<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Dapur Otak Atik</title><description>Blog Tentang Keluarga,Pendidikan, Kritik Sosial Dan Informasi</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><pubDate>Sat, 4 Apr 2026 23:53:50 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">92</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://enekwaesun.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Blog Tentang Keluarga,Pendidikan, Kritik Sosial Dan Informasi</itunes:subtitle><itunes:category text="Technology"><itunes:category text="Software How-To"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Pertolongan Pertama Saat Si Kecil Masuk Angin</title><link>http://enekwaesun.blogspot.com/2012/11/pertolongan-pertama-saat-si-kecil-masuk.html</link><category>obat anak</category><category>pengobatan masuk angin</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 13 Nov 2012 15:54:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6904068492818515900.post-1127927317785192080</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5jwiB505mXQSj3yZO6hIFoOfT_Ad9XHdnMl3B2UoDUM6-8z4DFXtBMhgqb5YfdGwGylM0fjzWYsRt6iD0laxK2PtSLrW4ESjs_4mnBPRtnnqCSkgEawcL912iEy7dzDncaG1z5h37r5ra/s1600/byi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5jwiB505mXQSj3yZO6hIFoOfT_Ad9XHdnMl3B2UoDUM6-8z4DFXtBMhgqb5YfdGwGylM0fjzWYsRt6iD0laxK2PtSLrW4ESjs_4mnBPRtnnqCSkgEawcL912iEy7dzDncaG1z5h37r5ra/s200/byi.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Masuk Angin adalah sesuatu yang biasa dialami oleh anak-anak. Gejala yang muncul biasanya perut kembung, badan panas,ingin muntah, hingga rasa malas untuk makan. Selain itu biasanya anak-anak akan sedikit rewel dengan menangis atau merengek.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bila anak-anak sudah bisa berbicara, maka tentu tidak terlalu sulit untuk mendeteksinya. Karena mereka akan mengatakan apa yang mereka rasakan kepada sang ibu atau ayah. Yang sulit adalah pada anak-anak yang masih dibawah satu tahun. Karena banyak diantara mereka yang belum mampu untuk menyampaikan apa yang mereka rasakan dalam kata-kata. Maka dari itu tentu orang tua mesti cermat dan paham dengan perubahan yang terjadi pada anak-anak kita. Khususnya ketika mereka masuk angin.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bagi mereka para orang tua muda, biasanya akan sedikit panik bila si kecil masuk angin. Terlebih lagi bila si kecil masuk angin di malam hari. &amp;nbsp;Karena akan sedikit sulit untuk mendapatkan tempat pengobatan yang masih buka.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebenarnya tak perlu panik. Karena kita bisa mengambil tindakan pertolongan pertama yang cukup manjur untuk mengobati masuk angin pada anak. Yang kita lakukan adalah ambillah beberapa siung bawang merah. Kemudian tumbuk atau pukul biar lembut. Kemudian berilah minyak kayu putih secukupnya. Kemudian oleskan kebagian perut, dada atau punggung si kecil. Insya Allah masuk angin si kecil akan sembuh.Dan biasanya panas tubuh mereka akan menurun sebagai tanda bahwa masuk angin yang mereka rasakan telah reda.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tentu ini hanyalah pengobatan yang bersifat cepat , sementara dan alami saja. Bila si kecil tidak kunjung sembuh maka segera bawa ke dokter. Untuk menghindari hal-hal yang tidak inginkan.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5jwiB505mXQSj3yZO6hIFoOfT_Ad9XHdnMl3B2UoDUM6-8z4DFXtBMhgqb5YfdGwGylM0fjzWYsRt6iD0laxK2PtSLrW4ESjs_4mnBPRtnnqCSkgEawcL912iEy7dzDncaG1z5h37r5ra/s72-c/byi.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Keuntungan Bahasa Inggris Diajarkan Di Sekolah Dasar</title><link>http://enekwaesun.blogspot.com/2012/10/keuntungan-bahasa-inggris-diajarkan-di.html</link><category>bahasa Inggris sd</category><category>Pendidikan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 23 Oct 2012 05:13:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6904068492818515900.post-7852765811152047151</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi73NB6xfdhUp3MWr8l1f1zOSH3575rDG3s7iM-A_y_09BfllJccwy8uzrHlgU5yrpaHE60gvTrq2Gxqj3iL-A5wKPSB08aBlYZA1N7H1oswKApP8yk1BPSKeOXTNeb8VaxuJRpoJ0IKwXU/s1600/sd+inggrs.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi73NB6xfdhUp3MWr8l1f1zOSH3575rDG3s7iM-A_y_09BfllJccwy8uzrHlgU5yrpaHE60gvTrq2Gxqj3iL-A5wKPSB08aBlYZA1N7H1oswKApP8yk1BPSKeOXTNeb8VaxuJRpoJ0IKwXU/s1600/sd+inggrs.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Rencana Kementerian Pendidikan Nasional untuk menghapus mata pelajaran bahasa Inggris di jenjang sekolah dasar mengundang banyak perhatian dari masyarakat. Hal ini tentu wajar karena kebijakan tersebut dianggap blunder. Banyak masyarakat yang dalam ini diwakili oleh pihak orang tua maupun pihak sekolah yang menyayangkan kebijakan tersebut. Mereka menganggap kebijakan tersebut kurang tepat di era modern &amp;nbsp; seperti sekarang ini.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Siapapun tentu maklum dan sepakat bahwa bahasa Inggris menjadi sesuatu yang dianggap penting dan menunjang dalam proses kemajuan pendidikan dan karir seseorang. Karena itu tentu akan sangat tepat bila bahasa Inggris sudah mulai diajarkan sejak usia dini. Selain ini akan memudahkan mereka di jenjang pendidikan berikutnya, mereka juga akan menjadi lebih mampu beradaptasi dengan materi serta segala sesuatu yang menuntut kemampuan berbahasa Inggris mereka. Misalnya saja ketika mereka menggunakan teknologi seperti handphone, komputer, internet maupun peralatan teknologi lainnya. Sehingga bahasa Inggris &amp;nbsp;dirasakan bukan lagi sebagai beban namun sebagai kebutuhan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ada beberapa keuntungan yang diperoleh ketika bahasa Inggris diberikan pada sekolah dasar:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Yang pertama, bagi para guru tentu akan merasa diuntungkan ketika mereka para siswa memasuki jenjang SMP. Karena para guru tidak perlu lagi memulai dari nol atau dasar dalam memberikan &amp;nbsp;materi bahasa Inggris di jenjang tersebut. Hal ini tentu penting mengingat bahasa Inggris merupakan salah satu dari mata pelajaran yang diujikan pada Ujian Nasional (UN). Sehingga ketika anak-anak tidak mengerti sama sekali dengan materi bahasa Inggris, tentu akan sangat menyulitkan para guru terlebih untuk bisa menghasilkan lulusan dengan nilai hasil ujian nasional yang baik. Selain itu pada mereka para guru yang mengajar di sekolah RSBI / SBI ( sekolah berstandar Internasional) tentu akan kesulitan memberikan pemahaman materi yang diajarkan kepada para siswa ketika mereka tidak memahami bahasa Inggris dengan baik. Wajar karena para guru diharuskan menggunakan bilingual dalam penyampaian materi mereka. dan salah satunya adalah menggunakan komunikasi dalam bahasa Inggris. Oleh karenanya akan sangat membantu baik guru maupun siswa jika mereka sudah memiliki kemampuan berbahasa Inggris minimal pasif.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Keuntungan yang kedua adalah bagi para siswa itu sendiri. Ketika mereka telah diperkenalkan dengan materi bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar (SD), maka mereka akan siap bersaing dan merasa percaya diri ketika mereka akan memasuki sekolah yang memiliki kualitas yang baik di jenjang SMP. Hal ini tentu penting karena saat ini pemerintah telah membuka sekolah dengan standar internasional. Ini berarti mereka para siswa harus siap dengan penerapan pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan &amp;nbsp;menggunakan konsep bilingual. Maka bisa dibayangkan betapa sulitnya para siswa untuk beradaptasi dengan proses KBM yang menggunakan konsep bilingual. karena mereka tidak memahami bahasa Inggris. Selain itu tentu mereka akan diuntungkan dengan konsep pembelajaran yang menggunakan teknologi pada KBM mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan keuntungan berikutnya tentu akan dirasakan oleh para orang tua. Mereka akan merasa siap jika anak-anak mereka yang memiliki kemampuan akademik yang baik ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan &amp;nbsp;yang lebih tinggi. Paling tidak kemampuan bahasa Inggris yang sudah mereka kenal sejak usia dini dapat membantu mereka untuk beradaptasi dengan materi-materi yang menggunakan bahasa asing. Dan tentu bisa membantu bila mereka diberikan kesempatan untuk dapat melanjutkan pendidikan ke negara lain seperti Amerika, Australia, Inggris, Mesir dsb.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Maka sangat wajar bila kebijakan untuk menghapus pelajaran bahasa Inggris mendapat respon yang negatif dari beberapa pihak. Karena mereka menganggap kebijakan tersebut bertentangan dengan kondisi yang ada dan dialami oleh para siswa, sekolah serta orang tua itu sendiri. Maka alangkah lebih bijaknya jika pemerintah yang dalam hal ini diwakili oleh Kementerian Pendidikan Nasional meninjau kembali kebijakan yang akan diterapkan pada kurikulum pendidikan mulai tahun 2013. Sehingga semua pihak mendapat nilai kebaikan dan bukan sebaliknya. Mendapatkan kerugian dari hasil kebijakan yang dirasa tergesa-gesa dan &amp;nbsp;sering dipaksakan.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi73NB6xfdhUp3MWr8l1f1zOSH3575rDG3s7iM-A_y_09BfllJccwy8uzrHlgU5yrpaHE60gvTrq2Gxqj3iL-A5wKPSB08aBlYZA1N7H1oswKApP8yk1BPSKeOXTNeb8VaxuJRpoJ0IKwXU/s72-c/sd+inggrs.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hasil PLPG 2012 Propinsi Lampung dan Verifikasi Data</title><link>http://enekwaesun.blogspot.com/2012/10/hasil-plpg-2012-propinsi-lampung-dan.html</link><category>Kelulusan PLPG</category><category>tunjangan sertifikasi guru</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 22 Oct 2012 03:25:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6904068492818515900.post-699275671970943817</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQb_5WPYnuOaPXIjE3cTCazBPlGQuui9f9cPSA3lY6kLrzVoG6Co3G-1GE3WHta-mcWNbKVLM8kSYV_zvGmrI1xRmXdJXvRsZf_qWZgufwsHqhOe9umGshlr_2Jv6W9awoX5XDF36MAL9u/s1600/lihat+plpg.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQb_5WPYnuOaPXIjE3cTCazBPlGQuui9f9cPSA3lY6kLrzVoG6Co3G-1GE3WHta-mcWNbKVLM8kSYV_zvGmrI1xRmXdJXvRsZf_qWZgufwsHqhOe9umGshlr_2Jv6W9awoX5XDF36MAL9u/s1600/lihat+plpg.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selamat kepada para guru yang telah lulus pada proses tahapan sertifikasi tahun 2012. Walaupun masih membutuhkan waktu dan proses berikutnya, paling tidak hati sudah merasa gembira ketika nama kita termasuk kedalam mereka yang telah lulus pada proses pemberkasan hingga &amp;nbsp;PLPG.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebagaimana kita ketahui bahwa saat ini pemerintah mulai memperketat proses pelaksanaan sertifikasi bagi guru. Hal ini sudah diperketat sejak proses pemberkasan. Karena setelah mereka lulus pada tahap verifikasi berkas maka mereka harus lulus Ujian Kompetensi Awal (UKA). Dan yang berikutnya adalah lulus pada proses PLPG. Maka ketika proses awal tersebut telah selesai, mereka tinggal menunggu proses pencairan tunjangan sertifikasi yang dijanjikan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bagi para guru yang ingin mengetahui hasil PLPG 2012 Propinsi Lampung dan persyaratan apa saja yang harus dipenuhi dapat langsung melihat atau mendownload ke sumber resminya di&amp;nbsp;&lt;a href="http://fkip.unila.ac.id/" target="_blank"&gt;http://fkip.unila.ac.id/&lt;/a&gt;.&amp;nbsp;Dan semoga bagi mereka yang belum terpanggil pada tahun ini dapat segera menyusul di tahun 2013. Amin&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQb_5WPYnuOaPXIjE3cTCazBPlGQuui9f9cPSA3lY6kLrzVoG6Co3G-1GE3WHta-mcWNbKVLM8kSYV_zvGmrI1xRmXdJXvRsZf_qWZgufwsHqhOe9umGshlr_2Jv6W9awoX5XDF36MAL9u/s72-c/lihat+plpg.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Susahnya Mendapatkan Tunjangan Sertifikasi Guru</title><link>http://enekwaesun.blogspot.com/2012/10/susahnya-mendapatkan-tunjangan.html</link><category>tunjangan sertifikasi guru</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 20 Oct 2012 21:03:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6904068492818515900.post-2128223473900785974</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUABEZ1Csx0nd9Ba7z7zzFCDN6k-PE1mwDaOF87DQ3uCKsDJz5mY_GRkS236WszRndSTMZFbMBCOncbXXGlIrfiml5tAhvETqcLw2qeRwlkiaWL4tR5N2_oqqE1WfW3kj5eCBw_R4Asc2G/s1600/sertikasiduit.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUABEZ1Csx0nd9Ba7z7zzFCDN6k-PE1mwDaOF87DQ3uCKsDJz5mY_GRkS236WszRndSTMZFbMBCOncbXXGlIrfiml5tAhvETqcLw2qeRwlkiaWL4tR5N2_oqqE1WfW3kj5eCBw_R4Asc2G/s1600/sertikasiduit.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bagi masyarakat umum, program sertifikasi dianggap sebagai "&lt;i&gt;uang nemu&lt;/i&gt;" yang didapatkan oleh para guru. Penghasilan yang dianggap sebagai uang cuma-cuma untuk para guru. Hal ini tentu wajar karena mereka menganggap program ini menjadikan guru memiliki penghasilan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Sehingga banyak masyarakat yang menganggap betapa mudah dan enaknya menjadi guru. Kerja sedikit namun bayaran berlipat. Sehingga tak sedikit yang ingin beralih profesi menjadi tenaga guru.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Terlepas dari semua anggapan tersebut, sesungguhnya ada begitu banyak kesulitan dan kerja keras untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi tersebut. Karena disana ada banyak persyaratan yang harus dilaksanakan oleh guru yang ingin mendapatkan tunjangan tersebut. Dimulai dari proses pendaftaran sertifikasi sampai proses untuk mendapatkan tunjangan tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada proses awal guru harus memenuhi persyaratan seperti Ijazah S1, masa kerja, hingga usia. Setelah itu mereka harus bisa lulus pada tes Ujian Kompetensi Awal (UKA). Setelah mereka lulus UKA, mereka harus mengikuti proses PLPG dan lulus pada Ujian Akhir. Dan setelah mendapatkan sertifikat sertifikasi guru masih memiliki kewajiban harus mengajar minimal 24 jam per minggu untuk bisa mencairkan tunjangan mereka. Dan apabila kewajiban itu tidak terpenuhi maka mereka belum bisa menikmati tunjangan tersebut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Barangkali proses untuk bisa mendapatkan sertifikat sertifikasi tidak terlalu sulit bagi sebagian orang. Karena hal itu bisa didapat selama mereka mau dan mampu melewati proses-proses tersebut. Ada banyak kebijakan dan kemudahan disana. Akan tetapi kesulitan yang paling berat adalah kewajiban untuk mengajar minimal 24 jam per minggu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Saat ini pemerintah tengah menerapkan Kebijakan Lima Menteri mengenai pemerataan guru di seluruh Indonesia. Dampak yang terasa di sebagian daerah adalah kesulitan untuk mendapatkan 24 jam. Hal ini disebabkan oleh karena banyaknya guru yang berebut untuk mendapatkan kewajiban mengajar 24 jam per &amp;nbsp;minggu. Sehingga tak sedikit yang menyebabkan ketidak harmonisan antar guru. Disamping itu terjadi saling cemburu antara guru yang belum bisa bersertifikasi karena persyaratan yang kurang dengan mereka yang sudah bersertikikasi. Maka yang terjadi adalah adanya sebagian guru yang telah bersertifikasi tetapi tidak bisa mencairkan tunjangan mereka. Dan bukan bagaimana mempersiapkan materi dan menguasainya dengan baik namun bagaimana berebut mendapatkan jam mengajar tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sudah semestinya pemerintah selaku penggulir kebijakan sertifikasi untuk menata ulang kembali kebijakan tunjangan sertifikasi bagi guru. karena masih ada begitu banyak kelemahan dan kecurangan yang terjadi di sana. Seandainya hal ini tidak segera dibenahi, maka dikhawatirkan akan berdampak buruk bagi para guru, siswa serta institusi tempat mereka mengajar. Dan tujuan utama dari kebijakan sertifikasi justru tidak sesuai dengan yang diharapkan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUABEZ1Csx0nd9Ba7z7zzFCDN6k-PE1mwDaOF87DQ3uCKsDJz5mY_GRkS236WszRndSTMZFbMBCOncbXXGlIrfiml5tAhvETqcLw2qeRwlkiaWL4tR5N2_oqqE1WfW3kj5eCBw_R4Asc2G/s72-c/sertikasiduit.