<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-33651448</id><updated>2024-10-25T09:59:42.392+07:00</updated><category term="Awareness"/><category term="poetry"/><category term="women"/><category term="Health"/><category term="History"/><category term="Inspiration"/><category term="Opinion"/><category term="Pasar"/><category term="Pernikahan"/><category term="Tubuh dan Perempuan"/><category term="animal"/><category term="korupsi"/><category term="love"/><title type='text'>diary-ungu</title><subtitle type='html'>A musician must make music, an artist must paint, a poet must write, if he is to be ultimately at peace with himself. What a man can be, he must be.- Abraham Maslow</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://diary-ungu.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33651448/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diary-ungu.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Savitri W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06442391676171469184</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://farm1.static.flickr.com/138/368165547_f55b59135a.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>16</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33651448.post-2146360803749587110</id><published>2009-01-24T16:14:00.003+07:00</published><updated>2009-01-24T17:07:37.951+07:00</updated><title type='text'>Awakenings</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4DPANvQ8MCeEGbtpejeHSi6cj-nJhglYev5Orf1v7W_T6dF1unHUESXirbjUaS3HkZ59VX3QZi3X0rrJWsY14ZbrrTL6Y6T5epXoPv25NAtNkvm0YfI6gUCKuISocbs-gJd_W/s1600-h/New+Picture.png&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 148px; height: 200px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4DPANvQ8MCeEGbtpejeHSi6cj-nJhglYev5Orf1v7W_T6dF1unHUESXirbjUaS3HkZ59VX3QZi3X0rrJWsY14ZbrrTL6Y6T5epXoPv25NAtNkvm0YfI6gUCKuISocbs-gJd_W/s200/New+Picture.png&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5294799506384652402&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu, aku merasa kurang bersyukur pada hal-hal kecil yang aku terima atau hal-hal kecil yang kulakukan apalagi yang kulakukan setiap hari. Aku lebih tersadarkan pada hal-hal besar yang pernah kulakukan. Bila kulakukan hal-hal besar. Aku merasa hidup. Hal-hal kecil yang kurang menjadi perhatianku misalnya: bernafas, menggerakkan tangan, berjalan, membaca, memetik bunga, minum dan makan, bercukur, berdandan dan dsb. Kegiatan ini tiap hari ku lakukan hingga kadang aku merasa ini rutinitas dan tidak melihat maknanya ketika aku melakukan hal tersebut. Mengapa? Karena aku atau kita (bila merasa iho), melihat hal-hal kecil dan apabila itu dilakukan setiap hari menjadi sebagai sesuatu yang diberikan [given]. Sesuatu yang diberikan pencipta kita kepada kita yang kebetulan kita mempunyai anggota badan yang lengkap. Kita tidak hidup dari keterbatasan tapi dari kelimpahan. Kelimpahan yang mempunyai dua matas sisi uang. Menjerumuskan atau memberikan manfaat. Namun, berbeda halnya bila engkau adalah penderita stoke atau parkinson. Tiba-tiba saja badanmu tidak dapat digerakkan hingga bertahun-tahun dan bahkan berpuluh-puluh tahun. Bila engkau mendapatkan kesempatan untuk dapat menjadi normal meskipun hanya satu hari saja, engkau akan sangat bersyukur terhadap sesuatu yang biasa kita terima [given] dan menyadari bahwa bersyukur pada hal-hal kecil adalah menjadi hidup [tersadarkan].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi hidup atau tersadarkan [awakening] adalah tema yang diangkat oleh film yang berjudul awakening. Cerita ini berawal dari kedatangan seorang dokter bernama dokter Sayer di rumah sakit khusus untuk pasien penderita neurologi. Dokter Sayer adalah dokter yang punya perhatian besar untuk menyembuhkan pasien neurologi. Para pasien ini kondisinya dapat dikatakan seperti “hantu”. Mereka tidak meninggal tapi juga tidak hidup. Mereka diam, tidak dapat mengerakkan seluruh anggota badan mereka dan tidak dapat merespon. Namun mereka dapat merasakan kehadiran orang-orang disekitar mereka, mereka dapat mendengar perkataaan dan melihat tindakan orang-orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter Sayer memulai experimen untuk menyembuhkan para pasien melalui Leonard. Seorang bapak yang berusia 40 tahun namun berjiwa seorang anak berumur 11 tahun. Dokter Sayer ingin mengeluarkan Leonard dari keterkungkungan badannya yang tidak dapat digerakkan selama 29 tahun. Mulailah Dokter Sayer melakukan eksperimen kepada Leonard dan beberapa pasien neurologi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksperimen yang dilakukan dokter Sayer adalah mencoba membuat mereka bangun [tersadarkan/awakening] dari ketiadaan dan ketidakberdayaan. Merasakan menjadi hidup adalah output dari eksperimen dokter Sayer. &lt;br /&gt;Eksperimen yang dilakukan adalah membangunkan saraf dari para penderita parkinson atau stroke dengan melakukan permainan bola tangkap, memainkan musik dan mengajak bercerita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pasien cukup memberikan respon yang positif dari eksperiman dokter Sayer tersebut. Mereka dapat menangkap bola dan mengoper bola meskipun hanya tangan saja yang bergerak. Bila diputarkan musik, mereka dapat makan meskipun yang bergerak hanya tangan dan mulut. Mereka dapat berjalan apabila lantainya bergambar pola catur. Begitulah keseharian dari eksperimen tersebut. Sampai pada suatu saat dimana dokter Sayer merasa eksperimen ini sangat lambat. Dia mencoba memberikan obat untuk membangunkan syaraf tubuh bernama L-Dopa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obat tersebut diuji cobakan kepada Leonard dengan ijin ibu Leonard. Terjadilah keajaiban kepada Leonard keesokan harinya. Leonard dapat bangun dari tempat tidurnya, dapat perlahan2 berbicara dan mulai dapat mengerakkan tangannya. Leonard menjadi terbangun dan sadar. Perkembangan Leonard sangat positif. Ia menjadi normal kembali. Perkembangan inilah yang mendorong dokter Sayer untuk memberikan obat L-Dopa kepada pasien-pasien neurologi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keajaiban kedua terjadi. Para pasien tersebut dapat sembuh dan normal seperti Leonard. Mereka seakan-akan dibangunkan dari alam mimpi yang panjang. Mereka dapat melakukan aktivitas keseharian dan sangat menikmatinya. Benar-benar menikmati hal-hal kecil, yang sering kita lupakan seperti bermain, berteman, menyadari hangatnya keluarga dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kondisi positif Leonard dan beberapa pasien tidak berlangsung lama. Hanya satu kali musim panas saja mereka dapat kembali normal seperti awal mereka sebelum sakit. Mereka berubah seakan-akan menjadi batu, diam dan tidak dapat mengerakkan seluruh badannya. Meskipun demikian, mereka sudah bersyukur dapat merasakan emosi akan setiap aspek dari kehidupan terutama pada hal-hal kecil dan sederhana. Sayangnya, bagi kita, terutama aku sulit menghargai setiap aspek kehidupan terutama yang kecil dan sederhana padahal kita diberikan karunia untuk HIDUP dan BERGERAK.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diary-ungu.blogspot.com/feeds/2146360803749587110/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/33651448/2146360803749587110?isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33651448/posts/default/2146360803749587110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33651448/posts/default/2146360803749587110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diary-ungu.blogspot.com/2009/01/awakenings.html' title='Awakenings'/><author><name>Savitri W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06442391676171469184</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://farm1.static.flickr.com/138/368165547_f55b59135a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4DPANvQ8MCeEGbtpejeHSi6cj-nJhglYev5Orf1v7W_T6dF1unHUESXirbjUaS3HkZ59VX3QZi3X0rrJWsY14ZbrrTL6Y6T5epXoPv25NAtNkvm0YfI6gUCKuISocbs-gJd_W/s72-c/New+Picture.png" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33651448.post-492903750547412558</id><published>2008-03-05T16:00:00.006+07:00</published><updated>2008-03-05T18:29:38.395+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Awareness"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="History"/><title type='text'>Kasur, Bantal-guling dan WC</title><content type='html'>Apakah teman-teman tahu kalau bed/kasur dulunya mempunyai sejarah bahkan mempunyai nama yang berbeda-beda sesuai fungsinya? Begitu pula dengan bantal-guling dan wc (sampai ada &lt;a href=&quot;http://www.toiletmuseum.com/&quot;&gt;museum&lt;/a&gt;nya iho...)Misal, pada jaman dahulu kasur/bed dipakai untuk tidur (&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;ectus cubicularis&lt;/span&gt;), belajar (&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;lectus lucubratorius&lt;/span&gt;) dan bahkan untuk tempat orang meninggal (&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;a lectus funebris or emortualis&lt;/span&gt;). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata diatas muncul ketika aku bangun dari kasurku yang empuk dan enak pada hari ini. Dulu aku tidak pernah mempertanyakan mengenai barang-barang yang selalu menemaniku setiap malam selama 9 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lalu terdorong untuk berfikir lagi. Darimana nama kasur, bantal dan guling ini? Bagaimana asal usul barang-barang ini?. Belum selesai aku mempertanyakan keberadaan barang-barang ini, aku teringat mengenai wc duduk (&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Maklum aku aku sangat menyukai duduk berjam-jam-jam di wc duduk sambil membaca he..he..&lt;/span&gt;). Sama halnya dengan kasur, bantal dan guling. Aku juga mempertanyakan asal usul wc tersebut sampai pada mempertanyakan bentuk wc. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku coba browsing lewat web berbahasa Idonesia mengenai asal usul barang-barang kesayanganku ini dan ternyata sulit sekali untuk mendapatkan informasinya. Mengapa sulit? Mungkin barang-barang itu keberadaanya sudah dianggap biasa oleh banyak orang di Indonesia sehingga secara sadar tidak mempertanyakan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun aku tidak putus asa, dengan semangat ingin tahu yang tinggi&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;..cie..cie..&lt;/span&gt; akhirnya aku mendapatkan beberapa sumber mengenai asal usul barang-barang tersebut. Itu pun dari web yang berbahasa inggris. Ternyata kaya sekali asal usul sampai nama dan fungsi dari barang-barang ini pada jaman dahulu. Setiap nama mempunyai fungsi sendiri-sendiri. Misalnya: kasur. Di jaman dahulu kasur mempunyai nama yang berbeda-beda sesuai fungsinya. Sekarang?... sepertinya kita hanya mengetahui bed/kasur hanya berfungsi sebagai tempat untuk merebahkan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Berikut postingan dari beberapa blog mengenai kasur, bantal-guling dan wc…. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Kasur :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1)&lt;br /&gt;Pada awal abad pertengahan, orang - orang Inggris menggunakan matras sebagai tempat tidur. Matras yang digunakan oleh orang - orang Inggris memiliki keunikan tersendiri. Keunikannya yaitu pada ujung - ujung matrasnya diikat dengan tali yang dikaitkan ke rangka tempat tidur.Ketika seseorang hendak berangkat tidur, maka tali tersebut harus ditarik terlebih dahulu agar matras menjadi lebih kencang. Hal ini dimaksudkan agar tidurnya lebih nyaman. Dari kebiasaan ini, muncullah ekspresi “Good Night, Sleep Tight” (diambil dari : &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;http://aansam.wordpress.com/2007/09/18/asal-mula-beberapa-istilah/&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2)&lt;br /&gt;Early beds were little more than piles of straw or some other natural materials. An important change was raising them off the ground, to avoid drafts, dirt, and pest. The bed of Odysseus, a charpoy woven of rope, plays a role in the Odyssey of Homer. A similar bed can be seen at the Museum of Welsh life at St. Fagans, Cardiff. Ancient Romans had various kinds of beds for repose. These included:&lt;br /&gt;•lectus cubicularis, or chamber bed, for normal sleeping;&lt;br /&gt;•lectus discubitorius, or table bed, on which they ate—for they ate while lying on their left side—there being usually three people to one bed, with the middle place accounted the most honorable position;&lt;br /&gt;•lectus lucubratorius, for studying;&lt;br /&gt;•and a lectus funebris, or emortualis, on which the dead were carried to the pyre.&lt;br /&gt;(Baca selanjutnya di : &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Bed#The_Ancient_World&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Bantal-guling :&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;( Nama Bahasa Inggrisnya aga aneh... Dutch Wife)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1)&lt;br /&gt;Pillows were originally used mainly by the wealthy, and have been found in Ancient Egyptian tombs. The difficulty of sophisticated dyes and sewing techniques lead to the development of pillows as an art form, with highly decorated pillows becoming prized commodities first in China and later in Medieval Europe. The Industrial Revolution saw the mass production of decorated textiles and decorated pillows. Traditional Chinese pillows are often hard boxes made from stone, wood, metal, or porcelain instead of stuffed fabric. (Baca selanjutnya di : &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Pillow#History&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2)&lt;br /&gt;….. Sejarah pergundikan di Indonesia pada masa lalu dimulai sejak kaum lelaki VOC datang ke kepulauan Hindia tanpa disertai istri-istri mereka. Konon, dari sini pula muncul bantal guling, bantal yang digunakan oleh kaum lelaki Belanda sebagai teman tidur mereka di Hindia. Tentu saja bantal guling tak lagi berfungsi sebagai teman tidur para meneer Belanda ketika tradisi memelihara perempuan pribumi sebagai gundik sudah dimulai. Gundik memang tak pernah dinikahi secara sah, namun mereka diharuskan melayani meneer Belanda itu sebagaimana layaknya seorang istri…. ( Baca Selanjutnya di: &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;http://127.0.0.1:4664/cache?event_id=59908&amp;schema_id=1&amp;q=bantal+guling&amp;s=XhSZoe85d4ct7TfaddHBEdQErWc)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Toilet/WC :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1)&lt;br /&gt;Toilet telah digunakan sejak awal masa sejarah. Pada abad ke-25 SM, masyarakat Harappa di India memiliki toilet di setiap rumah yang dihubungkan dengan saluran air dari batu bata. Toilet juga ditemukan pada peradaban Mesir dan Tiongkok kuno. Di peradaban Romawi, toilet kadang merupakan bagian dari tempat mandi umum.&lt;br /&gt;Penemuan toilet dengan fasilitas penyiraman diyakini dilakukan oleh Sir John Harington pada tahun 1596, walaupun penggunaannya secara umum baru berkembang setelah berbagai perbaikan atas temuan tersebut pada zaman Victoria di Inggris. (Baca selanjutnya di : &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Toilet#Sejarah&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Bahkan ada asal usul katanya :&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The word &quot;toilet&quot; came to be used in English along with other French fashions. It originally referred to the toile, French for &quot;cloth&quot;, draped over a lady or gentleman&#39;s shoulders whilst their hair was being dressed, and then (in both French and English) by extension to the various elements, and also the whole complex of operations of hairdressing and body care that centered at a dressing table, also covered by a cloth, on which stood a mirror and various brushes and containers for powder and make-up: this ensemble was also a toilette, as also was the period spent at the table, during which close friends or tradesmen were often received.(baca selanjutnya di: &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Toilet&lt;/span&gt;)</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diary-ungu.blogspot.com/feeds/492903750547412558/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/33651448/492903750547412558?isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33651448/posts/default/492903750547412558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33651448/posts/default/492903750547412558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diary-ungu.blogspot.com/2008/03/kasur-bantal-guling-dan-wc.html' title='Kasur, Bantal-guling dan WC'/><author><name>Savitri W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06442391676171469184</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://farm1.static.flickr.com/138/368165547_f55b59135a.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33651448.post-4943556570143388261</id><published>2008-02-19T18:22:00.009+07:00</published><updated>2008-03-05T18:47:05.671+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tubuh dan Perempuan"/><title type='text'>Aborsi Demi Kebaikan?</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWmi7bInTMJPt5ypukiEHInNNNn8KPZN7awyc317WHInjTwbcoKH_y8OPEHgJylCQzIG1-snh-NZqJdHM6xihOaq3EcQ_gbnsgB33_mb-FvIPxb9lsaGCIsU9Dvh2rDaLhhbFH/s1600-h/janin+7+hari.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWmi7bInTMJPt5ypukiEHInNNNn8KPZN7awyc317WHInjTwbcoKH_y8OPEHgJylCQzIG1-snh-NZqJdHM6xihOaq3EcQ_gbnsgB33_mb-FvIPxb9lsaGCIsU9Dvh2rDaLhhbFH/s320/janin+7+hari.JPG&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5168667290178274434&quot; /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;(gambar disamping adalah calon janin usia 1 minggu)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budheku tiba-tiba berbicara sambil tersenyum terpaksa &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;“ Mbakmu  hamil. Usia kandungan 1 minggu Vit, kaget juga karena tidak direncanakan, dia tahunya setelah telat 1 minggu menstruasi “ &lt;/span&gt;katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamil tanpa direncanakan? dibenakku... ya mungkin saja karena sodaraku secara pede jarang mengunakan kondom atau sarana kontrasepsi lainnya ketika berhubungan seksual. hal ini disebabkan masih menyusui. Ia percaya apabila sedang menyusui, kemungkinan untuk hamil kecil karena hormon reproduksi menjadi kurang berfungsi. Perkataannya sangat tidak masuk akal menurutku. Aku lalu coba mengecek ke berbagai literatur dan itu hanyalah mitos. Mitos inilah yang menurutku membuat sodaraku kebobolan hehehe….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sodaraku sepertinya tidak siap dengan kehamilan keduanya. Ketidaksiapan ini dikarenakan karena ekonomi. Tabungan mereka untuk saat ini masih dialokasikan untuk anak pertamanya yang masih berusia 2,5 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun mereka tidak punya pilihan lain kecuali menerima pilihan tersebut. Padahal bila dicari, masih ada peluang. Aborsi adalah peluang satu-satunya. Kaget ya?? Aku juga…. Aku berkata demikian karena ada temanku yang sudah menikah menyarankan agar sodaraku melakukan aborsi. Ia berkata &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;“ lebih baik aborsi daripada punya anak lagi. Lebih tidak manusiawi melahirkan anak tapi kondisi keuangan tidak siap. Itu sama saja merampas hak anak. Lagipula kehamilannya masih satu minggu… masih berbentuk seupil darah”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Pengakuan yang jujur dan masuk akal juga sih ditengah sulitnya mencari uang apalagi tinggal di Jakarta. Namun aku bertanya, dimana hati nuraninya? . Dia lalu menjawab &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;“ hari gini bicara mengenai dosa, khan tidak apa-apa. Di agama boleh kok asal belum 44 hari karena belum berbentuk janin dan kalau mau aborsi harus lewat dokter “&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terkesima dengan kata-katanya yang santai tanpa ada perasaan bersalah. Aku lalu berkesimpulan bahwa hati nurani tidak berbicara bila dibenturkan pada masalah ekonomi dan mendidik anak. Apakah sampai separah itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trend aborsi di pasangan suami istri sudah marak dilakukan. &lt;a href=&quot;http://situs.kesrepro.info/gendervaw/jul/2002/utama02.htm&quot;&gt;Hasil penelitian WHO bekerjasama dengan LSM perempuan dan Universitas Atmajaya &lt;/a&gt;menyebutkan pada tahun 2001, sekitar 85, 11% perempuan menikah menyetujui melakukan aborsi. Parahnya, sekitar 25-60% aborsi dilakukan secara sengaja. Aku tidak bisa membayangkan peningkatan jumlah pasien yang menginginkan aborsi disengaja pada tahun 2007 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, rumah sakit aborsi mulai marak bermunculan dengan mengunakan layanan medis seperti kita mengobati diri kita bila sakit. Pasien pergi ke rumah sakit ato klinik aborsi untuk mengobati diri dari sakit? Mempunyai anak yang tidak di inginkan adalah penyakit yang harus di obati dan dimatikan.. &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Wah....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah-rumah sakit ini tersedia dokter aborsi, perawat, peralatan canggih dan fasilitas konseling sebelum dan sesudah melakukan aborsi. Operasi aborsinya pun tidak murah, harga yang diberlakukan mulai dari Rp 2 jt. Ironisnya, praktek inipun dilegalkan oleh pemerintah dan &lt;a href=&quot;http://http://situs.kesrepro.info/gendervaw/gvaw01.htm&quot;&gt;peraturan mengenai aborsi&lt;/a&gt;pun masih simpang siur tidak jelas dan tegas. Hal ini mengakibatkan munculnya peluang-peluang untuk aborsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa gejala ini marak terjadi dan dianggap biasa? Menurutku ada tiga alasan. &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Pertama, &lt;/span&gt;rendahnya pengetahuan akan pendidikan sex yang baik dan benar. Coba cek, apakah semua sekolah, keluarga-keluarga mengajarkan mengenai pendidikan sex. Orang tua menjadi takut dan malu untuk belajar memahami tubuhnya melalui pendidikan sexual. Sex lalu dianggap tabu dan semua orang diandaikan memahami pendidikan sex… (kata iklan “ hare gene ga tahu pendidikan sexual…”) Apakah benar asumsi bahwa berbicara mengenai pendidikan sex tabu sedangkan banyak fakta menunjukkan tend aborsi marak dikalangan keluarga menikah? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Kedua,&lt;/span&gt; ekonomi keluarga rendah. Rendahnya ekonomi keluarga menyebabkan mereka tidak mau mempunyai anak apabila tidak sesuai jadwal yang direncanakan. Namun disatu sisi mereka tetap rutin melakukan hubungan sexual tanpa dibekali pendidikan sex yang baik dan benar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Ketiga,&lt;/span&gt; keuntungan yang didapat setelah menikah. Menikah bisa menguntungkan &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;iho&lt;/span&gt;. Bagaimana tidak? Salah satu motivasi menikah adalah mempunyai anak. Namun pada kenyataannya, banyak keluarga-keluarga yang tidak ingin mempunyai anak karena berbagai hal seperti umur, banyak anak, penyakit, ekonomi dll. Hambatan-hambatan ini menyebabkan mereka melakukan aborsi. Tidak ada yang melarang dan tidak melanggar menurut hukum social dimasyarakat karena dianggap privacy rumah tangga masing-masing. Namun kalau ada perempuan belum menikah dan ingin aborsi, dianggap tindakannya tidak manusiawi dan menjadi aib. Aneh juga ya logika berfikir sekarang… tak tahulah aku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keanehan cara berfikir inilah yang menyebabkan pasangan keluarga menikah tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang salah. Tahunya adalah tindakan instant yakni membunuh calon janin. Bila anda berada pada posisi mengandung dan tidak siap mempunyai anak, apa yang anda lakukan? membunuhnya atau membiarkan janin tersebut hidup?</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diary-ungu.blogspot.com/feeds/4943556570143388261/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/33651448/4943556570143388261?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33651448/posts/default/4943556570143388261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33651448/posts/default/4943556570143388261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diary-ungu.blogspot.com/2008/02/aborsi-demi-kebaikan.html' title='Aborsi Demi Kebaikan?'/><author><name>Savitri W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06442391676171469184</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://farm1.static.flickr.com/138/368165547_f55b59135a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWmi7bInTMJPt5ypukiEHInNNNn8KPZN7awyc317WHInjTwbcoKH_y8OPEHgJylCQzIG1-snh-NZqJdHM6xihOaq3EcQ_gbnsgB33_mb-FvIPxb9lsaGCIsU9Dvh2rDaLhhbFH/s72-c/janin+7+hari.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33651448.post-8807460784747789332</id><published>2008-02-13T17:07:00.007+07:00</published><updated>2008-02-19T19:53:51.789+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Awareness"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pernikahan"/><title type='text'>Komoditi Upacara Pernikahan</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_eO01sYqewyzpldVx0s3v7KnRLVvUPdG-yUE0-zruLH85qALRc58Yvq2Ajs2tKPLKy8y8ZJEEBhe7WGA51RcL0burWuRFhHu5eDXZCDYKSwa6Vjhtkw5CupkiNBnIfC0c9RV1/s1600-h/IMG_3255.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_eO01sYqewyzpldVx0s3v7KnRLVvUPdG-yUE0-zruLH85qALRc58Yvq2Ajs2tKPLKy8y8ZJEEBhe7WGA51RcL0burWuRFhHu5eDXZCDYKSwa6Vjhtkw5CupkiNBnIfC0c9RV1/s320/IMG_3255.JPG&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5166447453511206002&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;dropcap&quot;&gt;B&lt;/span&gt;eberapa kali aku hadir di upacara pernikahan temanku. Bentuk upacara pernikahannya macam-macam. Dari yang sederhana sampai yang paling wah. Tapi banyak orang melakukan pernikahan secara wah. Berikut beberapa gambaran pernikahan di lingkungan terdekatku yang kebetulan semuanya mewah. Mengapa pernikahan  kebanyakan dilakukan secara mewah? adakah konsekwensinya bila melakukan pernikahan secara mewah? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan yang paling wah adalah ketika aku diundang teman dekatku. Ia merayakan di Taman Mini Indonesia Indah. Ia mengeluarkan uang hampir 150 juta pada tahun 2005. Bayangkan, ia menyewa gedung dengan seluruh dekorasinya saja sudah jutaan. Tendanya penuh rumbai-rumbai, ada piano besar sebagai musik pengiring dan yang paling mengejutkan adalah cateringnya yang sangat &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;uenak&lt;/span&gt;. Catering yang disewanya adalah catering no satu di Jakarta dan sudah menjadi langanan para pejabat penting. Standar harganya pun menjadi bergengsi dan mahal. Untuk paket sedang, harganya Rp 100.00/orang. Yang membuat mahal selain nama, juga rasa dan bentuk penyajiannya. Makanan yang disuguhkan rata-rata langsung dimasak ditempat. Kami seperti menikmati makanan segar. Temanku memesan untuk 1000-1500 orang. Bisa dibayangkan sangat mewah sekali dan benar-benar &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;uenak&lt;/span&gt;. Sayangnya, setelah menikah, mereka terpaksa tinggal di rumah ibu mertua untuk sementara waktu karena belum mendapatkan rumah kontrakan yang sesuai dengan budget mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan kedua yang menurutku tidak kalah mahalnya tapi masih kalah wah dibandingkan dengan pernikahan teman dekatku adalah pernikahan sodaraku yang juga menikah di Taman Mini.. &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;sepertinya Upacara pernikahan di Taman Mini tidak ada yang tidak wah ya..hehehe… &lt;/span&gt;Bedanya pernikahan ini tidak terlalu mahal karena catering yang dipilih lebih murah. Namun semurah-murahnya harga untuk satu orang Rp 60.000 ditahun yang sama dengan cerita di atas. Tidak hanya itu saja, dia juga mendatangkan perias dari Solo untuk mendandani keluarga manten dan sodara-sodaranya plus melakukan upacara adat ala Solo. Uang yang dikeluarkan untuk biaya keseluruhan pernikahan Rp 120 jt. Sayangnya lagi, setelah menikah mereka harus extra bekerja keras untuk menyilih uang yang telah dipakainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan terakhir yang aku ikuti juga menghabiskan sekitar Rp 150 jt (aku baru saja pulang dari pernikahan ini). Pernikahan ini di selenggarakan di Lampung, disebuah daerah terpencil yang sulit di jangkau karena akses menuju tempat resepsi dan ijab harus melalui motor ato mobil. Bila kondisi hujan, jalan akan becek sekali sehingga kemungkinan kecelakaan besar. Ketika aku tanya sodaraku, alokasi dana yang banyak dikeluarkan untuk catering. Ia menjatah Rp 50.000 /orang untuk 1000 orang. Bisa dibayangkan sudah Rp 105.000.000 hanya untuk makan. Belum lagi untuk keperluan lainnya. Ohya, adiknya juga di nikahkan dengan adat dan cara yang sama dengan sodaraku (kakaknya) dan mengeluarkan uang yang sama pula. Bisa dibayangkan berapa pengeluaran kedua orang tua mereka selama satu tahun berturut-turut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Aku lantas berfikir, wah hebat juga ya pernikahan di Indonesia ini? Meskipun aku tahu tidak semua orang mengeluarkan uang sebanyak Rp 100 jt untuk pernikahan. Kebanyakan sih antara 50 jt-90 jt. Meskipun demikian uang segitu khan tidak sedikit. Tapi bagi konglomerat atau orang kaya mungkin kecil jumlahnya kali ya..  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila aku membaca laporan perekonomian Indonesia yang carut marut tidak jelas dan ketergantungan bangsa kita kepada bantuan asing sehingga bangsa kita dikenal &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;kere&lt;/span&gt; atau istilah halusnya negara berkembang, kok berbeda ya dengan beberapa kenyataan yang aku temui dalam hal pengeluaran upacara pernikahan. Apakah benar bangsa kita lemah dalam perekonomian? Ataukah pura-pura lemah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa aku berfikir demikian? &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Pertama&lt;/span&gt;, uang sebanyak 30 jt sampai ratusan jt bukanlah nominal yang kecil apalagi ditengah kesulitan ekonomi dan naiknya BBM. &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Kedua&lt;/span&gt;, peruntukan uang tersebut tidak berbekas dan tidak berbentuk. Kata lainnya hibah untuk keperluan adat. &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Ketiga&lt;/span&gt;,  keuntungan yang didapat dari hibah tersebut tidak secara langsung tampak dimata dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pemenuhan manfaat hanya dirasakan oleh keluarga yang melangsungkan hajat. Mereka merasa pede, tidak mider, tidak diomongin kalau upacara pernikahaannya cukup mewah, bisa menunjukkan punya uang dan bangga bisa menaikkan prestise di mata masyarakat dan keluarga. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku mencoba bertanya kepada keluarga-keluargaku yang melangsungkan pernikahan yang cukup wah ini. Mungkin mereka punya pandangan lain. Tapi perkataan mereka malah mengukuhkan pendapatku. Bahkan parahnya, mereka tidak merasa bersalah atau aneh untuk mengeluarkan uang sebanyak itu. Mereka berkata &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;“.. ya khan biasa, adat dimanapun pasti ada yang harus ditonjolkan (harus wah). Kalo adat jawa ya resepsinya, kalo di NTT ya belisnya…lagian kalo anak pertama itu perempuan dan satu-satunya dalam keluarga memang harus dirayakan. Sekali seumur hidup”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sodara keduaku berkata &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;“ kok mahal ya makanan RP 50.000/orang di daerah Lampung. Tapi mungkin juga sih, khan akses transportasinya mahal. Wajar..” &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sodara ketigaku juga berkata &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;“.. memang sih hasil pernikahan tidak berbentuk. Gue juga heran, kok bisa ya habis untuk hal-hal yang tidak gue prediksikan. Padahal gue sudah survey kemana-mana. Gue cari barang berkualitas asal murah, hasilnya tetep banyak. Tapi ya gimana lagi, orang gue juga mau agak mewah untuk resepsi. Semua dekorasi dan acara di resepsi itu hasil pemikiran gue iho…”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar sodara dan teman-teman dekatku hampir mengatakan hal yang sama. Mereka juga tidak masalah masih ngempeng/tinggal dirumah orang tua mereka setelah menikah karena belum mempunyai cukup biaya untuk mengontrak rumah. Padahal mereka bisa melangsungkan pernikahan secara cukup mewah. Sebuah keterbatasan ekonomi yang dibuat oleh diri mereka sendiri. Namun tidak semua ingin merayakan pernikahan secara mewah dan mahal, meskipun jumlahnya lebih sedikit. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cara pandang mengenai upacara pernikahan secara mewah ini menjadi hukum adat informal dan dipertahankan oleh masyarakat tanpa disadarinya. Bila tidak melakukan hukum adat ini, maka ada perasaan bersalah dan malu kepada sodara dan teman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara pernikahan juga sudah menjadi komoditi.Indikatornya mulai berjamurnya vendor pernikahan. Sebetulnya banyak praktek-praktek dalam upacara pernikahan secara adat yang tidak relevan untuk diterapkan. Namun manusia terkadang tidak pede apabila tidak menunjukkan identitas kesukuannya. Tulisan lanjutanku, aku akan mengeksplorasi mengenai praktek-praktek upacara pernikahan secara adat yang tidak relevan diterapkan. Mengapa tidak relevan? Apa yang membuat sudah tidak relevan?.. tunggu dan ikuti perkembangannya ya..