<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>devilpenakut</title>
	<atom:link href="https://devilpenakut.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://devilpenakut.wordpress.com</link>
	<description>devil Inside</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jan 2026 07:36:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3138508</site><cloud domain='devilpenakut.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>https://s0.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>devilpenakut</title>
		<link>https://devilpenakut.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="https://devilpenakut.wordpress.com/osd.xml" title="devilpenakut" />
	<atom:link rel='hub' href='https://devilpenakut.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
	<item>
		<title>Roma 1–1 Milan: Apakah Roma Diselamatkan, atau Milan yang Membiarkan?</title>
		<link>https://devilpenakut.wordpress.com/2026/01/26/roma-1-1-milan-apakah-roma-diselamatkan-atau-milan-yang-membiarkan/</link>
					<comments>https://devilpenakut.wordpress.com/2026/01/26/roma-1-1-milan-apakah-roma-diselamatkan-atau-milan-yang-membiarkan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[devilpenakut]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2026 07:36:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[ac milan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://devilpenakut.wordpress.com/?p=829</guid>

					<description><![CDATA[Kalau penalti itu ngga pernah diberikan, apa yang sebenarnya kita bicarakan hari ini: kebangkitan Roma, atau kemenangan Milan yang nyaris sempurna? Pertanyaan itu penting, karena skor 1–1 di papan hasil menyembunyikan cerita yang jauh lebih timpang. Pertandingan di Stadio Olimpico ini bukan soal dua tim yang sama kuat, tapi soal satu tim yang menunggu terlalu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Kalau penalti itu ngga pernah diberikan, apa yang sebenarnya kita bicarakan hari ini: kebangkitan Roma, atau kemenangan Milan yang nyaris sempurna?</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertanyaan itu penting, karena skor 1–1 di papan hasil menyembunyikan cerita yang jauh lebih timpang. Pertandingan di Stadio Olimpico ini bukan soal dua tim yang sama kuat, tapi soal satu tim yang menunggu terlalu lama, dan satu tim lain yang terlalu nyaman menunggu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Roma selamat. Milan hampir pulang dengan kemenangan. Dan semuanya berputar di satu momen VAR.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Gol Itu, Roma Terlihat Kehilangan Arah</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Menit ke-62 mengubah atmosfer Olimpico.<br>Sundulan <strong>Koni De Winter</strong>, hasil umpan akurat <strong>Luka Modrić</strong>, membuat Milan unggul 0–1 — dan untuk beberapa menit setelahnya, Roma terlihat seperti tim yang lupa rencana awalnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan karena Milan mendominasi. Justru sebaliknya. Roma masih memegang bola, masih mencoba membangun dari bawah, tapi ritmenya berubah. Lebih lambat. Lebih ragu. Seolah mereka sadar sedang tertinggal, tapi belum sepakat bagaimana cara mengejarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Inilah momen ketika pertandingan mulai menjauh dari Roma.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Satu Keputusan VAR yang Mengubah Arah Pertandingan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Menit ke-74, VAR masuk.<br>Wasit menunjuk titik putih.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Protes Milan berakhir dengan kartu kuning untuk <strong>Mike Maignan</strong>, dan <strong>Lorenzo Pellegrini</strong> maju sebagai algojo. Eksekusinya tenang. Gol. 1–1.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara teknis, ini hanya satu penalti. Secara naratif, ini adalah reset total pertandingan. Tekanan mental Roma menguap seketika, sementara Milan kehilangan senjata terkuat mereka: keunggulan dan waktu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertanyaannya bukan lagi “apakah penalti ini sah”, tapi <strong>kenapa Roma harus menunggu momen seperti ini untuk benar-benar hidup</strong>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Roma Pegang Bola, Tapi Kehilangan Keberanian</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Masalah utama Roma malam itu bukan kualitas, tapi keberanian.<br>Mereka rapi. Terlalu rapi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penguasaan bola sering berakhir di area aman. <strong>Paulo Dybala</strong> kesulitan menemukan ruang, pergerakan tanpa bola minim, dan progresi ke sepertiga akhir terasa seperti menunggu izin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ironisnya, begitu tertinggal, Roma justru mulai bermain lebih langsung. <strong>Gasperini</strong> menarik Dybala, memasukkan Pellegrini, dan mengorbankan estetika demi urgensi. Keputusan ini terasa ekstrem, tapi juga jujur: rencana awal tidak cukup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan Roma baru benar-benar berbahaya ketika mereka berhenti terlalu memikirkan kontrol.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Milan Tidak Mengejar, Milan Menunggu</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sudut pandang Milan, pertandingan ini hampir berjalan sempurna.<br>Mereka tidak tergesa-gesa mencari gol kedua. <strong>Allegri</strong> memilih struktur, jarak antarlini yang rapat, dan transisi terukur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masuknya <strong>Pulisic</strong> dan <strong>Füllkrug</strong> adalah pesan jelas: Milan ingin tetap mengancam tanpa membuka diri. Mereka paham Roma akan naik garis, dan satu kesalahan saja bisa cukup untuk mengunci laga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masalahnya, menunggu juga berarti memberi kesempatan. Dan Milan memberi Roma terlalu banyak waktu untuk terus menekan area yang sama.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Gol, Kartu, dan Penalti yang Saling Terhubung</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Gol De Winter, kartu kuning beruntun di babak kedua, hingga penalti Pellegrini bukan kejadian terpisah. Itu rangkaian sebab-akibat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tekanan Roma yang meningkat memaksa Milan bertahan lebih dalam. Intensitas duel naik. Margin kesalahan mengecil. Dalam situasi seperti ini, satu keputusan wasit bisa mengubah segalanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan itulah yang terjadi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Skor Imbang yang Terlihat Adil, Tapi Tidak Sepenuhnya</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Di akhir laga, skor 1–1 terlihat seimbang.<br>Ceritanya tidak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Roma, ini adalah penyelamatan. Sebuah pengingat bahwa karakter masih ada, tapi rencana awal perlu lebih berani.<br>Bagi Milan, ini terasa seperti kemenangan yang dibiarkan lepas — bukan karena mereka kalah kualitas, tapi karena mereka terlalu percaya waktu akan bekerja untuk mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi kembali ke pertanyaan awal:<br><strong>apakah Roma diselamatkan, atau Milan yang membiarkan?</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Jawabannya mungkin dua-duanya. Dan di Serie A, itu sering kali cukup untuk membuat satu poin terasa jauh lebih berat dari yang terlihat.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://devilpenakut.wordpress.com/2026/01/26/roma-1-1-milan-apakah-roma-diselamatkan-atau-milan-yang-membiarkan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">829</post-id>
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/1e2acc5713cb7307b60d7cf62758293bacf96f9f018277aca730e5ff6b137fe8?s=96&#38;d=https%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">devilpenakut</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>EKSEKUSI LEBIH BERARTI DARI DOMINASI: MILAN ATASI ROMA</title>
		<link>https://devilpenakut.wordpress.com/2025/11/08/eksekusi-lebih-berarti-dari-dominasi-milan-atasi-roma/</link>
					<comments>https://devilpenakut.wordpress.com/2025/11/08/eksekusi-lebih-berarti-dari-dominasi-milan-atasi-roma/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[devilpenakut]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2025 22:10:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[ac milan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://devilpenakut.wordpress.com/?p=818</guid>

