<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-8939264794050496271</atom:id><lastBuildDate>Fri, 30 Aug 2024 16:21:56 +0000</lastBuildDate><category>ARTIKEL</category><category>KISAH INSPIRATIF</category><category>SHOLAWAT</category><category>TRIK</category><category>KISAH MUALLAF</category><category>NABI MUHAMMAD SAW</category><category>PUISI</category><category>DOA</category><category>DAJJAL</category><category>LADUNA ILMA</category><category>WUDHU</category><category>HADITS</category><category>SHALAT</category><category>Gallery Video</category><category>LINK</category><category>Gallery Photo</category><title>Desir Hati</title><description>Website tentang artikel, puisi, doa dan kisah Islami berikut Hadits Nabi serta Ayat Al-Qur'an</description><link>https://annangws.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>271</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:image href="http://i46.tinypic.com/1gmx4h.jpg"/><itunes:keywords>artikel,puisi,doa,kisahin,spiratif,kisah,muallaf,kisah,islami,hadits,nabi,al,qur,an</itunes:keywords><itunes:summary>Website tentang artikel, puisi, do'a dan kisah islami berikut hadits nabi dan ayat al-qur'an</itunes:summary><itunes:subtitle>Desir Hati</itunes:subtitle><itunes:category text="Religion &amp; Spirituality"><itunes:category text="Islam"/></itunes:category><itunes:author>Annang Wibowo</itunes:author><itunes:owner><itunes:email>annangwibowo@gmail.com</itunes:email><itunes:name>Annang Wibowo</itunes:name></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8939264794050496271.post-1420716171144718342</guid><pubDate>Sat, 29 Mar 2014 16:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-03-29T23:32:18.004+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL</category><title>JANGAN GALAU, ALLAH BERSAMA KITA</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://annangws.blogspot.com/2014/03/jangan-galau-allah-bersama-kita.html" target="_blank"&gt;&lt;img alt="http://annangws.blogspot.com/2014/03/jangan-galau-allah-bersama-kita.html" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8pRMG8vHs7kQ8K8pAH85Komue5NZmrb3lhQyMLb9WXcw7U4vmtcqXjk2MEy1oAQ6pzgaIiqFf_HyknBe6aiqhbbZbPJ8LRpUzHUJSnpP303uVPWFCJ5-9sSvNIma4p0XW-BS3RIvAeEA/s1600/mengadu.jpg" height="320" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Saat hati dilanda kegelisahan,&amp;nbsp; Allah-lah sebaik-baik tempat mengadu&lt;br /&gt;Saat diri ditimpa kesulitan, Allah-lah sebaik-baik tempat meminta pertolongan&lt;br /&gt;Saat logika goyah karena ketidak pastian, Janji Allah sebaik-baiknya kepastian&lt;br /&gt;Saat jiwa diterpa kesedihan, Allah -lah sebaik- baik pelipur kesedihan&lt;br /&gt;Maka,Saat hidup ini dihujani kebahagiaan, Allah-lah sebaik -baik tempat bersyukur...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;“Galau!!!”&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; merupakan sebuah kata-kata yang sedang naik daun, di mana kata-kata itu menandakan seseorang tengah dilanda rasa kegelisahan, kecemasan, serta kesedihan pada jiwanya. Tak hanya laku di facebook atau twitter saja, bahkan di media televisi pun orang-orang seakan-akan dicekoki dengan kata-kata “galau” tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, manusia adalah sesosok makhluk yang paling sering dilanda kecemasan. Ketika seseorang dihadapkan pada suatu masalah, sedangkan dirinya belum atau tidak siap dalam menghadapinya, tentu jiwa dan pikirannya akan menjadi guncang dan perkara tersebut sudahlah menjadi fitrah bagi setiap insan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Jangan Galau, Innallaha Ma’ana!!!&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman, &lt;i&gt;&lt;b&gt;“Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kami”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; (At Taubah: 40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat bahwa manusia adalah makhluk yang banyak sekali dalam mengeluh, tentu ketika keluhan itu diadukan kepada Sang Maha Pencipta, maka semua itu akan meringankan beban berat yang selama ini kita derita. Allah sudah mengingatkan hamba-Nya di dalam ayat yang dibaca setiap muslim minimal 17 kali dalam sehari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;“Hanya kepada-Mulah kami menyembah, dan hanya kepada-Mulah kami meminta pertolongan”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; (Al Fatihah 5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jagalah Positive thinking atau berpikir positif, perkara tersebut sangatlah membantu manusia dalam mengatasi rasa galau yang sedang menghinggapinya. Karena dengan berpikir positif, maka segala bentuk-bentuk kesukaran dan beban yang ada pada dalam diri menjadi terobati karena adanya sikap bahwa segala yang kesusahan-kesusahan yang dihadapi, pastilah mempunyai jalan yang lebih baik yang sudah ditetapkan oleh Allah Ta’ala. Sebagaimana firman-Nya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;“Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;(Al-Insyirah 5-6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang senantiasa mengingat Allah Ta’ala dalam segala hal yang dikerjakan. Tentunya akan menjadikan nilai positif bagi dirinya, terutama dalam jiwanya. Karena dengan mengingat Allah segala persoalan yang dihadapi, maka jiwa akan menghadapinya lebih tenang. Sehingga rasa galau yang ada dalam diri bisa perlahan-perlahan dihilangkan. Dan sudah merupakan janji Allah Ta’ala, bagi siapa saja yang mengingatnya, maka didalam hatinya pastilah terisi dengan ketenteraman-ketenteraman yang tidak bisa didapatkan melainkan hanya dengan mengingat-Nya. Sebagaimana firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; (Ar-Ra’du 28).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan orang-orang yang lalai kepada Allah, yang di mana jiwa-jiwa mereka hanya terisi dengan rasa kegelisahan, galau, serta kecemasan semata. Tanpa ada sama sekali yang bisa menenangkan jiwa-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya, sesudah mengetahui tentang faktor-faktor yang dapat mengatasi persoalan galau, maka jadilah orang yang selalu dekat kepada Allah Ta’ala. Bersabar, berpikir positif, mengingat Allah, serta mengadukan semua persoalan kepada-Nya merupakan kunci dari segala persoalan yang sedang dihadapi. Maka dari itu, Janganlah galau, karena sesungguhnya Allah bersama kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Bermanfaat...&lt;/div&gt;
</description><link>https://annangws.blogspot.com/2014/03/jangan-galau-allah-bersama-kita.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8pRMG8vHs7kQ8K8pAH85Komue5NZmrb3lhQyMLb9WXcw7U4vmtcqXjk2MEy1oAQ6pzgaIiqFf_HyknBe6aiqhbbZbPJ8LRpUzHUJSnpP303uVPWFCJ5-9sSvNIma4p0XW-BS3RIvAeEA/s72-c/mengadu.jpg" width="72"/><author>annangwibowo@gmail.com (Annang Wibowo)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8939264794050496271.post-5167445298885874478</guid><pubDate>Tue, 11 Mar 2014 17:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-03-12T00:41:32.731+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">KISAH INSPIRATIF</category><title>Ketenangan Hidup</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://annangws.blogspot.com/2014/03/ketenangan-hidup.html" target="_blank"&gt;&lt;img alt="http://annangws.blogspot.com/2014/03/ketenangan-hidup.html" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjr5T3Vm99HEHBXfO_T4rd_OjUM1j86Lu_6Y6o7OHdczOpTPyPR3dof-n6dUI15aNLjYLnhguKLHM3vgpbDca0PfpEvhssHDk_9B_gHNWXbOozDkxiZ6QX6HmfYyEBFH3V_gA9eeeH5zgw/s1600/ketenangan+hidup.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
lmu fisika, biologi, falak, dan kimia telah menunjukan kepada kita bahwa dunia diciptakan dengan aturan-aturan dan ukuran-ukuran yang rapi. Tidak ada tempat bagi sesuatu yang terjadi secara kebetulan, semua berjalan mengikuti hukum-hukum yang telah Allah ciptakan di alam semesta ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“… dan, Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.” (QS Al Furqaan:2) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.” (QS Al Qamar:49) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, tentu saja Allah menciptakan semua ini bukan tanpa tujuan. Tidak mungkin tanpa tujuan. Pasti, akan selalu ada hikmah di balik semua penciptaan ini.Namun, keyakinan akan semua hikmah ini, bukan berarti kita akan mengetahuinya. Karena keterbatasan ilmu manusia, bisa saja hikmah-hikmah itu masih tersembunyi, tidak terungkap oleh pandangan manusia yang terbatas ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“… mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. ” (QS. An Nisaa’:19) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah:216) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, saya yakin bahwa keterbatasan ini pun memberikan hikmah yang luar biasa bagi kehidupan manusia. Tidak semuanya harus ada jawaban, yang perlu kita yakini adalah semuanya demi kebaikan kita. Dalilnya sudah jelas dan sudah kita hafal bahwa Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kita berusaha keras, namun hasil seolah tidak kunjung datang. Saya kata seolah sebab itu hanyalah pandangan kita yang terbatas.  Strategi, taktik, dan rencana matang tidak selamanya akan menghasilkan sesuatu yang sesuai dengan keinginan kita. Bisa jadi, Allah telah menyiapkan yang lain yang pastinya akan lebih baik dari itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“… Kamu tidak mengetahui barangkali Allah mengadakan sesudah itu sesuatu hal yang baru.” (QS Ath Thalaaq:1) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam. (At Takwir:29) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saya berikhtiar itu semata-mata karena memenuhi perintah Allah. Manusia hanya berusaha, sedangkan Allah yang menentukan akibat dan hasilnya. Dan saya merasa yakin bahwa akibat dan hasil yang dipilihkan Allah bagi saya adalah yang terbaik bagi saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian, mengapa kita harus takut dan khawatir dalam menjalani hidup? Bukankah semuanya untuk kebaikan kita sendiri. Pahit mungkin terasa pahit yang kita alami. Kita tidak menyukai. Kita membencinya. Padahal boleh jadi itu yang terbaik bagi kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, ampunilah hamba-Mu ini. Yang sering mengeluh dengan pemberian-Mu. Yang sering lupa bahwa Engkau memberikan yang terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan, mulai detik ini saya merasa tentram terhadap rahmat Allah, keadilan-Nya, kebijaksanaan-Nya, dan ilmu-Nya. Hidup yang lebih tenang karena “melihat” peran Allah dalam setiap peristiwa dan setiap urusan. Hidup yang tenang, karena hidup dalam lindungan dan pemeliharaan Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga Bermanfaat...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>https://annangws.blogspot.com/2014/03/ketenangan-hidup.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjr5T3Vm99HEHBXfO_T4rd_OjUM1j86Lu_6Y6o7OHdczOpTPyPR3dof-n6dUI15aNLjYLnhguKLHM3vgpbDca0PfpEvhssHDk_9B_gHNWXbOozDkxiZ6QX6HmfYyEBFH3V_gA9eeeH5zgw/s72-c/ketenangan+hidup.jpg" width="72"/><author>annangwibowo@gmail.com (Annang Wibowo)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8939264794050496271.post-6285757236121618848</guid><pubDate>Sun, 09 Mar 2014 22:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-03-10T05:30:00.436+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL</category><title>Anak Yatim Dan Hak Menerima Zakat</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://annangws.blogspot.com/2014/03/anak-yatim-dan-hak-menerima-zakat.html" target="_blank"&gt;&lt;img alt="http://annangws.blogspot.com/2014/03/anak-yatim-dan-hak-menerima-zakat.html" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_QxlNpjBoZPyxHUAnrPzzUhfm3E6z3sRFc1B5XoODBg5M145jrrUwZHFHdpte9Chn1mQQheu_saAO2_aG9rKXHmwzsqrh7vyd4p5JZqsTl4fRJfvXxS8YnKWSzIJIKP2Mk1ZRlWw1wnk/s1600/siluet-anak-yatim.jpg" height="320" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Bismillahirrahmaanirrahiim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin, was shalatu wassalamu ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in. Amma ba’du.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, di masa dewasa ini kesadaran Ummat Islam untuk membayar Zakat semakin baik. Hal itu ditunjukkan dengan bukti semakin banyaknya jumlah Muzakki yang ingin menyalurkan Zakat, Infaq, Shadaqah (ZIS). Juga semakin banyaknya pertanyaan-pertanyaan seputar Zakat, semakin tumbuh lembaga-lembaga pengumpul dana ZIS, serta semakin beragamnya bentuk-bentuk pembiayaan melalui dana ZIS. Semua ini merupakan realitas yang patut disyukuri, alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebagian tempat, ada lembaga sosial yang memanfaatkan dana ZIS untuk menyantuni anak-anak yatim. Dana ini disalurkan dalam bentuk beasiswa sekolah, santunan sosial, dll. yang berkaitan dengan pemberdayaan anak-anak yatim kaum Muslimin. Namun kemudian muncul pemikiran kritis, “Dana Zakat tidak bisa diberikan untuk anak yatim, karena dalam Surat At Taubah ayat 60, tentang 8 golongan yang berhak menerima Zakat; disana tidak disebutkan anak yatim sebagai penerima Zakat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaanya, benarkah anak yatim tidak boleh menerima Zakat? Bagaimana pandangan Islam tentang posisi anak yatim sebagai penerima Zakat? &lt;br /&gt;Bolehkah memanfaatkan dana Zakat untuk menyantuni, membina, dan memberdayakan anak yatim?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini kita akan coba membahas masalah ini secara runut, dengan merujuk pandangan Al Qur’an, As Sunnah, dan pandangan para ulama. Semoga Allah Ta’ala memberikan petunjuk, penerangan, serta barakah dari ilmu dan harta kita. Allahumma amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[1]&lt;/b&gt;. Dalam Surat At Taubah disebutkan ayat, yang artinya: “Bahwasanya Zakat itu diperuntukkan bagi kaum fakir, miskin, ‘amil Zakat (petugas pengurus Zakat), orang-orang yang dibujuk hatinya (atau muallaf), hamba sahaya, orang yang menanggung hutang, untuk keperluan Fi Sabilillah, dan para musafir yang berada dalam perjalanan. Hal demikian ini merupakan ketetapan yang wajib dari sisi Allah.” (At Taubah: 60). Inilah ayat yang dijadikan dalil, bahwa para penerima Zakat itu adalah 8 golongan. Haji Sulaiman Rasyid membahas golongan-golongan ini dalam bukunya, Fiqh Islam hal. 200-205. Terbitan Sinar Baru, Bandung, 1987).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[2]&lt;/b&gt;. Zakat merupakan bagian dari Rukun Islam dan merupakan amanah Syariat Islam yang agung. Zakat sering disebutkan dalam Al Qur’an. Kita sering membaca ayat yang berbunyi kurang-lebih, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aqimus shalah wa atuz zakah” (dirikan Shalat dan bayarlah Zakat); &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wa yuqimus shalata wa yu’tuz zakata” (dan dia mengerjakan Shalat dan membayar Zakat). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, kita harus bersungguh-sungguh dalam menunaikan amal Zakat ini. Salah satu bentuk kesungguhan ialah, harta dari Zakat harus diberikan kepada para Mustahik (penerima Zakat) secara tepat, tidak boleh dibelanjakan untuk hal-hal di luar hak Mustahik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesor Ali Tanthawi rahimahullah, seorang ulama ahli fiqih dan dai terkenal dari Syiria. Beliau pernah ditanya tentang dana Zakat yang dikumpulkan oleh suatu lembaga Islam, lalu digunakan untuk mndirikan tempat pelatihan menjahit bagi anak-anak perempuan Muslim. Dalam jawabannya, beliau tidak membenarkan ide itu. Beliau berkata, “Jadi, harta Zakat tidak boleh dipergunakan untuk membangun masjid, rumah sakit, atau tempat pelatihan, meski semua itu membawa manfaat bagi masyarakat dan masyarakat jelas-jelas membutuhkannya.” Kecuali, kata beliau, kalau Zakat itu sudah dibagikan ke fakir-miskin, lalu mereka sepakat mengumpulkan kembali harta itu untuk membangun pelatihan; maka yang seperti itu dibenarkan. (Fatwa-fatwa Populer Ali Thantawi, hal. 291-292. Solo, Penerbit Era Intermedia, November 1998). Pandangan seperti ini sangat berharga, karena menunjukkan sikap kehati-hatian (al ikhtiyat) dalam menjaga batas-batas hukum Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[3]&lt;/b&gt;. Zakat dalam Islam terbagi dalam dua jenis, Zakat Maal (Zakat harta) dan Zakat Fithrah (Zakat jiwa). Zakat Maal diwajibkan bagi setiap Muslim yang memiliki kelebihan harta sehingga mencapai nishab, baik berupa harta pertanian, peternakan, perdagangan, emas-perak, usaha bisnis, dan lainnya yang wajib dizakati. Singkat kata, Zakat maal diwajibkan atas kaum Muslimin yang kaya. Sedangkan Zakat Fithrah diwajibkan atas seluruh kaum Muslimin, baik kaya atau miskin, baik orang dewasa atau anak-anak, baik laki-laki maupun wanita. Harta Zakat Maal disalurkan kepada 8 kelompok penerima Zakat, seperti disebut dalam Surat At Taubah ayat 60 di atas. Adapun Zakat Fithrah disalurkan hanya kepada fakir-miskin, dalam rangka menyambut Hari Raya ‘Ied. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Zakat Fithrah tidak boleh diberikan ke kelompok di luar fakir-miskin. Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyyah mengatakan, “Di antara tuntunan Rasulullah adalah mengkhususkan kepada kaum miskin dalam peruntukan Zakat ini (maksudnya, Zakat Fithrah). Beliau tidak membagikannya kepada 8 golongan (ashnaf) secara rata dan tidak pula memerintahkan hal itu. Juga tak seorang pun di antara Shahabat-shahabatnya (maksudnya, Shahabat Nabi) yang melakukannya, serta tidak pula orang-orang sesudah mereka (maksudnya kalangan Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in).” (Zaadul Ma’ad, jilid I, hal. 504. Jakarta, Pustaka Al Kautsar, Februari 2008). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, kita harus bisa membedakan antara Zakat Fithrah dan Zakat Maal. Zakat Fithrah diwajibkan bagi setiap Muslim, termasuk fakir-miskin; kecuali jika seseorang benar-benar tidak memiliki harta untuk membayar Zakat Fithrah, maka hal itu dimaafkan. Dan Zakat Fithrah disalurkan hanya untuk fakir-miskin, di saat menjelang perayaan Hari Raya ‘Ied. Sedangkan Zakat Maal diwajibkan bagi kaum Muslim yang kaya, dan hasilnya dibagikan untuk 8 kelompok sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[4]&lt;/b&gt;. Ajaran Islam memberikan perhatian yang tinggi kepada anak YATIM. Banyak ayat-ayat Al Qur’an yang membahas posisi anak yatim ini. Dalam Al Qur’an disebutkan bentuk amal kebajikan, yaitu: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wa atal maala ‘ala hubbihi dzawil qurba, wal yatama, wal masakini, wabnas sabili, was sa’ilina, wa fir riqaab” (dan memberikan harta itu kepada orang-orang yang dicintai dari karib-kerabat, kepada anak yatim, kepada kaum miskin, kepada musafir di perjalanan, kepada orang yang meminta-minta, dan kepada hamba sahaya. Surat Al Baqarah, ayat 177). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wa yas-alunaka ‘anil yatama, qul ish-lahul lahum khairun” (dan mereka bertanya kepada tentang anak yatim, katakanlah: memperbaiki urusan mereka adalah lebih baik. Surat Al Baqarah, ayat 220). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wa an taqumu lil yatama bil qis-thi” (dan –Allah memerintahkan- agar kalian memperlakukan anak yatim secara adil. Surat An Nisaa’, ayat 127). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dalam Surat Al Hasyr ayat 7 disebutkan, bahwa harta fa’i (rampasan dari musuh tanpa peperangan) diberikan kepada: Allah, Rasul-Nya, karib-kerabat, anak yatim, kaum miskin, dan ibnu sabil (musafir dalam perjalanan); dalam ayat itu juga dijelaskan bahwa pembagian ini dimaksudkan agar harta tidak hanya beredar pada orang-orang kaya di kalangan Ummat Islam saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Surat An Nisaa’ ayat 10 disebutkan, orang-orang yang makan harta anak yatim secara zhalim, maka dia telah memenuhi perutnya dengan api neraka, dan kelak mereka akan masuk neraka sa’iir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Surat Al Fajr disebutkan, “Kalla bal laa tukrimunal yatim, wa laa tahad-dhuna ‘ala tha-amil miskin” (sungguh tidak demikian, akan tetapi kalian tidak memuliakan anak yatim dan tidak menganjurkan manusia memberi makan orang miskin. Surat Al Fajr, ayat 17-18). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sudah sangat dikenal, dalam Surat Al Ma’uun ayat 1-3, bahwa ciri pendusta agama adalah: menghardik anak yatim dan tidak memberi makan orang miskin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Nawawi rahimahullah, dalam kitabnya yang terkenal, Riyadhus Shalihin menyebutkan sebuah bab tentang keutamaan bersikap lembut kepada anak yatim, kepada anak-anak perempuan, kaum fakir-miskin, dan sebagainya. Beliau menyebut hadits Nabi Saw, yang artinya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari Sahal bin Sa’id Ra, dia berkata bahwa Rasulullah Saw telah bersabda, ‘Aku dan orang yang menanggung kehidupan anak yatim, kelak di syurga akan seperti ini,’ beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah beliau yang saling ditempelkan.” (HR. Bukhari). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Imam Nawawi, yang menanggung anak yatim maksudnya, mengurus keperluan-keperluan mereka secara baik. (Riyadhus Shalihin, hal. 66. Beirut, Daarul Fikri, 1994). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat disimpulkan, bahwa Islam sangat peduli dan pengasih kepada anak yatim, baik laki-laki maupun wanita, baik yang kaya maupun fakir-miskin. Rasulullah Saw adalah seorang yatim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[5]&lt;/b&gt;. Lalu pertanyaannya, siapakah anak yatim itu? &lt;br /&gt;Secara umum, anak yatim adalah anak yang telah ditinggal wafat oleh ayahnya. Kalau ditinggal wafat oleh ibunya, tidak disebut anak yatim. Anak yatim termasuk golongan manusia yang lemah karena telah kehilangan pilar keluarga (qa’imul bait). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menjelaskan istilah anak yatim, Syaikh Abdurrahman As Sa’diy rahimahullah, dalam tafsirnya mengatakan, “Anak yatim adalah mereka yang tidak memiliki penghasilan, dan mereka tidak memiliki kekuatan yang bisa menanggung kebutuhannya. Hal ini merupakan bukti rahmat Allah atas hamba-hamba-Nya, menjadi dalil bahwa Allah Ta’ala lebih pengasih kepada mereka daripada orangtua kepada anak-anaknya. Allah telah berwasiat kepada hamba-Nya dan mewajibkan sikap ihsan dalam urusan harta anak yatim, agar siapa yang telah kehilangan ayah-ayahnya, mereka diurus sedemikian rupa sehingga seperti tidak kehilangan mereka. Dan balasan atas amal seperti ini, maka siapa yang pengasih kepada anak yatim, maka anaknya akan dikasihi.” (Tafsir Karimir Rahman, hal. 76. Riyadh, Daarul Mughni, 1999). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menafsirkan ayat yang sama, Imam Ibnu Katsir rahimahullah memberi penjelasan, “Anak yatim adalah mereka yang tidak memiliki penghasilan, telah wafat ayah mereka, sedangkan mereka dalam keadaan lemah, masih kecil, belum mencapai baligh, dan belum punya kemantapan dalam pekerjaan.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim li Imam Ibnu Katsir, Jilid I, hal. 270. Takhrij hadits oleh Syaikh Hani Al Hajj. Kairo, Maktabah Taufiqiyyah, tanpa tahun). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, anak yatim adalah anak yang telah ditinggal wafat oleh ayahnya, lalu dia kehilangan pilar keluarga yang menanggung dan mengurus kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[6]&lt;/b&gt;. Kemudian, sejauhmana batasan seorang anak disebut yatim? &lt;br /&gt;Sebab semua orang lambat atau cepat pasti akan ditinggal wafat oleh ayahnya. Apakah orang dewasa yang sudah berusia 40 tahun, lalu ditinggal wafat ayahnya, dia juga disebut yatim? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al Qur’an disebutkan ayat yang berbunyi, “Wab-talul yatama hatta idza balaghuu an nikah, fa in anastum minhum rusy-dan fad-fa’uu ilaihim amwalahum” (dan ujilah anak-anak yatim itu sampai mereka mencapai usia nikah, dan jika menurut perkiraan kalian mereka sudah cerdas, maka kembalikanlah harta mereka –yang selama ini dititipkan kepada kalian -. Surat An Nisaa’, ayat 6). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Katsir ketika menjelaskan ayat ini beliau berkata, “Menurut Mujahid, telah sampai usia nikah, maksudnya telah bermimpi (keluar sperma saat tidur). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas ulama mengatakan, mencapai usia baligh pada anak laki-laki ialah ketika dia bermimpi dalam tidurnya, sehingga keluar sperma. Atau telah mencapai usia 15 tahun, berdasarkan hadits dari Abdullah bin Umar Ra, bahwa dia berkata, ‘Aku menghadap Nabi Saw dalam perang Uhud, ketika itu usiaku 14 tahun, lalu Nabi tidak mengijinkanku ikut perang. Kemudian aku menghadap beliau dalam perang Khandaq, ketika usiaku 15 tahun, lalu beliau membolehkan aku.’ (HR. Bukhari-Muslim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Umar bin Abdul Aziz rahimahullah ketika disampaikan kepadanya hadits ini, “Perkara ini (usia 15 tahun) merupakan pembeda antara anak kecil dan orang dewasa.” (Tafsir Ibnu Katsir, jilid I, hal. 153. Kairo, Maktabah Taufiqiyyah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menjelaskan Surat An Nisaa’ ayat 6 di atas, tentang batasan telah mencapai usia nikah, berkata Sa’id bin Jubair Ra, “Telah menjadi shalih dalam urusan agama mereka, dan pandai menjaga hartanya.” Singkat kata, batasan anak yatim laki-laki ialah ketika sudah mencapai baligh, yaitu telah keluar sperma dari kemaluannya. Atau sudah mencapai usia 15 tahun. Adapun batasan anak yatim perempuan, ialah ketika dia sudah siap menikah, yaitu telah siap dari sisi kematangan agama dan siap mengatur hartanya sendiri. Hal ini sesuai konteks Surat An Nisaa’ ayat 1-10 yang memang membahas posisi anak yatim perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[7]&lt;/b&gt;. Pertanyaan intinya, apakah anak yatim berhak mendapatkan bagian dari Zakat? &lt;br /&gt;Maka sebelum dijawab pertanyaan ini, terlebih dulu harus dilihat keadaan anak yatim tersebut. Apakah dia termasuk anak yatim yang ditinggali banyak harta warisan oleh ayahnya, sehingga dengan harta itu bisa tercukupi kebutuhan materinya? &lt;br /&gt;Atau dia termasuk anak yatim yang fakir, miskin, muallaf, dalam perjalanan, menanggung hutang, dll. sesuai kriteria 8 kelompok penerima Zakat? &lt;br /&gt;Kalau dia termasuk anak yatim yang berkecukupan materi, tidak perlu diberi Zakat. Tetapi kalau dia termasuk anak yatim yang masuk 8 golongan penerima Zakat, SANGAT AFDHAL kalau mereka diberi bagian Zakat. Karena selain dia masuk 8 golongan, dia juga yatim. Perlakuan seperti ini ditujukan ialah untuk menyalurkan Zakat sesuai dengan sasaran yang dituju. Kita jangan menyalurkan Zakat kepada yang tidak berhak menerima; atau sebaliknya, menolak memberikan Zakat kepada sasaran yang justru sangat berhak menerima. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al Qur’an, “Innallaha ya’murukum an tu-addul amanati ila ahliha, wa idza hakamtum bainan naasi antahkumu bil ‘adl” (sesungguhnya Allah memerintahkan kalian menyampaikan amanat kepada yang berhak, dan jika kalian menghukumi, hendaklah menghukumi secara adil. Surat An Nisaa’, ayat 58). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait pembagian Zakat ini, seorang ulama besar di Timur Tengah, Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan berkata, “Tidak boleh menetapkan Zakat kepada seorang wanita fakir, jika dia berada di bawah pembiayaan nafkah suaminya yang kaya; begitu juga tidak boleh diberikan Zakat kepada seorang fakir, kalau dia memiliki kerabat kaya yang memberi nafkah kepadanya; dimana mereka diberi kekayaan lewat nafkah itu daripada harus mengambil harta Zakat.” (Mulakhas Fiqhiy, jilid I, hal. 254. Riyadh, Daaru Ibnil Jauzi, tahun 2000). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyimpulkan dari pendapat ini, maka anak yatim yang mewarisi banyak harta dari orangtuanya, atau dia berada dalam sebaik-baik pemeliharaan nafkah oleh kerabatnya, anak seperti itu tidak perlu menerima bagian dari Zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[8]&lt;/b&gt;. Ada beberapa hadits Nabi Saw yang menjelaskan, bahwa anak-anak yatim berhak menerima bagian dari Zakat. Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudri Ra, dia berkata, “Zainab Ra, isteri Ibnu Mas’ud Ra, datang kepada Nabi Saw, lalu bertanya, ‘Ya Rasulullah, engkau telah memerintahkan pada hari ini untuk bersedekah. Di sisiku ada beberapa perhiasan, milikku. Aku berniat bersedekah dengannya. Namun Ibnu Mas’ud (suami Zainab) menyatakan, bahwa dia dan putranya lebih berhak menerima sedekah itu dariku.’ Lalu Nabi Saw berkata, ‘Ibnu Mas’ud benar. Suamimu dan anakmu lebih berhak engkau bersedekah kepada mereka.’” (HR. Bukhari). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini disebutkan oleh Imam Ibnu Hajar Al Asqalani dalam kitab beliau, Bulughul Maram, bagian Kitab Zakat, no. 515. Hadits ini memberi hikmah, seorang isteri boleh bersedekah kepada keluarganya sendiri, jika mereka membutuhkan harta. Adapun seorang suami tidak boleh bersedekah kepada isterinya, sebab sudah MENJADI KEWAJIBAN bagi suami itu untuk menafkahi isteri dan anak-anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lain yang cukup panjang, Zainab Ra isteri Ibnu Mas’ud Ra, bermaksud memberikan sedekah. Lalu dia pergi ke rumah Rasulullah Saw. Kebetulan di rumah beliau sedang ada wanita yang ingin bertanya hal yang sama. Melalui Bilal Ra, Zainab dan wanita itu bertanya, “Atuj-ziu as shadaqah ‘anhuma ila azwajihima wa ‘ala aitamin fi hujurihima?” (bolehkah sedekah dari kedua wanita itu diberikan kepada suaminya atau anak yatim yang ada di rumahnya?). Maka kemudian Nabi Saw memberi jawaban, “Lahuma ajran, ajrul qarabah, wa ajrus shadaqah” (bagi kedua wanita itu dua pahala, pahala berbuat baik kepada keluarda terdekat, dan pahala sedekah). Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari-Muslim, disebutkan oleh Imam Al Munzhiri dalam Mukhtashar Shahih Muslim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperjelas lagi, Syaikh Shalih Fauzan Al Fauzan berkata, “Dan di kitab As Shahih, disebutkan bahwa isteri Abdullah (maksudnya, Abdullah bin Mas’ud atau Ibnu Mas’ud Ra –pen.) bertanya kepada Nabi Saw, tentang anak saudaranya yang menjadi yatim dan hidup di rumahnya, apakah boleh memberikan zakat dia ke mereka? Lalu Nabi Saw menjawab, “Ya!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau diperhatikan, hadits-hadits di atas saling berkaitan satu sama lain, saling melengkapi. Bisa jadi, kejadiannya satu, tetapi yang menceritakan berbeda-beda. Singkat kata, memberikan Zakat kepada anak-anak yatim yang membutuhkan, hal itu diperbolehkan oleh Nabi Saw. Termasuk anak yatim yang berada dalam pemeliharaan sebuah keluarga, boleh diberi Zakat oleh karib-kerabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[9]&lt;/b&gt;. Secara umum, ajaran Islam sangat peduli dengan nasib anak yatim, laki-laki atau perempuan, kaya atau miskin. Jika anak yatim itu miskin, fakir, muallaf, dan sebagainya sehingga masuk kategori 8 kelompok yang berhak menerima Zakat; mereka sangat diutamakan untuk menerima Zakat. Namun jika mereka tergolong anak yatim yang kaya, berkecukupan, mendapat nafkah yang memadai dari kerabatnya, tetap berhak mendapat kemurahan dari kaum Muslimin. Tetapi bentuknya bukan materi, melainkan perhatian, kasih-sayang, kelembutan, serta perlindungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini untuk merealisasikan sabda Nabi Saw, “Ana wa kafilul yatama fil jannah” (aku dan pemelihara anak yatim kelak berada –sangat dekat- di syurga. HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[10]&lt;/b&gt;. Lalu bagaimana dengan lembaga sosial Islam yang memanfaatkan dana Zakat untuk membangun sekolah, pesantren, panti asuhan, atau fasilitas pelatihan, yang semua itu diperuntukkan bagi anak-anak yatim? &lt;br /&gt;Jawabannya mudah, seperti yang dikatakan Syaikh Prof. Ali Tanthawi rahimahullah, dana Zakat tidak boleh dibuat untuk semua keperluan itu. Dana Zakat harus disalurkan kepada yang berhak, tidak boleh dibuat macam-macam. Kecuali, kalau dana sudah diserahkan, lalu orang-orang yang menerima Zakat itu sepakat untuk menggunakannya demi membangun sekolah, pesantren, panti asuhan, dll. Itu diperbolehkan. Syaratnya, dana Zakat harus sampai di tangan yang berhak dulu. Namun untuk membangun sekolah, pesantren, panti asuhan, dll. itu boleh menggunakan dana non Zakat, misalnya infak, sedekah, waqaf, hibah, hadiah, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[11]&lt;/b&gt;. Di kalangan masyarakat ada sebuah pemikiran tentang anak yatim. Menurut mereka, “Anak-anak yatim itu cenderung nakal. Mereka selalu membuat masalah. Hal itu membuat hati kami jadi tidak tertarik untuk membantu anak yatim.” Bagaimana dengan pemikiran seperti ini? &lt;br /&gt;Harus dipahami dengan baik, bahwa kenakalan anak yatim itu merupakan AKIBAT dari sebuah keadaan. Ia tidak muncul begitu saja. Mereka nakal, karena kurang mendapat perhatian, kasih-sayang, perlindungan, serta pemenuhan nafkah dari ayahnya, karena sang ayah sudah meninggal. Hal ini malah semakin memperkuat pandangan, bahwa anak yatim sangat membutuhkan PERHATIAN lahir-batin. Tidak hanya pemberian materi saja. &lt;br /&gt;Seperti yang dikatakan oleh Syaikh As Sa’diy ketika menafsirkan Surat Al Baqarah ayat 177, “Maka Allah telah berwasiat kepada hamba-hamba-Nya, dan mewajibkan mereka bersikap ihsan dalam perkara harta anak yatim, agar siapa yang kehilangan ayah-ayah mereka diperlakukan sedemikian sehingga seperti siapa yang tidak kehilangan orangtuanya.” (Tafsir Karimis Rahman, hal. 72. Riyadh, Daarul Mughni, 1999). &lt;br /&gt;Seharusnya, perlakuan kita kepada anak yatim ialah memberikan kepedulian yang sepadan dengan kepedulian ayahnya kepada mereka, jika kita sanggup melakukannya. Bila perhatian itu kecil atau tidak memadai, sangat mungkin akibatnya akan muncul perilaku anak-anak yatim yang nakal. Semoga Allah Ta’ala melindungi dan membimbing anak-anak yatim kaum Muslimin sebaik-baiknya. Semoga pula Allah menolong kita untuk bersikap arif, bijak, dan pemurah kepada anak-anak yatim. &lt;br /&gt;Allahumma amin ya Arhama Rahimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pembahasan tematik dan runut tentang hak anak yatim untuk menerima Zakat. Disini kita bisa memetik beberapa hikmah di balik ketentuan Allah yang tidak mencantumkan secara tegas anak yatim ke dalam 8 golongan penerima Zakat, yaitu sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[SATU]: anak yatim itu ada yang kaya, mewarisi harta banyak dari orangtuanya, atau mereka berada di bawah pemberian nafkah yang mencukupi dari kerabatnya. Dalam posisi demikian, anak yatim tidak perlu diberi bagian dari Zakat. &lt;br /&gt;[DUA]: bagi anak yatim yang miskin, fakir, muallaf, dalam perjalanan, dll. sesuai criteria 8 kelompok penerima Zakat, mereka lebih AFDHAL untuk menerima Zakat, karena selain membutuhkan, mereka juga yatim.&lt;br /&gt;[TIGA]: bagi semua anak yatim, baik miskin atau kaya, mereka berhak mendapat santunan BATIN dari kaum Muslimin, berupa sikap lembut, perhatian, kasih-sayang, perlindungan, dll. Hal itu sesuai perintah Nabi Saw untuk memperlakukan anak yatim dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;[EMPAT]: Secara umum, ajaran sangat peduli dengan nasib kaum yang menderita, khususnya dalam hal ini adalah nasib anak yatim. Maka tidak salah jika Islam disebut sebagai agama Rahmatan Lil ‘Alamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tulisan ini bermanfaat, khususnya untuk mendukung program pemberdayaan kehidupan anak-anak yatim Muslim-Muslimah di Nusantara ini. Semoga Allah Ar Rahiim mengampuni diriku, memaafkan kesalahanku, serta meridhai sisa umurku. Semoga Allah senantiasa mengampuni dan merahmati kedua orangtuaku, anak-anak yatim kaum Muslimin, para penolong dan pemelihara anak yatim, isteri dan anak keturunanku, kakak-adikku, karib-kerabatku, para sahabatku, para guruku, para penolongku, kaum Mukminin-Mukminat, Muslimin-Muslimat, serta para Mujahidin yang ikhlas berjuang di jalan Allah Ta’ala sampai akhir zaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin Allahumma amin. Wa shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in.&amp;nbsp; Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam bisshawaab.&lt;/div&gt;
</description><link>https://annangws.blogspot.com/2014/03/anak-yatim-dan-hak-menerima-zakat.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_QxlNpjBoZPyxHUAnrPzzUhfm3E6z3sRFc1B5XoODBg5M145jrrUwZHFHdpte9Chn1mQQheu_saAO2_aG9rKXHmwzsqrh7vyd4p5JZqsTl4fRJfvXxS8YnKWSzIJIKP2Mk1ZRlWw1wnk/s72-c/siluet-anak-yatim.jpg" width="72"/><author>annangwibowo@gmail.com (Annang Wibowo)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8939264794050496271.post-2402614908818193239</guid><pubDate>Sun, 02 Mar 2014 07:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-03-02T14:35:44.212+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">KISAH INSPIRATIF</category><title>CERMIN HATI</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://annangws.blogspot.com/2014/03/cermin-hati.html" target="_blank"&gt;&lt;img alt="http://annangws.blogspot.com/2014/03/cermin-hati.html" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7ZxdMdBU58JvLFnpxNioqZ2f6fQgScJrtgq7vLJOTqvJqKOxy2ZZ05B9NzCQ0z47qIp6Q9JzwbHSF0HC27FrRfHu9hLAgxeedqLDzl-kkY3pYBvBCLkYwOuYDltrRj1LzLXT6S7AATBw/s1600/cermin-hati.jpg" height="226" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Ketika sedih dan ketika tidak ada teman yang mau mendengarkanku, aku belajar untuk menikmati keadaan, salah satu caranya adalah melakukan dialog dengan hati kecil, sebuah ruang kecil dalam diri yang Allah karuniakan, sebuah ruang kecil yang banyak mengajarkanku untuk lebih menghargai hidup serta mengingatkan padaku untuk senantiasa belajar mencintai Allah dan Rosulullah tanpa syarat dan ragu, di kala lapang dan sempit… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, aku terserang virus merah jambu, aku jatuh hati pada seorang pria dalam buku (istilah pria yang dikaruniai kelebihan Allah baik segi iman, ilmu maupun fisik yang baik) yang membuatku gak tenang, entah kenapa tiba-tiba aku berjalan mendekati cermin di kamarku, aku melihat bayanganku di cermin, sebuah wajah dengan sebuah senyuman memandangku dengan penuh kasih sayang, itulah sinar dan bayanganku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Gadis kecilku kenapa kau bersedih,“&lt;/i&gt; tanyanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Dee… biasalah aku terserang virus merah jambu.."&lt;/i&gt; jawabku polos. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Huffff." &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Sayangku… jika engkau bersedih ingatlah Allah, kembalilah pada tujuan awal dan akhir dari sebuah pengharapan, apa benar pria tersebut yang kau harapkan dalam hidupmu, atau sekedar keinginan…" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya kau tertipu dengan apa yang kau inginkan sayang…" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kebaikan yang dimiliki pria tersebut adalah titipan Allah, jika Allah berkehendak bisa saja Allah mengambil karunia tersebut, kapanpun Allah mau, jika karunia tersebut diambil apa kau masih mencintainya, jangan terperdaya, jika mencintainya, do’akan kebaikan untuknya agar yang dia miliki bisa menambah bobot kebaikan di bumi ini, dengan itu cintamu tumbuh dalam bentuk yang lain, mungkin dia tak pernah tahu akan do’a tersebut, namun cukuplah Allah yang menjadi saksi cintamu kepadanya…" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika Allah menakdirkan kau dengan dia, insya Allah akan ada sebuah jalan yang akan membawamu untuk dekat dengannya, dan memudahkan cinta kalian serta menyatukan dalam bobot kebaikan bernama pernikahan, tugasmu sekarang adalah bagaimana engkau menjadi muslimah yang kaffah, yang bermanfaat bagi kehidupan…" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lagi pula ketika ada pria dalam buku, tak hanya kau yang berharap mendapatkan cinta dari pria tersebut, mungkin 1000 gadis juga mengharapkan hal yang sama denganmu, jika pikiranmu terfokus padanya (untuk memilikinya) kau telah menjadikannya thoghut di hatimu, jika kau melepaskannya karena Allah, insya Allah kau akan mendapat cinta yang lebih besar yakni Cinta Allah, sebuah cinta yang akan menjagamu dalam lapang dan sempit, sebuah cinta yang tiada akan bisa menghalangi…" &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jika seorang laki-laki itu ibarat bintang di langit, maka Allah tak hanya menciptakan satu bintang di langit, Cinta Allah ibarat langit tanpa batas yang menampung berjuta bintang, jika kau mendapati langit di dalam hatimu, maka sesungguhnya engkau bisa mendapatkan bintang apapun yang kau harapkan di dalam dirimu.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslimah ibarat mutiara, awalnya dia hanya sekumpulan pasir halus di samudra luas, namun karena kasih sayang Allah, pasir-pasir itu berubah menjadi sebutir keindahan yang sangat bernilai, yang di namakan takwa, dengan takwa inilah kau akan memahami makna dirimu tercipta di dunia ini… &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sayangku... &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jangan kau sesali jika engkau mencintai seorang hamba, namun jangan sampai cinta tersebut menyebabkan dirimu kehilangan Sang Cinta itu sendiri...&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan siapapun pria dalam buku tersebut akan mendapatkan pendamping, ingatlah akan satu hal do’akan kebahagiaan dia dan istrinya tersebut karena sesungguhnya istrinya pria tersebut adalah bentuk dirimu yang lain, karena bukannya seorang muslim satu dg yang lain itu bersaudara, kebahagiaannya adalah kebahagiaanmu. Yang terpenting yakinlah jodoh tak akan tertukar dan k au masih mendapati Allah dalam hatimu..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga Menjadi Inspirasi Kita... &lt;/div&gt;
</description><link>https://annangws.blogspot.com/2014/03/cermin-hati.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7ZxdMdBU58JvLFnpxNioqZ2f6fQgScJrtgq7vLJOTqvJqKOxy2ZZ05B9NzCQ0z47qIp6Q9JzwbHSF0HC27FrRfHu9hLAgxeedqLDzl-kkY3pYBvBCLkYwOuYDltrRj1LzLXT6S7AATBw/s72-c/cermin-hati.jpg" width="72"/><author>annangwibowo@gmail.com (Annang Wibowo)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8939264794050496271.post-3347231785061906002</guid><pubDate>Mon, 17 Feb 2014 13:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-02-17T20:33:45.444+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">KISAH INSPIRATIF</category><title>SEBAB KITA MEMANG TAK SAMA</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://annangws.blogspot.com/2014/02/sebab-kita-memang-tak-sama.html" target="_blank"&gt;&lt;img alt="http://annangws.blogspot.com/2014/02/sebab-kita-memang-tak-sama.html" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-9JA9MIyXBMIsVUzEE8ovXMCgvOyP5bxzmt6c-s2-U6DmNVwr6jZfqLhAncmw_OW9QYNqK0t2IpvgZMGRJh2wzmGmAUxEnpGKLuMAV9PE7360BOkVAUhHR22JSwoC-i9F9sfZIdWI_og/s1600/tuan+untuk+dirinya.jpg" height="266" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seperti sepatu yang kita pakai, tiap kaki memiliki ukurannya. Memaksakan tapal kecil untuk telapak besar akan menyakiti. Memaksakan sepatu besar untuk tapal kecil merepotkan. Kaki-kaki yang nyaman dalam sepatunya akan berbaris rapi-rapi"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang lelaki tinggi besar berlari-lari di tengah padang. Siang itu, mentari seakan didekatkan hingga sejengkal. Pasir membara, ranting-ranting menyala dalam tiupan angin yang keras dan panas. Dan lelaki itu masih berlari-lari. Lelaki itu menutupi wajah dari pasir yang beterbangan dengan surbannya, mengejar dan menggiring seekor anak unta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di padang gembalaan tak jauh darinya, berdiri sebuah dangau pribadi berjendela. Sang pemilik, ’Utsman ibn ‘Affan, sedang beristirahat sambil melantunkan Al-Quran, dengan menyanding air sejuk dan buah-buahan. Ketika melihat lelaki nan berlari-lari itu dan mengenalnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masya Allah” ’Utsman berseru, ”Bukankah itu Amirul Mukminin?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, lelaki tinggi besar itu adalah ‘Umar ibn Al Khaththab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya Amirul Mukminin!” teriak ‘Utsman sekuat tenaga dari pintu dangaunya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang kau lakukan tengah angin ganas ini? Masuklah kemari!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinding dangau di samping Utsman berderak keras diterpa angin yang deras...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Seekor unta zakat terpisah dari kawanannya. Aku takut Allah akan menanyakannya padaku. Aku akan menangkapnya. Masuklah hai ‘Utsman!” ’Umar berteriak dari kejauhan. Suaranya bersiponggang menggema memenuhi lembah dan bukit di sekalian padang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masuklah kemari!” seru ‘Utsman, “Akan kusuruh pembantuku menangkapnya untukmu!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tidak!”, balas ‘Umar, “Masuklah ‘Utsman! Masuklah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Demi Allah, hai Amirul Mukminin, kemarilah, Insya Allah unta itu akan kita dapatkan kembali.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak, ini tanggung jawabku. Masuklah engkau hai ‘Utsman, anginnya makin keras, badai pasirnya mengganas!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin makin kencang membawa butiran pasir membara. ‘Utsman pun masuk dan menutup pintu dangaunya. Dia bersandar dibaliknya dan bergumam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Demi Allah, benarlah Dia &amp;amp; Rasul-Nya. Engkau memang bagai Musa. Seorang yang kuat lagi terpercaya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Umar memang bukan ‘Utsman. Pun juga sebaliknya. Mereka berbeda, dan masing-masing menjadi unik dengan watak khas yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Umar, jagoan yang biasa bergulat di Ukazh, tumbuh di tengah bani Makhzum nan keras dan bani Adi nan jantan, kini memimpin kaum mukminin. Sifat-sifat itu –keras, jantan, tegas, tanggungjawab dan ringan tangan turun gelanggang dibawa ‘Umar, menjadi ciri khas kepemimpinannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Utsman, lelaki pemalu, anak tersayang kabilahnya, datang dari keluarga bani ‘Umayyah yang kaya raya dan terbiasa hidup nyaman sentausa. ’Umar tahu itu. Maka tak dimintanya ‘Utsman ikut turun ke sengatan mentari bersamanya mengejar unta zakat yang melarikan diri. Tidak. Itu bukan kebiasaan ‘Utsman. Rasa malulah yang menjadi akhlaq cantiknya. Kehalusan budi perhiasannya. Kedermawanan yang jadi jiwanya. Andai ‘Utsman jadi menyuruh sahayanya mengejar unta zakat itu; sang budak pasti dibebaskan karena Allah dan dibekalinya bertimbun dinar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah ‘Umar. Dan inilah ‘Utsman. Mereka berbeda...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, Anas ibn Malik bersaksi bahwa ‘Utsman berusaha keras meneladani sebagian perilaku mulia ‘Umar sejauh jangkauan dirinya. Hidup sederhana ketika menjabat sebagai Khalifah misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Suatu hari aku melihat ‘Utsman berkhutbah di mimbar Nabi ShallaLlaahu ‘Alaihi wa Sallam di Masjid Nabawi,” kata Anas . “Aku menghitung tambalan di surban dan jubah ‘Utsman”, lanjut Anas, “Dan kutemukan tak kurang dari tiga puluh dua jahitan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Dekapan ukhuwah, kita punya ukuran-ukuran yang tak serupa. Kita memiliki latar belakang yang berlainan. Maka tindak utama yang harus kita punya adalah; jangan mengukur orang dengan baju kita sendiri, atau baju milik tokoh lain lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dekapan ukhuwah setiap manusia tetaplah dirinya. Tak ada yang berhak memaksa sesamanya untuk menjadi sesiapa yang ada dalam angannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dekapan ukhuwah, berilah nasehat tulus pada saudara yang sedang diberi amanah memimpin umat. Tetapi jangan membebani dengan cara membandingkan dia terus-menerus kepada ‘Umar ibn ‘Abdul ‘Aziz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dekapan ukhuwah, berilah nasehat pada saudara yang tengah diamanahi kekayaan. Tetapi jangan membebaninya dengan cara menyebut-nyebut selalu kisah berinfaqnya ‘Abdurrahman ibn ‘Auf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dekapan ukhuwah, berilah nasehat saudara yang dianugerahi ilmu. Tapi jangan membuatnya merasa berat dengan menuntutnya agar menjadi Zaid ibn Tsabit yang menguasai Ibrani dalam empat belas hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh tidak bijak menuntut seseorang untuk menjadi orang lain di zaman yang sama, apalagi menggugatnya agar tepat seperti tokoh lain pada masa yang berbeda. ‘Ali ibn Abi Thalib yang pernah diperlakukan begitu, punya jawaban yang telak dan lucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dulu di zaman khalifah Abu Bakar dan ‘Umar” kata lelaki kepada ‘Ali, “Keadaannya begitu tentram, damai dan penuh berkah. Mengapa di masa kekhalifahanmu, hai Amirul Mukminin, keadaanya begini kacau dan rusak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebab,” kata ‘Ali sambil tersenyum, “Pada zaman Abu Bakar dan ‘Umar, rakyatnya seperti aku.&lt;br /&gt;Adapun di zamanku ini, rakyatnya seperti kamu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dekapan ukhuwah, segala kecemerlangan generasi Salaf memang ada untuk kita teladani. Tetapi caranya bukan menuntut orang lain berperilaku seperti halnya Abu Bakar, ‘Umar, “Utsman atau ‘Ali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana Nabi tidak meminta Sa’d ibn Abi Waqqash melakukan peran Abu Bakar, fahamilah dalam-dalam tiap pribadi. Selebihnya jadikanlah diri kita sebagai orang paling berhak meneladani mereka. Tuntutlah diri untuk berperilaku sebagaimana para salafush shalih dan sesudah itu tak perlu sakit hati jika kawan-kawan lain tak mengikuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab teladan yang masih menuntut sesama untuk juga menjadi teladan, akan kehilangan makna keteladanan itu sendiri. Maka jadilah kita teladan yang sunyi dalam dekapan ukhuwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ialah teladan yang memahami bahwa masing-masing hati memiliki kecenderungannya, masing-masing badan memiliki pakaiannya dan masing-masing kaki mempunyai sepatunya. Teladan yang tak bersyarat dan sunyi akan membawa damai. Dalam damai pula keteladannya akan menjadi ikutan sepanjang masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, "Seperti sepatu yang kita pakai, tiap kaki memiliki ukurannya. Memaksakan tapal kecil untuk telapak besar akan menyakiti. Memaksakan sepatu besar untuk tapal kecil merepotkan. Kaki-kaki yang nyaman dalam sepatunya akan berbaris rapi-rapi"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang lelaki tinggi besar berlari-lari di tengah padang. Siang itu, mentari seakan didekatkan hingga sejengkal. Pasir membara, ranting-ranting menyala dalam tiupan angin yang keras dan panas. Dan lelaki itu masih berlari-lari. Lelaki itu menutupi wajah dari pasir yang beterbangan dengan surbannya, mengejar dan menggiring seekor anak unta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di padang gembalaan tak jauh darinya, berdiri sebuah dangau pribadi berjendela. Sang pemilik, ’Utsman ibn ‘Affan, sedang beristirahat sambil melantunkan Al-Quran, dengan menyanding air sejuk dan buah-buahan. Ketika melihat lelaki nan berlari-lari itu dan mengenalnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masya Allah” ’Utsman berseru, ”Bukankah itu Amirul Mukminin?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, lelaki tinggi besar itu adalah ‘Umar ibn Al Khaththab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya Amirul Mukminin!” teriak ‘Utsman sekuat tenaga dari pintu dangaunya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang kau lakukan tengah angin ganas ini? Masuklah kemari!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinding dangau di samping Utsman berderak keras diterpa angin yang deras...