuk tetap menjalankan aktifitas usaha bisnis yang dijalani.&lt;/div&gt;
&lt;h4 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA&lt;/h4&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Permintaan terhadap barang atau jasa bertambah, sedangkan jumlah barang atau jasa terbatas.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tinggi rendahnya biaya produksi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pandangan masa depan dari produsen atau konsumen.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Produsen mengetahui selera konsumen.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penawaran terhadap barang atau jasa bertambah, sedangkan daya beli konsumen tetap atau berkurang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Persaingan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tujuan Perusahaan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Peraturan Pemerintah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Elastisitas Permintaan&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;h4 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
ELASTISITAS&lt;/h4&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pengertian Elastisitas :&lt;br /&gt;
Besarnya prosentasi perubahan kuantitas yang diminta (Qd) / ditawarkan (Qs) terhadap prosentasi perubahan harga (P), atau :&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Derajat kepekaan variabel dependent terhadap variabel independent&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ratio persentase antara variabel dependent terhadap variabel independent&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tingkat Leverage antara variabel dependent terhadap variabel independent&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Jenis-jenis Elastisitas :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;1. Elastisitas Elastis ( Ed &amp;gt; 1 )&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Prosentasi perubahan kuantitas yang diminta lebih besar ( &amp;gt; 1 ) dari prosentasi perubahan harga.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;2. Elastisitas Inelastis ( Ed &amp;lt; 1 )&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Prosentasi perubahan kuantitas yang diminta lebih kecil ( &amp;lt; 1 ) dari prosentasi perubahan harga.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;3. Elastisitas Uniter ( Ed = 1 )&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Prosentasi perubahan kuantitas yang diminta sama dengan ( = 1 ) dari prosentasi perubahan harga.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;4. Elastisitas Inelastis Sempurna ( Ed = 0 )&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Prosentasi perubahan kuantitas yang diminta lebih kecil ( = 0 ) dari prosentasi perubahan harga.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;5. Elastisitas Elastis Sempurna ( Ed = Tak terhingga )&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Prosentasi perubahan kuantitas yang diminta lebih besar ( = Tak hingga ) dari prosentasi perubahan harga.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Rumus dasar mencari koefisien elastisitas harga, pendapatan dan elastisitas silang : &lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Rumus Koefisien Elastisitas harga&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglSIG4V78S92CakJ8Xt1ezje2hBCRhFEHHmAxb6rS4RI2Qcp0ZQJrNqsXbTjq6IqYlSr-oJ2Cz0r6LwOk6t7TxklqBe5gpJOPgqsNHtR_hI3s4GFyqCkkN-m5OQtRVnWCvEOhb6U6vhj0/s1600/1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Koefisien Elastisitas harga&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;88&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglSIG4V78S92CakJ8Xt1ezje2hBCRhFEHHmAxb6rS4RI2Qcp0ZQJrNqsXbTjq6IqYlSr-oJ2Cz0r6LwOk6t7TxklqBe5gpJOPgqsNHtR_hI3s4GFyqCkkN-m5OQtRVnWCvEOhb6U6vhj0/s320/1.jpg&quot; title=&quot;Koefisien Elastisitas harga&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Rumus Koefisien Elastisitas pendapatan&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLFe_-VH6hm3ZiD49djbUqsrOxDc6tkIBeBaut3oiPvDV2EnSWv6RlP3aksd0TeyQsDfzilrgn0hp9C5JUei2buOfG1n-ogMXtY_3MEV98mu8UADEs5e6RTNCYpeusnMeA2yCi1g1WsMM/s1600/2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Koefisien Elastisitas pendapatan&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLFe_-VH6hm3ZiD49djbUqsrOxDc6tkIBeBaut3oiPvDV2EnSWv6RlP3aksd0TeyQsDfzilrgn0hp9C5JUei2buOfG1n-ogMXtY_3MEV98mu8UADEs5e6RTNCYpeusnMeA2yCi1g1WsMM/s1600/2.jpg&quot; title=&quot;Koefisien Elastisitas pendapatan&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Rumus Koefisien Elastisitas silang&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Untuk harga barang &quot;y&quot; berpengaruh terhadap permintaan barang &quot;x&quot;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglFwv62upEkag_OBZAwHuxOjJlk6GOQixVvSXwlaDjCj8pUybf983QjLNQO2BgSJHZ9co7xGE2yptvPj8-O1OsE-lfkx3iEY_yTGBnISkGdaK0FwK6Z79DYd8OuwrgLtEBjBX8e2AD5YI/s1600/3.