<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-2286925870338099806</atom:id><lastBuildDate>Wed, 22 May 2013 08:08:01 +0000</lastBuildDate><category>Teori Belajar</category><category>Bahan Ajar Latihan dan Modul KKPI</category><category>Wacana dan Opini Pendidikan</category><category>Media Pembelajaran dan Teknologi Informasi</category><category>Artikel Pendidikan</category><category>Latihan Evaluasi  Penilaian dan Ujian Nasional</category><category>Penelitian Tindakan Kelas</category><category>PLPG Sertifikasi Guru</category><category>Uji Kompetensi Guru</category><category>Manajemen Pendidikan</category><category>Metode Model Pembelajaran dan Strategi Pembelajaran</category><category>Foto dan Video Kegiatan</category><title>Bakharuddin</title><description>Media Pembelajaran, Penelitian Tindakan Kelas, dan Model Pembelajaran</description><link>http://www.bakharuddin.net/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Bakharuddin Ahmad)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>100</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/DrsBakharuddin" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="drsbakharuddin" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Media Pembelajaran, Penelitian Tindakan Kelas, dan Model Pembelajaran</itunes:subtitle><feedburner:emailServiceId xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">DrsBakharuddin</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2286925870338099806.post-7841885502454329212</guid><pubDate>Wed, 03 Apr 2013 08:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-03T15:34:06.348+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Manajemen Pendidikan</category><title>PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DI LEVEL DAERAH MELALUI MANAJEMEN PENDIDIKAN DAERAH</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bagaimana manajemen pendidikan di level daerah harus dikelola agar guru-guru di daerah memiliki kompetensi yang standar dan senantiasa diperbaharui ?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pendidikan di daerah harus dikelola dengan mempertimbangkan potensi dan karakter daerah. &amp;nbsp;Sekolah-sekolah dibangun dengan pertimbangan kapasitas siswa yang masuk dan kualitas guru yang memadai. Sekolah-sekolah juga harus dibangun dengan fasilitas yang minimum sama.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kebijakan pendidikan di daerah pun harus disusun berdasarkan survey yang akurat tentang fakta di lapang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Namun sayang, di negara kita banyak kebijakan yang lahir tidak dengan survey yang menyentuh level pelaksana. &amp;nbsp;Kebijakan sertifikasi guru dikembangkan dengan dasar guru-guru kita tidak terstandardisasi dengan baik. &amp;nbsp;Pejabat menyebut-nyebut tentang kompetensi yang harus dicapai guru, tetapi apakah survey sudah pernah diadakan tentang pemetaan kompetensi guru-guru kita ? &amp;nbsp;Data yang kita punya barangkali hanya bahwa sekian persen guru kita lulusan Diploma, sekian persen lulusan S1, sehingga perlu dilakukan sertifikasi. &amp;nbsp;Tetapi apakah ada pengamatan yang intens dari pejabat tentang bagaimana fakta di sekolah-sekolah tentang kemampuan mengajar guru ?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selain survey yang akurat terhadap kondisi guru-guru, pemerintah daerah juga perlu merancang evaluasi guru. &amp;nbsp;Berdasarkan data survey/evaluasi, pemerintah dapat memetakan siapa saja yang harus mengikuti pelatihan, siapa saja yang perlu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pelatihan/pendidikan yang perlu disiapkan untuk para guru bukanlah pendidikan tentang konsep-konsep mendidik, tetapi yang lebih utama adalah pendidikan ilmu murni. &amp;nbsp;Oleh karenanya kerjasama dengan universitas perlu dikembangkan untuk membuat sebuah link peng-update-an keilmuan guru. &amp;nbsp;Lalu apa fungsi IKIP/UP atau LPTK ? Lembaga-lembaga pendidikan guru adalah lembaga untuk calon guru, yang bertujuan untuk mempersiapkan calon guru dengan bekal-bekal ilmu kependidikan untuk menjalankan profesinya sebagaimana mestinya. Sedangkan Universitas adalah lembaga yang seharusnya dipercaya untuk mendidik guru dari segi keilmuan yang diajarkannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selain memberikan peluang belajar dan berkembang kepada guru di daerah, pemerintah daerah juga perlu mempelopori forum ilmiah guru. &amp;nbsp;Forum yang akan memberikan kesempatan kepada guru-guru daerah untuk saling bertukar metode mengajar, keilmuan baru dan sekaligus melatih guru untuk menyampaikan idenya secara ilmiah. &amp;nbsp;Dalam forum ilmiah ini, sangat perlu pula mengundang pakar/ilmuan/praktisi untuk menambah keluasan keilmuan para guru.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Saya menghadiri secara rutin forum guru yang diselenggarakan di sebuah provinsi di Jepang, yaitu prefektur Nagano. &amp;nbsp;Setiap tahun pada bulan Oktober, guru-guru seNagano berkumpul di sebuah kota kemudian mereka melaporkan hasil penelitiannya, baik itu berupa action research, survey sekolah, atau penerapan manajemen baru di sekolah. &amp;nbsp;Pakar-pakar pendidikan dari Univeristas terkenal diundang untuk menjadi komentator dan sekaligus mereka juga dilibatkan sebagai penasehat proyek penelitian guru. Apa yang dipresentasikan para guru tak sedikit yang dimuat dalam jurnal-jurnal ilmiah atau bahkan terbit menjadi buku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Semua kegiatan itu tak akan berjalan jika pemerintah setempat tak mendukungnya dengan baik, dan para guru juga bersemangat untuk menjadi maju. &amp;nbsp;Semua guru yang hadir di forum tersebut, datang dengan kerelaan, karena sekolah tidak pernah mewajibkan. &amp;nbsp;Mereka pun secara mandiri membayar uang pendaftaran atau biaya akomodasi. &amp;nbsp;Karena menariknya forum ini, dan pelaksanaanya yang selalu di hari Sabtu dan Minggu, memungkinkan semua guru hadir, tidak hanya guru-guru Nagano, tetapi guru-guru di belahan Jepang yang lain pun hadir.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Peranan pemerintah yang lainnya yang menurut saya sangat perlu dilaksanakan adalah menyiapkan mediator yang memadai bagi para guru untuk saling berkomunikasi. &amp;nbsp;TV daerah misalnya dapat dijadikan sebagai alat untuk memacu prestasi mengajar guru. Dengan menyediakan slot acara pendidikan seperti metode mengajar guru sekolah A, bagaimana menangani anak nakal atau bermasalah di sekolah B, dll, dapat menjadi sarana efektif untuk pengembangan pendidikan di daerah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
Selengkapnya baca : http://murniramli.wordpress.com/2009/01/03/manajemen-pendidikan-dan-profesionalisme-guru/&lt;/div&gt;
</description><link>http://www.bakharuddin.net/2013/04/peningkatan-kompetensi-guru-di-level.html</link><author>noreply@blogger.com (Bakharuddin Ahmad)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2286925870338099806.post-9025926246247327915</guid><pubDate>Wed, 03 Apr 2013 08:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-03T15:23:33.213+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Manajemen Pendidikan</category><title>Manajemen : Sampaikan Ide Secara Tertulis</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Proses delegasi adalah mutlak jika seorang pemimpin tidak mau mati berdiri karena harus menangani semua tugas-tugas. Ada banyak pemimpin yang memiliki karakter anti kemapanan, dan selalu muncul di dalam rapat-rapat dengan ide-ide brilian. Ide-ide itu memang akan disampaikan kepada semua bawahannya, tetapi hanya penjelasan ringkas. Tidak ada keterangan tertulis yang menjelaskan asal muasal/latar belakang program, bagaimana target dan tujuannya, bagaimana pengelolaannya, dan bagaimana evaluasinya. Semuanya hanya berupa penjelasan makro.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Apa akibatnya jika terjadi delegasi yang kurang matang seperti itu? Yang akan terjadi adalah pemborosan waktu, energi dan tentu saja dana. Karena ketidakjelasan pendelegasian, si bawahan akan bolak-balik bertanya, baik secara langsung maupun via telepon. Bawahan juga tidak berani mengambil keputusan mandiri saat ada permasalahan di lapangan karena dia tidak tahu sebatas mana yang boleh dia lakukan dalam program tersebut, dan sebatas mana yang dilarang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Supaya tidak terjadi hal yang demikian, maka sebuah ide yang dilontarkan oleh seorang pemimpin atau non pemimpin harus dituangkan dalam bentuk tertulis yang dibagikan kepada semua bawahan/anggota. Uraian ide tersebut formatnya boleh apa saja, tetapi paling tidak semacam proposal proyek/program yang menjelaskan latar belakang, tujuan, target, waktu dan tempat pelaksanaan, pendanaan, siapa saja yang terlibat (pelaku), tugas-tugas dan wewenang masing-masing pihak.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jika telah ada uraian tertulis, maka pemimpin hanya perlu menunggu laporan hasil saja, atau jika diperlukan konsultasi untuk masalah-masalah yang tidak dituliskan dalam uraian kerja tersebut. Dan si pemimpin dapat mulai mengerjakan hal yang lain sambil tetap mengontrol program bersangkutan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sayangnya budaya tulis menulis sangat lemah di antara kita. Banyak orang lebih suka “berkhayal” dengan ide-idenya, dan lebih suka mengoceh saja tentang rencana-rencananya. Tetapi mungkin juga hal itu dilakukan karena tidak semua orang pandai menuangkan ide dalam bentuk uraian tertulis. Tetapi menuangkan ide dalam bentuk tulisan bukanlah masalah bakat dan talenta. Semua orang bisa melakukannya asalkan dilatih dan mau belajar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Untuk melatih siswa-siswa di sekolah menyampaikan ide dalam bentuk tertulis, banyak cara yang bisa dilakukan guru. Sebelumnya perlu didefinisikan terlebih dahulu bahwa kata “tertulis” juga bermakna uraian dalam bentuk gambar. &amp;nbsp;Misalnya ketika murid-murid diminta idenya untuk memperingati hari bumi yang beberapa waktu lalu kita peringati, tuntun mereka untuk tidak sekedar bicara, tetapi harus menyampaikan ide yang runut. Jika hanya sekedar diskusi, bolehlah ide disampaikan dengan gamblang, tetapi pelatihan kepada siswa agar dia mampu menelurkan idenya dalam bentuk tulisan, harus dilaksanakan pada kelas-kelas yang lebih dari sekedar diskusi. Pendekatannya akan lebih tepat apabila digunakan pendekatan proyek kelas. Sehingga siswa akan mengerjakannya tidak hanya sejam dua jam pelajaran, tetapi dapat dialokasikan waktu seminggu atau lebih.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Untuk dapat menyampaikan ide secara tertulis, tentu saja yang perlu dimatangkan adalah kemampuan bahasa tulis anak. Di tingkat SD dan SMP, siswa belum wajib hukumnya membuat proposal rumit seperti yang diajarkan di level universitas. Para siswa dapat menyampaikan idenya secara sederhana dengan membuat gambar, karikatur, atau skema kegiatan dengan sedikit tulisan. Tetapi, penggambaran/penguraian tersebut harus memuat, apa tujuannya (jika anak belum mengerti apa arti kata tujuan, maka dapat dipakai kata, apa gunanya), untuk siapa kegiatan itu, apa saja yang dilakukan, kapan, berapa lama, di mana, dan berapa orang yang akan melakukannya, serta bagaimana memperoleh dana/bahan yang akan dipakai. Secara mudahnya, menyampaikan ide seperti menguraikan perjalanan dari Semarang ke Jakarta.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Anak-anak SMP dan SMA biasanya akan lebih terlatih dengan penyampaian ide secara tertulis, apabila mereka terlibat dalam kegiatan organisasi di sekolah, baik OSIS, Pramuka, PMR, maupun organisasi lainnya. Mereka biasanya berlatih menulis proposal dengan pola peniruan proposal yang dilakukan kakak kelasnya, terutama sub-sub bagian dalam proposal. Lama-lama keahlian menyusun proposal sudah seperti keahlian menulis diary&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sumber : http://murniramli.wordpress.com/2011/05/20/sampaikan-ide-secara-tertulis/&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menyampaikan ide secara tertulis tidak saja untuk keperluan penulisan proposal penelitian, tetapi seperti diuraikan di atas, keahlian dan kebiasaan ini perlu dikuasai oleh pemimpin agar tidak terjadi salah isi penugasan kepada bawahan.&lt;/div&gt;
</description><link>http://www.bakharuddin.net/2013/04/manajemen-sampaikan-ide-secara-tertulis.html</link><author>noreply@blogger.com (Bakharuddin Ahmad)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2286925870338099806.post-2157785857465850271</guid><pubDate>Fri, 15 Feb 2013 03:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-15T10:17:19.131+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Metode Model Pembelajaran dan Strategi Pembelajaran</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Wacana dan Opini Pendidikan</category><title>METODE PEMBELAJARAN TERBARU “EKSTRIM”</title><description>&lt;div align="center" class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 24pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 24pt;"&gt;(Elaboratif, Konstruktif, Santun, Tegas, Rasional,
Inspiratif dan Modern)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Penulis: &lt;/span&gt;&lt;a href="http://dadangjsn.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Dadang Juara SN, S.Pd&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Sebagai seorang guru dipastikan kita sering menjumpai
berbagai fenomena nyata khususnya pada keadaan peserta didik kita baik dalam
hal kerajinan, kedisiplinan, etika, dan minat belajar mereka. Dari berbagai
fenomena yang kompleks tersebut, seorang guru pun dituntut memiliki metode
pembelajaran yang kompleks pula, kompleks dalam arti memiliki banyak cara,
banyak inisiatif, banyak alternatif yang bersifat kreatif dan inovatif, selain
itu seorang guru harus banyak bersabar pada muridnya untuk mengulang materi,
menjelaskan ulang, membimbing mereka, sehingga mereka nantinya selain menjadi
menjadi manusia yang berkualitas mereka juga mempunyai karakter yang baik,
matang serta stabil.&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6791242649268326923" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Terlebih lagi pada era globalisasi seperti sekarang ini guru
harus banyak belajar untuk selalu mengembangkan kemampuannya dalam upaya
meningkatkan kualitas maupun efektifitas pembelajaran, peningkatan SDM guru ini
perlu terus-menerus dilakukan akibat dampak dari kemajuan teknologi informasi
dan komunikasi yang berkembang cepat ini. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Teknik mengajar yang baik dan benar bagi seorang guru
merupakan hal yang sangat vital dalam menentukan efektif tidaknya sebuah
pembelajaran. Alhasil seorang guru harus selalu berevolusi, dinamis dan terbuka
dalam menerima hal yang baru, bukan hanya aktif dalam mengembangkan
kemampuannya, namun juga proaktif dalam menyikapi setiap fenomena yang
cenderung fluktuatif dan dinamis khususnya dalam dunia pendidikan sekarang ini,
usaha untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalitas guru tersebut dapat
dilakukan dengan berbagai kegiatan, diantaranya mengikuti kegiatan-kegiatan
maupun program-program yang berkaitan dengan pengembangan diri secara umum
hingga pengembangan terkhusus yang berkaitan dengan peningkatan profesionalitas
kinerja guru, misalnya dengan mengikuti seminar-seminar pendidikan, KKG, MGMP,
browsing di internet dan sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Kita semua sependapat bahwa di era kemajuan teknologi yang
telah mendunia ini memiliki dampak dan konsekuensi yang sangat besar dan
kompleks, bagai pisau bermata dua, sisi lain memberikan dampak positif yang
luar biasa namun di sisi lainnya memberikan dampak negatif yang luar biasa
pula. Namun sebelum kita membahas tentang dampak dari kemajuan TIK dunia,
sebelumnya kita lihat apa saja produk yang dihasilkan di era kemajuan ini, yang
kesemuanya itu terlahir dari buah pikiran serta buah tangan dari
manusia-manusia yang unggul, manusia yang tidak berhenti belajar, berani
mencoba dan mencoba lagi pantang menyerah. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Banyak sekali produk dari era kemajuan di zaman teknologi
sekarang ini di antaranya; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Koran atau media cetak berkembang
pesat baik yang konvensional hingga media masa online,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Televisi dan radio yang telah
mendunia dengan channel yang semakin bertambah dengan signal yang mudah
didapatkan, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Sambungan telepon atau jaringan
telepon seluler pun sudah memasyarakat,&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Sistem komputerisasi telah
diaplikasikan dalam berbagai bidang kehidupan,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Banyaknya inovasi maupun kreativitas
baru dalam menghasilkan fasilitas maupun produk canggih, baik di bidang
komunikasi, elektronik, otomotif, robotic, dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Dari
berbagai produk di atas tentu kesemuanya menjanjikan kemudahan, fleksibilitas,
efisiensi, fitur atau fasilitas canggih dan yang terpenting adalah kualitas
yang semakin meningkat dari masa kemasa. Sehingga pada saat sekarang ini, jarak
dan waktu tidak lagi menjadi masalah baik dari aspek komunikasi hingga
transportasi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Kemudian
beberapa hal yang paling berpengaruh di era globalisasi sekarang selain dari
hal-hal yang telah disebutkan di atas yaitu adanya perkembangan internet yang
berkembang pesat, internet atau interconnection networking adalah sistem global
dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung, saat ini fasilitas
internet dapat dinikmati bukan hanya di warnet (warung internet) saja, namun
layanan ini telah banyak tersedia pada beberapa jenis handphone yang telah
menyediakan fitur untuk koneksi internet via mobile, dengan adanya modem mobile
internal inilah pengguna handphone dapat langsung “berinternet ria” via mobile
internet di hp mereka dengan lebih fleksibel dan efisien. Selain itu beberapa
handphone jenis tertentu dapat digunakan sebagai modem eksternal untuk koneksi
internet baik dari note book, laptop hingga PC anda tanpa mengganggu lalu
lintas panggilan dan pesan yang masuk ke hp kita.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Layanan
internet atau lazim kita sebut dunia maya ini memberikan banyak manfaat positif
bagi guru maupun siswa, di antaranya :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Mudah untuk menemukan maupun mencari
informasi yang ingin kita ketahui dalam waktu yang relatif singkat, misalnya
pencarian web, gambar, audio, video atau pun file-file dalam format lainnya
dengan hanya menuliskan kata kunci pada mesin pencari (search engine) saja;
seperti di google, yahoo ataupun bing.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Sebagai sarana publikasi yang efektif
dan mendunia, karena informasi yang telah kita publikasikan di internet akan
dapat diakses oleh seluruh pengguna internet di seluruh dunia misalnya; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Share tentang pendidikan melalui
jejaring sosial facebook, twiter dll, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Sarana publikasi sekolah, blog atau
situs pribadi guru dll. Publikasi sekolah dapat menggunakan berbagai situs dari
hosting berbayar hingga yang gratis seperti wikipedia, blog ataupun website.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Iklan online, berita online hingga
bisnis online.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Penyampaian laporan-laporan sekolah
kepada pihak lain, pengiriman surat atau dokumen dalam berbagai format baik
word, excel, pdf, photo, mp3, video maupun file-file dalam format lainnya.
Pengiriman file ini dapat dilakukan dengan menggunakan fasilitas surat
elektronik atau email seperti : gmail atau pun yahoo mail.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Dapat mendownload atau mengambil
(mengunduh) file dari internet sekaligus dapat mengupload (mengunggah) file ke
internet.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Chating (bercakap-cakap antar
pengguna internet yang sedang online) baik dalam bentuk tulisan, isyarat, kode,
gambar bahkan melalui video streaming dengan gambar live dan suara layaknya
bertemu langsung antar komunikan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;6.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Pengguna dapat mendengarkan musik,
radio, hingga menonton video maupun televisi online melalui koneksi internet.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;7.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Dan lain-lain. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Dari
berbagai manfaat positif dari penggunaan layanan internet di atas, tentu banyak
juga akibat negatif yang ditimbulkan dari pengguna internet yang salah guna, di
antaranya :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Dengan mudahnya menyebarluaskan
informasi, banyak penipuan berawal dari informasi di internet.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Sebagian siswa kecanduan game online
sehingga menyebabkan kuantitas dan kualitas belajarnya berkurang.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Kurangnya peran aktif orang tua
dalam memantau anak dalam berhubungan dengan dunia maya atau internet sehingga
banyak tulisan, gambar, video maupun tontonan yang tidak senonoh dapat mereka
konsumsi dengan bebas dan tak terbatas, hal ini menyebabkan degradasi mental
dan merusak pikiran anak secara tajam.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Tindak kriminalitas seperti penculikan
anak, &lt;i&gt;human trafficking&lt;/i&gt; (penjualan
manusia) juga sering terjadi disebabkan adanya informasi dan komunikasi antar
pengguna melalui jejaring sosial yang tidak terbatas sekarang ini.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Setelah
kita membaca uraian singkat tentang plus-minus internet di atas, tentu kita
sebagai guru merasa miris terhadap pergaulan maupun tingkah laku peserta didik
kita khususnya pada sekolah yang berada di lingkungan kota yang secara umum
cenderung lebih kompleks pengaruh dari produk globalisasi sekarang ini, namun
hal ini pun bukanlah hukum yang mutlak lagi, karena pada akhir-akhir ini
pengaruh globalisasi sudah mulai merambah hingga ke daerah pelosok atau daerah
yang jauh dari perkotaan seiring dengan penyebaran akses telekomunikasi seluler
yang semakin luas hingga ke pelosok daerah, tentu layanan telekomunikasi
seluler ini juga menghadirkan layanan akses ke internet di dalamnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Selain
internet, produk globalisasi yang dampak positif dan negatifnya tidak bisa kita
anggap remeh adalah televisi, televisi pun dipastikan hampir setiap rumah
memilikinya, dan saat ini televisi bukanlah barang mewah lagi. Sebagai contoh
untuk daerah di lingkungan SMPN Satu Atap Sungai Karang pun yang notabene belum
tersedia jaringan listrik PLN saat ini pun hampir setiap rumah memiliki
televisi yang dapat dioperasikan dengan daya diesel maupun genset.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Banyak
program ataupun acara di televisi yang bagus untuk pelajar, seperti pada chanel
televisi edukasi yang hampir 100% programnya membahas tentang pendidikan maupun
pada program-program di chanel lain yang pada waktu-waktu tertentu menayangkan
program (acara) tentang pendidikan. Di samping itu televisi juga banyak
menayangkan berbagai macam acara yang tidak sesuai dengan anak, tentu untuk
menekan akibat negatif dari tontonan di televisi ini, orang tualah yang
bertanggung jawab penuh dalam membimbing, mengawasi dan mengontrol anak ketika
menonton televisi di rumah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Hingga
saya pun berkesimpulan bagi anak yang kurang pengarahan, pengawasan atau
kontrol, baik dari guru, orang tua bahkan kontrol yang lebih besar yaitu dari
masyarakat, sudah barang tentu akibat dari penggunaan fasilitas internet,
televisi maupun media masa, majalah, media komunikasi salah guna lainnya yang
telah dikonsumsi anak dapat menimbulkan dampak negatif yang kompleks pada anak.
