<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Curhat Misteri</title><description>Untuk Anda Yang Ingin Berbagi Cerita Misteri</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Haikal Sulaiman)</managingEditor><pubDate>Tue, 5 Nov 2024 18:49:02 -0800</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://curhatmisteri.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Untuk Anda Yang Ingin Berbagi Cerita Misteri</itunes:subtitle><itunes:category text="Religion &amp; Spirituality"><itunes:category text="Islam"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Asal-Usul Begu Ganjang</title><link>http://curhatmisteri.blogspot.com/2012/07/asal-usul-begu-ganjang.html</link><category>Asal-Usul</category><author>noreply@blogger.com (Haikal Sulaiman)</author><pubDate>Sun, 1 Jul 2012 07:32:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4782622140276050267.post-3018814254270477513</guid><description>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: #555555; font-family: helvetica, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #555555; font-family: helvetica, arial, sans-serif;"&gt;Belakangan ini berkembang isu begu ganjang di Sumatera Utara, dan orang yang disangka memiliki begu ganjang diusir dari desa, malahan ada yang sampai dibunuh dan rumahnya dibakar. Fenomena tersebut membuat orang bertanya apakah begu ganjang, darimanakah asal-usul dan makna kata tersebut. Selain itu gejala ini menjadi tantangan serius bagi kehadiran kekristenan dalam karya pastoralnya di tengah-tengah jemaat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #555555; font-family: helvetica, arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #555555; font-family: helvetica, arial, sans-serif;"&gt;Paparan ini bukan bermaksud menjawab segala persoalan yang muncul sehubungan dengan begu ganjang, tapi hanya sebatas memberikan sedikit pemahaman terminologis dan sikap pastoral apa yang bisa dilakukan berhadapan dengan isu begu ganjang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #555555; font-family: helvetica, arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #555555; font-family: helvetica, arial, sans-serif;"&gt;Secara sederhana dan harafiah begu sebetulnya berarti roh, sedangkan ganjang artinya panjang. Untuk memahaminya, begu ganjang mesti dilihat dalam konteks yang lebih luas dari ˜teologi dan ˜agama tradisional suku Batak Toba sendiri, secara khusus paham â€˜pneumatologiâ€™ Batak Toba (pneuma = roh, spirit). Dari sudut pandang ilmu agama-agama dapat dikatakan bahwa dalam diri orang Batak Toba kuno telah terdapat konsep tentang keagamaan, yang walaupun orang Batak Toba kuno sendiri belum menyadarinya sebagai manifestasi keagamaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #555555; font-family: helvetica, arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #555555; font-family: helvetica, arial, sans-serif;"&gt;Batak Toba kuno telah berhasil mengembangkan suatu bentuk keagamaan primitif dengan menampilkan tokoh keallahan, diantaranya Mulajadi Nabolon sebagai Allah yang menciptakan segala sesuatu termasuk manusia, Debata Natolu yang terdiri dari Bataraguru, Soripada, dan Mangalabulan, dan terakhir adalah Debata Asiasi sebagai lambang kesatuan serta totalitas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #555555; font-family: helvetica, arial, sans-serif;"&gt;Zat kehidupan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #555555; font-family: helvetica, arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #555555; font-family: helvetica, arial, sans-serif;"&gt;Selanjutnya, masyarakat Batak Toba kuno percaya, disamping para Debata masih ada kekuatan lain yang erat hubungannya dengan kehidupan manusia. Malah baik buruknya hidup manusia tergantung pada respon yang diberikan pada kekuatan dan tenaga ini. Mereka itulah yang disebut dengan tondi dan begu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #555555; font-family: helvetica, arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #555555; font-family: helvetica, arial, sans-serif;"&gt;Tondi (roh, nyawa) berada dalam tubuh manusia dan merupakan satu kesatuan. Manusia menjadi makhluk yang hidup karena memiliki tondi. Tondi memiliki zat kehidupan yang berlangsung selama-lamanya dan tidak dapat dirusak oleh apapun. Orang Batak Toba kuno mengenal dua jenis tondi, yaitu: tondi yang terdapat dalam tubuh manusia dan berhubungan dengannya pada masa kehidupan manusia saja. Kedua, tondi yang merupakan bayangan yang melanjutkan aktivitas manusia. Artinya, manusia secara biologis mungkin telah mati, tapi aktivitasnya masih dilanjutkan oleh tondi-nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #555555; font-family: helvetica, arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #555555; font-family: helvetica, arial, sans-serif;"&gt;Kehadiran tondi dalam tubuh manusia merupakan faktor penentu bagi kesehatan manusia. Timbulnya sesuatu penyakit, kegelisahan, atau kemalangan diyakini sebagai akibat dari lemahnya tondi, atau kepergian tondi dari tubuh manusia. Bila kepergian tondi berlangsung lama dan tidak datang lagi ke dalam tubuh dikhawatirkan bisa menyebabkan kematian bagi manusia. Konon ada empat penyebab tondi meninggalkan tubuh manusia yaitu saat tidur, terkejut, mimpi dan kematian (R. Pasaribu, 1988:130-131).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #555555; font-family: helvetica, arial, sans-serif;"&gt;Rasa takut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #555555; font-family: helvetica, arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #555555; font-family: helvetica, arial, sans-serif;"&gt;Apabila orang meninggal dunia, maka tondi berobah menjadi begu (Ph.L.Tobing, 1956:101). Jadi roh-roh yang menjadi begu inilah yang menimbulkan rasa takut bagi manusia yang masih hidup. Adanya rasa takut menjadi faktor utama aktivitas orang Batak Toba kuno untuk mengkultuskannya. Ini pula menjadi dasar ritus (kebaktian), yaitu upaya menghormati dan memuja begu sesuai keyakinannya (R.Pasaribu, 1988:125).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #555555; font-family: helvetica, arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #555555; font-family: helvetica, arial, sans-serif;"&gt;Pada umumnya begu dibagi dua golongan, yaitu (1) begu dari orang yang sudah meninggal, dan (2) begu lain yang berkeliaran di alam semesta yang secara umum dalam bahasa sehari-hari biasa disebut hantu (Parkin, 1978:148). Menurut sifatnya ada begu yang jahat dan begu yang baik (Marbun-Harahap, 1987:30). Sebenarnya orang Batak Toba kuno tidak menyebut begu kepada arwah orang yang dihormatinya. Arwah orang yang dicintai dan dihormati biasa disebut dengan sumangot (roh yang dipuja) dan sombaon (roh yang disembah).