<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-5393465127647411848</atom:id><lastBuildDate>Mon, 20 Jan 2025 19:23:01 +0000</lastBuildDate><category>Teknis Budidaya Tanaman</category><category>Tehnik Budidaya</category><category>Produk</category><category>Produk NASA</category><category>Pertanian</category><category>Produk Pertanian dan Perkebunan</category><category>Serba Serbi Pupuk Organik</category><category>Pupuk Organik NASA</category><category>Artikel Pertanian</category><category>Pengendali Hama</category><category>Produk Pertanian</category><category>Produk Perikanan</category><category>Pengendali Hama Alami</category><category>Pestisida Organik</category><category>Produk Peternakan</category><category>Seputar Kelapa Sawit</category><category>Perikanan</category><category>Tanya Jawab NASA</category><category>Agensia Hayati</category><category>Cara Mengatasi Wereng</category><category>Distributor Nasa</category><category>Glio (Gliocadium)</category><category>Teknis Budidaya Perikanan</category><category>Budidaya Padi</category><category>Cara Mendaftaran Mitra Nasa</category><category>Natural BVR</category><category>POC NASA</category><category>Paket Produk NASA</category><category>Pemesanan</category><category>Pendaftaran Mitra Nasa</category><category>Power Nutrition</category><category>Supernasa</category><category>Teknis Budidaya Padi</category><category>Viterna</category><category>Biang Pupuk Organik</category><category>Biang Subur Alami</category><category>Biang Subur Alami Nasa</category><category>Brosur</category><category>Budiata Tanaman Tebu</category><category>Budidaya Anggur Organik Nasa</category><category>Budidaya Bandeng</category><category>Budidaya Bandeng Organik Nasa</category><category>Budidaya Ginseng Organik Nasa</category><category>Budidaya Jagung</category><category>Budidaya Jeruk Organik Nasa</category><category>Budidaya Kacang Tanah Organik Nasa</category><category>Budidaya Kobis Organik Nasa</category><category>Budidaya Melon Organik Nasa</category><category>Budidaya Singkong</category><category>Budidaya Udang</category><category>Cara Budidaya Jamur</category><category>Greenstar</category><category>Hormonik</category><category>Jaminan Pembelian</category><category>Jasa</category><category>Peluang Usaha Nasa</category><category>Pentana</category><category>Pestona</category><category>Peternakan</category><category>Supernasa Granule</category><category>TON</category><title>Distributor Pupuk Organik Natural Nusantara</title><description>Blog Distributor Pupuk Organik PT .Natural Nusantara dan Kumpulan Teknis Budidaya dengan Teknologi NASA. Info:0817.042.9050</description><link>http://distributor-pupuk-organik.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Nur Haryono Nasa)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>111</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Blog Distributor Pupuk Organik PT .Natural Nusantara dan Kumpulan Teknis Budidaya dengan Teknologi NASA. Info:0817.042.9050</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5393465127647411848.post-4964703116762914581</guid><pubDate>Wed, 30 Jun 2021 11:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2021-06-30T18:58:11.175+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budiata Tanaman Tebu</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Teknis Budidaya Tanaman</category><title>Fase Perkembangan Tanaman Tebu</title><description>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqPPqNCkDvWSHOSTgpib-Afjo-1fb9-gaAQ5qa83c1SZwWQGyKWChf59WIMqkjz-Hd58MLkxOB1vjoIo5CKWQXyRigWftLb3pbPoH67CffLQsn0-N_loCekId2CZxEsguScG15_vcDMedY/s771/Perkembangan+Tanaman+Tebu.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Perkembangan Tanaman Tebu" border="0" data-original-height="497" data-original-width="771" height="412" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqPPqNCkDvWSHOSTgpib-Afjo-1fb9-gaAQ5qa83c1SZwWQGyKWChf59WIMqkjz-Hd58MLkxOB1vjoIo5CKWQXyRigWftLb3pbPoH67CffLQsn0-N_loCekId2CZxEsguScG15_vcDMedY/w640-h412/Perkembangan+Tanaman+Tebu.jpg" title="Perkembangan Tanaman Tebu" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Fase awal pertumbuhan tanaman tebu dimulai saat terjadinya pertumbuhan mata tunas baru yang awalnya dorman menjadi tunas muda yang dilengkapi dengan daun, batang dan akar. Kemudian dilanjutkan dengan fase perkecambahan yang sangat ditentukan oleh faktor internal pada bibit. Beberapa faktor yang mempengaruhi fase ini adalah varietas, umur bibit, jumlah mata, panjang stek, cara meletakkan bibit, bibit terinfeksi hama penyakit, serta kebutuhan hara bibit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk faktor eksternal seperti kualitas bibit dan perlakukan bibit sebelum tanam, aerasi, kedalaman peletakan bibit dan kualitas pengolahan tanah juga akan berpengaruh pada fase perkecambahan ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Fase Pertunasan Atau Pertumbuhan Cepat (1-3 Bulan)&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dalam fase pertumbuhan anakan ialah perkecambahan dan tumbuhnya mata-mata pada batang tebu di bawah tanah menjadi tanaman tebu yang baru. Fase pertunasan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tebu, karena dapat mereflesikan produktivitas tanaman tebu. Pada fase ini, tanaman membutuhkan kondisi air yang terjamin kecukupannya, oksigen dan hara makanan khususnyan N, P dan K serta penyinaran matahari yang cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pada fase ini, secara agresif pada tanaman tebu mengalami pertumbuhan secara horizontal dengan terbentuknya tunas-tunas baru yang secara bertahap, yang mulai dari tunas primer hingga tunas tertier. Saat umur tanaman memasuki fase ini, pertumbuhan kesamping akan terus terjadi sampai pertumbuhan jumlah tunas pada umur tebu sekitar 3 bulan atau pertumbuhannya maksimum. Saat proses pertunasan ini, meskipun nanti yang dominan adalah munculnya anakan, namun pola pertumbuhannya berupa fisik dicerminkan dengan pembentukan daun, akar dan batang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Fase Pemanjangan Batang (3-9 Bulan)&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Saat proses pemanjangan batang tanaman tebu biasanya diikuti pula dengan perkembangan beberapa bagian tanaman, yaitu perkembangan tajuk daun, perkembangan akar dan pemanjangan batang. Pada fase ini akan terjadi setelah fase pertumbuhan tunas mulai melambat dan terhenti pertumbuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pemanjangan batang tanaman adalah proses yang paling dominan pada fase ini, yang sehingga stadia pertumbuhan pada periode umur tanaman 3-9 bulan ini dikatakan sebagai stadia perpanjangan batang. Ada 2 unsur paling dominan yang akan berpengaruh pada fase pemanjangan batang tebu yaitu diferensiasi dan perpanjangan ruas-ruas tebu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan terutama sinar matahari, kelembaban tanah, aerasi, hara N dan faktor inheren tebu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Fase Kemasakan Atau Generatif Maksimal (10-12 Bulan)&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Fase kemasakan atau kematangan pada tanaman tebu akan diawali dengan semakin melambatnya&amp;nbsp; pertumbuhan vegetatif bahkan bisa sampai terhenti pertumbuhannya. Tanaman tebu yang akan memasuki fase kemasakan secara kasat mata akan ditandai dengan pertumbuhan tajuk daun berwarna hijau kekuningan, pada helaian daun acapkali dijumpai seperti bercak berwaran coklat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kondisi tertentu, sering ditandai dengan kaluarnya bunga. Selain sifat inheren tebu, faktor lingkungan yang berpengaruh cukup dominan untuk memacu kemasakan tebu antara lain kelembaban tanah, panjang hari, dan status hara tertentu seperti hara nitrogen.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://distributor-pupuk-organik.blogspot.com/2021/06/fase-perkembangan-tanaman-tebu.html</link><author>noreply@blogger.com (Nur Haryono Nasa)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqPPqNCkDvWSHOSTgpib-Afjo-1fb9-gaAQ5qa83c1SZwWQGyKWChf59WIMqkjz-Hd58MLkxOB1vjoIo5CKWQXyRigWftLb3pbPoH67CffLQsn0-N_loCekId2CZxEsguScG15_vcDMedY/s72-w640-h412-c/Perkembangan+Tanaman+Tebu.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5393465127647411848.post-2820329351737806480</guid><pubDate>Sat, 05 Sep 2020 17:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-09-06T00:20:44.544+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budidaya Padi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Teknis Budidaya Padi</category><title>Cara Meningkatkan Hasil Pertanian Tanaman Padi Tanpa Menambah Lahan Pertanian</title><description>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;DistributorPupukOrganik &lt;/b&gt;&lt;/a&gt;- Dijaman sekarang ini, ketersedian lahan pertanian khususnya padi kian sempit dengan beralih fungsinya lahan pertanian menjadi perumahan, pabrik dan lain sebagainya. Begitu juga kondisi lahan pertanian yang kian memprihatinkan karena pemakaian pupuk kimia yang terlalu berlebihan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span&gt;Petani sekarang berpikir bahwa dengan memberikan pupuk kimia yang banyak maka hasil juga akan lebih banyak. Padahal dengan seringnya pemakaian pupuk kimia menjadikan lahan pertanian menjadi kurang subur dikarenakan sisa sisa pupuk kimia yang dipakai tidak bisa terurai sempurna ditanah sehingga lambat laun kondisi tanah menjadi keras dan membuat hasil panen menjadi semakin berkurang walaupun pemakain pupuk kimia selalu bertambah terus.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span&gt;Untuk itu, sekarang mulai digalakkan cara bertanam dengan menggunakan produk produk organik untuk kembali membuat lahan pertanian sehat kembali dan bisa meningkatkan hasil pertanian kembali.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span&gt;Dengan pemakaian yang benar dan didukung dengan kualitas produk yang bagus, maka akan semakin cepat pula perbaikan lahan pertanian sehingga akan didapat hasil yang memuaskan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span&gt;Untuk menjawab tantangan tersebut, PT. NASA yang bergerak dibidang &lt;b&gt;AGROKOMPLEKS &lt;/b&gt;dengan produk produk unggulannya berusaha membantu para petani INDONESIA untuk kembali mendapatkan kejayaannya sebagai negara yang SWA SEMBADA pangan dengan menciptakan produk produk unggulannya seperti SPR NASA, POCNASA, HORMONIK, GREENSTAR,dll.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span&gt;Silahkan simak beberapa testimoni pemakai produk NASA untuk &lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/search/label/Teknis%20Budidaya%20Padi" target="_blank"&gt;tanaman padi &lt;/a&gt;dibawah ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;iframe allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen="" frameborder="0" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/N87H7Kf9C-s" width="560"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Untuk itu, kami sebagai Stockist NASA, mempersembahkan untuk anda&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/2016/05/paket-nasa-untuk-padi-1-hektar.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;PAKET BUDIDAYA TANAMAN PADI HEKTAR&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Silahkan pelajari dan tingkatkan hasil &lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/2020/09/cara-meningkatkan-hasil-panen-padi-tanpa-tambah-lahan.html" target="_blank"&gt;pertanian padi&lt;/a&gt; anda dengan menggunakan produk organik NASA.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://distributor-pupuk-organik.blogspot.com/2020/09/cara-meningkatkan-hasil-panen-padi-tanpa-tambah-lahan.html</link><author>noreply@blogger.com (Nur Haryono Nasa)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://img.youtube.com/vi/N87H7Kf9C-s/default.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5393465127647411848.post-4942600285126349829</guid><pubDate>Sat, 05 Sep 2020 16:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-09-05T23:50:52.522+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel Pertanian</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Glio (Gliocadium)</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pengendali Hama</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Seputar Kelapa Sawit</category><title>Antisipasi Serangan GANODERMA Di Lahan Replanting Perkebunan Kelapa Sawit</title><description>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCHa9jzw4iAAkHLablURuaSg2cZe6UiEL1lT7f0Igbs2kfdUsIfJfBvWruMnMkfOZaHY0kWEm4OgtOfd9hoHs557xH3M4jmI4IQ04Yt4eBeBbbdt3lOp88LoxjesuzvMskkeL1KAae4JBa/s640/GANODERMA+kelapa+sawit.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="ANTISIPASI SERANGAN GANODERMA DI LAHAN REPLANTING PERKEBUNAN KELAPA SAWIT" border="0" data-original-height="360" data-original-width="640" height="360" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCHa9jzw4iAAkHLablURuaSg2cZe6UiEL1lT7f0Igbs2kfdUsIfJfBvWruMnMkfOZaHY0kWEm4OgtOfd9hoHs557xH3M4jmI4IQ04Yt4eBeBbbdt3lOp88LoxjesuzvMskkeL1KAae4JBa/w640-h360/GANODERMA+kelapa+sawit.jpg" title="ANTISIPASI SERANGAN GANODERMA DI LAHAN REPLANTING PERKEBUNAN KELAPA SAWIT" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;b&gt;LATAR BELAKANG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan utama bagi pertumbuhan tanaman yang sehat dan produktif,adalah ketersedian unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman, ketersedian air dan kondisi lingkungan sekitar yang mendukung tumbuh dan berkembangnya tanaman secara sehat dan pada akhirnya dapat memberikan hasil produksi yang terbaik. Keseluruhan faktor diatas saling berkaitan satu sama lain.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sebaliknya dampak kekurangan salah satu faktor akan berpengaruh&amp;nbsp; bagi tanaman&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; berakibat jangka panjang bagi semua jenis tanaman, terutama bagi tanaman perkebunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kegiatan terpenting dalam usaha dibidang Perkebunan Kelapa Sawit adalah kegiatan &lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/search/label/Pengendali%20Hama" target="_blank"&gt;Pengendalian Hama Penyakit&lt;/a&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pengendalian Hama Penyakit adalah mengendalikan pertumbuhan hama penyakit, yang dalam tulisan ini menitik beratkan terhadap penyakit yang disebabkan oleh jamur , terutama oleh jamur Ganoderma yang tumbuh di areal tanaman yang diusahakan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sebagai seorang planters harus mengetahui dan paham mengenai faktor-faktor apa saja yang dapat menjadi faktor penghambat kegiatan pengendalian hama penyakit&amp;nbsp; dan juga harus mengetahui dan paham terhadap-faktor faktor apa saja yang dapat mendukung keberhasilan kegiatan pengendalian hama penyakit, terutama yang disebabkan oleh jamur Ganoderma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi lingkungan sekitar tanaman akan sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan tanaman. Beberapa hasil laporan temuan di beberapa perkebunan kelapa sawit dan juga beberapa hasil penelitian menggambarkan tentang kondisi lingkungan yang menjadi pencetus munculnya berbagai penyakit di perkebunan, terutama di perkebunan kelapa sawit.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Salah satu persoalan&amp;nbsp; utama yang kini tengah dihadapi oleh perkebunan kelapa sawit di Indonesia dan di Malaysia adalah penyakit busuk pangkal batang yang disebabkan oleh jamur&amp;nbsp; Ganoderma boninense. Penyakit ini merupakan “mimpi buruk ”bagi kalangan praktisi perkebunan kelapa sawit,karena dapat menyebabkan kematian kelapa sawit dan dampak yang ditimbulkan adalah kerugian yang sangat besar, sebab&amp;nbsp; sulit dikendalikan&amp;nbsp; hal ini terkait dengan&amp;nbsp; sifat penularannya melalui tanah, angin dan serangga vektor.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ganoderma adalah cendawan patogenik tular tanah (soil borne) yang banyak ditemukan di hutan-hutan primer dan menyerang berbagai jenis tanaman hutan. Cendawan ini dapat bertahan di dalam tanah dalam jangka waktu yang lama. Sesungguhnya Ganoderma tergolong pada kelompok cendawan yang lemah. Serangan pada kelapa sawit menjadi dominan karena terjadi ketidakseimbangan agroekosistem di perkebunan kelapa sawit dan tidak adanya cendawan kompetitor dalam tanah, akibat menurunnya unsur hara organik dalam tanah dan aplikasi herbisida yang tidak bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman yang benar mengenai dampak serangan jamur Ganoderma&amp;nbsp; terhadap produksi kelapa sawit serta antisipasi untuk meminimalkan dampak tersebut sangatlah penting untuk diketahui, sehingga tujuan dari penulisan tema ini dapat memberikan pengetahuan serta sumbang pikiran kepada pembaca majalah sawit Indonesia, khususnya insan perkebunan kelapa sawit agar dapat meningkatkan hasil produksi secara kontiniu dan dapat meminimalkan dampak serangan jamur Ganoderma terhadap produksi kelapa sawit.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;b&gt;IDENTIFIKASI AWAL&amp;nbsp; SERANGAN GANODERMA PADA KELAPA SAWIT&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Indikasi gejala awal penyakit&amp;nbsp; yang diakibatkan oleh serangan jamur ganodermna sulit dideteksi karena gejala eksternal perkembangannya yang lambat , pada tanaman kelapa sawit&amp;nbsp; masa vegetatif&amp;nbsp; (TBM), gejala penyakit busuk pangkal batang (BPB) yang dapat diamati dari luar adalah adanya daun yang menguning pada satu sisi, atau adanya bintik-bintik kuning dari daun yang lebih pendek, yang kemudian diikuti dengan nekrosis (Singh, 1991).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pada daun yang baru membuka nampak lebih pendek dibandingkan daun normal lalu mengalami klorosis dan bahkan mengalami nekrosis. Seiring waktu penyakit ini terus berkembang, warna daun tanaman kelapa sawit terlihat&amp;nbsp; pucat keseluruhan, pertumbuhan lambat dan daun tombak yang tersisa tidak membuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala serupa juga terlihat pada fase tanaman menghasilkan (TM) , terdapat beberapa daun tombak tidak terbuka dan kanopi daun umumnya pucat. Daun yang terserang kemudian mati dimana nekrosis dimulai pada daun yang paling tua dan merambat meluas ke atas ke arah mahkota daun.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tanaman kemudian mati dimana daun kering terkulai pada ujung pelepah pada batang atau patah tulang di beberapa titik sepanjang malai, dan menggantung ke bawah seperti “rok wanita”. Umumnya apabila gejala pada daun terus diamati biasanya akan ditemukan bahwa setidaknya satu setengah bagian jaringan batang bawah telah mati diserang cendawan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Apabila tanaman belum menghasilkan terinfeksi, biasanya akan mengalami kematian dalam kurun waktu 6-24 bulan sejak munculnya gejala pertama, sedangkan pada tanaman kelapa sawit menghasilkan kematian terjadi antara 2-3 tahun kemudian setelah infeksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya, penyakit Ganoderma diduga menyerang tanaman menghasilkan saja dan secara ekonomi tidak merugikan, dengan kejadian penyakit masih biwah ambang toleransi yaitu&amp;lt;1%, akan tetapi, beberapa tahun terakhir ini penyakit Ganoderma telah menjadi satu masalah yang paling serius terutama pada satu atau lebih dari 2 generasi tanam.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pada Saat ini Ganoderma sudah bisa ditemukan hampir di semua kebun kelapa sawit di Indonesia walau kejadian penyakitnya bervariasi. Perkembangan cepat penyakit ini tidak hanya di lahan mineral tetapi juga di lahan gambut. Pada tanah yang miskin unsur hara di laporkan kejadian penyakit Ganoderma lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ragam Pengendalian Ganoderma&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;Pengendalian Ganoderma dilakukan dengan tiga tahap yaitu :&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pengendalian secara internal,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pengendalian secara eksternal.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pengendalian terpadu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;h4 style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pengendalian internal&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;h4&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dengan semakin berkembangnya teknologi dan ilmu-ilmu terapan terutama di bidang rekayasa genetika telah dihasilkan beberapa hasil penelitian yang mampu mengatasi persoalan serangan jamur ganoderma.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Beberapa produsen kecambah Kelapa sawit bahkan sudah meluncurkan beberapa varietas kecambah yang tahan terhadap serangan penyakit yang disebabkan oleh jamur Ganoderma. Artinya titik fokusnya adalah pada internal tanamannya yang diharapkan adalah dihasilkan bibit kelapa sawit yang ditanam bebas dari inokulum Ganoderma dan&amp;nbsp; mampu menghadapi serang jamur ganoderma. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h4 style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pengendalian eksternal&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;h4&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Menurut Dr.Darmono Tani Wiryono, Pakar Ganoderma Biotek Perkebunan, sesungguhnya yang “sakit” adalah lahan pertanaman sehingga meskipun bibit kelapa sawit yang ditanam bebas dari inokulum Ganoderma namun bila ditanam pada areal yang sudah terinfeksi Ganoderma dalam kualitas dan kuantitas yang tinggi maka tanaman tersebut akan terserang juga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sanitasi tanaman terinfeksi dilakukan melalui pemusnahan inokulum dengan cara membongkar tanah memusnahkan tunggul-tunggul,&amp;nbsp; dan akar tanaman terinfeksi serta membakarnya. Melakukan chiping dengan ketebalan 10 cm pada saat replanting. Pembuatan parit isolasi untuk tanaman yang terinfeksi pada populasi infeksi masih rendah.&lt;br /&gt;Bahan Tanaman Toleran, ada indikasi bahwa bahan tanaman varietas dura menunjukkan gejala yang lebih lambat daripada bahan tanaman varietas tenera.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h4 style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pengendalian terpadu&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;h4&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Berdasarkan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan Prof. Meity S. Sinaga, Guru Besar Fitophatologist IPB, strategi pengendalian penyakit BPB Ganoderma yang paling baik adalah dengan melakukan pengendalian terpadu yang merupakan kombinasi dari pengendalian hayati, pembuatan parit isolasi tanaman terinfeksi, pemusnahan sumber inokulum.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Adapun pengendalian hayati yang dimaksud adalah dengan menggunakan jamur yang tidak bersifat patogen bagi tanaman namun mampu melawan jamur patogen yang membahayakan tanaman. Saat ini beberapa produk untuk mengatasi jamur ganoderma dengan menggunakan pengendalian hayati masih sangat jarang, namun umumnya jamur yang digunakan untuk melawan jamur&amp;nbsp; ganoderma antara lain adalah Glicadium dan Tricorderma.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlw1N3344leR843hWGQUYk9e7Wwj-6m5XRIYuQUHHd3he9Soj3Rj2RP3FgyYhp0TYgbzL4fomcO_sefxlWKHbhyphenhyphenD1clKyY6vZzJasBlbt8jCqeNTEwi36jXnRoKm_XR7WSFtZR9Txc_Zz-/s1080/jap.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlw1N3344leR843hWGQUYk9e7Wwj-6m5XRIYuQUHHd3he9Soj3Rj2RP3FgyYhp0TYgbzL4fomcO_sefxlWKHbhyphenhyphenD1clKyY6vZzJasBlbt8jCqeNTEwi36jXnRoKm_XR7WSFtZR9Txc_Zz-/s1080/jap.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Glicadium dapat menyebabkan kematian jamur patogen  dan kehancuran karena mengeluarkan sekresi atau zat antibiotic seperti gliovirin dan viridian yang bersifat fungistatik (mematikan) jamur. Gliovirin merupakan senyawa yang menghambat/mematikan pertumbuhan beberapa jamur dan bakteri, sedang viridin dapat menghambat/mematikan pertumbuhan jamur." border="0" data-original-height="1080" data-original-width="1080" height="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlw1N3344leR843hWGQUYk9e7Wwj-6m5XRIYuQUHHd3he9Soj3Rj2RP3FgyYhp0TYgbzL4fomcO_sefxlWKHbhyphenhyphenD1clKyY6vZzJasBlbt8jCqeNTEwi36jXnRoKm_XR7WSFtZR9Txc_Zz-/w400-h400/jap.jpg" title="Glicadium dapat menyebabkan kematian jamur patogen  dan kehancuran karena mengeluarkan sekresi atau zat antibiotic seperti gliovirin dan viridian yang bersifat fungistatik (mematikan) jamur. Gliovirin merupakan senyawa yang menghambat/mematikan pertumbuhan beberapa jamur dan bakteri, sedang viridin dapat menghambat/mematikan pertumbuhan jamur." width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/2012/08/natural-glio-gliocladium.html" target="_blank"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Glicadium &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;dapat menyebabkan kematian jamur patogen&amp;nbsp; dan kehancuran karena mengeluarkan sekresi atau zat antibiotic seperti gliovirin dan viridian yang bersifat fungistatik (mematikan) jamur. Gliovirin merupakan senyawa yang menghambat/mematikan pertumbuhan beberapa jamur dan bakteri, sedang viridin dapat menghambat/mematikan pertumbuhan jamur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Demikian informasi seputar &lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/2020/09/antisipasi-serangan-ganoderma-di-lahan-perkebunan-kelapa-sawit.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Antisipasi Serangan GANODERMA Di Lahan Replanting Pewrkebunan Kelapa Sawit&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;, semoga bermanfaat untuk teman teman semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&amp;nbsp; :&lt;b&gt; Eko Zulkifli SP, Msc&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://distributor-pupuk-organik.blogspot.com/2020/09/antisipasi-serangan-ganoderma-di-lahan-perkebunan-kelapa-sawit.html</link><author>noreply@blogger.com (Nur Haryono Nasa)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCHa9jzw4iAAkHLablURuaSg2cZe6UiEL1lT7f0Igbs2kfdUsIfJfBvWruMnMkfOZaHY0kWEm4OgtOfd9hoHs557xH3M4jmI4IQ04Yt4eBeBbbdt3lOp88LoxjesuzvMskkeL1KAae4JBa/s72-w640-h360-c/GANODERMA+kelapa+sawit.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5393465127647411848.post-1988974855375124210</guid><pubDate>Fri, 10 Jul 2020 18:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-07-11T01:53:49.878+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Produk</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Produk NASA</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Produk Perikanan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Produk Pertanian dan Perkebunan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Produk Peternakan</category><title>Hormonik - Hormon Pertumbuhan Tanaman</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKeJ9CyCfpq0OWaI6zJsIYztKe4KzS5uuTBZgMMZmxZxSp0c9-7Go8kPSyipR0eo0RUSuUlBW8cVXp1Brfoup2zTz0yA1Q1k23t41era6d_bAjMQP1wSPUnZnZjkISVcVDiHS4Kyj6Esaj/s1600/Hormonik.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1080" data-original-width="1080" height="640" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKeJ9CyCfpq0OWaI6zJsIYztKe4KzS5uuTBZgMMZmxZxSp0c9-7Go8kPSyipR0eo0RUSuUlBW8cVXp1Brfoup2zTz0yA1Q1k23t41era6d_bAjMQP1wSPUnZnZjkISVcVDiHS4Kyj6Esaj/s640/Hormonik.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/2020/07/hormonik.html" target="_blank"&gt;&lt;b style="color: #990000;"&gt;HORMONIK&lt;/b&gt; &lt;/a&gt;memacu  pertumbuhan, pengumbian, pembungaan dan pembuahan tanaman untuk  mendapatkan hasil panen optimal. &lt;b&gt;HORMONIK&lt;/b&gt; mengandung Zat Pengatur Tumbuh  (ZPT) Organik terutama Auksin, Giberelin dan Sitokinin, di formulasikan  dari bahan alami yang dibutuhkan oleh semua jenis tanaman. &lt;b&gt;HORMONIK&lt;/b&gt;  tidak membahayakan ( aman ) bagi kesehatan manusia maupun binatang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;
&lt;b style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;CARA PAKAI :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Dosis : 1 – 2 cc &lt;b&gt;HORMONIK&lt;/b&gt; per 1 liter air.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penggunaan lebih optimal jika dicampur dengan POC NASA( dosis 1 ttp HORMONIK + + 3 ttp POC NASA ) per tangki.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penggunaan dengan cara disemprotkan terutama pada daun tanaman hingga merata.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tanaman semusim :  mulai pertengahan usia tanaman hingga menjelang reproduksi, yaitu  sebelum berbunga/ berumbi (3-6 kali semprot). Penggunaan semenjak awal  tanam lebih baik.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tanaman tahunan : 2-4 bulan sebelum berbunga/berbuah ( 3-6 kali semprot).&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Unggas : 1 botol (500  cc) POC NASA / VITERNA Plus + 1 – 2 tutup HORMONIK, kemudian 1-2 cc  campuran POC NASA/VITERNA Plus + HORMONIK dilarutkan dalam 1 liter air  minum diberikan ke unggas (ayam) setiap hari satu kali.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;Keguanaan : &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1. Mempercepat proses pertumbuhan tanaman.&lt;br /&gt;
2. Memacu dan meningkatkan pembungaan serta pembuahan.&lt;br /&gt;
3. Mengurangi kerontokan bunga dan buah.&lt;br /&gt;
4. Membantu pertumbuhan tunas .&lt;br /&gt;
5. Membantu pertumbuhan akar&lt;br /&gt;
6. Memacu pembesaran umbi.&lt;br /&gt;
7. Meningkatkan keawetan hasil panen.&lt;br /&gt;
8. Memacu dan meningkatkan bobot unggas/ternak.&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhnPnztI3EJUxNsXXL6OEbE3QHK4WaW-WpB2lWweANzYCQnpmGx0YnGffE2MMcFQ0HFOiA_hOIKQ5abPgLAd4Y3-CgmhrERdBkieeOBxcD___LtahHKgktfqMexkXW2Mu1WItikb5Yv2Zv/s1600/UJI-LAB-SUCOFINDO-HORMONIK+NASA.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="452" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhnPnztI3EJUxNsXXL6OEbE3QHK4WaW-WpB2lWweANzYCQnpmGx0YnGffE2MMcFQ0HFOiA_hOIKQ5abPgLAd4Y3-CgmhrERdBkieeOBxcD___LtahHKgktfqMexkXW2Mu1WItikb5Yv2Zv/s640/UJI-LAB-SUCOFINDO-HORMONIK+NASA.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEBPviDzW5HKmy-v3qtDZzYCzaezbEzHWort1-x96WZVmqzBlS0jVIcDBQVVDWwRAHB0d07zBMetPyU9gIhhyphenhyphenAwPOu81lm7njFayI6MAUtzb1o1_oP67ot-uYthcVipaBK-dSMooFrDV4L/s1600/hormonik+nasa+1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="937" data-original-width="750" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEBPviDzW5HKmy-v3qtDZzYCzaezbEzHWort1-x96WZVmqzBlS0jVIcDBQVVDWwRAHB0d07zBMetPyU9gIhhyphenhyphenAwPOu81lm7njFayI6MAUtzb1o1_oP67ot-uYthcVipaBK-dSMooFrDV4L/s320/hormonik+nasa+1.jpg" width="256" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://distributor-pupuk-organik.blogspot.com/2020/07/hormonik.html</link><author>noreply@blogger.com (Nur Haryono Nasa)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKeJ9CyCfpq0OWaI6zJsIYztKe4KzS5uuTBZgMMZmxZxSp0c9-7Go8kPSyipR0eo0RUSuUlBW8cVXp1Brfoup2zTz0yA1Q1k23t41era6d_bAjMQP1wSPUnZnZjkISVcVDiHS4Kyj6Esaj/s72-c/Hormonik.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5393465127647411848.post-2369708512866853231</guid><pubDate>Fri, 10 Jul 2020 18:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-07-11T01:50:22.219+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Produk NASA</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Produk Perikanan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Produk Peternakan</category><title>Viterna Plus</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLGQO_OCEftsn9aAQIyfm3YhL6__W6798O4TbjZXEsWuEKTjye9RKDW3iVntZyexCdB4Mnnhel_uU192sgB0j4WluDrrXxGgjN8BZHQcK5tuaCGaNEkthx9yfvFlDcUNzfKbk4d05XDoGE/s1600/paket+ternak+nasa.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1000" data-original-width="1000" height="640" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLGQO_OCEftsn9aAQIyfm3YhL6__W6798O4TbjZXEsWuEKTjye9RKDW3iVntZyexCdB4Mnnhel_uU192sgB0j4WluDrrXxGgjN8BZHQcK5tuaCGaNEkthx9yfvFlDcUNzfKbk4d05XDoGE/s640/paket+ternak+nasa.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b style="color: #990000; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;VITERNA Plus&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt; merupakan suplemen pakan ternak yang diolah dari berbagai macam bahan alami (hewan dan tumbuhan), memberikan zat-zat yang sangat diperlukan ternak untuk :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Salah stu manfaat paling penting dari Viterna Plus adalah dengan meningkatkan kuantitas (peningkatan Average Daily Gain /ADG bagi sapi dan peningkatan bobot panen bagi ayam) - kualitas daging (mengurangi kandungan kolesterol) - kesehatan ternak (mempertinggi daya tahan tubuh terhadap penyakit) semuanya merupakan Aspek K-3.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Memacu enzim - enzim pencernaan ternak.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memberikan mineral - mineral esensial maupun non esensial.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memberikan berbagai macam nutrisi alami untuk pertumbuhan ternak ( protein, lemak, vitamin, dsb.).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menambah kandungan asam - asam lemak didalam rumen / lambung ternak.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pakan (TDN).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengandung hormon pertumbuhan alami untuk mempercepat pertumbuhan ternak.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Meningkatkan nafsu makan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengurangi kandungan kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran ayam&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Produk alami aman untuk ternak dan lingkungan&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://distributor-pupuk-organik.blogspot.com/2020/07/viterna-plus.html</link><author>noreply@blogger.com (Nur Haryono Nasa)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLGQO_OCEftsn9aAQIyfm3YhL6__W6798O4TbjZXEsWuEKTjye9RKDW3iVntZyexCdB4Mnnhel_uU192sgB0j4WluDrrXxGgjN8BZHQcK5tuaCGaNEkthx9yfvFlDcUNzfKbk4d05XDoGE/s72-c/paket+ternak+nasa.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5393465127647411848.post-7819515934054488616</guid><pubDate>Fri, 10 Jul 2020 18:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-07-11T01:48:05.099+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Agensia Hayati</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pengendali Hama</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Produk</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Produk NASA</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Produk Pertanian dan Perkebunan</category><title>Beuveria Bassiana</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg731VtJwa0TGtW28cV6kl9TfpkCHCpDvtbm_p3_ceflOjfma4Bfnf1nBka1_LTl7deANM1lHhNeSF3LrzNL71Kwt3U2qbqDJ5D0FGTdvwAj5-j-GcvsRzP7J_uSfHIcFtYPdRr29DlIIfn/s1600/BVR+NASA.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="992" data-original-width="1000" height="634" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg731VtJwa0TGtW28cV6kl9TfpkCHCpDvtbm_p3_ceflOjfma4Bfnf1nBka1_LTl7deANM1lHhNeSF3LrzNL71Kwt3U2qbqDJ5D0FGTdvwAj5-j-GcvsRzP7J_uSfHIcFtYPdRr29DlIIfn/s640/BVR+NASA.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/search/label/Natural%20BVR" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Beuveria Bassiana&lt;/b&gt; &lt;/a&gt;atau biasa disebut &lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/search/label/Natural%20BVR" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Natural BVR&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; merupakan produk pengendali hama &amp;amp; penyakit tanaman dari PT. Natural Nusantara. Natural BVR efektif dan efisien terhadap hama sasaran, tidak mematikan musuh alami, selaras keseimbangan alam, mudah dan relatif murah, aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan, mendukung program pertanian berkelanjutan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
Banyak para petani mengeluhkan tentang&amp;nbsp; hama&amp;nbsp; dan penyakit yang menyerang tanaman mereka,sehingga&amp;nbsp; petani cenderung memakai pestisida kimia yang efek nya membuat rasa kebal hama tsb. Oleh sebab itu PT NASA menghadirkan produk &lt;b&gt;Pupuk Organik Nasa&lt;/b&gt; berupa&amp;nbsp; pestisida alami&amp;nbsp; yaitu&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
Natural BVR yang merupakan produk pengendali hama &amp;amp; penyakit tanaman yang berbahan aktif &lt;b&gt;Beauveria bassiana&lt;/b&gt; yang merupakan suatu cendawan yang sangat berperan aktif,efektif dan efisien terhadap hama sasaran, tidak mematikan musuh alami, selaras keseimbangan alam, mudah dan relatif murah, aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan, mendukung program pertanian berkelanjutan. &lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Natural BVR&lt;/b&gt; masuk melalui mulut serangga hama, kemudian tumbuh dan berkembang menghancurkan sistem organ dari dalam.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
BVR menempel pada kulit hama dan mengeluarkan enzim (Kitinase, Protease, Lipase) untuk menghancurkan kulit. BVR mengeluarkan racun (Beauvericin, Beauveroilides, Asam oksalat) untuk membunuh hama.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
