<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;D04FR309fCp7ImA9WhRRFE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-23577810</id><updated>2011-11-28T06:18:36.364+07:00</updated><category term="Experiences" /><category term="Review Buku" /><category term="Motivasi" /><category term="stop dreaming start action" /><category term="Bisnis" /><title>Diary Harto :: Stop Dreaming Start Action</title><subtitle type="html">Tidak Harus Berpengalaman Untuk Memulai, Tetapi Mulailah Segera Agar Mempunyai Pengalaman</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://harto-diary.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://harto-diary.blogspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>Muhammad Suharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15176568661144462858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/SlQoX2soKcI/AAAAAAAAAWM/NCSb-WCBi4s/S220/msuharto.jpg" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>60</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/DiaryHartoStopDreamingStartAction" /><feedburner:info uri="diaryhartostopdreamingstartaction" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><entry gd:etag="W/&quot;AkcAQHs9fyp7ImA9WxNaFEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-23577810.post-2703865526452774636</id><published>2009-11-28T20:49:00.003+07:00</published><updated>2009-11-28T21:20:41.567+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-28T21:20:41.567+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivasi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Experiences" /><title>Selalu Ada Waktu Untuk Menjadi Penulis Hebat</title><content type="html">&lt;span style="font-family: verdana;font-family:&amp;quot;;" &gt;Assalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Banyak dari kita yang membayangkan bagaimana enaknya menjadi penulis yang bukunya menjadi best seller, diluar negeri karya paling fenomenal adalah &lt;b style=""&gt;Harry Potter&lt;/b&gt; nya JK Rowling dimana dari royaltinya saja menurut Majalah &lt;b style=""&gt;Forbes&lt;/b&gt; tahun 2005 sudah mencapai 576 Juta Poundsterling (lebih dari US$ 1 Milyar), dari dalam negeri tidak kalah dahsyatnya bagaimana larisnya buku berjudul &lt;b style=""&gt;Ayat-ayat Cinta&lt;/b&gt; nya Kang Abik panggilan Habiburrahman El Shirazy. Tetapi tahukah kita bahwa untuk menghasilkan karya-karya yang fenomenal memerlukan pengorbanan yang kita tidak ketahui ? Saya sangat meyakini bahwa kesuksesan mereka tidak datang dengan sendirinya! Mereka memang mempunyai mental sebagai pemenang. Pernahkah kita membayangkan jika karya-karya yang fenomenal tersebut tidak diterbitkan, tetapi hanya ditulis di buku diary pribadi ? Apa jadinya juga jika tidak ada satupun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penerbit yang mau menerbitkan karya kita ? Itu baru dari sisi finishing, belum dari sisi penulisan artikel. Ada saja tantangan yang menghadang dalam menulis, seperti bagaimana mengatur waktu antara keluarga dan menulis, kesulitan menuangkan ide menjadi tulisan, menganggap tulisannya kurang bermutu dan sebagainya. Nah, pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi pengalaman bahwa selalu ada waktu untuk menjadi penulis yang hebat. Ya, benar! Secara pribadi saya sedang mengalaminya, kebetulan saya masih memiliki anak balita yang selalu minta ditemenin main sepulang saya menyelesaikan aktifitas di kantor biasanya sekitar jam 19.00 WIB, sedangkan saya berangkat ke kantor biasanya sehabis Sholat Subuh. Walaupun saya belum menghasilkan tulisan yang dibukukan, namun saya aktif menulis di blog pribadi berbagi tentang pengalaman pribadi,motivasi sampai dengan ide bisnis, dan saya berusaha untuk menuliskan ide atau pengalaman&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;paling lama seminggu sekali. Kalau dilihat dari rutinitas saya keseharian, praktis saya hanya bisa meluangkan waktu diatas jam 22.00 WIB setelah anak-anak istirahat, karena&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;anak saya juga membutuhkan waktu saya untuk berbagi, mengajari kakaknya belajar computer dan menemani adiknya bermain. Sibuk bener ya? Diatas jam 22.00 WIB biasanya otak saya sudah sangat lelah, sehingga saya kesulitan untuk menuangkan ide atau pengalaman dalam artikel. Hal ini menyebabkan saya fakum menulis untuk beberapa minggu tanpa solusi yang jelas. Beberapa kali saya merenung untuk mencari solusi yang tepat. Dan akhirnya saya menemukannya ! Yes! Yang menjadi kendala adalah bagaimana mengatur waktu agar win-win solution, sementara saya yakin dengan moto selalu ada waktu untuk menjadi hebat. Resep saya ini boleh dicoba loh ! Apa itu ? Luangkan 5 menit disela waktu untuk menulis, kalau dikumpulin ternyata hasilnya lumayan banyak waktu yang kita luangkan. Yuk kita hitung bersama! 5 menit pertama ketika berangkat ke tempat kerja, 5 menit kedua setelah sholat dhuha, 5 menit ketiga setelah sholat Dhuhur, 5 menit keempat sehabis sholat Ashar dan 5 menit kelima ketika pulang dari tempat kerja. Oh iya bisa ditambahkan, tetapi yang ini optional ya ? Kadang ada yang suka “maaf” ke toilet untuk Buang Air Besar ketika jam kerja, nah ini juga bisa kita manfaatkan. Namun kita harus menyiapkan &lt;b style=""&gt;smartphone&lt;/b&gt; untuk keperluan ini. Oke jadi total ada 25 menit kan dalam sehari, itu sudah sangat cukup untuk menjadi satu artikel. Besoknya tinggal dikoreksi bahasa dan penulisannya, lalu besoknya lagi tinggal diposting. Jadi kalau kita komit dengan resep ini, barangkali satu minggu bisa menghasilkan beberapa artikel luar biasa loh. Akhirnya dengan resep ini, saya bisa kembali aktif menulis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/SxEqmTcnbgI/AAAAAAAAAXI/k9DqvrsfNoI/s1600/cover_penulishebat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 211px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/SxEqmTcnbgI/AAAAAAAAAXI/k9DqvrsfNoI/s320/cover_penulishebat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409151464992370178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;Jika kendala kita adalah waktu, satu kendala sudah teratasi, bagaimana menyelesaikan kendala yang lain ? Alhamdulillah sahabat kita Jonru mempunyai resep yang sangat dahsyat untuk menyelesaikan kendala-kendala tersebut dan dikemas dalam format eBook berjudul CARA DAHSYAT MENJADI PENULIS HEBAT, yang isinya tidak hanya memandu kita menjadi penulis hebat namun sampai bisa menjadi penulis sukses. Buku ini sangat direkomendasikan untuk kita baca dan miliki. Ssstt, ternyata banyak penawaran khusus yang diberikan di eBook ini loh selain harganya yang sangat kompetitif yaitu hanya Rp. 49.500,- juga masih mendapatkan diskon voucher sebesar Rp. 200 Ribu untuk mengikuti Sekolah Menulis Online (SMO). Dan ini kabarnya merupakan voucher diskon terbesar yang pernah diberikan di SMO. Eh, masih ada lagi yang lain loh. Pembeli produk CDMPH akan mendapat modul gratis SMO, mendapatkan bimbingan karir menulis seumur hidup dan didaftarkan dalam kelas SMO free trial. Dan penawaran super dahsyat ini hanya berlaku setiap pembelian eBook CDMPH saja loh, jadi tidak berlaku di versi cetak. Dan ketika versi cetaknya sudah beredar di toko-toko buku, maka otomatis penawaran super dahsyat diatas tidak berlaku lagi. Makanya buruan untuk segera membeli eBook CDMPH.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Jonru juga sudah menyiapkan website resmi Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat, klik di &lt;a href="http://www.penulishebat.com/"&gt;http://www.penulishebat.com&lt;/a&gt;, selain itu anda bisa bergabung di fan page nya &lt;a href="http://www.facebook.com/penulishebat"&gt;http://www.facebook.com/penulishebat&lt;/a&gt; dan bisa mengikuti twitter nya di &lt;a href="http://www.twitter.com/penulishebat"&gt;http://www.twitter.com/penulishebat&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bermimpi untuk menjadi penulis hebat tidak ada yang melarang, namun sangat dilarang apabila cuma hanya bermimpi dan tidak segera menyadari kekurangan dan kekuatan diri, dengan membeli eBook CDMPH, membaca lalu mempraktekkan serta mendapat bimbingan dari Guru kita Jonru. Bukan tidak mungkin, jika 2 atau 3 tahun mendatang saya menjadi salah satu penulis hebat di Indonesia bahkan di dunia. Amien.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Wassalamualaikum wr wb&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23577810-2703865526452774636?l=harto-diary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/E9d44aFac8n8XHnKPyb9VYMrDcY/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/E9d44aFac8n8XHnKPyb9VYMrDcY/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/E9d44aFac8n8XHnKPyb9VYMrDcY/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/E9d44aFac8n8XHnKPyb9VYMrDcY/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~4/4NITQmDllKk" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://harto-diary.blogspot.com/feeds/2703865526452774636/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://harto-diary.blogspot.com/2009/11/selalu-ada-waktu-untuk-menjadi-penulis.html#comment-form" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/2703865526452774636?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/2703865526452774636?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~3/4NITQmDllKk/selalu-ada-waktu-untuk-menjadi-penulis.html" title="Selalu Ada Waktu Untuk Menjadi Penulis Hebat" /><author><name>Muhammad Suharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15176568661144462858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/SlQoX2soKcI/AAAAAAAAAWM/NCSb-WCBi4s/S220/msuharto.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/SxEqmTcnbgI/AAAAAAAAAXI/k9DqvrsfNoI/s72-c/cover_penulishebat.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://harto-diary.blogspot.com/2009/11/selalu-ada-waktu-untuk-menjadi-penulis.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Dk4DRXY-fSp7ImA9WxNaE04.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-23577810.post-3749637592427553682</id><published>2009-11-21T18:16:00.005+07:00</published><updated>2009-11-27T22:16:14.855+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-27T22:16:14.855+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Experiences" /><title>Menulis vs Mencatat</title><content type="html">&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamualaikum wr wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada posting kali ini saya akan share artikel tentang Menulis vs Mencatat, banyak motivator yang menyamakan antara menulis dan mencatat. Mereka mengelompokkan menulis sebagai kegiatan otak kiri, seperti yang kita ketahui bersama bahwa otak kiri cenderung monoton, logika, matematis, hafalan, serial dan sebagainya. Berbeda dengan otak kanan yang cenderung lompat-lompat dan kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis memang berbeda dengan mencatat, yuk kita bahas satu per satu. Seperti sudah kita ketahui bersama bahwa mencatat adalah suatu kegiatan y&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;ang tanpa mengandalkan kreativitas. Mengapa ? Karena apa yang kita tulis adalah apa yang kita dengar saat itu, sehingga kegiatan ini termasuk hafalan dan merupakan kategori otak kiri.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/SwfZ0s7VPWI/AAAAAAAAAXA/05_XetBqoyc/s1600/Brain+Functions.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 283px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/SwfZ0s7VPWI/AAAAAAAAAXA/05_XetBqoyc/s320/Brain+Functions.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406529377118010722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sedangkan saat menulis, dari kita semua pasti sudah pernah mendapatkan pelajaran mengarang sewaktu sekolah. Betul ?&lt;/span&gt; Apa yang &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;kita tulis bermacam-macam, bisa karena pengalaman bisa juga karena pernah membaca buku dan hafal isinya, maka isi buku tersebut yang kita jadikan bahan tulisan. Tetapi kecenderungan orang menulis adalah berusaha untuk kreatif menciptakan tulisan dengan versi sendiri. Nah, ini adalah kegiatan otak kanan bukan ? Setuju ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Oke, sekarang yang menjadi bahan renungan adalah bagaimana agar otak kanan &lt;/span&gt;kita bisa terasah. &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Karena selama ini otak kiri lah yang banyak dieksplor!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sebetulnya kreativitas dapat dilatih, tergantung dari masing-masing pribadi ingin mencobanya atau tidak ? Paling sederhana adalah cobalah untuk merusak rutinitas anda! Bukan dalam konotasi negatif lo! Namun yang aktivitas yang positif, misal kebiasaan anda yang cowok dalam menaruh dompet&lt;/span&gt; ada &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;disebelah kanan, coba pindahkan ke kiri. Kalau anda bepergian, cobalah untuk senantiasa mencari rute yang berbeda antara pulang dan perginya. Nah, ini baru permulaan loh! Selanjutnya tinggal diaplikasikan dalam aktivitas yang lebih terlihat seperti menulis, menggambar dan sebagainya. Setelah menjadi kebiasaan akan lebih mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum wr wb.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23577810-3749637592427553682?l=harto-diary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/y0JJq23RORTzEskMkb_KBnhKg0U/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/y0JJq23RORTzEskMkb_KBnhKg0U/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/y0JJq23RORTzEskMkb_KBnhKg0U/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/y0JJq23RORTzEskMkb_KBnhKg0U/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~4/mhqJXLjlOfo" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://harto-diary.blogspot.com/feeds/3749637592427553682/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://harto-diary.blogspot.com/2009/11/menulis-vs-mencatat.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/3749637592427553682?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/3749637592427553682?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~3/mhqJXLjlOfo/menulis-vs-mencatat.html" title="Menulis vs Mencatat" /><author><name>Muhammad Suharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15176568661144462858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/SlQoX2soKcI/AAAAAAAAAWM/NCSb-WCBi4s/S220/msuharto.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/SwfZ0s7VPWI/AAAAAAAAAXA/05_XetBqoyc/s72-c/Brain+Functions.png" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://harto-diary.blogspot.com/2009/11/menulis-vs-mencatat.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DU4EQHw4eCp7ImA9WxNTGEU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-23577810.post-7521597995712791418</id><published>2009-08-22T03:13:00.002+07:00</published><updated>2009-08-22T03:51:41.230+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-08-22T03:51:41.230+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="stop dreaming start action" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivasi" /><title>Stop Dreaming Start Action</title><content type="html">&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;STOP DREAMING START ACTION&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Assalamualaikum wr wb.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Pada artikel kali saya akan mencoba menulis mengenai slogan &lt;a href="http://harto-diary.blogspot.com/2009/08/stop-dreaming-start-action.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Stop Dreaming Start Action&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, serta membedah bagaimana seharusnya kita memulai suatu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Action&lt;/span&gt; langkah demi langkah. &lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/Slnws8Krk0I/AAAAAAAAAW0/RV8MJmuV5BA/s1600-h/Stop+Dreaming+Start+Action.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 279px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/Slnws8Krk0I/AAAAAAAAAW0/RV8MJmuV5BA/s320/Stop+Dreaming+Start+Action.jpg" alt="Stop Dreaming Start Action" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357577886589752130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;em&gt;Dreaming&lt;/em&gt; bisa diartikan sebagai angan-angan atau cita-cita atau impian dari kita di masa mendatang. Sudah selayaknya setiap manusia memiliki &lt;em&gt;dreaming&lt;/em&gt;, namun mengapa tidak semua cita-cita menjadi kenyataan dalam hidupnya? Apa yang membedakan &lt;em&gt;dreaming&lt;/em&gt; yang menjadi kenyataan kelak dan &lt;em&gt;dreaming&lt;/em&gt; yang tidak menjadi kenyataan ? Yang membedakan adalah fokus seseorang dalam mewujudkan mimpi melalui &lt;em&gt;action&lt;/em&gt; tentunya. Banyak orang bercita-cita ingin &lt;a href="http://harto-diary.blogspot.com/2006/04/what-do-you-do-today-is-your.html"&gt;sukses di masa depan&lt;/a&gt;, namun anehnya mereka tidak mempersiapkan langkah atau &lt;em&gt;action&lt;/em&gt; menuju ke arah kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Beberapa waktu yang lalu (tahun 2006), saya pernah memberikan &lt;em&gt;coaching&lt;/em&gt; berupa motivasi kepada rekan saya, dimana dia ingin sekali mencoba tantangan baru (marketer) di luar skup pekerjaan yang sekarang ditekuni. Namun dia sama sekali tidak pernah berusaha atau mempersiapkan langkah untuk menjadi marketer. Dalam hal ini, untuk bisa pindah bagian memang harus dibicarakan antara atasan bagian yang dituju dan atasan bagian yang lama, atau menunggu kebaikan atasan kita dalam mempromosikan kita (sampai kapan ?). Ini merupakan salah satu usaha untuk bisa mencapai apa yang dia cita-citakan, selain tentunya harus mau belajar tentang hal yang berhubungan dengan marketing. Kepadanya saya pernah menganalogikan dengan cerita berikut : "saat kita ingin pergi ke suatu tempat, sebagai contoh kita ingin pergi ke Mangga Dua, namun karena hanya sebatas ingin dan tidak ada usaha untuk berangkat ke Mangga Dua, maka kita tidak akan pernah sampai ke tujuan". Tidak heran, sampai sekarang (tahun 2009) pun dia belum juga pindah bagian.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Slogan &lt;em style="font-weight: bold;"&gt;Stop Dreaming Start Action&lt;/em&gt; sangat pas buat orang-orang yang ingin lebih sukses di masa depan. Slogan tersebut cocok buat siapapun tanpa terkecuali, anak sekolah, mahasiswa, karyawan, atau pengusaha sekalipun. &lt;a href="http://www.jokosusilo.com/2009/06/22/apa-arti-action-bagi-anda/"&gt;Slogan&lt;/a&gt; tersebut bukan melarang kita untuk berhenti bercita-cita atau bermimpi ! Bercita-cita atau bermimpi tidak bisa dilarang atau dihentikan, namun jika hanya bercita-cita tanpa melakukan usaha atau &lt;em&gt;Action&lt;/em&gt; maka cerita yang saya contohkan diatas akan menjadi bagian dari hidup anda ! Apabila kita mempunyai beberapa impian atau &lt;em&gt;dreaming&lt;/em&gt; yang ingin di raih, cobalah pilah-pilah mana yang lebih dahulu diprioritaskan! Langkah selanjutnya adalah fokus pada &lt;em&gt;dreaming&lt;/em&gt; yang akan diraih, berapa lama kita targetkan untuk &lt;a href="http://harto-diary.blogspot.com/2006/06/menentukan-waktu-kesuksesan.html"&gt;meraih impian&lt;/a&gt; itu, tentukan apa strategi atau &lt;em&gt;action&lt;/em&gt; yang digunakan untuk meraih impian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Ketika akan memutuskan &lt;a href="http://harto-diary.blogspot.com/2009/08/stop-dreaming-start-action.html"&gt;&lt;em style="font-weight: bold;"&gt;Stop Dreaming Start Action&lt;/em&gt;&lt;/a&gt; biasanya kendala yang muncul adalah bingung memulai &lt;em&gt;action&lt;/em&gt; nya dari mana? Oke, ingat ilmu yang diajarkan oleh Aa Gym yaitu 3M! Mulailah dari yang kecil, Mulailah dari diri sendiri dan Mulailah dari sekarang. Mulailah dari yang kecil bisa diartikan dengan memulai &lt;em&gt;Action&lt;/em&gt; dari yang paling sederhana, karena tidak ada langkah yang besar tanpa kita memulainya dari yang kecil. Mulailah dari diri sendiri diartikan sebagai optimalisasi kemampuan diri, cobalah mindset anda dirubah untuk bisa menjadi bagian dari kesuksesan. Mulailah dari sekarang adalah segeralah dengan tidak menunda-nunda langkah atau &lt;em&gt;action&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Perkembangan internet yang luar biasa seperti sekarang ini telah banyak membuka peluang orang untuk sukses, dari yang tadinya bukan siapa-siapa, setelah mengenal internet bisnis menjadikan mereka sangat terkenal dan bahkan mempunyai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;income &lt;/span&gt;yang tidak terbatas dari internet. Dari Indonesia salah satunya adalah Joko Susilo, dimana beliau melalui &lt;a href="http://forbis.gudangtanaman.com/"&gt;formula bisnis&lt;/a&gt; nya berhasil merubah pandangan orang-orang mengenai bisnis melalui internet, selain berhasil merubah pandangan orang, beliau juga telah berhasil membuat member sukses menjalankan bisnis melalui internet. Mengapa saya menghubungkan slogan &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Stop Dreaming Start Action&lt;/span&gt; dengan internet? Ya, bagi anda yang baru mau melakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Action&lt;/span&gt;, dengan adanya internet akan memudahkan langkah anda selanjutnya. Apa yang bisa anda lakukan dengan internet:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Searching informasi atau artikel melalui &lt;a href="http://www.google.co.id/"&gt;google&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.yahoo.co.id/"&gt;yahoo &lt;/a&gt;atau &lt;a href="http://www.msn.com/"&gt;MSN &lt;/a&gt;tentang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;tips bagaimana memulai &lt;em&gt;action&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;em&gt;action&lt;/em&gt; apa yang paling sesuai dengan kondisi anda saat ini&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Berlangganan atau subscribe ke beberapa milis (yahoogroups) yang berisi tentang langkah atau kisah sukses, motivasi atau bisnis&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Mengikuti jejaring sosial atau social networking seperti &lt;a href="http://www.facebook.com/"&gt;facebook&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.twitter.com/"&gt;twitter&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.myspace.com/"&gt;myspace &lt;/a&gt;dan sebagainya yang bisa anda manfaatkan untuk bertukar informasi bahkan sampai menjual produk anda&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Memonitor forum-forum diskusi di internet&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Singkatnya dengan adanya internet tidak ada lagi kata-kata yang melemahkan diri sendiri ! Seperti masak saya bisa sesukses dia atau wajar dia sukses dia kan pekerja keras dan sebagainya. Kumpulkan informasi dan jaringan pertemanan sebanyak-banyaknya karena itu merupakan modal awal dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;action &lt;/span&gt;anda.