<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" version="2.0">

<channel>
	<title>Dadang Kadarusman (DEKA)</title>
	
	<link>http://www.dadangkadarusman.com</link>
	<description>NatIn™ People Development Training &amp; Consulting</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 23:41:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/DadangKadarusman" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="dadangkadarusman" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">DadangKadarusman</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Public Training “Natural Intelligence Leadership”</title>
		<link>http://www.dadangkadarusman.com/2012/02/01/public-training-natural-intelligence-leadership/</link>
		<comments>http://www.dadangkadarusman.com/2012/02/01/public-training-natural-intelligence-leadership/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 05:02:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dadang Kadarusman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Leadership]]></category>
		<category><![CDATA[Natural Intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[Training]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dadangkadarusman.com/?p=2709</guid>
		<description><![CDATA[Hore, Hari Baru! Teman-teman. Catatan Kepala: ”Dengan memohon izin kepada Dzat Yang Maha Kuasa &#8211; Pendaftaran public training Natural Intelligence Leadership mulai dibuka sejak 1 February.” Teman-teman tercinta, setelah buku Natural Intelligence Leadership terbit bulan Januari lalu, mimpi saya berikutnya &#8230; <a href="http://www.dadangkadarusman.com/2012/02/01/public-training-natural-intelligence-leadership/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.dadangkadarusman.com/apps/wp-content/uploads/2011/10/Brosur-Training-NatIn-Leadership-2-3-April2.jpg"><img src="http://www.dadangkadarusman.com/apps/wp-content/uploads/2011/10/Brosur-Training-NatIn-Leadership-2-3-April2-300x225.jpg" alt="" title="Brosur Training- NatIn Leadership-2-3 April2" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-2728" /></a> Hore, Hari Baru! Teman-teman.</p>
<p><em><strong>Catatan Kepala:</strong> ”Dengan memohon izin kepada Dzat Yang Maha Kuasa &#8211; Pendaftaran public training <strong>Natural Intelligence Leadership </strong> mulai dibuka sejak 1 February.”</em></p>
<p>Teman-teman tercinta, setelah buku <strong>Natural Intelligence Leadership</strong> terbit bulan Januari lalu, mimpi saya berikutnya adalah mengadakan trainingnya yang terbuka untuk publik. Training publik ini dijadwalkan untuk berlangsung pada:  <span id="more-2709"></span></p>
<p>Tanggal: 2-3 April 2012 (Senin &#038; Selasa)<br />
Trainer: <a href="http://www.dadangkadarusman.com/tentang-dadang/" title="DEKA" target="_blank">DEKA &#8211; Dadang Kadarusman</a><br />
Lokasi: Hotel Bintang 4 atau 5 di Jakarta (Segera dikonfirmasi)<br />
Perlu brosurnya? <a href="http://xa.yimg.com/kq/groups/11318618/930561016/name/Brosur%20Training-%20NatIn%20Leadership-2-3%20April.pdf" title="Brosur NatIn Leadership April" target="_blank">Klik Di Brosur Ini</a>. </p>
<p><strong>Mengapa Anda Perlu Mengikuti Training Ini?</strong> Tuhan telah melengkapi penciptaan setiap insan dengan sebuah keistimewaan berupa kecerdasan hakiki yang disebut sebagai Natural Intelligence. Berbeda dengan teori-teori kecerdasan lainnya yang selama ini dikenal, Natural Intelligence (NatIn™) membahas tentang prinsip kecerdasan yang terintegrasi sehingga kita bisa lebih memahami konstruksi ilmiahnya. Tanpa pemahaman terhadap kecerdasan hakiki itu, tak seorang pun bisa mengoptimalkan seluruh potensi dirinya untuk menjadi pemimpin yang handal. </p>
<p><strong>Apa Yang Anda Dapat Dari Training Ini?</strong> Pemahaman komprehensif tentang bentuk kecerdasan Anda. Baik kecerdasan yang berkaitan dengan AKAL (Fungsi OTAK), maupun kecerdasan KALBU (Fungsi HATI). Anda akan memahami bahwa ternyata kecerdasan kita tidak seperti yang dijelaskan dalam teori IQ, EQ, maupun SQ yang memandangnya secara terkotak-kotak. Kecerdasan hakiki kita terintegrasi berupa DNA dalam diri kita. Inilah yang selama ini tidak difahami kebanyakan orang. Maka jadilah orang yang pertama memahami prinsip kecerdasan hakiki dengan mengikuti training Natural Intelligence (NatIn™) Leadership ini. </p>
<p><strong>Apa Manfaatnya Jika Kita Memahami Kecerdasan Hakiki atau Natural Intelligence (NatIn™)? </strong>Training ini membahas tentang fondasi Natural Intelligence (NatIn™), termasuk konstruksi ilmiahnya. Memahami faktor-faktor yang bisa meningkatkannya, serta faktor yang dapat merusaknya. Dengan demikian, Anda tidak hanya belajar untuk memahami apa sesungguhnya kecerdasan hakiki diri Anda sendiri secara komprehensif. Melainkan juga bagaimana mengaplikasikannya dalam kepemimpinan pribadi (Self Leadership), Kepemimpinan Kelompok (Team Leadership) dan Kepemimpinan dalam skala yang lebih besar (Universal Leadership). </p>
<p>Perlu brosurnya? <a href="http://xa.yimg.com/kq/groups/11318618/930561016/name/Brosur%20Training-%20NatIn%20Leadership-2-3%20April.pdf" title="Brosur NatIn Leadership April" target="_blank">Klik Di Brosur Ini</a>. </p>
<p><strong>Peserta:</strong><br />
Supervisor, Manager, Senior Manager, Team Leader, dan calon-calon pemimpin masa depan, dan Umum.</p>
<p><strong>Investasi Normal (SETELAH 28 FEBRUARY): </strong><br />
a. Rp. 2,250,000.- (Jika Daftar DENGAN Voucher)<br />
b. Rp. 2,750,000.- (Jika Daftar TANPA Voucher)<br />
(Voucher senilai Rp. 500,000.- bisa Anda peroleh dalam Buku <a href="http://www.dadangkadarusman.com/cara-beli-buku-dadang/" title="cara  beli buku" target="_blank">Natural Intelligence (NatIn™) Beli Disini atau Di Toko Buku</a>)</p>
<p>Perlu brosurnya? <a href="http://xa.yimg.com/kq/groups/11318618/930561016/name/Brosur%20Training-%20NatIn%20Leadership-2-3%20April.pdf" title="Brosur NatIn Leadership April" target="_blank">Klik Di Brosur Ini</a>. </p>
<p><strong>Cara pendaftaran:</strong><br />
<strong><em>1. Transfer dana investasi senilai:</em></strong><br />
a. Rp. 2,250,000.- Jika Anda menggunakan voucher, ATAU<br />
b. Rp. 2,750,000 jika Anda tidak menggunakan voucher.  </p>
<p><em>Investasi ditransfer ke:</em><br />
Bank BCA –KCU Wisma GKBI<br />
Ac: 006-0241-708<br />
A/N: Dadang Kadarusman</p>
<p><em><strong>2. Kirim email ke dkadarusman@yahoo.com berisi informasi berikut:</strong></em><br />
a. Tulis subyek : &#8220;TRAINING NATURAL INTELLIGENCE LEADERSHIP&#8221;<br />
b. Bukti transfer dilampirkan dalam email atau SMS ke 0812 19899 737<br />
c. Sebutkan nama peserta yang mendaftar</p>
<p><em><strong>3. Ikuti petunjuk selanjutnya yang kami berikan sebagai balasan email Anda:</strong></em></p>
<p><strong>Investasi EARLY BIRD (LUNAS Sebelum 28 FEBRUARY 2012): </strong><br />
a. Rp. 2,000,000.- (Jika Daftar DENGAN Voucher)<br />
b. Rp. 2,500,000.- (Jika Daftar TANPA Voucher)<br />
(Voucher senilai Rp. 500,000.- bisa Anda peroleh dalam Buku <a href="http://www.dadangkadarusman.com/cara-beli-buku-dadang/" title="cara  beli buku" target="_blank">Natural Intelligence (NatIn™) Beli Disini atau Di Toko Buku</a>)</p>
<p><strong>TEMPAT TERBATAS = SEGERA DAFTARKAN DIRI ANDA</strong><br />
Perlu brosurnya? <a href="http://xa.yimg.com/kq/groups/11318618/930561016/name/Brosur%20Training-%20NatIn%20Leadership-2-3%20April.pdf" title="Brosur NatIn Leadership April" target="_blank">Klik Di Brosur Ini</a>.<br />
Terimakasih telah menemani proses tumbuh kembang saya selama ini teman-teman. Senang sekali jika Anda dapat mengikuti program pelatihan Natural Intelligence yang saya tawarkan ini. Segera daftarkan diri Anda. Dan sampai jumpa pada acara training Natural Intelligence Leadership, 2-3 April Mendatang.</p>
<p>Mari Berbagi Semangat!<br />
DEKA &#8211; Dadang Kadarusman –  1 February 2012<br />
<em><strong>Book Author  &#038; Trainer of  ”Natural Intelligence Leadership”</strong></em></p>
<p><strong>Catatan Kaki:</strong><br />
Jika Anda membutukan brosur training ini, <a href="http://xa.yimg.com/kq/groups/11318618/930561016/name/Brosur%20Training-%20NatIn%20Leadership-2-3%20April.pdf" title="Brosur NatIn Leadership April" target="_blank">Klik Di Brosur Ini</a>. </p>
<p>Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya.</p>
<p><strong>Tentang Dadang Kadarusman (Author, Trainer, &#038; Public Speaker): </strong><br />
Selain berpengalaman sebagai trainer dan penulis buku, Dadang juga kaya dengan pengalaman profesional sejak memulai karir sebagai seorang salesman lalu menapaki jenjang karir hingga menangani fungsi-fungsi strategis korporasi. Dadang adalah orang yang telah diundang secara khusus oleh Presiden Direktur Expatriate untuk melakukan pembicaraan 4 mata di ruang kerja beliau sejak masih berkarir pada level salesman. Hal itu menunjukkan jika sejak awal karirnya Dadang telah berhasil menarik perhatian top management melalui pancaran potensi diri dan gagasan-gagasannya, serta kontribusinya yang signifikan bagi perusahaan. Dadang berhasil membangun karir profesionalnya sehingga berpengalaman menangani berbagai bidang seperti Training Management, New Product Planning Management, Customer Retention Management &#038; Business Development, Sales &#038; Marketing Management, dan terakhir Dadang memainkan peran kunci dibalik Strategi Perencanaan Bisnis jangka panjang perusahaan dan bertanggungjawab terhadap materi presentasi Presiden Direktur baik didalam maupun di luar negeri. Prestasi Dadang mendapatkan penghargaan internasional dengan menjadi orang Indonesia pertama yang mendapatkan William E. Upjohn Award for Special Accomplishment dari kantor pusat Pfizer di New York. Sekarang, Dadang berkomitmen untuk berbagi tips sukses dalam membangun karir kepada orang-orang yang ingin meraih kesuksesan profesionalnya. Bagi Dadang, kesuksesan karir bukanlah semata-mata jabatan yang mentereng. Melainkan juga pemenuhan atas kepuasan pribadi melalui kontribusi terbaik yang dihasilkan dari proses mengeksplorasi potensi dirinya. Spirit inilah yang mewarnai topik-topik training Dadang.</p>
<p>Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan lebih dari 1,000 artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Artikel-Artikel Dadang dapat diakses antara lain melalui www.dadangkadarusman.com </p>
<p>Info lebih lanjut: Ms. Vivi &#8211; 0812 1040 3327 atau Dadang &#8211; 0812 19899 737</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dadangkadarusman.com/2012/02/01/public-training-natural-intelligence-leadership/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Seseorang Layak Disebut Leader?</title>
		<link>http://www.dadangkadarusman.com/2012/01/31/mengapa-seseorang-layak-disebut-leader/</link>
		<comments>http://www.dadangkadarusman.com/2012/01/31/mengapa-seseorang-layak-disebut-leader/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 04:18:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dadang Kadarusman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Leadership]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dadangkadarusman.com/?p=2692</guid>
		<description><![CDATA[Mencari trainer untuk karyawan di perusahaan Anda? Hubungi Ms. Vivi di 0812 1040 3327. Hore, Hari Baru! Teman-teman. Catatan Kepala: ”Jika orang yang disebut sebagai leader itu hanya menempatkan bawahannya pada posisi sebagai pelaksana pekerjaan rutin, maka orang itu belum &#8230; <a href="http://www.dadangkadarusman.com/2012/01/31/mengapa-seseorang-layak-disebut-leader/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><marquee scrollamount="5" bgcolor="#e2e2e2"><font size="+1"> Mencari trainer untuk karyawan di perusahaan Anda? Hubungi Ms. Vivi di 0812 1040 3327. </font></marquee></p>
<p><a href="http://www.dadangkadarusman.com/apps/wp-content/uploads/2012/01/thought-leader-servicemarketingbgcm.gif"><img src="http://www.dadangkadarusman.com/apps/wp-content/uploads/2012/01/thought-leader-servicemarketingbgcm-259x300.gif" alt="" title="thought-leader-servicemarketingbgcm" width="259" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-2694" /></a> Hore, Hari Baru! Teman-teman.</p>
<p><em><strong>Catatan Kepala:</strong> ”Jika orang yang disebut sebagai leader itu hanya menempatkan bawahannya pada posisi sebagai pelaksana pekerjaan rutin, maka orang itu belum berhasil menjadi ’leader’.”</em><br />
Judul artikel ini tidak dituangkan untuk menggugat atasan yang dinilai kurang kompeten. Saya menggunakannya untuk mengajak Anda untuk melihat kedalam, apakah didalam diri kita memang sudah ada tanda-tanda jika kita ini memiliki kualitas pribadi yang memadai? Kualitas yang memadai untuk apa? Untuk menjadikan diri kita layak disebut sebagai seorang leader. Mengapa? Karena kita sering terlalu sibut mengejar titel jabatan, bukan mengejar kompetensi. Setelah mendapatkan jabatan itu pun kita sering terlampau sibuk untuk menjaga ‘citra’ sebagai pemimpin yang disegani atau dipatuhi. Dan sering lupa, bahwa nilai diri kita sebagai pemimpin hanya terletak kepada apa yang bisa kita lakukan saat menjalankan fungsi kepemimpinan itu. Bukan pada titel mentereng kita. Jadi, mengapa seseorang layak disebut pemimpin? <span id="more-2692"></span></p>
<p>Beberapa waktu lalu, saya menyaksikan sebuah forum yang dihadiri oleh para pemipin. Ditengah hujan kritik atas nihilnya dampak kepemimpinan organisasi, ada sebuah kalimat terlontar:”Kalaupun para pemimpinnya diganti, apakah kebijakan dan pola kerja akan berubah hingga keadaan menjadi lebih baik?” Pertanyaan itu keras. Provokatif. Dan berpotensi menyinggung harga diri banyak pemimpin yang hadir. Namun, tak seorang pun yang berani atau bersedia menjawabnya. Bisakah Anda memberikan jawaban akurat? Faktanya, banyak sekali proses pergantian kepemimpinan yang tidak menghasilkan perubahan apapun selain ‘nama pemimpinnya’. Sedangkan hal-hal lainnya, berjalan seperti sebelumnya saja. Fakta ini menunjukkan betapa banyaknya ‘leader’ yang tidak memiliki kualitas kepemimpinan yang sesungguhnya. Memangnya apa saja sih kualitas kepemimpinan itu? Banyak teori. Dan banyak kriteria. Anda tidak akan kekurang jenis-jenisnya. Bagi Anda yang tertarik menemani saya merenungkan apakah kita layak disebut sebagai leader, saya ajak memulainya dengan memahami 5 kualitas kepemimpinan dari sudut pandang <a href="http://www.dadangkadarusman.com/natin%e2%84%a2-leadership-buku-baru/" title="NatIn" target="_blank">Natural Intelligence (NatIn™)</a> berikut ini: </p>
<p><marquee scrollamount="5" bgcolor="#e2e2e2"><font size="+1"> Untuk bantuan in-house training dan pemberdayaan karyawan Anda, hubungi Ms. Vivi di 0812 1040 3327. </font></marquee>	</p>
<p><strong>1. Menjadi yang terdepan, bukan sedekar mengikuti petunjuk dari orang lain.</strong> Ada sebuah istilah yang sejak lama kita kenal, yaitu; ‘pemimpin boneka’. Kelihatannya saja orang itu yang memimpin, namun sebenarnya dia dikendalikan oleh orang lain. Keliru, jika kita menganggap bahwa istilah itu hanya cocok digunakan pada masa penjajahan, atau ketika suatu negara adi daya mengintervensi negara lain secara politik. Pemimpin boneka juga banyak bertebaran di perusahaan-perusahaan. Hanya saja, ‘kebonekaannya’ terjadi secara sukarela. Lho, kok bisa? Bisa. Caranya; ya sudah, ikuti aja petujunjuk dari boss besar atau atasan yang lebih tinggi. Tinggal di ‘cascade’ kepada bawahan kita. Selesai. Ini lho, jenis pemimpin boneka dalam konteks kita. ‘WOOOOOOY! GUA TERSINGGUNG DISEBUT BONEKA!” Alhamdulillah, bagus kalau begitu. Sehingga mulai sekarang, kita bisa memposisikan diri di garis terdepan perjuangan bersama anggota team yang kita pimpin.</p>
<p><strong>2. Menjadi innovator, bukan sekedar melestarikan apa yang sudah ada</strong>. Banyak pemimpin yang harus mengambil alih suatu posisi yang ditinggalkan oleh pemimpin hebat sebelumnya. Sebagai pemimpin hebat, tentu pendahulunya sudah mewariskan banyak hal hebat juga dalam team itu. Namun ketika beliau pergi, maka penggantinya sering terpukau oleh kehebatan pendahulunya. Semuanya sudah ‘tepat’ pada tempat dan proporsinya, begitu system nilai yang kemudian berlaku. Maka tak heran, jika setelah berkali-kali terjadi pergantian kepemimpinan pun tidak ada perubahan yang signifikan di organisasi itu. Benarkah hal itu karena pemimpin terdahulu sudah menjadikan organisasisi itu sedemikian hebatnya? Bukan. Itu karena pemimpin-pemimpin yang menggantikannya kemudian menempatkan dirinya sebagai sekedar pelestari apa yang sudah ada selama ini. What about you?</p>
<p style="visibility: visible"><object width="426" height="320" data="http://widget-7e.slide.com/widgets/slideticker.swf" type="application/x-shockwave-flash" style="width: 426px; height: 320px"><param value="http://widget-7e.slide.com/widgets/slideticker.swf" name="movie"></param><param value="high" name="quality"></param><param value="noscale" name="scale"></param><param value="l" name="salign"></param><param value="transparent" name="wmode"></param><param value="cy=ms&amp;il=1&amp;channel=3530822107904199294&amp;site=widget-7e.slide.com" name="flashvars"></param></object></p>
<p><strong>3. Melahirkan gagasan-gagasan baru, bukan sekedar pelaku kebiasaan lama</strong>.  Agak aneh juga ya jika ada pemimpin yang dalam karir kepemimpinannya tidak bisa melahirkan gagasan-gagasan baru. Kemane aje wooooooy….? Jelas sekali jika itu mengindikasikan 2 kemungkinan. Sang pemimpin tidak menjalankan tugasnya, atau hanya menjadi pelaku dari kebiasaan lama. Menarik juga ketika ada orang yang jujur mengakui bahwa sebagai pemimpin beliau bukan tipe pemikir. “Sulit untuk melahirkan gagasan baru bagi orang yang bukan pemikir,” katanya. Sahabatku, gagasan baru itu tidak harus besar. Tidak harus dipikir rumit. Sering bahkan dihasilkan dari sebuah pertanyaan sederhana seperti ini;”Kalau kita melakukannya dengan cara begini, hasilnya bagaimana ya?” So, start from there, wherever you are.</p>
<p><strong>4. Mencari terobosan, bukan sekedar terkungkung penjara rutinitas belaka</strong>.  Bisa dipastikan jika setiap kemandekan yang dialami oleh suatu organisasi terjadi karena orang-orang didalam organisasi itu tidak menemukan ‘jalan keluar’ dari pekerjaan rutin yang dilakukan begitu-begitu saja sepanjang waktu. Padahal, kita tahu bahwa apa yang sesuai saat ini, mungkin sudah obsolete 5 atau 10 tahun lagi. Kita memahami itu sambil tetap kukuh berpegang pada praktek dan cara-cara yang sudah kita gunakan sejak 5 atau 10 tahun yang lalu. Maka itu artinya hari ini, kita sudah mulai memasuki lorong-lorong dead-end menuju kebuntuan. Orang-orang hanya akan bisa membebaskan diri dari penjara rutinitas itu, jika mampu mencari terobosan. Siapakah penaggungjawab ‘orang-orang itu’ itu? Karena kita leadernya, ya kitalah penanggungjawabnya. So, tugas mencari terobosan itu ada pada pundak kita yang telah terlanjur berani menyodorkan diri untuk menjadi pemimpin mereka.</p>
<p><strong>5. Selalu bertanya; ‘Setelah ini, apa lagi ya?’</strong>.  Tidak pernah ada kata selesai bagi orang-orang yang senantiasa membiarkan otaknya terjaga. Bangun. Melek. Dan terus berputar. Karena orang-orang seperti itu tidak pernah berhenti meski ‘baru saja’ menyelesaikan sebuah tugas yang sangat besar. Bahkan, dalam tidur pun mereka bermimpi tentang sesuatu yang mungkin bisa dilakukannya lebih baik bagi dirinya sendiri. Bagi orang lain. Bagi organisasi yang dipimpinnya. Bagi dunia. Karena mereka percaya, bahwa seperti halnya Tuhan yang tidak pernah berhenti berkarya; Tuhan suka sekali pada hambanya yang terus menerus mengeksplorasi diri melalui pertanyaan; “setelah ini, apa lagi?” Dari pertanyaan sederhana itulah inovasi lahir. Pemikiran baru muncul. Gagasan brilian berlompatan. So, keep asking; “Setelah ini, apa lagi?”</p>
<p>Perusahaan membutuhkan leaders yang memiliki ke-5 kualitas diatas. Karena tantangan bisnis yang dihadapi oleh perusahaan semakin hari semakin besar. Bisa berupa tantangan yang datang dari luar atau kompetitor yang terus menerus menggerus pangsa pasar. Bisa juga yang datang dari internal perusahaan sendiri berupa visi dan misi serta target-target pertumbuhan yang semakin menantang. Tanpa ke-5 kualitas itu? Seseorang hanya akan menjadi semakin frustrasi, dan akhirnya tanpa daya menyerah kepada keadaan. Sebaliknya, mereka yang memiliki ke-5 kualitas itu selalu menjadi leader yang bisa diandalkan untuk membawa team yang dipimpinnya menuju pencapaian tinggi. Jika sekarang Anda berencana untuk pergi ke toilet, siapkan pertanyaan ini; mengapa Anda layak disebut leader? Kepada siapa pertanyaan itu diajukan? Kepada dinding toilet yang dilapisi cermin.</p>
<p>Mari Berbagi Semangat!<br />
DEKA &#8211; Dadang Kadarusman –  31 JaNEWary 2012<br />
Trainer of ”CREATIVE LEADERSHIP” In-house program<br />
<a href="http://www.twitter.com/dangkadarusman"><img src="http://twitter-badges.s3.amazonaws.com/follow_me-a.png" alt="Follow dangkadarusman on Twitter"/></a></p>
<p><strong>Catatan Kaki:</strong><br />
Masa depan perusahaan ditentukan oleh kualitas kepemimpinan orang-orang yang mengendalikannya. Dan kita, adalah ’orang-orang’ itu. </p>