					<description><![CDATA[Milan menang lewat efisiensi, Roma pulang dengan pertanyaan tentang penyelesaian akhir. Tekanan Tinggi Sejak Menit Pertama Pertandingan di Giuseppe Meazza ini berkembang seperti laga Serie A klasik: tempo stabil, duel tengah yang intens, dan kehati-hatian yang terasa sejak sepak mula. Roma membuka laga dengan struktur yang rapi dan keberanian untuk menembak lebih awal. El Aynaoui, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2 class="wp-block-heading"><em>Milan menang lewat efisiensi, Roma pulang dengan pertanyaan tentang penyelesaian akhir.</em></h2>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading">Tekanan Tinggi Sejak Menit Pertama</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Pertandingan di Giuseppe Meazza ini berkembang seperti laga Serie A klasik: tempo stabil, duel tengah yang intens, dan kehati-hatian yang terasa sejak sepak mula. Roma membuka laga dengan struktur yang rapi dan keberanian untuk menembak lebih awal. El Aynaoui, Franca, dan Soule memaksa Maignan bekerja, sementara Milan merespons dengan pendekatan yang lebih terukur—menunggu momen yang tepat untuk menyerang balik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedua tim menunjukkan disiplin taktik yang kuat, dan selama setengah jam pertama, pertandingan ini menggambarkan dua filosofi yang saling berhati-hati namun sama-sama ingin mengambil inisiatif.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading">Pavlovic Mengunci Kemenangan</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><a href="https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/11/image.png"><img width="913" height="652" data-attachment-id="823" data-permalink="https://devilpenakut.wordpress.com/2025/11/08/eksekusi-lebih-berarti-dari-dominasi-milan-atasi-roma/image-12/" data-orig-file="https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/11/image.png" data-orig-size="913,652" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="image" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/11/image.png?w=300" data-large-file="https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/11/image.png?w=913" src="https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/11/image.png?w=913" alt="" class="wp-image-823" srcset="https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/11/image.png 913w, https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/11/image.png?w=150 150w, https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/11/image.png?w=300 300w, https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/11/image.png?w=768 768w" sizes="(max-width: 913px) 100vw, 913px" /></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Gol yang memutus keseimbangan tercipta pada menit 39. Berawal dari proyeksi serangan sayap kiri, Rafael Leao memanfaatkan ruang sempit untuk mengirim bola mendatar ke tengah. Strahinja Pavlovic yang bergerak dari lini kedua menyelesaikannya dengan ketenangan yang jarang terlihat dari seorang bek tengah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam laga yang penuh detail kecil, satu penyelesaian efektif seperti ini menjadi pembeda. Milan tidak menciptakan banyak peluang, tetapi mereka memaksimalkan peluang yang datang pada waktu yang tepat.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading">Roma Mendominasi, tetapi Tanpa Kepastian Akhir</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Secara statistik, Roma mendekati laga ini dengan platform yang kuat: lebih banyak percobaan tembakan, lebih agresif dalam memasuki kotak penalti, serta penguasaan bola yang mengalir melalui Franca dan Cristante. Namun masalah utamanya konsisten sepanjang laga—akurasi penyelesaian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peluang terbaik Roma datang pada menit 81. VAR mengonfirmasi penalti, dan Paulo Dybala maju dengan kepercayaan diri. Eksekusinya mengarah ke sisi kanan bawah, tetapi Maignan membaca dengan tepat dan menepis peluang yang seharusnya menyamakan kedudukan.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><a href="https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/11/image-1.png"><img width="1024" height="576" data-attachment-id="825" data-permalink="https://devilpenakut.wordpress.com/2025/11/08/eksekusi-lebih-berarti-dari-dominasi-milan-atasi-roma/image-13/" data-orig-file="https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/11/image-1.png" data-orig-size="1420,800" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="image" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/11/image-1.png?w=300" data-large-file="https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/11/image-1.png?w=1024" src="https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/11/image-1.png?w=1024" alt="" class="wp-image-825" srcset="https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/11/image-1.png?w=1024 1024w, https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/11/image-1.png?w=150 150w, https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/11/image-1.png?w=300 300w, https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/11/image-1.png?w=768 768w, https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/11/image-1.png 1420w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Roma menekan, tetapi kesulitan menciptakan peluang dengan kualitas yang cukup untuk menembus pertahanan Milan.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading">Perubahan Taktik yang Tidak Cukup</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Roma mencoba berbagai penyesuaian: masuknya Pellegrini, Bailey, hingga Dovbyk dimaksudkan untuk menambah variasi dalam serangan. Namun struktur Milan tetap solid, terutama dalam mengawal area tengah tempat Roma sering mencari ruang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa poin yang layak dipertanyakan kemudian menemukan jawabannya ketika pertandingan dianalisis lebih dalam. Progresi Roma memang terlalu terpusat. Mereka berkali-kali membangun serangan melalui area tengah tanpa variasi yang cukup ke sisi lapangan, sehingga Milan dapat menumpuk pemain di koridor sentral dan memotong aliran bola sebelum memasuki zona berbahaya. Minimnya eksplorasi ke area melebar membuat Roma kehilangan potensi untuk memaksa Milan membuka struktur pertahanannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akurasi crossing dan bola mati yang rendah juga memainkan peran besar. Meskipun Roma unggul dalam jumlah set-piece, kualitas eksekusinya tidak cukup untuk mengancam. Banyak umpan silang gagal melewati pemain pertama, dan bola mati tidak mampu menciptakan situasi second-ball yang efektif. Dalam laga di mana margin begitu tipis, detail seperti ini menentukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penyelesaian yang tergesa-gesa menjadi faktor ketiga yang menjelaskan mengapa dominasi Roma tidak berbuah. Para penyerang dan gelandang mereka beberapa kali mengeksekusi peluang sebelum benar-benar siap, atau mengambil keputusan terlalu cepat ketika ada opsi operan yang lebih matang. Kecenderungan ini membuat volume peluang tidak setara dengan ancaman yang seharusnya tercipta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, Milan mengambil pendekatan yang pragmatis. Mereka meningkatkan intensitas ketika dibutuhkan, menambah stabilitas di lini belakang lewat pergantian pemain, dan mengelola ritme di babak kedua tanpa kehilangan struktur.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading">Pertandingan yang Menunjukkan Sisi Manusiawi Kedua Tim</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak ada tim yang tampil sempurna. Roma tampil dominan namun kurang efisien, sementara Milan tidak selalu konsisten tetapi menjaga fokus di momen penting. Dybala mengalami malam yang berat, Soule bekerja keras tanpa hasil, dan Leao kembali menunjukkan mengapa ia menjadi pusat gravitasi kreativitas Milan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertandingan ini memberikan gambaran tentang bagaimana detail kecil—keputusan di sepertiga akhir, langkah kaki di momen krusial, dan ketenangan dalam menyelesaikan peluang—sering kali menjadi pembeda yang tidak terlihat dalam angka statistik.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading">Tiga Poin Penting untuk Milan, Pelajaran Berharga untuk Roma</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kemenangan 1–0 bukan hanya soal angka. Bagi Milan, ini langkah signifikan untuk menyamai Roma di 21 poin, menjaga tren positif di kandang, dan menunjukkan kedewasaan dalam mengelola pertandingan sulit. Keberhasilan memanfaatkan satu peluang dan mempertahankan keunggulan di tengah tekanan menunjukkan efektivitas mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Roma boleh pulang dengan frustrasi, namun tidak dengan tangan kosong secara informasi. Struktur mereka solid, alur permainan jelas, dan intensitas tidak pernah turun. Yang perlu ditingkatkan hanyalah kualitas akhir di area yang paling menentukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertandingan ini menjadi cerminan sepak bola modern: dominasi tidak selalu berarti kemenangan, dan efektivitas di momen kunci sering kali lebih menentukan dibanding volume peluang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan konteks klasemen yang semakin ketat, pertarungan seperti ini memberi gambaran jelas tentang dinamika dua tim besar yang terus mencari keseimbangan antara estetika permainan dan hasil akhir.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><a href="https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/11/image-2.png"><img width="1024" height="682" data-attachment-id="827" data-permalink="https://devilpenakut.wordpress.com/2025/11/08/eksekusi-lebih-berarti-dari-dominasi-milan-atasi-roma/image-14/" data-orig-file="https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/11/image-2.png" data-orig-size="1200,800" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="image" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/11/image-2.png?w=300" data-large-file="https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/11/image-2.png?w=1024" src="https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/11/image-2.png?w=1024" alt="" class="wp-image-827" srcset="https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/11/image-2.png?w=1024 1024w, https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/11/image-2.png?w=150 150w, https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/11/image-2.png?w=300 300w, https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/11/image-2.png?w=768 768w, https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/11/image-2.png 1200w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://devilpenakut.wordpress.com/2025/11/08/eksekusi-lebih-berarti-dari-dominasi-milan-atasi-roma/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">818</post-id>
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/1e2acc5713cb7307b60d7cf62758293bacf96f9f018277aca730e5ff6b137fe8?s=96&#38;d=https%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">devilpenakut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/11/image.png?w=913" medium="image" />

		<media:content url="https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/11/image-1.png?w=1024" medium="image" />

		<media:content url="https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/11/image-2.png?w=1024" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>LEAO, LET’S GLOW!</title>
		<link>https://devilpenakut.wordpress.com/2025/10/22/leao-lets-glow/</link>
					<comments>https://devilpenakut.wordpress.com/2025/10/22/leao-lets-glow/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[devilpenakut]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2025 07:48:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[ac milan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://devilpenakut.wordpress.com/?p=811</guid>

