<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;D04BSH0yfip7ImA9WhRUEkk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5779961003068594211</id><updated>2012-01-22T23:25:59.396+08:00</updated><category term="Syair" /><category term="Re-post" /><category term="Opini" /><category term="Refleksi" /><category term="internet" /><category term="musik" /><category term="Diari" /><category term="Karir" /><category term="Motivasi" /><category term="Cerpen" /><category term="Money making" /><category term="Celoteh" /><category term="Blogging" /><title>imhaya dream blog</title><subtitle type="html">Warning! may contains words: .hidup. .kehidupan. .dulu. .kini. .esok. .daya. .imaji. .akal. .dharma. .bakti. .juang. .kisah. .senyum. .canda. .tangis. .tawa. .keakuan. .perjalanan. .langkah. .berlari. .pencarian. .harapan. .mimpi. .asa. .cita. .cinta.</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://imhaya.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://imhaya.blogspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>Imhaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17975068395375514828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="23" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_NLsP8yVO5Ik/SiwWZ_TUvpI/AAAAAAAAAJE/v5W64K3B0Ig/S220/imhaya.jpg" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>161</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/dreamblog" /><feedburner:info uri="dreamblog" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><thespringbox:skin xmlns:thespringbox="http://www.thespringbox.com/dtds/thespringbox-1.0.dtd">http://feeds.feedburner.com/dreamblog?format=skin</thespringbox:skin><feedburner:emailServiceId>dreamblog</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><entry gd:etag="W/&quot;DEcNSX0_fip7ImA9WhRUEk4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5779961003068594211.post-173280877482590228</id><published>2012-01-22T20:24:00.001+08:00</published><updated>2012-01-22T20:41:38.346+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-22T20:41:38.346+08:00</app:edited><title>Miracle In Istanbul</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;object class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://1.gvt0.com/vi/ma3Nax8yyOE/0.jpg" height="266" width="320"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/ma3Nax8yyOE&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;



&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;



&lt;embed width="320" height="266"  src="http://www.youtube.com/v/ma3Nax8yyOE&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Tribute to LFC&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
Dinding stadion Kemal Ataturk seperti setipis kertas. Dari kamar ganti Liverpool, sorak sorai pemain AC Milan di ruangan yang berbeda begitu jelas terdengar. Semua pemain Liverpool tertunduk lesu. Tak ada yang berani menegakkan kepala. Pada malam final Liga Champions 2004/05 itu, Milan memberikan pukulan telak kepada Liverpool. Milan mampu unggul 3-0 saat jeda. Bek veteran Paolo Maldini membuka keunggulan pada menit pertama pertandingan. Sebelum turun minum, Hernan Crespo menambahnya dengan dua gol. Awal yang sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak mau disetir kemurungan, Rafael Benitez menghimpun nafas dan berdiri di tengah para pemainnya. Sang manajer sadar, dia hanya punya waktu 15 menit untuk mengembalikan kepercayaan diri tim. Ketika berjalan dari bangku cadangan menuju ruang ganti, benak Benitez dipusingkan mencari-cari kalimat dalam bahasa Inggris yang tepat untuk “menghidupkan” para pemainnya. Kalimat yang kemudian meluncur dari mulutnya sederhana saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan tundukkan kepala kalian. Kita Liverpool. Kalian bermain untuk Liverpool. Jangan lupakan itu. Kalian harus tetap menegakkan kepala kalian untuk suporter. Kalian harus melakukkannya untuk mereka”, serunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian tak pantas menyebut kalian pemain Liverpool kalau kepala kalian tertunduk. Kalau kita menciptakan beberapa peluang, kita berpeluang bangkit dalam pertandingan ini. Percaya lah kalian mampu melakukannya. Berikan kesempatan buat kalian sendiri untuk keluar sebagai pahlawan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum tim keluar kamar ganti, Rafa menyusun skema formasi baru di papan tulis. Untuk menghambat Kaka, Rafa meminta Dietmar Hamann bersiap tampil menggantikan Djimi Traore. Namun, ketika diberitahu Steve Finnan mengalami cedera, Benitez memanggil kembali Traore yang sudah mencopot sepatu dan berjalan ke kamar mandi. Keputusan terakhir, Finnan keluar, Hamann masuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rafa sadar, tak ada lagi ruginya mengorbankan seorang pemain bertahan. Liverpool bermain dengan tiga pemain belakang dan kapten Steven Gerrard didorong lebih ke depan. Liverpool memang harus bangkit, sekarang atau tidak sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah lima belas menit yang menentukan. Lima belas menit yang mengubah segalanya. Babak kedua menjadi milik Liverpool. Sembilan menit berjalan, Liverpool menyulut sumbu ledak stadion. Dalam rentang enam menit berikutnya, Liverpool ganti mengendalikan situasi. Steven Gerrard memberikan gol inspirasional lewat sundulan kepala menyongsong umpan John Arne Riise. Tak lama berselang, tendangan keras jarak jauh Vladimir Smicer tak dapat ditahan Dida. Belum lagi Milan menata diri, pada menit ke-60, Gerrard dijatuhkan di kotak penalti oleh Gennaro Gattuso. Penalti! Awalnya, eksekusi Xabi Alonso sempat ditahan Dida, tapi bola muntah langsung disambar Alonso.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cerita belum selesai. Kedudukan 3-3 bertahan hingga 90 menit. Pertandingan diperpanjang hingga 30 menit, tapi tetap tak bisa menentukan pemenang. Juara Liga Champions musim itu pun harus diselesaikan melalui babak adu penalti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum “babak perjudian” itu dimulai, Jamie Carragher datang menghampiri kiper Jerzy Dudek. Carra menyarankan Dudek agar melakukan “sesuatu” untuk mengacaukan konsentrasi pemain Milan. Dudek langsung teringat rekaman video yang pernah disaksikannya. Kaki spaghetti! Saat adu penalti final Piala Champions 1984 melawan AS Roma, pendahulu Dudek, Bruce Grobbelaar, memelintir-melintir kakinya. Entah memang berpengaruh atau tidak, Grobbelaar berhasil membawa Liverpool menang dan merebut Piala Champions.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Trik yang sama dipakai Dudek ketika Andriy Shevchenko bertugas sebagai eksekutor terakhir Milan. Terbukti, trik kuno itu berhasil. Eksekusi Sheva mengarah ke tengah gawang dan dengan sebelah tangan, Dudek menahannya. Liverpool pun merajai Eropa! Jerih payah fans Liverpool yang terus menggemuruhkan dukungan untuk klub kesayangan mereka terbayar sudah!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;object class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://0.gvt0.com/vi/_i887XbC8Hw/0.jpg" height="266" width="320"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/_i887XbC8Hw&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;



&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;



&lt;embed width="320" height="266"  src="http://www.youtube.com/v/_i887XbC8Hw&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Just possible, just possible. Impossible is nothing!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Mukjizat di Istanbul ini kemudian diabadikan dalam film Fifteen Minutes That Shook The World. Betapa tidak, final Liga Champions musim itu sangat dramatis dan membuktikan segalanya mungkin terjadi di lapangan sepakbola.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pascafinal Istanbul, hidup tak lagi sama. Tapi, hidup juga berjalan terus. Satu per satu figur pemain heroik, seperti Harry Kewell, Milan Baros, Djibril Cisse, Luis Garcia, Dudek, dan Smicer meninggalkan Anfield dan melanjutkan karir di klub baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagian tetap tinggal, terutama Gerrard. Sang kapten sempat disebut-sebut akan hijrah ke Chelsea musim panas 2005 itu. Tapi, Istanbul mengubah segalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana mungkin saya pindah setelah mengalami final seperti ini?” ujar Gerrard.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Arak-arakan bus dengan atap terbuka dan kerumunan satu juta orang, 300 ribu di antaranya memadati St George’s Hall, suatu hari di Mei 2005, pasti takkan pernah dilupakan Liverpudlian sepanjang masa. You'll never, ever, walk alone.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;object class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://3.gvt0.com/vi/tLvBRxtaL6c/0.jpg" height="266" width="320"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/tLvBRxtaL6c&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;



&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;



&lt;embed width="320" height="266"  src="http://www.youtube.com/v/tLvBRxtaL6c&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;My favorite song, m&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;y favorite &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;band, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;my favorite &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;team, m&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;y favorite &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;night.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5779961003068594211-173280877482590228?l=imhaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dreamblog/~4/2uVhox2Vxl4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://imhaya.blogspot.com/feeds/173280877482590228/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5779961003068594211&amp;postID=173280877482590228&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/173280877482590228?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/173280877482590228?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/dreamblog/~3/2uVhox2Vxl4/miracle-in-istanbul.html" title="Miracle In Istanbul" /><author><name>Imhaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17975068395375514828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="23" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_NLsP8yVO5Ik/SiwWZ_TUvpI/AAAAAAAAAJE/v5W64K3B0Ig/S220/imhaya.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://imhaya.blogspot.com/2012/01/miracle-in-istanbul.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEYHSHo6fCp7ImA9WhRVGEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5779961003068594211.post-871612512754971496</id><published>2012-01-17T22:55:00.003+08:00</published><updated>2012-01-17T22:55:39.414+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-17T22:55:39.414+08:00</app:edited><title>Matinya Impian</title><content type="html">Menggerakan tubuhnya yang terbungkus kain lusuh dan kotor, berdebu dan kecoklatan dengan sobek di banyak tempat: Ia - seorang kuli bangunan, memasang kepingan-kepingan beton. Di atas sebuah apartemen mewah berlantai puluhan, diiringi deru mesin, denting logam, dan angin malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bekerja seperti mesin, segala hal berlalu-lalang dalam kepalanya yang mulai ditumbuhi uban: Anaknya, kabar terakhir sedang sakit; istrinya, yang sejauh diketahuinya masih setia menunggunya pulang untuk pergi lagi; uang, yang sekeras apapun bekerja jumlahnya tidak bertambah; ... impiannya, tidur, apa yang sedang dikerjakan, ... mandor brengsek di belakangnya, anak, uang, ... istri, ... hubungan badan, malam pertamanya, ... impiannya, ... berputar-putar.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;i&gt;Malam mulai menjemput pagi. Berjalan sendiri di malam buta, beberapa saat selepas tengah malam. Melintasi pohon-pohon dan tiang listrik, di atas aspal pecah-pecah yang berpasir dan becek. Rumah-rumah yang dilaluinya sepanjang jalan telah jatuh ke dalam rangkulan tidur dan terlelap. Sorot kuning lampu jalan menghentikan waktu di bawah langit hitam merah Makassar.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ia seorang mahasiswa. Entah dari mana dan entah apa yang ada dalam pikirannya. Beberapa puluh meter lagi maka sampailah ke tujuannya, sebuah kamar yang berantakan tetapi nyaman - setidaknya untuknya sendiri; membaca buku dan merokok untuk selanjutnya tertidur lelap. Hidupnya nikmat tanpa masalah atau kesulitan berarti, terjamin secara keuangan dan lainnya.&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;
Masih sibuk dengan pekerjaannya, puluhan lantai dari muka tanah, dan masih berkubang dalam pikirannya yang semakin dalam... tentang anaknya, istrinya, hidup, tentang kehidupannya, .... Mesin masih menderu, denting logam tidak berhenti, lempengan-lempengan beton diangkat tergantung menggelayut pada tali baja di atas puncak bangunan, beberapa lantai di atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;i&gt;Tetap berjalan dengan irama yang pasti, semakin dalam bergumul dalam pikirannya sendiri, menikmati terpaan angin malam yang lembut, dan waktu masih membeku di bawah sorot lampu jalan.&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;
Seketika tali baja itu putus, kepingan-kepingan beton maha berat meluncur ke bawah, menghujam puncak bangunan...&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;i&gt;Dalam kesendiriannya berjalan terdengar suara berdebam keras dari suatu tempat yang jauh dan tinggi di depannya. Menggema hingga terdengar berulang-ulang lebih pelan...&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;
... suara benturan amat keras terdengar dari puncak bangunan, mengoyak kubangan pikirannya, menyentak jantung...&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;i&gt;Pandangannya langsung tertuju pada proyek bangunan puluhan lantai jauh di depannya, dengan lampu-lampu putih dan kuning berkilau di beberapa tempat: Sebuah apartemen mewah yang tengah dibangun. Pasti dari sana, tidak mungkin tidak, sesuatu yang berat telah terjatuh dengan keras...&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;
... kepingan-kepingan beton menerobos memecah tepi bangunan, terus menghujam lantai selanjutnya dan kembali meluncur...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu dari kepingan-kepingan yang terjatuh itu telah meremukkan tubuh sang kuli bangunan, membunuh kubangan pikirannya, mematikan impiannya, menyudahi masa penantian istri dan anaknya akan kepulangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