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Seekor unta zakat terpisah dari kawanannya. Aku takut Allah akan menanyakannya padaku. Aku akan menangkapnya. Masuklah hai ‘Utsman!” ’Umar berteriak dari kejauhan. Suaranya bersiponggang menggema memenuhi lembah dan bukit di sekalian padang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masuklah kemari!” seru ‘Utsman, “Akan kusuruh pembantuku menangkapnya untukmu!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tidak!”, balas ‘Umar, “Masuklah ‘Utsman! Masuklah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Demi Allah, hai Amirul Mukminin, kemarilah, Insya Allah unta itu akan kita dapatkan kembali.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak, ini tanggung jawabku. Masuklah engkau hai ‘Utsman, anginnya makin keras, badai pasirnya mengganas!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin makin kencang membawa butiran pasir membara. ‘Utsman pun masuk dan menutup pintu dangaunya. Dia bersandar dibaliknya dan bergumam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Demi Allah, benarlah Dia &amp;amp; Rasul-Nya. Engkau memang bagai Musa. Seorang yang kuat lagi terpercaya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Umar memang bukan ‘Utsman. Pun juga sebaliknya. Mereka berbeda, dan masing-masing menjadi unik dengan watak khas yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Umar, jagoan yang biasa bergulat di Ukazh, tumbuh di tengah bani Makhzum nan keras dan bani Adi nan jantan, kini memimpin kaum mukminin. Sifat-sifat itu –keras, jantan, tegas, tanggungjawab dan ringan tangan turun gelanggang dibawa ‘Umar, menjadi ciri khas kepemimpinannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Utsman, lelaki pemalu, anak tersayang kabilahnya, datang dari keluarga bani ‘Umayyah yang kaya raya dan terbiasa hidup nyaman sentausa. ’Umar tahu itu. Maka tak dimintanya ‘Utsman ikut turun ke sengatan mentari bersamanya mengejar unta zakat yang melarikan diri. Tidak. Itu bukan kebiasaan ‘Utsman. Rasa malulah yang menjadi akhlaq cantiknya. Kehalusan budi perhiasannya. Kedermawanan yang jadi jiwanya. Andai ‘Utsman jadi menyuruh sahayanya mengejar unta zakat itu; sang budak pasti dibebaskan karena Allah dan dibekalinya bertimbun dinar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah ‘Umar. Dan inilah ‘Utsman. Mereka berbeda...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, Anas ibn Malik bersaksi bahwa ‘Utsman berusaha keras meneladani sebagian perilaku mulia ‘Umar sejauh jangkauan dirinya. Hidup sederhana ketika menjabat sebagai Khalifah misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Suatu hari aku melihat ‘Utsman berkhutbah di mimbar Nabi ShallaLlaahu ‘Alaihi wa Sallam di Masjid Nabawi,” kata Anas . “Aku menghitung tambalan di surban dan jubah ‘Utsman”, lanjut Anas, “Dan kutemukan tak kurang dari tiga puluh dua jahitan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Dekapan ukhuwah, kita punya ukuran-ukuran yang tak serupa. Kita memiliki latar belakang yang berlainan. Maka tindak utama yang harus kita punya adalah; jangan mengukur orang dengan baju kita sendiri, atau baju milik tokoh lain lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dekapan ukhuwah setiap manusia tetaplah dirinya. Tak ada yang berhak memaksa sesamanya untuk menjadi sesiapa yang ada dalam angannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dekapan ukhuwah, berilah nasehat tulus pada saudara yang sedang diberi amanah memimpin umat. Tetapi jangan membebani dengan cara membandingkan dia terus-menerus kepada ‘Umar ibn ‘Abdul ‘Aziz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dekapan ukhuwah, berilah nasehat pada saudara yang tengah diamanahi kekayaan. Tetapi jangan membebaninya dengan cara menyebut-nyebut selalu kisah berinfaqnya ‘Abdurrahman ibn ‘Auf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dekapan ukhuwah, berilah nasehat saudara yang dianugerahi ilmu. Tapi jangan membuatnya merasa berat dengan menuntutnya agar menjadi Zaid ibn Tsabit yang menguasai Ibrani dalam empat belas hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh tidak bijak menuntut seseorang untuk menjadi orang lain di zaman yang sama, apalagi menggugatnya agar tepat seperti tokoh lain pada masa yang berbeda. ‘Ali ibn Abi Thalib yang pernah diperlakukan begitu, punya jawaban yang telak dan lucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dulu di zaman khalifah Abu Bakar dan ‘Umar” kata lelaki kepada ‘Ali, “Keadaannya begitu tentram, damai dan penuh berkah. Mengapa di masa kekhalifahanmu, hai Amirul Mukminin, keadaanya begini kacau dan rusak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebab,” kata ‘Ali sambil tersenyum, “Pada zaman Abu Bakar dan ‘Umar, rakyatnya seperti aku.&lt;br /&gt;Adapun di zamanku ini, rakyatnya seperti kamu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dekapan ukhuwah, segala kecemerlangan generasi Salaf memang ada untuk kita teladani. Tetapi caranya bukan menuntut orang lain berperilaku seperti halnya Abu Bakar, ‘Umar, “Utsman atau ‘Ali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana Nabi tidak meminta Sa’d ibn Abi Waqqash melakukan peran Abu Bakar, fahamilah dalam-dalam tiap pribadi. Selebihnya jadikanlah diri kita sebagai orang paling berhak meneladani mereka. Tuntutlah diri untuk berperilaku sebagaimana para salafush shalih dan sesudah itu tak perlu sakit hati jika kawan-kawan lain tak mengikuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab teladan yang masih menuntut sesama untuk juga menjadi teladan, akan kehilangan makna keteladanan itu sendiri. Maka jadilah kita teladan yang sunyi dalam dekapan ukhuwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ialah teladan yang memahami bahwa masing-masing hati memiliki kecenderungannya, masing-masing badan memiliki pakaiannya dan masing-masing kaki mempunyai sepatunya. Teladan yang tak bersyarat dan sunyi akan membawa damai. Dalam damai pula keteladannya akan menjadi ikutan sepanjang masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, kita harus belajar untuk menerima bahwa sudut pandang orang lain adalah juga sudut pandang yang absah. Sebagai sesama mukmin, perbedaan dalam hal-hal bukan asasi&lt;br /&gt;tak lagi terpisah sebagai “haq” dan “bathil”. Istilah yang tepat adalah “shawab” dan “khatha”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempaan pengalaman yang tak serupa akan membuatnya lebih berlainan lagi antara satu dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seyakin-yakinnya kita dengan apa yang kita pahami, itu tidak seharusnya membuat kita terbutakan dari kebenaran yang lebih bercahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Asy Syafi’i pernah menyatakan hal ini dengan indah. &lt;i&gt;&lt;b&gt;“Pendapatku ini benar,”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; ujar beliau, &lt;i&gt;&lt;b&gt;”Tetapi mungkin mengandung kesalahan. Adapun pendapat orang lain itu salah, namun bisa jadi mengandung kebenaran.”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sepenuh Cinta,..&lt;/div&gt;
</description><link>https://annangws.blogspot.com/2014/02/sebab-kita-memang-tak-sama.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-9JA9MIyXBMIsVUzEE8ovXMCgvOyP5bxzmt6c-s2-U6DmNVwr6jZfqLhAncmw_OW9QYNqK0t2IpvgZMGRJh2wzmGmAUxEnpGKLuMAV9PE7360BOkVAUhHR22JSwoC-i9F9sfZIdWI_og/s72-c/tuan+untuk+dirinya.jpg" width="72"/><author>annangwibowo@gmail.com (Annang Wibowo)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8939264794050496271.post-274513045409786212</guid><pubDate>Mon, 10 Feb 2014 11:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-02-10T18:00:52.008+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL</category><title>SYAREAT DALAM BER-SYAREAT DAN SYAREAT DALAM BER-MA'RIFATULLAH </title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://annangws.blogspot.com/2014/02/syareat-dalam-ber-makrifatullah.html" target="_blank"&gt;&lt;img alt="http://annangws.blogspot.com/2014/02/syareat-dalam-ber-makrifatullah.html" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBwTCHHsU1C1hAwSjaigACOeGJxe0i6kxvHHZ3ttWAeJzZsb0r1_6pGgrL0yda6zLqFN12SX7aRY6ImvBEnIyuUy3_ZZMfBTG0kJEjmFdbCuW3y1OWax6tA-wJvKBgDJDapDNghQAA-mM/s1600/ma'rifatullah.jpg" height="240" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Al-Quran surat Luqman 27, Allah swt berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;“Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut menjadi tinta ditambahkan kepadanya tujuh laut lagi sesudah keringnya, niscaya tidak akan habis–habisnya dituliskan KALIMAT ALLAH, sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana"&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ULAMA secara umum (ULAMA SYAREAT) menafsirkan bahwa yang di maksud dengan KALIMAT ALLAH adalah ILMU-NYA dan HIKMAT-NYA namun berbeda dengan ULAMA BILLAH atau Guru yang menyampaikan Ilmu Ma’rifattullah menafsirkan maksud dari KALIMAT ALLAH adalah penjabaran nama ALLAH yang terdiri dari ALIF, LAM AWAL, LAM AKHIR dan HA yang menjadi pemahaman dasar dalam ILMU MA’RIFATTULLAH...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ALIF ibarat DZAT (RAHASIA)... Pada ALAM SEMESTA duduknya di RAHASIA&lt;br /&gt;~LAM AWAL ibarat SIFAT... Pada ALAM SEMESTA duduknya di ILMU &lt;br /&gt;~LAM AKHIR ibarat ASMA... Pada ALAM SEMESTA duduknya di ASMA&lt;br /&gt;~HA ibarat AF'AL... Pada ALAM SEMESTA duduknya di WUJUD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya Metode ini menjadikan MU'MIN sangat mudah untuk menjelaskan tentang FIRMAN-FIRMAN ALLAH SWT yang ada di dalam ALQURAN dan HADIST. Sebagai contoh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah swt, Al-Quran An-Nisa 126, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;“Kepunyaan Allah apa yang dilangit dan apa yang dibumi dan adalah ALLAH MAHA MELIPUTI SEGALA SESUATU“&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang di maksud MELIPUTI SEGALA SESUATU itu ada dimana saja di alam semesta ini TIDAK BERJARAK DAN TIDAK TERPISAH ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda :&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;“Barang siapa melihat kepada sesuatu dan tidak dilihatnya ALLAH didalam sesuatu itu maka penglihatannya itu BATHIL yaitu SIA-SIA“.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang selanjutnya di perkuat lagi oleh para sahabat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sayyidina Abu bakar RA :&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Tidak aku lihat sesuatu melainkan kulihat Allah sebelumnya"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Sayyidina Umar RA :&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Tidak aku lihat sesuatu melainkan kulihat ALLAH sesudahnya"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sayyidina USTMAN RA :&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Tidak aku lihat sesuatu melainkan ALLAH besertanya"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sayyidina Ali Karramallahu Wajhahu :&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Tidak aku lihat sesuatu melainkan aku lihat ALLAH didalamnya"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
MELEPAS PEMAHAMAN SYAREAT itu BUKAN MELEPAS IBADAH DALAM ILMU SYAREAT yaitu SHOLAT, PUASA, ZAKAT, NAIK HAJI dll... tapi MELEPAS PEMAHAMAN SYAREAT itu mengganti dengan PEMAHAMAN HAKEKAT agar bisa masuk ke PEMAHAMAN ILMU MA'RIFATTULLAH...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MELEPAS PEMAHAMAN SYAREAT TERDIRI DARI 2 FASE, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. FASE ketika seseorang pertama kali MENERIMA PANGGILAN JIWA untuk belajar dan menerima pemahaman ILMU HAKEKAT dan ILMU MA'RIFATTULLAH pada PEMAHAMAN DASAR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman tentang NUR MUHAMMAD itu TIDAK ADA DIDALAM ILMU SYAREAT karena seluruh HADIST-HADISTNYA DINYATAKAN PALSU. Namun Pemahaman tentang NUR MUHAMMAD YANG DI IBARATKAN BAGAI PERMATA YANG TERPENDAM hanya ada di ILMU HAKEKAT yang disampaikan oleh para ULAMABILLAH...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anda bisa menerima Pemahaman tentang NUR MUHAMMAD maka pada saat itulah anda sudah melepas PEMAHAMAN SYAREAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. FASE ketika seseorang akan DITARIK MASUK KEDALAM RAHASIA ALLAH SWT... bahkan MELEPAS SELURUH PEMAHAMAN ILMU BAIK SYAREAT, TAREKAT ATAUPUN HAKEKAT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada FASE ini seseorang akan mengalami FASE BLANK atau terjadi CUCI OTAK secara GAIB terlebih dahulu agar dapat menerima ISI dari RAHASIA DAN DI RAHASIAKAN... sebagaimana yang terjadi pada NABI MUHAMMAD SAW yang di OPERASI oleh Malaikat sebelum melakukan perjalanan ISRA dan MI'RAJ dengan KECEPATAN CAHAYA. (1 kecepatan cahaya = 300.000 km/detik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK ADA SATUPUN MANUSIA YANG BISA MELEPAS PEMAHAMAN SYAREATNYA kecuali atas KEHENDAK ALLAH SWT sebagai Hamba yang dipilih dan terpilih... itu sebabnya umat Islam yang masih duduk di PEMAHAMAN SYAREAT TIDAK AKAN BISA MENERIMA tentang MELEPAS PEMAHAMAN SYAREAT karena TIDAK PERNAH MENGALAMINYA DAN TIDAK ADA TERTULIS DI DALAM ALQURAN DAN HADIST SAHIH...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika di Ibaratkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NABI MUSA AS memakai TEROMPAH atau SANDAL (SYAREAT) ketika pergi ke LEMBAH TUWA (Tempat ALLAH SWT berada)... Lalu NABI MUSA AS diperintahkan untuk melepaskan TEROMPAHNYA (SYAREAT)... karena berada di tempat yang SUCI (HAKEKAT)... lalu NABI MUSA AS menerima wahyu dari ALLAH SWT (MA'RIFATTULLAH)...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu TAREKAT nya dimana ? Cara MELEPAS TEROMPAH atau SANDAL itulah TAREKAT nya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Pemahaman ILMU SYAREAT, AL-QURAN dan HADIST SAHIH yang TERTULIS menjadi PEDOMAN atau RUJUKAN dalam mengambil sebuah keputusan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ILMU MA'RIFATTULLAH pada PEMAHAMAN YANG RAHASIA DAN DIRAHASIAKAN TIDAK ADALAGI AL-QURAN dan HADIST YANG TERTULIS... tergantikan oleh ALLAH SWT LANGSUNG...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ‘Ady Ibni Hatim beliau berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda :&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;“Seseorang diantara kamu akan bercakap-cakap dengan TUHANNYA tanpa ada penterjemah dan dinding yang mendindinginya“&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; (HR.BUKHARI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi RAHASIA dan DIRAHASIAKAN karena KESELURUHAN PEMAHAMAN ILMU-NYA BERTENTANGAN DENGAN ALQURAN DAN HADIST YANG TERTULIS...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Huraira R.A :&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Aku telah hafal dari Rasulullah dua macam ilmu : Pertama Ialah Ilmu yang Aku Di Anjurkan Untuk Menyebarluaskan (Mengajarkan) kepada Sekalian Manusia. Dan Yg Kedua Ialah Ilmu yang Aku Tidak Di Perintahkan Untuk Menyebarluaskan (mengajarkan) kepada Manusia. Maka Apabila Ilmu Ini Aku Sebarluaskan Niscaya Engkau Sekalian Akan Memotong Leherku.“&lt;/i&gt; (HR.Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lagi berkata Sayyidina Ali bin abi Thalib Ra :&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Ya Tuhanku, mutiara sesuatu ilmu itu jikalau aku nyatakan dengan berterus terang niscaya akan dikatakan orang kepada aku : Engkau (Ali) adalah orang yang menyembah berhala. Dan sesungguhnya ada orang-orang Islam yang menghalalkan darahku. Mereka itu melihat perbuatan yang paling jahat yang mereka lakukan itu sebagai Perbuatan baik”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya ILMU SYAREAT TIDAK BISA BERJALAN BERIRINGAN DENGAN ILMU MA'RIFATTULLAH pada PEMAHAMAN YANG RAHASIA DAN DI RAHASIAKAN...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LEPASKANLAH TEROMPAHMU ATAU SANDALMU... ATAU JANGAN TERPAKU PADA PEMAHAMAN SYAREAT SEMATA... jika ingin tahu ISI dari yang RAHASIA DAN DIRAHASIAKAN...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al-Quran di kisahkan bahwa NABI MUSA AS menerima WAHYU ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran surat THAHA 11-12 :&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;“Maka ketika ia datang ketempat api itu ia di panggil, Hai Musa...” Sesungguhnya aku inilah Tuhanmu, maka tinggalkanlah kedua terompahmu (Sandal), sesungguhnya kamu berada di lembah yang suci, TUWA“&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Pemahaman ILMU SYAREAT maka NABI MUSA AS sebelum menerima wahyu di perintahkan untuk MELEPAS SANDALNYA karena sedang berada di tempat yang SUCI yaitu TUWA...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Pemahaman ILMU HAKEKAT bukanlah SANDAL yang dipakai dan diinjak oleh NABI MUSA AS yang di lepaskan... tetapi melepas Akal dan ilmu (Syareat) atau bisa juga di artikan melepas NAFSU sehingga pasrah sepenuhnya atas ketentuan Allah swt laksana BAYI...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang juga berarti tidak lagi berpedoman pada sesuatu termasuk pada GURU atau bahkan Al-Quran dan Hadist yang TERTULIS kecuali hanya pada ALLAH Swt semata dengan KEYAKINAN YANG SEMPURNA serta tidak lagi mengakui keberadaan dirinya dan tak merasa memiliki apapun layaknya seorang BAYI yang tak memiliki dan tak mampu berbuat apapun sebagaimana yang diisyaratkan dalam hadist ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raslullah Saw bekata kepada Ibnu Mas’ud R.a :&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;"Hai Ibnu Mas’ud, tahukah anda tafsirnya kalimat LA HAWLA WA LA QUWATA ILLA BILLAH ?"&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Aku (Ibnu Mas’ud) menjawab : &lt;i&gt;Tidak&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;Lalu Rasulullah Saw berkata : &lt;i&gt;&lt;b&gt;“Tidak ada daya menolak Maksiat, dan tidak ada kekuatan untuk taat kepada Allah melainkan dengan pertolongan-NYA juga."&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dipukulnya pahaku dengan tangan Beliau seraya berkata : &lt;i&gt;&lt;b&gt;"Demikian tafsirnya yang diberitahukan Jibril kepadaku&lt;/b&gt;&lt;b&gt;"&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; (Sirajut-Tholibin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau jika di sederhanakan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita ingin MASUK KE ISTANA PRESIDEN maka kita harus mengikuti aturan yang berlaku di ISTANA PRESIDEN tersebut dan melepaskan kebiasaan atau aturan yang biasa dipakai DIRUMAH SENDIRI, itulah yang dimaksud : "Tinggalkanlah kedua terompahmu (Sandal)“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya ada istilah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYAREAT dalam BER SYAREAT... atau ATURAN dalam BER SYAREAT...&lt;br /&gt;SYAREAT dalam BER TAREKAT... atau ATURAN dalam BER TAREKAT...&lt;br /&gt;SYAREAT dalam BER HAKEKAT... atau ATURAN dalam BER HAKEKAT...&lt;br /&gt;SYAREAT dalam BER MA'RIFATTULLAH... atau ATURAN dalam BER MA'RIFATTULLAH...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
JANGAN MENGGUNAKAN ATURAN BERSYAREAT jika ingin belajar dan memahami ILMU MA'RIFATTULLAH... karena SAMPAI KIAMAT tidak akan NYAMBUNG... tapi pakailah SYAREAT dalam BER MA'RIFATTULLAH yaitu melalui PEMAHAMAN ILMU HAKEKAT...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bisa menjadi bahan untuk Tafaqur&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>https://annangws.blogspot.com/2014/02/syareat-dalam-ber-makrifatullah.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBwTCHHsU1C1hAwSjaigACOeGJxe0i6kxvHHZ3ttWAeJzZsb0r1_6pGgrL0yda6zLqFN12SX7aRY6ImvBEnIyuUy3_ZZMfBTG0kJEjmFdbCuW3y1OWax6tA-wJvKBgDJDapDNghQAA-mM/s72-c/ma'rifatullah.jpg" width="72"/><author>annangwibowo@gmail.com (Annang Wibowo)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8939264794050496271.post-5131301489601544174</guid><pubDate>Sat, 08 Feb 2014 00:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-02-08T07:00:00.240+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">KISAH INSPIRATIF</category><title>KISAH ANTARA SIPUT DAN KATAK</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://annangws.blogspot.com/2014/02/kisah-antara-siput-dan-katak.html" target="_blank"&gt;&lt;img alt="http://annangws.blogspot.com/2014/02/kisah-antara-siput-dan-katak.html" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjji7pOW98N1USizpZT20t7qzD4F5s2SY1jVF0Xun3FTjVWfX76H5iuLsIkZxlspN2A3iRr_u2lce0qK1hV64xx1FisMRNPCFwCblWiAV3qupFYSfFVdsi4vqx4LcOdQSpxq4CGCY87xiw/s1600/siput+dan+katak.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Tersebutlah seekor siput yang selalu memandang sinis terhadap katak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu hari, katak yang memang telah lama penasaran akhirnya bertanya kepada siput:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Tuan siput, apakah saya telah melakukan kesalahan, sehingga Anda begitu membenci saya?"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siput menjawab:&amp;nbsp; "Kalian kaum katak mempunyai empat kaki dan bisa melompat ke sana ke mari, tapi saya mesti membawa cangkang yang berat ini, merangkak di tanah, jadi saya merasa sangat sedih."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katak menjawab:&amp;nbsp; "Setiap kehidupan memiliki penderitaannya masing-masing, hanya saja kamu cuma melihat kegembiraan saya, tetapi kamu tidak melihat penderitaan kami (katak)."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan ketika itu, ada seekor elang besar yang terbang ke arah mereka, siput dengan sigap memasukan badannya ke dalam cangkang, sedangkan katak berusaha menghindar melompat kesana kemari sekuat daya... namun tetap saja pada akhirnya katak dimangsa oleh elang...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
siputpun tersadar... ternyata cangkang yang di milikinya bukan merupakan suatu beban... tetapi adalah kelebihannya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sahabat yang dirahmati Allah Ta'ala... Nikmatilah kehidupanmu, tidak perlu membanding bandingkan dengan orang lain. Keirian hati kita terhadap orang lain akan membawa lebih banyak penderitaan...&lt;br /&gt;
Lebih baik pikirkanlah apa yang kita miliki, hal tersebut akan membawakan lebih banyak rasa syukur &amp;amp; kebahagiaan bagi kita sendiri...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BERKAH tidak selalu berupa emas, intan permata atau uang yg banyak bukan pula saat kita tinggal dirumah mewah dan pergi bermobil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Namun BERKAH adalah saat kita kuat dalam keadaan putus asa dan tetap BERSYUKUR saat tak punya apa-apa...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Bisa tetap TERSENYUM saat diremehkan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga Manfaat&lt;/div&gt;
