<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-6663561610692104604</atom:id><lastBuildDate>Mon, 02 Sep 2024 00:29:05 +0000</lastBuildDate><title>dapur teater pontianak</title><description>wadah kreatif insan teater pontianak</description><link>http://dapurteaterpontianak.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Beben MC)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>1</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:subtitle>dapur teater pontianak</itunes:subtitle><itunes:author>dapur teater pontianak</itunes:author><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email><itunes:name>dapur teater pontianak</itunes:name></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6663561610692104604.post-2866980902740707571</guid><pubDate>Wed, 03 Sep 2008 06:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-02T23:45:57.125-07:00</atom:updated><title>DAPUR TEATER PONTIANAK TAMPIL MEMUKAU</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;table id="HB_Mail_Container" height="100%" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" border="0" unselectable="on"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr height="100%" unselectable="on" width="100%"&gt;&lt;td id="HB_Focus_Element" valign="top" width="100%" background="" height="250" unselectable="off"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;TEMU Teater Kalimantan di Pontianak, telah berjalan sukses.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; Selain sebagai ajang silaturahmi para seniman teater yang ada di Kalimantan, gawe seni ini juga sebagai wadah meningkatkan apresiasi dan kinerja dalam seni teater. Makanya melalui temu teater itu, para kelompok teater baik modern maupun tradisi yang ada di Kalimantan memiliki hak sama dalam melaksanakan kegiatan bersifat pelestarian, pembinaan maupun dalam pengembangan seni teater di Kalimantan. Yoseph Odillo Oendoen S.Sn, Ketua Panitia Temu Teater III se Kalimantan, menjelaskan, temu teater se Kalimantan ini dilaksanakan dua tahun sekali. Pertama di Kaltim, kedua di Kalsel. Dipilihnya Pontianak, Kalbar, sebagai tuan rumah, sesuai permintaan Tim Perumus Temu Teater II di Kalsel. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Adalah Dapur Teater Pontianak, yang dinilai sangat memukau penampilannya dari antara 15 peserta. Dapur Teater Pontianak menampilkan kisah drama &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pasungan Malam Purnama&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, ternyata mampu membius penonton dengan kisah yang diangkat dari gejolak sosial. Naskah digarap &lt;strong&gt;Beben Benjamin&lt;/strong&gt; dengan Sutradara &lt;strong&gt;Yoseph Odillo Oendoen&lt;/strong&gt;, dinilai berhasil menyampaikan pesan-pesan yang tertuang dalam naskah tersebut kepada penonton. Keberhasilan itu lantaran didukung para pelakon yang tak asing lagi di dunia teater, seperti Beben, Yuniarsih PJI, Yudha DTP, Lidik Novi, Bayu Atmanisa, Jamal Ndek, Pietra dan Azri Juliarvi. Tak heran, kisah yang diangkat dari gejolak sosial di sebuah kampung, benar-benar hidup. Drama "Pasungan Malam Pertama", mengisahkan cerita menarik. Bermula tersebar fitnah keji. Randu dan Inai dituduh telah berzina oleh Kepala Kampung bernama Sampe. Akibatnya, Randu dan Inai harus dihukum pasung. Akhirnya mereka menderita dalam pasungan termasuk si Ulai putera Inai. Apalagi Sampe dan antek-anteknya, Domdom dan Bambam, semakin merajalela dan menindas warga kampung. Sampe gila kekuasaan dan juga mendendam syahwat kepada Inai. Tak ada ampun bagi siapapun, hingga akhirnya tibalah malam purnama, batas janji Inai pada Sampe. Janji yang menuai kesedihan bagi semua. Akhir cerita yang dramatis, dimana kematian menghampiri Inai dan Randu. Pada akhirnya anak manusia tetaplah tidak berdaya.  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Sebagai seorang penulis baru, Beben yang juga pemain ternyata mampu menampilkan sebuah naskah dengan alur yang kuat, ditambah karakter peran yang semuanya sangat kuat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai Aktor Teater, Beben, yang juga seorang MC/Presenter, mampu menghaditkan intensitas akting yang kuat, walau ia tersetting pada sebuah pasungan. Demikian pula halnya Yuniarsih. Kedua aktor dan aktris ini mampu bermain layak sebagai pemain teater handal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Acungan jempol memang layak diberikan kepada Beben. Aktingnya yang luar biasa, bukan hanya karena ia lah pencipta naskah. Tapi inilah bentuk penampilan dan pembuktiannya pada dunia teater Pontianak. Gelarnya sebagai Aktor Terbaik KalBar memang tidak perlu diragukan lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Dari catatan ada yang perlu dipahami. Drama itu realitanya sebagai bagian dari sastera dengan segala kreativitasnya. Jadi, memang patut dan harus selalu dipertahankan. Apalagi cerita-cerita yang diangkat berlatarbelakang sosial kemasyarakatan dan punya pesan moral. Hanya, dalam meningkatkan apresiasi teater dan berkesenian, kendalanya hanya satu, yakni masalah finansial. Makanya pemerintah daerah harus menganggarkan dana dalam APBD. Ini kalau pemerintah menghendaki adanya pelestarian dan pengembangan kesenian daerah.(*) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr unselectable="on" hb_tag="1"&gt;&lt;td height="1"  unselectable="on" style="font-size:1pt;"&gt;&lt;div id="hotbar_promo"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://dapurteaterpontianak.blogspot.com/2008/09/dapur-teater-pontianak-tampil-memukau.html</link><thr:total>2</thr:total><author>noreply@blogger.com (dapur teater pontianak)</author></item></channel></rss>