<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0">

<channel>
	<title>Dongeng Anak dan Cerita Rakyat</title>
	
	<link>http://dongeng.org</link>
	<description>Lestari Dongeng dan Cerita Rakyat Nusantara</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Mar 2010 08:33:09 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
<!-- podcast_generator="Blubrry PowerPress/1.0.5" mode="advanced" entry="normal" -->
	<itunes:summary>Lestari Dongeng dan Cerita Rakyat Nusantara</itunes:summary>
	<itunes:author>Dongeng Anak dan Cerita Rakyat</itunes:author>
	<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
	<itunes:image href="http://dongeng.org/wp-content/plugins/powerpress/itunes_default.jpg" />
	<itunes:subtitle>Lestari Dongeng dan Cerita Rakyat Nusantara</itunes:subtitle>
	<image>
		<title>Dongeng Anak dan Cerita Rakyat</title>
		<url>http://dongeng.org/wp-content/plugins/powerpress/rss_default.jpg</url>
		<link>http://dongeng.org</link>
	</image>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/Dongeng-Cerita-Rakyat" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="dongeng-cerita-rakyat" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">Dongeng-Cerita-Rakyat</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Si Angkri Jagoan Pasar Ikan</title>
		<link>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/si-angkri-jagoan-pasar-ikan.html</link>
		<comments>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/si-angkri-jagoan-pasar-ikan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 08:33:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pendongeng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[jahat]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[pendekar]]></category>
		<category><![CDATA[sombong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=410</guid>
		<description><![CDATA[
Bai sama juga. Begitu tahu kalau yang dihadapi tiga anggota keamanan yang lengkap dengan pentung dan senapan, Bai berlutut seketika. Kemudian giliran Angkri. Bek Kasan marah dan menantang Angkri berkelahi satu lawan satu. Angkri melayani. Pertarungan seru. Angkri mencabut goloknya. Akan tetapi, sudah didahului tendangan keras dari kaki Bek Kasan. Golok Angkri terpental ke lumpur. Seketika itu Angkri menggunakan jurus-jurus silatnya. Bek Kasan kena sodok perutnya. Jatuh telentang. Begitu Bek Kasan jatuh di tanah, Angkri meloncat dengan kedua lutut di depan. Biar mampus Bek Kasan. Mungkin perutnya bisa ambrol. Akan tetapi, Bek Kasan sudah memperhitungkan. Dia cepat mengelak ke kanan sehingga kedua lutut Angkri menghunjam ke batu. Setelah itu, Angkri tidak bisa berjalan. Kedua lututnya seperti pecah. Bek Kasan segera memegang kepala Angkri. Rambutnya ditarik, Angkri menyerah. Dia dibawa ke kantor opas di Kota Intan. Atas keputusan hakim, Angkri dianggap sebagai biangnya. Madun dan Bai masuk penjara beberapa tahun, sedangkan Angkri menjalani hukuman gantung.


Related posts:<ol><li><a href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/pageran-sarif.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pageran Sarif'>Pageran Sarif</a></li>
<li><a href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/mandin-tangkaramin.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mandin Tangkaramin'>Mandin Tangkaramin</a></li>
<li><a href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/hari-hari-akhir-si-pitung.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hari-hari Akhir Si Pitung'>Hari-hari Akhir Si Pitung</a></li>
</ol>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/si-angkri-jagoan-pasar-ikan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pageran Sarif</title>
		<link>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/pageran-sarif.html</link>
		<comments>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/pageran-sarif.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 09:37:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pendongeng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[asal nama]]></category>
		<category><![CDATA[batavia]]></category>
		<category><![CDATA[belanda]]></category>
		<category><![CDATA[betawi]]></category>
		<category><![CDATA[bijaksana]]></category>
		<category><![CDATA[cerita anak]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[dongeng anak]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[pangeran]]></category>
		<category><![CDATA[penjajah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=418</guid>
		<description><![CDATA[Jatuhnya Jayakarta ke tangan Kompeni Belanda pada tahun 1619 membuat banyak ulama marah. Mereka menjauhi keramaian kota dan pergi berbondong-bondong ke tempat yang lebih udik. Mereka melakukan persiapan, siapa tahu suatu saat dapat melakukan pembalasan untuk menguasai kota Jayakarta kembali. Walaupun kenyataannya sulit, mereka tidak kenal putus asa. Mereka terpaksa hidup di tepi-tepi hutan, sedangkan anak dan istri ditinggalkan beberapa saat. Hanya pada saat tertentu mereka berkumpul, sesudah itu berpisah kembali. Karena keadaan yang terus menekan, lama-kelamaan merepotkan juga kalau keluarga ditinggalkan. Mau tidak mau keluarga harus diajak. Salah seorang dari para ulama itu adalah Pangeran Sarif. Selain istri, ikut juga seorang pembantu lelakinya yang masih muda.