					<description><![CDATA[Leao Menyalakan Lampu San Siro, Fiorentina Ketiban Getar Senja Di malam yang penuh degup dan desir, AC Milan menari di atas detak jantungnya sendiri. Bukan tango, bukan waltz—ini rock n’ roll di bawah sorot lampu San Siro. Skor akhir 2–1 bukan sekadar angka. Ini puisi yang ditulis dengan sepakan dan keringat. Lawan mereka, ACF Fiorentina, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2 class="wp-block-heading">Leao Menyalakan Lampu San Siro, Fiorentina Ketiban Getar Senja</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><a href="https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/10/image.png"><img loading="lazy" width="1024" height="480" data-attachment-id="814" data-permalink="https://devilpenakut.wordpress.com/2025/10/22/leao-lets-glow/image-10/" data-orig-file="https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/10/image.png" data-orig-size="2560,1200" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="image" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/10/image.png?w=300" data-large-file="https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/10/image.png?w=1024" src="https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/10/image.png?w=1024" alt="" class="wp-image-814" srcset="https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/10/image.png?w=1024 1024w, https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/10/image.png?w=2048 2048w, https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/10/image.png?w=150 150w, https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/10/image.png?w=300 300w, https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/10/image.png?w=768 768w, https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/10/image.png?w=1440 1440w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Di malam yang penuh degup dan desir, AC Milan menari di atas detak jantungnya sendiri. Bukan tango, bukan waltz—ini rock n’ roll di bawah sorot lampu San Siro. Skor akhir 2–1 bukan sekadar angka. Ini puisi yang ditulis dengan sepakan dan keringat. Lawan mereka, ACF Fiorentina, sempat menggoda badai… tapi badai itu punya nama: <strong>Rafael Leão</strong>.</p>



<h3 class="wp-block-heading">GOL PERTAMA: SI ANGIN UNGU</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Menit 55, angin ungu dari Firenze sempat meniup bara. Robin Gosens—ya, yang itu—merangsek dari dalam kotak dan menyodok bola sebersih siulan wasit. VAR sempat mengintip, dan dunia menahan napas. Tapi ya… gol tetap gol. Fiorentina pun menepuk dada, seolah bilang, “San Siro, siap-siap tenggelam.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi mereka lupa: di stadion ini, drama bukanlah bumbu. Drama <strong>adalah menu utama</strong>.</p>



<h3 class="wp-block-heading">GOL KEDUA: SI ANGIN MERAH</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Menit 63, datang Leão, bak kilat diselimuti senyum sinis. Dari luar kotak, bola meluncur melengkung—seindah rima dalam lirik patah hati. Kiper Fiorentina hanya bisa merentangkan tangan seperti doa tak terkabul. Gawang bergetar. Tribun meledak. Milan bangkit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Laga pun berubah rasa. Fiorentina yang semula menari, kini terjerat irama keras kepala Milan. Seperti hujan yang lupa reda, tekanan demi tekanan datang bergulung.</p>



<h3 class="wp-block-heading">PENALTI PENENTU: SI ANGIN MENYENGAT</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Menit 82, VAR kembali muncul. Ketukan palu keadilan digital: penalti untuk Milan. Menit 86, Rafael Leão melangkah tenang. Seakan waktu berhenti. Dan <em>bam!</em>—bola bersarang manis di sudut gawang. Skor 2–1. San Siro bergetar seperti speaker pecah saat konser rock. Fiorentina terdiam. Leão? Ia hanya tersenyum, seperti pria yang tahu bahwa ini adalah <strong>panggungnya</strong>.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><a href="https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/10/image-1.png"><img loading="lazy" width="399" height="599" data-attachment-id="816" data-permalink="https://devilpenakut.wordpress.com/2025/10/22/leao-lets-glow/image-11/" data-orig-file="https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/10/image-1.png" data-orig-size="399,599" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="image" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/10/image-1.png?w=200" data-large-file="https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/10/image-1.png?w=399" src="https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/10/image-1.png?w=399" alt="" class="wp-image-816" srcset="https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/10/image-1.png 399w, https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/10/image-1.png?w=100 100w, https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/10/image-1.png?w=200 200w" sizes="(max-width: 399px) 100vw, 399px" /></a></figure>



<h3 class="wp-block-heading">LAGA TUTUP: DETAK JANTUNG YANG MASIH BERDEGUP</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Fiorentina berusaha menggeliat. Tendangan, sundulan, bahkan sedikit keputusasaan. Tapi Milan sudah membentengi takdirnya. Tomori, Pavlovic, dan Fofana berdiri seperti batu karang menghadang gelombang. Koni De Winter masuk, menambal pertahanan di ujung waktu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peluit panjang terdengar. Milan tidak sekadar menang. Mereka <strong>menggertakkan gigi pada ketidakpastian</strong>.</p>



<h3 class="wp-block-heading">SOROT PANGGUNG: RAFAEL LEÃO, BUKAN SEKADAR NAMA</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Rafael Leão malam ini bukan cuma pencetak gol. Dia adalah meteor. Menabrak Fiorentina dengan gaya flamboyan dan timing jahat. Dua gol, satu senyum licik, dan satu malam penuh puisi sepak bola.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Milan kini makin kokoh dalam perburuan papan atas. Fiorentina? Mereka pulang dengan cerita, tapi bukan dengan poin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan begitulah, dari hujan peluang hingga badai gol, Milan merayakan malamnya sendiri.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://devilpenakut.wordpress.com/2025/10/22/leao-lets-glow/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">811</post-id>
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/1e2acc5713cb7307b60d7cf62758293bacf96f9f018277aca730e5ff6b137fe8?s=96&#38;d=https%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">devilpenakut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/10/image.png?w=1024" medium="image" />

		<media:content url="https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2025/10/image-1.png?w=399" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>MILAN MENGGILA DI SAN SIRO</title>
		<link>https://devilpenakut.wordpress.com/2025/09/24/milan-menggila-di-san-siro/</link>
					<comments>https://devilpenakut.wordpress.com/2025/09/24/milan-menggila-di-san-siro/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[devilpenakut]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2025 11:01:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[ac milan]]></category>
		<category><![CDATA[acmilan]]></category>
		<category><![CDATA[milan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://devilpenakut.wordpress.com/?p=807</guid>

					<description><![CDATA[Dari awal sampai akhir, Rossoneri menari di atas penderitaan Lecce, tiket 16 besar pun diamankan dengan gaya. AWAL YANG BERAPI, LECCE LANGSUNG LUMPUH San Siro malam itu seperti panggung konser rock. Dentuman suara tribun menggema, dan Milan langsung membuka lagu pertama dengan irama cepat, keras, dan memabukkan. Hanya butuh 19 menit sampai Lecce tersungkur, ketika [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dari awal sampai akhir, Rossoneri menari di atas penderitaan Lecce, tiket 16 besar pun diamankan dengan gaya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">AWAL YANG BERAPI, LECCE LANGSUNG LUMPUH</h3>



<p class="wp-block-paragraph">San Siro malam itu seperti panggung konser rock. Dentuman suara tribun menggema, dan Milan langsung membuka lagu pertama dengan irama cepat, keras, dan memabukkan. Hanya butuh 19 menit sampai Lecce tersungkur, ketika Siebert harus jalan lebih cepat ke ruang ganti setelah kartu kuningnya di-upgrade jadi merah. VAR tidak kenal ampun, dan sejak itu Lecce seperti band yang kehilangan gitaris di tengah panggung—pincang, berantakan, dan tak bisa menemukan ritme. Saat itulah Santiago Giménez, yang sebelumnya haus gol, akhirnya menutup dahaganya. Sebuah tusukan Bartesaghi dari kiri diakhiri dengan sontekan jarak dekat, menyalakan kembang api pertama. Lecce kian terbenam, Milan semakin bergelora.</p>



<h3 class="wp-block-heading">HUJAN PELUANG, TIANG DAN MISTAR JADI PENYELAMAT</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah unggul jumlah pemain, Milan bukan sekadar mendominasi, tapi benar-benar menari di atas reruntuhan lawan. Nkunku sempat menggetarkan tiang, Rabiot bikin crossbar bergoyang, bahkan Pavlovic coba menguji reaksi Fruchtl dengan roket jarak jauh. xG babak pertama nyaris 3, tapi skor cuma 1-0. Ironisnya, Milan seperti koki yang masak belasan menu bintang lima, tapi tamunya baru sempat mencicipi satu suapan. Lecce? Jangan ditanya. Mereka cuma bisa bertahan, menumpuk badan, berharap keajaiban. Sayangnya, keajaiban malam itu sudah habis stok.</p>



<h3 class="wp-block-heading">NKUNKU DAN PULISIC, DUET MAUT YANG TAK BERKESELAMATAN</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Babak kedua baru berjalan enam menit, Milan kembali mengguncang. Saelemaekers melepaskan umpan silang manis, Nkunku muncul di tiang jauh, lalu voli akrobatiknya menembus jantung Lecce. San Siro meledak, Lecce makin tenggelam. Seolah itu belum cukup, Christian Pulisic masuk dari bangku cadangan dan langsung memberi stempel: “Lecce is my favorite victim.” Bayangkan, enam gol dari lima pertemuan—Lecce sudah seperti playlist favorit Pulisic yang selalu diputar berulang. Kali ini Fofana mengirim servis silang, dan si Amerika tanpa basa-basi menutupnya dengan sentuhan mematikan. Skor 3-0, game over.</p>