</description><link>https://annangws.blogspot.com/2014/02/kisah-antara-siput-dan-katak.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjji7pOW98N1USizpZT20t7qzD4F5s2SY1jVF0Xun3FTjVWfX76H5iuLsIkZxlspN2A3iRr_u2lce0qK1hV64xx1FisMRNPCFwCblWiAV3qupFYSfFVdsi4vqx4LcOdQSpxq4CGCY87xiw/s72-c/siput+dan+katak.jpg" width="72"/><author>annangwibowo@gmail.com (Annang Wibowo)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8939264794050496271.post-8054131596121995319</guid><pubDate>Thu, 06 Feb 2014 19:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-02-07T02:15:18.467+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">KISAH INSPIRATIF</category><title>Allah Memproses Hidup Manusia</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://annangws.blogspot.com/2014/02/allah-memproses-hidup-manusia.html" target="_blank"&gt;&lt;img alt="http://annangws.blogspot.com/2014/02/allah-memproses-hidup-manusia.html" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEganna13FrSiaGqwwhWHrJKtCn-9DOgKwbAPJY8NPuQxU0xhNuC9hplY1NYK5TupBWAQaMVbCSHjZ9JEJT7YMbJ6-85QVV9g81OyNm2QOq3OE3oDOSIM3KLm3eo6oMRhwHCs1UkX_qwLzM/s1600/Gold-pan-UNEP.jpg" height="213" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Allah MEMPROSES hidup seseorang,&lt;br /&gt;Bagaikan…, seorang penambang emas di sungai, MEMPROSES endapan “lumpur hitam”, yang diambil dari dasar sungai, “&lt;i&gt;&lt;b&gt;dipilih&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;” dan “&lt;i&gt;&lt;b&gt;dilebur&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;” jadi &lt;b&gt;LOGAM MULIA&lt;/b&gt;…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang diambil…&lt;br /&gt;Tapi sedikit yang terpilih…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang TERPILIH,&lt;br /&gt;Dicuci dengan KESABARAN dan KETABAHAN… hingga nampak mulai berkilau, keadaannya jadi jauh LEBIH BAIK dari sebelumnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang TIDAK TERPILIH,&lt;br /&gt;Pasti akan TERJATUH kembali ke dalam sungai, LENYAP tak berbekas dalam “kebinasaan”…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya…&lt;br /&gt;YANG TERPILIH,&lt;br /&gt;Harus masuk dalam &lt;b&gt;PROSES PEMURNIAN&lt;/b&gt;…,&lt;br /&gt;Kuali panas siap melelehkannya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang MENYERAH,&lt;br /&gt;Dan tak dapat bertahan…,&lt;br /&gt;PASTI akan hancur oleh panasnya kuali pemurnian…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang BERTAHAN…,&lt;br /&gt;Dialah yang teruji…!&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JADILAH EMAS MURNI YANG TERBAIK&lt;/b&gt;…!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku…&lt;br /&gt;Seperti apa hidupmu saat ini??&lt;br /&gt;KETAHUILAH…&lt;br /&gt;Penderitaan yang kau alami kini…,&lt;br /&gt;Adalah proses yang Tuhan ijinkan…&lt;br /&gt;untuk memisahkanmu dari segala yang BURUK,&lt;br /&gt;Yang masih ada dalam hidupmu…&lt;br /&gt;demi MEMURNIKAN hidupmu…,&lt;br /&gt;untuk dibentuk menjadi “emas murni” yang TERBAIK…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JANGAN MENYERAH…!&lt;br /&gt;Air matamu tidak akan jatuh percuma…!&lt;br /&gt;Penderitaanmu saat ini…,&lt;br /&gt;Tidak dapat dibandingkan dengan KEMULIAAN ALLAH…&lt;br /&gt;Yang akan dinyatakan kepadamu…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang BAIK,&lt;br /&gt;Datang untuk siapa yang &lt;b&gt;YAKIN&lt;/b&gt;…&lt;br /&gt;Sesuatu yang LEBIH BAIK…,&lt;br /&gt;Datang untuk siapa yang &lt;b&gt;BERSABAR&lt;/b&gt;…&lt;br /&gt;Dan,&lt;br /&gt;Sesuatu yang TERBAIK…&lt;br /&gt;PASTI datang untuk siapa yang &lt;b&gt;TIDAK PERNAH MENYERAH&lt;/b&gt; !!!???&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga Manfaat...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>https://annangws.blogspot.com/2014/02/allah-memproses-hidup-manusia.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEganna13FrSiaGqwwhWHrJKtCn-9DOgKwbAPJY8NPuQxU0xhNuC9hplY1NYK5TupBWAQaMVbCSHjZ9JEJT7YMbJ6-85QVV9g81OyNm2QOq3OE3oDOSIM3KLm3eo6oMRhwHCs1UkX_qwLzM/s72-c/Gold-pan-UNEP.jpg" width="72"/><author>annangwibowo@gmail.com (Annang Wibowo)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8939264794050496271.post-3119155843184003102</guid><pubDate>Wed, 05 Feb 2014 00:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-02-05T07:20:09.340+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL</category><title>DAYA KATA-KATA DAN KEJERNIHAN JIWA</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://annangws.blogspot.com/2014/02/daya-kata-kata-dan-kejernihan-jiwa.html" target="_blank"&gt;&lt;img alt="http://annangws.blogspot.com/2014/02/daya-kata-kata-dan-kejernihan-jiwa.html" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhq_fdWJ05GO9gL4Fhwial9j8y0PAOb6gQCFeHP_ZSmZmz_Xtjhn0B6e9HQQovJcBpyEh4UbZkjRu4Vg68NdUvA2grHGtNeiAuVZ7GC65C4pnARZx73UtscAkcgosrFlfvfm-gGlIwHUM/s1600/ilustrasi+hati.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Kata–kata adalah bahasa hati, yang seharusnya lahir dari rahim nurani. Bukan hanya terucap lewat lisan, tidak hanya menjadi pemanis mulut, tetapi setiap huruf yang muncul dan terangkai menjadi sebuah kata adalah bentuk dari bahasa nurani yang lahir dari kejernihan kalbu. Sehingga bahasa hati yang tertuang lewat kata–kata itu akan menjadi penyimpul dari pemilik hati itu. Kalau pemilik hati ini memiliki kejernihan jiwa dan kebeningan kalbu yang berangkat dari iman yang kokoh, kata–kata pun hadir bagai embun, ketika dilihat jernih, ketika dirasakan, ia akan terasa menyejukkan siapapun yang melihatnya. Sebaliknya ketika hati itu terkotori oleh kekotoran jiwa, maka kata yang tertuang pun akan mencerminkan sang pemilik hati yang jiwanya masih kotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata–kata yang muncul dari pemilik hati yang memiliki kejernihan jiwa dan kepekaan nurani, ia akan seperti embun, yang selalu hadir dipagi hari, masih memiliki banyak energi, yang memiliki daya yang mampu menarik dedaunan pagi untuk tersinggahi oleh embun pagi, yang memiliki daya untuk menarik apapun dan siapapun yang melihatnya dan merasakan kesegarannya. Kata–kata yang berasal dari buah kebeningan hati yang muncul dari kekuatan iman, ia akan mampu menarik apapun dan siapapun untuk merasakan kekuatan dari kata–kata itu. Kata–kata yang muncul dari kejernihan jiwa, ia juga seperti matahari pagi, terasa hangat dan menghangatkan dan bermanfaat bagi makhluk hidup. Ada hubungan yang erat antara kekuatan kata–kata dengan kebeningan hati serta kekuatan iman. Ketiganya akan menjadi kekuatan yang maha dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sampai kapanpun, kekuatan kata itu akan senantiasa ada selama kejernihan jiwa, kekokohan jiwa, kepekaan nurani, itu selalu menyertai setiap huruf yang tertuang menjadi kata–kata. &lt;br /&gt;Kata–katanya menyejukkan dan tidak menyesatkan. &lt;br /&gt;Kata–katanya akan menguatkan jiwa, dan tidak melemahkan. &lt;br /&gt;Kata–katanya akan menimbulkan semangat baru, bukan penghancur semangat. &lt;br /&gt;Kata–katanya memiliki makna keimanan, bukan dengki, dendam, dan hal–hal yang mengotori jiwa. &lt;br /&gt;Dan inilah kekuatan kata–kata itu. &lt;br /&gt;Jika kata–kata itu akan terus bersama kejernihan hati yang timbul akibat kekuatan iman, ia akan menjadi kekuatan dahsyat yang mampu mengalahkan apapun, dan dia tetap hidup sampai kapanpun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita raih ridha Allah dengan kata-kata dari jiwa yang jernih...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga Manfaat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>https://annangws.blogspot.com/2014/02/daya-kata-kata-dan-kejernihan-jiwa.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhq_fdWJ05GO9gL4Fhwial9j8y0PAOb6gQCFeHP_ZSmZmz_Xtjhn0B6e9HQQovJcBpyEh4UbZkjRu4Vg68NdUvA2grHGtNeiAuVZ7GC65C4pnARZx73UtscAkcgosrFlfvfm-gGlIwHUM/s72-c/ilustrasi+hati.jpg" width="72"/><author>annangwibowo@gmail.com (Annang Wibowo)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8939264794050496271.post-3214199130022780036</guid><pubDate>Fri, 31 Jan 2014 03:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-01-31T10:45:34.840+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">KISAH INSPIRATIF</category><title>Hakikat Cinta Syech Said Dan Biarawati Cantik</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://annangws.blogspot.com/2014/01/hakikat-cinta-syech-said-dan-biarawati.html" target="_blank"&gt;&lt;img alt="http://annangws.blogspot.com/2014/01/hakikat-cinta-syech-said-dan-biarawati.html" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIs2sITNUKmYNqigi-3otVsnTYEGIrbK-_YyrAYNqy6WESYyl9AKeWcp7tfOFeaCAtpzicrdichJ2ElMbYf6vctuE_TBrzuWn91XPTbCCeR2R5L1QpMmdxCcS7Hle848JW6my_wpQsCpo/s1600/cinta.jpg" height="233" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Syech Said seorang salik dengan banyak murid-murid yang taat &amp;amp; mencintainya, mengumpulkan semua murid &amp;amp; sanak familinya untuk memberikan petuah terakhir sebelum berangkat haji, sebuah keinginan yang telah lama ingin diwujudkannya. Setelah persiapan matang dan petuah telah disampaikan berangkatlah sang Syech dengan disertai beberapa murid setia yang tak mau dipisahkan, diiringi doa dan tetesan air mata keluarga yang ditinggalkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari demi hari dilalui, telah jauh jarak ditempuh, ketika rombongan kecil Syech Said tiba di sebuah kota pada suatu senja, dan beristirahat di sebuah gubuk kosong dekat gereja besar di tepian kota. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malam bermandikan cahaya bulan, suara nafiri terdengar halus mengiringi suara merdu seorang perempuan yang menyanyikan lagu pujian dibalik jendela gereja yang terbuka. Tergeraklah hati Syech Said oleh keingin tahuan yang mempesonakan. Dilihatnya jendela gereja yang terbuka di bawah guyuran cahaya bulan, tampak wajah seorang biarawati muda yang cantik berseri. Hati Syech Said yang selama ini dipenuhi dzikir tiba-tiba terpenjara oleh cinta yang tak mampu ditahannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari-hari dilaluinya dengan penuh kegelisahan, cintanya semakin membara, rindunya makin tak terbendung. Dipandanginya jendela gereja sepanjang waktu, hanya berharap sekedar melìhat bayangannya untuk melepas rindu. Sholat tak lagi dia ingat, wirid-wiridnya terlelap tertutup rindu. Tujuan semula untuk berhaji dan murid-muridnya tak diingat lagi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara murid-murid yang mengikutinya tak berani bertanya. Tak terbersit di hati mereka sedikitpun prasangka buruk, mereka mengira guru mereka berada pada suatu extasi dari tahapan suluk yang dilalui. Dirawatnya guru mereka yang sudah tak peduli pada dirinya dengan penuh tawadlu dan cinta. Hingga mereka mengetahui penyebab kesedihan sang guru. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bermusyawarahlah para murid untuk mencari solusi, maka disepakati untuk mengatakan pada sang gadis yang ketika itu sedang pergi ke pasar, untuk sudi melihat gurunya dan bersedia menerimanya walau sekedar pura-pura. Hati sang biarawati cantik terusik, ajaran para pendeta tentang kasih menghantarnya untuk menjumpai Syech Said. Tapi begitu dilihatnya wajah Syech Said yang lusuh dimakan usia dan kesedihan, kemudaan dan kesombongannya bergolak dengan angkuh dikatakannya pada Syech Said, “Kalau kau bersedia melayani dan memenuhi perintahku kuizinkan kau dekat padaku.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dimulailah kehidupan baru sang Syech sebagai pelayan sang gadis. Dilaksanakannya semua tugas dengan baik tanpa pernah bertanya,tanpa mengeluh, walau sang gadis tak pernah peduli padanya. Sementara para pengikut setia Syech Said setia menunggu sang guru dengan penuh keprihatinan dan kesetiaan, walau mereka tak mampu berbuat apa-apa. Puncaknya, ketika keinginan untuk menghinakan Syech Said semakin kuat di hati gadis cantik yang merasa direndahkan karena hanya dicintai oleh orang tua. Diperintahkanlah sang Syech memelìhara babi dan tinggal bersamanya, barulah nanti si gadis memberikan jawaban kesediaannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syech Said pun tanpa berkata diterimanya tugas tersebut.dengan kegembiraan. Maka tinggallah Syech Said bersama babi-babi peliharaannya dikandang butut dekat gereja. Murid-murid Syech Said yang melihat keadaan gurunya. Menangis, mengingatkan gurunya akan kedudukannya semula yang menjadi panutan masyarakat banyak. Dihormati para penguasa dan pembesar negeri, kini terjerembab di lubang gelap. Sang Syech tersenyum air matanya telah kering diusapnya murid-muridnya dikatakannya,”Lupakan aku,kembalilah kalian kepada keluarga kalian, biarkan aku mengikuti jalanku, sungguh aku tak mampu menahan rindu dan cintaku, kini agamaku adalah cinta yang telah merenggut seluruh jiwaku. Dan kalian terbebas dari aku.” Dengan berat hati perpisahan terjadi kembalilah mereka ke negerinya, meninggalkan gurunya dalam penderitaan cinta. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telah hampir separuh perjalanan ditempuh ketika rombongan kecil murid-murid Syech Said bertemu dengan rombongan besar yang datang dari negerinya dipimpin seorang murid Syech Said yang tertua. Menangislah pengikut Syech Said yang telah meninggalkan gurunya sendirian, sambil menceritakan keadaan gurunya yang telah murtad dan penuh penderitaan. Murid Syech Said tertua yang telah memperoleh pencerahan rohani berkata kepada saudara saudaranya, “Tahukah kalian tak sepantasnya seorang murid berburuk sangka dan meninggalkan gurunya dalam keadaan apapun. Sesungguhnya kami datang hendak menyusul guru, dan mengikutinya karena melihat cahaya yang luar biasa terang meliputinya dan  kami yakini guru telah berada pada puncak spiritual yang tinggi.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara di kota tempat sang Biarawati tinggal. Ditempat tidurnya yang empuk di bilik gereja yang hangat sang Biarawati tidur terlelap dalam buaian mimpi. Dalam mimpinya sang gadis melihat Syech Said tengah berdiri tegak diliputi cahaya terang dengan wajah bersinar penuh wibawa dan kemegahan yang tunduk tiap hati di hadapannya. Syech Said berkata padanya,“Terima kasih kau telah mengajarkan padaku hakikat cinta.” Terbangunlah sang gadis dengan rasa bersalah yang tinggi. Dicarinya Syech Said di tempatnya, tapi tidak ada. Maka pergilah sang biarawati mencari Syech Said dengan kerinduan yang terpendam, segala kesulitan telah dilalui, telah jauh bumi dijejak tak juga jumpa. Wajah cantik yang mempesona kini kusut tak terawat, badannya kurus dan lemah. Hingga terdengar kabar Syech Said bertemu dengan murid-muridnya ditengah padang tandus Sahara. Datanglah tubuh lemah tersebut dengan sisa-sisa tenaga yang dimiliki kepangkuan Syech Said dan berkata, ”Aku ingin mengikutimu kemanapun engkau pergi,” Syech Said membisikkan ketelinganya sebaris kalimat dengan lembut dan sang gadis mendengarkannya dengan seksama bersama binar kegembiraan dan getar bibirnya yang kebiruan mengucapkan. ”Asyhadu an laailaaha illallah wa asyhadu anna muhammadurrasulullah,” matanya tertutup pelan dan lehernya terkulai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya Syech Said mencapai maqom ruhani yang tinggi mencapai derajat cinta pada Allah dengan sebenarnya, setelah fana dari segala keinginan dan kecintaan pada duniawi. Sedang sang biarawati meninggal sebagai seorang muslim juga dalam derajat ruhani yang tinggi setelah mengalami penderitaan cinta, mengenal hakekat cinta. Dan dibukakan siapa yang menjadi sasaran cintanya, keinginan bertemu Syech Said bukan untuk jadi pendamping hidup. Tapi keinginan untuk beroleh bimbingan menuju yang dicinta dari ahlinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;..kini agamaku adalah cinta yg telah merenggut seluruh jiwaku…&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="background-color: white; border: medium none; color: black; overflow: hidden; text-align: left; text-decoration: none;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : &lt;a href="http://www.sarkub.com/2011/hakikat-cinta-syech-said-dan-biarawati-cantik/" target="_blank"&gt;SARKUB&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="background-color: white; border: medium none; color: black; overflow: hidden; text-align: left; text-decoration: none;"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Powered by Menyansoft&lt;/span&gt; 
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>https://annangws.blogspot.com/2014/01/hakikat-cinta-syech-said-dan-biarawati.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIs2sITNUKmYNqigi-3otVsnTYEGIrbK-_YyrAYNqy6WESYyl9AKeWcp7tfOFeaCAtpzicrdichJ2ElMbYf6vctuE_TBrzuWn91XPTbCCeR2R5L1QpMmdxCcS7Hle848JW6my_wpQsCpo/s72-c/cinta.jpg" width="72"/><author>annangwibowo@gmail.com (Annang Wibowo)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8939264794050496271.post-199586968860874392</guid><pubDate>Thu, 30 Jan 2014 20:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-01-31T03:44:57.079+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL</category><title>BEDA PANDANGAN, BEDA PULA KONSEKUENSINYA</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://annangws.blogspot.com/2014/01/beda-pandangan-beda-pula-konsekuensinya.html" target="_blank"&gt;&lt;img alt="http://annangws.blogspot.com/2014/01/beda-pandangan-beda-pula-konsekuensinya.html" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUXMjegyigpNyYVZiujoidtZnPIneXRhWEmvSZ3QWtISDLi8OI4SDggzuYanqt54d6tZFANYTe-awrAWb6zdGhT7hw-J72xtREwwV7gLKO8wwnMLAsWsVSlrp9LQ4khdwLqJJ230hdy5o/s1600/melihat+Allah+dan+Rasul-Nya.jpg" height="320" width="288" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Suatu ketika, salah seorang sultan berziarah ke makam syaikh Abu Yazid al-Basthomi qaddasallahu sirroh. Sesampainya di makam syaikh Abu Yazid, sultan tersebut berkata;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;"Adakah disini orang yang pernah bertemu dengan syaikh Abu Yazid ketika beliau masih hidup?” &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mendengar pertanyaan sultan demikian, salah seorang yang berada di tempat tersebut memberikan isyarat kepada seorang laki-laki tua yang pada saat itu juga sedang berada di makam syaikh Abu Yazid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mendapat isyarat demikian, sultan tersebut lalu menanyai laki-laki tua tersebut; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;i&gt;&lt;b&gt;“Apakah engkau pernah mendengar salah satu dari ucapan Abu Yazid?” &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mendengar pertanyaan dari sultan yang ditujukan ke arahnya, laki-laki tua tersebut menjawab; &lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt; “Iya, saya pernah mendengar ucapannya. Beliau pernah berkata; Barangsiapa yang menziarahi aku, maka ia tidak akan dibakar oleh api neraka…” &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Mendapat jawaban demikian, sultan merasa bingung dengan ucapan tersebut, lalu berkata; &lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt; “Bagaimana bisa Abu Yazid berkata demikian, Abu Jahal saja yang telah melihat Nabi shalallahu’alaihi wasallam, namun ia dibakar api neraka???!” &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mendengar pertanyaan demikian, laki-laki tua tersebut menjawab; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;i&gt;&lt;b&gt;“Abu Jahal belum pernah melihat Nabi shalallahu’alahi wasallam, sesungguhnya yang pernah dilihat oleh Abu Jahal itu adalah anak yatim yang diasuh oleh Abu Thalib. Seandainya saja Abu Jahal mau melihat Nabi shalallahu’alaihi wasallam, tentu ia tidak akan dibakar oleh api neraka.”&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendapat jawaban demikian, sultan tersebut faham dengan apa yang maksudkan oleh laki-laki tua tersebut dan ia merasa takjub dengan jawabannya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maksudnya adalah, Abu Jahal memang belum pernah melihat sosok Nabi Muhammad shalallahu’alaihi wasallam sebagai sosok yang harus dihormati dan dimulyakan, sebagai sosok teladan yang pantas untuk di anut, apalagi sebagai sosok yang diyakini sebagai utusan Allah subhanahu wa ta’ala. Andai saja Abu Jahal mau memandang Nabi shalallahu’alaihi wasallam dengan padangan semacam ini, tentu ia tidak akan dibakar oleh api neraka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang dilihat Abu Jahal pada diri Nabi Muhammad shalallahu’alaihi wasallam ketika itu hanyalah beliau sebagai anak yatim yang di asuh oleh Abu Thalib.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sumber : Ditulis oleh Kiyai As-ad, M.Kub&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;dari kitab : Ar-Rasul shalallahu'alaihi wa sallam,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;karya Syaikh Duktur Abdul Halim Mahmud &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="background-color: white; border: medium none; color: black; overflow: hidden; text-align: left; text-decoration: none;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a href="http://ec.tynt.com/b/rf?id=aImK425MWr4AlDacwqm_6l&amp;amp;u=Sarkub.Center" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>https://annangws.blogspot.com/2014/01/beda-pandangan-beda-pula-konsekuensinya.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUXMjegyigpNyYVZiujoidtZnPIneXRhWEmvSZ3QWtISDLi8OI4SDggzuYanqt54d6tZFANYTe-awrAWb6zdGhT7hw-J72xtREwwV7gLKO8wwnMLAsWsVSlrp9LQ4khdwLqJJ230hdy5o/s72-c/melihat+Allah+dan+Rasul-Nya.jpg" width="72"/><author>annangwibowo@gmail.com (Annang Wibowo)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8939264794050496271.post-457707863810832128</guid><pubDate>Mon, 27 Jan 2014 16:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-01-27T23:20:13.783+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL</category><title>Tiga Golongan Manusia Dalam Menyikapi Musibah</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://annangws.blogspot.com/2014/01/tiga-golongan-manusia-dalam-menyikapi.html" target="_blank"&gt;&lt;img alt="http://annangws.blogspot.com/2014/01/tiga-golongan-manusia-dalam-menyikapi.html" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKERvV1in96-MvsOKEls30aV0ESkya2jQdzgk-Zuby7Og3GVGuLxBduUBiynUKNfpyMSX3w3f82d5kXoWy5G7MXc2Sgwj7vQeKtgZ39LulhGPcdcE1lC0rGLlnzXt9LNackHZHf24YUgc/s1600/musibah.jpg" height="240" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
"Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya". Al-Isra' 16.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; "Dan Kami tidak membinasakan sesuatu negeri pun, melainkan sesudah ada baginya orang-orang yang memberi peringatan". Asy-Syuara 208&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; "Tidak ada (penduduk) suatu negeri pun yang beriman yang Kami telah membinasakannya sebelum mereka; maka apakah mereka akan beriman?." Al-Anbiya 6.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; "Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kelaliman." Al-Qashash 59.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; "Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan negeri-negeri di sekitarmu dan Kami telah mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami berulang-ulang supaya mereka kembali (bertobat)." Al-Ahqaaf 27.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; "Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya) , melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lohmahfuz)" . Al-Isyra' 58.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Musibah berasal dari kata ashaaba, yushiibu, mushiibatan yang berarti segala yang menimpa pada sesuatu kaum baik berupa kesenangan maupun kesusahan, akan tetapi umumnya musibah selalu identik dengan kesusahan, padahal, kesenangan yang dirasakan pada hakikatnya juga musibah juga.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Dan dengan musibah, Allah SWT hendak menguji, siapa yang paling baik amalnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; ''Sesungguhnya kami telah jadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, karena Kami hendak memberi cobaan kepada mereka, siapakah di antara mereka yang paling baik amalnya.'' Al-Kahfi 7&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Dan didalam Al-Qur'an juga dijelaskan bahwa ada tiga golongan manusia dalam menghadapi musibah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; "Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman". Al-Aníam 125&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; "(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun". Al-Baqarah 156.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Pertama,&lt;/b&gt; orang yang menganggap bahwa musibah adalh sebagai hukuman dan azab kepadanya, sehingga, dia selalu merasa sempit dada dan selalu mengeluh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Kedua,&lt;/b&gt; orang yang menilai bahwa musibah adalah sebagai penghapus dosa, Ia tidak pernah menyerahkan apa - apa yang menimpanya kecuali kepada Allah SWT.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Ketiga,&lt;/b&gt; orang yang meyakini bahwa musibah adalah ladang peningkatan iman dan takwanya, Orang yang seperti ini selalu tenang serta percaya bahwa dengan musibah itu Allah SWT menghendaki kebaikan bagi dirinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Dan Musibah yang ditimpakan kepada umat manusia ada dua macam. pertama, musibah dunia dan yang kedua, musibh akhirat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Musibah dunia salah satunya ialah ketakutan, kelaparan, kematian, dan sebagainya sebagaimana Allah SWT jelaskan dalam surat Al-Baqarah 155. ''Dan pasti akan kami uji kalian dengan sesuatu dari ketakutan, dan kelaparan, dan kekurangan harta dan jiwa dan buah-buahan, dan berilah kabar gembira bagi orang-orang yang sabar.''&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Adapun musibah akhirat adalah orang yang tidak punya amal saleh dalam hidupnya, sehingga jauh dari pahala. Rasulullah SAW pernah bersabda, ''Orang yang terkena musibah, bukanlah seperti yang kalian ketahui, tetapi orang yang terkena musibah yaitu yang tidak memperoleh kebajikan (pahala) dalam hidupnya.''&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Orang yang terkena musibah berupa kesusahan di dunia, jika ia hadapi dengan kesabaran, ikhtiar, dan tawakal kepada Allah SWT, hakikatnya ia tidak terkena musibah. Justru yang ia dapatkan adalah pahala.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sebaliknya, musibah kesenangan selama hidupnya, jika ia tidak pandai mensyukurinya, maka itulah musibah yang sesungguhnya. karena, bukan pahala yang ia peroleh, melainkan dosa dan siksa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Berkenaan dengan hal tersebut, dalam hadis Qudsi Allah SWT berfirman, ''Demi keagungan dan kemuliaan-Ku, Aku tiada mengeluarkan hamba-Ku yang Aku inginkan kebaikan baginya dari kehidupan dunia, sehingga Aku tebus perbuatan-perbuatan dosanya dengan penyakit pada tubuhnya, kerugian pada hartanya, kehilangan anaknya, apabila masih ada dosa yang tersisa dijadikan ia merasa berat di saat sakaratul maut, sehingga ia menjumpai Aku seperti bayi yang baru dilahirkan.' '&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Kesimpulan musibah demi musibah yang kita hadapi selama ini, masih lebih baik apabila kita mau bertobat, dan musibah demi musibah yang kita lihat , kita rasakan dan kita alami, bila kita hadapi dengan sabar, ikhlas dan tetap istikomah serta taubat sebenar benarnya taubat dan juga kembali kepada baik hukum Allah yang telah Allah SWT gariskan dan telah Allah tetapkan dalam Al-Qur'an serta bimbingan yang telah Nabi Muhammad SAW contohkan untuk kita semua sesuai yang tertera dalam hadits yang tidak bertentangan dengan Al-Qur'an, pastilah kita akan mendapat pahala serta petunjuk dan Insya Allah kita semua selamat baik dunia sampai akhirat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga Bermanfaat...&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
</description><link>https://annangws.blogspot.com/2014/01/tiga-golongan-manusia-dalam-menyikapi.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKERvV1in96-MvsOKEls30aV0ESkya2jQdzgk-Zuby7Og3GVGuLxBduUBiynUKNfpyMSX3w3f82d5kXoWy5G7MXc2Sgwj7vQeKtgZ39LulhGPcdcE1lC0rGLlnzXt9LNackHZHf24YUgc/s72-c/musibah.jpg" width="72"/><author>annangwibowo@gmail.com (Annang Wibowo)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8939264794050496271.post-5077546922377881367</guid><pubDate>Fri, 24 Jan 2014 17:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-01-25T00:37:49.217+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">KISAH INSPIRATIF</category><title>RAHASIA KEMULIAAN SAYYIDAH FATIMAH AZZAHRA DICINTAI RASULULLAH SAW</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://annangws.blogspot.com/2014/01/rahasia-kemuliaan-sayyidah-fatimah_25.html" target="_blank"&gt;&lt;img alt="http://annangws.blogspot.com/2014/01/rahasia-kemuliaan-sayyidah-fatimah_25.html" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyAChTqyYAHTKmAQw-ya946_vrGdbu1GwMbqUZeKZUQfII_Et95X3h5GPxFvE_FWhbmbkGaN5KLwzBvI3t8PGsa4_wHkf-vMY7wHSM5tl4cmc7udbgoie2m8Sszy7PTuZcywgfbcevJJI/s1600/fatimah-az-zahra.jpg" height="320" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Oleh: Buya Yahya (Pengasuh Majelis Al-Bahjah Cirebon) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;embed align="top" height="30" id="embed-music" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" quality="high" src="http://www.mboxdrive.com/player2.swf?soundFile=https://archive.org/download/KemuliaanSayyidahFatimahAzZahra/Kemuliaan%20Sayyidah%20Fatimah%20Az-Zahra.mp3&amp;amp;autostart=yes&amp;amp;loop=yes&amp;amp;bg=0x000000&amp;amp;leftbg=0xAF2910&amp;amp;lefticon=0xF2F2F2&amp;amp;rightbg=0xD67919&amp;amp;rightbghover=0x1BAD07&amp;amp;righticon=0xF2F2F2&amp;amp;righticonhover=0xFFFFFF&amp;amp;text=0xE0E3F4&amp;amp;slider=0x357DCE&amp;amp;track=0xFFFFFF&amp;amp;border=0xFFFFFF&amp;amp;loader=0xAF2910" type="application/x-shockwave-flash" width="200" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://archive.org/download/KemuliaanSayyidahFatimahAzZahra/Kemuliaan%20Sayyidah%20Fatimah%20Az-Zahra.mp3" target="_blank"&gt;Download MP3&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;