Dampak negatif yang kompleks pada anak tersebut akan menyebabkan mental bahkan
tanpa mereka sadari sedikit demi sedikit menjelma pada tingkah laku anak, dan
jika hal ini terus dibiarkan saya yakin cepat atau lambat mereka akan
menjadi&amp;nbsp; anak yang “ekstrim”. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Mentalitas
ekstrim pada anak dalam artian anak memiliki paradigma sendiri tentang sikap
dan tingkah laku yang salah tapi mereka anggap benar, pemahaman yang menyimpang
tapi mereka anggap benar, dan beberapa bentuk ekstrimisme-ekstrimisme lainnya
yang tentu tidak baik bagi hubungan individu, keuarga dan sosial mereka hingga
akhirnya egoisme yang berlebih yang mengagungkan kebenaran pribadi menjadi
titik puncak akibat adanya mentalitas ekstrim ini, selanjutnya mentalitas
ekstrim ini otomatis akan berimplikasi pula pada tingkah laku, pola hidup
bahkan kebiasaan hidup anak dalam kehidupan sehari-harinya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Banyak
macam dan peristiwa yang mencerminkan tingkah laku yang tidak baik namun telah
dilakukan oleh beberapa oknum pelajar ini di antaranya, :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Perkelahian atau bentrok fisik antar
pelajar bahkan antar sekolah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Anak tidak sopan terhadap guru
bahkan orang tuanya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Pergaulan bebas hingga menyebabkan
kehamilan pada pelajar.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Materialisme anak yang berlebih,
sehingga mereka menuntut pada orang tuanya untuk mewujudkan keinginannya itu
tanpa mau mengerti keadaan orang tuanya. Salah satu contohnya anak minta paksa
untuk dibelikan motor baru pada orang tua tanpa mempertimbangan keadaan ekonomi
orang tua.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Tidak ada perhatian terhadap materi
yang disampaikan oleh guru saat di dalam kelas.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Dan lain sebagainya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Sebagai
guru yang telah mendapati salah satu sikap yang ekstrim di atas atau pun sikap
ekstrim lain yang mencerminkan tingkah laku yang tidak baik pada anak atau pun
pelajar selayaknya guru harus menerapkan metode pembelajaran yang tepat, sebab
jika guru salah dalam menerapkan metode pembelajaran, pembimbingan maupun
pengarahan pada anak tersebut, maka bukan tidak mungkin perubahan positif yang
diharapkan akan sulit direalisasikan. Hal ini terjadi akibat tuntutan zaman
yang semakin maju pesat dan kompleks ini, kita pun dituntut untuk menerapkan
metode maupun teknik pembelajaran yang terus berkembang pula. Saat ini metode
pembelajaran yang “ekstrim” pulalah yang tepat untuk anak didik kita, selain
sebagai upaya dalam mengatasi ekstrimisme-ekstrimisme siswa tadi sekaligus
sebagai metode dan teknik baru dalam memperkaya&amp;nbsp;
khasanah keilmuan khususnya dalam aspek pembelajaran yang berusaha
menjadikan suasana pembelajaran yang edukatif yang positif, efektif (berhasil
guna) serta aplikatif.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Metode
pembelajaran yang “ekstrim” bukanlah pembelajaran yang berarti pembelajaran
yang keras dan berlebihan, apalagi metode pembelajaran yang membahayakan...???.
Pembelajaran EKSTRIM adalah pembelajaran yang berusaha memanifestasikan
nilai-nilai serta sikap-sikap positif kehidupan kita sehari-hari dalam proses
belajar mengajar di sekolah, nilai-nilai serta sikap-sikap positif itu antara
lain;&amp;nbsp; Elaboratif. Konstruktif, Santun,
Tegas, Rasional, Inspiratif dan Modern. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Guru
yang dapat menerapkan pembelajaran EKSTRIM secara sempurna akan mendapati
perubahan yang signifikan khususnya mengenai motivasi dan kesadaran siswa dalam
belajar ikhlas, selanjutnya kesadaran ini akan mengantar siswa dalam meraih
masa depan yang cemerlang.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Penjabaran
dari metode pembelajaran maupun teknik pembelajaran yang Elaboratif.
Konstruktif, Santun, Tegas, Rasional, Inspiratif dan Modern (EKSTRIM) ini dapat
saya uraikan secara singkat, sebagai berikut. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Elaboratif&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Elaboratif
merupakan metode pembelajaran yang mengedepankan kejelasan materi ataupun
pembahasan yang disampaikan secara detail sekaligus rinci. Jadi, dalam
penyampaian materi, pemahaman guru harus optimal atau maksimal terhadap setiap
materi atau pembahasan yang disampaikan kepada peserta didik (siswa). &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Secara
teknis metode pembelajaran yang elaboratif dapat dideskripsikan sebagai berikut
:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Tahap persiapan, sebelum&amp;nbsp; mengajar lakukan sharing materi atau
pembahasan anda pada guru kelas atau guru bidang studi lain, mungkin ada
beberapa istilah kata ataupun teori yang berhubungan dengan bidang studi lain
yang lebih detail penjelasannya atau mungkin bahkan sudah pernah disampaikan
pada siswa atau kelas yang akan anda bimbing. Hal ini dilakukan untuk menghindari
perbedaan persepsi siswa terhadap guru-gurunya, jangan sampai antara guru satu
dengan guru yang lainnya berbeda pemahaman terhadap sebuah sub pokok bahasan
namun penjelasan guru yang satu dengan yang lainnya berbeda.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Penyampaian materi disampaikan oleh
guru dengan susunan bahasa yang baik dan benar, intonasi yang tepat, mimik muka
serta ekspresi anggota badan maupun tubuh yang mencerminkan penjiwaan yang
sinkron dengan tema bahasan, hal ini jelas akan memudahkan siswa dalam memahami
sebuah bahasan atau materi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Materi disajikan secara terstruktur
dan sistematis.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Di sela-sela penyampaian materi,
siswa diijinkan bertanya tanpa harus menunggu guru selesai menyampaikan
materinya. Hal ini dilakukan agar siswa memahami materi pembahasan secara
komprehensif (menyeluruh).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Konstruktif&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Materi
dan pembahasan yang disampaikan harus bersifat membangun dan baik karena target
pendidikan identik dengan perbaikan, peningkatan SDM secara universal, bukan
hanya kegiatan formil semata namun inti dari seluruh kegiatan pendidikan ini
adalah formula kehidupan yang aplikatif dan efektif dalam mencapai taraf
kehidupan yang lebih berkualitas pada siswa nantinya. seandainya pun
menggunakan alat peraga dalam penyampaian materi atau pembahasan jangan sampai
melakukan tindakan destruktif atau merusak di hadapan siswa.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Santun&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Nasehat
yang terbaik adalah keteladanan, sikap guru yang santun serta ramah baik di
dalam dan di luar sekolah adalah teladan yang baik bagi siswa dan masyarakat,
namun sikap santun kepada siswa di sekolah atau di kelas bukanlah seperti anak
yang menghormati orang tuanya, namun seperti orang tua yang mau menghargai
anak-anaknya, sehingga terciptalah suasana yang bersahabat dan damai. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Terlebih
lagi santun serta menghargai setiap siswa dalam proses belajar mengajar adalah
kunci seorang guru dalam menciptakan suasana kekeluargaan yang otomatis
terciptalah ikatan batin yang positif antara siswa dengan gurunya seperti
dekatnya hubungan perasaan antara anak dengan orang tuanya, hal ini akan
menimbulkan antusiasme dalam belajar yang ikhlas karena metode pembelajaran
yang santun ini sasarannya adalah membuka hati dan perasaan siswa untuk
menerima hal-hal baru secara sadar dan ikhlas, untuk selanjutnya ketenangan
hati itulah yang akan merefresh otak mereka dalam menerima &lt;i&gt;transfer of knowledge&lt;/i&gt; saat itu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Tegas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Ketegasan
bukanlah kekerasan dan kekerasan bukanlah ketegasan, ketegasan adalah sikap
yang pasti dalam memutuskan, pilihan jawabannya adalah ya atau tidak, tidak ada
jawaban yang meragukan bagi siswa.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Inspiratif&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Di sela-sela proses pembelajaran, alokasikan waktu sekitar 5
menit untuk menyampaikan beberapa kata-kata yang membangkitkan semangat,
kata-kata mutiara yang berintikan motivasi, contoh kalimat yang bisa
membangkitkan semangat belajar siswa, seperti; &lt;i&gt;Untuk menjadi pintar memang sulit, tapi lebih sulit lagi kalau tidak
pintar&lt;b&gt;. &lt;/b&gt;Jati diri bukan dicari, tapi
diciptakan, Di mana ada kemauan, di situ ada jalan, Bakat belum tentu mempunyai
minat, namun minat dapat menciptakan bakat &lt;/i&gt;dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Selain itu kita dapat juga menceritakan biografi singkat
tentang kisah-kisah orang yang telah sukses, bisa juga tentang hal-hal lain
yang sekiranya dapat menyalakan api semangat dalam mewujudkan setiap cita-cita
mereka, beri keyakinan yang mendalam akan pentingnya belajar dan berusaha,
karena belajar adalah bagian dari usaha itu sendiri. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Pelajar berprestasi atau bahkan kisah-kisah orang sukses
saat ini, namun yang menjadi highligh dari kisah sukses yang inspiratif
diceritakan saat umur sebaya dengan siswa, hal ini akan menimbulkan semangat
baru, menjadi motivasi bahkan kreatifitas, inovasi lahir dari sebuah inspirasi
(hikmah)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Usahakan setiap tatap muka selalu sediakan waktu khusus
untuk menginspirasi siswa, terlebih jika kita sebagai guru mereka bisa menjadi
sosok yang inspiratif bagi mereka. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;6.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Modern&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Gunakan
pendekatan yang sesuai dengan jaman mereka untuk mengarahkan siswa, karena
mereka lahir di jamannya, bukan lahir di jaman kita. Oleh karena itu, jelas
bahwa secara pendidikan alamiah saja, pendidikan alam yang dia alami sangat
berbeda jauh dengan apa yang kita alami, sehingga mindset mereka secara alamiah
sedemikian rupa dan pastinya jauh berbeda dengan mindset mereka.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Demikian
sebagian resume dari metode ataupun teknik pembelajaran terbaru yang sedang
saya susun, semoga pada akhir tahun 2012 mendatang konsep ini sudah dapat saya
realisasikan dalam bentuk buku. Mohon do’a dari rekan-rekan guru semua, dan
terima kasih saya ucapkan kepada teman-teman yang telah mendukung penulisan
tentang metode pembelajaran ESKTRIM ini. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a href="http://www.tokoblog.net/2010/10/macam-macam-metode-pembelajaran.html"&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://www.bakharuddin.net/2013/02/metode-pembelajaran-terbaru-ekstrim.html</link><author>noreply@blogger.com (Bakharuddin Ahmad)</author><thr:total>6</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2286925870338099806.post-3860002155418346010</guid><pubDate>Wed, 09 Jan 2013 03:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-01-09T10:26:56.252+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Wacana dan Opini Pendidikan</category><title>Berharap di Kurikulum 2013</title><description>&lt;div style="border: 0px none; font-family: inherit; font-size: 16px; font-style: inherit; outline: medium none rgb(0, 0, 0); padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
Pengembangan Kurikulum 2013 merupakan bagian dari strategi meningkatkan 
capaian pendidikan. Disamping kurikulum, terdapat sejumlah faktor 
diantaranya: lama siswa bersekolah; lama siswa tinggal di sekolah; 
pembelajaran siswa aktif berbasis kompetensi; buku pegangan atau buku 
babon; dan peranan guru sebagai ujung tombak pelaksana pendidikan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px none; font-family: inherit; font-size: 16px; font-style: inherit; outline: medium none rgb(0, 0, 0); padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
Orientasi Kurikulum 2013 adalah terjadinya peningkatan dan keseimbangan 
antara kompetensi sikap (attitude), keterampilan (skill) dan pengetahuan
 (knowledge). Hal ini sejalan dengan amanat UU No. 20 Tahun 2003 
sebagaimana tersurat dalam penjelasan Pasal 35: kompetensi lulusan 
merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, 
pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah 
disepakati. Hal ini sejalan pula dengan pengembangan kurikulum berbasis 
kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup 
kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px none; font-family: inherit; font-size: 16px; font-style: inherit; outline: medium none rgb(0, 0, 0); padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
Sejumlah hal yang menjadi alasan pengembangan Kurikulum 2013 adalah (a) 
Perubahan proses pembelajaran [dari siswa diberi tahu menjadi siswa 
mencari tahu] dan proses penilaian [dari berbasis output menjadi 
berbasis proses dan output] memerlukan penambahan jam pelajaran; (b) 
Kecenderungan akhir-akhir ini banyak negara menambah jam pelajaran [KIPP
 dan MELT di AS, Korea Selatan]; (c) Perbandingan dengan negara-negara 
lain menunjukkan jam pelajaran di Indonesia relatif lebih singkat, dan 
(d) Walaupun pembelajaran di Finlandia relatif singkat, tetapi didukung 
dengan pembelajaran tutorial&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px none; font-family: inherit; font-size: 16px; font-style: inherit; outline: medium none rgb(0, 0, 0); padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
Sementara itu, Kurikulum 2006 memuat sejumlah permasalahan diantaranya: 
(1) Kurikulum belum sepenuhnya berbasis kompetensi sesuai dengan 
tuntutan fungsi dan tujuan pendidikan nasional; (2) Kompetensi belum 
menggambarkan secara holistik domain sikap, keterampilan, dan 
pengetahuan; (3) Beberapa kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan 
perkembangan kebutuhan (misalnya pendidikan karakter, metodologi 
pembelajaran aktif, keseimbangan soft skills dan hard skills, 
kewirausahaan) belum terakomodasi di dalam kurikulum; (4) Kurikulum 
belum peka dan tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi pada 
tingkat lokal, nasional, maupun global; (5) Standar proses pembelajaran 
belum menggambarkan urutan pembelajaran yang rinci sehingga membuka 
peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung pada pembelajaran 
yang berpusat pada guru; (6) Standar penilaian belum mengarahkan pada 
penilaian berbasis kompetensi (proses dan hasil) dan belum secara tegas 
menuntut adanya remediasi secara berkala; dan (7) Dengan KTSP memerlukan
 dokumen kurikulum yang lebih rinci agar tidak menimbulkan multi tafsir.&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px none; font-family: inherit; font-size: 16px; font-style: inherit; outline: medium none rgb(0, 0, 0); padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
Tiga faktor lainnya juga menjadi alasan Pengembangan Kurikulum 2013 
adalah, pertama, tantangan masa depan diantaranya meliputi arus 
globalisasi, masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi informasi, 
konvergensi ilmu dan teknologi, dan ekonomi berbasis pengetahuan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px none; font-family: inherit; font-size: 16px; font-style: inherit; outline: medium none rgb(0, 0, 0); padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
Kedua, kompetensi masa depan yang antaranya meliputi kemampuan 
berkomunikasi, kemampuan berpikir jernih dan kritis, kemampuan 
mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan, kemampuan menjadi warga 
negara yang efektif, dan kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran 
terhadap pandangan yang berbeda.&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px none; font-family: inherit; font-size: 16px; font-style: inherit; outline: medium none rgb(0, 0, 0); padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
Ketiga, fenomena sosial yang mengemuka seperti perkelahian pelajar, 
narkoba, korupsi, plagiarisme, kecurangan dalam berbagai jenis ujian, 
dan gejolak sosial (social unrest). Yang keempat adalah persepsi publik 
yang menilai pendidikan selama ini terlalu menitikberatkan pada aspek 
kognitif, beban siswa yang terlalu berat, dan kurang bermuatan karakter.&lt;/div&gt;
</description><link>http://www.bakharuddin.net/2013/01/berharap-di-kurikulum-2013.html</link><author>noreply@blogger.com (Bakharuddin Ahmad)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2286925870338099806.post-8286422233991751710</guid><pubDate>Thu, 08 Nov 2012 09:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-11-08T16:12:07.865+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Metode Model Pembelajaran dan Strategi Pembelajaran</category><title>Model model Pembelajaran Terbaru</title><description>Model-model Pembelajaran terbaru dapat dilihat dibawah ini :&lt;br /&gt;
1. Lesson Study&lt;br /&gt;
2. Examples Non Examples&lt;br /&gt;
3. Picture and Picture&lt;br /&gt;
4. Numbered Heads Together&lt;br /&gt;
5. Cooperative Script&lt;br /&gt;
6. Pembelajaran Berdasarkan Masalah&lt;br /&gt;
7. Explicit Instruction (Pengajaran Langsung)&lt;br /&gt;
8. Inside – Outside – Circle (Lingkaran kecil – Lingkaran besar)&lt;br /&gt;
9. Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)&lt;br /&gt;
10. Student Facilitator and Explaining&lt;br /&gt;
11. Course Review Horay&lt;br /&gt;
12. Talking Stick&lt;br /&gt;
13. Bertukar Pasangan&lt;br /&gt;
14. Snowball Throwing&lt;br /&gt;
15. Artikulasi&lt;br /&gt;
16. Mind Mapping&lt;br /&gt;
17. Student Teams – Achievement Divisions (STAD)&lt;br /&gt;
18. Kepala Bernomor Struktur (Modifikasi dari Number Heads)&lt;br /&gt;
19. Scramble&lt;br /&gt;
20. Word Square&lt;br /&gt;
21. Kartu Arisan&lt;br /&gt;
22. Concept Sentence&lt;br /&gt;
23. Make – A Match (Mencari Pasangan)&lt;br /&gt;
24. Take and Give&lt;br /&gt;
25. Tebak Kata&lt;br /&gt;
26. Metode Diskusi&lt;br /&gt;
27. Metode Jigsaw&lt;br /&gt;
28. Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation)&lt;br /&gt;
29. Metode Inquiry&lt;br /&gt;
30. Metode Debat&lt;br /&gt;
31. Metode Role Playing&lt;br /&gt;
32. Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving)&lt;br /&gt;
33. Metode Team Games Tournament (TGT)&lt;br /&gt;
1. Lesson Study&lt;br /&gt;
Lesson Study adalah suatu metode yang dikembankan di Jepang yang dalam bahasa Jepangnya disebut Jugyokenkyuu. Istilah ‘lesson study’ sendiri diciptakan oleh Makoto Yoshida.&lt;br /&gt;
Lesson Study merupakan suatu proses dalam mengembangkan profesionalitas guru-guru di Jepang dengan jalan menyelidiki/ menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih efektif.&lt;br /&gt;
Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;
1. Sejumlah guru bekerjasama dalam suatu kelompok. Kerjasama ini meliputi:&lt;br /&gt;
a. Perencanaan.&lt;br /&gt;
b. Praktek mengajar.&lt;br /&gt;
c. Observasi.&lt;br /&gt;
d. Refleksi/ kritikan terhadap pembelajaran.&lt;br /&gt;
2. Salah satu guru dalam kelompok tersebut melakukan tahap perencanaan yaitu membuat rencana pembelajaran yang matang dilengkapi dengan dasar-dasar teori yang menunjang.&lt;br /&gt;
3. Guru yang telah membuat rencana pembelajaran pada (2) kemudian mengajar di kelas sesungguhnya. Berarti tahap praktek mengajar terlaksana.&lt;br /&gt;
4. Guru-guru lain dalam kelompok tersebut mengamati proses pembelajaran sambil mencocokkan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Berarti tahap observasi terlalui.&lt;br /&gt;
5. Semua guru dalam kelompok termasuk guru yang telah mengajar kemudian bersama-sama mendiskusikan pengamatan mereka terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Tahap ini merupakan tahap refleksi. Dalam tahap ini juga didiskusikan langkah-langkah perbaikan untuk pembelajaran berikutnya.&lt;br /&gt;
6. Hasil pada (5) selanjutnya diimplementasikan pada kelas/ pembelajaran berikutnya dan seterusnya kembali ke (2).&lt;br /&gt;
Adapun kelebihan metode ‘lesson study’ sebagai berikut:&lt;br /&gt;
1. Dapat diterapkan di setiap bidang mulai seni, bahasa, sampai matematika dan olahraga dan pada setiap tingkatan kelas.&lt;br /&gt;
2. Dapat dilaksanakan antar/ lintas sekolah.&lt;br /&gt;
2. Examples Non Examples&lt;br /&gt;
Examples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh. Contoh-contoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan KD.&lt;br /&gt;
Langkah-langkah:&lt;br /&gt;
1. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran.&lt;br /&gt;
2. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP.&lt;br /&gt;
3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan / menganalisa gambar.&lt;br /&gt;
4. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas.&lt;br /&gt;
5. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya.&lt;br /&gt;
6. Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai.&lt;br /&gt;
7. Kesimpulan.&lt;br /&gt;
Kebaikan:&lt;br /&gt;
1. Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar.&lt;br /&gt;
2. Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar.&lt;br /&gt;
3. Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya.&lt;br /&gt;
Kekurangan:&lt;br /&gt;
1. Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar.&lt;br /&gt;
2. Memakan waktu yang lama.&lt;br /&gt;
3. Picture and Picture&lt;br /&gt;
Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis.&lt;br /&gt;
Langkah-langkah:&lt;br /&gt;
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.&lt;br /&gt;
2. Menyajikan materi sebagai pengantar.&lt;br /&gt;
3. Guru menunjukkan / memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi.&lt;br /&gt;
4. Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian memasang / mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis.&lt;br /&gt;
5. Guru menanyakan alas an / dasar pemikiran urutan gambar tersebut.&lt;br /&gt;
6. Dari alasan / urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep / materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.&lt;br /&gt;
7. Kesimpulan / rangkuman.&lt;br /&gt;
Kebaikan:&lt;br /&gt;
1. Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa.&lt;br /&gt;
2. Melatih berpikir logis dan sistematis.&lt;br /&gt;
Kekurangan:&lt;br /&gt;
1. Memakan banyak waktu.&lt;br /&gt;
2. Banyak siswa yang pasif. &lt;br /&gt;
4. Numbered Heads Together&lt;br /&gt;
Numbered Heads Together adalah suatu metode belajar dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa.&lt;br /&gt;
Langkah-langkah:&lt;br /&gt;
1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor.&lt;br /&gt;
2. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya.&lt;br /&gt;
3. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya.&lt;br /&gt;
4. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka.&lt;br /&gt;
5. Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain.&lt;br /&gt;
6. Kesimpulan.&lt;br /&gt;
Kelebihan:&lt;br /&gt;
1. Setiap siswa menjadi siap semua.&lt;br /&gt;
2. Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;
3. Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai.&lt;br /&gt;
Kelemahan:&lt;br /&gt;
1. Kemungkinan nomor yang dipanggil, dipanggil lagi oleh guru.&lt;br /&gt;
2. Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru.&lt;br /&gt;
5. Cooperative Script&lt;br /&gt;
Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari.&lt;br /&gt;
Langkah-langkah:&lt;br /&gt;
1. Guru membagi siswa untuk berpasangan.&lt;br /&gt;
2. Guru membagikan wacana / materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan.&lt;br /&gt;
3. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar.&lt;br /&gt;
4. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar menyimak / mengoreksi / menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat / menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya.&lt;br /&gt;
5. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya, serta lakukan seperti di atas.&lt;br /&gt;
6. Kesimpulan guru.&lt;br /&gt;
7. Penutup.&lt;br /&gt;
Kelebihan:&lt;br /&gt;
1. Melatih pendengaran, ketelitian / kecermatan.&lt;br /&gt;
2. Setiap siswa mendapat peran.&lt;br /&gt;
3. Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan.&lt;br /&gt;
Kekurangan:&lt;br /&gt;
1. Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu.&lt;br /&gt;
2. Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut).&lt;br /&gt;
6. Pembelajaran Berdasarkan Masalah&lt;br /&gt;
Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa, peran guru menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog.&lt;br /&gt;
Langkah-langkah:&lt;br /&gt;
1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.&lt;br /&gt;
2. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.)&lt;br /&gt;
3. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah.&lt;br /&gt;
4. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya.&lt;br /&gt;
5. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan.&lt;br /&gt;
Kelebihan:&lt;br /&gt;
1. Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik.&lt;br /&gt;
2. Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain.&lt;br /&gt;
3. Dapat memperoleh dari berbagai sumber.&lt;br /&gt;
Kekurangan:&lt;br /&gt;
1. Untuk siswa yang malas tujuan dari metode tersebut tidak dapat tercapai.&lt;br /&gt;
2. Membutuhkan banyak waktu dan dana.&lt;br /&gt;
3. Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini. &lt;br /&gt;
7. Explicit Instruction (Pengajaran Langsung)&lt;br /&gt;
Pembelajaran langsung khusus dirancang untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang dapat diajarkan dengan pola selangkah demi selangkah.&lt;br /&gt;
Langkah-langkah:&lt;br /&gt;
1. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa.&lt;br /&gt;
2. Mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilan.&lt;br /&gt;
3. Membimbing pelatihan.&lt;br /&gt;
4. Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik.&lt;br /&gt;
5. Memberikan kesempatan untuk latihan lanjutan.&lt;br /&gt;
Kelebihan:&lt;br /&gt;
1. Siswa benar-benar dapat menguasai pengetahuannya.&lt;br /&gt;
2. Semua siswa aktif / terlibat dalam pembelajaran.&lt;br /&gt;
Kekurangan:&lt;br /&gt;
1. Memerlukan waktu lama sehingga siswa yang tampil tidak begitu lama.&lt;br /&gt;
2. Untuk mata pelajaran tertentu.&lt;br /&gt;
8. Inside – Outside – Circle (Lingkaran kecil – Lingkaran besar)&lt;br /&gt;
Siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan, dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur.&lt;br /&gt;
Langkah-langkah:&lt;br /&gt;
1. Separuh kelas berdiri membentuk lingkaran kecil dan menghadap keluar.&lt;br /&gt;
2. Separuh kelas lainnya membentuk lingkaran di luar lingkaran pertama, menghadap keluar.&lt;br /&gt;
3. Dua siswa yang berpasangan dari lingkaran kecil dan besar berbagi informasi. Pertukaran informasi ini bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan.&lt;br /&gt;
4. Kemudian siswa berada di lingkaran kecil diam di tempat, sementara siswa yang berada di lingkaran besar bergeser satu atau dua langkah searah jarum jam sehingga masing-masing siswa mendapat pasangan baru.&lt;br /&gt;
5. Sekarang giliran siswa berada di lingkaran besar yang membagi informasi. Demikian seterusnya.&lt;br /&gt;
Kelebihan:&lt;br /&gt;
Mendapatkan informasi yang berbeda pada saat bersamaan.&lt;br /&gt;
Kekurangan:&lt;br /&gt;
1. Membutuhkan ruang kelas yang besar.&lt;br /&gt;
2. Terlalu lama sehingga tidak konsentrasi dan disalahgunakan untuk bergurau.&lt;br /&gt;
3. Rumit untuk dilakukan.&lt;br /&gt;
9. Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)&lt;br /&gt;
Pada metode ini siswa dibentuk kelompok untuk memberikan tanggapan terhadap wacana/ kliping.&lt;br /&gt;
Langkah-langkah:&lt;br /&gt;
1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen.&lt;br /&gt;
2. Guru memberikan wacana / kliping sesuai dengan topik pembelajaran.&lt;br /&gt;
3. Siswa bekerjasama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana / kliping dan ditulis pada lembar kertas.&lt;br /&gt;
4. Mempresentasikan / membacakan hasil kelompok.&lt;br /&gt;
5. Guru membuat kesimpulan bersama.&lt;br /&gt;
6. Penutup.&lt;br /&gt;
Kelebihan:&lt;br /&gt;
1. Siswa dapat memberikan tanggapannya secara bebas.&lt;br /&gt;
2. Dilatih untuk dapat bekerjasama dan menghargai pendapat orang lain.&lt;br /&gt;
Kekurangan:&lt;br /&gt;
Pada saat presentasi hanya siswa yang aktif yang tampil.&lt;br /&gt;
10. Student Facilitator and Explaining &lt;br /&gt;
Siswa / peserta mempresentasikan ide / pendapat pada rekan peserta lainnya.&lt;br /&gt;
Langkah-langkah:&lt;br /&gt;
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.&lt;br /&gt;
2. Guru mendemonstrasikan / menyajikan materi.&lt;br /&gt;
3. Memberikan kesempatan siswa / peserta untuk menjelaskan kepada peserta lainnya baik melalui bagan / peta konsep maupun yang lainnya.&lt;br /&gt;
4. Guru menyimpulkan ide / pendapat dari siswa.&lt;br /&gt;
5. Guru menerangkan semua materi yang disajikan saat itu.&lt;br /&gt;
6. Penutup.&lt;br /&gt;
Kelebihan:&lt;br /&gt;
Siswa diajak untuk dapat menerangkan kepada siswa lain, dapat mengeluarkan ide-ide yang ada di pikirannya sehingga lebih dapat memahami materi tersebut.&lt;br /&gt;
Kekurangan:&lt;br /&gt;
1. Adanya pendapat yang sama sehingga hanya sebagian saja yang tampil.&lt;br /&gt;
2. Banyak siswa yang kurang aktif.&lt;br /&gt;
11. Course Review Horay&lt;br /&gt;
Suatu metode pembelajaran dengan pengujian pemahaman menggunakan kotak yang diisi dengan nomor untuk menuliskan jawabannya, yang paling dulu mendapatkan tanda benar langsung berteriak horay.&lt;br /&gt;
Langkah-langkah:&lt;br /&gt;
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.&lt;br /&gt;
2. Guru mendemonstrasikan / menyajikan materi sesuai tpk.&lt;br /&gt;
3. Memberikan siswa tanya jawab.&lt;br /&gt;
4. Untuk menguji pemahaman, siswa disuruh membuat kotak 9 / 16 / 25 sesuai dengan kebutuhan dan tiap kotak diisi angka sesuai dengan selera masing-masing.&lt;br /&gt;
5. Guru membaca soal secara acak dan siswa menulis jawaban di dalam kotak yang nomornya disebutkan guru dan langsung didiskusikan, kalau benar diisi tanda benar (v) dan salah diisi tanda silang (x)&lt;br /&gt;
6. Siswa yang sudah mendapat tanda v vertikal atau horisontal, atau diagonal harus segera berteriak horay atau yel-yel lainnya.&lt;br /&gt;
7. Nilai siswa dihitung dari jawaban benar dan jumlah horay yang diperoleh.&lt;br /&gt;
8. Penutup.&lt;br /&gt;
Kelebihan:&lt;br /&gt;
1. Pembelajarannya menarik mendorong untuk dapat terjun ke dalamnya.&lt;br /&gt;
2. Melatih kerjasama.&lt;br /&gt;
Kekurangan:&lt;br /&gt;
1. Siswa aktif dan pasif nilainya disamakan.&lt;br /&gt;
2. Adanya peluang untuk curang.&lt;br /&gt;
12. Talking Stick&lt;br /&gt;
Metode pembelajaran dengan bantuan tongkat, siapa yang memegang tongkat wajib menjawab pertanyaan dari guru setelah siswa mempelajari materi pokoknya.&lt;br /&gt;
Langkah-langkah:&lt;br /&gt;
1. Guru menyiapkan sebuah tongkat.&lt;br /&gt;
2. Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan mempelajari materi pada pegangannya/ paketnya.&lt;br /&gt;
3. Setelah selesai membaca buku dan mempelajarinya guru mempersilahkan siswa untuk menutup bukunya.&lt;br /&gt;
4. Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa, setelah itu guru memberi pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya, demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru.&lt;br /&gt;
5. Guru memberikan kesimpulan.&lt;br /&gt;
6. Evaluasi.&lt;br /&gt;
7. Penutup.&lt;br /&gt;
Kelebihan:&lt;br /&gt;
1. Menguji kesiapan siswa.&lt;br /&gt;
2. Melatih membaca dan memahami dengan cepat.&lt;br /&gt;
3. Agar lebih giat belajar (belajar dahulu).&lt;br /&gt;
Kekurangan:&lt;br /&gt;
Membuat siswa senam jantung.&lt;br /&gt;
13. Bertukar Pasangan&lt;br /&gt;
Siswa berpasangan kemudian bergabung dengan pasangan lain dan bertukar pasangan untuk saling menanyakan dan mengukuhkan jawaban masing-masing.&lt;br /&gt;
Langkah-langkah:&lt;br /&gt;
1. Setiap siswa mendapat satu pasangan (guru biasa menunjukkan pasangannya atau siswa menunjukkan pasangannya).&lt;br /&gt;
2. Guru memberikan tugas dan siswa mengerjakan tugas dengan pasangannya.&lt;br /&gt;
3. Setelah selesai setiap siswa yang berpasangan bergabung dengan satu pasangan lain.&lt;br /&gt;
4. Kedua pasangan tersebut bertukar pasangan, masing-masing pasangan yang baru ini saling menanyakan dan mengukuhkan jawaban mereka.&lt;br /&gt;
5. Temuan baru yang didapat dari pertukaran pasangan kemudian dibagikan kepada pasangan semula.&lt;br /&gt;
Kelebihan:&lt;br /&gt;
1. Siswa dilatih untuk dapat bekerjasama, mempertahankan pendapat.&lt;br /&gt;
2. Semua siswa terlibat.&lt;br /&gt;
Kekurangan:&lt;br /&gt;
1. Memerlukan waktu yang lama.&lt;br /&gt;
2. Guru tidak dapat mengetahui kemampuan siswa masing-masing.&lt;br /&gt;
14. Snowball Throwing &lt;br /&gt;
Dibentuk kelompok yang diwakili ketua kelompok untuk mendapat tugas dari guru kemudian masing-masing siswa membuat pertanyaan yang dibentuk seperti bola (kertas pertanyaan) lalu dilempar ke siswa lain yang masing-masing siswa menjawab pertanyaan dari bola yang diperoleh.&lt;br /&gt;
Langkah-langkah:&lt;br /&gt;
1. Guru menyampaikan materi yang akan disajikan.&lt;br /&gt;
2. Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi.&lt;br /&gt;
3. Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya.&lt;br /&gt;
4. Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kerja untuk menuliskan pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok.&lt;br /&gt;
5. Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama kurang lebih 5 menit.&lt;br /&gt;
6. Setelah siswa mendapat satu bola / satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian.&lt;br /&gt;
7. Guru memberikan kesimpulan.&lt;br /&gt;
8. Evaluasi.&lt;br /&gt;
9. Penutup.&lt;br /&gt;
Kelebihan:&lt;br /&gt;
1. Melatih kesiapan siswa.&lt;br /&gt;
2. Saling memberikan pengetahuan.&lt;br /&gt;
Kekurangan:&lt;br /&gt;
1. Pengetahuan tidak luas hanya berkutat pada pengetahuan sekitar siswa.&lt;br /&gt;
2. Tidak efektif.&lt;br /&gt;
15. Artikulasi&lt;br /&gt;
Siswa membentuk kelompok berpasangan, kemudian seorang menceritakan materi yang disampaikan oleh guru dan yang lain sebagai pendengar setelah itu berganti peran.&lt;br /&gt;
Langkah-langkah:&lt;br /&gt;
1. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.&lt;br /&gt;
2. Guru menyajikan materi sebagaimana biasa.&lt;br /&gt;
3. Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan dua orang.&lt;br /&gt;
4. Suruhlah seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lainnya.&lt;br /&gt;
5. Suruh siswa secara bergiliran/ diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya, sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya.&lt;br /&gt;
6. Guru mengulangi / menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa.&lt;br /&gt;
7. Kesimpulan/ penutup.&lt;br /&gt;
Kelebihan:&lt;br /&gt;
1. Semua siswa terlibat (mendapat peran).&lt;br /&gt;
2. Melatih kesiapan siswa.&lt;br /&gt;
3. Melatih daya serap pemahaman dari orang lain.&lt;br /&gt;
Kekurangan:&lt;br /&gt;
1. Untuk mata pelajaran tertentu.&lt;br /&gt;
2. Waktu yang dibutuhkan banyak.&lt;br /&gt;
3. Materi yang didapat sedikit.&lt;br /&gt;
16. Mind Mapping&lt;br /&gt;
Suatu metode pembelajaran yang sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban.&lt;br /&gt;
Langkah-langkah:&lt;br /&gt;
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.&lt;br /&gt;
2. Guru mengemukakan konsep/ permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa , sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban.&lt;br /&gt;
3. Membentuk kelompok yang anggotanya 2-5 orang.&lt;br /&gt;
4. Tiap kelompok menginventarisasi/ mencatat alternatif jawaban hasil diskusi.&lt;br /&gt;
5. Tiap kelompok membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru.&lt;br /&gt;
6. Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru.&lt;br /&gt;
Kelebihan:&lt;br /&gt;
1. Dapat mengemukakan pendapat secara bebas.&lt;br /&gt;
2. Dapat bekerjasama dengan teman lainnya.&lt;br /&gt;
Kekurangan:&lt;br /&gt;
1. Hanya siswa yang aktif yang terlibat.&lt;br /&gt;
2. Tidak sepenuhnya murid yang belajar.&lt;br /&gt;
17. Student Teams – Achievement Divisions (STAD)&lt;br /&gt;
Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota lain sampai mengerti.&lt;br /&gt;
Langkah-langkah:&lt;br /&gt;
1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll.).&lt;br /&gt;
2. Guru menyajikan pelajaran.&lt;br /&gt;
3. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. Anggota yang tahu menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.&lt;br /&gt;
4. Guru memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu.&lt;br /&gt;
5. Memberi evaluasi.&lt;br /&gt;
6. Penutup.&lt;br /&gt;
Kelebihan:&lt;br /&gt;
1. Seluruh siswa menjadi lebih siap.&lt;br /&gt;
2. Melatih kerjasama dengan baik.&lt;br /&gt;
Kekurangan:&lt;br /&gt;
1. Anggota kelompok semua mengalami kesulitan.&lt;br /&gt;
2. Membedakan siswa.&lt;br /&gt;
18. Kepala Bernomor Struktur (Modifikasi dari Number Heads)&lt;br /&gt;
Siswa dikelompokkan dengan diberi nomor dan setiap nomor mendapat tugas berbeda dan nantinya dapat bergabung dengan kelompok lain yang bernomor sama untuk bekerjasama.&lt;br /&gt;
Langkah-langkah:&lt;br /&gt;
1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor.&lt;br /&gt;
2. Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomornya terhadap tugas yang berangkai.&lt;br /&gt;
3. Jika perlu, guru bisa menyuruh kerjasama antarkelompok, siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Dalam kesempatan ini, siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerjasama mereka.&lt;br /&gt;
4. Laporan hasil kelompok dan tanggapan dari kelompok yang lain.&lt;br /&gt;
5. Kesimpulan.&lt;br /&gt;
Kelebihan:&lt;br /&gt;
1. Setiap siswa menjadi siap semua.&lt;br /&gt;
2. Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;
3. Dapat bertukar pikiran dengan siswa yang lain.&lt;br /&gt;
Kekurangan:&lt;br /&gt;
1. Guru tidak mengetahui kemampuan masing-masing siswa.&lt;br /&gt;
2. Waktu yang dibutuhkan banyak.&lt;br /&gt;
19. Scramble&lt;br /&gt;
Metode pembelajaran dengan membagikan lembar kerja yang diisi siswa.&lt;br /&gt;
Langkah-langkah:&lt;br /&gt;
1. Guru menyajikan materi sesuai topik.&lt;br /&gt;
2. Membagikan lembar kerja dengan jawaban yang diacak susunannya.&lt;br /&gt;
Kelebihan:&lt;br /&gt;
1. Memudahkan mencari jawab.&lt;br /&gt;
2. Mendorong siswa untuk belajar mengerjakan soal tersebut.&lt;br /&gt;
Kekurangan:&lt;br /&gt;
1. Siswa kurang berpikir kritis.&lt;br /&gt;
2. Bisa saja mencontek jawaban teman lain.&lt;br /&gt;
20. Word Square&lt;br /&gt;
Siswa diberikan lembar kegiatan kemudian menjawab soal dan mengarsir huruf dalam kotak sesuai jawaban.&lt;br /&gt;
Langkah-langkah:&lt;br /&gt;
1. Guru menyampaikan materi sesuai kompetensi.&lt;br /&gt;
2. Guru membagikan lembar kegiatan sesuai contoh.&lt;br /&gt;
3. Siswa disuruh menjawab soal kemudian mengarsir huruf dalam kotak sesuai jawaban.&lt;br /&gt;
4. Berikan poin setiap jawaban dalam kotak.&lt;br /&gt;
Kelebihan:&lt;br /&gt;
1. Kegiatan tersebut mendorong pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.&lt;br /&gt;
2. Melatih untuk berdisiplin.&lt;br /&gt;
Kekurangan:&lt;br /&gt;
1. Mematikan kreatifitas siswa.&lt;br /&gt;
2. Siswa tinggal menerima bahan mentah.&lt;br /&gt;
21. Kartu Arisan&lt;br /&gt;
Siswa dibentuk kelompok dan setiap jawaban digulung dan dimasukkan ke dalam gelas kemudian siswa yang memegang kartu jawaban menjawab setelah dikocok terlebih dahulu.&lt;br /&gt;
Langkah-langkah:&lt;br /&gt;
1. Bentuk kelompok orang secara heterogen.&lt;br /&gt;
2. Kertas jawaban bagikan pada siswa masing-masing 1 lembar / kartu soal digulung dan dimasukkan ke dalam gelas.&lt;br /&gt;
3. Gelas yang telah berisi gulungan soal dikocok, kemudian salah satu yang jatuh diberikan agar dijawab oleh siswa yang memegang kartu jawaban.&lt;br /&gt;
4. Apabila jawaban benar maka siswa dipersilakan tepuk tangan atau yel-yel lainnya.&lt;br /&gt;
5. Setiap jawaban yang benar diberi poin 1 sebagai nilai kelompok sehingga nilai total kelompok merupakan penjumlahan poin dari para anggotanya.&lt;br /&gt;
Kelebihan:&lt;br /&gt;
Pembelajaran yang menarik dihubungkan dengan kehidupan nyata.&lt;br /&gt;
Kekurangan:&lt;br /&gt;
1. Tidak semua terlibat dalam kegiatan pembelajaran.&lt;br /&gt;
2. Nilai tergantung pada individu yang mempengaruhi nilai teman lain.&lt;br /&gt;
22. Concept Sentence&lt;br /&gt;
Siswa dibentuk kelompok heterogen dan membuat kalimat dengan minimal 4 kata kunci sesuai materi yang disajikan.&lt;br /&gt;
Langkah-langkah:&lt;br /&gt;
1. Guru menyampaikan tujuan.&lt;br /&gt;
2. Guru menyajikan materi secukupnya.&lt;br /&gt;
3. Guru membentuk kelompok yang anggotanya kurang lebih 4 orang secara heterogen.&lt;br /&gt;
4. Menyajikan beberapa kata kunci sesuai materi/ tpk yang disajikan.&lt;br /&gt;
5. Tiap kelompok disuruh membuat beberapa kalimat dengan menggunakan minimal 4 kata kunci setiap kalimat.&lt;br /&gt;
6. Hasil diskusi kelompok didiskusikan lagi secara pleno yang dipandu guru.&lt;br /&gt;
7. Kesimpulan.&lt;br /&gt;
Kelebihan:&lt;br /&gt;
1. Lebih memahami kata kunci dari materi pokok pelajaran.&lt;br /&gt;
2. Siswa yang lebih pandai mengajari siswa yang kurang pandai.&lt;br /&gt;
Kekurangan:&lt;br /&gt;
1. Hanya untuk mata pelajaran tertentu.&lt;br /&gt;
2. Untuk yang pasif mengambil jawaban dari temannya.&lt;br /&gt;
23. Make – A Match (Mencari Pasangan)&lt;br /&gt;
Siswa disuruh untuk mencari pasangan kartu yang merupakan jawaban / soal sebelum batas waktunya, yang dapat mencocokkan kartunya diberi poin.&lt;br /&gt;
Langkah-langkah:&lt;br /&gt;
1. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban.&lt;br /&gt;
2. Setiap siswa mendapat satu buah kartu.&lt;br /&gt;
3. Tiap siswa memikirkan jawaban / soal dari kartu yang dipegang.&lt;br /&gt;
4. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban).&lt;br /&gt;
5. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin.&lt;br /&gt;
6. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya. Demikian seterusnya.&lt;br /&gt;
7. Kesimpulan.&lt;br /&gt;
8. Penutup.&lt;br /&gt;
Kelebihan:&lt;br /&gt;
Melatih untuk ketelitian, kecermatan dan ketepatan serta kecepatan.&lt;br /&gt;
Kekurangan:&lt;br /&gt;
Waktu yang cepat, kurang konsentrasi.&lt;br /&gt;
24. Take and Give&lt;br /&gt;
Siswa diberi kartu untuk dihapal sebentar kemudian mencari pasangan untuk saling menginformasikan, selanjutnya siswa diberi pertanyaan sesuai dengan kartunya.&lt;br /&gt;
Langkah-langkah:&lt;br /&gt;
1. Siapkan kelas sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;
2. Jelaskan materi sesuai topik menit.&lt;br /&gt;
3. Untuk memantapkan penguasaan peserta, tiap siswa diberi masing-masing satu kartu untuk dipelajari (dihapal) kurang lebih 5 menit.&lt;br /&gt;