Related posts:<ol><li><a href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/asal-usul-kota-banjarmasin.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asal Usul Kota Banjarmasin'>Asal Usul Kota Banjarmasin</a></li>
<li><a href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/hari-hari-akhir-si-pitung.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hari-hari Akhir Si Pitung'>Hari-hari Akhir Si Pitung</a></li>
<li><a href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/si-pitung.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Si Pitung'>Si Pitung</a></li>
</ol>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/pageran-sarif.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mandin Tangkaramin</title>
		<link>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/mandin-tangkaramin.html</link>
		<comments>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/mandin-tangkaramin.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 17:00:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pendongeng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[air terjun]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[jahat]]></category>
		<category><![CDATA[Kalimantan Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[sombong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=400</guid>
		<description><![CDATA[Loksado adalah salah satu kecamatan yang terdapat di Kabupaten Hulu Sungai Selatan Propinsi Kalimantan Selatan. Di sana ada sebuah desa bernama Malinau. Kira-kira satu kilometer dari tempat itu ada sebuah air terjun bernama Mandin Tangkaramin. Konon, menurut Bahasa penduduk di sana, mandin berarti air terjun. Jadi, Mandin Tangkaramin berarti air terjun Tangkaramin. Akan tetapi, kata mandin sudah menyatu dengan Tangkaramin sehingga kedua kata itu tak terpisahkan.


Related posts:<ol><li><a href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/asal-usul-kota-banjarmasin.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asal Usul Kota Banjarmasin'>Asal Usul Kota Banjarmasin</a></li>
<li><a href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/si-angkri-jagoan-pasar-ikan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Si Angkri Jagoan Pasar Ikan'>Si Angkri Jagoan Pasar Ikan</a></li>
<li><a href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/asal-usul-danau-maninjau.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asal Usul Danau Maninjau'>Asal Usul Danau Maninjau</a></li>
</ol>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/mandin-tangkaramin.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asal Usul Kota Banjarmasin</title>
		<link>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/asal-usul-kota-banjarmasin.html</link>
		<comments>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/asal-usul-kota-banjarmasin.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 17:00:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pendongeng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[asal nama]]></category>
		<category><![CDATA[asal usul]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kalimantan Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[kerajaan]]></category>
		<category><![CDATA[pangeran]]></category>
		<category><![CDATA[saudara]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[sungai]]></category>
		<category><![CDATA[tamak]]></category>
		<category><![CDATA[tulus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=386</guid>
		<description><![CDATA[Pada zaman dahulu berdirilah sebuah kerajaan bernama Nagara Daha. Kerajaan itu didirikan Putri Kalungsu bersama putranya, Raden Sari Kaburangan alias Sekar Sungsang yang bergelar Panji Agung Maharaja Sari Kaburangan. Konon, Sekar Sungsang seorang penganut Syiwa. la mendirikan candi dan lingga terbesar di Kalimantan Selatan. Candi yang didirikan itu bernama Candi Laras. Pengganti Sekar Sungsang adalah Maharaja Sukarama. Pada masa pemerintahannya, pergolakan berlangsung terus-menerus. Walaupun Maharaja Sukarama mengamanatkan agar cucunya, Pangeran Samudera, kelak menggantikan tahta, Pangeran Mangkubumi-lah yang naik takhta.