<h3 class="wp-block-heading">LECHEE&#8230; TAPI TANPA SUSU</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Jika Lecce berharap bisa melawan, malam itu mereka hanya bisa menyuguhkan permainan hambar. Maignan nyaris tak kotor seragamnya, hanya sekali dipaksa menepis free kick Berisha. Selebihnya, Milan mengendalikan segalanya: tempo, posisi, bahkan ekspresi wajah lawan. Fruchtl, sang kiper Lecce, seolah jadi pahlawan super yang sendirian melawan badai. Tanpanya, skor bisa jadi lima atau enam. Tapi ya begitulah, Lecce ibarat kopi instan tanpa gula—pahit, cepat habis, dan bikin lupa.</p>



<h3 class="wp-block-heading">ALLEGRI TERSENYUM DARI TRIBUN, NAPOLI SUDAH MENUNGGU</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Walau Allegri masih harus duduk di tribun karena sanksi, jelas terlihat senyum puas di wajahnya. Empat clean sheet beruntun, serangan cair, pemain baru beradaptasi, dan tim lawan nyaris tak bisa bernapas. Ini bukan sekadar lolos ke 16 besar Coppa Italia, tapi juga sebuah pesan untuk Napoli, lawan akhir pekan nanti di Serie A. “Kami siap,” begitu bunyi tulisan tak kasat mata di atas langit San Siro. Lecce pulang dengan luka, Milan melangkah dengan dada tegap, dan para tifosi berjingkrak sambil menanti duel berikutnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://devilpenakut.wordpress.com/2025/09/24/milan-menggila-di-san-siro/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">807</post-id>
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/1e2acc5713cb7307b60d7cf62758293bacf96f9f018277aca730e5ff6b137fe8?s=96&#38;d=https%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">devilpenakut</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MILAN MEMBARA, UDINESE LARA</title>
		<link>https://devilpenakut.wordpress.com/2025/09/21/milan-membara-udinese-lara/</link>
					<comments>https://devilpenakut.wordpress.com/2025/09/21/milan-membara-udinese-lara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[devilpenakut]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2025 23:06:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[ac milan]]></category>
		<category><![CDATA[milan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://devilpenakut.wordpress.com/?p=801</guid>

					<description><![CDATA[Brace Amerika, magis Fofana, dan San Siro vibes yang terbawa ke Friuli. Udinese datang dengan catatan tak terkalahkan di awal musim, tapi semua itu runtuh seperti pasir pantai dihantam ombak Rossoneri. Skor 0-3 jadi saksi bisu, dengan Christian Pulisic yang tampil bagai maestro Broadway, menulis naskah dan memainkan perannya sendiri, dua kali. Pulisic Pamer Gigi, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Brace Amerika, magis Fofana, dan San Siro vibes yang terbawa ke Friuli.</strong></p>



<a id='C11DtIloS15IrZ4a-fXfkQ' class='gie-single' href='https://www.gettyimages.com/detail/2236472238' target='_blank' style='color:#a7a7a7;text-decoration:none;font-weight:normal !important;border:none;display:inline-block;'>Embed from Getty Images</a><script>window.gie=window.gie||function(c){(gie.q=gie.q||[]).push(c)};gie(function(){gie.widgets.load({id:'C11DtIloS15IrZ4a-fXfkQ',sig:'77xD4_FZjN2egSwEOhTy-7EMA6juyPoao97SMqDnXg4=',w:'594px',h:'396px',items:'2236472238',caption: false ,tld:'com',is360: false })});</script><script src='//embed-cdn.gettyimages.com/widgets.js' charset='utf-8' async></script>



<p class="wp-block-paragraph">Udinese datang dengan catatan tak terkalahkan di awal musim, tapi semua itu runtuh seperti pasir pantai dihantam ombak Rossoneri. Skor 0-3 jadi saksi bisu, dengan Christian Pulisic yang tampil bagai maestro Broadway, menulis naskah dan memainkan perannya sendiri, dua kali.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Pulisic Pamer Gigi, Udinese pun </strong>Diam</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Gol pertama lahir di menit 39, sebuah momen oportunis yang terasa klasik. Pulisic, sang “Captain America”, menembak dari depan mulut gawang setelah bola muntah dari aksi Estupiñan. Ia tak menyia-nyiakan kesempatan, dan seisi stadion tahu—Udinese sedang dalam bahaya.</p>



<a id='hdIpM1rfTVp10I7MuFLm9w' class='gie-single' href='https://www.gettyimages.com/detail/2236468572' target='_blank' style='color:#a7a7a7;text-decoration:none;font-weight:normal !important;border:none;display:inline-block;'>Embed from Getty Images</a><script>window.gie=window.gie||function(c){(gie.q=gie.q||[]).push(c)};gie(function(){gie.widgets.load({id:'hdIpM1rfTVp10I7MuFLm9w',sig:'Zmwpi_v-xMgh--kN5kgDihQfy2gKFGb05OiARsAEGsk=',w:'594px',h:'396px',items:'2236468572',caption: false ,tld:'com',is360: false })});</script><script src='//embed-cdn.gettyimages.com/widgets.js' charset='utf-8' async></script>



<p class="wp-block-paragraph">Belum sempat tuan rumah menghela napas, Milan kembali menggedor. Babak kedua baru berjalan semenit, Pulisic mencuri bola dari Karlstrom, sempat dijegal, tapi bola jatuh manis ke kaki Youssouf Fofana. Dengan tenang, ia melepaskan tembakan melengkung yang membuat kiper Razvan Sava hanya bisa melongo. 0-2, dan aroma kemenangan semakin kental.</p>



<a id='GqkGHhctTf9FWtrJqXShHA' class='gie-single' href='https://www.gettyimages.com/detail/2236468437' target='_blank' style='color:#a7a7a7;text-decoration:none;font-weight:normal !important;border:none;display:inline-block;'>Embed from Getty Images</a><script>window.gie=window.gie||function(c){(gie.q=gie.q||[]).push(c)};gie(function(){gie.widgets.load({id:'GqkGHhctTf9FWtrJqXShHA',sig:'DU9gftXuiYyxr3ue0N6KoEUZGPzs4FJz1Skjfw7jaSc=',w:'594px',h:'396px',items:'2236468437',caption: false ,tld:'com',is360: false })});</script><script src='//embed-cdn.gettyimages.com/widgets.js' charset='utf-8' async></script>



<p class="wp-block-paragraph">Puncaknya datang di menit 53. Adrien Rabiot, dengan visi elegan khas gelandang Prancis, menyodorkan umpan balik cerdas. Pulisic menyambut dengan sepakan keras yang tak bisa dibendung. Si kulit bundar menembus gawang, dan papan skor berubah: 0-3. Udine sunyi, Milan bersorak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Statistik tak pernah bohong. Udinese hanya mampu menghasilkan xG 0,29 dari sembilan percobaan, seakan-akan mereka menendang bayangan. Sementara Milan lebih efisien, mencatat xG 1,25 dari 13 percobaan, enam di antaranya tepat sasaran. Penguasaan bola pun condong 60% ke Milan, seolah permainan hanya berjalan satu arah.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Rekor Emas di Awal Musim, Kisah Indah yang Belum Selesai</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Catatan sejarah pun terukir. Milan berhasil memenangkan dua laga tandang pertama Serie A tanpa kebobolan—baru kali ketiga sepanjang sejarah, setelah musim 1971/72 dan 1989/90. Bahkan, tiga kemenangan beruntun dengan gawang perawan terakhir kali mereka raih Februari 2023, saat itu Pioli masih duduk di kursi pelatih.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pulisic sendiri kini mengukir rekor pribadi. Ia jadi pemain pertama yang mencatat setidaknya 25 gol dan 15 assist dalam tiga musim terakhir di top-flight Eropa. Angka yang menjelma bukti, bahwa Milan tak salah menjadikannya pusat orkestra serangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun cerita ini belum usai. Di laga Serie A selanjutnya Rossoneri harus segera bersiap menghadapi Napoli—lawan yang bisa menguji apakah pesta di Friuli hanyalah awal atau sekadar fatamorgana. Udinese? Mereka akan mencoba bangkit ketika bertamu ke Sassuolo, membawa luka tiga gol yang terasa lebih dari sekadar kekalahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Milan malam itu bukan sekadar menang. Mereka memantapkan langkah, mengirim pesan, dan menyalakan api harapan tifosi. Dari Friuli ke San Siro, narasi ini jelas: Rossoneri sedang menulis ulang dongeng klasik, dengan Pulisic dan Fofana sebagai penulis bab pertama.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://devilpenakut.wordpress.com/2025/09/21/milan-membara-udinese-lara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">801</post-id>
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/1e2acc5713cb7307b60d7cf62758293bacf96f9f018277aca730e5ff6b137fe8?s=96&#38;d=https%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">devilpenakut</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DERBY DOMINASI</title>
		<link>https://devilpenakut.wordpress.com/2025/09/15/derby-dominasi/</link>
					<comments>https://devilpenakut.wordpress.com/2025/09/15/derby-dominasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[devilpenakut]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2025 02:39:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[Derby Manchester]]></category>
		<category><![CDATA[Erling Haaland]]></category>
		<category><![CDATA[Etihad Stadium]]></category>
		<category><![CDATA[Foden Goal]]></category>
		<category><![CDATA[Gianluigi Donnarumma]]></category>
		<category><![CDATA[Haaland Brace]]></category>
		<category><![CDATA[Jeremy Doku]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester City]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Phil Foden]]></category>
		<category><![CDATA[Premier League]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://devilpenakut.wordpress.com/?p=797</guid>