Miselium tumbuh secara progresif dan muncul badan buah berwarna putih pada hama yang mati, jika hama terinfeksi tersinggung hama sehat, maka hama akan tertulari, penularan dapat melalui angin. Kematian hama berkisar + 4-8 hari setelah terinfeksi Natural BVR.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;MENGAPA MENGGUNAKAN BVR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Efektif dan efisien terhadap hama sasaran&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak mematikan musuh alami&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selaras keseimbangan alam, mudah dan relatif murah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mendukung program pertanian berkelanjutan&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;Efektif untuk tanaman:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Padi,Cabai, Tomat, Kacang panjang, Buncis, Semangka, Kentang, Bawang Merah &amp;amp; Daun, Kubis, Apel, Mangga, Coklat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;HAMA yang bisa dikendalikan antara lain:&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Wereng (Nilaparvata sp.; Nephotettix sp.; Sogatella sp.),&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penggerek batang padi ( Thryporhiza sp.;Chilo supressalis),&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Walang sangit (Leptocorixa accuta) (sasaran utama)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Thrips sp.;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Aphis sp.;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tungau,&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Myzus sp.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kutu daun Thrips sp.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kutu dompolan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penggerek Buah Coklat (PBK)&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;MEKANISME KERJA BVR&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Natural BVR&lt;/b&gt; masuk melalui mulut serangga hama, kemudian tumbuh dan berkembang menghancurkan sistem organ dari dalam.Natural BVR menempel pada kulit hama dan mengeluarkan &lt;i&gt;&lt;b&gt;enzim (Kitinase, Protease, Lipase)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; untuk menghancurkan kulit.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
Natural BVR mengeluarkan&lt;b&gt; racun (Beauvericin, Beauveroilides, Asam oksalat)&lt;/b&gt; untuk membunuh hama.&amp;nbsp; Miselium tumbuh secara progresif dan muncul badan buah berwarna putih pada hama yang mati, jika hama terinfeksi tersinggung hama sehat, maka hama akan tertulari, penularan dapat melalui angin. Kematian hama berkisar + 4-8 hari setelah terinfeksi &lt;i&gt;Natural BVR.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCAtsXKIGMUYPyDFE76E43JsQ9GzyZX4rcc_AUifrPFI0zNKYnLD02tfH6WOsQP-Qj-oQT2HII7fLJ1G2oP12oCCcztshnGFMlJnHFNTcH2_Rxgd20uVS_ZJL_Fnas1vNtHgqIfQumK9oJ/s1600/beauveria_bassiana+4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCAtsXKIGMUYPyDFE76E43JsQ9GzyZX4rcc_AUifrPFI0zNKYnLD02tfH6WOsQP-Qj-oQT2HII7fLJ1G2oP12oCCcztshnGFMlJnHFNTcH2_Rxgd20uVS_ZJL_Fnas1vNtHgqIfQumK9oJ/s1600/beauveria_bassiana+4.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Contoh hama yang terkena &lt;b&gt;Beuveria Bassiana&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://distributor-pupuk-organik.blogspot.com/2020/07/beuveria-bassiana.html</link><author>noreply@blogger.com (Nur Haryono Nasa)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg731VtJwa0TGtW28cV6kl9TfpkCHCpDvtbm_p3_ceflOjfma4Bfnf1nBka1_LTl7deANM1lHhNeSF3LrzNL71Kwt3U2qbqDJ5D0FGTdvwAj5-j-GcvsRzP7J_uSfHIcFtYPdRr29DlIIfn/s72-c/BVR+NASA.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5393465127647411848.post-2452262089616271780</guid><pubDate>Fri, 10 Jul 2020 18:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-07-11T01:42:57.735+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pertanian</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Teknis Budidaya Padi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Teknis Budidaya Tanaman</category><title>Teknis Budidaya Padi</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwszGzcrlFXy5dA4chuD3Ghkqtdls4YtwIpNZHb_dcBV5WPGC17OTdEOpQFEwj91C-aNWpvyVBL0NCVL3JZwIwLpmV91Xtg6BQH2clabYPLJSjpmLkA8R0WhAt5EueU3VzL2noJ6v3xxHF/s1600/teknis+budidaya+padi.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwszGzcrlFXy5dA4chuD3Ghkqtdls4YtwIpNZHb_dcBV5WPGC17OTdEOpQFEwj91C-aNWpvyVBL0NCVL3JZwIwLpmV91Xtg6BQH2clabYPLJSjpmLkA8R0WhAt5EueU3VzL2noJ6v3xxHF/s1600/teknis+budidaya+padi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Teknis Budidaya padi&lt;/b&gt; ini dipersembahkan oleh PT. Natural Nusantara untuk memajukan pertanian Indonesia khususnya budidaya padi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Produksi gabah padi di Indonesia rata-rata 4 - 5 ton/ha.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;PT. NATURAL NUSANTARA&lt;/b&gt; berupaya membantu tercapainya ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi padi berdasarkan asas &lt;b&gt;kuantitas, kualitas dan kelestarian ( K-3 ).&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;SYARAT TUMBUH&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Padi dapat tumbuh pada ketinggian 0-1500 mdpl dengan temperatur 19 - 270 C, memerlukan penyinaran matahari penuh tanpa naungan. Angin berpengaruh pada penyerbukan dan pembuahan. Padi menghendaki tanah lumpur yang subur dengan ketebalan 18-22 cm dan pH tanah 4 - 7.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;A.Benih&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dengan jarak tanam 25 x 25 cm per 1000 m2 sawah membutuhkan 1,5-3 kg. Jumlah ideal benih yang disebarkan sekitar 50-60 gr/m2. Perbandingan luas tanah untuk pembenihan dengan lahan tanam adalah 3 : 100, atau 1000 m2 sawah : 3,5 m2 pembibitan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;B.Perendaman Benih&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Benih direndam &lt;b&gt;POC NASA&lt;/b&gt; dan air, dosis 2 cc/lt air selama 6-12 jam. tiriskan dan masukkan karung goni, benih padi yang mengambang dibuang. Selanjutnya diperam menggunakan daun pisang atau dipendam di dalam tanah selama 1 - 2 malam hingga benih berkecambah serentak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;C.Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Persemaian diairi dengan berangsur sampai setinggi 3 - 5 cm. Setelah bibit berumur 7-10 hari dan 14-18 hari, dilakukan penyemprotan POC NASA dengan dosis 2 tutup/tangki.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;D. Pemindahan benih&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Bibit yang siap dipindahtanamkan ke sawah berumur 21-40 hari, berdaun 5-7 helai, batang bawah besar dan kuat, pertumbuhan seragam, tidak terserang hama dan penyakit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;F. Pemupukan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pemupukan seperti pada tabel berikut, dosis pupuk sesuai dengan hasil panen yang diinginkan. Semua pupuk makro dicampur dan disebarkan merata ke lahan sesuai dosis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Khusus penggunaan Hormonik bisa dicampurkan dengan POC NASA kemudian disemprotkan ( 3-4 tutup &lt;b&gt;POC NASA&lt;/b&gt; + 1 tutup &lt;b&gt;HORMONIK&lt;/b&gt; /tangki ). Hasil akan bervariasi tergantung jenis varietas, kondisi dan jenis tanah, serangan hama dan penyakit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;TABEL PENGGUNAAN POC NASA DAN SUPERNASA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;   &lt;colgroup&gt;&lt;col width="156"&gt;&lt;/col&gt;&lt;/colgroup&gt;&lt;colgroup&gt;&lt;col width="117"&gt;&lt;/col&gt;&lt;/colgroup&gt;&lt;colgroup&gt;&lt;col width="108"&gt;&lt;/col&gt;&lt;/colgroup&gt;&lt;colgroup&gt;&lt;col span="3" width="93"&gt;&lt;/col&gt;   &lt;/colgroup&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr height="21"&gt;     &lt;td colspan="6" height="21" width="660"&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;Waktu Aplikasi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="21"&gt;     &lt;td height="21"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Jenis Pupuk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Olah Tanah (kg)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;14 hari ( kg )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;30 hari ( kg )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;45 hari ( kg )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;60 hari ( kg )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20"&gt;     &lt;td height="20"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Urea&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;36,5&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;9&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;9&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;9&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;9&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20"&gt;     &lt;td height="20"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;ZA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;3,5&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20"&gt;     &lt;td height="20"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;SP-36&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;6,5&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;1,5&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;1,5&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;1,5&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;1,5&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20"&gt;     &lt;td height="20"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;KCl &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;20&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20"&gt;     &lt;td height="20"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Dolomit&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;13&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20"&gt;     &lt;td height="20"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;SPR NASA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;2 botol ( siram)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;2 botol ( siram)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="17"&gt;     &lt;td height="17"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="18"&gt;     &lt;td colspan="6" height="18"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Catatan : Dosis    produksi padi 1,2 – 1,7 ton/ 1000 M2  Gabah Kering Panen&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;   &lt;colgroup&gt;&lt;col width="156"&gt;&lt;/col&gt;   &lt;col width="117"&gt;&lt;/col&gt;   &lt;col span="3" width="146"&gt;&lt;/col&gt;   &lt;/colgroup&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr height="21"&gt;     &lt;td colspan="5" height="21" width="711"&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Waktu Aplikasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="21"&gt;     &lt;td height="21"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Jenis Pupuk&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Olah Tanah (kg)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;10–14 hari ( kg )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;25–28 hari ( kg )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;42–45 hari ( kg )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20"&gt;     &lt;td height="20"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Urea&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;12&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;6&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;6&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;6&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20"&gt;     &lt;td height="20"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;SP-36&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;10&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;50&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20"&gt;     &lt;td height="20"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;KCl &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;8&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20"&gt;     &lt;td height="20"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;SPR NASA&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;1 botol (siram)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20"&gt;     &lt;td height="20"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;POC NASA&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;4-5 ttp/tgk (semprot)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;4-5 ttp/tgk (semprot)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;4-5 ttp/tgk (semprot)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="17"&gt;     &lt;td height="17"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="22"&gt;     &lt;td colspan="5" height="22"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Catatan : Dosis    produksi padi 0,8 – 1,1 ton/ 1000 M2  Gabah Kering Panen&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;      &lt;colgroup&gt;&lt;col width="156"&gt;&lt;/col&gt;   &lt;col width="117"&gt;&lt;/col&gt;   &lt;col span="3" width="146"&gt;&lt;/col&gt;   &lt;/colgroup&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr height="21"&gt;     &lt;td colspan="5" height="21"&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Waktu Aplikasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="21"&gt;     &lt;td height="21" width="98"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Jenis Pupuk&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="123"&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Olah Tanah (kg)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td width="160"&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;10–14 hari ( kg )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td width="160"&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;25–28 hari ( kg )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td width="160"&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;42–45 hari ( kg )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20"&gt;     &lt;td height="20"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Urea&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;10&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;4,5&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20"&gt;     &lt;td height="20"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;SP-36&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;11,5&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20"&gt;     &lt;td height="20"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;KCL &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;6,5&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20"&gt;     &lt;td height="20"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;POC NASA &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;20-40 ttp (siram)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;4-8 ttp/tgk (semprot)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;4-8 ttp/tgk (semprot)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;4-8 ttp/tgk (semprot)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20"&gt;     &lt;td height="20"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;HORMONIK&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;1 ttp/tgk campur NASA&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;1 ttp/tgk campur NASA&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="17"&gt;     &lt;td height="17"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="22"&gt;     &lt;td colspan="5" height="22"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Catatan : Dosis    produksi padi 0,8 – 1,1 ton/ 1000 M2  Gabah Kering Panen&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;CARA PENGGUNAAN POC NASA DAN SUPERNASA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;    Pemberian SUPERNASA dengan cara dilarutkan dalam air secukupnya kemudian disiramkan ( hanya disiramkan)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Jika dengan POC NASA dicampur air secukupnya bisa disiramkan atau disemprotkan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Khusus SP-36 bisa dilarutkan SUPERNASA atau POC NASA, sedang pupuk makro lainnya disebar secara merata.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;G. PENGOLAHAN LAHAN RINGAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dilakukan pada umur 20 HST, bertujuan untuk sirkulasi udara dalam tanah, yaitu membuang gas beracun dan menyerap oksigen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;H.PENYIANGAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Penyiangan rumput-rumput liar seperti jajagoan, sunduk gangsir, teki dan eceng gondok dilakukan 3 kali umur 4 minggu, 35 dan 55.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;I. PENGAIRAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Penggenangan air dilakukan pada fase awal pertumbuhan, pembentukan anakan, pembungaan dan masa bunting. Sedangkan pengeringan hanya dilakukan pada fase sebelum bunting bertujuan menghentikan pembentukan anakan dan fase pemasakan biji untuk menyeragamkan dan mempercepat pemasakan biji.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;J. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hama putih (Nymphula depunctalis).&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Gejala &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;: menyerang daun bibit, kerusakan berupa titik-titik yang memanjang sejajar tulang daun, ulat menggulung daun padi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Pengendalian&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;pengaturan air yang baik&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;penggunaan bibit sehat&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;melepaskan musuh alami&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;menggugurkan tabung daun&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;menggunakan BVR atau PESTONA.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Padi Thrips (Thrips oryzae).&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Gejala&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;: daun menggulung dan berwarna kuning sampai kemerahan, pertumbuhan bibit terhambat, pada tanaman dewasa gabah tidak berisi. &lt;i&gt;&lt;b&gt;Pengendalian&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;: BVR atau PESTONA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wereng&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Wereng penyerang batang padi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;wereng padi coklat (Nilaparvata lugens),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;wereng padi berpunggung putih (Sogatella furcifera) dan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Wereng penyerang daun padi: wereng padi hijau (Nephotettix apicalis dan N. impicticep).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Merusak dengan cara mengisap cairan batang padi dan dapat menularkan virus. &lt;i&gt;&lt;b&gt;Gejala&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;tanaman padi menjadi kuning dan mengering,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;sekelompok tanaman seperti terbakar,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;tanaman yang tidak mengering menjadi kerdil.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Pengendalian&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;bertanam padi serempak,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;menggunakan varitas tahan wereng seperti IR 36, IR 48, IR- 64, Cimanuk, Progo dsb,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;membersihkan lingkungan,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;melepas musuh alami seperti laba-laba, kepinding dan kumbang lebah;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;penyemprotan BVR.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Walang sangit (Leptocoriza acuta).&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Menyerang buah padi yang masak susu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Gejala buah hampa atau berkualitas rendah seperti berkerut, berwarna coklat dan tidak enak; pada daun terdapat bercak bekas isapan dan bulir padi berbintik-bintik hitam.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Pengendalian&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;bertanam serempak,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;peningkatan kebersihan,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;mengumpulkan dan memusnahkan telur,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;melepas musuh alami seperti jangkrik, laba-laba;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;penyemprotan BVR atau PESTONA.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Kepik hijau (Nezara viridula). &lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Menyerang batang dan buah padi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Gejala&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;pada batang tanaman terdapat bekas tusukan,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;buah padi yang diserang memiliki noda bekas isapan dan pertumbuhan tanaman terganggu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Pengendalian&lt;/b&gt;: mengumpulkan dan memusnahkan telur-telurnya, penyemprotan BVR atau PESTONA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Penggerek batang padi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Penggerek batang padi terdiri atas:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;penggerek batang padi putih (Tryporhyza innotata),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;kuning (T. incertulas),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;bergaris (Chilo supressalis) dan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;merah jambu (Sesamia inferens).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Menyerang batang dan pelepah daun.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Gejala&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;pucuk tanaman layu,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;kering berwarna kemerahan dan mudah dicabut,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;daun mengering dan seluruh batang kering.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kerusakan pada tanaman muda disebut hama "sundep" dan pada tanaman bunting (pengisian biji) disebut "beluk".&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Pengendalian&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;menggunakan varitas tahan,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;meningkatkan kebersihan lingkungan,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;menggenangi sawah selama 15 hari setelah panen agar kepompong mati,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;membakar jerami&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;menggunakan BVR atau PESTONA.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Hama tikus (Rattus argentiventer).&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Menyerang batang muda (1-2 bulan) dan buah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Gejala&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;: adanya tanaman padi yang roboh pada petak sawah dan pada serangan hebat ditengah petak tidak ada tanaman.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Pengendalian&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;pergiliran tanaman,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;tanam serempak,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;sanitasi,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;gropyokan,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;melepas musuh alami seperti ular dan burung hantu,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;penggunaan NAT (Natural Aromatic).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Burung&lt;/b&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Menyerang menjelang panen, tangkai buah patah, biji berserakan. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Pengendalian&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;: mengusir dengan bunyi-bunyian atau orang-orangan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Penyakit Bercak daun coklat. &lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Penyebab&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;: jamur Helmintosporium oryzae.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Gejala&lt;/b&gt;: menyerang pelepah, malai, buah yang baru tumbuh dan bibit yang baru berkecambah. Biji berbercak-bercak coklat tetapi tetap berisi, padi dewasa busuk kering, biji kecambah busuk dan kecambah mati.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Pengendalian&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;merendam benih di air hangat + POC NASA,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;pemupukan berimbang,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;tanam padi tahan penyakit ini.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Penyakit Blast.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Penyebab&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;: jamur Pyricularia oryzae.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Gejala&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;menyerang daun,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;buku pada malai dan ujung tangkai malai.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Daun, gelang buku, tangkai malai dan cabang di dekat pangkal malai membusuk.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pemasakan makanan terhambat dan butiran padi menjadi hampa.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Pengendalian&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;membakar sisa jerami,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;menggenangi sawah,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;menanam varitas unggul Sentani, Cimandiri IR-48, IR-36,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;pemberian pupuk N di saat pertengahan fase vegetatif dan fase pembentukan bulir;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;pemberian GLIO di awal tanam.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Busuk pelepah daun.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Penyebab&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;: jamur Rhizoctonia sp.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Gejala&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;menyerang daun dan pelepah daun pada tanaman yang telah membentuk anakan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Menyebabkan jumlah dan mutu gabah menurun.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Pengendalian&lt;/b&gt;:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;menanam padi tahan penyakit&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;pemberian GLIOpada saat pembentukan anakan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Penyakit Fusarium. &lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Penyebab&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;: jamur Fusarium moniliforme.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Gejala&lt;/b&gt;: menyerang malai dan biji muda menjadi kecoklatan, daun terkulai, akar membusuk.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Pengendalian&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;: merenggangkan jarak tanam, mencelupkan benih + POC NASA dan disebari GLIO di lahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penyakit kresek/hawar daun.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Penyebab&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;: bakteri Xanthomonas campestris pv oryzae)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Gejala&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;menyerang daun dan titik tumbuh.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Terdapat garis-garis di antara tulang daun, garis melepuh dan berisi cairan kehitam-hitaman,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;daun mengering dan mati.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Pengendalian&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;menanam varitas tahan penyakit seperti IR 36, IR 46, Cisadane, Cipunegara,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;menghindari luka mekanis,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;sanitasi lingkungan;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;pengendalian diawal dengan GLIO.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Penyakit kerdil.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Penyebab&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;virus ditularkan oleh wereng coklat Nilaparvata lugens.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Gejala&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;menyerang semua bagian tanaman,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;daun menjadi pendek, sempit, berwarna hijau kekuning-kuningan,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;batang pendek,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;buku-buku pendek,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;anakan banyak tetapi kecil.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Pengendalian&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;: sulit dilakukan, usaha pencegahan dengan memusnahkan tanaman yang terserang ada mengendalikan vector dengan BVR atau PESTONA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Penyakit tungro.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Penyebab&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;: virus yang ditularkan oleh wereng hijau Nephotettix impicticeps. &lt;i&gt;&lt;b&gt;Gejala&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;menyerang semua bagian tanaman,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;pertumbuhan tanaman kurang sempurna,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;daun kuning hingga kecoklatan,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;jumlah tunas berkurang,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;pembungaan tertunda,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;malai kecil dan tidak berisi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Pengendalian&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;: menanam padi tahan wereng seperti Kelara, IR 52, IR 36, IR 48, IR 54, IR 46, IR 42 dan mengendalikan vektor virus dengan BVR &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;K. PANEN DAN PASCA PANEN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Panen dilakukan jika butir gabah 80 % menguning dan tangkainya menunduk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Alat yang digunakan ketam atau sabit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Setelah panen segera dirontokkan malainya dengan perontok mesin atau tenaga manusia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Usahakan kehilangan hasil panen seminimal mungkin. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Setelah dirontokkan diayaki (Jawa : ditapeni) dilakukan pengeringan dengan sinar matahari 2-3 hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Setelah kering lalu digiling yaitu pemisahan gabah dari kulit bijinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Beras siap dikonsumsi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://distributor-pupuk-organik.blogspot.com/2020/07/teknis-budidaya-padi.html</link><author>noreply@blogger.com (Nur Haryono Nasa)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwszGzcrlFXy5dA4chuD3Ghkqtdls4YtwIpNZHb_dcBV5WPGC17OTdEOpQFEwj91C-aNWpvyVBL0NCVL3JZwIwLpmV91Xtg6BQH2clabYPLJSjpmLkA8R0WhAt5EueU3VzL2noJ6v3xxHF/s72-c/teknis+budidaya+padi.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5393465127647411848.post-5160726372127294782</guid><pubDate>Fri, 10 Jul 2020 13:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-07-10T20:26:41.836+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pertanian</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Teknis Budidaya Tanaman</category><title>Teknis Budidaya Kentang Dengan Menggunakan Produk Organik Nasa</title><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi29jDJMMkhkl2R_rZso11eiWDwnLekWnOcChr_st0Ot1vDKWKUaiqk5be8KwhQv7EpVz2jVN2OwWMIM_lGDyRMnjwzdSLbDYiq3QAjmqd4vXQ0jr2TlRzeuJmNi61CLahKJxoj_A2qFda9/s1600/teknis+budidaya+kentang.jpg" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi29jDJMMkhkl2R_rZso11eiWDwnLekWnOcChr_st0Ot1vDKWKUaiqk5be8KwhQv7EpVz2jVN2OwWMIM_lGDyRMnjwzdSLbDYiq3QAjmqd4vXQ0jr2TlRzeuJmNi61CLahKJxoj_A2qFda9/s1600/teknis+budidaya+kentang.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Teknis Budidaya Kenyang ini menggunakan produk organik dari PT. Natural Nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kentang (Solanum tuberosum L) merupakan sumber utama karbohidrat, sehingga menjadi komoditi penting.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PT. NATURAL NUSANTARA&lt;/b&gt; berupaya meningkatkan produksi kentang nasional secara kuantitas, kualitas dan tetap berdasarkan kelestarian lingkungan (Aspek 3K).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SYARAT PERTUMBUHAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Iklim&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Curah hujan rata-rata 1500 mm/tahun, lama penyinaran 9-10 jam/hari, suhu optimal 18-21 °C, kelembaban 80-90% dan ketinggian antara 1.000-3.000 m dpl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Media Tanam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Struktur remah, gembur, banyak mengandung bahan organik, berdrainase baik dan memiliki lapisan olah yang dalam dan pH antara 5,8-7,0.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pembibitan &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Umbi bibit berasal dari umbi produksi berbobot 30-50 gram, umur 150-180 hari, tidak cacat, dan varitas unggul. Pilih umbi berukuran sedang, memiliki 3-5 mata tunas dan hanya sampai generasi keempat saja. Setelah tunas + 2 cm, siap ditanam.&lt;br /&gt;Bila bibit membeli (usahakan bibit yang bersertifikat), berat antara 30-45 gram dengan 3-5 mata tunas. Penanaman dapat dilakukan tanpa/dengan pembelahan. Pemotongan umbi dilakukan menjadi 2-4 potong menurut mata tunas yang ada. Sebelum tanam umbi direndam dulu menggunakan POC NASA selama 1-3 jam (2-4 cc/lt air).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Pengolahan Media Tanam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lahan dibajak sedalam 30-40 cm dan biarkan selama 2 minggu sebelum dibuat bedengan dengan lebar 70 cm (1 jalur tanaman)/140 cm (2 jalur tanaman), tinggi 30 cm dan buat saluran pembuangan air sedalam 50 cm dan lebar 50 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Natural Glio yang sudah terlebih dahulu dikembangbiakkan dalam pupuk kandang + 1 minggu, ditebarkan merata pada bedengan (dosis : 1-2 kemasan Natural Glio dicampur 50-100 kg pupuk kandang/1000 m2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Teknik Penanaman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pemupukan Dasar&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pupuk anorganik berupa urea (200 kg/ha), SP 36 (200 kg/ha), dan KCl (75 kg/ha).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secukupnya secara merata di atas bedengan, dosis 1-2 botol/ 1000 m². Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPERNASA dengan cara :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;alternatif 1 :&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;1 botol SuperNasa diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;alternatif 2 &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan Super Nasa untuk menyiram 10 meter bedengan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Penyiraman POC NASA / SUPER NASA dilakukan sebelum pemberian pupuk kandang.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Berikan pupuk kandang 5-6 ton/ha (dicampur pada tanah bedengan atau diberikan pada lubang tanam) satu minggu sebelum tanam,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cara Penanaman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarak tanaman tergantung varietas, 80 cm x 40 cm atau 70 x 30 cm dengan kebutuhan bibit + 1.300-1.700 kg/ha (bobot umbi 30-45 gr). Waktu tanam diakhir musim hujan (April-Juni).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pemeliharaan Tanaman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Penyulaman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Penyulaman untuk mengganti tanaman yang tidak tumbuh/tumbuhnya jelek dilakukan 15 hari semenjak tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penyiangan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Penyiangan dilakukan minimal dua kali selama masa penanaman 2-3 hari sebelum/bersamaan dengan pemupukan susulan dan penggemburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pemangkasan Bunga&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pada varietas kentang yang berbunga sebaiknya dipangkas untuk mencegah terganggunya proses pembentukan umbi, karena terjadi perebutan unsur hara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pemupukan Susulan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pupuk Makro:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Urea/ZA: 21 hari setelah tanam (hst) 300 kg/ha dan 45 hst 150 kg/ha.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;SP-36: 21 hst 250 kg/ha.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;KCl: 21 hst 150 kg/ha dan 45 hst 75 kg/ha.