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mau Dibawa Kemana Pendidikan Kita</title><link>http://enekwaesun.blogspot.com/2012/10/mau-dibawa-kemana-pendidikan-kita.html</link><category>Pendidikan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 15 Oct 2012 10:22:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6904068492818515900.post-246077660311376218</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkybssKLCfVer-3qub0L4wrxqZ0ZrZbi1eba81XiQVTwEz1OQI6cdD0fekm0V6m83RQTAiftdIthj7hTc4M9mAHxSMxOvtPrQ7KWi2hRLi3B9e3YL2TvPKAWGipdvbR5tcBJxF7ppnBkl7/s1600/imagesppp.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkybssKLCfVer-3qub0L4wrxqZ0ZrZbi1eba81XiQVTwEz1OQI6cdD0fekm0V6m83RQTAiftdIthj7hTc4M9mAHxSMxOvtPrQ7KWi2hRLi3B9e3YL2TvPKAWGipdvbR5tcBJxF7ppnBkl7/s1600/imagesppp.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sedih rasanya melihat perkembangan pendidikan di negeri kita saat ini. Bagi mereka yang tidak terlibat secara langsung dalam dunia pendidikan, barangkali akan merasakan kebanggaan dengan perkembangan pendidikan kita saat ini. Namun bagi mereka yang terlibat dan tahu persis dengan perkembangan yang terjadi &amp;nbsp; &amp;nbsp;maka akan merasakan keprihatinan yang mendalam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ada beberapa alasan yang menjadi dasar mengapa muncul perasaan sedih tersebut. Yang pertama adalah benar bahwa pemerintah telah banyak membangun sarana dan prasarana yang diperlukan dalam proses pendidikan. Baik dari jenjang pendidikan dasar hingga ke jenjang perguruan tinggi. Begitu pula dengan peningkatan kualitas guru-guru yang telah ada. Akan tetapi semua itu tidak dibarengi dengan hasil output yang diharapkan. Banyak diantara para peserta didik yang justru berperilaku selayaknya merek yang tidak mendapatkan pendidikan. Maraknya tawuran, perilaku sex bebas dikalangan pelajar, penyalahgunaan narkoba, serta tindakan amoral lainnya adalah bukti nyata bahwa pendidikan belum mampu menghasilkan output yang sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam visi-misi di setiap sekolah. Hal ini disebabkan oleh kurang tepatnya kurikulum yang diterapkan di dunia pendidikan kita saat ini. Pemerintah terkesan begitu buru-buru dalam menerapkan kebijakan mereka. Tanpa terlebih dahulu membuat kajian yang matang akan tepat tidaknya kebijakan mereka. Selain itu pihak sekolah sebagai pelaksana utama jarang dilibatkan dalam proses pembuatan kebijakan tersebut. Maka yang terjadi adalah ketimpangan yang diinginkan dengan yang terjadi di dunia nyata.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Yang Kedua adalah kurangnya kesiapan masyarakat, peserta didik serta pihak sekolah dalam menjalankan kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah. Misalnya saja kebijakan Ujian Nasional, Sertifikasi guru atau perubahan kurikulum. Yang terjadi adalah adanya tindakan yang kurang terpuji dari masyarakat, peserta didik serta sekolah dalam melaksanakan kebijakan yang diterapkan tersebut. Sehingga muncullah kecurangan nilai hasil ujian siswa atau manipulasi data pada proses sertifikasi guru.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Entahlah sesungguhnya niat awal pendidikan adalah untuk menciptakan output yang baik dari sisi kecerdasan &amp;nbsp; akal hingga kecerdasan hati. Akan tetapi ketika nilai-nilai kejujuran semakin lenyap maka hal ini rasanya sulit untuk terwujud. Ditambah dengan masuknya kepentingan tertentu dalam pengambilan kebijakan semakin membuat pendidikan di negeri ini makin terjerumus dalam jurang kehancuran.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkybssKLCfVer-3qub0L4wrxqZ0ZrZbi1eba81XiQVTwEz1OQI6cdD0fekm0V6m83RQTAiftdIthj7hTc4M9mAHxSMxOvtPrQ7KWi2hRLi3B9e3YL2TvPKAWGipdvbR5tcBJxF7ppnBkl7/s72-c/imagesppp.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mengapa Peserta PLPG Stress?</title><link>http://enekwaesun.blogspot.com/2012/07/mengapa-peserta-plpg-stress.html</link><category>PLPG</category><category>stress ikut  PLPG</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 9 Jul 2012 16:27:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6904068492818515900.post-2033096993044049197</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuDgpEWPc4-M4h1MIvTcdz6iorq467bC2Fzx6ydSR4i4IK2jemam1NS-mtjgKmpwanE8AICUpi3Zul_XZA0ElMXqZUxFd_6FnG3NXNFESL8ZSQjM5Aw9pxN03s2LY7SV5HRKK2mos8qdnU/s1600/plpg2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuDgpEWPc4-M4h1MIvTcdz6iorq467bC2Fzx6ydSR4i4IK2jemam1NS-mtjgKmpwanE8AICUpi3Zul_XZA0ElMXqZUxFd_6FnG3NXNFESL8ZSQjM5Aw9pxN03s2LY7SV5HRKK2mos8qdnU/s200/plpg2.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bagi sebagian orang mengikuti PLPG adalah hal yang menyenangkan. Karena sesungguhnya disana para peserta akan mendapatkan banyak sekali ilmu tentang bagaimana menjadi guru yang profesional. Disamping itu, mereka dapat berbagi ilmu dan pengalaman dengan peserta lain yang berasal dari sekolah atau daerah yang berbeda. Sehingga akan banyak sekali manfaat yang diperoleh dengan mengikuti PLPG. Apalagi itu menjadi prasyarat untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sayangnya semua itu tidak dirasakan oleh semua peserta yang ikut dalam kegiatan PLPG. Karena Tak sedikit pula dari para peserta tersebut yang merasa stress dan begitu tertekan saat mereka mengikuti PLPG. Banyak diantara peserta yang langsung masuk rumah sakit karena stress, atau bahkan sampai ada yang meninggal di saat mengikuti PLPG. Sehingga ada peserta yang mengundurkan diri dari keikutsertaan mereka dalam PLPG karena faktor stress atau faktor ketakutan untuk mengikuti proses kegiatan dalam PLPG.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: white;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Ada beberapa faktor yang menjadi alasan mengapa hal-hal tersebut bisa terjadi. Namun faktor yang paling utama adalah &amp;nbsp; ketidaksiapan peserta dengan proses yang harus mereka lakukan pada kegiatan PLPG. Dan kegiatan yang paling menakutkan adalah saat mereka harus melakukan kegiatan peer teaching. Banyak diantara para peserta yang tidak siap, tidak percaya diri , atau tidak berani untuk maju menjadi guru bagi peserta lain. Padahal kegiatan tersebut seharusnya bukan menjadi masalah bagi semua peserta PLPG. Karena itu merupakan tugas dan kewajiban yang harus mereka jalankan di sekolah mereka masing-masing. Sehingga seharusnya bukan menjadi hal yang baru lagi. Selain itu panitia PLPG telah memberikan informasi tentang apa yang harus mereka persiapkan sebelum mengikuti PLPG. Khususnya materi dan perlengkapan dalam mengajar.Sehingga mereka akan bisa lulus PLPG.&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tentu hal tersebut menjadi pertanyaan besar. Mengapa peserta sampai stress hingga mengundurkan diri?. Karena itu berarti ada yang salah pada peserta yang merasa stress atau mengundurkan diri. Karena bisa diambil kesimpulan bahwa selama ini mereka tidak mengajar sesuai dengan yang seharusnya. Atau bisa dikatakan bahwa selama ini banyak guru yang mengajar asal-asalan saja. Sehingga saat mereka dituntut untuk mengajar yang benar, mereka merasa tidak siap karena tidak menjalankan tugas guru yang semestinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bukan hal yang rahasia lagi bahwa banyak para guru yang mengajar tidak sesuai dengan kurikulum yang semestinya. Begitu pula dengan praktek yang biasa mereka lakukan saat mengajar. Masih banyak guru yang mencari tambahan penghasilan diluar sekolah sehingga mereka tidak masuk kelas. Atau mengajar tanpa menggunakan rambu-rambu yang ditentukan. Apalagi kalau dituntut menggunakan teknologi. Masih banyak yang buta dan belum melek dengan teknologi sebagai media untuk membantu dalam proses mengajar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sesungguhnya sertifikasi menjadi media untuk menuntut para guru menjadi orang-orang yang profesional pada bidang mereka. Sehingga wajar saat pemerintah memberikan tambahan tunjangan sertifikasi sebagai penghargaan akan apa yang telah mereka jalankan selama ini. Sehingga dengan kewajiban untuk memperoleh sertifikat sertifikasi bagi para guru yang menginginkan tunjangan sertifikasi, menjadi motivasi bagi para guru untuk membuktikan bahwa memang mereka telah layak untuk mendapatkan tunjangan tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuDgpEWPc4-M4h1MIvTcdz6iorq467bC2Fzx6ydSR4i4IK2jemam1NS-mtjgKmpwanE8AICUpi3Zul_XZA0ElMXqZUxFd_6FnG3NXNFESL8ZSQjM5Aw9pxN03s2LY7SV5HRKK2mos8qdnU/s72-c/plpg2.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Kebiasaan Menakuti Anak Dan Dampak Negatifnya</title><link>http://enekwaesun.blogspot.com/2012/06/kebiasaan-menakuti-anak-dan-dampak.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 11 Jun 2012 21:24:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6904068492818515900.post-3388359371505757041</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6g5Lnr7tuMvxAsjQrMFqbCtKS46pHmRztklni3O39-0ZMGM7YytnKYHmBkTErWPqUbF6pHXvNGNZNenr0LTEDouKWTptIhsAXprreME1t-l7CKDOZk0H05K_0c7gox03OifBMOJMp_6Nq/s1600/menakuti+anak.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6g5Lnr7tuMvxAsjQrMFqbCtKS46pHmRztklni3O39-0ZMGM7YytnKYHmBkTErWPqUbF6pHXvNGNZNenr0LTEDouKWTptIhsAXprreME1t-l7CKDOZk0H05K_0c7gox03OifBMOJMp_6Nq/s1600/menakuti+anak.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Setiap kita tentu masih ingat apa yang orang tua kita lakukan untuk mencegah kita dari tindakan yang tidak diinginkan oleh orang tua kita. Salah satu cara yang efektif adalah dengan menakuti kita dengan sesuatu yang dianggap &amp;nbsp;menyeramkan dan menakutkan. Misalnya saja mengatakan, "awas nanti ada hantu kalau menangis terus". Atau dengan mengatakan,"awas nanti ada orang gila kalau keluar rumah". Atau barangkali dengan mengatakan, " awas nanti ada tikus besar kalau tidak mau bobok". Atau mungkin kalimat-kalimat lain yang biasa digunakan untuk mencegah anaknya untuk tidak menangis, pergi, atau minta sesuatu.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bisa dikatakan cara ini memang cukup efektif untuk meredam keinginan anak-anak agar tidak melakukan hal yang tidak berkenan bagi orang tua mereka. Karena banyak diantara anak-anak tersebut yang memang mau menuruti apa yang dikehendaki oleh orang tua mereka. Terlebih lagi jika sang orang tua menambahkan bumbu-bumbu cerita yang semakin membuat anak takut dan percaya akan kata-kata orang tua mereka. Sehingga kebiasaan untuk menakut-nakuti anak menjadi kerap dilakukan oleh orang tua sebagai senjata andalan para orang tua tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tidak ada yang salah sebenarnya pada tujuan awal dari apa yang mereka lakukan pada anak mereka. Karena bagaimanapun ada sesuatu yang bisa dijadikan media untuk mencegah anak-anak dari &amp;nbsp;tindakan yang dianggap kurang baik dan dapat mengganggu mereka sendiri dan orang lain. Terlebih lagi bila tindakan tersebut sudah mendekati hal-hal yang akan membahayakan anak-anak itu sendiri. Maka di sinilah orang tua perlu mencari cara yang paling efektif untuk menghindarkan anak mereka dari segala sesuatu yang dianggap kurang baik dan membahayakan. Sehingga baik si anak maupun orang tua akan merasa nyaman dan aman.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Namun demikian, sesungguhnya ada dampak buruk yang terjadi pada proses perkembangan mental anak-anak &amp;nbsp;akibat kebiasaan tersebut. Pada anak-anak yang terbiasa di takut-takuti dengan sesuatu yang menyeramkan seperti hantu, binatang buas, orang gila, dsb, maka mereka menjadi anak yang penakut. Hal itu wajar karena hal-hal yang seram selalu disugestikan pada pikiran mereka. Sehingga pada situasi apapun mereka menjadi takut meskipun berada pada situasi yang aman. Yang lebih buruk lagi adalah adanya sugesti yang sangat kuat bahwa sesuatu yang boleh mereka lakukan menjadi sesuatu yang mereka hindari dan takuti. Misalnya takut untuk tidur sendirian padahal mereka sudah semestinya tidur sendiri. Atau menjadi phobia pada binatang tertentu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tentu kondisi yang demikian akan menjadi sesuatu yang merepotkan dan mempersulit orang tua itu sendiri. Sehingga terpaksa mereka mesti membangun kembali sugesti yang positif untuk menggantikan sugesti negatif yang selama ini dibiasakan untuk menakuti anak-anak. Maka alangkah bijaknya jika orang tua mulai mengubah kebiasaan menakuti anak-anak mereka dengan sesuatu yang dianggap menyeramkan. Sehingga sang anak tidak tumbuh dengan sugesti pikiran yang kurang baik. Yang akan mengganggu proses pertumbuhan mental mereka. Akan lebih baik jika orang tua meluangkan sedikit waktu dan kesabaran untuk memberikan penjelasan sederhana kepada anak mereka akan tindakan sang anak yang kurang baik. Sehingga anak-anak juga mulai memahami kenapa mereka dilarang untuk melakukan hal-hal tersebut. Dan ketakutan akan sesuatu merupakan sesuatu yang alami dan sewajarnya saja. Dan tujuan utama berupa terciptanya kenyamanan dan keamanan bagi anak-anak, anggota keluarga lain dan orang tua dapat tercapai dengan baik.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6g5Lnr7tuMvxAsjQrMFqbCtKS46pHmRztklni3O39-0ZMGM7YytnKYHmBkTErWPqUbF6pHXvNGNZNenr0LTEDouKWTptIhsAXprreME1t-l7CKDOZk0H05K_0c7gox03OifBMOJMp_6Nq/s72-c/menakuti+anak.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Adakah Manfaat Konflik Dalam Keluarga?</title><link>http://enekwaesun.blogspot.com/2012/06/adakah-manfaat-konflik-dalam-keluarga.html</link><category>manfaat konflik keluarga</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 9 Jun 2012 08:43:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6904068492818515900.post-3564811225103953432</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgW2QNo-NjDQ9ZL8617ZfWcQmdqJvBuiuJ2oqG5sWhwpRHjTK_JA7Y_l2DoSDJd_g3XXa5jBrHI5hkcBOsft2LlaZOxPRJT3Jf1BiwAp5cnbTah4uwzvuDK2OLIBCl_LqzcUNsl_I_1Pxcf/s1600/konflik+klrga.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgW2QNo-NjDQ9ZL8617ZfWcQmdqJvBuiuJ2oqG5sWhwpRHjTK_JA7Y_l2DoSDJd_g3XXa5jBrHI5hkcBOsft2LlaZOxPRJT3Jf1BiwAp5cnbTah4uwzvuDK2OLIBCl_LqzcUNsl_I_1Pxcf/s200/konflik+klrga.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Konflik dalam keluarga merupakan hal yang umum dialami oleh pasangan dalam sebuah keluarga. Hal ini biasanya terjadi setelah masing-masing pihak mulai memahami kelebihan serta kekurangan yang dahulu belum atau tidak terlihat saat menjalin hubungan. Maka bagi mereka yang sudah lama membangun dan menjalani proses berumah tangga, pasti tidak akan kaget bila menemui konflik dalam kehidupan rumah tangga mereka. Yang terpenting adalah konflik yang ada hendaknya masih sebatas konflik kecil. Andai sampai mengalami konflik yang besar, maka yang diharapkan adalah masih adanya kemampuan dan kemauan untuk menyelesaikan konflik yang ada.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sesungguhnya, ada hal positif yang bisa menjadikan hubungan keluarga menjadi lebih harmonis dengan adanya konflik yang terjadi. Tentu setelah konflik berhasil diselesaikan oleh kedua belah pihak. Karena bagaimanapun, konflik yang muncul dapat menghindarkan kehidupan keluarga dari kebosanan. Hal ini bisa saja terjadi karena setiap manusia diberikan sifat alami untuk menemukan dan merasakan sesuatu yang berbeda dan berubah. Sehingga tatkala mereka mengalami proses yang statis, akan terasa membosankan. Dan yang terjadi adalah perasaan untuk mencari sesuatu yang baru. Dan bisa jadi menciptakan konflik adalah salah satu bentuk ekspresi untuk menghindari kebosanan dalam menjalani proses berumah tangga. Atau bisa dikatakan bahwa konflik dalam keluarga adalah bumbu pedas untuk menambah nikmat rasa dan selera makan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Disamping itu, konflik dapat meningkatkan kesadaran bahwa kita membutuhkan orang lain. Misalnya ketika kita sedang putus komunikasi dengan pasangan tentu ada sesuatu yang terasa hilang. Sehingga kita merasa bahwa bagaimanapun suasana emosional hati, namun kita harus menyadari bahwa kita membutuhkan kelebihan dari pasangan kita. Dan bagaimanapun situasi konflik, tak ada salahnya jika kita tidak menutup nilai-nilai positif yang dimiliki oleh pasangan kita. Sehingga yang ada bukanlah kekurangannya saja, melainkan penilaian yang berimbang terhadap pasangan kita ketika terjadi konflik.