<p>Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya. </p>
<p>Ingin lebih faham tentang Natural Intelligence? Ikuti Public Training ”NatIn Lead” bersama DeKa. Info di www.dadangkadarusman atau SMS 0812 19899 737</p>
<p><strong>Apa sih ‘Natural Intelligence’ itu?</strong> Sebuah pertanyaan yang mengusik banyak orang dalam tahun-tahun terakhir ini. Jawabannya ada dalam <a href="http://www.dadangkadarusman.com/natin%e2%84%a2-leadership-buku-baru/" title="NatIn" target="_blank">Buku Natural Intelligence (NatIn™) Leadership</a>, yang baru terbit January 2012. Buku ini memberi sudut pandang baru dan membuka kesadaran tentang bentuk kecerdasan insani yang sesungguhnya. Buku ini juga berisi langkah-langkah praktis tentang bagaimana menerapkannya dalam kehidupan keseharian kita. Baik di rumah, maupun dikantor, atau lingkungan kita. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi <a href="http://www.dadangkadarusman.com/cara-beli-buku-dadang/" title="cara  beli buku" target="_blank">Natural Intelligence (NatIn™) Beli Disini atau Di Toko Buku</a>)</p>
<p><strong>Tentang In-house training:</strong> <a href="http://www.dadangkadarusman.com/adapting-to-change-in-house-training/" title="Adapting 2 Change" target="_blank">ADAPTING TO CHANGE</a></p>
<p>Dalam pengamatan saya, banyak perusahaan yang mengalami kendala ketika mengimplementasikan rencana proses perubahan – Apakah perubahan itu terkait akuisisi, penerapan kebijakan, atau perubahan proses bisnis – karena kurangnya dukungan dari karyawan. Meskipun diatas kertas rencana perubahan sudah dibuat sedemikian baiknya, namun tanpa dukungan penuh dari karyawan rancangan perubahan itu tidak akan dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan. Jika perusahaan Anda sedang mencanangkan adanya perubahan, kami merekomendasikan program pelatihan “Adapting To Change“ yang kami rancang untuk membuka kesadaran karyawan agar bersedia mengikuti proses perubahan yang dicanangkan perusahaan. Standard program 1 hari, bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan spesifik perusahaan.</p>
<p><strong>Tentang In-house training: “CREATIVE LEADERSHIP”</strong><br />
Khusus untuk level Supervisor, Team Leader, dan Manager di perusahaan Anda. Peserta akan belajar memahami “Creative Leadership Framework” yang dirancang oleh DeKa. Memperdalam ‘divergent thinking technique’ dan mengaplikasikannya sehingga bisa menghasilkan gagasan atau ide-ide kepemimpinan kreatif yang dapat diimplementasikan. Tertarik?</p>
<p>Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut saya dapat dihubungi di 0812 19899 737 atau jika sedang tidak dapat menerima telepon Anda dapat berbicara dengan Ms. Vivi di 0812 1040 3327.</p>
<p>Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut saya dapat dihubungi di 0812 19899 737 atau jika sedang tidak dapat menerima telepon Anda dapat berbicara dengan Ms. Vivi di 0812 1040 3327.</p>
<p><strong>Tentang Dadang Kadarusman</strong><br />
~ Spesialisasi training di bidang: NATURAL INTELLIGENCE dan penerapannya dalam LEADERSHIP, PERSONNEL DEVELOPMENT dan PERSONAL EXCELLENCE ~ (Phone: 0812 19899 737 – www.dadangkadarusman.com )</p>
<p><marquee scrollamount="5" bgcolor="#e2e2e2"><font size="+1">Follow DEKA on Twitter @dangkadarusman </font></marquee></p>
<p>Gambar : marketingserviceblog.com </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dadangkadarusman.com/2012/01/31/mengapa-seseorang-layak-disebut-leader/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Presenting The Future</title>
		<link>http://www.dadangkadarusman.com/2012/01/26/presenting-the-future/</link>
		<comments>http://www.dadangkadarusman.com/2012/01/26/presenting-the-future/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 02:33:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dadang Kadarusman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Natural Intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[Personal Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dadangkadarusman.com/?p=2674</guid>
		<description><![CDATA[Mencari trainer untuk karyawan di perusahaan Anda? Hubungi Ms. Vivi di 0812 1040 3327. Hore, Hari Baru! Teman-teman. Catatan Kepala: ”Tidak seorang pun tahu pasti yang akan terjadi dimasa depan. Namun kita bisa memperkirakannya dari cara hidup masa kini.” Presenting &#8230; <a href="http://www.dadangkadarusman.com/2012/01/26/presenting-the-future/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><marquee scrollamount="5" bgcolor="#e2e2e2"><font size="+1"> Mencari trainer untuk karyawan di perusahaan Anda? Hubungi Ms. Vivi di 0812 1040 3327. </font></marquee></p>
<p><a href="http://www.dadangkadarusman.com/apps/wp-content/uploads/2012/01/DK-at-JFX.jpg"><img src="http://www.dadangkadarusman.com/apps/wp-content/uploads/2012/01/DK-at-JFX-300x199.jpg" alt="" title="DK at JFX" width="300" height="199" class="alignleft size-medium wp-image-2685" /></a> Hore, Hari Baru! Teman-teman.</p>
<p><em><strong>Catatan Kepala:</strong> ”Tidak seorang pun tahu pasti yang akan terjadi dimasa depan. Namun kita bisa memperkirakannya dari cara hidup masa kini.”</em></p>
<p>Presenting the future. Kalimat yang menarik, bukan? Membawa masa depan kepada kekinian. Maaf, kalimat ini bukan sebuah jargon yang sekedar enak didengar atau keren untuk diucapkan. Bagi saya, kalimat itu memiliki makna yang teramat dalam. Mengapa? Karena kita semua menginginkan masa depan yang lebih baik, bukan? Kita terikat kepada masa depan. Itulah sebabnya mengapa kita menabung. Mengapa kita bekerja. Mengapa kita menjalani hari-hari kita dengan yang seharusnya. Karena jika tidak ada masa depan, mungkin kita sudah sejak lama menyerah. Jika tidak ada masa depan, mengapa Anda mau bersusah payah melakukan pekerjaan itu? Jika tidak ada masa depan, mengapa Anda masih mau keluar rumah pagi-pagi sekali, berjibaku dibawah tatapan matahari, dan baru pulang dimalam hari? Masa depan, itulah alasan kita. Pertanyaannya adalah; masa depan kita akan menjadi seperti apa ya……?    <span id="more-2674"></span></p>
<p>Pekan lalu, saya berkesempatan untuk menjadi narasumber dalam sharing session di The Jakarta Futures Exchange (JFX). Dalam hubungan dengan JFX itulah saya pertama kali mengenal motto itu. Sekarang Anda tahu jika kalimat itu bukan saya yang membuat. Saya meminjamnya dari JFX yang tengah berbenah diri melakukan perubahan untuk menuju masa depan yang lebih baik. Jauh-jauh ngomongin JFX, buat kita pribadi apa manfaatnya? Oh, banyak sekali. Kalau JFX melakukan perubahan di tingkat korporasi, maka kita bisa melakukannya di tingkat pribadi. Perusahaan berbicara soal visi. Kita pun sama-sama ingin melihat masa depan yang lebih baik. Maka presenting the future itu memiliki revelansi yang tinggi dengan proses pertumbuhan setiap pribadi. Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar dari motto presenting the future, saya ajak memulainya dengan memahami 5 sudut pandang <a href="http://www.dadangkadarusman.com/natin%e2%84%a2-leadership-buku-baru/" title="NatIn" target="_blank">Natural Intelligence (NatIn™)</a> berikut ini: </p>
<p><marquee scrollamount="5" bgcolor="#e2e2e2"><font size="+1"> Untuk bantuan in-house training dan pemberdayaan karyawan Anda, hubungi Ms. Vivi di 0812 1040 3327. </font></marquee>	</p>
<p><strong>1. Mulai dengan membidik ke masa depan.</strong> Membidik ke masa depan adalah langkah pertama yang perlu kita lakukan. ‘The future’, kalau kata teman-teman di JFX. Dimasa depan ada begitu banyak alternatif atau pilihan berupa berbagai kemungkinan. Nah, kita mau memilih kemungkinan yang mana. Sederhananya, kita ingin mewujudkan masa depan seperti apa. Jadi dasarnya bukanlah menebak-nebak masa depan kita ‘akan’ menjadi seperti apa. Melainkan kita merancangnya ‘supaya’ menjadi seperti apa. Lho, apakah ada bedanya? Ada. Meramalkan akan menjadi seperti apa masa depan itu hanya sekedar ‘nrimo’. Hanya meneropong. Apapun yang akan terjadi, ya kita sekedar tahu. Kalau sudah tahu, so what? Kalaupun ada gunanya hanya sedikit. Tetapi merancangnya supaya menjadi apa, memiliki arti yang berbeda sekali. Itu adalah geliat. Cita-cita. Atau tekad.  Kita melihat adanya kemungkinan bahwa masa depan kita akan menjadi seperti yang kita inginkan. Maka begitu melihat alternatif itu, kita membidiknya kearah itu. Bukankah kita selalu mempunyai kemerdekaan untuk berjalan kearah mana saja? Jika demikian, kita pun merdeka untuk membidik masa depan pada opsi atau pilihan kemungkinan yang mana pun. </p>
<p><strong>2. Tetap berpijak kepada hari ini.</strong> Mengejar masa depan sering membuat kita lupa untuk berpijak pada hari ini. Padahal, tidak ada masa depan yang ‘putus hubungan’ dengan hari ini. ‘The present’, teman-teman di JFX bilang. Ada keterkaitan erat antara the future dengan the present. Maka tugas kita adalah ‘presenting the future’, yaitu; menjadikan masa depan sebagai agenda utama kita hari ini. Sederhananya, kita perlu mengindahkan tindakan dan perilaku kita hari ini agar bisa mendukung terwujudnya masa depan yang kita inginkan. Mari perhatikan sekali lagi, betapa kita mengimpikan masa depan yang indah dan menyenangkan. Kita tahu bahwa untuk mewujudkannya kita harus memiliki kualitas pribadi tertentu, misalnya. Namun, hari-hari kita tidak dijalani dengan usaha untuk mengasah diri hingga mencapai tingkatan yang memungkinkan kita mewujudkan masa depan itu. Jika kita menyia-nyiakan hari ini, maka jalan menuju ke masa depan yang kita inginkan akan menjadi semakin panjang. Sebaliknya jika kita benar-benar mengoptimalkan ‘hari ini’, maka kita memiliki peluang lebih besar untuk meraih apa yang kita inginkan.  </p>
<p><strong>3. Lintasi naik-turun perjalanannya</strong>. Jika kita masih merasa perjalanan ini hanya menanjak saja atau menurun melulu, mungkin kita belum berjalan cukup jauh. Jadi, jangan dulu mengeluh. Beratnya tanjakan. Atau mengerikannya turunan curam. Itu hanya sementara saja. Jika yakin bahwa itu jalan terbaik menuju ke masa depan yang kita inginkan itu, maka tidak ada pilihan lain kecuali menjalaninya, bukan? Kecuali jika Anda tidak yakin. Ya jangan tinggal terus di jalan itu dong. Cari, jalan mana yang Anda yakini. Harga komoditas juga sama; kadang naik, kadang turun. Saat naik teman-teman di JFX gembira karena kenaikan itu mengindikasikan peluang mendapatkan laba. Pada saat turun juga teman-teman JFX tetap gembira, karena itu mengisyaratkan untuk bersiap-siap menanamkan investasinya. Kita, mungkin perlu belajar kepada mereka. Agar ketika melintasi jalan mendaki kita tetap optimis bahwa pendakian itu akan membuat nilai diri kita semakin tinggi. Sedangkan ketika meluncur pada turunan curam, kita juga tetap yakin bahwa turunan itu bisa menumbuhkan rasa syukur yang mendalam. Dengan begitu, kita selalu memiliki optimisme yang ditemani oleh rasa syukur. Sebab, optimisme memberi kita energy untuk terus melangkah. Sedangkan rasa syukur memampukan kita untuk menikmati apa yang kita miliki. Jadi, saat melintasi jalur naik dan turunnya; ya jalani saja.</p>
<p style="visibility: visible"><object width="426" height="320" data="http://widget-7e.slide.com/widgets/slideticker.swf" type="application/x-shockwave-flash" style="width: 426px; height: 320px"><param value="http://widget-7e.slide.com/widgets/slideticker.swf" name="movie"></param><param value="high" name="quality"></param><param value="noscale" name="scale"></param><param value="l" name="salign"></param><param value="transparent" name="wmode"></param><param value="cy=ms&amp;il=1&amp;channel=3530822107904199294&amp;site=widget-7e.slide.com" name="flashvars"></param></object></p>
<p><strong>4. Waspada terhadap berbagai godaannya.</strong> Di sepanjang perjalanan kita ada banyak sekali persimpangan, perempatan atau pertigaan. Banyak juga jalan kecil dan gang. Semuanya bisa membelokkan kita kearah yang tidak menuju ke tempat yang kita ingin datangi. Perjuangan kita juga selalu dirubungi oleh berbagai macam godaan. Diantaranya berupa kenikmatan dan kesenangan yang memiliki daya tarik sedemikian besarnya. Sejak kemarin misalnya, layar televisi kita dipenuhi oleh tayangan sebuah sidang yang menghadirkan saksi seorang pejabat tinggi keuangan di sebuah perusahaan. Dari kesaksian beliau, terungkap nama-nama populer yang sesungguhnya memiliki masa depan yang cemerlang. Dalam 10-30 tahun mendatang beliau-beliau itu bisa meraih pencapaian yang sangat tinggi. Namun persidangan itu mengungkapkan betapa besarnya godaan kenikmatan. Jika semuanya itu terbukti, mungkin kita akan melihat perjalanan orang-orang cemerlang terhenti di sebuah belokan tajam yang pada awalnya terlihat indah; namun ternyata membawa para penempuhnya ke jurang kejatuhan. Perjalanan kita menuju masa depan pasti diwarnai berbagai godaan. Semoga kita semua mampu untuk mengatasinya.</p>
<p><strong>5. Menyiapkan masa depan yang sebenarnya.</strong> Masa depan yang Anda maksud itu seperti apa sih?  Usia 45 tahun sudah kaya raya? Pada saat pensiun sudah punya sawah atau kantor megah? Percayalah, saya pun memiliki keinginan yang sama dengan semua yang Anda inginkan itu. Pertanyaannya adalah; jika nanti kita sudah mencapai semua itu, lantas kita akan menggunakannya untuk apa? Diwariskan pada keturunan. Bagus. Dibelikan pulau pribadi. Mantap. Dibuatkan tugu peringatan. Keren. Apa lagi? Jika hanya sekedar seperti itu, apa iya yang kita lakukan untuk meraihnya benar-benar sepadan? Jika setelah meninggal kita tidak lagi menikmatinya, apa masih layak dikejar ya? Oh, tentu saja. Kita pantas mengejarnya. Namun, kita perlu selalu mengingat bahwa ada ‘masa depan’ lain yang menanti kita. Yaitu masa depan yang kualitasnya ditentukan oleh jawaban atas pertanyaan ini;’selama hidup, elo ngapain aja?’. “Duit elo yang banyak itu, datangnya dari mana?’. “Pegimane cara mendapatkannya?’. Dan satu lagi; “Pegimane elo membelanjakannya….?’. Secara pribadi saya mengharapkan pertanyaan seperti itu. Bukan hendak menantang Tuhan. Melainkan mengharapkan keadilan. Supaya orang-orang baik mendapatkan imbalan atas kebaikannya. Sedangkan orang-orang yang telah berbuat semena-mena belajar bertanggungjawab atas perbuatannya. Dengan kesadaran itu, semoga kita lebih tertarik untuk menyiapkan masa depan yang sebenarnya itu.</p>
<p>Di JFX, kita bisa membuat kesepakatan tentang harga komoditas untuk jangka waktu tertentu dimasa depan. Begitu jatuh tempo, kita mendapatkan jaminan harga sesuai yang tertera dalam kontrak, meskipun di pasar sedang terjadi kekacauan. Guru kehidupan saya bercerita tentang sebuah kontrak yang sudah disepakati oleh setiap insan. Yaitu kontrak yang dibuat antara dirinya dengan tuhannya jauh sebelum dia dilahirkan. Bunyinya begini; “Alastu birobbikum?” (Bersediakah engkau bersaksi bahwa aku adalah satu-satunya tuhanmu?) Begitu Tuhan bertanya. Lalu ruh yang belum dipertemukan dengan jasad itu menjawab; “Balaa, syahidna” (Benar Tuhanku, aku menjadi saksi atasnya). Perjanjian itu terjadi antara setiap pribadi dengan Sang Pencipta. Dan dimasa depan, Tuhan akan menagih janji itu. Janji yang sepatutnya tidak berubah. Karena apapun yang terjadi diluar sana, nilai perjanjian kita tetap berlaku. Siapkah kita untuk memenuhi seluruh isi perjanjian itu jika kelak tiba saatnya naskah perjanjian yang kita buat itu telah ‘jatuh tempo’? Semoga. </p>
<p>Mari Berbagi Semangat!<br />
DEKA &#8211; Dadang Kadarusman –  26 JaNEWary 2012<br />
Trainer of <strong><a href="http://www.dadangkadarusman.com/adapting-to-change-in-house-training/" title="Adapting 2 Change" target="_blank">ADAPTING TO CHANGE</a></strong> In-house program</p>
<p><a href="http://www.twitter.com/dangkadarusman"><img src="http://twitter-badges.s3.amazonaws.com/follow_me-a.png" alt="Follow dangkadarusman on Twitter"/></a></p>
<p><strong>Catatan Kaki:</strong><br />
Masa depan kita ditentukan oleh apa yang kita lakukan hari ini. Maka berbaik-baiklah pada hari ini.</p>
<p>Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya. </p>
<p>Ingin lebih faham tentang Natural Intelligence? Ikuti Public Training ”NatIn Lead” bersama DeKa. Info di www.dadangkadarusman atau SMS 0812 19899 737</p>
<p>Apa sih Natural Intelligence itu? Sebuah pertanyaan yang mengusik banyak orang dalam tahun-tahun terakhir ini. Jawabannya ada dalam Buku Natural Intelligence Leadership, yang baru terbit January 2012. Buku ini memberi sudut pandang baru dan membuka kesadaran tentang bentuk kecerdasan insani yang sesungguhnya. Buku ini juga berisi langkah-langkah praktis tentang bagaimana menerapkannya dalam kehidupan keseharian kita. Baik di rumah, maupun dikantor, atau lingkungan kita. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi www.dadangkadarusman.com atau <a href="http://www.dadangkadarusman.com/cara-beli-buku-dadang/" title="cara  beli buku" target="_blank">Natural Intelligence (NatIn™) Beli Disini atau Di Toko Buku</a>)</p>
<p><strong>Tentang In-house training: <a href="http://www.dadangkadarusman.com/adapting-to-change-in-house-training/" title="Adapting 2 Change" target="_blank">ADAPTING TO CHANGE</a></strong>Dalam pengamatan saya, banyak perusahaan yang mengalami kendala ketika mengimplementasikan rencana proses perubahan – Apakah perubahan itu terkait akuisisi, penerapan kebijakan, atau perubahan proses bisnis – karena kurangnya dukungan dari karyawan. Meskipun diatas kertas rencana perubahan sudah dibuat sedemikian baiknya, namun tanpa dukungan penuh dari karyawan rancangan perubahan itu tidak akan dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan. Jika perusahaan Anda sedang mencanangkan adanya perubahan, kami merekomendasikan program pelatihan <a href="http://www.dadangkadarusman.com/adapting-to-change-in-house-training/" title="Adapting 2 Change" target="_blank">ADAPTING TO CHANGE</a> yang kami rancang untuk membuka kesadaran karyawan agar bersedia mengikuti proses perubahan yang dicanangkan perusahaan. Standard program 1 hari, bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan spesifik perusahaan.</p>
<p>Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut saya dapat dihubungi di 0812 19899 737 atau jika sedang tidak dapat menerima telepon Anda dapat berbicara dengan Ms. Vivi di 0812 1040 3327.</p>
<p>Tentang Dadang Kadarusman<br />
~ Spesialisasi training di bidang: NATURAL INTELLIGENCE dan penerapannya dalam LEADERSHIP, PERSONNEL DEVELOPMENT dan PERSONAL EXCELLENCE ~ (Phone: 0812 19899 737 – www.dadangkadarusman.com )</p>
<p>Sejak kuliah di Institut Teknologi Bandung saya memang senang berbicara diatas podium. Dan, sebagai seorang Trainer &#038; Public Speaker saya selalu mengingat TRAINING PERTAMA yang saya bawakan. Ketika itu, saya baru saja resign dari perusahaan multinasional terkemuka. Bagaimanapun juga, ini adalah pilihan hidup saya. Maka saya bertekad untuk kuat menghadapi apapun. Proses mendapatkan order training pertama itu bisa dibilang &#8216;mengerikan&#8217;. </p>
<p><em>&#8220;I wonder why my people reccommended you to speak in our forum.&#8221;</em> Itu adalah kalimat yang saya dengar ketika berhadapan dengan President Director sebuah perusahaan multinasional. Kalimat itu cukup menggetarkan hati saya. Sekarang saya berhadapan dengan pimpinan perusahaan yang sangat menentukan apakah saya jadi di hire untuk memberikan pelatihan kepemimpinan itu atau tidak. Kemudian, saya menunjukkan sebuah buku yang ditulis dalam bahasa Inggris kepada beliau. Dan saya katakan bahwa buku ini penulisnya adalah &#8216;orang yang sedang berada dihadapan Anda&#8217;. Sekarang saya boleh mengatakan bahwa saya termasuk diantara hanya sedikit saja trainer di Indonesia yang pernah menulis buku dalam bahasa Inggris. Dan itu menunjukkan komitmen keilmuan dan pelayanan saya pada bidang pelatihan. Menakjubkan; akhirnya saya mendapatkan kontrak itu. </p>
<p>Peserta training kami terdiri dari top management dimana Presiden Director dan President Commissioner juga hadir. Ini merupakan sebuah pertaruhan bagi saya. Bukan itu saja, peserta trainingnya juga terdiri dari berbagai macam latar belakang kebangsaan yang selain Indonesia juga ada expatriate dari Australia, New Zealand, Thailand, dan Jerman. Begitulah gambaran training yang pertama kali saya fasilitasi sebagai seorang Trainer Profesional. Bagaimana akhirnya training itu bisa berlangsung? Saya tidak akan menceritakan detailnya. Namun, setelah selesai sesi training itu Pak Presiden Direktur menyalami saya. Dan pada saat itu pula saya mendapatkan &#8216;mandat baru&#8217; untuk memberikan training kepada leader-leader di level lainnya di perusahaan itu. </p>
<p>Saya memiliki lebih banyak lagi pengalaman mengesankan, kisah mendebarkan, bahkan situasi mengerikan selama menjadi trainer. Dan saya percaya jika hal itu akan semakin meningkatkan kekayaan nilai dalam jiwa saya.</p>