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Koefisien Elastisitas silang&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglFwv62upEkag_OBZAwHuxOjJlk6GOQixVvSXwlaDjCj8pUybf983QjLNQO2BgSJHZ9co7xGE2yptvPj8-O1OsE-lfkx3iEY_yTGBnISkGdaK0FwK6Z79DYd8OuwrgLtEBjBX8e2AD5YI/s1600/3.jpg&quot; title=&quot;Koefisien Elastisitas silang&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila harga barang &quot;x&quot; yang mempengaruhi permintaan barang &quot;y&quot;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEib2umtABTUHk4GT-Xhvk0zX5Y27PcvUZyHHLrjhrBY5lek39cwFypDuVpnqZD8FDULUbCUDUzYivb0yNjPqbR8ChZGt6o0dvrhdyKaHOrXufpMQn2Q0-JBugHCr8zPqUFd3-Psql3I6kU/s1600/4.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Koefisien Elastisitas silang&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEib2umtABTUHk4GT-Xhvk0zX5Y27PcvUZyHHLrjhrBY5lek39cwFypDuVpnqZD8FDULUbCUDUzYivb0yNjPqbR8ChZGt6o0dvrhdyKaHOrXufpMQn2Q0-JBugHCr8zPqUFd3-Psql3I6kU/s1600/4.jpg&quot; title=&quot;Koefisien Elastisitas silang&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber :&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;http://vansa.tk/tulisan/faktor-yang-mempengaruhi-harga/&lt;br /&gt;https://ekonomiana.wordpress.com/2013/06/27/elastisitas/&lt;/i&gt;</description><link>http://cuma-ingintahu.blogspot.com/2015/05/penetapan-dan-faktor-yang-mempengaruhi.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglSIG4V78S92CakJ8Xt1ezje2hBCRhFEHHmAxb6rS4RI2Qcp0ZQJrNqsXbTjq6IqYlSr-oJ2Cz0r6LwOk6t7TxklqBe5gpJOPgqsNHtR_hI3s4GFyqCkkN-m5OQtRVnWCvEOhb6U6vhj0/s72-c/1.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6967767751371728648.post-7034802575513227507</guid><pubDate>Wed, 25 Mar 2015 04:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-03-25T11:34:33.329+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gunadarma</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Softskill</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tugas Kuliah</category><title>Permintaan, Penawaran dan Equilibrum Pasar</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;A. Pengertian Permintaan dan Penawaran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Sedangkan pengertian penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu. Contoh permintaan adalah di pasar kebayoran lama yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli sedangkan penjual sebagai penawaran. Ketika terjadi transaksi antara pembeli dan penjual maka keduanya akan sepakat terjadi transaksi pada harga tertentu yang mungkin hasil dari tawar-menawar yang alot.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;B. Hukum Permintaan dan Hukum Penawaran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika semua asumsi diabaikan (ceteris paribus) : Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya. Semua terjadi karena semua ingin mencari kepuasan (keuntungan) sebesar-besarnya dari harga yang ada. Apabila harga terlalu tinggi maka pembeli mungkin akan membeli sedikit karena uang yang dimiliki terbatas, namun bagi penjual dengan tingginya harga ia akan mencoba memperbanyak barang yang dijual atau diproduksi agar keuntungan yang didapat semakin besar. Harga yang tinggi juga bisa menyebabkan konsumen/pembeli akan mencari produk lain sebagai pengganti barang yang harganya mahal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan (Demand)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;1. Perilaku konsumen / selera konsumen&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Saat ini handphone blackberry sedang trend dan banyak yang beli, tetapi beberapa tahun mendatang mungkin blackberry sudah dianggap kuno.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap&lt;/b&gt;Jika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meises, selai dan margarin akan turun permintaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Pendapatan/penghasilan konsumen&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Perkiraan harga di masa depan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Barang yang harganya diperkirakan akan naik, maka orang akan menimbun atau membeli ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/bensin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen&lt;/b&gt;Ketika flu burung dan flu babi sedang menggila, produk masker pelindung akan sangat laris. Pada bulan puasa (ramadhan) permintaan belewah, timun suri, cincau, sirup, es batu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggi dibandingkan bulan lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;D. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran (Suply)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Biaya produksi dan teknologi yang digunakan&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jika biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual. Dengan adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Tujuan Perusahaan&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Pajak&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Prediksi / perkiraan harga di masa depan&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;E. Equilibrium Pasar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekuilibrium pasar adalah kondisi di mana kuantitas yang ditawarkan sama dengan kuantitas yang diminta. Pada ekuilibrium, tidak ada kecenderungan untuk berubahnya harga.Permintaan berlebih (excess demand) atau kekurangan (shortage) adalah kondisi di mana kuantitas yang diminta melebihi yang ditawarkan pada harga saat itu.Harga akan cenderung naik hingga tercapainya ekuilibrium baru Penawaran berlebih (excess supply) atau surplus adalah kondisi di mana kuantitas yang ditawarkan melebihi yang diminta pada harga saat itu Harga akan cenderung turun hingga tercapainya ekuilibrium baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kesimpulan :&lt;/b&gt; Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Sedangkan pengertian penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu. Jika semua asumsi diabaikan (ceteris paribus) : Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya. Permintaan dan penawaran mempunyai beberapa factor yang bisa menyebabkan permintaan dan penawaran turun atau naik.Titik keseimbangan antara permintaan dan penawaran disebut dengan titik equilibrium.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Sumber : http://dickyhendramulyadi.blog.com/2012/10/07/makalah-permintaanpenawaran-dan-equilibrium-pasar/&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://cuma-ingintahu.blogspot.com/2015/03/permintaan-penawaran-dan-equilibrum.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6967767751371728648.post-6595848015240181857</guid><pubDate>Wed, 25 Mar 2015 04:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-03-25T11:11:35.400+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gunadarma</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Softskill</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tugas Kuliah</category><title>Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi</title><description>&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pengertian Ekonomi&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ekonomi adalah salah satu ilmu sosial yang mempelajari beberapa aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa.&amp;nbsp; Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang paling terkenal adalah mikroekonomi vs makroekonomi. Selain itu, subyek ekonomi juga bisa dibagi menjadi positif (deskriptif) vs normatif, mainstream vs heterodox, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan pemerintah. Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang moneter, seperti misalnya penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian, politik, kesehatan, pendidikan, keluarga dan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnya ekonomi adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 3 hal pokok yang ada dalam perekonomian:&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Produksi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Konsumsi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perdagangan&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sistem Perekonomian Menurut Dumairy (1966), Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suat tatanan kehidupan, selanjutnya dikatakannya pula bahwa suatu sistem ekonomi tidaklah harus berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan falsafah, padangan dan pola hidup masyarakat tempatnya berpijak.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Macam-Macam Sistem Ekonomi&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;1. Sistem Perekonomian Kapitalisme &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Merupakan sistem ekonomi yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan menjual barang dan sebagainya. Dalam sistem perekonomian kapitalis, semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba yang sebesar-besarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Sistem Perekonomian Sosialisme&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sistem perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi, tetapi dengan campur tangan pemerintah. Pemerintah masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur tata kehidupan perekonomian negara serta jenis-jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Sistem Perekonomian Komunisme&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Merupakan sistem ekonomi dimana peran pemerintah sebagai pengatur seluruh sumber-sumber kegiatan perekonomian. Setiap orang tak boleh memiliki kekayaan pribadi. Sehingga nasib seseorang bisa ditentukan oleh pemerintah. Semua unit bisnis mulai dari yang kecil hingga yang besar dimiliki oleh pemerintah dengan tujuan Pemerataan Ekonomi dan kebersamaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Sistem Ekonomi Merkantilisme&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Adalah suatu sistem politik ekonomi yang sangat mementingkan perdagangan internasional dengan tujuan memperbanyak aset &amp;amp; modal yang dimiliki negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Sistem Perekonomian