					<description><![CDATA[Manchester City menggila di Etihad! Phil Foden membuka pesta dengan sundulan maut, lalu Erling Haaland mencetak dua gol untuk menutup kemenangan 3-0 atas Manchester United di derby panas ini. Dengan Donnarumma menjaga gawang bak tembok beton dan Doku mengobrak-abrik sisi kiri, City tak hanya meraih tiga poin tapi juga menegaskan siapa raja Manchester saat ini.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>City Menghajar United 3-0 di Etihad — Haaland Ganda, Foden Pembuka</strong></p>



<a id='vpWfmPZvROdvLoLuVw8qJw' class='gie-single' href='https://www.gettyimages.com/detail/2235396300' target='_blank' style='color:#a7a7a7;text-decoration:none;font-weight:normal !important;border:none;display:inline-block;'>Embed from Getty Images</a><script>window.gie=window.gie||function(c){(gie.q=gie.q||[]).push(c)};gie(function(){gie.widgets.load({id:'vpWfmPZvROdvLoLuVw8qJw',sig:'Ktl1UdZOusKkkyfV8u44EEmr0c4vpMbm3EKlzt31oqg=',w:'594px',h:'396px',items:'2235396300',caption: false ,tld:'com',is360: false })});</script><script src='//embed-cdn.gettyimages.com/widgets.js' charset='utf-8' async></script>




<p class="wp-block-paragraph">Di Etihad Stadium yang basah oleh rasa duka dan antisipasi, Manchester City menegaskan dominasinya atas Manchester United dengan kemenangan meyakinkan 3-0 dalam derby terkini Premier League (14 September 2025). Phil Foden membuka dengan sundulan tajam di menit ke-18 dari umpan Jérémy Doku, sebelum Erling Haaland menggandakan keunggulan lewat dua gol di babak kedua (53′ dan 68′).</p>



<h4 class="wp-block-heading">Melodi Kemenangan di Tengah Kesunyian</h4>



<p class="wp-block-paragraph">Atmosfer derby kali ini terasa berbeda — diwarnai oleh penghormatan kepada Ricky Hatton, legenda tinju dan pendukung setia City yang baru saja berpulang. Sebelum kick-off, Etihad larut dalam satu menit hening, tepuk tangan, dan sambutan penuh hormat untuk Hatton, yang namanya diulang dalam nyanyian fans.</p>



<a id='3dhPdRKARWBA4YXJkETpRA' class='gie-single' href='https://www.gettyimages.com/detail/2235386751' target='_blank' style='color:#a7a7a7;text-decoration:none;font-weight:normal !important;border:none;display:inline-block;'>Embed from Getty Images</a><script>window.gie=window.gie||function(c){(gie.q=gie.q||[]).push(c)};gie(function(){gie.widgets.load({id:'3dhPdRKARWBA4YXJkETpRA',sig:'TNY7l1bsZ22sytHTrH5-BTKzNe6NM0uyadMxvyTWucE=',w:'594px',h:'426px',items:'2235386751',caption: false ,tld:'com',is360: false })});</script><script src='//embed-cdn.gettyimages.com/widgets.js' charset='utf-8' async></script>



<p class="wp-block-paragraph">City menyuguhkan awal yang garang. Baru beberapa detik setelah kick-off, Haaland sudah mengancam, melemparkan alarm terhadap pertahanan United. Donnarumma, dalam debutnya sebagai penjaga gawang City di derby, ikut membentangkan sarung tangan penyelamatan: ia menggagalkan peluang Benjamin Sesko dengan refleks brilian, sebuah isyarat bahwa clean sheet bukan sekadar hadiah derby.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Haaland &amp; Foden, Duet yang Membakar</h4>



<a id='sDykkhDkQfdMpanW9KvrWw' class='gie-single' href='https://www.gettyimages.com/detail/2235390553' target='_blank' style='color:#a7a7a7;text-decoration:none;font-weight:normal !important;border:none;display:inline-block;'>Embed from Getty Images</a><script>window.gie=window.gie||function(c){(gie.q=gie.q||[]).push(c)};gie(function(){gie.widgets.load({id:'sDykkhDkQfdMpanW9KvrWw',sig:'dPb37U7wzAt09qUuewSbH_vfbfZeDV8AbOUMulCjgBg=',w:'594px',h:'396px',items:'2235390553',caption: false ,tld:'com',is360: false })});</script><script src='//embed-cdn.gettyimages.com/widgets.js' charset='utf-8' async></script>



<p class="wp-block-paragraph">Foden menutup paruh pertama dengan keunggulan 1-0; sundulannya setelah Doku menari menembus pertahanan United membawa City unggul. Di babak kedua, Haaland yang sudah panas dari laga internasional tak ingin ketinggalan. Gol pertamanya lahir dari umpan Doku yang membelah lini belakang United, dan gol keduanya datang setelah City mencuri bola, Bernardo Silva memberi umpan panjang yang membebaskan Haaland dari kawalan.</p>



<a id='2JKuoDDLRHBbhs8mFCUMXQ' class='gie-single' href='https://www.gettyimages.com/detail/2235393599' target='_blank' style='color:#a7a7a7;text-decoration:none;font-weight:normal !important;border:none;display:inline-block;'>Embed from Getty Images</a><script>window.gie=window.gie||function(c){(gie.q=gie.q||[]).push(c)};gie(function(){gie.widgets.load({id:'2JKuoDDLRHBbhs8mFCUMXQ',sig:'krXX1V_PLXFmTlYmG6-qs6Ld1k6B_gUOtRxUGSI5XO0=',w:'594px',h:'396px',items:'2235393599',caption: false ,tld:'com',is360: false })});</script><script src='//embed-cdn.gettyimages.com/widgets.js' charset='utf-8' async></script>



<p class="wp-block-paragraph">Gol kedua hampir disusul yang ketiga oleh Haaland yang membungkus aksi solo dari pertahanan United — sayangnya hanya mengenai tiang gawang. City tetap tak terhentikan. Haaland mencetak gol ke-50 di Premier League di Etihad — tepat di laga ke-50nya di kandang dalam liga. Hanya Alan Shearer yang lebih cepat meraih 50 gol kandang dalam sejarah kompetisi.</p>



<h4 class="wp-block-heading">United Terpukul, Amorim Menangis dalam Kritik</h4>



<p class="wp-block-paragraph">Manchester United tak mampu membalikkan momentum. Peluang datang dari Amad Diallo dan Bryan Mbeumo, namun Gianluigi Donnarumma sigap menjaga gawangnya tetap bersih. Kesalahan pertahanan, umpan-umpan yang mudah ditekel, dan kurangnya kreativitas di lini tengah jadi benang merah kegagalan mereka hari itu.</p>



<a id='c6-_r7YrRtt0sFbIQy_Zkw' class='gie-single' href='https://www.gettyimages.com/detail/2235445768' target='_blank' style='color:#a7a7a7;text-decoration:none;font-weight:normal !important;border:none;display:inline-block;'>Embed from Getty Images</a><script>window.gie=window.gie||function(c){(gie.q=gie.q||[]).push(c)};gie(function(){gie.widgets.load({id:'c6-_r7YrRtt0sFbIQy_Zkw',sig:'rvooTrA2UnWk1uRWa-ov5O_i16b0xEnJzKeocnTRGFk=',w:'594px',h:'393px',items:'2235445768',caption: false ,tld:'com',is360: false })});</script><script src='//embed-cdn.gettyimages.com/widgets.js' charset='utf-8' async></script>



