<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><!-- generator="wordpress/2.0.5" --><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
        <title>DetikNews RSS by Dicky</title>
        <link>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/</link>
        <description>DetikNews RSS by Dicky</description>
        <pubDate>Mon, 13 Jul 2009 22:00:00 +0700</pubDate>
        <generator>http://wordpress.org/?v=2.0.5</generator>
        <language>en</language>
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/DetiknewsRssByDicky" type="application/rss+xml" /><feedburner:emailServiceId>DetiknewsRssByDicky</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><item>
                <title>Kena Gejala Flu, Warga Diimbau Pakai Masker dan Segera ke Dokter</title>
                <link>http://feedproxy.google.com/~r/DetiknewsRssByDicky/~3/tJs9p7nHYq8/artikel.133141.html</link>
                <comments>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.133141.html</comments>
                <pubDate>Mon, 13 Jul 2009 22:00:20 +0700</pubDate>
                <dc:creator>Detik.com</dc:creator>

                <category>Detik</category>

                <category>News</category>

                <guid isPermaLink="false">http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.133141.html</guid>
                <description><![CDATA[Senin, 13/07/2009 21:35 WIB - 	Jakarta -
	Pemerintah mengimbau agar masyarakat bersikap waspada menghadapai gejala flu babi. Untuk itu pola hidup bersih dan sehat harus diutamakan. Lebih lagi kepada yang terserang gejala flu.  "Apabila sakit dengan gejala Influenza supaya mengenakan masker dan tidak beraktivitas dan pergi ke dokter apabila sakit flunya tidak membaik," kata  Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depkes, dr Tjandra Yoga Aditama dalam surat elektronik yang dikirimkan Puskom Depkes, Senin (13/7/2009).  Pola hidup bersih dan sehat, lanjut Tjandra, diantaranya mencuci tangan dengan sabun, dan melaksanakan etika batuk dan bersin yang benar.   "Influenza A H1N1 ditularkan melalui kontak langsung dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin atau benda-benda yang pernah bersentuhan dengan penderita," terangnya.  Menurut Tjandra tambahan kasus untuk hari ini sebanyak 22 orang, terdiri dari 9 laki-laki dan 13 perempuan semuanya warga negara Indonesia dan yang mempunyai riwayat ke luar negeri 5 orang yakni Hongkong, Turki, Singapura, dan Amerika Serikat.  Ke-22 kasus baru ini berasal dari RS/Dinkes Jakarta yaitu SM (Pr, 18 th), Su (Pr, 18 th), BM (Lk, 23 th), RG (Lk, 14), RN (Pr, 18 th), Ch (Pr, 24 th), PA (Pr, 24 th), RC (Lk, 18), Ra (Pr, 6 th), Qa (Pr, 14 th), DA (Lk, 25 th), Ra (Pr, 38 th), MH (Pr, 58 th), Ha (Lk, 48 th), An (Pr, 22 th), Fa (Lk, 21 th), Fe (Pr, 22 th), dan FK (Pr, 38). Yang berasal dari RS/Dinkes Bandung yaitu Ha (Pr, 2 th), dan Ci (Pr, 18 th). Sedangkan yang berasal dari RS/Dinkes Surabaya HL (Lk, 19 th) dan RS/Dinkes Yogyakarta AR (Lk, 18 th).  "Sampai tanggal 13 Juli 2009, secara kumulatif kasus influenza A H1N1 positif di Indonesia berjumlah 86 orang terdiri dari 52 laki-laki dan 34 perempuan, yaitu 24 Juni (2 kasus), 29 Juni (6 kasus), 4 Juli (12 kasus), 7 Juli (8 kasus), 9 Juli (24 kasus),  dan 12 Juli (12 kasus)," tutup Tjandra.		 (anw/ndr)
		
		Sent from Indosat BlackBerry powered by 
	Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)	
	Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda! 	
]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Senin, 13/07/2009 21:35 WIB - 	<strong>Jakarta</strong> -<br />
	Pemerintah mengimbau agar masyarakat bersikap waspada menghadapai gejala flu babi. Untuk itu pola hidup bersih dan sehat harus diutamakan. Lebih lagi kepada yang terserang gejala flu.<br /> <br /> "Apabila sakit dengan gejala Influenza supaya mengenakan masker dan tidak beraktivitas dan pergi ke dokter apabila sakit flunya tidak membaik," kata  Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depkes, dr Tjandra Yoga Aditama dalam surat elektronik yang dikirimkan Puskom Depkes, Senin (13/7/2009).<br /> <br /> Pola hidup bersih dan sehat, lanjut Tjandra, diantaranya mencuci tangan dengan sabun, dan melaksanakan etika batuk dan bersin yang benar. <br /> <br /> "Influenza A H1N1 ditularkan melalui kontak langsung dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin atau benda-benda yang pernah bersentuhan dengan penderita," terangnya.<br /> <br /> Menurut Tjandra tambahan kasus untuk hari ini sebanyak 22 orang, terdiri dari 9 laki-laki dan 13 perempuan semuanya warga negara Indonesia dan yang mempunyai riwayat ke luar negeri 5 orang yakni Hongkong, Turki, Singapura, dan Amerika Serikat.<br /> <br /> Ke-22 kasus baru ini berasal dari RS/Dinkes Jakarta yaitu SM (Pr, 18 th), Su (Pr, 18 th), BM (Lk, 23 th), RG (Lk, 14), RN (Pr, 18 th), Ch (Pr, 24 th), PA (Pr, 24 th), RC (Lk, 18), Ra (Pr, 6 th), Qa (Pr, 14 th), DA (Lk, 25 th), Ra (Pr, 38 th), MH (Pr, 58 th), Ha (Lk, 48 th), An (Pr, 22 th), Fa (Lk, 21 th), Fe (Pr, 22 th), dan FK (Pr, 38). Yang berasal dari RS/Dinkes Bandung yaitu Ha (Pr, 2 th), dan Ci (Pr, 18 th). Sedangkan yang berasal dari RS/Dinkes Surabaya HL (Lk, 19 th) dan RS/Dinkes Yogyakarta AR (Lk, 18 th).<br /> <br /> "Sampai tanggal 13 Juli 2009, secara kumulatif kasus influenza A H1N1 positif di Indonesia berjumlah 86 orang terdiri dari 52 laki-laki dan 34 perempuan, yaitu 24 Juni (2 kasus), 29 Juni (6 kasus), 4 Juli (12 kasus), 7 Juli (8 kasus), 9 Juli (24 kasus),  dan 12 Juli (12 kasus)," tutup Tjandra.<br />		<b> (anw/ndr)</b><br />
		<div class="adtxtbottom02"><br />
		<a href="http://www.indosat.com/blackberry" target="_blank">Sent from Indosat BlackBerry powered by <img src="http://www.detiknews.com/image/logosinyalkuat.gif" alt="Sinyal Kuat Indosat" border="0" /></a><br />
</div>	<em>Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik <font color="blue"><strong>REG POL kirim ke 3845</strong></font><br /><br />
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)</em>	<br /><br /><br />
	<em>Tetap update informasi di manapun dengan <strong><u><font color="red">http://m.detik.com</font></u></strong> dari browser ponsel anda! </em>	
<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8qQJPdQUEqailfgetZv4FqpmfZY/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8qQJPdQUEqailfgetZv4FqpmfZY/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8qQJPdQUEqailfgetZv4FqpmfZY/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8qQJPdQUEqailfgetZv4FqpmfZY/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p>]]></content:encoded>
                        <wfw:commentRss>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/detikrss.php</wfw:commentRss>
                <feedburner:origLink>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.133141.html</feedburner:origLink></item>
	
	<item>
                <title>Perampok Masih Sandera Polisi dan Mobil</title>
                <link>http://feedproxy.google.com/~r/DetiknewsRssByDicky/~3/PdHaLv4X5Sw/artikel.133140.html</link>
                <comments>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.133140.html</comments>
                <pubDate>Mon, 13 Jul 2009 22:00:19 +0700</pubDate>
                <dc:creator>Detik.com</dc:creator>

                <category>Detik</category>

                <category>News</category>

                <guid isPermaLink="false">http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.133140.html</guid>
                <description><![CDATA[Senin, 13/07/2009 21:21 WIB - 	Jakarta -
	Polda Metro Jaya masih melakukan pengejaran pada pelaku perampokan mobil PT Sisco. Pelaku perampokan yang diketahui berjumlah 2 orang kini masih menyandera mobil berisi uang Rp 15 miliar, polisi yang mengawal, dan sopir mobil tersebut."Kita masih melakukan pengejaran," kata Kasat Resmob Polda Metro Jaya AKBP A Rivai saat dihubungi melalui telepon, Senin (13/7/2009).Diketahui perampokan ini terjadi sekitar pukul 20.00 WIB, di kawasan Tambora, Jakarta Barat. Pelaku yang menggunakan mobil Suzuki APV membajak mobil PT Sisco tersebut. Dan saat mobil bergerak, seorang satpam yang ikut dalam mobil tersebut loncak dari mobil.Sang satpam kemudian melapor ke Polsek Tambora. "Yang bersangkutan masih diperiksa untuk dimintai keterangan," tutupnya.		 (ndr/anw)
		
