<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Arsitek,Rumah,Jasa Arsitek,Jasa Konsultan Bangunan,Desain Rumah,Bangun Rumah</title><description>Arsitek,Rumah,Jasa Arsitek,Jasa Konsultan Bangunan,Desain Rumah,Bangun Rumah,Renovasi Rumah,Bedah Rumah,Bongkar Rumah,Design Rumah,Denah Rumah,Model Rumah
Tabloid Rumah,Majalah Rumah,Kontraktor Rumah,Kontraktor Bangunan,Kontraktor Arsitek,Konsultan Rumah,Konsultan Bangunan,Konsultan Arsitek,Rumah123,</description><managingEditor>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</managingEditor><pubDate>Fri, 4 Oct 2024 18:55:45 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">49</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://blogdesainarsitek.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:summary>Arsitek,Rumah,Jasa Arsitek,Jasa Konsultan Bangunan,Desain Rumah,Bangun Rumah,Renovasi Rumah,Bedah Rumah,Bongkar Rumah,Design Rumah,Denah Rumah,Model Rumah Tabloid Rumah,Majalah Rumah,Kontraktor Rumah,Kontraktor Bangunan,Kontraktor Arsitek,Konsultan Rumah,Konsultan Bangunan,Konsultan Arsitek,Rumah123,</itunes:summary><itunes:subtitle>Arsitek,Rumah,Jasa Arsitek,Jasa Konsultan Bangunan,Desain Rumah,Bangun Rumah,Renovasi Rumah,Bedah Rumah,Bongkar Rumah,Design Rumah,Denah Rumah,Model Rumah Tabloid Rumah,Majalah Rumah,Kontraktor Rumah,Kontraktor Bangunan,Kontraktor Arsitek,Konsultan Rumah,</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Taman Laut di Raja Ampat</title><link>http://blogdesainarsitek.blogspot.com/2011/02/taman-laut-di-raja-ampat.html</link><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Wed, 16 Feb 2011 22:49:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617472638315208638.post-3895277276883762861</guid><description>&lt;a href="http://blogdesainarsitek.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Taman Laut di Raja Ampat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Amril Taufik Gobel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa bilang di tanah Papua tidak ada objek pariwisata bahari yang memukau? Selama ini Papua lebih dikenal dengan eksotisme kebudayaannya yang sederhana serta sumber daya alamnya yang melimpah. Namun, datanglah ke Raja Ampat, dan nikmati keindahan terumbu karang, lengkap dengan biota laut menawan serta pemandangan bahari yang mengesankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1WfjQydqNgMxtEEyhd1Y2uWzLO98X6PhvF7ZFwVN-EY7XuUSHLZ2iu3c0_RJwn_cH2eDHxwfLnYonwiNRbV8QsJqWo8G0Fk_jLumKw6bhm8NgUbhLQ6riobmHEouzZwW72MYZ4tEuaGW_/s1600/inspirationsid-854499155-1290414108.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 215px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1WfjQydqNgMxtEEyhd1Y2uWzLO98X6PhvF7ZFwVN-EY7XuUSHLZ2iu3c0_RJwn_cH2eDHxwfLnYonwiNRbV8QsJqWo8G0Fk_jLumKw6bhm8NgUbhLQ6riobmHEouzZwW72MYZ4tEuaGW_/s320/inspirationsid-854499155-1290414108.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5574548586693715282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Photo credits - Gunawan Wicaksono/Tempo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak salah bila kemudian Putri Indonesia 2005 Nadine Chandrawinata menyatakan kekagumannya pada kawasan ini setelah melakukan penyelaman, merasakan sajian panorama bawah laut Raja Ampat yang sangat memikat. Penggemar snorkeling dan diving memang dijamin tidak akan kecewa. Sebaliknya, mereka bakal terpanggil untuk datang dan datang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Ampat adalah pecahan Kabupaten Sorong, sejak 2003. Kabupaten berpenduduk 31 ribu jiwa ini memiliki 610 pulau (hanya 35 pulau yang dihuni) dengan luas wilayah sekitar 46.000 km2, namun hanya 6.000 km2 berupa daratan, 40.000 km2 lagi lautan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau-pulau yang belum terjamah dan lautnya yang masih asri membuat wisatawan langsung terpikat. Kepulauan Raja Ampat terletak di barat laut kepala burung Pulau Papua, dengan kurang lebih 1500 pulau kecil dan atoll serta 4 pulau besar utama, yakni Misol, Salawati, Bantata dan Waigeo. Inilah yang kemudian menjadikan Raja Ampat taman laut terbesar di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilayah ini sempat menjadi incaran para pemburu ikan karang dengan cara mengebom dan menebar racun sianida. Namun, masih banyak penduduk yang berupaya melindungi kawasan itu sehingga kekayaan lautnya bisa diselamatkan. Terumbu karang di laut Raja Ampat dinilai terlengkap di dunia. Dari 537 jenis karang dunia, 75 persennya berada di perairan ini. Ditemukan pula 1.104 jenis ikan, 669 jenis moluska (hewan lunak), dan 537 jenis hewan karang. Luar biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHb_2QISnsDChcNEEYyM9D3_TuwugxHdzr_Ig5o6oi-Mhu0ISMw_mskiJN3VLqwaUNg7tmGzTZAZIXkdDToz8sjWsvlf70cjjQWv2-RhZqDWsK1drX8PsHswC3LSJz2Ds7T4NUJde234lS/s1600/inspirationsid-983270593-1290414108.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 209px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHb_2QISnsDChcNEEYyM9D3_TuwugxHdzr_Ig5o6oi-Mhu0ISMw_mskiJN3VLqwaUNg7tmGzTZAZIXkdDToz8sjWsvlf70cjjQWv2-RhZqDWsK1drX8PsHswC3LSJz2Ds7T4NUJde234lS/s320/inspirationsid-983270593-1290414108.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5574548596152065586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Photo credits - Gunawan Wicaksono/Tempo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank Dunia bekerja sama dengan lembaga lingkungan global menetapkan Raja Ampat sebagai salah satu wilayah di Indonesia Timur yang mendapat bantuan Coral Reef Rehabilitation and Management Program (Coremap) II, sejak 2005. Di Raja Ampat, program ini mencakup 17 kampung dan melibatkan penduduk lokal. Nelayan juga dilatih membudidayakan ikan kerapu dan rumput laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus untuk Anda yang tidak tertarik dengan aktivitas menyelam, hamparan laut biru yang membiaskan keindahan langit, taburan pasir putih yang memancarkan kilaunya bagaikan mutiara, bisa dinikmati. Selain itu, masih ada gugusan pulau-pulau yang memesona dan flora serta fauna unik seperti cenderawasih merah, cenderawasih Wilson, maleo waigeo, beraneka burung kakatua dan nuri, kuskus waigeo, serta beragam jenis bunga anggrek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papua Diving di pulau Mansuar adalah salah satu resort terkemuka yang berada di kawasan ini. Wisatawan-wisatawan mancanegara penggemar selam betah selama berhari-hari bahkan sebulan berada di Raja Ampat menikmati keindahan yang ada di sana dan menginap di Papua Diving.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhm6IIjycz8d6K1e1CodcEcb2MQBA4qsC-dSKHbGvE4XgNQ2EUEzCxMDZn4_UUGgbhT2h8Gt9t4bxf4hawC_hkMejU9Rg9T3r1LAVHo4ooQ2CC2QwXTpN4MYe5woJtMvbBN99anqVL_LGLI/s1600/inspirationsid-572916192-1290414108.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 212px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhm6IIjycz8d6K1e1CodcEcb2MQBA4qsC-dSKHbGvE4XgNQ2EUEzCxMDZn4_UUGgbhT2h8Gt9t4bxf4hawC_hkMejU9Rg9T3r1LAVHo4ooQ2CC2QwXTpN4MYe5woJtMvbBN99anqVL_LGLI/s320/inspirationsid-572916192-1290414108.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5574548594315016578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Photo credits - Gunawan Wicaksono/Tempo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maximillian J Ammer, warga negara Belanda pemilik Papua Diving Resort yang juga pionir penggerak wisata laut kawasan ini, harus mati-matian menyiapkan berbagai fasilitas untuk menarik turis dari mancanegara. Sejak memulai usahanya delapan tahun lalu, banyak dana harus dikeluarkan. Namun, hasilnya juga memuaskan. Setiap tahun resor ini dikunjungi minimal 600 turis spesial yang menghabiskan waktu rata-rata dua pekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penginapan sangat sederhana yang hanya berdinding serta beratap anyaman daun kelapa itu bertarif minimal 75 euro atau Rp 900.000 semalam. Jika ingin menyelam harus membayar 30 euro atau sekitar Rp 360.000 sekali menyelam pada satu lokasi tertentu. Kebanyakan wisatawan datang dari Eropa. Hanya beberapa wisatawan asal Indonesia yang menginap dan menyelam di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Kri, Waigeo, serta Misool juga menyiapkan resort buat pengunjung. Di pulau Misool ada Eco Resort yang dibangun dengan menerapkan prinsip-prinsip konservasi alam yang ketat. Ada kesepakatan dengan penduduk adat di sekitar wilayah tersebut untuk menjaga ekosistem terpadu yang disebut “No Take Zone” yakni melarang eksploitasi pengambilan apapun dari laut, mulai dari berburu kerang, telur penyu,sirip ikan hiu sampai hanya sekedar mencari ikan. Secara ekstrim, malah di eco resort ini mengharamkan penggunaan antiseptik karena limbah buangannya dikhawatirkan akan membunuh ekosistem terumbu karang di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUQgk076wzwLLTTXLkJD_ENU2RCT-jlZ_1DSQ1zZeqC2cKSbyvByN0G6sz2jnlyvx5PzMUEM-QSvMOPulYML8r6ApjuTrmzHDG8IjMZIqliDPiDLvTW53uh6ODQKP4lhfM4yZ5GyB3epLP/s1600/inspirationsid-21278046-1290414109.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 210px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUQgk076wzwLLTTXLkJD_ENU2RCT-jlZ_1DSQ1zZeqC2cKSbyvByN0G6sz2jnlyvx5PzMUEM-QSvMOPulYML8r6ApjuTrmzHDG8IjMZIqliDPiDLvTW53uh6ODQKP4lhfM4yZ5GyB3epLP/s320/inspirationsid-21278046-1290414109.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5574548592032015538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Photo credits - Gunawan Wicaksono/Tempo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa resor menetapkan harga relatif mahal karena menyuguhkan fasilitas lengkap. Wisatawan dengan biaya terbatas juga dapat memanfaatkan resort milik pemerintah yang jauh lebih murah di daerah Waisai, ibu kota Raja Ampat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda harus terbang dulu ke Bandara Domne Eduard Osok, Sorong, Papua, lalu langsung menuju lokasi dengan kapal cepat berkapasitas sekitar 10 orang yang tarifnya Rp 3,2 juta sekali jalan. Perlu waktu sekitar 3-4 jam untuk mencapai kawasan Raja Ampat khususnya ke Pulau Mansuar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk berkeliling pulau yang diinginkan, kita dapat menyewa speedboat kapasitas 10 orang dengan harga Rp 3-5 juta per 8 jam, tergantung kepandaian kita menawar. Kita juga bisa mengambil paket wisata dengan mengunjungi perkampungan untuk melihat tanaman dan hewan khas setempat seperti burung Cendrawasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk masuk ke kawasan Raja Ampat, setiap orang harus membayar biaya masuk sebesar Rp 250 ribu untuk wisatawan domestik, dan Rp 500 ribu untuk wisatawan dari mancanegara. Sebuah pin bulat yang berfungsi seperti identitas ini akan kita terima, setelah membayar biaya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya, pin ini berlaku untuk satu tahun, sejak 1 Januari hingga 31 Desember. Jadi jika dalam satu tahun itu kita bolak-balik mengunjungi Raja Ampat, hanya perlu membayar biaya masuk satu kali saja. Tentu saja pin tadi tidak boleh hilang dan harus kita kenakan sebagai tanda pengenal.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1WfjQydqNgMxtEEyhd1Y2uWzLO98X6PhvF7ZFwVN-EY7XuUSHLZ2iu3c0_RJwn_cH2eDHxwfLnYonwiNRbV8QsJqWo8G0Fk_jLumKw6bhm8NgUbhLQ6riobmHEouzZwW72MYZ4tEuaGW_/s72-c/inspirationsid-854499155-1290414108.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Danau cantik dari Bencana</title><link>http://blogdesainarsitek.blogspot.com/2011/02/danau-cantik-dari-bencana.html</link><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Wed, 16 Feb 2011 22:44:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617472638315208638.post-7215067763561099603</guid><description>&lt;a href="http://blogdesainarsitek.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Danau cantik dari Bencana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Amril Taufik Gobel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lengkap rasanya jika Anda berkunjung ke Sumatera Utara tidak mampir sejenak ke Danau Toba, danau vulkanik yang merupakan danau terbesar di Indonesia, bahkan Asia Tenggara. Pesona eksotisnya berupa hamparan danau luas laksana lautan dengan pepohonan rindang dan perbukitan yang menawan. Danau ini berukuran 1700 meter persegi dengan kedalaman kurang lebih 450 meter dan terletak 906 meter di atas permukaan laut, di tengah danau terdapat Pulau Samosir yang tak kalah menariknya menjadi objek kunjungan wisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4U-_4a60rrTX9sXj5Wsa_D0X324RspSJhsUUPPK75urblcu-ysYdDNioGC2rNQI9D1LG_HE6PYxNyzBVe0Ynlz8SUNcnFbHXb4CEpljo4aC01Mn173qOf_BnJ6BY_g-Qgw6VOtIJEqjW1/s1600/inspirationsid-434812078-1287119756.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4U-_4a60rrTX9sXj5Wsa_D0X324RspSJhsUUPPK75urblcu-ysYdDNioGC2rNQI9D1LG_HE6PYxNyzBVe0Ynlz8SUNcnFbHXb4CEpljo4aC01Mn173qOf_BnJ6BY_g-Qgw6VOtIJEqjW1/s320/inspirationsid-434812078-1287119756.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5574546341498258098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Photo credits - Arie Basuki/Tempo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kunjungannya pada 1996, Pangeran Bernard dari Belanda bahkan menyatakan kekagumannya pada panorama indah danau ini. “Juallah nama saya untuk danau ini. Saya tak dapat melukiskan betapa indahnya Danau Toba,” katanya antusias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tujuh kabupaten di sekeliling danau, yakni Simalungun, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo, dan Samosir yang memiliki panorama alam indah dan menjadi lokasi tujuan wisata. Umumnya wisatawan menikmati keelokan Danau Toba dari Parapat di Simalungun dan Tuktuk Siadong di Pulau Samosir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperkirakan Danau Toba terjadi saat ledakan sekitar 73 ribu-75 ribu tahun lalu dan merupakan letusan super volcano (gunung berapi super) yang paling baru. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University memperkirakan bahwa bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan gunung itu sebanyak 2.800 km³, dengan 800 km³ batuan ignimbrit dan 2.000 km³ abu vulkanik yang diperkirakan tertiup angin ke barat selama dua minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4FuYvOkBcu6UmuwUSDGBHwuXFbR7HxC60W-9giFpRxBO0LJg6jryrRwg6QG94CKhoxJMn0cniCPH3IKZN_aHGSHU5OgNQ6zKOG3xzVD3J1vgle-Wrpk2vpzd71b6m5kPorguCRjb_7k_4/s1600/inspirationsid-210011814-1287119757.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 223px; height: 320px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4FuYvOkBcu6UmuwUSDGBHwuXFbR7HxC60W-9giFpRxBO0LJg6jryrRwg6QG94CKhoxJMn0cniCPH3IKZN_aHGSHU5OgNQ6zKOG3xzVD3J1vgle-Wrpk2vpzd71b6m5kPorguCRjb_7k_4/s320/inspirationsid-210011814-1287119757.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5574546631485032018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Photo credits - Agung Chandra/TempoDebu vulkanik yang ditiup angin telah menyebar ke separuh bumi, dari Cina sampai ke Afrika Selatan. Letusannya terjadi selama satu minggu dan lontaran debunya mencapai 10 km di atas permukaan laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian ini menyebabkan kematian massal dan, pada beberapa spesies, juga diikuti kepunahan. Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar 60% dari jumlah populasi manusia bumi saat itu, yaitu sekitar 60 juta manusia. Letusan itu juga ikut menyebabkan terjadinya zaman es, walaupun para ahli masih memperdebatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba. Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir. Ketika menikmati keindahan danau ini, Anda mungkin tak membayangkan bahwa pesona yang terjadi berasal dari bencana dahsyat letusan gunung berapi yang mendatangkan ketakutan dan kengerian ketika itu.&lt;br /&gt;Perjalanan darat ke Danau Toba, tepatnya ke Parapat, memakan waktu empat sampai lima jam dari Medan. Tersedia bus atau travel yang langsung menuju Parapat. Rutenya melewati Lubuk Pakam, Tebing Tinggi, dan belok ke arah Pematang Siantar. Sepanjang perjalanan, kita disuguhi panorama perkebunan kelapa sawit dan karet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila menggunakan kereta api, dari Medan pilih rute menuju Pematang Siantar. Dari sini perjalanan dilanjutkan menggunakan bus ke Parapat. Waktu tempuhnya satu jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-pQDjQMzQErRQZGN-nA-qoxX4_a2b9E8b08NDk2hfyevX70-ZGe-Fqlhvckns0RX2ghu0upW_2VNA5O9nDzKEb0jjRHHth5w4tXluhE8Bng66T70h_hLC4VD7EosTIprJsdOYT06MJ-1y/s1600/inspirationsid-603242756-1287119756.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-pQDjQMzQErRQZGN-nA-qoxX4_a2b9E8b08NDk2hfyevX70-ZGe-Fqlhvckns0RX2ghu0upW_2VNA5O9nDzKEb0jjRHHth5w4tXluhE8Bng66T70h_hLC4VD7EosTIprJsdOYT06MJ-1y/s320/inspirationsid-603242756-1287119756.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5574546631031667714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Photo credits - Agung Chandra/Tempo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tempat menginap dan tinggal lebih lama menikmati keindahan Danau Toba, tersedia banyak hotel dan penginapan. Di Parapat, sedikitnya ada 900 kamar hotel berbagai jenis, mulai dari bintang empat hingga homestay, di Tuktuk juga tak berbeda. Baik di Parapat maupun Tuktuk, wisatawan dapat langsung menikmati danau dari pinggirannya. Tarif hotel di Tuktuk dan Parapat bervariasi, sesuai tipikal turis yang datang. Mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 500 ribu per malam tergantung tipe hotel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah perusahaan travel bahkan menawarkan menikmati keindahan Danau Toba dari udara, yakni menggunakan paralayang. Setiap wisatawan diberi kesempatan terbang menggunakan paralayang dari kawasan pegunungan Tongging, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara. Bagi para wisatawan yang ingin mencoba paralayang akan ditemani seorang instruktur berpengalaman, namun tentunya penentuan bisa terbang atau tidak tergantung pada kondisi cuaca dan angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, menikmati keindahan matahari terbit dan terbenam bisa Anda nikmati dari pesisir danau. Dari dataran tinggi Karo di sebelah utara, keelokan danau terlihat memanjang dipandang dari Sikodonkodon. Namun, hanya ada satu resor di sini. Di sisi barat, pemandangan danau dan Pulau Samosir dapat dengan sempurna disaksikan dari Tele. Ada gardu pandang di ketinggian sekitar 1.000 meter dari permukaan laut untuk menikmati senja di Danau Toba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : www.yahoo.com</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4U-_4a60rrTX9sXj5Wsa_D0X324RspSJhsUUPPK75urblcu-ysYdDNioGC2rNQI9D1LG_HE6PYxNyzBVe0Ynlz8SUNcnFbHXb4CEpljo4aC01Mn173qOf_BnJ6BY_g-Qgw6VOtIJEqjW1/s72-c/inspirationsid-434812078-1287119756.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kenali Dapur Sebelum Membangun</title><link>http://blogdesainarsitek.blogspot.com/2010/12/kenali-dapur-sebelum-membangun.html</link><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Wed, 8 Dec 2010 21:32:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617472638315208638.post-4563327726719072732</guid><description>&lt;a href="http://blogdesainarsitek.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kenali Dapur Sebelum Membangun&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tak kenal maka tak sayang… Begitulah kata pepatah. Oleh karena itu, sebelum membangun dapur, perlu dikenal terlebih dahulu tentang bagian-bagian ruang dapur. Ruang dapur masa kini memiliki banyak variasi. Baik dari segi bentuk maupun fungsi. Dengan pengenalan yang baik sebelumnya, anda tidak akan sulit untuk menentukan pilihan terbaik bagi dapur Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Jenis Dapur&lt;br /&gt;Dapur dapat dibedakan menjadi dua jenis. Yaitu dapur basah dan dapur kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dapur Basah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapur basah merupakan jenis dapur yang difungsikan sebagai tempat untuk melakukan kegiatan memasak dan mencuci, termasuk juga kegiatan menghangatkan makanan dan minuman sebbelum dihidangkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapur basah biasanya memiliki kitchen equpment yang komplit. mulai dari table top sebagai meja kerja, lemari kabinet sebagai tempat menyimpanan, sink, dan kompor. pada beberapa dapur bahkan dilengkapi pula dengan island, cookerhood, dan kulkas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan dalam perancangan dapur basah. yaitu fisik bangunan. plumping, dan penghawaan. hal ini berkaitan dengan aktivitas-aktivitas yang terjadi pada dapur basah.&lt;br /&gt;2. Dapur Kering (pantri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapur kering biasanya hanya digunakan untuk melakukan aktivitas-aktivitas pengolahan makanan dan minuman yang praktis dan mudah disajikan, seperti menyiapkan roti dan susu untuk sarapan pagi. Bagi keluarga modern, dapur kering juga berfungsi sebagai tempat berkumpul anggota keluarga, sambil menikamti hidangan kecil dan bercengkrama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapur kering disebut juga dengan istilah Pantri. Keberadaan dapur kering atau pantri dapat mempermanis serta menambah nilai estetika interior rumah. Yang perlu diperhatikan dalam merencanakan dapur kering adalah penentuan ukuran ruang dapur yang efisien agar sirkulasi aktivitas dapur basah dan dapur kering dapat berjalan lancar.&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxiJqMcwPX7rabWgq3Gx96Nz-SkQyhcatnmcuIL_v1aBmQB1E6c-b7SWaj19GjT0Gado3SVfrfsEZQtw_42VLZE8p7M65mr0mEeQjd7u5fb5_O8HxlXCi_HZVSi9mkeBhV_tLdVFeyqxHt/s1600/rerfisi-1.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxiJqMcwPX7rabWgq3Gx96Nz-SkQyhcatnmcuIL_v1aBmQB1E6c-b7SWaj19GjT0Gado3SVfrfsEZQtw_42VLZE8p7M65mr0mEeQjd7u5fb5_O8HxlXCi_HZVSi9mkeBhV_tLdVFeyqxHt/s320/rerfisi-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548551695673437234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dapur Basah - memiliki kitchen equipment yang komplit&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxiJqMcwPX7rabWgq3Gx96Nz-SkQyhcatnmcuIL_v1aBmQB1E6c-b7SWaj19GjT0Gado3SVfrfsEZQtw_42VLZE8p7M65mr0mEeQjd7u5fb5_O8HxlXCi_HZVSi9mkeBhV_tLdVFeyqxHt/s1600/rerfisi-1.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNlzNWLvfHc6_cw3ZC9i6ATiS8qeQ-rU-JCM4HX6KPCnDxYfY-w6BbmUfNxFoQmQ-MCNuEuvE29OdKSKRZZz_A55jo30Fig8lsGTAPvxwqIUEvx6J7FjiI4mNaBw-KQo5nv-O6DdlwiAhA/s1600/refisi-1-b-2.