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Dari tulisan diatas untuk menjalankan slogan &lt;a href="http://harto-diary.blogspot.com/2009/08/stop-dreaming-start-action.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Stop Dreaming Start Action&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dapat dijelaskan secara singkat sebagi berikut :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Apa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;goals&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dream&lt;/span&gt;) anda ? Apabila ada lebih dari satu goal yang ingin dicapai, maka berlaku skala prioritas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Buat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;timeline plan&lt;/span&gt;, berapa lama anda butuhkan untuk meraih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;goal &lt;/span&gt;tersebut, dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;breakdown &lt;/span&gt;menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;timeline &lt;/span&gt;yang lebih kecil. Misal waktu untuk meraih goal ditargetkan 5 tahun, coba anda &lt;span style="font-style: italic;"&gt;breakdown &lt;/span&gt;menjadi per tahun, per kuartal dan sebagainya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Buatlah strategi sesuai dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;timeline &lt;/span&gt;yang sudah dibuat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Ingat prinsip 3M, mulai dari yang kecil, mulai dari diri sendiri dan mulai sekarang juga&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Gunakan media internet untuk me &lt;span style="font-style: italic;"&gt;leverage &lt;/span&gt;atau mengungkit &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dreaming &lt;/span&gt;anda, sehingga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dreaming &lt;/span&gt;anda bisa cepat tercapai dengan resiko yang minim.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Fokus terhadap semua langkah yang sudah anda buat, evaluasi jika langkah anda tidak sesuai dengan target dan sesegera mungkin membuat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;alternative&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;action &lt;/span&gt;nya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Percaya atau yakin jika langkah yang anda buat akan berhasil&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Berdoa atau tawakal, sandaran vertical sangat penting dalam mendukung kesuksesan anda.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Setelah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;goal &lt;/span&gt;atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dream &lt;/span&gt;anda tercapai jangan terlalu terlena, anda harus menantang diri anda untuk mewujudkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dream &lt;/span&gt;anda yang ke-2, ke-3 dan seterusnya, jangan sampai anda terjebak dalam &lt;a href="http://harto-diary.blogspot.com/2009/05/yuk-mencari-uncomfort-zone.html"&gt;kondisi yang nyaman&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Selamat mencoba. Salam sukses mulia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Wassalamualaikum wr wb&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23577810-7521597995712791418?l=harto-diary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/JK9_SAiWZmqlC2t1KC4G_xT12u4/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/JK9_SAiWZmqlC2t1KC4G_xT12u4/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/JK9_SAiWZmqlC2t1KC4G_xT12u4/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/JK9_SAiWZmqlC2t1KC4G_xT12u4/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~4/v4hXwJgdGnU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://harto-diary.blogspot.com/feeds/7521597995712791418/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://harto-diary.blogspot.com/2009/08/stop-dreaming-start-action.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/7521597995712791418?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/7521597995712791418?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~3/v4hXwJgdGnU/stop-dreaming-start-action.html" title="Stop Dreaming Start Action" /><author><name>Muhammad Suharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15176568661144462858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/SlQoX2soKcI/AAAAAAAAAWM/NCSb-WCBi4s/S220/msuharto.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/Slnws8Krk0I/AAAAAAAAAW0/RV8MJmuV5BA/s72-c/Stop+Dreaming+Start+Action.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://harto-diary.blogspot.com/2009/08/stop-dreaming-start-action.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEcAQXg8fCp7ImA9WxNTFUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-23577810.post-1999430190143660738</id><published>2009-08-17T20:34:00.001+07:00</published><updated>2009-08-17T20:34:00.674+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-08-17T20:34:00.674+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Experiences" /><title>The New Marketing Way : The Power of Sharing and The Power of Giving</title><content type="html">&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada posting kali ini, saya ingin berbagi cerita dengan pembaca semua. Kisah yang saya ceritakan ini adalah nyata dialami oleh seorang kawan baik saya yang kebetulan bekerja di sebuah perusahaan jasa telekomunikasi terbesar di negeri ini. Sebut saja namanya Mister T, beliau bekerja di perusahaan tersebut sudah cukup lama kurang lebih hampir 15 tahun dengan latar pendidikan teknis. Maka tidaklah mengherankan jika beliau di perusahaan tersebut menangani atau mensupport tim  teknis. Kurang lebih selama 12 tahun beliau bergelut di teknis sebelum akhirnya beliau mencari tantangan baru di pemasaran. Ok, tidak ingin berpanjang lebar, saya akan segera ceritakan kisah beliau, dan mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi bagi temans pemasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisahnya bermula ketika beliau ditunjuk untuk memimpin suatu department yang baru terbentuk, dan sedang menjadi pembicaraan di perusahaan tersebut. Namanya department baru, maka belum ada strategi yang baku dalam menjalankan visi dan misi department tersebut. Sangat wajar jika beliau juga belum tahu benar apa yang harus dilakukan. Beliau hanya dibekali beberapa SDM dan alur bisnis yang belum sempurna. Jelas ini merupakan tantangan tersendiri baginya. Apa yang pertama wajib dibenahi ? Yang beliau lakukan adalah membuat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;teamwork &lt;/span&gt;yang solid dan nyaman dalam menjalankan tugas keseharian. Beliau melihat banyak sekali miss information antara department nya dan kantor-kantor perwakilan di daerah. Banyak juga ketidakjelasan tugas antara department dan kantor perwakilan. Ini yang pertama disentuh oleh beliau. Jadi lebih ke pembenahan sistem organisasi. Bagaimana dengan target yang dibebankan ke department oleh pemimpin cabang dan pemimpin wilayah, apa strategi yang pas dan sesuai ? Sehingga angka-angka tersebut bisa dilampaui. Nah, cara beliau inilah yang ingin saya bagikan ke anda semua, karena &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Out of The Box&lt;/span&gt;, tidak semua orang setuju dengan konsepnya, namun hasilnya nyata. Bisa diukur secara kualitatif dan kuantitatif, dengan parameter yang sangat jelas.&lt;br /&gt;Apa yang beliau lakukan memang belum pernah dilakukan oleh orang lain, namun apa yang dilakukan bukanlah seperti konsep pemasaran pada umumnya yang senantiasa mengandalkan strategi bagaimana produk bisa di deliver ke customer. Pada awalnya, beliau cukup mengalami kesulitan dalam memenuhi target yang dibebankan. Seperti yang sudah saya singgung diatas, belum ada strategi yang pas untuk mencapai target tersebut, karena department tersebut masih baru. Sehingga yang ada adalah metode &lt;span style="font-style: italic;"&gt;trial and error&lt;/span&gt;, suatu metode yang sangat beliau benci.&lt;br /&gt;Terinspirasi oleh dakwah ustadz Yusuf Mansyur pemilik &lt;a href="http://www.wisatahati.com/"&gt;wisatahati.com&lt;/a&gt;, beliau mencoba untuk mengaplikasikan apa yang disampaikan ustadz Yusuf dalam pekerjaan beliau. Ini adalah sesuatu yang bisa dilakukan tanpa memerlukan budget yang besar, yang menjadi kendala saat itu adalah SDM. Dalam memperlancar misi beliau, setiap hari Selasa beliau lakukan pembekalan kepada anak buahnya. Keberadaan department mulai saat ini harus berubah cara berpikirnya (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mindset&lt;/span&gt;), bukan hanya sebagai koordinator dari rekans di kantor perwakilan namun lebih ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;problem solver&lt;/span&gt; bagi rekans di kantor perwakilan. Inilah yang beliau kondisikan seperti itu, konsepnya dikenal sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;the power of giving&lt;/span&gt;. Dimana sebagai pribadi kita sangat diajurkan untuk memberi kepada sesama makhluk ciptaan Nya, dan Alloh swt akan membalasnya berlipat ganda. Prinsip yang sama coba beliau terapkan dalam organisasi perusahaan, dan perlahan namun pasti mulai terlihat hasilnya. Memang tidak semudah membalikkan tangan, bahwa semua membutuhkan proses dan proses pasti membutuhkan waktu. Beliau tidak hanya mengenalkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;the power of giving&lt;/span&gt;, namun juga sekaligus memperkenalkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;the power of sharing&lt;/span&gt;. Untuk yang terakhir, inilah yang ternyata membuat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;teamwork &lt;/span&gt;menjadi lebih solid dan merasa nyaman karena mendapat&lt;span style="font-style: italic;"&gt; support &lt;/span&gt;yang tiada henti. Semua lini organisasi merasakan kekuatan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;the power of sharing&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Setelah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;teamwork &lt;/span&gt;merasakan spirit yang sama, kini giliran beliau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;campaign &lt;/span&gt;dua slogan tersebut ke target market. Bukan lagi menjual suatu produk ke pasar, namun lebih menonjolkan keberadaan manfaat yang bisa diberikan kepada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;customer&lt;/span&gt;. Memaksa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;customer &lt;/span&gt;untuk membeli produk dengan berbagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gimmick&lt;/span&gt; adalah kemenangan sesaat, karena setelah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gimmick &lt;/span&gt;berakhir atau ada penawaran produk yang lebih menarik dipastikan customer akan memalingkan ke produk yang lain. Jadi intinya adalah customer membeli produk adalah suatu efek dari suatu proses yang panjang, yaitu peran &lt;span style="font-style: italic;"&gt;prinsipal &lt;/span&gt;dalam memberi manfaat dan membantu kesulitan atau sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;problem solver&lt;/span&gt; bagi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;customer&lt;/span&gt;nya. Inilah yang selalu beliau tekankan dalam FGD bersama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;customer&lt;/span&gt; dan calon &lt;span style="font-style: italic;"&gt;customer&lt;/span&gt;. Dalam FGD, beliau tidak pernah menyinggung bahwa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;customer &lt;/span&gt;harus membeli produk namun sangat menekankan keberadaan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;prinsipal&lt;/span&gt; yang bisa menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hero &lt;/span&gt;bagi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;customer&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Hasil yang dicapai oleh beliau memang tidak jauh dari apa yang diajarkan oleh ustadz Yusuf Mansyur, yaitu rahasia sedekah dimana 1 kebaikan akan dibalas 10 kebaikan. Intinya apa yang dihasilkan beliau saat ini merupakan kelipatan 10x nya, sesaat sebelum beliau bergabung.&lt;br /&gt;Apakah anda terinspirasi dan akan mencoba di perusahaan anda ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Sukses...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23577810-1999430190143660738?l=harto-diary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/OcfjS2JcsBca5z2Vg2s42AHSUno/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/OcfjS2JcsBca5z2Vg2s42AHSUno/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/OcfjS2JcsBca5z2Vg2s42AHSUno/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/OcfjS2JcsBca5z2Vg2s42AHSUno/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~4/YY6L5pUYozA" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://harto-diary.blogspot.com/feeds/1999430190143660738/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://harto-diary.blogspot.com/2009/08/new-marketing-way-power-of-sharing-and.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/1999430190143660738?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/1999430190143660738?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~3/YY6L5pUYozA/new-marketing-way-power-of-sharing-and.html" title="The New Marketing Way : The Power of Sharing and The Power of Giving" /><author><name>Muhammad Suharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15176568661144462858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/SlQoX2soKcI/AAAAAAAAAWM/NCSb-WCBi4s/S220/msuharto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://harto-diary.blogspot.com/2009/08/new-marketing-way-power-of-sharing-and.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkYFRHoyeyp7ImA9WxJbF00.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-23577810.post-3046849826945076035</id><published>2009-07-27T20:25:00.003+07:00</published><updated>2009-07-27T21:15:15.493+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-07-27T21:15:15.493+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivasi" /><title>Time is Not Money</title><content type="html">&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Assalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin tentunya anda sering mendengar slogan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;time is money&lt;/span&gt;, malahan bisa jadi itu jadi tujuan hidup anda sekarang. Namun, pernahkah anda merenungkan kenapa Barat menggunakan slogan ini dan menggembar-gemborkan ke seluruh dunia. Terus terang saya sendiri tidak tahu pasti kapan untuk pertama kalinya slogan ini dikumandangkan dan dipopulerkan oleh siapa. Saya pribadi kurang setuju dengan slogan tersebut, hal apa yang membuat saya kurang setuju ? Inilah yang ingin saya ungkapkan disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ajaran Islam, jelas-jelas salah satu ayat Alqur'an menyebutkan bahwa "Tidak aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali hanya untuk menyembahKu". Dan ada ayat lagi yang artinya "Demi waktu, sesungguhnya manusia dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal soleh dan nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran". Kalau mau lebih detil, banyak sekali ayat Alquran yang bersumpah terhadap waktu. Artinya memang sebagai ayat suci, Alquran ingin memberitahu atau memperingatkan kepada manusia bahwa waktu adalah sangat berharga, sedikit sekali kita lengah maka akan celakalah kita. Kembali lagi ke tema time is money. Slogan tersebut memang dihembuskan oleh Barat, agar manusia lalai terhadap kodrat penciptaanya. Dengan menerapkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;time is money&lt;/span&gt; dalam kehidupan, tanpa terasa memasuki alam bawah sadar  bahwa waktu adalah uang! Segala sesuatunya diukur dengan uang, status sosial, gaya hidup, ukuran sukses tidaknya seseorang dan sebagainya tolok ukurnya adalah uang. Apa yang terjadi selanjutnya ? Sadar atau tidak, kompetisi yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fair&lt;/span&gt; bukan lagi yang dicari, namun uanglah yang dicari. Atau ketika &lt;span style="font-style: italic;"&gt;meeting &lt;/span&gt;sedang seru-serunya dan saat itu pula datang waktu menunaikan ibadah Sholat, kira-kira apa yang diprioritaskan ? Jawaban ada di benak anda masing-masing. Pernah pula saya mengikuti pelatihan leadership yang menggunakan bungkus agama, trainer meminta maaf kepada peserta training untuk mengundurkan jadwal Sholat. Yang menjadi pertanyaan adalah siapa yang mengatur silih bergantinya siang dan malam ? tentunya Alloh swt, Yang Maha Perkasa dan Maha Pengatur, kenapa trainer meminta maaf kepada peserta training karena mengundurkan jadwal Sholat, harusnya trainer takut kepada Alloh swt. Karena Dia lah yang mengatur silih bergantinya waktu. Sehingga kalau mau merenung sejenak, kenapa kita tidak bisa maju seperti jaman keemasan Islam ? Ya jelas, karena manusia sekarang cenderungnya mencari uang, sehingga tidak terjadi keseimbangan antara investasi di dunia dan di akherat. Segala aturan yang Alloh firmankan dalam kitab suci Alquran tidak pernah lagi dilihat (dibaca) apalagi diimplementasikan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia semakin maju, ilmu pengetahuan semakin tinggi namun sayangnya tidak diikuti oleh kemajuan aqidah dan akhlak manusia. Oleh sebab itu, tidaklah mengherankan jika Amerika Serikat yang dijadikan kiblat ekonomi oleh sebagian besar negara di dunia luluh lantak ekonominya mulai 2008. Apa yang menyebabkan AS yang begitu perkasa mata uangnya (US$) di seluruh dunia ini bisa terpuruk ? Ya, karena prinsip mereka tidak lain dan tidak bukan adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;time is money&lt;/span&gt;. Sehingga apapun yang diusahakan goalnya adalah uang, tanpa melihat (tidak peduli) prosesnya. Ternyata banyak manipulasi keuangan di sana dan ini berakibat dengan datangnya badai krisis ekonomi global. Ironisnya, hampir 95% negara-negara didunia menggunakan mata uang US$ untuk bertransaksi, secara langsung maupun tidak mengakibatkan krisis tersebut menyerang negara-negara yang menggunakan mata uang US$ dalam perdagangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan gambaran yang begitu gamblang dan sederhana, apakah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;time is money&lt;/span&gt; bisa dijadikan slogan dalam hidup anda ? Yang seharusnya bagaimana slogan yang benar ? Slogan itu harusnya menjadi time is sharing and helping others, jadi waktu adalah untuk berbagi dan membantu sesama. Uang akan datang dengan sendirinya ketika kita mau memberikan yang terbaik untuk membantu orang lain. Atau dengan kata lain uang hanyalah efek dari kesolehan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23577810-3046849826945076035?l=harto-diary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/mUMW95bXSjCWVkkgZy1BlRZ30JE/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/mUMW95bXSjCWVkkgZy1BlRZ30JE/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/mUMW95bXSjCWVkkgZy1BlRZ30JE/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/mUMW95bXSjCWVkkgZy1BlRZ30JE/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~4/VgR7Rb_VkrU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://harto-diary.blogspot.com/feeds/3046849826945076035/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://harto-diary.blogspot.com/2009/07/time-is-not-money.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/3046849826945076035?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/3046849826945076035?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~3/VgR7Rb_VkrU/time-is-not-money.html" title="Time is Not Money" /><author><name>Muhammad Suharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15176568661144462858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/SlQoX2soKcI/AAAAAAAAAWM/NCSb-WCBi4s/S220/msuharto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://harto-diary.blogspot.com/2009/07/time-is-not-money.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0YGQH4zcSp7ImA9WxJVGEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-23577810.post-9111405947800071460</id><published>2009-07-06T08:52:00.002+07:00</published><updated>2009-07-06T08:52:01.089+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-07-06T08:52:01.089+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Experiences" /><title>Dapatkah Pelanggan Loyal Diciptakan ?