</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diary-ungu.blogspot.com/feeds/8807460784747789332/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/33651448/8807460784747789332?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33651448/posts/default/8807460784747789332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33651448/posts/default/8807460784747789332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diary-ungu.blogspot.com/2008/02/memiskinankan-diri-melalui-upacara.html' title='Komoditi Upacara Pernikahan'/><author><name>Savitri W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06442391676171469184</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://farm1.static.flickr.com/138/368165547_f55b59135a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_eO01sYqewyzpldVx0s3v7KnRLVvUPdG-yUE0-zruLH85qALRc58Yvq2Ajs2tKPLKy8y8ZJEEBhe7WGA51RcL0burWuRFhHu5eDXZCDYKSwa6Vjhtkw5CupkiNBnIfC0c9RV1/s72-c/IMG_3255.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33651448.post-4929050543926606045</id><published>2008-01-08T17:26:00.001+07:00</published><updated>2008-02-13T20:38:05.260+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Awareness"/><title type='text'>Makna Bekerja bag 1</title><content type='html'>Terbesit beberapa pertanyaan di otakku mengenai makna bekerja. Pertanyaan ini agak sulit aku cari jawabannya karena seperti mengambil telur atau ayam. Tapi meskipun demikian, pasti ada kecondongan untuk memilih A atau B. Pertanyaanya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Apa sih bedanya bekerja bagi dirimu sendiri dengan bekerja karena tugas?&lt;br /&gt;2.Apa batasan bekerja bagi dirimu dengan bekerja karena tugas?&lt;br /&gt;3.Bila orang bekerja mati-matian untuk mendapatkan gaji besar dapat disebut untuk diri sendiri atau dikarenakan karena tugas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah yang bisa membantuku untuk menjawab atau berkira-kira??</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diary-ungu.blogspot.com/feeds/4929050543926606045/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/33651448/4929050543926606045?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33651448/posts/default/4929050543926606045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33651448/posts/default/4929050543926606045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diary-ungu.blogspot.com/2008/01/makna-bekerja-bagian-1.html' title='Makna Bekerja bag 1'/><author><name>Savitri W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06442391676171469184</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://farm1.static.flickr.com/138/368165547_f55b59135a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33651448.post-3305893179289249044</id><published>2007-09-14T17:55:00.001+07:00</published><updated>2008-02-19T20:15:09.131+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="korupsi"/><title type='text'>Korupsi Kecil-kecilan</title><content type='html'>Hari ini aku membeli mangga di pasar minggu secara tidak sengaja. Pada saat itu aku sedang berada di dalam metromini 75 jurusan Blok M – Pasar minggu. Metromini ini melintas perlahan-lahan ketika melewati pasar minggu yang padat dengan mikrolet dan para pedagang kaki lima penjual berbagai macam buah-buahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak berniat turun dari metromini untuk membeli buah-buahan padahal sedikit terbesit keinginan membeli buah-buahan untuk aku membuat jus buah. Tapi berhubung para penjual buah-buahan itu memakai timbangan kue untuk menimbang, aku urungkan keinginanku. Dulu aku sering ditipu oleh penjual buah-buahan yang memakai timbangan kue. Berat buah yang aku beli lewat penjual yang memakai timbangan kue rata-rata selalu tidak akurat. Hal ini sudah aku buktikan dengan aku kadang iseng mengecek ke tetanggaku yang mempunyai &lt;a href=&quot;http://&quot;&gt;timbangan tradisional&lt;/a&gt; (Ket. Timbangan ini berbahan besi, ada muntunya dari berat 1 ons-2 kilo dan sudah jarang dilihat dipasar-pasar tradisional)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Dengan seringnya menjadi korban penipuan, aku selalu hati-hati dalam memilih penjual buah-buahan.. bukan maunya diskriminatif sih.. tapi menghindari rasa penyesalan saja . Dari pengalaman itu, aku selalu memilih penjual yang mengunakan timbangan tradisional untuk menimbang buahnya dan kebetulan, hasil timbangan selalu cocok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengikuti mataku ketika melihat satu orang penjual buah-buahan yang memakai timbangan tradisional. Yang ada dibenakku &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;“ wah tumben nich masih ada penjual yang memakai timbangan tradisional, pasti jujur dan harganya murah “&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cepat-cepat aku turun dari metromini dan berjalan kearah penjual buah-buahan tersebut. Setelah aku tawar dan cocok dengan harganya, aku membeli mangga harum manis 2 kilo. Dengan perasaan senang sambil membawa mangga 2 kilo, aku berangkat ke kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di pasar PSPT (dekat kantorku), aku iseng untuk nebeng menimbang disalah satu langganan penjual buah-buahan. Penjual ini memakai timbangan tradisional. Setelah aku mengeluarkan kantong plastic yang isinya mangga 2 kilo dan menaruhnya ke tempat timbangan dan ditimbang, betapa terkejutnya aku.. ternyata mangga yang aku beli tidak seberat 2 kilo tapi hanya 1.5 kilo!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan kesal dan marah muncul didalam diriku. Aku ditipu lagi.. ternyata aku tidak bisa mempercayai secara mudah dan gampang. Aku sampai berfikir, &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;&quot; apa aku harus membawa timbanganku sendiri kali ya kalau aku ingin membeli buah di penjual buah jalanan??&quot;&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan-jangan, salah satu penyebab orang membeli buah-buahan di mall/supermarket karena sering ditipu kalau membeli buah-buahan di pinggir jalan yang tidak dapat dijamin keakuratan timbangannya?</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diary-ungu.blogspot.com/feeds/3305893179289249044/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/33651448/3305893179289249044?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33651448/posts/default/3305893179289249044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33651448/posts/default/3305893179289249044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diary-ungu.blogspot.com/2007/09/pedagang-mangga.html' title='Korupsi Kecil-kecilan'/><author><name>Savitri W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06442391676171469184</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://farm1.static.flickr.com/138/368165547_f55b59135a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33651448.post-606171406378172636</id><published>2007-05-24T15:06:00.000+07:00</published><updated>2007-05-24T18:00:43.734+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pasar"/><title type='text'>Pengalamanku berada di Pasar Modern dan Semi Modern</title><content type='html'>Hari ini aku pergi kedua pasar yang berbeda. Yang satu pasar modern dan biasa disebut supermarket dan yang satu adalah pasar semi modern yang sekarang digalakkan pemerintah untuk mempercantik penampilan fisik pasar tradisional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar modern ini disebut Super Indo yang terletak di Tebet Barat. Bila melihat bentuk bangunannya cukup bagus dan bersih. Bangunan terdiri dari 2 tingkat. Tingkat pertama digunakan untuk kios bunga. Dari kios bunga untuk dekorasi ruangan sampai bunga untuk acara kematian. Tingkat kedua digunakan untuk menjual barang-barang kebutuhan rumah tangga. Sama seperti layaknya pasar modern lainnya misalnya Alfa, Hero, GIAT, barang-barang yang dijual sangatlah bervariatif dari produksi local sampai ekspor. Barang –barang yang ditawarkan lumayan baik dan bagus, ditambah lagi dengan pendingin ruangan (AC) yang membuat banyak orang nyaman dan betah belanja daripada ke pasar tradisional, atau ke pasar semi modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar semi modern ini disebut &lt;a href=&quot;http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2007/02/27/brk,20070227-94343,id.html&quot;&gt;Pasar PSPT, Tebet Timur&lt;/a&gt;. Pasar ini dulunya adalah pasar tradisonal dan dipugar oleh pemerintah agar penampilannya cantik. Namun sayangnya untuk mendapatkan kesan penampilan cantik, para pedagang harus membayar sewa lapak sejumlah Rp 5.000.000 – Rp 10.000.000/setahun. Banyak pedagang mengeluh mengenai tingginya sewa lapak. Barang-barang yang ditawarkan dalam pasar ini lebih variatif. Bayangkan dari makanan mentah, makanan jadi, pakaian, minuman, pakaian sampai tukang jahit baju bisa kita temui disini. Mengenai harga, pasti lebih miring karena tidak mengunakan pendingin udara (AC).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Perbedaan kedua pasar ini tidak hanya terlihat dari barang yang ditawarkan dan fasilitas bangunan saja. Namun sampai pada perilaku orang-orangnya. Bila aku ke pasar modern Super Indo, tidak ada interaksi antara pembeli dengan penjual. Yang ada adalah aku di suguhkan berbagai barang  dan boleh kita ambil/tidak. Bila ada interaksi hanyalah sebatas menanyakan dimana letak barang A atau barang B ke petugas yang sedang merapikan barang. Selain itu mereka tak sedikit kurang tahu secara detail mengenai barang tersebut. Sesama pembelinyapun tidak ada interaksi. Masing-masing sibuk untuk mengambil barang. Berbeda halnya ketika aku membeli di pasar semi tradisional. Masih ada interaksi antara pembeli dan penjual meskipun dalam praktek penyajian barang sama halnya di pasar modern. Tidak sedikit yang kujumpai, antara pembeli dan penjual saling tawar menawar hingga mencapai harga disepakati dengan berbagai macam cara dan ekspresi. Dari ekspresi kesal sampai dengan ekspresi bercanda untuk menawar. Praktek marketing baik di pihak penjual dan pembeli terlihat dengan jelas disini. Apalagi kalau ternyata ada pembeli lain yang membeli dengan harga sama dan penjual tidak mau menurunkan, pasti tanpa dikomando sebelumnya, kedua pembeli yang tidak saling kenal ini bantu membantu merayu penjual untuk menurunkan harganya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekspresi antar manusia di pasar semi modern ini yang kunikmati pada siang hari ini. Seperti melihat teater atau pertujukan pentas seni. Masing-masing memainkan perannya sesuai dengan karakter masing-masing. Ada raut muka kekesalan, bahagia, sedih, marah, kebosanan dll yang itu semua aku dapatkan dengan mengamati sejenak ketika aku berada di pasar semi tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga pasar ini tidak hilang dan berubah fungsinya menjadi pasar modern. Jika pada akhirnya akan hilang, aku sangat merindukan suasana yang penuh ekspresi dan emosi ini…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diary-ungu.blogspot.com/feeds/606171406378172636/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/33651448/606171406378172636?