4. Semua siswa disuruh berdiri dan mencari pasangan untuk saling menginformasikan materi sesuai kartu masing-masing. Tiap siswa harus mencatat nama pasangannya pada kartu control.&lt;br /&gt;
5. Demikian seterusnya sampai tiap peserta dapat saling memberi dan menerima materi masing-masing.&lt;br /&gt;
6. Untuk mengevaluasi keberhasilan, berikan siswa pertanyaan yang sesuai dengan kartunya (kartu orang lain).&lt;br /&gt;
7. Strategi ini dapat dimodifikasikan sesuai keadaan.&lt;br /&gt;
8. Kesimpulan.&lt;br /&gt;
Kelebihan:&lt;br /&gt;
Dilatih memahami materi dengan waktu yang cepat.&lt;br /&gt;
Kekurangan:&lt;br /&gt;
Tidak efektif dan terlalu bertele-tele.&lt;br /&gt;
25. Tebak Kata&lt;br /&gt;
Metode ini menggunakan kartu yaitu kartu ukuran 10 x 10 cm dan diidi ciri-ciri kata lainnya yang mengarah pada jawaban, yang kedua kartu ukuran 5 x 2 cm untuk menulis kata / istilah yang mau ditebak.&lt;br /&gt;
Langkah-langkah:&lt;br /&gt;
1. Jelaskan materi menit.&lt;br /&gt;
2. Suruh siswa berdiri di depan kelas dan berpasangan.&lt;br /&gt;
3. Seorang siswa diberi kartu yang berukuran 10 x 10 cm yang nanti dibacakan pada pasangannya. Seorang siswa lainnya diberi kartu berukuran 5 x 2 cm yang isinya tidak boleh dibaca (dilipat) kemudian ditempelkan di dahi atau diselipkan di telinga.&lt;br /&gt;
4. Sementara siswa membawa kartu 10 x 10 cm membacakan kata-kata yang tertulis di dalamnya sementara pasangannya menebak apa yang dimaksud pada kartu 10 x 10cm. Jawab yang tepat bila sesuai dengan isi kartu yang ditempel di dahi.&lt;br /&gt;
5. Apabila jawabannya tepat (sesuai yang tertulis pada kartu) maka pasangan itu boleh duduk. Bila belum tepat pada waktu yang telah ditetapkan boleh mengarahkan dengan kata-kata lain asal jangan langsung memberi jawabannya.&lt;br /&gt;
Kelebihan:&lt;br /&gt;
Sangat menarik sehingga setiap siswa ingin mencobanya.&lt;br /&gt;
Kekurangan:&lt;br /&gt;
Bila siswa tidak menjawab dengan benar maka tidak semua siswa dapat maju karena waktu terbatas.&lt;br /&gt;
26. Metode Diskusi&lt;br /&gt;
Metode diskusi adalah suatu cara mengajar yang dicirikan oleh suatu keterikatan pada suatu topik atau pokok pernyataan atau problem dimana para peserta diskusi dengan jujur berusaha untuk mencapai atau memperoleh suatu keputusan atau pendapat yang disepakati bersama.&lt;br /&gt;
Diskusi sebagai metode pembelajaran lebih cocok dan diperlukan apabila guru hendak:&lt;br /&gt;
a. memanfaatkan berbagai kemampuan yang ada pada siswa&lt;br /&gt;
b. memberi kesempatan pada siswa untuk mengeluarkan kemampuannya&lt;br /&gt;
c. mendapatkan balikan dari siswa apakah tujuan telah tercapai&lt;br /&gt;
d. membantu siswa belajar berpikir secara kritis&lt;br /&gt;
e. membantu siswa belajar menilai kemampuan dan peranan diri sendiri maupun teman-teman&lt;br /&gt;
f. membantu siswa menyadari dan mampu merumuskan berbagai masalah sendiri maupun dari pelajaran sekolah&lt;br /&gt;
g. mengembangkan motivasi untuk belajar lebih lanjut.&lt;br /&gt;
Adapun kegiatan guru dalam pelaksanaan metode diskusi sebagai berikut:&lt;br /&gt;
a. Guru menetapkan suatu pokok atau problem yang akan didiskusikan atau guru meminta kepada siswa untuk mengemukakan suatu pokok atau problem yang akan didiskusikan.&lt;br /&gt;
b. Guru menjelaskan tujuan diskusi.&lt;br /&gt;
c. Guru memberikan ceramah dengan diselingi tanya jawab mengenai materi pelajaran yang didiskusikan.&lt;br /&gt;
d. Guru mengatur giliran pembicara agar tidak semua siswa serentak berbicara mengeluarkan pendapat.&lt;br /&gt;
e. Menjaga suasana kelas dan mengatur setiap pembicara agar seluruh kelas dapat mendengarkan apa yang sedang dikemukakan.&lt;br /&gt;
f. Mengatur giliran berbicara agar jangan siswa yang berani dan berambisi menonjolkan diri saja yang menggunakan kesempatan untuk mengeluarkan pendapatnya.&lt;br /&gt;
g. Mengatur agar sifat dan isi pembicaraan tidak menyimpang dari pokok/problem.&lt;br /&gt;
h. Mencatat hal-hal yang menurut pendapat guru harus segera dikoreksi yang memungkinkan siswa tidak menyadari pendapat yang salah.&lt;br /&gt;
i. Selalu berusaha agar diskusi berlangsung antara siswa dengan siswa.&lt;br /&gt;
j. Bukan lagi menjadi pembicara utama melainkan menjadi pengatur pembicaraan.&lt;br /&gt;
Kegiatan siswa dalam pelaksanaan metode diskusi sebagai berikut:&lt;br /&gt;
a. Menelaah topik/pokok masalah yang diajukan oleh guru atau mengusahakan suatu problem dan topik kepada kelas.&lt;br /&gt;
b. Ikut aktif memikirkan sendiri atau mencatat data dari buku-buku sumber atau sumber pengetahuan lainnya, agar dapat mengemukakan jawaban pemecahan problem yang diajukan.&lt;br /&gt;
c. Mengemukakan pendapat baik pemikiran sendiri maupun yang diperoleh setelah membicarakan bersama-sama teman sebangku atau sekelompok.&lt;br /&gt;
d. Mendengar tanggapan reaksi atau tanggapan kelompok lainnya terhadap pendapat yang baru dikemukakan.&lt;br /&gt;
e. Mendengarkan dengan teliti dan mencoba memahami pendapat yang dikemukakan oleh siswa atau kelompok lain.&lt;br /&gt;
f. Menghormati pendapat teman-teman atau kelompok lainnya walau berbeda pendapat.&lt;br /&gt;
g. Mencatat sendiri pokok-pokok pendapat penting yang saling dikemukakan teman baik setuju maupun bertentangan.&lt;br /&gt;
h. Menyusun kesimpulan-kesimpulan diskusi dalam bahasa yang baik dan tepat.&lt;br /&gt;
i. Ikut menjaga dan memelihara ketertiban diskusi.&lt;br /&gt;
j. Tidak bertujuan untuk mencari kemenangan dalam diskusi melainkan berusaha mencari pendapat yang benar yang telah dianalisa dari segala sudut pandang.&lt;br /&gt;
Adapun kelebihan metode diskusi sebagai berikut:&lt;br /&gt;
a. Mendidik siswa untuk belajar mengemukakan pikiran atau pendapat.&lt;br /&gt;
b. Memberi kesempatan kepada siswa untuk memperoleh penjelasan-penjelasan dari berbagai sumber data.&lt;br /&gt;
c. Memberi kesempatan kepada siswa untuk menghayati pembaharuan suatu problem bersama-sama.&lt;br /&gt;
d. Melatih siswa untuk berdiskusi di bawah asuhan guru.&lt;br /&gt;
e. Merangsang siswa untuk ikut mengemukakan pendapat sendiri, menyetujui atau menentang pendapat teman-temannya.&lt;br /&gt;
f. Membina suatu perasaan tanggung jawab mengenai suatu pendapat, kesimpulan, atau keputusan yang akan atau telah diambil.&lt;br /&gt;
g. Mengembangkan rasa solidaritas/toleransi terhadap pendapat yang bervariasi atau mungkin bertentangan sama sekali.&lt;br /&gt;
h. Membina siswa untuk berpikir matang-matang sebelum berbicara.&lt;br /&gt;
i. Berdiskusi bukan hanya menuntut pengetahuan, siap dan kefasihan berbicara saja tetapi juga menuntut kemampuan berbicara secara sistematis dan logis.&lt;br /&gt;
j. Dengan mendengarkan semua keterangan yang dikemukakan oleh pembicara, pengetahuan dan pandangan siswa mengenai suatu problem akan bertambah luas.&lt;br /&gt;
Kelemahan metode diskusi sebagai berikut:&lt;br /&gt;
a. Tidak semua topik dapat dijadikan metode diskusi hanya hal-hal yang bersifat problematis saja yang dapat didiskusikan.&lt;br /&gt;
b. Diskusi yang mendalam memerlukan banyak waktu.&lt;br /&gt;
c. Sulit untuk menentukan batas luas atau kedalaman suatu uraian diskusi.&lt;br /&gt;
d. Biasanya tidak semua siswa berani menyatakan pendapat sehingga waktu akan terbuang karena menunggu siswa mengemukakan pendapat.&lt;br /&gt;
e. Pembicaraan dalam diskusi mungkin didominasi oleh siswa yang berani dan telah biasa berbicara. Siswa pemalu dan pendiam tidak akan menggunakan kesempatan untuk berbicara.&lt;br /&gt;
f. Memungkinkan timbulnya rasa permusuhan antarkelompok atau menganggap kelompoknya sendiri lebih pandai dan serba tahu daripada kelompok lain atau menganggap kelompok lain sebagai saingan, lebih rendah, remeh atau lebih bodoh.&lt;br /&gt;
27. Metode Jigsaw&lt;br /&gt;
Pada dasarnya, dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponen-komponen lebih kecil. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. Siswa dari masing-masing kelompok yang bertanggungjawab terhadap subtopik yang sama membentuk kelompok lagi yang terdiri dari yang terdiri dari dua atau tiga orang.&lt;br /&gt;
Siswa-siswa ini bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kooperatifnya dalam: a) belajar dan menjadi ahli dalam subtopik bagiannya; b) merencanakan bagaimana mengajarkan subtopik bagiannya kepada anggota kelompoknya semula. Setelah itu siswa tersebut kembali lagi ke kelompok masing-masing sebagai “ahli” dalam subtopiknya dan mengajarkan informasi penting dalam subtopik tersebut kepada temannya. Ahli dalam subtopik lainnya juga bertindak serupa. Sehingga seluruh siswa bertanggung jawab untuk menunjukkan penguasaannya terhadap seluruh materi yang ditugaskan oleh guru. Dengan demikian, setiap siswa dalam kelompok harus menguasai topik secara keseluruhan.&lt;br /&gt;
28. Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation)&lt;br /&gt;
Metode investigasi kelompok sering dipandang sebagai metode yang paling kompleks dan paling sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif. Metode ini melibatkan siswa sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Metode ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). Para guru yang menggunakan metode investigasi kelompok umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 hingga 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari, mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih, kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan. Adapun deskripsi mengenai langkah-langkah metode investigasi kelompok dapat dikemukakan sebagai berikut:&lt;br /&gt;
a. Seleksi topik&lt;br /&gt;
Para siswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dahulu oleh guru. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompok-kelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin, etnik maupun kemampuan akademik.&lt;br /&gt;
b. Merencanakan kerjasama&lt;br /&gt;
Para siswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus, tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah a) di atas.&lt;br /&gt;
c. Implementasi&lt;br /&gt;
Para siswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan ketrampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan.&lt;br /&gt;
d. Analisis dan sintesis&lt;br /&gt;
Para siswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah c) dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas.&lt;br /&gt;
e. Penyajian hasil akhir&lt;br /&gt;
Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru.&lt;br /&gt;
f. Evaluasi&lt;br /&gt;
Guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok, atau keduanya.&lt;br /&gt;
29. Metode Inquiry &lt;br /&gt;
Metode ini menekankan pada penemuan dan pemecahan masalah secara berkelanjutan. Kelebihan metode ini mendorong siswa berpikir secara ilmiah, kreatif, intuitif dan bekerja atas dasar inisiatif sendiri, menumbuhkan sikap objektif, jujur dan terbuka. Kelemahannya memerlukan waktu yang cukup lama, tidak semua materi pelajaran mengandung masalah, memerlukan perencanaan yang teratur dan matang, dan tidak efektif jika terdapat beberapa siswa yang pasif.&lt;br /&gt;
30. Metode Debat&lt;br /&gt;
Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. Di dalam kelompoknya, siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan. Laporan masing-masing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru. Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat.&lt;br /&gt;
Pada dasarnya, agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif, setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. Ketrampilan sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok. Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas, misalnya, peran pencatat (recorder), pembuat kesimpulan (summarizer), pengatur materi (material manager), atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar.&lt;br /&gt;
31. Metode Role Playing&lt;br /&gt;
Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. Kelebihan metode Role Playing:&lt;br /&gt;
1. Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama.&lt;br /&gt;
2. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh.&lt;br /&gt;
3. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda.&lt;br /&gt;
4. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan.&lt;br /&gt;
5. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak.&lt;br /&gt;
32. Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving)&lt;br /&gt;
Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama.&lt;br /&gt;
Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah.&lt;br /&gt;
Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut:&lt;br /&gt;
a. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan.&lt;br /&gt;
b. Berpikir dan bertindak kreatif.&lt;br /&gt;
c. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis&lt;br /&gt;
d. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan.&lt;br /&gt;
e. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan.&lt;br /&gt;
f. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat.&lt;br /&gt;
g. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dunia kerja.&lt;br /&gt;
Kelemahan metode problem solving sebagai berikut:&lt;br /&gt;
a. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut.&lt;br /&gt;
b. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain. &lt;br /&gt;
33. Metode Team Games Tournament (TGT)&lt;br /&gt;
Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement.&lt;br /&gt;
Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kerjasama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar.&lt;br /&gt;
Ada 5 komponen utama dalam komponen utama dalam TGT yaitu:&lt;br /&gt;
1. Penyajian kelas&lt;br /&gt;
Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas, biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah, diskusi yang dipimpin guru. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru, karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok.&lt;br /&gt;
2. Kelompok (team)&lt;br /&gt;
Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik, jenis kelamin dan ras atau etnik. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game.&lt;br /&gt;
3. Game&lt;br /&gt;
Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Kebanyakan game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan.&lt;br /&gt;
4. Turnamen&lt;br /&gt;
Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. Tiga siswa tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja I, tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya.&lt;br /&gt;
5. Team recognize (penghargaan kelompok)&lt;br /&gt;
Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang, masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. Team mendapat julukan “Super Team” jika rata-rata skor 45 atau lebih, “Great Team” apabila rata-rata mencapai 40-45 dan “Good Team” apabila rata-ratanya 30-40.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : &lt;a href="http://syu3f.blogspot.com/2010/02/model-model-pembeajaran-terbaru.html"&gt;http://syu3f.blogspot.com/2010/02/model-model-pembeajaran-terbaru.html&lt;/a&gt;</description><link>http://www.bakharuddin.net/2012/11/model-model-pembelajaran-terbaru.html</link><author>noreply@blogger.com (Bakharuddin Ahmad)</author><thr:total>32</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2286925870338099806.post-8054348261502082757</guid><pubDate>Mon, 15 Oct 2012 01:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-10-15T08:17:06.082+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Metode Model Pembelajaran dan Strategi Pembelajaran</category><title>Contextual Teaching Learning (CTL) </title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 8.4pt;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Pembelajaran
kontekstual didasarkan pada hasil penelitian John Dewey (1916) yang
menyimpulkan bahwa siswa akan belajar dengan baik jika apa yang dipelajari
terkait dengan apa yang telah diketahui dan dengan kegiatan atau peristiwa yang
terjadi disekelilingnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Pengajaran &amp;nbsp;kontekstual sendiri
pertama kali dikembangkan di&amp;nbsp; Amerika Serikat yang diawali dengan
dibentuknya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;Washington
State Consortum for Contextual&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;oleh
Departemen Pendidikan Amerika Serikat. Antara tahun 1997 sampai tahun 2001
sudah diselenggarakan tujuh proyek besar yang bertujuan untuk mengembangkan,
menguji, serta melihat efektifitas penyelenggaraan pengajaran matematika secara
kontekstual. Proyek tersebut melibatkan 11 perguruan tinggi, dan 18 sekolah
dengan mengikutsertakan 85 orang guru dan profesor serta 75 orang guru yang
sudah diberikan pembekalan sebelumnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 8.4pt;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Penyelenggaraan
program ini berhasil dengan sangat baik untuk level perguruan tinggi sehingga
hasilnya direkomendasikan&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp; segera disebarluaskan
pelaksanaannya. Untuk tingkat sekolah, pelaksanaan dari&amp;nbsp; program ini
memperlihatkan suatu hasil yang signifikan, yakni meningkatkan ketertarikan
siswa untuk belajar, dan meningkatkan&amp;nbsp; partisipasi aktif siswa secara
keseluruhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Pembelajaran kontekstual berbeda dengan pembelajaran
konvensional, Departemen Pendidikan Nasional (2002:5) mengemukakan perbedaan
antara pembelajaran&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;Contextual
Teaching Learning&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;(CTL) dengan
pembelajaran konvensional sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoNormalTable" style="mso-cellspacing: 0cm; mso-padding-alt: 0cm 0cm 0cm 0cm; mso-yfti-tbllook: 1184;"&gt;
 &lt;tbody&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0;"&gt;
  &lt;td style="padding: 0cm 0cm 0cm 0cm; width: 198.75pt;" width="265"&gt;
  &lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;CTL&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0cm 0cm 0cm 0cm; width: 204.0pt;" width="272"&gt;
  &lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Konvensional&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-irow: 1;"&gt;
  &lt;td style="padding: 0cm 0cm 0cm 0cm; width: 198.75pt;" valign="top" width="265"&gt;
  &lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Pemilihan
  informasi kebutuhan individu siswa;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0cm 0cm 0cm 0cm; width: 204.0pt;" valign="top" width="272"&gt;
  &lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Pemilihan
  informasi ditentukan oleh guru;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-irow: 2;"&gt;
  &lt;td style="padding: 0cm 0cm 0cm 0cm; width: 198.75pt;" valign="top" width="265"&gt;
  &lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Cenderung
  mengintegrasikan&amp;nbsp; beberapa bidang (disiplin);&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0cm 0cm 0cm 0cm; width: 204.0pt;" valign="top" width="272"&gt;
  &lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Cenderung
  terfokus pada satu bidang (disiplin) tertentu;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-irow: 3;"&gt;
  &lt;td style="padding: 0cm 0cm 0cm 0cm; width: 198.75pt;" valign="top" width="265"&gt;
  &lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Selalu
  mengkaitkan informasi dengan pengetahuan awal yang telah dimiliki siswa;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0cm 0cm 0cm 0cm; width: 204.0pt;" valign="top" width="272"&gt;
  &lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Memberikan
  tumpukan informasi kepada siswa sampai pada saatnya diperlukan;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-irow: 4; mso-yfti-lastrow: yes;"&gt;
  &lt;td style="padding: 0cm 0cm 0cm 0cm; width: 198.75pt;" valign="top" width="265"&gt;
  &lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Menerapkan
  penilaian autentik melalui melalui penerapan praktis dalam pemecahan masalah;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0cm 0cm 0cm 0cm; width: 204.0pt;" valign="top" width="272"&gt;
  &lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Penilaian
  hasil belajar hanya melalui kegiatan akademik berupa ujian/ulang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Karakteristik
Pendekatan&amp;nbsp;&lt;i&gt;Contextual Teaching Learning&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(CTL)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Pembelajaran kontekstual melibatkan
tujuh komponen&amp;nbsp; utama dari pembelajaran produktif yaitu : konstruktivisme
(&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Constructivism&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;), bertanya (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Questioning&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;),
menemukan (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Inquiry&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;), masyarakat belajar (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Learning Community&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;), pemodelan (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Modelling&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;),
refleksi (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Reflection&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;) dan penilaian yang sebenarnya (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Authentic Assessment&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;) (Depdiknas, 2003:5).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;1.