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #555555; font-family: helvetica, arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #555555; font-family: helvetica, arial, sans-serif;"&gt;Sehubungan dengan itulah ada ritus pemujaan nenek moyang berupa penggalian tulang belulang dari kuburan sementara (mangongkal holi) dan pemakaman kembali yang dilakukan bagi leluhur yang dianggap memiliki pengaruh istimewa. Melalui penghormatan, misalnya, dalam upacara adat diharap, bahwa roh nenek moyang akan diangkat menjadi sumangot. Bila dilakukan penghormatan lebih besar lagi bagi sumangot dan keturunannya menjadi kelompok besar, maka sumangot menjadi sombaon. Sombaon dipandang sebagai roh yang berkuasa dan harus dihormati, malah dipercaya dekat dengan para Debata yang menguasai kehidupan manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #555555; font-family: helvetica, arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #555555; font-family: helvetica, arial, sans-serif;"&gt;Ada bermacam ragam sebutan untuk arwah orang mati yang dinamai begu, antara lain adalah begu laos bagi arwah orang yang semasa hidupnya merupakan pengemis, begu gunung untuk arwah orang yang sewaktu hidup bekerja sebagai pandai besi, konon arwahnya ditempatkan oleh Mulajadi Nabolon di puncak gunung. Begu jau adalah arwah orang yang tidak dikenal, begu nurnur bagi arwah orang yang mati tapi tempatnya belum sempat diukur sewaktu dimakamkan, begu siharhar untuk orang yang mati dengan tidak meninggalkan keturunan. Sementara begu antuk (roh pemukul) dan begu ganjang adalah sebutan bagi begu yang dapat memukul orang dengan tiba-tiba hingga menemui ajalnya. Kedua jenis begu ini dianggap banyak menyebarkan penyakit menular seperti kolera, sampar dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #555555; font-family: helvetica, arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #555555; font-family: helvetica, arial, sans-serif;"&gt;Dengan ulasan singkat mengenai paham orang Batak Toba kuno tentang begu dalam koteks â€˜pneumatologiâ€™ Batak Toba tradisional. Sehubungan dengan begu ganjang yang diyakini sebagai personifikasi bagi segala jenis roh-roh yang mampu membuat orang meninggal secara mendadak, segera muncul pertanyaan berikut: Adakah gejala dan isu begu ganjang yang sempat hangat di Sumatera Utara sebetulnya hanya merupakan gejala menularnya berbagai jenis penyakit membahayakan yang tentu saja dapat merenggut nyawa manusia dalam waktu singkat? Kalau memang itu, cara mengatasinya adalah menggalakkan pengobatan secara medis, bukan dengan menuduh dan membinasakan orang yang diduga memiliki dan memelihara begu ganjang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #555555; font-family: helvetica, arial, sans-serif;"&gt;Pendampingan pastoral?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #555555; font-family: helvetica, arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #555555; font-family: helvetica, arial, sans-serif;"&gt;Oleh karena itu, dalam menghadapi masyarakat atau umat yang menyebarluaskan isu begu ganjang sebetulnya dibutuhkan pendekatan pastoral yang bijaksana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #555555; font-family: helvetica, arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #555555; font-family: helvetica, arial, sans-serif;"&gt;Terlepas dari persoalan apakah memang begu ganjang ada atau tidak, menarik untuk mengamati mengapa masyarakat menghembuskan isu begu ganjang tersebut. Berbagai faktor, misalnya, kecemburuan sosial, persoalan ekonomi, dan persaingan politis bisa mendasari orang memunculkan isu begu ganjang. Kegersangan dan kehampaan iman kristiani serta kebuntuan dalam menghadapi segala jenis persoalan kehidupan sehari-hari juga dapat merangsang orang untuk cepat melemparkan tanggungjawab dan kesalahan kepada pihak lain. Dengan meminjam terminologi begu ganjang orang merasa lebih gampang menghakimi pihak lawan atau orang lain yang tidak disenangi sebagai pihak yang bersalah, sumber permasalahan, dan penderitaan, maka harus segera dibinasakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #555555; font-family: helvetica, arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #555555; font-family: helvetica, arial, sans-serif;"&gt;Berhadapan dengan gejala ini beberapa kebijakan pastoral yang barangkali bisa dilakukan adalah: Pertama, memberikan penjelasan yang benar secara antropologis, historis dan sosiologis kepada jemaat seputar begu ganjang, sehingga orang mengerti latar belakang kemunculan kata begu ganjang pada masyarakat. Kedua, menggalakkan diskusi dan seminar secara teratur mengenai isu yang hangat di masyarakat, sehingga umat merasa terlibat dan turut memikirkan pemecahan atas persoalan yang muncul di antara mereka. Ketiga, mengadakan pendekatan dan pendampingan pastoral kepada kedua belah pihak baik korban atau pihak yang dituduh memelihara begu ganjang, maupun kelompok masyarakat yang yang sudah dan/atau potensial bertindak anarkis.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #555555; font-family: helvetica, arial, sans-serif;"&gt;Sumber: pakkat1974.wordpress.com&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Misteri Asal-Usul Kuntilanak</title><link>http://curhatmisteri.blogspot.com/2012/06/misteri-asal-usul-kuntilanak.html</link><category>Asal-Usul</category><author>noreply@blogger.com (Haikal Sulaiman)</author><pubDate>Wed, 27 Jun 2012 08:03:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4782622140276050267.post-6770428200843984083</guid><description>&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqmkjJZ1BfAXA-7bJKre6RkUBEEgnEzw36_qUhyzkeW7k0yVfh9YTYBmxPd-l-aygcLWDPwTcZaL5NLwd-WCSbwtDNr1jhZwSYhVscSBXOhRb0HL-oIB5WpHv1EryiZB09YVc39k4-sbtv/s1600/kkkkkkkkkk.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqmkjJZ1BfAXA-7bJKre6RkUBEEgnEzw36_qUhyzkeW7k0yVfh9YTYBmxPd-l-aygcLWDPwTcZaL5NLwd-WCSbwtDNr1jhZwSYhVscSBXOhRb0HL-oIB5WpHv1EryiZB09YVc39k4-sbtv/s1600/kkkkkkkkkk.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b style="font-size: medium; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;i&gt;Misteri asal-usul Kuntilanak.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i style="font-weight: bold;"&gt;Misteri asal-usul Kuntilanak,&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;(bahasa Melayu: puntianak, pontianak) adalah hantu yang dipercaya berasal dari perempuan hamil yang meninggal dunia atau wanita yang meninggal karena melahirkan dan anak tersebut belum sempat lahir. Nama "kuntilanak" atau "pontianak" kemungkinan besar berasal dari gabungan kata "bunting" (hamil) dan "anak". Mitos ini mirip dengan mitos hantu langsuir yang dikenal di Asia Tenggara, terutama di nusantara Indonesia. Mitos hantu kuntilanak sejak dahulu juga telah menjadi mitos yang umum di Malaysia setelah dibawa oleh imigran-imigran dari nusantara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kota Pontianak mendapat namanya karena konon Abdurrahman Alkadrie, pendiri Kesultanan Pontianak, diganggu hantu ini ketika akan menentukan tempat pendirian istana. Dalam cerita rakyat Melayu, sosok kuntilanak digambarkan dalam bentuk wanita cantik. Kuntilanak digambarkan senang meneror penduduk kampung untuk menuntut balas. Kuntilanak sewaktu muncul selalu diiringi harum bunga kemboja. Konon laki-laki yang tidak berhati-hati bisa dibunuh sesudah kuntilanak berubah wujud menjadi penghisap darah. Kuntilanak dikatakan sering menjelma sebagai wanita cantik yang berjalan seorang diri dijalan yang sunyi. Oleh karena itu, cerita ini kemungkinan bertujuan menghindari golongan wanita daripada diganggu oleh pemuda-pemuda yang takut akan Kuntilanak ketika berjalan seorang diri di jalan yang sunyi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dalam cerita seram dan film horor di televisi Malaysia, kuntilanak digambarkan membunuh mangsa dengan cara menghisap darah di bagian tengkuk, seperti vampir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Agak berbeda dengan gambaran menurut tradisi Melayu, kuntilanak menurut tradisi Sunda tidak memiliki lubang di punggung dan hanya mengganggu dengan penampakan saja. Jenis yang memiliki lubang di punggung sebagaimana deskripsi di atas disebut sundel bolong. Kuntilanak konon juga menyukai pohon tertentu sebagai tempat "bersemayam", misalnya waru yang tumbuh condong ke samping (populer disebut "waru doyong").