</title><content type="html">&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamualaikum wr wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan tersebut seketika meluncur, apa iya pelanggan kita benar-benar loyal dengan produk yang kita jual ? Kalau benar bisa bagaimana caranya ? Dengan kondisi seperti sekarang ini, mempertahankan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;customer &lt;/span&gt;yang loyal menurut saya jauh lebih baik ketimbang mengejar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;customer &lt;/span&gt;yang baru, yang belum tentu teruji tingkat keloyalannya ! Lalu bagaimana caranya agar kita bisa mendapatkan loyal customer ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, dalam postingan kali ini akan dibahas secara khusus mengenai bagaimana kita bisa men &lt;span style="font-style: italic;"&gt;create our loyal customer&lt;/span&gt; ? Bagi yang bekerja di bagian pemasaran, kata-kata target untuk mendapatkan pelanggan baru bukanlah hal yang baru, biasa, malahan itu sudah menjadi makanan sehari-hari :). Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah dapatkan kita memberikan target itu kepada customer kita ? Jawabannya pasti No alias tidak bisa. Kita tidak bisa memaksakan our customer membeli produk kita (memberi target beli setaip bulannya), kalau hal ini tetap dilakukan apa yang akan terjadi ? Pelanggan akan merasa tidak nyaman, dan malah akan beralih ke kompetitor kita.&lt;br /&gt;Alhamdulillah saya mempunyai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;experience &lt;/span&gt;yang bagus untuk di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;share&lt;/span&gt;, ini bukan cerita hayalan karena ini fakta dan saya bersama tim pernah melakukan survey langsung ke pelanggan. Ketika itu, kami sedang melakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;roadshow &lt;/span&gt;ke daerah-daerah untuk melakukan survey bagaimana distribusi produk kita di pasar. Kebetulan perusahaan kami menggunakan metode &lt;span style="font-style: italic;"&gt;channeling &lt;/span&gt;yang terpisah dengan perusahaan alias menggunakan distributor untuk mendistribusikan produk di outlet-outlet. Nah dari beberapa outlet yang disampling untuk didatangi, mereka semua mengatakan senang apabila ada dari prinsipal yang mau memperhatikan mereka. Inilah jawaban yang selama ini kami cari, ternyata mereka tidak melulu mencari untung saat menjual produk kita, namun mereka juga sangat ingin diperhatikan oleh prinsipal. Karena dengan metode seperti itulah akan terbentuk ikatan emosional yang kuat antara prinsipal dan outlet.&lt;br /&gt;Berdasarkan survey di lapangan tersebut, akhirnya manajemen memutuskan untuk mengadakan pelatihan kepada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;outleters &lt;/span&gt;mengenai manajemen arus kas, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;survival &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;outbond&lt;/span&gt;. Dalam materi pelatihan tersebut tidak satupun mengharuskan mereka untuk menjual produk kita, tidak ada satu pun target agar mereka jualan produk kita. Hal ini membuat mereka sangat nyaman dalam mengikuti pelatihan tersebut. Acara ini diselenggarakan dalam 3 hari 2 malam, singkat cerita dalam perjalanan pulang menuju kampung halaman masing-masing yang ada di benak mereka hanyalah perasaan puas dengan acara yang telah diselenggarakan oleh kami. Tidak ada satupun yang komplain, padahal mereka harus meluangkan waktu khsusus untuk mengikuti pelatihan ini. Maklum kebanyakan dari mereka masih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;self employee&lt;/span&gt; (walau judulnya adalah pengusaha atau pemilik &lt;span style="font-style: italic;"&gt;outlet&lt;/span&gt;), ya pemilik ya merangkap karyawan juga.&lt;br /&gt;Nah apakah efeknya (mereka menjual produk kita lebih banyak ketimbang kompetitor) seketika ? Tentu tidak ! Tetapi kami sangat yakin, apa yang telah kita berikan kepada mereka akan membekas (selalu teringat) dengan produk kita. Kami tetap memonitor performance mereka dalam menjual produk kita tanpa mereka ketahui, secara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;overall &lt;/span&gt;distribusi produk kita jauh lebih baik dibandingkan sebelum diadakan pelatihan tersebut. Tolok ukur keberhasilan yang lain adalah setelah setahun kemudian, ternyata nama saya paling diingat oleh para pemilik outlet dan menanyakan kepada saya secara tidak langsung kapan acara semacam itu kembali diselenggarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh diatas adalah salah satu aplikasi men &lt;span style="font-style: italic;"&gt;create our loyal customer&lt;/span&gt;, yaitu lebih membangun kedekatan, bicara dari hati ke hati, tidak perlu memberi mereka target untuk menjual, jadilah problem solvent (produk kita) bagi mereka dan terakhir buatlah mereka bangga ketika berhasil menjual produk kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Era top-down targetting buat customer sudah bukan eranya lagi, eranya sekarang adalah bagaimana mempertahankan existing loyal customer dan biarkan mereka menjadi free marketer kita (gartis). Baca juga artikel saya sebelumnya, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;a href="http://harto-diary.blogspot.com/2009/06/memenangkan-market-share-tujuan-utama.html"&gt;memenangkan market share tujuan utama&lt;/a&gt; ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sekarang anda yakin, bahwa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;loyal customer&lt;/span&gt; bisa kita ciptakan ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Salam Sukses&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23577810-9111405947800071460?l=harto-diary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/QJG5jFF2UdJU4hgSHhxjJmmY1VE/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/QJG5jFF2UdJU4hgSHhxjJmmY1VE/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/QJG5jFF2UdJU4hgSHhxjJmmY1VE/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/QJG5jFF2UdJU4hgSHhxjJmmY1VE/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~4/UtBsym1yWSE" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://harto-diary.blogspot.com/feeds/9111405947800071460/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://harto-diary.blogspot.com/2009/07/dapatkah-pelanggan-loyal-diciptakan.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/9111405947800071460?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/9111405947800071460?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~3/UtBsym1yWSE/dapatkah-pelanggan-loyal-diciptakan.html" title="Dapatkah Pelanggan Loyal Diciptakan ?" /><author><name>Muhammad Suharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15176568661144462858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/SlQoX2soKcI/AAAAAAAAAWM/NCSb-WCBi4s/S220/msuharto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://harto-diary.blogspot.com/2009/07/dapatkah-pelanggan-loyal-diciptakan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUUBSXwyfCp7ImA9WxJUEEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-23577810.post-5947842293287486088</id><published>2009-06-22T06:57:00.001+07:00</published><updated>2009-07-08T07:34:18.294+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-07-08T07:34:18.294+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Experiences" /><title>Memenangkan Market Share Tujuan Utama ?</title><content type="html">&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamualaikum wr wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam era kompetisi yang seperti sekarang ini banyak petinggi perusahaan berbeda dalam menyikapinya. Sebagai salah satu parameter ukuran keberhasilan perusahaan dalam memenangkan kompetisi adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;market share&lt;/span&gt;. Jika perusahaan berhasilkan memenangkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;market share&lt;/span&gt; produknya, maka perusahaan tersebut sudah dianggap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;leading &lt;/span&gt;dalam memenangkan pasar.&lt;br /&gt;Memenangkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;market share&lt;/span&gt; menurut saya belum tentu juga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;inline &lt;/span&gt;dengan penghasilan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;reveneu&lt;/span&gt;) yang dihasilkan, artinya jikalau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;market share&lt;/span&gt; menang belum tentu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;reveneu &lt;/span&gt;yang dihasilkan juga mengalahkan kompetitor.&lt;br /&gt;Misal perusahaan rokok A, ketika unggul atau memenangkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;market share&lt;/span&gt; perusahaan rokok B, belum tentu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;reveneu &lt;/span&gt;yang dihasilkan oleh perusahaan A jauh lebih baik dari perusahaan rokok B. Karena mungkin harga rokok B 2x lipat dari harga rokok B, sehingga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;revenue &lt;/span&gt;yang dihasilkan sama walaupun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;market share&lt;/span&gt; perusahaan B kalah dibandingkan dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;market share&lt;/span&gt; perusahaan A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain, seperti sabun, odol, parfum sampai kepada produk seluler (perdana atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;voucher&lt;/span&gt;), analisa nya kurang lebih akan sama dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;case &lt;/span&gt;diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga menurut saya, memenangkan kompetisi dengan memenangkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;market share&lt;/span&gt; adalah hal yang wajar, namun kalau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;market share&lt;/span&gt; dijadikan satu-satunya parameter keberhasilan dalam mendistribusikan produk, saya kok kurang setuju ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dalam satu perusahaan, goal yang paling utama adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;revenue&lt;/span&gt;. Kalaupun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;market share&lt;/span&gt; nya tumbuh dan bahkan unggul jauh dibandingkan dengan kompetitor, akan tetapi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;revenue &lt;/span&gt;nya terus turun buat apa ? Sama saja seperti ungkapan berikut ; "Lebih enak makan singkong beneran, daripada makan roti tetapi hanya dalam hayalan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah yang paling menggelikan adalah apabila hanya gara-gara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;market share&lt;/span&gt; turun dan kemudian didahului oleh kompetitor, manajemen kebakaran jenggot dan mulai kelabakan tanpa strategi yang jitu membanjiri pasar dengan produknya, dengan harapan pasar akan kembali membeli produknya dan kembali memenangkan kompetisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa krisis seperti ini, walau ada kebijakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shrinking budget&lt;/span&gt; kita tetap dituntut untuk bisa memenangkan pasar, mendistribusikan produk dan tetap menghasilkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;revenue &lt;/span&gt;sesuai dengan yang ditargetkan perusahaan. Nah langkah apa yang paling tepat yaitu dengan memaintain pelanggan yang eksisting untuk tetap loyal dengan produk kita. Paling tidak kita bisa mengharapkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;revenue&lt;/span&gt; yang sama dengan tahun kemarin, itu menurut saya sudah sangat bagus. Dengan komunikasi yang "mesra" antara perusahaan dan pelanggan, saya yakin pelanggan pasti merasa dipersonalkan (baca: diorangkan) oleh perusahaan, buat pelanggan nyaman dengan produk yang kita distribusikan, tanyakan kepada pelanggan kritik/saran buat perusahaan, berikan mereka perhatian walau itu kecil misal mengirimkan bunga saat pelanggan ulang tahun dsb. Pelanggan tersebut nantinya malah bisa menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;free marketer agen&lt;/span&gt; perusahaan kita. Kok bisa ? Iya, karena dia puas dengan produk kita, dia akan menceritakan ke orang-orang, tidak perlu kita suruh, mereka akan jalan sendiri. Wow &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Amazing &lt;/span&gt;bukan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa tidak anda implementasikan ?&lt;br /&gt;Saya pernah lontarkan ide ini ke beberapa teman, mereka bilang "wah kalau seperti itu kita akan capek mas !" Saya jawab, "oh iya pasti capek, tetapi kecapekan itu akan terbayar selama beberapa tahun ke depan, kalau mereka sudah menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;free marketer&lt;/span&gt; kita, kita bisa memprioritaskan ke program yang lain".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sekarang tergantung kepada anda. Anda petinggi perusahaan atau pemilik perusahaan, tidak perlu panik, ketika &lt;span style="font-style: italic;"&gt;market share&lt;/span&gt; produk anda tergrogoti oleh kompetitor. Yang perlu anda perhatikan adalah kontrol emosi anda, be &lt;span style="font-style: italic;"&gt;creative&lt;/span&gt;, buat strategi yang jitu, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;maintain &lt;/span&gt;pelanggan eksisting, berdoa dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;be a winne&lt;/span&gt;r.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Sukses...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23577810-5947842293287486088?l=harto-diary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ql36reAGilpyV3fhGfvgtUDjBRY/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ql36reAGilpyV3fhGfvgtUDjBRY/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ql36reAGilpyV3fhGfvgtUDjBRY/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ql36reAGilpyV3fhGfvgtUDjBRY/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~4/i4FxRKWFZ4Y" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://harto-diary.blogspot.com/feeds/5947842293287486088/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://harto-diary.blogspot.com/2009/06/memenangkan-market-share-tujuan-utama.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/5947842293287486088?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/5947842293287486088?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~3/i4FxRKWFZ4Y/memenangkan-market-share-tujuan-utama.html" title="Memenangkan Market Share Tujuan Utama ?" /><author><name>Muhammad Suharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15176568661144462858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/SlQoX2soKcI/AAAAAAAAAWM/NCSb-WCBi4s/S220/msuharto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://harto-diary.blogspot.com/2009/06/memenangkan-market-share-tujuan-utama.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkYGRHs8eSp7ImA9WxJXFUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-23577810.post-5163384082260275362</id><published>2009-06-09T05:06:00.004+07:00</published><updated>2009-06-09T08:15:25.571+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-06-09T08:15:25.571+07:00</app:edited><title>Inspirasi Ketika Drive-in</title><content type="html">&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamualaikum wr wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir setiap hari saya mengantar istri ke kantor di kota Jepara dan setelah itu saya melanjutkan perjalanan ke Semarang menuju tempat saya bekerja. Nah, di sepanjang perjalanan itulah saya banyak terinspirasi dan mengambil banyak hikmah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena diburu-buru waktu dan memang ingin cepat sampai di tujuan, saya pikir semua orang waktu mengemudi pun demikian, secepatnya bisa sampai tujuan. Maka saya pacu mobil saya ketika ada kesempatan untuk mendahului kendaraan yang ada di depan, pasti akan saya lakukan. Nah, tak terhitung pula berapa kendaraan yang sudah saya dahului. Namun saya tiba-tiba teringat sesuatu, apa itu ? Saya mengamati beberapa mobil yang saya dahului rata-rata berangkat lebih dulu dibanding saya. Atau bisa dikatakan mereka start duluan, mungkin setelah beberapa menit kemudian, saya baru tiba di titik dimana mobil tersebut mulai berangkat. Bisa jadi karena mobil tersebut pelan atau memang tidak sedang buru-buru atau si pengemudi merasa dia sudah berjalan kencang, maka tidak seberapa lama saya berhasil mendahului mobil tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menganalogikan hal ini dengan ketika kita memulai bisnis, ya jadi sangat menarik ! Ketika orang memulai bisnis, ketika bisnis mulai eksis, diakui dan mulai menampakkan hasil, maka tidak jarang dari kita, karena merasa sudah lebih dulu memulai dan tidak melihat akan adanya kompetitor atau cenderung terlena. Memulai suatu bisnis lebih dulu tidak menjamin, mereka akan selalu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;leading&lt;/span&gt;. Kalau mereka jalannya pelan atau tidak melihat sekelilingnya, sudah bisa dipastikan suatu saat akan didahului oleh kompetitor. Ada beberapa contoh perusahaan besar di Indonesia yang karena merasa lebih dulu hadir dan pada akhirnya didahului oleh perusahaan sejenis, salah satunya adalah S dan T. Pada 1995 S lebih dahulu memberikan layanan telekomunikasi bergerak pertama di Indonesia dan hadir pertama kali di Jakarta. Pada saat yang hampir bersamaan T hadir, namun tidak dimulai dari Jakarta, namun hadir di Batam. Maka persis seperti analogi diatas, karena merasa nyaman, jumlah pelanggan yang jauh lebih besar dan hadir lebih dahulu, membuat S tidak terlalu agresif dalam mendapatkan pelanggan baru. Terlebih ketika tahun 1998 saat terjadi krisis ekonomi yang dahsyat management PT S memutuskan untuk tidak membangun infrastruktur, lain hal nya dengan PT T management memutuskan sebaliknya, membangun infrastruktur khususnya di Jawa. Tahun berikutnya sudah bisa ditebak, pangsa pasar PT S di daerah Jawa mulai digerogoti oleh T, sedangkan posisi T di Sumatera sudah sangat kuat. Dan pada akhirnya jumlah pelanggan T berhasil melewati S, dalam 2 tahun berikutnya bahkan T meninggalkan jauh kompetitornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak contoh yang lain, yang perlu kita petik sebagai pelajaran adalah tidak semua yang lebih dahulu hadir akan selamanya memimpin pasar. Jadi tidak perlu takut dalam berkompetisi, semua memiliki kans yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wassalamualaikum wr wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23577810-5163384082260275362?l=harto-diary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Yo3O1iCzG4W488NzztEOuMPfZ1s/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Yo3O1iCzG4W488NzztEOuMPfZ1s/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Yo3O1iCzG4W488NzztEOuMPfZ1s/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Yo3O1iCzG4W488NzztEOuMPfZ1s/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~4/W0cdDCyEXcI" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://harto-diary.blogspot.com/feeds/5163384082260275362/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://harto-diary.blogspot.com/2009/06/inspirasi-ketika-drive-in.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/5163384082260275362?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/5163384082260275362?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~3/W0cdDCyEXcI/inspirasi-ketika-drive-in.html" title="Inspirasi Ketika Drive-in" /><author><name>Muhammad Suharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15176568661144462858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/SlQoX2soKcI/AAAAAAAAAWM/NCSb-WCBi4s/S220/msuharto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://harto-diary.blogspot.com/2009/06/inspirasi-ketika-drive-in.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0YARn4_fSp7ImA9WxJQGU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-23577810.post-3946106962337427849</id><published>2009-06-02T11:12:00.000+07:00</published><updated>2009-06-02T13:45:47.045+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-06-02T13:45:47.045+07:00</app:edited><title>Belajar Dari Pertandingan Final Liga Champion</title><content type="html">&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamualaikum wr wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu, saya berkesempatan menyaksikan final Liga Champion 2009. Yang menurut para pengamat sepak bola, inilah final Liga Champions impian, dimana menemukan dua kesebelasan hebat di belahan benua biru Eropa. Manchester United melawan FC Barcelona, dua-duanya memiliki squad yang handal di masing-masing lini. Dan seperti kita ketahui bersama bahwa hasil akhir adalah 2 - 0 untuk kemenangan FC Barcelona. Jadilah FC Barcelona memborong 3 gelar sekalogus dalam semusim, yaitu La Liga, Piala Raja dan Liga Champions.