(Cara Download: Klik kanan pada link Download MP3, kemudian pilih Save Target As… atau Save Link As…) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kenapa Sayyidah Fatimah Azzahra Dicintai Rasulullah?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu ketika Sayyidah Fatimah Azzahra putri tercinta Rasulullah SAW, berada di depan rumah beliau, tiba-tiba ada janazah yang hendak di bawa kekuburan lewat di depan sayyidah Fatimah Azzahra. Saat itu Sayyidah Fatimah bersama Sayyidah Asma Binti Khumaisy yang biasa menemani dan menghibur Sayyidah Fatimah setelah kepergian Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba saat itu Sayyidah Fatimah menangis tersedu-sedu hingga membuat Sayyidah Asma panik lalu bertanya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wahai putri Rasulullah, kenapa engkau menangis melihat janazah itu? Ada apa dengan janazah itu?”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayyidah Fatimah menjawab,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setiap orang yang mati akan dibungkus dengan kain kafan yang rapat lalu akan dibawa ke lokasi pemakaman dengan dipanggul oleh orang-orang yang membawanya?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Dahulu sebelum adanya keranda mayat jika ada orang meninggal maka di saat dibawa ke kubur jenazah dipanggul di atas pundak orang-orang yang membawanya). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayyyidah Asma menjawab, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu wahai putri Rasulullah”. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian Sayyidah Fatimah melanjutkan, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Dan aku pun kelak akan dibawa ke kubur seperti itu?”. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayyidah Asma menjawab, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar wahai putri Rasulullah”. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
alu Sayyidah Fatimah melanjutkan, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Itulah yang menjadikan aku menangis, sungguh aku sangat malu jika nanti aku meninggal, kemudian dibungkus kain kafan dengan rapat lalu diangkat di atas punggung orang-orang yang membawaku ke kubur, sementara orang yang mengiring jenazahku akan melihatku, sungguh aku sangat malu karena saat itu mereka akan melihat lekuk-lekuk tubuhku”. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar ungkapan Sayyidah Fatimah ini, Sayyidah Asma berkata &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Wahai putri Rasulullah, disaat aku ke negeri Habasyah aku melihat jenazah yang dibawa ke kubur, jenazah diletakkan di sebuah tempat yang di sebut keranda, aku pikir itu bisa menutupi pandangan orang dari melihat lekuk tubuh jenazah yang dibawa”. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar cerita Sayyidah Asma ini tiba-tiba tangis Sayyidah Fatimah terhenti, dan wajah beliau berubah berseri-seri sambil berkata, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Wahai Asma, sungguh aku berwasiat, jika aku mati nanti tolong buatkan aku keranda mayat seperti yang engkau ceritakan agar lekuk tubuhku tidak terlihat saat dibawa ke kuburan”. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan benar setelah Sayyidah Fatimah meninggal, maka dibuatlah keranda mayat untuknya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang perlu di cermati dari kisah ini adalah sifat mulia Sayyidah Fatimah yang senantiasa merasa malu jika ada yang melihat lekuk tubuhnya, meskipun disaat beliau sudah meninggal. Dan karena rasa malu yang dimiliki oleh Fatimah inilah menjadi rahasia, kenapa Sayyidah Fatimah menjadi wanita yang paling mullia dan dicintai Rasulullah SAW. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Saat ini, di hari ini! Adakah sifat mulia sayyidah Fatimah menempel pada wanita yang berada di rumah kita? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau di rumah kita ada orang yang mengaku mencintai Rasulullah akan tetapi di saat masih hidup pun tidak merasa malu jika lekuk-lekuk tubuhnya di saksikan orang di sana-sini. Atau justru pamer lekuk tubuh telah menjadi kebanggan para wanita yang mengaku kenal Sayyidah Fatimah dan kenal Rasulullah? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan sampai ada yang berkata “Yang penting hati bersih masalah dandanan tidak penting”. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hati Sayyidah Fatimah sungguh jauh dan jauh lebih bersih dari hati wanita-wanita yang kita saksikan saat ini. Justru karena kebersihan hati beliaulah maka Sayyidah Fatimah sangat pemalu dan senatiasa menjaga aurat beliau. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya Allah Yang Maha Pengasih, berikan kasih sayangmu kepada kami dan kepada para wanita-wanita kami ! Tutuplah aurat mereka ! Berikan kepada mereka rasa malu yang menjadikan mereka senantiasa menjaga aurot dan kehormatan mereka ! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wallahu a’lam bissawab...&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>https://annangws.blogspot.com/2014/01/rahasia-kemuliaan-sayyidah-fatimah_25.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyAChTqyYAHTKmAQw-ya946_vrGdbu1GwMbqUZeKZUQfII_Et95X3h5GPxFvE_FWhbmbkGaN5KLwzBvI3t8PGsa4_wHkf-vMY7wHSM5tl4cmc7udbgoie2m8Sszy7PTuZcywgfbcevJJI/s72-c/fatimah-az-zahra.jpg" width="72"/><author>annangwibowo@gmail.com (Annang Wibowo)</author><enclosure length="13925196" type="audio/mpeg" url="https://archive.org/download/KemuliaanSayyidahFatimahAzZahra/Kemuliaan%20Sayyidah%20Fatimah%20Az-Zahra.mp3"/><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Oleh: Buya Yahya (Pengasuh Majelis Al-Bahjah Cirebon) Download MP3 (Cara Download: Klik kanan pada link Download MP3, kemudian pilih Save Target As… atau Save Link As…) Kenapa Sayyidah Fatimah Azzahra Dicintai Rasulullah? Suatu ketika Sayyidah Fatimah Azzahra putri tercinta Rasulullah SAW, berada di depan rumah beliau, tiba-tiba ada janazah yang hendak di bawa kekuburan lewat di depan sayyidah Fatimah Azzahra. Saat itu Sayyidah Fatimah bersama Sayyidah Asma Binti Khumaisy yang biasa menemani dan menghibur Sayyidah Fatimah setelah kepergian Rasulullah SAW. Tiba-tiba saat itu Sayyidah Fatimah menangis tersedu-sedu hingga membuat Sayyidah Asma panik lalu bertanya, “Wahai putri Rasulullah, kenapa engkau menangis melihat janazah itu? Ada apa dengan janazah itu?”. Sayyidah Fatimah menjawab, “Setiap orang yang mati akan dibungkus dengan kain kafan yang rapat lalu akan dibawa ke lokasi pemakaman dengan dipanggul oleh orang-orang yang membawanya?” (Dahulu sebelum adanya keranda mayat jika ada orang meninggal maka di saat dibawa ke kubur jenazah dipanggul di atas pundak orang-orang yang membawanya). Sayyyidah Asma menjawab, “Tentu wahai putri Rasulullah”. Kemudian Sayyidah Fatimah melanjutkan, ”Dan aku pun kelak akan dibawa ke kubur seperti itu?”. Sayyidah Asma menjawab, “Benar wahai putri Rasulullah”. alu Sayyidah Fatimah melanjutkan, ”Itulah yang menjadikan aku menangis, sungguh aku sangat malu jika nanti aku meninggal, kemudian dibungkus kain kafan dengan rapat lalu diangkat di atas punggung orang-orang yang membawaku ke kubur, sementara orang yang mengiring jenazahku akan melihatku, sungguh aku sangat malu karena saat itu mereka akan melihat lekuk-lekuk tubuhku”. Mendengar ungkapan Sayyidah Fatimah ini, Sayyidah Asma berkata ”Wahai putri Rasulullah, disaat aku ke negeri Habasyah aku melihat jenazah yang dibawa ke kubur, jenazah diletakkan di sebuah tempat yang di sebut keranda, aku pikir itu bisa menutupi pandangan orang dari melihat lekuk tubuh jenazah yang dibawa”. Mendengar cerita Sayyidah Asma ini tiba-tiba tangis Sayyidah Fatimah terhenti, dan wajah beliau berubah berseri-seri sambil berkata, ”Wahai Asma, sungguh aku berwasiat, jika aku mati nanti tolong buatkan aku keranda mayat seperti yang engkau ceritakan agar lekuk tubuhku tidak terlihat saat dibawa ke kuburan”. Dan benar setelah Sayyidah Fatimah meninggal, maka dibuatlah keranda mayat untuknya. Yang perlu di cermati dari kisah ini adalah sifat mulia Sayyidah Fatimah yang senantiasa merasa malu jika ada yang melihat lekuk tubuhnya, meskipun disaat beliau sudah meninggal. Dan karena rasa malu yang dimiliki oleh Fatimah inilah menjadi rahasia, kenapa Sayyidah Fatimah menjadi wanita yang paling mullia dan dicintai Rasulullah SAW. Dan Saat ini, di hari ini! Adakah sifat mulia sayyidah Fatimah menempel pada wanita yang berada di rumah kita? Atau di rumah kita ada orang yang mengaku mencintai Rasulullah akan tetapi di saat masih hidup pun tidak merasa malu jika lekuk-lekuk tubuhnya di saksikan orang di sana-sini. Atau justru pamer lekuk tubuh telah menjadi kebanggan para wanita yang mengaku kenal Sayyidah Fatimah dan kenal Rasulullah? Jangan sampai ada yang berkata “Yang penting hati bersih masalah dandanan tidak penting”. Hati Sayyidah Fatimah sungguh jauh dan jauh lebih bersih dari hati wanita-wanita yang kita saksikan saat ini. Justru karena kebersihan hati beliaulah maka Sayyidah Fatimah sangat pemalu dan senatiasa menjaga aurat beliau. Ya Allah Yang Maha Pengasih, berikan kasih sayangmu kepada kami dan kepada para wanita-wanita kami ! Tutuplah aurat mereka ! Berikan kepada mereka rasa malu yang menjadikan mereka senantiasa menjaga aurot dan kehormatan mereka ! Wallahu a’lam bissawab...</itunes:subtitle><itunes:author>Annang Wibowo</itunes:author><itunes:summary>Oleh: Buya Yahya (Pengasuh Majelis Al-Bahjah Cirebon) Download MP3 (Cara Download: Klik kanan pada link Download MP3, kemudian pilih Save Target As… atau Save Link As…) Kenapa Sayyidah Fatimah Azzahra Dicintai Rasulullah? Suatu ketika Sayyidah Fatimah Azzahra putri tercinta Rasulullah SAW, berada di depan rumah beliau, tiba-tiba ada janazah yang hendak di bawa kekuburan lewat di depan sayyidah Fatimah Azzahra. Saat itu Sayyidah Fatimah bersama Sayyidah Asma Binti Khumaisy yang biasa menemani dan menghibur Sayyidah Fatimah setelah kepergian Rasulullah SAW. Tiba-tiba saat itu Sayyidah Fatimah menangis tersedu-sedu hingga membuat Sayyidah Asma panik lalu bertanya, “Wahai putri Rasulullah, kenapa engkau menangis melihat janazah itu? Ada apa dengan janazah itu?”. Sayyidah Fatimah menjawab, “Setiap orang yang mati akan dibungkus dengan kain kafan yang rapat lalu akan dibawa ke lokasi pemakaman dengan dipanggul oleh orang-orang yang membawanya?” (Dahulu sebelum adanya keranda mayat jika ada orang meninggal maka di saat dibawa ke kubur jenazah dipanggul di atas pundak orang-orang yang membawanya). Sayyyidah Asma menjawab, “Tentu wahai putri Rasulullah”. Kemudian Sayyidah Fatimah melanjutkan, ”Dan aku pun kelak akan dibawa ke kubur seperti itu?”. Sayyidah Asma menjawab, “Benar wahai putri Rasulullah”. alu Sayyidah Fatimah melanjutkan, ”Itulah yang menjadikan aku menangis, sungguh aku sangat malu jika nanti aku meninggal, kemudian dibungkus kain kafan dengan rapat lalu diangkat di atas punggung orang-orang yang membawaku ke kubur, sementara orang yang mengiring jenazahku akan melihatku, sungguh aku sangat malu karena saat itu mereka akan melihat lekuk-lekuk tubuhku”. Mendengar ungkapan Sayyidah Fatimah ini, Sayyidah Asma berkata ”Wahai putri Rasulullah, disaat aku ke negeri Habasyah aku melihat jenazah yang dibawa ke kubur, jenazah diletakkan di sebuah tempat yang di sebut keranda, aku pikir itu bisa menutupi pandangan orang dari melihat lekuk tubuh jenazah yang dibawa”. Mendengar cerita Sayyidah Asma ini tiba-tiba tangis Sayyidah Fatimah terhenti, dan wajah beliau berubah berseri-seri sambil berkata, ”Wahai Asma, sungguh aku berwasiat, jika aku mati nanti tolong buatkan aku keranda mayat seperti yang engkau ceritakan agar lekuk tubuhku tidak terlihat saat dibawa ke kuburan”. Dan benar setelah Sayyidah Fatimah meninggal, maka dibuatlah keranda mayat untuknya. Yang perlu di cermati dari kisah ini adalah sifat mulia Sayyidah Fatimah yang senantiasa merasa malu jika ada yang melihat lekuk tubuhnya, meskipun disaat beliau sudah meninggal. Dan karena rasa malu yang dimiliki oleh Fatimah inilah menjadi rahasia, kenapa Sayyidah Fatimah menjadi wanita yang paling mullia dan dicintai Rasulullah SAW. Dan Saat ini, di hari ini! Adakah sifat mulia sayyidah Fatimah menempel pada wanita yang berada di rumah kita? Atau di rumah kita ada orang yang mengaku mencintai Rasulullah akan tetapi di saat masih hidup pun tidak merasa malu jika lekuk-lekuk tubuhnya di saksikan orang di sana-sini. Atau justru pamer lekuk tubuh telah menjadi kebanggan para wanita yang mengaku kenal Sayyidah Fatimah dan kenal Rasulullah? Jangan sampai ada yang berkata “Yang penting hati bersih masalah dandanan tidak penting”. Hati Sayyidah Fatimah sungguh jauh dan jauh lebih bersih dari hati wanita-wanita yang kita saksikan saat ini. Justru karena kebersihan hati beliaulah maka Sayyidah Fatimah sangat pemalu dan senatiasa menjaga aurat beliau. Ya Allah Yang Maha Pengasih, berikan kasih sayangmu kepada kami dan kepada para wanita-wanita kami ! Tutuplah aurat mereka ! Berikan kepada mereka rasa malu yang menjadikan mereka senantiasa menjaga aurot dan kehormatan mereka ! Wallahu a’lam bissawab...</itunes:summary><itunes:keywords>artikel,puisi,doa,kisahin,spiratif,kisah,muallaf,kisah,islami,hadits,nabi,al,qur,an</itunes:keywords></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8939264794050496271.post-7263289653965982487</guid><pubDate>Fri, 17 Jan 2014 17:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-01-18T00:51:05.640+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL</category><title>Mengenang Kelahiran Nabi Muhammad SAW</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://annangws.blogspot.com/2014/01/mengenang-kelahiran-nabi-muhammad-saw.html" target="_blank"&gt;&lt;img alt="http://annangws.blogspot.com/2014/01/mengenang-kelahiran-nabi-muhammad-saw.html" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEXtF_-4AQ_pgD52W_Vq8bt5PVEuBZKCQIpnDsL7V4L4SOXN2ISqT7lU7YDV_sTKaZFeb37HSoczs10W9NFiM08eawh-d_ipPJC4j-0tuqRSth7TDrHGld1UcCBA_voiC-jxe8Qhbxn-4/s1600/MAULID+NABI.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;Setiap bulan Rabiul Awal, umat Islam memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad saw, atau yang lebih populer dengan peringatan Maulid Nabi. Pada bulan ini tepatnya pada hari Senin menjelang terbit fajar 12 Rabiul Awal tahun Gajah bertepatan dengan 20 April 571 M, beliau dilahirkan di Makkah, kira-kira 200 meter dari Masjidil Haram. Kini, tempat kelahiran Nabi ini dijadikan perpustakaan “Maktabah Makkah al-Mukarranah”.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Tahun kelahiran Nabi dinamakan Tahun Gajah, karena tentara Abrahah dari Yaman menyerang Ka’bah dengan maksud akan meruntuhkannya. Mereka datang dengan mengendarai gajah. Penyerangan itu gagal karena Allah SWT mengirimkan pasukan burung ababil dari angkasa yang mencengkeram batu yang berasal dari neraka. Batu itu dijatuhkan kepada pasukan Gajah sehingga mereka hancur lumat seperti daun kayu yang dimakan ulat, sebagaimana firman Allah dalam al-Qur’an surat al-Fiel ayat 1-4.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Maulid Nabi ini merupakan momen spiritual untuk mentahbiskan beliau sebagai figur teladan yang mengisi pikiran, hati dan pandangan hidup kita. Dalam maulid kita tidak sedang membikin sebuah upacara, tapi perenungan dan pengisian batin agar tokoh sejarah tidak menjadi fiktif dalam diri kita, tapi betul-betul secara kongkrit tertanam, mengakar, menggerakkan detak-detak jantung dan aliran darah ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Selain sebagai ekspresi rasa syukur atas kelahiran Rasulullah SAW., substansi dari peringatan Maulid Nabi adalah mengukuhkan komitmen loyalistas pada beliau. Setidaknya, ini terwujud dengan beberapa hikmah,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Hikmah Peringatan Maulid Nabi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Peringatan Maulid Nabi SAW mendorong orang untuk membaca shalawat, dan shalawat itu diperintahkan oleh Allah Ta’ala,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuknya dan ucapkanlah salam sejahtera kepadanya.”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
(QS Al-Ahzab: 56).&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt; 2. Peringatan Maulid Nabi SAW adalah ungkapan kegembiraan dan kesenangan dengan beliau. Bahkan orang kafir saja mendapatkan manfaat dengan kegembiraan itu.Ketika Tsuwaibah, budak perempuan Abu Lahab, paman Nabi, menyampaikan berita gembira tentang kelahiran sang Cahaya Alam Semesta itu, Abu Lahab pun memerdekakannya. Sebagai tanda suka cita. Dan karena kegembiraannya, kelak di alam baqa’ siksa atas dirinya diringankan setiap hari Senin tiba.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Demikianlah rahmat Allah terhadap siapa pun yang bergembira atas kelahiran Nabi, termasuk juga terhadap orang kafir sekalipun. Maka jika kepada seorang yang kafir pun Allah merahmati karena kegembiraannya atas kelahiran sang Nabi, apalagi anugerah Allah bagi umatnya yang beriman dan bertakwa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 3. Meneguhkan kembali kecintaan kepada Rasulullah saw. Bagi seorang mukmin, kecintaan terhadap Rasulullah saw. adalah sebuah keniscayaan, sebagai konsekuensi dari keimanan. Kecintaan pada utusan Allah ini harus berada di atas segalanya, melebihi kecintaan pada anak dan isteri, kecintaan terhadap harta, kedudukannya, bahkan kecintaannya terhadap dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah bersabda : &lt;i&gt;&lt;b&gt;"Tidaklah sempurna iman salah seorang dari kalian hingga aku lebih dicintainya daripada orangtua dan anaknya."&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt; 4. Meneladani perilaku dan perbuatan mulia Rasulullah saw dalam setiap gerak kehidupan kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah SWT. berfirman : &lt;i&gt;&lt;b&gt;“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah."&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; (QS. Al-Ahzab: 21)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt; Kita tanamkan keteladanan Rasul ini dalam keseharian kita, mulai hal terkecil, hingga paling besar, mulai kehidupan duniawi, hingga urusan akhirat. Tanamkan pula keteladanan terhadap Rasul ini pada putra-putri kita, melalui kisah-kisah sebelum tidur misalnya. Sehingga mereka tidak menjadi pemuja dan pengidola figur publik berakhlak rusak yang mereka tonton melalui acara televisi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 5. Melestarikan ajaran dan misi perjuangan Rasulullah, dan juga para Nabi. Sesaat sebelum menghembuskan nafas terakhir, Rasul meninggalkan pesan pada umat yang amat dicintainya ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau bersabda : &lt;i&gt;&lt;b&gt;”Aku tinggalkan pada kalian dua hal, kalian tidak akan tersesat dengannya, yakni Kitabullah dan sunnah Nabi-Nya sallallahu alaihi wa sallam.”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; (HR. Malik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Fadilah Peringatan Maulid Nabi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Menurut fatwa seorang Ulama besar : Asy-Syekh Al Hafidz As-Suyuthi menerangkan bahwa mengadakan peringatan kelahiran Nabi Muhammad Saw, dengan cara mengumpulkan banyak orang, dan dibacakan ayat-ayat al-Quran dan diterangkan (diuraikan) sejarah kehidupan dan perjuangan Nabi sejak kelahiran hingga wafatnya, dan diadakan pula sedekah berupa makanan dan hidangan lainnya adalah merupakan perbuatan Bid’ah hasanah (bid’ah yang baik), dan akan mendapatkan pahala bagi orang yang mengadakannya dan yang menghadirinya, sebab terdapat rincian beberapa ibadah yang dituntut oleh syara’ serta sebagai wujud kegembiraan, kecintaan atau mahabbah kapada Rasullullah saw.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Seperti yang disabdakan oleh Nabi Muhammad Saw : &lt;i&gt;&lt;b&gt;”Barang siapa yang senang, gembira, dan cinta kepada saya maka akan berkumpul bersamaku masuk surga”.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt; Dalam sebuah hadits dikatakan : &lt;i&gt;&lt;b&gt;“Barang siapa yang memperingati hari kelahiranku maka aku akan memberinya syafa’at pada hari kiamat. Dan barang siapa memberikan infaq satu dirham untuk memperingati kelahiranku, maka akan diberi pahala seperti memberikan infaq emas sebesar gunung fi sabilillah”.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sahabat Abu Bakar Ash-Shidiq berkata : &lt;i&gt;&lt;b&gt;“Barang siapa yang memberikan infaq satu dirham untuk memperingati kelahiran Nabi Saw : akan menjadi temanku masuk surga”.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt; Sahabat Umar Bin Khoththob berkata :&lt;i&gt;&lt;b&gt; “Barang siapa yang memperingati kelahiran Nabi Saw, berarti telah menghidupkan Islam”.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Sahabat Ali Bin Abi Thalib berkata :&lt;i&gt;&lt;b&gt; “Barang siapa yang memperingati kelahiran Nabi Saw, apabila pergi meninggalkan dunia pergi dengan membawa iman”.&lt;br /&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; Maka, tidaklah berlebihan jika kaum muslimin muslimat di Indonesia ini menjadikan bulan Rabiaul Awal sebagai bulan ‘Maulid Nabi’. Mulai dari rakyat kecil di masjid, mushallah dan majelis ta’lim mengadakan peringatan Maulid Nabi. Di beberapa daerah ada semacam tradisi, seperti di Keraton Jogyakarta dan Surakarta ada ‘grebeg maulid’ untuk merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad saw. Bahkan Presiden RI beserta jajarannya, setiap tahunnya tidak pernah absen untuk memperingati Hari Besar Islam itu di Masjid Istiqlal Jakarta.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Semoga peringatan Maulid Nabi ini dapat menangkap hikmah yang terkandung didalamnya sebagai upaya mencapai derajat taqwallah dan sekaligus dapat mewujudkan Islam  ‘rahmatan lil’alamin’ di negeri ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga Bermanfaat&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
</description><link>https://annangws.blogspot.com/2014/01/mengenang-kelahiran-nabi-muhammad-saw.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEXtF_-4AQ_pgD52W_Vq8bt5PVEuBZKCQIpnDsL7V4L4SOXN2ISqT7lU7YDV_sTKaZFeb37HSoczs10W9NFiM08eawh-d_ipPJC4j-0tuqRSth7TDrHGld1UcCBA_voiC-jxe8Qhbxn-4/s72-c/MAULID+NABI.jpg" width="72"/><author>annangwibowo@gmail.com (Annang Wibowo)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8939264794050496271.post-5569560513788683592</guid><pubDate>Wed, 15 Jan 2014 20:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-01-16T03:15:15.119+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">NABI MUHAMMAD SAW</category><title>Akhlak Rasulullah SAW Bukti Kenabiannya</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://annangws.blogspot.com/2014/01/akhlak-rasulullah-sawbukti-kenabiannya.html" target="_blank"&gt;&lt;img alt="http://annangws.blogspot.com/2014/01/akhlak-rasulullah-sawbukti-kenabiannya.html" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFOKZPfdL0Lnnx3wSOTqLbwFylCz4cpnmPN_UOQscImpPOp7wgIyurMxNJUA4Vu4r62HGgfWfqIOPVbTEF8mKFUL4gN54NnKDTFF_dTdfeVdL79e3-brXcLmhxIGZlLHLj60mMRVnfDpA/s1600/akhlak-nabi.jpg" height="236" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="userContent"&gt;Selama ini mukjizat Rasulullah SAW adalah 
mukjizat hissiyah. Beliau membelah bulan; batu mengucapkan salam; batang
 kayu menangis; air mengucur dari celah jarinya; makanan s&lt;span class="text_exposed_show"&gt;edikit
 yang didoakan sehingga cukup untuk banyak orang; daging bakar 
berbicara; Abu Jahal terpaku saat hendak menjatuhkan batu saat 
Rasulullah SAW sujud, dan sebagainya lainnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Kita juga 
mengenal mukjizat beliau yang sangat agung, yaitu Al-Qur’an. Mukjizat 
ini menantang setiap orang membuat sebuah kitab dengan kehebatan seperti
 kehebatannya. Kehebatan kitab ini terletak di antaranya pada sisi 
bahasa yang sangat indah; menceritakan sejarah yang benar di masa lalu; 
mengandung hukum adil dan mudah diterapkan; isyarat-isyarat ilmiah dalam
 berbagai bidang; dan sebagainya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Namun jarang di antara kita yang menganggap akhlak Rasulullah SAW sebagai sebuah mukjizat. Padahal Allah swt. berfirman:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “Dan sesungguhnya kamu benar-benar mempunyai akhlak yang agung.” [Al-Qalam: 4].&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Akhlak beliau agung, berarti tidak ada seorang pun yang bisa mempunyai 
akhlak seperti akhlak beliau. Tidak ada yang bisa menandinginya. Hal ini
 bukan karena apa-apa, tapi karena beliau adalah seorang nabi. Berarti 
akhlak beliau adalah mukjizat, salah satu bukti kenabian Muhammad SAW.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Muhammad SAW Adalah Manusia Biasa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Rasulullah SAW adalah manusia biasa. Bukan manusia tuhan, atau setengah
 tuhan. Bukan malaikat, atau setengah malaikat. Beliau benar-benar 
manusia biasa, tapi dipilih oleh Allah swt. untuk mengemban risalah-Nya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Ini adalah sebuah keuntungan bagi umat manusia. Bisa diteladani, karena
 kesamaan bentuk, karakter, kebutuhan, kecenderungan, dan sebagainya. 