<p class="wp-block-paragraph">Pelatih Ruben Amorim, meski mendapat tekanan keras, tetap bersikukuh dengan filosofi permainannya setelah kekalahan ini. Ia menyebut gol-gol yang bersarang sebagai “bisa dihindari” tetapi menyatakan tak akan langsung mengubah pendekatannya<a href="https://www.reuters.com/sports/soccer/man-united-boss-amorim-defiant-after-3-0-derby-thrashing-by-city-2025-09-14/?utm_source=chatgpt.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">.</a></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<p class="wp-block-paragraph">Dalam koor sorak, dentingan gawang, dan tepuk tangan untuk legenda yang pergi, City melangkah keluar Etihad bukan hanya dengan tiga angka di pundak mereka, tetapi dengan sebuah pernyataan: bahwa derby tetap milik mereka — setidaknya untuk sekarang. United? Mereka harus kembali ke ruang ganti, merangkai dari kepingan­-kepingan sebelumnya, mencoba merangkai harapan dari babak selanjutnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://devilpenakut.wordpress.com/2025/09/15/derby-dominasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">797</post-id>
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/1e2acc5713cb7307b60d7cf62758293bacf96f9f018277aca730e5ff6b137fe8?s=96&#38;d=https%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">devilpenakut</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MODRIĆ MAGIC!</title>
		<link>https://devilpenakut.wordpress.com/2025/09/15/modric-magic/</link>
					<comments>https://devilpenakut.wordpress.com/2025/09/15/modric-magic/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[devilpenakut]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2025 02:23:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[acmilan]]></category>
		<category><![CDATA[milan]]></category>
		<category><![CDATA[SerieA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://devilpenakut.wordpress.com/?p=791</guid>

					<description><![CDATA[Hasil Milan vs Bologna berakhir 1-0 lewat gol perdana Luka Modrić di Serie A 2025/26. Gol ini memecahkan rekor gelandang tertua yang mencetak gol di liga. Pertandingan di San Siro penuh drama: empat kali bola membentur tiang, Mike Maignan cedera, VAR menganulir penalti, dan Massimiliano Allegri diusir wasit. Milan kini meraih dua kemenangan dari tiga laga awal musim, tanda kebangkitan Rossoneri.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Si Raja Tua Beraksi di San Siro, Bawa Milan Raih Tiga Poin</p>



<a id='F_XXGpsZS01izRP7EE_M0w' class='gie-single' href='https://www.gettyimages.com/detail/2235441750' target='_blank' style='color:#a7a7a7;text-decoration:none;font-weight:normal !important;border:none;display:inline-block;'>Embed from Getty Images</a><script>window.gie=window.gie||function(c){(gie.q=gie.q||[]).push(c)};gie(function(){gie.widgets.load({id:'F_XXGpsZS01izRP7EE_M0w',sig:'ZIhNEEUEyCTBALgn2j3f4d4FQbjd4jThVsaACr6Z06w=',w:'594px',h:'477px',items:'2235441750',caption: false ,tld:'com',is360: false })});</script><script src='//embed-cdn.gettyimages.com/widgets.js' charset='utf-8' async></script>



<p class="wp-block-paragraph">San Siro kembali bergemuruh! Milan sukses mengamankan tiga poin dengan kemenangan 1-0 atas Bologna berkat sepakan magis Luka Modrić di menit ke-61. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, Modrić, sang maestro yang sudah menginjak usia 40 tahun, menulis babak baru dalam sejarah Serie A. Tendangannya rendah, licin, dan mematikan – seperti puisi yang dikirim langsung ke jaring gawang Skorupski. Saelemaekers menjadi arsitek dengan umpan cerdas yang memotong pertahanan Bologna. Bola meluncur seperti anak panah, menghujam kiri bawah gawang. Gawang bergetar, stadion meledak.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Papan Skor Minim, Drama Maksimal</h3>



<a id='FMIYeCB1T_VCZ5PubTknbA' class='gie-single' href='https://www.gettyimages.com/detail/2235438336' target='_blank' style='color:#a7a7a7;text-decoration:none;font-weight:normal !important;border:none;display:inline-block;'>Embed from Getty Images</a><script>window.gie=window.gie||function(c){(gie.q=gie.q||[]).push(c)};gie(function(){gie.widgets.load({id:'FMIYeCB1T_VCZ5PubTknbA',sig:'Y1-p5fM6TLY0JxSnBYVEfw7dn0DONQB1otn7A2sgUaM=',w:'594px',h:'433px',items:'2235438336',caption: false ,tld:'com',is360: false })});</script><script src='//embed-cdn.gettyimages.com/widgets.js' charset='utf-8' async></script>



<p class="wp-block-paragraph">Meski cuma satu gol, laga ini bukan sekadar catatan kering di papan skor. Milan seperti digoda dewi fortuna. Empat kali mereka mencium tiang gawang – terakhir kali kejadian seperti ini adalah pada Desember 2020 lawan Parma! Gimenez dua kali menghantam tiang, Estupiñán juga ikut-ikutan. Kalau tiang bisa ngomong, mungkin dia sudah protes karena terus dijadikan sasaran. Namun, meski keberuntungan seolah bermain petak umpet, gol Modrić sudah cukup untuk menulis cerita bahagia di akhir laga.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Bologna Tumpul, Milan Nyaris Apes</h3>



<a id='RzIbjI3lSM9-xuQ-fxbdMA' class='gie-single' href='https://www.gettyimages.com/detail/2234947687' target='_blank' style='color:#a7a7a7;text-decoration:none;font-weight:normal !important;border:none;display:inline-block;'>Embed from Getty Images</a><script>window.gie=window.gie||function(c){(gie.q=gie.q||[]).push(c)};gie(function(){gie.widgets.load({id:'RzIbjI3lSM9-xuQ-fxbdMA',sig:'KdEgtmDKwKZUMRqIWVeZhdH6giUTlQZkozuK1pwiUvM=',w:'594px',h:'396px',items:'2234947687',caption: false ,tld:'com',is360: false })});</script><script src='//embed-cdn.gettyimages.com/widgets.js' charset='utf-8' async></script>




<p class="wp-block-paragraph">Bologna datang dengan modal kemenangan atas Como dan mencoba bikin kejutan, bahkan sempat mencetak gol lewat Castro di menit 15, tapi bendera offside mengibarkan penolakan. Setelah itu, serangan mereka seperti kehilangan arah. Total xG mereka cuma 0,17 – angka yang lebih mirip statistik kriket daripada ancaman nyata. Milan pun tidak jauh lebih tajam, hanya mencatat 0,80 xG, tapi mereka yang bisa tersenyum terakhir. Pertahanan Milan juga patut diberi kredit, terutama setelah Maignan keluar menit 56 karena cedera. Terracciano yang masuk tampil tenang dan menjaga gawang tetap perawan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">VAR, Drama, dan Allegri Meledak</h3>



<a id='eeZnktAGT_dGmkW3ZSXUhw' class='gie-single' href='https://www.gettyimages.com/detail/2235435439' target='_blank' style='color:#a7a7a7;text-decoration:none;font-weight:normal !important;border:none;display:inline-block;'>Embed from Getty Images</a><script>window.gie=window.gie||function(c){(gie.q=gie.q||[]).push(c)};gie(function(){gie.widgets.load({id:'eeZnktAGT_dGmkW3ZSXUhw',sig:'BRcXthJNfIqY1zODpkncfptuWz_xGqmQUAN41ktKKmU=',w:'594px',h:'434px',items:'2235435439',caption: false ,tld:'com',is360: false })});</script><script src='//embed-cdn.gettyimages.com/widgets.js' charset='utf-8' async></script>



<p class="wp-block-paragraph">Menit-menit akhir jadi tontonan drama premium. Nkunku dijatuhkan di kotak penalti, wasit sempat memberi hadiah titik putih, lalu&#8230; dibatalkan setelah pantauan VAR. San Siro mendidih, Allegri meledak di pinggir lapangan dan akhirnya diusir ke tribun. Pemandangan itu seperti deja vu bagi fans – Allegri yang emosinya meledak-ledak, San Siro yang meraung kecewa, dan wasit yang jadi sorotan. Tapi Milan tetap bertahan hingga peluit panjang berbunyi.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Start Musim yang Langka</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Kemenangan ini membuat Milan memenangi dua dari tiga laga pembuka musim – sesuatu yang dulu jarang terjadi saat era Allegri 2010-2014. Kini Rossoneri merangkak naik di papan atas klasemen, mendekat ke posisi empat besar. Catatan lain yang bikin fans tersenyum: Milan sudah tak terkalahkan dalam sembilan laga kandang terakhir melawan Bologna sejak 2016, dan hanya kalah sekali dari 19 pertemuan terakhir di Serie A.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Modrić, Maestro yang Menolak Pensiun</h3>



<a id='30JZ26fiRuBMr0mWeeJuCw' class='gie-single' href='https://www.gettyimages.com/detail/2235441125' target='_blank' style='color:#a7a7a7;text-decoration:none;font-weight:normal !important;border:none;display:inline-block;'>Embed from Getty Images</a><script>window.gie=window.gie||function(c){(gie.q=gie.q||[]).push(c)};gie(function(){gie.widgets.load({id:'30JZ26fiRuBMr0mWeeJuCw',sig:'5XiZNM0rrXzT-i1Wd7NLdQIBsN65b8E-EjGZjWIbDy8=',w:'594px',h:'396px',items:'2235441125',caption: false ,tld:'com',is360: false })});</script><script src='//embed-cdn.gettyimages.com/widgets.js' charset='utf-8' async></script>