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saya tidak akan membahas tentang euforia kemenangan Barcelona dan liputan pertandingannya, saya lebih senang untuk mempelajari siapa Tactician di balik kemenangan Barcelona. Dialah Josep "Pep" Guardiola, mantan pemain Barcelona di era Johan Cruyff dan Louis Van Haal, memang selalu menjadi pemain pilihan starting eleven di setiap pertandingan. Saat menjadi pemain pun, Guardiola pernah mengangkat trophy Piala Champions yaitu di era kepelatihan Johan Cruyff. Dan akhirnya, dia melengkapi trophy Liga Champions saat musim pertamanya melatih Barcelona. Ada satu hal yang sangat luar biasa, dia adalah pelatih yang belum mempunyai pengalaman dalam melatih klub besar. Saat Barcelona masih ditukangi Frank Rijkaard, Guardiola melatih Klub Yunior Barcelona (Barcelona B) itupun belum genap setahun. Sampai akhirnya dia ditunjuk sebagai pelatih senior FC Barcelona, semua orang terhenyak ! Tak terkecuali musuh bebuyutan mereka FC Real Madrid. Bagaimana mungkin klub sebesar Barcelona dilatih oleh pelatih yang tidak memiliki pengalaman seperti Pep Guardiola ! Benar saja, dalam enam pertandingan pertama Barcelona hanya bisa mengoleksi 1 poin. Namun, yang luar biasa setelah pekan ke-7 Barcelona selalu menang, sampai akhirnya posisi pertama berhasil di ambil alih sampai akhir musim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling menarik dari semua trophy yang didapat musim ini apalagi kalau bukan pertandingan final Liga Champions. Yang mempertemukan dua pelatihan yang sangat berbeda profil suksesnya bersama klub masing-masing. Fergie sapaan Sir Alex Fergusson sangat fenomenal membawa Manchester United selama 23 tahun melatih, 18 trophy Liga Premiere, 2 Piala Champion dan masih banyak trophy yang lain. Sedangkan lawannya, Pep Guardiola baru semusim melatih dan baru saja memperoleh dua gelar sekaligus di musim pertama sebagai pelatih tim senior. Sangat kontras bukan ?? Tetapi malam itu, anggapan bahwa usia senior lebih hebat dari yunior terbantahkan ! Malam itu, benar-benar ManU tidak berkutik menghadapi derasnya aliran bola pemain-pemain Barcelona. Lebih-lebih setelah gol pertama berhasil dicetak oleh tim Catalan, benar-benar meruntuhkan mental pemain Man U. Sampai peluit akhir ditiup, kedudukan 2-0 untuk kesebalasan Barcelona. Luar biasa...&lt;br /&gt;Apa yang bisa kita pelajari dari pertandingan itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya melihat racikan strategi Barcelona sangat jitu, sehingga membuat Manchester United salah mengantisipasinya. Terutama penempatan Leonel Messi yang tidak seperti biasanya sampai kepada permainan individu yang sangat bagus dan rapih. Serta komitmen para pemain terhadap instruksi sang pelatih. Sehingga nilai plus ada di sisi Pelatih, dia masih muda, miskin pengalaman namun bisa mengalahkan pelatih sekaliber Sir Alex Fergusson. Kuncinya apa ? Pengalaman melatih ? Jelas Pep kalah dan tidak ada apa-apanya dibanding dengan Sir Alex.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi walau Pep masih muda, belum tentu secara pengalaman dia kalah dibanding dengan Sir Alex. Karena Pep mau belajar dari orang lain ! itu kuncinya ! Berpengalaman itu tidak harus mengalami sendiri, tetapi bisa juga dengan mempelajari pengalaman orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bisnis, kita mengenal konsep waralaba. Konsepnya adalah membuat log atau catatan kesalahan-kesalahan yang pernah dibuat dan bagaimana cara mengatasinya, agar kedepannya franchisee mengalami masalah yang sama, sudah ada guidance dalam menyelesaikan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Sukses...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23577810-3946106962337427849?l=harto-diary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/sHlDRwwQUO2dpikc1a0SO3gsYJU/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/sHlDRwwQUO2dpikc1a0SO3gsYJU/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/sHlDRwwQUO2dpikc1a0SO3gsYJU/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/sHlDRwwQUO2dpikc1a0SO3gsYJU/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~4/NsEmQit--B8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://harto-diary.blogspot.com/feeds/3946106962337427849/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://harto-diary.blogspot.com/2009/06/belajar-dari-pertandingan-final-liga.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/3946106962337427849?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/3946106962337427849?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~3/NsEmQit--B8/belajar-dari-pertandingan-final-liga.html" title="Belajar Dari Pertandingan Final Liga Champion" /><author><name>Muhammad Suharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15176568661144462858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/SlQoX2soKcI/AAAAAAAAAWM/NCSb-WCBi4s/S220/msuharto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://harto-diary.blogspot.com/2009/06/belajar-dari-pertandingan-final-liga.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0ABQH0yeCp7ImA9WxJRFEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-23577810.post-6930190629705662104</id><published>2009-05-14T15:53:00.001+07:00</published><updated>2009-05-16T16:22:31.390+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-16T16:22:31.390+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Experiences" /><title>Yuk Mencari Uncomfort Zone</title><content type="html">&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamualaikum wr wb.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak diantara kita entah yang berprofesi sebagai karyawan, pengacara, dokter maupun pengusaha sekalipun sering kali merasakan suatu kenyamanan dalam profesinya atau di posisinya sekarang. Karena rata-rata dari kita merasa kalau sudah berada di situasi yang nyaman, cenderung malas untuk mencari tantangan baru. Dengan kondisi (posisi) yang sudah nyaman akan membuat kita lengah, dan cenderung turun kualitas kreatifitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, jika ada satu perusahaan besar (paling besar diantara perusahaan kompetitor sejenis) karena merasa paling hebat, paling besar, paling berprestasi sehingga perusahaan tersebut berada di comfort zone, maka biasanya merasa besar kepala dan cenderung meremehkan kompetitornya. Yang perlu dijadikan bahan pemikiran adalah apakah kompetitor kita akan selalu menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;follower &lt;/span&gt;(baca : lengah) ? Apakah di benak mereka tidak ada niatan untuk menggeser posisi kita ? Secara normal, jelas semua kompetitor akan berusaha untuk membuat perusahaannya menjadi yang terbaik dan terhebat dalam segala hal. Itu yang sring tidak kita sadari bersama, ketika kita lengah karena atribut kita sudah paling hebat, paling baik, paling berprestasi dan sebagainya, maka secara tidak langsung akan mengurangi kreativitas dan inovasi kita. Cenderung mengabaikan kompetitor, apa yang dilakukan oleh kompetitor dianggap menjiplak kreativitasnya. "Kok mirip dengan materi iklan perusahaan kita ya ?" atau yang paling ironis "wah itu mah kita banget ya ?". Ya itulah beberapa contoh kalimat yang muncul ketika kita merasa paling segalanya. Lupa, kalau tiba-tiba kompetitor siap menelikung kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul diatas sengaja saya munculkan agar kita selalu ingat, bahwa zone nyaman tidak selamanya baik buat kita. Selama kita menikmati kenyamanan, niscaya sengaja atau tidak, percaya atau tidak akan menurunkan kreativitas dan inovasi kita. Sehingga lambat laun, performa anda atau perusahaan anda akan tergeser oleh kompetitor anda. Bagaimana mengatasinya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusinya adalah dengan mencari zona tidak nyaman, ya betul. Orang-orang berlomba-lomba mencari zona nyaman, tetapi saya menyarankan sebaliknya. Jadi setiap kali hasil yang anda peroleh memuaskan, atau tantangan yang anda targetkan terlampaui, segeralah cari tantangan baru. Dengan begitu anda akan terasah untuk selalu kreatif dan inovatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23577810-6930190629705662104?l=harto-diary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/B3ZGmzBGp4uTAt_bS6WBF4Eyj1M/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/B3ZGmzBGp4uTAt_bS6WBF4Eyj1M/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/B3ZGmzBGp4uTAt_bS6WBF4Eyj1M/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/B3ZGmzBGp4uTAt_bS6WBF4Eyj1M/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~4/8tLkTN1SirE" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://harto-diary.blogspot.com/feeds/6930190629705662104/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://harto-diary.blogspot.com/2009/05/yuk-mencari-uncomfort-zone.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/6930190629705662104?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/6930190629705662104?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~3/8tLkTN1SirE/yuk-mencari-uncomfort-zone.html" title="Yuk Mencari Uncomfort Zone" /><author><name>Muhammad Suharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15176568661144462858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/SlQoX2soKcI/AAAAAAAAAWM/NCSb-WCBi4s/S220/msuharto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://harto-diary.blogspot.com/2009/05/yuk-mencari-uncomfort-zone.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkQCR304fSp7ImA9WxVaEEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-23577810.post-2989753105073579314</id><published>2009-04-06T06:50:00.004+07:00</published><updated>2009-04-06T16:32:46.335+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-06T16:32:46.335+07:00</app:edited><title>Mau Jadi Milyarder, Kenapa Mesti Malu ?</title><content type="html">&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamualaikum wr wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul yang aneh bukan ? Biasanya kita tidak perlu menanyakan lagi kepada seseorang ketika pertanyaannya adalah "kamu mau jadi milyarder ?". Dan jawabannya sudah pasti 100% mau. Dan jika ada jawaban tentang bagaimana bisa menjadi milyarder, belum tentu semua orang mau mengikuti langkah-langkahnya. Tetapi judul yang saya ambil kali ini memang berdasarkan pengalaman dan sharing dengan rekan-rekan yang sudah berhasil, jadi memang ada contoh riilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu, saya berkesempatan mengikuti mastermind Lawangsewu. Kebetulan, saya termasuk salah satu penggagas berdirinya kelompok tersebut. Mastermind adalah suatu kelompok yang terdiri dari beberapa orang yang konsen dengan bisnis, memiliki visi misi yang sama dan mempunyai komitmen yang kuat diantara anggotanya. Kelompok ini terdiri dari 3 orang, namun saat pertemuan kemarin kami juga mendapat kunjungan dari kelompok lain yang mau berbagi. Singkat cerita, mereka menceritakan bisnisnya masing-masing dan kiat-kiatnya untuk sukses. Nah, yang cukup menarik adalah ketika salah satu dari mereka sekarang mulai merambah bisnis "ketengan", atau dia menyebut sebagai bisnis recehan, karena memang dapatnya uang recehan. Bisnis recehan tersebut dijalankan menggunakan gerobak dorong, namun yang sudah dimodifikasi. Kalau pernah melihat orang menjual martabak menggunakan gerobak dorong, ya mirip seperti itu, namun komiditinya adalah gorengan. Ya macam-macam gorengan dia sediakan, ada tahu, pisang, bakwan, mendoan dan sebagainya. Saat ini, beliau mengelola kurang lebih ada sebanyak 100 gerobak. Memang beliau tidak menceritakan detil penghasilan per gerobaknya, namun saya sendiri sudah bisa membayangkannya. Kita coba raba berapa penghasilan per gerobaknya ? Harga gorengan saat ini per satuannya adalah Rp. 500,- artinya kalau dalam setengah hari bisa menjual rata-rata 200 gorengan, artinya omset satu gerobak per harinya adalah Rp. 100.000,-. Kalau dikalikan 100 gerobak, artinya per hari omsetnya adalah Rp. 10.000.000,- Wow Amazing !!! Rp. 10 Juta per hari, kalau sebulan omsetnya kira-kira sama setiap harinya berarti Rp. 300 Juta. Jualan gorengan tok, omsetnya Rp. 300 Juta per bulan, wow... Luar Biasa...Misalkan keuntungan bersih dari gorengan adalah 10%, maka sebulan beliau mengantongi laba sebesar Rp. 30 Juta. Ini sama dengan penghasilan eksmud di perusahaan multinasional. Luar biasanya beliau tidak terlibat langsung, bahkan karyawannya aja tidak saling kenal dengan beliau. Hebats... Tertarik ? Tinggal kita ATM ajah... (Amati, Tiru dan Modifikasi) sistem dan komiditinya.&lt;br /&gt;Masih ingat dengan TELA KREZ, ya betul. Bisnisnya telah memenangkan Juara 1 Wirausaha Muda Mandiri tahun 2008. Mau tahu apa bisnisnya ? Ya sesuai namanya dia jualan ketela alias singkong. Ya begitu sederhana, tetapi hasilnya sangat mengesankan. Menurut kabar yang pernah saya terima, penghasilan per bulannya tidak kurang dari Rp. 2 Milyar... Dahsyat !!!&lt;br /&gt;Dari maraknya bisnis pulsa, tidak heran jika mereka-mereka yang sukses berhasil menghasilkan omset per hari hingga Rp. 1 Milyar. Padahal itu hanya dari penjualan pulsa dengan denominasi tak lebih dari Rp. 10.000. Pertanyaannya apakah mungkin dengan rata-rata denominasi Rp. 10.000,- bisa menghasilkan omset harian sebesar Rp. 1 Milyar. Ya sangat bisa ! Apa kuncinya ? Yuk kita hitung-hitung &lt;span style="font-style: italic;"&gt;possibility &lt;/span&gt;nya. Satu Milyar dibagi sepuluh ribu berapa ya ? Seratus ribu bukan, kalau seratus ribu dibagi dengan 5000 &lt;span style="font-style: italic;"&gt;reseller &lt;/span&gt;ada berapa masing-masing ? Jawabnya 20 bukan ? Nah penjelasannya begini, dengan memiliki 5000 &lt;span style="font-style: italic;"&gt;reseller&lt;/span&gt;, masing-masing &lt;span style="font-style: italic;"&gt;reseller &lt;/span&gt;menjual 20 transaksi dengan denominasi Rp. 10.000,-. Maka per hari kita akan memiliki omset harian dari bisnis pulsa sebesar Rp. 1 Milyar. Dan untuk bisnis pulsa memang keuntungannya sangat tipis antara 1 - 3 %. Katakanlah keuntungan bersih hanya 1%, maka penghasilan bersih harian adalah sebesar Rp. 10 Juta, sebulan Rp. 300 Juta. wow...&lt;br /&gt;Masih ada contoh dari bisnis recehan yang lain, dari internet marketing anda bisa juga berkesempatan menjadi Milyarder. Anne Ahira yang katanya pakar Internet Marketing Indonesia itu penghasilan bulanannya tidak kurang dari US$45,000 itu belum termasuk dia punya lembaga pendidikan non formal yang diperkirakan bisa menghasilkan tidak kurang Rp. 250 Juta per bulannya. Apa yang Anne Ahira lakukan ? Ternyata juga tidak jauh dari "bisnis recehan" yang jumlahnya mencapai ratusan. masing-masing website yang dia buat menghasilkan rata-rata US$500&lt;br /&gt;Nah, pertanyaan saya sekarang ? Apakah anda masih malu-malu bisnis recehan ? Padahal kalau diakumulasikan, penghasilannya bisa mencapai Milyaran. Kadang kita malu untuk memulai bisnis receh, pinginnya yang keren, mahal. Padahal yang keren dan mahal itu butuh modal yang besar. Sudah gitu, belum tentu pasarnya memang mencari produk yang anda buat. Tidak usah malu untuk memulai bisnis recehan, karena justru itulah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;niche market&lt;/span&gt; yang tidak semua orang mau garap. Padahal, jangan-jangan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;demand &lt;/span&gt;nya besar namun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;supply &lt;/span&gt;nya sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berusaha.&lt;br /&gt;Go Double Income...&lt;br /&gt;Salam Sukses Luar Biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum wr wb.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23577810-2989753105073579314?l=harto-diary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/RUj7R6X8q9hetJi6dunzkNZ8eD0/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/RUj7R6X8q9hetJi6dunzkNZ8eD0/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/RUj7R6X8q9hetJi6dunzkNZ8eD0/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/RUj7R6X8q9hetJi6dunzkNZ8eD0/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~4/FsLFaB6ArlM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://harto-diary.blogspot.com/feeds/2989753105073579314/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://harto-diary.blogspot.com/2009/04/mau-jadi-milyarder-kenapa-mesti-malu.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/2989753105073579314?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/2989753105073579314?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~3/FsLFaB6ArlM/mau-jadi-milyarder-kenapa-mesti-malu.html" title="Mau Jadi Milyarder, Kenapa Mesti Malu ?" /><author><name>Muhammad Suharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15176568661144462858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/SlQoX2soKcI/AAAAAAAAAWM/NCSb-WCBi4s/S220/msuharto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://harto-diary.blogspot.com/2009/04/mau-jadi-milyarder-kenapa-mesti-malu.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkIMRnwzfSp7ImA9WxJVGE0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-23577810.post-8884078303784267384</id><published>2009-03-26T06:23:00.001+07:00</published><updated>2009-07-05T20:29:47.285+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-07-05T20:29:47.285+07:00</app:edited><title>Employee Go Public</title><content type="html">&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamualaikum wr wb&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Beberapa waktu lalu saya berbincang dengan beberapa teman kantor di kafe sambil menikmati sarapan pagi. Seperti biasa, perbincangan tidak fokus dalam satu hal. Tetapi karena ada saya disitu (dlm hal ini provokator), arah pembicaraan tidak jauh dari bisnis. Teman-teman saya itu sangat setuju kalo rejeki itu sudah ada yang mengatur! Alloh swt penguasa alam semesta Yang Maha Segalanya. Jadi mereka sependapat even resign dari kantor dan mulai buka usaha/bisnis sendiri maka rejekinya tidak akan berkurang. Atas pemikiran itu ada satu teman yang sebetulnya di kantor sudah jenuh di unit tertentu dan ingin sekali mencoba berkarya di unit lain, namun atasannya tidak mengijinkan dia pindah, dia mengancam akan resign jika tidak diijinkan pindah ke unit lain. Lain lagi teman yang lain, beliau masih muda umur sekitar 25 thn tetapi bisnisnya sudah mulai tumbuh. Bisnisnya adalah jual beli blackberry, legal lo bukan yang unlock an :d. Saking banyaknya order, beliau mau mencari outlet di salah satu mall kota Semarang. Sementara bisnisnya dikampung (Blitar, Jawa Timur) juga grow up, yaitu bisnis susu sapi. Luar biasa ! Yang lebih hebat lagi saat beliau berjumpa saya setelah sarapan pagi, beliau mengungkapkan sebenarnya bulan ini mau full TDA. Tetapi karena orang tua belum mengijinkan, maka dia tunda beberapa waktu. Wow amazing !!! Padahal saya sendiri berencana full TDA di 2013, saat ini baru merintis salah satunya melalui hosting yang mewaralabakan bisnisnya. Ya tidak ada salahnya aku coba! Alhamdulillah sudah ada beberapa order walau belum banyak dan sering. Saya membeli waralaba tersebut September 2008, kerjasama dengan hosting ternama Indonesia idwebhost jadilah saya owner &lt;a href="http://www.pesanwebhosting.com/"&gt;www.pesanwebhosting.com&lt;/a&gt;. Untuk mewujudkan dream saya di 2013, saya dan beberapa rekan membentuk kelompok mastermind, kelompok tersebut saya beri nama MM Lawangsewu yang artinya menebar rahmat dari 1000 pintu rejeki. Ada yang unik dari kelompok ini, karena pertemuan awal di Masjid Baitur Rahman Semarang ba'da Maghrib. Masing-masing member masih bekerja, namun semua member komit untuk segera Full TDA secara bersamaan. Bisnis masing-masing member juga berlainan, ada yang konsen property, ada yang konsen busana muslim dan ada yang konsen ke IT. Konsep yang saya tawarkan adalah konsep bisnis dengan norma-norma Ilahiyyah (ke-Tuhanan). Kesolehan member adalah mutlak, karena dengan personal yang solehlah bisnis bisa bertumbuh dan menebar rahmat. Lebih lanjut, saya ingatkan teman-teman "Siapa yang membukakan hati pelanggan untuk membeli produk kita, kalau bukan Alloh swt". Memang di awal pertemuan kemarin belum ada program yang jelas, namun pertemuan minggu depan sudah akan dimulai dengan menggali potensi diri masing-masing dan mulai action untuk saling mensukseskan membernya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jadi kini memang giliran employee go public, menampilkan jati diri yang sebenarnya tanpa takut ada tekanan dari atasan di kantor, lebih creative dan inovative menyongsong masa depan yang lebih menantang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Awali langkah anda walaupun itu kecil dimata orang lain, karena dengan melangkah jauh lebih baik daripada jadi pengamat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Salam go double, triple soon.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Wassalamualaikum wr wb&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;M Suharto&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Owner www.tokotoedo.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;www.pesanwebhosting.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23577810-8884078303784267384?l=harto-diary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/v4G9ljboQSUtfmD44AWfh4Bbzqc/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/v4G9ljboQSUtfmD44AWfh4Bbzqc/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/v4G9ljboQSUtfmD44AWfh4Bbzqc/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/v4G9ljboQSUtfmD44AWfh4Bbzqc/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~4/KU2BkhDlKbQ" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://harto-diary.blogspot.com/feeds/8884078303784267384/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://harto-diary.blogspot.com/2009/03/assalamualaikum-wr-wb-beberapa-waktu.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/8884078303784267384?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/8884078303784267384?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~3/KU2BkhDlKbQ/assalamualaikum-wr-wb-beberapa-waktu.html" title="Employee Go Public" /><author><name>Muhammad Suharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15176568661144462858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/SlQoX2soKcI/AAAAAAAAAWM/NCSb-WCBi4s/S220/msuharto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://harto-diary.blogspot.com/2009/03/assalamualaikum-wr-wb-beberapa-waktu.