&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kepercayaan penangkalan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Berdasarkan kepercayaan dan tradisi masyarakat Jawa, kuntilanak tidak akan mengganggu wanita hamil bila wanita tersebut selalu membawa paku, pisau, dan gunting bila bepergian ke mana saja. Hal ini menyebabkan seringnya ditemui kebiasaan meletakkan gunting, jarum dan pisau di dekat tempat tidur bayi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Menurut kepercayaan masyarakat Melayu, benda tajam seperti paku bisa menangkal serangan kuntilanak. Ketika kuntilanak menyerang, paku ditancapkan di lubang yang ada di belakang leher kuntilanak. Sementara dalam kepercayaan masyarakat Indonesia lainnya, lokasi untuk menancapkan paku bisa bergeser ke bagian atas ubun-ubun kuntilanak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kepercayaan akan adanya kuntilanak atau sundel bolong sangat sering dijadikan sebagai bahan urban legend serta sinema. Berikut adalah beberapa film yang dibuat dengan inspirasi dari kuntilanak:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;* Film Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;- Terawangan Casablanca (Kuntilanak Merah) (2007) (Indika Entertainment)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;- Kuntilanak (2006) karya Rizal Mantovani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;- Kuntilanak (1974); dibintangi dan disutradarai oleh Ratno Timoer)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;- Kuntilanak (1962), dibintangi oleh Ateng&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;- Sundel Bolong, dibintangi oleh Suzanna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;- Kuntilanak Kamar Mayat (2009)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;- Kuntilanak Beranak (2009)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;- Paku Kuntilanak (2009)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;* Film Malaysia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;- Pontianak Gua Musang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;- Anak Pontianak (1958)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;- Pontianak Kembali (1963)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;- Pontianak Harum Sundal Malam (2004)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;- Pontianak Harum Sundal Malam 2 (2005)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;- Pontianak Menjerit (2005)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;Sumber: http://www.indospiritual.com &lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqmkjJZ1BfAXA-7bJKre6RkUBEEgnEzw36_qUhyzkeW7k0yVfh9YTYBmxPd-l-aygcLWDPwTcZaL5NLwd-WCSbwtDNr1jhZwSYhVscSBXOhRb0HL-oIB5WpHv1EryiZB09YVc39k4-sbtv/s72-c/kkkkkkkkkk.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Misteri Asal-Usul Batara Karang</title><link>http://curhatmisteri.blogspot.com/2012/06/misteri-asal-usul-batara-karang.html</link><category>Asal-Usul</category><author>noreply@blogger.com (Haikal Sulaiman)</author><pubDate>Tue, 26 Jun 2012 08:34:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4782622140276050267.post-3952951123675732210</guid><description>&lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Misteri Asal-Usul Batara Karang&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, "..Konon pusaka Batara Karang ini jelmaannya seorang tokoh sakti dari golonag ilmu hitam pada jamannya yang hidup ratusan tahun silam. Anehnya menurut surat kabar, pusaka ini kesukaannya minum darah manusia, benarkah?.."&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDxqdC54UWBDdepKR5i9HPJ3zYuKgzAMvaRwJv-OgB4JU8wktaYSLxfFHRYTcccv-wqB2_JoEbJ2FqZ9DD5BoYtH2ZUQJ1BcDIWpNARUOYYtjhfxRZfYemKxEO6egsV-8EKM7pdOs7Fhdk/s1600/jjjjjjjjjjjjj.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDxqdC54UWBDdepKR5i9HPJ3zYuKgzAMvaRwJv-OgB4JU8wktaYSLxfFHRYTcccv-wqB2_JoEbJ2FqZ9DD5BoYtH2ZUQJ1BcDIWpNARUOYYtjhfxRZfYemKxEO6egsV-8EKM7pdOs7Fhdk/s1600/jjjjjjjjjjjjj.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Misteri Asal-Usul Batara Karang&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
BATARA KARANG konon menurut keterangan yang penulis peroleh dari bapak haji Erisman Priyadi (37 tahun) seorang jawara yang bertempat tinggal di Lapangan Coklat, 08/07 no.16 Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Cilegon, Kodya Cilegon, Banten yang penulis hubungi lewat SMS sebenarnya adalah nama suatu aji kesaktian tingkat tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dimana kegunaannya ajian ini, pemiliknya dari mulai ujung rambut sampai ujung kaki tidak bisa ditembus&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; oleh senjata jenis apapun baik senjata tajam, senjata api dan lain sebagainya. Masih menurut penuturan bapak dua orang puteri ini lagi, bahwa Batara KArang ini ada yang berunsur ilmu hitam dan ada pula yang berunsur ilmu putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengetahui apa dan bagaimana sebenarnya Batara Karang itu sendiri, penulis menemui Muhammad Zaenuddin 933 th), mediator benda-benda bertuah dan barang antik yang bermukim di Desa Kedung Wungu, blok Wangur Lor Timur, kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu. Saat penulis tanyakan apa sebenarnya Batara Karang itupun ia menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Batara Karang itu adalah suatu benda pusaka yang terbuat dari jelmaan seorang tokoh sakti mandraguna pada jamannya semacam Jawara. Itu ada yang berusia paling lama 900 tahun. Pokoknya orang-orang lama. Biasanya orang yang menganut ilmu hitam, dan itu susah untuk matinya. Jadi orang itu mati tapi hidup dalam alam menggantung antara dua alam yakni, kematian dan alam kehidupan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi bentuknya seperti orang tapi ada uga yang seperti boneka cuma rambutnya hidup dan bisa panjang terus, juga kukunya. Mata biasanya ditutup karena kalau tidak, akan menyerang balik dan bisa membuat mata kita menjadi buta. Tubuhnya semakin tahun semakin kecil, semakin kecil tubunya semakin dahsyat kekuatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat sekarang ini diburu oleh orang-orang sakti yang mengerti kegunaan pusaka. Batara Karang itu sendiri. Menurut penuturan orang pintar salah satu kegunaannya itu bisa untuk menyedot uang. Biasanya seali kerja itu akan menghasilkan paling sedikit 3 miliar rupiah. Cuma dia itu kan minumnya darah dan biasanya golongan darahnya O. Kalau untuk kerja dia makan dulu. Dan biasanya juga kalau setelah bekerja yaitu untuk menyedot uang, dia harus disempurnakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena pusaka Batara Karang seperti itu yang tadi sudah saya jelaskan orang yang hidup di dua alam, jadi dia minta setelah itu disempurnakan artinya ya semacam di sholati seperti orang wafat pada umumnya, tujuannya begitu. Sebab kalau ada orang itu memanfaatkan atau menggunakan pusaka Batara Karang tetapi ia tidak menyempurnakan maka akan kena imbasnya, minimal dia itu mati, kalau tidak dia akan cacat seumur hidup danharta yang dia pakai akan habis ludes kembali. Untuk itu dia harus disempurnakan. Nah sekarang