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNlzNWLvfHc6_cw3ZC9i6ATiS8qeQ-rU-JCM4HX6KPCnDxYfY-w6BbmUfNxFoQmQ-MCNuEuvE29OdKSKRZZz_A55jo30Fig8lsGTAPvxwqIUEvx6J7FjiI4mNaBw-KQo5nv-O6DdlwiAhA/s320/refisi-1-b-2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548551693779676050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dapur kering - Lokasi dapat dipadukan dengan dapur basah&lt;br /&gt;B. Letak Dapur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu dapur selalu identik dengan “ruang belakang”. Sebagai bagian dari ruang servis, dapur pun selalu diletakkan di bagian belakang rumah. Namun, di era modern ini, dapur tak lagi harus berada di belakang rumah. Dapur juga bisa diletakkan di bagian depan rumah. Hal ini terkait dengan makin sempitnya luasan lahan, semakin banyaknya bangunan rumah yang dimiliki oleh setiap orang khususnya perkotaan, serta beberapa alasan lain, seperti keamanan ataupun kemudahan akses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dapur di bagian depan rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi ruang dapur di bagian depan rumah berhubungan langsung dengan ruang luar dan ruang dalam. Dengan ruang luar, ruang dapur bisa berhubungan dengan taman di depan rumah, ruang teras atau garasi/carport. Sementara dengan ruang dalam, ruang dapur berhubungan langsung dengan ruang tamu, ruang makan atau ruang keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penempatan dapur di bagian depan rumah memiliki beberapa kelebihan. Kelebihan yang paling menonjol adalah kemudahan akses servis keluar masuk rumah. Akses ini biasanya digunakan untuk keluar masuk pembantu atau akses untuk memasukkan bahan-bahan logistik rumah tangga tanpa harus melewati ruang-ruang publik, seperti tuang tamu atau ruang keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dilihat dari segi keamanan rumah, dapur di bagian depan juga memiliki kelebihan dalam hal memudahkan pengawasan. Pada pagi hingga sore hari, ketika para suami dan anak-anak sedang bekerja dan sekolah, ibu-ibu rumah tangga ataupun pembantu rumah tangga lebih banyak menghabiskan waktunya di dapur untuk melakukan aktifitas memasak. Jika dapur terletak di bagian belakang rumah, pengawasan terhadap keamanan dari depan rumah agak terabaikan sehingga khawatir akan rentan teradi tindak kejahatan, seperti pencurian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan lain dari dapur yang diletakkan di bagian depan rumah adalah kemudahan dalam pembuangan air kotor karena kedekatan jarak dengan drainase jalan (riol kota) yang berada di depan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sementara itu, dapur di bagian depan bisa menjadi view yang kurang menarik apabila aktivitas dapur terlihat dari ruang-ruang publik seperti ruang tamu ataupun ruang keluarga. Oleh karena itu, solusi yang dapat dilakukan antara lain dengan membuat sekat antara ruang dapur dengan ruang-ruang publik tersebut.&lt;br /&gt;DAPUR DI BAGIAN DEPAN RUMAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  * Kelebihan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kemudahan akses servis&lt;br /&gt;2. Kemudahan dalam pengawasan keamanan rumah.&lt;br /&gt;3. Kemudahan dalam pembuangan air kotor&lt;br /&gt;4. Lebih hemat listrik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  * Kekurangan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bisa menimbulkan view yang kurang menarik dari ruang publik sehingga diperlukan siasat desain yang tepat.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxiJqMcwPX7rabWgq3Gx96Nz-SkQyhcatnmcuIL_v1aBmQB1E6c-b7SWaj19GjT0Gado3SVfrfsEZQtw_42VLZE8p7M65mr0mEeQjd7u5fb5_O8HxlXCi_HZVSi9mkeBhV_tLdVFeyqxHt/s72-c/rerfisi-1.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Penempatan Dapur di Bagian Tengah Rumah</title><link>http://blogdesainarsitek.blogspot.com/2010/12/penempatan-dapur-di-bagian-tengah-rumah.html</link><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Wed, 8 Dec 2010 21:29:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617472638315208638.post-6706686507327141483</guid><description>&lt;a href="http://blogdesainarsitek.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;Penempatan Dapur di Bagian Tengah Rumah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seperti pada artikel sebelumnya, kita sudah membahas pembuatan dapur di bagian depan rumah termasuk kelebihan dan kekurangannya. Pada artikel kali ini kita akan membahas pembuatan dapur di bagian tengah rumah, dimana banyak bagian-bagian yang harus menjadi pertimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAPUR DI BAGIAN TENGAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapur bisa bisa di letakkan di bagian tengah rumah. Ada dua tipikal dapur di tengah rumah, yaitu dapur yang memiliki akses bukaan serta dapur yang tidak memiliki akses bukaan. Dapur yang memiliki akses bukaan adalah dapur yang berhubungan langsung dengan ruang terbuka di tengah-tengah bangunan. Dapur seperti ini lebih fleksibel karena bisa dibuat dapur kering maupun dapur basah. Sementara dapur yang tidak memiliki akses bukaan adalah dapur yang berhubungan langsung dengan ruang terbuka. Posisi dapur ini benar-benar terletak diantara ruang-ruang interiopr yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan dapur di tengah rumah adalah dulitnya memperoleh penghawaan dan pencahayaan alami. Oleh karena itu dapur seperti ini lebih cocok dibuat model dapur kering (pantri). Namun jika ingin menghadirkan dapur basah, sistem penghawaan ruang harus benar-benar direncanakan dengan matang (dengan penempatan cookerhood atau exhaust fan) agar asap dan bau tak sedap yang timbul dari proses memasak dapat terbuang ke luar dan tidak menyebar ke ruang lain.&lt;br /&gt;                         &lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgd30KQssO3Pihil956fYHejeLzCgnf8Ba1rhH5CIZF56BRTK6-NeOzITK4TRQjTF-6EqXhr6q5Ia5FnuHE2jwYb4RQiFl-6c5GZZjJxajM88exHQmOtJ1gKBjRt7lItlNftq1kr5oLxBuY/s1600/dapur+tengah.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 174px; height: 320px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgd30KQssO3Pihil956fYHejeLzCgnf8Ba1rhH5CIZF56BRTK6-NeOzITK4TRQjTF-6EqXhr6q5Ia5FnuHE2jwYb4RQiFl-6c5GZZjJxajM88exHQmOtJ1gKBjRt7lItlNftq1kr5oLxBuY/s320/dapur+tengah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548550974517565314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgY9OZEmXBfL6wZNMy5zLEXHdWqlTSZLV-iB-dkdUEwvBZWyJT1ubJ9cH8s_KVUxowa3JkvTvUSUoo4U-iF_hnikN_rXUOWla7KoBBP4kkwtbhMHYfcyE5BogcI2NXIUlFA7G8ie_QsguG3/s1600/dapur+tengah+2.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 181px; height: 320px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgY9OZEmXBfL6wZNMy5zLEXHdWqlTSZLV-iB-dkdUEwvBZWyJT1ubJ9cH8s_KVUxowa3JkvTvUSUoo4U-iF_hnikN_rXUOWla7KoBBP4kkwtbhMHYfcyE5BogcI2NXIUlFA7G8ie_QsguG3/s320/dapur+tengah+2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548550974588857682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1. Dapur tengah (a.) tanpa sirkulasi dan (b). dengan sirkulasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencahayaan untuk dapur tengah bangunan. Khususnya yang tidak memiliki akses ke ruang terbuka, juga harus diperhatikan. Jika ingin menggunakan pencahayaan alami maka sebaiknya gunakan konsep indirect lighting untuk pencahayaan horisontal maupun skylighting untuk pencahayaan vertikal. Untuk konsep indirect lighting, ruang dapur memperoleh cahaya alami melalui pantulan cahaya dari ruang-ruang lain yang banyak mendapatkan cahaya alami. Oleh karena itu, sebaiknya berikan bukaan pada ruang dapur ke arah ruang yang banyak raihan cahaya tersebut. Cara lain adalah pencahayaan vertikal dengan skylighting atau pembuatan bukaan cahaya di atap dengan memasang genteng kaca ataupun material transparan lainnya pada beberapa bagian atap ruang dapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika cahaya alami dirasa kurang cukup, tambahan cahaya buatan pun bisa dihadirkan. Penerangan utama dipasang di atas plafond agar cahaya yang dipancarkan dapat menyebar ke seluruh sudut ruang dapur secara maksimal. Sementara penerangan tambahan dapat di pasang di lemari kabinet dengan penempatan-penempatan tersembunyi sehingga menciptakan nuansa ruang dapur yang dramatis dan elegan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  DAPUR DI BAGIAN TENGAN RUMAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      * Jika memiliki akses bukaan ke luar maka bisa dibuat kombinasi dapur basah dan dapur kering&lt;br /&gt;      * Jika tidak memiliki akses bukaan ke luar maka sebaik nya di buat dapur kering saja. Jika ingin membuat dapur basah maka sistem penghawaan alternatif harus di rancang dengan matang.&lt;br /&gt;      * Jika ruang dapur sulit mendapatkan cahaya alami secara langsungm siasati dengan menggunakan skylighting atau indirect lighting.&lt;br /&gt;      * Jika pencahayaan alami dirasa kurang, bisa ditambahkan cahaya buatan seperti lampu, gunakan lampu yang hemat energi agar lebih efisien.&lt;br /&gt;      * Segera matikan lampu dapur setelah selesai beraktivitas agar lebih hemat penggunaan energi listrik</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgd30KQssO3Pihil956fYHejeLzCgnf8Ba1rhH5CIZF56BRTK6-NeOzITK4TRQjTF-6EqXhr6q5Ia5FnuHE2jwYb4RQiFl-6c5GZZjJxajM88exHQmOtJ1gKBjRt7lItlNftq1kr5oLxBuY/s72-c/dapur+tengah.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Dapur di Bagian Belakang Rumah</title><link>http://blogdesainarsitek.blogspot.com/2010/12/dapur-di-bagian-belakang-rumah.html</link><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Wed, 8 Dec 2010 21:28:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617472638315208638.post-1261740379506330812</guid><description>&lt;a href="http://blogdesainarsitek.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dapur di Bagian Belakang Rumah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagian belakang rumah merupakan lokasi yang sering digunakan untuk meletakkan ruang dapur. Ruang dapur di bagian belakang rumah cukup menguntungkan dari segi view karena posisinya yang lebih tersembunyi sehingga kegiatan memasak, khususnya pada dapur basah, tidak begitu terlihar dari ruang-ruang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapur di bagian belakang rumah sebaiknya berhubungan langsung dengan ruang terbuka sehingga pencahayaan dan penghawaan alami dapat berlangsung lebih optimal. Namun, karena keterbatasan lahan, sering kali bagian belakang tidak memiliki ruang terbuka. Jika kondisi ini terjadi, dapat dilakuka solusi seperti pada dapur di bagian tengah rumah, yaitu dengan pembuatan sistem penghawaan dan pencahayaan buatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, kelemahan lain dari dapur yang terletak di bagian belakang rumah adalah akses yang cukup jauh dari depan rumah, terutama untuk akses servis. Selain itum akses servis jugaterkadang harus melewati ruang-ruang lain sehingga secara view cukup mengganggu, terlebih jika sedang ada tamu. Oleh karena itu, perlu dibuat akses khusus dari depan rumah menuju ruang servis yang di buat di samping rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dapur di bagian belakang :&lt;br /&gt;    Kelebihan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       1. Memiliki posisi yang baik sebagai ruang servis karena tersembunyi dan tidak terlihar dari ruang-ruang publik&lt;br /&gt;       2. Memiliki penghawaan dan pencahayaan ruang yang bagus jika berhubungan langsung dengan ruang terbuka (halaman belakang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kelebihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       1. Ada kemungkinan dapur bagian belakang tidak berhubungan langsung dengan ruang terbuka sehingga mengalami kesulitan dalam hal penghawaan dan pencahayaan, jika terjadi hal ini, lakukan langkah-langkah seperti pada kasus dapur di bagian tengah rumah.&lt;br /&gt;       2. Akses servis keluar masuk rumah terlalu jauh. Ada kemungkinan akses servis harus melewati ruang-ruang publik sehingga cukup mengganggu. Siasati hal ini dengan membuat akses khusus untuk servis yang bisa dibuat di samping rumah.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Expansion Possibilities</title><link>http://blogdesainarsitek.blogspot.com/2010/11/expansion-possibilities.html</link><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Tue, 16 Nov 2010 21:59:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617472638315208638.post-4952897264043230513</guid><description>&lt;a href="http://blogdesainarsitek.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Expansion Possibilities&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8PYwlqUvZCPYQ6Phe9L9Z2AI1JQ5UWiE87s7al5FdjX3e2Zgy2c_7GzBdiYH3tX0Ryyw4np6Y9dXd0klDqgchw65G8dYJ3egROxUPtdhdmQSQU3-NFqbqTGScjYIyJ112KX0rlDvsXMbN/s1600/image.ashx1.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 282px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8PYwlqUvZCPYQ6Phe9L9Z2AI1JQ5UWiE87s7al5FdjX3e2Zgy2c_7GzBdiYH3tX0Ryyw4np6Y9dXd0klDqgchw65G8dYJ3egROxUPtdhdmQSQU3-NFqbqTGScjYIyJ112KX0rlDvsXMbN/s320/image.ashx1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540394973495569378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9YNhwGyTR2twUPciolI20AyVx34N8ACQW3p8T53QEd6EVs0xRvN_ojLH-iim7scvP7YPYM92qQ1BjNd0JMuLMzalSt7EvJWkg3IfpCkRGAP6MRpM52lptuspQ9etj7ZLUdPsfBs9DBJut/s1600/image.ashx5.gif"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 157px; height: 320px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9YNhwGyTR2twUPciolI20AyVx34N8ACQW3p8T53QEd6EVs0xRvN_ojLH-iim7scvP7YPYM92qQ1BjNd0JMuLMzalSt7EvJWkg3IfpCkRGAP6MRpM52lptuspQ9etj7ZLUdPsfBs9DBJut/s320/image.ashx5.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540394991526101810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEeUAV_j9Pp3kGoD-mjwLX_X6DXgeVwxeqoGZbcr-EGEWYlMu1O9agoNK8qU8ofFWgb4Dw2N0d8gUjSk9qWxxMr_vrRIzQLsPkMHxz6AZVBDchOVjjtnDsI2hxtUB6JKtGp4rtev2XJkkJ/s1600/image.ashx4.gif"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 151px; height: 320px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEeUAV_j9Pp3kGoD-mjwLX_X6DXgeVwxeqoGZbcr-EGEWYlMu1O9agoNK8qU8ofFWgb4Dw2N0d8gUjSk9qWxxMr_vrRIzQLsPkMHxz6AZVBDchOVjjtnDsI2hxtUB6JKtGp4rtev2XJkkJ/s320/image.ashx4.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540394987618796770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGD_odgO1C1GkebdZ7kRMXwoqIAd0VJaM0OsI6YSJaAW5qbJsSp5JRztu0uima5Zslofrh42IM4JMqXEjuaBSeRWKbDEbw9ui30HljJX9K-A63WkAu3nCBRHg8nWDlyN9tTKZyOLBqCPhl/s1600/image.ashx3.gif"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 194px; height: 320px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGD_odgO1C1GkebdZ7kRMXwoqIAd0VJaM0OsI6YSJaAW5qbJsSp5JRztu0uima5Zslofrh42IM4JMqXEjuaBSeRWKbDEbw9ui30HljJX9K-A63WkAu3nCBRHg8nWDlyN9tTKZyOLBqCPhl/s320/image.ashx3.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540394984655188130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEZxLzMQM9EyoVzwMAXCKcsnpemtgKDGn6hQhWrNJPQtdc7-AmrTsHhWL03lvv7T-kA4Zu_i9TMX0pdomKhNuJpG0_ELeTQBqrOYx5cH4A-uZqOCNYtXGk1x0xs18Jdh7DpZnmFYZ8OC6J/s1600/image.ashx2.gif"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 151px; height: 320px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEZxLzMQM9EyoVzwMAXCKcsnpemtgKDGn6hQhWrNJPQtdc7-AmrTsHhWL03lvv7T-kA4Zu_i9TMX0pdomKhNuJpG0_ELeTQBqrOYx5cH4A-uZqOCNYtXGk1x0xs18Jdh7DpZnmFYZ8OC6J/s320/image.ashx2.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540394973430004914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8PYwlqUvZCPYQ6Phe9L9Z2AI1JQ5UWiE87s7al5FdjX3e2Zgy2c_7GzBdiYH3tX0Ryyw4np6Y9dXd0klDqgchw65G8dYJ3egROxUPtdhdmQSQU3-NFqbqTGScjYIyJ112KX0rlDvsXMbN/s1600/image.ashx1.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8PYwlqUvZCPYQ6Phe9L9Z2AI1JQ5UWiE87s7al5FdjX3e2Zgy2c_7GzBdiYH3tX0Ryyw4np6Y9dXd0klDqgchw65G8dYJ3egROxUPtdhdmQSQU3-NFqbqTGScjYIyJ112KX0rlDvsXMbN/s72-c/image.ashx1.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Shingle Style Classic</title><link>http://blogdesainarsitek.blogspot.com/2010/11/shingle-style-classic.html</link><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Tue, 16 Nov 2010 21:46:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617472638315208638.post-8433149239322161437</guid><description>&lt;h3&gt;&lt;a href="http://blogdesainarsitek.blogspot.com/"&gt;Shingle Style Classic&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjntuDKTfpnfv_duZX5yxBisO7qFbVRxynRepmxBHGEb9f7jIfXbBpi_dFwTvtai6Rbq4thwf8cSqCBo0jvcafaxW7ZTNW_bE700ECWFcW19N5MONAtXFDwnTMtG9gpIP8z0xV_GPSOy22Z/s1600/image.ashx1.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjntuDKTfpnfv_duZX5yxBisO7qFbVRxynRepmxBHGEb9f7jIfXbBpi_dFwTvtai6Rbq4thwf8cSqCBo0jvcafaxW7ZTNW_bE700ECWFcW19N5MONAtXFDwnTMtG9gpIP8z0xV_GPSOy22Z/s320/image.ashx1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540392385353952754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPYPuMWBumx5RTdJisrIQm562uvEcxQyjYu-_wKLDJ8-qxIcXpHkXjMtKIaqtqv-1EK6WjQvt1rNSq8KyUX87-BOxl9ehFUIUjZ_9U8VT09lp7uWyj_C7D2pAnjvFCQ54zrzoCJ2KCljyd/s1600/image.ashx2.gif"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 230px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPYPuMWBumx5RTdJisrIQm562uvEcxQyjYu-_wKLDJ8-qxIcXpHkXjMtKIaqtqv-1EK6WjQvt1rNSq8KyUX87-BOxl9ehFUIUjZ_9U8VT09lp7uWyj_C7D2pAnjvFCQ54zrzoCJ2KCljyd/s320/image.ashx2.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540392606981640018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3jNYVLXhRsKNB1ZN1044F70HdzrYYJ5goUSr3j73sWSyzXb5lGivWuyLlf-EoifY0nfWkQZ_7wiiW-T6GaNXctBZ2wR-tWWidjIBCFH2WCe4lzY1Ac2YlEAC6-rtV6BknHFM5DYaqBjXQ/s1600/image.ashx3.gif"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 220px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3jNYVLXhRsKNB1ZN1044F70HdzrYYJ5goUSr3j73sWSyzXb5lGivWuyLlf-EoifY0nfWkQZ_7wiiW-T6GaNXctBZ2wR-tWWidjIBCFH2WCe4lzY1Ac2YlEAC6-rtV6BknHFM5DYaqBjXQ/s320/image.ashx3.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540392610175708626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBagGtfjqXBGNK3q9aZO_ob8JBgGxHIstCTExLmenTWkXVGo2IvmkHsGV3MOru4mV26TZrNYOzUafMyh1E4918kkvwbqT-w7CWnw1et_3LLtn6oihYpT2nt8ekcRo5Q1AiEjtRMgKMR_ik/s1600/image.ashx16.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 230px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBagGtfjqXBGNK3q9aZO_ob8JBgGxHIstCTExLmenTWkXVGo2IvmkHsGV3MOru4mV26TZrNYOzUafMyh1E4918kkvwbqT-w7CWnw1et_3LLtn6oihYpT2nt8ekcRo5Q1AiEjtRMgKMR_ik/s320/image.ashx16.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540393584909849794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5Gmx5Lfyp4GmAY7NAsHMl0z126VjwLsifnz91wWm0rsynwGlCZgx8t1ydL4SYZpH1yG1NTAlTf9xRAwCKCcevnQ0lG3fJALkcNLlG2LiP0zOCPQWZuFRat9hnOFlWpRcM4Rp7kyCUCIlP/s1600/image.ashx15.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 230px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5Gmx5Lfyp4GmAY7NAsHMl0z126VjwLsifnz91wWm0rsynwGlCZgx8t1ydL4SYZpH1yG1NTAlTf9xRAwCKCcevnQ0lG3fJALkcNLlG2LiP0zOCPQWZuFRat9hnOFlWpRcM4Rp7kyCUCIlP/s320/image.ashx15.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540393580585165570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRHf_azrHxZmaNgZlVNwIp9Nqk8jPaTcCzmMW4Ub0tcGJCWhlZNM1DLmiAJsSzU_CJtrqDYG0EJ9-QoY4VeipISc0uXY7f0BeJJ-I0zJ4hlr8wf3Z0VvY-d_5gLu6hgq0pZtttFJQexuCN/s1600/image.ashx14.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 230px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRHf_azrHxZmaNgZlVNwIp9Nqk8jPaTcCzmMW4Ub0tcGJCWhlZNM1DLmiAJsSzU_CJtrqDYG0EJ9-QoY4VeipISc0uXY7f0BeJJ-I0zJ4hlr8wf3Z0VvY-d_5gLu6hgq0pZtttFJQexuCN/s320/image.ashx14.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540393391607699730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1-XoX_ik08dCZJk_KDeDWVD8AoF47T7BXHBHnUpJR8zAcGv-k5-XzIvUXDr63yZ8T_fUqclehrTi6HXgDEQuACDeEVemF_q7xYMUVZv9iNodn4exn-Ds1aHlDE5mFAJ-MRx3yJ_tPMFZt/s1600/image.ashx13.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 230px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1-XoX_ik08dCZJk_KDeDWVD8AoF47T7BXHBHnUpJR8zAcGv-k5-XzIvUXDr63yZ8T_fUqclehrTi6HXgDEQuACDeEVemF_q7xYMUVZv9iNodn4exn-Ds1aHlDE5mFAJ-MRx3yJ_tPMFZt/s320/image.ashx13.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540393384005569634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4ZX1cyYrQ_jmaSVY1LgYYWGtjo5NtJDQ3mlnzaaVOhc0wReZrhPLIkasi2xQrJPVhnvl8QRLgHyza9J-c867vOYKdaLuCJcfb_tdMAID6DNwVk5LZ70lVK2CVOlkvggcUynb-RLP6IM37/s1600/image.ashx12.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 230px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4ZX1cyYrQ_jmaSVY1LgYYWGtjo5NtJDQ3mlnzaaVOhc0wReZrhPLIkasi2xQrJPVhnvl8QRLgHyza9J-c867vOYKdaLuCJcfb_tdMAID6DNwVk5LZ70lVK2CVOlkvggcUynb-RLP6IM37/s320/image.ashx12.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540393377099809538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcjz0ahs-FW1bMP4e4BgUd7zavLckPno0eoMOImG_XU9j2EthvLqjSeypx-P_SA5rv-vK4El-OmBybyvi7ExnU7Sh8bRPhI2T5GMmHgW2orCro7VialZjayuGRsREYCN4wJ0FbmxWcNT1N/s1600/image.ashx11.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 230px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcjz0ahs-FW1bMP4e4BgUd7zavLckPno0eoMOImG_XU9j2EthvLqjSeypx-P_SA5rv-vK4El-OmBybyvi7ExnU7Sh8bRPhI2T5GMmHgW2orCro7VialZjayuGRsREYCN4wJ0FbmxWcNT1N/s320/image.ashx11.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540393379399513666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsBgGRTsp7gvg4EEj608MFqoGXz7ESEWsfP54EpP9SfPP-VM1SCG6mBT9zeFb7H1PmrzmECfETGv1ujW8lDdfCenKn7cwHTI1Xit2DOrJu8MsCJb0cNiOn41rHh0NNsAS8u3quyP-Sig-z/s1600/image.ashx10.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 230px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsBgGRTsp7gvg4EEj608MFqoGXz7ESEWsfP54EpP9SfPP-VM1SCG6mBT9zeFb7H1PmrzmECfETGv1ujW8lDdfCenKn7cwHTI1Xit2DOrJu8MsCJb0cNiOn41rHh0NNsAS8u3quyP-Sig-z/s320/image.ashx10.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540393374478827090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJa1MdP8O_1mZjqVn4F53SJmr4x1LNOlqH-wKwTdjGF6qvJPUcFxC9nWF3CGZwm-NIe8c-PTWAUbOroQOBI2qJc3rjbqw96jhOt0oPovT7arkCPdaxxHeXA3-oF1rn6nI73XVkJUBexhgI/s1600/image.ashx10.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 230px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJa1MdP8O_1mZjqVn4F53SJmr4x1LNOlqH-wKwTdjGF6qvJPUcFxC9nWF3CGZwm-NIe8c-PTWAUbOroQOBI2qJc3rjbqw96jhOt0oPovT7arkCPdaxxHeXA3-oF1rn6nI73XVkJUBexhgI/s320/image.ashx10.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540393042160491314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAcYVtDGFY75D8l7MH66mj_ihyJyA5LUSk8IyjeDX0aP9t7SeyhAhb-ERn6QXvFzbz5jPNYh_AOwc8xGIeX2funEVgfZgaCW5STVeFsGA6B1hN-rKv7AVS1Fny0BxLdl2hPGWIwqSziL6A/s1600/image.ashx9.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 230px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAcYVtDGFY75D8l7MH66mj_ihyJyA5LUSk8IyjeDX0aP9t7SeyhAhb-ERn6QXvFzbz5jPNYh_AOwc8xGIeX2funEVgfZgaCW5STVeFsGA6B1hN-rKv7AVS1Fny0BxLdl2hPGWIwqSziL6A/s320/image.ashx9.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540393037268948226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ7hFc4nY807I2jnXMsFuNBsgbnccblZQ04prvuBPWoguTEGnmtHPNWky6kYq1c33CR6sh7oDft7_-4u8n9xv4hvMKTxVpO3XaOvnagFBVQ6yN6IJ3OowKakixGVJZEQv_mSq2zog1HEax/s1600/image.ashx8.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ7hFc4nY807I2jnXMsFuNBsgbnccblZQ04prvuBPWoguTEGnmtHPNWky6kYq1c33CR6sh7oDft7_-4u8n9xv4hvMKTxVpO3XaOvnagFBVQ6yN6IJ3OowKakixGVJZEQv_mSq2zog1HEax/s320/image.ashx8.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540393029770028738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgB5dezD6CITa7Q7YlKBIgQTHBYkz3Xm_QMkmt_46grw0AaZxLSk-33qVbV78m4yOFuZlghOIEzCLbKKzxDW8VGiZXgkwi8Zt-kG3e4F3qKjtf2sFHMEeNF-DeWDHwFu5Gi8g0HNRg_jt-F/s1600/image.ashx7.