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CU8MR34-eSp7ImA9WxVVFUg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-23577810.post-6906391294653495705</id><published>2009-03-09T05:16:00.002+07:00</published><updated>2009-03-09T06:11:26.051+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-09T06:11:26.051+07:00</app:edited><title>MILAD 3 TDA HEBOH</title><content type="html">&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Assalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu lalu tepatnya tanggal 28 Feb - 1 Maret 2009 di Jakarta telah diselenggarakan Festival Entrepreneur Indonesia. Dan Alhamdulillah saya berkesempatan untuk mendatangi acara tersebut. Saya datang bersama partner bisnis saya &lt;a href="http://ylabdo.blogspot.com"&gt;Yumono Labdo&lt;/a&gt;, acara tersebut sebenarnya sudah diselenggarakan 3 kali (setahun sekali). Namun saya baru bisa menghadiri acara tersebut kemarin. Saya sendiri bergabung dengan milis &lt;a href="http://www.tangandiatas.com"&gt;tangandiatas &lt;/a&gt;sejak tahun 2006, ketika anggotanya masih kurang dari seratus member. Itupun karena teman saya yang mendaftarkan, yaitu Mas &lt;a href="http://ekojune.blogspot.com"&gt;Eko Junaedi&lt;/a&gt;, thanks my friend. Saat itu, tidak setenar sekarang namanya karena memang baru dibentuk dan sedang disusun kepengurusan dan program-programnya. Karena kebetulan mas Eko itu tempat saya curhat waktu saya masih di Jakarta, kemudian beliau berinisiatif mendaftarkan nama saya di milis tersebut. Ada rasa bangga tentunya, karena saya termasuk senior di milis tersebut. Tetapi ada rasa malu juga, karena setelah sekian lama mengikuti milis TDA, saya hanya menjadi bagian atau hanya sebagai pengamat bisnis.&lt;br /&gt;Nah, seiring kepindahan saya ke Semarang, saya waktu itu bertekad untuk membuka ladang usaha. Program yang susun waktu itu adalah segera action dan segera mengikuti Entrepreneur University. Saya pindah ke Semarang pada Juli 2007, namun baru Januari 2009 saya bergabung dengan EU di Kudus. Telat ? Ya telat banget... tapi lebih baik telat daripada sama sekali tidak memulai. Setelah mengikuti EU, saya merasakan panas dan lebih termotivasi untuk memulai bisnis. Lewat &lt;a href="http://www.tokotoedo.com"&gt;www.tokotoedo.com&lt;/a&gt; inilah saya memulai action, sebetulnya kalau action kecil-kecil dan tidak berkelanjutan sih banyak. Waktu di Jakarta saya sempat berjualan kacang goreng, bisa dilihat sejarahnya di &lt;a href="http://harto-mrpeanut.blogspot.com"&gt;http://harto-mrpeanut.blogspot.com&lt;/a&gt;. Sebenarnya dari hasil berjualan kacang goreng tersebut sudah cukup bagus, karena saya menggunakan sistem &lt;span style="font-style: italic;"&gt;channeling &lt;/span&gt;sehingga dagangan saya itu sudah lumayan dikenal di Bintaro Jakarta Selatan. Ramadhan kemarin sebetulnya banyak permintaan dari teman-teman di Jakarta, tetapi malah saya tolak karena biaya kirimnya lebih mahal dibanding dengan harga kacangnya. Saya belum ada solusi untuk transportasi hingga saat ini. Selain itu, harga bahan mentah kacangnya pun naik, belum harga minyak goreng yang cenderung naik, ini membuat harga kacang gorengnya melambung.&lt;br /&gt;Tagline dari TDA 2009 adalah Go Double. Saya menyikapi tagline tersebut sebagai Go Double Action, untuk itu saya memang melakukan Double Action... Selain aktif di milis tangandiatas saya juga membentuk mastermind di Semarang, namanya MM LawangSewu. Sengaja nama ini yang saya ambil, karena arti dari lawangsewu adalah pintu seribu. Mudah-mudahan dengan kelompok MasterMind LawangSewu tersebut bisa menghadirkan rejeki dari 1000 pintu. Selain itu, saya melakukan kontak dengan eks teman TDB yang sudah bekerja di Luar Negeri. Selanjutnya saya kirimkan eBrosur ke Beliau (berada di Qatar Timur Tengah), mudah-mudahan dalam waktu dekat ada transaksi. Karena beliau selain TDB di Qatar Telecom juga menjalankan bisnis, berdasarkan kontak via YM dengan beliau, bisnis relasinya sampai ke Eropa.&lt;br /&gt;Kembali ke acara Milad 3 TDA di Jakarta, saya sebelumnya tidak percaya bahwa saat mengikuti acara tersebut nanti akan ada keajaiban setelahnya. Karena saya sudah sering mengikuti acara sejenis, dan setelahnya tidak ada apa-apa! Cerita keajaiban setelah milad banyak ditulis di milis tangan diatas. Setengah percaya dan tidak, saya tetap memenuhi anjuran panitia Milad untuk membawa kartu nama sebanyak-banyaknya untuk bertukar kartu nama dengan peserta Milad. Selain diselenggarakan seminar, pada acara tersebut juga diselenggarakan pula bisnis matching ya semacam bisnis expo lah. Kebetulan partner saya juga ikutan expo, produk andalannya adalah Jilbab Adzani. Hari pertama, saya malah berkeliling mengunjungi stand bisnis expo, saya bagikan kartu nama dan beberapa stand yang menarik perhatian, saya dekati dan diskusi sebentar. Nah, ternyata benar adanya keajaiban mulai terbuka. Hari ini saya memperoleh email dari salah satu peserta bisnis expo untuk melakukan kerjasama. Alhamdulillah, saya pikir acara ini memang luar biasa. Bagaimana dengan acara didalam (seminar), ternyata tidak kalah heboh. Karena pembicaranya sangat bagus-bagus, diantaranya Nukman Lutfie, Sahmullah Rafi,Yoris Sebastian sampai Om Bob Sadino. Selain seminar, pada acara tersebut dilakukan pengukuhan wisudawan TDA dan TDA wilayah terbaik (berprestasi dan pernah diliput media). Tak kalah heboh, justru di luar seminar tersebut. Habis sholat Maghrib, kita-kita yang diluar JABODETABEK diajak untuk kumpul di wisata makanan JACC Tanah Abang, pembicara tunggal waktu itu adalah pak Haji Allay yang juga sesepuh TDA. Banyak sekali ilmu baru yang saya serap dari beliau, sosoknya yang bijaksana jelas-jelas terlihat dari gaya bicara dan wajah beliau. Sayang, pada hari Senin beberapa temans TDA Daerah bertemu lagi dengan pak Haji, namun saya sudah keburu pulang lebih awal. Malahan hari Minggu siang saya sudah terbang kembali ke Semarang, karena istri sedang mendapat musibah. Insya Alloh, saya berencana untuk bertemu pak Haji lagi karena banyak yang ingin saya konsultasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian oleh-oleh dari Milad 3 TDA, mau lebih lengkap liputannya ? Ada di &lt;a href="http://www.tangandiatas.com"&gt;www.tangandiatas.com&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salam Sukses Mulia&lt;br /&gt;Go Double...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23577810-6906391294653495705?l=harto-diary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/kvBLX6HsN0UXZboEr8XgjzgEuoQ/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/kvBLX6HsN0UXZboEr8XgjzgEuoQ/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/kvBLX6HsN0UXZboEr8XgjzgEuoQ/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/kvBLX6HsN0UXZboEr8XgjzgEuoQ/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~4/vr0otLjQasU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://harto-diary.blogspot.com/feeds/6906391294653495705/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://harto-diary.blogspot.com/2009/03/milad-3-tda-heboh.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/6906391294653495705?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/6906391294653495705?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~3/vr0otLjQasU/milad-3-tda-heboh.html" title="MILAD 3 TDA HEBOH" /><author><name>Muhammad Suharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15176568661144462858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/SlQoX2soKcI/AAAAAAAAAWM/NCSb-WCBi4s/S220/msuharto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://harto-diary.blogspot.com/2009/03/milad-3-tda-heboh.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0YFSHwycCp7ImA9WxVWEEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-23577810.post-1444664987838720883</id><published>2009-02-20T06:44:00.004+07:00</published><updated>2009-02-20T10:05:19.298+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-02-20T10:05:19.298+07:00</app:edited><title>Haruskah Berpengalaman Untuk Memulai ?</title><content type="html">&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Assalamualaikum wr wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpengalaman apakah mutlak diperlukan untuk memulai sesuatu ?&lt;br /&gt;Dari catatan pengalaman perjalanan saya.&lt;br /&gt;Sewaktu saya dinyatakan lulus dari Diploma 3 Teknik, apa yang langsung terpikir saat itu ? Ya, saya harus mencari pekerjaan! Tetapi semua iklan yang membutuhkan tenaga kerja selalu dicantumkan minimal berpengalaman sekian tahun, mengerti ini dan itu dan sebagainya. Terus terang waktu itu keder juga, bagaimana bisa berpengalaman kerja kalau kita saja baru fresh lulus dari akademi. Sepertinya tidak adil! Masak yang dicari selalu yang berpengalaman ? Bagaimana dengan lulusan baru seperti saya ini ? Pikir saya waktu itu. Namun saya coba mengirimkan beberapa &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;application letter&lt;/span&gt; ke beberapa perusahaan, baik yang beriklan di koran maupun yang tidak, baik yang beriklan jelas-jelas menyebutkan hanya mencari yang berpengalaman atau tidak. Dari beberapa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;application letter&lt;/span&gt; yang telah saya kirimkan, Alhamdulillah ada beberapa perusahaan yang bersedia memanggil saya untuk &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;interview&lt;/span&gt;. Apa rahasianya sehingga perusahaan tersebut sudi memanggil saya untuk &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;interview&lt;/span&gt;. Ya, betul saya menuliskan bahwa saya sudah berpengalaman sesuai dengan permintaan perusahaan. Tetapi pengalaman yang saya tuliskan memang sudah saya lakukan, walaupun itu sebatas dilingkungan Kampus.&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Singkat cerita, dari hasil  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;interview&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;saya dinyatakan diterima untuk bekerja di perusahaan tersebut.&lt;br /&gt;Nah, cerita inilah yang ingin saya bagi. Ketika ada seseorang yang berusaha untuk pindah kuadran dari &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;employee &lt;/span&gt;ke kuadran &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Business&lt;/span&gt;. Seringkali yang terdengar alasan adalah "wah saya tidak pengalaman dalam bisnis, bagaimana ya memulainya?" Saya pikir semua orang bermula dari tidak tahu, nah dari ketidaktahuan itulah mereka mulai belajar sehingga mempunyai pengalaman. Kalau boleh saya menyadur blog nya teman saya &lt;a href="http://ekojune.blogspot.com"&gt;Eko June&lt;/a&gt;, "Tidak Perlu Hebat Untuk Memulai, Tetapi Mulailah Untuk Menjadi Hebat". Maka saya pun mempunyai tagline yang baru "Tidak Harus Berpengalaman Untuk Memulai, Tetapi Mulailah Untuk Menjadi Berpengalaman".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Sukses Luar Biasa Dahsyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum wr wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23577810-1444664987838720883?l=harto-diary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/BjMxvDOmiempubet5KDOnojv9x4/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/BjMxvDOmiempubet5KDOnojv9x4/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/BjMxvDOmiempubet5KDOnojv9x4/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/BjMxvDOmiempubet5KDOnojv9x4/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~4/FEgNcQje5qE" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://harto-diary.blogspot.com/feeds/1444664987838720883/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://harto-diary.blogspot.com/2009/02/haruskah-berpengalaman-untuk-memulai.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/1444664987838720883?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/1444664987838720883?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~3/FEgNcQje5qE/haruskah-berpengalaman-untuk-memulai.html" title="Haruskah Berpengalaman Untuk Memulai ?" /><author><name>Muhammad Suharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15176568661144462858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/SlQoX2soKcI/AAAAAAAAAWM/NCSb-WCBi4s/S220/msuharto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://harto-diary.blogspot.com/2009/02/haruskah-berpengalaman-untuk-memulai.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEQER3w6fSp7ImA9WxVXEUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-23577810.post-7113903718990722090</id><published>2009-02-09T07:36:00.002+07:00</published><updated>2009-02-09T08:18:26.215+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-02-09T08:18:26.215+07:00</app:edited><title>Sukseskan Orang Lain, Selanjutnya Baru Kita</title><content type="html">&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Assalamualaikum wr wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman saya beberapa tahun yang lalu, tepatnya di bulan-bulan Agustus 1994. Ya, waktu itu saya masih kuliah dan harus menyelesaikan tugas akhir yaitu membuat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;prototype &lt;/span&gt;rangkaian elektronik. Kebetulan saya mengambil program studi D3 Elektronika. Saat itu deadline untuk mengikuti ujian tugas akhir begitu mepet, sedangkan saya sendiri belum menyelesaikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;prototype &lt;/span&gt;nya. Malahan saya kebanjiran "order bantuan" dari rekans senasip. Pikir saya saat itu, biarlah mereka saya bantu dan selesai prototype nya duluan baru saya kemudian. Dan memang benar, kalau tidak salah ada 3 atau 4 proyek rekan saya yang bisa saya bantu. Sedangkan saya sendiri masih mengalami masalah di "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;programing&lt;/span&gt;" nya. Waktu itu saya hanya bisa berdoa sambil menunggu keajaiban dari Sang Maha Kuasa Alloh swt. Karena semua rangkaian sudah diteliti ulang dan seharusnya bisa bekerja sesuai dengan teori. Bahkan dosen pembimbing saya juga membantu menganalisa tugas akhir saya. Sampai akhirnya minggu terakhir pendaftaran, proyek saya belum juga berjalan sesuai teori. Tetapi saya tetap memberanikan diri untuk mendaftar, saya masih yakin tiba saatnya nanti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;prototype &lt;/span&gt;nya bisa bekerja sesuai dengan teori. Sambil terus melakukan pengecekan dan analisa terhadap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;prototype &lt;/span&gt;nya dan berdoa. Tak disadari ketika ujian tugas akhir kurang dari 3 hari, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;prototpe &lt;/span&gt;saya bisa bekerja. Alhamdulillah...&lt;br /&gt;Saya tidak pernah sadar, keberhasilan itu sebetulnya karena kebetulan atau karena memang pertolongan Alloh swt.&lt;br /&gt;Begitu saya dinyatakan lulus, tidak lama setelah wisuda atau tepatnya 2 bulan setelahnya saya diterima bekerja di Jakarta. Dan prinsip mensukseskan orang lain ini terus saya terapkan di dunia kerja, saat itu saya masih bekerja di perusahaan Manufacturing. Beberapa bawahan saya, yang tadinya tidak mengetahui apa-apa tentang elektronik, perlahan bisa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;troubleshooting &lt;/span&gt;rangkaian elektronik. Ketika saya jenuh, saya ingin pindah kerja karena saya kurang menikmati suasana kerja di Manufacturing! Ketika sudah sampai puncak kejenuhan saya, tiba-tiba Alhamdulillah saya bisa diterima bekerja di perusahaan telekomunikasi.&lt;br /&gt;Prinsip mensukseskan tetap saya terapkan di pekerjaan yang baru. Saat itu, kebanyakan orang tidak terbuka dengan pengetahuan telekomunikasi. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Update knowledge&lt;/span&gt; nya tidak pernah disebarluaskan, saya berikrar dalam hati. "Kalau saya sudah menguasai ilmunya, Insya Alloh akan saya sebar luaskan". Dan, itu benar-benar terjadi ! Saya menguasai Ilmunya dan mulai menyebarluaskan ilmu itu ke teman-teman sekerja.&lt;br /&gt;Sampai disini saya masih belum tahu kalau hal tersebut diajarkan Rasulullah SAW. Karena waktu itu yang saya percayai adalah ketika kita mau berbagi ilmu, maka ilmu kita akan bertambah.&lt;br /&gt;Nah, pertanyaannya sekarang apa sih yang diajarkan Rasulullah SAW ?&lt;br /&gt;Suatu ketika, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;saat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;bersama sahabat-sahabatnya, Rasulullah SAW membawa roti. Sahabat-sahabat yang terlihat lapar dipersilahkan Rasul untuk mengambil roti tersebut. Sahabat melihat Rasulullah juga terlihat lapar, seketika menolak tawaran tersebut. Namun, Rasulullah tetap mempersilahkan sahabat-sahabatnya makan roti tersebut duluan. Biarlah kalian, sahabat-sahabatku makan duluan baru saya belakangan. Kalau kalian lapar biarlah saya yang terakhir merasakan kenyang, demikian prinsip Rasul. Mendahulukan ummatnya daripada dirinya sendiri. Dengan prinsip yang sama namun context yang berbeda, marilah kita ikuti sunnah Rasul. Mendahulukan sahabat-sahabat kita untuk sukses, sebelum kita pada akhirnya juga akan sukses. Karena inilah ternyata kunci sukses yang sesungguhnya. Coba terapkan di pekerjaan, atau bisnis atau sekolah. Insya Alloh, anda akan mengalami kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum wr wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Sukses Luar Biasa Dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23577810-7113903718990722090?l=harto-diary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Tdo2qsjJkqUb7KqDAKzlPV5u33o/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Tdo2qsjJkqUb7KqDAKzlPV5u33o/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Tdo2qsjJkqUb7KqDAKzlPV5u33o/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Tdo2qsjJkqUb7KqDAKzlPV5u33o/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~4/JRT4lG70j60" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://harto-diary.blogspot.com/feeds/7113903718990722090/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://harto-diary.blogspot.com/2009/02/sukseskan-orang-lain-selanjutnya-baru.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/7113903718990722090?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/7113903718990722090?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~3/JRT4lG70j60/sukseskan-orang-lain-selanjutnya-baru.html" title="Sukseskan Orang Lain, Selanjutnya Baru Kita" /><author><name>Muhammad Suharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15176568661144462858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/SlQoX2soKcI/AAAAAAAAAWM/NCSb-WCBi4s/S220/msuharto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://harto-diary.blogspot.com/2009/02/sukseskan-orang-lain-selanjutnya-baru.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0AAR3s7eCp7ImA9WxVXEU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-23577810.post-6958454040560180115</id><published>2009-02-02T12:27:00.002+07:00</published><updated>2009-02-09T07:35:46.500+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-02-09T07:35:46.500+07:00</app:edited><title>The Power of Speech</title><content type="html">&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul posting kali ini adalah "the power of speech", apaan itu ? Kata-kata ini saya temukan secara tidak sengaja, ketika saya bincang-bincang ringan dengan rekan-rekan di kantor mengenai how to start a business. Juga terinspirasi buku "The Power of Kepepet" nya mas Jaya. Selanjutnya "The Power of Speech" akan saya singkat TEPOS. Apa definisi, pengaruh dan bagaimana cara implementasinya ? Dibawah ini akan saya coba menjelaskannya secara singkat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 92px; height: 100px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/SYaEgn19rTI/AAAAAAAAAQ0/juElsNIE10M/s320/080104-120712.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298067707633970482" border="0" /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bagi kita yang masih tahap awal membangun usaha,  menjual adalah kegiatan yang wajib untuk dijalankan. Tapi bagaimana kalau ternyata kita menargetkan angka yang secara hitungan matematis agak tidak masuk akal. Misal rata-rata penjualan jilbab per bulan 600, kemudian tiba-tiba kita targetkan naik 10x lipat dan menguasai teritori tertentu. Apa yang harus kita lakukan ? Salah satu tools TEPOS ini bisa kita coba. Pertama adalah dengan sowan kepada para master pengusaha sejenis yang sudah exist (pengusaha besar) terpandang dan terpercaya dimana kita ambil barangnya juga dari dia, kita minta tolong agar bisnis kita direferensikan dan direkomendasikan. Medianya bisa bermacam-macam entah itu melalui media cetak, internet dan elektronik. Karena yang speech adalah pengusaha besar yang sudah terpandang dan terpecaya maka referensinya akan didengar.&lt;br /&gt;Kedua yaitu dengan posting di majalah ternama yang beredarnya luas secara nasional (oplah lebih dari satu juta), selain mejeng, jangan lupa untuk memberikan offering super dahsyat disitu, dimana itu menjadi deferensiasi bisnis kita dibanding bisnis sejenis, cantumkan juga nomer yang bisa dihubungi, email dan sebagainya. Saya sering melihat banyak bisnis hebat yang diliput majalah, namun jarang sekali yang mencantumkan alamat atau nomer telpon yang bisa dihubungi. Khusus untuk cara kedua memang memerlukan biaya yang cukup mahal. Tetapi menurut saya, kalau dampak positifnya akan kembali lagi kita why not ?&lt;br /&gt;Ok businessman, let's try my tools TEPOS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses luar biasa dahsyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum wr wb.