inikan banyak Kiyai atau orang pinter yang bisa menggunakan tapi tidak bisa menyempurnakan ini yang berat "Tutur Muhammad Zaenuddin panjang lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata Zaenuddin pernah ada orang pintar yang memiliki pusaka batara karang ini, tapi pada saat khodamnya muncul dan meminta disempurnakan orang pintar tersebut tidak bisa menyempurnakannya, Akhirnya khodam pusaka Batara Karang yang pada waktu itu membawa uang sekitar 5 Miliar Rupiah dibawa kembali uangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih menurut penuturan Muhammad Zaenuddin bahwa pusaka Batara Karang ini bisa juga untuk menjaga BANK, karena kalau Bank tidak dijaga oleh mahluk ghaib kata Muhammad Zaenuddin biasanya akan disedot oleh mahluk ghaib lagi, makanya dia harus diaga oleh ghaib yang lebih kuat semacam pusaka Batara Karang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain untuk menjada Bank, kata Muhammad Zaenuddin lagi, pusaka Batara Karang ini juga bisa untuk menyedot harta karun, untu menjaga keselamatan pemiliknya sehingga pemiliknya bisa anti tembak, anti bacok dan sejenisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Sebab begini banyak orang yang mengaku punya pusaka Batara Karang tapi ternyata itu bikinan sendiri jadi banyak yang maksudnya untuk komersil, artinya dia mengaku Saya punya pusaka Batara Karang ini - itu yang asli sendiri jarang yang punya karena itukan susah" imbuh Muhammad Zaenuddin.&lt;br /&gt;
Sumber:&amp;nbsp;&lt;a href="http://psabdolangit.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="color: #3d85c6;"&gt;http://psabdolangit.blogspot.com/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDxqdC54UWBDdepKR5i9HPJ3zYuKgzAMvaRwJv-OgB4JU8wktaYSLxfFHRYTcccv-wqB2_JoEbJ2FqZ9DD5BoYtH2ZUQJ1BcDIWpNARUOYYtjhfxRZfYemKxEO6egsV-8EKM7pdOs7Fhdk/s72-c/jjjjjjjjjjjjj.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total></item><item><title>Misteri Batu Merah Delima</title><link>http://curhatmisteri.blogspot.com/2012/06/misteri-batu-merah-delima.html</link><category>Misteri Benda Mustika</category><author>noreply@blogger.com (Haikal Sulaiman)</author><pubDate>Mon, 25 Jun 2012 08:50:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4782622140276050267.post-283371693636996570</guid><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEju5wa7wzRn5p3e6qIIFZ3afaFYttC9GUi9QIkUHerf9cfm_aL9rcyi0a7Ip4wyA-AStJlDMq6sPtgRCup3bjqHzSP0FFJzRxpB-BPil4UUo1dx2Vd_qR15xMOuZFILCIYbMEuveoIMQwy9/s1600/mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEju5wa7wzRn5p3e6qIIFZ3afaFYttC9GUi9QIkUHerf9cfm_aL9rcyi0a7Ip4wyA-AStJlDMq6sPtgRCup3bjqHzSP0FFJzRxpB-BPil4UUo1dx2Vd_qR15xMOuZFILCIYbMEuveoIMQwy9/s1600/mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Misteri Batu Merah Delima&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Misteri Batu Merah Delima.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Bagi Anda yang mendalami dunia supranatural tentunya tidak asing lagi dengan batu Mustika Merah Delima yang namanya sudah sangat melegenda khususnya dikalangan pemburu benda-benda gaib ini. Menurut penuturan Zaenuddin (33Tahun) warga Desa Kedungwungu, Blok Wanguk Lor Timur, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu yang di &amp;nbsp;dapat dari keterangan Mbah Sutar seorang pria yang mampu mendeteksi alam gaib yang bermukim di Perum Pasar Kemis, Blok N 1 - 18 Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang menyebutkan bahwa salah satu ciri khas batu Mustika Merah &lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Delima itu adalah : Apabila batu Mustika Merah Delima itu di taruh di dalam gelas yang berisi air putih maka seketika airnya akan berubah menjadi warna Merah. Dan batu Mustika Merah Delima itu juga berguna untuk anti cukur, anti bacok, anti santet dan lain sebagainya. Yang pada intinya adalah untuk melindungi badan dari segala macam serangan musuh yang setiap saat mengintai diri kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan yang lebih mencengangkan lagi adalah bisa merubah sikap menjadi arif penuh wibawa, bijaksana dalam bersikap dan bertindak. Itulah salah satu ciri dan khasiat dari batu Mustika Merah Delima menurut keterangan Mbah Sutar. Dan untunglah Mbah Sutar mau mengantarkan Muhammad Zaenuddin menemui gurunya di Babelan, Kabupaten Bekasi yaitu bapak Herman seorang paranormal yang mumpuni dan menjadi langganan para pejabat baik sipil maupun militer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut penuturan Muhammad Zaenuddin lagi yang di dapat dari penuturan Mbah Sutar bahwa baru-baru ini pak Herman telah berhasil mengangkat Harta Karun berupa uang sebanyak 5 Milliar. Hanya saja sayangnya waktu diangkat hanya berjumlah 2 milliar dan ternyata uang tersebut pecahan Rp. 10.000,- bergambar kartini (sudah tidak berlaku lagi). Bahkan bapak Herman bersedia membantu mengangkat Harta Karun demi kepentingan umat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan hanya itu saja pak Hermanpun sanggup menukar uang seratus rupiah (uang merah) menjadi seratus ribuan. Karena menurutnya proses uang merah tersebut hanya menukar lewat gaib karena bentuknya uang merah sama persis dengan bentuk uang seratus ribuan. Dan masih menurut bapak Herman proses penukar tersebut dilakukan khodam batu Mustika Merah Delima sebab makhluk halus hanya mengenal warna tidak dengan nilai nominal, makanya proses ini yang mengerjakan adalah si Merah Delima karena yang prosespun bentuknya Merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syarat dari proses uang merah tersebut harus masih seri atau masih urut dan dalam keadaan baru. Bagi yang masih penasaran dengan proses uang tersebut silahkan mencobanya sebab hasilnya sangat menggiurkan dan uang merah satu juta bisa menjadi 1 milliar uang kertas ribuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah lama menunggu akhirnya Muhammad Zaenuddin dan Mbah Sutar diterima dengan baik, dari mulai bicara tentang makhluk gaib sampai akhirnya ke masalah pokok yaitu batu Mustika Merah Delima. Dengan tenang dan wibawa bapak Herman mulai menjelaskan, menurutnya batu Msutika Merah Delima itu adalah perumpamaan dari sebuah Qur'an yaitu surat Al Ikhlas, Merah Delima asal kata dari Delima yaitu Dal Lima di surat Al Ikhlas ini, yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Qul huwallaahu ahad.&lt;br /&gt;
Allohus shomad.&lt;br /&gt;
Lam yalid.&lt;br /&gt;
Walam yulad.&lt;br /&gt;
Walam yakul lahu kumpuwan ahad.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hadi total huruf Dal didalam ayat ini ada lima dan surat ini menjelaskan tentang ketauhidan dan keesaan Tuhan. Pada intinya manusia di suruh mencari tentang siapa Tuhannya, tentang keesan Tuhannya, dan tentang sipat-sipat Tuhannya. Sungguh jika manusia telah menemukannya, meresapinya dan mengamalkannya maka manusia itu akan terhindar dari bahaya dunia dan akhirat. Sungguh suatu penjelasan yang sangat menyentuh hati Muhammad Zaenuddin pada waktu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah salah satu penjelasan tentang batu Mustika Merah Delima. Bahkan masih menurut penuturan Muhammad Zaenuddin lagi, bapak Herman waktu itu menunjukkan batu Mustika itu dan bapak Herman mempunyai tiga buah batu Mustika Merah Delima tersebut. Satu ada di cupu, dua ada di batu yang berbentuk ular Naga yang sedang membuka mulutnya dan batu Mustika Merah Delimanya ada di rongga mulutnya tersebut. Dan yang ketiga di dalam perut bapak Herman dan untuk mengeluarkannya hanya dengan membaca do'a maka batu tersebut akan keluar dengan sendirinya dari mulut bapak Herman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara logika mungkinkah batu bisa di simpan didalam perut? Tapi itulah gaib dan untuk menjawabnya hanya dengan ilmu gaib pula. Dengan penjelasan bapak Herman tersebut, maka Muhammad Zaenuddin semakin yakin bahwa dengan pendekatan kita kepada Allah SWT dengan meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT maka kita akan sadari bahwa semuanya adalah milik Allah SWT tanpa kecuali termasuk urusan mati.&lt;br /&gt;