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 230px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgB5dezD6CITa7Q7YlKBIgQTHBYkz3Xm_QMkmt_46grw0AaZxLSk-33qVbV78m4yOFuZlghOIEzCLbKKzxDW8VGiZXgkwi8Zt-kG3e4F3qKjtf2sFHMEeNF-DeWDHwFu5Gi8g0HNRg_jt-F/s320/image.ashx7.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540393028684616098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3iGhaRhs4BHV4mzGa_3C25g8MuARLAscL-R59GJJ4FkRBZV7ZfCR4EQeaAoP84RKnCohgLlLRpB3-0EdNfDKDjCni8GL0w7D1UTeOttvFQgngxmaOhO4ZFVmXfMPboyoAcu7EEBoq59jv/s1600/image.ashx6.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 230px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3iGhaRhs4BHV4mzGa_3C25g8MuARLAscL-R59GJJ4FkRBZV7ZfCR4EQeaAoP84RKnCohgLlLRpB3-0EdNfDKDjCni8GL0w7D1UTeOttvFQgngxmaOhO4ZFVmXfMPboyoAcu7EEBoq59jv/s320/image.ashx6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540393023685330018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMGE4IRhZhYgQeBSTebIF1oEISPa-LQRUSSFLhlZMnc3OVNd56ZfRp0Rlln7eg9i9gPylruoy4ssedxOmpFIUJxZ9QSkSi4CXwRM1eNreWonppH-wCwYW2bdG_vvne5wus4bSJw_5P2z3u/s1600/image.ashx5.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 230px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMGE4IRhZhYgQeBSTebIF1oEISPa-LQRUSSFLhlZMnc3OVNd56ZfRp0Rlln7eg9i9gPylruoy4ssedxOmpFIUJxZ9QSkSi4CXwRM1eNreWonppH-wCwYW2bdG_vvne5wus4bSJw_5P2z3u/s320/image.ashx5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540392622611987746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivtkDImiCQJysRXdnYtsjXg6ou1-pzYQ8nGjO4QR4VZdjMGUTYw5EuKxXemERGCEXEHTfV1b9GFTBMMOExntry-RMCashZmriKm2Ab7PrJTAuUsQtuKeVx_VngNKOhvlrJPd4-poYF5XB7/s1600/image.ashx4.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 230px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivtkDImiCQJysRXdnYtsjXg6ou1-pzYQ8nGjO4QR4VZdjMGUTYw5EuKxXemERGCEXEHTfV1b9GFTBMMOExntry-RMCashZmriKm2Ab7PrJTAuUsQtuKeVx_VngNKOhvlrJPd4-poYF5XB7/s320/image.ashx4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540392615490747250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3jNYVLXhRsKNB1ZN1044F70HdzrYYJ5goUSr3j73sWSyzXb5lGivWuyLlf-EoifY0nfWkQZ_7wiiW-T6GaNXctBZ2wR-tWWidjIBCFH2WCe4lzY1Ac2YlEAC6-rtV6BknHFM5DYaqBjXQ/s1600/image.ashx3.gif"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPYPuMWBumx5RTdJisrIQm562uvEcxQyjYu-_wKLDJ8-qxIcXpHkXjMtKIaqtqv-1EK6WjQvt1rNSq8KyUX87-BOxl9ehFUIUjZ_9U8VT09lp7uWyj_C7D2pAnjvFCQ54zrzoCJ2KCljyd/s1600/image.ashx2.gif"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjntuDKTfpnfv_duZX5yxBisO7qFbVRxynRepmxBHGEb9f7jIfXbBpi_dFwTvtai6Rbq4thwf8cSqCBo0jvcafaxW7ZTNW_bE700ECWFcW19N5MONAtXFDwnTMtG9gpIP8z0xV_GPSOy22Z/s1600/image.ashx1.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjntuDKTfpnfv_duZX5yxBisO7qFbVRxynRepmxBHGEb9f7jIfXbBpi_dFwTvtai6Rbq4thwf8cSqCBo0jvcafaxW7ZTNW_bE700ECWFcW19N5MONAtXFDwnTMtG9gpIP8z0xV_GPSOy22Z/s72-c/image.ashx1.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Florida Cracker Style</title><link>http://blogdesainarsitek.blogspot.com/2010/11/florida-cracker-style.html</link><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Tue, 16 Nov 2010 21:38:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617472638315208638.post-540152146754939929</guid><description>&lt;a href="http://blogdesainarsitek.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Florida Cracker Style&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAU12EvidozLBig98IKOmuoUBxhdKqXD9FEFw97WzCdEiXBXLP0_T58DF7KGRekPnBmRVimkfL8hPgUOzFvuQlkJgnv8t4w4zBROtcqOi5S9Jzjx2I3T6EL4akySdE9CYn37DAzYgLwIHP/s1600/image.ashx1.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 179px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAU12EvidozLBig98IKOmuoUBxhdKqXD9FEFw97WzCdEiXBXLP0_T58DF7KGRekPnBmRVimkfL8hPgUOzFvuQlkJgnv8t4w4zBROtcqOi5S9Jzjx2I3T6EL4akySdE9CYn37DAzYgLwIHP/s320/image.ashx1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540389557914002130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiq6HywrntgHuMPxAvtkpLugax4GWsyPl5Qhb6xcw_a1id8e74W8yRxPfZPMRN4HZM6TMEPQlw_Liu0jLIWI7_heugXOtDypTaqkWSxAKGJXtkmXjDv4O9lSPUmoIkbDWLVa8QJxXiVNXg_/s1600/image.ashx4.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 185px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiq6HywrntgHuMPxAvtkpLugax4GWsyPl5Qhb6xcw_a1id8e74W8yRxPfZPMRN4HZM6TMEPQlw_Liu0jLIWI7_heugXOtDypTaqkWSxAKGJXtkmXjDv4O9lSPUmoIkbDWLVa8QJxXiVNXg_/s320/image.ashx4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540389570491316594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGSq264_exwMgC3bgryKByNHJeOAEYQojbgA_mZTM1FgRPutNSN-uxSVaLCKfDR7cLBbnPk_s0-kJpZk0lWCJH88vS-3FJcYkztZH3G9srOVZNZPH2FQRVSAiFBMDbSpLHx-1OR_k8Zwgg/s1600/image.ashx3.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 208px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGSq264_exwMgC3bgryKByNHJeOAEYQojbgA_mZTM1FgRPutNSN-uxSVaLCKfDR7cLBbnPk_s0-kJpZk0lWCJH88vS-3FJcYkztZH3G9srOVZNZPH2FQRVSAiFBMDbSpLHx-1OR_k8Zwgg/s320/image.ashx3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540389562803039186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiOOgTV1u9C6CcavSlV2M7Y4UmlO9xefrUPpLu-JE5yJj2e9PIBZYelhNj0283A3VJDfZDVD-s-VX_HWJTxKu45nto5b1f2bVoKf9KS3-ay3Iic9UowxC7LdiMzWz6Uh4YIf8kSjRW8ZXW/s1600/image.ashx2.gif"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 302px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiOOgTV1u9C6CcavSlV2M7Y4UmlO9xefrUPpLu-JE5yJj2e9PIBZYelhNj0283A3VJDfZDVD-s-VX_HWJTxKu45nto5b1f2bVoKf9KS3-ay3Iic9UowxC7LdiMzWz6Uh4YIf8kSjRW8ZXW/s320/image.ashx2.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540389559850855890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAU12EvidozLBig98IKOmuoUBxhdKqXD9FEFw97WzCdEiXBXLP0_T58DF7KGRekPnBmRVimkfL8hPgUOzFvuQlkJgnv8t4w4zBROtcqOi5S9Jzjx2I3T6EL4akySdE9CYn37DAzYgLwIHP/s72-c/image.ashx1.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Precedent as One of the Channels of Creativity</title><link>http://blogdesainarsitek.blogspot.com/2010/11/precedent-as-one-of-channels-of_05.html</link><category>arsitek lanskap</category><category>arsitektur com</category><category>arsitektur romawi</category><category>arsitektur tropis</category><category>dekorasi</category><category>denah ruang kantor</category><category>iklan rumah</category><category>renovasi gedung</category><category>rumah</category><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Fri, 5 Nov 2010 07:05:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617472638315208638.post-2709824130277005024</guid><description>&lt;a href="http://blogdesainarsitek.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Precedent as One of the Channels of Creativity&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Case Study: Tadao Ando on Japanese Pavilion for Seville World Exhibition 1992&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;precedent-1.jpg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peradaban masa lalu telah mewariskan banyak sekali karya arsitektur yang memiliki tingkat estetika dan kandungan makna yang tinggi. Karya-karya arsitektur di masa lalu itu tentu saja bukan sekedar pelengkap bagi kekayaan sejarah peradaban dunia. Dalam konteks kiwari, karya-karya arsitektur di masa lalu itu dapat dijadikan sebagai preseden atau contoh yang dijadikan teladan, bagi perancangan obyek-obyek arsitektur di masa kini dan masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para arsitek dapat mengambil manfaat yang besar dari pengetahuan mereka akan karya-karya arsitektur terdahulu. Karya arsitektur masa lalu merupakan bahan referensi yang sangat kaya untuk mengembangkan kemampuan para arsitek dalam merancang. Karenanya, preseden-preseden arsitektur yang ada telah dimanfaatkan oleh banyak arsitek dunia sebagai salah satu jalan untuk mengeksplorasi rancangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam usaha mempelajari preseden arsitektur yang telah ada, seorang arsitek harus berhati-hati agar tidak terjebak dalam usaha peniruan bentuk semata. Untuk menghasilkan sebuah karya arsitektur dengan cara ini, seorang arsitek harus mempelajari sebuah preseden secara menyeluruh. Ia harus memiliki pengetahuan akan anatomi bangunan, struktur dan konstruksi, tata ruang, nilai-nilai yang dikandung, kondisi sosial budaya masyarakat, hingga sejarah yang melatarbelakangi keberadaan sebuah preseden. Hal ini dikarenakan, di dalam sebuah preseden selalu terkandung makna-makna tertentu. Makna-makna ini tidak dapat diterapkan begitu saja pada karya arsitektur baru, hanya dengan meniru bentuk fisik semata dari presedennya. Preseden pada dasarnya tidak berfungsi sebagai ”pemberi contoh bentuk” belaka. Prinsip-prinsip dan esensi yang terdapat di dalam preseden harus dapat dikembangkan oleh si arsitek. Dengan begitu, ia akan memperoleh sebuah rancangan baru yang dapat dengan tepat menerapkan prinsip dan esensi itu, sesuai dengan konteks waktu dan tempatnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kajian tentang preseden sebagai salah satu saluran kreativitas ini, penulis mengupas salah satu karya arsitek Jepang, Tadao Ando, yaitu Japanese Pavilion for Seville World Exhibition of 1992. Sebagai obyek arsitektur yang menjadi representasi dari kebudayaan Jepang di dunia internasional, bangunan paviliun ini dirancang dengan studi dan pengetahuan yang mendalam mengenai arsitektur tradisional Jepang. Tadao Ando mengeksplorasi potensi-potensi arsitektur tradisional Jepang sebagai preseden bagi Japanese Pavilion ini. Walaupun begitu, bentuk-bentuk arsitektur tradisional Jepang tidak diterapkan mentah-mentah pada karya arsitekturnya ini. Sebaliknya, terdapat proses kreatif dalam mengolah prinsip-prinsip dasar dan citra yang dikandung oleh preseden. Prinsip dasar dan citra itu diolah kembali oleh Ando, sesuai dengan konteks waktu, tempat dan fungsi. Terdapat pula loncatan-loncatan kreativitas dalam pengolahan bentuk, sehingga karya arsitektur yang dihasilkan tidak menjadi peniruan semata dari bentuk-bentuk fisik yang telah ada pada presedennya. Sebagai arsitek yang benar-benar mengalami dan memahami esensi dan prinsip arsitektur tradisional Jepang, Ando dapat dengan tepat menerjemahkan prinsip dan esensi itu ke dalam bentuk-bentuk baru, tanpa menghilangkan nilai dan makna aslinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TINJAUAN UMUM ARSITEKTUR TRADISIONAL JEPANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip dasar yang dapat ditemui pada sebagian besar obyek arsitektur tradisional Jepang adalah keseimbangan, kesederhanaan dan kedekatan dengan alam. Ketiga prinsip dasar ini berasal dari sistem kepercayaan (beliefs) asli masyarakat Jepang, yaitu Shinto. Selain itu, berkembang pula agama Budha yang lebih menekankan pada siklus kehidupan manusia menuju kesucian. Prinsip-prinsip yang terdapat di dalam kedua sistem kepercayaan ini membawa pengaruh yang besar kepada kebudayaan dan arsitektur tradisional Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arsitektur Jepang juga mendapat pengaruh yang cukup besar dari arsitektur kuil yang telah berkembang di China. Pengaruh ini terutama tampak jelas pada arsitektur rumah tinggal dan istana kerajaan pada abad VIII (Egenter, 2006). Salah satu pengaruh yang diperoleh dari arsitektur China adalah penggunaan struktur kolom-balok tradisional dengan kayu sebagai bahan konstruksi utama. Walaupun demikian, arsitektur Jepang juga memperlihatkan perbedaan-perbedaan dengan arsitektur China dalam banyak aspek penting. Perancangan rumah tinggal di China didasarkan pada pertimbangan terhadap strata sosial ekonomi keluarga yang mendiaminya. Sebaliknya, arsitektur rumah tinggal di Jepang lebih banyak dipengaruhi oleh prinsip-prinsip kedekatan dengan alam. Perbedaan prinsip dasar ini menghasilkan perbedaan pula pada citra arsitektur yang ditampilkan. Secara garis besar, arsitektur China menunjukkan kemewahan dan kerumitan desain, sedangkan arsitektur Jepang lebih menonjolkan kesederhanaan dan kesatuan hubungan dengan alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga prinsip arsitektur Jepang –keseimbangan, kesederhanaan dan kedekatan dengan alam- diterapkan dalam setiap aspek perancangan arsitektur Jepang secara terpadu. Keseimbangan dan kesederhanaan merupakan dua prinsip yang sangat erat berkaitan dengan prinsip kedekatan dengan alam. Pertimbangan-pertimbangan keseimbangan dan kesederhanaan yang nampak dalam setiap obyek arsitektur, selalu didasarkan pada pertimbangan akan kelangsungan lingkungan hidup yang melingkupinya. Salah satu contohnya adalah penggunaan material alam, yaitu kayu, jerami dan bambu, baik sebagai bahan struktur maupun bahan selubung bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh, hubungan dengan alam juga terlihat pada adanya hubungan yang mengalir antara ruang dalam dan ruang luar. Hubungan ini dihasilkan melalui bukaan-bukaan yang lebar pada dindingnya, juga oleh material dinding yang hanya berupa lembaran kertas yang disebut ”washi” dan partisi geser semi transparan, disebut ”shoji”. Aliran pemandangan yang masuk ke ruang dalam ini menghasilkan interaksi yang intensif antara manusia dengan alam, walaupun mereka sedang berada di dalam ruangan. Tidak seperti arsitektur Barat yang memandang dunia manusia dan lingkungan alam sebagai dua hal yang terpisah, masyarakat tradisional Jepang memandang keduanya sebagai sebuah kesatuan (Heneghan, 1996).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, terdapat sebuah teknik untuk menghadirkan pemandangan dari alam ke dalam ruangan, atau ke dalam halaman rumah tinggal mereka. Teknik ini disebut ”shakkei” atau ”meminjam pemandangan”. Pemandangan alam di luar dibingkai dan dijadikan latar belakang yang dapat menambah nilai estetis taman di halaman rumah. Dengan demikian, pemandangan bukit dan pepohonan yang semula tidak memiliki hubungan apa-apa dengan taman, kemudian memiliki arti yang lebih dari semata-mata ruang negatif (Gunadi, 1983).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;precedent-2-rumah-jepang.jpg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan citra bangunan yang dihasilkan dari pertimbangan-pertimbangan atas faktor iklim, geografis dan sebagainya, arsitektur Jepang memiliki karakteristik yang juga dimiliki oleh sebagian besar arsitektur di wilayah kepulauan (arsitektur nusantara). Pada arsitektur nusantara, ekspresi bentuk (formal expression) bangunan terletak pada pengolahan atap sebagai kepala bangunan. Masing-masing daerah memiliki bentuk atap yang berbeda dan menjadi identitas arsitektur itu sendiri. Hal ini juga dapat dilihat pada arsitektur Jepang. Citra yang terbentuk pada arsitektur Jepang adalah sebuah arsitektur yang didominasi oleh atap sebagai kepala bangunan. Bentuk atap dengan kemiringan yang besar, selain berfungsi untuk menghindari penumpukan salju dan mengalirkan air hujan, ternyata telah pula menjadi salah satu ciri khusus arsitekturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, salah satu karakteristik yang dapat pula ditemui pada arsitektur Jepang adalah adanya suatu bentuk arsitektur gerbang kayu yang unik. Gerbang yang terdapat di pintu masuk wilayah kuil disebut sebagai ”torii”. Gerbang ini berfungsi sebagai penanda adanya batas luar dan dalam, publik dan privat, serta duniawi dan ukhrawi. Walaupun desainnya sangat sederhana, skala gerbang yang monumental melambangkan kewibawaan dan kebesaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;precedent-3-torii.jpg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri khas lain pada arsitektur Jepang adalah penggunaan elemen tangga sebagai pembatas antara dua wilayah yang memiliki perbedaan makna. Hal ini banyak ditemui pada arsitektur istana dan kuilnya. Keberadaan tangga, selain disebabkan topografi wilayah yang berkontur, juga disebabkan penataan massa yang menempatkan bangunan-bangunan yang suci di bagian topografi yang teratas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan desain gerbang, tangga-tangga pada kuil juga menampakkan kesederhanaan dan kedekatan dengan alam. Salah satunya contohnya adalah penggunaan bahan-bahan yang berasal dari alam. Hal ini menunjukkan, bahwa prinsip-prinsip dasar perancangan arsitektur tradisional Jepang melebur ke dalam setiap elemen arsitekturalnya. Kesatuan ini melahirkan citra yang utuh, sehingga dapat dikenali sejak pertama kali seseorang melihat dan mengapresiasinya. Prinsip-prinsip ini pulalah yang benar-benar dipahami dan diterapkan oleh Tadao Ando dalam perancangan paviliun yang mewakili citra kebudayaan bangsa Jepang di mata internasional ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TADAO ANDO DAN PANDANGANNYA TERHADAP ARSITEKTUR TRADISIONAL JEPANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang arsitek Jepang yang menghabiskan masa remajanya untuk mengamati dan mengapresiasi karya seni tukang kayu, serta mempelajari karya-karya arsitektur Jepang dengan melihat dan mengalaminya sendiri, Tadao Ando memiliki pemahaman yang mendalam mengenai prinsip-prinsip dasar arsitektur tradisional Jepang. Ia memiliki kepedulian yang besar terhadap interaksi yang terjadi antara manusia dengan lingkungannya. Baginya, arsitektur merupakan perantara yang menghubungkan manusia dengan manusia lainnya dan manusia dengan lingkungan alamnya. Alam bukanlah sekedar pelengkap dalam desainnya, bukan pula elemen dekoratif, melainkan merupakan sebuah komponen utama (Heneghan, 1996: 13-15). Prinsip Ando ini lahir dari interaksi yang panjang dengan tradisi dan kebudayaan Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh, perkembangan pemikiran Ando mengenai prinsip ini sampai pula pada kesimpulan, bahwa seiring dengan berubahnya peradaban dan kebudayaan, terjadi pula perubahan di lingkungan alam. Karenanya, pada masa sekarang, hubungan antara manusia dan lingkungan alamnya juga mau tidak mau ikut berubah. Dalam berarsitektur, tujuan Ando bukanlah untuk berinteraksi dengan alam seperti apa adanya, melainkan lebih kepada mencoba mengubah makna lingkungan alam melalui arsitektur. Menurutnya, material-material arsitektur tidak terbatas pada kayu atau beton yang memiliki bentuk-bentuk terukur. Lebih dari itu, cahaya dan angin termasuk pula di dalamnya dan turut berpengaruh pada perasaan manusia. (Heneghan, 1996: 15). Karya-karyanya merupakan perpaduan antara massa-massa dan bidang-bidang yang sederhana dengan permainan cahaya dan elemen-elemen alam. Kesederhanaan bentuk arsitektural menurutnya merupakan salah satu pendekatan pada prinsip kesatuan dengan alam di atas. Kesederhanaan bentuk ini memungkinkan hubungan arsitektur dengan alam terjadi melalui transformasi yang dihasilkan oleh pengolahan cahaya dan bayangan, serta kombinasi dinding dan bukaan. Karenanya, alam benar-benar meresap dalam bentukan-bentukan arsitekturalnya dan membentuk dialog yang kontinu dengan manusia di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam jurnalnya yang berjudul Tadao Ando’s Architecture in the Light of Japanese Aesthetics, Erzen menyatakan bahwa arsitektur Tadao Ando menyatukan kualitas-kualitas estetika tradisional dengan cara yang benar-benar baru dan mengagumkan, dan menuntun pada filosofi tempat dan waktu (philosophy of time and place) dan filosofi keberadaan (philosophy of being). Lebih jauh, ia mempertahankan kualitas-kualitas yang dianggap penting dalam arsitektur Jepang, dari sudut pandang nostalgia yang terbatas. Kualitas-kualitas itu menjadi penting disebabkan kemampuan Ando untuk menghadirkan kualitas archetypal universal yang dapat dirasakan dan dimengerti setiap orang (Erzen, 2004: 3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan konsep hubungan manusia dengan alam inilah yang menyebabkan karya-karya Ando yang mendapat inspirasi dari kebudayaan dan arsitektur tradisional Jepang tidak serta merta mengadopsi bentuk-bentuk yang telah ada sebelumnya. Bentuk, prinsip dan nilai yang dikandung oleh preseden bagi Ando berfungsi sebagai salah satu bahan baku yang harus dikembangkan sesuai dengan konteks tempat dan waktu. Japanese Pavilion for Expo ’92 di Seville, Spanyol merupakan salah satu gambaran dari perhatian Ando yang besar terhadap tradisi dan kebudayaan Jepang dan bagaimana pemahaman atasnya dapat dieksplorasi dan dikembangkan menjadi sebuah desain yang sesuai dengan perkembangan jaman tanpa kehilangan nilai dan makna aslinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGEMBANGAN CITRA ARSITEKTURAL PRESEDEN PADA OBYEK STUDI KASUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai representasi kebudayaan dan tradisi bangsa Jepang, Japanese Pavilion for Expo ’92 dirancang agar para pengamat dapat dengan mudah mengenali dan mengapresiasi obyek arsitektural ini berdasarkan pengalaman visualnya masing-masing tentang arsitektur Jepang. Pertimbangan mengenai beragamnya referensi pengamat tentang arsitektur Jepang membawa Ando untuk mengambil bentuk-bentuk paling sederhana yang dapat merepsentasikan arsitektur Jepang secara tepat. Walaupun begitu, bentuk ini tidak diterapkan mentah-mentah pada bangunan, melainkan melalui suatu proses kreatif yang dipengaruhi pula oleh pandangan Ando terhadap prinsip-prinsip dasar arsitektur Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti telah dijelaskan pada bagian sebelumnya, ekspresi bentuk (formal expression) arsitektur Jepang didominasi oleh bentukan-bentukan atap yang khas. Kemiringan yang curam pada atap-atap rumah tinggal tradisional di pedesaan di Jepang menghasilkan ekspresi bentuk arsitektur secara keseluruhan yang didominasi oleh atap. Ekspresi bentuk ini ditangkap dan dikembangkan oleh Ando menjadi representasi bentuk arsitektur Jepang pada paviliun ini. Dapat kita lihat bahwa bentuk bangunan secara keseluruhan merupakan dinding yang melengkung dan menjulang ke atas. Bentukan dinding ini melahirkan citra atap arsitektur tradisional Jepang. Bentuk atap jerami yang sederhana ditransformasikan pada dinding dengan pengembangan dalam perletakan, sistem konstruksi dan penggunaan material yang berbeda, namun tetap merepresentasikan citra atap khas arsitektur tradisional Jepang. Di sini dapat kita amati adanya loncatan kreativitas arsitek dalam mengembangkan preseden menjadi bentuk-bentuk arsitektural baru dengan citra yang tetap mewakili preseden itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ekspresi bentuk arsitektur tradisional Jepang ini juga diperoleh dari diterapkannya teknik ”shakkei” atau ”meminjam pemandangan” pada bangunan. Paviliun ini dirancang dengan lubang besar di tengah-tengahnya, membagi bangunan menjadi dua bagian yang dipisahkan oleh jalur sirkulasi utama yang membentang dari luar bangunan. Lubang dengan ukuran monumental yang dibingkai dengan dinding dan atap bangunan ini menyuguhkan pemandangan yang terbentang jauh di balik paviliun ini. Penerapan teknik ”shakkei” pada bangunan ini sekaligus berfungsi sebagai penyeimbang dari kesan massif yang dihasilkan oleh dinding yang ditutupi oleh lapisan-lapisan papan. Perletakannya di tengah-tengah bangunan memperkuat kesan keseimbangan yang dibentuk oleh bidang-bidang dinding di kedua sisinya. Dengan demikian, penerapan teknik ”shakkei” pada obyek arsitektural ini tidak semata-mata mengadopsi tradisi arsitektural, melainkan berdasarkan pada pertimbangan fungsi dan estetika secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;precedent-4-shakkei.jpg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita amati lebih jauh, pada bangunan ini terpancar pula citra kewibawaan bangsa Jepang yang biasanya dapat kita lihat pada arsitektur istana dan bentengnya. Kesan ini diangkat oleh Ando dalam desainnya untuk menunjukkan kedudukan Jepang sebagai salah satu negara maju di dunia internasional. Citra kewibawaan ini ditampilkan melalui dimensi bangunan yang monumental dan desainnya yang semi-simetris. Selain itu, terdapat pula elemen tangga dan ”torii” pada arsitektur kuil Jepang yang biasa digunakan untuk memunculkan kesan suci, penting dan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada paviliun ini, Ando mentransformasi tangga menjadi sebuah jembatan-tangga melengkung dengan ukuran yang monumental. Esensi yang ditangkap oleh Ando adalah kesan kewibawaan yang muncul sebenarnya disebabkan oleh adanya perbedaan elevasi. Perbedaan elevasilah yang menyebabkan manusia memandang sesuatu lebih tinggi, suci dan berwibawa. Lebih jauh, jembatan kayu ini juga merupakan simbol peralihan dari era tradisional menjadi era modern dalam peradaban Jepang, tanpa meninggalkan nilai-nilai positif yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti sebagian besar karya Ando yang lain, material yang digunakan pada bangunan ini didominasi oleh penggunaan kayu, baik sebagai bahan struktur maupun sebagai bahan selubung bangunan. Hal ini tampaknya dipengaruhi oleh pertimbangan akan struktur bangunan tradisional Jepang, yaitu struktur kolom dan balok, yang berasal dari karakteristik material pembentuknya, yaitu kayu (Norman, 1995: 62). Selain itu, bahan kayu merepresentasikan kedekatan dengan alam, karena bahan ini merupakan bahan yang berasal dari alam dan hanya mengalami sedikit perubahan dari karakter aslinya. Kayu bagi bangsa Jepang lebih dari sekedar material bangunan. Kayu memiliki nilai yang tinggi, terutama dalam hubungannya dengan alam dan dengan warna dan tekstur yang dimilikinya (Charleson, 2006: 1). Walaupun kayu bukanlah material favorit Ando dalam karya-karyanya, namun pengetahuan dan pemahamannya akan material ini yang diperoleh dari interaksi intensifnya dengan para pengrajin kayu tradisional Jepang membuatnya mampu menerapkan material ini secara tepat pada bangunan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;precedent-5-kayu.jpg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertimbangan lain dalam penggunaan material kayu dalam bangunan ini bisa jadi dikarenakan kesederhanaan dan kenetralan citra yang ditampilkannya sebagai permukaan dan sebagai bahan struktur, suatu sifat yang juga terdapat pada beton yang sering digunakan Ando. Kesederhanaan dan kenetralan ini memungkinkan Ando menampilkan permainan cahaya dan bayangan, serta kombinasi gelap dan terang, seperti karya-karya Ando lainnya. Cara ini menurutnya, merupakan suatu jalan bagi manusia untuk berinteraksi dengan lingkungan alam yang melingkupi arsitektur. Manusia diajak untuk ikut merasakan perubahan-perubahan yang terjadi di alam dari waktu ke waktu, walaupun sedang berada di dalam ruang. Eksplorasi yang dilakukan Ando terhadap cahaya pada setiap karyanya, sesungguhnya merupakan pengembangan dari konsep unity atau kesatuan yang terdapat pada arsitektur tradisional Jepang. Telah diterangkan sebelumnya, bahwa berbeda dengan cara pandang Barat yang memandang entitas manusia dan alam sebagai dua hal yang terpisah, kebudayaan Jepang memandang manusia dan alam bukan sebagai dua hal yang terpisah, melainkan selalu berada dalam hubungan yang saling membutuhkan. Perubahan yang terjadi pada salah satunya akan menyebabkan pula perubahan pada yang lainnya. Hal ini pula yang menurut Ando menyebabkan hubungan antara keduanya menjadi dinamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;precedent-6-cahaya.jpg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penjelasan panjang di atas dapat kita simpulkan bahwa kreativitas Ando turut bermain dalam mengembangkan prinsip-prinsip yang dimiliki oleh presedennya, untuk kemudian menghasilkan suatu kualitas baru dalam desainnya. Sesuai dengan tujuan perancangan paviliun ini, Ando berhasil menunjukkan kepada masyarakat internasional estetika tradisional Jepang dengan cara yang baru, sesuai dengan konteks waktu dan tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antoniades, Anthony C. 1990. Poetics of Architecture, Theory of Design. New York: Van Nostrand Reinhold&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Charleson, Andrew. 2006. Developments in Japanese Timber Architecture dalam Issue 4 Volume 6 11 NZ TIMBER DESIGN JOURNAL. http://www.timberdesign.org.nz/files/DevelopmentsInJapaneseTimber.PDF diakses tanggal 22 Oktober 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Crowe, Norman. 1995. Nature and the Idea of a Man-Made World. Cambridge: The MIT Press&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Egenter, Nold. 2006. The Japanese House. Or, Why the Western Architect Has Difficulties to Understand It. http://home.worldcom.ch/negenter/410JapHouseTxE1.html diakses tanggal 26 Oktober 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erzen, Jale Nejdet. 2004. Tadao Ando’s Architecture in the Light of Japanese Aesthetics dalam METU JFA 2004/1-2. http://www.jfa.arch.metu.edu.tr/archieve/0258-5316/2004/city21/sayi_1-2/67-80.pdf diakses tanggal 22 Oktober 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frampton, Kenneth. 1995. Thoughts on Tadao Ando dalam Proceedings At Award Ceremony At Versailles 1995. http://www.pritzkerprize.com/andocere.htm diakses tanggal 22 Oktober 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunadi, Sugeng. 1983. Merancang Ruang Luar terjemahan dari Exterior Design in Architecture oleh Yoshinobu Ashihara. Surabaya: PT. Dian Surya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heneghan, Tom. 1996. Architecture and Ethics dalam Tadao Ando, The Colours of Light. London: Phaidon Press Limited&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Japanese_architecture diakses tanggal 26 Oktober 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://encyclopedia.farlex.com/Ando%2c+Tadao diakses tanggal 22 Oktober 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Microsoft. 2005. Japanese Architecture. Microsoft® Encarta® Reference Library Premium 2005. ©1993-2004 Microsoft Corporation. All rights reserved.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Precedent as One of the Channels of Creativity</title><link>http://blogdesainarsitek.blogspot.com/2010/11/precedent-as-one-of-channels-of.html</link><category>arsitek lanskap</category><category>arsitektur com</category><category>arsitektur romawi</category><category>arsitektur tropis</category><category>dekorasi</category><category>denah ruang kantor</category><category>iklan rumah</category><category>renovasi gedung</category><category>rumah</category><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Fri, 5 Nov 2010 07:05:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617472638315208638.post-4666684385782336697</guid><description>&lt;a href="http://blogdesainarsitek.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Precedent as One of the Channels of Creativity&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Case Study: Tadao Ando on Japanese Pavilion for Seville World Exhibition 1992&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;precedent-1.jpg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peradaban masa lalu telah mewariskan banyak sekali karya arsitektur yang memiliki tingkat estetika dan kandungan makna yang tinggi. Karya-karya arsitektur di masa lalu itu tentu saja bukan sekedar pelengkap bagi kekayaan sejarah peradaban dunia. Dalam konteks kiwari, karya-karya arsitektur di masa lalu itu dapat dijadikan sebagai preseden atau contoh yang dijadikan teladan, bagi perancangan obyek-obyek arsitektur di masa kini dan masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para arsitek dapat mengambil manfaat yang besar dari pengetahuan mereka akan karya-karya arsitektur terdahulu. Karya arsitektur masa lalu merupakan bahan referensi yang sangat kaya untuk mengembangkan kemampuan para arsitek dalam merancang. Karenanya, preseden-preseden arsitektur yang ada telah dimanfaatkan oleh banyak arsitek dunia sebagai salah satu jalan untuk mengeksplorasi rancangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam usaha mempelajari preseden arsitektur yang telah ada, seorang arsitek harus berhati-hati agar tidak terjebak dalam usaha peniruan bentuk semata. Untuk menghasilkan sebuah karya arsitektur dengan cara ini, seorang arsitek harus mempelajari sebuah preseden secara menyeluruh. Ia harus memiliki pengetahuan akan anatomi bangunan, struktur dan konstruksi, tata ruang, nilai-nilai yang dikandung, kondisi sosial budaya masyarakat, hingga sejarah yang melatarbelakangi keberadaan sebuah preseden. Hal ini dikarenakan, di dalam sebuah preseden selalu terkandung makna-makna tertentu. Makna-makna ini tidak dapat diterapkan begitu saja pada karya arsitektur baru, hanya dengan meniru bentuk fisik semata dari presedennya. Preseden pada dasarnya tidak berfungsi sebagai ”pemberi contoh bentuk” belaka. Prinsip-prinsip dan esensi yang terdapat di dalam preseden harus dapat dikembangkan oleh si arsitek. Dengan begitu, ia akan memperoleh sebuah rancangan baru yang dapat dengan tepat menerapkan prinsip dan esensi itu, sesuai dengan konteks waktu dan tempatnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kajian tentang preseden sebagai salah satu saluran kreativitas ini, penulis mengupas salah satu karya arsitek Jepang, Tadao Ando, yaitu Japanese Pavilion for Seville World Exhibition of 1992. Sebagai obyek arsitektur yang menjadi representasi dari kebudayaan Jepang di dunia internasional, bangunan paviliun ini dirancang dengan studi dan pengetahuan yang mendalam mengenai arsitektur tradisional Jepang. Tadao Ando mengeksplorasi potensi-potensi arsitektur tradisional Jepang sebagai preseden bagi Japanese Pavilion ini. Walaupun begitu, bentuk-bentuk arsitektur tradisional Jepang tidak diterapkan mentah-mentah pada karya arsitekturnya ini. Sebaliknya, terdapat proses kreatif dalam mengolah prinsip-prinsip dasar dan citra yang dikandung oleh preseden. Prinsip dasar dan citra itu diolah kembali oleh Ando, sesuai dengan konteks waktu, tempat dan fungsi. Terdapat pula loncatan-loncatan kreativitas dalam pengolahan bentuk, sehingga karya arsitektur yang dihasilkan tidak menjadi peniruan semata dari bentuk-bentuk fisik yang telah ada pada presedennya. Sebagai arsitek yang benar-benar mengalami dan memahami esensi dan prinsip arsitektur tradisional Jepang, Ando dapat dengan tepat menerjemahkan prinsip dan esensi itu ke dalam bentuk-bentuk baru, tanpa menghilangkan nilai dan makna aslinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TINJAUAN UMUM ARSITEKTUR TRADISIONAL JEPANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip dasar yang dapat ditemui pada sebagian besar obyek arsitektur tradisional Jepang adalah keseimbangan, kesederhanaan dan kedekatan dengan alam. Ketiga prinsip dasar ini berasal dari sistem kepercayaan (beliefs) asli masyarakat Jepang, yaitu Shinto. Selain itu, berkembang pula agama Budha yang lebih menekankan pada siklus kehidupan manusia menuju kesucian. Prinsip-prinsip yang terdapat di dalam kedua sistem kepercayaan ini membawa pengaruh yang besar kepada kebudayaan dan arsitektur tradisional Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arsitektur Jepang juga mendapat pengaruh yang cukup besar dari arsitektur kuil yang telah berkembang di China. Pengaruh ini terutama tampak jelas pada arsitektur rumah tinggal dan istana kerajaan pada abad VIII (Egenter, 2006). Salah satu pengaruh yang diperoleh dari arsitektur China adalah penggunaan struktur kolom-balok tradisional dengan kayu sebagai bahan konstruksi utama. Walaupun demikian, arsitektur Jepang juga memperlihatkan perbedaan-perbedaan dengan arsitektur China dalam banyak aspek penting. Perancangan rumah tinggal di China didasarkan pada pertimbangan terhadap strata sosial ekonomi keluarga yang mendiaminya. Sebaliknya, arsitektur rumah tinggal di Jepang lebih banyak dipengaruhi oleh prinsip-prinsip kedekatan dengan alam. Perbedaan prinsip dasar ini menghasilkan perbedaan pula pada citra arsitektur yang ditampilkan. Secara garis besar, arsitektur China menunjukkan kemewahan dan kerumitan desain, sedangkan arsitektur Jepang lebih menonjolkan kesederhanaan dan kesatuan hubungan dengan alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga prinsip arsitektur Jepang –keseimbangan, kesederhanaan dan kedekatan dengan alam- diterapkan dalam setiap aspek perancangan arsitektur Jepang secara terpadu. Keseimbangan dan kesederhanaan merupakan dua prinsip yang sangat erat berkaitan dengan prinsip kedekatan dengan alam. Pertimbangan-pertimbangan keseimbangan dan kesederhanaan yang nampak dalam setiap obyek arsitektur, selalu didasarkan pada pertimbangan akan kelangsungan lingkungan hidup yang melingkupinya. Salah satu contohnya adalah penggunaan material alam, yaitu kayu, jerami dan bambu, baik sebagai bahan struktur maupun bahan selubung bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh, hubungan dengan alam juga terlihat pada adanya hubungan yang mengalir antara ruang dalam dan ruang luar. Hubungan ini dihasilkan melalui bukaan-bukaan yang lebar pada dindingnya, juga oleh material dinding yang hanya berupa lembaran kertas yang disebut ”washi” dan partisi geser semi transparan, disebut ”shoji”. Aliran pemandangan yang masuk ke ruang dalam ini menghasilkan interaksi yang intensif antara manusia dengan alam, walaupun mereka sedang berada di dalam ruangan. Tidak seperti arsitektur Barat yang memandang dunia manusia dan lingkungan alam sebagai dua hal yang terpisah, masyarakat tradisional Jepang memandang keduanya sebagai sebuah kesatuan (Heneghan, 1996).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, terdapat sebuah teknik untuk menghadirkan pemandangan dari alam ke dalam ruangan, atau ke dalam halaman rumah tinggal mereka. Teknik ini disebut ”shakkei” atau ”meminjam pemandangan”. Pemandangan alam di luar dibingkai dan dijadikan latar belakang yang dapat menambah nilai estetis taman di halaman rumah. Dengan demikian, pemandangan bukit dan pepohonan yang semula tidak memiliki hubungan apa-apa dengan taman, kemudian memiliki arti yang lebih dari semata-mata ruang negatif (Gunadi, 1983).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;precedent-2-rumah-jepang.jpg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan citra bangunan yang dihasilkan dari pertimbangan-pertimbangan atas faktor iklim, geografis dan sebagainya, arsitektur Jepang memiliki karakteristik yang juga dimiliki oleh sebagian besar arsitektur di wilayah kepulauan (arsitektur nusantara). Pada arsitektur nusantara, ekspresi bentuk (formal expression) bangunan terletak pada pengolahan atap sebagai kepala bangunan. Masing-masing daerah memiliki bentuk atap yang berbeda dan menjadi identitas arsitektur itu sendiri. Hal ini juga dapat dilihat pada arsitektur Jepang. Citra yang terbentuk pada arsitektur Jepang adalah sebuah arsitektur yang didominasi oleh atap sebagai kepala bangunan. Bentuk atap dengan kemiringan yang besar, selain berfungsi untuk menghindari penumpukan salju dan mengalirkan air hujan, ternyata telah pula menjadi salah satu ciri khusus arsitekturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, salah satu karakteristik yang dapat pula ditemui pada arsitektur Jepang adalah adanya suatu bentuk arsitektur gerbang kayu yang unik. Gerbang yang terdapat di pintu masuk wilayah kuil disebut sebagai ”torii”. Gerbang ini berfungsi sebagai penanda adanya batas luar dan dalam, publik dan privat, serta duniawi dan ukhrawi. Walaupun desainnya sangat sederhana, skala gerbang yang monumental melambangkan kewibawaan dan kebesaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;precedent-3-torii.jpg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri khas lain pada arsitektur Jepang adalah penggunaan elemen tangga sebagai pembatas antara dua wilayah yang memiliki perbedaan makna. Hal ini banyak ditemui pada arsitektur istana dan kuilnya. Keberadaan tangga, selain disebabkan topografi wilayah yang berkontur, juga disebabkan penataan massa yang menempatkan bangunan-bangunan yang suci di bagian topografi yang teratas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan desain gerbang, tangga-tangga pada kuil juga menampakkan kesederhanaan dan kedekatan dengan alam. Salah satunya contohnya adalah penggunaan bahan-bahan yang berasal dari alam. Hal ini menunjukkan, bahwa prinsip-prinsip dasar perancangan arsitektur tradisional Jepang melebur ke dalam setiap elemen arsitekturalnya. Kesatuan ini melahirkan citra yang utuh, sehingga dapat dikenali sejak pertama kali seseorang melihat dan mengapresiasinya. Prinsip-prinsip ini pulalah yang benar-benar dipahami dan diterapkan oleh Tadao Ando dalam perancangan paviliun yang mewakili citra kebudayaan bangsa Jepang di mata internasional ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TADAO ANDO DAN PANDANGANNYA TERHADAP ARSITEKTUR TRADISIONAL JEPANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang arsitek Jepang yang menghabiskan masa remajanya untuk mengamati dan mengapresiasi karya seni tukang kayu, serta mempelajari karya-karya arsitektur Jepang dengan melihat dan mengalaminya sendiri, Tadao Ando memiliki pemahaman yang mendalam mengenai prinsip-prinsip dasar arsitektur tradisional Jepang. Ia memiliki kepedulian yang besar terhadap interaksi yang terjadi antara manusia dengan lingkungannya. Baginya, arsitektur merupakan perantara yang menghubungkan manusia dengan manusia lainnya dan manusia dengan lingkungan alamnya. Alam bukanlah sekedar pelengkap dalam desainnya, bukan pula elemen dekoratif, melainkan merupakan sebuah komponen utama (Heneghan, 1996: 13-15). Prinsip Ando ini lahir dari interaksi yang panjang dengan tradisi dan kebudayaan Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh, perkembangan pemikiran Ando mengenai prinsip ini sampai pula pada kesimpulan, bahwa seiring dengan berubahnya peradaban dan kebudayaan, terjadi pula perubahan di lingkungan alam. Karenanya, pada masa sekarang, hubungan antara manusia dan lingkungan alamnya juga mau tidak mau ikut berubah. Dalam berarsitektur, tujuan Ando bukanlah untuk berinteraksi dengan alam seperti apa adanya, melainkan lebih kepada mencoba mengubah makna lingkungan alam melalui arsitektur. Menurutnya, material-material arsitektur tidak terbatas pada kayu atau beton yang memiliki bentuk-bentuk terukur. Lebih dari itu, cahaya dan angin termasuk pula di dalamnya dan turut berpengaruh pada perasaan manusia. (Heneghan, 1996: 15). Karya-karyanya merupakan perpaduan antara massa-massa dan bidang-bidang yang sederhana dengan permainan cahaya dan elemen-elemen alam. Kesederhanaan bentuk arsitektural menurutnya merupakan salah satu pendekatan pada prinsip kesatuan dengan alam di atas. Kesederhanaan bentuk ini memungkinkan hubungan arsitektur dengan alam terjadi melalui transformasi yang dihasilkan oleh pengolahan cahaya dan bayangan, serta kombinasi dinding dan bukaan. Karenanya, alam benar-benar meresap dalam bentukan-bentukan arsitekturalnya dan membentuk dialog yang kontinu dengan manusia di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam jurnalnya yang berjudul Tadao Ando’s Architecture in the Light of Japanese Aesthetics, Erzen menyatakan bahwa arsitektur Tadao Ando menyatukan kualitas-kualitas estetika tradisional dengan cara yang benar-benar baru dan mengagumkan, dan menuntun pada filosofi tempat dan waktu (philosophy of time and place) dan filosofi keberadaan (philosophy of being). Lebih jauh, ia mempertahankan kualitas-kualitas yang dianggap penting dalam arsitektur Jepang, dari sudut pandang nostalgia yang terbatas. Kualitas-kualitas itu menjadi penting disebabkan kemampuan Ando untuk menghadirkan kualitas archetypal universal yang dapat dirasakan dan dimengerti setiap orang (Erzen, 2004: 3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan konsep hubungan manusia dengan alam inilah yang menyebabkan karya-karya Ando yang mendapat inspirasi dari kebudayaan dan arsitektur tradisional Jepang tidak serta merta mengadopsi bentuk-bentuk yang telah ada sebelumnya. Bentuk, prinsip dan nilai yang dikandung oleh preseden bagi Ando berfungsi sebagai salah satu bahan baku yang harus dikembangkan sesuai dengan konteks tempat dan waktu. Japanese Pavilion for Expo ’92 di Seville, Spanyol merupakan salah satu gambaran dari perhatian Ando yang besar terhadap tradisi dan kebudayaan Jepang dan bagaimana pemahaman atasnya dapat dieksplorasi dan dikembangkan menjadi sebuah desain yang sesuai dengan perkembangan jaman tanpa kehilangan nilai dan makna aslinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGEMBANGAN CITRA ARSITEKTURAL PRESEDEN PADA OBYEK STUDI KASUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai representasi kebudayaan dan tradisi bangsa Jepang, Japanese Pavilion for Expo ’92 dirancang agar para pengamat dapat dengan mudah mengenali dan mengapresiasi obyek arsitektural ini berdasarkan pengalaman visualnya masing-masing tentang arsitektur Jepang. Pertimbangan mengenai beragamnya referensi pengamat tentang arsitektur Jepang membawa Ando untuk mengambil bentuk-bentuk paling sederhana yang dapat merepsentasikan arsitektur Jepang secara tepat. Walaupun begitu, bentuk ini tidak diterapkan mentah-mentah pada bangunan, melainkan melalui suatu proses kreatif yang dipengaruhi pula oleh pandangan Ando terhadap prinsip-prinsip dasar arsitektur Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti telah dijelaskan pada bagian sebelumnya, ekspresi bentuk (formal expression) arsitektur Jepang didominasi oleh bentukan-bentukan atap yang khas. Kemiringan yang curam pada atap-atap rumah tinggal tradisional di pedesaan di Jepang menghasilkan ekspresi bentuk arsitektur secara keseluruhan yang didominasi oleh atap. Ekspresi bentuk ini ditangkap dan dikembangkan oleh Ando menjadi representasi bentuk arsitektur Jepang pada paviliun ini. Dapat kita lihat bahwa bentuk bangunan secara keseluruhan merupakan dinding yang melengkung dan menjulang ke atas. Bentukan dinding ini melahirkan citra atap arsitektur tradisional Jepang. Bentuk atap jerami yang sederhana ditransformasikan pada dinding dengan pengembangan dalam perletakan, sistem konstruksi dan penggunaan material yang berbeda, namun tetap merepresentasikan citra atap khas arsitektur tradisional Jepang. Di sini dapat kita amati adanya loncatan kreativitas arsitek dalam mengembangkan preseden menjadi bentuk-bentuk arsitektural baru dengan citra yang tetap mewakili preseden itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ekspresi bentuk arsitektur tradisional Jepang ini juga diperoleh dari diterapkannya teknik ”shakkei” atau ”meminjam pemandangan” pada bangunan. Paviliun ini dirancang dengan lubang besar di tengah-tengahnya, membagi bangunan menjadi dua bagian yang