Jika beliau berupa malaikat, manusia tidak akan bisa meneladani karena 
malaikat tidak makan, minum, berbuat dosa, dan sebagainya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 
Tidak ada alasan untuk menolak ajaran yang dibawa. Kalau rasul berupa 
malaikat, banyak manusia yang menolak ajaran dengan alasan rasul bisa 
melaksanakan kewajiban karena dia malaikat, sedangkan mereka bukan 
malaikat makanya tidak bisa melaksanakan. Allah swt. berfirman:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “Katakanlah: “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku.” [Al-Kahfi; 110].&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Dakwah beliau juga berbeda dengan dakwah yang lainnya; dimenangkan 
dengan usaha manusiawi, bukan dengan mukjizat luar biasa. Para penentang
 dakwahnya tidak dikalahkan dengan banjir seperi kaum nabi Nuh as., 
dengan laut seperti Fir’an dan pasukannya. Tapi dikalahkan dengan 
strategi hasil pemikiran manusia. Bahkan ketika malaikat gunung menawari
 Rasulullah SAW membinaskan kaum Thaif dengan ditimpakan gunung kepada 
mereka, beliau menolaknya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Akhlak Bukti Kenabian Beliau&lt;br /&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
 Beliau terkenal dengan julukan Ash-Shadiqul Amin. Jujur dalam berkata; 
amanah dalam menjaga dan menyampaikan. Akhlak bisa dijadikan bukti 
kenabian, karena orang yang berakhlak mulia tidak akan berbohong ketika 
mengaku menjadi nabi, tidak akan mencelakakan kaumnya ketika 
memerintahkan sesuatu, dan akan berjuang dan berkorban untuk kebaikan 
kaumnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Hanya sedikit sahabat Rasulullah SAW yang masuk Islam 
setelah melihat mukjizat. Hampir semuanya masuk Islam karena melihat 
akhlak Rasulullah saw. Bahkan ketika orang-orang musyrikin meminta 
diperlihatkan mukjizat, mereka tidak beriman setelah benar-benar 
melihatnya. Allah swt. berfirman:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “Telah dekat (datangnya) saat
 itu dan telah terbelah bulan. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) 
melihat sesuatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini 
adalah) sihir yang terus menerus.” Dan mereka mendustakan (Nabi) dan 
mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada 
ketetapannya.” [Al-Qamar: 1-3].&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Ibunda Khadijah ra. mengetahui 
benar bagaimana akhlak mulia suaminya, misalnya menyambung tali 
kekerabatan, menanggung beban keluarga, menjamu tamu, membantu orang 
miskin, membantu dalam musibah, dan sebagainya. Saat beriman, beliau 
belum melihat satu mukjizat pun pada diri Rasulullah SAW Bahkan 
beliaulah yang menguatkan hati Rasulullah saw. ketika bimbang saat 
didatangi malaikat Jibril as.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Abu Bakar ra. adalah kawan karib 
Rasulullah saw. Tahu benar bagaimana kejujuran Rasulullah saw. Sehingga 
ketika mengaku menjadi nabi, Abu Bakar ra. langsung beriman dan 
mendakwahkan agama yang baru kepada musyrikin yang lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Raja 
Najasyi ra. Raja negeri Habasyah ini tidak pernah bertemu dengan 
Rasulullah SAW. Namun ketika mendengarkan sifat-sifat dan perjalanan 
dakwah beliau, Najasyi langsung meyakini bahwa Muhammad saw. adalah 
penerus Isa as.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="userContent"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Sumber :&amp;nbsp; http://www.dakwatuna.com/2014/01/14/44739/akhlak-rasulullah-saw-bukti-kenabiannya/#ixzz2qOWUqoOt&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="userContent"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Semoga Bermanfaat...&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="userContent"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>https://annangws.blogspot.com/2014/01/akhlak-rasulullah-saw-bukti-kenabiannya.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFOKZPfdL0Lnnx3wSOTqLbwFylCz4cpnmPN_UOQscImpPOp7wgIyurMxNJUA4Vu4r62HGgfWfqIOPVbTEF8mKFUL4gN54NnKDTFF_dTdfeVdL79e3-brXcLmhxIGZlLHLj60mMRVnfDpA/s72-c/akhlak-nabi.jpg" width="72"/><author>annangwibowo@gmail.com (Annang Wibowo)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8939264794050496271.post-7541327952056884044</guid><pubDate>Fri, 10 Jan 2014 15:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-01-10T22:56:53.626+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL</category><title>Sejarah Candi Borobudur Menurut Al-Quran</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://annangws.blogspot.com/2014/01/sejarah-candi-borobudur-menurut-al-quran_10.html" target="_blank"&gt;&lt;img alt="http://annangws.blogspot.com/2014/01/sejarah-candi-borobudur-menurut-al-quran_10.html" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzcDW0I2wICVKNZs0l7w7THmk8qjrIXYUeJ6fWc1MfaRG2MGK7fp9H-BuQ9dYaHJ7FZ8b_2WjQw_DXhPhRqk7V7BCDgtFgKY1pwjzkH-qTm98Dwz6nTbKatjnrKYXP8_aW1vAr6QoXhYY/s1600/Candi+Borobudur.jpg" height="150" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Jika selama ini banyak ilmuwan-ilmuwan mengatakan bahwa negeri saba’ yang diceritakan dalam Al-Quran itu berada di daerah yang sekarang adalah Yaman, maka menurut KH Fahmi Basya, negeri saba’ itu sebenarnya berada di Indonesia. Benarkah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam flying book itu KH Fahmi Basya mengungkapkan dengan bukti-bukti ilmiah bahwa candi borobudur bukanlah hasil kebudayaan Budha, sebagaimana kita ketahui selama ini. Candi borobudur sudah ada sejak lama, jauh sebelum Budha ada di nusantara ini. Berdasarkan penelitiannya, candi borobudur itu bahkan di bangun oleh Nabi Sulaiman dengan bantuan para jin pada jaman ketika nusantara belum berbentuk seperti sekarang, yaitu masih berupa daratan yang luas. Banyak data dan analisis yang dipaparkan dalam flying book itu sebagai bukti terhadap argumen ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengetahui salah satu bukti argumen itu, sebelumnya ada baiknya kita mengetahui simbol lafadz bismillah. Simbol itu bisa dibuat dengan melukis sebuah 7 buah lingkaran sama besar yang salah satu lingkaran berada di tengah dan dikelilingi oleh 6 lingkaran lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masing-masing lingkaran mewakili satu huruf pada lafadz bismillah yaitu ba, sin, mim, alif, lam, lam, dan ha’ . Jika keenam lingkaran di luar masing-masing titik pusatnya secara berurutan dihubungkan dengan garis kemudian lingkaran-lingakaran yang diluar itu dihapus, jadilah bentuk itu sebagai segi enam dengan lingkaran di tengahnya. Itulah simbol lafadz bismillah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang mari kita amati salah satu kontur yang banyak terukir di batu-batu candi Borobudur. Ternyata bentuk itu banyak sekali kita temukan pada batu-batu di candi Borobudur. Segi enam dengan lingkaran ditengahnya. Apakah arti bentuk itu? Ternyata simbol segi enam dengan lingkaran di bawahnya adalah simbol lafadz bismillah. Demikianlah salah satu bukti analisa yang disampaikan oleh KH Fahmi Basya dalam flying booknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, dalam flying book tersebut juga diungkapkan secara ilmiah bahwa candi borobudur dahulunya bukan di tempat seperti yang sekarang, melainkan sempat mengalami pemindahan dengan kecepatan pemindahan melebihi kecepatan cahaya (60.000 kali). Hal ini mengakibatkan kontur candi borobudur mengalami peluruhan. Pemindahan candi ini sesuai cerita dalam Al-Qur’an :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”. (QS.An Naml:40)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama ini yang sering diungkapkan adalah bahwa pemindahan itu dari yaman ke palestina, namun sesungguhnya bukti nyatanya belum pernah ditemukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu menurut penelitian KH Fahmi Basya, dimana letak candi Borobudur sebelum dipindahkan? Jawabannya adalah di kawasan candi boko yang terletak di kabupaten bantul. Di kawasan itu nampak bekas-bekas adanya candi besar. Namun, candi besar itu hilang, entah bagaimana hilangnya, yang jelas bukan karena hancur atau runtuh. Bahkan di kawasan candi boko ditemukan serpihan-serpihan sisa candi yang konturnya mirip dengan kontur candi borobudur. Hanya saja, kontur yang ada di kawasan candi boko ini tampak lebih jelas dibandingkan dengan kontur yang ada di candi borobudur. Hal ini disebabkan peluruhan yang terjadi akibat pemindahan dengan kecepatan 60.000 kali kecepatan cahaya tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih jauh lagi KH Fahmi Basya membahas sisi lain dari candi borobudur, yaitu bahwa desain candi borobudur sangat kompleks dan memiliki makna yang dalam. Misalnya relief yang ada di dinding-dindingnnya, ukuran volume candi yang membentuk balok al quran ( 23x23x12 = 6348 = jumlah ayat dalam alqur’an berserta basmalah), bahkan bukti foto google art yang menunjukkan bahwa puncak candi membentuk sebuah sebuah garis lurus yang menghubungkannya dengan rukun syaam dan hajar aswad ka’bah. Dan banyak lagi fakta-fakta yang dikemukakan dalam flying book itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama saba’ sendiri, di dapat dari Alqur’an, dimana secara singkat Alqur’an (surat An Naml dan surat Saba’) menceritakan bahwa negeri saba’ dahulu merupakan sebuah negeri yang amat makmur, subur tanahnya dan maju bangsanya. Dalam negeri itu pernah hidup Nabi-Nabi terdahulu seperti nabi daud AS, Nabi Sulaiman AS, dan juga seorang ratu perempuan yang amat melegenda yaitu ratu Bilqis. Namun, negeri itu dimusnahkan oleh Allah SWT dengan sebuah banjir yang amat besar karena kemusyrikan bangsa di negeri itu, yaitu mereka melakukan ibadah menyembah matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, dalam sebuah legenda yang sangat terkenal di dunia, konon pernah ada sebuah negeri yang karakteristiknya hampir mirip dengan yang diceritakan alqur’an itu. Negeri itu bernama negeri Atlantis. Negeri itu berada di sebuah daratan yang luas dan subur, dan dihuni oleh bangsa maju dan makmur, unggul dalam hal irigasi pertanian. Daratan luas itulah yang disebut sebagai benua Atlantis yang mana benua itu musnah pada jaman es. Seiring tenggelamnya daratan Atlantis, maka musnahlah negeri Atlantis yang begitu makmur itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan kemiripan kisah dalam Al Qur’an dan legenda yang berkembang di hampir seluruh penjuru dunia itu, bisa jadi, negeri saba’ yang dimaksudkan dalam Al Quran itu tak lain adalah negeri Atlantis yang dulu mendiami daratan Atlantis yang kini sudah musnah akibat banjir besar di jaman es. Benar atau tidaknya memang masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama ini hampir kebanyakan ilmuwan mengatakan bahwa negeri saba’ yang disebutkan dalam Alquran itu terletak di daerah Yaman, bahkan dalam banyak tafsir Al Quran pun mengatakan demikian. Namun, melalui ekspedisi dan penelitiannya, yang hasilnya dibuat dalam bentuk flying boook, KH Fahmi Basya menyimpulkan bahwa bukanlah daerah Yaman letak sebenarnya negeri Saba’ itu, melainkan ia berada di sebuah wilayah dengan pusatnya di pulau Jawa, dimana dahulu wilayah itu mencakup wilayah Indonesia dan masih merupakan sebuah daratan yang luas atau berupa sebuah benua. Berikut saya tuliskan 14 bukti yang dikemukakan oleh KH fahmi Basya yang mengungkapkan bahwa negeri saba’ dalam Al Qur’an itu bukan terletak di Yaman melainkan di Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PERTAMA. Nama saba’ itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“..dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.” (QS. 27:22).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Indonesia ada nama dan tempat bernama saba’ (tempat pertemuan) dan ada tempatnya. sementara di Yaman tidak ada. Yang ada hanya sabuun(prasasti), tapi tidak ada a=nama tempat bernama saba’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KEDUA. Hutan saba’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah hutan (kebun) di sebelah kanan dan di sebelah kiri” (QS.34:14).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disebutkan terdapat hutan sebagai tanda kekuasaan (ayat). Allah menyebut sesuatu sebagai ayat maka berarti sesuatu tersebut tidak akan hilang dan tetap dapat di amati oleh manusia. Sebagaimana dalam QS 54.15 Allah menyebut kapal nabi nuh sebagai ayat dan itu kita temukan. Maka sesuai sebutan “ayat” itu seharusnya hutan itu juga bisa ditemukan atau pastilah hutan saba’ itu masih ditemukan. Kita bisa buka dalam kamus bahasa jawa kawi, HUTAN dalam bahasa jawa adalah WANA, dan SABA’ berarti PERTEMUAN. Jadi hutan saba’ itu ada di pulau jawa yaitu WANASABA=WONOSOBO Ada juga nama sleman yang berasal dari kata sulaiman. Sementara di Yaman tidak diketemukan nama-nama semacam itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KETIGA. Tempat bersujud (menyembah) kepada matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah (bersujud kepada) matahari…” (QS. 27:24).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Yaman tidak dijumpai tempat semacam itu, sementara di Indonesia tempat semacam itu ada yaitu di kawasan bukit candi Boko. Disana ada tempat yang digunakan untuk menyembah matahari yang berupa bangunan di atas bukit menghadap ketimur, ke arah matahari terbit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KEEMPAT. Bangunan di lembah semut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab[1097]: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku …” (QS. 27:40).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Yaman tidak ada bangunan semacam ini, tapi di Indonesia ada, yaitu candi Borobudur. candi Borobudur terletak di sebuah lembah, dan itulah lembah semut, lembah terindah di dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KELIMA. Fakta pemindahan. Ada bekas stupa di candi Boko (36 km dari candi Borobudur), dimana tekstur bekas stupa itu sangat mirip dengan yang ada di candi borobudur. di Yaman tidak ada.&lt;br /&gt;
KEENAM. Sidrin qolil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…sesuatu yang disebut sidrin Qolil” (QS. 34:16).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di indonesia sidrin qolil ini masih ada sampai sekarang, yaitu terdapat di candi Boko, sementara di Yaman tidak ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KETUJUH. Buah yang rasanya pahit, dan menjadi buah mulut (cerita rakyat).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…dan kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit…” (QS. 34:16).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Indonesia ada buah yang rasanya pahit yaitu buah MAJAPAHIT, di Yaman tidak ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KEDELAPAN. Sisa banjir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Maka kami datangkan kepada mereka banjir yang besar…” (QS.34:16).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Yaman disebutkan banjir ini disebabkan runtuhnya bendungan Ma’rib (sebesar bendungan situ gintung) tapi banjir yang semacam ini terlalu kecil untuk memusnahkan sebuah negeri. Tapi di Indonesia banjir itu ada yaitu banjir sangat besar yang menenggelamkan dataran/dangkalan sunda, mengakibatkan Indonesia terbagi menjadi banyak pulau. Fakta sejarah mengungkapkan bahwa dulu nusantara merupakan satu wilayah daratan yang luas sebelum menjadi wilayah kepulauan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KESEMBILAN. Bukti bahwa negeri saba’ telah dihancurkan sehancur-hancurnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maka kami jadikan mereka buah mulut dan kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur.” (QS.34:19).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Indonesia fakta jelas mengatakan bahwa wilayah nusantara yang dulunya satu daratan, setelah banjir besar di jaman es terbagi menjadi 17.000 pulau. Dari 1 menjadi 17.000. dalam sejarah dunia belum pernah ada daratan yang karena suatu kejadian kemudian menyebabkannya terbagi menjadi 17.000 bagian. Inilah maksud dari dihancurkan sehancur-hancurnya. Semantara di Yaman tidak ada fakta semacam itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KESEPULUH.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kami bataskan padanya perjalanan…” (QS.34:18).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah banjir besar, maka perjalana darat menjadi terbatas karena pulau-pulau dibatasi lautan. Sementara di Yaman tidak ditemukakan fakta ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SEBELAS. Jarak terbang ideal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.” (QS.27:22).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pergilah dengan (membawa) suratku ini” (QS.27:28)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
jarak pemindahan istana adalah sejauh jarak terbang burung (36 km). di Indonesia jarak ideal ini ada Yaitu jarak candi Borobudur-candi Boko. Sementara kalo di Yaman, jarak antara Yaman-Palestina terlalu jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KEDUABELAS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu.” (QS.34:21).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi pastilah Allah memelihara negeri saba’ yang menjadi ayat (tanda kekuasaan) Nya itu. Di Yaman sudah tidak ada, sementara di Indonesia masih ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KETIGABELAS. Surat dari Nabi Sulaiman untuk ratu Balqis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berkata ia (Balqis): “Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia. Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: “bismillahirrahmaanirrahiim” (QS. 27:29-30).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Indonesia ada bukti yang ditemukan di istana ratu boko berupa lempengan/plat emas bertuliskan bismillahirrahmaanirrahiim. Di Yaman tidak ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KEEMPATBELAS. Gedung yang tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku).” (QS.34:13).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Indonesia jelas ada yaitu candi borobudur, sedangkan di Yaman tidak ada.&lt;br /&gt;
Bagaimana tanggapan para pembaca setelah membaca artikel ini? Tidak percaya??&lt;br /&gt;
Mengapa piramida berbentuk segitiga?&lt;br /&gt;
Rahasia di balik stupa di borobudur?&lt;br /&gt;
Di mana letak kerajaan Nabi Sulaiman dan Ratu Belqis?&lt;br /&gt;
Di mana letak kerajaan Nabi Ibrahim?&lt;br /&gt;
Rahasia di balik sa’i?&lt;br /&gt;
Hubungan Hajar Aswad dengan Candi Borobudur?&lt;br /&gt;
Rahasia Saba’ dalam Al-Qur’an?&lt;br /&gt;
Bukti kebenaran kerajaan Nabi Sulaiman dan Ratu Belqis di Indonesia?&lt;br /&gt;
Silahkan tonton/download videonya &lt;a href="https://www.youtube.com/watch?v=Jlp_NdmMb8E" target="_blank"&gt;DISINI&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga Bermanfaat...&lt;/div&gt;
</description><link>https://annangws.blogspot.com/2014/01/sejarah-candi-borobudur-menurut-al-quran_10.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzcDW0I2wICVKNZs0l7w7THmk8qjrIXYUeJ6fWc1MfaRG2MGK7fp9H-BuQ9dYaHJ7FZ8b_2WjQw_DXhPhRqk7V7BCDgtFgKY1pwjzkH-qTm98Dwz6nTbKatjnrKYXP8_aW1vAr6QoXhYY/s72-c/Candi+Borobudur.jpg" width="72"/><author>annangwibowo@gmail.com (Annang Wibowo)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8939264794050496271.post-4547488930292868497</guid><pubDate>Tue, 30 Apr 2013 02:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-30T09:33:56.956+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL</category><title>ISLAM DALAM FALSAFAH WAYANG</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://annangws.blogspot.com/2013/04/islam-dalam-falsafah-wayang.html" target="_blank"&gt;&lt;img alt="ISLAM DALAM FALSAFAH WAYANG" border="0" height="207" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2SQNV-H36_3ozenkJ6hHnyo1Ydh50UNGr4KR2QEfHDMg5IpY_dCSFBNoxCnzZMpw_N3BrhFLoPLUt7XTl5Qnef1ZtOI32bvpCYerm4xlEHTs5CaBEt8W9Uc229xcPUepXK5TiH1SyN8E/s320/wayang.jpg" title="WAYANG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Tamsil paling menonjol yang dekat dengan budaya lokal ialah Wayang dan lakon perang Bala Kurawa dan Pandawa yang sering dipertunjukkan dalam pagelaran wayang. Penyair-penyair sufi Arab dan Persia seperti Fariduddin `Attar dan Ibn Fariedh menggunakan tamsil wayang untuk menggambarkan persatuan mistis yang dicapai seorang ahli makrifat dengan Tuhannya. Pada abad ke-11 dan 12 M di Persia pertunjukan wayang Cina memang sangat populer (Abdul Hadi W.M. 1999:153).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna simbolik wayang dan layar tempat wayang dipertunjukkan, berkaitan pula dengan bayang-bayang dan cermin. Dengan menggunakan tamsil wayang dalam suluknya Sunan Bonang seakan-akan ingin mengatakan kepada pembacanya bahwa apa yang dilakukan melalui karyanya merupakan kelanjutan dari tradisi sastra sebelumnya, meskipun terdapat pembaharuan di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanya oleh Sunan Kalijaga mengenai falsafah yang dikandung pertunjukan wayang dan hubungannya dengan ajaran tasawuf, Sunang Bonang menunjukkan kisah Baratayudha (Perang Barata), perang besar antara Kurawa dan Pandawa. Di dalam pertunjukkan wayang kulit Kurawa diletakkan di sebelah kiri, mewakili golongan kiri. Sedangkan Pandawa di sebelah kanan layar mewakili golongan kanan. Kurawa mewakili nafi dan Pandawa mewakili isbat. Perang Nafi Isbat juga berlangsung dalam jiwa manusia dan disebut jihad besar. Jihad besar dilakukan untuk mencapai pencerahan dan pembebasan dari kungkungan dunia material.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunan Bonang berkata kepada Wujil: “Ketahuilah Wujil, bahwa pemahaman yang sempurna dapat dikiaskan dengan makna hakiki pertunjukan Wayang. Manusia sempurna menggunakan ini untuk memahami dan mengenal "Yang". Dalang dan wayang ditempatkan sebagai lambang dari tajalli (pengejawantahan ilmu) Yang Maha Agung di alam kepelbagaian. Inilah maknanya: Layar atau kelir merupakan alam inderawi. Wayang di sebelah kanan dan kiri merupakan makhluq ilahi. Batang pokok pisang tempat wayang diletakkan ialah tanah tempat berpijak. Blencong atau lampu minyak adalah nyala hidup. Gamelan memberi irama dan keselarasan bagi segala kejadian. Ciptaan Tuhan tumbuh tak tehitung. Bagi mereka yang tidak mendapat tuntunan ilahi ciptaan yang banyak itu akan merupakan tabir yang menghalangi penglihatannya. Mereka akan berhenti pada wujud zahir. Pandangannya kabur dan kacau. Dia hilang di dalam ketiadaan, karena tidak melihat hakekat di sebalik ciptaan itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya kata Sunan Bonang “Suratan segala ciptaan ini ialah menumbuhkan rasa cinta dan kasih. Ini merupakan suratan hati, perwujudan kuasa-kehendak yang mirip dengan-Nya, walaupun kita pergi ke Timur-Barat, Utara-Selatan atau atas ke bawah. Demikianlah kehidupan di dunia ini merupakan kesatuan Jagad besar dan Jagad kecil. Seperti wayang sajalah wujud kita ini. Segala tindakan, tingkah laku dan gerak gerik kita sebenarnya secara diam-diam digerakkan oleh Sang Dalang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar itu Wujil kini paham. Dia menyadari bahwa di dalam dasar-dasarnya yang hakiki terdapat persamaan antara mistisisme Hindu dan tasawuf Islam. Di dalam Kakawin Arjunawiwaha karya Mpu Kanwa, penyair Jawa Kuno abad ke-12 dari Kediri, falsafah wayang juga dikemukakan. Mpu Kanwa menuturkan bahwa ketika dunia mengalami kekacauan akibat perbuatan raksasa Niwatakawaca, dewa-dewa bersidang dan memilih Arjuna sebagai kesatria yang pantas dijadikan pahlawan menentang Niwatakawaca. Batara Guru turun ke dunia menjelma seorang pendeta tua dan menemui Arjuna yang baru saja selesai menjalankan tapabrata di Gunung Indrakila sehingga mencapai kelepasan (moksa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam wejangannya Batara guru berkata kepada Arjuna: “Sesunguhnya jikalau direnungkan baik-baik, hidup di dunia ini seperti permainan belaka. Ia serupa sandiwara. Orang mencari kesenangan, kebahagiaan, namun hanya kesengsaraan yang didapat. Memang sangat sukar memanfaatkan lima indra kita. Manusia senantiasa tergoda oleh kegiatan indranya dan akibatnya susah. Manusia tidak akan mengenal diri peribadinya jika buta oleh kekuasaan, hawa nafsu dan kesenangan sensual dan duniawi. Seperti orang melihat pertunjukan wayang ia ditimpa perasaan sedih dan menangis tersedu-sedu. Itulah sikap orang yang tidak dewasa jiwanya. Dia tahu benar bahwa wayang hanya merupakan sehelai kulit yang diukir, yang digerak-gerakkan oleh dalang dan dibuat seperti berbicara. Inilah kias seseorang yang terikat pada kesenangan indrawi. Betapa besar kebodohannya.” (Abdullah Ciptoprawiro 1984)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Batara Guru berkata, “Demikianlah Arjuna! Sebenarnya dunia ini adalah maya. Semua ini sebenarnya dunia peri dan mambang, dunia bayang-bayang! Kau harus mampu melihat Yang Satu di balik alam maya yang dipenuhi bayang-bayang ini.” Arjuna mengerti. Kemudian dia bersujud di hadapan Yang Satu, menyerahkan diri, diam dalam hening. Baru setelah mengheningkan cipta atau tafakur dia merasakan kehadiran Yang Tunggal dalam batinnya. Kata Arjuna:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;Sang Batara memancar ke dalam segala sesuatu&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menjadi hakekat seluruh Ada, &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; sukar dijangkau&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bersemayam di dalam Ada dan Tiada,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Di dalam yang besar dan yang kecil, &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Yang baik dan yang jahat&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penyebab alam semesta, pencipta dan pemusnah&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sang Sangkan Paran (Asal-usul) jagad raya&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bersifat Ada dan Tiada, &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Zakhir dan batin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Demikianlah, dengan menggunakan tamsil wayang, Sunan Bonang berhasil meyakinkan Wujil bahwa peralihan dari zaman Hindu ke zaman Islam bukanlah suatu lompatan mendadak bagi kehidupan orang Jawa. Setidak-tidaknya secara spiritual terdapat kesinambungan yang menjamin tidak terjadi kegoncangan. Memang secara lahir kedua agama tersebut menunjukkan perbedaan besar, tetapi seorang arif harus tembus pandang dan mampu melihat hakikat sehingga penglihatan kalbunya tercerahkan dan jiwanya terbebaskan dari kungkungan dunia benda dan bentuk-bentuk. Itulah salah satu inti ajaran Sunan Bonang dalam Suluk Wujil.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>https://annangws.blogspot.com/2013/04/islam-dalam-falsafah-wayang.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2SQNV-H36_3ozenkJ6hHnyo1Ydh50UNGr4KR2QEfHDMg5IpY_dCSFBNoxCnzZMpw_N3BrhFLoPLUt7XTl5Qnef1ZtOI32bvpCYerm4xlEHTs5CaBEt8W9Uc229xcPUepXK5TiH1SyN8E/s72-c/wayang.jpg" width="72"/><author>annangwibowo@gmail.com (Annang Wibowo)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8939264794050496271.post-6408193242374169849</guid><pubDate>Mon, 29 Apr 2013 10:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-29T17:28:04.761+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL</category><title>BAHTERA RAHMATAN LIL'ALAMIN</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://annangws.blogspot.com/2013/04/bahtera-rahmatan-lilalamin.html" target="_blank"&gt;&lt;img alt="BAHTERA RAHMATAN LIL'ALAMIN" border="0" height="237" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjipttu3-q3Uu-wUZPZI91lH_JgXMSLeuem2rEp-TvL2CKhjq9yMkGFUxGN6Hj39-1mZ6JUvuWX8ev9gZBDrHp-tWDOkd8pwAXMLreYgsYNmNPCZybko1vFyxJGMN0opkROFYQNgNJsfoE/s320/Bahtera+Lil%27alamin.jpg" title="BAHTERA RAHMATAN LIL'ALAMIN" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Jangan tertipu dengan siang dan malam, jangan tertipu dengan kesusahan dan kesenangan, jangan tertipu dengan harta ataupun kemiskinan, jangan tertipu dengan segala kejadian. Karena Yang Maha memiliki kejadian yang akan datang adalah Allah subhanahu wata’ala,..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Tahu hanyalah Allah. Maha Tahu tentang kejadian esok, Maha Tahu dimana seseorang akan wafat, dan Dia masih terus melihat kita di setiap waktu dan saat, dan Dia Yang Maha Baik, Dialah Allah subhanahu wata’ala, Dialah Yang Maha Indah, Dialah Yang Maha Berkasih sayang, Dialah Yang Maha Lembut, Dialah Yang Maha memanggil setiap ruh dan jiwa untuk mencapai keluhuran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah hal itu Sahabat... Kita berusaha dengan segala kemampuan kita, tapi ingatlah bahwa semuanya ditentukan oleh Yang Maha Menentukan. Berusaha dan Berdzikir itu adalah hal terbaik yang kita jalankan dan itulah perbuatan orang yang paling beruntung, tiada orang yang paling beruntung melebihi orang yang banyak berdzikir...