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33651448/posts/default/606171406378172636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33651448/posts/default/606171406378172636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diary-ungu.blogspot.com/2007/05/pengalamanku-berada-di-pasar-modern-dan.html' title='Pengalamanku berada di Pasar Modern dan Semi Modern'/><author><name>Savitri W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06442391676171469184</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://farm1.static.flickr.com/138/368165547_f55b59135a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33651448.post-3058599237984801832</id><published>2007-05-17T12:55:00.000+07:00</published><updated>2007-05-17T13:23:56.769+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Opinion"/><title type='text'>Ada Apa Dengan Menulis?</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;“…. Ahhhh… sulit baget sich menulis… idenya sudah ada dikepala, tapi kok sulit keluar ya… gimana nich.. ahhhh!!..”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Respon diatas sering aku alami bila aku merasa kesulitan untuk menulis. Mungkin respon seperti ini juga dialami oleh hampir sebagian besar orang yang kesulitan untuk menulis. Mengapa sulit untuk menulis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kamus besar bahasa Indonesia, Menulis adalah 1. membuat huruf dengan pena (pensil, kapur); 2. melahirkan pikiran atau perasaan ( seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan; 3. menggambar; 4. melukis; 5. membatik. Bila dilihat dari arti kedua, Menulis adalah kegiatan melahirkan pikiran atau perasaan. Menciptakan atau melahirkan pikiran atau perasaan membutuhkan dan mengasah kreativitas dan imaginasi.&lt;br /&gt;Sepertinya gampang ya kalau melihat definisinya. Namun prakteknya sulit sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuingat-ingat, apa yang membuatku sulit untuk menulis? Jawabannya ternyata pendidikan. Pendidikan yang diajarkan tidak membuatku menjadi lebih kreatif melainkan menjadi mesin penghafal (pinjam istilah temanku). Dulu aku kurang diajarkan untuk mengarang dan dibiarkan untuk berimajinasi dengan tulisan. Guruku sibuk mengurusi anak-anak didiknya yang berjumlah 40 orang per kelas. Ketika ada pelajaran menulis/mengarang, yang dilakukan guruku hanya mengikuti kurikulum yang ditetapkan tanpa mengajak atau memberitahu siswa bagaimana membuat tulisan yang baik. Guruku juga korban dari system pendidikan dimana ia didik. Jangan heran bila produk anak jaman sekarang terutama dalam hal menulis secara baik dan benar menggunakan ejaan yang disempurnakan (EYD) masih sangatlah minim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Menulis adalah pekerjaan yang gampang-gampang susah. Gampangnya ya tinggal menuliskan ide saja. Susahnya adalah mengatur ide yang ada dikepala sehingga sistematis dan dapat dibaca orang. Butuh ketekunan dan kesabaran dalam menulis. Kesabaran inilah yang kadang aku lewatkan sehingga malas sekali untuk melihat dan mengoreksi. Entah kenapa yang timbul dikepala adalah keinginan cepat-cepat selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temanku juga bilang, tips mudah untuk menulis adalah :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Membuat topik disetiap paragrap agar tersistematisisasi dan focus.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mulai menulis berdasarkan masalah/minat yang disukai sehingga lebih mudah untuk mengungkapkan dengan kata-kata.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menulislah dengan paragraph yang pendek dulu untuk melihat apa kesalahan yang terjadi. Setelah mahir, baru meningkat untuk membuat tulisan panjang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beli note untuk mencatat semua ide yang ada dikepala. Kadang ide bisa timbul kapan saja tanpa kita perkiraan. Penting untuk mencatat langsung agar tidak lupa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terakhir yang penting, jangan takut untuk membuat kesalahan dalam menulis. Terus belajar dan terus menulis. Kebiasaan akan membuat kita peka dan mudah untuk mencari tema tulisan yang akan kita tuangkan dalam bentuk tulisan.&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; Begitulah tips/saran temanku kepadaku untuk menulis. Aku masih harus belajar lagi untuk menulis. Karena dengan tulisan kita dapat mengabarkan atau memberitahukan hal penting kepada orang lain. Ada kutipan menarik dari &lt;a href=&quot;http://www.geocities.com/ticoalu2/index4.html&quot;&gt;Pramoedya Ananta Toer&lt;/a&gt; yang diambil oleh Andreas Harsono  dalam blognya yakni : &quot;Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita sekarang berani untuk terus menulis? Kata-kata ini berlaku untuk diriku juga.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diary-ungu.blogspot.com/feeds/3058599237984801832/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/33651448/3058599237984801832?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33651448/posts/default/3058599237984801832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33651448/posts/default/3058599237984801832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diary-ungu.blogspot.com/2007/05/ada-apa-dengan-menulis.html' title='Ada Apa Dengan Menulis?'/><author><name>Savitri W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06442391676171469184</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://farm1.static.flickr.com/138/368165547_f55b59135a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33651448.post-8045631867077474177</id><published>2007-04-03T19:11:00.000+07:00</published><updated>2007-04-04T10:03:49.221+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Health"/><title type='text'>Apa itu Sindrom Stevens Johnson?</title><content type='html'>Pakdeku terkena penyakit &lt;a href=&quot;http://www.stevensjohnsonsyndrome.us/&quot;&gt;Sindrom Stevens Johnson&lt;/a&gt;. Kulitnya tiba-tiba mengelupas dan berwarna kemerah-merahan dan mata merah. Pengelupasan kulit disertai rasa yang sangat gatal. Pakde sering mengaruk kulitnya. Akibatnya pakde tidur tidak nyenyak dan makan tidak enak.  Namun semangat pakde untuk sembuh besar sekali. Tapi aku tetap kasihan melihat kondisi beliau.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut ilmu kedokteran, Sindrom stevens Johnson ini adalah reaksi buruk yang sangat gawat terhadap obat. Efek samping obat ini mempengaruhi kulit, terutama selaput mukosa. Mengapa pakde bisa terkena penyakit ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Awal cerita bermula dari tiga jenis obat yang diberikan dokter kepada pakde karena penyakitnya. Dua bulan yang lalu, pakde terkena tipus. Beliau masuk ke rumah sakit. Dokter memberikan obat dan sembuh. Belum sampai satu bulan, pakde terkena penyakit demam berdarah. Beliau masuk rumah sakit lagi dan dokter memberi obat. Sebulan kemudian pakde terkena demam berdarah. Dokter memberi obat. Selain tipus dan demam berdarah, pakde juga mempunyai penyakit bronchitis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pakde keluar dari rumah sakit, tiba-tiba badan pakde agak bengkak. Pakde berinisiatif berobat di salah satu dokter umum di Tebet Timur. Dokter tersebut ahli dalam hal obat-obatan. Dari hasil diagnosanya, di dalam tubuh pakde ada beberapa racun karena pengaruh obat kimiawi yang diminumnya. Agar sembuh dari satu racun, pakde harus minum beberapa obat-obatan herbal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum genap dua minggu pengobatan, badan pakde bereaksi. Kulit mulai mengelupas, mata bengkak dan flu. Ketiga tanda-tanda ini mengindikasikan pakde terkena penyakit Sindrom Stevens Johnson. Hasil pemeriksaan juga menyatakan hal yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, pakde tidak boleh minum dan makan apapun yang mengandung bahan kimiawi. Pakde harus sering mandi agar meminimalisir bakteri yang menyebabkan kulit menjadi gatal. Pakde juga harus minum dan makan yang tidak mengandung bahan kimiawi. Beliau harus makan makanan vegetarian segar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila melihat kondisi sekarang, kesehatan pakde jauh lebih baik. Beliau punya semangat hidup yang kadang-kadang redup juga. Peran orang-orang disekitar pakde untuk menyemangatinya sangat membantu. Budhe dengan senantiasa menemani dan melayani pakde dengan membuatkan makanan, Sepulang bekerja, ketiga anaknya selalu menemani pakde hingga pakde tertidur Mereka melakukan ini dengan cinta meskipun konseksensinya  tidur lebih larut dari jam biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakde adalah salah satu korban dari minimnya informasi tentang obat yang diberikan dokter kepada pasien. Selain itu, rendahnya atau tidak adanya penjamin bahwa obat yang diberikan ternyata dapat merugikan pasien. Aku berharap semoga pakde cepat sembuh dan semoga tidak ada lagi pasien penderita Sindrom Stevens Johnson.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diary-ungu.blogspot.com/feeds/8045631867077474177/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/33651448/8045631867077474177?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33651448/posts/default/8045631867077474177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33651448/posts/default/8045631867077474177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diary-ungu.blogspot.com/2007/04/apa-itu-sindrom-stevens-johnson.html' title='Apa itu Sindrom Stevens Johnson?'/><author><name>Savitri W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06442391676171469184</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://farm1.static.flickr.com/138/368165547_f55b59135a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33651448.post-7827801101327457246</id><published>2007-03-22T18:47:00.000+07:00</published><updated>2007-03-22T19:25:37.109+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inspiration"/><title type='text'>Senangnya Menjadi Fasilitator Outbound</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxEhedB2yI3q7XPsgDt32LSBFZyIHlyNwjL5UgY70R7j1CnPn9Xbdtwn1JipXWqVq-7E2y0Yql3nZySeE7Y5M9rCZcdp2V9-IftzQ8TISeuxMPR1CNCKqZe6SAvBznpWa0o_ri/s1600-h/j0433057_edit.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxEhedB2yI3q7XPsgDt32LSBFZyIHlyNwjL5UgY70R7j1CnPn9Xbdtwn1JipXWqVq-7E2y0Yql3nZySeE7Y5M9rCZcdp2V9-IftzQ8TISeuxMPR1CNCKqZe6SAvBznpWa0o_ri/s320/j0433057_edit.