<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Dinas Kesehatan Kabupaten Bone</title><description></description><managingEditor>noreply@blogger.com (Dinas Kesehatan Kabupaten Bone)</managingEditor><pubDate>Wed, 18 Dec 2024 19:31:32 -0800</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">50</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://dinkesbonekab.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Bupati Bone Silaturahmi Dengan Pelaku Peternakan</title><link>http://dinkesbonekab.blogspot.com/2013/10/bupati-bone-silaturahmi-dengan-pelaku.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (Dinas Kesehatan Kabupaten Bone)</author><pubDate>Tue, 29 Oct 2013 02:08:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5885508688423150212.post-260151256216770275</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSkKb821CRqPqw15PK7tJU_r1drnO4OUKCQwaY8VYWeKedB03a0cHCajWQ47alPZLNdjbEr_wddeZmvU1w11KQzb7UE5QMhQ2i7QrVJXBk91_zJIsEcO_ve78G3Ol7gwSIEHS-VZ2K0Kc/s1600/bupati+bone.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSkKb821CRqPqw15PK7tJU_r1drnO4OUKCQwaY8VYWeKedB03a0cHCajWQ47alPZLNdjbEr_wddeZmvU1w11KQzb7UE5QMhQ2i7QrVJXBk91_zJIsEcO_ve78G3Ol7gwSIEHS-VZ2K0Kc/s1600/bupati+bone.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Puluhan pelaku usaha perdagangan ternak antara daerah dan para pengusaha pemotongan ternak di kabupaten Bone melakukan tatap muka dan silaturahmi dengan Pemerintah Kabupaten Bone melalui Dinas Peternakan Bone, Selasa (29/10/2013) di aula kantor Dinas Peternakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadis Peternakan Bone, Drh.Handono melaporkan kepada Bupati Bone DR.Andi Fahsar M. Padjalangi dalam pertemuan tersebut bahwa kegiatan yang dilakukan&amp;nbsp; bertujuan membangun kebersamaan dan silaturahmi dengan para pelaku usaha perdagangan ternak antara daerah dan para pengusaha pemotongan ternak dalam rangka menyongsong kegiatan disnak tahun 2014 mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita berharap supaya tahun depan bisa melasanakan bebrbagai kegiatan pengembangan dinas peternakan dengan maksimal" ungkap Handono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu Drh.Handono mengungkapkan tugas pokok Disnak yang telah dilakukan seperti kesehatan ternak melalui vaksinasi, peningkatan sumber daya petani dengan melakukan studi banding dibeberapa daerah serta pengawasan lalulintas ternak yg tertib dokumen dan retribusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Bupati Bone, Dr. H.Andi Fahsar M. Padjalangi.M.Si. menganggap penting tatap muka dan silaturahmi para pelaku peternakan, karena Bone salah satu daerah yang dianggap punya perhatian khusus terhadap pengembangan sapi potong dan dan sapi ternak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kurang lebih 3 ratus ribu ekor ternak yang kita punya, dan Bone salah satu kabupaten yang terbesar populasinya ternak sapinya. Ini kebanggaan peribadi karena sektor peternakan membawa nama daerah Bone di tingkat nasional" papar Andi Fahsar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabupaten Bone menjadi juara 3 dalam pemeliharaan ternak sapi di tingkat nasional. Hal ini yang mengangkat nama daerah Bone. Semua diperoleh berkat kerjasama dan dukungan seluruh pelaku peternakan dan jajaran Disnak Bone.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSkKb821CRqPqw15PK7tJU_r1drnO4OUKCQwaY8VYWeKedB03a0cHCajWQ47alPZLNdjbEr_wddeZmvU1w11KQzb7UE5QMhQ2i7QrVJXBk91_zJIsEcO_ve78G3Ol7gwSIEHS-VZ2K0Kc/s72-c/bupati+bone.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bone Selatan Ditetapkan Sebagai Calon Daerah Otonom Baru </title><link>http://dinkesbonekab.blogspot.com/2013/10/bone-selatan-ditetapkan-sebagai-calon.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (Dinas Kesehatan Kabupaten Bone)</author><pubDate>Tue, 29 Oct 2013 01:35:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5885508688423150212.post-2808168296020161178</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-xJ02_qWIFLo2I7USKEvg_lZ-CL7fSta0iBnBOimGZ3hLMOv58jcvxh0GxwcWVLFlnwQZfw8QdYIYrqV-S4KovolaeUmq_rFffiezFbISasjx3bnERCNCtHH_z9WjUSg1r3G0ZG1zYFA/s1600/bone+selatan.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-xJ02_qWIFLo2I7USKEvg_lZ-CL7fSta0iBnBOimGZ3hLMOv58jcvxh0GxwcWVLFlnwQZfw8QdYIYrqV-S4KovolaeUmq_rFffiezFbISasjx3bnERCNCtHH_z9WjUSg1r3G0ZG1zYFA/s1600/bone+selatan.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kabar tentang Pembahasan pembentukan Daerah Otonom Bone Selatan, telah dibahas di DPR
 RI melalui rapat Paripurna, Kamis (24/10/2013). Hasil Rapat Paripurna 
tersebut akhirnya menetapkan Bone Selatan sebagai salah satu calon 
Daerah Otonom baru bersama dengan 60 Daerah lainya.&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
Meski sudah ditetapkan menjadi salah satu calon daerah otonom baru. 
Legislator Golkar Andi Rio Idris Padjalangi mengungkapkan jika hal 
tersebut masih membutuhkan proses yang lama untuk menjadi sebuah daerah 
otonom.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
"Iye betul, sudah diparipurnakan. Hasil rapat paripurna DPR RI tadi 
telah menetapkan Bone Selatan menjadi salah satu calon daerah otonom 
baru untuk dibahas di Komisi II. Jadi ini masih membutuhkan proses yang 
lama," jelas Andi Rio kepada Wartawan, Kamis (24/10/2013) malam.&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
Ia menjelaskan, bahwa hasil dari Rapat Paripurna tersebut akan menjadi 
agenda lanjutan yang akan dibahas kembali DPR RI melalui Rapat di Komisi
 II DPR RI bersama dengan 60 usulan calon daerah otonomi lainnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
"Jadi diantara semua usulan yang masuk, ada 60 usulan yang dibahas di 
Rapat Paripurna tadi. Salah satu diantaranya adalah Bone Selatan," 
tuturnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;(Bp) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-xJ02_qWIFLo2I7USKEvg_lZ-CL7fSta0iBnBOimGZ3hLMOv58jcvxh0GxwcWVLFlnwQZfw8QdYIYrqV-S4KovolaeUmq_rFffiezFbISasjx3bnERCNCtHH_z9WjUSg1r3G0ZG1zYFA/s72-c/bone+selatan.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Gerakan Bone Bersih</title><link>http://dinkesbonekab.blogspot.com/2013/10/gerakan-bone-bersih.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (Dinas Kesehatan Kabupaten Bone)</author><pubDate>Sun, 20 Oct 2013 03:55:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5885508688423150212.post-1981608969736990343</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvt_yflAtckNqWeY-aYmqcBOkwRtV2ZJv2ukYxoTSTmVR_oNcZkemV1omfnrHRH8oZzXbmQuO9zRT_SoflN6GrmwzZRCNyVczyMqrwRRIE6g5JhdYoJTLT1EDPbSipIlqnbsSo5gvRh70/s1600/gerakan+bone+bersih.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="256" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvt_yflAtckNqWeY-aYmqcBOkwRtV2ZJv2ukYxoTSTmVR_oNcZkemV1omfnrHRH8oZzXbmQuO9zRT_SoflN6GrmwzZRCNyVczyMqrwRRIE6g5JhdYoJTLT1EDPbSipIlqnbsSo5gvRh70/s320/gerakan+bone+bersih.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Salah satu program 100 hari  Bupati dan Wakil Bupati Bone, Andi Fahsar M
 Padjalangi-Ambo Dalle, yaitu mencanangkan Gerakan Bone Bersih yang 
melibatkan unsur pemda dan instansi lainnya serta unsur TNI-POLRI di 
daerah ini.&lt;br /&gt;
Gerakan Bone Bersih itu, dimulai Jumat pagi, 3 Mei 2013 dengan menggelar 
apel bersama dengan instansi lainnya, diantaranya Korem, Kodim, dan 
Polres Bone.&lt;br /&gt;
Bupati Bone, Andi Fahsar M Padjalangi mengatakan, kebersihan lingkungan 
merupakan persoalan yang penting yang menyangkut pula kesehatan, dan 
memperindah lingkungan di sekitarnya, semoga kegiatan ini dapat  
berkesinambungan yang pada akhirnya masyarakatpun  ikut serta dan 
berperan aktif diseluruh wilayah kabupaten Bone.&lt;br /&gt;Bupati Bone yang 
supel dan kharismatik ini mengungkapkan,  "Kebersihan lingkungan 
merupakan persoalan yang penting, karena selain menyangkut kesehatan, 
juga akan memperindah lingkungan. Semua hal tersebut diperlukan untuk 
menciptakan kinerja yang maksimal serta kenyamanan lingkungan," tutur 
Fahsar.
Ia menyebutkan, terwujudnya lingkungan yang asri, indah dan sehat jika 
dilakukan secara bersama dengan semua pihak sehingga semua jawatan kerja
 diharapkan memberikan contah kepada masyarakat, sehingga pada 
gilirannya masyarakat tanpa diminta akan berpatisipasi membersihkan 
lingkungannya masing.
"Terus terang saya mau minta tolong kepada semua pihak untuk 
berpatisipasi membersihkan Bone," kata Fahsar.
Komandan Komando Resort Militer 141 Toddopuli Kolonel Inf Afanti S Uloli
  mengatakan, telah dimulai niat baik untuk mewujudkan lingkungan yang 
bersih dan indah. Untuk itu Afanti menghimbau,  agar gerakan Bone bersih
 ini diwujudkan dengan penuh rasa tanggung jawab.
"Bone pernah dapat  piala adipura, tapi sekarang tidak mendapatkan lagi,
 ini harus diperjuangkan semua," kata Afanti.
Afanti mengatakan,  membersihkan lingkungan dan tempat strategis di Bone
 merupakan salah satu pengabdian. Makanya, fasilitas yang diberikan 
negara harus dibalas perbuatan yang setimpal yakni berbuat yang terbaik 
untuk daerah dan masyarakat sekitar.
Keseriusan Bupati Bone yang baru menjabat dua pekan ini dimilai dengan 
berbagai relokasi pasar liar yang berada di sekitar kota. Bahkan, 
pemerintah di bawah kepemimpinannya juga telah mencanangkan sejumlah 
titik percontohan kebersihan dan keindahan kota seperti di lingkungan 
rumah adat Bola Soba dan pusat jajanan malam di Jl Veteran, Watampone 
yang dicanangkan bakal dijadikan taman kota. Sehingga kota watampone 
bisa menjadi ikon Bone ke depan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvt_yflAtckNqWeY-aYmqcBOkwRtV2ZJv2ukYxoTSTmVR_oNcZkemV1omfnrHRH8oZzXbmQuO9zRT_SoflN6GrmwzZRCNyVczyMqrwRRIE6g5JhdYoJTLT1EDPbSipIlqnbsSo5gvRh70/s72-c/gerakan+bone+bersih.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Makanan Yang Harus Dihindari Penderita Tifus</title><link>http://dinkesbonekab.blogspot.com/2013/10/makanan-yang-harus-dihindari-penderita.html</link><category>Artikel</category><author>noreply@blogger.com (Dinas Kesehatan Kabupaten Bone)</author><pubDate>Sun, 20 Oct 2013 01:27:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5885508688423150212.post-1242150832966921134</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penanganan penyakit tifus memerlukan ketelatenan dan kesabaran yang 
tinggi. Hal ini terutama lebih dikarenakan oleh lamanya penyakit ini 
untuk bisa sembuh total. Belum lagi pantangan-pantangan yang harus 
dilakukan agar penyakit ini tidak menjadi lebih parah. Sungguh, semua 
halnya memerlukan ekstra perhatian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://artikeltentangkesehatan.com/wp-content/uploads/2012/12/gambar-daging-goreng-pedas.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" class="aligncenter size-full wp-image-4568" height="179" src="http://artikeltentangkesehatan.com/wp-content/uploads/2012/12/gambar-daging-goreng-pedas.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hal-hal yang menjadi perhatian saat sakit tifus
 sebenarnya tidak terlalu banyak. Hal-hal tersebut di antaranya saja 
adalah adanya makanan yang harus dihindari penderita tifus, tidak 
bolehnya penderita untuk banyak bergerak, keharusan penderita untuk 
istirahat total (bedrest), hingga mungkin rawat inap (opname) di rumah 
sakit. Dari sekian hal yang menjadi perhatian, makanan yang harus 
dihindari penderita tifus akan menjadi bahasan kita kali ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Makanan yang harus dihindari penderita tifus
 cukup mudah karena makanan bagi penderita tifus hanya boleh bubur nasi 
atau bubur buah manis yang sangat encer. Makanan-makanan ini harus 
dihindari karena efeknya terhadap perut penderita, terutama bagian usus 
yang memang sedang ‘bermasalah’. Makanan-makanan yang terlarang bagi 
penderita tifus ini di antaranya adalah makanan pedas, makanan berlemak,
 kopi, serta minuman bersoda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Makanan pedas di dalam perut yang normal akan membuat organ-organ 
pencernaan panas. Luka di dalam usus akibat bakteri Salmonella typhi 
selama tifus jika diberi makanan pedas akan mengalami pembengkakan dan 
mungkin pendarahan. Nah, jika sudah begini, kesembuhan penyakit tifus 
yang diderita akan semakin lama. Bahkan jika dilakukan, ini bisa membawa
 kematian penderita.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Makanan berlemak dicerna tubuh lebih lama daripada makanan 
berkarbohidrat. Hal ini karena ikatan kimia lemak yang lebih kompleks 
dan juga karena pencernaan lemak baru terjadi di dalam usus. Bukan di 
mulut atau di lambung seperti layaknya karbohidrat. Jika penderita tifus
 mengonsumsi makanan berlemak, ususnya yang justru sedang ‘bermasalah’ 
dipaksa untuk ‘bekerja’. Bukan hal mustahil, ini bisa menyebabkan 
pendarahan usus. Jika sudah begini kesembuhan penyakit juga akan lama 
dan mungkin bisa menyebabkan kematian.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di
 dalam perut kopi bisa memicu naiknya tingkat keasaman lambung. Jika 
penderita tifus mengonsumsi kopi, bisa Anda bayangkan seperti apa 
jadinya? Ya, usus yang sedang luka diberi asam maka sudah pasti 
lapisan-lapisan mukosa usus bisa tergerus dan akhirnya terjadi 
pendarahan. Lagi-lagi, ini bisa menyebabkan kematian.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hal yang sama juga terjadi pada minuman bersoda. Karbonasi soda di 
dalam perut bisa menyebabkan naiknya kadar keasaman lambung. Maka 
seperti kopi, ini bisa menyebabkan kematian.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kapan Harus Ke Dokter Mata?</title><link>http://dinkesbonekab.blogspot.com/2013/10/kapan-harus-ke-dokter-mata.html</link><category>Artikel</category><author>noreply@blogger.com (Dinas Kesehatan Kabupaten Bone)</author><pubDate>Sun, 20 Oct 2013 01:22:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5885508688423150212.post-1725191473336265155</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mata
 terbuat dari otot. Kadang-kadang kita cenderung mengabaikan bahwa kita 
memiliki penglihatan sedikit kabur dengan membiarkan lingkungan 
mengatasi nya, misalnya dengan penerangan tambahan atau menggosok mata 
kita untuk memiliki penglihatan yang lebih baik dan lebih jelas lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0SBC4t_nOpsSADNiVgEf05Bk1_7YAB00kHEt8h35mic892_6cgF4yt-_89EzkfLJesYliNz9VsvTDcIZeBHaRiYaV9qdLPoy2n6vJQWq9FvbPEsT-5p3IpLuMjpJycd_dJd-plF36pt4/s1600/dokter+mata.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0SBC4t_nOpsSADNiVgEf05Bk1_7YAB00kHEt8h35mic892_6cgF4yt-_89EzkfLJesYliNz9VsvTDcIZeBHaRiYaV9qdLPoy2n6vJQWq9FvbPEsT-5p3IpLuMjpJycd_dJd-plF36pt4/s1600/dokter+mata.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Terkadang orang perlu datang ke dokter mata
 jika ada masalah yang berkaitan dengan mata dan mempengaruhinya secara 
jangka panjang. Kadang masalahnya sederhana, seperti mata yang sudah 
menua dan penglihatan semakin tidak jelas atau mungkin luka pada saat 
berolahraga. Tetapi apapun itu, akan lebih baik jika Anda datang ke 
dokter mata, sudah tentu mereka bisa membantu menangani masalah pada 
mata Anda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kapanpun Anda merasa pandangan mata agak 
kabur, apakah itu karena masalah usia atau mungkin karena mata Anda 
terkena bola, sangat dianjurkan untuk segera menemui dokter mata agar 
bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Berikut beberapa identifikasi saat Anda harus menemui dokter mata segera mungkin:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mata sering menyipit saat melihat, ketika Anda mengetahui jika Anda 
mulai sering menyipit saat harus melihat sesuatu, itu suatu tanda bahwa 
Anda harus segera mungkin periksa mata Anda ke dokter.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketika Anda melihat cahaya terang di bagian ujung mata Anda, padahal
 tidak terdapat cahaya sedikit pun, segeralah konsultasi ke dokter mata.
 Biasanya hal seperti ini juga terjadi apabila Anda mempunyai masalah 
dengan migraine / sakit kepala, tetapi daripada membuat asumsi sendiri, 
akan jauh lebih baik jika langsung menemui dokter mata.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Masalah pada saat membawa kendaraan, banyak penelitian yang mengungkapkan salah satu penyebab
 kecelakaan adalah kurang awas nya mata pada saat sedang mengendarai 
kendaraan. Jangan anggap remeh hal tersebut, segera temui dokter mata 
dan lakukan pengecekan secara menyeluruh.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Indikasi yang terjelas bahwa Anda memiliki 
masalah dengan mata adalah ketika penglihatan Anda mulai kabur saat 
membaca tulisan-tulisan kecil, terutama ketika masalah itu terjadi pada 
waktu yang cukup lama. Segeralah konsultasi ke dokter spesialis, karena 
jika terus dibiarkan masalah ini bisa menjadikan kebutaan permanen. Jadi
 tidak perlu malas untuk ke dokter mata.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0SBC4t_nOpsSADNiVgEf05Bk1_7YAB00kHEt8h35mic892_6cgF4yt-_89EzkfLJesYliNz9VsvTDcIZeBHaRiYaV9qdLPoy2n6vJQWq9FvbPEsT-5p3IpLuMjpJycd_dJd-plF36pt4/s72-c/dokter+mata.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mengenal Operasi Lasik Untuk Mata</title><link>http://dinkesbonekab.blogspot.com/2013/10/mengenal-operasi-lasik-untuk-mata.html</link><category>Artikel</category><author>noreply@blogger.com (Dinas Kesehatan Kabupaten Bone)</author><pubDate>Sun, 20 Oct 2013 01:08:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5885508688423150212.post-6981756114810044180</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;
&lt;img alt="" class="size-full wp-image-3951 alignright" height="200" src="http://artikeltentangkesehatan.com/wp-content/uploads/2012/11/lasik-mata.jpg" width="200" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dulu orang yang punya penglihatan kabur atau tidak jelas mulai 
kategori minus kecil sampai besar harus menggunakan kacamata sebagai 
alat bantu penglihatan. Ketika kategori minus mata sudah semakin besar 
maka lensa kacamatapun semakin tebal. Hal ini kadang sangat menganggu 
dan menyulitkan penggunanya. Namun sekarang penderitaan itu bisa hilang 
dengan sebuah prosedur operasi yang dinamakan &lt;a href="http://www.blogger.com/null" target="_blank" title="Buah Untuk Kesehatan Mata"&gt;operasi Lasik&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lasik adalah Laser-Assisted In Situ Keratomileusis, sebuah prosedur 
untuk memperbaiki penglihatan yang kabur atau rusak menggunakan sinar 
laser. Mari mengenal operasi Lasik untuk mata. Lasik adalah sebuah 
operasi yang secara permanen mengubah bentuk kornea mata untuk 
meningkatkan kualitas penglihatan dan mengurangi ketergantuangan orang 
pada penggunaan kacamata atau lensa kontak.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Untuk penglihatan yang jelas, kornea mata dan lensa harus bis 
amembengkokkan sinar dnegan baik sehingga gambar akan terlihat jelas 
pada retina. Jika tidak bisa seperti itu maka penglihatan akan kabur. 
Kekaburan penglihatan ini disebut dengan gangguan bias. Gangguan ini 
disebabkan oleh perbedaan antara bentuk kornea dengan panjang mata.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lasik menggunakan sinar laser ultraviolet untuk menghilangkan 
jaringan kornea mata dan member bentuk baru sehingga cahaya bisa focus 
dengan jelas pada retina. Operasi &lt;a href="http://www.blogger.com/null" target="_blank" title="Tips Diet Sehat Untuk Mata"&gt;Lasik &lt;/a&gt;menyebabkan
 kornea mata menjadi lebih tipis. Lasik merupakan prosedur operasi yang 
mudah dan tidak perlu perawatan inap untuk pasien. Prosedur ini hanya 
membutuhkan waktu sekitar 10 sampai 15 menit saja. Bius atau anestesi 
yang digunakan hanya sejenis tetes mata yang membuat permukaan mata 
menjadi mati rasa.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mengenal operasi Lasik untuk mata adalah mengetahui bahwa prosedur 
ini dilakukan dengan pasien dalam keadaan sadar. Hanya saja pasien akan 
diberi obat untuk membuatnya nyaman dan tidak tegang atau gugup. Lasik 
bisa dilakukan untuk satu mata atau keduanya sekaligus dalam satu sesi 
prosedur operasi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ketika
 prosedur berlangsung, pisau otomatis khusus atau disebut dengan 
mikrokeratome digunakan untuk memotong jaringan mata yang mengganggu di 
lapisan luar bola mata. Sekarang prosedur ini telah banyak dikenal orang
 dan menggunakan berbagai jenis laser untuk membentuk kelopak kornea 
mata. Kelopak ini diletakkan di bagian luar dan laser digunakan untuk 
membentu kembali jaringan kornea yang ada di bagian dalam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setelah pembentukan kembali selesai, kelopak kemudian diamankan dan 
tidak memerlukan jahitan karena kornea secara alami akan menahan kelopak
 di tempatnya. Perban akan diletakkan di luar kelopak untuk melindungi 
mata dari gosokkan tangan atau tekanan sampai ondisinya benar-benar 
sehat kembali. Itulah beberapa hal yang layak diketahui untuk mengenal 
operasi Lasik untuk mata.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;(Sumber : Artikel Tentang Kesehatan)&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bupati Bone Ancam Pecat Pejabat Calo CPNS</title><link>http://dinkesbonekab.blogspot.com/2013/10/bupati-bone-ancam-pecat-pejabat-calo.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (Dinas Kesehatan Kabupaten Bone)</author><pubDate>Thu, 17 Oct 2013 00:44:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5885508688423150212.post-3427209945775746689</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhm_fsybDlyBVFxO2PnjK0IfK-CDVeJt1gWgjtEsP6cE57F3p_GuJnAscD5Hs20nCL_Fd6u52DVr6kUBcG0cIv0YT1LiYL4Y6oCVHh578vS5P0-K3BTUsbPu-7lMAPC4CGj8AOJyatE_NM/s1600/honorere+K2.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="180" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhm_fsybDlyBVFxO2PnjK0IfK-CDVeJt1gWgjtEsP6cE57F3p_GuJnAscD5Hs20nCL_Fd6u52DVr6kUBcG0cIv0YT1LiYL4Y6oCVHh578vS5P0-K3BTUsbPu-7lMAPC4CGj8AOJyatE_NM/s320/honorere+K2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bupati Bone, Andi Fahsar M Padjalangi, mengancam akan melakukan 
pemecatan kepada pejabat di jajarannya yang diketahui menjadi calo bagi 
Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang akan diterima dalam waktu dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Saya
 akan mengusulkan pemecatan bagi pejabat yang meluluskan CPNS dengan 
imbalan sesuatu," tegas Bupati Bone, Andi Fahsar M Padjalangi, saat 
menggelar apel akbar bersama ribuan Honorer Kategori Dua (K2) dihalaman 
Kantor Bupati Bone, Kamis (17/10/2013) pagi tadi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurutnya, pada
 kesempatan seperti ini biasanya muncul makelar yang datang dari 
kalangan pejabat, dewan, bahkan masyarakat yang punya kedekatan dengan 
pejabat. Sehingga, untuk mengantisipasi hal tersebut dirinya mewarning 
kalau kedapatan ada oknum pejabat yang meluluskan dengan imbalan sesuatu
 sanksinya adalah di pecat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka dari itu, ujar dia, di Bone 
harus dibangun oleh orang-orang jujur, sehingga sejak dini harus 
ditanamkan kejujuran terhadap para abdi maupun calon abdi di daerah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Yang
 dibutuhkan pengabadian terhadap daerah, bila mereka masuk dengan 
imbalan sesuatu maka secara otomatis akan mencari kesempatan untuk 
mengembalikan imbalan yang telah dikeluarkan dan itu akan mengarah 
kepada praktek-pratek korupsi," katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang diberitakan
 sebelumnya, Kabupaten Bone sendiri untuk tahun 2013 ini tidak 
mendapatkan kuota penerimaan CPNS untuk jalur umum, melainkan hanya 
mendapatkan kuota penerimaan CPNS melalui jalur Honorer K2. Adapun 
jumlah tenaga honorer K2 yang berhak mengikuti ujian seleksi CPNC pada 3
 November 2013 mendatang yakni sebanyak 3.161 orang.(BP)&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; border: medium none; color: black; overflow: hidden; text-align: left; text-decoration: none;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhm_fsybDlyBVFxO2PnjK0IfK-CDVeJt1gWgjtEsP6cE57F3p_GuJnAscD5Hs20nCL_Fd6u52DVr6kUBcG0cIv0YT1LiYL4Y6oCVHh578vS5P0-K3BTUsbPu-7lMAPC4CGj8AOJyatE_NM/s72-c/honorere+K2.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Direktori Dinas Kesehatan Provinsi SULAWESI SELATAN</title><link>http://dinkesbonekab.blogspot.com/2013/10/direktori-dinas-kesehatan-provinsi.html</link><category>Direktori</category><author>noreply@blogger.com (Dinas Kesehatan Kabupaten Bone)</author><pubDate>Mon, 14 Oct 2013 02:25:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5885508688423150212.post-7894149570633441090</guid><description>&lt;div class="mod_sequel_listing block"&gt;