... mesin tetap menderu di tengah keheningan yang mendadak tercipta, angin malam tetap bertiup, dan malam kembali bergulir menyeret pagi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;i&gt;Dan ia terus berjalan untuk memasukki kamarnya, menjumpai buku dan rokoknya... Lalu tertidur untuk kemudian kembali menjalani hari yang ia harap akan lebih baik dari hari-hari sebelumnya.&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5779961003068594211-871612512754971496?l=imhaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dreamblog/~4/JlCntVWnTXM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://imhaya.blogspot.com/feeds/871612512754971496/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5779961003068594211&amp;postID=871612512754971496&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/871612512754971496?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/871612512754971496?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/dreamblog/~3/JlCntVWnTXM/matinya-impian.html" title="Matinya Impian" /><author><name>Imhaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17975068395375514828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="23" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_NLsP8yVO5Ik/SiwWZ_TUvpI/AAAAAAAAAJE/v5W64K3B0Ig/S220/imhaya.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://imhaya.blogspot.com/2012/01/matinya-impian.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A08DRn44fCp7ImA9WhRWGEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5779961003068594211.post-7015657363330464807</id><published>2012-01-06T18:54:00.000+08:00</published><updated>2012-01-06T19:37:57.034+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-06T19:37:57.034+08:00</app:edited><title>Kebenaran Semu</title><content type="html">&lt;i&gt;Aku seperti bemo atau sendal jepit.&lt;br /&gt;Tubuhku kecil mungil biasa terjepit.&lt;br /&gt;Pada siapa ku mengadu?&lt;br /&gt;Pada siapa ku bertanya?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;KOMPAS.com&lt;/b&gt; - Jauh sebelum kasus "sandal jepit" merebak, penyanyi kondang Iwan Fals sudah teriak-teriak soal sandal jepit dalam syair lagunya "Besar dan Kecil". Iwan menganalogikan rakyat kecil seperti jendal jepit yang selalu terjepit, diremehkan, lemah, selalu kalah. Seperti sandal jepit, begitulah kenyataan masyarakat kecil jika harus berurusan dengan hukum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak perlu menutup mata karena kenyataan itu ada di depan mata kita. Aparat negeri ini terkesan lebih suka menjepit rakyat kecil yang sudah biasa menjerit karena ketidakadilan di negeri ini. Mereka terkesan lebih senang membela pejabat dengan kekayaan berlipat, dibandingkan rakyat kecil yang biasa hidup melarat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mau bukti? Tengoklah kasus Nenek Minah (55) asal Banyumas yang divonis 1,5 tahun pada 2009, hanya karena mencuri tiga buah Kakao yang harganya tidak lebih dari Rp 10.000. Bahkan, untuk datang ke sidang kasusnya ini Nenek yang sudah renta dan buta huruf itu harus meminjam uang Rp 30.000 untuk biaya transportasi dari rumah ke pengadilan yang memang jaraknya cukup jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang paling anyar, kasus pencurian sandal jepit yang menjadikan AAL (15) pelajar SMK 3, Palu, Sulawesi Tengah, sebagai pesakitan di hadapan meja hijau. Ia dituduh mencuri sandal jepit milik Briptu Ahmad Rusdi Harahap, anggota Brimob Polda Sulteng. Hanya gara-gara sandal jepit butut AAL terancam hukuman kurungan maksimal lima tahun penjara. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Proses hukum atas AAL pun tampak janggal. Ia didakwa mencuri sandal merek Eiger nomor 43. Namun, bukti yang diajukan adalah sandal merek Ando nomor 9,5. Selama persidangan tak ada satu saksi pun yang melihat langsung apakah sandal merek Ando itu memang diambil AAL di depan kamar Rusdi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di persidangan, Rusdi yakin sandal yang diajukan sebagai barang bukti itu adalah miliknya karena, katanya, ia memiliki kontak batin dengan sandal itu. Saat hakim meminta mencoba, tampak jelas sandal Ando itu kekecilan untuk kaki Rusdi yang besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
AAL memang dibebaskan dari hukuman dan dikembalikan kepada orangtuanya. Namun, majelis hakim memutus AAL bersalah karena mencuri barang milik orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mati&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosiolog dari Universitas Indonesia Imam Prasodjo kepada Kompas.com, Kamis (5/1/2012) di Jakarta mengatakan, hukuman yang diberikan kepada Nenek Minah dan AAL itu menggambarkan bahwa proses hukum yang mati dari tujuan hukum itu sendiri. Hukum, kata dia, hanya mengikuti aturan formal, tidak memperhitungkan subtansi dan hati nurani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Ancaman lima tahun dan vonis 1,5 tahun itu, bukan masalah Jaksa, Polisi, atau Hakim saja. Tapi mereka semua telah melakukan kesesatan kolektif. Meskipun banyak protes dari masyarakat, mereka masih juga memproses dan memutuskan sesuatu secara tidak sedikitpun ada kesadaran dan evaluasi," kata Imam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosiolog Soetandyo Wignjosoebroto pun mengatakan hal serupa. Hakim kini dinilainya terlalu legalistik terhadap putusan bersalah rakyat kecil. Hakim tidak mampu memahami arti dan makna sekaligus kearifan yang terkandung dalam aturan hukum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Undang-undang itu dead letter law (hukum yang mati). Hukum menjadi aktif dan dinamik melalui kata hati dan tafsir hakim. Kalau putusannya itu aneh, itu bukan salah undang-undang, melainkan hakim. Hakimnya harus pandai memberi putusan yang bisa diterima," kata Soetandyo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun, seyogyanya mencuri atau mengambil barang orang lain sekecil apa pun tanpa izin adalah perbuatan melanggar hukum. Dan hukum harus ditegakkan. Namun, apakah hal itu sudah sesuai rasa keadilan di masyarakat?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lihat saja bagaimana para pejabat dan koruptor berdasi putih mencuri uang rakyat yang nilainya sebanding dengan jutaan sandal jepit dan kakao itu diperlakukan dengan terhormat oleh aparat. Mereka dapat melanggeng bebas dari hukuman yang tidak terlalu berat. Mereka pun dapat mangkir dari panggilan pengadilan dengan alasan sakit yang kadang dibuat-buat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Data Indonesian Corruption Watch (ICW) menunjukan koruptor rata-rata hanya dihukum di bawah dua tahun. Pada 2010, sebanyak 269 kasus atau 60,68 persen hanya dijatuhi hukuman antara 1 dan 2 tahun. Sedangkan, 87 kasus divonis 3-5 tahun, 13 kasus atau 2,94 persen divonis 6-10 tahun. Adapun yang dihukum lebih dari 10 tahun hanya dua kasus atau 0,45 persen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Busyro Muqqodas pada pertengahan November tahun lalu, mengakui bahwa hukuman untuk koruptor memang rendah. Pengadilan, kata Busyro, seakan-akan tak mencerminkan ideologi hukum yang baik. "Putusan hakim kehilangan roh untuk berpihak pada kepentingan rakyat," kata Busyro.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guru Besar Hukum Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana mengatakan kini hukum hanya tajam jika kebawah dan tumpul jika berhadapan dengan kalangan atas. Pemerintah, menurut Hikmahanto, seharusnya peka terhadap rasa ketidakadilan yang terus dialami rakyat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Saya prihatin. Hakim terlalu legalistik jika pihak yang lemah menjadi terdakwa. Untuk kasus korupsi, hakim justru tak menggunakan kacamata kuda, tetapi seolah-olah memahami tuduhan korupsi tak terbukti dengan melihat konteks," kata Himkmahanto di Jakarta, Kamis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Keadilan Restoratif&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait menyarankan agar aparat penegak hukum menggunakan restorative justice (keadilan restoratif) sebagai penyelesaian alternatif dalam sejumlah kasus kecil seperti yang menimpa AAL maupun Nenek Minah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keadilan restoratif adalah konsep pemidanaan yang mengedepankan pemulihan kerugian yang dialami korban dan pelaku, dibanding menjatuhkan hukuman penjara bagi pelaku. Hal itu dimaksudkan agar penyelesaian kasus-kasus kecil tak perlu sampai ke pengadilan, tetapi diselesaikan cukup dengan mediasi. Peradilan anak telah digagas pemerintah belandaskan azas ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar yang turut memperjuangkan penerapan keadilan restoratif mengaku kecewa dengan para penegak hukum yang tidak menggunakan konsep tersebut. Ia menilai, Kementerian Hukum dan HAM pun bertanggunjawab, karena sekarang lebih peduli pada pencitraan, sehingga subtansi rasa keadilan masyarakat tidak tersentuh lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Sungguh disesalkan, sekarang ini semua penegak hukum mulai lagi kembali ke ego sektoral masing-masing," kata Patrialis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejumlah pandangan, fakta itu, memperlihatkan bahwa keadilan hukum di negeri ini hanya sebatas keadilan sendal jepit, keadilan yang menjepit rakyat kecil. Sungguh ironi, di negeri yang dalam butir-butir dasar negaranya disebut menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan perilaku berkeadilan ini, rakyatnya diperlakukan dalam perbedaan kasta besar dan kecil. Penegakan hukum di negeri ini masih sangat diskriminatif. Keras dan tegas untuk rakyat kecil, tapi loyo dan bagai agar-agar bagi kalangan atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mari berdendang bersama Iwan Fals...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Mengapa besar selalu menang.&lt;br /&gt;Bebas berbuat sewenang-wenang.&lt;br /&gt;Mengapa kecil selalu tersingkir.&lt;br /&gt;Harus mengalah dan menyingkir.&lt;br /&gt;Apa bedanya besar dan kecil?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2012/01/06/09445281/Kejamnya.Keadilan.Sandal.Jepit."&gt;http://nasional.kompas.com/read/2012/01/06/09445281/Kejamnya.Keadilan.Sandal.Jepit.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
-_-_-_-_-_-_-_-&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Kebenaran Semu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pencuri sendal diancam penjara 5 tahun, dan seorang nenek melarat tua renta maling kakao 3 pcs bakal bertemu ajalnya di dalam penjara. Kita terjebak dalam kebenaran semu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebenaran kecil telah menjadi sedemikian berarti ketika kebenaran yang sejati tampak sudah tidak mungkin lagi terjangkau, atau kita tidak menemukannya di manapun kita mencari, karena ia telah tenggelam tertelan zaman dan arus kegilaan manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti seorang kleptomaniak yang akan mencuri secuil tombol lift sebagai pengganti pemuas nafsunya untuk "melukai" institusi yang lebih besar - sang pemilik gedung - yang tak tersentuh dan tak terjangkau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita berputar-putar dan tergila-gila pada kebenaran-kebenaran yang sepele, yang dengan mudah tampak di depan mata. Bahkan cenderung nampak neurotik ketika kita menjadi sangat-sangat peduli dan keras dalam menjaga agar kebenaran-kebenaran kecil itu terlaksana dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasionalisasinya adalah mulai dari hal yang kecil, apologinya adalah mulai dari diri sendiri, dan bahasa tingkat tingginya adalah think globally act locally.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi tidak demikian kenyataannya, kita bukan memulai dari hal yang kecil atau dari diri sendiri, melainkan kita hanya membuat putaran-putaran yang dungu pada hal-hal yang kecil. Kita justru berusaha untuk melupakan segala hal yang esensial, menekannya menjadi ketidaksadaran, dan terus berputar-putar dengan semakin hebat dalam lingkaran kedunguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Esensi, yang menjadi masalah dasar dan mendasar, yang menjadi akar dari segala hal yang tampak, yang seharusnya diungkap, justru kita lupakan. Dalam nama kebenaran yang tak berarti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian semua itu menjadi baku dengan label hukum dan undang-undang. Maka jerat pasal sekian ayat sekian pun menjadi alasan untuk mengurung sang pencuri sandal selama beberapa lama. Sementara kemiskinan sebagai akibat dari kejahatan manusia atas manusia, yang dilakukan dengan sangat sistematis dan terencana, kita lupakan begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan menjadi haram untuk memikirkannya, bahkan adalah haram untuk mengungkit-ungkit akar kehancuran dunia; adalah tolol dan buang-buang waktu, adalah tidak ekonomis, adalah omong-kosong, dan tidak masuk akal, tidak logis dan absurd, serta tidak perlu dilakukan. Sekali lagi, orang bilang mulailah dari hal yang kecil-kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka kegilaan pun menjadi semakin hebat, seperti orang gila yang menolak untuk menyadari kegilaannya dan justru memilih untuk terus mengulangi putaran-putaran kegilaannya seraya merasa diri sebagai orang yang terbijak dan terwaras, yang telah dan akan mengatasi segala permasalahan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5779961003068594211-7015657363330464807?l=imhaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dreamblog/~4/MxPnIUU5uy0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://imhaya.blogspot.com/feeds/7015657363330464807/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5779961003068594211&amp;postID=7015657363330464807&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/7015657363330464807?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/7015657363330464807?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/dreamblog/~3/MxPnIUU5uy0/kebenaran-semu.html" title="Kebenaran Semu" /><author><name>Imhaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17975068395375514828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="23" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_NLsP8yVO5Ik/SiwWZ_TUvpI/AAAAAAAAAJE/v5W64K3B0Ig/S220/imhaya.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://imhaya.blogspot.com/2012/01/kebenaran-semu.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEcNRngyeCp7ImA9WhRWE0g.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5779961003068594211.post-4503498352634067007</id><published>2011-12-31T00:00:00.000+08:00</published><updated>2012-01-01T01:21:37.690+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-01T01:21:37.690+08:00</app:edited><title>Terbitlah!</title><content type="html">Gelap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbitlah! Terbitlah hai matahari. Terangilah segala, perlihatkan pada bola mataku, tunjukkan padaku semuanya. Kenyataan itu, kebenaran, apa yang tersembunyi dalam rahasia kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku siap! Kuhadapi apapun. Apapun yang kau perlihatkan. Apapun kenyataan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka tunjukanlah, bukalah sang tabir, koyaklah malam, berpijarlah engkau, bakarlah sang fajar. Terangi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlihatkan padaku!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5779961003068594211-4503498352634067007?l=imhaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dreamblog/~4/soRNJ2ewePM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://imhaya.blogspot.com/feeds/4503498352634067007/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5779961003068594211&amp;postID=4503498352634067007&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/4503498352634067007?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/4503498352634067007?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/dreamblog/~3/soRNJ2ewePM/terbitlah.html" title="Terbitlah!" /><author><name>Imhaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17975068395375514828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="23" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_NLsP8yVO5Ik/SiwWZ_TUvpI/AAAAAAAAAJE/v5W64K3B0Ig/S220/imhaya.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://imhaya.blogspot.com/2011/11/terbitlah.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkYDQXg4fip7ImA9WhRXEU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5779961003068594211.post-5021488898832372112</id><published>2011-12-15T10:16:00.002+08:00</published><updated>2011-12-17T19:09:30.636+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-17T19:09:30.636+08:00</app:edited><title>Harapan</title><content type="html">Red (narasi): Sampai hari ini, aku tak tahu apa yang dinyanyikan dua gadis Italia itu. Sejujurnya, aku tak mau tahu. Beberapa hal lebih baik untuk tidak dikatakan. Kurasa mereka menyanyikan hal yang indah... yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata... dan membuat hatimu rindu karena mendengarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuberitahu padamu, suara mereka sangat melengking.. lebih tinggi dan lebih jauh dari yang bisa diimpikan seseorang. Seolah burung yang indah kepakkan sayapnya di kandang kecil kami... dan membuat tembok ini pecah. Dan untuk sesaat lamanya... setiap orang di penjara Shawshank merasa bebas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan itu membuat kepala penjara sangat marah."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala Penjara: Buka pintunya. Buka! Dufresne, buka pintu ini!! Matikan musik itu! Aku memperingatkanmu, Dufresne. Matikan musik itu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala penjara memberi isyarat dengan mata pada sipir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sipir: Dufresne, kau kini milikku...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Andy dihukum dua minggu di lubang karena aksinya itu."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