Konstruktivisme (&lt;i&gt;Constructivism&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Setiap&amp;nbsp; individu&amp;nbsp; dapat&amp;nbsp;
membuat&amp;nbsp; struktur&amp;nbsp; kognitif&amp;nbsp; atau mental berdasarkan pengalaman
mereka maka setiap individu dapat membentuk konsep atau ide baru, ini dikatakan
sebagai konstruktivisme (Ateec, 2000). Fungsi guru disini membantu membentuk
konsep tersebut melalui metode penemuan (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;self-discovery&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;),
inquiri dan lain sebagainya, siswa berpartisipasi secara aktif dalam membentuk
ide baru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 8.4pt;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Menurut
Piaget pendekatan konstruktivisme mengandung empat kegiatan inti, yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;1)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Mengandung pengalaman nyata (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Experience&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;);&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;2)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Adanya
interaksi sosial (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Social
interaction&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;);&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;3)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Terbentuknya kepekaan terhadap lingkungan (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Sense making&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;);&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;4)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lebih
memperhatikan pengetahuan awal (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Prior Knowledge&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 8.4pt;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Konstruktivisme
merupakan landasan berpikir (filosofi) pendekatan kontekstual, yaitu bahwa
pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas
melalui konteks yang terbatas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 8.4pt;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Pengetahuan
bukanlah seperangkat fakta-fakta, konsep atau kaidah yang siap diambil atau
diingat. Manusia harus mengkonstruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui
pengalaman nyata. Berdasarkan pada pernyataan tersebut, pembelajaran harus
dikemas menjadi proses “mengkonstruksi” bukan menerima pengetahuan (Depdiknas,
2003:6).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Sejalan dengan pemikiran Piaget mengenai
kontruksi pengetahuan dalam otak. Manusia memiliki struktur pengetahuan dalam
otaknya, seperti kotak-kotak yang masing-masing berisi informasi bermakna yang
berbeda-beda. Setiap kotak itu akan diisi oleh pengalaman yang dimaknai
berbeda-beda oleh setiap individu. Setiap pengalaman baru akan dihubungkan
dengan kotak yang&amp;nbsp; sudah berisi pengalaman lama sehingga dapat
dikembangkan. Struktur pengetahuan dalam otak manusia dikembangkan melalui dua
cara yaitu asimilasi dan akomodasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;2.&amp;nbsp;Bertanya
(&lt;i&gt;Questioning&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Bertanya&amp;nbsp; merupakan&amp;nbsp;
strategi&amp;nbsp; utama&amp;nbsp; dalam&amp;nbsp; pembelajaran kontekstual. Kegiatan
bertanya digunakan oleh guru untuk mendorong, membimbing dan menilai kemampuan
berpikir siswa sedangkan bagi siswa kegiatan bertanya merupakan bagian penting
dalam melaksanakan pembelajaran yang berbasis&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;inquiry&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;.&amp;nbsp; Dalam&amp;nbsp; sebuah&amp;nbsp; pembelajaran yang
produktif, kegiatan bertanya berguna untuk :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 8.4pt;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;1)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Menggali informasi, baik administratif maupun akademis;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 8.4pt;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;2)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Mengecek pengetahuan awal siswa dan pemahaman siswa;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 8.4pt;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;3)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Membangkitkan respon kepada siswa;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 8.4pt;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;4)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Mengetahui sejauh mana keingintahuan siswa;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 8.4pt;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;5)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Memfokuskan perhatian siswa pada sesuatu yang dikehendaki guru;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 8.4pt;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;6)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Membangkitkan lebih banyak lagi pertanyaan dari siswa;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;7)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Menyegarkan kembali pengetahuan siswa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;3.&amp;nbsp;Menemukan
(&lt;i&gt;Inquiry&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 8.4pt;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Menemukan&amp;nbsp;
merupakan&amp;nbsp; bagian&amp;nbsp; inti&amp;nbsp; dari&amp;nbsp; pembelajaran&amp;nbsp; berbasis
CTL. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa bukan hasil mengingat
seperangkat fakta-fakta tetapi hasil dari menemukan sendiri (Depdiknas, 2003).
Menemukan atau inkuiri dapat diartikan juga sebagai proses pembelajaran
didasarkan pada pencarian dan penemuan melalui proses berpikir secara
sistematis. Secara umum proses inkuiri dapat dilakukan melalui beberapa
langkah, yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 8.4pt;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;1)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Merumuskan masalah ;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 8.4pt;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;2)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Mengajukan hipotesis;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 8.4pt;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;3)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Mengumpulkan data;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 8.4pt;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;4)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Menguji hipotesis berdasarkan data yang ditemukan;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 8.4pt;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;5)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Membuat kesimpulan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Melalui proses berpikir yang sistematis,
diharapkan&amp;nbsp; siswa&amp;nbsp; memiliki sikap ilmiah, rasional, dan logis untuk
pembentukan kreativitas siswa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;4.&amp;nbsp;Masyarakat
belajar (&lt;i&gt;Learning Community&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Konsep&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;Learning Community&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh dari
kerjasama dengan orang lain. Hasil belajar itu diperoleh dari sharing
antarsiswa, antarkelompok, dan antar yang sudah tahu dengan yang belum tahu
tentang suatu materi. Setiap elemen masyarakat dapat juga berperan disini
dengan berbagi pengalaman (Depdiknas, 2003).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;5.&amp;nbsp;Pemodelan
(&lt;i&gt;Modeling&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 8.4pt;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Pemodelan
dalam pembelajaran kontekstual merupakan sebuah keterampilan atau pengetahuan
tertentu dan menggunakan model yang bisa ditiru. Model itu bisa berupa cara
mengoperasikan sesuatu atau guru memberi contoh cara mengerjakan sesuau. Dalam
arti&amp;nbsp; guru memberi model tentang “bagaimana cara belajar”. Dalam
pembelajaran kontekstual, guru bukanlah satu-satunya model. Model dapat
dirancang dengan melibatkan siswa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 8.4pt;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Menurut
Bandura dan Walters, tingkah laku siswa baru dikuasai atau dipelajari mula-mula
dengan mengamati dan meniru suatu model. Model yang dapat diamati atau ditiru
siswa digolongkan menjadi :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 50.0pt; margin-right: 50.0pt; margin-top: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: Verdana; mso-fareast-font-family: Verdana; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;1.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Kehidupan yang nyata (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;real life&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;), misalnya orang tua, guru, atau orang lain.;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 50.0pt; margin-right: 50.0pt; margin-top: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: Verdana; mso-fareast-font-family: Verdana; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;2.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Simbolik (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;symbolic&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;), model yang dipresentasikan secara lisan, tertulis
atau dalam bentuk gambar ;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 50.0pt; margin-right: 50.0pt; margin-top: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: Verdana; mso-fareast-font-family: Verdana; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;3.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Representasi (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;representation&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;), model yang dipresentasikan dengan menggunakan
alat-alat audiovisual, misalnya televisi dan radio.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;6.&amp;nbsp;Refleksi
(&lt;i&gt;Reflection&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 8.4pt;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Refleksi
merupakan cara berpikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir
kebelakang tentang apa yang sudah kita lakukan di masa lalu. Siswa mengendapkan
apa yang baru dipelajarinya sebagai struktur pengetahuan yang baru. Struktur
pengetahun yang baru ini merupakan pengayaan atau revisi dari pengetahuan
sebelumnya.&amp;nbsp; Refleksi merupakan respon terhadap kejadian, aktivitas, atau
pengetahun yang baru diterima (Depdiknas, 2003).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 8.4pt;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Pada
kegiatan pembelajaran, refleksi dilakukan oleh seorang guru pada akhir pembelajaran.
Guru menyisakan waktu sejenak agar siswa dapat melakukan refleksi yang
realisasinya dapat berupa :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 50.0pt; margin-right: 50.0pt; margin-top: 0cm; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list 36.0pt; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: Verdana; mso-fareast-font-family: Verdana; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;1.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Pernyataan langsung tentang apa-apa yang
diperoleh&amp;nbsp; pada pembelajaran yang baru saja dilakukan.;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 50.0pt; margin-right: 50.0pt; margin-top: 0cm; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list 36.0pt; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: Verdana; mso-fareast-font-family: Verdana; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;2.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Catatan atau jurnal di buku siswa;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 50.0pt; margin-right: 50.0pt; margin-top: 0cm; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list 36.0pt; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: Verdana; mso-fareast-font-family: Verdana; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;3.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Kesan dan saran mengenai pembelajaran
yang telah dilakukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;7.&amp;nbsp;Penilaian
yang sebenarnya (&lt;i&gt;Authentic Assessment&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 8.4pt;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Penilaian
autentik merupakan proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan
gambaran perkembangan belajar siswa agar guru dapat memastikan apakah siswa
telah mengalami proses belajar yang benar. Penilaian autentik menekankan pada
proses pembelajaran sehingga data yang dikumpulkan harus diperoleh dari
kegiatan nyata yang dikerjakan siswa pada saat melakukan proses pembelajaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: 19.2pt;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Karakteristik&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;authentic assessment&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;menurut Depdiknas (2003) di antaranya: dilaksanakan
selama dan sesudah proses belajar berlangsung, bisa digunakan untuk formatif
maupun sumatif, yang&amp;nbsp; diukur keterampilan dan sikap dalam belajar bukan
mengingat fakta, berkesinambungan, terintegrasi, dan dapat digunakan sebagai&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;feedback&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;Authentic
assessment&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;biasanya berupa kegiatan yang
dilaporkan, PR, kuis, karya siswa, prestasi atau penampilan siswa, demonstrasi,
laporan, jurnal, hasil tes tulis dan karya tulis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://www.bakharuddin.net/2012/10/contextual-teaching-learning-ctl.html</link><author>noreply@blogger.com (Bakharuddin Ahmad)</author><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2286925870338099806.post-4861128021019878157</guid><pubDate>Mon, 27 Aug 2012 13:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-08-27T20:04:20.725+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Metode Model Pembelajaran dan Strategi Pembelajaran</category><title>Fokus Pembelajaran Kontekstual</title><description>Pembelajaran Kontekstual menempatkan siswa didalam konteks bermakna yang menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan materi yang sedang dipelajari dan sekaligus memerhatikan faktor kebutuhan individual siswa dan peranan guru. Pendekatan pembelajaran kontekstual menekankan hal-hal sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Belajar berbasis masalah (&lt;i&gt;problem based learning&lt;/i&gt;), yaitu suatu pendekatan pengajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai konteks bagi siswa untuk belajar tentang berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran. Pendekatan ini mencakup pengumpulan informasi yang berkaitan dengan pertanyaan, mensentesis, dan mempresentasikan penemuannya kepada orang lain.&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Pengajaran Autentik (Authentic Instruction), yaitu pendekatan pengajaran yang memperkenankan siswa untuk mempelajari konteks bermakna, sesuai dengan kehidupan nyata. Yang mengembangkan keterampilan berpikir dan pemecahan masalah yang penting di dalam kehidupan nyata, seperti belajar cara berdagang dengan berdagang.&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Belajar berbasis Inquiry (Inquiry Based Learning) yang membutuhkan strategi pengajaran yang mengikuti metodologi sains dan menyediakan kesempatan untuk pembelajaran bermakna. Belajar bukanlah kegiatan mengkonsumsi melainkan kegiatan memproduksi dengan mengetahui apa yang menjadi kebutuhan keingintahuan dan mencari sendiri jawabannya.&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Belajar berbasis proyek atau tugas (project based learning) yang membutuhkan suatu pendekatan pengajaran komprehensif dimana lingkungan belajar siswa (kelas) didesain agar siswa dapat melakukan penyelidikan terhadap masalah autentik termasuk pendalaman materi dari suatu topik mata pelajaran, dan melaksanakan tugas bermakna lainnya. Pendekatan ini memperkenankan siswa untuk bekerja secara mandiri dalam mengonstruk (membentuk) pembelajarannya, dan mengulminasikan dalam produk nyata. Proyek membantu untuk melibatkan keseluruhan mental dan fisik, saraf, indra, termasuk kecakapan sosial dengan melakukan banyak sekaligus.&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Belajar berbasis kerja (Work based learning) yang memerlukan suatu pendekatan pengajaran yang memungkinkan siswa yang menggunakan konteks tempat kerja untuk mempelajari materi pelajaran berbasis sekolah dan bagaimana materi tersebut dipergunakan kembali di tempat kerja.&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Belajar berbasis jasa layanan (Service learning) yang memerlukan penggunaan metodologi pengajaran yang mengkombinasikan jasa layanan masyarakat dengan suatu struktur berbasis sekolah untuk merefleksikan jasa layanan tersebut, jadi menekankan hubungan hubungan antara pengalaman jasa layanan dan pembelajaran akademis.&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Belajar Kooperatif (Cooperative Learning) yang memerlukan pendekatan pengajaran melalui penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar dalam mencapai tujuan belajar.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Disadur dari : Guru Profesional, Kunandar, S.Pd, M.Si</description><link>http://www.bakharuddin.net/2012/08/fokus-pembelajaran-kontekstual.html</link><author>noreply@blogger.com (Bakharuddin Ahmad)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2286925870338099806.post-8576222555171227249</guid><pubDate>Tue, 21 Aug 2012 18:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-08-22T01:27:00.291+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Media Pembelajaran dan Teknologi Informasi</category><title>DESAIN KOMUNIKASI VISUAL DALAM PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-pr2yQ6juilw/UDOdxio-IUI/AAAAAAAABX8/WeGvWFmuG7w/s1600/media+pembelajaran+berbasis+tik.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-pr2yQ6juilw/UDOdxio-IUI/AAAAAAAABX8/WeGvWFmuG7w/s320/media+pembelajaran+berbasis+tik.jpg" width="289" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Komunikasi visual adalah ilmu yang mempelajari dan mengembangkan bahasa visual (semantik, sintaktik, dan pragmatik) untuk keperluan informasi dan komunikasi. Mengolah dan menyampaikan pesan visual dari penyampai pesan berupa informasi produk, jasa atau gagasan kepada sasaran (publik), secara komunikatif, persuasif melalui olah tanda (semiotika), olah cara (rhetorika), olah rasa (estetika) yang kreatif dan inovatif (baru, asli, lancar dan luwes).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perancangan dilakukan dengan mengeksplorasi budaya lokal, berorientasi budaya Nusantara dan berwawasan budaya Global/Universal, untuk kebutuhan publikasi, promosi dan pemasaran serta menggunakan media informasi masa/individu tercetak (statis) atau media informasi masa/individu elektronik (gerak). Sehingga pesan dapat dimengerti, diterima dan dapat mengubah sikap sasaran. Untuk itu perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1. &amp;nbsp;Komunikatif&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Visualisasi mendukung materi ajar, agar mudah diterima oleh siswa.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pelajari pesan yang akan disampaiakan secara mendalam.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pelajari kebiasaan dan hal-hal yang diminati/disukai oleh sasaran yang berkaitan dengan hal visual (ikon, gambar dan elemen visual lain)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Olah pesan (verbal) menjadi pesan Visual, dengan memperhatikan tanda-tanda pesan visual yang dimengerti publik, mudah, gampang dan nyaman dilihat/dibaca.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Buatlah sederhana (simpel) dan menarik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perbanyak gambar yang relevan untuk setiap item bahasan pesan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;2. &amp;nbsp;Kreatif&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Visualisasi diharapkan disajikan secara unik dan tidak klise (sering digunakan), agar menarik perhatian. Rancangan elemen desain grafis (obyek, warna, huruf dan layout) dibuat secara asli (original/baru), Penjelasan pesan disusun secara sistematik untuk kemudahan tata alir dan alur (lancar). Kemudahan informasi didukung oleh Navigasi dengan susunan tata letak yang luwes tanpa meninggalkan kaidah komunikasi dan keindahan (fleksibel).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;3. &amp;nbsp;Sederhana&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Visualisasi tidak rumit supaya &amp;nbsp;kejelasan isi pesan mudah diterima dan diingat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;4. &amp;nbsp;Unity&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penggunaan bahasa visual yang harmonis, utuh dan senada agar materi ajar dipersepsi secara utuh (koprehensip)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;5. &amp;nbsp;Penggambaran Obyek dalam bentuk Image yang representatif&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gambar dapat berupa fotografi atau gambar informasi berupa tabel/diagram dan gambar bergerak (animasi dan film). Gambar dapat diklasifikasi sebagai gamba latar belakang desain atau gambar obyek yang dapat memperjelas informasi. &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;6. &amp;nbsp;Pemilihan warna yang sesuai&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penggunaan kunci warna atau panduan warna berdasar teori warna Munsel, untuk mendapatkan warna-warna yang selaras.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;warna primer &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; : merah, biru dan kuning&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;warna sekunder &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; : hijau jingga dan ungu&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;7. &amp;nbsp;Tipografi (font dan susunan huruf)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk memvisualkan bahasa verbal agar mendukung isi pesan, baik secara fungsi keterbacaan maupun fungsi psikologisnya. Untuk presentasi huruf judul pada layar tayang minimal berukuran 24 point pada layar komputer 600x800 pixel. Olah huruf secara kreatif sesuai keperluan dan tidak berlebihan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;8. &amp;nbsp;Tata Letak (Lay-out)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peletakkan dan susunan unsur-unsur visual terkendali dengan baik, agar memperjelas hirarki unsur-unsur tersebut. Gunakan garis bantu (grid) horizontal dan vertikal. Pahami proporsi bidang desain :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Horizontal – kesan luas – karakter bebas&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Vertikal – kesan sempit – karakter anggun&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diagonal – kesan dinamis – karakter muda/cepat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;9. &amp;nbsp;Unsur Visual Bergerak (animasi dan/ atau movie)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Animasi dapat dimanfaatkan untuk mensimulasikan materi ajar dan video untuk mengilustrasikan materi secara nyata.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;10. &amp;nbsp;Navigasi (ikon)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ikon Navigasi berfungsi sebagai tanda untuk mengeksekusi arah/tujuan yang dikehendaki, maka gunakan Ikon Navigasi yang familiar dan konsisten agar efektif dalam penggunaannya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tujuan dalam layar yang sama&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tujuan antara layar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Layar dirancang dalam satu sistem, hanya dengan olah elemen (contoh warna) yang membedakan jenis atau klasifikasi isi pesan&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada prinsipnya jenis ikon yang perlu tampil pada umumnya bersifat kebutuhan dasar tata alir dan alur, sebagai contoh : &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;entrance – exit&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;back – previouse – next&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;go to page&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;top–down / left–right&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;clik me (special obyek, move or still)&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;e. &amp;nbsp;Ikon dirancang sederhana, berkarakter dan menarik karena fungsinya hanya pemandu saja&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dikutip dan diringkas dari Materi Workshop Penyempurnaan Media Pembelajaran Berbasis TIK Nopember 2006 di Hotel Pitagiri Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aspek Pembelajaran oleh Ewes A. Chaeruman &amp;nbsp;(Pustekom)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Desain Komunikasi Visual oleh Agung EBW &amp;nbsp;(Ahli dkv ITB)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Sumber :&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.gajahfisika.net/index.php/aspek-media-pembelajaran.html"&gt;http://www.gajahfisika.net/index.php/aspek-media-pembelajaran.html&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bakharuddin.net/2012/08/desain-komunikasi-visual-dalam.html</link><author>noreply@blogger.com (Bakharuddin Ahmad)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-pr2yQ6juilw/UDOdxio-IUI/AAAAAAAABX8/WeGvWFmuG7w/s72-c/media+pembelajaran+berbasis+tik.