dipisahkan oleh jalur sirkulasi utama yang membentang dari luar bangunan. Lubang dengan ukuran monumental yang dibingkai dengan dinding dan atap bangunan ini menyuguhkan pemandangan yang terbentang jauh di balik paviliun ini. Penerapan teknik ”shakkei” pada bangunan ini sekaligus berfungsi sebagai penyeimbang dari kesan massif yang dihasilkan oleh dinding yang ditutupi oleh lapisan-lapisan papan. Perletakannya di tengah-tengah bangunan memperkuat kesan keseimbangan yang dibentuk oleh bidang-bidang dinding di kedua sisinya. Dengan demikian, penerapan teknik ”shakkei” pada obyek arsitektural ini tidak semata-mata mengadopsi tradisi arsitektural, melainkan berdasarkan pada pertimbangan fungsi dan estetika secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;precedent-4-shakkei.jpg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita amati lebih jauh, pada bangunan ini terpancar pula citra kewibawaan bangsa Jepang yang biasanya dapat kita lihat pada arsitektur istana dan bentengnya. Kesan ini diangkat oleh Ando dalam desainnya untuk menunjukkan kedudukan Jepang sebagai salah satu negara maju di dunia internasional. Citra kewibawaan ini ditampilkan melalui dimensi bangunan yang monumental dan desainnya yang semi-simetris. Selain itu, terdapat pula elemen tangga dan ”torii” pada arsitektur kuil Jepang yang biasa digunakan untuk memunculkan kesan suci, penting dan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada paviliun ini, Ando mentransformasi tangga menjadi sebuah jembatan-tangga melengkung dengan ukuran yang monumental. Esensi yang ditangkap oleh Ando adalah kesan kewibawaan yang muncul sebenarnya disebabkan oleh adanya perbedaan elevasi. Perbedaan elevasilah yang menyebabkan manusia memandang sesuatu lebih tinggi, suci dan berwibawa. Lebih jauh, jembatan kayu ini juga merupakan simbol peralihan dari era tradisional menjadi era modern dalam peradaban Jepang, tanpa meninggalkan nilai-nilai positif yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti sebagian besar karya Ando yang lain, material yang digunakan pada bangunan ini didominasi oleh penggunaan kayu, baik sebagai bahan struktur maupun sebagai bahan selubung bangunan. Hal ini tampaknya dipengaruhi oleh pertimbangan akan struktur bangunan tradisional Jepang, yaitu struktur kolom dan balok, yang berasal dari karakteristik material pembentuknya, yaitu kayu (Norman, 1995: 62). Selain itu, bahan kayu merepresentasikan kedekatan dengan alam, karena bahan ini merupakan bahan yang berasal dari alam dan hanya mengalami sedikit perubahan dari karakter aslinya. Kayu bagi bangsa Jepang lebih dari sekedar material bangunan. Kayu memiliki nilai yang tinggi, terutama dalam hubungannya dengan alam dan dengan warna dan tekstur yang dimilikinya (Charleson, 2006: 1). Walaupun kayu bukanlah material favorit Ando dalam karya-karyanya, namun pengetahuan dan pemahamannya akan material ini yang diperoleh dari interaksi intensifnya dengan para pengrajin kayu tradisional Jepang membuatnya mampu menerapkan material ini secara tepat pada bangunan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;precedent-5-kayu.jpg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertimbangan lain dalam penggunaan material kayu dalam bangunan ini bisa jadi dikarenakan kesederhanaan dan kenetralan citra yang ditampilkannya sebagai permukaan dan sebagai bahan struktur, suatu sifat yang juga terdapat pada beton yang sering digunakan Ando. Kesederhanaan dan kenetralan ini memungkinkan Ando menampilkan permainan cahaya dan bayangan, serta kombinasi gelap dan terang, seperti karya-karya Ando lainnya. Cara ini menurutnya, merupakan suatu jalan bagi manusia untuk berinteraksi dengan lingkungan alam yang melingkupi arsitektur. Manusia diajak untuk ikut merasakan perubahan-perubahan yang terjadi di alam dari waktu ke waktu, walaupun sedang berada di dalam ruang. Eksplorasi yang dilakukan Ando terhadap cahaya pada setiap karyanya, sesungguhnya merupakan pengembangan dari konsep unity atau kesatuan yang terdapat pada arsitektur tradisional Jepang. Telah diterangkan sebelumnya, bahwa berbeda dengan cara pandang Barat yang memandang entitas manusia dan alam sebagai dua hal yang terpisah, kebudayaan Jepang memandang manusia dan alam bukan sebagai dua hal yang terpisah, melainkan selalu berada dalam hubungan yang saling membutuhkan. Perubahan yang terjadi pada salah satunya akan menyebabkan pula perubahan pada yang lainnya. Hal ini pula yang menurut Ando menyebabkan hubungan antara keduanya menjadi dinamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;precedent-6-cahaya.jpg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penjelasan panjang di atas dapat kita simpulkan bahwa kreativitas Ando turut bermain dalam mengembangkan prinsip-prinsip yang dimiliki oleh presedennya, untuk kemudian menghasilkan suatu kualitas baru dalam desainnya. Sesuai dengan tujuan perancangan paviliun ini, Ando berhasil menunjukkan kepada masyarakat internasional estetika tradisional Jepang dengan cara yang baru, sesuai dengan konteks waktu dan tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antoniades, Anthony C. 1990. Poetics of Architecture, Theory of Design. New York: Van Nostrand Reinhold&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Charleson, Andrew. 2006. Developments in Japanese Timber Architecture dalam Issue 4 Volume 6 11 NZ TIMBER DESIGN JOURNAL. http://www.timberdesign.org.nz/files/DevelopmentsInJapaneseTimber.PDF diakses tanggal 22 Oktober 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Crowe, Norman. 1995. Nature and the Idea of a Man-Made World. Cambridge: The MIT Press&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Egenter, Nold. 2006. The Japanese House. Or, Why the Western Architect Has Difficulties to Understand It. http://home.worldcom.ch/negenter/410JapHouseTxE1.html diakses tanggal 26 Oktober 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erzen, Jale Nejdet. 2004. Tadao Ando’s Architecture in the Light of Japanese Aesthetics dalam METU JFA 2004/1-2. http://www.jfa.arch.metu.edu.tr/archieve/0258-5316/2004/city21/sayi_1-2/67-80.pdf diakses tanggal 22 Oktober 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frampton, Kenneth. 1995. Thoughts on Tadao Ando dalam Proceedings At Award Ceremony At Versailles 1995. http://www.pritzkerprize.com/andocere.htm diakses tanggal 22 Oktober 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunadi, Sugeng. 1983. Merancang Ruang Luar terjemahan dari Exterior Design in Architecture oleh Yoshinobu Ashihara. Surabaya: PT. Dian Surya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heneghan, Tom. 1996. Architecture and Ethics dalam Tadao Ando, The Colours of Light. London: Phaidon Press Limited&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Japanese_architecture diakses tanggal 26 Oktober 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://encyclopedia.farlex.com/Ando%2c+Tadao diakses tanggal 22 Oktober 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Microsoft. 2005. Japanese Architecture. Microsoft® Encarta® Reference Library Premium 2005. ©1993-2004 Microsoft Corporation. All rights reserved.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Peran Konsultan Arsitek Membangun Rumah</title><link>http://blogdesainarsitek.blogspot.com/2010/05/peran-konsultan-arsitek-membangun-rumah.html</link><category>arsitek lanskap</category><category>arsitektur com</category><category>arsitektur romawi</category><category>arsitektur tropis</category><category>dekorasi</category><category>denah ruang kantor</category><category>iklan rumah</category><category>renovasi gedung</category><category>rumah</category><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Sun, 16 May 2010 20:11:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617472638315208638.post-2535684030441311373</guid><description>&lt;h2 style="text-align: left;" class="entry-title"&gt;&lt;a href="http://blogdesainarsitek.blogspot.com/"&gt; Peran  Konsultan Arsitek Membangun Rumah &lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;     &lt;div class="cover"&gt; &lt;div class="entry-content"&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="CommentLarge"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;Apakah sebuah rumah perlu didesain oleh &lt;span style="color:black;"&gt;Architecture Consultant&lt;/span&gt;? Bagaimana  kalau rumah murah, masih perlukah peran arsitek? Apakah dengan peran &lt;span style="color:black;"&gt;Consultant&lt;/span&gt; arsitek akan membuat  investasi biaya konstruksi rumah lebih menguntungkan daripada membangun  tanpa arsitek?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;Membangun atau merenovasi (&lt;span style="color:black;"&gt;Art Architecture&lt;/span&gt;) rumah tinggal  tentunya membutuhkan biaya yang cukup besar sesuai dengan konteks  kemampuan masing-masing pemiliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;Sehingga  boleh dibilang, rumah tinggal merupakan kebutuhan dasar namun juga  barang mewah. Setiap orang akan sangat berhati-hati dalam membeli barang  mewah karena mempertaruhkan nilai uang yang cukup besar. Belum lagi  rumah tinggal merupakan harta milik yang akan dinikmati atau dipakai  sendiri dalam waktu yang cukup lama.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Seperti apa kondisi  rumah kita, begitu juga yang akan dirasakan tubuh kita secara fisik  maupun psikologis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;Sebenarnya rumah merupakan sebuah tempat  berlindung yang pribadi, jadi cukup ada lantai, dinding, dan atap maka  jadilah sebuah tempat tinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;Proses merumah tanpa peran &lt;span style="color:black;"&gt;Architecture Consultant&lt;/span&gt; yang tepat  akan menjadi investasi yang sangat mahal dan beresiko tinggi. Mungkin  dapat diilustrasikan seperti membawa mobil mercedes terbaru ke bengkel  kecil yang tidak resmi dan tidak dikenal. Sama dengan mempertaruhkan  nilai yang sangat besar kepada orang yang tidak terpercaya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Padahal  arsitek yang tepat dapat berperan untuk membantu pemilik rumah  mewujudkan rumah tinggalnya sesuai dengan biaya yang dianggarkan.&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;Biaya yang  sama yang dikeluarkan untuk membangun rumah tanpa &lt;span style="color:black;"&gt;Consultant&lt;/span&gt; arsitek akan dapat  menghasilkan rumah yang jauh lebih bernilai dan bermakna bila dibantu  oleh arsitek. Demikian juga untuk rumah dengan biaya terbatas,  kompleksitas keterbatasan lahan dan dana dengan kebutuhan yang cukup  banyak, semakin membutuhkan peran arsitek (&lt;span style="color:black;"&gt;Art Architecture&lt;/span&gt;) untuk mendesain  rumahnya dengan penataan ruang dan pemilihan material yang efisien dan  esensial namun tetap memiliki kualitas ruang yang baik. Karena indah  tidak harus sama dengan mahal dan mewah, biaya rendah tidak berarti  bernilai rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;Perkembangan dunia &lt;span style="color:black;"&gt;Architecture&lt;/span&gt;yang sangat pesat  akhir-akhir ini, sebenarnya sudah menghilangkan batas-batas tipologi  bangunan.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Bahwa sebuah fungsi bangunan tertentu dapat  dilihat dari ciri-ciri bentukan kulit&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;bangunannya tidak  lagi populer. Rumah, kantor, toko, galeri, atau kafe misalnya dapat saja  memiliki kemiripan karakter bentuk dan tampaknya (&lt;span style="color:black;"&gt;Architecture Service&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;Dengan  demikian desain sebuah &lt;span style="color:black;"&gt;Architecture&lt;/span&gt; rumah memiliki kesempatan  untuk berkembang lebih luas. Tidak ada lagi batasan-batasan bahwa rumah  tinggal harus terlihat seperti sebuah ‘rumah tinggal’ pada umumnya.  Masing-masing rumah dapat memilih kesukaan tampilannya masing-masing  sesuai keberadaan ruangnya. Jadi arsitek memiliki ruang gerak kreatif  yang sangat luas untuk berkarya membentuk ruang-ruang dengan kualitas  dan pengalaman yang kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;Jadi, masih beranikah merumah memakai  kontraktor desain gratis yang tidak tahu siapa arsiteknya atau tanpa  arsitek (&lt;span style="color:black;"&gt;Architecture Service&lt;/span&gt;) sama sekali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;diarkitek.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;Dukung  Kampanye &lt;span style="color:black;"&gt;Stop Dreaming Start Action&lt;/span&gt; Sekarang&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;p class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="entry-foot"&gt; &lt;span class="cat-links"&gt;Filed under:          arsitek bangunan, arsitek jakarta, arsitek rumah, arsitek rumah minimalis, arsitek rumah tinggal, desain arsitek, gambar arsitek rumah, jasa arsitek, model arsitektur, peran arsitek &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Perbandingan Tinggal di Apartemen &amp; Kontrak Rumah</title><link>http://blogdesainarsitek.blogspot.com/2010/05/perbandingan-tinggal-di-apartemen.html</link><category>arsitektur klasik</category><category>arsitektur organik</category><category>bekerja dari rumah</category><category>bursa rumah</category><category>denah juanda</category><category>denah lapangan basket</category><category>denah tata ruang kantor</category><category>event arsitek</category><category>majalah arsitek</category><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Sun, 16 May 2010 20:10:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617472638315208638.post-8595504989563123234</guid><description>&lt;h2 class="entry-title"&gt; &lt;a href="http://blogdesainarsitek.blogspot.com/"&gt;Perbandingan  Tinggal di Apartemen &amp;amp; Kontrak Rumah &lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;     &lt;div class="cover"&gt; &lt;div class="entry-content"&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="CommentLarge"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Apartemen adalah salah satu pilihan tempat  tinggal bagi orang-orang dengan ekonomi menengah ke atas dengan  penghasilan yang cukup besar. Bagi orang yang penghasilannya tinggi  mungkin biaya-biaya tinggal di apartemen bukan suatu masalah  dibandingkan dengan kenyamanan dan akses yang cepat. Apartemen  memberikan keamanan yang cukup tinggi dibandingkan dengan tinggal di  rumah biasa, lokasi strategis, dan menghemat banyak waktu untuk  perjalanan dari dan ke kantor. Namun bagi orang yang punya penghasilan  yang biasa-biasa saja anda harus waspada jangan sampai menyesal di  kemudian hari setelah membeli atau menyewa apartemen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin harga &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;apartemen&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; yang murah belum menjamin ke depannya bakal  selalu murah biaya-biayanya. Justru itu bisa menjadi strategi pengelola  untuk mengeruk keuntungan lebih dari penghuni apartemen. Pengelola &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;apartment&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; umumnya akan mengenakan biaya perawatan  gedung, biaya kebersihan, biaya keamanan, biaya parkir, perawatan taman,  dan lain sebagainya. Biasanya dikenakan kepada penghuni berdasarkan  besar kecil unit apartemen &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;penthouse&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; yang ditempati yakni umumnya sekitar 10  sampai 30 ribu rupiah per meter persegi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Belum  lagi biaya tambahan lain seperti biaya renovasi, biaya fasilitas  tambahan, biaya laundry, biaya dan tarif abonemen air dan listrik yang  lebih tinggi, biaya pasang ac, serta biaya-biaya lain diluar biaya  rutin. Dengan iuran rutin yang ada dan jumlahnya bisa mencapai jutaan  rupiah pertahun seolah-olah kita ngontrak dan bayar kontrakan di rumah  sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Untuk  itu hati-hatilah dalam memilih &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;apartemen&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; untuk tempat tinggal permanen. Pengelola yang  tidak tanggap, lalai memenuhi kewajiban melayani penghuni &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;apartment&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;, mata duitan, mengitimidasi yang menentang  dan tidak bayar iuran tagihan rutin, dan lain sebagainya. Salah pilih  apartment &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;penthouse&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; dengan pengelola yang tidak cakap bisa  menurunkan nilai investasi serta mengurangi kenyamanan hidup pada  apartemen kita sendiri. Bagi yang suka hidup irit dan hemat akan  pengeluaran, rumah mungkin jadi pilihan yang terbaik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Book Antiqua';font-size:8pt;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;http://organisasi.org&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Book Antiqua';font-size:8pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="commentlarge"&gt;&lt;span style="font-size:11pt;"&gt;&lt;br /&gt;Dukung Kampanye &lt;span style="color:#000000;"&gt;Stop Dreaming Start Action&lt;/span&gt;   Sekarang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;p class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="entry-foot"&gt; &lt;span class="cat-links"&gt;Filed under:          apartment building, apartment layout, hotel apartment, house apartment, interior apartment, marketing apartment, modern apartment, rental apartment, small apartment, studio apartment &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Perhatikan Ukuran Perabot Rumah Anda</title><link>http://blogdesainarsitek.blogspot.com/2010/05/perhatikan-ukuran-perabot-rumah-anda.html</link><category>arsitektur klasik</category><category>arsitektur organik</category><category>bekerja dari rumah</category><category>bursa rumah</category><category>denah juanda</category><category>denah lapangan basket</category><category>denah tata ruang kantor</category><category>event arsitek</category><category>majalah arsitek</category><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Sun, 16 May 2010 20:10:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617472638315208638.post-63635835448933828</guid><description>&lt;h2 class="entry-title"&gt;&lt;a href="http://blogdesainarsitek.blogspot.com/"&gt; Perhatikan  Ukuran Perabot Rumah Anda &lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;     &lt;div class="cover"&gt; &lt;div class="entry-content"&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="CommentLarge"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;Anda kebingungan memilih &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;interior furniture&lt;/span&gt;  set untuk rumah Andai? Mungkin karena Anda belum mengenal karakter  rumah mungil dengan baik. Karena meski Anda punya rumah yang kecil, Anda  tetap bisa menata tiap ruangan kamar set sesuai dengan selera sekaligus  terlihat menarik. Dan memilih &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;desain furniture&lt;/span&gt;  yang tepat adalah kunci utama untuk membuat ruangan kecil tidak menjadi  sesak dan sumpek. Berikut adalah tips untuk memilih &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;desain interior  furniture&lt;/span&gt;&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;seperti lemari kamar di rumah mungil  Anda.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;UKURAN FURNITURE&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;-  Ukuran yang Anda pilih untuk perabot rumah dari &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;furniture gallery&lt;/span&gt;  akan mempengaruhi keserasian rumah Anda secara keselurahan. Bayangkan  jika rumah mungil Anda dipenuhi dengan perabot furniture set ‘raksasa’  dari &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;interior furniture  gallery&lt;/span&gt; yang salah. Tapi bukan berarti Anda harus membeli  semua perabot &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;interior&lt;/span&gt;  furniture dalam ukuran mini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;&lt;br /&gt;- Perabot kecil dalam  design dapur, seperti lemari dapur bisa memberikan efek kelegaan pada  ruangan mini. Untuk ruang tamu mungil, gunakan &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;interior furniture&lt;/span&gt;  yang Anda perlukan saja. Tempatkan satu sofa berukuran sedang (2 tempat  duduk), satu sofa kecil (1 tempat duduk) dan meja. Kalau masih tersisa  ruang, Anda bisa menambahkan meja sudut. Ingatlah, jangan menggunakan &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;desain furniture&lt;/span&gt;  sofa berukuran besar, karena sofa yang terlalu besar akan membuat ruang  menjadi sempit dan sesak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;&lt;br /&gt;- Untuk menciptakan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; lemari kamar  yang sedikit berbeda, cobalah untuk mengkombinasikan dua sofa yang  berbeda. Bisa saja berbeda bentuk, &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;desain interior  furniture&lt;/span&gt; atau warna, tapi pastikan Anda menemukan ‘benang  merah’ di antara keduanya. Dengan begini, Anda tetap bisa  mengekspresikan selera Anda pada perabot kamar set rumah dari &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;furniture gallery&lt;/span&gt;  meski dengan ruang yang terbatas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SIMPLE  FURNITURE&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;- Sangat disarankan untuk memilih  furniture dari &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;interior furniture  gallery&lt;/span&gt; yang ringan dan sederhana. Perabot Anda yang  berpenampilan solid dan banyak detil, hanya akan menambah kesan berat  dan penuh dalam &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;interior&lt;/span&gt;  ruangan tersebut. Anda bisa memilih rak-rak dinding dengan finishing  warna cerah daripada lemari kayu berpintu dengan dark finishing. Atau  daripada menggunakan meja dari kayu, lebih baik Anda memakai meja dengan  permukaan kaca. Material seperti kaca dan akrilik yang tembus pandang  akan menimbulkan kesan ringan pada suatu ruangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;&lt;br /&gt;-  Carilah furniture yang tipis dan berbentuk rangka. Untuk rak tv, pilih  yang berkaki dan jangan dengan bentuk tertutup. Demikian juga untuk  sofa, ruangan dengan sofa bermotif bunga besar-besar akan terasa lebih  sempit dibandingkan dengan ruangan yang sama dengan sofa polos berwarna  lembut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;&lt;br /&gt;http://furnituremebel.com/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;&lt;br /&gt;Dukung  Kampanye &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;Stop Dreaming Start  