Sudahkah kita siap sewaktu-waktu umur kita diambil oleh Allah SWT? Kekuatan batu, keris, jimat dan pusaka lainnya adalah bukti kecil dari kebesaran Allah SWT. Semoga pengalaman ini ada hikmahnya bagi para pembaca dimanapun anda berada.&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;Sumber:&amp;nbsp;&lt;a href="http://psabdolangit.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="color: #3d85c6;"&gt;http://psabdolangit.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEju5wa7wzRn5p3e6qIIFZ3afaFYttC9GUi9QIkUHerf9cfm_aL9rcyi0a7Ip4wyA-AStJlDMq6sPtgRCup3bjqHzSP0FFJzRxpB-BPil4UUo1dx2Vd_qR15xMOuZFILCIYbMEuveoIMQwy9/s72-c/mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Penyebab Pengamal Ilmu Ghoib Menjadi Stress</title><link>http://curhatmisteri.blogspot.com/2012/06/penyebab-pengamal-ilmu-ghoib-menjadi.html</link><category>Tips</category><author>noreply@blogger.com (Haikal Sulaiman)</author><pubDate>Sun, 24 Jun 2012 09:04:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4782622140276050267.post-5602009795393298945</guid><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzrtiydTkjyirEBQl8Z799aoD4EeJj-l0nhqtKkbfL0XSL68rbZirL-SeR1LHz7ZXW5d_t0YIXhb2u_GVNEcMC7cm1jNIj1MYugY6UMqW1BUYegsBGnBnd20rOW_P78Y4a4rytTqMrfmx3/s1600/sssssssssssssssss.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzrtiydTkjyirEBQl8Z799aoD4EeJj-l0nhqtKkbfL0XSL68rbZirL-SeR1LHz7ZXW5d_t0YIXhb2u_GVNEcMC7cm1jNIj1MYugY6UMqW1BUYegsBGnBnd20rOW_P78Y4a4rytTqMrfmx3/s320/sssssssssssssssss.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b style="font-size: medium; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;i&gt;Penyebab Pengamal Ilmu Ghoib Menjadi Stress&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Penyebab Pengamal Ilmu Ghoib Menjadi Stress&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Semakin maraknya tindak kejahatan akhir-akhir ini menyebabkan banyak orang khususnya penggemar ilmu-ilmu kadigjayaan, kesaktian atau kanuragan memburu ilmu-ilmu gaib melalui paranormal maupun lewat buku-buku yang banyak dijual bebas dipasaran.&lt;br /&gt;
Faktor yang terakhir inilah yang kebanyakan tidak disadari efek negatifnya yakni bisa menyebabkan stress dan lebih fatal lagi bisa menyebabkan &lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;hilang ingatan. Konon di sebuah Desa di wilayah Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu ada orang yang hilang ingatan gara-gara belajar ilmu gaib tanpa ada gurunya. Ada beberapa fackor yang menyebabkan orang bisa stress atau lebih fatal lagi bisa gila atau hilang ingatan karena menguasai ilmu gaib. Berikut ini beberapa faktornya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Memuasainya tanpa bimbingan seorang guru.&lt;br /&gt;
Belajar apa saja memang harus ada gurunya tidak terkecuali belajar ilmu gaib. Ada ungkapan yang berbunyi “Belajar sesuatu tanpa guru maka gurunya adalah setan”. Memang benar dengan adanya seorang guru maka belajar sesuatu akan terasa lebih mudah karena ada yang mengarahkan atau ada yang memberi bimbingan. Dengan begitu apabila ada suatu kesalahan, ada yang membenarkannya. Disamping itu Insya Allah belajarnya tidak sia-sia khusunya belajar ilmu gaib. Karena yang belajar dengan dibimbing oleh seorang guru saja banyak yang gagal, apabila tidak dibimbing oleh seorang guru. Penulis sendiri oernah memuasai suatu ajian yang bernama aji Bandung Bondowoso tanpa dibimbing oleh seorang guru dan ternyata apa hasilnya sia-sia belaka. Untung saja pada waktu itu penulis tidak stress ataupun lebih fatal lagi menjadi gila.&lt;br /&gt;
Konon disebuah tempat ada seorang yang memuasai aji Panglimun (ilmu untuk menghilang) tanpa dibimbing oleh seorang guru. Dan ternyata apa hasilnya ? memang akhirnya dia bisa menghilang dari pandangan mata manusia, tapi sayangnya orang tadi tidak bisa kembali lagi agar bisa dilihat oleh manusia, karena tidak mengetahui caranya agar bisa dilihat manusia kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Tidak diselamati.&lt;br /&gt;
Setiap ilmu gaib itu pasti ada yang menciptakannya, seperti contohnya aji pangisahan Dananjaya itu yang menciptakan Begawan Sidik Maha Mulya. Dengan diselamati secara tidak langsung kita meminta izin pada beliau yang menciptakan ilmu tadi. Dengan begitu mudah-mudahan beliau mengizinkan ilmu ciptaanya kita amalkan. Insya Allah dengan diselamati mudah-mudahan ilmunya cepat masuk.&lt;br /&gt;
Kalau dijabarkan secara logika, orang yang memuasai ilmu gaib yang sebelumnya diselamati terlebih dahulu dengan orang yang memuasai suatu ilmu gaib tanpa diselamati terlebih dahulu adalah sama dengan orang yang mengambil miliknya orang lain dengan meminta izin terlebih dahulu dan orang yang mengambil miliknya orang lain dengan tidak meminta izin terlebih dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Kurang usianya.&lt;br /&gt;
Perlu diketahui ilmu gaib ini ada yang untuk golongan usia tua dan juga ada yang untuk golongan usia muda. Dalam arti golongan usia muda jangan memuasai ilmu gaib yang dipergunakan untuk golongan usia tua sebelum usianya mencukupi. Bahkan ada yang cukup membaca manteranya saja sebelum usianya mencukupi bisa menyebabkan gila contohnya aji Sampurnane Raga.&lt;br /&gt;
Seseorang yang belum cukup usianya bisa gila karena memuasai ilmu gaib yang untuk golongan usia tua ini disebabkan daya tampungnya kurang. Suatu contoh sebuah ember memilik daya tampung misalnya 5 liter, bila diisi 6 liter air, maka ember tadi bisa kelebihan muatan, sehingga isinya bisa tumpah atau lebih fatal lagi embernya bisa pecah.&lt;br /&gt;
Menurut penuturan bapak Suwandi (44tahun) seorang spiritualis asal Desa Kedungwungu, Blok Wanguk Lor Barat, Kecamatan Anjatan, bahwa kalau ada seseorang yang gila karena memuasai suatu ilmu gaib yang belum mencukupi umur daripada batasan ilmu tersebut. Contohnya ada seseorang yang berumur 35 tahun memuasai ilmu gaib yang untuk golongan usia 40 tahun, kemudian dia gila. Maka bila ia gila akan sembuh dengan sendirinya bila ia telah mencapai umur daripada batasan ilmu tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Terlalu banyak pilihan.&lt;br /&gt;
Terlalu banyak pilihan karena ingin memuasai ilmu gaib juga konon bisa menyebabkan kita Stress. Untuk itulah konon kalau kita menyukai ilmu gaib itu puasailah terlebih dahulu ilmu gaib yang pertama kita dapatkan, baru kalau sudah kita puasai kita ganti memuasai ilmu gaib yang lainnya. Dengan begitu akan menghindari koclaknya pikiran kita karena terlalu banyak pilihan terhadap ilmu yang kita inginkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Puasanya tidak selesai.&lt;br /&gt;
Puasanya tidak selesai konon menurut penuturan bapak Sumianto (49 tahun) seorang spiritualis yang bermukim di Desa Kedungwungu, Blok Wanguk Lor Timur, juga bisa menyebabkan seseorang menjadi gila, khususnya ilmu gaib yang puasanya 40 hari ke atas. Makanya kalau ada suatu ilmu gaib yang puasa atau lakunya 40 hari ke atas Anda harus berhati-hatilah bila akan memuasainya.&lt;br /&gt;