		Sent from Indosat BlackBerry powered by 
	Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)	
	Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda! 	
]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Senin, 13/07/2009 21:21 WIB - 	<strong>Jakarta</strong> -<br />
	Polda Metro Jaya masih melakukan pengejaran pada pelaku perampokan mobil PT Sisco. Pelaku perampokan yang diketahui berjumlah 2 orang kini masih menyandera mobil berisi uang Rp 15 miliar, polisi yang mengawal, dan sopir mobil tersebut.<br /><br />"Kita masih melakukan pengejaran," kata Kasat Resmob Polda Metro Jaya AKBP A Rivai saat dihubungi melalui telepon, Senin (13/7/2009).<br /><br />Diketahui perampokan ini terjadi sekitar pukul 20.00 WIB, di kawasan Tambora, Jakarta Barat. Pelaku yang menggunakan mobil Suzuki APV membajak mobil PT Sisco tersebut. Dan saat mobil bergerak, seorang satpam yang ikut dalam mobil tersebut loncak dari mobil.<br /><br />Sang satpam kemudian melapor ke Polsek Tambora. "Yang bersangkutan masih diperiksa untuk dimintai keterangan," tutupnya.<br /><br />		<b> (ndr/anw)</b><br />
		<div class="adtxtbottom02"><br />
		<a href="http://www.indosat.com/blackberry" target="_blank">Sent from Indosat BlackBerry powered by <img src="http://www.detiknews.com/image/logosinyalkuat.gif" alt="Sinyal Kuat Indosat" border="0" /></a><br />
</div>	<em>Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik <font color="blue"><strong>REG POL kirim ke 3845</strong></font><br /><br />
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)</em>	<br /><br /><br />
	<em>Tetap update informasi di manapun dengan <strong><u><font color="red">http://m.detik.com</font></u></strong> dari browser ponsel anda! </em>	
<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/FI7_VUxT3YUG9TqK8fYgDaLebQk/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/FI7_VUxT3YUG9TqK8fYgDaLebQk/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/FI7_VUxT3YUG9TqK8fYgDaLebQk/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/FI7_VUxT3YUG9TqK8fYgDaLebQk/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p>]]></content:encoded>
                        <wfw:commentRss>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/detikrss.php</wfw:commentRss>
                <feedburner:origLink>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.133140.html</feedburner:origLink></item>
	
	<item>
                <title>Ikut Sunatan Massal, Kepala Penis Kamaruddin Terpotong</title>
                <link>http://feedproxy.google.com/~r/DetiknewsRssByDicky/~3/BXRxEUIQ0Gg/artikel.133139.html</link>
                <comments>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.133139.html</comments>
                <pubDate>Mon, 13 Jul 2009 22:00:18 +0700</pubDate>
                <dc:creator>Detik.com</dc:creator>

                <category>Detik</category>

                <category>News</category>

                <guid isPermaLink="false">http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.133139.html</guid>
                <description><![CDATA[Senin, 13/07/2009 21:07 WIB - 	Pekanbaru -
	Nasib apes menimpa Kamaruddin, bocah usia 9 tahun yang ikut dalam sunatan massal. Dalam khitanan itu rupanya dia mengalami kecelakaan fatal yakni alat bedah laser yang digunakan dokter telah memotong kepala  kelaminnya.  Bocah itu kini terbaring lemas di ruangan Flamboyan, RS Awal Bros, Pekanbaru. Kamaruddin merupakan warga Kecamatan Belilas, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau.   "Kamaruddin dirujuk ke tempat kita akhir pekan lalu. Waktu dirujuk kondisinya sangat parah karena air seninya yang keluar bercampur darah ini akibat luka dibagian ujung penisnya," kata Humas RS Awal Bros, Nasrul Edy kepada wartawan, Senin (13/07/2009) di Pekanbaru.  Menurut Edy, sebelum dibawa ke Pekanbaru, Kamaruddin ini sempat di rawat di RSUD Inhu, di Rengat. Di rumah sakit tersebut, tim medis sempat melakukan pengobatan berupa penjahitan bagian ujung kelaminnya yang putus. Hanya saja upaya penyambungan itu ternyata tidak maksimal. "Karena itu di tempat kita Kamaruddin menjalani operasi ulang  penyambungan alat ujung kelaminnya yang terputus," kata Edy.  Edy menyebutkan, pihaknya telah melakukan operasi penyambungan tersebut.  Mengingat pasien usianya belum dewasa dimungkinkan penyambungan alat kelamitnyang terputus itu bisa berhasil.  "Yang menjadi persoalan apakah nanti kelaminnya bisa berfungsi atau ereksi kembali, itu yang belum bisa kita pastikan," kata Edy.  Sementara itu, orangtua Kamaruddin, Abdul Wahab kepada detikcom menceritakan, sunatan massal itu digelar oleh  Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Riau dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional ke-16 tahun 2009.  Sunatan massal itu dipusatkan, di Kantor Kecamatan Belilas Kabupaten Inhu, pada Senin lalu (7/07/2009).  "Waktu disunat, saya berada di sebelah anak saya. Dokternya yang menyunat anak saya masih muda namanya Supri,&rdquo; kata Abdul Wahab.  Masih cerita Abdul Wahab, ketika memotong kulit kelamin itu, ternyata Kamaruddin langsung menjerit sekuatnya. Kamaruddin menangis sejadi-jadinya. Dokter yang melakukan sunatan dengan menggunakan alat pemotong leser itu langsung terlihat panik.  &ldquo;Astaghfirloh. Maafkan saya pak. Anunya ikut terpotong,&rdquo; kata dokter Supri dengan nada gemetar seperti ditirukan Abdul Wahab.  Wahab yang saat itu juga turut panik melihat anaknya terus menangis serta wajahnya yang pucat kembali bertanya pada dokter tersebut. "Apanya yang terpotong Pak Dokter," tanya Wahab. Lantas dokter yang menyunat juga terlihat pucat menjawab,  "Kepala burungnya ikut terpotong pak," kata dokter.  Mendapat jawaban seperti itu, Wahab lantas bingung dan tak mengerti harus bertindak apa. "Saya panik tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Saya hanya berpikir bagaimana nasib anak saya," kata Wahab yang kesehariannya buruh perkebunan kelapa sawit.  Karena dokter telah salah potong, situasi sunatan massal pun geger. Padahal waktu itu ada 170 anak-anak saat libur sekolah yang ikut sunatan. Gara-gara satu orang telah menjadi korban keteledoran seorang dokter, akhirnya sunatan massal itu pun dihentikan. Saat itu baru 70 anak yang sudah disunat dan 100 bocah lainnya dibatalkan.  "Saya hanya bisa berdoa, semoga anak saya bisa sembuh dan normal kembali," kata Wahab.		 (cha/anw)
		