Action&lt;/span&gt;&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Sekarang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;p class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="entry-foot"&gt; &lt;span class="cat-links"&gt;Filed under:          dining furniture, fine furniture, furniture design, furniture store, furniture style, home furniture, home interior, house interior, modern furniture, room furniture &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Apartemen dengan Return On Investment (ROI) yang Tinggi di Jakarta</title><link>http://blogdesainarsitek.blogspot.com/2010/05/apartemen-dengan-return-on-investment.html</link><category>arsitektur modern</category><category>arsitektur sistem pendukung keputusan</category><category>bali</category><category>denah pameran</category><category>jasa renovasi rumah</category><category>kantor arsitek</category><category>renovasi rumah</category><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Sun, 16 May 2010 20:08:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617472638315208638.post-5169596665299553946</guid><description>&lt;h2 class="entry-title"&gt;&lt;a href="http://blogdesainarsitek.blogspot.com/"&gt; Apartemen  dengan Return On Investment (ROI) yang Tinggi di Jakarta &lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;     &lt;div class="cover"&gt; &lt;div class="entry-content"&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="CommentLarge"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Investasi apartment/&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;apartemen&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;  yang terlalu mahal, dan di lokasi itu banyak tersedia unit membuat  konsumen akan lama mengalami pengembalian. Jika demikian, bagaimana  semestinya memilih apartemen yang baik? Setidaknya ada beberapa catatan  yang perlu diperhatikan, di antaranya adalah apartemen tersebut harus  berada dalam satu kawasan yang menyediakan kualitas hunian yang sehat  dan berkualitas jika motif Anda untuk tinggal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Bila apartemen &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dijadikan  sebagai objek investasi apakah itu nantinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;sewa  apartemen&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; atau &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;jual  apartemen&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;, proyek  tersebut harus dapat berkembang. Karena itu, pilihlah apartemen &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; di lokasi  yang tanahnya telah terbatas, nilai sudah tinggi, potensi permintaan  masih banyak, dan tidak memiliki pasokan &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;apartemen&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; yang banyak. Selain itu, apartemen &lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt; juga harus berada di pusat permintaan pasar  sewa yang tinggi daerah Sudirman (&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;apartemen  Sudirman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;), Semanggi, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Casablanca&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; sebagai  jaminan investasi Anda yang memang berada di pusat perkantoran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Konsep apartemen &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; adalah untuk  memberikan efisiensi waktu tempuh ke tempat kerja, maka harus mempunyai  aksesibilitas yang baik. Fasilitas seharusnya disesuaikan kebutuhan  Anda. Tidak usah mewah yang berakibat harga menjadi sangat mahal. Bila  motif Anda untuk investasi, carilah yang mempunyai nilai investasi  tinggi, salah satunya dengan mengamati pasar sewa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Anda mungkin dapat survei  langsung ke lokasi sekitar mengamati seberapa tinggi nilai sewa yang  ada. Umumnya tingkat penerimaan sewa dilihat berdasarkan yield (nilai  sewa bersih per tahun dibagi dengan nilai jual). Untuk apartemen Jakarta  yang posisinya di CBD berkisar antara 9-11% dari nilai jual. Bisa  langsung berkunjung ke &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;apartemen  Sudirman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;, apartemen  Rasuna, dll. Anda dapat menghitung-hitung sendiri. Jangan sampai lagi  konsumen dibuat trauma. Seharusnya saat inilah saat yang tepat untuk  berinvestasi di subsektor apartemen khususnya Jakarta dengan asumsi Anda  menemukan lokasi dan proyek yang tepat. Selamat memilih!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Book Antiqua';font-size:8pt;"  &gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:'Book Antiqua';font-size:8pt;"  &gt;www.wikimu.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="commentlarge"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Dukung  Kampanye &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Stop Dreaming  Start Action&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Sekarang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;p class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="entry-foot"&gt; &lt;span class="cat-links"&gt;Filed under:          alamat apartemen, apartemen jakarta, bangunan apartemen, fasilitas apartemen, harga apartemen, investasi apartemen, jual apartemen, kamar apartemen, lokasi apartemen, sewa apartemen &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Perkembangan Bisnis Real Estate dan Property di Bali</title><link>http://blogdesainarsitek.blogspot.com/2010/05/perkembangan-bisnis-real-estate-dan.html</link><category>arsitektur modern</category><category>arsitektur sistem pendukung keputusan</category><category>bali</category><category>denah pameran</category><category>jasa renovasi rumah</category><category>kantor arsitek</category><category>renovasi rumah</category><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Sun, 16 May 2010 20:07:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617472638315208638.post-6593011822611593055</guid><description>&lt;h2 class="entry-title"&gt;&lt;a href="http://blogdesainarsitek.blogspot.com/"&gt; Perkembangan  Bisnis Real Estate dan Property di Bali&lt;/a&gt; &lt;/h2&gt;     &lt;div class="cover"&gt; &lt;div class="entry-content"&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="CommentLarge"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11pt;color:black;"   &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Diakuinya, &lt;st1:place st="on"&gt;Bali&lt;/st1:place&gt; saat ini sudah dipenuhi pembangunan apartemen (&lt;/span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bali Real Estate&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;). Ia menyebut pemain lainnya, misalnya, Grand  Kuta Apartment, Bali Nirwana Resort (BNR) milik Bakrie dan St Regis,  diperkirakan apartemen (&lt;/span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bali Real Estate&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;) yang ditawarkan mencapai 2.000 unit hingga  akhir 2008. Meskipun begitu, menurutnya, penawaran itu belum menjadikan  persaingan sangat ketat, sebab pangsa pasar yang disasar pun cukup  beragam. Putu, misalnya, mematok harga berkisar Rp 10-12,5 juta/m2,  sedangkan di BNR Rp 15-20 juta/m2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11pt;color:black;"   &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Haryanto, pembeli apartemen (&lt;/span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Real Estate Bali&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;) di Nikki Residence, mengatakan, dirinya  tertarik membeli apartemen itu karena berada di pusat &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; di Kuta, dan operatornya Aston (&lt;/span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bali Real Estate  Agents&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;) yang sudah  teruji. “Intinya, saya ingin berinvestasi, tapi tidak merepotkan karena  ada yang mengurus,” ia menyimpulkan. Tak tanggung-tanggung, di Nikki,  Hari – nama panggilan Haryanto – membeli empat unit dengan harga  masing-masing Rp 600 juta/unit. Skema pembayarannya pun menarik. Selain  menggunakan kredit kepemilikan apartemen (&lt;/span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bali Real Estate  For Sale&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;) dari bank dan  bayar tunai, manajemen Nikki juga menawarkan skema pembayaran 50% tunai  dan sisanya diangsur dari hasil penyewaan kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11pt;color:black;"   &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Nah, Hari memilih cara ketiga. Pada saat awal,  ia membayar sekitar Rp 1,2 miliar dan sisanya Rp 1,2 miliar akan dibayar  dari hasil penyewaan selama 10 tahun. Harga sewa per unit adalah Rp  500-750 ribu/malam, sekelas hotel bintang empat. Biasanya apartemen  jenis ini disewa kalangan bule untuk jangka panjang. Memang, selama 10  tahun ke depan tidak ada uang yang masuk ke kantong Hari. Akan tetapi,  jangan salah, harga kondotel (&lt;/span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Real Estate&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;) ini terus naik. “Saat beli November 2007  harga Rp 600 juta per unit, saat ini sudah Rp 720 juta per unit,”  ujarnya senang. Pengusaha asal &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;  ini pun berencana, kalau dalam dua-tiga tahun sudah mencapai di atas Rp  1 miliar, ia siap menjual apartemen atau &lt;/span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Real Estate&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;nya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11pt;color:black;"   &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Alasan ini juga yang mendasari Kadek Suyasa Jaya  dan H. Mohamad Raif untuk membeli apartemen Nikki. Selain dari hasil  penyewaan (&lt;/span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Real Estate Bali&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;) yang menguntungkan, para pemilik mempunyai  opsi dapat memakai apartemen itu beberapa hari dalam satu tahun. Lokasi  yang strategis (&lt;/span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Real Estate For  Sale&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;) dipakai alasan  Raif – yang juga pedagang antarpulau – sebagai pertimbangan saat  memutuskan bergabung di Nikki. Raif berencana hendak memanfaatkan  kondotelnya saat harus menjamu rekan-rekan bisnisnya yang berkunjung ke &lt;st1:place st="on"&gt;Bali&lt;/st1:place&gt;. Sebagai investasi, “Nikki cukup menggiurkan  dibanding apartemen (&lt;/span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Real Estate For  Sale&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;) yang dibangun  pengembang lain,” kata Raif. Makanya, ia berencana hendak menambah  unitnya lagi bila ada pembangunan Nikki tahap kedua, atau mencari lokasi  lain yang dianggap lebih menguntungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11pt;color:black;"   &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Intan Aprilia, konsultan dan agen properti (&lt;/span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bali Real Estate  Agents&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;)yang sering  menangani klien orang Indonesia dan asing di Bali, memetakan karakter  investor terutama orang asing. Menurutnya, orang asing akan suka tinggal  di &lt;st1:place st="on"&gt;Bali&lt;/st1:place&gt; di tempat-tempat yang juga  banyak warga atau komunitas asingnya. Seperti para pekerja asing yang  tinggal di &lt;st1:place st="on"&gt;Bali&lt;/st1:place&gt;, mereka akan cenderung  memilih daerah Seminyak ke arah Tabanan, karena di kawasan ini banyak  klub dan ada sekolah internasional, plus hamparan pantainya yang  memikat. Dan, untuk kelas elitenya, mereka lebih memilih di Jimbaran.  Sementara orang asing yang suka dengan nuansa pegunungan akan memilih  daerah Ubud. “Selain kondotel, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;vila&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;  (&lt;/span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sewa Villa di Bali&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; ) atau town house juga jadi pilihan menarik  untuk investasi,” tutur pemilik Global Intan Service ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11pt;color:black;"   &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11pt;color:black;"   &gt;gispasia.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11pt;color:black;"   &gt;Dukung  Kampanye &lt;span style="color:black;"&gt;Stop Dreaming Start Action&lt;/span&gt; Sekarang&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11pt;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;p class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="entry-foot"&gt; &lt;span class="cat-links"&gt;Filed under:          apartemen bali, bali real estate, bali real estate agents, investasi apartemen, investasi property bali, investasi real estate, properti bali, property bali, real estate bali, villa bali &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Perjuangan Menjadi Pengusaha Properti</title><link>http://blogdesainarsitek.blogspot.com/2010/05/perjuangan-menjadi-pengusaha-properti.html</link><category>arsitektur kota</category><category>bangun rumah</category><category>gagasreka arsitek nusantara</category><category>gaya arsitektur rumah</category><category>rumah design</category><category>rumah mungil</category><category>teknik arsitek</category><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Sun, 16 May 2010 20:07:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617472638315208638.post-7629919388770923995</guid><description>&lt;h2 class="entry-title"&gt;&lt;a href="http://blogdesainarsitek.blogspot.com/"&gt; Perjuangan  Menjadi Pengusaha Properti &lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;     &lt;div class="cover"&gt; &lt;div class="entry-content"&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="CommentLarge"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;Menjadi orang kaya melalui properti  mengilhami Michael Riady untuk terjun di bisnis properti dan menggarap  proyek kelas dunia di Jakarta Barat yaitu &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;The St Moritz&lt;/span&gt;  &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;penthouse&lt;/span&gt;  and &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;residence&lt;/span&gt;s.  &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;Cucu pengusaha kondang Mochtar Riady yang mengenyam  pendidikan dasar keuangan itu rela untuk berpanas-panas mengamati dan  belajar pembangunan sebuah gedung, sehingga memahami proses penyelesaian  suatu proyek &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;kondominium bintang  lima&lt;/span&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;"Jujur saja semula saya tidak paham istilah  teknis dalam bidang properti, tetapi setelah keterlibatan yang intensif  membuat pemahaman terhadap pembangunan sebuah gedung atau kawasan  properti meningkat. Jangan lupa penyelesaian suatu proyek memerlukan  skema pendanaan yang memadai, sehingga diperlukan kombinasi pengetahuan  keuangan dan properti."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;&lt;br /&gt;Pria kelahiran &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; pada 1980 itu  merupakan salah satu generasi ketiga pemilik dan pendiri Lippo Group,  Mochtar Riady. Michael menyelesaikan masternya di bidang finance di  California, Amerika Serikat. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;Selain itu, dia memiliki  berbagai pengalaman bekerja di beberapa perusahaan terkemuka di Amerika  Serikat khususnya di California, seperti di Fidelity Investments yang  bergerak di bidang investasi dan Manatt, Phelps &amp;amp; Phillips Law Firm  yang bergerak di bidang hukum realestat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;&lt;br /&gt;Ketertarikan  Michael di bidang property, seperti &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;hotel bintang lima&lt;/span&gt;  bermula ketika dia masih berstatus mahasiswa di AS. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;"Saya  tinggal di apartemen dan melihat orang yang menjalankan bisnis &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;penthouse&lt;/span&gt;  ini sangat enak. Tempatkan satu teknisi untuk satu blok apartemen atau &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;residence&lt;/span&gt;,  satu pengurus dan tiga orang yang menjadi front office sudah cukup,  sedangkan uang sewa &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;exotic spa&lt;/span&gt;  terus mengalir, wah ini bisnis &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;kondominium bintang  lima&lt;/span&gt; yang sangat menguntungkan."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;&lt;br /&gt;Dia  mengaku belajar dari majalah Forbes yang menulis kinerja  pebisnis-pebisnis sukses &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;hotel bintang lima&lt;/span&gt;  di Amerika Serikat yang hampir semuanya berasal dari industri properti.  "Kalau mau kaya jalannya adalah bisnis properti, karena hampir semua  orang kaya dunia memiliki bisnis properti."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;&lt;br /&gt;Dibesarkan  dalam lingkungan keluarga yang mengedepankan demokrasi sekaligus  spiritual dan fokus pada bidang yang digeluti, dia mengaku diberikan  kebebasan untuk memilih bidang bisnis yang dikehendaki. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;Keputusan  Michael untuk terjun di bisnis property seperti &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;exotic spa&lt;/span&gt;  selain mendapat dukungan dari pihak keluarga juga dilatarbelakangi oleh  prospek bisnis properti yang semakin menjanjikan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;&lt;br /&gt;Sebagai  anak tertua Andrew Riady, Michael saat ini menjabat sebagai direktur  dan dipercaya untuk memimpin mega proyek &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;The St Moritz&lt;/span&gt;Penthouses  and Residences.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;&lt;br /&gt;http://web.bisnis.com/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;&lt;br /&gt;Dukung  Kampanye &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;Stop Dreaming Start  Action&lt;/span&gt;&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Sekarang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;p class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="entry-foot"&gt; &lt;span class="cat-links"&gt;Filed under:          apartment residence, capital residence, graha residence, grand residence, penthouse apartment, penthouse property, private residence, residence inn, royal residence, sewa kondominium &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tips Membuat Keramik Lantai Rumah Kembali Bersinar</title><link>http://blogdesainarsitek.blogspot.com/2010/05/tips-membuat-keramik-lantai-rumah.html</link><category>arsitektur kota</category><category>bangun rumah</category><category>gagasreka arsitek nusantara</category><category>gaya arsitektur rumah</category><category>rumah design</category><category>rumah mungil</category><category>teknik arsitek</category><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Sun, 16 May 2010 20:06:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617472638315208638.post-4144250239766594189</guid><description>&lt;h2 class="entry-title"&gt;&lt;a href="http://blogdesainarsitek.blogspot.com/"&gt; Tips  Membuat Keramik Lantai Rumah Kembali Bersinar &lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Agar  selalu tampil cemerlang, lantai marmer mesti di&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;poles marmer&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;poles teraso&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; secara teratur. Menggunakan mesin &lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;poles marmer&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;poles teraso&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; memang solusi yang terbaik, namun biayanya  terlalu mahal.&lt;br /&gt;&lt;div class="cover"&gt;&lt;div class="entry-content"&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="CommentLarge"&gt;&lt;span style="font-family:'Maiandra GD';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ada cara yang lebih murah dan mudah  untuk mengkilapkan kembali lantai &lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;marmer&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; anda. Pertama-tama, pel lantai dengan cairan pembersih lantai.  Setelah kering, oleskan krim yang biasa digunakan untuk memoles badan  mobil anda ke seluruh permukaan lantai marmer atau anda bisa hubungi &lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;jasa restorasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;jasa kristalisasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; marmer. Tunggu beberapa saat agar krim poles  itu meresap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dirasa cukup meresap, gosok lantai &lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;marmer&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; dengan sabut cuci piring (spons yang berwarna hijau) sampai  krim benar-benar hilang bisa juga dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;jasa restorasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;jasa kristalisasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; marmer. Bersihkan bekas krim dengan sapu, lalu  pel lantai seperti biasa. Jika anda rajin mengulangi langkah ini setiap  2—3 bulan sekali, lantai marmer anda akan selalu kinclong seperti baru.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="commentlarge"&gt;&lt;span style="font-family:'Maiandra GD';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Dukung kampanye &lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;stop dreaming start action&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; sekarang&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Maiandra GD';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Maiandra GD';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;div align="right"&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:'Maiandra GD';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Http://www.kompas.