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23577810-6958454040560180115?l=harto-diary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Yhx3d9EIeJk_KrSbVsqJjtq9k4M/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Yhx3d9EIeJk_KrSbVsqJjtq9k4M/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Yhx3d9EIeJk_KrSbVsqJjtq9k4M/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Yhx3d9EIeJk_KrSbVsqJjtq9k4M/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~4/3-hLaTv1MDU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://harto-diary.blogspot.com/feeds/6958454040560180115/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://harto-diary.blogspot.com/2009/02/assalamualaikum-wr-wb-judul-posting.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/6958454040560180115?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/6958454040560180115?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~3/3-hLaTv1MDU/assalamualaikum-wr-wb-judul-posting.html" title="The Power of Speech" /><author><name>Muhammad Suharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15176568661144462858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/SlQoX2soKcI/AAAAAAAAAWM/NCSb-WCBi4s/S220/msuharto.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/SYaEgn19rTI/AAAAAAAAAQ0/juElsNIE10M/s72-c/080104-120712.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://harto-diary.blogspot.com/2009/02/assalamualaikum-wr-wb-judul-posting.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUYMQn85fCp7ImA9WxVRGEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-23577810.post-2394965768504524812</id><published>2009-01-25T20:46:00.002+07:00</published><updated>2009-01-25T22:26:23.124+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-01-25T22:26:23.124+07:00</app:edited><title>Lebih Baik Mana Menerima Gaji Atau Memberi Gaji</title><content type="html">&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Assalamualaikum wr wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ada pertanyaan seperti ini diajukan, lebih baik mana menerima gaji atau memberi gaji ? Sebagian setuju kalau lebih baik adalah menerima gaji, dengan alasan itu adalah hak yang seharusnya mereka terima karena mereka telah mengorbankan waktu (baca : komitmen) untuk perusahaan. Sedangkan sebagian yang setuju dengan yang lebih baik adalah memberi gaji mempunyai alasan tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah. Dalam hal ini mereka adalah pengusaha.&lt;br /&gt;Hal ini pasti akan menimbulkan kontroversial, dimana saya pernah tulis di blog ini mengenai &lt;a href="http://harto-diary.blogspot.com/2006/03/karyawan-terjajah.html"&gt;menjadi karyawan adalah terjajah&lt;/a&gt;. Dimana saya banyak menerima kritik dan email dari pembaca, namun saya tetap tidak bergeming dengan pendapat saya. Karena memang realitanya demikian, apa yang saya tulis adalah pengalaman yang saya alami atau pengalaman rekan-rekan saya.Kali ini, saya mencoba untuk mengungkapkan kebenaran dari dua pernyataan diatas.&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu perusahaan dimana saya bekerja mengumumkan akan dibagikannya bonus tahunan, dimana besarannya katakanlah 2x gaji. Tidak seperti tahun sebelum-sebelumnya yang rata-rata sebesar 5x gaji, tahun ini bisa dikatakan bonus yang dibagikan sangatlah minim. Nah, inilah yang banyak dikomentari oleh rekan-rekan saya. Macam-macamlah komentarnya, yang pasti tidak ada sedikitpun tersirat rasa syukur. Anehnya lagi, sebelum diumumkan sudah ada kasak-kusuk mengenai besarannya. Itu bisa menjadi gosip yang panas untuk dibicarakan! Tepatnya sebulan yang lalu, tepat seminggu setelah menerima tambahan insentif dari perusahaan. Baru mendapatkan insentif sudah memikirkan kira-kira bonus akan keluar berapa kali. Sadar atau tidak otak bawah sadar kita sudah terbiasa (baca:terprogram) dengan kondisi seperti ini. Atau lebih jelasnya, kita seperti sudah 100% menggantungkan asa kita kepada perusahaan. Apa efek jangka panjang dari terprogramnya otak bawah sadar kita dengan kondisi ini ?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Mental tangan dibawah, selalu mengharap imbalan lebih atas servis yang diberikan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tidak kreatif, tidak ada tantangan karena hampir setiap tahun pasti mendapatkan bonus&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Expenses tinggi, karena bonus hampir selalu pasti dibagikan, maka biaya konsumtifnya tinggi padahal belum tentu membutuhkannya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Susah recovery, terjadi bila tiba-tiba ada PHK, karena terbiasa diberi ketika harus mencari akan mengalami kesulitan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sebetulnya masih banyak efek jangka panjang yang diakibatkan oleh kondisi diatas, namun sengaja untuk tidak dibuka semua. Baru 4 hal saja, sudah membuat bulu kuduk saya berdiri membayangkannya.&lt;br /&gt;Kira-kira sudah ada kesimpulan donk ? Mana yang lebih baik antara menerima gaji atau memberi gaji ?&lt;br /&gt;Masih belum jelas ? atau makin bingung ?&lt;br /&gt;Kebalikan dari status diatas adalah memberi gaji. Kondisi dimana ini bisa dicapai kalau kita menjadi pengusaha, untuk teman-teman yang dirumah ada pembantu tidak termasuk disini ya...? Walaupun statusnya sama-sama memberi gaji, tetapi biasanya kan cari pembantu yang gajinya paling murah. Betul ?&lt;br /&gt;Ketika berdoa kira-kira bunyinya bagaimana ?&lt;br /&gt;Sebagai pengusaha kurang lebih doanya begini, "mudah-mudahan bulan depan saya dimudahan memberi gaji karyawan". Sedangkan karyawan juga berdoa "Mudah-mudahan perusahaan dimana saya bekerja semakin meningkat labanya sehingga bulan depan saya bisa mendapatkan tambahan gaji". Betul apa betul ? Kira-kira doanya dikabulkan tidak ? Jawabnya Insya Alloh dikabulkan. Mengapa ? Karena Pengusaha berusaha untuk memberi, kurang lebihnya ini adalah meneladani sifat Alloh yang Maha Pemberi (Al Wahhab). Apa kira-kira mental yang terbentuk ? Ya, mental tangan diatas. Sesuai dengan anjuran Rasulullah bukan ? Bahwa Tangan diatas jauh lebih baik daripada tangan dibawah. Kira-kira pengaruhnya biasa saja atau dahsyat ? Sudah barang tentu dahsyat! Rasulullah menganjurkan seperti itu ditambah dengan yang diteladankan dari Asmaul Husna yaitu Maha Pemberi (Al-Wahhab) juga meneladani seperti itu. Jangan heran bila pebisnis-pebisnis besar tidak pernah kekurangan dana untuk membayar karyawannya bahkan malah keuntungannya berlipatganda.&lt;br /&gt;Seperti sudah jelas ya? Mudah-mudahan bisa diambil intisari dari cerita saya diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Sukses Luar Biasa Dahsyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23577810-2394965768504524812?l=harto-diary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/3Z1EuEPpQhWKQAr9tWVFN92Wsuk/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/3Z1EuEPpQhWKQAr9tWVFN92Wsuk/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/3Z1EuEPpQhWKQAr9tWVFN92Wsuk/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/3Z1EuEPpQhWKQAr9tWVFN92Wsuk/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~4/qnQV0OhpOOw" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://harto-diary.blogspot.com/feeds/2394965768504524812/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://harto-diary.blogspot.com/2009/01/lebih-baik-mana-menerima-gaji-atau.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/2394965768504524812?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/2394965768504524812?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~3/qnQV0OhpOOw/lebih-baik-mana-menerima-gaji-atau.html" title="Lebih Baik Mana Menerima Gaji Atau Memberi Gaji" /><author><name>Muhammad Suharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15176568661144462858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/SlQoX2soKcI/AAAAAAAAAWM/NCSb-WCBi4s/S220/msuharto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://harto-diary.blogspot.com/2009/01/lebih-baik-mana-menerima-gaji-atau.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUcEQnw4fip7ImA9WxVSFkU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-23577810.post-4504550264988293345</id><published>2009-01-11T18:19:00.005+07:00</published><updated>2009-01-11T21:10:03.236+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-01-11T21:10:03.236+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivasi" /><title>Indahnya Kebersamaan Dalam Bisnis</title><content type="html">&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Assalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu kebersamaan dalam bisnis ?&lt;br /&gt;Sebagai seorang muslim, kami diajarkan untuk senantiasa sholat berjamaah di masjid. Dahulu diajarkan oleh guru Agama, kalau sholat berjamaah itu pahalanya 27 derajat. Dibanding dengan sholat sendirian, jelas bahwa sholat berjamaah ini pahalanya 27 kali lipat. Disamping pahala yang besar, ternyata ada makna lain yang tak kalah penting dalam sholat jamaah.Diantaranya adanya makmum dan imam, makmum boleh mengingatkan imam apabila khilaf.&lt;br /&gt;Makna yang terkandung tidak sesederhana seperti yang saya jelaskan diatas, bahkan maknanya sangat luas baik saat masih dalam sholat maupun dalam kehidupan sehari-hari. Saya ambil contoh aplikasinya dalam berbisnis. Apa yang terjadi kalau dalam berbisnis kita berjamaah ? Bagaimana bisnis yang berjamaah itu ? Menurut saya, bisnis berjamaah adalah bisnis dikelola dengan mempekerjakan beberapa orang. Inilah makna adanya Imam dan Makmum, dimana kita sebagai owner bisnis adalah sebagai imam, sedangkan karyawan adalah makmumnya. Seperti dalam sholat, dalam bisnis pun seharusnya antara owner dan karyawan mempunyai visi dan misi yang sama. Sehingga terciptalah satu keseimbangan, yaitu saling koreksi antara owner dan karyawan. Kalau antara Imam dan Makmum tadi terjadi di satu musholla atau masjid, maka kalau prinsip kebersamaan ini terjadi di semua musholla dan masjid. Betapa dahsyat pengaruhnya! Tidak ada saling menjatuhkan,yang ada adalah semangat saling membantu, saling mengkoreksi demi satu visi dan misi yang sama. Kalau diterapkan dalam bisnis tentu pengaruhnya akan sangat dahsyat. Karena ketika satu bisnis berkumpul dengan bisnis yang lain sehingga membentuk suatu komunitas kecil, dari beberapa komunitas kecil membentuk suatu komunitas besar, dimana visi dan misinya sama. Sudah barang tentu, ini bisa membantu Indonesia keluar dari krisis.&lt;br /&gt;Saya memulai ide ini dari diri saya sendiri, dimana saya dan rekan saya yang memiliki visi dan misi yang sama membentuk aliansi. Tujuannya adalah saling membantu, mengkoreksi untuk maju bersama menuju kesuksesan. Saya yakin kedepannya akan ada yang berjamaah dengan saya dan partner. Kelompok kecil ini terus berkomitmen untuk memajukan seluruh karyawannya. Apa jadinya kalau karyawan kita keluar dan membuat bisnis sendiri ? Berarti Imamnya berhasil dalam menularkan keberhasilan kepada makmumnya. Yang perlu digarisbawahi adalah visi dan misinya tetap sama dan tidak berubah. Visi dan misinya apa sih ? Kok harus sama ? Visinya adalah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;meningkatkan ketaqwaan kepada Alloh swt&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;, sedangkan misinya adalah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;menjadi manusia yang bermanfaat hidupnya bagi yang lain. Dak karyawan yang membuat bisnis sendiri tadi akan membentuk kelompok kecil yang lain, demikian seterusnya. Dari beberapa kelompok yang kecil membetuk satu kelompok yang besar. Dimana masing-masing kelompok kecil tadi juga saling membantu mewujudkan keberhasilan bersama.&lt;br /&gt;Inilah yang saya impikan dari arti sebuah kebersamaan dalam bisnis, ternyata kebersamaan itu indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Sukses Luar Biasa Dahsyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23577810-4504550264988293345?l=harto-diary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/asxeG-GyT53oh_bUucSVmTULI-Y/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/asxeG-GyT53oh_bUucSVmTULI-Y/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/asxeG-GyT53oh_bUucSVmTULI-Y/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/asxeG-GyT53oh_bUucSVmTULI-Y/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~4/KEQ1y7-GHP0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://harto-diary.blogspot.com/feeds/4504550264988293345/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://harto-diary.blogspot.com/2009/01/indahnya-kebersamaan-dalam-bisnis.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/4504550264988293345?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/4504550264988293345?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~3/KEQ1y7-GHP0/indahnya-kebersamaan-dalam-bisnis.html" title="Indahnya Kebersamaan Dalam Bisnis" /><author><name>Muhammad Suharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15176568661144462858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/SlQoX2soKcI/AAAAAAAAAWM/NCSb-WCBi4s/S220/msuharto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://harto-diary.blogspot.com/2009/01/indahnya-kebersamaan-dalam-bisnis.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUEBQnc-eCp7ImA9WxVSE0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-23577810.post-3079741267098712371</id><published>2009-01-08T06:52:00.004+07:00</published><updated>2009-01-08T07:14:13.950+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-01-08T07:14:13.950+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Experiences" /><title>Alam Semesta Ikut Berdoa</title><content type="html">&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamualaikum wr wb.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tahun 2008 kemarin adalah setahun kepindahan saya dari Jakarta ke Semarang (kampung halaman), setelah 13 tahun saya bekerja di Jakarta. Sudah saatnya untuk membangun kampung halaman, begitu rencana saya waktu itu. Namun karena cuman rencana dan tanpa action sedikitpun, pada akhirnya waktu berganti tak terasa sudah satu tahun berlalu tidak juga beranjak mewujudkan cita-cita tersebut. Saya merenung, harusnya saya malu karena telah melanggar komitmen dengan diri sendiri. Kalau komitmen dengan diri sendiri saja mudah saya langgar apalagi komitmen dengan orang lain, pikir saya waktu itu. Disamping itu saya juga berencana untuk membangun kerajaan bisnis dengan berjamaah dengan rekan-rekan yang se-visi dan se-misi. Ternyata memang butuh waktu untuk mencari partner yang se-visi dan se-misi, selama kurun waktu 1 tahun itupula saya belum mendapatkannya. Tapi dalam hati, saya berdoa, semangat dan berjuang tahun 2008 ini saya harus menemukan partner bisnis. Entah bagaimana caranya. Menurut saya membangun bisnis hanyalah salah satu cara untuk menyalurkan kebaikan, sedekah, infaq, hidup yang bermanfaat bagi orang lain. Jadi inilah yang menjadi dasar kuat saya, mengapa saya "ngoyo" untuk mendapatkan partner.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Seolah-olah alam semesta ikut mendoakan saya dan keluarga, kenapa demikian ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;saya mendapat restu dari istri tercinta untuk menekuni bisnis, padahal sebelumnya istri saya kekeh agar saya tetap jadi pekerja&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;saya bertemu dengan orang-orang yang luar biasa tanpa saya rencanakan sebelumnya, mereka diantaranya Yoris Sebastian, Yuswohadi (Markplus), Jaya Setiabudi (E-Camp Entrepreneur)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;saya bertemu partner saya &lt;a href="http://ylabdo.blogspot.com"&gt;Yumono Labdo&lt;/a&gt;, ini juga terjadi kebetulan dan mengalir begitu saja (awalnya makan siang di Lawang sewu)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;saya menggulirkan ide gerakan 1000 tangan, ini juga kebetulan (asal ngomong). Ide saya ditangkap bagus oleh rekan saya yang lain Imanul Yaqin&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;saya dan partner saya awalnya jualan Selimut, lalu batik Alhamdulillah untuk batik sudah profit, bisnis yang sebelumnya juga tidak direncanakan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;saya banyak dapat add pebisnis TDA di facebook padahal belum pernah bertemu muka&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;dan masih banyak lagi yang belum saya sebutkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Intinya adalah ketika berniat, bersemangat dan berdoa untuk berubah (pindah kuadran E ke kuadran B), seluruh alam semesta ikut mendoakan kita untuk sesegera mungkin merasakan kesuksesan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Anda ingin mengikuti langkah saya ? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Salam Sukses Luar Biasa Dahsyat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Wassalamualaikum wr wb&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23577810-3079741267098712371?l=harto-diary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/QpWYxkccrtdCaZqDasgjATYr_cE/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/QpWYxkccrtdCaZqDasgjATYr_cE/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/QpWYxkccrtdCaZqDasgjATYr_cE/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/QpWYxkccrtdCaZqDasgjATYr_cE/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~4/xGmZE7d4pSY" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://harto-diary.blogspot.com/feeds/3079741267098712371/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://harto-diary.blogspot.com/2009/01/alam-semesta-ikut-berdoa.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/3079741267098712371?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/3079741267098712371?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~3/xGmZE7d4pSY/alam-semesta-ikut-berdoa.html" title="Alam Semesta Ikut Berdoa" /><author><name>Muhammad Suharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15176568661144462858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/SlQoX2soKcI/AAAAAAAAAWM/NCSb-WCBi4s/S220/msuharto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://harto-diary.blogspot.com/2009/01/alam-semesta-ikut-berdoa.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CU8MSH89eyp7ImA9WxVTGU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-23577810.post-8854558469428363082</id><published>2009-01-03T04:50:00.003+07:00</published><updated>2009-01-03T05:04:49.163+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-01-03T05:04:49.163+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivasi" /><title>Goal Seeker vs Goal Getter</title><content type="html">&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Assalamualaikum wr wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posting kali ini saya  ambilkan artikel dari salah satu member TDA sumber &lt;/span&gt;&lt;a href="http://zulham-effendi.blogspot.com"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline; font-family: verdana;"&gt;zulham-effendi.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Goals are not only absolutely necessary to motivate us. They are&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; essential to really keep us alive." -Robert H. Schuller&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Pada penghujung 2008 ini, alangkah baiknya jika kita mulai menentukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; kembali goal yang akan kita raih pada 2009 atau mungkin akan diwujudkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; dalam kehidupan kita. Berbicara soal goal dan tujuan hidup, di sinilah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; kita bisa bedakan dua tipe orang. Orang yang pertama kita kategorikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; sebagai goal seeker, dan kedua kita sebut goal getter.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Goal seeker, adalah tipe orang yang selalu terus-menerus mencari goal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Goal getter adalah tipe orang yang selalu berusaha mewujudkan goal yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; telah dicanangkannya. Semuanya memang berawal dan dimulai dari sebuah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; proses yang namanya goal. Seorang yang belum memiliki goal yang jelas dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; spesifik dalam hidupnya haruslah memulai langkah pertamanya dengan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; membuat suatu tujuan, yaitu menentukan apa yang sebenarnya mau diraih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; dalam hidup ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Perilaku inilah yang sebenarnya kita sebut sebagai goal seeker. Goal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; seeker biasanya memulai menemukan goal-nya baik dengan cara merenungkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; goal hidupnya, ataupun dengan memodel orang-orang yang telah berhasil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; dalam pencapaian goal tersebut sehingga terinspirasi juga untuk mencapai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; goal yang sama bahkan lebih. Siapa pun yang sukses, akan setuju bagaimana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; goal memiliki peranan yang penting dalam kehidupan mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Bahkan fisikawan Albert Einstein pun mengatakan, "If you want to live a&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; happy life, tie it to a goal, not to people or things." Ya, untuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; menghidupi kehidupan yang bahagia, tentunya harus mengikatkannya dengan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; sebuah goal yang jelas. Namun, kehidupan tidaklah boleh berhenti hanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; pada tataran membuat goal saja. Itulah yang banyak dialami oleh orang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; yang hidupnya mandek. Setelah seorang goal seeker menemukan apa yang akan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; diraihnya, berikutnya dia harus bergerak menjadi goal getter. Dalam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; proses menuju goal getter, seorang goal seeker biasanya harus melewati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; banyak rintangan dan hambatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Di sinilah godaannya. Sering terjadi, para goal seeker jadi frustrasi,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; menyerah bahkan akhirnya menyibukkan diri dengan terus-menerus mencari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; goal yang baru, dan mengganti goal lama yang sebenarnya belum pernah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; diusahakan sama sekali. Inilah titik kritis di mana kalau goal seeker&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; tidak mengalami transformasi menjadi seorang goal getter, waktu hidupnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; akan terus-menerus dipakai untuk mencari goal yang baru. Akibatnya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; setelah beberapa lama, entah beberapa bulan bahkan beberapa tahun, goal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; seeker tidak menghasilkan apa-apa sama sekali. Mereka kelihatan sibuk,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; tetapi pada dasarnya tidak menghasilkan apa pun (busy but not&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; productive!) .