		Sent from Indosat BlackBerry powered by 
	Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)	
	Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda! 	
]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Senin, 13/07/2009 21:07 WIB - 	<strong>Pekanbaru</strong> -<br />
	Nasib apes menimpa Kamaruddin, bocah usia 9 tahun yang ikut dalam<br /> sunatan massal. Dalam khitanan itu rupanya dia mengalami kecelakaan fatal yakni alat bedah laser yang digunakan dokter telah memotong kepala  kelaminnya.<br /> <br /> Bocah itu kini terbaring lemas di ruangan Flamboyan, RS Awal Bros, Pekanbaru. Kamaruddin merupakan warga Kecamatan Belilas, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau. <br /> <br /> "Kamaruddin dirujuk ke tempat kita akhir pekan lalu. Waktu dirujuk<br /> kondisinya sangat parah karena air seninya yang keluar bercampur darah ini<br /> akibat luka dibagian ujung penisnya," kata Humas RS Awal Bros, Nasrul Edy<br /> kepada wartawan, Senin (13/07/2009) di Pekanbaru.<br /> <br /> Menurut Edy, sebelum dibawa ke Pekanbaru, Kamaruddin ini sempat di rawat di<br /> RSUD Inhu, di Rengat. Di rumah sakit tersebut, tim medis sempat melakukan<br /> pengobatan berupa penjahitan bagian ujung kelaminnya yang putus. Hanya saja upaya penyambungan itu ternyata tidak maksimal. "Karena itu di tempat kita Kamaruddin menjalani operasi ulang  penyambungan alat ujung kelaminnya yang terputus," kata Edy.<br /> <br /> Edy menyebutkan, pihaknya telah melakukan operasi penyambungan tersebut. <br /> Mengingat pasien usianya belum dewasa dimungkinkan penyambungan alat<br /> kelamitnyang terputus itu bisa berhasil.<br /> <br /> "Yang menjadi persoalan apakah nanti kelaminnya bisa berfungsi atau ereksi<br /> kembali, itu yang belum bisa kita pastikan," kata Edy.<br /> <br /> Sementara itu, orangtua Kamaruddin, Abdul Wahab kepada detikcom menceritakan, sunatan massal itu digelar oleh  Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Riau dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional ke-16 tahun 2009.  Sunatan massal itu dipusatkan, di Kantor Kecamatan Belilas Kabupaten Inhu, pada Senin lalu (7/07/2009).<br /> <br /> "Waktu disunat, saya berada di sebelah anak saya. Dokternya yang menyunat<br /> anak saya masih muda namanya Supri,&rdquo; kata Abdul Wahab.<br /> <br /> Masih cerita Abdul Wahab, ketika memotong kulit kelamin itu, ternyata<br /> Kamaruddin langsung menjerit sekuatnya. Kamaruddin menangis sejadi-jadinya.<br /> Dokter yang melakukan sunatan dengan menggunakan alat pemotong leser itu<br /> langsung terlihat panik.<br /> <br /> &ldquo;Astaghfirloh. Maafkan saya pak. Anunya ikut terpotong,&rdquo; kata dokter<br /> Supri dengan nada gemetar seperti ditirukan Abdul Wahab.<br /> <br /> Wahab yang saat itu juga turut panik melihat anaknya terus menangis serta<br /> wajahnya yang pucat kembali bertanya pada dokter tersebut. "Apanya yang<br /> terpotong Pak Dokter," tanya Wahab. Lantas dokter yang menyunat juga<br /> terlihat pucat menjawab,  "Kepala burungnya ikut terpotong pak," kata<br /> dokter.<br /> <br /> Mendapat jawaban seperti itu, Wahab lantas bingung dan tak mengerti harus<br /> bertindak apa. "Saya panik tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Saya hanya<br /> berpikir bagaimana nasib anak saya," kata Wahab yang kesehariannya buruh<br /> perkebunan kelapa sawit.<br /> <br /> Karena dokter telah salah potong, situasi sunatan massal pun geger. Padahal<br /> waktu itu ada 170 anak-anak saat libur sekolah yang ikut sunatan. Gara-gara<br /> satu orang telah menjadi korban keteledoran seorang dokter, akhirnya sunatan<br /> massal itu pun dihentikan. Saat itu baru 70 anak yang sudah disunat dan 100<br /> bocah lainnya dibatalkan.<br /> <br /> "Saya hanya bisa berdoa, semoga anak saya bisa sembuh dan normal kembali,"<br /> kata Wahab.<br />		<b> (cha/anw)</b><br />
		<div class="adtxtbottom02"><br />
		<a href="http://www.indosat.com/blackberry" target="_blank">Sent from Indosat BlackBerry powered by <img src="http://www.detiknews.com/image/logosinyalkuat.gif" alt="Sinyal Kuat Indosat" border="0" /></a><br />
</div>	<em>Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik <font color="blue"><strong>REG POL kirim ke 3845</strong></font><br /><br />
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)</em>	<br /><br /><br />
	<em>Tetap update informasi di manapun dengan <strong><u><font color="red">http://m.detik.com</font></u></strong> dari browser ponsel anda! </em>	
<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_DNrrRfsWo_rUuvyXQujKOjpCY8/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_DNrrRfsWo_rUuvyXQujKOjpCY8/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_DNrrRfsWo_rUuvyXQujKOjpCY8/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_DNrrRfsWo_rUuvyXQujKOjpCY8/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p>]]></content:encoded>
                        <wfw:commentRss>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/detikrss.php</wfw:commentRss>
                <feedburner:origLink>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.133139.html</feedburner:origLink></item>
	
	<item>
                <title>Takut Virus H1N1, Pelukis Cilik Magelang Terancam Batal ke Vietnam</title>
                <link>http://feedproxy.google.com/~r/DetiknewsRssByDicky/~3/0G_2tNdD3mQ/artikel.133138.html</link>
                <comments>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.133138.html</comments>
                <pubDate>Mon, 13 Jul 2009 22:00:17 +0700</pubDate>
                <dc:creator>Detik.com</dc:creator>

                <category>Detik</category>

                <category>News</category>

                <guid isPermaLink="false">http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.133138.html</guid>
                <description><![CDATA[Senin, 13/07/2009 20:58 WIB - 	Magelang -
	Virus flu babi atau H1N1 mendatangkan kekhawatiran yang besar. Tidak terkecuali bagi rombongan pelukis cilik yang hendak berkunjung ke Vietnam dalam rangka menghadiri even internasional. Karena ada surat peringatan dari badan PBB, UNESCO dan WHO mereka pun terancam urung pergi ke Vietnam."Sebelum datang surat berupa fax, kami menerima telepon dari UNESCO perwakilan Indonesia bahwa telah ada peringatan dari WHO untuk tidak memberangkatkan anak di bawah usia 25 tahun ke Vietnam. Sebab rentan terkena virus flu babi," tegas Khundori kepada detikcom Senin (13/07/2009)Pelukis cilik Indonesia itu yakni Dini Kamilla Sari (12) warga Desa Kawedanan, Kecamatan Muntilan, Magelang, Jawa Tengah terancam batal untuk mewakili Indonesia dalam event Internasional di Grand Prix & Organizer Awards Mitsubishi Asian Childrens Enikki Fiesta 2008-2009 yang dijadwalkan di negara Vietnam pada 28 Juli mendatang.Surat peringatan dan pengunduran kegiatan sampai waktu tidak ditentukan di ajang seni lukis Internasional itu disampaikan oleh perwakilan UNESCO Jepang ke perwakilan UNESCO Indonesia pada 25 Juni 2009 lalu dan diteruskan ke orang tua Dini Kamilla Sari beberapa hari yang lalu. Ndori, panggilan akrab ayah Dini menjelaskan bahwa sebelum event Internasional itu digelar, anaknya merupakan satu-satunya perwakilan dari Indonesia yang ditunjuk untuk berangkat ke Vietnam sebab telah menjuarai ajang Nasional Piala Asian Children Enikki yang digelar di Jakarta bulan Desember tahun lalu.Padahal, usai mendapat kabar untuk berangkat ke Vietnam anak dari pasangan Khundori dan Erni Yuniati Ningsih itu sudah melakukan persiapan berupa mengurus paspor dan tiket penerbangan dari Jogjakarta ke Jakarta dan Jakarta ke Vietnam. "Kami sudah mempersiapkan segala sesuatu diantaranya membeli dan memesan tiket serta mengurus paspor yang sudah habis jutaan rupiah. Namun, tiba-tiba dikagetkan dengan surat peringatan dari WHO dan UNESCO untuk menunda keberangkatan," tegas Ndori didampingi istrinya Erni dirumahnya tadi. Merasa Bersyukur Batal ke VietnamDi sisi lain, kedua orangtua Dini merasa bersyukur sebab belum sempat berangkat ke Vietnam sudah ada travel warning yang disampaikan ke UNESCO dan WHO untuk mengantisipasi terkena virus H1N1. "Saya bersyukur Sebab, anak saya bisa terhindar dari penyakit yang konon mematikan itu. Kalau jadi berangkat, kan bisa seperti 14 orang anak dari grup Elfas Choir yang terkena virus H1N1  di Korea Selatan baru-baru ini, jelas Ndori.Sementara itu, pelukis cilik nasional Dini Kamilla Sari kepada detikcom menyatakan sangat takut terhadap beberapa pemberitaan terkait virus H1N1 saat ini. "Saya merasa bersyukur, takut dan bercampur kekecewaan. Ketakutan itu dikarenakan dengan  adanya pemberitaan soal flu babi mas," tegas Dini yang saat ini menjalaniOrientasi Siswa di bangku sekolah SMP Negeri 1 Muntilan Magelang ini.  Kecewanya, saya tidak bisa pergi ke luar negeri untuk pertama kalinya yang akan dia jalani selama hidup hanya karena ada flu babi yang sudah menyerang dan menyebar sampai di seluruh dunia. Selain itu, saat ini dirinya ingin berkonsentrasi penuh dulu menikmati masa orientasi siswanya di bangku kelas 1 SMP Negeri 1 Muntilan, Magelang.Dari catatan prestasinya, Dini Kamilla Sari patut diacungi jempol. Sebab, selain sudah menjuarai event bergengsi nasional Piala Asian Children Enikki yang digelar di Jakarta bulan Desember tahun lalu, dia juga sudah puluhan kali menjadi juara lukis di beberapa event. Diantaranya di even nasional adalah Delapan Pemenang Terbaik Sayembara Harian Bergambar Enikki (Komisi Nasional Indonesia Untuk UNESCO-2007), Juara 2 Lomba Gambar Peta Tingkat Nasional (Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional Bakosurtanal 2005) Juara 2 Dinas Pendidikan nasional (2005), Sepeluh Pemenang Terbaik Sayembara Harian Bergambar Enikki (2004). Di event Internasional, dia telah berprestasi diantaranya di even Exxelence Award (Enikki Internasional Competicion 2005) di Tokyo Jepang, Mitsubishi Public Affairs Commite Award (Enikki Internasional Competicion 2007) di Tokyo Jepang, Kanagawa Price "The 13TH Kanagawa Biennal Word Childrens Art Exibhition (2005)."Sebanyak 5 lukisan saya telah dibeli oleh lima menteri Indonesia diantaranya menteri pariwisata, menteri pendidikan nasional, menteri kesejahteraan, dan lainya," tegas Dini.Dini berharap, penyebaran virus flu babi segera bisa diatasi oleh pemerintah dan beberapa negara yang saat ini dinyatakan pandemi flu babi. Agar bisa mencurahkan serta menikmati hasil keringat karyanya di ajang Internasional nanti kelak.		 (ndr/anw)
		