<p>Hingga pertengahan tahun 2011 saya sudah menulis dan mempublikasikan lebih dari 1,000 artikel dan berbagai buku inspirasi. Buku terbaru saya Natural Intelligence Leadership, terbit pada bulan Januari 2012. Saya berupaya keras untuk melahirkan cara pandang baru dalam pemahaman terhadap kecerdasan dan karakter kepimpinan manusia melalui konsep Natural Intelligence. Semua itu saya lakukan agar bisa terus berbagi semangat seperti moto yang selalu saya dengungkan; &#8220;Mari Berbagi Semangat!&#8221;.</p>
<p>Sampai hari ini, saya merasakan bahwa menjadi trainer itu BUKANLAH PERKARA GAMPANG, khususnya bagi mereka yang menganggap bahwa setiap tarikan nafasnya adalah tahapan panjang sebuah proses pembelajaran. Ya, jadi trainer itu tidak gampang. Bahkan bagi seorang trainer yang sudah sangat berpengalaman. Sebab menjadi trainer bukanlah sekedar mendapatkan order-training, melainkan; bagaimana mempertanggungjawabkan amanah yang sudah diberikan untuk melakukan pelatihan kepada para peserta dengan dampak dan manfaat yang bermakna. Oleh karenanya, sampai sekarang saya masih ingin terus belajar. Sampai kapanpun, saya bertekad untuk terus belajar. Bersediakah Anda mengundang &#8216;trainer&#8217; yang sedang terus belajar ini? Hubungi saya di 0812 19899 737, atau Ms. Vivi di 0812 1040 3327.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
<marquee scrollamount="5" bgcolor="#e2e2e2"><font size="+1">Follow DEKA on Twitter @dangkadarusman </font></marquee></p>
<p>Gambar : DeKa at JFX </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dadangkadarusman.com/2012/01/26/presenting-the-future/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyeimbangkan Akal Dan Kalbu</title>
		<link>http://www.dadangkadarusman.com/2012/01/24/natin%e2%84%a2-menyeimbangkan-akal-dan-kalbu/</link>
		<comments>http://www.dadangkadarusman.com/2012/01/24/natin%e2%84%a2-menyeimbangkan-akal-dan-kalbu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 01:37:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dadang Kadarusman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Natural Intelligence]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dadangkadarusman.com/?p=2651</guid>
		<description><![CDATA[Mencari trainer untuk karyawan di perusahaan Anda? Hubungi Ms. Vivi di 0812 1040 3327. Hore, Hari Baru! Teman-teman. Catatan Kepala: ”Kesempurnaan manusia tidak semata-mata terletak pada akalnya saja, melainkan juga kalbunya. Maka kesempurnaan hidup hanya bisa dicapai jika seseorang memiliki &#8230; <a href="http://www.dadangkadarusman.com/2012/01/24/natin%e2%84%a2-menyeimbangkan-akal-dan-kalbu/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><marquee scrollamount="5" bgcolor="#e2e2e2"><font size="+1"> Mencari trainer untuk karyawan di perusahaan Anda? Hubungi Ms. Vivi di 0812 1040 3327. </font></marquee></p>
<p><a href="http://www.dadangkadarusman.com/apps/wp-content/uploads/2012/01/NatIn-Lead-LOGO.jpg"><img src="http://www.dadangkadarusman.com/apps/wp-content/uploads/2012/01/NatIn-Lead-LOGO-225x300.jpg" alt="" title="NatIn Lead - LOGO" width="225" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-2652" /></a> Hore, Hari Baru! Teman-teman.</p>
<p><em><strong>Catatan Kepala:</strong> ”Kesempurnaan manusia tidak semata-mata terletak pada akalnya saja, melainkan juga kalbunya. Maka kesempurnaan hidup hanya bisa dicapai jika seseorang memiliki keseimbangan dalam penggunaan akal dan kalbunya.”</em></p>
<p>“Kamu itu Hitachi, Nak.” Begitu saya katakan kepada anak saya. “Hitam, Tapi China.”  Baru kemarin saya ingatkan lagi tentang hal itu dalam perjalanan kami menuju ke Bandara. Berkaitan dengan Imlek? Tidak juga. Namun meski tidak merayakannya, saya selalu terkesan pada salah satu falsafah kuno Chinese yaitu, Yin dan Yang.  Kita selalu diingatkan untuk menyeimbangkan segala sesuatu. Namun, keseimbangan itu seperti apa? Apakah seperti timbangan yang punya bobot sama di kiri dan kanan kedua kompartemennya? Tidak juga. Jika Anda masih ingat symbol Yin-Yang, maka Anda akan lebih mudah memahami makna kesimbangan itu. Atau, jika Anda melihat sampul buku terbaru saya <a href="http://www.dadangkadarusman.com/natin%e2%84%a2-leadership-buku-baru/" title="NatIn" target="_blank">Natural Intelligence (NatIn™) Leadership</a>, Anda tentu melihat logo itu dihiasi hati yang mewakili Kalbu dan lampu yang menggambarkan Akal. Saya menggunakan symbol Yin-Yang itu untuk menggambarkan kesimbangan antara Akal dan Kalbu. Menurut pendapat Anda, mana yang lebih penting: Akal atau Kalbu? <span id="more-2651"></span></p>
<p>Ada masa dimana kita mendewakan kekuatan akal. Orang yang paling encer otaknya diberi nilai lebih. Ada pula periode dimana kita mengagung-agungkan kalbu. Siapa yang paling baik pengelolaan emosional-spiritualnya digadang-gadang sebagai pribadi yang mumpuni. Tidak heran jika penganut kecanggihan IQ tidak juga sejalan dengan para pengusung kehebatan EQ dan SQ. Kenyataannya, manusia diciptakan dengan Akal dan Kalbu yang saling menyatu secara utuh. Maka, mulai sekarang; marilah memperlakukan diri kita sendiri secara utuh pula. Kita tidak bisa terus menerus mendiskreditkan salah satu dari kekuatan akal atau kalbu itu. Kesempurnaan hidup itu hanya bisa dicapai jika seseorang memiliki keseimbangan dalam penggunaan akal dan kalbunya. Karena kesempurnaan manusia tidak semata-mata terletak pada akalnya saja, melainkan juga kalbunya. </p>
<p><marquee scrollamount="5" bgcolor="#e2e2e2"><font size="+1"> Untuk bantuan in-house training dan pemberdayaan karyawan Anda, hubungi Ms. Vivi di 0812 1040 3327. </font></marquee>	</p>
<p>Keseimbangan antara Akal dan Kalbu inilah sebenarnya yang menjadi inti dari <a href="http://www.dadangkadarusman.com/natin%e2%84%a2-leadership-buku-baru/" title="NatIn" target="_blank">Natural Intelligence (NatIn™)</a>.Tidak mungkin manusia mencapai puncak dari kualitas penciptaan dirinya tanpa memaksimalkan kapasitas akal dan mengoptimalkan potensi kalbunya. Makanya, tidak heran jika kita sering melihat orang yang pandai dalam mengambil keputusan. Jago berbicara dalam setiap persidangan. Namun kata, perilaku, dan buah dari tindakannya jauh dari ciri pribadi yang memiliki nurani. Atau sebaliknya, banyak juga orang yang terlihat sedemikian salehnya. Namun, sangat tidak kompetitif. </p>
<p>Kebutuhan kita dalam menyimbangkan Akal dan Kalbu berlaku untuk semua aspek kehidupan. Karena tidak ada satu aspek pun dalam hidup kita yang terlepas dari peran akal, dan peran kalbu. Mendahulukan akal, tidak berarti mengabaikan kalbu. Sebaliknya, mendahulukan kalbu tidak berarti menihilkan fungsi akal. Keduanya harus dipakai. Mungkin hanya porsinya saja yang berbeda bergantung konteksnya. Seberapa banyak porsi akal dan porsi kalbu yang tepat? Anda bisa menakarnya melalui symbol Yin dan Yang. Disana Anda bisa tahu, kapan saatnya Anda harus menggunakan Akal lebih banyak dari Kalbu atau sebaliknya. Atau, pada kondisi tertentu keduanya digunakan dalam proporsi yang sama. </p>
<p style="visibility: visible"><object width="426" height="320" data="http://widget-7e.slide.com/widgets/slideticker.swf" type="application/x-shockwave-flash" style="width: 426px; height: 320px"><param value="http://widget-7e.slide.com/widgets/slideticker.swf" name="movie"></param><param value="high" name="quality"></param><param value="noscale" name="scale"></param><param value="l" name="salign"></param><param value="transparent" name="wmode"></param><param value="cy=ms&amp;il=1&amp;channel=3530822107904199294&amp;site=widget-7e.slide.com" name="flashvars"></param></object></p>
<p>Kenapa sih untuk seimbang kita tidak menggunakan prinsip timbangan saja? Kiri kanan 1 kg pasti seimbang? Tidak bisa. Karena timbangan hanya menggunakan pertimbangan akal yang eksak. Prinsip timbangan menghasilkan kesetimbangan statis (Static Equilibrium). Sedangkan prinsip Yin &#038; Yang menjelaskan tentang Kesetimbangan Dinamis (Dynamic Equilibrium) yang menjaga ‘keseluruhan energi’ (universal wholeness) dimana didalamnya memungkinkan kita untuk meramu Akal dan Kalbu dalam proporsinya masing-masing. Ketika kita bisa menggunakan Akal dan Kalbu secara seimbang dan dinamis itu, tidak berarti kita selalu menggunakan keduanya sama banyaknya. Melainkan sesuai dengan tuntutan untuk menghasilkan keputusan atau pertimbangan terbaik. Bukan untuk dunia saja. Melainkan juga untuk akhirat kita. Ketika kita bisa mencapai kesetimbangan dinamis antara Akal dan Kalbu itulah kita disebut sebagai pribadi yang memiliki tingkat Natural Intelligence (NatIn™) atau kecerdasan hakiki yang tinggi.</p>
<p>Dalam <a href="http://www.dadangkadarusman.com/natin%e2%84%a2-leadership-buku-baru/" title="NatIn" target="_blank">Natural Intelligence (NatIn™)</a> kita tidak hanya mempertimbangkan urusan duniawi. Melainkan juga ukhrowi alias akhirat kita. Itulah sebabnya dalam buku  Natural Intelligence Leadership, Anda menemukan kisah-kisah teladan para Nabi. Mengapa? Karena tidak ada pribadi yang lebih layak untuk dijadikan tempat berguru selain para Nabi. Keliru jika kita mengagung-agungkan para motivator atau public speaker sambil melupakan ajaran Nabi-Nabi kita. Karena sehebat apapun para pembicara itu, tidaklah sebanding dengan kualitas para Nabi. Tidak bolehkah mendengar para public figure yang menyeru kepada kebaikan? Sangat boleh. Harus, bahkan. Tetapi, jangan sampai kekaguman kita. Kegandrungan kita. Ketundukan kita kepada para orator itu menjauhkan kita kepada fakta bahwa Tuhan, telah mengirimkan para utusannya sebagai Nabi dan Rasul bagi kita. Jangan sampai kita mendengar para trainer, namun meninggalkan ajaran para rasul.</p>
<p>Bukankah Nabi kita berbeda? Memangnya kenapa? Meski mereka berbeda, ada dua kesamaan yang dimiliki oleh pribadi-pribadi suci itu. Pertama, Para Rasul mengajak untuk menyembah hanya kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi beserta segala isinya. Kedua, para Nabi suci itu selalu mengajak kita untuk meraih keseimbangan hidup didunia dan diakhirat. Ketahuilah bahwa para Nabi adalah the first hand masters dalam bidang Natural Intelligence. Melalui Jibril, Tuhan membimbing mereka untuk memahaminya. Lalu mempraktekkan dan mencontohkan kepada para umatnya agar mampu menggunakan Akal dan Kalbu secara seimbang. Keseimbangan antara penggunaan Akal dan Kalbu memungkinkan kita untuk menyeimbangkan pencapaian kita di dunia dan akhirat. Jika Anda bersedia mendengar nasihat para pembicara publik – seperti saya – misalnya; bersediakah Anda untuk kembali kepada tuntunan para Nabi yang mengajak Anda kepada kehidupan di dunia dan akhirat sekaligus? Yuk, kita sama-sama mengikuti jejak langkah mereka.</p>
<p>Mari Berbagi Semangat!<br />
DEKA &#8211; Dadang Kadarusman – 24 JaNEWary 2012<br />
Author, Trainer, &#038; Public Speaker of Natural Intelligence<br />
<a href="http://www.twitter.com/dangkadarusman"><img src="http://twitter-badges.s3.amazonaws.com/follow_me-a.png" alt="Follow dangkadarusman on Twitter"/></a></p>
<p><strong>Catatan Kaki:</strong><br />
Keseimbangan antara penggunaan Akal dan Kalbu membantu kita menyeimbangkan pencapaian kita di dunia dan akhirat. Itulah Natural Intelligence. </p>
<p>Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya. </p>
<p><strong>Apa sih ‘Natural Intelligence’ itu? </strong>Sebuah pertanyaan yang mengusik banyak orang dalam tahun-tahun terakhir ini. Jawabannya ada dalam <a href="http://www.dadangkadarusman.com/natin%e2%84%a2-leadership-buku-baru/" title="NatIn" target="_blank">Buku Natural Intelligence (NatIn™)</a>, yang baru terbit January 2012. Buku ini memberi sudut pandang baru dan membuka kesadaran tentang bentuk kecerdasan insani yang sesungguhnya. Buku ini juga berisi langkah-langkah praktis tentang bagaimana menerapkannya dalam kehidupan keseharian kita. Baik di rumah, maupun dikantor, atau lingkungan kita. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi www.dadangkadarusman.com atau <a href="http://www.dadangkadarusman.com/cara-beli-buku-dadang/" title="cara  beli buku" target="_blank">Natural Intelligence (NatIn™) Beli Disini atau Di Toko Buku</a>) </p>
<p><strong>Tentang In-house training: “Adapting To Change“.</strong><br />
Dalam pengamatan saya, banyak perusahaan yang mengalami kendala ketika mengimplementasikan rencana proses perubahan – Apakah perubahan itu terkait akuisisi, penerapan kebijakan, atau perubahan proses bisnis – karena kurangnya dukungan dari karyawan. Meskipun diatas kertas rencana perubahan sudah dibuat sedemikian baiknya, namun tanpa dukungan penuh dari karyawan rancangan perubahan itu tidak akan dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan. Jika perusahaan Anda sedang mencanangkan adanya perubahan, kami merekomendasikan program pelatihan “<a href="http://www.dadangkadarusman.com/new-year-new-spirit-new-hope-topik-baru/" title="New Year – New Spirit – New Hope (Topik Baru!)" target="_blank">&#8220;<strong>ADAPTING to CHANGE</strong>&#8220;</a>“ yang kami rancang untuk membuka kesadaran karyawan agar bersedia mengikuti proses perubahan yang dicanangkan perusahaan. Standard program 1 hari, bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan spesifik perusahaan.</p>
<p>Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut saya dapat dihubungi di 0812 19899 737 atau jika sedang tidak dapat menerima telepon Anda dapat berbicara dengan Ms. Vivi di 0812 1040 3327.</p>
<p><strong>Tentang Dadang Kadarusman</strong><br />
~ Spesialisasi training di bidang: NATURAL INTELLIGENCE dan penerapannya dalam LEADERSHIP, PERSONNEL DEVELOPMENT dan PERSONAL EXCELLENCE ~ (Phone: 0812 19899 737 – www.dadangkadarusman.com )</p>
<p>Sejak kuliah di Institut Teknologi Bandung saya memang senang berbicara diatas podium. Dan, sebagai seorang Trainer &#038; Public Speaker saya selalu mengingat TRAINING PERTAMA yang saya bawakan. Ketika itu, saya baru saja resign dari perusahaan multinasional terkemuka. Bagaimanapun juga, ini adalah pilihan hidup saya. Maka saya bertekad untuk kuat menghadapi apapun. Proses mendapatkan order training pertama itu bisa dibilang &#8216;mengerikan&#8217;. </p>
<p><em>&#8220;I wonder why my people reccommended you to speak in our forum.&#8221;</em> Itu adalah kalimat yang saya dengar ketika berhadapan dengan President Director sebuah perusahaan multinasional. Kalimat itu cukup menggetarkan hati saya. Sekarang saya berhadapan dengan pimpinan perusahaan yang sangat menentukan apakah saya jadi di hire untuk memberikan pelatihan kepemimpinan itu atau tidak. Kemudian, saya menunjukkan sebuah buku yang ditulis dalam bahasa Inggris kepada beliau. Dan saya katakan bahwa buku ini penulisnya adalah &#8216;orang yang sedang berada dihadapan Anda&#8217;. Sekarang saya boleh mengatakan bahwa saya termasuk diantara hanya sedikit saja trainer di Indonesia yang pernah menulis buku dalam bahasa Inggris. Dan itu menunjukkan komitmen keilmuan dan pelayanan saya pada bidang pelatihan. Menakjubkan; akhirnya saya mendapatkan kontrak itu. </p>
<p>Peserta training kami terdiri dari top management dimana Presiden Director dan President Commissioner juga hadir. Ini merupakan sebuah pertaruhan bagi saya. Bukan itu saja, peserta trainingnya juga terdiri dari berbagai macam latar belakang kebangsaan yang selain Indonesia juga ada expatriate dari Australia, New Zealand, Thailand, dan Jerman. Begitulah gambaran training yang pertama kali saya fasilitasi sebagai seorang Trainer Profesional. Bagaimana akhirnya training itu bisa berlangsung? Saya tidak akan menceritakan detailnya. Namun, setelah selesai sesi training itu Pak Presiden Direktur menyalami saya. Dan pada saat itu pula saya mendapatkan &#8216;mandat baru&#8217; untuk memberikan training kepada leader-leader di level lainnya di perusahaan itu. </p>
<p>Saya memiliki lebih banyak lagi pengalaman mengesankan, kisah mendebarkan, bahkan situasi mengerikan selama menjadi trainer. Dan saya percaya jika hal itu akan semakin meningkatkan kekayaan nilai dalam jiwa saya.</p>
<p>Hingga pertengahan tahun 2011 saya sudah menulis dan mempublikasikan lebih dari 1,000 artikel dan berbagai buku inspirasi. Buku terbaru saya Natural Intelligence Leadership, terbit pada bulan Januari 2012. Saya berupaya keras untuk melahirkan cara pandang baru dalam pemahaman terhadap kecerdasan dan karakter kepimpinan manusia melalui konsep Natural Intelligence. Semua itu saya lakukan agar bisa terus berbagi semangat seperti moto yang selalu saya dengungkan; &#8220;Mari Berbagi Semangat!&#8221;.</p>
<p>Sampai hari ini, saya merasakan bahwa menjadi trainer itu BUKANLAH PERKARA GAMPANG, khususnya bagi mereka yang menganggap bahwa setiap tarikan nafasnya adalah tahapan panjang sebuah proses pembelajaran. Ya, jadi trainer itu tidak gampang. Bahkan bagi seorang trainer yang sudah sangat berpengalaman. Sebab menjadi trainer bukanlah sekedar mendapatkan order-training, melainkan; bagaimana mempertanggungjawabkan amanah yang sudah diberikan untuk melakukan pelatihan kepada para peserta dengan dampak dan manfaat yang bermakna. Oleh karenanya, sampai sekarang saya masih ingin terus belajar. Sampai kapanpun, saya bertekad untuk terus belajar. Bersediakah Anda mengundang &#8216;trainer&#8217; yang sedang terus belajar ini? Hubungi saya di 0812 19899 737, atau Ms. Vivi di 0812 1040 3327.</p>
<p><marquee scrollamount="5" bgcolor="#e2e2e2"><font size="+1">Follow DEKA on Twitter @dangkadarusman </font></marquee></p>
<p>Gambar :  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dadangkadarusman.com/2012/01/24/natin%e2%84%a2-menyeimbangkan-akal-dan-kalbu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membendung Pengaruh Buruk Lingkungan</title>
		<link>http://www.dadangkadarusman.com/2012/01/19/membendung-pengaruh-buruk-lingkungan/</link>
		<comments>http://www.dadangkadarusman.com/2012/01/19/membendung-pengaruh-buruk-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 01:57:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dadang Kadarusman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Natural Intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[Personal Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dadangkadarusman.com/?p=2628</guid>
		<description><![CDATA[Sudah memahami apa itu Natural Intelligence? Baca bukunya ya&#8230; Hore, Hari Baru! Teman-teman. Catatan Kepala: ”Tidak ada tempat sembunyi dari serbuan pengaruh buruk lingkungan. Namun kita bisa membendungnya agar tidak mencemari kepribadian kita.” Beberapa tahun lalu, lingkup interaksi kita dengan &#8230; <a href="http://www.dadangkadarusman.com/2012/01/19/membendung-pengaruh-buruk-lingkungan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><marquee scrollamount="5" bgcolor="#e2e2e2"><font size="+1"> Sudah memahami apa itu Natural Intelligence? Baca bukunya ya&#8230; </font></marquee></p>
<p><a href="http://www.dadangkadarusman.com/apps/wp-content/uploads/2012/01/devils-paintings-newopticalilussioncm.jpg"><img src="http://www.dadangkadarusman.com/apps/wp-content/uploads/2012/01/devils-paintings-newopticalilussioncm-300x263.jpg" alt="" title="devils-paintings-newopticalilussioncm" width="300" height="263" class="alignleft size-medium wp-image-2631" /></a> Hore, Hari Baru! Teman-teman.</p>
<p><em><strong>Catatan Kepala:</strong> ”Tidak ada tempat sembunyi dari serbuan pengaruh buruk lingkungan. Namun kita bisa membendungnya agar tidak mencemari kepribadian kita.”</em></p>
<p>Beberapa tahun lalu, lingkup interaksi kita dengan orang lain relative masih sangat terbatas. Makanya, pengaruh dari pergaulan pun tidak semasif seperti saat ini. Sekarang, nyaris tidak ada lagi sekat yang memisahkan kita dengan orang lain. Seseorang dari seberang benua pun bisa menelusup masuk hingga ke wilayah paling pribadi di rumah kita. Lalu menanamkan pengaruhnya kedalam relung hati kita. Bagus? Bisa bagus jika pengaruh yang ditebarkannya positif. Namun jika kita bersedia jujur, berapa persen dari pesan-pesan yang kita terima berisi nilai-nilai konstruktif? Mungkin tidak semuanya negatif. Tetapi secara tidak sadar, jiwa kita terus diserbu system nilai yang tidak memberi nilai tambah kebaikan apapun. Emangnya kenapa? Biasa aja lagi! Begitukah? <span id="more-2628"></span></p>
<p>Ada 2 email aneh yang menerobos account pribadi saya. Email pertama menawari saya ijazah palsu. Cukup dengan Rp. 6,000,000.- katanya, saya bisa mendapatkan ijazah Doktor yang dilegalisir lembaga resmi terkait. Orang ini mengira jika saya kepingin banget mengoleksi ijazah. Padahal, sampai sekarang pun saya tidak ingat dimana saya simpan ijazah yang saya dapat melalui pahit getirnya kuliah di ITB. Pagi ini saya mendapat email lagi. Kali ini menggunakan bahasa Inggris. Menawari saya untuk membuat passport palsu. Orang ini mengira bahwa saya malu dengan identitas sendiri sehingga harus menyamar dan pergi ke negeri orang. Padahal, semua orang bisa menemukan saya melalui www.dadangkadarusman.com  atau buku-buku yang saya tulis. Saya harus berterimakasih pada orang-orang ini. Mereka telah membuka mata saya bahwa keutuhan pribadi kita sedang diserbu oleh beragam system nilai yang buruk. Dan mereka mengingatkan, betapa berharganya integritas diri. Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar membendung pengaruh buruk lingkungan, saya ajak memulainya dengan memahami 5 sudut pandang <a href="http://www.dadangkadarusman.com/natin%e2%84%a2-leadership-buku-baru/" title="NatIn" target="_blank">Natural Intelligence (NatIn™)</a> berikut ini: </p>