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Maka tak perlu rasanya untuk memperpanjang proses konflik dalam keluarga jika memang kedua belah pihak saling menyadari kebutuhan masing-masing akan pasangan kita. &amp;nbsp;Selain itu tak perlu merasa gengsi atau segan untuk mengakhiri konflik yang terjadi. Sehingga konflik tidak melebar dan berimbas ke anggota keluarga yang lain. Dan justru yang terjadi adalah adanya peningkatan kualitas keharmonisan hubungan keluarga setelah terjadinya konflik.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgW2QNo-NjDQ9ZL8617ZfWcQmdqJvBuiuJ2oqG5sWhwpRHjTK_JA7Y_l2DoSDJd_g3XXa5jBrHI5hkcBOsft2LlaZOxPRJT3Jf1BiwAp5cnbTah4uwzvuDK2OLIBCl_LqzcUNsl_I_1Pxcf/s72-c/konflik+klrga.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ketika Wartawan Bodong Menjadi Momok Bagi Sekolah</title><link>http://enekwaesun.blogspot.com/2012/06/ketika-wartawan-bodong-menjadi-momok.html</link><category>wartawan bodong di sekolah</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 5 Jun 2012 01:53:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6904068492818515900.post-6261160489673646095</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjT_0MsnP62AbQ7phVgE1vwxCK2KZu_pogmRpiFx1Vcnp2mt71VD1ymaNQyrokzP4ayi6VNv1bGWw0pIg0VFGInztDlberiTQcgd3gEZAqLxNUB63oaj1G96ZKF6Bh3oRJsM9ptyQpYwAn/s1600/wartwn+bdrek.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjT_0MsnP62AbQ7phVgE1vwxCK2KZu_pogmRpiFx1Vcnp2mt71VD1ymaNQyrokzP4ayi6VNv1bGWw0pIg0VFGInztDlberiTQcgd3gEZAqLxNUB63oaj1G96ZKF6Bh3oRJsM9ptyQpYwAn/s200/wartwn+bdrek.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selayaknya wartawan adalah seseorang yang dihargai karena kerja kerasnya dalam memberikan informasi. Terutama karena wartawan seharusnya adalah sosok yang dianggap mampu sebagai penyeimbang akan beredarnya informasi yang keluar masuk di masyarakat kita. Hal ini penting karena bagaimanapun kita tidak akan mampu &amp;nbsp;untuk meneliti keakuratan berita dan informasi yang didapat. Khususnya mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia pemerintah kita.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dengan adanya wartawan disekitar kita, maka mereka akan mampu untuk memberikan informasi yang cepat, cermat serta dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga tidak ada pihak yang berbuat sewenang-wenang di masyarakat kita. Wajar karena ketika ada hal-hal yang kurang berkenan yang menyangkut akan birokrasi dan kepentingan masyarakat banyak maka informasi yang ada hendaknya sesuai dengan yang ada.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sayangnya, ada pihak atau oknum yang memanfaatkan peran wartawan untuk kepentingan pribadi. Banyak kita dapati saat ini wartawan yang sebenarnya tidak layak untuk menjadi wartawan. Mereka hanya menjadi wartawan karena adanya unsur kedekatan dan kekuatan dengan pihak-pihak yang juga memanfaatkan keadaan ini. Maka yang terjadi adalah maraknya para wartawan gadungan atau bodong yang bergerilya ke semua lini pemerintahan. Dan yang termasuk menjadi ladang uang mereka adalah bergerilya ke dunia pendidikan atau sekolah-sekolah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Banyak sekali keresahan yang muncul sebenarnya akibat ulah mereka. Mereka yang merasakan akan adanya tekanan dari wartawan gadungan tersebut adalah mereka yang berurusan dengan masalah dana. Bisa kepala sekolah, bendahara atau bisa juga para guru. Tentu yang dicari adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan bantuan pembangunan sekolah, beasiswa murid, BOS, dan segala sesuatu yang mengandung unsur uang.Tak jarang para kepala sekolah &amp;nbsp;atau bendahara mesti sembunyi-sembunyi atau takut untuk pulang ke rumah mereka. Mengingat mereka akan menjadi sasaran para wartawan bodong tersebut. Dan kalau sudah demikian bisa dipastikan urusan sekolah bisa sedikit terganggu tentunya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Yang lebih memprihatinkan &amp;nbsp;adalah ulah para wartawan gadungan tersebut yang menggunakan nama pejabat, pers, atau nama sebuah organisasi untuk memperkuat dan mempermulus usaha mereka. Dan anehnya mereka hanya datang ke sekolah dan pulang saat diberi amplop berisi sejumlah uang. Selain itu banyak diantara para wartawan tersebut yang tidak menggunakan etika baik sebagai insan pers sesuai UU Pers dan juga kode etik seorang wartawan. Sehingga terkadang jauh dari sosok yang beretika dan berakhlak baik. Maka bagaimanakah mereka akan mampu memperbaiki keadaan terjadi di masyarakat jika mereka para wartawan tersebut tidak memiliki etika yang baik. Maka ketika kondisi ini tidak diperbaiki dan diperhatikan, tentu dapat sangat merugikan dunia pendidikan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjT_0MsnP62AbQ7phVgE1vwxCK2KZu_pogmRpiFx1Vcnp2mt71VD1ymaNQyrokzP4ayi6VNv1bGWw0pIg0VFGInztDlberiTQcgd3gEZAqLxNUB63oaj1G96ZKF6Bh3oRJsM9ptyQpYwAn/s72-c/wartwn+bdrek.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Yang Membuat Kesal Saat Mengantre</title><link>http://enekwaesun.blogspot.com/2012/05/yang-membuat-kesal-saat-mengantre.html</link><category>Antrian</category><category>emosi mengantre</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 26 May 2012 21:20:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6904068492818515900.post-710483718208208814</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAgISV82XlwBjbyUQXbGXp7-YIhZ3LKHJv7EPF_6dLb0qfO1l0NJWmnrjm4C6bGx3qY4bxRot_E5_Oxy0FU_gR1Aw3Vx75FVW6zNp697W17aYC6CX7Ip9rSAryY9BVtrRW0ZYYdxIXJMTH/s1600/ngantri.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAgISV82XlwBjbyUQXbGXp7-YIhZ3LKHJv7EPF_6dLb0qfO1l0NJWmnrjm4C6bGx3qY4bxRot_E5_Oxy0FU_gR1Aw3Vx75FVW6zNp697W17aYC6CX7Ip9rSAryY9BVtrRW0ZYYdxIXJMTH/s200/ngantri.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mengantre merupakan pemandangan yang biasa kita temukan saat ini. Pemandangan ini bukan lagi sesuatu yang aneh kita lihat baik di kota besar maupun kota kecil. Terlebih lagi pada fasilitas yang menjadi sarana utama bagi kepentingan masyarakat. Maka tak heran jika antrian bisa sampai panjang mengular. Dan bisa &amp;nbsp;memakan waktu yang sampai berjam-jam dan begitu melelahkan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bagi mereka yang ingin kebutuhan dan keperluannya selesai, tentu tak akan ambil pusing untuk masuk dalam sebuah antrean. Karena yang terpenting adalah urusan mereka dapat segera terselesaikan dengan baik. Apalagi kalau biaya yang dikeluarkan memang relatif lebih kecil dibanding bila menggunakan jasa orang lain. &amp;nbsp;Maka tak heran bila mereka rela untuk menghabiskan tenaga, waktu, bahkan kesabaran meskipun harus terjebak dalam antrean yang begitu melelahkan. Namun demikian biasanya ada saja hal-hal yang membuat hati menjadi kesal dan kecewa &amp;nbsp;saat mengantre. Berikut ini adalah hal-hal yang bisa memicunya :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Petugas yang tidak ramah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mengantre tentu akan menjadi lebih mengesalkan bila petugas atau pegawai yang memberikan pelayanan tidak begitu ramah. Hal ini sering sekali kita jumpai di tempat pelayanan pemerintah. Terlebih bila pelayanan terhambat oleh mereka yang tidak mengerti aturan yang berlaku. Sehingga kesalahan kerap sekali muncul dan tentu membuat kesal para petugas pelayanan. Dan tak jarang kita yang tidak tahu menahu ikut mendapatkan imbas kemarahan mereka para petugas pelayanan. Padahal kesalahan itu bisa disebabkan oleh tidak adanya informasi prosedur yang jelas dan tertulis.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Saatnya istirahat atau tutup ketika giliran kita tiba&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tentu hal yang sangat mengecewakan dan mengesalkan ketika tiba giliran kita bertepatan dengan waktu istirahat atau bahkan tutup. Padahal kita telah lama menunggu antrean. Dan sialnya lagi kita mesti menunggu minimal satu jam padahal kita memiliki keperluan lain. Terlebih lagi &amp;nbsp;tidak ada kebijakan dari petugas atau pegawai pelayanan untuk mendahulukan giliran kita.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Saat giliran kita barang habis&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Biasanya kejadian ini kita rasakan ketika kita membeli barang. Misalnya saja saat kita mengantre bensin di SPBU. Ketika kita telah lama mengantre dan tiba giliran kita, saat itu juga persediaan bahan bakar habis. Tentu begitu kesal dan kecewa kita dibuatnya. Atau mungkin ketika kita mengantre untuk membeli barang dengan harga murah. Ketika tiba giliran kita barang yang akan kita beli telah habis. Tetapi &amp;nbsp;tidak ada yang dapat kita perbuat selain menyesali nasib kita.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Ada seseorang yang berbuat curang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebenarnya setiap kita tentu akan sabar dan rela menunggu dalam antrean. Sayangnya kita sering mendapati seseorang yang tidak mengikuti aturan dan budaya yang ada. Misalnya tiba-tiba saja nyelonong meminta didahulukan gilirannya karena adanya hubungan persaudaraan dengan petugas pelayanan. Atau bisa juga karena seseorang tersebut memiliki jabatan tertentu semisal anggota POLRI atau TNI. Tentu hal yang demikian dianggap curang karena muncul ketidak adilan. Selain itu hal-hal yang demikian sering memicu emosi dan keributan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebenarnya bukan permasalahan mengantre yang banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Namun hendaknya budaya yang dirasa sudah menjadi umum ini dilakukan oleh semua pihak tanpa membedakan status sosial. Sehingga semua bisa merasakan suka dukanya secara bersama-sama-. Karena hal ini tentu memiliki nilai yang positif untuk mengenal dan mempererat hubungan yang belum terjalin. Selain itu hendaknya pemerintah atau mereka yang memiliki wewenang segera mengatasi masalah ini. Terlebih lagi pada sarana tempat masyarakat memenuhi kewajibannya. Sehingga tidak muncul persepsi ketika ingin memenuhi kewajiban saja masih harus bersusah payah apa lagi bila ingin memperoleh &amp;nbsp;hak kita sebagai warga negara.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAgISV82XlwBjbyUQXbGXp7-YIhZ3LKHJv7EPF_6dLb0qfO1l0NJWmnrjm4C6bGx3qY4bxRot_E5_Oxy0FU_gR1Aw3Vx75FVW6zNp697W17aYC6CX7Ip9rSAryY9BVtrRW0ZYYdxIXJMTH/s72-c/ngantri.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tips Lulus PLPG</title><link>http://enekwaesun.blogspot.com/2012/05/tips-lulus-plpg.html</link><category>Kelulusan PLPG</category><category>PLPG</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 25 May 2012 17:20:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6904068492818515900.post-3852659723418452970</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7jAN2_B0QaPj6ZO_YO-IBHQTwuVjuqw4h7py6eCGxu2kicc5zdWJPd7bmKu0nquv2f2dVQvxOcrGFK_VTzHKKGTAUFv5lESMnNmPAIG3KSuRvmpCbWOOMHpDYBpRMArQD2XdiP_itx1DH/s1600/plpg.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="133" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7jAN2_B0QaPj6ZO_YO-IBHQTwuVjuqw4h7py6eCGxu2kicc5zdWJPd7bmKu0nquv2f2dVQvxOcrGFK_VTzHKKGTAUFv5lESMnNmPAIG3KSuRvmpCbWOOMHpDYBpRMArQD2XdiP_itx1DH/s200/plpg.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Saat ini PLPG menjadi pilihan utama bagi para guru yang ingin mendapatkan sertifikat sertifikasi. Hal ini dianggap jauh lebih menguntungkan dan juga lebih aman untuk menghindari praktek kecurangan dari pada mereka yang memilih jalur portopolio. Keuntungan yang bisa didapatkan oleh para guru peserta PLPG adalah ilmu dan pengalaman baru yang mereka dapatkan selama mengikuti PLPG. Karena disana mereka akan diberikan berbagai macam metode pembelajaran serta hal-hal yang berkaitan dengan dunia pendidikan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Namun demikian ada sebagian guru yang merasa khawatir dengan PLPG. Hal ini dirasakan terutama bagi mereka para guru yang telah berusia tua. Wajar karena tentu kemampuan fisik serta berfikir sedikit menurun. Sementara kegiatan yang wajib diikuti selama proses PLPG begitu padat. Tak heran banyak diantara para peserta yang mengalami sakit atau pun stress karena banyaknya tugas yang harus mereka kerjakan. Belum lagi jadwal materi yang begitu padat selama 9 hari.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebenarnya PLPG tidak lagi seberat di awal tahun pertama dilaksanakannya. Ada &amp;nbsp;beberapa hal yang lebih memudahkan peserta. Misalnya tidak ada lagi pemberian materi pada malam hari, pembuatan tugas yang sederhana dan kemudahan lainnya. Berikut ini adalah tips agar lulus PLPG :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Persiapkan perangkat dan hal-hal yang berkaitan dengan pembelajaran&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Usahakanlah untuk membuat perangkat pembelajaran seperti RPP, media pembelajaran, analisis ulangan, kertas folio serta PTK. Selain itu tentu kita perlu mempersiapkan dan membawa segala sesuatu yang berhubungan dengan pembelajaran seperti buku ajar, kurikulum, buku catatan, dan alat tulis. Semua itu penting agar ketika kita diberikan tugas, kita telah memiliki contoh yang bisa kita salin. Sehingga pembuatan tugas tidak lagi memakan waktu lama karena kita tinggal menyalinnya saja. Hal ini penting terutama bagi guru yang telah berusia di atas 50 tahun.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Ikuti peraturan dan kewajiban yang ada selama proses PLPG&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selama mengikuti PLPG tentu ada aturan dan kewajiban yang harus dilakukan dan dipenuhi oleh para peserta.&amp;nbsp;Dan biasanya aturan dan kewajiban yang harus dipenuhi adalah mengenai kehadiran, pengumpulan tugas, partisipasi dalam tugas kelompok, serta tentu tidak melakukan tindakan yang buruk.&amp;nbsp;Umumnya pelanggaran akan aturan bisa menyebabkan peserta tidak lulus. Oleh karena itu ikutilah semua aturan dan kewajiban secara maksimal.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Bekerjasamalah dengan peserta lain dan jangan egois&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Diakhir-akhir proses PLPG, para peserta diharuskan untuk melakukan praktek mengajar. Tentu ada perasaan yang berbeda saat kita mengajar di depan siswa dengan saat mengajar di depan guru-guru dan tutor. Wajar karena tentu kita dituntut untuk dapat melaksanakan teori pembelajaran yang diajarkan saat PLPG secara langsung. Di sanalah akan terlihat kekurangan kita. Oleh karena itu tentu dibutuhkan kerjasama dengan peserta lain yang bertugas sebagai murid. Diskusikanlah mengenai apa yang sebaiknya dilakukan oleh kita sebagai guru dan peserta lain sebagai murid selama proses micro teaching. Tak perlu egois dengan menonjolkan kemampuan dan keunggulan kita didepan peserta lain. Karena bagaimanapun tentu ada diantara peserta PLPG yang memiliki kemampuan yang kurang. Sehingga perlu bantuan dari peserta lain. Karena tujuan yang dituntut adalah agar semua peserta PLPG dapat lulus 100%.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Buatlah semua tugas secara maksimal&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Salah satu hal perlu dipenuhi oleh semua peserta adalah pembuatan tugas secara tertulis. Biasanya tugas tersebut adalah membuat RPP, PTK, atau pembuatan tes. Usahakanlah untuk membuat semua tugas tertulis tersebut secara maksimal. Tak perlu memikirkan bagus atau jelek &amp;nbsp;tugas kita. Yang penting kita membuat dan mengumpulkan tugas tersebut. Begitu pula saat membuat tugas PTK. Buatlah yang mampu kita buat sesuai dengan waktu yang disediakan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sesungguhnya PLPG bukanlah momok yang harus ditakuti oleh para guru. Karena tujuan utama PLPG adalah untuk memberikan ilmu dan pengalaman yang bermutu kepada para guru. Pemerintah berharap bahwa PLPG akan &amp;nbsp;membuat kemampuan para guru meningkat dan berkembang dalam pelaksanaan proses belajar mengajar. Terutama bagi mereka yang telah lulus mengikuti PLPG. Dan kesejahteraan yang lebih baik &amp;nbsp;dapat dirasakan oleh para guru tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7jAN2_B0QaPj6ZO_YO-IBHQTwuVjuqw4h7py6eCGxu2kicc5zdWJPd7bmKu0nquv2f2dVQvxOcrGFK_VTzHKKGTAUFv5lESMnNmPAIG3KSuRvmpCbWOOMHpDYBpRMArQD2XdiP_itx1DH/s72-c/plpg.