Related posts:<ol><li><a href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/asal-nama-kota-indramayu.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asal Nama Kota Indramayu'>Asal Nama Kota Indramayu</a></li>
<li><a href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/asal-nama-kota-surabaya.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asal Nama Kota Surabaya'>Asal Nama Kota Surabaya</a></li>
<li><a href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/pageran-sarif.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pageran Sarif'>Pageran Sarif</a></li>
</ol>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/asal-usul-kota-banjarmasin.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Raja yang Meredam Kekacauan Dunia</title>
		<link>http://dongeng.org/cerita-rakyat/tiongkok/raja-yang-meredam-kekacauan-dunia.html</link>
		<comments>http://dongeng.org/cerita-rakyat/tiongkok/raja-yang-meredam-kekacauan-dunia.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 17:00:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pendongeng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tiongkok]]></category>
		<category><![CDATA[cerita anak]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[dewa]]></category>
		<category><![CDATA[dongeng anak]]></category>
		<category><![CDATA[fabel]]></category>
		<category><![CDATA[hewan]]></category>
		<category><![CDATA[hutan]]></category>
		<category><![CDATA[legenda]]></category>
		<category><![CDATA[mitos]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=368</guid>
		<description><![CDATA[Kita sering terheran dengan simbol-simbol mitologi China karena di mana pun di dunia, raja dari segala binatang adalah singa, bukan macan. Konon, menurut legenda China pada zaman dahulu kala, singa termasuk salah satu shio dari 12 binatang dalam kepercayaan masyarakat China. Tidak ada macan.

Karena singa itu terlalu kejam, Dewa Utama mau menyingkirkan singa dari struktur shio. Tetapi Dewa Utama tidak bisa begitu saja melakukannya karena singa adalah raja dari segala raja binatang. Kalau singa mau disingkirkan, perlu binatang baru untuk mengontrol binatang-binatang yang ada. Dia teringat sama macan.


Related posts:<ol><li><a href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/tiongkok/asal-mula-cheng-beng.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asal Mula Cheng Beng (Sembahyang Kubur)'>Asal Mula Cheng Beng (Sembahyang Kubur)</a></li>
</ol>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://dongeng.org/cerita-rakyat/tiongkok/raja-yang-meredam-kekacauan-dunia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nyai Anteh Sang Penunggu Bulan</title>
		<link>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/nyai-anteh-sang-penunggu-bulan.html</link>
		<comments>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/nyai-anteh-sang-penunggu-bulan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 12:00:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pendongeng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[asal usul]]></category>
		<category><![CDATA[bulan]]></category>
		<category><![CDATA[cerita anak]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[iri hati]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[kecantikan]]></category>
		<category><![CDATA[kerajaan]]></category>
		<category><![CDATA[legenda]]></category>
		<category><![CDATA[mitos]]></category>
		<category><![CDATA[persahabatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=362</guid>
		<description><![CDATA[Nyi Anteh Pada jaman dahulu kala di Jawa Barat ada sebuah kerajaan bernama kerajaan Pakuan. Pakuan adalah kerajaan yang sangat subur dan memiliki panorama alam yang sangat indah. Rakyatnya pun hidup damai di bawah pimpinan raja yang bijaksana. Di dalam istana ada dua gadis remaja yang sama-sama jelita dan selalu kelihatan sangat rukun. Yang satu bernama Endahwarni dan yang satu lagi bernama Anteh. Raja dan Ratu sangat menyayangi keduanya, meski sebenarnya kedua gadis itu memiliki status sosial yang berbeda. Putri Endahwarni adalah calon pewaris kerajaan Pakuan, sedangkan Nyai Anteh adalah hanya anak seorang dayang kesayangan sang ratu. Karena Nyai Dadap, ibu Nyai Anteh sudah meninggal saat melahirkan Anteh, maka sejak saat itu Nyai Anteh dibesarkan bersama putri Endahwarni yang kebetulan juga baru lahir. Kini setelah Nyai Anteh menginjak remaja, dia pun diangkat menjadi dayang pribadi putri Endahwarni.