<p><marquee scrollamount="5" bgcolor="#e2e2e2"><font size="+1"> Untuk bantuan in-house training dan pemberdayaan karyawan Anda, hubungi Ms. Vivi di 0812 1040 3327. </font></marquee>	</p>
<p><strong>1. Bentengilah diri dari pengaruh buruk</strong>. Selama berinteraksi dengan orang lain, kita tidak bisa menghindari pengaruh yang datang dari luar. Dikantor misalnya. Jika Anda mempunyai kolega yang kurang profesional, maka disadari atau tidak kehadirannya akan memberi pengaruh buruk kepada Anda. Tetangga yang ‘nyebelin’ juga begitu. Jika tidak mampu membentengi diri, maka bisa dipastikan kita akan ikut terpengaruh. Mudah mengikuti ajakan negatif. Gampang terhasut. Dan akhirnya kita jadi ikut-ikutan melakukan sesuatu yang tidak patut. Hati-hati lho, karena orang-orang yang sekedar ikut-ikutan sering kali paling duluan menjadi korban. Tahu kenapa? Karena mereka yang sekedar ikut-ikutan itu tidak memahami ‘grand design’nya. Mereka tidak lebih dari boneka yang dikendalikan oleh kekuatan lain. Dan jika keadaan memburuk, mereka tidak mempunya exit strategy seperti halnya para pembisik yang menjadi designernya. So, bentengilah diri Anda dari pengaruh buruk lingkungan. Sehingga Anda bisa terhindar dari kemungkinan dijadikan pion. Dan yang lebih penting lagi; Anda bisa tetap menjadi orang baik.</p>
<p><strong>2. Berdekatanlah dengan sumber nilai positif</strong>. Sudah menjadi fitrah bahwa alam ini memiliki kemampuan untuk menyeimbangkan diri. Jika ada pengaruh buruk, kemungkinan besar disana juga ada pengaruh baik. Yin dan Yang. Baik dan buruk. Positif dan negatif.  Jika di lingkungan Anda ada orang yang gemar menebarkan nilai-nilai buruk, menghasut, memprovokasi, memanas-manasi, maka bisa dipastikan jika disana ada orang-orang yang mampu menebarkan pengaruh positif. Mungkin orang-orang seperti ini tidak banyak. Tetapi itu cukup untuk menjadi penyeimbang. Kita hanya butuh lebih dekat kepada orang-orang yang menjadikan dirinya sebagai sumber nilai positif. Temukan orang-orang seperti itu, karena bersama mereka Anda bisa menetralisir setiap pengaruh buruk yang mencemari amosfir sekitar Anda.</p>
<p style="visibility: visible"><object width="426" height="320" data="http://widget-7e.slide.com/widgets/slideticker.swf" type="application/x-shockwave-flash" style="width: 426px; height: 320px"><param value="http://widget-7e.slide.com/widgets/slideticker.swf" name="movie"></param><param value="high" name="quality"></param><param value="noscale" name="scale"></param><param value="l" name="salign"></param><param value="transparent" name="wmode"></param><param value="cy=ms&amp;il=1&amp;channel=3530822107904199294&amp;site=widget-7e.slide.com" name="flashvars"></param></object></p>
<p><strong>3. Perbanyaklah kontribusinya bukan mengejar gelarnya</strong>. Kita mungkin tidak tergoda untuk mengejar gelar akademis. Tetapi, boleh jadi kita termasuk orang yang menggilai gelar lain yaitu ‘gelar’ atau ‘titel’ jabatan. Rasanya kurang afdol kalau belum disebut ‘Manager’. Padahal pekerjaannya mungkin sama saja dengan supervisor atau coordinator. Nggak top deh kalau belum disebut ‘direktur’. Padahal, perannya ya nggak jauh beda dengan manager. Tapi karena terlihat lebih mentereng, maka kita berlomba-lomba dalam sebuah arena bernama ‘the rat race’. Di arena itu orang bisa berdarah-darah. Baik dalam pengertian metaforis, maupun dalam makna sebenarnya. Padahal, ada cara lain yang lebih elegan, yaitu memberikan kotribusi melampaui yang orang lain bisa berikan. Soal ini tidak pernah gagal. Tidak menyakiti pihak lain. Dan tidak mengalahkan siapapun. Tetapi hasilnya bisa merupakan sebuah kemenangan yang sangat besar. Jika Anda mengejar gelar, maka Anda harus bertarung dalam arena yang belum tentu Anda menangkan. Namun jika Anda mengerahkan semua daya diri itu untuk berkontribusi, maka bisa dipastikan jika podium itu diperuntukkan bagi orang-orang seperti Anda. So, perbanyaklah kontribusi Anda.</p>
<p><strong>4. Raihlah berkahnya, bukan sekedar jumlahnya</strong>. “The more, the better”, begitulah tata nilai yang kita terapkan. Lebih banyak, lebih baik. Tidak selamanya salah. Namun juga tidak selalu betul. ‘Lebih banyak’ itu hanya akan baik jika cara mendapatkannya juga baik. Halah, nyari dengan cara ‘gini’ aja susah. Apa lagi dengan cara ‘gitu’. Mungkin kita berkilah demikian. Betulkah begitu? Coba jawab pertanyaan ini; “Apakah Anda sudah mengerahkan seluruh kemampuan dan kesungguhan ketika melakukannya dengan cara ‘gitu’ ini sama gigihnya dengan ketika Anda melakukannya dengan cara ‘gini’ itu?”. Ingatlah selalu bahwa kita tidak memerlukan lebih banyak dari yang kita butuhkan. Dengan mengingat itu, semoga kita sadar bahwa ‘the more’ itu tidak selalu the better. Sehingga kita tidak semata-mata hanya mengejar banyaknya, melainkan juga berkahnya. Bayangkan, kita hanya butuh 100. Meskipun kita berhasil mendapatkan 1,000 kita hanya akan menggunakan yang 100 itu. Jika kita mendapatkan yang 1,000 itu dengan melakukan hal-hal yang tidak semestinya, maka kita telah menodai hidup kita sendiri untuk sesuatu yang tidak kita butuhkan. Maka mulai sekarang, fahamilah apa yang sesungguhnya kita butuhkan. Dan penuhilah kebutuhan itu dengan cara meraih berkahnya. Bukan sekedar banyaknya. </p>
<p><strong>5. Lihatlah kedalam diri lebih cermat lagi</strong>. Kita sering mengira bahwa semua pengaruh buruk itu datang dari orang-orang ‘gak bener’ disekitar kita. Sekarang, saatnya untuk bertanya; “Apakah kita sendiri sudah menjadi orang yang ‘bener’?” Boleh jadi sumber pengaruh buruk itu bukanlah orang lain, lho. Melainkan diri kita sendiri. Mudah untuk menunjuk hidung orang lain, kan? Paling rugi deh kalau kita merasa sudah bener sendiri. Soalnya, hikmah apapun yang disampaikan orang lain nggak bakal bisa masuk kedalam hati sanubari kita. Ego kita bakal mengunci mati pintu hati kita sehingga tanpa disadari, kita menjadi pribadi yang bebal. Tidak heran jika kita sangat susah untuk diajak ‘bener’. Bukan berarti kita harus menerima saja setiap masukan dari orang lain. Soal cara mengerjakan sesuatu misalnya. Kita bisa bilang ‘banyak jalan menuju ke Roma’. Tetapi soal akhlak atau etika? Tidak bisa cuek bebek saja. Karena akhlak dan etika merupakan cermin dari integritas diri kita. Maka sering-seringlah melihat kedalam diri. Apakah kita mengindahkan etika kerja? Dan, apakah akhlak kita sudah sesuai dengan tuntunan mulia insan-insan pilihan? </p>
<p>Idealnya, kita bisa memilih untuk tinggal di lingkungan manapun yang paling kita inginkan. Faktanya, kita tidak selalu mampu mewujudkan hal itu. Ditengah lebatnya hujan pengaruh dari segala penjuru, pindah dan berlari kian kemari jelas bukan pilihan.  Maka kemampuan untuk membendung pengaruh buruk lingkungan merupakan sebuah jawaban. Pantaslah kiranya jika guru kehidupan saya menceritakan kisah Rasulullah yang menyatakan bahwa;”Pribadi-pribadi agung itu adalah mereka yang tidak pernah bertemu dengan Rasul, namun memiliki akhlak mulia seperti beliau.” Kita semua, tidak pernah bertemu dengan rasul-rasul utusan Tuhan.  Artinya, kita memiliki peluang untuk menjadi pribadi agung berakhlak mulia itu. Karena seperti sabda rasul; “Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak.” Selama memiliki akhlak yang baik, maka ditengah serbuan system nilai buruk yang datang dari segala penjuru ini, kita bisa tetap menjaga nilai-nilai baik dalam diri kita. Insya Allah.</p>
<p>Mari Berbagi Semangat!<br />
DEKA &#8211; Dadang Kadarusman – 19 JaNEWary 2012<br />
Author, Trainer, &#038; Public Speaker of Natural Intelligence<br />
<a href="http://www.twitter.com/dangkadarusman"><img src="http://twitter-badges.s3.amazonaws.com/follow_me-a.png" alt="Follow dangkadarusman on Twitter"/></a></p>
<p><strong>Catatan Kaki:</strong><br />
Kita tidak bisa menghindari datangnya pengaruh buruk. Namun kita bisa membentengi diri dengan akhlak yang baik.</p>
<p>Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya. </p>
<p><strong>Apa sih ‘Natural Intelligence’ itu? </strong>Sebuah pertanyaan yang mengusik banyak orang dalam tahun-tahun terakhir ini. Jawabannya ada dalam <a href="http://www.dadangkadarusman.com/natin%e2%84%a2-leadership-buku-baru/" title="NatIn" target="_blank">Buku Natural Intelligence (NatIn™)</a>, yang baru terbit January 2012. Buku ini memberi sudut pandang baru dan membuka kesadaran tentang bentuk kecerdasan insani yang sesungguhnya. Buku ini juga berisi langkah-langkah praktis tentang bagaimana menerapkannya dalam kehidupan keseharian kita. Baik di rumah, maupun dikantor, atau lingkungan kita. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi www.dadangkadarusman.com  </p>
<p><strong>Tentang In-house training:</strong> <a href="http://www.dadangkadarusman.com/new-year-new-spirit-new-hope-topik-baru/" title="New Year – New Spirit – New Hope (Topik Baru!)" target="_blank">&#8220;<strong>ADAPTING to CHANGE</strong>&#8220;</a>.<br />
Dalam pengamatan saya, banyak perusahaan yang mengalami kendala ketika mengimplementasikan rencana proses perubahan – Apakah perubahan itu terkait akuisisi, penerapan kebijakan, atau perubahan proses bisnis – karena kurangnya dukungan dari karyawan. Meskipun diatas kertas rencana perubahan sudah dibuat sedemikian baiknya, namun tanpa dukungan penuh dari karyawan rancangan perubahan itu tidak akan dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan. Jika perusahaan Anda sedang mencanangkan adanya perubahan, kami merekomendasikan program pelatihan “<a href="http://www.dadangkadarusman.com/new-year-new-spirit-new-hope-topik-baru/" title="New Year – New Spirit – New Hope (Topik Baru!)" target="_blank">&#8220;<strong>ADAPTING to CHANGE</strong>&#8220;</a>. “ yang kami rancang untuk membuka kesadaran karyawan agar bersedia mengikuti proses perubahan yang dicanangkan perusahaan. Standard program 1 hari, bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan spesifik perusahaan.</p>
<p>Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut saya dapat dihubungi di 0812 19899 737 atau jika sedang tidak dapat menerima telepon Anda dapat berbicara dengan Ms. Vivi di 0812 1040 3327.</p>
<p><strong>Tentang Dadang Kadarusman</strong><br />
~ Spesialisasi training di bidang: NATURAL INTELLIGENCE dan penerapannya dalam LEADERSHIP, PERSONNEL DEVELOPMENT dan PERSONAL EXCELLENCE ~ (Phone: 0812 19899 737 – www.dadangkadarusman.com )</p>
<p>Sejak kuliah di Institut Teknologi Bandung saya memang senang berbicara diatas podium. Dan, sebagai seorang Trainer &#038; Public Speaker saya selalu mengingat TRAINING PERTAMA yang saya bawakan. Ketika itu, saya baru saja resign dari perusahaan multinasional terkemuka. Bagaimanapun juga, ini adalah pilihan hidup saya. Maka saya bertekad untuk kuat menghadapi apapun. Proses mendapatkan order training pertama itu bisa dibilang &#8216;mengerikan&#8217;. </p>
<p><em>&#8220;I wonder why my people reccommended you to speak in our forum.</em>&#8221; Itu adalah kalimat yang saya dengar ketika berhadapan dengan President Director sebuah perusahaan multinasional. Kalimat itu cukup menggetarkan hati saya. Sekarang saya berhadapan dengan pimpinan perusahaan yang sangat menentukan apakah saya jadi di hire untuk memberikan pelatihan kepemimpinan itu atau tidak. Kemudian, saya menunjukkan sebuah buku yang ditulis dalam bahasa Inggris kepada beliau. Dan saya katakan bahwa buku ini penulisnya adalah &#8216;orang yang sedang berada dihadapan Anda&#8217;. Sekarang saya boleh mengatakan bahwa saya termasuk diantara hanya sedikit saja trainer di Indonesia yang pernah menulis buku dalam bahasa Inggris. Dan itu menunjukkan komitmen keilmuan dan pelayanan saya pada bidang pelatihan. Menakjubkan; akhirnya saya mendapatkan kontrak itu. </p>
<p>Peserta training kami terdiri dari top management dimana Presiden Director dan President Commissioner juga hadir. Ini merupakan sebuah pertaruhan bagi saya. Bukan itu saja, peserta trainingnya juga terdiri dari berbagai macam latar belakang kebangsaan yang selain Indonesia juga ada expatriate dari Australia, New Zealand, Thailand, dan Jerman. Begitulah gambaran training yang pertama kali saya fasilitasi sebagai seorang Trainer Profesional. Bagaimana akhirnya training itu bisa berlangsung? Saya tidak akan menceritakan detailnya. Namun, setelah selesai sesi training itu Pak Presiden Direktur menyalami saya. Dan pada saat itu pula saya mendapatkan &#8216;mandat baru&#8217; untuk memberikan training kepada leader-leader di level lainnya di perusahaan itu. </p>
<p>Saya memiliki lebih banyak lagi pengalaman mengesankan, kisah mendebarkan, bahkan situasi mengerikan selama menjadi trainer. Dan saya percaya jika hal itu akan semakin meningkatkan kekayaan nilai dalam jiwa saya.</p>
<p>Hingga pertengahan tahun 2011 saya sudah menulis dan mempublikasikan lebih dari 1,000 artikel dan berbagai buku inspirasi. Buku terbaru saya Natural Intelligence Leadership, terbit pada bulan Januari 2012. Saya berupaya keras untuk melahirkan cara pandang baru dalam pemahaman terhadap kecerdasan dan karakter kepimpinan manusia melalui konsep Natural Intelligence. Semua itu saya lakukan agar bisa terus berbagi semangat seperti moto yang selalu saya dengungkan; &#8220;Mari Berbagi Semangat!&#8221;.</p>
<p>Sampai hari ini, saya merasakan bahwa menjadi trainer itu BUKANLAH PERKARA GAMPANG, khususnya bagi mereka yang menganggap bahwa setiap tarikan nafasnya adalah tahapan panjang sebuah proses pembelajaran. Ya, jadi trainer itu tidak gampang. Bahkan bagi seorang trainer yang sudah sangat berpengalaman. Sebab menjadi trainer bukanlah sekedar mendapatkan order-training, melainkan; bagaimana mempertanggungjawabkan amanah yang sudah diberikan untuk melakukan pelatihan kepada para peserta dengan dampak dan manfaat yang bermakna. Oleh karenanya, sampai sekarang saya masih ingin terus belajar. Sampai kapanpun, saya bertekad untuk terus belajar. Bersediakah Anda mengundang &#8216;trainer&#8217; yang sedang terus belajar ini? Hubungi saya di 0812 19899 737, atau Ms. Vivi di 0812 1040 3327.</p>
<p><marquee scrollamount="5" bgcolor="#e2e2e2"><font size="+1">Follow DEKA on Twitter @dangkadarusman </font></marquee></p>
<p>Gambar : newopticalillusion.com </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dadangkadarusman.com/2012/01/19/membendung-pengaruh-buruk-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terbit! – Buku ”Natural Intelligence Leadership”</title>
		<link>http://www.dadangkadarusman.com/2012/01/13/terbit-%e2%80%93-buku-%e2%80%9dnatural-intelligence-leadership%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://www.dadangkadarusman.com/2012/01/13/terbit-%e2%80%93-buku-%e2%80%9dnatural-intelligence-leadership%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2012 03:32:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dadang Kadarusman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Natural Intelligence]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dadangkadarusman.com/?p=2596</guid>
		<description><![CDATA[Hore, Hari Baru! Teman-teman. Catatan Kepala: ”Bagi Anda yang penasaran ingin mengetahui konstruksi ilmiah Natural Intelligence dan aplikasinya – Inilah buku pertama dan satu-satunya sampai saat ini.” Buku Natural Intelligence (NatIn™) Leadership ini ditulis melalui proses yang panjang dan mendebarkan. &#8230; <a href="http://www.dadangkadarusman.com/2012/01/13/terbit-%e2%80%93-buku-%e2%80%9dnatural-intelligence-leadership%e2%80%9d/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.dadangkadarusman.com/apps/wp-content/uploads/2012/01/NatIn-Lead-front-cover.jpg"><img src="http://www.dadangkadarusman.com/apps/wp-content/uploads/2012/01/NatIn-Lead-front-cover-225x300.jpg" alt="" title="NatIn Lead - front cover" width="225" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-2598" /></a></p>
<p>Hore, Hari Baru! Teman-teman.</p>
<p><em><strong></strong><strong>Catatan Kepala:</strong> ”Bagi Anda yang penasaran ingin mengetahui konstruksi ilmiah Natural Intelligence dan aplikasinya – Inilah buku pertama dan satu-satunya sampai saat ini.”</em></p>
<p>Buku <a href="http://www.dadangkadarusman.com/natin%e2%84%a2-leadership-buku-baru/" title="NatIn" target="_blank">Natural Intelligence (NatIn™) Leadership</a> ini ditulis melalui proses yang panjang dan  mendebarkan. Berbeda dengan buku-buku yang saya tulis sebelumnya, kali ini saya ingin mempersembahkan sebuah buku yang benar-benar berbobot bagi pembacanya dari berbagai kalangan. Saya menyadari betapa berharganya waktu Anda.  Terlebih lagi jika Anda menduduki jabatan tinggi seperti Manager, Direktur, CEO,  Guru Besar, Konsultan, Menteri, atau Presiden dan jabatan-jabatan penting lainnya. Seperti yang pernah saya pribadi alami; membaca buku yang tidak berbobot merupakan sebuah kerugian yang sangat besar. Jika orang penting seperti Anda membaca buku, maka buku itu harus benar-benar cukup bernilai sehingga waktu yang telah Anda alokasikan untuk membacanya tidak terbuang percuma.  <span id="more-2596"></span></p>
<p>Oleh karenanya, sebelum menerbitkan buku ini saya harus memastikan bahwa didalamnya terkandung isi yang benar-benar bernilai tinggi baik dari sisi keilmuan, teknik penyajian, dan inspirasi-inspirasi yang dikandungnya. Siapapun yang membaca buku ini, harus disuguhi dengan masukan-masukan baru yang boleh jadi belum pernah didapatkan dari buku atau literatur manapun. Jika saya tidak bisa membuat buku ini memenuhi kriteria itu, saya akan membatalkan penerbitannya. Makanya, saya meneliti ulang dan membacanya berkali-kali. Mengujinya kesana kemari; sampai benar-benar yakin bahwa saya tidak akan malu mempersembahkannya kepada orang-orang penting seperti Anda .</p>
<p>Sekarang,  buku <a href="http://www.dadangkadarusman.com/natin%e2%84%a2-leadership-buku-baru/" title="NatIn" target="_blank">Natural Intelligence (NatIn™) Leadership</a> ini sudah terbit. Dan itu berarti saya telah mengubah semua keraguan itu dengan keyakinan bahwa buku ini bisa memberi manfaat bagi pembacanya. Buku ini membahas tentang aspek yang sangat jarang dibahas dalam literatur yang saat ini ada. Khususnya mengenai konsep Natural Intelligence yang berkaitan langsung dengan proses pencarian panjang kita terhadap hakekat penciptaan diri kita, serta pemahaman terhadap bentuk kecerdasan manusia. Selama beberapa tahun ini saya memperkenalkan konsep Natural Intelligence yang saya yakin bisa membantu umat manusia menemukan jati diri. Ternyata, proses pengenalan itu bukanlah perkara yang mudah mengingat betapa masih sangat ‘asingnya’ terminologi tersebut dalam kamus ilmu pengetahuan kita. Namun melalui buku ini, setiap orang bisa lebih mudah memahami apa sebenarnya Natural Intelligence itu. Terlebih lagi bagaimana penerapannya dalam kehidupan kita khususnya dalam konteks kepemimpinan.</p>
<p>Dalam perjalanan memahami bentuk kecerdasan insani kita, sudah berkali-kali kita melakukan kekeliruan. Ketika fokus kita tertuju pada IQ, kita mengira bahwa IQ adalah penentu segala-galanya. Anak kita harus ber-IQ tinggi agar bisa berhasil dalam hidupnya. IQ menjadi nilai ukuran gengsi orang tua pada putera puterinya. Saat konsep EQ datang, maka kita pun digiring untuk mengira bahwa yang terpenting itu adalah EQ, bukan IQ. Lalu era SQ pun tiba khususnya di belahan dunia timur. Kemudian kita bingung sendiri karena seolah SQ itu milik agama tertentu. Faktanya, ketika kita berbicara tentang nilai-nilai spiritualitas yang diajarkan oleh kitab suci, sesungguhnya kita sedang membahas tentang SQ. Saat menelaah tentang akhlak mulia para Nabi, kita berbicara tentang EQ. Namun, hal itu sama sekali tidak menjadikan EQ dan SQ sebagai monopoli agama atau Nabi manapun. Sebutkan siapa Nabi yang Anda imani. Jika dia benar utusan Tuhan, maka saya akan ikut mengimaninya. Sebab saya meyakini bahwa Tuhan hanya ada satu. Dan ketika Dia mengutus para Nabi, maka Dia menjadikan semua Nabi yang diutusNya itu sebagai saudara. Dan iman saya menyatakan bahwa Nabi-Nabi yang diutus Tuhan membawa wahyu kebenaran yang universal. </p>