------------------------&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Dua minggu pun berlalu. Dufresne datang bergabung ke aula untuk makan siang bersama narapidana lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heywood: Lihat siapa yang datang. Maestro!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bogs: Kau tak bisa putarkan lagu yang bagus seperti Hank Williams?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dufresne: Mereka mendobrak pintunya sebelum aku bisa terima permintaan lagu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Red: Itu sepadan 2 minggu di lubang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dufresne: Hukuman teringan yang pernah kurasakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heywood: Tak ada yang terasa ringan di lubang. Seminggu di lubang bagaikan setahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Red: Benar sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dufresne: Ada Tn. Mozart yang menemaniku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bogs: Jadi mereka mengijinkanmu membawa pemutar piringan itu ke bawah sana?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dufresne: Musik itu ada di dalam sini. (sambil menunjuk ke jidatnya). Dan di dalam sini. (sambil menunjuk ke dadanya). Itulah keindahan musik. Mereka tak bisa merenggutnya darimu. Kalian tak merasakan musik seperti itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Red: Aku pernah memainkan harmonika saat muda dulu. Tapi aku tak berminat lagi. Tak masuk akal memainkannya di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dufresne: Di dalam sini, justru musiklah yang paling masuk akal. Kau butuh itu agar tak lupa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Red: Lupa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dufresne: Lupa kalau ada banyak tempat... di dunia ini yang tak terbuat dari batu. (sambil melihat sekeliling ke langit-langit). Ada sesuatu di dalam dirimu... yang tak bisa mereka renggut... yang tak bisa mereka sentuh. Itu milikmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Red: Apa yang kau bicarakan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dufresne: Harapan. Harapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*diambil dari salah satu bagian dialog di dalam film &lt;a href="http://www.imdb.com/title/tt0111161/"&gt;The Shawshank Redemption&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5779961003068594211-5021488898832372112?l=imhaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dreamblog/~4/tk_XU_FmRKM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://imhaya.blogspot.com/feeds/5021488898832372112/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5779961003068594211&amp;postID=5021488898832372112&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/5021488898832372112?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/5021488898832372112?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/dreamblog/~3/tk_XU_FmRKM/harapan.html" title="Harapan" /><author><name>Imhaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17975068395375514828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="23" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_NLsP8yVO5Ik/SiwWZ_TUvpI/AAAAAAAAAJE/v5W64K3B0Ig/S220/imhaya.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://imhaya.blogspot.com/2011/12/harapan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkQBQXg-eCp7ImA9WhRSEUo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5779961003068594211.post-6170887003661563084</id><published>2011-11-13T15:36:00.001+08:00</published><updated>2011-11-13T16:52:30.650+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-13T16:52:30.650+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Celoteh" /><title>If</title><content type="html">If a picture paint a thousand words, then why can't I paint you?&lt;br /&gt;
The world will never show, the you I've come to know.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
If a face could launch a thousand ships, then where am I to go?&lt;br /&gt;
There's no one home but you, you're all that's left me to.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
And when my love for life is running dry&lt;br /&gt;
You come and pour yourself on me.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
If a man could be two places at one time, I'd be with you.&lt;br /&gt;
Tomorrow and today, beside you all the way.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
If the world should stop revolving spinning slowly down to die,&lt;br /&gt;
I'd spend the end with you, and when the world was through.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Then one by one the stars would all go out.&lt;br /&gt;
Then you and i would simply fly away...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Breads)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5779961003068594211-6170887003661563084?l=imhaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dreamblog/~4/sNJC1JFb6eM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://imhaya.blogspot.com/feeds/6170887003661563084/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5779961003068594211&amp;postID=6170887003661563084&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/6170887003661563084?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/6170887003661563084?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/dreamblog/~3/sNJC1JFb6eM/if.html" title="If" /><author><name>Imhaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17975068395375514828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="23" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_NLsP8yVO5Ik/SiwWZ_TUvpI/AAAAAAAAAJE/v5W64K3B0Ig/S220/imhaya.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://imhaya.blogspot.com/2011/11/if.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkMCR3ozfCp7ImA9WhRSEUo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5779961003068594211.post-8188670162497592172</id><published>2011-10-29T14:56:00.001+08:00</published><updated>2011-11-13T16:54:26.484+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-13T16:54:26.484+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Blogging" /><title>Blogfam is dead</title><content type="html">Situs blogfam udah mati.. udah sebulan gak bisa kebuka. Pada ke mana adminnya ya? Apa sudah bosan nge-blog mereka?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Edit: Udah bisa diakses lagi. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5779961003068594211-8188670162497592172?l=imhaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dreamblog/~4/xJ4V6XBtdog" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://imhaya.blogspot.com/feeds/8188670162497592172/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5779961003068594211&amp;postID=8188670162497592172&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/8188670162497592172?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/8188670162497592172?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/dreamblog/~3/xJ4V6XBtdog/blogfam-is-dead.html" title="Blogfam is dead" /><author><name>Imhaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17975068395375514828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="23" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_NLsP8yVO5Ik/SiwWZ_TUvpI/AAAAAAAAAJE/v5W64K3B0Ig/S220/imhaya.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://imhaya.blogspot.com/2011/10/blogfam-is-dead.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CU8CQ3s_eCp7ImA9WhdaFEg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5779961003068594211.post-2622132926767981609</id><published>2011-10-01T13:07:00.000+08:00</published><updated>2011-10-24T18:57:42.540+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-10-24T18:57:42.540+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Celoteh" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Diari" /><title>Untuk Adikku yang ABG</title><content type="html">Aku melihat banyak tragedi di dirimu, adikku. Tragedi fashion, kosmetik, mall, shopping, musik-musik menjijikan, komik-komik tolol, foto-foto, perhiasan, dandan, modis, gaul, dan tragedi temen-temenmu yang jauh lebih geblek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah berapa banyak yang kamu sia-siakan untuk beli kosmetik, baju-baju norak (tapi katamu bagus indah mempesona), komik tolol, perhiasan bodoh, dan segala aksesoris lain yang ditempel di tubuhmu kayak dempul di badan mobil. Ngga berguna dan buang-buang duit, korban eksploitasi konsumerisme produsen demi konsumsi sebesar-besarnya, yang berarti profit sebesar-besarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka adikku, juga ABG-ABG tengil lainnya, kamu adalah korban. Seperti binatang yang bisa diatur-atur sama manusia, seperti kebo yang bisa disuruh belok ke kiri atau ke kanan sepanjang hari jalan di sawah nggak keruan sesuai keinginan manusia. Seperti binatang-binatang malang yang dipengaruhi manusia untuk melakukan sesuatu, lantas dipertontonkan ke orang banyak, dan si manusia dapet duit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terasing dari diri sendiri, mengejar target-target imajinatif yang bertebaran banyak sekali, dari iklan di tv dan segala media lainnya. Sadar atau ngga sadar, "penderitaan" hidup karena posisi inferior dibanding sama wanita-wanita cantik jelita indah mempesona luar biasa sexy dan binal di iklan di mana-mana. Mereka, iklan itu katakan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Kau, ABG-ABG yang manis, hidupmu menderita karena begitu pahit dan engkau begitu busuk, kau inferior, dan lihatlah! Perempuan wanita gadis manis nan sexy ini, ialah yang superior, yang ideal, yang terindah, yang luar biasa sempurna, jauh di atasmu! Maka gunakan produk kami supaya bisa seperti dia!"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Muncullah kamu adikku, generasi pengikut, generasi edan. Generasi yang tereksploitasi, yang terasing dari dirinya sendiri. Kamu adikku, ABG-ABG tengil yang belum merasa jadi dirimu sendiri kalo belum menghabiskan uang ratusan rebu sampe jutaan perak hanya untuk nambahin berbagai macem tetek bengek di atas permukaan kulitmu, membuatmu jadi seperti TEMPAT SAMPAH: N.O.R.A.K. Tapi katamu itu cantik, katamu itu sexy.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka penderitaan pun dimulai, kamu melarikan diri dari dirimu sendiri, lari menuju produk-produk sesat satanistik tololistik goblokistik hanya untuk menjadi "manusia" dan menjadi "diri sendiri", tanpa produk-produk itu kamu bukan dirimu, kamu cuma setengah manusia setengah benda mati. Terjerumus ke dalam jurang inferioritas dan jalan untuk keluar menjadi superior hanya ada sebuah tali yang ujungnya berbentuk simpul untuk gantung diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka mengalirlah uang-uang itu, lembaran demi lembaran ke dalem kantong bos-bos besar kapitalis tulen. Semakin kamu rajin mengejar mimpi-mimpi target imajinatifmu - mengejar standar kemanusiaan yang berasal dari model-model sexy itu, mengejar superioritas dan mengubur inferioritas - semakin kamu tolol dan goblok, semakin kaya raya sang bos besar. Tidak ada masalah dengan kegoblokan dan ketololanmu, adikku ABG, buat sang bos besar kamu cuma sejenis benda hidup setengah mati yang bebas dieksploitasi sampe kering.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puluhan ribu, ratusan ribu, jutaan, puluhan juta uang kamu keluarkan untuk moles badan dari ujung rambutmu paling atas sampe ujung paling bawah dari telapak kaki, dari ujung paling depan dari payudaramu sampe ujung paling belakang dari gumpalan pantat. Ketika kamu adikku, semakin tolol dan bertambah banyak, maka semakin banyak ketololan kolektif yang berkumpul jadi satu, saling dukung-mendukung dan semakin menciptakan jurang inferioritas antar orang-orang terasing dan orang-orang inferior yang menderita itu. Semakin banyak juga sumber daya yang dihabiskan masyarakat untuk biaya menjadi "manusia", untuk segala ketololan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara kalian menghamburkan segalanya untuk ketololan itu. Di sisi lain tentang dunia ini, ada 900 juta warga dunia ini - saudara-saudara kita - yang terancam mati karena kelaparan. Hampir satu setengah milyar orang hidup dalam kemiskinan luar biasa. 12 juta anak mati setiap tahun karena penyakit yang seharusnya bisa disembuhkan. 10 juta orang mati setiap taun karena permasalahan sosial yang seharusnya bisa dicegah. Lebih dari setengah juta perempuan mati ketika melahirkan setiap tahunnya. 12 juta anak mati pada usia balita setiap tahun. Entah berapa juta anak-anak di bawah umur yang bekerja 7 hari seminggu 16 jam sehari sebagai buruh kasar, atau anak-anak yang dipekerjakan sebagai budak eksploitasi sexual, anak-anak yang dijual sebagai pelacur oleh keluarganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kamu tidak perduli. Kamu bilang kamu masih belia. Belum waktunya memikirkan tentang ini, kamu masih ingin main, masih ingin menikmati dunia, dan lain-lain. Masa bodoh tentang segala kenyataan dunia itu. Yang penting kamu hidup enak, dengan segala fasilitas dari orang tua, menikmati hidup dengan segala kenikmatannya, bebas dan damai, ideal dan indah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5779961003068594211-2622132926767981609?l=imhaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dreamblog/~4/m9ZC7ThTnss" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://imhaya.blogspot.com/feeds/2622132926767981609/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5779961003068594211&amp;postID=2622132926767981609&amp;isPopup=true" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/2622132926767981609?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/2622132926767981609?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/dreamblog/~3/m9ZC7ThTnss/untuk-adikku-yang-abg.html" title="Untuk Adikku yang ABG" /><author><name>Imam Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00033286808614836918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>1</thr:total><georss:featurename>Balikpapan, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-1.265386 116.8312</georss:point><georss:box>-1.773374 116.199486 -0.7573979999999999 117.462914</georss:box><feedburner:origLink>http://imhaya.blogspot.com/2011/10/untuk-adikku-yang-abg.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D04HSXozfSp7ImA9WhdQFUg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5779961003068594211.post-6799987522558158799</id><published>2011-08-17T12:38:00.000+08:00</published><updated>2011-08-17T12:38:58.485+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-08-17T12:38:58.485+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Celoteh" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Diari" /><title>Merdeka!</title><content type="html">Utang Indonesia mencapai 1.900 triliun... Merdeka!
&lt;br /&gt;Indonesia mengimpor Ubi Kayu 4,73 juta ton dan mengimpor garam 1,8 juta ton hingga Juni 2011... Merdeka!
&lt;br /&gt;84 % produksi migas milik Indonesia dikuasai asing... Merdeka!
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Pokoke sekali merdeka tetap merdeka!