&lt;li class="row_0 row_first even"&gt;Dinas Kesehatan Kab Bantaeng

   
   Jl A Mannappiang Bantaeng 92412&lt;br /&gt;

   
   
   
   Telp: (0413) 21222 Fax: (0413) 21222&lt;br /&gt;

   
   
   
   
   &lt;br /&gt;


        
    &lt;/li&gt;
&lt;li class="row_1 odd"&gt;Dinas Kesehatan Kab Barru

   
   Jl Jend Sudirman No 2 Barru 90711&lt;br /&gt;

   
   
   
   Telp: (0427) 21039&lt;br /&gt;

   
   
   
   
   &lt;/li&gt;
&lt;li class="row_2 even"&gt;Dinas Kesehatan Kab Bone

   
   Jl Jend A Yani No 13 Watampone 92732&lt;br /&gt;

   
   
   
   Telp: (0481) 23485,21067 Fax: (0481) 21067&lt;br /&gt;

   
   
   
   
   &lt;br /&gt;


        
    &lt;/li&gt;
&lt;li class="row_3 odd"&gt;Dinas Kesehatan Kab Bulukumba

   
   Jl Dr Sutomo No 2 Bulukumba 92511&lt;br /&gt;

   
   
   
   Telp: (0413) 81080&lt;br /&gt;

   
   
   
   
   &lt;br /&gt;


        
    &lt;/li&gt;
&lt;li class="row_4 even"&gt;Dinas Kesehatan Kab Enrekang

   
   Jl Sultan Hasanuddin No 56 Enrekang 91713&lt;br /&gt;

   
   
   
   Telp: (0420) 21010 Fax: (0420) 21550&lt;br /&gt;

   
   
   
   
   &lt;br /&gt;


        
    &lt;/li&gt;
&lt;li class="row_5 odd"&gt;Dinas Kesehatan Kab Gowa

   
   Jl Dr Wahidin Sudirohusodo No 47 Sungguminasa 92111&lt;br /&gt;

   
   
   
   Telp: (0411) 866545 Fax: (0411) 866545&lt;br /&gt;

   
   
   
   
   &lt;br /&gt;


        
    &lt;/li&gt;
&lt;li class="row_6 even"&gt;

        
            Dinas Kesehatan Kab Jeneponto&lt;br /&gt;


   
   Jl Abdul Jalil Sikki No 05 Romanga Jeneponto &lt;br /&gt;

   
   
   
   Telp: (0419) 21044&lt;br /&gt;

   
   
   
   
   &lt;br /&gt;


        
    &lt;/li&gt;
&lt;li class="row_7 odd"&gt;

        
            Dinas Kesehatan Kab Luwu&lt;br /&gt;


   
   Jl Topoka No 41 Belopa 91994&lt;br /&gt;

   
   
   
   Telp: (0471) 21145 Fax: (0471) 21308&lt;br /&gt;

   
   
   
   
   &lt;br /&gt;


        
    &lt;/li&gt;
&lt;li class="row_8 even"&gt;

        
            Dinas Kesehatan Kab Luwu Utara&lt;br /&gt;


   
   Jl Syuhada No 174 Masamba 91961&lt;br /&gt;

   
   
   
   Telp: (0473) 21180 Fax: (0473) 21180&lt;br /&gt;

   
   
   
   
   &lt;br /&gt;


        
    &lt;/li&gt;
&lt;li class="row_9 odd"&gt;

        
            Dinas Kesehatan Kab LuwuTimur&lt;br /&gt;


   
   Jl Anggrek Palopo Malili 91981&lt;br /&gt;

   
   
   
   Telp: (0471) 21574 Fax: (0471) 21308&lt;br /&gt;

   
   
   
   
   &lt;br /&gt;


        
    &lt;/li&gt;
&lt;li class="row_10 even"&gt;

        
            Dinas Kesehatan Kab Maros&lt;br /&gt;


   
   Jl Badaruddin DG Lira No 10 Maros 90551&lt;br /&gt;

   
   
   
   Telp: (0411) 371060 Fax: (0411) 371060&lt;br /&gt;