Related posts:<ol><li><a href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/legenda-ular-ndaung.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Legenda Ular n&#8217;Daung'>Legenda Ular n&#8217;Daung</a></li>
<li><a href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/lutung-kasarung.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Lutung Kasarung'>Lutung Kasarung</a></li>
<li><a href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/asal-usul-telaga-warna.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asal Usul Telaga Warna'>Asal Usul Telaga Warna</a></li>
</ol>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/nyai-anteh-sang-penunggu-bulan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hikayat Bunga Kemuning</title>
		<link>http://dongeng.org/dongeng/hikayat-bunga-kemuning.html</link>
		<comments>http://dongeng.org/dongeng/hikayat-bunga-kemuning.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 10:59:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pendongeng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[asal nama]]></category>
		<category><![CDATA[asal usul]]></category>
		<category><![CDATA[bakti anak]]></category>
		<category><![CDATA[bunga]]></category>
		<category><![CDATA[cerita anak]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[iri hati]]></category>
		<category><![CDATA[jahat]]></category>
		<category><![CDATA[kecantikan]]></category>
		<category><![CDATA[kejam]]></category>
		<category><![CDATA[kerajaan]]></category>
		<category><![CDATA[pemalas]]></category>
		<category><![CDATA[saudara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=347</guid>
		<description><![CDATA[Dahulu kala, ada seorang raja yang memiliki sepuluh orang puteri yang cantik-cantik. Sang raja dikenal sebagai raja yang bijaksana. Tetapi ia terlalu sibuk dengan kepemimpinannya, karena itu ia tidak mampu untuk mendidik anak-anaknya. Istri sang raja sudah meninggal ketika melahirkan anaknya yang bungsu, sehingga anak sang raja diasuh oleh inang pengasuh. Puteri-puteri Raja menjadi manja dan nakal. Mereka hanya suka bermain di danau. Mereka tak mau belajar dan juga tak mau membantu ayah mereka. Pertengkaran sering terjadi di antara mereka.


Related posts:<ol><li><a href='http://dongeng.org/dongeng/rumah-baru-untuk-riri.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Rumah Baru Untuk Riri'>Rumah Baru Untuk Riri</a></li>
<li><a href='http://dongeng.org/dongeng/lilya-peri-tak-bersayap.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Lilya, Peri Tak Bersayap'>Lilya, Peri Tak Bersayap</a></li>
<li><a href='http://dongeng.org/dongeng/seekor-anak-singa.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Seekor Anak Singa'>Seekor Anak Singa</a></li>
</ol>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://dongeng.org/dongeng/hikayat-bunga-kemuning.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asal Usul Danau Maninjau</title>
		<link>http://dongeng.org/cerita-rakyat/asal-usul-danau-maninjau.html</link>
		<comments>http://dongeng.org/cerita-rakyat/asal-usul-danau-maninjau.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 03:57:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pendongeng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[asal usul]]></category>
		<category><![CDATA[cerita anak]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[danau telaga]]></category>
		<category><![CDATA[gunung]]></category>
		<category><![CDATA[iri hati]]></category>
		<category><![CDATA[jahat]]></category>
		<category><![CDATA[menuduh]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=342</guid>
		<description><![CDATA[Danau Maninjau adalah sebuah danau vulkanik yang terletak di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Danau dengan luas sekitar 99,5 km2 dengan kedalaman mencapai 495 meter ini merupakan danau terluas kesebelas di Indonesia, dan terluas kedua di Sumatra Barat. Menurut cerita, Danau Maninjau pada awalnya merupakan gunung berapi yang di puncaknya terdapat sebuah kawah yang luas. Oleh karena ulah manusia, gunung berapi itu meletus dan membentuk sebuah danau yang luas. Apa gerangan yang menyebabkan gunung berapi itu meletus dan berubah menjadi danau? Kisahnya dapat Anda ikuti dalam cerita Asal Usul Danau Maninjau berikut ini!