&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5779961003068594211-6799987522558158799?l=imhaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dreamblog/~4/e9HhDQQYB9k" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://imhaya.blogspot.com/feeds/6799987522558158799/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5779961003068594211&amp;postID=6799987522558158799&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/6799987522558158799?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/6799987522558158799?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/dreamblog/~3/e9HhDQQYB9k/merdeka.html" title="Merdeka!" /><author><name>Imhaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17975068395375514828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="23" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_NLsP8yVO5Ik/SiwWZ_TUvpI/AAAAAAAAAJE/v5W64K3B0Ig/S220/imhaya.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://imhaya.blogspot.com/2011/08/merdeka.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DE8BSH4-fSp7ImA9WhdRGUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5779961003068594211.post-8020780351632016378</id><published>2011-08-10T06:14:00.001+08:00</published><updated>2011-08-10T22:34:19.055+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-08-10T22:34:19.055+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Diari" /><title>Cerita Pagi</title><content type="html">Sebutir  pagi.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Yang masih sama seperti pagi-pagi sebelumnya dan  pagi-pagi yang lain. Yang masih saja bercerita tentang bening tatap  matamu. Yang masih saja bercerita tentang hati dan duniamu. 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Sampai kapankah kau akan tetap tak terlihat dan  membiarkanku terus menanti, mengering melayu dan membatu.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Whoever you are, I can't wait to love you.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5779961003068594211-8020780351632016378?l=imhaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dreamblog/~4/oIFUGpnVrQo" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://imhaya.blogspot.com/feeds/8020780351632016378/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5779961003068594211&amp;postID=8020780351632016378&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/8020780351632016378?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/8020780351632016378?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/dreamblog/~3/oIFUGpnVrQo/cerita-pagi.html" title="Cerita Pagi" /><author><name>Imhaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17975068395375514828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="23" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_NLsP8yVO5Ik/SiwWZ_TUvpI/AAAAAAAAAJE/v5W64K3B0Ig/S220/imhaya.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://imhaya.blogspot.com/2011/08/cerita-pagi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DU4DSXs7fSp7ImA9WhdRFk8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5779961003068594211.post-596906955440833490</id><published>2011-08-06T18:33:00.002+08:00</published><updated>2011-08-06T18:52:58.505+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-08-06T18:52:58.505+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Diari" /><title>Game yang ngangenin</title><content type="html">&lt;p&gt;Di dalam Jagad Raya Kurusetra, terdapat beraneka ragam makhluk yang  dapat dipilih oleh setiap pemain untuk menjadi penghuni kerajaannya dan  antara satu dengan lainnya memiliki karakteristik yang berbeda-beda.  Kemampuan pemain dalam mengolah dan memimpin makhluk tersebut akan  sangat menentukan keberhasilan setiap pemain untuk menjadi yang terbaik  di Jagad Raya Kurusetra. Makhluk-makhluk tersebut antara lain :&lt;/p&gt;  &lt;table style="border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="2"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:LogoKsatriya.gif" class="image"&gt;&lt;img alt="LogoKsatriya.gif" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/8/8e/LogoKsatriya.gif" width="100" height="80" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;b&gt;Ksatriya&lt;/b&gt;, atau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ksatria" title="Ksatria"&gt;Ksatria&lt;/a&gt;, merupakan makhluk yang paling cerdas dan  hidup makmur di dataran rendah. Dengan ketrampilannya tersebut, Ksatriya  merupakan makhluk yang paling stabil di Jagad Raya Kurusetra. Kelebihan  utama yang dimiliki jika dibandingkan dengan jenis makhluk lain: lebih  cepat dan lebih efisien dalam mempelajari dan mengaplikasikan ilmu  pengetahuan di semua bidang.&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:LogoWanamarta.gif" class="image"&gt;&lt;img alt="LogoWanamarta.gif" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/b/b2/LogoWanamarta.gif" width="100" height="80" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Wanamarta&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Wanamarta (halaman belum tersedia)"&gt;Wanamarta&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;,  merupakan makhluk yang hidup di hutan belantara yang sangat lebat dan  dipenuhi dengan aura-aura gaib. Mereka memiliki kemampuan gaib yang luar  biasa sehingga sangat susah menandingi kemampuan dan kekuatan gaib  mereka. Kelebihan utama yang dimiliki jika dibandingkan dengan jenis  makhluk lain: lebih cepat dan lebih efisien dalam mempelajari dan  mengaplikasikan aji-ajian baik untuk bertahan maupun menyerang.&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:LogoWirabumi.gif" class="image"&gt;&lt;img alt="LogoWirabumi.gif" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/8/8c/LogoWirabumi.gif" width="100" height="80" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Wirabumi&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Wirabumi (halaman belum tersedia)"&gt;Wirabumi&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;,  merupakan makhluk yang hidup di daerah-daerah yang tersembunyi, di  gua-gua, dan di dalam tanah. Mereka juga terkenal sebagai makhluk  pekerja keras. Kelebihan utama yang dimiliki jika dibandingkan dengan  jenis makhluk lain: lebih cepat dan lebih efisien dalam mempelajari dan  mengaplikasikan segala jenis pekerjaan seperti pembangunan dan  pertambangan.&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:LogoJatayu.gif" class="image"&gt;&lt;img alt="LogoJatayu.gif" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/a/a0/LogoJatayu.gif" width="100" height="80" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jatayu" title="Jatayu"&gt;Jatayu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;,  merupakan makhluk yang memiliki kemampuan terbang dan hidup di dataran  tinggi. Makhluk ini memiliki tingkat keagresifan menyerang yang sangat  hebat. Dalam peperangan, kecepatan mereka sangat susah ditandingi oleh  makhluk lain di Jagad Raya Kurusetra. Kelebihan utama yang dimiliki jika  dibandingkan dengan jenis makhluk lain: lebih cepat dan lebih efisien  dalam menyerang lawan terutama dalam hal menuju ke daerah peperangan  (ini disebabkan kemampuan terbangnya yang dapat menghemat waktu).&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:LogoKurawa.gif" class="image"&gt;&lt;img alt="LogoKurawa.gif" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/f/f3/LogoKurawa.gif" width="100" height="80" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kurawa" title="Kurawa" class="mw-redirect"&gt;Kurawa&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, merupakan makhluk dataran rendah  yang paling licik di Jagad Raya Kurusetra. Mereka memiliki kemampuan  untuk melakukan operasi rahasia dan tindakan-tindakan licik lainnya yang  sangat susah ditandingi oleh makhluk lainnya. Kemampuan telik sandi  penyerang mereka memang sangat hebat. Kelebihan utama yang dimiliki jika  dibandingkan dengan jenis makhluk lain: lebih cepat dan lebih efisien  dalam melakukan aksi teror dan aksi-aksi rahasia di wilayah kerajaan  lain seperti mencuri dan menghancurkan bangunan lawan.&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:LogoTibrasara.gif" class="image"&gt;&lt;img alt="LogoTibrasara.gif" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/5/58/LogoTibrasara.gif" width="100" height="80" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tibrasara&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Tibrasara (halaman belum tersedia)"&gt;Tibrasara&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;,  merupakan makhluk misterius yang hidup di hutan belantara kegelapan dan  memiliki keahlian memanah yang paling handal di seluruh Jagad Raya  Kurusetra. Tempat hidup mereka benar-benar gelap sampai-sampai sinar  matahari-pun sangat susah menjangkau kawasan kediaman mereka. Kekuatan  serang dan nafsu membunuh mereka sangat ditakuti oleh makhluk-makhluk di  Jagad Raya Kurusetra. Kelebihan utama yang dimiliki jika dibandingkan  dengan jenis makhluk lain: lebih kuat dan lebih efisien dalam melakukan  aksi pertahanan ketika diserang oleh musuh.&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:LogoRaksasa.gif" class="image"&gt;&lt;img alt="LogoRaksasa.gif" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/8/86/LogoRaksasa.gif" width="100" height="80" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Raksasa" title="Raksasa"&gt;Raksasa&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;,  merupakan makhluk dengan wujud yang sangat besar dan mengerikan. Mereka  memiliki bala tentara dengan kekuatan yang paling hebat dan menghuni  daerah perbukitan karang yang terjal. Akan sulit bagi makhluk-makhluk  lainnya untuk menandingi kekuatan bala tentara mereka. Kelebihan utama  yang dimiliki jika dibandingkan dengan jenis makhluk lain: lebih kuat  dan lebih efisien dalam melakukan aksi penyerangan ke daerah musuh.&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:LogoDedemit.gif" class="image"&gt;&lt;img alt="LogoDedemit.gif" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/c/c2/LogoDedemit.gif" width="100" height="80" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dedemit&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Dedemit (halaman belum tersedia)"&gt;Dedemit&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;,  makhluk yang hidup dalam alam gentayangan ini merupakan makhluk yang  tidak berpendidikan namun juga tidak membutuhkan makanan untuk tetap  hidup. Di dalam setiap pertempuran, baik kalah atau menang, bala tentara  mereka tidak akan pernah tewas. Kecuali jika mereka berhadapan dengan  karakter &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Brahmana" title="Brahmana"&gt;Brahmana&lt;/a&gt;. Kelebihan utama yang dimiliki jika  dibandingkan dengan jenis makhluk lain: tidak membutuhkan makanan sama  sekali sehingga dapat mengalokasikan kebutuhan makanan kepada kebutuhan  lainnya yang lebih penting.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Game web-based pertama di Indonesia. Dibuat oleh orang Indonesia asli, panggilannya Aang. Di manakah sekarang Aang berada? Jadi kangen main game ini. Situsnya di perang.kurusetra.com udah offline. Inget terakhir maen game ini waktu ribut-ribut dengan versi berbayarnya. hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang lagi kesemsem sama game Hattrick.org atau biasa disebut HT. Game ini sebenarnya udah lama ada, kalo gak salah 1999. Tapi aku baru mulai main bulan Mei lalu. Konsepnya sama sih, web-based juga. Cuma ini tentang sepakbola. Semacam Online Football Manager gitu lah. Tapi gak ada grafik animasinya, namanya juga web-based. Meski begitu, game ini tetap seru dimainin. Selain karena lawan kita adalah sesama manager dari seluruh dunia, komunitas pemain HT di Indonesia juga sangat bersahabat. Sampai2 ada nama komunitasnya yang bermarkas di Jakarta,"INTRIC" (Indonesian Hattrick Community).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak seperti FM (football Manager) game PC, di Hattrick permainannya real-time. Artinya jadwal match-nya disesuaikan dengan waktu di dunia nyata. Dalam seminggu tim kita bertanding 2x; hari sabtu pertandingan liga, hari rabu pertandingan friendly. Game ini bukan game instan, tapi lebih ke long-term strategic game. Kita pun gak perlu terus-terusan online, 2 jam seminggu aja bisa cukup. Asyik deh pokoknya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5779961003068594211-596906955440833490?l=imhaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dreamblog/~4/novVSkDp9gQ" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://imhaya.blogspot.com/feeds/596906955440833490/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5779961003068594211&amp;postID=596906955440833490&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/596906955440833490?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/596906955440833490?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/dreamblog/~3/novVSkDp9gQ/game-yang-ngangenin.html" title="Game yang ngangenin" /><author><name>Imhaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17975068395375514828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="23" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_NLsP8yVO5Ik/SiwWZ_TUvpI/AAAAAAAAAJE/v5W64K3B0Ig/S220/imhaya.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://imhaya.blogspot.com/2011/08/game-yang-ngangenin.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0MDQHc6eCp7ImA9WhdTEko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5779961003068594211.post-1707438915908789751</id><published>2011-07-06T19:47:00.003+08:00</published><updated>2011-07-10T13:24:31.910+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-07-10T13:24:31.910+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Celoteh" /><title>Sopir Angkot</title><content type="html">Terminal Batu Ampar, jalur angkot. Malam ini sepi, hitam mulai mati, jalan rusak masih tetap rusak. Kios-kios di kanan kiri, lagu karaoke dangdut masih digeber, tukang cukur, warteg, dan wc umum masih pada tempatnya. Di dalam angkot juga sepi, cuma ada aku dan seorang penumpang. Hanya ada aku, penumpang di sebelahku, dan rokok di mulutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mataku mulai lelah rasanya. Keringat dan debu jadi lapisan tambahan di seluruh permukaan kulitku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pom bensin.. samping Kebun Sayur.. RE Martadinata.. jalan kulewati satu per satu. Basah dan hitam, kota ini bungkam dan kaku tak bergerak malam ini. Pertigaan depan Benakutai, akhirnya di penyeberangan jalan di depan Ramayana penumpang di sebelahku turun. Sekarang aku sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus menapaki jalan-jalan hitam keras dengan roda mobil ringsek ini. Hotel Blue Sky, lampu merah, kantor pos, pasar Rapak, Ramayana lagi... Sudirman, BP, ke kiri... berputar, kiri, dan kembali terminal lagi. Ini aku ulang-ulang setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi buta hingga malam hitam seperti sekarang. Panas dan hujan basah. Debu, angin, semua yang di jalanan. Polisi-polisi sialan, orang-orang dalam mobil mewah, penumpangku, jalanan rusak di terminal, dan bosku yang selalu menagih setoran. Setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang bosan juga. Lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih tulang punggungku yang terus menerus kuletakkan di kursi kemudi sialan ini. Pantatku serasa ingin meledak, dan kakiku sungguh berteriak minta tolong karena pedal kopling yang terus-menerus minta kuinjak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah apa yang ada di dalam kepalaku. Kuulang-ulang rute gila ini setiap hari, kuhirup debu dan asap, kumasukkan dalam paru-paruku, kutempel di kulitku yang hitam legam. Tidak lupa kumasukkan ke dalam mataku hingga coklat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang setiap hari kulakukan ini benar-benar membuatku muak. Tapi aku harus jalan terus. Supaya ada yang bisa dimakan oleh istriku besok, ia sedang sakit sekarang. Juga untuk anak-anakku, tentu. Dan uang sekolah mereka... ah, entah tentang itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin aku memang telah gagal. Atau ditakdirkan untuk gagal. Anak-anakku kelak akan jadi orang sepertiku lagi, apa yang dapat diharapkan oleh seorang lulusan SD seperti mereka? Yah, aku punya khayalan, tapi aku tidak menjadikannya impian... itu gila... aku bisa gila kalau mengharapkan khayalan-khayalanku terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang berani aku harapkan hanyalah, ada uang untuk menebus obat istriku, dan ada yang dapat dimakan oleh anak-anakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memikirkan ini membuatku ingin tidur dan tidak perlu bangun lagi. Hidup ini melelahkan buatku, kau tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah... aku hanya bisa menyetir.