   
   
   
   
   &lt;br /&gt;


        
    &lt;/li&gt;
&lt;li class="row_11 odd"&gt;

        
            Dinas Kesehatan Kab Pangkajene Kepulauan&lt;br /&gt;


   
   Jl Mawar No 1 Pangkajene 90611&lt;br /&gt;

   
   
   
   Telp: (0410) 21012 Fax: (0410) 323790&lt;br /&gt;

   
   
   
   
   &lt;br /&gt;


        
    &lt;/li&gt;
&lt;li class="row_12 even"&gt;

        
            Dinas Kesehatan Kab Pare Pare&lt;br /&gt;


   
   Jl Ganggawa No 3 Pare-pare 91111&lt;br /&gt;

   
   
   
   Telp: (0421) 24848 Fax: (0421) 28108&lt;br /&gt;

   
   
   
   
   &lt;br /&gt;


        
    &lt;/li&gt;
&lt;li class="row_13 odd"&gt;

        
            Dinas Kesehatan Kab Pinrang&lt;br /&gt;


   
   Jl Sukowati No 52 Pinrang 91212&lt;br /&gt;

   
   
   
   Telp: (0421) 921475 Fax: (0421) 922887&lt;br /&gt;

   
   
   
   
   &lt;br /&gt;


        
    &lt;/li&gt;
&lt;li class="row_14 even"&gt;

        
            Dinas Kesehatan Kab Selayar&lt;br /&gt;


   
   Jl Dr Mochtar 27 Benteng 92812&lt;br /&gt;

   
   
   
   Telp: (0414) 21047 Fax: (0414) 21047&lt;br /&gt;

   
   
   
   
   &lt;br /&gt;


        
    &lt;/li&gt;
&lt;li class="row_15 odd"&gt;

        
            Dinas Kesehatan Kab Sidenreng Rappang&lt;br /&gt;


   
   Jl A Makassau No 1 Sidenreng 91611&lt;br /&gt;

   
   
   
   Telp: (0421) 91049 Fax: (0421) 91049&lt;br /&gt;

   
   
   
   
   &lt;br /&gt;


        
    &lt;/li&gt;
&lt;li class="row_16 even"&gt;

        
            Dinas Kesehatan Kab Sinjai&lt;br /&gt;


   
   Jl Jend Sudirman No 4 Sinjai 92611&lt;br /&gt;

   
   
   
   Telp: (0482) 21202 Fax: (0482) 23309&lt;br /&gt;

   
   
   
   
   &lt;br /&gt;


        
    &lt;/li&gt;
&lt;li class="row_17 odd"&gt;

        
            Dinas Kesehatan Kab Soppeng&lt;br /&gt;


   
   Jl Salotungo 72 Watan Soppeng 90812&lt;br /&gt;

   
   
   
   Telp: (0484) 21354 Fax: (0484) 23467&lt;br /&gt;

   
   
   
   
   &lt;br /&gt;


        
    &lt;/li&gt;
&lt;li class="row_18 even"&gt;

        
            Dinas Kesehatan Kab Takalar&lt;br /&gt;


   
   Jl Jend Sudirman No,47 Takalar 92221&lt;br /&gt;

   
   
   
   Telp: (0418) 21119 Fax: (0418) 21119&lt;br /&gt;

   
   
   
   
   &lt;br /&gt;


        
    &lt;/li&gt;
&lt;li class="row_19 odd"&gt;

        
            Dinas Kesehatan Kab Tana Toraja&lt;br /&gt;


   
   Jl Nusantara No 8 Makale &lt;br /&gt;

   
   
   
   Telp: (0423) 24040, 24140&lt;br /&gt;

   
   
   
   
   &lt;br /&gt;


        
    &lt;/li&gt;
&lt;li class="row_20 even"&gt;

        
            Dinas Kesehatan Kab Wajo&lt;br /&gt;


   
   Jl Jend A Yani No 31 Sengkang 90914&lt;br /&gt;

   
   
   
   Telp: (0485) 21038 Fax: (0485) 21038&lt;br /&gt;

   
   
   
   
   &lt;br /&gt;


        
    &lt;/li&gt;
&lt;li class="row_21 odd"&gt;

        
            Dinas Kesehatan Kota Palopo&lt;br /&gt;


   
   Jl Samiun No 2 Palopo 91922&lt;br /&gt;

   
   
   
   Telp: (0471) 21015 Fax: (0471) 21015&lt;br /&gt;

   
   
   
   
   &lt;br /&gt;


        
    &lt;/li&gt;
&lt;li class="row_22 even"&gt;

        
            Dinas Kesehatan Kota Ujung Pandang&lt;br /&gt;


   
   Jl Teduh Bersinar No 1 Makassar 90222&lt;br /&gt;

   
   
   
   Telp: (0411) 881549 Fax: (0411) 887710&lt;br /&gt;

   
   
   
   
   &lt;br /&gt;


        
    &lt;/li&gt;
&lt;li class="row_23 row_last odd"&gt;

        
            Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan&lt;br /&gt;


   
   Jl Perintis Kemerdekaan Km 11 Makassar 90224&lt;br /&gt;

   
   
   
   Telp: (0411) 586393, 586451 Fax: (0411) 586451&lt;br /&gt;

   
   
   
   
   &lt;br /&gt;


        
    &lt;/li&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Banner  ePuskesmas</title><link>http://dinkesbonekab.blogspot.com/2013/10/banner-epuskesmas.html</link><category>Gallery</category><author>noreply@blogger.com (Dinas Kesehatan Kabupaten Bone)</author><pubDate>Sun, 13 Oct 2013 02:07:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5885508688423150212.post-458029322488929853</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHK3BhStLPgAXHc_lfYMphvk2rYM14BPC0vM3K5bQi4qJUjlxx_7oMHSkfPvJfXZSF8j_VQzjF4HOlVNcnyVUNewKt4UFtna_lcZm5MQW0NtyWoJdxKh9LYiueV3kX2tIhbR8paJGYyrM/s1600/banner2dki3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="91" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHK3BhStLPgAXHc_lfYMphvk2rYM14BPC0vM3K5bQi4qJUjlxx_7oMHSkfPvJfXZSF8j_VQzjF4HOlVNcnyVUNewKt4UFtna_lcZm5MQW0NtyWoJdxKh9LYiueV3kX2tIhbR8paJGYyrM/s320/banner2dki3.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpIqHJpDGY-X7gi9TDWwwOGW4wBzctsjj9ry7N0hARYhCgyq5aRut8lNGVKZD0DDCtthTEBOwJO3fLoBMg45b4hcYwCC0pxnRUAoGnw4eczMovgUix6oMZxLbhR0UbBoPfgWIi8vv0e-w/s1600/banner2dki21.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="91" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpIqHJpDGY-X7gi9TDWwwOGW4wBzctsjj9ry7N0hARYhCgyq5aRut8lNGVKZD0DDCtthTEBOwJO3fLoBMg45b4hcYwCC0pxnRUAoGnw4eczMovgUix6oMZxLbhR0UbBoPfgWIi8vv0e-w/s320/banner2dki21.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3pQGy0LcqCEjGYJWD5pqDsk76nMH2Z837WhzUBrpiwMtnU0SLS4NQAeO5r3cfLkasdq-uRxNtfFcdAC96U-v5TYutbyMqKq1MletoVootsPE1Mvpt4ZMiKa-Sc9jcy7lcqYouMXbhryY/s1600/banner12.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="94" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3pQGy0LcqCEjGYJWD5pqDsk76nMH2Z837WhzUBrpiwMtnU0SLS4NQAeO5r3cfLkasdq-uRxNtfFcdAC96U-v5TYutbyMqKq1MletoVootsPE1Mvpt4ZMiKa-Sc9jcy7lcqYouMXbhryY/s320/banner12.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHK3BhStLPgAXHc_lfYMphvk2rYM14BPC0vM3K5bQi4qJUjlxx_7oMHSkfPvJfXZSF8j_VQzjF4HOlVNcnyVUNewKt4UFtna_lcZm5MQW0NtyWoJdxKh9LYiueV3kX2tIhbR8paJGYyrM/s72-c/banner2dki3.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Lindungi Anak dari Penyakit TBC</title><link>http://dinkesbonekab.blogspot.com/2013/10/lindungi-anak-dari-penyakit-tbc.html</link><category>Gallery</category><author>noreply@blogger.com (Dinas Kesehatan Kabupaten Bone)</author><pubDate>Sat, 12 Oct 2013 12:38:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5885508688423150212.post-2337968308834240488</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZDC3Hazj1ni1OZrifD8VyEUcwBRXGoQISG3lcdk-4ErcD1S-Ka4nYwT-l_nd81XrxC60Qy7EvzhsitoGB_pssDbsmBzIFiLii-k-Q8QgOmbUNR4O_gMuSHA8nJ_CpWKMfJGjgjJZ_MBo/s1600/tbc.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZDC3Hazj1ni1OZrifD8VyEUcwBRXGoQISG3lcdk-4ErcD1S-Ka4nYwT-l_nd81XrxC60Qy7EvzhsitoGB_pssDbsmBzIFiLii-k-Q8QgOmbUNR4O_gMuSHA8nJ_CpWKMfJGjgjJZ_MBo/s1600/tbc.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZDC3Hazj1ni1OZrifD8VyEUcwBRXGoQISG3lcdk-4ErcD1S-Ka4nYwT-l_nd81XrxC60Qy7EvzhsitoGB_pssDbsmBzIFiLii-k-Q8QgOmbUNR4O_gMuSHA8nJ_CpWKMfJGjgjJZ_MBo/s72-c/tbc.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pemerintah Targetkan 80% Perempuan dapat Deteksi Dini Kanker Payudara dan Kanker Serviks</title><link>http://dinkesbonekab.blogspot.com/2013/10/pemerintah-targetkan-80-perempuan-dapat.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (Dinas Kesehatan Kabupaten Bone)</author><pubDate>Fri, 11 Oct 2013 23:49:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5885508688423150212.post-64012496131275177</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kanker Payudara dan Kanker Serviks merupakan kanker yang paling 
sering dijumpai pada perempuan dewasa ini. Akan tetapi deteksi dini 
kedua jenis kanker tersebut dapat dilakukan dengan teknologi tepat guna 
yang murah dan sederhana atau simple. Itulah sebabnya, &amp;nbsp;pengendalian 
kedua jenis kanker tersebut merupakan salah satu program prioritas 
Pemerintah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Demikian sambutan Menteri 
Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, pada acara pembukaan training
 of trainers deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks, di 
Lingkungan Kemenkes RI (3/10).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menurut Menkes, 
dalam pengendalian kanker payudara dan kanker serviks, Pemerintah 
mentargetkan minimal 80% perempuan usia 30-50 tahun melakukan deteksi 
dini setiap 5 tahun. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 
2010, jumlah perempuan Indonesia yang berusia 30-50 tahun adalah sekitar
 35 juta (35.950.765 orang).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sampai dengan 
tahun 2012 jumlah perempuan yang telah diskrining lebih dari 550 ribu 
orang (575.503 orang) dengan jumlah IVA (+) lebih dari 25 ribu orang 
(25.805 orang) atau 4,5%), suspek kanker leher rahim 666 (1,2 per 1000) 
dan suspek tumor payudara 1.289 (2,2 per 1000). Cakupan deteksi dini ini
 masih perlu ditingkatkan dengan kerja keras, kerja cerdas, dan inovasi 
&amp;nbsp;bersama seluruh lapisan masyarakat, tambah Menkes.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ditambahkan
 program nasional deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim 
ini dicanangkan oleh Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono pada tanggal 21 
April 2008, sekitar 5 tahun yang lalu bertepatan dengan peringatan Hari 
Kanker Sedunia 2008.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sejak pencanangannya 
hingga tahun 2013, Pemerintah telah memperluas pelaksanaan deteksi dini 
kedua kanker tersebut ke 140 kabupaten di 31 provinsi, yang dilaksanakan
 oleh &amp;nbsp;500 dari 9500 Puskesmas. Saat ini, telah ada 202 pelatih atau 
trainers yang terdiri dari dokter spesialis obstetri ginekologi, dokter 
spesialis bedah onkologi, dokter spesialis bedah, dan diperkuat oleh 
1.192 providers atau pelaksana program terdiri dari dokter umum dan 
bidan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ketidaktahuan masyarakat khususnya kaum 
perempuan Indonesia pada bahaya kanker payudara dan kanker serviks perlu
 disikapi dengan peningkatan upaya promotif-preventif. Antara lain 
dengan melaksanakan sosialisasi, advokasi, dan edukasi di berbagai 
elemen masyarakat. Edukasi akan lebih efektif jika dilakukan lebih awal,
 antara lain pada siswa sekolah melalui guru-guru mereka dibantu oleh 
para ahli. Menkes berharap agar YKI, SIKIB, Pertamina, dan POGI beserta 
berbagai organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi, dan BUMN dapat 
mendukung pelaksanaan upaya &amp;nbsp;ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAGD23FP1gWdqkUwa0vcqC7nxIeyzb20hKiaKvwAUMCBHmfp1XegAEXsbLDOhApB5AEvaX8uMby9l_vgb_nZXXk4gSCHIcPpBEagyhGGNEAkGY-x5ur8IctmW2uMrs5BsP4vxnc-VHJyY/s1600/20131003-M.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAGD23FP1gWdqkUwa0vcqC7nxIeyzb20hKiaKvwAUMCBHmfp1XegAEXsbLDOhApB5AEvaX8uMby9l_vgb_nZXXk4gSCHIcPpBEagyhGGNEAkGY-x5ur8IctmW2uMrs5BsP4vxnc-VHJyY/s1600/20131003-M.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dengan 
dukungan seluruh lapisan masyarakat program ini diharapkan dapat 
menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kedua kanker tersebut 
tutur Menkes.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Data pemanfaatan Jamkesmas 2011 
menunjukkan bahwa biaya rawat jalan penderita kanker adalah sebesar 8% 
dari total pembiayaan Jamkesmas, yaitu Rp.154,4 milyar. Upaya promotif- 
preventif dapat menekan terjadinya Kanker Payudara dan Kanker sehingga 
dapat menekan pembiayaan Jamkesmas.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dengan 
deteksi dini menggunakan metode Clinical Breast Examination atau CBE 
untuk kanker payudara dan metode IVA dan papsmear untuk kanker serviks 
akan mempercepat penanganan kedua jenis kanker ini, sehingga 
prognosisnya akan lebih baik dan biaya pelayanan pengobatan juga dapat 
ditekan. Oleh karena itu, capaian cakupan deteksi dini dan akses 
masyarakat pada pelayanan deteksi dini ini perlu ditingkatkan dengan 
sungguh-sungguh dari waktu ke waktu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada 
kesempatan tersebut, Menkes juga menyampaikan apresiasinya kepada 
Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia 
Bersatu (SIKIB), Pertamina, dan Perhimpunan Obstetri Ginekologi 
Indonesia (POGI) yang bersama-sama Kementerian Kesehatan 
menyelenggarakan Training of Trainers ini sebagai bagian dari Gerakan 
Nasional Peduli dan Cegah Kanker Serviks (GNPCKS).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berita
 ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal 
Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi
 Halo Kemkes melalui nomor hotline &amp;lt;kode lokal&amp;gt; 500-567; SMS 
081281562620, faksimili: (021) 52921669, website www.depkes.go.id dan 
alamat e-mail kontak@depkes.go.id.&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAGD23FP1gWdqkUwa0vcqC7nxIeyzb20hKiaKvwAUMCBHmfp1XegAEXsbLDOhApB5AEvaX8uMby9l_vgb_nZXXk4gSCHIcPpBEagyhGGNEAkGY-x5ur8IctmW2uMrs5BsP4vxnc-VHJyY/s72-c/20131003-M.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title> Daftar Puskesmas</title><link>http://dinkesbonekab.blogspot.com/2013/10/cek.html</link><category>Daftar Puskesmas</category><author>noreply@blogger.com (Dinas Kesehatan Kabupaten Bone)</author><pubDate>Fri, 11 Oct 2013 11:30:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5885508688423150212.post-4623918953325815487</guid><description>&lt;!--Kotak Cari--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class="menupic3"&gt;
&lt;div class="menuhorisontal3"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6-MaR3SNGlR_VygLZG2wszi-GupmPY_d3gvA-mtwb2kA0yvnvZuxbQJ4uSBvt235-9dOEimBjw1Qt2TIDg0QhXC567YQF-toR53GkXQ1Uk5EVzCqAKWtBQyIP2BWuRPtKAwJYz_hYpYI/s1600/sehat.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="77" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6-MaR3SNGlR_VygLZG2wszi-GupmPY_d3gvA-mtwb2kA0yvnvZuxbQJ4uSBvt235-9dOEimBjw1Qt2TIDg0QhXC567YQF-toR53GkXQ1Uk5EVzCqAKWtBQyIP2BWuRPtKAwJYz_hYpYI/s320/sehat.gif" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="float: center; padding: 5px;"&gt;
&lt;select onchange="javascript:window.open(this.options[this.selectedIndex]. value);" style="width: 290px;"&gt;
&lt;option value="/  "&gt;Daftar Puskesmas &lt;/option&gt;
  &lt;option value="  /  "&gt;Puskesmas Watampone&lt;/option&gt;
  &lt;option value="  / "&gt;Puskesmas Biru&lt;/option&gt;
  &lt;option value="   / "&gt;Puskesmas Ulaweng&lt;/option&gt;
  &lt;option value="   / "&gt;Puskesmas Bajoe&lt;/option&gt;
  &lt;option value="   / "&gt;Puskesmas Timurung&lt;/option&gt;
  &lt;option value="/"&gt;Foto Terlarang&lt;/option&gt;
&lt;/select&gt;  &lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;!-- AKHIR FITUR PILIH ARTIKEL--&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6-MaR3SNGlR_VygLZG2wszi-GupmPY_d3gvA-mtwb2kA0yvnvZuxbQJ4uSBvt235-9dOEimBjw1Qt2TIDg0QhXC567YQF-toR53GkXQ1Uk5EVzCqAKWtBQyIP2BWuRPtKAwJYz_hYpYI/s72-c/sehat.gif" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Organisasi</title><link>http://dinkesbonekab.blogspot.com/2013/10/organisasi.html</link><category>Profil</category><author>noreply@blogger.com (Dinas Kesehatan Kabupaten Bone)</author><pubDate>Fri, 11 Oct 2013 10:14:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5885508688423150212.post-3152691136431423764</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS POKOK DAN FUNGSI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;DINAS KESEHATAN KABUPATEN BONE&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
1. &lt;b&gt;KEPALA DINAS&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
2. &lt;b&gt;SEKRETARIS&lt;/b&gt; membawahi :&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Sub Bagaian Penyusunan, Pengembangan dan Evaluasi Program&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sub Bagian&amp;nbsp; Umum dan Kepegawaian&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sub Bagian Keuangan dan Sarana&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
3. &lt;b&gt;BIDANG PELAYANAN KESEHATAN&lt;/b&gt; membawahi :&lt;br /&gt;