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pupuk makro diberikan jarak 10 cm dari batang tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. POC NASA: mulai umur 1 minggu s/d 10 atau 11 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Alternatif I&lt;/b&gt; : 8-10 kali (interval 1 minggu sekali dengan dosis 4 tutup/tangki atau 1 botol (500 cc)/ drum 200 lt air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Alternatif II &lt;/b&gt;: 5 - 6 kali (interval 2 mingu sekali dengan dosis 6 tutup/tangki atau 1,5 botol (750 cc)/ drum 200 lt air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. &lt;b&gt;HORMONIK &lt;/b&gt;: penyemprotan POC NASA akan lebih optimal jika dicampur HORMONIK (dosis 1-2 tutup/tangki atau + 2-3 botol/drum 200 liter air).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pengairan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pengairan 7 hari sekali secara rutin dengan di gembor, Power Sprayer atau dengan mengairi selokan sampai areal lembab (sekitar 15-20 menit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hama dan Penyakit&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Ulat grayak (Spodoptera litura)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Gejala&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;: ulat menyerang daun hingga habis daunnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Pengendalian&lt;/b&gt;:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;memangkas daun yang telah ditempeli telur;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;penyemprotan Pestona dan sanitasi lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Kutu daun (Aphis Sp)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Gejala&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;: kutu daun menghisap cairan dan menginfeksi tanaman, juga dapat menularkan virus.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Pengendalian&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;: memotong dan membakar daun yang terinfeksi, serta penyemprotan Pestona atau BVR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Orong-orong (Gryllotalpa Sp)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Gejala&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;: menyerang umbi di kebun, akar, tunas muda dan tanaman muda. Akibatnya tanaman menjadi peka terhadap infeksi bakteri.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Pengendalian&lt;/b&gt;: Pengocoran Pestona.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hama penggerek umbi (Phtorimae poerculella Zael)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Gejala&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;: daun berwarna merah tua dan terlihat jalinan seperti benang berwarna kelabu yang merupakan materi pembungkus ulat. Umbi yang terserang bila dibelah, terlihat lubang-lubang karena sebagian u&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;mbi telah dimakan. &lt;i&gt;&lt;b&gt;Pengendalian &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;: Pengocoran Pestona.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hama trip ( Thrips tabaci )&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Gejala&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;: pada daun terdapat bercak-bercak berwarna putih, berubah menjadi abu-abu perak dan mengering. Serangan dimulai dari ujung-ujung daun yang masih muda.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Pengendalian&lt;/b&gt;:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;memangkas bagian daun yang terserang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;mengunakan Pestona atau BVR.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Penyakit&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penyakit busuk daun&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Penyebab&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;: jamur Phytopthora infestans. Gejala: timbul bercak-bercak kecil berwarna hijau kelabu dan agak basah hingga warnanya berubah menjadi coklat sampai hitam dengan bagian tepi berwarna putih yang merupakan sporangium dan daun membusuk/mati.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Pengendalian&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;: sanitasi kebun. Pencegahan dengan penggunaan Natural Glio pada sebelum atau awal tanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penyakit layu bakteri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Penyebab&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;: bakteri Pseudomonas solanacearum.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Gejala&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;: beberapa daun muda pada pucuk tanaman layu dan daun tua, daun bagian bawah menguning.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Pengendalian&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;: sanitasi kebun, pergiliran tanaman.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pencegahan dengan penggunaan Natural Glio pada sebelum atau awal tanam.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Penyakit busuk umbi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Penyebab&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;: jamur Colleotrichum coccodes.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Gejala&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;: daun menguning dan menggulung, lalu layu dan kering. Bagian tanaman yang berada dalam tanah terdapat bercak-bercak berwarna coklat. Infeksi akan menyebabkan akar dan umbi muda busuk.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Pengendalian&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;: pergiliran tanaman , sanitasi kebun dan penggunaan bibit yang baik. Pencegahan dengan penggunaan Natural Glio pada sebelum atau awal tanam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penyakit fusarium&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Penyebab&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;: jamur Fusarium sp.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Gejala&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;: busuk umbi yang menyebabkan tanaman layu. Penyakit ini juga menyerang kentang di gudang penyimpanan. Infeksi masuk melalui luka-luka yang disebabkan nematoda/faktor mekanis.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Pengendalian&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;: menghindari terjadinya luka pada saat penyiangan dan pendangiran.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pencegahan dengan penggunaan Natural Glio pada sebelum atau awal tanam.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Penyakit bercak kering (Early Blight)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Penyebab&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;: jamur Alternaria solani. Jamur hidup disisa tanaman sakit dan berkembang di daerah kering.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Gejala&lt;/b&gt;: daun berbercak kecil tersebar tidak teratur, warna coklat tua, meluas ke daun muda. Permukaan kulit umbi berbercak gelap tidak beraturan, kering, berkerut dan keras.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pengendalian: pergiliran tanaman. Pencegahan : Natural Glio sebelum/awal tanam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penyakit karena virus&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Virus yang menyerang adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Potato Leaf Roll Virus (PLRV) menyebabkan daun menggulung;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Potato Virus X (PVX) menyebabkan mosaik laten pada daun;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Potato Virus Y (PVY) menyebabkan mosaik atau nekrosis lokal;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Potato Virus A (PVA) menyebabkan mosaik lunak;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Potato Virus M (PVM) menyebabkan mosaik menggulung;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Potato Virus S (PVS) menyebabkan mosaik lemas.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Gejala&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;: akibat serangan, tanaman tumbuh kerdil, lurus dan pucat dengan umbi kecil-kecil/tidak menghasilkan sama sekali; daun menguning dan jaringan mati. Penyebaran virus dilakukan oleh peralatan pertanian, kutu daun Aphis spiraecola, A. gossypii dan Myzus persicae, kumbang Epilachna dan Coccinella dan nematoda.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Pengendalian&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;: tidak ada pestisida untuk mengendalikan virus, pencegahan dan pengendalian dilakukan dengan menanam bibit bebas virus, membersihkan peralatan, memangkas dan membakar tanaman sakit, mengendalikan vektor dengan Pestona atau BVR dan melakukan pergiliran tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Catatan &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;: Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Panen&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Umur panen pada tanaman kentang berkisar antara 90-180 hari, tergantung varietas tanaman. Secara fisik tanaman kentang sudah dapat dipanen jika daunnya telah berwarna kekuning-kuningan yang bukan disebabkan serangan penyakit; batang tanaman telah berwarna kekuningan (agak mengering) dan kulit umbi akan lekat sekali dengan daging umbi, kulit tidak cepat mengelupas bila digosok dengan jari.&lt;/span&gt;</description><link>http://distributor-pupuk-organik.blogspot.com/2020/07/teknis-budidaya-kentang-dengan.html</link><author>noreply@blogger.com (Nur Haryono Nasa)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi29jDJMMkhkl2R_rZso11eiWDwnLekWnOcChr_st0Ot1vDKWKUaiqk5be8KwhQv7EpVz2jVN2OwWMIM_lGDyRMnjwzdSLbDYiq3QAjmqd4vXQ0jr2TlRzeuJmNi61CLahKJxoj_A2qFda9/s72-c/teknis+budidaya+kentang.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5393465127647411848.post-7096634671267373981</guid><pubDate>Fri, 03 Jul 2020 18:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-07-04T01:23:48.917+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pertanian</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Teknis Budidaya Tanaman</category><title>Teknis Budidaya Semangka</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXwZdm3dIEN7_Jffix1pTKDwZE0aBqNHBbEvbRT42ZarcSpRmckvlZhIic1g_3yyYwZGrR8rCnF0GuR-d_qusUAC0CtlbcsesRuY05Uz1ohQzfGL2OPbi4M5TQkWRENpb4COgsRsq6Ug9G/s1600/teknis+budidaya+semangka.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="226" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXwZdm3dIEN7_Jffix1pTKDwZE0aBqNHBbEvbRT42ZarcSpRmckvlZhIic1g_3yyYwZGrR8rCnF0GuR-d_qusUAC0CtlbcsesRuY05Uz1ohQzfGL2OPbi4M5TQkWRENpb4COgsRsq6Ug9G/s320/teknis+budidaya+semangka.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Teknis Budidaya semangka&lt;/b&gt; ini menggunakan produk Nasa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;I. PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tingkat dan kualitas produksi semangka di Indonesia masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan antara lain karena tanah yang keras, miskin unsur hara dan hormon, pemupukan yang tidak berimbang, serangan hama dan penyakit tanaman, pengaruh cuaca /iklim, serta teknis budidaya petani.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;PT. Natural Nusantara berupaya membantu petani dalam peningkatan produksi secara Kuantitas dan Kualitas dengan tetap memelihara Kelestarian lingkungan (Aspek K-3).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;II. SYARAT PERTUMBUHAN&lt;br /&gt;2.1. Iklim&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Curah hujan ideal 40-50 mm/bulan. Seluruh areal pertanaman perlu sinar matahari sejak terbit sampai tenggelam. Suhu optimal ± 250 C. Semangka cocok ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 600 m dpl.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;2.2. Media Tanam&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kondisi tanah cukup gembur, kaya bahan organik, bukan tanah asam dan tanah kebun/persawahan yang telah dikeringkan. Cocok pada jenis tanah geluh berpasir. Keasaman tanah (pH) 6 - 6,7.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;br /&gt;3.1. Pembibitan&lt;br /&gt;3.1.1. Penyiapan Media Semai&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Siapkan Natural GLIO : 1-2 kemasan &lt;b&gt;Natural GLIO &lt;/b&gt;dicampur dengan 25-50 kg pupuk kandang untuk lahan 1000 m2. Diamkan + 1 minggu di tempat teduh dengan selalu menjaga kelembabannya dan sesekali diaduk (dibalik).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Campurkan tanah halus (telah diayak) 2 bagian atau 2 ember (volume 10 lt), pupuk kandang matang yang telah diayak halus sebanyak 1 bagian atau 1 ember, TSP (± 50 gr) yang dilarutkan dalam 2 tutup POC NASA, dan Natural GLIO yang sudah dikembangbiakkan dalam pupuk kandang (1-3 kg) .Masukkan media semai ke dalam polybag kecil 8x10 cm sampai terisi hingga 90%.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;3.1.2. Teknik Perkecambahan Benih&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Benih dimasukkan ke dalam kain lalu diikat, kemudian direndam dalam ramuan : 1 liter air hangat suhu 20-250C + 1 sendok POC NASA (direndam 8-12 jam). Benih dalam ikatan diambil, dibungkus koran kemudian diperam 1-2 hari. Jika ada yang berkecambah diambil untuk disemaikan dan jika kering tambah air dan dibungkus kain kemudian dimasukkan koran lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;3.1.3. Semai Benih dan Pemeliharaan Bibit&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Media semai disiram air bersih secukupnya. Benih terpilih yang calon akarnya sudah sepanjang 2-3 mm, langsung disemai dalam polybag sedalam 1-1,5 cm.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kantong persemaian diletakkan berderet agar terkena sinar matahari penuh. Diberi perlindungan plastik transparan, salah satu ujung/pinggirnya terbuka.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Semprotkan POC NASA untuk memacu perkembangan bibit, dilakukan rutin setiap 3 - 4 hari sekali. Penyiraman 1-2 kali sehari. Pada umur 12-14 hari bibit siap ditanam.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;3.2. Pengolahan Media Tanam&lt;br /&gt;3.2.1. Pembukaan Lahan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pembajakan sedalam + 30 cm, dihaluskan dan diratakan. Bersihkan lahan dari sisa-sisa perakaran dan batu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;3.2.2. Pembentukan Bedengan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Lebar bedengan 6-8 m, tinggi bedengan minimum 20 cm.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;3.2.3. Pengapuran&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Penggunaan kapur per 1000 m2 pada pH tanah 4-5 diperlukan 150-200 kg dolomit , pH 5-6 dibutuhkan 75-150 kg dolomit dan pH &amp;gt;6 dibutuhkan dolomit sebanyak 50 kg.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;3.2.4. Pemupukan Dasar&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;a. Pupuk kandang 600 kg/ha, diberikan pada permukaan bedengan kurang lebih seminggu sebelum tanam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;b. Pupuk anorganik berupa TSP (200 kg/ha), ZA (140 kg/ha) dan KCl (130 kg/ha).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;c. Siramkan POC NASA yang telah dicampur air secukupnya diatas bedengan dengan dosis + 1-2 botol/1000 m2. Hasil akan lebih bagus jika POC NASA digantikan &lt;b&gt;SUPERNASA&lt;/b&gt;, dosis 1-2 botol/1000 m2 dengan cara :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Alternatif 1 : 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Alternatif 2 : setiap 1 gembor volume 10 lt diberi 1 peres sendok makan SUPER NASA untuk menyiram + 10 meter bedengan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;3.2.5. Lain-lain&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Bedengan perlu disiangi, disiram dan diberi plastik mulsa dengan lebar 110-150 cm agar menghambat penguapan air dan tumbuhnya tanaman liar. Di atas mulsa dilapisi jerami kering setebal 2-3 cm untuk perambatan semangka dan peletakan buah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;3.3. Teknik Penanaman&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;3.3.1. Pembuatan Lubang Tanaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dilakukan Satu minggu sebelum penanaman dengan kedalaman 8-10 cm. Berjarak 20-30 cm dari tepi bedengan dengan jarak antara lubang sekitar 90-100 cm.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;3.3.2. Waktu Penanaman&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Penanaman sebaiknya pagi atau sore hari kemudian bibit disiram hingga cukup basah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;3.4. Pemeliharaan Tanaman&lt;br /&gt;3.4.1. Penyulaman&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sebaiknya dilakukan 3 - 5 hari setelah tanam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;3.4.2. Penyiangan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tanaman semangka cukup mempunyai dua buah saja, dengan pengaturan cabang primer yang cenderung banyak. Dipelihara 2-3 cabang tanpa memotong ranting sekunder. Perlu penyiangan pada ranting yang tidak berguna, ujung cabang sekunder dipangkas dan disisakan 2 helai daun. Cabang sekunder yang tumbuh pada ruas yang ada buah dipotong karena mengganggu pertumbuhan buah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;3.4.3. Perempelan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dilakukan perempelan tunas-tunas muda yang tidak berguna karena mempengaruhi pertumbuhan pohon/buah semangka yang sedang berkembang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;3.4.4. Pengairan dan Penyiraman&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pengairan melalui saluran diantara bedengan atau digembor dengan interval 4-6 hari. Volume pengairan tidak boleh berlebihan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;3.4.5. Pemupukan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;       &lt;td rowspan="2" valign="top" width="156"&gt;&lt;h3 align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Waktu&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/td&gt;       &lt;td colspan="3" valign="top" width="216"&gt;&lt;h3 align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dosis Pupuk Makro (kg/ ha)&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;       &lt;td valign="top" width="72"&gt;&lt;h3 align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;ZA&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/td&gt;       &lt;td valign="top" width="66"&gt;&lt;h3 align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;TSP&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/td&gt;       &lt;td valign="top" width="78"&gt;&lt;h3 align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;KCl&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;       &lt;td valign="top" width="156"&gt;&lt;h3&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Susulan    I (3 hari)&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/td&gt;       &lt;td valign="top" width="72"&gt;&lt;h3 align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;40&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/td&gt;       &lt;td valign="top" width="66"&gt;&lt;h3 align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/td&gt;       &lt;td valign="top" width="78"&gt;&lt;h3 align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;40&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;       &lt;td valign="top" width="156"&gt;&lt;h3&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Susulan    II Daun 4-6 helai&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/td&gt;       &lt;td valign="top" width="72"&gt;&lt;h3 align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;120&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/td&gt;       &lt;td valign="top" width="66"&gt;&lt;h3 align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;85&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/td&gt;       &lt;td valign="top" width="78"&gt;&lt;h3 align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;80&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;       &lt;td valign="top" width="156"&gt;&lt;h3&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Susulan    III Batang 45–55 cm&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/td&gt;       &lt;td valign="top" width="72"&gt;&lt;h3 align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;170&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/td&gt;       &lt;td valign="top" width="66"&gt;&lt;h3 align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/td&gt;       &lt;td valign="top" width="78"&gt;&lt;h3 align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;30&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;       &lt;td valign="top" width="156"&gt;&lt;h3&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Susulan    IV Tanaman bunga&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/td&gt;       &lt;td valign="top" width="72"&gt;&lt;h3 align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;130&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/td&gt;       &lt;td valign="top" width="66"&gt;&lt;h3 align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/td&gt;       &lt;td valign="top" width="78"&gt;&lt;h3 align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;30&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;       &lt;td valign="top" width="156"&gt;&lt;h3&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Susulan    V Buah masih pentil&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/td&gt;       &lt;td valign="top" width="72"&gt;&lt;h3 align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;80&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/td&gt;       &lt;td valign="top" width="66"&gt;&lt;h3 align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/td&gt;       &lt;td valign="top" width="78"&gt;&lt;h3 align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;30&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;       &lt;td valign="top" width="156"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;POC NASA ( per ha )&lt;br /&gt;     Mulai umur 1 minggu –  6 atau 7 minggu&lt;/span&gt;       &lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;
 &lt;/h2&gt;
&lt;/td&gt;       &lt;td colspan="3" valign="top" width="216"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;POC NASA disemprotkan ke    tanaman alternatif 1:  6-7 kali ( interval 1 minggu sekali) dgn    dosis  4 tutup botol/ tangki&lt;br /&gt;alternatif    2           &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;: 4    kali (interval 2 minggu sekali ) dgn dosis     6 tutup botol/ tangki&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;  &lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;3.4.6. Waktu Penyemprotan HORMONIK&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Semprotkan &lt;b&gt;HORMONIK&lt;/b&gt; sejenis ZPT/hormon alami. Dosis HORMONIK : 1-2 cc/lt air atau 1-2 tutup HORMONIK + 3-4 tutup POC NASA setiap tangki semprot. Penyemprotan pada umur 21 - 70 hari, interval 7 hari sekali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;3.4.7. Pemeliharaan Lain&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pilih buah yang cukup besar, terletak antara 1,0-1,5 m dari perakaran tanaman, bentuk baik dan tidak cacat. Setiap tanaman diperlukan calon buah 1-2 buah, sisanya di pangkas. Semenjak calon buah ± 2 kg sering dibalik guna menghindari warna yang kurang baik akibat ketidakmerataan terkena sinar matahari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;3.5. Hama dan Penyakit&lt;br /&gt;3.5.1 Hama&lt;br /&gt;a. Thrips&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Berukuran kecil ramping, warna kuning pucat kehitaman, mempunyai sungut badan beruas-ruas. Cara penularan secara mengembara dimalam hari, menetap dan berkembang biak. Pengendalian: semprotkan Natural BVR atau Pestona.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;b. Ulat Perusak Daun&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Berwarna hijau dengan garis hitam/berwarna hijau bergaris kuning, gejala : daun dimakan sampai tinggal lapisan lilinnya dan terlihat dari jauh seperti berlubang. Pengendalian: dilakukan penyemprotan Natural Vitura atau &lt;b&gt;Pestona&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;c. Tungau&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Binatang kecil berwarna merah agak kekuningan/kehijauan berukuran kecil mengisap cairan tanaman. Tandanya, tampak jaring-jaring sarang binatang ini di bawah permukaan daun, warna dedaunan akan pucat. Pengendalian: semprot Natural BVR atau Pestona.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;d. Ulat Tanah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Berwarna hitam berbintik-bintik/bergaris-garis, panjang tubuh 2-5 cm, aktif merusak dan bergerak pada malam hari. Menyerang daun, terutama tunas-tunas muda, ulat dewasa memangsa pangkal tanaman. Pengendalian: (1) penanaman secara serempak pada daerah yang berdekatan untuk memutus siklus hidup hama dan pemberantasan sarang ngengat disekitarnya; (2) pengendalian dengan penyemprotan Natural Vitura/Virexi atau Pestona.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;e. Lalat Buah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Ciri-ciri mempunyai sayap yang transparan berwarna kuning dengan bercak-bercak dan mempunyai belalai. Tanda-tanda serangan : terdapat bekas luka pada kulit buah (seperti tusukan belalai), daging buah beraroma sedikit masam dan terlihat memar. Pengendalian : membersihkan lingkungan, tanah bekas hama dibalikan dengan dibajak/dicangkul, pemasangan perangkap lalat buah dan semprot Pestona.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;3.5.2. Penyakit&lt;br /&gt;a. Layu Fusarium&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Penyebab: lingkungan/situasi yang memungkinkan tumbuh jamur (hawa yang terlalu lembab). Gejala: timbul kebusukan pada tanaman yang tadinya lebat dan subur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pengendalian:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;dengan pergiliran masa tanam dan menjaga kondisi lingkungan, menanam pada areal baru yang belum ditanami,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;pemberian Natural GLIO sebelum atau pada saat tanam.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;b. Bercak Daun&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Penyebab: spora bibit penyakit terbawa angin dari tanaman lain yang terserang. Gejala: permukaan daun terdapat bercak-bercak kuning dan selanjutnya menjadi coklat akhirnya mengering dan mati, atau terdapat rumbai-rumbai halus berwarna abu-abu/ungu. Pengendalian: seperti pada penyakit layu fusarium.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;c. Antraknosa&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Penyebab: seperti penyakit layu fusarium. Gejala: daun terlihat bercak-bercak coklat yang akhirnya berubah warna kemerahan dan akhirnya daun mati. Bila menyerang buah, tampak bulatan berwarna merah jambu yang lama kelamaan semakin meluas. Pengendalian: seperti pengendalian penyakit layu fusarium.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;d. Busuk Semai&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Menyerang pada benih yang sedang disemaikan. Gejala: batang bibit berwarna coklat, merambat dan rebah kemudian mati. Pengendalian: pemberian Natural GLIO sebelum penyemaian di media semai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;e. Busuk Buah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Penyebab: jamur/bakteri patogen yang menginfeksi buah menjelang masak dan aktif setelah buah mulai dipetik. Pengendalian: hindari dan cegah terjadinya kerusakan kulit buah, baik selama pengangkutan maupun penyimpanan, pemetikan buah dilakukan pada waktu siang hari tidak berawan/hujan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;f. Karat Daun&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Penyebab: virus yang terbawa oleh hama tanaman yang berkembang pada daun tanaman. Gejala: daun melepuh, belang-belang, cenderung berubah bentuk, tanaman kerdil dan timbul rekahan membujur pada batang. Pengendalian: sama seperti penyakit layu fusarium.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Catatan : Jika pengendalian hama penyakit menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia. Agar penyemprotan pestisida kimia dapat merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810 dengan dosis + 5 ml ( 1/2 tutup)/tangki.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;3.6. Panen&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;3.6.1.Ciri dan Umur Panen&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Umur panen setelah 70-100 hari setelah penanaman. Ciri-cirinya: terjadi perubahan warna buah, dan batang buah mulai mengecil maka buah tersebut bisa dipetik (dipanen).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;3.6.2.Cara Panen&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pemetikan buah sebaiknya dilakukan pada saat cuaca cerah sehingga buah dalam kondisi kering permukaan kulitnya, dan tahan selama dalam penyimpananan ataupun ditangan para pengecer. Sebaiknya pemotongan buah semangka dilakukan beserta tangkainya.&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://distributor-pupuk-organik.blogspot.com/2020/07/teknis-budidaya-semangka.html</link><author>noreply@blogger.com (Nur Haryono Nasa)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXwZdm3dIEN7_Jffix1pTKDwZE0aBqNHBbEvbRT42ZarcSpRmckvlZhIic1g_3yyYwZGrR8rCnF0GuR-d_qusUAC0CtlbcsesRuY05Uz1ohQzfGL2OPbi4M5TQkWRENpb4COgsRsq6Ug9G/s72-c/teknis+budidaya+semangka.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5393465127647411848.post-6834047803831814034</guid><pubDate>Fri, 03 Jul 2020 18:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-07-04T01:19:54.987+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pertanian</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Teknis Budidaya Tanaman</category><title>Teknis Budidaya Kedelai</title><description>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwSJPc1hmixFnuDMUy_S5sYDNeAH0S6dyTmw2qEpyJzkUGliNbcXgm71XUdyl5AobEokwfNzSmYfhXoMB0UvQxgpk2l1Gclhvjpys6FduqxcTLD89AfW8oChzP7uQ3d_qkfnHAXfcyIV7l/s1600/teknis+budidaya+kedelai.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwSJPc1hmixFnuDMUy_S5sYDNeAH0S6dyTmw2qEpyJzkUGliNbcXgm71XUdyl5AobEokwfNzSmYfhXoMB0UvQxgpk2l1Gclhvjpys6FduqxcTLD89AfW8oChzP7uQ3d_qkfnHAXfcyIV7l/s320/teknis+budidaya+kedelai.jpg" width="243" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Teknis Budidaya kedelai&lt;/b&gt; dibawah ini menggunakan produk pupuk organik dari PT. Natural Nusantara.&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ketergantungan terhadap kedelai impor sangat memprihatinkan, karena seharusnya kita mampu mencukupinya sendiri. Ini karena produktivitas rendah dan semakin meningkatnya kebutuhan kedelai. PT. Natural Nusantara berusaha membantu dalam peningkatan produksi secara kuantitas , kualitas dan kelestarian lingkungan sehingga kita bisa bersaing di era pasar bebas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;SYARAT TUMBUH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tanaman dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah asal drainase (tata air) dan aerasi (tata udara) tanah cukup baik, curah hujan 100-400 mm/bulan, suhu udara 230C - 300C, kelembaban 60% - 70%, pH tanah 5,8 - 7 dan ketinggian kurang dari 600 m dpl.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PENGOLAHAN TANAH&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Tanah dibajak, digaru dan diratakan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sisa-sisa gulma dibenamkan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Buat saluran air dengan jarak sekitar 3-4 m&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tanah dikeringanginkan tiga minggu baru ditanami&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata di atas bedengan dengan dosis ± 1 botol (500 cc) POC NASA diencerkan dengan air secukupnya untuk setiap 1000 m² (10 botol/ha). Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA, cara penggunaannya sebagai berikut:&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Alternatif 1 :&lt;/b&gt; 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Alternatif 2 :&lt;/b&gt; setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan SUPER NASA untuk menyiram 5-10 meter bedengan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;PENANAMAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Rendam benih dalam POC NASA dosis 2 cc / liter selama 0,5 jam dan dicampur Legin (Rhizobium ) untuk tanah yang belum pernah ditanami kedelai&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Buat jarak tanam antar tugalan berukuran 30 x 20 cm, 25 x 25 cm atau 20 x 20 cm&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Buat lubang tugal sedalam 5 cm dan masukkan biji 2-3 per lubang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tutup benih dengan tanah gembur dan tanpa dipadatkan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Waktu tanam yang baik akhir musim hujan&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;PENJARANGAN &amp;amp; PENYULAMAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kedelai mulai tumbuh kira-kira umur 5-6 hari, benih yang tidak tumbuh diganti atau disulam dengan benih baru yang akan lebih baik jika dicampur Legin. Penyulaman sebaiknya sore hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PENYIANGAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Penyiangan pertama umur 2-3 minggu, ke-2 pada saat tanaman selesai berbunga (sekitar 6 minggu setelah tanam). Penyiangan ke-2 ini dilakukan bersamaan dengan pemupukan ke-2.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PEMBUBUNAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pembubunan dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu dalam agar tidak merusak perakaran tanaman. Luka pada akar akan menjadi tempat penyakit yang berbahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PEMUPUKAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Contoh jenis dan dosis pupuk sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;   &lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td rowspan="2" valign="top" width="112"&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Waktu&lt;/b&gt;    &lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td colspan="3" valign="top" width="174"&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Dosis Pupuk Makro (per ha)&lt;/b&gt;    &lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="59"&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Urea (kg)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="58"&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;SP-36 (kg)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="56"&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;KCl (kg)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="112"&gt;&lt;br /&gt;
2 Minggu Setelah Tanam&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="59"&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;br /&gt;
50    &lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="58"&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;br /&gt;
40    &lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="56"&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;br /&gt;
20    &lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="112"&gt;&lt;br /&gt;
6 Minggu Setelah Tanam&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="59"&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;br /&gt;
30&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="58"&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;br /&gt;
20    &lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="56"&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;br /&gt;
40    &lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="112"&gt;&lt;br /&gt;
Total&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="59"&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;br /&gt;
80 kg    &lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="58"&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;br /&gt;
60 kg    &lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="56"&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;br /&gt;
60 kg&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;POC NASA&lt;/b&gt; diberikan 2 minggu sekali semenjak tanaman berumur 2 minggu, dengan cara disemprotkan (4 - 8 tutup POC NASA/tangki).&lt;br /&gt;