Sumber:&lt;span style="color: #3d85c6;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://psabdolangit.blogspot.com/"&gt;http://psabdolangit.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzrtiydTkjyirEBQl8Z799aoD4EeJj-l0nhqtKkbfL0XSL68rbZirL-SeR1LHz7ZXW5d_t0YIXhb2u_GVNEcMC7cm1jNIj1MYugY6UMqW1BUYegsBGnBnd20rOW_P78Y4a4rytTqMrfmx3/s72-c/sssssssssssssssss.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Misteri Gunung Kawi</title><link>http://curhatmisteri.blogspot.com/2012/06/misteri-gunung-kawi.html</link><category>Misteri Suatu Tempat</category><author>noreply@blogger.com (Haikal Sulaiman)</author><pubDate>Sat, 23 Jun 2012 09:20:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4782622140276050267.post-2818257965342017857</guid><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPaVFuAl9vQVQw29wqUa3B7tVQWOSnoW6_UVnvjHDn1b51nQsOuOSIdXp5oT7Ili6o-SbzXGLqlOF_AH2JjLg9X4qS2FY26cj1k5TiBVh6L_PSv4TkIk2ULEwWgotxW1fabfpaIe4CPSM9/s1600/gunung+kawi.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPaVFuAl9vQVQw29wqUa3B7tVQWOSnoW6_UVnvjHDn1b51nQsOuOSIdXp5oT7Ili6o-SbzXGLqlOF_AH2JjLg9X4qS2FY26cj1k5TiBVh6L_PSv4TkIk2ULEwWgotxW1fabfpaIe4CPSM9/s1600/gunung+kawi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Misteri Gunung Kawi&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Misteri Gunung&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kawi.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Adalah sebuah gunung berapi di Jawa Timur, Indonesia, dekat dengan Gunung Butak. Tidak ada catatan sejarah mengenai letusan gunung berapi ini. Gunung Kawi, terletak di sebelah barat kota Malang merupakan obyek wisata yang perlu untuk dikunjungi bila kita berada di Jawa Timur karena keunikannya, obyek wisata ini lebih tepat dijuluki sebagai "kota di pegunungan". Di sini kita tidak akan menemukan suasana gunung yang sepi, tapi justru kita akan disuguhi sebuah pemandangan mirip di negeri tiongkok zaman dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sepanjang jalan kita akan menemui bangunan bangunan dengan&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;arsitektur&amp;nbsp;&amp;nbsp;khas Tiongkok, dimana terdapat sebuah kuil/klenteng tempat untuk bersembahyang atau melakukan ritual khas Kong Hu Cu. Biasanya orang-orang Tionghoa mengunjungi tempat ini pada hari-hari tertentu untuk melakukan ritual keagamaan seperti memohon keselamatan , giam si , ci suak dsb namun tak jarang pula yang hanya sekedar berpelesir untuk melepas lelah. Di sepanjang jalan juga banyak terdapat penginapan baik itu hotel, losmen, atau bahkan rumah penduduk dapat juga disewa untuk dijadikan tempat menginap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada banyak hal unik yang berhubungan dengan kepercayaan yang dapat kita temukan di gunung Kawi, Salah satu diantaranya adalah sebuah pohon yang konon dipercaya bila kita kejatuhan buahnya, maka kita akan mendapat rejeki. Pada malam-malam tertentu akan banyak sekali orang yang duduk di bawah pohon ini. Selain pohon, terdapat juga makam Mbah Djoego, seorang pertapa pembantu Pangeran Diponegoro, yang juga sangat dijaga oleh penduduk setempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pesugihan Di Gunung Kawi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizailhA201oCXjSLUcgiaRpM1Y0KH4KKgPgLZMvGVpWG2OyzHPwlMugS8yhyLJPBKKUhDNGVUnyVON6O8Lc5CVBcdBLAsWHj7wNVBdLa0ApGNAL1UTLiAP-5FaCLLCztEo1BVLTB29lgTK/s1600/kawi.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizailhA201oCXjSLUcgiaRpM1Y0KH4KKgPgLZMvGVpWG2OyzHPwlMugS8yhyLJPBKKUhDNGVUnyVON6O8Lc5CVBcdBLAsWHj7wNVBdLa0ApGNAL1UTLiAP-5FaCLLCztEo1BVLTB29lgTK/s1600/kawi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small; text-align: -webkit-auto;"&gt;Pesugihan Di Gunung Kawi&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Dalam masalah pesugihan, sebelumnya pernah membahas tentang Ritual Mesum Pesugihan Gunung Kemukus, kali ini membahas mitos seputar Pesugihan Gunung Kawi. Disaat orang banyak disibukkan dengan kesulitan ekonomi, kadang semua cara digunakan termasuk diantaranya adalah ritual pesugihan.&lt;br /&gt;
Ada yang mencari uang dengan bisnis internet, namun karena tidak sedahsyat denga pesugihan maka bagi orang yang malas akhirnya lebih memilih pesugihan. Mitos Pesugihan Gunung Kawi memang dikenal sebagai tempat untuk mencari kekayaan (pesugihan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konon, barang siapa melakukan ritual dengan rasa kepasrahan dan pengharapan yang tinggi maka akan terkabul permintaannya, terutama menyangkut masalah kekayaan. Mitos seputar pesugihan Gunung kawi ini diyakini banyak orang, terutama oleh mereka yang sudah merasakan "berkah" berziarah ke Gunung Kawi. Namun bagi kalangan rasionalis-positivis, hal ini merupakan isapan jempol belaka. Biasanya lonjakan pengunjung yang melakukan ritual terjadi pada hari Jumat Legi (hari pemakaman Eyang Jugo) dan tanggal 12 bulan Suro (memperingati wafatnya Eyang Sujo). Ritual dilakukan dengan meletakkan sesaji, membakar dupa, dan bersemedi selama berjam-jam, berhari-hari, bahkan hingga berbulan-bulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam bangunan makam, pengunjung tidak boleh memikirkan sesuatu yang tidak baik serta disarankan untuk mandi keramas sebelum berdoa di depan makam. Hal ini menunjukkan simbol bahwa pengunjung harus suci lahir dan batin sebelum berdoa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain pesarean sebagai fokus utama tujuan para pengunjung, terdapat tempat-tempat lain yang dikunjungi karena 'dikeramatkan' dan dipercaya mempunyai kekuatan magis untuk mendatangakan keberuntungan, antara lain:&lt;br /&gt;
1. Rumah Padepokan Eyang Sujo&lt;br /&gt;
Rumah padepokan ini semula dikuasakan kepada pengikut terdekat Eyang Sujo yang bernama Ki Maridun. Di tempat ini terdapat berbagai peninggalan yang dikeramatkan milik Eyang Sujo, antara lain adalah bantal dan guling yang berbahan batang pohon kelapa, serta tombak pusaka semasa perang Diponegoro.&lt;br /&gt;
2. Guci Kuno&lt;br /&gt;
Dua buah guci kuno merupakan peninggalan Eyang Jugo. Pada jaman dulu guci kuno ini dipakai untuk menyimpan air suci untuk pengobatan. Masyarakat sering menyebutnya dengan nama 'janjam'. Guci kuno ini sekarang diletakkan di samping kiri pesarean. Masyarakat meyakini bahwa dengan meminum air dari guci ini akan membuat seseorang menjadi awet muda.&lt;br /&gt;
3. Pohon Dewandaru&lt;br /&gt;
Di area pesarean, terdapat pohon yang dianggap akan mendatangkan keberuntungan. Pohon ini disebut pohon dewandaru, pohon kesabaran. Pohon yang termasuk jenis cereme Belanda ini oleh orang Tionghoa disebut sebagai shian-to atau pohon dewa. Eyang Jugo dan Eyang Sujo menanam pohon ini sebagai perlambang daerah ini aman.&lt;br /&gt;
Untuk mendapat 'simbol perantara kekayaan', para peziarah menunggu dahan, buah dan daun jatuh dari pohon. Begitu ada yang jatuh, mereka langsung berebut. Untuk memanfaatkannya sebagai azimat, biasanya daun itu dibungkus dengan selembar uang kemudian disimpan ke dalam dompet.&lt;br /&gt;
Namun, untuk mendapatkan daun dan buah dewandaru diperlukan kesabaran. Hitungannya bukan hanya, jam, bisa berhari-hari, bahkan berbulan-bulan. Bila harapan mereka terkabul, para peziarah akan datang lagi ke tempat ini untuk melakukan syukuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapakah sesungguhnya Eyang Jugo dan Eyang Sujo?&lt;br /&gt;