		Sent from Indosat BlackBerry powered by 
	Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)	
	Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda! 	
]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Senin, 13/07/2009 20:58 WIB - 	<strong>Magelang</strong> -<br />
	Virus flu babi atau H1N1 mendatangkan kekhawatiran yang besar. Tidak terkecuali bagi rombongan pelukis cilik yang hendak berkunjung ke Vietnam dalam rangka menghadiri even internasional. Karena ada surat peringatan dari badan PBB, UNESCO dan WHO mereka pun terancam urung pergi ke Vietnam.<br /><br />"Sebelum datang surat berupa fax, kami menerima telepon dari UNESCO perwakilan Indonesia bahwa telah ada peringatan dari WHO untuk tidak memberangkatkan anak di bawah usia 25 tahun ke Vietnam. Sebab rentan terkena virus flu babi," tegas Khundori kepada detikcom Senin (13/07/2009)<br /><br />Pelukis cilik Indonesia itu yakni Dini Kamilla Sari (12) warga Desa Kawedanan, Kecamatan Muntilan, Magelang, Jawa Tengah terancam batal untuk mewakili Indonesia dalam event Internasional di Grand Prix & Organizer Awards Mitsubishi Asian Childrens Enikki Fiesta 2008-2009 yang dijadwalkan di negara Vietnam pada 28 Juli mendatang.<br /><br />Surat peringatan dan pengunduran kegiatan sampai waktu tidak ditentukan di ajang seni lukis Internasional itu disampaikan oleh perwakilan UNESCO Jepang ke perwakilan UNESCO Indonesia pada 25 Juni 2009 lalu dan diteruskan ke orang tua Dini Kamilla Sari beberapa hari yang lalu. <br /><br />Ndori, panggilan akrab ayah Dini menjelaskan bahwa sebelum event Internasional itu digelar, anaknya merupakan satu-satunya perwakilan dari Indonesia yang ditunjuk untuk berangkat ke Vietnam sebab telah menjuarai ajang Nasional Piala Asian Children Enikki yang digelar di Jakarta bulan Desember tahun lalu.<br /><br />Padahal, usai mendapat kabar untuk berangkat ke Vietnam anak dari pasangan Khundori dan Erni Yuniati Ningsih itu sudah melakukan persiapan berupa mengurus paspor dan tiket penerbangan dari Jogjakarta ke Jakarta dan Jakarta ke Vietnam. <br /><br />"Kami sudah mempersiapkan segala sesuatu diantaranya membeli dan memesan tiket serta mengurus paspor yang sudah habis jutaan rupiah. Namun, tiba-tiba dikagetkan dengan surat peringatan dari WHO dan UNESCO untuk menunda keberangkatan," tegas Ndori didampingi istrinya Erni dirumahnya tadi.<br /><br /> <br /><strong>Merasa Bersyukur Batal ke Vietnam<br /></strong><br />Di sisi lain, kedua orangtua Dini merasa bersyukur sebab belum sempat berangkat ke Vietnam sudah ada travel warning yang disampaikan ke UNESCO dan WHO untuk mengantisipasi terkena virus H1N1. <br /><br />"Saya bersyukur Sebab, anak saya bisa terhindar dari penyakit yang konon mematikan itu. Kalau jadi berangkat, kan bisa seperti 14 orang anak dari grup Elfas Choir yang terkena virus H1N1  di Korea Selatan baru-baru ini, jelas Ndori.<br /><br />Sementara itu, pelukis cilik nasional Dini Kamilla Sari kepada detikcom menyatakan sangat takut terhadap beberapa pemberitaan terkait virus H1N1 saat ini. <br /><br />"Saya merasa bersyukur, takut dan bercampur kekecewaan. Ketakutan itu dikarenakan dengan  adanya pemberitaan soal flu babi mas," tegas Dini yang saat ini menjalani<br />Orientasi Siswa di bangku sekolah SMP Negeri 1 Muntilan Magelang ini.  <br /><br />Kecewanya, saya tidak bisa pergi ke luar negeri untuk pertama kalinya yang akan dia jalani selama hidup hanya karena ada flu babi yang sudah menyerang dan menyebar sampai di seluruh dunia. <br /><br />Selain itu, saat ini dirinya ingin berkonsentrasi penuh dulu menikmati masa orientasi siswanya di bangku kelas 1 SMP Negeri 1 Muntilan, Magelang.<br /><br />Dari catatan prestasinya, Dini Kamilla Sari patut diacungi jempol. Sebab, selain sudah menjuarai event bergengsi nasional Piala Asian Children Enikki yang digelar di Jakarta bulan Desember tahun lalu, dia juga sudah puluhan kali menjadi juara lukis di beberapa event. <br /><br />Diantaranya di even nasional adalah Delapan Pemenang Terbaik Sayembara Harian Bergambar Enikki (Komisi Nasional Indonesia Untuk UNESCO-2007), Juara 2 Lomba Gambar Peta Tingkat Nasional (Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional Bakosurtanal 2005) Juara 2 Dinas Pendidikan nasional (2005), Sepeluh Pemenang Terbaik Sayembara Harian Bergambar Enikki (2004). <br /><br />Di event Internasional, dia telah berprestasi diantaranya di even Exxelence Award (Enikki Internasional Competicion 2005) di Tokyo Jepang, Mitsubishi Public Affairs Commite Award (Enikki Internasional Competicion 2007) di Tokyo Jepang, Kanagawa Price "The 13TH Kanagawa Biennal Word Childrens Art Exibhition (2005).<br /><br />"Sebanyak 5 lukisan saya telah dibeli oleh lima menteri Indonesia diantaranya menteri pariwisata, menteri pendidikan nasional, menteri kesejahteraan, dan lainya," tegas Dini.<br /><br />Dini berharap, penyebaran virus flu babi segera bisa diatasi oleh pemerintah dan beberapa negara yang saat ini dinyatakan pandemi flu babi. Agar bisa mencurahkan serta menikmati hasil keringat karyanya di ajang Internasional nanti kelak.<br /><br />		<b> (ndr/anw)</b><br />
		<div class="adtxtbottom02"><br />
		<a href="http://www.indosat.com/blackberry" target="_blank">Sent from Indosat BlackBerry powered by <img src="http://www.detiknews.com/image/logosinyalkuat.gif" alt="Sinyal Kuat Indosat" border="0" /></a><br />
</div>	<em>Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik <font color="blue"><strong>REG POL kirim ke 3845</strong></font><br /><br />
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)</em>	<br /><br /><br />
	<em>Tetap update informasi di manapun dengan <strong><u><font color="red">http://m.detik.com</font></u></strong> dari browser ponsel anda! </em>	
<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/H0Z0AsalkpWzZSyNEN0_x8YZluQ/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/H0Z0AsalkpWzZSyNEN0_x8YZluQ/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/H0Z0AsalkpWzZSyNEN0_x8YZluQ/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/H0Z0AsalkpWzZSyNEN0_x8YZluQ/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p>]]></content:encoded>
                        <wfw:commentRss>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/detikrss.php</wfw:commentRss>
                <feedburner:origLink>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.133138.html</feedburner:origLink></item>
	
	<item>
                <title>Mobil Pengangkut Uang untuk ATM Dirampok, Uang Rp 15 M Lenyap</title>
                <link>http://feedproxy.google.com/~r/DetiknewsRssByDicky/~3/wxfX96zIllA/artikel.133137.html</link>
                <comments>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.133137.html</comments>
                <pubDate>Mon, 13 Jul 2009 22:00:16 +0700</pubDate>
                <dc:creator>Detik.com</dc:creator>