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5779961003068594211-1707438915908789751?l=imhaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dreamblog/~4/36X5cSg9l9c" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://imhaya.blogspot.com/feeds/1707438915908789751/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5779961003068594211&amp;postID=1707438915908789751&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/1707438915908789751?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/1707438915908789751?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/dreamblog/~3/36X5cSg9l9c/sopir-angkot.html" title="Sopir Angkot" /><author><name>Imhaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17975068395375514828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="23" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_NLsP8yVO5Ik/SiwWZ_TUvpI/AAAAAAAAAJE/v5W64K3B0Ig/S220/imhaya.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://imhaya.blogspot.com/2011/07/sopir-angkot.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0YBQ3syeCp7ImA9WhZbEkw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5779961003068594211.post-7345348697711348272</id><published>2011-06-16T17:01:00.002+08:00</published><updated>2011-06-16T17:05:52.590+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-06-16T17:05:52.590+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Refleksi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Diari" /><title>Mama... anakmu rindu!!!!</title><content type="html">&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Mama tersayang,&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hari ini seorang teman  bertanya, “Pernahkah kamu menyesali keputusanmu untuk pergi?”. Saya  terdiam, dan ingatan tentangmu kembali berhamburan. Tentang kalian.  Tentang kita.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Mama tersayang,&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meninggalkan  kalian adalah hal tersulit yang pernah saya lakukan. Setahun lebih  nyaris berlalu dan air mata ini belum juga habis. Namun jawaban atas  pertanyaan itu adalah tidak; saya tidak menyesal.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Mama  tersayang,&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maafkan saya atas segala luka yang  saya timbulkan. Maafkan saya karena tidak sanggup memenuhi janji untuk  terus bersama sampai Tuhan memanggil salah satu dari kita. Maafkan saya  karena harus menjadi orang pertama yang pergi, dan perpisahan itu bukan  disebabkan oleh maut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maafkan saya karena tidak mampu  memenuhi harapan-harapanmu. Maafkan saya karena telah mengecewakanmu  begitu rupa. Maafkan saya atas segala air mata, kesedihan, dan rasa  sakit yang timbul karena saya tidak bisa lagi menjadi seseorang yang  dibanggakan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun Mama…  saya tidak menyesal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk  pertama kalinya saya benar-benar tahu apa itu bahagia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan  Mama, saya jatuh cinta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jatuh cinta ternyata perasaan  yang luar biasa. Perasaan yang membuat seseorang rela mendaki gunung  demi terjun bebas dari bibir jurang, remuk-redam babak-belur, lalu  berjuang mendaki lagi hanya untuk mengulangi hal yang sama setibanya di  atas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya jatuh cinta kepada hidup dan kehidupan ini  mama…!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hidup memang tidak mudah, dan berkali-kali saya  membayangkan apa rasanya kembali berada dalam perlindunganmu, naungan  kasihmu, belaian tanganmu. Namun kini saya belajar percaya. Sesuatu yang  dulu tidak pernah bisa saya lakukan. Saya belajar mempercayai diri  sendiri. Saya belajar mengandalkannya. Saya belajar menjadi jujur pada  perasaan dan kebutuhan saya. Dan saya belajar mencintainya apa adanya.  Ternyata, mencintai diri sendiri itu tidaklah buruk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Mama  tersayang,&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sini saya belajar&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bahwa  setiap detik dan hirupan nafas adalah keajaiban.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bahwa  hidup bukanlah sesuatu yang bisa didikte berdasarkan buku panduan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bahwa  cinta bukanlah sekumpulan teori yang menjamin hasil sama bagi mereka  yang mengalaminya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bahwa perbedaan ada bukan untuk  dihilangkan atau dibenci, melainkan dihargai dan diterima apa  adanya—karena setiap manusia sama berharganya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan bahwa  Tuhan tidak seperti yang kita perbincangkan selama ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya  belajar mengenal-Nya dengan cara yang sama sekali berbeda, namun kini  Ia terasa jauh lebih nyata. Sangat dekat … dan ada.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Mama  tersayang,&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya baik-baik saja di sini. Saya  bahagia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semoga itu cukup. &lt;/p&gt;&lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*Dari catatan kecil seorang sahabat diFB sebagai ungkapan suara hatinya terhadap Ibunda tercinta. Hal yang sama seperti yang kurasakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5779961003068594211-7345348697711348272?l=imhaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dreamblog/~4/a9k2Xnu7oao" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://imhaya.blogspot.com/feeds/7345348697711348272/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5779961003068594211&amp;postID=7345348697711348272&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/7345348697711348272?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/7345348697711348272?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/dreamblog/~3/a9k2Xnu7oao/mama-anakmu-rindu.html" title="Mama... anakmu rindu!!!!" /><author><name>Imhaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17975068395375514828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="23" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_NLsP8yVO5Ik/SiwWZ_TUvpI/AAAAAAAAAJE/v5W64K3B0Ig/S220/imhaya.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://imhaya.blogspot.com/2011/06/mama-anakmu-rindu.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUEASHg6fyp7ImA9WhZUFEg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5779961003068594211.post-4551884232405628343</id><published>2011-06-07T21:20:00.002+08:00</published><updated>2011-06-07T21:34:09.617+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-06-07T21:34:09.617+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Diari" /><title>My fucking birthday</title><content type="html">Whehehey.. today is my fucking birthday! Weather man on TV said it will be rain. But who fucking care about that shit, huh? Fuck you Weather man. I woken up and took my birthday shower. I had eat my birthday lunch and shaved my birthday face. Many thanks for all the fucking messages on FB and SMS, it brought a tear to my fuckin eye and a boner to my fucking pants.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But, I will be one year older! Fuck it.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5779961003068594211-4551884232405628343?l=imhaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dreamblog/~4/vFb8DstWjn8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://imhaya.blogspot.com/feeds/4551884232405628343/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5779961003068594211&amp;postID=4551884232405628343&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/4551884232405628343?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/4551884232405628343?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/dreamblog/~3/vFb8DstWjn8/my-fucking-birthday.html" title="My fucking birthday" /><author><name>Imhaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17975068395375514828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="23" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_NLsP8yVO5Ik/SiwWZ_TUvpI/AAAAAAAAAJE/v5W64K3B0Ig/S220/imhaya.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://imhaya.blogspot.com/2011/06/my-fucking-birthday.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUYAQXozeip7ImA9WhZVFUQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5779961003068594211.post-7147728153796457805</id><published>2011-05-28T23:39:00.000+08:00</published><updated>2011-05-28T23:39:00.482+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-05-28T23:39:00.482+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Diari" /><title>Rintihan Malam</title><content type="html">Selembar malam lagi. Malam hitam dengan tumpahan cahaya kuning dari lampu jalanan yang muram pada jalan-jalan basah terbakar hujan semalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langit masih merah seperti sehari dan sebulan dan setahun lalu. Musik, guntur, orkestra kodok selokan, dan rintihan malam yang sunyi saling mengisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rintihan tanpa suara karena malam memang bisu. Rintihan yang menggantung menggelayut pada gumpalan-gumpalan asap bergejolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi pusing, pening, mikirin nasib yang tak kunjung membaik, belum dapat kerjaan baru. Juga mikirin negara yang makin hari makin kacau balau, tiap hari kita dikibulin ama teori konspirasi. Hahahha... apalagi setiap kali nonton TV, acaranya jarang ada yang bermutu. Baca koran, berita pembunuhan. Buka facebook tidak kalah memusingkan, isinya status lebay. Hampir semuanya memusingkan. Kecuali mungkin ketika sedang tidur. Karena pada saat itu kita sedang tidak berpikir. Yah, mungkin satu-satunya cara untuk tidak pusing adalah.. berhenti berpikir. Wkakakakak. Just kidding.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5779961003068594211-7147728153796457805?l=imhaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dreamblog/~4/gzGPz7BPuM0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://imhaya.blogspot.com/feeds/7147728153796457805/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5779961003068594211&amp;postID=7147728153796457805&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/7147728153796457805?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/7147728153796457805?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/dreamblog/~3/gzGPz7BPuM0/rintihan-malam.html" title="Rintihan Malam" /><author><name>Imam Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00033286808614836918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://imhaya.blogspot.com/2011/05/rintihan-malam.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0cAQ3k_fip7ImA9WhZTGUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5779961003068594211.post-6894926134749539335</id><published>2011-03-24T17:56:00.000+08:00</published><updated>2011-03-25T00:44:02.746+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-03-25T00:44:02.746+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Celoteh" /><title>Mengukur Jarak</title><content type="html">Sudah sejauh itukah kupergi dari rumah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kuberbalik, mungkinkah mereka tak mengenaliku lagi? Mereka pun asing bagiku. Sayangnya ini bukan urusan mata, karena aku pun juga tersesat, dan itu keinginanku, aku menyesatkan diri. Kudapati bunga bersemi dan atap peneduh di sana, tetapi yang kucari semak belukar dan langit bergemuruh. Orang-orang berbicara tentang langit yang membiru indah, aku mendengarkan dan berpikir tentang tanah berlumpur di atas bumi. Jalan untuk kembali memang terbuka lebar, dan ikatan-ikatan itu belum lagi putus. Tetapi aku tak mau, aku menolak untuk kembali, dan memilih untuk terus tersesat. Kini tinggal dunia fisik belaka yang menghubungkan kami.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5779961003068594211-6894926134749539335?l=imhaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dreamblog/~4/XULfK5_VJv8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://imhaya.blogspot.com/feeds/6894926134749539335/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5779961003068594211&amp;postID=6894926134749539335&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/6894926134749539335?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/6894926134749539335?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/dreamblog/~3/XULfK5_VJv8/mengukur-jarak.html" title="Mengukur Jarak" /><author><name>Imam Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00033286808614836918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://imhaya.blogspot.com/2010/10/mengukur-jarak.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0IAQXY7fyp7ImA9Wx9UFk0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5779961003068594211.post-7435755803018075062</id><published>2011-02-13T17:30:00.001+08:00</published><updated>2011-02-13T20:52:20.807+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-02-13T20:52:20.807+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Refleksi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Opini" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Celoteh" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Diari" /><title>Obat Cinta</title><content type="html">Suatu hari nanti di masa depan, cinta akan diperjualbelikan dalam bentuk pil. Siapa ingin cinta, belilah sebotol, tenggak sebutir, maka hadirlah cinta. Atau kalau kau benci menelan pil, tinggal kau minta tablet hisap cinta atau ada juga obat cinta dalam bentuk spray dan sirup. Lebih praktis lagi, pesanlah sticker cinta dan tempel di pantat atau ubun-ubunmu, hadirlah cinta di sana. Dengan deras dan lancar. Bisa juga kau beli paket hemat, cinta menggebu plus ngentot tiga hari tiga malam, atau cinta yang lembut disertai grepe-grepe sekitar delapan jam, bisa ditambah dengan obat gosok cinta. Untukmu yang lebih bajingan, tinggal minta kondom rasa cinta, menghadirkan cinta di setiap sodokan penismu ke dalam lubang vagina perempuan yang kau setubuhi atau kau perkosa. Cinta bisa muncul di manapun dan kapanpun, asal kau punya obatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jangan harap cinta akan hadir tanpa obat-obatan itu. Cinta telah lama mati di dunia. Tidak ada cinta lagi. Di kota atau di desa, di laut atau di dalam rimba, cinta telah mampus, cinta hanya ada di dasar jurang neraka paling jahanam. Terbakar melepuh meleleh dan kemudian gosong menjadi abu, ditiup angin dan lenyap dari alam semesta. Sekali lagi: Cinta telah mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beli sekarang mumpung lagi diskon, hari palentin hari kasih sayang. Lihatlah cinta botolan ini, menjanjikan cinta menggairahkan yang hangat-hangat panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta diperjualbelikan, cinta menjadi komoditi. Tak ada cinta di kepala manusia, tak ada cinta di kehidupan manusia, tak ada cinta di dalam kemanusiaan, bahkan mungkin kemanusiaan pun telah minggat dari dirinya sendiri lari mengejar cinta ke alam baka untuk menemaninya di neraka. Getir dan suram, itulah manusia tanpa obat-obatan cinta, tanpa cinta dan tanpa kasih sayang. Karena cinta telah diternak dan kemudian dijagal, ekstraknya dijadikan pil atau tablet hisap, juga jenis obat lain serta paket-paket hemat yang tersedia di pasaran. Tak membeli maka tak ada cinta, cinta tidak lagi ada di dada tapi di laboratorium kimia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini cinta mulai diperjualbelikan. Cinta dan kasih sayang mulai dijagal dan terwakili oleh materi, dalam bentuk kertas jantung hati merah muda dan coklat juga barang-barang TOLOL dan GOBLOG lainnya. Besok cinta akan musnah dan mampus diinjak-injak manusia. Carilah cinta di apotik. Besok hari fucklentine. Mari kita &lt;strike&gt;rayakan&lt;/strike&gt; boikot.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5779961003068594211-7435755803018075062?l=imhaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dreamblog/~4/UruM1kVPKoU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://imhaya.blogspot.com/feeds/7435755803018075062/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5779961003068594211&amp;postID=7435755803018075062&amp;isPopup=true" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/7435755803018075062?