Kebutuhan total &lt;b&gt;POC NASA &lt;/b&gt;untuk pemeliharaan 1-2 botol per 1000 m2 (10 - 20 botol/ha). Akan lebih bagus jika penggunaan POC NASA ditambahkan &lt;b&gt;HORMONIK&lt;/b&gt; (3 - 4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK/tangki). Pada saat tanaman berbunga tidak dilakukan penyemprotan, karena dapat mengganggu penyerbukan, akan lebih aman jika disiramkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PENGAIRAN DAN PENYIRAMAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kedelai menghendaki kondisi tanah yang lembab tetapi tidak becek. Kondisi seperti ini dibutuhkan sejak benih ditanam hingga pengisian polong. Saat menjelang panen, tanah sebaiknya dalam keadaan kering.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PENGELOLAAN HAMA DAN PENYAKIT&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Aphis glycine&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kutu ini dapat dapat menularkan virus SMV (Soyabean Mosaik Virus). Menyerang pada awal pertumbuhan dan masa pertumbuhan bunga dan polong. Gejala: layu, pertumbuhannya terhambat. Pengendalian:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Jangan tanam tanaman inang seperti: terung-terungan, kapas-kapasan atau kacang-kacangan;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp;buang bagian tanaman terserang dan bakar,&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;gunakan musuh alami (predator maupun parasit);&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;semprot Natural BVR atau PESTONA dilakukan pada permukaan daun bagian bawah.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;2. Kumbang daun tembukur (Phaedonia inclusa)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Bertubuh kecil, hitam bergaris kuning. Bertelur pada permukaan daun. Gejala: larva dan kumbang memakan daun, bunga, pucuk, polong muda, bahkan seluruh tanaman. Pengendalian: penyemprotan PESTONA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Ulat polong (Ettiela zinchenella)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Gejala: pada buah terdapat lubang kecil. Waktu buah masih hijau, polong bagian luar berubah warna, di dalam polong terdapat ulat gemuk hijau dan kotorannya. Pengendalian : (1) tanam tepat waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Kepik polong (Riptortis lincearis)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Gejala: polong bercak-bercak hitam dan menjadi hampa.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;5. Lalat kacang (Ophiomyia phaseoli)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Menyerang tanaman muda yang baru tumbuh. Pengendalian : Saat benih ditanam, tanah diberi POC NASA, kemudian setelah benih ditanam, tanah ditutup dengan jerami . Satu minggu setelah benih menjadi kecambah dilakukan penyemprotan dengan PESTONA. Penyemprotan diulangi pada waktu kedelai berumur 1 bulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Kepik hijau (Nezara viridula)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pagi hari berada di atas daun, saat matahari bersinar turun ke polong, memakan polong dan bertelur. Umur kepik dari telur hingga dewasa antara 1 sampai 6 bulan. Gejala: polong dan biji mengempis serta kering. Biji bagian dalam atau kulit polong berbintik coklat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;7. Ulat grayak (Spodoptera litura)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Gejala : kerusakan pada daun, ulat hidup bergerombol, memakan daun, dan berpencar mencari rumpun lain. Pengendalian : (1) dengan cara sanitasi; (2) disemprotkan pada sore/malam hari (saat ulat menyerang tanaman) beberapa Natural VITURA.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;8. Penyakit Layu Bakteri (Pseudomonas sp.)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Gejala : layu mendadak bila kelembaban terlalu tinggi dan jarak tanam rapat. Pengendalian : Varietas tahan layu, sanitasi kebun, dan pergiliran tanaman.&lt;br /&gt;
Pengendalian : Pemberian Natural GLIO&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;9. Penyakit layu (Jamur tanah : Sclerotium Rolfsii)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Penyakit ini menyerang tanaman umur 2-3 minggu, saat udara lembab, dan tanaman berjarak tanam pendek. Gejala : daun sedikit demi sedikit layu, menguning. Penularan melalui tanah dan irigasi. Pengendalian; tanam varietas tahan dan tebarkan Natural GLIO di awal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;10. Anthracnose (Colletotrichum glycine )&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Gejala: daun dan polong bintik-bintik kecil berwarna hitam, daun yang paling rendah rontok, polong muda yang terserang hama menjadi kosong dan isi polong tua menjadi kerdil.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
Pengendalian :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;perhatikan pola pergiliran tanam yang tepat;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pencegahan di awal dengan Natural GLIO&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;11.Penyakit karat (Cendawan Phakospora phachyrizi)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Gejala: daun tampak bercak dan bintik coklat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
Pengendalian:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;cara menanam kedelai yang tahan terhadap penyakit;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;semprotkan Natural GLIO + gula pasir&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;12. Busuk batang (Cendawan Phytium Sp)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Gejala : batang menguning kecoklat-coklatan dan basah, kemudian membusuk dan mati.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
Pengendalian :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;memperbaiki drainase lahan;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tebarkan Natural GLIO di awal&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;PANEN DAN PASCA PANEN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Lakukan apabila sebagian besar daun sudah menguning, tetapi bukan karena serangan hama atau penyakit, lalu gugur, buah mulai berubah warna dari hijau menjadi kuning kecoklatan dan retak-retak, atau polong sudah kelihatan tua, batang berwarna kuning agak coklat dan gundul.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perlu diperhatikan, kedelai sebagai bahan konsumsi dipetik pada usia 75 - 100 hari, sedangkan untuk benih umur 100 - 110 hari, agar kemasakan biji betul-betul sempurna dan merata.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setelah pemungutan selesai, seluruh hasil panen hendaknya segera dijemur.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Biji yang sudah kering lalu dimasukkan ke dalam karung dan dipasarkan atau disimpan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
</description><link>http://distributor-pupuk-organik.blogspot.com/2020/07/teknis-budidaya-kedelai.html</link><author>noreply@blogger.com (Nur Haryono Nasa)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwSJPc1hmixFnuDMUy_S5sYDNeAH0S6dyTmw2qEpyJzkUGliNbcXgm71XUdyl5AobEokwfNzSmYfhXoMB0UvQxgpk2l1Gclhvjpys6FduqxcTLD89AfW8oChzP7uQ3d_qkfnHAXfcyIV7l/s72-c/teknis+budidaya+kedelai.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5393465127647411848.post-444929128692020314</guid><pubDate>Tue, 23 Jun 2020 06:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-06-23T13:21:27.247+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Biang Pupuk Organik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Biang Subur Alami</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Biang Subur Alami Nasa</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Produk</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Produk NASA</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Produk Pertanian</category><title>Biang Subur Alami - Biangnya Pupuk Organik Cair NASA </title><description>&lt;div class="_5pbx userContent _3576" data-ft="{&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}" data-testid="post_message" id="js_2"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot;;"&gt;Kalau ada &lt;b&gt;Biangnya &lt;/b&gt;...Buat apa beli &lt;b&gt;Botolnya&lt;/b&gt;...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot;;"&gt; Begitulah kira2 bunyi iklan salah satu minuman kesehatan ternama....&lt;br /&gt; Dan Itupun sekarang berlaku untuk produk Pupuk Organik Cair Nasa....&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot;;"&gt;Cukup Anda beli biangnya...tinggal ditambah air, sudah menjadi Pupuk Organik Cair Nasa....!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot;;"&gt; &lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Inilah Inovasi Milenial ....&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt; Memenuhi kebutuhan 4.0&lt;br /&gt; Mau dikirim kemanapun sekarang tidak menjadi masalah...!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot;;"&gt; Kedepannya inovasi &lt;b&gt;Effervescent&lt;/b&gt;....sudah di kantong kita...&lt;br /&gt;
 Kita tidak perlu basah2 turun ke sawah...cukup dari pematang dilempar 
ke areal persawahan...maka akan larut seperti teknologi multivitamin CDR
 dll&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;h1&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot;;"&gt; Pupuk &lt;a href="https://biangsuburalami.blogspot.com/2020/06/biang-subur-alami-biangnya-pupuk.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;BIANG SUBUR ALAMI&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;
&lt;h1&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot;;"&gt; Murni Karya Anak Bangsa PT. Natural Nusantara&lt;br /&gt; luar biasa... Menghemat kerja petani dan pekebun, peternak ikan,udang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVLHoaZzGYMkHCO5yFVR6gtNesPrc0DSKnAE3kI2EgFqk7KrdRM7QDAldGR9BY5X0n23-Qc0vg-2_Pyk2YFQt5QxvU7nLkCkatixso0byELItEPyEUxGyVei-1OlbdYpKw7t9fBn1a7klg/s1600/Pupuk+Organik+Biang+Subur+Alami.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="960" data-original-width="720" height="640" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVLHoaZzGYMkHCO5yFVR6gtNesPrc0DSKnAE3kI2EgFqk7KrdRM7QDAldGR9BY5X0n23-Qc0vg-2_Pyk2YFQt5QxvU7nLkCkatixso0byELItEPyEUxGyVei-1OlbdYpKw7t9fBn1a7klg/s640/Pupuk+Organik+Biang+Subur+Alami.jpg" width="480" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhc5cpcvboXYcOfv5lqLNJF0nISUFSYo_Ad6Oxcrkc3sveDDk3p21m0wH0WCTKRYqaJJKkKLUc0vZfnMyDBoruoQOmEU1F-bu-wed4lqj2ZvOdWVofen5jGVUnfBAgy7MdwCPQRG3FiLiQG/s1600/104093617_258639032093030_1788301964190978794_n.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt; &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiP8SSjoTcYvOgURyKm3qLyPrXzTLNuTABMg353AD_SQe2FLsXkI2iSHGrOUGHV4cp1vgPve65sxz5-6DKDNXApaURRvBq4tiT3pzG3VKdtnVNunVNKbTYwhRXmzqmCfsNdde2aOZTJo8_s/s1600/Biang+Subur+Alami.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="960" data-original-width="720" height="640" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiP8SSjoTcYvOgURyKm3qLyPrXzTLNuTABMg353AD_SQe2FLsXkI2iSHGrOUGHV4cp1vgPve65sxz5-6DKDNXApaURRvBq4tiT3pzG3VKdtnVNunVNKbTYwhRXmzqmCfsNdde2aOZTJo8_s/s640/Biang+Subur+Alami.jpg" width="480" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhc5cpcvboXYcOfv5lqLNJF0nISUFSYo_Ad6Oxcrkc3sveDDk3p21m0wH0WCTKRYqaJJKkKLUc0vZfnMyDBoruoQOmEU1F-bu-wed4lqj2ZvOdWVofen5jGVUnfBAgy7MdwCPQRG3FiLiQG/s1600/104093617_258639032093030_1788301964190978794_n.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="960" data-original-width="720" height="640" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhc5cpcvboXYcOfv5lqLNJF0nISUFSYo_Ad6Oxcrkc3sveDDk3p21m0wH0WCTKRYqaJJKkKLUc0vZfnMyDBoruoQOmEU1F-bu-wed4lqj2ZvOdWVofen5jGVUnfBAgy7MdwCPQRG3FiLiQG/s640/104093617_258639032093030_1788301964190978794_n.jpg" width="480" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://distributor-pupuk-organik.blogspot.com/2020/06/biang-subur-alami-biangnya-pupuk.html</link><author>noreply@blogger.com (Nur Haryono Nasa)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVLHoaZzGYMkHCO5yFVR6gtNesPrc0DSKnAE3kI2EgFqk7KrdRM7QDAldGR9BY5X0n23-Qc0vg-2_Pyk2YFQt5QxvU7nLkCkatixso0byELItEPyEUxGyVei-1OlbdYpKw7t9fBn1a7klg/s72-c/Pupuk+Organik+Biang+Subur+Alami.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5393465127647411848.post-1066829686250257055</guid><pubDate>Tue, 19 May 2020 10:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-05-19T17:15:19.955+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Paket Produk NASA</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pupuk Organik NASA</category><title>Kelebihan Pupuk Buah Power Nutrition - Ternyata Luar Biasa Manfaatnya.</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiH5wQvDMJAPrgpEnzdaXwCIB-vU12jFC-d412861doclHZhkxxiVklWno_PB5k6ZLcqu_yBD8xkD8TIeN6idVUkWLRrmAKOBiT8aVZtwG3M4vZpfScy494Qi_eWbr8HJhs6pG7rggU-a-P/s1600/pupuk+tomat+organik.jpeg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="960" data-original-width="720" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiH5wQvDMJAPrgpEnzdaXwCIB-vU12jFC-d412861doclHZhkxxiVklWno_PB5k6ZLcqu_yBD8xkD8TIeN6idVUkWLRrmAKOBiT8aVZtwG3M4vZpfScy494Qi_eWbr8HJhs6pG7rggU-a-P/s320/pupuk+tomat+organik.jpeg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;DistributorPupukOrganik&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;/a&gt;- &lt;/span&gt;Kali ini kita akan membahas salah satu produk andalan NASA yaitu &lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/2010/09/power-nutrition.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Power Nutrition&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;. Satu-satunya perangsang buah untuk segala jenis tanaman buah baik yang semusim atau pun yang tahunan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Power Nutrition Merupakan pupuk organik khusus tanaman buah yang diproduksi dengan berbagai manfaat dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas panen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Power Nutrition mempunyai kandungan nutrisi yang&amp;nbsp; lengkap khusus untuk tanaman buah. Power Nutrition dibuat dari bahan alami (organik) pilihan yang terjamin ketersediaannya dan diproses dengan mekanisme teknologi gradasi dan degradasi unsur melewati proses piruvatisasi tingkat 3 sehingga langsung dapat dimanfaatkan jaringan tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apakah Power Nutrition itu..?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;POWER Nutrition adalah produk pupuk organik berupa nutrisi lengkap yang diformulasikan khusus untuk tanaman yang berbuah khususnya tanaman buah tahunan yang di konsumsi langsung (mangga, jeruk, rambutan, durian, apel, blimbing, anggur dll) maupun tanaman buah yang di konsumsi tidak langsung (kelapa sawit, coklat dll).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;POWER Nutrition pun dapat dipergunakan untuk tanaman buah semusim (cabai, tomat dll) mau pun tanaman pangan (padi, jagung dll).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Power Nutrition secara umum mempunyai fungsi :&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Memperbanyak buah dan membantu pembuahan di luar musim (iklim tidak ekstrim, air cukup, hama penyakit normal).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Memperbaiki dan mempercapat pertumbuhan tanaman.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Meningkatkan daya tahan tubuh tamaman&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Meningkatkan kualitas (rasa, warna, aroma) buah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Meningkatkan keawetan hasil panen.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Mengurangi penggunaan pupuk NPK hingga + 75%-90%.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Melarutkan sisa (residu) pupuk kimia dalam tanah, sehingga bisa dimanfaatkan tanaman lagi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Membantu perkembangan mikroorganisme yang bermanfaat di dalam tanah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUPi4oRgBKwgLXrR3VQECNKvNU0mIsEeIRYFPvkIpcw39yWAYOlWKgeeuJDE7fmSK0VDAquMt8mNLZ0J910hlryOa7rAwo-GKHUtxJfnVGSa6dVieqFBLtd3Q3gk8pRvAKM6HK6N9CXDQD/s1600/pupuk+Jambu.jpeg" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="960" data-original-width="720" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUPi4oRgBKwgLXrR3VQECNKvNU0mIsEeIRYFPvkIpcw39yWAYOlWKgeeuJDE7fmSK0VDAquMt8mNLZ0J910hlryOa7rAwo-GKHUtxJfnVGSa6dVieqFBLtd3Q3gk8pRvAKM6HK6N9CXDQD/s320/pupuk+Jambu.jpeg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;POWER Nutrition pun dapat dipergunakan untuk tanaman buah semusim (cabai, tomat dll) mau pun tanaman pangan (padi, jagung dll). &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Apa saja kandungan POWER Nutrition ?&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;POWER Nutrition mengandung :&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;16 unsur hara essensial (dan 44–74 unsur lainnya).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) / HORMONIK (Auxin, Giberelin, Sitokinin).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Asam-asam Organik.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Asam Amino.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Protein nabati, lemak nabati, karbohidrat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;KANDUNGAN UNSUR POWER NUTRITION :&lt;/b&gt;N 2,04%; P2O5 1,28%; K2O 0,39%; Ca 0,55%; S 0,81%; Cl 8,30%; Mg 0,40%; Mn 0,06 ppm; Fe 0,72%;Cu 0,02 ppm; Zn 0,01 ppm; Na 1,01%; B 8,59%; Si 9,94%; Al 0,40 ppm; NaCl 0,61%; SO4 2,44%; C/N ratio 5,23%; pH 8,81; Lemak 0,28%; Protein 12,75%;Karbohidrat 1,52%; Asam Humat 3,45%.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Dapatkah POWER Nutrition membuahkan tanaman buah di luar musim ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tujuan utama POWER Nutrition adalah meningkatkan produksi buah baik pada tanaman buah yang setahun hanya sekali panen (mangga, rambutan dll) mau pun tanaman yang lebih dari sekali panen (kelapa sawit, coklat dll).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Khusus untuk tanaman buah yang setahun hanya sekali panen diharapakan (karena berhadapan dengan faktor alam yang sulit di prediksi dan berbeda-beda antara tempat yang satu dengan yang lainnya) dapat panen lebih dari satu kali jika beberapa faktor mendukung seperti :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Umur tanaman (usia produktif tanaman).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Iklim tidak ekstrim (hujan tidak terlalu lebat, suhu normal).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kondisi air cukup (tidak kering sekali kandungan air tanah).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Serangan hama penyakit normal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Power Nutrition berfungsi untuk meningkatkan kualitas tanaman buah baik bentuk maupun kualitas rasanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Bagaimana meknisme sederhana POWER Nutrition dapat membuahkan di luar musim untuk tanaman buah yang setahun hanya sekali ?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Suatu tanaman dapat berbuah karena beberapa faktor saling bekerja sama sehingga saat semua faktor dalam kondisi optimal suatu tanaman akan berbuah. Beberapa faktor tersebut adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Nutrisi jadi (misalnya manusia makan Nasi bukan berasnya).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Zat pengatur tumbuh / Hormon tumbuh.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Cahaya matahari (intensitas, lama penyinaran).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Suhu udara.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kondisi air.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Manfaat Power Nutrition&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia secara umum (walau beberapa terjadi penyimpangan) untuk tanaman yang hanya berbuah sekali dalam setahun umumnya masa berbunga dan berbuah antara bulan Oktober-Maret (4–5 bulan).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Hal ini disebabkan karena pada bulan-bulan tersebut semua faktor tersebut di atas dalam kondisi optimum dan cocok satu dengan yang lainnya untuk memacu tanaman berbuah. Khusus untuk faktor Nutrisi dan Hormon, lingkungan butuh waktu selama 7–8 bulan untuk menyiapkan Nutrisi dan Hormon agar siap pakai (seperti halnya jika menanak beras jadi Nasi tentu perlu waktu).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dengan menggunakan POWER Nutrition maka tanaman langsung mendapatkan Nutrisi dan Hormon siap pakai (tidak perlu lagi menunggu 7–8 bulan jika proses berlangsung seperti biasanya).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Faktor cahaya matahari dan suhu yang kurang sesuai diluar bulan Oktober-Maret untuk berbuah dapat (tidak selalu bisa karena ini faktor alam yang terkadang sulit di kendalikan) dibantu dengan kehadiran Hormon dan POWER Nutrition karena salah satu fungsi penting Hormon adalah “seakan-akan” mensubtitusi/menyesuaikan pengaruh cahaya matahari dan suhu bagi tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk faktor air tergantung kondisi setempat tetapi relatif lebih dapat diusahakan. Dengan demikian karena semua faktor terpenuhi mulai dari Nutrisi dan Hormon jadi, cahaya matahari dan suhu (lewat peran Hormon), dan faktor air maka tanaman dapat berbuah di luar musimnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Berapa lama tanaman dapat berbuah setelah aplikasi POWER Nutrition ?&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini tidak bisa dibuat standart karena tergantung pada faktor usia tanaman, kondisi awal tanaman (baik atau tidak), iklim dan cuaca, jenis tanah dan kondisi tanah dan beberapa dosis serta interval pambarian POWER Nutrition ke tanaman. Secara umum tanaman akan berbuah setelah aplikasi pertama antara 1–4 bulan.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Berapa interval waktu berbuah pada tanaman yang berbuah hanya sekali dalam setahun (interval 12 bulan sekali) setelah pakai POWER Nutriton ?&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interval waktu berbuah akan beragam antara satu tempat dengan tempat yang lain (walau jenis tanamannya sama) atau antara satu jenis tanaman dengan tanaman lainnya (walau tempatnya sama) karena beberapa faktor seperti tersebur pada no. 6 di atas. Bisa setahun langsung dapat berbuah 2 kali (interval 6 bulan) atau bahkan 3 kali (interval 4 bulan), tetapi bisa juga bertahap yaitu pada awalnya 20 bulan berbuah 2 kali (interval 10 bulan) kemudian meningkat 16 bulan berbuah 2 kali (interval 8 bulan) hingga akhirnya dapat menjadi 12 bulan berbuah 2 kali (interval 6 bulan sekali).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;PAKET PUPUK BUAH POWER NUTRITION&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Paket untuk meningkatkan rasa, aroma, warna, jumlah, dan ukuran buah dan untuk pembuahan diluar musim, terdiri dari 1 Supernasa 250 gram, 1 Power Nutrition 250 gram, 1 POC Nasa 500cc, dan 1 Hormonik 100cc berfungsi untuk :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Meningkatkan produktivitas buah dengan memperbanyak buah dan membantu pembuahan diluar musim. ( dengan faktor air cukup, iklim tidak ekstrem, dan hama penyakit normal)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Mengurang kerontokan bunga atau buah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Membantu meningkatkan kualitas buah ( rasa, aroma, dan warna )&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Meningkatkan keawetan buah dari kerusakan setelah panen&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Mengurangi kebutuhan pupuk makro ( NPK ) hingga 75%&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Memperbaiki kerusakan tanah secara bertahap.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Meningkatkan kesuburan tanah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Membantu perkembangan mikroorganisme yang bermanfaat bagi tanah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Cara Penggunaannya:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;1 botol Supernasa dan 1 botol Power Nutrition dilarutkan dalam air atau dicampurkan dengan pupuk NPK kimia kemudian ditebar melingkar tanaman dengan jarak pemupukan ¾ tajuk atau minimal 1 meter, dengan dosis :&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Diameter batang 2–5 cm 1 botol Supernasa dan 1 botol Power Nutrition untuk 10 pohon.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Diameter batang 5–10 cm 1 botol Supernasa dan 1 botol Power Nutrition untuk 5 pohon&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Diameter batang 10–30 cm 1 botol Supernasa dan 1 botol Power Nutrition untuk 2 pohon&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Diameter batang lebih dari 30 cm 1 botol Supernasa dan 1 botol Power Nutrition untuk 1 pohon.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;POC Nasa 4 tutup atau 50cc dan Hormonik 1 tutup atau 12,5cc dilarutkan dalam 1 tangki semprot 14–17 liter air, disemprotkan ke daun Penyemprotan setiap 1 bulan sekali, untuk tanaman tinggi bisa disiramkan ke tanah di sekitar tanaman&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjr8kTnYYdgBFgjxhAbakJDwHju4SaAwQKxr6E-9o6HNXVBtgmM4cHgPH88dDPj_np5prvMu804QdNgO1Yn_L7Kcu-fzNn9QD61XUrMAqcuaIGW2V4incjnXsxnkVpAmNg37cgBPcxfPhKo/s1600/pupuk+durian+4.jpeg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="816" data-original-width="459" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjr8kTnYYdgBFgjxhAbakJDwHju4SaAwQKxr6E-9o6HNXVBtgmM4cHgPH88dDPj_np5prvMu804QdNgO1Yn_L7Kcu-fzNn9QD61XUrMAqcuaIGW2V4incjnXsxnkVpAmNg37cgBPcxfPhKo/s320/pupuk+durian+4.jpeg" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisq5tz3GOfYi09ZwoAbs0UVYIw2KM8wzRzVy9qwPcuEkeyl7-AD0BMZ6qqQLEZqIZtLtr_ZHa1IolHybXVKSz2kkVlNHJ_FLj-9Wfj9fjWo5QJA8qIsBiHA7syjloEV3aRvxZ9jxNDTMkB/s1600/pupuk+durian+1.jpeg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="716" data-original-width="719" height="318" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisq5tz3GOfYi09ZwoAbs0UVYIw2KM8wzRzVy9qwPcuEkeyl7-AD0BMZ6qqQLEZqIZtLtr_ZHa1IolHybXVKSz2kkVlNHJ_FLj-9Wfj9fjWo5QJA8qIsBiHA7syjloEV3aRvxZ9jxNDTMkB/s320/pupuk+durian+1.jpeg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;</description><link>http://distributor-pupuk-organik.blogspot.com/2020/05/kelebihan-pupuk-buah-power-nutrition.html</link><author>noreply@blogger.com (Nur Haryono Nasa)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiH5wQvDMJAPrgpEnzdaXwCIB-vU12jFC-d412861doclHZhkxxiVklWno_PB5k6ZLcqu_yBD8xkD8TIeN6idVUkWLRrmAKOBiT8aVZtwG3M4vZpfScy494Qi_eWbr8HJhs6pG7rggU-a-P/s72-c/pupuk+tomat+organik.jpeg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5393465127647411848.post-8427683358911731686</guid><pubDate>Tue, 19 May 2020 09:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-05-19T16:43:56.671+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perikanan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Teknis Budidaya Tanaman</category><title>Teknis Budidaya Tomat Dengan Menggunakan Produk NASA</title><description>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgF2gBAp-0IxUMUT15v5OGsShM05EhtnluOkSxjXXIccOWvT1w12dS0rTMslgM8LpNKrXlYhSQoWmZThiZrKj0L87qC0pWOTW_nuV3W06m1F7eu2gqeAspbb2qw35FWqZwQStv9TClHK-s/s1600/Teknis+Budidaya+Tomat+Dengan+Menggunakan+produk+NASA.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Teknis Budidaya Tomat Dengan Menggunakan produk NASA" border="0" data-original-height="425" data-original-width="640" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgF2gBAp-0IxUMUT15v5OGsShM05EhtnluOkSxjXXIccOWvT1w12dS0rTMslgM8LpNKrXlYhSQoWmZThiZrKj0L87qC0pWOTW_nuV3W06m1F7eu2gqeAspbb2qw35FWqZwQStv9TClHK-s/s1600/Teknis+Budidaya+Tomat+Dengan+Menggunakan+produk+NASA.jpg" title="Teknis Budidaya Tomat Dengan Menggunakan produk NASA" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/2012/08/teknis-budidaya-tomat-organik-nasa.html" target="_blank"&gt;Teknis budidaya tomat&lt;/a&gt; &lt;/b&gt;menggunakan produk NASA ini kami persembahkan sebagain pedoman penggunaan produk NASA untuk budidaya tomat organik.&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;Tomat &lt;/b&gt;adalah komoditas hortikultura yang penting, tetapi produksinya baik kuantitas dan kualitas masih rendah. Hal ini disebabkan antara lain tanah yang keras, miskin unsur hara mikro serta hormon, pemupukan tidak berimbang, serangan hama dan penyakit, pengaruh cuaca dan iklim, serta teknis budidaya petani&lt;br /&gt;
PT. Natural Nusantara berupaya membantu petani dalam peningkatan produksi secara Kuantitas dan Kualitas dengan tetap memelihara Kelestarian lingkungan (Aspek K-3), agar petani dapat berkompetisi di era perdagangan bebas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
Produk Nasa yang digunakan:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/2010/09/supernasa.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Supernasa&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/2010/09/poc-nasa-pupuk-organik-cair-natural.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;POC NASA&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/2010/09/hormonik.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Hormonik&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/2010/09/glio-gliocladium.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Natural Glio&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/2012/08/aero-810.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Aero&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/2010/09/pestona.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Pestona&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/2010/10/natural-bvr.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Natural BVR&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;b&gt;A. FASE PRA TANAM&lt;/b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;ol style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;Tomat dapat ditanam di dataran rendah/dataran tinggi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tanahnya gembur, porus dan subur, tanah liat yang sedikit mengandung pasir dan pH antara 5 - 6&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Curah hujan 750-1250 mm/tahun, curah hujan yang tinggi dapat menghambat persarian.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kelembaban relatif yang tinggi sekitar 25% akan merangsang pertumbuhan tanaman yang masih muda karena asimilasi CO2 menjadi lebih baik melalui stomata yang membuka lebih banyak, tetapi juga akan merangsang mikroorganisme pengganggu tanaman dan ini berbahaya bagi tanaman&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;2. Pola Tanam&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Tanaman yang dianjurkan adalah jagung, padi, sorghum, kubis dan kacang-kacangan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dianjurkan tanam sistem tumpang sari atau tanaman sela untuk memberikan keadaan yang kurang disukai oleh organisme jasad pengganggu&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;3. Penyiapan Lahan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Pilih lahan gembur dan subur yang sebelumnya tidak ditanami tomat, cabai, terong, tembakau dan kentang .&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk mengurangi nematoda dalam tanah genangilah tanah dengan air selama dua minggu&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bila pH rendah berikanlah kapur dolomite 150 kg/1000 m2 dan disebar serta diaduk rata pada umur 2-3 minggu sebelum tanam&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Buatlah bedengan selebar 120-160 cm untuk barisan ganda dan 40-50 cm untuk barisan tunggal&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Buatlah parit selebar 20-30 cm diantara bedengan dengan kedalaman 30 cm untuk pembuangan air.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berikan pupuk dasar 4 kg Urea /ZA + 7,5 kg TSP + 4 kg KCl per 1000 m2 diatas bedengan, aduk dan ratakan dengan tanah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Atau jika pakai Pupuk Majemuk NPK (15-15-15) dosis ± 20 kg / 1000 m2 dicampur rata dengan tanah di atas bedengan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata diatas bedengan dosis 1-2 botol/1000 m2. Hasil akan lebih bagus jika diganti SUPER NASA (dosis ± 1-2 botol/1000 m2 ) dengan cara :&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;- alternatif 1 :&lt;/b&gt; 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;- alternatif 2 :&lt;/b&gt; setiap 1 gembor volume 10 lt diberi 1 sendok peres makan SUPER NASA untuk menyiram + 10 meter bedengan&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Sebarkan Natural GLIO 1-2 sachet yang telah dicampur pupuk kandang (+ 1 minggu) merata di atas bedengan pada sore hari&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jika pakai Mulsa plastik, tutup bedengan pada siang hari&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Biarkan selama 5-7 hari sebelum tanam&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Buat lubang tanam dengan jarak 60 x 80 cm atau 60 x 50 cm di atas bedengan, diameter 7-8 cm sedalam 15 cm&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;4. Pemilihan Bibit&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Pilih varietas tahan dan jenis Hybryda ( F1 Hybryd )&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bibit berdaun 5-6 helai daun (25-30 HSS=hari setelah semai) pindahkan ke lapangan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk mengurangi stress awal pertumbuhan perlu disiram dulu pada sore sehari sebelum tanam atau pagi harinya (agar lembab)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;B. FASE PERSEMAIAN (0-30 HSS)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Siapkan media tanam yang merupakan campuran tanah dan pupuk kandang 25 - 30 kg + Natural GLIO (1:1)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masukkan dalam polibag plastik atau contongan daun pisang atau kelapa&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebarlah benih secara merata atau masukkan satu per satu dalam polibag&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setelah benih berumur 8-10 hari , pilih bibit yang baik, tegar dan sehat dipindahkan dalam bumbunan daun pisang atau dikepeli yang berisi campuran media tanam&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penyiraman dilakukan setiap hari (lihat kondisi tanah)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penyemprotan POC NASA pada umur 10 dan 17 hari dengan dosis 2 tutup/tangki&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;C. FASE TANAM ( 0-15 HST=Hari Setelah Tanam )&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;ol style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Bedengan sehari sebelumnya diairi ( dilep ) dahulu&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bibit siap tanam umur 3 - 4 minggu, berdaun 5-6&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penanaman sore hari&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Buka polibag plastik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Benamkan bibit secara dangkal pada batas pangkal batang dan ditimbun dengan tanah di sekitarnya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selesai penanaman langsung disiram dengan POC NASA dengan dosis 2-3 tutup per + 15 liter air&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sulam tanaman yang mati sampai berumur 2 minggu, caranya tanaman yang telah mati, rusak, layu atau pertumbuhannya tidak normal dicabut, kemudian dibuat lubang tanam baru, dibersihkan dan diberi Natural GLIO lalu bibit ditanam&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengairan dilakukan tiap hari sampai tomat tumbuh normal (Jawa : lilir), hati-hati jangan sampai berlebihan karena tanaman bisa tumbuh memanjang, tidak mampu menyerap unsur-unsur hara dan mudah terserang penyakit&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Amati hama seperti ulat tanah dan ulat grayak. Jika ada serangan semprot dengan Natural VITURA&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Amati penyakit seperti penyakit layu Fusarium atau bakteri dan busuk daun , kendalikan dengan menyemprot Natural GLIO dicampur gula pasir perbandingan 1:1. Untuk penyakit Virus, kendalikan vektornya seperti Thrips, kutu kebul (Bemissia tabaci), banci ( Aphis sp.), Kutu persik (Myzus sp.) dan tungau (Tetranichus sp.) dengan menyemprot Natural BVR atau Pestona secara bergantian&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pasang ajir sedini mungkin supaya akar tidak rusak tertusuk ajir dengan jarak 10-20 cm dari batang tomat&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;D. FASE VEGETATIF ( 15-30 HST)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Jika tanpa mulsa, penyiangan dan pembubunan pada umur 28 HST bersamaan penggemburan dan pemberian pupuk susulan diikuti pengguludan tanaman&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setelah tanaman hidup sekitar 1 minggu semenjak tanam, diberi pupuk Urea dan KCl dengan perbandingan 1:1 untuk setiap tanaman (1-2 gram), berikan di sekeliling tanaman pada jarak ± 3 cm dari batang tanaman tomat kemudian ditutup tanah dan siram dengan air&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemupukan kedua dilakukan umur 2-3 minggu sesudah tanam berupa campuran Urea dan KCl (± 5 gr), berikan di sekeliling batang tanaman sejauh ± 5 cm dan sedalam ± 1 cm kemudian ditutup tanah dan siram dengan air.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bila umur 4 minggu tanaman masih kelihatan belum subur dapat dipupuk Urea dan KCl lagi (7 gram). Jarak pemupukan dari batang dibuat makin jauh ( ± 7 cm).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jika pakai Mulsa tidak perlu penyiangan dan pembubunan serta pupuk susulan diberikan dengan cara dikocorkan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penyiraman dilakukan pada pagi atau sore hari&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Amati hama dan penyakit seperti ulat, kutu-kutuan, penyakit layu dan virus, jika terjadi serangan kendalikan seperti pada fase tanam&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Semprotkan POC NASA (4-5 tutup) per tangki atau POC NASA (3-4 tutup) + HORMONIK (1 tutup) setiap 7 hari sekali.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tanaman yang telah mencapai ketinggian 10-15 cm harus segera diikat pada ajir dan setiap bertambah tinggi + 20 cm harus diikat lagi agar batang tomat berdiri tegak.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengikatan jangan terlalu erat dengan model angka 8, sehingga tidak terjadi gesekan antara batang dengan ajir yang dapat menimbulkan luka.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;E. FASE GENERATIF (30 - 80 HST)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Pengelolaan Tanaman&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Jika tanpa mulsa penyiangan dan pembubunan kedua dilakukan umur 45-50 hari&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk merangsang pembungaan pada umur 32 HST lakukan perempelan tunas-tunas tidak produktif setiap 5-7 hari sekali, sehingga tinggal 1-3 cabang utama / tanaman&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perempelan sebaiknya pagi hari agar luka bekas rempelan cepat kering dengan cara; ujung tunas dipegang dengan tangan bersih lalu digerakkan ke kanan-kiri sampai tunas putus. Tunas yang terlanjur menjadi cabang besar harus dipotong dengan pisau atau gunting, sedangkan tanaman yang tingginya terbatas perempelan harus hati-hati agar tunas terakhir tidak ikut dirempel sehingga tanaman tidak terlalu pendek&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketinggian tanaman dapat dibatasi dengan memotong ujung tanaman apabila jumlah dompolan buah mencapai 5-7 buah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Semprotkan POC NASA dan HORMONIK setiap 7-10 hari sekali dengan dosis 3-4 tutup POC NASA dan 1-2 tutup HORMONIK /tangki. - Agar tidak mudah hilang oleh air hujan dan merata tambahkan Perekat Perata AERO 810 dengan dosis 5 ml ( 1/2 tutup)/tangki.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;2. Pengamatan Hama dan Penyakit&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Ulat buah (Helicoperva armigera dan Heliothis sp.). Gejala buah berlubang dan kotoran menumpuk dalam buah yang terserang. Lakukan pengumpulan dan pemusnahan buah tomat terserang, semprot dengan PESTONA&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp;Lalat buah (Brachtocera atau Dacus sp.).Gejala buah busuk karena terserang jamur dan bila buah dibelah akan kelihatan larva berwarna putih. - - Bersifat agravator, yaitu sebagai vektornya penyakit jamur, bakteri dan Drosophilla sp. Kumpulkan dan bakar buah terserang, gunakan perangkap lalat buah jantan (dapat dicampur insektisida)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Busuk daun (Phytopthora infestans), bercak daun dan buah (Alternaria solani) serta busuk buah antraknose (Colletotrichum coccodes). Jika ada serangan semprot dengan Natural GLIO&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami (PESTONA, GLIO) belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Busuk ujung buah. Ujung buah tampak lingkaran hitam dan busuk. Ini gejala kekurangan Ca ( Calsium). Berikan Dolomit.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;F. FASE PANEN &amp;amp; PASCA PANEN (80 - 130 HST)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Panen pada umur 90-100 HST dengan ciri; kulit buah berubah dari warna hijau menjadi kekuning-kuningan, bagian tepi daun tua mengering, batang menguning, pada pagi atau sore hari disaat cuaca cerah. Buah dipuntir hingga tangkai buah terputus. Pemuntiran buah dilakukan satu-persatu dan dipilih buah yang siap petik. Masukkan keranjang dan letakkan di tempat yang teduh&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Interval pemetikan 2-3 hari sekali.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Supaya tahan lama, tidak cepat busuk dan tidak mudah memar, buah tomat yang akan dikonsumsi segar dipanen setengah matang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Wadah yang baik untuk pengangkutan adalah peti-peti kayu dengan papan bercelah dan jangan dibanting&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Waspadai penyakit busuk buah Antraknose, kumpulkan dan musnahkan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Buah tomat yang telah dipetik, dibersihkan, disortasi dan di packing lalu diangkut siap untuk konsumsi.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