&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Seksi Pelayanan Kesehatan dan Rujukan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Seksi Farmasi, Makanan dan Minuman&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Seksi Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
4. &lt;b&gt;BIDANG KESEHATAN KELUARGA&lt;/b&gt; membawahi :&lt;br /&gt;

&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Seksi Kesehatan Remaja dan Usia Lanjut&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Seksi Kesehatan Ibu dan Anak dan Pelayanan Medik KB&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Seksi Gizi Masyarakat&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
5. &lt;b&gt;BIDANG PENGENDALIAN PENYAKIT DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN &lt;/b&gt;membawahi :&lt;br /&gt;

&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Seksi Pengamatan dan Pencegahan Penyakit &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Seksi Penanggulangan Penyakit&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Seksi Penyehatan Lingkungan&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
6. &lt;b&gt;BIDANG PROMOSI DAN PEMBERDAYAAN KESEHATAN MASYARAKAT&lt;/b&gt; membawahi :&lt;br /&gt;

&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Seksi Promosi Kesehatan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Seksi Upaya Ksehatan Bersumberdaya Masyarakat&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Seksi Usaha Kesehatan Sekolah&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
7. &lt;b&gt;UNIT PELAKSANA TEKNIS ( UPT )&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;

&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;UPTD. Gudang Farmasi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;UPTD. Puskesmas&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&amp;nbsp;8. &lt;b&gt;KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>UPT. GUDANG FARMASI</title><link>http://dinkesbonekab.blogspot.com/2013/10/upt-gudang-farmasi.html</link><category>Tupoksi</category><author>noreply@blogger.com (Dinas Kesehatan Kabupaten Bone)</author><pubDate>Fri, 11 Oct 2013 10:05:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5885508688423150212.post-7497708868434171635</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;UPT. GUDANG FARMASI&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
UPT. Gudang Farmasi pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan terdiri dari :&lt;br /&gt;

I. Kepala Gudang Farmasi, tugas pokoknya yaitu :&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Menyusun Anggaran Satuan Kerja;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menegakkan disiplin, semangat kerja dan ketenangan kerja untuk memungkinkan tercapainya produktivitas yang tinggi;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melakukan penyiapan penyusunan rencana kebutuhan obat, alat 
kesehatan dan perbekalan kesehatan lainnya dengan cara mengumpulkan, 
mengolah dan mengevaluasi data tentang :   
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Persediaan obat di setiap unit pelayanan kesehatan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penggunaan obat;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Persediaan obat di gudang.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memberikan informasi mengenai pengelolaan obat, alat kesehatan dan 
perbekalan kesehatan lainnya kepada unit-unit pelayanan kesehatan. 
Informasi yang diberikan meliputi tata cara :   
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Penyusunan rencana kebutuhan barang;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penerimaan, penyimpanan dan pengeluaran barang;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Administrasi barang;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemeliharaan mutu barang;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Deteksi kerusakan barang.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bertanggung jawab atas :   
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Pelaksanaan penerimaa, penyimpanan, pemeliharaan dan pedistribusian obat, alat kesehatan dan perbekalan kesehatan lainnya;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kegiatan pencatatan dan evaluasi persediaan dan penggunaan obat, alat kesehatan dan perbekalan kesehatan lainnya.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bertanggung jawab atas kegiatan pengamanan mutu dan khasiat obat yang ada dalam persediaan dan yang akan di distribusikan&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;

II.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kepala Urusan Tata Usaha/Petugas Tata Usaha, tugas pokoknya yaitu :&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Menyiapkan rencana anggaran satuan kerja;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyiapkan penerimaan pegawai, mutasi dan lain-lain yang menyangkut urusan-urusan kepegawaian dan kesejahteraan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan segala sesuatu yang berhubungan dengan urusan dalam dan keamanan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan tata usaha perkantoran Satuan Kerja.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;

III. Kepala Sub Seksi Penyimpanan dan Penyaluran, tugas pokoknya yaitu :&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan penerimaan, penyimpanan, pemeliharaan dan pengeluaran obat-obatan, alat kesehatan dan perbekalan kesehatan lainnya;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan kegiatan pengamatan terhadap mutu dan khasiat obat yang ada dalam persediaan dan yang akan dikeluarkan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melakukan pembinaan pemeliharaan mutu obat-obatan yang ada di Rumah Sakit/Puskesmas;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengumpulkan data tentang kerusakan obat dan obat yang tidak memenuhi syarat serta data efek samping obat;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaporkan data tentang kerusakan obat dan obat yang tidak memenuhi syarat serta data efek samping obat kepada atasan langsung;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan pencatatan barang-barang yang akan disimpan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melakukan pencatatan segala penerimaan dan pengeluaran barang di kartu stok;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melakukan penyimpanan surat pengiriman barang.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;


IV.&amp;nbsp; Kepala Sub Seksi Pencatatan dan Evaluasi, tugas pokoknya yaitu :&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan kegiatan pencatatan dan evaluasi dari persediaan barang
 di gudang dan di setiap unit pelayanan kesehatan dan penggunaan obat, 
alat kesehatan dan perbekalan kesehatan lainnya;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melakukan penyiapan, penyusunan rencana kebutuhan obat-obatan yang diperlakukan oleh kabupaten;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan pengelolaan dan pencatatan penerimaan barang;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mencatat segala penerimaan dan pengeluaran barang;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mencatat semua hal yang berhubungan dengan pengeluaran barang;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan administrasi atas semua barang yang akan diterima;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyiapkan Surat-surat Perintah penerimaan/penyimpanan/pengeluaran barang;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyiapkan dokumen mutasi barang;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyiapkan surat pertanggung jawaban;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyiapkan laporan mutasi barang secara berkala;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyiapkan laporan pencacahan barang setiap akhir tahun.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>BIDANG PROMOSI DAN PEMERDAYAAN KESEHATAN MASYARAKAT</title><link>http://dinkesbonekab.blogspot.com/2013/10/bidang-promosi-dan-pemerdayaan.html</link><category>Tupoksi</category><author>noreply@blogger.com (Dinas Kesehatan Kabupaten Bone)</author><pubDate>Fri, 11 Oct 2013 10:03:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5885508688423150212.post-5382103033552109635</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;strong&gt;BIDANG PROMOSI DAN PEMERDAYAAN KESEHATAN MASYARAKAT&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;TUGAS :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Bidang Promosi dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat mempunyai tugas
 membantu Kepala Dinas melaksanakan koordinasi perencanaan, pembinaan, 
pemantauan dan &amp;nbsp;pengendalian terhadap program dan kegiatan yang 
berkaitan dengan upaya promosi dan pemberdayaan masyarakat 
mencakup/meliputi Rumah Tangga/Masyarakat Umum, Tempat Pendidikan, 
Tempat Umum, Tempat Kerja dan Institusi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bidang&amp;nbsp; Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Kesehatan Masyarakat 
dipimpin oleh Seorang Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggung
 jawab langsung kepada Kepala Dinas Kesehatan.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;strong&gt;FUNGSI :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;

Dalam rangka pelaksanaan tugas tersebut, Bidang Promosi dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat mempunyai fungsi sebagai berikut :&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Pelaksanaan, perumusan, kebijakan dan perencanaan pembangunan kesehatan Bidang Promosi dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pelaksanaan, pembinaan, pemantauan dan pengendalian program promosi 
dan pemberdayaan kesehatan masyarakat dalam rangka meningkatkan 
kesadaran, kemauan, kemampuan dan kemandirian untuk hidup sehat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan penyusunan, perencanaan upaya promosi kesehatan dalam 
rangka meningkatkan dan memberdayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 
(PHBS) pada seluruh tatanan di masyarakat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pembinaan dan pengembangan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat 
(UKBM) dalam rangka meningkatkan dan mendorong peran serta masyarakat 
sesuai kebutuhan dan potensi yang ada dalam berbagai upaya kesehatan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pembinaan dan pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) mulai dari 
tingkat SD sampai dengan SLTA dalam rangka meningkatkan peran dan fungsi
 kader kesehatan sekolah dan generasi muda dalam upaya kesehatan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pelaksanaan, perencanaan, kebutuhan dan pengembangan sarana dan 
parasarana media Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) baik cetak, 
elektronik maupun media luar ruang dalam rangka penyebarluasan informasi
 kesehatan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pelaksanaan koordinasi dan kemitraan dengan stake holder/sector 
terkait baik pemerintah, swasta maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) 
dalam rangka menggali dukungan terhadap upaya kesehatan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pelaksanaan tugas-tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;

Bidang Promosi dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat membawahi 3 (tiga) seksi yaitu:&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Seksi Promosi Kesehatan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Seksi Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Seksi Usaha Kesehatan Sekolah&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;SEKSI PROMOSI KESEHATAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt; Membantu pelaksanaan, perumusanm kebijakan dan perencanaan pembangunan kesehatan serta upaya promosi kesehatan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan berbagai upaya promosi kesehatan pada seluruh tatanan 
di masyarakat dalam rangka meningkatkan dan memberdayakan Perilaku Hidup
 Bersih Sehat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan kegiatan penyebarluasan informasi kesehatan melalui 
berbagai media KIE baik cetak, elektronik maupun media luar ruang.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan advokasi, bina suasana dan penggerakkan masyarakat di 
Bidang Kesehatan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan 
masyarakat untuk hidup sehat termasuk dalam kegiatan Gerakan Gotong 
Royong/Jumat Bersih (GORO/GJB).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan koordinasi dan kemitraan dengan sector terkait untuk 
menggalang dukungan dan kerjasama dalam berbagai upaya kesehatan di 
masyarakat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Meningkatkan dan mengembangkan sarana media KIE kesehatan sesuai kebutuhan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan pemantauan, pemantauan dan evaluasi tentang perkembangan PHBS pada seluruh tatanan yang ada.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Bidang.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;SEKSI UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt; Membantu pelaksanaan, perumusan, kebijakan dan perencanaan upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membina dan mengembangkan jejaring UKBM untuk dapat mendayagunakan peran dan fungsi UKBM yang ada.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Meningkatkan dan mengembangkan berbagai bentuk UKBM di masyarakat 
sesuai kebutuhan dan potensi setempat seperti Posyandu, Dasa Wisma, GSI,
 Dana sehat, UPGK dan lain-lain.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyiapkan dan membina sumberdaya di masyarakat atau kader 
masyarakat untuk pengembangan upaya kesehatan mandiri seperti dalam 
bentuk pengembangan Desa Siaga atau Pos Kesehatan Desa (POSKESDES).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan koordinasi dan kemitraan dengan kelompok potensial di 
masyarakat seperti tokoh masyarakat, organisasi masyarakat/pemuda dan 
Lembaga Swadaya Masyarakat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menggali dan mengembangkan potensi masyarakat untuk dapat meningkatkan peran serta aktif masyarakat dalam upaya kesehatan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan pendataan, pemantauan dan evaluasi tentang perkembangan UKBM yang ada.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Bidang.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;