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/7435755803018075062?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/dreamblog/~3/UruM1kVPKoU/obat-cinta.html" title="Obat Cinta" /><author><name>Imam Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00033286808614836918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://imhaya.blogspot.com/2010/02/obat-cinta.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ck8DRHs8fyp7ImA9Wx9UFk0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5779961003068594211.post-8986470007835047440</id><published>2011-02-09T22:16:00.002+08:00</published><updated>2011-02-13T20:41:15.577+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-02-13T20:41:15.577+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Diari" /><title>Tahun Revolusi</title><content type="html">Siapa bilang tahun 2011 adalah tahun kelinci? Tahun 2011 ini adalah tahun revolusi! Tahun ini adalah tahunnya para revolusioner terbangun dari tidurnya, the sleeping giant.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimulai dari Mesir, tanah Nabi Musa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe title="YouTube video player" src="http://www.youtube.com/embed/ThvBJMzmSZI" width="640" frameborder="0" height="390"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;"It's very bad, for by government. I haven't food, I haven't anything. ***, I will die today!" (Proletar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"We will not be silenced, wether you're a Christian, wether you're a Muslim, whether you're an Atheist, you will demand your goddamn rights, one way or the others! We will never be silenced!" (Proletar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe title="YouTube video player" width="640" height="390" src="http://www.youtube.com/embed/wv9kDyaOylI" frameborder="0" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Congrats buat Mesir. Liberta, freedom, for you.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5779961003068594211-8986470007835047440?l=imhaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dreamblog/~4/VHdNF3BasZY" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://imhaya.blogspot.com/feeds/8986470007835047440/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5779961003068594211&amp;postID=8986470007835047440&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/8986470007835047440?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/8986470007835047440?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/dreamblog/~3/VHdNF3BasZY/tahun-revolusi.html" title="Tahun Revolusi" /><author><name>Imam Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00033286808614836918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://img.youtube.com/vi/ThvBJMzmSZI/default.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://imhaya.blogspot.com/2011/02/tahun-revolusi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkUHQHs5eSp7ImA9Wx9bFkw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5779961003068594211.post-7071494257391789703</id><published>2011-02-03T14:59:00.004+08:00</published><updated>2011-02-25T13:03:51.521+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-02-25T13:03:51.521+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Diari" /><title>Pengalaman Seleksi Penaksir di PERUM Pegadaian</title><content type="html">Beberapa hari sejak bulan lalu aku ikut seleksi calon pegawai tetap di Pegadaian untuk posisi Penaksir. Aku ingin menuliskan pengalamanku, agar di tahun depan, bagi mereka yang ingin melamar kerja di Pegadaian dapat mempunyai persiapan yang lebih matang dari aku, dan lebih penting lagi, agar berhasil mendapatkan posisi di Pegadaian, khususnya penaksir seperti yang aku lamar sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya aku ingin menjelaskan bahwa Pegadaian selalu membuka lowongan untuk Penaksir setiap tahunnya, biasanya akhir tahun, di bulan Desember siap-siaplah untuk rajin membuka situs Pegadaian (www.pegadaian.co.id) bagi yang berminat. Beberapa teman kuliahku sudah berhasil diterima dan dari merekalah informasi proses seleksi aku dapatkan. Kata mereka, bekerja di Pegadaian merupakan sesuatu yang membanggakan. Selain dapat membantu masyarakat menengah ke bawah (dalam hal penyaluran kredit atas dasar gadai) khususnya UKM, kita juga memperoleh penghasilan yang sangat lumayan (gaji dan tunjangannya mantap). Cuma salah satu syaratnya umur yang tidak boleh lebih tua dari 26 tahun bagi pelamar S1 (kelahiran 1984 max.). Jadi bagi yang masih muda, apalagi yang baru lulus, cepatlah melamar. Aku aja ini udah tahun terakhir bisa melamar, tahun depan (kalo kali ini gak lulus) sudah tidak bisa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku menulis ini, aku sudah memasuki tahapan pertengahan, masih ada 2 tahap lagi di depan (Test Performance &amp;amp; tes kesehatan). Jadi untuk yang dua itu aku belum bisa kasih info karena belum kulewati. Inipun aku masih dag dig dug psikotesku kemarin lulus apa tidak ya? (tgl 11 Feb. 2011 pengumumannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 1. Masukin lamaran. Ketika lowongan sudah dibuka (cek situsnya), download PDF-nya di menu 'karir' dan baca baik-baik persyaratannya, berkas apa saja yang harus diikutkan dll. Ini gak perlu dijelaskan lagi. Baca aja di PDF-nya yang bisa didownload lewat situsnya (kalau lowongan sudah dibuka).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 2. Wawancara. Di sini khusus wilayahku (Balikpapan) terus terang banyak yang gagal. Dari 150+ peserta yang tersisah hampir setengahnya atau tinggal sekitar 80-an orang di tahap selanjutnya. Siapkan pengetahuan tentang pegadaian; apa itu pegadaian, produknya apa saja, dan apa saja yang bisa dipelajari dari Pegadaian. Buka situsnya, baca-baca, cari di internet, Wikipedia, dll. Kalau bisa jangan dihafal, tapi pahami, kalau menghafal tentunya kelihatan, kaku dll. Intinya sampaikan dengan cara kita. Saat diwawancara aku fokus pada membandingkan antara proses kredit di bank dengan pegadaian (yang tentunya menonjolkan kelebihan pegadaian daripada bank). Jangan lupa pelajari Indikasi makro di Indonesia dan kalau perlu internasional dan hubungannya dengan Pegadaian (gak nyangka pertanyaan kayak gini bisa keluar). Untungnya saat diwawancara aku masih ingat pelajaran waktu kuliah.. 3 taun lalu.. hehehehe sukurlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu juga siapkan jawaban diplomatis dari pertanyaan-pertanyaan jebakan, misalnya kita ditanya contoh kasus kita ditempatkan ke daerah yang bagaimana, mau apa tidak dan kenapa? Atau pimpinan kita lebih muda dari kita, bagaimana menurut kita? Atau misalnya kalau ada uang yang kurang di kasir (timbul selisih), gimana? Mau nombok atau gimana dan kenapa? Ya kalau kurangnya 20 rebu. Kalo jutaan? dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, siapkan ide yang bisa memajukan Pegadaian, atau bagaimana pegadaian bisa tetap memimpin, meskipun bla bla bla.... misalnya. Kalau tidak salah di akhir-akhir wawancara ada pertanyaan2 semacam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 3. Tes TPA &amp;amp; Bahasa Inggris. Di tes TPA, pelajari:&lt;br /&gt;-&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sinonim&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kata&lt;/span&gt;, misalnya Pandir=...? a. pandai b. bego c. pemandangan d. cute e. semuanya benar.. lha?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tes padanan kata&lt;/span&gt;. misalnya hidung = upil, mata =...? a. emas b. air mata c. belek d. kebo e. retina&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;itung-itungan&lt;/span&gt;, misalnya: jika saya naik motor ke stadion dari jam 1 siang dengan kecepatan rata-rata 20km/jam dan sempat singgah ke warung sekitar 30 menit lebih 2 jam 27 menit dan sampai di stadion jam 3 subuh, maka berapakah bensinku tersisa? a. setengah galon b. abis bos, dorong sampe stadion c. semuanya ngaco d. anjrit e. au ah gelap&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tes aritmetika.&lt;/span&gt; &lt;--- paling susah menurutku. dari 30-an soal yang kujawab (gak tau benar apa salah) cuma 8 nomor yang aku berusaha untuk mencari jawabannya, selebihnya hitung kancing alias ngasal. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tes seri angka &amp;amp; huruf: &lt;/span&gt;misalnya:  1 3 5 7 9 ... selanjutnya a. 11 b. 10 c. 19 d. 21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian tes bahasa Inggris. Pelajari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TOEFL&lt;/span&gt;, soal-soal seperti disuruh melengkapi kalimat, atau mencari kata yang salah dalam kalimat, atau soal cerita. Tidak ada Listening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang lebih seperti itu tes TPA &amp;amp; Bahasa Inggris. Mungkin cuma itu yang bisa kuingat, jadi jangan dijadikan satu-satunya patokan, pelajari yang lainnya yang mungkin belum ada di atas. Selain kemungkinan aku salah ingat, juga Pegadaian tiap tahunnya mungkin selalu meng-upgrade soal dan metode seleksinya. Jadi di tahun ini belum tentu sama dengan tahun depan. Juga jangan lupa untuk memastikan menjawab semua soal, entah itu salah atau benar, yang penting terisi. Daripada kosong, itung-itung ada yang kebetulan benar, toh tidak ada nilai minus kalo salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 4. Psikotes.&lt;br /&gt;Sering latihan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hitungan koran&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tes Wartegg&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;gambar pohon (Baum), gambar orang&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;gambar rumah&lt;/span&gt;. (Cari di internet contoh-contohnya). That's all.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 5. Test performance aku belum ikuti. Doakan saja di psikotes aku lulus sehingga bisa ikut tes performance. Kalau memang iya, akan aku tuliskan pengalamanku di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UPDATE:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, so here we go. Aku sudah melewati tes performance dan tes kesehatan, tigngal menunggu pengumuman final di 11 maret nanti. Kalau lulus, berarti tinggal OJT (On the Job Training) dan Training ke Jawa. Wish me luck!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ternyata, tes Performance adalah interview lagi. Yang interview dari para petinggi Pegadaian setempat. Pertanyaannya sangat standar, seperti, apa motivasi melamar di Pegadaian? Apa kelemahan dan kekurangan? dan juga tentang hobby. Cuma seputar diri sendiri. Abis itu disuruh jalan keliling ruangan dengan cara berbaris. Aku tidak tahu apa artinya itu, tapi aku memilih untuk berjalan sedikit lebih cepat (tapi tidak kentara) dari peserta lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dinyatakan lulus, besoknya aku langsung mengikuti tes kesehatan di RS yang ditunjuk Pegadaian. Untuk tes kesehatan, kita disuruh puasa mulai jam 10 malam hingga tes besoknya. Tesnya diambil sampel urin, darah, ukur tinggi dan berat badan, tensi tekanan darah, rekam jantung, rontgen, tes buta warna, tes pendengaran, pemeriksaan umum seperti gigi, pupil mata, telinga, tenggorokan, dan anus.. that's all.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kalian yang baru ingin melamar dan sudah membaca pengalamanku di atas, what the fucking hell are you waiting for?? Sudah ada gambaran jelas tentang tesnya, tinggal latihan dan yakinkan diri lulus! GO Pegadaian!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5779961003068594211-7071494257391789703?l=imhaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dreamblog/~4/L7bXo3jPMXA" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://imhaya.blogspot.com/feeds/7071494257391789703/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5779961003068594211&amp;postID=7071494257391789703&amp;isPopup=true" title="15 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/7071494257391789703?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/7071494257391789703?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/dreamblog/~3/L7bXo3jPMXA/pengalaman-seleksi-penaksir-di-perum.html" title="Pengalaman Seleksi Penaksir di PERUM Pegadaian" /><author><name>Imam Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00033286808614836918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>15</thr:total><feedburner:origLink>http://imhaya.blogspot.com/2011/02/pengalaman-seleksi-penaksir-di-perum.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0ACSX8zfSp7ImA9Wx9WEEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5779961003068594211.post-2126023841326916931</id><published>2011-01-15T13:39:00.001+08:00</published><updated>2011-01-15T14:09:28.185+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-01-15T14:09:28.185+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Celoteh" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Diari" /><title>Aku Ingin Menangis</title><content type="html">Aku ingin menangis.&lt;br /&gt;Merasakan lagi saat-saat itu, ketika bumi terbasahi dan pintu surga merekah terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin menangis.&lt;br /&gt;Mengeluarkan segala tumpukan perasaan yang tak mungkin diekspresikan dengan bahasa lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin menangis.&lt;br /&gt;Membiarkan diriku menjadi cengeng dan bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin menangis.&lt;br /&gt;Entah berapa tahun lalu aku terakhir kali menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin menangis.&lt;br /&gt;Lepas dan bebas seperti ketika aku baru hadir ke dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin menangis.&lt;br /&gt;Seperti ketika aku ada di dalam pelukan ibu-bapakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku.&lt;br /&gt;Ingin.&lt;br /&gt;Menangis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5779961003068594211-2126023841326916931?l=imhaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dreamblog/~4/FrbZDpjmkW4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://imhaya.blogspot.com/feeds/2126023841326916931/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5779961003068594211&amp;postID=2126023841326916931&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/2126023841326916931?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/2126023841326916931?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/dreamblog/~3/FrbZDpjmkW4/aku-ingin-menangis.html" title="Aku Ingin Menangis" /><author><name>Imam Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00033286808614836918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://imhaya.blogspot.com/2011/01/aku-ingin-menangis.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkANQXg6cSp7ImA9Wx9SE0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5779961003068594211.post-298588646024774404</id><published>2010-12-03T20:51:00.001+08:00</published><updated>2010-12-03T20:53:10.619+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-12-03T20:53:10.619+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Celoteh" /><title>Teka-teki yang Ganjil</title><content type="html">Pada malam itu kami  berkumpul dan berbicara&lt;br /&gt;Dari mulut kami tidak keluar hal-hal yang  besar&lt;br /&gt;Masing-masing berbicara tentang keinginannya&lt;br /&gt;yang sederhana  dan masuk akal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang sudah lama sekali ingin bikin dapur&lt;br /&gt;di  rumah kontraknya&lt;br /&gt;Dan itu mengingatkan yang lain&lt;br /&gt;bahwa mereka juga  belum punya panci, kompor,&lt;br /&gt;gelas minum dan wajan penggoreng&lt;br /&gt;Mereka  jadi ingat bahwa mereka pernah&lt;br /&gt;ingin membeli barang-barang itu&lt;br /&gt;Tetapi  keinginan itu dengan cepat terkubur&lt;br /&gt;oleh keletihan kami&lt;br /&gt;Dan upah  kami dalam waktu singkat telah berubah&lt;br /&gt;menjadi odol-shampo-sewa rumah&lt;br /&gt;dan  bon-bon di warung yang harus kami lunasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata banyak di  antara kami yang masih susah&lt;br /&gt;menikmati teh hangat&lt;br /&gt;Karena kami  masih pusing bagaimana mengatur&lt;br /&gt;letak tempat tidur dan gantungan  pakaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang sudah lama ingin mempunyai kamar mandi sendiri&lt;br /&gt;Dari  situ pembicaraan meloncat ke soal harga semen&lt;br /&gt;dan juga cat tembok  yang harganya tak pernah turun&lt;br /&gt;Kami juga berbicara tentang kampanye  pemilihan umum&lt;br /&gt;yang sudah berlalu&lt;br /&gt;Tiga partai politik yang ada  kami simpulkan&lt;br /&gt;Tak ada hubungannya sama sekali dengan kami: buruh&lt;br /&gt;Mereka  hanya memanfaatkan suara kami&lt;br /&gt;demi kedudukan mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami  tertawa karena menyadari&lt;br /&gt;Bertahun-tahun kami dikibuli&lt;br /&gt;dan  diperlakukan seperti kerbau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami bertanya&lt;br /&gt;Mengapa  sedemikian sulitnya buruh membeli sekaleng cat&lt;br /&gt;padahal tiap hari ia  bekerja tak kurang dari 8 jam&lt;br /&gt;Mengapa sedemikian sulitnya bagi buruh&lt;br /&gt;untuk  menyekolahkan anak-anaknya&lt;br /&gt;Padahal mereka tiap hari menghasilkan&lt;br /&gt;berton-ton  barang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu salah seorang di antara kami berdiri&lt;br /&gt;Memandang  kami satu-persatu kemudian bertanya:&lt;br /&gt;'Adakah barang-barang yang  kalian pakai&lt;br /&gt;yang tidak dibikin oleh buruh?'