</description><link>http://distributor-pupuk-organik.blogspot.com/2020/05/teknis-budidaya-tomat-organik-nasa.html</link><author>noreply@blogger.com (Nur Haryono Nasa)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgF2gBAp-0IxUMUT15v5OGsShM05EhtnluOkSxjXXIccOWvT1w12dS0rTMslgM8LpNKrXlYhSQoWmZThiZrKj0L87qC0pWOTW_nuV3W06m1F7eu2gqeAspbb2qw35FWqZwQStv9TClHK-s/s72-c/Teknis+Budidaya+Tomat+Dengan+Menggunakan+produk+NASA.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5393465127647411848.post-2480597159554192558</guid><pubDate>Tue, 19 May 2020 09:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-05-19T16:38:00.497+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pertanian</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Teknis Budidaya Tanaman</category><title>Teknis Budidaya Kacang Panjang</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFJ-0As0WVDN07X7_K8j6OPDgXWxAcHK7s9dW0U9ItM3aAsHmC1VzF-OI3eKqYd1fgPQX8DnTDgQIa-HFv5RnpuvElBRWean8Cv4iCo006yi99VM_HFSE73RWD7PgzV9zieDvr2qMV4tYS/s1600/teknis+budidaya+kacang+panjang.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFJ-0As0WVDN07X7_K8j6OPDgXWxAcHK7s9dW0U9ItM3aAsHmC1VzF-OI3eKqYd1fgPQX8DnTDgQIa-HFv5RnpuvElBRWean8Cv4iCo006yi99VM_HFSE73RWD7PgzV9zieDvr2qMV4tYS/s320/teknis+budidaya+kacang+panjang.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;SYARAT PERTUMBUHAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
Tanaman tumbuh baik pada tanah Latosol / lempung berpasir, subur, gembur, banyak mengandung bahan organik dan drainasenya baik, pH sekitar 5,5-6,5. Suhu antara 20-30 derajat Celcius, iklimnya kering, curah hujan antara 600-1.500 mm/tahun dan ketinggian optimum kurang dari 800 m dpl.&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;PEMBIBITAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Benih kacang panjang yang baik dan bermutu adalah sebagai berikut: penampilan bernas/kusam, daya kecambah tinggi di atas 85%, tidak rusak/cacat, tidak mengandung wabah hama dan penyakit. Keperluan benih untuk 1 hektar antara 15-20 kg.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Benih tidak usah disemaikan secara khusus, tetapi benih langsung tanam pada lubang tanam yang sudah disiapkan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;PENGOLAHAN MEDIA TANAM&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Bersihkan lahan dari rumput-rumput liar, dicangkul/dibajak hingga tanah menjadi gembur.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Buatlah bedengan dengan ukuran lebar 60-80 cm, jarak antara bedengan 30 cm, tinggi 30 cm, panjang tergantung lahan. Untuk sistem guludan lebar dasar 30-40 cm dan lebar atas 30-50 cm, tinggi 30 cm dan jarak antara guludan 30-40 cm&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lakukan pengapuran jika pH tanah lebih rendah dari 5,5 dengan dolomit sebanyak 1-2 ton/ha dan campurkan secara merata dengan tanah pada kedalaman 30 cm&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata di atas bedengan dengan dosis ± 1 botol (500 cc) POC NASA diencerkan dengan air secukupnya untuk setiap 1000 m2(10 botol/ha). Hasil akan lebih bagus jika menggunakan &lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/2010/09/supernasa.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;SUPERNASA&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;, cara penggunaannya sebagai berikut:&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;alternatif 1 : &lt;/b&gt;1 botol Super Nasa diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;alternatif 2 :&lt;/b&gt; setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan Super Nasa untuk menyiram 10 meter bedengan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;TEKNIK PENANAMAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Jarak lubang tanam untuk tipe merambat adalah 20 x 50 cm, 40 x 60 cm, 30 x 40 cm. Dan jarak tanam tipe tegak adalah 20 x 40 cm dan 30 x 60 cm.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Waktu tanam yang baik adalah awal musim kemarau/awal musim penghujan, tetapi dapat saja sepanjang musim asal air tanahnya memadai&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Benih direndam POC NASA dosis 2 tutup/liter selama 0,5 jam lalu tiriskan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Benih dimasukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 2 biji, tutup dengan tanah tipis/dengan abu dapur.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;PENYULAMAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
Benih kacang panjang akan tumbuh 3-5 hari setelah tanam. Benih yang tidak tumbuh segera disulam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;PENYIANGAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
Penyiangan dilakukan pada waktu tanaman berumur 2-3 minggu setelah tanam, tergantung pertumbuhan rumput di kebun. Penyiangan dengan cara mencabut rumput liar/membersihkan dengan alat kored.&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;PEMANGKASAN / PEREMPELAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
Kacang panjang yang terlalu rimbun perlu diadakan pemangkasan daun maupun ujung batang. Tanaman yang terlalu rimbun dapat menghambat pertumbuhan bunga.&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;PEMUPUKAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
Dosis pupuk makro sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt; berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;   &lt;colgroup&gt;&lt;col width="81"&gt;&lt;/col&gt;   &lt;col width="64"&gt;&lt;/col&gt;   &lt;col span="2" width="70"&gt;&lt;/col&gt;   &lt;/colgroup&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr height="17"&gt;     &lt;td height="34" rowspan="2" width="81"&gt;&lt;div align="center"&gt;
Waktu&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td colspan="3" width="204"&gt;&lt;div align="center"&gt;
Dosis    Pupuk Makro (per ha)&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="17"&gt;     &lt;td height="17"&gt;Urea (kg)&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;SP-36    (kg)&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;KCl    (kg)&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="17"&gt;     &lt;td height="17"&gt;Dasar&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
50&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
75&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
25&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="17"&gt;     &lt;td height="17"&gt;Umur 45 hari&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
50&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
25&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
75&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="17"&gt;     &lt;td height="17"&gt;TOTAL&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
100&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
100&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
100&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Catatan : Atau sesuai rekomendasi setempat.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
Pupuk diberikan di dalam lubang pupuk yang terletak di kiri-kanan lubang tanam. Jumlah pupuk yang diberikan untuk satu tanaman tergantung dari jarak tanam&lt;br /&gt;
POC NASA diberikan 1-2 minggu sekali semenjak tanaman berumur 2 minggu, dengan cara disemprotkan (4-8 tutup POC NASA/tangki). Kebutuhan total POC NASA untuk pemeliharaan 1-2 botol per 1000 M2 (10-20 botol/ha). Akan lebih bagus jika penggunaan POC NASA ditambahkan HORMONIK (3-4 tutup POC NASA + 1 tutup Hormonik/tangki). Pada saat tanaman berbunga tidak dilakukan penyemprotan, karena dapat mengganggu penyerbukan (dapat disiramkan dengan dosis + 2 tutup/10 liter air ).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PENGAIRAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pada fase awal pertumbuhan benih hingga tanaman muda, penyiraman dilakukan rutin tiap hari. Pengairan berikutnya tergantung musim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PENGELOLAAN HAMA DAN PENYAKIT&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;a. Lalat kacang (Ophiomya phaseoli Tryon)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Gejala: terdapat bintik-bintik putih sekitar tulang daun, pertumbuhan tanaman yang terserang terhambat dan daun berwarna kekuningan, pangkal batang terjadi perakaran sekunder dan membengkak. Pengendalian: dengan cara pergiliran tanaman yang bukan dari famili kacang-kacangan dan penyemprotan dengan PESTONA.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;b. Kutu daun (Aphis cracivora Koch)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Gejala: pertumbuhan terlambat karena hama mengisap cairan sel tanaman dan penurunan hasil panen. Kutu bergerombol di pucuk tanaman dan berperan sebagai vektor virus. Pengendalian: dengan rotasi tanaman dengan tanaman bukan famili kacang-kacangan dan penyemprotan Natural BVR&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;c. Ulat grayak (Spodoptera litura F.)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Gejala: daun berlubang dengan ukuran tidak pasti, serangan berat di musim kemarau, juga menyerang polong. Pengendalian: dengan kultur teknis, rotasi tanaman, penanaman serempak, Semprot Natural VITURA&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;d. Penggerek biji (Callosobruchus maculatus L)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Gejala: biji dirusak berlubang-lubang, hancur sampai 90%. Pengendalian: dengan membersihkan dan memusnahkan sisa-sisa tanaman tempat persembunyian hama. Benih kacang panjang diberi perlakuan minyak jagung 10 cc/kg biji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;e. Ulat bunga ( Maruca testualis)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Gejala: larva menyerang bunga yang sedang membuka, kemudian memakan polong. Pengendalian: dengan rotasi tanaman dan menjaga kebersihan kebun dari sisa-sisa tanaman. Disemprot dengan PESTONA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;f. Penyakit Antraknose ( jamur Colletotricum lindemuthianum )&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Gejala serangan dapat diamati pada bibit yang baru berkecamabah, semacam kanker berwarna coklat pada bagian batang dan keping biji. Pengendalian: dengan rotasi tanaman, perlakuan benih sebelum ditanam dengan Natural GLIO dan POC NASA dan membuang rumput-rumput dari sekitar tanaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;g. Penyakit mozaik ( virus Cowpea Aphid Borne Virus/CAMV).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Gejala: pada daun-daun muda terdapat gambaran mosaik yang warnanya tidak beraturan. Penyakit ditularkan oleh vektor kutu daun. Pengendalian: gunakan benih sehat dan bebas virus, semprot vector kutu daun dan tanaman yang terserang dicabut dan dibakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;h. Penyakit sapu ( virus Cowpea Witches-broom Virus/Cowpea Stunt Virus.)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Gejala: pertumbuhan tanaman terhambat, ruas-ruas (buku-buku) batang sangat pendek, tunas ketiak memendek dan membentuk "sapu". Penyakit ditularkan kutu daun. Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit mosaik.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;i. Layu bakteri ( Pseudomonas solanacearum )&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Gejala: tanaman mendadak layu dan serangan berat menyeabkan tanaman mati. Pengendalian: dengan rotasi tanaman, perbaikan drainase dan mencabut tanaman yang mati dan gunakan Natural GLIO pada awal tanam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PANEN DAN PASCA PENEN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Ciri-ciri polong siap dipanen adalah ukuran polong telah maksimal, mudah dipatahkan dan biji-bijinya di dalam polong tidak menonjol&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Waktu panen yang paling baik pada pagi/sore hari. Umur tanaman siap panen 3,5-4 bulan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Cara panen pada tanaman kacang panjang tipe merambat dengan memotong tangkai buah dengan pisau tajam.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selepas panen, polong kacang panjang dikumpulkan di tempat penampungan, lalu disortasi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Polong kacang panjang diikat dengan bobot maksimal 1 kg dan siap dipasarkan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
</description><link>http://distributor-pupuk-organik.blogspot.com/2020/05/teknis-budidaya-kacang-panjang.html</link><author>noreply@blogger.com (Nur Haryono Nasa)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFJ-0As0WVDN07X7_K8j6OPDgXWxAcHK7s9dW0U9ItM3aAsHmC1VzF-OI3eKqYd1fgPQX8DnTDgQIa-HFv5RnpuvElBRWean8Cv4iCo006yi99VM_HFSE73RWD7PgzV9zieDvr2qMV4tYS/s72-c/teknis+budidaya+kacang+panjang.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5393465127647411848.post-8200220440713081371</guid><pubDate>Tue, 19 May 2020 09:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-05-19T16:36:21.061+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perikanan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Produk Perikanan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Teknis Budidaya Perikanan</category><title>Kelebihan Pupuk Tambak Organik NASA Untuk Meningkatkan Hasil Panen Udang dan Bandeng</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZr85wiqd5FlKN64hdJl1R0vAC7BOiyPeEAz3hILRlIH0b-StkReCQPwezvE4FiLoTvop7ZjJczZ1CytpuK6hEO3Hd5OEIFOUo3g76_pDuPNIt-k_8qtesCoG6s2teJTEfW7qUgQPQ4YCL/s1600/ton.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Kelebihan Pupuk Tambak Organik NASA Untuk Meningkatkan Hasil Panen Udang dan Bandeng" border="0" data-original-height="1080" data-original-width="1080" height="640" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZr85wiqd5FlKN64hdJl1R0vAC7BOiyPeEAz3hILRlIH0b-StkReCQPwezvE4FiLoTvop7ZjJczZ1CytpuK6hEO3Hd5OEIFOUo3g76_pDuPNIt-k_8qtesCoG6s2teJTEfW7qUgQPQ4YCL/s640/ton.jpg" title="Kelebihan Pupuk Tambak Organik NASA Untuk Meningkatkan Hasil Panen Udang dan Bandeng" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;DistributorPupukOrganik &lt;/b&gt;&lt;/a&gt;- TON Nasa adalah solusi tambak maupun kolam. Semua petambak tentu saja mengharapkan hasil yang maksimal dari proses budidaya perikanan. Namun, ada banyak problem yang dihadapi saat proses budidaya, salah satunya masalah kualitas lingkungan tambak atau kolam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambak ataupun kolam perlu dirawat sedemikian rupa sehingga layak sebagai tempat tumbuh kembang ikan maupun udang. Oleh karena itu para petambak membutuhkan TON Nasa, yaitu pupuk tambak organik dari Nasa sebagai upaya meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kelebihan Pupuk Organik Tambak / TON Nasa&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Mengikat logam-logam berat yang berbahaya bagi ikan/udang.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Membantu menguraikan senyawa kekal komplek berbahaya dan beracun, seperti : H2S, amoniak, asam laktat, dsb.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Memberikan semua jenis unsur makro, unsur mikro lengkap untuk mempercepat pertumbuhan plankton sebagai pakan alami udang dan bandeng.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Membantu dan merutinkan molting udang.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Membantu sistem pencernaan udang.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Meningkatkan pertumbuhan dan sistem kekebalan tubuh udang.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Membantu perkembangan mikroorganisme yang bermanfaat bagi lingkungan tambak dan bermanfaat bagi pertumbuhan udang/bandeng.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Membantu menciptakan dan mempertahankan ekosistem tambak yang seimbang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Kandungan unsur yang terdapat dalam TON antara lain:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;N 2.67%, P2O5 1.36%, K 1.55%, Ca 1.46 %, S 1.43%, Mg 0.4%, Cl 1.27%, Mn 0.01%, Fe 0.18%, Cu &amp;lt; 1.19 ppm, Zn 0.002%, Na 0.11%, Si 0.3%, Al 0.11%, NaCl 2.09%, SO4 4.31%, C/N ratio 5.86%, pH 8, Lemak 0.07%, Protein 16.69%, Karbohidrat 1.01%, Asam Humat 1.29%.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Cara Penggunaan Pupuk Organik Tambak TON&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya Pemberian Pupuk Organik pada Tambak maupun Kolam.&lt;br /&gt;Tujuan penggunaan pupuk organik pada tambak maupun kolam adalah untuk memperbaiki struktur tanah di permukaan dasar tambak, sehingga tanah menjadi suatu koloid yang lebih stabil. Di dalam aktivitasnya pupuk organik akan menciptakan keseimbangan unsur hara (mineral balance).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakteri-bakteri yang terkandung didalam organic akan menguraikan sisa-sisa bahan organik mentah yang masih tertinggal di dasar tambak, dan sementara itu juga akan berlangsung proses mineralisasi. Selama satu minggu diharapkan tanah dasar tambak menjadi mantap sehingga makanan alami berupa plankton yang disukai udang mudah tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuk organik yang diberikan lebih baik sudah dalam bentuk teknologi pupuk organik sehingga pemakaiannya akan lebih efisien dan tidak meninggalkan residu berupa sampah organic kasar (sisa kotoran hewan). Teknologi pupuk organik yang baik untuk digunakan adalah dengan menggunakan Pupuk TON (Tambak Organik Nusantara) dengan aplikasi sesuai petunjuk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKxlgnFDr1BDLvOUw87jSGFnMNn_Z6XrwQBjzhTMRT-JGPXx-49KMu2GqDa7a15IMxRTwctF30Tromcn2OwVTCN0NGcU5EgvCoG3XFXeXroJ9YQU1wRvhq-AIL17XD8ceRr5hq7w5jQZEj/s1600/pupuk+tambak+organik+nasa.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="700" data-original-width="700" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKxlgnFDr1BDLvOUw87jSGFnMNn_Z6XrwQBjzhTMRT-JGPXx-49KMu2GqDa7a15IMxRTwctF30Tromcn2OwVTCN0NGcU5EgvCoG3XFXeXroJ9YQU1wRvhq-AIL17XD8ceRr5hq7w5jQZEj/s320/pupuk+tambak+organik+nasa.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWmUi3aVu7qQm7JGb8Er2Geli9YEojDVuOVzqoGlqNzx-yUrwKh46OVyC_s9QqHhtOPFN4pHeiPrHbecV8LVi8O1JJ_MdT80bXnkXw3ta5vuN58NMvDXFiWQ35LqpPVW86pwno4vYygGdq/s1600/TON+Tambak+Organik+Nasa+3kg.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="750" data-original-width="1000" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWmUi3aVu7qQm7JGb8Er2Geli9YEojDVuOVzqoGlqNzx-yUrwKh46OVyC_s9QqHhtOPFN4pHeiPrHbecV8LVi8O1JJ_MdT80bXnkXw3ta5vuN58NMvDXFiWQ35LqpPVW86pwno4vYygGdq/s320/TON+Tambak+Organik+Nasa+3kg.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://distributor-pupuk-organik.blogspot.com/2020/05/kelebihan-pupuk-tambak-organik-nasa.html</link><author>noreply@blogger.com (Nur Haryono Nasa)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZr85wiqd5FlKN64hdJl1R0vAC7BOiyPeEAz3hILRlIH0b-StkReCQPwezvE4FiLoTvop7ZjJczZ1CytpuK6hEO3Hd5OEIFOUo3g76_pDuPNIt-k_8qtesCoG6s2teJTEfW7qUgQPQ4YCL/s72-c/ton.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5393465127647411848.post-3688995296017508227</guid><pubDate>Sat, 09 May 2020 18:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-05-10T01:26:45.446+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perikanan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Teknis Budidaya Perikanan</category><title>Teknis Budidaya Udang Organik Nasa</title><description>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKABPRT6Mtg44MW1Uwy-zpNN8LLvGIpUs-zvAVeJuLewAkgMflyrVRIcHfyzBHc7AbwzLiWulD2_nl0LVTyL3adBbBUQF-Vz_JnDrzuZDPECaNGoYQdZDHRYZUhjmGrOzk3Vjstvz4W2A1/s1600/teknis+budidaya+udang.png" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="202" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKABPRT6Mtg44MW1Uwy-zpNN8LLvGIpUs-zvAVeJuLewAkgMflyrVRIcHfyzBHc7AbwzLiWulD2_nl0LVTyL3adBbBUQF-Vz_JnDrzuZDPECaNGoYQdZDHRYZUhjmGrOzk3Vjstvz4W2A1/s320/teknis+budidaya+udang.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/2020/05/teknis-budidaya-udang-organik-nasa.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Budidaya&lt;/b&gt; udang&lt;/a&gt; windu di Indonesia dimulai pada awal tahun 1980-an, dan mencapai puncak produksi pada tahun 1985-1995. Sehingga pada kurun waktu tersebut udang windu merupakan penghasil devisa terbesar pada produk perikanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selepas tahun 1995 produksi udang windu mulai mengalami penurunan. Hal itu disebabkan oleh penurunan mutu lingkungan dan serangan penyakit.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat kondisi tersebut, &lt;b&gt;PT. NATURAL NUSANTARA&lt;/b&gt; merasa terpanggil untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut dengan produk-produk yang berprinsip kepada Kualitas, Kuantitas dan Kelestarian (K-3).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;II. Teknis Budidaya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Budidaya udang windu meliputi beberapa faktor, yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2.1. Syarat Teknis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Lokasi yang cocok untuk tambak udang yaitu pada daerah pantai yang mempunyai tanah bertekstur liat atau liat berpasir yang mudah dipadatkan sehingga mampu menahan air dan tidak mudah pecah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Air yang baik yaitu air payau dengan salinitas 0-33 ppt dengan suhu optimal 26 - 300C dan bebas dari pencemaran bahan kimia berbahaya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mempunyai saluran air masuk/inlet dan saluran air keluar/outlet yang terpisah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mudah mendapatkan sarana produksi yaitu benur, pakan, pupuk , obat-obatan dan lain-lain.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada tambak yang intensif harus tersedia aliran listrik dari PLN atau mempunyai Generator sendiri.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2.2. Tipe Budidaya.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Berdasarkan letak, biaya dan operasi pelaksanaannya, tipe budidaya dibedakan menjadi :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Tambak Ekstensif atau tradisional.&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Petakan tambak biasanya di lahan pasang surut yang umumnya berupa rawa bakau. Ukuran dan bentuk petakan tidak teratur, belum meggunakan pupuk dan obat-obatan dan program pakan tidak teratur.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;2. Tambak Semi Intensif.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lokasi tambak sudah pada daerah terbuka, bentuk petakan teratur tetapi masih berupa petakan yang luas (1-3 ha/petakan), padat penebaran masih rendah, penggunaan pakan buatan masih sedikit.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;3. Tambak Intensif.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lokasi di daerah yang khusus untuk tambak dalam wilayah yang luas, ukuran petakan dibuat kecil untuk efisiensi pengelolaan air dan pengawasan udang, padat tebar tinggi, sudah menggunakan kincir, serta program pakan yang baik.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;2.3. Benur &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Benur yang baik mempunyai tingkat kehidupan (Survival Rate/SR) yang tinggi, daya adaptasi terhadap perubahan lingkungan yang tinggi, berwarna tegas/tidak pucat baik hitam maupun merah, aktif bergerak, sehat dan mempunyai alat tubuh yang lengkap. Uji kualitas benur dapat dilakukan secara sederhana, yaitu letakkan sejumlah benur dalam wadah panci atau baskom yang diberi air, aduk air dengan cukup kencang selama 1-3 menit. Benur yang baik dan sehat akan tahan terhadap adukan tersebut dengan berenang melawan arus putaran air, dan setelah arus berhenti, benur tetap aktif bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2.4. Pengolahan Lahan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pengolahan lahan, meliputi :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pengangkatan lumpur&lt;/b&gt;. Setiap budidaya pasti meninggalkan sisa budidaya yang berupa lumpur organik dari sisa pakan, kotoran udang dan dari udang yang mati. Kotoran tersebut harus dikeluarkan karena bersifat racun yang membahayakan udang. Pengeluaran lumpur dapat dilakukan dengan cara mekanis menggunakan cangkul atau penyedotan dengan pompa air/alkon.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pembalikan Tanah.&lt;/b&gt; Tanah di dasar tambak perlu dibalik dengan cara dibajak atau dicangkul untuk membebaskan gas-gas beracun (H2S dan Amoniak) yang terikat pada pertikel tanah, untuk menggemburkan tanah dan membunuh bibit panyakit karena terkena sinar matahari/ultra violet.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengapuran. &lt;b&gt;Bertujuan untuk menetralkan keasaman tanah dan membunuh bibit-bibit penyakit. Dilakukan dengan kapur Zeolit dan Dolomit dengan dosis masing-masing 1 ton/ha.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pengeringan.&lt;/b&gt; Setelah tanah dikapur, biarkan hingga tanah menjadi kering dan pecah-pecah, untuk membunuh bibit penyakit.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
Perlakuan pupuk &lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/2010/09/ton-tambak-organik-nusantara.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;TON (Tambak Organik Nusantara)&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;. Untuk mengembalikan kesuburan lahan serta mempercepat pertumbuhan pakan alami/plankton dan menetralkan senyawa beracun, lahan perlu diberi perlakuan &lt;a href="http://teknisbudidayatanaman.blogspot.com/2012/08/ton-pupuk-tambak-organik-nusantara.html" target="_blank"&gt;TON &lt;/a&gt;dengan dosis 5 botol/ha untuk tambak yang masih baik atau masih baru dan 10 botol TON untuk areal tambak yang sudah rusak.&lt;br /&gt;
Caranya masukkan sejumlah TON ke dalam air, kemudian aduk hingga larut. Siramkan secara merata ke seluruh areal lahan tambak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2.5. Pemasukan Air&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setelah dibiarkan 3 hari, air dimasukkan ke tambak. Pemasukan air yang pertama setinggi 10-25 cm dan biarkan beberapa hari, untuk memberi kesempatan bibit-bibit plankton tumbuh setelah dipupuk dengan TON. Setelah itu air dimasukkan hingga minimal 80 cm. Perlakuan Saponen bisa dilakukan untuk membunuh ikan yang masuk ke tambak. Untuk menyuburkan plankton sebelum benur ditebar, air dikapur dengan Dolomit atau Zeolit dengan dosis 600 kg/ha.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;2.6. Penebaran Benur.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tebar benur dilakukan setelah air jadi, yaitu setelah plankton tumbuh yang ditandai dengan kecerahan air kurang lebih 30-40 cm. Penebaran benur dilakukan dengan hati-hati, karena benur masih lemah dan mudah stress pada lingkungan yang baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahap penebaran benur adalah :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Adaptasi suhu. Plastik wadah benur direndam selama 15 30 menit, agar terjadi penyesuaian suhu antara air di kolam dan di dalam plastik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Adaptasi udara. Plastik dibuka dan dilipat pada bagian ujungnya. Biarkan terbuka dan terapung selama 15 30 menit agar terjadi pertukaran udara dari udara bebas dengan udara dalam air di plastik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Adaptasi kadar garam/salinitas. Dilakukan dengan cara memercikkan air tambak ke dalam plastik selama 10 menit. Tujuannya agar terjadi percampuran air yang berbeda salinitasnya, sehingga benur dapat menyesuaikan dengan salinitas air tambak.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengeluaran benur. Dilakukan dengan memasukkan sebagian ujung plastik ke air tambak. Biarkan benur keluar sendiri ke air tambak. Sisa benur yang tidak keluar sendiri, dapat dimasukkan ke tambak dengan hati-hati/perlahan.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;2.7. Pemeliharaan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pada awal budidaya, sebaiknya di daerah penebaran benur disekat dengan waring atau hapa, untuk memudahkan pemberian pakan. Sekat tersebut dapat diperluas sesuai dengan perkembangan udang, setelah 1 minggu sekat dapat dibuka. Pada bulan pertama yang diperhatikan kualitas air harus selalu stabil. Penambahan atau pergantian air dilakukan dengan hati-hati karena udang masih rentan terhadap perubahan kondisi air yang drastis. Untuk menjaga kestabilan air, setiap penambahan air baru diberi perlakuan TON dengan dosis 1 - 2 botol TON/ha untuk menumbuhkan dan menyuburkan plankton serta menetralkan bahan-bahan beracun dari luar tambak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulai umur 30 hari dilakukan sampling untuk mengetahui pekembanghan udang melalui pertambahan berat udang. Udang yang normal pada umur 30 hari sudah mencapai size (jumlah udang/kg) 250-300. Untuk selanjutnya sampling dilakukan tiap 7-10 hari sekali. Produksi bahan organik terlarut yang berasa dari kotoran dan sisa pakan sudah cukup tinggi, oleh karena itu sebaiknya air diberi perlakuan kapur Zeolit setiap beberapa hari sekali dengan dosis 400 kg/ha. Pada setiap pergantian atau penambahan air baru tetap diberi perlakuan TON.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulai umur 60 hari ke atas, yang harus diperhatikan adalah manajemen kualitas air dan kontrol terhadap kondisi udang. Setiap menunjukkkan kondisi air yang jelek (ditandai dengan warna keruh, kecerahan rendah) secepatnya dilakukan pergantian air dan perlakuan &lt;b&gt;TON&lt;/b&gt; 1-2 botol/ha. Jika konsentrasi bahan organik dalam tambak yang semakin tinggi, menyebabkan kualitas air/lingkungan hidup udang juga semakin menurun, akibatnya udang mudah mengalami stres, yang ditandai dengan tidak mau makan, kotor dan diam di sudut-sudut tambak, yang dapat menyebabkan terjadinya kanibalisme.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;2.8. Panen.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Udang dipanen disebabkan karena tercapainya bobot panen (panen normal) dan karena terserang penyakit (panen emergency). Panen normal biasanya dilakukan pada umur kurang lebih 120 hari, dengan size normal rata-rata 40 - 50. Sedang panen emergency dilakukan jika udang terserang penyakit yang ganas dalam skala luas (misalnya SEMBV/bintik putih). Karena jika tidak segera dipanen, udang akan habis/mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udang yang dipanen dengan syarat mutu yang baik adalah yang berukuran besar, kulit keras, bersih, licin, bersinar, alat tubuh lengkap, masih hidup dan segar. Penangkapan udang pada saat panen dapat dilakukan dengan jala tebar atau jala tarik dan diambil dengan tangan. Saat panen yang baik yaitu malam atau dini hari, agar udang tidak terkena panas sinar matahari sehingga udang yang sudah mati tidak cepat menjadi merah/rusak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;III. Pakan Udang.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pakan udang ada dua macam, yaitu pakan alami yang terdiri dari plankton, siput-siput kecil, cacing kecil, anak serangga dan detritus (sisa hewan dan tumbuhan yang membusuk). Pakan yang lain adalah pakan buatan berupa pelet. Pada budidaya yang semi intensif apalagi intensif, pakan buatan sangat diperlukan. Karena dengan padat penebaran yang tinggi, pakan alami yang ada tidak akan cukup yang mengakibatkan pertumbuhan udang terhambat dan akan timbul sifat kanibalisme udang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pelet udang dibedakan dengan penomoran yang berbeda sesuai dengan pertumbuhan udang yang normal.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Umur 1-10 hari pakan 01&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Umur 11-15 hari campuran 01 dengan 02&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Umur 16-30 hari pakan 02&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Umur 30-35 campuran 02 dengan 03&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Umur 36-50 hari pakan 03&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Umur 51-55 campuran 03 dengan 04 atau 04S. (jika memakai 04S, diberikan hingga umur 70 hari).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Umur 55 hingga panen pakan 04, jika pada umur 85 hari size rata-rata mencapai 50, digunakan pakan 05 hingga panen.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