                <category>Detik</category>

                <category>News</category>

                <guid isPermaLink="false">http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.133137.html</guid>
                <description><![CDATA[Senin, 13/07/2009 20:47 WIB - 	Jakarta -
	Mobil penangkut uang milik PT Sisco, yang menyediakan jasa pengangkutan uang ke ATM dirampok. Alhasil uang senilai Rp 15 miliar kini digondol para perampok tersebut. Polisi pun kini tengah melakukan pengejaran."Kita masih melakukan pengecekan. Pelakuknya diduga dua orang mereka memakai mobil Suzuki APV," kata Kasat Resmob Polda Metro Jaya AKBP Ahmad Rivai saat dihubungi melalui telepon, Senin (13/7/2009).Perampokan ini terjadi sekitar pukul 20.00 WIB, saar itu di dalam mobil yang hendak mengisi sejumlah ATM di kawasan Tambora, Jakarta Barat ini hanya berisi 1 orang personel Samapta Polda Metro dan sopir."Pelaku sempat menyandera mereka," jelasnya.Hingga kemudian pelaku yang diketahui menggunakan senjata api ini meninggalkan korbannya di pinggir jalan. Dan kemudian sang sopir dari PT Sisco membawa mobil itu ke Polse Tambora."Kita masih kejar," tutupnya.		 (ndr/anw)
		
		Sent from Indosat BlackBerry powered by 
	Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)	
	Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda! 	
]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Senin, 13/07/2009 20:47 WIB - 	<strong>Jakarta</strong> -<br />
	Mobil penangkut uang milik PT Sisco, yang menyediakan jasa pengangkutan uang ke ATM dirampok. Alhasil uang senilai Rp 15 miliar kini digondol para perampok tersebut. Polisi pun kini tengah melakukan pengejaran.<br /><br />"Kita masih melakukan pengecekan. Pelakuknya diduga dua orang mereka memakai mobil Suzuki APV," kata Kasat Resmob Polda Metro Jaya AKBP Ahmad Rivai saat dihubungi melalui telepon, Senin (13/7/2009).<br /><br />Perampokan ini terjadi sekitar pukul 20.00 WIB, saar itu di dalam mobil yang hendak mengisi sejumlah ATM di kawasan Tambora, Jakarta Barat ini hanya berisi 1 orang personel Samapta Polda Metro dan sopir.<br /><br />"Pelaku sempat menyandera mereka," jelasnya.<br /><br />Hingga kemudian pelaku yang diketahui menggunakan senjata api ini meninggalkan korbannya di pinggir jalan. Dan kemudian sang sopir dari PT Sisco membawa mobil itu ke Polse Tambora.<br /><br />"Kita masih kejar," tutupnya.<br /><br />		<b> (ndr/anw)</b><br />
		<div class="adtxtbottom02"><br />
		<a href="http://www.indosat.com/blackberry" target="_blank">Sent from Indosat BlackBerry powered by <img src="http://www.detiknews.com/image/logosinyalkuat.gif" alt="Sinyal Kuat Indosat" border="0" /></a><br />
</div>	<em>Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik <font color="blue"><strong>REG POL kirim ke 3845</strong></font><br /><br />
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)</em>	<br /><br /><br />
	<em>Tetap update informasi di manapun dengan <strong><u><font color="red">http://m.detik.com</font></u></strong> dari browser ponsel anda! </em>	
<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Y9VXwbhISQx_OxzaCDqcYmMQa6A/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Y9VXwbhISQx_OxzaCDqcYmMQa6A/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Y9VXwbhISQx_OxzaCDqcYmMQa6A/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Y9VXwbhISQx_OxzaCDqcYmMQa6A/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p>]]></content:encoded>
                        <wfw:commentRss>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/detikrss.php</wfw:commentRss>
                <feedburner:origLink>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.133137.html</feedburner:origLink></item>
	
	<item>
                <title>Jenazah Korban Penembakan Timika Tiba di Makassar</title>
                <link>http://feedproxy.google.com/~r/DetiknewsRssByDicky/~3/znpcrsjQoIU/artikel.133136.html</link>
                <comments>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.133136.html</comments>
                <pubDate>Mon, 13 Jul 2009 22:00:15 +0700</pubDate>
                <dc:creator>Detik.com</dc:creator>

                <category>Detik</category>

                <category>News</category>

                <guid isPermaLink="false">http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.133136.html</guid>
                <description><![CDATA[Senin, 13/07/2009 20:27 WIB - 	Makassar -
	Jenazah anggota satuan pengamanan PT Freeport, Markus Rante Allo, yang menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal sehari yang lalu di Mile 51 kawasan tambang Tembagapura, Timika, Papua, tiba di Makassar malam ini (13/7/2009).  Jenazah Markus diberangkatkan dari Timika, sekitar pukul 16.00 WIT dengan menggunakan pesawat udara Airfast, dan tiba di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, sekitar pukul 22.00 WITA. Sebelum diberangkatkan, jenazah Markus sudah diotopsi oleh pihak yang berwenang di Timika.  Kedatangan jenazah Markus pun disambut isak tangis puluhan keluarganya, yang menunggu sejak sore hari di bagian Kargo Bandara, di areal Lanud TNI AU Sultan Hasanuddin.  Menurut keterangan sepupu korban, Yanti Batara yang ditemui detikcom, rencananya jenazah Markus langsung diantar malam ini ke Kabupaten Tanah Toraja, Sulawesi Selatan.   "Keluarga besar kami di Rantepayo, Tanah Toraja, sudah mempersiapkan upacara penyambutan dan pemakaman secara adat leluhur Toraja," pungkas Yanti.		 (mna/anw)
		
		Sent from Indosat BlackBerry powered by 
	Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)	
	Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda! 	
]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Senin, 13/07/2009 20:27 WIB - 	<strong>Makassar</strong> -<br />
	Jenazah anggota satuan pengamanan PT Freeport, Markus Rante Allo, yang<br /> menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal sehari yang lalu di Mile 51<br /> kawasan tambang Tembagapura, Timika, Papua, tiba di Makassar malam ini<br /> (13/7/2009).<br /> <br /> Jenazah Markus diberangkatkan dari Timika, sekitar pukul 16.00 WIT dengan<br /> menggunakan pesawat udara Airfast, dan tiba di Bandara Sultan Hasanuddin,<br /> Makassar, sekitar pukul 22.00 WITA. Sebelum diberangkatkan, jenazah Markus<br /> sudah diotopsi oleh pihak yang berwenang di Timika.<br /> <br /> Kedatangan jenazah Markus pun disambut isak tangis puluhan keluarganya, yang menunggu sejak sore hari di bagian Kargo Bandara, di areal Lanud TNI AU<br /> Sultan Hasanuddin.<br /> <br /> Menurut keterangan sepupu korban, Yanti Batara yang ditemui detikcom,<br /> rencananya jenazah Markus langsung diantar malam ini ke Kabupaten Tanah Toraja, Sulawesi Selatan. <br /> <br /> "Keluarga besar kami di Rantepayo, Tanah Toraja, sudah mempersiapkan upacara penyambutan dan pemakaman secara adat leluhur Toraja," pungkas Yanti.<br /><br />		<b> (mna/anw)</b><br />
		<div class="adtxtbottom02"><br />
		<a href="http://www.indosat.com/blackberry" target="_blank">Sent from Indosat BlackBerry powered by <img src="http://www.detiknews.com/image/logosinyalkuat.gif" alt="Sinyal Kuat Indosat" border="0" /></a><br />
</div>	<em>Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik <font color="blue"><strong>REG POL kirim ke 3845</strong></font><br /><br />
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)</em>	<br /><br /><br />
	<em>Tetap update informasi di manapun dengan <strong><u><font color="red">http://m.detik.com</font></u></strong> dari browser ponsel anda! </em>	
<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/crBeV-iomXixXzhkKaUd4i0KTAk/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/crBeV-iomXixXzhkKaUd4i0KTAk/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/crBeV-iomXixXzhkKaUd4i0KTAk/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/crBeV-iomXixXzhkKaUd4i0KTAk/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p>]]></content:encoded>
                        <wfw:commentRss>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/detikrss.php</wfw:commentRss>
                <feedburner:origLink>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.133136.html</feedburner:origLink></item>
	
	<item>
                <title>Peraih Kalpataru Menghancurkan Hutan Wisata</title>
                <link>http://feedproxy.google.com/~r/DetiknewsRssByDicky/~3/7CIemfDB99o/artikel.133135.html</link>
                <comments>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.133135.html</comments>
                <pubDate>Mon, 13 Jul 2009 22:00:14 +0700</pubDate>
                <dc:creator>Detik.com</dc:creator>