&lt;br /&gt;Pertanyaan itu  mendorong kami untuk mengamati&lt;br /&gt;barang-barang yang ada di sekitar  kami:&lt;br /&gt;neon, televisi, radio, baju, buku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu kami  selalu merasa seperti&lt;br /&gt;sedang menghadapi teka-teki yang ganjil&lt;br /&gt;Dan  teka-teki itu selalu muncul&lt;br /&gt;ketika kami berbicara tentang  panci-kompor-&lt;br /&gt;gelas minum-wajan penggoreng&lt;br /&gt;Juga di saat kami  menghitung upah kami&lt;br /&gt;yang dalam waktu singkat telah berubah&lt;br /&gt;menjadi  odol-shampo-sewa rumah&lt;br /&gt;dan bon-bon di warung yang harus kami lunasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami  selalu heran dan bertanya-tanya&lt;br /&gt;Kekuatan macam apakah yang telah  menghisap&lt;br /&gt;tenaga dan hasil kerja kami?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalangan, Solo, 21  September 93. - Wiji Thukul&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5779961003068594211-298588646024774404?l=imhaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dreamblog/~4/Z-RbEsHpI_M" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://imhaya.blogspot.com/feeds/298588646024774404/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5779961003068594211&amp;postID=298588646024774404&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/298588646024774404?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/298588646024774404?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/dreamblog/~3/Z-RbEsHpI_M/teka-teki-yang-ganjil.html" title="Teka-teki yang Ganjil" /><author><name>Imhaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17975068395375514828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="23" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_NLsP8yVO5Ik/SiwWZ_TUvpI/AAAAAAAAAJE/v5W64K3B0Ig/S220/imhaya.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://imhaya.blogspot.com/2010/12/teka-teki-yang-ganjil.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ck8ERXY7fSp7ImA9Wx9TE04.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5779961003068594211.post-7921447749531395191</id><published>2010-11-20T12:32:00.000+08:00</published><updated>2010-11-21T17:13:24.805+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-11-21T17:13:24.805+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Diari" /><title>Sesuatu</title><content type="html">Ternyata sesuatu yang ada di depan mata dapat begitu saja pergi tanpa dapat dikendalikan. Ternyata emang sesuatu amat mudah berubah, dan hilang begitu saja. Apa yang tadinya keliatan amat deket di depan mata, hilang dan pergi begitu saja tanpa tengak-tengok lagi. Itu di depan mata, bagaimana dengan sesuatu dengan jarak ribuan kilometer...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang jadi pertanyaan, sesuatu yang meninggalkan saya; atau saya yang meninggalkan sesuatu itu? Hingga detik ini saya tdk tau siapa dari antara dua yang "pergi" lebih dulu. Segala yang ada begitu tidak stabil, begitu mudah hilang, semuanya jadi bullshit, dan akhirnya tanpa makna sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu, I miss you.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5779961003068594211-7921447749531395191?l=imhaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dreamblog/~4/a4eovt9Z8ao" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://imhaya.blogspot.com/feeds/7921447749531395191/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5779961003068594211&amp;postID=7921447749531395191&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/7921447749531395191?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/7921447749531395191?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/dreamblog/~3/a4eovt9Z8ao/sesuatu.html" title="Sesuatu" /><author><name>Imam Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00033286808614836918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://imhaya.blogspot.com/2010/10/sesuatu.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0YNRX49cCp7ImA9Wx5aGE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5779961003068594211.post-5369128838520139058</id><published>2010-11-15T22:11:00.004+08:00</published><updated>2010-11-15T22:26:34.068+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-11-15T22:26:34.068+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Diari" /><title>Malam Idul Adha 2010</title><content type="html">Tidak terasa Hari raya Idul Adha telah tiba. Tapi rumahku lengang, hanya aku berdua dengan kakak. Tak ada menu spesial, tak ada acara makan enak. Tak ada percakapan yang berarti. Kami berdua menghabiskan waktu sendiri-sendiri. Berseliweran dari ruang satu ke ruang lain di dalam rumah, berpapasan. Seperti tak saling kenal. Kecuali jika saat makan tiba, kami baru berinteraksi. siapa yang duluan lapar yang memulai percakapan. "Makan," salah satu dari kami bergumam. "Makan apa?", "Apa yang enaklah". "Ok". Selanjutnya hanya upaya pemenuhan isi perut. Setelah itu, tenang. Kembali dengan urusan masing-masing. Berseliweran dari satu ruang ke ruang lain di dalam rumah, berpapasan. Tidak ada hal penting yang harus dibicarakan. Kalau bosan, aku keluar. Entah ke warnet, ke rumah teman. Ke kantor, ke mana-mana. Pulang, begitu lagi. Selalu begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berkurban untuk Allah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5779961003068594211-5369128838520139058?l=imhaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dreamblog/~4/_wWqKo08W8I" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://imhaya.blogspot.com/feeds/5369128838520139058/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5779961003068594211&amp;postID=5369128838520139058&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/5369128838520139058?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/5369128838520139058?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/dreamblog/~3/_wWqKo08W8I/malam-idul-adha-2010.html" title="Malam Idul Adha 2010" /><author><name>Imam Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00033286808614836918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://imhaya.blogspot.com/2010/11/malam-idul-adha-2010.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CE8BRHk7eCp7ImA9Wx5bFEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5779961003068594211.post-1464867476076173886</id><published>2010-10-31T01:12:00.002+08:00</published><updated>2010-10-31T02:20:55.700+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-31T02:20:55.700+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Diari" /><title>Marjukay Alay</title><content type="html">Jakarta - Bencana gempa dan tsunami di Mentawai, Sumatera Barat,  sudah  merenggut ratusan korban jiwa. Bagi Ketua DPR Marzuki Alie,  musibah  tersebut adalah risiko penduduk yang hidup di wilayah pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mentawai itu kan pulau. Jauh itu. Pulau  kesapu dengan tsunami, ombak  besar, konsekuensi kita tinggal di  pulaulah&lt;/span&gt;," kata Marzuki di Gedung  DPR, Jakarta, Rabu (27/10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  politisi Partai Demokrat ini, seharusnya warga yang takut ombak  jangan  tinggal di daerah pantai. Alasannya, jika ada bencana seperti  tsunami,  maka proses evakuasinya menjadi sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"Siapa pun yang takut  kena ombak jangan tinggal di pinggir pantai.  Sekarang kalau tinggal di  Mentawai ada peringatan dini dua jam  sebelumnya, sempat nggak  meninggalkan pulau?"&lt;/b&gt; tanya Marzuki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dia menyarankan  agar warga Mentawai dipindahkan saja. Hal ini  bertujuan agar bencana  serupa tidak lagi terjadi di Mentawai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"Kalau tahu berisiko  pindah sajalah,"&lt;/b&gt; imbuhnya. "&lt;b&gt;Kalau rentan  dengan tsunami  dicarikanlah tempat. Banyak kok di daratan,"&lt;/b&gt;  sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir,  Marzuki mengimbau agar bantuan terhadap korban Mentawai terus   diberikan. Selain itu, kerusakan alat BMKG soal peringatan tsunami juga   perlu diperbaiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau rusak diperbaiki. Kalau hilang dibeli  lagi," tutupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana Mentawai telah merenggut 113 jiwa dan  ratusan lain masih hilang.  Cuaca buruk dan medan yang sulit membuat  proses evakuasi korban.  Sedikitnya ada 6 ribu penduduk yang tinggal di  wilayah kepulauan  tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2010/10/27/154326/1476728/10/marzuki-tsunami-itu-konsekuensi-warga-yang-hidup-di-pulau"&gt;http://www.detiknews.com/read/2010/10/27/154326/1476728/10/marzuki-tsunami-itu-konsekuensi-warga-yang-hidup-di-pulau&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jakarta&lt;/strong&gt; - Ketua DPR  Marzuki Alie meminta anggotanya  fokus pada pekerjaannya mengawasi  kinerja pemerintah. DPR tidak wajib ikut serta dalam tanggap bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tugasnya  pengawasan bukan tanggap darurat. Jadi melakukan pengawasan itu kita.  Liat dulu jadi tolong dipahami tugas DPR, DPR bukan eksekutor," ujar  Marzuki kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis  (28/10/2010),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marzuki meminta semua anggota DPR konsentrasi  dengan pekerjaan masing-masing. &lt;b&gt;Kunjungan kerja DPR ke daerah dan ke  luar negeri, menurut Marzuki tidak boleh terganggu.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua di  DPR ada tugas-tugasnya, jangan masalah seluruh RI berhenti bekerja dan  ke Mentawai. Ada yang ngurusin Mentawai, ada yang ngurus pemerintahan. &lt;b&gt;Jangan  gara-gara Mentawai kita berhenti bekerja&lt;/b&gt;," terang Marzuki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi,  Marzuki menambahkan, pemerintah memiliki badan khusus penanggulangan  bencana. Badan tersebut lah yang menurut Marzuki paling bertanggungjawab  dalam tanggap bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kan ada BNPB, ada dananya. Untuk tanggap  darurat masing-masing bekerja.  Presiden sebenarnya tidak perlu, tapi  karena bentuk empati beliau makanya ke sana," terang Marzuki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena  itulah Marzuki belum ingin ke Mentawai. Marzuki akan ke Mentawai  belakangan setelah BNPB menyelesaikan tugasnya memberikan bantuan kepada  korban bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya ke sana mau ngapain, nonton? Apa yang mau  dilakukan sebagai Ketua DPR. Nanti setelah BNBP bekerja kita datang,   kita awasi bagaimana pengucuran dananya," jelas Marzuki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marzuki  kemudian meminta semua komisi yang akan ke luar negeri tidak membatalkan  misinya. Sebab, menurutnya DPR butuh suntikan ilmu dari studi banding  ke luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi jangan Komisi V tidak berangkat. Yang ke  luar negeri suruh pulang? Untuk apa, nanti yang orang relawan bantu  nggak dapat tiket. Jangan seolah-olah semuanya DPR, eksekutor kan  pemerintah," tutupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a class="moz-txt-link-freetext" href="http://www.detiknews.com/read/2010/10/28/172342/1477924/10/ketua-dpr-tugas-dpr-hanya-pengawasan-bukan-tanggap-darurat"&gt;http://www.detiknews.com/read/2010/10/28/172342/1477924/10/ketua-dpr-tugas-dpr-hanya-pengawasan-bukan-tanggap-darurat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;---------------------------------------------------------------&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bacotmu Juk, Juk..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika  bangsa lain, negara tetangga, artis hollywood, bahkan tukang mabok  tukang judi dengan sisa-sisa ketulusannya turut berbela sungkawa atas bencana alam yang melanda  Indonesia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dipertuan, Your majesty, Sang "ketua dewan  perwakilan rakyat" kita sendiri cuma bilang; pindah aja ke daratan, tinggal di pulau  itu resiko, kalo takut ombak jangan tinggal di pantai!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;---------------------------------------------------------------&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-weight: bold;"&gt;Ketika Tuhan Menciptakan Indonesia&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;  &lt;/i&gt;&lt;i&gt;Suatu hari Tuhan tersenyum  puas melihat sebuah planet yang baru  saja diciptakan- Nya. Malaikat pun  bertanya, "Apa yang baru saja  Engkau ciptakan, Tuhan?" "Lihatlah, Aku  baru saja menciptakan sebuah  planet biru yang bernama Bumi," kata Tuhan  sambil menambahkan beberapa  awan di atas daerah hutan hujan Amazon.  Tuhan melanjutkan, "Ini akan  menjadi planet yang luar biasa dari yang  pernah Aku ciptakan. Di planet  baru ini, segalanya akan terjadi secara  seimbang".&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;Lalu  Tuhan menjelaskan  kepada malaikat tentang Benua Eropa. Di Eropa  sebelah utara, Tuhan  menciptakan tanah yang penuh peluang dan  menyenangkan seperti Inggris,  Skotlandia dan Perancis. Tetapi di daerah  itu, Tuhan juga menciptakan  hawa dingin yang menusuk tulang.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;  &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Di Eropa bagian selatan,  Tuhan menciptakan masyarakat yang  agak miskin, seperti Spanyol dan  Portugal, tetapi banyak sinar matahari  dan hangat serta pemandangan  eksotis di Selat Gibraltar.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Lalu  malaikat menunjuk  sebuah kepulauan sambil berseru, "Lalu daerah apakah  itu Tuhan?" "O,  itu," kata Tuhan, "itu Indonesia. Negara yang sangat  kaya dan sangat  cantik di planet bumi. Ada jutaan flora dan fauna yang  telah Aku  ciptakan di sana. Ada jutaan ikan segar di laut yang siap  panen. Banyak  sinar matahari dan hujan. Penduduknya Ku ciptakan ramah  tamah, suka  menolong dan berkebudayaan yang beraneka warna. Mereka  pekerja keras,  siap hidup sederhana dan bersahaja serta mencintai  seni."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dengan terheran-heran,  malaikat pun protes, "Lho,  katanya tadi setiap negara akan diciptakan  dengan keseimbangan. Kok  Indonesia baik-baik semua. Lalu dimana letak  keseimbangannya? "&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tuhan   pun menjawab dalam bahasa Inggris, "Wait, until you see the idiots I  put  in the government." (tunggu sampai Saya menaruh 'idiot2' di   pemerintahannya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.suranegara.com/2010/08/negara-terkaya-di-dunia.html"&gt;http://www.suranegara.com/2010/08/negara-terkaya-di-dunia.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;---------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://u.kaskus.us/36/7sy8lwnc.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 600px;" src="http://u.kaskus.us/36/7sy8lwnc.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?p=301953737"&gt;http://www.kaskus.us/showthread.php?p=301953737&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;---------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;Nb.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Gerakan-Kecam-Pernyataan-Marzuki-Ali-Menyalahkan-Korban-Tsunami-Mentawai/164443260246307"&gt;Gerakan Kecam Pernyataan Marzuki Ali Menyalahkan Korban Tsunami Mentawai&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5779961003068594211-1464867476076173886?l=imhaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dreamblog/~4/KPb17EuMzqU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://imhaya.blogspot.com/feeds/1464867476076173886/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5779961003068594211&amp;postID=1464867476076173886&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/1464867476076173886?