&lt;strong&gt;SEKSI USAHA KESEHATAN SEKOLAH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt; Membantu pelaksanaan perumusan kebijakan dan perencanaan usaha kesehatan di sekolah mulai dari tingkat SD sampai dengan SLTA.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan dan mengembangkan usaha pelayanan kesehatan di sekolah 
melalui kegiatan penjaringan kesehatan murid baru dan pemeriksaan 
berkala.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan dan mengembangkan kegiatan pendidikan atau penyuluhan 
kesehatan di sekolah dan membentuk kader kesehatan sekolah seperti 
Dokter Kecil, Palang Merah Remaja (PMR) dan Saka Bakti Husada (SBH) 
untuk meningkatkan peran serta generasi muda di bidang kesehatan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan pembinaan lingkunagn sekolah untuk mencegah resiko 
gangguan kesehatan tiap murid sekolah seperti pembinaan warung sekolah, 
PHBS dan lingkungan sekolah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan koordinasi dan kemitraan dengan stake holder/sector terkait dalam upaya peningkatan dan pengembangan UKS.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Meningkatkan dan mengembangkan sarana UKS dalam bentuk penyiapan UKS KIT dan Ruang UKS.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan pendataan, pemantauan dan evaluasi tentang pelaksanaan UKS.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Bidang.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>BIDANG PELAYANAN KESEHATAN</title><link>http://dinkesbonekab.blogspot.com/2013/10/bidang-pelayanan-kesehatan.html</link><category>Tupoksi</category><author>noreply@blogger.com (Dinas Kesehatan Kabupaten Bone)</author><pubDate>Fri, 11 Oct 2013 10:01:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5885508688423150212.post-2931201325173461739</guid><description>&lt;div class="rightCnt" style="padding: 0px 20px 20px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span&gt;&lt;strong&gt;BIDANG PELAYANAN KESEHATAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
TUGAS :&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Bidang Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas membantu Kepala Dinas 
dalam melaksanakan&amp;nbsp; koordinasi perencanaan ,pembinaan, pengawasan dan 
pengendalian upaya pelayanan kesehatan, rujukan, farmasi, penagwasan 
makanan dan minuman, serta sarana dan prasarana pelayanan kesehatan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bidang Pelayanan Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang 
berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada&amp;nbsp; Kepala Dinas.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;

FUNGSI :&lt;br /&gt;

Dalam melaksanakan tugas tersebut, Bidang Pelayanan Kesehatan mempunyai fungsi sebagai berikut :&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Penyelenggaraan koordinasi perumusan kebijakan dan perencanaan 
pembangunan bidang pelayanan kesehatan, rujukan, farmasi, alat 
perbekalan kesehatan, pengawasan makanan dan minuman serta sarana dan 
prasaranan kesehatan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penyelenggaraan bimbingan, pembinaan, pengawasan, evaluasin dan 
pengendalian pelayanan kesehatan, rujukan, farmasi, makanan dan minuman,
 serta sarana dan prasarana kesehatan bagi masyarakat umum baik yang 
dikelola oleh Pemerintah, TNI/POLRI, BUMN, Swasta maupun Perorangan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penyelenggaraan, pembinaan, pengawasan, evaluasi dan pengendalian program JPKM;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penyusunan bahan pembinaan dan pengawasan bidang kefarmasian, obat, 
alat dan perbekalan kesehatan, makanan dan&amp;nbsp; minuman serta jenis 
kosmetika yang beredar di masyarakat, baik milik Pemerintah, TNI/POLRI, 
BUMN, Swasta maupun Perorangan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penyelenggaraan koordinasi lintas program dan lintas sector baik 
dengan instansi pemerintah, swasta maupun masyarakat termasuk LSM;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pelaksanaan tugas-tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Kepala Dinas.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;

Bidang Pelayanan Kesehatan membawahi 3 (tiga) seksi yaitu :&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar dan Rujukan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Seksi Farmasi, Makanan dan Minuman&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Seksi Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;

SEKSI PELAYANAN KESEHATAN DAN RUJUKAN DASAR&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt; Membantu melaksanakan perumusan kebijakan dan perencanaan 
pembangunan kesehatan di bidang pelayanan kesehatan meliputi pelayanan 
kesehatan dasar (Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Polindes), khusus maupun
 rujukan (Rumah Sakit) baik yang dikelola pemerintah maupun swasta serta
 pengobatan tradisional;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan pengelolaan, pembinaan, pengawasan/monitoring dan 
evaluasi pelayanan kesehatan meliputi pelayanan kesehatan dasar 
(Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Polindes), khususnya maupun rujukan 
(Rumah Sakit) baik yang dikelola Pemerintah maupun swasta serta 
pengobatan tradisional;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan penyusunan, pengelolaan dan pembinaan administrasi 
kegiatan medis, serta sistem pencatatan dan pelaporan terpadu sarana 
pelayanan kesehatan dasar (Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Polindes), 
khususnya maupun rujukan (Rumah Sakit) baik yang dikelola Pemerintah 
maupun swasta;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan koordinasi lintas program dan lintas sector baik dengan
 instansi pemerintah, swasta maupun masyarakat termasuk LSM dalam rangka
 untukmengoptimalkan pelaksanaan program dan kegiatan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Kepala Bidang.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;

SEKSI FARMASI, MAKANAN DAN MINUMAN&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt; Membantu melaksanakan perumusan kebijakan dan perencanaan 
pembangunan kesehatan di bidang farmasi, alat dan perbekalan kesehatan 
serta pengawasan makanan dan minuman;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan pengelolaan, pembinaan, pengawasan kefarmasian, alat 
dan perbekalan kesehatan serta kosmetika yang diproduksi dan beredar di 
masyarakat, termasuk yang ada di sarana kesehatan milik pemerintah, 
swasta maupun perorangan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan pengelolaan, pembinaan, pengawasan produksi, distribusi
 dan penggunaan obat narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan pengelolaan pembinaan dan pengawasan makanan dan 
minuman yang di produksi dan beredar di masyarakat termasuk industry 
rumah tangga;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan koordinasi lintas program dan lintas sector baik dengan
 instansi pemerintah, swasta maupun masyarakat termasuk LSM dalam rangka
 untuk mengoptimalkan pelaksanaan program dan kegiatan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lainnyan yang diberikan oleh Kepala Bidang.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;


&amp;nbsp; SEKSI JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN MASYARAKAT (JPKM)&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; Menyiapkan 
perumusan kebijakan teknis di bidang penyelengaraan, pemeliharaan 
kesehatan, kepesertaan, pembiayaan dan evaluasi jaminan pemeliharaan 
kesehatan masyarakat;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyiapkan penyusunan standar teknis, norma, pedoman, criteria dan 
prosedur di bidang penyelenggaraan, pemeliharaan kesehatan, kepesertaan,
 pembiayaan dan evaluasi jaminan pemeliharaan kesehatan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mefasilitasi pembentukan dan perizinan serta advokasi pelaksanaan 
penyelenggaraan jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat yang 
melibatkan peran swasta;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan dan mengkoordinasikan perencanaan teritegrasi untuk 
pengembangan di bidang jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan, 
pemeliharaan kesehatan, kepesertaan, pembiayaan dan evaluasi jaminan 
pemeliharaan kesehatan masyarakat;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyelenggarakan pengawasan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan 
teknis di bidang penyelenggaraan, pemeliharaan kesehatan, kepesertaan, 
pembiayaan dan evaluasi jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan kegiatan pembinaan untuk meningkatkan kepesertaan 
masyarakat dalam pengembangan jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan dan mengembangkan sistem informasi manajemen kendali 
mutu yang terintegrasi dan komprehensif terhadap pelaksanaan jaminan 
pemeliharaan kesehatan masyarakat;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Kepala Bidang.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan pengembangan, pembinaan dan mendorong penyelenggaraan 
Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM) yang paripurna 
berdasarkan azas usaha&amp;nbsp; bersama dan kekeluargaan yang berkesinambungan 
dan dengan mutu yang terjamin serta pembiayaan yang dilaksanakan secara 
pra upaya;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>BIDANG KESEHATAN KELUARGA</title><link>http://dinkesbonekab.blogspot.com/2013/10/bidang-kesehatan-keluarga.html</link><category>Tupoksi</category><author>noreply@blogger.com (Dinas Kesehatan Kabupaten Bone)</author><pubDate>Fri, 11 Oct 2013 09:59:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5885508688423150212.post-2283635127312535363</guid><description>&lt;div class="rightCnt" style="padding: 0px 20px 20px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span&gt;&lt;strong&gt;BIDANG KESEHATAN KELUARGA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
TUGAS :&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Bidang Kesehatan Keluarga      mempunyai tugas membantu Kepala Dinas
 dalam koordinasi Perencanaan,      pembinaan, pengawasan, pengendalian 
dan penilaian terhadap program dan      kegiatan yang berkaitan dengan 
kesehatan keluarga.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bidang Kesehatan Keluarga      dipimpin oleh seorang Kepala Bidang 
yang berada dibawah dan bertanggung      jawab langsung kepada Kepala 
Dinas.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
FUNGSI :&lt;br /&gt;

Dalam melaksanakan tugas tersebut, Bidang Kesehatan Keluarga mempunyai fungsi sebagai berikut :&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Penyelenggaraan      perumusan kebijakan dan perencanaan pembangunan kesehatan dibidang      kesehatan keluarga.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penyelenggaraan      pembinaan, pemantauan, pengendalian dan 
evaluasi serta pengembangan      pemberdayaan keluarga dan masyarakat 
dalam bidang kesehatan keluarga.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pelaksanaan      pengumpulan bahan-bahan informasi untuk penyusunan 
perencanaan, pembinaan,      pengawasan dan evaluasi serta penyajian 
hasil/pelaporan dan pengembangan      kesehatan keluarga.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penyelenggaraan      pembinaan dan pelayanan upaya kesehatan ibu dan anak, remaja serta lanjut      usia.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pelenggaraan      pelayanan teknis medis kesehatan reproduksi dan KB&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pelaksanaan      koordinasi lintas program dan lintas sektor baik pemerintah, maupun swasta      termasuk masyarakat dan LSM.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pelaksanaan      tugas-tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Kepala Dinas.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;

Bidang Kesehatan Keluarga membawahi 3 (tiga) Seksi yaitu :&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Seksi Kesehatan Remaja dan Usila&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Seksi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan Pelayanan Keluarga Berencana (KB)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Seksi Gizi Masyarakat&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Seksi Kesehatan Remaja dan Usila&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Membantu melaksanakan perumusan kebijakan dan perencanaan pembangunan kesehatan remaja dan lanjut usia;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan perencanaan, pembinaan, dan pemantauan serta evaluasi terhadap upaya pelayanan kesehatan remaja;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan perencanaan, pembinaan, dan pemantauan serta evaluasi terhadap upaya pelayanan kesehatan lanjut usia;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan koordinasi dengan lintas program dan lintas sektor baik
 dengan instansi pemerintah, swasta maupun masyarakat termasuk LSM dalam
 rangka untuk mengoptimalkan pelaksanaan program dan kegiatan;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Seksi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan Pelayanan Keluarga Berencana (KB)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; Membantu 
melaksanakan perumusan kebijakan dan perencanaan pembangunan kesehatan 
di bidang upaya kesehatan ibu dan anak dan pelayanan medis KB.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan perencanaan, pembinaan dan &amp;nbsp;pemantauan serta evaluasi 
terhadap upaya pelayanan kesehatan yang meliputi kesehatan ibu hamil, 
ibu bersalin, ibu nifas dan ibu menyusui.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan perencanaan, pembinaan dan pemantauan serta evaluasi 
terhadap upaya pelayanankesehatan anak, meliputi kesehatan bayi, balita 
dan anak pra sekolah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan perencanaan, dan pemantauan serta evaluasi pelayanan 
medis KB meliputi pemeriksaan dan pelayanan pemasangan alat kontrasepsi 
bagi peserta KB.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan koordinasi dengan lintas program dan lintas sektor baik
 dengan instansi pemerintah, swasta maupun masyarakat termasuk LSM dalam
 rangka untuk mengoptimalkan pelaksanaan program dan kegiatan :&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Kepala Bidang.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ol&gt;
&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Seksi Gizi Masyarakat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Membantu melaksanakan perumusan kebijakan dan perencanaan pembangunan kesehatan di bidang gizi masyarakat;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan perencanaan pemantauan dan evaluasi serta pembinaan status gizi masyarakat;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan perencanaan dan penanggulangan, masalah gizi masyarakat;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan koordinasi dengan lintas program dan lintas sektor baik
 dengan instansi pemerintah, swasta maupun masyarakat termasuk LSM dalam
 rangka untuk mengoptimalkan pelaksanaan program dan kegiatan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Kepala Bidang.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>BIDANG PENGENDALIAN PENYAKIT DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN</title><link>http://dinkesbonekab.blogspot.com/2013/10/bidang-pengendalian-penyakit-dan.html</link><category>Tupoksi</category><author>noreply@blogger.com (Dinas Kesehatan Kabupaten Bone)</author><pubDate>Fri, 11 Oct 2013 09:57:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5885508688423150212.post-2697910101831674244</guid><description>&lt;div class="rightCnt" style="padding: 0px 20px 20px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;strong&gt;BIDANG PENGENDALIAN PENYAKIT DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;TUGAS&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) 
mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dalam melaksanakan koordinasi, 
perencanaan, bimbingan dan pengendalian serta pengawasan dan evaluasi 
terhadap kegiatan Pengendalian Penyakit dan penyehatan Lingkungan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) 
dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada dibawah dan bertanggung 
jawab langsung kepada&amp;nbsp; Kepala Dinas.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;FUNGSI&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;

Dalam melaksanakan tugas tersebut, Bidang Pengendalian Penyakit dan 
Penyehatan Lingkungan (P2PL) mempunyai fungsi sebagai berikut :&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Penyelenggaraan perumusan kebijakan dan perencanaan pembangunan 
kesehatan Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pelaksanaan bimbingan, pembinaan, pengawasan, pengendalian dan 
evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan Pengendalian Penyakit dan 
Penyehatan Lingkungan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengumpulan pengolahan dan analisa data kegiatan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pelaksanaan pengamatan terhadap penyakit menular maupun tidak 
menular terutama penyakit-penyakit yang berpotensi menjadi KLB/Wabah dan
 pengamatan terhadap kesehatan haji;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pelaksanaan pencegahan penyakit-penyakit termasuk penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pelaksanaan upaya penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB)/Wabah dan Bencana Alam;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pelaksanaan pembinaan, pengawasan dan pengendalian mutu kesehatan 
lingkungan yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan masyarakat 
terutama pada tempat-tempat pengelolaan/penjualan makanan dan minuman, 
kualitas air dan lingkungan, lingkungan pemukiman dan Tempat Tempat Umum
 (TTU);&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penyelenggaraan koordinasi lintas program dan lintas sektorbaik pemerintah, swasta maupun masyarakat termasuk LSM; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pelaksanaan tugas-tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Kepala Dinas.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;

Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) membawahi 3 (tiga) seksi yaitu :&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Seksi Pengamatan dan Pencegahan Penyakit.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Seksi Penanggulangan Penyakit.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Seksi Penyehatan Lingkungan.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;SEKSI PENGAMATAN DAN PENCEGAHAN PENYAKIT&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt; Membantu melaksanakan perumusan kebijakan dan perencanaan 
pembangunan kesehatan di bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan 
Lingkungan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan pengumpulan, pengolahan dan analisa data untuk 
pencegahan penyakit, termasuk penyakit yang dapat dicegah dengan 
imunisasi;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan kegiatan pembinaan dan pengembangan sistem dan jaringan
 surveilans epidemiologi penyakit, baik penyakit menular mapun tidak 
menular serta kesehatan lainnya;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan pembinaan, monitoring dan evaluasi kegiatan imunisasi;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan bimbingan dan pembinaan kepada para pelaksana di 
lapangan, termasuk di Puskesmas dan jaringannya, serta koordinasi dan 
konsolidasi untuk mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan di lapangan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan pengawasan dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan kegiatan pengamatan dan pencegahan penyakit;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan koordinasi lintas program dan lintas sektor baik dengan
 instansi pemerintah, swasta maupun masyarakat termasuk LSM dalam rangka
 untuk mengoptimalkan pelaksanaan program dan kegiatan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Kepala Bidang.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;