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin lemah seseorang maka semakin sedikit ia berdzikir, dan semakin lemahlah ia diombang ambingkan siang dan malam. Ketika datang fitnah ia terguncang, datang pujian ia terguncang, datang kenikmatan ia terguncang, datang musibah ia terguncang, datang kepada teman ia terguncang, ada teman ia merasa bingung, tidak ada teman ia merasa bingung juga, sendiri ia merasa tidak enak, bersama teman ada saja masalah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus muncul kegundahan karena jiwanya tidak mau mengikat dan menyambung hubungan dengan Allah subhanahu wata’ala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sambungkanlah jiwa kami dengan cahaya keindahan-Mu Ya Rabby.., &lt;br /&gt;Sehingga kami menjadi kuat melewati samudera kehidupan yang dahsyat gelombangnya, &lt;br /&gt;Kami tidak terombang ambingkan oleh ombak hingga timbul dan tenggelam didalam kehidupan yang kami lewati, &lt;br /&gt;Tapi selamatkan kami di bahtera sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, &lt;br /&gt;Jangan biarkan kami satu persatu sendiri di dalam perahu kecil yang sebentar terbalik kemudian timbul dan tenggelam, &lt;br /&gt;Sebagian tenggelam dalam kemurkaan-Mu dan sebagian selamat dengan susah payah, &lt;br /&gt;Maka naikkan kami pada bahtera terbesar rahmatan lil’alamin, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang Engkau tunjuk sebagai pembawa kesejukan dan kasih sayang-Mu, &lt;br /&gt;Orang yang paling berbudi pekerti indah kepada muslim atau non muslim, kepada teman atau musuh, tidak ada orang yang lebih ramah yang kita ketahui di dunia ini melebihi nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, sangat ramah bahkan kepada musuhnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan didalam Sirah Ibn Hisyam, ketika Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam keluar dari rumahnya, di saat itu Abu Jahl telah menunggu dari kejauhan. Ia telah menggali lubang agar Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam jatuh terperangkap kedalam lubang dan celaka, kemudian ia akan mentertawakan Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam seraya berkata : “seorang Rasul terperangkap kedalam lubang, padahal ia mempunyai wahyu dari Tuhan tetapi tidak mengetahui ada perangkap di depannya“. Lubang sudah digali di depan pintu rumah nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam tetapi nabi tidak keluar, pintu diketok nabi tetap tidak keluar, diketok kedua kalinya nabi pun tidak keluar, kemudian pintu diketok untuk ketiga kalinya maka Rasulullah membuka pintu dan mengagetkan Abu jahl. Kemudian Abu Jahl kaget dan mundur akhirnya ia masuk sendiri kedalam lubang yang digalinya, lalu siapa yang ia minta pertolongan saat itu ? ialah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Teman-teman Abu Jahl yang menyaksikan Abu Jahl yang ingin mencelakakan nabi dari kejauhan, berhasil atau tidak. Maka ketika mereka melihat Abu Jahl yang terjatuh kedalam lubang itu, mereka pun lari takut kepada Nabi Muhammad dan tidak mau menolong Abu Jahl. Maka siapa yang akan menolongnya, siapa yang ia panggil ? Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Ia memanggil “Ya Muhammad !”, tidak salahkah ia menggali lubang untuk mencelakakan nabi Muhammad dan setelah terpuruk sendiri ia meminta bantuan kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka tangan mulia itupun terulur untuk mengangkat tangan Abu Jahl, padahal itu musuhnya yang selalu menghalangi dakwah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, tetapi ia diangkat dan diselamatkan oleh sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, menyelamatkan Abu Jahl dari perangkap yang telah ia buat untuk mencelakakan dirinya, kenapa ? padahal jika nabi Muhammad membunuhnya maka berkuranglah satu orang yang menjadi penghalang dakwah, sudah jelas-jelas siang dan malam ia selalu memerangi dakwah sang Nabi di Makkah, biarkan saja jika ia mati dalam perangkap itu karena akan bertambah mudah dakwah sang nabi. Namun beliau shallallahu ‘alaihi wasallam ingin menyelamatkan orang yang paling jahat didalam dakwahnya, kalau bisa ia selamat dari kemurkaan Allah subhanahu wata’ala, kalau bisa ia selamat dari api neraka, maka beliau selamatkan Abu Jahl barangkali ia mendapatkan hidayah dan masuk Islam supaya ia selamat dari api neraka, demikian indahnya nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>https://annangws.blogspot.com/2013/04/bahtera-rahmatan-lilalamin.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjipttu3-q3Uu-wUZPZI91lH_JgXMSLeuem2rEp-TvL2CKhjq9yMkGFUxGN6Hj39-1mZ6JUvuWX8ev9gZBDrHp-tWDOkd8pwAXMLreYgsYNmNPCZybko1vFyxJGMN0opkROFYQNgNJsfoE/s72-c/Bahtera+Lil%27alamin.jpg" width="72"/><author>annangwibowo@gmail.com (Annang Wibowo)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8939264794050496271.post-8523073284603056861</guid><pubDate>Sat, 27 Apr 2013 17:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-28T00:00:18.996+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL</category><title>JASAD AYAH USTADZ JEFRY AL-BUKHORI MASIH UTUH</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://annangws.blogspot.com/2013/04/jasad-ayah-ustadz-jefry-al-bukhori.html" target="_blank"&gt;&lt;img alt="JASAD AYAH USTADZ JEFRY AL-BUKHORI MASIH UTUH" border="0" height="197" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuFXg0DbviIWYJer9gaUVplIP6yYzldmr0Sq3Q9PecXeWun7adBdRA_mgE4-hjxNSFgfrvS1EwrmcqPRilqCjEeZIYhXAFRvEvR-YL79rAFqJ6NXo650Z3wRN185XmV3gQAsAzBOjT9IY/s320/pemakaman+uje.jpg" title="PEMAKAMAN UJE" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Kabar kematian ustadz muda yang dijuluki ustadz gaul ini tentu saja mengagetkan. Terlebih untuk istrinya Pipik Dian Irawati dan keempat anak mereka. Mereka tidak menyangka Uje akan pergi di usia yang masih terbilang muda. Isak tangis pun mengiringi kedatangan jenazah Uje di kediamannya di Bukit Mas Narmada III Bintaro, Rempoa, Tangerang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak pagi, ratusan pelayat silih berganti datang ke rumah duka, tidak lama setelah kabar wafatnya Uje tersebar. Menjelang siang, jenazah Uje dibawa ke Masjid Istiqlal. Usai salat jumat, ribuan jamaah menyalatkan jenazah da"i bersuara merdu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai disalatkan, jenazah Uje dibawa ke TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat untuk dikebumikan. Uje dimakamkan bersebelahan dengan makam ayahnya, H. Ismalid Modal, yang sudah meninggal 21 tahun lalu. Banyak sekali orang yang datang ke TPU tersebut. Mereka semua ingin melihat dan mengantarkan Uje ke tempat peristirahatan terakhirnya. Saking banyaknya pelayat, jalanan di sepanjang Jalan K.H. Mas Mansyur macet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara ribuan pelayat itu tampak sejumlah artis maupun ulama yang hadir mengantar kepergian Uje untuk selama-lamanya. Seperti Ungu, Teuku Wisnu, Opick, Nuri Maulida, dan sejumlah artis lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai tempat pemakaman, pihak keluarga memang menginginkan agar almarhum dimakamkan disebelah makam ayahnya. Kebetulan, di situ adalah makam keluarga Uje. Selain ayah, ada juga makam kakeknya. Namun ketika tanah untuk makam Uje digali, petugas makam hanya bisa menggali hingga 1,2 meter saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab di kedalaman itu masih terlihat kain kafan milik mendiang ayah Uje. "Itu masih ada kafan almarhum ayahnya Uje. Itu terlihat kan masih utuh," kata petugas. "Jadi bisanya segini. Nanti jenasah Uje diletakkan di sini. Agak di atas ayahnya," lanjut petugas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jasadnya masih utuh, padahal Pak Ismail meninggal tahun 1992. Saya dikasih lihat sama tukang gali kuburnya," ujar Icih, salah seorang keluarga Uje saat ditemui di TPU Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar pukul 14.30 jenasah tiba di pemakaman. Rombongan jenasah sempat kesulitan menuju liang lahat. Sebab ribuan orang sudah memadati area pemakaman. Dan banyak yang mendekat mengelilingi liang. Tenda yang menaungi liang pun sampai bergoyang mau rubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Subhanallah...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>https://annangws.blogspot.com/2013/04/jasad-ayah-ustadz-jefry-al-bukhori.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuFXg0DbviIWYJer9gaUVplIP6yYzldmr0Sq3Q9PecXeWun7adBdRA_mgE4-hjxNSFgfrvS1EwrmcqPRilqCjEeZIYhXAFRvEvR-YL79rAFqJ6NXo650Z3wRN185XmV3gQAsAzBOjT9IY/s72-c/pemakaman+uje.jpg" width="72"/><author>annangwibowo@gmail.com (Annang Wibowo)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8939264794050496271.post-962172183290045266</guid><pubDate>Sat, 27 Apr 2013 01:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-27T08:25:06.792+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">LADUNA ILMA</category><title>Di Dunia Ada Surga, SURGA DUNIA MAKRIFATULLAH</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://annangws.blogspot.com/2013/04/surga-dunia-makrifatullah.html" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Di Dunia Ada Surga, SURGA DUNIA MAKRIFATULLAH" border="0" height="228" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj38-NPt97L0vHeyFz1bJwvwai7bl5kaZOw8rPuzU1t9g0QSMFZIZK3Ays7fa07awwnWwdGTDGCG4ZkNevc2NMPHZBYOg2UIqNZI1KQgcCRMO3zBRl44uabYguILHig7qvHPueZQNZ4iMA/s320/makrifatullah.jpg" title="MAKRIFATULLAH" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Metode penjabaran kalimah Tauhid LA ILLAHA ILALLAH selain menjabarkan tentang mengenal diri, adanya empat tingkat ilmu, juga menjabarkan tentang adanya empat tahap keyakinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Keyakinan dalam ilmu syari'at duduknya ditubuh, disebut ilmu yakin. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Yaitu : Yakin benar sesuai apa kata Guru dan atau pada apa yang tertulis di kitab-kitab termasuk pada Al-Quran dan Hadits, Ijma dan Qiyas jumhur para 'Ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang duduk di keyakinan ini disebut muslim karena hanya mengikuti perintah dan larangan pada lahirnya saja dari apa yang tersurat atau tertulis baik yang ada dikitab termasuk Al-Qur'an dan As-Sunnah maupun dari apa yang disampaikan oleh Guru/Mursyid/Pembimbing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Keyakinan dalam ilmu Tarekat/Thoriqoh duduknya dihati, disebut 'Ainul yakin. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Yaitu : Yakin benar sesuai apa kata hati/sanubari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang duduk di keyakinan ini disebut Mu'min karena telah mampu berketetapan dengan membenarkan apa yang harus dibenarkan dengan Hatinya jadi tidak tergantung dari apa yang di sampaikan oleh Guru ataupun dari apa yang tertulis di Kitab-kitab termasuk Al-Qur'an dan Hadits, Ijma dan Qiyas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah Orang-orang MU’MIN karena akan banyak mendapat karunia dari Allah Subhanahu Wata'la sebagaimana firman-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mu’min bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah."&lt;br /&gt;( Al-Ahzab 47 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadist Qudsi, berkata Abu Hurairah ra. bahwa Rosulillah Sholallohu 'Alaihi wasallam bersabda : Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hamba-Ku yang Mukmin adalah lebih Kucintai daripada setengah para Malaikat-Ku."&lt;br /&gt;[HR. Thobaroni]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Keyakinan dalam Ilmu Hakekat/Hakiqot duduknya di Jiwa, disebut Hakkul YAKIN.&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Yaitu : Yakin benar sesuai apa kata Jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan pada Jiwa yang dikatakan sebenar-benarnya Guru/Mursyid MuRobbii adalah Nur Muhammad Rosulillah Sholallohu 'Alaihi Wasallam sebagai pemegang Kunci pintu surga/Miftahul Jannah dan keyakinan pada Nyawa ini berdasarkan Firman Allah Shubhanahu wata'ala dalam Al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah mengilhamkan kepada Jiwa/Nyawa itu jalan Kefasikan dan KeTaqwaannya, sesu­ngguhnya beruntunglah orang yang mensucikan Jiwa/Nyawa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya."&lt;br /&gt;( SYAMS 8-10 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Keyakinan dalam Ilmu Ma'rifattulloh duduknya di Rahasia, disebut Kamalul Yakin atau Yakin yang sempurna. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Yaitu : Yakin benar karena Allah semata ( Kontak Langsung )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan pada tingkatan ini hanya dimiliki oleh orang yang bertaqwa dan telah dimuliakan oleh Allah Subhanahu wata'ala atau biasa disebut sebagai kekasih Allah subhanahu wata'ala atau Auliya. Keyakinannya berdasarkan atas penyaksian yang terjadi dalam perjalanan Spiritual yang di perjalankan oleh Allah Subhanahu wata'ala sebagaimana firman Allah Subhanahu wata'ala dalam Al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tidak menghadirkan mereka ( Iblis dan anak cucunya ) untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak pula penciptaan diri mereka sendiri, dan tidaklah aku mengambil orang-orang yang menyesatkan itu sebagai penolong..."&lt;br /&gt;( Al-Kahfi 51 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyaksian yang terjadi termasuk bertemu dengan Allah SWT sebagaimana yang di isyaratkan dalam Hadist, Rosulillah Sholallohu 'Alaihi wasallam berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seseorang diantara kamu akan bercakap-cakap dengan Tuhannya tanpa ada penterjemah dan dinding yang mendindinginya." &lt;br /&gt;( HR. Bukhori )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya ada sebagian ilmu yang diibaratkan permata yang terpendam, tidak dapat mengetahuinya kecuali Ulama Billah. Apabila mereka mengungkapkan ilmu tersebut maka tidak seorangpun yang membantahnya kecuali orang–orang yang tidak paham tentang Allah."&lt;br /&gt;( Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi RA )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Pengajian Diri Dan Pengkajian Rasa.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya bisa jadi kita baru BerSyariat walau sudah merasa pinter (ibarat itu baru menaiki kapal besar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun belum berThoriqoht. (Ibarat belum menggerakan jalannya kapal diatas /tengah lautan sesuai haluan dgn methode perjalanannya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana mungkin kita mencapai Hakikat/Haqikot. (ibarat mencapai dan tahu serta mengenal cahaya-Nya lu'lu uwal marjan didasar lautan, menggapai pulau cinta dengan sebutan tanam manisnya buah keimanan dalam didikan hati kebenaran sejati)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebait syair: "Hakikat/hakiqot adalah akhir perjalanan mencapai tujuan, menyaksikan cahaya nan gemerlapan, dari ma’rifatullah yang penuh harapan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syari'at, thoriqoht dan hakikat tentu saling bertautan antara satu sama lain. Maka apabila syari’at merupakan peraturan, thoriqoht merupakan pelaksanaan, dan hakikat merupakan tujuan pokok yakni pengenalan Tuhan yang sebenar-benarnya. Itulah sejatinya kesempuranaan tujuan perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semisal tentang bersuci-thoharoh, menurut syari'atnya berbersih diri dengan air. Sedang thoriqohtnya bersih diri lahir dan bathin dari hawa nafsu. Kemudian Hakikatnya bersih hati dari selain Allah. Ya semuanya itu untuk mencapai Ma’rifat kepada Allah dengan sebenar-benarnya mengenal. Ingat slogan tak kenal maka tak sayang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lagi menurut syari’at bila seseorang yang akan melaksanakan sholat, wajib mustaqbila qiblati, karena al-Qur’an menyebutkan : "Hadapkanlah mukamu ke Masjidil Haram ( Ka’bah) di Mekkah." &lt;br /&gt;Menurut thoriqoht, hati wajib menghadap kepada Allah berdasarkan ayat al-Qur’an yang menyebutkan : "Fa’budunii ( sembahlah Aku )."&lt;br /&gt;Menurut hakikat, bahwa kita menyembah Allah seolah-olah melihat-Nya. Sebagaimana sebuah hadits yang berbunyi : "Sembahlah Tuhanmu seakan-akan engkau melihatNya, jika engkau tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Tuhan pasti melihat kamu."&lt;br /&gt;Selanjutnya menurut Ma’rifat ialah mengenal Allah untuk siapa dipersembahkan segala amal ibadah itu yang dengan khusyu’ seorang hamba dalam sholat merasa berhadapan dengan Allah, ketika itu perasaan bermusyahadah berintai-intaian dan bercakap-cakap (komunikatif) dengan Allah seolah-olah Allah berkata : "Innanii Ana Allah Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, maka kehadiran hati berkata : Anta Allah ( Engkaulah Allah). Lalu Allah berkata lagi : Aqimish-sholata lizikrii“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Bersholatlah untuk mengingat-Ku).&lt;br /&gt;Jadi kalau kita ibadah bukan hanya memotori dan menggemakan diri dengan kata-kata mesti ikhlas-ihklas-ihklas dan benar sesuai tuntunan saja namun belum sejatinya bila masih terlintas atas beban keta'atan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ihklas itu sebuah cerminan dari kecintaan sehingga melaksanakan perintah bukan karena titah aturan semata tapi keridhoan kasih yang nyata yang hanya didapat dari proses mengenal... Kenali dirimu bila engkau ingin mengenal Tuhanmu, kenali diri itu makna bimbingan atas jiwa dan hati....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh paling mudah yaitu apabila kita mencintai kekasih kita tentu kita dengan ikhlas dan rela melakukan apapun tanpa dipinta apalagi diminta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga catatan singkat ini dapat difahami dan diresapi serta bermanfaat adanya...&lt;/div&gt;
</description><link>https://annangws.blogspot.com/2013/04/surga-dunia-makrifatullah.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj38-NPt97L0vHeyFz1bJwvwai7bl5kaZOw8rPuzU1t9g0QSMFZIZK3Ays7fa07awwnWwdGTDGCG4ZkNevc2NMPHZBYOg2UIqNZI1KQgcCRMO3zBRl44uabYguILHig7qvHPueZQNZ4iMA/s72-c/makrifatullah.jpg" width="72"/><author>annangwibowo@gmail.com (Annang Wibowo)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8939264794050496271.post-7213568654131670800</guid><pubDate>Fri, 26 Apr 2013 13:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-26T20:43:47.083+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL</category><title>ILMU</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://annangws.blogspot.com/2013/04/ilmu.html" target="_blank"&gt;&lt;img alt="ILMU" border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjryUINeGV-eio0Uk8d_QAfI3Gi5OlJ3LZ-RhLJ756nBLCKZNGThzSALhCsPVkyqk7wFsX1-9a7WjzKbScVKJ16iWtBdYtuPQ5f5azcSj3W7XFE5leVooO-HU45sdrMUl3uAuf9o1IgFqY/s320/ilmu1.jpg" title="ILMU" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Selayaknya bagi seorang muslim senantiasa memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar ia diberikan pemahaman akan agamanya dikarenakan Ilmu adalah suatu jalan yang akan menyampaikannya kepada kejayaan di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا لِطَالِبِ الْعِلْمِ رِضًا بِمَا يَطْلُبُ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya para Malaikat meletakkan sayap-sayapnya bagi penuntut ilmu, Ridho terhadap apa yang ia cari”. (Hadits Shohih Dishohihkan oleh Al-Imam Al-Albaniy di dalam Shohih Al-Jaami’ Ash-Shoghiir dari Hadits Sofwan bin ‘Assal Radhiyallahu ‘anhu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hadits yang lain Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَن سَلَكَ طَرِيقاً يَلتَمِسُ فِيهِ عِلماً سَهَّلَ اللهُ لَهُ به طَرِيقاً إِلىَ الجَنَّةِ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang menempuh suatu perjalanan untuk mencari suatu ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya suatu jalan untuk menuju ke Surga”. (Hadits Shohih Dishohihkan oleh Al-Imam Al-Albaniy di dalam Shohih Al-Jaami’ Ash-Shoghiir dari Hadits Abu Hurairoh Radhiyallahu ‘anhu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu itu tidak mungkin terpenuhi melainkan juga dengan berusaha menempuh segala sebab-sebab yang akan mengantarkannya untuk hal tersebut,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّمَا العِلمُ بِالتَّعَلُّمِ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya ilmu itu semata-mata diperoleh dengan dituntut (mempelajarinya)”. (Al-Hadits dihaasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albany di dalam Al-Silsilah Ash-Shohihah (1/ 605), dan Juga Al-Hafidh ibnu Hajar di dalam Syarah Fathul Bariy dari Hadits Abu Darda’).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Al-Hafidh ibnu Hajar Rahimahulloh: “Makna (dari hadits) bukanlah ilmu yang diakui itu kecuali apa-apa yang diambil dari para Nabi dan pewaris-pewaris mereka dengan cara mempelajarinya”. (Fathul Baariy Kitaabul Ilmi bab berilmu sebelum berbicara dan beramal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabiyullah Musa ‘Alaihis salam setelah memperoleh khabar dari Robb-nya subhanahu wa ta’ala bahwasannya seorang hamba-Nya yang bernama khidir ‘Alaihis salam memiliki ilmu yang tidak diketahui olehnya. Maka ia pun memohon kepada-Nya subhanahu wa ta’ala agar ditunjukkan jalan baginya untuk bisa berjumpa dengannya dan tidak merasa puas diri atau merasa cukup dari apa yang beliau peroleh dari ilmu. Untuk tujuan itu pula beliau mau bersusah payah, dan juga memikul lelah dalam menempuh jalan untuk bisa bertemunya dengan hamba-Nya tersebut serta menimba ilmu darinya, sebagaimana yang Allah telah kisahkan di dalam Kitab-Nya. Dalam keadaan beliau seorang Nabi yang Mulia ‘alaihis salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sepatutnya bagi seorang muslim yang telah merasakan kenikmatan ilmu untuk ia menuntut ilmu tersebut dari ahlinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Al-Imam Asy-Syafi’I Rahimahulloh: “Tidaklah seorang akan berhasil dalam menuntut ilmu yang mana ia menuntutnya dengan rasa bosan, atau merasa cukup, akan tetapi barangsiapa yang menuntutnya dengan pengorbanan, kehidupan yang sempit, dan berkhidmat untuk ilmu tersebut maka merekalah yang akan berhasil”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Al-Imam Muslim di dalam Shohihnya dari Yahya bin Abi Katsir Rahimahulloh: “Ilmu itu tidak akan diperoleh dengan tubuh yang santai”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah memberi taufiq bagi kami dan juga para para pembaca untuk dimudahkan dalam memahami agamanya. Sesungguhnya barangsiapa yang diberikan kefaqihan baginya dalam agamanya maka sesungguhnya ia telah diberkan kebaikan yang sangat banyak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ يُرِدْ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan maka Allah akan memberikan ia pemahaman dalam agamanya”.&lt;/div&gt;
</description><link>https://annangws.blogspot.com/2013/04/ilmu.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjryUINeGV-eio0Uk8d_QAfI3Gi5OlJ3LZ-RhLJ756nBLCKZNGThzSALhCsPVkyqk7wFsX1-9a7WjzKbScVKJ16iWtBdYtuPQ5f5azcSj3W7XFE5leVooO-HU45sdrMUl3uAuf9o1IgFqY/s72-c/ilmu1.jpg" width="72"/><author>annangwibowo@gmail.com (Annang Wibowo)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8939264794050496271.post-8096436843792629292</guid><pubDate>Mon, 22 Apr 2013 09:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-22T18:06:58.721+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL</category><title>TEROMPET SANGKAKALA</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://annangws.blogspot.com/2013/04/terompet-sangkakala.html" target="_blank"&gt;&lt;img alt="TEROMPET SANGKAKALA" border="0" height="247" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimYT8jEq4ExjK-j2WRUhfK38ymRN-w-8zfP4_VW0VD_qIvByFiY-_ejrJpnuyIYZrQNszmqzxgmMXLkMrcxIpHE50WOYCtA4V3odnTyjbxolB0HFySgoae3Z2gRcVfE2__aNV-tGKoexo/s320/terompet+sangkakala.jpg" title="TEROMPET SANGKAKALA" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;PERHATIKAN GAMBAR !!! INILAH GAMBARAN TEROMPET SANGKAKALA BERDASARKAN HADITS SHAHIH RASULULLAH SAW !!! MUHASABAHLAH !!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketika Allah telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah menjadikan sangkakala (terompet) dan diserahkan kepada malaikat Isrofil, kemudian ia letakkan dimulutnya sambil melihat ke Arsy menantikan bilakah ia diperintah". Saya bertanya: “Ya Rasulullah apakah sangkakala itu?” Jawab Rasulullah: “BAGAIKAN TANDUK DARI CAHAYA.” Saya tanya: “Bagaimana besarnya?” Jawab Rasulullah: “SANGAT BESAR BULATANNYA, DEMI ALLAH YANG MENGUTUSKU (MUHAMMAD) SEBAGAI NABI, BESAR BULATANNYA ITU LEBIH LUAS DARI LANGIT DAN BUMI, dan akan ditiup hingga tiga kali. Pertama: Nafkhatul faza’ (untuk menakutkan). Kedua: Nafkhatus sa’aq (untuk mematikan). Ketiga: Nafkhatul ba’ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan).”&lt;br /&gt;
(KITAB TANBIHUL GHAFILIN)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belum lama ini sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Prof. Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman, melakukan observasi dan penelitian terhadap alam semesta untuk memastikan bentuk sebenarnya dari alam semesta raya ini. Kita tahu bahwa yang umumnya diperkirakan orang selama ini adalah bahwa alam semesta ini berbentuk bulat, bundar, atau bahkan ada pula yang menyebut bentuknya datar saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggunakan sebuah peralatan milik NASA yang diberi nama WMAP (Wilkinson Microwave Anisotropy Prob), pada akhir penelitiannya mereka membuat sebuah kesimpulan yang sangat mencengangkan. Menurut hasil penelitian tersebut, alam semesta ini ternyata bentuknya menyerupai terompet!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun ringkasan ilustrasi yang mereka gambarkan adalah bahwa pada bagian ujung belakang terompet (baca: alam semesta) merupakan alam semesta yang tidak dapat diamati (unobservable), sedang bagian depan, di mana bumi dan seluruh sistem tata surya berada, merupakan alam semesta yang masih mungkin untuk diamati (observable).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam hadits di AWAL disebutkan bahwa sangkakala atau terompet malaikat Izrofil itu bentuknya seperti tanduk dan terbuat dari cahaya. Ukuran bulatannya seluas langit dan bumi. bukankah bentuk 'laksana tanduk' mengingatkan kita pada terompet orang-orang jaman dahulu yang pada umumnya terbuat dari tanduk?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat seluas langit dan bumi dapat dipahami sebagai ukuran yang meliputi seluruh wilayah langit (sebagai lambang alam tak nyata/ghaib) dan bumi (sebagai lambang alam nyata/syahadah). Atau dengan kata lain, bulatan terompet malaikat Isrofil itu melingkar membentang dari alam nyata hingga alam ghaib.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kesahihan hadits di atas dapat dibuktikan dan data yang diperoleh lewat WMAP memang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, maka dapat dipastikan bahwa kita ini sesungguhnya bagaikan kupu-kupu yang hidup di tengah-tengah kaldera sebuah gunung berapi paling aktif yang siap meletus kapan saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.” (An-Naml:87)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makhluk langit saja terkejut, apalagi makhluk bumi yang notabene jauh lebih lemah dan lebih kecil. Sedangkan pada sambungan hadits di atas masih ada sedikit tambahan tentang seperti apa keterkejutan dan ketakutan makhluk bumi kelak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada saat tergoncangnya bumi, manusia bagaikan orang mabuk sehingga ibu yang mengandung gugur kandungannya, yang menyusui lupa pada bayinya, anak-anak jadi beruban dan setan-setan berlarian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Subhanallah!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maha Benar Allah Dengan Segala Firman-Nya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>https://annangws.blogspot.com/2013/04/terompet-sangkakala.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimYT8jEq4ExjK-j2WRUhfK38ymRN-w-8zfP4_VW0VD_qIvByFiY-_ejrJpnuyIYZrQNszmqzxgmMXLkMrcxIpHE50WOYCtA4V3odnTyjbxolB0HFySgoae3Z2gRcVfE2__aNV-tGKoexo/s72-c/terompet+sangkakala.jpg" width="72"/><author>annangwibowo@gmail.com (Annang Wibowo)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8939264794050496271.post-7260632589277817081</guid><pubDate>Mon, 22 Apr 2013 07:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-22T14:25:09.092+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL</category><title>Imam Asy-Syafi’i Menjelang Wafatnya</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://annangws.blogspot.com/2013/04/imam-asy-syafii-menjelang-wafatnya.html" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Imam Asy-Syafi'i Menjelang Wafatnya" border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDG1GK_WP5bHmMlarbkZOhNy4H-yiVDvMNIQHGRWBViGVy8LHKS-2Wa4IrIGtTYB6QJ5Mvkv-Gq7o5uyqfZLyQkTBafBFsICOBxgbDYi3tprCjKNnFPpOEGtT9wCB3irRd8RvN6kxmzsI/s320/Imam+Syafi%27i.jpg" title="Imam Syafi'i" width="230" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Imam Al-Muzany bercerita: “Aku menemui Imam Asy-Syafi’i menjelang beliau wafat, lalu kubertanya,&lt;br /&gt;“Bagaimana keadaanmu pada pagi ini, wahai Ustadzku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menjawab, &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Pagi ini aku akan melakukan perjalanan meninggalkan dunia, akan berpisah dengan kawan-kawanku, akan meneguk gelas kematian, akan menghadap kepada Allah dan akan menjumpai kejelekan amalanku. Aku tidak tahu, apakah diriku berjalan ke surga sehingga aku memberinya ucapan kegembiraan, atau berjalan ke neraka sehingga aku menghibur kesedihannya.”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berkata, “Nasihatilah aku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy-Syafi’iy berpesan kepadaku, &lt;i&gt;&lt;b&gt;“Bertakwalah kepada Allah, permisalkanlah akhirat dalam hatimu, jadikanlah kematian antara kedua matamu, dan janganlah lupa bahwa engkau akan berdiri di hadapan Allah. Takutlah terhadap Allah ‘Azza wa Jalla, jauhilah segalah hal yang Dia haramkan, laksanakanlah segala perkara yang Dia wajibkan, dan hendaknya engkau bersama Allah di manapun engkau berada. Janganlah sekali-kali engkau menganggap kecil nikmat Allah kepadamu walaupun nikmat itu sedikit dan balaslah dengan bersyukur. Jadikanlah diammu sebagai tafakkur, pembicaraanmu sebagai dzikir, dan pandanganmu sebagai pelajaran. Maafkanlah orang yang menzhalimimu, sambunglah (silaturrahmi dari) orang yang memutus silaturahmi terhadapmu, berbuat baiklah kepada siapapun yang berbuat jelek kepadamu, bersabarlah terhadap segala musibah, dan berlindunglah kepada Allah dari api neraka dengan ketakwaan.”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berkata, “Tambahlah (nasihatmu) kepadaku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau melanjutkan, &lt;i&gt;&lt;b&gt;“Hendaknya kejujuran adalah lisanmu, menepati janji adalah tiang tonggakmu, rahmat adalah buahmu, kesyukuran sebagai thaharahmu, kebenaran sebagai perniagaanmu, kasih sayang adalah perhiasanmu, kecerdikan adalah daya tangkapmu, ketaatan sebagai mata percaharianmu, ridha sebagai amanahmu, pemahaman adalah penglihatanmu, rasa harapan adalah kesabaranmu, rasa takut sebagai pakaianmu, shadaqah sebagai pelindungmu, dan zakat sebagai bentengmu. Jadikanlah rasa malu sebagai pemimpinmu, sifat tenang sebagai menterimu, tawakkal sebagai baju tamengmu, dunia sebagai penjaramu, dan kefakiran sebagai pembaringanmu. Jadikanlah kebenaran sebagai pemandumu, haji dan jihad sebagai tujuanmu, Al-Qur`an sebagai juru bicaramu dengan kejelasan, serta jadikanlah Allah sebagai Penyejukmu. Barangsiapa yang bersifat seperti ini, surga adalah tempat tinggalnya.”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bisa menjadi pelajaran untuk kita semua. Aamiiin...