<p class="wp-block-paragraph">Gol ini bukan hanya penting untuk Milan, tapi juga untuk sepak bola itu sendiri. Modrić menjadi pemain keenam berusia 40 tahun yang mencetak gol di Serie A, bergabung dengan nama-nama legendaris seperti Ibrahimovic, Costacurta, Piola, Quagliarella, dan Vierchowod. Di usia yang biasanya sudah diisi kursus kepelatihan atau komentar TV, Modrić masih mengendalikan tempo laga seperti konduktor orkestra.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Apa Selanjutnya?</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan kemenangan ini, Milan menatap laga berikutnya melawan Udinese pekan depan dengan percaya diri. Leao mungkin sudah bisa kembali dari cedera, dan Allegri tentu akan berharap Maignan pulih tepat waktu. Fans ingin melihat apakah momentum ini bisa berlanjut dan membawa Milan bersaing di jalur juara sejak awal musim.</p>



<a id='-3vln1r3Tx5GSsPXg9O91w' class='gie-single' href='https://www.gettyimages.com/detail/2234961677' target='_blank' style='color:#a7a7a7;text-decoration:none;font-weight:normal !important;border:none;display:inline-block;'>Embed from Getty Images</a><script>window.gie=window.gie||function(c){(gie.q=gie.q||[]).push(c)};gie(function(){gie.widgets.load({id:'-3vln1r3Tx5GSsPXg9O91w',sig:'ITql1ysI6heflC_dUAksGkWJuzvYTEFb8OaDeblAqcY=',w:'594px',h:'446px',items:'2234961677',caption: false ,tld:'com',is360: false })});</script><script src='//embed-cdn.gettyimages.com/widgets.js' charset='utf-8' async></script>



<p class="wp-block-paragraph">Malam ini San Siro punya cerita yang layak diceritakan berulang kali: veteran Kroasia mengajarkan bahwa umur hanyalah angka. Milan belum sempurna, tapi kemenangan seperti ini adalah pondasi penting. Musim masih panjang, tapi kalau Modrić terus memberi inspirasi seperti ini, jangan kaget kalau Rossoneri benar-benar berbicara banyak di puncak klasemen.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://devilpenakut.wordpress.com/2025/09/15/modric-magic/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">791</post-id>
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/1e2acc5713cb7307b60d7cf62758293bacf96f9f018277aca730e5ff6b137fe8?s=96&#38;d=https%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">devilpenakut</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kereta dan Bus</title>
		<link>https://devilpenakut.wordpress.com/2024/05/29/kereta-dan-bus/</link>
					<comments>https://devilpenakut.wordpress.com/2024/05/29/kereta-dan-bus/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[devilpenakut]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 May 2024 03:48:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[bus]]></category>
		<category><![CDATA[kereta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://devilpenakut.wordpress.com/?p=774</guid>

					<description><![CDATA[Orang selalu membandingkan dua moda transportasi itu akhir-akhir ini. Dua moda transportasi yang sebenarnya sangat berbeda dan jelas sebenarnya kereta lebih unggul. Kenapa bisa ke lebih unggul, karena kereta mempunyai jalan sendiri yang berbeda dengan moda transportasi lainnya. Hampir jalur kereta tidak ada gangguan, bahkan bila ada gangguan akan dihilangkan dengan namanya palang/perlintasan kereta api. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Orang selalu membandingkan dua moda transportasi itu akhir-akhir ini. Dua moda transportasi yang sebenarnya sangat berbeda dan jelas sebenarnya kereta lebih unggul.</p>



<span id="more-774"></span>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-twitter wp-block-embed-twitter"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="embed-twitter"><blockquote class="twitter-tweet" data-width="500" data-dnt="true"><p lang="in" dir="ltr">Mending naik bus sih, harga sama kursi udah bisa selonjoran kaki dapat footrest, dapat service makan. Banyak pilihan armada jadi mereka berlomba lomba bikin nyaman dan ningkatin layanan ke penumpang nya. <br><br>Kai kan gak ada kompetitor, jadi yaaah gitu  deh bebas aja untuk IKP nya <a href="https://t.co/JlHBcAMm9x">https://t.co/JlHBcAMm9x</a></p>&mdash; sedang  (@didepancangkir) <a href="https://twitter.com/didepancangkir/status/1547130531766480896?ref_src=twsrc%5Etfw">July 13, 2022</a></blockquote><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></div>
</div></figure>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-twitter wp-block-embed-twitter"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="embed-twitter"><blockquote class="twitter-tweet" data-width="500" data-dnt="true"><p lang="in" dir="ltr">450k full rebahan dapet service makan + snack. KAI bisa? <img src="https://s0.wp.com/wp-content/mu-plugins/wpcom-smileys/twemoji/2/72x72/1f3c3-1f3fb.png" alt="🏃🏻" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s0.wp.com/wp-content/mu-plugins/wpcom-smileys/twemoji/2/72x72/1f3c3-1f3fb.png" alt="🏃🏻" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s0.wp.com/wp-content/mu-plugins/wpcom-smileys/twemoji/2/72x72/1f3c3-1f3fb.png" alt="🏃🏻" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> <a href="https://t.co/pkbRuRCzNL">https://t.co/pkbRuRCzNL</a> <a href="https://t.co/M09jeZRxgt">pic.twitter.com/M09jeZRxgt</a></p>&mdash; #pendakigalau (@pendakigalau) <a href="https://twitter.com/pendakigalau/status/1606450476685623296?ref_src=twsrc%5Etfw">December 24, 2022</a></blockquote><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></div>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kenapa bisa ke lebih unggul, karena kereta mempunyai jalan sendiri yang berbeda dengan moda transportasi lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hampir jalur kereta tidak ada gangguan, bahkan bila ada gangguan akan dihilangkan dengan namanya palang/perlintasan kereta api.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beda dengan bus yang harus berbagi dengan mobil, truk, motor, bahkan dengan kereta yang lewat. Belum lagi bila terjadi macet, dimana tidak ada itu namanya kereta sampai macet kecuali memang ada gangguan di jalur rel-nya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah dengan adanya keunggulan mutlak itu mau ngga mau bis harus mempunyai fitur yang lebih banyak dibanding kereta. Layanan lebih itu antara lain layanan makan gratis, kursi yang lebih nyaman atau dengan harga tiket yang lebih murah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memang kereta harusnya juga punya fasilitas itu, tapi itu cerita lain. Saya di sini ingin membahas kenapa bus dirasa lebih punya fasilitas dibanding kereta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bayangkan bila kereta menyediakan fasilitas yang sama dengan bis saat ini. Kursi nyaman, mendapatkan makan gratis (walau dulu juga pernah) dengan harga yang ngga sampai dua kali lipatnya, apakah bus nanti akan tetap laku? Ingat lama perjalanan bis itu pasti lebih lama dari kereta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin itu yang membuat KAI ngga/ belum kasih fasilitas makan seperti dulu yang pernah ada.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin KAI kasihan melihat pengusaha bus akan menjadi tidak laku karenanya . Mungkin <img src="https://s0.wp.com/wp-content/mu-plugins/wpcom-smileys/twemoji/2/72x72/1f62c.png" alt="😬" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://devilpenakut.wordpress.com/2024/05/29/kereta-dan-bus/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">774</post-id>
		<media:thumbnail url="https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2024/05/image.png" />
		<media:content url="https://devilpenakut.wordpress.com/wp-content/uploads/2024/05/image.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/1e2acc5713cb7307b60d7cf62758293bacf96f9f018277aca730e5ff6b137fe8?s=96&#38;d=https%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">devilpenakut</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kemana Band Pop Indonesia?</title>
		<link>https://devilpenakut.wordpress.com/2024/01/02/kemana-band-p-indonesia/</link>
					<comments>https://devilpenakut.wordpress.com/2024/01/02/kemana-band-p-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[devilpenakut]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jan 2024 11:18:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[music]]></category>
		<category><![CDATA[music streaming]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://devilpenakut.wordpress.com/?p=703</guid>

					<description><![CDATA[Pernah dengar nama Pilot, Vagetoz, Flanella, Utopia, Hijau Daun? Mungkin mereka ngga se-terkenal Sheila on 7, Dewa, Padi tapi cukup memberi warna di musik Indonesia tahun 2000-an. Memang beberapa ada yang one hit wonder, ada yang bisa bertahan beberapa album, ada yang sukses cuma 1 album. Pop Indonesia &#8217;00-an //cdn.embedly.com/widgets/platform.js Tapi sepertinya dimasa itu untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Pernah dengar nama Pilot, Vagetoz, Flanella, Utopia, Hijau Daun?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin mereka ngga se-terkenal Sheila on 7, Dewa, Padi tapi cukup memberi warna di musik Indonesia tahun 2000-an.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memang beberapa ada yang <em>one hit wonder</em>, ada yang bisa bertahan beberapa album, ada yang sukses cuma 1 album.</p>