<p>Jadi, keliru kita jika mengira bahwa IQ tidak penting lagi. Kenyataannya, dengan IQ itulah Nabi Adam alaihissalaam memahami alam semesta seperti yang Tuhan ajarkan kepadanya. Tanpa IQ yang tinggi, Anda tidak mungkin memainkan peran penting atau menduduki jabatan tinggi seperti sekarang ini. Keliru juga jika kita menilai EQ dan SQ adalah monopoli agama tertentu. Faktanya, semua Nabi yang diutus Tuhan mengajarkan tentang akhlak mulia dan kehidupan spiritual yang tinggi. Sekalipun demikian, buku <a href="http://www.dadangkadarusman.com/natin%e2%84%a2-leadership-buku-baru/" title="NatIn" target="_blank">Natural Intelligence (NatIn™) Leadership</a>  yang saya tawarkan ini sama sekali tidak bertujuan untuk memperbaiki kesalahan dan kekeliruan kita dimasa lalu. Semua itu adalah proses belajar dimana pada tarap itu, kita baru bisa memahaminya sampai disitu. Sekarang, saya mengajak Anda untuk menggunakan pendekatan berbeda dalam menemukan keutuhan bentuk kecerdasan manusia yang selama ini telah membuat kita penasaran itu. Konsep yang saya tawarkan dalam buku ini adalah untuk memandang bentuk kecerdasan manusia secara menyeluruh dan terintegrasi.  Tidak membeda-bedakan dan tidak mendiskriminasikan bentuk-bentuk kecerdasan diri kita, melainkan memandangnya sebagai satu kesatuan utuh yang menjadikan proses penciptaan kita sempurna. </p>
<p>Ajaibnya, ternyata semuanya itu terangkum dalam serangkaian proses diutusnya para Nabi. Makanya, jangan heran jika dalam buku ini Anda akan menemukan contoh-contoh yang ditunjukkan oleh Nabi-Nabi suci. Mungkin teladan dari Nabi suci yang Anda yakini dibahas disini. Mungkin juga tidak. Tetapi, intinya adalah; para Nabi suci itu adalah guru terbaik yang dipilih Tuhan untuk kita teladani. Mereka itulah the first hand masters dalam bidang Natural Intelligence ini.  Anda, tidak akan pernah menemukan guru Natural Intelligence yang bisa melampaui Nabi-Nabi itu. Maka saya mengajak Anda untuk belajar kepada mereka. Menelaah ajaran-ajaran mereka. Dan belajar untuk lebih mematuhi petunjuk yang mereka bawa. Namun perlu saya tegaskan bahwa; ini adalah buku yang membahas tentang Natural Intelligence. Bukan buku Agama. Oleh karenanya, tidak masalah agama Anda apa; jika Anda seorang pencari pencerahan, buku ini bisa menjadi teman Anda. </p>
<p>Untuk mengetahui daftar isi buku <a href="http://www.dadangkadarusman.com/natin%e2%84%a2-leadership-buku-baru/" title="NatIn" target="_blank">Natural Intelligence (NatIn™) Leadership</a> silakan kunjungi www.dadangkadarusman.com . Pekan ini, sudah mulai distribusi ke toko buku Gramedia Jabodetabok. Jika Anda sibuk untuk ke toko buku, Anda juga bisa memperolehnya di website kami. Cara belinya bagaimanay? Klik saja Link ini <strong>Sibuk? Nggak tahan macet di jalan? Beli saja disini. Caranya? Klik Link ini:<br />
<a href="http://www.dadangkadarusman.com/cara-beli-buku-dadang/" title="cara beli buku dadang" target="_blank">CARA BELI BUKU DADANG</a></strong>. Berapa harganya? Saya sendiri seneng banget karena ternyata penerbit bersedia untuk memasang harga HANYA  Rp.50,000.- . Padahal, buku itu bukan sekedar setebal 322 halaman. Tapi isinya…hhhmmm…, benar-benar GUE BANGET! This is the masterpiece of Dadang Kadarusman’s signature book.</p>
<p>Mari Berbagi Semangat!<br />
DEKA &#8211; Dadang Kadarusman – 13 JaNEWary 2012<br />
Author, Trainer, &#038; Public Speaker of Natural Intelligence</p>
<p><strong>Catatan Kaki:</strong><br />
Aih, ternyata didalam buku <a href="http://www.dadangkadarusman.com/natin%e2%84%a2-leadership-buku-baru/" title="NatIn" target="_blank">Natural Intelligence (NatIn™) Leadership</a> itu ada Voucher senilai Rp. 500,000.- untuk mengikuti Public Training bertema ”Natural Intelligence Self-Leadership” bareng Kang Dadang!</p>
<p>Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dadangkadarusman.com/2012/01/13/terbit-%e2%80%93-buku-%e2%80%9dnatural-intelligence-leadership%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mana Hasil Jerih Payah Inih?</title>
		<link>http://www.dadangkadarusman.com/2012/01/09/mana-hasil-jerih-payah-inih/</link>
		<comments>http://www.dadangkadarusman.com/2012/01/09/mana-hasil-jerih-payah-inih/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 03:57:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dadang Kadarusman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Natural Intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[Personal Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dadangkadarusman.com/?p=2575</guid>
		<description><![CDATA[Training Natural Intelligence Leadership? Hanya ada disini lho&#8230; Hubungi Ms. Vivi di 0812 1040 3327. Hore, Hari Baru! Teman-teman. Catatan Kepala: ”Orang yang menjadikan uang sebagai alat ukur utama keberhasilan sering terkecoh oleh tampak luar sehingga gampang menyerah atau lupa &#8230; <a href="http://www.dadangkadarusman.com/2012/01/09/mana-hasil-jerih-payah-inih/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><marquee scrollamount="5" bgcolor="#e2e2e2"><font size="+1">Training Natural Intelligence Leadership? Hanya ada disini lho&#8230; Hubungi Ms. Vivi di 0812 1040 3327. </font></marquee></p>
<p><a href="http://www.dadangkadarusman.com/apps/wp-content/uploads/2012/01/FARMER-gavabogadoscm.jpg"><img src="http://www.dadangkadarusman.com/apps/wp-content/uploads/2012/01/FARMER-gavabogadoscm-241x300.jpg" alt="" title="FARMER-gavabogadoscm" width="241" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-2578" /></a> Hore, Hari Baru! Teman-teman.</p>
<p><em><strong>Catatan Kepala:</strong> ”Orang yang menjadikan uang sebagai alat ukur utama keberhasilan sering terkecoh oleh tampak luar sehingga gampang menyerah atau lupa diri.”</em></p>
<p>Kita sering menjadikan uang sebagai ukuran utama keberhasilan seseorang. Jika uangnya banyak, maka seseorang layak dinilai sukses. Jika uangnya sedikit, maka tak ada cukup alasan untuk menyebutnya sebagai pribadi yang berhasil. Demikian pula halnya dengan pertumbuhan pribadi kita yang sering diukur dengan takaran yang sama, yaitu; berapa banyak uang yang berhasil kita kumpulkan. Tidak heran jika kita sering merasa gagal kala melihat betapa sedikitnya uang yang kita miliki. Anda tidak perlu khawatir kalau-kalau saya menganjurkan hidup sederhana. Anda juga tidak usah takut saya akan mempengaruhi Anda untuk menjadi orang miskin. Tidak. Bahkan, saya pribadi pun ingin sekali menjadi orang kaya raya dengan kepemilikan melimpah, kok. Kita punya keinginan yang sama. Tetapi, ketika sedang berproses untuk mewujudkan cita-cita itu, kita sering disiksa oleh perasaan negatif, hanya karena melihat kenyataan bahwa setelah semua jerih payah ini – uang kita tidak kunjung banyak. Percayalah, ada alat ukur lain yang dapat menentukan apakah usaha Anda sudah membuahkan hasil atau tidak. Dan Anda, tidak perlu menyiksa diri dengan pertanyaan; mana hasil jerih payah inih? <span id="more-2575"></span></p>
<p>Setelah pensiun dari profesinya sebagai guru, Ayah saya menjadi petani sepenuhnya. Ketika pulang kampung bulan lalu, Ayah menunjukkan kebun mentimun yang baru saja ditanamnya. Dua helai daun mungil muncul dari biji benihnya. Pekan lalu, Ibu saya bertanya kapan saya pulang. Mentimunnya sudah dipanen, katanya. Bagi saya, pertani merupakan salah satu guru terbaik untuk belajar tentang kehidupan. Dari para petani, kita bisa belajar bagaimana proses menghasilkan sesuatu berlangsung. Orang-orang ‘kota’ seperti kita sering diburu oleh keinginan untuk menghasilkan segala sesuatu secara instan. Hari ini berusaha, hari ini harus ada hasilnya. Jika hari ini tidak mendapatkan apa yang kita inginkan maka kita buru-buru mengambil kesimpulan bahwa kita sudah gagal. Lalu kita tinggalkan semua yang sudah kita mulai itu dengan perasaan kesal. Para petani tidak begitu. Semua petani tahu, bahwa untuk menghasilkan sesuatu yang diinginkan tidak ada cara instan. Ada serangkaian proses yang harus dilalui, yaitu; menanam, memelihara, dan barulah memanen. Para petani membantu saya menyadari betapa banyaknya prinsip hidup modern kita yang keliru sehingga hari-hari kita dipenuhi dengan tekanan batin yang bisa membuat depresi. Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar memahami makna hidup dari para petani, saya ajak memulainya dengan memahami 5 sudut pandang <a href="http://www.dadangkadarusman.com/natin%e2%84%a2-leadership-buku-baru/" title="NatIn" target="_blank">Natural Intelligence (NatIn™)</a> berikut ini: </p>
<p><marquee scrollamount="5" bgcolor="#e2e2e2"><font size="+1"> Untuk bantuan in-house training dan pemberdayaan karyawan Anda, hubungi Ms. Vivi di 0812 1040 3327. </font></marquee>	</p>
<p><strong>1. Mengatur fokus perhatian</strong>. Diantara system nilai petani yang layak kita tiru adalah mereka percaya bahwa; buah adalah ekses dari kualitas tetumbuhan yang ditanamnya. Saya ulang; ‘Buah adalah ekses dari kualitas tetumbuhan yang ditanamnya.” Jika ingin mendapatkan buah yang banyak, maka para petani sadar bahwa yang harus mereka lakukan adalah menanam benih yang baik, dan merawatnya dengan cara yang baik. Dengan prinsip yang sama, kita bisa mengembangkan kepercayaan bahwa; ”uang adalah ekses dari kinerja yang kita berikan”. Saya ulang; ”uang adalah ekses dari kinerja yang kita berikan”. Hasil akhir yang diharapkan petani adalah buah. Tetapi mereka tidak mengejar buah, melainkan membaguskan tanaman yang dirawatnya. Begitu pula halnya dengan kita. Uang adalah hasil akhir yang kita ingin dapatkan. Maka berguru kepada petani itu; seyogyanya kita tidak mengejar uang. Melainkan membaguskan kinerja dan kontribusi yang bisa kita berikan. Petani paham betul bahwa terlampau memfokuskan diri kepada buah bisa membuat mereka lupa untuk merawat tanamannya. Sebaliknya, memfokuskan diri kepada tanaman, justru bisa memberinya buah dengan kualitas terbaik, dan kuantitas yang melimpah. Maka, meskipun tujuan kita adalah untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya, mari kita arahkan fokus kita kepada yang seharusnya. Fokuslah pada upaya merawat pohonnya, maka buahnya akan kita dapatkan.</p>
<p><strong>2. Pertumbuhan diri adalah ciri utama keberhasilan</strong>. Sejak pertama kali menanam bibit mentimun itu, Ayah membutuhkan waktu sekitar satu setengah bulan hingga buahnya bisa dipanen. Di hari ketiga atau kesepuluh Ayah tidak pernah mengeluh; mengapa tanaman ini belum juga menghasilkan buah? Karena seorang petani sadar bahwa keberhasilan usahanya tidak diukur dari buah semata. Melainkan dari pertumbuhan yang diperlihatkan oleh tanamannya. Kita mengeluh jika belum juga menghasilkan uang. Padalah wujud keberhasilan usaha kita tidak semata diukur oleh uang. Lihatlah apakah pengetahuan Anda meningkat? Periksalah apakah keterampilan Anda bertambah? Jika ya, maka Anda tidak boleh berkecil hati. Usaha Anda sudah berhasil. Tapi mengapa tidak juga datang uangnya? Hey, lihatlah para petani itu. Mereka tahu bahwa saatnya panen belum lagi tiba. Sekarang adalah saat untuk menumbuhkan. Membesarkan. Dan membaguskan. Kita juga harus faham bahwa saat ‘memetik hasil’ dari segala jerih payah kita belum tiba. Bahkan ketika mentimun itu sudah mulai berbuah. Ayah tidak tergesa-gesa memetiknya. Ditunggunya beberapa hari lagi. Sampai buahnya matang sempurna. Kita sering terburu-buru ingin sesegera mungkin mendapatkan keuntungan dan uang melimpah. Para petani itu mengingatkan kita bahwa; ada saat yang tepat untuk memetik hasil terbaik.  Lebih dari itu, mereka mengingatkan kita bahwa keberhasilan tidak semata-mata ditandai dengan bertambahnya jumlah uang yang kita miliki, melainkan pada kualitas diri kita yang bertambah tinggi. Itulah makna dari pertumbuhan diri. Dan pertumbuhan itulah yang menjadi indikasi utama, apakah kita berhasil atau tidak.</p>
<p style="visibility: visible"><object width="426" height="320" data="http://widget-7e.slide.com/widgets/slideticker.swf" type="application/x-shockwave-flash" style="width: 426px; height: 320px"><param value="http://widget-7e.slide.com/widgets/slideticker.swf" name="movie"></param><param value="high" name="quality"></param><param value="noscale" name="scale"></param><param value="l" name="salign"></param><param value="transparent" name="wmode"></param><param value="cy=ms&amp;il=1&amp;channel=3530822107904199294&amp;site=widget-7e.slide.com" name="flashvars"></param></object></p>
<p><strong>3. Memberi kontribusi kepada lingkungan</strong>. Fokus kepada penanaman dan perawatan untuk menghasilkan pertumbuhan yang baik; itulah yang dilakukan oleh para petani. Pertanyaan saya, pernahkan Anda memperhatikan bagaimana petani memberi pupuk kepada tanaman agar bisa tumbuh dengan subur? Unik sekali. Petani tidak pernah menyuapi tanamannya dengan pupuk itu. Pakai sendok. Lalu memasukkannya kedalam mulut. Tidak. Alih-alih memberikan pupuk itu kepada tanamannya, para petani justru menebarkan pupuk itu ke permukaan tanah disekeliling tanaman itu. Lho, siapa sesungguhnya yang diberi ‘pakan’ oleh sang petani? Anda benar. Petani itu memberikan ‘pakan’ kepada tanah hingga menjadikannya gembur dan subur. Tidakkah ini isyarat yang demikian jelas bahwa; jika Anda ingin ‘tanaman’ milik Anda itu tumbuh baik maka Anda harus berkontribusi kepada lingkungan tempat tumbuhnya tanaman itu? Jika Anda ingin mendapatkan buah yang banyak, berilah pupuk kepada lingkungan sekitar pohon itu. Jika Anda ingin menghasilkan uang banyak, berilah kontribusi lebih banyak kepada lingkungan atau tempat kerja Anda. Kira-kira begitulah maknanya. Kita ingin sekali untuk menghasilkan uang yang banyak. Gaji yang besar. Bonus yang melimpah. Tapi, kita enggan untuk memberikan ‘pupuk’ terbaik agar perusahaan bisa ‘subur dan gembur’. Itu ibarat petani yang ingin tanamannya berbuah banyak tetapi tidak mau menebarkan pupuk kepada tanah disekitarnya. Mana mungkin pohon itu akan berbuah banyak jika tanah disekitarnya dibiarkan merana? Mana mungkin menghasilkan uang banyak jika kontribusi kita kepada lingkungan sangat rendah? Mana mungkin mendapatkan imbalan banyak jika kinerja yang kita persembahkan kepada perusahaan hanya sekedar alakadarnya? Berilah pupuk kepada tanah. Maka tanaman Anda akan berbuah melimpah. Berilah kontribusi kepada lingkungan. Maka Anda akan mendapatkan keberlimpahan.</p>
<p><strong>4. Terus menebarkan benih yang baru</strong>. Sebelum menanam ketimun itu, saya tahu persis jika kebun Ayah ditanami buah pare. Sebelumnya ada terong. Atau kacang panjang. Para petani sadar bahwa tidak ada tanaman penghasil buah yang akan abadi. Maka sebelum tanaman yang satu berhenti berbuah, mereka sudah bersiap-siap untuk menebar bibit benih tanaman yang lainnya. Kita sering mengira bahwa apa yang menghasilkan hari ini, akan menghasilkan selamanya. Makanya, kita terus saja berkutat dengan apa yang biasanya kita lakukan. Tidak begitu cara para petani bersikap. Tindakan, standard kerja, kualifikasi keahlian atau apapun yang hari ini bisa menempatkan Anda sebegai pribadi yang unggul – mungkin sudah tidak akan bisa lagi bersaing beberapa tahun kemudian. Oleh karena itulah makanya kita butuh terus menerus ‘menanam’ benih baru. Apakah benih pengetahuan yang baru. Keterampilan baru. Perilaku baru. Atau apapun yang bisa membantu kita untuk selalu berada digaris terdepan. Karena hanya dengan cara terus menerus menanam bibit yang baru itulah, kita akan selalu menghasilkan sesuai dengan yang kita inginkan. Para petani, mengajarkan untuk tidak pernah berhenti berkarya dan berbuat. Tidak ada kata berakhir. Makanya, kita tidak pernah mendengar ada petani yang pensiun. Orang modern seperti kita sering dihantui oleh kata ‘pensiun’. Di usia 55, kita mendapatkan uang banyak sekaligus. Setelah itu kita bingung mau ngapain. Petani, tidak pernah mengalami itu. Karena mereka tahu, bahwa roda kehidupan tidak pernah sedetik pun berhenti. Sehingga kita, wajib untuk terus bergerak. Berbuat. Dan berkarya. Kakek saya – ayahnya ayah saya – wafat di tengah sawah. Ketika beliau sedang bekerja merawat tanaman-tanamannya. Kakek saya telah memberi teladan kepada cucunya, bahwa selama hayat dikandung badan; tidak ada kata berhenti dari menghasilkan karya-karya terbaru. Sampai kapan? Sampai sang pemilik hidup memanggil kita.</p>
<p><strong>5. Cara terhormat untuk mendapatkan buah</strong>. Kebun Ayah hanya dipisahkan pematang sawah selebar 20 centimeter dari kebun milik petani lain. Tidak ada pagar pemisah. Apalagi tembok yang membatasi kebun-kebun itu. Ayah bisa melihat buah dari tanaman petani lain. Bisa menjangkaunya dengan mudah. Begitu pula sebaliknya. ‘Mendapatkan buah sebanyak-banyaknya adalah GOAL para petani. Tetapi, mereka tidak memetiknya dari pohon di kebun tetangganya. Mendapatkan uang sebanyak-banyaknya adalah tujuan utama kita. Pertanyaannya adalah; jika Anda memiliki akses kepada uang orang lain. Yang bisa dijangkau dengan mudah. Tidak dilindungi dinding tebal. Tidak dikunci dalam brangkas. Sanggupkah Anda untuk hanya ‘memetik’ uang yang tumbuh dari ‘pohon’ yang ada di ‘wilayah’ Anda sendiri? Para petani mengajarkan lebih dari sekedar cara mencapai tujuan. Mereka menunjukkan makna integritas yang sesungguhnya. Mudah untuk ‘tidak mencuri’, jika buah dipohon orang lain dikelilingi oleh pagar tinggi. Tetapi, ‘membiarkan’ buah milik orang lain yang tidak dilindungi tetap ditempatnya merupakan tantangan tersendiri. Gampang untuk ‘tidak mengambil’ uang yang bukan hak kita jika uang itu dijaga ketat. Tapi, jika uang itu ada didepan mata. Dan tujuan hidup kita adalah memperoleh sebanyak mungkin uang, bisakah kita menjaga kehormatan ini? Para petani mengajarkan bahwa ada banyak cara mendapatkan buah. Namun hanya ada satu cara yang terhormat, yaitu; memetiknya dari pohon dilahan mereka sendiri. Ada banyak cara untuk mendapatkan uang yang banyak. Namun hanya ada satu cara terhormat, yaitu; mengambilnya dari kepemilikan kita sendiri.</p>
<p>Kita percaya bahwa Tuhan akan mencukupkan rezeki setiap mahluknya. Itulah sebabnya kita jarang sekali menemukan ada yang kelaparan. Jika itu terjadi, maka bisa dipastikan adanya intervensi. Baik dari dalam dirinya sendiri, maupun dari luar. Intervensi dari dalam diri bisa berarti orang itu yang tidak mau berusaha melakukan tindakan yang memungkinkan rezeki yang sudah Tuhan siapkan itu sampai kepada dirinya. Intervensi dari luar bisa berarti orang-orang yang lebih kuat merebut dan menguasai jatahnya. Jika Anda bisa membaca artikel saya, maka itu menunjukkan fakta bahwa – seperti halnya saya – Anda jauh lebih beruntung dari kebanyakan orang yang lainnya. Kita memiliki kekuatan, kemampuan dan kesanggupan untuk melakukan lebih banyak hal daripada orang kebanyakan. Situasi aman disekitar kita juga menjamin minimalnya intervensi dari luar. Bukankah kita jarang sekali menemukan orang yang memeras kita? Mengambil hak kita secara paksa? Atau memotong gaji kita secara semena-mena? Masalahnya adalah; apakah kita sudah bisa membebaskan diri dari intervensi yang datang salam diri kita sendiri? Yaitu intervensi yang memaksa kita untuk tidak melakukan tindakan yang perlu kita lakukan agar semua rezeki yang Tuhan berikan untuk kita itu benar-benar berhasil kita dapatkan. Para petani itu sudah menunjukkan pelajaran terpentingnya. </p>
<p>Mari Berbagi Semangat!<br />
DEKA &#8211; Dadang Kadarusman – 9 JaNEWary 2012<br />
Trainer of Natural Intelligence Leadership Training<br />
Penulis buku ”Natural Intelligence Leadership” (Baru selesai cetak di penerbit)</p>
<p><a href="http://www.twitter.com/dangkadarusman"><img src="http://twitter-badges.s3.amazonaws.com/follow_me-a.png" alt="Follow dangkadarusman on Twitter"/></a></p>
<p><strong>Catatan Kaki:</strong><br />
Keberhasilan kita diukur dari pertumbuhan yang berhasil kita raih setiap hari, bukan dari uang yang berhasil kita kumpulkan.</p>
<p>Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya. </p>
<p><strong>Tentang Buku <a href="http://www.dadangkadarusman.com/natin%e2%84%a2-leadership-buku-baru/" title="NatIn" target="_blank">Natural Intelligence (NatIn™)</a> </strong><br />
Buku ini membahas tentang konstruksi ilmiah Natural Intelligence. Cocok bagi siapapun yang ingin lebih memahami fundamental ilmu yang relatif belum banyak dikenal ini. Didalamnya tidak hanya dibahas tentang teori, melainkan juga aplikasinya dalam berbagai aspek kehidupan. Baik kehidupan pribadi. Dalam keluarga. Maupun menjalankan fungsi kepemimpinan. Informasi lebih janjut bisa didapatkan di link ini: <a href="http://www.dadangkadarusman.com/natin%e2%84%a2-leadership-buku-baru/" title="NatIn" target="_blank">Natural Intelligence (NatIn™)</a> </p>
<p><strong>Tentang In-house training: <a href="http://www.dadangkadarusman.com/new-year-new-spirit-new-hope-topik-baru/" title="New Year – New Spirit – New Hope (Topik Baru!)" target="_blank">&#8220;<strong>ADAPTING to CHANGE</strong>&#8220;</a>. strong><br />
Dalam pengamatan saya, banyak perusahaan yang mengalami kendala ketika mengimplementasikan rencana proses perubahan – Apakah perubahan itu terkait akuisisi, penerapan kebijakan, atau perubahan proses bisnis – karena kurangnya dukungan dari karyawan. Meskipun diatas kertas rencana perubahan sudah dibuat sedemikian baiknya, namun tanpa dukungan penuh dari karyawan rancangan perubahan itu tidak akan dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan. Jika perusahaan Anda sedang mencanangkan adanya perubahan, kami merekomendasikan program pelatihan <a href="http://www.dadangkadarusman.com/new-year-new-spirit-new-hope-topik-baru/" title="New Year – New Spirit – New Hope (Topik Baru!)" target="_blank">&#8220;<strong>ADAPTING to CHANGE</strong>&#8220;</a> yang kami rancang untuk membuka kesadaran karyawan agar bersedia mengikuti proses perubahan yang dicanangkan perusahaan. Standard program 1 hari, bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan spesifik perusahaan.</p>