                <category>Detik</category>

                <category>News</category>

                <guid isPermaLink="false">http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.133135.html</guid>
                <description><![CDATA[Senin, 13/07/2009 20:14 WIB - 	Pekanbaru -
	Dahlan S, warga Kabupaten Kampar, Riau Juni lalu baru saja meraih Kalpataru lingkungan dari Presiden. Namun disayangkan, orang yang dijuluki pecinta lingkungan itu kini malah mengobrakabrik kawasan hutan wisata alam.  Di Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak, Hulu Kampar, terdapat 1.000 hektare hutan wisata yang ditetapkan Pemprov Riau pada tahun 20006 silam. Hutan wisata itu masih terjaga dengan baik karena adanya sistem adat istiadat yang mengharamkan perambahan hutan di sana. Penyelamatan kawasan wisata ini pula, yang mengantarkan Datuk Dahlan S meraih Kalpataru bidang lingkungan dari Presiden.  Namun kini, hutan wisata yang dulunya masyarakat setempat menyebutnya Hutan Larangan kini telah ternoda. Hutan wisata yang berada di pinggir sungai Kampar itu kini telah disulap dengan pembangunan jalan membelah ditengah kawasan hutan alam itu.  Detikcom, Senin (13/07/2009) yang berada di lokasi, menyaksikan telah dibelahnya hutan dengan pembangunan badan jalan dengan lebar sekitar 20 meter. Pembangunan jalan ini sepanjang 8 km mengarah ke kecamatan lainnya. Selain membelah hutan wisata juga membelah kawasan pecadangan hutan  yang status lahannya sebagai tanah ulayat alias tanah adapt. Dari 8 km itu, 3 km di antaranya masuk dalam kawasan hutan wisata.  Jalan begitu luas, telah memporak prandakan isi hutan. Kayu-kayu alam dengan diameter lebih dari 1 meter bahkan diperkirakan usia kayunya di atas 60 tahun kini semuanya telah rata. Badan jalan setinggi dua meter itu, ternyata dibawahnya dilapisi kayu alam hasil tebangan liar.  Lantas siapa orang yang merekomendasikan penghancuran hutan wisata alam itu? Menurut Makmur Hendrik, Ketua Lembaga Masyarakat Besar (LMB) Desa Buluh Cina, menyebut bahwa orang yang paling bertanggungjawab atas kerusakan hutan wisata itu tidak lain adalah Datuk Dahlan S, orang yang meraih Kalpataru itu sendiri.   &ldquo;Kami sangat menyesalkan pembangunan jalan di dalam kawasan hutan wisata itu. Lebih kontradiktif lagi justru yang merusak kawasan hutan itu dilakukan oleh orang yang meraih kalpataru yang juga dikenal sebagai ketua ninik mamak (tokoh adat) setempat,&rdquo; kata Makmur Hendrik yang juga anggota KPUD Pekanbaru itu.  Makmur Hendrik yang juga dikenal sebagai tokoh pers di Riau ini menyebut, idealnya status kawasan wisata itu tidak dibenarkan dibangun jalan permanen. Malah sesuai dengan surat kesepakatan bersama antara masyarakat desa dengan pemerintah, telah disebutkan bahwa kawasan hutan wisata itu dilarang untuk diperjual belikan.  Namun faktanya, kawasan hutan wisata kini dibangun akses jalan yang sangat luas. Ini merupakan ancaman tersendiri buat keselamatan isi kawasan hutan tersebut.  Selain membuka akses jalan di tengah kawasan hutan wisata, peraih Kalpataru bersama perangkat desa juga menjual kawasan cadangan hutan wisata sekitar 100 hektar. Kawasan cadangan ini juga sebenarnya dilarang diperjualbelikan. Namun faktanya kini dijual 100 hektar kepada salah seorang investor kelapa sawit.  &ldquo;Saya sudah tanya sama yang beli, katanya harga tanah itu dijual 13 juta per hektare. Namun laporan ke kas desa hanya 6 juta, itupun masih ada potongan lagi dengan berbagai macam alasan. Sehingga kas desa hanya menerima Rp4 juta per hektar dari penjualan lahan cadangan hutan wisata itu,&rdquo; kata Makmur.  Hendrik juga menyayangkan, perusakan hutan alam yang ada di desa kelahirannya itu justru dilakukan peraih kalpataru. &ldquo;Disayangkan sekali nama baik penghargaan kalpaturu itu. Belum sebulan diraih, kini penerima kalpaturu justru telah menghancurkan kawasan hutan,&rdquo; kata Makmur.  Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Riau, Zulkifli saat dihubungi detikcom menyebutkan, bahwa  pihaknya sudah menurunkan timnya ke lokasi pembangunan jalan tersebut. Sekalipun kawasan hutan itu dulunya milik masyarakat setempat, namun statusnya kini sudah ditetapkan Gubernur Riau sebagai kawasan hutan wisata.  &ldquo;Dengan demikian, apapun aktivitas untuk menggunakan lahan tersebut harus seizing gubernur. Namun pembangunan jalan tersebut tanpa ada izin dari pemerintah. Kita tengah mencoba untuk menengahi masalah pembangunan jalan tersebut,&rdquo; kata Zul.   Sedangkan Datuk Dahlan S peraih Kalpataru yang dituding merusak kawasan hutan membantah. Menurutnya, tidak ada salahnya atas pembukaan jalan di tengah hutan wisata itu. Dia juga membantah soal penjualan lahan cadangan hutan wisata untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. &ldquo;Pembukaan jalan itukan untuk kepentingan masyarakat juta. Jadi tidak ada salahnya bila untuk kepentingan umum,&rdquo; terangnya.  Dia malah balik melaporkan seseorang ke pihak kepolisian yang dianggap telah mencemarkan nama baiknya selaku peraih kalpataru. &ldquo;Saya telah melaporkan seseorang yang telah mencemarkan nama baik saya ke polisi,&rdquo; kata Datuk tanpa menyebut siapa orang yang dilaporkan ke polisi itu.  Satu sisi, Makmud Hendrik kepada detikcom mengakui bahwa orang yang dilaporkan ke polisi oleh peraih kalpataru itu adalah dirinya. &ldquo;Saya itu orangnya yang dilaporkannya ke polisi atas tuduhan pencemaran nama baik. Ya silahkan saja,&rdquo; kata Makmur Hendrik.		 (cha/anw)
		