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Seberapa Pantas Merayakan Kelulusan Ujian Nasional Saat Ini?</title><link>http://enekwaesun.blogspot.com/2012/05/seberapa-pantas-merayakan-kelulusan.html</link><category>Perayaan Kelulusan</category><category>Ujian Nasional</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 23 May 2012 10:09:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6904068492818515900.post-810714553960874404</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicOxGju8IUij970auuatwX1YCFEp_HikLyPxxCdvSciz0SiRKvaPzMC228CMeXePuAWUkk47OS-RT5xqvSROauDCU93nS8_fktCuATG2KL5MV7i7Q5hr_WIWIceUTvTKaozjFc4CpoTeZ3/s1600/lulus+UN.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicOxGju8IUij970auuatwX1YCFEp_HikLyPxxCdvSciz0SiRKvaPzMC228CMeXePuAWUkk47OS-RT5xqvSROauDCU93nS8_fktCuATG2KL5MV7i7Q5hr_WIWIceUTvTKaozjFc4CpoTeZ3/s200/lulus+UN.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Perayaan kelulusan merupakan hal yang menjadi tradisi pada mereka yang telah menyelesaikan &amp;nbsp;ujian nasional. Biasanya perayaan ini dirayakan secara bersama-sama oleh para siswa setelah pengumuman kelulusan diumumkan. &amp;nbsp;Tentu saja hal ini dilakukan sebagai rasa suka cita atas keberhasilan yang mereka dapatkan. Wajar saja karena sekian lama para siswa tersebut harus berjuang dan belajar dengan giat agar bisa lulus Ujian Nasional. Hal yang memang tidak mudah untuk dilakukan terlebih pada mereka yang terbatas kemampuannya. Maka tentu ada begitu perasaan gembira saat mereka berhasil lulus Ujian Nasional.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ada beberapa ekspresi emosional yang diluapkan sebagai bentuk perayaan kelulusan. Ada yang merayakannya dengan sujud syukur bersama-sama, makan bersama, berlari-lari dilingkungan sekolah, mencoret-coret baju seragam, hingga melakukan konvoi kendaraan dijalan raya. Namun tak sedikit pula yang melakukan perayaan dalam bentuk kegiatan yang negatif. Banyak diantara para siswa tersebut yang merayakan kelulusan dengan minum-minuman keras, mengkonsumsi narkoba, mengganggu ketertiban umum dan hal-hal negatif lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sesungguhnya sah-sah saja perayaan itu dilakukan sejauh masih tidak keluar dari predikat yang mereka sandang sebagai seorang siswa yang terpelajar. Karena bagaimanapun setiap kita tentu pernah merasakan suka cita itu. Namun bila perayaan yang dilakukan sudah berlebihan dan mengganggu orang lain, tentu perlu di berikan peringatan, dicegah atau bahkan diberikan hukuman. Terlebih apabila kegiatan yang mereka lakukan dapat membahayakan orang lain.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bila kita mau jujur, sesungguhnya keberhasilan yang mereka dapatkan tidak sepenuhnya layak dirayakan dengan begitu suka cita. Karena sesungguhnya tidak semua siswa-tersebut benar-benar bersungguh-sungguh dalam &lt;a href="http://www.enekwaesun.blogspot.com/2012/04/trik-umum-kecurangan-uan.html#axzz1rotdebt0" target="_blank"&gt;menghadapi ujian nasional&lt;/a&gt;. Lihat saja, ketika sebagian siswa belajar dengan giat dan sungguh ada sebagian lain yang hanya bersantai dengan bermain game, begadang sepanjang malam tanpa belajar, atau kegiatan lain yang tidak ada hubungannya &amp;nbsp;dengan Ujian Nasional. Maka rasanya aneh bila mereka yang tidak mempersiapkan usaha yang maksimal justru yang paling semangat untuk merayakan kelulusan. Bila kegiatan yang mereka lakukan bersifat positif dan berguna bagi orang lain tentu akan sangat terpuji. Akan tetapi yang mereka lakukan justru hal yang sebaliknya, merusak dan membahayakan orang lain. Bahkan kita yang melihatnya pun tak jarang yang merasa jengkel dan miris dengan tingkah mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tak ada yang salah sebenarnya pada keinginan untuk meluapkan ekspresi kebahagiaan setelah berhasil lulus Ujian Nasional. Karena bagaimanapun lulus Ujian Nasional merupakan salah satu bentuk keberhasilan melewati satu ujian kesuksesan hidup. Namun harus diingat bahwa lulus dari Ujian Nasional bukanlah akhir dari perjuangan untuk menggapai kesuksesan. Karena lulus Ujian Nasional barulah awal dari perjuangan panjang menggapai kesuksesan hidup. Maka rasanya kurang pas bila perayaan kelulusan dilakukan secara berlebihan. Cukuplah dengan bersuka cita yang seperlunya. Karena perjuangan dan ujian yang jauh lebih keras dan panjang telah siap menunggu untuk segera dihadapi dan diselesaikan. Maka tentu perlu persiapan yang jauh lebih matang dan sempurna. Agar keberhasilan dan kesuksesan bisa pula didapatkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicOxGju8IUij970auuatwX1YCFEp_HikLyPxxCdvSciz0SiRKvaPzMC228CMeXePuAWUkk47OS-RT5xqvSROauDCU93nS8_fktCuATG2KL5MV7i7Q5hr_WIWIceUTvTKaozjFc4CpoTeZ3/s72-c/lulus+UN.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Modus Laki-Laki Mengajak Pacarnya Berhubungan Intim</title><link>http://enekwaesun.blogspot.com/2012/05/modus-laki-laki-mengajak-pacarnya.html</link><category>bahaya pacaran</category><category>psikologi remaja</category><category>sex bebas</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 21 May 2012 17:49:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6904068492818515900.post-4944887320563091336</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgg6nwq-BYX2EYqRJevtF3g2Ic2UlGDtQKundGUre2H4rM2mZ0L2bbuBK5ysWmO-9hS6CHvXQTc9MkQuUnhOrGVa4XsiZwKMdRC8wUqmutl6ZUHI5q7Q94FgRBaAxBrCud4urx5OyLMajdz/s1600/pacaran.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgg6nwq-BYX2EYqRJevtF3g2Ic2UlGDtQKundGUre2H4rM2mZ0L2bbuBK5ysWmO-9hS6CHvXQTc9MkQuUnhOrGVa4XsiZwKMdRC8wUqmutl6ZUHI5q7Q94FgRBaAxBrCud4urx5OyLMajdz/s200/pacaran.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sudah menjadi naluri alamiah bahwa sesuatu yang berhubungan dengan sex merupakan hal yang menarik dan asyik untuk diketahui para remaja. Wajar karena pada masa ini baik laki-laki maupun perempuan sudah mulai merasakan sensasi organ intim mereka. Misalnya mimpi basah yang dialami laki-laki maupun haid yang dialami perempuan. Artinya keingintahuan untuk mengenal lebih jauh dan merasakan sensasi organ sexual akan semakin besar dan menggelora. Sehingga tak sedikit yang menyalurkan perasaan mereka pada proses hubungan pacar.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sayangnya banyak yang salah kaprah dalam memaknai makna cinta pada proses hubungan pacar. Salah satunya adalah anggapan bahwa hubungan sexual merupakan bentuk ekpresi dari perasaan cinta. Sehingga banyak pasangan remaja yang berani untuk melakukan hubungan sexual yang seharusnya hanya dilakukan saat mereka telah menikah. Dan dalam hal ini, para laki-laki lah yang banyak berperan untuk mengajak pasangan perempuannya mau atau terpaksa melakukan hubungan yang masih terlarang tersebut. Namun demikian banyak perempuan yang kurang menyadari modus yang laki-laki lakukan dalam menjebak mereka. Padahal merekalah yang sesungguhnya paling berpotensi dirugikan dalam hal ini. Maka berikut ini adalah modus pria mengajak pasangannya berhubungan intim:&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Melalui rayuan dan janji&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tak bisa disangkal bahwa rayuan dan janji merupakan cara yang efektif untuk mendapatkan sesuatu yang laki-laki inginkan dari pasangannya. Banyak laki-laki yang mampu mengekpresikan rayuan dan janji mereka begitu dahsyat sehingga tak sedikit perempuan yang bertekuk lutut dihadapan mereka. Tentu kalau sudah begini apapun keinginan akan jauh lebih banyak terlaksana. Termasuk ajakan untuk melakukan hubungan sexual dengan pasangannya. Biasanya rayuan dan janji tersebut adalah rayuan bahwa mereka begitu mencintai pacarnya, memuji kecantikan fisik pacarnya, berjanji untuk tidak memutuskan atau meninggalkan pacarnya apapun yang terjadi, berjanji akan bertanggung jawab bila terjadi sesuatu, berjanji akan menikahi pacarnya, berjanji akan memberikan sesuatu, dan rayuan gombal &amp;nbsp;serta janji lainnya. Padahal belum tentu rayuan dan janji tersebut sesuai dengan kenyataannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Melalui ancaman&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Banyak perempuan yang begitu mencintai dan mempercayai pasangan mereka dalam proses hubungan pacar. Sialnya, banyak laki-laki yang memanfaatkan situasi ini dengan mengajak pacar perempuannya melakukan hubungan sex. Dan ancaman merupakan trik yang lumayan sukses untuk melampiaskan keinginan mereka. Banyak perempuan yang takut dengan ancaman pacarnya bila tidak menuruti keinginannya. Ancaman yang biasanya mereka lakukan adalah mengancam untuk memutuskan hubungan cinta mereka, membeberkan aib mereka, menyakiti mereka, mereka atau bentuk ancaman lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Mengajak pacarnya melihat sesuatu yang merangsang birahi sexual&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tak sedikit laki-laki yang tidak malu lagi memperlihatkan sesuatu yang berbau pornograpi saat pacaran. Tujuannya adalah agar si perempuan biasa dan tak asing dengan sesuatu yang berbau pornograpi. Dan tentu tujuan lain adalah untuk membangkitkan gairah muda pacarnya. Dan sesuatu yang pada umumnya diperlihatkan pada pacar perempuan mereka adalah adegan vulgar pada film atau video, gambar vulgar, atau bahkan (maaf) memperlihatkan alat vital mereka. Dengan melakukan hal, ini maka akan tidak ada lagi perasaan malu dan segan untuk membicarakan hingga melakukan hubungan sexual. Ditambah begitu mudahnya untuk mendapatkan akses pornograpi pada saat ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Melakukan kegiatan vulgar saat pacaran&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sudah bukan sesuatu yang rahasia lagi bahwa banyak pasangan muda yang berani untuk melakukan kegiatan vulgar ditempat umum saat mereka pacaran. Seolah-olah tidak ada lagi perasan malu dan takut pada sekitar mereka. Bahkan tak jarang kita merasa risih dan ngeri akan tingkah laku mereka. Namun demikian sesungguhnya ada pihak yang memulai terlebih dahulu. Dan pihak tersebut umumnya adalah para laki-laki. Karena bagaimanapun perempuan masih memiliki perasaan sensitif dan malu untuk memulainya. Apalagi ditempat umum. Walaupun tentu saja tidak akan terjadi bila si perempuan memiliki kekuatan untuk menolak.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Siapapun tentu pernah merasakan hebatnya godaan dan sensasi gairah muda. Dan itu bukanlah sesuatu yang salah dan berdosa ketika kita merasakannya. Akan tetapi tentu kita masih memiliki norma dan aturan yang mengatur hal-hal yang berhubungan dengan masalah sexual. Sehingga kegiatan vulgar yang terjadi pada pasangan remaja saat pacaran tidak sampai terjadi dan membudaya. Karena negeri kita bukanlah negeri yang menganut sex bebas. Negeri yang membolehkan kegiatan sexual bebas dilakukan dimana saja dan oleh siapa saja. Terlebih takutlah akan azab yang akan ditimpakan Allah swt pada hambanya yang berbuat aniaya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Banyaknya kasus aborsi ilegal dikalangan remaja, nikah di usia sekolah karena sex bebas, serta makin maraknya PSK berusia belasan tentu menjadi bukti akan banyaknya tindakan sex bebas dikalangan remaja. Siapapun tentu tidak ingin merasakan menjadi pelaku maupun korban dari kasus-kasus tersebut diatas. Baik &amp;nbsp;teman, saudara, anak maupun diri kita sendiri. Maka marilah saling menjaga dan mengingatkan agar tidak sampai menimpa mereka para perempuan yang menjadi bagian dari hidup kita. Meskipun berat sekali untuk dilakukan di era modern ini.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgg6nwq-BYX2EYqRJevtF3g2Ic2UlGDtQKundGUre2H4rM2mZ0L2bbuBK5ysWmO-9hS6CHvXQTc9MkQuUnhOrGVa4XsiZwKMdRC8wUqmutl6ZUHI5q7Q94FgRBaAxBrCud4urx5OyLMajdz/s72-c/pacaran.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Godaan Yang Pria Rasakan Menjelang Pernikahan</title><link>http://enekwaesun.blogspot.com/2012/05/godaan-yang-pria-rasakan-menjelang.html</link><category>Godaan</category><category>Godaan pernikahan</category><category>Pernikahan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 19 May 2012 05:36:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6904068492818515900.post-4816805893682018834</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh49aExrQ43KfO___1V5YgOByBdi57Iye794VNSjstiHTKp9e2_y_u7HwokQlsV8pZC-fngyb3Unez5oDAE7voFYxSqoJd2URVKS_0VF2TPNCYycrSyF-aPz_71xZxMCGjt9K_Cxw3qTYVV/s1600/godaan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh49aExrQ43KfO___1V5YgOByBdi57Iye794VNSjstiHTKp9e2_y_u7HwokQlsV8pZC-fngyb3Unez5oDAE7voFYxSqoJd2URVKS_0VF2TPNCYycrSyF-aPz_71xZxMCGjt9K_Cxw3qTYVV/s200/godaan.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pernikahan merupakan proses yang pasti diidamkan oleh semua pasangan. Karena dengan menikah, berarti seseorang telah mendapatkan restu dan pengakuan baik oleh orang tua, masyarakat, agama maupun negara untuk hidup bersama dalam ikatan keluarga. Yang berarti di sinilah sesungguhnya pembuktian cinta akan teruji. Keindahan dan sesuatu yang baik-baik selama proses hubungan sebelum menikah akan segera terlihat kenyataannya. Hingga &amp;nbsp;sejauh mana sebuah ikatan keluarga dapat terus terbangun dan terbina.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sayangnya, godaan biasanya akan muncul pada pria ketika mereka berada dalam proses menjelang pernikahan. Godaan &amp;nbsp;tersebut adalah berupa perasaan akan banyaknya wanita yang seolah-olah jatuh cinta pada mereka. Mereka merasa bahwa banyak wanita yang justru jatuh hati pada pria yang sedang menuju jenjang pernikahan. Padahal sebelum mereka memutuskan untuk menikah, tak banyak wanita yang mau menaruh perhatian apalagi jatuh hati pada mereka. Namun anehnya godaan datang setelah keputusan menikah diambil. Sehingga tak sedikit pria yang akhirnya terjebak dengan godaan tersebut. Banyak diantara pria yang tidak kuat dengan godaan tersebut. Sehingga mereka sampai menjalin hubungan dengan wanita lain. Padahal mereka tengah berada pada proses menunggu pernikahan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mungkin ada yang beranggapan bahwa godaan tersebut hanyalah isapan jempol belaka. Artinya ketika seorang pria sudah memutuskan untuk memilih seorang wanita untuk dinikahi, maka tertutuplah peluang cinta bagi wanita lain. Namun saya sendiri termasuk yang merasakan godaan tersebut. Justru ketika saya memutuskan untuk menetapkan hati untuk menikahi calon istri saya, maka entah mengapa ada banyak wanita yang semakin dekat dengan saya. Banyak diantara wanita tersebut yang membuka hati untuk menjalin hubungan cinta. Itu terbukti dengan semakin banyaknya perhatian dan kedekatan yang mereka lakukan kepada saya. Bahkan hingga detik proses saya mengucapkan ijab kabul, perhatian yang diberikan wanita lain tersebut masih saja dilakukan. Apalagi saya tidak memberikan informasi bahwa saya akan menikah. Ini pulalah yang saya yakin tentu dialami oleh pria-pria lain. Godaan untuk mencintai wanita lain selain calon istri kita.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Maka tak heran ketika ada seorang perempuan yang menjadi korban dari pria yang akan menikah. Para wanita tersebut diputuskan cintanya tanpa mereka tahu bahwa sang pria sudah memiliki calon istri dan sedang menuju proses pernikahan. Bahkan seorang artis sekelas (maaf kalau saya jadikan contoh) Ayu Dewi pun pernah merasakan korban seorang Zumi Zola. Termasuk kawan wanita akrab saya sendiri. Yang diputuskan cintanya oleh seorang pria yang tengah menuju proses pernikahan. Dan masih banyak wanita lain yang &amp;nbsp;mungkin &amp;nbsp;menjadi korban dari pria yang tidak kuat dengan godaan tersebut. Banyak wanita yang meradang ditinggal dan diputuskan begitu saja oleh pria yang mereka anggap serius menjalin hubungan cinta.