&lt;strong&gt;SEKSI PENANGGULANGAN PENYAKIT&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt; Membantu melaksanakan perumusan kebijakan dan perencanaan 
pembangunan kesehatan di bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan 
Lingkungan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan penanggulangan 
penyakit menular langsung maupun tidak langsung serta penyakit menular 
bersumber dari binatang;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan pengendalian dan pemberantasan vektor penyakit;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan bimbingan dan pembinaan kepada para pelaksana di 
lapangan, termasuk di Puskesmas dan jaringannya, serta koordinasi dan 
konsolidasi untuk mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan di lapangan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan pengawasan dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan kegiatan penanggulangan penyakit;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) / Wabah;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan koordinasi lintas program dan lintas sektor baik dengan
 instansi pemerintah, swasta maupun masyarakat termasuk LSM dalam rangka
 untuk mengoptimalkan pelaksanaan program dan kegiatan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Kepala Bidang.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;SEKSI PENYEHATAN LINGKUNGAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; Membantu 
melaksanakan perumusan kebijakan dan perencanaan pembangunan kesehatan 
di bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan pengumpulan, pengolahan dan analisa data program 
penyehatan lingkungan sebagai bahan perencanaan dan eavaluasi kegiatan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan pembinaan terhadap pengelola/penjamah makanan dan minuman untuk mencegah resiko penularan penyakit;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan pengawasan kualitas air dan lingkungan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan pengawasan, pembinaan dan pengembangan lingkungan pemukiman sehat;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan pengawasan dan pembinaan kesehatan tempat pengelolaan/penjualan makanan dan minuman dan tempat-tempat umum;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan pengawasan dan pembinaan kesehatan kawasan wisata dan industri;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan pengawasan dan pembinaan tempat pengelolaan, penyimpanan dan distribusi pestisida;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan penyelidikan epidemiologi kasus keracunan baik melalui makanan,minuman, air dan lainnya;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan kegiatan penyehatan lingkungan di daerah Pasca Bencana/ KLB;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan koordinasi lintas program dan lintas sektor baik dengan
 instansi pemerintah, swasta maupun masyarakat termasuk LSM dalam rangka
 untuk mengoptimalkan pelaksanaan program dan kegiatan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Kepala Bidang.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sekretaris</title><link>http://dinkesbonekab.blogspot.com/2013/10/sekretaris.html</link><category>Tupoksi</category><author>noreply@blogger.com (Dinas Kesehatan Kabupaten Bone)</author><pubDate>Fri, 11 Oct 2013 09:50:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5885508688423150212.post-1314087857699635019</guid><description>&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;strong&gt;SEKRETARIS&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
TUGAS :&lt;br /&gt;

&lt;div style="padding-left: 30px; text-align: justify;"&gt;
Sekretaris mempunyai
 tugas membantu Kepala Dinas dalam pelaksanaan koordinasi pelayanan 
penunjang teknis dan administrasi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, 
data, perencanaan/penyusunan pengembangan program, pengawasan, 
pelaporan, evaluasi, perlengkapan dan urusan rumah tangga kepada seluruh
 satuan organisasi di lingkungan Dinas Kesehatan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="padding-left: 30px; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
FUNGSI :&lt;br /&gt;