<p>Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut silakan merujuk kepada file terlampir atau hubungi kami. Saya dapat dihubungi di 0812 19899 737 atau jika sedang tidak dapat menerima telepon Anda dapat berbicara dengan Ms. Vivi di 0812 1040 3327.</p>
<p></strong><strong>Tentang Dadang Kadarusman</strong><br />
~ Spesialisasi training di bidang: NATURAL INTELLIGENCE dan penerapannya dalam LEADERSHIP, PERSONNEL DEVELOPMENT dan PERSONAL EXCELLENCE ~ (Phone: 0812 19899 737 – www.dadangkadarusman.com )</p>
<p>Sejak kuliah di Institut Teknologi Bandung saya memang senang berbicara diatas podium. Dan, sebagai seorang Trainer &#038; Public Speaker saya selalu mengingat TRAINING PERTAMA yang saya bawakan. Ketika itu, saya baru saja resign dari perusahaan multinasional terkemuka. Bagaimanapun juga, ini adalah pilihan hidup saya. Maka saya bertekad untuk kuat menghadapi apapun. Proses mendapatkan order training pertama itu bisa dibilang &#8216;mengerikan&#8217;. </p>
<p>&#8220;I wonder why my people reccommended you to speak in our forum.&#8221; Itu adalah kalimat yang saya dengar ketika berhadapan dengan President Director sebuah perusahaan multinasional. Kalimat itu cukup menggetarkan hati saya. Sekarang saya berhadapan dengan pimpinan perusahaan yang sangat menentukan apakah saya jadi di hire untuk memberikan pelatihan kepemimpinan itu atau tidak. Kemudian, saya menunjukkan sebuah buku yang ditulis dalam bahasa Inggris kepada beliau. Dan saya katakan bahwa buku ini penulisnya adalah &#8216;orang yang sedang berada dihadapan Anda&#8217;. Sekarang saya boleh mengatakan bahwa saya termasuk diantara hanya sedikit saja trainer di Indonesia yang pernah menulis buku dalam bahasa Inggris. Dan itu menunjukkan komitmen keilmuan dan pelayanan saya pada bidang pelatihan. Menakjubkan; akhirnya saya mendapatkan kontrak itu. </p>
<p>Peserta training kami terdiri dari top management dimana Presiden Director dan President Commissioner juga hadir. Ini merupakan sebuah pertaruhan bagi saya. Bukan itu saja, peserta trainingnya juga terdiri dari berbagai macam latar belakang kebangsaan yang selain Indonesia juga ada expatriate dari Australia, New Zealand, Thailand, dan Jerman. Begitulah gambaran training yang pertama kali saya fasilitasi sebagai seorang Trainer Profesional. Bagaimana akhirnya training itu bisa berlangsung? Saya tidak akan menceritakan detailnya. Namun, setelah selesai sesi training itu Pak Presiden Direktur menyalami saya. Dan pada saat itu pula saya mendapatkan &#8216;mandat baru&#8217; untuk memberikan training kepada leader-leader di level lainnya di perusahaan itu. </p>
<p>Saya memiliki lebih banyak lagi pengalaman mengesankan, kisah mendebarkan, bahkan situasi mengerikan selama menjadi trainer. Dan saya percaya jika hal itu akan semakin meningkatkan kekayaan nilai dalam jiwa saya.</p>
<p>Hingga pertengahan tahun 2011 saya sudah menulis dan mempublikasikan lebih dari 1,000 artikel dan berbagai buku inspirasi. Sekarang saya sedang mempersiapkan buku terbaru berjudul NATURAL INTELLIGENCE LEADERSHIP yang direncanakan untuk hadir ke ruang publik pada bulan Januari 2012. Saya berupaya keras untuk melahirkan cara pandang baru dalam pemahaman terhadap kecerdasan dan karakter kepimpinan manusia melalui konsep Natural Intelligence. Semua itu saya lakukan agar bisa terus berbagi semangat seperti moto yang selalu saya dengungkan; &#8220;Mari Berbagi Semangat!&#8221;.</p>
<p>Sampai hari ini, saya merasakan bahwa menjadi trainer itu BUKANLAH PERKARA GAMPANG, khususnya bagi mereka yang menganggap bahwa setiap tarikan nafasnya adalah tahapan panjang sebuah proses pembelajaran. Ya, jadi trainer itu tidak gampang. Bahkan bagi seorang trainer yang sudah sangat berpengalaman. Sebab menjadi trainer bukanlah sekedar mendapatkan order-training, melainkan; bagaimana mempertanggungjawabkan amanah yang sudah diberikan untuk melakukan pelatihan kepada para peserta dengan dampak dan manfaat yang bermakna. Oleh karenanya, sampai sekarang saya masih ingin terus belajar. Sampai kapanpun, saya bertekad untuk terus belajar. Bersediakah Anda mengundang &#8216;trainer&#8217; yang sedang terus belajar ini? Hubungi saya di 0812 19899 737, atau Ms. Vivi di 0812 1040 3327.</p>
<p><marquee scrollamount="5" bgcolor="#e2e2e2"><font size="+1">Follow DEKA on Twitter @dangkadarusman </font></marquee></p>
<p>Gambar :  www.gavabogados.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dadangkadarusman.com/2012/01/09/mana-hasil-jerih-payah-inih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Atasan Yang Buruk, Harus Digimanain?</title>
		<link>http://www.dadangkadarusman.com/2012/01/05/atasan-yang-buruk-harus-digimanain/</link>
		<comments>http://www.dadangkadarusman.com/2012/01/05/atasan-yang-buruk-harus-digimanain/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 01:40:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dadang Kadarusman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Leadership]]></category>
		<category><![CDATA[Natural Intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[Personal Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dadangkadarusman.com/?p=2561</guid>
		<description><![CDATA[Mencari trainer untuk karyawan di perusahaan Anda? Hubungi Ms. Vivi di 0812 1040 3327. Hore, Hari Baru! Teman-teman. Catatan Kepala: ”Jika memiliki atasan yang buruk, kita bisa memilih untuk mengeluhkannya atau menjadikannya pelajaran berharga bagi pengembangan kualitas pribadi kita.” Sejauh &#8230; <a href="http://www.dadangkadarusman.com/2012/01/05/atasan-yang-buruk-harus-digimanain/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><marquee scrollamount="5" bgcolor="#e2e2e2"><font size="+1"> Mencari trainer untuk karyawan di perusahaan Anda? Hubungi Ms. Vivi di 0812 1040 3327. </font></marquee></p>
<p><a href="http://www.dadangkadarusman.com/apps/wp-content/uploads/2012/01/good-and-evil-paradimsift.nl_.gif"><img src="http://www.dadangkadarusman.com/apps/wp-content/uploads/2012/01/good-and-evil-paradimsift.nl_-300x225.gif" alt="" title="good-and-evil-paradimsift.nl" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-2562" /></a> Hore, Hari Baru! Teman-teman.</p>
<p><em><strong>Catatan Kepala:</strong> ”Jika memiliki atasan yang buruk, kita bisa memilih untuk mengeluhkannya atau menjadikannya pelajaran berharga bagi pengembangan kualitas pribadi kita.”</em></p>
<p>Sejauh yang saya ketahui, banyak orang yang kesal kepada atasannya. Ada yang kesal tanpa alasan yang valid. Namun, ada juga orang yang kesal kepada atasannya dengan alasan yang tidak cukup berbobot. Banyak orang yang mengeluhkan tentang atasannya karena memang atasannya tidak cukup mampu menjadi panutan yang layak untuk diteladani. Tetapi, banyak juga orang yang justru mengeluhkan atasannya yang sebetulnya memiliki kualitas kepemimpinan bagus. Namun, sang atasan bertekad untuk melakukan perubahan sehingga banyak ‘kenikmatan’ yang selama ini dirasakan oleh bawahan mulai terusik. Walhasil, sebaik apapun atasan tersebut, bawahannya tetap saja menilainya buruk. Bagaimana Anda menilai atasan Anda sendiri? <span id="more-2561"></span></p>
<p>Saya tidak hendak mempermasalahkan apakah alasan seseorang kecewa pada atasannya valid atau tidak. Namun, sebagai orang yang pernah menjadi atasan, sikap terbaik saya adalah melihat kemungkinan bahwa para bawahan saya memang benar ketika melihat saya sebagai atasan yang memiliki kelemahan mendasar. Dan, sebagai orang yang pernah menjadi bawahan; sikap terbaik saya adalah menyadari bahwa boleh jadi bukan atasan saya yang lemah, melainkan saya sendirilah sebagai bawahannya yang belum mampu menguatkan posisinya. Sebagai bawahan, saya memang berkewajiban untuk mengerahkan seluruh kemampuan profesional saya untuk memperkuat kualitas kepemimpinan atasan saya. Sebab, sehebat apapun kemampuan kepemimpinan seorang atasan, jika anak buahnya memble seperti saya, maka kepemimpinannya tidak akan efektif. Jika pun benar atasan kita tidak bagus, kita bisa memilih untuk mengeluhkannya atau menjadikannya pelajaran berharga untuk mengembangkan kualitas diri kita. Saya memilih untuk menjadikannya ibroh atau pelajaran. Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar menarik pelajaran dari kualitas kepemimpinan atasan, saya ajak memulainya dengan memahami 5 sudut pandang <a href="http://www.dadangkadarusman.com/natin%e2%84%a2-leadership-buku-baru/" title="NatIn" target="_blank">Natural Intelligence (NatIn™)</a> berikut ini: </p>
<p><marquee scrollamount="5" bgcolor="#e2e2e2"><font size="+1"> Untuk bantuan in-house training dan pemberdayaan karyawan Anda, hubungi Ms. Vivi di 0812 1040 3327. </font></marquee>	</p>
<p><strong>1. Bagaimanapun juga atasan adalah guru bagi kita.</strong>  “Puih, siapa yang mau berguru kepada orang seperti itu!” mungkin Anda bisa berkilah begitu. Memang, jika kita sudah antipati terhadap seseorang, sangat sulit untuk merendahkan hati kepadanya. Apalagi jika harus berguru. Menurut saya sebaliknya. Jika Anda merasa atau menilai bahwa atasan Anda itu tidak bagus – apapun bentuk tidak bagusnya – maka beliau bisa menjadi guru yang sangat baik bagi Anda. Bagaiman bisa? Bisa. Perhatikan seluruh aspek yang Anda nilai buruk dari beliau. Dan jadikanlah itu sebagai pelecut bagi diri Anda sendiri agar jangan sampai Anda miliki kelemahan serupa itu. Yang sering terjadi adalah; orang-orang yang doyan mengkritik orang lain, padahal ternyata dia sendiri begitu. Jika Anda bisa menemukan kelemahan atasan Anda, maka Anda harus belajar dari kelemahan atasan itu agar Anda tidak memiliki kelemahan yang sama. Jika Anda tidak bisa menarik pelajaran darinya, maka Anda hanya akan menjadi pemimpin yang sama tidak bagusnya dikemudian hari. Jika Anda menyepelekan atasan Anda hari ini, maka sangat wajar jika kelak; Anda akan lebih dilecehkan lagi oleh bawahan Anda. Maka agar hal itu tidak terjadi, belajarlah kepada atasan Anda. Dan jadikanlah dia guru terbaik untuk membangun kualitas seorang pemimpin yang lebih baik, didalam diri Anda.</p>
<p><strong>2. Berikan ruang untuk kelemahan manusiawi</strong>. Diantara kesalahan dan kelemahan yang dimiliki oleh atasan kita terdapat hal-hal yang sifatnya manusiawi. Misalnya, atasan kita itu ewuh pakewuh. Maka dalam mengambil keputusan terlampau banyak pertimbangan. Dan terkesan lamban. Atau sebaliknya, atasan kita adalah orang yang sangat lugas dan to the point. Dia berbicara tanpa deteng aling-aling. Terkesan mengesampingkan perasaan orang lain. Kasar. Dan menuntut terlampau banyak. Kedua situasi ini berkaitan dengan karakter pribadi yang berbeda. Sama halnya dengan kita yang mungkin terlalu banyak pertimbangan atau sebaliknya terlampau blak-blakan. Kita perlu memberi ruang kepada perbedaan karakter seperti itu melalui kesediaan untuk memaklumi orang lain. Dengan cara itu, kita bisa lebih mampu beradaptasi terhadap ‘gaya memimpin dan kepribaidian’ atasan kita. Apa gunanya buat kita? Oh, banyak sekali. Misalnya, kita akan selalu cocok dengan jenis pemimpin macam manapun yang menjadi atasan kita. Selain itu, kita tidak akan pernah merasa tertekan atau kecewa selama bekerjasama dengan atasan kita. Bukankah nikmat sekali jika kita bisa bekerja tanpa ada ganjalan dihati? Sekarang Anda tahu bahwa kedamaian dalam hati itu sudah merupakan reward tersendiri. Atasan Anda tidak jahat. Hanya berbeda ciri kepribadiannya dengan Anda. Maka berilah ruang pada kelemahan manusiawi, jika atasan Anda memiliki kelemahan itu. Dan Anda, akan mendapatkan banyak manfaatnya.</p>
<p style="visibility: visible"><object width="426" height="320" data="http://widget-7e.slide.com/widgets/slideticker.swf" type="application/x-shockwave-flash" style="width: 426px; height: 320px"><param value="http://widget-7e.slide.com/widgets/slideticker.swf" name="movie"></param><param value="high" name="quality"></param><param value="noscale" name="scale"></param><param value="l" name="salign"></param><param value="transparent" name="wmode"></param><param value="cy=ms&amp;il=1&amp;channel=3530822107904199294&amp;site=widget-7e.slide.com" name="flashvars"></param></object></p>
<p><strong>3. Menjadi tandem nomor wahid</strong>. Atasan kita bukanlah pribadi yang bisa dituntut untuk serba sempurna dihadapan kita. Jika ada yang kurang padanya, kitalah yang berkewajiban untuk melengkapinya. Salah satu hal yang sering dikeluhkan bawahan adalah; kemampuan teknis atasan yang kalah dari anak buahnya. Kadang kita menyebutnya sebagai ’anak kemarin sore’ atau ’anak bawang yang tidak tahu apa-apa’. Hey, fungsi atasan Anda itu bukanlah untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan teknis seperti Anda. Maka keterampilan kerja Anda yang lebih tinggi dari dirinya sama sekali bukanlah isyu besar. Tugas atasan Anda sebagai leader adalah untuk mengelola proses kerja dan membuat keseluruhan proses itu sinkron satu sama lain. Dan hal itu, tidak selalu berkaitan langsung dengan keterampilan teknis. Bahkan sekalipun atasan Anda memiliki pengalaman yang sama baiknya dengan Anda, mungkin usia mereka sudah tidak memungkinkan lagi untuk bergerak segesit Anda. Maka menghakimi atasan karena kelemahan keterampilan teknisnya jelas merupakan sebuah kesewenang-wenangan yang mencampakkan fitrah kita sebagai manusia. Keberadaan kita sebagai bawahan adalah untuk menjadi tandem yang tangguh baginya. So do your part, and your superior does his own. Setiap orang memiliki fungsi dan perannya masing-masing dalam pekerjaan. Dan jika kita semua menjalankan fungsi dan tanggungjawab masing-masing dengan kualitas terbaik, maka kita akan saling menguatkan satu sama lain. Maka jadilah tandem nomor wahid bagi atasan Anda. Dan Anda akan merasakan hasilnya.</p>
<p><strong>4. Belajar terbalik dari perilaku buruk</strong>. Tidak perlu menutup mata dengan kenyataan bahwa memang benar, ada atasan yang perilakunya buruk sekali. Melemparkan tanggungjawab kepada bawahan. Menjadikan orang lain sebagai kambing hitam. Mencari muka kepada atasannya yang lebih tinggi. Ada pula yang melanggar etika kerja, bahkan berani melakukan tindakan asusila. Hal pertama yang wajib Anda lakukan jika memiliki atasan buruk seperti ini adalah; pastikan bahwa Anda tidak melakukan keburukan yang sama. Setelah itu, fahamilah bahwa perilaku buruknya sama sekali tidak ada hubungannya dengan statusnya sebagai atasan. Jika orangnya memang senang dengan perbuatan nista, tidak peduli punya jabatan atau tidak; tentu dia akan melakukan perbuatan tercela itu. Berikutnya apa yang harus Anda lakukan? Ini tidak kalah pentingnya, yaitu; belajarlah secara terbalik dari perilaku buruknya. Maksudnya? Anda jadikan perilaku buruk orang itu sebagai ibroh atau pelajaran untuk kita hindarkan. Ingatlah selalu betapa buruknya citra orang itu sebagai seorang atasan karena keburukan perilakunya. Sekarang bayangkan jika Anda mempunyai perilaku buruk seperti dirinya; bukankah justru Anda sendirilah yang dinilai buruk? Maka jika atasan Anda memang benar-benar berperilaku buruk; belajarlah secara terbalik kepadanya dengan cara terus berusaha untuk menjadikan diri Anda sebagai seorang pribadi yang baik. </p>
<p><strong>5. Tuhan selalu mengirim orang yang tepat untuk kita</strong>. Di sebuah perusahaan multinasional, sekelompok orang menginginkan Presiden Direktur expatriate segera diganti. Banyak orang yang merasa gerah dengan gaya memimpin orang itu. Ndilalah. Kantor pusat menggantinya dengan orang lain. Lebih baikkah orang yang menggantikannya? Bergantung bagaimana cara orang-orang itu melihatnya. Awalnya dinilai baik. Lama kelamaan orang-orang menyebutnya sebagai ‘Mr. Line By Line’. Mereka pun kembali berharap segera terjadi rolling kepemimpinan. Tak lama kemudian, diganti lagi oleh seseorang yang lain. Ketika pemimpin baru yang ‘dikirim’ oleh boss besar di kantor pusat itu datang, semua orang gembira dan memuji-mujinya. Namun lama kelamaan, orang-orang mengeluhkannya sebagai pribadi yang kasar. Tidak berperasaan. Dan sangat menuntut. Saya lama merenungkan hal itu. Ternyata hal itu terjadi hampir di semua organisasi dan perusahaan. Kemudian saya menemukan bahwa satu-satunya pemimpin yang akan disukai oleh semua orang adalah; seseorang yang mau mengikuti apapun yang diinginkan oleh bawahannya. Dan jika hal itu terjadi, semua orang yang dipimpinnya akan senang. Namun sebagai seorang profesional, saya melihat bencana nyata bagi kelangsungan hidup perusahaan. Penelusuran dan rasa ingin tahu saya akhirnya bermuara kepada kenyataan bahwa; kita sering lupa jika Tuhan selalu mengirimkan orang yang tepat untuk berinteraksi dengan kita. Kita sering keliru memahami isyaratNya. Padahal, jika percaya bahwa semua orang yang berhubungan dengan kita adalah dengan ‘seizin’ Tuhan, maka kita akan memahami bahwa ada pelajaran berharga yang bisa kita dapatkan dari interaksi dengan siapapun yang menjadi atasan kita. Demi kebaikan diri kita sendiri.</p>
<p>Ada begitu banyak agenda yang harus diselesaikan oleh orang yang menduduki jabatan lebih tinggi dari kita. Orang itu mungkin memiliki kelemahan. Mungkin juga kitalah yang keliru memahaminya. Apapun itu, bisa menjadikan kita sebagai pribadi yang jauh lebih baik. Jika memang atasan kita itu tidak bagus, maka kita bisa menjadikan kehadirannya sebagai pelajaran terbaik untuk melatih diri kita agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari dirinya. Namun, jika kita yang selama ini keliru menilainya; maka kita bisa segera memperbaiki cara pandang kita kepadanya. Dengan cara itu, siapapun atasan Anda. Dan bagaimanapun caranya memimpin Anda. Tentu akan selalu membawa hikmah tertinggi bagi Anda pribadi. Bisa? Bisa.</p>
<p>Mari Berbagi Semangat!<br />
DEKA &#8211; Dadang Kadarusman – 5 JaNEWary 2012<br />
Trainer of Natural Intelligence Leadership Training<br />
Penulis buku ”Natural Intelligence Leadership” (BARU SELESAI CETAK di penerbit)<br />
<a href="http://www.twitter.com/dangkadarusman"><img src="http://twitter-badges.s3.amazonaws.com/follow_me-a.png" alt="Follow dangkadarusman on Twitter"/></a></p>
<p><strong>Catatan Kaki:</strong><br />
Kemampuan mengambil pelajaran dari baik atau buruknya perilaku atasan merupakan modal penting untuk menjadikan kita pemimpin masa depan yang lebih baik.</p>
<p>Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya. </p>
<p><strong>Tentang In-house training:</strong> <a href="http://www.dadangkadarusman.com/new-year-new-spirit-new-hope-topik-baru/" title="New Year – New Spirit – New Hope (Topik Baru!)" target="_blank">&#8220;<strong>ADAPTING to CHANGE</strong>&#8220;</a>. </p>
<p>Dalam pengamatan saya, banyak perusahaan yang mengalami kendala ketika mengimplementasikan rencana proses perubahan – Apakah perubahan itu terkait akuisisi, penerapan kebijakan, atau perubahan proses bisnis – karena kurangnya dukungan dari karyawan. Meskipun diatas kertas rencana perubahan sudah dibuat sedemikian baiknya, namun tanpa dukungan penuh dari karyawan rancangan perubahan itu tidak akan dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan. Jika perusahaan Anda sedang mencanangkan adanya perubahan, kami merekomendasikan program pelatihan “Adapting To Change“ yang kami rancang untuk membuka kesadaran karyawan agar bersedia mengikuti proses perubahan yang dicanangkan perusahaan. Standard program 1 hari, bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan spesifik perusahaan.</p>
<p>Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut silakan merujuk kepada file terlampir atau hubungi kami. Saya dapat dihubungi di 0812 19899 737 atau jika sedang tidak dapat menerima telepon Anda dapat berbicara dengan Ms. Vivi di 0812 1040 3327.</p>
<p><strong>Tentang Dadang Kadarusman</strong><br />
~ Spesialisasi training di bidang: NATURAL INTELLIGENCE dan penerapannya dalam LEADERSHIP, PERSONNEL DEVELOPMENT dan PERSONAL EXCELLENCE ~ (Phone: 0812 19899 737 – www.dadangkadarusman.com )</p>
<p>Sejak kuliah di Institut Teknologi Bandung saya memang senang berbicara diatas podium. Dan, sebagai seorang Trainer &#038; Public Speaker saya selalu mengingat TRAINING PERTAMA yang saya bawakan. Ketika itu, saya baru saja resign dari perusahaan multinasional terkemuka. Bagaimanapun juga, ini adalah pilihan hidup saya. Maka saya bertekad untuk kuat menghadapi apapun. Proses mendapatkan order training pertama itu bisa dibilang &#8216;mengerikan&#8217;. </p>