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/1464867476076173886?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/dreamblog/~3/KPb17EuMzqU/marjukay-alay.html" title="Marjukay Alay" /><author><name>Imhaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17975068395375514828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="23" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_NLsP8yVO5Ik/SiwWZ_TUvpI/AAAAAAAAAJE/v5W64K3B0Ig/S220/imhaya.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://imhaya.blogspot.com/2010/10/marjukay-alay.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ak8BQ3wzfyp7ImA9WhdTFk4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5779961003068594211.post-490291855473965854</id><published>2010-10-19T11:21:00.009+08:00</published><updated>2011-07-14T18:20:52.287+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-07-14T18:20:52.287+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Celoteh" /><title>Tukang Becak, Mbak Tukang Jamu, Penjual Kacang, &amp; Juru Ketik</title><content type="html">&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Si Tukang Becak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-aoOHU-h4R4o/TVfnxRSviCI/AAAAAAAAAJ8/rLROa9-JPt0/s1600/Tukang-Becak.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 268px; height: 162px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-aoOHU-h4R4o/TVfnxRSviCI/AAAAAAAAAJ8/rLROa9-JPt0/s400/Tukang-Becak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573177897535899682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hidupku gak pernah jelas, walaupun juga gak pernah berubah. Dari dulu sampe sekarang begini-begini aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panas-panasan seharian. Liat aja kulitku, item kayak areng, walaupun basah dan bau asem apek gak kayak areng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau ujan-ujanan ngadu nasib ngelawan petir atau pohon jatuh. Untung masih selamet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan bilang aku pemales. Keliatannya emang kadang aku diem aja bengong nggak karuan. Tapi itulah aku dengan hidupku. Apa lagi yang bisa aku lakukan: Aku si tukang becak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerjaku emang cuma itu. Ngegenjot becakku si rongsokan hartaku paling mahal; nganter orang ke mana aja - dari ibu-ibu gembrot dengan belanjaannya, nyonya-nyonya bahenol yang mau berangkat arisan, gadis-gadis SMU yang bikin ngiler, sampe nganter orang mau melahirkan juga pernah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tinggal bengong sendiri di atas becakku kalau gak ada kerjaan. Ngerokok Ji Sam Su di tengah hari bolong, atau ngerumpi sama si Tatang dan tukang becak lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temenku yang paling setia cuma rokok lisong sama pelacur. Pelacur paling murahan yang paling murah yang masih ada, itupun kalo ada dan kalo dia mau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan musuhku si polisi-polisi semprul dan petugas-petugas kamtib tukang gerebek haram jadah. Jangan lupa si mobil-mobil mewah yang sering sliweran seenak jidat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah idupku yang gak pernah jelas selalu butek gak pernah bening ini. Kencingku pun kuning butek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Mbak Tukang Jamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-9wnMTgjtwsA/TVfmVZVkgTI/AAAAAAAAAJ0/zVmIOoO7BGM/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 149px; height: 197px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-9wnMTgjtwsA/TVfmVZVkgTI/AAAAAAAAAJ0/zVmIOoO7BGM/s400/images.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573176319147278642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mbak tukang jamu, mbak. Selamat siang. Siang panas kering berdebu, jalan  sendirian bawa botol-botol dalem keranjang di atas punggung diiket  kain. Keringetan, panas, capek, berat. Bawa jamu menyusur rel kereta api  2 jalur lewat jalan raya lewat jalan kecil lewat gang. Sendal jepit  tipis kering kerontang kepanasan ampir putus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak tukang jamu,  mbak. Selamat sore. Sore dingin basah becek, jalan sendirian bawa  botol-botol dalam keranjang di atas punggung diiket kain. Keringetan,  dingin, capek, berat. Bawa jamu menyusur rel kereta api 2 jalur lewat  jalan raya lewat jalan kecil lewat gang. Sendal jepit tipis basah kuyup  berlumpur udah putus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak tukang jamu, mbak. Selamet malem.  Malem bernyamuk pengap bau sampah kotor. Berdua dalem rumah botol-botol  kosong bediri kecapekan digendong seharian. Keringetan ngos-ngosan capek  punggung sakit. Nyusur malam jam 2, suami mati anak sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Penjual Kacang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-exKt7LaTSH0/TVfojMHO_MI/AAAAAAAAAKE/UePUEaYEOGE/s1600/3932262661_50efa8a18a.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 229px; height: 190px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-exKt7LaTSH0/TVfojMHO_MI/AAAAAAAAAKE/UePUEaYEOGE/s400/3932262661_50efa8a18a.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573178755138911426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jalanan becek, air kecoklatan menggenangi lubang-lubang jalan. Di mana  di pinggirnya seorang penjual kacang rebus tengah jongkok di pinggir  gerobaknya. Membaca koran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abis ujan lagi. Biasanya  dingin-dingin gini banyak yang beli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parlemen, demokrasi,  duta besar. Alah ngomong apa sih ni koran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangun dari jongkok,  melipat koran, kemudian ia lepaskan plastik penutup gerobaknya. Uap air  mengepul-ngepul dari kacang tanah yang menggunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulitnya hitam  legam. Gurat-gurat urat tampak menonjol di pelipis dan betisnya.  Tatapannya dalam tanpa senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebatang rokok ia nyalakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu  lewatlah benda itu. Sebongkah mobil mewah melabrak jalan dan  genangan-genangan airnya. Air kecoklatan muncrat, menciprati gerobak dan  kakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejurus tatapan mengikuti. Tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sundala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Juru Ketik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jajang Salimah Sungsang, itu namaku. Jajang entah karena apa, mungkin  hanya karena orang tuaku tak terpikirkan nama yang lain lagi. Sementara  Sungsang - kata yang tentu saja aneh untuk dijadikan nama - karena aku  terlahir sungsang. Lalu Salimah adalah nama ibuku, yang juga terlahir  sungsang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sudahlah tentang nama itu. Karena memang tidak  begitu penting. Kau bisa memanggilku dengan nama Jajang, Ujang, Jang,  atau apapun yang kau mau. Karena selama ini pun selalu begitu. Tidak ada  yang pernah perduli pada nama lengkapku. Akupun sesungguhnya tidak  perduli padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku seorang laki-laki. Ya, tentu saja seorang  laki-laki yang mendapat nama Jajang. Berumur tiga puluh tujuh tahun.  Tetapi sampai hari ini pun aku tidak tau kapan tanggal lahirku. Hanya  saja yang selalu dikatakan ibuku dari tahun ke tahun adalah, "kau sudah  tiga puluh tujuh tahun", "kau sudah tiga puluh enam tahun", "kau sudah  tiga puluh lima tahun", dan begitu seterusnya sejak aku berusia dua  puluhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja ibuku bukan seorang robot yang sepanjang hari  hanya mengulang-ulang kata-kata semacam di atas sepanjang tahun setiap  tahunnya. Bukan. Maksudku adalah, itu, atau yang semacam itulah, yang  selalu diucapkan ibuku untuk mengingatkanku tentang usiaku. Tentang  bahwa hingga usia tiga puluh tujuh tahun aku masih belum mendapat  pekerjaan yang lebih baik daripada yang pernah kudapatkan. Kurang lebih  begitu pula sewaktu aku berumur tiga puluh enam tahun, tiga puluh lima  tahun, tiga puluh empat tahun, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya tentu  saja baik, aku tidak menyangsikannya dan jangan salah sangka. Aku sama  sekali tidak menganggap ibuku cerewet atau terlalu banyak menuntut,  tentu saja tidak. Sesungguhnya tanpa perlu selalu diingatkan oleh ibuku  pun aku selalu menginginkan sebuah pekerjaan yang bisa menghidupiku. Ya,  tentu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa demikian adalah karena sekarang aku telah  berusia tiga puluh tujuh tahun. Dan tahun lalu aku tiga puluh enam  tahun, tiga puluh lima tahun di tahun sebelumnya, ya, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap  tahun umurku bertambah, seperti yang diketahui semua orang. Bahkan  seharusnya Mak Lampir pun tau. Yang kumaksud bukan tentang usia, tapi  ibuku semakin tua dari tahun ke tahun. Tahun ini sudah enam puluh satu  tahun umurnya, tahun lalu enam puluh. Sementara aku anak yang  satu-satunya sekarang ini, karena dua kakakku telah meninggal. Dan  begitu pula dengan ayahku, sudah meninggal. Aku tidak terlalu ingat lagi  padanya, ia meninggal sewaktu aku masih kecil. Kata orang sewaktu aku  berumur empat tahun, dan kata orang pula tertabrak kereta listrik.  Ayahku, maksudku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibuku semakin tua, dan akan terus bertambah  usianya. Tahun depan ia enam puluh dua tahun. Lalu enam puluh tiga. Dan  seterusnya. Tetapi seperti yang sudah kukatakan, aku belum memiliki  pekerjaan hingga hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal sudah sering-sering kukirimkan  lamaran pekerjaan ke kantor-kantor, juga ke kantor pemerintah, ke  manapun. Dan aku akan terima pekerjaan apapun. Tetapi sulitnya tidak  pernah ada yang mau menerima. Sepertinya karena sekolahku yang hanya  sampai kelas dua SMP. Aku berhenti sekolah karena dua kali aku tidak  naik kelas. Guruku bilang aku tidak ada harapan lagi. Terlalu di bawah  rata-rata katanya. Mungkin memang begitu, aku merasa sedikit bodoh  dibandingkan teman-temanku, memang. Tetapi kurasa pula, masih lebih  mending daripada Somat tetanggaku yang hilang ingatan sejak lahir itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urusan  menghafal dan menghitung aku memang tidak mampu. Tetapi kalau hanya  menghitung tahun aku masih bisa. Seperti kukatakan tadi, sekarang aku  tiga puluh tujuh tahun. Satu-satunya yang aku benar-benar mampu hanyalah  mengetik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejujurnya kemampuanku mengetik justru di atas  rata-rata, mungkin karena tidak dibutuhkan hafalan dan hitungan untuk  sekadar mengetik. Mungkin butuh sedikit hafalan, yaitu letak  masing-masing tombol huruf. Tapi aku tidak merasa menghafalnya. Dan aku  memang tidak pernah merasa hafal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, mengetik adalah  satu-satunya kemampuanku. Aku bisa mengetik sepuluh jari. Lebih dari itu  aku bisa mengetik sepuluh jari dengan cepat sekali. Aku juga bisa  mengetik sangat lama dengan tidak beristirahat. Aku pun hampir tidak  pernah melakukan kesalahan dalam mengetik. Sesungguhnya aku cukup bangga  dengan kemampuanku mengetik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi aku tidak tau dari mana  asal-usulnya kemampuanku itu. Yang kuingat hanyalah dulu ketika masih  tinggal di kampung pemulung, aku menemukan sebuah papan ketikan bekas.  Aku bermain dengannya tiap hari. Bahkan kubawa tidur. Ya, aku sempat  berkelahi karena memperebutkan papan ketik itu dengan temanku. Atau  karena aku terlahir sungsang dengan tangan yang terlebih dahulu keluar,  aku tidak tau yang mana yang benar. Ibuku sendiri tidak tau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu  aku beberapa kali mendapatkan pekerjaan sebagai juru ketik. Beberapa  kali di kantor swasta, tetapi lebih sering di kantor pemerintah. Di sana  pekerjaanku cuma mengetik. Karena memang cuma itu kemampuanku. Mereka  tidak pernah menyuruhku menghitung. Syukurlah. Mereka hanya menyuruhku  mengetik. Setumpuk kertas-kertas yang harus disalin, atau mengetik  apapun yang diucapkan oleh atasanku. Bagaimanapun caranya aku bisa. Aku  pernah menyalin satu buku tebal penuh hanya dalam beberapa hari waktu  itu. Lalu pernah juga aku bekerja di kantor kelurahan. Tetapi kemudian  aku dikeluarkan karena katanya mereka tidak bisa menggaji orang yang  hanya bisa mengetik saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang aku belum mendapatkan  pekerjaan lagi. Tentu saja yang kuinginkan adalah pekerjaan menjadi juru  ketik, karena hanya itu kemampuanku. Aku bisa mengetik cepat dan lama  dan hampir tanpa kesalahan. Tetapi pekerjaan apapun sesungguhnya akan  kuterima. Ya, asalkan ada pekerjaan saja, karena ibuku semakin tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi  sepertinya sekarang sudah tidak ada yang membutuhkan juru ketik lagi.  Entah karena apa. Mungkin karena sudah tidak ada apapun yang perlu  diketik. Atau mereka sudah melakukannya secara otomatis. Mungkin juga  seperti kata orang-orang di kantor kelurahan itu, mereka butuh orang  yang mempunyai kemampuan lebih dari hanya mengetik saja. Entah karena  apa, tapi sepertinya memang juru ketik sudah tidak diperlukan lagi. Atau  hanya karena belum dibutuhkan seorang juru ketik. Aku tidak tau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal  tidak ada kemampuan lain yang kumiliki. Kemampuanku cuma mengetik. Ya.  Dan kadang aku bingung harus diapakan kemampuanku ini. Kalau aku seorang  pemain piano atau pemain gitar, mungkin aku akan terkenal dengan  jari-jariku yang bisa bergerak sangat cepat ini. Kadang memang  mengherankan, mereka sama-sama hanya menggunakan jari-jarinya, kecepatan  jariku pun tidak kalah dari kecepatan jari mereka, bahkan mungkin masih  lebih cepat jari-jariku ketika mengetik. Temanku katakan karena mereka  menghasilkan musik, tetapi aku pun menghasilkan hasil ketikan. Aku  pernah menyalin satu buku tebal dalam beberapa hari, kataku. Aku masih  tidak mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sudahlah. Aku akan menjadi pusing kalau  berpikir terlalu keras. Itu pernah terjadi sewaktu aku memikirkan yang  semacam tadi itu. Pernah juga aku menjadi pusing dan hampir  muntah-muntah sewaktu mencoba untuk benar-benar mengerti tulisan yang  atasanku minta untuk diketik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu ibuku pulang. Ia pergi ke  warung tadi. Mungkin habis bayar hutang. Atau justru baru menghutang  beras lagi. Entah, tapi sepertinya wajahnya suntuk. Mungkin ia akan  mengingatkan aku lagi tentang usiaku yang sudah tiga puluh tujuh tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi  tidak, aku tidak kesal karenanya. Aku tidak bosan mendengarnya. Karena  memang apa yang dikatakannya benar. Aku memang bertambah usia dan  memerlukan pekerjaan. Sekarang aku tiga puluh tujuh tahun. Tahun depan  tiga puluh delapan.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5779961003068594211-490291855473965854?l=imhaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dreamblog/~4/b2J1DsuKxs0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="related" href="http://imhaya.blogspot.com/2010/10/Tukang-Becak-Mbak-Tukang-Jamu-Penjual-Kacang-Juru-Ketik.html" title="Tukang Becak, Mbak Tukang Jamu, Penjual Kacang, &amp; Juru Ketik" /><link rel="enclosure" type="text/html" href="http://imhaya.blogspot.com/2010/10/Tukang-Becak-Mbak-Tukang-Jamu-Penjual-Kacang-Juru-Ketik.html" length="0" /><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://imhaya.blogspot.com/feeds/490291855473965854/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5779961003068594211&amp;postID=490291855473965854&amp;isPopup=true" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/490291855473965854?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5779961003068594211/posts/default/490291855473965854?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/dreamblog/~3/b2J1DsuKxs0/aku-si-tukang-becak.html" title="Tukang Becak, Mbak Tukang Jamu, Penjual Kacang, &amp; Juru Ketik" /><author><name>Imam Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00033286808614836918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-aoOHU-h4R4o/TVfnxRSviCI/AAAAAAAAAJ8/rLROa9-JPt0/s72-c/Tukang-Becak.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://imhaya.blogspot.com/2010/10/aku-si-tukang-becak.html</feedburner:origLink></entry></feed>