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5044723892128124338&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setahun yang lalu tepatnya bulan Desember 2006, aku  diajak teman untuk bergabung menjadi fasilitator outbound untuk anak-anak kelas 1  SMU Regina Pacis, Bogor. Metode pelatihan ini menarik buatku dan belum pernah ada kelompok outbound yang membuat pelatihan semacam ini (sejauh yang aku ikuti iho). Salah satu yang menarik di pelatihan ini karena disetiap akhir permainan, peserta diajak untuk mengolah rasa yang ada di dalam diri maupun berkelompok. Metode pengolahan rasa yang dilakukan juga unik. Di tambah lagi, jenis permainan yang dipilih bukanlah jenis pemainan yang biasa saja. Hasilnya.. wow..di luar dugaan panitia, para peserta menjadi lebih kompak dan mereka meminta kita untuk membuat pelatihan lagi untuk mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatihan ini terbentuk karena ada kebutuhan dari pihak sekolah SMU Regina Pacis untuk menumbuhkan semangat solidaritas antar murid. Niat baik ini disambut dengan antusias oleh kelompok outbound yang bernama Naturestetika. Sebelum melakukan kegiatan pelathan, merekai mendatangi dan mengumpulkan semua ketua kelas satu SMU Regina Pacis. Tujuannya agar mengenal satu sama lain. Pepatah bilang (lupa dari mana..), tak kenal maka tak sayang..cie..cie..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengenal mereka, beberapa tim inti dari Natur mulai mencari fasilitator yang dapat membantu mereka di lapangan karena jumlah peserta pelatihan banyak banget. Bayangkan (sebentar ya aku bayangkan… garing ga sich), selama seminggu penuh kita harus memberikan pelatihan ke 280 orang. Bakal kecapean banget kl tidak di dukung oleh banyak fasilitator. Tim Natur lalu mencari beberapa fasilitator dan diantaranya aku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sebelum pelatihan, jauh-jauh hari kita dikumpulkan untuk mengenal para fasilitator yang lain. selain itu, kita diajak untuk brainstorming tentang ketakutan kita terhadap pelatihan ini. Banyak hal negative yang muncul antara lain takut acara tidak lancar, teamwork tidak berjalan, tidak bisa berbaur dengan mereka karena kesulitan dalam berbahasa dan cara berfikir. Untungnya para tim inti Natur optimis dan memberikan kepercayaan penuh bahwa kita semua bisa mengatasi kesulitan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, hari yang dinanti-nanti telah tiba. Kami dibawa ke salah satu tempat di daerah Bogor. Tempatnya bagus sekali dan luas. Disinilah interaksi antara fasilitator dan peserta terjadi. Pukul 13.00, para peserta dan wali kelas 1.5 (kalau tidak lupa) datang. Menurut informasi, murid 1.5 ini paling nakal diantara seluruh kelas 1. wah deg-degan juga nich…setelah sesi perkenalan selesai, permainan dimulai. Setiap selesai pemainan, para peserta diajak untuk mengungkap rasa yang mereka alami secara pribadi maupun kelompok. Penggalian rasa ini tidak hanya dilakukan di akhir permainan, tapi juga di akhir acara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode ini ternyata efektif. Terbukti dengan munculnya solidaritas dan kekompakan diantara peserta. Bahkan dari pelatihan ini, mulai terlihat  individu-individu yang punya kapasitas untuk memimpin dan memperkuat teman-teman yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran untukku adalah ketakutan awalku tentang pelatihan ini tidak terbukti. Para fasilitator sangat kompak, saling memberi dukungan padahal kita belum mengenal secara mendalam. Ibarat tubuh, tidak ada dua kepala, empat tangan dan empat kaki. Masing-masing secara sadar diri memposisikan menjadi bagian tersendiri dan bekerja sesuai dengan bagiannya serta saling melengkapi. Selain itu, tidak ada kata-kata senoritas dan junioritas. Semangat yang ada adalah saling membantu tanpa banyak diminta, diperintah dan memberikan peluang kepada para fasilitator lain untuk membawakan sesi. &lt;br /&gt;Aku senang mempunyai kesempatan untuk bergabung dengan tim ini. Banyak hal yang ku dapatkan. Baik secara ketrampilan, management dan sikap-sikap positif yang mereka pancarkan kepada kami yang masih pemula ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan ya aku dapat bergabung lagi dengan mereka?&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diary-ungu.blogspot.com/feeds/7827801101327457246/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/33651448/7827801101327457246?isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33651448/posts/default/7827801101327457246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33651448/posts/default/7827801101327457246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diary-ungu.blogspot.com/2007/03/senangnya-menjadi-fasilitator-outbound.html' title='Senangnya Menjadi Fasilitator Outbound'/><author><name>Savitri W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06442391676171469184</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://farm1.static.flickr.com/138/368165547_f55b59135a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxEhedB2yI3q7XPsgDt32LSBFZyIHlyNwjL5UgY70R7j1CnPn9Xbdtwn1JipXWqVq-7E2y0Yql3nZySeE7Y5M9rCZcdp2V9-IftzQ8TISeuxMPR1CNCKqZe6SAvBznpWa0o_ri/s72-c/j0433057_edit.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33651448.post-7627682748170500516</id><published>2007-03-17T21:52:00.000+07:00</published><updated>2007-03-18T19:18:58.264+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="love"/><title type='text'>Is there love among Indonesian people?</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnQBAsrOHtdKvAlDtJJQ0cXwW8BD8K1sOQ2n7i7z0LQzQS3MOyTAZwuZO4Bhthm9S7hwDZCy_22Wlp7fd7ZiI24yn0UVfRUEp7jWJapdQ3S7K71fOhX_S4Ya3bMwAhO0lNl_2v/s1600-h/love4.png&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnQBAsrOHtdKvAlDtJJQ0cXwW8BD8K1sOQ2n7i7z0LQzQS3MOyTAZwuZO4Bhthm9S7hwDZCy_22Wlp7fd7ZiI24yn0UVfRUEp7jWJapdQ3S7K71fOhX_S4Ya3bMwAhO0lNl_2v/s200/love4.png&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5042963442143262642&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Recently there are so many disasters in Indonesia. In February again there’s an earthquake jolted the northeast West Sumatra. For the earthquake at least 82 people were killed. All people around the world especially Indonesian citizens always offer aids but they tend only to give material goods and less direct personal involvement. Aids are mostly in the form of food, money and clothes, but there are few volunteers who offer their engagement. Indeed there is nothing wrong with material aids but many people forget the importance of their own concerns and solidarity, which famous psychologist Erich Fromm defines both as emanating from love.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;His book entitled ‘&lt;a href=&quot;http://www.infed.org/thinkers/fromm.htm&quot;&gt;The Art of Loving&lt;/a&gt;’ describes love as an art that requires effort, knowledge and practice. To view love as an art is to imagine that the capacity for love is a seed that lies within each of us, and that growing that seed is solely our own responsibility. This word isn’t easy to practice in our everyday life. Am I wrong? To practice this teaching requires energy of support and action that some of us lack of.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Most of Indonesian people help each other for their impulsive feeling. They offer their aids only if they find it morally all right. They help because they feel sorry for the victims. They offer the help mostly only one or two times. This has already become like a habit of most people. Once they offer such limited help, they find themselves already satisfied because the urge of feeling of pity has been appeased.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In fact the victims of many calamities like those in Aceh need more long term aids and not only food, clothes, and money that will not last longer. They need more of, like Indonesian proverb says, ‘fishing rod than fishes’. They need a self-help scheme than direct material aids.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I would say again that giving material aids is not wrong but it is not enough. They need you to give a long term than a short term support. Long term support indeed needs many efforts, knowledge and practices. People tend not to think of the importance of a long term support. Why? Can I say that it is because of that people do not understand the meaning of love (to humankind)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I have a good example of love. I recently watched the Oprah Winfrey show on TV programs. She told the TV viewers that about 400 people gave long term aids to the victims of Katrina disaster. These different people, men and women, far away coming from out of the disaster areas, who actually do not know personally to each other, helped the victims with sparing their energy and concrete actions by building people&#39;s houses. They worked hard like groups of ants. They gave physical supports such as their muscles that were needed in building houses, also expertise to construct strong, nice houses. They worked hard and were not paid. This spirit of love and how they did it in team work strikes me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As far as I am concerned, people in Indonesia rarely do that. Or am I wrong, because there seems to have actually never been existent such kind of community self-help in Indonesia? No, I must be wrong because we do have ‘&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;gotong royong&lt;/span&gt;’ in the small villages. But unfortunately there is no such spirit of &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;gotong royong&lt;/span&gt; in such a large scale of disaster that befell the people like in Aceh or in Yogyakarta after the earthquakes. Eventually those earthquake victims have to help themselves once the limited aids that do not cover like materials and manpower for building houses. The earthquake victims in Bantul of Yogyakarta, for instance, fortunately were creative enough as they made earthen bricks for building their houses with their own hands. No more helps from anybody but limited involvement of the students.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to Oprah Winfrey program, why can they do such as beautiful thing? Why can’t we? I think it’s the power of love that we lack of. They know the meaning of love. I do not say that Indonesian people don’t have love. We do have, but more for our friends and families. The relationships still do not yet spread out larger. They miss the precious value behind that word of love.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maybe it’s time for us to reflect what we have contributed so far to those victims. How can I love them more as what they actually need?&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diary-ungu.blogspot.com/feeds/7627682748170500516/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/33651448/7627682748170500516?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33651448/posts/default/7627682748170500516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33651448/posts/default/7627682748170500516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diary-ungu.blogspot.com/2007/03/is-there-love-in-indonesian-people.html' title='Is there love among Indonesian people?'/><author><name>Savitri W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06442391676171469184</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://farm1.static.flickr.com/138/368165547_f55b59135a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnQBAsrOHtdKvAlDtJJQ0cXwW8BD8K1sOQ2n7i7z0LQzQS3MOyTAZwuZO4Bhthm9S7hwDZCy_22Wlp7fd7ZiI24yn0UVfRUEp7jWJapdQ3S7K71fOhX_S4Ya3bMwAhO0lNl_2v/s72-c/love4.