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Rasanya kita perlu mengingat kata-kata bijak dari co-writer buku The&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Power of Focus, yakni Les Brown yang mengatakan "You must take action now&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; that will move you towards your goals. Develop a sense of urgency in your&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; life." Ya, diperlukan tindakan dan sesegera mungkin menjadi goal getter.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Ambillah tindakan yang makin mengarahkan Anda menuju goal. Bangun terus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; sense of urgency dalam mencapai goal tersebut dengan melakukan transisi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; menjadi seorang goal getter, bukan hanya berhenti pada bermimpi saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Jadi manusia langka Ada begitu banyak goal setter di dunia ini, tetapi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; sedikit sekali yang bisa berubah menjadi goal getter. Jadilah bagian dari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; manusia-manusia yang langka ini sehingga hidup Anda bukan hanya berisi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; ilusi semata, melainkan juga betul-betul menjadi sebuah realita yang bisa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Anda nikmati, setelah Anda melewati berbagai rintangan di depan goal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; tersebut. Dalam hal ini kita perlu belajar dari William Clement Stone,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; salah satu orang terkaya di Amerika yang merajut hidupnya dari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; mimpi-mimpi yang direalisasikannya sejak kecil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Bahkan, dengan beraninya, untuk mewujudkan mimpinya, sejak kecil dia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; nekat menjual koran di restoran. Tahukah Anda, pada masa itu, menjual&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; koran di restoran adalah hal yang tabu dan belum pernah terjadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; sebelumnya. Namun, dengan sikapnya yang persisten, ramah serta persuasif,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; akhirnya diceritakan bagaimana William meluluhkan hati para pemilik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; restoran untuk pertama kalinya mengizinkan seorang anak gembel menjual&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; koran di restoran mereka. Para pemilik restoran ini sama sekali tidak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; menyangka bahwa akhirnya, anak gembel yang gigih dengan semangatnya ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; akan menjadi salah satu orang terkaya di Amerika yang memiliki bisnis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; asuransi terbesar pada masanya bahkan menjadi penulis berbagai buku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; tentang mental positif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Dalam bukunya yang terkenal The Success System That Never Fails, dia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; berkata, "To solve a problem or to reach a goal, you don't need to know&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; all the answers in advance. But you must have a clear idea of the problem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; or the goal you want to reach." Dengan kata lain, William mengingatkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; para goal getter mereka perlu memiliki kejelasan yang sangat jelas,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; spesifik dan detail tentang goal yang mau diraihnya. Semakin spesifik dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; semakin detail goal yang mau diraih bagi seorang goal getter, semakin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; jelas dan memudahkan bagi seorang goal getter untuk meraih goal yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; telah ditentukannya saat mengalami transformasi dari goal seeker menjadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; seorang goal getter.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Bahkan, Anda mungkin pernah mendengar ada pepatah yang mengatakan, "A&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; goal properly set is halfway reached." Saat goal sudah ditentukan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; perjalanan seorang goal seeker menjadi goal getter hanya tinggal setengah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; perjalanan lagi, tinggal membuat perencanaan-perencanaan dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; tindakan-tindakan yang akhirnya akan mengarahkannya menjadi seorang goal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; getter. Berikutnya, untuk memulai realisasi goal yang telah ditentukan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; hal terpenting bagi seorang goal getter adalah menciptakan momentum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Momentum, berarti mengambil sebuah tindakan, entah tindakan itu besar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; ataupun kecil, tapi mulai melakukan aksi yang intinya membawanya semakin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; dekat pada tujuannya. Tindakan itulah yang diperlukan agar mereka mulai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; termotivasi untuk segera mewujudkan goal itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Benarlah sebuah kalimat bijak yang dikatakan oleh motivator nomor satu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; dunia, Anthony Robbins. "The most important thing you can do to achieve&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; your goals is to make sure that as soon as you set them, you immediately&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; begin to create momentum. " Dalam rangka menciptakan momentum ini,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; biasanya hambatan yang paling sering dialami oleh seorang goal seeker&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; adalah dalih (excuse) bahwa mereka membutuhkan dan mencari 'timing' atau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; waktu yang tepat. Marilah kita percaya, waktu yang tepat itu tidak pernah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; ada. Waktu yang paling tepat itu sebenarnya sekarang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Marilah kita simak tip yang diberikan oleh Napoleon Hill, penulis buku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Think and Grow Rich yang mengatakan, "Don't wait. The time will never be&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; just right." Sekali lagi, waktu yang terbaik tentu saja sekarang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Janganlah bermimpi bahwa akan ada waktu yang pas. Mulailah berani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; mengambil langkah-langkah awal yang yang akan menuntun kita semakin dekat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; dengan goal kita. Yang jelas, penyebab seorang goal seeker gagal menjadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; seorang goal getter adalah kurang atau tidak adanya tindakan untuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; merealisasikan goal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Saya mengenal seorang sahabat saya yang punya rencana membangun bisnis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; media sejak 5 tahun yang lalu. Sampai sekarang pun dia masih terus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; mencita-citakannya. Itulah contoh goal seeker yang terus-menerus berada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; di penantiannya. Jangan menjadi pribadi yang demikian. Marilah, mulai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; saat ini jadilah seorang goal getter bukan sekadar goal seeker yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; selalu terus-menerus membuat goal. Jadikan 2009 menjadi tahun yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; spektakuler bagi Anda, bukan hanya karena banyaknya jumlah impian Anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; melainkan juga karena banyak impian Anda yang bisa terwujud!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Salam Sukses Luar Biasa Dahsyat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Wassalamualaikum wr wb.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23577810-8854558469428363082?l=harto-diary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qRcbPoR_g3R2DTqR-9RBkOeyv_0/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qRcbPoR_g3R2DTqR-9RBkOeyv_0/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qRcbPoR_g3R2DTqR-9RBkOeyv_0/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qRcbPoR_g3R2DTqR-9RBkOeyv_0/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~4/A3tFaWrqleA" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://harto-diary.blogspot.com/feeds/8854558469428363082/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://harto-diary.blogspot.com/2009/01/goal-seeker-vs-goal-getter.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/8854558469428363082?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/8854558469428363082?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~3/A3tFaWrqleA/goal-seeker-vs-goal-getter.html" title="Goal Seeker vs Goal Getter" /><author><name>Muhammad Suharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15176568661144462858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/SlQoX2soKcI/AAAAAAAAAWM/NCSb-WCBi4s/S220/msuharto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://harto-diary.blogspot.com/2009/01/goal-seeker-vs-goal-getter.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CU4EQXw5fCp7ImA9WxRaGU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-23577810.post-9073420120846054005</id><published>2008-12-22T07:28:00.006+07:00</published><updated>2008-12-22T12:31:40.224+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-22T12:31:40.224+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bisnis" /><title>Mengatasi Krisis Ekonomi Global Dengan Manajemen Mata Rantai</title><content type="html">&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamualaikum wr wb.&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Krisis Ekonomi global telah mulai terasa di negara kita tercinta, beberapa perusahaan terutama manufaktur telah banyak mengurangi tenaga kerjanya, demi &lt;em&gt;&lt;strong&gt;survival&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; perusahaannya. Sebelum krisis ini menggoyang negeri, saya sangat yakin kalau negeri ini pasti terimbas dampak krisis ekonomi global. Keyakinan ini beralasan karena hampir 85% produk yang dihasilkan di Indonesia ini di ekspor ke Eropa dan Amerika. Dua benua itu pulalah yang seolah menjadi patokan sukses dan tidaknya para eksportir. Dengan bertumbangannya negara-negara raksasa di kedua benua itu, secara otomatis akan sangat menganggu para eksportir. Mereka lebih selektif dalam membelanjakan uangnya. Itu baru dari satu sisi penyebab terkenanya negara kita oleh krisis global. Masih ada yang lain seperti banyaknya uang asing terutama dollar dan euro untuk bertransaksi di dalam negeri. Misal pembayaran sewa gedung bertingkat, tarif hotel, pembelian yang melibatkan vendor asing sampai dengan pembelian komputer dan asesorisnya. Semua itu transaksinya menggunakan dollar, walaupun pada akhirnya dikonversi, namun tetap saja yang harus disetor ke bank untuk transaksi dengan provider tetap menggunakan dollar. Jadi mata uang asing di Indonesia penggunaannya lebih dominan daripada rupiah. Itu skala makro ekonomi, kalau bicara mengenai mikro ekonomi maka dampak krisis tersebut sangat terasa. Bagaimana mahalnya beras, BBM, minyak goreng, terigu dan sebagainya ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/SU7k4JRvoBI/AAAAAAAAAP0/FZGrsZ8r9w8/s320/motorcycle_chain.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282411066166321170" /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Yang menjadi pertanyaan, apakah ada solusinya buat mereka-mereka yang notabene untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja masih sulit ? Saya yakin pasti ada. Bagaimana caranya ? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pasti rekans sering melihat rantai seperti gambar disamping, malah mungkin tidak terasa selalu memakainya sehari-hari. Ya, itu adalah rantai yang terdapat pada kendaraan bermotor. Dimana ia berfungsi sebagai pengait antara rotor dan roda agar bisa bergerak. Rantai itu didesain sedemikian rupa agar saling mengait satu sama lain. Apa yang terjadi kalau mata rantai itu cuman satu. Yah sudah pasti tidak bisa digunakan sebagaimana mestinya kan ? Kita ambil filosofi dari rantai yang saling mengait satu sama lain dalam menyelesaikan masalah ekonomi global seperti sekarang ini. Setiap mata rantai itu mewakili orang-orang yang bisa menggerakkan ekonomi. Saya memilih orang-orang tersebut adalah yang berkecimpung dalam bidang bisnis UKM. Diibaratkan antara satu mata rantai dengan mata rantai yang lain saling unik dan berbeda, yang artinya setiap bidang UKM ini memiliki bisnis yang berbeda. Keterkaitan satu mata rantai dengan mata rantai yang lain mewakili komitmen untuk selalu bersama. Sehingga bisa dikatakan rantai tersebut menghubungkan beberapa jenis bisnis yang berbeda dan memiliki komitmen yang sama. Secara fungsional rantai digunakan untuk menggerakkan roda, dan ini mewakili hasil berupa revenue. Oke, saya ingin mengatakan kalau hanya satu mata rantai bergerak sendiri-sendiri tanpa komitmen dan kebersamaan, bisakah satu kesatuan mata rantai itu bisa menggerakkan sebuah roda ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Inilah sebenarnya rahasia keluar dari krisis ekonomi, setelah kita bersama teman-teman yang memiliki visi dan misi yang sama, bersinergi dan kemudian komit untuk menuju tujuan yang sama, Insya Alloh badai krisis tidak akan menghampiri negeri ini. Contoh kongkritnya begini, ketika kita memiliki produk, tidak hanya kita sendiri yang menjual namun rekan-rekan disekeliling kita juga membantu menjual, demikian juga sebaliknya produk-produk mereka juga kita jualkan. Ya, seperti prinsipnya afiliasi lah. Nah, bagaimana nasib mereka yang hidupnya dibawah garis kemiskinan ? Mereka kan bisa kita jadikan partner di dalam bisnis kita, sehingga mereka pun berpeluang memiliki penghasilan. Mudah-mudahan dengan adanya pemikiran seperti ini bisa diwujudkan dan mulai tahun depan 2009 pengemis-pengemis diperempatan sudah berkurang. Karena mereka sekarang bekerja untuk kita dan mendapatkan penghasilan yang halal. Bagaimana dengan skill mereka yang rendah, itu adalah tugas kita untuk meningkatkan skill mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;salam Sukses Luar Biasa Dahsyat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Wassalamualaikum wr wb&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23577810-9073420120846054005?l=harto-diary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xUtP5_0wLnNmyxz7IfcGyd97kc8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xUtP5_0wLnNmyxz7IfcGyd97kc8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xUtP5_0wLnNmyxz7IfcGyd97kc8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xUtP5_0wLnNmyxz7IfcGyd97kc8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~4/1ZaqEzYZkR4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://harto-diary.blogspot.com/feeds/9073420120846054005/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://harto-diary.blogspot.com/2008/12/mengatasi-krisis-ekonomi-global-dengan.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/9073420120846054005?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/9073420120846054005?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~3/1ZaqEzYZkR4/mengatasi-krisis-ekonomi-global-dengan.html" title="Mengatasi Krisis Ekonomi Global Dengan Manajemen Mata Rantai" /><author><name>Muhammad Suharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15176568661144462858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/SlQoX2soKcI/AAAAAAAAAWM/NCSb-WCBi4s/S220/msuharto.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/SU7k4JRvoBI/AAAAAAAAAP0/FZGrsZ8r9w8/s72-c/motorcycle_chain.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://harto-diary.blogspot.com/2008/12/mengatasi-krisis-ekonomi-global-dengan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ak8CR3Y-fip7ImA9WxRbGUo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-23577810.post-8217770576836046000</id><published>2008-12-11T06:54:00.003+07:00</published><updated>2008-12-11T14:01:06.856+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-11T14:01:06.856+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Experiences" /><title>Manajemen Krisis #2</title><content type="html">&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamualaikum wr wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah setelah saya menulis posting dengan tema Manajemen Krisis, ternyata banyak respon positif dari rekans pembaca. Ada yang menulis di kolom komentar ada juga yang email. Menurut saya, ini sangat luar biasa. Mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi dan pada akhirnya diimplementasikan didalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;Banyaknya respon positif mengenai posting tersebut membuat saya sangat bersemangat untuk menulis seri berikutnya mengenai manajemen krisis. Mudah-mudahan tulisan saya kali ini bisa lebih membuka wawasan kita sekalian. Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa di tulisan saya yang pertama, saya tidak membolehkan kita mempercayai bahwa kita juga akan terkena dampak krisis ? Berikut adalah rahasianya !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari hadits Qudsi Alloh berfirman, yang artinya :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;"Aku bersama sangkaan hambaku padaku, jika sangkaannya baik maka  baiklah baginya, dan jika sangkaannya buruk maka buruklah baginya" (HR  Ahmad)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dalam riwayat yang lain,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku bersama sangkaan hambaku padaku, maka hendaklah ia berprasangka denganKu apa  yang ia inginkan (HR Thobarani wal hakam)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jadi apa yang terbesit dalam pikiran kita, maka Alloh akan meluluskan prasangka tersebut.