<span id="more-703"></span>



<a class="embedly-card" href="https://music.youtube.com/playlist?list=RDCLAK5uy_n8TF7zJYjsxhmtGa7h_YcxUgIdta4ruxE&amp;feature=share&amp;playnext=1">Pop Indonesia &#8217;00-an</a>
<a href="//cdn.embedly.com/widgets/platform.js">//cdn.embedly.com/widgets/platform.js</a>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi sepertinya dimasa itu untuk membuat <em>group</em> band pop dan mengeluarkan album <em>ngga</em> perlu harus punya suara bagus atau lagu-lagu berbahasa Inggris.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cukup dengan melodi yang enak, terutama pop mendayu, cukup untuk menarik pendengar.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-spotify wp-block-embed-spotify wp-embed-aspect-21-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="embed-spotify"><iframe title="Spotify Embed: Suara (Ku Berharap)" style="border-radius: 12px" width="100%" height="152" frameborder="0" allowfullscreen allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy" src="https://open.spotify.com/embed/track/28pSjEpLxPmXMr0EzqqqTP?si=3f9b3b68de35443f&#038;utm_source=oembed"></iframe></div>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Padahal dengan&nbsp;<em>platform</em>&nbsp;seperti Spotify, Apple Music, bahkan TikTok memudahkan orang untuk mengeluarkan&nbsp;<em>single</em>&nbsp;atau album dan promosi gratis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak perlu dipusingkan dengan kontrak label rekaman, keharusan membawakan musik sesuai arahan pasar, atau uang untuk promosi album.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi kenapa sekarang menjadi jarang?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apakah karena dulu adalah kehebatan label rekaman yang bisa melakukan promosi yang masif?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apakah karena TV yang dulu merupakan media promosi musik sekarang porsinya hampir tidak ada?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apakah sekarang karena tuntutan media sosial sehingga menjadi takut buat berkarya?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Atau mungkin saya saja yang kurang&nbsp;<em>update</em>?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga alasannya yang terakhir. Bagaimana menurut kamu?</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://devilpenakut.wordpress.com/2024/01/02/kemana-band-p-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">703</post-id>
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/1e2acc5713cb7307b60d7cf62758293bacf96f9f018277aca730e5ff6b137fe8?s=96&#38;d=https%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">devilpenakut</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mencari Sumber Pendapatan di Blog Medium</title>
		<link>https://devilpenakut.wordpress.com/2020/07/13/mencari-sumber-pendapatan-di-blog-medium/</link>
					<comments>https://devilpenakut.wordpress.com/2020/07/13/mencari-sumber-pendapatan-di-blog-medium/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[devilpenakut]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2020 11:36:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[medium]]></category>
		<category><![CDATA[Medium for Publisher]]></category>
		<category><![CDATA[monetize]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://devilpenakut.wordpress.com/?p=693</guid>

					<description><![CDATA[Medium sebagai salah satu platform untuk menulis mempunyai tampilan yang menarik dan cepat untuk diakses. Namun masalahnya untuk mendapatkan penghasilan dari medium harus bergantung kepada sistem berlangganan yang diterapkan oleh media Medium itu sendiri. Sistem langganan ini mungkin cocok untuk di luar Indonesia namun tidak atau belum cocok untuk diterapkan di Indonesia. Sistem langganan memang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Medium sebagai salah satu platform untuk menulis mempunyai tampilan yang menarik dan cepat untuk diakses. Namun masalahnya untuk mendapatkan penghasilan dari medium harus bergantung kepada sistem berlangganan yang diterapkan oleh media Medium itu sendiri.</p>



<span id="more-693"></span>



<figure class="wp-block-image size-large"><img src="https://res.cloudinary.com/setanwedinan/image/upload/v1594640116/medium_a5cvhv.png" alt="" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sistem langganan ini mungkin cocok untuk di luar Indonesia namun tidak atau belum cocok untuk diterapkan di Indonesia. Sistem langganan memang mulai tumbuh di Indonesia seperti langganan <a href="https://www.netflix.com/id/n/2b438b29-cdb1-424e-bfb6-23edb20c4f90">Netflix </a>maupun Spotify. Namun pengalaman yang saya lihat baru sedikit orang yang benar-benar memilih berlangganan secara resmi dan tidak mencari harga murah di <em>marketplace</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah untuk hal hiburan seperti itu saja orang Indonesia masih mencari cara untuk yang murah bagaimana dengan sistem langganan diterapkan yang medium seharga USD 5,-per bulan. USD 5,- bila di rupiahkan itu sekitar IDR 71.000. Tujuh puluh ribu rupiah itu masih sangat besar bagi orang Indonesia ini apalagi hanya untuk membuka sebuah artikel.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi saya masih mencari dari jalan bagaimana menggunakan blog Medium ini bisa menghasilkan pendapatan seperti kita menggunakan layanan <em>publising</em> lain layaknya WordPress.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada beberapa hal yang saya pikirkan:</p>



<h2 class="wp-block-heading">1. Menggunakan artikel berbayar</h2>



<figure class="wp-block-image"><img src="https://images.unsplash.com/photo-1580130037666-564e0f29cbae?ixlib=rb-1.2.1&amp;q=85&amp;fm=jpg&amp;crop=entropy&amp;cs=srgb&amp;ixid=eyJhcHBfaWQiOjYzOTIxfQ" alt="https://images.unsplash.com/photo-1580130037666-564e0f29cbae?ixlib=rb-1.2.1&amp;q=85&amp;fm=jpg&amp;crop=entropy&amp;cs=srgb&amp;ixid=eyJhcHBfaWQiOjYzOTIxfQ" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Artikel berbayar atau sponsor pos bisa membantu untuk pemasukan di Medium kita. Namun kesempatan itu tidak terlalu banyak karena sepengalaman saya pos berbayar itu sangat jarang ada penawaran ke blog kita kecuali blog kita memang sudah ramai traffic-nya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">2. Menggunakan tautan afiliasi</h2>



<figure class="wp-block-image"><img src="https://images.unsplash.com/photo-1559526324-4b87b5e36e44?ixlib=rb-1.2.1&amp;q=85&amp;fm=jpg&amp;crop=entropy&amp;cs=srgb&amp;ixid=eyJhcHBfaWQiOjYzOTIxfQ" alt="https://images.unsplash.com/photo-1559526324-4b87b5e36e44?ixlib=rb-1.2.1&amp;q=85&amp;fm=jpg&amp;crop=entropy&amp;cs=srgb&amp;ixid=eyJhcHBfaWQiOjYzOTIxfQ" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Afiliasi bisa dilakukan namun sama seperti artikel berbayar walau tidak sebatas itu masih terbatas juga. Kesempatan afiliasi harus kita mencari tidak seperti Google Ads yang secara otomatis mencari iklan untuk kita.</p>



<hr class="wp-block-separator has-css-opacity" />



<p class="wp-block-paragraph">Ada teman teman yang bisa memberi saran bagaimana kita menghasilkan pendapatan di Medium mohon sampaikan dengan <em>mention </em>saya di <a href="http://twitter.com/devilpenakut" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Twitter </a>atau komentar di bawah. Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://devilpenakut.wordpress.com/2020/07/13/mencari-sumber-pendapatan-di-blog-medium/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">693</post-id>
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/1e2acc5713cb7307b60d7cf62758293bacf96f9f018277aca730e5ff6b137fe8?s=96&#38;d=https%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">devilpenakut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://res.cloudinary.com/setanwedinan/image/upload/v1594640116/medium_a5cvhv.png" medium="image" />

		<media:content url="https://images.unsplash.com/photo-1580130037666-564e0f29cbae?ixlib=rb-1.2.1&#038;q=85&#038;fm=jpg&#038;crop=entropy&#038;cs=srgb&#038;ixid=eyJhcHBfaWQiOjYzOTIxfQ" medium="image">
			<media:title type="html">https://images.unsplash.com/photo-1580130037666-564e0f29cbae?ixlib=rb-1.2.1&#038;q=85&#038;fm=jpg&#038;crop=entropy&#038;cs=srgb&#038;ixid=eyJhcHBfaWQiOjYzOTIxfQ</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://images.unsplash.com/photo-1559526324-4b87b5e36e44?ixlib=rb-1.2.1&#038;q=85&#038;fm=jpg&#038;crop=entropy&#038;cs=srgb&#038;ixid=eyJhcHBfaWQiOjYzOTIxfQ" medium="image">
			<media:title type="html">https://images.unsplash.com/photo-1559526324-4b87b5e36e44?ixlib=rb-1.2.1&#038;q=85&#038;fm=jpg&#038;crop=entropy&#038;cs=srgb&#038;ixid=eyJhcHBfaWQiOjYzOTIxfQ</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