Dalam melaksanakan tugas tersebut, Sekretaris mempunyai fungsi sebagai berikut :&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Mengkoordinasi pengembangan kegiatan antara Bidang dan UPT;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Mengelola urusan data, pelaporan, perencanaan/penyusunan pengembangan, pengawasan dan evaluasi program serta kegiatan;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Mengelola inventarisasi, analisa 
kebutuhan barang, pengadaan pendayagunaan, serta pengusulan penghapusan 
barang dan perlengkapan milik daerah di lingkungan Dinas Kesehatan;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Mengelola urusan administrasi kepegawaian, pendidikan dan pelatihan kepegawaian;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Melaksanakan koordinasi lintas program 
dan lintas sektoral baik dengan instansi pemerintah maupun swasta 
termasuk masyarakat dan LSM;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Mengelola urusan keuangan dan perbendaharaan.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Sekretaris membawahi 3 (tiga) sub bagian yaitu :&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Sub Bagian Penyusunan, Pengembangan dan Evaluasi Program.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sub Bagian Umum dan Kepegawaian.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sub Bagian Keuangan dan Sarana.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;SUB BAGIAN PENYUSUNAN, PENGEMBANGAN DAN EVALUASI PROGRAM&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Membantu melaksanakan perumusan 
kebijakan teknis pengumpulan, pengelolaan, analisa dan visualisasi data 
serta pengembangan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) untuk keperluan 
perencanaan dan penyusunan program;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Melaksanakan koordinasi pengumpulan, pengelolaan, analisasi dan penyajian/visualisasi data serta Informasi Kesehatan;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Membantu pelaksanaan pengembangan kebijakan dan strategi pengelolaan data dan informasi kesehatan;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Melaksanakan pengembangan format, 
perangkat keras, perangkat lunak dan kemampuan petugas yang terkait 
dalam pengembangan Sistem Informasi Kesehatan (SIK);&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Melaksanakan koordinasi penyusunan 
laporan eksekutif, SAKIP/LAKIP, Renstra, SKD, dan Profil Kesehatan 
maupun Evaluasi Program dan Pelaporan Kegiatan;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Melaksanakan koordinasi perencanaan pembangunan, peningkatan dan pengembangan sarana kesehatan di daerah;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Melaksanakan koordinasi perencanaan dan
 pengembangan alat-alat kesehatan dan perbekalan kesehatan lainnya untuk
 kebutuhan daerah;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Melaksanakan koordinasi perencanaan dan
 pengembangan sumberdaya kesehatan termasuk pembiayaan, tenaga dan 
sarana kesehatan, serta pendidikan pelatihan&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Melaksanakan koordinasi perencanaan dan pengembangan kegiatan program pembangunan kesehatan;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Membantu pelaksanaan dan koordinasi 
pengembangan kerjasama di bidang kesehatan,baik antar lembaga, antar 
daerah maupun antar Negara/Regional sesuai dengan kebijakan dan 
ketentuan yang berlaku;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Melaksanakan koordinasi lintas program 
dan lintas sector baik dengan instansi pemerintah, swasta, maupun 
masyarakat termasuk LSM dalam rangka untuk mengoptimalkan pelaksanaan 
program dan kegiatan;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Sekretaris.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Melaksanakan pengelolaan urusan ketatausahaan administrasi kantor;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Melaksanakan pengelolaan urusan administrasi kepegawaian, pendidikan dan pelatihan kepegawaian;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Melaksanakan pengelolaan ksejahteraan kepegawaian;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Melaksanakan pengelolaan administrasi 
kegiatan penempatan dan penyebaran sumberdaya tenaga kesehatan pada 
semua strata/tingkat upaya kesehatan secara merata dan sesuai kebutuhan;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Melaksanakan pengelolaan kearsipan dan perpustakaan;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Melaksanakan pengelolaan kegiatan protokoler, kehumasan, dan kerumahtanggaan kantor;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Melaksanakan koordinasi lintas program 
dan lintas sector baik dengan instansi pemerintah, swasta maupun 
masyarakat termasuk LSM dalam rangka mengoptimalkan pelaksanaan program 
dan kegiatan;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Sekretaris.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;SUB BAGIAN KEUANGAN DAN SARANA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt; Melaksanakan pengolahan keuangan dan perbendaharaan, akuntansi dan verifikasi keuangan;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Melaksanakan pembinaan dan pengawasan 
pengolahan keuangan di lingkungan Dinas Kesehatan dan Unit Pelaksana 
Teknis dibawah Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Melaksanakan pengelolaan kegiatan hasil tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan lembaga pengawasan intern maupun ekstern;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Membantu melaksanakan perumusan kebijakan dan perencanaan pembangunan sarana kesehatan;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Melaksanakan pengelolaan, pembinaan, pengawasan serta pemeliharaan sarana kesehatan;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Melaksanakan pengelolaan inventaris 
barang, analisa kebutuhan barang, pengadaan dan pendayagunaan serta 
penghapusan barang dan perlengkapan milik Pemerintah yang ada di 
lingkungan Dinas Kesehatan;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Melaksanakan pengelolaan administrasi inventarisasi sarana kesehatan;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Melaksanakan koordinasi lintas program 
dan lintas sector baik dengan instansi pemerintah, swasta maupun 
masyarakat termasuk LSM dalam rangka mengoptimalkan pelaksanaan program 
dan kegiatan;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Sekretaris&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Contoh Tahapan Pengembangan SIKDA  Kabupaten Bone</title><link>http://dinkesbonekab.blogspot.com/2013/10/contoh-skema-pengembangan-sikda.html</link><category>Sikda</category><author>noreply@blogger.com (Dinas Kesehatan Kabupaten Bone)</author><pubDate>Fri, 11 Oct 2013 09:31:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5885508688423150212.post-6447051535712019788</guid><description>&lt;div style="border-bottom: 1px solid rgb(167, 169, 170); color: #f3f3f3; display: block; line-height: 150%; margin: 10px 0px 15px; overflow: hidden; padding: 0px 0px 15px; width: 100%;"&gt;
&lt;div style="color: #00a200; float: right; font-weight: bold; padding: 0px 10px 10px 0px; text-align: right; width: 29%;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: black; display: block; margin: 10px 0px 0px;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGf2DOJi5eTXt6nDnFnwNujgAV_f1LyrE9sw2hS1in2CqmICPbnxvuxViV2UnjFxhz3cSC5XkYTaChWRghOnwa3HKoO_IMw3t4xroUEjbOMSvv2vJwNqG-jgUFkTJBMWaRoHHzIsq2gxk/s1600/banner2dki21.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="91" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGf2DOJi5eTXt6nDnFnwNujgAV_f1LyrE9sw2hS1in2CqmICPbnxvuxViV2UnjFxhz3cSC5XkYTaChWRghOnwa3HKoO_IMw3t4xroUEjbOMSvv2vJwNqG-jgUFkTJBMWaRoHHzIsq2gxk/s320/banner2dki21.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Manajemen
 sistem informasi pada umumnya terbagi menjadi dua tahap  kegiatan yakni
 pembangunan sistem informasi dan implementasi sistem  informasi. Tahap 
pertama meliputi analisis kebutuhan sistem informasi,  sosialialisasi 
perencanaan dan pembuatan software berdasarkan kebutuhan  serta rencana 
pengembangan, pelatihan software bagi pelaksana di  puskesmas dan 
pelatihan sistem informasi bagi penanggung jawab di dinas  kesehatan 
kabupaten. Untuk tahap kedua meliputi kegiatan pendampingan,  pemantauan
 dan evaluasi pelaksanaan sistem informasi berdasarkan skema  
pengembangan yang sudah disepakati secara bersama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Skema pengembangan sistem informasi puskesmas telah disusun dalam &lt;i&gt;framework&lt;/i&gt;
 pengembangan sistem informasi kesehatan daerah (SIKDA) yang merupakan 
rencana induk pengembangan sistem informasi kesehetan di daerah. Di 
Kabupaten Bone, penjabaran pengembangan SIKDA disusun menjadi 5 tahap,
 yakni:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Tahap Persiapan:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Inventarisasi infrastruktur sistem Informasi dan SDM&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Identifikasi kebutuhan, analisis data dan sistem pelaporan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Tahap Pergerakan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sosialisasi rencana pengembangan SIKDA&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pengembangan software dan database SIKDA&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pengadaan infrastruktur (Laptop, printer) dan jaringan (Sistem Integrasi)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Tahap Pengembangan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pelatihan Data Entry Software SIMPUS bagi pelaksana (SP2TP) di Puskesmas.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pelatihan Administrator SIMPUS bagi penanggung jawab sistem informasi dan pelaporan di dinas kesehatan kabupaten.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Tahap Implementasi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pelatihan sistem Supervisi Suportive bagi supervisior kabupaten. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rapat Bulanan untuk kegiatan konsultansi Data Operator Puskesmas dengan administrator Kabupaten&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Supervisi Suportif setiap tiga (3) bulan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Refreshing Tranning Data Operator&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Tahap Pemeliharaan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Three monthly review HIS Implementation&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Online       CHC Databases integration report &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGf2DOJi5eTXt6nDnFnwNujgAV_f1LyrE9sw2hS1in2CqmICPbnxvuxViV2UnjFxhz3cSC5XkYTaChWRghOnwa3HKoO_IMw3t4xroUEjbOMSvv2vJwNqG-jgUFkTJBMWaRoHHzIsq2gxk/s72-c/banner2dki21.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>PENERAPAN APLIKASI SIKDA GENERIK</title><link>http://dinkesbonekab.blogspot.com/2013/10/penerapan-aplikasi-sikda-generik.html</link><category>Sikda</category><author>noreply@blogger.com (Dinas Kesehatan Kabupaten Bone)</author><pubDate>Fri, 11 Oct 2013 09:16:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5885508688423150212.post-3685472120996182678</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nama Kegiatan : &lt;span style="color: #38761d;"&gt;&lt;b&gt;RAPAT KOORDINASI UNTUK PENERAPAN APLIKASI SIKDA GENERIK&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tanggal Kegiatan : xx/xx/xxxxx&lt;br /&gt;
&lt;span class="image"&gt;&lt;img align="left" height="169" src="http://dataprimer.sumenep.go.id/images_news/Logo-SIKDA-Generik1.jpg" width="208" /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Rapat Koordinasi Perlunya Penerapan Aplikasi SIKDA GENERIK Di KabupatenBone&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sistem Informasi Kesehatan (SIK) di Indonesia belum berjalan secara 
optimal. SIK sebagai bagian fungsional dari Sistem kesehatan yang 
komprehensif belum mampu berperan dalam memberikan informasi yang 
diperlukan dalam proses pengambilan keputusan di berbagai tingkat Sistem
 Kesehatan, mulai dari Puskesmas di Tingkat Kecamatan sampai dengan 
Kementerian Kesehatan di Tingkat Pusat. Hal tersebut disebabkan karena 
Informasi kesehatan saat ini masih terfragmentasi, belum dapat diakses 
dengan cepat, tepat, setiap saat dan belum teruji keakuratan dan 
validitasnya. Padahal informasi tersebut sangat penting dan diperlukan 
keberadaannya dalam menentukan arah kebijakan dan strategi perencanaan 
dan pelaksanaan pembangunan kesehatan nasional.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pengambilan keputusan dan penentuan kebijakan masih belum didukung 
oleh data yang kuat, Pengelolaan sistem informasi yang baik dapat 
mendukung tersedianya data dan informasi kesehatan yang valid yang dapat
 mendukung dalam penentuan kebijakan pembangunan kesehatan di berbagai 
bidang seperti yang tercantum dibawah ini :&lt;/div&gt;
&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;
&lt;li&gt;Peningkatan jumlah, jaringan dan kualitas sarana dan prasarana 
pelayanan kesehatan dasar dan rujukan, terutama pada daerah dengan 
aksesibilitas relatif rendah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perbaikan dan penanggulangan gizi masyarakat dengan fokus utama pada ibu hamil dan anak hingga usia 2 tahun.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengendalian penyakit menular, terutama TB, malaria, HIV/AIDS, DBD 
dan diare serta penyakit zoonotik, seperti kusta, frambusia, filariasis,
 schistosomiasis.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pembiayaan dan efisiensi penggunaan anggaran kesehatan, serta pengembangan jaminan pelayanan kesehatan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Peningkatan jumlah, jenis, mutu dan penyebaran tenaga kesehatan 
untuk pemenuhan kebutuhan nasional serta antisipasi persaingan global 
yang didukung oleh sistem perencanaan dan pengembangan SDM kesehatan 
secara sistematis dan didukung oleh peraturan perundangan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Peningkatan ketersediaan, keterjangkauan, mutu, dan penggunaan obat,&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Manajemen kesehatan dan pengembangan di bidang hukum dan 
administrasi kesehatan, penelitian dan pengembangan kesehatan, penapisan
 teknologi kesehatan dan pengembangan sistem informasi kesehatan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Peningkatan promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pengembangan sistem informasi kesehatan daerah merupakan tanggung 
jawab pemerintah daerah. Namun dikarenakan kebijakan dan standar 
pelayanan bidang kesehatan masing-masing pemerintah daerah berbeda-beda,
 maka sistem informasi kesehatan yang dibangun pun berbeda pula. 
Perbedaan tersebut menimbulkan berbagai permasalahan dalam pengelolaan 
Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKNAS)&amp;nbsp; secara umum, diantaranya :&lt;/div&gt;
&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;
&lt;li&gt;Akurasi data tidak terjamin&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kontrol dan verifikasi data tidak terlaksana dengan baik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketidakseragaman data dan informasi yang diperoleh.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Adanya keterlambatan dalam proses pengiriman laporan kegiatan 
puskesmas/rumah sakit/pelaksana kesehatan lainnya, baik itu ke Dinas 
Kesehatan maupun ke Kementrian Kesehatan sehingga informasi yang 
diterima sudah tidak up to date lagi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Proses integrasi data dari berbagai puskesmas/rumah sakit/pelaksana 
kesehatan lainnya sulit dilakukan karena perbedaaan tipe data dan format
 pelaporan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Informasi yang diperoleh tidak lengkap dan tidak sesuai dengan 
kebutuhan manajemen di tingkat Kabupaten/Kota, Propinsi maupun di 
tingkat Kementrian Kesehatan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;file data tersimpan secara terpisah,&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;proses data dilakukan secara manual dan komputer sehingga 
menyebabkan tidak mudah dalam akses, informasi yang dihasilkan lambat 
dan tidak lengkap.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selain itu Puskesmas sebagai pelaksana kesehatan terendah, mengalami 
kesulitan dalam melakukan pelaporan, dengan banyaknya laporan yang harus
 dibuat berdasarkan permintaan dari berbagai program di Kementrian 
Kesehatan, dimana data antara satu laporan dari satu program dengan 
laporan lain dari program lainnya memiliki dataset yang hampir sama, 
sedangkan aplikasi untuk membuat berbagai laporan tersebut berbeda-beda.
 Sehingga menimbulkan tumpang tindih dalam pengerjaannya, yang 
menghabiskan banyak sumberdaya dan waktu dari petugas puskesmas.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Melihat berbagai kondisi diatas maka dibutuhkan suatu Sistem 
Informasi Kesehatan untuk digunakan di daerah (Puskesmas dan Dinas 
Kesehatan) yang sesuai dan dapat memenuhi kebutuhan berbagai pihak, 
mulai dari tingkat Puskesmas hingga ke Kementrian Kesehatan dengan 
standar minimum atau disebut &lt;strong&gt;Sistem Informasi Kesehatan Daerah Generik (SIKDA Generik).&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sistem informasi kesehatan yang mampu menampilkan informasi secara 
cepat, akurat dan terkini sesuai dengan kebutuhan berbagai pihak dalam 
pengambilan keputusan manajemen.&lt;/div&gt;
&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;
1.2&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tujuan&lt;/h2&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
1.2.1&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tujuan Umum&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Terbentuknya suatu aplikasi Sistem Kesehatan Daerah (SIKDA) Generik 
yang mampu menjembatani komunikasi data antar komponen dalam Sistem 
Kesehatan nasional yang meliputi Puskesmas, Dinak Kesehatan Kab/Kota, 
Dinas Kesehatan Propinsi, dan Kementrian kesehatan.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
1.2.2&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tujuan Khusus&lt;/h3&gt;
&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;
&lt;li&gt;Mengetahui kendala-kendala yang terjadi dalam pelaksanaan sistem informasi kesehatan daerah di Indonesia.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengetahui kebutuhan informasi dari setiap pelaksana pelayanan kesehatan di daerah dan pusat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menghasilkan model sistem informasi kesehatan daerah Generik 
berbasis web yang dapat memenuhi kebutuhan dalam proses pengambilan 
kebutuhan di tingkat Top management, secara cepat dan tepat setiap saat.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
1.2.3&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sasaran&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
SIKDA Generik ini dikembangkan untuk menyeragamkan proses komunikasi 
data dan informasi kesehatan secara online dan terintegrasi antara 
seluruh Puskesmas, Rumah Sakit, dan sarana kesehatan lainnya, baik itu 
milik Pemerintah maupun swasta, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Dinas 
Kesehatan Propinsi, dan Kementrian Kesehatan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selain itu SIKDA Generik ini adalah upaya dari Kemenkes dalam 
menerapkan standarisasi Sistem Informasi Kesehatan, sehingga dapat 
tersedianya data dan informasi kesehatan yang akurat, tepat dan cepat, 
dengan mendayagunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam 
pengambilan keputusan/kebijakan dalam bidang kesehatan di Kab/Kota, 
Propinsi dan di Kementrian Kesehatan.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
1.2.4&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ruang Lingkup&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
SIKDA Generik ini dirancang untuk dapat memudahkan komunikasi data 
antar sistem pengolahan informasi kesehatan yang berbeda-beda yang saat 
ini sedang berjalan di Indonesia (baik berbeda dari sisi Sistem Operasi,
 Bahasa Pemrograman maupun Databasenya), sehingga antar sistem informasi
 tersebut bisa saling bertukar data satu dengan yang lainnya melalui 
layanan berbasis web/internet menggunakan konsep web services secara 
online dan terintegrasi.&lt;/div&gt;
&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;
1.3&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Batasan Masalah&lt;/h2&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
SIKDA Generik ini dirancang untuk dapat mengintegrasikan dan 
mengkomunikasikan&amp;nbsp; data dan informasi kesehatan dari berbagai Sub Sistem
 dalam Sistem Kesehatan nasional Indonesia yang meliputi Puskesmas, 
Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Dinas Kesehatan Propinsi, dan kementrian
 Kesehatan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Karena luasnya ruang lingkup Sistem kesehatan di Indonesia maka SIKDA
 Generik ini dirancang untuk memenuhi dan memfasilitasi fungsi 
pengelolaan sistem informasi kesehatan yang terbatas pada beberapa 
komponen pelaksana pelayanan kesehatan daerah, sebagai berikut :&lt;/div&gt;
&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;
&lt;li&gt;Puskesmas, yang meliputi proses pelayanan secara operasional di 
dalam dan diluar gedung, serta proses pelaporan, pengelolaan informasi 
Tenaga Kesehatan, dan Sarana dan Alat Puskesmas.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, yang meliputi :&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;
&lt;li&gt;proses pengelolaan informasi kesehatan dan pelaporan di tingkat kabupaten/kota,&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;proses entri data kesehatan yang berasal dari pelaksana kesehatan 
(Puskesmas, Rumah Sakit, Laboratorium, Apotik, Praktek Dokter) baik 
milik pemerintah maupun milik swasta, yang berada di wilayah kerja Dinas
 kesehatan kab/kota yang masih melakukan pencatatan secara manual, serta
 data non kesehatan yang berasal dari lintas sektoral seperti data 
kependudukan yang berasal dari Dinas Kependudukan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;proses pengelolaan informasi Tenaga Kesehatan, sarana dan prasarana kesehatan di tingkat Kab/Kota.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;proses komunikasi dan sinkronisasi data, dari pelaksana kesehatan 
yang berada di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kab/Kota yang sudah 
melakukan pencatatan, pengolahan data, dan pelaporan secara 
terkomputerisasi.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;
&lt;li&gt;Dinas Kesehatan Propinsi&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;
&lt;li&gt;proses pengelolaan informasi kesehatan dan pelaporan di tingkat Propinsi,&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;proses entri data kesehatan yang berasal dari pelaksana kesehatan 
(Rumah Sakit, Laboratorium) baik milik pemerintah maupun milik swasta, 
yang berada di wilayah kerja Dinas kesehatan Propinsi yang masih 
melakukan pencatatan secara manual.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;proses pengelolaan informasi Tenaga Kesehatan, sarana dan prasarana kesehatan di tingkat Propinsi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;proses komunikasi dan sinkronisasi data, dari pelaksana kesehatan 
yang berada di wilayah kerja Dinas Kesehatan Propinsi yang sudah 
melakukan pencatatan, pengolahan data, dan pelaporan secara 
terkomputerisasi.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;
1.4&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kegiatan&lt;/h2&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lingkup kegiatan penyusunan Persyaratan Fungsional dan Dataset SIKDA Generik ini meliputi:&lt;/div&gt;
&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;
&lt;li&gt;Pengumpulan data Kesehatan berupa Kartu, Buku Register, dan Format 
pelaporan yang digunakan di Puskesmas, Dinas Kesehatan Kab/Kota, Dinas 
Kesehatan Propinsi, dan Kementrian Kesehatan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Observasi Proses Bisnis di Puskesmas Perawatan dan Non Perawatan, 
serta di Dinas Kesehatan, untuk memperoleh gambaran alur informasi dan 
data.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Studi banding aplikasi SIKDA yang sudah dikembangkan di Dinas Kesehatan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Analisa Variabel data.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pembuatan model bisnis proses yang terjadi di Puskesmas, Dinas Kesehatan kab/Kota dan Dinas Kesehatan Propinsi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pembuatan dokumentasi bisnis proses dan rancangan pemetaan data antar system informasi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pembuatan dokumentasi kebutuhan minimum SIKDA Generik.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>ASPEK POLITIS DALAM PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI KESEHATAN DAERAH</title><link>http://dinkesbonekab.blogspot.com/2013/10/aspek-politis-dalam-pengembangan-sistem.html</link><category>Sikda</category><author>noreply@blogger.com (Dinas Kesehatan Kabupaten Bone)</author><pubDate>Fri, 11 Oct 2013 09:03:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5885508688423150212.post-1326352347962428782</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_R1TmrfS0c39KRXZ1awsMqBZSSkIZWp1sInkqchvQ8cTTLo0KSn6vH_E0ZoOr8LZHmPzvDLEl1IMYlFtHgk7H6sC5PKjkBdAFjRTacgrdRJl7WD6598jnyNTULQGs0xp0ctE4JVJLquc/s1600/sistem.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_R1TmrfS0c39KRXZ1awsMqBZSSkIZWp1sInkqchvQ8cTTLo0KSn6vH_E0ZoOr8LZHmPzvDLEl1IMYlFtHgk7H6sC5PKjkBdAFjRTacgrdRJl7WD6598jnyNTULQGs0xp0ctE4JVJLquc/s1600/sistem.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aspek politis dalam pengembangan sistem informasi kesehatan daerah 
(SIKDA) merupakan judul yang dipilih oleh penulis untuk menyelesaikan 
tugas terkait dengan matakuliah SIKDA. Penulis bukanlah orang berasal 
dari instansi yang terkait dengan penerapan SIKDA dan juga bukan orang 
yang memonitor secara langsung kegiatan SIKDA, tetapi ini merupakan 
tantangan bagi penulis untuk mencoba bercerita tentang aspek politis 
dalam pengembangan SIKDA.&lt;br /&gt;
Menurut Badudu (1996), Aspek politis diartikan bersifat politis. Artinya
 segala macam urusan ketatanegaraan yang menyangkut peraturan 
pemerintahan yang didalamnya termasuk sistem, kebijakan, serta siasat 
baik terhadap urusan dalam negeri maupun luar negeri, selain itu politis
 dapat diartikan sebagai akal, siasat tipu muslihat. Dari pengertian di 
atas, hubungannya dengan aspek politis terkait SIKDA yaitu segala urusan
 yang menyangkut tentang peraturan pemerintah (sistem, kebijakan, dan 
siasat/ strategi) yang berhubungan dengan SIKDA.&lt;br /&gt;
Aspek politis penerapan SIKDA dilihat dari sudut pandang yang terkait 
dengan perubahan sistem dan terkait dengan kebijakan pemerintah pusat. 
Informasi merupakan hal yang harus selalu bersifat terkini. Sekarang ini
 dikembangkan peraturan bahwa informasi bersifat evidence base (berbasis
 pada fakta dan data di lapangan). Salah satu yang terkait dengan 
pembuatan informasi diantaranya SIKDA. SIKDA mempunyai ruang lingkup 
yang sangat luas, merupakan jaringan sistem informasi dari kabupaten/ 
kota, di atasnya ada level provinsi dan paling atas di level 
pemerintahan pusat. Secara teori, kabupaten/ kota harus mengirimkan data
 ke dinas provinsi. Seluruh level provinsi yang ada di Indonesia 
berkewajiban untuk mengirimkan informasi kesehatan setiap daerah kepada 
pemerintah pusat. Terbayang dalam pikiran kita bagaimana mengumpulkan 
data secara manual dari seluruh kabupaten/ kota di Indonesia. Dalam 
perkembangannya pemerintah pusat membuat kebijakan untuk pengiriman 
informasi secara komputerisasi. Diharapkan dengan adanya sistem ini akan
 mempercepat proses sehingga informasi yang dihasilkan merupakan 
informasi yang bersifat terkini. Adanya kebijakan tersebut kemudian 
banyak terlihat di beberapa dinas berlomba-lomba dalam rangka pengadaan 
komputer dan memasang tower untuk kebutuhan internet. Akhirnya 
bermunculan projek-projek di puskesmas dan dinas kesehatan untuk 
melakukan towerisasi. Beberapa dilema bermunculan terkait penerapa 
sistem komputerisasi untuk SIKDA diantaranya sumber daya manusia yang 
dibutuhkan untuk penerapan SIKDA akan jauh lebih berkurang dari pada 
menggunakan sistem yang manual. Selain itu munculnya kebutuhan sumber 
daya manusia dengan kualifikasi yang telah tersedia sebelumnya, yaitu 
sarjana komputer. Dari sini terdapat lagi dilema untuk pimpinan dilain 
sisi kekurang sumber daya manusia disisi lain akan meniadakan tugas dari
 sumber daya manusia yang sudah ada.&lt;br /&gt;
Perubahan sistem yang kedua terkait dengan pemanfaat teknologi untuk 
proses pembuatan informasi ini. Aspek teknologi yang terlihat misalnya 
dengan pemanfaatan produk komputer dalam pembuatan SIKDA. Maraknya 
teknologi yang dapat digunakan dalam pengolahan data menjadi informasi 
mengakibatkan majunya bisnis perangkat komputer meliputi softwere 
(pembuatan program) dan hardwere (perangkat keras komputer). Terutama 
softwere banyak bermunculan bisnis jasa yang menyediakan pembuatan 
program. Hal ini secara tidak langsung akan mengurangi pengangguran di 
masyarakat dan tingkat perdagangan meningkat.&lt;br /&gt;
Aspek politis penerapan SIKDA dilihat dari sudut pandang yang terkait 
dengan kebijakan pemerintah pusat&amp;nbsp; yaitu bahwa pemerintah mempunyai 
kewajiban untuk menjalankan pemerintahannya berdasarkan GBHN yang 
disahkan oleh DPR dan MPR. Contoh salah satu produk hukum yang 
dikeluarkan DPR adalah UUITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi 
Elektronik). Tetapi ada yang kurang dalam penerapan UUITE tersebut, hal 
ini terlihat pada belum adanya peraturan terkait tentang bukti hukum 
dengan menggunakan data komputerisasi yang terdapat dalam KUHP (Kitab 
Undang-Undang Hukum Pidana).&lt;br /&gt;
Dari penjabaran masalah di atas, aspek politis dari SIKDA secara lebih jelas terlihat pada bagan di bawah ini :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;BAGAN&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bagan Kerangka Konsep Aspek Politis Perkembangan SIKDA&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menurut WHO (2000), sistem informasi kesehatan yang efektif 
memberikan dukungan informasi bagi proses pengambilan keputusan disemua 
jenjang. Sistem informasi ini harus dijadikan alat yang efektif bagi 
manajemen. Dari dasar tersebut maka sangat diperlukan pembuatan sistem 
informasi yang tepat dengan melibatkan semua aspek stakeholder, jika pun
 ada aspek politis yang masuk, tetapi aspek ini harus benar-benar 
berorientasi kepada masyarakat (kepentingan banyak orang).&lt;br /&gt;
Aspek politis pengembangan SIKDA terlihat jelas juga dalam Keputusan 
Menteri Kesehatan RI no.511 tahun 2002 tentang strategi pengembangan 
Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKNAS) di era otonomi daerah. 
Dalam peraturan tersebut disebutkan strategi pengembangan SIKNAS di era 
otomoni daerah, meliputi:&lt;br /&gt;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Intergrasi pencatatan dan pelaporan data&lt;br /&gt;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pelaksanaan sistem pencatatan dan pelaporan yang baru&lt;br /&gt;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Fasilitas pengembangan SIKDA&lt;br /&gt;
4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pengembangan teknologi dan sumberdaya&lt;br /&gt;
5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pengembangan pelayanan untuk manajemen&lt;br /&gt;
6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pengembangan pelayanan untuk masyarakat&lt;br /&gt;
Penerapan strategi pengembangan SIKDA di atas mengakibatkan keuntungan 
dan kerugian dalam organisasi. Strategi ke tiga menyediakan fasilitas 
pengembangan SIKDA, jika dilihat dari segi politis strategi ini dapat 
menimbulkan keuntungan pada beberapa pihak, terutama kepala bagian yang 
bertanggungjawab terhadap pengembangan fasilitas SIKDA. Situasi ini 
dapat menimbulkan kesempatan negatif dengan memproyekkan pengadaan 
fasilitas dari pemerintah pusat sampai dengan penyediaan fasilitas 
terkait dengan SIKDA di tingkat kabupaten/ kota. Kesempatan negatif 
tersebut adalah timbulnya anggapan bahwa kepala bagian pengembangan 
mendapatkan keuntungan yang lebih dari hasil proyek pengadaan fasilitas 
tersebut. Pada hal pengadaan fasilitas tersebut belum tentu dibutuhkan 
bahkan belum tentu juga dapat dimanfaatkan oleh dinas kesehatan di kota 
tertentu. Akhirnya fasilitas tersebut hanya dibiarkan begitu saja di 
kantor bahkan ditumpuk begitu saja di gudang. Contoh nyata tentang 
pengadaan fasilitas ini terdapat pada projek pengadaan fasilitas 
internet yang didatangkan dari pemerintah pusat, tetapi akhirnya banyak 
yang tidak terpakai karena keadaan lingkungan yang tidak memungkinkan 
penerapan fasilitas tersebut. Sayangnya lagi karena keterbatasan dana 
maka fasilitas tersebut akan ditarik kembali. Situasi ini tentu 
menimbulkan banyak perdebatan bagi dinas kesehatan yang telah terlanjur 
kecanduan menggunakan fasilitas tersebut. Padahal dahulunya dinas 
tersebut menggunakan fasilitas tersebut karena ada sedikit paksaan dari 
pemerintah pusat untuk meningkatkan fasilitas pelayanannya dengan 
menggunakan fasilitas baru. Hal yang sama juga perlu diperhatikan dalam 
pengembangan SIKDA melalui strategi yang akan diterapkan.&lt;br /&gt;
Wacana lain yang muncul dari pengembangan SIKDA yaitu rencana pelayanan 
data dari satu pintu yang dilakukan oleh pusat data dan informasi 
(pusdatin). Jadi pusdatin dipusatkan sebagai pemberi informasi dari 
pihak mana saja yang membutuhkan informasi kesehatan. Perlu dipikirkan 
sebelum penerapa sistem tersebut sehinga rencana yang bagus tersebut 
dapat berjalan sesuai dengan tujuan. Beberapa hal yang perlu disiapkan 
diantaranya kesiapan pusdatin sebagai pusat informasi harus benar-benar 
diperhitungkan sebelumnya. Sumber daya manusia yang harus ditingkatkan 
baik dari segi kemampuan dan perilaku kerjanya juga harus dipersiapkan. 
Hal ini dilakukan agar jangan sampai nantinya fasilitas lengkap sudah 
disediakan tetapi karena perilaku sumber daya manusia di pusdatin belum 
siap akibatnya pihak-pihak yang memang membutuhkan informasi malah tidak
 dapat mengakses informasi tersebut. Mamang konsep tersebut mamang ideal
 untuk diterapkan jika pusdatin benar-benar sudah siap sebagai pusat 
data dan informasi yang sesungguhnya. Banyak keuntungan yang akan di 
dapat dengan penerapan sistem baru tersebut yaitu komunikasi data yang 
terintegrasi, koordinasi data dilakukan dalam satu jalur, selain itu 
dengan penerapan sistem baru dapat meringkas birokrasi yang sudah ada. 
Pusdatin sebagai pusat data menimbulkan peluang yang menguntungkan bagi 
pusdatin tersebut, karena betapa tergantungnya pihak luar pada pustadin 
untuk dapat memperoleh data. Kesempatan lain yang muncul adalah adanya 
sumber pendapatan baru bagi pusdatin, sedangkan bagi lain yang dahulunya
 dapat “menjual” datanya dengan sistem yang baru mereka akan kehilangan 
kesempatan tersebut.&lt;br /&gt;
Terakhir dari tulisan ini adalah bahwa dalam pengembangan SIKDA memeng 
harus diperhitungkan lebih matang sehingga tujuan mulia yang memang 
menjadi keinginan banyak pihak tersebut dapat tercapai. Pempertimbangkan
 keuntungan dan kerugian sistem lama dan sistem baru yang akan 
diterapkan. Jangan sampai tujuan yang memang konsepnya baru oleh 
pihak-pihak yang kurang bertanggungjawab dimanfaatkan sebagai projek 
untuk mendapatkan keuntungan bagi dirinya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_R1TmrfS0c39KRXZ1awsMqBZSSkIZWp1sInkqchvQ8cTTLo0KSn6vH_E0ZoOr8LZHmPzvDLEl1IMYlFtHgk7H6sC5PKjkBdAFjRTacgrdRJl7WD6598jnyNTULQGs0xp0ctE4JVJLquc/s72-c/sistem.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Iklan Layanan Masyarakat</title><link>http://dinkesbonekab.blogspot.com/2013/10/iklan-layanan-masyarakat.html</link><category>Gallery</category><author>noreply@blogger.com (Dinas Kesehatan Kabupaten Bone)</author><pubDate>Tue, 8 Oct 2013 02:51:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5885508688423150212.post-630581714267201880</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHIR8qu6Y-i6mH9lQTfXPA6hKWCPx8VS2UWuFQJqRJX5nC20L1AYcvcUPh1qj7fTTCreRRMQA7B252VRSFYxFjIBsVkRLnl5mdy1wt9FAmJvLF05CpOd_eoPOcg40b9mOEcCZcCLkXvBs/s1600/demam-berdarah.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHIR8qu6Y-i6mH9lQTfXPA6hKWCPx8VS2UWuFQJqRJX5nC20L1AYcvcUPh1qj7fTTCreRRMQA7B252VRSFYxFjIBsVkRLnl5mdy1wt9FAmJvLF05CpOd_eoPOcg40b9mOEcCZcCLkXvBs/s1600/demam-berdarah.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSixW-TJg4uJ_BffqjtOH-eGrPC2zTYPf3kP4kImOCTn1tOuHNyHF56QUuvNZNTjDvBlqfWxY0MvXgUqqfGEQe3USzICKfuWu_V7tTn39zm-1-pRlrjthfIwqP7Sv-SUCs_DkF-msngvw/s1600/banner12.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="94" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSixW-TJg4uJ_BffqjtOH-eGrPC2zTYPf3kP4kImOCTn1tOuHNyHF56QUuvNZNTjDvBlqfWxY0MvXgUqqfGEQe3USzICKfuWu_V7tTn39zm-1-pRlrjthfIwqP7Sv-SUCs_DkF-msngvw/s320/banner12.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhq8qsuQnEWtk8b1_aIYtFP1L8EzhyphenhyphenJ7QGwojCthJg-InWFAF0WWeCRT28uEbGYpmet-o1jGnjVYDs3vg-kdaSrbUBM3ZJZqi-_wRxtR6eIC1f-HVlAoZDJuDefjFdklL2pS-_rIwgttYA/s1600/banner51.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="91" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhq8qsuQnEWtk8b1_aIYtFP1L8EzhyphenhyphenJ7QGwojCthJg-InWFAF0WWeCRT28uEbGYpmet-o1jGnjVYDs3vg-kdaSrbUBM3ZJZqi-_wRxtR6eIC1f-HVlAoZDJuDefjFdklL2pS-_rIwgttYA/s320/banner51.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHIR8qu6Y-i6mH9lQTfXPA6hKWCPx8VS2UWuFQJqRJX5nC20L1AYcvcUPh1qj7fTTCreRRMQA7B252VRSFYxFjIBsVkRLnl5mdy1wt9FAmJvLF05CpOd_eoPOcg40b9mOEcCZcCLkXvBs/s72-c/demam-berdarah.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Si Dia Suka Pada Anda Atau Tidak, Kenali Lewat Nada Suaranya</title><link>http://dinkesbonekab.blogspot.com/2013/10/si-dia-suka-pada-anda-atau-tidak-kenali.html</link><category>Artikel</category><author>noreply@blogger.com (Dinas Kesehatan Kabupaten Bone)</author><pubDate>Mon, 7 Oct 2013 23:02:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5885508688423150212.post-3409321595973748620</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNrNtg7ZWcsCjhgT7dux43QSrmQTX57iLp4P3wl3F6K000Xj2pot3wddaXP-w88X-J_p296oEOLq1uXEmSCvRQbVbDgnD2fyOONuhGFESy9YxK0fbOUohVZwwT_FlD6MaVVF_blU1Ijhs/s1600/couple-dating-theshootingrange.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNrNtg7ZWcsCjhgT7dux43QSrmQTX57iLp4P3wl3F6K000Xj2pot3wddaXP-w88X-J_p296oEOLq1uXEmSCvRQbVbDgnD2fyOONuhGFESy9YxK0fbOUohVZwwT_FlD6MaVVF_blU1Ijhs/s320/couple-dating-theshootingrange.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebuah penelitan mengungkapkan bahwa pria dan wanita mengubah nada 
suara mereka saat berbicara pada orang-orang yang mereka sukai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menurut
 peneliti Amerika Serikat, perbedaan nada suara orang-orang saat 
berbicara dengan kekasihnya jelas terdengar di telepon. Mereka, baik itu
 pria maupun wanita, mencoba mencocokkan atau meniru suara dari kekasih 
atau orang yang mereka sukai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Biasanya, perempuan akan menurunkan 
nada mereka, sementara pria akan menaikkan nada saat berbincang dengan 
orang yang mereka sukai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Psikolog yang memimpin studi tersebut 
yakin bahwa perbedaan nada suara saat berbicara dengan teman atau 
kekasih dapat digunakan untuk mendeteksi perselingkuhan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Studi 
yang diterbitkan di Jurnal Perilaku Nonverbal melihat bagaimana 
seseorang mengubah suara saat berbicara kepada kekasih dibandingkan 
dengan berbicara kepada teman berjenis kelamin dalam percakapan singkat 
di telepon.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Peneliti dari Albright College, Pennsylvania 
mempelajari suara dari 24 penelepon yang baru jatuh cinta dan menikmati 
"masa bulan madu".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Para penelepon diminta untuk menelepon kekasih 
masing-masing, teman dekat yang berjenis kelamin sama, dan mereka 
diminta secara spesifik untuk memulai kedua percakapan dengan "apa 
kabar?" dan "sedang apa?".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rekaman percakapan itu diperdengarkan 
kepada tim penilai independen yang terdiri dari 80 orang yang diizinkan 
mendengar setiap ujung awal pembicaraan selama dua detik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ternyata
 mereka bisa membedakan saat penelepon berbicara pada teman atau 
kekasih, sehingga peneliti yakin bahwa orang membedakan suara saat 
berkomunikasi tergantung dari status hubungan sosialnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Contoh 
suara orang yang berbicara dengan kekasih dinilai lebih ramah, seksi, 
dan romantis dibandingkan suara saat berbicara dengan teman yang jenis 
kelaminnya sama," ungkap ketua penelitian, Profesor Susan Hughes, 
seperti dikutip dari Daily Mail. (Antara)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNrNtg7ZWcsCjhgT7dux43QSrmQTX57iLp4P3wl3F6K000Xj2pot3wddaXP-w88X-J_p296oEOLq1uXEmSCvRQbVbDgnD2fyOONuhGFESy9YxK0fbOUohVZwwT_FlD6MaVVF_blU1Ijhs/s72-c/couple-dating-theshootingrange.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tutorial Client - Server e-Puskesmas </title><link>http://dinkesbonekab.blogspot.com/2013/10/tutorial-client-server-e-puskesmas_6.html</link><category>e-Puskesmas</category><author>noreply@blogger.com (Dinas Kesehatan Kabupaten Bone)</author><pubDate>Sun, 6 Oct 2013 23:03:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5885508688423150212.post-7069779001450415077</guid><description>&lt;h3&gt;
Tutorial Client - Server e-Puskesmas :&lt;/h3&gt;
Pastikan komputer satu dengan yang lain jaringannya sudah terhubung, 
baik menggunakan LAN maupun WIFI dan semua sudah terinstall aplikasi 
e-Puskesmas. Berikut langkah – langkah setting aplikasi e-Puskesmas 
client-server.&lt;br /&gt;