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2286925870338099806.post-3753180593670710674</guid><pubDate>Tue, 21 Aug 2012 14:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-08-21T21:27:46.961+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Media Pembelajaran dan Teknologi Informasi</category><title>Panduan untuk membuat Media Pembelajaran berbasis ICT</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Panduan untuk membuat Media Pembelajaran berbasis Informastion and Communication Technology, beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam merancang sebuah media pembelajaran berbasis TIK adalah sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Aspek Pembelajaran dalam menyusun Media Pembelajaran&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam pembuatan media pembelajaran berbasis TIK yakni sedapat mungkin memvisualkan konsep yang dianggap abstrak atau sukar diterima secara deskriptif oleh siswa, sehingga diperlukan analogi-analogi yang perlu divisualkan dan sedapat mungkin interaktif dengan pengguna. Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Rumusan Judul&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Judul merupakan titik awal sebagai penarik perhatian pengguna, maka judul &amp;nbsp;sedapat mungkin dengan kalimat yang menarik dan menantang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Contoh :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Judul Kurang Baik :&amp;nbsp;TATA SURYA&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Judul Yang Baik :&amp;nbsp;SEPERTI APAKAH KEADAAN DI LUAR ANGKASA?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Rumusan Tujuan Pembelajaran&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Merumuskan tujuan pembelajaran hendaknya fokus, jelas dan menantang. Colin Rose dengan singkat menyebutkan dengan istilah AMBAK (Apa Manfaatnya Bagi Ku?). Dengan rumusan tujuan yang jelas, siswa diberikan arah yang jelas saat menggunakan media tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Contoh :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rumusan yang kurang Baik&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah mempelajari media ini, siswa dapat menjelaskan terjadinya jantung koroner&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rumusan yang Baik :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam waktu 15 menit anda (kamu) akan mampu menjelaskan hal-hal yang dapat menyebabkan terjadinya jantung koroner dengan baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Apersepsi&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apersepsi difungsikan untuk ‘membawa dunia mereka ke dunia kita’. Kontekstualitas dalam apersepsi manjadi penting, karena kita mencoba ‘manarik’ mereka ke dunia yang kita ciptakan dalam media, tetapi yang paling akrab dengan penggunaan media kita. Di sinilah diperlukan kalimat atau narasi penghubung dari dua dunia yang mungkin berbeda. Dengan menyatukan kedua dunia ini, maka pengguna merasa diajak berkomunikasi dengan media kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya bagian inti dari media pembelajaran adalah sebagai berikut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. &amp;nbsp;Uraian yang Komunikatif&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tayangan teks tidak mendominasi seluruh bagian layar (tidak terlalu banyak), dengan menggunakan bahasa yang tepat sesuai dengan tingkat pengetahuan pengguna. Uraian teks diperlukan jika dan hanya jika diperlukan interpretasi dari visual yang ditampilkan, atau sulit mencari referensi untuk memvisualkan konsep yang ingin disampaikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;TIPS.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background-color: #f4cccc; color: blue;"&gt;Media Presentasi Pembelajaran (MPP) digunakan oleh guru sebagai alat bantu untuk menyampaikan materi pembelajaran agar lebih efektif, efisien dan interaktif. Dalam MPP tidak diperlukan pembahasan uraian materi dengan kalimat panjang lebar, tetapi cukup pokok-pokoknya saja yang ditunjang dengan ilustrasi baik berupa gambar, diagram, animasi atau bentuk visual lain yang relevan, penjelasan lebih mendalam diberikan langsung (oral) oleh guru.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. &amp;nbsp;Contoh, Analogi atau Ilustrasi dan Simulasi yang Relevan dan Kontekstual.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikan &amp;nbsp;contoh, analogi atau ilustrasi yang relevan agar dapat mempermudah &amp;nbsp;atau memperdalam pemehaman siswa. Simulasi memungkinkan user meng-input sesuatu sehingga ia dapat membuktikan hasilnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. &amp;nbsp;Latihan, Tes dan Umpan Balik secara Kreatif&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PRACTICE MAKE PERPECT . Keberadaan latihan dan tes adalah mutlak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. &amp;nbsp;Interaktivitas&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BELAJAR AKAN LEBIH BAIK JIKA SISWA MENCARI, MENEMUKAN DAN MEMBANGUN PENGETAHUANNYA SENDIRI. Demikian kata teori belajar konstruktifism. Agar media pembelajaran interaktif, ada beberapa cara antara lain : &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beri kesempatan kepada siswa untuk mendefinisikan sesuatu dengan kalimatnya sendiri sebelum disajikan definisi menurut pendapat beberapa ahli.Berikan umpan balik korektif.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e. &amp;nbsp;Pemilihan media yang relevan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Multimedia pembelajaran adalah pemanfaatan kombinasi beragam media (teks, audio, video, grafis, animasi, dll) secara harmonis dengan bantuan teknologi komputer sehingga menghasilkan sesuatu &amp;nbsp;yang sinergi untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. MPP dapat dikatakan sebagai multimedia pembelajaran, oleh karena itu pemilihan media yang tepat dan relevan sangat menentukan. Contoh. Untuk menjelaskan cara kerja jantung, akan lebih baik menggunakan animasi dari pada gambar saja. Atau, untuk menjelaskan teknik membuat keramik akan lebih baik menggunakan video, daripada gambar orang yang sedang membuat keramik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;f. &amp;nbsp;Konsistensi Media dengan Tujuan Pembelajaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;STAR FROM THE END! Begitu kata pepatah. Dalam semua aktivitas tujuan hendaknya dijadikan sebagai acuan. Begitu pula dengan tujuan pembelajaran. Oleh sebab itu materi, latihan dan tes disamping harus cukup dan cakup, juga harus mengacu pada tujuan pembelajaran yang merupakan tujuan akhir yang akan dicapai &amp;nbsp;dan harus telah ditentukan sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dikutip dan diringkas dari Materi Workshop Penyempurnaan Media Pembelajaran Berbasis TIK Nopember 2006 di Hotel Pitagiri Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aspek Pembelajaran oleh Ewes A. Chaeruman &amp;nbsp;(Pustekom)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Desain Komunikasi Visual oleh Agung EBW &amp;nbsp;(Ahli dkv ITB)&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bakharuddin.net/2012/08/panduan-untuk-membuat-media.html</link><author>noreply@blogger.com (Bakharuddin Ahmad)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2286925870338099806.post-1280600251430142216</guid><pubDate>Sat, 18 Aug 2012 07:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-08-18T14:38:37.674+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Foto dan Video Kegiatan</category><title>SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1433 H</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-0VCzbkvkgvA/UC9FcmPEY1I/AAAAAAAABXg/gc5CqaWUxOM/s1600/Selamat+Hari+Raya+Idul+Fitri+1433+H.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="http://4.bp.blogspot.com/-0VCzbkvkgvA/UC9FcmPEY1I/AAAAAAAABXg/gc5CqaWUxOM/s640/Selamat+Hari+Raya+Idul+Fitri+1433+H.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12.727272033691406px; line-height: 15.454545021057129px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika Ucapan Kata kadang Melukai, canda dan Tawa Kadang Menyakiti, tingkah Laku Kadang melebihi, bermohon maaf yang sedalam-dalamnya atas segala salah dan silap, Minal Aidin Wal'faidzin,Mohon MA'AF Lahir dan Bathin "&lt;b&gt;SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1433 H&lt;/b&gt;"&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bakharuddin.net/2012/08/selamat-hari-raya-idul-fitri-1433-h.html</link><author>noreply@blogger.com (Bakharuddin Ahmad)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-0VCzbkvkgvA/UC9FcmPEY1I/AAAAAAAABXg/gc5CqaWUxOM/s72-c/Selamat+Hari+Raya+Idul+Fitri+1433+H.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2286925870338099806.post-3481794577026529742</guid><pubDate>Fri, 17 Aug 2012 03:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-08-17T10:52:56.250+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Wacana dan Opini Pendidikan</category><title>Dirgahayu Indonesiaku</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dirgahayu Indonesiaku, memasuki usia ke-67 semoga bangsa dan negara ku ini semakin maju, matang dan makmur. Enam puluh tujuh tahun lalu dihari jum'at seperti hari ini Bung Karno, Bung Hatta dan para pejuang kemerdekaan lainnya memberanikan diri memproklamirkan kemerdekaan, masih dalam serba keterbatasan dan ancaman imprialis mereka tetap bersemangat pantang menyerah, dengan ridho Allah SWT perjuangan memerdekakan dan mempertahankan kemerdekaan menguras banyak tenaga, pikiran dan bahkan nyawa, semuanya dilakukan demi tegaknya negara kesatuan Republik Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-4zRtH0InEdk/UC2_yxqbq3I/AAAAAAAABXI/o63CQFCjNY8/s1600/Bung+Karno+memproklamasikan+kemerdekaan+Republik+Indonesia.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="252" src="http://4.bp.blogspot.com/-4zRtH0InEdk/UC2_yxqbq3I/AAAAAAAABXI/o63CQFCjNY8/s400/Bung+Karno+memproklamasikan+kemerdekaan+Republik+Indonesia.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Bung Karno dan Bung Hatta saat memproklamasikan Kemerdekaan RI&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hingga saat ini kami generasi penerus telah menikmati jerih payah para pejuang dalam merebut, memerdekakan dan mempertahankan kemerdekaan ini. Doa kami, semoga para pejuang dan pendiri negara yang telah gugur dan mendahului kami ditempatkan di tempat terbaik bersama dengan para syuhada. Dan kami yang sedang menikmati kemerdekaan ini berjanji akan memberikan yang terbaik buat bangsa dan negera tercinta ini. Dirgahayu Indonesiaku ... Merdekaa&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bakharuddin.net/2012/08/dirgahayu-indonesiaku.html</link><author>noreply@blogger.com (Bakharuddin Ahmad)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-4zRtH0InEdk/UC2_yxqbq3I/AAAAAAAABXI/o63CQFCjNY8/s72-c/Bung+Karno+memproklamasikan+kemerdekaan+Republik+Indonesia.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2286925870338099806.post-2318055489988479954</guid><pubDate>Thu, 16 Aug 2012 05:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-08-16T12:14:28.861+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Media Pembelajaran dan Teknologi Informasi</category><title>Media Pembelajaran memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Media Pembelajaran&lt;/b&gt; berkaitan erat dengan &lt;i&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi &lt;/i&gt;(TIK), mempersiapkan diri dalam penguasaan TIK bagi guru sebagai keterampilan untuk membuat media pembelajaran sebuah keharusan di zaman informasi ini.&amp;nbsp;Pemanfaatan TIK Sebagai &lt;u&gt;Media Pembelajaran,&lt;/u&gt; TIK bukan merupakan teknologi yang berdiri sendiri, tetapi merupakan kombinasi dari hardware dan software. Ada hal penting yang harus diperhatikan dalam memanfaatkan TIK sebagai media pembelajaran yaitu hardware dan software yang tersedia dan jenis metode pembelajaran yang akan digunakan. Beberapa pemanfaatan TIK dalam pembelajaran diantaranya :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Presentasi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Presentasi merupakan cara yang sudah lama digunakan, dengan menggunakan OHP atau chart. Peralatan yang digunakan sekarang biasanya menggunakan sebuah komputer/laptop dan LCD proyektor. Ada beberapa keuntungan jika kita memanfaatkan media ini, diantaranya kita bisa menampilkan animasi dan film, sehingga tampilannya menjadi lebih menarik dan memudahkan siswa untuk menangkap materi yang kita sampaikan. Software yang paling banyak digunakan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Demonstrasi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demontrasi biasanya digunakan untuk menampilkan suatu kegiatan di depan kelas, misalnya eksperimen. Kita bisa membuat suatu film cara cara melakukan suatu kegiatan misalnya cara melakukan pengukuran dengan mikrometer yang benar atau mengambil sebagian kegiatan yang penting. Sehingga dengan cara ini siswa bisa kita arahkan untuk melakukan kegiatan yang benar atau mengambil kesimpulan dari kegiatan tersebut.Cara lain adalah memanfaatkan media internet, kita bisa menampilkan animasi yang berhubungan dengan materi yang kita ajarkan (meskipun tidak semuanya tersedia).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Virtual Experiment&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maksud dari virtual eksperimen disini adalah suatu kegiatan laboratorium yang dipindahkan di depan komputer. Anak bisa melakukan beberapa eksperimen dengan memanfaatkan software virtual eksperimen misalnya Crocodile Clips.&amp;nbsp;Metode ini bisa digunakan jika kita tidak mempunyai laboratorium IPA yang lengkap atau digunakan sebelum melakukan eksperimen yang sesungguhnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-pVD6_IBrHYs/UCyBUZt3qbI/AAAAAAAABWw/_8OL2vQaExI/s1600/kelas+virtual.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-pVD6_IBrHYs/UCyBUZt3qbI/AAAAAAAABWw/_8OL2vQaExI/s320/kelas+virtual.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kelas virtual&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maksud kelas virtual di sini adalah siswa belajar mandiri yang berbasiskan web, misalnya menggunakan moodle. Pada kelas maya ini siswa akan mendapatkan materi, tugas dan test secara online. Kita sebagai guru memperoleh kemudahan dalam memeriksa tugas dan menilai hasil ujian siswa. Terutama hasil ujian siswa akan dinilai secara otomatis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya banyak bentuk pemanfaatan TIK lainnya yang dapat digunakan untuk membantu siswa dalam proses belajar mengajar. Tetapi semua itu tergantung kepada kita bagaimana cara memanfaatkannya.&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bakharuddin.net/2012/08/media-pembelajaran-memanfaatkan.html</link><author>noreply@blogger.com (Bakharuddin Ahmad)</author><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-pVD6_IBrHYs/UCyBUZt3qbI/AAAAAAAABWw/_8OL2vQaExI/s72-c/kelas+virtual.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2286925870338099806.post-4532568060976488799</guid><pubDate>Wed, 15 Aug 2012 03:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-08-15T10:09:32.826+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Metode Model Pembelajaran dan Strategi Pembelajaran</category><title>Pertimbangan dalam Memilih Metode Pembelajaran</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Trebuchet MS, Verdana, Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 12.727272033691406px; line-height: 18.893938064575195px;"&gt;Pemilihan metode pembelajaran &amp;nbsp;didasarkan atas pertimbangan tertentu. Pertimbangan memilih metode pembelajaran antara lain karakter materi pelajaran dan ketersediaan sarana belajar untuk mendukung metode tersebut. Dua pertimbangan ini dapat dikatakan mutlak dilakukan oleh guru sebelum melaksanakan pembelajaran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Trebuchet MS, Verdana, Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 12.727272033691406px; line-height: 18.893938064575195px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Trebuchet MS, Verdana, Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 12.727272033691406px; line-height: 18.893938064575195px;"&gt;Metode pembelajaran d&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12.727272033691406px; line-height: 18.878787994384766px;"&gt;apat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Trebuchet MS', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12.727272033691406px; line-height: 18.878787994384766px;"&gt;Contoh : ceramah, demonstrasi, diskusi, simulasi, laboratorium, brainstorming, debat, seminar, bermain peran (role play), studi kasus&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Trebuchet MS', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12.727272033691406px; line-height: 18.893938064575195px;"&gt;Metode ceramah merupakan metode paling popular di kalangan guru. Sebagian guru menganggap bahwa metode ini dianggap kurang baik dalam pembelajaran. Mengapa? Guru lebih mendominasi pembelajaran ketimbang siswa dan mengurangi kadar &amp;nbsp;aktivitas siswa dalam belajar.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Trebuchet MS, Verdana, Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 12.727272033691406px; line-height: 18.893938064575195px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Trebuchet MS, Verdana, Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 12.727272033691406px; line-height: 18.893938064575195px;"&gt;Metode pembelajaran yang diidolakan adalah eksperimen. Jika tidak mungkin melakukan eksperimen digunakan metode demonstrasi karena keterbatasan alat-alat praktikum misalnya. Ada pula yang beranggapan metode pemberian tugas dan resitasi sangat bagus dalam pembelajaran.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Trebuchet MS, Verdana, Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 12.727272033691406px; line-height: 18.893938064575195px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Trebuchet MS, Verdana, Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 12.727272033691406px; line-height: 18.893938064575195px;"&gt;Sebenarnya, tidak ada satupun metode pembelajaran &amp;nbsp;yang dianggap paling baik atau &amp;nbsp;tidak baik dalam pembelajaran. Baik atau tidaknya suatu metode &amp;nbsp;tergantung pada karakter materi pelajaran yang sedang dibahas. Ada materi pelajaran yang sesuai dengan metode ceramah, Tanya jawab, pemberian tugas, demonstrasi, eksperimen atau resitasi dan pemberian tugas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Trebuchet MS, Verdana, Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 12.727272033691406px; line-height: 18.893938064575195px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Trebuchet MS, Verdana, Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 12.727272033691406px; line-height: 18.893938064575195px;"&gt;Selain dari karakter materi pelajaran, ketersediaan sarana pendukung belajar juga menentukan pemilihan metode pembelajaran yang digunakan. Bagaimana mungkin melaksanakan metode eksperimen jika alat dan sarana praktikum tidak ada? Jika sarana ada namun tidak mencukupi, maka guru akan beralih menggunakan metode demonstrasi. Demikian kira-kira pertimbangan dalam memilih metode pembelajaran yang sering dilakukan oleh guru&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bakharuddin.net/2012/08/pertimbangan-dalam-memilih-metode.html</link><author>noreply@blogger.com (Bakharuddin Ahmad)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2286925870338099806.post-3623369382200559866</guid><pubDate>Mon, 13 Aug 2012 18:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-08-14T01:17:00.401+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Wacana dan Opini Pendidikan</category><title>PLPG Sertfifikasi, UKG, Pengumuman Kelulusan PLPG, Tunjangan Sertifikasi, THR, Baju Raya, Kue Raya</title><description>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-1-Vtw94WeC4/UCkA75qPBCI/AAAAAAAABPs/HOdgdtzfmqY/s1600/PLPG+Sertifikasi+Guru+2012.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="181" src="http://4.bp.blogspot.com/-1-Vtw94WeC4/UCkA75qPBCI/AAAAAAAABPs/HOdgdtzfmqY/s400/PLPG+Sertifikasi+Guru+2012.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Salah satu kelas PLPG Sertifikasi Guru 2012&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PLPG Sertfifikasi, UKG, Pengumuman Kelulusan PLPG, Tunjangan Sertifikasi, THR, Baju Raya, Kue Raya dan sebagainya mengalahkan kata-kata yang biasanya lazim jadi omongan para guru seperti Silabus, RPP, Penilaian, Soal Ujian, Rapor Hasil belajar. Sebagaimana kita ketahui sejak menjelang Puasa lagi rekan guru yang belum bersertifikasi pendidikan sedang menunggu antrian untuk mengikuti PLPG, bersamaan dengan kesibukan Ujian Nasional dan Ujian Kenaikan kelas gelombang demi gelombang PLPG terus berlangsung, saat bersamaan para guru yang bersertifikasi juga sibuk mempersiapkan diri untuk mendapat tunjungan sertifikasi dan mengikuti uji kompetensi guru (UKG) yang dilaksanakan secara online, UKG yang mengeluarkan banyak biaya itupun dilaksanakan dengan berbagai kendala teknis sehingga hasilnya nilai mereka rata-rata dibawah standar, untunglah UKG kali ini hanya untuk pemetaan belaka dan tidak dikait-kaitkan dengan penambahan atau pemotongan tunjangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendekati Hari Raya Idul Fitri 1433 H tahun ini guru-guru yang beragama Islam pun disibukkan dengan baju raya, kue raya dan dambaan akan adanya Tunjangan Hari Raya dari Pemerintah Kabupaten, Propinsi atau Pusat. Semoga semua bisa menjalani Hari Raya tahun ini dengan penuh raya kesyukuran.&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bakharuddin.net/2012/08/plpg-sertfifikasi-ukg-pengumuman.html</link><author>noreply@blogger.com (Bakharuddin Ahmad)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-1-Vtw94WeC4/UCkA75qPBCI/AAAAAAAABPs/HOdgdtzfmqY/s72-c/PLPG+Sertifikasi+Guru+2012.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2286925870338099806.post-5456924341586890692</guid><pubDate>Sun, 12 Aug 2012 21:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-08-13T04:43:48.907+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Media Pembelajaran dan Teknologi Informasi</category><title>Pemilihan dan Pemanfaatan Media Pembelajaran</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-EAU1JoejF6E/UCgjd0U1UlI/AAAAAAAABNc/VWecR2Vpwfo/s1600/SKKD.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-EAU1JoejF6E/UCgjd0U1UlI/AAAAAAAABNc/VWecR2Vpwfo/s1600/SKKD.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memilih media yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar memerlukan perencanaan yang baik agar pemanfaatannya bisa efektif. Kenyataan di lapangan, para Guru sering memilih dan menggunakan media tanpa ada perencanaan terlebih dahulu. Pemanfaatan media sering hanya didasarkan pada kebiasaan dan ketersediaan alat, tanpa mempertimbangkan efektivitasnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Heinich dan kawan-kawan mengembangkan model perencanaan penggunaan media yang efektif dalam pembelajaran. Model itu disebut dengan istilah ASSURE (ASSURE models). Model ASSURE ini dikembangkan dengan enam langkah yang meliputi analisis peserta didik, menetapkan tujuan pembelajaran, memilih metode, media dan bahan, menggunakan media dan bahan, melibatkan peserta didik, serta evaluasi dan revisi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan model yang kembangkan oleh Heinich dan kawan-kawan tersebut maka sebelum menggunakan media dalam pembelajaran guru seyogyanya melakukan analisis peserta didik untuk mengetahui kemampuan awal siswa dan tipe belajarnya. Selanjutnya guru menetapkan tujuan pembelajaran yang berupa kemampuan yang harus dimiliki oleh peserta didik setelah proses pembelajaran. Langkah selanjutnya adalah menentukan metode yang cocok, memilih format media yang sesuai dengan bahan yang akan diajarkan. Penggunaan media hendaknya mendorong keterlibatan peserta didik dalam aktivitas pembelajaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ASSURE model yang dikembangkan oleh Heinich dkk tersebut dapat digunakan oleh para pengajar sebagai rujukan dalam menentukan langkah-langkah pemanfaatan media pembelajaran. Dengan langkah-langkah yang terencana dan sistematis diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemilihan media juga harus memperhatikan landasan teori belajar. Berdasarkan teori belajar, terdapat beberapa kondisi dan prinsip psikologis yang perlu diperhatikan dalam memilih dan memanfaatkan media pembelajaran, yaitu prinsip motivasi, perbedaan individual, tujuan pembelajaran, organisasi, persiapan sebelum belajar, emosi, partisipasi, umpan balik, penguatan, latihan dan pengulangan, serta penerapan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemilihan dan pemanfaatan media pembelajaran yang tepat ber landaskan pada teori belajar yang relevan akan berdampak positif terhadap keberhasilan proses belajar mengajar.&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bakharuddin.net/2012/08/pemilihan-dan-pemanfaatan-media.html</link><author>noreply@blogger.com (Bakharuddin Ahmad)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-EAU1JoejF6E/UCgjd0U1UlI/AAAAAAAABNc/VWecR2Vpwfo/s72-c/SKKD.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2286925870338099806.post-422101488101531702</guid><pubDate>Sun, 12 Aug 2012 14:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-08-12T21:19:36.857+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Media Pembelajaran dan Teknologi Informasi</category><title>Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Cz87pwEZnwE/UCe7U4MpfbI/AAAAAAAABNE/38T-6P3v4aQ/s1600/Media++Pembelajaran+Online+KKPI.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-Cz87pwEZnwE/UCe7U4MpfbI/AAAAAAAABNE/38T-6P3v4aQ/s320/Media++Pembelajaran+Online+KKPI.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Media pembelajaran, khususnya media visual, memiliki 4 fungsi yaitu fungsi atensi, fungsi afektif, fungsi kognitif, dan fungsi kompensatoris.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fungsi atensi media visual merupakan inti, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran. Media gambar atau animasi yang diproyeksikan melalui LCD (Liquid Crystal Display) dapat memfokuskan dan mengarahkan perhatian mereka kepada pelajaran yang akan mereka terima. Hal ini berpengaruh terhadap penguasaan materi pelajaran yang lebih baik oleh siswa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fungsi afektif media visual dapat terlihat dari tingkat keterlibatan emosi dan sikap siswa pada saat menyimak tayangan materi pelajaran yang disertai dengan visualisasi. Misalnya, tayangan video gambar simulasi kegiatan pengelolaan arsip, video penggunaan mesin-mesin kantor, dan sejenisnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fungsi kognitif media visual terlihat dari kajian-kajian ilmiah yang mengemukakan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar. Sedangkan fungsi kompensatoris dari media pembelajaran dapat dilihat dari hasil penelitian bahwa media visual membantu pemahaman dan ingatan isi materi bagi siswa yang lemah dalam membaca.