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;p class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="entry-foot"&gt; &lt;span class="cat-links"&gt;Filed under:          bahan lantai, batu marmer, desain lantai, jenis lantai, keramik lantai, lantai marmer, lantai rumah, macam lantai, marmer granit, pembersih lantai &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Interior Ruang Tidur Kakek Nenek</title><link>http://blogdesainarsitek.blogspot.com/2010/05/interior-ruang-tidur-kakek-nenek.html</link><category>arsitek bali</category><category>arsitek rumah</category><category>arsitektur komputer</category><category>bentuk rumah</category><category>denah dan tampak</category><category>iai arsitek</category><category>joglo rumah</category><category>limbah rumah sakit</category><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Sun, 16 May 2010 20:05:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617472638315208638.post-2216179923084905789</guid><description>&lt;h2 class="entry-title"&gt;&lt;a href="http://blogdesainarsitek.blogspot.com/"&gt; Interior  Ruang Tidur Kakek Nenek &lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;     &lt;div class="cover"&gt; &lt;div class="entry-content"&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="CommentLarge"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;Men&lt;span class="css4putih"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;design interior&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  oleh &lt;span class="css4putih"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;consultant interior&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  full satu rumah mungkin biasa. Tetapi kalau yang didesain oleh &lt;span class="css4putih"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;consultant design&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  adalah &lt;span class="css4putih"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;interior design&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  rumah tinggal keluarga besar itu jarang terjadi. Keluarga modern  umumnya terdiri dari Ayah, Bunda dan Anak-anak. Tetapi kalau kakek dan  nenek dari kedua belah pihak ikut tinggal di rumah, hmm, sedikit  terjadi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Master bedroom&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;Master  bedroom yang hangat dengan dekorasi &lt;span class="css4putih"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;interior ideas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  motif tradisional pada padded wall, serta ukiran kayu disekelilingnya  oleh &lt;span class="css4putih"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;interior consultant&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.  Motif tradisional &lt;span class="css4putih"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;design interior&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  dari &lt;span class="css4putih"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;consultant ideas&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;yang kadang terkesan berat dan muram, kali ini ditata sedemikian  rupa sehingga &lt;span class="css4putih"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;design ideas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  kesan hangat dan lapang justru menjadi lebih kuat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ruang  Tidur Kakek Nenek&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;Ruang tidur dengan &lt;span class="css4putih"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;ideas interior&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  yang minimalis dari &lt;span class="css4putih"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;ideas consultant&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.  Garis &lt;span class="css4putih"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;interior design&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  yang membentang mulai dari lemari sampai dinding dan menerus ke  headboard menyatukan seluruh &lt;span class="css4putih"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;interior ideas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  furniture dalam ruang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Interior Dapur  Kotor&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;Interior dapur kotor memanfaatkan meja  beton yang ada. Kami, &lt;span class="css4putih"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;consultant interior&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  hanya memperkaya dengan pintu-pintu dan kabinet kitchen set bagian  atas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ruang Keluarga&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;Ruang  Keluarga mengikuti sentuhan tradisional oleh &lt;span class="css4putih"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;consultant design&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;,  dibuat dengan corak warna yang hidup. Penggunaan rotan dan kayu solid  oleh &lt;span class="css4putih"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;interior consultant&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;,  dimaksud untuk menguatkan sentuhan etnik di ruang keluarga.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;&lt;br /&gt;Desain  &lt;span class="css4putih"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;ideas interior&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  seluruh rumah oleh &lt;span class="css4putih"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;consultant ideas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  seperti ini tentu hanya mungkin berangkat dari rumah yang masih kosong,  atau dikosongkan. Seorang ibu pernah menelpon &lt;span class="css4putih"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;ideas consultant&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;,  untuk me menata ulang (re-layout) interior rumahnya. Syaratnya,  furniture yang ada dan terlanjur dibeli, tetap dapat dipakai. Saya kira,  desainer interior dari manapun, akan pening kepala menerima tugas  seperti itu. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;Karena &lt;span class="css4putih"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;design ideas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  yang baik itu berasal dari 1 konsep, tema yang mengikat seluruh ruang,  dan dihembuskan dalam satu nyawa kreatif sang desainer. Bukan dari  kumpulan furniture yang terlanjur dibeli tanpa konsep awal. Konsep yang  menyatukan seluruh bangunan rumah, kebutuhan penghuni, dan karakter  penghuni.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;&lt;br /&gt;http://annahape.com/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;&lt;br /&gt;Dukung  Kampanye &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;Stop Dreaming Start  Action&lt;/span&gt;&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Sekarang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;p class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="entry-foot"&gt; &lt;span class="cat-links"&gt;Filed under:          architecture interior, design interior, home interior, house interior, interior decorating, interior decoration, interior decorator, interior designer, interior ideas, interior modern &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tips Memilih Furniture Murah dan Berkualitas</title><link>http://blogdesainarsitek.blogspot.com/2010/05/tips-memilih-furniture-murah-dan.html</link><category>arsitek bali</category><category>arsitek rumah</category><category>arsitektur komputer</category><category>bentuk rumah</category><category>denah dan tampak</category><category>iai arsitek</category><category>joglo rumah</category><category>limbah rumah sakit</category><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Sun, 16 May 2010 20:03:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617472638315208638.post-7350647114206227272</guid><description>&lt;h2 class="entry-title"&gt;&lt;a href="http://blogdesainarsitek.blogspot.com/"&gt; Tips  Memilih Furniture Murah dan Berkualitas &lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;     &lt;div class="cover"&gt; &lt;div class="entry-content"&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="CommentLarge"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Furniture&lt;/span&gt; yang berkualitas tentu  harganya mahal, untuk ini tidak perlu diceriterakan lagi bagaimana cara  mendapatkannya. Namun, bagaimana kalau Anda ingin mengisi rumah  kesayangan dengan &lt;span style="color:black;"&gt;Furniture Murah&lt;/span&gt; yang berkualitas tapi  harganya pas di kantong. Banyak jalan menuju Roma, demikian kata  pepatah. Anda tidak perlu berkecil hati karena tidak bisa membeli  furniture yang harganya puluhan juta rupiah seperti &lt;span style="color:black;"&gt;Furniture Jati&lt;/span&gt;. Cukup dengan beberapa  tips berikut, maka furniture yang Anda inginkan dapat dibawa pulang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;1. Buatlah Furniture Anda Sendiri!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;Ini adalah  jurus paling ampuh yang tetap berlaku sampai sekarang. Furniture  custom-made (dibuat sesuai pesanan) akan memberi Anda banyak keuntungan.  Pertama adalah harganya yang jauh lebih murah ketimbang jika Anda  membelinya di &lt;span style="color:black;"&gt;Toko Furniture&lt;/span&gt;. Kedua, Anda bisa  menentukan sendiri material yang Anda inginkan dan desainnya pun dapat  Anda ubah sesuai selera. Ketiga, Anda dapat mengatur ukuran furniture  sesuai dengan ruangan yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;2. Modifikasi Furniture Lama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;Jika Anda  masih menyimpan &lt;span style="color:black;"&gt;Furniture&lt;/span&gt; lama yang struktur masih  baik, maka Anda dapat melakukan sedikit modifikasi untuk menghasilkan  furniture baru yang lebih fashionable. Caranya adalah dengan melakukan  finishing ulang atau mengubah sedikit desainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;Kursi tamu  atau sofa lama yang masih Anda simpan dengan baik warnanya sudah pudar,  kain pembungkusnya sudah usang dan kotor. Anda tengah berniat untuk  menggantinya dengan yang baru. Tapi, tunggu dulu. Jika Anda  hitung-hitung, tabungan Anda belumlah cukup untuk menggantinya dengan  yang baru mengingat pos keuangan untuk keperluan yang lain masih banyak.  Nah, saatnya Anda beraksi dengan membawanya ke workshop pembuat &lt;span style="color:black;"&gt;Furniture Jati&lt;/span&gt; terdekat. Memodifikasi  furniture lama bukan hal yang sulit untuk dilakukan. Anda bisa memoles  kembali warnanya yang kusam, mengganti kain dan joknya, atau bahkan  mengubah modelnya - tentu saja ada bagian yang bisa diubah dan ada  bagian yang tidak bisa diubah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;3. Membeli  Furniture Bekas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;Pilihan terakhir adalah membeli furniture bekas. Tentu  saja harganya lebih murah ketimbang yang baru dong. Saat ini banyak &lt;span style="color:black;"&gt;Toko Furniture&lt;/span&gt; yang menjual furniture  bekas atau seken. Tentu saja yang dijual biasanya &lt;span style="color:black;"&gt;Furniture Murah&lt;/span&gt; yang kondisinya masih  bagus dan desainnya biasanya juga oke, maklum merek terkenal. Namun,  berhati-hatilah dalam membeli. Dibutuhkan kejelian dan ketelitian dalam  memilih dan menilai furniture seken. Mungkin saja furniture yang dijual  mengalami kerusakan. Oleh karena itu, jangan sampai Anda membeli barang  yang rusak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;Demikian beberapa tips dari Kami, semoga bermanfaat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;aditya-arsitek.com&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;Dukung  Kampanye &lt;span style="color:black;"&gt;Stop Dreaming Start Action&lt;/span&gt; Sekarang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;p class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="entry-foot"&gt; &lt;span class="cat-links"&gt;Filed under:          custom furniture, furniture baru, furniture bekas, furniture jati, furniture lama, furniture seken, jual furniture, showroom furniture, toko furniture &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Desain Eksterior modern</title><link>http://blogdesainarsitek.blogspot.com/2010/05/desain-eksterior-modern.html</link><category>arsitek hotel</category><category>denah gedung</category><category>denah perusahaan</category><category>karya arsitek</category><category>kode pos</category><category>konsultasi renovasi</category><category>kontraktor renovasi rumah</category><category>rumah gaya minimalis</category><category>tips renovasi</category><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Sun, 16 May 2010 20:03:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617472638315208638.post-7682877137564072224</guid><description>&lt;h2 class="entry-title"&gt;&lt;a href="http://blogdesainarsitek.blogspot.com/"&gt; Desain  Eksterior modern &lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;Tips &lt;span class="commentlarge"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;arsitektur desain&lt;/span&gt;  dan &lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;design architecture&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;interior design atau interior desain modern. Rahasia arsitektur  desain (interior) rumah idaman yang modern, cantik menawan, bukan pada  harga. Bukan pada mahalnya bahan.&lt;br /&gt;&lt;div class="cover"&gt;&lt;div class="entry-content"&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="CommentLarge"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:'Maiandra GD';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:'Maiandra GD';"&gt;&lt;br /&gt;Tips dan triks rahasia &lt;span class="commentlarge"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;arsitektur desain&lt;/span&gt;  dan &lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;design architecture&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  interior minimalis rumah, pertama dan terutama adalah mendesainlah  dengan cinta, dengan hati. Kalau anda mencintai diri anda, anda akan  mendesain rumah untuk kebahagian anda. Kalau anda mencintai keluarga dan  teman-teman, anda akan menciptakn desain modern rumah untuk kebahagian  mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah berikut dari hati dan cinta adalah syukur. Rasa  syukur dan terimakasih atas ruang/rumah yang boleh anda tempati adalah  fondasi di bawah fondasi rumah. Fondasi &lt;span class="commentlarge"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;interior bangunan&lt;/span&gt;  dan &lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;arsitektur bangunan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  yang mengalasi ruang untuk anda berbagi hati. Untuk anggota keluarga.  Untuk setiap tamu yang datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips praktis design interior rumah  dengan hati, dengan cinta:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pertama: jangan memenuhi rumah dengan  banyak dekorasi seperti halnya kontraktor pameran. ”asesories” paling  penting di rumah adalah anda, keluarga anda dan teman-teman. Pilihlah  furniture berkuaitas yang mendukung rasa nyaman, fungsional, keindahan  dan aspek emosional yang hendak dibangun. Gambar di bawah adalah contoh  desain arsitektur &lt;span class="commentlarge"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;desain interior&lt;/span&gt;  dan &lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;desain eksterior&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: ciptakan &lt;span class="commentlarge"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;desain interior&lt;/span&gt;  dan &lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;desain eksterior&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;ruang yang mendukung anda sebagai mahluk emosional sekaligus  produktif. Tentukan aktivitas dalam ruang dan pilihlah detail-detail  yang mendukung. Misalnya, warna abu-abu yang lembut untuk ruang  kerja/belajar akan mendukung proses kreatif dalam menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga  berikan rasa hormat pada keluarga besar anda. Berikan sebuah sudut  rumah dengan detail &lt;span class="commentlarge"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;eksterior bangunan&lt;/span&gt;  dan &lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;desain bangunan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  yang menunjukkan ikatan anda pada tradisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, bawalah  ”alam” ke dalam rumah. Orang pada umumnya mempunyai naluri berhubungan  dengan alam. Tanaman segar, yang dapat dinikmati di/dari dalam rumah  akan menciptakan kesegaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, tambahkankan sentuhan  personal dan kreativitas anda. Foto hasil jepretan anda. Hasil lukisan  anda. Pokoknya apa saja hasil kreativitas desain &lt;span class="commentlarge"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;eksterior bangunan&lt;/span&gt;  dan &lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;desain bangunan&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;anda&lt;br /&gt;&lt;span class="commentlarge"&gt;&lt;br /&gt;Dukung kampanye &lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;stop dreaming start  action&lt;/span&gt; sekarang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:'Maiandra GD';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;sumber : www.griyameuble.com&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;p class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="entry-foot"&gt; &lt;span class="cat-links"&gt;Filed under:          car interior, home interior, house interior, interior decorating, interior design, interior designer, interior designing, interior designs, interior ideas, interior modern &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mendapat Keuntungan Dari Apartemen</title><link>http://blogdesainarsitek.blogspot.com/2010/05/mendapat-keuntungan-dari-apartemen.html</link><category>arsitek hotel</category><category>denah gedung</category><category>denah perusahaan</category><category>karya arsitek</category><category>kode pos</category><category>konsultasi renovasi</category><category>kontraktor renovasi rumah</category><category>rumah gaya minimalis</category><category>tips renovasi</category><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Sun, 16 May 2010 20:02:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617472638315208638.post-8444472803184083021</guid><description>&lt;h2 class="entry-title"&gt;&lt;a href="http://blogdesainarsitek.blogspot.com/"&gt; Mendapat  Keuntungan Dari Apartemen&lt;/a&gt; &lt;/h2&gt;     &lt;div class="cover"&gt; &lt;div class="entry-content"&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="CommentLarge"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;Setiap saat kita selalu dihadapkan pada  tawaran pilihan investasi di &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  lang="FR" &gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;&lt;u1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/u1:city&gt;  apartment&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;, mulai tawaran di tempat yang murah  hingga tawaran investasi di proyek &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  lang="FR" &gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;&lt;u1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/u1:city&gt;  apartement&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt; miliaran rupiah. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;Tahukan  anda, hanya sedikit lokasi &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  lang="FR" &gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;apartment &lt;u1:city st="on"&gt;&lt;u1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/u1:place&gt;&lt;/u1:city&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;  yang benar benar menjadikan anda memiliki passive income yang cukup  besar untuk mencukupi biaya hidup anda. Hanya sedikit lokasi yang  menjanjikan ROI dalam waktu singkat. Berikut beberapa tips agar proyek  yang anda beli menghasilkan keuntungan investasi terbesar :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;&lt;strong&gt;1.  Lokasi HARUS DI JALAN KELAS 1&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;Seperti  hukum properti umumnya, nomor 1 adalah lokasi, no 2 adalah lokasi, no 3  adalah lokasi. Pilihan &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  lang="FR" &gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;apartemen Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt; di  Jalan kelas 1 lebih tepat karena tingkat kenaikan harga properti yang  lebih tinggi dibanding lokasi di jalan kelas 2 atau kelas 3.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2.  Pilihlah lokasi di kawasan pusat bisnis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;Kebanyakan  pemilik dan penghuni &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  lang="FR" &gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;apartment&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;  mengutamakan kedekatan akses dengan pusat-pusat bisnis seperti  perbankan, pusat perdagangan, hotel dan sarana hiburan. Semakin dekat  akses ke pusat bisnis maka potensi kenaikan harganya semakin tinggi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3.  Apartemen dikelola oleh manajemen berpengalaman&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;Pengelola  &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  lang="FR" &gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;apartemen&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;  harus memiliki reputasi terbaik. Beberapa pengelola kaliber  Internasional menjadi jaminan kesuksesan pemasaran &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  lang="FR" &gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;&lt;u1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/u1:city&gt;  apartment&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt; dan kenaikan nilai investasinya. Pilihlah  pengelola yang mempunyai jaringan internasional sehingga bisa  mendatangkan ekspatriat ke &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  lang="FR" &gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;&lt;u1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/u1:city&gt;  apartement&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt; kita sehingga nilai sewanya lebih cepat  meningkat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Perhatikan STATUS TANAH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;SEBISA  MUNGKIN PILIHLAH &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  lang="FR" &gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;apartment &lt;u1:city st="on"&gt;&lt;u1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/u1:place&gt;&lt;/u1:city&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;  dengan status tanah HAK MILIK. Investasi anda akan sangat-sangat aman  bila berada di tanah berstatus hak milik. Beberapa proyek &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  lang="FR" &gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;apartemen Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;  yang berada di tanah dengan status sewa lahan atau malah lahan sengketa  membuat pembangunan &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  lang="FR" &gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;apartment&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;  terhambat bahkan batal dibangun gara-gara konflik lahan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5.  