&lt;b&gt;1.Tentukan satu PC untuk digunakan sebagai server.&lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;Kemudian untuk mengetahui IP komputer server :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;a.Klik icon windows di pojok kiri bawah PC/ Laptop anda, akan muncul seperti Gb.1 dibawah ini :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;img border="0" src="http://e-puskesmas.com/images/cs/CS-1.png" style="margin: 10px;" /&gt;&lt;br /&gt;


&lt;br /&gt;b.Pada kolom “Search program files” ketik cmd lalu tekan enter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;c.Kemudian ketik      ipconfig     lalu tekan enter, seperti Gb.2 dibawah ini :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;


&lt;img border="0" src="http://e-puskesmas.com/images/cs/CS-2.png" style="margin: 10px;" /&gt;&lt;br /&gt;


&lt;b&gt;SEPERTI Gb.2 DI ATAS YANG DIBERI TANDA MERAH MAKA, IP SERVER : 192.168.1.11&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;



&lt;b&gt;2.Selanjutnya pada halaman login e-Puskesmas yang ada di komputer 
client, klik tombol “Setting” lalu isikan ip server seperti Gb.3 berikut
 ini, kemudian klik tombol “Simpan”.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;

&lt;img border="0" src="http://e-puskesmas.com/images/cs/CS-3.png" style="margin: 10px;" /&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>