Kebutuhan pakan awal untuk setiap 100.000 ekor adalah 1 kg, selanjutnya tiap 7 hari sekali ditambah 1 kg hingga umur 30 hari. Mulai umur tersebut dilakukan cek ancho dengan jumlah pakan di ancho 10% dari pakan yang diberikan. Waktu angkat ancho untuk size 1000-166 adalah 3 jam, size 166-66 adalah 2,5 jam, size 66-40 adalah 2,5 jam dan kurang dari 40 adalah 1,5 jam dari pemberian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk meningkatkan pertumbuhan udang, perlu penambahan nutrisi lengkap dalam pakan. Untuk itu, pakan harus dicampur dengan &lt;b&gt;VITERNA Plus&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;POC NASA&lt;/b&gt; yang mengandung mineral-mineral penting, protein, lemak dan vitamin dengan dosis 5 cc/kg pakan untuk umur dibwah 60 hari dan setelah itu 10 cc/kg pakan hingga panen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;IV. Penyakit.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Beberapa penyakit yang sering menyerang udang adalah :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Bintik Putih.&lt;/b&gt; Penyakit inilah yang menjadi penyebab sebagian besar kegagalan budidaya udang. Disebabkan oleh infeksi virus SEMBV (Systemic Ectodermal Mesodermal Baculo Virus). Serangannya sangat cepat, dalam beberapa jam saja seluruh populasi udang dalam satu kolam dapat mati. Gejalanya : jika udang masih hidup, berenang tidak teratur di permukaan dan jika menabrak tanggul langsung mati, adanya bintik putih di cangkang (Carapace), sangat peka terhadap perubahan lingkungan. Virus dapat berkembang biak dan menyebar lewat inang, yaitu kepiting dan udang liar, terutama udang putih. Belum ada obat untuk penyakit ini, cara mengatasinya adalah dengan diusahakan agar tidak ada kepiting dan udang-udang liar masuk ke kolam budidaya. Kestabilan ekosistem tambak juga harus dijaga agar udang tidak stress dan daya tahan tinggi. Sehingga walaupun telah terinfeksi virus, udang tetap mampu hidup sampai cukup besar untuk dipanen. Untuk menjaga kestabilan ekosistem tambak tersebut tambak perlu dipupuk dengan TON.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Bintik Hitam/Black Spot.&lt;/b&gt; Disebabkan oleh virus Monodon Baculo Virus (MBV). Tanda yang nampak yaitu terdapat bintik-bintik hitam di cangkang dan biasanya diikuti dengan infeksi bakteri, sehingga gejala lain yang tampak yaitu adanya kerusakan alat tubuh udang. Cara mencegah : dengan selalu menjaga kualitas air dan kebersihan dasar tambak.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Kotoran Putih/mencret.&lt;/b&gt; Disebabkan oleh tingginya konsentrasi kotoran dan gas amoniak dalam tambak. Gejala : mudah dilihat, yaitu adanya kotoran putih di daerah pojok tambak (sesuai arah angin), juga diikuti dengan penurunan nafsu makan sehingga dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kematian. Cara mencegah : jaga kualitas air dan dilakukan pengeluaran kotoran dasar tambak/siphon secara rutin.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Insang Merah.&lt;/b&gt; Ditandai dengan terbentuknya warna merah pada insang. Disebabkan tingginya keasaman air tambak, sehingga cara mengatasinya dengan penebaran kapur pada kolam budidaya. Pengolahan lahan juga harus ditingkatkan kualitasnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Nekrosis&lt;/b&gt;. Disebabkan oleh tingginya konsentrasi bakteri dalam air tambak. Gejala yang nampak yaitu adanya kerusakan/luka yang berwarna hitam pada alat tubuh, terutama pada ekor. Cara mengatasinya adalah dengan penggantian air sebanyak-banyaknya ditambah perlakuan TON 1-2 botol/ha, sedangkan pada udang dirangsang untuk segera melakukan ganti kulit (Molting) dengan pemberian saponen atau dengan pengapuran.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit pada udang sebagian besar disebabkan oleh penurunan kualitas kolam budidaya. Oleh karena itu perlakuan TON sangat diperlukan baik pada saat pengolahan lahan maupun saat pemasukan air baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Gambar diambil di http://teknologihasilperikanan-unsri.blogspot.com/2010/08/tips-budidaya-udang-windu.html &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://distributor-pupuk-organik.blogspot.com/2020/05/teknis-budidaya-udang-organik-nasa.html</link><author>noreply@blogger.com (Nur Haryono Nasa)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKABPRT6Mtg44MW1Uwy-zpNN8LLvGIpUs-zvAVeJuLewAkgMflyrVRIcHfyzBHc7AbwzLiWulD2_nl0LVTyL3adBbBUQF-Vz_JnDrzuZDPECaNGoYQdZDHRYZUhjmGrOzk3Vjstvz4W2A1/s72-c/teknis+budidaya+udang.png" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5393465127647411848.post-7589222061217634809</guid><pubDate>Sat, 09 May 2020 18:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-05-10T01:24:34.839+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budidaya Bandeng Organik Nasa</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perikanan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Teknis Budidaya Perikanan</category><title>Teknis Budidaya Bandeng Organik Nasa</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZJ_B2j3_ErzW-BxIdTtiFqLsFEqa40yoG0I3tlQ-W9j1gG0E7OXBj_ByWhFkMeLCN3uHFwRWb6WN2IrmqvKictYEHZJErha6t9EVHg3vYekRAmaZw8itArPi13iCi-W0FQkdz-ZG36osr/s1600/teknis+budiaya+bandeng.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZJ_B2j3_ErzW-BxIdTtiFqLsFEqa40yoG0I3tlQ-W9j1gG0E7OXBj_ByWhFkMeLCN3uHFwRWb6WN2IrmqvKictYEHZJErha6t9EVHg3vYekRAmaZw8itArPi13iCi-W0FQkdz-ZG36osr/s320/teknis+budiaya+bandeng.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;I. Pendahuluan.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/2020/05/teknis-budidaya-bandeng-organik-nasa.html" target="_blank"&gt;Ikan bandeng&lt;/a&gt; merupakan adalah satu jenis ikan penghasil protein hewani yang tinggi. Usaha intensifikasi budidaya perlu dilakukan karena rendahnya produktivitas bandeng dengan budidaya tradisional.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Peningkatan sistem budidaya juga harus diikuti dengan penggunaan teknologi baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;PT. NATURAL NUSANTARA memberikan teknologi yang diperlukan dengan prinsip K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kesehatan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;II. Sifat Biologis.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Bandeng termasuk golongan ikan herbivora , yaitu bangsa ikan yang mengkonsumsi tumbuhan. Mampu mencapai berat rata-rata 0,6 kg pada usia 5 - 6 bulan dengan pemeliharaan yang intensif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;III. Penyediaan Benih.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Usaha penyediaan benih (nener) secara kontinyu dengan mutu yang baik dilakukan dengan sistem pembenihan yang intensif pada kolam-kolam khusus, yaitu kolam pematangan induk, pemijahan, peneneran dan kolam pembsaran. Dalam pembenihan bandeng langkah yang dilakukan adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;1. Pemilihan induk yang unggul .&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Induk yang unggul akan menurunkan sifat-sifatnya kepada keturunannya, Ciri-cirinya :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;bentuk normal, perbandingan panjang dan berat ideal.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;ukuran kepala relatif kecil, diantara satu peranakan pertumbuhannya paling cepat.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;susunan sisik teratur, licin, mengkilat, tidak ada luka.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;gerakan lincah dan normal.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;umur antara 4 5 tahun.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;2. Merangsang pemijahan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Kematangan gonad dapat dipercepat dengan penggunaan hormone LHRH (Letuizing Hormon Releasing Hormon) melalui suntikan.`&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;3. Memijahkan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Pemijahan adalah pencampuran induk jantan dan berina yang telah matang sel sperma dan sel telurnya agar terjadi pengeluaran (ejakulasi) kedua sel tersebut. Setelah berada di air, sel sperma akan membuahi sel telur karena sistem pembuahan ikan terjadi diluar tubuh. Pemijahan dilakukan pada kolam khusus pemijahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;4. Penetasan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Telur yang mengapung di kolam pemijahan menetas setelah 24 - 26 jam dari awal pemijahan. Telur yang telah menetas akan menjadi larva yang masih mempunyai cadangan makanan dari kuning telur induk, sehingga belum perlu diberi pakan hingga umur 2 hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;5. Merawat benih.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Setelah berumur 9 hari larva dipindahkan ke kolam pemeliharaan nener . Di kolam ini larva diberi pakan alami berupa plankton. Penumbuhan plankton dilakukan dengan pemupukan dan pengapuran. Pemupukan yang tepat adalah dengan pupuk &lt;b style="color: red;"&gt;&lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/2010/09/ton-tambak-organik-nusantara.html" target="_blank"&gt;TON (TAMBAK ORGANIK NUSANTARA) &lt;/a&gt;&lt;/b&gt;yang mengandung berbagai unsur mineral penting untuk pertumbuhan plankton, diantaranya N,P,K,Mg, Ca, Mg, S, Cl dan lain-lain, juga dilengkapi dengan asam humat dan vulvat yang mempu memperbaiki tekstur dan meningkatkan kesuburan tanah dasar kolam dengan dosis 5 botol TON/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100 m2 pada tiap pemasukan air. Waktu peneneran 8 minggu. Pakan yang diberikan berupa tepung dengan kadar protein 30%. Untuk menambah nutrisi pakan pencampuiran pakan dengan &lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/2010/09/viterna.html" target="_blank"&gt;VITERNA Plus&lt;/a&gt; dan POC NASA dengan dosis 2 - 5 /kg pakan sangat diperlukan, karena VITERNA Plus dan POC NASA mengandung unsur-unsur mineral penting yaitu N,P,K,Mg,Fe,Ca,S dan lain-lain, vitamin, protein dan lemak untuk meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan nener.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;IV. Pembesaran.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Setelah dipelihara di kolam peneneran selama 8 minggu, bandeng dipindahkan ke kolam pembesaran. Teknis pembesaran bandeng meliputi beberapa hal, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;1. Persiapan lahan.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Tahap ini dilakukan sebelum pemasukan air. kegiatan yang dilakukan selama persiapan lahan adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Pencangkulan dan pembalikan tanah. Bertujuan untuk membebaskan senyawa dan gas beracun sisa budidaya hasil dekomposisi bahan organik baik dari pakan maupun dari kotoran. Selain itu dengan menjadi gemburnya tanah, aerasi akan berjalan dengan baik sehingga kesuburan lahan akan meningkat.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Pengapuran. Selama budidaya, ikan memerlukan kondisi keasaman yang stabil yaitu pada pH 7 - 8. Untuk mengembalikan keasaman tanah pada kondisi tersebut, dilakukan pengapuran karena penimbunan dan pembusukan bahan organik selama budidaya sebelumnya menurunkan pH tanah. Pengapuran juga menyebabkan bakteri dan jamur pembawa penyakit mati karena sulit dapat hidup pada pH tersebut. Pengapuran dengan kapur tohor, dolomit atau zeolit dengan dosis 1 TON /ha atau 10 kg/100 m2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Pemupukan. Fungsi utama pemupukan adalah memberikan unsur hara yang diperlukan bagi pertumbuhan pakan alami, memperbaiki struktur tanah dan menghambat peresapan air pada tanah-tanah yang tidak kedap air (porous). Penggunaan TON untuk pemupukan tanah dasar kolam sangat tepat, karena TON yang mengandung unsur-unsur mineral penting, dan asam-asam organik utama memberikan bahan-bahan yang diperlukan untuk peningkatan kesuburan lahan dan pertumbuhan plankton. Dosis pemupukan TON adalah 5 botol/ha atau 25 gr/100 m2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Pengelolaan air. setelah dilakukan pemupukan dengan TON, air dimasukkan hingga setinggi 10 - 20 cm kemudian dibiarkan beberapa hari, untuk menumbuhkan bibit-bibit plankton. Air dimasukkan hingga setinggi 80 cm atau menyesuaikan dengan kedalaman kolam.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;2. Pemindahan nener.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Setelah plankton tumbuh (warna air hijau) dan kecerahan sedalam 30 - 40 cm, nener di kolam peneneran dipindahkan ke kolam pembesaran dengan hati-hati dengan adaptasi terhadap lingkungan yang baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;3. Pemberian Pakan.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Sesuai dengan sifat bandeng yang termasuk hewan herbivore, maka ikan ini suka memakan tumbuh-tumbuhan yang ada di kolam. Tumbuhan yang disukai bandeng adalah lumut, ganggang dan klekap. Untuk mempercepat pertumbuhan, perlu pakan buatan pabrik, dengan standar nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh optimal dengan kadar protein .minimal 25 - 28 %.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Sebagai hewan herbivora, unsur tumbuhan dalam pakan memang sangat penting,. Oleh karena itu, sebaiknya bahan baku unsur protein harus didominasi dari sumber tumbuhan atau nabati dari tepung kedelai atau bungkil kacang tanah. Sebagai acuan pemberian pakan adalah : Jumlah pakan 5 - 7% dari berat badan. Waktu pemberian 3 - 5 kali sehari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Penambahan VITERNA Plus dan &lt;b&gt;POC NASA&lt;/b&gt; pada pakan buatan merupakan pilihan yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tubuh bandeng. VITERNA Plus dan POC NASA mengandung mineral-mineral penting, protein, lemak dan vitamin akan menambah kandungan nutrisi pakan. Dosis pencampuran VITERNA Plus dan POC NASA dengan pakan buatan adalah 2 - 5 cc/kg pakan dengan cara :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Timbang pakan sesuai dengan kebutuhan bandeng.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Basahi pakan dengan sedikit air agar pencampuran dengan VITERNA Plus dan POC NASA dapat merata.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Campurkan VITERNA Plus dan &lt;b&gt;POC NASA&lt;/b&gt; sesuai jumlah pakan yang diberikan dengan dosis 2 - 5 cc/kg pakan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Pakan siap untuk diberikan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Pemberian pakan dengan menyebarkan secara merata pada seluruh areal kolam, agar seluruh bandeng dapat pakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;V. Pengendalian hama dan Penyakit.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Penyakit penting yang sering menyerang bandeng adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Pembusukan sirip.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;disebabkan oleh bakteri. Gejalanya sirip membusuk dari bagian tepi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Vibriosis.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Disebabkan oleh bakteri Vibriosis sp , gejalanya nafsu makan turun, pembusukan sirip, dan bagian perut bengkak oleh cairan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Penyakit oleh Protozoa.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Gejalanya nafsu makan hilang, mata buta, sisik terkelupas, insang rusak, banyak berlendir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Penyakit oleh cacing renik&lt;/b&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Sering disebabkan oleh cacing Diploctanum yang menyerang bagian insang sehingga menjadi pucat dan berlendir.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Penyakit dari bakteri, parasit dan jamur&lt;/b&gt; disebabkan lingkungan yang buruk, dan penurunan daya tahan tubuh ikan. Penurunan kualitas lingkungan disebabkan oleh tingginya timbunan bahan organik dan pencemaran lingkungan dari aliran sungai..&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Bahan organik dan kotoran akan membusuk dan manghasilkan gas-gas yang berbahaya. Ketahanan tubuh ikan ditentukan konsumsi nutrisinya. Maka cara pengendalian penyakit harus menitikberatkan pada kedua faktor tersebut.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Untuk mengatasi penurunan kualitas lingkungan dapat dilakukan perlakuan TON dengan dosis 5 botol/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100 m2 yang mengandung unsur mineral dan asam-asam organik penting yang mampu menetralkan berbagai gas berbahaya hasil pembusukan kotoran dalam kolam dan unsur mineral akan menyuburkan plankton sebagai pakan alami.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi dalam jumlah yang ideal, perlu diberikan pakan dengan standar protein yang sesuai serta dengan penambahan/pencampuran VITERNA Plus dan POC NASA pada pakan buatan. VITERNA Plus dan POC NASA dengan kandungan mineral-mineral penting, vitamin, asam organic, protein dan lemak akan menambah dan melengkapi nutrisi pakan, sehingga ketahanan tubuh untuk hidup dan berkembang selalu tercukupi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://distributor-pupuk-organik.blogspot.com/2020/05/teknis-budidaya-bandeng-organik-nasa.html</link><author>noreply@blogger.com (Nur Haryono Nasa)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZJ_B2j3_ErzW-BxIdTtiFqLsFEqa40yoG0I3tlQ-W9j1gG0E7OXBj_ByWhFkMeLCN3uHFwRWb6WN2IrmqvKictYEHZJErha6t9EVHg3vYekRAmaZw8itArPi13iCi-W0FQkdz-ZG36osr/s72-c/teknis+budiaya+bandeng.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5393465127647411848.post-2341170319978069040</guid><pubDate>Sat, 09 May 2020 18:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-05-10T01:21:37.793+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pertanian</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Teknis Budidaya Tanaman</category><title>Teknis Budidaya Tembakau Dengan Produk Organik Nasa</title><description>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiMym2DAo87XrgijbfkmJIHpMKLFjf_jKdq2cXt2FBQgwHfJQSeQsYUWlcjzZdUVGh7taxguelLczPcV5HUf9eS8lF3J406xpjf1lPkGabfDW7Ux9HOpWCaortLA0UTfTfNbXD61_tX4fcE/s1600/teknis+budidaya+tembakau.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiMym2DAo87XrgijbfkmJIHpMKLFjf_jKdq2cXt2FBQgwHfJQSeQsYUWlcjzZdUVGh7taxguelLczPcV5HUf9eS8lF3J406xpjf1lPkGabfDW7Ux9HOpWCaortLA0UTfTfNbXD61_tX4fcE/s1600/teknis+budidaya+tembakau.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Teknis budidaya Tembakau &lt;/b&gt;dibawah ini menggunakan produk organik produksi &lt;b&gt;PT. Natural Nusantara.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
Tulisan ini hanyalah sebagai panduan dalam aplikasi produk NASA umtuk tanaman &lt;b&gt;tembakau&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Tembakau&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; adalah komoditi yang cukup banyak dibudidayakan petani. Untuk mendapatkan hasil panen yang optimal &lt;b style="color: #990000;"&gt;PT. Natural Nusantara&lt;/b&gt; berusaha membantu meningkatkan produksi secara kuantitas, kualitas dan kelestarian ( Aspek K-3 ).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;SYARAT PERTUMBUHAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tanaman tembakau, curah hujan rata-rata 2000 mm/tahun, Suhu udara yang cocok antara 21-32 derajat C, pH antara 5-6. Tanah gembur, remah, mudah mengikat air, memiliki tata air dan udara yang baik sehingga dapat meningkatkan drainase, ketinggian antara 200-3.000 m dpl.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PEMBIBITAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Jumlah benih + 8-10 gram/ha, tergantung jarak tanam.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Biji utuh, tidak terserang penyakit dan tidak keriput&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Media semai = campuran tanah (50%) + pupuk kandang matang yang telah dicampur dengan Natural GLIO (50%). Dosis pupuk untuk setiap meter persegi media semai adalah 70 gram DS dan 35 gram ZA dan isikan pada polybag&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bedeng persemaian diberi naungan berupa daun-daunan, tinggi atap 1 m sisi Timur dan 60 cm sisi Barat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Benih direndam dalam &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/2010/09/poc-nasa-pupuk-organik-cair-natural.html" target="_blank"&gt;POC NASA&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; 5 cc per gelas air hangat selama 1-2 jam lalu dikeringanginkan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecambahkan pada baki/tampah yang diberi alas kertas merang atau kain yang dibasahi hingga agak lembab. Tiga hari kemudian benih sudah menampakkan akarnya yang ditandai dengan bintik putih. Pada stadium ini benih baru dapat disemaikan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Siram media semai sampai agak basah/lembab, masukan benih pada lubang sedalam 0,5 cm dan tutup tanah tipis-tipis.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Semprot &lt;b&gt;POC NASA &lt;/b&gt;(2-3 tutup/tangki) selama pembibitan berumur 30 dan 45 hari.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bibit sudah dapat dipindahtanamkan ke kebun apabila berumur 35-55 hari setelah semai.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;PENGOLAHAN MEDIA TANAM&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Lahan disebari pupuk kandang dosis 10-20 ton/ha lalu dibajak dan dibiarkan + 1 minggu&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Buat bedengan lebar 40 cm dan tinggi 40 cm. Jarak antar bedeng 90-100 cm dengan arah membujur antara timur dan barat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lakukan pengapuran jika tanah masam&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Siram SUPERNASA dengan dosis : 10 - 15 botol/ha&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Alternatif 1 : 1 botol &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/2010/09/supernasa.html" target="_blank"&gt;SUPERNASA &lt;/a&gt;&lt;/b&gt;diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Alternatif 2 : setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan SUPER NASA  untuk menyiram + 10 meter bedengan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebarkan Natural GLIO 1-2 sachet dicampur pupuk kandang matang 25-50 kg secara merata ke bedengan&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;PEMBUATAN LUBANG TANAM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Apabila diinginkan daun yang tipis dan halus maka jarak tanam harus rapat, sekitar 90 x 70 cm. Tembakau Madura ditanam dengan jarak 60 x 50 cm yang penanamannya dilakukan dalam dua baris tanaman setiap gulud. Jenis tembakau rakyat/rajangan umumnya ditanam dengan jarak tanam 90 x 90 cm dan penanamannya dilakukan satu baris tanaman setiap gulud, dan jarak antar gulud 90 cm atau 120 x 50 cm.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;CARA PENANAMAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Basahi dan sobek polibag lalu benamkan bibit sedalam leher akar&lt;br /&gt;
Waktu tanam pada pagi hari atau sore hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PENYULAMAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Penyulaman dilakukan 1- 3 minggu setelah tanam, bibit kurang baik dicabut dan diganti dengan bibit baru yang berumur sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PENYIANGAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Penyiangan dapat dilakukan bersamaan dengan pembumbunan yaitu setiap 3 minggu sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PEMUPUKAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dosis tergantung jenis tanah dan varietas&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;   &lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td rowspan="2" width="130"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Waktu Pemupukan&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td colspan="3" valign="top" width="180"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Dosis Pupuk Makro (kg/ha)&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="66"&gt;&lt;br /&gt;
Urea/ZA&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="57"&gt;&lt;br /&gt;
SP - 36&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="57"&gt;&lt;br /&gt;
KCl&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="130"&gt;&lt;br /&gt;
Saat Tanam&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="66"&gt;&lt;br /&gt;
-&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="57"&gt;&lt;br /&gt;
300&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="57"&gt;&lt;br /&gt;
-&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="130"&gt;&lt;br /&gt;
Umur 7 HST&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="66"&gt;&lt;br /&gt;
300&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="57"&gt;&lt;br /&gt;
-&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="57"&gt;&lt;br /&gt;
150&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="130"&gt;&lt;br /&gt;
Umur 28 HST&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="66"&gt;&lt;br /&gt;
300&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="57"&gt;&lt;br /&gt;
-&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="57"&gt;&lt;br /&gt;
150&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="130"&gt;&lt;br /&gt;
TOTAL&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="66"&gt;&lt;br /&gt;
600&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="57"&gt;&lt;br /&gt;
300&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="57"&gt;&lt;br /&gt;
300&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Ket : HST = hari setelah tanam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyemprotan POC NASA dosis 4-5 tutup / tangki atau lebih bagus POC NASA (3-4 tutup) dicampur &lt;b&gt;HORMONIK&lt;/b&gt; (1-2 tutup) per tangki setiap 1- 2 minggu sekali.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;PENGAIRAN DAN PENYIRAMAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pengairan diberikan 7 HST = 1-2 lt air/tanaman, umur 7-25 HST = 3-4 lt/tanaman, umur 25-30 HST = 4 lt/tanaman. Pada umur 45 HST = 5 lt/tanaman setiap 3 hari. Pada umur 65 HST penyiraman dihentikan, kecuali bila cuaca sangat kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PEMANGKASAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pangkas tunas ketiak daun dan bunga setiap 3 hari sekali&lt;br /&gt;Pangkas pucuk tanaman saat bunga mekar dengan 3-4 lembar daun di bawah bunga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;HAMA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;a. Ulat Grayak ( Spodoptera litura ) &lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;Gejala :&lt;/b&gt; berupa lubang-lubang tidak beraturan dan berwarna putih pada luka bekas gigitan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;Pengendalian:&lt;/b&gt; Pangkas dan bakar sarang telur dan ulat, penggenangan sesaat pada pagi/sore hari , semprot Natural VITURA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;b. Ulat Tanah ( Agrotis ypsilon )&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;Gejala :&lt;/b&gt; daun terserang berlubang-lubang terutama daun muda sehingga tangkai daun rebah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;Pengendalian:&lt;/b&gt; pangkas daun sarang telur/ulat, penggenangan sesaat, semprot PESTONA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Ulat penggerek pucuk ( Heliothis sp. )&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;Gejala:&lt;/b&gt; daun pucuk tanaman terserang berlubang-lubang dan habis. &lt;b&gt;Pengendalian:&lt;/b&gt; kumpulkan dan musnah telur / ulat, sanitasi kebun, semprot PESTONA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;d. Nematoda ( Meloydogyne sp. )&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;Gejala :&lt;/b&gt; bagian akar tanaman tampak bisul-bisul bulat, tanaman kerdil, layu, daun berguguran dan akhirnya mati.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;Pengendalian:&lt;/b&gt; sanitasi kebun, pemberian GLIO diawal tanam, PESTONA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;e. Kutu - kutuan ( Aphis Sp, Thrips sp, Bemisia sp.)&lt;/b&gt; pembawa penyakit yang disebabkan virus. &lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;Pengendalian:&lt;/b&gt; predator Koksinelid, Natural BVR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;f. Hama lainnya Gangsir (Gryllus mitratus ),&lt;/b&gt; jangkrik (Brachytrypes portentosus), orong-orong (Gryllotalpa africana), semut geni (Solenopsis geminata), belalang banci (Engytarus tenuis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penyakit&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;a. Hangus batang ( damping off )&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;Penyebab :&lt;/b&gt; jamur Rhizoctonia solani.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;Gejala&lt;/b&gt;: batang tanaman yang terinfeksi akan mengering dan berwarna coklat sampai hitam seperti terbakar.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;Pengendalian : &lt;/b&gt;cabut tanaman yang terserang dan bakar, pencegahan awal dengan &lt;a href="http://teknisbudidayatanaman.blogspot.com/2012/08/natural-glio-gliocladium.html" target="_blank"&gt;Natural GLIO.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;b. Lanas &lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;Penyebab :&lt;/b&gt; Phytophora parasitica var. nicotinae.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;Gejala:&lt;/b&gt; timbul bercak-bercak pada daun berwarna kelabu yang akan meluas, pada batang, terserang akan lemas dan menggantung lalu layu dan mati. &lt;b&gt;Pengendalian:&lt;/b&gt; cabut tanaman yang terserang dan bakar, semprotkan Natural GLIO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;c. Patik daun&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;Penyebab : &lt;/b&gt;jamur Cercospora nicotianae.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;Gejala:&lt;/b&gt; di atas daun terdapat bercak bulat putih hingga coklat, bagian daun yang terserang menjadi rapuh dan mudah robek.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;Pengendalian:&lt;/b&gt; desinfeksi bibit, renggangkan jarak tanam, olah tanah intensif, gunakan air bersih, bongkar dan bakar tanaman terserang, semprot Natural GLIO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;d. Bercak coklat&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;Penyebab :&lt;/b&gt; jamur Alternaria longipes.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;Gejala:&lt;/b&gt; timbul bercak-bercak coklat, selain tanaman dewasa penyakit ini juga menyerang tanaman di persemaian. Jamur juga menyerang batang dan biji. &lt;b&gt;Pengendalian:&lt;/b&gt; mencabut dan membakar tanaman yang terserang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;e. Busuk daun&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;Penyebab :&lt;/b&gt; bakteri Sclerotium rolfsii. Gejala: mirip dengan lanas namun daun membusuk, akarnya bila diteliti diselubungi oleh massa cendawan. &lt;b&gt;Pengendalian:&lt;/b&gt; cabut dan bakar tanaman terserang, semprot &lt;b&gt;Natural GLIO.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;f. Penyakit Virus&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;Penyebab:&lt;/b&gt; virus mozaik (Tobacco Virus Mozaic, (TVM), Kerupuk (Krul), Pseudomozaik, Marmer, Mozaik ketimu (Cucumber Mozaic Virus). Gejala: pertumbuhan tanaman menjadi lambat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;Pengendalian:&lt;/b&gt; menjaga sanitasi kebun, tanaman yang terinfeksi di cabut dan dibakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Catatan :&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, dapat digunakan pestisida kimia sesuai anjuran. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml ( ½ tutup) pertangki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PANEN DAN PASCA PENEN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pemetikan daun tembakau yang baik adalah jika daun-daunnya telah cukup umur dan telah berwarna hijau kekuning-kuningan.Untuk golongan tembakau cerutu maka pemungutan daun yang baik pada tingkat tepat masak/hampir masak hal tersebut di tandai dengan warna keabu-abuan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Sedangkan untuk golongan sigaret pada tingkat kemasakan tepat masak/masak sekali, apabila pasar menginginkan krosok yang halus maka pemetikan dilakukan tepat masak. Sedangkan bila menginginkan krosok yang kasar pemetikan diperpanjang 5-10 hari dari tingkat kemasakan tepat masak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;Daun dipetik mulai dari daun terbawah ke atas. Waktu yang baik untuk pemetikan adalah pada sore/pagi hari pada saat hari cerah. Pemetikan dapat dilakukan berselang 3-5 hari, dengan jumlah daun satu kali petik antara 2-4 helai tiap tanaman. Untuk setiap tanaman dapat dilakukan pemetikan sebanyak 5 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sortir daun berdasarkan kualitas warna daun yaitu:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Trash (apkiran): warna daun hitam&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Slick (licin/mulus): warna daun kuning muda&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Less slick (kurang liciin): warna daun kuning (seperti warna buah jeruk lemon)&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;More grany side ( sedikit kasar ) : warna daun antara kuning-oranye. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
</description><link>http://distributor-pupuk-organik.blogspot.com/2020/05/teknis-budidaya-tembakau-dengan-produk.html</link><author>noreply@blogger.com (Nur Haryono Nasa)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiMym2DAo87XrgijbfkmJIHpMKLFjf_jKdq2cXt2FBQgwHfJQSeQsYUWlcjzZdUVGh7taxguelLczPcV5HUf9eS8lF3J406xpjf1lPkGabfDW7Ux9HOpWCaortLA0UTfTfNbXD61_tX4fcE/s72-c/teknis+budidaya+tembakau.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5393465127647411848.post-5416513650579271333</guid><pubDate>Sat, 09 May 2020 18:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-05-10T01:19:35.958+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budidaya Kobis Organik Nasa</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pertanian</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Teknis Budidaya Tanaman</category><title>Teknis Budidaya Kobis/Kol</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh03B2jpXw-SDSEnFw69lFjD-iXd9RIbqe2-0QoIBHJAchL6uxcnlTn36y8FQtwyUfLJBd3e2VS7trhxojLL9WsSC_vIj-VMINQtOtm9dgpt0Z8y9-aC7nlwjZhexONy0_I0aMdvM4jDSmD/s1600/teknis+budidaya+kubis.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh03B2jpXw-SDSEnFw69lFjD-iXd9RIbqe2-0QoIBHJAchL6uxcnlTn36y8FQtwyUfLJBd3e2VS7trhxojLL9WsSC_vIj-VMINQtOtm9dgpt0Z8y9-aC7nlwjZhexONy0_I0aMdvM4jDSmD/s1600/teknis+budidaya+kubis.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh03B2jpXw-SDSEnFw69lFjD-iXd9RIbqe2-0QoIBHJAchL6uxcnlTn36y8FQtwyUfLJBd3e2VS7trhxojLL9WsSC_vIj-VMINQtOtm9dgpt0Z8y9-aC7nlwjZhexONy0_I0aMdvM4jDSmD/s320/teknis+budidaya+kubis.jpg" style="cursor: move;" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Teknis budidaya Kubis &lt;/b&gt;dibawah ini menggunakan produk organik produksi &lt;b&gt;PT. Natural Nusantara.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
Tulisan ini hanyalah sebagai panduan dalam aplikasi produk NASA umtuk tanaman Kubis.&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sampai saat ini, tingkat produksi tanaman kubis baik secara kuantitas maupun kualitas masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan antara lain karena tanah sudah miskin unsur hara, pemupukan yang tidak berimbang, organisme pengganggu tanaman, cuaca dan iklim.&lt;br /&gt;
Untuk itu, PT. Natural Nusantara sebagai perusahaan yang peduli terhadap permasalahan pertanian dan kelestarian lingkungan berupaya membantu petani dalam peningkatan produksi secara kuantitas dan kualitas serta memelihara kelestarian lingkungan (3 - K). Sehingga petani mampu bersaing di era pasar bebas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;FASE PRA TANAM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Syarat tumbuh&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Tanaman dapat ditanam sepanjang tahun&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tumbuh dan berproduksi dengan baik pada ketinggian 800 m d.pl. ke atas, curah hujan hujan cukup dan temperatur udara 15o - 20o C.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jenis tanah yang dikehendaki gembur, bertekstur ringan atau sarang serta pH 6 - 6,5.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;2. Pengelolaan Tanah dan Air&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Bersihkan gulma dan sisa-sisa tanaman untuk menekan serangan penyakit terbawa tanah seperti akar bengkak, busuk lunak, rebah semai, dll. dengan cara dicabut dan dikumpulkan lalu dibakar atau bisa dijadikan kompos&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jangan menanam tanaman kubis-kubisan secara terus menerus dan lakukan pergiliran tanaman&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gunakan pupuk organik (SUPER NASA), khususnya di musim kemarau untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;3. Persiapan Lahan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Lahan dicangkul dan dibajak sedalam 20-30 cm&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berikan Dolomit atau CAPTAN kira-kira 2 ton/ha jika pH&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;b style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;FASE PERSEMAIAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Media persemaian terdiri dari campuran tanah dan pupuk kandang (kompos) halus dengan perbandingan 1:1 dan ditambah 100 gr (1 sachet)- - - Natural GLIO untuk 25 kg pupuk kandang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Benih direndam dalam air hangat + POC NASA dosis 2 cc/lt air selama 0,5 - 1 jam lalu diangin-anginkan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebarkan benih secara merata dan teratur lalu ditutup daun pisang selama 3-4 hari&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Semprotkan POC NASA seminggu sekali dengan dosis 3 tutup/tangki&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lakukan penyiraman setiap hari dengan gembor&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Persemaian dibuka setiap pagi sampai jam 10.00 dan sore mulai pukul 15.00&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Amati bibit kubis yang terserang penyakit tepung berbulu (Peronospora parasitica) atau ulat daun pada daun pertama, dipetik dan dibuang daun yang terserang&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;FASE TANAM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Jarak tanam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jarak tanam jarang 70 x 50 cm atau jarak tanam rapat 60 x 50 cm&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Bibit&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Bibit yang telah berumur 3 - 4 minggu memiliki 4 - 5 daun siap ditanam&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;3. Pemupukan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pupuk dasar diberikan sehari sebelum tanam dengan dosis 250 kg/ha TSP, 50 kg/ha Urea, 175 kg/ha ZA dan 100 kg/ha KCl.&lt;br /&gt;