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kesimpulan dari dua riwayat hadits diatas sudah jelas, bahwa orang yang menyangka dirinya akan terimbas krisis maka sungguh dia akan mengalaminya, tetapi sebaliknya apabila dirinya menyangka yang baik maka Alloh akan memberikan kebaikan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jelas lagi dari riwayat yang lain dikutipkan hadits Qudsi, yang artinya&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku bersama sangkaan hambaku padaku, dan aku menyertainya ketika ia telah berdoa  pada ku. (HR: Muslim dan Tirmidzi dan ahmad)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Semakin jelas sudah ! Tidak ada keraguan, bahwa prasangka kita adalah doa. Jadi hati-hatilah, karena beberapa kisah nyata yang pernah saya baca dan dengar. Ketika seseorang mempunyai bisnis dan sedang dalam ujian Alloh, dia berkata "Kalau begini terus, saya pasti bangkrut". Tidak lama setelah dia berkata demikian dengan koleganya, bisnisnya benar-benar hancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, selain berprasangka yang baik terhadap Alloh. Saya menganjurkan untuk sebanyak mungkin sedekah, walaupun dalam kondisi yang sulit. Kesulitan yang kita alami ini sebetulnya adalah ujian, kalau kuat menjalaninya Insya Alloh kita termasuk hambaNya yang  bertaqwa. Masak dalam keadaan ekonomi sulit harus bersedekah ? Saya jawab ya dan malah harus lebih banyak ? Ingat yang mengatakan ekonomi sulit kan mereka, bukan kita ! Berikut adalah dalil Alquran untuk menguatkan keyakinan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS Alhadiid Ayat 18, yang artinya :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan  meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik niscaya akan  dilipatgandakan(pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak  &lt;/em&gt;(QS.Alhadiid:18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kalau Alloh swt saja sudah menjamin dalam Alquran, masak kita tidak mengimaninya. Alhamdulillah penulis sudah banyak menyaksikan kebenaran ayat diatas, karena sering mengalami keajaiban setelah memberikan sedekah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Pesan saya&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;kalau memberi sedekah tidak usah hitung-hitungan. Pilih di dompet yang nominalnya paling besar dan usahakan yang diberi sedekah kaget ketika menerima sedekah anda. Bukan kaget karena nominalnya sedikit lo, tapi kaget karena dia belum pernah dapat sedekah dengan nominal sebanyak itu. Saya ada cerita nyata. Ada usahawan muda dari Surabaya, dia akan ke Batam menggunakan pesawat yang transit dulu di Jakarta. Keperluannya ke Batam adalah mempresentasikan proyek bisnisnya. Setiba di Airport Sukarno-Hatta, dia ke toilet. Dia ingat didompetnya masih ada uang satu juta Rupiah, tiba-tiba dia teringat untuk segera bersedekah. Maka yang Rp. 500 ribu dikasihkan ke cleaning servis, apa yang terjadi ? Cleaning servis bandara kaget. Demikian pula yang memberi, karena baru saat ini dia memberi orang sebanyak itu. Singkat cerita beliau sudah sampai Batam. Setelah presentasi produknya, tidak disangka tidak dikira, direksi perusahaan tersebut menyetujui proyek tersebut dan mau bekerjasama dengan beliau. Mau tau nilai kontraknya ? Rp 15 Milyar. Betul itu ! Begitu yakinnya beliau akan QS Alquran diatas, sehingga itulah balasan dari Alloh swt. Pingin menjadi bagian dari bukti Maha Pemurahnya Alloh swt, oke saya tunjukkan ! Besuk kan hari Jumat, coba mulai Jumat besuk masukan ke kotak amal dengan uang yang terbesar di dompet atau dari pagi sudah menyiapkan mengambil uang di ATM untuk kotak amal. Tunggu keajaiban akan menghampiri anda beberapa waktu lagi !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Wassalamualaikum wr wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Salam Sukses Luar Biasa Dahsyat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23577810-8217770576836046000?l=harto-diary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/pIXHAychjl57TMBuRb_OcwFvW28/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/pIXHAychjl57TMBuRb_OcwFvW28/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/pIXHAychjl57TMBuRb_OcwFvW28/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/pIXHAychjl57TMBuRb_OcwFvW28/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~4/s_x73RgqUNc" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://harto-diary.blogspot.com/feeds/8217770576836046000/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://harto-diary.blogspot.com/2008/12/manajemen-krisis-2.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/8217770576836046000?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/8217770576836046000?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~3/s_x73RgqUNc/manajemen-krisis-2.html" title="Manajemen Krisis #2" /><author><name>Muhammad Suharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15176568661144462858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/SlQoX2soKcI/AAAAAAAAAWM/NCSb-WCBi4s/S220/msuharto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://harto-diary.blogspot.com/2008/12/manajemen-krisis-2.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUcNRHw9fCp7ImA9WxRbGEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-23577810.post-8492190925369714528</id><published>2008-12-10T06:37:00.002+07:00</published><updated>2008-12-10T06:58:15.264+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-10T06:58:15.264+07:00</app:edited><title>Manajemen Krisis</title><content type="html">&lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Assalamualaikum wr wb.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Saya menulis posting ini ketika sedang dalam perjalanan naik bis jurusan Kudus - Semarang. Ya, setiap hari saya ngelaju Kudus - Semarang, maklumlah saya masih mengabdi sebagai pegawai di salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia. &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Kembali ke tema blog.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Apa yang sedang terjadi akhir-akhir ini di beberapa negara maju ? Semua pasti menjawab sedang terjadi krisis ekonomi global. Apa benar demikian ? Kalau dilihat dari indikasi ekonomi akhir-akhir ini memang mengarah telah terjadi krisis ekonomi global. Tetapi saya yakin hal ini tidak terjadi di semua negara di dunia ini. Negara-negara yang tidak berhubungan dagang dengan Eropa dan Amerika mungkin selamat dari krisis.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Ok, saya tidak akan berpanjang lebar mengenai benar tidaknya telah terjadi krisis ekomi global. Namun yang ingin saya highlight disini adalah pantaskah kita menerima akibat krisis ekonomi global ? Kita tidak pernah melakukan sesuatu namun mendapatkan dampaknya. Yang jelas itu tidak adil.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Saya sering mendengar orang-orang pintar mengemukakan pendapatnya "suka tidak suka kita pasti terkena dampak krisis ekonomi global". Kendengarannya seperti wajib hukumnya terkena imbas krisis. Aneh ! Yuk kita kembali ke Alquran.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Ingat QS 13 ayat 11 yang artinya "Sesungguhnya Alloh tidak akan merubah nasib suatu kaum sehingga kaum itu merubahnya sendiri"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Kalau kita percaya dengan ayat Alquran sudah pasti kita tidak akan mempercayai pendapat orang pintar yang menjustifikasi bahwa kita pasti terkena dampak krisis. Dengan percaya kalau kita pasti terkena dampak krisis, pastilah nantinya kita akan terkena krisis. Karena ucapan, pesimistis itu ibarat doa. Nah, bagaimana kita menyikapinya ?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Berdoa kepada Alloh&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;agar diberi kemudahan melewati cobaan serta dimudahkan jalan keluarnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Asah Kreativitas dan bersikap positif&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bentuk network yang solid&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saling bantu membantu&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Banyak sedekah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Dari 5 tips tersebut, Insya Alloh akan terhindar dari dampak krisis ekonomi global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum wr wb.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;#Sukses#&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23577810-8492190925369714528?l=harto-diary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/0RLvRDsit12r-REx7UOGaGBxJ0g/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/0RLvRDsit12r-REx7UOGaGBxJ0g/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/0RLvRDsit12r-REx7UOGaGBxJ0g/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/0RLvRDsit12r-REx7UOGaGBxJ0g/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~4/j6ZUT_sCPPk" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://harto-diary.blogspot.com/feeds/8492190925369714528/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://harto-diary.blogspot.com/2008/12/manajemen-krisis.html#comment-form" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/8492190925369714528?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/8492190925369714528?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~3/j6ZUT_sCPPk/manajemen-krisis.html" title="Manajemen Krisis" /><author><name>Muhammad Suharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15176568661144462858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/SlQoX2soKcI/AAAAAAAAAWM/NCSb-WCBi4s/S220/msuharto.jpg" /></author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://harto-diary.blogspot.com/2008/12/manajemen-krisis.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEUDQXo5cSp7ImA9WxRbFEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-23577810.post-2658010167825996420</id><published>2008-12-04T20:41:00.003+07:00</published><updated>2008-12-05T10:04:30.429+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-05T10:04:30.429+07:00</app:edited><title>Oleh-oleh dari Mbah Purdie</title><content type="html">&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Kamis minggu yang lalu, tepatnya tanggal 27 November 2008 saya mengikuti seminar "Cara Gila Jadi Pengusaha". Sebetulnya saya sendiri sudah tahu apa yang akan dibicarakan dalam seminar itu, karena kebetulan saya sudah memiliki DVD nya. Durasi dari DVD Cara Gila Jadi Pengusaha sekitar 5 Jam, saya memutarnya dalam dua hari. Karena memutarnya malam hari, jadi gak habis dalam semalem. Penyelenggaraan acara seperti ini di kota Kudus baru pertama kali. Terus terang saya penasaran akan antusiasme teman-teman di Kudus untuk mengikuti acara tersebut. Saya membeli tiket seminggu sebelum acara dilaksanakan, ketika saya tanyakan kepada petugas perihal penjualan tiket. Mereka bilang kalau yang membeli tiket baru 5 orang. Saya seolah membenarkan hal tersebut (tiketnya tidak laku), karena kebetulan karakter kebanyakan penduduk di sini adalah pekerja dan bukan sebagai entrepreneur atau pengusaha.&lt;br /&gt;Acaranya diselenggarakan di hotel setelah jam kerja yaitu mulai jam 17.00 WIB. Kebetulan saya hadir sebelum waktunya, jam 16.55 saya sudah berada di lokasi, saya sangat kagum begitu melihat ke dalam ruangan. "Belum dimulai saja sudah segini banyak yang hadir, apalagi nanti". Dan ternyata memang benar, ruangan yang kira-kira berisi 250 an orang tersebut ternyata penuh sesak. Luar biasa, sekaligus hal ini mematahkan persepsi saya waktu itu.&lt;br /&gt;Tidak berpanjang lebar, oke ! Berikut adalah oleh-oleh saya saat mengikuti acara tersebut, mudah-mudahan bermanfaat bagi teman pembaca blog saya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Formula bisnis&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;yang harus diingat dan dijalankan adalah 10A; A yang pertama Action, A yang kedua Action, A yang ketiga Action, A yang keempat sampai ke-10 adalah Action. Kesimpulannya adalah bisnis itu action, bukan banyak analisa dan telaah tapi tidak melakukan action. Ini memang terbukti dari saya pribadi yang terlalu banyak perhitungan tetapi tidak melakukan Action, akhirnya banyak ide saya yang hilang diserobot peluangnya oleh orang lain. Banyak menghitung pada akhirnya membuat orang takut berbisnis, karena takut akan prediksi resiko yang besar. Tapi jadi suatu yang sangat ironis, karena belum mulai bisnis tetapi sudah takut rugi ????&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Asah otak kanan anda, karena bisnis menggunakan otak kanan. Ada survey mengenai hal ini, apabila otak kiri yang selalu digunakan otak kanan tidak terasah, namun sebaliknya apabila otak kanan yang selalu digunakan otak kiri ikut terasah juga.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pengusaha itu berani menggunakan Tenaga Orang Lain, Duit Orang Lain. Kalau suatu usaha masih ditangani sendiri tidak ada bedanya dengan karyawan. Jadi motto pengusaha itu adalah usaha jalan sendiri, pemiliknya jalan-jalan. Artinya seorang pengusaha harus membuat teamwork, create system, pengelolaan SDM.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Optimis = Oke Pasti Tidak Miskin sedangkan Pesimis = Penyakit Si Miskin. Kalau anda optimis dalam usaha, Alloh juga akan mengiyakan optimis kita, tapi sebaliknya bila kita pesimis maka Alloh juga akan mengiyakan pesimis kita. Jadi dalam kehidupan sehari-hari harus optimis!&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kegagalan itu terbatas, sedangkan kesuksesan tanpa batas. Ketika seseorang dalam usahanya gagal, maka segera habiskan gagalnya. Misal kita akan sukses setelah 3x gagal, maka setelah gagal pertama datang, segera habiskan sisanya. Karena setelah gagal yang ketiga Insya Alloh datang kesuksesan dan ini tanpa batas.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Masih ada peluang yang sangat besar menjadi pengusaha, karena menurut data statistik Indonesia hanya menyumbang 0.08% pengusaha dalam sekian ratus juta penduduk. Idealnya suatu negara akan berkembang pesat apabila terdapat minimal 2.5% penduduknya adalah pengusaha.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Rumus dari keberhasilan usaha adalah perkalian atau kalau dalam posting saya yang berjudul &lt;a href="http://harto-diary.blogspot.com/2006/05/menjadikan-bisnis-menggurita.html"&gt;Menjadikan Bisnis Menggurita&lt;/a&gt; beberapa tahun yang lalu saya analogikan sebagai &lt;a href="http://harto-diary.blogspot.com/2006/05/menjadikan-bisnis-menggurita.html"&gt;&lt;/a&gt;mesin fotokopi, dengan mesin fotokopi maka kita bisa menduplikat apa saja menjadi banyak sesuai dengan yang kita inginkan. Hasil dari mesin fotokopi itu adalah perbanyakan bisnis kita sedangkan mesin fotokopi adalah sistem. Walau bisnis kita bagus marketnya namun karena sistemnya tidak bagus, maka ketika digandakan hasilnya tidak akan optimal.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Memberi sedekah adalah salah satu kunci pokok keberhasilan dalam bisnis. Orang lebih sering menargetkan penghasilan daripada menargetkan sedekah dalam bisnisnya. Bingung ? Ya, dengan menargetkan penghasilan, apabila tercapai maka sedekahnya tidak akan lebih besar dari target penghasilan. Sedangkan kalau yang kita targetkan adalah sedekah, sudah pasti penghasilan yang didapat jauh lebih besar dari yang disedekahkan. Saya akan postingkan tersendiri mengenai rahasia sedekah untuk bisnis.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Menciptakan masa depan dengan masa depan, ingat posting saya yang berjudul&lt;/span&gt; &lt;a style="font-family: arial;" href="http://harto-diary.blogspot.com/2006/04/what-do-you-do-today-is-your.html"&gt;What do you do today is your ahievement in the future&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Cukup membuat anda panas ? Atau cuman jadi penonton berarti menjadi bagian 99,92% penduduk Indonesia yang hanya sebagai pekerja&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bayangkan 99,92% merebutkan posisi di perusahaan-perusahaan yang jumlahnya relatif sedikit. Ya wajar, jika temans pembaca posting ini ada yang belum punya posisi&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Persaingannya sangat ketat, kalau seperti itu yang berbicara sudah bukan kompetensi lagi. Kompetensi adalah bagian yang sangat kecil dari keberhasilan seseorang dalam merangkak ke tangga/karir di perusahaan. Bisa jadi, dalam meraih karir di suatu perusahaan kompetisinya menjurus ke hal yang negatif.&lt;br /&gt;Nah, semua kembali lagi ke personal masing-masing. Membuka usaha berarti banyak memberi kesempatan kepada orang lain atau menjadi pekerja yang berarti siap-siap dengan kompetisi yang sangat ketat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;#Sukses#&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23577810-2658010167825996420?l=harto-diary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/gAMLc_uRk93aPicfyVoPIeAGJq8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/gAMLc_uRk93aPicfyVoPIeAGJq8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/gAMLc_uRk93aPicfyVoPIeAGJq8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/gAMLc_uRk93aPicfyVoPIeAGJq8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~4/jZZoOZSrilQ" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://harto-diary.blogspot.com/feeds/2658010167825996420/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://harto-diary.blogspot.com/2008/12/oleh-oleh-dari-mbah-purdie.html#comment-form" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/2658010167825996420?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/2658010167825996420?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~3/jZZoOZSrilQ/oleh-oleh-dari-mbah-purdie.html" title="Oleh-oleh dari Mbah Purdie" /><author><name>Muhammad Suharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15176568661144462858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/SlQoX2soKcI/AAAAAAAAAWM/NCSb-WCBi4s/S220/msuharto.jpg" /></author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://harto-diary.blogspot.com/2008/12/oleh-oleh-dari-mbah-purdie.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ck4FQHg7cCp7ImA9WxRUGEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-23577810.post-2765822938101916808</id><published>2008-11-28T09:24:00.003+07:00</published><updated>2008-11-28T09:55:11.608+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-11-28T09:55:11.608+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Review Buku" /><title>Review Buku : Muhammad sebagai Pedagang</title><content type="html">&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamualaikum wr wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada posting kali ini saya berusaha untuk mereview sebuah buku untuk pertama kalinya di blog saya. Yaitu buku yang berjudul Muhammad Sebagai Pedagang ditulis oleh Ippho Santosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/SS9dSw1UtqI/AAAAAAAAANo/qYdClGvfGHY/s1600-h/Muhammad_sbg_pedagang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 190px; height: 211px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/SS9dSw1UtqI/AAAAAAAAANo/qYdClGvfGHY/s320/Muhammad_sbg_pedagang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273536265601726114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Buku setebal 104 halaman ini menceritakan how to nya Muhammad sebagai &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;pedagang. Diceritakan dalam buku tersebut bagaimana Nabi Muhammad mengawali bisnisnya mulai umur 12 tahun dan berdagang sampai Syria, dan menceritakan banyaknya mahar yang Beliau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;berikan untuk melamar Khadijah, ra. Tidak detil memang, Ippho menceritakan perjalanan bisnis Nabi. Namun Ippho pandai dalam mengemas tulisannya dengan mengambil apa yang dicontohkan Nabi dan dalil dalam Alquran. Ini yang jadi menarik menurut saya, karena belum ada penulis yang menghubungkan antara Spritualisme dan Bisnis. Padahal ini sangatlah penting!&lt;br /&gt;Saya tertarik dengan penulis dalam menganalogikan otak kanan, dan saya setuju akan hal itu. Di beberapa tulisannya, penulis menggambarkan kenapa di negara kita justru mayoritas menggunakan otak kiri, padahal otak kanan seharusnya yang lebih dominan. Dia mencontohkan yang kita temui kehidupan sehari-hari, misal dalam rambu lalu lintas "gunakan lajur kanan untuk mendahului", dalam baris-berbaris "langkah kanan maju jalan" dan sebagainya. Bisa diartikan untuk mendahului yang lain gunakan yang sebelah kanan! Contoh lain, dalam bahasa Inggris right berarti kanan, benar dan left yang artinya kiri juga berarti tertinggal!&lt;br /&gt;Dia menyebutkan juga kalau otak kanan itu berisi visi atau niat sedangkan otak kiri adalah dalam mendetilkan visi atau niat.&lt;br /&gt;Bahkan kalau pernah baca cashflow quadrantnya Robert T Kiyosaki, bagian kiri adalah bagian Employee dan Self Employee. Sedangkan bagian kanan atau bisa saya menyebutnya bagian unlimited income adalah bagian Businessman dan Investor.&lt;br /&gt;Selain itu penulis juga menuliskan pentingnya tangan diatas dibandingkan tangan dibawah, dan pada bab penutu penulis menuliskan Allah tidak akan berbagi kepada seseorang yang tidak berbagi dengan sesamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesimpulan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Buku ini luar biasa bagus, bahasa penulisan mudah dipahami dan yang terpenting adalah mengimplementasikan tulisan yang ada di buku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;#Sukses#&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23577810-2765822938101916808?l=harto-diary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/TsGJzEmlT_GS4hFBMfyNMaGDQMc/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/TsGJzEmlT_GS4hFBMfyNMaGDQMc/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/TsGJzEmlT_GS4hFBMfyNMaGDQMc/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/TsGJzEmlT_GS4hFBMfyNMaGDQMc/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~4/lAuD-Pm7Tog" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://harto-diary.blogspot.com/feeds/2765822938101916808/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://harto-diary.blogspot.com/2008/11/review-buku-muhammad-sebagai-pedagang.html#comment-form" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/2765822938101916808?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/23577810/posts/default/2765822938101916808?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DiaryHartoStopDreamingStartAction/~3/lAuD-Pm7Tog/review-buku-muhammad-sebagai-pedagang.html" title="Review Buku : Muhammad sebagai Pedagang" /><author><name>Muhammad Suharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15176568661144462858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/SlQoX2soKcI/AAAAAAAAAWM/NCSb-WCBi4s/S220/msuharto.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_1wTNhJ24HRg/SS9dSw1UtqI/AAAAAAAAANo/qYdClGvfGHY/s72-c/Muhammad_sbg_pedagang.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://harto-diary.blogspot.com/2008/11/review-buku-muhammad-sebagai-pedagang.html</feedburner:origLink></entry></feed>