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Melihat kenyataan diatas, maka ada langkah yang sebaiknya diperhatikan oleh pria yang sedang menuju proses pernikahan. Pertama bersiaplah apabila godaan tersebut datang. Janganlah terjebak untuk memberikan peluang apalagi sampai jatuh hati pada wanita lain. Karena bila tidak kuat maka dapat menjadikan kekonyolan yang dapat membuat aib bagi diri anda, calon istri anda dan tentu keluarga. Kedua berterusteranglah kepada wanita yang memberikan perhatian dan kedekatan hati kepada anda, bahwa sesungguhnya anda sedang menuju proses pernikahan. Sehingga ketika ada yang tetap nekat untuk jatuh hati &amp;nbsp;dan memberikan perhatian, maka anda tidak lah salah. Tentu dengan tidak memberikan harapan dan perhatian kepada wanita tersebut. Karena akan sangat kasihan dan menyakitkan bila wanita tersebut &lt;a href="http://enekwaesun.blogspot.com/2012/05/etika-memutuskan-cinta-pasangan.html#axzz1vJll4UQz" target="_blank"&gt;diputuskan cintanya&lt;/a&gt; karena keisengan anda. Dan ketiga adalah dengan semakin memantapkan hati bahwa keputusan untuk menikahi calon istri anda adalah keputusan yang terbaik. Dialah wanita yang terbaik yang diberikan Allah swt kepada anda. Sehingga hati tidak akan tergoda apalagi sampai membuat keputusan yang keliru.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh49aExrQ43KfO___1V5YgOByBdi57Iye794VNSjstiHTKp9e2_y_u7HwokQlsV8pZC-fngyb3Unez5oDAE7voFYxSqoJd2URVKS_0VF2TPNCYycrSyF-aPz_71xZxMCGjt9K_Cxw3qTYVV/s72-c/godaan.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Ada Yang Berubah Dengan Perilaku Guru Kita</title><link>http://enekwaesun.blogspot.com/2012/05/ada-yang-berubah-dengan-perilaku-guru.html</link><category>Guru</category><category>Pekerjaan guru</category><category>Penghasilan guru</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 17 May 2012 20:57:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6904068492818515900.post-2964359428408813867</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCyCULo7Bu_n3LxvpAOAx0rN_QYQC78vBBD26xgtC_jfBCw02GQyy3EaMNy_1A2hjt8SMd2atP0xOHrWye1qUg2K6tMA1CjLOLMN-43lKrLYaMk-w19ipt95phNE5h1wivNN5nWiDOFvsi/s1600/guru.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCyCULo7Bu_n3LxvpAOAx0rN_QYQC78vBBD26xgtC_jfBCw02GQyy3EaMNy_1A2hjt8SMd2atP0xOHrWye1qUg2K6tMA1CjLOLMN-43lKrLYaMk-w19ipt95phNE5h1wivNN5nWiDOFvsi/s1600/guru.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menjadi guru bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan oleh semua orang. Karena para guru dituntut untuk memiliki ilmu dan kepribadian yang baik. Ilmu yang baik merupakan ilmu yang akan ditransfer kepada anak didik nya. Sementara kepribadian yang baik merupakan modal untuk bisa menjadi contoh dan tauladan bagi para siswa nya. Ini artinya seorang guru seharusnya memiliki ilmu dan wawasan yang jauh lebih luas mengenai materi yang ia ajarkan. Dan memiliki sifat dan kepribadian yang terpuji yang akan menarik para siswa nya untuk menggali ilmu dari mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selain itu banyak mereka yang memiliki ilmu pengetahuan yang mumpuni. Namun banyak diantara mereka yang tidak memiliki keahlian untuk mentransfer ilmu yang mereka miliki kepada orang lain. Hal ini bisa disebabkan oleh tidak adanya bakat mengajar dalam dirinya. Terlebih memang jika seseorang tersebut tidak memiliki minat untuk bergelut dengan dunia guru. Maka sesungguhnya menjadi guru bukanlah sesuatu yang mudah. Karena menjadi guru bukanlah pekerjaan yang semudah pekerjaan menghadapi benda mati. Pekerjaan guru membutuhkan kesabaran, ketekunan, ketulusan serta keteladanan. Karena yang mereka hadapi adalah benda hidup bernama manusia. Makhluk hidup yang paling sempurna diantara semua ciptaan Tuhan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sayangnya, saat ini banyak diantara mereka yang mengabaikan keahlian tersebut. Banyak diantara mereka yang menjadi guru bukan karena faktor minat, keahlian serta ketulusan hati. Namun murni disebabkan oleh tuntutan materi belaka. Sehingga yang terjadi adalah banyaknya permasalahan dalam dunia pendidikan itu sendiri. &amp;nbsp;Sebagai contoh diantaranya adalah munculnya perebutan kekuasaan menjadi ketua yayasan, menjadi kepala sekolah, guru yang tidak bisa mengajar, atau tindakan kurang terpuji yang dilakukan oleh para guru. Hal inilah yang sebenarnya menurunkan derajat guru yang dulunya merupakan pekerjaan yang dihormati dan disegani di masyarakat, menjadi pekerjaan yang hanya mencari materi belaka. Dan yang terjadi adalah banyaknya siswa yang tidak lagi &lt;a href="http://enekwaesun.blogspot.com/2012/02/mengapa-ada-guru-tak-berwibawa-di-depan.html#more" target="_blank"&gt;menganggap guru sebagai seseorang yang berwibawa&lt;/a&gt; dan disegani karena ilmu dan keluhuran budi pekerti nya. Namun sama sebagai seseorang yang bisa mengajar namun tidak bisa menjalani apa yang ia ajarkan.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selama bertahun-tahun, banyak guru yang memang berstatus sebagai sosok Omar Bakri. Sebuah julukan bagi mereka para guru yang nasibnya penuh dengan kesederhanaan namun memiliki pengabdian yang tulus terhadap dunia pendidikan. Khususnya ketulusan dalam mendidik para anak didik nya di sekolah. Banyak kita temukan para guru yang hidup penuh dengan kesederhanaan. Banyak diantara mereka yang hanya memiliki rumah sederhana, kendaraan sederhana serta gaya hidup yang sederhana. Hal ini wajar karena mereka harus pandai-pandai mengatur gaji mereka untuk menghidupi keluarga mereka, membiayai anak-anak mereka, serta bertahan dari persaingan ekonomi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Akan tetapi semua itu telah banyak berubah kini. Adanya kebijakan pemerintah yang jauh lebih memperhatikan kesejahteraan guru telah banyak merubah perekonomian guru-guru. Baik mereka yang berstatus sebagai guru honorer terlebih lagi yang berstatus sebagai guru PNS. Para guru tersebut tidak saja mampu memiliki rumah yang bagus, namun juga mampu memiliki kendaraan roda empat. Sesuatu yang langka kita dapati dahulu. Belum lagi jika mereka memiliki bisnis di luar pekerjaan mereka sebagai guru. Tentu lebih sejahtera lagi kehidupan mereka. Walaupun memang masih ada mereka yang masih berkutat dengan kesedarhanaan karena jeratan hutang yang mereka lakukan. &amp;nbsp;Namun bisa dikatakan bahwa sungguh telah banyak perubahan dalam kehidupan perekonomian mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hal ini tentunya bisa saja membawa dampak yang kurang baik bila tidak segera diperhatikan. Karena kesan guru yang menjadi sesuatu yang prestige, dan bisa diandalkan secara ekonomi bisa dimanfaatkan oleh mereka yang hanya ingin mencari materi belaka. Ditambah dengan semakin merajalelanya KKN di negeri ini. Sehingga banyak mereka yang &lt;a href="http://www.enekwaesun.blogspot.com/2012/03/dampak-negatif-sertifikasi-guru.html#axzz1qUEa6Dbw" target="_blank"&gt;lulus sebagai guru PNS&lt;/a&gt; bukan karena kualitas mereka, namun karena kemampuan mereka menyogok atau kedekatan mereka dengan pejabat. Sehingga dunia pendidikan bukan menuju ke arah yang makin baik justru akan menuju kearah yang buruk.&amp;nbsp;Banyaknya anak didik yang melakukan tawuran masal, narkoba, sex bebas dan kejahatan lain tentu makin mencoreng citra dunia pendidikan saat ini.&amp;nbsp;Karena dunia pendidikan tidak lagi mampu menciptakan lulusan yang berilmu dan berbudi pekerti yang tinggi. Oleh karena itu dunia pendidikan harus dikembalikan sebagai institusi yang mampu menciptakan anak didik yang berilmu tinggi, memiliki skill yang baik dan berbudi pekerti yang luhur. Dan guru adalah salah satu pilar pentingnya.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCyCULo7Bu_n3LxvpAOAx0rN_QYQC78vBBD26xgtC_jfBCw02GQyy3EaMNy_1A2hjt8SMd2atP0xOHrWye1qUg2K6tMA1CjLOLMN-43lKrLYaMk-w19ipt95phNE5h1wivNN5nWiDOFvsi/s72-c/guru.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Etika Memutuskan Cinta Pasangan</title><link>http://enekwaesun.blogspot.com/2012/05/etika-memutuskan-cinta-pasangan.html</link><category>etika memutuskan pasangan</category><category>hubungan cinta</category><category>putus cinta</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 16 May 2012 20:35:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6904068492818515900.post-2309966285894658193</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_bYD3oGBlrLxN5ocMPWvQmRWT3EGWoBh7-Pv3YFZ3jPlI3AOxcZo7JdIXBGXfRJt2oi06C7q-A7OTgypTgTX285QJmqf83pZl1Hn-tikbw4NZVD3U8IE-wbTTPum3v2iTCTwrmM0nEbYp/s1600/putus+cinta.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_bYD3oGBlrLxN5ocMPWvQmRWT3EGWoBh7-Pv3YFZ3jPlI3AOxcZo7JdIXBGXfRJt2oi06C7q-A7OTgypTgTX285QJmqf83pZl1Hn-tikbw4NZVD3U8IE-wbTTPum3v2iTCTwrmM0nEbYp/s200/putus+cinta.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Putus cinta dan bercerai adalah hal yang dirasa sangat menyakitkan bagi sebagian orang. Terlebih pada mereka yang benar-benar merasakan jatuh cinta pada pasangannya. Dimana mereka tidak menganggap perasaan cinta mereka sebagai main-main belaka. Namun menganggapnya sebagai cinta sejati dan yang terakhir. Sehingga ketika mereka harus merasakan pahitnya putus cinta, keindahan panorama cinta &amp;nbsp;seolah-olah telah musnah tertelan sakitnya kegagalan cinta. Hingga karena begitu menusuknya rasa sakitnya, tak sedikit yang jadi korban keganasanya. Bunuh diri atau hidup tanpa pasangan seumur hidup.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Siapapun tentu tak ingin merasakan kegagalan cinta. Baik pada mereka yang masih berstatus pacaran, apalagi yang sudah berkeluarga. Namun ketika keadaan memaksakan untuk melakukannya, tak banyak yang mampu untuk menghindarinya. Tak perduli siapakah orang tersebut. Entah pejabat, pengusaha, bangsawan, publik figur atau hanya orang awam biasa. Semua bisa melakukan atau menjadi korban dari kepahitan hidup bernama putus cinta.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Walaupun tidak ada aturan yang melarang seseorang memutuskan hubungan cinta, namun alangkah baiknya ketika seseorang memahami etika dalam memutuskan pasangannya. Karena bagaimanapun, tentu mereka pernah merasakan kebaikan dari seseorang yang dicintai tersebut. Baik dalam bentuk materi atau pun non materi. Meskipun hubungan cinta mereka mesti berakhir. Maka berikut ini adalah beberapa etika yang sebaiknya diperhatikan ketika seseorang akan memutuskan cinta pasangannya :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Berterus teranglah kepada pasangan anda akan perasaan yang dirasakan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Cinta dan jodoh adalah rahasia yang benar-benar hanya dimiliki oleh Allah swt. Ini berarti kita tidak bisa memastikan apakah hubungan kita bisa berlangsung dengan langgeng. Terlebih bagi mereka yang masih dalam status hubungan pacaran. Karena akan ada begitu banyak cobaan serta godaan yang akan menguji kekuatan hubungan cinta mereka. Bisa dikarenakan faktor jarak, orang tua, maupun faktor status yang disandangnya. Maka ketika keputusan untuk mengakhiri hubungan mesti diambil, berterus teranglah kepada pasangan anda. Kenapa keputusan tersebut harus diambil. Berilah pengertian yang bijaksana tanpa harus lebih menyiksa seseorang yang kita putus cintanya. Sehingga andai pun sakit, orang yang kita putuskan cintanya akan mudah untuk bangkit kembali dan melupakan kepedihan yang ada.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Carilah waktu dan suasana yang tepat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Memutuskan cinta tentu akan menyakitkan baik bagi pelaku itu sendiri terlebih lagi bagi si korban. Maka carilah waktu dan suasana yang dianggap tepat untuk mengungkapkan keputusan untuk mengakhiri hubungan cinta. Hal ini penting karena banyak diantara mereka yang menyatakan keputusan ini pada situasi yang tidak tepat. Misalnya ketika orang yang hendak diputuskan cintanya dalam keadaan sakit, bermasalah dengan nilai ujian mereka, pekerjaan, teman atau keluarganya. Sehingga ketika seseorang tersebut diputuskan cintanya, keadaan ini akan semakin menjatuhkan kondisi mental mereka. Dan bisa menyebabkan depresi yang sangat mendalam. Dan bisa dibayangkan bagaimana perasaan sakit hati dan tekanan hidup yang dirasakan si korban. &amp;nbsp;Maka berusahalah mencari situasi dan waktu yang tepat untuk memutuskan cinta.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Tegaslah dalam memutuskan hubungan cinta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ketika keputusan untuk mengakhiri cinta telah diambil dan dinyatakan, maka tegaslah dalam mengambil keputusan tersebut. Jangan memberikan lagi harapan yang nanti justru akan semakin menyakiti perasaan pasangan kita tersebut. Sehingga pada mereka yang merasakan diputuskan perasaan cintanya, segera berusaha untuk menyembuhkan perasaan sakit hati mereka. Dan berusaha cepat untuk melupakan kepahitan yang mereka rasakan. Agar perasaan sakit dan pahit tidak terus berlarut-larut mereka rasakan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Ikhlaskanlah pemberian yang telah diberikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Masa pacaran biasanya masa yang penuh dengan keindahan belaka. Sehingga memberikan materi menjadi sesuatu yang biasa untuk diberikan kepada pasangan. Namun sayangnya banyak diantara mereka yang ketika hubungan cinta mereka telah berakhir, semua pemberian yang diberikan selama hubungan pacaran mesti dikembalikan. Hingga pulsa telpon yang pernah diberikan harus dibayar. Tentu sesuatu yang dianggap berlebihan. Dan semakin menciptakan perasaan benci dan menghilangkan kebaikan. Padahal alangkah baiknya jika semua pemberian selama proses hubungan cinta, tidak diminta atau digugat kembali. Sehingga kebaikan seseorang akan tetap terkenang dalam kehidupan seseorang. Dan menjadi nilai tersendiri meski berakhir dengan sesuatu yang pahit.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Tetaplah menjalin hubungan silaturahmi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Putus cinta bukanlah &amp;nbsp;berarti putus pula hubungan pertemanan atau silaturahmi. Maka ketika hubungan cinta telah berakhir, tak ada salahnya ketika hubungan silaturahmi tetap terjalin. Tentu tidak mudah untuk melakukannya. Tetapi minimal hubungan silaturahmi tetap bisa terjalin dengan keluarga atau kerabatnya. Sehingga &amp;nbsp; kesan permusuhan atau balas dendam tidak ada disana. Memang berat dan butuh ketulusan tentunya untuk melakukannya. Namun ini bukanlah hal yang tidak bisa dilakukan sama sekali.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setiap kita tentu memiliki keinginan untuk membahagiakan orang lain. Terlebih pada orang-orang yang kita cintai. Maka ketika cinta berawal dengan sesuatu yang manis dan penuh kebaikan, janganlah kita mengakhirinya dengan sesuatu yang penuh dengan kepahitan dan keburukan. Andai pun harus merasakan kepahitan, alangkah baiknya jika rasa itu tidak terasa selama-lamanya dalam kehidupan hati seseorang. Sehingga kebaikan dan keindahan selama menjalin hubungan cinta tetap terkenang sebagai kenangan yang indah dan tak mudah untuk dilupakan.&lt;/div&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_bYD3oGBlrLxN5ocMPWvQmRWT3EGWoBh7-Pv3YFZ3jPlI3AOxcZo7JdIXBGXfRJt2oi06C7q-A7OTgypTgTX285QJmqf83pZl1Hn-tikbw4NZVD3U8IE-wbTTPum3v2iTCTwrmM0nEbYp/s72-c/putus+cinta.