Perhatikan fasilitas&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;Keberadaan mall untuk  menjamin tersedianya semua kebutuhan kita sangatlah penting. karena  sudah hidup di &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  lang="FR" &gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;apartemen&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;,  pemilik atau penghuni apartemen selalu menginginkan semua kebutuhannya  mulai dari shopping, food center hingga tempat bermain tersedia secara  mencukupi. Semakin mudah aksesnya, semakin tinggi nilai investasi  apartemen.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Pilihlah apartemen minim 2  bedroom&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;Rata-rata ekspatriat membawa keluarga atau  relasi, sehingga mereka membutuhkan minim 2 bedroom untuk tinggal di  sebuah apartemen. Kenaikan nilai 2 bedroom ke atas akan lebih tinggi  dibanding persentase kenaikan 1 bedroom.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;&lt;br /&gt;http://www.indobuilding.com/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;&lt;br /&gt;Dukung  Kampanye &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;Stop Dreaming Start  Action&lt;/span&gt;&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Sekarang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;p class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="entry-foot"&gt; &lt;span class="cat-links"&gt;Filed under:          apartemen dijual, apartemen jakarta, apartment jakarta, apartment murah, harga apartemen, jual apartment, rent apartment, service apartment, sewa apartemen, sewa apartment &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pengisian Interior Ruangan Rumah</title><link>http://blogdesainarsitek.blogspot.com/2010/05/pengisian-interior-ruangan-rumah.html</link><category>arsitektur hemat energi</category><category>arsitektur pdf</category><category>denah rumah</category><category>lowongan arsitek di bali</category><category>menata rumah</category><category>nama arsitek</category><category>rumah joglo</category><category>tipe rumah</category><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Sun, 16 May 2010 20:01:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617472638315208638.post-5941953413764229531</guid><description>&lt;h2 class="entry-title"&gt;&lt;a href="http://blogdesainarsitek.blogspot.com/"&gt; Pengisian  Interior Ruangan Rumah &lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;     &lt;div class="cover"&gt; &lt;div class="entry-content"&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="CommentLarge"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;Mempunyai &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;desain modern&lt;/span&gt;  rumah minimalist, ataupun minimalis &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;bangunan modern&lt;/span&gt;  rupanya untuk sebagian orang masih digandrungi. Pengembang apartemen  maupun &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;desain bangunan&lt;/span&gt;  hunian masih menawarkan tipe &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;desain bangunan rumah&lt;/span&gt;  minimalis dalam tahun ini maupun tahun mendatang. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;Anda,  yang menjatuhkan pilihan pada design &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;bangunan rumah&lt;/span&gt;  minimalis, sebaiknya memperhatikan interior design &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;rumah modern&lt;/span&gt;  yang cocok dengan &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;desain rumah&lt;/span&gt;  minimalis juga. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;  8 saran mengenai &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;desain modern&lt;/span&gt;  interior minimalis yang sebaiknya Anda perhatikan ketika mulai mengisi &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;desain rumah modern&lt;/span&gt;  Anda.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;&lt;br /&gt;Pertama, perhatikan bentuk asesoris ruang &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;bangunan modern&lt;/span&gt;  yang uncluttered (bersih, tegas, tanpa profil, bentuk geometris &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;desain rumah modern&lt;/span&gt;  yang minimal). Ingatlah bahwa &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;desain bangunan&lt;/span&gt;  minimalis, prinsipnya adalah pas, perfect, tidak berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;&lt;br /&gt;Kedua,  korden/penutup jendela gunakan roller type, basic blinds (vertical atau  horizontal).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;&lt;br /&gt;Ketiga, kalau Anda mau memasang karpet  gunakan karpet dengan warna solid tanpa motif.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;&lt;br /&gt;Keempat,  selalu upayakan permukaan meja, permukaan credensa atau cabinet dalam  keaadaan bersih dan kosong. Letakkan buku dan barang-barang lain dalam  laci. Asesoris &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;desain bangunan rumah&lt;/span&gt;  yang ideal adalah vas bunga dari gelas artistik, piring simple berisi  buah dan/atau tempat lilin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;&lt;br /&gt;Kelima: gunakan satu  warna yang simple (plain) untuk bantal sofa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;&lt;br /&gt;Keenam:  Cover bed, sprei dan sarung bantal gunakan corak yang simple. Kombinasi  warna &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;bangunan rumah&lt;/span&gt;  batasi pada dua warna tanpa motif.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;&lt;br /&gt;Ketujuh: gantunglah  lukisan dengan komposisi dan frame yang simple, tanpa profil atau  ukiran. Jangan terlalu banyak lukisan di &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;rumah modern&lt;/span&gt;,  pilih yang besar dari koleksi Anda.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;&lt;br /&gt;Kedelapan: Cat  tembok &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;desain rumah&lt;/span&gt;  pilihlah warna pastel/pucat yang netral seperti abu-abu, beige atau  krem.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;&lt;br /&gt;http://annahape.com/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Rockwell;font-size:11pt;"  &gt;&lt;br /&gt;Dukung  Kampanye &lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;Stop Dreaming Start  Action&lt;/span&gt;&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Sekarang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;p class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="entry-foot"&gt; &lt;span class="cat-links"&gt;Filed under:          architecture modern, denah rumah, desain gedung, desain tata ruang, gedung bangunan, interior design rumah, jenis bangunan, jenis rumah, minimalis bangunan, rumah gedung &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bangunan Rumah Minimalis Yang Cantik</title><link>http://blogdesainarsitek.blogspot.com/2010/05/bangunan-rumah-minimalis-yang-cantik.html</link><category>arsitektur hemat energi</category><category>arsitektur pdf</category><category>denah rumah</category><category>lowongan arsitek di bali</category><category>menata rumah</category><category>nama arsitek</category><category>rumah joglo</category><category>tipe rumah</category><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Sun, 16 May 2010 20:00:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617472638315208638.post-3592540244761572233</guid><description>&lt;h2 class="entry-title"&gt;&lt;a href="http://blogdesainarsitek.blogspot.com/"&gt; Bangunan  Rumah Minimalis Yang Cantik &lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;     &lt;div class="cover"&gt; &lt;div class="entry-content"&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="CommentLarge"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;font-size:10pt;"  &gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:black;" &gt;Rumah Minimalis&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="commentlarge1"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;sangat diminati oleh masyarakat  yang serba praktis sekarang ini. Bagaimana cara memilih furniture dan  aksesori yang tepat untuk rumah minimalis Anda? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="commentlarge1"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;Mempertahankan unsur praktis dan fungsional menjadi  kunci dasar dalam mendandani &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;font-size:10pt;"  &gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:black;" &gt;Rumah Minimalis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="commentlarge1"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan bahan yang tepat dapat  mengentalkan konsep &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;font-size:10pt;"  &gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:black;" &gt;Desain Minimalis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="commentlarge1"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt; yang ingin dihadirkan. Furniture kaca misalnya  yang dipadu dengan aluminium atau besi tempa termasuk jenis furniture  yang banyak digunakan. Selain bentuknya yang simpel, perawatannya pun  relatif mudah dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="commentlarge1"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;Gorden pun mampu mendukung kesan dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;font-size:10pt;"  &gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:black;" &gt;Desain Minimalis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="commentlarge1"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt; yang ingin ditampilkan dalam ruangan. Dengan jenis  roman blind, misalnya yang bersifat ringan sekaligus mampu memberi  kesan dinamis dalam ruangan yang minimalis (&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;font-size:10pt;"  &gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:black;" &gt;Arsitektur Minimalis&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="commentlarge1"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="commentlarge1"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;Desain &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;font-size:10pt;"  &gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:black;" &gt;Bangunan Minimalis&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="commentlarge1"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;dengan presisi yang tegas juga  menjadi ciri khas pada &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;font-size:10pt;"  &gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:black;" &gt;Arsitektur Minimalis&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="commentlarge1"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;maupun furniture minimalis.  Oleh karena itu, pilih meja atau kursi yang memiliki desain sederhana,  sedikit, atau tanpa ornament. Dengan ornament yang minim tersebut, dapat  memudahkan perawatan dan ruangan terksesan lebih lega sehingga cocok  bila diterapkan pada rumah minimalis yang mungil.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;font-size:10pt;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:black;" &gt;Bangunan Rumah Minimalis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="commentlarge1"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt; juga dapat dipadukan dengan bahan atau furniture  dari warna - warna kayu seperti coklat tua atau coklat yang kemerahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="commentlarge1"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;Pemilihan warna dan corak pun harus diperlihatkan  dengan cermat, di mana corak bunga-bunga atau warna-warni yang terlalu  ramai kurang cocok bila dipadukan dalam &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;font-size:10pt;"  &gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:black;" &gt;Bangunan Rumah Minimalis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="commentlarge1"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;. Pertahankan nada warna setiap kali menambah atau  mengganti aksesori dan furniture dalam satu ruangan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="commentlarge1"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;Tata setiap aksesori dan furniture dengan cermat,  namun usahakan agar ruangan tidak berkesan terlalu penuh karena justru  dapat menegaskan kesan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;font-size:10pt;"  &gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:black;" &gt;Bangunan Rumah Minimalis&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="commentlarge1"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;yang ingin diciptakan.  Contohnya penataan pigura foto menggunakan pigura yang lebih besar namun  dalam jumlah sedikit untuk memberi aksen dalam ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="commentlarge1"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;architectaria.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;Dukung  Kampanye &lt;span style="text-decoration: none;color:black;" &gt;Stop Dreaming Start Action&lt;/span&gt;  Sekarang&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;p class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="entry-foot"&gt; &lt;span class="cat-links"&gt;Filed under:          arsitektur bangunan, arsitektur desain, arsitektur minimalis, desain minimalis, desain rumah minimalis, design rumah minimalis, gambar rumah minimalis, interior rumah minimalis, rumah minimalis &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bahan Baja Ringan untuk Dinding Eksterior</title><link>http://blogdesainarsitek.blogspot.com/2010/05/bahan-baja-ringan-untuk-dinding.html</link><category>arsitek perbankan</category><category>arsitektur cpu</category><category>arsitektur perbankan</category><category>arsitektur trisakti</category><category>denah</category><category>menghitung biaya renovasi</category><category>pencahayaan rumah</category><category>rancangan rumah</category><category>skripsi arsitektur</category><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Sun, 16 May 2010 19:59:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617472638315208638.post-6708553033843681118</guid><description>&lt;h2 class="entry-title"&gt;&lt;a href="http://blogdesainarsitek.blogspot.com/"&gt; Bahan  Baja Ringan untuk Dinding Eksterior &lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;     &lt;div class="cover"&gt; &lt;div class="entry-content"&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="CommentLarge"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebagai sebuah material yang kini semakin  populer, &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;baja ringan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; memiliki karakter khusus. Tebalnya  bervariasi, rata-rata kurang dari 0,5mm dan cukup kuat untuk dirangkai  sebagai &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;atap&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; dan dinding.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Di  pasar material, &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;baja ringan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; dijual dengan berbagai spesifikasi dan  desain. Baja ringan rata-rata telah dilapis dengan material antikarat  yang antara lain berupa coating aluminium dan seng. Keberadaan coating  itu membuat baja dapat terhindar dari karat hingga sekitar 20 tahun  sejak terpasang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Hal  lain yang membuat &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;baja&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; ringan dilirik orang adalah fleksibilitas  desain dan fungsinya. Misalnya saja &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;atap baja&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; dan berbagai fungsi untuk properti lain.  Keragaman warnanya menjadikan pelat baja ringan mulai dipergunakan untuk  beragam kepentingan. Mulai dari &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;atap baja&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;, dinding, dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Salah  satu yang coba diterapkan adalah menjadikan pelat baja ringan sebagai  pelapis &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;konstruksi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; dinding eksterior rumah. Hal ini dapat  dilakukan dengan cara melapiskan pelat baja pada dinding eksterior.  Proses pelapisan ini pun dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya,  jika ingin menjadikan pelat baja ringan sebagai aksen relief, maka baja  perlu dipasang pada sebuah rangka kisi-kisi yang telah tertempel pada  dinding. Atau jika ingin langsung menempelkan &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;konstruksi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; pelat baja ke dinding, maka cara ini pun  dapat dilakukan dengan menyekrupkan pelat baja langsung pada dinding  rumah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Book Antiqua';font-size:8pt;"  &gt;&lt;br /&gt;wwwkompas.com&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Book Antiqua';font-size:8pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="commentlarge"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Dukung Kampanye &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Stop Dreaming  Start Action&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Sekarang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;p class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="entry-foot"&gt; &lt;span class="cat-links"&gt;Filed under:          baja ringan, jenis baja ringan, kerangka baja ringan, konstruksi baja ringan, kontruksi baja ringan, kuda baja ringan, pemasangan baja ringan, rangka baja ringan, spesifikasi baja ringan, struktur baja ringan &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Lantai Rumah Bahan Vinyl Bermotif Kayu</title><link>http://blogdesainarsitek.blogspot.com/2010/05/lantai-rumah-bahan-vinyl-bermotif-kayu.html</link><category>arsitek perbankan</category><category>arsitektur cpu</category><category>arsitektur perbankan</category><category>arsitektur trisakti</category><category>denah</category><category>menghitung biaya renovasi</category><category>pencahayaan rumah</category><category>rancangan rumah</category><category>skripsi arsitektur</category><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Sun, 16 May 2010 19:58:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617472638315208638.post-6808742616373984993</guid><description>&lt;h2 class="entry-title"&gt;&lt;a href="http://blogdesainarsitek.blogspot.com/"&gt; Lantai  Rumah Bahan Vinyl Bermotif Kayu &lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;     &lt;div class="cover"&gt; &lt;div class="entry-content"&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="CommentLarge"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tak dipungkiri, pamor kayu sebagai material  "penghangat" ruangan, masih tinggi. Sayangnya, material ini semakin  sulit dicari dan harganya semakin melambung tinggi. Sebagai solusinya,  bermunculan material-material lain yang dapat menggantikannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Memberikan sentuhan kayu  pada ruangan bisa dilakukan salah satunya pada lantai. &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lantai&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; parket adalah material yang paling banyak  dipakai. Material lainnya adalah parquette laminate. Kedua material ini  masih memiliki kandungan kayu di dalamnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Setelah kedua material  tersebut, belakangan muncul pilihan material lainnya. Material tersebut  adalah lantai vinyl bermotif kayu (&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;wood flooring&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;). &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lantai&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; vinyl dikenal dengan keelastisannya, mudah  pemasangannya, dan banyak corak dan warnanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;lantai rumah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; bahan vinyl bermotif kayu (&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;wood flooring&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;). Meskipun terbuat dari vinyl, namun terlihat  seperti motif kayu alami. Tersedia pula beberapa motif dan warna kayu  yang berbeda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Setiap  lembar &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;lantai rumah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; bahan vinyl ini dilengkapi dengan perekat di  bagian bawahnya. Sehingga tidak perlu menambahkan lem untuk  pemasangannya. Anda bisa memasangnya di atas lantai keramik, seperti  memasang karpet. Jika Anda bosan, melepasnya pun mudah. Praktis bukan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa memasangnya  sendiri, karena sangat mudah. Mirip dengan menyusun puzzle. Selain itu, &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;desain lantai&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; vinyl juga mudah dibersihkan. Anda cukup  menyapu atau mengepelnya seperti pada lantai keramik. Tidak perlu takut  rusak, karena &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;desain lantai&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; vinyl tahan terhadap air dan cairan kimia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Book Antiqua';font-size:8pt;"  &gt;&lt;br /&gt;www.ideaonline.co.id&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="commentlarge"&gt;&lt;span style="font-size:8pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="commentlarge"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Dukung  Kampanye &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Stop Dreaming  Start Action&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Sekarang&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;p class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="entry-foot"&gt; &lt;span class="cat-links"&gt;Filed under:          jenis lantai kayu, konstruksi lantai kayu, lantai kayu, lantai kayu jati, lantai kayu parquet, lantai kayu solid, lantai parket kayu, memasang lantai kayu, pasang lantai kayu, pemasangan lantai kayu &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>