Fasisme&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Yaitu paham yang mengedepankan bangsa sendiri dan memandang rendah bangsa lain, dengan kata lain, fasisme merupakan sikap rasionalism yang berlebihan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Masalah Ekonomi&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;a) Kebutuhan Manusia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada dasarnya, manusia bekerja mempunyai tujuan tertentu, yaitu memenuhi kebutuhan. Kebutuhan tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari. Selama hidup manusia membutuhkan bermacam-macam kebutuhan, seperti makanan, pakaian, perumahan, pendidikan, dan kesehatan. Kebutuhan dipengaruhi oleh kebudayaan, lingkungan, waktu, dan agama. Semakin tinggi tingkat kebudayaan suatu masyarakat, semakin tinggi / banyak pula macam kebutuhan yang harus dipenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Macam-macam kebutuhan manusia&lt;/b&gt; :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kebutuhan menurut tingkatan atau intensitasnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Kebutuhan primer/pokok&lt;br /&gt;Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang sangat mutlak harus dipenuhi, artinya apabila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, maka manusia akan mengalami kesulitan dalam kehidupannya.&lt;br /&gt;Contoh: sandang, pangan, papan, dan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Kebutuhan sekunder/tambahan&lt;br /&gt;Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan kedua, artinya kebutuhan yang pemenuhannya setelah kebutuhan pokok terpenuhi.&lt;br /&gt;Contoh: lemari, sepeda, tempat tidur, dan meja kursi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Kebutuhan tersier/kemewahan&lt;br /&gt;Kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang dipenuhi setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kebutuhan menurut waktunya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Kebutuhan sekarang&lt;br /&gt;Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan yang pemenuhannya tidak bisa ditunda-tunda lagi/kebutuhan yang harus segera dipenuhi.&lt;br /&gt;Contoh: makan, minum, tempat tinggal, dan obat-obatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Kebutuhan yang akan datang/masa depan&lt;br /&gt;Kebutuhan yang akan datang adalah kebutuhan yang pemenuhannya dapat ditunda, tetapi harus dipikirkan mulai sekarang.&lt;br /&gt;Contoh: tabungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Kebutuhan tidak tentu waktunya&lt;br /&gt;Kebutuhan ini disebabkan sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba / tidak disengaja yang sifatnya insidental.&lt;br /&gt;Contoh : konsultasi kesehatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Kebutuhan sepanjang waktu&lt;br /&gt;Kebutuhan sepanjang waktu adalah kebutuhan yang memerlukan waktu/lama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kebutuhan menurut sifatnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Kebutuhan jasmani&lt;br /&gt;Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang diperlukan untuk pemenuhan fisik/jasmani yang sifatnya kebendaan.&lt;br /&gt;Contoh: makanan, pakaian, olahraga, dan istirahat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Kebutuhan rohani&lt;br /&gt;Kebutuhan rohani adalah kebutuhan yang diperlukan untuk pemenuhan jiwa atau rohani. Kebutuhan ini sifatnya relatif karena tergantung pada pribadi seseorang yang membutuhkan.&lt;br /&gt;Contoh: beribadah, rekeasi, kesenian, dan hiburan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kebutuhan menurut aspeknya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Kebutuhan individu&lt;br /&gt;Kebutuhan individu adalah kebutuhan yang hanya diperlukan untuk memenuhi kebutuhan seorang saja.&lt;br /&gt;Contoh: kebutuhan petani waktu bekerja berbeda dengan kebutuhan seorang dokter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Kebutuhan sosial (kelompok)&lt;br /&gt;Kebutuhan sosial adalah kebutuhan yang diperlukan untuk memenuhi kepentingan bersama kelompok.&lt;br /&gt;Contoh: siskamling, gedung sekolah, rumah sakit, dan jembatan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tindakan , Motif , dan Prinsip Ekonomi&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;a) Tindakan Ekonomi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Merupakan setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling baik dan paling menguntungkan. misalnya: Ibu memasak dengan kayu bakar karena harga minyak tanah sangat mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan ekonomi terdiri atas dua aspek, yaitu :&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Tindakan ekonomi Rasional, setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling menguntungkan dan kenyataannya demikian.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tindakan ekonomi Irrasional, setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling menguntungkan namun kenyataannya tidak demikian.