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Kebiasaan Anak Yang Memancing Emosi Orang Tua</title><link>http://enekwaesun.blogspot.com/2012/05/kebiasaan-anak-yang-memancing-emosi.html</link><category>kebiasaan anak</category><category>Orang tua</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 12 May 2012 22:24:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6904068492818515900.post-2794623808571688120</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiS0pYfmZafzUX2aqgEhFN4onFk9lLkt4xAqgEkh8Mu37Mb9h0O_bVjPZWRQ_jkimusuEiqmi_X2yjGbbXdzP7Aw5wJ31dBz6EglNOD1IMOIGpWl7mEapLtfZsSBwIy5WUCFnUyMOXWR67y/s1600/kenakalan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiS0pYfmZafzUX2aqgEhFN4onFk9lLkt4xAqgEkh8Mu37Mb9h0O_bVjPZWRQ_jkimusuEiqmi_X2yjGbbXdzP7Aw5wJ31dBz6EglNOD1IMOIGpWl7mEapLtfZsSBwIy5WUCFnUyMOXWR67y/s1600/kenakalan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Memiliki anak merupakan ujian sesungguhnya bagi setiap orang tua. Satu sisi, mereka merupakan pengisi kesejukan dalam keluarga. Namun disisi lain mereka bisa menjadi pemancing emosi bagi orang tua. Dan keduanya sering muncul secara bergantian bahkan terus menerus. Dimana anak mampu membuat orang tua merasakan kebahagiaan dan kegembiraan akan tingkah mereka yang sering menggelikan dan menghibur. Namun ada saatnya mereka bertingkah laku yang membuat orang tua kesal dan memancing emosi. Hingga tak jarang yang meluapkan emosi mereka hingga sampai menggunakan kekerasan fisik pada anak-anak mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ada beberapa kebiasaan anak yang sering memancing emosi orang tua. Kebiasaan ini bisa berhenti dengan sendirinya namun bisa terus dilakukan hingga mereka dewasa. Tergantung apakan kebiasaan tersebut merupakan bentuk ekpresi bakat mereka atau hanya sekedar meniru orang lain. Berikut ini adalah kebiasaan -kebiasaan tersebut :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Mengacak-acak mainan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setiap orang tua biasanya senang untuk membelikan mainan untuk anak-anak mereka. Tentu tujuannya adalah agar media mainan tersebut dapat membantu kecerdasan motorik mereka. Bisa berupa boneka, mainan masak-masakan, mainan kendaraan, buku, mainan edukasi atau mainan lainnya. Kebiasaan yang sering mereka lakukan adalah mengeluarkan dan mengacak-acak semua mainan mereka. Kemudian mereka akan malas untuk merapikan dan mengembalikan mainan yang mereka keluarkan ke tempatnya semua. Hal inilah yang yang kadang membuat orang tua marah. Walaupun anak-anak sudah diajarkan untuk merapikan mainan mereka, namun tetap saja banyak anak-anak tersebut yang malas untuk melakukannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Bermain ditempat yang kotor&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bagi anak-anak, bermain ditempat yang kotor merupakan hal yang menyenangkan. Misalnya bermain dengan tanah, pasir, lumpur, maupun ditempat yang becek. Di tempat tersebut mereka akan begitu menikmati dengan keadaan kotor yang mereka dapati. Sehingga tak jarang mereka akan tetap saja bermain di tempat yang kotor tersebut mesti diperingatkan berulang kali. Bagi orang tua tentu bisa menjadi masalah saat mereka berada ditempat yang kotor. Karena anak bisa tergigit binatang semisal semut. Atau mereka mendapati luka yang akan membekas pada bagian tertentu di tubuh mereka. Terlebih bagi mereka yang selalu terbiasa dengan lingkungan bersih.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Mencoret-coret tembok rumah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ada masa dimana anak-anak akan gemar untuk menulis dan mencoret-coret apa saja. Hingga tembok rumah yang mulus menjadi korban dari kebiasaan mereka. Anehnya, meskipun orang tua sudah menyediakan buku atau papan tulis namun mereka tetap saja mencoret tembok rumah yang ada. Bagi anak-anak, coretan atau gambar yang mereka goreskan merupakan sesuatu yang bermakna dan merupakan kegiatan yang sangat mengasikkan. Tentu ini akan menjadi masalah bagi orang tua. Karena kebersihan dan keindahan rumah sedikit banyak akan tercemar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Memanjat&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kebiasaan anak-anak lainnya adalah memanjat. Kegiatan tersebut bisa mereka lakukan di jendela, pohon maupun tempat lainnya. Kebiasaan ini terkadang tidak hanya dilakukan oleh anak laki-laki namun anak kita yang perempuan pun senang untuk memanjat. dan tidak cukup hanya memanjat namun juga melompat dari tempat mereka memanjat. Bagi orang tua, tentu membuat khawatir karena bisa membahayakan anak mereka terlebih saat aksi tersebut tidak diketahui oleh orang yang lebih besar. Namun meskipun berulang kali diperingatkan, anak-anak tersebut masih tetap saja melakukan kebiasaan memanjat mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Memukul orang lain&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Meskipun tidak semua anak melakukan, kebiasaan memukul merupakan hal yang dilakukan oleh anak-anak. &amp;nbsp;Aksi tersebut sebenarnya bisa mereka dapatkan akibat contoh yang mereka dapatkan dari lingkungan mereka. Tentu kebiasaan memukul akan berdampak buruk bagi anak-anak tersebut. Karena mereka akan dianggap nakal dan dijauhi oleh teman sebayanya. Bagi orang tua, tentu bukan disikapi dengan emosi. Namun perlu memberikan pengertian yang baik yang mampu anak-anak pahami. Sehingga kebiasaan memukul akan berhenti dan tidak berdampak negatif.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sesungguhnya sikap dan tingkah laku yang anak-anak lakukan tak jarang berasal dari contoh yang mereka lihat. Contoh tersebut bisa mereka dapatkan dari orang tua, lingkungan maupun kawan-kawan mereka. Dan sayangnya banyak orang tua yang kurang perhatian akan contoh buruk yang akan mempengaruhi sikap anak anak mereka tersebut. Dan sebaliknya mereka justru memarahi dan menggunakan kekerasan saat anak mereka melakukan kebiasaan buruk tersebut. Padahal alangkah baik dan bijaknya jika anak anak tersebut diberikan pengertian. Tentu butuh kesabaran karena masa mereka yang memang masih anak-anak yang belum mampu memahami dan menyerap semua nasehat kebaikan. Karena yang terpikir oleh mereka adalah bermain dan berbuat yang membuat mereka merasa senang. Maka orang tua cukup menganggap semua kebiasaan tersebut sebagai bagian dari proses kehidupan mereka. Sehingga sikap antisipasi yang diberikan tidak mengedepankan emosi.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiS0pYfmZafzUX2aqgEhFN4onFk9lLkt4xAqgEkh8Mu37Mb9h0O_bVjPZWRQ_jkimusuEiqmi_X2yjGbbXdzP7Aw5wJ31dBz6EglNOD1IMOIGpWl7mEapLtfZsSBwIy5WUCFnUyMOXWR67y/s72-c/kenakalan.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Percayakah Firasat Identik Dengan Musibah?</title><link>http://enekwaesun.blogspot.com/2012/05/percayakah-firasat-identik-dengan.html</link><category>Firasat</category><category>Firasat Buruk</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 10 May 2012 16:57:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6904068492818515900.post-5832694835046861078</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfbZIsCDV4aNHKsLY-JpHFDQI1J3BN8OKwgcDmontDOJss1q5-9jn9EzlGTbFOfIUw1gRjQZXFIp-Xq6AB7pFerGJui6PFxFZlneCxx0tnDi3NyQ6atFnixEuI6tBwIbkj-C6wyI5j9_h5/s1600/firasat.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="183" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfbZIsCDV4aNHKsLY-JpHFDQI1J3BN8OKwgcDmontDOJss1q5-9jn9EzlGTbFOfIUw1gRjQZXFIp-Xq6AB7pFerGJui6PFxFZlneCxx0tnDi3NyQ6atFnixEuI6tBwIbkj-C6wyI5j9_h5/s200/firasat.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Firasat bukanlah musyrik selama kita tidak memastikan kepastian sebuah kejadian. Baik dalam bentuk kejadian yang baik maupun yang buruk. Karena firasat merupakan pertanda atau kabar akan hal yang akan terjadi. Biasanya firasat akan datang menjelang terjadinya sebuah kejadian. Umumnya firasat hanya dirasakan oleh segelintir orang yang berhubungan dengan mereka yang mengalami kejadian. Hal ini bisa dirasakan oleh orang tua, anak, atau pun kawan. Sayangnya firasat baru dapat terasa maknanya ketika &amp;nbsp;sebuah kejadian telah menimpa.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebenarnya firasat tidak hanya berhubungan dengan hal-hal yang berbau musibah atau kejadian buruk. Karena firasat juga bisa datang untuk memberikan kabar akan hal-hal yang bersifat menguntungkan. Hanya pada umumnya masyarakat kita cenderung lebih memperhatikan firasat yang berhubungan dengan musibah yang menimpa. Disamping itu karena hal itu akan mudah terasa maknanya karena berhubungan dengan sesuatu yang menyedihkan dan menarik banyak simpati orang lain.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ada beberapa cara seseorang mendapatkan firasat. Ada yang datang &lt;a href="http://www.enekwaesun.blogspot.com/2012/03/apakah-makna-mimpi-kita.html#axzz1q3BOolLY" target="_blank"&gt;melalui mimpi&lt;/a&gt;, melalui ucapan, maupun mendapati kebiasaan yang tidak biasanya dilakukan. Umumnya mimpi, ucapan, atau kebiasaan yang tidak biasa tersebut berhubungan dengan seseorang yang mendapatkan musibah. Seperti seorang ibu yang bermimpi anaknya pulang bersama kakeknya yang telah meninggal. Atau seorang anak yang berkata"besok akan ada rame-rame dirumah ini", atau seseorang yang biasanya hanya pamitan ketika pergi, namun entah mengapa ia memeluk begitu hendak pergi. Entahlah, namun demikian semua firasat tersebut akan bisa kita maknai setelah kejadian buruk menimpa. Maka biasanya ketika ada sebuah kejadian buruk &amp;nbsp;yang menimpa seseorang, maka akan ada firasat yang telah didapatkan. Walaupun tidak semua kejadian pasti memiliki firasat yang didapat oleh mereka yang mendapatkan musibah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sesungguhnya firasat telah banyak ditemui kebenaran maknanya pada kejadian besar yang terjadi di negeri kita. Khususnya pada mereka yang keluarganya menjadi salah satu yang tertimpa musibah. Lihatlah firasat yang dirasakan oleh para keluarga kecelakaan pesawat Sukhoi Super Jet 100 baru-baru ini. Sesuatu yang terasa janggal setelah musibah ini terjadi. Namun sayangnya mereka tak kuasa untuk mencegahnya. Dan itulah firasat, baru dapat kita maknai dan ungkap kebenarannya setelah musibah terjadi. Maka semua kembali kepada kita. Karena kita pun belum bisa memastikan apakah yang kita alami merupakan firasat akan kejadian buruk ataukah hanya sesuatu yang biasa. Sekali lagi firasat tidak dirasakan oleh semua orang dan begitu bermakna setelah musibah menimpa.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bagaimanapun takdir seseorang tentulah telah ditakdirkan oleh Allah swt. Dan seseorang tidak akan mampu menghindari ketika memang ditakdirkan untuk mengalaminya. Yang kita mampu hanyalah berdoa semoga kita dihindarkan dari keburukan yang akan menimpa kita dari penyebab yang diakibatkan oleh kecerobohan diri kita maupun orang lain. Dan diberikan keselamatan dari keburukan yang akan menimpa.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfbZIsCDV4aNHKsLY-JpHFDQI1J3BN8OKwgcDmontDOJss1q5-9jn9EzlGTbFOfIUw1gRjQZXFIp-Xq6AB7pFerGJui6PFxFZlneCxx0tnDi3NyQ6atFnixEuI6tBwIbkj-C6wyI5j9_h5/s72-c/firasat.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Seberapa Efektifkah Ancaman Pada Anak?</title><link>http://enekwaesun.blogspot.com/2012/05/seberapa-efektifkah-ancaman-pada-anak.html</link><category>kenakalan anak</category><category>Orang tua</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 7 May 2012 03:27:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6904068492818515900.post-6151588041118223000</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisshPx_ZTrYYNe_WqKV7HoEIFn3bIBwKHfOF2uSxxCblRt9FwKK1oeFv2Xy5XK522uRE_ih3rKx999QM9ml8zmhhb-EuYYiVKs_DFqdCt326siRof5AtFca-uOvWP-Ycha8MtTzuSViW6A/s1600/ancaman.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisshPx_ZTrYYNe_WqKV7HoEIFn3bIBwKHfOF2uSxxCblRt9FwKK1oeFv2Xy5XK522uRE_ih3rKx999QM9ml8zmhhb-EuYYiVKs_DFqdCt326siRof5AtFca-uOvWP-Ycha8MtTzuSViW6A/s1600/ancaman.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menghadapi anak merupakan hal yang bisa menyenangkan namun juga bisa menyusahkan. Hal ini wajar karena pada masa ini anak anak akan memulai proses perjalanan hidup mereka. Pada tahap ini mereka biasanya akan banyak melakukan dan mencoba hal hal yang baru. Baik yang mereka kerjakan secara spontan maupun karena meniru dari orang lain. Sehingga tak jarang banyak orang tua yang begitu kerepotan saat menghadapi tingkah laku mereka. Terlebih pada anak yang memiliki tingkat agresif yang tinggi. Maka jangan heran ketika orang tua harus berbuat super ketat untuk menghadapi anak-anak tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ada beberapa tindakan yang biasanya dilakukan oleh para orang tua saat menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan tingkah laku anak mereka. Salah satu diantaranya adalah dengan menggunakan ancaman. Hal ini dianggap cukup efektif untuk mencegah tindakan anak yang dapat membahayakan diri mereka dan kawan sebayanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Seperti kita tahu bahwa banyak anak yang suka melakukan hal-hal yang dianggap kurang baik bagi orang tua.&amp;nbsp;Namun kegiatan ini merupakan hal yang sangat menyenangkan dan menantang bagi anak anak. Misalnya bermain di tempat yang kotor, bermain dengan benda-benda tajam, memanjat pohon atau bangunan, mempermainkan adiknya atau tindakan yang lain. Dan ketika &amp;nbsp;orang tua melarang anak untuk tidak melakukannya, banyak diantara anak-anak tersebut yang tidak mengindahkan larangan tersebut. Mereka tetap saja asyik dengan kegiatan tersebut. Hingga pada tahap ini orang tua banyak yang menggunakan ancaman untuk menghentikannya. Misalnya kalau tidak berhenti maka mereka tidak akan diajak jalan-jalan, tidak akan dibelikan mainan atau makanan kesukaannya dan ancaman yang lain.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Memang cara ini cukup praktis untuk menghentikan sementara kegiatan mereka yang dianggap berbahaya. Namun sesungguhnya ada hal negatif yang diajarkan pada anak-anak. Ketika orang tua secara tidak sengaja melanggar ancaman itu, maka anak akan menganggap bahwa ancaman yang diberikan tidak akan benar-benar dilaksanakan oleh orang tuannya. Artinya mengancam anak dapat menyebabkan anak-anak kebal akan keadaan yang akan mereka terima. Ini tentu dapat mempengaruhi kepercayaan emosional mereka akan orang tua mereka sendiri. Dan hal ini dapat berbahaya saat mereka menginjak remaja. Karena ancaman yang diberikan tidak lagi mempan bagi mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di sisi lain, penggunaan ancaman juga mengajarkan anak untuk bersikap keras dan emosional. Hal ini tentu disebabkan adanya perasaan emosional orang tua saat memberikan ancaman tersebut. Karena anak anak menjadi terbiasa untuk gampang menggunakan kalimat ancaman ketika mereka menuntut hak mereka. Baik kepada orang tua mereka maupun kawan -kawan mereka. Sehingga tentu ini merupakan proses yang tidak baik bagi anak maupun orang tua itu sendiri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sesungguhnya kita bisa menggunakan kelembutan untuk mencegah anak-anak dari tindakan yang dianggap berbahaya. Mengunakan bahasa yang lembut dengan penjelasan sederhana adalah salah satu cara untuk menghentikan kegiatan anak-anak yang berbahaya. Terlebih lagi jika kita menggunakan pujian dan kata-kata yang bijak dibandingkan menggunakan ancaman yang relatif lebih kasar. Misalnya dengan mengatakan anak cantik enggak boleh manjat-manjat . Atau anak pintar enggak boleh bermain ditempat jorok. Atau kata-kata lembut lainnya. Tentu kata-kata tersebut akan terasa nyaman di telinga anak dan juga bagi orang tua itu sendiri. Karena secara tidak langsung kita mengajarkan kebaikan saat melarang tanpa melukai perasaan si kecil. Dan dampak positifnya pasti akan mereka rasakan dan lakukan dalam proses kehidupan mereka selanjutnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisshPx_ZTrYYNe_WqKV7HoEIFn3bIBwKHfOF2uSxxCblRt9FwKK1oeFv2Xy5XK522uRE_ih3rKx999QM9ml8zmhhb-EuYYiVKs_DFqdCt326siRof5AtFca-uOvWP-Ycha8MtTzuSViW6A/s72-c/ancaman.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Benarkah Bayi Mendapat Banyak Penjagaan Malaikat?</title><link>http://enekwaesun.blogspot.com/2012/04/benarkah-bayi-mendapat-banyak-penjagaan.html</link><category>keajaiban bayi</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 28 Apr 2012 20:29:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6904068492818515900.post-8448579041066645174</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghGFCFRkfySebWUJ-f_-_9cK5xW6olFHVdMGM64Jk7HElL6jNK9rAigCq47vyccvBPcasZzjQvALACDkI_metkX3a3Gy2d-siaAUxpRdNb4O7ahOLTpzFMmn0CzicAnyW204RPLmArZCmi/s1600/bayi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghGFCFRkfySebWUJ-f_-_9cK5xW6olFHVdMGM64Jk7HElL6jNK9rAigCq47vyccvBPcasZzjQvALACDkI_metkX3a3Gy2d-siaAUxpRdNb4O7ahOLTpzFMmn0CzicAnyW204RPLmArZCmi/s1600/bayi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bagi mereka yang sudah memiliki bayi pasti pernah merasakan kelebihan yang ada pada bayi. Khususnya masalah buruk yang akan menimpa bayi mereka. Misalnya saja bayi yang terjatuh dari ranjang, bayi yang jatuh dari kendaraan, maupun bayi yang tertimpa oleh sesuatu. Ajaibnya banyak diantara para bayi itu yang selamat tanpa adanya luka atau kecelakaan yang berarti. Padahal seandainya hal buruk itu dirasakan oleh mereka yang bukan bayi, bisa jadi mengakibatkan keadaan yang tentu akan berakibat fatal.