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara lebih khusus ada delapan manfaat media dalam pembelajaran, yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(1) penyampaian perkuliahan menjadi lebih baku,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(2) pembelajaran cenderung menjadi lebih menarik,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(3) pembelajaran menjadi lebih interaktif,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(4) lama waktu pembelajaran dapat dikurangi,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(5) kualitas hasil belajar siswa lebih meningkat,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(6) pembelajaran dapat berlangsung di mana dan kapan saja,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(7) sikap positif siswa terhadap materi belajar dan proses belajar dapat ditingkatkan,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(8) peran guru dapat berubah ke arah yang lebih positif.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh karena banyaknya manfaat yang diperoleh dari pemanfaatan media pembelajaran, maka guru sebagai sumber pembawa informasi bagi peserta didik hendaknya menyadari akan pentingnya penggunaan media dalam pembelajaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Media pembelajaran dalam proses belajar bermanfaat agar:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a). Pembelajaran lebih menarik perhatian sehingga menumbuhkan motivasi belajar siswa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b). &amp;nbsp;Materi pembelajaran akan lebih mudah dipahami oleh siswa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c). &amp;nbsp;Metode mengajar menjadi lebih variatif sehingga dapat mengurangi kebosanan belajar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d). &amp;nbsp;Siswa lebih aktif melakukan kegiatan belajar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kegunaan media pembelajaran sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a). &amp;nbsp;Memperjelas penyajian pesan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b). &amp;nbsp;Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c). &amp;nbsp;Mengatasi sikap pasif, sehingga peserta didik menjadi lebih semangat dan lebih mandiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d). &amp;nbsp;Memberikan rangsangan, pengalaman, dan persepsi yang sama terhadap materi belajar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan berbagai pendapat di atas, media pembelajaran sangat dirasakan manfaatnya dalam proses belajar mengajar.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bakharuddin.net/2012/08/fungsi-dan-manfaat-media-pembelajaran.html</link><author>noreply@blogger.com (Bakharuddin Ahmad)</author><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/-Cz87pwEZnwE/UCe7U4MpfbI/AAAAAAAABNE/38T-6P3v4aQ/s72-c/Media++Pembelajaran+Online+KKPI.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2286925870338099806.post-1851642612277893702</guid><pubDate>Thu, 09 Aug 2012 14:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-08-09T21:08:31.661+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Metode Model Pembelajaran dan Strategi Pembelajaran</category><title>Beberapa Pendekatan dalam Pembelajaran</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-v-vXQrLTp6E/UCPEBRoXHoI/AAAAAAAABMk/Jm4dcc1cvdM/s1600/Beberapa+Pendekatan+dalam+Pembelajaran.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-v-vXQrLTp6E/UCPEBRoXHoI/AAAAAAAABMk/Jm4dcc1cvdM/s320/Beberapa+Pendekatan+dalam+Pembelajaran.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="text-align: justify;"&gt;Beberapa macam pendekatan pembelajaran yang digunakan pada kegiatan belajar mengajar, antara lain :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; mso-list: l2 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;1.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;Pendekatan Kontekstual&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Pendekatan konstekstual&lt;/i&gt; berlatar belakang bahwa siswa belajar lebih bermakna dengan melalui kegiatan mengalami sendiri dalam lingkungan alamiah, tidak hanya sekedar mengetahui, mengingat, dan memahami. Pembelajaran tidak hanya berorientasi target penguasaan materi, yang akan gagal dalam membekali siswa untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya. Dengan demikian proses pembelajaran lebih diutamakan daripada hasil belajar, sehingga guru dituntut untuk merencanakan strategi pembelajaran yang variatif dengan prinsip membelajarkan – memberdayakan siswa, bukan mengajar siswa,&amp;nbsp;guru memilih konteks pembelajaran yang tepat bagi siswa dengan cara mengaitkan&amp;nbsp;pembelajaran dengan kehidupan nyata dan lingkungan di mana anak hidup dan berada serta dengan budaya yang berlaku dalam masyarakatnya (http.//www.contextual.org.id). Pemahaman, penyajian ilmu pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang ada dalam materi dikaitkan dengan apa yang dipelajari dalam kelas dan dengan kehidupan sehari-hari. Dengan memilih konteks secara tepat, maka siswa dapat diarahkan kepada pemikiran agar tidak hanya berkonsentrasi dalam pembelajaran di lingkungan kelas saja, tetapi diajak untuk mengaitkan aspek-aspek yang benar-benar terjadi dalam kehidupan mereka sehari-hari, masa depan mereka, dan lingkungan masyarakat luas.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam kelas kontekstual, tugas guru adalah membantu siswa dalam mencapai tujuannya. Guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi.Guru bertugas mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk merumuskan, menemukan sesuatu yang baru bagi kelas yang dapat berupa pengetahuan, keterampilan dari hasil “menemukan sendiri” dan bukan dari “apa kata guru.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penggunaan pembelajaran kontekstual memiliki potensi tidak hanya untuk&amp;nbsp;mengembangkan ranah pengetahuan dan keterampilan proses, tetapi juga untuk&amp;nbsp;mengembangkan sikap, nilai, serta kreativitas siswa dalam memecahkan masalah&amp;nbsp;yang terkait dengan kehidupan mereka sehari-hari melalui interaksi dengan sesama&amp;nbsp;teman, misalnya melalui pembelajaran kooperatif, sehingga juga mengembangkan&amp;nbsp;ketrampilan sosial (social skills),&amp;nbsp;pendekatan kontekstual melibatkan siswa dalam masalah yang sebenarnya dalam penelitian dengan menghadapkan anak didik pada bidang penelitian, membantu mereka mengidentifikasi masalah yang konseptual atau metodologis dalam bidang penelitian dan mengajak mereka untuk merancang cara dalam mengatasi masalah.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;"&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: normal; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Pendekatan Konstruktivisme&lt;/b&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kontruktivisme merupakan landasan berfikir pendekatan kontekstual. Yaitu bahwa pendekatan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak dengan tiba-tiba&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kelebihan teori konstruktivisme ialah pelajar berpeluang membina pengetahuan secara aktif melalui proses saling pengaruh antara pembelajaran terdahulu dengan pembelajaran terbaru. Pembelajaran terdahulu dikaitkan dengan pembelajaran terbaru. Perkaitan ini dibina sendiri oleh pelajar.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut teori konstruktivisme, konsep-konsep yang dibina pada struktur kognitif seorang akan berkembang dan berubah apabila ia mendapat pengetahuan atau pengalaman baru. Seseorang akan dapat membina konsep dalam struktur kognitifnya dengan menghubungkan pengetahuan baru dengan pengetahuan yang sedia ada padanya dan proses ini dikenali sebagai accretion. Selain itu, konsep-konsep yang ada pada seseorang boleh berubah selaras dengan pengalaman baru yang dialaminya dan ini dikenali sebagai penalaan atau tuning. Seseorang juga boleh membina konsep-konsep dalam struktur kognitifnya dengan menggunakan analogi, iaitu berdasarkan pengetahuan yang ada padanya. Menurut Gagne, Yekovich, dan Yekovich (1993) konsep baru juga boleh dibina dengan menggabungkan konsep-konsep yang sedia ada pada seseorang dan ini dikenali sebagai parcing.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Pendekatan konstruktivisme &lt;/i&gt;sangat penting dalam proses pembelajaran kerana belajar digalakkan membina konsep sendiri dengan menghubungkaitkan perkara yang dipelajari dengan pengetahuan yang sedia ada pada mereka. Dalam proses ini, pelajar dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang sesuatu perkara.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; mso-list: l2 level1 lfo1; text-align: justify; text-autospace: none; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;3.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;Pendekatan Deduktif – Induktif&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 54pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Pendekatan Deduktif&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendekatan deduktif ditandai dengan pemaparan konsep, definisi dan istilah-istilah pada bagian awal pembelajaran. Pendekatan deduktif dilandasi oleh suatu pemikiran bahwa proses pembelajaran akan berlangsung dengan baik bila siswa telah mengetahui wilayah persoalannya dan konsep dasarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.      Pendekatan Induktif&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ciri utama pendekatan induktif dalam pengolahan informasi adalah menggunakan data untuk membangun konsep atau untuk memperoleh pengertian. Data yang digunakan mungkin merupakan data primer atau dapat pula berupa kasus-kasus nyata yang terjadi dilingkungan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembelajaran tradisional adalah pembelajaran dengan pendekatan deduktif, memulai dengan teori-teori dan meningkat ke penerapan teori. Di bidang sain dan teknik dijumpai upaya mencoba pembelajaran dan topik baru yang menyajikan kerangka pengetahuan, menyajikan teori-teori dan rumus dengan sedikit memperhatikan pengetahuan utama mahasiswa, dan kurang atau tidak mengkaitkan dengan pengalaman mereka. Pembelajaran dengan pendekatan deduktif menekankan pada guru mentransfer informasi atau pengetahuan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembelajaran dengan pendekatan deduktif dimulai dengan menyajikan generalisasi atau konsep. Dikembangkan melalui kekuatan argumen logika. Contoh urutan pembelajaran: (1) definisi disampaikan; dan (2) memberi contoh, dan beberapa tugas mirip contoh dikerjakan siswa dengan maksud untuk menguji pemahaman siswa tentang definisi yang disampaikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alternatif pendekatan pembelajaran lainnya selain dengan pembelajaran pendekatan deduktif adalah dengan pendekatan induktif . Beberapa contoh pembelajaran dengan pendekatan induktif misalnya pembelajaran inkuiri, pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis kasus, dan pembelajaran penemuan. Pembelajaran dengan pendekatan induktif dimulai dengan melakukan pengamati terhadap hal-hal khusus dan menginterpretasikannya, menganalisis kasus, atau memberi masalah konstekstual, siswa dibimbing memahami konsep, aturan-aturan, dan prosedur-prosedur berdasar pengamatan siswa sendiri.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembelajaran dengan pendekatan induktif efektif untuk mengajarkan konsep atau generalisasi. Pembelajaran diawali dengan memberikan contoh-contoh atau kasus khusus menuju konsep atau generalisasi. Siswa melakukan sejumlah pengamatan yang kemudian membangun dalam suatu konsep atau geralisasi. Siswa tidak harus memiliki pengetahuan utama berupa abstraksi, tetapi sampai pada abstraksi tersebut setelah mengamati dan menganalisis apa yang diamati.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam fase pendekatan induktif-deduktif ini siswa diminta memecahkan soal atau masalah. Ada dua kategori yang dapat dipakai dalam membahas materi pembelajaran yaitu metode induktif dan deduktif. Pada prinsipnya matematika bersifat deduktif. Matematika sebagai “ilmu” hanya diterima pola pikir deduktif. Pola pikir deduktif secara sederhana dapat dikatakan pemikiran “yang berpangkal dari hal yang bersifat umum diterapkan atau diarahkan kepada hal yang bersifat khusus”. Dalam kegiatan memecahkan masalah siswa dapat terlibat berpikir dengan dengan menggunakan pola pikir induktif, pola pikir deduktif, atau keduanya digunakan secara bergantian.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;Pendekatan Konsep dan Proses&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 72pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;Pendekatan Konsep&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan konsep berarti siswa dibimbing memahami suatu bahasan melalui pemahaman konsep yang terkandung di dalamnya. Dalam proses pembelajaran tersebut penguasaan konsep dan subkonsep yang menjadi fokus. Dengan beberapa metode siswa dibimbing untuk memahami konsep.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.      Pendekatan Proses&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada pendekatan proses, tujuan utama pembelajaran adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam keterampilan proses seperti mengamati, berhipotesa, merencanakan, menafsirkan, dan mengkomunikasikan. Pendekatan keterampilan proses digunakan dan dikembangkan sejak kurikulum 1984. Penggunaan pendekatan proses menuntut keterlibatan langsung siswa dalam kegiatan belajar.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam pendekatan proses, ada dua hal mendasar yang harus selalu dipegang pada setiap proses yang berlangsung dalam pendidikan. Pertama, proses mengalami. Pendidikan harus sungguh menjadi suatu pengalaman pribadi bagi peserta didik. Dengan proses mengalami, maka pendidikan akan menjadi bagian integral dari diri peserta didik; bukan lagi potongan-potongan pengalaman yang disodorkan untuk diterima, yang sebenarnya bukan miliknya sendiri. Dengan demikian, pendidikan mengejawantah dalam diri peserta didik dalam&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;setiap proses pendidikan yang dialaminya&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; mso-list: l2 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;5.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;Pendekatan Sains, Tekhnologi dan Masyarakat&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;National Science Teachers Association (NSTA) memandang STM sebagai the teaching and learning of science in thecontext of human experience. STM dipandang sebagai proses pembelajaran yang senantiasa sesuai dengan konteks pengalaman manusia. Dalam pendekatan ini siswa diajak untuk meningkatakan kreativitas, sikap ilmiah, menggunakan konsep dan proses sains dalam kehidupan sehari-hari.Definisi lain tentang STM dikemukakan oleh PENN STATE bahwa STM merupakan an interdisciplinary approach whichreflects the widespread realization that in order to meet the increasingdemands of a technical society, education must integrate acrossdisciplines. Dengan demikian, pembelajaran dengan pendekatan STMharuslah diselenggarakan dengan cara mengintegrasikan berbagaidisiplin (ilmu) dalam rangka memahami berbagai hubungan yangterjadi di antara sains, teknologi dan masyarakat. Hal ini berarti bahwa pemahaman kita terhadap hubungan antara sistem politik, tradisi masyarakat dan bagaimana pengaruh sains dan teknologi terhadap hubungan-hubungan tersebut menjadi bagian yang penting dalampengembangan pembelajaran di era sekarang ini.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pandangan tersebut senada dengan pendapat NC State University  bahwa STM merupakan an interdisciplinery field of study that seeks to explore a understand the many ways that scinence and technology shape culture, values, and institution, and how such factors shape science and technology. STM dengandemikian adalah sebuah pendekatan yang dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana sains dan teknologi masuk dan merubah proses-proses sosial di masyarakat, dan bagaimana situasi sosial mempengaruhi perkembangan sains dan teknologi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hasil penelitian dari National Science Teacher Association ( NSTA ) menunjukan bahwa pembelajaran sains dengan menggunakan pendekatan STM mempunyai beberapa perbedaan jika dibandingkan dengan cara biasa. Perbedaan tersebut ada pada aspek : kaitan dan aplikasi bahan pelajaran, kreativitas, sikap, proses, dan konsep pengetahuan. Melalui pendekatan STM ini guru dianggap sebagai fasilitator dan informasi yang diterima siswa akan lebih lama diingat. Sebenarnya dalam pembelajaran dengan menggunakan pendekatan STM ini tercakup juga adanya pemecahan masalah, tetapi masalah itu lebih ditekankan pada masalah yang ditemukan sehari – hari, yang dalam pemecahannya menggunakan langkah – langkah ilmiah&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bakharuddin.net/2012/08/beberapa-pendekatan-dalam-pembelajaran.html</link><author>noreply@blogger.com (Bakharuddin Ahmad)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-v-vXQrLTp6E/UCPEBRoXHoI/AAAAAAAABMk/Jm4dcc1cvdM/s72-c/Beberapa+Pendekatan+dalam+Pembelajaran.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>5</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2286925870338099806.post-4618145221074020835</guid><pubDate>Tue, 07 Aug 2012 15:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-08-07T22:16:29.619+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Wacana dan Opini Pendidikan</category><title>Mahasiswa Calon Guru akan di Asrama dan di ikatan Dinas</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus merancang strategi membenahi kualitas guru yang belum meningkat tajam. Selain menyasar para guru langsung, mereka juga melakukan pembenahan mulai mahasiswa calon guru. Yaitu dengan diasramakan dan ikatan dinas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disela kunjungannya ke Unviersitas Negeri Yogyakarta (UNY) kemarin (6/8) Mendikbud Mohammad Nuh mengatakan, perbaikan kualitas guru tidak hanya cukup dengan meningkatkan kualitas guru yang sudah mengajar saja. "Tetapi meningkatkan kemampuan dan profesionalitas sejak mahasiswa itu juga tidak kalah penting," ucap dia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diantara formulasi untuk menggenjot kualitas guru sejak dini adalah, Kemendikbud akan mengasramakan para mahasiswa calon guru. Tidak tanggung-tanggung, mahasiswa calon guru tadi diasramakan selama empat tahun. Untuk tahun ini, Kemendikbud akan mulai proyek pemanasan dengan mengasramakan mahasiswa calon guru untuk yang sudah tingkat akhir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain menjalankan sistem asrama bagi mahasiswa calon guru, Nuh juga menuturkan Kemendikbud sedang menyusun skema untuk menjalankan ikatan dinas. Dengan demikian, mahasiswa calon guru yang diasramakan tadi sudah meneken kontrak ikatan dinas sebagai seorang guru.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sistem ikatan dinas ini berlaku seperti di Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN) yang dikelola Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) milik Badan Pusat Statistik (BPS), dan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) milik Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nuh mengatakan jika sistem ikatan dinas untuk para mahasiswa calon guru ini terkait dengan Pasal 23 ayat 1 UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Dalam ketentuan tersebut dijelaskan bahwa pemerintah menyelenggaran sistem pendidikan guru ikatan dinas di lembaga tenaga kependidikan untuk efisiensi dan pengembangan mutu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Guru memang seharusnya diadakan secara terintegrasi. Karena untuk membangun integritas dan karakter," katanya. Menurut Nuh, diantara cara membangun integritas dan karakter yang efektif adalah diasramakan. Sistem asrama ini diharapkan juga bisa efektif memberikan pembekalan aspek kependidikan dan materi ajar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan untuk keberlanjutan atau kepastian profesi, maka mahasiswa calon guru yang diasramakan tadi menjalani ikatan dinas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selanjutanya mahasiswa seperti apa yang akan diasramakan? Nuh menegaskan tidak bisa semua mahasiswa FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) bisa masuk diasramakan. Kuota memang dibatasi diantaranya karena disesuaikan dengan anggaran pemerintah dan kebutuhan guru di lapangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan pertimbangan tadi, pemerintah lantas akan memberlakukan seleksi ketat bagi mahasiswa calon guru yang ingin masuk program asrama dan ikatan dinas tadi. Selain itu, calon mahasiswa yang berminta juga harus menandatangani semacam kontrak ikatan dinas yang bunyinya bersedia ditempatkan di manapun juga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Sudahlan guru-guru yang kurang baik saat ini biarkan habis sendiri karena pensiun," katanya. Tetapi untuk para calon guru, harus benar-benar di-setting seunggul mungkin sehingga bisa menjadi darah segar dalam dunia pendidikan tanah air. Nuh mengibaratkan air keruh akan menjadi bening jika terus dituangi air yang jernih. (wan)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber :&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.jpnn.com/read/2012/08/07/136053/Mahasiswa-Calon-Guru-Diasramakan-dan-Ikatan-Dinas"&gt;http://www.jpnn.com/read/2012/08/07/136053/Mahasiswa-Calon-Guru-Diasramakan-dan-Ikatan-Dinas&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bakharuddin.net/2012/08/mahasiswa-calon-guru-akan-di-asrama-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Bakharuddin Ahmad)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2286925870338099806.post-7746450216091416079</guid><pubDate>Mon, 30 Jul 2012 12:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-07-30T19:56:37.973+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Penelitian Tindakan Kelas</category><title>Penelitian Tindakan Kelas buat Guru</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Penelitian Tindakan Kelas&lt;/b&gt; adalah salah satu kemampuan yang mesti dimiliki oleh seorang guru, selain sebagai salah satu syarat atau bahan buat kenaikan pangkat dan golongan, &lt;i&gt;Penelitian Tindakan Kelas&lt;/i&gt; juga merupakan wadah untuk memperbaiki kondisi proses pembelajaran sekaligus meningkatkan kompetensi pedagogik guru tersebut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengapa harus Penelitian Tindakan Kelas&lt;/div&gt;• Didalam PTK ada unsur tindakan yang sesuai dengan TUPOKSI seorang guru, hal ini berarti ada&amp;nbsp;&lt;div&gt;&amp;nbsp; unsur pengembangan profei buat kenaikan pangkat dan golongan&lt;br /&gt;
• Kegiatan Penelitian ini tidak menggangu proses belajar mengajar, jadi kegiatannya bisa sambil&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp; Mengajar atau mengajar sambil meneliti&lt;br /&gt;
• Untuk meningkatkan proses dan hasil belajar&lt;br /&gt;