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;b) Motif ekonomi&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Merupakan alasan ataupun tujuan seseorang sehingga seseorang itu melakukan tindakan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motif ekonomi terbagi dalam dua aspek:&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Motif Intrinsik, disebut sebagai suatu keinginan untuk melakukan tidakan ekonomi atas kemauan sendiri.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Motif ekstrinsik, disebut sebagi suatu keinginan untuk melakukan tidakan ekonomi atas dorongan orang lain.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;Pada prakteknya terdapat beberapa macam motif ekonomi:&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Motif memenuhi kebutuhan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Motif memperoleh keuntungan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Motif memperoleh penghargaan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Motif memperoleh kekuasaan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Motif sosial / menolong sesama&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;c) Prinsip Ekonomi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Merupakan pedoman untuk melakukan tindakan ekonomi yang didalamnya terkandung asas dengan pengorbanan tertentu diperoleh hasil yang maksimal.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Mikroekonomi dan Makroekonomi&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;a. Mikroekonomi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sementara ilmu ekonomi mikro mempelajari variabel-variabel ekonomi dalam lingkup kecil misalnya perusahaan, rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ekonomi mikro ini dipelajari tentang bagaimana individu menggunakan sumber daya yang dimilikinya sehingga tercapai tingkat kepuasan yang optimum. Secara teori, tiap individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi yang optimum bersama dengan individu-individu lain akan menciptakan keseimbangan dalam skala makro dengan asumsi ceteris paribus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;b. Makroekonomi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ekonomi makro atau makroekonomi adalah studi tentang ekonomi secara keseluruhan. Makroekonomi menjelaskan perubahan ekonomi yang memengaruhi banyak rumah tangga (household), perusahaan, dan pasar. Ekonomi makro dapat digunakan untuk menganalisis cara terbaik untuk mempengaruhi target-target kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian kesimbangan neraca yang berkesinambungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu ekonomi muncul karena adanya tiga kenyataan berikut :&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Kebutuhan manusia relatif tidak terbatas.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sumber daya tersedia secara terbatas.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masing-masing sumber daya mempunyai beberapa alternatif penggunaan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Secara garis besar ilmu ekonomi dapat dipisahkan menjadi dua yaitu ilmu ekonomi mikro dan ilmu ekonomi makro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian dan perbedaan ekonomi makro dan ekonomi mikro terletak pada ruang lingkup kajian ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Perbedaan Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Harga&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Ekonomi Mikro: Harga ialah nilai dari suatu komoditas (barang tertentu saja).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ekonomi Makro: Harga adalah nilai dari komoditas secara agregat (keseluruhan).&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Unit Analisis&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Ekonomi Mikro adalah: Ilmu ekonomi yang membahas tentang kegiatan ekonomi secara individual. Contohnya permintaan dan dan penawaran, perilaku konsumen, perilaku produsen, pasar, penerimaan, biaya dan laba atau rugi perusahaan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ekonomi Makro adalah: Ilmu ekonomi yang membahas tentang kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Contohnya pendapatan nasional, pertumbuhan ekonomi, inflasi, pengangguran, investasi dan kebijakan ekonomi.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Tujuan Analisis&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Ekonomi Mikro: Lebih memfokuskan pada analisis tentang cara mengalokasikan sumber daya agar dapat dicapai kombinasi yang tepat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ekonomi Makro: Lebih memfokuskan pada analisis tentang pengaruh kegiatan ekonomi terhadap perekonomian secara keseluruhan. &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Sumber : https://rendymni.wordpress.com/2013/04/02/ruang-lingkup-ekonomi/&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://cuma-ingintahu.blogspot.com/2015/03/ruang-lingkup-ilmu-ekonomi.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item></channel></rss>