<p><em>&#8220;I wonder why my people reccommended you to speak in our forum.&#8221; </em>Itu adalah kalimat yang saya dengar ketika berhadapan dengan President Director sebuah perusahaan multinasional. Kalimat itu cukup menggetarkan hati saya. Sekarang saya berhadapan dengan pimpinan perusahaan yang sangat menentukan apakah saya jadi di hire untuk memberikan pelatihan kepemimpinan itu atau tidak. Kemudian, saya menunjukkan sebuah buku yang ditulis dalam bahasa Inggris kepada beliau. Dan saya katakan bahwa buku ini penulisnya adalah &#8216;orang yang sedang berada dihadapan Anda&#8217;. Sekarang saya boleh mengatakan bahwa saya termasuk diantara hanya sedikit saja trainer di Indonesia yang pernah menulis buku dalam bahasa Inggris. Dan itu menunjukkan komitmen keilmuan dan pelayanan saya pada bidang pelatihan. Menakjubkan; akhirnya saya mendapatkan kontrak itu. </p>
<p>Peserta training kami terdiri dari top management dimana Presiden Director dan President Commissioner juga hadir. Ini merupakan sebuah pertaruhan bagi saya. Bukan itu saja, peserta trainingnya juga terdiri dari berbagai macam latar belakang kebangsaan yang selain Indonesia juga ada expatriate dari Australia, New Zealand, Thailand, dan Jerman. Begitulah gambaran training yang pertama kali saya fasilitasi sebagai seorang Trainer Profesional. Bagaimana akhirnya training itu bisa berlangsung? Saya tidak akan menceritakan detailnya. Namun, setelah selesai sesi training itu Pak Presiden Direktur menyalami saya. Dan pada saat itu pula saya mendapatkan &#8216;mandat baru&#8217; untuk memberikan training kepada leader-leader di level lainnya di perusahaan itu. </p>
<p>Saya memiliki lebih banyak lagi pengalaman mengesankan, kisah mendebarkan, bahkan situasi mengerikan selama menjadi trainer. Dan saya percaya jika hal itu akan semakin meningkatkan kekayaan nilai dalam jiwa saya.</p>
<p>Hingga pertengahan tahun 2011 saya sudah menulis dan mempublikasikan lebih dari 1,000 artikel dan berbagai buku inspirasi. Sekarang saya sedang mempersiapkan buku terbaru berjudul NATURAL INTELLIGENCE LEADERSHIP yang direncanakan untuk hadir ke ruang publik pada bulan Januari 2012. Saya berupaya keras untuk melahirkan cara pandang baru dalam pemahaman terhadap kecerdasan dan karakter kepimpinan manusia melalui konsep Natural Intelligence. Semua itu saya lakukan agar bisa terus berbagi semangat seperti moto yang selalu saya dengungkan; &#8220;Mari Berbagi Semangat!&#8221;.</p>
<p>Sampai hari ini, saya merasakan bahwa menjadi trainer itu BUKANLAH PERKARA GAMPANG, khususnya bagi mereka yang menganggap bahwa setiap tarikan nafasnya adalah tahapan panjang sebuah proses pembelajaran. Ya, jadi trainer itu tidak gampang. Bahkan bagi seorang trainer yang sudah sangat berpengalaman. Sebab menjadi trainer bukanlah sekedar mendapatkan order-training, melainkan; bagaimana mempertanggungjawabkan amanah yang sudah diberikan untuk melakukan pelatihan kepada para peserta dengan dampak dan manfaat yang bermakna. Oleh karenanya, sampai sekarang saya masih ingin terus belajar. Sampai kapanpun, saya bertekad untuk terus belajar. Bersediakah Anda mengundang &#8216;trainer&#8217; yang sedang terus belajar ini? Hubungi saya di 0812 19899 737, atau Ms. Vivi di 0812 1040 3327.</p>
<p><marquee scrollamount="5" bgcolor="#e2e2e2"><font size="+1">Follow DEKA on Twitter @dangkadarusman </font></marquee></p>
<p>Gambar :  www.paradigmsift-21century.nl</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dadangkadarusman.com/2012/01/05/atasan-yang-buruk-harus-digimanain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>This is JaNEWary, My Man!</title>
		<link>http://www.dadangkadarusman.com/2012/01/02/this-is-janewary-my-man/</link>
		<comments>http://www.dadangkadarusman.com/2012/01/02/this-is-janewary-my-man/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 02:28:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dadang Kadarusman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Natural Intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[Personal Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dadangkadarusman.com/?p=2538</guid>
		<description><![CDATA[Mencari trainer untuk karyawan di perusahaan Anda? Hubungi Ms. Vivi di 0812 1040 3327. Hore, Hari Baru! Teman-teman. Catatan Kepala: ”Sesuatu yang baru sering kita peroleh dari hal-hal lama yang selama ini kita tidak mendayagunakannya.” “Apanya yang baru di JaNEWary?” &#8230; <a href="http://www.dadangkadarusman.com/2012/01/02/this-is-janewary-my-man/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><marquee scrollamount="5" bgcolor="#e2e2e2"><font size="+1"> Mencari trainer untuk karyawan di perusahaan Anda? Hubungi Ms. Vivi di 0812 1040 3327. </font></marquee></p>
<p><a href="http://www.dadangkadarusman.com/apps/wp-content/uploads/2012/01/new-years-2012-new-years-2012.all2needcmjpg2.jpg"><img src="http://www.dadangkadarusman.com/apps/wp-content/uploads/2012/01/new-years-2012-new-years-2012.all2needcmjpg2-300x202.jpg" alt="" title="new-years-2012-new-years-2012.all2needcmjpg" width="300" height="202" class="alignleft size-medium wp-image-2549" /></a> Hore, Hari Baru! Teman-teman.</p>
<p><em><strong>Catatan Kepala:</strong> ”Sesuatu yang baru sering kita peroleh dari hal-hal lama yang selama ini kita tidak mendayagunakannya.” </em></p>
<p>“Apanya yang baru di JaNEWary?” Dapatkah Anda menemukan jawaban atas pertanyaan itu? Anda benar. Yang baru di JaNEWary adalah NEW-nya. Yang lainnya, masih sama seperti sebelumnya. Adakah artinya? Tentu. Artinya; tahun baru hanya akan benar-benar memberi makna baru jika dan hanya jika kita bisa melakukan sesuatu yang baru selama menjalani 365 hari-harinya. Jika tidak? Hmmh, rasanya pesta pora kita kemarin tidak memiliki nilai apa-apa selain hura-hura belaka.  <span id="more-2538"></span></p>
<p>Hari ini saya ingin makan sandwich. Bukan karena bergaya bule. Melainkan karena sandwich sering digunakan sebagai model untuk menjelaskan suatu tenik atau konsep yang rumit. Tapi tenang saja, kali ini saya akan menggunakannya untuk menjelaskan hal sederhana. JaNEWary. Bisakah Anda melihat bahwa ‘Ja’ dan ‘Ary’ sebagai kulit sandwich. Cuma kulitnya doang. Ada apa diantara kedua kulit sandwich itu? Yes. There is something ‘NEW’. Tidak ada yang baru pada kulit sandwich. Tapi didalamnya, benar-benar baru. Sama seperti tahun baru. ‘Inti’ tahun baru itu mesti kita bikin baru. Jika inti itu tidak berhasil kita bikin baru, maka tidak peduli kalau kulitnya dibuat baru – tetap saja tahun baru itu tidak memiliki makna apa-apa. Faktanya, ada begitu banyak hal yang harus kita perbaharui dalam  hidup. Meski ada pula hal-hal yang harus kita pertahankan agar tidak berubah sedikitpun. Pertanyaannya adalah; apanya yang kita bikin baru di tahun baru? Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar melakukan pembaruan bermakna ditahun baru, saya ajak memulainya dengan memahami 5 sudut pandang <a href="http://www.dadangkadarusman.com/natin%e2%84%a2-leadership-buku-baru/" title="NatIn" target="_blank">Natural Intelligence</a> berikut ini: </p>
<p><marquee scrollamount="5" bgcolor="#e2e2e2"><font size="+1"> Untuk bantuan in-house training dan pemberdayaan karyawan Anda, hubungi Ms. Vivi di 0812 1040 3327. </font></marquee>	</p>
<p><strong>1. Mengembalikan nilai-nilai lama kita</strong>.  Menjadi baru tidak selalu berarti kita menggunakan nilai-nilai baru. Justru, ada banyak nilai lama yang sudah kita lupakan selama ini yang bisa menjadikan kita pribadi yang baru. Misalnya, salah satu nilai lama kita adalah; keingintahuan kita terhadap sesuatu. Atau kegigihan kita dalam meraih sesuatu. Kemauan kita untuk bangkit lagi setiap kali terjatuh. Semua itu adalah nilai-nilai lama yang sekarang kita tidak memilikinya lagi. Itu adalah nilai-nilai yang kita miliki ketika kita kecil dulu. Namun sekarang, kita tidak lagi mengenalnya sebagai bagian integral dalam diri kita. Kita telah menggantikan nilai-nilai lama itu dengan nilai baru yang selama ini sudah terlanjur melekat didalam diri kita. Misalnya, kita merasa terlalu tua untuk belajar hal-hal baru. Kita mudah menyerah kepada rintangan yang menyulitkan. Dan kita, tidak sanggup bangkit lagi setelah tersungkur dalam kegagalan. Kapok, kita. Ternyata sulit ya? Sudahlah jika begitu. Jika Anda bertemu dengan motivator tebaik, mungkin Anda akan mendapat nasihat. Tapi percayalah, nasihat itu akan berisi nilai-nilai lama yang dahulu pernah Anda miliki. Asahlah diri Anda dengan terus mempelajari hal baru! Jangan menyerah! Kalau terjatuh, bangkitlah! Sungguh, Anda tidak membutuhkan orang lain untuk mengatakannya kepada Anda. Karena semua itu adalah nilai lama yang ketika masih kecil sudah Anda miliki. Percayalah, sesuatu yang baru sering kita peroleh dari hal-hal lama yang selama ini kita tidak mendayagunakannya. Maka mari, kita menjadi manusia baru dengan mengembalikan nilai-nilai lama; yang dahulu pernah kita miliki. </p>
<p><strong>2. Merenung dalam sunyi ditengah keramaian</strong>. Diantara sorak sorai menjelang detik-detik pergantian tahun, ada beberapa orang yang memejamkan mata dengan tangan tengadah didepan dada. Seolah terisolasi dari bunyi terompet, dentum petasan, dan hingar bingar pesta kembang api; orang-orang ini menciptakan sunyi didalam batinnya.  Dia bertanya; “Adakah gerangan kedamaian dalam keramaian ini?” Dia mencari makna bagi dirinya sendiri atas semua hal yang terjadi disekitarnya. Ketika kebanyakan orang melampiaskan kegembiraan, orang ini menerobos lorong-lorong kehebohan dengan perenungan yang dalam. Apakah arti kegembiraan ini? Banyak hal yang tidak bisa kita temukan ketika batin kita diisi dengan hiruk pikuk. Sebaliknya, ketika batin kita diliputi sunyi, ada banyak suara yang bisa kita dengar. Ada banyak nasihat yang bisa kita dapat. Dan ada banyak jalan keluar yang bisa kita temukan. Tidak bolehkah kita bergembira? Sangat boleh. Namun, kita perlu belajar kepada orang-orang yang mampu menemukan hikmah dalam setiap kegembiraan yang dialami setiap hari. Yaitu orang-orang yang tidak terjebak oleh seremoni. Mereka yang setiap detik dalam hidupnya dibuat seperti perayaan. Karena orang-orang seperti itu, tidak hanya bergembira pada momen-momen yang dibuat oleh orang lain. Mereka melakukan perayaan pada setiap tarikan nafasnya. Mereka adalah orang yang memahami bahwa kegembiraan hidup tidak terletak pada kerlap kerlip cahaya atau dentum bunyi-bunyian. Melainkan dari kedamaian yang berhasil mereka ciptakan didalam hatinya. Dan mereka menemukan kedamaian itu, setiap kali merenung dalam sunyi, meski mereka berada di tengah keramaian hari-hari yang dilaluinya. </p>
<p style="visibility: visible"><object width="426" height="320" data="http://widget-7e.slide.com/widgets/slideticker.swf" type="application/x-shockwave-flash" style="width: 426px; height: 320px"><param value="http://widget-7e.slide.com/widgets/slideticker.swf" name="movie"></param><param value="high" name="quality"></param><param value="noscale" name="scale"></param><param value="l" name="salign"></param><param value="transparent" name="wmode"></param><param value="cy=ms&amp;il=1&amp;channel=3530822107904199294&amp;site=widget-7e.slide.com" name="flashvars"></param></object></p>
<p><strong>3. Memberi nilai tambah kepada apa yang sudah ada</strong>.  Perhatikanlah. Betapa banyak orang yang hanya bisa meniru orang lain. Bagus? Tentu bagus hingga tarap tertentu. Tapi tidak bagus untuk selamanya. Dunia membutuhkan pembaharuan terus menerus. Dan itu tidak akan terwujud jika kita lebih suka mengcopy apa yang orang lain lakukan. Apapun profesi Anda. Desainer? Trainer? Operator? Driver? Anda perlu selalu mengingat sebuah fakta yang melekat didalam diri kita, yaitu; kita diciptakan dengan keunikan masing-masing. Buat apa keunikan itu Tuhan hadiahkan  kepada setiap pribadi jika bukan untuk saling mengisi? Anda pasti bisa melakukan sesuatu yang saya atau orang lain tidak dapat melakukannya. Make it a reality. Maka Anda pasti bisa memberi nilai tambah kepada apa yang sudah ada disekeliling Anda. Ditengah begitu banyaknya orang yang bangga dengan apa yang dilakukannya sama persis seperti orang lain; carilah apa yang bisa Anda lakukan dari apa yang belum orang lain lakukan. Dunia memerlukan lebih dari sekedar orang yang bisa melakukannya sama seperti orang lain. Dunia, membutuhkan nilai tambah dari setiap individu yang menghuninya. Sayangnya, kita sering tidak percaya kepada diri kita sendiri bahwa kita bisa memberikan nilai tambah itu. “Semua sudah ada,” begitu kita berkilah. Maka kita mengira bahwa menciptakan sesuatu yang baru adalah sebuah kemustahilan. Kita juga sering terjebak dalam keinginan untuk serba mudah. Maka ketika meniru orang lain menjadi jalan termudah, kita enggan untuk mengeksplorasi keunikan diri kita sendiri. Ingatlah sahabat, bahwa keunikan ini kita dapat sebagai amanah dari Tuhan, agar kita bisa memberi nilai tambah kepada apa yang sudah ada.</p>
<p><strong>4. Memiliki keberanian untuk menerima tantangan baru</strong>.  Berani memasuki tahun baru? Oh, tentu. Makanya kita antusias sekali dengan perayaan tahun baru. Hujan rintik-rintik pun kita tembus agar bisa berpesta ditengah kemeriahan dan kemegahan. Nggak ada ngantuk. Tak ada rasa lelah. Kenapa? Karena kita memiliki antusiasme dan keberanian yang begitu tinggi untuk memasuki tahun baru. Berani menerima tantangan baru? Ehem. Entar dulu. Izinkan saya istirahat dulu. Masih ngantuk nih. Hey, wake up! Tahun baru itu bukan perayaan satu malam loh. Ada 365 hari di tahun baru yang kita rayakan itu. Dan selama hari-hari itu, hidup kita tidak pernah lepas dari tantangan yang baru.  Oh, betapa rindunya dunia kepada orang-orang yang kemarin antusias. Dimanakah mereka kini? Betapa indahnya suasana dikantor jika hari-harinya ditahun ini disinggahi oleh wajah-wajah yang sumeringah itu. Mana wajahnya yang kemarin indah itu? Bisakah engkau membawanya kekantor pagi ini? Bisakah engkau membagi keceriaan itu kepada teman-temanmu hari ini. Besok. Lusa dan sisa-sisa hari ditahun ini? Ini tantang baru untukmu ditahun baru loh. Sederhana saja, bukan? Anda ditantang untuk membawa segenap antusiasme, keceriaaan, dan kegembiraan yang telah Anda tunjukkan dimalam tahun baru itu ke kantor Anda selama tahun ini. Bisakah? Ayolah. Kemarin Anda bisa melakukannya. Maka Anda pasti bisa melakukannya juga dalam keseharian kerja dikantor Anda disepanjang tahun yang baru ini. Karena Anda, memiliki keberanian untuk menerima tantangan baru, bukan?</p>
<p><strong>5. Perbaharuilah yang didalam, bukan luarnya saja</strong>. Tahun baru. Heboh kita selalu. This is JaNEWary, my man! Ada sesuatu yang baru didalamnya. Bukan sekedar tanggalan yang baru. Tetapi sesuatu yang benar-benar signifikan tingkat kebaruannya. Kalau hanya tanggalannya doang mah, nggak terlalu banyak maknanya dong. Mungkin hanya tampak luar saja yang baru. Tetapi, bagian terdalam pada diri kita sama sekali tidak beranjak dari tingkatan yang sama seperti dulu. This is JaNEWary, my man! Dibagian dalamnya ada something NEW. Maka didalam diri kita, itulah seharusnya yang diutamakan untuk menjadi baru. Bukan bagian luarnya saja. Didalam diri kita, itulah yang seharusnya dipenuhi oleh sesuatu yang benar-benar baru. Mungkin semangat baru. Mungkin tekad baru. Mungkin rencana-rencana tindakan yang baru. Perayaan tahun baru kemarin itu tidak lebih dari sekedar cangkang. Terompet. Petasan. Dan kembang api. Hanya cangkang. Nggak melakukan itupun nggak akan menjadi kerugian besar bagi Anda. Percayalah, jika malam tahun baru kemarin Anda tidur pun; hidup Anda tidak akan terpengaruh banyak. Kenapa? Karena perayaan tahun baru itu memang hanya cangkang. Hanya ‘Ja’ dan ‘ary’. Perhatikan: ‘Ja’ dan ‘Ary’. Adakah kedua kata itu memiliki arti penting bagi Anda? Saya tidak. Tapi lihatlah jika didalamnya ada kata “NEW”. Tanpa ‘Ja’ dan ‘Ary’ sekalipun dia tetap memiliki arti ‘baru’. Kita bisa menjadi manusia baru tanpa tergantung kepada komponen lain, loh. Tapi tanpa ‘NEW’ itu? Hmmh. Tidak akan pernah ada hal baru dalam hidup kita. Seindah apapun lingkungan diluar diri kita – cangkang – kalau didalam diri kita tidak ada sesuatu yang ‘NEW’, kita tetap saja akan menjadi pribadi lama ditahun yang baru. Tetapi jika didalam diri kita sudah ada ‘NEW’ itu, maka kita bisa memberi makna kepada segala hal yang ada di sekita kita. So, perbaharuilah yang ada didalam diri kita. Bukan luarnya saja.</p>
<p>Setiap kali memasuki tahun baru, kita merasakan semangat yang begitu menggebu-gebu. Namun, beberapa hari sesudah itu; suasana tahun baru seolah sedemikian cepatnya menjadi layu. Itu terjadi karena kita tidak memiliki sesuatu yang benar-benar baru selain tanggalan baru. Kita, bisa melestarikan semangat dan nuansa baru itu selama 365 hari penuh jika dan hanya jika kita memiliki HAL BARU yang benar-benar layak untuk diperjuankan dalam hidup. Tanpa itu, tahun baru tidak memiliki makna apa-apa. Oleh karena itu, saya sudah memutuskan untuk menjadikan JaNEWary ini moment yang istimewa bagi saya pribadi. Karena di JaNEWary ini Insya Allah saya akan rilis buku terbaru saya “Natural Intelligence Leadership”. Dengannya saya siap untuk membuat 365 hari di 2012 ini terus menerus menjadi hari baru. Sekarang izinkan saya bertanya kepada Anda; hal baru apa yang sudah Anda rancang di JaNEWary ini?</p>
<p>Hore Hari Baru!<br />
DEKA &#8211; Dadang Kadarusman – 2 JaNEWary 2012<br />
Trainer of Natural Intelligence Leadership Training<br />
Penulis buku ”Natural Intelligence Leadership” (Tahap finishing di penerbit)<br />
<a href="http://www.twitter.com/dangkadarusman"><img src="http://twitter-badges.s3.amazonaws.com/follow_me-a.png" alt="Follow dangkadarusman on Twitter"/></a></p>
<p><strong>Catatan Kaki:</strong><br />
Tahun baru hanya akan menjadi milik mereka yang berhasil menjadikan dirinya sebagai pribadi yang baru.</p>
<p>Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya. </p>
<p><strong>Tentang In-house training:</strong> “<a href="http://www.dadangkadarusman.com/new-year-new-spirit-new-hope-topik-baru/" title="New Year – New Spirit – New Hope (Topik Baru!)" target="_blank">&#8220;<strong>ADAPTING to CHANGE</strong>&#8220;</a>. </p>
<p>Dalam pengamatan saya, banyak perusahaan yang mengalami kendala ketika mengimplementasikan rencana proses perubahan – Apakah perubahan itu terkait akuisisi, penerapan kebijakan, atau perubahan proses bisnis – karena kurangnya dukungan dari karyawan. Meskipun diatas kertas rencana perubahan sudah dibuat sedemikian baiknya, namun tanpa dukungan penuh dari karyawan rancangan perubahan itu tidak akan dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan. Jika perusahaan Anda sedang mencanangkan adanya perubahan, kami merekomendasikan program pelatihan “Adapting To Change“ yang kami rancang untuk membuka kesadaran karyawan agar bersedia mengikuti proses perubahan yang dicanangkan perusahaan. Standard program 1 hari, bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan spesifik perusahaan.</p>
<p>Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut silakan merujuk kepada file terlampir atau hubungi kami. Saya dapat dihubungi di 0812 19899 737 atau jika sedang tidak dapat menerima telepon Anda dapat berbicara dengan Ms. Vivi di 0812 1040 3327.</p>
<p><strong>Tentang Dadang Kadarusman</strong><br />
~ Spesialisasi training di bidang: NATURAL INTELLIGENCE dan penerapannya dalam LEADERSHIP, PERSONNEL DEVELOPMENT dan PERSONAL EXCELLENCE ~ (Phone: 0812 19899 737 – www.dadangkadarusman.com )</p>
<p>Sejak kuliah di Institut Teknologi Bandung saya memang senang berbicara diatas podium. Dan, sebagai seorang Trainer &#038; Public Speaker saya selalu mengingat TRAINING PERTAMA yang saya bawakan. Ketika itu, saya baru saja resign dari perusahaan multinasional terkemuka. Bagaimanapun juga, ini adalah pilihan hidup saya. Maka saya bertekad untuk kuat menghadapi apapun. Proses mendapatkan order training pertama itu bisa dibilang &#8216;mengerikan&#8217;. </p>
<p><em>&#8220;I wonder why my people reccommended you to speak in our forum.</em>&#8221; Itu adalah kalimat yang saya dengar ketika berhadapan dengan President Director sebuah perusahaan multinasional. Kalimat itu cukup menggetarkan hati saya. Sekarang saya berhadapan dengan pimpinan perusahaan yang sangat menentukan apakah saya jadi di hire untuk memberikan pelatihan kepemimpinan itu atau tidak. Kemudian, saya menunjukkan sebuah buku yang ditulis dalam bahasa Inggris kepada beliau. Dan saya katakan bahwa buku ini penulisnya adalah &#8216;orang yang sedang berada dihadapan Anda&#8217;. Sekarang saya boleh mengatakan bahwa saya termasuk diantara hanya sedikit saja trainer di Indonesia yang pernah menulis buku dalam bahasa Inggris. Dan itu menunjukkan komitmen keilmuan dan pelayanan saya pada bidang pelatihan. Menakjubkan; akhirnya saya mendapatkan kontrak itu. </p>
<p>Peserta training kami terdiri dari top management dimana Presiden Director dan President Commissioner juga hadir. Ini merupakan sebuah pertaruhan bagi saya. Bukan itu saja, peserta trainingnya juga terdiri dari berbagai macam latar belakang kebangsaan yang selain Indonesia juga ada expatriate dari Australia, New Zealand, Thailand, dan Jerman. Begitulah gambaran training yang pertama kali saya fasilitasi sebagai seorang Trainer Profesional. Bagaimana akhirnya training itu bisa berlangsung? Saya tidak akan menceritakan detailnya. Namun, setelah selesai sesi training itu Pak Presiden Direktur menyalami saya. Dan pada saat itu pula saya mendapatkan &#8216;mandat baru&#8217; untuk memberikan training kepada leader-leader di level lainnya di perusahaan itu. </p>