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33651448.post-116515086329450793</id><published>2006-12-03T19:56:00.000+07:00</published><updated>2007-03-18T01:20:30.650+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="animal"/><title type='text'>Persahabatan Anjing dan Kucing</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;http://photos1.blogger.com/x/blogger/1521/3698/1600/242612/Berdampingan.jpg&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(153, 153, 153);&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 159px; height: 203px;&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;http://photos1.blogger.com/x/blogger/1521/3698/320/64394/Berdampingan.jpg&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;296&quot; width=&quot;223&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(153, 153, 153);&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(102, 102, 102);&quot;&gt;Aku mempunyai seorang anjing bernama Bobo, bulan Juni 2007 dia berumur dua tahun. Bagi anjing, usia dua tahun bisa dianggap usia yang yang cukup dewasa, setidaknya bobo sudah bisa menghamili anjing-anjing betina di kompleks Tebet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dilihat dari badannya, terkesan Bobo adalah anjing blasteran..&lt;em&gt;iya sich &lt;/em&gt;memang blasteran, tapi bukan asli blasteran dari luar negeri seperti dalmatian, rotwailer. Bobo hanyalah blasteran dari anjing kampung dan anjing spunnel. Untungnya badan Bobo mengikuti anjing kampung, sedangkan bulu dan matanya sepertinya mengikuti anjing spunnel. Meskipun demikian, Bobo dipikir anjing luar iho.. tetangga sebelah mau membeli ketika Bobo masih seukuran sepatu boot dengan harga Rp 4 juta. Kita yang mendengar tersenyum lucu saja… &lt;em&gt;not bad&lt;/em&gt;.. dihargai Rp 4 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Badan Bobo sekarang sudah cukup besar, dia suka sekali mengangkat kedua tangannya ke meja dan mendengarkan kita berbicara bila di dapur. Bobo juga suka mengigit kaki atau tangan orang yang berada di dekatnya. Dia suka bercanda. Tapi hati-hati kalo dia membawa tulang, entah tulang ayam atau tulang sapi..jangan dekat-dekat dengan dia.. bisa-bisa kita di gigitnya.. kadang-kadang Bobo menyebalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bobo mempunyai adik (kok hewan kita perlakukan seperti manusia ya.. terpengaruh film Animal Farm nich kayanya..he..he..). Adiknya bukan seekor anjing atau monyet. Tapi seekor kucing (da tahu..khan ada jdlnya diatas!). Iya seekor kucing. Kucing ini adalah anak satu-satunya dari kucing pertama yang kita punyai dan meninggal karena ditabrak mobil tetangga. Kucing ini kita namakan manis. Ciri-ciri Manis berbulu (pastilah!), mempunyai warna bulu tiga macam (putih, coklat dan hitam). Manis ini mempunyai perilaku yang tidak seperti kucing. Kata teman yang kebetulan psikolog mengatakan kalau Manis itu kucing bermental anjing. Aku kaget dengan sindiran itu, Kucing bermental anjing?.. tapi kalau dilihat-lihat itu benar juga sich, karena dia tidak suka mencakar, lebih suka mengigit, suka memainkan kedua tangannya dan ekornya selalu bergerak-gerak. Apakah teman-teman pernah punya kucing dengan kecenderungan seperti ini ya?. Kalaupun tidur tingkahnya tidak karuan, terlentang seperti manusia, dia mengikuti cara tidur Bobo. Manis ini sepertinya tidak punya idola untuk ditiru (maklum ibunya membuang dia), maka dia meniru sesama makhluk berbulu alias Bobo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manis dan Bobo adalah sepasang hewan tapi punya banyak perbedaan. Perbedaan itu tidak usah disebut kali ya.. malu-maluin.. Namun yang anehnya dari kedua hewan ini adalah PERSAHABATAN yang terjalin diantara mereka. Persahabatan ini yang membuat mereka tidak saling memusuhi dan saling berbagi dalam hal makanan dan minuman. Keanehan ini awalnya tidak aku sadari. Tapi setelah aku sadari.. tampak jadi aneh. Aneh karena pada dasarnya kucing dan anjing tidak pernah akur atau berdamai. Bobopun hanya bisa bersahabat dengan Manis. Bila dengan kucing-kucing lain pasti dikejarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERSAHABATAN ini yang ingin aku tarik maknanya dari semua rangkaian tulisan dan ceritaku tentang kedua hewan ini. Aku membayangkan bila kita sebagai manusia yang diberi akal budi bisa menciptakan PERSAHABATAN, maka alangkah indahnya Indonesia ini.Tidak akan ada lagi perselisihan mengatasnamakan agama, suku dan ras , pengeksploitasian hak-hak kaum tertindas dan termajinalkan seperti buruh, petani, nelayan, kaum miskin kota, buruh migran, anak-anak dan masih banyak lagi masalah yang terjadi di bumi Indonesiaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERSAHABATAN seperti menjadi kata-kata yang klise dan abstrak dalam pergaulan masyarakat di sekarang ini. Apakah ini dampak dari globalisasi?, Jika iya, bagaimana kita akan menyikapinya? Ataukah tidak perlu karena tidak ada masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku, bila mengingat kata PERSAHABATAN dan sulitnyanya menerapkan satu kata ini, aku ingat akan lagu REM yang berjudul &lt;em&gt;everybody hurt&lt;/em&gt;. Iya..setiap orang terluka dan pilihannya apakah kita akan terus mengorek luka itu, atau kita membiarkan luka itu disembuhkan oleh orang-orang disekitar kita?. Bila kita membiarkan luka itu disembuhkan oleh orang disekitar kita, maka kita sudah melakukan proses membuka diri. Proses inilah jalan kearah PERSAHABATAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maukah kita menjadi pioner untuk melakukan PERSABAHATAN yang tulus dengan orang-orang disekitar kita? Pertanyaan ini juga terus terngiang dalam diriku.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diary-ungu.blogspot.com/feeds/116515086329450793/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/33651448/116515086329450793?isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33651448/posts/default/116515086329450793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33651448/posts/default/116515086329450793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diary-ungu.blogspot.com/2006/12/persahabatan-anjing-dan-kucing.html' title='Persahabatan Anjing dan Kucing'/><author><name>Savitri W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06442391676171469184</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://farm1.static.flickr.com/138/368165547_f55b59135a.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33651448.post-115988616597033329</id><published>2006-10-03T15:59:00.000+07:00</published><updated>2007-03-18T01:17:31.368+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="poetry"/><title type='text'>Kesenangan dan Kesedihan</title><content type='html'>By Kahlil Gibran&lt;br /&gt;Dari buku Cinta, Keindahan dan Kesunyian, 1999&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesenanganmu adalah kesedihan yang tersembunyi&lt;br /&gt;Dan dalam diri yang sama dari mana tawamu bangkit adalah diri yang seringkali kaupenuhi dengan air mata Bagaimana tidak?&lt;br /&gt;Semakin dalam kesedihan menggali lubang dalam wujudmu, semakin banyak kesenangan yang akan dapat kautampung&lt;br /&gt;Bukankah gelas yang menyimpan anggurmu adalah gelas yang dibakar bersama tembikar?&lt;br /&gt;Dan tidakkah seruling yang melambungkan jiwamu adalah bambu yang dikerat dengan pisau?&lt;br /&gt;Ketika engkau gembira, lihatlah kedalaman hatimu,  dan engkau akan melihat bahwa sebenarnya engkau sedang meratapi sesuatu yang pernah menjadi kebahagiaanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Di antaramu ada yang berkata &quot; Kesenangan lebih besar dari kesedihan, &quot; dan yang lain berkata, &quot; bukan, kesedihanlah yang lebih besar&quot;.&lt;br /&gt;Tapi kukatakan kepadamu, keduanya tak terpisahkan&lt;br /&gt;Bersama mereka datang, dan ketika salah satu duduk bercengkerama bersamamu di beranda, maka yang lain sedang berbaring menunggumu di tempat tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnyalah engkau bergerak seperti skala yang berayun antara kesedihan dan kesenanganmu.&lt;br /&gt;Hanya jika engkau kosong, maka engkau dapat berada pada keadaan tetap dan seimbang&lt;br /&gt;Ketika sang penjaga harta mengangkatmu untuk mengukur emas dan peraknya, maka ia memerlukan kesenangan atau kesedihanmu dan menjadikannya bergerak naik dan turun.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diary-ungu.blogspot.com/feeds/115988616597033329/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/33651448/115988616597033329?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33651448/posts/default/115988616597033329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33651448/posts/default/115988616597033329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diary-ungu.blogspot.com/2006/10/kesenangan-dan-kesedihan.html' title='Kesenangan dan Kesedihan'/><author><name>Savitri W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06442391676171469184</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://farm1.static.flickr.com/138/368165547_f55b59135a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33651448.post-115838747098376641</id><published>2006-09-16T11:46:00.000+07:00</published><updated>2007-03-18T01:20:59.833+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="women"/><title type='text'>Perempuan itu Cantik</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://photos1.blogger.com/blogger/1521/3698/1600/VITRI%20KEJEPIT2.0.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 203px; height: 261px;&quot; src=&quot;http://photos1.blogger.com/blogger/1521/3698/320/VITRI%20KEJEPIT2.0.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman mengirimkan email kepadaku satu tahun yang lalu. Ketika aku membaca email dari dia, hatiku tergugah, bangga dan merasa cantik. Rasa itu juga muncul ketika aku membaca tentang &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Kartini&quot;&gt;Kartini&lt;/a&gt;. Kebiasaan untuk mengulang membaca email dia aku lakukan ketika aku merasa tidak disamaratakan, tidak dihormati dan &quot;dilecehkan&quot; oleh sekelillingku terutama para lelaki yang tidak merasa bahwa sebenarnya mereka melecehkan terutama melecehkan keperempuananku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita dibawah ini kalau dibaca sepertinya hanya cerita biasa saja, namun dibalik itu terkandung suatu makna yang menyentil diriku. Aku merasakan sesuatu yang membuatku diingatkan kembali dan diteguhkan bahwa menjadi perempuan itu cantik. Semoga teman-teman juga ikut merasakan seperti yang aku rasakan bahwa menjadi &lt;a href=&quot;http://ms.wikipedia.org/wiki/Perempuan&quot;&gt;perempuan&lt;/a&gt; itu cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(255, 153, 255);&quot;&gt;Perempuan itu Cantik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak laki-laki kecil bertanya kepada ibunya &quot; Mengapa engkau menangis?