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sesungguhnya kejadian akan hal-hal yang kurang bisa diterima oleh akal sehat kita kerap terjadi pada bayi. Atau juga pada batita yang masih berumur dibawah tiga tahun. Dimana mereka belum mampu untuk menjaga dan menghindarkan diri mereka dari hal-hal yang akan menyebabkan kejadian buruk. Lihat saja, banyak bayi yang terjatuh dari rajang yang cukup tinggi. Dan itupun tidak cukup hanya sekali, bisa sampai berulang kali mereka mengalaminya. Namun memang ajaib bahwa para bayi itu hanya mengalami memar sedikit. Padahal tak jarang kepala mereka membentur ke semen ataupun lantai yang keras.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Saya sendiri mengalami beberapa kali kejadian itu.&amp;nbsp; Hingga pertama kali saya mendapati anak saya yang masih baru bisa tengkurap jatuh dari ranjang, paniknya luar biasa. Karena selain tinggi, suara dari benturan kepalanya pun lumayan keras. Namun ajaib memang karena anak saya hanya memar sedikit. Tentu saya sangat bersyukur dan sedikit takjub. Dan ketika saya berbagi cerita dengan mereka yang memiliki bayi, maka ada penggalaman yang sama yang mereka alami. Hanya berbeda situasi dan kecelakaanya. Bahkan ada ponakan saya yang tertimpa lemari, yang menurut perhitungan akal akan mengalami kecelakaan parah. Namun si bayi hanya memar sedikit. Sunggguh hal yang sekali lagi tidak bisa diterima oleh akal.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Namun demikian bukan berarti keajaiban itu membuat kita ceroboh dalam menjaga bayi kita. Karena semua itu merupakan penjagaan yang Allah berikan melalui malaikatnya. Tentu kita harus percaya bahwa bayi adalah masa yang paling lemah. Sehingga orang tua saja masih belum mampu untuk memberikan penjagaan yang sempurna. Maka wajar kalau Allah memberikan penjagaan kepada bayi yang masih lemah sebagai bukti bahwa semua bayi terlahir dalam keadaan suci dan tak ada yang berhak untuk menyakitinya. Tak terkecuali manusia, syetan ataupun sebab-sebab yang lain. Akan tetapi penjagaan yang diberikan kepada bayi adalah hak Allah. Maka ketika ada bayi yang mengalami nasib yang buruk, seperti meninggal karena sakit, kecelakaan kendaraan atau penyebab lainnya maka itu adalah takdir mereka untuk mengalami keburukan itu. Tugas kita sebagai orang tua hanyalah memberikan perawatan dan penjagaan sebisa dan semaksimal yang kita mampu. Seandainya kita sudah maksimal, maka selebihnya kita serahkan kepada Allah swt. &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghGFCFRkfySebWUJ-f_-_9cK5xW6olFHVdMGM64Jk7HElL6jNK9rAigCq47vyccvBPcasZzjQvALACDkI_metkX3a3Gy2d-siaAUxpRdNb4O7ahOLTpzFMmn0CzicAnyW204RPLmArZCmi/s72-c/bayi.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">36</thr:total></item><item><title>Alasan Memilih Membuat SIM Tembak</title><link>http://enekwaesun.blogspot.com/2012/04/salah-satu-kelengkapan-yang-harus.html</link><category>Membuat SIM</category><category>SIM tembak</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 23 Apr 2012 16:30:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6904068492818515900.post-4246914070143013201</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoW4jxVhMGXVYFmqnrdS6iCFZogthCGtAByhQ0DDsDzjR2PsfCHFjlEhKRIM-AjlGhEMVuQBKVpbSPHCBqNeRXTc5i7IxaRPUh12PWpp_0S8KVJDYzQqewLEm9UbfwD2FNiFhW7UfDvJ6y/s1600/Sim.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoW4jxVhMGXVYFmqnrdS6iCFZogthCGtAByhQ0DDsDzjR2PsfCHFjlEhKRIM-AjlGhEMVuQBKVpbSPHCBqNeRXTc5i7IxaRPUh12PWpp_0S8KVJDYzQqewLEm9UbfwD2FNiFhW7UfDvJ6y/s1600/Sim.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Salah satu kelengkapan yang harus dimiliki oleh pengendara kendaraan bermotor adalah memiliki SIM. Ini artinya semua pengendara wajib memiliki dan membawa SIM tersebut kemana mereka berkendaraan. Resiko yang akan diterima saat mereka tidak melengkapi diri dengan SIM adalah dikenainya tilang saat ada razia. Selain itu biasanya akan ada perasaan was-was dan gugup bila si pengendara melihat petugas polantas. Sehingga mudah sekali ditebak oleh petugas polantas bila si pengendara tidak membawa SIM.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ada dua cara untuk mendapatkan SIM. Yang pertama adalah melalui test baik tertulis maupun praktek. Dan kedua adalah melalui jasa calo atau dikenal dengan istilah SIM tembak. Sayangnya &amp;nbsp;banyak para pengguna kendaraan bermotor yang memilih untuk membuat SIM dengan cara tembak melalui calo. Padahal selisih biaya yang harus mereka bayar tentu cukup banyak. Misalnya untuk SIM C cukup dengan RP.100.000. Sementara bila melalui calo bisa RP. 200.000-250.000. Hampir separuh biaya yang seharusnya dibayarkan. Namun banyak yang lebih memilih cara &amp;nbsp;ini . Hal ini mereka lakukan tentu karena berbagai alasan. Baik yang sifatnya mendesak maupun yang teknis. Berikut ini adalah beberapa alasan memilih membuat SIM tembak :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Lebih mudah dan praktis&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kemudahan dalam pembuatan SIM tembak adalah si pelanggan tidak perlu datang ke kantor kepolisian tempat pembuatan SIM. Mereka cukup memberikan copy biodata dan photo yang diperlukan. Tentu beserta uang yang jumlahnya lebih banyak dari yang seharusnya dibayarkan. Namun demikian mereka tak perlu antri menunggu giliran tes serta mondar-mandir mengurus kelengkapan administrasi &amp;nbsp;lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Lebih menjamin keberhasilannya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bagi mereka yang membuat SIM melalui jasa calo biasanya jauh lebih menjamin keberhasilannya dibandingkan dengan yang melalui ujian test. Bagi mereka yang memilih pembuatan SIM melalui test biasanya tingkat keberhasilannya sedikit dibandingkan yang melalui pembuatan SIM tembak. Fakta di lapangan adalah mereka yang melalui jalur test harus melalui beberapa tahap. Pertama melengkapi dan mengisi berkas identitas. Kemudian menunggu giliran namanya dipanggil untuk mengikuti test tertulis. Bagi yang lulus maka mengikuti test praktek berkendaraan. Dan terakhir adalah pengambilan photo dan pencetakan SIM. Memang bagi yang lulus bisa hanya membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam. Namun bagi mereka yang tidak lulus harus mengulang lagi minimal 14 hari. Tentu hal yang sangat merugikan bagi si pembuat SIM. Terlebih lagi jika mereka membutuhkan sekali SIM tersebut. Hal ini berbeda dengan mereka yang membuat melalui jasa calo. Tak perlu mengulang dan menunggu waktu yang cukup lumayan lama.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tujuan diwajibkannya memiliki SIM bagi pengendara adalah menciptakan keselamatan dalam perjalanan. Baik bagi si pengendara maupun orang lain. Maka &amp;nbsp;bagaimanapun pembuatan SIM seharusnya melalui jalur test. Ini bermanfaat untuk benar-benar menguji dan melihat pemahaman seseorang akan rambu lalu lintas serta kemampuan seseorang dalam berkendaraan. Akan tetapi anehnya para petugas kepolisian juga sering bermain disana. Jika mereka yang tidak lulus tes mau membayar dengan jumlah uang yang lebih, maka tak perlu menunggu waktu minimal 14 hari. Saat itu juga SIM dapat diproses. Ini adalah fakta yang terjadi di lapangan. Melihat itu semua maka semestinya para petugas kepolisian memberikan bimbingan untuk pembuatan SIM kepada masyarakat. Dan hendaknya proses pembuatan SIM dipermudah bagi mereka yang memang layak, mampu dan berhak untuk memiliki SIM. Dan tidak menyulitkan bagi yang memang layak memilikinya. Sehingga masyarakat akan memilih jalur yang resmi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoW4jxVhMGXVYFmqnrdS6iCFZogthCGtAByhQ0DDsDzjR2PsfCHFjlEhKRIM-AjlGhEMVuQBKVpbSPHCBqNeRXTc5i7IxaRPUh12PWpp_0S8KVJDYzQqewLEm9UbfwD2FNiFhW7UfDvJ6y/s72-c/Sim.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total></item><item><title>Apa Sensasi Menonton Bola?</title><link>http://enekwaesun.blogspot.com/2012/04/apa-sensasi-menonton-bola.html</link><category>sensasi bola</category><category>sepak bola</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 20 Apr 2012 02:59:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6904068492818515900.post-7007377149040094477</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMU4dYPtHOCI7qXNmWMdY-RV4slvxjTxDDI9CXVOkjP_tk5QRWa3uAv28E-QELBTVLUafvozXdFb1mGMeggrEta1dk62DScv37NheegXYrM-6PQ93dOQG19rOxiB8-YeScBhAgum1g-Ant/s1600/bola.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMU4dYPtHOCI7qXNmWMdY-RV4slvxjTxDDI9CXVOkjP_tk5QRWa3uAv28E-QELBTVLUafvozXdFb1mGMeggrEta1dk62DScv37NheegXYrM-6PQ93dOQG19rOxiB8-YeScBhAgum1g-Ant/s200/bola.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menonton bola merupakan hobi yang dimiliki oleh banyak orang. Kegiatan ini merupakan bentuk kecintaan mereka kepada olahraga sepak bola. Tak perduli apakah mereka bisa atau pun tidak untuk memainkan olah raga ini. Begitu pula apakah tim yang mereka favoritkan berasal dari dalam maupun luar negeri.&amp;nbsp; Yang terpenting adalah&amp;nbsp; bagaimana hobi menonton olah raga ini dapat tersalurkan. Baik melalui kegiatan menonton langsung di lapangan maupun melalui layar tv. Semua itu tidak akan mengurangi minat mereka untuk dapat menyaksikan pertandingan sepak bola tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bagi mereka yang tidak terlalu hobi dengan sepak bola mungkin akan heran dimana letak sensasinya. Karena bagi mereka menonton bola merupakan hal yang tidak menyenangkan. Dimana 22 orang hanya memperebutkan satu bola selama 90 menit. Wajar memang bagi mereka yang tidak terlalu hobi akan bola. Karena yang terlihat hanya tontonan yang menjemukan dan tak lebih bagus dengan menonton film kartun.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Namun bagi mereka yang gila bola justru merasakan hal yang berbeda. Karena justru disanalah letak sensasinya. Bagaimana keindahan para pemain dalam memainkan bola yang hanya satu diperlihatkan kepada para penonton. Sehingga penonton akan disuguhi dan dibuat kagum dengan keahlian dan kecerdasan mereka dalam mengolah sikulit bundar. Dan tentunya bagaimana para pemain dapat mengalahkan lawannya dengan mencetak gol.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sesungguhnya ada beberapa alasan yang menciptakan sensasi saat&amp;nbsp; menonton bola. Yang pertama adalah perasaan nikmat saat melihat para pemain memainkan bola di lapangan. Tentu semakin lihai para pemain memainkan bola, maka akan semakin nikmat kita menyaksikan pertandingan bola. Dan sebaliknya semakin jelek pemain memainkan bola maka akan semakin enggan kita menontonnya. Ditambah jika adanya perilaku kurang baik pemain di lapangan. Seperti berkelahi, memprovokasi emosi pemain lawan dan trik buruk lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Yang kedua adalah adanya keberpihakkan kita akan sebuah tim. Tentu kita akan tegang saat menonton tim favorit kita bermain di tengah lapangan. Baik saat tim favorit kita dalam posisi menyerang maupun diserang dan tertekan. Semua itu benar-benar dapat membuat andrenalin kita meningkat. Sehingga tak jarang ekpresi yang keluar bisa begitu emosional. Misalnya berteriak, menyalahkan saat tak bisa mencetak gol atau tindakan menendang secara spontan saat menonton bola. Disinilah sensasi menonton bola itu tercipta. Kita akan begitu tegang saat tim kita harus melalui pertandingan yang ketat. Bagi mereka yang tim favoritnya menang maka waktu 2 menit yang tersisa akan terasa sangat lama. Dan sebaliknya, bagi mereka yang tim favoritnya kalah, waktu 20 menit akan terasa sangat sebentar. Wow begitu mendebarkan memang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Yang ketiga adalah level pertandingan itu sendiri. Ketika pertandingan merupakan fase yang semakin tinggi, maka semakin asyik kita menontonya. Semakin tinggi fase tentu semakin hebat keberpihakkan kita kepada tim favorit kita. Misalnya saat tim favorit kita mampu bermain di babak perempat final, semi final apalagi mampu hingga ke babak final. Karena pasti semakin tinggi dan hebat ketegangan yang kita rasakan. Dan perasaan sensasi pun semakin besar. Dan disinilah kita benar-benar akan merasakan puncak ketegangan. Karena ketika tim favorit kita menang maka kita akan merasa sangat lepas dan senang meskipun kita tidak mendapatkan hadiahnya. Dan sebaliknya, saat tim favorit kita kalah maka begitu kecewa kita akan dibuatnya. Sehingga dapat berimbas pada kegiatan lain seperti ke pekerjaan kita.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Yang berikutnya tentu situasi yang ada. Ketika kita menonton langsung di tempat pertandingan maka akan semakin hebat perasaan tegang yang terasa. Wajar karena disana emosi kita akan terlibat langsung dengan penonton lain. Sehingga semangat keberpihakkan kepada tim favorit kita akan semakin tinggi. Ditambah dengan nuansa semanggat yang diekpresikan oleh begitu banyak penonton yang ada dalam stadion. Berbeda tentunya jika kita menonton sepak bola hanya sendirian didalam rumah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sesungguhnya tujuan utama menonton bola adalah untuk mencari hiburan dan kesenangan. Apapun perasaan nanti yang muncul setelah menonton bola hendaknya sesuatu yang positif. Sehingga yang terjadi adalah adanya nilai positif bagi dunia persepakbolaan yang kita cintai. Dan tidak menciptakan hal-hal justru merugikan kita akan keindahan dan sensasi dalam sepak bola. Sehingga sepak bola bena-benar nyaman dan mengasikkan untuk dapat ditonton oleh semua usia dan gender. &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMU4dYPtHOCI7qXNmWMdY-RV4slvxjTxDDI9CXVOkjP_tk5QRWa3uAv28E-QELBTVLUafvozXdFb1mGMeggrEta1dk62DScv37NheegXYrM-6PQ93dOQG19rOxiB8-YeScBhAgum1g-Ant/s72-c/bola.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total></item><item><title>Sesuatu Yang Sebaiknya Diperhatikan Menjelang Akad Nikah</title><link>http://enekwaesun.blogspot.com/2012/04/sesuatu-yang-sebaiknya-diperhatikan.html</link><category>menikah.</category><category>persiapan calon pengantin</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 18 Apr 2012 00:57:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6904068492818515900.post-2602725196073475097</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQpmbs9PY6BH_K9GncSg4K9CbG22ADVXNhxIQqyi_cpBJAl4Y4qpn0P4kSy22_1QZ3Uooj-Lq4evkvGszBIzcZLlt2aorz8aj0t-IJmPUcYrxKBigNljDiOJcF3vMTiMzn_dkssvbpofu8/s1600/nikah1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQpmbs9PY6BH_K9GncSg4K9CbG22ADVXNhxIQqyi_cpBJAl4Y4qpn0P4kSy22_1QZ3Uooj-Lq4evkvGszBIzcZLlt2aorz8aj0t-IJmPUcYrxKBigNljDiOJcF3vMTiMzn_dkssvbpofu8/s200/nikah1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Akad nikah &amp;nbsp;merupakan proses yang sangat sakral bagi hampir semua calon pengantin baru. Walaupun prosesnya tidak memakan banyak waktu, namun sering menjadi beban bagi hampir semua pasangan. Terlebih lagi tentu buat mempelai pria. Hal ini wajar karena saat proses akad nikah semua mata tertuju kepada kedua mempelai. Sehingga tak sedikit menimbulkan kejadian yang lucu, menggemaskan serta penuh keharuan. Karena di sinilah biasanya orang menilai akan kelanggengan ikatan pernikahan yang akan berlangsung. Lancar berarti kedua mempelai akan lancar pula dalam kehidupan berumah tangga mereka dan sebaliknya. Maka tak heran jika perasaan yang beraneka ragam menghinggapi kedua calon mempelai itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sesungguhnya tak perlu ada perasaan khawatir dan was-was menjelang akad nikah bila kedua mempelai mempersiapkannya dengan seksama. Tentu menjadi lebih baik bila segala sesuatu yang berhubungan dengan proses akad nikah serta proses resepsi dipersiapkan dan dilakukan jauh hari sebelum tanggal yang ditentukan. Karena pasti ada begitu banyak persiapan yang biasanya mesti dilakukan. Seperti undangan, mendaftarkan pernikahan ke petugas nikah, mencari atau menyiapkan tempat, membuat atau menyewa baju pengantin, tata rias pengantin, dokumentasi, hiburan, serta menu yang akan disajikan kelak. Dan barangkali masih ada banyak lagi yang mesti dipersiapkan. Oleh karena itu tentu kita tidak ingin &amp;nbsp;orang yang datang ke tempat kita mengenang sesuatu yang kurang baik dari proses akad nikah dan proses yang lain.&lt;/div&gt;