Pupuk dasar dicampur secara merata lalu diberikan pada lubang tanam yang telah diberi pupuk kandang, kemudian ditutup kembali dengan tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Cara tanam&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Buat lubang tanam dengan tugal sesuai jarak tanam&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pilih bibit yang segar dan sehat&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tanam bibit pada lubang tanam&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bila bibit disemai pada bumbung daun pisang langsung ditanam bersama bumbungnya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bila bibit disemai pada polybag plastik, keuarkan bibit dari polibag lalu baru ditanam&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bila disemai dalam bedengan ambil bibit beserta tanahnya sekitar 2-3 cm dari batang sedalam 5 cm dengan solet (sistem putaran)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setelah ditanam, siram bibit dengan air sampai basah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kubis dapat ditumpangsarikan dengan tomat dengan cara tanam : 2 baris kubis 1 baris tomat. Tomat ditanam 3 atau 4 minggu sebelum kubis&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;FASE PRA PEMBENTUKAN KROP (0 - 49 HARI )&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Penyiraman dilakukan tiap hari pada pagi atau sore hari&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemupukan susulan dilakukan pada umur 28 hari dengan dosis 50 kg/ha Urea, 175 kg/ha ZA dan 100 kg/ha KCl&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penyemprotan &lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/2010/09/poc-nasa-pupuk-organik-cair-natural.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;POC NASA&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; 3 - 4 tutup/tangki ditambah HORMONIK 1-2 tutup/tangki dilakukan setiap 1 minggu sekali.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penyiangan (penggemburan dan pembubunan tanah) dilakukan pada umur 2 dan 4 minggu&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perempelan cabang atau tunas-tunas samping dilakukan seawal mungkin supaya pembentukan bunga optimal&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hama yang menyerang pada fase ini antara lain Ulat tanah (Agrotis ipsilon Hufn.), Ulat daun kubis (Plutella xylostella L.), Ulat krop kubis (Crocidolomia binotalis Zell.), Ulat krop bergaris (Hellula undalis F.)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lakukan pengamatan tiap minggu sekali terhadap hama-hama tersebut mulai kubis umur 13 hari. Populasi tertinggi terjadi pada awal musim kemarau&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Cara pengendalian; kumpulkan dan musnah secara mekanik, sanitasi lingkungan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tanaman muda yang mati karena penyakit rebah kecambah (Rhizoctonia solani Kuhn.) dicabut, kemudian disulam dengan tanaman baru yang sehat, tambahkan Natural GLIO pada lubang tanam.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;FASE PEMBENTUKAN CROP ( 50 - 90 HARI )&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Penyiangan secara manual dengan tangan perlu dilakukan sampai kira-kira satu minggu sebelum panen&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lakukan pengamatan lebih intensif terhadap hama yang merusak berat pada fase ini yaitu; Ulat Daun Kubis (P. xylostella) dan Ulat krop kubis (C. binotalis), biasanya Pebruari Maret&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Serangan hama menjelang panen tidak perlu dikendalikan (secara kimia)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;PANEN DAN PASCA PANEN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Kubis dipanen setelah berumur 81- 105 hari&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ciri-ciri kubis siap panen bila tepi daun krop terluar pada bagian atas krop sudah melengkung ke luar dan berwarna agak ungu, krop bagian dalam sudah padat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada saat panen diikursertakan dua helai daun hijau untuk melindungi krop&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jangan sampai terjadi memar atau luka&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Amati penyakit Busuk Lunak (Erwinia carotovora) dan Busuk Hitam (Xanthomonas camprestris)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Daun-daun kubis yang terinfeksi harus dibuang.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
</description><link>http://distributor-pupuk-organik.blogspot.com/2020/05/teknis-budidaya-kobiskol.html</link><author>noreply@blogger.com (Nur Haryono Nasa)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh03B2jpXw-SDSEnFw69lFjD-iXd9RIbqe2-0QoIBHJAchL6uxcnlTn36y8FQtwyUfLJBd3e2VS7trhxojLL9WsSC_vIj-VMINQtOtm9dgpt0Z8y9-aC7nlwjZhexONy0_I0aMdvM4jDSmD/s72-c/teknis+budidaya+kubis.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5393465127647411848.post-2420656598678708498</guid><pubDate>Sat, 09 May 2020 18:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-05-10T01:10:25.482+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pertanian</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Teknis Budidaya Tanaman</category><title>Teknis Budidaya Nilam</title><description>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_XvA4K52fz1ekF-39ti8R-c4mbPWimlWgobbYvk_vlNtFPKE0rGXexoEbfP02ZAPIjC_3PKGbqJFEf740MJFJ6aHiIVAH93ggbk8jeIf_qndDoTndb-CpjPR4DpxrGTYA_djl9o7K3-9Y/s1600/teknis+budidaya+nilam.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="235" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_XvA4K52fz1ekF-39ti8R-c4mbPWimlWgobbYvk_vlNtFPKE0rGXexoEbfP02ZAPIjC_3PKGbqJFEf740MJFJ6aHiIVAH93ggbk8jeIf_qndDoTndb-CpjPR4DpxrGTYA_djl9o7K3-9Y/s320/teknis+budidaya+nilam.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Teknis budidaya Nilam &lt;/b&gt;dibawah ini menggunakan produk organik produksi &lt;b&gt;PT. Natural Nusantara.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
Tulisan ini hanyalah sebagai panduan dalam aplikasi produk NASA umtuk tanaman nilam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;A. PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Minyak nilam memberikan sumbangan cukup besar dalam penghasil devisa Negara di antara minyak atsiri lainnya. Namun produksi minyak nilam di Indonesia masih terbatas dan produksinya belum optimal. &lt;span style="color: #cc0000;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;PT. Natural Nusantara berusaha meningkatkan produksi minyak nilam secara kuantitas, kualitas dan kelestarian lingkungan (Aspek K-3).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;B. EKOLOGI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tanaman nilam dapat tumbuh di dataran rendah maupun tinggi dengan ketinggian optimal 10-400 mdpl, curah hujan antara 2500 - 3500 mm/th dan merata sepanjang tahun, suhu 24 - 280C, kelembaban lebih dari 75%, intensitas penyinaran matahari cukup, tanah subur dan gembur kaya akan humus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;C. PEMBIBITAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Stek diambil dari batang atau cabang yang sudah mengayu dari bagian tengah, berdiameter 0,8-1,0 cm, + 15-23 cm dan paling sedikit 3-5 mata tunas&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Siapkan bedengan persemaian, ukuran lebar 1,5 m, tinggi 30 cm dan panjang tergantung kebutuhan, parit selebar 30-40 cm dan dalamnya + 50 cm&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tanah bedengan diolah sampai gembur dicampur pasir dengan perbandingan 2:1 dan selanjutnya diberi pupuk kandang matang yang telah dicampur Natural GLIO (1 sachet Natural GLIO + 25-50 kg Pupuk Kandang)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Buat naungan menghadap ke timur dengan ketinggian 180 cm timur dan 120 cm barat, letakkan daun kelapa atau alang-alang di atas para-para.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Stek ditanam posisi miring, bersudut 450 sedalam 10 cm dan jarak tanam 10 x 10 cm&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Siram dengan POC NASA (2-3 tutup) + HORMONIK (1 tutup) per 10 - 15 liter air.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setelah umur 3-4 minggu bibit sudah siap dipindahkan ke lapangan (2-4 hari) sebelum bibit dipindah semprot POC NASA (3-4 tutup/tangki).&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;D. PENGOLAHAN LAHAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Lahan dibersihkan dari jenis rumput-rumputan, kayu-kayuan dan semak belukar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tanah dicangkul atau dibajak serta digaru&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Buat parit-parit pembuangan air lebar 30-40 cm dan dalamnya 50 cm&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;E. JARAK TANAM&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Dataran rendah yang tanahnya subur 100 x 100 cm, tanah yang kandungan liatnya tinggi 50 x 100 cm&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada tanah lipatit, 75 x 75 cm&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tanah berbukit dengan mengikuti garis contour 50 x 100 cm atau 30 x 100 cm&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;F. PENANAMAN&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
**Secara tidak Langsung&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Bibit stek dicabut dari persemaian umur 3-4 minggu, bila akar terlalu panjang sebaiknya dipotong supaya tidak mudah terserang busuk akar. - - - Setiap lubang tanam ditanami 1-2 bibit stek&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
**Secara Langsung&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Tanam stek secara langsung di lahan 2-3 stek per lubang tanam&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Catatan :&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; Akan lebih baik pada penanaman secara langsung, sebelum di tanam stek direndam dulu dalam POC NASA (1-2 tutup) + HORMONIK ( 1 tutup ) per 5 -10 liter.&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;G. PEMUPUKAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pemupukan dengan cara melingkar di sekililing pangkal tanaman&lt;br /&gt;
Dosis pupuk makro yang digunakan + adalah :&lt;br /&gt;
( lihat tabel disamping ) &lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;   &lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="55"&gt;&lt;br /&gt;
Aplikasi&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="46"&gt;&lt;br /&gt;
Urea&lt;br /&gt;
kg/ha&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="56"&gt;&lt;br /&gt;
DS/TSP&lt;br /&gt;
kg/ha&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="46"&gt;&lt;br /&gt;
KCl&lt;br /&gt;
Kg/ha&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="56"&gt;&lt;br /&gt;
NASA&lt;br /&gt;
btl/ha&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="56"&gt;&lt;br /&gt;
HRN&lt;br /&gt;
btl/ha&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="55"&gt;&lt;br /&gt;
Saat Tanam&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="46"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="56"&gt;&lt;br /&gt;
25 - 50     &lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="46"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="56"&gt;&lt;br /&gt;
3 - 5&lt;br /&gt;
kocor&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="56"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="55"&gt;&lt;br /&gt;
1 bulan&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="46"&gt;&lt;br /&gt;
37,5&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="56"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="46"&gt;&lt;br /&gt;
20&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="56"&gt;&lt;br /&gt;
2 - 5&lt;br /&gt;
semprot&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="56"&gt;&lt;br /&gt;
-&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="55"&gt;&lt;br /&gt;
1 mgg setelah panen I&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="46"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
56,25&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="56"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="46"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
30&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="56"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2,5 – 5&lt;br /&gt;
semprot&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="56"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5 – 10&lt;br /&gt;
semprot&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="55"&gt;&lt;br /&gt;
1 mgg&lt;br /&gt;
Setelah&lt;br /&gt;
Panen II&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="46"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
56,25&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="56"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="46"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
30&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="56"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2,5 – 5&lt;br /&gt;
semprot&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="56"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5 – 10&lt;br /&gt;
semprot&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="55"&gt;&lt;br /&gt;
TOTAL&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="46"&gt;&lt;br /&gt;
150&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="56"&gt;&lt;br /&gt;
25 - 50&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="46"&gt;&lt;br /&gt;
80&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="56"&gt;&lt;br /&gt;
10-20&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="56"&gt;&lt;br /&gt;
10 - 20&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;Siramkan &lt;b&gt;SUPERNASA &lt;/b&gt;yang telah dicampur air, merata di atas bedengan, dosis ± 1 botol/1000 m2 dengan cara :&lt;br /&gt;&lt;b&gt;- alternatif 1 &lt;/b&gt;; 1 botol &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;SUPERNASA &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt; diencerkan dalam 3 lt air (jadi larutan induk). Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;- alternatif 2&lt;/b&gt; ; setiap 1 gembor (10 lt) beri 1 sendok peres makan SUPER NASA untuk menyiram 5-10 meter bedengan.&lt;br /&gt;POC NASA disemprotkan umur 20, 30, 50 dan 60 hari setelah tanam dengan dosis 4 - 5 tutup/tangki atau POC NASA (3-4 tutup) + HORMONIK (1 tutup)/tangki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;H. PENYULAMAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Penyulaman dilakukan satu bulan setelah tanam untuk mengganti tanaman yang mati atau kurang normal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;I. PENYIANGAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dilakukan 2 bulan setelah tanam atau saat tanaman mencapai tinggi 20-30 cm dan cabang bertingkat dengan radius 20 cm. Selanjutnya setiap 3 bulan sekali&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;J. PEMANGKASAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Penjarangan dan pemangkasan dilakukan pada umur 3 bulan setelah tanam. Penjarangan dengan mencabut tanaman yang jaraknya terlalu rapat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Pemangkasan pada tanaman yang terlalu rimbun dan menutupi cabang lainnya, yaitu pada cabang dari tingkat tiga ke atas.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Untuk mempercepat tumbuhnya tunas baru, sebaiknya dalam tiap rumpun dibiarkan satu cabang saja yang tumbuh dan semprot dengan POC NASA (3-4 tutup) + HORMONIK (1-2 tutup) setelah pemangkasan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkGCaJOK96BknPuRsBvxVbxd0cVn2xTy7HVfDFECkGW7hyphenhyphennJrn0xrkSeHYf0MLkbqigypGAJHrUoVVgk6_fa3VcdY2uGcfk26Qu0u00M4pEpK_jzzjZieKzB7PgNE8wvXpPnjvm-HyBW8/s1600/tehnik+budidaya+nilam.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkGCaJOK96BknPuRsBvxVbxd0cVn2xTy7HVfDFECkGW7hyphenhyphennJrn0xrkSeHYf0MLkbqigypGAJHrUoVVgk6_fa3VcdY2uGcfk26Qu0u00M4pEpK_jzzjZieKzB7PgNE8wvXpPnjvm-HyBW8/s1600/tehnik+budidaya+nilam.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;K. PEMBUMBUNAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dilakukan setelah panen, cabang-cabang yang ditinggalkan setelah panen dan letaknya dekat dengan tanah ditimbun di dekat ujungnya setinggi 10-15 cm. Sedang cabang-cabang yang letaknya jauh dari tanah dipatahkan di bagian ujungnya, tetapi tidak terputus dari batangnya, sesudah itu bagian yang patah ditimbun dengan tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;L. PENGELOLAAN HAMA DAN PENYAKIT&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. H a m a&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;a. Ulat Penggulung Daun (Pachyzaneba stutalis)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ulat hidup dalam gulungan daun muda, sambil memakan daun yang tumbuh, serangan berat hanya tinggal tulang-tulang daun saja.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;Pengendalian :&lt;/b&gt; kumpulkan dan musnahkan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;b. Belalang ( Orthoptera )&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hama ini memakan daun, sehingga tanaman menjadi gundul. Serangan berat batang dimakan akhirnya mati.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;Pengendalian :&lt;/b&gt; sanitasi lingkungan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;c. Criket Pemakan Daun (Gryllidae)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Memakan daun muda sehingga daun berlubang-lubang dan produksi turun. &lt;b&gt;Pengendalian : &lt;/b&gt;sanitasi lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Penyakit&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;a. Budok (hoprosep)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Penyebabnya adalah virus, gejala daun keriting, berwarna abu-abu dan rontok, terbentuk benjolan-benjolan pada batang sampai akar bila dipijit baunya tidak enak. Penyakit ini tumbuh setelah musim kemarau dan disebabkan oleh pemangkasan yang terlalu berat saat panen.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;Pengendalian :&lt;/b&gt; sanitas kebun, Alat-alat kerja steril.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;b. Penyakit Busuk Batang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Penyebabnya jamur Fusarium sp. dan menyerang pada akar atau batang. Batang terserang akan mengerut, warna berubah coklat lalu menghitam disekeliling batang dan akhirnya mati.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;Pengendalian :&lt;/b&gt; kurangi kelembaban dengan cara dipangkas, hindari luka, gunakan &lt;b&gt;Natural GLIO&lt;/b&gt; + &lt;b&gt;SUPERNASA&lt;/b&gt;. &lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;Catatan :&lt;/b&gt; Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, dapat digunakan pestisida kimia sesuai anjuran. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan &lt;b&gt;Perekat Perata AERO 810&lt;/b&gt;, dosis + 5 ml ( ½ tutup) pertangki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;M. PANEN DAN PASCA PANEN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Panen dapat dilakukan pada umur 6 - 8 bulan setelah tanam&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Semua bagian tanaman nilam, yaitu akar, batang, cabang dan daun mengandung minyak atsiri&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Alat yang digunakan sabit, gunting, atau parang yang tajam dan bersih&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Panen pertama, bagian yang boleh dipangkas adalah cabang-cabang dari tingkat dua ke atas, sedang cabang-cabang tingkat pertama ditinggalkan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selesai panen pertama, bila cabang-cabang pertama jauh dari tanah dirundukkan tetapi tidak putus kemudian ditimbun tanah pada setiap tunasnya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setelah tanaman umur 9 bulan, tanaman dapat dipanen kedua kalinya dengan cara seperti panen pertama, sehingga akan diperoleh cabang-cabang baru dan anakan baru.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Demikian selanjutnya sampai panenan pada bulan ke-12, 15, 18, 21, 24 , dst&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Panenan daun nilam dipotong-potong + 3-5 cm kemudian dijemur di bawah sinar matahari sampai kadar air 15 % kemudian di suling.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
</description><link>http://distributor-pupuk-organik.blogspot.com/2020/05/teknis-budidaya-nilam.html</link><author>noreply@blogger.com (Nur Haryono Nasa)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_XvA4K52fz1ekF-39ti8R-c4mbPWimlWgobbYvk_vlNtFPKE0rGXexoEbfP02ZAPIjC_3PKGbqJFEf740MJFJ6aHiIVAH93ggbk8jeIf_qndDoTndb-CpjPR4DpxrGTYA_djl9o7K3-9Y/s72-c/teknis+budidaya+nilam.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5393465127647411848.post-8710813295313875538</guid><pubDate>Sat, 09 May 2020 10:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-05-09T17:08:01.197+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Produk</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Produk Pertanian</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Produk Pertanian dan Perkebunan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pupuk Organik NASA</category><title>Pupuk Buah Power Nutrition - Lengkap Kandungan Nutrisinya.</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuSJ-QmkmpSPFhQ86dOIx0ZO9nelCvrdb6ATgT3ZDOcSoj_qKMLxkt8-sst8WEqJMGd8f6tTrSAQXT22UxMOapCliAQxPBKstxSR6xCrHxTh_RMO1JpCnpTD0qipqNoUNSv3oW9lhT4wEX/s1600/power+nutrition.jpg"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuSJ-QmkmpSPFhQ86dOIx0ZO9nelCvrdb6ATgT3ZDOcSoj_qKMLxkt8-sst8WEqJMGd8f6tTrSAQXT22UxMOapCliAQxPBKstxSR6xCrHxTh_RMO1JpCnpTD0qipqNoUNSv3oW9lhT4wEX/s640/power+nutrition.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/2012/08/pupuk-khusus-buah-power-nutrition.html"&gt;Power Nutrition&lt;/a&gt; dari NASA adalah nutrisi lengkap khusus untuk tanaman buah.. Power Nutrition dibuat dari bahan alami (organik) pilihan yang terjamin ketersediaannya dan diproses dengan mekanisme teknologi gradasi dan degradasi unsur melewati proses piruvatisasi tingkat 3 sehingga langsung dapat dimanfaatkan jaringan tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Power Nutrition secara umum mempunyai fungsi : &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Memperbanyak buah dan membantu pembuahan di luar musim (iklim tidak ekstrim, air cukup, hama penyakit normal).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Memperbaiki dan mempercapat pertumbuhan tanaman. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Meningkatkan daya tahan tubuh tamaman &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Meningkatkan kualitas (rasa, warna, aroma) buah. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Meningkatkan keawetan hasil panen. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Mengurangi penggunaan pupuk NPK hingga + 75%-90%. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Melarutkan sisa (residu) pupuk kimia dalam tanah, sehingga bisa dimanfaatkan tanaman lagi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Membantu perkembangan mikroorganisme yang bermanfaat di dalam tanah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Kandungan Unsur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;N 2,04%; P2O5 1,28%; K2O 0,39%; Ca 0,55%; S 0,81%; Cl 8,30%; Mg 0,40%; Mn 0,06 ppm; Fe 0,72%;Cu 0,02 ppm; Zn 0,01 ppm; Na 1,01%; B 8,59%; Si 9,94%; Al 0,40 ppm; NaCl 0,61%; SO4 2,44%; C/N ratio 5,23%; pH 8,81; Lemak 0,28%; Protein 12,75%;Karbohidrat 1,52%; Asam Humat 3,45%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cara Penggunaan Power Nutrition &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Larutkan pupuk Power dalam air secukupnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Siramkan campuran air Power ke sekeliling batang tanaman. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Lakukan pemupukan 2 – 4 bulan sekali. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pada musim kemarau, siramlah pohon dengan air 2 – 4 kali (interval 1 minggu sekali) setelah satu minggu aplikasi Power. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pupuk makro (N, P dan K) dapat dikurangi 75% – 90% &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQL-jBeqO6s_csCw8WPxfIfZTr5MR35d9aq85usjfI3a81Y3pvZbSRnoieChDHQZjdCZV6Kb7u7QrD09m7i6o0wHJSenMm7ExWAtgBB3-ofKu6rqK1cg0XMqk9PzIwVao8LUmjkIzXcM1B/s1600/power+nutrition+nasa+2.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQL-jBeqO6s_csCw8WPxfIfZTr5MR35d9aq85usjfI3a81Y3pvZbSRnoieChDHQZjdCZV6Kb7u7QrD09m7i6o0wHJSenMm7ExWAtgBB3-ofKu6rqK1cg0XMqk9PzIwVao8LUmjkIzXcM1B/s320/power+nutrition+nasa+2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8KA3eITgIgsB12zEIIie2j5vtVp-J2q8bGFq11AZnMAz5YGTPUE9CRduzd7SL-d0aoXsztDaeTN2mVq2nx2pblhOmUndrTu57V2A4a2dMBLcr7VjWTvdprdoztRQmuR9SkXc8buJqEeYZ/s1600/POWER-NUTRITION-besar-kecil.jpg"&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://distributor-pupuk-organik.blogspot.com/2020/05/pupuk-khusus-buah-power-nutrition.html</link><author>noreply@blogger.com (Nur Haryono Nasa)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuSJ-QmkmpSPFhQ86dOIx0ZO9nelCvrdb6ATgT3ZDOcSoj_qKMLxkt8-sst8WEqJMGd8f6tTrSAQXT22UxMOapCliAQxPBKstxSR6xCrHxTh_RMO1JpCnpTD0qipqNoUNSv3oW9lhT4wEX/s72-c/power+nutrition.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5393465127647411848.post-5890644707406936130</guid><pubDate>Sat, 09 May 2020 09:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-05-09T16:57:45.857+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pengendali Hama</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pengendali Hama Alami</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pestisida Organik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Produk</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Produk Pertanian</category><title>Pestisida Organik Pestona - Pengendali Hama Organik NASA</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1S2tKuliK6tLvZ0s2N12jI6NbBsIP4kc6WaDSJFounOpHjIVWn0rXG_SmcwSfno2Z4m00j5u5stc1t1mRaTrw_I1gDHsevOBmQ70iLuQuft_CUuMwfyt87aySL6l56Gnj8gxsZmJf-qFO/s1600/pestona.jpg"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1S2tKuliK6tLvZ0s2N12jI6NbBsIP4kc6WaDSJFounOpHjIVWn0rXG_SmcwSfno2Z4m00j5u5stc1t1mRaTrw_I1gDHsevOBmQ70iLuQuft_CUuMwfyt87aySL6l56Gnj8gxsZmJf-qFO/s640/pestona.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/2020/05/pestona-pestisida-pengendali-hama-organik.html"&gt;Pestisida Organik PESTONA&lt;/a&gt; merupakan Pestisida Organik produksi PT. Natural Nusantara. Fungsi Pestona adalah sebagai pengendali hama tanaman alami pada tanaman pangan dan hortikultura serta tanaman tahunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk pengendali hama dari Natural Nusantara ini diproses dari hasil ekstraksi berbagai bahan alami yang mengandung bahan aktif yang merupakan pengendali hama dan penyakit alami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Zat aktif tersebut antara lain : &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Azadirachtin, Ricin (asam ricin), Polifenol, Alkaloid, Sitral, Eugenol, Annonain, Nikotin &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cara Kerja PESTONA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;PESTONA tidak membunuh hama secara cepat, tetapi berpengaruh pada daya makan, pertumbuhan, daya reproduksi, proses ganti kulit, hambatan pembentukan serangga dewasa, menghambat komunikasi seksual, penurunan daya tetas telur, dan menghambat pembentukan kitin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu berperan sebagai zat pemandul, mengganggu proses perkawinan serangga hama, menghambat peletakkan telur dan dapat bekerja secara kontak dan sistemik. PESTONA memiliki daya kerja dalam mengurangi nafsu makan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) atau mencegah OPT merusak tanaman lebih banyak, walaupun jarang menyebabkan kematian segera pada serangga/hama.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa fungsi zat yang terkandung pada PESTONA sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Azadirachtin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mampu mengendalikan beberapa jenis hama dan berperan sebagai fungisida, bakterisida, antivirus, dan moluskisida.&lt;br /&gt;Formula ini tidak membunuh hama secara cepat, tetapi berpengaruh terhadap hama pada daya makan, pertumbuhan, daya reproduksi,proses ganti kulit, hambatan pembentukan serangga dewasa, menghambat perkawinan, komunikasi seksual, penurunan daya tetas telur dan menghambat pembentukan kitin.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Formula ini juga berperan sebagai zat pemandul, mengganggu proses perkawinan serangga hama, menghambat peletakan telur dan dapat bekerja secara sistematik.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Ricin [asam ricin]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berfungsi untuk mengendalikan berbagai macam hama serangga, cendawan dan nematoda parasit tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Alkaloid&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bersifat toksin terhadap beberapa jenis serangga, pada umumnya untuk menanggulangi serangga hama gudang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Polifenol&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bersifat untuk menghambat serangga hama dan pertumbuhan larva serangga menjadi pupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sitral&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mampu mengendalikan serangga, khususnya hama gudang dan menghambat peletakan telur. Kandungannya bersifat sebagai penyebab desikasi pada tubuh serangga, yaitu apabila serangga terluka maka serangga akan terus-menerus kehilangan cairan tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Annonain&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berfungsi sebagai penolak serangga dan penghambat makan dengan cara kerja sebagai racun kontak dan racun perut. Kandungan ini dapat menanggulangi hama belalang dan ulat.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Eugenol&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berfungsi untuk mengendalikan lalat buah,kandungannya juga berperan sebagai fungisida yang disebabkan jamur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Nikotin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bersifat sebagai penolak serangga, fungisida,akarisida, yang bekerja secara racun kontak, perut dan pernafasan serta bersifat sistematik. Kandungan ini bisa mengendalikan beberapa macam penyakit tanaman dan nematoda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;HAMA SASARAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Wereng, Walang sangit, Penggerek batang, Belalang,Kepik, Thrips, Tungau, Ulat, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SIFAT dari PESTONA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mudah terurai (tidak beresidu) sehingga tidak mencemari lingkungan dan relatif aman bagi manusia dan hewan peliharaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;DOSIS &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Larutkan 5 cc - 10 cc / 1 liter air (7-10 tutup/tangki).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Aduk sampai merata.Semprotkan/gemborkan pada tanaman yang terkena serangan hama secara merata. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Untuk hasil yang maksimal sebaiknya tanaman disemprot/digembor sesering mungkin, minimal 3 (tiga) kali penyemprotan atau penggemborkan per musim. &lt;br /&gt;Sebaiknya waktu penyemprotan/penggemborkan pada sore hari.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwc9toxFBh98h_Wdo6t8SSFEb3KcsO2_Fidx6bt-cidKyM9lTSQk3Tks9uyd7MTkxJwB7SDq7wr9HhLHEZML3M9wONod_uZ87eYMqDpaRHZtv6vOdPJsfQ5IOXWMLMeRkr1wb7uWskPh52/s1600/BROSUR-PESTONA.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwc9toxFBh98h_Wdo6t8SSFEb3KcsO2_Fidx6bt-cidKyM9lTSQk3Tks9uyd7MTkxJwB7SDq7wr9HhLHEZML3M9wONod_uZ87eYMqDpaRHZtv6vOdPJsfQ5IOXWMLMeRkr1wb7uWskPh52/s640/BROSUR-PESTONA.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://distributor-pupuk-organik.blogspot.com/2020/05/pestona-pestisida-pengendali-hama-organik.html</link><author>noreply@blogger.com (Nur Haryono Nasa)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1S2tKuliK6tLvZ0s2N12jI6NbBsIP4kc6WaDSJFounOpHjIVWn0rXG_SmcwSfno2Z4m00j5u5stc1t1mRaTrw_I1gDHsevOBmQ70iLuQuft_CUuMwfyt87aySL6l56Gnj8gxsZmJf-qFO/s72-c/pestona.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5393465127647411848.post-3792201759636563683</guid><pubDate>Sat, 09 May 2020 09:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-05-09T16:46:55.320+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budidaya Ginseng Organik Nasa</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pertanian</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Teknis Budidaya Tanaman</category><title>Teknis Budidaya Ginseng</title><description>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWM3k-9jVN2qoxgJZPAjZPPfcC4bP3kl2gm1IpPbL636OJ-Cu4N3nwiZJZnJqtzzvutakWy1N3b8-nscuUF9vftmceOUMQB0f8gDyhspJgKI-PL3JV22AA-492p3Ne90p6OgY-R_JCIU_N/s1600/teknis+budidaya+ginseng.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="221" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWM3k-9jVN2qoxgJZPAjZPPfcC4bP3kl2gm1IpPbL636OJ-Cu4N3nwiZJZnJqtzzvutakWy1N3b8-nscuUF9vftmceOUMQB0f8gDyhspJgKI-PL3JV22AA-492p3Ne90p6OgY-R_JCIU_N/s320/teknis+budidaya+ginseng.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Teknis budidaya Ginseng &lt;/b&gt;dibawah ini menggunakan produk organik produksi &lt;b&gt;PT. Natural Nusantara.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
Tulisan ini hanyalah sebagai panduan dalam aplikasi produk NASA umtuk tanaman ginseng.&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;I. PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Trend 'back to nature' pada industri farmasi, kosmetika, makanan dan minuman ringan, telah memacu peningkatan permintaan ginseng. &lt;span style="color: #990000;"&gt;Tingginya permintaan tersebut perlu diimbangi dengan teknologi budidaya tanaman yang memenuhi aspek K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian) seperti yang telah diterapkan &lt;b&gt;PT. NATURAL NUSANTARA&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;II. SYARAT TUMBUH&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Diutamakan di lahan terbuka. Tanah gembur, kandungan bahan organik tinggi, aerasi dan drainase baik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Keasaman (pH) tanah 5,5 - 7,2.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Curah hujan 1000 - 2500 mm/th.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Suhu berkisar 20ºC - 33ºC.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kelembaban 70% - 90%.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketinggian tempat berkisar 0 - 1.600 dpl.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;III. PENGOLAHAN TANAH&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Siapkan &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/2010/09/glio-gliocladium.html" target="_blank"&gt;Natural GLIO&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; (10 kemasan /ha) dicampur pupuk kandang matang (25-50 kg/kemasan). Simpan dalam karung terbuka selama 1-2 minggu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tebarkan dolomite / kapur pertanian (2-4 ton/ha) pada lahan yang masih terbuka paling lambat 2 minggu sebelum tanam.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Luku dan garu segera setelah dolomit disebarkan. Diamkan sekitar 1 minggu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Buat bedengan membujur arah timur-barat, lebar bedengan 100-120 cm, tinggi 40-60 cm. Jarak antar bedengan 40-50 cm. Diamkan sekitar 1 minggu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Buat parit mengelilingi lahan lebar 40-50 cm, kedalaman 50-60 cm.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setelah 1 minggu, gemburkan permukaan bedengan secukupnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tebarkan hasil campuran &lt;b&gt;Natural GLIO&lt;/b&gt; dan pupuk kandang merata pada permukaan tanah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tambahkan pupuk kandang matang 20-40 ton/ha merata pada permukaan bedengan. Jika tidak ada pupuk kandang, penggunaan &lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/2010/09/supernasa.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;POP SUPERNASA&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/2010/09/poc-nasa-pupuk-organik-cair-natural.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;POC NASA&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/2010/09/hormonik.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;HORMONIK &lt;/b&gt;&lt;/a&gt;dapat menggantikannya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Siapkan larutan induk &lt;b&gt;POP SUPERNASA&lt;/b&gt; (1 botol/3 liter air), aduk hingga larut. Dosis POP SUPERNASA 5 botol/ha jika pakai pupuk kandang sesuai dosis anjuran atau 10 botol/ha jika tidak pakai pupuk kandang. Dari larutan induk POP SUPERNASA 3000 cc atau 3 liter, diambil 200 - 300 cc dicampur dengan 0,25 kg NPK majemuk lalu dilarutkan atau diencerkan dalam 50 liter air.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dari hasil 50 liter tersebut siramkan pada permukaan bedengan, caranya pakai gembor 10 liter / ± 8 m panjang bedengan. Atau 200 - 300 cc/lubang tanam.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tebarkan hasil campuran Natural GLIO dan pupuk kandang merata di permukaan bedengan. Atau dalam setiap lubang tanam.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;IV. PEMBIBITAN DAN PENANAMAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Diutamakan pakai bibit dari setek batang.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gunakanlah induk tanaman sehat, tidak terindikasi gejala serangan hama dan penyakit, umur tidak terlalu muda dan terlalu tua, segar dan tidak layu, warna cerah/mengkilap.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bibit hasil setek diistirahatkan/disimpan di tempat lembab selama 2 - 4 hari.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebelum tanam, pangkal bibit dipotong miring ± 45º menggunakan pisau tajam dan bersih.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pangkal bibit direndam 20-30 menit dalam larutan POC NASA (1-2 ttp) + HORMONIK (0,5-1 ttp) + 1-2 sendok makan Natural GLIO per 10 liter air.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bibit dikeringanginkan ± 1-2 jam.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penanaman dilakukan sore hari, jarak tanam 50 x 60 cm atau 60 x 70 cm.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;V. PEMELIHARAAN TANAMAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Penyiraman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pemberian air tidak boleh berlebihan ataupun kekurangan. Usia 0 - 21 hst (hari setelah tanam) disiram tiap hari secukupnya. Sejak usia ±100 hst penyiraman dikurangi atau dihentikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Penyulaman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jika diperlukan, hingga 15 hst.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pemupukan susulan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pengocoran larutan pupuk : NPK majemuk 0,25 kg + 50 liter air. Berikan 200-300 cc/lubang tanam setiap 2 minggu sekali hingga usia 100 hst.&lt;br /&gt;