<p>Saya memiliki lebih banyak lagi pengalaman mengesankan, kisah mendebarkan, bahkan situasi mengerikan selama menjadi trainer. Dan saya percaya jika hal itu akan semakin meningkatkan kekayaan nilai dalam jiwa saya.</p>
<p>Hingga pertengahan tahun 2011 saya sudah menulis dan mempublikasikan lebih dari 1,000 artikel dan berbagai buku inspirasi. Sekarang saya sedang mempersiapkan buku terbaru berjudul NATURAL INTELLIGENCE LEADERSHIP yang direncanakan untuk hadir ke ruang publik pada bulan Januari 2012. Saya berupaya keras untuk melahirkan cara pandang baru dalam pemahaman terhadap kecerdasan dan karakter kepimpinan manusia melalui konsep Natural Intelligence. Semua itu saya lakukan agar bisa terus berbagi semangat seperti moto yang selalu saya dengungkan; &#8220;Mari Berbagi Semangat!&#8221;.</p>
<p>Sampai hari ini, saya merasakan bahwa menjadi trainer itu BUKANLAH PERKARA GAMPANG, khususnya bagi mereka yang menganggap bahwa setiap tarikan nafasnya adalah tahapan panjang sebuah proses pembelajaran. Ya, jadi trainer itu tidak gampang. Bahkan bagi seorang trainer yang sudah sangat berpengalaman. Sebab menjadi trainer bukanlah sekedar mendapatkan order-training, melainkan; bagaimana mempertanggungjawabkan amanah yang sudah diberikan untuk melakukan pelatihan kepada para peserta dengan dampak dan manfaat yang bermakna. Oleh karenanya, sampai sekarang saya masih ingin terus belajar. Sampai kapanpun, saya bertekad untuk terus belajar. Bersediakah Anda mengundang &#8216;trainer&#8217; yang sedang terus belajar ini? Hubungi saya di 0812 19899 737, atau Ms. Vivi di 0812 1040 3327.</p>
<p><marquee scrollamount="5" bgcolor="#e2e2e2"><font size="+1">Follow DEKA on Twitter @dangkadarusman </font></marquee></p>
<p>Gambar : www.all2need.com </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dadangkadarusman.com/2012/01/02/this-is-janewary-my-man/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jika Perusahaan Diakuisisi, Saya Mesti Gimana?</title>
		<link>http://www.dadangkadarusman.com/2011/12/27/jika-perusahaan-diakuisisi-saya-mesti-gimana/</link>
		<comments>http://www.dadangkadarusman.com/2011/12/27/jika-perusahaan-diakuisisi-saya-mesti-gimana/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 01:41:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dadang Kadarusman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Natural Intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[Personal Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dadangkadarusman.com/?p=2492</guid>
		<description><![CDATA[Buku saya berjudul &#8220;NATURAL INTELLIGENCE LEADERSHIP&#8221; akan terbit dalam beberapa hari ini. Siap-siap. Hore, Hari Baru! Teman-teman. Catatan Kepala: ”Bagi karyawan yang bagus, proses akuisisi tidak menimbulkan dampak apapun selain kesempatan untuk lebih berkembang. ” Ya, kalau perusahaan tempat saya &#8230; <a href="http://www.dadangkadarusman.com/2011/12/27/jika-perusahaan-diakuisisi-saya-mesti-gimana/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><marquee scrollamount="5" bgcolor="#e2e2e2"><font size="+1"> Buku saya berjudul &#8220;NATURAL INTELLIGENCE LEADERSHIP&#8221; akan terbit dalam beberapa hari ini. Siap-siap. </font></marquee></p>
<p><a href="http://www.dadangkadarusman.com/apps/wp-content/uploads/2011/12/Mergers-financesoftwareofnj.jpg"><img src="http://www.dadangkadarusman.com/apps/wp-content/uploads/2011/12/Mergers-financesoftwareofnj-300x225.jpg" alt="" title="Mergers-financesoftwareofnj" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-2494" /></a> Hore, Hari Baru! Teman-teman.</p>
<p><em><strong>Catatan Kepala:</strong> ”Bagi karyawan yang bagus, proses akuisisi tidak menimbulkan dampak apapun selain kesempatan untuk lebih berkembang. ” </em></p>
<p>Ya, kalau perusahaan tempat saya bekerja diakuisisi; saya mesti bagaimana? Bagi mereka yang belum pernah ikut dalam pusaran proses akuisisi atau merger, hal ini bisa menimbulkan kecemasan tersendiri. Tidak kurang menegangkannya pula bagi mereka yang pernah mengalaminya. Kekhawatiran sering terlihat lebih dominan daripada kegembiraan, khususnya dikalangan karyawan perusahaan yang ‘diakuisi’.   Kenyataannya, kekhawatiran itu sering terlampau dilebih-lebihkan sehingga dampak negatif dari proses akuisisi atau merger itu lebih banyak timbul karena hal-hal emosional atau lahir dari bentuk kecurigaan secara berlebihan. Tidak masalah, apakah saat ini sedang menghadapi proses akuisi atau tidak; kita perlu bersikap dan bertindak lebih konstruktif dalam menghadapi proses itu. Kenapa? Karena akuisisi, sudah dan akan menjadi trend baru dalam dunia bisnis kita. Bahkan…., Anda tidak tahu jika top management Anda mungkin sedang menegosiasikannya sekarang….. <span id="more-2492"></span></p>
<p>Setiap kali menghadiri upacara pernikahan (bukan pestanya, tapi upacaranya) saya selalu membayangkan bagaimana jika kelak saya harus menikahkan anak gadis saya dengan lelaki pilihannya. Konon, tak seorang Ayah pun bisa benar-benar menggambarkan perasaan hatinya ketika melepas putri tercintanya untuk menikah. Dalam pernikahan, dua keluarga menyatu seperti dua perusahaan yang merger. Tetapi, bagi ayah sang gadis; pernikahan itu lebih mirip seperti akuisisi. Tidak sama persis. Tetapi, sangat mirip sekali sehingga benaknya dipenuhi berjuta tanya; akankah lelaki itu memperlakukan anakku dengan santun? Bisakah anak kemarin sore itu membahagiakan gadis kecilku? Mampukah si bau kencur itu memberikan kecukupan materi? Bersediakah keluarga itu menjaga harga diri dan kehormatan putri tercintaku? Tidak sama persis. Tetapi, kira-kira berjuta pertanyaan serupa itulah yang memenuhi benak kita saat mengetahui perusahaan ini akan diakuisisi. Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar bertindak secara tepat ditengah proses akusisi, saya ajak memulainya dengan mempraktekkan 5 sudut pandang <a href="http://www.dadangkadarusman.com" title="Natural Intelligence" target="_blank">Natural Intelligence (NatIn)</a> berikut ini: </p>
<p><marquee scrollamount="5" bgcolor="#e2e2e2"><font size="+1"> Untuk bantuan in-house training dan pemberdayaan karyawan Anda, hubungi Ms. Vivi di 0812 1040 3327. </font></marquee>	</p>
<p><strong>1. Jauhilah pengaruh negatif dari lingkungan</strong>.  Hal paling mendasar yang perlu Anda lakukan dalam proses akuisisi adalah; menjauhi pengaruh negatif dari lingkungan disekitar Anda. Kenapa? Kebanyakan orang memandang buruk proses akuisisi, makanya mereka sering bersikap negatif terhadap gagasan sebagus apapun yang terkait akuisisi. Dan, biasa dong; mereka senang menarik teman-temannya untuk ikut bikin ribut. Waspadai itu. Proses akuisisi juga mungkin akan mengganggu kenyamanan orang-orang tertentu. Ada yang jabatannya turun. Ada yang otoritasnya diperkecil. Ada yang jalur cepatnya terhambat. Jika orang-orang yang terkena dampak ini tidak bersikap positif, biasanya ada saja ‘efek samping’ berupa perilaku ‘sulit bekerjasama’. Wajar? Wajar dong. Siapa yang akan berdiam diri jika kepentingan pribadinya terganggu. Siapapun berhak untuk memperjuangkannya. Yang tidak wajar adalah ketika ada usaha-usaha untuk menggalang kekuatan masa yang bisa dimanfaatkan oleh para ‘pemancing diair keruh’. Khusus untuk Anda; jauhilah semua pengaruh dan ajakan negatif dari siapapun. Dan sokonglah setiap langkah positif, ikut sertalah, dan berperan aktiflah dalam usaha-usaha yang positif dan konstruktif. </p>
<p><strong>2. Tentukan sendiri masa depanmu</strong>. Dalam proses akuisisi atau merger, pertanyaan umum ini berbunyi nyaring; akan menjadi seperti apakah masa depan saya di perusahaan nanti? Sejauh pengalaman dan pengamatan saya, merger atau akuisisi itu selalu berdampak positif kepada pekerja dengan 2 kualitas, yaitu; mereka yang berkinerja bagus, dan mereka yang kooperatif terhadap kebijakan yang diambil oleh managemen. Jadi kesimpulannya; setiap orang memiliki pilihannya sendiri untuk menentukan apakah proses akuisisi itu berdampak baik bagi dirinya atau malah berdampak buruk? Anda yang memenuhi dua criteria itu – berkinerja tinggi dan kooperatif – tidak perlu mengkhawatirkan apapun. Justru dengan dua kualitas yang Anda miliki itu, nilai Anda dimata management menjadi sangat tinggi. Banyak bukti bahwa karyawan di perusahaan yang ‘mengakuisisi’ pun malah tidak diberi peran signifikan. Justru orang-orang bagus dari perusahaan yang diakuisisi itu malah mendapatkan kepercayaan besar untuk memainkan peran yang lebih besar. So, jika Anda menghadapi proses akusisi, ubahlah pertanyaan “Akan menjadi seperti apakah masa depan saya di perusahaan nanti?” menjadi; “Apa yang bisa saya lakukan untuk membuat masa depan karir saya lebih baik setelah akuisisi ini?” Andalah yang menentukan masa depan karir Anda, bukan management perusahaan yang mengakuisisi.</p>
<p style="visibility: visible"><object width="426" height="320" data="http://widget-7e.slide.com/widgets/slideticker.swf" type="application/x-shockwave-flash" style="width: 426px; height: 320px"><param value="http://widget-7e.slide.com/widgets/slideticker.swf" name="movie"></param><param value="high" name="quality"></param><param value="noscale" name="scale"></param><param value="l" name="salign"></param><param value="transparent" name="wmode"></param><param value="cy=ms&amp;il=1&amp;channel=3530822107904199294&amp;site=widget-7e.slide.com" name="flashvars"></param></object></p>
<p><strong>3. Belajarlah beradaptasi dengan hal baru</strong>. Akuisisi selalu berarti hal baru. Hal ini tidak hanya berlaku bagi karyawan di perusahaan yang ‘diakuisisi’, melainkan juga karyawan di perusahaan yang ‘mengakuisisi’. Jangan kira hanya Anda yang terkena dampaknya. Mereka pun sama kok. Hal baru ini berlaku untuk seluruh elemen perusahaan sehingga tak seorang pun terbebas dari kemungkinan mendapatkan hal-hal baru. Oleh karena itu, kita harus belajar untuk beradaptasi dengan hal baru. Mungkin suasana kerjanya baru. Mungkin managemen baru. Mungkin tuntutan baru. Mungkin kebijakan baru. Bisa berupa hal baru apa saja. Bayangkan jika Anda tidak mampu beradaptasi dengan hal-hal baru itu; Anda akan tertinggal. Adaptasi. Itulah kata kunci yang selalu bisa kita andalkan. Tidak satupun kondisi lingkungan yang bisa mengalahkan orang-orang yang mampu beradaptasi. Karena orang-orang yang mampu beradaptasi selalu bisa menempatkan dirinya ‘sesuai’ dengan kondisi lingkungan tempat tinggalnya. Ini contoh nyata; seorang teman biasa datang telat ke kantor. Eh, tiba-tiba perusahaannya diakuisi perusahaan asing yang terkenal keras soal kedisiplinan. Selama ini, atasannya yang lebih muda tidak berani menegurnya. Setelah akuisisi itu, dia tidak berhadapan dengan atasan. Dia berhadapan dengan system absensi dan managemen kinerja yang tertata rapi. Bisakah Anda membayangkan apa yang akan terjadi pada orang itu jika tidak mau beradaptasi? Hmmh, makanya; belajarlah beradaptasi dengan hal baru. </p>
<p><strong>4. Lahirlah kembali sebagai pribadi baru</strong>. Akuisisi sering memberi kita kesempatan untuk terahir kembali sebagai pribadi baru. Kenapa? Karena begitu banyak hal yang selama ini tidak kita lakukan meskipun kita memiliki kesempatan. Oh ya? Iya. Mungkin selama ini kita tidak terlampau bersungguh-sungguh mengeksplorasi seluruh kapasitas diri yang kita miliki. Mungkin selama ini kita sudah terbawa arus lingkungan yang terbiasa berleha-leha. Mungkin selama ini, kita terlalu banyak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengembangkan diri. Akuisisi adalah momentum yang tepat bagi Anda untuk memulai tindakan-tindakan konstruktif yang jauuuuuuh lebih baik daripada yang biasanya Anda lakukan selama ini. Jika akuisisi itu menjadikan perusahaan Anda seolah terlahir kembali menjadi organisasi baru yang lebih besar, lebih kokoh, lebih bonafide; mengapa Anda tidak menjadikan momentum akuisisi itu sebagai titik permulaan dari proses tumbuh kembangnya pribadi Anda yang lebih terampil, lebih rajin, lebih berdisiplin, lebih berdedikasi, sehingga Anda bisa menjadi seorang profesional yang juga jauuuuuuuh lebih baik dari kebanyakan karyawan lainnya. Anda, bisa menggunakan proses akuisisi itu sebagai momentum untuk terlahir kembali sebagai pribadi baru.</p>
<p><strong>5. Jadilah pribadi yang layak dinilai tinggi</strong>. Banyak orang yang selama ini merasa kurang diapresiasi. Ketahuilah bahwa dalam setiap proses akuisi selalu ada sebuah assessment yang ‘pasti’ dilakukan oleh perusahaan yang mengakuisisi. Tahukah Anda apa itu? Itu adalah assessment terhadap ‘sumber daya manusia’. Banyak akuisisi yang yang mensyaratkan agar karyawan dipertahankan, entah seluruhnya atau hanya sebagian. Sebagai bagian dari negosiasi, perusahaan yang mengakuisisi akan mengabulkannya dengan satu syarat; karyawan memenuhi criteria standar minimal mereka. Maka ketahuilah juga bahwa sejak hari pertama proses akusisi itu berlangsung; perusahaan yang mengakuisisi memantau secara ketat setiap individu yang berada dalam organisasi itu. Supaya gampang, saya pesankan; ingatlah 2 hal yang saya jelaskan dalam poin #2 diatas. Anda masih mengingatnya? Ya – kinerja tinggi dan kooperatif. Fokuslah kepada 2 hal itu. Perbaiki kinerja Anda melalui proses kerja yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Tunjukkan bahwa Anda benar-benar memiliki kemauan untuk bekerja dengan sebaik-baiknya. Dan tunjukkanlah bahwa Anda bersedia bersikap kooperatif dengan perusahaan. Percayalah, jika dalam dua aspek itu Anda bagus, maka Anda akan mendapatkan penilaian yang tinggi. Dan Anda, akan baik-baik saja.</p>
<p>Diakui atau tidak, proses akuisisi selalu melahirkan kecemasan khususnya bagi mereka yang berada pada posisi diakuisisi. Sekarang, izinkan saya untuk mengatakan kepada Anda bahwa akuisisi adalah sebuah kata yang berarti ‘terbukanya ribuan bahkan jutaan kesempatan’. Tidak ada yang perlu Anda cemaskan selama Anda bisa menempatkan diri dan menunjukkan kemampuan yang tinggi. Tidak ada yang perlu Anda khawatirkan jika Anda bersikap koperatif sambil terus menerus menunjukkan kualitas kerja yang berkelas. Karena bagi mereka yang memiliki kualitas kelas atas itu; akuisisi tidak menimbulkan dampak apapun selain kebaikan. So, sekarang Anda sudah tahu apa yang harus dilakukan ketika perusahaan Anda diakuisisi. Bisa?</p>
<p>Mari Berbagi Semangat!<br />
DEKA &#8211; Dadang Kadarusman – 27 Desember 2011<br />
Trainer of Natural Intelligence Leadership Training<br />
Penulis buku ”Natural Intelligence Leadership” (Sedang dicetak di penerbit)<br />
<a href="http://www.twitter.com/dangkadarusman"><img src="http://twitter-badges.s3.amazonaws.com/follow_me-a.png" alt="Follow dangkadarusman on Twitter"/></a></p>
<p><strong>Catatan Kaki:</strong><br />
Akuisisi selalu berdampak positif bagi orang-orang yang berkinerja tinggi dan bersikap kooperatif</p>
<p>Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya. </p>
<p><strong>Tentang In-house training: <a href="http://www.dadangkadarusman.com/new-year-new-spirit-new-hope-topik-baru/" title="New Year – New Spirit – New Hope (Topik Baru!)" target="_blank">&#8220;<strong>ADAPTING to CHANGE</strong>&#8220;</a>. </strong><br />
Dalam pengamatan saya, banyak perusahaan yang mengalami kendala ketika mengimplementasikan rencana proses perubahan – Apakah perubahan itu terkait akuisisi, penerapan kebijakan, atau perubahan proses bisnis – karena kurangnya dukungan dari karyawan. Meskipun diatas kertas rencana perubahan sudah dibuat sedemikian baiknya, namun tanpa dukungan penuh dari karyawan rancangan perubahan itu tidak akan dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan. Jika perusahaan Anda sedang mencanangkan adanya perubahan, kami merekomendasikan program pelatihan “<strong><a href="http://www.dadangkadarusman.com/new-year-new-spirit-new-hope-topik-baru/" title="New Year – New Spirit – New Hope (Topik Baru!)" target="_blank">&#8220;<strong>ADAPTING to CHANGE</strong>&#8220;</a>. </strong>” yang kami rancang untuk membuka kesadaran karyawan agar bersedia mengikuti proses perubahan yang dicanangkan perusahaan. Standard program 1 hari, bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan spesifik perusahaan.</p>
<p>Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut silakan merujuk kepada file terlampir atau hubungi kami. Saya dapat dihubungi di 0812 19899 737 atau jika sedang tidak dapat menerima telepon Anda dapat berbicara dengan Ms. Vivi di 0812 1040 3327.</p>
<p><strong>Tentang Dadang Kadarusman</strong><br />
~ Spesialisasi training di bidang: NATURAL INTELLIGENCE dan penerapannya dalam LEADERSHIP, PERSONNEL DEVELOPMENT dan PERSONAL EXCELLENCE ~ (Phone: 0812 19899 737 – www.dadangkadarusman.com )</p>
<p>Sejak kuliah di Institut Teknologi Bandung saya memang senang berbicara diatas podium. Dan, sebagai seorang Trainer &#038; Public Speaker saya selalu mengingat TRAINING PERTAMA yang saya bawakan. Ketika itu, saya baru saja resign dari perusahaan multinasional terkemuka. Bagaimanapun juga, ini adalah pilihan hidup saya. Maka saya bertekad untuk kuat menghadapi apapun. Proses mendapatkan order training pertama itu bisa dibilang &#8216;mengerikan&#8217;. </p>
<p>&#8220;<em>I wonder why my people reccommended you to speak in our forum</em>.&#8221; Itu adalah kalimat yang saya dengar ketika berhadapan dengan President Director sebuah perusahaan multinasional. Kalimat itu cukup menggetarkan hati saya. Sekarang saya berhadapan dengan pimpinan perusahaan yang sangat menentukan apakah saya jadi di hire untuk memberikan pelatihan kepemimpinan itu atau tidak. Kemudian, saya menunjukkan sebuah buku yang ditulis dalam bahasa Inggris kepada beliau. Dan saya katakan bahwa buku ini penulisnya adalah &#8216;orang yang sedang berada dihadapan Anda&#8217;. Sekarang saya boleh mengatakan bahwa saya termasuk diantara hanya sedikit saja trainer di Indonesia yang pernah menulis buku dalam bahasa Inggris. Dan itu menunjukkan komitmen keilmuan dan pelayanan saya pada bidang pelatihan. Menakjubkan; akhirnya saya mendapatkan kontrak itu. </p>
<p>Peserta training kami terdiri dari top management dimana Presiden Director dan President Commissioner juga hadir. Ini merupakan sebuah pertaruhan bagi saya. Bukan itu saja, peserta trainingnya juga terdiri dari berbagai macam latar belakang kebangsaan yang selain Indonesia juga ada expatriate dari Australia, New Zealand, Thailand, dan Jerman. Begitulah gambaran training yang pertama kali saya fasilitasi sebagai seorang Trainer Profesional. Bagaimana akhirnya training itu bisa berlangsung? Saya tidak akan menceritakan detailnya. Namun, setelah selesai sesi training itu Pak Presiden Direktur menyalami saya. Dan pada saat itu pula saya mendapatkan &#8216;mandat baru&#8217; untuk memberikan training kepada leader-leader di level lainnya di perusahaan itu. </p>
<p>Saya memiliki lebih banyak lagi pengalaman mengesankan, kisah mendebarkan, bahkan situasi mengerikan selama menjadi trainer. Dan saya percaya jika hal itu akan semakin meningkatkan kekayaan nilai dalam jiwa saya.</p>
<p>Hingga pertengahan tahun 2011 saya sudah menulis dan mempublikasikan lebih dari 1,000 artikel dan berbagai buku inspirasi. Sekarang saya sedang mempersiapkan buku terbaru berjudul NATURAL INTELLIGENCE LEADERSHIP yang direncanakan untuk hadir ke ruang publik pada bulan Januari 2012. Saya berupaya keras untuk melahirkan cara pandang baru dalam pemahaman terhadap kecerdasan dan karakter kepimpinan manusia melalui konsep Natural Intelligence. Semua itu saya lakukan agar bisa terus berbagi semangat seperti moto yang selalu saya dengungkan; &#8220;Mari Berbagi Semangat!&#8221;.</p>
<p>Sampai hari ini, saya merasakan bahwa menjadi trainer itu BUKANLAH PERKARA GAMPANG, khususnya bagi mereka yang menganggap bahwa setiap tarikan nafasnya adalah tahapan panjang sebuah proses pembelajaran. Ya, jadi trainer itu tidak gampang. Bahkan bagi seorang trainer yang sudah sangat berpengalaman. Sebab menjadi trainer bukanlah sekedar mendapatkan order-training, melainkan; bagaimana mempertanggungjawabkan amanah yang sudah diberikan untuk melakukan pelatihan kepada para peserta dengan dampak dan manfaat yang bermakna. Oleh karenanya, sampai sekarang saya masih ingin terus belajar. Sampai kapanpun, saya bertekad untuk terus belajar. Bersediakah Anda mengundang &#8216;trainer&#8217; yang sedang terus belajar ini? Hubungi saya di 0812 19899 737, atau Ms. Vivi di 0812 1040 3327.</p>
<p><marquee scrollamount="5" bgcolor="#e2e2e2"><font size="+1">Follow DEKA on Twitter @dangkadarusman </font></marquee></p>
<p>Gambar :  www.financesoftwareofj.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dadangkadarusman.com/2011/12/27/jika-perusahaan-diakuisisi-saya-mesti-gimana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