&lt;span style="text-align: justify;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="text-align: justify;"&gt;Untuk lebih mengurangi beban kedua calon pengantin maka alangkah baiknya bila persiapan tidak hanya dikerjakan oleh keduanya saja. Berbagilah dalam menjalankan persiapan dengan saudara atau sahabat. Dengan begitu kedua calon pengantin tidak dibebani dengan semua persiapan yang harus dikerjakan. Hal ini penting agar tidak terlalu menguras pikiran dan tenaga kedua calon pengantin. Sehingga saat tiba waktu yang ditentukan, mereka berada dalam kondisi yang fit dan sehat secara fisik dan mental. Sehingga mereka dapat melalui dan menjalankan prosesi pernikahan yang sesuai dengan yang direncanakan. Dan tidak terjadi adanya calon pengantin yang marah, kesal dan kecewa karena adanya kekurangan dalam proses pernikahan. Baik saat proses akad nikah maupun saat proses resepsi pernikahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selain itu istirahat adalah hal yang harus dijaga pada malam sebelum pernikahan. Ini penting karena bila sang calon pengantin tidak memiliki waktu istirahat yang cukup, maka akan mengganggu saat berlangsungnya proses akad nikah maupun proses resepsi pernikahan. Sehingga tak jarang calon pengantin yang masuk angin, pingsan ataupun jatuh sakit justru saat proses pernikahan berlangsung. Hal ini bisa disebabkan kurangnya istirahat dan kurangnya asupan makanan. Maka sebaiknya perhatikanlah masalah istirahat dan menjaga makanan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bagi sebagian orang tentu tidak mudah untuk menyembunyikan rasa grogi dan gugup saat akad nikah. Terlebih bagi calon pengantin pria yang harus membacakan akad nikah. Tak sedikit yang harus menjalani proses pengucapan akad tersebut secara berulang kali. Maka tak perlu merasa grogi dan gugup dengan proses pengucapan akad nikah yang akan dijalani. Santailah sehingga akan mengurangi rasa tegang. Serta tidak usah sungkan untuk terlebih dahulu menyelesaikan hajat seperti buang air besar atau kecil sebelum proses berlangsung. Sehingga nanti tidak akan terganggu akan keinginan untuk melepaskan hajat buang air kencing saat proses sedang berlangsung. Dan tentu lebih bijak lagi bila sang penghulu melihat gelagat yang kurang baik pada calon pengantin. Sehingga mereka diberikan waktu untuk mempersiapkan diri dari hal-hal yang akan mengganggu jalanya proses akad nikah. &amp;nbsp;Tanpa harus dipermalukan atau merasa malu dihadapan umum. Sehingga proses pernikahan yang pastinya penuh dengan bunga-bunga kebahagiaan akan benar-benar terasa oleh semua pihak yang terlibat dalam proses pernikahan.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQpmbs9PY6BH_K9GncSg4K9CbG22ADVXNhxIQqyi_cpBJAl4Y4qpn0P4kSy22_1QZ3Uooj-Lq4evkvGszBIzcZLlt2aorz8aj0t-IJmPUcYrxKBigNljDiOJcF3vMTiMzn_dkssvbpofu8/s72-c/nikah1.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total></item><item><title>Sensasi Menikmati Memori Masa Lalu Lewat Radio</title><link>http://enekwaesun.blogspot.com/2012/04/sensasi-menikmati-memori-masa-lalu.html</link><category>lagu kenangan</category><category>sensasi mendengarkan radio</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 17 Apr 2012 01:52:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6904068492818515900.post-5799273075406824088</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj63G_eIYHqIxT_E9pKxxxJPWLyuZNQfyFmXVqTsROE4NIMXo6LCRwqCuZFafMqBzV_MnF2gcV9rhz2BzCbNau0WFD_SR_-dqKeu7Xay4t24HkgJUqf4vTcvhZCK6_DLvKn8_lWU89j-fJ9/s1600/radio2.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj63G_eIYHqIxT_E9pKxxxJPWLyuZNQfyFmXVqTsROE4NIMXo6LCRwqCuZFafMqBzV_MnF2gcV9rhz2BzCbNau0WFD_SR_-dqKeu7Xay4t24HkgJUqf4vTcvhZCK6_DLvKn8_lWU89j-fJ9/s1600/radio2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Walaupun sudah banyak media hiburan dimasa kini, namun radio memiliki nilai tersendiri bagi sebagian orang. &amp;nbsp;Itu karena radio memiliki fungsi yang tidak bisa digantikan oleh media lain. Fungsi yang paling dinikmati adalah sensasi menikmati kembali memori masa lalu hidup kita melalui alunan suara khas yang ada pada radio. Tentu ada sesuatu yang khas ketika kita mendengar jingle radio favorite kita. Atau alunan lagu-lagu lama yang mengingatkan kita akan situasi yang sedang kita alami saat itu. Atau suara khas penyiar radio yang barangkali belum pernah kita lihat wajah aslinya. Namun demikian, sungguh ada perasaan yang berbeda dibanding ketika kita menonton tv, bermain game atau hiburan lainnya. Maka tak jarang jika dimasa yang serba modern ini radio masih memiliki tempat spesial dihati sebagian orang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tentu kita masih ingat saat radio menjadi kawan setia kita kala kita masih kanak-kanak, menginjak remaja, hingga mengalami masa berumah tangga. Sehingga radio akan berada di samping kita bila kita melakukan hampir semua aktivitas kita. Dan mendengarkan musik merupakan hal yang biasa kita lakukan saat kita belajar, bekerja hingga ketika kita akan beranjak tidur. Wajar bila ada begitu banyak kenangan yang kita rasakan ketika kita menikmati semua masa lalu kita melalui radio. Barangkali semua itu terjadi karena adanya &amp;nbsp;lagu yang mewakili perasaan kita saat itu. Kita tentu memiliki lagu-lagu tersendiri saat kita kanak-kanak, saat kita remaja dan mengalami indahnya masa first in love, atau ketika kita mengalami kehidupan berat hingga masa yang membahagiakan. Tentu semua kenangan itu pasti tak kan mudah kita lupakan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tak ada salahnya rasanya mencoba menikmati radio untuk mengenang kembali semua kenangan kita itu. Terlebih bila kita membutuhkan ketenangan dan motivasi karena berbagai masalah dan tekanan pekerjaan. Dengan kita menikmati alunan lagu-lagu favorit kita dimasa lalu tentu bisa membangkitkan semangat dan gairah hidup kita. Karena disana ada lagu yang mewakili perasaan kita saat kita begitu gagah berani menyatakan cinta kita kepada pasangan kita. Baik yang berakhir dengan diterimanya rasa cinta kita maupun ditolaknya cinta kita. &amp;nbsp;Akan ada perasaan lucu, geli, takjub, heran serta perasaan lainnya saat mengingat kembali tingkah kita kala itu. Hingga tak jarang yang meneteskan air mata karena mengenang semua masa lalu kita. Tentu bukan karena kita mengingat-ingat lagi kesedihan dan kegagalan kita. Namun tujuan utamanya adalah memberikan semangat baru melalui alunan suara yang ada pada radio.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Terlepas dari semua itu, ada waktu yang paling nikmat untuk memanjakan perasaan dengan mendengarkan radio. Pada umumnya banyak orang memilih mendengarkan radio ketika mereka di perjalanan, beristirahat dari pekerjaan atau pun ketika beranjak tidur. Namun banyak diantara mereka yang memilih waktu di malam hari sebelum beranjak tidur. Nyaman sekali perasaan kita kala kita mendengarkan lagu-lagu kenangan yang menjadi lagu favorit kita. Hingga tak terasa ingin rasanya kita mengulang semua kenangan itu. Bertemu dia seseorang yang kita cintai namun gagal menuju pernikahan. Bertemu kawan-kawan saat kita di bangku sekolah hingga saat kita kuliah. Berada ditempat-tempat yang biasa kita kunjungi untuk menikmati masa remaja kita. Dan keinginan lainnya yang tentu sulit untuk diulang kembali. Dan saat malam hari sebelum kita terlelap tidur merupakan situasi yang biasanya tepat untuk menikmatinya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Saat ini rasanya tidak terlalu sulit untuk menikmati radio. Karena radio banyak terpasang di aplikasi seperti internet, hand phone, atau media lainnya. Sehingga mudah menikmatinya di mana saja. Karena kita bisa menikmatinya di rumah, kendaraan, tempat kerja atau pun tempat lainnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan bagaimanapun radio pernah mengisi perasaan banyak orang. Kehadiran radio telah mampu memberikan semangat dan dorongan untuk mencapai cita-cita kita saat ini. Sesuatu yang barangkali tidak akan dirasakan oleh mereka yang mengalami masa remaja di jaman modern ini. Maka mendengarkan radio akan terasa spesial bila kita menikmatinya disaat dan tempat yang tepat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj63G_eIYHqIxT_E9pKxxxJPWLyuZNQfyFmXVqTsROE4NIMXo6LCRwqCuZFafMqBzV_MnF2gcV9rhz2BzCbNau0WFD_SR_-dqKeu7Xay4t24HkgJUqf4vTcvhZCK6_DLvKn8_lWU89j-fJ9/s72-c/radio2.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total></item><item><title>Trik Umum Kecurangan UAN</title><link>http://enekwaesun.blogspot.com/2012/04/trik-umum-kecurangan-uan.html</link><category>Kecurangan UAN</category><category>Trik curang UAN</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 13 Apr 2012 10:26:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6904068492818515900.post-8022379284845334208</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiX2Y9dZOQhkU1WBA9DyUf88vAkuaFnDDja2Sz1RIvX6UHZyEMFBZLbB4-pYqDITDC2QxX4wGQX01Oxt0FTvS8MW6VI2HCUG089yKaw3IhemHuqmrJR1VvLSJur7RxQuGXeD2j0o6WNFKQH/s1600/curang+un.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiX2Y9dZOQhkU1WBA9DyUf88vAkuaFnDDja2Sz1RIvX6UHZyEMFBZLbB4-pYqDITDC2QxX4wGQX01Oxt0FTvS8MW6VI2HCUG089yKaw3IhemHuqmrJR1VvLSJur7RxQuGXeD2j0o6WNFKQH/s1600/curang+un.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Kecurangan pada ujian nasional bukanlah sesuatu yang rahasia lagi. Sudah banyak mereka yang mengetahui adanya kecurangan yang terjadi di sana. Kalau dulu mungkin hanya pihak sekolah yang mengetahuinya. Namun saat ini orang tua pun sudah banyak yang tahu. Dan tentunya pemerintah pun tahu &amp;nbsp;khususnya Kementerian Pendidikan Nasional yang memiliki kepentingan sebagai pembuat kebijakan dalam hal ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebenarnya mudah untuk mengetahui dan mendeteksi praktek curang yang terjadi selama proses UAN berlangsung. Karena bagaimanapun kecurangan tersebut biasanya bukan sesuatu yang dilakukan secara spontan namun sudah direncanakan. Artinya akan ada kerjasama yang dilakukan oleh beberapa pihak untuk memuluskan aksi curang tersebut. Ada yang dilakukan dengan cara yang sederhana atau manual, namun ada juga yang sudah menggunakan teknologi modern. Berikut ini adalah trik kecurangan yang terjadi yang mungkin salah satunya ada didaerah anda:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue; font-family: 'Helvetica Neue', Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Guru mengganti jawaban siswa setelah UAN berlangsung&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam hal ini team yang terdiri dari beberapa orang mengganti jawaban yang ada pada lembar siswa. Tentu tidak semua jawaban yang diganti. Dan juga hanya pada siswa yang dianggap bermasalah. Namun praktek ini sudah jarang sekali dilakukan. Karena waktu yang sangat terbatas untuk mengirimkan lembar jawaban hasil ujian siswa. Apalagi adanya pengawas yang saat ini cukup tegas untuk mengawasi proses penyerahan soal hingga penyerahan lembar jawaban ujian siswa.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue; font-family: 'Helvetica Neue', Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Melalui petugas yang meminta absensi pengawas&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam pelaksanaan ujian biasanya ada seseorang yang bertugas untuk meminta tanda tangan kepada pengawas yang ada di setiap ruangan ujian. Bisa seorang tenaga tata usaha namun bisa juga guru yang tidak bertugas sebagai pengawas ujian. Ketika mereka meminta tanda tangan pengawas itulah mereka secara sembunyi-sembunyi membagikan kunci jawaban kepada siswa tertentu. Artinya soal ujian tentu sudah dikerjakan oleh guru tertentu. Untuk mempercepat proses pembagian biasanya tidak semua kunci soal diberikan. Hanya sebagian yang diberikan. Yang terpenting jawaban benar diatas passing grade yang ditentukan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue; font-family: 'Helvetica Neue', Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Melalui seseorang yang meletakkan kunci jawaban di tempat khusus&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam cara ini biasanya sudah ada pemberitahuan kepada beberapa siswa yang telah ditunjuk untuk mengambil kunci jawaban tersebut. Maka proses yang terjadi biasanya seseorang meletakkan kunci jawaban semisal di toilet. Kemudian setiap siswa yang telah ditunjuk pada setiap ruangan bergiliran mengambil kunci jawaban tersebut. Untuk menghindari kecurigaan pengawas maka biasanya diatur waktu keluar mereka agar tidak bersamaan. Sehingga tidak mencurigakan dan mudah bagi siswa keluar bila alasannya ingin ke toilet.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: blue; font-family: 'Helvetica Neue', Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Menggunakan hand phone&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: white;"&gt;Dengan adanya teknologi yang canggih tentu makin mempermudah proses kecurangan yang ada. Dan salah satunya adalah menggunakan hp. Caranya tentu bisa ditebak, pada setiap ruangan ujian dipilih siswa yang membawa hp. Walaupun melalui pemeriksaan pengawas ujian namun tidak sulit untuk dapat menyembunyikannya. Setelah beberapa saat siswa yang membawa hp akan mendapatkan sms berisi kunci jawaban melalui seseorang yang juga telah disiapkan oleh pihak sekolah. Cara ini lumayan mantap karena siswa tidak perlu keluar masuk ruangan. Sehingga suasana ujian tetap tenang terlihat dari luar. Hanya kelemahannya adalah adanya gangguan jaringan telpon akibat padatnya traffict. Kalau sudah demikian sms yang dikirim bisa masuk setelah ujian selesai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: white; font-family: 'Helvetica Neue', Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Siswa keluar membawa soal ujian&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada praktek ini biasanya ada siswa yang keluar dengan membawa lembar soal yang disembunyikan. Tentu tidak semua lembar yang dibawa. Hanya beberapa lembar saja. Kemudian diserahkan kepada seseorang yang telah ditunjuk oleh pihak sekolah. Setelah itu soal akan dikerjakan oleh team dan jawaban akan dikirim melalui salah satu cara diatas. Tentu butuh keberanian siswa untuk mampu mengelabui pengawas.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: white; font-family: 'Helvetica Neue', Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Siswa tertentu disuruh datang lebih pagi lagi&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: white;"&gt;Dalam proses ini siswa disuruh datang lebih awal sebelum siswa lain atau pengawas ujian datang. Setelah itu tentu guru sudah memiliki kunci jawaban yang siap diberikan kepada siswa tersebut. Kemudian jawaban tersebut akan disebarkan kepada siswa lain.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setelah membaca praktek kecurangan saat ujian, maka tentu terlintas di benak bahwa sesungguhnya praktek kecurangan tidak bisa dilakukan kalau tidak ada kerjasama dari pihak sekolah dan siswa. Apalagi dengan semakin ketatnya pengawasan yang dilakukan. Namun bagaimanapun, tentu ada pepatah bahwa guru memiliki begitu banyak akal untuk mengatasinya. Maka sebenarnya semua itu tergantung dari kesadaran, kemauan dan niat masing-masing pihak. Ketika semua pihak mau menyadari fungsi dan tujuan utama diadakannya UAN, tentu tidak perlu &lt;a href="http://www.enekwaesun.blogspot.com/2012/02/mengapa-terjadi-kecurangan-dalam-ujian.html#axzz1rotdebt0"&gt;terjadi kecurangan dalam ujian&lt;/a&gt;. Apalagi saat ini sudah banyak pihak baik pemerintah, sekolah, siswa serta orang tua yang berkomitmen tinggi untuk menjaga kejujuran dan menghindari praktek kecurangan. Maka alangkah baiknya bila &amp;nbsp;semua pihak menyadari dan bersiap akan adanya siswa yang tidak lulus ujian jika sikap jujur benar-benar diterapkan pada UN nanti. Dan kalau tidak dari sekarang akan mulai dari kapan lagi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiX2Y9dZOQhkU1WBA9DyUf88vAkuaFnDDja2Sz1RIvX6UHZyEMFBZLbB4-pYqDITDC2QxX4wGQX01Oxt0FTvS8MW6VI2HCUG089yKaw3IhemHuqmrJR1VvLSJur7RxQuGXeD2j0o6WNFKQH/s72-c/curang+un.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>