Yang dimakamkan dalam satu liang lahat di pesarean Gunung Kawi ini? Menurut Soeryowidagdo (1989), Eyang Jugo atau Kyai Zakaria II dan Eyang Sujo atau Raden Mas Iman Sudjono adalah bhayangkara terdekat Pangeran Diponegoro. Pada tahun 1830 saat perjuangan terpecah belah oleh siasat kompeni, dan Pangeran Diponegoro tertangkap kemudian diasingkan ke Makasar, Eyang Jugo dan Eyang Sujo mengasingkan diri ke wilayah Gunung Kawi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semenjak itu mereka berdua tidak lagi berjuang dengan mengangkat senjata, tetapi mengubah perjuangan melalui pendidikan. Kedua mantan bhayangkara balatentara Pangeran Diponegoro ini, selain berdakwah agama islam dan mengajarkan ajaran moral kejawen, juga mengajarkan cara bercocok tanam, pengobatan, olah kanuragan serta ketrampilan lain yang berguna bagi penduduk setempat. Perbuatan dan karya mereka sangat dihargai oleh penduduk di daerah tersebut, sehingga banyak masyarakat dari daerah kabupaten Malang dan Blitar datang ke padepokan mereka untuk menjadi murid atau pengikutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Eyang Jugo meninggal tahun 1871, dan menyusul Eyang Iman Sujo tahun 1876, para murid dan pengikutnya tetap menghormatinya. Setiap tahun, para keturunan, pengikut dan juga para peziarah lain datang ke makam mereka melakukan peringatan. Setiap malam Jumat Legi, malam eninggalnya Eyang Jugo, dan juga peringatan wafatnya Eyang Sujo etiap tanggal 1 bulan Suro (muharram), di tempat ini selalu diadakan erayaan tahlil akbar dan upacara ritual lainnya. Upacara ini iasanya dipimpin oleh juru kunci makam yang masih merupakan para keturunan Eyang Sujo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada persyaratan khusus untuk berziarah ke tempat ini, hanya membawa bunga sesaji, dan menyisipkan uang secara sukarela. Namun para peziarah yakin, semakin banyak mengeluarkan uang atau sesaji, semakin banyak berkah yang akan didapat. Untuk masuk ke makam keramat, para peziarah bersikap seperti hendak menghadap raja, mereka berjalan dengan lutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga dewasa ini pesarean tersebut telah banyak dikunjungi oleh berbagai kalangan dari berbagai lapisan masyarakat. Mereka bukan saja berasal dari daerah Malang, Surabaya, atau daerah lain yang berdekatan dengan lokasi pesarean, tetapi juga dari berbagai penjuru tanah air. Heterogenitas pengunjung seperti ini mengindikasikan bahwa sosok kedua tokoh ini adalah tokoh yang kharismatik dan populis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun di sisi lain, motif para pengunjung yang datang ke pesarean ini pun sangat beragam pula. Ada yang hanya sekedar berwisata, mendoakan leluhur, melakukan penelitian ilmiah, dan yang paling umum adalah kunjungan ziarah untuk memanjatkan doa agar keinginan lekas terkabul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
UPACARA PEMBAKARAN SANGKALA&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBuZqUbIRR6aMtAFGPORXGO-9vsKUJ1ynqMrI0JIT397ohNqfrIDUGU_ccck9-07lVHF7yT0hdFB7IC4chCoLpNeK1cE0K-2mXxu33dOUby_OWDmjxnNgMj3u7tnaKa8WjRxyYzcuBcv6Q/s1600/perayaan-3.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBuZqUbIRR6aMtAFGPORXGO-9vsKUJ1ynqMrI0JIT397ohNqfrIDUGU_ccck9-07lVHF7yT0hdFB7IC4chCoLpNeK1cE0K-2mXxu33dOUby_OWDmjxnNgMj3u7tnaKa8WjRxyYzcuBcv6Q/s320/perayaan-3.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="font-size: medium; text-align: -webkit-auto;"&gt;UPACARA PEMBAKARAN SANGKALA&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-size: medium;"&gt;&lt;br class="Apple-interchange-newline" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
Tanggal 1 Suro oleh orang Jawa diperingati sebagai hari yang sakral. Pada tanggal tersebut biasanya orang Jawa melakukan ritual-ritual sebagai peringatan Tahun Baru Jawa. Hal ini dilakukan untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, dimana beliau memberikan berkahnya untuk awal tahun yang baru. Pada umumnya di tahun Jawa ini beberapa daerah di Jawa melakukan tradisi 1 Suro, khususnya di Gunung Kawi, Desa Wonosari. Tradisi tersebut dinamakan Gebyar Ritual 1 Suro Gunung Kawi, acara yang dikemas untuk menarik minat wisatawan lokal dan domestik. Perayaan yang diawali pada Tahun 2000 ini, merupakan tradisi yang dikemas dengan nuansa adat Jawa dan Islam. Pada perayaan ini masyarakat Desa Wonosari mempersembahkan tumpeng-tumpeng untuk dikirab dari “Gapura Bawah (Stanplat)” menuju Pesarean Eyang Djoego dan R.M. Iman Soedjono. Acara kirab sesaji tidak terlepas dengan keberadaan dua makam tersebut. Beliau berdua dianggap pengejawantahan kemakmuran dan perlindungan dari Tuhan YME untuk kesejahteraan masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tumpeng tersebut diletakkan di dalam Jolen (tempat tumpeng yang dibentuk dan dihias) bentuk Jolen-Jolen tersebut berupa bentuk hewan, miniatur persarean, dan macam-macam bentuk lainya. Jolen-Jolen tersebut dikirab dari gapura bawah (Stanplat) menuju Pesarean Eyang Djoego dan R.M. Iman Soedjono. Jolen-Jolen tersebut dikirab dengan diiringi nyanyian dan atraksi musik modern dengan perpaduan Islam, Jawa tradisional, dan China, seperti drum band dan terbangan (rebana). Di dalam Perayaan Gebyar Suro ini juga terdapat acara kirab sesaji tidak terlepas dengan keberadaan dua makam tersebut. Beliau berdua dianggap pengejawantahan kemakmuran dan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa untuk kesejahteraan masyarakat Gunung Kawi. Perayaan Gebyar Ritual 1 Suro tersebut diadakan sebagai penyampaian doa atas rasa terima kasih terhadap adanya pesarean Eyang Djoego dan R.M. Iman Soedjono dalam meningkatkan perekonomian, sosial, dan budaya masyarakat sekitar Gunung Kawi. Acara gebyar ritual 1 suro tersebut diadakan sebagai penyampaian doa atas rasa terima kasih adanya pesarean Eyang Djoego dan R.M. Iman Soedjono dalam meningkatkan perekonomian, sosial dan budaya masyarakat sekitar Gunung Kawi, terutama mengenai akulturasi kebudayaan Jawa, Islam, dan China. Penyatuan budaya dalam kirab tersebut menyatu dalam bingkisan budaya yang indah, penyatuan budaya terjadi antara perpaduan musik modern, jawa tradisional, Islami dan china.&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;Sumber:&lt;span style="color: #3d85c6;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://psabdolangit.blogspot.com/"&gt;http://psabdolangit.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPaVFuAl9vQVQw29wqUa3B7tVQWOSnoW6_UVnvjHDn1b51nQsOuOSIdXp5oT7Ili6o-SbzXGLqlOF_AH2JjLg9X4qS2FY26cj1k5TiBVh6L_PSv4TkIk2ULEwWgotxW1fabfpaIe4CPSM9/s72-c/gunung+kawi.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total></item><item><title>Kumpulan Alamat Wartawan/Penulis Majalah Misteri</title><link>http://curhatmisteri.blogspot.com/2012/06/kumpulan-alamat-wartawanpenulis-majalah.html</link><category>Kumpulan Alamat Wartawan/Penulis Majalah Misteri</category><author>noreply@blogger.com (Haikal Sulaiman)</author><pubDate>Fri, 22 Jun 2012 15:45:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4782622140276050267.post-7972175121164278398</guid><description>&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kumpulan Alamat Wartawan/Penulis Majalah Misteri&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.&amp;nbsp; &lt;b&gt;Idris Nawawi.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; Desa Setu Kulon, Blog Siampel, Rt. 12/01,&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Plered,&amp;nbsp;&amp;nbsp; Weru, Cirebon, Jawa Barat. 45154.&lt;br /&gt;