Related posts:<ol><li><a href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/asal-usul-danau-toba.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asal Usul Danau Toba'>Asal Usul Danau Toba</a></li>
<li><a href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/asal-usul-gunung-tangkuban-perahu.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asal Usul Gunung Tangkuban Perahu'>Asal Usul Gunung Tangkuban Perahu</a></li>
<li><a href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/asal-usul-telaga-warna.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asal Usul Telaga Warna'>Asal Usul Telaga Warna</a></li>
</ol>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://dongeng.org/cerita-rakyat/asal-usul-danau-maninjau.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tolong Berhenti Merusaknya</title>
		<link>http://dongeng.org/uncategorized/tolong-berhenti-merusaknya.html</link>
		<comments>http://dongeng.org/uncategorized/tolong-berhenti-merusaknya.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 03:20:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pendongeng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=330</guid>
		<description><![CDATA[Posting kali ini bukan berisi cerita dongeng, tetapi akan segera menjadi dongeng bagi anak-cucu kita. Sangat perlu bagi teman-teman untuk menyimak posting ini, karena di masa depan akan ada banyak-banyak dongeng untuk anak-cucu kita, dongeng ini bukan dongeng tentang peri, hewan yang bisa berbicara, tumbuhan yang menangis, keajaiban yang terjadi, dan lain-lain seperti dongeng biasa yang pernah kita dengar atau baca. Dongeng ini bercerita tentang kehidupan saat ini, hutan hari ini, kehidupan yang akan punah ketika anak-cucu kita beranjak dewasa. Apa yang bisa kita ceritakan kepada mereka ketika mereka bertanya tenang kucing besar dengan warna loreng? Apakah kita memulai dengan 'Pada suatu masa' atau 'Alkisah, di sebuah hutan'?


No related posts.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://dongeng.org/uncategorized/tolong-berhenti-merusaknya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
<enclosure url="http://dongeng.org/res/video/Severn_Suzuki_speaking_at_UN_Earth_Summit_1992.flv" length="12854728" type="video/x-flv" />
			<itunes:subtitle>Posting kali ini bukan berisi cerita dongeng, tetapi akan segera menjadi dongeng bagi anak-cucu kita. Sangat perlu bagi teman-teman untuk menyimak posting ini, karena di masa depan akan ada banyak-banyak dongeng untuk anak-cucu kita,</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Po(http://dongeng.org/wp-content/uploads/2009/11/severn-suzuki-earth-summit-rio-de-janeiro-1992-150x150.jpg)sting kali ini bukan berisi cerita dongeng, tetapi akan segera menjadi dongeng bagi anak-cucu kita. Sangat perlu bagi teman-teman untuk menyimak...</itunes:summary>
		<itunes:author>Dongeng Anak dan Cerita Rakyat</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
	</item>
		<item>
		<title>Rumah Baru Untuk Riri</title>
		<link>http://dongeng.org/dongeng/rumah-baru-untuk-riri.html</link>
		<comments>http://dongeng.org/dongeng/rumah-baru-untuk-riri.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 02:18:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pendongeng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[cerita anak]]></category>
		<category><![CDATA[fabel]]></category>
		<category><![CDATA[hewan]]></category>
		<category><![CDATA[pantai]]></category>
		<category><![CDATA[positif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=328</guid>
		<description><![CDATA["Ibu,aku ingin rumah baru", saat itu ibunya sedang tidur siang. Ibu menatap Riri dengan heran
"Ada apa Riri Sayang?", tanya ibu.
"Aku ingin rumah baru bu, rumahku sudah berlubang,lihatlah bu".
"Rumah mu masih bagus koq", kata ibu.
"Tapi aku tidak mau bu punya rumah yang sudah berlubang begini", lanjut Riri.

Dengan tersenyum dan mengerti maksud Riri, ibu menjawab, "Ayo kita cari di tepi pantai".  Di tepi pantai banyak sekali rumah-rumah bekas yang di tinggal kan oleh yang terdahulu, ada yang masih bagus dan ada juga yang telah hancur.


Related posts:<ol><li><a href='http://dongeng.org/dongeng/seekor-anak-singa.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Seekor Anak Singa'>Seekor Anak Singa</a></li>
<li><a href='http://dongeng.org/dongeng/lilya-peri-tak-bersayap.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Lilya, Peri Tak Bersayap'>Lilya, Peri Tak Bersayap</a></li>
<li><a href='http://dongeng.org/dongeng/hikayat-bunga-kemuning.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hikayat Bunga Kemuning'>Hikayat Bunga Kemuning</a></li>
</ol>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://dongeng.org/dongeng/rumah-baru-untuk-riri.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss><!-- Dynamic page generated in 1.099 seconds. --><!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2010-03-10 15:35:07 --><!-- Compression = gzip -->