• Dalam rangka pengembangan profesi&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bakharuddin.net/2012/07/penelitian-tindakan-kelas-buat-guru.html</link><author>noreply@blogger.com (Bakharuddin Ahmad)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2286925870338099806.post-4192998401122331562</guid><pubDate>Wed, 25 Jul 2012 13:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-07-25T20:19:31.297+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Uji Kompetensi Guru</category><title>Info Pedoman dan download kisi-kisi Uji Kompetensi Guru</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Ujian Kompetensi Guru (UKG)&lt;/b&gt; bagi rekan-rekan guru yang sudah mendapatkan Sertifikat Sertifikasi beberapa tahun ini akan dimulai sejak akhir Juli 2012 nanti, sambil menunggu sosialisasi para guru juga sudah mulai beberapa hal, mulai dari mencari-cari tempat/situs yang menyediakan link &lt;i&gt;download kisi-kisi soal ujian Kompetensi guru&lt;/i&gt;, d&lt;u&gt;ownload soal-soal latihan uji kompetensi guru&lt;/u&gt;, sampai dengan pedoman pelaksanaan UKG tersebut. Apalagi penerapan Ujian Online UKG menjadi beban pikiran bagi rekan guru yang belum begitu "melek" IT.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk mengurangi kerisauan dan sekaligus untuk mempersiapkan diri, dapat kita kunjungi blognya &lt;a href="http://mmursyidpw.com/pendidikan/download-kisi-kisi-dan-pedoman-uji-kompetensi-guru-ukg-2012/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;Pak Mursyid&lt;/a&gt; atau langsung ke webnya kemdikbud yang mengurusi bidang ini. Berikut beberapa bahan seputar Uji Kompetensi Guru sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://mmursyidpw.files.wordpress.com/2012/07/pedomanukg.pdf" rel="nofollow" target="_blank"&gt;Download Pedoman UKG&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://mmursyidpw.files.wordpress.com/2012/07/materitottimteknisukgonline.pdf" rel="nofollow" target="_blank"&gt;Download Materi TOT Tim Teknis UKG&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://mmursyidpw.files.wordpress.com/2012/07/kisi2-ipa-smp.pdf" rel="nofollow" target="_blank"&gt;Download Kisi-kisi IPA SMP&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;Selengkapnya kunjungi webblognya Pak Mursyid di atas atau langsung di bpsdmpk.kemdikbud.go.id. Semoga bermanfaat&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bakharuddin.net/2012/07/info-pedoman-dan-download-kisi-kisi-uji.html</link><author>noreply@blogger.com (Bakharuddin Ahmad)</author><thr:total>3</thr:total><enclosure url="http://mmursyidpw.files.wordpress.com/2012/07/pedomanukg.pdf" length="601720" type="application/pdf" /><media:content url="http://mmursyidpw.files.wordpress.com/2012/07/pedomanukg.pdf" fileSize="601720" type="application/pdf" /><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Ujian Kompetensi Guru (UKG) bagi rekan-rekan guru yang sudah mendapatkan Sertifikat Sertifikasi beberapa tahun ini akan dimulai sejak akhir Juli 2012 nanti, sambil menunggu sosialisasi para guru juga sudah mulai beberapa hal, mulai dari mencari-cari tempa</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Bakharuddin Ahmad)</itunes:author><itunes:summary>Ujian Kompetensi Guru (UKG) bagi rekan-rekan guru yang sudah mendapatkan Sertifikat Sertifikasi beberapa tahun ini akan dimulai sejak akhir Juli 2012 nanti, sambil menunggu sosialisasi para guru juga sudah mulai beberapa hal, mulai dari mencari-cari tempat/situs yang menyediakan link download kisi-kisi soal ujian Kompetensi guru, download soal-soal latihan uji kompetensi guru, sampai dengan pedoman pelaksanaan UKG tersebut. Apalagi penerapan Ujian Online UKG menjadi beban pikiran bagi rekan guru yang belum begitu "melek" IT.Untuk mengurangi kerisauan dan sekaligus untuk mempersiapkan diri, dapat kita kunjungi blognya Pak Mursyid atau langsung ke webnya kemdikbud yang mengurusi bidang ini. Berikut beberapa bahan seputar Uji Kompetensi Guru sebagai berikut :Download Pedoman UKG Download Materi TOT Tim Teknis UKG Download Kisi-kisi IPA SMP Selengkapnya kunjungi webblognya Pak Mursyid di atas atau langsung di bpsdmpk.kemdikbud.go.id. Semoga bermanfaat</itunes:summary><itunes:keywords>Uji Kompetensi Guru</itunes:keywords></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2286925870338099806.post-2532359185836726286</guid><pubDate>Sat, 21 Jul 2012 15:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-07-21T22:49:43.822+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Media Pembelajaran dan Teknologi Informasi</category><title>Memahami Karakteristik Media Pembelajaran</title><description>Dalam memilih Media Pembelajaran yang tepat, ada baiknya kita melihat karakteristik dari masing-masing media. Umumnya manusia belajar dari : &lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;10 % Membaca &amp;nbsp;(Media Teks) &amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;20 % Mendengar (Media Audio)&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;30 % Melihat &amp;nbsp;(Media Grafis/foto)&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;50 % Melihat &amp;amp; mendengar (Media Video/Audio)&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;80 % Berbicara&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;90 % Berbicara dan melakukan    Simulasi&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Karakteristik Media Teks&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelebihan &lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mampu menyampaikan informasi yang sulit divisualkan.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mampu untuk menyampaikan berbagai macam informasi.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Kelemahan &lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tidak mampu menyampaikan informasi berupa suatu proses yang dinamis.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melelahkan mata apabila terlalu panjang.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak menarik.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Karakteristik Media Foto&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="O1" style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: .68in; margin-top: 3.25pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: left; text-indent: -.25in; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Lucida Sans Unicode';"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Kelebihan &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mampu menyampaikan informasi yang bersifat real/nyata.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mampu menjembatani ruang dan waktu.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menarik perhatian&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;i&gt;Kelemahan &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kurang mampu menyampaikan informasi berupa suatu proses yang dinamis.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memerlukan biaya khusus.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;Karakteristik Media Gambar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kelebihan &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mampu menyampaikan informasi yang tidak dapat disampaikan dalam bentuk verbal.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mendramatisir&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menjelaskan suatu rangkaian proses&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menarik perhatian&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;i&gt;Kelemahan &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dapat mengubah informasi yang akan disampaikan, apabila tidak digarap dengan benar.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Karakteristik Media Video&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Kelebihan &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mampu menyampaikan informasi/kejadian secara real/nyata.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mampu menarik emosi dan perhatian lebih kuat dibandingkan media lain.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Meningkatkan daya tangkap pengguna&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dipadukan dengan audio efektifitas pembelajaran lebih meningkat.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dapat menjembatani ruang dan waktu.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;i&gt;Kelemahan &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Memerlukan tenaga khusus dan biaya yang cukup besar.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memerlukan ruang penyimpanan yang besar.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kurang mampu menjelaskan proses yang bersifat abstrak.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Karakteristik Media Animasi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Kelebihan &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mampu menyampaikan informasi/kejadian yang tidak mungkin diambil secara real/nyata.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mampu menggambarkan suatu proses yang dinamis.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Meningkatkan daya tangkap pengguna&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dipadukan dengan audio efektifitas pembelajaran lebih meningkat.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dapat menjembatani ruang dan waktu.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;i&gt;Kelemahan &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Memerlukan tenaga khusus dan biaya yang cukup besar.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memerlukan waktu yang lama dalam pembuatan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Karakteristik Media Audio&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Kelebihan &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mampu menyampaikan informasi yang berhubungan dengan pendengaran.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengundang perhatian&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mampu membangkitkan imajinasi.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membuat program lebih manusiawi.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Digabung dengan media lain akan mengefektifkan  pembelajaran akan meningkat.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Kelemahan &lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Jika tidak tepat dalam penggunaannya akan menimbulkan ketidaknyamanan.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memerlukan ruang penyimpanan yang cukup besar.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;</description><link>http://www.bakharuddin.net/2012/07/memahami-karakteristik-media.html</link><author>noreply@blogger.com (Bakharuddin Ahmad)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2286925870338099806.post-8132529123577636886</guid><pubDate>Thu, 19 Jul 2012 17:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-07-19T23:42:22.818+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Media Pembelajaran dan Teknologi Informasi</category><title>Karakteristik Media Pembelajaran</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-mOG8rjDA5mE/UAg219CJ64I/AAAAAAAABMI/vR50qRY-Nqk/s1600/Halaman+Materi+Pembelajaran.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-mOG8rjDA5mE/UAg219CJ64I/AAAAAAAABMI/vR50qRY-Nqk/s320/Halaman+Materi+Pembelajaran.png" width="263" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Media Pembelajaran&lt;/b&gt; &amp;nbsp;bermacam-macam setiap media memiliki karakteristiknya masing-masing. Berdasarkan perkembangan teknologi, media pembelajaran dikelompokkan kedalam empat kelompok yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1. Media hasil teknologi cetak&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Media Pembelajaran yang menggunakan teknologi cetak adalah cara untuk menghasilkan atau menyampaikan materi melalui buku dan materi visual statis terutama melalui proses percetakan mekanis atau photografis, contohnya&amp;nbsp;antara lain: teks, grafik, foto atau representasi fotografik. Karakteristik media pembelajaran hasil cetak antara lain :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Teks dibaca secara linear&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menampilkan komunikasi secara satu arah dan reseptif&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ditampilkan secara statis atau diam&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengembangannya sangat tergantung kepada prinsip-prinsip pembahasan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berorientasi atau berpusat pada siswa.&amp;nbsp;Pendekatan yang berorientasi pada siswa adalah pendekatan dalam belajar yang ditekankan pada ciri-ciri dan kebutuhan siswa secara individual. Sedang lembaga pendidikan dan para guru hanya berfungsi dan berperan sebagai fasilitator saja. Sistem pendekatan yang berorientasi pada siswa ini didesain sedemikian rupa. Sehingga siswa dapat belajardengan sistem yang luwes yang diarahkan agar siswa dapat membentuk gaya belajarnya masing masing. Dalam hal ini guru dan lembaga berperan sebagai penunjang, fasilitator dan penyemangat siswa yang sedang belajar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Informasi dapat diatur atau ditata ulang oleh pemakai&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;2. Media hasil teknologi audio-visual&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Media Pembelajaran menggunakan Teknologi audi-visual adalah suatu cara menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan elektronis untuk menyajikan pesan-pesan audio-visual,&amp;nbsp;penyajian pengajaran secara audio-visual jelas bercirikan pemakaian perangkat keras selama proses pembelajaran, seperti , mesin proyektor film, tape recorder, proyektor visual yang lebar.&amp;nbsp;Karakteristik media ini adalah :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bersifat linear&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyajikan visual yang dinamis&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Digunakan dengan cara yang telah ditentukan sebelumnya oleh perancang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Merupakan representasi fisik dari gagasan real atau abstrak&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dikembangkan menurut prinsip psikologis behafiorisme dan kognitif&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berorientasi pada guru, pendekatan yang berorientasi pada guru atau lembaga adalah sistem pendidikan yang konvensional dimana hampir seluruh kegiatan pembelajaran dikendalikan penuh oleh para guru dan staf lembaga penndidikan. Dalam sistem ini guru mengkomunikasikan pengethuannya kepada siswa dalam bentuk pokok bahasan dalam beberapa macam bentuk silabus. Biasanya pembalajaran berlangsung dan selesai dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan metode mengajar yang dipakai tidak beragam bentuknya, biasanya menggunakan metode ceramah dengan pertemuan tatap muka (face to face)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;3. Media hasil teknologi yang berdasarkan computer&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teknologi berbasis computer merupakan cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan sumber-suber yang berbasis micro-prosesor.Berbagai aplikasi teknologi berbasis komputer dalam pembelajaran ummum nya dikenalsebagai computer assisted instruction. Aplikasi tersebut apabila dilihat dari cara penyajian dan tujuan yang ingin dicapai melipiti tutorial,penyajian materi secara bertahap, drills end practice latihan untuk membantu siswa menguasai materi yang telah dipelajari sebelumnya, permainan dan simulasi (latihan untuk mengaplikaskan pengetahuan dan keterampilan yang baru dipelajari dari, dan basis data (dari berbagai sumber ).&amp;nbsp;Karakteristik media hasil teknologi yang berdasarkan computer:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dapat digunakan secara acak, non-sekuensial atau secara linear&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dapat digunakan sesuai keinginan siswa atau perancang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;gagasan disajikan dalam gaya abstrak dengan simbol dan grafik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Prinsip-prinsip ilmu kognitif untuk mengembangkan media ini&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Beroriatasi pada siswa dan melibatkan interaktifitas siswa yang tinggi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Media hasil gabungan tenologi cetak dan teknologi computer&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teknologi gabungan adalah cara unntukmenghasilkan dan menyampaikan materi yang menggabungkan pemakaian beberapa bentuk media yang dikendalikan komputer. Komputer yang memiliki kemampuan yang hebat seperti jumlah random akses memori yang besar, hard disk yang besar, dan monitor yang beresolusi tinggi ditambah dengan pararel (alat-alat tambahan), seperti: vidio disk player, perangkat keras untuk bergabung dalam suatu jaringan dan sistem audio.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dapat digunkan secara acak, sekuensial, linear&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dapat digunakan sesuai keinginan siswa, bukan saja dengan direncanakan dan diinginkan oleh perancangnya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gagasan disajikan secara realistik sesuai dengan pengalaman siswa, menurut apa yang relefan dengan siswa dan dibawah pengendalian siswa&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Prinsip ilmu kognitif dan konstruktifisme ditetapkan dalampengembangan dan penggunaanpelajaran&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pembelajaran ditata dan terpusat pada lingkup kognitif sehingga pengetahuan dikuasai jika pengetahuan itu digunakan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bahan-bahan pelajaran melibatkan interaktif siswa&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bahan-bahan pelajaran memadukan kata dan visual dari berbagai sumber&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selain pembagian itu ada lagi pembagian media pembelajaran menurut jenis, daya liput, dan bahannya.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bakharuddin.net/2012/07/karakteristik-media-pembelajaran.html</link><author>noreply@blogger.com (Bakharuddin Ahmad)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/-mOG8rjDA5mE/UAg219CJ64I/AAAAAAAABMI/vR50qRY-Nqk/s72-c/Halaman+Materi+Pembelajaran.png" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2286925870338099806.post-3083151799563624805</guid><pubDate>Thu, 19 Jul 2012 04:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-07-19T11:50:47.607+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel Pendidikan</category><title>Marhaban Ya Ramadhan</title><description>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-k0zNo7rqnqc/UAeQakSOTBI/AAAAAAAABKg/u513R2fQSck/s1600/Marhaban+ya+Ramadhan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://3.bp.blogspot.com/-k0zNo7rqnqc/UAeQakSOTBI/AAAAAAAABKg/u513R2fQSck/s400/Marhaban+ya+Ramadhan.jpg" width="371" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Foto : Internet&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejenak kita lupakan Silabus, RPP, Media Pembelajaran, Model Pembelajaran, Penilaian, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan dunia pendidikan atau pekerjaan sebagai seorang guru. Saat libur awal Ramadhan ini mari mengunjungi sanak keluarga, handai taulan dan rekan kerja untuk meminta maaf dan bersilaturrahmi, agar kita bisa menjalani Puasa Tahun 1433 H ini dengan sempurna. Jika jarak memisahkan kita, gunakan wadah yang tersedia seperti jejaring sosial, HP, SMS-an, e-mail dan sebagainya untuk mengirimkan ucapan maaf kepada seluruh keluarga, sahabat dan handai taulan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada kesempatan ini juga Saya mengucapkan permohonan maaf kepada seluruh teman atas segala kesalahan dan kesilapan yang telah dilakukan baik di Online maupun di Offline, semoga kita semua bisa menjalani puasa tahun ini dengan sempurna. MARHABAN YA RAMADHAN&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bakharuddin.net/2012/07/marhaban-ya-ramadhan.html</link><author>noreply@blogger.com (Bakharuddin Ahmad)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/-k0zNo7rqnqc/UAeQakSOTBI/AAAAAAAABKg/u513R2fQSck/s72-c/Marhaban+ya+Ramadhan.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2286925870338099806.post-6197724931054411014</guid><pubDate>Mon, 16 Jul 2012 04:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-07-16T11:37:06.098+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Uji Kompetensi Guru</category><title>Ujian Kompetensi Guru Tahun 2012</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-H-OnALUFvpg/UAOY5S-1kXI/AAAAAAAABIo/oRk7XoqE_KQ/s1600/Uji+Kompetensi+Guru+menuju+guru+profesional.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/-H-OnALUFvpg/UAOY5S-1kXI/AAAAAAAABIo/oRk7XoqE_KQ/s200/Uji+Kompetensi+Guru+menuju+guru+profesional.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Ujian Kompetensi Guru&lt;/b&gt; (UKG) 2012 akan dimulai pada 30 Juli 2012, pelaksanaannya bersifat Online dan juga offline, yang perlu dipahami para guru peserta &lt;i&gt;UKG&lt;/i&gt; online adalah software untuk pelaksanaan UKG online. Bahan tentang UKG online dapat di download di &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/19925334/materisosialisasiUKG.pdf.html" rel="nofollow" target="_blank"&gt;Sosialisasi Mekanisme UKG Online&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(Sumber : siapukg.blogspot.com)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Beberapa hal tentang Ujian Kompetensi Guru berikut ini :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tujuan UKG&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemetaan penguasaan kompetensi guru (kompetensi pedagogik dan profesional) sebagai dasar pertimbangan pelaksanaan program pembinaan dan pengembangan profesi guru dalam bentuk kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai entry point penilaian kinerja guru dan sebagai alat kontrol pelaksanaan penilaian kinerja guru.Peserta UKG&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Peserta UKG&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peserta UKG adalah seluruh guru baik yang memiliki sertifikat pendidik maupun yang Belum Memiliki sertifikat pendidik; Jumlah peserta  UKG 2012 secara nasional sebanyak 1.015.087, terdiri:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PNS : 798.556&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;GTY : 216.531Persyaratan Peserta&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peserta UKG pada prinsipnya adalah semua guru PNS dan bukan PNS yang mengajar di sekolah negeri dan swasta yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Memiliki sertifikat pendidik (tahun 2007-2011);&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;pada tahun 2012 belum memasuki masa pensiun;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Aktif menjadi guru.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Jadwal Umum UKG&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ujian Online : 30 Juli – 12 Agustus 2012&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ujian Manual (Paper Pencil Test): 4 September 2012Jadwal Khusus UKG&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dalam satu hari, UKG dilaksana dalam tiga gelombang: pk. 07.00, 10.30, dan 14.00 WIB.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahap I, SMP: tanggal 30 Juli s.d. 2 Agustus 2012&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahap II, SMA/SMK: tanggal 3 s.d. 6 Agustus 2012&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahap III, TK/SD/SDLB: tanggal 7 s.d. 11 Agustus 2012&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tempat UKG&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Uji kompetensi guru akan dilaksanakan di tempat uji kompetensi guru yang telah ditetapkan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sesuai dengan persyaratan dan telah diverifikasi oleh LPMP; Pelaksanaannya dipusatkan per kecamatan di suatu sekolah yang memenuhi persyaratan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tata Cara Mengikuti Ujian Kompetensi Guru&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Peserta memasuki ruangan minimal 30 menit sebelum jadwal ujian dengan menunjukkan Kartu Peserta UKG online dan identitas lainnya;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Peserta mengisi daftar hadir dan mendengarkan pengarahan dari tim teknis;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Login pada sistem ujian online sesuai dengan nomor peserta sertifikasi guru dan NUPTK;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Peserta melakukan pengisian dan perbaikan data individu sebagaima data yang tertera pada layar monitor;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Latihan menggunakan sistem ujian online selama 15 menit;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengikuti ujian yang sesungguhnya dengan mengakses soal uji kompetensi yang disediakan;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk mengenal Aplikasi UKG Online dapat dilihat di :&amp;nbsp;&lt;a href="http://siapukg.blogspot.com/2012/07/mengenal-aplikasi-ukg-online.html"&gt;http://siapukg.blogspot.com/2012/07/mengenal-aplikasi-ukg-online.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sumber&lt;/b&gt; : http://datapendidik.blogspot.com, http://siapukg.blogspot.com&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bakharuddin.net/2012/07/ujian-kompetensi-guru-tahun-2012.html</link><author>noreply@blogger.com (Bakharuddin Ahmad)</author><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-H-OnALUFvpg/UAOY5S-1kXI/AAAAAAAABIo/oRk7XoqE_KQ/s72-c/Uji+Kompetensi+Guru+menuju+guru+profesional.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2286925870338099806.post-7093238854389559023</guid><pubDate>Sat, 14 Jul 2012 02:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-07-14T09:02:35.824+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Media Pembelajaran dan Teknologi Informasi</category><title>Mendesain Media Pembelajaran</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-uIpLK7ZhchA/UADTA0_uoxI/AAAAAAAABHQ/IkvG4CJe6X8/s1600/Media+Pembelajaran.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="156" src="http://4.bp.blogspot.com/-uIpLK7ZhchA/UADTA0_uoxI/AAAAAAAABHQ/IkvG4CJe6X8/s320/Media+Pembelajaran.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa yang perlu diperhatikan dalam &lt;b&gt;mendesain media pembelajaran&lt;/b&gt;, informasi mengenai hal-hal yang mesti kita perhatikan saat akan &lt;i&gt;membuat Media Pembelajaran&lt;/i&gt;. Di &amp;nbsp;abad informasi ini, seorang guru harus bisa membuat media karena peran sebuah &lt;u&gt;media pembelajaran&lt;/u&gt; sangat besar dan efektif dalam membantu menjelaskan konsep-konsep yang abstrak menjadi konkrit selain dapat menimbulkan motivasi bagi siswa, sehingga menjadi mudah di mengerti dan menarik buat siswa-siswi kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Ketepatan penggunaan media yang sesuai dengan kurikulum (Standar kompetensi dan Kompetensi Dasar), tujuan pembelajaran, materi pembelajaran&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Kesusaian Materi Pembelajaran, dengan tujuan dan evaluasi&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Sistematika yang runtut, logis dan jelas&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Adanya interaktivitas&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Kontekstualitas sehingga lebih menjadi nyata&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Komunikatif, visualisasi mendukung materi ajar dan mudah dicerna siswa&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Visualisasi sederhana, tidak rumit sehingga mudah di ingat siswa&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Unity, menggunakan bahasa visual yang harmonis, utuh dan senada, agar materi di persepsi secara utuh&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Penggambaran objek dalam bentuk image (citra) yang refresentative&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Pemilihan warna yang sesuai, agar mendukung kesuaian antara konsep kreatif dan topik yang dipilih&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Tipografi (font dan susunan huruf), baik fungsi keterbacaannya maupun fungsi psikologisnya&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Tata letak (layout) peletakan dan susunan unsur-unsur visual terkendali dengan baik, agar memperjelas peran dan hirarki masing-masing unsur tersebut&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Unsur Visual bergerak (animasi dan/atau movie), untuk mensimulasi dan mengilustrasikan materi ajar secara nyata&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Navigasi (icon) yang familiar dan konsisten agar efektif dalam penggunaannya&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;</description><link>http://www.bakharuddin.net/2012/07/mendesain-media-pembelajaran.html</link><author>noreply@blogger.com (Bakharuddin Ahmad)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-uIpLK7ZhchA/UADTA0_uoxI/AAAAAAAABHQ/IkvG4CJe6X8/s72-c/Media+Pembelajaran.png" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total></item><language>en-us</language><media:rating>nonadult</media:rating></channel></rss>