Hp. 0813.2427.4460.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.&amp;nbsp;&lt;b&gt; Prayoga Gemilang&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hp. 0817.676.1836 - 0856.8888.585.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.&amp;nbsp;&lt;b&gt; Sanyoto&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jl.Juana Rembang KM 7,5.&amp;nbsp; Desa Purworejo, Rt 01/01,Kec Kali Ori, Rembang, Jateng.59252&lt;br /&gt;
Hp. 0815.6567.040 - 0888.241.5992.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.&amp;nbsp; &lt;b&gt;Bahroni Bin Mastar&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Desa Kedungwungu, Blog Wanguk Lor Timur, No 12, Rt 24/10, Kec. Anjatan,  Kab. Indramayu, Jawa Barat. 45256. Hp.0813.2100.4900 - 0852.2266.4400.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5.&amp;nbsp; &lt;b&gt;Goenawan WE/ Mas Biyan&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; Gadingan 10, Rt 01/05, Bekonang, Surakarta, Jawa Tengah. 57554, Telp. (0271) 610925.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6.&amp;nbsp; &lt;b&gt;Mawan Suganda&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; KPR BTN Munjul Indah, blok A, No. 42, Majalengka, Jawa Barat. 465418, Hp. 0818.0202.5334.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7.&amp;nbsp; &lt;b&gt;Muhi Juhana.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jl. Pahlawan, Gg. Atma, No. 394, Majalengka, Jawa Barat, 45418.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8.&amp;nbsp; &lt;b&gt;Herry Santoso&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jl. Abadi, No. 35, Nglegok, Blitar Jawa Timur, 66181.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9.&amp;nbsp; &lt;b&gt;Hesti Indra P&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Gadingan 10, RT 01/05, Bekong, Surakarta, 57554.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10.&lt;b&gt; Robby Ferdian&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Villa Bekasi Indah 13 - 9/2, Jl. Wijaya 3, Tambun, Bekasi. 17510&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
11. &lt;b&gt;Itong R. Hariadi&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jl. HKhairil Anwar, No. 31, Rt 001/03, Sinar Gunung 2, Durian Payung, Bandar Lampung, 35116.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
12. &lt;b&gt;Saibi t. Gayau&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hp. 0815.982.7506.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
13. &lt;b&gt;U. Supriadi AG&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ilham Fajar Furniture, Blog Manis, Desa Sidareja, Kec. Ciawi Gebang, Kuningan, Jawa Barat. 45000.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
14.&lt;b&gt; M. Iqbal&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hp. 0812.805.7155.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
15. &lt;b&gt;Hendri Afrizal&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Asrama PGSD UPP 01 FKIP UNIIB, Jl. Cimanuk 1, KM 6,5. Padang Harapan, bengkulu. 38225.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
16. &lt;b&gt;Rosikin.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Gg. Arjuna, No. 23, Rt. 10/01, Desa Sitangal Larang, Brebes. 52262.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
17. &lt;b&gt;Nurwindo&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Yayasan Arta Tirta, Jl. Batin Tikal, Air Way, Sungai Liat, Bangka. 33255.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
18. &lt;b&gt;Tri Widodo&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Jl. H.O.S. Cokroaminoto, No. 11, Gang 2, Rt. 018/16, Sragen. 57214.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
19. &lt;b&gt;Muhammad Ali&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Koml. PSAD Majalengka, Jl. K.H.Abdul Halim, no. 67, Rt. 03/011, Majalengka, Jawa Barat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
20. &lt;b&gt;L. Ramli.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Desa Pekauman, Rt 01/06, Kec. Leuwimunding, Kab. Majalengka, Jawa barat. 45473.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
21.&lt;b&gt; Jajang Suhartono&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Terminal bus Cilembang, Blok D, No. 4-7, Tasikmalaya, Jawa Barat, Telp. (0265) 32274.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
22.&lt;b&gt; Agus Siswanto&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;  &amp;nbsp; &amp;nbsp; Jl. Baru 2, Rt. 010/01, No. 10, Cilincing, Jakarta Pusat. 14120.  Telp. 021-97866517,&amp;nbsp; Hp.0817.664.5205. Email: Maniakgaib@gmail.com.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
23. &lt;b&gt;Eny Masrurah&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Desa Sumber Rejo, Rt. 01/06, Kec. Jaken, Kab. Pati, Jawa Tengah. 59184.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
24. &lt;b&gt;Tia Aweni D. Paramitha&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Hp. 085.783.945.283-0813.8640.8098&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; 0858.8384.852.83-0858.8384.5283.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
25. &lt;b&gt;Ustadzah Azzahrah&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; (Penulis Ilmu Pedang Syaidina Ali r.a.).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; Hp. 0821.1363.6666.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
26.&lt;b&gt; Zulkhaidir.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (Penulis Ilmu Mengirim Mimpi Tepuk Bantal).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Telp. 0731.322.964.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
27. &lt;b&gt;Husni Umar&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (Penulis Hantu Muka Rata Penunggu Jembatan Ampera).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hp. 0858.8384.5283.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
28. &lt;b&gt;Eka Supriana&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hp. 0813.1470.5758.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
29. &lt;b&gt;Jemmy Haryanto.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (Penulis Orang Bunian).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; JL. Adi Sucipto K.M. 16, Gang Bersama, Rt 07/02, Desa Limbung, Kel. SuiRaya, Kab. Kubu RayaKalaimantan Barat. 78891.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
30. &lt;b&gt;Yudisthira.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jl. Sultan Agung Tirtayasa, No 51-J, Sudimara Pinang, Tangerang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
31.&lt;b&gt; Mulyadi SA.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hp. 0274-3034072.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
32. &lt;b&gt;Agusti Rahimah&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (Penulis Mayat Penculikan Ditemukan Dengan bantuan Gaib).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jl. Cut Ali, Desa Batu Merah, Kel. Lhok Bengkuang, Tapak Tuan, Aceh Selatan, N.A.D.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Telp. 0813.6276.8519.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersambung.......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: Majalah Misteri</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item></channel></rss>