		Sent from Indosat BlackBerry powered by 
	Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)	
	Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda! 	
]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Senin, 13/07/2009 20:14 WIB - 	<strong>Pekanbaru</strong> -<br />
	Dahlan S, warga Kabupaten Kampar, Riau Juni lalu baru saja meraih Kalpataru lingkungan dari Presiden. Namun disayangkan, orang yang dijuluki pecinta lingkungan itu kini malah mengobrakabrik kawasan hutan wisata alam.<br /> <br /> Di Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak, Hulu Kampar, terdapat 1.000 hektare hutan wisata yang ditetapkan Pemprov Riau pada tahun 20006 silam. Hutan wisata itu masih terjaga dengan baik karena adanya sistem adat istiadat yang<br /> mengharamkan perambahan hutan di sana. Penyelamatan kawasan wisata ini pula, yang mengantarkan Datuk Dahlan S meraih Kalpataru bidang lingkungan dari Presiden.<br /> <br /> Namun kini, hutan wisata yang dulunya masyarakat setempat menyebutnya Hutan Larangan kini telah ternoda. Hutan wisata yang berada di pinggir sungai Kampar itu kini telah disulap dengan pembangunan jalan membelah ditengah kawasan hutan alam itu.<br /> <br /> Detikcom, Senin (13/07/2009) yang berada di lokasi, menyaksikan telah dibelahnya hutan dengan pembangunan badan jalan dengan lebar sekitar 20 meter. Pembangunan jalan ini sepanjang 8 km mengarah ke kecamatan lainnya. Selain membelah hutan wisata juga membelah kawasan pecadangan hutan  yang<br /> status lahannya sebagai tanah ulayat alias tanah adapt. Dari 8 km itu, 3 km di antaranya masuk dalam kawasan hutan wisata.<br /> <br /> Jalan begitu luas, telah memporak prandakan isi hutan. Kayu-kayu alam dengan diameter lebih dari 1 meter bahkan diperkirakan usia kayunya di atas 60 tahun kini semuanya telah rata. Badan jalan setinggi dua meter itu, ternyata dibawahnya dilapisi kayu alam hasil tebangan liar.<br /> <br /> Lantas siapa orang yang merekomendasikan penghancuran hutan wisata alam itu? Menurut Makmur Hendrik, Ketua Lembaga Masyarakat Besar (LMB) Desa Buluh Cina, menyebut bahwa orang yang paling bertanggungjawab atas kerusakan hutan wisata itu tidak lain adalah Datuk Dahlan S, orang yang meraih Kalpataru itu sendiri.<br /> <br /> <br /> &ldquo;Kami sangat menyesalkan pembangunan jalan di dalam kawasan hutan wisata itu. Lebih kontradiktif lagi justru yang merusak kawasan hutan itu dilakukan oleh orang yang meraih kalpataru yang juga dikenal sebagai ketua ninik mamak (tokoh adat) setempat,&rdquo; kata Makmur Hendrik yang juga anggota KPUD Pekanbaru itu.<br /> <br /> Makmur Hendrik yang juga dikenal sebagai tokoh pers di Riau ini menyebut, idealnya status kawasan wisata itu tidak dibenarkan dibangun jalan permanen. Malah sesuai dengan surat kesepakatan bersama antara masyarakat desa dengan pemerintah, telah disebutkan bahwa kawasan hutan wisata itu dilarang untuk diperjual belikan.<br /> <br /> Namun faktanya, kawasan hutan wisata kini dibangun akses jalan yang sangat luas. Ini merupakan ancaman tersendiri buat keselamatan isi kawasan hutan tersebut.  Selain membuka akses jalan di tengah kawasan hutan wisata, peraih Kalpataru bersama perangkat desa juga menjual kawasan cadangan hutan wisata sekitar 100 hektar. Kawasan cadangan ini juga sebenarnya dilarang diperjualbelikan. Namun faktanya kini dijual 100 hektar kepada salah seorang investor kelapa sawit.<br /> <br /> &ldquo;Saya sudah tanya sama yang beli, katanya harga tanah itu dijual 13 juta per hektare. Namun laporan ke kas desa hanya 6 juta, itupun masih ada potongan lagi dengan berbagai macam alasan. Sehingga kas desa hanya menerima Rp4 juta per hektar dari penjualan lahan cadangan hutan wisata itu,&rdquo; kata Makmur.<br /> <br /> Hendrik juga menyayangkan, perusakan hutan alam yang ada di desa kelahirannya itu justru dilakukan peraih kalpataru. &ldquo;Disayangkan sekali<br /> nama baik penghargaan kalpaturu itu. Belum sebulan diraih, kini penerima<br /> kalpaturu justru telah menghancurkan kawasan hutan,&rdquo; kata Makmur.<br /> <br /> Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Riau, Zulkifli saat dihubungi detikcom menyebutkan, bahwa  pihaknya sudah menurunkan timnya ke lokasi pembangunan jalan tersebut. Sekalipun kawasan hutan itu dulunya milik masyarakat setempat, namun statusnya kini sudah ditetapkan Gubernur Riau sebagai kawasan hutan wisata.<br /> <br /> &ldquo;Dengan demikian, apapun aktivitas untuk menggunakan lahan tersebut harus seizing gubernur. Namun pembangunan jalan tersebut tanpa ada izin dari pemerintah. Kita tengah mencoba untuk menengahi masalah pembangunan jalan tersebut,&rdquo; kata Zul. <br /> <br /> Sedangkan Datuk Dahlan S peraih Kalpataru yang dituding merusak kawasan hutan membantah. Menurutnya, tidak ada salahnya atas pembukaan jalan di tengah hutan wisata itu. Dia juga membantah soal penjualan lahan cadangan hutan wisata untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. &ldquo;Pembukaan jalan itukan untuk kepentingan masyarakat juta. Jadi tidak ada salahnya bila<br /> untuk kepentingan umum,&rdquo; terangnya.<br /> <br /> Dia malah balik melaporkan seseorang ke pihak kepolisian yang dianggap telah mencemarkan nama baiknya selaku peraih kalpataru. &ldquo;Saya telah melaporkan seseorang yang telah mencemarkan nama baik saya ke polisi,&rdquo; kata Datuk tanpa menyebut siapa orang yang dilaporkan ke polisi itu.<br /> <br /> Satu sisi, Makmud Hendrik kepada detikcom mengakui bahwa orang yang dilaporkan ke polisi oleh peraih kalpataru itu adalah dirinya. &ldquo;Saya<br /> itu orangnya yang dilaporkannya ke polisi atas tuduhan pencemaran nama baik. Ya silahkan saja,&rdquo; kata Makmur Hendrik.<br />		<b> (cha/anw)</b><br />
		<div class="adtxtbottom02"><br />
		<a href="http://www.indosat.com/blackberry" target="_blank">Sent from Indosat BlackBerry powered by <img src="http://www.detiknews.com/image/logosinyalkuat.gif" alt="Sinyal Kuat Indosat" border="0" /></a><br />
</div>	<em>Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik <font color="blue"><strong>REG POL kirim ke 3845</strong></font><br /><br />
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)</em>	<br /><br /><br />
	<em>Tetap update informasi di manapun dengan <strong><u><font color="red">http://m.detik.com</font></u></strong> dari browser ponsel anda! </em>	
<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/X4GITL2QwZgCpGiCIdtOqwe3JHo/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/X4GITL2QwZgCpGiCIdtOqwe3JHo/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/X4GITL2QwZgCpGiCIdtOqwe3JHo/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/X4GITL2QwZgCpGiCIdtOqwe3JHo/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p>]]></content:encoded>
                        <wfw:commentRss>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/detikrss.php</wfw:commentRss>
                <feedburner:origLink>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.133135.html</feedburner:origLink></item>
	
	<item>
                <title>KPK Tahan Bupati dari Papua</title>
                <link>http://feedproxy.google.com/~r/DetiknewsRssByDicky/~3/MO-AMAl280Q/artikel.133134.html</link>
                <comments>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.133134.html</comments>
                <pubDate>Mon, 13 Jul 2009 22:00:13 +0700</pubDate>
                <dc:creator>Detik.com</dc:creator>

                <category>Detik</category>

                <category>News</category>

                <guid isPermaLink="false">http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.133134.html</guid>
                <description><![CDATA[Senin, 13/07/2009 19:57 WIB - 	Jakarta -
	Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Bupati Supiori, Papua, Jules F Warikar. Ia ditahan karena diduga terkait kasus penyalahgunaan APBD di Kabupaten Supiori.  "Kita hari ini menahan tersangka JFW," kata Plh Ketua KPK Bibit Samad Riyanto di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Senin (13/7/2009).  Jules sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ia dijerat dengan pasal 2 ayat 1 UU No 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor.  Rencananya, Jules akan ditahan di Rutan Cipinang. Hingga pukul 19.30 WIB, ia masih diperiksa penyidik KPK.  Kasus ini berawal dari adanya proyek pembangunan pasar sentral dan rumah dinas di Kabupaten Supiori pada tahun 2006-2008. Diduga ada mark up dan penunjukkan langsung dalam proyek tersebut.  "Nilai proyek mencapai Rp 106 miliar dengan kerugian negara Rp 30 miliar," tutup Bibit.		 (mad/anw)
		
		Sent from Indosat BlackBerry powered by 
	Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)	
	Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda! 	
]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Senin, 13/07/2009 19:57 WIB - 	<strong>Jakarta</strong> -<br />
	Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Bupati Supiori, Papua, Jules F Warikar. Ia ditahan karena diduga terkait kasus penyalahgunaan APBD di Kabupaten Supiori.<br /> <br /> "Kita hari ini menahan tersangka JFW," kata Plh Ketua KPK Bibit Samad Riyanto di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Senin (13/7/2009).<br /> <br /> Jules sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ia dijerat dengan pasal 2 ayat 1 UU No 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor.<br /> <br /> Rencananya, Jules akan ditahan di Rutan Cipinang. Hingga pukul 19.30 WIB, ia masih diperiksa penyidik KPK.<br /> <br /> Kasus ini berawal dari adanya proyek pembangunan pasar sentral dan rumah dinas di Kabupaten Supiori pada tahun 2006-2008. Diduga ada mark up dan penunjukkan langsung dalam proyek tersebut.<br /> <br /> "Nilai proyek mencapai Rp 106 miliar dengan kerugian negara Rp 30 miliar," tutup Bibit.<br /><br />		<b> (mad/anw)</b><br />
		<div class="adtxtbottom02"><br />
		<a href="http://www.indosat.com/blackberry" target="_blank">Sent from Indosat BlackBerry powered by <img src="http://www.detiknews.com/image/logosinyalkuat.gif" alt="Sinyal Kuat Indosat" border="0" /></a><br />
</div>	<em>Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik <font color="blue"><strong>REG POL kirim ke 3845</strong></font><br /><br />
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)</em>	<br /><br /><br />
	<em>Tetap update informasi di manapun dengan <strong><u><font color="red">http://m.detik.com</font></u></strong> dari browser ponsel anda! </em>	
<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/czBYJfI457y6cHrZI5ReN576uBM/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/czBYJfI457y6cHrZI5ReN576uBM/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/czBYJfI457y6cHrZI5ReN576uBM/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/czBYJfI457y6cHrZI5ReN576uBM/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p>]]></content:encoded>
                        <wfw:commentRss>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/detikrss.php</wfw:commentRss>
                <feedburner:origLink>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.133134.html</feedburner:origLink></item>
	
	<item>
                <title>Presiden Minta Pencegahan Korupsi Lebih Diutamakan</title>
                <link>http://feedproxy.google.com/~r/DetiknewsRssByDicky/~3/9-o8xoiv7Ps/artikel.133133.html</link>
                <comments>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.133133.html</comments>
                <pubDate>Mon, 13 Jul 2009 22:00:12 +0700</pubDate>
                <dc:creator>Detik.com</dc:creator>