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Karena aku seorang perempuan&quot;, kata sang ibu kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Aku tidak mengerti&quot;, kata anak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunya hanya memeluknya dan berkata, &quot; Dan kau tak akan pernah mengerti&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya, &quot; Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot; Semua perempuan menangis tanpa alasan&quot;, hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak laki-laki kecil itupun lalu tumbuh dan menjadi seorang laki-laki dewasa, dan belum tahu kenapa perempuan menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya ia menghubungi Tuhan, dan ia berkata, &quot; Tuhan, mengapa perempuan begitu mudah menangis?&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot; Ketika aku menciptakan seorang perempuan, ia diharuskan untuk menjadi seseorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan&quot;&lt;br /&gt;&quot;Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya&quot;&lt;br /&gt;&quot;Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang lain menyerah dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh&quot;&lt;br /&gt;&quot;Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya&quot;&lt;br /&gt;&quot;Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya&quot;&lt;br /&gt;&quot;Dan akhirnya, aku memberinya air mata untuk diteteskan. Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan kapanpun ia butuhkan&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Kau tahu :&lt;br /&gt;Kecantikan seorang perempuan bukanlah dari pakaian yang ia kenakan, sosok yang ia tampilkan atau bagaimana ia menyisir rambutnya&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya tempat dimana cinta itu ada&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap perempuan itu cantik.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diary-ungu.blogspot.com/feeds/115838747098376641/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/33651448/115838747098376641?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33651448/posts/default/115838747098376641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33651448/posts/default/115838747098376641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diary-ungu.blogspot.com/2006/09/perempuan-itu-cantik.html' title='Perempuan itu Cantik'/><author><name>Savitri W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06442391676171469184</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://farm1.static.flickr.com/138/368165547_f55b59135a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33651448.post-115829210799574233</id><published>2006-09-15T10:07:00.000+07:00</published><updated>2007-03-18T01:21:43.092+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="poetry"/><title type='text'>Sulitnya Menjadi Diri Sendiri</title><content type='html'>&lt;br&gt;Puisi yang dibuat oleh &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Taufik_Ismail&quot;&gt;Taufiq Ismail &lt;/a&gt;menggugah diriku bahwa terkadang manusia malu menjadi dirinya sendiri. Sangking malunya menjadi diri sendiri manusia selalu berubah mengikuti aturan, sistem yang ada agar dapat diterima ditengah masyarakat.&lt;br /&gt;Beranikah kita -sebagai manusia menjadi pioneer untuk mengakui dan menerima diri kita sendiri serta tidak  takut untuk melawan arus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#6600cc;&quot;&gt;Mikrofon&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#6600cc;&quot;&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#6600cc;&quot;&gt;Aku lihat diriku berubah didepan mikrofon&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#6600cc;&quot;&gt;Ku kira aku bisa menjadi merak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#6600cc;&quot;&gt;yang sanggup mengibarkan empat warna bulu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#6600cc;&quot;&gt;Kiranya aku cuma tokek&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#6600cc;&quot;&gt;Dengan vokal yang bikin orang kesal&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#6600cc;&quot;&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#6600cc;&quot;&gt;Aku lihat diriku berubah didepan mikrofon&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#6600cc;&quot;&gt;Sering kurasa diriku seperti seekor kadal yang ingin terkenal&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#6600cc;&quot;&gt;Tapi kadang-kadang mirip burung beo dengan cara berdiri dan berbicara&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#6600cc;&quot;&gt;Yang senantiasa salah tingkah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#6600cc;&quot;&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#6600cc;&quot;&gt;Aku lihat diriku berubah didepan mokrofon&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#6600cc;&quot;&gt;Didepan orang banyak aku jadi domba kampung&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#6600cc;&quot;&gt;Yang memperindah bahasa atau monyet genit yang lebar hidungnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#6600cc;&quot;&gt;Tapi yang paling sial adalah ketika aku terjemahkan diriku jadi babi yang lupa diri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#6600cc;&quot;&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#6600cc;&quot;&gt;Didepan mikrofon pada hari senin aku menjadi burung merak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#6600cc;&quot;&gt;Selasa tokek, rabu bengkatung, kamis beo, jumat domba, sabtu monyet dan ahad babi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#6600cc;&quot;&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#6600cc;&quot;&gt;Sepanjang minggu dalam diriku telah kuciptakan sebuah kebun binatang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#6600cc;&quot;&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#6600cc;&quot;&gt;Aku ingin bertanya pada angin bagaimana cara ia menghadapi mikrofon ini...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#6600cc;&quot;&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#6600cc;&quot;&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#6600cc;&quot;&gt;Taufiq Ismail, 1992&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#6600cc;&quot;&gt;Kumpulan Puisi Malu (aku) Jadi Orang Indonesia, 1998&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#6600cc;&quot;&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diary-ungu.blogspot.com/feeds/115829210799574233/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/33651448/115829210799574233?isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33651448/posts/default/115829210799574233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33651448/posts/default/115829210799574233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diary-ungu.blogspot.com/2006/09/sulitnya-menjadi-diri-sendiri.html' title='Sulitnya Menjadi Diri Sendiri'/><author><name>Savitri W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06442391676171469184</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://farm1.static.flickr.com/138/368165547_f55b59135a.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33651448.post-115772946714001535</id><published>2006-09-08T22:30:00.000+07:00</published><updated>2007-03-28T22:58:08.079+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="women"/><title type='text'>Kekuatan Cara Pandang</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;em&gt;&quot; Aku ingin cantik, percaya diri, dihormati dan sukses &quot;.&lt;/em&gt; Beberapa kata-kata tersebut yang sebagian besar orang inginkan. Mereka berbondong-bondong mewujudkan keinginan dengan pergi ke salon, memutihkan badan dengan berbagai macam peralatan kosmestik , ke kursus atau pelatihan pengembangan kepribadian, membaca buku yang berhubungan dengan pengembangan kepribadian dll. Kegiatan yang mereka lakukan untuk mewujudkan keinginan itu sepertinya baik dan wajar-wajar saja. Namun apakah anggapan itu benar ? ataukah karena secara umum masyarakat melakukan dan dianggap benar secara kebiasaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut &lt;a href=&quot;http://www.stephencovey.com/&quot;&gt;Stephen R Covey &lt;/a&gt;dalam buku 7 kebiasaan manusia yang sangat efektif, mengatakan bahwa yang orang-orang lakukan adalah suatu paradigma etika kepribadian. Paradigma etika kepribadian adalah mengambil tindakan dramatis - yang sepertinya dapat merubah segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Paradigma etika kepribadian adalah semacam obat penekan rasa sakit, padahal jika ingin memecahkan sesuatu harus melalui proses. Proses merupakan kegiatan yang berkelanjutan dan terus menerus. Dalam berproses, kita lebih digali kekuatan, ketakutan dalam diri kita dan bagaimana kita dapat berubah melalui kekuatan yang ada dalam diri kita. Pendekatan yang ada adalah dari dalam keluar bukan dari luar ke dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan untuk cantik, percaya diri, dihormati dan sukses tidak akan tercapai bila tidak ada pendekatan dari dalam keluar, dimulai dari bagian yang paling dalam dari diri kita seperti paradigma, karakter dan motif. Paradigma merupakan kekuatan yang luar biasa karena di dalam paradigma kita berfikir, mengambil kesimpulan dan bertindak. Paradigma yang salah bisa menghancurkan diri kita kedalam tindakan yang tidak efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecantikan, percaya diri, dihormati dan kesuksesan tidak akan diperoleh apabila kita tidak merasa bahwa kita cantik, punya banyak potensi di dalam diri dan bersikap terbuka terhadap kemungkinan-kemungkinan yang ada. Dengan kita menyadari kekuatan yang luar biasa dalam diri kita, maka tindakan kita akan mengarah pada hal-hal yang positip dan akan mempengaruhi lingkungan di sekitar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah berfikir bahwa masalah bukan terletak pada orang lain atau keadaan di luar kita tapi ada dalam diri kita. Cara kita memandang masalah itu sendiri adalah suatu masalah. Oleh karena itu, mulai sekarang beranilah untuk berkata pada diri kita terutama pada pikiran kita bahwa saya ingin berubah terutama pada cara saya memandang memandang sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;T.S Eliot berkata : &lt;em&gt;&quot; Kita tidak boleh berhenti menjelajah dimana akhir dari semua penjelajahan tersebut akan tiba di tempat dimana kita memulai dan baru menyadari tempat tersebut untuk pertama kalinya&quot;&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diary-ungu.blogspot.com/feeds/115772946714001535/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/33651448/115772946714001535?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33651448/posts/default/115772946714001535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33651448/posts/default/115772946714001535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diary-ungu.blogspot.com/2006/09/kekuatan-cara-pandang.html' title='Kekuatan Cara Pandang'/><author><name>Savitri W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06442391676171469184</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://farm1.static.flickr.com/138/368165547_f55b59135a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>