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>https://annangws.blogspot.com/2013/04/imam-asy-syafii-menjelang-wafatnya.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDG1GK_WP5bHmMlarbkZOhNy4H-yiVDvMNIQHGRWBViGVy8LHKS-2Wa4IrIGtTYB6QJ5Mvkv-Gq7o5uyqfZLyQkTBafBFsICOBxgbDYi3tprCjKNnFPpOEGtT9wCB3irRd8RvN6kxmzsI/s72-c/Imam+Syafi%27i.jpg" width="72"/><author>annangwibowo@gmail.com (Annang Wibowo)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8939264794050496271.post-8099600251573047048</guid><pubDate>Mon, 22 Apr 2013 00:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-22T07:18:55.882+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL</category><title>KUNCI SURGA</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://annangws.blogspot.com/2013/04/kunci-surga.html" target="_blank"&gt;&lt;img alt="KUNCI SURGA" border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjciuj-vo-HrPE8NzNpwY53q6EqzPSRjzeAE6E2BJu4ICJGcSDc7Qc-LHhHE800OYR35dbQCsZDF5vQXRUbpE_WfAwRE0W7KuA5SDKVMWo9h_HOEoyB39KTvpl7hLYjQh4v0M4gDC6whEg/s320/Kunci+Keberhasilan.gif" title="KUNCI SURGA" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Setiap muslim tentu menginginkan untuk masuk ke dalam surga dan selamat dari api neraka, untuk itu marilah kita memperhatikan sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam berikut ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ كَانَ آخِرُ كَلاَمِهِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang akhir ucapannya (sebelum mati) adalah kalimat Laa ilaaha illallah maka dia akan masuk surga.” [HR. Abu Daud dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu’anhu, Shahihul Jami’: 11425]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kunci surga adalah kalimat Laa ilaaha illallah. Ibarat sebuah rumah, surga memiliki pintu yang harus dibuka dengan sebuah kunci, itulah kalimat Laa ilaaha illallah. Akan tetapi, kenyataannya tidak semua orang yang memiliki kunci tersebut mampu membuka pintu surga, dikarenakan kunci mereka tidak bergerigi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam Al-Bukhari rahimahullah meriwayatkan dalam Shahih-nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَقِيلَ لِوَهْبِ بْنِ مُنَبِّهٍ أَلَيْسَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ مِفْتَاحُ الْجَنَّةِ قَالَ بَلَى وَلَكِنْ لَيْسَ مِفْتَاحٌ إِلاَّ لَهُ أَسْنَانٌ فَإِنْ جِئْتَ بِمِفْتَاحٍ لَهُ أَسْنَانٌ فُتِحَ لَكَ وَإِلاَّ لَمْ يُفْتَحْ لَكَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan pernah dikatakan kepada Wahb bin Munabbih rahimahullah, “Bukankah Laa ilaaha illallah adalah kunci surga?” Beliau menjawab, “Benar, akan tetapi tidak ada sebuah kunci kecuali memiliki gerigi, maka apabila engkau datang dengan kunci bergerigi akan dibukakan pintu surga untukmu, jika tidak maka tidak akan dibukakan untukmu”.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, penting sekali bagi setiap hamba untuk memahami kalimat syahadat Laa ilaaha illallah dengan baik dan mengamalkannya. Sebab tidak ada manfaatnya sama sekali jika seseorang hanya mengucapkan kalimat Laa ilaaha illallah, meskipun dia berzikir dengannya seribu kali setiap hari, tanpa memahami dan mengamalkannya, inilah yang dimaksud memiliki kunci tanpa gerigi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Makna Syahadat&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata syahadat (الشهادة) yang biasa diterjemahkan dengan “persaksian” berasal dari kata (شهد) secara bahasa maknanya adalah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أن يخبر بما رأى وأن يقر بما علم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seorang yang mengabarkan apa yang dia lihat dan menetapkan (meyakini) apa yang dia ketahui.” [Al-Mu’jamul Washit, 1/497]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun maknanya secara syari’at, berkata Asy-Syaikh Abdur Rahman bin Hasan rahimahumallah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من شهد أن لا إله إلا الله أى من تكلم بها عارفا لمعناها عاملا بمقتضاها باطنا وظاهرا فلابد فى الشهادتين من العلم واليقين والعمل بمدلولها&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seorang yang bersyahadat Laa ilaaha illallah adalah orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallah dengan mengetahui maknanya, mengamalkan konsekuensinya secara batin dan lahir. Maka harus ada dalam dua kalimat syahadat; ilmu, yakin dan mengamalkan kandungannya.” [Fathul Majid, hal. 65-66]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penjelasan di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa syahadat Laa ilaaha illallah yang benar apabila terpenuhi 4 syarat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ilmu tentang Laa ilaaha illallah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Yakin terhadap benarnya Laa ilaaha illallah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mengucapkan kalimat Laa ilaaha illallah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mengamalkan makna Laa ilaaha illallah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sekedar mengucapkan Laa ilaaha illallah tanpa memahami maknanya, atau tanpa meyakini dan mengamalkannya maka ulama seluruhnya sepakat (ijma’) bahwa syahadat tersebut tidak ada manfaatnya sama sekali. Asy-Syaikh Abdur Rahman bin Hasan rahimahumallah berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أما النطق بها من غير معرفة لمعناها ولا يقين ولا عمل بما تقتضيه : من البراءة من الشرك وإخلاص القول والعمل قول القلب واللسان وعمل القلب والجوارح فغير نافع بالإجماع&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adapun sekedar mengucapkan syahadat tanpa memahami maknanya, tidak pula meyakini dan mengamalkan konsekuensinya, yaitu berlepas diri dari syirik dan mengikhlaskan ucapan dan perbuatan, baik ucapan hati dan lisan, maupun amalan hati dan lisan (jika tidak dipersembahkan hanya bagi Allah) maka ucapan tersebut tidak bermanfaat berdasarkan kesepakatan ulama.” [Fathul Majid, hal. 66]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Makna Laa ilaaha illallah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah, serta keterangan para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah menjelaskan bahwa makna laa ilaaha illallah adalah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لا معبودَ حقٌّ إلا الله&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, segala sesuatu yang disembah oleh manusia selain Allah ta’ala adalah sesembahan yang salah (batil), karena tidak ada sesembahan yang benar (haq) kecuali Allah tabaraka wa ta’ala. Sebagaimana telah Allah ta’ala tegaskan dalam Al-Qur’an,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ الْبَاطِلُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dia-lah sesembahan yang benar dan sesungguhnya apa saja yang mereka sembah selain dari Allah adalah salah.” [Al-Hajj: 62 dan Luqman: 30]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rukun Laa ilaaha illallah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah menjelaskan bahwa kalimat Laa ilaaha illallah mencakup dua rukun, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~&amp;nbsp; An-Nafyu (penafikan) yang terdapat dalam kalimat Laa ilaaha, yang bermakna menafikan atau menganggap salah semua sesembahan selain Allah ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~&amp;nbsp; Al-Itsbat (penetapan) yang terdapat dalam kalimat illallah, yang bermakna menetapkan atau meyakini bahwa yang berhak disembah hanyalah Allah ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang hamba belum dianggap sebagai muslim sebelum dia mengamalkan dua rukun ini. Andaikan ada seorang hamba yang beribadah kepada Allah ta’ala; melakukan sholat, puasa, zakat dan ibadah-ibadah lainnya, namun dia tidak meyakini bahwa Allah ta’ala sebagai satu-satunya sesembahan yang benar dan selain-Nya adalah salah maka dia bukan muslim atau menjadi murtad karena tidak mengamalkan kalimat Laa ilaaha illallah yang merupakan pintu untuk masuk ke dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua rukun ini terdapat dalam banyak ayat, diantaranya firman Allah ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka barangsiapa mengingkari thoghut (sesembahan selain Allah) dan hanya beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia telah berpegang teguh dengan ikatan yang amat kokoh (yakni kalimat Laa ilaaha illallah).” [Al-Baqarah: 256]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah ta’ala, “Maka barangsiapa mengingkari thoghut (sesembahan selain Allah)” adalah penafikan seluruh sesembahan selain Allah ta’ala. Adapun firman-Nya, “Dan hanya beriman kepada Allah” adalah penetapan bahwa hanya Allah ta’ala satu-satunya sesembahan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Syarat Laa ilaaha illallah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah menjelaskan bahwa syarat Laa ilaaha illallah itu ada delapan, barangsiapa yang tidak mengamalkan salah satu darinya maka dia belum mengamalkan kalimat Laa ilaaha illallah, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Pertama: Ilmu, yaitu memahami makna dan rukun Laa ilaaha illallah secara benar. Allah ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَاعْلَمْ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلاَّ اللَّه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka berimulah bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah.” [Muhammad: 19]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa mati dalam keadaan berilmu bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, niscaya dia akan masuk surga.” [HR. Muslim dari Utsman bin Affan radhiyallahu’anhu]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang tidak memahami makna kalimat Laa ilaaha illallah maka tidak bermanfaat syahadat yang diucapkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Kedua: Yakin, yakni meyakini kebenaran makna dan rukun kalimat Laa ilaaha illallah tanpa meragukannya sedikitpun. Allah ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu.” [Al-Hujurat: 15]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنِّى رَسُولُ اللَّهِ لاَ يَلْقَى اللَّهَ بِهِمَا عَبْدٌ غَيْرَ شَاكٍّ فِيهِمَا إِلاَّ دَخَلَ الْجَنَّةَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah dan aku adalah utusan Allah. Tidaklah seorang hamba bertemu dengan Allah sambil membawa dua kalimat syahadat tersebut tanpa ragu kecuali pasti dia akan masuk surga.” [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Ketiga: Menerima (Al-Qobul), yaitu menerima dengan sepenuh hati konsekuensi kalimat Laa ilaaha illallah berupa penetapan bahwa hanya Allah ta’ala satu-satunya sesembahan yang benar dan selain-Nya adalah salah, tidak boleh menolak sedikitpun, baik dengan hati, lisan maupun perbuatan. Menolak kalimat Laa ilaaha illallah adalah sifat kaum musyrikin. Allah ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُو آلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَجْنُونٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kaum musyrikin itu apabila di katakan kepada mereka: (Ucapkanlah) Laa ilaaha illallah, mereka menyombongkan diri seraya berkata: Apakah kita harus meninggalkan sesembahan-sesembahan kita hanya karena ucapan penyair yang gila ini?” [As-Shaffat: 35-36]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Keempat: Tunduk dan Patuh (Al-Inqiyad), yaitu dengan mengamalkan makna dan rukun Laa ilaaha illallah, hanya beribadah kepada Allah ta’ala dan menjauhi segala sesembahan selain-Nya, disertai dengan mengamalkan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Allah ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَنْ يُسْلِمْ وَجْهَهُ إِلَى اللَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya (tunduk) kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang pada tali yang amat kokoh (yakni kalimat Laa ilaaha illallah).” [Luqman: 22]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Kelima: Jujur dan benar (Ash-Shidqu), yaitu jujur dan benar dalam beriman terhadap Laa ilaaha illallah, tanpa mengandung kedustaan sedikitpun dalam hati. Kedustaan dalam keimanan adalah sifat orang-orang munafik. Allah ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: “Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah”. Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah bersaksi bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta.” [Al-Munafiqun: 1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Shalallahu ‘alahi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَا مِنْ أَحَدٍ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ صِدْقًا مِنْ قَلْبِهِ إِلاَّ حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidaklah seseorang itu bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah dan Muhammad itu adalah hamba dan utusan-Nya, dia mengucapkannya dengan jujur dari lubuk hatinya, melainkan pasti Allah mengharamkan neraka atasnya.” [HR. Al-Bukhari dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu’anhu]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Keenam: Ikhlas, yaitu benar-benar ikhlas dari dalam hatinya semata-mata karena Allah ta’ala, bukan karena maksud dan tujuan lainnya. Allah ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصاً لَهُ الدِّينَ أَلا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ibadah kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang ikhlas (bersih dari syirik).” [Az-Zumar: 2-3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ لاََ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ أَوْ نَفْسِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang yang paling berbahagia dengan syafa’atku pada hari kiamat adalah orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallah dengan ikhlas dari hatinya atau dirinya.” [HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga sabda beliau shallallahu’alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ. يَبْتَغِى بِذَلِكَ وَجْهَ اللَّه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah mengharamkan neraka bagi orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallah semata-mata hanya untuk mengharapkan wajah Allah.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari ‘Itban bin Malik radhiyallahu’anhu]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Ketujuh: Mencintai (Al-Mahabbah), yaitu mencintai kalimat tauhid dan konsekuensinya berupa pemurnian ibadah kepada Allah ta’ala dan pengingkaran terhadap penghambaan kepada selain-Nya. Memurnikan cinta kepada Allah ta’ala adalah bagian dari tauhid. Allah ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan diantara manusia ada yang menjadikan tandingan-tandingan (sekutu) selain Allah yang dia cintai layaknya mencintai Allah. Sedangkan orang-orang yang beriman, sangat mencintai Allah diatas segala-galanya).” [Al-Baqarah: 165]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Kedelapan: Pengingkaran (Al-Kufran) terhadap semua sesembahan selain Allah ta’ala, yaitu menyalahkan semua sesembahan selain Allah ta’ala, tidak mempercayainya dan tidak pula menyembahnya, karena sesembahan yang benar dan patut diibadahi hanyalah Allah ta’ala. Allah ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka barangsiapa mengingkari thoghut (sesembahan selain Allah) dan hanya beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia telah berpegang teguh dengan ikatan yang amat kokoh (yakni kalimat Laa ilaaha illallah), yang tidak akan putus, dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” [Al-Baqarah: 256]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Kesalahan-kesalahan dalam Menafsirkan Laa Ilaaha Illallah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kesalahan Pertama:&lt;/b&gt; Tafsir Ahlul Kalam / Filsafat: Menafsirkan kalimat Laa Ilaaha Illallah dengan Tiada Pencipta Selain Allah [لا خالق إلا الله].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar bahwa tidak ada pencipta selain Allah ta’ala, namun hal itu bukanlah makna Laa ilaaha illallah. Dan jika makna ini diterima maka konsekuensinya kita harus menganggap orang-orang yang menyekutukan Allah dalam ibadah yang diperangi oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam adalah orang-orang yang beriman, sebab mereka juga beriman bahwa Allah ta’ala sang Pencipta. Allah ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَهُمْ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ فَأَنَّى يُؤْفَكُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sungguh jika kamu bertanya kepada kaum musyrikin itu: “Siapakah yang menciptakan mereka,” niscaya mereka menjawab: “Allah”, maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)?” [Az-Zukhruf: 87]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kesalahan Kedua:&lt;/b&gt; Tafsir Sufi / Tasawuf: Menafsirkan kalimat Laa Ilaaha Illallah dengan Tiada Sesembahan Yang Wujud Kecuali Allah [لا إله موجود إلا الله].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya menurut mereka, seluruh sesembahan yang ada adalah Allah, bahkan orang yang sudah mencapai derajat tertentu menurut paham sesat mereka dapat menyatu dengan Allah ta’ala. Kesalahan ini sangat jelas merupakan kerusakan dalam agama dan akal sekaligus, bagaimana bisa Allah ta’ala Yang Maha Suci menyatu dengan makhluk yang kotor lagi penuh dosa dan kekurangan?! Lalu siapa yang menyembah dan siapa yang disembah?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kesalahan Ketiga:&lt;/b&gt; Tafsir Berdasar Terjemahan: Mengartikan kalimat Laa Ilaaha Illallah dengan Tiada Tuhan / Sesembahan Selain Allah [لا معبود إلا الله].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerjemahan ini kurang tepat karena bertentangan dengan kenyataan yang ada, yaitu banyaknya tuhan atau sesembahan lain selain Allah ta’ala, maka yang benar, “Tiada yang berhak disembah selain&amp;nbsp; Allah.” Artinya, walaupun banyak tuhan yang disembah manusia selain Allah ta’ala, namun semuanya adalah sesembahan yang salah, sedangkan yang benar hanya Allah ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kesalahan Keempat:&lt;/b&gt; Tafsir Hizbiyun (Kelompok Sesat Kontemporer seperti Ikhwanul Muslimin dan Hizbut Tahrir): Menafsirkan Kalimat Laa Ilaaha Illallah dengan Tiada Penentu Hukum kecuali Allah [لا حاكم إلا الله].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar bahwa tidak ada yang berhak menentukan hukum selain Allah ta’ala, akan tetapi ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah sepakat bahwa itu bukan makna Laa ilaaha illallah, sebab tafsir tersebut tidak mengandung maknanya secara menyeluruh, yaitu memurnikan seluruh bentuk penghambaan (termasuk hukum) hanya kepada Allah ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak buruk dari penafsiran yang menyimpang ini adalah munculnya pemahaman takfir (pengkafiran) terhadap kaum muslimin yang tidak menerapkan hukum Allah secara menyeluruh atau melakukan dosa-dosa besar yang tidak sampai pada kekafiran. Juga muncul pemahaman sesat bahwa Khilafah Islamiyah adalah tujuan dakwah, sehingga yang mereka dengung-dengungkan selalu hanyalah bagaimana agar dapat berkuasa secepatnya tanpa memperhatikan penegakkan tauhid dan sunnah. Padahal Khilafah Islamiyah hanyalah sebuah hasil yang akan diraih oleh kaum muslimin jika mereka benar-benar menegakkan tauhid dan sunnah. Justru keadaan mereka sangat jauh dari tauhid dan sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kesalahan Kelima:&lt;/b&gt; Tafsir Jahmiyah dan Mu’tazilah: Barangsiapa yang Menetapkan Nama dan Sifat bagi Allah Ta’ala maka Dia Seorang Musyrik menurut pemahaman sesat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Jahmiyah dan Mu’tazilah tidak mengimani seluruh atau sebagian nama-nama dan sifat-sifat Allah ta’ala, bahkan menurut mereka barangsiapa yang mengimaninya berarti telah menyekutukan Allah ta’ala. Tidak diragukan lagi ini adalah tafsir yang sesat, karena seorang mukmin wajib meyakini nama-nama dan sifat-sifat Allah ta’ala yang terdapat dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah serta tidak menyamakan-Nya dengan makhluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>https://annangws.blogspot.com/2013/04/kunci-surga.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjciuj-vo-HrPE8NzNpwY53q6EqzPSRjzeAE6E2BJu4ICJGcSDc7Qc-LHhHE800OYR35dbQCsZDF5vQXRUbpE_WfAwRE0W7KuA5SDKVMWo9h_HOEoyB39KTvpl7hLYjQh4v0M4gDC6whEg/s72-c/Kunci+Keberhasilan.gif" width="72"/><author>annangwibowo@gmail.com (Annang Wibowo)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8939264794050496271.post-5773132503518284659</guid><pubDate>Sat, 20 Apr 2013 14:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-20T21:22:35.744+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">DAJJAL</category><title>METODE SYETAN MENYESATKAN MANUSIA</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://annangws.blogspot.com/2013/04/metode-syetan-menyesatkan-manusia.html" target="_blank"&gt;&lt;img alt="METODE SYETAN MENYESATKAN MANUSIA" border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeeDBzYtCZMNE18fPdlU60ySDg0f73eMlCUVOG5CbU_T_lFGQusbQTmDLOycYPK8giY6KeqRHvN-U3pXN3PBUmWR1xRKhoU9iLb1K1AA5bmWwS8KSSFockuD2YrprbgLS1EXZi56sHxFw/s320/syetan.jpg" title="SYETAN" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Syetan memang tidak bisa terlihat oleh manusia namun manusia bisa mengenali syetan lewat metode – metode yang dia gunakan untuk menyesatkan manusia. Berikut cara – cara yang digunakan oleh syetan untuk menjauhkan manusia dari kebenaran :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Menjadikan sesuatu yang mungkar nampak baik atau indah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kemungkaran, hakikatnya mempunyai nama, bentuk dan akibat yang sangat buruk. Karena keburukannya tak ada manusia yang mau melakukannya, tapi berkat usaha syetan menutupinya dengan kebaikan dan menghiasinya dengan keindahan, membuat manusia tak segan – segan untuk melakukannya.&lt;br /&gt;“Wahai Tuhanku, karena engkau telah menetapkan aku sesat, maka aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya.” (QS Al Hijr 39)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syetan adalah penipu ulung sekaligus entrepreneur handal yang sangat paham cara mempromosikan barang dagangannya. Dia bungkus racun mematikan dengan kemasan madu yang menyehatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Menamai perbuatan maksiat dengan nama – nama yang disenangi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dengan memberi nama yang disukai manusia pada kemaksiatan maka sisi keburukan dan kekejiannya tertutupi. Nama yang disukai tentu akan menjadi daya tarik…menjadi iklan yang membuat manusia penasaran ingin mencoba. Syetanlah yang memberi nama pohon yang dilarang Allah untuk didekati dengan nama pohon khuldi (pohon kekekalan). Allah menceritakannya di dalam Al Qur’an :&lt;br /&gt;“Kemudian syetan membisikkan pikiran buruk kepadanya dengan berkata, ‘Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi (pohon kekekalan) dan kerajaan yang tidak akan binasa?’” (QS Thoha 120)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bisikkan kepada manusia agar menamai riba sebagai bunga, berpose telanjang, menari seronok sebagai seni, memamerkan aurat tanpa rasa malu sedikitpun sebagai kontes ratu kecantikan dlsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Menamai perbuatan baik dengan nama yang tidak disukai&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran mempunyai pancaran cahaya yang terang. Andai kebenaran itu disajikan apa adanya tanpa dijelek – jelekkan bentuknya, niscaya jiwa manusia akan segera menghampirinya, pandangan dan pendengaran mereka akan tertuju padanya. Oleh karena itulah, syetan berusaha menggambarkan kebenaran dengan bentuk yang jelek dan rupa yang buruk, serta menyebutnya dengan sebutan yang tidak disukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syetanlah yang membisikkan kepada kafir Quraisy untuk menjuluki Rasulullah saw dengan julukan penyihir, dukun, penyair yang terkena sihir dan julukan lain yang membuat orang tidak suka dengan beliau.&lt;br /&gt;“Dan orang – orang zalim itu berkata, ‘Kalian semua tidak lain hanyalah mengikuti seorang lelaki yang kena sihir.’”(QS Al Furqon 8 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syetan pula yang membisikkan kepada bala tentaranya agar menamai orang – orang yang berpegang teguh dengan petunjuk Nabi saw dan menjadikan sunnah – sunnah beliau sebagai jalan hidup dengan sebutan orang yang fanatik. Para wanita yang memegang teguh perintah Tuhannya dan senantiasa berdiam di rumah mereka sebut kuper. Jilbab yang sesuai syariat mereka namai kemah berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Menakut – nakuti manusia dengan kemiskinan dan penderitaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kemiskinan, kesengsaraan dan penderitaan adalah hal yang sangat di takuti manusia. Dan syetan tahu itu, sehingga dia gunakan ketakutan – ketakutan tersebut untuk menyesatkan manusia.&lt;br /&gt;“Syetan itu menjanjikan kemiskinan kepada kalian.”(QS Al Baqarah 268)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syetanlah yang menakut – nakuti pengikut – pengikut Fir’aun agar tidak menerima ajaran Nabi Musa dan Nabi Harun.&lt;br /&gt;“Sesungguhnya dua orang ini adalah benar – benar ahli sihir yang hendak mengusir kalian dari negeri kalian dengan sihir mereka dan hendak melenyapkan kedudukan kalian yang terpandang.”(QS Thoha 63)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula yang terjadi pada penduduk Madyan.&lt;br /&gt;“Sungguh, jika kamu mengikuti Syu’aib, tentu kamu (menjadi) orang – orang yang merugi.”(QS Al A’raf 90)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syetan tampakkan kemiskinan dan kekurangan harta dimata manusia agar orang – orang enggan membayar zakat dan bersedekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Masuk ke dalam hati manusia melalui perkara yang paling disenangi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Itulah pintu yang paling mudah untuk dimasuki syetan karena jika sudah berhadapan dengan hal – hal yang menyenangkan seringkali manusia menjadi lupa diri hingga tidak sadar telah disesatkan oleh syetan. Bentuk – bentuk kesenangan itu ada beberapa macam, “Diri manusia dihiasi kecintaan kepada wanita, anak – anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang – binatang ternak dan sawah ladang.”(QS Ali Imran 14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syetan biasa dan bisa menggunakan kesenangan – kesenangan tersebut sebagai senjata untuk menaklukan manusia dalam kesesatan.&lt;br /&gt;“Sepeninggalku tidak ada bahaya ditengah – tengah manusia yang lebih berbahaya bagi laki – laki daripada bahaya perempuan.”(HR Muslim, Ahmad, Nasa’i)&lt;br /&gt;“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah bersepi – sepi dengan wanita yang tidak sedang bersama mahramnya, karena pihak ketiganya adalah syetan.”(Muttafaqun ‘alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Menyesatkan manusia secara bertahap&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sangat mustahil syetan mendatangi manusia, lalu secara spontan mengatakan, “Lakukanlah perbuatan maksiat ini atau nikmatilah perbuatan mungkar ini!” Syetan akan mendekati manusia dengan cara bertahap, sedikit demi sedikit dan selangkah demi selangkah. Dimulai dari pandangan, berubah jadi senyuman, lalu menjadi percakapan, terus melakukan janjian dan akhirnya menjadi sebuah pertemuan. Seperti itulah kira – kira langkah – langkah yang dilakukan syetan. Allah swt memperingatkan :&lt;br /&gt;“Hai orang – orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah – langkah syetan. Barangsiapa mengikuti langkah – langkah syetan, maka (dia akan jatuh dalam perbuatan yang dilarang), karena sesungguhnya syetan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar.”(QS An Nur 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7. Menghalangi manusia dari jalan kebenaran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Syetan telah berikrar kepada Allah untuk menggoda dan menyesatkan umat manusia agar tidak ada lagi hamba – hamba yang mengagungkan dan menyembah Allah.&lt;br /&gt;“Iblis menjawab, “Karena Engkau telah menetapkan saya tersesat, maka saya benar – benar akan (menghalang – halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).”"(QS Al A’raf 16-17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syetan menyerang dari berbagai arah dari depan, belakang, kanan dan kiri manusia. Menurut para ulama dari depan berarti dari sisi dunia, dari belakang berarti dari sisi akhirat, dari arah kanan berarti dari sisi kebaikan – kebaikan dan dari arah kiri berarti dari sisi kejelekan – kejelekan manusia. Ibnu Abbas r.a berkata, “Syetan tidak mengatakan dari atas mereka, karena dia mengetahui bahwa Allah ada di atas mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;8. Menampakkan diri sebagai pemberi nasihat bagi manusia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tidak mungkin syetan berkata, “Lakukan kemaksiatan agar kamu mendapat siksa yang pedih.” Syetan akan selalu mengklaim dirinya sebagai pemberi nasihat yang baik. Itu pulalah yang dikatakannya kepada Adam as saat dia membujuk agar Adam dan Hawa mau memakan buah khuldi.&lt;br /&gt;“Dan dia (syetan) bersumpah kepada keduanya, ‘Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua.’”(QS Al A’raf 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;9. Meminta bantuan kepada syetan dari jenis manusia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bila syetan telah lelah dan merasa tidak mampu menyesatkan orang – orang yang mempunyai keimanan yang kuat, ia akan meminta bantuan kepada penolong – penolong dari kalangan manusia untuk mewujudkan keinginannya.&lt;br /&gt;“Sesungguhnya syetan membisikkan kepada kawan – kawannya agar mereka membantah kalian. Jika kalian menuruti mereka sesungguhnya kalian tentu menjadi orang – orang musyrik.”(QS Al An’am 121)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syetan yang berwujud manusia biasanya lebih berat dihadapi daripada syetan dari kalangan jin. Karena bisa saja manusia tersebut adalah orang terdekat kita...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>https://annangws.blogspot.com/2013/04/metode-syetan-menyesatkan-manusia.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeeDBzYtCZMNE18fPdlU60ySDg0f73eMlCUVOG5CbU_T_lFGQusbQTmDLOycYPK8giY6KeqRHvN-U3pXN3PBUmWR1xRKhoU9iLb1K1AA5bmWwS8KSSFockuD2YrprbgLS1EXZi56sHxFw/s72-c/syetan.jpg" width="72"/><author>annangwibowo@gmail.com (Annang Wibowo)</author></item></channel></rss>