                <category>Detik</category>

                <category>News</category>

                <guid isPermaLink="false">http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.133133.html</guid>
                <description><![CDATA[Senin, 13/07/2009 19:58 WIB - 	Jakarta -
	Dalam rapat koordinasi dengan para penegak hukum ada beberapa pengarahan dari Presiden SBY. Salah satunya adalah mengutamakan pencegahan korupsi dibandingkan dengan penindakan."Tidak hanya Presiden, termasuk saya juga berharap pencegahan diutamakan," kata Plh Ketua KPK Bibit Samad Riyanto di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel,Senin (13/7/2009).Menurut Bibit, mencegah korupsi lebih baik daripada menindaknya. Sebab, jumlah penyelamatan uang negara yang dihasilkan jauh lebih besar."Bersama dengan instansi lain kita bisa menyelamatkan Rp 3,2 triliun," tegasnya.Selain itu, kata Bibit, Presiden juga meminta para penegak hukum untuk melakukan koordinasi dengan baik satu sama lain. Pemberantasan korupsi juga diminta untukjalan terus."Pemberantasan korupsi harus disinergikan dan bekerja sesuai dengan aturan perundang-undangan," jelasnya.Ketika ditanya soal isu penyadapan dan hubungan Polri-KPK, Bibit mengaku tidak adamasalah. Dalam rapat koordinasi tidak disinggung tentang hal tersebut maupunkasus-kasus yang selama ini berkembang di media massa."Lagipula selama ini tidak ada masalah, hubungannya baik-baik saja," tutupnya.		 (mad/ndr)
		
		Sent from Indosat BlackBerry powered by 
	Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)	
	Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda! 	
]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Senin, 13/07/2009 19:58 WIB - 	<strong>Jakarta</strong> -<br />
	Dalam rapat koordinasi dengan para penegak hukum ada beberapa pengarahan dari Presiden SBY. Salah satunya adalah mengutamakan pencegahan korupsi dibandingkan dengan penindakan.<br /><br />"Tidak hanya Presiden, termasuk saya juga berharap pencegahan diutamakan," kata Plh Ketua KPK Bibit Samad Riyanto di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel,<br />Senin (13/7/2009).<br /><br />Menurut Bibit, mencegah korupsi lebih baik daripada menindaknya. Sebab, jumlah penyelamatan uang negara yang dihasilkan jauh lebih besar.<br /><br />"Bersama dengan instansi lain kita bisa menyelamatkan Rp 3,2 triliun," tegasnya.<br /><br />Selain itu, kata Bibit, Presiden juga meminta para penegak hukum untuk melakukan koordinasi dengan baik satu sama lain. Pemberantasan korupsi juga diminta untuk<br />jalan terus.<br /><br />"Pemberantasan korupsi harus disinergikan dan bekerja sesuai dengan aturan perundang-undangan," jelasnya.<br /><br />Ketika ditanya soal isu penyadapan dan hubungan Polri-KPK, Bibit mengaku tidak ada<br />masalah. Dalam rapat koordinasi tidak disinggung tentang hal tersebut maupun<br />kasus-kasus yang selama ini berkembang di media massa.<br /><br />"Lagipula selama ini tidak ada masalah, hubungannya baik-baik saja," tutupnya.<br /><br />		<b> (mad/ndr)</b><br />
		<div class="adtxtbottom02"><br />
		<a href="http://www.indosat.com/blackberry" target="_blank">Sent from Indosat BlackBerry powered by <img src="http://www.detiknews.com/image/logosinyalkuat.gif" alt="Sinyal Kuat Indosat" border="0" /></a><br />
</div>	<em>Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik <font color="blue"><strong>REG POL kirim ke 3845</strong></font><br /><br />
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)</em>	<br /><br /><br />
	<em>Tetap update informasi di manapun dengan <strong><u><font color="red">http://m.detik.com</font></u></strong> dari browser ponsel anda! </em>	
<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/IAmDymgyWXjA4yBLooDjRL4rO1k/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/IAmDymgyWXjA4yBLooDjRL4rO1k/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/IAmDymgyWXjA4yBLooDjRL4rO1k/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/IAmDymgyWXjA4yBLooDjRL4rO1k/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p>]]></content:encoded>
                        <wfw:commentRss>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/detikrss.php</wfw:commentRss>
                <feedburner:origLink>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.133133.html</feedburner:origLink></item>
	
	<item>
                <title> KPK: Tidak Perlu Ada Perang Urat Syaraf</title>
                <link>http://feedproxy.google.com/~r/DetiknewsRssByDicky/~3/2Sn-Vz5IvsE/artikel.133132.html</link>
                <comments>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.133132.html</comments>
                <pubDate>Mon, 13 Jul 2009 22:00:11 +0700</pubDate>
                <dc:creator>Detik.com</dc:creator>

                <category>Detik</category>

                <category>News</category>

                <guid isPermaLink="false">http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.133132.html</guid>
                <description><![CDATA[Senin, 13/07/2009 19:34 WIB - 	Jakarta -
	Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) enggan menanggapi pernyataan pihak Polda Metro Jaya yang tengah membidik oknum di KPK. Pihak KPK mempersilakan polisi melakukan tugasnya asalkan sesuai prosedur hukum."Kalau di KPK, setiap tersangka, 80 persen jadi terdakwa. Mudah-mudahan merekaseperti itu, tidak perlu memperpanjang masalah. Kalau memang terbukti silahkan saja.Jadi tidak perlu ada perang urat saraf. Kita bukan malaikat," kata Wakil Ketua KPK Bibit S Riyanto di KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (13/7/2009).Dia menegaskan hendaknya tidak ada trial by the press terkait kasus yang masih sekedar isu ini. Namun dia meminta agar polisi juga bertindak profesional."Tapi kita minta tolong hati-hati karena dalam UU No 30- Tahun 2002, kalau seorang pimpinan KPK ditetapkan sebagai tersangka, Presiden bisa memberhentikan sementara," tutupnya.Sebelumnya polisi mengantungi beberapa nama-nama oknum yang diindikasikan terkait dalam kasus baru yang tengah disidk polisi. "Bukan KPK-nya, oknumnyalah," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes M Iriawan. Iriawan menyampaikan hal itu kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, saat ditanya apakah ada orang di sekeliling KPK yang akan jadi tersangka.		 (mok/ndr)
		
		Sent from Indosat BlackBerry powered by 
	Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)	
	Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda! 	
]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Senin, 13/07/2009 19:34 WIB - 	<strong>Jakarta</strong> -<br />
	Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) enggan menanggapi pernyataan pihak Polda Metro Jaya yang tengah membidik oknum di KPK. Pihak KPK mempersilakan polisi melakukan tugasnya asalkan sesuai prosedur hukum.<br /><br />"Kalau di KPK, setiap tersangka, 80 persen jadi terdakwa. Mudah-mudahan mereka<br />seperti itu, tidak perlu memperpanjang masalah. Kalau memang terbukti silahkan saja.<br />Jadi tidak perlu ada perang urat saraf. Kita bukan malaikat," kata Wakil Ketua KPK Bibit S Riyanto di KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (13/7/2009).<br /><br />Dia menegaskan hendaknya tidak ada trial by the press terkait kasus yang masih sekedar isu ini. Namun dia meminta agar polisi juga bertindak profesional.<br /><br />"Tapi kita minta tolong hati-hati karena dalam UU No 30- Tahun 2002, kalau seorang pimpinan KPK ditetapkan sebagai tersangka, Presiden bisa memberhentikan sementara," tutupnya.<br /><br />Sebelumnya polisi mengantungi beberapa nama-nama oknum yang diindikasikan terkait dalam kasus baru yang tengah disidk polisi. "Bukan KPK-nya, oknumnyalah," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes M Iriawan. <br /><br />Iriawan menyampaikan hal itu kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, saat ditanya apakah ada orang di sekeliling KPK yang akan jadi tersangka.<br />		<b> (mok/ndr)</b><br />
		<div class="adtxtbottom02"><br />
		<a href="http://www.indosat.com/blackberry" target="_blank">Sent from Indosat BlackBerry powered by <img src="http://www.detiknews.com/image/logosinyalkuat.gif" alt="Sinyal Kuat Indosat" border="0" /></a><br />
</div>	<em>Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik <font color="blue"><strong>REG POL kirim ke 3845</strong></font><br /><br />
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)</em>	<br /><br /><br />
	<em>Tetap update informasi di manapun dengan <strong><u><font color="red">http://m.detik.com</font></u></strong> dari browser ponsel anda! </em>	
<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/KlujG2Ukp5HkdxYrUBUtIfEs1Qs/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/KlujG2Ukp5HkdxYrUBUtIfEs1Qs/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/KlujG2Ukp5HkdxYrUBUtIfEs1Qs/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/KlujG2Ukp5HkdxYrUBUtIfEs1Qs/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p>]]></content:encoded>
                        <wfw:commentRss>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/detikrss.php</wfw:commentRss>
                <feedburner:origLink>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.133132.html</feedburner:origLink></item>
		
        </channel>
</rss>