Penyemprotan pupuk lewat daun dilakukan 1 minggu sekali hingga 100 hst, pakai 3 - 5 tutup POC NASA + 1-2 tutup HORMONIK dalam tangki 14 atau 17 liter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Penyiangan, pendangiran dan pembumbunan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dilakukan bersamaan setiap 2 minggu sekali terutama pada usia 14 - 65 hst.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Perempelan I&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pada 20 hst disisakan 2-3 batang utama. Perempelan selanjutnya adalah perempelan tunas ketiak daun setiap 2 minggu sekali hingga usia 65 hst.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;VI. HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN&lt;br /&gt;4.1. Hama&lt;br /&gt;4.1.1. Bekicot&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Biasanya aktif pada malam hari, dan perlu diwaspadai keberadaannya. Pengendalian dengan cara dikumpulkan dan dimusnahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4.1.2. Ulat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Banyak jenis ulat yang menyerang pada ginseng terutama ulat grayak (Spodoptera sp.), Ulat penggulung daun (Lamprosema sp.), dan ulat jenis lainnya. Pengendalian dengan cara mematikan ulat, semprot Vitura atau Pestona dan alternative terakhir dengan Insektisida kimia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4.1.3. Uret/Lundi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Hama ini menyerang akar bahkan bisa ke umbi sehingga tanaman lama kelamaan bisa layu dan akhirnya mati. Pada saat tanam bisa ditaburkan insektisida granular di sekeliling tanaman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4.2. Penyakit&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4.2.1. Penyakit Busuk Leher Batang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Penyebabnya&lt;/b&gt; jamur Phytium sp. atau Sclerotium sp. Biasanya di awal tanam ginseng mengalami pembusukan yang disebabkan oleh kelembaban tanah yang berlebihan. Leher batang atau pangkal batang tampak berwarna kelabu atau kecoklatan, lunak kebasahan dan melekuk ke dalam. Jamur ini dapat menjalar ke bagian umbi, lama-kelamaan daun tampak layu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;&amp;nbsp;Pengendalian&lt;/b&gt; dengan cara pengaturan drainase, kebun tidak becek dan tidak lembab. Sejak awal sebelum tanam gunakan Natural GLIO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4.2.2. Penyakit Busuk Umbi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Penyebabnya&lt;/b&gt; jamur Phythopthora sp. Gejalanya daun yang mulanya hijau berubah menjadi kuning. Lama kelamaan menjalar hingga menyebabkan kematian. Bila tanaman dicabut pada pangkal umbi/batang tampak bulu-bulu putih yang kemudian berubah menjadi bulat-bulatan dan akhirnya berubah menjadi coklat tua sampai hitam.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;&amp;nbsp;Pengendalian&lt;/b&gt; gunakan Natural GLIO sebelum tanam, jaga kelembaban tanah dan alternative terakhir dengan fungisida sistemik&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4.2.3. Penyakit Layu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Bisa disebabkan jamur Fusarium sp. atau bakteri Pseudomonas sp. Tetapi kebanyakan disebabkan oleh jamur Fusarium. Mulanya tulang daun menguning, kemudian menjalar ke tangkai daun dan akhirnya daun menjadi layu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;&amp;nbsp;Pengendalian&lt;/b&gt; dengan cara sebarkan Natural GLIO sebelum tanam dan celupkan stek sebelum tanam ke dalam POC NASA dicampur Natural GLIO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;VII. PANEN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Tanaman Ginseng dipanen umur 4 - 5 bulan tergantung pertumbuhan dan keadaan umbi. Cirinya; batang semula hijau berubah merah, daun menguning dan mulai rontok, berbunga dan mengeluarkan biji, umbi bila didangir sudah cukup besar (diameter diatas 1 cm).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemanenan pada pagi hari saat kondisi cerah, tidak hujan dan daun tidak berembun lagi, tanah kering.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Umbi dipanen sekaligus dengan menggunakan garpu tanah untuk menggemburkan permukaan tanah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebelum umbi dicabut pangkal batang tanaman dipangkas dan dipisahkan dari batang serta daunnya. Pencabutan umbi harus dilakukan hati-hati, jangan sampai umbinya putus dan tertinggal dalam tanah. Umbi yang telah dicabut dibersihkan dan dibawa ke tempat teduh untuk penyortiran.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
</description><link>http://distributor-pupuk-organik.blogspot.com/2020/05/teknis-budidaya-ginseng.html</link><author>noreply@blogger.com (Nur Haryono Nasa)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWM3k-9jVN2qoxgJZPAjZPPfcC4bP3kl2gm1IpPbL636OJ-Cu4N3nwiZJZnJqtzzvutakWy1N3b8-nscuUF9vftmceOUMQB0f8gDyhspJgKI-PL3JV22AA-492p3Ne90p6OgY-R_JCIU_N/s72-c/teknis+budidaya+ginseng.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5393465127647411848.post-2458663211839116367</guid><pubDate>Fri, 08 May 2020 11:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-05-08T18:07:04.459+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budidaya Kacang Tanah Organik Nasa</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pertanian</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Teknis Budidaya Tanaman</category><title>Teknis Budidaya Kacang Tanah Organik Nasa</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisCLvIjzMVrE5wF-tu4NkaQWPeQtXhRDIvskJImIMKPcA6JwOMkdqvFOLgN9f0qAtL1-TWxdI6kQrdttbl5bjgMT5P2AO1thwYE7DG4Doop61jxqTHsftcjPgTROJlVur6Rk0ISNYZVoQ-/s1600/teknis+budidaya+kacang+tanah.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img alt="Teknis Budidaya Kacang Tanah Organik Nasa" border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisCLvIjzMVrE5wF-tu4NkaQWPeQtXhRDIvskJImIMKPcA6JwOMkdqvFOLgN9f0qAtL1-TWxdI6kQrdttbl5bjgMT5P2AO1thwYE7DG4Doop61jxqTHsftcjPgTROJlVur6Rk0ISNYZVoQ-/s320/teknis+budidaya+kacang+tanah.jpg" title="Teknis Budidaya Kacang Tanah Organik Nasa" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Teknis Budidaya Kacang Tanah&lt;/b&gt; ini menggunakan produk pupuk organik dari &lt;b&gt;PT. Natural Nusantara.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;I. PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Produksi komoditi kacang tanah per hektarnya belum mencapai hasil yang maksimum. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh faktor tanah yang makin keras (rusak) dan miskin unsur hara terutama unsur hara mikro serta hormon pertumbuhan. Disamping itu juga karena faktor hama dan penyakit tanaman, faktor iklim, serta faktor pemeliharaan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;PT. Natural Nusantara&lt;/b&gt; berusaha berperan meningkatkan produksi secara Kuantitas dan Kualitas dengan tetap memelihara Kelestarian lingkungan ( Aspek K - 3 ).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;II. SYARAT PERTUMBUHAN&lt;br /&gt;2.1. Iklim&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Curah hujan antara 800-1.300 mm/tahun. Hujan yang terlalu keras akan mengakibatkan bunga sulit terserbuki oleh serangga dan akan meningkatkan kelembaban di sekitar pertanaman kacang tanah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Suhu udara sekitar 28-320C. Bila suhunya di bawah 100C, pertumbuhan tanaman akan terhambat, bahkan kerdil.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kelembaban udara berkisar 65-75 %.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Penyinaran matahari penuh dibutuhkan, terutama kesuburan daun dan perkembangan besarnya kacang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;2.2. Media Tanam&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Jenis tanah yang sesuai adalah tanah gembur / bertekstur ringan dan subur.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;pH antara 6,0-6,5.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kekurangan air akan menyebabkan tanaman kurus, kerdil, layu dan akhirnya mati.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Drainase dan aerasi baik, lahan tidak terlalu becek dan kering baik bagi pertumbuhan kacang tanah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;2.3. Ketinggian Tempat&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Ketinggian penanaman optimum 50 - 500 m dpl, tetapi masih dapat tumbuh di bawah ketinggian 1.500 m dpl.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;br /&gt;3.1. Pembibitan&lt;br /&gt;3.1.1. Persyaratan Benih&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Syarat-syarat benih/bibit kacang tanah yang baik adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Berasal dari tanaman yang baru dan varietas unggul.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Daya tumbuh yang tinggi (lebih dari 90 %) dan sehat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kulit benih mengkilap, tidak keriput dan cacat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Murni atau tidak tercampur dengan varietas lain.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kadar air benih berkisar 9-12 %.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;3.1.2. Penyiapan Benih&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Benih sebaiknya disimpan di tempat kering yang konstan dan tertutup rapat. Untuk menjamin kualitas benih, lebih baik membeli dari Balai Benih atau Penangkar Benih yang telah ditunjuk oleh Balai Sertifikasi Benih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;3.2. Pengolahan Media Tanam&lt;br /&gt;3.2.1. Persiapan dan Pembukaan lahan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pembukaan lahan dengan pembajakan dan pencangkulan untuk pembersihan lahan dari segala macam gulma (tumbuhan pengganggu) dan akar-akar pertanaman sebelumnya, serta untuk memudahkan perakaran tanaman berkembang dan menghilangkan tumbuhan inang bagi hama dan penyakit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;3.2.2. Pembentukan Bedengan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Buat bedengan ukuran lebar 80 cm, panjang menyesuaikan, ketebalan bedengan 20-30 cm. Diantara bedengan dibuatkan parit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;3.2.3. Pengapuran&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Untuk menaikkan pH tanah, terutama pada lahan yang bersifat sangat masam dilakukan pengapuran dengan dosis + 1 - 2,5 ton/ha selambat-lambatnya 1 bulan sebelum tanam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;3.2.4. Pemberian&lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/2010/09/glio-gliocladium.html" target="_blank"&gt; Natural GLIO&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Untuk mencegah terjadinya serangan jamur berikan Natural GLIO. Pengembangbiakan Natural GLIO dengan cara: 1-2 sachet Natural GLIO dicampur dengan 50-100 kg pupuk kandang untuk lahan 1000 m2. Selanjutnya didiamkan di tempat yang terlindung dari sinar matahari + 1 minggu dengan selalu menjaga kelembabannya dan sesekali diaduk (dibalik) . Pemberian Natural GLIO pada sore hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;3.2.5. Pemberian Pupuk Makro dan &lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/2010/09/supernasa.html" target="_blank"&gt;SUPERNASA&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Jenis dan dosis pupuk setiap hektar adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pupuk kandang 2 - 4 ton/ha, diberikan pada permukaan bedengan kurang lebih seminggu sebelum tanam, dicampur pada tanah bedengan atau diberikan pada lubang tanam.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pupuk anorganik : SP-36 (100 kg/ha), ZA (100 kg/ha) dan KCl (50 kg/ha) atau sesuai rekomendasi setempat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata di atas bedengan dengan dosis ± 1-2 botol (500-1000 cc) diencerkan dengan air secukupnya untuk setiap 1000 m2 (10-20 botol/ha). Hasil akan lebih bagus jika menggunakan &lt;b&gt;SUPERNASA.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i style="color: #990000;"&gt;&lt;b&gt;Adapun cara penggunaan SUPERNASA sbb :&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;alternatif 1 :&lt;/b&gt; 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;alternatif 2 :&lt;/b&gt; setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan Super Nasa untuk menyiram + 10 meter bedengan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Semua dosis pupuk makro diberikan saat tanam. Pupuk diberikan di kanan dan kiri lubang tugal sedalam 3 cm.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;3.3. Teknik Penanaman&lt;br /&gt;3.3.1. Penentuan Pola Tanam&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pola tanam memperhatikan musim dan curah hujan. Pada tanah yang subur, benih kacang tanah ditanam dalam larikan dengan jarak tanam 40 x 15 cm, 30 x 20 cm, atau 20 x 20 cm.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;3.3.2. Pembuatan Lubang Tanam&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Lubang tanam dibuat sedalam 3 cm menggunakan tugal dengan jarak seperti yang telah ditentukan di atas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;3.3.3. Perendaman Benih dengan POC NASA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pilih benih yang baik dan agar benih dapat berkecambah dengan cepat dan serempak, benih direndam dalam larutan POC NASA (1-2 cc/liter air) selama + 0,5 1 jam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;3.3.4. Cara Penanaman&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Masukan benih 1 atau 2 butir ke dalam lubang tanam dengan tanah tipis. Waktu tanam yang paling baik dilahan kering pada awal musim hujan, di lahan sawah dapat dilakukan pada bulan April-Juni (palawija I) atau bulan Juli-September (palawija II).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;3.4. Pemeliharaan Tanaman&lt;br /&gt;3.4.1. Penyulaman&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sulam benih yang tidak tumbuh atau mati, untuk penyulaman lebih cepat lebih baik (setelah yang lain kelihatan tumbuh ± 3-7 hari setelah tanam).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;3.4.2. Penyiangan dan Pembumbunan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Penyiangan dilakukan 2 kali umur 1 dan 6 minggu dengan hati-hati agar tidak merusak bunga dan polong.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pembumbunan dilakukan bersamaan saat penyiangan, bertujuan untuk menutup bagian perakaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;3.4.3. Pemberian POC NASA dan HORMONIK&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Penyemprotan POC NASA dilakukan 2 minggu sekali semenjak berumur 1-2 minggu (4-5 tutup POC NASA/tangki). Kebutuhan total POC NASA untuk pemeliharaan 1-2 botol per 1000 m2 (10-20 botol/ha). Akan lebih bagus jika penggunaan POC NASA ditambahkan HORMONIK (3-4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK/tangki). Pada saat tanaman berbunga tidak dilakukan penyemprotan, karena dapat mengganggu penyerbukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;3.4.5. Pengairan dan Penyiraman&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pengairan dilakukan agar tanah tetap lembab. Untuk menjaga kelembaban pada musim kemarau dapat diberikan mulsa (jerami dan lain-lain). Saat berbunga tidak dilakukan penyiraman, karena dapat mengganggu penyerbukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;3.4.6. Pemeliharaan Lain&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Hal-hal lain yang sangat menunjang faktor pemeliharaan bisa dilakukan, misalnya pemangkasan, perambatan, pemeliharaan tunas dan bunga serta sanitasi lingkungan lahan (dijaga agar menunjang kesehatan tanaman).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnJjZukQLWEEXixSajvU3GW0sA6-t9w1VW9o1HKpckazQvD-V4q-fyNboIz60L1FG7JFkMhE92z0RZFAZH9nWrgkCNHaIz0YiFGPDs-lGySv2bkVJ8LO1Dl8ed7xyAQjrCpY_Wx8h22F7Q/s1600/Teknis+Budidaya+Kacang+Tanah+Organik+Nasa.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img alt="Teknis Budidaya Kacang Tanah Organik Nasa" border="0" data-original-height="425" data-original-width="640" height="212" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnJjZukQLWEEXixSajvU3GW0sA6-t9w1VW9o1HKpckazQvD-V4q-fyNboIz60L1FG7JFkMhE92z0RZFAZH9nWrgkCNHaIz0YiFGPDs-lGySv2bkVJ8LO1Dl8ed7xyAQjrCpY_Wx8h22F7Q/s320/Teknis+Budidaya+Kacang+Tanah+Organik+Nasa.jpg" title="Teknis Budidaya Kacang Tanah Organik Nasa" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;3.5. Hama dan Penyakit&lt;br /&gt;3.5.1. Hama&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;a. Uret&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Gejala: memakan akar, batang bagian bawah dan polong. Akhirnya tanaman layu dan mati. Pengendalian: olah tanah dengan baik, penggunaan pupuk kandang yang sudah matang, menanam serempak, penyiangan intensif, Penggunaan Pestona dengan cara disiramkan ke tanah, jika tanaman terlanjur mati segera dicabut dan uret dimusnahkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;b. Ulat Penggulung Daun&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Gejala: daun terlipat menguning, akhirnya mengering. Pengendalian: penyemprotan menggunakan Pestona.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;c. Ulat Grayak (Spodoptera litura)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Gejala: ulat memakan epidermis daun dan tulang secara berkelompok. Pengendalian: (1) bersihkan gulma, menanam serentak, pergiliran tanaman; (2) penyemprotan menggunakan Natural Vitura.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;d. Ulat Jengkal (Plusia sp)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Gejala: menyerang daun kacang tanah. Pengendalian: penyemprotan menggunakan Pestona.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;e. Kumbang Daun&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Gejala: daun tampak berlubang, daun tinggal tulang, juga makan pucuk bunga. Pengendalian: (1) penanaman serentak; (2) penyemprotan menggunakan Pestona.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;3.5.2. Penyakit&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;a. Penyakit layu atau “Omo Wedang”&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Penyebab: bakteri Xanthomonas solanacearum (E.F.S.). Gejala: daun terkulai seperti disiram air panas, akhirnya mati. Bila dipotong tampak noda coklat pada bagian pembuluh kayu dan bila dipijit keluar lendir kekuningan. Akar tanaman membusuk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pengendalian: Pergiliran tanaman, gunakan varietas yang tahan. Penting melakukan pencegahan menggunakan Natural GLIO.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;b. Penyakit sapu setan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Penyebab: Mycoplasma (sejenis virus). Diduga ditularkan serangga sejenis Aphis. Gejala: bunga berwarna hijau tua seperti daun-daun kecil, ruas-ruas batang dan cabang menjadi pendek, daun-daun kecil rimbun. Pengendalian: tanaman dicabut, dibuang dan dimusnahkan, semua tanaman inang dibersihkan (sanitasi lingkungan), menanam tanaman yang tahan, menanggulangi vektornya menggunakan Pestona atau Natural BVR.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;c. Penyakit Bercak Daun&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Penyebab : Jamur Cercospora personata dan Cercospora arachidicola. Gejala: timbul bercak-bercak berukuran 1-5 mm, berwarna coklat dan hitam pada daun dan batang. Pengendalian: dengan menggunakan Natural GLIO di awal tanam sebagai tindakan pencegahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;d. Penyakit Gapong&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Penyebab: diduga Nematoda. Gejala: Polong kosong, juga bisa busuk. Pengendalian: tanahnya didangir dan dicari nematodanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;e. Penyakit Sclerotium&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Penyebab: cendawan Sclerotium rolfsii. Gejala: tanaman layu. Pengendalian: gunakan varietas yang resisten, air jangan sampai menggenang, membakar tanaman yang terserang cendawan. Pencegahan: gunakan Natural GLIO pada awal tanam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;f. Penyakit Karat&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Penyebab: cendawan Puccinia arachidis Speg. Gejala: pada daun terdapat bercak-bercak coklat muda sampai coklat (warna karat). Daun gugur sebelum waktunya. Pengendalian: gunakan varietas yang resisten, tanaman yang terserang dicabut dan dibakar. Pencegahan: gunakan Natural GLIO pada awal tanam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Catatan :&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;3.6. Panen&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Umur panen tanaman kacang tanah tergantung dari jenisnya yaitu umur pendek ± 3-4 bulan dan umur panjang ± 5-6 bulan. Adapun ciri-ciri kacang tanah sudah siap dipanen antara lain:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Batang mulai mengeras.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Daun menguning dan sebagian mulai berguguran, Polong sudah berisi penuh dan keras.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Warna polong coklat kehitam-hitaman.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
</description><link>http://distributor-pupuk-organik.blogspot.com/2020/05/teknis-budidaya-kacang-tanah-organik.html</link><author>noreply@blogger.com (Nur Haryono Nasa)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisCLvIjzMVrE5wF-tu4NkaQWPeQtXhRDIvskJImIMKPcA6JwOMkdqvFOLgN9f0qAtL1-TWxdI6kQrdttbl5bjgMT5P2AO1thwYE7DG4Doop61jxqTHsftcjPgTROJlVur6Rk0ISNYZVoQ-/s72-c/teknis+budidaya+kacang+tanah.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5393465127647411848.post-2581345613376807296</guid><pubDate>Fri, 08 May 2020 11:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-05-08T18:02:06.631+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pertanian</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Teknis Budidaya Tanaman</category><title>Teknis Budidaya Jarak Organik Nasa</title><description>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdEo5ZjcmoNgaC7OJOTZInGXgEBKvq6R59CzN_M6yuez-EjFRxEBynaa4YaDaLZ2iL_Zd8tcXhCTwzWRgA1Y45i-BLql1HTWm5aep8DCXb-nqP-Hw-5hVIVhEAG7eYA9Rcj1YrWvMoLmUH/s1600/Teknis+Budidaya+Jarak+Organik+Nasa.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Teknis Budidaya Jarak Organik Nasa" border="0" data-original-height="400" data-original-width="600" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdEo5ZjcmoNgaC7OJOTZInGXgEBKvq6R59CzN_M6yuez-EjFRxEBynaa4YaDaLZ2iL_Zd8tcXhCTwzWRgA1Y45i-BLql1HTWm5aep8DCXb-nqP-Hw-5hVIVhEAG7eYA9Rcj1YrWvMoLmUH/s1600/Teknis+Budidaya+Jarak+Organik+Nasa.jpg" title="Teknis Budidaya Jarak Organik Nasa" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Sumber Gambar: https://bali.bisnis.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;Teknis budidaya Jarak &lt;/b&gt;dibawah ini menggunakan produk organik produksi &lt;b&gt;PT. Natural Nusantara.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
Tulisan ini hanyalah sebagai panduan dalam aplikasi produk NASA umtuk tanaman jarak.&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tanaman Jarak di Indonesia dapat tumbuh dengan baik karena kesesuaian iklim dan tanah, sehingga tumbuh bisa merata sebagai gulma. Namun karena hasil dari tanaman ini bisa diolah menjadi produk yang bernilai ekonomis, maka tanaman ini kini mulai di budidayakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #444444;"&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;PT. Natural Nusantara mencoba memberikan bantuan teknis budidaya tanaman ini sehingga mampu berproduksi sesuai dengan harapan yang diinginkan tanpa meninggalkan standar &lt;b&gt;kuantitas&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;kualitas&lt;/b&gt;, dan &lt;b&gt;kelestarian lingkungan&lt;/b&gt; (Aspek K-3).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;SYARAT PERTUMBUHAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Syarat tumbuh tanaman jarak membutuhkan air 350-500 ml air sepanjang pertumbuhannya.&lt;br /&gt;
Disamping faktor air, tanaman jarak ini membutuhkan syarat temperatur 20º-30ºC sepanjang hidupnya, serta ketinggian tempat yang optimal adalah 0-800 m dpl. Keluarnya biji akan sangat berkurang atau minim jika suhu mencapai 40ºC atau lebih.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;PERSIAPAN LAHAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pemilihan lahan yang akan digunakan untuk budidaya tanaman jarak ini biasanya memilih tanah yang kurang produktif ataupun kurang pengairan, dan ini biasanya di daerah marginal / kritis, karena tanaman jarak ini tidaklah terlalu membutuhkan syarat-syarat khusus, seperti halnya tanaman perdu lainnya. Pengolahan tanah yang standar adalah pembuatan lubang tanam dengan ukuran 30 cm x 30cm x 30cm dan jarak tanam antar barisan 2-4 meter dan jarak dalam barisan 1-2 meter tergantung varietas yang dipilih. Persiapan tanah yang bisa juga dilakukan adalah membersihkan dari gangguan gulma, terutama akar-akar ilalang yang menghasilkan alelopati / senyawa penghambat tumbuh tanaman lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PEMBIBITAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Biji jarak dapat ditanam 2-3 butir biji perlubang langsung di lahan kemudian pilih tanaman yang terbaik pertumbuhannya untuk dibudidayakan. Pemeliharaan tanaman muda dilakukan dengan menyemprot dengan &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/2010/09/poc-nasa-pupuk-organik-cair-natural.html" target="_blank"&gt;POC NASA&lt;/a&gt; &lt;/b&gt;dosis 2-3 tutup per tangki seminggu sekali pada pagi hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;MACAM-MACAM JENIS JARAK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ada banyak sekali jenis jarak yang dapat tumbuh di tanah air kita antara lain:&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;A. Jarak Kepyar/Jepang ( Ricinus communis).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jenis ini laku di pasaran dunia yang dikenal dengan nama castor oil plant. Jenis ini berbuah sekali dalam setahun (semusim), dengan ciri buah muda berwarna hijau dan berubah coklat setelah tua. Buahnya berduri lemah seperti rambutan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
Bijinya mengandung Glycoprotein yang bersifat racun dan orang sering menyebutnya Ricin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;B . Jarak Pagar/Cina (Jatropha curcas )&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jenis ini berbuah terus menerus (tahunan). Jenis jarak ini yang dianjurkan ditanam, yaitu:&lt;br /&gt;
- Asembagus 22 : kandungan minyak 55-57%&lt;br /&gt;
- Asembagus 60 : kandungan minyak 48-52%&lt;br /&gt;
- Asembagus 81 : kandungan minyak 51-54%&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komposisi biji jarak terdiri dari 20% kulit dan 80% biji (daging), mengandung 40-60% minyak. Kandungan minyak mentahnya 32-48% dan sisanya adalah ampas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PEMELIHARAAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Yang penting diperhatikan adalah tanaman jarak ini mempunyai sifat kurang suka air sehingga kelebihan air (terendam) justru akan merugikan pertumbuhan tanaman, namun jika panas terik berlangsung hingga 3-4 bulan penyiraman perlu sesekali dilakukan untuk menghindari kematian akibat kekeringan.&lt;br /&gt;
Lakukan penyiangan gulma jika tanaman mulai terganggu baik pertumbuhan bagian atas dalam persaingan terhadap cahaya maupun perakaran yaitu penyerapan hara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PEMUPUKAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Untuk pertumbuhan yang baik berikan pupuk dasar yaitu pupuk kandang di samping pupuk anorganik pada saat tanam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;     &lt;colgroup&gt;&lt;col span="2" width="82"&gt;&lt;/col&gt;     &lt;col width="144"&gt;&lt;/col&gt;     &lt;/colgroup&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr height="43"&gt;       &lt;td height="43" width="82"&gt;&lt;div align="center"&gt;
Jenis    Pupuk&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;       &lt;td width="82"&gt;Dosis (kg/ha)&lt;/td&gt;       &lt;td width="144"&gt;&lt;div align="center"&gt;
Waktu Pemupukan&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="24"&gt;       &lt;td height="24"&gt;&lt;div align="center"&gt;
Urea&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
50&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
Saat tanam&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="24"&gt;       &lt;td height="24"&gt;&lt;div align="center"&gt;
SP-36&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
75&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
Saat tanam&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="24"&gt;       &lt;td height="24"&gt;&lt;div align="center"&gt;
KCl&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
50&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
2 minggu setelah    tanam&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="24"&gt;       &lt;td height="24"&gt;&lt;div align="center"&gt;
Urea&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
100&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
1 bulan setelah tanam&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;Catatan :&lt;/b&gt; tidak berlaku mutlak/bervariasi untuk masing - masing daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan lebih baik ditambah &lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/2010/09/supernasa.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;SUPERNASA &lt;/b&gt;&lt;/a&gt;atau &lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/2010/09/power-nutrition.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;POWER NUTRITION&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; dosis 1 botol untuk ± 200 tanaman . Satu botol &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;SUPERNASA &lt;/b&gt;atau &lt;b&gt;POWER NUTRITION&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt; diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman perpohon.&lt;br /&gt;Penyemprotan dengan &lt;b&gt;POC NASA&lt;/b&gt; dosis 3-4 tutup + &lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/2010/09/hormonik.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;HORMONIK &lt;/b&gt;&lt;/a&gt;dosis 1 tutup per tangki setiap 1 bulan sekali dianjurkan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tanaman jarak sebenarnya jarang diserang hama ataupun penyakit, namun bisa jadi terserang jika saja kondisi lahan kurang bersih ataupun ada semak yang dapat menjadi inang sementara bagi hama-hama tertentu. Pengendalian hama terpadu yaitu dengan menjaga kebersihan lahan merupakan tindakan preventif yang paling mudah dilakukan sebelum hama menjadi tak terkendali dan merugikan.&lt;br /&gt;Hama yang kadang menyerang tanaman jarak adalah sejenis kutu putih. Tanaman jarak sering tumbuh liar sehingga kutu putih sering menjadikannya inang sementara. Untuk pencegahannya gunakan &lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/2010/09/pestona.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;PESTONA&lt;/b&gt; &lt;/a&gt;dan &lt;a href="http://www.distributorpupukorganik.com/2010/09/natural-pentana.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;PENTANA &lt;/b&gt;&lt;/a&gt;+ &lt;b&gt;AERO 810&lt;/b&gt; secara bergantian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;Disamping kutu putih , jarak juga mungkin diserang ulat yang menyerang daun, yang bisa dicegah dengan &lt;b&gt;PESTONA&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;PENTANA &lt;/b&gt;+ &lt;b&gt;AERO 810 &lt;/b&gt;Lakukan penyemprotan dengan &lt;b&gt;PESTONA dan PENTANA + AERO 810&lt;/b&gt; secara bergantian untuk pencegahan , satu minggu sekali disemprotkan merata di atas dan di bawah helai daun .&lt;br /&gt;Sebagai pencegahan terhadap penyakit yang disebabkan jamur, sebaiknya sebelum tanam disebarkan 1 pak &lt;b&gt;Natural GLIO&lt;/b&gt; ditambah 25-30 kg pupuk kandang dan didiamkan seminggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Catatan :&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, sebagai alternatif terakhir bisa digunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan &lt;b&gt;AERO 810&lt;/b&gt; dosis 0,5 tutup botol per tangki&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;MASA PANEN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Masa berbunga terjadi setelah tanaman berumur sekitar 60-70 hari dan buah mulai dapat dipanen setelah umur tanaman sekitar 100-110 hari, yang biasanya jatuh dimusim panas yaitu bulan Agustus hingga Oktober. Buah yang terlambat panen akan melenting dan berhamburan sehingga disarankan panen harus benar-benar tepat waktu. Produksi yang dapat dicapai sekitar 1-3 ton/ha.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;PEMANFAATAN HASIL&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pada masa Jepang minyak jarak diolah menjadi minyak pelumas persenjataan yang handal, karena sangat kental, Berat jenisnya ± 0,96 dan sangat sukar untuk dilarutkan, sehingga mudah dibedakan dari minyak lain.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Sebagian besar produksinya dipergunakan sebagai minyak lumas untuk mesin yang berputar cepat; salah satu keuntungan dari minyak jarak ini adalah bahwa dia tidak menetes, tidak meninggalkan sisa bakar dan tidak larut dalam bensin; sifat-sifat yang besar artinya dalam keperluan penerbangan dan telah memberinya tempat yang tetap disamping minyak- minyak mineral yang telah mendesaknya walaupun daya pelumasnya yang cukup besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;Selain itu biji Jarak ricinus kaya akan enzyme lipase yang dapat menguraikan lemak dan minyak menjadi asam-asam lemak yang bebas dan glycerin. Asam lemak tersebut dapat dipergunakan oleh pabrik lilin, dan setelah dinetralisir dengan soda atau kalium karbonat (potas), menghasilkan sabun keras atau lunak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perusahaan-perusahaan batik, minyak jarak berperan juga dalam pewarnaan kain katun yang akan diberi warna dengan mengkudu. Bahkan akhir-akhir ini dengan peningkatan harga BBM dimulai penanaman tanaman jarak besar-besaran untuk alternatif lain dari bahan bakar minyak yang dipadukan dengan paket reboisasi lahan kritis sehingga bisa berpengaruh positif bagi perekonomian dan juga kelestarian lahan di seluruh nusantara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b style="font-style: italic;"&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://distributor-pupuk-organik.blogspot.com/2020/05/teknis-budidaya-jarak-organik-nasa.html</link><author>noreply@blogger.com (Nur Haryono Nasa)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdEo5ZjcmoNgaC7OJOTZInGXgEBKvq6R59CzN_M6yuez-EjFRxEBynaa4YaDaLZ2iL_Zd8tcXhCTwzWRgA1Y45i-BLql1HTWm5aep8DCXb-nqP-Hw-5hVIVhEAG7eYA9Rcj1YrWvMoLmUH/s72-c/Teknis+Budidaya+Jarak+Organik+Nasa.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>